<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<author>
<name>Noviyanto Rachmady</name>
<uri>http://enterwind.com</uri>
<email>novay@enterwind.com</email>
</author>
<channel>
<title>LPM Sketsa Universitas Mulawarman</title>
<link>http://sketsaunmul.co/sitemap.xml</link>
<description>Semangat berbagi dan menginspirasi!</description>
<language>id-ID</language>
<copyright>Copyright (C) 2016 Enterwind Co.</copyright>
<lastBuildDate>2016-10-22T01:22:18Z</lastBuildDate>
<item>
<title> Setelah Kimia dan Biologi, Besok Saatnya Matematika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/setelah-kimia-dan-biologi-besok-saatnya-matematika/baca </link>
<guid> setelah-kimia-dan-biologi-besok-saatnya-matematika </guid>
<pubDate> Fri, 05 Feb 2016 21:11:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pada awal tahun ini, himpunan mahasiswa di FKIP Unmul gencar melakukan berbagai kegiatan. Mulai Osagi milik Himapbio, CFD milik HMPK, dan Astramatika milik Himaptika yang akan digelar esok. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/setelah-kimia-dan-biologi-besok-saatnya-matematika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8lFKsgOv31.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Setelah Kimia dan Biologi, Besok Saatnya Matematika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebelumnya, Olimpiade Sains Biologi (Osagi VI) diagendakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman (Himapbio FKIP Unmul) sejak Selasa (26/1) hingga Kamis (28/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Osagi VI tahun ini tampak berbeda, hadirnya piala bergilir menambah semarak gelaran tersebut. &ldquo;Antusias peserta tinggi, sedikitnya ada 400 pelajar yang terlibat,&rdquo; terang Muhammad Efendi, ketua panitia.</p><p style="text-align: justify;">Empat mata lomba dihadirkan, di antaranya yaitu cerdas cermat, olimpiade biologi, karya tulis ilmiah, dan mading 3D di GOR 27 September.</p><p style="text-align: justify;">Pada hari yang sama, Chemist Fun Days (CFD) VII dari Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (HMPK) FKIP Unmul juga menutup gelaran mereka yang dimulakan sejak Senin (25/1). Final cerdas tepat kimia (CTK) dan pembagian hadiah berlangsung Kamis (28/1) siang di Gedung Auditorium.</p><p style="text-align: justify;">Panitia CFD VII melakukan penyisihan peserta sejak November tahun lalu. Dilakukan di sepuluh zona, Kaltim-Kaltara. Dikatakan Oktaviana, koordinator hubungan masyarakat, peserta sangat antusias mengikuti enam mata lomba. Yakni Ranking 1, kompetisi karya tulis ilmiah kimia, CTK, olimpiade kimia SMA, SMK, dan SMP.</p><p style="text-align: justify;">Setelah Himapbio dan HMPK, Sabtu (6/2) besok, saatnya Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himaptika) FKIP Unmul menggelar Asah Terampil Matematika (Astramatika). &ldquo;Pada 2016 ini merupakan Astramatika ke-23,&rdquo; jelas Muhammad Ilham Saputra, Ketua Himaptika.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penyisihan dilakukan satu hari yaitu besok, sebulan kemudian babak semifinal dan final tiga hari berturut-turut,&rdquo; tambahnya lagi. Sama seperti tahun sebelumnya, baik Osagi, CFD, dan Astramatika, antusias peserta mengikuti kegiatan sangat tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Oktaviana, agenda yang diadakan teman-teman Himpunan Mahasiswa FKIP Unmul kebetulan memiliki jadwal sama. Beruntungnya, jadwal gelaran tidak bertabrakan. &ldquo;Ini semua agenda tahunan, nanti akan ada Pekan Fisika juga, tunggu saja,&rdquo; imbuhnya. <em><strong>(rdm/e3)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Astramatika XXIII Hadirkan 800 Peserta se-Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/astramatika-xxiii-hadirkan-800-peserta-se-kaltim/baca </link>
<guid> astramatika-xxiii-hadirkan-800-peserta-se-kaltim </guid>
<pubDate> Sun, 07 Feb 2016 19:01:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA – Asah Terampil Matematika (Astramatika) XXIII tahun ini kembali diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himaptika) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman. Kegiatan yang khusus melombakan bidang matemati </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/astramatika-xxiii-hadirkan-800-peserta-se-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c0qwAejWum.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Astramatika XXIII Hadirkan 800 Peserta se-Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Asah Terampil Matematika (Astramatika) XXIII tahun ini kembali diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman (Himaptika FKIP Unmul). Kegiatan khusus melombakan bidang matematika dan diikuti oleh kurang lebih 800 peserta jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Penyelenggaraan Astramatika XXIII tahun ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah seperti Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Berau, Kutai Barat, Penajam dan Paser. Astramatika XXIII berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya karena membuka jenjang baru yaitu SMK. Serta melaksanakan Workshop Matematika berbasis <em>Information and Technology</em> (IT) untuk guru-guru se-Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Astramatika dilaksanakan pada Sabtu (6/2 lalu) di GOR 27 September Unmul untuk babak penyisihan. &ldquo;Dari babak penyisihan bakal kami seleksi dari 260 sekian kelompok dalam berbagai tingkatan dengan per kelompok tiga orang. Nanti dalam setiap tingkatan SD, SMP dan SMA akan kami ambil 12 kelompok untuk maju ke semifinal,&rdquo; papar Fajar Widi Ananda, ketua panitia pelaksana.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Fajar, untuk jenjang SMK akan dilaksanakan secara individu, tidak menggunakan sistem kelompok. &ldquo;Untuk SMK kita adakan uji mandiri dan langsung final. Jadi setelah penyisihan siapa yang menang dia bakal memenangkan Astramatika tingkatan SMK. Kalau SD, SMP dan SMA sistemnya berkelompok,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah penyisihan, peserta kembali mengikuti semifinal dan final Maret mendatang. Final dilaksanakan di Gedung Auditorium Unmul. &ldquo;Sistemnya beda dari babak penyisihan. Kami gunakan tiga sesi. Pertama soal wajib, semua tim wajib menjawab semua soal yang diberikan. Kemudian sesi kedua kami adakan soal keterampilan dengan menjawab soal matematika menggunakan alat peraga. Sesi ketiga adalah cerdas cermat. Siapa yang duluan jawab mendapatkan poin,&rdquo; lanjut mahasiswa angkatan 2014 ini.</p><p style="text-align: justify;">Fajar mengatakan kegiatan tersebut merupakan usaha kecil yang pihaknya lakukan untuk mengangkat nama Unmul. Ia berharap agar Unmul lebih peduli dengan seluruh kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. &ldquo;Harapannya untuk Unmul lebih bisa memberi sedikit perhatian kepada sekelompok mahasiswa ini tidak hanya Astramatika dan Pendidikan Matematika saja, tetapi juga semua Hima (Himpunan Mahasiswa) yang ada ingin memajukan nama Unmul, harapannya agar lebih diperhatikan lagi karena mahasiswa mati-matian untuk mengangkat nama Unmul,&rdquo; imbuhnya. <strong><em>(dan/e3)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Jambore 5, Himasta Gelar Workshop KTI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/sambut-jambore-5-himasta-gelar-workshop-kti/baca </link>
<guid> sambut-jambore-5-himasta-gelar-workshop-kti </guid>
<pubDate> Sun, 07 Feb 2016 19:32:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA - Guna meningkatkan wawasan mahasiswa pelajar dalam bidang karya tulis ilmiah, Himpunan Mahasiswa Statistika Universitas Mulawarman (HIMASTA Unmul) menggelar workshop Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diadakan Sabtu (6/02). Workshop ini ialah serangkai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/sambut-jambore-5-himasta-gelar-workshop-kti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4QnWtmeZNK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Jambore 5, Himasta Gelar Workshop KTI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Guna meningkatkan wawasan mahasiswa dan pelajar dalam bidang karya tulis ilmiah (KTI), Himpunan Mahasiswa Statistika Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika Universitas Mulawarman (Himasta FMIPA Unmul) menggelar workshop KTI, Sabtu (6/02). Workshop tersebut merupakan rangkaian acara dari Jambore Statistika ke-5 2016.</p><p style="text-align: justify;">Junedi, selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa workshop KTI sebagai pre-Jambore Statistika yang mengusung tema <em>Terampil Dalam Menulis Karya Tulis Ilmiah</em>. &ldquo;Sejauh ini acara berlangsung cukup lancar dan peserta sangat antusias,&rdquo; ujar dia.</p><p style="text-align: justify;">Rasydi Ahmad, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Indonesia hadir sebagai pembicara dalam workshop tersebut. Junedi menambahkan kegiatan itu dapat menjadi pembekalan bagi peserta yang akan berpartisipasi dalam KTI tingkat regional dan nasional. Himasta menggandeng Universitas Tanjungpura dan Universitas Palangkaraya guna menyukseskan Jambore tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan workshop kali ini. Kami mengikutsertakan mahasiswa sebagai peserta lomba olimpiade tingkat regional se-Kalimantan dan lomba KTI mahasiswa tingkat nasional,&rdquo; tutur Muhammad Rasyid Rahman, Ketua Himasta.</p><p style="text-align: justify;">Rasyid berharap workshop mampu menambah wawasan bagi pelajar dan mahasiswa dalam mengeksplor kemampuan menulis karya ilmiah hingga mampu melahirkan cendekiawan kaya inovasi.</p><p style="text-align: justify;">Candra, mahasiswa FMIPA angkatan 2015 mengaku dengan adanya penyelenggaraan workshop ini sangat membantu dalam perkuliahan. Dapat mengajarkan bagaimana menulis karya ilmiah yang baik dan berguna bagi penulisan skripsi kelak. <strong><em>(myg/e3)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teguh-Dimas dan 100 Hari Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teguh-dimasdan-100-hari-kerja/baca </link>
<guid> teguh-dimasdan-100-hari-kerja </guid>
<pubDate> Mon, 08 Feb 2016 19:32:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kaderisasi, jaringan, gerakan, dan pengkaryaan dalam 100 hari kerja. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teguh-dimasdan-100-hari-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N5u96ngZHd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teguh-Dimas dan 100 Hari Kerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span lang="id-ID"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong></span><span lang="id-ID">Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiwa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul) 2016 hari ini menggenapkan masa 100 hari kerja. Presiden dan Wakil Presiden, Muhammad Teguh Satria dan Dimas Ronggo Gumilar dengan kabinet Eksekutor Perbaikan Indonesia.</span></p><p align="justify"><span lang="id-ID">Beberapa tantangan didapat pasangan tersebut ketika debat kandidat digelar Oktober tahun lalu. Salah satunya komitmen 100 hari kerja berkoordinasi masalah komunikasi dengan BEM fakultas di seluruh Unmul.</span></p><p align="justify"><span lang="id-ID">&ldquo;</span><span lang="id-ID">Akan dibuat&nbsp;</span><span lang="id-ID">nota kesepahaman dan dideklarasikan saat <em>open house</em> BEM KM nanti, secepatnya.&nbsp;</span><span lang="id-ID">Seperti yang kita tahu, iklim BEM tiap fakultas itu berbeda, dipilihlah pendekatan informal</span><span lang="id-ID">,&rdquo; jelasnya. Tercatat, 5 pernyataan sikap, 6 advokasi, 3 aksi, 10 diskusi kontemporer dan publik, 6 <em>hearing</em>, 2 propaganda, dan 2 desa binaan.&nbsp;</span></p><p align="justify"><span lang="id-ID">&ldquo;</span><span lang="id-ID">Dari 310 pendaftar, ada 199 yang terpilih. Rancangan program kerja (proker) ada 79&nbsp;</span><span lang="id-ID">yang akan efektif&nbsp;</span><span lang="id-ID">berjalan di sisa kepengurusan</span><span lang="id-ID">,&rdquo; imbuh Teguh.&nbsp;</span><span lang="id-ID">Hal ini dihimpun berdasarkan empat sektor dalam masa 100 hari kerja, yakni, kaderisasi, gerakan, jaringan, dan pengkaryaan. Walau diakui Teguh, masih minim dalam hal pengkaryaan.</span></p><p align="justify"><span lang="id-ID">BEM KM&nbsp;</span><span lang="id-ID">pun&nbsp;</span><span lang="id-ID">menjadi koordinator wilayah (korwil) serta Korwil Forum Perempuan Kaltim-Kalsel. Selain itu, ditunjuk pula sebagai Korwil Kalimantan Forum Nasional Sosial Masyarakat&nbsp;</span><span lang="id-ID">2016&nbsp;</span><span lang="id-ID">pada Musyawarah Nasional BEM Seluruh Indonesia (Munas BEM SI) Januari lalu.</span></p><p align="justify"><span lang="id-ID">Teguh menerapkan pola 3-4-3 untuk kabinetnya. Meniru formasi sepak bola. Sebab, ia menerapkan pola pikir bahwa bergerak di BEM bukanlah beban, melainkan permainan. Pada akhir pertandingan, apakah menang, imbang,atau bahkan kalah,&nbsp;</span><span lang="id-ID">ditentukan pemain-pemainnya.</span></p><p align="justify">&ldquo;<span lang="id-ID">Ada 9 menteri dengan 3 kepala biro, total ada 16 pengurus,&rdquo; kata mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu. Setelah formasi dan strategi diatur, tinggal improvisasi di lapangan. Jalur permainan dijelaskan, cara eksekusi kembali pada masing-masing pemain. &ldquo;Diharapkan semoga tidak ada yang cedera atau dapat kartu merah.</span><span lang="id-ID">&nbsp;Bisa pincang jadinya dan&nbsp;</span><span lang="id-ID">memengaruhi hasil permainan.&rdquo;</span></p><p align="justify"><span lang="id-ID">Beberapa proker di antaranya Borneo Sains Camp yang merangkul himpunan mahasiwa daerah sehingga tidak hanya mengawal isu-isu di Samarinda saja. Kemudian, Mulawarman Festival, Unmul Menyapa atau bedah kampus, dan Pena Eksperia lewat diskusi keliling setiap pekan ke seluruh fakultas.</span></p><p align="justify"><span lang="id-ID">DijelaskanTeguh, mahasiswa cenderung jenuh dengan terobosan dan janji-janji baru. Menguatkan dan meneruskan apa yang sudah ada, menerapkan manfaatnya agar dapat dirasakan semua lini. Singkatnya, mengeksekusi dan memperbaiki.</span></p><p align="justify">&ldquo;<span lang="id-ID">Diluar itu, program jaringan advokasi juga terus berjalan. Sebab, Kementerian Advokasi merupakan salah satu striker atau penyerang dalam permainan.&nbsp;</span><span lang="id-ID">Striker lainnya yaitu Kementerian Sosial Politik dan Kementerian Sosial Masyarakat.&nbsp;</span><span lang="id-ID">Menentukan menang atau tidaknya periode kali ini,&rdquo; tutup Teguh.&nbsp;</span><span lang="id-ID"><em><strong>(rdm/</strong></em></span><span lang="id-ID"><em><strong>e3</strong></em></span><span lang="id-ID"><em><strong>)</strong></em></span><br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bahas Pendidikan, BEM FKIP Unmul Temui PJ Wali Kota Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bahas-pendidikan-bem-fkip-unmul-temui-pj-wali-kota-samarinda/baca </link>
<guid> bahas-pendidikan-bem-fkip-unmul-temui-pj-wali-kota-samarinda </guid>
<pubDate> Mon, 08 Feb 2016 20:54:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meiliana terpilih untuk memimpin kota Samarinda menggantikan Syahrie Jaang-Nusyirwan Ismail yang habis masa jabatannya pada 23 November lalu. Asisten IV Setrov Kaltim ini telah dilantik oleh Gubernur Awang Faroek Ishak pada (24/11) sebagai Penanggung Jawa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bahas-pendidikan-bem-fkip-unmul-temui-pj-wali-kota-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/67UaCyKejB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bahas Pendidikan, BEM FKIP Unmul Temui PJ Wali Kota Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p align="justify" style="text-align: justify;">Meiliana terpilih untuk memimpin Samarinda menggantikan Syahrie Jaang dan Nusyirwan Ismail sejak 23 November lalu. Asisten IV Setprov Kaltim itu dilantik oleh Gubernur Awang Faroek Ishak pada (24/11) sebagai penjabat (pj) Wali Kota Samarinda.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">&quot;Saya yakin ini semua sudah diatur oleh Allah SWT, karena saya tidak pernah terpikir akan berada di posisi ini,&quot; katanya. Meiliana memegang teguh bekerja dengan ikhlas, jujur dan cerdas. Menurutnya, kerja bukan sekadar kerja. &quot;Jangan bekerja hanya duduk, bulik, dapat gajih. Nyaman banar mun&apos;nya kaya itu,&quot; ucapnya dengan logat Banjar kental.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Ditemui Jumat (5/2) oleh BEM FKIP Unmul, ibu beranak dua itu hangat menyambut kedatangan para calon guru. Mulai dari membicarakan persoalan pendidikan, anak jalanan, surat edaran jam malam siswa, pergerakan mahasiswa, hingga persoalan pribadi penjabat wali kota pun tak luput dibahas.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Fadly Idris selaku Ketua BEM FKIP Unmul mengungkapkan kebanggaannya karena mendapat jamuan istimewa dari Meiliana di Balai Kota. &quot;Bu Mei adalah wanita yang inspiratif sekali, ramah dan berintegritas tinggi,&quot; ungkapnya. Fadly menambahkan bahwa kunjungan tersebut dalam rangka silahturahmi tokoh dari Departemen Humas BEM FKIP.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Perbincangan antara Meiliana dan BEM FKIP berlangsung seru, terlebih ketika wanita yang akan dilantik menjadi ketua harian ikatan alumni (IKA) Unmul tersebut mengatakan bahwa ia sangat peduli dengan dunia pendidikan. &quot;Pendidikan itu penting, tanpa pendidikan kita sulit untuk menjadi seseorang yang profesional,&quot; tegasnya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Perempuan yang berhasil memulangkan ratusan eks Gafatar dari Samarinda itu mengatakan banyak sekali harapannya untuk Kota Tepian dan harapan itu harus diwujudkan bersama. &quot;Saya berharap Samarinda menjadi kota yang tertib dan hal ini membutuhkan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa,&quot; lugasnya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Diakhir obrolan tersebut, Meiliana memberikan buku yang berisi rekam jejaknya selama menjadi pj wali kota. Hal itu diberikan sebagai apresiasinya kepada para eksekutif muda FKIP karena selalu berjuang untuk pendidikan di Indonesia terkhusus Samarinda.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Oleh: Hanna Pertiwi (Kepala Departemen Humas BEM FKIP Unmul 2015/2016)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi “Geliat Persma Masa Kini” pada Hari Pers Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/diskusi-geliat-persma-masa-kini-pada-hari-pers-nasional/baca </link>
<guid> diskusi-geliat-persma-masa-kini-pada-hari-pers-nasional </guid>
<pubDate> Wed, 10 Feb 2016 15:11:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto: jdj </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/diskusi-geliat-persma-masa-kini-pada-hari-pers-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hlWWyAO92Q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi “Geliat Persma Masa Kini” pada Hari Pers Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Memperingati Hari Pers Nasional ke-70, LPM Sketsa Unmul mengadakan diskusi internal tentang pers dengan judul &ldquo;Geliat Pers Mahasiswa (Persma) Masa Kini&rdquo;. Diadakan di sekretariat LPM Sketsa Unmul, lantai dua Gedung Student Centre. Selain anggota dan magang, hadir alumni yang menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), Ibrahim dan Meldina Ariani.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi dimulai pukul 15:00 Wita. Satu-persatu anggota dimintai pendapat mereka mengenai pers. &ldquo;Mengapa persma era reformasi tidak segeliat saat zaman orde baru?&rdquo; dan &ldquo;Mengapa pers sekarang menuruti kemauan pemilik media?&rdquo; menjadi topik hangat saat diskusi berlangsung. Selain itu, sesi tanya jawab berkaitan sejarah pers di Indonesia dikeluarkan oleh anggota pun magang.</p><p style="text-align: justify;">Ibrahim mengungkapkan pers mahasiswa sekarang tidak segeliat zaman pembangunan karena daya juang mahasiswa yang mulai pudar. &ldquo;Sudah terbiasa dengan kecanggihan zaman membuat mahasiswa kurang kritis dengan lingkungan sekitar. Itulah mengapa pers mahasiswa hanya jago kandang. Tidak seperti dulu yang bisa menggulingkan kekuasaan orde baru,&quot; ujar Wakil Presiden BEM KM Unmul 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Raden Roro Mira Budiasih selaku ketua umum menyampaikan bahwa dunia pers bukan tanpa sisi. Di luar sana, kehidupan pers beraneka ragam, kalem hingga kejam. Tetap terapkan kode etik dan jadilah insan pers yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi ditutup dari Meldina Ariani, menyampaikan pesan untuk tidak berhenti belajar walau tahu sisi gelap pers dan persma.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KRISPI, Ajang Menuju Mahasiswa Organisasi Berprestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/krispi-ajang-menuju-mahasiswa-organisasi-berprestasi/baca </link>
<guid> krispi-ajang-menuju-mahasiswa-organisasi-berprestasi </guid>
<pubDate> Thu, 11 Feb 2016 22:08:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA – “Orang-orang yang aktif di organisasi harus berprestasi supaya menginspirasi,” tandas Haerdy Pratama Wijaya, kala menjelaskan mengenai pentingnya manajemen waktu, menempatkan skala prioritas dan mimpi besar untuk menjadi mahasiswa organisasi yang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/krispi-ajang-menuju-mahasiswa-organisasi-berprestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gcD5l4NxOP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KRISPI, Ajang Menuju Mahasiswa Organisasi Berprestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Orang-orang yang aktif di organisasi harus berprestasi supaya menginspirasi,&rdquo; tandas Haerdy Pratama Wijaya, kala menjelaskan mengenai pentingnya manajemen waktu, menempatkan skala prioritas, dan mimpi besar untuk menjadi mahasiswa organisasi yang ingin berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut dilontarkannya saat mengisi acara KRISPI (Kuliah Inspirasi) di Gedung Bundar Faperta Unmul hari ini, Kamis, 11 Februari 2016, yang diselenggarakan oleh Aliansi Teknologi Hasil Pertanian (THP) 2014 Faperta Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Menghadirkan sosok Ramadhan Sakti Nasution dan Haerdy Pratama Wijaya, dua pembicara kondang yang nama dan pengalamannya sudah tak asing lagi di telinga mahasiswa Unmul. Acara itu mendapat respon dari puluhan peserta yang datang dari sejumlah fakultas. Bersemangat, para peserta pun tak sungkan melontarkan pertanyaan. &ldquo;Acara ini memang kami peruntukkan untuk umum,&rdquo; ujar Adi Kuswadi, ketua panitia.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Adi, acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat mahasiswa yang sudah maupun belum bergabung di organisasi. Ia melihat, banyaknya mahasiswa hari ini apatis. &ldquo;Mahasiswa organisasi bisa dihitung jari. Bahkan jika telah tergabung di organisasi pun mereka cenderung malas karena melihat nilainya yang turun. Akibatnya, mereka muntaber, yaitu mundur tanpa berita. Padahal itu terjadi karena kurangnya kemampuan mereka mengatur waktu,&rdquo; lanjut mahasiswa THP 2014 itu.</p><p style="text-align: justify;">Acara berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.30 WITA, nyatanya hanya digawangi oleh 7 panitia. Adi pun mengatakan, acara semacam itu akan kembali digelar tahun depan. Namun, dengan konten berbeda. Apalagi dirinya telah mendapat dukungan dari dekan Faperta.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai acara, Ramadhan Sakti Nasution mengungkapkan, bahwa antara organisasi dengan prestasi dapat dicapai sekaligus. Cukup berbeda dengan Haerdy, dirinya menganggap dua hal tersebut memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Definisi prestasi pun dikatakannya harus dilihat secara luas. &ldquo;Prestasi itu bukan berarti kita harus menjuarai lomba, tapi ketika kita mampu memberikan dan menciptakan sesuatu yang baik untuk organisasi atau kampus dengan penuh totalitas dan berkelanjutan, maka itulah prestasi yang manis bagi saya,&rdquo; tutur presiden BEM Faperta periode 2014 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan, setiap orang harus punya mimpi, utamanya mahasiswa. Setelah memiliki mimpi, maka mimpi harus diwujudkan, dan dalam prosesnya diperlukan daya tahan. Ramadhan berpesan, organisasi harus mengikuti era yang kian berkembang dengan tidak menuhankan tradisi yang terus dijalankan setiap periode kepengurusan. Organisasi juga harus memiliki program, tujuan, dan pembagian kerja yang jelas agar kader tidak jenuh dan akhirnya memutuskan untuk angkat kaki alias keluar.</p><p style="text-align: justify;">Ia tidak mengharamkan kuliah lama, yang salah itu kuliah malas-malasan dan tidak menghasilkan apa-apa. Kuliah tepat waktu itu perlu. Lulus cepat atau lambat, itu pilihan. Yang terpenting adalah ketika lulus, kita sudah harus tahu mau apa. &quot;Jangan asal lulus cepat, terus mikir mau <em>ngapain</em>. Mari manfaatkan masa mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat, karena kalau sudah bukan mahasiswa, sudah enggak bisa lagi. Nikmati dan jalani <em>aja</em> semua yang diinginkan <em>Puas-puasin lah</em>, <em>mumpung</em> masih mahasiswa,&ldquo; pungkasnya<em>.&nbsp;</em><strong><em>(aml/e3)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM KM Unmul Gelar Open House Berbeda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/bem-km-unmul-gelar-open-house-berbeda/baca </link>
<guid> bem-km-unmul-gelar-open-house-berbeda </guid>
<pubDate> Fri, 12 Feb 2016 19:58:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA - Hari ini, Jumat, 12 Februari 2016, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM, DPM, HIMA, maupun UKM memadati Gedung Serbaguna Rektorat Unmul guna mengikuti rangkaian acara Open House yang digelar oleh BEM KM Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/bem-km-unmul-gelar-open-house-berbeda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U1k8YXTEQe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM KM Unmul Gelar Open House Berbeda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: left;"><strong>SKETSA -</strong> Hari ini, Jumat, 12 Februari 2016, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM, DPM, HIMA, maupun UKM memadati Gedung Serbaguna Rektorat Unmul guna mengikuti rangkaian Open House BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: left;">Berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.30 WITA, acara yang mengusung tema &ldquo;Harmoni Mengukir Solusi Indonesia&rdquo; itu diisi dengan perkenalan jajaran pengurus BEM KM Unmul periode 2015-2016 berikut program kerja masing-masing bidang, penandatanganan aliansi BEM se Unmul, dan penyampaian tanggapan, kritik maupun saran dari kalangan mahasiswa kepada pengurus BEM KM Unmul. Muhammad Teguh Satria didampingi Dimas Ronggo Gumilar, selaku Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul menjawab langsung tanggapan mahasiswa.</p><p style="text-align: left;">Secara garis besar, tanggapan dan pesan yang disampaikan diantaranya keinginan untuk segera melakukan agenda yang sifatnya pergerakan mengawal isu. Dikatakan Ramadhan Sakti Nasution dari Fakultas Pertanian, pergerakan semestinya menjadi hal wajib bagi BEM KM sebagai organisasi mahasiswa tertinggi pada tataran universitas. &ldquo;Kita jangan terpaku pada event-event besar. Walaupun kita tahu, siapapun presidennya, event yang diadakan pasti sukses.&rdquo;</p><p style="text-align: left;">Tanggapan lain datang dari Endra Julianto, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu mengapresiasi acara Open House. &ldquo;Acaranya beda, tidak lagi <em>glamour</em> seperti sebelumnya. Lebih memperlihatkan segi mahasiswa yang mengedepankan diskusi.&rdquo; Endra juga menginginkan BEM KM Unmul dapat lebih merangkul BEM serta lembaga tingkat fakultas.</p><p style="text-align: left;">Rekan Endra, yang juga berasal dari FEB, mempertanyakan keputusan BEM KM dalam memilih beberapa menteri yang dinilainya masih kurang pengalaman. Menanggapi itu, Teguh mengatakan, ia bersama wakilnya percaya bahwa orang-orang yang dipilihnya adalah orang yang telah melalui seleksi serta pertimbangan cukup panjang. &quot;BEM KM memerlukan anak-anak muda yang masih punya semangat menyala untuk mengemban amanah. Supaya kemudian dapat mereka teruskan kepada adik-adiknya,&rdquo; tukas Teguh.</p><p style="text-align: left;">Teguh juga menyampaikan kinerjanya bersama BEM KM selama 100 hari menjabat. Beragam keberhasilan hingga kendala tak lupa dituturkannya. Ia meminta kerja sama dari semua yang hadir untuk sama-sama bergerak menuju Unmul dan Indonesia yang lebih baik.</p><p style="text-align: left;">Mendekati penghujung acara, hadirin dihibur oleh penampilan anak jalanan memainkan angklung dan beberapa buah lagu.<em>&nbsp;</em><strong><em>(aml/e3)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Family Day ke Tenggarong </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/family-day-ke-tenggarong/baca </link>
<guid> family-day-ke-tenggarong </guid>
<pubDate> Tue, 16 Feb 2016 17:24:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto : ZWL </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/family-day-ke-tenggarong/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9KbnmBqX8E.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Family Day ke Tenggarong</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">LPM Sketsa Unmul mengadakan <em>family day&nbsp;</em>ke Tenggarong (13/2). <em>Family Day</em> ini adalah salah satu program kerja dari Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang) bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar anggota. Terutama antar anggota magang dan tetap. Untuk pertama kalinya, anggota magang Sketsa Sembilan mengikuti <em>family day</em>.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari Samarinda sekitar pukul 09:00 Wita, memakan waktu sekitar satu jam. Tujuan pertama adalah Waduk Panji Sukarame. Tiket masuknya seharga Rp 10.000 itu sudah parkir motor. Selain melihat keindahan waduk, <em>games</em> yang diberikan anggota Litbang tak kalah menarik. Ada tiga <em>games&nbsp;</em> yang dimainkan, yaitu dinamika kelompok, sedotan karet, dan diam tanpa kata.</p><p><img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/e2f76b04c199536626121fe7f8957ad9be84ba0a.jpg?1456259053" style="width: 685px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Setelah bermain <em>games</em>, rombongan menuju Taman Anggrek Sendawar yang masih satu wilayah dengan waduk.</p><p style="text-align: center;"><img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/8ee42b3d65be430b49800bebaa28d7d5ac7226ca.jpg?1456259218" style="width: 678px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Rombongan melanjutkan perjalanan ke Museum Kayu yang letaknya 3 km dari Waduk Panji Sukarame. Dengan membayar tiket masuk seharga Rp 3000, rombongan bisa menikmati kerajinan tangan yang terbuat dari kayu dan tanah liat. Selain itu, ada koleksi potongan balok kayu, daun-daun kering, aneka biji-bijian, miniatur rumah adat di Kalimantan Timur (Kaltim), fosil siput laut dan kepiting besar. Koleksi yang menjadi pusat perhatian adalah dua buaya raksasa yang diawetkan. Dua buaya raksasa ini menjadi legenda karena sudah memangsa dua manusia di tempat berbeda. Kumpulan-kumpulan berita di koran tentang buaya memangsa manusia di beberapa daerah Kaltim juga terpajang di figura samping buaya tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/0115451c1d7dfe07882b2516018c25317d447951.jpg?1456259371" style="width: 694px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Acara <em>family day&nbsp;</em>ditutup dengan berkunjung ke rumah salah satu anggota litbang, Mayang Indriany Risna Biru dan makan siang bersama dirumahnya. (MWP)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Siap Lepas 1.500 Wisudawan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-lepas-1500-wisudawan/baca </link>
<guid> unmul-siap-lepas-1500-wisudawan </guid>
<pubDate> Tue, 16 Feb 2016 19:38:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA – Pendaftaran wisuda 2016 gelombang I Universitas Mulawarman (Unmul) telah dibuka sejak 15 Februari. Itu merupakan waktu yang sangat dinanti mahasiswa yang sudah menyelesaikan tugas akhir. Pendaftaran tersebut  terlaksana hingga 4 Maret mendatang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-lepas-1500-wisudawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hIQhQMlj30.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Siap Lepas 1.500 Wisudawan</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pendaftaran wisuda 2016 gelombang I Universitas Mulawarman (Unmul) telah dibuka sejak 15 Februari. Itu merupakan waktu yang sangat dinanti mahasiswa yang sudah menyelesaikan tugas akhir. Pendaftaran tersebut terlaksana hingga 4 Maret mendatang.</p><p>&ldquo;Kuota gelombang ini 1.500 wisudawan. Namun, bisa kurang atau jusrtu lebih,&rdquo; ujar Amiruddin Amir, staff Bagian Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) Unmul (16/2). Dikatakan, meskipun hingga hari terakhir kuota belum memenuhi target, pendaftaran tetap ditutup.</p><p>Meskipun jarang terjadi, jumlah wisudawan yang mendaftar bisa saja melebihi target. Menghadapi hal tersebut, pihak pelaksana punya kebijakan sendiri. Dijelaskan, pendaftaran tetap dibuka hingga batas akhir. Namun, jumlah pendamping wisuda akan dibatasi. &ldquo;Biasanya orangtua wisudawan yang masuk ke gedung dua orang. Kalau kuotanya lebih, risikonya gedung tidak cukup,&rdquo; ungkapnya. Sebab itu, masing-masing wisudawan hanya boleh didampingi satu orang.</p><p>Mendaftar wisuda bisa dilakukan online melalui situs <a href="http://wisuda.unmul.ac.id.">http://wisuda.unmul.ac.id.</a> Prosedur Oprasional Standard (POS) sudah tertera lengkap di laman tersebut. Pelaksaan wisuda dilaksanakan pada 26 Maret mendatang. <strong>(*/din)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengkaderan Himakim, 4 Mahasiswa Diskorsing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengkaderan-himakim-4-mahasiswa-diskorsing/baca </link>
<guid> pengkaderan-himakim-4-mahasiswa-diskorsing </guid>
<pubDate> Wed, 17 Feb 2016 20:02:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BUNGKAM: Isu perpeloncoan di Himakim FMIPA Unmul, membuat empat pengurusnya terancam skorsing dua semester. Hingga berita ini diturunkan, pihak Himakim belum bisa dikonfirmasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengkaderan-himakim-4-mahasiswa-diskorsing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZpQmdJa6ID.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengkaderan Himakim, 4 Mahasiswa Diskorsing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span lang="IN"><strong>SKETSA</strong></span><span lang="IN">&nbsp;&ndash;</span><span>&nbsp;Sejumlah mahasiswa di</span><span lang="IN">&nbsp;Himpunan Mahasiswa Kimia (Himakim) FMIPA Unmul dikabarkan mendapat hukuman <em>skorsing</em> 2 semester.&nbsp;</span><span>Berdasarkan informasi yang diterima media ini dari salah seorang mahasiswa di FMIPA, <em>skorsing</em> diberikan akibat kegiatan pengkaderan&nbsp;</span><span>yang diduga bernafaskan&nbsp;</span><span lang="IN">perpeloncoan</span><span>. Hal tersebut mendapat penolakan keras dan mengundang kemarahan Dekan FMIPA Unmul, Idris Mandang.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Saat dikonfirmasi, Yoarga, selaku ketua panitia pengkaderan menolak memberikan tanggapan, &ldquo;Maaf kami tidak bisa diwawancara. Setelah saya pikir-pikir ini cukup intern kami saja,&rdquo;&nbsp;</span><span>ketik Yoarga membalas pesan singkat permintaan klarifikasi dari media ini</span><span lang="IN">, tadi (17/2)</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Sedangkan Suci Sonya Dewi, Ketua Umum Himakim, tidak memberikan respon saat coba dikonfirmasi. Begitupun dengan Yohana Pebrina Pasaribu, salah satu peserta pengkaderan&nbsp;</span><span>yang diminta konfirmasi&nbsp;</span><span lang="IN">juga bungkam menanggapi isu</span><span lang="IN">&nbsp;</span><em><span>skorsing</span></em>&nbsp;<span>tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, awak Sketsa masih berupaya mengonfirmasikan kebenaran pengkaderan berujung <em>skorsing</em> di fakultas yang terletak di Jalan Barong Tongkok tersebut.<em>&nbsp;<strong>(</strong><strong>aml</strong></em><strong><em>/im/e3)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Imtaq Mahasiswa, Pusdima Gelar Audiensi  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tingkatkan-imtaq-mahasiswa-pusdima-gelar-audiensi/baca </link>
<guid> tingkatkan-imtaq-mahasiswa-pusdima-gelar-audiensi </guid>
<pubDate> Wed, 17 Feb 2016 20:59:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA - Senin, 15/2/2016 lalu, Pusdima Unmul melakukan audiensi dengan Encik Ahmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dalam rangka peningkatan moral dan kualitas iman dan taqwa mahasiswa muslim di Unmul.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tingkatkan-imtaq-mahasiswa-pusdima-gelar-audiensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ftxvTOmMPf.png" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Imtaq Mahasiswa, Pusdima Gelar Audiensi </h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -</strong> Senin, 15/2/2016 lalu, Pusdima Unmul melakukan audiensi dengan Encik Ahmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dalam rangka peningkatan moral dan kualitas iman dan taqwa mahasiswa muslim di Unmul. Ada empat hal yang menjadi isi audiensi tersebut.</p><p>Pertama, Pusdima meminta pihak rektorat menghimbau seluruh fakultas untuk menerapkan pemantasan jam shalat dalam jadwal perkuliahan. Dikatakan Sulthan, selaku Kepala Departemen Syiar Media Pusdima Unmul, maksud dari pemantasan ini adalah tidak adanya lagi perkuliahan ketika memasuki jam shalat.</p><p>Adapun yang menjadi patokan dalam hal itu ialah kebijakan Pemkot Samarinda bersama Kalpolda Kaltim. &ldquo;Mereka menginginkan semua lembaga pendidikan maupun instansi pemerintah untuk setiap jam shalat tidak lagi di ruangan, tetapi langsung ke masjid,&rdquo; ungkap Sulthan.</p><p>Pusdima pun menyampaikan perlunya penggunaan hijab bagi perempuan dan baju koko bagi laki-laki setiap hari Jumat. Langkah ini sudah dilaksanakan Pusdima sejak tahun 2009 dan ingin terus ditingkatkan. Ini merupakan poin kedua audiensi.</p><p>Ketiga, Pusdima juga menghimbau kepada seluruh civitas Unmul untuk turut membudayakan &ldquo;Muslim Mulawarman.&rdquo; Yaitu dengan mengenakan pakaian yang beradab, menutup aurat, dan tidak ketat.</p><p>Terakhir, Pusdima meminta Encik ambil bagian untuk merutinkan kembali taklim mahasiswa. Mengingat pentingnya pengetahuan soal akhlak dan ibadah. &ldquo;Alhamdulillah beliau setuju dan melimpahkan pelaksanaan taklim ini kepada Pusdima dan seluruh LDK Unmul,&rdquo; kata Sulthan.</p><p>Ditambahkan Sulthan, meski Encik sepakat dengan semua isi audiensi, pernyataan resmi dari pihak rektorat belum bisa dipastikan kapan akan keluar untuk selanjutnya disosialisasikan kepada mahasiswa.</p><p>Dede Farida, mahasiswi Program Studi Pembangunan Sosial Fisip Unmul, mengaku belum mengetahui bakal adanya kebijakan jam shalat dan isi audiensi Pusdima yang diterapkan di kampus. Meski demikian, Dede setuju jikalau kebijakan itu jadi diterapkan.</p><p>Menurut Dede, Fisip yang jam akhir belajarnya melewati jam awal shalat Dzuhur, pihak kampus dapat menyiasatinya dengan menerapkan jam shalat sekitar 45 menit sejak awal adzan berkumandang. Pada jam tersebut tidak ada lagi jam kuliah, melainkan khusus untuk jam shalat. &ldquo;Jangan sampai terpotong di tengah materi kuliah, dan jadi <em>nggak&nbsp;</em>efektif,&rdquo; tandas Dede. <strong>(<em>aml/mld</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semester Pendek di FIB Tetap Dilaksanakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semester-pendek-di-fib-tetap-dilaksanakan/baca </link>
<guid> semester-pendek-di-fib-tetap-dilaksanakan </guid>
<pubDate> Wed, 17 Feb 2016 21:22:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> TETAP ADA: Semester Pendek (SP) yang diisukan tidak ada di Kampus Flores, FIB ternyata tidak benar. Marsend Tolanda dari akademik FIB membantah isu tersebut. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semester-pendek-di-fib-tetap-dilaksanakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4edYCPKvYa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semester Pendek di FIB Tetap Dilaksanakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Semester pendek (SP) adalah istilah tidak asing bagi mahasiswa. Secara resmi, semester pendek sebenarnya adalah semester antara masa perkuliahan singkat yang digelar selama masa libur antar semester.</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini isu beredar di Kampus Flores bahwa SP terancam ditiadakan. Menanggapi isu tersebut salah satu staff akademik Fakultas Ilmu Budaya, Marsend Tolanda membantahnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak pernah ditiadakan, tetap berjalan dari Juni sampai Agustus sesuai dengan kalender akademik dari Universitas,&rdquo; ungkapnya saat ditemui oleh Sketsa, Selasa (16/2) pagi. &ldquo;Setau saya, sudah ditiadakan. Tapi coba tanya kaprodi Sastra Inggris Pak Singgih biar lebih jelas ya,&quot; terang salah satu dosen di FIB, Erna Wati. Sementara itu Singgih Daru Kuncara, kepala program studi Sastra Inggris mengatakan bahwa SP tetap ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;SP itu kalau bisa tetap diadakan untuk membantu mahasiswa yang nilainya kurang, supaya bisa cepat diperbaiki dan tidak menunda kelulusan,&rdquo; jawab Dian Purnama mahasiswa Sastra Inggris. &ldquo;Aku sih kalau ada pengin ikut asalkan prosesnya enggak ribet,&rdquo; tambahnya. <em><strong>(els/e3)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Himapor Gaungkan Woodball di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/himapor-gaungkan-woodball-di-unmul/baca </link>
<guid> himapor-gaungkan-woodball-di-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 18 Feb 2016 21:02:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengurus HIMAPOR sedang memperagakan cara bermain woodball </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/himapor-gaungkan-woodball-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sBvgMCVJZU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Himapor Gaungkan Woodball di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-&nbsp;</strong>Sebagai organisasi yang menaungi kegiatan mahasiswa dalam bidang olahraga. Himpunan Mahasiswa Pendidikan Olahraga (HIMAPOR) Unmul memperkenalkan olahraga baru yang tengah berkembang di Indonesia. <em>W</em><em>oodball</em> (bola kayu) yaitu jenis permainan olahraga yang menggunakan alat pemukul (<em>mallet</em>), bola kecil, dan gawang (<em>gate</em>). Olahraga ini dimainkan dengan cara dipukul ke arah gawang yang lebarnya sedikit lebih besar dari ukuran bola. Semuanya berbahan kayu. Olahraga ini memiliki alat pemukul dan gawang berbentuk unik menyerupai botol.</p><p style="text-align: justify;">Olahraga ini pertama kali di temukan di Taiwan tahun 1990 oleh Ming Hui Weng dan Kuang Chu Young. Olahraga ini diperkenalkan ke negara lain tahun 1995, dan pada tahun 1999 olahraga ini diresmikan sebagai salah satu kejuaraan olahraga olimpiade tingkat Asia. Induk organisasi <em>woodball</em> sedunia dinamakan <em>International Woodball Federation</em> (IWBF).</p><p style="text-align: justify;">Indra Kurniawan selaku ketua HIMAPOR menuturkan aturan main dari olahraga ini. Jika bola keluar dari lapangan permainan. Maka dihitung dua pukulan. &ldquo;Hitungan skornya semakin sedikit pukulan menuju <em>gate</em>. Maka semakin besar poin yang diperoleh,&rdquo; ujarnya. Sebelumnya, olahraga ini pernah disosialisasikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur (KONI Kaltim) kepada mahasiswa Pendidikan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmul (10/2) lalu. Dalam sosialisasi tersebut, diharapkan mahasiswa turut mengembangkan olahraga baru ini di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, HIMAPOR tengah menyosialisasikan lebih lanjut tentang olahraga tersebut. Indra menuturkan, manfaat dari olahraga <em>woodball</em> ini mampu melatih konsentrasi dan ketenangan pemainnya. <strong><em>(myg/mpr)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Idris Bantah Jatuhkan Hukuman Skorsing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/idris-bantah-jatuhkan-hukuman-skorsing/baca </link>
<guid> idris-bantah-jatuhkan-hukuman-skorsing </guid>
<pubDate> Thu, 18 Feb 2016 21:08:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekan FMIPA Unmul, Idris Mandang (int) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/idris-bantah-jatuhkan-hukuman-skorsing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iwVprMeSTl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Idris Bantah Jatuhkan Hukuman Skorsing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pejabat kampus FMIPA membantah menjatuhkan hukuman skorsing kepada empat mahasiswanya. Meski begitu, Idris Mandang, Dekan FMIPA membenarkan sempat memanggil beberapa pengurus Himpunan Mahasiswa Kimia (Himakim) saat acara pengaderan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya peringatkan mahasiswa (Himakim, <em>Red.</em>) agar tidak berbuat di luar kewajaran,&rdquo; ucap Idris kepada Sketsa saat dikonfirmasi.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan, berdasar Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) Nomor 55 Tahun 2014, melarang tindakan perpeloncoan, pelecehan, dan kekerasan di lingkungan sekolah dan kampus. Ia menerangkan, Himakim sempat dia minta tanda tangan perjanjian tidak melakukan perpeloncoan. Namun, sikap sejumlah mahasiswa dia nilai tidak kooperatif terhadap dirinya selaku Dekan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelum saya suruh tanda tangan surat perjanjian, ketua panitianya ragu-ragu, ada apa?&rdquo; tutur dia.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyatakan, tidak setuju dengan anggapan wajar versi mahasiswa. Sebab, beberapa senior bersuara keras bahkan membentak mahasiswa ketika pengaderan berlangsung. &ldquo;Bentak-bentak tidak seharusnya ada dalam acara mahasiswa. Apalagi kedatangan alumni yang tidak ada kaitannya dalam acara itu,&rdquo; tegas dia.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Wakil Dekan III FMIPA, Aman Sentosa Panggabean menyebut, Himakim menggelar acara pengaderan yang berisi kegiatan baris-berbaris. Sesekali, senior mengeluarkan suara keras sebagai penegasan. Namun, hal tersebut tidak bisa serta merta disebut perpeloncoan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Himakim sudah berjanji tidak melakukan kegiatan melewati batas kewajaran,&rdquo; ucap Aman.</p><p style="text-align: justify;">Dia membantah, ada mahasiswa yang diskorsing karena dianggap melakukan kegiatan perpeloncoan saat pengaderan berlangsung. Pun begitu, ia tak membantah sejumlah pengurus Himakim sempat dipanggil menghadap Dekan. &ldquo;Itu urusan kami (FMIPA, <em>Red.</em>) tidak perlu diketahui secara luas,&rdquo; ujarnya saat ditanya penyebab pemanggilan sejumlah mahasiswa tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Upaya konfirmasi kepada pengurus Himakim sudah dilakukan. Namun, mereka memilih bungkam. <strong><em>(aml/din/im)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sewa Gedung, Gratis untuk Kegiatan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sewa-gedung-gratis-untuk-kegiatan-mahasiswa/baca </link>
<guid> sewa-gedung-gratis-untuk-kegiatan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 20 Feb 2016 09:08:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Auditorium, salah satu gedung yang sering digunakan mahasiswa untuk menggelar event. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sewa-gedung-gratis-untuk-kegiatan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5JHjNjHizN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sewa Gedung, Gratis untuk Kegiatan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Dunia organisasi tidak dapat dipisahkan dengan <em>event</em> atau kegiatan. Fasilitas yang paling utama dalam mengadakan kegiatan tersebut adalah gedung. Unmul telah menyediakan fasilitas berupa gedung serbaguna bagi mahasiswa untuk menggelar kegiatan, baik itu seminar, workshop, maupun lomba-lomba.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa ruangan di antaranya ruang serbaguna auditorium dan gedung rektorat lantai 4. Wakil Rektor Bidang Umum, SDM, dan Keuangan, Abdunnur menerangkan bahwa gedung tersebut boleh digunakan mahasiswa tanpa dipungut biaya (gratis). Namun pihak rektorat hanya menggratiskan sewa gedungnya saja. Fasilitas seperti penyewaan kursi, <em>sound system,&nbsp;</em>dan sebagainya tetap dikenakan biaya oleh bagian kerumahtanggaan.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya jika kegiatan kemahasiswaan itu disponsori oleh pihak ketiga, maka sewa gedung akan dikenakan biaya karena mendapatkan <em>benefit</em> atau keuntungan dari pihak luar. &ldquo;Persentasenya tentu akan berbeda, apabila sponsor membiayai setengah, maka biaya yang akan dikenakan juga setengah, begitu juga sebaliknya. Apabila sponsor membiayai <em>full</em> dari pihak ketiga dan tujuannya pun untuk pihak ketiga maka akan dikenakan <em>full</em> pula oleh pihak rektorat,&rdquo; papar Abdunnur saat diwawancarai, Kamis (18/2/2016).</p><p style="text-align: justify;">Selama ini banyak kegiatan yang mengatasnamakan mahasiswa padahal faktanya untuk kepentingan pihak ketiga. Maka dari itu pihak rektor harus mengontrol apakah benar resmi untuk kegiatan mahasiswa atau melibatkan pihak luar. <strong><em>(sny/snh/e3)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKL Bandel, Pro atau Kontra? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkl-bandel-pro-atau-kontra/baca </link>
<guid> pkl-bandel-pro-atau-kontra </guid>
<pubDate> Sat, 20 Feb 2016 09:11:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Himbauan kepada PKL untuk berpindah tempat jualan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkl-bandel-pro-atau-kontra/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7RfiFfqyzs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKL Bandel, Pro atau Kontra?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang gerbang Unmul, Jalan Perjuangan dan sejumlah fakultas dinilai pihak rektorat memberikan kesan kumuh. Sebab itu, beberapa waktu lalu, kerumahtanggaan rektorat mengeluarkan surat edaran larangan berjualan bagi PKL. Adapun solusinya ialah pemindahan PKL ke beberapa titik yang diperbolehkan, yakni di samping Indomaret dan di belakang Gedung Student Center (SC). Hal tersebut juga turut dikawal oleh Kementerian Adkesma BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selama beberapa minggu, larangan tersebut terbukti manjur. Bahkan, PKL yang tetap berjualan pun pindah ke tempat lebih tersembunyi. Seperti mundur beberapa langkah dari tempat semula, hingga ke belakang gedung.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, baru-baru ini PKL terlihat kembali berjualan seperti biasa. Muhammad Hirjan, Ketua Tim Bina PKL yang berada di bawah naungan Adkesma BEM KM Unmul, menyebut, PKL sulit diajak bekerja sama. &ldquo;PKL itu banyak yang bandel. Kemarin sempat ditegur satpam. Tapi, besoknya nekat jualan lagi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan, PKL tetap berjualan karena sudah mengantongi surat izin dari fakultas terkait. Bahkan, karena punya kenalan orang dalam. Hirjan juga menuturkan, dirinya sempat mendatangi para PKL, menyampaikan peringatan dan secara persuasif meminta PKL berjualan di tempat yang legal. &ldquo;Kalau nanti ada penertiban dari pihak keamanan kampus dan aparat, itu sudah bukan tanggung jawab kami lagi,&rdquo; ujar mahasiswa Faperta itu.</p><p style="text-align: justify;">PKL yang berjualan di samping Indomaret pun nyatanya bukan tak memiliki masalah. PKL mengeluhkan kurangnya minat mahasiswa untuk membeli jajanan di sana. Akibatnya, keuntungan yang mereka peroleh menjadi tidak maksimal. &ldquo;Nanti akan digelar agenda paguyuban PKL yang berisi penyampaian regulasi berjualan dan hal lainnya,&rdquo; ucap Hirjan.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di sudut parkiran kampus Fisip, Ikhsan, salah satu PKL mengaku telah dua kali mendapatkan teguran dari pihak rektorat. Dikatakan, hal tersebut untuk menghemat air dan listrik.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah mendapat peringatan, dukungan mahasiswa khususnya Fisip menguatkan tekad Ikhsan tetap berjualan. Ikhsan yang hanya mengandalkan mata pencahariannya sebagai PKL itu, tidak ingin pindah ke tempat lain. &ldquo;Dari dulu jualan di sini, enggak pengin pindah lagi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Dede Farida, mahasiswa Fisip menuturkan, keberadaan pedagang tersebut memudahkan mahasiswa. &ldquo;Enggak perlu jauh-jauh mencari makan atau camilan saat menunggu dosen. Kalau ke Indomaret lagi kan jauh,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>aml/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ecophoria Ketiga Digelar Lebih Meriah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/ecophoria-ketiga-digelar-lebih-meriah/baca </link>
<guid> ecophoria-ketiga-digelar-lebih-meriah </guid>
<pubDate> Sat, 20 Feb 2016 21:04:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PANAS: Lomba debat bertemakan solusi pembangunan portal Unmul sebagai solusi keamanan berlangsung panas mulai sore tadi di Halaman Auditorium Unmul. (foto: jdj) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/ecophoria-ketiga-digelar-lebih-meriah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nrgyVkJ2Mr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ecophoria Ketiga Digelar Lebih Meriah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Halaman Gedung Auditorium Unmul mulai ramai, lomba debat sedang berlangsung. Hari ini (20/2/2016) gelaran Ecophoria 2016 memasuki hari ketiga. Selain debat, penyisihan bola voli dan basket juga ﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿berlangsung di area GOR 27 September.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Hendrik, ketua panitia pelaksana, ada tiga kategori lomba pada Ecophoria tahun ini. Education dengan lima mata lomba yakni debat, esai, pidato, <em>bussines and marketing plan,&nbsp;</em>serta<em>&nbsp;economic smart</em>. Lalu ada kategori Art dengan lomba fotografi, desain poster, <em>stand up comedy, economic idol,&nbsp;</em>dan kontes selfie maupun groufie. Terakhir kategori Sport dengan lomba bola voli, basket, futsal, juga bulu tangkis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Besok Minggu ada bulu tangkis, voli, dan basket. Ada juga bazar yang buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00 Wita. Bazar tahun ini lebih ramai, ada penambahan beberapa lomba juga,&rdquo; jelas Hendrik lagi.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema &ldquo;Explore Your Creativity to Make History&rdquo;, ini merupakan kali ketiga Ecophoria digelar sejak 2014 lalu. Panitia yang terdiri dari pengurus BEM FEB itu membuka kegiatan bagi mahasiswa se-Kaltim dan Kaltara. &ldquo;Acara tahun ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa Kaltim-Kaltara agar bisa mengembangkan kreativitasnya dan membuat sejarah baru,&rdquo; ungkap Hendrik.</p><p style="text-align: justify;">Saat<em>&nbsp;opening ceremony</em> pada Kamis (18/2/2016) lalu di Lapangan Basket FEB, Endra Julianto selaku Ketua BEM menegaskan dalam sambutannya walau memang tidak semua kategori lomba dibuka se-Kaltim dan Kaltara. Dijelaskan, hal itu merupakan upaya untuk mengekspansi kegiatan tersebut. Ecophoria resmi dibuka oleh Adi Wijaya selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB.</p><p style="text-align: justify;">Gelaran berlangsung selama 10 hari, 18-27 Februari. Dibuka dengan Diskusi Publik, diakhiri dengan Workshop Jurnalistik dan Media oleh Endro S Effendi, Wakil Pimpinan Redaksi Kaltim Post, serta malam puncak Ecophoria sekaligus pembagian hadiah pemenang lomba pada Sabtu (27/2/2016) mendatang. <em><strong>(dny/mir/e3)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selamat Pagi, Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/selamat-pagi-malam/baca </link>
<guid> selamat-pagi-malam </guid>
<pubDate> Sat, 20 Feb 2016 21:20:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Flyer Selamat Pagi, Malam (foto: int) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/selamat-pagi-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TIo2gB0HR4.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Selamat Pagi, Malam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Film tersebut berusaha membongkar dengan pelan bagaimana Jakarta yang saat ini sedang diperangi oleh krisis identitas dengan kian hilangnya budaya. Menyajikan kritik sarkastik sangat dewasa dengan penceritaan melankolis.</p><p style="text-align: justify;">Sebuah film indie yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi itu berkisah tentang wajah berbeda Jakarta sesaat setelah matahari terbenam. Malam yang mengantarkan kita pada tiga tokoh wanita berbeda usia maupun kelas sosial, namun sama-sama mencurahkan sepenggal kisahnya pada sebuah hotel bernama Lone Star, hotel mesum di salah satu sudut Jakarta. Lucunya, film ini memperlihatkan bagaimana Jakarta menjadi sebuah kota yang lebih jujur, justru pada malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Ada Indri (Ina Panggabean) si penjaga handuk di sebuah tempat gym, yang ingin mencicipi rasanya menjadi kaum kelas atas Jakarta. Kesempatan itu datang ketika ada seorang laki-laki kaya raya bernama Davit (Paul Agusta) yang dikenalnya melalui chatting BBM, mengajaknya untuk makan malam di sebuah restoran mahal, lalu bermaksud menidurinya. Malangnya, Indri justru kecewa. Davit berbeda jauh dengan <em>profil picture</em> yang digunakannya saat chatting mesra.</p><p style="text-align: justify;">Indri terpaksa lari, sambil dicaci Davit habis-habisan. Ketika bingung dalam perjalanannya, Indri bertemu Faisal (Trisa Triandesa), yang merupakan pelayan restoran yang sempat melayaninya kala menunggu kedatangan Davit. Pertemuan Indri dan Faisal berakhir di Lone Star, setelah Indri merelakan keperawanannya pada Faisal sebagai kado ulang tahunnya.</p><p style="text-align: justify;">Kisah beralih ke sosok wanita paruh baya bernama Cik Surya (Dayu Wijanto). Seorang ibu-ibu etnis Tionghoa yang aslinya bernama Sarah. Namun kesehariannya dipanggil Cik Surya, yang merupakan nama suaminya. Kebahagiaan rumah tangga Cik Surya tak berlangsung lama. Ia harus rela menerima kenyataan pahit bahwa suaminya terlibat perselingkuhan dengan seorang biduan bernama Sofia (Dira Sugandi) yang bekerja di sebuah tempat hiburan malam.</p><p style="text-align: justify;">Cik Surya dengan penuh dendam pada suaminya, memutuskan kabur dari rumah dan menemui Sofia. Sembari menunggu, Cik Surya yang tampil tak biasa dengan mengenakan gaun ala pengunjung bar kebanyakan, diberi minuman keras oleh salah satu pelayan (Aming). Cik Surya pun mabuk. Secara tak sadar ia berjoget ke tengah lantai dan menggoda suami Sofia yang berprofesi sebagai gigolo. Cik Surya sampai rela membayar ratusan ribu untuk bisa tidur dengan gigolo itu demi membalaskan dendam.</p><p style="text-align: justify;">Kisah berlanjut pada romantisme sepasang lesbian yang diperankan apik oleh Adinia Wirasti sebagai Gia dan Marissa Anita sebagai Naomi. Gia dan Naomi sama-sama berkuliah di New York, Amerika Serikat. Namun, Naomi lebih dulu kembali ke Indonesia. Sedangkan Gia baru pulang dan berada di Indonesia selama beberapa hari. Mereka akhirnya bertemu di sebuah restoran.</p><p style="text-align: justify;">Gia terkejut dengan kondisi Jakarta sekarang yang menurutnya sangat berbeda dengan Jakarta yang dulu, sebelum ia tinggalkan. Jakarta dilihatnya sebagai kota dengan penduduk yang ketergantungan <em>smartphone</em> dan aplikasi <em>social media&nbsp;</em>yang bahkan tidak dimilikinya, sekalipun ia lama tinggal di negara maju yang modern. Gia lebih kaget ketika mengetahui Naomi juga telah berubah. Naomi bakal menikah, karena Jakarta tidak memberi tempat bagi hubungan sejenis. Lone Star, menjadi tempat mereka melepas rindu, bercengkerama hingga pagi tiba.</p><p style="text-align: justify;">Melalui ketiga karakter yang saling terhubung oleh malam Jakarta tersebut, Lucky Kuswandi menuturkan kisah sambil bercanda tapi mengena pada sasaran. Cerita yang diangkat dalam film ini memang bukan lagi bisa dibilang baru, termasuk menyelipkan tema berulang tentang pelacuran, perselingkuhan. Oleh Lucky, film ini tak ingin hanya berbungkus klise apalagi layaknya iklan layanan masyarakat yang sarat akan pesan moral. Selamat Pagi, Malam lebih cerdas dan memberikan kejujuran dengan gambar apa adanya. Tidak menampilkan sudut Jakarta yang berbohong agar komersil.</p><p style="text-align: justify;">Selama menonton film ini, kita dibuat seolah sedang berjalan menyusuri Jakarta pada malam hari. Adegan dibuat sederhana tanpa konflik yang didramatisir layaknya film drama umumnya. Dialog-dialognya pun tidak terdengar sok cerdas, bahkan cenderung meledek, polos, nakal, dan lucu.</p><p style="text-align: justify;">Selamat Pagi, Malam juga mengkritik agama secara visual dan dialog. Agama dijelaskan sebagai pusat pengendali kehidupan dan penentu wajar tidaknya seseorang. Ini tergambar ketika Naomi berkata kepada Gia &ldquo;There&rsquo;s no place for us&rdquo; karena cinta mereka yang tidak akan pernah terwujud di Jakarta sebagaimana di New York.</p><p style="text-align: justify;">Akhir film ini nampak sengaja dibuat menggantung, membebaskan penonton untuk menarik kesimpulannya sendiri-sendiri. Film ditutup dengan lagu &ldquo;Pergi untuk Kembali&rdquo; karya Minggoes Tahitoe yang dipopulerkan kembali oleh Ello. Lagu itu dinyanyikan oleh Sofia saat adzan subuh berkumandang, dengan nada balada begitu menyentuh namun memberi kesan pedih secara tersirat.</p><p>oleh: Amelia Rizky Yunianty</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Hari Sampah Sedunia Masyarakat Harus Sadar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/peringatan-hari-sampah-sedunia-masyarakat-harus-sadar/baca </link>
<guid> peringatan-hari-sampah-sedunia-masyarakat-harus-sadar </guid>
<pubDate> Sun, 21 Feb 2016 22:01:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA – 21 Februari ini bertepatan dengan diperingatinya Hari Sampah Sedunia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/peringatan-hari-sampah-sedunia-masyarakat-harus-sadar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5Gji5Bs6iN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Hari Sampah Sedunia Masyarakat Harus Sadar</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>21 Februari ini bertepatan dengan diperingatinya Hari Sampah Sedunia. Sebuah seruan yang ditujukan kepada masyarakat agar berhenti abai terhadap sampah. Tahun 2015, <em>National Aeronautics and Space Administration</em> (NASA) menunjukkan sebuah data bahwa per tahunnya ada sekitar delapan juta ton sampah berakhir di lautan. Bisa dibayangkan ada berapa pulau sampah lahir setiap tahunnya.</p><p>Menanggapi isu lingkungan tersebut, Irwan Syamsir, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya menyebut dunia telah menampung jutaan sampah dan itu adalah peringatan. Masyarakat mesti sadar keberadaan lingkungan sekitarnya. Sebab, hanya dengan begitu dunia dapat terhindar dari sampah.</p><p>&ldquo;Saya pernah melakukan aksi bersama memungut sampah di tepi sungai dan gunung. Bahkan betapa buruknya, saya sering menemukan sampah yang intim, bekas-bekas perbuatan tabu oleh orang-orang yang berkemah di gunung,&rdquo; tukas mahasiswa asal Mandar itu.</p><p>Hal itu turut disadari Rizky Amalia, mahasiswa Hubungan Internasional ini beranggapan Hari Sampah Sedunia merupakan momen bagus. Mengajak masyarakat untuk ingat membersihkan dan membuang sampah pada tempatnya. &ldquo;Bukan cuma di hari sampah sedunia doang, setiap hari bahkan setiap waktu tetap buang sampah pada tempatnya,&rdquo; imbuhnya.</p><p>Pengalaman Rizky membuat dia paham bahwa sampah yang dibiarkan bisa jadi hal &nbsp;mengerikan. Saat itu ia bersama mahasiswa HI yang lain turun meninjau langsung sampah yang berseliweran di sungai Karang Mumus. Awalnya ia sedikit terpaksa karena tak tahan bau dan kotor dari sampah yang begitu banyak. Tetapi, tidak berlangsung lama karena ketika berada di atas perahu dan berinteraksi langsung dengan sungai Karang Mumus baru Rizky mengerti.</p><p>&ldquo;Baru saat itu sadar dan miris banget lihat kondisi sungai yang harusnya bersih dan jadi sumber kehidupan manusia malah berubah jadi tong sampah umum. Habis itu jadi tulus buat pungut sampah dan ikut bersihkan Karang Mumus. Meskipun cuma bisa bantu pungut beberapa helai setidaknya bisa ikut berpartisipasi,&rdquo; tuturnya.</p><p>Sementara itu di wawancara terpisah, Teguh bin Sabar, ketua BEM KM Unmul mengaku peringatan Hari Sampah Sedunia belum dapat dilaksanakan. Sebagai ganti BEM KM mendukung kegiatan dari lembaga-lembaga lain. Adapun, dalam waktu dekat BEM KM telah mencanangkan kegiatan bertajuk Unmul Cinta Lingkungan. &ldquo;Rencana Maret kami sudah pengin gerak,&rdquo; imbuhnya. <strong><em>(wal, e1)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruang Kelas Selalu Tak Penuh Saat Awal Semester? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/survei/ruang-kelas-selalu-tak-penuh-saat-awal-semester/baca </link>
<guid> ruang-kelas-selalu-tak-penuh-saat-awal-semester </guid>
<pubDate> Mon, 22 Feb 2016 21:01:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 92,4 PERSEN: Survei mengatakan bahwa lebih dari 90 persen mahasiswa mengatakan bahwa ruang kelas selalu tak penuh saat awal semester. Mengapa? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/survei/ruang-kelas-selalu-tak-penuh-saat-awal-semester/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uSDE67AnUA.png" />
					</figure>
			                <h1>Ruang Kelas Selalu Tak Penuh Saat Awal Semester?</h1>
			              </header>
			              <p align="justify" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Awal Februari lalu merupakan hari pertama mahasiswa Unmul menjalani semester genap. Menghadapi semester baru setelah kurang lebih dua minggu berlibur sering kali menjadi bumerang untuk melawan rasa malas. Aktifitas &lsquo;santai-santai&rsquo; selama liburan harus ditinggal demi perkuliahan yang akan dijalani selama enam bulan ke depan.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Pada awal semester genap ini, tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Sketsa membuat survei terkait keaktifan mahasiswa dan dosen dalam menghadapi perkuliahan. Berikut hasil surveinya:</p><ul><li align="justify" style="text-align: justify;">Dari 79 responden yang kami teliti, sebanyak 51,4 persen mahasiswa hadir pada hari pertama perkuliahan dimulai. Sebanyak 7,9 persen pada hari ketiga, keempat, dan kelima. Sedangkan 3,2 persen hadir seminggu setelah perkuliahan dimulai.</li></ul><p align="justify" style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/public/upload/post/bc068a2b42c1458b50f1e3fbc8cf5df9b900f12e.png" style="width: 300px;"></p><p style="text-align: justify;"><br></p><ul><li style="text-align: justify;">Dari 80 responden, sebanyak 80 persen mahasiswa masuk kuliah dengan tepat waktu pada awal semester. Sisanya mengaku terlambat.</li></ul><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/public/upload/post/d771cce8400caf1cbebaf5eb5823bff18ee5babb.png" style="width: 300px;"><br></p><ul><li align="justify" style="text-align: justify;">57,5 persen mahasiswa mengatakan ruang kelas penuh. Artinya, banyak mahasiswa yang hadir untuk melaksanakan perkuliahan. Hampir separuh mengatakan bahwa banyak kursi kelas yang kosong.</li></ul><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/public/upload/post/c273b2922c06ded9c135e8164f0325dfa1e3befe.png" style="width: 300px;"><br></p><ul><li align="justify" style="text-align: justify;">Sebanyak 41,25 persen responden mengatakan, persentase kehadiran mahasiswa pada awal kuliah penuh. Lebih sedikit dari 42,5 persen responden yang menjawab bahwa kehadiran mahasiswa hanya setengahnya saja. 13,75 [ersen mengatakan hanya sepertiga kursi yang terisi, dan 2,5 persen lainnya mengatakan bahwa kursi hanya terisi seperempat saja.</li></ul><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/public/upload/post/f4e7fc39335f1c2159878c365f82d459c049ccad.png" style="width: 300px;"></p><p style="text-align: justify;"><br></p><ul><li align="justify" style="text-align: justify;">Adapun mengenai kehadiran dosen, 50 persen responden mengatakan bahwa dosen hadir untuk mengisi perkuliahan. 26,3 persen mengatakan dosen terlambat lebih dari 15 menit dan 23,8 persen mengatakan bahwa dosen tidak hadir.</li></ul><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/public/upload/post/15b38ee101602c265d671ce64fb9920216c68555.png" style="width: 300px;"></p><p style="text-align: justify;"><br></p><ul><li align="justify" style="text-align: justify;">Sebanyak 48,8 persen responden mengatakan, lama pertemuan dosen dengan mahasiswa berlangsung sejak awal hingga akhir jam kuliah. 38,8 persen berpendapat bahwa kurang dari satu jam. Sedangkan 11,3 persen kurang dari 30 menit dan 1,3 persen hanya mengabsen.</li></ul><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/public/upload/post/402e4aea45c25162d4833b36e16cb3947f68303e.png" style="width: 300px;"></p><p style="text-align: justify;"><br></p><ul><li align="justify" style="text-align: justify;">Mengejutkannya, dari 79 responden, sebanyak 92,4 persen responden mengatakan bahwa setiap awal semester selalu ada dosen maupun mahasiswa yang tidak hadir. Hanya 7,6 persen responden tidak sepakat.</li></ul><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/public/upload/post/5262482862c6bd833afa4104c03b46748c2129a4.png" style="width: 300px;"></p><ul><li align="justify" style="text-align: justify;">Dari 83 responden, didapat beberapa alasan terkait ketidakhadiran dosen maupun mahasiswa. Sebagian malas memulai perkuliahan, karena menganggap pada hari pertama kuliah tidak ada dosen yang masuk dan kalaupun ada yang masuk, hanya membahas kontrak belajar. Dapat dikatakan bahwa mahasiswa menganggap ketidakhadiran pada awal perkuliahan merupakan hal biasa dan membudaya. Selain itu, ada juga yang masih terbawa suasana liburan. Terlebih bagi mahasiswa rantauan. Namun demikian, sebagian mahasiswa juga berpikir bahwa dosen atau mahasiswa yang tidak hadir tersebut sedang ada kesibukan lain.</li></ul><p style="text-align: justify;"><br></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><strong>KESIMPULAN:</strong></p><p align="justify" style="text-align: justify;">Dapat dilihat bahwa tingkat keaktifan mahasiswa maupun dosen dalam menghadapi awal perkuliahan hanya sebesar 50 persen. Jumlah kehadiran mahasiswa dalam satu kelas pun kurang lebih 50 persen saja. Artinya, keadaan kelas tidak penuh seperti biasanya. Pun dengan kehadiran dosen, hanya 50 persen responden yang mengatakan dosen hadir untuk mengisi perkuliahan.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Lainnya mengatakan dosen datang terlambat lebih dari 15 menit dan bahkan ada yang tidak hadir. Adapun lama pertemuan antar mahasiswa dan dosen, sebagian responden mengatakan bahwa pertemuan berlangsung dari awal hingga akhir perkuliahan. Ada yang mengatakan kurang dari 1 jam, kurang dari 30 menit, bahkan ada yang hanya mengabsen.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Parahya, 92 persen responden sepakat bahwa setiap awal perkuliahan selalu ada mahasiswa maupun dosen yang tidak hadir pada saat perkuliahan. Hal ini terlihat bahwa ketidakhadiran pada awal perkuliahan menjadi hal yang biasa dan membudaya. Sesuai dengan alasan yang diberikan responden.</p><p style="text-align: justify;">Apakah budaya Kampus Hijau selalu seperti itu? Menganggap bahwa perkuliahan pada awal semester genap tidak harus hadir?</p><p><br></p><p>Sumber Data: Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM Sketsa</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hadir Tidaknya, Mesti Ada Kejelasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hadir-tidaknya-mesti-ada-kejelasan/baca </link>
<guid> hadir-tidaknya-mesti-ada-kejelasan </guid>
<pubDate> Tue, 23 Feb 2016 18:01:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> TEPAT: Mestinya dosen maupun mahasiswa tidak menganggap sepele minggu pertama kuliah sehabis masa liburan. Penting agar mahasiswa mendapat kontrak belajar yang jelas. (foto: int) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hadir-tidaknya-mesti-ada-kejelasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DopXgzYtnh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hadir Tidaknya, Mesti Ada Kejelasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Berkaitan dengan survei yang dilakukan oleh tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM Sketsa Unmul tentang perkuliahan pada awal semester genap. Ternyata menunjukkan mahasiswa maupun dosen yang aktif pada awal perkuliahan hanya 50 persen. Bahkan 92 persen responden sepakat setiap awal perkuliahan selalu ada mahasiswa pun dosen tidak hadir.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal itu, Chriss Asanti, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mengatakan mestinya dosen masuk pada awal perkuliahan dan memberikan kontrak yang jelas dengan mahasiswa. &ldquo;Mau ngapain selama satu semester ke depan, supaya mahasiswa juga punya gambaran untuk mempersiapkan ini dan itu. Apalagi untuk mahasiswa baru dan itu harus, karena mereka kan dalam masa transisi dari SMA ke kuliah,&rdquo; paparnya, Selasa (23/2/2016).</p><p style="text-align: justify;">Faktor transisi tadi memang mengharuskan mahasiswa mulai terbiasa akan perbedaan mencolok. Saat masa SMA, ketika memasuki semester baru, guru akan menerangkan pengantar materi pun langsung menjelaskannya. Dikatakan Chriss, pada awal perkuliahan harus ada kesepakatan antara dosen dan mahasiswa, itu yang disebut kontrak belajar. Selain kontrak belajar, dosen pun menjelaskan apa-apa saja yang mesti dipelajari nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Bicara tentang jam kuliah kosong dosen pun mesti memberikan kejelasan. Menurut Chriss, jam kuliah kosong itu artinya dosen percaya mahasiswa dapat belajar mandiri atau<em>&nbsp;independent learning.</em> &ldquo;Atau tetap masuk untuk memberikan tugas dan mewajibkan mahasiswanya berdiskusi. Sebenarnya itu <em>kan</em> tidak kosong, atau mungkin ada juga dosen yang lupa memberi tahu,&rdquo; terangnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Masitah, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berpendapat bahwa awal perkuliahan menjadi kesepakatan antara mahasiswa dan dosen. Jika ada yang komplain terkait nilai, mahasiswa seharusnya tahu kesepakatan yang dibuat. Oleh karenanya, ia menyarankan baik mahasiswa dan dosen, mesti tahu konsekuensi dari kontrak belajar yang dibuat sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Soal dosen yang tidak masuk, mestinya ada tugas. Bisa tugas seperti studi pustaka dan mahasiswa tetap tanda tangan absen. Tapi kalau dosen tidak masuk tanpa memberi tugas dan malah meminta mahasiswa absen, saya tidak setuju. Soal efektif atau tidaknya perkuliahan bisa dilihat dari mahasiswa itu sendiri,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(els/adn/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Silaturahmi Unmul dengan Polri  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/silaturahmi-unmul-dengan-polri/baca </link>
<guid> silaturahmi-unmul-dengan-polri </guid>
<pubDate> Tue, 23 Feb 2016 18:16:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama: Rektor beserta jajarannya dan Polri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/silaturahmi-unmul-dengan-polri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nmwFQqXiYH.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Silaturahmi Unmul dengan Polri </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam rangka kedatangan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Syafrudin, Rektor Unmul mengadakan silaturahmi yang diadakan di Rumah Dinas Rektor Unmul (21/2). Acara dihadiri keluarga besar rektor, dekan, dosen, staf karyawan, dan ikatan keluarga Sulawesi Selatan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Syafrudin, kunjungannya ke Unmul adalah sebagai bentuk sosialisasi mencari sarjana untuk meningkatkan sumber daya manusia di Polri. &ldquo;Untuk itu, kita bekerjasama dengan seluruh universitas-universitas negeri mencari sarjana yang ahli dalam bidang dan konsentrasinya. Unmul salah satunya, &rdquo; ujarnya saat ditemui selesai acara.</p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul, Masjaya memaparkan kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia bagi pendidik Polri. Selain itu, di Rektorat pada Senin (22/2/2016) lalu ada penandatanganan kerjasama Unmul dengan Polda Kaltim dan lima fakultas Unmul yang akan mengikuti proyek kerja sama tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lima fakultas tersebut yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Ekonomi dan Bisnis, Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta Hukum. Tahun ini, akan ada polisi yang menjadi calon mahasiswa Unmul. Mereka diberi beasiswa dari Pemerintah Provinsi Kaltim terkait kerja sama dengan Polri. &ldquo;Sama jalur tesnya seperti yang lain. Hanya saja ditambah dengan poin kerjasama yang dibantu Polri,&rdquo; paparnya. <strong><em>(mwp/her/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN Gelombang 42: Belum Jelas pun Tegas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-gelombang-42-belum-jelas-pun-tegas/baca </link>
<guid> kkn-gelombang-42-belum-jelas-pun-tegas </guid>
<pubDate> Tue, 23 Feb 2016 18:26:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto: Pembekalan KKN Unmul Gelombang 41 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-gelombang-42-belum-jelas-pun-tegas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wvxgxMKCh3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN Gelombang 42: Belum Jelas pun Tegas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Belum dilaksanakan, sebagian mahasiswa mempertanyakan sistem pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang 42. Salah satu poin Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut mulai hangat diperbincangkan. Mengingat tahun ini giliran angkatan 2013 yang menggunakan sistem pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) yang akan merasakannya. Lantas, bagaimana kejelasannya?</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Jika tahun-tahun sebelumnya, pembayaran dilakukan terpisah, sekarang dengan UKT semua jadi satu termasuk biaya KKN. Lantas, apakah itu berlaku untuk semua kategori KKN? Sebelumnya, diketahui Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) ditunjuk untuk mengatur pelaksanaan KKN tersebut. Namun, pada 2012, rektor membuat kebijakan membagi pengelolaannya. LPPM hanya mengelola KKN reguler dan fakultas mengelola non-reguler atau mandiri yang meliputi tematik, profesi dan kompetensi.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Dijelaskan, pihak LPPM belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut tentang pelaksanaanya. April mendatang, dipastikan ada informasi terkait kejelasan KKN. Berbeda, FISIP sudah memberikan informasi terkait KKN Mandiri yang diadakan. &ldquo;Bagi mahasiswa yang mau KKN menggunakan UKT ya ke LPPM, itu hak mereka. Kalau KKN Mandiri, namanya mandiri. Jadi tetap bayar,&rdquo; terang Endang Erawan, Wakil Dekan I FISIP, Kamis (18/2). &ldquo;Kalau pelaksanaan, pedoman dan waktunya sama. Hanya berbeda tempat pelaksanaannya, kalau KKN Mandiri <em>kan</em> hanya lingkup Samarinda saja, reguler bisa sampai ke daerah,&rdquo; tambahnya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Sementara itu, FKIP juga belum memberikan informasi terkait KKN Mandiri yang diadakan fakultas, lantaran Wakil Dekan I baru dilantik kemarin. &ldquo;Kami juga belum tahu pasti bayar atau tidak. Sebab, belum ada pembicaraan mengenai hal tersebut. Mungkin iya, akan bayar seperti dulu. Tapi kan belum ada aturan yang jelas dan tegas. Kemungkinan dalam waktu dekat akan dibahas,&rdquo; jelas Tri Wahyuningsih mantan Wakil Dekan I saat ditemui sore harinya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa yang ingin mengikuti KKN mesti memenuhi syarat telah menempuh 110 SKS. Baik fakultas maupun universitas. Berbayar atau tidak, KKN merupakan penyempurna Tri Dharma Perguruan Tinggi pun awal mahasiswa mempraktikan teori yang didapat selama perkuliahan untuk kemudian diaplikasikan ke masyarakat. <em><strong>(jdj)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ada Evaluasi Dosen, Hati-Hati Jika Sering Tak Hadir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-evaluasi-dosen-hati-hati-jika-sering-tak-hadir/baca </link>
<guid> ada-evaluasi-dosen-hati-hati-jika-sering-tak-hadir </guid>
<pubDate> Wed, 24 Feb 2016 20:15:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> DISIPLIN: Baik prodi maupun fakultas harus tegas terhadap peraturan yang ada. Kalender akademik ditetapkan, maka harus dilaksanakan. (foto: int) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-evaluasi-dosen-hati-hati-jika-sering-tak-hadir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WWgzhhETVM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ada Evaluasi Dosen, Hati-Hati Jika Sering Tak Hadir</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Seperti dua tanggapan dosen di fakultas berbeda kemarin, pada awal perkuliahan seharusnya memang ada kesepakatan yang dibuat dengan mahasiswa. Terkait hadir atau tidaknya mahasiswa pun dosen yang minim pada awal semester, memang tak sepenuhnya dapat disalahkan. Mengingat hasil survei Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM SKETSA, ada berbagai alasan yang mengakibatkan minimnya kehadiran tersebut.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono angkat bicara, saat awal semester pasti ada yang tidak hadir karena alasan tertentu. &ldquo;Apalagi pada minggu pertama pasti masih ada yang belum kembali dari kota asal atau ada pekerjaan lain. Namun harusnya itu tidak terjadi, karena sudah ada patokannya di kalender akademik,&rdquo; jelasnya, Selasa (23/2/2016).</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Berbicara soal kebijakan mengontrol dan mengawasi, menurut Mustofa, bukanlah wewenang universitas melainkan fakultas. &ldquo;Karena kita berada di unit tertinggi, tidak mungkin kita bisa mengontrol semua dari 14 fakultas. Jadi secara operasional unit kerja di bawahlah yang bertugas untuk itu. Fakultas atau bahkan prodi yang berwenang untuk itu,&rdquo; terangnya lagi.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Kegiatan pengontrolan ini disebut pengendalian berjenjang. Program studi (prodi) melaksanakan dan mengontrol kegiatan, lalu prodi akan dikontrol fakultas kemudian universitas mengendalikan. &ldquo;Ini yang disebut sistem, kalau semua sistem berjalan dengan baik, maka semua akan lancar. Tapi kalau sistemnya mengandalkan universitas saja pasti tidak akan bagus,&rdquo; ujarnya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Jika banyak dosen yang tidak hadir, dijelaskan Mustofa, sekarang sedang dikembangkan sistem evaluasi dosen <em>online</em>. Dari situlah, akan ditindaklanjuti oleh pihaknya. Sebab, kalender akademik seharusnya dipatuhi. Jika tanggal awal semester sudah ditetapkan, maka harus dilaksanakan. Tidak seharusnya mahasiswa maupun dosen tak hadir menjadi hal lazim. Lama-kelamaan menjadi budaya negatif.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Terakhir, Mustofa berpesan agar pertemuan kelas bukan hanya mencatat, tapi juga berdiskusi. &ldquo;Kesempatan untuk menanyakan, memperjelas, mengklarifikasi, itu ada saat di perkuliahan. Harus dimanfaatkan,&rdquo; imbuhnya.<em><strong>&nbsp;(bru/jdj/</strong></em><em><strong>e3</strong></em><em><strong>)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panelis: Kandidat Masih Punya Kelemahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panelis-kandidat-masih-punya-kelemahan/baca </link>
<guid> panelis-kandidat-masih-punya-kelemahan </guid>
<pubDate> Sat, 27 Feb 2016 21:28:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA  – “Sebanyak apapun massa, dalam debat ini yang dicari adalah kualitas penyampaiannya,” ucap Ramadhan Sakti Nasution, mantan Presiden Faperta yang menjadi panelis di Debat Kandidat calon ketua dan wakil ketua BEM FEB Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panelis-kandidat-masih-punya-kelemahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qClUnr0TKg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Panelis: Kandidat Masih Punya Kelemahan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash;<strong>&nbsp;</strong><strong>&ldquo;</strong>Sebanyak apapun massa, dalam debat ini yang dicari adalah kualitas penyampaiannya,&rdquo; ucap Ramadhan Sakti Nasution, mantan Presiden Faperta yang menjadi panelis di Debat Kandidat calon ketua dan wakil ketua BEM FEB Unmul. Selain itu ada Juliansyah, Ketua Prodi Ilmu Ekonomi FEB yang turut menjadi panelis pagi itu. Dari sesi panelis ada beberapa hal yang menjadi penilaian. Selain kualitas, wawasan dari para kandidat pun diuji di sini.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Nasution, ketiga pasangan ini cukup baik dalam penyampaian dan tahu masalah yang dihadapi FEB. Namun, ia belum paham rencana strategis yang dicanangkan ketiga pasangan ini. Seperti Program Kerja (Proker) silaturahmi yang diusung, menurut Nasution harusnya itu sudah di luar proker, melainkan ruitinitas. Ia menyesalkan hal ini menjadi permasalahan di setiap tahun. Semestinya ada inisiatif dari setiap lembaga. Bukan hanya BEM untuk merangkul kalangan.</p><p style="text-align: justify;">Nasution berharap pembahasan sudah mesti keluar, terkait masalah lembaga itu harusnya tahun ini bisa selesai. &ldquo;Tahun ini kita menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) atau TPP (Trans-Pacific Partnership) ya, macem-macem. Seharusnya kader-kader bisa bersaing secara internasional,&rdquo; tambahnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Lain lagi dengan Juliansyah, yang menilai bahwa proker seharusnya selaras dengan fakultas maupun universitas. Penyesuaian visi misi, menurutnya bisa dilihat dari visi misi FEB dan menyesuaikan dengan Anggaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) KM FEB Unmul. Ia melihat bahwa dari para kandidat mengusung visi misinya sendiri. &ldquo;Semestinya jangan buat visi misi sendiri. Padahal kita di bawah sebuah sistem,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari penilaian kedua panelis, ketiga kandidat memang masih memiliki kelemahan. Namun, keduanya berharap kandidat yang terpilih bisa membawa solusi untuk keadaan yang lebih baik bagi fakultas maupun universitas nantinya. <strong><em>(jdj/</em></strong><strong><em>e1</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Adu Argumen, Tiap Kandidat Yakin Menang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/adu-argumen-tiap-kandidat-yakin-menang/baca </link>
<guid> adu-argumen-tiap-kandidat-yakin-menang </guid>
<pubDate> Sat, 27 Feb 2016 21:44:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA  ­­– Kenali, pilih dan kawal. Itulah tema Debat Kandidat calon ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Unmul kali ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/adu-argumen-tiap-kandidat-yakin-menang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yQFUBnKbjG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Adu Argumen, Tiap Kandidat Yakin Menang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&shy;</strong>&shy;&ndash; <em>Kenali, pilih dan kawal</em>. Itulah tema Debat Kandidat calon ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Unmul, Sabtu (27/2). Berlangsung di gedung Information Technology Center (ITC) pukul 08.00-12.30 WITA. Seisi ruangan riuh menyaksikan penyampaian visi misi dari tiga kandidat yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Nomor urut 1 Aditya Ferry Noor dan Izzatul Aliah, perpaduan jurusan Akuntansi dan Manajemen 2013. Disusul nomor urut 2 dari Akuntansi 2014, Muhammad Syahdan dan Dwi Lutfi. Terakhir, nomor urut 3 dari jurusan Manajemen 2013, Rafshanjani dan Septian Dwi Cahyo. Ketiga kandidat mengawali debat dengan penyampaian visi misi dan program kerja unggulan.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, para kandidat menjawab pertanyaan undian yang disediakan panitia debat, kemudian sesi panelis oleh Juliansyah Roy, Ketua Prodi Ilmu Ekonomi dan Ramadhan Sakti Nasution, Presiden Faperta 2014. Disusul sesi tanya jawab dari masing-masing kandidat dan audiens yang hadir. Terakhir <em>closing &nbsp;statement&nbsp;</em>dari para kandidat.</p><p style="text-align: justify;">Nomor urut 1 Aditya-Izza yakin dengan mengusung perempuan sebagai wakilnya, akan menarik simpati mahasiswa. Terlebih mereka dari dua jurusan berbeda dengan begitu akan terjalin komunikasi yang menyeluruh di setiap jurusan. Nomor urut 2 Syahdan-Lutfi, meski terbilang muda dari dua kandidat lainnya. Namun, kedua pasangan ini yakin bahwa faktor muda dan pengalaman bukan persoalan, kesiapan memimpin yang menjadi acuan mereka. Di nomor urut 3 Rafi-Asep, hal yang memotivasi mereka adalah dukungan dari teman-teman yang percaya akan kemampuan dalam memimpin. Mereka juga mengusung gerakan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Setelah debat kandidat, Alif Mustofa, Ketua Badan Pelaksana Pemilihan Raya (BPPR) FEB mengatakan akan ada kampanye via media sosial (Medsos), lalu Minggu akan dilakukan pencabutan atribut-atribut kampanye. Senin sebagai hari tenang dan pemungutan suara akan dilakukan pada Selasa 1 Maret mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Terkait antusiasme mahasiswa dalam pemilihan suara, terbilang minim. Dari data yang diperoleh Wakil Dekan II FEB, ada 6 ribu lebih mahasiswa. Namun menurut Alif, dari data pemungutan suara tahun lalu, hanya 717 suara yang masuk. Sudah ada sosialisasi ke berbagai kelas dan gencarnya penggunaan media sosial untuk menarik mahasiswa dalam pemilihan kali ini. Alif berharap adanya peningkatan suara. &ldquo;Tahun ini DPM memasang target lebih tinggi, sekitar seribu suara yang masuk,&rdquo; ungkapnya. &nbsp;<strong><em>(jdj/</em></strong><strong><em>e1</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Kehadiran Kosmetik dan Obat-obatan Ilegal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kehadiran-kosmetik-dan-obat-obatan-ilegal/baca </link>
<guid> unmul-kehadiran-kosmetik-dan-obat-obatan-ilegal </guid>
<pubDate> Sun, 28 Feb 2016 19:33:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Kosmetik dan Obat Ilegal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kehadiran-kosmetik-dan-obat-obatan-ilegal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/F0xY66XPdp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Kehadiran Kosmetik dan Obat-obatan Ilegal</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Sore itu (25/2) tampak berbeda di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul. Kampus tersebut kedatangan mobil dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda. BPOM mengenalkan lebih dari puluhan kosmetik maupun obat-obatan yang tidak terdaftar di BPOM Samarinda. Sebelumnya, mobil BPOM Samarinda berada di Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kegiatan ini sudah mengantongi izin dari dekanat.</p><p>Staf bidang sertifikasi layanan informasi konsumen, Christine mengatakan kegiatan ini bertujuan memberi penyebaran informasi dan edukasi kepada mahasiswa terhadap kosmetik yang terlarang. &ldquo;Dengan adanya pengenalan kosmetik dan obat-obatan illegal ini, mahasiswa bisa menjadi konsumen yang cerdas,&rdquo; paparnya ditemui di parkiran FISIP.</p><p>Untuk mahasiswa yang suka belanja kosmetik atau obat-obatan di dunia maya, Christine berujar untuk lebih jeli melihat nomor yang diberikan BPOM di kemasan produk apakah terdaftar atau tidak. Christine menambahkan lagi antisipasi kosmetik dan obat-obatan illegal ini dengan memutus mata rantai penjualannya dan menghentikan penggunaannya. Dari situ sudah membuat produsen dan distributor kosmetik dan obat-obatan illegal merugi. Kegiatan ini juga bagian dari Gerakan Nasional Waspada Obat Makanan Ilegal (GNWOMI) yang sudah dilaksanakan sejak 2011. Walaupun datang di waktu kuliah selesai, BPOM hari ini (26/2) datang kembali ke tiap-tiap fakultas di Unmul</p><p style="text-align: justify;">Untuk pengaduan atau bertanya mengenai kosmetik atau obat-obatan yang dibeli di pasaran bisa dengan medatangi langsung ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen Obat dan Makakan di Jalan Letjen Suprapto Nomor 3. Atau bisa menghubungi melalui sambungan telepon di (0541)747743. <strong>(mwp/e2)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Maba, BEM KM Gelar Unmul Menyapa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/sambut-maba-bem-km-gelar-unmul-menyapa/baca </link>
<guid> sambut-maba-bem-km-gelar-unmul-menyapa </guid>
<pubDate> Sun, 28 Feb 2016 19:39:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana Unmul Menyapa  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/sambut-maba-bem-km-gelar-unmul-menyapa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jZFSFX2JYI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Maba, BEM KM Gelar Unmul Menyapa</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &ndash;</strong> Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul menggelar Unmul Menyapa dengan mengajak siswa SMA, SMK, sederajat untuk mengenalkan universitas terbesar se-Kalimantan Timur ini. Mulai dari fakultas, program studi hingga beasiswa dikupas dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung MPK (28/2). Kegiatan ini terinspirasi oleh Bedah Kampus yang diadakan Universitas Indonesia.</p><p>Tak lupa, BEM KM mengadakan tes psikotes secara <em>online</em> dan <em>offline</em> untuk mengetahui minat bakat peserta sesuai dengan program studi yang ada di Unmul. Kegiatan dibuka oleh Ruth Shanti Anissa, selaku ketua panitia. Dilanjut dengan Muhammad Teguh Satria selaku presiden BEM KM Unmul. Teguh menjelaskan, empat alasan utama untuk lanjut ke jenjang perkuliahan. &ldquo;Kuliah mendekatkan pada cita-cita, dunia kerja, menambah relasi dan ilmu pengetahuan tentunya,&rdquo; papar Teguh.</p><p>Kegiatan ini dipandu oleh Ramadhan Sakti Nasution, selaku moderator. Hadir dua pemateri yakni Haerdy Pratama Wijaya, mantan presiden BEM KM dan Dimas Ronggo Gumilar yang kini menjabat sebagai wakil presiden BEM KM Unmul untuk memberi gambaran dunia perkuliahan pada peserta. Haerdy mengatakan, fokus memilih jurusan kuliah itu sangat penting. &ldquo;Jangan sampai salah jurusan. Karena bisa salah juga untuk menentukan masa depan nantinya. Jangan ikutan teman dan terpaksa karena desakan orang tua. Pilih jurusan sesuai hati nurani,&rdquo; terangnya.</p><p>Senada dengan Haerdy, Dimas Ronggo mengungkapkan bahwa jurusan kuliah harus tergambar sejak SMA. &ldquo;Banyak mahasiswa baru yang potensinya tidak sesuai jurusan SMA. Kuliah itu perjuangan dan butuh pembuktian. Kuliah itu luar biasa, begitu juga dengan prinsip yang kita punya.&rdquo;</p><p>Kegiatan ini menyediakan 14 stand fakultas yang ada di Unmul. Agar peserta dapat menggali informasi mengenai fakultas mana yang diminati nantinya. Rencana awal, kegiatan ini bertempat di Gedung Serbaguna Rektorat Lantai 4. Namun, karena beberapa pertimbangan akhirnya dipindah ke Gedung MPK Unmul. Pindahnya tempat tak menyurutkan antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan ini. <strong><em>(els, e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sikapi LGBT, Pusdima Gelar Tweetmobs Mahasiswa se-Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sikapi-lgbt-pusdima-gelar-tweetmobs-mahasiswa-se-unmul/baca </link>
<guid> sikapi-lgbt-pusdima-gelar-tweetmobs-mahasiswa-se-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 29 Feb 2016 21:53:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto: Ketua Umum Pusdima Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sikapi-lgbt-pusdima-gelar-tweetmobs-mahasiswa-se-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3rdfEeJ2xR.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sikapi LGBT, Pusdima Gelar Tweetmobs Mahasiswa se-Unmul</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Adanya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) tengah hangat diperbincangkan. Hal itu membuat Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Unmul melakukan terobosan #TolakLGBT. Gerakan ini bertujuan untuk mengedukasi civitas akademika Unmul bahwa LGBT ada di sekitar kita dan segera menyikapi hal tersebut.</p><p>Aspianur Rachmadani, ketua umum Pusdima mengatakan, gerakan ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu yang dikenal sebagai Kajian Pelangi. Namun, isunya sempat meredup dan kembali panas pada awal Desember lalu. &ldquo;Kita perlu mengingatkan, memberi pemahaman, dan mensyiarkan ajaran agama terkait kasus LGBT itu sendiri. Tidak hanya dari segi agamis. Namun juga segi kesehatannya,&rdquo; terang Aspianur.</p><p>Bersama 16 Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) se-Unmul, gerakan #TolakLGBT mengadakan kajian dengan dokter kejiwaan untuk membahasnya dari segi medis. &ldquo;Apakah LGBT merupakan sebuah penyakit, tabiat, atau keturunan?.&rdquo;</p><p>Saat ditemui Senin (29/2), Aspianur mengungkapkan bahwa malam ini ada <em>tweetmobs</em>. Berupa testimoni yang diberikan mahasiswa terkait adanya gerakan #TolakLGBT tersebut. &ldquo;Untuk mengetahui antusiasme mahasiswa. Bisa dilihat nanti malam saat kami membuat <em>tweetmobs</em>.&rdquo;</p><p>Aspian mengatakan kita tidak boleh mengintimidasi pelaku LGBT. Menurutnya, mereka berhak mendapat perlakuan yang sama. Asal apa yang dilakukan tidak menyalahi syariat.</p><p>Tak berhenti sampai disitu, ia pun angkat bicara terkait aplikasi <em>chatting</em> yang khusus digunakan oleh pelaku LGBT. &ldquo;Tidak masalah kalau aplikasi tersebut digunakan untuk berkomunikasi atau<em>&nbsp;sharing</em>. Yang penting tidak berorientasi ke arah seksualitas,&rdquo; jelas mahasiswa prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini.</p><p>Aspianur berharap, pihak kampus bisa bergerak bersama menyikapi LGBT. Jangan sampai LGBT terus berkembang dan membentuk sebuah komunitas internal kampus. Selain itu, birokrat bisa memberi konseling bagi pelaku LGBT yang ada. &ldquo;Bagaimana menjadi manusia yang baik dan sesuai dengan fitrahnya.&rdquo; <strong><em>(bru, e1)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siap-siap, Pendaftaran Mahasiswa Baru 2016 Segera Dibuka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siap-siap-pendaftaran-mahasiswa-baru-2016-segera-dibuka/baca </link>
<guid> siap-siap-pendaftaran-mahasiswa-baru-2016-segera-dibuka </guid>
<pubDate> Mon, 29 Feb 2016 22:07:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Siap-siap pembukaan jalur SNMPTN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siap-siap-pendaftaran-mahasiswa-baru-2016-segera-dibuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5KCjLnYsCK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siap-siap, Pendaftaran Mahasiswa Baru 2016 Segera Dibuka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Seperti diketahui, Unmul membuka tiga jalur penerimaan mahasiswa baru, diantaranya SNMPTN, SBMPTN, dan SMMPTN. Selain itu juga ada Seleksi Beasiswa Bidikmis, baik SNMPTN pun SBMPTN. Sementara ini jalur masuk SNMPTN yang dibuka terlebih dahulu. Jadwal kegiatan SNMPTN meliputi:</p><ul><li style="text-align: justify;">Pengisian dan verifikasi, 18 Januari &ndash; 20 Februari 2016</li><li style="text-align: justify;">Pendaftaran dibuka, 29 Februari &ndash; 12 Maret 2016</li><li style="text-align: justify;">Pencetakan Kartu Tanda Peserta SNMPTN, 22 Maret &ndash; 21 April 2016</li><li style="text-align: justify;">Proses Seleksi, 24 Maret &ndash; 8 Mei 2016</li><li style="text-align: justify;">Pengumuman Hasil Seleksi, 10 Mei 2016</li><li style="text-align: justify;">Proses Verifikasi dan/atau pendaftaran ulang di PTN masing-masing bagi yang lulus seleksi, 31 Mei 2016 (bersamaan dengan pelaksanaan ujian Tertulis SBMPTN)</li></ul><p style="text-align: justify;">Berdasarkan info dari unmul.ac.id mengenai usulan daya tampung mahasiswa baru, Unmul akan menerima 5509 mahasiswa. Secara rinci, dari keseluruhan usulan daya tampung tersebut, Unmul akan membagi per jalur seleksi. Jika tahun sebelumnya SNMPTN menerima 50 persen, tahun ini turun menjadi 40 persen. Sedangkan, SBMPTN dan SMMPTN diperkirakan tetap 30 persen.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan usulan tersebut, jurusan Kehutanan memiliki daya tampung mahasiswa terbanyak, yakni 250. Disusul jurusan Manajemen, Akutansi dan Ilmu Hukum menerima 220 mahasiswa. Lainnya, Teknik Informatika dan Sastra Inggris menerima 200 mahasiswa. Selengkapnya, bisa dilihat dalam tabel di bawah ini. <strong><em>(jdj</em></strong><strong><em>, e1</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> DPM FEB: Keberatan, Ajukan Sesuai Prosedur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dpm-feb-keberatan-ajukan-sesuai-prosedur/baca </link>
<guid> dpm-feb-keberatan-ajukan-sesuai-prosedur </guid>
<pubDate> Tue, 01 Mar 2016 19:22:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana Pemira BEM FEB 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dpm-feb-keberatan-ajukan-sesuai-prosedur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Hbvx0HQcaG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>DPM FEB: Keberatan, Ajukan Sesuai Prosedur</h1>
			              </header>
			              <p>undefined</p><p><strong>SKETSA &shy;</strong>&shy;&ndash;<em>&nbsp;</em>Hari ini (1/3) Pemilihan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul diselenggarakan. Meski terkendala hujan, posko telah dibuka sejak pukul 08.00 WITA. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FEB pun optimis akan adanya peningkatan suara yang masuk. Berdasar pemantauan <em>Sketsa&nbsp;</em>hingga pukul 16.41 WITA suara yang masuk mencapai 800 lebih. Pemungutan suara berlangsung di gedung Economy Center dan berakhir pukul 18.00 WITA.</p><p>Muhammad Haqqal, ketua DPM FEB menjelaskan optimisnya suara yang meningkat karena mahasiswa mulai sadar akan peran demokrasi, khususnya dilingkup kampus. &ldquo;Meskipun tidak diajak tapi datang sendiri, kebetulan juga di samping ada tempat pendaftaran plat motor untuk portal,&rdquo; jelasnya.</p><p>Perhitungan suara akan dilakukan malam hari ini. Pengumuman dilakukan pada 4 Maret sementara 2 dan 3 Maret adalah masa pengajuan keberatan. &ldquo;Jadi dari pasangan calon, jika ada masalah atau keganjalan bisa diajukan di tanggal itu, dan finalnya tanggal 4,&rdquo; terangnya.</p><p>Berbicara soal perbedaan pemilihan raya dengan tahun-tahun sebelumnya di FEB, tahun ini, bukan hanya bertambahnya kandidat tapi juga kolaborasi antar jurusan pun angkatan yang terbilang muda. &ldquo;Di dua tahun terakhir pemilihan ketua dan wakil ketua, tiga tahun sebelumnya hanya ketua umumnya saja dan untuk pertama kalinya ada tiga pasangan kandidat,&rdquo; ungkap Alif Mustofa ketua BPPR FEB Unmul, Sabtu (27/2). <strong><em>(jdj</em></strong><strong><em>/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melintas Portal Unmul Wajib Miliki Identitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melintas-portal-unmul-wajib-miliki-identitas/baca </link>
<guid> melintas-portal-unmul-wajib-miliki-identitas </guid>
<pubDate> Tue, 01 Mar 2016 20:16:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lintasi gerbang Unmul wajib miliki identitas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melintas-portal-unmul-wajib-miliki-identitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OtvRMLKZAA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melintas Portal Unmul Wajib Miliki Identitas</h1>
			              </header>
			              <p>undefined</p><p><strong>SKETSA -</strong> Menjelang dibukanya portal keamanan Unmul kembali diadakan sosialisasi final. Agenda tersebut dihadiri oleh para birokrat kampus. Di antaranya Abdunnur selaku pembantu wakil rektor II, dekan fakultas, serta perwakilan BEM dan DPM fakultas.</p><p>Sesuai rencana portal keamanan resmi beroperasi besok, Rabu (2/3). Sistem portal keamanan itu akan berlaku di tiga titik: gerbang masuk Jalan M. Yamin, Gelatik, dan Pramuka. Selain itu, penempatan portal di tiga titik gerbang Unmul membuat gerbang masuk lain seperti di daerah Bakom, jalan Dewantara, dan jalan &ldquo;tikus&rdquo; lain di Unmul ditutup.</p><p>Berdasar pantauan <em>Sketsa&nbsp;</em>sejak kemarin hingga hari ini mahasiswa di tiap fakultas mulai diminta melakukan registrasi untuk mendapatkan stiker. Mahasiswa diminta menyerahkan nama, NIM, dan nomor plat kendaraan kepada bagian kemahasiswaan atau BEM masing-masing fakultas. Adapun dosen, staf, dan pegawai diminta agar menyerahkan data berupa nama dan nomor plat kendaraan kepada bidang kepagawaian masing-masing fakultas.</p><p>Stiker tersebut berfungsi untuk mencegah kemacetan ketika melewati portal Unmul sekaligus membantu kerja petugas loket. Di sosialiasi final juga diterangkan bahwa stiker dipasang di bagian depan kendaraan. Khusus pengguna kendaraan roda empat bisa menempelkannya pada bagian kaca depan.</p><p>Satu kendaraan hanya diperbolehkan menggunakan satu striker saja. Sementara bagi penghuni kampus yang memiliki kendaraan lebih dari satu akan diberi kartu identitas. Ada tiga kartu yang disediakan yakni merah bagi masyarakat, kuning untuk mahasiswa, dan hijau untuk dosen, staf, dan pegawai.</p><p>Maret hingga April portal Unmul masih bersifat uji coba. Evaluasi akan dilakukan terkait seberapa efektif pemberlakuan portal Unmul untuk keamanan kampus. <strong><em>(wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keadaan Genting Boleh Abaikan Prosedur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keadaan-genting-boleh-abaikan-prosedur/baca </link>
<guid> keadaan-genting-boleh-abaikan-prosedur </guid>
<pubDate> Tue, 01 Mar 2016 20:19:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Motor yang keluar melintasi jalur masuk Unmul. Diperbolehkan, jika genting. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keadaan-genting-boleh-abaikan-prosedur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XTATjpl4j7.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Keadaan Genting Boleh Abaikan Prosedur</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -</strong> Portal Unmul resmi melakuan serangkaian praktiknya besok, Rabu (2/3). Ada beberapa regulasi yang patut dipenuhi demi kelancaran akses keluar masuk Unmul. Hasil dari sosialisasi final yang diadakan Senin (29/2) itu menjelaskan beberapa poin terkait.</p><p>Pada keadaan genting seperti kebakaran, ambulans melintas, dan kejadian meninggal portal Unmul bisa dilewati tanpa perlu mematuhi prosedur yang ada. Menurut rencana, hal ini akan diatur pula dalam standar operasional prosedur (SOP) portal Unmul.</p><p>Lalu untuk satpam pos keamanan berjumlah 27 orang. Masing-masing loket akan dijaga oleh tiga satpam dengan pembagian tiga kali sif. Sif pertama dimulai pukul 7 pagi hingga 2 siang kemudian lanjut dari pukul 2 siang hingga 9 malam. Terakhir, sif ketiga dimulai pukul 9 malam sampai 7 pagi. Dengan kata lain, loket akan diberlakukan selama 24 jam.</p><p>Portal keamanan nantinya akan diberi CCTV dan jarak lima meter dari portal akan diberi rambu-rambu pendukung. Sementara penerangan lampu kebarnya segera diperbaiki sesuai fungsi. <strong><em>(wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SNMPTN 2016, Unmul Batasi Kuota Maba </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/snmptn-2016-unmul-batasi-kuota-maba/baca </link>
<guid> snmptn-2016-unmul-batasi-kuota-maba </guid>
<pubDate> Wed, 02 Mar 2016 20:09:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Kian ketatnya seleksi SNMPTN tahun ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/snmptn-2016-unmul-batasi-kuota-maba/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KsVe4MQnlP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SNMPTN 2016, Unmul Batasi Kuota Maba</h1>
			              </header>
			              <p>undefined</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &shy;&shy;</strong>&ndash; Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah resmi dibuka kemarin, Senin (29/2). Seperti yang diketahui, Unmul sejak tahun 2013-2015 menurunkan daya tampung mahasiswa. Tahun ini Unmul hanya menyediakan 5509 kursi bagi Mahasiswa Baru (Maba), lantaran ingin menekankan kualitas dalam perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya dari universitas yang mengurangi kuota penerimaan mahasiswa. SNMPTN juga mengurangi kuota bagi sekolah yang memiliki akreditasi rendah. &ldquo;Semakin hari kita harus mengarah ke kualitas. Penerimaan yang tanpa tes itu jalur undangan dibatasi berdasarkan akreditasi sekolah. Kalau dulu <em>kan</em> siswa kelas tiga berhak mendaftar semua. Sekarang nggak,&rdquo; terang Muhammad Ihwan, Kepala Sub Bagian Humas dan Protokol Unmul, Selasa (1/3).</p><p style="text-align: justify;">Bagi sekolah dengan akreditasi A dan B memperoleh kuota 50-70 persen. Sedangkan, akreditasi C hanya memperoleh 20 persen. &ldquo;Sekolah tanpa akreditasi hanya 10 persen, misalkan ada 100 yang daftar hanya diterima 10. Itu hanya daftar belum tentu lulus, beda dengan tahun lalu,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan panitia pusat dalam membatasi kuota penerimaan bukan tanpa alasan. Ihwan mengatakan karena calon mahaiswa yang diterima adalah yang memang berprestasi dan juga berkualitas. Hal tersebut menjadi alasan universitas dan fakultas dalam mengedepankan kualitasnya. Penurunan kuota mahasiswa memang dilakukan oleh fakultas maupun prodi yang tahu keadaan perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka (prodi, <em>red</em>) yang tahu <em>kan</em>? Jangan sampai ada kelas besar. Karena maksimal <em>&shy;</em>40 orang itu sudah termasuk besar. Lebih dari itu secara psikologis tidak efektif,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Jika dibandingkan dengan kuota penerimaan mahasiswa tahun lalu. Penurunan kuota hampir terjadi di setiap fakultas. Hanya Fakultas Kesehatan Masyarakat yang menambah kuotanya, dari 130 menjadi 140 mahasiswa. Sedangkan, Fakultas Hukum tetap dengan 220 dan Fakultas Kedokteran dengan 70 mahasiswa. <strong><em>(jdj</em></strong><strong><em>, e1</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Telat Kembalikan Buku, Denda Rp 1000 per hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/telat-kembalikan-buku-denda-rp-1000-per-hari/baca </link>
<guid> telat-kembalikan-buku-denda-rp-1000-per-hari </guid>
<pubDate> Wed, 02 Mar 2016 20:16:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto: Nana Heriana,  Kepala UPT Perpustakaan Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/telat-kembalikan-buku-denda-rp-1000-per-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8FQTEQJpsw.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Telat Kembalikan Buku, Denda Rp 1000 per hari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong><strong>&nbsp;</strong>Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perpustakaan Unmul menaikkan uang denda bagi mahasiswa yang terlambat mengembalikan buku. Regulasi ini berlaku sejak Januari 2016. Mulanya, bagi keterlambatan sehari dikenakan Rp 500, kini menjadi Rp 1000.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena denda awal hanya Rp. 500, banyak mahasiswa yang sering telat mengembalikan buku sampai berbulan-bulan,&rdquo; terang Nana Heriana, selaku Kepala UPT Perpustakaan Unmul (2/3).</p><p style="text-align: justify;">Nana mengungkapkan bahwa, kenaikan denda itu digunakan untuk menambah fasilitas perpustakaan seperti pengadaan ruang skripsi yang ber-AC, penambahan kipas angin dan <em>eBook.&nbsp;</em>&ldquo;Mahasiswa telah diberikan jangka waktu peminjaman seminggu dan bisa diperpanjang. Jadi, kalau telat uang dendanya untuk nambah fasilitas perpustakaan nanti,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Tiap harinya, ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas meminjam buku di UPT Perpustakaan Unmul. &ldquo;Ratusan mahasiswa minjam buku di sini (UPT Perpustakaan, <em>red</em>). Kalau banyak yang telat mengembalikan buku, mahasiswa lain yang mau minjam jadi nggak bisa,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengungkapkan, mahasiswa pernah meminjam buku hingga 14 bulan lamanya. Padahal mahasiswa bisa ke UPT Perpustakaan Unmul untuk memperpanjang buku tersebut. &ldquo;Jika telat mengembalikan, pihak UPT Perpustakaan sudah mengingatkan lewat sms pada mahasiswa. Harapannya ketika denda dinaikkan, mahasiswa lebih disiplin dan tepat waktu dalam mengembalikan buku,&rdquo; tutup Nana. <strong><em>(adn, e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sistem Portal Resmi Diterapkan, Loket Malah Lengang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sistem-portal-resmi-diterapkan-loket-malah-lengang/baca </link>
<guid> sistem-portal-resmi-diterapkan-loket-malah-lengang </guid>
<pubDate> Wed, 02 Mar 2016 20:42:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto: Stiker untuk mahasiswa (kiri) dan kartu akses untuk masyarakat (kanan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sistem-portal-resmi-diterapkan-loket-malah-lengang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SEg6kWadZw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sistem Portal Resmi Diterapkan, Loket Malah Lengang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sebagaimana telah diwacanakan sehari sebelumnya (1/3), sistem portal dilengkapi loket dan petugas keamanan, hari ini resmi diterapkan. Meski begitu, pihak keamanan Unmul cenderung setengah siap menjalankannya secara serius sesuai rencana.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pantauan<em>Sketsa</em>, terlihat masih banyak kendaraan civitas kampus yang belum dilengkapi dengan stiker, pun masyarakat tidak secara merata mendapatkan kartu akses masuk Unmul ketika melintasi portal.</p><p style="text-align: justify;">Cara memberikan kartu pun dinilai kurang efektif. Ada dua orang satpam yang berjaga di kanan dan kiri jalan masuk gerbang Unmul, kemudian memanggil masyarakat yang lewat untuk mengambil kartu. &ldquo;Saya tadi lewat, terus dipanggil. Kata satpamnya, ini (kartu;red) harus dikembalikan lagi kalau keluar Unmul,&rdquo; ujar Rahmadi yang tadi pagi mengantarkan adiknya kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah mahasiswa juga mengaku diminta oleh petugas untuk langsung masuk saja, tanpa dilakukan pemeriksaan KTM atau identitas apapun. &ldquo;Saya tadi disuruh satpam langsung masuk aja, padahal saya belum dapat stiker,&rdquo; ujar Maydheana Fadilah, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Situasi loket di jalan Pramuka dan Gelatik juga terlihat lengang. Tidak ada petugas yang berjaga di sana. Hanya tampak beberapa satpam yang duduk-duduk di halaman Fakultas Kedokteran. Namun, portal yang menghubungkan Unmul dengan Bakom dan jalan Ruhui Rahayu ditutup.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, beberapa mahasiswa saat ini tengah mendaftarkan nama dan nomor plat kendaraannya untuk segera mendapatkan stiker.&ldquo;Saya saat ini sedang mendata identitas kendaraan teman-teman di kelas, untuk nanti dikumpulkan ke Tata Usaha supaya cepat dapat stiker,&rdquo; pungkasMuhammad Dziqri Risqy, ketua tingkat Fisip jurusan Sosiologi 2014. <strong><em>(aml/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesulap Cantik dari Fisip Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/pesulap-cantik-dari-fisip-unmul/baca </link>
<guid> pesulap-cantik-dari-fisip-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 03 Mar 2016 20:17:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penampilan Sinta di ajang International Magic Competition </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/pesulap-cantik-dari-fisip-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O4mRnCsz7r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pesulap Cantik dari Fisip Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sulap bukan lagi menjadi bidang yang di dominasi para pria. Mai Sinta Susanti ini membuktikan eksistensinya di dunia sulap. &ldquo;Minder sih enggak karena dari kecil lingkunganku <em>emang&nbsp;</em>berteman sama cowok<em>.&nbsp;</em>Sekarang aku malah dipercaya teman-teman bisa mewakili dan membawa nama baik untuk Samarinda,&rdquo; ucap gadis akrab disapa Sinta Achanta itu.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi angkatan tahun 2012 itu, membeberkan bagaimana mulanya terjun di dunia sulap. &ldquo;Awalnya melihat teman main sulap terus dikenalin dan mulai tertarik. Sering ngumpul-ngumpul lihat teman-teman main, setelah itu aku coba sendiri. Lama kelamaan teman-teman mau deh ngasih tahu trik sulap,&rdquo; jelasnya. Tidak dinyana beberapa bulan belajar, lalu ada kompetisi sulap se-Kaltim. Berawal dari coba-coba mengantarnya meraih juara favorit.</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini, mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) itu mengikuti ajang sulap tingkat internasional. <em>International Magic Competition</em> yang digelar pada tanggal 26-28 Februari tersebut melibatkan tidak sedikit negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, Korea, dan Jeddah. &ldquo;Walaupun enggak juara tapi aku bangga bisa membawa nama Samarinda, jadi kota lain tahu bahwa Samarinda punya pesulap-pesulap yang kece<em>,&nbsp;</em>walaupun aku satu-satunya magician cewek di Samarinda,&rdquo; ungkap gadis kelahiran 1993 itu.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang dihelat di Mangga 2 Square Jakarta, membawanya bertemu sang idola yakni Rizuki Amane dan pesulap-pesulap senior lainnya. Dia mengaku bangga bisa ikut berpartisipasi. &ldquo;Yang unik sih enggak ada, tapi pengalaman yang didapat berkesan banget. Aku pengin Samarinda dikenal juga di daerah lain, maka dari itu aku ikut berpartisipasi. Hitung-hitung bisa menaikkan <em>budget show-</em>ku,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sinta mendalami aliran <em>general</em> atau <em>cabaret</em> aitu jenis aliran yang mencampurkan seni sulap dengan tarian. &ldquo;Sekarang bersyukur banget, walaupun belum masuk TV nasional tapi seluruh magician Indonesia tahu aku. Termasuk artis-artis sulap yang sering nongol di TV kecuali Dedy Corbuzier karena beliau sangat sulit ditemui,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Sinta tergabung dalam perkumpulan sulap yakni Samarinda Magicians<em>.&nbsp;</em>&ldquo;Pesannya sih teman-teman yang baru belajar sulap, jangan pernah berhenti belajar sampai impiannya terwujud dan yang baru belajar saya harap ilmu yang didapat enggak salah digunakan karena sulap itu mahal ilmunya,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(asr/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lisda: LGBT Ada Obatnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lisda-lgbt-ada-obatnya/baca </link>
<guid> lisda-lgbt-ada-obatnya </guid>
<pubDate> Thu, 03 Mar 2016 20:24:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto: Lisda Sofia, dosen Psikologi Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lisda-lgbt-ada-obatnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jYrCwC09x8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lisda: LGBT Ada Obatnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Kembali mengangkat isu LGBT, kali ini Sketsa hadir dengan pemaparan dari segi Psikologi. LGBT termasuk gangguan seksual yang disepakati oleh Ikatan Psikiater Indonesia. LGBT berupa penyakit yang ada obatnya.</p><p style="text-align: justify;">Lisda Sofia, selaku Dosen Psikologi Unmul mengatakan bahwa ia pernah menangani seorang perempuan yang memiliki gangguan ini. &ldquo;Saat itu dia jatuh cinta dengan teman kosnya. Perasaan itu timbul karena trauma. Dia sakit hati dengan sosok pria di hidupnya.&rdquo; Penyebab lainnya antara lain pola asuh, hubungan orang tua dan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, sensasi jatuh cinta yang dirasakan oleh pelaku LGBT sama seperti orang kebanyakan. &ldquo;Ada cemburu, rindu, senang, dan deg-degan. Mereka juga ingin berdekatan, ada rasa ingin memiliki. Tidak hanya berpikir ke arah sex saja,&rdquo; ungkap Ketua Program Studi (Prodi) tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dosen berkacamata itu menambahkan bahwa lesbian, gay, dan biseksual pada LGBT termasuk gangguan orientasi seksual. Sedangkan, transgender merupakan gangguan orientasi gender.</p><p style="text-align: justify;">Terkait transgender, Lisda mengungkapkan bahwa hal ini berbeda dengan lesbian, gay, dan biseksual. Transgender bisa terjadi karena faktor biologis. &ldquo;Kalau dari kajian biologi, sebenarnya manusia itu mulanya perempuan. Sebab, kromosom yang pertama kali muncul itu kromosom X.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kasus transgender ialah kromosom yang lebih dominan. Dalam mengganti jenis kelamin tidak mudah mendapat izin. Harus ada penelitian terlebih dahulu. &ldquo;Kalau memang dari kajian biologinya dia dominan kromosom X dan ketika tes kejiwaan memang dominan ke perempuan. Biasanya dapat izin. Tapi, kalau pengaruh lingkungan biasanya sulit,&rdquo; tambah Lisda.</p><p style="text-align: justify;">LGBT sebagai sebuah gangguan dan bisa disembuhkan. &ldquo;Kembali lagi ke orangnya. Jadi tidak bisa dipaksa.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa metode yang bisa digunakan, tergantung penyebabnya. Ada <em>Theraphy Behavior</em> dan <em>Hypnotheraphy</em>. Namun, <em>hypnotheraphy</em> hanya bisa digunakan jika penyebabnya adalah trauma masa lalu. <strong><em>(bru, e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jambore Statistika Kini Tingkat Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/jambore-statistika-kini-tingkat-nasional/baca </link>
<guid> jambore-statistika-kini-tingkat-nasional </guid>
<pubDate> Sun, 13 Mar 2016 21:02:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana acara pembukaan Jambore Statistika 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/jambore-statistika-kini-tingkat-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KqqnMfubVq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jambore Statistika Kini Tingkat Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">SKETSA- Jambore statistika adalah salah satu event tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Statistik (Himasta) yang kinitelah berjalan selama 5 tahun. Di sini ada berbagai macam kegiatan lomba yang memiliki hubungan dengan statistik. Jambore statistika bertujuan untuk mengenalkan program studi Statistik kepada masyarakat dan membangun kompetisi untuk kalangan pelajar maupun mahasiswa. 3 tahun pertama kegiatan itu hanya dilangsungkan untuk tingkat provinsi saja. Di tahun berikutnya naik satu tingkat jadi seluas pulau Kalimantan dan kinimasuk tingkat nasional. Acara tersebut akan berlangsung selama 3 hari.Dimana pembukaannya berlangsung pada Jumat (12/4) siang. Peserta yang mengikut Jambore Statistika cukup beragam mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga mahasisiwa. Ada beberapa universitas dari luar daerah yang ikut serta, di antaranya ada Universitas Islam Indonesia dari Yogyakarta.Salah satu yang unik dari event Himasta kali ini adalah diadakannya kompetisi tingkat TK. &ldquo;Statistik itu tidak hanya melulu tentang angka dan sebagainya.Dari TK sendiri lomba statistik berupa diagram dan disini TK akan lomba mewarnai diagram, mewarnai grafik, dan kita akan kenalkan pada mereka bahwa itu adalah ilmu statistik,&rdquo; ujar Junedi,ketua panitia Jambore Statistika.Ia berharap agar kedepannya acara seperti ini bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat terutama pelajar dan mahasiswa.Peserta juga ikut bertambah dari tahun ke tahun sehingga dapat menciptakan sifat sportivitas dalam diri pelajar dan mahasisiwa.(ajy/e2)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gali Kreativitas, UKM Seni Gelar Mahakarya Tahunan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/gali-kreativitas-ukm-seni-gelar-mahakarya-tahunan/baca </link>
<guid> gali-kreativitas-ukm-seni-gelar-mahakarya-tahunan </guid>
<pubDate> Mon, 14 Mar 2016 12:36:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Photo booth: Salah satu sudut lokasi Maha Karya UKM SENI 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/gali-kreativitas-ukm-seni-gelar-mahakarya-tahunan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fd4ACtAMZ5.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Gali Kreativitas, UKM Seni Gelar Mahakarya Tahunan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menggelar mahakarya bertajuk &ldquo;Our Creativity Can Make Wonderful Day&rdquo;. Acara yang berlangsung di halaman parkir TVRI, Samarinda (13/3), merupakan agenda tahunan UKM Seni FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahakarya ini merupakan rangkaian dari OASIS (Orientasi Anak Seni Sains) atau pengkaderan mahasiswa yang bergabung dengan UKM Seni,&rdquo; terang Mochammad Rulin Nailin Asrori Wahid, selaku Ketua UKM Seni FMIPA. Acara ini dibuka untuk umum, dimulai pukul 09.00-20.00 Wita. Rulin menambahkan, penggunaan lahan parkir TVRI dianggap jauh lebih luas dan mampu menampung banyak pengunjung nantinya. Mahakarya ini hadir untuk menghidupkan jiwa seni saintis muda dalam berkarya.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini tidak hanya diisi oleh UKM Seni FMIPA. Melainkan juga mengundang beberapa komunitas eksternal yang ada di wilayah Samarinda, seperti Komunitas<em>&nbsp;Doodle Art</em>. Hadir pula seniman Kota Tepian sebagai pembicara untuk mengisi <em>talkshow</em> seni di acara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Rulin, Muhammad Wafieq Akbar Al Asyrafi selaku Ketua Panitia mengungkapkan bahwa dengan kreativitas hidup jadi lebih berwarna. Hal itu yang menggambarkan tema dari mahakarya kali ini. &ldquo;Dengan adanya kegiatan ini menandakan bahwa FMIPA tidak hanya berhubungan dengan penelitian dan laporan semata. Melainkan mampu berkreasi lewat seni yang inovatif,&rdquo; jelasnya. <strong><em>(mpr, myg, e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> English Day Belum Maksimal? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/english-day-belum-maksimal/baca </link>
<guid> english-day-belum-maksimal </guid>
<pubDate> Mon, 14 Mar 2016 20:49:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster di salah satu sudut di kampus FKIP Jalan Pahlawan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/english-day-belum-maksimal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fHoBHqei0C.JPG" />
					</figure>
			                <h1>English Day Belum Maksimal?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> English Day, merupakan salah satu program kerja Kementerian Penalaran dan Keilmuan BEM KM Unmul yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak rektorat dengan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh mahasiswa Unmul agar mulai menerapkannya pada hari ini, Senin 14 Maret 2016. Tujuannya, untuk menstimulasi mahasiswa agar peka dengan kondisi global pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).</p><p style="text-align: justify;">Sesuai namanya, edaran tersebut berisi himbauan kepada seluruh civitas akademika Mulawarman agar berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris setiap hari Senin. Hal ini nyatanya ditanggapi beragam oleh sejumlah mahasiswa. &ldquo;Saya sangat senang dengan adanya English Day ini. Bisa melatih kita untuk aktif ngomong Inggris walau sedikit,&rdquo; ujar Dede Farida mahasiswi Fisip.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Dede, Rahman Dwi Saputra, mengaku tidak mengetahui adanya program ini. Rahman juga merasa program ini tidak memberikan dampak apapun. &ldquo;Saya baru tahu. Saya rasa program ini bagus, tapi tidak begitu <em>ngefek</em>. Mahasiswa dan dosen susah menerapkannya,&rdquo; kata mahasiswa Sosiologi angkatan 2012 itu.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pantauan Sketsa di beberapa fakultas, English Day belum sepenuhnya diterapkan. Bahkan cenderung tidak diterapkan sama sekali. Beberapa kelas di FIB, FKIP, Faperta, dan FEB misalnya. Tidak ada suasana berbeda. Mahasiswa maupun dosen masih menggunakan bahasa Indonesia seperti biasa.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, beberapa fakultas mulai mencoba menerapkannya, Fisip salah satunya. &ldquo;Dosen sesekali menyelipkan bahasa Inggris dan mengingatkan kami bahwa hari ini English Day sewaktu mengajar. Kami juga sambil bercanda <em>ngobrol</em> pakai bahasa Inggris,&rdquo; ungkap Muhammad Dziqri Risqy, ketua tingkat kelas Sosiatri.</p><p style="text-align: justify;">Adapun FKIP Bahasa Inggris di Jalan Pahlawan dan FIB Sastra Inggris, nyatanya telah lebih dulu menerapkan konsep ini. Namun sayang, belum berjalan secara maksimal. Sastra Inggris FIB hanya menerapkannya di dalam kelas, saat kegiatan belajar mengajar. Sedangkan, di FKIP Bahasa Inggris tidak menerapkannya sama sekali. <strong>(<em>aml</em></strong><strong><em>, e1</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Demonstrasi Bukan Polusi, Stop Kriminalisasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/demonstrasi-bukan-polusi-stop-kriminalisasi/baca </link>
<guid> demonstrasi-bukan-polusi-stop-kriminalisasi </guid>
<pubDate> Mon, 21 Mar 2016 18:52:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press Release </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/demonstrasi-bukan-polusi-stop-kriminalisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/umzBsmvcpS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Demonstrasi Bukan Polusi, Stop Kriminalisasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Era reformasi seolah membawa angin segar pembaharuan nafas demokrasi di negeri pertiwi. Masa di mana keterbukaan informasi, kebebasan beropini, dan beraspirasi dijamin oleh undang-undang dengan bebas serta bertanggung jawab.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dinamika negeri yang tak kunjung membawa kabar gembira dan cenderung selalu mendesak masyarakat untuk lapang dada terhadap kebijakan yang mengada-ada, memaksa rakyat terus bergejolak untuk bersuara walau lapar menemani perut mereka.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Usai pelaksanaan pemilihan umum seolah menutup hingar bingar janji manis para penguasa yang telah mendapatkan keinginan dan nafsunya. Kini rakyat kembali harus menelan pil pahit atas pengkhianatan yang kembali terjadi justru di rezim yang dianggap menjadi harapan baru Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aksi damai yang dilakukan oleh elemen gerakan buruh dan mahasiswa yang terjadi bulan Oktober 2015 dihiasi dengan sebuah peristiwa yang menodai demokrasi dalam ruang-ruang penyampaian aspirasi. Regulasi yang tertuang dalam PP Nomor 78 Tahun 2015 dinilai tidak berpihak pada rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung roda perekonomian bangsa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Proses penyampaian pendapat dan opini serta fakta-fakta melalui aksi demonstrasi diwarnai dengan tindakan represif dan pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat atas janji manis yang tak kunjung terealisasi. Bukannya kabar gembira yang hadir sebagai solusi konstruktif, justru aparat keamanan berlaku represif terhadap barisan massa aksi yang berjalan dengan damai.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bukannya mendapat jaminan untuk kesejahteraan dalam barisan perjuangan, 26 aktivis yang terdiri atas 23 orang buruh, 2 orang aktivis LBH serta 1 orang mahasiswa mengalami kriminalisasi yang mencederai semangat demokrasi dan upaya merealisasikan cita-cita kemerdekaan negeri ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Proses persidangan yang akan dilaksanakan pada 21 Maret 2016 adalah momentum perlawanan terhadap rezim yang cuek dan otoriter terhadap suara rakyat. Proses penyampaian aspirasi sebagai wujud kritik konstruktif terhadap kinerja pemerintahan sekaligus momen untuk mengingatkan janji terhadap kaum buruh dan rakyat lainnya, seharusnya mendapat ruang cukup dan diletakkan sebagai prioritas ditengah derasnya arus politik yang penuh intrik memuakkan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, BEM KM Universitas Mulawarman menyampaikan beberapa poin-poin sebagai berikut:</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">1. Bahwa proses penyampaian aspirasi seharusnya difasilitasi dengan jaminan konfirmasi dan afirmasi terhadap solusi atas permasalahan yang dialami oleh rakyat Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">2. Bahwa kepemimpinan negara dan buah tangannya mutlak harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">3. Bahwa ruang-ruang demokrasi seharusnya terjamin dari ancaman tangan-tangan besi yang otoriter dan berpihak pada kepentingan elite.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">4. Bahwa perjuangan melawan ketidakadilan telah tertuang dan dilantangkan dalam sumpah mahasiswa sebagai dasar perwujudan cita-cita kemerdekaan Negara Indonesia untuk menyejahterakan masyarakatnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Berdasarkan hal-hal di atas maka dengan ini BEM KM Unmul menyatakan sikap:</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">1. Mengutuk keras aksi represif yang sudah seringkali menyentuh elemen gerakan jalanan yang dilakukan oleh aparat keamanan yang menggunakan lambang negara.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">2. Menolak tegas kriminalisasi yang dialami oleh 26 aktivis dan menuntut untuk segera dibebaskan dengan menegakkan nilai-nilai keadilan yang berwatak kerakyatan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">3. Mendesak Presiden Republik Indonesia atas nama rakyat Indonesia untuk mencabut PP Nomor 78 Tahun 2015 yang terbukti tidak mencerminkan keadilan &nbsp;pada rakyat Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">4. Mengajak seluruh elemen mahasiswa dan gerakan lainnya untuk berpartisipasi menggalang dukungan pembebasan terhadap kriminalisasi yang dialami oleh rekan perjuangan di pusat pemerintahan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dari Bumi Kalimantan kami mengabarkan bahwa perjuangan kalian tidaklah sendirian, tetap didik pemerintah dengan perlawanan saat keadilan sudah tidak lagi dijadikan acuan!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa! <br>Hidup Rakyat Indonesia!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Samarinda, 21 Maret 2016</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Salam, <br>Muhammad Teguh Satria <br>Presiden BEM KM Unmul <br>Koordinator Wilayah Kaltimsel BEM Seluruh Indonesia<br>&quot;Mengukir Solusi Indonesia&quot;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ESA Gelar Seminar dan Talk Show Beasiswa Luar Negeri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/esa-gelar-seminar-dan-talk-show-beasiswa-luar-negeri/baca </link>
<guid> esa-gelar-seminar-dan-talk-show-beasiswa-luar-negeri </guid>
<pubDate> Mon, 21 Mar 2016 20:24:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> ANTUSIAS: Peserta seminar dan talk show begitu cermat mendengarkan paparan dari Rudianto, ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Internasional Unmul. (foto: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/esa-gelar-seminar-dan-talk-show-beasiswa-luar-negeri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7V35EwTr3u.jpg" />
					</figure>
			                <h1>ESA Gelar Seminar dan Talk Show Beasiswa Luar Negeri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Minggu, kemarin (20/3) seminar dan talk show <em>&quot;A Road to Abroad&quot;&nbsp;</em>diselenggrakan oleh English Students Association (ESA) di Balaikota Samarinda. Merupakan proker tahunan dari <em>Diplomacy, Communication, and Public Relation Division</em> ESA. Venny Pricilia sebagai ketua panitia dibantu dengan tim divisi acara yang dikoordinatori oleh Nia Septyanti mempersiapkan event selama 2 bulan</p><p style="text-align: justify;">Dihadiri 70 peserta dari kalangan mahasiswa maupun siswa. Seminar diisi oleh Rudianto Amirta selaku ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Internasional Unmul dan Fitrah Ramadanur memaparkan tentang trik dan tips mendapatkan beasiswa ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">Rudianto mengisi materi tentang persiapan sebelum meng-<em>apply</em> beasiswa luar negeri. &quot;Untuk sekolah ke luar negeri harus mempunyai persiapan yang matang,&quot; ungkapnya dengan semangat.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjut dengan Ramadanur. Pria yang saat ini bekerja sebagai tenaga pengajar itu memaparkan terkait macam macam beasiswa yang bisa diambil. Seminar ditutup dengan talk show beberapa narasumber yang pernah sekolah di luar negeri. Di antaranya Zulfarhan Ibrahim, Maria Theodora dan Selvi Arianti. Mereka menceritakan pengalaman-pengalaman selama bersekolah di luar negeri.</p><p><br></p><p>Amin Faisal</p><p>ESA Unmul</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Unmul Masuk 19 Besar Proyek Sosial Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-unmul-masuk-19-besar-proyek-sosial-internasional/baca </link>
<guid> mahasiswa-unmul-masuk-19-besar-proyek-sosial-internasional </guid>
<pubDate> Mon, 21 Mar 2016 20:35:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> INTERNASIONAL: Wakili Unmul dalam ajang Internasional. Membawa proyek sosial dan lolos 19 besar. Dihadiri 2400 delegasi dari 115 negara. (foto: ist) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-unmul-masuk-19-besar-proyek-sosial-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9NsmkpP3ue.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Unmul Masuk 19 Besar Proyek Sosial Internasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Menjadi generasi muda pencari solusi adalah semangat yang dibawa oleh lima mahasiswa program studi Hubungan Internasional (HI) Unmul dalam mengatasi masalah sosial di wilayah Samarinda. Terutama di bidang lingkungan. Berangkat dari keprihatinan terhadap Sungai Karang Mumus (SKM), lima mahasiswa yang terdiri dari Eva Anita Fauzia, Achmad Syahrif, Wardatul Marufah, Novita Andes, dan Khajjar Rohmah mengangkat sebuah proyek sosial bernama <em>Cleaning Combat</em>.</p><p style="text-align: justify;">Eva Anita Fauzia sebagai ketua dari proyek sosial mengatakan bahwa <em>Cleaning Combat&nbsp;</em>merupakan gerakan untuk mengajak mahasiswa Unmul peduli terhadap kebersihan SKM dengan memungut sampah di sungai tersebut. &ldquo;Proyek sosial ini sendiri terinspirasi dari GMS3KM (Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus) yang didirikan oleh aktivis lingkungan, Misman,&rdquo; tambahnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keseriusan dalam proyek sosial ini dibuktikan dengan masuknya proyek tersebut dalam ajang kompetisi proyek sosial internasional, &nbsp;<em>Resolution Social Venture Challenge (RSVC&rsquo;s)</em>. Salah satu agenda dari Harvard World Model United Nations pada 14-18 Maret 2016 di Roma, Italia. <em>Cleaning Combat&nbsp;</em>masuk dalam urutan 19 besar dari puluhan proyek sosial yang yang diajukan. Mendapat kesempatan pula untuk mengadakan<em>&nbsp;show case&nbsp;</em>dan presentasi langsung di hadapan juri.</p><p style="text-align: justify;">Pemenang dari ajang <em>RSVC&rsquo;s</em> akan mendapat bantuan dana senilai USD 3000 atau setara dengan 42 juta rupiah serta bantuan seorang supervisor dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu merealisasikan proyek sosialnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun keberuntungan belum diraih ke lima mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu. Proyeknya tidak lolos masuk final. &ldquo;Kami kurang persiapan, karena pengumuman untuk <em>show case</em> dan presentasi baru diumumkan via <em>email</em> pada 10 Maret, sedangkan kami sudah dalam perjalanan menuju Roma,&rdquo; kata Eva menerangkan.</p><p style="text-align: justify;">Meski tidak lolos final, Eva menegaskan bahwa timnya sudah bekerja secara maksimal dalam ajang tersebut. &ldquo;Intinya, harus tetap peduli terhadap lingkungan dan memungut sampah di Sungai Karang Mumus,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(krv/e2)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merasa Dibiarkan, Mahasiswa Tak Taat Aturan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merasa-dibiarkan-mahasiswa-tak-taat-aturan/baca </link>
<guid> merasa-dibiarkan-mahasiswa-tak-taat-aturan </guid>
<pubDate> Mon, 21 Mar 2016 21:10:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Mahasiswa Unmul sudah pasang stiker di kendaraan, peringatkan yang belum agar hati-hati. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merasa-dibiarkan-mahasiswa-tak-taat-aturan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wP1C7VUD9w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merasa Dibiarkan, Mahasiswa Tak Taat Aturan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kebijakan mengenakan stiker khusus bagi kendaraan civitas kampus Unmul, hingga kini belum maksimal. Terlihat masih banyaknya warga kampus yang belum menempel, serta maraknya kendaraan masyarakat umum justru menerima dan menempel stiker serupa.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi penyalahgunaan stiker oleh oknum tersebut, misalnya angkot yang mengenakan stiker Unmul. Sugiarta selaku Kepala Bagian Hubungan Tata Laksana dan Perlengkapan Unmul, menanggapi santai. Dikatakannya, pada prosedur SOP, stiker hanya untuk masyarakat kampus. Mahasiswa dengan stiker kuning. Sementara dosen dan karyawan stiker hijau. Fungsinya akses masuk tanpa antre. Terkait stiker yang dipalsukan dan diperbanyak oleh oknum tidak bertanggungjawab, Sugiarta maklum.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut, karakteristik manusia itu berbeda. Ada yang mudah, ada pula yang sulit diatur. Baginya, tidak mudah untuk mengubah <em>mindset</em> warga kampus dan masyarakat yang kerap mengakses wilayah Unmul. &ldquo;Jangankan karakter orang sini dengan Jawa, sama Balikpapan saja sudah tidak sama. Perlu proses dalam mengenalkan hal baru. Semuanya dimulai dari nol. Baik dari keseriusan maupun kesadaran. Mohon dihargai, inilah suatu karya untuk memulai,&rdquo; ujar Sugiarta saat ditemui di ruangannya, Rabu, 16 Maret lalu.</p><p style="text-align: justify;">Penerapan stiker dan kartu, diakui Sugiarta masih belum maksimal. Cenderung seadanya, karena terbatas jumlah dan kualitas SDM. Meski begitu, Sugiarta yakin, perlahan aturan ini terlaksana secara menyeluruh &ldquo;Ini baru beberapa bulan berjalan. Yang jelas sudah ada beragam upaya untuk meningkatkan keamanan, termasuk dengan stiker, kartu, dan menutup sejumlah akses masuk masyarakat yang sebelumnya seribu, kini hanya tiga,&rdquo; ungkapnya bercanda.</p><p style="text-align: justify;">Kualitas stiker yang dinilai buruk oleh mahasiswa, dibantah Sugiarta. Mencontohkan dengan stiker mobil, Sugiarta mengira adanya kesalahan dalam metode pencucian dan pemeliharaan stiker. Sugiarta menghimbau, stiker tersebut dipasang di depan kendaraan. Tidak dijadikan gantungan kunci atau ditempel di tempat yang tidak sesuai.</p><p style="text-align: justify;">Melihat kinerja satpam yang seolah &ldquo;membiarkan&rdquo; siapapun melintasi Unmul, membuat mahasiswa enggan mendaftarkan diri guna memperoleh stiker. Kebanyakan masyarakat tidak mengembalikan kartu yang diberikan ketika masuk. Sugiarta mengatakan, hal ini karena jumlah satpam yang terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Sugiarta, satpam kewalahan, dengan jumlahnya hanya berdua. Tapi harus mengawasi puluhan kendaraan yang keluar masuk. Akibatnya, satpam hanya memberikan kartu tanpa peringatan untuk dikembalikan lagi. Tercatat pada hari pertama aturan ini diterapkan, sebanyak kurang lebih 1000 kartu tak kembali. Satpam juga tidak sempat melihat satu-persatu kendaraan yang lewat. Ada stikernya atau tidak. &ldquo;Sudah ada rencana penambahan personel, dengan begitu ketegasan mungkin akan ada. Bagi warga kampus yang tidak pakai stiker, harus menunjukkan identitas dan diberikan kartu seperti masyarakat,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>, e1</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sugiarta: Kinerja Satpam Belum Maksimal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sugiarta-kinerja-satpam-belum-maksimal/baca </link>
<guid> sugiarta-kinerja-satpam-belum-maksimal </guid>
<pubDate> Tue, 22 Mar 2016 19:31:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Satpam sedang mengawasi arus lalu lintas di salah satu gerbang masuk Unmul  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sugiarta-kinerja-satpam-belum-maksimal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/efutY1FXvH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sugiarta: Kinerja Satpam Belum Maksimal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kinerja satpam selaku petugas keamanan yang mengawasi portal Unmul diakui Sugiarta, selaku Kepala Bagian Hubungan Tata Laksana Unmul belum maksimal. &ldquo;Jumlahnya masih kurang, sehingga sering kewalahan ketika mengawasi arus keluar masuk dan pemberian kartu untuk masyarakat,&rdquo; ujar Sugiarta saat ditemui di ruangannya pada Rabu, 16 Maret lalu.</p><p style="text-align: justify;">Satpam dinilai hanya sebatas &ldquo;mengawasi&rdquo; tanpa mengecek setiap kendaraan yang keluar masuk. Satpam hanya berjaga di pinggir jalan dan cenderung membiarkan siapa saja yang lewat, baik mahasiswa tanpa stiker, maupun masyarakat yang tak lagi diberi kartu sebagaimana hari pertama aturan ini diterapkan.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut dibenarkan Sugiarta. Diungkapkannya, keterbatasan jumlah satpam jadi faktor utama. Shift kerja yang nyatanya tidak terlaksana, mengakibatkan dua orang satpam di setiap loket berjaga tanpa ada pergantian. Meski begitu, Sugiarta lapang dada. &ldquo;Paling tidak, mereka sudah menjaga pintu-pintu dan jambret tidak berani masuk,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Sugiarta, orang yang bekerja di loket haruslah yang memiliki kemampuan dan fisik mumpuni. Bekerja delapan jam dengan terik matahari dan debu jalanan bukan perkara mudah. Wacana akan diberdayakannya pegawai honorer tidak produktif sebagai petugas loket hanya tinggal wacana. Saat ini, pihaknya tengah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menambah personel yang berjaga di tiga loket. Telah berkoordinasi dengan biro terkait dan WR 2 untuk penambahan personel, Sugiarta berencana setiap loket akan dijaga empat orang satpam. Masing-masing mengawasi kendaraan yang keluar masuk. Dengan begitu, menurutnya akan ada ketegasan.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta menyebut, sempat mengumpulkan kabag seluruh unit Unmul untuk menyamakan persepsi dan bahu membahu guna meningkatkan keamanan kampus. Semua unit maupun fakultas wajib bertanggung jawab. Jangan sampai membebankan kepada seseorang, unit, maupun instansi. Selain itu, pihak fakultas juga diminta agar berupaya mengenali mahasiswanya. Sebagai bentuk tindakan preventif penjagaan kendaraan dan helm saat parkir. Sugiarta tak mau ambil pusing mengenai kasus kriminal di tiap fakultas. Baginya, hal tersebut merupakan tanggung jawab masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Beragam langkah mulai disusun Sugiarta bersama pihak keamanan kampus. Rencana bakal dimultifungsikannya KTM hingga penerapan CCTV dan kantung-kantung parkir, hingga kini masih dalam tahap perencanaan. Belum ada kepastian mengenai hal ini.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir perbincangan, Sugiarta menuturkan, pihaknya menerapkan upaya peningkatan keamanan Unmul secara bertahap meski berjalan tidak sempurna. Menurutnya, tak masalah. &ldquo;Tidak perlu menunggu sempurna untuk mencapai kesempurnaan. Asal kita punya niat, berani memulai, dan bekerja keras maka dalam perjalanannya kita bisa mencapai kesempurnaan. Segala sesuatunya butuh waktu. Saya yakin, perlahan peraturan ini akan ditaati oleh masyarakat secara menyeluruh. Kami mohon doa,&rdquo; tandasnya. <strong>(aml</strong><strong>, e1</strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pulihkan Karang Mumus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pulihkan-karang-mumus/baca </link>
<guid> pulihkan-karang-mumus </guid>
<pubDate> Tue, 22 Mar 2016 19:39:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Penulis saat mengamati Karang Mumus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pulihkan-karang-mumus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4opRYOO1rc.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Pulihkan Karang Mumus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Karang Mumus doesnt need us, but we need Karang Mumus.</p><p style="text-align: justify;">Air adalah salah satu media yang tak pernah lepas dalam kehidupan manusia. Air berperan penting bagi aktivitas manusia, entah untuk aktivitas sehari-hari, kebutuhan pribadi hingga pekerjaan. Namun, apa jadinya di saat air yang kita butuhkan sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi dengan maksimal. Melihat kondisi air yang ada di kota Samarinda, isu tersebut bukan pembahasan yang asing lagi.</p><p style="text-align: justify;">Dapat dikatakan masalah air adalah cermin keburukan kota Tepian. Dapat dikatakan air yang ada sudah tidak layak digunakan. Melihat kondisi sungai Karang Mumus (SKM) tidak dapat dimungkiri sungai itu sangat berperan bagi warga khususnya yang bermukim di bantaran tepi SKM. Namun, akibat pencemaran limbah rumah tangga dan limbah pabrik membuat kondisi SKM mengalami pencemaran yang berada di ambang batas normal pencemaran.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kondisi air yang berwarna hitam dan gelap, aroma air SKM menyengat. Air yang pekat itu tak lagi layak digunakan namun masih sering kita temui warga sekitar SKM tetap menggunakan air dari sungai tersebut. Entah pilihan terakhir atau karena telah terbiasa menggunakan air sungai itu membuat warga mau tidak mau tetap menggunakannya. Walau sebenarnya ada faktor ekonomi juga yang terlibat dalam keputusan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hanya dengan menggunakan tawas warga mencoba membuat air SKM menjadi terlihat layak. Tapi, apakah kita sadar bahwa hanya memberi tawas tidak akan merubah kualitas dari air tersebut? Tawas hanya mampu mengubah tampilan air yang semula gelap dan bau menjadi bening dan tak berbau.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu menjadi masalah sosial lagi yang perlu kita perhatikan. Dibutuhkan penanganan cepat untuk dapat merelokasi warga agar kelak membuat SKM perlahan memulih. Di samping itu, kita perlu memberi penanaman pemikiran atau budaya pada warga. Tujuannya agar tumbuh rasa kepedulian dan mau menjaga lingkungan. Hal itu bisa dimulai dari hal kecil seperti menegaskan pada warga agar tidak membuang limbah rumah tangga di SKM. Atau bisa juga dengan memberi sanksi tegas pada oknum-oknum perusahaan yang membuang limbah produksi mereka ke SKM.</p><p style="text-align: justify;">Semua itu bertujuan agar SKM dapat menjadi suatu potensi bagi manusia. Tak hanya potensi dalam kebutuhan sehari-hari namun potensi dalam bidang perekonomian yang sebenarnya bisa dimanfaatkan secara efisien.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh&nbsp;</em><em>Soni Suhendra</em><em>, m</em><em>ahasiswa FPIK Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, prodi Agrobisnis Perikanan 2014</em></p><p style="text-align: justify;">undefined</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aji: LGBT Muncul Karena Desakan Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aji-lgbt-muncul-karena-desakan-masyarakat/baca </link>
<guid> aji-lgbt-muncul-karena-desakan-masyarakat </guid>
<pubDate> Wed, 23 Mar 2016 19:45:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Warna pelangi, merupakan salah satu simbol LGBT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aji-lgbt-muncul-karena-desakan-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/12YM1WVWjx.png" />
					</figure>
			                <h1>Aji: LGBT Muncul Karena Desakan Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah membahas LGBT dari sudut pandang Psikologi. Kali ini Sketsa membahasnya dari ilmu Sosiologi. Dikatakan bahwa munculnya LGBT sebagai akibat dari tekanan maupun desakan masyarakat itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Aji Qamara, dosen prodi Sosiatri mengatakan bahwa LGBT tidak boleh dijadikan musuh. Sebab, hal itu justru menimbulkan dikotomi antara pihak LGBT dengan masyarakat. &ldquo;Seharusnya kita bisa memberi solusi, bukannya melakukan penghukuman,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, LGBT muncul ke permukaan karena tindakan sosial. Mereka punya satu suara yang sama hingga mampu membuat perkumpulan. Lalu, ketika masyarakat menolak kehadirannya. Mereka lantas melakukan sebuah tindakan untuk mengundang respon masyarakat agar diakui keberadaannya.</p><p style="text-align: justify;">Perlakuan diskriminatif terhadap mereka yang orientasinya berbeda, tak jarang dilakukan masyarakat. Misalnya, seorang laki-laki yang perilakunya feminim. Tak jarang lingkungannya justru meledek. Padahal itu justru memicu kemunculan perkumpulan serupa. Adapun <em>labelling</em>, yakni julukan yang diberikan kepada seseorang. Dikatakan Aji, bahwa <em>labelling</em> juga menjadi salah satu faktor munculnya LGBT.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Sosiologi dikenal istilah penyimpangan sosial. Yaitu perilaku yang tidak sesuai dengan kehendak masyarakat. LGBT dapat dikatakan sebagai penyimpangan sosial. &ldquo;Tergantung masyarakat mana yang memandang. Masyarakat Samarinda bisa saja bilang sebagai penyimpangan sosial. Tapi belum tentu dengan kelompok masyarakat lain,&rdquo; tambah dosen berkacamata itu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam menangani masalah ini, Aji mengatakan institusi sosial memiliki peranan penting. Mereka harus bekerja sama. Dimulai dari institusi keluarga yang menanamkan pada anak mengenai baik buruknya sebuah tindakan. Hingga institusi politik guna membuat kebijakan yang relevan. &ldquo;Bagaimana pemerintah membuat kebijakan tentang LGBT ini. Dilegalkan atau tidak, tergantung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,&rdquo; ujar dosen berhijab tersebut.<a name="_GoBack">&nbsp;<strong><em>(bru, e1)</em></strong></a></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tali Tambang, Polisi Tidur Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tali-tambang-polisi-tidur-unmul/baca </link>
<guid> tali-tambang-polisi-tidur-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 23 Mar 2016 21:15:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tali tambang di depan Masjid Al-Fatihah, terpasang jarang-jarang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tali-tambang-polisi-tidur-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/30p7zSohOf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tali Tambang, Polisi Tidur Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Beragam upaya dilakukan guna meningkatkan keamanan kampus hijau. Tak hanya meliputi loket yang dijaga petugas, penutupan sejumlah akses jalan, hingga penerapan sistem siker dan kartu. Keamanan kampus kian diperketat dengan tindakan preventif berupa pemasangan tali tambang di tiga ruas jalan Unmul. Terletak di depan Perpustakaan Unmul, di depan Masjid Al- Fatihah, dan di arah keluar gerbang Unmul Jalan M. Yamin.</p><p style="text-align: justify;">Pemasangan tali tambang tersebut, dikatakan Sugiarta, selaku Kepala Bagian Hukum Tata Laksana Unmul, bertujuan agar pengendara berlalu lintas dengan kecepatan normal. Menurutnya, tali tambang difungsikan layaknya polisi tidur agar mencegah terjadinya kecelakaan.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, &lsquo;kebijakan&rsquo; ini ditanggapi beragam oleh mahasiswa. &ldquo;Kalau lewat situ sakit <em>banget</em>. Dilihat dari estetika juga kurang,&rdquo; tutur Aisyah Novitawati mahasiswi FKIP. Menurut Aisyah yang kerap melintasi jalan depan Masjid Al- Fatihah untuk menuju kost-nya di Jalan Perjuangan, hendaknya tali tambang dipasang secara rapat. &ldquo;Paling ngeri itu tali di turunan gerbang keluar M. Yamin. Cukup bahaya,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada juga diungkapkan oleh Dede Farida, mahasiswi Fisip. Dede mengatakan motornya sempat tersangkut saat melewati tali tambang. &ldquo;Waktu itu saya bonceng teman, kami tersangkut dan cukup lama mencoba nge-gas biar bisa lewat. Satpam yang ada bukannya membantu malah menertawakan,&rdquo; tutur Dede.</p><p style="text-align: justify;">Keresahan tersebut ditanggapi Sugiarta heran. Sebab, berdasar kesepakatan bersama pihak keamanan, tali yang dipasang hanya satu. Namun, pada kenyataannya tali dipasang sebanyak tiga hingga empat buah. Sugiarta mengungkapkan alasan memilih polisi tidur dengan tali tambang. Dijelaskannya, ada tiga opsi untuk membuat polisi tidur, yakni semenisasi, ulin, dan tali tambang. Namun, ramainya lalu lintas jadi kendala. &ldquo;Sebenarnya mau disemenisasi dan dipasang ulin seperti di seputaran GOR 27 September. Tapi karena lalu lintas yang ramai, semen bisa rusak dan baut ulin bakal lepas. Mau tutup jalan, ribet. Akhirnya kami putuskan untuk pasang tali tambang saja,&rdquo; ujar Sugiarta.</p><p style="text-align: justify;">Ke depan, pihaknya akan membenahi hal ini. Menyoal segi estetika, bagi Sugiarta tak perlu menjadi masalah. &ldquo;Nantinya tali itu akan coba kami rapatkan saja. Mungkin juga akan dikurangi. Kami akan terus evaluasi untuk polisi tidur lebih layak. Kalau estetika, tidak perlu dipermasalahkan. Itu tidak ada efeknya untuk keamanan,&rdquo; tutupnya ketika ditemui Sketsa, Rabu 16 Maret lalu. <strong><em>(aml, e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Galeri Rimba Ilmu dan Ruang Baca Bagi Difabel </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/galeri-rimba-ilmu-dan-ruang-baca-bagi-difabel/baca </link>
<guid> galeri-rimba-ilmu-dan-ruang-baca-bagi-difabel </guid>
<pubDate> Thu, 24 Mar 2016 20:58:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Galeri Rimba Ilmu: Salah satu wajah baru ruang Perpus Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/galeri-rimba-ilmu-dan-ruang-baca-bagi-difabel/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QlrVkBSvy5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Galeri Rimba Ilmu dan Ruang Baca Bagi Difabel</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Selama satu bulan terakhir ada yang berbeda dari perpustakaan milik Universitas Mulawarman (Unmul). Seperti diketahui, selama ini lantai satu perpustakaan terlihat cukup lengang, menyisakan petak-petak yang masih bisa dimanfaatkan. Menyadari hal itu, pihak pengurus perpustakaan pun gesit berbenah.</p><p style="text-align: justify;">Unis Sagena, direktur eksekutif UPT Perpustakaan Unmul menerangkan, terdapat dua ruang baru yang mengisi lantai satu perpustakaan. Pertama dibangun sebuah ruang dengan lapisan kaca yang mengelilingi, ruang itu diberi nama Galeri Rimba Ilmu. Sesuai dengan namanya, galeri tersebut mengusung nuansa hutan tropis. &ldquo;Kami banyak mengambil desain interiornya langsung dari hutan. Seperti ranting, itu diambil langsung dari Kebun Raya Unmul Samarinda,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, Galeri Rimba Ilmu dibuat oleh pihak perpustakaan untuk mendukung pola ilmiah pokok (PIP) Unmul. Berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis hutan tropis. Selain itu, di papan tajuk ditulis sebuah pesan sarat makna &ldquo;Apa yang hutan tidak berikan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu bisa jadi pertanyaan sekaligus pernyataan. Apa yang hutan tidak berikan? Dia sudah memberi segalanya. Sebagai manusia kita harus menjaganya dan membalas budi baik hutan. Itu juga yang diharapkan dapat dipahami oleh mahasiswa,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Diperlukan waktu selama tiga bulan hingga akhirnya Galeri Rimba Ilmu bisa dilihat seperti sekarang. Sayang, galeri hanya boleh dinikmati mahasiswa dari luar tembok kaca. Unis menjelaskan, ruang itu memang khusus dibuat menjadi galeri dan bukan sebagai ruang baca. Untungnya, buku-buku yang dipajang di galeri bisa dipinjam oleh mahasiswa. &ldquo;Tinggal catat judul bukunya kemudian cari di lantai atas. Persediaannya ada banyak. Buku yang dipajang di galeri mulai dari koleksi terbaru, paling menarik sampai <em>best seller,&rdquo;&nbsp;</em>imbuh Unis.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, ruang kedua yang ikut meramaikan lantai satu perpustakaan adalah ruang baca difabel. Dibuat untuk para mahasiswa difabel yang menempuh pendidikannya di Unmul. Sadar masih kurangnya pelayanan terhadap kaum difabel, menjadi pendorong hadirnya ruang baru tersebut. &ldquo;Sengaja diletakkan di lantai satu supaya lebih mudah dijangkau,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Unis mengaku, saat ini belum ada data kongkret jumlah mahasiswa difabel di Unmul. Ia berharap dengan adanya ruang baca khusus bisa membuat mahasiswa difabel tak sungkan untuk berkunjung dan belajar di perpustakaan. Saat ini, Unis sedang berusaha untuk mengumpulkan buku-buku yang bisa digunakan kaum difabel. Pihaknya sudah menyurati dinas pendidikan dan dinas sosial untuk menyumbangkan buku dengan tulisan huruf braille. &ldquo;Secepatnya kami harap ruang baca difabel bisa digunakan,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Unis menambahkan, sebagai perguruan tinggi Unmul harus sudah melek dengan fasilitas kaum difabel. Tidak menunggu datangnya mahasiswa difabel baru mulai menyediakan fasilitas, tetapi sediakan fasilitas dulu agar kaum difabel tak sungkan untuk belajar. <strong>(</strong><strong>wal</strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Bakal Terapkan Keamanan Layaknya Mall </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bakal-terapkan-keamanan-layaknya-mall/baca </link>
<guid> unmul-bakal-terapkan-keamanan-layaknya-mall </guid>
<pubDate> Thu, 24 Mar 2016 21:22:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Otomatis: Ilustrasi wacana bakal portal Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bakal-terapkan-keamanan-layaknya-mall/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wBJjn19MT6.png" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Bakal Terapkan Keamanan Layaknya Mall</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sejumlah upaya ditempuh guna meningkatkan keamanan kampus. Baik dalam bentuk bangunan fisik, peningkatan kinerja petugas keamanan, hingga peningkatan dari sektor teknologi.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Sugiarta selaku Kepala Bagian Hubungan Tata Laksana Unmul, saat ditemui di sela-sela kesibukannya pada Rabu, 16 Maret lalu. Pihaknya kini tengah menyiapkan rencana untuk menerapkan CCTV dan mencanangkan pembangunan portal selayaknya pusat perbelanjaan. Namun, hal itu masih sebatas rencana dan memerlukan proses. &ldquo;Jadi nanti Unmul akan begini,&rdquo; ungkap Sugiarta sambil memperlihatkan gambar rancangan portal yang sudah dikantonginya kepada Sketsa. &ldquo;Tapi, jangan ditagih cepat. Ini butuh waktu,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasar gambar tersebut, portal Unmul nantinya bakal dilengkapi teknologi selayaknya mall, seperti CCTV, palang buka tutup, dan sensor otomatis. Sugiarta menyebut, Kartu Tanda Mahasiswa akan dimultifungsikan sebagai struk parkir yang terkoneksi dengan sensor.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta menerangkan rencananya perihal penerapan kantong parkir. Maraknya kehilangan kendaraan dan helm di wilayah kampus, kantong ini dimaksudkan untuk meningkatkan fokus penjagaan kendaraan. Kantong parkir rencananya akan dipasang di halaman beberapa gedung dan area yang dijaga oleh satpam. Jika ada kehilangan, bisa lapor kepada petugas.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, pihaknya hanya akan membantu penyelesaian kasus kehilangan di area kantong parkir. &ldquo;Kalau kehilangan karena parkir sembarangan di tempat yang tidak ada kantong parkirnya, kami tidak bertanggungjawab,&rdquo; kata Sugiarta.</p><p style="text-align: justify;">Terkait regulasi kantong parkir, hingga saat ini dikatakannya masih dalam tahap perencanaan. Menurut Sugiarta, kantong parkir akan dijadikan wadah menyimpan kertas plat kendaraan warga kampus. Terkait gambaran yang diungkapkannya pula, warga kampus yang parkir harus menuliskan plat kendaraannya di kertas, lalu memasukkan ke kantong parkir. Saat keluar, kertas itu diserahkan kembali oleh satpam. &ldquo;Ini masih pemikiran. Yang jelas, aturan sekarang kami coba maksimalkan dulu. Baru setelah itu, kami akan mencoba teknologi dan kebijakan lain untuk semakin meningkatkan keamanan kampus kita,&rdquo; pungkasnya. <strong>(aml</strong><strong>/e1</strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> HARAPAN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/harapan/baca </link>
<guid> harapan </guid>
<pubDate> Fri, 25 Mar 2016 20:35:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi puisi, sebuah pengharapan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/harapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VfSV6Cykld.jpg" />
					</figure>
			                <h1>HARAPAN</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: center;">Hitam, pekat tak dapat dilihat</p><p align="center" style="text-align: center;">Menggelayut dalam benak</p><p align="center" style="text-align: center;">Sesekali menghujam, tak jarang menikam</p><p align="center" style="text-align: center;">Ribuan rasa telah mati dibuatnya</p><p align="center" style="text-align: center;">Disudut penuh harap</p><p align="center" style="text-align: center;">Pernahkah kau tanya apa inginnya?</p><p align="center" style="text-align: center;">Menggenggam angan nan semu</p><p align="center" style="text-align: center;">Layaknya mengasah belati yang siap menghantarnya mati</p><p align="center" style="text-align: center;">Namun apa pedulinya</p><p align="center" style="text-align: center;">Jika cintalah yang dirasanya</p><p style="text-align: center;">Cinta yang telah dipupuk harap dan cemasnya sendiri</p><p>Ditulis oleh: &nbsp;Dewi Hapsari, FISIP 2014</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar Nasional ACCESS, Hadirkan Sang Animator Upin Ipin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/seminar-nasional-access-hadirkan-sang-animator-upin-ipin/baca </link>
<guid> seminar-nasional-access-hadirkan-sang-animator-upin-ipin </guid>
<pubDate> Sun, 27 Mar 2016 22:14:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Chiki, saat sedang memaparkan materi dan berinteraksi langsung dengan peserta seminar. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/seminar-nasional-access-hadirkan-sang-animator-upin-ipin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/peVpYtI2lM.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Seminar Nasional ACCESS, Hadirkan Sang Animator Upin Ipin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ramai. Demikian kata yang tepat untuk menggambarkan suasana ruang Mancong, Hotel Mesra Indah, kemarin, Sabtu (26/3). Itu adalah ruang tempat berlangsungnya seminar nasional bertajuk <em>Create Your Creative Imagination and Animation</em>, yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer (ACCESS), FMIPA Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Seminar tersebut menghadirkan sosok Marsha Chikita Fawzi, animator Indonesia yang pernah bekerja pada perusahaan animasi Malaysia dan menciptakan seri Upin Ipin. Kedatangannya di Kota Tepian kali ini seolah mampu menarik perhatian ratusan kalangan, baik mahasiswa maupun umum yang rela menanti sejak pukul 08.00 pagi. &ldquo;Bahkan, ada peserta yang datang dari Malang hanya untuk mengikuti seminar ini,&rdquo; ungkap Muhammad Eko Jumaddin selaku ketua panitia.</p><p style="text-align: justify;">Eko menyebutkan, seminar ini adalah salah satu bentuk pelaksanaan program kerja ACCESS. &ldquo;Kami melihat, Kalimantan masih kekurangan animator baik secara kuantitas maupun kualitas. Padahal banyak sebenarnya yang berpotensi dan memiliki minat cukup tinggi di bidang ini,&rdquo; ujar mahasiswa angkatan 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Dibuka secara resmi oleh Ketua Prodi Ilmu Komputer, seminar yang melibatkan hanya 20 orang panitia tersebut terasa berlangsung cair hingga akhir. Terlihat dari keakraban antara pemateri dengan peserta. Seolah tak ada sekat, semua yang berada dalam seminar tampak begitu menikmati setiap rangkaian acara. Seminar semakin seru kala memasuki sesi tanya jawab dan pengumuman <em>doorprize</em>. &ldquo;Acaranya seru, enggak bikin <em>boring</em>. Pemateri interaktif meskipun agak kesal karena mulainya ngaret,&rdquo; ungkap Nur Hawaidah, peserta seminar dari FKM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Meski seminar semacam ini masih terhitung jarang, Eko berharap, peserta tetap bersemangat dan terus mengembangkan bakat animasinya. &ldquo;Bisa dimulai dengan belajar aplikasi sederhana. Jangan pernah mengabaikan bakat. Semoga bisa bermanfaat juga secara luas untuk masyarakat,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Seminar berakhir pukul 13.00 dan ditutup dengan penampilan penari Dayak lalu foto bersama. Acara kemudian berlanjut <em>meet and greet</em> di Caf&eacute; Zushioda. Bincang santai dan makan siang menjadi rangkaiannya.</p><p style="text-align: justify;">Marsha Chikita Fawzi yang berhasil ditemui <em>Sketsa</em> usai <em>meet and greet</em> mengungkapkan perasaannya tiba di Samarinda. &ldquo;Aku baru pertama kali ke sini. Samarinda <em>is awesome</em>. Anak-anak mudanya asik dan kreatif,&ldquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa, ia pun menyampaikan pesannya buat mahasiswa. &ldquo;Ayo, buka wawasan! Pekerjaan bukan hanya itu-itu saja. Jadilah <em>entrepreneur&nbsp;</em> yang berkarya untuk tidak hanya mewujudkan mimpi sendiri, tapi juga orang lain. Demi memajukan negeri ini. Eggak menutup kemungkinan juga dari sektor industri kreatif,&rdquo; tandas wanita yang akrab disapa Chiki itu. <strong><em>(aml/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dies Natalis 32 dan Lintas Generasi Imapa Sampai Cerita Mudah Dapat Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/dies-natalis-32-dan-lintas-generasi-imapa-sampai-cerita-mudah-dapat-kerja/baca </link>
<guid> dies-natalis-32-dan-lintas-generasi-imapa-sampai-cerita-mudah-dapat-kerja </guid>
<pubDate> Sun, 27 Mar 2016 22:22:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana malam dies natalies Imapa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/dies-natalis-32-dan-lintas-generasi-imapa-sampai-cerita-mudah-dapat-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LmZGJwpe1G.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dies Natalis 32 dan Lintas Generasi Imapa Sampai Cerita Mudah Dapat Kerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">SKETSA - Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) Unmul mengadakan Dies Natalis ke32. Acara itu digelar di depan halaman Student Centre, Sabtu malam (26/3). Hadir beberapa tamu undangan mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa, BEM Fakultas, Pecinta Alam di Kalimantan Timur dan senior-senior Imapa.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang dimulai dari pukul 21:00 Wita tersebut dibuka oleh sambutan dari ketua panitia, Abdul Rahmat. Selain sambutan, pemotongan nasi tumpeng dilakukan oleh ketua umum Imapa, Romiansyah bersama dengan perwakilan senior Imapa, Asnan Ungnag.</p><p style="text-align: justify;">Abdul Rahmat menuturkan, tujuan dari dies natalis ini untuk memperat tali silaturahmi antar generasi Imapa dan lembaga-lembaga di Unmul. Harapan Rahmat agar Imapa lebih dikenal luas di mata masyarakat. &ldquo;Dies natalis yang sekarang menurut saya lebih istimewa,&rdquo; ucap mahasiswa Fakultas Pertanian 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan harapan Romiansyah,dia menjelaskan program kerja yang disorotnya adalah tentang lubang tambang yang dibiarkan terbuka hingga menewaskan 22 anak di Kalimantan Timur. &ldquo;Semoga kedepannya Imapa bisa lebih baik lagi dan konsentrasi memperjuangkan lingkungan,&ldquo; kata mahasiswa yang sudah bergabung di Imapa lebih dari empat tahun itu.</p><p style="text-align: justify;">Romi mengatakan acara ini juga menjadi momen untuk saling mengulang cita-cita lama.Alumni-alumni Imapa tidak hanya generasi muda saja, ada yang sudah berkeluarga dan memiliki anak hadir. Bahkan, mereka tidak sungkan membawa istri dan anak-anaknya untuk hadir di acara malam itu.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya adalah Asnan Ungang, lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 1988 itu berharap jaringan alumni Imapa dapat diperluas. &ldquo;Alumninya sudah berada di dalam dan diluar Kalimantan. Itu perlu agar ada hubungan berkelanjutan antara alumni dan anggota,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pengalaman Asnan di Imapa membawanya mudah mendapat pekerjaan pascamenyelesaikan studi. &ldquo;Saat itu kontraktor burung walet membutuhkan ahli panjat tebing untuk mengambil sari dari burungnya. Disitulah saya merasa organisasi yang saya ikuti lebih bermanfaat dibanding sekadar kuliah saja,&rdquo; jelas pria yang kini bekerja di perusahaan kelapa sawit itu. Meski begitu, Asnan berharap agar anggota Imapa yang sekarang tetap memprioritaskan kuliah dan dapat mengambil sisi positif dan buang yang negatif.</p><p style="text-align: justify;">Acara malam itu turut dimeriahkan oleh penampilan paman docang, akustikan dari anggota Imapa, dan penyerahan hadiah lomba futsal sebagai agenda dari dies natalis. <strong><em>(mwp/irm/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Workshop Jurnalistik dari Hima Sasindo, Diurna </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/workshop-jurnalistik-dari-hima-sasindo-diurna/baca </link>
<guid> workshop-jurnalistik-dari-hima-sasindo-diurna </guid>
<pubDate> Tue, 29 Mar 2016 00:22:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana workshop jurnalistik Diurna </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/workshop-jurnalistik-dari-hima-sasindo-diurna/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pnIu0D2y07.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Workshop Jurnalistik dari Hima Sasindo, Diurna</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Secara harafiah, kata Jurnalisti berasal dari kata &ldquo;diurnal&rdquo;. Yang dalam bahasa latin berarti &ldquo;harian&rdquo;. Hingga selanjutnya diadopsikan ke dalam bahasa Inggris menjadi &ldquo;journal&rdquo;. Dari kata ini, muncul kata &ldquo;diurnalis&rdquo; dan &ldquo;jurnalis&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Workshop Jurnalistik pertama yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (Hima Sasindo) Unmulsukses digelarMinggu, (27/3) kemarin. Bertempat di Fakultas Ilmu Budaya, workshop hanya menyediakan kuota sebanyak 70 kursi. Menghadirkan pemateri yang ahli di bidang jurnalistik di antaranya Ibrahim (wartawan Kaltim Post), Hafiz Dzaki (layouter LPM Sketsa Unmul) dan Febryan Tri Saputra (pemimpin redaksi Diurna).</p><p style="text-align: justify;">Materi pertama disampaikan oleh Ibrahim, ia memaparkan bagaimana kiat-kiat menjadi wartawan yang baik dan professional. Ibrahim juga membagi pengalaman dirinya selama dua tahun menjadi wartawan di surat kabar Kaltim Post.&ldquo;Menjadi wartawan yang baik harus banyak-banyak belajar dan latihan untuk menghadapi masyarakat umum,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan, materi kedua disampaikan oleh Hafiz Dzaki, yang saat ini menjabat sebagai layouter dan ilustrator di LPM SKETSA Unmul. Dzaki memberikan pembelajaran bagaimana cara melayout suatu hasil dari narasi seseorang wartawan yang kemudian ditataletakkan oleh seorang layouter atau pe&ntilde;ata letak. Kemudian pemateri terakhir Diurna, Febryanmenyampaikan materi bagaimana cara kerja editor, suka dan dukanya ia bekerja sebagai editor di Kaltim Post.</p><p style="text-align: justify;">Dengan membawa tema kejurnalistikan, Hima Sasindo berharap kepada seluruh mahasiswa FIB khususnya program studi Sastra Indonesia berani menulis dan terus menulis. Sebab menulis merupakan identitas sebagai manusia. <strong><em>(els/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Hari Puisi Dunia, Mahasiswa FIB Unmul Luncurkan 2 Buku Puisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-hari-puisi-dunia-mahasiswa-fib-unmul-luncurkan-2-buku-puisi/baca </link>
<guid> sambut-hari-puisi-dunia-mahasiswa-fib-unmul-luncurkan-2-buku-puisi </guid>
<pubDate> Tue, 29 Mar 2016 00:36:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat Hari Puisi Sedunia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-hari-puisi-dunia-mahasiswa-fib-unmul-luncurkan-2-buku-puisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GH8KBgA4O2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Hari Puisi Dunia, Mahasiswa FIB Unmul Luncurkan 2 Buku Puisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kemarin (21/3) diperingati sebagai Hari Puisi Sedunia atau <em>World Poetry Day</em>. Sejarah awal dicetuskannya Hari Puisi Sedunia dimulai pada saat penyelenggaraan pertemuan UNESCO yang ke 30 di Paris, Perancis yang berlangsung pada bulan Oktober sampai November 1999.</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan moment tersebut, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unmul memperkenalkan buku yang mereka terbitkan sendiri. Panji Aswan, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia angkatan 2012 menerbitkan buku yang berjudul &ldquo;Curahan Hati Pelacur Sajak&rdquo;. Sebuah buku antologi puisi yang sudah disusun sejak tahun 2013.&ldquo;Direncanakan sebenarnya itu tahun 2014, bulan Juli. Cuma ada puisi 2013 yang saya masukkan pula, karena itu merupakan puisi perdana saya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menerbitkan buku sendiri adalah cita-cita Panji sejak dulu. Motivasinya adalah hanya ingin berbagi dan belajar bersama tentang sastra, khususnya pada puisi dan sajak-sajak. &ldquo;Kalau untuk tema, saya kebanyakan menuangkan isi hati saya, semacam curhatan. Ada curhatan tentang cinta, kesepian, mantan, dan kenangan-kenangan yang terdahulu. Kalau untuk alirannya, saya kurang mengerti ya, apa yang saya pikir dan rasa langsung saya goreskan menjadi puisi,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Panji, Irwan Syamsir telah menerbitkan buku jauh sebelum Hari Puisi Sedunia. Buku yang diberi judul &ldquo;Masihkah Engkau Menungguku di Berandamu&rdquo; adalah sebuah buku dari kumpulan puisi dan prosa pendek.&ldquo;Itu sebenarnya jauh-jauh hari sudah terbit, namun belum terlalu dipublish. Tetapi saya tahu ada banyak moment kedepannya, termasuk Hari Puisi Sedunia. Di situ waktu yang tepat untuk mengabarkan buku saya ke publik,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa jurusan Sastra Indonesia angkatan 2014 itu memaparkan isi bukunya berasal dari status-status Facebook-nya selama lima tahun terakhir. Status itu merupakan potongan-potongan puisi yang dibuatnya sendiri. Irwan pun mengakui bahwa ia suka menulis dengan pendek tapi yang penting menggigit.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini adalah buku perdana. Awalnya saya mau sekadar arsipkan saja, sebelum entah kapan saya mungkin tidak di Facebook lagi. Tetapi, banyak pembaca saya yang keberatan, jadi saya serahkan ke penerbit supaya orang-orang bisa pesan dan sebagai kenang-kenangan saya pernah ada di beranda mereka,&rdquo; imbuh pria asal Mandar itu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak berbeda jauh dengan Panji, Irwan mengatakan bahwa ia fokus menulis di seputar percintaan. Tidak semua betul ia alami, terkadang ia hanya mengandai-andai dalam menulisnya. Sebab, menurutnya ada banyak orang di luar sana yang pernah mengalami apa yang ia tulis namun tidak bisa menuliskannya.</p><p style="text-align: justify;">Jadi secara tidak langsung isi tulisan Irwan mewakili perasaan pembacanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya menghargai tangan dan jemari saya yang letih dengan keringat yang sudah tumpah berkali-kali setiap saya menulis.Sebenarnya menulis itu soal kemauan saja. Banyak latihan dan membaca buku yang paling utama. Selainnya tinggal bagaimana kita peka dengan keadaan. Apalagi sastra, imajinasi bebas ditumpahkan, apapun itu bisa semua dituliskan dan bebas,&rdquo; imbuhnya. <strong><em>(els/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Portal Bakal Tutup Permanen? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/portal-bakal-tutup-permanen/baca </link>
<guid> portal-bakal-tutup-permanen </guid>
<pubDate> Tue, 29 Mar 2016 00:45:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi wacana bakal ditutupnya portal sejumlah akses masuk Unmul secara permanen </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/portal-bakal-tutup-permanen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4ZGBPTuDm6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Portal Bakal Tutup Permanen?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Masih dalam upaya meningkatkan keamanan kampus, Sugiarta, Kepala Bagian Hubungan Tata Laksana Unmul, menggulirkan wacana terkait bakal ditutupnya portal yang menghubungkan wilayah Unmul dengan sejumlah jalan umum secara permanen.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut dikatakan Sugiarta dapat memberikan efek kepada masyarakat yang selama ini masih nekat memasuki Unmul secara paksa, yakni dengan merebahkan motornya melewati bagian bawah portal Unmul. &ldquo;Begitu memang dekat. Enggak perlu mutar, tapi masa begitu caranya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Sugiarta hal ini perlu waktu. Apalagi sifatnya penyadaran. Sugiarta menghimbau, agar masyarakat maupun warga kampus memasuki wilayah Unmul secara tertib. Sugiarta optimis, hal ini nantinya bisa ditaati seiring dengan pembiasaan dari sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta berpesan, kebijakan ini masih sebatas wacana. Baginya, Unmul harus aman, salah satunya adalah dengan memperketat akses masuk. Menanggapi kriminal yang terjadi di fakultas, Sugiarta mengatakan pihaknya tidak bertanggungjawab, &ldquo;Kalau kriminal di fakultas, silakan fakultas yang tanggung jawab. Saya sudah berupaya meningkatkan penjagaan luar. Harus ada pembagian tugas,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya akan ditutup 2 portal, atas dan bawah. Portal ini dimaksudkan agar dapat dibuka ketika ada keadaan darurat seperti banjir dan peristiwa kematian yang mengharuskan untuk melintasi portal tersebut. Rencananya juga bakal ada portal yang ditutup permanen dengan ditembok mengingat jalan yang diportal tidak memiliki izin. <strong>(aml, e1)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Himahap Gelar Seminar Nasional, Buktikan Eksistensi Fisip </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/himahap-gelar-seminar-nasional-buktikan-eksistensi-fisip/baca </link>
<guid> himahap-gelar-seminar-nasional-buktikan-eksistensi-fisip </guid>
<pubDate> Tue, 29 Mar 2016 19:21:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana seminar nasional Himahap </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/himahap-gelar-seminar-nasional-buktikan-eksistensi-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d5QhjvpEKF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Himahap Gelar Seminar Nasional, Buktikan Eksistensi Fisip</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong> Meski terhitung baru seumur jagung, Himpunan Mahasiswa Administrasi Perkantoran (Himahap) Fisip Unmul, (26/3) lalu menggelar Seminar Nasional. Menghadirkan Djoko Purwanto, pakar komunikasi bisnis yang telah sepuluh tahun menetap di Amerika. Seminar ini mengupas mengenai pekerjaan, dunia kerja, hingga pengangguran.</p><p style="text-align: justify;">Dimoderatori oleh Finnah Furqoniah, dosen Fisip Unmul, acara digelar di Gedung Bundar Fahutan sejak pukul 08.00 hingga 12.00 siang. Tercatat ada puluhan mahasiswa Unmul, yang mengikuti seminar bertemakan Facing World to Work itu. Usai dibuka secara resmi oleh ketua program studi Administrasi Bisnis, seminar berlanjut dengan pemaparan materi dan sesi diskusi. Adapun sisi menariknya ialah adanya guide book yang memuat studi kasus tentang ilmu administrasi dan diberikan kepada setiap peserta.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di sela-sela acara, Syahroni Umar Nasyir selaku ketua panitia menyebutkan, seminar ini merupakan wujud program kerja dari Divisi Kesekretariatan Himahap. Seminar ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja. Masalah yang diangkat tidak hanya sesuai dengan kajian ilmu Fisip. Tapi, juga program studi manapun yang nantinya pasti memasuki dunia kerja.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Syahroni menyayangkan minimnya antusias mahasiswa. Terlihat dari jumlah peserta yang kurang sesuai dengan harapan panitia. &ldquo;Mungkin karena kami belum cukup dikenal, juga kurang publikasi,&rdquo; ungkap pria yang akrab disapa Roni itu. Roni cukup berbangga dengan anggota yang jumlahnya tidak lebih dari lima puluh orang, Himahap mampu menggelar seminar skala nasional.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Roni, Hartina, Ketua Himahap mengatakan, seminar ini berangkat dari kesadaran dan kekecewaan. &ldquo;Himpunan kerjanya enggak cuma teriak-teriak di jalan, tapi juga harus ada kajian secara ilmiah. Akhirnya kami memilih seminar dengan mempertimbangkan apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh mahasiswa tapi belum pernah diadakan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Hartina, saat ini Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi dimana-mana. Padahal sumber daya alam Indonesia khususnya Kaltim melimpah. Di samping itu, seminar ini juga bertujuan untuk menunjukkan eksistensi Fisip, sebagai salah satu fakultas besar di Unmul meski diakuinya masih minim kegiatan. &ldquo;Banyak permasalahan internal di Fisip. Tapi melalui seminar ini kami ingin menunjukkan bahwa Fisip juga mampu menyelenggarakan seminar. Bahwa kami yang hanya sekelas D3 juga bisa menyelenggarakan event nasional. Kami sangat berterimakasih kepada ketua prodi yang memberikan dukungan penuh,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Hartina berharap, seminar ini bisa kembali diadakan tahun depan, status D3 bisa meningkat ke taraf S1, dan kualitas bisa semakin disejajarkan. &ldquo;Agar kami tidak lagi dipandang sebelah mata di Unmul.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Teguh Satria, yang kala itu juga hadir, memberikan apresiasinya pada Himahap. Baginya, seminar ini merupakan ajang yang menarik. &ldquo;Himahap terbilang masih muda tapi sudah bisa memunculkan gerakan yang baik dan solusi yang kita perlukan untuk mahasiswa. Secara substansi, seminar ini menjawab semua keresahan, kekhawatiran, dan kebutuhan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Seminar ini mempersiapkan wisudawan yang akan datang agar lebih siap. Namun yang kita sayangkan atensi mahasiswa belum semuanya bisa terfokus ke sini. Mungkin karena publikasi dan faktor liburan. Itu yang saya rasa perlu dievaluasi,&rdquo; pungkasnya. <strong>(aml</strong><strong>, e1</strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hepatitis B: Kenali, Tanggapi, Tangani </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hepatitis-b-kenali-tanggapi-tangani/baca </link>
<guid> hepatitis-b-kenali-tanggapi-tangani </guid>
<pubDate> Sat, 02 Apr 2016 21:06:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KENALI: Penyebab hepatitis B bisa karena dua hal, virus dan non-virus. Pola hidup sehat mengantarkan seseorang rentan terkena penyakit peradangan hati ini. (foto: ist) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hepatitis-b-kenali-tanggapi-tangani/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yyeaDC4Ffx.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Hepatitis B: Kenali, Tanggapi, Tangani</h1>
			              </header>
			              <p align="justify" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;&ndash; Penyakit peradangan hati ini rentan menular. Infeksi hepatitis B disebabkan oleh virus sesuai namanya. Pada bayi, risiko tertular dari ibu yang mengidap hepatitis B tinggi. Sedangkan pada usia remaja hingga dewasa, risikonya tidak terlalu tinggi dan kecil sekali pada usia senja.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>Itulah yang dituturkan dr Sinta Murti, spesialis penyakit dalam saat Seminar Kesehatan Hepatitis B, di Ruang Serbaguna Lantai 4 Rektorat Unmul (2/4/2016). Lebih jauh, Sinta mengatakan bahwa hepatitis B sulit sembuh.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun tidak perlu khawatir, orang dengan hepatitis B tak perlu takut. Mereka bisa kok hidup normal, tidak masalah,&rdquo; kata dia kepada Sketsa. Hanya saja, pengidap perlu memerhatikan pola hidup sehat agar virus tidak semakin menyebar dan mengakibatkan berbagai indikasi kesehatan. Rutin vaksinasi menjadi kunci.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>Selain virus, hepatitis&nbsp;</span><span>B rentan menular lewat darah dan cairan organ intim. Itu mengapa, calon ibu harus berhati-hati. Ditambahkan dr Sinta, pria berisiko tinggi terkena penyakit tersebut. &ldquo;Sebagian besar karena kebiasaan yang tak sehat, calon ibu juga rata-rata tertular dari suaminya,&rdquo; kata dokter berambut pendek itu.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>Cerita lain, dari salah satu peserta seminar, Kartika Sari namanya. Ia mengetahui infeksi hepatitis B lima tahun silam. Beruntungnya, ia segera tahu saat pemeriksaan kesehatan rutin yang diadakan kantornya. Ibu dua anak itu kini hidup normal. &ldquo;Sulit sembuh memang, sempat kaget dan sedih,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>Alasan itulah yang mengantarkan Sari hadir di seminar kesehatan besutan BEM Fakultas Kedokteran&nbsp;</span><span>(BEM FK)</span><span>&nbsp;Unmul tersebut. Tidak ada obat yang ia konsumsi saat ini, hanya saja harus menjaga kesehatan lebih ekstra. &ldquo;Agar virusnya tetap tidur,&rdquo; lanjut Sari.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>Seminar kesehatan merupakan agenda rutin BEM FK Unmul. Diadakan dengan mengusung tema berbeda setiap tahunnya. Muhammad Imaduddin Nur Ichsan, ketua panitia penyelenggara mengatakan bahwa tema hepatitis B dipilih mengingat marakya kasus tersebut di Samarinda. &ldquo;Kita ingin peserta semakin teredukasi. Kenali, tanggapi, dan tangani,&rdquo; imbuh dia.&nbsp;</span><em><strong>(mir/e2)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SC Pasca Renovasi Seperti Tak Diurusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sc-pasca-renovasi-seperti-tak-diurusi/baca </link>
<guid> sc-pasca-renovasi-seperti-tak-diurusi </guid>
<pubDate> Sun, 03 Apr 2016 18:51:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tumpukan sampah, potret salah satu sudut Gedung SC Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sc-pasca-renovasi-seperti-tak-diurusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TtnapGZgd9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SC Pasca Renovasi Seperti Tak Diurusi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKESTA &ndash;&nbsp;</strong>Student Centre (SC) sebagai lahan mahasiswa berorganisasi di Unmul telah direnovasi beberapa waktu lalu. Renovasi berlangsung sekitar 6 bulan lalu, mengharuskan penghuni untuk pindah sementara. Tampak perubahan mencolok, yakni warna cat dinding, juga penambahan trails di lantai dasar. Selain renovasi, adanya aturan yang melarang penghuni SC lewat dari jam 10 malam berada di sana pun sempat diwacanakan. Namun, apakah renovasi dan aturan tersebut sudah berjalan efektif?</p><p style="text-align: justify;">Memakan waktu cukup lama, pembenahan SC ternyata belum maksimal. Berdasarkan pengamatan SKETSA hingga hari ini, masih ada ruangan yang ternyata belum selesai dibenahi, serta sisa-sisa kayu berserakan pasca renovasi. Selain itu, adanya plafon di lantai tiga yang lepas dan menggelantung. Tak jarang sampah menumpuk di setiap lantai yang menambah miris SC.</p><p style="text-align: justify;">Terkait keadaan SC, Bagian Perlengkapan Rektorat, Supoyo mengatakan baru mengetahui kabar tersebut. Soal kebersihan SC, Supoyo menjelaskan telah ada koordinator yang bertanggungjawab. &ldquo;Sistem rekrut pegawai <em>cleaning servis&shy;&shy;-</em>nya kita lelang, jadi yang dapat itu yang bertanggungjawab membersihkan SC, dan itu ada koordinatornya. Dari koordinator itu, dia yang mengerahkan pegawainya untuk bergerak,&rdquo; jelasnya ketika ditemui Senin (28/3/2016).</p><p style="text-align: justify;">Supoyo mengaku terakhir menghubungi koordinator <em>cleaning servis</em><em>&nbsp;</em>SC pada Januari lalu. Ia mengira bahwa koordinator <em>cleaning</em><em>&nbsp;</em>servis telah menggerakan pegawainya untuk membersihkan SC. Sesuai dengan pengamatan SKETSA, terhitung sejak awal Februari lalu, kunci diserahkan kepada anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Namun, belum ada petugas yang membersihkan. Akhirnya, Sabtu (6/2/2016) UKM berinisiatif melakukan kerja bakti dibantu pedagang kaki lima (PKL) sekitaran SC.</p><p style="text-align: justify;">Ketika SKETSA mengonfirmasi kembali tentang petugas <em>cleaning servis,</em><em>&nbsp;</em>Selasa (29/3/2016) kemarin Supoyo mengatakan bahwa ia telah menghubungi Gunadi, koordinator <em>cleaning servis</em> di SC. &ldquo;Kemungkinan nanti setelah saya hubungi orangnya langsung gerak, lapor saja jika orangnya tidak kunjung datang membersihkan SC,&rdquo; ujar Supoyo.</p><p style="text-align: justify;">Betul saja, pukul 10.23 WITA, SKETSA menemui <em>cleaning servis</em><em>&nbsp;</em>yang sedang membersihkan halaman SC. Usman, <em>cleaning servis</em> ini mengatakan ia hanya berwenang membersihkan di halaman SC. &ldquo;Saya disuruh ngebersihin di sini dan mengumpulkan sampah di depan aja, kalau untuk di lantai 2 dan 3 saya kurang tahu,&rdquo; jawabnya ketika ditanya pembagian tugas.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Usman, ia hanya sendiri untuk membersihkan halaman SC, kendala yang dirasakannya terkait alat kebersihan yang kurang memadai, seperti sapu dan cikrak. &ldquo;Kalau untuk sementara ini hanya saya yang ngebersihin, nanti saya coba tanya dulu soal petugas lain. Untuk yang ngambilin sampah itu ada lagi petugasnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Harap Usman di setiap lantai setidaknya ada satu petugas yang bertanggungjawab di setiap lantai gedung UKM ini. &ldquo;Seperti di rektorat kan ada satu di setiap lantainya, kalau bisa sih gitu. Juga kalau bisa alat-alatnya di fasilitasi dengan baik, ini saja sapu lidi dari rektorat yang saya bawa,&rdquo; ungkapnya. <strong><em>(jdj</em></strong><strong><em>, e1</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendam! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pendam/baca </link>
<guid> pendam </guid>
<pubDate> Sun, 03 Apr 2016 19:19:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi sosok yang memendam, menyembunyikan rasa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pendam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GoBvetcyF4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendam!</h1>
			              </header>
			              <p align="center">Tentang pena yang segan keluarkan tinta</p><p align="center">Tentang udara yang tak tunjukkan rupanya</p><p align="center">Tentang dingin yang merasuk sukma</p><p align="center">Tak tahu rupanya</p><p align="center">Teriak!!</p><p align="center">Bisakah engkau?</p><p align="center">Engkau sisi paling jujur</p><p align="center">Engkau sampaikan isimu melalui mata</p><p align="center">Lalu apa kau tutup matamu?</p><p align="center">Kau menangis?</p><p align="center">Kau takut?</p><p align="center">Kau ragu?</p><p align="center">Sisi paling terangku</p><p align="center">Engkau tak perlu ragu</p><p align="center">Hanya kau bersabar</p><p align="center">Tundukkan batin tersiratmu</p><p align="center">Betapa besar aku tahu</p><p align="center">Betapa perih diam kurasa</p><p align="center">Tiap tetes keluar kutadah</p><p align="center">Aliri mulut yang sebut cinta</p><p>undefined</p><p>Ditulis oleh Juantara, FKIP 2015</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alumni Boleh Beri Motivasi Tapi Tidak Kekerasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alumni-boleh-beri-motivasi-tapi-tidak-kekerasan/baca </link>
<guid> alumni-boleh-beri-motivasi-tapi-tidak-kekerasan </guid>
<pubDate> Sun, 03 Apr 2016 19:28:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu aksi kekerasan senior kepada junior yang muncul di berita nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alumni-boleh-beri-motivasi-tapi-tidak-kekerasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RjyqkAOuph.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Alumni Boleh Beri Motivasi Tapi Tidak Kekerasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Perploncoan dalam kaderisasi anggota sudah menjadi cerita lama dalam pendidikan di Indonesia. Termasuk di perguruan tinggi. Rata-rata kasus perploncoan dilakukan oleh alumni. Lalu di Unmul sendiri, apakah hal tersebut masih terjadi?</p><p style="text-align: justify;">Ema Karisma Wati, salah satu anggota himpunan di Fisip Unmul mengatakan kalau intervensi alumni memang tidak ada. Himpunannya mengundang secara khusus alumni untuk hadir memberikan motivasi dan sebagai silaturahmi antar sesama himpunan. &ldquo;Aku tidak merasakan adanya senioritas dalam himpunanku. Karena selagi kita mampu bergaul dan mengimbangi pembicaraan senior hal itu tidak akan terjadi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Wakil Dekan III Fisip, Erwin Resmawan mengatakan, sejauh ini belum ada laporan tindakan intervensi alumni di Fisip. Hanya saja, ia mengkhawatirkan intervensi alumni dalam kedok motivasi. Motivasi yang dilakukan sering menggunakan cara fisik. Jika ditanya ke kader, mereka tidak merasakan adanya perploncoan. Hal tersebut dianggap sebagai bentuk dari pembelajaran dalam memasuki organisasi. &rdquo;Kalau alumni mau datang, silakan. Mereka kan juga bagian dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fisip,&rdquo; ujar mantan sekretaris IKA Fisip tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang serupa juga terjadi di Hukum. Hampir sama dengan Fisip, ketua BEM Fakultas Hukum, Muhammad Rizaldi mengundang alumni dalam setiap acaranya sebagai bentuk dari motivasi dan berbagi pengalaman. Acara yang melibatkan alumni tidak hanya saat pengkaderan saja, tapi juga acara lain seperti Dekan Cup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alumni-alumni di Hukum berjasa. Bisa memperjuangkan untuk memiliki gedung sendiri. Padahal dulu kita dikenal sebagai mahasiswa pindah-pindah gedung,&rdquo; ucap mahasiswa Hukum 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dibenarkan oleh Wakil Dekan III Hukum, Deny Slamet Pribadi. Ia tidak langsung membuat keputusan sepihak, tapi mendengarkan apa kemauan mahasiswa. &ldquo;Selama tidak melanggar aturan di Fakultas Hukum tidak masalah seperti pemberian motivasi,&ldquo; ujarnya saat ditemui di ruanga dekanat Fakultas Hukum.</p><p style="text-align: justify;">Deny mengatakan, wajar jika alumni tidak ingin lepas dari almamaternya, tapi tetap harus mematuhi aturan selama berada di Fakultas Hukum. Ia sendiri mengaku selalu mengawasi kegiatan mahasiswanya.</p><p style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengungkapkan sedikit atau banyak alumni dalam pengkaderan pasti akan ikut campur. Dalam hal ini, kekerasan dalam pengkaderan kerap muncul sebagai salah satu ajang pendisiplinan. &ldquo;Kalau kegiatan itu terjadi mereka ikut tanggung jawab karena ini acara mahasiswa bukan alumni, penanggung jawab itu bertangung jawab atas acara yang terjadi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Encik, kegiatan mahasiswa tidak diperbolehkan di luar lingkungan Unmul karena sering kali lebih sulit diawasi. &ldquo;Itu sudah diatur dalam pedoman akademik yang merupakan aturan tertinggi. Perizinan hanya boleh dilakukan jika itu institusi atau akademik, bukan sifatnya pengkaderan,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(mwp</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>asr</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fokus Akreditasi, Psikologi Belum Mampu Berdiri Sebagai Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fokus-akreditasi-psikologi-belum-mampu-berdiri-sebagai-fakultas/baca </link>
<guid> fokus-akreditasi-psikologi-belum-mampu-berdiri-sebagai-fakultas </guid>
<pubDate> Sun, 03 Apr 2016 19:38:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lisda Sofia, Kepala Program Studi Psikologi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fokus-akreditasi-psikologi-belum-mampu-berdiri-sebagai-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y7PcVb7jcT.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Fokus Akreditasi, Psikologi Belum Mampu Berdiri Sebagai Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Beberapa tahun terakhir tersiar kabar bahwa program studi (Prodi) Psikologi akan memisahkan diri dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip). Kabar tersebut diamini oleh beberapa mahasiswa Psikologi. &ldquo;Idealnya memang Psikologi adalah sebuah fakultas sendiri, karena kami enggak sosial<em>&nbsp;</em>dan enggak IPA banget<em>&nbsp;</em>tapi memadukan keduanya,&rdquo; ujar Binti Mufidatul Jahro, mahasiswi Psikologi angkatan 2012.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ketua Prodi Psikologi, Lisda Sofia, wajar-wajar saja jika mahasiswa mengharapkan prodi Psikologi menjadi sebuah fakultas. Namun, Lisda menegaskan kebijakan terkait berdirinya sebuah fakultas bergantung dari pihak rektorat, dalam hal ini Rektor Unmul. Khusus untuk tahun ini, dirinya fokus untuk meningkatkan akreditasi prodi Psikologi yang saat ini masih C. &ldquo;Kami sedang mempersiapkan untuk akreditasi B,&rdquo; katanya tegas.</p><p style="text-align: justify;">Lisda menjelaskan bahwa persyaratan untuk menjadi sebuah fakultas tidaklah mudah dan membutuhkan proses yang panjang. Kesiapan prodi Psikologi sendiri pun menjadi sebuah pertimbangan. &ldquo;Saat ini boro-boro persiapan jadi fakultas, persiapan untuk akreditasi B saja masih banyak yang kurang,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mencapai akreditasi B prodi Psikologi harus banyak mengejar ketertinggalan. Seperti melengkapi fasilitas laboratorium dan memenuhi jumlah kuota dosen. Di mana jumlah dosen untuk memenuhi persyaratan akreditasi B adalah 14 orang, sedangkan saat ini dosen tetap untuk prodi Psikologi baru 9 orang. &ldquo;Jadi terlampau jauhlah kalau Prodi Psikologi diasumsikan ingin mendirikan fakultas sendiri,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Peningkatan akreditasi menjadi fokus program kerja ketua Prodi yang baru terpilih ini. Sebab akreditasi prodi berdampak bagi alumni. Alumni lulusan dari prodi yang akreditasinya C akan kesulitan untuk melanjutkan Strata 2 di universitas unggulan yang akreditasinya sudah A. &ldquo;Bahkan perusahaan-perusahaan <em>bona fide</em> selain mensyaratkan IPK 3.00 juga mensyaratkan akreditasi minimal B,&rdquo; katanya menginformasikan.</p><p style="text-align: justify;">Lisda optimis prodi Psikologi akan meraih akreditasi B pada tahun ini dan perubahan untuk menjadi sebuah fakultas belum ia pikirkan. Berkaca dari prodi Psikologi Universitas Brawijaya, Malang, yang juga masih dibawah Fisip namun sudah terakreditasi A dan perstasinya diakui di Indonesia. &ldquo;Masih di bawah Fisip atau sebuah fakultas, itu kan administratif saja,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun Lisda juga tak menampik bahwa memang di Fisip Unmul sendiri, psikologi adalah prodi yang memiliki peluang untuk menjadi sebuah fakultas. Jadi kemungkinan untuk menuju ke sana tetap ada. &ldquo;Suatu saat bisa jadi (psikologi menjadi fakultas) kalau itu menjadi sebuah kebutuhan,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Himasuper Bersihkan Karang Mumus, Pangkalan Pungut 2 Akan Dibangun di Gelatik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/himasuper-bersihkan-karang-mumus-pangkalan-pungut-2-akan-dibangun-di-gelatik/baca </link>
<guid> himasuper-bersihkan-karang-mumus-pangkalan-pungut-2-akan-dibangun-di-gelatik </guid>
<pubDate> Sun, 03 Apr 2016 19:51:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Semangat, puluhan mahasiswa Himasuper bahu-membahu bersihkan SKM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/himasuper-bersihkan-karang-mumus-pangkalan-pungut-2-akan-dibangun-di-gelatik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6dT8sAXMjO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Himasuper Bersihkan Karang Mumus, Pangkalan Pungut 2 Akan Dibangun di Gelatik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Masih dalam rangka peringati Hari Air Sedunia pada 22 Maret lalu, Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (Himasuper) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul, Minggu (3/4) pagi tadi adakan aksi bersih-bersih di Sungai Karang Mumus. Titik aksi di Jalan Gelatik sejak pukul 07.00 WITA, dan didukung beberapa dinas terkait.</p><p>Selain memperingati Hari Air Sedunia, diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi warga di sekitar Sungai Karang Mumus, khsususnya di Jalan Gelatik tersebut. &ldquo;Kita saja yang bukan penduduk sini mau membersihkan, masa warganya sendiri nggak mau. Kalau kita yang nggak gerak siapa lagi?&rdquo; ujar Andrinus Musa, Ketua Himasuper FPIK Unmul.</p><p>Terkait aksi ini, sebelumnya Himasuper telah melakukan sosialisasi kepada warga di Jalan Gelatik dan mereka merespon dengan baik. Namun menurut Andrinus, belum ada warga sekitar yang ikut terlibat. &ldquo;Mungkin karena ini kegiatan pertama kami jadi mereka belum tahu mesti gimana, tapi kami usahakan di kegiatan selanjutnya ada sosialisasi lagi, kami ajak mereka untuk gabung,&rdquo; ungkapnya.</p><p>Harap Andrinus, tentu kegiatan ini akan berlangsung terus, bahkan rencana akan dibangun Pangkalan Pungut seperti di Jalan Kehewanan. &ldquo;Kalau kita bersihkan hari ini apalah artinya, nanti rencananya bersama Pak Misman mau mendirikan pangkalan pungut juga di sini,&rdquo; ucapnya.</p><p>Aksi tersebut turut diikuti oleh Hima, UKM, lembaga kemahasiswaan, dan komunitas, kegiatan ini pun didukung oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Dinas Binamarga Pengairan. &ldquo;Kendala utama pasti di alat-alatnya, seperti transportasi di air kita buat rakit sendiri, dan hanya dapat dua perahu. Untuk alat-alat seperti cangkul, arit, juga empat buah truk telah disediakan oleh DKP,&rdquo; terangnya lagi.</p><p>Misman, pendiri Gerakan Memungut Sehelai Sampai (GMSS) Sungai Karang Mumus (SKM) pun memuji aksi yang diadakan Himasuper ini. &ldquo;Ini <em>kan</em> yang dirawat air bukan sungai, air kebutuhan pokok hidup manusia, harapnya jangan hanya <em>ceremonial&nbsp;</em>tapi bisa rutin,&rdquo; ucapnya.</p><p>Tambah Misman, lebih baik aksi itu ditunjukan melalui kegiatan seperti ini. &ldquo;Lulusan di Indonesia itu cuma ada dua, bisanya protes dan minta. Tapi kalau ini memberi,&rdquo; tutupnya.<strong><em>(jdj/e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 40 Mahasiswa Unmul dilantik Sebagai GENBI Kaltim 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/40-mahasiswa-unmul-dilantik-sebagai-genbi-kaltim-2016/baca </link>
<guid> 40-mahasiswa-unmul-dilantik-sebagai-genbi-kaltim-2016 </guid>
<pubDate> Sun, 03 Apr 2016 21:32:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama, GENBI Kaltim 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/40-mahasiswa-unmul-dilantik-sebagai-genbi-kaltim-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6aarWamKwC.JPG" />
					</figure>
			                <h1>40 Mahasiswa Unmul dilantik Sebagai GENBI Kaltim 2016</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Setelah melewati tahap pendaftaran, seleksi berkas, dan wawancara akhirnya 40 mahasiswa Unmul terpilih sebagai penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) tahun 2016.</p><p style="text-align: justify;">Kemarin (31/3) dalam acara &ldquo;Sosialisasi Kebanksentralan dan Pelantikan Generasi Baru Indonesia (GENBI) 2016&rdquo; di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, mahasiswa tersebut resmi dilantik. Untuk diketahui GENBI merupakan komunitas yang anggotanya adalah penerima beasiswa BI yang ada di berbagai wilayah di Indonesia. Sedangkan GENBI Kaltim baru berdiri selama setahun dari pembentukanya di tahun 2015 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dilantik, para mahasiswa tersebut menerima sosialisasi terkait kebanksentralan yang dijelaskan oleh Vira Cania Arman selaku <em>Assistant Manager</em> Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan (UK3). Ditemui pasca acara, Vira menjelaskan acara tersebut juga menjadi ajang pengenalan pertama anggota GENBI Kalimantan Timur 2016. &ldquo;Karena GENBI tidak semuanya dari FE (Fakultas Ekonomi), jadi sosialisasi ini untuk mengenalkan apa sih tugas dan fungsi dari Bank Indonesia,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan tugas GENBI adalah sebagai pusat informasi yang mengenalkan peran, tugas, dan fungsi BI kepada masyarakat terutama mahasiswa Unmul. &ldquo;GENBI harus lebih semarak dan berkontribusi dalam setiap kegiatan dan program sosial Bank Indonesia,&rdquo; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemilihan ketua dan pengurus inti GENBI Kaltim 2016. Berdasarkan musyawarah dan voting terpilih Endra Julianto mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2012 sebagai ketua. Dirinya berharap ke depanya anggota GENBI bisa memaksimalkan perannya dan mempergunakannya sebagai wadah kontribusi untuk mewujudkan generasi kreatif demi melahirkan solusi bagi BI. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mawapres Kedokteran Gunakan Sistem Rekomendasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mawapres-kedokteran-gunakan-sistem-rekomendasi/baca </link>
<guid> mawapres-kedokteran-gunakan-sistem-rekomendasi </guid>
<pubDate> Tue, 05 Apr 2016 20:13:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> REKOMENDASI: Berbeda, Fakultas Kedokteran (FK) lakukan seleksi mahasiswa berprestasi (mawapres) lewat dosen, dijelaskan dr Swandari Paramita selaku ketua panitia mawapres FK. (foto: jdj) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mawapres-kedokteran-gunakan-sistem-rekomendasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x0lH5WDdTJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mawapres Kedokteran Gunakan Sistem Rekomendasi</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA&nbsp;</strong><span>- Pemilihan mahasiswa berprestasi (mawapres) Fakultas Kedokteran (FK) Unmul memasuki tahun keempat. Nazla Amanda mewakili FK dalam ajang mawapres Unmul&nbsp;</span><span>dari delapan kandidat terpilih, diumumkan hari ini.&nbsp;</span><span>Siap diseleksi kembali pada Mei mendatang&nbsp;</span><span>bersama perwakilan fakultas lainnya&nbsp;</span><span>untuk mewakili Unmul dalam kancah nasional.</span></p><p align="justify"><span>Dijelaskan dr Swandari Paramita, ketua panitia penyelenggara mawapres FK, pihaknya menyeleksi kandidat mawapres sejak awal semester enam. Pada mulanya terjaring 12 mahasiswa yang memenuhi kriteria nilai Indeks Prestasi Kumulatif&nbsp;</span><span>(IPK)</span><span>&nbsp;minimal 3.00.</span></p><p align="justify"><span>&ldquo;Lalu melihat poin selanjutnya, yaitu prestasi. Didapati delapan kandidat. Sasarannya memang memang mahasiswa tahun ketiga,&rdquo; terang Swandari. Seluruh kandidat diberi waktu seminggu mempersiapkan gagasan yang nantinya dipresentasikan dalam bahasa inggris.</span></p><p align="justify"><span>Seleksi tidak dilakukan terbuka, namun lewat dosen. Diterangkan dokter umum itu, sebagian besar mahasiswa FK lebih konsentrasi terhadap perkuliahan ketimbang mengikuti perlombaan. &ldquo;Pertimbangannya sedikit sulit. Harus lolos poin IPK dan prestasi,&rdquo; tambah dia, ditemui Selasa (5/4/</span><span>2016</span><span>) siang di Unit Keterampilan Medik, Unmul.</span></p><p align="justify"><span>&ldquo;</span><span>Mahasiswanya juga belum banyak yang tertarik dengan ajang mawapres. Diseleksi berdasarkan kriteria yang ada atau rekomendasi dosen,&rdquo; tambah Muhammad Yusuf Aditya Prawira selaku Presiden BEM FK saat dikonfirmasi.&nbsp;</span></p><p align="justify"><span>Ditemui terpisah, Fitryani Menteri Penalaran dan Keilmuan BEM KM mengatakan bahwa sistem penyeleksian mawapres berbeda-beda setiap fakultas. Melalui sistem rekomendasi pun seleksi terbuka seperti yang dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).</span></p><p align="justify"><span>Dalam rentang waktu 18-20 April, masing-masing fakultas harus menyetorkan nama perwakilan. Fitryani menambahkan bahwa tahap mawapres berjenjang mulai prodi hingga universitas.</span></p><p align="justify"><span>&ldquo;BEM KM juga telah membentuk tim khusus untuk mawapres, membantu jalannya proses dan saat ini masih tahap diskusi untuk tempat penyeleksian tingkat Unmulnya,&rdquo; kata dia.&nbsp;</span>T<span>erdata 13 dari 14 fakultas yang akan mengirimkan perwakilannya. &ldquo;Tanpa Fakultas Ilmu Budaya,&rdquo; kata Fitry. Setelah terseleksi, 20-23 Juli menjadi tahap seleksi nasional. Penyeleksian dengan seluruh universitas negeri se-Indonesia.&nbsp;</span><em><strong>(tia/mir/e2)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pentas Teater Mahib’e Menjajal Panggung Serius </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/pentas-teater-mahibe-menjajal-panggung-serius/baca </link>
<guid> pentas-teater-mahibe-menjajal-panggung-serius </guid>
<pubDate> Tue, 05 Apr 2016 20:25:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelakon dalam teater Mahib'e tengah beradu peran </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/pentas-teater-mahibe-menjajal-panggung-serius/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WgkeqSFViR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pentas Teater Mahib’e Menjajal Panggung Serius</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>Teater Mahib&rsquo;e yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mempersembahkan pentas tunggal yang bertajuK &rdquo; Orkes Madun 1 Atawa, Madekur &amp; Tarkeni&rdquo; berkolaborasi dengan Yam Fai. Pentas tersebut dilakukan di Gedung Rinjani Asnawi di Taman Budaya, Sabtu (2/4) malam.</p><p style="text-align: justify;">Pentas ini adalah orkes adaptasi dari judul yang sama oleh Arifin C. Noer.Di sutradarai oleh Wawan Soerawan yang tidak lain merupakan ketua dari Teater Mahib&rsquo;e. &rdquo;Harapan setiap orang tua itu sama, ingin anaknya menjadi sukses.Ketika harapan itu tidak tercapai kecewanya itu luar biasa,&rdquo; ujar Wawan terkait pesan yang dibawa dalam pentas.</p><p style="text-align: justify;">Diungkapkannya, pentas ini sempat memiliki beberapa kendala terkait aktor dan aktris yang akan bermain. &ldquo;Aktor dan aktrisnya ini mayoritas itu baru main teater pertama kali. Maksudnya main di panggung yang serius dengan panggung konvensional ini baru pertama kali,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Proses adaptasi aktor dan aktris memakan waktu dan proses yang lumayan lama. Itu terhitung sejak September 2015. Namun, menurut Wawan itu cukup masuk akal sebab teater panggung yang cukup sulit. &ldquo;Perlu jam terbang yang banyak untuk menyesuaikan panggung dan segala macamnya, karena atmosfer <em>live</em> tanpa media apapun yang direkam itu emosinya pasti berbeda,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ke depan Teater Mahib&rsquo;e masih akan menampilkan pentas lagi. Lokasi pentas nanti akan menggunakan lapangan belakang milik FIB. &ldquo;Mumpung belum liburan karena kalau liburan anak-anak pada pulang kampung. Nanti bakal ada lagi pertunjukan kecil-kecilan,&rdquo; tukasnya mahasiswa Sastra Indonesia 2013 tersebut. <strong><em>(fqh/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FEB Gelar Mawapres 14 April Mendatang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-gelar-mawapres-14-april-mendatang/baca </link>
<guid> feb-gelar-mawapres-14-april-mendatang </guid>
<pubDate> Wed, 06 Apr 2016 21:21:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-gelar-mawapres-14-april-mendatang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JdPLQJwTMv.JPG" />
					</figure>
			                <h1>FEB Gelar Mawapres 14 April Mendatang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) serentak dilakukan beberapa fakultas di lingkungan Universitas Mulawarman. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) salah satunya. Umi Riyana, selaku Ketua Departemen Komunitas Generasi BEM FEB mengatakan, seleksi penerimaan Mawapres diadakan tanggal 14 April dan berlangsung di Ruang Sidang Dekanat FEB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hingga saat ini, jumlah peserta belum diketahui karena masih tahap perekapan,&quot; ungkap Umi ketika ditemui di Gedung S2 FEB (6/4). Persyaratan yang diajukan sama seperti fakultas lainnya. Umi menambahkan, tahap seleksi peserta dilihat dari CV atau sertifikat peserta serta kemampuan berbahasa yang dimiliki. Sejauh ini, BEM FEB menyebarluaskan informasi yang ada melalui sosial media dan mulut ke mulut. Namun, jika peserta masih minim. Maka dilakukan sistem tunjuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Fakultas akan memberi pembimbing bagi peserta yang lolos seleksi nanti,&quot; terangnya. Info mengenai Mawapres dapat dilihat di akun instagram BEM FEB @bemfeb. <strong>(tia/e1)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semester Pendek di Fisip Resmi Ditiadakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semester-pendek-di-fisip-resmi-ditiadakan/baca </link>
<guid> semester-pendek-di-fisip-resmi-ditiadakan </guid>
<pubDate> Mon, 18 Apr 2016 19:00:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tumpukan daftar nilai semester pendek, di salah satu sudut ruang akademik Fisip Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semester-pendek-di-fisip-resmi-ditiadakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5MGxllN5UM.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Semester Pendek di Fisip Resmi Ditiadakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-</strong> Mulai tahun 2016 semester pendek di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) ditiadakan. Hal ini dibenarkan oleh Wakil Dekan I, Endang Erawan. Dirinya mengungkapkan keputusan tersebut sudah melalui hasil rapat dari Kepala Prodi dan dosen-dosen Fisip.</p><p style="text-align: justify;">Semester pendek ditiadakan dengan alasan mahasiswa tidak serius dalam perkuliahan. Semester pendek juga tidak wajib diikuti layaknya perkuliahan reguler. &ldquo;Mereka (mahasiswa) hanya tidak serius dalam mengejar nilai dengan bisa diulang saat semester pendek. Dosen juga tidak mau dengan adanya semester pendek,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai pertentangan ditiadakannya semester pendek dengan buku Tata Tertib Unmul, Endang menjelaskan keputusan FISIP sudah disetujui pihak rektor. Bahkan Wakil Rektor I sudah mengetahui. &ldquo;Untuk lebih jelasnya, tunggu surat keputusan resminya nanti,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kekecewaan ditiadakannya semester pendek menghinggapi mahasiwa. Termasuk bagi Dea Devi Kharina. Menurutnya, semester pendek membantu mahasiswa yang ingin memperbaiki nilai. Dea menuturkan jika semester pendek ditiadakan akan memperlambat proses kelulusan mahasiswa. &ldquo;Saya ada mengulang satu mata kuliah yang ada turunannya. Jika saya mengikuti semester pendek, saya bisa meringkas waktu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2014 ini memaparkan, jika mahasiswa dianggap tidak serius mengikuti semester pendek tidak benar. Mahasiswa justru sangat ingin mengejar ketetinggalan materi mata kuliahnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada juga diungkapkan Onel Ramadhani. Onel menuturkan semester pendek membantu mahasiswa lulus cepat dan tidak perlu mengikuti kelas reguler untuk mengulang. &ldquo;Jadi kita tidak perlu meninggalkan mata kuliah lain lagi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Onel, bukan hanya dari mahasiswa yang perlu membenahi diri tapi kadang dosen memberi nilai asal-asalan saja. &ldquo;Saya saja kaget teman saya pintar tapi ada mata kuliah mengulang karena dosennya tidak jelas,&rdquo; kata mahasiswa Ilmu Komunikasi 2014 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa prodi melalui keterangan Kepala Prodi membenarkan persetujuan ditiadakannya semester pendek. Hanya saja mereka bungkam akan keputusan tersebut karena belum terbitnya pengumuman dari dekan. <strong><em>(mwp</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wajibkah PPG Bagi Sarjana Muda FKIP? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajibkah-ppg-bagi-sarjana-muda-fkip/baca </link>
<guid> wajibkah-ppg-bagi-sarjana-muda-fkip </guid>
<pubDate> Tue, 19 Apr 2016 18:47:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Calon guru menuju sertifikasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajibkah-ppg-bagi-sarjana-muda-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UdAojvtZbG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wajibkah PPG Bagi Sarjana Muda FKIP?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik se-Indonesia, Pemerintah Pusat mengeluarkan berbagai kebijakan.Salah satunya berupa Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 yang mengharuskan guru profesional memiliki kualifikasi akademik sekurang-kurangnya Diploma IV atau S-1 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan bersertifikat pendidik.</p><p style="text-align: justify;">Adapun salah satu pola mendapatkan sertifikat pendidik dengan mengikuti sertifikasi guru berbentuk Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kebijakan ini telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, salah satunya di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, syarat bagi sarjana pendidik untuk mengajar harus memiliki Akta IV. Namun, sertifikat Akta IV untuk sarjana pendidik telah tidak diberlakukan sejak masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dan, digantikan dengan PPG sehingga sarjana pendidik yang ingin menjadi pengajar harus memiliki sertifikat PPG.</p><p style="text-align: justify;">Begitu juga di Unmul, kebijakan PPG juga diberlakukan bagi seluruh mahasiswa FKIP sebagai syarat untuk menjadi guru setelah mendapat gelar sarjana. &ldquo;Untuk menjadi guru yang PNS jalurnya SM3T (sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal) selama setahun. Setelah SM3T akan ada PPG pasca SM3T juga selama setahun,&rdquo; ujar Hermansyah selaku Staff Administratif dan Pengelolaan Keuangan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPG FKIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi terkait apakah wajib mengikuti PPG ini, ia mengatakan pihak kampus tidak mewajibkan para mahasiswa untuk mengikuti PPG. &ldquo;Bukan diwajibkan, cuman kalau mau jadi guru wajib ikut. Artinya jika tidak mengikuti itu tidak bisa jadi guru PNS,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih detail, Hermansyah menyatakan pelaksanaan PPG ini dilaksanakan selama setahun namun bukan dalam bentuk perkuliahan. &ldquo;PPG pasca SM3T dilaksanakan selama setahun. Kegiatannya berupa Workshop selama 6 bulan dan PPL (praktek &nbsp;pengalaman lapangan) selama 4 bulan. Sisanya membuat laporan dan diasramakan,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Maulana Husin, salah satu mahasiswa FKIP prodi Bahasa Inggris turut menanggapi perihal PPG tersebut. Menurutnya kebijakan ini malah justru memberatkan mahasiswa lulusan FKIP. &ldquo;Ibarat kami sudah mendapatkan ilmu mengajar, masa mengambil lagi (profesi)? Lagipula, kualitas diri itu juga terganting dari diri sendiri,&rdquo; tanggapnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Husin, Rendy Yusfa menuturkan bahwa PPG tersebut lebih baik diambil. &ldquo;Sebaiknya itu diambil karena saat menjadi guru nanti mestidi ambil. So, selagi baru lulus mending ambil duluan,&rdquo; tutur mahasiswa FKIP prodi Pendidikan Kewarganegaraan tersebut. <strong><em>(dan/snh/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar  4 Pilar Kembali Digelar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/seminar-4-pilar-kembali-digelar/baca </link>
<guid> seminar-4-pilar-kembali-digelar </guid>
<pubDate> Tue, 19 Apr 2016 21:27:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puluhan mahasiswa dan dosen memadati Gedung Serbaguna Rektorat untuk mengikuti sosialisasi  4 pilar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/seminar-4-pilar-kembali-digelar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J4DcbQKjJh.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Seminar  4 Pilar Kembali Digelar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> &ldquo;Keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Jawa,&rdquo; demikian kalimat akhir Rezki Amalia saat mengajukan pertanyaan pada Muhammad Idris, anggota MPR RI perwakilan Kaltim. Rezki menanyakan bagaimana tanggapan Idris terkait pembangunan yang dinilainya tidak merata, hanya terpusat di Jawa.</p><p style="text-align: justify;">Guna meningkatkan wawasan dan rasa nasionalisme di kalangan mahasiswa, MPR RI bekerja sama dengan Unmul kembali menggelar sosialisasi &nbsp;empat pilar kebangsaan. Menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang berbeda, yakni politisi dan akademisi. Muhammad Idris, anggota DPD dan MPR RI perwakilan Kaltim serta Jauchar Barlian, dosen Fakultas Hukum Unmul, sosialisasi yang dibuka oleh Rektor Unmul itu berlangsung hingga pukul 16.00 sore tadi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sosialisasi disampaikan Idris dan Jauchar tentang pentingnya penghayatan dan pengamalan empat pilar. Tidak hanya dalam kehidupan berbangsa bernegara, tapi juga dalam kehidupan kampus. Mahasiswa diharapkan dapat menjadikan empat pilar tersebut sebagai penunjang peranannya sebagai agen perubahan kelak di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Idris mengatakan, empat pilar memuat banyak nilai yang mencerminkan karakter bangsa Indonesia. &ldquo;Ketaqwaan, keadilan, kesetaraan, keselarasan, hingga persatuan dan kesatuan. Jika kita semua mengamalkan ini, saya yakin bangsa Indonesia akan aman dan damai. Saya optimis bangsa Indonesia akan jadi bangsa yang maju,&rdquo; kata Idris.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Idris, &ldquo;Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, patut dihayati serta diamalkan mahasiswa dengan komitmen dan ucapan yang bisa dipegang,&rdquo; papar Jauchar saat menyampaikan materi.</p><p style="text-align: justify;">Usai pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Armin Beni Pasapan, mahasiswa Hubungan Internasional menanyakan tujuan dan ketepatan sasaran sosialisasi. Armin juga mengatakan sosialisasi semacam ini hendaknya diikuti pula oleh pejabat dan pemangku kepentingan agar lebih peka dalam melaksanakan amanah dari rakyat. <strong><em>(aml/e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cendekia Fair Adakan LKTI Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/cendekia-fair-adakan-lkti-nasional/baca </link>
<guid> cendekia-fair-adakan-lkti-nasional </guid>
<pubDate> Tue, 19 Apr 2016 21:35:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dokumentasi LC: Pembagian hadiah pemenang ajanga Cendekia Fair 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/cendekia-fair-adakan-lkti-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H8WxED5DHA.png" />
					</figure>
			                <h1>Cendekia Fair Adakan LKTI Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Membawa semangat keilmiahan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lesehan Cendekia Unmul mengadakan acara nasional. Bertajuk Cendekia Fair (CF) acara yang terdiri dari seminar beasiswa luar negeri, lomba karya tulis ilmiah (LKTI) nasional, dan seminar nasional ini sukses digelar selama dua hari pada 16-17 April lalu.</p><p style="text-align: justify;">Angga Widyatmoko selaku ketua panitia mengatakan tujuan dari CF tahun ini adalah membentuk generasi muda pemberi solusi atas permasalahan-permasalahan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema <em>harmony &nbsp;between science and technology</em> CF tahun ini mendatangkan peserta dan pembicara nasional. Peserta LKTI datang dari Universitas Hasanudin, Universitas Mataram, dan Unmul mempresentasikan karya tulis mereka dihadapan juri.</p><p style="text-align: justify;">Sementara seminar nasional menghadirkan pemateri Hari Dwi Suharsono salah satu pendiri Indonesia Medika dan Klinik Asuransi Sampah.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui CF yang kental dengan nuansa keilmuan dan penelitian ini pertama kali diadakan pada tahun 2014. CF tahun ini merupakan tahun ketiga. Acara ini patut diapresiasi karena berhasil mengadakan LKTI tingkat nasional yang kalau boleh jujur masih sangat jarang di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sekretaris umum UKM Lesehan Cendekia Siti Badriatul Mursyidah juga menyayangkan kurangnya publikasi CF pada tahun ini, sehingga mahasiswa unmul tidak banyak yang mengetahui acara ini. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apa Kabar Skripsi Lawas di Perpustakaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/apa-kabar-skripsi-lawas-di-perpustakaan/baca </link>
<guid> apa-kabar-skripsi-lawas-di-perpustakaan </guid>
<pubDate> Wed, 20 Apr 2016 19:56:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perpustakaan Fkip Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/apa-kabar-skripsi-lawas-di-perpustakaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jKsKnC9lIb.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Apa Kabar Skripsi Lawas di Perpustakaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Isu skripsi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Pahlawan yang dikilokan beredar luas. Menanggapi hal itu Hamdian, kepala Perpustakaan FKIP Pahlawan mengungkapkan satu mahasiswa skripsi bisa memenuhi eksemplarnya. Seringnya skripsi yang ada tiap prodi penuh. Hal itu membuat skripsi dipindah ke perpustakaan fakultas. &nbsp;&ldquo;Skripsi yang sudah di atas lima tahun akan diikat kemudian disimpan,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai isu skripsi dikilokan, ia tidak tahu benar atau tidak ada oknum yang berbuat seperti itu. Kalaupun skripsi dibongkar lagi, ia tidak mempermasalahkan. Sebab terkadang mahasiswa butuh mencari referensi bahan skripsi dari skripsi lawas.</p><p style="text-align: justify;">Andai tempatnya memadai, Hamdian ingin saja memajang seluruh skripsi mahasiswa FKIP Pahlawan mulai dari skripsi pertama hingga yang terakhir. Saat ini alur penyimpanan skripsi, prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Inggris menyimpannya terlebih dahulu di ruangan masing-masing. Jika mulai penuh maka baru dipindahkan ke perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang langsung membawa skripsi mahasiswa &nbsp;ke Perpustakaan FKIP Pahlawan. Dikatakan Wiwiek Haryani, ketua prodi PAUD hal itu karena keketerbatasan ruangan prodi. &ldquo;Selain itu agar mahasiswa mudah mencari refrensi jika disimpan di perpustakaan,&rdquo; ujarnya. <a name="_GoBack"><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><strong style="font-style: italic;">(</strong></span><strong><span style="color: rgb(0, 0, 0);">mwp/mpr/e2)</span></strong></a></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepada Pembeli </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kepada-pembeli/baca </link>
<guid> kepada-pembeli </guid>
<pubDate> Wed, 20 Apr 2016 20:02:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Pembeli dan penjual </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kepada-pembeli/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/769Qkt50iZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kepada Pembeli</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: center;">Jika dikatakan pembeli ialah raja.</p><p style="text-align: center;">Maka pantaskan dirimu itu sebijak raja. Cerdaskan dirimu secerdas raja.</p><p style="text-align: center;">Jangan tertipu gambar sempurna.</p><p><br></p><p style="text-align: center;">Pantaskan dirimu itu sebijak raja pada rakyatnya.</p><p style="text-align: center;">Tak terbayang getir, pedagang kaki lima kala kau beli setengah harga.</p><p><br></p><p style="text-align: center;">Hari hujan, nada atap berkejaran bersahutan.</p><p style="text-align: center;">Hari gerimis, nampak miris para pengais di bawah lapak tipis.</p><p style="text-align: center;"><br></p><p style="text-align: center;">Mereka menantimu.</p><p style="text-align: center;">Mereka bersaing.</p><p style="text-align: center;">Demi lembaran penyambung hidup.</p><p style="text-align: center;"><br></p><p style="text-align: center;">Maka jadilah raja yang cerdas dan punya hati. Selamat Hari Pembeli!</p><p style="text-align: left;"><br></p><p>Ditulis oleh: Amelia Rizky Yunianty, mahasiswa Fisip Unmul</p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Berbenah Menuju Unggul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-berbenah-menuju-unggul/baca </link>
<guid> unmul-berbenah-menuju-unggul </guid>
<pubDate> Thu, 21 Apr 2016 19:48:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Iman Surya, Ketua Sistem Penjamin Mutu Internal dalam LP3M </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-berbenah-menuju-unggul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UlNkx7vpfE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Berbenah Menuju Unggul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Menjadi perhatian banyak pihak, Unmul sempat disebut pasif karena minim penelitian. Universitas kebanggaan Kalimantan Timur tersebut berusaha untuk menuju nilai unggul. Nilai unggul dalam hal ini peningkatan akreditasi, harus ada koordinasi antara universitas dan fakultas guna menyediakan layanan dan kegiatan yang sesuai standar agar visi dan misi tercapai.</p><p style="text-align: justify;">Iman Surya saat ditemui di kantornya, menyampaikan bahwa Unmul berada di bawah universitas swasta lain di Samarinda, seperti Universitas 17 Agustus dan Universitas Widya Gama. Ini disebabkan kunjungan website unmul, unmul.ac.id masih kurang. &ldquo;Pengunjung web kita meningkat pada bulan-bulan tertentu saja. Kebanyakan mahasiswa hanya mengunjungi website pada pengurusan KRS maupun melihat nilai atau KHS,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Iman, Unmul harus berani keluar dari zona aman. Maksudnya, menjadi bagian di masyarakat yang mana juga tertera dalam Tri Darma perguruan tinggi. Membuka ruang bagi dosen untuk menulis jurnal-jurnal. Ia menambahkan bahwa suatu ketika gubernur Kalimantan Timur mengatakan bahwa Unmul minim penelitian. Sebenarnya Unmul punya banyak penelitian, namun tidak terekspos.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam hal ini, civitas berperan penting. Civitas ini termasuk di dalamnya mahasiswa, dosen, dan pelaksana administrasi,&rdquo; jelas ketua sistem penjamin mutu internal dalam Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjamin Mutu (LP3M) tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Harus ada harmonisasi di antara ketiganya. Yang paling terlihat dalam hal ini ialah dalam proses belajar mengajar. Mahasiswa dan dosen sama-sama diberi kesempatan guna mengembangkan kemampuannya. Tidak hanya terpaku pada rutinitas kampus saja.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan nilai unggul, Iman mengatakan tidak bisa dititik beratkan pada pihak kampus saja. Maka mahasiswanya juga harus berani keluar dari zona amannya. &ldquo;Ketika mahasiswa berani keluar dari zona aman, mengembangkan potensi diri karena ke depan, MEA terus menjadi bagian dari diri kita. Dengan demikian, secara tidak langung bisa menambah nilai plus untuk Unmul,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(bru</em></strong><strong><em>/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM Band Harumkan Unmul di Kancah Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-band-harumkan-unmul-di-kancah-nasional/baca </link>
<guid> ukm-band-harumkan-unmul-di-kancah-nasional </guid>
<pubDate> Sun, 24 Apr 2016 21:03:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKM BAND di Jakarta dalam IDP 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-band-harumkan-unmul-di-kancah-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rTWjj0ynGA.JPG" />
					</figure>
			                <h1>UKM Band Harumkan Unmul di Kancah Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Alrandy Khayuris boleh berbangga, UKM Band Unmul yang dipimpinnya kembali menampilkan karyanya di belantika musik Indonesia. Bertajuk Indonesia Drummer &amp; Perkusi Festival (IDPFEST) sebuah acara musik nasional yang menghadirkan drummer dan perkusionis legendaris Indonesia, UKM Band hadir sebagai perwakilan Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebanyakan yang hadir di sana berasal dari kalangan sekolah musik. Kamilah satu-satunya yang berasal dari institusi Perguruan Tinggi Negeri,&rdquo; ujar pria yang akrab disapa Randy ini.</p><p style="text-align: justify;">Diungkapkan Randy, IDPFEST yang diprakarsai oleh organisasi musik <em>Indonesian Drummers&nbsp;</em>(ID) ini berlangsung selama empat hari sejak 30 Maret sampai 2 April 2016 di Bentara Budaya Jakarta. Pada kesempatan tersebut UKM Band menampilkan &lsquo;Langgam Band dan Etnik Perkusi&rsquo; &nbsp;berkolaborasi dengan<em>&nbsp;</em>Heru Prasetyo dari ID Samarinda dan drummer cilik Muhammad Rafi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita membawa etnik dan budaya Kalimantan, menyanyikan lagu &lsquo;Nyanyian Sunyi&rsquo; ciptaan Bang Sigit Yupa, lagu Dayak Bahau tifan, tarian dan kolaborasi perkusi lagu Dayak Belian,&rdquo; jelas mahasiswa Jurusan Administrasi Negara itu.</p><p style="text-align: justify;">IDPFEST yang diketuai oleh cucu presiden pertama Indonesia Soekarno, yaitu Ekki Soekarno ini menghadirkan musisi dan drummer senior Indonesia diantaranya Hendi GIGI, Benny Mustafa, Gilang Ramadhan, Marcell Siahaan dan masih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Selain penampilan musik, UKM Band juga berpartisipasi dalam rangkaian acara IDPFEST lainnya. Seperti pameran, klinik edukasi bersama drummer senior, dan melihat langsung peforma panggung drummer dan perkusionis legendaris Indonesia dekade 50, 60, 70 dan 80-an.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak dapat ilmu selama di sana, bahkan diawal kami sempat grogi karena semuanya adalah artis. Panitianya artis, tamunya artis, yang nonton juga artis,&rdquo; kesan Randy menutup perbincangan. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Isu Dunia dalam SDC 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/isu-dunia-dalam-sdc-2016/baca </link>
<guid> isu-dunia-dalam-sdc-2016 </guid>
<pubDate> Sun, 24 Apr 2016 21:14:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana lomba Speech SDC 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/isu-dunia-dalam-sdc-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8alYiDRrRq.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Isu Dunia dalam SDC 2016</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ruang Sidang Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unmul bergemuruh. Puluhan orang tampil dan berinteraksi menggunakan bahasa Inggris. Suasana itu menjadikan hadirin seolah tak berada di Nusantara.</p><p style="text-align: justify;">Sejak kemarin hingga hari ini (24/4), Fisip diramaikan dengan acara Speech and Debate High School Level Competition (SDC) yang merupakan salah satu program kerja unggulan Departemen Riset dan Kajian Strategis Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi).</p><p style="text-align: justify;">Mengangkat tema &ldquo;Globalize Your International Competitiveness Passion,&rdquo; acara ini membahas mendalam beragam permasalahan dunia. Salah satunya adalah persoalan wajib militer, yang diperdebatkan dalam final dan dimenangkan oleh tim SMA Kristen Sinodia Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, isu wajib militer wacananya akan diterapkan di Indonesia. Dikenal dengan istilah bela negara, hal ini menuai pro dan kontra. Program tersebut rencananya bakal wajib diikuti oleh penduduk berusia di bawah 50 tahun selama sebulan penuh dengan fokus utama revolusi mental, penghayatan empat pilar, lima nilai cinta tanah air, pengenalan alutsista TNI, hingga latihan baris berbaris, dan kegiatan semacamnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah menilai program ini sebagai upaya pembentukan rakyat dalam menghadapi ancaman dari luar, mengingat sejumlah wilayah potensial Indonesia berbatasan langsung dengan negara tetangga. Meski begitu, tak sedikit yang kontra terhadap program ini. Sejumlah pihak bahkan menilai program ini hanyalah pengalihan isu nasional yang sedang terjadi. Selain itu, aspek kesiapan dan efektivitas juga perlu diperhatikan.</p><p style="text-align: justify;">Fahrurrozi, Ketua Panitia SDC 2016 menyebutkan, SDC bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus yang berpikir kritis tentang permasalahan dunia. &ldquo;Serta untuk memberikan wawasan yang lebih luas demi masa depan bangsa,&rdquo; kata mahasiswa yang akrab disapa Oji itu.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak ada perbedaan signifikan dari SDC sebelumnya, Armin Beni Pasapan, ketua umum Himahi berharap SDC dapat terus digelar setiap tahun, peserta lebih banyak, dan region bisa lebih luas. &rdquo;Semakin luas regionnya, &nbsp;tentu semakin kompetitif,&rdquo; ujar Armin.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Armin dan Oji, acara ini melibatkan sebanyak 8 sekolah dari 3 regional wilayah Kaltim, yakni Samarinda, Tenggarong, dan Balikpapan. Dengan total peserta hampir 50 orang dan 28 panitia. Acara ini pun bekerja sama dengan UKM Mulawarman Debate Society (MDS) Unmul dan Briton Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi soal Fisip yang dikatakan minim agenda, Armin dan Oji tak sepakat. Mereka berpendapat, agenda Fisip sebenarnya banyak, namun kurang terpublikasi secara luas.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir perbincangan, mereka berbagi tips penyelenggaraan event. &ldquo;Kita perlu mempererat hubungan dengan birokrasi, senior, alumni, perkuat internal kepanitiaan, pengistirahatan beberapa waktu untuk maksimal kinerja &nbsp;panitia,&rdquo; beber Armin. &ldquo;Penting juga untuk <em>long preparation</em>,&rdquo; Oji menambahkan.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, tim SMA Kristen Sinodia yang beranggotakan Vera Claresta, Evandy Shohan, dan Jonathan Suciono mengungkapkan kebahagiaannya keluar sebagai pemenang. &ldquo;Kami enggak nyangka, kami masih terhitung baru dalam lomba debat. Di sini kami dapat banyak teman dan pengalaman. Kami berharap bisa terus berprestasi dan membawa nama harum SMA kami,&rdquo; imbuhnya. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SP Kedua bagi Desiana, Aset Faperta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sp-kedua-bagi-desiana-aset-faperta/baca </link>
<guid> sp-kedua-bagi-desiana-aset-faperta </guid>
<pubDate> Tue, 26 Apr 2016 19:22:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Pemberian Surat Peringatan (SP) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sp-kedua-bagi-desiana-aset-faperta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S9iBoVerhJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SP Kedua bagi Desiana, Aset Faperta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Surat peringatan (SP) kedua diluncurkan Wakil Dekan II Fakultas Pertanian (Faperta) kepada Desiana. Dosen prodi Agroteknologi itu dikabarkan menghilang sejak dua bulan lalu. Tidak ada yang tahu keberadaan Desiana saat ini. Baik keluarga maupun kawan sesama dosen hanya bisa menanti kabar darinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari pihak keluarga sudah meminta agar Desi diberi izin sampai batas waktu yang masih belum bisa ditentukan. Jadi di sini saya juga bertentangan antara nurani dengan aturan,&rdquo; ujar Samad Ramayana, kepala prodi Agroteknologi.</p><p style="text-align: justify;">Sejak Jumat (15/4) lalu SP kedua resmi dilayangkan. Surat tersebut dikirim untuk menindaklanjuti SP pertama yang tak ditanggapi Desiana. Di ruangan Samad, surat-surat itu tergelatak rapi tak kunjung diambil oleh pihak yang bersangkutan. &ldquo;Dalam hal ini yang bersangkutan adalah Ibu Desiana, tapi beliau hingga saat ini belum ada kabar. Jika masih tidak ada kabar, peringatan ketiga mungkin ada lagi,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Samad mengatakan, saat ini Desiana tidak dapat dihubungi sama sekali. Tapi, tetas Fakultas ingin membuka jalan jikalau nanti Desiana pulang. Bagaimanapun, keilmuan Desiana masih dibutuhkan, khususnya, prodi Agroteknologi. &ldquo;Ibu Desi itu aset. Dia orangnya kreatif dengan mahasiswa juga baik. Dia telaten jadi kalau ada apa-apa, saya suka tenang, soalnya ada Ibu Desi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Desiana sudah menjadi bagian dari Unmul sejak Februari, 1998. Siapa sangka 18 tahun kemudian, tepatnya 18 Februari jadi hari terakhir Desiana muncul di Faperta. Bahkan, Samad baru mengetahui kabar hilangnya Desiana setelah lewat beberapa minggu.</p><p style="text-align: justify;">Semester genap kali ini Desiana mengajar tiga mata kuliah dan menjadi pembimbing skripsi bagi beberapa mahasiswa. Semenjak diketahui tidak masuk, Samad pun bergerak cepat. Tiga mata kuliah yang diampu perempuan kelahiran 13 Desember 1971 itu dialihkan kepada tim dosen yang lain. Sementara untuk bimbingan, dioper kepada dosen pembimbing kedua. &ldquo;Yang jurusan lakukan koordinasi dengan dosen lain karena kita semua di sini adalah tim,&rdquo; tandasnya. (*/<strong><em>wal</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudah Dibeli, 1000 Buku PAI Tak Tersalurkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-dibeli-1000-buku-pai-tak-tersalurkan/baca </link>
<guid> sudah-dibeli-1000-buku-pai-tak-tersalurkan </guid>
<pubDate> Tue, 26 Apr 2016 19:42:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menumpuk. Ribuan buku PAI seharga 65 ribu terlihat menumpuk di beberapa sudut ruangan staf MKAI. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-dibeli-1000-buku-pai-tak-tersalurkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RhQtN4hqiU.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sudah Dibeli, 1000 Buku PAI Tak Tersalurkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong><strong>&nbsp;</strong>Muhammad Faridzul Rifqi<strong>&nbsp;</strong>bingung ketika mendaftar Praktikum Agama Islam (PAI). Sebab, dirinya diminta membayar sebesar Rp. 65 ribu. Dikatakan, uang itu untuk membeli buku agama dan bersifat wajib. Namun, setelah membayar, informasi yang didengarnya kemudian berubah. &ldquo;Tidak wajib. Hanya dianjurkan membeli,&rdquo; ucapnya saat ditemui <em>Sketsa</em> 17 Desember 2015 silam.</p><p style="text-align: justify;">Informasi simpang siur tersebut sekaligus membuatnya resah. Setelah membayar, dia mengatakan belum menerima buku PAI hingga perkuliahan berjalan hampir di penghujung semester dua. Dia berharap bukunya segera dibagikan. &ldquo;Atau kembalikan saja uangnya,&rdquo; tegas mahasiswa Sosiatri 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Terlebih, buku yang dia beli itu tidak digunakan saat perkuliahan. Dosen pengajar hanya mendikte materi perkuliahan kepada mahasiswa. &ldquo;Kami sudah bayar, harusnya difasilitasi,&rdquo; ujarnya. Dia khawatir, buku yang tidak dibagi itu akan dijual kembali tahun depan. Rifqi mengatakan dirinya sudah berusaha menanyakan kejelasan tersebut kepada dosen dan mentornya di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fisip, namun tak menemukan kejelasan.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Ismail Nanang, Staf Mata Kuliah Agama Islam (MKAI) mengemukakan, dirinya sudah menginformasikan kepada seluruh mahasiswa baru (maba) saat registrasi untuk datang kembali ke ruangannya di Gedung MPK lantai 2, pada tanggal tertentu untuk mengambil buku tersebut. &ldquo;Tapi nyatanya tidak banyak yang kembali,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kini terdata 1000 buku agama masih menumpuk di ruangan Ismail dan belum tersalurkan. Disebutkan, mahasiswa masih bisa mengambil buku tersebut dengan membawa bukti pembayaran. &ldquo;Kalau bukti pembayarannya hilang, masih bisa ambil dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pengadaan buku praktikum tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak 2012 lalu. Namun, tahun ini sedikit berbeda. Sistem pembayaran dilakukan di awal. Sebab, registrasi PAI dilakukan sebelum buku itu diterima pihak penanggungjawab PAI Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ditegaskan Ismail, buku tersebut memang tidak wajib. Hanya dianjurkan. Sebab, tidak semua dosen memakai buku tersebut sebagai pedoman saat perkuliahan. Dia juga menambahkan, jika buku-buku tersebut tidak diambil oleh mahasiswa, kemungkinan akan dijual kembali tahun depan.</p><p style="text-align: justify;">Staf ahli Badan Penyelenggara Pendidikan Agama Islam (BPPAI), Sarif Faizal Amir turut angkat suara soal kesimpangsiuran informasi buku tersebut. Disebutnya, pihak BPPAI tidak bertanggungjawab atas pengadaan buku. Pihaknya hanya mengarahkan maba mendapatkan buku praktikum yang gratis. &ldquo;Buku itu dari dosen, BPPAI tidak ada urusan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan, ada oknum yang salah memberikan informasi. Oleh sebab itu, pembelian buku yang bersifat dianjurkan berubah menjadi wajib. Selain itu, waktu pengambilan juga tidak disampaikan dengan baik. &ldquo;Makanya kami stop mengarahkan,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>aml/din</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bahas 'Rumah Mahasiswa' Hingga Akreditasi Ormawa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/bahas-rumah-mahasiswa-hingga-akreditasi-ormawa/baca </link>
<guid> bahas-rumah-mahasiswa-hingga-akreditasi-ormawa </guid>
<pubDate> Tue, 26 Apr 2016 21:30:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BERSAMA: Diharapkan, tidak hanya pihak civitas yang bergerak mewujudkan Unmul lebih baik, namun tanggung jawab bersama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/bahas-rumah-mahasiswa-hingga-akreditasi-ormawa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cgG1dJlLNE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bahas 'Rumah Mahasiswa' Hingga Akreditasi Ormawa</h1>
			              </header>
			              <p align="justify" lang="id-ID"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pengelolaan rumah mahasiswa alias gedung <em>student center&nbsp;</em>(SC) menjadi pokok bahasan dalam kunjungan <em>build relation (brain)</em>, program kerja rutin LPM Sketsa. Disebutkan pula, perihal penataan pedagang kaki lima (PKL) lingkungan Unmul. Menariknya, pada 2018 mendatang, Unmul bersiap menerapkan akreditasi bagi organisasi mahasiswa (ormawa).</p><p align="justify" lang="id-ID"><em>Brain</em> kali ini menyasar pihak civitas akademika, silaturahmi mengunjungi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. Dalam kesempatan tersebut, turut hadir La Hasan (Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan) dan Jumrani (Kepala Bagian Kemahasiswaan) beserta jajaran lainnya.</p><p align="justify" lang="id-ID">&ldquo;Akan dipelajari dulu, mencontoh Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sudah lebih dulu menerapkan akreditasi unit kegiatan mahasiswa (UKM), jadinya tidak hanya program studi dan institusi saja yang dapat akreditasi,&rdquo; papar Encik, ditemui di ruangannya, Selasa (26/4/2016) sore.</p><p align="justify" lang="id-ID">Sehingga jangan heran, jika nantinya UKM lama mendapat jatah anggaran lebih sedikit dibanding UKM baru jika dari segi manajemen tidak tertata. Dari situ, pihaknya berharap agar setiap UKM dapat lebih terkelola.</p><p align="justify" lang="id-ID">Sebagai UKM tingkat universitas berbasis media satu-satunya, Encik berharap LPM Sketsa dapat bersinergi dalam pengembangan Unmul lebih baik ke depannya. Dapat menjadi pendorong dan pengingat pembenahan Kampus Hijau.</p><p align="justify" lang="id-ID">&ldquo;Sistem penerapan periodisasi organisasi mahasiswa juga sedang bertahap ke tingkat fakultas. Serentak mulai awal hingga akhir tahun. Selain itu, akan ada pula kalender mahasiswa se-Unmul,&rdquo; lanjut dia. Sehingga terjadwal rapi apa saja agenda masing-masing ormawa.</p><p align="justify" lang="id-ID">Mengingat banyaknya pembenahan yang harus dilakukan, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) menjadi kendala. Jumlahnya yang tak mencukupi berimbas pada hal-hal di bawahnya.</p><p align="justify" lang="id-ID">&ldquo;Sebelum penyerahan kunci ke masing-masing pengurus organisasi, cita-cita saya tentunya sudah harus ada penerangan dan keamanan, apalagi kebersihan,&rdquo; kata Encik.</p><p align="justify" lang="id-ID">Semua hal tersebut terkendala dana dan sumber daya manusia (SDM). Imbas dari harga minyak anjlok, dikatakan Encik berpengaruh pada pencairan dana BOPTN. Walhasil, pengelolaan gedung SC terhambat.</p><p align="justify" lang="id-ID">&ldquo;Dari kegiatan ini (<em>brain</em>) kami juga dapat info-info apa saja yang ada di kalangan mahasiswa. Semoga bisa membantu memperbaiki bersama,&rdquo; ujarnya. <em><strong>(mwp/tia/mir/e3)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Simpang Siur Aturan Jam Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/simpang-siur-aturan-jam-malam/baca </link>
<guid> simpang-siur-aturan-jam-malam </guid>
<pubDate> Tue, 03 May 2016 20:06:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus Fisip Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/simpang-siur-aturan-jam-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tPMXnCCwF0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Simpang Siur Aturan Jam Malam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span>&nbsp;&ndash; Kegiatan malam di Unmul sudah sering dilakukan beberapa Hima dan UKM, namun terdapat isu mengenai surat edaran diberlakukannya jam malam di Fisip Unmul. Pertimbangan kondisi malam yang sepi dan rawan tindak kejahatan mendasariadanya isu surat edaran ini. Setelah dikonfirmasi tentang hal tersebut, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FISIP, Erwin Resmawan menyatakan tidak ada surat edaran semacam itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya tidak pernah mendengar surat edaran tentang jam malam, namun sempat ada larangan melakukan kegiatan malam karenaada yang sempat lepas dari <em>rundown</em> tahun lalu,&rdquo; jelas Erwin yang ditemui Rabu (28/4).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, menurutnya masih ada UKM atau Hima yang melakukan kegiatan malam. &ldquo;Asalkan tidak terlalu malam dan lepas dari rundown, tidak apa-apa,&rdquo; tambahnya lagi.<span>&nbsp;</span>Bila yang mengadakan UKM, mesti ada pembina yang hadir. Begitu pundengan Hima harus ada ketua program studi. Kegiatan berakhir maksimal hingga pukul10 malam.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di lain pihak, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) memberi tanggapan berbeda. Armin Beni, ketua Himahi mengatakan surat edaran memang ada dikeluarkan oleh universitas dan turun ke fakultas. &ldquo;Seingat saya ada suratnya, sekitar akhir 2015 lalu, dikeluarkan oleh Dekan dan Wakil Dekan III,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya aturan jam malam itu menurut Armin sangat mengganggu. &ldquo;Namun aturan tetap aturan yang mestinya dipatuhi. Apalagi tidak semua kegiatan malam diizinkan begitu<span>&nbsp;</span>saja,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(tia/nvt/e2)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa KKN Disarankan Punya Asuransi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-kkn-disarankan-punya-asuransi/baca </link>
<guid> mahasiswa-kkn-disarankan-punya-asuransi </guid>
<pubDate> Tue, 03 May 2016 20:20:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi: Kecelakaan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-kkn-disarankan-punya-asuransi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7gc4GDFVpo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa KKN Disarankan Punya Asuransi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Peristiwa tenggelamnya perahu ketinting di Danau Jempang, Kutai Barat yang mengangkut rombongan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda pada Selasa (19/4) lalu, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Termasuk dari kalangan civitas akademika Unmul. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul, Susilo turut menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang menyebabkan dua korban dari IAIN meninggal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Terlebih, dalam waktu dekat Unmul juga akan memberangkatkan lebih dari 1596 mahasiswanya untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke berbagai daerah di Kalimantan Timur . &ldquo;Setiap pelaksanaan KKN pasti ada kecelakaan entah kecil atau besar. Nah, yang kemarin itu terbesar karena sampai ada yang meninggal,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Susilo pun menceritakan pengalaman sejak tahun 2012 dirinya menangani KKN selalu ada kecelakaan yang dialami mahasiswa. &rdquo;Entah itu keserempet mobil atau jatuh dari motor. Bahkan tahun kemarin di Paser itu sampe ditabrak motor,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan mahasiswa KKN, LP2M telah berkoordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) di masing-masing daerah tujuan. Sedangkan untuk tanggungan kesehatan dibebankan kepada mahasiswa dengan mendaftar asuransi sebesar Rp 25 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga ia menyarankan bagi mahasiswa yang akan pergi KKN untuk memiliki asuransi. Susilo menyadari banyak mahasiswa Unmul yang mengabaikan perihal asuransi ini. Mereka mendaftar KKN tanpa memiliki asuransi. Padahal asuransi sangat penting sebagai bentuk kepedulian atas keselamatan mahasiswa. &ldquo;Ini asuransi enggak wajib tapi penting. Karena resiko yang mengancam keselamatan selalu ada,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Susilo menuturkan beberapa manfaat asuransi. Di antaranya adalah tanggungan dan tunjangan apabila terjadi kecelakaan. Meskipun ia tidak mengharapkan sama sekali akan terjadi kecelakaan pada mahasiswa yang KKN, asuransi tetap ia anjurkan sebagai bentuk kewaspadaan diri akan keselamatan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menjamin kesalamatan mahasiswa dalam keberangkatan ke lokasi KKN, LP2M akan melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh perwakilan daerah pada 10 Mei mendatang di Kabupaten Paser. Mahasiswa juga akan diberi pembekalan KKN paling lambat satu minggu sebelum keberangkatan.</p><p style="text-align: justify;">Saat keberangkatan nantinya, rombongan mahasiswa KKN juga akan diberangkatkan bersamaan per kabupaten/kota tujuan dengan didampingi dua orang dari LP2M. Kemudian diserahkan kepada Bupati dan diantar sampai ke desa dan kelurahan masing-masing. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peran Penting Gerakan Mahasiswa dalam Perjuangan Kaum Buruh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/peran-penting-gerakan-mahasiswa-dalam-perjuangan-kaum-buruh/baca </link>
<guid> peran-penting-gerakan-mahasiswa-dalam-perjuangan-kaum-buruh </guid>
<pubDate> Thu, 05 May 2016 12:29:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat Hari Buruh </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/peran-penting-gerakan-mahasiswa-dalam-perjuangan-kaum-buruh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/522tEjHnok.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peran Penting Gerakan Mahasiswa dalam Perjuangan Kaum Buruh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dalam sistem kapitalisme, kebijakan yang kapitalistik masuk ke segala aspek. Bukan hanya pada kaum buruh melainkan juga pada mahasiswa serta sistem pendidikan pada umumnya. Dapat kita lihat kebijakan disektor pendidikan pada hari ini biaya kuliah yang mahal, penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT), fasilitas yang tidak memadai, kebijakan yang mendesak mahasiswa untuk lulus dengan cepat tetapi tidak diiringi dengan kualitas, dan lain sebagainya. Kondisi demikian menyebabkan mahasiswa menjadi teralienasi dari masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Dampak dari kapitalisasi pendidikan, banyak dari mahasiswa yang menganggap remeh kaum buruh karena status sosialnya. Mahasiswa menganggap diri mereka sebagai begawan, dewa, super hero sehingga tidak mau memikirkan masalah kaum buruh apalagi bergerak bersama. Mahasiswa menjadi sibuk dengan dunianya. Orientasi mahasiswa adalah berlomba-lomba untuk lulus dengan cepat serta mendapatkan nilai yang bagus. Walhasil, nilai tadi tidak berguna di lingkungan kesehariannya pada masyarakat sekitar. Padahal dengan sistem pendidikan hari ini, mahasiswa akan bernasib sama dengan kaum buruh. Mahasiswa akan menjadi sebuah komoditas bagi pasar tenaga kerja murah ke depan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lantas sampai kapan mahasiswa terus menyibukkan diri pada dunianya, mengurung dirinya di kelas atau di dalam kampus. Sedangkan di luar sana kaum buruh sedang mati-matian memperjuangkan haknya untuk mendapatkan upah yang layak, sementara anak dari kaum buruh tidak dapat mengenyam pendidikan &nbsp;karena membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Mahasiswa dibandingkan sektor rakyat yang lain (buruh, petani, nelayan, dll) memiliki banyak waktu untuk belajar serta melihat situasi perkembangan masyarakat tertindas.</p><p style="text-align: justify;">Ernest Mandel dalam pidatonya pada &ldquo;Majelis Internasional Gerakan Mahasiswa Revolusioner&rdquo; memberikan pelajaran bagi kita akan pentingnya gerakan mahasiswa untuk tidak memisahkan diri terhadap perjuangan rakyat lainnya. Ia berbicara mengenai konsepsi Marxis tentang integrasi yang tidak terpisahkan antara teori dan praktek. &nbsp;&rdquo;Makin terasingnya tenaga kerja intelektual ini sedikit banyak menggerakkan perlawanan mahasiswa yang walaupun tidak menduduki posisi sebagai pelopor kelas buruh, dapat menjadi picu peledak di dalam masyarakat luas.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, mahasiswa memiliki kewajiban menerjemahkan pengetahuan teoretis, yang mereka peroleh di universitas, ke dalam kritik-kritik yang radikal terhadap keadaan masyarakat sekarang dan tentunya relevan dengan mayoritas penduduk. Mahasiswa harus berjuang di dalam universitas dan lebih luas untuk masyarakat. Gerakan mahasiswa harus menghapuskan sekat-sekat sempit ruang kelas yang selama ini mengurung pengetahuannya terhadap situasi perkembangan masyarakat tertindas.</p><p style="text-align: justify;">Bung Karno lebih lanjut mempertegas kewajiban mahasiswa untuk berjuang bersama rakyat lainnya, pada pidatonya yang berjudul &ldquo;Hilangkan Steriliteit Dalam Gerakan Mahasiswa&rdquo;. Pidato tersebut memberikan pelajaran mendalam bagi gerakan mahasiswa agar tidak mensterilkan diri dari gerakan rakyat lainnya. &ldquo;Camkan benar-benar: setiap kaum Marhaenis berjuang untuk kepentingan kaum Marhaen dan bersama-sama kaum Marhaen (rakyat tertindas)&rdquo; (pidato tersebut disampaikan dalam kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Kalimat tersebut berati bahwa kaum marhaenis (mahasiswa, dan elemen rakyat lainnya yang berkesadaran revolusioner) harus berjuang bersama, terlibat dalam setiap gerakan rakyat. Itulah alasan mengapa mahasiswa harus ikut serta dalam setiap perjuangan rakyat di luar mereka.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah pun sudah membuktikan bahwa peran mahasiswa bagi perjuangan rakyat &nbsp;sangat besar. Misalnya peran mahasiswa dalam perjuangan menghancurkan kediktatoran pemerintahan Soeharto pada tahun 1998, dan peristiwa perjuangan lain pasti ada peran dari mahasiswa di dalamnya. Tentu mahasiswa yang tercatat dalam sejarah bukannya mahasiswa apatis yang hanya sibuk memikirkan diri sendiri. Melainkan mahasiswa yang menurut Antonio Gramsci dikatakan sebagai &ldquo;Intelektual Organik&rdquo; artinya sosok intelektual yang tidak netral dan bebas nilai tetapi berpihak kepada masyarakat lemah dan tertindas serta mengerti akar permasalahan yang dihadapi bersama yakni sistem kapitalisme. Mahasiswa juga berkewajiban mengorganisir dirinya berjuang bersama rakyat dan membantu mereka membentuk organisasi perjuangan serta terlibat dalam masalah keseharian masyarakat tertindas.</p><p style="text-align: justify;">Bersatunya mahasiswa dengan elemen masyarakat miskin lainnya terutama kaum buruh akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Tentunya dengan disertai perspektif dan teori yang tepat terhadap situasi masyarakat dan perkembangannya, perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai.</p><p style="text-align: justify;">Selamat memperingati Hari Buruh Internasional untuk Kaum Buruh di seluruh dunia. Selamat memperingati Hari Kekuatan dan Perlawanan Kaum Buruh. Merdeka!</p><p><br></p><p>Ditulis oleh: Angga Kusuma Wijaya, mahasiswa Fisip Unmul</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Kabar Terbaru KKN 42 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-kabar-terbaru-kkn-42/baca </link>
<guid> menanti-kabar-terbaru-kkn-42 </guid>
<pubDate> Thu, 05 May 2016 20:09:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SAMA: Pelaksanaan KKN 42 selama satu bulan setengah, tidak ada beda antara Reguler dan Bina Mitra seperti yang dijelaskan Sjaifudin. (foto: jdj) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-kabar-terbaru-kkn-42/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y2Vk7rukoG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Kabar Terbaru KKN 42</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">SKETSA &ndash; &ldquo;Kita rapat koordinasi (rakor) baru setelah itu bisa menentukan kelompok dan pembagian desa atau kelurahannya,&rdquo; kata Sjaifudin, Helpdesk KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unmul, saat ditanya kapan pengumuman anggota kelompok reguler yang dinantikan mahasiswa angkatan 2013. Ya, dikabarkan pembagian kelompok akan dilakukan awal Mei. Namun, hingga kini belum ada informasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Rakor dilaksanakan Senin, 9 Mei mendatang di Paser. Perihal pengumuman kelompok dan lokasi akan dilakukan pertengahan bulan Mei, setelah rakor tersebut. &ldquo;Kita harus sesuaikan dulu, bagaimana kesepakatannya. Karena jatah dan nama lokasi ditentukan saat rakor bersama pemerintah daerah (pemda), &rdquo; ungkapnya Kamis, (4/5/2016).</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hal yang disampaikan Sjaifudin seperti Dosen Pembimbing Lapangan, LP2M akan meminta fakultas menyetor nama dosen sesuai besaran mahasiswa tiap fakultas. Terkait sistem penentuan anggota kelompok, dilakukan secara acak melalui sistem online. Juga, ada buku panduan, berjumlah 73 halaman yang saat ini masih dalam pengerjaan menuju cetak.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, perihal jadwal KKN Reguler dan Bina Mitra adalah sama. &ldquo;Satu bulan setengah dari 15 Juli sampai 30 Agustus nanti. Disamakan biar enggak bingung pas pelaksanaannya,&rdquo; terang dia.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pelaksanaan KKN dari Fakultas dan LP2M memiliki program tersendiri. Idealnya, pelaksanaan KKN memang seharusnya satu pintu, jika berbenturan jadwal dan lokasi akan memperburuk citra dari lembaga, hasilnya KKN bisa saja tidak diminati oleh pemda. &ldquo;Dampaknya juga ke Unmul. Seperti Kutai Kartanegara, Tarakan dan Malinau menarik diri untuk mendukung KKN yang dikelola LP2M,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi, dana untuk KKN bergantung pada pemda. &ldquo;Makanya pelaksanaannya di Unmul hanya bisa sekali, kalau di universitas lain maksimalnya itu ada 3 kali program KKN,&rdquo; pungkas dia.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Sjaifudin, setiap kelompok reguler sudah pasti mendapat posko yang disediakan kabupaten. Mengenai akomodasi menuju tempat KKN, hal itu juga yang akan menjadi hasil rakor. Daerah mana saja yang mendapat akomodasi pun biaya pribadi. <em><strong>(jdj/mir/e3)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aturan Jam Malam Tak Semua Fakultas Sama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-jam-malam-tak-semua-fakultas-sama/baca </link>
<guid> aturan-jam-malam-tak-semua-fakultas-sama </guid>
<pubDate> Sun, 08 May 2016 18:54:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat edaran peraturan jam kegiatan di kampus FKIP Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-jam-malam-tak-semua-fakultas-sama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fIfrlx48TI.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Aturan Jam Malam Tak Semua Fakultas Sama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Membahas aturan jam malam, Unmul telah mengeluarkan surat edaran tersebut pada 2015 lalu. Hanya saja tidak semua fakultas menerapkan aturan tersebut, dengan beberapa pertimbangan. Seperti halnya, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tidak menerapkan regulasi itu. Fakultas yang memiliki berbagai UKM seni ini, mempunyai alasan tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Wahyu Budiono, Staf Akademik FIB mengatakan tidak ada larangan jam malam. &ldquo;Di sini untuk perkuliahan kekurangan tempat, kalau pun ada kuliah tambahan atau pengganti, biasanya sampai malam. Jadi, diganti malam enggak apa, asal mahasiswa dan dosen telah sepakat untuk kuliah jam malam,&rdquo; terangnya ditemui Selasa (3/5).</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) biasanya pun berlangsung di malam hari. &ldquo;Seperti malam apresiasi seni, malam apresiasi karya sastra mahasiswa atau pun dosen yang terbit di media. Latihan UKM seperti paduan suara, teater, tari, dan lain-lain itu juga di malam hari. Di sini juga ada penjaga kok setiap malam,&rdquo; jelas Wahyu.</p><p style="text-align: justify;">Jika di FIB tak ada larangan kegiatan malam, di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan jelas menerapkannya, terbukti adanya surat edaran yang dikeluarkan Dekan sejak 10 Desember tahun lalu. Isi surat tersebut menyatakan &ldquo;Kegiatan perkuliahan dilaksanakan sampai pukul 18.00 WITA, apabila ada kegiatan perkuliahan atau praktikum yang dilaksanakan pada malam hari dan hari libur untuk kelas regular, maka dosen yang bersangkutan harus memberikan informasi kepada fakultas secara tertulis.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga kita tahu siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan itu,&rdquo; ucap Paijan, Ketua Bagian Perlengkapan, FKIP ditemui Selasa (3/5). Begitu pula kegiatan yang tidak ada kaitan dengan perkuliahan dan menggunakan ruang kelas harus menggunakan surat izin.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Apalagi kita mau masang LCD di dalam kelas, jadi kalau ada apa-apa ada yang bertanggungjawab, intinya supaya keamanan di kampus kita bagus,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Prosedurnya meliputi pembuatan surat izin yang telah ditandatangani Kaprodi maupun Dekan. &ldquo;Sebagai pengawasan, jadi kita tahu kegiatan yang diadakan mahasiswa itu apa, di dalam juga dilampirkan jadwal kegiatan dan harus ditepati,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, menurut Paijan apabila terjadi pelanggaran berupa tidak ada izin maka tindakan pertama berupa pemanggilan kepada yang melaksanakan kegiatan, dan jika terjadi hal fatal karena melanggar maka akan dilaporkan kepada Dekan. <strong><em>(els/adn/jdj/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ISD: Karakteristik sampai Cara Jadi Orang Berilmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/isd-karakteristik-sampai-cara-jadi-orang-berilmu/baca </link>
<guid> isd-karakteristik-sampai-cara-jadi-orang-berilmu </guid>
<pubDate> Sun, 08 May 2016 19:02:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKM MDS saat sesi English Class di acara ISD Pusdima </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/isd-karakteristik-sampai-cara-jadi-orang-berilmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ozxxnbZrnt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>ISD: Karakteristik sampai Cara Jadi Orang Berilmu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong>Pagi hingga siang kemarin (7/5), Gedung Bundar Faperta diramaikan agenda Islamic Student Day (ISD) bertemakan Intelektualitas dalam Islam. &nbsp;Merupakan program kerja sama antara Rektorat dan Pusdima Unmul, agenda tersebut telah berjalan dua kali. Rencananya akan terlaksana setiap hari Sabtu, sebanyak dua kali dalam sebulan.</p><p style="text-align: justify;">ISD yang menghadirkan UKM Lesehan Cendekia dan sesi English Class oleh UKM Mulawarman Debating Society itu mengupas perihal ilmu. Dikatakan pemateri, Joko Susilo yang juga menjabat sebagai Koordinator Mata Kuliah Agama Islam, ilmu adalah pembeda. Antara yang benar dan salah, teoritis dan aplikatif, hingga rasional dan wahyu.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pentingnya ilmu, hingga dalam salah satu sabda disebutkan, &ldquo;Barangsiapa yang menuntut ilmu, itulah penebus dosanya.&rdquo; Lebih lanjut, Joko pun menyebutkan akal sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya akan berfungsi maksimal jika diisi dengan ilmu. &ldquo;Ilmu adalah harta yang tak ternilai harganya. Orang berilmu mendapatkan kemuliaan dunia dan akhirat,&rdquo; kata Joko.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, ada beberapa karakteristik orang berilmu. Orang yang berilmu adalah orang yang takut dan meyakini kesempurnaan Tuhannya, penguasaan dan pemahaman ilmu adalah tanda kebaikan seseorang, dan orang berilmu memandang majelis ilmu ibarat taman surga.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir paparan, Joko berpesan tiga perkara.&ldquo;Berzikir, berpikir, dan berikhtiar. Itulah yang harus diamalkan agar mendapat predikat sebagai orang yang berilmu,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Laila Rahmah, Wakil Sekretaris Jenderal Pusdima mengungkapkan, agenda ini terbuka untuk seluruh civitas Unmul secara umum. &ldquo;Islamic Student Day ini diselingi oleh agenda olahraga dari BEM KM. Selain itu, agenda ini juga wujud <em>follow up</em> program kerja silaturahmi dan kerja sama Pusdima dengan UKM se-Unmul,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Turut dihadiri oleh Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru, Wakil Presiden BEM KM. &ldquo;Kegiatan hari ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat. Kombinasi kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat jaringan antar organisasi di Unmul. Saya pikir kegiatan ini harus dilanjutkan, tidak berhenti sampai di sini,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>aml</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lakukan Aksi, Mahasiswa FPIK Kritisi Dekan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lakukan-aksi-mahasiswa-fpik-kritisi-dekan/baca </link>
<guid> lakukan-aksi-mahasiswa-fpik-kritisi-dekan </guid>
<pubDate> Tue, 10 May 2016 18:23:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> AKSI: Enam tuntutan mewarnai aksi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unmul. Salah satunya mereka meminta agar dekan tegas dan peka terhadap keadaan fakultas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lakukan-aksi-mahasiswa-fpik-kritisi-dekan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KzybhvDlze.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lakukan Aksi, Mahasiswa FPIK Kritisi Dekan</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA</strong><span>- &ldquo;</span><span>Kami</span>! Mahasiswa memiliki enam tuntutan kepada dekan. Harus bersikap peka serta tegas, transparansi pengelolaan dana kemahasiswaan dan yang lainnya, tenaga pengajar harus bertanggung jawab sesuai fungsinya, sediakan fasilitas memadai, evaluasi kebijakan akademik yang kerap mempersulit mahasiswa, dan memaksimalkan sistem pengelolaan program studi penyuluhan,&rdquo; ujar Risham selaku koordinator lapangan aksi.</p><p align="justify">Enam tuntutan tersebut disuarakan oleh mereka yang terdiri dari Badan Legislatif Mahasiswa (BLM), BEM, dan beberapa mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul, pagi tadi (10/5/2016) di halaman fakultas.</p><p align="justify">Salah satu tuntutan yaitu kejelasan mengenai program studi (prodi) Penyuluhan Perikanan. Prodi yang dibentuk hasil kerja sama pemerintah tersebut kekurangan dosen berkompeten. &ldquo;Semenjak dekan yang sekarang memimpin, seperti tidak ada kejelasan. Akhirnya dosen perikanan yang bukan bidangnya pada prodi penyuluhan mengajar, kan tidak sesuai,&rdquo; kata Candra Aldi Zulikram, Ketua BLM FPIK.</p><p align="justify">Selain itu, porsi belajar teori 40 persen dengan didukung praktikum 60 persen yang ditentukan melenceng. Diungkapkan Candra, prodi Penyuluhan Perikanan justru 90 persen teori dengan sisanya praktikum. &ldquo;Sama sekali tidak sesuai,&rdquo; lanjut dia.</p><p align="justify">Transparansi dana berujung pemenuhan fasilitas menjadi sorotan lain. Dijelaskan Candra, jumlah kursi tak sesuai dengan mahasiswanya. Sehingga, kegiatan belajar mengajar mengharuskan beberapa mahasiswa duduk di lantai. Mereka menilai dekan kurang peka terhadap fakultas.</p><p align="justify">Wahyu Tri Wibowo, Wakil Ketua BEM FPIK menegaskan bahwa dirinya juga menuntut kejelasan aliran dana. &ldquo;Uang sewa gazebo yang dipakai orang jualan itu larinya kemana? Fasilitas belajar kami juga kurang,&rdquo; imbuh mahasiswa prodi Budidaya Perairan itu.</p><p align="justify">&ldquo;Bukan hanya mahasiswa, kami juga merasakan hal yang sama,&rdquo; terang Isriansyah, Wakil Dekan III FPIK. Pihaknya mengaku telah mengupayakan pengadaan kursi, namun terkendala saat di tataran universitas.</p><p align="justify">Isriansyah tak menduga jika mahasiswa akan melakukan aksi. Sebelumnya, ia telah bertemu pihak BLM mengenai masalah tersebut, namun tak diprediksi jika berujung aksi. &ldquo;Inginnya audiensi, tak perlu aksi. Sebab, kegiatan belajar mengajar terganggu pagi ini,&rdquo; sebut dia.</p><p align="justify">Sesuai permintaan Isriansyah dan Gusti Haqiqiansyah selaku Wakil Dekan I, massa diminta untuk membuat surat audiensi yang akan dilayangkan kepada dekan. Sebab, dekan sedang tidak di tempat saat itu. Rencananya, audiensi diadakan Selasa (11/5/2016) besok. <em><strong>(ajy/mir/e3)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Mengajar Sebar Harapan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/unmul-mengajar-sebar-harapan/baca </link>
<guid> unmul-mengajar-sebar-harapan </guid>
<pubDate> Tue, 10 May 2016 18:53:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unjar saat di SDN 007 Mentawir, Penajam Paser Utara </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/unmul-mengajar-sebar-harapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FqTGZJQI1s.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Mengajar Sebar Harapan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Unmul Mengajar tunjukan kepedulian lewat <em>Unjar Goes to &nbsp;School</em>. Yang diselenggarakan di SD Negeri 007 Mentawir, Penajam Paser Utara, Sabtu (7/5/2016).</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak 38 murid berkumpul mengikuti kegiatan tersebut. Usai apel pagi, para murid diajak mengikuti sejumlah kegiatan di antaranya senam edukasi, perkenalan Unmul Mengajar, dan serangkaian permainan edukasi. Lalu dilanjutkan training motivasi dibawakan oleh Kwartanti Fajriatin,<em>&nbsp;project officer</em> Unmul Mengajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat terkesan dengan sambutan hangat dari SDN 007 Mentawir dengan ramah-tamahnya. Murid-murid disana sangat antusias walaupun masih terkesan malu-malu, dengan jumlah yang hanya 38 orang tetapi semangat dan sikap mereka sangat menyentuh hati. Bahkan mereka pun tidak mengizinkan kami untuk kembali pulang ke Samarinda,&rdquo; kesan Kwartanti.</p><p style="text-align: justify;">Gianto, kepala sekolah SD 007 mengaku terharu dengan kedatangan Unmul Mengajar. Semangat serta motivasi yang diberikan Unmul Mengajar dianggap telah memberi inspirasi bagi anak didiknya. Terlebih, kegiatan seperti ini terhitung langka. &ldquo;Apa lagi Unmul Mengajar tidak hanya jurusan guru saja namun berbagai jurusan di Unmul sehingga mereka (murid) bisa memiliki cita-cita yang lebih tinggi lagi,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan berakhir dengan pembagian buku tulis kepada para murid. Lalu ditutup dengan membuat baling-baling harapan berisi cita-cita murid SD 007. Baling-baling yang mengarah ke atas itu memiliki makna petunjuk arah masa depan. <strong><em>(e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sistem BLU di Unmul, Tak Jelas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sistem-blu-di-unmul-tak-jelas/baca </link>
<guid> sistem-blu-di-unmul-tak-jelas </guid>
<pubDate> Tue, 17 May 2016 20:07:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 3 Pemateri utama dan Menteri Adkesma BEM KM dalam Diskusi Anggaran hari ini (17/5/16) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sistem-blu-di-unmul-tak-jelas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1MVql1rbqi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sistem BLU di Unmul, Tak Jelas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pada Selasa (17/5), BEM KM Unmul melalui Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) mengadakan Diskusi Anggaran bertemakan &ldquo;Menjawab Problematika Anggaran dari Perspektif Badan Layanan Umum (BLU)&rdquo;. Diskusi dilaksanakan di Gedung Serbaguna ITC lantai 1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.</p><p style="text-align: justify;">Narasumber terdiri dari Abdunnur (Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan), Lilik Lukitasari (Komisioner Bidang Edukasi, Sosialiasi dan Advokasi Komisi Informasi Provinsi Kalimantaan Timur), serta Syarifah Rodiah (Kepala Perwakilan Ombudsman Repuplik Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur).</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Unmul telah menerapkan kebijakan sistem BLU sejak tahun 2009. Tujuannya adalah untuk efisiensi dan produktivitas anggaran. Seperti, kegiatan bisnis untuk menunjang pendapatan selain dari dana bantuan APBN dan BOPTN dari pemerintah. Tahun ini Unmul sudah membuat pedoman Anggaran untuk tahun 2016 dan Anggaran kemahasiswaan mendapatkan jatah 5 persen dari pagu tersebut. Sedangkan untuk operasional kampus Unmul hanya 20 persen.</p><p style="text-align: justify;">Keterbukaan Informasi Publik (KIP) juga menjadi sorotan diskusi kali ini, sejauh mana informasi mengenai anggaran di kampus Unmul dapat diakses. &ldquo;Badan Publik harus terbuka termasuk institusi perguruan tinggi dan bisa mengakses Informasi mengenai anggaran karena anggaran sifatnya berkala diatur dalam UU KIP pasal 11,&rdquo; terang Lilik.</p><p style="text-align: justify;">Layanan publik yang nyaman, ramah, dan terbaik mutlak adanya di Unmul. Syarifahmengatakan, sistem BLU yang diterapkan di kampus Unmul merupakan bagian dari reformasi dan pelayanan publik berdasarkan kinerja. Dan, Unmul harus membuat standar pelayanan yang jelas.Sebab hingga sekarang belum ada standar dan ketentuan yang jelas sampai tataran jurusan, sehingga pungutan liar masih saja terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Freijae Rakasiwi, Kementerian Adkesma BEM KM mengaku optimis polemik transparansi anggaran akan segera menemukan solusinya. Hingga Unmul dapat fokus meningkatkan kapasitas dan kualitas prestasi di kancah nasional hingga internasional. &ldquo;Sembari berbenah dan terus menuntaskan perbaikan sebagaimana yang dijanjikan oleh wakil Rektor dalam diskusi tadi,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi yang digelar merupakan langkah awal untuk mengawal anggaran di kampus Mulawarman menuju sistem yang akuntabel, ideal, dan tidak memberatkan mahasiswa. Mahasiswa nantinya akan memiliki posisi penting dalam akses informasi dan merancang solusi ideal yang dibutuhkan Unmul. <strong><em>(jdj/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN Reguler Belum Tentu Bebas Biaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-reguler-belum-tentu-bebas-biaya/baca </link>
<guid> kkn-reguler-belum-tentu-bebas-biaya </guid>
<pubDate> Wed, 18 May 2016 18:51:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi KKN 42 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-reguler-belum-tentu-bebas-biaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/By6J2dx4gO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN Reguler Belum Tentu Bebas Biaya</h1>
			              </header>
			              <p>SKETSA - Pembagian kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 42 Reguler telah diumumkan. Sebelumnya, diwacanakan pengumuman menunggu Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Senin, (9/5) lalu. Namun, karena pertimbangan, penginputan dilakukan tanpa menunggu rakor. Selain pembagian kelompok, tertera juga desa atau kelurahan di portal kkn.unmul.ac.id.</p><p>Setelah pembagian kelompok, hal teknis seperti transportasi dan posko yang disediakan Pemda masih menimbulkan tanya. Susilo, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) mengatakan, pemberian murni dari Pemda seperti transportasi, posko, dan uang program. KKN kerja sama Pemda tersebut diharapkan dapat menimbulkan efek yang signifikan di wilayah itu. &nbsp;&ldquo;Pemda ingin adanya hasil atau perbaikan setelah KKN diadakan. Namun, jika tidak Pemda berhak mencabut bantuan tersebut,&rdquo; terangnya, Rabu (18/5) siang.</p><p>Wajar, jika KKN Reguler bukan berarti mahasiswa bebas dari tanggungan biaya yang seharusnya. Jelas Susilo lagi, Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa, untuk menanggung hal teknis tersebut tidak mencukupi. Uang mahasiswa tersebut digunakan untuk pencetakan buku panduan dan buku laporan, sertifikat, rakor dengan kabupaten/kota, tranportasi dosen, serta pembekalan KKN. &ldquo;Sebenarnya, uang yang masuk dari SPP per mahasiswa untuk KKN Reguler itu Rp 50 ribu, dan kami tambah dengan yang lain,&rdquo; ungkapnya.</p><p>Sjaifudin, Bagian Helpdesk KKN LP2M belum bisa memberi keterangan lebih jauh terkait kondisi posko dan transportasi yang disediakan Pemda. &ldquo;Seperti di Samarinda saja, belum dipilih pihak Pemda yang bertanggung jawab untuk itu,&rdquo; jelasnya.</p><p>Ia menambahkan, di Samarinda posko dan transportasi memang tak ditanggung sejak 2010. &ldquo;Penyediaan posko itu tergantung dari kelurahan masing-masing,&rdquo; jelasnya. Maka, mahasiswa dilarang untuk bernegosiasi, sebelum ada arahan dari LP2M. Kabar pasti pembagian posko diperkirakan sebelum pembekalan Mei dan Juni mendatang.</p><p>Selain itu, ada Koordinator Wilayah (Korwil) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) yang mestinya telah dibentuk mahasiswa tiap daerahnya. Hal ini guna penyebaran informasi dari LP2M dan koordinasi para kelompok KKN 42. <strong><em>(jdj/e1)</em></strong></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fast Track untuk Hasilkan Dosen Muda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fast-track-untuk-hasilkan-dosen-muda/baca </link>
<guid> fast-track-untuk-hasilkan-dosen-muda </guid>
<pubDate> Thu, 19 May 2016 19:51:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana sosialisasi Fast Track </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fast-track-untuk-hasilkan-dosen-muda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ef3Wo6oQrz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fast Track untuk Hasilkan Dosen Muda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><a name="_GoBack"></a><strong>SKETSA -&nbsp;</strong><em>&nbsp;Fast Track&nbsp;</em>adalah program akselerasi yang mengombinasikan jenjang S1 dan S2 hanya dalam waktu 5 tahun. Program akselerasi seperti ini sebenarnya bukan barang baru. Di Insititut Teknologi Bandung (ITB) misalnya, sudah berlangsung sejak 2003.</p><p style="text-align: justify;">Pada Senin (16/5) sosialiasasi <em>Fast Track</em>&nbsp; digelar di Gedung Serba Guna Dekanat lantai 3 FKIP. Sunardi selaku sekretaris program magister S2 menjelaskan, program tersebut menggabungkan mata kuliah semester 7-8 jenjang S1 dengan semester 1-2 jenjang S2. <em>Fast Track</em> hanya diberikan kepada mahasiswa yang lulus tepat waktu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau misalnya 8 semester tidak selesai tepat waktu, maka status mahasiswa S2 akan gugur dengan sendirinya,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada dua fitur<em>&nbsp;Fast Track&nbsp;</em>yaitu beasiswa dan mandiri. Beasiswa memfasilitasi mahasiswa dan mandiri menggunakan biaya sendiri. &nbsp;Pembayaran <em>Fast Track&nbsp;</em>memiliki dua alternatif. Pertama, pembayaran UKT jenjang S1 dan S2 secara terpisah. Kedua, mengambil selisih dari dua program tersebut. Misalnya, total biaya Rp 8 juta, saat jenjang S1 membayar Rp 2 juta berarti ketika memulai jenjang S2 membayar sisanya sebesar Rp 6 juta. Lulusan <em>Fast Track</em> nantinya akan menjadi dosen muda. Namun, tidak masalah jika ingin mengajar untuk SMA atau SMP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk sementara yang menggagas baru bahasa Inggris. Rektor berharap agar ini bisa berjalan dengan baik. Bukan tidak mungkin akan diikuti oleh program studi lain yang berakreditasi B,&rdquo; jelas Sunardi.</p><p style="text-align: justify;">Nurul Huda, salah satu mahasiswa yang hadir dalam sosialisasi tersebut mengaku <em>Fast &nbsp;Track&nbsp;</em>sebagai program bagus. &ldquo;Diperkenalkannya itu tidak mendadak tapi jauh-jauh hari sebelum kita semester 6 jadi kita bisa mempersiapkannya. Mempersiapkan nilai-nilai, supaya bisa ikut program ini,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain ia merasa butuh konsentrasi besar untuk mengikuti <em>Fast Track.&nbsp;</em>Selain biaya, manajemen waktu yang baik juga diperlukan. &ldquo;Meskipun agak memberatkan tapi &nbsp;sebisa mungkin harus diusahakan,&rdquo; celetuk gadis berjilbab itu.<strong><em>(ajy/asr/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Harkitnas ke-108: Unmul Borong Juara Reportase Berita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringatan-harkitnas-ke-108-unmul-borong-juara-reportase-berita/baca </link>
<guid> peringatan-harkitnas-ke-108-unmul-borong-juara-reportase-berita </guid>
<pubDate> Thu, 19 May 2016 20:27:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BORONG: Unmul borong juara kategori mahasiswa saat Lomba Reportase Berita di Diskominfo Kaltim. (foto: ist) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringatan-harkitnas-ke-108-unmul-borong-juara-reportase-berita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CZwZqTIUX5.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Harkitnas ke-108: Unmul Borong Juara Reportase Berita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Suasana kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur semakin ramai, Selasa (17/5) siang. Puluhan mahasiswa berpakaian rapi sibuk mempersiapkan diri. Hari itu, lomba reportase berita tingkat mahasiswa dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Terdata, 51 mahasiswa mengikuti lomba. Belasan di antaranya yaitu mahasiswa Unmul. Lomba yang diadakan Diskominfo Kaltim itu melibatkan pelajar dan mahasiswa sebagai peserta. Lomba tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-108.</p><p style="text-align: justify;">Juri lomba dari Diskominfo, RRI, dan TVRI Kaltim. Diungkapkan Andik Riyanto dari Diskominfo saat <em>technical meeting</em>, Senin (16/5) lalu, lomba reportase berita diharapkan bisa jadi ajang peserta semakin memperluas ilmu tentang jurnalisme.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tantangannya yaitu peserta bisa melakukan reportase. Jelas beda dengan baca berita biasa. Peserta menyesuaikan kondisi di lapangan dan harus mampu menyampaikan kepada penonton atau pemirsa apa yang terjadi,&rdquo; ungkap dia.</p><p style="text-align: justify;">Keluar sebagai juara pertama tingkat mahasiswa, Puput Islamitha. &ldquo;Ini yang pertama untuk reportase berita, sebelumnya pernah ikut lomba baca berita saja,&rdquo; terang mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Unmul itu.</p><p style="text-align: justify;">Diungkapkan Puput, tema lomba yang berkaitan dengan Harkitnas menjadi motivasi agar dapat berpikir kritis. &ldquo;Jadi generasi muda yang enggak selalu ngeluh. Bisa paham kondisi bangsa,&rdquo; imbuh dia. &ldquo;Apalagi pesertanya banyak, perolehan nilai juga tipis-tipis sekali karena memang bagus semua,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menyusul, posisi kedua diraih Setyawati Prihatini. Tercatat sebagai mahasiswi S2 Teknik Kimia Unmul, Setya mengaku suka berkompetisi. Walau berbeda jauh dengan disiplin ilmu yang dijalani saat ini, perempuan 24 tahun itu bercita-cita menjadi <em>public speaker</em>.</p><p style="text-align: justify;">Raden Roro Mira Budiasih menyabet juara 3 dan Sartika Novianti sebagai Harapan 1 yang juga berasal dari Ilkom Unmul. Posisi Harapan 2 diisi oleh Wahyu Chan, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Mahakam.</p><p style="text-align: justify;">Pemenang lomba mendapat trofi, sertifikat, uang pembinaan, dan hadiah hiburan. Penyerahan hadiah dijadwalkan usai upacara peringatan Harkitnas ke-108 di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, pagi ini. <em>(mir/e3)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 15 Anggota Magang Mengikuti Journalistic Camp 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/15-anggota-magang-mengikuti-journalistic-camp-2016/baca </link>
<guid> 15-anggota-magang-mengikuti-journalistic-camp-2016 </guid>
<pubDate> Thu, 19 May 2016 21:53:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Untuk ketigakalinya, Journalistic Camp dilaksanakan. Mengusung tema Jurnalis Muda : Berita, Cerita dan Karya, acara ini sebagai pengukuhan anggota magang menjadi resmi.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/15-anggota-magang-mengikuti-journalistic-camp-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4uoe47mkC9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>15 Anggota Magang Mengikuti Journalistic Camp 2016</h1>
			              </header>
			              <p>Setelah melalui masa magang selama enam bulan, 15 anggota magang LPM Sketsa mengikuti <em>Journalistic Camp&nbsp;</em>2016. Ini tahapan menjadi anggota magang ke resmi. Sebelumnya, ada 33 pendaftar magang, hanya tersisa 15 yang bertahan. &nbsp;Dengan mengusung tema &ldquo;Jurnalis Muda : Berita, Cerita dan Karya&rdquo; diharapkan para peserta bisa lebih baik dalam hal kejurnalistikan serta berkomitmen dalam kemajuan LPM Sketsa. Acara ini dilaksanakan selama dua hari satu malam (14-15/5) di <em>Guest House</em> Unmul.</p><p>15 anggota magang dibagi menjadi tiga kelompok dengan nama yang diambil dari radio yang ada di Samarinda, RRI, Kumala, dan Mahakam. Selain itu, hal yang menjadi tradisi di Journalistic Camp 2016 adalah para magang di beri nama suci dari sastrawan ternama. &nbsp;Kegiatan selama dua hari meliputi <em>games</em>, materi dari alumni LPM Sketsa, sesi cerita, investigasi buletin dan diskusi film dokumenter tentang seorang pers, &ldquo;A Years With Blur&rdquo;. Materi diisi oleh mantan ketua umum periode 2013, Ibrahim tentang investigasi dan mantan ketua redaksi 2013, Ahmad Agus Arifin tentang kepenulisan <em>feature</em>.</p><p>Anggota magang tidak hanya diberi tugas feature dan misi <em>games</em> saat Journalistic Camp 2016 berlangsung, mereka diberi tugas untuk membuat buletin yang akan dipresentasikan saat kegiatan berlangsung. Buletin tersebut akan dinilai dari segi isu oleh ketua umum, Raden Roro Mira, ketua redaksi, Annisa Fadiyah, dari segi foto, Achmad Syarif, dan dari segi tata letak atau layouter oleh Hafizdzaki. &nbsp;</p><p>Sesi cerita melibatkan anggota magang dan resmi untuk saling mengakrabkan diri satu sama lain. Selain sesi cerita antar internal tadi, ada dari alumni-alumni LPM Sketsa yang berbagi pengalamannya selama menjadi anggota LPM Sketsa. Turut hadir &nbsp;mantan ketua redaksi 2014 Meldina Ariani dan mantan ketua umum 2008, Wawan Susilo. Mengenang masa-masa selama menjadi anggota LPM Sketsa hingga sifat kekeluargaan yang tidak pernah hilang walaupun sudah menjadi alumni. Wawan Susilo mengungkapkan, kangen kebersamaan dalam keluarga LPM Sketsa.</p><p>Berbeda dengan pengkaderan lainnya, Journalistic Camp 2016 tidak ada tindakan perpeloncoan. Seperti saat misi jelajah, para peserta mencari tiga pos yang tersebar di area Gunung Kelua Unmul lalu mengerjakan misi sesuai yang diberikan pos tersebut. Acara ditutup dengan penyerahan kartu pers sebagai tanda anggota resmi LPM Sketsa dan pengumuman pemenang games dan misi jelajah. <em><strong>(mwp)</strong></em>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eksistensi Putri Tanjung Tanpa Kucuran Dana Ayah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/eksistensi-putri-tanjung-tanpa-kucuran-dana-ayah/baca </link>
<guid> eksistensi-putri-tanjung-tanpa-kucuran-dana-ayah </guid>
<pubDate> Wed, 25 May 2016 20:23:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Putri Tanjung, saat menjadi pembicara dalam talkashow enterpreneur di Unmul hari ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/eksistensi-putri-tanjung-tanpa-kucuran-dana-ayah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fUQTNf2A3j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Eksistensi Putri Tanjung Tanpa Kucuran Dana Ayah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Siapa yang tidak kenal Putri Indahsari Tanjung? Anak dari Chairul Tanjung, pengusaha besar di Indonesia. Putri dikenal sebagai pengusaha dan debutnya sudah dimulai sejak usia 15. Mulai dari <em>event &nbsp;organizer</em> hingga kini ia menyebutnya sebagai <em>creativepreneur event &nbsp;creator</em>. Empat tahun bergelut dalam dunia usaha, Putri tidak selamanya menemui jalan mulus. Ia mengaku tidak mendapat modal dari orang tua.<br><br>Perempuan kelahiran 22 September 19 tahun silam itu menceritakan, pengalaman usahanya dalam talkshow creativepreneur yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri pada Rabu (25/5) pagi tadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bukan berarti karena aku anak pengusaha, terus aku bisa jadi pengusaha. Banyak kok anak pengusaha yang nyatanya justru tidak bisa menjalankan usaha. Jadi, semua orang berhak jadi pengusaha. Tergantung skill dan passionnya masing-masing,&quot; ungkapnya sembari menyibakkan rambut.<br><br>Usaha pertamanya saat usia 15 ada di bidang event organizer bernama El Paradisso. Saat itu, Putri memulai karirnya dengan membuat pesta ulang tahun seorang temannya. &quot;Aku dikasih modal 10 juta sama mamanya temen aku,&quot; ujarnya. Bermula dari pesta ulang tahun dan acara kumpul keluarga itulah Putri kemudian mengembangkan sayapnya di bidang creativepreneur.<br><br>&quot;Tahun 2014 aku dengar istilah creativepraneur. Jadi aku browsing di internet, ternyata yang aku temukan itu acara seminar-seminar dan biayanya berjuta-juta. Nah, dari situ aku berpikir untuk buat acara creativepreneur aku sendiri <em>in a fun way</em>,&quot; ungkap perempuan berambut hitam panjang itu.<br><br>Pada acara <em>C</em><em>reativepreneur&nbsp;</em><em>C</em><em>orner&nbsp;</em>2015 lalu, Putri mengundang sang ayah untuk menjadi pembicaranya. &quot;Waktu itu bapak ditanya apakah enggak takut kalau anaknya mengalami kerugian? Terus bapak bilang kalau dia rugi ya gak masalah kan uang dia, ya urusannya dia,&quot; kata Putri mengulas. Dari ucapan ayahnya tersebut, Putri merasa bahwa orang tua telah memberi kepercayaan penuh yang harus ia jaga.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pengusaha dengan 10 anggota tim itu, inspirasi atau ide kreatif bisa datang dari mana saja. &quot;Kalau aku sih idenya dari kegelisahan aku sendiri,&quot; pungkasnya. Pada penghujung talkshow, Putri menyampaikan bahwa untuk menjadi pengusaha itu susah dan setiap pengusaha itu pasti pernah gagal. Tapi, semua orang berhak sukses. &quot;Menurut aku, acara ini seru. Aku bisa berbagi dan menyebarkan semangat <em>creativepreneur</em> ke teman-teman,&quot;tandasnya. <strong><em>(bru</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eagle Institute Indonesia: Kalimantan Miliki Potensi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/eagle-institute-indonesia-kalimantan-miliki-potensi/baca </link>
<guid> eagle-institute-indonesia-kalimantan-miliki-potensi </guid>
<pubDate> Wed, 25 May 2016 20:28:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembicara Eagle Awards Documentary Competition hari ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/eagle-institute-indonesia-kalimantan-miliki-potensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uEsT38VZKt.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Eagle Institute Indonesia: Kalimantan Miliki Potensi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>Eagle Awards merupakan ajang kompetisi dokumenter se-Indonesia yang telah diselenggarakan sejak 2004. Eagle Institut berada dibawah naungan salah satu TV swasta Indonesia, Metro TV dan tahun ini mengangkat tema &ldquo;Indonesia Sehat&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Unmul patut berbangga karena menjadi salah satu kampus yang menjadi tujuan Roadshow Eagle Awards Documentary Competition (EADC). &nbsp;Acara yang diselenggarakan Rabu (25/5) pagi tadi, bertempat di Gedung Rektorat lantai 4 ini menghadirkan pembicara antara lain Taufan Agustyan Prakoso (Filmmaker), Olga Lidya (Artis), Tedika Puri Amanda (Eagle Institute Indonesia), Debby Ahyard Rinaldi (Alumni Eagle Awards 2015). Roadshow ini dipandu oleh Yohana Margareta yang merupakan presenter Metro TV.</p><p style="text-align: justify;">Kedatangan Eagle Institutetersebut untuk mengajak generasi muda agar kembali berpikir secara kritis dan memberikan alternatif sudut pandang terhadap realitas perkembangan kesehatan dan seluruh dinamikanya di Indonesia. Selain itu, diharapkan generasi muda Kalimantan bisa memotret cerita-cerita perjuangan dan upaya orang-orang biasa dengan kehidupan luar biasa.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Tema ini tidak hanya untuk jurusan kedokteran, farmasi, perawat. Tapi tema ini milik semua jurusan karena setiap orang memiliki perspektif masing-masing dalam persoalan kesehatan,&rdquo; papar Tedika Pura Amanda sebagai <em>Head Development Eagle Institute</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tedi menambahkan, bahwa <em>roadshow</em> ini diadakan di Samarinda karena Kalimantan memiliki potensi cerita yang kuat disebabkan letak geografis yang berada di perbatasan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu pembicara yang merupakan alumni 2015 Eagle Awards, Debby Ahyard Rinal mengungkapkan, bahwa salah satu motivasinya mengikuti ajang Eagle Awards adalah untuk menyampaikan aspirasinya, &ldquo;Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang potret permasalahan pendidikan di Indonesia,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa aktif dari Universitas Tadulako itu mengungkapkan harapannya kepada mahasiswa Unmul agar mampu &nbsp;berekspresi dan bisa menyalurkan aspirasinya melalui karya. <strong><em>(adl/snh/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mencetak Para Kaderisasi dan Pemilihan Korwil di Bumi Etam LKMMF II dan MUSWIL ISMAFARSI Kalimantan 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/mencetak-para-kaderisasi-dan-pemilihan-korwil-di-bumi-etam-lkmmf-ii-dan-muswil-ismafarsi-kalimantan-2016/baca </link>
<guid> mencetak-para-kaderisasi-dan-pemilihan-korwil-di-bumi-etam-lkmmf-ii-dan-muswil-ismafarsi-kalimantan-2016 </guid>
<pubDate> Thu, 26 May 2016 20:20:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama panitia dan peserta  LKMMF dan MUSWIL ISMAFARSI 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/mencetak-para-kaderisasi-dan-pemilihan-korwil-di-bumi-etam-lkmmf-ii-dan-muswil-ismafarsi-kalimantan-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OlQCa67An1.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Mencetak Para Kaderisasi dan Pemilihan Korwil di Bumi Etam LKMMF II dan MUSWIL ISMAFARSI Kalimantan 2016</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Acara Latihan Kepemimpinan Manajerial Mahasiswa Farmasi Tingkat II (LKMMF) dan Musyawarah Wilayah ISMAFARSI Kalimantan berakhir dengan sukses (25/05). Latihan ini berhasil mencetak para kaderisasi baru sebanyak 44 Delegasi terdiri dari Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM), Universitas Tanjungpura (UNTAN), dan Sekolah Tinggi Farmasi Borneo Lestari (STFBL) sebagai delegasi universitas wilayah Kalimantan. Acara ini berlangsung selama empat hari (19-22 Mei 2016) yang dimulai dengan <em>Welcome &nbsp;Party</em>, Latihan Kepemimpinan tingkat II, Musyawarah Wilayah, Pemilihan Calon Koordinator Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) wilayah Kalimantan periode 2016/2018. Kampanye Informasi Obat yang bertema &quot;Pencegahan dan Penanggulangan Serangan Asma Mendadak,&quot; serta <em>Farewell Party</em>.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara ini dimulai dengan pembukaan <em>Welcome &nbsp;Party</em> sekaligus membuka acara LKMMF II dan MUSWIL ISMAFARSI Kalimantan oleh Wakil Dekan II Bidang Perlengkapan dan Umum Fakultas Farmasi oleh Dr. Rolan Rusli, M.Si yang bertempat di Aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda. Acara ini berlangsung sangat meriah dengan penampilan dari setiap delegasi dan dilanjutkan dengan <em>Skrinning</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Mulawarman, Faisal Ramdani &ldquo;Persiapan acara Latihan Kepemimpinan II sudah dibentuk kepanitiaan semenjak 3 bulan yang lalu. Harapannya dimana Fakultas Farmasi universitas wilayah Kalimantan bisa membentuk kader-kader baru yang kemudian dapat bergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), juga Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman kedepannya siap melaksanankan<em>&nbsp;event&nbsp;</em>nasional supaya bisa lebih dikenal.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, pemilihan koordinator wilayah Kalimantan salah satu rangkaian dalam musyawarah wilayah berjalan dengan hikmat. Agenda tersebut dilaksanakan dalam kurun waktu 2 tahun sekali untuk menentukan koordinator wilayah Kalimantan selanjutnya. Berdasarkan hasil musyawarah dari peserta LKMMF II, perwakilan LEM dan ISMAFARSI wilayah Kalimantan, terpilih koordinator wilayah Kalimantan periode 2016/2018 yakni Muhammad Rafi dari Universitas Lambung Mangkurat. Kemudian acara dilanjutkan dengan mengadakan Kampanye Informasi Obat (KIO) bersama para delegasi LKMMF II dan Muswil yang bertema &rdquo;Pencegahan dan Penanggulangan Serangan Asma Mendadak&rdquo; di Gor Sempaja Samarinda. Hal itu bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan informasi kepada masyarakat Samarinda dalam mencegah serta menanggulangi serangan asma mendadak. Acara LKMMF II dan Muswil ditutup dengan <em>Farewell party</em> dengan serangkaian berupa hiburan, persembahan kelompok KIO, penyerahan penghargaan ISMAFARSI Kalimantan Awards (IKA) serta pelepasan lampion. <strong><em>(e1)</em></strong></p><p>Ditulis oleh: <span lang="IN">Desire/Debbi (Panitia LKMMF dan MUSWIL ISMAFARSI )</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Gunakan Ruangan SMA/K Untuk SBMPTN 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-gunakan-ruangan-smak-untuk-sbmptn-2016/baca </link>
<guid> unmul-gunakan-ruangan-smak-untuk-sbmptn-2016 </guid>
<pubDate> Thu, 26 May 2016 20:23:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Logo SBMPTN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-gunakan-ruangan-smak-untuk-sbmptn-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KMErA2Ze0e.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Gunakan Ruangan SMA/K Untuk SBMPTN 2016</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>Universitas Mulawarman (Unmul) kembali membuka jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) bagi mahasiswa baru (Maba) tahun 2016. SBMPTN tahun ini hanya berlangsung sehari, pada 31 Mei mendatang. &quot;Untuk lokasi tesnya tidak hanya bertempat di Unmul saja. Namun, juga menggunakan beberapa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) di Samarinda,&quot; terang Iwan Berhan, selaku Kepala Bagian Humas dan Protokol Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Iwan menambahkan, kuota peserta SBMPTN yang melakukan tes di beberapa SMA/K se-Samarinda berjumlah 2.800 kursi. SMKN 3 berjumlah 400 kursi, SMKN 5 terdiri dari 600 kursi, SMAN 3 berjumlah 600 kursi, SMAN 5 berjumlah 600 kursi, dan disusul SMAN 1 dengan 600 kursi bagi peserta SBMPTN 2016. &quot;Untuk peserta SBMPTN harus menggunakan meja. Jadi, GOR 27 September tidak digunakan kalau SMA/K sudah ada mejanya,&quot; ujarnya. Satu kelas minimal diisi oleh 20 peserta dengan satu pengawas ruangan. Untuk kuota Maba Unmul jalur SBMPTN 2016 sebanyak 1.601.</p><p style="text-align: justify;">Pria berkacamata itu mengatakan bahwa, posisi peserta ujian di Panitia Lokal (Panlok) Samarinda ditetapkan tanggal 22 Mei lalu. &quot;Sub Panlok Samarinda untuk Sains dan Teknologi (Saintek) sebanyak 3.228 peserta, Sosial dan Hukum (Soshum) itu 4.354 peserta, dan Campuran sebanyak 2.906 peserta. Untuk Sub Panlok Balikpapan terdiri dari Saintek sebanyak 1.054, Soshum itu 342, dan Campuran sebanyak 227,&quot; ungkap Iwan ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat (24/5).<strong><em>&nbsp;(nis)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fakultas Teknik dan FKIP Siap Tampung Peserta SBMPTN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fakultas-teknik-dan-fkip-siap-tampung-peserta-sbmptn/baca </link>
<guid> fakultas-teknik-dan-fkip-siap-tampung-peserta-sbmptn </guid>
<pubDate> Fri, 27 May 2016 20:42:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Logo SBMPTN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fakultas-teknik-dan-fkip-siap-tampung-peserta-sbmptn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cwEUAm35sq.png" />
					</figure>
			                <h1>Fakultas Teknik dan FKIP Siap Tampung Peserta SBMPTN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 tinggal menghitung hari. Persiapan pun sudah dimulai oleh panlok Samarinda. Beberapa ruang kelas di Unmul digunakan untuk tes SBMPTN. Terlepas dari beberapa SMA/K yang juga turut andil dalam mengakomodir pelaksanaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Fakultas Teknik Unmul tengah melakukan persiapan demi kelancaran SBMPTN kali ini. Wakil Dekan I Fakultas Teknik, Masayu Widiastuti menuturkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan rektorat terkait penggunaan lokasi untuk SBMPTN 2016. &ldquo;Dari jauh-jauh hari seluruh Wakil Dekan I fakultas rapat dengan Wakil Rektor I membahas terkait pemakaian ruangan untuk SBMPTN,&rdquo; ujar Dosen Teknik Sipil tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Masayu, mulai Jumat (27/5) aktivitas perkuliahan ditiadakan karena ruangan sudah dipersiapkan untuk tes. &ldquo;Kebetulan bertepatan dengan minggu tenang. Jadi, lebih leluasa mengaturnya. Selain itu, agar para peserta bisa mencari ruangannya sebelum SBMPTN dilaksanakan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Fakultas Teknik menyediakan 300 kursi untuk SBMPTN. Tidak hanya ruangan, tenaga keamanan dan kesehatan juga disiapkan untuk agenda akbar tersebut. Pengawas dari dosen dan staf Fakultas Teknik juga turut andil guna kelancaran tes kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Fakultas Teknik, &nbsp;Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) juga sudah mendapat informasi terkait pengunaan gedung untuk SBMPTN. Wakil Dekan I FKIP, Lambang Subagiyo mengatakan bahwa FKIP sudah siap untuk gedung dan personal. &ldquo;Tiga Kampus FKIP yaitu Gunung Kelua, Banggeris, dan Pahlawan akan digunakan sebagai lokasi SBMPTN,&rdquo; ungkap Subagiyo.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, tahun ini penggunaan ruang kelas lebih banyak dibanding tahun lalu. Hal ini karena GOR 27 September dan Gedung Auditorium Unmul tidak digunakan lagi. &ldquo;Kalau di GOR 27 dan Gedung Auditorium tidak nyaman untuk peserta mengerjakan soal SBMPTN. Bahkan, sampai kursi dijadikan alas untuk nulis jawaban,&quot; tuntasnya.<strong><em>&nbsp;(mwp/e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> My Stupid Boss </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/my-stupid-boss/baca </link>
<guid> my-stupid-boss </guid>
<pubDate> Fri, 27 May 2016 20:51:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster Film My Stupid Boss </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/my-stupid-boss/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IWV1KbPt2c.jpg" />
					</figure>
			                <h1>My Stupid Boss</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Genre: Comedy, Drama<br>&nbsp;Sutradara :Upi Avianto<br>&nbsp;Penulis Skenario : Upi Avianto<br>&nbsp;Produksi : Falcon Pictures<br>&nbsp;Rilis: 19 Mei 2016<br>&nbsp;Durasi Film: 90 Menit<br>&nbsp;Bahasa: Indonesia, Melayu, Inggris<br><br>&nbsp;(Pemain)<br><br>&nbsp;Reza Rahadian (Bossman), Bunga Citra Lestari (Diana), Alex Abbad (Dika, Suami Diana), Chew Kinwah (Mr. Kho), Atikah Suhaime (Norahsikin), Iskandar Zulkarnain (Azhari), Bront Palarae (Adrian), Melissa Karim (Bu Boss), Nadia Nisaa (Siti), Shamaine Othman (Vivian), Sherry Al Hadad (Azizah), Richard Oh (Mr. Chia), Tan Ting (Boss Toko Pipa).</p><p style="text-align: justify;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; My Stupid Boss merupakan film dengan genre drama kodemi asal Indonesia. Film ini mengisahkan Diana yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari, warga Indonesia yang menetap di Kuala Lumpur, Malaysia. Ia tinggal bersama sang suami yang bekerja sebagai bos minyak di Malaysia. Namun, Diana tak ingin berdiam diri dirumah dan sang suami menyarankan agar Diana bekerja di perusahaan temannya, yang juga orang Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Bencana mulai datang ketika ia mulai bekerja sebagai kepala kerani atau kepala administrasi. Diana harus bekerja dibawah keinginan sang bos. Diana harus sabar menghadapi kelakuan aneh dan menjengkelkan dari bossman<em>.</em></p><p style="text-align: justify;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Film ini juga bercerita tentang bossman yang memiliki hubungan absurd atau tidak jelas dengan karyawannya. Ia menggunakan Bahasa Jawa dan tidak dimengerti oleh karyawannya yang notabene Warga Malaysia. Sehingga perusahaan yang dikelolanya sering mengalami kekacauan. Ditambah lagi perusahaan tersebut tidak memiliki aturan atau sistem manajemen yang jelas. Seringnya kekacauan terjadi merupakan ulah dari bossman itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Bossman mempunyai prinsip <em>Impo</em><em>s</em><em>sible &nbsp;We Do Miracle We Try.&nbsp;</em>Selain itu, bossman juga menganut asas <em>Bossman &nbsp;Always Right,&nbsp;</em>yang mana bos selalu benar. Setiap keinginannya harus selalu dikabulkan, tak jarang keinginannya aneh dan sulit untuk dimengerti. Reza Rahadian terlihat sangat mendalami perannya, mampu membuat penonton jengkel dengan tingkah lakunya. Film ini juga mengambil setting lokasi di Negeri Jiran, Malaysia. Satu minggu penayangannya, My Stupid Boss sudah disaksikan lebih dari 1 juta penonton Tanah Air. <strong><em>(fqh/e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kedokteran Perpanjang SK, Perikanan dan Hukum Pelantikan Bersama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kedokteran-perpanjang-sk-perikanan-dan-hukum-pelantikan-bersama/baca </link>
<guid> kedokteran-perpanjang-sk-perikanan-dan-hukum-pelantikan-bersama </guid>
<pubDate> Fri, 27 May 2016 21:51:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SERENTAK: Pelantikan ormawa tingkat universitas serentak. Periode menjadi Januari-Desember. (foto: int) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kedokteran-perpanjang-sk-perikanan-dan-hukum-pelantikan-bersama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ViMjFUfRvG.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Kedokteran Perpanjang SK, Perikanan dan Hukum Pelantikan Bersama</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><span>&ndash; Sejak awal 2016, seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) tingkat universitas serentak dilantik. Surat edaran pemberitahuan tertanda&nbsp;</span><span>Encik Akhmad Syaifudin,</span><span>&nbsp;Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni meminta agar seluruh ormawa melakukan musyawarah besar&nbsp;</span><span>(mubes)&nbsp;</span><span>pada Oktober 2015 lalu.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berkaitan dengan pendanaan juga,&nbsp;</span><span>jadi periodenya pas awal hingga akhir tahun,&rdquo; terang Encik. Dikatakan, pemerataan periodisasi itu juga akan diterapkan untuk ormawa tingkat fakultas.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span>Seperti BEM&nbsp;</span><span>Fakultas</span><span>&nbsp;Kedokteran&nbsp;</span><span>(FK)</span><span>.</span><span>&nbsp;Sebelumnya, isu pemerataan periodisasi sudah terdengar. Inisiatif, perwakilan ormawa&nbsp;</span><span>FK</span><span>&nbsp;mengadakan rapat,&nbsp;</span><span>menanggapi kemungkinan perpanjangan Surat Keputusan (SK) masing-masing lembaga.</span></p><p align="justify"><span>&ldquo;Adanya salinan SK rektor terkait periodisasi, kami sepakat memperpanjang masa jabatan.&nbsp;</span><span>Sebab s</span><span>ebelumnya sudah rapat, akhirnya semakin kuat untuk dibawa ke internal masing-masing lembaga,&rdquo; terang Muhammad Yusuf Aditya Prawira, Presiden BEM FK</span><span>&nbsp;2015/2016</span><span>.</span></p><p align="justify"><span>Diakui Yusuf, sempat terjadi pro dan kontra saat rapat sebelum salinan SK rektor mereka terima.&nbsp;</span><span>Secara pribadi, hal itu memberatkan ia yang seharusnya demisioner, bulan ini. Mengingat pemilihan raya (Pemira) BEM FK telah berlangsung Mei lalu dan telah diputuskan presiden terpilih.</span></p><p align="justify"><span>Walhasil, presiden terpilih, Evan Faishal menjabat untuk periode 2017 mendatang. Kepengurusan BEM FK 2015/2016 pun mengadakan rapat kerja (raker), Minggu (22/5/2016) lalu. &ldquo;Seharusnya demisioner semester 6, jadinya kan nanti semester 7. Yah dijalani saja,&rdquo; tutup dia.</span></p><p align="justify"><span>Terpisah, Candra Aldi Zulikram, Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengatakan bahwa Rabu (16/3/2016) lalu seluruh ormawa di FPIK serentak dilantik.</span></p><p align="justify"><span>&ldquo;Ini jadi yang pertama di FPIK, pelantikan bersama, arahan&nbsp;</span><span>lisan&nbsp;</span><span>dari&nbsp;</span><span>Wakil Dekan III</span><span>. Untuk surat sosialisasi dari rektor belum ada kami terima,&rdquo; ujar Candra. Walhasil, ada beberapa ormawa fakultas yang diperpanjang SK-nya.</span></p><p align="justify"><span>Sempat terkendala keterbatasan ruangan, mubes masing-masing ormawa di FPIK menjadi lebih lambat. &ldquo;Kami dari BLM menunggu keputusan, ada yang kami beri surat peringatan karena lambat mubes juga,&rdquo; imbuh Candra.</span></p><p align="justify"><span>Sama halnya FPIK, Fakultas Hukum (FH) juga melakukan pelantikan bersama. Sudah dua tahun ini pelantikan bersama&nbsp;</span><span>dilakukan.&nbsp;</span><span>BEM, DPM, LKIS, dan LDF Al-Mizan serentak dilantik, Maret lalu.</span></p><p align="justify"><span>&ldquo;Seharusnya Januari, tapi terkendala libur dan lain-lain. Periode ormawa di sini setahun, Januari hingga Desember,&rdquo; ujar Muhammad Rizaldi akrab disapa Aldi, Ketua BEM FH. Dia mengaku tidak kaget mengenai surat edaran pemerataan periodisasi dari rektor. &ldquo;Seharusnya memang begitu, agar anggaran lembaga tidak saling tambal menambal untuk periode selanjutnya,&rdquo; tambah Aldi.</span><em><span>&nbsp;(mir)</span></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lewat Enterwind, Usung Samarinda Smart City </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lewat-enterwind-usung-samarinda-smart-city/baca </link>
<guid> lewat-enterwind-usung-samarinda-smart-city </guid>
<pubDate> Sun, 29 May 2016 23:02:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Personel Enterwind </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lewat-enterwind-usung-samarinda-smart-city/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/itUFicykY6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lewat Enterwind, Usung Samarinda Smart City</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>Bermula dari sekumpulan teman kuliah yang <em>ngumpul</em> bareng hingga masuk angin, nama Enterwind terbentuk. &ldquo;Masuk angin itu filosofi <em>joke</em>-nya. Tapi yang serius masuk dan untuk menang, kata &lsquo;d&rsquo; di belakangnya untuk plesetan saja,&rdquo; ucap Roy Febri, Management Marketing Enterwind, Jumat (27/5).</p><p style="text-align: justify;">Enterwind, industri kreatif di bidang telematika yang membuat aplikasi mobile dan website. Anggotanya merupakan alumni dan mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) sebanyak 8 orang dengan Novianto Rahmadi sebagai CEO.</p><p style="text-align: justify;">Modalnya dari kantong pribadi, lalu menawarkan ke instansi untuk peluang kerja. Kesulitannya untuk mencari link dan meyakinkan orang atas karya Enterwind. Saat ini, industri yang berdiri Agustus tahun lalu telah meluncurkan beberapa aplikasi. Seperti Kamus Berau, Resepku, Unmaps, Job Samarinda, dan Tongsik. Sederet aplikasi itu guna menunjang Samarinda menjadi <em>Smart City</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya soal keuntungan, Roy mengatakan cukup untuk kelangsungan industri kreatif ini. &quot;Dibilang berlebihan juga enggak. Cukup untuk nge-bangun <em>start up</em>, keperluan kantor, dan pegawai,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, kampus mendukung industri ini meski tidak secara langsung. &ldquo;Kami yakin, jika semakin besar nama Enterwind, kampus ikut besar juga dan target Enterwind tahun ini atau tahun depan ingin <em>go</em> nasional.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, tak banyak yang bergerak di bidang Konsultan <em>Information and Technology</em> (IT) di Kaltim. &quot;Ada 6 <em>software house</em>, termasuk Enterwind di Samarinda. Sayangnya, pemerintah maupun perusahaan lebih memilih pengembang dari Jawa dan Sulawesi. Padahal, kami bisa dan mampu,&quot; tegas Roy.</p><p style="text-align: justify;">Roy mengaku, Enterwind memandang kompetitor sebagai kawan. &quot;Saling sharing untuk tingkatkan kualitas. Jangan jadikan lawan, kami enggak mau saingan.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Mengusung jargon <em>We &nbsp;Build Beautiful Things With Love</em>, Enterwind berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa pihak. Seperti SMAN 2 Tana Paser, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda, Club Magazine, Imajiv, hingga LPM Sketsa Unmul. Demi kenyamanan klien, Enterwind akan membuat <em>vlog</em>. &quot;Nama <em>vlog</em>-nya <em>Story Client&nbsp;</em>dan rencananya minggu ini bakal jalan. Bukan maksud ikut-ikutan sih, tapi kita bergerak di bidang IT. Jadi, harus <em>update</em>,&quot; pungkasnya. <strong><em>(jdj/adn/e1)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pavlok untuk Lawan Kebiasaan Buruk </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/pavlok-untuk-lawan-kebiasaan-buruk/baca </link>
<guid> pavlok-untuk-lawan-kebiasaan-buruk </guid>
<pubDate> Sun, 29 May 2016 23:15:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gelang Pavlok </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/pavlok-untuk-lawan-kebiasaan-buruk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DELFLOgF3X.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pavlok untuk Lawan Kebiasaan Buruk</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kamu termasuk orang yang suka &ldquo;ngaret?&rdquo; Apa kamu bermasalah dengan kuliah pagi karena tanpa sadar mematikan alarm? Atau, kamu keranjingan <em>online</em> sepanjang hari dan jadi boros kuota? Mungkin, Pavlok bisa jadi solusi.</p><p style="text-align: justify;">Temuan Maneesh Sethi yang diluncurkan sejak 2015 lalu ialah teknologi revolusioner dalam mengubah kebiasaan. Sebuah gelang pintar yang terhubung <em>smartphone&nbsp;</em>dan dapat memberikan sengatan listrik sebesar 255 volt ke lengan penggunanya ketika melakukan pemborosan atau kebiasaan buruk.</p><p style="text-align: justify;">Cara kerja gelang jebolan Inggris itu pun sederhana. Pengguna hanya tinggal mengenakan gelang Pavlok di pergelangan tangan seperti gelang biasa, lalu menginstall aplikasi pendukungnya melalui <em>smartphone</em>, dan memilih satu atau lebih kebiasaan buruk yang ingin dihilangkan dan kebiasaan baru yang ingin dilakukan. &nbsp;Tak lupa, pengguna juga harus memilih dan mengatur sendiri respons pengingat. Dari bunyi beep, getar, sampai kejut listrik maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal keuangan, gelang ini dapat mendeteksi boros tidaknya penggunaan lewat koneksi ke rekening pengguna. Adapun mengatasi kebiasaan buruk, pengguna bisa memilih respons atau reaksi apa yang diberikan gelang Pavlok untuk mengingatkan ketika sedang melakukan kebiasaan buruk yang sebelumnya telah diprogram untuk tidak dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika pengguna mendekati batas pengeluaran dari wajar yang dikenakannya, ponsel akan menampilkan pemberitahuan. Demikian halnya dengan kebiasaan buruk. Jika pengguna tetap melanjutkan, Pavlok akan memberikan kejutan listrik.</p><p style="text-align: justify;">Misalnya kebiasaan buruk belanja dalam jumlah besar, membaca buku sambil tiduran, menggigit jari, hingga memakan makanan cepat saji. Begitu pengguna melakukan itu, Pavlok akan bereaksi sesuai pengaturan. Pavlok mulai mengubah kebiasaan dalam waktu lima hari.</p><p style="text-align: justify;">Pavlok dirangkai dengan metode Pavlovian Conditioning, yakni respon refleks untuk memunculkan perilaku berulang dan memecahkan masalah atau kebiasaan buruk yang bekerja memantau langkah, aktivitas, dan pola tidur penggunanya. Salah satu keunikan gelang ini memang memilki fungsi kejut listrik, tapi untuk kita dianjurkan cukup menyetelnya dengan suara beep, getaran, atau nyala lampu indikator saja. Untuk mendapatkan Pavlok, kamu perlu merogoh kocek cukup dalam. Harganya berkisar antara satu sampai tiga juta rupiah. Teknologi canggih, memang butuh pengorbanan lebih kan? Selamat mencoba! <strong>(<em>aml</em></strong><strong><em>/e1</em></strong><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 1600 Peserta Hadapi Tes Masuk Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/1600-peserta-hadapi-tes-masuk-unmul/baca </link>
<guid> 1600-peserta-hadapi-tes-masuk-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 01 Jun 2016 20:22:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan SBMPTN di Auditorium Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/1600-peserta-hadapi-tes-masuk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uot3e1v8eW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>1600 Peserta Hadapi Tes Masuk Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA</strong><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 digelar serentak secara nasional. Peserta yang mengikuti tes masuk Unmul ini kurang lebih 1600 siswa. Lokasi tes berada dibeberapa fakultas dan SMA/K Samarinda. Tes masuk ini berlangsung satu hari saja, Selasa (31/5).</p><p style="text-align: justify;">Bidang ilmu yang diujikan ialah Soshum, Saintek, dan campuran. Terlihat calon mahasiswa ini sangat antusias mengikuti ujian. Selain belajar dan mempersiapkan diri, beberapa syarat yang harus dibawa untuk tes kali ini yaitu Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), kartu peserta, dan slip pembayaran SPP.</p><p style="text-align: justify;">Tidak seperti perguruan tinggi lain, pelaksanaan tes masuk Unmul ini tidak difasilitasi komputer. Peserta menggunakan lembar soal pilihan ganda seperti biasa. Tak kalah dari calon mahasiswa baru, pengawas pun ikut merasakan <em>euphoria</em> SBMPTN yang hanya dilaksanakan sekali setahun ini. &nbsp;&ldquo;Pelaksanaan ujian ini lancar-lancar saja, tidak ada kendala yang dihadapi,&rdquo; ungkap Ardiansyah dan Jahlil, selaku pengawas ujian.</p><p style="text-align: justify;">Para peserta sempat mengutarakan sulitnya mengerjakan soal ujian di bidang Saintek karena mereka lulusan SMK Kesehatan. <strong><em>(els</em></strong><strong><em>/irm/e1</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tim Debat Fisip Juara 1 Lomba Debat Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tim-debat-fisip-juara-1-lomba-debat-nasional/baca </link>
<guid> tim-debat-fisip-juara-1-lomba-debat-nasional </guid>
<pubDate> Wed, 01 Jun 2016 20:29:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim debat Unmul juara nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tim-debat-fisip-juara-1-lomba-debat-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N3HSeKssxD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tim Debat Fisip Juara 1 Lomba Debat Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA &ndash;</span></strong><span>&nbsp;Senin (23/5) laludiadakan acara National Political Debate Competition di Universitas Negeri Semarang yang diikuti oleh Universitas di seluruh Indonesia.<span>&nbsp;&nbsp;</span>Unmul pun mengirim perwakilannya yaituYusriansyah, Merina Afrilia, dan Henny Sulistiawati. Ketiganya adalah mahasiswaFakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Ilmu Pemerintahan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak disangka merekamenjadi juara 1 dalam lomba debat tersebut. Tentu saja mereka memerlukanpengorbanan untuk mencapai juara.Mulai dari pengurusan proposal selama tiga haridan biaya awal yang diambil dari kocek sendiri. Yang menyenangkan adalah merekaberhasil mengharumkan nama Unmul di kancah nasional.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lomba ini diawali denganmengrimkan karya tulis esai sebagai salah satu persyaratan mengikuti LombaDebat Nasional dan karya tulis esai kami menempati posisi ke-6 dari 64 timdebat se-Indonesia.Yang mana 16 tim terbaik yang dilihat dari karya esainya itudiambil atau dilombakan pada lomba debat nasional di Semarang&rdquo;, ujar Merina, mahasiswi angkatan 2013 tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Merina, yang menjadi tantangan terbesar dalam debat nasional ini yang mana tema debat diumumkan 30 menit sebelum perlombaan dan saat itu juga mereka harus mencari data melalui internet, buku dan sumber lainnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada babak penyisihan tim Mulawarman ini melawan Universitas Hasanuddin Makassar. Kemudian perempatan final melawan Universitas Islam Jakarta selanjutnya pada babak semifinal atau babak empat besar melawan tuan rumah yaitu Universitas Negeri Semarang. Hingga akhirnya, menyentuh babak final melawan Universitas Padjajaran dan berhasil menang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sistem lomba tersebut hampir mirip dengan lomba debat yang biasa diadakan di Unmul.Yang membedakan sistem debat kancah nasional menggunakan teknik<span>&nbsp;</span>Asian Parlementer. Jadi pada saat pembicara pertama membuka perdebatan atau <em>opening statement</em><span>&nbsp;&nbsp;</span>itu bisa langsung disanggah dengan lawan debat. &ldquo;Pada intinya hampir sama,<span>&nbsp;&nbsp;</span>tetapi disana lebih diperkuat dengaN data,teori, materi dan lain sebagainya&rdquo;, ucap Yusriansyah yang ditemui Minggu (29/5)siang.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yusriansyah juga menambahkan tidak menyangka bisa menjadi juara satu. Disebabkan Universitas Padjajaran memiliki standar lebih tinggi daripada Unmul. Selain itu, argumen mereka tidakmain-mainberdasarkan data dan realita. &ldquo; Kami juga tidak menyangka ketika ketiga juri dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Diponegoro memilihUnmul menjadi juara lomba debat nasional kedua.Tentu saja kami senang dandeg-degan,&rdquo; ungkap Yusriansyah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yusriansyah selaku ketua tim mengungkap beberapa tips dalam kemenangannya. &ldquo;Tentunya kita banyak belajar.Intinya,kita harus memahami debatnya tentang apa.Kalau tentang pendidikan kita harus belajar bagaimana dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Jika debatnya tentang politik, kita harus banyak membaca buku tentang politik. Yang kedua kita harus menaklukkan mental kita. Jadi yang terpenting kita harus dapat menjaga mental kita karena Universitas Mulawarman ini dalam hal SDM-nya dan ilmu pengetahuan bagus, namun mentalnya saja yang kurang.Ketika mental kita telah terasah dengan baikotomatis semuanya akan terlaui. Dan, yang ketiga tentu jika kita ingin memenangkan suatu perdebatan isi penyampaian kita keluarkan berdasarkan fakta,survey, maupun UUD dan konstitusi yang berlaku saat ini,&rdquo; terang mahasiswa angkatan 2014 tersebut. <strong><em>(tia/nvt/e2)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Strategi Belajar Menyambut UAS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/strategi-belajar-menyambut-uas/baca </link>
<guid> strategi-belajar-menyambut-uas </guid>
<pubDate> Wed, 01 Jun 2016 20:34:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto: Nauval Dwi Fadillah, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/strategi-belajar-menyambut-uas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Q8Z3K1K4J6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Strategi Belajar Menyambut UAS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Minggu tenang identik dengan belajar sebelum UAS. Tapi, sebagian mahasiswa menggunakan minggu tenang untuk bersantai. Sistem kebut semalam atau biasa juga dikenal sebagai SKS akhirnya jadi pilihan.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Nauval Dwi Fadillah, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, mengatakan belajar di minggu tenang justru bikin enggak tenang. Dirinya &nbsp; membantah kalau pelajaran eksak membutuhkan waktu ekstra belajar. &ldquo;Enggak, sama saja. Semua ilmu sama enggak ada bedanya. Mereka saling melengkapi jadi enggak ada ilmu yang mudah atau susah,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pola belajar setiap orang berbeda-beda di minggu tenang. Ada yang menggunakannya untuk belajar dan ada yang malah tidak &nbsp;belajar sama sekali. Atau bahkan mempersiapkan contekan di hari ujian.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan pemikiran mahasiswi FMIPA, Puji Anna Ermadi yang merupakan anak rantau. &ldquo;Kalau aku biasanya minggu tenang itu belajar kelompok. Terus pas Sabtu dan Minggu belajar, cuma ya sekadar buka buku saja. Selain belajar kelompok belajar sendiri juga sih,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Apa pun pola belajarnya cukup modal percaya diri. Semua orang diciptakan berbeda dan itu adalah fitrahnya. Sebaiknya jangan mencari jalan pintas yang berpotensi menjerumuskan. <strong>(<em>asr</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Halal Haram Fakultas Baru Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/halal-haram-fakultas-baru-unmul/baca </link>
<guid> halal-haram-fakultas-baru-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 03 Jun 2016 23:38:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hearing BEM FTIKOM dengan Rektor Unmul usai pelantikan dekan FKTI </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/halal-haram-fakultas-baru-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z65mVLCC2K.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Halal Haram Fakultas Baru Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ruang Serbaguna Rektorat lantai 4 hari ini, Jumat (3/6) lebih ramai daripada biasanya. Seremoni pelantikan dekan yang agaknya canggung berlangsung. Pukul 9.15 acara dimulai. Tertunda satu jam daripada seharusnya. Hadirin berdiri berbaris selayaknya pelantikan. Pertengahan acara, SK Rektor tentang dibentuknya fakultas baru, dibacakan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam SK itu disebutkan, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIKOM) dan program studi Ilmu Komputer dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), resmi digabungkan secara kelembagaan fakultas baru bernama Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI).</p><p style="text-align: justify;">Masjaya, Rektor Unmul mengatakan, hal itu sebagai langkah Unmul lebih baik. Bersama jajaran terkait, Masjaya berkonsultasi perihal ini dengan beberapa kalangan, khususnya pakar pendidikan Ilmu Komputer. &ldquo;Ide ini sudah lama kami diskusikan. Wakil Rektor IV yang fasilitasi untuk rapat. Saya pikir tidak perlu dijadikan masalah. Ini juga demi pengembangan, kemajuan, dan idealitas Unmul sebagai salah satu universitas terbesar,&rdquo; ujar Masjaya dalam sambutannya.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 10.00 pelantikan selesai. Namun, barisan mahasiswa FTIKOM yang menggelar aksi sejak pagi di luar Gedung Rektorat, nyatanya masih sabar menanti kedatangan Masjaya menemui mereka. Ada empat tuntutan yang disuarakan, yaitu tunda pelantikan dekan dan jajarannya, tinjau ulang SK 280/DT/2016 tentang pembentukan FKTI, selesaikan kisruh internal FTIKOM, serta libatkan ormawa FTIKOM dalam setiap pengambilan keputusan pembentukan FKTI. Tak hanya itu, mereka juga membawa kertas petisi penolakan sejumlah dosen dan kaprodi tentang pelantikan hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah mahasiswa bahkan sampai menyambangi ruangan acara meski dihadang oleh aparat keamanan yang berjaga. Bagian protokol lalu mengarahkan ke ruang rapat di lantai 3 untuk dilakukan <em>hearing</em> yang turut dihadiri oleh para pejabat yang baru saja dilantik. Pertemuan selama 30 menit itu berlangsung cukup tegang.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan tersebut, Jamaluddin, Ketua BEM FTIKOM menyampaikan tuntutan. Jamal mengatakan, mahasiswa resah dan jadi korban perselisihan birokrat. Dikatakannya, beberapa dosen kini enggan mengajar. Jamal juga mempertanyakan sejumlah terbitan SK yang dirasanya mengganjal. Masjaya menanggapi tegas. &ldquo;Laporkan dosen yang seperti itu. Dia akan berhadapan dengan rektor,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya Masjaya curiga aksi yang dilakukan itu merupakan otak dari oknum tertentu. &ldquo;Karena ini aksi dari mahasiswa sendiri saya terima. Kalau ditunggangi pihak lain apalagi yang haus jabatan dengan cari-cari kesalahan, saya tidak mau terima,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya didampingi para wakilnya menjelaskan singkat kronologis penggabungan ini. Dijelaskannya, Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Komputer, yang diketuai oleh Zainal Hasibuan sudah saling bertemu sejak menjabat Wakil Rektor II. Zainal menyarankan perbaikan kualitas FTIKOM agar tidak membebankan mahasiswanya ketika lulus. Solusinya ialah penggabungan. Prosesnya panjang dan baru terlaksana ketika Masjaya menjabat rektor.</p><p style="text-align: justify;">Bohari Yusuf, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat turut angkat bicara. Dikatakannya, sejumlah keputusan yang dikeluarkan melalui rangkaian yang sangat panjang. Dinamikanya luar biasa. Ada banyak pertimbangan. SK bahkan ada yang umurnya hanya sehari kemudian diralat kembali dengan menerbitakan SK baru. Tidak semua keputusan berbentuk SK.</p><p style="text-align: justify;">Perihal keterlibatan, dikatakannya pernah ada rapat di Balikpapan dan dilanjutkan dengan rapat senat sebagai demokratisasi tertinggi kampus yang dihadiri semua dosen dari kedua belah pihak. Sehingga dia membantah sejumlah pihak mengatakan tidak dilibatkan. Rapat itu kemudian memutuskan terbentuknya FKTI. &ldquo;Secara administrasi namanya harus pembentukan. Kalau tidak begitu akan menimbulkan masalah dalam salah satu pihak. Kalau hanya diubah nama, Ilmu Komputer nasibnya tidak jelas,&rdquo; kata Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Kertas petisi yang dibawa mahasiswa FTIKOM pun tak luput dari pembahasan. Pihak rektorat curiga, petisi itu merupakan rekayasa oknum. Dilihat dari halaman yang terpisah dan tidak padu, ditambah konfirmasi para penandatangan yang mengaku tidak pernah menandatangani itu. Masjaya dan Bohar meminta ini diselesaikan bersama dekan. &ldquo;Surat ini salah besar. Surat ini tidak sah, karena atas nama FTIKOM tapi yang bertandatangan adalah ketua prodi. Tidak mungkin Kaprodi menandatangani atas nama lembaga fakultas,&rdquo; jelas Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya yang harus menemui tamu dari Jakarta terpaksa mengakhiri forum. &ldquo;Saya apresiasi tuntutan ini, akan saya jadikan dasar untuk memperlihatkan kepada pejabat agar jangan sampai mahasiswa jadi korban gara-gara oknum. Untuk polemik SK, saya tidak mau bahas tentang itu. Nanti bisa kita buat pertemuan khusus. Saya berikan ultimatum untuk memperbaiki. Silakan bentuk tim untuk menelusuri,&rdquo; tandasnya seraya meninggalkan ruangan. <strong>(<em>aml/e2</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KSR Unmul Segera Punya Markas Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ksr-unmul-segera-punya-markas-baru/baca </link>
<guid> ksr-unmul-segera-punya-markas-baru </guid>
<pubDate> Fri, 03 Jun 2016 23:54:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sekretariat KSR Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ksr-unmul-segera-punya-markas-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TePLO1Gz4P.JPG" />
					</figure>
			                <h1>KSR Unmul Segera Punya Markas Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA - &nbsp;</strong>Markas Korps Sukarela atau KSR Unmul akan segera memiliki markas baru. Wacana ini diindahkan oleh Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan alumni, Encik Akhmad Syaifuddin. Dirinya menuturkan markas baru KSR letaknya nanti di sebelah pos keamanan Gunung Kelua. &nbsp;&ldquo;Sebenarnya bukan dipindah tapi jadi dua tempat saja,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Encik, markas baru itu akan digunakan dalam tanggap darurat penyelamatan berkerjasama dengan satpam terutama untuk malam hari. Sama halnya dengan satpam di daerah Gunung Kelua, mereka akan ada pembagian tugas piket. Namun, ementara kendala untuk merealisasikan markas KSR ini adalah dana. Sebelumnya, markas KSR ada di gedung perpustakaan Unmul yang lama.</p><p style="text-align: justify;">Di lain pihak, Ketua KSR Unmul, Alifah Anas Shofiyah membenarkan adanya wacana tersebut. Hanya saja ia tidak tahu markas barunya akan pindah disebelah pos satpam Gunung Kelua. KSR sendiri memiliki dua markas. Markas pertama terletak di gedung <em>Student Centre&nbsp;</em>lantai tiga yang berfungsi sebagai tempat bertamu dan menyimpan alat-alat yang jarang dipakai. Lalu yang kedua di tempat bekas perpustakaan Unmul sebagai tempat menyimpan barang yang sering dipakai dalam keadaan darurat dan tempat berkumpul sesama anggota KSR.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Saya malah tidak tahu kalau dulu ini adalah tempat perpustakaan. Yang saya tahu dari senior sebelumnya ini adalah tempat UKM-UKM sama gedung farmasi sekarang sebelum <em>Student Centre&nbsp;</em>dibangun,&rdquo; ujarnya ditemui di markas KSR.</p><p style="text-align: justify;">Menurut mahasiswi FKIP 2013 itu, perpindahan markasnya dikarenakan pembangunan gedung penelitian yang dibiayai <em>Islamic &nbsp;Development Bank</em> (IDB). Untuk itu, KSR sudah mulai membuat proposal ke pihak rektorat agar dibuat markas baru. &nbsp;&ldquo;Mulai tahun ini (2016) akan segera dibangun gedungnya. Makanya dari KSR juga masih bingung untuk markas baru ini,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat hal itu, KSR ingin segera memiliki markas baru.Agar segala tanggap darurat bencana bisa cepat diatasi, mengingat bencana hadir tanpa rencana. &ldquo;Kalau yang dilantai tiga kan gak bisa cepat karena harus turun tangga lagi. KSR harus memiliki markas tersendiri seperti tim SAR atau tim Damkar,&rdquo; ucap Alifah. Terakhir, ia berharap markas baru tersebut terealisasi dan bukan sekedar janji. <strong><em>(mwp/e2) &nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagi Kepedulian Genbi Unmul ke Loa Kumbar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/berbagi-kepedulian-genbi-unmul-ke-loa-kumbar/baca </link>
<guid> berbagi-kepedulian-genbi-unmul-ke-loa-kumbar </guid>
<pubDate> Mon, 06 Jun 2016 14:40:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Genbi bersama masyarakat Loa Kumbar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/berbagi-kepedulian-genbi-unmul-ke-loa-kumbar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sq8an1wxWE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagi Kepedulian Genbi Unmul ke Loa Kumbar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (Genbi) Unmul mengadakan kegiatan bertajuk <em>Genbi Goes to Loa Kumbar</em> pada Sabtu-Minggu (4-5/6) di Kelurahan Loa Buah Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Kegiatan tersebut merupakan program kerja gabungan dari tiga divisi Genbi yaitu Pendidikan, Lingkungan Hidup dan Kesehatan Masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Firmansyah selaku ketua panitia, mengatakan bahwa Genbi Goes to Loa Kumbar merupakan kegiatan pertama dari komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) ini. &ldquo;Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat Loa Kumbar tentang kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan ekonomi keuangan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Umum Genbi, Endra Julianto turut menuturkan, Loa Kumbar dipilih karena daerah tersebut merupakan wilayah terakhir dari Kota Samarinda yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar). Keadaan daerah tersebut cukup memprihatinkan. Selain akses jalan yang sulit, fasilitas penerangan di desa tersebut juga kurang memadai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depan, pemerintah Samarinda harus memberikan perhatian khusus terhadap pembagunan di daerah Loa Kumbar. Terutama infrastruktur jalan, pengadaan air bersih, dan listrik,&rdquo; ujar Endra.</p><p style="text-align: justify;">Mengangkat tema &ldquo;<em>Dedikasi Untuk Loa Kumbar yang Cerdas dan Peduli &nbsp;Bersama Genbi Kaltim 2016&rdquo;</em> acara di desa yang terkenal dengan kampung pisang tersebut berisi kegiatan-kegiatan yang informatif dan persuasif untuk warga setempat.</p><p style="text-align: justify;">Seperti sosialisasi kesehatan tentang Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI), mendeteksi secara dini gejala kanker payudara lewat sosialisasi Periksa Payudara Sendiri (Sadari), pembuatan media penangkap nyamuk sederhana (<em>ovi &nbsp;trap</em>), dan gerakan minum susu sehat. Sedangkan di bidang pendidikan diadakan sosialisasi menabung untuk anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">Sekaligus untuk memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, Genbi juga memberikan kampanye kreatif tentang daur ulang sampah yang diisi langsung oleh Marno Mukti, pendiri Bank Sampah Ramah Lingkungan (Bank Ramli) Samarinda, pembagian <em>ecobag</em> gratis serta dongeng tentang edukasi lingkungan untuk anak-anak desa Loa Kumbar.</p><p style="text-align: justify;">Firman berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi warga desa Loa Kumbar. &ldquo;Semoga dedikasi ini benar-benar bermanfaat bagi kehidupan mereka dan apa yang telah disampaikan dapak dilaksanakan dan dikembangkan secara kreatif dalam kehidupan sehari-hari.&rdquo; tuturnya. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SK Terbit Mendadak, Mahasiswa Jadi Korban </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-terbit-mendadak-mahasiswa-jadi-korban/baca </link>
<guid> sk-terbit-mendadak-mahasiswa-jadi-korban </guid>
<pubDate> Wed, 08 Jun 2016 19:38:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi BEM FTIKOM di depan gedung rektorat beberapa waktu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-terbit-mendadak-mahasiswa-jadi-korban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JVNjMpLHbG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SK Terbit Mendadak, Mahasiswa Jadi Korban</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Ada yang janggal,&rdquo; kata Jamaludin, Ketua BEM Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIKOM). Pelantikan jajaran Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Jumat (3/6) lalu, dengan penjagaan ketat yang masih menimbulkan tanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kabar pelantikan saja, baru tahu H-1. Setelah pelantikan, ada jeda waktu untuk pertemuan pimpinan dan dosen, membahas klarifikasi masalah. Saat itu, mahasiswa tidak dilibatkan. Lalu, kami diberitahu akan ada pertemuan dengan mahasiswa. Tapi, tidak melibatkan para dosen lagi,&rdquo; ungkap Jamal, saat ditemui kemarin Senin (6/6) pagi.</p><p style="text-align: justify;">Alasannya, dosen dan pimpinan mengatakan sudah menyelesaikan konflik. Sehingga, tak ada pembahasan yang mesti melibatkan kedua pihak tersebut. Hal ini membuat Jamal dan rekan organisasi curiga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengapa di awal dosen yang gembar-gembor dan tidak terima sampai munculnya petisi itu, malah sekarang 360 derajat berubah drastis? Pembahasan seperti apa yang membuat mereka menyatakan semua sudah jelas dan enggak perlu ada pembahasan lagi?,&rdquo; tanya Jamal heran.</p><p style="text-align: justify;">Padahal menurutnya, konflik internal FTIKOM telah berlangsung lama. &quot;Ini yang membuat kami resah, dan ini yang mengganggu stabilitas perkuliahan. Kita mahasiswa yang jadi korban,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembahasan SK tidak melibatkan mahasiswa pun menjadi teka-teki. Sebelumnya SK 1091/DT/2015, ditetapkan 3 Juli 2015, pembahasannya masih melibatkan seluruh pihak, termasuk mahasiswa. Selang 20 hari SK tersebut ditetapkan, muncul SK baru. Yakni, SK 1143/DT/2015 yang tidak melibatkan mahasiswa. Disebutkan Jamal, SK tersebut ditetapkan 23 Juli 2015. Hingga H-1 pelantikan, tak ada penyampaian isi SK tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;SK 1143 kami minta dari prodi, sebelumnya karena masih terbuka semua bisa langsung dari pimpinan,&rdquo; jawabnya saat ditanya dari mana sumber SK tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Jamal, SK 1091/DT/2015 merupakan perubahan nama fakultas. Lalu, muncul SK 1143/DT/2015 membahas tentang pembubaran fakultas. &ldquo;Secara tidak langsung SK 280, mengacu pada SK 1143 tentang pembubaran FTIKOM dan pembentukan fakultas baru,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Bicara soal petisi yang ditolak pihak rektorat, Jamal dan rekannya segera menelusuri hal tersebut. Petisi yang ditandatangani Edy Budiman, Ketua Prodi Teknik Informatika itu, dinilai tidak sah karena beberapa dosen menyatakan tidak terlibat di dalamnya. &ldquo;Ada 16 yang tanda tangan di petisi, tapi baru dua yang konfirmasi ke kami. Lainnya, kami masih cari tahu,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebab itu, Jamal berharap dapat mempertemukan seluruh pihak. &ldquo;Biar masalahnya jelas, makanya semua yang terlibat harus ada di satu tempat dan menjelaskan kejanggalan itu,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Samar-samar kabar pembentukan fakultas baru, Reza Nur Muhammad, Teknik Informatika Angkatan 2013, mengetahui secara jelas ketika telah dilakukan pelantikan. &ldquo;Enggak ada pemberitahuan dari fakultas. Jadi, banyak mahasiswa FTIKOM enggak tahu. Itu pun informasi juga dapat dari anak organisasi. Katanya, pelantikan dipercepat sebelum ada mahasiswa baru masuk,&rdquo; ujar Reza ketika ditemui Senin (6/6) siang harinya.</p><p style="text-align: justify;">Penggabungan berujung pembubaran fakultas ini pun, membuat mahasiswa FTIKOM bingung, bagaimana nasib perkuliahannya. &ldquo;Imbasnya juga ke semua sih, alumni, apalagi kita angkatan 2013. Khawatirnya juga, manajemennya nanti enggak jelas,&rdquo; ucapnya. <strong><em>(jdj</em></strong><strong><em>/e1</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 42: Tanya-tanya Jadwal Pembekalan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-42-tanya-tanya-jadwal-pembekalan/baca </link>
<guid> kkn-42-tanya-tanya-jadwal-pembekalan </guid>
<pubDate> Wed, 08 Jun 2016 20:20:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KKN 42 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-42-tanya-tanya-jadwal-pembekalan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U8eWnOxYb1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 42: Tanya-tanya Jadwal Pembekalan</h1>
			              </header>
			              <p>SKETSA &ndash; &nbsp;&ldquo;Kalau belum ditandatangani itu belum sah,&rdquo; ucap Endang Kuswarini, Panitia KKN LP2M Unmul saat dikonfirmasi mengenai Jadwal Pembekalan KKN Angkatan 42. Kemarin (7/6) informasi jadwal tersebut telah menyebar luas di media sosial. Namun, ada yang rancu dari jadwal tersebut.</p><p>Tertulis jadwal pembekalan KKN Reguler 2016. Namun, KKN Bina Mitra Samarinda dijadwalkan di hari &nbsp;yang sama bersama KKN Samarinda Reguler. Menjawab hal itu, Endang menjelaskan sebenarnya KKN Reguler dan Bina Mitra pembekalannya digabung.</p><p>&ldquo;Kalau Samarinda enggak digabung, soalnya peserta banyak. Makanya, dipisah. Kalau daerah lain sedikit, jadi pembekalannya digabung. Itu masih rancangannya, wajar kalau masih ada yang salah. Tapi, kok bisa nyebar secepat itu?&rdquo; jelas Endang heran.</p><p>Masih ada kemungkinan pertukaran hari. &ldquo;Kalau tanggal memang benar. Tapi, bisa jadi itu diubah, daerah mana dapat hari apa. Kalau Samarinda kemungkinan diganti hari terakhir. Jadi, tunggu saja info jelasnya,&rdquo; jelasnya, Rabu (8/9) pagi tadi.</p><p>Soal kehadiran peserta, wajib bagi yang tidak berhalangan. Akan ada absensi peserta. &ldquo;Kalau telat, segera menyusul. Itu nambah pengetahuan juga, memang materinya sudah ada di buku panduan. Tapi, ini kan setahun sekali dan ilmunya yang disampaikan juga pasti beda. Rugi kalau enggak ikut,&rdquo; tegasnya.</p><p>Sjaifudin, bagian helpdesk KKN, mengatakan mahasiswa yang tidak sempat mengikuti pembekalan daerahnya bisa mengikuti pembekalan daerah lain. Jangan pula meremehkan pembekalan. &ldquo;Wajibnya itu bukan dari kami, tapi dari mahasiswa sendiri. Soalnya, ada materi yang memang penting untuk mahasiswa tahu,&rdquo; imbuhnya.</p><p>Mengenai proposal yang biasanya diajukan mahasiswa untuk mendukung program kerja (proker), Sjaifudin menegaskan tahun ini pengajuan proposal tidak diperbolehkan. Dikatakan, desa dan kelurahan telah memilki anggaran sendiri. Jadi, mahasiswa tak perlu mencari-cari dana untuk mendukung kegiatan di desa atau kelurahan terkait. Hal tersebut bahkan diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.</p><p>&nbsp;&ldquo;Yang perlu dilakukan mahasiswa itu adalah merancang proker sebaik mungkin dan kerja sama dengan pihak terkait. Bisa jadi, jika memang bagus dibantu dananya oleh desa atau kelurahan setempat,&rdquo; ucapnya.</p><p>Ia juga mengharapkan mahasiswa jangan mempersempit pikirannya, bahwa KKN itu terbatas soal dana dan fasilitas. Pengabdian kepada masyarakat melalui proker dan kinerjanya ketika di lapangan yang seharusnya. &ldquo;Mahasiswa UGM saja berani bayar lebih untuk bisa KKN di luar kota. Bukan soal dana, tapi mahasiswa dituntut untuk pengabdiannya juga mengeksplor kompetensi diri,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(jdj/e3)</em></strong></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ilkom Tanggapi Halal Haram Fakultas Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ilkom-tanggapi-halal-haram-fakultas-baru/baca </link>
<guid> ilkom-tanggapi-halal-haram-fakultas-baru </guid>
<pubDate> Sat, 11 Jun 2016 22:11:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengurus ACCESS FMIPA Unmul (kiri: Muhammad Eko Jumaddin kanan; Agus Mulyadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ilkom-tanggapi-halal-haram-fakultas-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SZRBn0r8nk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ilkom Tanggapi Halal Haram Fakultas Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Association of Computer Science Students (ACCESS) FMIPA Unmul, diwakili oleh Ketua, Agus Mulyadi dan anggotanya, Muhammad Eko Jumaddin buka suara perihal penggabungan Ilmu Komputer (Ilkom) FMIPA dengan FTIKOM dalam rumpun Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI). Berbeda dengan FTIKOM &nbsp;yang &nbsp;secara terang mengajukan tuntutan atas hal itu, ACCESS justru setuju pada putusan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sepakat saja, selama ini kisruh antara keduanya mungkin bisa terselesaikan dengan penggabungan ini. Selama mahasiswa tidak dirugikan dan demi kebaikan mahasiswa, maka apapun itu kami baik saja,&rdquo; ujar Agus dan Eko kompak saat ditemui di beranda Gedung Baru FMIPA Unmul, hari ini (11/6/16).</p><p style="text-align: justify;">Lain hal dengan FTIKOM yang merasa tidak dilibatkan, ACCESS lapang dada. Dikatakan Agus, mahasiswa Ilkom merasa cukup dilibatkan dan terwakili dosen yang selalu menghadiri rapat tentang pembentukan sejumlah kebijakan untuk FKTI nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, pihaknya mengaku sempat berdiskusi soal SK dan penggabungan ini dengan FTIKOM. &ldquo;Bahkan, sejak keluar SK pertama berisikan ID jurusan,&rdquo; kata Eko. Namun, mereka cukup terkejut mengetahui FTIKOM melakukan aksi sepihak (3/6) lalu. Meski dikatakannya, ACCESS pun akan berpikir dua kali jika diajak turun aksi. &ldquo;Kami kaget mereka aksi dan tidak tahu sama sekali ada pelantikan. Kami tahu setelah baca berita <em>Sketsa</em>. Aksi itu harusnya dilakukan beberapa hari sebelumnya, minimal H-1 mungkin bisa dipertimbangkan,&rdquo; ujar Agus menambahkan.</p><p style="text-align: justify;">Dua mahasiswa itu satu suara, menyebutkan ACCESS sudah mengetahui isu tersebut sejak 2013. Perihal organisasi mahasiswa, dikatakan mereka Wakil Dekan 1 FKTI meminta agar segera membentuk BEM dan unit organisasi kemahasiswaan lainnya atas nama FKTI. Dalam waktu dekat, ACCESS berencana mengadakan rapat dan kunjungan ke FTIKOM untuk membicarakan ini secara serius.</p><p style="text-align: justify;">Meski tampak menerima, penggabungan ini bukannya tak mendatangkan keresahan bagi mahasiswa Ilkom. Untuk urusan administrasi perkuliahan seperti KRS, KHS, serta surat menyurat, mereka diimbau untuk terlebih dulu ke Kaprodi, lalu birokrasi yang berkantor di FTIKOM. &ldquo;Kami urus di sini dulu (FMIPA), baru ke FTIKOM karena ruangan dekan dan sebagainya ada di sana (FTIKOM). Ini membuat kami merasa bingung sekaligus disulitkan,&rdquo; kata Agus.</p><p style="text-align: justify;">Keluhan juga datang dari mahasiswa Ilkom lainnya yang disampaikan kepada Agus. Beberapa mahasiswa merasa dirugikan secara pribadi. &ldquo;Kemarin daftar di FMIPA, malah jadi FKTI,&rdquo; kelakarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mata kuliah yang hampir sama, dan hanya dibedakan semester saat menerimanya, hingga gelar sarjana yang serupa, merupakan alasan lain mereka sepakat akan penggabungan ini. Mereka berharap, administrasi fakultas baru bisa tuntas dan pembangunan gedung baru bisa terselesaikan untuk mereka segera bergabung. Agar tak lagi menyisakan kesan halal haram. <strong>(<em>aml</em></strong><strong><em>/e1</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> LDM Al-Hikmah Tebar Hikmah Lewat GSM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/ldm-al-hikmah-tebar-hikmah-lewat-gsm/baca </link>
<guid> ldm-al-hikmah-tebar-hikmah-lewat-gsm </guid>
<pubDate> Sun, 12 Jun 2016 00:49:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu peserta saat tampil dalam ajang GSM, kemarin </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/ldm-al-hikmah-tebar-hikmah-lewat-gsm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a1Kx1L2CgT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>LDM Al-Hikmah Tebar Hikmah Lewat GSM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>Ramadan memang dapat diresapi dengan beragam cara. Ramadan, sebagai bulan suci umat Islam tentu tak luput dari perhatian sejumlah organisasi Islam di Kampus Mulawarman. Tak terkecuali Lembaga Dakwah Mushalla (LDM) Al-Hikmah FMIPA Unmul yang hari ini menggelar rangkaian agenda bernuansa Ramadan. Oleh Burhanuddin, ketua LDM Al-Hikmah dan Mosy R Alfitrianto anggota KPSDM LDM Al-Hikmah (Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) rangkaian itu dipaparkan.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di ruang Boyle FMIPA, Sabtu (11/6) LDM Al-Hikmah memang menggelar agenda tak biasa. Bertajuk Gebyar Special Moment (GSM), agenda tahunan tersebut tahun ini tampil beda. Menginjak kedelapan kali, GSM 2016 memuat sejumlah konten segar berupa perlombaan untuk seluruh mahasiswa Unmul dan sekolah-sekolah di Samarinda serta mengundang juri dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Samarinda. &ldquo;Puncaknya, Spritual Power Training (SPT) yakni Tabligh Akbar yang akan diisi oleh pemateri nasional di Auditorium 16 Juni mendatang,&rdquo; kata Burhanuddin, saat ditemui di sela-sela perlombaan Musabaqah Tartil Quran, siang kemarin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perlombaan yang diikuti oleh puluhan peserta itu meliputi cabang tartil, tilawah, hifdzil Quran, fahmil, fotografi, poster, dan mading 3D, Mipa cerdas dan Islamic voice. Selain lomba, juga ada talkshow yang diisi oleh alumni LDM berprestasi, bioskop sinema Ramadan, dan kegiatan bakti sosial memberikan paket Ramadan,&rdquo; ujar Burhanuddin dan Mosy kompak.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir perbincangan dengan Sketsa, Burhanuddin dan Mosy mengungkapkan harapan mereka masing-masing. &ldquo;Saya berharap, agenda ini bisa merangkul teman-teman untuk ajang perlombaan di tingkat nasional. Dari sekarang kita mencari bibit untuk dipersiapkan,&rdquo; papar Burhanuddin.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Burhanuddin, Mosy mengatakan, &ldquo;Anak Mipa biasanya dikenal tertutup. Apalagi untuk masalah event-event kemahasiswaan. Agenda ini bisa jadi ajang pembuktian, anak Mipa juga bisa aktif berorganisasi dan menyelenggarakan event. Harapan lain, ke depan mungkin kami bisa bekerja sama dengan UKM Sahabat Quran (SQ) Unmul untuk membangun kampus yang Islami,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, Devi Aprisanti Ritonga, peserta Tartil mengungkapkan kesannya mengikuti GSM. Meski mengaku cukup tegang saat tampil, Devi merasa agenda semacam ini menjadi nostalgia bagi dirinya. &ldquo;Acaranya bagus sekali. Melatih mahasiswa Unmul untuk meningkatkan kemampuan di bidang imtaq. Semoga agenda seperti ini bisa dirutinkan. Tidak hanya dari FMIPA saja, tapi juga dari Unmul. Saya berharap, publikasi untuk lomba MTQ mahasiswa bisa digencarkan lagi. Agar semua yang berpotensi bisa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>aml/e2</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kita Dulu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kita-dulu/baca </link>
<guid> kita-dulu </guid>
<pubDate> Sun, 31 Jul 2016 12:12:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber Ilustrasi: belfend.web.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kita-dulu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DuIDD6kiTz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kita Dulu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: center;"><span>Kau temukan aku dalam sendiriku,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Kau bawa aku dalam dekapmu,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Menangis aku dalam pelukmu,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Menangis aku dalam lukaku.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Hilang sudah luka itu,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Kau kembalikan aku sepertu dulu,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Tersenyum dan tertawa bersamamu,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Kemudian kau tinggalkan aku.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Yang terbaik katamu.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Lalu kenapa kau lukai aku?</span></p><p style="text-align: center;"><span>Pergi menyisakan pilu.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Tak peduli dengan rinduku.</span></p><p style="text-align: center;"><br></p><p style="text-align: center;"><span>Hujan malam tadi turun bersama memori.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Setiap tetes yang turun ke bumi,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Membawa satu kenangan tentangmu.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Tentang kita waktu itu.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Kita dulu menyukai hujan.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Setiap tetes yang turun ke bumi,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Membawa satu kebahagiaan.</span></p><p style="text-align: center;"><br></p><p style="text-align: center;"><span>Terima kasih.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Terima kasih telah singgah di kehidupanku.</span></p><p style="text-align: center;"><span>Terima kasih pernah menjadi pelangi,</span></p><p style="text-align: center;"><span>Mewarnai hari-hariku.</span></p><p><br></p><p><span>Karya: Mayang Indriani Risna Biru</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membludak, Petugas KTM Adu Mulut dengan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membludak-petugas-ktm-adu-mulut-dengan-mahasiswa/baca </link>
<guid> membludak-petugas-ktm-adu-mulut-dengan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 28 Jul 2016 11:38:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tulisan jam buka tutup ruang pembuatan KTM di depan pintu ruangan. Sumber: Akun Facebook Ebid Salam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membludak-petugas-ktm-adu-mulut-dengan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YmFe6G9tmh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membludak, Petugas KTM Adu Mulut dengan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Memasuki tahun ajaran baru, berarti mengurus KTM baru. Hari ini (28/7), di ruang terujung bangunan kantin CMU Rektorat, ruang yang rutin dijadikan tempat untuk mendapatkan KTM, kembali disesaki mahasiswa lama maupun baru. Puluhan mahasiswa rela mengantre sejak pagi, berharap lebih cepat mendapatkan kartu berwarna kuning putih itu.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pantauan <em>Sketsa</em>, pukul 8 ruangan mulai dibuka. Mahasiswa langsung berhamburan masuk dengan membawa bukti registrasi. Kursi yang tersedia tampak penuh. Selebihnya berdirian di belakang ruangan. Di depan &nbsp;pintu tertempel kertas bertuliskan &ldquo;JAM ISHOMA 12.00-13.00.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pembuatan KTM memang kerap menyisakan resah bagi mahasiswa. Sejumlah mahasiswa menilai &nbsp;petugas pencetak KTM lamban dan tidak profesional. Seorang pemilik akun Facebook bernama Ebid Salam menuliskan kekesalannya saat mengurus KTM hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Ebid dalam statusnya, kantor pelayanan sudah tutup pukul sebelas lewat. Adu mulut tak terelakkan ketika Ebid mempertanyakan hal itu pada petugas. Namun, petugas mengatakan bahwa memang sudah waktunya istirahat. Petugas berdalih, seorang bapak memerintahkannya demikian. Ebid diminta kembali satu jam kemudian. &ldquo;Tidak pantas mengambil jam kerja untuk istirahat,&rdquo; tulis Ebid.</p><p style="text-align: justify;">Status tersebut menuai banyak komentar dari beragam kalangan. Satu diantaranya bahkan mempertanyakan kerja bagian penjaminan mutu universitas. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 2174 Kursi untuk Pendaftar Mandiri, Akankah Gelombang 2 Dibuka Lagi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/2174-kursi-untuk-pendaftar-mandiri-akankah-gelombang-2-dibuka-lagi/baca </link>
<guid> 2174-kursi-untuk-pendaftar-mandiri-akankah-gelombang-2-dibuka-lagi </guid>
<pubDate> Wed, 27 Jul 2016 11:04:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu baliho petunjuk lokasi ujian peserta SMMPTN hari ini (27/7) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/2174-kursi-untuk-pendaftar-mandiri-akankah-gelombang-2-dibuka-lagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6rinZ4IDcp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>2174 Kursi untuk Pendaftar Mandiri, Akankah Gelombang 2 Dibuka Lagi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> Ribuan calon mahasiswa baru memadati lokasi ujian Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Unmul, hari ini, (27/7). Sejumlah kendaraan memenuhi badan jalan, beberapa petugas keamanan dikerahkan demi mengurai kemacetan. Hiruk-pikuk suasana sibuk menuntaskan urusan masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, Unmul menggelar uji kemampuan Saintek dan Soshum bagi pendaftar jalur SMMPTN. Berdasarkan pilihan program studi, jumlah peminat secara keseluruhan mencapai 11.672. Adapun jumlah pendaftar sekitar 5.900. Namun, kursi yang disediakan Unmul untuk pendaftar jalur mandiri tahun ini hanya 2.174.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Sub Bagian Humas Unmul, Muhammad Ihwan, menyebutkan, jumlah pelaksanaan gelombang mandiri sifatnya fluktuatif. Artinya, tidak setiap tahun ujian mandiri diadakan lebih dari sekali, tapi bergantung pada penuh tidaknya kuota setiap program studi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah daftar ulang, masing-masing prodi akan mengetahui berapa jumlah pendaftar yang benar-benar lolos. Jika ternyata kuotanya belum terpenuhi, laporannya akan kami himpun dan ajukan ke rektor. Bila rektor setuju, maka ujian mandiri gelombang kedua digelar dan khusus dibuka untuk mencari peminat prodi yang masih kurang itu. Sebab itulah, sampai sekarang kami belum bisa menjawab ada tidaknya ujian mandiri gelombang dua,&rdquo; papar Ihwan.</p><p style="text-align: justify;">Lokasi ujian hari ini bertempat di beberapa fakultas, yakni FEB, FISIP, FAPERTA, TEKNIK, dan FPIK. Dilaksanakan sejak pukul 09.00-11.30 Wita untuk ujian Saintek dan 13.00-16.00 Wita untuk Soshum. Ujian keterampilan akan digelar besok dan lusa, khusus untuk pendaftar Penjaskesrek dan Etnomusikologi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, Linda Tri Wahyuni dan Happy Anisa Rengkung, dua peserta SMMPTN asal Tenggarong ini mengaku tak kesulitan mengerjakan soal ujian. Fasilitas pun dinilai mereka lumayan. Namun, yang mereka sayangkan ialah kelalaian pengawas yang berakibat suasana tidak kondusif. &ldquo;Pengawasnya malah keluar ruangan,&rdquo; keluh mereka kompak. <strong>(<em>aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepolisian Miliki Tes Sendiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kepolisian-miliki-tes-sendiri/baca </link>
<guid> kepolisian-miliki-tes-sendiri </guid>
<pubDate> Wed, 27 Jul 2016 11:00:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi gambar diperoleh dari txmusicfest.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kepolisian-miliki-tes-sendiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aAv7vGVAga.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kepolisian Miliki Tes Sendiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Mengenai instansi yang bekerjasama dengan Unmul, yakni Kepolisian masuk melalui jalur khusus. Tidak termasuk dalam tes SNMPTN, SBMPTN, maupun SMMPTN. Kepolisian mengadakan pendaftaran dan tes sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Sub Bagian Humas Unmul, Muhammad Ihwan, menjelaskan, Unmul tinggal menerima saja. Perihal perkuliahan, pihaknya belum tahu pasti, apakah bakal digabung dengan mahasiswa umum atau disedikan kelas khusus.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ajaran ini, 2016-2017, Unmul menyiapkan 5508 kursi untuk setiap jalur masuk. Jumlah itu disebut Ihwan akan terus ditekan setiap tahunnya dengan mempertimbangakan ketersediaan SDM staf dan pengajar serta fasilitas penunjang.</p><p style="text-align: justify;">Selain pengurangan kuota, lokasi ujian juga tidak hanya dilaksanakan di gedung milik Unmul. &ldquo;Tahun ini ujian juga diadakan di beberapa SMA. Ini merupakan persyaratan dari panitia pusat yang mengharuskan peserta diberi meja untuk ujian,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PAMB 2016 Satukan Persamaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pamb-2016-satukan-persamaan/baca </link>
<guid> pamb-2016-satukan-persamaan </guid>
<pubDate> Tue, 26 Jul 2016 11:52:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB) Unmul 2016 mulai bergerak. Itu ditandai dengan terbentuknya struktur kepantiaan baru. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pamb-2016-satukan-persamaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0L0jRDJ4So.JPG" />
					</figure>
			                <h1>PAMB 2016 Satukan Persamaan</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB) Unmul 2016 mulai bergerak. Itu ditandai dengan terbentuknya struktur kepantiaan baru. PAMB sendiri merupakan agenda tahunan yang diadakan Unmul untuk menyambut kedatangan para mahasiswa baru.&nbsp;</p><p>&ldquo;Saat ini baru mau persiapan mengajukan SK ke Rektorat,&rdquo; kata Alrandy Khayuris selaku ketua panitia PAMB 2016. Berbeda dengan penyelengaraaan sebelumnya, PAMB 2016, kata Randy, berupaya menyatukan persamaan di antara banyaknya perbedaan. Dalam banyak hal ialah perbedaan identitas.</p><p>Bahwa setiap lembaga organisasi sebenarnya sama. &ldquo;Ini acaranya mahasiswa yang banyak melibatkan pihak-pihak lembaga organisasi mahasiswa. Tanpa mereka, toh panitia &nbsp;penyelenggara bukan apa-apa,&rdquo; tukas anggota UKM Band Unmul tersebut.</p><p>BEM dan UKM universitas serta BEM yang berada di fakultas coba dirangkul untuk ikut menyukseskan PAMB 2016. &ldquo;Mungkin cuma itu saja dulu yang bisa kusampaikan karena kami juga belum memiliki SK. Kurasa setelah itu sudah bisa mulai digarap,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(wal)</strong></em></p><p>Sumber foto: Kaltim Prokal</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pokomon Go Mampu Minimalisir Kriminalitas di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pokomon-go-mampu-minimalisir-kriminalitas-di-unmul/baca </link>
<guid> pokomon-go-mampu-minimalisir-kriminalitas-di-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 02 Aug 2016 07:22:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description>  Sumber ilustrasi Pokemon GO:  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pokomon-go-mampu-minimalisir-kriminalitas-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FF2awpYz7D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pokomon Go Mampu Minimalisir Kriminalitas di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Larangan bermain Pokemon Go di daerah kampus Unmul membawa dampak bagi para pemainnya. Yang sebenarnya tak lain merupakan masyarakat Unmul sendiri. Tak ayal apabila larangan tersebut diberi tanggap oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Nindi Rochmadian, mahasiswi FISIP 2014, berpendapat, bahwa sisi positif dari game virtual berbasis GPS ini bisa membuat Unmul yang terkenal rawan kriminalitas saat malam bisa menjadi ramai. Selain ramai oleh pemain, adanya pedagang dadakan yang menjual minuman menambah suasana jauh dari sepi. &ldquo;Ada yang sampai tengah malam di Unmul hanya untuk mengumpulkan Pokemon Go,&rdquo; ujar gadis berambut cepak tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu pengalaman yang ia tak bisa lupakan saat kejar-kejaran mendapatkan Pokemon langka di Unmul. &ldquo;Waktu itu ada yang memberitahu ada Pokemon langka, kita semua berkumpul langsung lari ke tempat Pokemon itu berada,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya sekadar mengumpulkan Pokemon saja, tetapi permainan ini bisa menambah teman baru. Seperti Nindi yang mengikuti komunitas Pokemon Go untuk saling bertukar informasi dan bertanding dengan sesama pemain lainnya. Itu sebabnya, ia menyayangkan sikap Unmul yang melarang Pokemon Go.<strong><em>(mwp/e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Posko UKT, Dari Informasi hingga Advokasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/posko-ukt-dari-informasi-hingga-advokasi/baca </link>
<guid> posko-ukt-dari-informasi-hingga-advokasi </guid>
<pubDate> Thu, 04 Aug 2016 08:06:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Posko UKT - Sumber: Dokumentasi Friejae Rakasiwi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/posko-ukt-dari-informasi-hingga-advokasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OIjjq6Vc6H.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Posko UKT, Dari Informasi hingga Advokasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tak hanya urusan administratif, UKT pun jadi hal wajib untuk diurus mahasiswa baru (maba). Berangkat dari itu, Jaringan Advokasi Mulawarman, salah satu gerak yang diinisiasi BEM KM Unmul mendirikan posko informasi sekaligus advokasi UKT bernama Pusat Info Mahasiswa Baru 2016.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> kemarin (2/8), Freijae Rakasiwi, Koordinator Jaringan Advokasi Mulawarman menyebut, posko yang berlokasi di depan Gedung MPK itu bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada maba tentang UKT. &ldquo;Untuk saat ini kami berupaya agar maba paham dulu apa itu UKT dan segala macam yang harus dipersiapkan sambil mendata mereka. Nanti setelah diputuskan nominalnya, baru kami bergerak untuk mengadvokasi maba yang merasa diberatkan,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Posko akan dibuka secara aktif mulai 8 hingga 25 Agustus mendatang. Meski begitu, sejak kemarin hingga hari ini, Friejae bersama Jaringan Advokasi Mulawarman sudah mulai bergerak insidental maupun menyambangi fakultas-fakultas. Friejae juga mengatakan ratusan maba telah dibantu dengan adanya posko jaringan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Telah bekerja sama dengan sejumlah fakultas, Friejae mengimbau kepada maba yang membutuhkan advokasi, bisa menuju posko UKT utama atau posko fakultasnya masing-masing. Adapun kontak koordinator advokasi fakultas bisa dilihat di baliho persimpangan Auditorium.</p><p style="text-align: justify;">Friejae menilai, maba masih malu-malu. Sehingga prosedur pengadvokasian dijalankan fleksibel. &ldquo;Bisa tanya-tanya lewat media sosial atau ketemu langsung. Intinya, jangan takut kuliah karena biaya,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Surya Kuncoro, salah satu maba yang ditemui usai berkonsultasi dengan Friejae, mengatakan, adanya posko UKT ini sangat bermanfaat dan membantu. &ldquo;Saya merasa sangat terbantu. Saya akan meminta bantuan kembali jika dapat nominal tidak sesuai,&rdquo; kata maba asal Balikpapan itu. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SURVEI UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/survei/survei-ukt/baca </link>
<guid> survei-ukt </guid>
<pubDate> Mon, 08 Aug 2016 07:07:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mari isi survei ini! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/survei/survei-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q7mXPnv52X.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SURVEI UKT</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pemberlakuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) telah dilaksanakan pada tahun ajaran 2013/2014 hingga sekarang. Peraturan mengenai UKT pun telah dirilis dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 55 tahun 2013.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sistem UKT merupakan suatu upaya untuk mewujudkan biaya kuliah yang terjangkau bagi seluruh mahasiswa/i di perguruan tinggi negeri. Dengan sistem ini mahasiswa sudah tidak dikenakan biaya gedung, praktikum, atau biaya tambahan lainnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">UKT yang ditanggung mahasiswa disesuaikan dengan latar belakang kondisi finansial dan ekonomi keluarga mahasiswa tersebut.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Keberhasilan sistem UKT tidak bisa lepas dari peran masing-masing pihak terkait. Pemerintah bertugas merumuskan kebijakan, perguruan tinggi sebagai pelaksana kebijakan, dan mahasiswa mengawasi jalannya kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, sistem UKT dinilai tidak seindah definisinya. Masih banyak mahasiswa merasa diberatkan. Nominal tak sesuai diberikan kepada tidak sedikit mahasiswa. Sistem ini terlihat begitu menggurita manakala berdasarkan hitung-hitungan sungguh sangat merugikan pihak mahasiswa. Sayangnya, beberapa di antara kita, yang masih memandang persoalan ini sebelah mata. Kurang peduli dan abai saja.</p><p style="text-align: justify;">LPM Sketsa Unmul, sebagai lembaga mahasiswa yang bergerak dalam bidang kejurnalistikan, melalui Divisi Penelitian dan Pengembangan bermaksud melakukan survei perihal UKT. Selanjutnya, data yang kami peroleh akan kami himpun sebagai landasan bergerak dalam pengungkapan fakta melalui berita. Mari, isi bersama! &nbsp;<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&amp;q=http://bit.ly/29Dlop8&amp;source=gmail&amp;ust=1470653724820000&amp;usg=AFQjCNF5dCXgfjZkwgfuaIqt1ZNODRoRrg" href="http://bit.ly/29Dlop8" target="_blank"></a><a href="http://bit.ly/29Dlop8">http://bit.ly/29Dlop8</a></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meme: Sejak Kapan Ruang Rapat Unmul Pindah ke Balikpapan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meme-sejak-kapan-ruang-rapat-unmul-pindah-ke-balikpapan/baca </link>
<guid> meme-sejak-kapan-ruang-rapat-unmul-pindah-ke-balikpapan </guid>
<pubDate> Mon, 08 Aug 2016 08:25:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber Meme Comic: Laman Facebook Muhammad Teguh Satria - Presiden BEM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meme-sejak-kapan-ruang-rapat-unmul-pindah-ke-balikpapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZZOIsaT5t6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meme: Sejak Kapan Ruang Rapat Unmul Pindah ke Balikpapan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp; Diketahui dari laman resmi Unmul pada (3/8) lalu, rektor bersama para wakil rektor, dekan-dekan fakultas, dan pejabat terkait di lingkungan Unmul menggelar rapat berformat Focus Discussion Group (FGD) guna menentukan kelulusan calon mahasiswa baru jalur mandiri 2016.</p><p style="text-align: justify;">Cukup mencengangkan, rapat tersebut digelar di Hotel Blue Sky, salah satu hotel berbintang di Kota Balikpapan. Hal itu tentu menuai kecaman dari kalangan mahasiswa. Selama dua hari terakhir, bermunculan sejumlah <em>meme comic&nbsp;</em>bernada kesal menanggapi ulah para birokrat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu meme bertuliskan &ldquo;Susah payah bayar UKT, uangnya dipakai rapat di hotel,&rdquo; tampak mewakili jengahnya mahasiswa. Sebab, dana yang digunakan untuk FGD ialah bersumber dari pembayaran UKT mahasiswa melalui dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, PNBP merupakan dana yang terdiri atas sumbangan pembinaan pendidikan, biaya seleksi masuk PTN, dan hasil kontrak kerja sesuai peran dan fungsi perguruan tinggi yang diperoleh Unmul dalam hal ini guna meningkatkan kualitas dan penunjang visi misi universitas.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat berita ini diturunkan, <em>Sketsa</em> belum berhasil menemui rektor dan pihak-pihak yang mengikuti rapat selama tiga hari, yakni sejak 2 hingga 4 Agustus tersebut. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bengkak! BEM KM Unmul Sebut Rapat Rektor Telan Dana hingga 100 Juta Rupiah  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bengkak-bem-km-unmul-sebut-rapat-rektor-telan-dana-hingga-100-juta-rupiah/baca </link>
<guid> bengkak-bem-km-unmul-sebut-rapat-rektor-telan-dana-hingga-100-juta-rupiah </guid>
<pubDate> Tue, 09 Aug 2016 08:12:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber meme comic: Akun Facebook Muhammad Teguh Satria - Presiden BEM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bengkak-bem-km-unmul-sebut-rapat-rektor-telan-dana-hingga-100-juta-rupiah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1jZeSKoLmT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bengkak! BEM KM Unmul Sebut Rapat Rektor Telan Dana hingga 100 Juta Rupiah </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Setiap audiensi, kami selalu mendapat pengakuan bahwa anggaran kampus sedang defisit. Namun, rapat rektor di luar kota kali ini benar-benar sangat boros dan mubazir. Rapat mewah dilakukan justru ketika kampus sedang kisruh masalah anggaran,&rdquo; ungkap Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul saat ditemui <em>Sketsa</em> hari ini (8/8).</p><p style="text-align: justify;">Rapat birokrat di Hotel Blue Sky Balikpapan, beberapa waktu lalu, bagi Teguh, memang cukup menoreh luka di hati mahasiswa. Teguh menilai tidak sinkronnya pengakuan Rektor dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Dugaannya, hal itu dilakukan Rektor guna menyerap anggaran yang berlebih. Ada hal yang disembunyikan Rektor dari mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, pihaknya telah melayangkan surat kepada Rektor melalui Bagian Tata Usaha Unmul berisikan pernyataan sikap BEM KM yang keberatan terhadap rapat mewah, permintaan klarifikasi khusus kepada Rektor mengenai alasan rapat di luar kota, kejelasan sumber dana rapat, serta anjuran agar rektorat lebih efektif dalam mempertimbangkan skala prioritas.</p><p style="text-align: justify;">Surat tersebut juga berisi uraian identifikasi tentang alasan yang biasa didalihkan Rektor dan jajarannya ketika rapat di luar kota. &ldquo;Kami perlu klarifikasi lebih lanjut dari mereka. Saya pikir alasan yang diberikan sejauh ini terkesan mengada-ada,&rdquo; imbuh Teguh.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dilakukannya bersama BEM KM setelah langkah peluncuran <em>meme-meme</em> bernada kesal sukses menjadi viral di sejumlah akun media sosial mahasiswa Unmul. Dikatakan Teguh, pihaknya ingin mempropagandakan keresahan yang sama pada semua mahasiswa. Ia yakin, langkah ini setidaknya mampu menjadi alarm evaluasi bagi Rektor.</p><p style="text-align: justify;">Cukup membelalakkan mata, Teguh memaparkan rinci hasil asumsi hitungan kasar yang dilakukan BEM KM Unmul mengenai kucuran dana yang dikeluarkan rektorat untuk sekali rapat luar kota. &ldquo;Karena ini adalah perjalanan dinas, maka kami yakini ada uang transport dan honorarium, biaya ruang <em>meeting</em>, dan biaya penginapan. Jika dijumlahkan, seluruhnya mencapai Rp. 113.810 juta,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Teguh berharap, suratnya bakal mendapatkan balasan resmi dari Rektor. Baik dalam bentuk tulisan atau klarifikasi secara langsung dengan berbicara lewat media. Meski disayangkannya, Rektor hingga kini tidak sedang berada di tempat. (<strong><em>aml/e2</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hitung-hitungan Dana Rapat Rekorat Luar Kota. </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hitung-hitungan-dana-rapat-rekorat-luar-kota/baca </link>
<guid> hitung-hitungan-dana-rapat-rekorat-luar-kota </guid>
<pubDate> Tue, 09 Aug 2016 09:55:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hitung-hitungan biaya yang digunakan rektorat untuk rapat buru-buru mereka di Balikpapan.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hitung-hitungan-dana-rapat-rekorat-luar-kota/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kMMDj8UDi2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hitung-hitungan Dana Rapat Rekorat Luar Kota.</h1>
			              </header>
			              <p>Hitung-hitungan perjalanan dinas untuk rapat SMMPTN di Hotel Blue Sky, Balikpapan.</p><p>-----</p><p>1. Biaya Transportasi</p><p>Rp 1 Juta x 40 orang = Rp 40 Juta</p><p>2. Sewa Ruang Meeting Blue Sky</p><p>Rp 950 ribu x 3 hari = Rp 2,850 juta (Belum termasuk makan)</p><p>3. Sewa kamar</p><p>Rp 887 ribu per malam x 40 orang x 2 Malam = Rp 70, 96 juta</p><p><br></p><p>Total :</p><p>1. Rp 40 juta uang transport</p><p>2. Rp 2,85 juta untuk biaya sewa ruang rapat di Hotel Blue Sky, Balikpapan.</p><p>3. Rp 70,96 juta untuk biaya penginapan.</p><p>------</p><p>Total Rp 113,81 juta*</p><p><br></p><p>Keterangan: Biaya belum termasuk makan minum selama kegiatan.</p><p><br></p><p><br></p><p>Sumber: BEM KM UNMUL</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektorat Bantah Hamburkan Anggaran, Beberkan Tiga Alasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-bantah-hamburkan-anggaran-beberkan-tiga-alasan/baca </link>
<guid> rektorat-bantah-hamburkan-anggaran-beberkan-tiga-alasan </guid>
<pubDate> Wed, 10 Aug 2016 09:03:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber meme comic: Akun Facebook Muhammad Teguh Satria - Presiden BEM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-bantah-hamburkan-anggaran-beberkan-tiga-alasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x4tTVuLXuW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektorat Bantah Hamburkan Anggaran, Beberkan Tiga Alasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Berbekal banyaknya pengalaman rapat di dalam maupun luar kota, Wakil Rektor 1 dan 2, Mustofa Agung Sardjono dan Abdunnur mengungkap tiga sebab memilih kota minyak sebagai tempat rapat beberapa waktu lalu. &ldquo;Kami perlu fokus dan konsentrasi tinggi, tidak mendapatkan intervensi eksternal dalam bentuk apapun, dan semua unsur harus terlibat. Tiga hal itu hanya bisa didapatkan jika kami melakukannya di luar kota. Agar benar-benar lepas sementara dari aktivitas keseharian,&rdquo; ujar Sardjono, yang juga Ketua Panitia Penerimaan Maba 2016.</p><p style="text-align: justify;">Alasan lainnya, ialah letak Balikpapan yang dianggap strategis bagi peserta rapat. Beberapa di antara mereka memang ada yang baru tiba dari luar kota, ada pula yang hendak berangkat usai rapat. Sementara, hotel dipilih sebab menyediakan fasilitas lengkap.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Abdunnur, ada peraturan pusat yang tidak memperbolehkan rektorat rapat sampai bermalam jika dilakukan di dalam kota. &ldquo;Kalau begitu <em>kan</em> harus bolak-balik. Akibatnya, kami sulit fokus dan justru bisa menelan anggaran lebih besar. Kami pilih Blue Sky, karena letaknya paling ujung dan tidak semua orang bebas mengakses ke sana,&rdquo; kata Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Dari sisi keuangan, Abdunnur membantah rektorat dikatakan menghamburkan anggaran. Ia memaparkan rapat 2 hingga 4 Agustus lalu itu telah melalui perencanaan, rentetan pertimbangan, tidak menyalahi aturan, anggarannya memang tersedia, dapat dipertanggungjawabkan, dan mengikuti standar yang berlaku. Ia pun mengatakan, dana yang diterima Unmul dari jalur mandiri sebesar 1 Milyar, dan yang digunakan untuk rapat hanya 10 persennya saja. Sekalipun kampus diperbolehkan mengambil maksimal 40 persen.</p><p style="text-align: justify;">Ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, Sardjono dan Abdunnur kompak menyebut rapat tersebut tidak hanya sebagai ajang penentuan kelulusan, tapi juga membahas hal-hal lain demi kemajuan Unmul antara rektor dengan para wakilnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kabar dikecamnya rapat ini di kalangan mahasiswa, rupanya telah sampai ke telinga mereka. &quot;Kami terima kritik dari mahasiswa. Kritik semacam ini bagus untuk ke depannya. Kami berterima kasih,&quot; tutup keduanya kepada <em>Sketsa</em> hari ini (9/8). (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektorat Tantang Mahasiswa Bicara Soal Efisiensi  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-tantang-mahasiswa-bicara-soal-efisiensi/baca </link>
<guid> rektorat-tantang-mahasiswa-bicara-soal-efisiensi </guid>
<pubDate> Thu, 11 Aug 2016 01:21:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor 1, Mustofa Agung Sardjono - Sumber: unmul.ac.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-tantang-mahasiswa-bicara-soal-efisiensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ud3vRLsM4p.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektorat Tantang Mahasiswa Bicara Soal Efisiensi </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &ldquo;Kerja kami itu bukan kerja ringan. Kami perlu tempat agar tidak tertekan secara psikologis. Kalau dibilang kami menghamburkan uang, harusnya ketika kami melakukan lebih daripada ini,&rdquo; tukas Abdunnur, Wakil Rektor 2.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Abdunnur, efisiensi tidak bisa dilihat dari aspek keuangan saja. Pun mesti dilihat dari keluaran yang didapatkan juga. Sedangkan Mustofa Agung Sardjono, Wakil Rektor 1 menyebut perlunya keseimbangan efisensi dan efektifitas yang dapat dipertanggungjawabkan.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya demi alasan efisiensi, rektorat hanya mengundang pihak-pihak yang memang diperlukan. Agenda tiga hari itu juga banyak menyepakati hal-hal di luar fokus utama. &ldquo;Kami hanya undang para dekan saja. Tidak didampingi wakil dekan, kecuali fakultas yang jumlah mahasiswanya banyak. Tidak pula pakai supir, nyetir sendiri,&rdquo; imbuh pria berkacamata itu.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur juga menguraikan efisiensi dengan membandingkan aktivitas kampus lain. Beberapa kampus disebutnya menyelenggarakan pertemuan di luar pulau. Sedang Unmul masih berada satu tanah dengan Balikpapan yang notabene mudah dan murah dijangkau.</p><p style="text-align: justify;">Bentuk implementasi lain bagi pihaknya ialah tidak diberlakukannya pematokan harga untuk program studi dalam jalur mandiri. Dikatakan Abdunnur, universitas lain ada yang melakukan itu. Padahal jika mau, mereka bisa melakukannya. Sebab, kebijakan mandiri lebih banyak ditentukan sendiri oleh universitas.</p><p style="text-align: justify;">Dari sisi anggaran disebut Abdunnur, pihaknya banyak melakukan efisiensi. &ldquo;Mahasiswa mungkin mengira biaya yang kami pakai untuk keperluan rapat di hotel itu harga umum, padahal harga korporat. Harga itu jauh lebih murah karena sistem paket. Jujur saja, uang transport hanya 80 ribu sekali jalan. Sedangkan honorarium hanya 430 ribu. Saya tantang mahasiswa bicara efisiensi, inilah implementasi efisiensi dari kami,&rdquo; tandasnya. (<strong><i>aml</i></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektorat: Dana Rapat Kami Bukan dari UKT Mahasiswa! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-dana-rapat-kami-bukan-dari-ukt-mahasiswa/baca </link>
<guid> rektorat-dana-rapat-kami-bukan-dari-ukt-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 11 Aug 2016 03:06:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pemberian dana UKT - Sumber: gambar.co </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-dana-rapat-kami-bukan-dari-ukt-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iQoHedlKGS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektorat: Dana Rapat Kami Bukan dari UKT Mahasiswa!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tak cukup mengurai alasan rapatnya di luar kota, pihak rektorat juga mempertegas bahwa dana rapat mereka bukan berasal dari UKT mahasiswa. &ldquo;Ini perlu diluruskan. Mahasiswa berpikir rapat kemarin itu pakai uang mereka. Itu salah besar,&rdquo; tegas Mustofa Agung Sardjono, Wakil Rektor 1.</p><p style="text-align: justify;">Ungkapan tersebut turut diamini Wakil Rektor 2, Abdunnur. WR yang berwewenang khusus bagian keuangan itu mengatakan, semua pendapatan Unmul dari sumber apapun masuk dalam dana Badan Layanan Umum (BLU) yang kemudian menjadi dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tak terkecuali UKT.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Ia menyebut anggaran rapat ada alokasinya sendiri dan bukan dari UKT yang selama ini jadi prasangka di kalangan mahasiswa. Anggaran itu tentunya harus sesuai standar resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya soal nominal pasti yang dikeluarkan pihaknya untuk rapat tersebut, baik Abdunnur maupun Sardjono sama-sama mengaku tak mengetahui. Mereka mengatakan itu bisa dikonfirmasi ke Bagian Alokasi Akademik. Namun, mereka tak menampik, dana itu memang berkisar seratus juta rupiah.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur juga menyinggung perihal jas almamater yang tidak termasuk dalam komponen UKT. Sehingga, pembiayaannya yang nyaris satu milyar dan menyisakan utang ratusan juta itu masih ditanggung universitas. &ldquo;Boro-boro mau biayai rapat kami, untuk pendanaan biaya kuliah yang standar saja UKT itu masih belum cukup. Kami harus putar otak cari sumber dana,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em> (9/8). (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Drama Rapat Megah, BEM FKIP: Perilaku Birokrat Tak Layak Dicontoh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-rapat-megah-bem-fkip-perilaku-birokrat-tak-layak-dicontoh/baca </link>
<guid> drama-rapat-megah-bem-fkip-perilaku-birokrat-tak-layak-dicontoh </guid>
<pubDate> Thu, 11 Aug 2016 07:00:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: gambar.co </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-rapat-megah-bem-fkip-perilaku-birokrat-tak-layak-dicontoh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N5DoDKU0aA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Drama Rapat Megah, BEM FKIP: Perilaku Birokrat Tak Layak Dicontoh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ditemui Sketsa hari ini (10/8), Fadly Idris, Ketua BEM FKIP menyebut, pihaknya melihat polemik rapat birokrat ini sebagai shock terapi buat mahasiswa. Diketahui, sebelum rapat, sedang hangat polemik UKT. Fadly merasa hal ini meresahkan. Kala di mana lembaga kemahasiswaan menyoroti UKT yang kini kian mahal, birokrat malah sajikan drama rapat megah.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Presiden BEM KM Unmul, Fadly pun mempertanyakan alasan rapat luar kota. Dia bersyukur, BEM KM dapat celah mengkritisi. &ldquo;Apakah ruang rapat Unmul tidak representatif. Bagi kami, rapat itu harusnya diefektifkan. Kalau bisa di Unmul saja, mengapa harus ke luar daerah. Selalu bilang anggaran kita defisit, perilaku mereka kurang layak dicontoh,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi langkah yang diambil untuk merespons polemik ini, Fadly mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari BEM KM Unmul. Sebab, keikutsertaan BEM FKIP dalam Jaringan Advokasi Mulawarman mengharuskan mereka harus berkoordinasi dalam satu jalur komando. <span style="line-height: 1.618;">Meski begitu, dikatakan Fadly,&nbsp;</span><span style="line-height: 1.618;">dirinya bersama BEM FKIP sudah mulai melakukan aksi propaganda kepada mahasiswa dengan memanfaatkan penyebarluasan lewat media sosial. &ldquo;Ternyata, mahasiswa memang tidak sepakat dengan adanya rapat semacam itu,&rdquo; pungkas mahasiswa angkatan 2012 tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, BEM Hukum masih enggan memberikan komentar. &ldquo;Kami tidak mengikuti isunya. Maaf, kami belum bisa komentar,&rdquo; ujar Hardjuno Yudho Prawiro, Menteri Kajian dan Aksi Strategis BEM Hukum kepada <em>Sketsa</em> melalui sambungan telepon. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gejolak UKT dan Kontradiksi Birokrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/gejolak-ukt-dan-kontradiksi-birokrasi/baca </link>
<guid> gejolak-ukt-dan-kontradiksi-birokrasi </guid>
<pubDate> Thu, 11 Aug 2016 07:05:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: gambar.co </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/gejolak-ukt-dan-kontradiksi-birokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d4NKRd3F9F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gejolak UKT dan Kontradiksi Birokrasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pendidikan adalah senjata terampuh untuk mengubah dunia dan mayoritas kita sepakat akan hal itu. Hanya sebagian kecil kemudian yang tak paham akan hal ini diakibatkan oleh waktunya tersisa untuk memenuhi kebutuhan primer di setiap rutinitasnya. Begitu besarnya gelora harapan perbaikan bangsa yang dilontarkan oleh pemimpin &nbsp;berdialektika indah seolah itu adalah jawaban dari setiap masalah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Faktanya, setelah menjabat begitu banyak kontradiksi dan permainan retorika sebagai pembenaran akan setiap kebijakan tanpa melibatkan dan memperhatikan nasib para objek kebijakan. Defisit anggaran pendidikan hingga paranoidnya paradigma pemimpin akan gerakan mahasiswa diejawantahkan melalui regulasi seakan menghimpit gerakan yang saat ini tengah menemukan kepingan semangat untuk menunaikan beban sejarah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Peradaban manusia sebuah bangsa tentunya tak bisa dilepaskan begitu saja oleh negara. Terobosan gagasan yang mengedepankan asas keadilan justru tidak tercermin seindah niatnya, realita yang kita temui regulasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) justru memaksa kita melewati berbagai dilema dan hipokrisi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Rasionalisasi akan pro kontra kebijakan UKT telah menemui titik jenuhnya. Kebijakan nasional abai dengan kondisi daerah yang seharusnya lebih diperhatikan jika benar-benar menjunjung asas keadilan yang proporsional. Kondisi ekonomi masyarakat daerah, psikologis serta hambatan teknis lainnya menjadi alasan kebijakan UKT masih belum menjadi solusi perbaikan pendidikan Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Setiap tahunnya temuan kasus selalu berulang dan tak jauh dari aspek transparansi hingga faktor regulasi yang tidak sesuai dengan kondisi. Perjuangan advokasi kebijakan UKT pun telah, sedang dan akan selalu digelorakan mengingat pekerjaan rumah begitu besar setelah pendidikan tak menjadi prioritas dalam Kabinet Kerja, padahal muara dari Revolusi Mental adalah pendidikan. Mental apa yang ingin direvolusi ? Jika mahasiswa dipaksa &quot;jauh&quot; dari organisasi efek tekanan silabus studi dan biaya kuliah tinggi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mahasiswa dipaksa kembali ke kelas masing-masing. Mengemban amanah orang tua untuk belajar yang baik. Menjadi pribadi yang individualis dan menjauh dari cita-cita dan jati diri bangsa melalui semangat gotong royong yang selama ini tercermin dalam organisasi. Belajar yang baik tidak hanya berada dalam ruang kelas, sebab perubahan standar penilaian IPK maksimal hanya sampai angka 4 setelah sebelumnya skala penilaian 10 - 100 merupakan gambaran bahwa di dalam intelektual hanya bernilai 4, sementara 96 nilai lainnya diperoleh dari pengembangan emosional dan spiritual yang kita peroleh dari aktivitas ekstrakurikuler serta realisasi dan pemaknaan tri dharma perguruan tinggi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mahasiswa dipaksa sepakat dengan kebijakan yang dinilai tidak bersahabat. Dana kita terbatas dan defisit, mahasiswa dipaksa percaya walau batin bergejolak dan terasa sakit. Adik-adik membawa semangat mengenyam pendidikan tinggi, sebab mereka sadar hanya dengan itu mereka mampu memperbaiki derajat keluarga dan merealisasikan mimpi walau dihadapkan dengan ancaman biaya kuliah yang tinggi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ditengah terancamnya mahasiswa miskin untuk mengenyam studi pendidikan tinggi, banyak hipokrisi yang hadir seolah mengiris nadi. Mulai statment defisit anggaran sebagai alasan hingga taat aturan sebagai azas perlindungan. Pemimpin kampus justru menggunakan anggaran tersebut untuk melaksanakan rapat penetapan nasib calon mahasiswa di lokas yang menguras anggaran dengan dana yang cukup fantastis. Disaat mahasiswa harus menahan lapar untuk berhemat demi tabungan, kampus justru mengagendakan kebijakan yang dinilai sebagai pemborosan. Dalih penyerapan anggaran membuat mahasiswa harus berlapang dada menerima kenyataan, biaya yang mereka keluarkan untuk pendidikan ternyata masih digunakan untuk aktivitas yang mubazir. (<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&amp;q=http://www.unmul.ac.id/read/news/2016/803/-gelar-fgd-unmul-tentukan-kelulusan-mahasiswa-baru-jalur-smmptn-2016.html&amp;source=gmail&amp;ust=1470913340313000&amp;usg=AFQjCNESQQQEgfKZ0nLKJWROY4gUXnJZ_Q" href="http://www.unmul.ac.id/read/news/2016/803/-gelar-fgd-unmul-tentukan-kelulusan-mahasiswa-baru-jalur-smmptn-2016.html" target="_blank"></a><a href="http://www.unmul.ac.id/read/news/2016/803/-gelar-fgd-unmul-tentukan-kelulusan-mahasiswa-baru-jalur-smmptn-2016.html">http://www.unmul.ac.id/read/news/2016/803/-gelar-fgd-unmul-tentukan-kelulusan-mahasiswa-baru-jalur-smmptn-2016.html</a>)</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kuota SNMPTN dan SBMPTN di Unmul jumlahnya masih dibawah penerimaan jalur SMMPTN. Padahal, SMMPTN adalah jalur yang telah ditetapkan bertarif relatif tinggi dan membuat semangat jatuh bersama air mata calon mahasiswa dan orang tuanya. Mahasiswa harus kembali bekerja keras menampung setiap keluhan dan pertanyaan bernada kekhawatiran keberlangsungan nasib perkuliahan adik-adik mereka.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sejak awal akan diterapkannya sistem UKT, kekhawatiran akan munculnya gejolak dan polemik telah disampaikan sebagai wujud aspirasi. Namun hari ini sebuah kontradiksi hadir sebagai konsekuensi dari kebijakan yang setengah hati ini. Perjuangan tak boleh berhenti, segenap civitas akademika harus bahu membahu menuntaskan problematika ini dari daerah. Mulai dari DPR RI, Kemenristekdikti hingga Mensesneg telah mendengarkan aspirasi dan agitasi dari mahasiswa Mulawarman. Sembari berharap, perjuangan ini disokong pula oleh lantangnya suara pejabat kampus lainnya ketika menghadiri agenda nasional untuk menyampaikan fakta polemik kebijakan pendidikan dari nasional yang menyengsarakan daerah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pendidikan harga mati ! Negara tak boleh lepas tangan. Rakyat bersiap menagih janji manis walau mereka harus menangis di balik tameng optimisme yang ironis.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sediakan pendidikan yang layak dan baik serta jauhkan kami dari kebijakan yang munafik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Semoga pundak para pemimpin dapat kokoh layaknya karang namun hati mereka tetap berkasih sayang hingga dapat berpikir merdeka dan mampu terus bersuara lantang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kita disatukan oleh beban sejarah yang sama. Maka sudah sewajarnya perjuangan ini tak boleh surut hanya karena tinta merah dari penguasa. Tumpah darah mahasiswa hanya untuk Bangsa Indonesia dan Indonesia bertugas mencerdaskan segenap tumpah darahnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tenanglah dik, kalian pasti bisa berkuliah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Gelorakan semangat itu ! Jangan gentar sebab kau melangkah hingga titik ini bukan waktu yang sebentar.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa !!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Samarinda, 6 Agustus 2016</p><p>Oleh : Muhammad Teguh Satria - Presiden BEM KM Unmul 2016</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM KM Unmul Tagih Transparansi Rektorat: Ke Mana Larinya Uang Pendaftaran dan Dua Surat 1 M? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-tagih-transparansi-rektorat-ke-mana-larinya-uang-pendaftaran-dan-dua-surat-1-m/baca </link>
<guid> bem-km-unmul-tagih-transparansi-rektorat-ke-mana-larinya-uang-pendaftaran-dan-dua-surat-1-m </guid>
<pubDate> Fri, 12 Aug 2016 07:40:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: suggest-keywords.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-tagih-transparansi-rektorat-ke-mana-larinya-uang-pendaftaran-dan-dua-surat-1-m/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NsGygY5CAy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM KM Unmul Tagih Transparansi Rektorat: Ke Mana Larinya Uang Pendaftaran dan Dua Surat 1 M?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Diakui Friejae Rakasiwi, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul, transparansi era Masjaya cukup bagus. Meski tetap saja masih ada yang ditutup-tutupi. Di samping dana, bagi Friejae, transparansi agenda-agenda penting nan strategis juga tak pernah sampai kepada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Utamanya rapat mewah, berikut dana jalur masuk SBMPTN dan SMMPTN, dikatakannya perlu diperjelas ihwal jumlah maupun alokasinya. Pun perihal dana Surat Keterangan Sehat (SKS) dan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) bagi maba, disebut Friejae masih samar. Pihaknya belum mengetahui pasti peruntukan dua surat yang totalnya Rp. 1 Milyar itu.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya soroti soal transparansi, Friejae juga menjawab dalih rapat luar kota ala rektorat. &ldquo;Kalau bilang rapat di luar kota biar bisa fokus, konsentrasi, dan terhindar dari intervensi. Berarti selama ini ketika rapat di kampus, mereka tidak fokus, tidak konsentrasi dan sering kena intervensi <em>dong</em>. Itu logikanya,&rdquo; seloroh Friejae.</p><p style="text-align: justify;">Bersama BEM KM Unmul, Friejae masih menanti balasan surat dari rektorat. &ldquo;Sampai saat ini kami belum menerima jawaban resmi dari pihak rektorat. Kami menyambut baik komentar WR 1 dan WR 2 di media tentang ini. Kami jadi makin semangat untuk terus <em>goal</em>-kan sampai kami benar-benar mendapatkan kejelasan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Menaggapi tantangan rektorat untuk bicara efisiensi, mahasiswa Manajemen FEB itu mengatakan, pihaknya melihat efisiensi bukan hanya dari segi kucuran dana, tapi juga operasional bagi universitas dan fakultas. Sebab itu, siap menerima tantangan bicara.</p><p style="text-align: justify;">Friejae menyebut, Rektor itu orangtua yang takut anaknya berkembang lebih baik. Sekalipun demikian, pihaknya akan tetap kooperatif sekaligus mengkritisi. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektorat Sebut Surat BEM KM Unmul Miskin Substansi Akademis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-sebut-surat-bem-km-unmul-miskin-substansi-akademis/baca </link>
<guid> rektorat-sebut-surat-bem-km-unmul-miskin-substansi-akademis </guid>
<pubDate> Sat, 13 Aug 2016 06:30:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: id.gofreedownload.net </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-sebut-surat-bem-km-unmul-miskin-substansi-akademis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DTHvjZdgmJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektorat Sebut Surat BEM KM Unmul Miskin Substansi Akademis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Beberapa waktu lalu, BEM KM Unmul melayangkan surat pernyataan sikapnya<strong>&nbsp;</strong>kepada rektorat soal rapat mewah. Menanggapi itu, Mustofa Agung Sardjono selaku Pelaksana Tugas (Plt) Rektor, mengatakan, Ia sudah membaca surat tersebut. Namun, dikatakannya surat itu miskin substansi akademis. &ldquo;Surat itu hanya sebatas mempertanyakan alasan, selebihnya miskin substansi akademis,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Sardjono juga curiga hitung-hitungan yang diperoleh BEM KM Unmul ditumpangi oknum tak bertanggungjawab.</p><p style="text-align: justify;">Sementara &nbsp;itu, Wakil Rektor 2, Abdunnur, bertanya-tanya mengapa hal semacam ini jadi hangat. &ldquo;Saya heran, kenapa masalah seperti ini jadi trending topik. Harusnya kreativitas, inovasi, dan prestasi itu yang perlu dikedepankan untuk nama baik Unmul,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Baik Abdunnur maupun Sardjono sama-sama menyebut tidak ada yang mereka tutupi dari siapapun. Mereka &nbsp;juga menilai, mahasiswa tidak komprehensif dalam melihat perkara ini. &ldquo;Menghamburkan uang itu berarti tidak sesuai dengan peruntukan, tapi menghemat juga salah ketika tidak menghasilkan apa-apa,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir pertemuan bersama <em>Sketsa</em> (9/8) lalu, Abdunnur menegaskan, mereka siap diajak diskusi dan bertemu mahasiswa untuk memberikan klarifikasi. Tapi, masih menunggu Rektor tiba dari luar kota. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Percakapan Imajiner Malam Itu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/percakapan-imajiner-malam-itu/baca </link>
<guid> percakapan-imajiner-malam-itu </guid>
<pubDate> Sun, 14 Aug 2016 09:30:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kedua orang ini sedang berada di pelataran penginapan. Keduanya acuh pada keraimaian sekitar, hanya menatap langit. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/percakapan-imajiner-malam-itu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vI8tJ0kjO1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Percakapan Imajiner Malam Itu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kedua orang ini sedang berada di pelataran penginapan. Keduanya acuh pada keraimaian sekitar, hanya menatap langit.</p><p style="text-align: justify;">Nisfu : &ldquo;Malam ini rembulan berpancar bulat penuh. Apa yang ada dalam pikirmu, Dek?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Laila : &ldquo;Entah, Mas. Aku hanya menikmati masa-masa ini. Rembulannya seperti tertawa pada kita yang lama tak bersua. Engkau masih ingat pertemuan terakhir kita, kan? Nah itulah. Dia tertawa sekarang. Berapa kali dia bersaksi atas percakapan kita di tengah malam seperti gabungan nama kita. Kita bersautan sajak hingga malaikat berganti giliran mencatat amalan. Kalau kita tak pamit sembahyang malam, maka subuh pun kita tabrak. Sedang apa yang ada di benakmu, Mas?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Nisfu: &ldquo;Ini jam berapa? Oh, belum juga tengah malam. Tak jauh beda, Dek. Tapi aku sedang melihat bintang sekarang. Mereka bertabur menemani rembulan. Sama seperti dirimu yang menemaniku tiap malam. Ketika kita sama-sama menyesap kopi dari kejauhan dipisahkan jarak dan zona waktu, kita tak peduli. Masing-masing menghadapi perkamen masing-masing yang berisi materi beda. Tapi toh rindu kita sama, bukan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Laila : &ldquo;Mas, bagaimana dengan pertemuan kita sebelum ini?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Nisfu : &ldquo;Kita sama-sama tak ingat pertemuan pertama kita. Iya, ingat dalam acara itu, tapi kita berdua sungguh tak mengenal satu sama lain. Ini adalah pertemuan ketiga. Pertemuan kedua kita, ah, tak sanggup logikaku, Dek. Pertemuan kedua menyerocos aku tentang galauku waktu itu. Dirimu diam terpekur mendengarkan, wajahmu datar. Satu kalimat saja: Mas, aku nggak menyangka, ada ya cerita kayak kamu, kukira Cuma di FTV atau Film. Waktu itu aku geli. Memang kenapa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Laila : &ldquo;Seperti yang kau katakan beberapa hari setelah kita memulai percakapan serius kita waktu itu Mas. Ini semua <em>maktub</em>. Tertulis. Aku dan kau sama-sama tak paham. Percakapan kita menjadi serius bahkan tak lebih lama daripada kau menyesap habis kopimu waktu itu. Ingatkah? Waktu itu engkau sedang membaca <em>The Alchemist</em>, engkau langsung bilang: ini <em>maktub</em>, <em>destiny</em>, takdir, Dek. Yah, bacaanmu waktu itu pas sekali, menerangkan tentang misteri ilahi bernama takdir. Masih ingat, bukan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Nisfu : &ldquo;Tak bisa lupa aku, Dek. Waktu itu juga, kita mengalami takikardi. Hitunglah punyaku, pasti di atas seratus. Bagaimana tidak? Cepatnya minta ampun. Bagaimana satu komentar, dilanjutkan satu pertanyaan serius satu sama lain, dan tiba-tiba saja kita sudah saling rindu. Aku ingat esoknya engkau meminta aku saran tentang blog, padahal engkau sedang sibuk sekali. Tak mungkin juga dirimu akan membuat saat itu juga. Kau hanya mencari alasan supaya ada topik berbicara denganku, bukan? Ah, aku tak sepolos itu, Dek.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Laila tersenyum, kemudian dia berdiri dan masuk ke dalam bangunan.</p><p style="text-align: justify;">Nisfu : &ldquo;Dek&hellip; mau ke mana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Laila : &ldquo;Aku masih ingat permintaanmu pagi itu, dirimu meminta kopi buatanku bukan. Aku berencana membuat secangkir, masih berminat?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Nisfu : &ldquo;Jangan secangkir, tolong. Dua. Satu untukmu. Aku tak ingin menikmati syahdunya malam hanya disaksikan satu cangkir.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Laila tersipu. dia meneruskan langkahnya, Nisfu tak mengalihkan pandangnya hingga punggung Laila menghilang ditelan bangunan. Tak lama, Laila membawa dua cangkir dengan asapnya yang masih mengepul.</p><p style="text-align: justify;">Laila : &ldquo;Kesukaanmu kopi pahit, sedikit gulanya, iya &lsquo;kan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Nisfu : &ldquo;Engkau masih ingat saja aku mengurangi gula.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Laila : &ldquo;Daku masih ingat, pada tiap jengkal percakapan kita, meski hanya aksara.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Profil Penulis:</p><p style="text-align: justify;">Alif Bareizy</p><p style="text-align: justify;">Fakultas Kedokteran Unmul 2013</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjawab Masalah Birokrat Lewat Sketsa Public Discussion </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/menjawab-masalah-birokrat-lewat-sketsa-public-discussion/baca </link>
<guid> menjawab-masalah-birokrat-lewat-sketsa-public-discussion </guid>
<pubDate> Tue, 16 Aug 2016 09:22:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto saat diskusi masalah UKT berlangsung. (Foto: Nur Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/menjawab-masalah-birokrat-lewat-sketsa-public-discussion/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Pxp41MMqg2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menjawab Masalah Birokrat Lewat Sketsa Public Discussion</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Saat ini sedang hangatnya isu mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) jalur Mandiri memberatkan calon mahasiswa baru dan terbaru ini &nbsp;soal birokrat Unmul menggelar rapat berformat <em>Focus Group Discussion&nbsp;</em>(FGD) di Hotel Blue Sky Balikpapan, 2 hingga 4 Agustus lalu.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut menuai berbagai kecaman dari mahasiswa. Tak sedikit mahasiwa yang berspekulasi negatif. Oleh karena itu, LPM Sketsa Unmul berinisiatif membentuk sebuah forum diskusi yang mempertemukan pihak rektorat dan perwakilan dari mahasiswa. Tujuan forum yang bernama <em>Sketsa Public Discussion&nbsp;</em>ini untuk menjawab keresahan isu birokrat terkait UKT dan Rapat Balikpapan di kalangan mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: center;"><br></p><p style="text-align: center;"><img alt="Tim LPM Sketsa Unmul foto bersama Wakil Rektor bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono (tengah), Wakil Rektor bidang Keuangan, Abdunnur (sebelah kanan) dan Muhammad Gatot Subratayuda sebagai moderator acara." class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/a005d1b91d6262a6bbd13a9a2a60e2e8ce06d301.jpg" style="width: 510px;">&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diskusi yang digelar di <em>Student Center&nbsp;</em>Unmul, Senin pagi tadi (15/5) dihadiri oleh Wakil Rektor bidang akademik, Mustofa Agung Sardjono dan Wakil Rektor bidang keuangan, Abdunnur. Serta dihadiri oleh Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Teguh Satria, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM Unmul, Freijae Rakasiwi dan sembilan delegasi BEM Fakultas. Diskusi yang dimoderator oleh Mantan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2014, Muhammad Gatot Subratayuda. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui diskusi ini, Abdunnur memaparkan alasan mengapa UKT Mandiri sangat mahal. Abdunnur juga menegaskan bahwa UKT yang ada saat ini sudah sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2016.</p><p style="text-align: justify;">Terkait rapat rektor di Balikpapan kemarin, Sardjono kembali menjelaskan alasan rapat tersebut digelar di luar kota, ia juga menegaskan bahwa dana rapat bukan berasal dari UKT mahasiswa. Menanggapi penjelasan dari wakil rektor, Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Teguh Satria mengungkapkan dua point pertanyaan yang menurutnya perlu ditindaklanjuti yakni, penggolongan UKT yang transparan dan transparansi anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Delegasi BEM Fakultas juga angkat bicara. Salah satu delegasi dari BEM Farmasi. Ia mengungkapkan golongan UKT dari tingkatan harganya sangat jauh. &nbsp;Pesan dari moderator sebelum menutup acara yaitu agar mahasiswa tetap mengawal birokrasi kampus<em>.<strong>(els/mwp)</strong></em>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dimas-Izzul: Sang Juara yang Pernah Gagal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/dimas-izzul-sang-juara-yang-pernah-gagal/baca </link>
<guid> dimas-izzul-sang-juara-yang-pernah-gagal </guid>
<pubDate> Wed, 17 Aug 2016 07:12:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Laman Facebook Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/dimas-izzul-sang-juara-yang-pernah-gagal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lyzRSjVz3F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dimas-Izzul: Sang Juara yang Pernah Gagal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;&ldquo;Siapa sangka, mahasiswa tingkat akhir seperti kami ternyata masih dipercaya untuk mengikuti lomba.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sore yang cerah, menjadi lengkap dengan percakapan seru bersama dua orang mahasiswa Unmul yang baru saja menjuarai Lomba Diskusi dan Debat dalam Parade Cinta Tanah Air. Dua mahasiswa tingkat akhir itu, nantinya akan mewakili Kalimantan Timur ke Nasional.</p><p style="text-align: justify;">Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru dan Muhammad Izzul Islami, tergabung dalam satu tim melawan 14 tim lainnya. Walaupun sudah cukup lama tidak aktif dalam perlombaan, hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk berjuang bersama. Semangatnya tidak sia-sia, hingga keluar menjadi juara pertama.</p><p style="text-align: justify;">Dibalik sosoknya sebagai Wakil Presiden BEM KM Unmul, pria yang akrab dipanggil Dimas itu rupanya pernah berambisi untuk bisa melanjutkan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Namun, gagal saat seleksi penentuan akhir. &ldquo;Saya sangat terpuruk waktu itu,&rdquo; tandas pria bertubuh tinggi itu. Ia mengaku, sosok ibu menjadi salah satu alasan ia bangkit dari keterpurukannya.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan Dimas, Izzul pun pernah mengalami kegagalan yang hampir serupa. &ldquo;Ilmu Pemerintahan itu sebenarnya hanya pelarian. Saya ingin menggeluti sastra, tapi gagal,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, motivasi dari orangtua membuatnya bertahan hingga saat ini. Pria berkacamata itu mengaku telah menulis puluhan puisi, namun hanya belasan yang ia publikasikan dalam <em>tumblr&nbsp;</em>pribadinya.</p><p style="text-align: justify;">Dimas merantau dari Pati, Jawa Tengah ke Kalimantan Timur sejak kelas dua Sekolah Menengah Atas. Walau berat, Dimas, anak terakhir dari tiga bersaudara itu mengatakan bahwa tekad dan semangat yang kuat datang dari kedua orangtuanya. Sadar dirinya tinggal jauh dari orangtua, Dimas membiasakan diri untuk hidup mandiri dengan berorganisasi. &ldquo;Dengan berorganisasi, kita belajar untuk memanajemen waktu,&rdquo; ujarnya. Sebagai mahasiswa dengan IPK terbaik, Dimas mendapat beasiswa prestasi hingga sempat mendapat tawaran kerja.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan Izzul yang berasal dari Sangatta, Kutai Timur. Sosok yang sempat dibuat kesal dengan hadirnya Ijul Fans Club itu menuturkan sudah biasa tinggal berjauhan dengan orangtua. &ldquo;Sejak kelas dua SD, saya sudah ditinggal orangtua hijrah ke Kalimantan Timur. Tapi, semakin dewasa saya semakin paham kenapa orangtua melakukannya,&rdquo; imbuh mahasiswa FISIPOL itu.</p><p style="text-align: justify;">Dimas dan Izzul kini tengah disibukkan dengan Skripsi, di samping berorganisasi. Dimas dengan BEM KM-nya, sedangkan Izzul dengan Komunitas Tumblr (KITA). <strong><em>(bru/e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FKTI Komentari Foto Mesum Dosen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkti-komentari-foto-mesum-dosen/baca </link>
<guid> fkti-komentari-foto-mesum-dosen </guid>
<pubDate> Wed, 17 Aug 2016 07:19:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Akun Instagram @univ_mulawarman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkti-komentari-foto-mesum-dosen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Oha5PMm03W.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FKTI Komentari Foto Mesum Dosen</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA -&nbsp;</span></strong><span>Beredarnya foto mesum seorang dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Unmul berinisial RM membuat berang pihak kampus. Klarifikasi yang disampaikan Dekan FKTI, &nbsp;Nataniel Dengen menyebutkan bahwa dosen RM menjadi korban dalam foto tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia membenarkan keaslian foto tersebut berdasarkan pengakuan RM, hanya saja foto yang menyebutkan berada di penginapan oleh akun @univ_mulawarman itu tidak benar. &rdquo;Foto tersebut bersama suaminya di kamar dua tahun lalu. Yang jelas tersebarnya foto tersebut RM sempat kaget juga. Itu kan privasinya,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut pria yang dipanggil Nathan ini, RM merupakan dosen yang kinerjanya sangat bagus. Kasus ini hampir membuat RM mengundurkan diri dari dosen FKTI Unmul. Hanya saja karena dia sebagai korban, Nathan pertimbangkan tetap mempertahankan RM sebagai dosen. &ldquo;Sayang sekali kalau RM sampai keluar, kami masih mempertimbangkan untuk kembali mengajar. Dosen FTIK sendiri masih banyak yang kurang,&rdquo; katanya saat ditemui di ruang Dekan FKTI Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akun media sosial Instagram penyebar foto @Univ_Mulawarman diduga palsu. Nathan menambahkan, akun @dpmftikunmul2o16 yang muncul dalam komentar foto tersebut juga palsu. Kasus ini telah dibicarakan dengan BEM dan DPM FKTI Unmul. &nbsp;Ia mengatakan FKTI sedang diserang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab melalui cara diretas atau <em>hacking</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walaupun begitu, kasus ini tidak sampai dilaporkan ke pihak berwajib. Hingga berita ini diturunkan, akun ini sudah terblokir. Tidak bisa lagi diakses di Instagram. <strong><em>(mwp/e1)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Indonesia Pantas Diperjuangkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/indonesia-pantas-diperjuangkan/baca </link>
<guid> indonesia-pantas-diperjuangkan </guid>
<pubDate> Wed, 17 Aug 2016 20:11:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: hairstylegalleries.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/indonesia-pantas-diperjuangkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3vHXrEdd2S.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Indonesia Pantas Diperjuangkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">71 tahun hanya angka yang membuktikan bahwa Indonesia telah lama berdiri. Berdiri setelah ratusan tahun meratapi nasib sebagai bangsa yang menjadi korban imperalis dan kolonialisme. Akhirnya Indonesia mampu bangkit dan menemukan jati dirinya sebagai bangsa yang merdeka.</p><p style="text-align: justify;">Merdeka artinya mampu bersikap lantang dan mandiri tanpa merasakan sempitnya kandang dan pahitnya dikebiri. Fakta ini diperkuat secara hukum internasional bahwa Indonesia kini berdaulat dan dikenal sebagai bangsa yang besar.</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan para pendahulu untuk dapat membebaskan bangsa dari penjajahan tidak mudah dan membutuhkan pengorbanan. Bahkan dulu, setelah kemerdekaan telah tersampaikan pada naskah proklamasi Indonesia masih saja dianggap sebagai negara yang tidak diperhitungkan melalui agresi militer pasca itu.</p><p style="text-align: justify;">Setiap fase berdirinya bangsa ini merupakan kepingan sejarah yang sangat berharga bagi generasi selanjutnya. Diksi bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya nampaknya perlu kita maknai lebih dalam. Bahwa seharusnya sebelum menjadi bangsa yang besar Indonesia harus terlebih dahulu menghargai jasa para pahlawannya. Apresiasi terhadap veteran dan unsur-unsur pendukung terjadinya kemerdekaan sudah sepantasnya mendapatkan perhatian pemerintah, tidak hanya penghargaan yang bersifat seremonial melainkan juga terjaminnya kesejahteraan hidup mereka.</p><p style="text-align: justify;">Kemerdekaan bukan hadiah yang begitu saja diberikan, ia harus ditebus dengan darah, keringat dan air mata. Benar kita telah terbebas dari penjajahan, namun &nbsp;tidak dari kemiskinan dan kebodohan. Benar bahwa saat ini Indonesia mengalami keterbatasan dan kondisi yang tidak ideal sebagai bangsa yang besar, namun Indonesia masih tetap patut kita perjuangkan!</p><p style="text-align: justify;">Merdeka tidak hanya sekadar merayakan kebahagiaan melainkan juga menjadi momentum untuk mengekspresikan sebuah kebangkitan. Tidak mudah, sebab ini adalah tantangan di tengah arus tenang yang membawa generasi bangsa berjalan mundur. Moral remaja yang kian memprihatinkan, hukum yang tak kunjung menentramkan, kesehatan yang mengkhawatirkan, lingkungan dan sumber daya alam yang terus dieksploitasi habis-habisan hingga tak terjangkaunya biaya pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Kita patut bersedih, kita harus bersedih! Tidak kah hati ini bergetar? Ketika status kita hari ini adalah pemuda Indonesia, masa depan Indonesia ada di tangan kita. Namun masih saja kini mayoritas kita masih sibuk berdialektika, padahal kesengsaraan itu ada di depan mata. Indonesia butuh obat! Dan hari kemerdekaan ini adalah saat yang tepat untuk menjadikannya bangsa yang lebih hebat. Predikat hebat itu kita akan peroleh di masa yang akan datang ketika pekerjaan rumah ini mampu kita selesaikan secara kolektif.</p><p style="text-align: justify;">Kita harus mengembalikan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang gemar bergotong royong dan saling mengerti. Semboyan Ki Hajar Dewantara harus kita pulihkan kembali, dimana dari belakang memberi dorongan, dari tengah memberikan dukungan dan dari depan memberi teladan.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan harus terselesaikan secara komprehensif, semangat kemerdekaan harus digiring ke arah positif dan produktif. Semangat untuk berperan tidak justru meniru oknum yang gemar bagi-bagi jabatan dan terperangkap dalam lingkaran kekuasaan yang membutakan.</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan pahlawan telah usai, kini saatnya pemuda hadir untuk membangun. Mari warisi api perjuangan yang selalu membara di dada para patriot muda Indonesia. Jangan jadi abu sejarah yang dapat ditiup angin modernitas dan globalisasi kapan saja.</p><p style="text-align: justify;">Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, bangkitkan nurani dan akal sehat kita maka kita akan bangkitkan Indonesia!</p><p style="text-align: justify;">Hidup Rakyat Indonesia!&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dirgahayu Indonesiaku.</p><p style="text-align: justify;">Samarinda, 17 Agustus 2016</p><p style="text-align: justify;">Salam,</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Teguh Satria</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul 2016</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Temukan Korupsi, Rektor Pecat Dua Pejabat Tinggi FEB Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-korupsi-rektor-pecat-dua-pejabat-tinggi-feb-unmul/baca </link>
<guid> temukan-korupsi-rektor-pecat-dua-pejabat-tinggi-feb-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 17 Aug 2016 20:24:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat rekomendasi pemecatan J Kuleh dan Yana Ulfah yang beredar luas di media sosial </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-korupsi-rektor-pecat-dua-pejabat-tinggi-feb-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ynr3Fg59lk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Temukan Korupsi, Rektor Pecat Dua Pejabat Tinggi FEB Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Selembar surat rekomendasi pemecatan dua pejabat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul beredar luas di berbagai media sosial. Sontak, surat yang ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan Abdunnur itu membuat geger Kampus Hijau. Pasalnya, surat itu menyatakan J Kuleh dan Yana Ulfah, selaku ketua dan sekretaris di Pusat Kajian Pengembangan Ekonomi Masyarakat Lokal (PKPEML) FEB Unmul telah melakukan tindak pidana korupsi dan pelanggaran hukum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya benar. Surat itu saya yang tandatangani,&rdquo; ucap Abdunnur ketika dikonfirmasi.</p><p style="text-align: justify;">Dia mengatakan, rekomendasi pemecatan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dan verifikasi Sistem Pengendali Internal (SPI) Unmul Nomor 005/UN17/12/TU/2016 yang diterbitkan pada 30 Juni 2016. Serta surat SPI Nomor 059/UN17.12/TU/2016 pada 28 Juli 2016. Adapun dugaan temuan tindak pidana korupsi tersebut dilakukan ketika PKPEML FEB Unmul bekerjasama dengan Pemkab Mahakam Ulu dan Kutai Timur, serta Pemkot Bontang periode 2014 dan 2015. Walhasil, dengan temuan pelanggaran administrasi dan laporan keuangan tersebut, Rektor Unmul Prof Masjaya mengambil sikap tegas dengan membekukan dan membubarkan PKPEML di FEB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain pembubarkan PKPEML, J Kuleh dan Yana Ulfah juga dibebastugaskan dari jabatan seluruh organisasi yang ada di lingkungan Unmul,&rdquo; terang dia.</p><p style="text-align: justify;">Mantan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu memaparkan, dalam rekomendasi SPI, J Kuleh selaku ketua PKPEML FEB Unmul diwajibkan untuk meminta maaf atas pemalsuan tandatangan. Permohonan itu harus dilakukan secara langsung kepada pihak terkait yang merasa dirugikan. Adapun permintaan maaf tersebut wajib ditembuskan langsung kepada Rektor, Dekan FEB, dan SPI Unmul. Selain itu, J Kuleh juga diminta bertanggungjawab secara hukum dan administrasi jika terjadi tuntutan atas dampak tindak pidana korupsi yang dia lakukan. Pertanggungjawaban serupa juga berlaku bagi Yana Ulfah, yang sebelumnya juga menjabat sebagai wakil dekan dua bidang keuangan di FEB Unmul era dekan Anis Rachma Utary.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami hanya memberikan rekomendasi, tindaklanjutnya berada di tangan Dekan FEB Prof Syarifah Hudayah yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji di Tanah Suci,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>im</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Refleksi Indonesia 71 Tahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/refleksi-indonesia-71-tahun/baca </link>
<guid> refleksi-indonesia-71-tahun </guid>
<pubDate> Thu, 18 Aug 2016 07:36:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: www.nahimunkar.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/refleksi-indonesia-71-tahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TC23j8RS1s.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Refleksi Indonesia 71 Tahun</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dirgahayu Indonesia ke 71 Tahun!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Merdeka! Merdeka! Dan Merdeka!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kata ini yang selalu menggetarkan hati ini jika kita lantangkan suara dengan penuh semangat. Tapi dengan kata &quot;Merdeka&quot; pula bisa merenungkan dan muncul berbagai pertanyaan :</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Apakah Kita sudah benar-benar merdeka?&quot;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Apakah kontribusi kita membuat Indonesia lebih baik lagi?&quot;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Semua pertanyaan muncul membuat kita tertekan dan melupakan kewajiban kita sebagai warga Indonesia yang harus membangun tanah yang indah ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Merdeka bukan lagi bebas melawan penjajah atau musuh dengan senjata, tapi apakah kondisi sekarang mengatakan demikian?</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kondisi politik yang membuat masyarakat resah dan bosan melihat dagelan intrik oleh elit politik, yang orientasinya keuntungan pribadi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kondisi sosial dan ekonomi yang kiat melekit situasinya. Kondisi sosial yang setiap hari masyarakat dihantui dengan degradasi moral bagi para pemuda serta generasi penerus bangsa, konflik sosial dan masih banyak lagi. Kondisi ekonomi yang naik turun membuat masyarakat harus banting tulang mencari puing rupiah namun berbanding lurus dengan jumlah lapangan pekerjaan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Berpasti dengan kondisi pendidikan yang terus berganti sistem dengan kurikulum tak pasti bagi sekolah sehingga degradasi moral terjadi siswa memukul gurunya sedangkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi dengan biaya kuliah bagi anak-anak yang merajut mimpi semakin tinggi dan mencekik sehingga gagal masuk kuliah. Impian anak-anak seakan sirna oleh banyaknya duit, padahal pendidikan adalah senjata ampuh mengubah dunia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">itulah cerminan kondisi Indonesia sekarang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Namun, semua itu akan hilang jika kita sadar bahwa Indonesia harus diperjuangkan dengan kemampuan diri ini, kita tak perlu menjadi hebat dulu untuk membuat sesuatu Tapi kita butuh inisiatif untuk memberikan kontribusi lewat apa yang kita punya saat ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Karena sejatinya dimensi lain dari merdeka ialah kita yang berjuang membenarkan kebenaran dan kita tidak mendiamkan kesalahan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mari bangkit!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Saatnya Indonesia butuh kekerenan kita untuk berkrasi dengan inovasi. Biarkanlah nama kita tercatat manis di sejarah atas yang kita perbuat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ayo wal berjuang!<br>Indonesia terlalu indah untuk lu mimpiin!<br>Tapi kita perjuangin untuk terus menjadi negara yang bermartabat masyarakatnya, negara yang kaya penerus dengan ide-ide membuat Indonesia bangga.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aku bangga menjadi Indonesia!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dirgahayu Indonesiaku, jayalah negeriku, majulah bangsaku dan teruslah berkibar di antara bintang merah putihku!</p><p>Friejae Rakasiwi, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM Unmul</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tidak Terpusat, Posko Maba Sepi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tidak-terpusat-posko-maba-sepi/baca </link>
<guid> tidak-terpusat-posko-maba-sepi </guid>
<pubDate> Thu, 18 Aug 2016 07:40:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lengang, posko maba 2016 sepi pengunjung </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tidak-terpusat-posko-maba-sepi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LtCGqFXSuc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tidak Terpusat, Posko Maba Sepi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Halaman parkir gedung Auditorium Unmul diramaikan dengan tenda-tenda yang didirikan oleh organisasi mahasiswa internal maupun eksternal. Menyambut Maba, organisasi-organisasi mahasiswa tersebut mendirikan posko guna membantu pendatang baru Unmul. Baik terkait pengisian Sireg, KRS, maupun info-info terkait lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Tampak sepi, hanya 17 organisasi mahasiswa yang mendirikan posko. BEM KM beserta beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa seperti Pusdima, Keluarga Mahasiswa Katholik (KMK), Keluarga Besar Mahasiswa Kristen (KBMK), Tarung Drajat, dan PersatuaN Setia Hati (PSHT) mengambil bagian. Ada juga organisasi-organisasi eksternal di antaranya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Hizbut Tahrir, Ikatan Keluarga Mahasiswa Berau (IKMB), Himpunan Mahasiswa Bontang, Ikatan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan beberapa organisasi kedaerahan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Di posko-posko yang tersedia melayani pengisian Sireg, KRS, foto, <em>fotocopy</em>, dan <em>scan</em>. Selain itu, posko yang didirkan oleh Pusdima, tampak menyediakan tempat untuk beristirahat. Ada juga yang berjualan makanan ringan, minuman, hingga aksesoris kedaerahan seperti tampak di posko IKMB. &ldquo;Sejauh ini kami melayani pengisian Sireg, print KRS, dan jual aksesoris khas Berau. Sekalian promosi tentang Berau,&rdquo; ujar Diah Puji Prastuti, bendahara IKMB.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, UKM, Himpunan Mahasiswa Jurusan, hingga BEM Fakultas tidak turut ambil bagian. Organisasi tingkat fakultas itu membuka posko di fakultasnya masing-masing. Hal ini menjadi salah satu alasan posko maba di depan Auditorium tampak sepi. &ldquo;Lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya. Satu hari paling satu orang yang berkunjung,&rdquo; ungkap Ahmad Fajar Sidiq.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan ungkapan Fajar, Diah juga mengungkapkan hal yang sama. &ldquo;Tahun ini kan tidak terfokus, fakultas-fakultas buka posko di fakultasnya sendiri. Jadi Maba pastinya ke fakultasnya dulu,&rdquo; imbuhnya. <strong><i>(bru/e2)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dulu Gontok-gontokan, BEM FKM Kini Dukung Risva </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dulu-gontok-gontokan-bem-fkm-kini-dukung-risva/baca </link>
<guid> dulu-gontok-gontokan-bem-fkm-kini-dukung-risva </guid>
<pubDate> Thu, 18 Aug 2016 07:47:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Dokumentasi Randi, Ketua BEM FKM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dulu-gontok-gontokan-bem-fkm-kini-dukung-risva/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3r9JtOMjoN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dulu Gontok-gontokan, BEM FKM Kini Dukung Risva</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; 15 Agustus lalu, FKM menggelar pesta demokrasi. Acara penyampaian visi misi dua calon dekan, tak disangka Randi, Ketua BEM FKM, bakal dirangkaikan langsung dengan prosesi pelantikan dekan terpilih.</p><p style="text-align: justify;">Randi yang kala itu tampil sebagai salah satu penanya, melihat penyampaian masing-masing calon cukup interaktif dan berani. Disampaikannya dalam forum, BEM FKM menitikberatkan kontrak politik untuk kemudian menjadi pertimbangan sekaligus tantangan dekan baru membawa FKM ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak memiliki hak suara, Randi berupaya mengajak mahasiswa FKM untuk sadar akan perpolitikan kampus dan masa depan FKM. Sebab itu, Randi memandang perlu adanya gerak pembaharuan. Selama dua bulan terakhir, pihaknya menjaring angket yang kemudian berhasil membuat seremonial penyampaian visi misi calon dekan dilaksanakan dalam wujud forum terbuka.</p><p style="text-align: justify;">Cukup berbangga, kata Randi, acara yang digelar di Auditorium itu dihadiri oleh sejumlah kalangan. Tak hanya Senat, bahkan para dosen, staf, organisasi mahasiswa, alumni, hingga perwakilan masing-masing kelas turut ambil bagian. &ldquo;Suasananya cukup kekeluargaan. Kami seperti berdiskusi biasa saja dari target 50 orang ternyata yang hadir lebih daripada itu,&rdquo; ucap Randi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancara bersama <em>Sketsa</em> hari ini (17/08), Randi menuturkan, dia bersama BEM FKM dan segenap organisasi kemahasiswaan FKM, menginginkan forum yang memuat kejelasan langkah antara pemimpin dengan yang dipimpin. Tidak sekonyong-konyong muncul nama dekan baru.</p><p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa angkatan 2012 itu, masing-masing calon punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Risva Rachmadi, dekan terpilih, disebutnya sebagai sosok yang memiliki gagasan matang dengan sejumlah pertimbangan. Sementara &nbsp;calon lainnya, memiliki kedekatan cukup baik terhadap semua kalangan civitas FKM.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Randi mengaku kerap gontok-gontokan dengan Risva. &nbsp;&ldquo;Sebenarnya kami dengan Bu Risva sering gontok-gontokan karena sebelumnya &nbsp;beliau adalah Wakil Dekan 1, orang yang menangani urusan akademik dan kemahasiswaan. Bu Risva juga waktu itu sulit mengatur waktu. Akibatnya, sering absen dalam agenda bersama kami,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpilihnya Risva, tentu memunculkan banyak harapan bagi para mahasiswa FKM. Randi berharap, Risva memilih orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi wakil dekan. Risva perlu mengombinasikan warga FKM yang kini sedang di luar maupun di dalam kampus ungu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Program kerja yang ditawarkan Risva saat pemilihan pun jadi catatan bagi BEM FKM. Program kerja itu ialah jaringan kerja sama. &ldquo;FKM sampai sekarang di hadapkan dengan masalah dana kampus yang sangat kecil. Bahkan, paling kecil di Unmul. Bu Risva ingin memperbaiki itu dengan jalan bekerja sama dengan daerah. Kami akan kawal itu. Kami berharap, semoga tidak seperti FEB,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>aml</em></strong><strong><em>/e2</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Angkat Musik Sampek, Unmul Raih Juara Favorit di PIMNAS  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/angkat-musik-sampek-unmul-raih-juara-favorit-di-pimnas/baca </link>
<guid> angkat-musik-sampek-unmul-raih-juara-favorit-di-pimnas </guid>
<pubDate> Fri, 19 Aug 2016 06:59:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Dokumentasi Murtaja Azizah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/angkat-musik-sampek-unmul-raih-juara-favorit-di-pimnas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0tJPLi7oXp.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Angkat Musik Sampek, Unmul Raih Juara Favorit di PIMNAS </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2016 ke-29 yang diselenggarakan di Institut Pertanian Bogor 8-11 Agustus lalu membawa kabar bahagia. Gara-garanya salah satu dari dua kelompok mahasiswa jurusan Psikologi yang dikirim Unmul meraih juara favorit dalam bidang Sosial Humaniora.</p><p style="text-align: justify;">Kesuksesan ini adalah kali pertama bagi Unmul. Sebelumnya tahun lalu Unmul sempat mengirim perwakilan ke PIMNAS, namun belum cukup siap menoreh prestasi. Pada tahun ini, mengusung tema &ldquo;Semangat Kebersamaan dan Persatuan, Mahasiswa Indonesia Menciptakan Karya Kreatif dan Inovatif untuk Kejayaan Bangsa&rdquo; mahasiswa utusan Unmul sukses mengharumkan almamater di PIMNAS.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tema yang kami bawakan itu &lsquo;Alunan Musik Sampek sebagai Terapi Stres&rsquo;. Cukup mendengarkan alunan musik sampek selama 30 menit dengan menutup mata sehingga fokus auditori terpenuhi,&rdquo; kata Murtaja Azizah, ketua kelompok tim mahasiswa Psikologi Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskannya, alunan musik sampek mampu bermain di posisi 60 bpm. Yang mana itu dapat menurunkan tingkat stres pasien lebih cepat dibandingkan yang tidak mendengarkan. Perasaan relaks pun akan tersaji lebih cepat. &ldquo;Alunan musik sampek dapat menurunkan tingkat stres di awal-awal individu terpapar stres misalnya ketika <em>hectic, overload</em>, dan lainnya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ide awal mengenai sampek sebagai alat pengusir stres sudah ada di kepala Azizah sejak tahun lalu. Dia beserta ketiga anggotanya yakni Rizky Virnanda, Herza Yuzmi, dan Risda Aulia yang memiliki ketertarikan di dunia musik mulai berdiskusi. &ldquo;Band saya juga personilnya memainkan alat musik sampek. Dan, saat saya mendengarkan sampek seperti ada perasaan mengawang,&rdquo; ucap dara asli Samarinda tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lantas dari sana muncul keinginan untuk mengangkat alat musik tradisional Dayak itu sebagai obat stres. Relaksasi bisa dihasilkan, lalu apa kiranya yang menghalangi sampek untuk tidak semenyenangkan alunan musik di Bali yang memberi rasa tenang? Pertanyaan itu mendesak Azizah untuk melakukan sesuatu. &ldquo;Ini akan menambah khazanah dari alat musik sampek,&rdquo; ucap angkatan 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Enam bulan lalu proposal mulai dibuat dan selama tiga bulan terakhir, percobaan demi percobaan terus dilakukan. Hingga dari ribuan kelompok mendaftar, hanya ada dua yang bertolak ke Bogor. Kelompok Azizah salah satu di antaranya. Cukup tiga hari penyelenggaraan bagi Azizah dan kawan-kawan untuk pulang dengan bangga. <strong><em>(wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pokemon Go, Topik Pembelajaran yang Menarik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/pokemon-go-topik-pembelajaran-yang-menarik/baca </link>
<guid> pokemon-go-topik-pembelajaran-yang-menarik </guid>
<pubDate> Fri, 19 Aug 2016 07:26:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: nintendo.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/pokemon-go-topik-pembelajaran-yang-menarik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S6fnSGFtTR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pokemon Go, Topik Pembelajaran yang Menarik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA -&nbsp;</span></strong><span>Pokemon Go, game jebolan Niantic, Nintendo, dan Pokemon Company itu telah menarik perhatianbanyak orang di Indonesia, tak terkecuali mahasiswa Unmul. Di Unmul, ada spanduk-spanduk himbauan agar tidak bermain game berbasis GPS tersebut di lingkungan kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Edi Budiman, ketua program studi Teknik Informatika angkat bicara. Menurutnya, Pokemon Go merupakan salah satu fenomena perkembangan teknologi yang tidak bisa ditolak. &quot;Budaya orang Indonesia itu kan melihat apa yang sedang tren, ya langsung diikuti. Dicari tahu,&quot; ungkapnya. Maka tak heran jika Pokemon Go langsung digandrungi berbagai kalangan walaupun saat itu belum resmi dirilis di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari analisa Edi, ada tiga hal yang ditekankan oleh <em>developer</em> game tersebut. Pertama, dari segi olahraganya. Kedua, mengenal lingkungan. Ketiga, interaksi dengan sesama. &quot;Semua dikembalikan lagi kepada konsumen atau masyarakat,&quot; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pokemon Go merupakan salah satu bentuk <em>augmentic reality</em>, yaitu realita yang ditambahkan. Seperti yang diketahui, di mana Pokemon (virtual) tersebut diletakkan atau dipetakan di lokasi yang nyata (realita). &quot;Bukan satu-satunya. Dalam film yang seperti nyata itu juga merupakan produk dari <em>augmentic reality</em>,&quot; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi fenomena Pokemon Go, Edi mengimbau agar dapat menanggapinya dengan bijak. Misalnya, memainkannya di tempat-tempat umum. Jangan sampai kasus seperti masuk kantor polisi atau kecelakaan terjadi karena bermain Pokemon Go.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam dunia IT, hal ini merupakan salah satu topik pembelajaran yang menarik. Menurut Edi, tren ini jangan hanya dijadikan ajang ikut-ikutan. Melainkan ini bisa jadi satu dorongan agar kita bisa juga membuat satu inovasi terbaru. &quot;Misalnya, membuat suatu aplikasi untuk mengetahui lokasi kemacetan yang update terus,&quot; pungkasnya..<strong><em>&nbsp;(bru/e1)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Refleksi 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/refleksi-71-tahun-kemerdekaan-indonesia/baca </link>
<guid> refleksi-71-tahun-kemerdekaan-indonesia </guid>
<pubDate> Fri, 19 Aug 2016 07:36:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Dokumentasi Muhammad Teguh Satria-Presiden BEM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/refleksi-71-tahun-kemerdekaan-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BR4So7osxu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Refleksi 71 Tahun Kemerdekaan Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Merdeka itu bebas dari belenggu bangsa lain maupun bangsa sendiri. Bangkit dari keterpurukan dan kemiskinan. Maju bersama untuk menyempurnakan janji reformasi bukan janji jabatan atau bagi harta rampasan rakyat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dua tahun sudah pemerintahan Jokowi-JK belum mampu memberikan sepenuhnya hak rakyat yang merupakan kewajiban pemimpin negara. Bangsa Indonesia jauh dari kata sejahtera, yang ada justru kepentingan rakyat yang kalah dengan kepentingan partai-partai penguasa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Carut-marut negeri ini diperparah dengan sibuknya pemerintah melakukan perombakan (Reshuffle) kabinet. Jokowi-JK selaku kepala negara menghadiahkan kepada masyarakat Indonesia &nbsp;pada hari kemerdekaan ini dengan 2 kali melakukan reshuffle kabinet.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kemarin secara mengejutkan, Menteri ESDM yang baru menjabat kurang lebih 20 hari yaitu Archandra Tahar diduga memiliki dwi kewarganegaraan, dan jelas ini melanggar konstitusi bangsa Indonesia yang tertera pada UU No.12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan, serta UU. 39 Thn 2008 dan UU. No. 6 thn 2011 tentang Kementerian Negara dan Keimigrasian.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Belum lagi permasalahan pemangkasan dana Pendidikan yang akhirnya banyak menyebabkan masalah ditubuh pendidikan negeri itu sendiri mulai dari kasus pemangkasan Beasiswa Pendidikan, pergantian Menteri, hingga pemukulan siswa kepada gurunya sendiri.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Represivitas aparat atas nama negara kembali menguak masa kelam Indonesia yang pernah terbelenggu suara dan kebebasannya. Penggusuran yang disertai dengan kekerasan dialami oleh masyarakat kecil. Selain kondisi alam dan lingkungannya yang telah dieksploitasi habis-habisan mereka juga harus rela tempat tinggal mereka dialihfungsikan. Bahkan halaman sekitar rumah berubah menjadi hal yang menakutkan akibat teror bisnis tambang dan perkebunan yang mengancam keberlangsungan kehidupan generasi selanjutnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hal yang sama pun dialami oleh para pewarta berita. Jurnalis mengalami represifitas yang mengkhawatirkan di beberapa daerah seperti Medan dan Kalimantan Selatan. Hal ini harus menjadi perhatian khusus, jika tidak maka akan mengancam iklim demokrasi dan cita-cita reformasi Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ini menjadi polemik yang menunjukkan bangsa ini sedang di pimpin oleh pemimpin negara yang amatiran dan tidak mampu menjalankan perbaikan negara yang kita cintai ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Maka dengan ini, bertepatan dengan 71 tahun kemerdekaan Republik Indonesia kami menilai bahwa Kabinet Kerja yang dicetus oleh Jokowi-JK gagal dalam upaya mensejahterakan dan menbawa Indonesia berdiri diatas kaki sendiri. Bersama dengan itu, kami menuntut :</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">1. Mendesak pemerintah untuk kembali memenuhi upaya membangkitkan kedaulatan bangsa dengan menegakkan kembali UUD 45 pasal 33.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">2. Menuntut Presiden RI untuk mencabut segala macam kebijakan kementerian ESDM pada masa Archandra Tahar sebab kontroversi legalitasnya sebagai menteri.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">2. Menagih Janji Jokowi-JK untuk berkomitmen dan menjalankan program Unggulan dibidang pendidikan dan kesehatan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">3. Mendesak Presiden RI untuk melakukan tindakan nyata dalam upaya mencegah kerusakan lingkungan akibat kejahatan korporasi dan memberikan sanksi berat bagi pihak yang bertanggung jawab akan dampak negatifnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">4. Mengutuk keras aksi represifitas yang dialami oleh rakyat, jurnalis, mahasiswa dan segenap elemen bangsa lainnya demi menjaga iklim demokrasi yang bebas dan bertanggungjawab.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Berdasarkan permasalahan-permasalahan ini, kami dari Aliansi GARUDA MULAWARMAN menuntut kinerja dari Presiden Jokowi dan jajarannya untuk tegas dan mementingkan kepentingan rakyat saat ini atas segala kebijakan dari pemerintah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">HIDUP MAHASISWA !!!<br>HIDUP RAKYAT INDONESIA !!!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">#Kabinetgagal<br>#IndonesiaBukanMainan<br>#MulawarmanBersuara</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ttd</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Koordinator Garuda Mulawarman<br>Ketua BEM FKIP Universitas Mulawarman<br>FADLY IDRIS</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Humas Aksi : Fitri Irwan<br>0852 5153 1105</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berita LPM Sketsa Kini Hadir dalam Aplikasi Ponsel Pintar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berita-lpm-sketsa-kini-hadir-dalam-aplikasi-ponsel-pintar/baca </link>
<guid> berita-lpm-sketsa-kini-hadir-dalam-aplikasi-ponsel-pintar </guid>
<pubDate> Fri, 19 Aug 2016 10:12:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Desain oleh : Rizky Rachamadiani </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berita-lpm-sketsa-kini-hadir-dalam-aplikasi-ponsel-pintar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sieMfpyPBj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berita LPM Sketsa Kini Hadir dalam Aplikasi Ponsel Pintar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Kini berita LPM Sketsa Unmul bisa di akses melalui aplikasi ponsel pintar. Aplikasi ini merupakan bentuk terima kasih jasa pengembang web, Enterwind kepada pengunjung Sketsa yang mencapai ribuan pembaca.&nbsp;</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/1599c284f93250bae68fc50b0e58da3ac7501bfa.png" style="width: 579px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Enterwind mengungkapkan aplikasi ini hadir sebagai wujud peduli terhadap mitra-mitra kerja samanya. Aplikasi Sketsa Unmul sudah dapat Anda akses melalui Play Store. Cukup ketik &quot;Sketsa Unmul&quot; di mesin pencarian. Aplikasi tersebut dapat langsung Anda unduh tanpa dipungut biaya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya aplikasi ponsel ini, LPM Sketsa Unmul berharap bisa memangkas jarak dengan Anda pembaca untuk menyajikan berita seputra Unmul terbaru. Semangat berbagi dan menginspirasi! <em><strong>(mwp/e2)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FEB Cetuskan Urus KRS Online </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-cetuskan-urus-krs-online/baca </link>
<guid> feb-cetuskan-urus-krs-online </guid>
<pubDate> Sat, 20 Aug 2016 08:01:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus FEB Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-cetuskan-urus-krs-online/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CDEtbgpWGs.JPG" />
					</figure>
			                <h1>FEB Cetuskan Urus KRS Online</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Mengurus Kartu Rencana Studi (KRS) menjadi salah satu rutinitas mahasiswa setiap semesternya. Namun, tahun ini ada yang berbeda di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kini mahasiswa FEB tidak perlu lagi repot-repot mengatur jadwal untuk meminta persetujuan dosen pembimbing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah mengatur mata kuliah yang diambil sekaligus jadwalnya, kemudian konfirmasi ke dosen pembimbing untuk disetujui atau divalidasi,&rdquo; ujar Helmi Akhyar, mahasiswa prodi Akuntansi.</p><p style="text-align: justify;">Ide tersebut lahir untuk menyiasati jumlah mahasiswa yang mencapai lebih dari lima ribu. Felisitas Defong mengatakan, banyak keluhan dari jurusan terkait membludaknya jumlah mahasiswa ketika mengurus KRS serta fasilitas ruangan yang kurang nyaman untuk menunggu. &ldquo;Saya pikir, sekarang teknologi sudah semakin canggih. Jadi, dengan sistem online seperti ini mahasiswa bisa input data di mana saja,&rdquo; pungkas wanita berambut pendek itu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait hal ini, Defong telah melakukan sosialisasi melalui lembaga kemahasiswaan fakultas, juga website akademik. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat kepada para dosen pembimbing terkait sistem baru tersebut. &ldquo;Kami akui sistem ini belum sepenuhnya sempurna. Kami sudah merumuskan dengan baik, tapi memang masih ada saja permasalahannya seperti eror,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembantu Dekan I tersebut juga menambahakan bahwa teknologi yang digunakan sudah disediakan oleh pihak rektorat, melalui Sistem Informasi Akademik (SIA) yang kemudian di <em>costumize</em> sesuai kebutuhan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun proses penyetujuan atau validasi dilakukan secara online, Defong tetap menyarankan mahasiswa untuk tetap berhubungan dengan dosen pembimbingnya. &ldquo;Bukan hanya urusan KRS saja, tapi juga wejangan. Terutama bagi mahasiswa baru, perlu persiapan menghadapi peralihan dari SMA ke jenjang perkuliahan. Dengan cara ini, tidak ada alasan lagi bagi mahasiswa untuk tidak mengurus KRS,&rdquo; tutup Defong di penghujung percakapan. <strong><em>(bru/e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jaringan Advokasi Mulawarman Gagal Terima Jaminan Birokrat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jaringan-advokasi-mulawarman-gagal-terima-jaminan-birokrat/baca </link>
<guid> jaringan-advokasi-mulawarman-gagal-terima-jaminan-birokrat </guid>
<pubDate> Sat, 20 Aug 2016 08:10:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi Jaringan Advokasi Mulawarman bersama birokrat, (19/08) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jaringan-advokasi-mulawarman-gagal-terima-jaminan-birokrat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u9EUlTk0eG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jaringan Advokasi Mulawarman Gagal Terima Jaminan Birokrat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menguning. Begitulah pemandangan yang tampak di depan Gedung Rektorat Unmul hari ini, (19/8). Sejak 09.30, Jaringan Advokasi Mulawarman menggelar aksi bertema besar &ldquo;Menagih Janji Rektor&rdquo; dengan menyuarakan tiga tuntutan. Di antaranya, menuntut rektor untuk menunaikan janji kepada mahasiswa agar bisa berkuliah tanpa terhambat persoalan finansial, menuntut pemberian kuota bidikmisi kepada mahasiswa yang membutuhkan dengan prinsip objektif dan tepat sasaran, serta meminta klarifikasi dan transparansi pemungutan serta penggunaan surat SKS dan SKBN.</p><p style="text-align: justify;">Tak kurang dari sebelas BEM fakultas turut terlibat. Satu per satu aspirasi mereka lantangkan bergantian. Sekitar pukul 10.00, perwakilan Jaringan Advokasi Mulawarman yang berisikan BEM fakultas dan BEM KM dipanggil untuk beraudiensi bersama jajaran birokrat. Kendati demikian, aksi tetap dilanjutkan.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi berlangsung sengit. Masing-masing BEM fakultas dalam kesempatan itu menyampaikan data temuan perihal UKT. Beragam kisah miris tak luput dari penyampaian mereka. Darmawansyah, DPM Fisip menyebut, pihaknya menemukan maba yang menunggu hujan agar bisa mandi dan uluran tangan tetangga untuk makan sehari-hari. &ldquo;Tapi, dia mendapat tanggapan tidak etis dari validator dan terancam tidak bisa kuliah,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul, mengungkapkan, perlu adanya transparansi golongan dan transparansi anggaran. Dikatakannya, langkah solutif untuk masalah ini ialah dengan penggolongan yang sesuai, pemberian beasiswa, dan penundaan SPP bagi mahasiswa tidak mampu.</p><p style="text-align: justify;">Beragam temuan itu sontak ditanggapi oleh para pejabat fakultas. Audiensi tersebut memang dihadiri Wakil Rektor 1, 2, 3, dan sejumlah dekan serta wakil dekan tiap fakultas. Dalam paparannya, hampir semua kompak menjawab siap diajak berembuk untuk memecahkan persoalan ini, termasuk Abdunnur, Wakil Rektor 2.</p><p style="text-align: justify;">Cukup konkret, Abdunnur memberikan jawaban kepada tuntutan Jaringan Advokasi Mulawarman. Abdunnur meminta, BEM KM bersama BEM fakultas mengumpulkan berkas lengkap maba yang diberatkan dengan nominal UKT-nya. Berkas itu berupa surat pernyataan tidak mampu, alasan penurunan UKT, bukti pendukung, surat resmi lembaga terkait, berkas validasi, dan surat rekomendasi dari BEM KM Unmul dan BEM fakultas. &ldquo;Silakan lengkapi berkasnya sampai tanggal 23 Agustus. Tidak lengkap atau lewat daripada itu, tidak akan kami akomodir,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Jaringan Advokasi Mulawarman juga membawa surat jaminan dan menginginkan surat tersebut ditandatangani oleh jajaran birokrat yang hadir. Namun, keinginan tersebut nyatanya gagal terpenuhi. Tak satu pun pejabat menandatangani surat itu. &ldquo;Kami sangat kecewa. Itu jaminan hitam di atas putih bagi kami untuk menagih janji Rektor,&rdquo; pungkas Freijae Rakasiwi, Koordinator Jaringan Advokasi Mulawarman. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Musuh Tersembunyi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/musuh-tersembunyi/baca </link>
<guid> musuh-tersembunyi </guid>
<pubDate> Sun, 21 Aug 2016 07:59:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: kenaapa.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/musuh-tersembunyi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zoPe0792vp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Musuh Tersembunyi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: left;">Kumaki rupa yang sembunyi di dalam tubuhku</p><p style="text-align: left;">Waktu memeliharanya menjadi ganas</p><p style="text-align: left;">Kendali tak penuh</p><p style="text-align: left;">Di tempat kami bertarung angan didoakan</p><p><br></p><p style="text-align: left;">Utuh tak penuh</p><p style="text-align: left;">Kusanjung peliharaanku yang manis</p><p style="text-align: left;">Dia perintahkan kaca agar tak usah bicara</p><p style="text-align: left;">Laut kata-kata sendiri membuat tenang</p><p><br></p><p style="text-align: left;">Aku tak di sana tetap di sini</p><p style="text-align: left;">Bisakah di sini ke mana-mana?</p><p style="text-align: left;">Jika benar ternyata yang ditahan akan lepas juga akhirnya</p><p style="text-align: left;"><br></p><p style="text-align: left;"><em>Pukul &nbsp;tujuh lewat tiga puluh satu malam, belum bayar listrik.</em></p><p style="text-align: left;"><br></p><p style="text-align: left;">Ditulis oleh: Wahid Tawaqal, Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 2014</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Salah Paham, DPM FISIP dan BEM Hukum Keroyok Wapres BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/salah-paham-dpm-fisip-dan-bem-hukum-keroyok-wapres-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> salah-paham-dpm-fisip-dan-bem-hukum-keroyok-wapres-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 23 Aug 2016 10:29:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi pemukulan DPM Fisip dan BEM Hukum di halaman Auditorium hari ini (22/08) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/salah-paham-dpm-fisip-dan-bem-hukum-keroyok-wapres-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CGJHOXVmOd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Salah Paham, DPM FISIP dan BEM Hukum Keroyok Wapres BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Aksi premanisme kembali terjadi di Unmul. Parahnya, kali ini dilakukan oleh sesama mahasiswa. Kisahnya berawal dari salah paham, Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru, Wakil Presiden (Wapres) BEM KM Unmul hampir jadi bulan-bulanan aksi pengeroyokan yang dilakukan mahasiswa dari DPM FISIP dan BEM Hukum.</p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM FISIP, Redi Irawan yang dikonfirmasi terkait upaya pengeroyokan itu memaparkan, perkelahian terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di posko BEM KM Unmul yang berdiri di halaman Auditorium. Dia menyebut, upaya pemukulan atas Dimas tak terelakkan karena DPM FISIP dan BEM Hukum merasa ditantang berkelahi untuk menyelesaikan cekcok mulut yang terjadi sebelumnya. Cekcok bermula dari protes anggota DPM FISIP atas berdirinya posko pendaftaran PAMB 2016 di lokasi posko BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Bersama sejumlah anggota dari DPM FISIP dan BEM Hukum, Redi mengaku, mendatangi posko BEM KM Unmul untuk meminta klarifikasi. Menurutnya, hal tersebut tidak boleh dilakukan. Sebab, kepanitian PAMB 2016 diemban oleh seluruh UKM tingkat universitas, bukan lagi BEM KM Unmul seperti pada tahun-tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maksud kedatangan kami hanya untuk meminta klarifikasi. Tapi, Dimas malah berkata-kata dengan nada menantang. Akibatnya, upaya pemukulan pun tak terelakkan,&rdquo; terang Redi.</p><p style="text-align: justify;">Bagi dia, berdirinya posko tersebut merupakan pelanggaran atas komitmen yang telah disepakati. Pihaknya amat kecewa atas sikap BEM KM Unmul. &ldquo;Kami tidak permasalahkan poskonya. Yang jadi masalah, mereka melayani pendaftaran PAMB 2016. Berdirinya bersebelahan dengan posko info Maba yang seharusnya juga dijalankan oleh panitia PAMB 2016,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Anggota DPM FISIP lainnya, Muhammad Akbar, mengungkapkan, protes penentuan lokasi pendaftaran sepihak yang dilakukan BEM KM Unmul juga disampaikan BEM Hukum. Upaya pengeroyokan di posko BEM KM Unmul kepada Dimas itu, dikatakannya, sebagai peringatan keras kepada BEM KM Unmul. Dia bersyukur, Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul akhirnya memberikan klarifikasi. &ldquo;Teguh bilang posko itu akan segera ditutup,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Ketua Panitia PAMB 2016 Al Randy Khayuris mengatakan, adanya keputusan BEM KM Unmul dalam mengambil alih pendaftaran PAMB terjadi tanpa sepengetahuan dirinya. &quot;Saya merasa dilangkahi dan tidak dianggap. Saya sama sekali tidak tahu posko itu ada. Mereka benar-benar tidak menghargai kepanitiaan,&rdquo; tutur Randy kecewa.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Hardjuno yang disebut-sebut melakukan upaya pemukulan atas Dimas masih enggan memberikan konfirmasi. &ldquo;Nanti saja itu dibahas, aku masih ada kesibukan,&rdquo; ujarnya saat dihubungi <em>Sketsa</em> melalui sambungan telepon.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, saksi mata di lokasi perkelahian, Ruth Santi Annisa, kepada media ini menceritakan, percobaan pemukulan yang dilakukan gerombolan mahasiswa dari DPM FISIP dan BEM Hukum kepada Dimas Ronggo bermula dari cekcok mulut tentang pendaftaran PAMB di posko milik BEM KM Unmul. Padahal, sebelumnya pendaftaran tersebut sudah disepakati oleh panitia PAMB. Yang mana panitianya merupakan mayoritas perwakilan dari UKM tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka tiba-tiba datang dan merobek pengumuman pendaftaran PAMB yang sudah diberhentikan sementara. Karena ingin cari masalah pengumuman pendaftaran Kuliah Super dari BEM KM Unmul juga robek. Ditegur baik-baik malah marah. Ngajak kelahi dan coba pukul Pak Dimas. Ya meskipun tidak kena,&quot; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Presiden BEM KM Unmul Teguh Satria mengatakan, meski sempat terjadi keributan dan percobaan pemukulan atas Dimas, namun permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara baik-baik. &quot;Hanya salah paham. Sekarang sudah selesai. Sementara posko pendaftaran PAMB 2016 di BEM KM Unmul kami tutup. Masalah tadi (pemukulan) siang tidak perlu diperpanjang. Sudah damai,&quot; tuturnya singkat. <strong><em>(aml/im/e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><p style="text-align: justify;"><br></p><!--[endif]--><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bantah Pengeroyokan dan Premanisme, Siap Melakukan Bukti Visum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-pengeroyokan-dan-premanisme-siap-melakukan-bukti-visum/baca </link>
<guid> bantah-pengeroyokan-dan-premanisme-siap-melakukan-bukti-visum </guid>
<pubDate> Wed, 24 Aug 2016 10:23:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: berita.suaramerdeka.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-pengeroyokan-dan-premanisme-siap-melakukan-bukti-visum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HRvkTxJBW5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bantah Pengeroyokan dan Premanisme, Siap Melakukan Bukti Visum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">SKETSA -&nbsp;</span></strong><span lang="IN">&nbsp;Kedua lembaga yakni DPM FISIP dan BEM Hukum yang namanya disebut terlibat pengeroyokan atas Wapres BEM KM Unmul,&nbsp;</span><span lang="IN">Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru, angkat bicara. Bertemu dengan <em>Sketsa,&nbsp;</em>Selasa (23/8) sore, perwakilan keduanya membantah melakukan tindakan premanisme dan upaya pengeroyokan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">&ldquo;DPM FISIP tidak terima kalau dibilang tindakan kami disebut premanisme. Dari segi mananya premanisme? Apakah kami melakukan pemukulan? Kami tidak melakukan pemukulan. Silakan tanya saksi-saksi di lokasi kejadian,&rdquo; ujar Redi Irawan, ketua DPM FISIP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Adapun Redi menegaskan, perkelahian sangat dihindarkan karena akan memperburuk citra senior kepada mahasiswa baru. &ldquo;Kami (DPM FISIP, <em>Red</em>.) ingin menghentikan, tapi karena suasananya memanas seolah-olah kami ikut menambah rusuh. Cekcok yang terjadi hanya antara Juno dan Dimas saja. Kami memisah,&nbsp;</span><span lang="IN">tapi seolah-olah kami dinilai mencari masalah,&rdquo; bebernya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Sementara itu, Muhammad Akbar, anggota DPM FISIP, yang ikut menyaksikan ketegangan itu menyebut Dimas sempat mengeluarkan kata-kata menantang dan siap mati syahid. Kata-kata yang dilontarkan Dimas tersebut, kata Akbar, memantik emosi sejumlah mahasiswa dari FISIP dan Hukum. &ldquo;Mungkin enggak sampai kena pukul karena ada banyak orang yang melerai,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Selain itu, dia menyatakan, upaya pengeroyokan sama sekali tidak terjadi. Ketika suasana tak kondusif, mahasiswa FISIP maupun Hukum lebih banyak berada di posisi memilih melerai agar tidak terjadi aksi pemukulan yang lebih parah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Mempertanyakan masalah yang sama. Muhammad Teguh Satria, presiden BEM KM Unmul, melakukan dialog. Pun setelahnya disepakati untuk menutup posko pendaftaran PAMB 2016. Pasca-dialog tersebut masalah dianggap sudah selesai. &ldquo;Kami mentaati keputusan Teguh yang menutup posko pendaftaran,&rdquo; ucap Redi.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Di lain pihak, Hardjuno, panitia PAMB Hukum, menegaskan, tindakan premanisme yang dialamatkan kepada mereka dianggap terlalu berlebihan. Menurutnya penyebutan premanisme lebih tepat dialamatkan atas kasus pemukulan yang tidak disertai alasan. Sementara kasus yang terjadi pada Senin(22/8) siang antara dirinya dan Dimas memiliki perkara yang jelas dan beralasan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Dikatakan Hardjuno, BEM KM Unmul membuka posko pendaftaran PAMB 2016. Hal itu dianggap tidak sesuai kesepakatan awal bahwa PAMB 2016 dipegang oleh seluruh UKM tingkat universitas. Protes pun dilayangkan oleh DPM FISIP dan kepanitiaan PAMB fakultas Hukum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Hardjuno memaparkan kronologis kejadian. Dia menceritakan, ketika kesepakatan dengan Teguh sudah didapat, Dimas sedang tidak ada di lokasi. Namun saat Dimas datang, posko pendaftaran PAMB masih tetap buka. Saat dijelaskan duduk perkaranya, Dimas tampak tidak terima lantas membalasnya dengan nada tinggi. &ldquo;Saya bicara dengan nada pelan, &lsquo;Jadi kamu terima apa enggak?&rsquo; cuma dua pilihan itu. Tapi, dia malah bernada tinggi,&rdquo; kisah pria yang akrab disapa Juno itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Berawal dari cekcok mulut itulah suasana memanas. Juno yang sejak awal kecewa dengan berdirinya posko pendaftaran PAMB ini pun mulai tersulut. Niat awal yang ingin memberi klarifikasi agar menutup posko pendaftaran PAMB, mulai tergerak ke arah yang tidak diinginkan. &ldquo;Kenyataannya saya hanya mendorong Dimas. Memang ada pukulan tapi saya rasa itu tidak sampai kena wajahnya. Boleh dibuktikan, kalau mau dilakukan visum silakan,&rdquo; jelasnya.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">&ldquo;Perlu dicatat, di sini kami tidak membawa nama lembaga. Memang benar, kami pribadi dari BEM Hukum. Tapi kami atas nama panitia PAMB Hukum. Posisi kami saat itu untuk mempertanyakan masalah kepanitiaan. Ini dampaknya ke Fakultas Hukum dan mungkin FISIP juga,&rdquo; terang Rizaldi, mahasiswa Hukum yang berada di lokasi kejadian saat keributan terjadi. <strong><em>(wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jadi Kambing Hitam, Dimas Kecewa Koordinasi Panitia PAMB dan Arogansi Oknum Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-kambing-hitam-dimas-kecewa-koordinasi-panitia-pamb-dan-arogansi-oknum-mahasiswa/baca </link>
<guid> jadi-kambing-hitam-dimas-kecewa-koordinasi-panitia-pamb-dan-arogansi-oknum-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 24 Aug 2016 10:28:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: gambarmerdeka.co </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-kambing-hitam-dimas-kecewa-koordinasi-panitia-pamb-dan-arogansi-oknum-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kWix1PFFaW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jadi Kambing Hitam, Dimas Kecewa Koordinasi Panitia PAMB dan Arogansi Oknum Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-</strong> Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru, pihak yang disinyalir sebagai korban pemukulan Senin, (22/08), akhirnya angkat bicara. &ldquo;Saya sangat menyayangkan aksi premanisme dan arogansi oknum mahasiswa yang harusnya berlaku sebagai kaum intelektual. Tapi, malah bertindak sebaliknya,&rdquo; ujar Wakil Presiden BEM KM Unmul itu saat ditemui <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Gamblang, Dimas mengurai kronologi ricuh dari sudut pandangnya. Menurut pengakuan Dimas, sejumlah mahasiswa menyambangi posko BEM KM Unmul sebanyak dua kali. Dia pun mengetahui maksud kedatangan dan sempat bersalaman dengan semua yang datang saat kali pertama. Ketika itu, keadaan aman saja. Tidak ada tanda-tanda akan terjadi keributan.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Dimas mengaku tidak mengetahui sudah terjadi kesepakatan antara Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul dengan sejumlah oknum mahasiswa yang datang ke posko.</p><p style="text-align: justify;">Usai perjumpaan singkat itu, Dimas meninggalkan posko dan kembali dengan terkejut ketika melihat spanduk nama posko BEM KM Unmul, yakni publikasi kegiatan Kuliah Super (Kulsup), berikut tulisan pendaftaran PAMB 2016 dilepas dan disobek paksa.</p><p style="text-align: justify;">Melihat itu, Dimas yang hanya sendirian merasa perlu mengambil sikap. Dikatakannya, salah satu staf perempuan BEM KM sempat mendapatkan intimidasi ketika coba mempertanyakan aksi perusakan itu. &ldquo;Saya tanya baik-baik, mereka malah meremas kertas publikasi Kulsup, lalu membuangnya. Mereka juga menantang dan mempertanyakan apakah saya tidak terima,&rdquo; imbuh Dimas.</p><p style="text-align: justify;">Adu mulut hingga dorong-dorongan pun tak terhindarkan. Dimas mengaku, saat itu dia memang mengatakan siap dipukul dan mati syahid. &ldquo;Ketika saya bilang itu, mereka emosi dan tampak ingin memukul. Tapi, Alhamdulillah saya baik saja,&rdquo; ceritanya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Dimas, pelepasan tulisan pendaftaran PAMB sebenarnya tak dipersoalkan. Namun, yang disayangkannya, kertas publikasi yang murni kegiatan BEM KM Unmul turut jadi korban aksi anarkis oknum tak bertanggungjawab. Dia pun membantah, posko BEM KM Unmul tetap membuka pendaftaran PAMB 2016 setelah diperingatkan dan terjadi kesepakatan. &ldquo;Kami tetap buka sampai sore. Tapi, untuk pendaftaran PAMB kami <em>pending&nbsp;</em>sambil menunggu keputusan audiensi sore harinya,&rdquo; terang Dimas.</p><p style="text-align: justify;">Dimas juga menyayangkan <em>miss</em> komunikasi yang terjadi di antara panitia PAMB 2016. Dikatakannya, dia sudah menanyakan kepada stafnya yang juga tergabung dalam kepanitiaan. Dari situ, dia memperoleh keterangan bahwa berdirinya posko BEM KM Unmul yang juga melayani pendaftaran PAMB, sudah disosialisasikan sejak lama. &ldquo;Saya heran, kenapa baru sekarang mereka mempermasalahkan? Sebelumnya ke mana? <em>Miss</em> komunikasi panitia malah berimbas kepada kami. Itu harusnya, diselesaikan di internal kepanitiaan saja, bukan malah menjadikan BEM KM Unmul sebagai kambing hitam,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Bersama pihaknya, Dimas mengaku, sudah memaafkan dan tidak ingin memperpanjang masalah ini. Dia pun tidak keberatan dengan hasil keputusan dan berpikir lebih baik posko ditiadakan. Akibat insiden tersebut, mahasiswa Hukum itu menyebut, dua staf BEM KM Unmul jadi korban. Tepatnya, saat berupaya melerai perkelahian. Masing-masing terkena pukul dengan luka di bagian bibir bawah dan tendangan di kaki. (<strong><em>aml/im/e2</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak 'Pukul' Dimas, Ini Penjelasan Darmo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-pukul-dimas-ini-penjelasan-darmo/baca </link>
<guid> tak-pukul-dimas-ini-penjelasan-darmo </guid>
<pubDate> Thu, 25 Aug 2016 08:13:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: bola.republika.co.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-pukul-dimas-ini-penjelasan-darmo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qN2K0TEFBa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak 'Pukul' Dimas, Ini Penjelasan Darmo</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Konflik di tubuh kepengurusan panitia PAMB Unmul yang berujung pada pertikaian kecil Senin (22/08) kian mengerucut. Setelah pihak-pihak yang terlibat sudah membeberkan duduk persoalan sekaligus menegaskan bahwa permasalahan tersebut sudah &quot;beres&quot;. Satu-satunya yang masih merasa terbebani adalah Korpus Kristi Yohanes Darmo karena menganggap munculnya foto dirinya di tengah konflik tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Melalui aplikasi Line, Darmo membeberkan bahwa foto tersebut telah memancing opini negatif dari beberapa kalangan yang menganggap dia terlibat dalam kasus pemukulan Dimas. Padahal saat kejadian, ia berposisi sebagai penengah perkara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya dalam peristiwa tersebut, bertindak sebagai penengah dan &nbsp;moderator, serta berusaha melerai perselisihan yang terjadi. Sangat tidak terpuji &nbsp;jika ada yang menyatakaan saya terlibat dan memukul saudara Dimas Ronggo, terkait hal ini dapat langsung di tanyakan ke saudara Dimas,&quot; jelas Darmo.</p><p style="text-align: justify;">Darmo merasa klarifikasi ini perlu karena kemunculan foto tersebut dianggap merusak citra atas namanya sendiri. Ia juga menegaskan bahwa kasus ini sudah selesai setelah melewati proses musyawarah yang intens. (<strong><em>tbh/e2</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sibuk, Wakil Rektor 3 Belum Ambil Langkah Tegas Insiden Perkelahian Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sibuk-wakil-rektor-3-belum-ambil-langkah-tegas-insiden-perkelahian-mahasiswa/baca </link>
<guid> sibuk-wakil-rektor-3-belum-ambil-langkah-tegas-insiden-perkelahian-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 25 Aug 2016 08:23:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Encik Akhmad Syaifudin (kanan), Wakil Rektor Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sibuk-wakil-rektor-3-belum-ambil-langkah-tegas-insiden-perkelahian-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Drgah80D4i.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sibuk, Wakil Rektor 3 Belum Ambil Langkah Tegas Insiden Perkelahian Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> Insiden perkelahian antar mahasiswa, Senin (22/8) lalu, ternyata tak diketahui Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor Bagian Kemahasiswaan dan Alumni Unmul. Encik mengatakan, dia baru mengetahuinya setelah membaca berita dari laman media sosial Facebook LPM Sketsa Unmul pada Selasa (23/8) pagi.</p><p style="text-align: justify;">Encik mengaku tak mendapat laporan apa pun saat kejadian. Sebab itu, dirinya merasa tak perlu ikut campur. &ldquo;Ketika terjadi insiden, sepanjang saya tidak diminta untuk menengahi atau menyelesaikan maka saya wajib menghormati kedewasaan dan cara yang diambil mahasiswa. Saya rasa, mereka juga sanggup untuk mengatasi masalahnya sendiri. Saya tidak dapat mencampuri terlalu jauh urusan mereka,&rdquo; ucap Encik.</p><p style="text-align: justify;">Menurut dia, perkelahian yang terjadi antara mahasiswa tersebut wajar. Pria yang juga menjadi dosen di Fakultas Pertanian itu percaya, mahasiswa adalah manusia dewasa yang paham etika dan kewajibannya menjaga kondusifitas kampus agar tetap dalam atmosfer akademis. Meski begitu, dia berharap kejadian semacam itu tidak terulang kembali.</p><p style="text-align: justify;">Perihal langkah yang bakal diambil, Encik menyebut kasus ini akan dipertimbangkan layak tidaknya untuk diselesaikan. Kesibukan, kata Encik, juga menjadikannya hingga kini belum mengambil langkah tegas. &ldquo;Saya perlu berkoordinasi dengan Rektor. Saya sedang sibuk dengan banyak hal, akibatnya saya tidak sempat memikirkan sanksi kepada pelaku,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Insiden naas kemarin, memang telah sampai ke telinga Rektor atas laporan Encik. Kisruh yang hampir sering terjadi baik jelang maupun saat PAMB, menurut Encik jangan melulu dilihat sisi gelapnya. Dia yakin, PAMB tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya dengan upaya meningkatkan anggaran, keamanan, dan koordinasi panitia dari rektorat maupun perwakilan lembaga universitas.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, sebelumnya terjadi insiden upaya pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah oknum mahasiswa dari FISIP dan Hukum kepada Wakil Presiden BEM KM Unmul, Dimas Ronggo. Pun demikian, peristiwa perkelahian yang ditengarai akibat salah paham internal panitia PAMB 2016 itu telah diselesaikan dengan jalan damai. <strong><em>(aml/im/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panitia PAMB 2016 Akui Koordinasi Buruk Sebabkan Perkelahian Antar Mahasiswa  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-pamb-2016-akui-koordinasi-buruk-sebabkan-perkelahian-antar-mahasiswa/baca </link>
<guid> panitia-pamb-2016-akui-koordinasi-buruk-sebabkan-perkelahian-antar-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 25 Aug 2016 08:51:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: id.gofreedownload.net </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-pamb-2016-akui-koordinasi-buruk-sebabkan-perkelahian-antar-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ktUu0DnKED.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Panitia PAMB 2016 Akui Koordinasi Buruk Sebabkan Perkelahian Antar Mahasiswa </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong><strong>&nbsp;</strong>Posko pendaftaran PAMB 2016 yang Senin (22/8) lalu menuai kecaman oleh mahasiswa FISIP dan Hukum ditengarai sebagai bentuk kelalaian panitia inti. Walhasil, BEM KM Unmul, pihak yang membuka posko tersebut, dinilai melanggar kesepakatan awal PAMB 2016.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dilakukan penelusuran oleh awak media ini, keberadaan posko pendaftaran PAMB 2016 oleh BEM KM Unmul ternyata sudah melalui kesepakatan forum. Hal itu ditegaskan oleh Kristi Yohanes Darmo, bendahara PAMB 2016. Darmo menyatakan, keputusan itu diambil berdasarkan rapat pengurus inti PAMB. Namun, saat dilakukan kesepakatan ketua panitia PAMB 2016 tidak hadir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Inisiasi posko ada sejak rapat itu dan dihadiri oleh BEM KM Unmul. Posisi saya di sana sebagai moderator rapat untuk menggantikan ketua panitia yang saat itu tidak bisa hadir,&rdquo; ungkapnya kepada<em>Sketsa&nbsp;</em>yang dikonfirmasi melalui telepon.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rapat tersebut, lanjut dia, forum mengajukan pertanyaan mengenai keberadaaan posko pendaftaran PAMB, sebagaimana yang sudah ada di tahun sebelumnya. Ia selaku moderator lantas menanyakan kembali kesiapan berdirinya posko tersebut. &ldquo;Ternyata di forum mengambil kesimpulan BEM KM Unmul siap untuk membuka posko. Di sana ada ketua Muhammad Teguh Satria. Dan, mereka siap atas apa pun yang dipercayakan oleh panitia PAMB 2016 yang kali ini dipegang oleh perwakilan UKM tingkat universitas,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Forum kemudian setuju mengadakan posko pendaftaran PAMB yang urusannya diserahkan ke BEM KM Unmul. Dengan menggunakan dengan dua cara melalui <em>online</em> maupun <em>offline</em>. Mahasiswa FISIP itu mengaku, lupa waktu persis rapat pengurus inti itu diadakan. Yang jelas, aku dia, sekretaris PAMB selaku notulen rapat mencatat hasil kesepakatan forum untuk membuka posko pendaftaran PAMB 2016 di posko milik BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, Al Randy Khayuris, ketua panitia PAMB dari UKM Band, tidak mengetahui kesepakatan tersebut hingga posko pendaftaran berdiri. Oleh sebab itu, Randy disebutkannya langsung melakukan protes. &ldquo;Notulen yang dikerjakan oleh sekretatis tidak di-publish di grup media sosial yang kami punya. Jadi, ketua tidak pernah tahu,&rdquo; terang mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengakui, kericuhan yang berujung perkelahian antara sejumlah mahasiswa FISIP dan Hukum disebabkan oleh koordinasi panitia PAMB 2016 yang masih buruk. Pun demikian, ia menegaskan panitian bakal melakukan evaluasi besar-besaran. Sebab pelaksanaan PAMB 2016, event sakral penyambutan mahasiswa baru di Unmul tersebut tinggal menghitung hari. Apabila gagal, maka panitia bakal mendapat preseden buruk setelah mayoritas panitia dipegang oleh perwakilan UKM tingkat universitas. <strong><em>(wal/im</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ditolak Warga, Loket Unmul Mangkrak? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ditolak-warga-loket-unmul-mangkrak/baca </link>
<guid> ditolak-warga-loket-unmul-mangkrak </guid>
<pubDate> Fri, 26 Aug 2016 08:15:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Portal Unmul yang menghubungkan kampus dengan lokasi perumahan warga </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ditolak-warga-loket-unmul-mangkrak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ckFFqoXU9l.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Ditolak Warga, Loket Unmul Mangkrak?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Wacana penerapan loket di kampus Unmul, Gunung Kelua terancam batal. Pasalnya, loket yang difungsikan demi menjaga keamanan kampus Unmul tersebut menuai penolakan warga sekitar. Mereka menganggap keberadaan portal merugikan dan mengganggu kenyamanan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, loket Unmul sempat beroperasi pada Maret silam. Sekitar satu bulan, civitas Unmul mulai dosen, mahasiswa, hingga pegawai diwajibkan mengenakan stiker khusus berlogo Unmul. Sementara masyarakat umum wajib mengambil tanda pengenal khusus ketika masuk dan mengembalikan identitas itu ketika keluar. Namun, saat ini loket di tiga pintu keluar-masuk Unmul, yakni di Jalan Gelatik, M Yamin, Pramuka tersebut vakum. Meski begitu, pintu gerbang Unmul itu masih dijaga oleh sejumlah petugas keamanan yang menempati posko khusus tepat di samping loket.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi terkait loket mangkrak tersebut, Kepala Keamanan Unmul Wartono mengatakan, loket dinonaktifkan sejak Mei. Alasannya, terdapat kebijakan yang berubah dari pimpinan di rektorat Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang saya tahu Wakil Rektor II tiba-tiba minta dinonaktifkan saja. Saya tidak tahu soal loket itu mau difungsikan lagi atau tidak,&rdquo; kata Wartono saat ditemui di Kantin Rektorat Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dia mengungkapkan operasional loket dihentikan karena warga di Jalan Ruhui Rahayu melakukan demo. Warga merasa kesulitan semenjak pintu gerbang di Jalan Ruhui Rahayu ditutup. &ldquo;Ada 5 RT yang melakukan demo. Mereka merasa mata pencahariannya berkurang semenjak portal arah Ruhui Rahayu ditutup,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, penolakan itu didasari mata pencaharian warga yang didominasi pedagang kaki lima turun drastis. Di samping penutupan gerbang membuat akses menuju Unmul maupun keluar menuju Jalan Ruhui Rahayu memperlambat akses. Warga harus memutar melalui Jalan M Yamin atau Jalan Gelatik. &ldquo;Lagi pula sejak loket dibuka (dinonaktifkan, <em>Red</em>.) tingkat kriminalitas di Unmul Gunung Kelua cenderung berkurang,&rdquo; yakin dia.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, diketahui, beredar luas sebuah <em>braodcast</em> melalui media sosial bahwa seorang mahasiswi Unmul kehilangan motor bernomor polisi KT 5946 RV. Peristiwa tersebut terjadi pada 22 Agustus. Tepatnya di Masjid Al Fatihah ketika hendak menunaikan salat isya. Selain motor, mahasiswi tersebut juga kehilangan sebuah tas berisi tiga handphone merek Samsung Grand Prime, Coolpad Shine, dan Nokia senter. Hingga berita ini diturunkan upaya konfirmasi atas peristiwa pencurian motor yang dialami mahasiswi Unmul tersebut terus diupayakan oleh awak Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya tentang peristiwa curanmor yang kembali terjadi tersebut, Wartono mengaku tidak tahu. &ldquo;Saya belum terima laporan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(mwp/omi</em></strong><strong><em>/im/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FKIP Dorong Pemerintah Atasi Anak Jalanan di Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/bem-fkip-dorong-pemerintah-atasi-anak-jalanan-di-samarinda/baca </link>
<guid> bem-fkip-dorong-pemerintah-atasi-anak-jalanan-di-samarinda </guid>
<pubDate> Fri, 26 Aug 2016 09:55:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi pendidikan dan anak jalanan oleh BEM FKIP hari ini (25/08) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/bem-fkip-dorong-pemerintah-atasi-anak-jalanan-di-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OIThqGWAan.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM FKIP Dorong Pemerintah Atasi Anak Jalanan di Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Permasalahan maraknya anak jalanan (anjal) di Samarinda jadi perhatian banyak pihak. Salah satunya, BEM FKIP Unmul. Mengundang sejumlah narasumber, BEM FKIP coba mencari solusi jitu untuk menangani pendidikan dan maraknya jumlah anjal di ibukota Kaltim, Kamis (25/8).</p><p style="text-align: justify;">CEO Klinik Jalanan Haerdy Pratama Wijaya selaku narasumber dalam kesempatan tersebut mengatakan, saat ini di Samarinda setidaknya terdapat 86 anjal. Mayoritas di antaranya putus sekolah. Sehari-hari mereka mencari uang di persimpangan jalan. Seperti simpang Mal Lembuswana, Sempaja, Basuki Rahmat, dan Otto Iskandardinata Samarinda Seberang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kondisinya mereka (anjal, <em>Red</em>.) memprihatinkan, DISSOS (dinas kesejahteraan sosial) seperti tutup mata. Mereka jadi benar-benar terlantar!&rdquo; kecewa Haerdy di depan peserta yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, gerakan sosial Klinik Jalanan yang digagas Haerdy sebelumnya sempat diundang Trans7 untuk menjadi narasumber di acara Hitam Putih. Dalam kesempatan tersebut, Haerdy menceritakan berbagai fenomena yang dialami anjal, khususnya yang berada di Kota Tepian. Salah satunya kebiasaan buruk anjal yang memprihatinkan, kata Haerdy, adalah kecanduan menghirup inhalan alias lem.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini DISSOS saja tidak punya data pasti berapa jumlah anjal? Bagaimana DISSOS mau mengatasinya? Ada keseriusan atau tidak?&rdquo; kesal Haerdy.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin pusing menuntut DISSOS yang tak kunjung melakukan gerakan, mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Farmasi Unmul itu menyatakan, saat ini ia bersama tim Klinik Jalanan sedang menggalang donasi dari masyarakat di seluruh Indonesia melalui website <em>crowdfunding</em>&nbsp;<a href="http://kitabisa.com/" target="_blank">kitabisa.com</a>. Adapun, donasi yang dikumpulkan, sebut dia, sebesar Rp 15 juta. Duit itu rencananya bakal digunakan untuk membuat workshop sablon untuk dikelola langsung oleh anak jalanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai saat ini dana yang terkumpul baru Rp 2,8 juta atau 19 persen dari total dana yang dibutuhkan. Kami berharap masyarakat bisa turut berpartisipasi. Caranya sangat mudah, bagi yang berminat bisa lihat tata caranya di <a href="http://kitabisa.com/sablonjalanan," target="_blank">kitabisa.com/sablonjalanan,</a>&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan dari DISSOS Samarinda, Gumantoro sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan, terdapat sejumlah persoalan yang menghambat penyelesaian masalah sosial seperti anjal di Samarinda. Salah satu alasannya karena DISSOS punya banyak tugas. Selain mengurusi anjal, DISSOS juga harus mengurusi anak cacat, bekas narapidana, lansia terlantar, dan berbagai permasalahan sosial lain yang menjadi tugas negara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyaknya masalah yang harus kami tangani berbanding terbalik dengan anggaran yang dialokasikan. Tiap tahun DISSOS hanya dapat jatah anggaran sebesar 0,17 persen atau Rp 1 miliar per tahun, apa cukup? Tentu saja tidak,&rdquo; ungkap dia.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dia mengatakan, selama ini tempat penampungan anjal sangat terbatas. Panti tak mampu menampung semua anjal. Walhasil, ketika Satpol PP berhasil menangkap, maka anjal kembali dibebaskan tanpa ditangani terlebih dahulu di panti-panti milik DISSOS. &ldquo;Masalah anjal dan permasalah sosial lainnya itu kompleks tidak bisa serta-merta menyalahkan DISSOS, harus gotong royong dan saling kerja sama,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dosen FKIP Unmul, M Jamil mengatakan, anjal harus mendapat perhatian. Sebab, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, anjal memiliki potensi untuk dikembangkan dan diberdayakan layaknya masyarakat lainnya. &ldquo;Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus saling membantu menyelesaikan masalah anjal. Mereka punya potensi jangan diabaikan,&rdquo; sebutnya.<strong>&nbsp;</strong><strong><em>(</em></strong><strong><em>o</em></strong><strong><em>mi/mpr</em></strong><strong><em>/im/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ditolak, PAMB 2016 Unmul Tetap Libatkan Polisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ditolak-pamb-2016-unmul-tetap-libatkan-polisi/baca </link>
<guid> ditolak-pamb-2016-unmul-tetap-libatkan-polisi </guid>
<pubDate> Sat, 27 Aug 2016 05:28:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto: PAMB 2015 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ditolak-pamb-2016-unmul-tetap-libatkan-polisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MY5NOXHLb5.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Ditolak, PAMB 2016 Unmul Tetap Libatkan Polisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Masuknya aparat keamanan di wilayah Unmul saat pelaksanaan PAMB, kembali menuai perdebatan. Jika pada 2015 yang jadi perdebatan dari unsur TNI, maka tahun ini dari kepolisian. Sayang, meski sempat ditolak oleh panitia, namun masuknya aparat kepolisian saat PAMB tersebut dipastikan tetap terjadi karena desakan rektorat Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu diutarakan ketua panitia PAMB 2016, Al Randy Khayuris. Mahasiswa FISIP itu mengatakan, kesepakatan masuknya Kepolisian dalam agenda PAMB 2016 merupakan konsekuensi atas kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan oleh Unmul dan Polda Kaltim. Meski begitu, dia menegaskan sempat menolak rencana tersebut, namun karena terus didesak, panitia terpaksa menerima kehadiran aparat kepolisian saat PAMB 2016 berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pihak rektorat dan Kepolisian sudah ada kesepakatan duluan tanpa sepengetahuan kami. Jalan tengahnya, posisi mereka tidak di dalam area GOR 27 September. Sebab, kami tidak mau ada aparat dalam ajang kemahasiswaan,&rdquo; ujar Randy.</p><p style="text-align: justify;">Ia menegaskan, ranah pendidikan tak pantas dimasuki aparat tanpa alasan yang jelas dan berkaitan dengan wewenangnya sebagai pihak keamanan. Dengan alasan itu, dia menyatakan, panitia sempat menggelar audiensi bersama Rektorat Unmul pada Senin (22/8) lalu. Meski sempat ditolak, sebutnya, Rektorat tetap ngotot. Walhasil, audiensi tersebut berakhir dengan jalan tengah. Tetap berpartisipasi, meski menimbulkan keraguan bagi panitia. &ldquo;Sementara keputusan seperti itu (tidak di dalam GOR 27 September, <em>Red</em>.), sedangkan untuk 29 Agustus nanti panitia belum yakin sesuai kesepakatan atau tidak,&rdquo; ucap dia ragu.</p><p style="text-align: justify;">Dia mengaku, panitia PAMB 2016 merasa kecewa dan dibohongi oleh pihak rektorat. Karena wacana melibatkan aparat tidak disampaikan kepada panitia sejak awal. &ldquo;Saat audiensi kedua, pihak rektorat bilang, polisi hanya bertugas menjaga lalu lintas dan keamanan di Unmul apabila terjadi gesekan dengan masyarakat. Setelah itu, panitia diinfokan polisi akan berada ada di area GOR 27 September untuk melayani pembuatan SIM dan memberikan informasi. Berubah-ubah, jujur kalau seperti itu kami dari panitia merasa kecewa,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dosen Fakultas Hukum, Herdiansyah Hamzah, mengatakan, polisi tidak dilarang untuk memasuk wilayah kampus. Syaratnya, harus sesuai dengan tugas dan fungsinya yakni menjaga stabilitas keamanan.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kabar masuknya polisi dalam ajang PAMB 2016, dia menilai, keputusan tersebut diambil karena adanya kekhawatiran pihak rektorat Unmul terkait keamanan. Meski begitu, menghadirkan aparat kepolisian dinilai tetap merupakan tindakan berlebihan. &ldquo;Untuk kegiatan mahasiswaan seperti PAMB, polisi tidak perlu ikut. Tugas mereka itu menjaga keamanan. Rektorat tidak perlu mengambil tindakan berlebihan,&rdquo; ujar dia.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Herdi menyebut, masuknya polisi ke kampus dalam ajang PAMB tetap harus ditanggapi bijak. Yakni sesuai kesepakatan antara Unmul dan Polda Kaltim. &ldquo;Polisi tidak bisa sembarangan dipanggil untuk hal-hal yang tidak perlu. Kita perlu melihat kesepakatan macam apa yang dijalin antara Unmul dengan Kepolisian,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, dia mengimbau semua pihak untuk tidak serta merta mengharamkan polisi masuk kampus dengan alasan kampus adalah ranah akademis yang ilmiah. Dia menganalogikan, apabila terjadi tindak kejahatan di kampus, aparat tentu tidak dapat menyelesaikannya jika tidak masuk ke dalam wilayah yang terjadi tindakan kejahatan atau kriminalitas. &ldquo;Kita masih perlu peran mereka (polisi, Red.), tidak elok kalau ada apa-apa langsung di vonis haram,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/im/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Algy: Ayah Saya Seorang Tukang Ojek </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/algy-ayah-saya-seorang-tukang-ojek/baca </link>
<guid> algy-ayah-saya-seorang-tukang-ojek </guid>
<pubDate> Sun, 28 Aug 2016 07:50:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ahmad Al Ghyfari Tahsya, maba FIB yang tak mampu bayar UKT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/algy-ayah-saya-seorang-tukang-ojek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aRC3gMlF8J.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Algy: Ayah Saya Seorang Tukang Ojek</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Bingung dan sedih tampak jelas dari raut wajah Ahmad Al Ghyfari Tahsya. Calon mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya Unmul itu, terancam tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah karena mahalnya UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dibebankan padanya.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang akrab disapa Algy tersebut memaparkan, selesai mengisi borang UKT <em>online</em>, ia masuk dalam kategori UKT &nbsp;golongan satu yakni Rp 500 ribu. Namun setelah di validasi, ia terkejut dan heran karena masuk golongan ketiga. &ldquo;Validator cuma bilang kalau golongan satu dan dua itu mesti di seleksi ketat supaya tepat sasaran jadi disuruh nunggu sampai tanggal 24,&rdquo; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara berkas-berkas Algy ditahan, pihak validator menyarankan Algy untuk berunding dengan orang tuanya. Jika setuju, dirinya dapat kembali secepatnya untuk melanjutkan resgistrasi. Namun, diakui Algy bahwa orang tuanya tidak sanggup bila harus membayar UKT sebesar Rp 2,5 juta.</p><p style="text-align: justify;">Ayahnya hanya seorang tukang ojek yang berpenghasilan tak tetap. Algy dan keluarga pun harus tinggal mengontrak karena banyaknya tanggungan biaya hidup. &ldquo;Ya sedihlah, kalau UKT saya jadi Rp 2,5 juta saya bisa-bisa nggak kuliah. Ini saja sudah <em>ngabisin</em> banyak biaya, utang orang tua tambah menumpuk,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Algy pun tidak dapat mengurus beasiswa Bidikmisi. Dia merasa dipersulit oleh pihak sekolah. &ldquo;Ya semoga saja UKT saya nggak jadi naik. Setidaknya golongan dua saja saya sudah bersyukur,&rdquo; harapnya. <strong><i>(els/bru/e2)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hima Agribisnis Adakan Workshop, Pikirkan Masalah Petani Kecil </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/hima-agribisnis-adakan-workshop-pikirkan-masalah-petani-kecil/baca </link>
<guid> hima-agribisnis-adakan-workshop-pikirkan-masalah-petani-kecil </guid>
<pubDate> Sun, 28 Aug 2016 08:01:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Workshop Himagrikom hari ini (27/08) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/hima-agribisnis-adakan-workshop-pikirkan-masalah-petani-kecil/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7rWQ7BQ3Rt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hima Agribisnis Adakan Workshop, Pikirkan Masalah Petani Kecil</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sabtu, 27 Agustus 2016 bertempat di LAB Agribisnis gedung OECF Faperta, Himpunan Mahasiswa Agribisnis dan Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat bekerjasama dengan vegIMPACT menggelar workshop dengan pemateri Mrs. Marijn van der Laan selaku Director LSO vegIMPACT Jakarta dan Bapak Novianto selaku vegIMPACT Senior Supply Chain Facilitator bertemakan &ldquo;Enchance Understanding of Challenges &amp; Opportunities of Inclusive Demand Driven Fresh Produce Propositions.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Mrs. Marijn Van der Laan, kebanyakan petani di Indonesia belum mengetahui strategi pemasaran yang baik sehingga workshop ini diperlukan untuk saling bertukar pikiran dan mencari solusi bersama guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani kecil.</p><p style="text-align: justify;">Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga merupakan mahasiswa Agribisnis bersikap kooperatif. Suasana yang terjalin sangat baik. Pemateri secara bergantian menyampaikan materi dengan atraktif. Topik yang disampaikan juga beragam. Mulai dari strategi pemasaran, cara mengetahui permintaan pasar, inovasi, <em>branding and labelling</em>, <em>market demand exploration</em>, koneksi antara supplyer dan petani.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah kegiatan juga terdapat sesi diskusi dimana peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan berdiskusi mencari solusi penyelesaian masalah yang ada. Ada tiga sesi diskusi dan setiap sesi terdapat presentasi hasil diskusi kelompok tentang solusi-solusi yang ditawarkan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ahmad Mualif, selaku ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis dan Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat, program vegIMPACT ini sangat bagus untuk mahasiswa pertanian khususnya di bidang agribisnis. Setelah kegiatan ini, harapnya mahasiswa Agribisnis memiliki wawasan yang luas mengenai konsep agribisnis dan dapat diimplementasikan.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir acara ada sesi makan siang bersama peserta dan pemateri. Sesi makan siang itu juga dijadikan ajang untuk bincang-bincang santai peserta dan pemateri.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM KM Unmul dan Kepanitiaan PAMB 2016 Teken Surat Pernyataan di Hadapan Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-dan-kepanitiaan-pamb-2016-teken-surat-pernyataan-di-hadapan-rektor/baca </link>
<guid> bem-km-unmul-dan-kepanitiaan-pamb-2016-teken-surat-pernyataan-di-hadapan-rektor </guid>
<pubDate> Sun, 28 Aug 2016 08:24:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat Pernyataan yang ditandatangani Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-dan-kepanitiaan-pamb-2016-teken-surat-pernyataan-di-hadapan-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9rpVMhjRPU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM KM Unmul dan Kepanitiaan PAMB 2016 Teken Surat Pernyataan di Hadapan Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pernyataan hitam di atas putih yang ditandatangani oleh Muhammad Teguh Satria dan Al Randy Khayuris, selaku Presiden BEM KM Unmul dan Ketua Panitia PAMB 2016 pada Selasa (23/08) lalu, cukup memberi kesan berbeda dalam penyambutan PAMB tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Surat tersebut berisi enam poin normatif yang secara khusus diminta pihak rektorat kepada BEM KM Unmul dan kepanitiaan PAMB 2016. Secara garis besar, baik BEM KM maupun panitia, dituntut siap dan bertangggung jawab atas penyelenggaraan PAMB dengan upaya menjalin koordinasi yang baik antar lembaga kemahasiswaan dan pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, keduanya pun sama-sama diminta mampu menjaga kelancaran acara dengan bersedia diberi sanksi akademis maupun non akademis apabila terjadi hal-hal yang menimbulkan konflik, keributan, dan merugikan Unmul secara kelembagaan saat berlangsungnya acara (29/08) mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dibenarkan Teguh. Dikatakan, BEM KM Unmul sebagai lembaga tinggi kemahasiswaan memang wajib bertanggung jawab, sekali pun tahun ini tak berperan secara teknis dalam PAMB. Mahasiswa FEB itu menyebut, dia berani menandatangani surat tersebut sebagai wujud kepercayaannya kepada panitia PAMB yang kini diemban UKM Universitas dan BEM Fakultas. Baginya, itu merupakan wujud penarikan komitmen dari pihak rektorat kepada mahasiswa yang perlu ditanggapi serius.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak ragu. Setiap dari kita pasti punya visi yang sama, yakni perbaikan. Walaupun BEM KM tidak mendapatkan tanggung jawab teknis dan legalitas struktural, kami tidak dapat melepas PAMB begitu saja berdasar etika dan moral,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Teguh pun mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pihak rektorat kepada pihaknya. &ldquo;Itu dibuktikan dengan anggaran dan waktu pelaksanaan yang lebih daripada tahun sebelumnya. Serta kepercayaan mereka kepada panitia PAMB yang tahun ini berbeda,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan BEM KM memercayakan PAMB tahun ini digarap UKM memang menuai banyak tanggapan. Kendati demikian, Teguh mengatakan, pihaknya sudah tahu konsekuensi yang akan ditanggung BEM KM. Dia pun ingin membantah pandangan BEM KM sebagai lembaga yang eksklusif melalui perubahan yang diterapkannya dalam kepanitiaan PAMB tahun ini. (<strong><em>aml/ma</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektor Apresiasi Komitmen Penyelenggara PAMB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-apresiasi-komitmen-penyelenggara-pamb/baca </link>
<guid> rektor-apresiasi-komitmen-penyelenggara-pamb </guid>
<pubDate> Sun, 28 Aug 2016 09:51:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masjaya, Rektor Unmul - Sumber: unmul.ac.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-apresiasi-komitmen-penyelenggara-pamb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kqTKuQEaY1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektor Apresiasi Komitmen Penyelenggara PAMB</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Munculnya surat pernyataan jelang PAMB, yang ditandatangani Presiden BEM KM Unmul dan Ketua Panitia PAMB 2016, disebut Masjaya, Rektor Unmul baru terjadi tahun ini. Dikatakannya, surat tersebut merupakan upaya perbaikan dalam pelaksanaan PAMB melalui penarikan komitmen dari mahasiswa penyelenggara.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kira, setiap universitas menghendaki kegiatan penerimaan mahasiswa barunya semakin tahun semakin bagus,&quot; ujarnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Lebih jauh, Masjaya sebenarnya mengidamkan komitmen semacam ini sejak lama. Namun, baru terealisasinya hal tersebut di tahun ini tidak menyurutkan optimismenya melihat penyelenggaraan PAMB yang jauh lebih baik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Seharusnya, surat seperti itu sudah ada dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi, baru tahun ini ada. Sebab, kami sadar, indikator keberhasilan suatu kegiatan itu adalah keseriusan akan komitmennya,&rdquo; timpalnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mantan Dekan FISIP itu juga menyebut, adanya surat pernyataan merupakan dasar bagi pihaknya untuk menuntut pertanggungjawaban mahasiswa, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dia juga mengatakan, surat itu mampu menjadi langkah awal untuk memperbaiki PAMB Unmul ke depan. (<strong><em>aml/tah</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Awas! Bikin Ricuh di PAMB, Siap-Siap Kena Sanksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/awas-bikin-ricuh-di-pamb-siap-siap-kena-sanksi/baca </link>
<guid> awas-bikin-ricuh-di-pamb-siap-siap-kena-sanksi </guid>
<pubDate> Sun, 28 Aug 2016 09:59:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masjaya, Rektor Unmul - Sumber: unmul.ac.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/awas-bikin-ricuh-di-pamb-siap-siap-kena-sanksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PDt557uHfy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Awas! Bikin Ricuh di PAMB, Siap-Siap Kena Sanksi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menjelang digulirkannya PAMB tahun 2016, Rektor Unmul mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang mengacaukan acara tahunan tersebut. Terkhusus untuk panitia, diharapkan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan pihak kampus. Ini ditekankan oleh Masjaya, karena menurutnya birokrat kampus tidak mencampuri atau bahkan mengintervensi panitia, yang artinya penyelenggara diberi kewenangan penuh selama pelaksanaan PAMB nanti.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Saya percaya dengan kepanitiaan PAMB tahun ini. Saya tidak pernah ganggu perencanaan mereka. Tapi, saya juga tetap butuh komitmen dari mereka,&rdquo; imbuhnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perihal antisipasi konflik maupun kericuhan dalam PAMB tahun ini, Masjaya menegaskan, siap memberikan sanksi tegas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Pelaku konflik akan kami beri sanksi sesuai dengan pedoman akademik. Itu jelas ada aturannya, kami akan tegas dan tidak pernah keluar dari aturan,&rdquo; pungkasnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Peringatan ini dirasa wajar, lantaran PAMB selama ini identik dengan gesekan-gesekan kecil, entah itu antar panitia dengan mahasiswa, birokrat, atau bahkan dengan pihak keamanan. Jadi, masih berani berulah di PAMB? (<strong><em>aml/tah</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Warisan Mulia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/warisan-mulia/baca </link>
<guid> warisan-mulia </guid>
<pubDate> Mon, 29 Aug 2016 08:04:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: realitiabadi.blogspot.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/warisan-mulia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/czvFZcu8iI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Warisan Mulia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Selamat, semoga engkau selalu selamat</p><p style="text-align: justify;">Aku berpesan, jangan terjerat pada yang berat</p><p style="text-align: justify;">Sebab bukan itu alasan daun setuju dibasahi embun</p><p style="text-align: justify;">Engkau pasti mengerti, teruslah bernapas dengan anggun</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Selamat, semoga engkau digaris selamat</p><p style="text-align: justify;">Kita jangan terlalu jauh nanti kita kehilangan api unggun</p><p><br></p><p>Ditulis oleh: Wahid Tawaqal, mahasiswa FIB Unmul</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hukum dan FISIP Out PAMB  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hukum-dan-fisip-out-pamb/baca </link>
<guid> hukum-dan-fisip-out-pamb </guid>
<pubDate> Mon, 29 Aug 2016 22:54:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hukum dan FISIP out lebih dulu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hukum-dan-fisip-out-pamb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2dBAJWUJVE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hukum dan FISIP Out PAMB </h1>
			              </header>
			              <p><br></p><p>SKETSA - Sementara PAMB berlangsung, barisan Hukum telah out. Tidak kurang dari satu jam Maba Hukum meninggalkan GOR 27 September.</p><p>Diketahui Maba Hukum masuk ke dalam gedung di urutan paling akhir. &quot;Ketika lagu Indonesia Raya, Hukum masih ikut nyanyi,&quot; ungkap salah satu panitia kesehatan yang namanya enggan disebut.</p><p>Ketika acara mulai memasuki bagian motivasi, ustaz sekaligus dosen di Universitas Hasanuddin, Dr. Das&apos;ad Latif, Maba Hukum bergerak menuju luar meninggalkan gedung.</p><p>&quot;Semoga memang karena ideologi bukan karena sensasi,&quot; kata ustaz tersebut saat melihat rombongan menuju luar.</p><p>Selanjutnya tak kurang dari satu jam, tepatnya ketika acara memasuki perkenalan UKM, giliran Maba FISIP keluar bergerak keluar. Dua tribune yang menjadi tempat FISIP kosong dalam waktu 15 menit. &quot;Mari pulang, marilah pulang,&quot; lagu koordinator kelompok FISIP. (wal)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Fakultas Walk Out, Koordinator FORKOM UKM Tanggapi Santai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-fakultas-walk-out-koordinator-forkom-ukm-tanggapi-santai/baca </link>
<guid> tiga-fakultas-walk-out-koordinator-forkom-ukm-tanggapi-santai </guid>
<pubDate> Tue, 30 Aug 2016 00:49:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maba Teknik tampak meninggalkan GOR 27 September </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-fakultas-walk-out-koordinator-forkom-ukm-tanggapi-santai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0ETy3iVpUx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Fakultas Walk Out, Koordinator FORKOM UKM Tanggapi Santai</h1>
			              </header>
			              <p>SKETSA - Walk out-nya FISIP, Hukum, dan terbaru, Teknik, saat pertengahan penampilan UKM dalam PAMB, ditanggapi santai oleh Azhar Muhtadin, Koordinator Forum Komunikasi (FORKOM) UKM Unmul Bersatu.</p><p>Meski diakuinya, hal itu tentu amat disayangkan oleh sejumlah UKM yang tampil pasca keluarnya tiga fakultas tersebut.</p><p>Azhar menyebut, tindakan tiga fakultas itu tidak sedikit pun mengganggu jalannya acara. Baginya, itu hanya masalah kecil.</p><p>Dikatakannya, panitia sudah bekerja maksimal. Pun koordinasi sudah sering dilakukan bersama seluruh fakultas tanpa pandang bulu.&nbsp;</p><p>Tak ingin berburuk sangka, Azhar beranggapan bahwa ada kegiatan yang lebih penting di fakultas, sebagai sebab keluarnya tiga fakultas yang memang kerap keluar sebelum usai acara PAMB itu.</p><p>&quot;Kami tidak kecewa. Biasa saja. Kami rasa persoalan semacam ini bukan hal serius. Kami berupaya untuk tetap maksimal hingga acara selesai,&quot; pungkasnya. (aml)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Koordinasi Buruk Panitia, Maba FIB Jatuh Pingsan  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/koordinasi-buruk-panitia-maba-fib-jatuh-pingsan/baca </link>
<guid> koordinasi-buruk-panitia-maba-fib-jatuh-pingsan </guid>
<pubDate> Tue, 30 Aug 2016 03:12:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa baru FIB kepanasan dan jatuh pingsan  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/koordinasi-buruk-panitia-maba-fib-jatuh-pingsan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m3Zq7TlTyw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Koordinasi Buruk Panitia, Maba FIB Jatuh Pingsan </h1>
			              </header>
			              <p>SKETSA - Suasana tribune FIB tampak bergemuruh. Ada tiga orang jatuh pingsan dalam waktu yang berdekatan. Ketiga Maba FIB ini tak sadarkan diri setelah lama bersabar dengan udara panas GOR 27 September.</p><p>Di bawah arahan BEM fakultas, FIB keluar dari gedung. Awalnya diketahui, panitia PAMB mengarahkan kelompok FIB untuk pindah menuju tribune yang sebelumnya ditempati oleh fakultas Teknik. Panitia PAMB kalang kabut saat tahu barisan Teknik kembali masuk ke dalam gedung.</p><p>Kelompok Teknik ini ingin kembali duduk di tribune yang sudah diduduki oleh FIB. &quot;Kami tadi keluar dan sudah bilang ke panitia keamanan akan masuk lagi,&quot; ucap salah satu koordinator Teknik.</p><p>Lantas awak FIB mengalah dan bergerak kembali ke tribune awal mereka. Di saat yang sama kipas di tribune kosong itu telah dipindahkan. &quot;Di sana tidak ada kipas angin sama sekali,&quot; ucap Jesica Puri, anggota BEM FIB.</p><p>Akibat kejadian tersebut total ada 8 Maba FIB jatuh pingsan. &quot;Maaf teman-teman, kami sudah memberi tahu agar kipas diangkat. Tapi, enggak tahu gimana mereka,&quot; ucap Korpus Kristi Yohanes Darmo, bendahara PAMB.</p><p>Ini kali pertama FIB meninggalkan gedung penyelenggaraan saat acara PAMB belum selesai. Panji Asuhan, ketua BEM FIB mengaku menyayangkan koordinasi panitia yang tidak baik. &quot;Ini kami lakukan untuk kesehatan mereka. Besok masih ada PAMB fakultas,&quot; ucapnya. (wal)</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fakultas Teknik Bantah Walk Out PAMB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fakultas-teknik-bantah-walk-out-pamb/baca </link>
<guid> fakultas-teknik-bantah-walk-out-pamb </guid>
<pubDate> Tue, 30 Aug 2016 06:38:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maba Teknik saat keluar GOR 27 September dipandu para seniornya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fakultas-teknik-bantah-walk-out-pamb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zNtpSRcDJb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fakultas Teknik Bantah Walk Out PAMB</h1>
			              </header>
			              <p>SKETSA - Fenomena walk out sejumlah fakultas saat PAMB, memang sudah jadi hal biasa. Namun, Fakultas Teknik nyatanya punya alasan di balik kepergian mereka.</p><p>Reckson Panjaitan, Ketua BEM Teknik mengungkapkan, pihaknya tak bermaksud&nbsp;walk out. &quot;Itu kesalahpahaman. Kami hanya membawa maba ke fakultas untuk makan dan ibadah. Kami pun sudah izin dengan panitia acara, meski lambat mendapat respons. Setelah itu, kami kembali lagi,&quot; aku mahasiswa angkatan 2011 itu.</p><p>Keluarnya Teknik saat pertengahan acara, memang cukup mencuri perhatian. Tak banyak yang tahu alasan mereka.</p><p>Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, perwakilan FISIP dan Hukum belum berhasil dimintai konfirmasi terkait aksi walk out-nya dalam PAMB kali ini. (aml)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kompak Pakai Bandana Saat PAMB, Ini Penjelasan Maba FISIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kompak-pakai-bandana-saat-pamb-ini-penjelasan-maba-fisip/baca </link>
<guid> kompak-pakai-bandana-saat-pamb-ini-penjelasan-maba-fisip </guid>
<pubDate> Tue, 30 Aug 2016 09:54:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FISIP tolak UKT mahal. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kompak-pakai-bandana-saat-pamb-ini-penjelasan-maba-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OrWneoFCs5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kompak Pakai Bandana Saat PAMB, Ini Penjelasan Maba FISIP</h1>
			              </header>
			              <p>SKETSA - Gelaran PAMB Unmul 2016 menyisakan banyak cerita. Salah satunya datang dari mahasiswa baru (Maba) FISIP. Mereka kompak mengenakan bandana dari kain putih bertuliskan &apos;Korban UKT Mahal&apos;. Bukan hanya Maba saja, namun senior-senior yang mendampingi mereka pun mengenakan bandana yang sama.</p><p>Usut punya usut rupanya aksi ini bermula dari keprihatinan mereka terhadap nasib salah satu maba yang jadi &apos;korban&apos; UKT.</p><p>&ldquo;Kami seluruh FISIP pakai ikat kepala yang bertuliskan korban UKT mahal, menandakan bahwa kami menolak biaya UKT yang mahal,&rdquo; jawab salah seorang mahasiswa FISIP yang tak ingin namanya disebut.</p><p>Ia menyayangkan sikap universitas yang abai akan kondisi ekonomi calon Maba yang berasal dari kalangan berbeda. &ldquo;Dikarenakan setiap calon mahasiswa memiliki keadaan ekonomi yang berbeda-beda. Tetapi UKT yang diberikan tetap sama,&rdquo; tambahnya.</p><p>Sementara itu di waktu yang berbeda, Maya, salah satu Maba FISIP menjelaskan bahwa bandana tersebut adalah bentuk protes mereka dari kasus seorang mahasiwi FISIP yang menjadi korban mahalnya UKT. Maya menjelaskan, mahasiswi tersebut yatim piatu. Berdasarkan hasil pengisian borang UKT online, ia mendapat UKT sebesar 4 juta rupiah. Namun, saat validasi, karena tidak mampu membayar UKT sebesar 4 juta, ia minta keringanan UKT menjadi lima ratus ribu rupiah kepada validator.</p><p>Sangat disayangkan, pihak validator malah mengusir dan berkata jika tidak memiliki uang untuk membayar UKT, tidak usah kuliah.</p><p>Oleh sebab itu, panitia-panitia dari posko pengaduan UKT FISIP, berinisiatif untuk melakukan penggalangan dana dan membuat bandana bertuliskan korban UKT mahal. (els/ki/tah/e2)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jaga PAMB, Satgas Ini Malah Baper </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jaga-pamb-satgas-ini-malah-baper/baca </link>
<guid> jaga-pamb-satgas-ini-malah-baper </guid>
<pubDate> Tue, 30 Aug 2016 23:56:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gegap gempita PAMB Unmul, Senin (29/08) yang diikuti oleh ribuan Maba rupanya membuat salah seorang Satgas keamanan merasa "baper". </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jaga-pamb-satgas-ini-malah-baper/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bjY90eRIoq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jaga PAMB, Satgas Ini Malah Baper</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong> Gegap gempita PAMB Unmul, Senin (29/08) yang diikuti oleh ribuan Maba rupanya membuat salah seorang Satgas keamanan merasa &quot;</span><span>baper&quot;</span><span>. Tentunya dalam artian yang positif. Suyono, yang sehari-harinya bertugas mengamankan rumah dinas rektor ini mengaku turut senang melihat antusiasme ribuan Maba yang ada di Gor 27 September.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suyono mengenang masa-masa dirinya lulus SMA dulu. Ia harus memendam kenginannya untuk melanjutkan kuliah lantaran terkendala biaya. Padahal ia sangat ingin melanjutkan jenjang pendidikannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya pasti, yang jelas pasti senang karena saya sendiri kebetulan tidak bisa kuliah. Bukan saya tidak mau kuliah, niat itu ada cuma kondisinya tidak memungkinkan,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suyono menganggap para Maba mesti bersyukur karena memiliki kesempatan berkuliah. Tentunya, ia berharap agar mereka yang memiliki kesempatan ini bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin lantaran masih banyak orang yang tidak bisa berkuliah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya ya anak-anak kita ini bisa menuntut ilmu dengan baik dan dapat diamalkan kepada yang lainnya,&rdquo; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak lupa Suyono berpesan kepada para kakak tingkat agar bisa membimbing sekaligus memberi contoh kepada Maba agar berkelakuan baik selama berkuliah di Unmu<em><strong>l. (hwb/tah/e2)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maba: PAMB Bagus! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-pamb-bagus/baca </link>
<guid> maba-pamb-bagus </guid>
<pubDate> Wed, 31 Aug 2016 00:06:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Acara tahunan sebelum memulai perkuliahan, PAMB Unmul ditanggapi suka cita oleh Maba. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-pamb-bagus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dy4pnOpb6a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maba: PAMB Bagus!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr"><span><strong>SKETSA -</strong> Acara tahunan sebelum memulai perkuliahan, PAMB Unmul ditanggapi suka cita oleh Maba. PAMB menjadi hal yang berkesan karena hanya sekali saja mereka disambut dengan meriah. Tak cuma meriah, tetapi juga penuh kesan dan motivasi yang dibutuhkan Maba untuk memulai lembaran baru di dunia perkuliahan.</span></p><p dir="ltr"><span>Rika Kusuma, salah satu Maba Fakultas Teknik, mengungkapkan bahwa PAMB tahun ini sesuai dengan harapannya. &nbsp;&ldquo;PAMB ini bagus, senang bisa kenal banyak teman,&rdquo; ungkapnya tersenyum.</span></p><p dir="ltr"><span>Maba lainnya, Haulat Huda juga mengungkapkan apresiasinya. Ia takjub karena sebelumnya ia berpikir PAMB akan ada perploncoan seperti ospek pada umumnya. &ldquo;PAMB-nya bagus beda dari ospek,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr"><span>Namun demikian, meski berjalan cukup baik gelaran PAMB kali ini juga menyisakan beberapa catatan di antaranya masih sulitnya mengakses informasi. Lantaran masih banyak Maba bingung perbedaan antara PAMB universitas dan fakultas.&nbsp;</span></p><p><span>Lay out&nbsp;</span><span>ruangan juga masih menjadi catatan&nbsp;</span><span>untuk panitia karena di beberapa sudut ruangan masih ada yang kepanasan disebabkan tak adanya sirkulasi udara. <em><strong>(mpr/omi/tah/e2)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PAMB Hadirkan Berkah Bagi Pedagang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pamb-hadirkan-berkah-bagi-pedagang/baca </link>
<guid> pamb-hadirkan-berkah-bagi-pedagang </guid>
<pubDate> Wed, 31 Aug 2016 00:24:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada gula ada semut, ada keramaian di situ pula banyak pedagang. Ya, acara-acara besar memang selalu identik dengan para pedagang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pamb-hadirkan-berkah-bagi-pedagang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zgt4VLRYwS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PAMB Hadirkan Berkah Bagi Pedagang</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -</strong> Ada gula ada semut, ada keramaian di situ pula banyak pedagang. Ya, acara-acara besar memang selalu identik dengan para pedagang. Pun termasuk saat gelaran PAMB Unmul, di salah satu sisi seputaran GOR 27 September berjejer rapi barisan pedagang makanan ringan. Mereka mengaku tak ingin kehilangan kesempatan mencari keuntungan lebih dari PAMB ini.</p><p>Bak gayung bersambut, salah seorang pedagang, Ramli mengaku mereka dihubungi oleh panitia PAMB untuk turut meramaikan acara. <span>&quot;Kami berjualan di sini karena dari panitia yang menghubungi, mereka juga yang mengatur penempatan posisi kami untuk berjualan agar nantinya tidak menganggu pas acara, tentu saja dengan acara seperti ini akan menambah penghasilan kami,&quot; ceritanya.</span></p><p><span>Ramli juga menambahkan bahwa harga barang yang mereka dagangkan juga akan sedikit naik dari harga biasanya karena adanya pembayaran uang kebersihan. Walau tidak dipaksa hanya saja mereka kasihan kepada tukang kebersihan. Ramli sendiri sudah berjualan di sekitaran unmul sejak tahun lalu dan biasanya setiap ada acara dia dan pedagang lainnya akan ramai berjualan. <em><strong>(nvt/tah/e2)</strong></em></span></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tampil Kurang Oke Saat Atraksi, Ketua IMAPA: Biasa Saja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tampil-kurang-oke-saat-atraksi-ketua-imapa-biasa-saja/baca </link>
<guid> tampil-kurang-oke-saat-atraksi-ketua-imapa-biasa-saja </guid>
<pubDate> Wed, 31 Aug 2016 10:16:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penampilan IMAPA saat PAMB 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tampil-kurang-oke-saat-atraksi-ketua-imapa-biasa-saja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NL4kIlJQUs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tampil Kurang Oke Saat Atraksi, Ketua IMAPA: Biasa Saja</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Salah satu rangkaian acara PAMB yang paling ditunggu-tunggu oleh maba adalah presentasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dimana mereka diberi kesempatan untuk menyajikan informasi seputar kegiatan setiap UKM yang ada di Unmul. Namun presentasi yang identik dengan demo kegiatan dan penampilan video tersebut tak selamanya berjalan mulus.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di PAMB kali ini, giliran UKM Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMAPA) yang mengalaminya. Saat beraksi, spanduk bertuliskan IMAPA &nbsp;yang seharusnya terjuntai justru enggan disebabkan terlilitnya tali spanduk. Romiansyah, ketua IMAPA menganggap hal tersebut biasa saja.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Biasa saja, enggak mungkin ada kegiatan yang berjalan mulus saja, pasti ada saja kendalanya,&quot; tuturnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Selain itu Ramadhan dan Instan yang bertugas menjulurkan spanduk di ketinggian dengan berbalut sabuk pengaman itu, ketika ditanya awak media tentang kesiapan mereka justru menjawab dengan guyon bahwa mereka sudah berpengalaman sejak lahir. Selebihnya IMAPA telah mempersiapkan dengan matang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Berbeda dengan UKM Mulawarman Youth Entrepreneur (MYE) yang tak tampil &apos;oke&apos; lantaran seluruh pengurus harian yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Awalnya ketua bilang enggak usah tampil dulu karena belum ada persiapan. Tapi dari anggota ngotot pengin tampil,&quot; terang Hirzi Fatul Hakim sebagai wakil MYE.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hirzi menjelaskan bahwa persiapan dilakukan selama tiga hari mencakup pembuatan video, pengonsepan dan lain-lain. MYE menampilkan sebuah pidato dari Sigit Kuntoro. Pidato tersebut dimaksudkan untuk membangun semangat mahasiswa baru dalam berwirausaha yang mandiri agar tidak bergantung pada orang lain.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Adapun kejadian menggelitik lainnya disebabkan para anggota yang gagal paham tentang konsep. &quot;Jadi ada tuh beberapa anggota yang sudah saya jelaskan berkali-kali tapi tetap aja enggak paham, sampai hari H pun masih nanya lagi, &nbsp;haduh.&quot; Paparnya dengan guyon. (<strong><em>snh/tah</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecewa PAMB Keledai, IMAPA: Aksi Tolak UKT Salah Tempat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecewa-pamb-keledai-imapa-aksi-tolak-ukt-salah-tempat/baca </link>
<guid> kecewa-pamb-keledai-imapa-aksi-tolak-ukt-salah-tempat </guid>
<pubDate> Thu, 01 Sep 2016 08:24:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penampilan UKM saat PAMB 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecewa-pamb-keledai-imapa-aksi-tolak-ukt-salah-tempat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6LS53HCzIa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kecewa PAMB Keledai, IMAPA: Aksi Tolak UKT Salah Tempat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ibarat keledai, begitulah Romiansyah, Ketua UKM IMAPA menyebut gelaran PAMB Unmul tahun ini. Baginya, fenomena walk out (WO) sejumlah fakultas seolah sudah jadi tradisi yang sarat ego oknum senior setiap tahunnya. Kecewa, dia menyebut fakultas bersangkutan mestinya tidak perlu hadir sejak awal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika dibawa ke luar dengan alasan GOR 27 September ini panas dan fasilitas kurang memadai, mending tidak usah datang sekalian. Di situlah sebenarnya mahasiswa baru dilatih militerismenya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Romi itu mengatakan, aksi WO justru merugikan maba. Sebab, gagal mendapatkan informasi seputar UKM Unmul yang juga menunjang kualitas diri di fakultasnya. Padahal, kata dia, ajang pengenalan semacam ini hanya didapat UKM sekali dalam setahun. Sementara, fakultas punya lebih banyak waktu bersama para maba mereka.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya soal WO, Romi juga beri komentar perihal aksi tolak UKT yang digaungkan beberapa fakultas saat PAMB. Bagi Romi, aksi itu salah tempat. Dia bersepakat jika ada aksi lanjutan, dibanding aktivitas tidak jelas di fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sepakat dengan mereka yang tolak UKT. Tapi, bukan di sini momennya. &nbsp;Ini waktunya pengenalan kegiatan kampus. Okelah, jika keluar ada aksi lanjutan yang dilakukan, tapi ternyata tidak juga. Kalau dibawa ke fakultas juga tidak jelas, percuma,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa juga diungkapkan Pinkan Damopoli, anggota UKM Tarung Drajat, yang juga tampil pasca WO sejumlah fakultas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami kecewa dengan tindakan tersebut. Kami ingin penampilan kami dilihat oleh maba semua fakultas. Penampilan kami saat PAMB adalah salah satu cara kami mempromosikan UKM kami untuk menjaring anggota baru,&quot; tutupnya. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> IMAPA Tuntut Sanksi Tegas Buat Pelaku Aksi Walk Out  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imapa-tuntut-sanksi-tegas-buat-pelaku-aksi-walk-out/baca </link>
<guid> imapa-tuntut-sanksi-tegas-buat-pelaku-aksi-walk-out </guid>
<pubDate> Thu, 01 Sep 2016 09:18:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penampilan IMAPA saat PAMB 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imapa-tuntut-sanksi-tegas-buat-pelaku-aksi-walk-out/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dAJ4FxhCiu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>IMAPA Tuntut Sanksi Tegas Buat Pelaku Aksi Walk Out </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Fenomena walk out (WO) fakultas saat PAMB, tahun ini kembali terjadi. Berkenaan dengan janji rektor yang bakal beri sanksi tegas pelaku konflik dan kericuhan, menimbulkan tanya di benak Romiansyah, Ketua UKM IMAPA.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Romi, WO tergolong konflik dan pelakunya layak diberi sanksi. Sebab, menimbulkan kericuhan saat acara. Tujuan PAMB pun menurutnya gagal terlaksana. Tegas, Romi mengurai landasannya berpikir demikian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PAMB ini melibatkan semua BEM fakultas. Bagi yang WO, berarti melanggar kesepakatan. Itu jelas pelanggaran. Percepatan adaptasi juga tidak terlaksana, gara-gara mereka keluar sebelum waktunya,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Romi pun menyayangkan lemahnya ketegasan rektor dan dekan. Dia berharap, ada evaluasi serius yang dilakukan agar fenomena ini tak kembali terulang pada PAMB selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rektor lemah. Dekan juga lemah. Katanya mau beri sanksi, mana sanksinya? Kalau tegas, sanski itu ya diterapkan. WO ini terjadi terus tiap tahun, tapi tidak ada sama sekali evaluasi serius yang dilakukan oleh rektor,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unik, Maba Kesmas Pakai Ecobag Saat PAMB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unik-maba-kesmas-pakai-ecobag-saat-pamb/baca </link>
<guid> unik-maba-kesmas-pakai-ecobag-saat-pamb </guid>
<pubDate> Fri, 02 Sep 2016 08:07:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tas Ecobag Maba Kesmas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unik-maba-kesmas-pakai-ecobag-saat-pamb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Uw4c3lpj6C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unik, Maba Kesmas Pakai Ecobag Saat PAMB</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> PAMB selalu identik dengan atribut &apos;tak lazim&apos; seperti halnya tas karung, topi karton dan lain sebagainya. Tak jauh berbeda yang terjadi pada PAMB Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul. Atribut-atribut khas masa orientasi juga wajib dikenakan oleh para maba. Tapi yang membuat mereka tampak beda adalah jenis tas yang dipakai. Jauh dari kesan konyol, tas yang dikenakan selama PAMB adalah <span>e</span><em>cobag&nbsp;</em>berbahan dasar parasut dan tentunya ramah lingkungan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Muhammad Defli Riyadi adalah salah satu maba Kesmas yang saat ini tengah mengikuti PAMB Fakultas, dia merasa bahwa PAMB ini tidak menyulitkan para maba karena atribut berupa tas <span>e</span><em>cobag</em> ini sudah disediakan oleh para panitia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Tas e<em>cobag</em><span>&nbsp;</span>itu untuk mempermudah kami juga, kadang pake ransel itu bermacam juga jadi disediakan dari panitia tas <span>e</span><em>cobag</em> yang mudah kami bawa, jadi satu tas muat semua barang yang harus kami bawa, &quot; ujarnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Defli sendiri yang merupakan alumni SMA 1 Berau ini menjelaskan bahwa tas <span>e</span><em>cobag&nbsp;</em>ini memiliki beberapa fungsi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Salah satu fungsinya untuk gak harus bawa keresek lagi dan mengurangi sampah plastik dan struktur dari ecobag sendiri mudah terurai jadi ramah lingkungan, &quot; tukas pria yang mempunyai hobi jelajah ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tentunya ini merupakan tradisi baru yang patut diacungi jempol.<span>&nbsp;</span><em>Nah,<span>&nbsp;</span></em>bisakah fakultas lain meniru hal serupa? Semoga saja. <span>(<strong><em>nvt/e2/tah</em></strong>)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM Band Bangga Kibarkan Bendera Unmul di Surabaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-band-bangga-kibarkan-bendera-unmul-di-surabaya/baca </link>
<guid> ukm-band-bangga-kibarkan-bendera-unmul-di-surabaya </guid>
<pubDate> Fri, 02 Sep 2016 08:16:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penampilan UKM Band di Jambore Musik 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-band-bangga-kibarkan-bendera-unmul-di-surabaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0lm7YxyM7F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKM Band Bangga Kibarkan Bendera Unmul di Surabaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> UKM Band kembali harumkan nama kampus Mulawarman di kancah musik nasional. Sejak 27 hingga 28 Agustus lalu mereka tampil dalam ajang Jambore Musik Kampus tahun kedua.</p><p style="text-align: justify;">Diungkapkan Al Randy Khayuris, Ketua UKM Band, kesempatan itu tak mampir ke sembarang UKM. Beruntung, UKM Band bisa jadi salah satu penampil di ajang nasional tersebut. Tak hanya itu, mereka juga mendapat kesempatan &nbsp;berdiskusi bersama para pegiat musik dan seni di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Bersama Perkumpulan UKM Seni Musik Indonesia, acara yang tahun ini digelar di Universitas Dr. Sutomo Surabaya itu menampilkan UKM Band Unmul dengan cukup khas dan dilirik 52 UKM lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami satu-satunya UKM yang menampilkan nuansa etnik. Kami menyanyi dan menari khas Kaltim dengan mengolaborasikan konsep modern dan tradisional. Bangga, kami kibarkan bendera Unmul,&rdquo; tutur Gregorius Oktavianus, aggota UKM yang berangkat. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Gagal Kuliah, BEM Fakultas Tidak Kooperatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-gagal-kuliah-bem-fakultas-tidak-kooperatif/baca </link>
<guid> mahasiswa-gagal-kuliah-bem-fakultas-tidak-kooperatif </guid>
<pubDate> Sat, 03 Sep 2016 08:09:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: www.kaskus.co.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-gagal-kuliah-bem-fakultas-tidak-kooperatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EvuzSsmVDH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Gagal Kuliah, BEM Fakultas Tidak Kooperatif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong> Jaringan Advokasi Mulawarman ternyata belum berhenti mengawal polemik UKT maba 2016. Serangkaian upaya mereka lancarkan untuk mengakomodir nasib maba yang semakin terancam gagal kuliah. Pun demikian, mereka sambil menyiapkan data sebagai bekal pembelajaran untuk menghadapi proses advokasi selanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Friejae Rakasiwi, koordinator Jaringan Advokasi Mulawarman, menyebut, pihaknya akan segera membuat kajian pasca pengawalan UKT beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya kajian, dalam waktu dekat, pihaknya juga bakal melakukan pendataan lebih lanjut untuk menyasar maba yang gagal kuliah disebabkan persoalan finansial.</p><p style="text-align: justify;">Kegagalan advokasi yang berujung pupusnya harapan maba berkuliah, diungkapkan Friejae sebagai dampak dari luputnya laporan dan sikap BEM fakultas yang terintegrasi Jaringan Advokasi Mulawarman dalam proses pengadvokasian UKT.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang ada sejumlah maba yang gagal kuliah karena masalah finansial. Mereka itu yang tidak terdekteksi Jaringan Advokasi Mulawarman melalui BEM fakultasnya. Mereka tidak melapor dan tidak sabaran untuk diadvokasi,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal jalan keluar yang diambil, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul itu mengatakan, maba yang diberatkan oleh nominal UKT akan diarahkan untuk mendaftar beasiswa Bidikmisi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami arahkan mereka untuk daftar Bidikmisi. Apalagi sekarang kuotanya tinggal 207 orang saja,&quot; pungkasnya. (<strong><em>aml/im</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Di Balik Kelompok PAMB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-di-balik-kelompok-pamb/baca </link>
<guid> cerita-di-balik-kelompok-pamb </guid>
<pubDate> Sat, 03 Sep 2016 08:13:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kelompok Pendidik 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-di-balik-kelompok-pamb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pngAHJ7B4W.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Di Balik Kelompok PAMB</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>PAMB merupakan kegiatan awal untuk mengenal lingkungan kampus, selain itu sebagai sarana untuk memperbanyak teman.&nbsp;</span><span>Di FKIP, PAMB diadakan dengan tajuk Pengenalan Studi dan Dunia Kampus (Pendidik). Pada pendidik tahun 2016 yang dilaksanakan selama dua hari, seluruh mahasiswa FKIP dikelompokkan sesuai prodi masing-masing.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sonia Ade Riska, Maba Pendidikan Biologi yang mengatakan bahwa di kelompok ini mereka diminta untuk membuat yel-yel penyemangat. &ldquo;Ketua mimpin bilang salam lestari terus yang lain teriak salam konservasi, kami bisa good job,&rdquo; ujar alumni SMAN 1 Sendawar ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sonia mengakui kebersamaan di kelompok ini sangat terasa walaupun belum mengenal satu sama lain di kelompoknya.</span><span>&ldquo;Saya baru kenal beberapa aja, soalnya pas tanda tangan KRS saya datangya terlambat jadi enggak kenal semuanya,&rdquo; ujar perempuan kelahiran 23 Juli, 17 tahun lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Sonia, Jefridus Heryanto maba Penjaskes mengatakan bahwa ia merasa senang karena bisa mengenal teman-teman baru. Ia merasa sangat akrab dengan teman sesama prodi penjas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat kumpul sesama kelompok juga ada bercandanya, kadang olok-olokan,ya..gombal-gombal cewek&rdquo; ujar pria yang hobi olahraga ini sambil tertawa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walaupun dikelompokkan berdasarkan prodi, namun kedua maba ini tetap bertegur sapa jika bertemu dengan maba dari prodi lain. Mereka berharap agar dapat lebih mengenal teman-teman yang lain. (<strong><em>adn/tah</em></strong>)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PENDIDIK, Pemersatu FKIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pendidik-pemersatu-fkip/baca </link>
<guid> pendidik-pemersatu-fkip </guid>
<pubDate> Sat, 03 Sep 2016 08:17:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendidik 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pendidik-pemersatu-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SwaEXcR0ZV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PENDIDIK, Pemersatu FKIP</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pendidik (Pengenalan studi dan dunia kampus) FKIP Unmul yang diselenggarakan kemarin (31/08) merupakan pengenalan dunia kampus untuk mahasiswa baru (maba) FKIP. Disini maba FKIP dapat mengenal Dekan, wakil dekan, kepala jurusan hingga kepala prodi yang ada di FKIP. Tak hanya itu saja, pendidik membuat maba kenal dengan kaka tingkatnya yang di DPM, BEM, HMJ, lembaga dakwah hingga himpunan mahasiswa program studi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tema yang diangkat tahun ini yaitu &quot;Mewujudkan generasi pendidik sebagai pemersatu bangsa dari FKIP untuk Indonesia&quot; , tema ini diajukan karena FKIP yang memiliki 3 kampus di wilayah yang berbeda. Kemudian dengan itu pula langkah pemersatuan ini dimulai dari FKIP Unmul dan diperluas ke Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Riuh teriakan dan yel-yel dari setiap program studi FKIP menambah kemeriahan Pendidik 2016. Edy Rumanto sebagai ketua panitia Pendidik 2016 mengatakan, &quot;Setiap program studi di wajibkan memiliki yel-yel yang kreatif dan seru,&quot; terangnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pengenalan dunia kampus FKIP Unmul, ditutup dengan membuat formasi bertuliskan &quot;FKIP MUDA&quot; . Teriakan gembira dan penuh suka cita terdengar dari 1.261 maba FKIP dan ratusan panitia. &quot;Pendidik sebagai pemersatu FKIP Unmul karena disini kami dari berbagai program studi menjadi satu di GOR 27 September,&quot; tutup Fadly Idris sebagai Ketua BEM FKIP Unmul.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bontang Darurat DBD, Mahasiswa KKN Unmul Turun Tangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bontang-darurat-dbd-mahasiswa-kkn-unmul-turun-tangan/baca </link>
<guid> bontang-darurat-dbd-mahasiswa-kkn-unmul-turun-tangan </guid>
<pubDate> Sat, 03 Sep 2016 08:46:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gambar : ilustrasi DBD </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bontang-darurat-dbd-mahasiswa-kkn-unmul-turun-tangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XkQLGowPSC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bontang Darurat DBD, Mahasiswa KKN Unmul Turun Tangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;<span>Kota Bontang mendadak dibuat heboh dengan&nbsp;</span><span>mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Saking banyaknya penderita DBD, rumah sakit di Kota Taman kewalahan untuk menampung pasien.&nbsp;</span><span>Sejumlah pasien DBD ditampung di selasar ruangan karena seluruh ruangan telah penuh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Peduli dengan hal tersebut, beberapa mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Bontang turut berpartisipasi dalam hal penanganan dan pencegahan. Salah satu diantaranya adalah kelompok KKN yang berbasis di Berbas Tengah. Rysa Novita dan kolega</span><span>&nbsp;membagikan bubuk abate sebagai bentuk keprihatinan atas &apos;musibah&apos; ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Kalau proker kelompok di daerah Berbas Tengah, kita mengadakan pembagian bubuk abate secara gratis. Berhubung maraknya penyakit DBD, paling tidak kita mencegah terlebih dahulu dengan cara membagikan bubuk abate yg berfungsi untuk membasmi jentik-jentik nyamuk. Abatenya kita minta dari kelurahan. Proker ini murni dari kelompok,&quot; jelasnya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mahasiswi dari jurusan Ilmu Komunikasi ini juga menambahkan bahwa tidak sekedar memberikan abate, namun juga memberikan sosialisasi kepada warga sekitar.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Kita bagikan sekaligus sosialisasi dan mempraktekkan cara menggunakannya. Kemarin baru sempat dibagikan di RT 52 dan 62. Kita bagikan secara langsung kerumah-rumah warga. Selain itu juga kita mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan guna mewaspadai DBD,&quot; lanjutnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Meskipun para peserta berada di lingkungan Kota Bontang, Rysa menyatakan bahwa tidak ada peserta KKN yang terkena penyakit dari nyamuk aedes aegypti ini. (<strong><em>del/tah</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Untukmu Mahasiswa Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/untukmu-mahasiswa-baru/baca </link>
<guid> untukmu-mahasiswa-baru </guid>
<pubDate> Sun, 04 Sep 2016 08:29:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PAMB 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/untukmu-mahasiswa-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lOTHZkHCqr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Untukmu Mahasiswa Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Indonesia tak hanya memiliki satu pesta, yaitu pesta demokrasi. Bangsa ini memiliki pesta lain, pesta penyambutan mahasiswa baru. Mahasiswa baru disambut bak pahlawan di kampus, bahkan orangtua mahasiswa baru diundang untuk sekadar penjamuan. Setiap universitas beserta lembaga mahasiswa di dalamnya berusaha menyuguhkan tampilan yang baik bahwa mereka para pahlawan devisa kampus tak salah memilih tempat untuk berkuliah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepadamu para generasi baru yang akan menyandang gelar &ldquo;mahasiswa,&rdquo; saya perlu mengingatkan sedikit tentang refleksi dan hakikat seorang mahasiswa. Maklum, saya pernah melalui fase mahasiswa baru yang tak sedikit dapat dikenang hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Hokage keenam Konohagakure, Kakashi Hatake pernah mengatakan, &ldquo;Setiap generasi muda akan selalu melampaui pendahulu mereka&rdquo;. Maka seharusnya, setiap generasi baru yang tumbuh di universitas harus mampu memiliki semangat dan daya juang agar mampu melewati keberhasilan yang dilakukan senior sebagai pendahulu. Bukan senior yang selalu mengungkung dan membatasi gerak mahasiswa baru agar menduplikasi dan tak melampaui mereka. Itu pemahaman sesat yang masih tumbuh di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia dilahirkan oleh perjuangan mahasiswa yang belajar di negeri Belanda. Pada masa itu (sekitar tahun 1940-an) mahasiswa memiliki peranan yang sangat besar dalam perjuangan melawan penjajah. Dari pidato-pidato Bung Karno yang membangkitkan motivasi sampai pendebat-pendebat penjajah di negeri asing seperti Perhimpunan Indonesia milik Bung Hatta semuanya melibatkan mahasiswa. Mahasiswa pada saat itu memiliki peranan penting dalam sejarah bangsa kita. Hal ini yang menyebabkan perkembangan negara Indonesia dari dulu hingga sekarang diidentikkan dengan perkembangan gerakan mahasiswanya. Tetapi zaman telah berubah. Faktanya sekarang? Bahkan mahasiswa baru memicingkan mata ketika diajak berorganisasi. Wajar saja, wajah organisasi Mahasiswa saat ini pun patut dipertanyakan. Budaya diskusi dan aksi sudah mulai ditinggalkan, mini konser dan bazaar ditambah performer <em>Disk Jokey</em> diutamakan.</p><p style="text-align: justify;">Untukmu mahasiswa baru, belajarlah kepada sejarah. Lihatlah dunia dengan lebih luas, belajarlah tak hanya dengan duduk di bangku kuliah. Jangan hanya mengangguk dengan apa yang disampaikan senior, propaganda atau ajakan berorganisasi harus engkau pilah dan pilih. Mengikuti seluruh organisasi bukanlah pilihan yang bijak. Sebelum memilih berorganisasi, pastikan dirimu memiliki niat akan membangun peradaban bangsa ini suatu saat nanti. Mahasiswa bukan hanya milik mereka yang berada di Jawa. Mahasiswa adalah milik seluruh anak Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Kembalikan pandangan masyarakat ke mahasiswa yang menjadi <em>agent of change</em>, <em>iron stock, dan guardian of value</em>. <em>Agent &nbsp;of change</em> tidak memerlukan dukungan dari masyarakat, karena masyarakat kita cukup pintar untuk menilai. Apabila terlihat membawa perubahan yang baik, rakyat tentunya akan mendukung dengan sendirinya. Rakyat selalu dekat dengan mereka yang senasib dan sepenanggungan, yang mengerti dan perduli dengan apa yang mereka rasakan. &nbsp;Rakyat tidak peduli apakah yang senasib dan sepenanggungan dengan mereka itu adalah Mahasiswa, Presiden, atau bahkan tukang becak. Kalau yang dilakukan hanya berpestapora, menyebabkan kerusuhan, tidak perduli dengan keadaan, senang di atas penderitaan orang lain, baik mahasiswa maupun pejabat tentunya akan menjadi jauh dengan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Selamat datang mahasiswa baru di dunia kampus. Jadilah mahasiswa yang turun tangan dan ambil bagian dalam perubahan. Jangan antipati terhadap politik negeri, mulailah dengan membangun demokrasi berkeadilan di Kampus tercinta. Selamat menyandang gelar &ldquo;Mahasiswa&rdquo;, rakyat menggantungkan masa depannya di tanganmu.</p><p>Ditulis oleh: Ramadhan Sakti Nasution, Ketua BEM Faperta 2013-2014</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tekad Kuat si Anak Salome </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/tekad-kuat-si-anak-salome/baca </link>
<guid> tekad-kuat-si-anak-salome </guid>
<pubDate> Sun, 04 Sep 2016 08:35:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muidah dan keluarga </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/tekad-kuat-si-anak-salome/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zcuwpbJ81K.png" />
					</figure>
			                <h1>Tekad Kuat si Anak Salome</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong> Bagi hampir kebanyakan orang, melanjutkan studi pasca lulus dari sekolah menengah atas menjadi destinasi favorit. Tapi seiring waktu, biaya kuliah semakin tak akrab dengan kantung. Bahkan untuk universitas negeri sekali pun, biaya kuliah per semesternya bisa dibilang setara atau malah lebih &apos;sadis&apos; daripada sekolah tinggi swasta.</p><p style="text-align: justify;">Satu dari sekian korban UKT yang kian melangit adalah Muidah. Gadis asal Balikpapan ini memiliki tekad kuat meneruskan jenjang pendidikannya ke Unmul. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pun kini menjadi tempatnya mengejar gelar sarjana setelah melalui seleksi SBMPTN. Namun putri dari pasangan Ruslan dan Jumanah tersebut kemudian terbentur dengan biaya kuliah yang tinggi. Tak habis akal, masa tenggang usai lulus SMA dimanfaatkannya mencari uang yang lalu ia gunakan untuk membayar SPP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemarin sempat kerja habis lulus sekolah karena<span>&nbsp;</span><em>pengen<span>&nbsp;</span></em>bayar kuliah pakai uang sendiri,&quot; ceritanya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Jika dibandingkan dengan maba lain dari seleksi mandiri, Muidah termasuk beruntung karena mendapat golongan dua. Secara nominal memang tidak tergolong besar, tapi bagi Muidah jumlah tersebut lumayan memberatkan. Ia hanyalah anak dari pedagang salome di Kota Minyak.</p><p style="text-align: justify;">Tapi jangan bayangkan bahwa dari berjualan salome ini, keluarga Muidah bisa meraup keuntungan besar. Bisa memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan saja sudah sangat disyukurinya. Untuk tempat tinggal pun keluarga ini belum punya. Mereka sampai saat ini masih mengontrak.</p><p style="text-align: justify;">Ayah Muidah tak bisa berjualan seperti dulu, ia divonis terkena penyakit tumor dan harus rutin menjalani proses kemoterapi, sebuah upaya yang tentu membutuhkan dana. Dengan kondisi seperti ini, ibu Muidah kini menjadi tulang punggung keluarga. Pekerjaan yang dulunya dikerjakan oleh sang ayah, kini harus dikerjakan oleh ibunda tercinta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bapak sakit, sekarang ibu bantuin Bapak jualan salome,&quot; kata Muidah dengan mata berkaca-kaca.</p><p style="text-align: justify;">Namun bukan Muidah namanya jika harus menyerah pada keadaan. Dengan modal nekat, ia tetap mengejar mimpinya untuk berkuliah. Kini ia memulai episode kehidupan barunya di tanah rantau. Satu hal yang pasti, semua biaya hidup dan kuliah ia usahakan tak menadahkan tangan ke orang tua. Gadis berkerudung ini tengah ancang-ancang mencari pekerjaan paruh waktu yang bisa ia lakukan sambil berkuliah kelak.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma mengandalkan pekerjaan paruh waktu, Muidah juga tengah mengusahakan mendapat beasiswa. Terdekat, ia kini tengah mengurus beasiswa bidikmisi yang notabene adalah beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berat, saya sekarang biaya sendiri. Makanya saya coba dapatin bidikmisi ini,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Masih ada tersisa 207 kuota untuk penerima bidikmisi tahun ini, dan Muidah -si anak salome- berharap bisa mendapatkannya. Satu prinsip yang Muidah pegang hingga saat ini,<span>&nbsp;</span><em>kuliah bisa asal ada kemauan, bukan kemampuan. Ganbate<span>&nbsp;</span></em>Muidah !! (<strong><em>omi/tah</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Inspiratif dibalik Tingginya UKT Bagian 2 : Kisah si Yatim Piatu Rela Jual Motor Demi Bayar UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/cerita-inspiratif-dibalik-tingginya-ukt-bagian-2-kisah-si-yatim-piatu-rela-jual-motor-demi-bayar-ukt/baca </link>
<guid> cerita-inspiratif-dibalik-tingginya-ukt-bagian-2-kisah-si-yatim-piatu-rela-jual-motor-demi-bayar-ukt </guid>
<pubDate> Mon, 05 Sep 2016 07:14:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hasan Ash'ari  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/cerita-inspiratif-dibalik-tingginya-ukt-bagian-2-kisah-si-yatim-piatu-rela-jual-motor-demi-bayar-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VlSclvIUHZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Inspiratif dibalik Tingginya UKT Bagian 2 : Kisah si Yatim Piatu Rela Jual Motor Demi Bayar UKT</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&quot;Awalnya saya dapat UKT Rp 500 ribu saat pengisian borang online, namun saat validasi naik hingga Rp 4 juta,&quot; beber Hasan Ash&apos;ari saat memulai kisahnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hasan Ash&apos;ari adalah mahasiswa FKIP Matematika angkatan 2015 yang mengalami anomali UKT. Merasa tidak sanggup jika harus membayar Rp 4 juta, ia memelas kepada validator agar menurunkan UKT atas namanya. Usahanya berhasil, meski tak bisa mengembalikan ke angka 500 ribu, setidaknya dua juta dirasa lebih manusiawi baginya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Kalau seandainya saya enggak bisa menawar, bisa jadi saya ngikut saja empat juta,&quot; pungkasnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hasan adalah yatim piatu. Ibunya telah wafat 2011 lalu, disusul ayahnya tiga tahun berselang tepatnya setelah Hasan lulus SMA. Hasan adalah anak ke empat dari lima bersaudara.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sama seperti remaja kebanyakan, Hasan memiliki tekad tinggi untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Awalnya ia sempat berharap kapada para kakaknya. Namun, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Dua kakak lelaki Hasan yang sangat diharapkan bisa membantu membiayainya kuliah malah tak ada kabarnya. Kakak perempuan lainnya juga tak mampu berbuat lebih. Kondisi ini kemudian memaksa Hasan pasrah dan tak ngoyo lagi untuk langsung berkuliah. Pria kelahiran Trenggalek ini kemudian bekerja selama setahun dan uangnya ia tabung untuk bekal kuliah setahun kemudian.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Biaya kuliah dan lain-lain murni uang saya sendiri, walaupun saya ada kakak yang di sini cuman kan enggak enak kalau minta. Bahkan, terkadang kakak yang minjam uang ke saya karena penghasilan suaminya juga enggak tetap,&quot; tutur pria penyuka tenis meja itu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tahun ini Hasan telah memasuki semester ketiganya berkuliah. Ia tak mau terus dihantui oleh besarnya angka UKT dan biaya hidup, ia menggunakan waktu senggangnya untuk bekerja. Saat ini Hasan mengajar bimbel di sebuah lembaga di Samarinda. Untuk menambah pemasukan, Hasan juga kerap melakukan pekerjaan serabut yang diberikan oleh warga yang bersimpati padanya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Kalau ada orang menyuruh bersihkan kebunnya, ya saya kerjain. Nanti dikasih uang kan lumayan. Jadi ya sering-sering aja aktif di masyarakat,&quot; lirihnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dengan pemasukan yang minim, Hasan harus telaten mengatur uang untuk biaya kuliah, kontrakan, maupun biaya sehari-hari. Sempat di satu momen Hasan tak memiliki tabungan untuk membayar SPP dan biaya hidupnya. Dengan terpaksa dia harus rela menjual motor kesayangannya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bukan tak bersyukur, sesekali Hasan juga menyesali keadaannya kini. Ia sangat ingin seperti mahasiswa lain yang menjalani hidup normal. Berkuliah dengan limpahan dana berkecukupan dari orang tuanya sehingga bisa fokus pada perkuliahan saja. Tak perlu memikirkan besok makan apa, besok bayar kontrakan bagaimana. Sedikit banyak perkuliahan Hasan terganggu dengan aktivitas kerjanya. Untuk itu kini ia masih akan mengajukan permohonan penurunan UKT dan berharap UKT tak lagi mencekiknya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Kalau UKT rendah kan enak juga kita enggak terlalu mikirin gimana bayarnya. Jadi bisa fokus kuliah, &quot; katanya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Diakhir kisahnya Hasan memiliki harapan agar mahasiswa yang kini berkecukupan bisa memanfaatkan fasilitas itu dengan baik. Menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil memuaskan, karena masih banyak mahasiswa yang harus membagi fokusnya untuk bekerja dan kuliah. Dan Hasan, salah satu di antara sekian banyak lainnya. (<strong><em>snh/tah/e2</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PAMB FIB Hadirkan Pemateri Klinik Jalanan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/pamb-fib-hadirkan-pemateri-klinik-jalanan/baca </link>
<guid> pamb-fib-hadirkan-pemateri-klinik-jalanan </guid>
<pubDate> Mon, 05 Sep 2016 07:20:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PAMB FIB 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/pamb-fib-hadirkan-pemateri-klinik-jalanan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BO2pare9BM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PAMB FIB Hadirkan Pemateri Klinik Jalanan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Belum banyak maba yang mengenal PAMB. Melalui PAMB, Fakultas Ilmu Budaya, Unmul mencoba memperkenalkan apa itu PAMB dan memberikan pemahaman jika PAMB berbeda dengan ospek.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">PAMB FIB sukses digelar selama dua hari (30/31). Dengan mengusung tema &ldquo;Mahasiswa Berkarakter Budaya Merajut Keberagaman&rdquo;.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Melalui PAMB, FIB mencoba mengarabkan prodi Sastra dengan Etnomusikologi. Selama dua hari penuh maba FIB dibekali motivasi serta kegiatan-kegiatan bermanfaat. Salah satunya berupa talkshow.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Menghadirkan pemateri Haerdy Pratama Wijaya, Founder Klinik Jalanan, dan Jainal Arifin, HRD Klinik Jalanan. Dengan tema &ldquo;Peran dan Fungsi Mahasiswa&rdquo;, Haerdy dan Jainal sukses membakar semangat maba FIB.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam bincang tersebut, maba ikut berdonasi untuk rekan mereka yang terkena musibah saat PAMB fakultas berlangsung dan berdonasi untuk KAWAL (Kaos Buwat Anak Jalanan). Total sumbangan yang dikumpulkan hari itu senilai Rp 1.270.100.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Diharapkan ke depannya maba FIB bukan hanya aktif di bidang akademik dan organisasi, tetapi memilki jiwa sosial yang tinggi untuk membantu sesama.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">PAMB hari kedua tak kalah seru, memperkenalkan lebih dalam prodi masing-masing, dengan menghadirkan Kaprodi dan himpunan mahasiswa. Kegiatan terakhir PAMB FIB ditutup dengan games kekompakkan. Semua maba tampak antusias dan saling bekerja sama. Meskipun awalnya mereka tak saling kenal, namun melalui PAMB mereka membuktikan jika mereka satu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;PAMB FIB asyik banget soalnya beda sama ospek yang saya dan teman-teman takuti. Kalau ospek mengarah ke &nbsp;sedangkan PAMB ini bener-bener mendidik. Kakaknya baik-baik semua dan saya berharap PAMB ke depannya bisa lebih baik dari tahun ini,&rdquo; ucap Halwin Esa Ikrar Dyrat, salah satu maba jurusan Sastra Inggris. (<strong><em>els/e2</em></strong>)<span>&nbsp;</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Parah! Maling Beraksi di Depan Korban Saat Salat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/parah-maling-beraksi-di-depan-korban-saat-salat/baca </link>
<guid> parah-maling-beraksi-di-depan-korban-saat-salat </guid>
<pubDate> Wed, 07 Sep 2016 08:42:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keamanan kampus kembali dipertanyakan saat momok kemalingan masih terus terjadi.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/parah-maling-beraksi-di-depan-korban-saat-salat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UiEcaBmxef.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Parah! Maling Beraksi di Depan Korban Saat Salat</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong></strong><strong>SKETSA -</strong> Unmul kembali dirundung fenomena duka keamanan. Peristiwa kemalingan kembali terjadi malam ini sekitar pukul 19.00. Kali ini, korbannya ialah Rahmat Aprilian, mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Unmul.</p><p align="justify">Peristiwa naas itu terjadi ketika Rahmat sedang melaksanakan ibadah salat magrib berjamaah di musala Al-Ashr FISIP. Kepada Sketsa, Rahmat mengurai kronologi pencurian tas miliknya yang dia rasa tidak masuk akal.</p><p align="justify">&quot;Saya lagi salat. Posisi saya ada di saf depan bagian tengah. Sementara tas saya ada di paling pinggir sajadah saf depan. Secara logika, enggak mungkin ada yang berani maling kalau posisinya begitu,&quot; ungkap Rahmat.</p><p align="justify">Kecurigaan, kata Rahmat, bermula saat temannya yang berada di shaf pinggir mencurigai keberadaan orang tak dikenal mendekat lalu mengangkat dan membawa lari tas milik Rahmat. Walhasil, salat pun batal ketika rakaat terakhir. Semua yang salat secara spontan mengejar maling tersebut.</p><p align="justify">Beruntung, maling berhasil diringkus. Sejumlah mahasiswa FISIP yang berada di sekitar lokasi kejadian dengan sigap mengambil sikap lalu membawa maling ke pos jaga satpam Rekorat untuk ditindak.</p><p align="justify">Dalam penuturan Rahmat, ada dua orang maling yang beraksi saat itu. Namun, yang berhasil diringkus hanya pelaku yang mengambil tas. &quot;Ketika kami mengejar maling yang ngambil tas, ada satu orang yang mencurigakan juga jaga di motor. Dia mengaku mau salat. Dia berhasil kabur,&quot; ujar Rahmat.</p><p align="justify">Rahmat juga menduga, maling tersebut satu jaringan dengan maling yang biasa mencuri helm dan motor mahasiswa di Unmul. Hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung proses identifikasi di pos jaga satpam gedung rektorat Unmul. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Salat Magrib Bubar Akibat Ulah Maling  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/salat-magrib-bubar-akibat-ulah-maling/baca </link>
<guid> salat-magrib-bubar-akibat-ulah-maling </guid>
<pubDate> Wed, 07 Sep 2016 09:15:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaku berinisial IN diketahui adalah orang luar dan nekat berlari membawa tas mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/salat-magrib-bubar-akibat-ulah-maling/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2cYjyrKWWm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Salat Magrib Bubar Akibat Ulah Maling </h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Aksi kriminalitas di Unmul kembali terjadi. Kali ini terjadi tepatnya di musala Al-Asr FISIP saat memasuki waktu salat maghrib. Saksi mata, Adi Kuswadi, awalnya mengira maling berinisial IN tersebut adalah seorang anak kecil.</p><p align="justify">&ldquo;Pas salat dia tidak mengisi saf pertama padahal masih bisa diisi saja. Di situ saya mulai curiga,&rdquo; ujarnya ditemui di pos keamanan Unmul.</p><p align="justify">Mahasiswa Faperta 2014 itu melihat pelaku pelan-pelan semakin menjauh dari saf sholat. Memasuki rakaat kedua IN lantas berlari membawa tas. Tanpa pikir panjang, salat maghrib berjamaah dibatalkan. Semua yang sedang salat langsung mengejar maling hingga perempatan menuju arah jalan Ruhui Rahayu.</p><p align="justify">&ldquo;Saya teriak pertama sesampainya di daerah Bakom, akhirnya saya bisa tangkap. Lalu yang ikutan kejar ini mulai memukuli. Sampai lupa kalau lari tidak pakai sandal,&rdquo; katanya kembali.</p><p align="justify">Saat ini maling sudah diamankan di pos keamanan Unmul. Diketahui maling tersebut bukan mahasiswa, datang dari luar Unmul dan tidak tamat SMP. <strong><em>(mwp</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Tidak Aman, Sugiarta Janji Bawa Pelaku Kriminal ke Pihak Berwajib </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-tidak-aman-sugiarta-janji-bawa-pelaku-kriminal-ke-pihak-berwajib/baca </link>
<guid> unmul-tidak-aman-sugiarta-janji-bawa-pelaku-kriminal-ke-pihak-berwajib </guid>
<pubDate> Thu, 08 Sep 2016 08:53:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: batam.tribunnews.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-tidak-aman-sugiarta-janji-bawa-pelaku-kriminal-ke-pihak-berwajib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K0AvJjblaN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Tidak Aman, Sugiarta Janji Bawa Pelaku Kriminal ke Pihak Berwajib</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Peristiwa kemalingan di musala Al-Ashr FISIP kemarin malam (6/9), ternyata tak diketahui Kepala Bagian Hukum Tata Laksana Unmul, Sugiarta. Sekali pun suasana pasca peristiwa tersebut cukup mencuri perhatian, sebab ramainya kerumunan di sekitar pos jaga satpam rektorat, Sugiarta mengaku tak mendapatkan laporan dari pihak keamanan.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta yang saat ini tengah berada di luar kota, mengaku tak terkejut. Dia mengatakan, Unmul saat ini memang rawan tindak kejahatan. Kerap terjadi kasus kehilangan helm atau kendaraan. Baginya, hal ini perlu untuk diberi perhatian dan penanganan khusus sesegera mungkin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Samarinda termasuk Unmul saat ini memang rawan kejahatan. Kami akan segera bergerak,&rdquo; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em> melalui sambungan telepon.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Sugiarta menilai, rumah ibadah saat ini merupakan lokasi yang paling sering terjadi aksi kriminal. Sebab itu, dalam waktu dekat dia bakal berkoordinasi dengan melibatkan pengurus musala, pihak keamanan, dan para pejabat fakultas di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir perbincangan, Sugiarta mengimbau kerja sama dari seluruh civitas Unmul untuk berwaspada terhadap aksi kejahatan yang mungkin menyerang. Dia mengatakan, perlunya kewaspadaan mulai dari diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan terus berharap dengan pihak keamanan. Masing-masing kita juga perlu waspada,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya perihal sanksi untuk pelaku kriminal yang merupakan mahasiswa Unmul, Sugiarta mengatakan siapa pun pelakunya akan langsung dibawa ke pihak yang berwajib.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian. Kami percaya mereka punya aturan yang sesuai untuk diberikan kepada pelaku kejahatan. Tidak peduli mahasiswa Unmul atau bukan, kami akan laporkan,&rdquo; tandasnya. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dekan FISIP: Siapa yang Bilang Mahasiswa Kurang Mampu Tidak Boleh Kuliah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-siapa-yang-bilang-mahasiswa-kurang-mampu-tidak-boleh-kuliah/baca </link>
<guid> dekan-fisip-siapa-yang-bilang-mahasiswa-kurang-mampu-tidak-boleh-kuliah </guid>
<pubDate> Thu, 08 Sep 2016 09:01:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhammad Noor, Dekan FISIP Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-siapa-yang-bilang-mahasiswa-kurang-mampu-tidak-boleh-kuliah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LSxU5CrVcA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dekan FISIP: Siapa yang Bilang Mahasiswa Kurang Mampu Tidak Boleh Kuliah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Berita terkait validator yang dikatakan mengusir maba FISIP karena tidak mampu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi viral. Keresahan dan tanda tanya besar tidak hanya datang dari mahasiswa Unmul, melainkan juga dari masyarakat Samarinda secara umum. Menanggapi hal tersebut, Dekan FISIP angkat bicara.</p><p style="text-align: justify;">Mohammad Noor, saat ditemui di ruangannya pada Senin (5/9) lalu mengatakan bahwa tragedi pengusiran tersebut tidak benar. Ia menambahkan, hal itu hanya kesalahpahaman saja. &ldquo;Saat itu memang banyak sekali maba yang datang untuk validasi. Jadi tim validator menyarankan untuk menyingkir sebentar dan kalau mau minta keringanan bisa menghadap ke dekan. Validator tidak berhak untuk menentukan besaran UKT,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Penggolongan UKT untuk mahasiswa tergantung pada <em>form</em> yang diisi dan sudah berstandar nasional. Agar sesuai dengan kemampuan ekonomi setiap mahasiswa, perlu pemahaman yang baik untuk mengisinya. Jika ada maba yang tidak mengerti akan dibantu oleh validator. Kurangnya pemahaman maba dalam menginput data atau mengisi form UKT dikatakan menjadi faktor utama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biaya UKT di FISIP Unmul termasuk paling murah, jika dibandingkan dengan universitas lain yang bisa mencapai tujuh juta,&rdquo; ucapnya. Ia menambahkan, UKT sepenuhnya digunakan untuk pembiayaan operasional dalam proses belajar mengajar</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan, besaran golongan UKT sesuai dengan pengisian borang pendaftaran. Untuk selanjutnya divalidasi dengan mengecek kelengkapan berkas calon maba. &quot;Kalau ada yang bilang UKT mahal karena membayar tunjangan dosen jelas salah sekali itu. UKT larinya untuk fasilitas mahasiswa,&quot; tegas Noor.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lagipula, calon maba jalur mandiri sudah diimbau jika besaran UKT mereka akan sedikit lebih mahal,&quot; sambung Noor. Disebutkannya, hal itu karena calon maba seleksi mandiri masuk dalam kategori bina lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga menegaskan bahwa sistem UKT adalah subsidi silang. Sehingga tak dibenarkan istilah bahwa yang miskin tak boleh kuliah.&quot;Kalau memang UKT dirasa mahal, menghadap ke saya, dicek apakah benar kurang mampu, maka bisa saya turunkan,&quot; tutupnya. (<strong><em>bru/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Habiburrahman El Shirazy dalam Seminar Nasional Sastra dan Budaya FIB Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/habiburrahman-el-shirazy-dalam-seminar-nasional-sastra-dan-budaya-fib-unmul/baca </link>
<guid> habiburrahman-el-shirazy-dalam-seminar-nasional-sastra-dan-budaya-fib-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 08 Sep 2016 09:52:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar nasional sastra dan budaya FIB hari ini (7/9) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/habiburrahman-el-shirazy-dalam-seminar-nasional-sastra-dan-budaya-fib-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RidMtoeyVn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Habiburrahman El Shirazy dalam Seminar Nasional Sastra dan Budaya FIB Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> FIB Unmul hari ini (7/9), menggelar seminar nasional tentang sastra dan budaya. Menghadirkan pembicara utama Habiburrahman El Shirazy, sosok ustaz sekaligus penulis novel <em>best seller</em> hingga film layar lebar. Seminar itu rencananya bakal digelar hingga besok.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Habiburrahman, seminar yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita itu turut menghadirkan pemateri lokal, diantaranya Dekan FIB, Mursalim, Guru Besar Sastra FIB, Bahri Arifin, dan Perwakilan dari Kantor Bahasa, Aquari Mustikawati.</p><p style="text-align: justify;">Seminar yang bertema &ldquo;Berfikir Kritis dan Kreatif dalam Penulisan Karya Sastra dan Pelestarian Budaya&rdquo; itu digelar di Ballroom Rose hotel Swiss Bell Borneo Samarinda. Dihadiri oleh sejumlah pejabat dan staf FIB Unmul, mahasiswa, dan undangan.</p><p style="text-align: justify;">Pemateri utama, Habiburrahman tak hanya berbagi ilmu yang dia miliki seputar sastra yang dituangkannya juga dalam data. Dia pun mengurai begitu pentingnya tulisan dalam setiap aspek kehidupan. Di akhir pemaparannya, pria kelahiran Semarang itu juga berbagi kiat-kiat untuk menjadi sastrawan modern dan penulis buku <em>best seller</em>.</p><p style="text-align: justify;">Secara garis besar, materi yang disampaikan ialah seputar pentingnya pelestarian budaya melalui pengajaran, penciptaan, dan penikmatan sastra. Dalam paparannya, Mursalim dan Bahri sama-sama menekankan aspek pentingnya berpikir kritis dalam bersastra. Bagi mereka, bersastra adalah proses kreatif yang memerlukan pemikiran kritis.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Bahri juga mengungkapkan perlunya kontemplasi. Yakni pemaksimalan tiga potensi ruhaniah yang dimiliki setiap manusia, yaitu karya, karsa, dan rasa merujuk pada definisi sastra yang berkembang.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Aquari menyebut perlunya unsur kearifan lokal dalam karya sastra dengan memasukkan bahasa daerah dalam karya sastra. Bagi perempuan berjilbab itu, bahasa daerah merupakan salah satu ciri khas karya sastra Indonesia. Namun, dia pun mengingatkan penting untuk dibuat terjemahan agar pembaca dari daerah lain tetap dapat menikmati karya sastra tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Singgih Daru Kuncara, ketua panitia seminar nasional, mengatakan, seminar semacam ini sebenarnya agenda tahunan. Namun, tahun ini terdapat sedikit perbedaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini agenda tahunan. Namun, yang membedakan tahun ini acara digelar dua hari. Besok akan ada pelatihan menulis khusus untuk mahasiswa FIB. Targetnya ialah pengkaryaan. Kami berharap semua yang hadir bisa membuat karya dan bersastra,&rdquo; tandasnya. <a name="_GoBack"><strong>(<em>aml/e2</em>)</strong></a></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelaku Kejahatan Makin Berani, Ini Solusi dari Kepala Satgas Keamanan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelaku-kejahatan-makin-berani-ini-solusi-dari-kepala-satgas-keamanan-unmul/baca </link>
<guid> pelaku-kejahatan-makin-berani-ini-solusi-dari-kepala-satgas-keamanan-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 09 Sep 2016 09:01:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> batam.tribunnews.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelaku-kejahatan-makin-berani-ini-solusi-dari-kepala-satgas-keamanan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5RXZTAJmbZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pelaku Kejahatan Makin Berani, Ini Solusi dari Kepala Satgas Keamanan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp; Peristiwa pencurian tas di musala Al-Ashr FISIP pada (6/9) lalu membuat Wartono, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Keamanan Unmul angkat bicara. Wartono, yang kala itu turut ambil bagian dalam proses identifikasi mengatakan, pelaku bukan mahasiswa Unmul. Melainkan warga yang berusia di bawah umur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pelaku adalah warga yang beralamat di Purwodadi, usianya 16. Tidak ada yang menyangka dia maling jika dilihat dari penampilannya. Malah dia ikutan salat sebelum beraksi,&rdquo; tutur Wartono.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Wartono juga mengungkap kronologi pengamanan pelaku dan kabar terkini yang pihaknya dapatkan dari kepolisian. Wartono pun membenarkan aksi pengeroyokan yang sempat dilakukan sejumlah mahasiswa kepada pelaku sebelum diserahkan ke pihak keamanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami menerima laporan dari anak musala sekitar pukul 18.55. Kami identifikasi di sini lalu kami arahkan ke kepolisian Samarinda Ulu. Kami juga mendengar kabar pelaku yang satunya sudah menyerahkan diri. Untuk soal pengeroyokan, saya rasa itu wujud pelampiasan gerahnya mahasiswa terhadap maling yang sudah sangat meresahkan. Kami tidak bisa berbuat apa-apa&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal koordinasi dan langkah yang bakal diambil bersama Kepala Bagian Hukum Tata Laksana Unmul, Wartono mengaku hingga kini belum melakukannya. Kendati demikian, Wartono mengimbau, perlunya kewaspadaan dan kesadaran melapor dari setiap diri civitas Unmul kepada pihaknya untuk mendapatkan tindak lanjut serius.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami terbuka untuk menerima laporan mahasiswa yang jadi korban tindak kriminal di kampus. Kami imbau agar melapor, untuk diberikan tindak lanjut. Jangan sampai dibiarkan, supaya kami juga bisa meningkatkan dan mengukur kinerja kami,&rdquo; tandasnya. (<strong><i>aml</i></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sering Dengar-dengar, Satgas Kemanan Unmul Minim Data Tindak Kriminalitas di Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sering-dengar-dengar-satgas-kemanan-unmul-minim-data-tindak-kriminalitas-di-kampus/baca </link>
<guid> sering-dengar-dengar-satgas-kemanan-unmul-minim-data-tindak-kriminalitas-di-kampus </guid>
<pubDate> Fri, 09 Sep 2016 09:10:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: metrojambi.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sering-dengar-dengar-satgas-kemanan-unmul-minim-data-tindak-kriminalitas-di-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wFhVlgNx3c.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sering Dengar-dengar, Satgas Kemanan Unmul Minim Data Tindak Kriminalitas di Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Kami cuma punya buku mutasi. Di buku itu, kami hanya mencatat peristiwa yang dilaporkan. Sayangnya, banyak yang tidak melapor. Sebab itu, kami tidak punya acuan dan data tentang kriminalitas,&rdquo; aku Wartono, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Keamanan Unmul kepada <em>Sketsa</em>, saat diminta mengurai data menyoal tindak kriminalitas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Wartono mantap mengungkap persoalan kriminalitas di Unmul yang sempat terdata oleh pihaknya. Dia menyebut, sepanjang Januari 2015 hingga Januari 2016, tindak kejahatan yang terjadi meliputi pencurian dan kekerasan (curas), termasuk di antaranya pencurian motor (curanmor) dan barang berharga. Sementara itu, selama Januari hingga September 2016 disebut Wartono marak merebak kasus pencurian helm dan terbaru, begal.</p><p style="text-align: justify;">Wartono menyayangkan, minimnya kesadaran mahasiswa untuk melapor. Perkataannya beberapa waktu lalu yang menyebut angka kriminal menurun, ternyata hanya berbekal perkiraan banyak tidaknya laporan dan edaran kabar yang dia dan pihaknya dengar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami lebih sering &nbsp;dengar-dengar saja. Mahasiswa masih kurang sadar untuk melapor. Padahal, prosedurnya, korban yang harus melapor, bukan kami. Kami tidak bisa bantu &nbsp;tindak lanjuti ke kepolisian jika tidak ada laporan,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Dana Operasional, Satgas Keamanan Tak Maksimal Tumpas Kejahatan di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-operasional-satgas-keamanan-tak-maksimal-tumpas-kejahatan-di-unmul/baca </link>
<guid> minim-dana-operasional-satgas-keamanan-tak-maksimal-tumpas-kejahatan-di-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 09 Sep 2016 23:40:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: www.suara.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-operasional-satgas-keamanan-tak-maksimal-tumpas-kejahatan-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xNI89J1SdS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Dana Operasional, Satgas Keamanan Tak Maksimal Tumpas Kejahatan di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Terbentur persoalan minimnya dana oprasional, nyatanya berimbas pada tidak maksimalnya upaya pihak keamanan Unmul dalam mengawas dan menjaga Unmul dari tindak kejahatan. Melalui Wartono, Kepala Satuan Tugas Keamanan Unmul, diketahui anggaran sektor keamanan tidak secukup dulu. Beruntung, pihaknya tidak sendiri. Kerja sama Unmul dengan kepolisian, dirasa cukup membantu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anggaran tidak seperti dulu. Kendaraan kami sudah tua dan rusak. Bahkan, kami sering pakai kendaraan pribadi yang bahan bakarnya ditanggung sendiri. Kepolisian juga ikut terlibat dalam kerja kami, khususnya jika ada kegiatan besar semisal wisuda dan PAMB,&rdquo; ujar Wartono.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Wartono mengungkapkan, upaya pengamanan tidak dapat dilakukan pihaknya sendiri. Wartono merasa terbantu dengan kebijakan penutupan portal di tengah minimnya dana operasional dan peralatan. Berkali-kali Wartono menghadap Wakil Rektor 2 perihal penutupan kembali portal, namun hingga kini belum juga menemukan titik terang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sebenarnya sangat terbantu dengan penutupan portal beberapa waktu lalu. Kejahatan terasa berkurang. Pun berdasarkan indikasi dalam pengejaran kami, maling larinya sering ke arah sana. Tapi, masyarakat tidak terima portal itu ditutup. Kami sudah sering ke WR 2. Apa daya, kami ini hanya pelaksana. Kebijakan sepenuhnya ada di tangan pimpinan kami,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebab kinerja seperti itu, diakui Wartono pihaknya kerap disebut-sebut tidak bekerja oleh BEM KM Unmul dalam berbagi kesempatan pertemuan dengan jajaran rektor. Situasi itu kata Wartono, diterimanya pasrah dan lapang dada.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Wartono, satpam kini tengah jadi sorotan. Apalagi kasus jambret yang belakangan diketahui berprofesi satpam dan menewaskan seorang guru. Wartono menilai perilaku kriminal di kampus juga disebabkan karena jaringan pertemanan antara warga luar dengan mahasiswa Unmul. Sehingga, warga luar tampak biasa dan samar ketika masuk keluar kampus Unmul. (<strong><em>aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MPMB Hukum Diprotes Orang Tua Maba, Ini Jawaban Akademik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-hukum-diprotes-orang-tua-maba-ini-jawaban-akademik/baca </link>
<guid> mpmb-hukum-diprotes-orang-tua-maba-ini-jawaban-akademik </guid>
<pubDate> Fri, 09 Sep 2016 23:46:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahendra Putra Kurnia, Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-hukum-diprotes-orang-tua-maba-ini-jawaban-akademik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rqSXmHBS0A.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MPMB Hukum Diprotes Orang Tua Maba, Ini Jawaban Akademik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) Fakultas Hukum Unmul yang berlangsung pada Kamis-Sabtu (1-3/9) lalu mengundang protes dari salah satu orang tua maba. Hal tersebut tak ditampik oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum, Mahendra Putra Kurnia. Namun, pihaknya membantah bahwa hal itu adalah bentuk protes.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dibilang protes mungkin bukan protes ya. Lebih ke soal mengkomunikasikan apa sebenarnya kegiatan yang dilakukan di fakultas hukum terkait dengan proses penerimaan mahasiswa baru,&rdquo; ujar Mahendra saat ditemui di ruangannya pada (6/9).</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Mahendra menjelaskan, salah satu orang tua maba datang ke fakultas hukum pada Senin, (5/9) untuk mengklarifikasi apa saja kegiatan dalam MPMB. Sebagai institusi di bawah undang-undang keterbukaan informasi, pihaknya bersama Dekan Fakultas Hukum, Ivan Zairani Lisi telah menjelaskan apa saja kegiatan dalam MPMB sesuai fakta yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada saat kegiatan ospek MPMB yang kita lakukan sebenarnya terbuka. Siapa saja boleh melihat karena kita enggak menutup kegiatan itu dilakukan di fakultas, orang tua juga bisa datang,&rdquo; terang Mahendra.</p><p style="text-align: justify;">Terkait isu yang mengatakan bahwa orang tua maba sampai melapor ke polisi, hal itu tidak dibenarkan Mahendra. &ldquo;Tidak ada sampai laporan polisi apa segala macam. Semua sudah kami komunikasikan dengan keluarga yang bersangkutan. Datang dengan baik pulang dengan baik,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahendra juga menegaskan bahwa masalah ini sudah diselesaikan dengan baik. Sebab, merupakan hak orang tua menanyakan kegiatan anaknya ketika berada di kampus. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sanksi Sosial untuk Maba yang Takut Mengikuti MPMB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-sosial-untuk-maba-yang-takut-mengikuti-mpmb/baca </link>
<guid> sanksi-sosial-untuk-maba-yang-takut-mengikuti-mpmb </guid>
<pubDate> Sat, 10 Sep 2016 08:48:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> MPMB (Masa Pengenalan Mahasiswa Baru) Hukum 2016 diwarnai aksi kecaman dari salah satu orang tua maba.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-sosial-untuk-maba-yang-takut-mengikuti-mpmb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kxzqZrnkW4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sanksi Sosial untuk Maba yang Takut Mengikuti MPMB</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - MPMB (Masa Pengenalan Mahasiswa Baru) Hukum 2016 diwarnai aksi kecaman dari salah satu orang tua maba. Orang tua maba tersebut tidak terima jika anaknya mengikuti MPMB. Jika itu tetap terjadi, tak tanggung-tanggung ancaman yang dialamatkan kepada panitia MPMB adalah melapor kepada pihak yang berwajib.</p><p>Awalnya, maba diketahui berinisial AP itu mendatangkan orang tuanya karena takut akan dipaksa senior mengikuti MPMB. Mengganggapi hal itu, Codet selaku ketua panitia MPMB Hukum 2016 merasa kecewa dengan sikap maba tersebut. MPMB dibuat dengan tujuan &nbsp;membentuk mental maba. Agar ketika lulus nanti menjadi sosok yang bermental kuat dan taat pada aturan.</p><p>&ldquo;MPMB Hukum memang sudah berbeda dengan PAMB fakultas lainnya. Maba-maba hukum setelah lulus akan menjadi calon hakim, jaksa, pengacara, dan advokat. Kalau seperti ini saja takut untuk datang nanti gimana mau berani,&rdquo; ujar pria berambut gondrong tersebut.</p><p>Kewajiban maba Hukum mengikuti MPMB sudah disetujui oleh birokrat fakultas. Bahkan jika masih nekat tidak mengikuti MPMB, urusan administrasi mengenai kampus dan kegiatan organisasi maba tidak bisa diikuti.</p><p>Codet pernah menyampaikan kepada maba yang enggan mengikuti aturan di fakultas Hukum untuk dipersilakan pindah ke fakultas lain. MPMB dijamin tidak mengandung unsur adu fisik sebagaimana yang ditakutkan oleh maba AP dan orang tuanya.</p><p>Codet sendiri mengaku akan membuat sanksi sosial terhadap AP sebagai efek jera akibat tidak mengikuti MPMB Hukum. &ldquo;Saya bilang ke teman-teman maba lainnya agar menjauhi AP. Di MPMB Hukum kami bilang ke mereka satu angkatan berarti satu saudara. Satu saudara tidak ikut berarti dia bukan dari angkatan kalian,&rdquo; ucap mahasiswa angkatan 2014 itu.</p><p>Saat ini usai MPMB Hukum dilaksanakan, AP masih mengikuti proses pembelajaran di fakultas Hukum. Dia datang ke kampus dan masih ditemani oleh orang tuanya. <strong><em>&nbsp;(mwp/els/e2)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Senja Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/di-senja-malam/baca </link>
<guid> di-senja-malam </guid>
<pubDate> Sun, 11 Sep 2016 10:13:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi tentang senja dan dia | Foto: Majalah Opini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/di-senja-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VYWA76BMgE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Senja Malam</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Lembayung senja mulai menggantung</p><p>Di langit biru yang berubah mendung</p><p>Berganti malam bulan pun muncul</p><p>Bertabur bintang tak terhitung</p><p>Kulihat sebuah bayangan berdiri di ujung jalan</p><p>Menatap lurus ujung cakrawala</p><p>Tepat berhenti di bawah langit</p><p>Di atas rel kereta api</p><p>Ingin kuberlari</p><p>Tapi tak beralas kaki</p><p>Sakit hati tak terperi sakit jiwa siapa peduli</p><p>Berjalanku selangkah-langkah mengikuti</p><p>Ingin kukejar bayangannya</p><p>Tapi bagaimana?</p><p>Ia tak terlihat di tengah gelap</p><p><br></p><p>Ditulis oleh Khajjar Rohmah, mahasiswa FISIP 2013</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> IYD dan Upaya Kematangan Anak Muda di Masa Mendatang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/iyd-dan-upaya-kematangan-anak-muda-di-masa-mendatang/baca </link>
<guid> iyd-dan-upaya-kematangan-anak-muda-di-masa-mendatang </guid>
<pubDate> Tue, 13 Sep 2016 04:43:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Indonesian Youth Dream (IYD) sebuah organisasi non pemerintahan yang berisi anak-anak muda dengan latar belakang yang berbeda.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/iyd-dan-upaya-kematangan-anak-muda-di-masa-mendatang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bjn2DIsL1K.jpg" />
					</figure>
			                <h1>IYD dan Upaya Kematangan Anak Muda di Masa Mendatang</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Indonesian Youth Dream (IYD) sebuah organisasi non pemerintahan berisi anak-anak muda dengan latar belakang berbeda. Mewadahi mereka yang ingin membawa perubahan demi mewujudkan mimpi besarnya. &ldquo;Kami mempersiapkan anak- anak muda sekarang agar siap menghadapi bonus demografi pada tahun 2025 mendatang,&quot; ucap pria yang jadi salah satu pemateri Kuliah Super 2016 ini, (10/9).&nbsp;</p><p>Berawal tahun 2013, saat itu Puguh Dwi Kuncoro dikirim ke Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk mengikuti proyek sosial selama seminggu. &ldquo;Saya lihat anak-anak di sana memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di Jawa dan Sumatera. Hanya saja mereka tidak memiliki akses dan fasilitas,&rdquo; tuturnya. Berangkat dari renungannya itu, muncullah gagasan membuat lembaga untuk mewadahi mereka agar berani bermimpi besar.</p><p>Founder sekaligus Presiden IYD &nbsp;ini kemudian meminta dukungan berbagai pihak. Setelah mendapat dukungan, ia mengumpulkan beberapa orang untuk menjadi tim utama. Kemudian tahun 2014, dia menemukan empat orang lainnya yang memiliki visi sama walaupun berlatar belakang berbeda. Berlima, akhirnya mereka berhasil membentuk IYD yang diresmikan pada November 2015 lalu.</p><p>Meski belum genap setahun, keberhasilan IYD tampak pada <em>open recruitment&nbsp;</em>pertamanya. &ldquo;Kami mengambil 30 anak muda se-Indonesia. Alhamdulillah yang daftar ada 300 lebih saat itu,&rdquo; jelasnya. Tak hanya itu, IYD juga sudah tersebar di tujuh provinsi di Indonesia dan berencana untuk mengembangkan lagi pada 2017 menjadi 15 provinsi.</p><p>Organisasi yang berpusat di Yogyakarta itu, berkonsentrasi tentang tiga hal yang kurang disoroti di Indonesia yaitu nasionalisme, kreativitas, dan <em>development</em> program. &ldquo;Kami mendukung pemerintah dengan jalur informal, seperti mengadakan pelatihan atau <em>event</em> nasional,&rdquo; tambahnya. Sayangnya, dukungan yang didapat dari pemerintah lokal sangat minim.</p><p>&ldquo;Pemerintah ingin melihat perkembangan IYD selama dua tahun ke depan untuk bisa menerima anggaran khusus. Kami juga berkolaborasi dengan UNDP <em>(</em><em>United Nation Development Programme), Singapore International Foundation</em>, dan beberapa Universitas di ASEAN,&rdquo; terang pria yang sedang menyelesaikan studinya di Florida, Amerika tersebut.</p><p>Tidak hanya mewadahi anggota untuk belajar sesuai dengan minatnya, IYD juga mengajarkan kepemimpinan. Merangkul <em>local hero&nbsp;</em>agar terus semangat menciptakan perubahan. &ldquo;Konsepnya pemimpin menciptakan perubahan. Kalau kamu mau menciptakan perubahan jadilah pemimpin,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(bru/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira di Depan Mata, DPM KM Unmul Pastikan Tetap Polling Online </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-di-depan-mata-dpm-km-unmul-pastikan-tetap-polling-online/baca </link>
<guid> pemira-di-depan-mata-dpm-km-unmul-pastikan-tetap-polling-online </guid>
<pubDate> Wed, 14 Sep 2016 07:21:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pesta demokrasi tahunan memilih presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM)  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-di-depan-mata-dpm-km-unmul-pastikan-tetap-polling-online/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eRqV69raCw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira di Depan Mata, DPM KM Unmul Pastikan Tetap Polling Online</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Pesta demokrasi tahunan memilih presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul bakal kembali digelar. Bahkan, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Unmul sudah mulai melakukan beberapa tahapan. Seperti pendaftaran komisi penyelenggara pemilihan raya (KPPR) dan pengawas pemilihan raya (Pemira) 2016.</p><p>Ketua DPM KM Unmul Abdul Rahman mengatakan, secara umum sistem Pemira 2016 tidak mengalami perubahan signifikan. Sistem pemungutan suara masih menggunakan polling online seperti pemira tahun sebelumnya. Alasannya, sistem tersebut dianggap lebih efektif daripada pemungutan suara dengan konsep konvensional, yakni mencoblos kertas.</p><p>&ldquo;Semua persiapan Pemira 2016 sedang kami rampungkan. Pekan depan mulai tahapan publikasi,&rdquo; kata Abdul Rahman kepada Sketsa, (13/9).</p><p>Dia menyebut, publikasi Pemira 2016 sudah dilakukan sejak awal September. Melalui kegiatan percepatan adaptasi mahasiswa baru (PAMB) dan beberapa media online lainnya. &nbsp;</p><p>&ldquo;Kami berupaya sebisa mungkin agar publikasi Pemira 2016 bisa maksimal. Yang pasti semua sedang berprogres,&rdquo; tutur mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu. <strong><em>(im/e3)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Setuju Pemira Online, Minta Perbaikan dan Publikasi Lebih Gencar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/setuju-pemira-online-minta-perbaikan-dan-publikasi-lebih-gencar/baca </link>
<guid> setuju-pemira-online-minta-perbaikan-dan-publikasi-lebih-gencar </guid>
<pubDate> Thu, 15 Sep 2016 09:21:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Pemira Online sumber google. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/setuju-pemira-online-minta-perbaikan-dan-publikasi-lebih-gencar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2Tu7A42yw7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Setuju Pemira Online, Minta Perbaikan dan Publikasi Lebih Gencar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sistem pemilihan presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul dinilai memiliki banyak kelebihan. Meski begitu, sistem yang sudah diterapkan sejak 2014 itu diminta sejumlah kalangan untuk terus diperbaiki, khususnya dalam hal keamanan.</p><p dir="ltr">Presiden BEM KM Unmul M Teguh Satria mengatakan, pemira online lebih efektif menjangkau mahasiswa. Bahkan lebih efisien dari sisi anggaran. Jika dibandingkan dengan pemira konvensional, selain anggaran yang dibutuhkan cukup besar, efektivitas pun sangat kurang. Mahasiswa banyak yang tidak berpartisipasi dalam pesta demokrasi tahunan tersebut. Alasannya beragam, namun mayoritas karena terhalang perbedaan waktu pencoblosan dan padatnya jadwal kuliah.</p><p dir="ltr">&ldquo;Kuantitas pemilih minim kalau konvensional. Sistem online yang berpartisipasi lebih banyak,&rdquo; ucap Teguh.</p><p dir="ltr">Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu mengatakan, sejumlah masalah yang kerap dikeluhkan sudah diantisipasi oleh DPM KM Unmul. Misalnya, keterbatasan <em>smartphone&nbsp;</em>untuk mengakses internet, Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) sudah menyediakan posko pemilihan di tiap fakultas.</p><p dir="ltr">&ldquo;Saya optimistis pemira online ini adalah jawaban atas tantangan pesta demokrasi di era modern saat ini. Tentu perlu juga dilakukan pencerdasan agar mahasiswa menggunakan hak pilihnya secara maksimal. Bebas dari intervensi pihak-pihak yang menganggu pesta demokrasi di Unmul,&rdquo; katanya.</p><p dir="ltr">Hal senada juga disampaikan Ketua BEM FKIP, Fadly Idris. Fadly menyebut, pemira online sangat efektif dan efesien. Dengan sistem yang begitu mudah, hanya berbekal <em>smartphone</em> dan jaringan internet, mahasiswa yang memiliki hak suara bisa memilih di mana dan kapan saja sesuai waktu yang sudah ditentukan. Apalagi, sistem online dapat membantu mahasiswa yang tidak bisa ke tempat pemungutan suara (TPS) saat waktu pencoblosan berlangsung.</p><p dir="ltr">&ldquo;Cuma saat ini masih kurang sosialisasi, seharusnya lebih gencar agar semua mahasiswa di Unmul tahu. Kalau pemira banyak yang berpartisipasi maka pemimpin yang terpilih juga bakal lebih berkualitas. Mampu menjadi sosok penggerak pergerakan mahasiswa di Unmul melalui BEM,&rdquo; ucap dia. <strong><em>(im/e2</em>)</strong></p><p dir="ltr">&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Unmul Juara Golput, Panitia Kurang Sosialisasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-unmul-juara-golput-panitia-kurang-sosialisasi/baca </link>
<guid> mahasiswa-unmul-juara-golput-panitia-kurang-sosialisasi </guid>
<pubDate> Fri, 16 Sep 2016 10:17:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Partisipasi mahasiswa di pemilihan raya (pemira) presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul tercatat meningkat setiap tahun.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-unmul-juara-golput-panitia-kurang-sosialisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z8qxcKoG2C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Unmul Juara Golput, Panitia Kurang Sosialisasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Partisipasi mahasiswa di pemilihan raya (Pemira) Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul tercatat meningkat setiap tahun. Berdasarkan data yang dihimpun dari DPM KM Unmul tercatat pada 2013 sebelum sistem online diterapkan, partisipasi hanya menyentuh 2.014 suara. Namun, setelah sistem online mulai diterapkan partisipasi meningkat drastis. Pada 2014 partisipasi mencapai 4.887 suara dan pada 2015 mencapai 5.222 suara.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, angka partisipasi tersebut jauh dari harapan. Totalnya masih timpang, jika dibanding dengan total potensi partisipasi mahasiswa Unmul yang mencapai lebih dari 30.000 suara. Artinya angka golongan putih (golput) alias mahasiswa yang tidak memberikan hak suaranya masih lebih besar daripada mahasiswa yang memberikan hak suara. Hal tersebut ditengarai karena minimnya sosialisasi pelaksanaan Pemira oleh panitia.</p><p style="text-align: justify;">Minimnya sosialisasi tersebut disampaikan, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Soni Suhendra. Mahasiswa angkatan 2014 itu mengatakan, selama ini sosialisasi dan kampanye Pemira masih sangat kurang. Walhasil, banyak mahasiswa di fakultasnya tidak tahu pelaksanaan Pemira dan urung berpartisipasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma datang sebentar saja, mahasiswa enggak paham. Jadi wajar mahasiswa malas berpartisipasi. Kalau pun ikut, pasti memilih hanya berdasarkan latar belakang kampus, bukan kualitas calon,&rdquo; kata Soni.</p><p style="text-align: justify;">Ardina Asmi Aulia, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) pun menyatakan hal serupa. Menurut dia, Pemira sangat minim sosialisasi. Bahkan banyak mahasiswa di FISIP yang tidak tahu urgensi memilih Presiden dan Wakil Presiden di BEM KM Unmul melalui Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak ikut Pemira. Saya enggak tahu itu Pemira dan kenapa harus pilih Presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul,&rdquo; sebut mahasiswa di program studi Ilmu Komunikasi angkatan 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, dia mengaku setuju dengan sistem Pemira online. Hanya, untuk panitia, dia berharap dapat lebih gencar dalam melakukan sosialisasi. Khususnya, tentang mekanisme memilih calon presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul di portal online. Sehingga, tingkat partisipasi mahasiswa Unmul dapat meningkat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apalagi setahu saya Pemira itu cuma populer di kalangan mahasiswa yang ikut organisasi. Jadi terkesan tidak merangkul mahasiswa secara keseluruhan,&rdquo; ucap dia.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, respon berbeda disampaikan Rahmadani Norsafitri, mahasiswa Fakultas Pertanian. Dia menyebut, sistem Pemira online masih kurang efektif. Lebih efektif sistem konvensional. &ldquo;Kalau online bisa saja para pemilih tidak memilih sesuai hati nuraninya,&rdquo; seloroh Rahmadani yang mengaku tidak berpartisipasi pada Pemira online sebelumnya. <strong><em>(aml/bru/snh/im</em></strong><strong><em>/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kawasan Sarana Pendidikan Dipenuhi Reklame Rokok, BEM FKM Bertindak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawasan-sarana-pendidikan-dipenuhi-reklame-rokok-bem-fkm-bertindak/baca </link>
<guid> kawasan-sarana-pendidikan-dipenuhi-reklame-rokok-bem-fkm-bertindak </guid>
<pubDate> Fri, 16 Sep 2016 19:55:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Papan Reklame Menjamur di Kawasan M. Yamin, foto oleh Achmad Syahrif. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawasan-sarana-pendidikan-dipenuhi-reklame-rokok-bem-fkm-bertindak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xHqqFPFXnE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kawasan Sarana Pendidikan Dipenuhi Reklame Rokok, BEM FKM Bertindak</h1>
			              </header>
			              <p>Disadari atau tidak, kini Kota Tepian dipenuhi papan reklame rokok, khususnya kawasan M. Yamin tengah jadi sorotan media lokal. Menjamurnya, papan reklame rokok membuat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) Unmul menyatakan sikapnya, Senin (12/9) lalu.</p><p>Saat ditemui (14/9), Randy Presiden BEM FKM, mengatakan Jalan M. Yamin merupakan kawasan sarana pendidikan dan olahraga sehingga hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Walikota (Perwali) No. 51 tahun 2012.</p><p>&ldquo;Pemasangan reklame tersebut ilegal karena tidak memiliki izin serta pihak terkait. Dalam hal ini BPPTSP (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu) kota Samarinda,&rdquo; ucap mahasiswa FKM angkatan 2012 itu.</p><p>Senada dengan Randy, Tria Marina Rachmadani, Menteri Advokasi dan Kajian Strategis BEM FKM menambahkan pasal yang menjadi acuan, yakni Perwali Samarinda No. 26 tahun 2012. Berisikan tentang Penataan Titik Reklame di Kota Samarinda. Tercantum dalam Bab IX Pasal 14 Ayat (2) dengan bunyi, &ldquo;Dilarang memasang reklame dengan materi iklan rokok dan minuman keras beralkohol di lokasi yang berdekatan dengan kawasan pendidikan, perkotaan, peribadatan, dan sarana kesehatan.&rdquo; Hal tersebut juga diungkapkan dalam press release BEM FKM.</p><p>Upaya lain yang dilakukan BEM FKM yakni melakukan audiensi dengan staf Gubernur. Mengimbau Gubernur Kalimantan Timur untuk mengeluarkan peraturan kepada instansi-instansi pendidikan dengan diberlakukannya KSTR (Kawasan Sehat Tanpa Rokok).</p><p>Dari beberapa sumber yang diterima BEM FKM (6/9) lalu, ada laporan mengenai tidak terealisasinya pembongkaran reklame oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Disebabkan cuaca buruk dan menghalangi pembongkaran papan reklame rokok yang dialiri listrik tersebut. Hingga kini, delapan hari berlalu belum ada tindak lanjut pembongkaran tersebut.</p><p>Upaya yang dilakukan BEM FKM ini merupakan langkah awal dalam mengawal permasalahan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, BEM FKM Unmul akan melakukan diskusi lanjutan dengan mahasiswa Unmul dan Universitas Widya Gama Mahakam. <strong><em>(myg/syr/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosialisasi Pemira Terganjal Fakultas yang Tidak Kooperatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosialisasi-pemira-terganjal-fakultas-yang-tidak-kooperatif/baca </link>
<guid> sosialisasi-pemira-terganjal-fakultas-yang-tidak-kooperatif </guid>
<pubDate> Sat, 17 Sep 2016 09:41:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Pemira Terganjal Fakultas Tak Kooperatif, sumber google </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosialisasi-pemira-terganjal-fakultas-yang-tidak-kooperatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NfUanQXzF4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sosialisasi Pemira Terganjal Fakultas yang Tidak Kooperatif</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menjelang tahapan pemilihan raya (Pemira) 2016, Ketua DPM KM Unmul Abdul Rahman menyatakan akan melakukan berbagai upaya demi meningkatkan partisipasi mahasiswa. Seperti, membuka lebih banyak posko pemungutan suara di fakultas, hingga membagikan sejumlah pernak-pernik pemira. Ada pula makanan ringan gratis dan <em>photo booth</em> untuk menarik minat mahasiswa.</p><p>&ldquo;Publikasi memang belum masif. Komunikasi dan koordinasi dengan DPM fakultas buruk. Akan kami perbaiki,&rdquo; ucap Rahman kepada <em>Sketsa, (16/9).</em></p><p>Dia mengungkapkan, publikasi pemira terkendala karena minimnya kehadiran perwakilan DPM fakultas dalam berbagai pertemuan resmi yang digelar DPM KM Unmul. Di antaranya, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Budaya.</p><p>Bahkan, pada 2015, DPM Fakultas Teknik mengeluarkan surat resmi menolak Pemira Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul. Bahkan, sikap itu berlangsung hingga kini. Pelbagai kegiatan yang dilakukan oleh DPM dan BEM KM Unmul sama sekali tidak mereka ikuti.</p><p>&ldquo;Kami sudah bersurat, bahkan langsung mendatangi sekretariat mereka, tapi tidak ada respon sama sekali,&rdquo; lanjut dia.</p><p>Pun demikian, ia menyatakan, proses Pemira 2016 tetap berlangsung sesuai jadwal. Bahkan hingga pendaftaran Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) dan Panitia Pengawas (Panwas) ditutup, DPM KM Unmul sudah mengantongi 60 nama yang mendaftar.</p><p>&ldquo;Sudah ditutup sejak 15 September, tapi kami perpanjang sampai 18 September karena jumlah Panwas masih kurang 18 orang lagi,&rdquo; terangnya.</p><p>Selain itu, mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu menyatakan, saat ini dirinya tengah memutar otak untuk menyiasati minimnya dana yang diberikan Rektorat Unmul untuk penyelenggaraan Pemira 2016. Jika pada 2015 anggaran yang dialokasikan mencapai RP 50 juta, maka tahun ini alokasinya hanya mencapai Rp 30 juta. Walhasil, sosialisasi dan kampanye terancam tidak segencar pemira sebelumnya.</p><p>&ldquo;Anggaran banyak dipangkas khususnya untuk biaya cetak spanduk dan pengadaan perlengkapan pemira,&rdquo; pungkasnya.</p><p>Seperti diketahui, tahapan Pemira 2016 dimulai pada 24 September hingga 28 Oktober. Khusus pendaftartan bakal calon presiden dan wakil presiden berlangsung selama sepekan, yakni mulai 24-30 September. Adapun pemungutan suara dilakukan pada 25 Oktober melalui situs <em><a href="http://pemira.unmul.ac.id">pemira.unmul.ac.id</a>.&nbsp;</em><strong><em>(aml/im/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruang Kosong </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ruang-kosong/baca </link>
<guid> ruang-kosong </guid>
<pubDate> Sun, 18 Sep 2016 07:31:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Ruang Kosong, sumber google </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ruang-kosong/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d4XQHADWui.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ruang Kosong</h1>
			              </header>
			              <p><span style="font-size: 10px;"><span style="font-family: Montserrat,sans-serif;">untuk Mahasiswa KKN Unmul 2016</span></span></p><p>Ada ruang yang penuh, kau kosongkan untuk kutempati</p><p>Bersandar melepas semua emosi<br><br>Makin lama, ruang pun tak berdinding, sangat luas, bebas tak ada ujung yang terbatas</p><p>Saling memaki dan mencaci, menertawai kemudian melengkapi, hingga saling berdiam dalam asa dan rasa, Tetap saja kita terima <br><br>Kita semua punya bagian masing-masing,&nbsp;</p><p>Kita punya cara untuk membenci yang ada, menyayangi yang ada dan yang bersudah<br><br>Menjadi penakut adalah bagianku,</p><p>Ada ketakutan dalam jalan setapak kita</p><p>Takut akan tapak kaki yang hilang, hingga tiada bekas yang membekas,</p><p>Takut juga jalan itu tidak lagi kita tapaki. <br><br>Jangan tutup ruang itu walau sekarang berdinding, biarkan ia tetap kosong.<br><br><em><strong><span style="font-size: 11px;"><span style="font-family: Montserrat,sans-serif;">Ditulis oleh Ardi Wijaya, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Indonesia 2013&nbsp;</span></span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mencurigakan, Pildek Fahutan Sisakan Tanda Tanya Buat LEM SYLVA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mencurigakan-pildek-fahutan-sisakan-tanda-tanya-buat-lem-sylva/baca </link>
<guid> mencurigakan-pildek-fahutan-sisakan-tanda-tanya-buat-lem-sylva </guid>
<pubDate> Sun, 18 Sep 2016 09:46:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pildek sisakan tanda tanya, sumber ilustrasi: anneahira.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mencurigakan-pildek-fahutan-sisakan-tanda-tanya-buat-lem-sylva/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DgY66Z4ovG.png" />
					</figure>
			                <h1>Mencurigakan, Pildek Fahutan Sisakan Tanda Tanya Buat LEM SYLVA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pemilihan dekan (Pildek) Fahutan kemarin (15/09), ternyata menyisakan tanya di benak Aldy Bismo Prayogo, Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Sylva Fahutan Unmul. Dia merasa ada hal mengganjal, baik dari segi waktu pelaksanaan, berlangsungnya pemaparan visi dan misi hingga rapat senat.</p><p style="text-align: justify;">Pildek yang memenangkan Rudianto Amirta secara aklamasi itu memang terbilang mengherankan. Diketahui, tiga kandidat lain mendadak mengundurkan diri dan absen saat hari penyampaian visi misi dan penetapan dekan. Mereka ialah Bernaulus Saragih, Syahrir, dan Marjenah. Ketiganya dikatakan Aldy, merupakan figur yang memang diprediksi bakal maju dalam Pildek.</p><p style="text-align: justify;">Absennya tiga kandidiat, diketahui Aldy berdasar laporan dari moderator acara. Bermaksud memperjelas berita yang beredar di laman website Unmul, Aldy gamblang mengurai hal-hal mencurigakan itu kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Moderator membacakan alasan absennya mereka. Pak Syahrir berhalangan hadir, dengan alasan ada urusan pribadi. Sementara Bu Marjenah dan Pak Bernaulus membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari calon dekan Fahutan. Di website itu tidak disebutkan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Aldy menambahkan, mundurnya Bernaulus disebabkan kecewa terhadap transparansi panitia Pildek. Bersama pihaknya, Aldy mengaku hingga kini tidak mengetahui transparansi dalam hal apa yang dimaksud Bernaulus.</p><p style="text-align: justify;">Keganjilan lain yang dirasakan Aldy, ialah absennya sejumlah senator dalam rapat senat. Termasuk di antaranya dekan lama yang merupakan Ketua Senat Fahutan. Aldy menyebut, rapat itu hanya dihadiri 16 orang dari jumlah yang semestinya 22 orang. Rapat itu pun tak dihadiri Marjenah, selaku guru besar Fahutan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Aldy mempertanyakan Pildek yang terlambat satu bulan lamanya dari waktu yang telah ditentukan. Aldy berspekulasi dekan lama lebih fokus pada agenda pribadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnya jabatan dekan sebelumnya itu berakhir tanggal 15 Agustus 2016, tapi sampai akhir bulan Agustus belum juga diadakan Pildek. Padahal posisi beliau sebagai dekan adalah ketua senat, entah kenapa tidak langsung diadakan. Mungkin ada agenda pribadi. Akhirnya, Pildek baru digelar kemarin,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak tinggal diam, dalam waktu dekat, Aldy dan LEM SYLVA bakal &nbsp;melakukan mediasi dengan panitia dan para calon dekan serta dekan terpilih untuk meminta klarifikasi atas sejumlah hal-hal ganjil yang mereka rasakan dalam pesta demokrasi kampus hijau tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Adanya Pildek, membuat Aldy bersama mahasiswa Fahutan penuh dengan harapan-harapan. Apalagi, kata Aldy, dekan yang lama cukup memberikan mimpi buruk kala dirundung kasus tak sedap penyalahgunaan dana penilitian beberapa waktu silam. <strong><em>(aml/e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gerak dan Harapan LEM SYLVA Fahutan Unmul untuk Dekan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gerak-dan-harapan-lem-sylva-fahutan-unmul-untuk-dekan-baru/baca </link>
<guid> gerak-dan-harapan-lem-sylva-fahutan-unmul-untuk-dekan-baru </guid>
<pubDate> Sun, 18 Sep 2016 09:56:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi untuk Pildek, sumber ilustrasi: dakwatuna.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gerak-dan-harapan-lem-sylva-fahutan-unmul-untuk-dekan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VQML9bO3Xh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gerak dan Harapan LEM SYLVA Fahutan Unmul untuk Dekan Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebelum pemilihan dekan (Pildek) dilangsungkan Rabu (15/09) lalu, LEM SYLVA mengawal Pildek dengan menggelar survei. Yakni, mengenai tingkat kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas dan harapan untuk dekan terpilih. Hasil survei, dikatakan Aldy Bismo Prayogo, Ketua LEM SYLVA, akan disampaikan saat acara ramah tamah dengan dekan terpilih usai pelantikan nantinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami membuat kuesioner tentang kepuasan mahasiswa aktif Fahutan tentang fasilitas, kegiatan belajar mengajar, akademik, keamanan, dan kebersihan. Itu upaya kami mengawal Pildek. Kami melihat euforianya. Kami berharap lahirnya dekan baru, bakal memunculkan harapan baru,&rdquo; tutur Aldy.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Aldy mengaku belum mengetahui perihal waktu pelantikan dekan. Bersama LEM SYLVA, Aldy menaruh harapan besar kepada Rudianto Amirta, dekan terpilih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami belum tahu kapan pelantikannya. Tapi, dari info yang kami dapat dekan harus sudah dilantik sebelum tanggal 27 September nanti. Pak Rudi harus mampu mengambil kebijakan yang baik untuk semua pihak, mengikuti aturan, dan menepati janjinya. Semoga beliau terpilih berdasarkan kompetensi dan bebas politisasi,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(aml/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fahutan Alami Kemunduran, Dekan Baru Jadi Jawaban? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fahutan-alami-kemunduran-dekan-baru-jadi-jawaban/baca </link>
<guid> fahutan-alami-kemunduran-dekan-baru-jadi-jawaban </guid>
<pubDate> Sun, 18 Sep 2016 10:15:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto Rudianto Amirta, Dekan Terpilih Fahutan. Sumber foto: www.unmul.ac.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fahutan-alami-kemunduran-dekan-baru-jadi-jawaban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I0MHGjxcVY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fahutan Alami Kemunduran, Dekan Baru Jadi Jawaban?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Rudianto Amirta, dekan terpilih pada Pildek Fahutan (15/09) lalu, memberikan asa baru bagi mahasiswa Fahutan. Di mata Ketua LEM SYLVA Fahutan Unmul, Aldy Bismo Prayogo, Rudi merupakan sosok akademisi muda. Aldy berharap, usia muda itu mampu memberikan sumbangsih pemikiran segar demi kemajuan Fahutan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Aldy menyebut kompetensi keilmuan yang dimiliki Rudi, memang sangat dibutuhkan Fahutan kini. Pakar sekaligus Kepala Laboraturium Bioteknologi Hutan itu dirasa Aldy sebagai jawaban persoalan kemunduran Fahutan sejak beberapa tahun silam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami yakin Pak Rudi berkompetensi. Fahutan masih terbawa kejayaan masa lalu ketika sektor ekonomi dikuasai oleh komoditas kayu bulat. Sekarang tidak lagi bisa seperti itu. Terpilihnya beliau dengan latar belakangnya orang Bioteknologi Hutan, yang orientasinya tentang cara mengubah kayu menjadi teknologi listrik, tentu mampu menjawab pertanyaan perihal lapangan kerja mahasiswa Fahutan saat ini,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Rudianto yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Internasional, diharapkan Aldy bisa kembali membawa nama besar Fahutan di kancah internasional. Aldy pun berkisah, pada tahun 80-an, saat ekonomi masih berpusat di sektor kayu mentah, Fahutan pernah menjadi kiblat belajar Ilmu Kehutanan se-Asia Tenggara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap Pak Rudi mampu mengembalikan kejayaan Fahutan di mata dunia melalui kerja sama dan berbagai cara. Kita dulu pernah jaya, tapi sekarang kita lebih banyak belajar dari negara tetangga,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Malu-malu Maju Pemira, Masih Didominasi Kader Organisasi yang Sama? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/malu-malu-maju-pemira-masih-didominasi-kader-organisasi-yang-sama/baca </link>
<guid> malu-malu-maju-pemira-masih-didominasi-kader-organisasi-yang-sama </guid>
<pubDate> Mon, 19 Sep 2016 08:04:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: jalankosong.blogspot.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/malu-malu-maju-pemira-masih-didominasi-kader-organisasi-yang-sama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aoVUAaMGnH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Malu-malu Maju Pemira, Masih Didominasi Kader Organisasi yang Sama?</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Malu-malu tapi mau. Kalimat itu cocok untuk menggambarkan sikap sejumlah kandidat bakal calon presiden BEM KM Unmul yang diisukan bakal maju dalam pemilihan raya (Pemira) 2016. Punya pengalaman organisasi dan cukup dikenal di internal kampus, mereka dipastikan punya modal besar untuk bertarung dalam pesta demokrasi mahasiswa yang bakal bergulir mulai akhir bulan ini.</p><p align="justify">Salah satu kandidat kuat yang cukup dijagokan, yakni Ketua BEM FKIP 2016 Fadly Idris. Fadly dikenal punya latar belakang organisasi yang kuat jika dibandingkan dengan calon lain. Dari sisi kepemimpinan Fadly cukup teruji. Dia berhasil memimpin fakultas dengan jumlah mahasiswa mencapai ribuan orang. Kepemimpinannya itu cukup menjadi modal untuk maju sebagai bakal calon presiden BEM KM Unmul.</p><p align="justify">Meski begitu, Fadly yang dikonfirmasi media ini, mengaku tidak berniat mencalonkan diri. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Penjaskesrek angkatan 2012 itu menyatakan, memilih untuk lulus kuliah daripada menjabat sebagai presiden BEM KM Unmul. &ldquo;Saya ini mahasiswa tingkat akhir. Sudah harus keluar kampus,&rdquo; jawab Fadly. &nbsp;</p><p align="justify">Fadly sendiri diketahui sebelumnya pernah punya pengalaman menjabat sebagai ketua HIMAPOR FKIP, dan kepala departemen di KAMMI Komisariat Unmul.</p><p align="justify">Kandidat kuat selanjutnya adalah Jamaluddin alias Jamal. Ketua BEM FTIK 2016 ini punya kemampuan yang tak jauh beda dengan Fadly. Jamal dikenal sebagai ketua lembaga yang punya kemampuan kepemimpinan yang sudah teruji. Bahkan di internal FTIK, Jamal disebut-sebut sebagai sosok ketua BEM yang berhasil membawa organisasinya jadi lebih solid. Sehingga banyak menyelesaikan permasalahan. Mulai UKT mahal, hingga pemenuhan fasilitas dasar belajar mengajar mahasiswa di FTIK. &nbsp;</p><p align="justify">&ldquo;Saya belum ada pikiran untuk maju. Masih fokus garap isu di internal FTIK,&rdquo; kata Jamal sambil tertawa ketika ditanya awak Sketsa tentang sosoknya yang dijagokan sebagai kandidat kuat dalam bursa Pemira mendatang.</p><p align="justify">Selain dua nama di atas, ada lagi nama lain yang cukup populer, khususnya di kalangan mahasiswa baru Unmul. Yakni Koordinator lapangan PAMB 2016 Kristi Yohanes Darmo. Meski masih tampak malu-malu, Darmo mengaku siap maju jika mendapat dukungan dan dicalonkan oleh mahasiswa Unmul. &ldquo;Jabatan tidak perlu dikejar. Mengalir saja,&rdquo; tutur mahasiswa FISIP itu.</p><p align="justify">Di FISIP, selain Darmo, ada kandidat lain yang diisukan juga bakal diusung oleh lembaga di internal FISIP. Yakni Dharmawansyah, mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2013.</p><p align="justify">&ldquo;Kalau banyak mendukung iya (maju, <em>Red</em>.). Tapi, berdasarkan analisaku kekuatan kami (FISIP) masih kecil. Untuk naik dan menang kemungkinan susah. Kalau dipaksakan hanya akan buang-buang waktu dan pikiran saja,&rdquo; ujar pria yang dikenal aktif di organisasi eksternal Jaringan Kerja Mahasiswa Kerakyatan (JKMK) itu.</p><p align="justify">Kandidat yang cukup dikenal di Unmul lainnya adalah Frijei Rakasiwi. Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul 2016 yang akrab disapa Pije ini dikenal berhasil selama menjabat sebagai menteri di era kepemimpinan Teguh dan Dimas. Dia selalu tampil dalam sejumlah aksi dan agenda pergerakan lain yang dilakukan BEM KM Unmul 2016.</p><p align="justify">Meski begitu, ia pun masih tampak malu-malu untuk menyatakan keinginannya maju dalam Pemira mendatang. &ldquo;Belum ada niat. Masih fokus selesaikan isu advokasi dulu,&rdquo; &nbsp;kata Pije.</p><p align="justify">Bara pertarungan perebutan kursi presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul dalam Pemira tahun ini bakal memanas. Meski begitu, banyak kalangan yang menilai kandidat yang bertarung masih tetap sama. Yakni dari kalangan aktivis KAMMI dan lembaga dakwah kampus (LDK). <strong><em>(aml/im)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belum Genap Sebulan Kuliah, Maba FISIP Unmul Gelar Bakti Sosial sebagai Wujud Praktik Keilmuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/belum-genap-sebulan-kuliah-maba-fisip-unmul-gelar-bakti-sosial-sebagai-wujud-praktik-keilmuan/baca </link>
<guid> belum-genap-sebulan-kuliah-maba-fisip-unmul-gelar-bakti-sosial-sebagai-wujud-praktik-keilmuan </guid>
<pubDate> Mon, 19 Sep 2016 08:23:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Dokumentasi panitia baksos </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/belum-genap-sebulan-kuliah-maba-fisip-unmul-gelar-bakti-sosial-sebagai-wujud-praktik-keilmuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TB5KpBcoH9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Belum Genap Sebulan Kuliah, Maba FISIP Unmul Gelar Bakti Sosial sebagai Wujud Praktik Keilmuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari ini, (18/09) ratusan mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (Unmul) bersama segenap lembaga mahasiswa di lingkungan FISIP menggelar bakti sosial di Pondok Pesantren dan Panti Asuhan An-Nur Al Ikhlas Loa Janan, Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Acara itu, dikatakan Achmad Dhani Nugraha, selaku Ketua Panitia Baksos, dimaksudkan untuk melatih dan menumbuhkan jiwa sosial mahasiswa baru agar peka terhadap sesama, terlebih kepada yang membutuhkan. Bakti sosial ini disebutnya sebagai awal mula maba belajar mengaplikasikan keilmuannya yang memang berorientasi kehidupan sosial.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 Wita sore itu berisikan pendiskusian tentang materi nasionalisme dan lomba-lomba khas hari Kemerdekaan. Walhasil, pondok pesantren sekaligus panti asuhan itu sukses panitia sulap dengan dekorasi meriah dan penuh warna, seperti balon dan bendera-bendera kecil warna-warni. Tak lupa, panitia juga memberikan sejumlah bantuan dan bingkisan.</p><p style="text-align: justify;">Perihal tempat bakti sosial, diungkapkan Dhani, pihaknya cukup selektif memilih. Baginya, panti asuhan yang ada di kota Samarinda sudah cukup sering mendapatkan bantuan. Pun kondisinya sudah cukup layak dibandingkan panti lain yang belum terjamah. Sebab itu, panitia tak ragu menempuh jarak jauh demi melakukan bakti sosial tersebut agar tepat sasaran.</p><p style="text-align: justify;">Meski langit gelap dan hujan deras sempat menyelimuti Samarinda saat pagi harinya, ternyata tak sedikit pun mengurungkan niat dan semangat panitia untuk menuju panti asuhan menggelar bakti sosial. Tak ada kendala berarti yang didapat selama persiapan dan pelaksanaan baksos, hanya menyoal koordinasi. Sebab, masih minimnya pengalaman panitia yang memang masih maba.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Darmawansyah, selaku Ketua Komisi Internal Dewan Perwakilan Mahasiswa Fisip (DPM), menyebut, acara semacam ini memang rutin digelar pasca gelaran KPMF, sebagai wujud aplikasi praktik keilmuan mahasiswa FISIP yang kajiannya adalah sosial. Dia berharap, ke depannya akan lebih banyak mahasiswa yang terlibat baik baru maupun lama. Agenda ini pun diharapkan agar maba memiliki kepekaan sosial dan terangsang untuk aktif berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">Erwin Taufiqi, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Al-Ikhlas, menyambut baik acara yang digelar maba Fisip di pesantren dan panti asuhannya. Dia berharap, acara semacam ini tetap terus terlaksana setiap tahunnya. Baginya, acara ini tak hanya menyampaikan pesan pendidikan, tapi juga hiburan untuk anak-anak panti asuhan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya apresiasi para mahasiswa Fisip yang menggelar acara di sini. Acaranya sangat edukatif, menarik, dan bermanfaat. Kini jarang kita temukan mahasiswa yang punya kepedulian seperti mereka. Saya sangat mendukung,&rdquo; ujarnya.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kang Abik dan Napasnya untuk Berkarya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/kang-abik-dan-napasnya-untuk-berkarya/baca </link>
<guid> kang-abik-dan-napasnya-untuk-berkarya </guid>
<pubDate> Mon, 19 Sep 2016 22:15:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: www.republika.co.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/kang-abik-dan-napasnya-untuk-berkarya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fzJJgbqzW9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kang Abik dan Napasnya untuk Berkarya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-</strong> Apakah Anda penggemar kisah cinta segitiga antara Fahri, Aisha dan Maria dalam novel dan film fenomenal Ayat-Ayat Cinta? Atau pengagum tokoh Khoirul Azzam dan Anna Althafunnisa dalam dwilogi Ketika Cinta Bertasbih? Jika ya, Anda tentu mengenal pencipta tokoh-tokoh tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ya, dialah Habiburrahman El Shirazy atau yang akrab disapa Kang Abik. Pria kelahiran Semarang, 30 September 1976 ini memang penulis bertangan emas. Karya-karyanya tidak hanya laris manis di Indonesia, tetapi juga mancanegara seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Pria 40 tahun itu bahkan dinobatkan sebagai novelis nomor wahid dalam INSANI Undip Award tahun 2008.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain dikenal sebagai penulis dan sastrawan, Kang Abik juga dikenal sebagai penyair, da&rsquo;i, sutradara, dan aktif sebagai tenaga pengajar di Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Islam Abu Bakar Ash Shiddiq UMS Surakarta.</p><p style="text-align: justify;">Tapi dibalik kesuksesannya, siapakah tokoh yang menginspirasi dari seorang Habiburrahman El Shirazy?</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pasca mengisi workshop menulis bersama mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul di &nbsp;Hotel Swiss Bell pada (8/9) lalu, Kang Abik menyebut beberapa tokoh dari kalangan penulis dan sastrawan dunia yang menginspirasi dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Di antaranya adalah sastrawan dan budayawan asal Yogyakarta Kuntowijoyo, penyair fenomenal Indonesia Chairil Anwar, sastrawan Mesir Najib Kailani dan Taufiq El Hakim, serta penulis sekaligus ulama besar Yusuf Qardhawi. Sedangkan dari kalangan penulis barat, Kang Abik mengaku pengagum karya-karya Ernest Hemingway.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Sketsa, Kang Abik mengaku hobi menulisnya dimulai sejak ia duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP). Namun, ia baru serius menulis ketika mahasiswa dan menjadi penerjemah buku-buku bahasa Arab. &ldquo;Saat kecil dulu cita-cita selalu berubah, ya mau jadi pilot mau jadi dokter. Ketika mahasiswa baru serius mau jadi penulis,&rdquo; &nbsp;akunya.</p><p style="text-align: justify;">Bukti keseriusan Kang Abik di dunia kepenulisan adalah dengan mendirikan Forum Lingkar Pena (FLP) dan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) di Mesir. Selain serius menulis, Kang Abik juga kental dengan dunia organisasi semasa mahasiswa. Alumnus Jurusan Hadist Fakultas Ushuludin Universitas Al Azhar Mesir itu, tercatat pernah aktif di berbagai organisasi. Di antaranya Majelis Intensif Yurisprudens dan Kajian Pengetahuan Islam (MISYKATI) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Kairo.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya tentang hambatannya dalam menulis, Kang Abik mengaku untuk &nbsp;saat ini adalah waktu. Ia harus bersiasat dengan waktu ditengah kesibukannya saat ini. &ldquo;Tapi saya punya target minimal tiap tahun harus ada satu karya keluar,&rdquo; ucapnya bersemangat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saat ini ia tengah disibukkan dengan proses pembuatan film untuk novel terbarunya Ayat-Ayat Cinta 2. Kang Abik menegaskan ia akan mengikuti seluruh persiapan pembuatan film demi menjaga agar film tersebut dekat dengan novelnya. Mengira-ngira waktu tayang film tersebut, Kang Abik menjawab, &ldquo;Semoga 2017.&rdquo; Mari kita tunggu saja, ya, akan seperti apa karya beliau selanjutnya. <strong><em>(krv/e2)</em></strong> &nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Pendaftar, Pemira FISIP Pilih Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-pendaftar-pemira-fisip-pilih-aklamasi/baca </link>
<guid> minim-pendaftar-pemira-fisip-pilih-aklamasi </guid>
<pubDate> Mon, 19 Sep 2016 22:21:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Redi Irawan, Ketua DPM FISIP Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-pendaftar-pemira-fisip-pilih-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uivOIAI1TH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Pendaftar, Pemira FISIP Pilih Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-&nbsp;</strong>Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP Unmul sedang menggelar pemilihan raya (Pemira) calon ketua dan wakil ketua BEM, sekaligus ketua DPM yang baru. Proses Pemira tersebut sudah berlangsung sejak Agustus dan kini telah melewati tahap verifikasi pada (13/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dari hasil verifikasi tersebut, menurut keterangan Ketua DPM FISIP Unmul, Redi Irawan, hanya ada satu pasangan calon (paslon) untuk ketua dan wakil ketua BEM. Tak lebih baik, pemilihan ketua DPM juga hanya memiliki satu calon tunggal. &ldquo;Untuk BEM, bakal calon ketua dari Hubungan Internasional, Nur Haryani dan calon wakilnya dari HMJ Sosiologi, Rahman Dwi Saputra. Kalo calon ketua DPM-nya dari Ilmu Komunikasi, Stenly,&rdquo; ungkap Redi pada <em>Sketsa</em> (17/9).</p><p style="text-align: justify;">Lanjut Redi, pada 19-27 September mendatang, agenda Pemira akan dilanjutkan dengan pengumuman paslon, masa kampanye, dan sosialisasi. Karena hanya ada satu paslon untuk BEM dan calon tunggal ketua DPM, penetapan hasil Pemira akan ditetapkan secara aklamasi pada sidang umum 30 September mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Diungkapkan Redi, banyak pertimbangan mengapa penetapan Pemira akan ditetapkan secara aklamasi. Selain karena hanya memiliki satu paslon, banyaknya masalah internal organisasi di FISIP, dan menurunnya jumlah pemilih setiap tahun, membuat pihaknya urung melakukan Pemira secara umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sudah melakukan proses itu (pemilihan umum) sebelumnya, tapi banyak kendala internal dan yang mendaftar semakin sedikit,&rdquo; jelas Redi. Padahal, tidak sulit untuk memenuhi persyaratan sebagai kandidat dalam Pemira. &ldquo;Salah satunya pernah mengikuti pengkaderan organisasi atau lembaga yang ada di FISIP,&rdquo; tambah alumni Administrasi Negara angkatan 2011 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Redi tak serta merta menyalahkan mahasiswa akibat minimnya calon yang mendaftar pada Pemira tahun ini. &ldquo;Kita tidak bisa menyalahkan kurangnya minat mereka. Yang kita coba adalah bagaimana kita tumbuhkan minat dan kesadaran, baik dari himpunan dan mahasiswa baru tentang organisasi,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Polemik lain dalam Pemira adalah legalitas DPM dalam melaksanakan Pemira di FISIP. Karena berdasarkan aturan, masa kerja DPM sudah selesai sejak habisnya Surat Keputusan (SK) pada Agustus lalu. Selain itu, status ketua DPM yang sudah bukan lagi mahasiswa juga dipertanyakan.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi hal tersebut, Redi menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak fakultas untuk tetap melaksanakan Pemira meski SK sudah habis. Sebagai bentuk tanggung jawab moril demi berjalannya keorganisasian mahasiswa di kampus sosial dan politik ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita melihat kondisi di FISIP ini <em>urgent</em> untuk masalah kepemimpinan. SK sudah habis di Agustus, pihak fakultas menawarkan untuk diperpanjang. Tapi kami rasa tidak perlu, biar pengurus selanjutnya yang mengurus,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari segala polemik Pemira, Redi berharap Ketua BEM dan DPM terpilih nantinya mampu memaksimalkan peran dan berkoordinasi dengan seluruh lembaga baik di lingkungan internal dan eksternal FISIP secara lebih aktif. &ldquo;Harus membangun silaturahmi yang baik. Mampu menjalin komunikasi keluar,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 11 Syarat untuk Mereka yang Ingin Meramaikan Persaingan Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/11-syarat-untuk-mereka-yang-ingin-meramaikan-persaingan-pemira/baca </link>
<guid> 11-syarat-untuk-mereka-yang-ingin-meramaikan-persaingan-pemira </guid>
<pubDate> Tue, 20 Sep 2016 07:52:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: www.portalislami.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/11-syarat-untuk-mereka-yang-ingin-meramaikan-persaingan-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UKsNt6r0gW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>11 Syarat untuk Mereka yang Ingin Meramaikan Persaingan Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dalam waktu dekat, pesta demokrasi Unmul akan digelar. Dalam TAP No. 3 DPM KM Unmul menyebutkan beberapa syarat pencalonan. Terdapat 11 butir isi syarat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi melalui Wakil Ketua I DPM KM Unmul, Nur Ahlina Hanifa menyebutkan 11 syarat pencalonan. Pertama, anggota calon adalah keluarga mahasiswa Unmul yang sekurang-kurangnya sudah menempuh studi semester 4. Poin kedua, mahasiswa tersebut telah mendapat dukungan dari mahasiswa Unmul. Itu dibuktikan dengan memiliki fotokopi KTM mahasiswa berjumlah 500 lembar.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian syarat ketiga, bakal calon telah mengaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diikuti poin keempat, mahasiswa itu tidak terganggu jiwa dan ingatannya. Lanjut di poin kelima lebih detail tertulis bahwa anggota calon tidak memiliki masalah mengenai hukum baik di dalam maupun di luar kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa tidak sedang terlibat kasus kriminal atau pidana dan tidak sedang bermasalah dalam kegiatan (organisasi) kemahasiswaan baik ditingkat program studi, jurusan, dan fakultas,&rdquo; terang perempuan yang akrab disapa Hani itu.</p><p style="text-align: justify;">Lebih jelas di poin keenam, dinyatakan bahwa mahasiswa yang menyalonkan diri tidak sedang menjadi pengurus DPM KM, BEM KM, UKM, lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas, jurusan, program studi, dan atau anggota partai politik. Namun, apabila hal itu yang terjadi maka pasangan calon diminta untuk mengundurkan diri (DPM KM, BEM KM) atau cuti (UKM, lembaga kemahasiswaan) dari kepengurusan organisasi yang bersangkutan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian yang ketujuh, bakal calon harus memiliki integritas moral yang berkualitas. Yang dipermantap dengan kematangan di poin delapan, yakni mahasiswa memiliki &nbsp;kapasistas kepemimpinan, pemikiran cerdas, dan berwawasan luas. &ldquo;Yang kesembilan mampu mengakomodasi seluruh komponen mahasiswa Unmul yang majemuk,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya butir kesepuluh, mahasiswa yang hendak menjadi calon mau bersedia untuk dipilih dan mematuhi segala ketentuan dalam Pemira BEM KM Unmul secara tertulis. Butir kesebelas sekaligus yang terakhir, mahasiswa itu minimal memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 2,75.</p><p style="text-align: justify;">Itulah 11 syarat yang diperlukan untuk menjadi presiden dan wakil presiden BEM KM selanjutnya. Senada dengan persyaratan tersebut, Hani memiliki kriterianya sendiri untuk panji pemimpin selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kriteria presiden BEM KM Unmul seharusnya memiliki sikap-sikap pemimpin, seperti mengamalkan Pancasila, amanah, visioner, peka terhadap permasalahan sosial, mengayomi anggota organisasinya maupun wilayah yang dipimpinnya,&quot; ucapnya sekaligus menutup perbincangan. <strong><em>(bru/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah ITLS Menelurkan Pemimpin Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/langkah-itls-menelurkan-pemimpin-baru/baca </link>
<guid> langkah-itls-menelurkan-pemimpin-baru </guid>
<pubDate> Tue, 20 Sep 2016 09:04:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Dokumentasi panitia ITLS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/langkah-itls-menelurkan-pemimpin-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GxhNT6NECS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Langkah ITLS Menelurkan Pemimpin Baru</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>IT Leadership School (ITLS) merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang dirancang oleh BEM FTIK. Bertujuan untuk melahirkan pemimpin baru di masa yang akan datang. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (17/9) diikuti sekitar 110 maba.</p><p align="justify">ILTS menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Muhammad Teguh Satria (Presiden BEM KM 2016), Ibrahim (Wakil Presiden BEM KM 2015), Ridwan Haris Maulana (Ketua BEM FTIK) dan Nella Oktaviana (Wakil Presiden BEM FKM 2015). Keempatnya sengaja didatangkan untuk memberikan materi, motivasi sekaligus <em>sharing</em> pengalaman menjadi seorang pemimpin kepada para peserta ITLS.</p><p align="justify">Tema yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu &ldquo;Key to Be a Leader&rdquo;. Tujuannya untuk menciptakan generasi yang mampu memberikan solusi-solusi jitu untuk perbaikan Indonesia di masa mendatang.</p><p align="justify">Di sela-sela acara berlangsung Khefyn Ramadhan, selaku Ketua panitia menuturkan tujuan pelaksaan kegiatan ini ialah untuk memberikan bekal dan pengalaman belajar kepemimpinan kepada para peserta. &ldquo;Agar tidak menjadi mahasiswa yang apatis yang sekedar kuliah, pulang, kuliah, pulang, tetapi mampu menjadi mahasiswa aktif dan berprestasi dengan mengisi waktu kosong mereka dengan hal positif seperti belajar berorganisasi dan mengembangkan minat bakat mereka,&rdquo; ucapnya</p><p align="justify">Senada dengan itu, Jamal, ketua BEM FTIK mengaku dengan kegiatan ini dapat melahirkan pemimpin yang kelak dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dari generasi sekarang. &ldquo;Pemimpin terbaik bukanlah mereka yang memiliki ribuan pengikut, tapi pemimpin terbaik ialah mereka yang mampu melahirkan banyak pemimpin-pemimpin baru setelahnya,&rdquo; pungkas Jamal.</p><p align="justify">Selain materi-materi yang diberikan oleh narasumber, acara ini juga diisi dengan &ldquo;Focus Grup Discussion&rdquo;. Sebuah ajang untuk peserta berdiskusi terkait problematika dari penerapan aturan &ldquo;Student Day&rdquo; yang hanya sebagian fakultas saja menerapkannya di Unmul.</p><p align="justify">Dalam agenda tersebut tampak semua peserta antusias mengeluarkan pendapatnya terkait isu yang diangkat. Hingga di penghujung acara semua peserta berkomitmen akan memanfaatkan student day sebagai hari kegiatan kemahasiswaan dan siap menjalankan aturan ini di FKTI.</p><p align="justify">Sebab, menurut peserta ini merupakan kesempatan baik yang diberikan kepada mahasiswa untuk fokus belajar berorganisasi dan mengembangkan minat bakat. Hingga nanti mampu berprestasi secara akademik maupun non akademik. <strong><em>(e2)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tidak Setuju Sistem Online, DPM Hukum Tolak Pemira  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tidak-setuju-sistem-online-dpm-hukum-tolak-pemira/baca </link>
<guid> tidak-setuju-sistem-online-dpm-hukum-tolak-pemira </guid>
<pubDate> Wed, 21 Sep 2016 08:39:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: www.jurnalweb.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tidak-setuju-sistem-online-dpm-hukum-tolak-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Rd9oArpjD2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tidak Setuju Sistem Online, DPM Hukum Tolak Pemira </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pro kontra sistem Pemira online masih terjadi. Sejumlah fakultas menyatakan sikap menolak Pemira, jika tetap dilangsungkan dengan sistem tersebut. Sistem yang baru berjalan dua tahun terakhir itu, dinilai sejumlah kalangan rentan memicu hal-hal yang dapat menciderai demokrasi, dibanding sistem konvensional.</p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM Hukum, Fong Tek Wing, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, DPM Hukum tak pernah sepakat dengan sistem Pemira online. Mereka pun meragukan kapasitas DPM KM sebagai penyelenggara resmi Pemira. Sebab itu, dia mengaku kerap absen dalam setiap pertemuan yang diadakan DPM KM. Baginya, DPM KM hingga kini tampak enggan mengakomodir aspirasi pihaknya perihal sistem penyelenggaraan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami menolak tegas sistem Pemira online. Bagi kami, sistem tertutup seperti itu sarat kecurangan. Data bisa dimanipulasi. Kami pun melihat DPM KM tidak independen. Mereka itu selalu memihak golongan dan calon tertentu,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Keberpihakan DPM KM, dikatakan Fong dinilainya berdasarkan bukti yang jelas. Mahasiswa angkatan 2012 itu mengungkap pengalaman pahit saat Pemira beberapa waktu silam. Tahun 2011, kata dia, pihaknya mencium indikasi keberpihakan DPM KM pada salah satu calon. Pengalaman itu akhirnya membuat dia lebih setuju dengan sistem Pemira konvensional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami melihat gelagat DPM KM berpihak pada satu calon. Kecurigaan kami terbukti benar. Calon itu memenangkan Pemira. Sebab itu, kami mendorong dan menginginkan Pemira digelar dengan sistem konvensional saja,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Fong pun menyayangkan lemahnya ketegasan DPM KM yang juga bertindak sebagai pengawas Pemira. Dia menyebut, Pemira 2013 lalu sempat diwarnai hal-hal yang menciderai citra demokrasi. Namun, DPM KM hanya menutup mata. Sekali pun demikian, pihaknya tetap menghendaki sistem Pemira konvensional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemira konvensional 2013, DPM Hukum juga menentang. Tapi, yang kami tentang adalah mekanismenya. Sebab, banyak gerakan bawah tanah dan black campaign yang dilakukan waktu itu. Padahal, masa kampanye telah selesai. DPM KM diam saja,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, ketika hendak dikonfirmasi, Ketua DPM KM Abdul Rahman belum memberikan jawaban. (<strong><em>aml/im</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Remaja Dipergoki Bersetubuh di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-remaja-dipergoki-bersetubuh-di-unmul/baca </link>
<guid> dua-remaja-dipergoki-bersetubuh-di-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 21 Sep 2016 09:04:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: radarjogja.co.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-remaja-dipergoki-bersetubuh-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2E6OQEpcmt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Remaja Dipergoki Bersetubuh di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Entah pijar apa yang ada di kepala dua remaja ketika memutuskan bergulat tanpa sehelai benang di kawasan Unmul. Rindang hijau dengan lahan terbuka, dua remaja beserta berahi yang tak tahu tempat menambah kebobolan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pada Minggu (18/9) sekitar pukul 14.30 Wita, tertangkap dua pelaku asusila di Fakultas Kehutanan, Unmul. Dua wajah dengan usia masih di bawah umur. Pelaku laki-laki berinisial DR (15)itu merupakan siswa SMP kelas 3 diringkus bersama pasangannya, NH (16)yang kini tak bersekolah.</p><p style="text-align: justify;">Awal kali keduanya saling mengenal melalui media sosial Facebook. Tak ada status hubungan sepasang kekasih, tapi tak juga menahan hasrat mereka berguling. Mulyadi, saksi mata, memergoki keduanya setelah mencium gerak-gerik tidak wajar. Ada dua remaja tidak kembali setelah melewati bangunan kosong di seberang Laboratorium Industri Hasil Hutan Fahutan. Benar saja setelah dicek Mulyadi memergoki tindakan tak senonoh dan menemukan tiga bungkus alat kontrasepsi yang pelaku bawa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekitar setengah jam baru &nbsp;saya pergoki, langsung saya tangkap.Interogasi dan saya panggil orang tuanya,&rdquo; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pengakuannya, DR mengatakan ia khilaf hingga berani bertindak nekat. Padahal, kata Mulyadi, berdasar dari keterangan yang ia korek, DR adalah siswa berprestasi di sekolahnya. Ia atlet anggar dan biasa mengikuti kejuaraan antar sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Tindak kebablasan itu sampai juga di telinga Aldy Bismo Prayogo, ketua LEM SYLVA. &ldquo;Saya posisi ada di sekretariat IKA waktu itu. Kami didatangi oleh dua orang yang menangkap, &nbsp;baru kita cek kesana semua sekitar enam orang&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Aldy tak mau pihaknya terlibat lebih jauh. Setelah interogasi dan kedua pihak keluarga dipertemukan, kasus lantas diselesaikan secara kekeluargaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penangkapan kasus asusila tidak hanya terjadi sekali ini saja. Bukan hanya di Fahutan, tetapi juga terjadi di fakultas lain.Aldi meminta pihak keamanan harus lebih ketat dalam penjagaan. Menurutnya itu bertujuan sebagai upaya mawas diri. Karena belakangan kampus Unmul mulai rawan.&ldquo;Harusnya penjagaan lebih intensif meskipun hari libur harusnya&lsquo;kan ada <em>shift</em>,&rdquo; protesnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu dihubungi melalui sambungan telepon, Wartono, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Keamanan Unmul mengaku, pihaknya belum mengambil langkah terkait peningkatan keamanan akibat kasus tersebut. &ldquo;Kalau masalah penjagaan, ya, tergantung keamanan di lingkungan fakultas masing-masing,&rdquo; seloroh Wartono.<strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Menolak Kriminalisasi Saut dan Melawan Manipulasi Sejarah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-menolak-kriminalisasi-saut-dan-melawan-manipulasi-sejarah/baca </link>
<guid> aksi-menolak-kriminalisasi-saut-dan-melawan-manipulasi-sejarah </guid>
<pubDate> Wed, 21 Sep 2016 21:37:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi mahasiswa FIB menolak kriminalisasi Saut  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-menolak-kriminalisasi-saut-dan-melawan-manipulasi-sejarah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UDiWvHkL7a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Menolak Kriminalisasi Saut dan Melawan Manipulasi Sejarah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Di bawah langit Samarinda yang setengah murung, Selasa sore (20/9) diadakan orasi dan pembacaan puisi karya Saut Situmorang. Puluhan mahasiswa hadir meramaikan aksi solidaritas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang terjadi dengan sastrawan Saut sebenarnya menunjukkan keadaan hukum yang renta. Saut dituduh atas pencemaran nama baik oleh Fatin Hamama karena melancarkan kata &ldquo;bajingan&rdquo; di Facebook. Dengan itu, Saut dijerat menggunakan UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Adapun, Fatin sendiri tidak lain adalah tangan kanan dari Denny JA, aktor utama di balik bermasalahnya buku <em>33 &nbsp;Tokoh Sastra Berpengaruh di Indonesia.</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini tragedi bagi dunia sastra. Di mana sejarah juga di manipulasi. Kita terlibat dalam dunia sastra dan kita penghuninya. Ini adalah aksi solidaritas kami untuk Saut,&rdquo; kata Irwan Syamsir, anggota dari Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya.</p><p style="text-align: justify;">Selama ini Saut dikenal sebagai kritikus sastra yang vokal. Apa yang dilihatnya sebagai masalah ia tidak sudi tinggal diam. Dalam buku <em>33 Tokoh Sastra Berpengaruh di &nbsp;Indonesia,&nbsp;</em>nama Denny JA muncul secara tiba-tiba di antara banyak nama besar seperti Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, dan WS Rendra. Keganjalan ini membuat Saut berang dan menolak keberadaan buku tersebut. Belakangan pun diketahui, karya-karya Denny JA adalah hasil membayar karya penyair lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sini kita membela Saut dan berusaha mencari kebenaran bahwa karya sastra itu sangat berarti. Tidak sekali-kali boleh di manipulasi,&rdquo; ucap Irwan.</p><p style="text-align: justify;">Mengangkat judul &ldquo;Menolak Kriminalisasi Sastrawan Saut Situmorang dari Pembodohan Sejarah Sastra Indonesia&rdquo; aksi itu berjalan khidmat. Tak cukup puisi dan orasi saja, sejak pagi buku-buku sastra turut dijajakan kepada mahasiswa. <strong><i>(wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> AAC 2 Sebuah Kejatuhan Fahri yang Lain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/aac-2-sebuah-kejatuhan-fahri-yang-lain/baca </link>
<guid> aac-2-sebuah-kejatuhan-fahri-yang-lain </guid>
<pubDate> Wed, 21 Sep 2016 21:42:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Novel Ayat-ayat Cinta 2 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/aac-2-sebuah-kejatuhan-fahri-yang-lain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uOkWhZKUcl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>AAC 2 Sebuah Kejatuhan Fahri yang Lain</h1>
			              </header>
			              <p>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Ayat-Ayat Cinta 2<br>&nbsp;Pengarang &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Habiburrahman El Shirazy<br>&nbsp;Penerbit &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Republika<br>&nbsp;Tahun Terbit &nbsp; : 2015<br>&nbsp;Ketebalan Buku : 697 &nbsp;halaman</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya sekuel kedua dari novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta menjadi angin segar bagi para pecinta karya Habiburrahman El Shirazy. Berjudul sama, Ayat-Ayat Cinta 2 (AAC 2) masih mengisahkan kisah cinta tokoh utama, Fahri Abdullah. Meski diterbitkan setelah 11 tahun dari novel pertamanya, AAC 2 tetap menjadi fenomenal dan mega <em>best seller</em> tingkat nasional. Terbukti dengan penjualan yang menembus 50 ribu ekslempar dan masuk cetakan 10 hanya dalam kurun waktu sebulan dari penerbitan pertama.</p><p style="text-align: justify;">Dalam AAC 2, kehidupan Fahri dan Aisha berpindah ke Jerman. Masalah mulai muncul saat Aisha pergi ke Palestina untuk melakukan penelitian bersama teman reporternya, Alicia. Beberapa hari kemudian, Alicia ditemukan tewas di Israel dan Aisha hilang tanpa kabar. Fahri dirundung penyesalan begitu dalam karena tidak menemani Aisha ke Palestina.</p><p style="text-align: justify;">Berbulan-bulan tanpa kabar, keluarga besar meyakini kalau Aisha sudah tiada. Tapi tidak demikian dengan Fahri. Untuk menutupi luka hatinya, Fahri pindah ke Edinburgh sebuah kota besar dan klasik di Skotlandia. Di sana Fahri tinggal di satu rumah bersama Paman Hulusi.</p><p style="text-align: justify;">Keluarga besar Fahri memintanya untuk segera menikah lagi, sedangkan hatinya sendiri masih terikat dengan Aisha. Dan lagi, salah satu guru Talaqqi-nya dari Mesir, Syekh Usman menjodohkan Fahri dengan cucunya yang bernama Yasmin. Lalu di di sisi lain, Hulya, sepupu Aisha dari Turki juga menyatakan cintanya kepada Fahri.</p><p style="text-align: justify;">Ditengah kegalauannya, Fahri harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Oxford Debating Union, debat paling prestisius tingkat dunia. Lantas akankah Fahri mampu melewati semuanya? Kemanakah hati Fahri akan berlabuh? Akankah ia menemukan Aisha?</p><p style="text-align: justify;">Semua terjawab dengan baik dalam novel AAC 2 yang kabarnya akan segera diangkat menjadi film layar lebar seperti novel pertama. Tapi yang pasti salah satu ciri khas dari karya-karya Habiburrahman El shirazy adalah pendiskripsian yang mendalam tentang suasana, tempat dan seluruh kegiatan dalam cerita. Sehingga pembaca seolah-olah adalah tokoh utama. Membaca AAC 2 membuat Anda seakan berada di Kota Edinburgh.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, karya-karya Habiburrahman El shirazy dinilai dapat membangun jiwa dan selalu kental dengan nuansa pendidikan. Begitu pula dengan AAC 2. Kesuksesan Fahri sebagai cendekiawan muda dan pengusaha sukses dapat menumbuhkan semangat masyarakat Indonesia untuk sukses di luar negeri. Karena, sebagaimana diketahui sebagian besar warga negara Indonesia di luar negeri hanya menuntut ilmu atau menjadi tenaga kerja. Kisah Fahri dalam AAC 2 menjadi anomali sekaligus motivasi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, jika dibandingkan, klimaks dari novel pertama terasa jauh lebih sulit dibandingkan AAC 2. Pembaca seperti dibuat geregetan dengan keputusan Fahri. Bahkan di beberapa tempat &nbsp;cerita terkesan dipaksakan. Keputusan yang agaknya disayangkan untuk kelanjutan AAC.</p><p style="text-align: justify;">Tapi jika yang Anda cari di novel ini adalah bukti tentang cinta sejati, keseriusan menuntut ilmu, keteguhan menjalankan ajaran agama, dan semangat meraih sukses dunia akhirat, Anda menemukan buku yang benar. <strong><em>(krv/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kemeriahan dan Keindahan Festival Tari Borneo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/kemeriahan-dan-keindahan-festival-tari-borneo/baca </link>
<guid> kemeriahan-dan-keindahan-festival-tari-borneo </guid>
<pubDate> Wed, 21 Sep 2016 21:56:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gelaran FTB tadi malam (20/09) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/kemeriahan-dan-keindahan-festival-tari-borneo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BzY1pN5ia4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kemeriahan dan Keindahan Festival Tari Borneo</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-</strong> Kemeriahan Festival Tari Borneo (FTB) ke-VI 2016 semalam, (20/9) mengundang decak kagum peserta dan tamu undangan. Mengingat bahwa ini merupakan ajang dua tahunan yang sangat dinanti-nanti. Keindahan dekorasi ruangan yang glamor, mengesankan para tamu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang berpartisipasi dalam FTB ini adalah 16 perguruan tinggi yang berasal dari dua negara yakni Indonesia dan Malaysia. Empat universitas datang jauh-jauh dari Malaysia sementara 12 lainnya berasal dari 4 provinsi di Pulau Kalimantan yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.</p><p style="text-align: justify;">Perlombaan dan penilaian oleh tim juri mulai dilakukan. Semua tim menunjukkan kebolehan dengan membawakan tarian yang menggambarkan etnik dan kebudayaan di daerahnya. Cerita rakyat menjadi inspirasi bagi para penari dalam mempersembahkan gerakan tarinya.</p><p style="text-align: justify;">Malam tadi cara FTB dibuka oleh satu tim tari dari Unmul. Kemeriahan acara semakin terlihat saat sorak penonton ramai dalam mendukung tim tari kebanggaannya. Gerak tari yang indah diiringi alunan musik memaku sorot mata penonton.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Acara FTB ini sangat menarik, penari wanita terlihat anggun dan penari lelaki terlihat sangat maskulin,&quot; ujar Qory, salah satu mahasiswa FMIPA yang hadir. Ia juga berharap ke depannya ajang seperti ini dapat mengundang lebih banyak negara lagi. Guna menambah keakraban sekaligus menyambung kembali tali silaturahmi antar negara.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, peserta dari Universitas Lambung Mangkurat, Nindya menyimpan harapan besar untuk timnya agar bisa membawa kemenangan di FTB tahun ini. &quot;Saya sangat deg-degan menunggu urutan tampil apalagi setelah melihat peserta yang lain tampil maksimal,&quot; pungkasnya. <strong><em>(bru/nay/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belum Satu Suara, Sejumlah DPM Fakultas Tolak Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belum-satu-suara-sejumlah-dpm-fakultas-tolak-pemira/baca </link>
<guid> belum-satu-suara-sejumlah-dpm-fakultas-tolak-pemira </guid>
<pubDate> Fri, 23 Sep 2016 08:02:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: koransn.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belum-satu-suara-sejumlah-dpm-fakultas-tolak-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sLl9fJGhoG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Belum Satu Suara, Sejumlah DPM Fakultas Tolak Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kalangan DPM fakultas hingga kini belum satu suara perihal gelaran Pemira presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul 2017. Selaku penyelenggara, DPM KM Unmul membenarkan hal itu. Saat dikonfirmasi, Ketua DPM KM, Abdul Rahman menyebut, empat fakultas kerap mangkir dari pertemuan DPM KM bersama DPM fakultas yang digelar demi suksesnya Pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Adapun DPM fakultas yang dimaksud ialah Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Teknik, dan Ilmu Budaya. Keempatnya diungkapkan Rahman, menunjukkan sikap tidak kooperatif dan buntu saat diajak berkomunikasi. Kepada <em>Sketsa</em>, Rahman menyatakan hal tersebut sebagai salah satu kendala yang dia hadapi dalam menyambut gelaran Pemira yang semakin dekat.</p><p style="text-align: justify;">DPM Hukum secara tegas menolak Pemira. Bagi mereka, sistem online sarat kecurangan. Mereka khawatir, data bakal mudah dimanipulasi. Sebab itu, mantap merekomendasikan sistem Pemira konvensional. Mereka pun mengungkapkan keraguannya akan kapasitas DPM KM sebagai badan penyelenggara Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem online itu sudah termasuk bentuk mencederai demokrasi. Belum lagi DPM KM yang belum bersih dari unsur keberpihakan dan tidak independen,&rdquo; ujar Fong Tek Wing, Ketua DPM Hukum.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan DPM Hukum, DPM FISIP menyayangkan sikap DPM KM yang dinilai mereka tidak serius. Mereka pun menyatakan sikap tak bersepakat dengan pelaksanaan sistem Pemira online. Diakui Stenly Robert Zekke, Wakil Ketua DPM FISIP, pihaknya memang tidak pernah menjalin koordinasi dengan DPM KM berdasar pengalaman beberapa tahun silam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak mendapatkan undangan konsolidasi. Hanya ada permohonan delegasi. Tidak ada koordinasi antara kami dengan DPM KM. Sebab, tidak ada kontribusi apapun dari mereka untuk kami selama ini. Pun mereka selalu melakukan pertemuan dadakan. Semestinya kalau serius tentu ada pemberitahuan jauh hari sebelumnya untuk pendiskusian,&rdquo; kata Stenly.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua BLM Teknik, Ahmad Riza Putra, tak terima jika pihaknya dikatakan tidak kooperatif. 2015 sempat melayangkan surat terkait tuntutan Pemira, surat itu kini jadi patokan sikap BLM Teknik. Kecewa tak kunjung mendapat balasan, Putra berharap DPM KM menempuh langkah konkret.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Surat itu berisi permintaan kami kepada DPM KM untuk memberikan penjelasan terkait mekanisme Pemira online. Jika direspons, kami akan pertimbangkan keterlibatan. Jika tidak, Teknik kembali tidak akan terlibat Pemira tahun ini. Kami menunggu saja. Mereka yang butuh, mereka yang harusnya mengambil sikap,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Ketua DPM KM mengaku tak mendapatkan bentuk penolakan atas Pemira tahun ini. Dia juga membantah dikatakan memihak dan tidak independen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu polemik tahun lalu. Sejak saya menjabat tidak ada surat yang masuk maupun bentuk penolakan Pemira online dari pihak-pihak yang menolak. Pun tidak ada bukti otentik jika DPM KM dikatakan memihak,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Syam Aditya Herlangga, Ketua DPM FIB enggan memberikan jawaban. Adapun ketua sebelumnya hingga kini belum berhasil dikonfirmasi. &ldquo;Saya belum resmi sebagai ketua. Saya belum punya wewenang menjawab itu. Silakan tanya ketua yang lama,&rdquo; jawab Syam melalui pesan singkat. (<strong><em>aml/e2</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seronoknya Festival Tari Borneo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/seronoknya-festival-tari-borneo/baca </link>
<guid> seronoknya-festival-tari-borneo </guid>
<pubDate> Fri, 23 Sep 2016 08:35:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Zahin Afiq Aqwa Zakaria, penari asal Malaysia dalam gelaran FTB Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/seronoknya-festival-tari-borneo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DTCBWnLEiR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seronoknya Festival Tari Borneo</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA -</span></strong><span>&nbsp;&quot;Tarian bukan untuk mencari duit, tapi bagaimana kite ingin hidupkan lagi supaya jangan pupus tak kisah apa pun jenis tariannye. Apabile kite nak tari keh ambil ilmunya untuk kite kepade generasi seterusnya,&quot; ucap pria penari asal Malaysia dengan logat melayunya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adalah Zahin Afiq Aqwa Zakaria, mahasiswa Universitas Institute Teknologi MARA (UITM) Malaysia yang menjadi salah satu peserta pada ajang Festival Tari Borneo (FTB) di Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saat ditemui <em>Sketsa</em>, Zahin mengaku senang menjadi bagian dari acara besar itu. Pagelaran seni semacam festival ini dinilai menjadi peluang yang cocok dan tepat dalam menjaga kelestarian dan apresiasi terhadap seni tari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Seronok sekali bisa join festival ini, saye banyak dapat pengalaman dan menambah inspirasi juge bagi saye untuk meneruskan bidang kesenian,&quot; tutur mahasiswa Fakultas Pertanian itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Zahin dibesarkan di lingkungan berlatar belakang keluarga yang menggeluti bidang kesenian seperti teater, tari, dan tarik suara. Sehingga sangat mudah baginya mempelajari seni tari yang mulai diterjuni sejak umur lima tahun. Bahkan, baginya seni tari telah merasuk dalam jiwanya.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ajang FTB ini bukan kali pertama bagi Zahin menapakkan kakinya di Indonesia. Banyak ajang festival yang telah ia geluti selama ini yang membuatnya sering berkelana ke negara-negara tetangga, salah satunya pada ajang Concelor International Of Folklore Festival (CIOFF) yang pernah diadakan di Aceh, Bandung, dan Jakarta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Saye lebih banyak mengikuti festival yang menunjukkan banyak budaya-budaya negara seperti CIOFF, tapi kurang pada ajang kompetisi,&quot; pungkas pria kelahiran Selangor, Malaysia itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Zahin menilai bahwa seni tari tak boleh dilupakan apalagi punah. Karena tari merupakan sebuah aset yang amat berharga yang telah ada sejak turun-temurun. Maka, sepantasnya ia dipelajari dan dibagi untuk dinikmati generasi selanjutnya. <strong><em>(snh/omi/tah/e2)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kaki di Kepala dan Kepala di Kaki untuk Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/kaki-di-kepala-dan-kepala-di-kaki-untuk-unmul/baca </link>
<guid> kaki-di-kepala-dan-kepala-di-kaki-untuk-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 24 Sep 2016 08:07:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puncak Festival Tari Borneo </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/kaki-di-kepala-dan-kepala-di-kaki-untuk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bgQ9YOavhr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kaki di Kepala dan Kepala di Kaki untuk Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Kamis (22/9) malam tadi, puncak acara Festival Tari Borneo keenam digelar sekaligus menutup rangkaian acara. Tidak kalah seru dengan malam-malam sebelumnya, penonton yang sebagian besar merupakan mahasiswa telah memadati ruangan satu jam sebelum acara. Sebagiannya bahkan sampai tidak kebagian tempat duduk.</p><p style="text-align: justify;">Kemeriahan malam tadi juga dihadiri oleh beberapa petinggi universitas peserta FTB. Salah satunya rektor Universiti Teknologi MARA, Sarawak yang berkesempatan memberi cendera mata kepada Encik Akhmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai sekitar pukul 20.44 di GOR 27 September. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, nyanyian lagu daerah dilantunkan oleh paduan suara S1 Pemerintahan Integratif Negeri (PIN). Dalam acara tersebut, diwakili oleh Encik, diumumkan pula tuan rumah untuk gelaran FTB 2018 mendatang. University Putra Malaysia Bintulu, Sarawak keluar menjadi tuan rumah berdasarkan hasil diskusi bersama perwakilan setiap peserta.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya sebagai ajang penyambung silaturahmi, para peserta juga memperebutkan sebuah piala bergilir. Ada empat kategori yang dilombakan, yaitu kategori musik terbaik, busana, koreografi terbaik, dan tarian terbaik. Kontingen Unmul berhasil meraih juara pertama pada semua kategori dan keluar sebagai juara umum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya tidak menyangka, tapi pastinya sangat bangga dan terharu,&quot; ucap Rano Tri Julianto, pelatih dan penata tari kontingen Unmul. Ia mengatakan, kemenangan tersebut merupakan bonus dari hasil kerja keras dan pengorbanan tim. Terlebih, Unmul sebagai tuan rumah.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang sudah empat kali terlibat dalam FTB itu mengungkapkan, suguhan yang diberikan peserta lain selalu berbeda setiap pergelaran. &quot;Semuanya ingin menampilkan yang terbaik dan sangat total dalam berkarya,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, yang namanya upaya tak mengkhianati hasil. Tim Unmul telah memberikan suguhan terbaiknya. &quot;Seakan kaki di kepala, kepala di kaki untuk bisa memberikan suguhan yang baik,&quot; pungkasnya. <strong><em>(bru/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merdekakah (Pe) tani Indonesia? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/merdekakah-pe-tani-indonesia/baca </link>
<guid> merdekakah-pe-tani-indonesia </guid>
<pubDate> Mon, 26 Sep 2016 07:21:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: keepo.me </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/merdekakah-pe-tani-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2q1fc7LQ7v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merdekakah (Pe) tani Indonesia?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Indonesia baru saja memperingati kemederkaan ke-71 tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2016 silam. Tepat pula tanggal 24 September ini menjadi momentum Hari Tani Nasional. Sedikit mengulas kenapa ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional didasarkan pada hari kelahiran Undang-Undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Pernahkah terpikir di benak kita kabar dari pertanian di negeri tercinta ini,merdekakah (Pe) tani Indonesia?</p><p style="text-align: justify;">Negeri ini kaya akan sumber daya alamnya yang berlimpah. Terbukti dengan menyandang gelar negara agraris yaitu suatu negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Berbagai hasil pertanian diunggulkan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, pada kenyataan yang dihadapi saat ini gelar negara agraris hanya sebuah kiasan. Terlihat dengan belum mampunya Indonesia mencapai impian Ketahanan Pangan yang juga merupakan salah satu Nawacita Presiden RI saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;Terutama yang paling memprihatinkan tentang kesejahteraan petani. Padahal petani pun menyandang gelar &ldquo;Pahlawan Tanpa Tanda Jasa&rdquo;. Petani tak pernah menjadi pusat perhatian lingkungannya terutama pembuat kebijakan pemerintah itu sendiri. Petani adalah orang yang tak hanya memikirkan dirinya sendiri, kebutuhan hidup keluarganya, namun juga ikut berperan memenuhi pangan orang banyak.</p><p style="text-align: justify;">Sangat disayangkan ketika peran petani luput dari kepedulian yang selalu ditekan, oleh sistem kapitalisme karena apa yang mereka hasilkan tak seberapa dengan apa yang mereka dapatkan.</p><p style="text-align: justify;">Tak bisa dimungkiri bahwa pertanian ini telah ada sejak zaman nenek moyang dulu. Seiring berjalannya waktu juga tak lepasdari dinamika kehidupan yang berubah, perubahan pola hidup baik barat maupun timur, pertumbuhan penduduk yang makin meningkat, gengsi individual serta kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, terkadang kepentingan pertanian ini ikut tergeser. Oleh kepentingan-kepentingan sistem politik di bumi pertiwi. Demikianlah penyebab problematika agraria bermunculan.</p><p style="text-align: justify;">Memang perlu diingat prestasi sektor ini pernah mengalamiswasembada beras, tapi itu tak berlangsung lama.Kini prestasi itu menjadi mimpi. Perlu juga diingat bahwa sektor pertanian merupakan sektor penyumbang ekonomi terbesar ketiga setelah sektor industri dan sektor perdagangan.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia telah dikuasai dengan industri sehingga bergeserlah lahan pertanian. Ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pertanian dalam mempertahankan posisinya di negeri ini. Apalagi industri yang di-<em>back up</em> langsung oleh investor asing jelas akan menguasai lahan. Sedikit demi sedikit dampak ini dirasakan langsung oleh para petani. Baik dalam hal profesi maupun keberlangsungan hidup petani. Terus bila itu tetap terjadi, siapa lagi yang akan menyediakan ketersediaan pangan untuk bangsa dan negara ini?</p><p style="text-align: justify;">Adapun, upaya dari pemerintah dalam hal ini dikoordinir langsung oleh Kementerian Pertanian yang melakukan segala upaya dalam bentuk program-program sektor pertanian contohnya seperti Program Upaya Penanganan Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (UPSUS PAJALE), Sentra Peternakan Rakyat (SPR), dan lain-lain.Namun, perlu digaris bawahi bahwa apakah program tersebut tepat sasaran?Apakah segala program yang dirancang sebenarnya hanya sebuah wacana &ldquo;Swasembada Pangan&rdquo;?</p><p style="text-align: justify;">Dari pembahasan problematika ini, didapat beberapa solusi penting untuk petani. Poin pertama, petani harus kreatif dalam pelaksanaan teknis.Seperti memikirkan apa yang bisa digunakan tanpa perlu menunggu dari apa yang diberikan. Kedua, inovatif &nbsp;dengan menghadirkan sinergi bersama akademisi sebagai aktor intelektual. Untukberinisiasi sesuatu yang baru agar mampu menghasilkan produk yang lebih menarik dan berkualitas dalam persaingan pasar.</p><p style="text-align: justify;">Poin ketiga, petani harus berdikari. Mampu mandiri dalam hal teknis baik hulu maupun hilir agar mencapai kesejahteraan yang sesungguhnya. Keempat, petani harus cerdas dalam berpikir dan bijak dalam segala pertimbangan. Perlunya, penyesuaian dengan kebutuhan saat ini serta memiliki peran besar di kemudian hari yang pastinya tidak ada unsur kerugian bagi yang lain. Kelima, sekaligus yang terakhir, petani harus bersatu. Ini menjadi unsur penting dalam mencapai kesejahteraan hidup, agar tidak bergantung dengan desakan pihak lain yang merugikan.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu haruslah ada kesadaran kita sebagai <em>stock holder</em> masyarakat dalam perhatian khusus untuk sektor pertanian ini. Cukup sudah kesedihan petani yang tak hanya mencucurkan keringat, namun sampai juga mencucurkan air mata.Tak ada yang perlu menambah beban petani setelah pikulnya penuh luka danperlakuan yang tak baik.</p><p style="text-align: justify;">Ingat bahwa tak ada perbuatan yang lebih mulia dari perbuatan yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Berterima kasihlah kepada para petani yang hingga hari ini masih meluangkan pikiran dan tenaga untuk keberlangsungan hidup bangsa dan negara ini. Sportivitas bukan hanya milik kompetisi olahraga,tetapi juga sportivitas dalam menghargai hasil kerja para petani.</p><p align="center" style="text-align: justify;"><em>&ldquo;</em><em>Tanah &nbsp;airku bukanlah tanah airku lagi, namun tanah airnya si pemilik (asing) modal &nbsp;besar. Bukan merdeka namanya ketika kita masih bertumpu pada mereka (asing) &nbsp;lalu menyikut saudaramu (petani) sendiri, &nbsp; itulah bukti pembodohan sistem kapitalisme.</em><em>&rdquo;</em></p><p align="left" style="text-align: justify;">Ditulis oleh: Putra Indrajaya, Ketua BEM Fakultas Pertanian 2016.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terpilihnya Putra-Putri Unmul yang Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilihnya-putra-putri-unmul-yang-baru/baca </link>
<guid> terpilihnya-putra-putri-unmul-yang-baru </guid>
<pubDate> Mon, 26 Sep 2016 07:29:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ajang final pemilihan Putra-Putri Unmul 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilihnya-putra-putri-unmul-yang-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/enn7LSstXe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terpilihnya Putra-Putri Unmul yang Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Pemilihan Putra-Putri Kampus Unmul kembali digelar untuk kedua kalinya. Sama seperti tahun sebelumnya, ajang bergengsi ini sekaligus memperingati Dies Natalis Unmul yang ke-54 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Umum Sumber Daya Manusia dan Alumni, Abdunnur selaku ketua panitia mengatakan, pemilihan Putra-Putri Unmul adalah media untuk mencari potensi mahasiswa. &ldquo;Putra-Putri Unmul tidak hanya memiliki intelektualitas yang tinggi tetapi juga harus memiliki <em>soft skill</em> yang baik,&rdquo; ujarnya dalam sambutanGrand Final &nbsp;Pemilihan Putra-Putri Kampus, Sabtu (24/9) malam.</p><p style="text-align: justify;">Aula Auditorium Unmul disulap sedemikian rupa memenuhi nuansa <em>glamour</em> ala pesta. 26 finalis yang telah melewati tahap seleksi dan karantina, berlenggak-lenggok di atas panggung saling unjuk kebolehan di depan ratusan hadirin yang memadati ruangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, persaingan sengit menggugurkan beberapa dan menyisakan 16 peserta. Pertanyaan dari dewan juri menguji intelektualitas calon putra-putri Unmul periode 2016-2017 tersebut. Mulai dari soal peran mahasiswa hingga masalah bahaya narkoba.</p><p style="text-align: justify;">Para finalis tersebut memperebutkan empat kategori. Yaitu kategori pemenang Putra-Putri Kampus, Persahabatan, Lingkungan, dan Favorit. Setelah melalui penilaian juri, terpilih perwakilan dari FIB, Sulistianoto Theo Ciptono dan Yuliana Belinda dari Fakultas Kedokteran sebagai pemenang Putra- Putri Kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kategori Putra-Putri Unmul Lingkungan diraih oleh M. Ajie Abdul Rahman dari FMIPA dan Novi Tri Indah Sari dari FKIP. Putra-Putri Persahabatan adalah Fikri Aditya dari FKTI dan Qoonitha Miftahul Jannah dari FMIPA. Sedangkan Putra-Putri Favorit adalah Moh. Heru Fauzi Sitania dari FKIP dan Aline Thresa dari Fakultas Teknik.</p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul, Masjaya, berharap Putra-Putri Unmul yang terpilih dapat menjadi penyampai informasi kepada masyarakat dan membawa nama baik Unmul. Selain menerima beragam hadiah, para penyabet kategori juga akan mendapat beasiswa setahun penuh dari universitas. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Launching Food Court Area </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/launching-food-court-area/baca </link>
<guid> launching-food-court-area </guid>
<pubDate> Mon, 26 Sep 2016 07:35:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebersamaan para PKL Unmul bersama dengan Birokrat Universitas Mulawarman saat sesi foto bersama (Sumber: BEM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/launching-food-court-area/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ui1mtC9yO9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Launching Food Court Area</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sabtu, 24 September 2016 dalam rangka dies natalis Universitas Mulawarman ke 54, diresmikan Food Court Area jajanan mahasiswa di Workshop dan Student Center.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sebanyak 20 PKL binaan BEM KM Unmul telah mendapatkan surat izin yang diberikan langsung oleh Rektor Universitas Mulawarman setelah melalui rentetan advokasi cukup panjang dan pembinaan pemberdayaan PKL dimulai dari 2011 sampai sekarang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Saat ini Unmul sudah mempunyai Food Court Area binaan BEM KM Unmul sesuai kebutuhan mahasiswa dan siap meningkatkan taraf hidup masyarakat sesuai amanah tri dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengabdian Masyarakat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Yuk datang dan ramaikan Halaman Workshop dan Student Center Universitas Mulawarman! Kalian bisa membeli aneka jajanan di sini!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Salam,<br>BEM KM Unmul 2016<br>&quot;Mengukir Solusi Indonesia&quot;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Petarung Pemira Masih Nihil, DPM KM Unmul Gencarkan Langkah Tingkatkan Partisipan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/petarung-pemira-masih-nihil-dpm-km-unmul-gencarkan-langkah-tingkatkan-partisipan/baca </link>
<guid> petarung-pemira-masih-nihil-dpm-km-unmul-gencarkan-langkah-tingkatkan-partisipan </guid>
<pubDate> Tue, 27 Sep 2016 09:00:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Akun Facebook DPM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/petarung-pemira-masih-nihil-dpm-km-unmul-gencarkan-langkah-tingkatkan-partisipan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/leGUPQmMLe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Petarung Pemira Masih Nihil, DPM KM Unmul Gencarkan Langkah Tingkatkan Partisipan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">SKETSA -</span></strong><span lang="IN">&nbsp;Memasuki hari ketiga dari tujuh hari panjang masa pendaftaran bakal calon (bacalon) presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul 2017, belum satu pasang nama pun dikantongi DPM KM Unmul selaku penyelenggara Pemira. Pun demikian halnya dengan animo pendaftar pemantau independen.&nbsp;</span><span>Diketahui masa pendaftaran keduanya berlangsung sejak 24 hingga 30 September.&nbsp;</span><span lang="IN">Meski begitu, DPM KM Unmul tak habis akal. Mereka gencar melakukan sejumlah langkah guna menyemarakkan Pemira Oktober mendatang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Hal tersebut diutarakan Nur Ahlina Hanifah, Wakil Ketua 1 DPM KM Unmul. Ruang sekretariat yang juga difungsikan sebagai posko pendaftaran, diakuinya masih tampak lengang. Belum ada tanda-tanda bakal disambangi calon petarung Pemira dalam waktu dekat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">&quot;Sampai saat ini belum ada yang daftar. Mungkin masih mempersiapkan berkas,&quot; ujar Hani.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Tak hanya menanti datangnya bacalon. Hari ini (26/09), DPM KM Unmul menyebarkan sebuah amplop berisi permintaan delegasi untuk Panwas, AD/ART, formulir pengajuan amandemen AD/ART, dan sosialisasi perihal ketetapan Pemira.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Amplop cokelat itu, kata Hani, disebar</span><span>luas</span><span lang="IN">kan ke seluruh DPM/BLM fakultas untuk kemudian disampaikan kepada seluruh mahasiswa masing-masing. Berdasar jalur koordinasi DPM KM&nbsp;</span><span>Unmul&nbsp;</span><span lang="IN">dengan DPM/BLM fakultas, hal itu dipandang Hani mestinya dilakukan DPM/BLM fakultas secara kooperatif dan serius.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">&quot;Itu adalah salah satu langkah kami untuk menyosialisasikan Pemira agar diketahui bersama sesuai aturan yang telah dibuat. Selain itu, kami juga akan gencarkan&nbsp;</span><span>sosialisasinya&nbsp;</span><span lang="IN">di media sosial,&quot; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Penyebarluasan amplop cokelat, ternyata juga sampai kepada UKM serta lembaga tataran universitas. Hal tersebut dimaksudkan DPM KM Unmul guna menarik lebih banyak partisipan melalui aturan-aturan dan pengetahuan seputar Pemira.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Sampai saat ini, Hani bersama DPM</span><span lang="IN">&nbsp;</span><span lang="IN">KM Unmul belum menemukan keganjilan dalam proses menuju Pemira. Kendati demikian, DPM KM Unmul berjanji bakal beri sanksi tegas kepada pihak yang melanggar aturan resmi yang telah pihaknya buat dan sepakati bersama untuk penyelenggaran Pemira. <strong><em>(aml<a name="_GoBack"></a></em></strong></span><span><strong><span><em>/e2</em></span></strong></span><span><strong><span lang="IN"><em>)</em></span></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berawal dari Salah Jurusan, Kini Berprestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/berawal-dari-salah-jurusan-kini-berprestasi/baca </link>
<guid> berawal-dari-salah-jurusan-kini-berprestasi </guid>
<pubDate> Tue, 27 Sep 2016 09:17:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: akun instagram Abdul Razak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/berawal-dari-salah-jurusan-kini-berprestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XI3nJ255IM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berawal dari Salah Jurusan, Kini Berprestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul kedatangan tamu istemewa hari ini (25/9). Jauh-jauh datang dari Malang, Jawa Timur untuk berbagi motivasi dalam acara bertajuk <em>Economic Youth Dream&nbsp;</em>yang digagas BEM FEB Unmul. Dialah Abdul Razak mahasiswa pintar nan menginpirasi, berprestasi di bidang akademik, serta organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (UB) ini mengaku ingin menularkan semangat perjuangan untuk meraih mimpi lewat berorganisasi, belajar, dan aktif di segala kegiatan kampus. &ldquo;Saya ingin memetakan bahwa segala kesempatan dan tindakan itu pasti ada manfaatnya. Mau nanti mau sekarang pasti ada,&rdquo; ujar pria yang akrab disapa Zaki ini.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa,</em> Zaki berkisah dulunya ia adalah mahasiswa yang merasa salah jurusan. Ia diterima di jurusan ilmu kelautan, padahal minatnya adalah tehnik industri. Namun, ia tetap berpikir positif dan tekun mendalami ilmu di bidang tersebut. Prinsipnya adalah ilmu itu dibutuhkan, dipelajari, dibagi, kemudian bermanfaat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kini terbukti, berkat kegigihannya, Zaki memiliki prestasi gemilang di bidang akademik. Dirinya dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi urutan ke dua di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB. Dan pada Mei 2015 lalu, ia berkesempatan mempresentasikan paper penelitiannya mengenai isu lingkungan laut global dalam<em>International &nbsp;Student Week in Ilmenau&nbsp;</em>(ISWI)di Jerman.</p><p style="text-align: justify;">Jejak organisasinya tak kalah membanggakan. Mahasiswa semester tujuh ini tercatat sebagai pengurus Komisi I Humas dan Lembaga Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UB. Dan pernah mengikuti program <em>Association Internationale et Studiant &nbsp;Sociale Economic Commerciale</em> (AIESEC) sebagai ambassador Indonesia di Vietnam.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Saya suka mengambil kegiatan apapun yang menurut saya positif dan bermanfaat, baik itu di sini ataupun di luar negeri. Karena saya senang bersosialisasi dan beradaptasi dengan hal baru,&rdquo; ungkap bungsu dari tiga bersaudara ini.</p><p style="text-align: justify;">Seperti mahasiswa pada umumnya, Zaki pun pernah mengalami kegagalan. Ia pernah ditolak saat mendaftar sebagai presiden AIESEC. &ldquo;Ditolak itu seru, intinya yaa belajar lagi&rdquo; kenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan motto hidupnya <em>work life balance</em>, Zaki selalu berusaha memanajemen waktu untuk aktivitas akademik dan organisasi. Dalam waktu dekat, ia juga ingin mencoba aktif menulis. &ldquo;Lalu menyelesaikan kuliah tepat waktu, menjalankan fungsi di organisasi, menyiapkan diri untuk jalan-jalan dan berbagi dalam kegiatan sebagai pemateri seperti ini,&rdquo; kata pria yang hobby traveling ini. Ia juga mengaku, Unmul adalah debut pertamanya memberikan materi keluar daerah.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Zaki berpesan untuk mahasiswa Unmul. &ldquo;Jangan pernah ragu untuk mengambil sebuah kesempatan karena selalu ada ilmu di dalamnya. Jadilah pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan bermanfaat bagi sekitar,&rdquo; katanya.<strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Dies Natalis FISIP, UKM SEC Gelar Bazar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/peringati-dies-natalis-fisip-ukm-sec-gelar-bazar/baca </link>
<guid> peringati-dies-natalis-fisip-ukm-sec-gelar-bazar </guid>
<pubDate> Wed, 28 Sep 2016 08:19:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dies Natalies FISIP Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/peringati-dies-natalis-fisip-ukm-sec-gelar-bazar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KjRHWivvmh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Dies Natalis FISIP, UKM SEC Gelar Bazar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Memperingati hari jadi Fakultas Ilmu dan Sosial (FISIP) yang ke-54 tahun, Selasa (27/9), UKM <em>Student Entrepreneur &nbsp;Community</em> (SEC) menggelar berbagai bazar. <em>Stand-stand</em> bazar &nbsp;berdiri di halaman dekanat FISIP menawarkan nuansa ramai dan menarik.</p><p style="text-align: justify;">Ketua panitia acara, Tangkas Khairi mengatakan terdapat 20 stand bazar yang tersedia. &ldquo;Ada bazar makanan, <em>fashion</em>, <em>photo booth</em><em>,&nbsp;</em>dan penampilan band. Bazar ini dibuka pukul 9 pagi sampai 4 sore dan berlangsung selama 4 hari (25-28 September),&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa jurusan ilmu komunikasi itu berharap acara ini dapat memberi manfaat kepada mahasiswa FISIP sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.</p><p style="text-align: justify;">Di wawancara terpisah, Dekan FISIP, Muhammad Noor mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu pelatihan khusus kepada penyelenggara kegiatan. &ldquo;Sejak awal tahun, program kerja UKM SEC menjalankan <em>event</em> dies natalis. Mereka menawarkan kami setujui,&rdquo; terang Noor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang mereka sajikan kami anggap sangat luar biasa sebagai ajang latihan mahasiswa administrasi bisnis,&rdquo; lanjutnya memuji.</p><p style="text-align: justify;">Selain bazar, kegiatan dies natalis juga diisi dengan jalan santai bersama seluruh civitas akademika FISIP pada Minggu (25/9) lalu. Menariknya, seluruh <em>doorprize</em> jalan santai tersebut adalah sumbangan langsung dalam bentuk barang dari seluruh dosen dan staf dekanat.</p><p style="text-align: justify;">Noor menerangkan, hal tersebut bertujuan untuk menjalin hubungan baik antar para staf, dosen, mahasiswa serta alumni supaya bisa bersama-sama berpartisipasi dalam rangka kemajuan FISIP kedepan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita berharap bahwa ini bisa menumbuhkan rasa <em>sense of belonging,</em> rasa memiliki terhadap lembaga ini. Semoga kedepan dengan berbekal rasa memiliki itu mereka bisa berkontribusi bagi kemajuan FISIP,&rdquo; katanya berharap. Noor juga optimis kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan setiap tahun. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dies Natalis Ke 54 Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/dies-natalis-ke-54-unmul/baca </link>
<guid> dies-natalis-ke-54-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 28 Sep 2016 09:17:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dies Natalies Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/dies-natalis-ke-54-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kSm3f6DVLb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dies Natalis Ke 54 Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tepat pada tanggal 27 September 1962, sebuah universitas lahir di tanah borneo Kalimantan Timur untuk mencetak para pemuda dari Kalimantan yang intelektual, cerdas dan siap mengisi kekosongan peran yang tak disanggupi oleh pemerintah. Lahirlah dengan nama Universitas Mulawarman. Dengan membawa nama kerajaan Hindu tertua di Indonesia, harapan dengan lahir Universitas Mulawarman bisa sukses seperti kerajaan Mulawarman.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman sudah berdiri hingga 54 tahun. Banyak prestasi, cerita dan solusi yang ditorehkan Universitas ini. Perjalanan panjang membangun dengan pasang surut di tengah keterbatasan, tapi Unmul mampu bertahan dengan 39.000 Mahasiswa di dalamnya yang dulu waktu berdiri hanya ratusan saja.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Prestasi yang ditorehkan tidak sedikit, banyak pemimpin daerah lahir dari Universitas Mulawarman. Dan membuktikan bahwa Unmul mampu menciptakan generasi pemimpin untuk Kalimantan Timur dan Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bukan hanya itu saja, prestasi yang ditorehkan mahasiswa tak sedikit, sangat banyak sekali Unmul mampu berprestasi di kancah regional, nasional bahkan Internasional dan itu semua mampu membuat Unmul disegani oleh Universitas se-Indonesia dalam hal perkembangan Universitas dan prestasi yang didapatkan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Prestasi demi prestasi mampu diraih demi mencapai visi universitas yang berstandar Internasional dan itu dibuktikan akreditasi universitas yang menjadi B pada tahun 2014 dan di 2018 Unmul mengejar target untuk akreditasi program studi rata-rata dari jumlah keseluruhan menjadi A.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Banyak dosen, guru besar dan professor yang lahir dari Universitas Mulawarman, sehingga penelitian, jurnal bahkan penemuan tak sedikit dari Unmul mampu membuat universitas ini bertahan sampai sekarang</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dari segi gerakan mahasiswa juga tak kalah dari universitas besar yang ada di Indonesia. Mahasiswa Unmul mampu berbicara banyak dalam hal gerakan perubahan dan memberikan solusi atas permasalahan yang melilit di Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Namun, dari sekian prestasi yang di capai oleh civitas akademika Universitas Mulawarman, banyak sekali keterbatasan dan permasalahan yang masih menjadi PR bersama serta refleksi dalam momen dies natalis kali ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">14 Fakultas Universitas Mulawarman mempunyai berbagai macam masalah yang kompleks dan majemuk masih menemani perjalanan universitas ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dari segi anggaran, Unmul setiap tahun terus menjerit di tengah kebutuhan yang terus meninggi, Unmul di tahun 2015 mendapatkan 31 Milyar untuk BOPTN sedangkan hanya naik menjadi 33 Milyar. Dengan nominal itu, Unmul harus menahan diri untuk membenahi semua sektor, idealnya untuk Unmul adalah membutuhkan dana 100 Milyar.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ini menjadi tantangan besar buat Universitas Mulawarman ditengah keterbatasan dan defisit anggaran. Pengelolaan anggaran di Unmul pula menjadi sorotan, tak adanya SOP pencairan anggaran untuk semua lembaga Unmul di kalangan Fakultas maupun organisasi kemahasiswaan. Bahkan, Unmul baru tahun ini memperbaiki sistem anggaran dengan membuat pedoman Anggaran Unmul untuk mencapai prinsip BLU yaitu efisien dan efektif. Dengan dana yang sedang defisit, Unmul terus mencari kerja sama dari pihak ketiga agar bisa berlangsungnya dana operasional universitas dan membantu membangun fasilitas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dari segi keamanan yang selalu menjadi sorotan di kalangan civitas akademika. Betapa tidak, Unmul baru membangun portal keamanan di tahun 2015. Itu pun dari desakan mahasiswa atas kejadian memilukan yaitu pembacokan kepada mahasiswa Farmasi di April 2015 lalu. Kehilangan helm, tas, sepatu, laptop bahkan motor terkesan sudah menjadi budaya di kampus hijau ini, jika dirupiahkan tentu sudah mencapai ratusan juta yang diderita oleh civitas akademika khususnya Mahasiswa. Menjadi PR besar untuk Universitas Mulawarman mengatur keamanan di lingkungan kampus Unmul yang memiliki 4 wilayah teritorial. Harus punya SOP keamanan yang jelas satu atap dengan didukung SDM berkualitas, penerangan yang memadai, fasilitas yang sudah dilengkapi teknologi dan legalitas Unmul untuk mengatur jalur Pramuka - Gelatik dari pemerintah kota. Tantangan berat yang dihadapi pihak universitas dengan melibatkan dukungan semua pihak baik dari dosen, mahasiswa, masyarakat sekitar dan pemerintah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Permasalahan Fasilitas yang tak kunjung ada titik terang, masih banyak PR yang harus segera direalisasikan di tengah keterbatasan Unmul. Mulai dari Fakultas yang masih tak mempunyai gedung sendiri, banyak gedung yang tak terurus serta tak berpenghuni, Fasilitas kelas yang tak sesuai dengan kuantitas mahasiswa, kurangnya buku di perpustakaan yang hingga saat ini masih belum diperbarui edisinya, masih ada kampung dalam kampus Unmul, masalah peminjaman gedung untuk menunjang acara mahasiswa masih tak ideal karena tak ada SOP yang jelas dalam mengatur hal tersebut dan terakhir harapan dari kita semua angin segar yang di peroleh dari dana IDB bisa menutupi kekecewaan fasilitas yang dimiliki sekarang. Tentu berkaitan dengan fasilitas ialah masalah kebersihan dan ketertiban yang ada di Universitas Mulawarman yang menjadi PR serta tugas bersama untuk menjaga agar Unmul asri dan nyaman.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Terakhir adalah masalah akademik dan sistem IT. Menarik jika berbicara dua hal ini karena saling berkaitan. Permasalahan akademik tidak terlepas dari kualitas dosen yang mengajar serta didukung oleh fasilitas penunjang, rasio dosen yang masih kurang di Unmul dengan jumlah mahasiswa cukup membludak sehingga banyak permasalahan yang terjadi di lapangan. Kondisi mahasiswa yang majemuk berbagai macam karakternya sangat sulit untuk para pengajar mengembangkan intelektual mahasiswa dan memberikan materi kepada mahasiswa. PR besar menanti didepan ialah untuk mahasiswa yang mengabdi di masyarakat yakni KKN karena tahun depan KKN kompetensi atau tematik dihapuskan dengan sebab dalih anggaran tak termasuk dalam UKT Mahasiswa. Serta permasalahan peningkatan laboratorium penelitian yang masih sangat kurang sehingga mahasiswa sulit menemukan ide ide cemerlang dalam menemukan hal yang baru di penelitian. Masih dalam hal akademik, masa sekarang sudah masa-masa &nbsp;yang sudah teknologi kian canggih. Sistem IT di Unmul masih semrawut, mulai dari portal mahasiswa dan dosen, portal dalam hal pengisian formulir UKT selalu server down jika di akses orang banyak dan terakhir tidak terdatanya mahasiswa yang sudah dalam forlap dikti. Ini menunjukkan sistem IT yang ada di Unmul masih jauh dari kata ideal.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dari banyak permasalahan dan prestasi diatas, dalam momentum dies natalis kali ini, semua civitas akademika harus bersama-sama membangun universitas sesuai dengan tujuannya. Mari kita evaluasi dan memberikan solusi atas permasalahan yang dialami bukan lagi egois akan kepentingam sendiri.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Selamat ulang tahun Unmul. Hari ini Unmul bukan hanya sekadar penonton di kancah nasional, kita buktikan Unmul mampu memberikan sumbangsih solusi dengan almamater kebangaan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aku bangga dengan Almamater Mulawarman dan cinta Universitas Mulawarma.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Unmul layak untuk diperjuangkan!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Panjang umur perjuangan !<br>Hidup Mahasiswa !!</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">#DiesNatalis54<br>#MulawarmanBangkit</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Salam,<br>Freijae Rakasiwi<br>Menteri Adkesma<br>BEM KM Unmul 2016</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendaftaran Calon Pemira 2016 Sepi, DPM KM Unmul Bungkam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-calon-pemira-2016-sepi-dpm-km-unmul-bungkam/baca </link>
<guid> pendaftaran-calon-pemira-2016-sepi-dpm-km-unmul-bungkam </guid>
<pubDate> Wed, 28 Sep 2016 09:23:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: kahaba.net </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-calon-pemira-2016-sepi-dpm-km-unmul-bungkam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WkQA9D2JNE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendaftaran Calon Pemira 2016 Sepi, DPM KM Unmul Bungkam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sejak pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul dibuka, Sabtu (24/9) lalu, hingga hari ini belum ada tanda-tanda calon yang mendaftar. Sekretariat DPM KM Unmul di Student Center masih tampak sepi. Hanya ada panitia dari Komisi Penyelenggaran Pemilihan Raya (KPPR) yang berjaga jika sewaktu-waktu terdapat bakal calon yang mendaftar.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, ketika dikonfirmasi, terkait kondisi tersebut pihak DPM KM Unmul enggan memberi keterangan. Ketua DPM KM Unmul, Abdul Rahman, yang dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat tak memberikan jawaban. Begitu pula dengan Nur Ahlina Hanifah, Wakil Ketua I DPM KM Unmul. Mahasiswa Fakultas Kedokteran tersebut enggan dimintai komentar terkait kondisi terbaru penyelenggaraan Pemira 2016.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Langsung hubungi ketua saja, ya,&quot; jawab Hani enggan diwawancarai awak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, panitia Pemira 2016 lainnya, Dwi Luthfi, menunjukan sikap serupa. Kepada media ini dia beralasan sedang sibuk karena padatnya rutinitas sehingga menolak untuk ditemui. Bahkan, ia beralasan jaringan telepon selulernya sedang buruk sehingga tidak bisa dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait pelaksanaan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya belum bisa. Saya ada agenda. Jaringan saya juga susah kalau mau via telepon,&quot; ujarnya melalui pesan singkat. <strong>(aml</strong><strong>/im)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> H-2, Tiga Kandidat Sekadar Ambil Formulir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/h-2-tiga-kandidat-sekadar-ambil-formulir/baca </link>
<guid> h-2-tiga-kandidat-sekadar-ambil-formulir </guid>
<pubDate> Thu, 29 Sep 2016 08:40:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua DPM KM, bersama panitia Pemira Unmul 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/h-2-tiga-kandidat-sekadar-ambil-formulir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nfMLVBGNuf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>H-2, Tiga Kandidat Sekadar Ambil Formulir</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sebanyak tiga kandidat bakal calon petarung Pemira 2016 mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat DPM KM Unmul, Student Center Lantai 2, tadi sore (28/9). Ketiga kandidat itu yakni, Bagus Dwi Cahyono, Endra Julianto, dan Fitri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah ada tiga nama bakal calon yang mengambil formulir. Selanjutnya mereka harus melengkapi persyaratan untuk maju ke tahap verifikasi berkas,&rdquo; ujar Abdul Rahman, ketua DPM KM Unmul kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu mengatakan, saat ini tim DPM KM Unmul tengah gencar melakukan publikasi. Sejak Senin lalu, panitia sudah menyebarkan segala ketetapan dan informasi seputar Pemira 2016 ke seluruh DPM/BLM tingkat fakultas. Informasi serupa juga diberikan kepada UKM universitas.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, dia mengakui, hingga saat ini belum mendapatkan respons dari tiap lembaga setelah publikasi disebarkan. Adapun hari ini, sebut dia, panitia kembali menambah spanduk publikasi Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi pendaftaran bakal calon yang lazimnya mendaftar jelang <em>deadline</em>, Rahman mengaku, tak resah. Bagi dia, hal itu sah sebelum palu tanda pendaftaran ditutup resmi diketuk.</p><p style="text-align: justify;">Pemira memang tak hanya bakal digelar tingkat universitas. Sejumlah fakultas, pun diketahui bakal menggelar Pemira dalam waktu yang nyaris bersamaan dengan Pemira Unmul. Beberapa di antaranya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Teknik. Meski begitu, Rahman menganggap hal tersebut biasa terjadi. Dia mengaku, tidak mempermasalahkan. Ia percaya, DPM/BLM tingkat fakultas punya regulasi dan pertimbangan sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak khawatir. Karena sudah sejak lama DPM KM Unmul sampaikan waktu pelaksanaan Pemira Unmul. Itu langkah antisipasi kami di samping melakukan konsolidasi dengan DPM/BLM fakultas. Setahu kami, Pemira di tingkat fakultas maupun universitas &nbsp;juga tidak bersamaan. Ada selang beberapa waktu,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal syarat, ia menegaskan, hal itu tidak dapat diganggu gugat. Ketentuan dan ketetapan syarat bersifat mutlak. Sudah berlaku sejak lama dan disepakati semua fakultas melalui sidang kongres KM Unmul. Meski begitu, pihak yang menolak atau merasa keberatan, ia mempersilakan untuk mengajukan revisi atau amandemen AD/ART KM Unmul melalui kongres.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, syarat untuk mendaftar menjadi presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul di antaranya, IPK minimal 2,75, harus menyertakan bukti 500 fotokopi KTM sebagai dukungan pencalonan, serta tidak aktif di organisasi manapun. <strong>(<em>aml/im</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panwas Pemira 2016 Terbentuk, Pengumpulan Fotokopi 500 KTM Rawan Kecurangan    </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panwas-pemira-2016-terbentuk-pengumpulan-fotokopi-500-ktm-rawan-kecurangan/baca </link>
<guid> panwas-pemira-2016-terbentuk-pengumpulan-fotokopi-500-ktm-rawan-kecurangan </guid>
<pubDate> Fri, 30 Sep 2016 09:28:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: DPM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panwas-pemira-2016-terbentuk-pengumpulan-fotokopi-500-ktm-rawan-kecurangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NPZxA5V5cy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Panwas Pemira 2016 Terbentuk, Pengumpulan Fotokopi 500 KTM Rawan Kecurangan   </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jelang <em>deadline</em> pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul dalam Pemira 2016, DPM KM Unmul, membentuk Panitia Pengawas (Panwas), tadi sore (29/9). Hasilnya, terpilih Adi Kuswadi, mahasiswa dari Fakultas Pertanian.</p><p style="text-align: justify;">Kepada media ini, pria yang akrab disapa Adicus itu mengatakan, setelah terbentuk Panwas Pemira 2016 dalam waktu dekat bakal menggelar pertemuan untuk merancang mekanisme kerja dan hal-hal yang berkaitan dengan tugas dan fungsinya. Kendati demikian, ia mengaku, sudah mengetahui beberapa tugas dan fungsi yang harus dia lakukan beserta anggota di Panwas Pemira 2016.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah dijelaskan DPM KM Unmul. Fungsi utamanya mengawasi dan mengontrol pelaksanaan Pemira di tiap fakultas,&rdquo; ujar dia.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut, kepesertaannya dalam Panwas dilakukan secara sukarela. Melalui proses penjaringan terbuka yang dilakukan DPM KM Unmul. Adapun, anggota Panwas berisikan delegasi fakultas yang diterima dengan sistem yang sama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap kehadiran Panwas bisa mendukung agar Pemira tahun ini bisa berjalan secara demokratis, jujur, adil, dan independen. Sehingga bisa melahirkan pemimpin (presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul,<em>Red.</em>) yang amanah dan bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi Unmul,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran Panwas memang menjadi syarat mutlak dalam pelaksanaan Pemira. Tugasnya sangat penting untuk mengawasi jalannya Pemira agar terhindar dari perilaku oknum yang tidak bertanggungjawab. Apalagi, syarat pengumpulan 500 fotokopi KTM kerap dianggap memberi resah banyak pihak. Hal tersebut kerap kali diutarakan mahasiswa, khususnya mahasiswa baru yang mengaku KTM-nya diminta secara ilegal untuk pencalonan Pemira. Namun, tanpa diberitahu maksud dan tujuannya terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya terkait ancaman tersebut, mahasiswa yang diketahui sebelumnya aktif di BEM KM Unmul Kabinet Eksekutor Perbaikan itu mengaku, belum menentukan langkah antisipasi. Meski begitu, menurutnya segala bentuk kecurangan yang menciderai pesta demokrasi tertinggi di Unmul patut diberikan sanksi tegas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya belum tahu sanksinya apa, yang pasti akan kami tindak dan berikan hukuman sesuai aturan yang berlaku. Bagi pihak yang merasa atau menemukan kecurangan silakan melapor kepada Panwas. Tapi, sampai saat ini kami belum menerima laporan tersebut,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, hingga saat ini belum ada satu pun calon yang resmi mendaftar dalam Pemira 2016. Meski begitu, berdasarkan data yang dihimpun dari KPPR tercatat sampai sore tadi, sudah ada empat kandidat bakal calon yang mengambil berkas persyaratan. Di antaranya, Bagus Dwi Cahyo dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kemudian, Fitri Irwan juga dari FKIP. Lalu, Endra Julianto dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berpasangan dengan M Dicky Chandra dari Fakultas Hukum. Terakhir, tadi sore, ada Arfan Munandar dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.</p><p style="text-align: justify;">Kandidat bakal calon diwajibkan mengumpulkan semua berkas persyaratan sebelum pendaftaran ditutup pada pukul 18.00, besok (30/9) sore. Jika tidak kunjung melengkapi syarat, maka secara otomatis para kandidat dinyatakan tidak terdaftar sebagai calon untuk kemudian mengikuti tahapan verifikasi berkas. <strong>(<em>aml</em></strong><strong><em>/im</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengawal Independensi, Lahirkan Pemimpin Substansi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mengawal-independensi-lahirkan-pemimpin-substansi/baca </link>
<guid> mengawal-independensi-lahirkan-pemimpin-substansi </guid>
<pubDate> Sat, 01 Oct 2016 09:06:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar:  gambar.co </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mengawal-independensi-lahirkan-pemimpin-substansi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZqxLG9HiEQ.png" />
					</figure>
			                <h1>Mengawal Independensi, Lahirkan Pemimpin Substansi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pada penghujung kepengurusan LPM Sketsa 2016, tema Pemira jadi fokusan berita. Harapan pemira tahun ini masih sama seperti sebelumnya. Mampu melahirkan pemimpin lebih baik dari pengurus yang sudah-sudah. Menjadi titik &apos;perbaikan&apos; dari sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa sebab berita menyoal pemilihan calon presiden dan wakil presiden BEM KM 2017 memenuhi timeline Anda. Sebagai lembaga pers satu-satunya di tingkat universitas, LPM Sketsa mengawal langsung Pemira 2016.</p><p style="text-align: justify;">Membedah, mengkritisi, serta mengawal isu seputar Pemira Unmul. Sebagai bentuk dukungan agar terciptanya Pemira Unmul sebagai ajang suksesi kelembagaan mahasiswa yang transparan dan demokratis. Melahirkan pemimpin independen. Itu pasti!</p><p style="text-align: justify;">Produk jurnalisme yang komprehensif dan tak mungkin Anda lewatkan. Mengupas fakta-fakta, memaparkan dinamika, dan menuangkan keresahan soal Pemira Unmul lewat berbagai sudut.</p><p style="text-align: justify;">Semangat idealisme pun dijunjung tinggi. Kebebasan pers jadi pegangan kami mengawal berita. Tentunya dalam lajur kode etik yang telah baku dan paten ditaati seluruh awak pers termasuk kami LPM Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Produk jurnalistik perihal Pemira Unmul dapat menjadi katalisator bagi para mahasiswa untuk bersama-sama mengawal proses dan turut andil dalam percaturan kelembagaan di Unmul. Turut mengetahui proses, memahami skema atau mengkritisi hingga akhirnya sepakat atas hasil.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hal mudah memang untuk mensosialisasikan dan memastikan kesadaran kawan-kawan mahasiswa untuk turut berpartisipasi dalam pemira. Di sisi lain, para calon tentu sudah memiliki konsep kampanye dan melihat-lihat peta politik Unmul. Semoga saja dari sini lahir pemimpin yang memang serius.</p><p style="text-align: justify;">Jangan sampai Pemira Unmul hanya dimaknai sebagai kontes untuk melanggengkan ritual kemahasiswaan. Jangan sampai pula, mahasiswa tidak memahami urgensi pemilihan raya yang digelar tiap tahun ini. Hal itu berakibat pada proses suksesi lembaga kemahasiswaan cenderung rendah.</p><p style="text-align: justify;">Jika dalam Pemira Unmul animo dan partisipasi rendah, masihkah lembaga kemahasiswaan yang dipimpin kelak patut mengatakan &apos;Kami Unmul&apos;? Sedangkan representasi partisipan pada pemira masih rendah. Belum kiranya mewakili jika tak seluruh komponen mahasiswa terlibat aktif memilih.</p><p style="text-align: justify;">Independensi jadi sorotan lain. Baik dari segi penyelenggara hingga calon. Jujur. Itu utama. Selain itu, aturan yang dibuat dan disepakati bersama dapat benar-benar dijalankan bersama pula. Iya. Bersama.</p><p style="text-align: justify;">Semoga Pemira Unmul kali ini berjalan lancar. Bukan hanya lancar melahirkan pemimpin baru. Namun juga &apos;lancar&apos; lainnya. Sesuai aturan yang ada. Tidak melanggar, mengurangi, atau melebihkan. Semangat demokrasi mestinya tidak dicederai. Apalagi ada curang yang ternyata turut menghiasi.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari sistem pemilihan pemira online yang kembali dihelat tahun ini, berarti sudah tiga kali. Terlepas pula dari beberapa fakultas yang mempertanyakan keabsahan Pemira sistem digital. Seolah di persimpangan antara online atau konvensional. LPM Sketsa berharap independensi sehingga lahir pemimpin substansi!</p><p style="text-align: justify;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Semangat Berbagi dan Menginspirasi!</p><p style="text-align: justify;">Ketua Umum LPM Sketsa 2016</p><p style="text-align: justify;">Raden Roro Mira Budiasih</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Pasangan Calon Ramaikan Pemira 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-pasangan-calon-ramaikan-pemira-2016/baca </link>
<guid> dua-pasangan-calon-ramaikan-pemira-2016 </guid>
<pubDate> Sat, 01 Oct 2016 09:11:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: gambaran.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-pasangan-calon-ramaikan-pemira-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uzDiQf0LlW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Pasangan Calon Ramaikan Pemira 2016</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) akhirnya menutup secara resmi masa pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul untuk Pemira 2016. Penutupan dilakukan tepat pada pukul 18.00 Wita, Jumat (30/9) tadi sore, yang menjadi tenggat masa pendaftaran sesuai ketetapan DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ketua KPPR Dwi Luthfi mengatakan, hingga pendaftaran ditutup terdapat dua pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul yang mengembalikan berkas. Pasangan pertama, Endra Julianto dari FEB angkatan 2012, sebagai calon presiden yang berduet dengan M Dicky Chandra dari FH angkatan 2013 sebagai calon wakil presiden. Endra-Dicky mengembalikan berkas pendaftaran pada pukul 13.18 Wita. Sementara, pasangan kedua, yakni Norman Iswahyudi dari FEB angkatan 2013 sebagai calon presiden yang berduet dengan Bhakti M Zuar dari FT angkatan 2013 sebagai calon wakil presiden. Norman-Bhakti mengembalikan berkas pada pukul 16.43 Wita.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kedua pasangan calon, Endra-Dicky maupun Norman-Bhakti, sama-sama belum melengkapi semua berkas persyaratan sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul,&rdquo; ungkap Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, dia mengatakan, kedua pasangan calon tetap dinyatakan sebagai calon petarung dalam Pemira 2016. Sebab, keduanya sudah mengembalikan sebagian berkas persyaratan meski bersifat pribadi dan menyatakan siap mengikuti Pemira. Sementara persyaratan lain, sebut dia, seperti fotokopi 500 KTM, transkrip nilai, dan surat keterangan tidak aktif di organisasi manapun bisa diserahkan kemudian selama tahap verifikasi II pada 3-4 Oktober mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau tidak melengkapi persyaratan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, maka calon dinyatakan gugur,&rdquo; kata dia.</p><p style="text-align: justify;">Ia menerangkan, kedua pasangan calon merupakan tokoh mahasiswa Unmul yang diketahui punya latar belakang pengalaman organisasi yang cukup mumpuni. Endra misalnya, diketahui pernah menjadi ketua di BEM FEB Unmul pada 2015. Sementara pasangannya, Dicky, diketahui saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial dan Politik di BEM KM Unmul 2016. Adapun Norman, diketahui menjabat sebagai Kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa&nbsp;di BEM FEB Unmul 2016. Sementara Bhakti, sebagai Menteri Sosial Masyarakat di BEM KM Unmul 2016.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahapan pendaftaran sudah ditutup. Kami berharap Pemira tahun ini bisa memunculkan pemimpin yang diidam-idamkan mahasiswa Unmul. Agar berjalan lancar, saya meminta kepada kedua pasangan calon untuk segera melengkapi semua berkas persyaratan sebelum waktu tenggatnya habis,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, berdasarkan ketetapan DPM KM Unmul 3/2016 tentang &nbsp;Pemira Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Unmul, menyatakan calon harus melengkapi sejumlah persyaratan. Di antaranya, surat pencalonan, fotokopi 500 KTM, &nbsp;surat pernyataan tidak sedang menjadi anggota partai politik, surat pengunduran diri apabila termasuk pengurus DPM KM Unmul atau BEM KM Unmul, dan surat cuti apabila termasuk pengurus UKM Unmul atau lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas/jurusan/program studi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, calon juga harus melengkapi &nbsp;daftar riwayat hidup, foto warna dengan menggunakan jaket almamater Unmul dalam bentuk file dan pas foto ukuran 4x6 sebanyak tiga lembar, daftar anggota Tim Kampanye, naskah visi-misi, program kerja, serta transkrip nilai IPK dengan melampirkan fotokopi KHS yang sudah dilegalisir. <strong>(<em>aml/im</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjalanan Baru Putri Kampus 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/perjalanan-baru-putri-kampus-2016/baca </link>
<guid> perjalanan-baru-putri-kampus-2016 </guid>
<pubDate> Sun, 02 Oct 2016 05:39:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto Yube oleh Faqihendry, Fotografer Sketsa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/perjalanan-baru-putri-kampus-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e679ylBnWN.png" />
					</figure>
			                <h1>Perjalanan Baru Putri Kampus 2016</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Malam itu Sabtu (24/9) Yuliana Belinda tersenyum lebar. Dia akan terus mengingatnya, sebagaimana kenangan baik terus dipelihara. Pekan lalu, Ajang Putra Putri Kampus digelar dalam rangka memeriahkan Dies Natalies Unmul yang ke-54. Yube, begitu biasa dia disapa, datang sebagai finalis dan terpilih sebagai Putri Kampus 2016.</p><p>Tahun ini merupakan kali kedua penyelenggaraan Ajang Putra Putri Kampus. Yube terdaftar sebagai salah satu perwakilan Fakultas Kedokteran (FK). Pada malam pemilihan, Yube cantik mengenakan gaun aksen berwarna hijau. Dia berhasil tampil percaya diri menjawab pertanyaan para juri.</p><p>Yube tak menyangka, malam itu dia yang akan menyandang gelar Putri Kampus 2016, di antara sekian banyak gadis perwakilan fakultas se-Unmul.</p><p>&quot;Ini pasti sudah menjadi takdir Tuhan dan saya sangat berterima kasih untuk itu. Sekarang saya merasa punya tanggung jawab lebih,&quot; kata dara 20 tahun itu kepada Sketsa.</p><p>Sebelum ini Yube pernah pernah mengikuti Duta Mahasiswa Genre Kota Samarinda pada 2014 dan terpilih sebagai runner up pada tingkat provinsi Kalimantan Timur. Namun, Ajang Putra Putri Kampus, kata Yube, tetap memberinya pengalaman berharga. Pembekalan ilmu yang didapatnya dirasa sangat berguna. Seminggu lebih ia dilatih narasumber seperti Nora Mokodompit dan Ignasius Sabdo. Mengajarkannya <em>public speaking</em> hingga keanggunan berjalan di atas <em>catwalk</em>.</p><p>&quot;Itu merupakan kesempatan yang langka yang bisa saya dapatkan selama seminggu,&quot; akunya.</p><p>Ia kini mulai merancang impian yang ingin dikerjakannya bersama Unmul. Menurutnya, kampus Unmul harus lebih hijau dan nyaman untuk mahasiswa. Unmul memiliki potensi besar, oleh sebabnya, kata Yube, penting dilakukan penataan yang baik. Dengan cara kerja demikian ia ingin membawa nama Unmul terdengar di kancah nasional bahkan internasional.</p><p>Masa jabatan Putri Kampus 2016 akan disandanganya hingga satu tahun ke depan. Mungkin benar hidup adalah perkara tebak-tebakan yang sulit, sehingga kalau ada ada satu hal yang selalu dipegang Yube itu adalah bersyukur. Terbukti hingga hari ini, dengan menjadi diri sendiri dan bersyukur Yube telah siap di sebuah perjalanan baru. <strong><em>(fqh/e2)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesiapan Diri Putra Kampus 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/kesiapan-diri-putra-kampus-2016/baca </link>
<guid> kesiapan-diri-putra-kampus-2016 </guid>
<pubDate> Sun, 02 Oct 2016 05:47:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto Theo dok. pribadi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/kesiapan-diri-putra-kampus-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Cd6oE9HroY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesiapan Diri Putra Kampus 2016</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Satu hari sebelum pendaftaran Ajang Putra Putri Kampus 2016 ditutup, Sulistianoto Theo Ciptono ditemui oleh seorang dosen. Dosen tersebut berniat mengajak Theo untuk menjadi perwakilan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dalam ajang tahunan universitas. Todongan macam apa ini, pikirnya.</p><p>Meski ragu, Theo mencoba mengiyakan tawaran yang datang. Segala persiapan berlangsung amat singkat. Perlengkapan seperti pakaian dan lainnya ia pinjam dari teman-temannya.</p><p>&ldquo;Semua milik saya masih di kampung halaman,&rdquo; katanya kepada Sketsa.</p><p>Seminggu menjalani karantina, selain mendapat pengalaman dan kenalan baru, Theo juga memperoleh pengetahuan baru. Mulai dari <em>public speaking&nbsp;</em>sampai pengetahuan terkait <em>make up</em>. Pria yang hobi foto tersebut sebelumnya sudah sering didaulat jadi <em>master of ceremony (MC)</em>. Pengalaman itu dirasa menjadi modal baik. Ditambah lagi dengan pengetahuan baru yang didapat, ia semakin percaya diri.</p><p>&ldquo;Banyak hal yang saya pelajari. Ada masukan juga untuk saya dalam membawakan acara,&rdquo; pungkas anak dari pasangan Juli Sucipto dan Lilis Waryanti tersebut.</p><p>Pada malam penganugerahan Putra Putri Kampus 2016, Sabtu (24/9) pekan lalu Theo tak mematok hal yang muluk. Tapi malam itu, ia sukses keluar sebagai juara dan berhak atas titel Putra Kampus 2016. Masa jabatan akan berlangsung selama satu tahun.</p><p>Ini sekaligus menjadi salah satu capaian terbesar yang pernah diraih pria kelahiran Nganjuk, 29 Desember 1996 silam. Menurutnya, seorang mahasiswa sudah bukan saatnya untuk malas gerak. Mahasiswa perlu tahu tugas, hak, dan fungsinya sebagai mahasiswa. Ini pun menjadi visinya, ia ingin menumbuhkan kesadaran mahasiswa agar lebih aktif dalam berkegiatan.</p><p>Selama ini, Theo lebih dikenal sebagai anggota BEM FIB aktif. Ia mengambil studi Sastra Inggris karena mengikuti ketertarikannya akan bahasa Inggris. Yang tak lain juga karena peran dari sang Ibu.</p><p>&ldquo;Saya suka sekali main video game dan nonton film. Sejak SD juga ibu sudah masukin saya les bahasa Inggris,&rdquo; katanya.</p><p>Perjalanan sebagai Putra Kampus 2016 baru saja dimulai. Tugas Theo untuk selalu mengingatkan sosok di depan kaca agar menjadi contoh yang baik, berkata jujur, dan bersyukur untuk hal apa pun.<strong><em>&nbsp;(bru/e2)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tragedi Kudeta dan Genosida Terbesar di Indonesia (30 September – 1 Oktober 1965) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tragedi-kudeta-dan-genosida-terbesar-di-indonesia-30-september-1-oktober-1965/baca </link>
<guid> tragedi-kudeta-dan-genosida-terbesar-di-indonesia-30-september-1-oktober-1965 </guid>
<pubDate> Sun, 02 Oct 2016 08:22:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber foto, www.dewatanews.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tragedi-kudeta-dan-genosida-terbesar-di-indonesia-30-september-1-oktober-1965/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6MhtMuCIWJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tragedi Kudeta dan Genosida Terbesar di Indonesia (30 September – 1 Oktober 1965)</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Tanggal 30 September dan 1 Oktober adalah tanggal yang tidak bisa dilupakan oleh bangsa Indonesia. Khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa. Sebagai wujud reflektif dari sejarah kelam bangsa Indonesia pada tahun 1965 maka perlu mengingat tentang tragedi genosida terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. G30S yang menyebabkan terjadinya Gestok 1965.</p><p>Pasca G30S oleh PKI dan Gerakan 1 Oktober muncul banyak pertanyaan besar. Salah satunya, siapakah dalang atau gembong utama yang melakukan gerakan berdarah ini? Sampai hari ini terdapat banyak sumber dari hasil penelitian baik lisan maupun tertulis dalam bentuk yang beragam.</p><p>Mulai dari buku, artikel, esai, film dokumenter, dan lainnya. Perlu diketahui, ada tiga unsur kekuatan yang mendominasi politik Indonesia di rezim Orde Lama (1945-1965) yaitu Kekuatan Presiden RI, Kekuatan TNI AD, dan Kekuatan PKI. Unsur-unsur kekuatan inilah yang akhirnya membuat un-stabilitas politik dalam negeri karena adanya hawa nafsu berlebihan untuk menjadi penguasa di Ibu Pertiwi ini.</p><p>Permasalahan sosial-ekonomi tidak luput juga menjadi perhatian utama pada saat itu. Terpuruknya ekonomi dunia membawa dampak besar yang membuat Indonesia semakin tidak kondusif. Makin diperparah lagi dengan terlalu fokusnya Bung Karno dalam politik luar negerinya yang membuat rakyat Indonesia memerlukan figur untuk mengakomodir keresahan rakyat.</p><p>Berbagai macam sumber menyatakan ada enam versi dalang G30S dan Gestok yang menyebabkan terjadinya penculikan gugurnya 7 perwira TNI AD serta genosida yang menewaskan kaum-kaum dari PKI.</p><p>Versi paling populer dan paling melekat di benak seluruh rakyat Indonesia adalah PKI yang menjadi dalang G30S. Namun, hal ini tidak bisa dijadikan landasan yang objektif. Versi lain juga mengatakan, termasuk saya yakini, adanya keterlibatan Amerika melalui CIA dalam mendukung G30S dan Gestok dengan alasan bahwa Amerika ingin mematikan perkembangan ideologi komunis yang ada di Indonesia. Karena pada saat itu sedang berlangsung perang dingin antara blok barat dan blok timur.</p><p>Cara-cara yang digunakan Amerika saat itu yakni memprovokasi dan menggunakan TNI AD (Soeharto) untuk merebut kekuasaan Rezim Soekarno. Namun, hal ini telah di wanti-wanti oleh PKI yang tidak menginginkan TNI AD merebut kekuasaan Rezim Soekarno. Akhirnya cara yang dilakukan oleh PKI adalah dengan menculik perwira-perwira TNI AD dengan memberontak. <br><br>Versi terakhir yang juga saya yakini adalah pemberontakan PKI untuk membuat Soeharto terlibat dalam G30S dan Gestok agar dapat menumpas habis PKI dan kader-kadernya, sekaligus mewujudkan kepentingan merebut kekuasaan dari tangan Soekarno. Tetapi, sampai hari ini keterlibatan Soeharto belum bisa dibuktikan. Bahkan Mahkamah Internasional pun masih belum dapat memutuskan ada atau tidaknya keterlibatan Soeharto dalam peristiwa jahanam tersebut. <br>Peristiwa G30S/PKI dan Gestok akan terus menjadi misteri dalam sejarah kelam Ibu Pertiwi. Tidak akan ada habisnya, bagaimanapun genosida tersebut belum bisa dibuktikan secara jelas, karena yang terjadi adalah banyaknya pandangan pelaku maupun sejarahwan yang berbeda-beda baik itu dari sorotan politik maupun pers. <br><br>Saya lantas teringat akan pesan Bung Karno yaitu &ldquo;JAS MERAH&rdquo;, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk tetap mengingat sejarah. Sebab, melalui sejarahlah kita mampu belajar dari kesalahan masa lalu dan tidak mengulanginya sekarang dan akan datang. <br><br><br><em>*</em><strong><span style="font-family: Montserrat,sans-serif;"><span style="font-size: 14px;"><em>Armin Beni Pasapan, Ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional dan &nbsp;Aktivis Kelompok Cipayung dari GMKI Cabang Samarinda<br></em></span></span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira 2016 HMI Tak Berpartisipasi, KAMMI Hanya Usung Satu Nama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-2016-hmi-tak-berpartisipasi-kammi-hanya-usung-satu-nama/baca </link>
<guid> pemira-2016-hmi-tak-berpartisipasi-kammi-hanya-usung-satu-nama </guid>
<pubDate> Sun, 02 Oct 2016 08:58:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi, sumber pixabay.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-2016-hmi-tak-berpartisipasi-kammi-hanya-usung-satu-nama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZrwxWN9oPf.png" />
					</figure>
			                <h1>Pemira 2016 HMI Tak Berpartisipasi, KAMMI Hanya Usung Satu Nama</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - &nbsp;Gelaran pesta demokrasi mahasiswa Unmul dalam Pemira tahun ini nampak mengalami penurunan. Betapa tidak, Pemira yang menjadi ajang berebut kursi presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul tersebut mengalami kurang partisipan.</p><p>Hal ini dapat terlihat dari minimya pendaftar dan sedikitnya animo organisasi mahasiswa yang mengusung kadernya dalam Pemira tahun ini. Sampai masa pendaftaran ditutup kemarin (30/9), Komisi &nbsp;Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) hanya mengantongi dua pasangan calon (paslon).</p><p>Salah satu organisasi eksternal, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Unmul angkat suara. Menurut Kepala Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) HMI, Irwansyah mengatakan, pihaknya ingin berpartisipasi pada Pemira. Namun, ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan.</p><p>&rdquo;HMI ini sendiri setiap tahun ingin berpartisipasi, cuma selama sistemnya pemira online kita agak ribet. Karena bukan demokrasi lagi namanya kalau pemilihannya itu secara online,&rdquo; ujar mahasiswa Fakultas Kehutanan itu.</p><p>Menurut Irwansyah, pemira online membuat sistem demokrasi menjadi tidak terbuka dan rawan kecurangan. Meski demikian, Irwansyah tetap berharap siapapun calon yang terpilih nantinya dapat menyuarakan seluruh aspirasi dari fakultas.</p><p>Sesama organisasi eksternal, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Unmul, juga terlihat tak terlalu bergairah pada Pemira tahun ini. Jika tahun lalu KAMMI mengajukan lima kader terbaiknya sebagai kandidat calon. Tahun ini KAMMI hanya mengusung satu nama.</p><p>&ldquo;Masih lihat situasi lapangan. Yang pasti tahun ini KAMMI akan menyiapkan kader terbaiknya,&rdquo; kata Langgeng Saputra, Ketua KAMMI Komisariat Unmul saat dikonfirmasi Sketsa melalui pesan singkat.</p><p>Dari dua nama calon yang di kantongi KPPR. Diketahui Endra Julianto dan Norman Iswahyudi adalah kader aktif KAMMI. Namun, Endra mengaku dirinya maju pada Pemira membawa nama pribadi.</p><p>&ldquo;Kami mencalonkan secara pribadi. Siapapun kader KAMMI yang mau maju insya allah pasti disetujui oleh ketua,&rdquo; ujar Endra yang berpasangan dengan M Dicky Chandra.</p><p>Padahal rivalnya, Norman Iswahyudi dan Bhakti Zuar telah didukung oleh KAMMI. &rdquo;Satu pasangan saja yang diusung oleh KAMMI. Norman dan Bhakti,&rdquo; tutup Langgeng. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kurangi Sampah Plastik? Tabung di Bank Sampah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/kurangi-sampah-plastik-tabung-di-bank-sampah/baca </link>
<guid> kurangi-sampah-plastik-tabung-di-bank-sampah </guid>
<pubDate> Sun, 02 Oct 2016 12:00:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosialisasi Bank Sampah bersama Student Exchange dari Thailand. Dok. Uncal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/kurangi-sampah-plastik-tabung-di-bank-sampah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZBMWbRN4Cg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kurangi Sampah Plastik? Tabung di Bank Sampah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Konsumsi plastik berlebih dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, apalagi jika tak dikelola dengan baik. Guna mengedukasi civitas akademik juga warga sekitar Unmul, agar meminimalisir penggunaan sampah plastik, Relawan Hijau sebutan bagi anggota Unmul Cinta Lingkungan (Uncal) melakukan aksi pungut sampah, sekaligus mengenalkan Bank Sampah. Bertepatan dengan penutupan Dies Natalis Unmul di Gor 27 September (24/9) pekan lalu, aksi ini turut diikuti <em>student exchange</em> dari Thailand.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aksi pungut sampah bukan kegiatan rutin, ini hanya gerakan awal dari Bank Sampah. Tujuan utamanya adalah mengenalkan sampah plastik yang masih bernilai jual,&quot; terang Ghina Aulia Abidin, Project Officer Uncal. Perlu diketahui, Uncal bergerak di bidang lingkungan yang dinaungi Kementerian Sosial Masyarakat BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Bank Sampah ini, merupakan kolaborasi BEM KM dengan Fakultas Kehutanan (Fahutan) yang dibina oleh Rudianto Amirta, Dekan Fahutan, Aditya Irawan staff ahli Bidang Kemahasiswaan Wakil Rektor III dan Sri Purwatiningsih Kasubag Kemahasiswaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan dalam aksi tersebut, ada jenis-jenis sampah yang dapat dikumpulkan dan memiliki nilai jual. Seperti kaleng, kertas, gelas plastik, botol plastik, dan plastik lainnya. Pergerakan Bank Sampah dilakukan Oktober ini, sembari menunggu SK dari Rektor keluar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Juga melihat kemandirian dari Bank Sampah yang kita kelola ini, baru bisa kita launching setelahnya,&quot; sambung Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru, Wakil Presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Edukasi yang tertuang &nbsp;dalam Bank Sampah selain membudayakan menabung, yakni memilah sampah sesuai jenisnya. Hal tersebut dapat dilakukan mulai saat ini. Sampah plastik dapat bernilai jual jika dimanfaatkan dengan baik, terlebih dengan adanya Bank Sampah turut mengurangi pembuangan sampah plastik dengan percuma di lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini sebagai langkah konkret Uncal dalam mendukung Unmul sebagai <em>Green Campus,</em>&quot; kata Bhakti M. Zuar, Menteri Sosial Masyarakat BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Oswald,sans-serif;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: 'Open Sans Condensed',sans-serif;"><em><strong>Kunjungi sosial media milik Uncal untuk perkembangan Bank Sampah dan kabar lainnya mengenai lingkungan. Ig: @uncal_ , twitter: @uncal_ , Line: brh4328d , dan Youtube: Uncal 2016</strong></em></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-family: Oswald,sans-serif;"><span style="font-size: 14px;"><span style="font-family: 'Open Sans Condensed',sans-serif;"><em><strong>Salam Hijau!</strong></em></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Nama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/dua-nama/baca </link>
<guid> dua-nama </guid>
<pubDate> Sun, 02 Oct 2016 20:29:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto dari: bersamadakwah.net </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/dua-nama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hphSrPaxIF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Nama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">DI KOTA itu tertib, agamis, mandiri, aman, dan nyaman adalah moto. Dipampang dengan huruf besar di bawah senyum wali kota dan wakilnya. Di atas median jalan yang memisahkan dua arus lalu-lintas dekat Plaza Taman. Papan reklame di tengah kota.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh dari situ, berdiri Rumah Sakit Amelia dekat simpang empat jalan. Melewati lampu merah, belok ke kanan. Lalu beberapa ke kiri dan ke kanan lagi sebelum sampai di tujuan.</p><p style="text-align: justify;">Seorang perempuan menyambutnya di teras rumah. Senyumnya mengembang, ada &ldquo;Selamat Datang&rdquo; yang ia tangkap pada lengkung bibirnya, meski tersirat. Barangkali senyum wali kota dan wakilnya sama maknanya. &ldquo;Selamat Datang&rdquo;. Sehingga tak heran kota itu dipenuhi para pendatang. Segera perempuan itu mengajaknya masuk ke dalam rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ayo masuk,&rdquo; bujuknya.</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">Perempuan bernasab Bugis itu hadir dalam hidupnya pada sebuah acara konser yang megah pada suatu malam. Jantungnya berdebar-debar ketika tatapan mereka beradu.</p><p style="text-align: justify;">Kau kenal dia? Jarinya menunjuk perempuan itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenal.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Siapa namanya? Ia kembali bertanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ina,&rdquo; Sahabatnya menyahut. &ldquo;Ina Mariana. Mau kukenalkan?&rdquo; Ia mengangguk.</p><p style="text-align: justify;">Sejak malam itu ia percaya ada cinta sejati, dan ia yakin telah menemukannya. Lalu keberanian itu datang setelah kencan mereka yang ketiga. Ia mengatakan &ldquo;I love you,&rdquo; sembari menekuk lutut di hadapannya, dan&hellip; ditolak.</p><p style="text-align: justify;">Atas saran sahabatnya ia lantas menegak Topi Miring. Katanya, obat sakit hati yang mujarab adalah teler. Ia memang dungu.</p><p style="text-align: justify;">Usai sudah semua berlalu</p><p style="text-align: justify;">Biar hujan menghapus jejakmu&hellip;</p><p style="text-align: justify;">Di rumah, lagu itu didengarnya berulang-ulang sambil mewek. Karena tiga tahun setia dalam penantian yang menjemukan, ia pikir, sia-sia juga ujungnya. Tapi seperti halnya semua kenangan, pada akhirnya, ya begitulah&hellip;</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">DI KOTA itu ia tak datang untuk kembali patah hati. Ia sekedar meminum Batavia Coffee sembari membaca Rich Dad Poor Dad di sebuah kafe, menikmati waktu senggang yang jarang ia miliki. Ia punya sepekan, semacam bonus sebelum tenggelam lagi pada pekerjaannya begitu kembali ke Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Tiga cangkir kopi telah tandas dan sepanjang itu ia hanya membaca. Tidak ada yang istimewa hingga telepon genggamnya menjerit-jerit di atas meja.</p><p style="text-align: justify;">+6285250486471 tertera di layar ponselnya. Nomor baru gumamnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Halo,&rdquo; ia menjawab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hei, kudengar kau ada di kota ini?&rdquo; Suara perempuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini siapa?&rdquo; ia bertanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau lupa denganku?&rdquo; sahutnya, &ldquo;Sudah kuduga.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Perempuan itu lantas menyebut nama, disertai sedikit masa lalu tentang mereka, dan semua segera menjadi jelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari mana kau tahu aku ada di kota ini?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku lihat dari beranda Facebook. Statusmu, kau katakan akan pulang dan seminggu akan liburan, begitu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana kalau itu bohong?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku yakin kau tidak berbohong.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia tidak menyanggah, takut membuatnya tersinggung. Toh, dia memang benar, ia sekarang ada di kota ini. Untuk berlibur, awalnya...</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku ingin kita bertemu. Kau masih ingat letak rumahku?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Datanglah. Esok aku tunggu!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Telepon ditutup. Jantungnya berdebar-debar.</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">DI KOTA itu ia memang tak datang untuk kembali patah hati. Kedatangannya semata atas permintaan sahabatnya yang hendak menikah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau bisa datang kan, Bro?&rdquo; bujuk sahabatnya ditelepon tempo hari. &ldquo;Ayolah!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Maka ia pun berada di kota ini. Kembali mendengar lagu &ldquo;keramat&rdquo; itu berulang-ulang di hotel tempat ia menginap.</p><p style="text-align: justify;">Usai sudah semua berlalu</p><p style="text-align: justify;">Biar hujan menghapus jejakmu&hellip;</p><p style="text-align: justify;">Entah kenapa lagu itu sukses membuatnya melankolis. Jantungnya masih berdebar-debar. Ia telepon sahabatnya, hendak meminta saran:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sobat, apa yang harus aku lakukan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tidak tahu,&rdquo; jawab sahabatnya, &ldquo;Sekarang mabuk-mabukan tidak zamannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lebih baik kau tidur saja, Bro.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dan ia menuruti nasehat sahabatnya.</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;KAU tahu, aku sudah menunggu-nunggu pertemuan ini.&rdquo; Dia angkat bicara setelah lelaki itu menaruh cangkir kopinya kembali di atas meja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf, aku tidak tahu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tak apa,&rdquo; sahutnya. &ldquo;Sekarang kan kau sudah tahu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pandang beradu pandang. Sepasang mata itu masih bersinar seperti dulu. Sepasang mata milik bidadari. Yang ia cintai begitu dalam. Pada sepasang mata itulah pertama kali ia menemukan cinta, sekaligus luka akibat mengatakannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak malam itu aku mencari-carimu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mencariku?&rdquo; telisik lelaki itu.</p><p style="text-align: justify;">Huruf-huruf tersusun menjadi kata, lalu kalimat, kemudian paragraf, dan menjadi sebuah cerita. Malam itu dia ingin bilang, &ldquo;Aku juga merasakan hal yang sama denganmu&rdquo;. Tapi kata-kata itu justru tertahan dalam tenggorokannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku ingin mengujimu, tapi kau justru pergi. Teleponmu tidak pernah aktif. Aku ke rumahmu, tapi di sana tidak ada siapa-siapa, dan Facebook baru menjangkaumu setelah kau benar-benar jauh. Aku merasa bersalah&hellip;&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kumohon lupakan itu.&rdquo; Ia segera memotong. &ldquo;Aku datang bukan untuk bicara soal masa lalu. Tapi alasanmu kenapa memintaku ke mari?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sembari tersenyum tangannya menyodorkan sebuah undangan. &ldquo;Sebab aku ingin memastikan kau hadir.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Keningnya berkerut membaca dua nama pada undangan itu. Pernikahanku, sambungnya, acaranya seminggu lagi.</p><p><br></p><p><span style="font-size: 14px;"><strong><em>*Penulis Fitra Wahyuliansyah, Fakultas Ilmu Budaya 2012</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kondisi Keamanan Unmul di Tiga Kampusnya yang Lain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kondisi-keamanan-unmul-di-tiga-kampusnya-yang-lain/baca </link>
<guid> kondisi-keamanan-unmul-di-tiga-kampusnya-yang-lain </guid>
<pubDate> Tue, 04 Oct 2016 09:46:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi 3 kampus Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kondisi-keamanan-unmul-di-tiga-kampusnya-yang-lain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SKNkjWzJGH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kondisi Keamanan Unmul di Tiga Kampusnya yang Lain</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Menciptakan keamanan kampus bukan perkara sulit. Setidaknya setiap kampus harus sudah memiliki personel Satuan Pengamanan (satpam). Karena sejauh ini tindak kejahatan masih saja dialami mahasiswa, bahkan di lingkungan kampus.</p><p>Kampus Unmul kerap mengalami keluhan keamanan. Saat ini, Unmul memiliki empat posisi kampus yang letaknya berbeda-beda di pusat kota. Dengan posisi yang tersebar itu, sepatutnya keamanan pun dapat disiagakan tidak hanya di satu titik.</p><p>Khususnya kampus Unmul yang berada di luar Gunung Kelua, sudah selayaknya setiap kampus menerima jaminan keamanan yang sama. Tidak boleh ada istilah kampus tiri. Lalu bagaimana kabar kampus Unmul lainnya?</p><p>Dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa yang letaknya di Jalan Pahlawan, Gresiandre Putra, mahasiswa Bahasa Inggris, mengeluh keamanan kampus Biru masih kurang memadai. Karena hanya ada satu pos keamanan di gerbang masuk sementara area parkir yang disediakan jauh lebih luas.</p><p>&ldquo;Penjagaan kendaraan yang parkir tidak maksimal. Saya sendiri sudah dua kali kehilangan helm di kampus Pahlawan. Jadi saya rasa untuk keamanan penjagaan parkir perlu ditingkatkan,&rdquo; ujarnya.</p><p>Abu Bakar, satpam FKIP Bahasa, mengaku mengatur kendaraan yang masuk setiap pagi. Dia mengatur hingga pukul 08.00 Wita. Memasuki waktu siang dia mulai menjaga melalui pos, beranjak sore hari parkiran mulai kelihatan berantakan.</p><p>&ldquo;Berantakan itu pun karena mahasiswa. Dan, sebenarnya keamanan ini bukan tukang parkir,&rdquo; tukasnya.</p><p>Abu bercerita bahwa dirinya sempat membawa beberapa helm Maba yang bermerek ke ruangan untuk diamankan. Itu dilakukan karena pemiliknya diduga menggeletakkan helm secara asal. Sebetulnya untuk urusan helm prnah ada peringatan bahwa helm tanggung jawab pribadi.</p><p>&ldquo;Mungkin karena belum pernah merasakan mencari uang,&rdquo; pikirnya.</p><p>Khusus penjagaan Abu tidak sendiri, mulai pagi hingga sore dia ditemaini oleh kawannya Jaellani. Selain itu, keberadaan CCTV dirasa cukup membantu. Saat ini, sekurang-kurangnya ada empat CCTV diarahkan menghadap parkiran.</p><p>Lalu beranjak ke kampus FKIP Sosial di Jalan Banggeris, di sana keamanan kampus terjamin baik dan menuai puas. Surtiani, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, mengatakan dua tahun sudah ia menjalani kuliah di sana, tidak sekalipun dia mendengar kasus pencurian helm. Tanda bahwa petugas keamanan telah bekerja dengan baik.</p><p>&ldquo;Di sini ada dua satpam dan selalu menjaga parkiran setiap saat. Dia sering keliling dan enggak cuma duduk. Kunci motor hilang tinggal tanyakan saja pihak satpam,&rdquo; ungkapnya kepada Sketsa, Selasa (3/10).</p><p>Sutri berpikir tak perlulah fasilitas CCTV, FKIP Sosial sudah jauh aman. Posisi kampus boleh jauh, sektor keamanan sudah tak jadi soal.</p><p>Sketsa juga mengunjungi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) bertempat di Jalan Pulau Flores pada Rabu (28/9) kemarin. Di sana pengamanan kampus sudah diisi dua orang satpam dan dilengkapi CCTV. Diakui Hidayat, satpam FIB, sebelum ada CCTV warga kampus cukup rentan mengalami kehilangan.</p><p>&ldquo;Sekarang kampus dan mahasiswanya juga merasa sangat aman,&rdquo; katanya.</p><p>Itulah situasi keamanan yang diperoleh kampus di luar wilayah Gunung Kelua. Cerita yang cukup beragam. Langkah pengamanan kampus tetap harus ekstra. Agar mahasiswa dan kampus merasa aman. Karena untuk &ldquo;nyaman&rdquo; perlu ada &ldquo;aman.&rdquo; <strong><em>(asr/wal/irm)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persyaratan Lengkap, Dua Bacalon Siap Tarung Pemira 2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persyaratan-lengkap-dua-bacalon-siap-tarung-pemira-2016/baca </link>
<guid> persyaratan-lengkap-dua-bacalon-siap-tarung-pemira-2016 </guid>
<pubDate> Wed, 05 Oct 2016 09:19:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: www.solopos.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persyaratan-lengkap-dua-bacalon-siap-tarung-pemira-2016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PisLj3uceE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Persyaratan Lengkap, Dua Bacalon Siap Tarung Pemira 2016</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Proses rangkaian menuju Pemira masih berlangsung. Berdasarkan timeline DPM KM Unmul, hari ini (04/10), merupakan hari terakhir bagi dua bacalon melengkapi berkas persyaratan. Sebagaimana diketahui, mereka diberi kesempatan melengkapi berkas sejak kemarin hingga hari ini setelah melalui tahap verifikasi I pada 1-2 Oktober lalu.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan penuturan Ketua KPPR Dwi Luthfi, dua pasang bacalon telah genap menyempurnakan persyaratan majunya mereka dalam Pemira 2016 mendatang. Meski diakui, perihal jumlah fotokopi KTM belum dihitung oleh pihaknya. Itu bakal dilakukan pada tahap verifikasi II yang dimulai besok hingga lusa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua persyaratan dua bacalon sudah lengkap semua. Termasuk surat pengunduran diri dari lembaga atau surat cuti dan fotokopi 500 KTM. Jumlah KTM yang terkumpul belum sempat kami hitung. Tadi ditaruh di kantung plastik. Tampak banyak dan tebal seperti duit,&rdquo; ungkapnya seraya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Luthfi menyebutkan detail waktu pengembalian berkas lengkap dua bacalon. Pasangan Norman-Bhakti dikatakan mengumpul lebih dulu pada pukul 17.37 Wita. Sementara Endra-Dicky menyusul beberapa menit kemudian, pukul 17.45 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Dicky dan Bhakti diketahui memang merupakan menteri aktif dalam kabinet BEM KM Unmul 2016. Namun, sore tadi keduanya secara resmi telah mengundurkan diri dalam konferensi yang digelar BEM KM Unmul di halaman Auditorium Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Besok hingga lusa, Pemira memasuki tahap verifikasi II. Dalam masa itu, dua pasang bacalon sudah menyiapkan rencana berbeda. Pasangan Norman-Bhakti mengaku bakal menyusun strategi dengan memantapkan tim sukses dan relawan pendukung mereka. Sedangkan Endra-Dicky akan lebih fokus menyiapkan mental dan pematangan program serta visi dan misi yang bakal mereka bawa dalam pertaruhan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Dua bacalon akan resmi berganti status sebagai calon petarung Pemira pada penetapan 7 Oktober mendatang. Meski begitu, isu calon boneka tak dapat dipungkiri masih saja berkembang di kalangan mahasiswa Unmul. (<strong><em>aml/e3</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FKIP, Hujan jadi Alasan Memilih Golput </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkip-hujan-jadi-alasan-memilih-golput/baca </link>
<guid> pemira-fkip-hujan-jadi-alasan-memilih-golput </guid>
<pubDate> Wed, 05 Oct 2016 09:40:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerumunan dalam Pemira FKIP 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkip-hujan-jadi-alasan-memilih-golput/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Kz2a4pMwZ2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FKIP, Hujan jadi Alasan Memilih Golput</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA - &nbsp;</strong>Pada pemira kampus keguruan tahun ini terdapat dua pasang kandidat yaitu Rizaldo -Indra Kurniawan dan Gusti Prayogo-Syaiful Bahri. Pemira dilaksanakan serentak hari ini di tiga zona yaitu di Gunung Kelua, Pahlawan, dan Banggeris.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau untuk zona Gunung Kelua cukup ramai dan banyak juga mahasiswa yang berpartisipasi. Kalau di Banggeris juga lumayan ramai, cuman untuk Pahlawan itu agak sedikit kurang mungkin karena cuaca ya jadi banyak yang enggak ke kampus,&quot; ujar Ajijul Karnaen, Ketua Umum DPM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah pemilih pada tahun ini belum bisa dipastikan karena masih menunggu rekapitulasi suara. &ldquo;Untuk rekapitulasi suara langsung dilaksanakan setelah penutupan posko di masing-masing zona jika tidak ada kendala,&rdquo; ujar Ajijul.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pada waktu berbeda, Silvia, dari Pendidikan Fisika 2016 antusias menggunakan hak suaranya. &ldquo;Kemarin juga sudah dengar visi dan misi dari mereka jadi saya udah punya pilihan,&rdquo; tukas Silvia.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan Silvia, salah satu mahasiswa angkatan 2015 yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku memilih golput karena ia tidak sempat ke TPS dan faktor cuaca.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini saya ada jadwal kuliah dari pagi sampai sore, tapi dapat sms dari kating kalau kuliah pagi diliburkan. Hujan tadi pagi cukup deras dan saya nunggu reda, pas sudah reda ternyata udah jam 12.45 dan ada jadwal kuliah sampai pukul empat, dan TPSnya sudah tutup,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan dari kampus Banggeris diwakili Dina Sari, mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar itu mengaku jika TPS kurang lebar, hujan juga jadi faktor beberapa mahasiswa enggan ke TPS. Namun ia berpendapat jika pelaksanaannya sudah bagus.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa mahasiswa FKIP yang sempat dwawancarai Sketsa juga memilih untuk tidak menggunakan hak suaranya. Selain alasan hujan. Berbagai alasan mulai tidak mengenal calon, tidak mendapat info sama sekali, dan bahkan baru mendapat info dari kakak tingkat sore harinya. Sehingga saat hendak memilih, TPS sudah tutup. (<strong><em>adn/mpr/ayh/e3</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rizaldo-Indra Ketua Baru BEM FKIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizaldo-indra-ketua-baru-bem-fkip/baca </link>
<guid> rizaldo-indra-ketua-baru-bem-fkip </guid>
<pubDate> Wed, 05 Oct 2016 21:29:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi saat di TPS FKIP Gunung Kelua, Foto oleh Anisa Nur Adnin. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizaldo-indra-ketua-baru-bem-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PukfGdit9S.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rizaldo-Indra Ketua Baru BEM FKIP</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Pemira BEM FKIP yang dilaksanakan kemarin telah selesai. Hasil perhitungan surat suara menunjukkan kemenangan atas pasangan Rizaldo-Indra Kurniawan dengan total 1.452 suara. Sementara rivalnya, Gusti Prayogo-Syaiful Bahri sebanyak 232 suara.</p><p>Pada zona 1 atau Kampus Gunung Kelua, pasangan Rizaldo-Indra mendapat 561 suara, pasangan Gusti-Syaiful mendapat 98 suara, serta empat surat dianggap tidak sah.</p><p>&quot;Pada zona 2 atau Kampus Pahlawan, pasangan Rizaldo-Indra mendapat 219 suara, pasangan Gusti-Syaiful mendapat 45 suara, satu surat dianggap rusak, dan satu surat dianggap tidak sah,&quot; terang Ajijul Karnaen, Ketua DPM FKIP.</p><p>Sementara Kampus Banggeris pasangan nomor urut 1 kembali unggul dengan 672 suara, sementara pasangan rivalnya 89 suara dengan lima surat suara dianggap tidak sah.</p><p>&quot;Total surat terpakai pada pemira tahun ini sebanyak 1.693,&quot; tambah Ajijul. <strong><em>(adn/e3)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mulai dari Turki Hingga Medali Emas PON </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/mulai-dari-turki-hingga-medali-emas-pon/baca </link>
<guid> mulai-dari-turki-hingga-medali-emas-pon </guid>
<pubDate> Thu, 06 Oct 2016 08:31:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Astian Dana Ahadda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/mulai-dari-turki-hingga-medali-emas-pon/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JZyKtJNbM4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mulai dari Turki Hingga Medali Emas PON</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;Rasanya seperti bermain puzzle dan juga memecahkan sebuah teka-teki,&rdquo; kata Astian Dana Ahadda, peraih medali emas PON XIX Jabar. Permainan asah otak seperti catur sudah menjadi kecintaannya.</p><p style="text-align: justify;">Kali pertama Dana bermain catur sewaktu duduk di bangku kelas satu SD. Sang Ibu menjadi orang pertama yang mengajarkannya teknik bermain catur, meskipun saat itu hanya sebatas teknik dasar saja. Semenjak itu, Dana kerap bermain catur bersama tetangga disekitar rumahnya. Hingga akhirnya dia keluar menjadi juara kampung dalam sebuah pertandingan catur.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti sampai disitu, rasa tertariknya terhadap permainan asah otak terus berlanjut hingga ia kelas lima SD. Melihat bakat yang dimiliki putranya, orangtua Dana pun memutuskan untuk memasukan anaknya ke sekolah Catur Putra Samarinda. Di sana Dana memperoleh banyak ilmu. Celengan teknik dan cara bermain catur yang apik mulai dia kuasai. Karier profesionalnya mulai berjalan.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa jurusan Psikologi Unmul itu, mengisahkan pertandingannya yang paling berkesan. &nbsp;Ajang besar yang tidak akan terlupakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertandingan pertama saya Kejuaraan Daerah ketika masih berusia 12 tahun. Selain itu, pertandingan berkesan lainnya kejuaraan Catur Dunia Remaja di Istanbul, Turki pada tahun 2007,&rdquo; ungkapnya kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Meskipun saat itu ia belum mampu menyabet gelar juara, tetapi ia bersyukur di usia mudanya telah memiliki pengalaman. Ilmunya pun semakin bertambah dan Dana semakin tahu karakteristik dalam permainan catur.</p><p style="text-align: justify;">Dan, yang terbaru masih hangat dalam ingatan Dana pertandingan catur di PON XIX Jabar, di mana ia dan kawan satu regunya berhasil membawa pulang emas pertama untuk Kalimantan Timur. Padahal itu pengalaman pertamanya bermain catur regu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak semudah bermain individu karena kita juga harus memikirkan kawan satu tim,&rdquo; ungkap pria kelahiran Samarinda 6 Juni 1996.</p><p style="text-align: justify;">Dana berangkat sebagai perwakilan Kalimantan Timur tepatnya dibawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur. Sebelum mengikuti PON, pada tahun 2015, Dana juga mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional di Provinsi Aceh. Di sana dia meraih medali perunggu.</p><p style="text-align: justify;">Aspal karier Dana tak selamanya mulus. Ada kalanya ia mengalami kekalahan. Dalam &nbsp;menghadapi kegagalan tersebut, ia memiliki beberapa kiat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terus koreksi diri, dilihat langkah baiknya seperti apa, tingkatkan permainan dan bermain secara stabil,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Dana, dalam bertanding catur, tak perlu minder dengan gelar yang dimiliki lawan. Karena bisa saja yang memiliki gelar tinggi dapat dikalahkan oleh jenis lawan yang berada dibawahnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Catur bukan hanya sekadar gelar tapi yang terpenting adalah pertandingan di atas papan. Yang penting kita punya mental menang,&rdquo;pungkasnya. <strong><em>(adl/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Menteri BEM KM Unmul Resmi Mengundurkan Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-menteri-bem-km-unmul-resmi-mengundurkan-diri/baca </link>
<guid> dua-menteri-bem-km-unmul-resmi-mengundurkan-diri </guid>
<pubDate> Thu, 06 Oct 2016 08:47:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Dokumentasi BEM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-menteri-bem-km-unmul-resmi-mengundurkan-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d3xChCj1Yd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Menteri BEM KM Unmul Resmi Mengundurkan Diri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>BEM KM Unmul Selasa (4/10) menggelar pertemuan pisah sambut anggota baru sekaligus pengunduran diri dua menteri aktif BEM KM Unmul. Dua menteri itu ialah Bhakti Muhammad Zuar, menteri Sosial Masyarakat dan Muhammad Dicky Chandra, menteri Sosial Politik. Mereka mundur lantaran syarat bertarung dalam gelaran Pemira 2016 mendatang. Di mana, bacalon tidak diperkenankan masih tercatat aktif dalam organisasi Keluarga (KM) Unmul yang harus dibuktikan dengan surat pengunduran diri. Adapun, pertemuan itu berlangsung sejak 17.00 hingga 18.00 Wita kemarin, di halaman Auditorium Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul mengungkapkan pertemuan itu dilakukan dalam rangka menyambut anggota baru yang mereka sebut &ldquo;magangers.&rdquo; Penyambutan itu diisi dengan pemberian informasi seputar perjalanan BEM KM Unmul dari masa ke masa. Tak hanya itu, pertemuan juga dirangkaikan dengan perpisahan BEM KM Unmul dengan dua menterinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami memberikan penjelasan tentang filosofi visi misi BEM KM Unmul 2016 dan segala hal untuk menyambut mereka dalam kabinet. Dalam kesempatan itu juga dua menteri menjelaskan dan mengumumkan pengunduran diri mereka secara resmi,&rdquo; kata Teguh.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, dua menteri itu pun memberikan informasi tentang tahapan pengunduran diri. Pertemuan itu ditutup dengan orasi terkait motif pencalonan diri mereka. Berakhirnya pertemuan itu, maka berakhir pula masa jabatan dua menteri. <em>(<strong>aml/e2</strong>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tepis Calon Boneka, Norman: Saya Kecewa! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tepis-calon-boneka-norman-saya-kecewa/baca </link>
<guid> tepis-calon-boneka-norman-saya-kecewa </guid>
<pubDate> Thu, 06 Oct 2016 09:01:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi: merdeka.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tepis-calon-boneka-norman-saya-kecewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wvJC8h3HYZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tepis Calon Boneka, Norman: Saya Kecewa!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Isu calon boneka, seolah senantiasa menghiasi gelaran Pemira Unmul sejak beberapa tahun belakangan. Tahun ini, isu tersebut kembali mencuat. Kali ini tuduhan tersebut menjurus ke pasangan Norman Iswahyudi-Bhakti Zuar. Mereka disebut-sebut sejumlah pihak sebagai pasangan yang dirancang sebagai calon boneka demi memuluskan Pemira 2016. Bagi sejumlah pihak, Norman-Bhakti hanyalah calon bayangan agar pasangan utama, Endra-Dicky memiliki petarung dan sukses memenangkan Pemira secara mutlak.</p><p style="text-align: justify;">Tak sampai di situ, Norman-Bhakti pun diisukan sebagai pasangan boneka demi tetap menjaga langgengnya tampuk kekuasaan yang sejauh ini digenggam oleh kelompok tertentu. Menanggapi itu, Norman yang ditemui <em>Sketsa</em> hari ini (5/10), berang.</p><p style="text-align: justify;">Tak terima dikatakan boneka, Norman mengurai penjelasan dan sudut pandangnya perihal isu tak mengenakkan yang menimpa dirinya itu. Kecewa, Norman juga membantah adanya dugaan terkait rancangan kepentingan golongan khusus yang menumpang dalam pencalonannya. Sebagaimana diketahui, Norman dan Endra sama-sama kader organisasi eksternal kampus: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fenomena ini selalu hadir. Tidak hanya di kampus, tapi juga di kancah perpolitikan yang lebih luas. Itu terjadi karena beberapa pihak melihat salah satu calon tidak kompeten, tidak pantas mencalonkan, dan alasan lainnya. Saya sangat kecewa dianggap seperti itu. Saya memang diusung dari KAMMI. Sekali pun saya dan Endra sama-sama kader KAMMI, kami berasal dari regional berbeda. Saya KAMMI Komsat Unmul, sedangkan Endra di KAMMI Kaltim,&rdquo; papar Norman.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu mempertanyakan ihwal dirinya bersama Bhakti diisukan demikian. Norman menegaskan, dirinya maju secara resmi diusung oleh KAMMI Unmul setelah melalui serangkaian musyawarah. Prosesnya pun tidak singkat, tim pemilih memastikan kader yang diusung merupakan sosok terbaik. Meski mengaku syok, dia mengaku tak ingin ambil pusing dan memilih fokus memenangkan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sudah minta izin dengan kedua orangtua saya untuk maju menjadi Presiden BEM KM Unmul 2016. <em>Alhamdulillah</em> saya diizinkan karena mereka percaya. Atas dasar itu, saya jadi lebih berani,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kondisi perpolitikan di kampus, mahasiswa angkatan 2013 itu mengaku prihatin. Dia mengungkapkan kekecewaannya harus bertaruh melawan senior sendiri dari FEB. Kontribusi organisasi dalam pemilihan presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul menurutnya patut dipertanyakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa hanya KAMMI saja yang mengusung. Mana organisasi lain yang mengaku punya pengalaman dan pergerakan basis massa yang kuat. Mestinya kita bersama-sama berkontribusi untuk universitas. Jangan kalah sebelum bertanding,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>aml</em></strong><strong><em>/im</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KPPR Tetapkan Nomor Urut, Endra-Norman Hanya Dijatah Rp 500 Ribu  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kppr-tetapkan-nomor-urut-endra-norman-hanya-dijatah-rp-500-ribu/baca </link>
<guid> kppr-tetapkan-nomor-urut-endra-norman-hanya-dijatah-rp-500-ribu </guid>
<pubDate> Sat, 08 Oct 2016 07:50:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 7 Oktober, penetapan calon Pemira 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kppr-tetapkan-nomor-urut-endra-norman-hanya-dijatah-rp-500-ribu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RCHVxPBNfq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KPPR Tetapkan Nomor Urut, Endra-Norman Hanya Dijatah Rp 500 Ribu </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dua pasang bakal calon petarung Pemira 2016, hari ini (7/10), resmi akhirnya mengambil nomor urut. Hal itu ditandai dengan berakhirnya pembacaan pengumuman ketetapan hasil verifikasi tahap II oleh KPPR Unmul pada pukul 14.30 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Ketua KPPR Dwi Luthfi menyatakan, kedua pasang calon sudah lolos verifikasi dan siap menuju ke tahap selanjutnya, yakni kampanye. Adapun kampanye akan berlangsung sejak 8-21 Oktober.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Khusus kampanye akbar, rencananya akan digelar Senin pekan depan di halaman MPK Unmul,&rdquo; ucap Luthfi kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di Student Center, proses penetapan dihadiri oleh DPM KM Unmul, KPPR, Panwas, serta dua pasang calon yakni Endra Julianto-Muhammad Dicky Chandra dan Norman Iswahyudi-Bhakti Zuar. Kedua calon didampingi tim sukses masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Usai pembacaan hasil verifikasi, agenda berlanjut pada penetapan nomor urut calon. Tampak cair nan hangat, Endra dan Norman secara bergantian mengambil amplop cokelat besar berisi nomor yang bakal menjadi identitas kampanye mereka selama dua minggu ke depan. Hasilnya, Endra-Dicky mendapatkan nomor urut 1. Sementara pasangan Norman-Bhakti nomor urut 2.</p><p style="text-align: justify;">Berkenaan dengan kampanye, dalam pertemuan itu KPPR menyampaikan aturan singkat, sekaligus memberikan dana sebesar Rp 500 ribu kepada kedua pasangan calon. Adanya dana tersebut, pasangan calon diminta bertanggungjawab dan dilarang untuk memperoleh dana kampanye dari fakultas maupun proposal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka hanya diperkenankan menggunakan dana dari KPPR dan dana pribadi untuk kampanye,&rdquo; ujar dia.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia menyebut, pihaknya bersama Panwas bakal melakukan pertemuan untuk membentuk KPPR di fakultas. Pertemuan itu dilakukan secara maraton selama masa kampanye berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin TPS di fakultas aktif. Bahkan, kami juga akan mengimbau mereka untuk jemput bola. Rencananya kami akan beri penghargaan buat TPS yang aktif. Kami juga akan menggelar beberapa pertemuan dan sosialisasi di fakultas yang kontra Pemira,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>aml/im</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fotokopi 500 KTM Belum Valid, KPPR Tak Ingin Ambil Pusing  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fotokopi-500-ktm-belum-valid-kppr-tak-ingin-ambil-pusing/baca </link>
<guid> fotokopi-500-ktm-belum-valid-kppr-tak-ingin-ambil-pusing </guid>
<pubDate> Sat, 08 Oct 2016 08:29:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pengumpulan 500 fotokopi KTM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fotokopi-500-ktm-belum-valid-kppr-tak-ingin-ambil-pusing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZNrviUw6RY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fotokopi 500 KTM Belum Valid, KPPR Tak Ingin Ambil Pusing </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tahapan Pemira Unmul 2016 terus bergulir. Padahal, verifikasi syarat pencalonan berupa dukungan fotokopi 500 kartu tanda mahasiswa (KTM) belum valid 100 persen. Bukannya membuktikan dukungan, KPPR malah berdalih tak ingin ambil pusing.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ketua KPPR Unmul 2016 Dwi Luthfi, mengungkapkan, dua kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul &nbsp;telah menyempurnakan syarat 500 fotokopi KTM. Keduanya mengumpulkan lebih dari jumlah yang ditetapkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proses penghitungan fotokopi KTM itu memakan waktu nyaris dua hari. Cukup menyita waktu serta tenaga,&rdquo; ucap Luthfi. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dia menegaskan, fotokopi 500 KTM adalah bukti dukungan yang efektif. Meski begitu, dia mengaku, hingga saat ini belum mampu memastikan validasi fotokopi KTM yang dikumpulkan tiap calon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak bisa memastikan keabsahan fotokopi KTM yang dikumpulkan calon. Kami hanya tahu mereka harus mengumpulkan fotokopi 500 KTM sesuai persyaratan. Kami tidak mau tahu bagaimana cara mengumpulkannya. Ditanyakan saja ke pasangan calon. Kami tidak memikirkan sejauh itu,&rdquo; ungkap dia.</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan, percaya pada masing-masing tim sukses sebagai pemeran utama dalam proses pengumpulan fotokopi KTM. Adapun saat verifikasi, pihaknya berupaya teliti dengan memastikan fotokopi KTM yang terkumpul adalah KTM terbaru tahun ajarannya 2016/2017.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tim Panwas memeriksa fotokopi KTM satu per satu secara manual. Ada petugas KPPR yang menyebutkan nama lengkap dan ada yang menuliskan di Microsoft Excel supaya tidak ada fotokopi KTM ganda. Kami percaya tim sukses tidak curang,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua Panwas Pemira 2016 Adi Kuswadi mengatakan, demi menyambut pesta demokrasi mahasiswa Unmul yang jujur, bersih, adil, dan independen dalam waktu dekat bakal disebar spanduk berisikan informasi dan kontak pengaduan kecurangan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ada kecurangan lapor saja ke Panwas,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, lanjut dia, Panwas tengah menyiapkan mekanisme persidangan ketika menerima laporan kecurangan. Kendati begitu, ia mengaku, sampai sekarang pihaknya belum melakukan pengawasan dan belum mendapatkan laporan terkait kecurangan Pemira. Namun, jika mendapatkan laporan, ia berjanji Panwas akan langsung menindaklanjuti sesuai mekanisme yang sudah ditetapkan</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belum ada posko. Tapi nanti kami akan sediakan nomor handphone untuk mengadukan kecurangan,&rdquo; katanya. (<strong><em>aml/im</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senjakala Keluarga Mahasiswa Kita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/senjakala-keluarga-mahasiswa-kita/baca </link>
<guid> senjakala-keluarga-mahasiswa-kita </guid>
<pubDate> Sun, 09 Oct 2016 04:57:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pergerakan mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/senjakala-keluarga-mahasiswa-kita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xMKUxcgLwa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senjakala Keluarga Mahasiswa Kita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>TIDAK</strong> bisa tidak suatu keluarga kudu bersatu. Keniscayaan pula jika ada saatnya keluarga berpecah, dan masing-masing yang terpecah itu di kemudian hari tidak mendefinisikan dirinya sendiri sebagai bagian yang terpisah. Bukan keluarga lagi. Adalah yang bernama Keluarga Mahasiswa Unmul sedang mengalami kedua hal tersebut. Menyebut dirinya keluarga, namun terpecah-pecah. Keluarga hanya label untuk proposal dana dan sidang, tak lebih tak kurang.</p><p style="text-align: justify;">Namanya Keluarga Mahasiswa Unmul. Judulnya begitu. Pelaksanaannya <em>wallahu&rsquo;alam</em>. Dari tahun ke tahun kita saksikan kelucuan: &ldquo;Pihak A&rdquo; dan &ldquo;Pihak B&rdquo; selalu berbeda. Baiklah, lebih jelasnya: &ldquo;Mahasiswa Universitas&rdquo; dan &ldquo;Mahasiswa Fakultas&rdquo; selalu ribut. Dinamika? Dinamika darimana jika dari saya masuk hingga hendak lulus begini tak pernah cocok barang sekali. Jikalau diidentikan dengan hukum <em>fiqh</em>, bisa otomatis cerai sepertinya. Atau lebih gampangnya seperti talak tiga, tak bisa rujuk lagi.</p><p style="text-align: justify;">Ada dua peristiwa annual yang bisa kita amati, kalau Anda tak percaya. Satu PAMB, lainnya Pemilihan Raya. Tidak mengagetkan kalau saya bisa menebak fakultas mana yang bakal cabut di tengah acara berlangsung. Dan bukan cenayang juga, jika saya bisa tahu lebih awal, mana-mana yang akan menolak Pemilihan Raya. Entah karena sistem atau agenda politik apapun. Salah juga jika menyebut saya punya kesaktian jika meramal siapa yang bakal menang Pemilihan Raya bulan depan, dan ternyata benar. Saya pasti sudah kaya raya kalau ada bursa taruhan.</p><p style="text-align: justify;">Kata Ahmad Albar tiada salah, dunia ini hanyalah panggung sandiwara. Kecilkan lagi skupnya, jadi Unmul. Unmul hanya panggung sandiwara, masalahnya si sutradara (sengaja saya tak pakai &ldquo;sang&rdquo; dan kecil semua) tidak cerdas, kalau tak mau dibilang amatiran. Jalannya datar, tidak ada klimaks, tidak ada twist. Lempeng, selempeng landasan pacu Bandara Temindung. Nyatanya semua bisa ditebak, kan? Sandiwara yang membosankan, saudara-saudara sekalian.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum melangkah lebih jauh, dan Anda semua salah mengartikan posisi saya, baiknya dijelaskan dahulu. Pertama, saya bukan kader partai apapun, entah partai politik maupun non-politik. Pantangan empat tahun tak masuk kantor parpol apapun sukses terlaksana buat saya. Dua, saya juga bukan kader organisasi mahasiswa eksternal apapun. Mentok saya kader majelis pengajian, itu pun cuma tukang jaga sekretariat.</p><p style="text-align: justify;">PAMB yang tiap tahun dilaksanakan di GOR 27 September (dan pasti menelan korban pingsan pula) salah satu bukti nyata Keluarga Mahasiswa ini tak baik-baik saja. Ada yang menarik diri tiap tahun sudah jadi agenda tak resmi. Biasanya masalah ketidakpuasan dan ketidakcocokan dan kenyamanan adik-adiknya. Sudah saya katakan, bukan dinamika jika sudah demikian, dinamika kok tiap tahun rutin? Masalah benar salah pastinya relatif, serta saya tak sedang bilang siapa benar dan salah. Ya bagaimana? Saya sendiri berharap suatu saat fakultas saya yang dicap paling anteng dan santun ini ikut-ikutan aksi tarik diri. Daripada jatuh korban pingsan lalu orangtua salahkan kami? Lebih baik pulang saja, selamatkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Saya tiba-tiba teringat Bapak Pembangunan kita, Pak Soeharto almarhum. Enam periode berkuasa, meski satunya tak penuh. Motornya ya parpol yang itu. Sekarang kita semua menghadapi yang lebih mengerikan: delapan periode berkuasa, Bung! Serupa namun tak sama, bedanya lakonnya berganti, namun motornya tetap sama. Jadi ya sebelas dua belas lah ya.</p><p style="text-align: justify;">Sutradara kita sekarang memang amatiran, tapi cukup rapi. Mungkin kalah rapi Orde Baru dulu, atau ya minimal imbang lah. Dahulu, semua orang hampir wajib ikut P4 (Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila). Kalau di Unmul, ya Anda pasti bisa tebak yang mana kan? Hukumnya <em>fardhu &lsquo;ain alla kulli muslimin wa muslimat</em>, wajib bagi tiap-tiap muslim baik laki atau perempuan. Sampulnya mulia bukan buatan, tapi efek sampingannya kita pasti sepakat. Ujung-ujungnya doktrin, dan lewat hal begitulah jalan paling mudah. Masif, terstruktur, dan dana jelas (meski kompilasi dana dari mana saja hanya mereka dan Tuhan yang tahu).</p><p style="text-align: justify;">Mengerikan sekali seperti kapitalisme yang liberal itu. Yang kuasa makin kuasa, makin menggurita pada berbagai lini. Hanya karena dia kanan, yang kiri tak mau diakomodasi. Jangan harap ada bangunan ibadah agama non-mayoritas, jika jawaban calon penguasa masih sejenis dengan tahun lalu (padahal simbol amat penting &lsquo;kan?). Jangan bermimpi ada dialektika idealisme yang elegan, kalau keran diskusi saja malas dihidupkan.</p><p style="text-align: justify;">Monopoli kekuasaan sudah tertanam sejak mahasiswa, jika memang patut digelari mahasiswa secara <em>murokab,</em> baik akademis dan perjuangan dan keberpihakan. Kata mutiara Pramoedya sedang dimuntahkan di depan kita semua; &ldquo;intelektual harus adil sejak dalam pikiran&rdquo; tak lebih dari <em>lip service</em>, atau mereka diharamkan membaca Tetralogi Buru hingga tak tahu kalimat itu? Sungguh rugi hidup kalau bacaan cuma terjemahan bahasa Arab.</p><p style="text-align: justify;">Kejenuhan dengan segala skenario ini sudah pada puncaknya. Dan sialnya bukan cuma saya. Mungkin Anda juga, beserta banyak orang lain. Mungkin ratusan, atau bahkan ribuan. Makin banyak pihak menarik diri, lebih memilih untuk tak mau tahu. Urusanku-urusanku, urusanmu-urusanmu. Masing-masing punya wilayah sendiri, nyawa, dan harga diri taruhannya jika lewati perimeter.</p><p style="text-align: justify;">Keluarga Mahasiswa Unmul memasuki masa senjakala, dan sebentar lagi hari berakhir. Bubar sudah, tidak ada lagi, hanya label untuk toples kosong. Pesta demokrasi bulan depan sudah tertebak hasilnya, apakah masih tersisa alasan untuk ikut?</p><p>Ditulis oleh: Alif Bareizy, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2013</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul dan Pemira Satu Warna </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/unmul-dan-pemira-satu-warna/baca </link>
<guid> unmul-dan-pemira-satu-warna </guid>
<pubDate> Mon, 10 Oct 2016 20:59:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Pemira Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/unmul-dan-pemira-satu-warna/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Dr6YgOLqdW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul dan Pemira Satu Warna</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>BERTAHAN</span></strong><span><span>&nbsp;</span>untuk tidak ikut berbicara pada kondisi yang bagi kita begitu aneh, itu menyulitkan, mungkin juga bagi beberapa orang, begitu<span>pun dengan saya. Memang beberapa waktu lalu hingga kini saya lebih senang menulis bebas, namun bukan berarti perhatian pada hal ini dan itu yang pernah menjadi bagian perjalanan kampus terlupakan begitu saja. Demikian juga kali ini dengan &ldquo;Pemira&quot;.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saya masih gemar memantau lini masa gerakan kampus. Melihat bagaimana semangat muda itu tertuang dalam gerakan, tentu terutama kampus saya dilahirkan, Universitas Mulawarman. Entah mengapa? Terhitung 3 Tahun terakhir ini pertarungan memimpin kampus jadi semakin tidak menarik lagi, bagi saya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Entah mengapa di sana, kecenderungan gerakan hanya diwarnai satu bendera hijau yang telah bertahun mendominasi. Bahkan, hingga saat ini, semakin kokoh dan tak terbantahkan. Namun dari sini, saya memiliki pandangan sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>2013</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Saya pribadi tidak pernah terdaftar di lembaga eksternal manapun. Keterlibatan di berbagai lembaga internal itu saja yang mendorong diri ini dan mendapat dukungan untuk memimpin 2013 kala itu. Dan 2013 itulah terakhir kali saya melihat keikutsertaan dan perhatian dari berbagai elemen gerakan dalam Permira. Memang hal ini tak &quot;saklek&quot; dijadikan tolak ukur dalam mengukur sedinamis apa gerakan itu bisa hidup di dalam kampus, namun hal itu bisa jadi yang pertama diliat dalam mengukur nafas dan kehidupan gerakan itu. Hingga, jika tak banyak warna dalam Pemira kali ini? Boleh jadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>MONOTON</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Tahun ini saya mengenal sekali tiga kandidat Pemira; Norman, Dicky, Endra. Mereka adalah beberapa orang yang cukup sering saya temui dalam aktivitas dan gerakan kampus. Kecuali Bhakti, saya masih jarang bertemu dengannya. Namun, kemonotonan itu nampak dalam pemira kali ini, Terlalu<span>&nbsp;</span><span>&nbsp;</span>nampak dengan calon presiden dari fakultas yang sama, dua orang capres yang punya tongkrongan &quot;yang sama&quot;, ruang diskusi yang sama, juga dari bendera hijau yang sama pula, hingga pertarungan ide untuk membangun itu rasanya nampak tak kompetitif karna terlahir dari konsep dan rahim gerakan yang sama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga saya cukup risau dengan jumlah pemilih yang akan berpartisipasi nantinya, namun semoga ada pembenahan. Monoton, begitulah saya pandangan saya pada perhelatan kali ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemana Kandidat FISIP, FKIP, dan dua fakultas besar yang lain? Mestinya cukup dinamis dengan gerakan dan melahirkan penggerak?</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>MATINYA GERAKAN DAN KEPUTUSASAAN</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Menyulitkan. Begitulah untuk menggambarkan kondisi saat ini. Apakah memang tak cukup banyak lagi yang bisa dikritisi dari dunia pendidikan atau pemimpin kita saat ini, hingga gerakan selesu ini. Hingga pertarungan pucuk pimpinan gerakan mahasiswa sebagai corong gerakan masa dari intelektual kampus tak lagi menarik. 3 tahun belakangan kolaborasi gerakan tak lagi sebesar 3-4 hingga tahun yang lalu dalam pandangan saya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ada &quot;pekerjaan rumah&quot; yang besar bagi semua? Agar gerakan itu kembali hidup, ada pertanyaan tentang keputus asaan pada label gerakan kampus mulawarman yang harus dijawab oleh kedua pasangan yang ada saat ini?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi saya, membangun kembali nuansa dan nafas gerakan itu, menciptakan kolabori besar kembali. Hingga tugas corong gerakan itu bukan hanya sekedar &quot;haha-hihi&quot; dan selesai tanpa pencapaian.</span></p><p><br></p><p><span><em><span class="fr-just" style="font-family: Roboto,sans-serif;"><span class="fr-just">Oleh: M Iqbal Suwandie Y</span></span></em></span></p><p><strong><span><em><span class="fr-just" style="font-family: Roboto,sans-serif;">Presiden BEM Unmul 2013</span></em></span></strong></p><p><strong><span><em><span class="fr-just" style="font-family: Roboto,sans-serif;">&nbsp;</span></em></span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampanye Akbar Pemira Sepi Massa Pendukung, KPPR Kecewa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampanye-akbar-pemira-sepi-massa-pendukung-kppr-kecewa/baca </link>
<guid> kampanye-akbar-pemira-sepi-massa-pendukung-kppr-kecewa </guid>
<pubDate> Tue, 11 Oct 2016 09:26:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> WR 3, saat sambutan dalam kampanye akbar hari ini (10/10) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampanye-akbar-pemira-sepi-massa-pendukung-kppr-kecewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sUyCVBBub5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampanye Akbar Pemira Sepi Massa Pendukung, KPPR Kecewa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Di bawah basah langit abu-abu halaman MPK Unmul, hari ini (10/10) pukul 10.00 Wita, KPPR menggelar agenda rangkaian Pemira 2016, yakni kampanye akbar. Agenda tersebut dihadiri dan dibuka oleh Encik Akhmad Syaifudin, wakil Rektor Unmul Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, agenda itu turut dihadiri pula oleh Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2016, Panwas, dua pasang calon beserta tim sukses masing-masing. Berakhir pukul 11.30 Wita. Agenda itu berlangsung apa adanya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pantauan <em>Sketsa</em>, tak banyak mahasiswa yang datang. Tenda persegi yang menaungi hadirin hanya diisi oleh sejumlah tim sukses masing-masing calon. Tampak pernak-pernik atribut tanda dukungan dan riuh rendah gemuruh penyemangat timses pada calon jagoannya, sambil sesekali mengacungkan jari membentuk nomor urut calon yang diusung. Lalu lalang mahasiswa yang lewat, tak satu pun yang menoleh untuk melihat lebih dekat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah publikasi besar-besaran dan sampaikan undangan terbuka, tapi nyatanya partisipasi &nbsp;mahasiswa sangat kurang. Kami kecewa,&rdquo; ujar Dwi Luthfi, ketua KPPR.</p><p style="text-align: justify;">Kedua pasangan calon, hari ini memang diagendakan untuk menyampaikan visi dan misinya secara terbuka dan bersamaan. Dalam pemaparan, mereka memiliki beberapa kesamaan. Mengacu pada cita-cita Unmul yang kelak berstandar internasional, keduanya sama-sama berniat memperkuat internal organisasi dan melanjutkan sejumlah program dari kepengurusan sebelumnya. Sebab itu, dua pasang calon sama-sama menggandeng dua wakil yang memiliki pengalaman di kabinet BEM KM Unmul sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Pasangan nomor urut 1, Endra Julianto-Muhammad Dicky Chandra, mengusung visi menjadikan Unmul sebagai pusat gerakan dan karya untuk Indonesia (Pusaka). Adapun misi yang mereka bawa di antaranya, meningkatkan solidaritas internal organisasi, meningkatkan kepekaan sosial terhadap realita masyarakat, terdepan mengawal isu dalam lingkup yang lebih luas, bersatu padu dalam riset, minat dan bakat, dan meningkatkan atmosfer pengabdian masyarakat, serta mendorong media dan komunikasi dengan meningkatkan kreatifitas untuk akreditasi kampus.</p><p style="text-align: justify;">Mengaku telah memprediksi potensi Unmul tahun 2017, Endra-Dicky mengusung sejumlah program andalan. Program-program tersebut sedikit banyak diadopsi dari kabinet Teguh-Dimas, yakni Garuda Mulawarman dan Mulawarman Festival (Mulfest). Sedangkan Gerakan Cinta Literasi serta Scholarship and Job Fair merupakan program segar yang dimaksudkan untuk menjawab keresahan akan minimnya literasi di tengah kemajuan teknologi dan sulitnya lapangan pekerjaan untuk alumni Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Norman Iswahyudi-Bhakti Muhammad Zuar mengusung visi untuk menjadikan BEM KM Unmul sebagai episentrum gelora perbaikan dari Unmul untuk Indonesia. Adapun misi yang mereka usung ialah mewujudkan internal organisasi yang profesional dan kokoh, menjadikan BEM KM Unmul sebagai episentrum gerakan mahasiswa, mengoptimalkan iklim kreatif, produktif, dan berprestasi, serta meningkatkan sinergitas antar elemen civitas dalam rangka wujud pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak kalah dari pasangan nomor urut 1, Norman-Bhakti pun menyampaikan program andalan mereka jika terpilih. Program-program itu di antaranya, pertama, Community Development, yakni sebuah pemberdayaan komunitas yang belum terwadahi di UKM fakultas dan universitas. Kemudian, Green Act, ialah gerakan Unmul hijau dan cinta lingkungan, Aktif (Aksi Positif). Terakhir&nbsp;ada &ldquo;Ngadu&rdquo;. Program kerja dalam bentuk aplikasi untuk mahasiswa Unmul. Aplikasi tersebut dapat diunduh gratis untuk melaporkan segala bentuk keluhan yang kemudian bakal diteruskan ke pihak yang berwenang.</p><p style="text-align: justify;">Terhitung sejak 8 Oktober hingga dua minggu ke depan, kedua pasangan calon memang diagendakan untuk melakukan kampanye. Masa kampanye berakhir pada tanggal 21 Oktober 2016. Keduanya diharapkan berkampanye dengan sehat dan taat aturan. (<strong><em>aml/im</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menteri Pertanian Sapa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/menteri-pertanian-sapa-unmul/baca </link>
<guid> menteri-pertanian-sapa-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 13 Oct 2016 07:05:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kuliah umum bersama Menteri Pertanian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/menteri-pertanian-sapa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r51mo1I8IW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menteri Pertanian Sapa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI), Andi Amran Sulaiman menyapa Unmul Selasa (11/10). Lewat kuliah umum bertajuk <em>Peran &nbsp;Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kawasan Timur Indonesia (KTI) Mendorong &nbsp;Swasembada Pangan</em>, Amran sukses menularkan semangat kepada ratusan mahasiswa Unmul, civitas akademika dan dekan pertanian se-Indonesia Timur yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mengundang secara khusus Menteri Pertanian RI karena dua alasan utama. Kami menganggap beliau adalah salah satu tokoh pembangunan Indonesia dan mendukung penuh program kemerdekaan pangan di bumi Borneo,&rdquo; &nbsp;ujar Rektor Unmul, Masjaya saat memberikan sambutan.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, kementerian Pertanian memang sibuk mengejar target swasembada pangan tahun 2017. Beberapa program digalakkan demi mendukung suksesnya program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari menaikkan anggaran pertanian, menjalin kerjasama dengan dinas terkait, hingga keliling nusantara merapatkan barisan dengan seluruh elemen masyarakat daerah seperti yang ia lakukan saat ini, mengunjungi Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Target kami, borneo mandiri pangan beras, tidak lagi mengambil dari Sulawesi selatan dan Surabaya. Kami siapkan anggaran sampai mandiri bangun sawah. Jangan malas!&rdquo; kata pria kelahiran Bone 48 tahun silam ini berseru.</p><p style="text-align: justify;">Amran pun menuturkan capaian-capaiannya selama dua tahun menjabat di Kabinet Kerja Jokowi. Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan penyumbang terbesar perekonomian Indonesia adalah sektor pertanian ketika ekonomi dunia justru melambat. Selama masa kepemimpinannya, Amran juga berhasil menekan angka impor pangan hingga 60 persen.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Amran berpesan kepada mahasiswa unmul yang dianggap sebagai penerus kepemimpinan bangsa di masa depan. &ldquo;Jujur, disiplin, kerja keras, komitmen dan do&rsquo;a&rdquo; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya Amran dijadwalkan mengisi kuliah umum selama tiga jam. Namun, kuliah umum yang awalnya dijadwalkan pukul satu siang, mundur hingga pukul 4 sore dan sang menteri baru tiba setengah jam kemudian. Sehingga, Amran hanya memberikan penyampaian selama lebih kurang tiga puluh menit.</p><p style="text-align: justify;">Meski telat dari jadwal yang telah ditetapkan, para peserta tetap sabar menanti kedatangan menteri Pertanian pertama asal Indonesia Timur tersebut. Tidak mengecewakan, peserta sangat antusias mendengarkan pemaparan Amran, dan riuh tepuk tangan selalu bergemuruh kala Amran memberikan kalimat yang memotivasi.<strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tim Tari Unmul Menanggapi Tuduhan Plagiat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tim-tari-unmul-menanggapi-tuduhan-plagiat/baca </link>
<guid> tim-tari-unmul-menanggapi-tuduhan-plagiat </guid>
<pubDate> Fri, 14 Oct 2016 07:57:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim tari Unmul yang memenangkan FTB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tim-tari-unmul-menanggapi-tuduhan-plagiat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gOsgbym40U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tim Tari Unmul Menanggapi Tuduhan Plagiat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA - &nbsp;</strong>Terpilihnya Unmul sebagai juara umum di malam anugerah Festival Tari Borneo (FTB) VI Kamis(22/09) di GOR 27 September menyisakan cerita lain di baliknya. Sebuah video yang diunggah oleh pengguna Youtube bernama Cheezwan Jay, menampilkan tarian Danau Lipan Bercahaya yang dibawakan oleh penari Unmul. Video tersebut menuai banyak komentar-komentar dari <em>viewers</em> yang menilai tarian yang dibawa penari Unmul merupakan hasil plagiat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baru nonton sampai habis, kok tidak ada kriteria untuk jadi pemenang, ya? Bukannya Festival Tari Borneo itu acara yang bergengsi. Kalau seperti ini yang menang, bisa jatuh martabat Festival Tari Borneo. Karya tari yang dituntut untuk kreativitas dalam garapan, bukan menjiplak hasil karya koreografer lain. Miris.&rdquo; Begitu tulis salah seorang <em>viewers</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi komentar-komentar negatif tersebut, Chevi Nurdayanti salah seorang penari Danau Lipan saat ditemui sketsa pada Sabtu (8/10) lalu, menjelaskan bahwa tarian tersebut bukan plagiat.Karena menurutnya timnya sudah melalui proses. Dan lagi, hal seperti ini tergantung dari pandangan penari atau pelaku seni dan orang awam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau di dalam seni, khususnya tari, pasti ada yang namanya pola dasar, pola dasar itu gerakan di mana ada batasan gerak yang memang sudah ditentukan itu gerakannya. Namanya plagiat, maksudnya yang mereka bilang mengcopy gerakan, tapikan kita ada ekspresi gerak sendiri.Nah, itu yang kita tidak tahu sama atau tidak,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sudah melihat video tari yang mereka katakan sama, menurut saya gerakan tari mereka tidak persis sama karena tari mereka punya cerita sedangkan tarian kami juga punya cerita. Salah satu yang saya lihat adalah warna kostum yang sama,&rdquo; lanjur gadis yang akrab disapa Chevi ini.</p><p style="text-align: justify;">Tari Danau Lipan mengisahkan tentang perjodohan Aji Bidar Putih, dengan raja asal Cina. Konon, peristiwa ini terjadi di Muara Kaman, yang kala itu menjadi daerah perdagangan tersibuk. Tarian ini belum banyak dikenal, tidak seperti Tari Jepen ataupun Tari Dayak yang sudah mendunia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kurang tahu sisi plagiatnya dari mana, menurut saya sebagai seorang penari tradisional, namanya tari itu pasti tidak terbatas dengan satu gerakan pasti ada pengembangan tersendiri,&rdquo; tukasnya. <strong><em>(els/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persembahan Terakhir BEM FKIP 2015/2016 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/persembahan-terakhir-bem-fkip-20152016/baca </link>
<guid> persembahan-terakhir-bem-fkip-20152016 </guid>
<pubDate> Sun, 16 Oct 2016 08:18:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahakarya FKIP (12/10) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/persembahan-terakhir-bem-fkip-20152016/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uDHtKeOO9h.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Persembahan Terakhir BEM FKIP 2015/2016</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Rabu (12/10) gedung Auditorium Unmul, diselengarakan acara Mahakarya Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Acara yang diselengarakan oleh BEM FKIP itu dihadiri oleh mahasiswa dari FKIP dan kumpulan mahasiswa dari Universitas Widyagama.</p><p style="text-align: justify;">Mahakarya FKIP mengusung tema &ldquo;Mengukir Cerita dengan Sejuta Karya&rdquo;. Wahyu Adi Triantoro, ketua panitia mengatakan, acara ini merupakan puncak dari kepengurusan BEM FKIP periode 2015/2016.</p><p style="text-align: justify;">Dalam acara tersebut, menampilkan pertunjukan angklung dari Klinik Jalanan dan akustik dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ada juga kegiatan penganugerahaan kepada dosen dan mahasiswa/mahasiswi terbaik di lingkungan FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Adi menuturkan, acara seperti ini bukan yang pertama di FKIP, tetapi dulu pernah ada. &ldquo;Semoga dengan hidupnya kembali kegiaatan ini, bisa memotivasi mahasiswa dan mahasiswi untuk berprestasi. Dan, semoga acara ini bisa berlangsung terus menerus,&rdquo; ujar mahasiswa PGSD 2015 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Rahmawati, salah satu yang hadir dalam acara itu, menilai Mahakarya FKIP cukup keren. Karena dapat merangkul anak jalanan dan memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif di bidang akademik dan non akademik. &ldquo;Cuma acaranya kurang persiapan, ngaretnya enggak ketulungan,&rdquo; keluh mahasisw Pendidikan Biologi 2015 itu. <strong>(<em>mpr/e2</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Capaian Emas yang Indah Bagi UKM Hoki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/capaian-emas-yang-indah-bagi-ukm-hoki/baca </link>
<guid> capaian-emas-yang-indah-bagi-ukm-hoki </guid>
<pubDate> Sun, 16 Oct 2016 08:25:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Dokumentasi UKM Hoki Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/capaian-emas-yang-indah-bagi-ukm-hoki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HdrRAVgnt4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Capaian Emas yang Indah Bagi UKM Hoki</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada gelaran PON XIX Jabar lalu, Kaltim patut berbangga sebab cabang olahraga hoki utusannya berhasil meraih medali emas. Dan, beberapa atlet di dalamnya merupakan bagian dari UKM Hoki Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Indra Jaya Kusuma, ketua UKM Hoki menyebut, sebanyak enam putra dan enam putri merupakan delegasi dari UKM Hoki. PON XIX Jabar kemarin ternyata bukan kali pertama UKM Hoki berpartisipasi dalam tim hoki Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Indra bercerita kendala saat pertama kali tiba di Bandung. Sempat belum bisa menyesuaikan dengan cuaca sehingga banyak atlet hoki jatuh sakit.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cuacanya tidak mendukung dan makanannya enggak cocok sehingga teman-teman sempat terkena diare selama satu bulan,&quot; beber pria asal Balikpapan itu.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun menemui berbagai kendala, tim hoki Kaltim mampu meraih tiga kali kemenangan saat melawan Papua, DIY, dan Sulawesi Selatan. Sempat meraih seri saat melawan Jawa Barat, Papua Barat, dan DKI Jakarta. Indra mengaku, pada laga final melawan DKI Jakarta itu, timnya lebih memilih bermain seri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apabila seri ya tetap menang, tapi apabila kalah maka menjadi juara 3. Jadi strategi permainan terakhir itu lebih ke bertahan daripada menyerang,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Indra, saingan terberat Kaltim sedari dulu ialah berasal dari provinsi Jakarta, Papua, dan Jawa Barat. Sehingga kemenangan kali ini merupakan hadiah terbesar dari hasil keringat dan kerja keras mereka.</p><p style="text-align: justify;">Harapan Indra tidak lain dan tidak bukan ialah dukungan Unmul terhadap UKM Hoki. Agartak sekadar dikenal di plang pintu sekre Student Center saja, tetapijuga dikenal akan prestasinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami perlu dukungan dari rektorat, fakultas, kalangan mahasiswa karena tanpa adanya dukungan kita tidak bisa melangkah maju,&quot; katanya dengan penuh harap. <strong><i>(snh/e2)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berekspresi dengan Musik Hip-Hop </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/berekspresi-dengan-musik-hip-hop/baca </link>
<guid> berekspresi-dengan-musik-hip-hop </guid>
<pubDate> Mon, 17 Oct 2016 04:22:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bachtiar, Eko Ridho Alreza, Denny Ilham Pratama, dan Aswin Perwira Wicaksono </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/berekspresi-dengan-musik-hip-hop/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/b5rhYfH9eN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berekspresi dengan Musik Hip-Hop</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong><strong>&nbsp;&nbsp;</strong>Menghasilkan sebuah karya dapat dilakukan melalui media apapun. Itu juga yang dipikirkan oleh empat orang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Mereka adalah adalah Bachtiar, Eko Ridho Alreza, Denny Ilham Pratama, dan Aswin Perwira Wicaksono.</p><p style="text-align: justify;">Mereka menyalurkan kreativitas melalui sebuah musik video yang berjudul <em>Liar &amp; Bebas&nbsp;</em>yang bergenre hip-hop. Musik video tersebut diunggah ke salah satu media sosial Youtube.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Eko Ridho Alreza mengatakan, bahwa lagu tersebut sebenarnya sudah diciptakan sejak 2014 silam. Namun, karena adanya pergantian salah satu personel, lagu tersebut pun di <em>remake</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ide awal pembuatan lagu &ldquo;Liar &amp; Bebas&rdquo; merupakan buah pikir dia beserta dua rekannya, Bachtiar serta salah satu rekan mereka yang merupakan alumni FIB 2010, Yogi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lirik kita bertiga yang buat sesuai dengan porsinya masing-masing. Tapi dalam pembuatan lagu ini kontribusi terbesar ada pada Iyai (sapaan akrab Bachtiar) dan Yogi,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk keseriusannya dengan jenis musik hip-hop, Alreza bergabung dengan sebuah komunitas hip-hop. Yang didirikan oleh kedua rekannya &nbsp;Iyai dan Yogi. Komunitas itu diberi nama Hiptronic Indie Urba (HIU) yang berdiri sejak pertengahan 2014.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">HIU bukanlah sebuah komunitas formal, namun lahir atas inisiatif dan juga kecintaan dari jenis musik tersebut. Ia juga menambahkan bahwa komunitasnya selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung.</p><p style="text-align: justify;">Lagu <em>Liar &amp; Bebas</em>yang mereka bawakan merupakan lagu ke-4 dari project HIU. Yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari mereka sebagai mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berasal dari bagaimana sudut pandang kami dengan munculnya berbagai polemik. Kami dari prodi Sastra Inggris dan diajarkan untuk menyikapi segala hal dari berbagai perspektif, bukan dari satu sudut pandang,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk konsep video, mereka mencoba menggambarkan kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa liar dan bebas, tapi tetap memiliki kendali dalam bertindak. Konsep ini merupakan salah satu bentuk pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain <em>Liar &amp; &nbsp;Bebas</em>, sebelumnya mereka juga menciptakan sebuah lagu dengan mengangkat isu sosial, yakni <em>Awan</em> dan <em>Narkoba</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lagu Awan yang berkisah tentang anak yang terjebak dalam pergaulan bebas. Sedangkan Narkoba, menyampaikan tentang bahayanya zat-zat yang terdapat di dalamnya,&rdquo; katanya. &ldquo;Silakan <em>explore</em> sedalam mungkin kemampuan yang kalian miliki, tapi harus tetap siap mempertanggungjawabkannya.&ldquo;<strong><em>(adl/els/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mayshita, Berani dengan Merajut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mayshita-berani-dengan-merajut/baca </link>
<guid> mayshita-berani-dengan-merajut </guid>
<pubDate> Mon, 17 Oct 2016 04:25:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mayshita, mahasiswi enterpreneur </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mayshita-berani-dengan-merajut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1JHT5h5CVD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mayshita, Berani dengan Merajut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Modal nekat asal berani dan yakin,&rdquo; kata Mayshita, mahasiswi jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul. Berawal dari modal nekat, Mayshita, yang kini tengah duduk di semester lima ini sudah dapat memperoleh pemasukan sendiri. Ia menghasilkan uang dari usaha kecil-kecilan yang sedang ia jalani yaitu merajut.</p><p style="text-align: justify;">Pada awalnya, Mayshita belajar merajut hanya untuk mengisi waktu kosong saja. Tak disangka, hanya dari sekadar untuk mengisi waktu kosong, kini Mayshita telah berhasil membuka usaha tas rajut yang ia beri nama &ldquo;Menemo&rdquo;. Selain membuat tas rajut, Mayshita mengembangkan kreasinya dengan membuat bentuk rajutan lain seperti dompet, boneka, bros, hingga topi dan sepatu anak bayi.</p><p style="text-align: justify;">Mayshita mendapatkan ilmu merajut dari sang kakak pada 2012 ketika dirinya masih di duduk di bangku SMA. Kala itu, Mayshita sempat berhenti merajut karena terhalang kegiatan-kegiatan yang ia jalani saat masih aktif di sekolah. Pada 2014, seusai kelulusan SMA, Mayshita mulai kembali merajut. Dia gunakan itu untuk mengisi waktu luang pasca-lulus dari sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Dulu ia tidak terpikir untuk menjual hasil rajutannya, dijadikan barang pribadi saja sudah cukup, pikirnya. Tetapi, ketika orang-orang disekitarnya tertarik dengan hasil rajutan buatannya, Mayshita sadar bahwa ini merupakan peluang bisnis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak yang lihat hasil rajutannya dan bilang bagus, terus ada yang memesan. Dari situ mulai buka order untuk teman-teman dan saudara,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Usaha yang tengah dijalani oleh mahasiswi asal Bontang itu mendapat dukungan penuh dari kedua orangtua, selama memang tidak menganggu kegiatan kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Bermodal nekat serta menyisihkan uang jajan dan beasiswa untuk modal awal usaha, kini tas rajut yang dibuat Mayshita sudah berhasil dipasarkan di beberapa kota di Kaltim. Di antaranya Bontang, Sangatta, dan Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Usaha tas rajut milik Mayshita untuk sekarang masih berbasis toko online. Untuk rencana kedepannya Mayshita memiliki keinginan agar dapat membuka sebuah gerai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada kepikiran untuk <em>bikin</em> gerai tapi masih mencari SDM. Kebetulan sekarang sudah ada SDM yang bantu, selain kakak ada dua orang teman yang juga ikut membantu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Belakangan Mayshita dan temannya yang lain mulai mencoba melakukan usaha baru. Mereka membuka jasa pembuatan <em>burger</em> dan <em>sandwich&nbsp;</em>yang dibuat berdasarkan pesanan.</p><p style="text-align: justify;">Semua kegiatan bisnis yang dijalani Mayshita adalah berkat keyakinan dan perencanaan yang matang. &ldquo;Enggak cuma modal yakin, tapi harus dipersiapkan betul usaha apa yang mau dilakukan, modalnya, pangsa pasarnya juga yang paling penting,&rdquo; tukasnya. <strong><em>(rrd</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sirkus Lumba Bukan Edukasi, Anak-anak Mesti Tahu Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sirkus-lumba-bukan-edukasi-anak-anak-mesti-tahu-ini/baca </link>
<guid> sirkus-lumba-bukan-edukasi-anak-anak-mesti-tahu-ini </guid>
<pubDate> Mon, 17 Oct 2016 08:01:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi tolak sirkus, (14/10) lalu di Simpang Empat Mall Lembuswana. Dok. Uncal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sirkus-lumba-bukan-edukasi-anak-anak-mesti-tahu-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VIfRvzImzm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sirkus Lumba Bukan Edukasi, Anak-anak Mesti Tahu Ini</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Seru dan lucu, itu yang tergambar dari sebuah pertunjukan sirkus. Apalagi, jika objeknya adalah hewan yang terkenal cerdas dan ramah, semisal Lumba-lumba. Jumat, (14/10) giliran Sirkus Lumba-lumba ini menghibur warga Benua Etam. Namun, tahukah Anda bagaimana sebenarnya kondisi hewan mamalia ini?</p><p>Lumba-lumba yang hidup di sirkus hanya bisa bertahan 5-6 tahun, sedangkan di laut lepas bisa 40-50 tahun lamanya. Hewan mamalia ini pun mesti beradaptasi dengan air asin buatan bercampur klorin, akibatnya mata rabun pada lumba-lumba. Serta berbagai pelatihan dengan sistem lapar. Belum lagi, lumba-lumba bisa dipentaskan lima kali dalam sehari, dengan durasi pertunjukan kurang lebih 1 jam.</p><p>Indonesia merupakan negara yang masih tersisa melegalkan sirkus ini. Sirkus keliling ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 11 kota. Samarinda, menjadi giliran terakhir diadakannya sirkus. Berlangsung di Mall Lembuswana sejak 14 Oktober hingga 13 November 2016 mendatang.</p><p>Berdalih sebagai wisata edukasi dan hiburan keluarga, menurut sebagian kalangan justru ini hal yang salah. Seperti, Relawan Hijau dari Universitas Mulawarman Cinta Lingkungan (Uncal) turut mendukung aksi penolakan sirkus tersebut. Menurut <em>Project Officer&nbsp;</em>Uncal, Ghina Aulia Abidin sirkus ini menyalahi peraturan pemerintah dan pemerintah pun dinilai tak tegas.</p><p>Padahal, telah diatur dalam UU No 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, &nbsp;PP &nbsp;No 7 tahun 1999 dan PP No 8 Tahun 1999. Bahkan secara khusus pemerintah mengatur konservasi lumba-lumba yakni Permenhut No. P.52/Menhut-II/2006 jo P.40/Menhut-II/2012 tentang Peragaan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Dilindungi.</p><p>&quot;Sebenarnya apa yang diinginkan oleh pemerintah? Saya pun tidak ingin negatif <em>thinking</em> dari yang sudah terjadi saat ini. Saya rasa pemerintah labil,&quot; ucapnya (15/10).</p><p>Menurut Ghina, sirkus lumba-lumba bukanlah permasalahan kecil yang harus diabaikan. &quot;Masalah ini telah menjadi masalah nasional, aksi ini bukan semata-mata karena kita ingin, tapi kita peduli. Kita peduli dengan alam, kita peduli pada generasi mendatang. Miris bila anak cucu kita tak bisa lihat satwa langka nantinya,&quot; ujarnya.</p><p>Target dari aksi tolak sirkus ini mengacu pada anak-anak, orang tua diharapkan memberikan edukasi kepada anak sejak dini. &quot;Bahwa, memperkerjakan hewan untuk hiburan adalah hal yang salah, sebab hewan juga butuh kebebasan untuk hidup di alamnya,&quot; tambahnya.</p><p>Aksi tolak sirkus (14/15) lalu itu, terdiri dari organisasi kampus hingga eksternal, seperti BEM FPIK Unmul, Uncal, Maplofa dan LEM Sylva Fahutan Unmul, Save Pesut Mahakam, Kophi Kaltim, Orang Utan Friends dan aliansi lainnya. &quot;Selanjutnya kita akan ke sekolah dasar menemui anak-anak di sana, untuk memberikan pemahaman mengenai hal ini. Ini merupakan aksi damai,&quot; tutup Ghina.<em><strong>&nbsp;(jdj/e2)</strong></em></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Amran Sulaiman Pejuang Integritas Pangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/amran-sulaiman-pejuang-integritas-pangan/baca </link>
<guid> amran-sulaiman-pejuang-integritas-pangan </guid>
<pubDate> Wed, 19 Oct 2016 07:37:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: jakartagreater.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/amran-sulaiman-pejuang-integritas-pangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xtgs5161wv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Amran Sulaiman Pejuang Integritas Pangan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong><span>&nbsp;</span>Namanya mungkin kalah terkenal dari beberapa rekannya sesama menteri di Kabinet Kerja Jokowi. Tidak senyentrik Susi Pudjiastuti atau kurang bikin sensasi seperti Yasonna Laoly. Mungkin bidangnya juga dianggap &nbsp;adem ayem atau masyarakat malah sudah kadung malas membahasnya.<br><br>Masalah petani, siapa yang peduli? Masyarakat lebih senang dengar kapal diledakkan, proyek besar nan mentereng MRT (Mass Rapid Transit) di Jakarta, atau lebih riuh pro kontra masalah penghapusan kolom agama di KTP. Pertanian, sekali lagi siapa peduli?<span>&nbsp;</span><br><br>Ya, dialah Andi Amran Sulaiman Menteri pertanian (Mentan) periode 2014-2019, pertama dari Indonesia timur. Ia adalah salah satu menteri yang dipilih Jokowi dari kalangan professional, non partai. Menjadi seorang menteri tentu pengalaman baru buatnya. Tak jarang yang underestimate dan menganggapnya tidak mampu.<span>&nbsp;</span>Tapi prinsipnya, spirit itu lebih tinggi dari kemampuan. Dengan semangat luar biasa dan kerja keras, ia buktikan dua tahun masa kerjanya sudah memberikan hasil optimal.<span>&nbsp;</span><br><br>&ldquo;Baru saja kami rilis survey dari kementerian, tingkat kepuasan petani kita 72,9 persen. Pak Presiden tanya, kok petani puas Pak Menteri? Gimana bisa memuaskan petani? Beri ruang mereka bela mereka, Pak!&rdquo; cerita Amran saat mengisi kuliah umum di depan mahasiswa Unmul pada (11/10) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di bawah kepemimpinannya, ia bertekad untuk menekan nilai impor pangan Indonesia hingga 0 persen. Usahanya demikian bukan tanpa alasan. Indonesia harus dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Kedaulatan pangan adalah masalah integritas. Amran menyebut nilai impor pangan Indonesia sudah menurun hingga 56,3 persen dan pihaknya optimis untuk terus mengecilkan angka tersebut.<span>&nbsp;</span>Tahun ini, kementerian juga berhasil menekan impor jagung hingga 8 ribu ton dari 4 juta ton rencana awal.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Bawang kita sudah ekspor, tidak impor. Insha Allah tahun depan cabai, beras, kita tidak impor lagi,&rdquo; tekad pria asal Sulawesi Selatan itu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bahkan ia juga bertekad mengatasi selundupan beras yang selama ini lancar lalu lalang lewat perbatasan. &ldquo;Tanam padi di perbatasan 10 ribu hektar, kita diperbatasan lempar saja sudah ekspor. Apa traktor aku kirim benih aku kirim, gratis,&rdquo; perintahnya kepada pemerintah daerah di perbatasan Batam-Singapura. Kini sudah dibuka lahan pertanian 300 hektar di kawasan tersebut.<br><br>Mengatasi masalah impor pangan, diakuinya bukan hal mudah. Ia harus melawan mafia impor yang selama ini diuntungkan dari proses masuknya barang luar negeri ke Indonesia.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&rdquo;Yang berat bukan tanam jagung, bukan tanam padi. Yang berat adalah melawan saudara sendiri,&rdquo; keluhnya menghadapi para importir.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Keseriusan Amran soal masalah pangan membuatnya merancang target besar, tahun 2045 bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan, Indonesia harus menjadi lumbung pangan dunia.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita berpikir bisa, bilang bisa, pasti bisa. Kalau bilang enggak akan bisa swasembada, sampai kiamat juga enggak bisa!&rdquo; katanya meyakinkan.<br><br>Perihal kedatangannya ke Kalimantan Timur (11-12/10), selain memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Unmul, adalah untuk rapat koordinasi dengan seluruh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian se-Kalimantan demi menyukseskan program swasembada pangan yang diwacanakan tahun depan tersebut.<span>&nbsp;</span>Amran yang terlahir miskin dan memiliki 11 saudara sudah terbiasa menghadapi kerasnya hidup. Dulu ia harus menjual batu untuk makan. Kini dirinya menjadi seorang menteri, perjuangannya lebih berat lagi.<span>&nbsp;</span><br><br>&rdquo;Ini tarsan dari hutan begitu naik dia lupa turun sebelum selesaikan persoalan pangan. Ikhlaskan kami bekerja untuk republik ini,&rdquo; pesannya pada masyarakat Indonesia.<br><br>Perjuangan Amran untuk memerdekakan pangan Indonesia membuat kita teringat akan pesan Bapak Republik. &ldquo;Soal pangan adalah soal hidup atau mati&rdquo; (Soekarno, 1952).<span>&nbsp;</span><em><strong>(krv/e2)</strong></em><span>&nbsp;</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudah Dewasakah Kita dalam Berdemokrasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sudah-dewasakah-kita-dalam-berdemokrasi/baca </link>
<guid> sudah-dewasakah-kita-dalam-berdemokrasi </guid>
<pubDate> Wed, 19 Oct 2016 19:46:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber foto: Ramadhan Sakti Nasution </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sudah-dewasakah-kita-dalam-berdemokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ICSn73CEll.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudah Dewasakah Kita dalam Berdemokrasi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman. Sebuah kampus megah nan besar yang dititipkan Tuhan di Tanah Borneo. Seharusnya menjadi inkubator lahirnya mahasiswa yang memiliki daya kritis dan penalaran luar biasa. Namun, betapa kompleksnya permasalahan kota dan provinsi ini dengan kealpaan mahasiswa di dalamnya menjadi sebuah pertanyaan besar. Di mana posisi mahasiswa hari ini?</p><p style="text-align: justify;">Ketika bicara masalah, kita akan menarik sebuah akar permasalahan dari hal itu, yakni regenerasi kepemimpinan di tatanan mahasiswa.</p><p style="text-align: center;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&ldquo;Bagaimana kondisi daya kritis mahasiswa saat ini?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Memasuki musim Pemilihan Raya (Pemira) baik BEM KM Unmul maupun BEM fakultas, kita bisa melihat bersama bagaimana kurang bergairahnya pesta demokrasi di kampus kita pada hari ini. Masih teringat dalam benak saya, pada 2011 saat menjadi mahasiswa, saya merasakan begitu tingginya tensi dan persaingan demi meraih tampuk kepemimpinan BEM Unmul yang saat itu menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi setiap aktivis dan organisasi mahasiswa. Jika menarik <em>track</em>-nya hingga saat ini, kita bisa merasakan betapa Pemira menjadi sebuah hal yang dianggap &ldquo;kurang penting&rdquo; oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa waktu yang lalu, dalam tulisan Presiden BEM Unmul 2013 Muhammad Iqbal Suwandi mengatakan, pemira tahun ini sebagai Pemira &ldquo;Satu Warna&rdquo;. Betapa tak menariknya pesta demokrasi di kampus menjadi tanda, sudah sejauh mana kedewasaan kita dalam berdemokrasi? Sudah sejauh mana peran organisasi dalam mengkader aktivis mahasiswa? Dan mengapa saat ini Unmul seakan &ldquo;dicengkeram&rdquo; oleh satu kelompok yang berbeda nama saja?</p><p style="text-align: justify;">Saya menganggap demokrasi di Unmul mengalami kemunduran. Sejak diterapkan sistem Pemira online yang begitu rawan akan kecurangan. Bahkan sejak awal diwacanakan hingga saat ini, saya masih memilih untuk menolak sistem Pemira online di Unmul. Betapa tidak, begitu mudahnya akses masuk untuk melakukan <em>log in&nbsp;</em>hingga dapat melakukan <em>vote&nbsp;</em>menjadi celah yang begitu lebar untuk tindak kecurangan<em>.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Bisa saja, satu orang dapat memilih hingga 1.000 suara jika ia mampu mengetahui nomor induk mahasiswa (NIM) dan password tiap mahasiswa. Lagi-lagi, dalam setiap Pemira pasti mahasiswa baru menjadi korban lahan basah ini, sebab dengan kepolosannya hingga mudah untuk dibuai dalam setiap pertemuan-pertemuan berbalut praktikum oleh para <em>abang</em> dan kakak mereka. Pun tak perlu datang ke Unmul untuk melakukan pemilihan, sebab bisa diakses dari sudut manapun di muka bumi ini. Sehingga kita bisa merasakan betapa tak ada partisipatif langsungnya suasana Pemira di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, saya ingin mengajak kita semua merenung. Sudah sejauh mana kedewasaan kita dalam berdemokrasi? Sudah sejauh mana kita bisa melihat masa depan kaum intelektual yang semakin meninggalkan dunia organisasi kampus? Sudah sejauh mana kita membiarkan belenggu &ldquo;Satu Warna&rdquo; ini akan terus menghisap darah para mahasiswa? Akankah kita menunggu matinya &ldquo;Darah Juang&rdquo; mahasiswa, sebab dunia gerakan tak lagi menarik? Dunia gerakan mahasiswa yang ujung-ujungnya terafiliasi oleh partai politik dan penguasaan pada satu kelompok bisa jadi membuat gerakan-gerakan organisasi internal kampus akan semakin kerdil. Jika kita tak sadar dan beranjak untuk bergotong-royong membangun kembali tatanan gerakan mahasiswa baru, maka saya meyakini kita hanya menghitung hari untuk berduka terhadap matinya demokrasi mahasiswa Unmul. <strong>(<em>e4</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditulis oleh: Ramadhan Sakti Nasution, SP- Presiden BEM Fakultas Pertanian Unmul 2014/2015</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira dan Masa Depan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pemira-dan-masa-depan-unmul/baca </link>
<guid> pemira-dan-masa-depan-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 20 Oct 2016 07:19:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Freijae Rakasiwi, Menteri Advokasi dan Propaganda BEM KM Unmul 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pemira-dan-masa-depan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jtqNKsSck9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira dan Masa Depan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">2016 sudah memasuki Oktober dan akhir tahun. Biasanya di akhir tahun ini pasti panas pergerakan mahasiswa. Mulai aksi 2 tahun Presiden Jokowi, memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Tapi, tidak di kampus Mulawarman, kampus yang memiliki sekitar 38 ribu mahasiswa ini pada akhir tahun pasti mengalami kondisi emosi yang meninggi karena masa transisi pergantian pemimpin.</p><p style="text-align: justify;">Ya, kita menyebutnya Pemilihan Raya (Pemira). Banyak pro dan kontra terjadi di kalangan mahasiswa mulai dari sistem, mekanisme, dan latar belakang mahasiswa yang mencalonkan diri jadi presiden dan wakil presiden di BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya kita sudah satu langkah lebih maju dibandingkan kampus besar di Indonesia dengan menggunakan sistem online atau voting. Sejatinya dalam sistem online memudahkan mahasiswa dan menghemat biaya di tengah kondisi ekonomi sedang defisit saat ini. Kita bisa memilih sesuai amanat nilai-nilai demokrasi yang dianut Indonesia, seperti bebas, jujur, adil, bersih, dan rahasia.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi &nbsp;di Unmul yang beberapa tahun lalu yang masih menggunakan sistem konvensional selalu &ldquo;darah&rdquo; yang jadi taruhannya demi mengamankan suara mahasiswa. Ya, masa lalu biarlah jadi evaluasi ke depan dan menjadi pembelajaran buat kita untuk mengarungi bahtera demokrasi di kampus kita.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara Pemira juga berbicara siapa yang berani maju dengan gagah berani untuk memimpin peliknya masalah di kampus dan Indonesia. Menarik untuk tahun ini karena yang maju adalah sahabat saya sendiri sosok Endra-Dicky dan Norman-Bhakti. Saya tak asing lagi dengan mereka dan tahu persis gaya kepemimpinan mereka. Meski latar belakang mereka adalah sama.</p><p style="text-align: justify;">Tapi pada tahun ini saya sangat sedih. Mahasiswa &quot;malu-malu&quot; untuk mencalonkan diri. Padahal, di kampus banyak sekali organisasi internal dan eksternal yang ada di 14 Fakultas. Apakah di Unmul minim akan sosok pemimpin? Atau malah sebaliknya krisis kepercayaan diri untuk memimpin menemukan solusi untuk permasalahan kampus?</p><p style="text-align: justify;">Bagi saya Pemira kali ini sangat penting untuk menemukan gagasan dalam permasalahan kampus. Karena jika ingin lihat kemajuan Unmul, maka lihatlah pergerakan mahasiswanya. Pemira bukan ajang mencari popularitas, serta mencari sensasi. Tapi Pemira merupakan langkah awal dari sebuah solusi. BEM KM Unmul ialah menjadi ujung tombak pergerakan mahasiswa di Kalimantan. Betapa tidak, pergerakannya mampu kembali mengadakan beasiswa bidikmisi dan PPA di Unmul itu atas dasar pergerakan mahasiswa Kalimantan. Jika tidak ada pemimpin yang mampu memberikan solusi, maka jangan bermimpi 1 tahun yang akan datang atau 2 tahun yang akan datang tidak ada lagi Beasiswa Bidikmisi dan PPA yang di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita tidak bersimpati, apa jadinya pergerakan mahasiswa sekarang. Maka mulai dari sekarang saatnya kita bersimpati, memberi solusi dan memberikan gagasan. Jangan jadikan Pemira sebagai ajang &quot;melanggengkan kekuasaan&quot; saja. Integritas Pemira kali ini tergantung mahasiswa dalam menilai. Mari kita lihat dampak kedepannya bukan lagi menggerutu dalam masa lalu.</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul ada atas perjalanan panjang para senior terdahulu. Mereka memperjuangkan perbaikan-perbaikan di Kaltim dan Indonesia sejak bernama Senat Mahasiswa dan terus mengalami transformasi mulai dari BEM Unmul hingga kini bernama BEM KM Unmul. Para senior mengajarkan dalam sejarah mereka bahwa, perjuangan mereka tidak identik dengan main-main dan hura-hura, tapi identik dengan keseriusan dan pengorbanan melalui kontribusi dengan hal-hal yang disenangi. Para senior memberitahukan kepada kita dalam sejarah mereka bahwa perjuangan mereka selalu mengiringi setiap jejak peristiwa bangsa. Saya ada, saya peduli, dan saya memiliki harapan, maka saya mantap untuk menyatakan bahwa saya ada, punya suara, punya hak memilih serta dipilih, punya solusi dan punya karya. Dengan menggunakan hak pilih pada 25 Oktober nanti setidaknya saya ikut memastikan tongkat kepemimpinan itu sampai ke tangan yang tepat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Pemira nanti, siapa pun memang berhak menyatakan memilih atau tidak memilih. Yang pasti, semua yang kita lakukan tidak akan lepas dari pertanggungjawaban. Termasuk pertanggungjawaban atas hak keterlibatan kita, atas keberadaan kita bersama ragam potensi yang kita miliki.</p><p style="text-align: justify;">Saya sudah cukup berpanjang cerita di sini. Inti dari keseluruhan isi tulisan ini sebenarnya adalah ajakan. Ajakan untuk mengenal BEM KM Unmul lebih dekat dan berpartisipasi aktif, agar BEM KM Unmul semakin baik dalam menjalankan peran dan tugasnya. Siapa pun berhak berkompetisi untuk mengisinya. Asalkan dengan cara yang layak dilakukan oleh mahasiswa dan tidak mencoreng nilai-nilai kenegaraannya; spiritualitas, moralitas, persatuan, kerakyatan, musyawarah, intelektualitas, dan keadilan. Siapa pun berhak mengisi tampuk kepemimpinan dan aktivitas organisasi kemahasiswaan, asalkan benar-benar kuat serta siap dalam menjalankan amanah serta tujuan dan fungsi organisasi tetap terpenuhi. Ketika ia terpilih menjadi presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul, dia tetap dituntut untuk secara konsisten mengakomodir semua elemen mahasiswa di Unmul, bukan hanya mengakomodir rekan-rekan sesukanya.</p><p style="text-align: justify;">Saya berhak untuk marah, memberi kritik, dan masukan, ketika sesuatu yang saya terlibat di dalamnya itu tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya, serta tak kritis dalam isu-isu dan permasalahan yang tak kunjung selesai. Saya juga berhak untuk bangga dan bahagia ketika sesuatu yang saya terlibat di dalamnya itu ternyata menuai keberhasilan. Terlebih bisa mempertahankan kebaikan-kebaikan yang mereka buat itu, sehingga masa depan Unmul ini dipenuhi orang-orang berintegritas, yang telah hilang ambisi egoisnya dan teruji mendedikasikan hidupnya untuk bermanfaat bagi orang lain. Dan saya akan mengabarkan kabar bahagia ini kepada Indonesia bahwa Unmul siap menjadi aktor perbaikan untuk Indonesia serta Kaltim menjadi episentrum gerakan mahasiswa Indonesia. Selamat berdinamika.</p><p style="text-align: justify;">Selamat menikmati gagasan calon pemimpin Mulawarman dan Indonesia. Objektif, lihat gagasan, serta dampak ke depan untuk Unmul yang lebih baik. Saatnya Unmul bukan lagi jadi penonton, Unmul harus menjadi aktor untuk memberikan gagasan terbaik demi negeri. Panjang Umur Perjuangan! (<strong><em>e4</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;">Ditulis oleh: Freijae Rakasiwi- Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa di BEM KM Unmul 2016</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rindu Manisnya Euforia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/rindu-manisnya-euforia/baca </link>
<guid> rindu-manisnya-euforia </guid>
<pubDate> Fri, 21 Oct 2016 08:25:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhammad Rifqi Hidayatullah, Alumni FMIPA Unmul 2007,
Mantan Menteri Aksi dan Propaganda BEM Unmul 2009/2010.
 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/rindu-manisnya-euforia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QoDAWsYQVS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rindu Manisnya Euforia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>PERANG</strong> batu sulit terhindarkan malam itu. Entah apa yang memicunya, namun suara teriakan seolah tenggelam di tengah minimnya penerangan. Ratusan mahasiswa terbelah dalam dua poros, lalu berkumpul di halaman perpustakaan kampus Universitas Mulawarman (Unmul). Sesekali masa bergerak dan mendekat ke gedung Rektorat. Malam itu, proses perhitungan suara Pemira Presiden BEM Unmul di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang belum &nbsp;selesai dialihkan ke halaman Perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Sejak pagi, hasil perhitungan suara tak kunjung disahkan lantaran terdapat selisih perhitungan antara jumlah perhitungan suara dengan jumlah mahasiswa yang memungut suara. Gejolak pun akhirnya muncul lantaran, salah satu kubu tak terima selanjutnya menuding ada yang tak beres dalam proses Pemira. Saya lupa persis tanggal serta bulan ketika peristiwa tersebut berlangsung. Yang jelas, Pemira pada 2009 kala itu, menjadi pertarungan dua kandidat calon Presma BEM Unmul. Yaitu Ismoyo Yudha Lukito (FKIP/2005) dan Erlyando Saputra (FISIP/2004). Sebenarnya ada satu lagi, yaitu Charil Anwar (FKM/2005) yang memilih mengundurkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Secara administrasi, saya tercantum sebagai ketua tim pemenangan pasangan calon (paslon) Ismoyo Yudha Lukito dan Suharno. Sebenarnya dalam perhitungan cepat, suara Ismoyo-Suharno sudah jauh lebih unggul dan menang merata hampir di seluruh fakultas. Namun, kekhawatiran tetap muncul, kala konflik perhitungan suara di FISIP rawan menjadi media menggugat hasil Pemira. Sehingga bisa jadi hasil Pemira justru akan dibatalkan. Persoalan tak kunjung usai, setelah perdebatan panjang di siang hari, berlarut hingga malam. Kali ini antara Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unmul yang digawangi oleh Bayu-FKIP/2005 (saya lupa nama lengkapnya) dengan tim pemenangan Erlyando Saputra.</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja, dalam posisi ini kami sebagai tim pemenangan Ismoyo-Suharno tak boleh terlibat dalam konflik tersebut. Ini hanya urusan antara DPM dan kubu sebelah. Tapi kenyataannya, kedekatan psikologis dengan kawan-kawan DPM, membuat sebagian kawan terpancing dan tak bisa membedakan posisi itu. Hal ini membuat seorang tim pemenangan Bung Nando bertanya-tanya. &quot;Kapasitas Anda sebagai apa berbicara di sini?&quot; Nah kan, maka ada baiknya belajar memilah posisi kita di tengah konflik.</p><p style="text-align: justify;">Yang jelas manajemen konflik yang dilakukan kedua poros saya pikir sama-sama hebat kala itu. Saya tak ingin mengulas siapa yang menang dan kalah. Begitu juga persoalan siapa yang kuat dan lemah. Hingga tiga hari berturut-turut, hasil perhitungan suara di FISIP tak juga kunjung disahkan. Maka bisa dibayangkan, jika selama hampir 72 jam konflik tersebut berlangsung, cukup melelahkan. Keributan dengan bumbu-bumbu perang argumentasi menjadi warna tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah perkataan yang menyinggung, hingga teriakan takbir yang menggema pun gampang menjadi soal. Seingat saya, pada malam pertama Pemira, kampus Unmul sudah mulai dipenuhi mahasiswa dari kampus lain. Saya ingat benar siapa saja yang datang dan terlibat dalam kegaduhan tersebut. Hampir seluruh perwakilan kampus, pimpinan organisasi mahasiswa eksternal kampus, dan lembaga mahasiswa lainnya berkumpul. Bisa dibayangkan, betapa seksinya kursi presiden BEM Unmul saat itu. Sampai-Sampai mampu menyedot perhatian banyak pihak. Warga kampus pun seolah tak ingin ketinggalan cerita dalam proses Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Perdebatan rupanya tak lagi soal selisih surat suara di FISIP. &nbsp;Namun sudah meluas hingga berbagai masalah lainnya. Saya tak ingin terlalu jauh merincikan isi konflik Pemira kala itu. Saya hanya ingin berusaha menggambarkan berbagai proses pembelajaran di Pemira saat itu. Yang jelas, aksi saling kejar, hingga ancaman baku pukul diakui sangat berpotensi terjadi. Sekitar pukul 02.00 Wita, setidaknya ada saya, Miftah Murdho (Mantan Wapres BEM Unmul), Rahman (Mantan Ketua Pusdima), Alam (sekarang Ketua KAMMI Kaltim) dan Ismoyo (calon Presma) disembunyikan teman-teman di dalam pos sekuriti di depan rektorat. Kata teman-teman sih, kami sedang dicari oleh sekelompok orang yang tak terima dengan perkataan kami. Walaupun akhirnya saya sadar, hal tersebut sepertinya terlalu didramatisir.</p><p style="text-align: justify;">Hingga akhirnya kami pun memilih keluar dan menemui orang-orang yang berteriak menyebut dan mencari nama kami. Menjelang dini hari, ratusan mahasiswa tersebut bersepakat duduk di badan jalan di depan portal rektorat sambil memperdebatkan pokok persoalan. Akhirnya masalah selesai dengan cara-cara tertentu. Saya juga tak ingin mengeluarkan penilaian apakah cara menyelesaikan masalahnya benar atau salah. Dihari ketiga perhitungan suara, Ismoyo-Suharno ditetapkan DPM Unmul sebagai pemenang Pemira 2009. Bagaimana prosesnya? Mungkin bisa Anda kuak dari para kawan yang aktif di kelembagaan kampus saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Cerita di atas, hanyalah sepenggal cerita euforia Pemira yang saya alami. Satu persatu persoalan yang dihadapi, menjadi pembelajaran tersendiri. Mulai bagaimana mengatur waktu kuliah, belajar beretorika, menghimpun suara dengan pendekatan ke berbagai lembaga kampus, melakukan pemetaan suara hingga proses rekonsiliasi setelah Pemira. Walaupun sebenarnya saya yakin, selain tim yang saya ketuai, juga ada tim-tim lain yang turut andil memenangkan Ismoyo-Suharno.</p><p style="text-align: justify;">Dulu, euforia kawan-kawan lintas lembaga untuk merebut kursi Presiden BEM Unmul, menjadi kebanggaan tersendiri. Kedudukan tersebut terasa elit, bahkan mampu memancing kaum elit di luar elemen mahasiswa turut terlibat. Seperti yang saya sebutkan bahwa di tengah konflik tiga hari tiga malam itu, puluhan mahasiswa dari kampus lain juga tersedot perhatiannya. Atas dasar kesamaan baju organisasi yang mereka kenakan, ditambah rasa solidaritas, mereka pun hadir di Unmul. Kenangan tersebut terasa manis, kala mengingat di momen yang sama, sekretariat BEM Unmul justru disegel oleh sejumlah pengurus Unit Kerja Mahasiswa (UKM).</p><p style="text-align: justify;">Dalam konflik kali ini, mereka memposisikan diri di luar poros. Namun, penilaian mereka terhadap BEM Unmul sebagai biang kegaduhan, membuat sekretariat BEM Unmul harus direlakan untuk disegel selama dua hari. Walaupun akhirnya, segel kami buka atas dukungan sejumlah alumni BEM Unmul. Euforia Pemira tak hanya kali ini saya rasakan. Peralihan Presiden BEM Unmul Ahmad Mujahid ke Ali Wardhana pada 2008 sebenarnya juga banyak cerita. Saat itu, salah satu calon diusung oleh perwakilan UKM.</p><p style="text-align: justify;">Yang menarik, Ali Wardhana (FISIP/2004) berkompetisi merebut hati mahasiswa dengan kawan satu kelasnya sendiri yaitu Bang &quot;Luay&quot; (lagi-lagi saya lupa nama lengkapnya). Selanjutnya di Pemira BEM Unmul 2010, peta politik kampus semakin manis. Dari tiga paslon, satu di antaranya mengundurkan diri. Situasinya sedikit memanas, namun berakhir sejuk. Satu hal yang ingin saya sampaikan dalam tulisan kali ini. Dalam tradisinya, Pemira mampu menarik perhatian banyak pihak untuk mengambil bagian menjadi sebuah poros. Baik sebagai kubu yang bertarung maupun sekadar pendukung. Terkadang, konflik yang dihadapi, justru mampu membentuk euforia menjadi sarana pencerdasan, pembelajaran, hingga pendewasaan.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah kubu yang menjadi kompetitor di Pemira BEM Unmul, kini jutru menjadi kawan. Termasuk Erlyando Saputra dan kawan-kawan lainnya. Dalam akun media sosial, pria yang akrab saya sapa bang Nando memberikan doanya atas kelahiran putra pertama saya El Fayyadh Aqila Hidayatullah empat hari lalu. Momen Pemira saya pikir juga berperan dalam menarik minat para pimpinan lembaga kemahasiswaan untuk bergabung di BEM Unmul. Saya pun ikut bergabung dalam Kabinet BEM Unmul sebagai menteri aksi dan propaganda (Menaprop). Pada tahun berikutnya sebagai Sekretaris Kabinet (Sekkab).</p><p style="text-align: justify;">Oleh mantan Presiden BEM FISIP 2009 Indra, kepanjangan Menaprop diplesetkan menjadi Menteri Aksi dan Provokator. Haha.... Yah, saya pun bersyukur BEM Unmul pimpinan Ismoyo-Suharno yang cukup moderat menerima masukan berbagai pihak. Sehingga tak sulit untuk membangun koalisi BEM Se-Unmul. Bahkan, BEM Fakultas Kedokteran yang dikenal dengan kesibukannya, sering ikut aksi bersama.</p><p style="text-align: justify;">Begitu juga BEM Fakultas Hukum yang saat itu dipimpin Lukas. Apalagi BEM FISIP dan Teknik yang mantan presiden BEM-nya kini menjadi kawan karib saya. Ditambah lagi mantan Sekkab BEM Unmul periode 2009/2010 Febrityas yang tak disangka-sangka ikut bergabung di BEM Unmul. Pria yang kini menjadi Asisten Ombudsman RI Perwakilan Kaltim itu, kerap menjadi penengah sekaligus penghubung dengan kawan-kawan di FISIP, Hukum, dan fakultas lain yang mungkin intensitas komunikasinya jarang terbangun. Febri kini bahkan sudah saya anggap saudara.</p><p style="text-align: justify;">Selepasnya lulus dari Unmul, maka kisah-kisah pertarungan politik di kampus menjadi cerita mengesankan. Kerasnya persaingan di kampus saya pikir tak perlu didramatisir, tapi harusnya dikelola.</p><p style="text-align: justify;">Sekedar mengingatkan, jika suatu ketika, dalam ajang Pemira hanya ada satu poros yang mengajukan dua paslon, apa hal tersebut masih bisa dikatakan kompetisi? Bisa jadi minat warga kampus untuk terlibat dalam organisasi BEM Unmul mengalami degradasi. Sehingga setingan mengirim beberapa calon yang berasal dari satu &quot;rahim&quot;, membuat Pemira menjadi sekadar formalitas. Mudah-Mudahan bukan sekadar untuk merebut legitimasi kedudukan. Saran saya, yang harus dilakukan adalah, melakukan evaluasi terhadap minimnya minat tersebut. Yang terpenting, tak perlu terlalu bergairah melakukan blokade agar poros-poros mahasiswa lainnya tak turut serta dalam Pemira (semoga ini tidak terjadi). Mungkin ini tidak dilakukan kawan-kawan di BEM atau DPM. Tapi oleh sekelompok orang di &quot;belakang&quot;, yang memilih jalur tersebut. Jika sudah begitu, maka tunggu saja kondisi di mana BEM sudah tak seksi lagi. Dari puluhan ribu mahasiswa yang terdaftar di Unmul, rasanya belum 20 persen yang menggunakan hak pilihnya di Pemira. Entah angka tersebut meningkat atau tidak saat diberlakukannya pemira berbasis online.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin para kader potensial, memilih berkiprah di lembaga mahasiswa lain. Sehingga tak perlu kaget jika manisnya euforia Pemira tak lagi bisa Anda rasakan. Apalagi di tengah Pemira online yang digagas. Sejumlah tahapan pencerdasan di Pemira bagi saya, berpotensi hilang, jika tak diantisipasi. Mahasiswa pun akhirnya hanya bisa merasakan kemenangan presiden BEM Unmul tanpa tahu prosesnya yang mengasikkan.</p><p style="text-align: justify;">Padahal di organisasi BEM Unmul, kita bisa mendapat banyak kisah. Bahkan juga mendapat pasangan hidup. Tak hanya saya dan istri tercinta Aji Kiki Mirawati yang juga merupakan alumni pengurus BEM Unmul diperiode yang sama. Begitu juga mantan Presiden BEM Unmul Ali Wardhana, Ismoyo Yudha Lukito, dan Surahman yang memperistri alumni BEM Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="font-family: Montserrat,sans-serif;"><span style="font-size: 14px;">Muhamad Rifqi Hidayatullah</span></span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="font-family: Montserrat,sans-serif;"><span style="font-size: 14px;">Alumni FMIPA Unmul 2007</span></span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em><span style="font-family: Montserrat,sans-serif;"><span style="font-size: 14px;">Mantan Menteri Aksi dan Propaganda BEM Unmul 2009/2010</span></span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terpilih Aklamasi, Berharap BEM FISIP Bangkit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-aklamasi-berharap-bem-fisip-bangkit/baca </link>
<guid> terpilih-aklamasi-berharap-bem-fisip-bangkit </guid>
<pubDate> Fri, 21 Oct 2016 20:02:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah satu tahun lebih vakum beraktivitas, tahun ini BEM FISIP mulai kembali berbenah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-aklamasi-berharap-bem-fisip-bangkit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WH2cGzd88Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terpilih Aklamasi, Berharap BEM FISIP Bangkit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>-Setelah satu tahun lebih vakum beraktivitas, tahun ini BEM FISIP mulai kembali berbenah. Pelaksanaan Pemilu Raya (Pemira) yang dilaksanakan Badan Pelaksana Pemilu Raya (BPPR) FISIP menetapkan Nur Hariyani dan Rahman Dwi Saputra sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP untuk satu periode ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Nur Hariyati yang terpilih menjadi presiden BEM FISIP secara aklamasi memaparkan pandangannya terkait BEM FISIP dalam beberapa periode terdahulu. Baginya, perlu ada revitalisasi setelah vakumnya BEM FISIP. Hal inilah yang menjadi alasan dia maju menjadi presiden BEM FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak muluk-muluk. Karena BEM FISIP ini terhitung vakum sudah kurang lebih satu setengah tahun, dan banyaknya kursi kementerian yang kosong sebelum berakhirnya kepengurusan di periode Jifran sebagai presiden BEM FISIP terdahulu, jadi kami menginginkan adanya revitalisasi di dalam internal BEM FISIP ini,&rdquo; papar Nur Hariyati.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, hal terpenting yang harus dikerjakan sekarang adalah meningkatkan partisipasi politik mahasiswa FISIP, sehingga prioritas BEM yang ia kelola satu tahun ke depan &nbsp;akan diarahkan ke sektor tersebut. &ldquo;Fokus kami paling utama meningkatkan partisipasi mahasiswa FISIP dulu,&rdquo; sambung dia.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional angkatan 2014 ini sekarang lebih memilih fokus pada pembentukan kabinet dan perencanaan program kerja. Pihaknya juga mulai memperkenalkan BEM FISIP kepada mahasiswa dengan berkunjung ke beberapa pengkaderan himpunan.</p><p style="text-align: justify;">Visi-Misi utama juga sudah mereka gagas untuk setahun periode menjabat. &ldquo;Visi kami mewujudkan FISIP Inklusif (integritas, kreatif, solutif, inspiratif). Misi kami adalah merevitalisasi dan mengoptimalkan peran dan fungsi BEM. Juga akan berfokus ke pengabdian pada masyarakat karena FISIP ini adalah kampus sosial,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, penetapan Surat Keputusan (SK) yang baru keluar pada Januari 2017 membuat pihaknya masih belum bisa leluasa dalam bergerak. &ldquo;Januari SK kami keluar dari fakultas. Sekarang sampai Desember ini kami memilih fokus pada pembentukan kabinet dan perencanaan program kerja,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika disinggung minimnya jumlah partisipan mahasiswa dalam berpolitik memperebutkan kursi BEM FISIP, dirinya tak menampik hal itu. &ldquo;Lucu juga kita kampus politik, tapi saat ada kesempatan berpolitik tak ada yang mau maju berpolitik di tingkat fakultas,&rdquo; tanggapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih menarik lagi, penyelenggaraan Pemira di FISIP telah diundur sebanyak tiga kali, terhitung sejak Mei hingga Oktober 2016. Namun juga tetap tak ada bakal calon tambahan yang mendaftar. &ldquo;Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami agar membangkitkan kembali <em>euphoria</em> politik kampus,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Hariyati, Rahman Dwi Saputra selaku wakil presiden BEM FISIP terpilih juga mengutarakan pandangannya terhadap partisipasi mahasiswa terhadap politik kampus kekinian. &ldquo;Kalau lihat situasi sekarang sangat miris. Tapi kita juga tidak bisa memaksakan karena minimnya <em>euphoria</em> BEM beberapa tahun kebelakang,&rdquo; tambah Rahman.</p><p style="text-align: justify;">Hariyati berpesan kepada mahasiswa FISIP agar lebih peduli terhadap organisasi. &ldquo;Pesan saya, laboratorium kita adalah organisasi, maka pergunakanlah laboratorium itu dengan sebaik mungkin dan membesarkan BEM FISIP ke depannya,&rdquo; akhirnya. <strong><em>(dan</em></strong><strong><em>/im)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Demokrasi Berdarah, Salah Siapa? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/demokrasi-berdarah-salah-siapa/baca </link>
<guid> demokrasi-berdarah-salah-siapa </guid>
<pubDate> Fri, 21 Oct 2016 20:12:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Universitas Mulawarman (Unmul) sebagai kampus negeri di ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda, merupakan kampus rujukan bagi calon mahasiswa yang berada di Pulau Kalimantan, bahkan di luar Pulau Borneo.   </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/demokrasi-berdarah-salah-siapa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MLHhagr2Sq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Demokrasi Berdarah, Salah Siapa?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">UNIVERSITAS Mulawarman (Unmul) sebagai kampus negeri di ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda, merupakan kampus rujukan bagi calon mahasiswa yang berada di Pulau Kalimantan, bahkan di luar Pulau <em>Borneo.&nbsp;</em> Kampus dengan mahasiswa yang berjumlah lebih dari 37.000 orang, serta dengan latar belakang akademis yang berbeda, merupakan aset berharga jangka panjang guna pembangunan daerah.</p><p style="text-align: justify;">Dari banyaknya mahasiswa secara kuantitas, bukan berarti kampus besar Unmul, tanpa ada masalah di dalamnya. Seharusnya semakin banyak cendekiawan muda, segala persoalan harus bisa diuraikan dengan baik. Tapi dalam kenyataanya, itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Berganti orang bukan berganti masalah. Tetapi masalah yang sama kerap timbul juga.</p><p style="text-align: justify;">Dalam tulisan ini saya ingin membahas tentang peran mahasiswa dalam partisipasi memajukan Unmul. Salah satu contohnya keterlibatan aktif di organisasi, serta berperan penting dalam menciptakan demokrasi ala mahasiswa di dalam kampus. Bayangkan saja jika separuh mahasiswa Unmul bisa aktif sebagai organisatoris. Pastinya organisasi punya ruang pemberdayaan yang baik bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).</p><p style="text-align: justify;">Hari ini tepat bulan Oktober, empat hari yang akan datang (25/10) Unmul sebagai kiblat perguruan tinggi di Kaltim, akan melaksanakan pesta demokrasi. Pemilihan yang rutin dilaksanakan tiap setahun sekali itu, lagi-lagi bukan tanpa adanya masalah.</p><p style="text-align: justify;">Priode sebelumnya pun, setiap pemilihan presiden mahasiswa Unmul pasti kerap menimbulkan suatu permasalahan. Dari pelarangan pemilihan di kampus tertentu, pembakaran surat suara, dan konflik antar organisasi. Bukan hanya itu saja, pada 2014, terjadi konflik berdarah yang melibatkan pihak eksternal masuk ke dalam kampus. Ini semua patut disayangkan, mengingat sebagai mahasiswa, kita selalu diasah dengan menggunakan nalar berpikir bukan dilatih menjadi &ldquo;tukang pukul&rdquo;. Terkadang saya secara pribadi pun menyayangkan cara-cara yang selalu dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa tersebut. Apalagi kejadian ini selalu terjadi di tempat dan orang yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Saya boleh sebut tempat itu, di mana tempat ini adalah tempat saya bermukim dahulu saat menimba ilmu. Salah satunya tempat yang sering rawan konflik adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Di FISIP, secara tersirat pun kita semua bersepakat jika berada di rumah akademisi ini, menandakan mahasiswanya pasti pandai berorganisasi. Aktif dan terlibat secara utuh dalam mengabdikan diri di bidang sosial dan politik (organisasi). Tetapi dalam kenyataanya tidak demikian. Di dalam rumah yang saya banggakan inilah kerap terjadinya permasalahan dalam pesta demokrasi yang belum bisa diurai sejak 2010 sampai sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Entah terdapat kausalitas apa, kampus yang bercorak miniatur demokrasi ini, sebagian mahasiswanya selalu menolak adanya sistem Pemira. Seharusnya sebagai kampus yang bernapas demokrasi, FISIP mampu menyumbangkan kader terbaiknya untuk berpentas di pemilihan organisasi tertinggi mahasiswa, Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Demokrasi di dalam kampus adalah bentuk miniatur demokrasi bernegara. Merupakan cerminan kaum akademisi sebagai penggerak sistem demokrasi nantinya. Sayangnya, semua tidak luput dengan namanya konflik, hingga tidak jarang berujung dengan perkelahian. Kalau hari ini, kita telah jenuh dengan pertarungan politik kampus yang begitu-begitu saja, maka sudah saatnya kita bersatu untuk mencari solusi agar permasalahan yang sering terjadi dapat tertangani. Adanya isu pasangan calon &ldquo;boneka&rdquo;, yang di gembar-gemborkan media kampus bukan menjadi alasan bagi kelompok lain untuk ikut menyerang. Karena yang bertarung pada Pemira kali ini adalah sesama kawan, dengan <em>background</em> bendera yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada kata terlambat untuk menciptakan pesta demokrasi yang teduh, aman, dan nyaman bagi mahasiswa Unmul. Langkah awalnya pastilah kita melakukan pembenahan di tataran kaderisasi rumah kita masing-masing. Begitu pula dengan penulis, meskipun bukan lagi mahasiswa Unmul, namun sampai saat ini saya masih terlibat dalam pembinaan organisasi eksternal (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Unmul) dan internal (UKM Tapak Suci Unmul). Prinsip sebagai &ldquo;petarung&rdquo; harus ada di setiap jiwa organisatoris. Bertarung bukan adu kekuatan fisik, melainkan bertarung mengenai ide dan gagasan.</p><p style="text-align: justify;">Bagi saya jika tidak suka dengan Pemira yang begitu-begitu saja, mari kita bertarung dengan menciptakan kader terbaik. Kekerasan bukan menjadi legitimasi kemenangan. Tapi mari kita gunakan nalar berpikir kita sebagai akademisi, atur strategi, dan bentuk koalisi dengan organisasi yang memiliki visi dan misi yang sama. Begitulah kira-kira hal yang harus kita lakukan secara bersama. Agar kiranya Pemira di kampus tercinta ini mampu menyampaikan gagasan-gagasan cerdas. Bersaing secara sportif, dengan membawa nama lembaga dalam menyorong kader-kader terbaik yang kita miliki.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dedy Pratama</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Menteri Pengembangan Karya Mahasiswa BEM Unmul 2012/2013</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Ketum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Unmul 2015</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bawa Harum Unmul di PEKSIMINAS, Berkah Angka Dua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bawa-harum-unmul-di-peksiminas-berkah-angka-dua/baca </link>
<guid> bawa-harum-unmul-di-peksiminas-berkah-angka-dua </guid>
<pubDate> Sat, 22 Oct 2016 07:50:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater  Yupa Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menorehkan prestasi gemilang. Dok. Teater Yupa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bawa-harum-unmul-di-peksiminas-berkah-angka-dua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lBUj99SOLk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bawa Harum Unmul di PEKSIMINAS, Berkah Angka Dua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Yupa Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menorehkan prestasi gemilang. Turut serta dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) ke-13 di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara, UKM Teater Yupa berhasil menyabet juara dua.</p><p style="text-align: justify;">PEKSIMINAS sendiri merupakan kompetensi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Lomba di bidang seni dan sastra antar perguruan tinggi se-Tanah Air ini berlangsung pada 11-17 Oktober. Tak kurang dari 2.000 peserta dari 32 Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) tingkat provinsi se-Indonesia turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Ketua UKM Teater Yupa Unmul Ave Valensia Istihari mengatakan, dalam PEKSIMINAS ke-13, Teater Yupa hanya mengikuti cabang lomba monolog. Hal itu disebabkan jadwal pelaksanaan lomba yang bertabrakan. Selain persiapan dalam lomba monolog yang jauh lebih matang daripada cabang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak awal kami sudah sepakat untuk fokus di lomba monolog. Anggota sudah mengikhlaskan cabang &nbsp;itu saja, sementara yang lain tidak diikuti,&rdquo; ucap Ave.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, ia menuturkan, UKM Teater Yupa yang sudah melakukan latihan sejak Juli tidak sia-sia. Adapun pentas monolog yang dibawakan UKM Teater Yupa bertajuk &ldquo;Pidato&rdquo; karya Putu Fajar Arcana. Aktornya, Mahmud Nurul Husairi, mahasiswa Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Unmul. Sutradaranya, Cahyo Wicaksono Putro, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul. Berkatnya, UKM Teater Yupa berhasil menyabet juara dua.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, anggota yang dipilih saat mengikuti PEKSIMINAS diseleksi melalui beberapa tahapan. Karena ini merupakan garapan produksi, maka dilakukan casting terlebih dahulu, aktor hingga penata saat pementasan monolog.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;2014 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah kami hanya mendapat juara harapan 2. Pada 2012 di Mataram, Nusa Tenggara Barat kami mendapatkan juara 2, dan pada 2010 di Pontianak, Kalimantan Barat kami mendapat juara &nbsp;1,&rdquo; urai mahasiswi Ilmu Komunikasi itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia menceritakan, ada sebuah kisah menarik yang membawa keberuntungan bagi UKM Teater Yupa. Saat <em>techinal meeting</em>, perwakilan Unmul ini mendapat &nbsp;urutan nomor dua. Ketika malam penutupan kembali bersahabat dengan angka dua. Hingga akhirnya, saat malam pengumuman, UKM Teater Yupa kembali membawa angka dua menyaingi 26 provinsi lain dalam pentas monolog.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap PEKSIMINAS berikutnya di DIY, UKM Teater Yupa bisa kembali dipercaya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kami berharap bisa lebih baik dengan meraih juara pertama,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(adl/im)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apa Kabar Tulang Kita Hari Ini? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/apa-kabar-tulang-kita-hari-ini/baca </link>
<guid> apa-kabar-tulang-kita-hari-ini </guid>
<pubDate> Sat, 22 Oct 2016 08:03:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 20 OKTOBER diperingati sebagai hari osteoporosis dunia. Peringatan ini dibuat oleh The National Osteoporosis Society di Inggris pada 1996.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/apa-kabar-tulang-kita-hari-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jRFNrI6Vt3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Apa Kabar Tulang Kita Hari Ini?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>20 OKTOBER</strong> diperingati sebagai hari osteoporosis dunia. Peringatan ini dibuat oleh The National Osteoporosis Society di Inggris pada 1996. Tujuannya agar setiap tahun masyarakat diingatkan mengenai bahaya osteoporosis dan pentingnya menjaga kesehatan tulang.</p><p style="text-align: justify;">Osteoporosis adalah kondisi berkurangnya kepadatan tulang. Sehingga tulang menjadi keropos dan mudah retak. Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif, yaitu penyakit yang muncul akibat dari penurunan fungsi sel yang tadinya normal menjadi lebih buruk. Biasanya berhubungan dengan proses penuaan dan gaya hidup. Meskipun berhubungan dengan usia lanjut, tidak menutup kemungkinan osteoporosis terjadi pada usia muda.</p><p style="text-align: justify;">Osteoporosis tidak hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Di kutip dari data <em>World Health Organization</em> (WHO), penderita osteoporosis dunia mencapai sekitar 200 juta jiwa. Diprediksi pada 2050, angka kejadian osteoporosis akan meningkat 2 kali lipat pada wanita dan 3 kali lipat pada pria. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari <em>International Osteoporosis Foundation&nbsp;</em>(IOF), risiko terjadinya osteoporosis pada wanita 4 kali lebih besar dibandingkan pria. Dari 4 wanita, 1 diantaranya mengalami osteoporosis di usia 50-80 tahun. Biasanya, gejala muncul pada usia sekitar 50 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan osteoporosis ini terjadi di bawah usia 50 tahun. Kasusnya akan terus meningkat sesuai dengan bertambahnya usia seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Tulang memiliki fungsi yang sangat penting pada tubuh manusia. Seperti yang sudah pernah kita pelajari pada masa sekolah dulu, fungsi tulang selain sebagai penyangga dan penentu bentuk tubuh, juga sebagai tempat melekatnya otot dan pelindung dari organ-organ penting, seperti paru, jantung, ginjal, sistem saraf, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita raba dari luar tubuh, tulang terasa keras bukan? Tulang tidak hanya mengandung kolagen dan mineral. Di dalam tulang juga terdapat dua unsur penting, yaitu osteoblast dan osteoclast. Osteoblast merupakan sel pembangun yang bertugas menghasilkan sel-sel tulang dan osteoclast merupakan sel pembongkar yang betugas mengancurkan dan memperbaiki susunan sel-sel tulang. Jika kedua unsur tersebut bekerja secara seimbang, antara pembentukan dan penghancuran, maka tulang tetap bisa mempertahankan kepadatannya.</p><p style="text-align: justify;">Pada kondisi osteoporosis, kerja osteoclast sebagai sel pembongkar lebih banyak dibandingkan osteoblast, sehingga kepadatan tulang tidak dapat dipertahankan dan terjadi pengeroposan. Pengeroposan ini memudahkan tulang untuk patah dan menurunkan fungsinya. Tulang yang rawan terjadi osteoporosis yaitu tulang belakang, tulang panggul, dan pergelangan tangan. Jika pengeroposan terjadi pada tulang belakang, maka akan muncul permasalahan baru yang lebih berbahaya karena tulang belakang melindungi banyak saraf dengan berbagai fungsi.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang menjadi faktor risiko terjadinya osteoporosis. Salah satunya yaitu kurang beraktivitas. Sebenarnya, semakin banyak aktivitas yang dikerjakan tubuh, maka akan semakin memicu kerja osteoblast untuk membentuk unsur tulang dan kepadatan tulang tetap terjaga. Kebiasaan merokok juga memengaruhi tulang karena zat nikotin yang terkandung di dalamnya dapat mempercepat penyerapan tulang dan menurunkan kepadatan. Faktor lainnya yaitu mengkonsumsi minuman tinggi kafein dan alkohol. Karena kafein dan alkohol dapat menghambat kerja osteoblast untuk membentuk unsur tulang.</p><p style="text-align: justify;">Kurangnya asupan kalsium juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang. Kalsium tidak hanya dibutuhkan oleh tulang, tapi bagian tubuh lain juga membutuhkannya. Jadi, jika asupan kalsium kurang, maka tubuh akan menyerap kalsium yang ada di tulang dan kepadatan tulang akan menurun.</p><p style="text-align: justify;">Pada wanita yang sudah mengalami menopause atau tidak lagi mengalami menstruasi, hormon estrogennya menurun. Padahal, hormon tersebut mendukung pembentukan unsur tulang. &nbsp;Hal tersebut membuat tulang menjadi cepat keropos dan mudah patah. Sebaiknya kita mengingatkan ibu kita di rumah, juga ibu-ibu lainnya di sekitar kita untuk tidak bekerja terlalu berat di usia yang sudah beranjak tua karena proses ini akan dialami oleh wanita di usia lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Pada kondisi usia lanjut juga terjadi proses penurunan fungsi organ di seluruh tubuh. Fungsi osteoblast sebagai pembentuk unsur tulang juga akan menurun. Sehingga pengeroposan tulang yang terjadi tidak dapat dihindari. Meski begitu, kita dapat mencegah terjadinya patah tulang dengan menurunkan aktivitas-aktivitas fisik yang dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yaitu menjaga asupan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D sejak dini. Kalsium dan vitamin D dapat diperoleh dari susu, telur, ikan, udang, kacangan-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan. Sinar matahari juga penting dalam menjaga kepadatan tulang, karena cahaya matahari akan mengubah pro-vitamin D di bawah kulit menjadi vitamin D.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, penting bagi kita untuk menghindari faktor-faktor risiko yang sudah dijelaskan di atas, seperti menghindari konsumsi cafein, alkohol, dan rokok. Aktivitas fisik juga harus tetap dipertahankan, tentunya yang memberikan dampak baik bagi tubuh, lingkungan, dan masyarakat. Selain mencegah osteoporosis, aktivitas fisik yang kita lakukan juga sebagai bentuk rasa syukur kita di usia muda dalam memanfaatkan potensi yang telah Allah berikan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Ditulis oleh:</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Nur Ahlina Hanifah</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Pendidikan Dokter 2013, Fakultas Kedokteran Unmul&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FKM, Miftah-Umah Raih Suara Terbanyak  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkm-miftah-umah-raih-suara-terbanyak/baca </link>
<guid> pemira-fkm-miftah-umah-raih-suara-terbanyak </guid>
<pubDate> Sat, 22 Oct 2016 08:57:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Kesehatan Masayarakat (FKM) merampungkan gelaran Pemilihan Raya (Pemira) presiden dan wakil presiden mahasiswa, kemarin (21/8). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkm-miftah-umah-raih-suara-terbanyak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jLQNdsc3Mf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FKM, Miftah-Umah Raih Suara Terbanyak </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) merampungkan gelaran Pemilihan Raya (Pemira) presiden dan wakil presiden mahasiswa, kemarin (21/8). Dari dua calon yang berlaga, pasangan nomor urut dua M Miftahul M-Faradillah RU berhasil unggul dengan memperoleh 270 suara. Sementara nomor urut satu Nurul Rochimah-Sekar Pratiwi hanya memperoleh 193 suara. Adapun suara tidak sah sebanyak dua.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Dewan Perwakilam Mahasiswa (DPM) FKM Unmul Andri Azhari mengatakan, Miftah-Umah belum ditetapkan sebagai pemenang Pemira. Pasalnya, saat ini masih massa pengajuan keberatan dari tiap calon. Adapun penetapannya bakal dilakukan pada Minggu (23/10) mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai sekarang belum ada pengajuan keberatan atas hasil Pemira dari dua calon. Tapi kami tetap buka posko sampai Jumat (22/10),&rdquo; kata Andri.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Andri, partisipasi mahasiswa dalam Pemira FKM tahun ini cukup baik. Setidaknya mahasiswa yang berpartisipasi sebanyak 463, dari total pemilik suara di FKM sebanyak 628. Artinya, tingkat golongan putih (Golput) di FKM di bawah 50 persen.</p><p style="text-align: justify;">Antusiasme yang cukup tinggi tersebut, sebut dia, tak lepas dari beberapa inovasi yang dilakukan panitia penyelenggara. Di antaranya, menyediakan tempat menulis harapan untuk BEM FKM dan lomba photobooth terbaik saat Pemira berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemira 2015 partisipasi pemilih hanya 360,&rdquo; sebut dia.</p><p style="text-align: justify;">Meski mengalami peningkatan cukup drastis, mahasiswa angkatan 2013 itu menyatakan sistem pemilihan masih bersifat konvensional. Bukan sistem online layaknya Pemira di tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau di tingkat universitas sistem Online mungkin tepat karena jumlah mahasiswa yang banyak. Sehingga lebih efektif dan efisien. Tapi di FKM &nbsp;yang mahasiswanya tidak terlalu banyak sistem coblos masih lebih tepat,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(im)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Novel: Rahasia Tergelap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/novel-rahasia-tergelap/baca </link>
<guid> novel-rahasia-tergelap </guid>
<pubDate> Sun, 23 Oct 2016 08:07:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> GISELLE adalah cewek berkepribadian 4D (berpikir di luar jalan pikiran manusia pada umumnya). Namun, termasuk cewek populer yang banyak diincar para cowok di kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/novel-rahasia-tergelap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1g5vex1rUI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Novel: Rahasia Tergelap</h1>
			              </header>
			              <div style="text-align: justify;"><strong>Judul</strong></div><div data-empty="true" style="text-align: justify;"><br></div><p style="text-align: justify;">Rahasia Tergelap</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penulis</strong></p><p style="text-align: justify;">LexieXu</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penerbit</strong></p><p style="text-align: justify;">PT Gramedia Pustaka Utama</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kota Terbit</strong></p><p style="text-align: justify;">Jakarta</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cetakan</strong></p><p style="text-align: justify;">1</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tahun Terbit</strong></p><p style="text-align: justify;">2016</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tebal Buku</strong></p><p style="text-align: justify;">304 halaman</p><p style="text-align: center;"><strong>******</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>GISELLE</strong> adalah cewek berkepribadian 4D (berpikir di luar jalan pikiran manusia pada umumnya). Namun, termasuk cewek populer yang banyak diincar para cowok di kampus. Hanya saja, Giselle memiliki sifat yang cuek dan acuh tak acuh. Sehingga ia tidak menyadari kepopulerannya. Giselle memiliki &nbsp;empat sahabat di antaranya Paulin, si cantik berkulit gelap yang <em>jutek</em> dan paling pintar tipe <em>sassy girl</em>. Berikutnya, Ella, si pendek feminim yang temperamental. Sahabat paling popular adalah Bea, walau tidak cantik, cerdas, maupun <em>tajir</em> namun memiliki <em>inner beauty</em> yang disukai teman-temannya. Terakhir adalah Delilah yang cerdas dan atletis, namun memiliki kondisi keluarga yang miskin.</p><p style="text-align: justify;">Giselle &nbsp;juga memiliki cowok yang disukainya selama 3 tahun bernama Daryl. Dia merupakan cowok populer di kampus yang ternyata juga menyukai Giselle selama 3 tahun. Darly memiliki lima &nbsp;sahabat yaitu Josh cowok pendek yang narsis. Justin si cowok berkacamata yang super sensi. Grey si cowok cablak, centil, dan <em>childish</em> namun hiperaktif dan cerdik. Hyuga si cowok dengan 4D personality. Terakhir, Dante &nbsp;si cowok blasteran yang populer.</p><p style="text-align: justify;">Semua berawal saat Daryl dan kawan-kawannya tidak sengaja menyaksikan seorang perempuan yang bunuh diri dengan melompat dari atas atap kampus yang menggegerkan warga kampus yang masih tersisa. Perempuan tersebut ternyata teman Giselle yang bernama Merly. Giselle tahu sosok Merly merupakan cewek yang ceria dan tidak terlihat memiliki riwayat masalah. Giselle serta Daryl dan kawan-kawan memiliki kecurigaan bahwa kasus tersebut bukan merupakan kasus bunuh diri, tapi pembunuhan dan memutuskan untuk bekerja sama untuk mencari bukti.</p><p style="text-align: justify;">Belum tuntas masa-masa berkabung dari kematian Merly, sahabat Giselle, Ella, juga mengalami kasus serupa seperti Meryl, yaitu jatuh dari atas atap kampus yang semakin memperkuat dugaan pembunuhan tersebut. Terutama dengan ditemukan ponsel dari korban yang membuat Daryl beserta kawan-kawannya memutuskan menyewa jasa hacker terkenal kampus mereka Erika Guruh yang bertampang preman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>UNSUR INTRINSIK NOVEL</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Tema</em></p><p style="text-align: justify;">Persahabatan anak muda yang memiliki sifat dan karakteristik beda.</p><p style="text-align: justify;"><em>Latar Belakang</em></p><p style="text-align: justify;">Kampus Persada Internasional, Kafe Sebelas Dua belas, dan plaza kampus.</p><p style="text-align: justify;"><em>Waktu</em></p><p style="text-align: justify;">Pagi hingga malam.</p><p style="text-align: justify;"><em>Suasana</em></p><p style="text-align: justify;">Menyenangkan dan menegangkan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Alur</em></p><p style="text-align: justify;">Novel ini menggunakan alur maju.</p><p style="text-align: justify;"><em>Gaya &nbsp;Bahasa</em></p><p style="text-align: justify;">Menggunakan bahasa yang ringan dan sangat mudah dipahami pembaca terutama pembaca remaja.</p><p style="text-align: justify;"><strong>AMANAT</strong></p><ul><li style="text-align: justify;">Jadilah sahabat yang selalu ada di saat sahabatmu membutuhkanmu, dan percayalah pada sahabatmu dan jangan malu untuk meminta pertolongan jika sangat membutuhkan.</li><li style="text-align: justify;">Janganlah menyalahkan hidup yang mana sedang tidak beruntung. Karena yakinlah bahwa kehidupan tersebut merupakan ujian yang membuat kita jauh menghargai hidup dan menjadi manusia yang lebih baik.</li><li style="text-align: justify;">Jangan berburuk sangka pada sahabat sendiri.</li><li style="text-align: justify;">Janganlah menjadi orang yang sombong dan merendahkan orang lain karena hal tersebut hanya akan membuat diri kita menjadi lebih buruk dan tidak dihargai orang lain.</li><li style="text-align: justify;">Jangan menyalahkan orang lain atas kesalahan kita sendiri.</li><li style="text-align: justify;">Janganlah menjadi pendendam karena orang jahat akan memanfaatkan hal tersebut untuk menjebakmu.</li></ul><p style="text-align: justify;"><strong>PENOKOHAN</strong></p><p style="text-align: justify;">Giselle, cewek cantik yang memiliki 4D personality namun populer, cuek, serta perhatian.</p><p style="text-align: justify;">Daryl, cowok populer yang tampan dan banyak disukai karena murah senyum dan baik ke semua orang.</p><p style="text-align: justify;">Paulin, si cantik berkulit gelap yang jutek dan paling pintar tipe <em>sassy girl</em>.</p><p style="text-align: justify;">Bea, walau tidak cantik, cerdas, maupun tajir namun memiliki <em>inner beauty</em> yang disukai teman-temannya yang mana membuatnya popular.</p><p style="text-align: justify;">Delilah, si cewek cerdas dan atletis namun memiliki kondisi keluarga yang miskin.</p><p style="text-align: justify;">Ella, si cewek pendek feminim yang temperamental.</p><p style="text-align: justify;">Josh, si cowok pendek yang narsis.</p><p style="text-align: justify;">Justin, si cowok berkacamata yang super sensitif.</p><p style="text-align: justify;">Grey, si cowok cablak, centil, dan childish namun hiperaktif dan cerdik.</p><p style="text-align: justify;">Hyuga, si cowok dengan 4D personality.</p><p style="text-align: justify;">Dante, si cowok blasteran yang popular.</p><p style="text-align: justify;">Erika Guruh, hacker preman legendaris yang seenaknya dan jenius.</p><p style="text-align: justify;"><strong>KELEBIHAN</strong></p><p style="text-align: justify;">Cerita yang sangat membawa pembaca. Siapapun yang membaca pasti ikut dalam suasananya yang sangat tegang, lucu atau pun romantis. Bahasanya juga enak dan mudah dipahami terutama oleh para remaja atau young adult . Novel Rahasia Tergelap menyuguhkan penggunaan sudut pandang majemuk yang mengagumkan. Baik pemikiran atau perbuatan para tokoh-tokohnya dan terlihat perbedaan karakteristik tokohnya masing-masing. Seperti benar-benar ada berbagai orang yang bercerita sendiri-sendiri sesuai versinya masing-masing. Ceritanya ringan namun terkadang disertai teka-teki berupa petunjuk-petunjuk yang merujuk kepelaku yang mana membuat pembaca jadi berpikir dan menduga-duga.</p><p style="text-align: justify;"><strong>KELEMAHAN</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak &nbsp;dapat dibaca oleh anak di bawah umur karena terdapat berbagai bagian cerita yang menunjukkan kekerasan yang tidak baik dibaca anak-anak dan adegan romantic seperti ciuman yang tidak baik dibaca oleh mereka (anak-anak).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nindi Pebriani</strong><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Management Angkatan 2015</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Debat Pemira Sepi, Panelis Kecewa Calon Tak Kuasai Masalah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-pemira-sepi-panelis-kecewa-calon-tak-kuasai-masalah/baca </link>
<guid> debat-pemira-sepi-panelis-kecewa-calon-tak-kuasai-masalah </guid>
<pubDate> Sun, 23 Oct 2016 08:38:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rangkaian peristiwa menuju Pemira Unmul 2016 nyaris menemui ujung. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-pemira-sepi-panelis-kecewa-calon-tak-kuasai-masalah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iCtwzgqsk5.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Debat Pemira Sepi, Panelis Kecewa Calon Tak Kuasai Masalah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-&nbsp;</strong>Rangkaian peristiwa menuju Pemira Unmul 2016 nyaris menemui ujung. Berdasarkan timeline yang ditetapkan KPPR, hari ini (22/10) merupakan waktunya dua pasangan calon beradu gagasan dalam kemasan acara debat kandidat yang memang rutin digelar tiap tahun.</p><p style="text-align: justify;">Berlangsung di Auditorium Unmul sejak pukul 11.00 Wita, agenda hari ini memang menjadi titik akhir dua pasangan calon memperkenalkan visi, misi, dan program andalannya jika terpilih. Sebab, besok (23/10), akan mulai dilakukan pencabutan atribut kampanye. Sedangkan lusa, sudah masuk masa tenang.</p><p style="text-align: justify;">Debat kandidat tahun ini terbilang tak begitu mencuatkan kesan gegap gempita. Sesekali sempat memanas, nyatanya tak banyak dihadiri mahasiswa umum. Kursi-kursi yang disiapkan KPPR selaku penyelenggara dominan kosong. Hanya diisi tim sukses dan beberapa tamu undangan. Meski begitu, agenda tersebut khidmat dibuka oleh La Hasan, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan mewakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang berhalangan hadir.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, La Hasan mengatakan, BEM KM Unmul selama dua tahun terakhir telah mereguk sukses dan mencapai perubahan ke arah yang semakin baik. Dia berharap, pasangan calon yang kelak memenangkan Pemira mampu melanjutkan itu dengan mampu menyuarakan dan meyakinkan pemangku kebijakan dalam rangka memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Adapun, minimnya kehadiran mahasiswa, juga tak luput dari penyampaiannya. Dia bahkan memiliki sekelebat pemikiran untuk meningkatkan partisipan pada Pemira mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa yang hadir hari ini sangat sedikit. Bisa jadi saat Pemira juga hanya segini (sedikit) yang menggunakan hak pilih. Kita mesti pikirkan cara mengajak mereka yang tidak hadir untuk berpartisipasi dalam organisasi dan berpartisipasi saat Pemira. Mungkin kita bisa jadikan bukti keterlibatan Pemira sebagai syarat mengurus administrasi. Tapi, tentu saja itu perlu dibicarakan dulu,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Debat kandidat, dipandu oleh Harish Jundana. Sementara dari meja panelis, diisi oleh tiga kalangan berbeda. Pertama, dari kalangan akademisi, ada Sri Murlianti, dosen Sosiologi FISIP Unmul. Kemudian, dari kalangan aktivis, Abdul Rohim yang pernah menjabat sebagai Presiden BEM Unmul periode 2004/2005. Terakhir, ada Jahruni, Pemimpin Redaksi Tepian TV, sebagai perwakilan dari kalangan jurnalis. Mereka mengajukan pertanyaan cukup menohok sesuai kajian keilmuan masing-masing. Detik-detik tanya jawab inilah yang membuat suasana debat cukup hangat selama satu jam.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan pertama dilontarkan Sri Murlianti. Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mempertanyakan perihal pusat kajian riset dan pengembangan wilayah yang masih minim di Unmul. Dia meminta langkah konkret dua pasangan calon untuk menghidupkannya. Namun, jawaban pertanyaan itu dinilai Sri kurang sesuai baik dari kubu Endra-Dicky maupun Norman-Bhakti. Endra-Dicky mengaku bakal menghidupkan publikasi lewat website kampus, gerakan cinta literasi, dan pendekatan kepada birokrat dan kelembagaan. Sementara Norman-Bhakti bakal melakukan kampanye dan sosialisasi lewat media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Melalui status Facebook-nya Sri menulis pemandangan pesta demokrasi mahasiswa yang dilihatnya hari ini sangat menyedihkan. &ldquo;Para calon tidak menguasai <em>discourse</em> baik pada level lokal, maupun nasional. Program-program mereka mencerminkan event organizer ketimbang membangun visi misi presiden sebuah universitas,&rdquo; tulisnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Rohim mengatakan, dirinya tercengang dengan jargon yang dibawa masing-masing calon. Visi-misi dua pasangan calon dikritisnya terlalu sibuk mengurusi bagian yang mestinya dikerjakan oleh UKM. Bagi dia, periode yang sebenarnya kurang dari satu tahun tak bakal cukup jika dua calon hanya fokus pada hal-hal yang tidak penting. Pun perihal program unggulannya, Rohim tegas menyebut dua calon hanyalah makelar proposal dengan titik fokus menjadi penyelenggara event kemahasiswaan. Hal itu sangat dia sayangkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mestinya kerja BEM KM Unmul itu lebih mengurusi karut marut masalah lokal hingga nasional, bukan cuma tukang bikin proposal untuk jadi event organizer,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya Jahruni, mempertanyakan seberapa banyak dua pasangan calon membaca koran atau menonton berita. Dia ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dua pasang kandidat berikut kepekaannya terhadap isu-isu lokal serta nasional. Baginya, pemimpin mesti peka terhadap isu. Tak hanya di kampus, tapi juga di Samarinda, bahkan Indonesia. Tak hanya itu, dia pun menanyakan buku apa yang telah dibaca dan apa isinya.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan itu nyatanya cukup membuat dua pasangan calon kelimpungan. Melalui jawaban mereka, nyatanya hanya mengetahui beberapa isu sehingga menjawabnya malu-malu.</p><p style="text-align: justify;">Pasca tanya jawab dengan panelis, debat kandidat dilanjutkan dengan tanya jawab antar pasangan calon. Saling adu kebolehan, sesekali mereka saling sindir kekurangan. Endra menuding Norman tidak disiplin. Sebaliknya, Norman menyebut Endra terlalu berambisi untuk mengambil banyak jabatan strategis.</p><p style="text-align: justify;">Berakhir pukul 13.00 Wita, dua pasangan calon disaksikan Ketua KPPR, Ketua Panwas, dan Ketua DPM KM Unmul menandatangani deklarasi siap menang dan siap kalah. <em>(<strong>aml</strong></em><strong><em>/im</em></strong><em>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BUTA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/buta/baca </link>
<guid> buta </guid>
<pubDate> Mon, 24 Oct 2016 08:18:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Buta, sumber: www.dream.co.id
 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/buta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zHP8cFUaSc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BUTA</h1>
			              </header>
			              <p>Aku benci menjadi buta</p><p>Saat yang lain melihat</p><p>Aku benci mereka yang melihat</p><p>Tapi membutakan diri mereka</p><p>Mencari kebenaran di dalam kegelapan</p><p>Mencari kepastian di antara keremangan</p><p>Cahaya datang dihalau dengan egois</p><p>Mengaburkan yang nyata dengan ungkapan</p><p>Senyum palsu bak topeng bagi mereka</p><p>Keadilan bukan lah yang utama</p><p>Kejayaan yang mereka dewakan</p><p>Pilu luka yang kami rasakan</p><p>Hak kami yang kalian lupakan</p><p>Kering sudah air mata</p><p>Tangis kelamnya nasib ini</p><p>Kebencian</p><p>Amarah</p><p>Kemuakan kami hanya pewarna hidup kalian</p><p>Wahai penghuni atas</p><p>Begitu menyesakkan rasa ini</p><p>Kami manusia</p><p>Bukan binatang yang dikorbankan</p><p>Butakah hati kalian</p><p>Tak adakah secercah cahaya di sana</p><p>Makan saja sana</p><p>Apa yang kalian usahakan</p><p>Tak guna jua</p><p>Entah sampai kapan kan tetap</p><p>Tak ada lagi kejujuran</p><p>Kepercayaan seolah memudar</p><p>Hilang ditelan keraguan</p><p>Mungkin inilah ujian</p><p>Bagi kami si buta</p><p>Miskin renta tanpa daya</p><p>Hanya bisa berharap meminta</p><p>Semoga Tuhan dengar doa kita</p><p><br></p><p>Oleh:</p><p><strong><em>Aisyah Ariyanti</em></strong></p><p><em>FKIP, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Angkatan 2015</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Makassar dan Kenangan PJTLN (1) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/makassar-dan-kenangan-pjtln-1/baca </link>
<guid> makassar-dan-kenangan-pjtln-1 </guid>
<pubDate> Mon, 24 Oct 2016 08:53:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mayang Indriany Risna Biru bersama peserta PJTLN lainnya. Dok. Pribadi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/makassar-dan-kenangan-pjtln-1/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2EY12ZkXEA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Makassar dan Kenangan PJTLN (1)</h1>
			              </header>
			              <p><strong>PESAWAT</strong> mendarat mulus di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan sore itu. Pertama kali menginjakkan kaki di Kota Daeng, menuntun otot pipi merekahkan senyum. Berkesempatan menuntut ilmu, berbagi pengalaman, hingga menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan pers mahasiswa se-Indonesia.</p><p>Sepekan lalu, mewakili Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul, saya mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) di Makassar. PJTLN yang diadakan oleh UKM LIMA Washilah itu mengangkat tema Jurnalisme Sejarah. Pertama kalinya mengadakan PJTLN, UKM LIMA Washilah menyambut peserta dari berbagai daerah dengan ramah.</p><p>Meski awalnya gugup karena baru pertama kali bepergian sendiri, seketika hilang begitu melihat dua panitia yang menjemput. Dengan ramah, mereka berjalan mendampingiku sambil sesekali menanyakan penerbangan. Setelah melewati kerumunan sopir taksi, kami menemui seorang pria berperawakan pendek, berjaket hitam, dengan sebatang rokok di sela-sela jari tangannya. Dia perwakilan dari Padang.</p><p>Sementara kedua panitia mengambil mobil, dia menyalamiku seraya memperkenalkan diri. &nbsp;Namanya Abdul Hamid, mahasiswa semester tiga Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. Setelahnya, kami membicarakan penerbangan masing-masing, hingga mobil merah yang disediakan panitia untuk menjemput kami datang.</p><p>Satu per satu barang dimasukkan ke bagian belakang mobil, lalu saya dan Hamid menduduki kursi bagian tengah. Menuju penginapan, kami disambut rintik-rintik hujan. Hawa dingin dari AC ditambah sendu rintik hujan, rupanya menghantarkan Hamid untuk tidur. Sedangkan saya, masih asyik melemparkan pandangan ke setiap sudut kota Makassar.</p><p>Setelah satu jam perjalanan, kami sampai di sebuah perumahan. Rupanya, sekretariat UKM LIMA Washilah ada di sana. Karena masih hujan, langsung saja saya memasuki ruangan setelah menurunkan barang. Ada empat peserta lainnya yang sedang bersantai di dalam kamar yang disediakan. Hebatnya, mereka datang dua hari sebelum acara dimulai. Dua di antaranya perwakilan dari LPM Dinamika, dan dua lainnya dari LPM Pijar.</p><p>Satu per satu peserta lainnya datang. Ada 13 peserta yang malam itu terkumpul, dan enam lainnya akan menyusul esok hari. Baru semalam berkenalan, suasana malam yang dingin itu dihangatkan dengan percakapan antar sesama peserta. Tawa renyah tak luput dari pendengaran. Malam semakin larut, peserta dan panitia pria berpindah tempat. Mereka beranjak, kami yang perempuan mulai bersiap untuk tidur.</p><p>Keesokan harinya, saat adzan subuh berkumandang. Satu per satu peserta bangun, mempersiapkan diri untuk menghadiri pembukaan PJTLN yang dirangkaikan dalam Talkshow bertajuk Literasi Budaya Kita. Sudah rapi sejak pukul 07.00, kami diantar menuju Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar &nbsp;menggunakan motor.</p><p>Setelah menapaki anak tangga, saya diarahkan untuk masuk ke dalam gedung dan duduk bersama peserta lainnya di barisan depan. Wah, gedung auditoriumnya bagus sekali, pikirku. Pendingin ruangannya bekerja dengan baik. Gedungnya luas, bahkan ada dua lantai yang bisa digunakan untuk menampung mahasiswa. Beda sekali dengan yang kita punya di Unmul.</p><p>Talkshow ditutup dengan sesi foto bersama panitia dan peserta PJTLN. Berakhir pukul tiga sore, acara pembukaan kali ini sedikit melelahkan. Tanpa menunggu lebih lama lagi, setelah berfoto kami diarahkan untuk menuju bus yang akan membawa kami ke penginapan yang sebenarnya. Sepanjang perjalanan, gelak tawa tak ada putusnya. Olok-olokan, tak hanya dilemparkan kepada sesama peserta tapi juga pada panitia yang mendampingi.</p><p>Sampai di penginapan, panitia langsung membagi kami ke dalam beberapa kelompok untuk menempati kamar. Ada yang bertiga, ada juga yang berdua. Kami pun dipersilakan istirahat setelah menyelesaikan makan siang bersama. Kami berharap dapat menikmati Coto Makassar siang itu. Tapi ternyata kami harus gigit jari karena yang kami harapkan tidak tersedia di meja makan.</p><p>Malamnya, setelah sholat dan makan, kami disuguhi materi tentang Jurnalisme Sejarah yang disampaikan oleh Eko Rusdianto. Tak ketinggalan, panitia jua menyediakan kopi, teh, dan beberapa cemilan khas Makassar. Selesai pukul sepuluh, kami kembali dipersilakan untuk istirahat menyambut hari esok.</p><p>Dua hari selanjutnya, diisi dengan materi-materi. Namun sebelumnya, pagi sebelum sarapan kami diajak untuk berolahraga. Meski mata mengantuk, melihat teman-teman semangat olahraga, menjadi <em>mood booster</em> bagiku.</p><p>Selama dua hari berturut-turut, kami diberi ilmu seputar kejurnalistikan. Penelitian etnografi dalam penulisan sejarah oleh Nurhady Sirimorok, teknik pengumpulan arsip oleh Abdul Rahman Hamid, teknik wawancara dari Eko Rusdianto, dan teknik penulisan mendalam dan menghidupkan data dari Irmawati Puan Mawar. Kami juga diperkenalkan dengan kebudayaan Makassar yang disampaikan oleh Alwy Rahman.</p><p>Yang tak kalah seru adalah berkemah selama dua hari satu malam di Taman Prasejarah Leang-Leang. Perjalanan selama tiga jam terbayar ketika melihat bentangan karst di kanan kiri jalan. Sampai di sana tengah hari, kami disambut hujan. Beberapa teman mulai mengabadikan momen, beberapa di antaranya duduk santai menikmati gemericik air dan desiran angin.</p><p>Jika kalian sudah bosan dengan kebisingan kota, inilah tempat yang cocok untuk berlibur. Beruntungnya saya punya kesempatan untuk datang ke sini. Tidak hanya berkesempatan menikmati keindahan alamnya, saya juga berkesempatan melihat peninggalan manusia purba di dua gua yang saya singgahi.</p><p>Setelah hujan reda, kami berjalan kaki menuju Gua Timpuseng yang berjarak tiga kilometer dari tempat kami berkemah. Di tengah perjalanan, hujan tak bosan membasahi. Namun tak menyurutkan semangat kami untuk menuju gua tersebut. Sampai di sana, kami ditunjukkan beberapa cap telapak tangan manusia purba dan lukisan babi rusa. Kami juga berkesempatan untuk mewawancarai seorang arkeolog untuk menggali informasi. Yang mana nantinya kami harus menuliskan hasil observasi ini untuk dievaluasi bersama pemateri sebelumnya, Eko dan Irma. Dua hari berkemah, benar-benar melelahkan sekaligus menyenangkan.</p><p>Sampailah pada rangkaian acara terakhir. <em>Field Trip</em> dan <em>Gala Dinner</em> bersama wali kota Makassar. Kami mengunjungi Monumen Mandala, Benteng Fort Roterdam, Museum La Galigo, dan Pantai Losari. Ternyata Pantai Losari tak seperti yang saya bayangkan. Tidak ada pasir pantai. Disayangkan lagi, banyak sampah di lautnya. Sempat kecewa, namun terobati dengan adanya masjid terapung. Saat berdiri di pelataran masjid, anginnya sepoi-sepoi.</p><p>Kami juga berkesempatan untuk menikmati jajanan khas Makassar sebelum bertandang ke rumah jabatan wali kota Makassar. Pisang Epe namanya. Hampir sama seperti pisang gapit. Bedanya, kali ini pisangnya di panggang. Untuk menambah cita rasanya, kalian bisa memilih aneka rasa yang tersedia. Empat potong Pisang Epe, saya habiskan berdua dengan Laili, perwakilan dari LPM Pijar.</p><p>Makan malam bersama wali kota dimulai pukul 20.30. Tak tenang saya menikmati makanan malam itu. Sebab seorang panitia meminta saya untuk menyanyikan sebuah lagu setelah makan malam usai. Jadilah saya menyanyikan <em>soundtrack</em> film Habibie dan Ainun yang dipopulerkan oleh Bunga Citra Lestari.</p><p>Suasana haru kemudian menyelimuti ketika Desi, perwakilan dari UKM LIMA Washilah menyanyikan lagu Kemesraan. Seorang teman di depanku, Nirma, perwakilan dari LPM Bahana menangis. Lalili juga ikut-ikutan. &ldquo;Aduh, <em>eye linerku&nbsp;</em>luntur kan?&rdquo; ucapnya seraya menyeka air mata yang kemudian mengundang tawa.</p><p>Esoknya, hari terakhir di Kota Daeng. Beberapa teman telah berencana untuk pergi jalan-jalan. Namun yang lainnya, termasuk diriku memilih untuk pulang. Pukul 08.00, mobil yang akan mengangkut mereka jalan-jalan telah tiba. Sebelum berangkat, kami sempatkan untuk berfoto, berpelukan, hingga mengolok sesama. &ldquo;Hati-hati ya, sukses, sampai ketemu lagi.&rdquo; Kata-kata itu yang mengudara pada hari perpisahan kami. Saling berharap akan bertemu lagi, dan tidak melupakan satu sama lain. Tak ada yang tertinggal dalam kebersamaan satu minggu di kota daeng, melainkan kenangan. <em>(<strong>bru/e4</strong>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yakin Menang, Endra: Norman Miskin Pengalaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yakin-menang-endra-norman-miskin-pengalaman/baca </link>
<guid> yakin-menang-endra-norman-miskin-pengalaman </guid>
<pubDate> Tue, 25 Oct 2016 09:42:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Endra Julianto </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yakin-menang-endra-norman-miskin-pengalaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KaWu9DmlA4.png" />
					</figure>
			                <h1>Yakin Menang, Endra: Norman Miskin Pengalaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Voting online<strong>&nbsp;</strong>penentu<strong>&nbsp;</strong>presiden<strong>&nbsp;</strong>dan wakil presiden BEM KM Unmul dalam gelaran Pemira 2016 dimulai besok (25/10). Perang urat saraf antar dua pasangan calon sempat memuncak. Sayang, saat debat kandidat pada Sabtu (21/10) akhir pekan lalu, Endra-Dicky maupun Norman-Bhakti disebut panelis tak paham masalah. Walhasil, Pemira 2016 bukan lagi perang antar sesama calon, melain perang melawan golongan putih alias golput.</p><p style="text-align: justify;">Sejak awal Pemira 2016 digelar, banyak pihak yang meragukan pesta demokrasi terbesar se-Unmul itu bakal berlangsung antusias. Pasalnya, kedua pasangan calon merupakan mahasiswa dari &ldquo;warna&rdquo; yang sama. Endra maupun Norman sama-sama merupakan mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Keduanya pun berasal dari organisasi yang sama di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Tak tanggung-tanggung, keduanya pun sempat diisukan merupakan calon boneka.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, kedua pasang calon tegas membantah tudingan tersebut. Kepada awak <em>Sketsa</em>, Endra mengatakan, dirinya maju sebagai calon presiden BEM KM Unmul didampingi Dicky murni dorongan hati untuk mengabdi kepada mahasiswa Unmul. Bahkan, ia sangat serius dengan melakukan serangkaian publikasi media secara masif. Hasilnya, jumlah pengikut di akun media sosial tim pemenangannya jauh lebih banyak daripada Norman-Bhakti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Boneka dari mana? Pendukung kami banyak. Lihat saja hasil voting nanti,&rdquo; ucap Endra.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, ia tegas menyerang sosok Norman masih sangat minim pengalaman. Jauh jika dibandingkan dengan dirinya yang sudah merasakan asam, manis, pahit, dan getirnya pergerakan mahasiswa. &ldquo;Bukan sombong, tapi itu fakta. Saya pernah menjabat ketua BEM FEB 2015. Sementara Norman belum pernah memimpin lembaga, dia hanya kepala departemen,&rdquo; kata dia.</p><p style="text-align: justify;">Dukungan Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) maupun Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang diisukan mengalir deras ke Norman pun dia anggap santai. Pasalnya, sejak awal ia optimistis bisa meyakinkan mahasiswa Unmul dengan visi, misi, serta program kerja yang jauh lebih lugas dan realistis dibandingkan pasangan Norman-Bhakti. Apalagi sampai melakukan <em>open recruitment</em> yang menurutnya tidak perlu dan terlalu &rdquo;lebay&rdquo;<em>.&nbsp;</em>&ldquo;Mahasiswa Unmul tidak perlu yang muluk-muluk, tapi yang nyata dan memang dibutuhkan,&rdquo; tutur dia.</p><p style="text-align: justify;">Terkait ajakan golput yang begitu gencar, bahkan dari internal FEB, pria yang juga menjabat sebagai kepala departemen kebijakan publik di KAMMI Kaltim itu menyikapinya santai. Pasalnya masalah tersebut sudah terjadi dari tahun ke tahun. Namun ia tetap meminta mahasiswa yang enggan memberikan suaranya dalam Pemira untuk membuka mata dan tetap melakukan perubahan dan perbaikan bagi kampus Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Siapapun yang terpilih itu tidak akan menurunkan kualitas (BEM KM Unmul, Red.). Kalau menurun, silakan tolak dan tetap jadi golput,&rdquo; yakin dia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>MELANJUTKAN PROGRAM</strong></p><p style="text-align: justify;">Tampak berkampanye dengan menjajakan sejumlah program unggulan. Endra-Dicky mengusung program andalan yang sama persis dengan Teguh-Dimas, yang saat ini masih menjabat. Yakni Garuda Mulawarman dan Mulawarman Festival (Mulfest). Menolak disebut miskin inovasi, melanjutkan program tersebut dia anggap berhasil menjawab keinginan mahasiswa Unmul. &ldquo;Program yang baik dan sukses, tentunya harus dilanjutkan,&rdquo; kata mahasiswa Program Studi (Prodi) Akutantasi itu.</p><p style="text-align: justify;">Tak melulu melanjutkan, Endra juga menyampaikan kritiknya terhadap kepengurusan BEM KM Unmul era Teguh-Dimas. Menurutnya, selama ini pelayanan BEM KM Unmul belum merata. Kampus di luar Gunung Kelua (GK) jadi &ldquo;anak tiri&rdquo;. Jarang tersentuh kegiatan-kegiatan BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai kampus luar GK hanya dikunjungi ketika ada kepentingan saja. Mestinya, mereka dilibatkan dalam setiap kegiatan BEM KM Unmul selayaknya kampus GK. Salah satu dari mereka bahkan bilang ke saya, hanya dilibatkan dalamprogram kerja Pena Eksperia saja,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya menyoal perhatian, bagi Endra, jalinan keutuhan komunikasi KM Unmul pun perlu segera dibenahi. Saat ini, kondisinya tercerai-berai. Ia bakal melakukan sejumlah upaya untuk menjawab masalah tersebut. Dimulai dengan bertanya dengan kepengurusan sebelumnya, hingga gelar duduk bersama. Kemudian, meyakinkan kepengurusannya tidak sama dengan kepengurusan sebelumnya. &ldquo;KM Unmul harus utuh dan padu,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>aml</em></strong><strong><em>/im</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akui Kurang Pengalaman, Norman Bertekad Majukan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akui-kurang-pengalaman-norman-bertekad-majukan-unmul/baca </link>
<guid> akui-kurang-pengalaman-norman-bertekad-majukan-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 25 Oct 2016 10:19:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Norman Iswahyudi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akui-kurang-pengalaman-norman-bertekad-majukan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u3Ls1ly6xr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akui Kurang Pengalaman, Norman Bertekad Majukan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Dukungan mengalir deras kepada pasangan Norman-Bhakti selama kampanye Pemira 2016 digelar. Bahkan, pasangan ini punya kans besar keluar sebagai pemenang voting online yang digelar besok (25/10). Keduanya disebut-sebut mendapat dukungan dari organisasi besar di Unmul. Beberapa di antaranya Pusdima, LDK, dan KAMMI. &nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi terkait dukungan, Norman membantah mendapat dukungan resmi dari tiga lembaga tersebut. Namun, ia tak mengelak masih menjadi bagian dari LDK dan KAMMI. Bahkan, beberapa tim suksesnya merupakan berasal dari kedua lembaga itu. &ldquo;Saya sempat jadi kader, tapi bukan berarti saya otomatis didukung,&rdquo; tegas Norman.</p><p style="text-align: justify;">Perihal dirinya yang disebut miskin pengalaman, ia pun tak membantah hal tersebut. Ia mengaku, sejak masih berstatus mahasiswa baru memang hanya berkiprah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Di lembaga tingkat universitas, seperti BEM KM Unmul, sebagai lembaga eksekutif tertinggi se-Unmul belum pernah sekalipun dia cicipi. Meski begitu, ia mengaku tak gentar dan optimistis mendapat kepercayaan mahasiswa Unmul menjabat sebagai presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya memang belum banyak dikenal, karena memang sampai sekarang hanya berkarir di fakultas dan baru semester empat ikut di KAMMI. Jadi, wajar kalau banyak yang bilang tidak kenal saya. Tapi di FEB saya yakin sudah cukup punya nama dan bakal didukung,&rdquo; tutur dia.</p><p style="text-align: justify;">Tudingan Endra tentang <em>open recruitmen</em> yang tidak perlu dan lebay, menurut mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen itu salah kaprah. Penjaringan relawan tim sukses Kawan Nobar itu efektif menggalang dukungan. Bahkan, bisa menjadi tempat mendidik mahasiswa Unmul selama pelaksanaan Pemira. Adapun anggota Kawan Nobar terdiri dari alumni sekolah, teman komunitas, dan kader KAMMI yang berafiliasi dengan Norman-Bhakti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lagi pula kami tidak memaksakan. Masalahnya di mana?&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>KRITIK TEGUH-DIMAS</strong></p><p style="text-align: justify;">Tiap petarung Pemira tahun ini punya cara sendiri agar sukses menjadi pemenang. Hal itu tampak dari strategi kampanye kedua pasangan calon. Berbeda dari pasangan calon nomor urut 1 yang gamblang menyebut bakal melanjutkan program Teguh-Dimas, pasangan calon nomor urut 2 Norman-Bhakti, nyatanya tampil berani dengan sejumlah program segar.</p><p style="text-align: justify;">Norman menyebut, program itu upaya pembaharuan yang belum dilakukan di kepengurusan BEM KM Unmul sebelumnya. Lebih dari itu, program tersebut juga dimaksudkan sebagai kritik atas kabinet BEM KM Unmul era Teguh-Dimas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Visi-misi saya itu sebenarnya sudah cerminan perbaikan dari kepengurusan Teguh-Dimas. Kabinet saya nanti akan berupaya mengoptimalkan iklim kampus yang produktif dan berprestasi. Unmul sebenarnya punya banyak kegiatan dan prestasi yang tidak kalah dengan universitas besar lainnya. Hanya saja masih kurang diekspos dan gaung-nya belum terdengar,&rdquo; tuturnya Senin (17/10) pekan lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa alasan, mantan kepala departemen advokasi di BEM FEB Unmul itu melihat persoalan berasal dari pelbagai faktor. Publikasi yang minim, ditambah mahasiswa Unmul cenderung tidak bangga dengan almamater, jadi penyebab kampus yang sudah berusia 54 tahun tidak begitu dikenal. Jika terpilih, dia bertekad bakal membawa nama Unmul di kancah nasional bahkan internasional.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menyebut sinergi antar elemen lembaga di Unmul masih belum satu alias tercerai berai. Diakuinya, menyatukan yang telah lama terpisah bukan perkara mudah. Kendati demikian, dia yakin mampu memperbaiki dengan sejumlah langkah. Melalui misi yang dibawanya bersama Bhakti, dia menjawab itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah sinergi antar elemen lembaga di Unmul akan coba kami jawab dengan salah satu misi kami yang memang fokus untuk itu. Enggak cuma antar mahasiswa, tapi juga dengan birokrat kampus dan masyarakat yang terlibat di lingkungan Unmul, misalnya PKL,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal langkah, Norman mantap menempuh jalan pendekatan non formal yang humanis. Baginya, cara tersebut cukup efektif, sebab tidak ada lagi ego lembaga dan <em>jaim</em> di dalam forum. Cukup bersyukur memiliki banyak teman dari berbagai kalangan, Norman kian yakin mampu membawa perbaikan untuk BEM KM Unmul ke depan jika terpilih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya akan lebih berperan secara humanis dan tidak eksklusif. Saya coba rangkul kalangan hedonis serta yang apatis nantinya. Saya menekankan pendekatan non formal, seperti duduk bareng. Itu bisa saya mulai dengan menyimpan kontak ketua-ketua lembaga di Unmul, baik internal maupun eksternal. Saya akan jalin silaturahmi yang baik dengan mereka,&rdquo; pungkasnya. <strong>&nbsp;(<em>aml/im</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Publikasi, KPPR Tetap Optimis Raup 10 Ribu Suara  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-publikasi-kppr-tetap-optimis-raup-10-ribu-suara/baca </link>
<guid> minim-publikasi-kppr-tetap-optimis-raup-10-ribu-suara </guid>
<pubDate> Tue, 25 Oct 2016 10:55:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: Akun Facebook Pemira Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-publikasi-kppr-tetap-optimis-raup-10-ribu-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wiReAeDlQf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Publikasi, KPPR Tetap Optimis Raup 10 Ribu Suara </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pemira Unmul 2016 dipastikan bakal terlaksana besok (25/10). Minimnya publikasi, ternyata dikeluhkan salah satu pasangan calon. Ditemui jelang akhir masa kampanye pada (16/10), Endra Julianto, capres nomor urut 1 mengatakan, tak menemukan wujud publikasi fisik dari KPPR di kampus Unmul yang berada di luar Gunung Kelua (GK). Hal itu ditambah laporan yang diterimanya dari mahasiswa yang mengeluhkan hal serupa. Utamanya maba, dikatakannya banyak yang belum tahu apa itu Pemira. Keluhan itu lalu dilaporkannya kepada KPPR selaku penyelenggara Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai mau habis masa kampanye, kami lihat belum ada sama sekali spanduk Pemira di kampus Pahlawan, Banggeris, dan Flores. Waktu masuk kelas juga banyak mahasiswa khususnya maba yang bilang enggak tahu apa itu Pemira. Tiba-tiba kami datang ke sana untuk kampanye,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ungkapan publikasi adalah kunci, terasa benar. Bagi Endra, KPPR Pemira tahun ini mestinya lebih gencar mempublikasi Pemira. Melihat angka golput yang masih tinggi, namun tidak dibarengi dengan masifnya publikasi serta ajakan untuk memilih. Padahal, target pemilih yang ditetapkan KPPR tahun ini menyentuh angka 10 ribu orang. Sejumlah pihak bahkan mengaku pesimis partisipan Pemira tahun ini bakal lebih dari tiga ribu orang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pesimis kalau kinerja KPPR masih seperti ini. Kalau hanya mengandalkan kampanye dari pasangan calon saja, untuk dapat 10 ribu suara itu rasanya sangat sulit. Jika angka pemilih merosot, jangan salahkan pasangan calon,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, Ketua KPPR Dwi Luthfi, mengakui publikasi dari pihaknya memang minim saat awal-awal musim rangkaian Pemira. Dia pun mengaku memang lebih fokus menggencarkan publikasi di kampus Unmul GK sebagai lumbung suara terbanyak dan mudah dipantau. Meski begitu, dia tetap optimis mampu meraup partisipan 10 ribu orang pemilih dalam gelaran Pemira esok hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Publikasi kami tidak hanya fisik, tapi juga lewat media sosial. Kami memang masifkan basis suara di kampus Unmul GK dan memang baru memasang spanduk saat mendekati Pemira. Kami menemukan banyak masalah. Spanduk kami banyak yang hilang. Dari KPPR hilang tiga dan Panwas hilang satu. Jujur kami takut, di GK yang bisa kami pantau saja bisa hilang, apalagi di kampus Pahlawan, Benggeris dan Flores yang sulit kami pantau secara intens,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Luthfi membenarkan mendapat laporan dari salah satu pasangan calon yang mengeluhkan minimnya publikasi kepada KPPR. Dikatakannya, sejak itu pihaknya mulai kembali menggencarkan publikasi. (<strong><em>aml/e2</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> DPM FISIP Nyatakan Sikap, Ketua DPM KM Unmul: Kami Fokus Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dpm-fisip-nyatakan-sikap-ketua-dpm-km-unmul-kami-fokus-pemira/baca </link>
<guid> dpm-fisip-nyatakan-sikap-ketua-dpm-km-unmul-kami-fokus-pemira </guid>
<pubDate> Tue, 25 Oct 2016 10:58:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat pernyataan sikap DPM FISIP Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dpm-fisip-nyatakan-sikap-ketua-dpm-km-unmul-kami-fokus-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PDW7SmOMDp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>DPM FISIP Nyatakan Sikap, Ketua DPM KM Unmul: Kami Fokus Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Petang hari ini (24/10), DPM FISIP akhirnya menyatakan sikap terbuka menolak Pemira. Melalui surat yang dikirimkan kepada DPM KM Unmul, mereka menyambangi sekretariat DPM KM Unmul untuk menyampaikan surat tersebut secara terang.</p><p style="text-align: justify;">Surat dengan nomor 01/SPS-PO/DPMKM/2016 itu berisikan penolakan mahasiswa FISIP secara kelembagaan terhadap sistem Pemira yang dilaksanakan secara online dengan menguraikan sejumlah pertimbangan. Mulai jaminan keamanan, transparansi data, hingga kurangnya keterlibatan mahasiswa umum maupun fakultas yang disebabkan buruknya pola komunikasi yang dijalin antara DPM KM Unmul dengan DPM fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Ihwal keterlibatan memang tampak jadi titik berat dalam paragraf demi paragraf surat tersebut. DPM FISIP melihat minimnya keterlibatan mahasiswa, tak lain disebabkan kurangnya sosialisasi berkelanjutan dari DPM KM Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan Pemira, surat tersebut menyebut DPM KM Unmul cenderung hanya meminta delegasi tanpa adanya pendiskusian lebih lanjut. Padahal, delegasi itulah yang kelak mewakili mahasiswa secara keseluruhan ketika memonitor Pemira dalam kepanitiaan KPPR dan Panwas.</p><p style="text-align: justify;">Melalui surat tersebut, DPM FISIP pun menyatakan kekecewaannya dengan klaim kurang dilibatkan dalam proses perumusan kebijakan hal-hal strategis yang berkaitan dengan Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul, sehingga tidak begitu merasakan dampak adanya KM Unmul yang berujung pada krisis kepercayaan dari sisi lembaga FISIP. Sehingga bagi mereka, memilih atau tidak bukan lagi sesuatu yang penting.</p><p style="text-align: justify;">Menyatakan diri sudah menolak Pemira online sejak 2013, namun tak mendapat tanggapan serius DPM KM Unmul, FISIP tegas menyatakan sebagai kampus dengan pemerintahan otonom, yakni tidak akan terlibat dalam setiap agenda DPM KM Unmul maupun BEM KM Unmul sampai tuntutan mereka dipenuhi. Di akhir surat, mereka meminta adanya pembahasan lanjutan tentang hal ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Surat ini lahir dari rapat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) FISIP. Selanjutnya, kami akan bikin spanduk untuk mempertegas pernyataan sikap ini. Kami berharap akan&nbsp;ada forum atau pendiskusian bersama DPM KM Unmul untuk membicarakan ini lebih lanjut,&rdquo; ujar Stenly Robert Zekke, Ketua DPM FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua DPM KM Unmul, Abdul Rahman membenarkan pihaknya memang mendapatkan surat dari DPM FISIP sore tadi. Dikatakan, pihaknya akan lebih fokus Pemira esok hari. Sedangkan surat tersebut baru akan ditanggapi pasca Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami harus rapat dulu. Kami fokus Pemira besok. Karena surat telat masuk, jadi kami belum bisa rapat. Pasca rapat baru kami tindak lanjuti,&rdquo; balas Rahman melalui pesan singkat. (<strong><em>aml/e2</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Partisipasi Pemira Turun Drastis, Norman Menang Telak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-pemira-turun-drastis-norman-menang-telak/baca </link>
<guid> partisipasi-pemira-turun-drastis-norman-menang-telak </guid>
<pubDate> Wed, 26 Oct 2016 08:39:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira Unmul 2016 telah diselenggarakan. Berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 Wita, dengan jumlah pemilih hanya sebanyak 3.733 orang.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-pemira-turun-drastis-norman-menang-telak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mCLofnfwNz.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Partisipasi Pemira Turun Drastis, Norman Menang Telak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pemira Unmul 2016 telah diselenggarakan. Berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 Wita, dengan jumlah pemilih hanya sebanyak 3.733 orang. Hasilnya, pasangan nomor urut 2 Norman Iswahyudi-Bhakti M Zuar unggul dua kali lipat dari pasangan nomor urut 1 Endra Julianto-M Dicky Chandra.</p><p style="text-align: justify;">Norman-Bhakti menang dengan meraih 66.62 persen, dengan jumlah pemilih sebanyak 2.487 orang. Sementara Endra-Dicky mesti pasrah dengan hanya mendulang 33.38 persen suara dengan jumlah pemilih 1.246 orang.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dibenarkan Jamiah, Sekretaris KPPR. Saat dikonfirmasi <em>Sketsa</em>, dia menyebut telah mengantongi hasil Pemira hari ini. Hasilnya akan dipublikasikan lebih luas. &ldquo;Untuk jam pastinya saya lupa, yang jelas pasangan Norman-Bhakti unggul dua kali lipat dari lawannya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, berdasarkan jumlah pemilih dari tiap fakultas ternyata didominasi oleh fakultas asal kedua capres, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan jumlah pemilih mencapai angka 870 orang. Angka itu disusul Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 815 suara. Kemudian, Fakultas Pertanian (Faperta) dengan 278 suara, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 265 suara, Fakultas Perikanan (FPIK) 247 suara, Farmasi 223 suara, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 188 suara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 142 suara, Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) 140 suara, Fakultas Kehutanan (Fahutan) 122 suara, Fakultas Kedokteran 121 suara, Fakultas Ilmu Budaya 116 suara, dan Fakultas Hukum 106 suara. Sedangkan fakultas dengan pemilih paling sedikit adalah Fakultas Teknik (FT) dengan hanya 100 suara.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, hasil Pemira 2016 ini turun drastis dari Pemira sebelumnya yang mencapai 5.222 suara. Bahkan, perolehan suara ini masih kalah juga dari Pemira dua tahun silam yang mencapai 4.887 suara.</p><p style="text-align: justify;">Perihal merosotnya jumlah partisipan yang tak sesuai target KPPR sekaligus menurun dari Pemira sebelumnya, ditanggapi ragu oleh Jamiah. &ldquo;Kalau masalah itu, silakan tanya langsung ke Luthfi (Ketua KPPR) atau Rahman (Ketua DPM KM Unmul),&rdquo; ucap dia. (<strong><i>aml</i></strong><strong><i>/im</i></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Festival Fisika 2016: Usaha Memperkenalkan Fisika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/festival-fisika-2016-usaha-memperkenalkan-fisika/baca </link>
<guid> festival-fisika-2016-usaha-memperkenalkan-fisika </guid>
<pubDate> Thu, 27 Oct 2016 07:25:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Festival Fisika 2016 oleh IMF Unmul, (23/10). (Foto: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/festival-fisika-2016-usaha-memperkenalkan-fisika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ze7zbiXXC0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Festival Fisika 2016: Usaha Memperkenalkan Fisika</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Untuk ketiga kalinya, Ikatan Mahasiswa Fisika (IMF) Unmul, kembali menggelar Festival Fisika yang telah menjadi tradisi mereka sejak 2012. Sempat vakum pada 2013 dan 2014, Festival Fisika kembali dilaksanakan pada tahun lalu dan juga tahun ini. Festival Fisika 2016 berlangsung lima hari pada 21-23/29 Oktober kemudian dilanjutkan pada 30 Oktober sebagai acara puncak.</p><p>Festival kali ini mengangkat tema &ldquo;Physic Competition For a Better Life.&rdquo; &nbsp;Walaupun dengan tema yang berbeda setiap tahunnya, festival ini tetap dalam satu tujuan sejak awal dibentuk yaitu untuk mengenalkan fisika kepada anak-anak SMA. IMF Unmul menargetkan peserta anak SMA dengan alasan SMA merupakan titik awal peralihan jenjang dari seorang siswa menjadi seorang mahasiswa.</p><p>Muhammad Ghifary Matara, ketua panita Festival Fisika 2016, mengatakan fisika bukan sekadar rumus, tetapi ada juga hal-hal lain seperti praktikum dan eksperimen. &ldquo;Pokoknya asyik kok,&rdquo; tukasnya.</p><p>Berbagai perlombaan diadakan untuk memeriahkan festival. Total ada tujuh perlombaan yang diselenggarakan yaitu akustik, fotografi, desain poster, mading 3D, cipta esai, ranking satu, dan olimpiade fisika. Peserta berasal dari siswa SMP dan SMA serta masyarakat umum untuk beberapa kategori lomba.</p><p>Pada festival tahun ini IMF Unmul digandeng oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk melakukan proyek olimpiade fisika. Bersama dengan 11 universitas lain dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Himpunan Mahasiswa Fisika Indonesia (IHAMAFI), IMF Unmul dipercayai menjadi tuan rumah pelaksana Olimpiade Nasional Liga Fisika untuk wilayah Kalimantan yang akan diadakan pada 29 Oktober 2016.&nbsp;</p><p>Tak disangka, IMF Unmul ditetapkan oleh UNY masuk ke dalam tiga besar dengan peserta olimpiade terbanyak. Menempati urutan ketiga di bawah Yogyakarta dan Purwokerto dengan total jumlah peserta sebanyak 230-an orang. &ldquo;Alhamdulillah bisa jadi tiga besar,&rdquo; syukur Ghifary.</p><p>Di balik kesuksesan IMF Unmul tersebut terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi oleh mereka. Ghifary mengungkapkan bahwa persiapan Festival Fisika 2016 baru benar-benar aktif dilakukan pada awal Oktober. Dalam kurun waktu yang terbilang singkat itu berbagai masalah telah mereka hadapi. Dari perubahan mendadak <em>rundown</em> awal acara, persiapan panitia yang singkat, bahkan minimnya antusiasme peserta mendekati penutupan pendaftaran peserta. Namun, dengan segala usaha yang telah dikerahkan, IMF Unmul berhasil membalik keadaan yang ada.&nbsp;</p><p>&ldquo;Panitia sudah bekerja keras banget,&rdquo; tutur Ghifary. Ghifary berharap untuk Festival Fisika yang berikutnya dapat menjadi lebih baik lagi dan bisa menjadi acara terbaik se-unmul. <strong style="text-align: inherit; line-height: 1.618; background-color: transparent;"><em>(rrd/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aklamasi Simbol Kemunduran Demokrasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aklamasi-simbol-kemunduran-demokrasi/baca </link>
<guid> aklamasi-simbol-kemunduran-demokrasi </guid>
<pubDate> Thu, 27 Oct 2016 07:36:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Pemira melalui aklamasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aklamasi-simbol-kemunduran-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yGj0F31hf3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aklamasi Simbol Kemunduran Demokrasi?</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Mahasiswa Unmul kini sedang mengalami musim pemilihan raya (pemira) baik ditingkat universitas maupun fakultas. Pemira presiden dan wakil presiden BEM KM, yang telah berlangsung (25/10) kemarin pun masih menuai pro dan kontra.&nbsp;</p><p>Namun, pemira yang seharusnya menjadi ajang penerapan demokrasi, nampaknya tak menjadi pilihan di beberapa fakultas dan menjadikan aklamasi sebagai alternatif. Contohnya, yang terjadi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Tehnik (FT). Sebab, hanya ada sepasang yang mencalonkan.</p><p>Salah satu Ketua BEM fakultas yang terpilih secara aklamasi adalah Khairul Anwar dari FMIPA. Kepada Sketsa dirinya pun mengungkapkan kegundahannya. &ldquo;Aklamasi tahun ini, enggak semangat enggak ada lawan. Tanpa orasi kampanye, tanpa debat kandidat,&rdquo; ungkap mahasiswa Jurusan Kimia angkatan 2013 itu.</p><p>Dirinya pun menerangkan panitia pemira yakni, Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) sudah mengundur waktu penutupan pendaftaran selama 2 hari. Lantaran tak ada pendaftar lagi, pendaftaran pun ditutup (21/9). Oleh karenanya Khairul Anwar bersama wakilnya, Rudianto menjadi pasangan calon tunggal.</p><p>&ldquo;Saya rasa itu (aklamasi) memang kemunduran sih, apalagi angkatan sekarang yang harusnya maju 2013 dan angkatan terbanyak di FMIPA,&rdquo; terangnya.</p><p>Anwar pun menyebut tingkat partisipasi mahasiswa FMIPA dalam bidang organisasi memang masih minim. Apalagi keterlibatan aktif dalam BEM yang juga diakuinya mengalami kemunduran sejak 2011. &rdquo;Apatis sih orang-orangnya kalau saya bilang, orientasinya masih cepat lulus,&rdquo; tambahnya.</p><p>Meski terpilih secara aklamasi, Anwar bertekad membawa kemajuan bagi FMIPA lewat visi misinya yaitu &ldquo;Kabinet Saintis Beraksi, Bersinergis, Aktif Penuh Kontribusi&rdquo;. Kini dirinya sibuk menyiapkan kementerian dalam kabinetnya menuju pelantikan pada Kongres BEM FMIPA (12/11) mendatang.</p><p>Anwar pun berharap dapat menyinergikan hubungan antara himpunan mahasiswa dengan BEM dan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Partisipasi Mahasiswa Anjlok, DPM KM Unmul Bungkam  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-anjlok-dpm-km-unmul-bungkam/baca </link>
<guid> partisipasi-mahasiswa-anjlok-dpm-km-unmul-bungkam </guid>
<pubDate> Thu, 27 Oct 2016 08:05:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hajatan besar, pemilihan raya (Pemira) tingkat universitas di Unmul sudah mencapai titik puncak. Pemungutan serentak di 14 fakultas kemarin (25/10) menghasilkan sejumlah kejutan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-anjlok-dpm-km-unmul-bungkam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7YsI4ifC2m.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Partisipasi Mahasiswa Anjlok, DPM KM Unmul Bungkam </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SEKTSA</strong> &ndash; Hajatan besar, pemilihan raya (Pemira) tingkat universitas di Unmul sudah mencapai titik puncak. Pemungutan serentak di 14 fakultas kemarin (25/10) menghasilkan sejumlah kejutan. Digadang-gadang bakal mengalami kenaikan signifikan hingga 10 ribu suara, tahun ini hasilnya malah turun drastis mencapai 1.489 suara. Kaum abstain alias golongan putih (golput) pun tetap menjadi &ldquo;pemenang&rdquo;. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) asal dua kandidat presiden BEM KM Unmul Endra dan Norman sumbangsih suara tak menggembirakan. Total partisipasi mahasiswanya hanya menyentuh angka 700 suara. Bahkan, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) yang tiap tahun menyumbangkan partisipasi suara di atas 1.000 suara, tahun ini anjlok di angka 815 suara. &nbsp;Sementara 12 fakultas lain, menyumbangkan suara di bawah 300 suara. Asal wakil presiden nomor urut 1 yakni Dicky dari Fakultas Hukum hanya 106 suara. Beda tipis dari Bhakti, bakal calon wakil presiden pasangan nomor urut 2 yang memperoleh suara di Fakultas Teknik sebanyak 100 suara.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Pemira online yang &nbsp;digelar untuk ketiga kalinya ini sudah selesai. Pasangan Norman-Bhakti keluar sebagai pemenang dengan memperoleh 2.487 suara. Unggul dengan meraih 66,62 persen dari pasangan Endra-Dicky yang hanya memperoleh 1.246 suara atau meraih 33,38 persen. Total partisipasi mahasiswa Unmul hanya mencapai 3.733 suara. Perolehan ini turun drastis dari Pemira 2015 yang dimenangkan Teguh-Dimas dengan total partisipasi 5.222 suara. Bahkan masih kalah dari partisipasi saat Pemira online saat digelar untuk pertama kalinya pada 2014, yang dimenangkan pasangan Mujahid-Ibrahim dengan partisipasi sebanyak 4.879 suara, atau hanya selisih 425 suara dari pasangan Teguh-Dimas di tahun kedua. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hasil di luar ekspektasi ini jadi &ldquo;tamparan&rdquo; keras bagi Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Unmul, serta DPM KM Unmul. Pasalnya, sejak awal mayoritas mahasiswa Unmul menyebut sosialisasi Pemira online sangat minim.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut diutarakan, Gina Anggraini, mahasiswi Program Studi (Prodi) Sastra Inggris angkatan 2015. Gina mengatakan, sosialisasi Pemira tahun ini sangat minim, khususnya di Fakultas Ilmu Budaya. Sehingga, kedua calon yang berasal dari FEB oleh mayoritas mahasiswa di kampus Unmul Jalan Flores tersebut tidak diketahui profil maupun sepak terjangnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saran aja sih, sosialisasi jangan di GK (Gunung Kelua) saja, di luar juga (Pahlawan, Flores, Banggeris, dan Kampus PIN),&rdquo; ujar dia.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Umi Masfupah, mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2014 menyebut, Pemira 2016 sangat tidak menarik. Kandidat yang mencalonkan tidak kenal. &nbsp;Tidak pernah kampanye ke kelasnya. &ldquo;Baru tahun ini enggak milih. Saya enggak dapat info. Bahkan teman-teman yang lain juga seperti itu. Enggak ada yang ke kelas kampanye atau sosialisasi. Lebih semarak Pemira FKIP daripada universitas,&rdquo; ucap dia.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, ketika dikonfirmasi terkait keluhan mahasiswa dan hasil Pemira tahun ini, pihak KPPR dan DPM KM Unmul tak kunjung memberikan jawaban. Awak <em>Sketsa</em> yang mencoba menemui di sekretariat Gedung Student Center Lantai 2 mendapati keduanya perwakilan tidak berada di tempat. Saat dikonfirmasi via telepon dan pesan singkat pun tak kunjung mendapatkan jawaban. Hingga berita ini diturunkan upaya konfirmasi tetap dilakukan. <strong><em>(asy/els/bir/im)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Golput Pemira Tinggi, Teguh: Masih Sesuai Jalur  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/golput-pemira-tinggi-teguh-masih-sesuai-jalur/baca </link>
<guid> golput-pemira-tinggi-teguh-masih-sesuai-jalur </guid>
<pubDate> Thu, 27 Oct 2016 21:42:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejatinya sistem online jadi jawaban atas minimnya partisipasi mahasiswa dalam pemilihan presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/golput-pemira-tinggi-teguh-masih-sesuai-jalur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xtoNJfOf5z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Golput Pemira Tinggi, Teguh: Masih Sesuai Jalur </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sejatinya sistem online jadi jawaban atas minimnya partisipasi mahasiswa dalam pemilihan presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul. Sistem ini diketahui memudahkan mahasiswa untuk memilih di mana saja dan kapan saja sesuai waktu yang sudah ditentukan. Bahkan, sistem ini mampu menghemat lebih banyak anggaran Pemira daripada sistem konvensional. Tragis, tahun ini hasilnya mengecewakan, turun drastis dari Pemira online sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Presiden BEM KM Unmul Teguh Satria mengatakan, meski turun dan jauh dari target penyelenggara Pemira online tahun ini hasilnya cukup merata. Tren di tiap fakultas mengalami kenaikan. Walaupun, ada penurunan drastis di FKIP dan FEB yang biasanya jadi lumbung suara Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wajar saja menurun drastis. Pertama karena memang penerimaan mahasiswa Unmul tiap tahun menurun, ditambah arus propaganda untuk golput (golongan putih) cukup gencar. Jadi 3.733 itu cukup realistis dan sama saja dengan tren hasil Pemira sebelumnya,&rdquo; papar Teguh, kemarin (26/7).</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, mahasiswa semester akhir di FEB itu mengakui, kedua pasangan calon yang bertarung pada Pemira tahun ini memang tidak memiliki ketokohan yang cukup dikenal oleh mahasiswa Unmul. &nbsp;Berbeda dengan Pemira sebelumnya yang diikuti oleh calon-calon presiden dan wakil presiden yang sudah lebih dulu dikenal, bahkan memiliki basis pendukung kuat di tiap simbul mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Terkait angka golput yang membengkak dan menampar penyelenggara Pemira, menurutnya tak perlu dipermasalahkan. Hal itu merupakan bagian dari aspirasi mahasiswa. Sah dalam sistem berdemokrasi. Pasalnya, persoalan golput bukan hanya terjadi di Pemira Unmul, melainkan hampir terjadi di semua pesta demokrasi se-Indonesia. Bahkan, Pilkada serentak 2015 lalu, angka golput mendekati 50 persen.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, fenomena golput di Pemira Unmul tahun ini bermuara pada tiga masalah. Pertama, ketidakpahaman mahasiswa terhadap fungsi dan peran BEM KM Unmul. Kedua, keterpaksaan karena unsur ketiadaan fasilitasi di sebagian kampus, serta penolakan lembaga yang sangat kuat atas gelaran Pemira dengan sistem online. &nbsp;Terakhir, Perlawanan dalam bentuk propaganda golput sebagai bentuk perlawanan politik mahasiswa yang tidak sepakat dengan kedua calon yang berkompetisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah pertama masih bisa diatasi. Kalau masalah kedua dan tiga sangat bergantung sikap politik lembaga yang bersangkutan,&rdquo; ujar dia.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pria yang pernah menjabat sebagai ketua BEM FEB Unmul 2014 itu &nbsp;menyatakan, sejak awal minimnya partisipasi mahasiswa dalam Pemira 2016 sudah diprediksi. Tapi dengan total suara yang masuk, tren pemilih dia anggap masih sesuai jalur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak faktor, seperti kreativitas kampanye, pola sosialisasi, hingga ketidakpahaman tentang pentingnya peran BEM KM Unmul,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ia menolak jika muncul opsi Pemira online dihapuskan. Karena tidak ada jaminan jika kembali ke sistem konvensional partisipasi mahasiswa bakal bertambah. Buktinya, pada Pemira konvensional terakhir pada 2013 lalu, partisipasi hanya mencapai sekira 2.000 suara. Bahkan, diwarnai aksi kekerasan dari mahasiswa yang menolak Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Online atau konvensional itu hanya faktor teknis. Bukan masalah mendasar. Lagi pula penentuannya (online, <em>Red</em>.) sudah melewati tahapan musyawarah di internal DPM KM Unmul,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai informasi, sejak kemarin<span>&nbsp;&nbsp;</span>hingga hari ini merupakan tahapan pengajuan keberatan atas hasil Pemira online. Adapun Jumat (28/10), merupakan penetapan hasil Pemira. Jika tak ada masalah berarti, DPM KM Unmul beserta KPPR bakal menetapkan Norman-Bhakti sebagai pemenang Pemira 2016.</span>&nbsp;<strong>(bru/im)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Golput Tinggi, DPM KM Unmul Serang Balik DPM Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/golput-tinggi-dpm-km-unmul-serang-balik-dpm-fakultas/baca </link>
<guid> golput-tinggi-dpm-km-unmul-serang-balik-dpm-fakultas </guid>
<pubDate> Fri, 28 Oct 2016 08:27:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Proses pemungutan suara dalam Pemira memang telah usai Selasa (25/10) kemarin. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/golput-tinggi-dpm-km-unmul-serang-balik-dpm-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NthnThINmx.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Golput Tinggi, DPM KM Unmul Serang Balik DPM Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Proses pemungutan suara dalam Pemira memang telah usai Selasa (25/10) kemarin. Namun, torehan angka partisipasi yang jauh dari harapan penyelenggara, hingga kini masih perih dalam ingatan. Tamparan keras itu akhirnya ditanggapi Abdul Rahman, Ketua DPM KM Unmul. Mahasiswa FEB itu menyebut, gelaran Pemira tahun ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Di balik merosotnya angka partisipasi secara keseluruhan, masih ada hal yang baginya patut disyukuri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Angka pemilih di FEB dan FKIP memang merosot. Tahun sebelumnya dua kampus itu bisa menyumbang seribu lebih suara. Sayangnya, tahun ini hanya 800-an. Tapi, kalau kita lihat dari kampus-kampus lainnya, jumlah pemilih sebenarnya meningkat. Biasanya rata-rata hanya 70-80 suara, tapi tahun ini paling sedikit 100 suara. Ini kemajuan,&rdquo; ucap Rahman.</p><p style="text-align: justify;">Perihal merosotnya angka pemilih tahun ini, dikatakan Rahman bukan tanpa alasan. Sedang berlangsungnya masa ujian dan minggu tenang di beberapa kampus, ternyata turut andil dalam fenomena menurunnya angka suara. Tak hanya itu, Rahman juga menuding kampanye dari dua pasangan calon belum maksimal. Bagi Rahman, kampanye adalah kunci. Menurutnya, dua pasangan calon mestinya masuk ke tiap kelas untuk mempublikasikan kegiatan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, upaya DPM KM Unmul tahun ini diungkap Rahman telah maksimal dengan banyak melakukan sederet inovasi. Mulai adanya <em>open recruitment</em> panitia Pemira, hingga pemasangan iklan berbayar yang mendulang tiga ribu penyuka. Meski begitu, Rahman menyayangkan masih banyaknya oknum tak bertanggung jawab yang mengganggu upaya itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun ini untuk pertama kalinya Pemira buka open recruitment untuk panitia. Sebelumnya &lsquo;kan hanya delegasi lembaga. Kami lihat maba (mahasiswa baru) sangat antusias mengikuti pendaftaran itu. Karenanya, kami optimis mampu meraup 10 ribu suara tahun ini. Kami juga pasang iklan. Tapi, ya tetap saja banyak oknum yang tidak suka, &rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah oknum disebutnya secara gencar terang-terangan mengajak mahasiswa untuk golput. Itu diketahuinya dari laman Facebook salah satu oknum. Tak tinggal diam, Rahman lantas melaporkan oknum tersebut kepada pihak fakultas tempat oknum berkuliah. Sayangnya, ketika hendak dilakukan pertemuan, oknum tersebut malah memilih mangkir.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah faktor pemicu meroketnya angka golput tersebut, nyatanya masih ditambah dengan fenomena DPM fakultas yang tidak kooperatif. Menanggapi keluhan minimnya publikasi dari penyelenggara Pemira di kampus Unmul yang berada di luar Gunung Kelua (GK), Rahman tak terima jika pihaknya dijadikan kambing hitam atau pelaku tunggal. Bagi dia, hal itu juga jadi tanggung jawab DPM fakultas lembaga yang bersangkutan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;DPM fakultas lah yang tahu kondisi kampusnya. Bahkan, ada salah satu DPM fakultas di luar kampus GK yang sangat tak acuh dengan kami. Enggak heran dari sana jadi banyak yang golput. Jangan kami (DPM KM Unmul, Red.) terus yang disalahkan,&rdquo; ujarnya. <strong>(aml</strong><strong>/im</strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ingin Hapus Suara Mahasiswa, DPM FH Melanggar HAM? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ingin-hapus-suara-mahasiswa-dpm-fh-melanggar-ham/baca </link>
<guid> ingin-hapus-suara-mahasiswa-dpm-fh-melanggar-ham </guid>
<pubDate> Fri, 28 Oct 2016 20:04:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hasil voting online Pemira 2016 ditetapkan hari ini (28/10). Selanjutnya, 5 November bakal digelar Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul yang menandai berakhirnya kepengurusan BEM KM Unmul 2015/2016. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ingin-hapus-suara-mahasiswa-dpm-fh-melanggar-ham/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YGiJ0BrS5i.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Ingin Hapus Suara Mahasiswa, DPM FH Melanggar HAM?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Hasil voting online Pemira 2016 ditetapkan hari ini (28/10). Selanjutnya, 5 November bakal digelar Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul yang menandai berakhirnya kepengurusan BEM KM Unmul 2015/2016. Meski begitu, hasil pemira yang digelar pada Selasa (25/10) lalu masih banyak menuai gugatan. Hal ini dikhawatirkan bakal menganggu proses penetapan hasil Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Senin (24/10), DPM FISIP lebih dulu melayangkan surat penolakan terhadap sistem Pemira online. Mereka mengancam bakal tidak terlibat dalam tiap agenda KM Unmul, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Terakhir, kemarin (27/10), giliran DPM FH yang melayangkan surat gugatan. Fakultas yang sejak awal berada sebagai oposisi ini menyampaikan dua poin tuntutan. Pertama DPM FH menuding KPPR tidak pernah melakukan komunikasi dengan DPM FH mengenai izin pemungutan suara terhadap seluruh mahasiswa FH.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, menurut DPM FH, KPPR tidak mengindahkan ultimatum sebelumnya yang tegas menyatakan, seluruh mahasiswa FH tidak ikut andil dalam pelaksanaan Pemira online. Namun, berdasarkan hasil rekapitulasi dari KPPR, jumlah pemilih dari FH sebanyak 106 suara. Dengan demikian, DPM FH secara tegas meminta hasil rekapitulasi pemungutan suara dari mahasiswa FH tersebut dihapuskan dan tidak termasuk dalam perhitungan suara yang sah.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Ketua DPM KM Unmul Abdul Rahman mengatakan, saat ini pihaknya sudah memproses surat gugatan yang dilakukan oleh DPM fakultas tersebut. Rencananya, khusus gugatan DPM FH, penyelenggara bakal melakukan pertemuan dengan dengan birokrat kampus dan pengelola ICT Unmul. Sementara, terkait gugatan DPM FISIP, bakal diproses di waktu berbeda. Karena isi gugatannya yang berbeda. Tidak ada jangka waktu tertentu untuk menanggapinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang lebih dulu masuk, tapi mereka (DPM FISIP) hanya minta pertemuan biasa saja. Tidak ada jangka waktu tertentu untuk menanggapinya. Sementara DPM FH sifatnya gugatan dan harus segera direspons paling lambat dua hari setelah menerima surat. Makanya, kami dahulukan daripada DPM FISIP,&rdquo; jelas mahasiswa FEB tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, dalam voting online lalu, mayoritas mahasiswa Unmul tidak memberikan hak suaranya. Partisipasi Pemira tahun ini hanya mencapai 3.733 suara. 66,62 persen atau 2.487 suara mengalir ke pasangan Norman-Bhakti. Sementara sisanya 33,38 persen atau 1.246 suara ke pasangan Endra-Dicky. Hasil ini turun drastis dari Pemira online yang digelar berturut sejak 2 tahun silam. Pada 2014 sebanyak 4.897 suara, dan pada 2015 sebanyak 5.222 suara.</p><p style="text-align: justify;">Menurunnya tingkat partisipasi Pemira online tahun ini disebabkan banyak faktor. Namun, beberapa kalangan menyebutkan, salah satu merosotnya partisipasi tersebut karena gencarnya kampanye golput yang dilakukan sejumlah oknum mahasiswa. Bahkan, dari organisasi resmi di tingkat fakultas. Namun, sikap DPM FH yang melarang dan hendak mencabut semua partisipasi mahasiswa FH dalam Pemira 2016 patut dipertanyakan. Pasalnya, memilih atau tidak memilih merupakan bagian dari menyatakan pendapat atau menyalurkan aspirasi mahasiswa dalam politik kampus. Hal ini rawan melanggar hak-hak pribadi mahasiswa untuk menyatakan pendapat yang merupakan hak kodrat mereka sebagai manusia yang dimiliki sejak lahir atau biasa disebut Hak Asasi Manusia. <strong>(aml/im)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Amanah Mahasiswa dalam Sumpah Pemuda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/amanah-mahasiswa-dalam-sumpah-pemuda/baca </link>
<guid> amanah-mahasiswa-dalam-sumpah-pemuda </guid>
<pubDate> Sat, 29 Oct 2016 01:48:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumpah Pemuda adalah perwujudan dalam diri pemuda untuk membangun negeri dengan cara bersemangat dan berjuang. (Ilustrasi pemuda, sumber: www.metrosulawesi.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/amanah-mahasiswa-dalam-sumpah-pemuda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7HShABEBbU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Amanah Mahasiswa dalam Sumpah Pemuda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sumpah Pemuda adalah perwujudan dalam diri pemuda untuk membangun negeri dengan cara bersemangat dan berjuang. Hari ini, 28 Oktober 2016, bersama-sama diperingati kembali hari Sumpah Pemuda ke-88. Sebuah momentum untuk mengenang kepercayaan dan kebangkitan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu upaya untuk menghargai Sumpah Pemuda yaitu dengan memahami serta mewujudkan sumpah sakral itu dengan nyata. Mahasiswa dalam hal ini termasuk di antara pilar yang paling diharapkan.</p><p style="text-align: justify;">Norman Iswahyudi, sosok yang baru saja memenangi Pemira BEM KM Unmul, itu menilai peringatan Sumpah Pemuda jadi momen tepat untuk melihat kembali apa yang sudah pemuda berikan untuk negara. Sebagai mahasiswa penting untuk memahami dan memberi kontribusi bahkan untuk hal sekecil apa pun, sesuai dengan minat masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan Endra Julianto, calon lain yang maju pada Pemira BEM KM Unmul, merasa mahasiswa hendaknya berperan secara positif serta aktif. Tidak sekadar fokus melulu diri sendiri, tetapi juga peka dengan kondisi negara dan mau ikut turun tangan membuat perubahan. Kiranya yang demikian itu esensi dari Sumpah Pemuda.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada juga disebut oleh Jainuddin, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI), semangat Sumpah Pemuda persis sama dengan filosofi sapu lidi: jika satu saja akan cepat patah, tetapi jika disatukan ia kukuh tak terpatahkan.</p><p style="text-align: justify;">Makna sumpah pemuda bagi negara ini bagitu penting karena peran pemuda-pemudi yang akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik lagi. Semangatlah pemuda-pemudi Indonesia, bulatkan tekad, dan melangkahlah maju. Buat bangsa ini bangga dengan karya dan usahamu.<strong><em>&nbsp;(rrd/omi/e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemuda, Prestasi, dan Sukses </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/pemuda-prestasi-dan-sukses/baca </link>
<guid> pemuda-prestasi-dan-sukses </guid>
<pubDate> Sat, 29 Oct 2016 02:05:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Abdul Hamid, mahasiswa Fakultas Hukum Unmul adalah salah satu pemuda yang berusaha memperlihatkan itu melalui prestasi dan kegiatan yang dilakoninya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/pemuda-prestasi-dan-sukses/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tqxspoQm1K.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemuda, Prestasi, dan Sukses</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA -&nbsp;</span></strong><span>Pemuda sejatinya merupakan ujung tombak dari suatu bangsa. Bangsa yang besar terlahir dari pemuda yang peduli terhadap bangsanya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Abdul Hamid, mahasiswa Fakultas Hukum Unmul adalah salah satu pemuda yang berusaha memperlihatkan itu melalui prestasi dan kegiatan yang dilakoninya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pria kelahiran Tanah Grogot, 1 Januari 1995 itu sejak SMA sudah aktif mengikuti organisasi, salah satunya ia pernah menjabat sebagai ketua OSIS saat di SMA selama dua periode. Selain menjadi ketua OSIS, Hamid juga pernah menjabat sebagai ketua Forum Anak Kabupaten Paser.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Anak muda zaman sekarang harus berani berorganisasi dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif. Kalau kita kebanyakan bengong nanti dibisikin setan,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;ujarnya sambil tertawa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hamid aktif di organisasi internal maupun eksternal kampus, saat ini ia menjabat sebagai ketua Biro Usaha Dana Lembaga Dakwah</span><span>&nbsp;</span><span>Al-Mizan dan wakil ketua Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Kaltim.&nbsp;</span><span>&ldquo;</span><span>Untuk organisasai yang bersifat tidak ada kegiatannya dengan kemahasiswaan, saya aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pria yang sekarang menempuh semester 5 itu, menorehkan beberapa prestasi yaitu Juara 1 Lomba Debat Politik Kesehatan PHF 2015, Juara 1 Debat MK Fakultas Hukum 2016, Juara 2 Debat Nasional Pandu Mulawarman 2016, dan Juara 1 Lomba Debat Nasional Jember Law Competition 2016.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu kisahnya saat mengikuti lomba debat di Jember, bahwa ia (tergabung dalam tim Unmul) sempat dipandang sebelah mata oleh mahasiswa lain. Namun, <span>&nbsp;</span>ia membuktikan bahwa Unmul tidak bisa dipandang sebelah mata.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kita belajar itu enggak mesti duduk di perguruan tinggi yang terkenal untuk bisa mengeksplor potensi yang ada di diri kita. Contohnya</span><em><span>&nbsp;</span></em><span>saja</span><span>&nbsp;</span><span>kami dari Unmul mampu mengalahkan universitas terkemuka seperti Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Uiversitas Hasanuddin (Unhas) dan kami bangga bisa mengalahkan juara bertahan UNDIP,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;tandasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hamid membuktikan bahwa walaupun ia aktif dalam berorganisasi, ia tetap mendapat nilai akademis yang baik bahkan melebihi teman-temannya yang tidak ikut berorganisasi.&nbsp;</span><span>&ldquo;</span><span>Skala prioritas itu penting, pengaturan manajemen waktu ketika kita bisa mengolahnya dengan baik di situ kita bisamengekspresikan diri kita,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain aktif kuliah dan berorganisasi, Hamid juga menjabat sebagai</span><span>&nbsp;</span><span>direktur CV Bangun Jaya</span><span>&nbsp;</span><span>Bersaudara yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa serta sebagai <em>traider forex</em> atau <em>traider</em> saham.&nbsp;</span><span>&ldquo;</span><span>Bagi yang belum tahu, traider adalah jual-beli melalui bursa. Bursa yang kita kenal adalah bursa efek Indonesia,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hamid mengajak pemuda untuk tidak takutberbisnis, karena menurutnya untuk sukses tidak perlu menunggu tua. Iamengatakan pendapatannya selama sebulan mencapai sekitar <a name="OLE_LINK1">500-1000 dollar</a>. Pendapatan yang cukup fantastis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Saya terlahir bukan dari anak orang kaya dan saya selalubelajar kenapa orang kaya bisa semakin kaya pasti ada resep dan sebuah teknik. Dia bisa kenapa saya tidak. Sama-sama mempunyai dua tangan, punya dua mata untuk melihat, dan saya punya modal satu M. Satu M yaitu satu mulut, kan dengan modal satu M ini kita bisa berbuat apa saja,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;ujarnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berkaitan dengan Sumpah Pemuda, Hamid mengatakan bahwa Sumpah Pemuda merupakan momentum bersama untuk bangkit dari keterpurukan moral saat ini.&nbsp;</span><span>&ldquo;</span><span>Pemuda sekarang jika dibandingkan dengan pemuda dulu beda banget, pemuda dulu berperang membawa senjata, pemuda sekarang bawanya hape,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;ungkapnya lantas tertawa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hendaknya pemuda, kata Hamid, jangan terlalu sibuk memikirkan diri sendiri. Sebab, masih ada banyak hal yang perlu diperhatikan di lingkungan sekitar. Apakah sebagai individu seseorang mampu berguna atau tidak untuk orang lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Rugi banget kalau hidup cuma memikirkan diri kita, kalau cuma makan enak, tidur enak semua juga bisa. Tapi, apakah kita bisa berguna bagi orang lain?</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;pungkasnya. <strong><em>(adn/e2)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>  Gelar Stan Internasional, HI Rayakan Dies Natalis  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/gelar-stan-internasional-hi-rayakan-dies-natalis/baca </link>
<guid> gelar-stan-internasional-hi-rayakan-dies-natalis </guid>
<pubDate> Sat, 29 Oct 2016 02:55:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kamis  (27/10) kemarin telah berlangsung booth internasional yang berlokasi di halaman dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Agenda itu merupakan salah satu rangkaian acara Dies Natalis program studi Hubungan Internasional (HI) yang telah dibu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/gelar-stan-internasional-hi-rayakan-dies-natalis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MA357VxOoo.jpg" />
					</figure>
			                <h1> Gelar Stan Internasional, HI Rayakan Dies Natalis </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA</strong><strong>&nbsp;-</strong> Kamis &nbsp;(27/10) kemarin telah berlangsung <em>booth</em> internasional yang berlokasi di halaman dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Agenda itu merupakan salah satu rangkaian acara Dies Natalis program studi Hubungan Internasional (HI) yang telah dibuka sejak 25-31 Oktober mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui <em>Sketsa</em>, Annisa sebagai penanggung jawab acara itu mengungkapkan bahwa sebanyak 12 stan telah dipenuhi mahasiswa HI dengan menampilkan negara yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setiap <em>booth</em> diisi kelas-kelas prodi HI dengan mewakilkan satu negara seperti China, Thailand, Korea, dan masih banyak lainnya,&quot; paparnya.<br><br>Selain untuk meningkatkan kreativitas dan pengetahuan, mahasiswa HI angkatan 2014 itu menjelaskan bahwa tujuan acara tersebut guna untuk meningkatkan tali persaudaraan antar mahasiswa. &nbsp;Guna mengeratkan solidaritas antar sesama mahasiswa HI.<br><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br>Hadijah, penjaga stan Thailand mengatakan bahwa acara ini berhasil membuat para mahasiswa semakin kompak. Banyak mahasiswa antusias dan berusaha membangun kerja sama dengan baik. &ldquo;Jadi kami mengerjakan sampai larut dan lelahnya juga sama-sama,&quot; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat tidak terlaksana tahun lalu, Annisa ingin ajang Dies Natalies prodi HI kali ini bisa berlangsung semeriah mungkin.<strong><em><span lang="IN">(</span><span>snh/e2</span><span lang="IN">)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengabdian Seorang Dosen Muda Sastra </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/pengabdian-seorang-dosen-muda-sastra/baca </link>
<guid> pengabdian-seorang-dosen-muda-sastra </guid>
<pubDate> Sat, 29 Oct 2016 03:09:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> “Saya tidak pernah memikirkan apa yang harus dilakukan ke depan. Saya percaya sepenuhnya pada takdir,” ungkap dosen muda Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Dahri Dahlan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/pengabdian-seorang-dosen-muda-sastra/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JMfii5f6yt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengabdian Seorang Dosen Muda Sastra</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>&ldquo;Saya tidak pernah memikirkan apa yang harus dilakukan ke depan. Saya percaya sepenuhnya pada takdir,&rdquo; ungkap dosen muda Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Dahri Dahlan. Anggapannya tersebut memang ditanggapi sebelah mata oleh sebagaian temannya. Namun menurutnya, apapun yang ditanam hari ini, akan mendapatkan hasil di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">Tidak seperti pemuda umumnya, Dahri bercerita bahwa saat ia duduk di bangku kelas dua SMP. Ia bercita-cita sebagai tukang perahu. Karena pada saat itu pekerjaan tersebut di kampungnya merupakan sebuah profesi yang menarik. Begitupun ketika duduk di bangku SMA, ia tidak memusingkan tentang kelanjutan pendidikannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada kelas 3 SMA tepatnya semester terakhir, saya baru kepikiran untuk mengambil jurusan Sastra,&rdquo; ucapnya kepada Sketsa saat ditemui Selasa (25/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pria berusia 32 tahun itu pun menjelaskan alasannya mencintai sastra, yaitu karena sastra membahas tentang kemanusiaan yang jadi permasalahan di dunia ini. Ia menuturkan bahwa tidak ada sesuatu yang dapat mengubah dunia kecuali kebudayaan, yang berasal dari pikiran manusia.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya sekedar kata-kata, sebuah aksi nyata pun dilakukannya. Perpustakaan Rakyat Sepekan merupakan salah satu bentuk pengabdiannya pada masyarakat. Hatinya tergerak ketika kembali ke kampung halamannya di Pambusuang, Balanipa, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Salah satu alasannya juga karena kampus yang berada di daerahnya itu meluluskan mahasiswanya dalam jangka waktu dua tahun sekali. Ironisnya lagi tidak ada fasilitas perpustakaan di sana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita pinjam buku dari Kabupaten Polewali Mandar, Mamuju, dan Majene. Ada ribuan buku, kita gelar selama sepekan dan kemarin telah tahun ketiga,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Perpustakaan ini digelar seperti <em>book fair</em>, masyarakat boleh membaca dan meminjam, namun perpustakaan ini hanya sepekan. Kendaraan yang ingin lewat di jalur kampung ditahan demi keberlangsungan Perpustakaan Rakyat Sepekan. Dengan menggunakan tenda dan tanpa memungut biaya apa pun, perpustakaan ini disambut hangat oleh masyarakat. Belakangan pemerintah pun mulai melirik perpustakaan rakyat yang digagas Dahri.</p><p style="text-align: justify;">Dahri yang baru setahun lebih menetap di Samarinda ini menjabat sebagai pengurus dalam Dewan Kesenian Kalimantan Timur. Ia juga bersama dosen-dosen FIB lainnya, menggagas sebuah kegiatan di FIB. Kegiatan tersebut seperti diskusi, jadi setiap mahasiswa FIB yang karyanya diterbitkan di surat kabar akan dilakukan diskusi dan pembedahan karya sastra bersama. <strong><em>(adl/els/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Indonesia Masih Pantas Diperjuangkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/indonesia-masih-pantas-diperjuangkan/baca </link>
<guid> indonesia-masih-pantas-diperjuangkan </guid>
<pubDate> Sat, 29 Oct 2016 04:16:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumpah Pemuda adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi sekaligus memasang kembali kuda-kuda konsolidasi bagi setiap barisan pemuda. (sumber foto: www.nasyanadia.wordpress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/indonesia-masih-pantas-diperjuangkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PcVuLfPfYj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Indonesia Masih Pantas Diperjuangkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Sumpah Pemuda</strong> adalah momentum yang tepat untuk mengevaluasi sekaligus memasang kembali kuda-kuda konsolidasi bagi setiap barisan pemuda. Para pendahulu telah memberi contoh nyata bagaimana bersikap untuk menghadapi tantangan pada masanya. Pergeseran zaman tidak serta merta mengubah pandangan pemuda masa kini terkait momentum penting bernama Sumpah Pemuda.</p><p style="text-align: justify;">Fakta di lapangan tampaknya perlu dijadikan tamparan keras bagi generasi muda saat ini mengingat mereka adalah pondasi berdirinya Indonesia di masa depan. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kaltim Post, data menunjukkan bahwa generasi muda saat ini tengah mengalami masa krisis moral dan etika, seperti penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas. Ironinya, mereka menjadi pengguna dan pelaku hubungan seks di luar nikah masih tergolong di bawah umur.</p><p style="text-align: justify;">Teks Sumpah Pemuda adalah simbol pemersatu Bangsa Indonesia hingga saat ini. Maka sudah sepantasnya generasi muda mampu mengilhami dan mengambil makna dasar perjuangan darinya. Substansi utama dari Sumpah Pemuda tercantum dari bait demi bait kata, hingga untuk memahaminya paling tidak kita telah mengenal setiap untaian katanya. Hal ironis kembali harus dirasakan, masih dari survey yang sama menyebutkan bahwa seratus persen dari objek survey (usia 17 &ndash; 30 tahun) sebagai representasi generasi muda tidak dapat melafalkan dengan benar isi Sumpah Pemuda. Semoga ini bukan pertanda bahwa momen penting dalam pondasi kemerdekaan Bangsa Indonesia itu mulai hilang dari benak generasi muda saat ini. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kebebasan dan alpa akan fakta sejarah adalah muara runtuhnya jiwa petarung seorang pemuda. Padahal sejarah mencatat dengan baik bahwa kebangkitan sebuah bangsa dimulai dari kualitas gairah para pemudanya. Dewasa kini kiprah pemuda masih dinanti oleh sebagian besar para golongan tua yang tengah memikul beban kepemimpinan Bangsa Indonesia. Ada pemuda yang tetap bergerak namun ada pula yang memilih untuk menghindari gejolak. Runtuhnya gairah ini seakan mengubur dialektika dan dinamika perjuangan sosok pemuda yang dirindukan oleh Bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Tongkat estafet kepemimpinan bangsa akan segera diserahkan kepada pemuda cepat atau lambat. Belum tuntas kekhawatiran kita menghadapi era bonus demografi beberapa tahun yang akan datang, kini masyarakat dipusingkan dengan kualitas dan kapabilitas anak muda yang dicitrakan buruk. Hal ini tak terlepas dari minimnya rasa kepedulian dan diperparah dengan era kompetisi yang semakin menenggelamkan jati diri bangsa sebagai bangsa yang bersifat ramah dan identik akan budaya gotong royong selain keindahan alamnya.</p><p style="text-align: justify;">Keseimbangan pengelolaan potensi anak muda harus kembali dipulihkan. Tentu menjawabnya harus dibarengi dengan sinergisitas berbagai pihak terkait. Sebut saja aspek lingkungan keluarga, sekolah hingga aturan pemerintah dalam menjamin upaya-upaya perlindungan generasi mudanya dari berbagai ancaman. Pemerintah memiliki andil besar dalam perbaikan generasi muda, terbukti visi merevolusi mental adalah salah satu indikator keseriusan pemerintah dalam menyongsong perubahan mendasar dalam berbagai upaya-upaya perbaikan yang mutlak dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Kita tidak boleh buta apalagi tuli dari nasib anak muda saat ini, sebab sudah seharusnya kita kembalikan semangat anak muda pada jalurnya. Hidupkan kembali api pengorbanan yang perlahan mulai padam. Berkorban waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendesain masa depan bangsa dan negara yang tampak semakin tua. Energi baru Indonesia bermuara pada gejolak dan kegelisahan para pemudanya. Kekhawatiran akan roda kepemimpinan yang tak berputar dengan baik, seolah menjauhkan pemuda dalam eksistensi perbaikan.</p><p style="text-align: justify;">Sudah saatnya pemuda turun tangan dalam memperbaiki serta memformat kembali masa depan bangsa yang kini seakan redup diterpa badai pesimisme. Jangan terjebak pada rayuan jabatan sebab nyawa pemuda muaranya ada pada peran dan kemauan yang kuat. Tepis badai liberalisme dengan kemauan untuk berkomitmen dalam perbaikan dan hancurkan virus individualisme dengan kolaborasi.</p><p style="text-align: justify;">Sebab persoalan kepemimpinan bangsa bukan lagi mau atau tidak, melainkan tentang perbekalan yang dapat dinikmati kelak. Bangkitkan rasa peduli! Jadikan generasi muda Indonesia sebagai generasi yang siap membawa Indonesia menjadi negara manusiawi dan kembali disegani dunia bukan karena media tapi karena anak mudanya setia pada sejarah berdirinya bangsa. Berhentilah mengeluh. Ayo serentak bergerak, sudah saatnya kita bertindak. Sebab Indonesia masih pantas diperjuangkan. Selamat hari Sumpah Pemuda!</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh:</em></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul 2016</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Sumpah Pemuda dengan Aksi Selamatkan Karst Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringati-sumpah-pemuda-dengan-aksi-selamatkan-karst-kaltim/baca </link>
<guid> peringati-sumpah-pemuda-dengan-aksi-selamatkan-karst-kaltim </guid>
<pubDate> Sat, 29 Oct 2016 05:59:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Kiranya itu yang terlontar dari para orator pagi tadi. (foto: Mayang Indriany Risna Biru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringati-sumpah-pemuda-dengan-aksi-selamatkan-karst-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vK69pi3Tcc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Sumpah Pemuda dengan Aksi Selamatkan Karst Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; <em>Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!</em> Kiranya itu yang terlontar dari para orator pagi tadi. Diselimuti hawa dingin dan ditemani rintik hujan, pemuda pemudi itu tetap semangat menyuarakan aspirasinya untuk selamatakan karst Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Momentum hari Sumpah Pemuda sebagai titik kebangkitan pemuda pemudi Indonesia agar lebih masif. Mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Aksi demonstrasi Jumat (28/10) tadi diawali dengan <em>long march</em> dari kantor Pekerjaan Umum (PU) ke depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim. Dimulai pukul 09.30 Wita, sebanyak 105 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karst Kaltim menyerukan tuntutannya.</p><p style="text-align: justify;">Disampaikan Muhammad Dicky Chandra, lima tuntutan tersebut antara lain: Pertama, mendesak DPRD Provinsi Kaltim untuk segera mengevaluasi tata pengelolaan Sumber Daya Alam di Kaltim agar selaras dengan usaha pelestarian lingkungan hidup dan dapat mencerminkan kesejahteraan rakyat. Kedua, menuntut agar dapat memfasilitasi mereka untuk bertemu dengan Gubernur Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketiga yaitu menuntut DPRD Kaltim untuk tidak berdiam diri terhadap polemik Karst Kaltim tanpa melakukan evaluasi terhadap kebijakan di tatanan eksekutif,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, menuntut agar dapat menempatkan pengelolaan SDA tidak sebagai komoditas belaka, namun sebagai modal pembangunan yang harus dikeloa secara hati-hati, terukur, strategis, dan dengan semangat pemulihan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Terkahir, disampaikan Dicky, menuntut untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam evaluasi perizinan yang tidak pro terhadap kesejahteraan rakyat dan tidak berbasis pelestarian lingkungan, terutama pada wilayah Karst Kaltim dan sektor perkebunan kelapa sawit.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab kelima tuntutan tersebut, bagian humas DPRD berjanji untuk memfasilitasi adanya audiensi pada Senin (31/10) mendatang. Dalam audiensi itu dikatakannya akan diwakili oleh anggota DPRD dari wilayah IV. &ldquo;Menyampaikan permohonan maaf, bahwa seluruh anggota DPRD hari ini sedang tidak berada di tempat karena ada suatu hal permasalahan menyangkut peraturan daerah,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelumnya kami telah melaksanakan aksi di depan kantor gubernur 26 Oktober lalu, tapi tidak membuahkan hasil. Sayangnya hari ini anggota DPRD juga tidak ada yang bisa ditemui,&rdquo; pungkasnya. Mahasiswa semester tujuh Fakultas Hukum itu juga menambahkan, akan ada aksi lanjutan jika tuntutan-tuntutan tentang aksi penelamatan karst tersebut tidak dipenuhi. <strong><em>(bru</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hapus Suara Mahasiswa, DPM FH Sebut Bukan Pelanggaran HAM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hapus-suara-mahasiswa-dpm-fh-sebut-bukan-pelanggaran-ham/baca </link>
<guid> hapus-suara-mahasiswa-dpm-fh-sebut-bukan-pelanggaran-ham </guid>
<pubDate> Sat, 29 Oct 2016 06:45:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> DPM FH menolak Pemira. Bahkan secara tegas, mereka meminta semua suara mahasiswa yang masuk pada voting online, Selasa (25/10) lalu dihapuskan.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hapus-suara-mahasiswa-dpm-fh-sebut-bukan-pelanggaran-ham/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4OUKxP6Z7P.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Hapus Suara Mahasiswa, DPM FH Sebut Bukan Pelanggaran HAM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - DPM FH menolak Pemira. Bahkan secara tegas, mereka meminta semua suara mahasiswa FH yang masuk pada voting online, Selasa (25/10) lalu dihapuskan. Alasannya, surat gugatan, keberatan, dan ultimatum yang dilayangkan sebelumnya kepada KPPR tidak ditanggapi.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dibenarkan Fong Tek Wing, ketua DPM FH. Kepada <em>Sketsa</em> Fong mengatakan, KPPR memang sempat mendatangi kampusnya untuk menanyakan perihal pendirian posko pemungutan suara jelang Pemira. Kedatangan KPPR tersebut lantas ditanggapinya tegas saat itu dengan memberikan beberapa ultimatum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Waktu KPPR datang, kami langsung sampaikan kami menolak Pemira dan jika ada yang memilih dari FH, maka suara itu harus dianggap tidak sah dan tidak dipublikasikan. Dia (KPPR) mengiyakan saja. Tapi kok setelah voting, kami lihat ada 106 pemilih dari mahasiswa FH. KPPR tetap mempublikasikannya dan menganggap itu suara sah,&quot; tegas Fong.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, dia membantah jika pihaknya disebut-sebut melanggar HAM karena melarang mahasiswa untuk memilih. Dia berdalih, mahasiswa FH punya lembaga yang mewakili suara mereka dan mesti diikuti segala ketetapannya. Bagi dia, suara lembaga ialah suaranya mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami punya lembaga, dalam hal ini DPM FH. Mahasiswa FH terwakili, dinaungi, dan mesti menaati segala ketetapan dari kami. Ini bukan termasuk pelanggaran HAM,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Fong menerangkan, larangan mahasiswa memilih dan harus patuh dengan kebijakan DPM FH tidak tercantum dalam AD/ART. Kebijakan itu hanya berasal dari pengamatan di lapangan. Apalagi, gugatan yang dilayangkan kepada KPPR tersebut, sebut dia, tidak berpengaruh terhadap hasil perolehan suara pasangan calon Pemira. Meskipun, Norman-Bhakti dinyatakan keluar sebagai pemenang Pemira 2016.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang kami sedang sibuk menyebarkan kuesioner tentang Pemira online se-Unmul. Tunggu hasilnya,&rdquo; tutup dia. &nbsp;<strong><em>(aml/im)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cinta Untukmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/cinta-untukmu/baca </link>
<guid> cinta-untukmu </guid>
<pubDate> Mon, 31 Oct 2016 07:19:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi cinta ibu, sumber foto: newthekifot.blogspot.co.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/cinta-untukmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KtRijDJ2H1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cinta Untukmu</h1>
			              </header>
			              <p><span>Tetesan embun hiasi pucuk- pucuk daun</span></p><p><span>Membawa ketenangan bagi jiwa yang ragu</span></p><p><span>Semilir angin menyampaikan salam hangat padaku</span></p><p><span>Salam kasih penuh rindu</span></p><p><span>Sang mentari pun meneriakkan suka cita</span></p><p><span>Menyambut dengan sinar terangnya</span></p><p><span>Seperti dirimu yang menyilaukan</span></p><p><span>Beriku kehangatan</span></p><p><span>Memberi pelukan</span></p><p><span>Menjadi sandaran</span></p><p><span>Walau terkadang</span></p><p><span>Tak sekali dua kali&nbsp;</span><span>ku membuat air matamu menetes</span></p><p><span>Tak sekali dua kali ku abaikan keluhmu</span></p><p><span>Tak sekali dua kali ku acuhkan khawatir dan amarahmu</span></p><p><span>Ingin ku peluk dirimu</span></p><p><span>Kurangkul dalam tali kasih</span></p><p><span>Di ujung jalan ini</span></p><p><span>Ku harap kau kan tetap menungguku</span></p><p><span>Menyambut dengan senyum hangatmu</span></p><p><span>Tuhan</span></p><p><span>Berikanku sedikit waktu lagi</span></p><p><span>Ku ingin bersamanya bahagiakan dia</span></p><p><span>Ku tahu kau tak selalu bersamaku</span></p><p><span>Tapi izinkan aku mengatakan</span></p><p><span>Aku sangat mencintaimu</span></p><p><span>Ibu</span></p><p><span>Kan selalu ku kirim kan doa rindu padamu</span></p><p><span>Berharap kita kan bersua di akhir yang bahagia</span></p><p><span><br></span><em>Oleh</em>:</p><p><strong><em>Aisyah Ariyanti</em></strong></p><p><em>FKIP, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Angkatan 2015</em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meriahnya Kreativitas Fakultas Ilmu Budaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/meriahnya-kreativitas-fakultas-ilmu-budaya/baca </link>
<guid> meriahnya-kreativitas-fakultas-ilmu-budaya </guid>
<pubDate> Tue, 01 Nov 2016 09:55:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA - Pada Minggu (30/10) kemarin, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sukses menggelar event Malam Budaya bertempat di Gedung Auditorium. (Foto penari di acara tersebut, diambil oleh Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/meriahnya-kreativitas-fakultas-ilmu-budaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VNW6nn7Qb0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meriahnya Kreativitas Fakultas Ilmu Budaya</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Pada Minggu (30/10) kemarin, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sukses menggelar event Malam Budaya bertempat di Gedung Auditorium Unmul. Malam Budaya adalah event tahunan yang dibuat sekaligus bertepatan dengan dies natalis FIB dan juga sebagai ajang kreativitas seni mahasiswanya.</p><p>Malam Budaya dianggap sebagai media untuk membuka bakat mahasiswa FIB dan menunjukkan pada lingkungan sekitar bahwa FIB mampu membuat Unmul bangga. Tahun ini acara tersebut mengangkat tema Tucuuq Eroh, yang dalam bahasa Dayak berarti tujuh kemeriahan.</p><p>Acara digelar semenjak pukul 16.00 Wita dan dibuka dengan penampilan tari tradisional dari mahasiswa prodi Sastra Indonesia angkatan 2016. Tradisi lainnya, Malam Budaya kerap menampilkan berbagai macam kreativitas mahasiswa FIB dari masing-masing kelas. Mulai dari tari tradisional, tari kreasi, drama musikal, instrument musik, dan visualisasi puisi.</p><p>Ada pula pemotongan tumpeng yang diwakilkan oleh Singgih Daru Kuncara, kepala prodi Sastra Inggris. Menurutnya, yang terpenting itu mahasiwa mau berekspresi. Beliau juga berharap agar tahun depan mahasiswa bisa lebih bisa mempersiapkan penampilan mereka. &ldquo;Jika perlu persiapan mulai sekarang,&rdquo; ungkapnya saat ditemu Senin (31/10) pagi tadi.</p><p>Hal yang sama juga disampaikan oleh Baruna, ketua panitia, acara berjalan lancar sampai pengujung acara dan menurutnya sebagian besar peserta merasa puas.</p><p>&ldquo;Mungkin masukan untuk malam budaya tahun depan, peserta akan diseleksi agar malam budaya lebih berkualitas,&rdquo; tambahnya.</p><p>Sementara itu, Ryan Maiyo, mahasiswa Psikologi yang turut hadir dalam acara tersebut, berpendapat bahwa Malam Budaya FIB sangat luar biasa. Karena di tengah banyaknya anak muda yang terpengaruh globalisasi, teman-teman dari FIB masih peduli dengan kelestarian budaya bangsa.</p><p>&ldquo;Saya suka sekali konsepnya, karena pengisi acara adalah teman-teman dari tiap kelas yang ada di FIB. Memfasilitasi dan mengoptimalkan bakat-bakat di tiap kelasnya,&rdquo; komentarnya.</p><p>Tak hanya penampilan dari mahasiswa FIB, namun ada juga penampilan dari darmasiwa dari berbaga negara. Mereka menampilkan musikalisasi puisi berjudul &ldquo;Indonesia&rdquo; karya Fernando Novelius, mahasiswa Sastra Inggris angkatan 2014.</p><p>&ldquo;It is nice event and very good that Unmul provides a possibility for students to reveal themselves. I liked the performance and it can be seen that students put a lot of effort to make their best during the event,&rdquo; ungkap Aiste, salah satu darmasiswa asal Lithuania. <strong><em>(els/e2)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dipilihnya Badan Pengurus Inti LPM Sketsa Unmul 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/dipilihnya-badan-pengurus-inti-lpm-sketsa-unmul-2017/baca </link>
<guid> dipilihnya-badan-pengurus-inti-lpm-sketsa-unmul-2017 </guid>
<pubDate> Tue, 01 Nov 2016 09:59:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BPI Baru beserta MPO. (Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/dipilihnya-badan-pengurus-inti-lpm-sketsa-unmul-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E32R6iaY5L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dipilihnya Badan Pengurus Inti LPM Sketsa Unmul 2017</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Musyawarah Besar (Mubes) LPM Sketsa Unmul IV yang dilaksanakan Sabtu (29/10). Acara dimulai dari pukul 09.30 Wita dan berlangsung hingga 20.00 Wita. Tujuannya tidak lain adalah sebagai pergantian kepengurusan LPM Sketsa Unmul.</p><p>Mubes dipimpin oleh tiga presidium yaitu Uswatun Hasanah, Fadiah Adlina, dan Fitia Nuril Salsabila. Mubes tidak ubahnya dengan tahun sebelumnya, mulai membahas tata tertib, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Garis-garis Besar Haluan Organisasi dan Tim Formatur. Dari sana selanjutnya akan dipilih calon-calon Badan Pengurus Inti (BPI) LPM Sketsa Unmul untuk periode baru.</p><p>Bersama salah satu anggota Majelis Pertimbangan Organisasi, Ahmad Agus Arifin, Tim Formatur dan Demisioner BPI menetapkan BPI LPM Sketsa Unmul 2017. Di antaranya sebagai berikut:</p><p>Ketua Umum: Khajjar Rohmah, Hubungan Internasional, FISIP 2013</p><p>Sekretaris : Uswatun Hasanah, Ilmu Komunkasi, FISIP 2015</p><p>Bendahara: Rizky Rachmadiani, Hubungan Internasional, FISIP 2014</p><p>Ketua Redaksi: Wahid Tawaqal, Sastra Indonesia, FIB 2014</p><p>Ketua Penelitian dan Pengembangan: Mayang Indriany Risna Biru, Ilmu Pemerintahan, FISIP 2014</p><p>Ketua Biro Iklan dan Pemasaran: Achmad Syahrif, Hubungan Internasional, FISIP 2013</p><p>Turut hadir dari alumni juga mantan ketua LPM Sketsa 2011-2012, Risna Puspita memberikan semangat kepada BPI terpilih tahun 2017. &ldquo;Semoga kalian tetap solid dan amanah dalam mengerjakan tugas,&rdquo; pesannya.<strong><em>&nbsp;(mwp/e2)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merespon Pernyataan DPM FH (Quo Vadis Demokrasi di Unmul) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/merespon-pernyataan-dpm-fh-quo-vadis-demokrasi-di-unmul/baca </link>
<guid> merespon-pernyataan-dpm-fh-quo-vadis-demokrasi-di-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 02 Nov 2016 08:39:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berbicara tentang Pemira sangat erat kaitannya dengan proses demokrasi. (Ilustrasi demokrasi oleh Aditya Ferry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/merespon-pernyataan-dpm-fh-quo-vadis-demokrasi-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Okw3m3MHDT.png" />
					</figure>
			                <h1>Merespon Pernyataan DPM FH (Quo Vadis Demokrasi di Unmul)</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Berbicara</strong> tentang Pemira sangat erat kaitannya dengan proses demokrasi. Tahun 2016 adalah salah satu fenomena berkurangya kuantitas pemilih secara drastis dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya. Segala tuntutan dari berbagai pihak yang ditujukan ke DPM KM Unmul juga memberi gambaran pentingnya perbaikan sistem Pemira Online dan konsekuensi terhadap transparansi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.</p><p>Pemilihan umum dan Pemira di Unmul sebenarnya memiliki relevansi yang sama. Berdasarkan UUD 1945 pasal 22E ayat 1 yang menegaskan pahwa pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Berbicara konteks demokrasi di Unmul saya teringat Pemira BEM KM Unmul merupakan moment tahunan yang menjadi ajang pertarungan visi misi hingga ajang perang gagasan. Setiap tahun, ajang pesta demokrasi tahunan versi mahasiswa Unmul tersebut sangat ramai menjadi viral di lini social media. Walaupun Pemira tahun ini sudah selesai, tetapi atmosfernya masih bisa kita rasakan sampai sekarang. Untuk membangkikan kembali atmosfer tersebut, saya mau mengulas hal yang turut menjadi ironi bagi kita tentang dibungkamnya demokrasi di salah satu fakultas yang ada di Unmul. Interpretasi tersebut kemudian melanggar UUD 1945 pasal 28l ayat 2 yang berbunyi &ldquo;Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu&rdquo;.</p><p>Beberapa hari yang lalu, DPM FH meminta agar suara mahasiswa FH yang sah dihapuskan dan tidak termasuk dalam perhitungan suara yang sah. Jelas, hal ini merupakan bentuk dari pengkebirian terhadap demokrasi dan pediskriminasian &nbsp;HAM (Hak Asasi Manusia) yang diatur dalam UU No. 39 tahun 1999 karena DPM FH melakukan pembatasan yang langsung didasarkan terhadap kepentingan suatu kelompok atau golongan tertentu. Terutama dalam sistem pemilihan sudah diatur dalam UU No. 39 tahun 1999 pasal 23 ayat 1 yang berbunyi &ldquo;Setiap orang berhak memilih dan mempunyai keyakinan politiknya&ldquo; dan ayat 2 yang berbunyi &ldquo;Setiap orang bebas untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat sesuai hati nuraninya, secara lisan dan atau tulisan melalui media cetak maupun elektronik dengan memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan bangsa&rdquo;. Masih mau disebut tidak melanggar HAM ?</p><p>Lagipula, memilih itu adalah hak bukan kewajiban. Di suatu sisi hal itu bermakna boleh memilih boleh tidak. Hak juga tidak ada koreksi dengan sanksi seperti halnya kewajiban. Otomatis setiap mahasiswa berhak memilih salah satu pasangan calon tetapi bukanlah sebuah kewajiban, apalagi sampai dibungkam dan dijustifikasi suara mahasiswa bisa diwakili oleh suara lembaga tentu hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar apakah demokrasi saat ini mengalami reduksi.</p><p>Dahulu sempat menjadi sebuah perdebatan alot tentang Pilkada yang menurut saya relevan dengan kasus seperti ini. Yaitu Pilkada langsung atau dipilih melalui DPRD ? Opsi ini kemudian dikaitkan dengan demokrasi.</p><p>Jelas sistem seperti ini adalah sistem yang ditolak secara tegas oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Apabila sistem seperti ini diwujudkan, implementasi demokrasi bisa saja terjerumus pada sistem otoriter.</p><p>Dari sini saja kita tidak sepakat apabila Pilkada diwakilkan oleh DPRD dan kampus yang notabene merupakan miniatur pemerintahan apabila kita kaitkan sama halnya jika Pemira di Unmul yang memilih Presiden dan Wakil Presiden hanya lembaga legislatifnya saja tanpa ada partisipasi dari mahasiswanya. Sebenarnya apa indikator sebuah lembaga bisa mewakili suara mahasiswanya ? Apakah lembaga legislatif itu dipilih secara demokratis layaknya anggota dewan ? Beberapa kontemplasi tersebut layak kita pertegas sebelum kita melakukan justifikasi. Apalagi aturan tersebut hanya bersifat verbal, tidak memiliki dasar yuridis dan tidak tercantum didalam AD/ART.</p><p>Salah satu tren budaya demokrasi adalah sebuah konsep <em>loyal opposition&nbsp;</em>yang artinya politik kampus pun memiliki kompetitor &nbsp;yang bisa saja tidak akan setuju terhadap lawan politiknya, namun yang terpenting adalah bersikap toleran satu sama lain, mengakui legitimasi dan bersikap bijaksana. Beberapa sikap tadi mungkin sulit dilakukan mengingat beberapa kultur politik masing-masing fakultas yang berbeda.</p><p>Semua pihak tentu harus menjaga komitmennya terhadap nilai dasar demokrasi. Salah satu contohnya dalam bentuk toleransi, dimana yang kalah atau tidak memilih menerima hasil yang ditentukan pada saat Pemira sehingga peralihan kekuasaan bisa berlangsung kondusif dan tidak akan kehilangan kebebasannya untuk berparisipasi dalam publik. Maksudnya bukan loyal terhadap kebijakannya, tapi loyal pada demokrasi itu sendiri. Karena pada hakikatnya demokrasi itu bukan sebarapa banyak suara yang terhitung sah namun tentang partisipasi mahasiswa dalam proses politik.</p><p>Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Robert A. Dahl, disamping untuk menghindari tirani. Demokrasi juga dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang lain, diantaranya adalah terwujudnya hak-hak esensi individu, terdapat kesempatan untuk menentukan posisi dari individu, dan adanya kesejahteraan. Maka apabila karena kita melarang orang untuk berpartisipasi dalam Pemira, lantas solusi dan langkah konkret apa yang akan anda sampaikan untuk membawa Unmul lebih baik kedepan ?</p><p>&ldquo;Demokrasi adalah tentang memberikan kesempatan bagi semua mahasiswa agar kepentingan mereka bisa diakomodir dan di pertaruhkan&rdquo;. Oleh karena itu, Pemira secara langsung itu memberi kesempatan yang lebih luas kepada mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai proses politik.</p><p><br></p><p>Ditulis oleh:</p><p><strong><em>Aditya Ferry Noor</em></strong></p><p><em>Ketua BEM FEB Unmul 2016</em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Solusi Golput </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/solusi-golput/baca </link>
<guid> solusi-golput </guid>
<pubDate> Wed, 02 Nov 2016 08:49:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto Ibrahim, dok. Pribadi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/solusi-golput/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YlBUamqq7L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Solusi Golput</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Anggaran</strong>&nbsp;<strong>Pemira</strong> tahun ini dipangkas cukup besar. Nominal tersisa untuk event akbar pemilihan presiden dan wakil presiden mahasiswa ini hanya Rp 50 juta. Bisa jadi alasan golput tinggi? Beberapa pekan lalu, saya berdiskusi dengan dosen di Fakultas Hukum. Dia mengatakan, dana Pemilu, Pilkada, Pilpres, atau Pemira yang minim tidak 100 persen linier dengan besar dan kecilnya golput. Karena seberapa banyak pun uang yang tersedia, tidak menjadi jaminan golput bisa diminimalisasi. Sebab, golput bukan sekadar perhitungan matematis (teknis), tetapi ditentukan oleh banyak variabel. Seperti ideologi, situasi sosial ekonomi, dan yang tak kalah penting kualitas calon.</p><p>Seperti diketahui, tahun ini banyak mahasiswa meragukan kualitas para kandidat yang bertarung. Apalagi, Pemira ini saya katakan rasa fakultas. Norman dan Endra, merupakan calon presiden BEM KM Unmul yang berasal dari fakultas yang sama di FEB. Bahkan, ketua penyelenggara Pemira (KPPR) dan ketua DPM KM Unmul merupakan mahasiswa FEB pula. Hanya ketua pengawas Pemira yang berasal dari fakultas berbeda di Fakultas Pertanian. Tapi, menurut saya sosoknya pun kurang etis. Saat menjabat sebagai panwas, mestinya ia tidak mencalonkan diri sebagai calon presiden di Pemira BEM Faperta. Atau kalau perlu menanggalkan saja posisi panwas yang tengah dia jabat sekarang. Tapi ini hanya persepsi, aturan yang melarang dan membolehkan hingga saat ini belum terkonfirmasi. &nbsp;</p><p>Kembali ke pembahasan golput. Jadi dalam pesta demokrasi, bukan besar kecilnya dana yang menentukan hasil. Kita sepakat bahwa kreativitas penyelenggara adalah kunci keberhasilan pesta &ldquo;dari, oleh, dan untuk&rdquo; mahasiswa ini. Cara yang dilakukan beragam, bisa dilakukan dengan kerja sama antar organisasi, misalnya himpunan, BEM, DPM, dosen, tokoh-tokoh mahasiswa, dan sebagainya.</p><p>Ke depan, saya menyarankan, pelaksana Pemira untuk melakukan sosialisasi yang lebih masif. Minimal DPM di tingkat fakultas. Tahun ini yang tampak antusias hanya DPM FEB. Mungkin karena Pemira universitas rasa fakultas FEB. Kemudian menghindari berpangku dengan publikasi online. Apalagi sekadar quotes dukungan kepada calon tertentu. Karena menurut saya itu sekadar gambar yang didesain untuk memenuhi timeline di media sosial. Dampaknya sangat kecil, bahkan bisa jadi tidak ada. Silakan amati, berapa like, share, dan komentar dari tiap publikasi yang Anda lakukan di Facebook. Jika di bawah 20 respon dari sekira 40 ribu mahasiswa di Unmul itu masih sangat kecil.</p><p>Potensi pemilih di Unmul ini sangatlah besar. Tahun ini mahasiswa baru mencapai 5.000 orang. Belum dua angkatan sebelumnya yang sudah berpartisipasi dalam Pemira online. Ada kemunduran, namun tak perlu disesali. Ini pelajaran bagi semua agar tidak lekas percaya diri, dan tetap menjadi penyelenggara yang mengayomi, independen, jujur, dan adil. Bukan berpihak, apalagi menguntungkan satu golongan atau warna tertentu. Demokrasi menghargai perbedaan untuk menyatukan dan menguatkan.</p><p>Yang tak kalah penting pula harus diperhatikan dalam Pemira ini adalah memposisikan mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan sebagai subjek yang harus terlibat secara partisipatif. Bukan sebagai objek yang hanya diminta untuk memilih calon A tanpa mengetahui kelebihan, kekurangan, alasan, dan latar belakang. Bahkan, jika perlu saat ini sudah harus dirancang bagaimana penentuan calon presiden dan wakil presiden dilakukan secara terbuka. Melalui penjaringan, pendaftaran, fit and proper test, agar kualitas calon teruji. Unmul ini terlalu besar jika dibebankan kepada orang-orang berpikiran sempit dan picik.</p><p>Besar harapan, evaluasi dilakukan menyeluruh di berbagai tingkatan. Dari hulu hingga hilir. Semua elemen mahasiswa harus merasa terpanggil untuk menjadi bagian penting, demi memperbaiki sistem yang mulai rapuh dan rusak di Unmul saat ini.&nbsp;</p><p><br></p><p>Ditulis oleh:</p><p><strong><em>Ibrahim</em></strong></p><p><em>Mahasiswa FKTI Angkatan 2011&nbsp;</em></p><p><em>Wakil Presiden BEM KM Unmul 2015</em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Hukum yang Melempar Gelas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-hukum-yang-melempar-gelas/baca </link>
<guid> mahasiswa-hukum-yang-melempar-gelas </guid>
<pubDate> Wed, 02 Nov 2016 18:46:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beredar di Media Sosial sosok mahasiswa Hukum yang disebut melempar gelas ke arah ketua KPPR dan Wakil Rektor III, Encik. (Sumber gambar di FB Grup Busam Samarinda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-hukum-yang-melempar-gelas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5KsJce7p3x.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Hukum yang Melempar Gelas</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-&nbsp;</strong>Foto di atas mendadak viral dan ramai dibicarakan setelah tersebar lewat grup Bubuhan Samarinda (Busam) di media sosial Facebook. Dalam foto itu, disebutkan mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unmul bernama Raynaldo tengah dicari. Karena telah melempar gelas ke Ketua Komisi Pemilihan Raya (KPPR) dan mengenai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Ahmad Syaifudin.</p><p align="justify">Ditelusuri <em>Sketsa</em>, kasus ini adalah buntut dari permintaan penghapusan 106 suara mahasiswa hukum yang dilayangkan DPM FH kepada KPPR. Kedua belah pihak kemudian membahasnya dalam rapat bersama yang juga melibatkan DPM KM Unmul, Panwas pemira, dan kemahasiswaan pada Senin (31/10) kemarin, di Ruang Rapat Lantai I Gedung Rektorat Unmul. Insiden pelemparan gelas terjadi dalam rapat tersebut.</p><p align="justify">&ldquo;Kronologinya kan berawal dari permasalahan itu, kami klarifikasi 106 suara. Kesepakatan di rapat pagi, 53 suara dari masing-masing calon dipotong,&rdquo; ujar Ketua DPM FH, Fong Tek Wing kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>(1/11).</p><p align="justify">Dari keterangan yang diberikan pihak DPM FH, rapat berlanjut di siang harinya. Dalam kesempatan tersebut pihak DPM FH memberikan surat pernyataan resmi yang berisi penolakan &nbsp;adanya pemira online, penghapusan suara, dan representasi mahasiswa hukum sepenuhnya oleh DPM.</p><p align="justify">Namun, surat tersebut mendapat penolakan dari pihak KPPR dan DPM KM Unmul dengan alasan tidak memiliki dasar hukum. Padahal surat itu sudah ditandatangani oleh Ketua DPM FH dan Wakil Dekan I &nbsp;di atas materai 6 ribu. Hal tersebutlah yang memicu ketegangan hingga aksi dorong tak terelakkan.</p><p align="justify">Meski begitu, DPM FH menegaskan tidak ada aksi anarkis berupa pemukulan. Aksi lempar gelas pun hanya sekali dan tidak diketahui siapa yang melempar. Gelas yang dilempar pun hanya gelas plastik air minum dalam kemasan dan tidak mengenai siapapun. Wakil Rektor, Encik hanya kecipratan.</p><p align="justify">&ldquo;Yang nge-<em>share</em> di Facebook itu akun palsu. Foto cuma satu, grupnya cuma Busam, temannnya cuma 40,&rdquo; sebut Fong Tek Wing yang mengaku menulusuri sendiri akun penyebar foto yang dianggapnya provokatif dan menyudutkan. &ldquo;Saya bertanggung jawab penuh atas kemarin itu kalau memang ada pemukulan,&rdquo; imbuhnya lagi.</p><p align="justify">Tim <em>Sketsa</em> juga berhasil menemui Raynaldo yang disebut-sebut sebagai pelaku pelemparan gelas dan sedang dicari sebagai &lsquo;buronan&rsquo;.</p><p align="justify">&ldquo;Ya kalau disebut buronan, yang pertama itu pencemaran nama baik karena saya tidak melakukan hal itu. Kalau ada buktinya silahkan perlihatkan!&rdquo; tegas mahasiswa FH yang akrab disapa Aldo tersebut.</p><p align="justify">&ldquo;Saya cuman sekedar mendorong. Tapi untuk pelemparan segala pemukulan itu gak ada,&rdquo; jelasnya lagi.</p><p align="justify">Mahasiswa semester tiga ini juga mengaku, belum ada yang mencarinya meski ia ditetapkan sebagai &lsquo;buronan&rsquo;. &ldquo;Enggak ada yang nyari, saya selalu stay disini (FH, red),&rdquo; ucapnya.</p><p align="justify">Menyikapi kasus ini, DPM FH berencana akan menemui Encik untuk mengklarifikasi masalah tersebut. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Mahasiswa Peternakan Budidayakan Kotoran Kelinci </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-mahasiswa-peternakan-budidayakan-kotoran-kelinci/baca </link>
<guid> langkah-mahasiswa-peternakan-budidayakan-kotoran-kelinci </guid>
<pubDate> Thu, 03 Nov 2016 11:14:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> melalui program Dikti berupa Program Hibah Bina Desa (PHBD) Unmul lolos ke nasional diwakili oleh mahasiswa jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian (Faperta). (Foto: dok. Hayatul Mufidah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-mahasiswa-peternakan-budidayakan-kotoran-kelinci/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AluxJI3InA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Mahasiswa Peternakan Budidayakan Kotoran Kelinci</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA -</strong> Menambah daftar prestasi Unmul di kancah nasional, melalui program Dikti berupa Program Hibah Bina Desa (PHBD) Unmul lolos ke nasional diwakili oleh mahasiswa jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian (Faperta).</p><p align="justify">Hayatul Mufidah, ketua tim mengatakan seleksi ada dua tahap yaitu pra-proposal. Proposal yang masuk sekitar 2.700, lanjut diseleksi menjadi 300 hingga akhirnya menjadi 120 proposal.</p><p align="justify">&ldquo;Seharusnya setelah lulus tahap proposal ada tahap presentasi tapi karena tahun ini ada defisit anggaran jadi langsung aja,&rdquo; kata perempuan yang akrab disapa Fidah itu.</p><p align="justify">Selain Unmul, yang lolos ada pula Institut Teknologi Kalimantan yang menjadi wakil Kalimantan Timur pada PHBD. Sistematika pengajuan proposal langsung ke nasional tanpa seleksi di universitas dan penguman diumumkan melalui website Dikti. Sebelumnya Unmul pernah mengikuti program ini namun gagal dan tahun ini berhasil lolos.</p><p align="justify">Semua ini bermula setelah melihat banyaknya kotoran kelinci yang tidak dimanfaatkan, lantas Fidah dan kawan-kawan menjalin kerja sama dengan peternak kelinci kandang hijau dan karang taruna di kelurahan Lempake.</p><p align="justify">&ldquo;Orang-orang suka kelinci tapi limbahnya enggak suka, kami tim PHBD melihat itu kenapa limbanhnya enggak dimanfaatkan? Jadi kami berinisiatif untuk integrasi dari peternakan kelinci dengan cacing lumbricus jadi kotoran dan feses kelinci kami buat pupuk yaitu pupuk bokasi dan pupuk cair,&rdquo; terangnya.</p><p align="justify">Pupuk bokasi dapat dijadikan media untuk cacing lumbricus. Proses pembuatan ini (fermentasi) memerlukan waktu 7-10 hari. Setelah pupuk bokasi jadi, pupuk tersebut dapat dijadikan pakan cacing dan pupuk cair langsung dijual. Pupuk bokasi juga dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tumbuhan. Cacing lumbricus sendiri dapat berkembang pada media dedaunan kering, kertas bekas.&nbsp;</p><p align="justify">Selain karena melihat banyaknya limbah berupa kotoran, kegiatan ini dilatar belakangi pula dengan banyaknya <span>pemutusan hubungan kerja (PHK)&nbsp;</span>yang terjadi di Kalimantan.&nbsp;</p><p align="justify">&ldquo;Kami berusaha membuat semuanya menjadi uang, dari limbah dijadikan pupuk lalu dijual, budidaya cacingnya juga bisa dijual,&rdquo; ucapnya.</p><p align="justify">Selain itu, ada beberapa tahap yang dilalui oleh Fidah dan timnya, yakni sosialisasi, pelatihan, pembukaan, pendampingan, dan pelaporan. Fidah mengatakan, bahwa timnya sedang tahap pendampingan.</p><p align="justify">&ldquo;Kami sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat, pendampingan itu kegiatannya memantau masyarakat. Jika ada masyarakat yang ingin menanyakan, bagaimana membuat rak cacing yang benar, ada masalah dengan cacing, biasanya cacing itu masalahnya pada semut dan tikus,&rdquo; jelasnya.</p><p align="justify">Fidah mengaku ingin fokus kepada satu desa terlebih dahulu. Walaupun program ini akan berakhir pada November, namun Fidah dan timya berkeinginnan akan terus mendampingi sekaligus menjalin silaturahmi dengan masyarakat.</p><p align="justify">&ldquo;Untuk sekarang fokus kepada satu desa dulu, karena biasanya masih banyak kekurangannya jadi mau memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(adn/e2)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title>   Dilempar Gelas Plastik, Ini Kata WR III dan KPPR </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilempar-gelas-plastik-ini-kata-wr-iii-dan-kppr/baca </link>
<guid> dilempar-gelas-plastik-ini-kata-wr-iii-dan-kppr </guid>
<pubDate> Fri, 04 Nov 2016 01:16:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> WR III dan KPPR yang diduga terkena lemparan gelas plastik mengaku hanya terciprat air. (Ilustrasi: www.notshallow.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilempar-gelas-plastik-ini-kata-wr-iii-dan-kppr/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H3eHyuSBTM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>  Dilempar Gelas Plastik, Ini Kata WR III dan KPPR</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III), Encik Ahmad Syaifudin memberikan konfirmasi terkait aksi lempar gelas plastik mahasiswa hukum yang dituding mengenai dirinya. Ia mengaku hanya terciprat air, tidak lebih.</p><p>Adapun aksi dorong yang sempat terjadi antara DPM FH dengan pihak KPPR saat rapat Senin (31/10) lalu, disebut Encik bukan sebuah kericuhan. &ldquo;Itu adalah sebuah dinamika anak muda, bukan sebuah kericuhan,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em> melalui surel.</p><p>Terkait surat pernyataan yang diajukan DPM FH, serta berbagai perangkat dan instrumen Pemira DPM KM, Encik menghormatinya sebagai sebuah bentuk pembelajaran politik bagi mahasiswa. &ldquo;Proses berjalan sesuai mekanisme, dan keberadaan saya hanyalah sebagai mediator, tidak boleh melakukan intervensi,&rdquo; katanya menambahkan.</p><p>&ldquo;Baik DPM KM, KPPR maupun DPM FH adalah anak-anak saya yang sedang menuju pendewasaan pemikiran serta keterampilan. Harapan saya mereka dapat saling meningkatkan pemahaman, saling pengertian, kerja sama, serta hormat menghormati satu dengan lainnya,&rdquo; pesannya lagi.</p><p>Terpisah, Ketua KPPR Dwi Luthfi mengatakan alasan pihaknya menolak surat pernyataan yang dilayangkan DPM FH adalah karena tidak ada dasar penghapusan suara oleh lembaga. &ldquo;Itu murni pelanggaran HAM &nbsp;karena suara bersifat hak individu dan mutlak. Mereka (DPM FH) berdasarkan asumsi, tidak ada dasar regulasi di AD/ART,&rdquo; terangnya kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (2/11).</p><p>Luthfi pun mengatakan, menurut Wakil Dekan I FH, Mahendra Putra Kurnia, surat pernyataan bisa dikeluarkan setelah melewati proses penalaran hukum (legal reasoning). Luthfi menyebut, DPM FH sama sekali tidak memenuhi itu bahkan setelah masa pengajuan keberatan usai.</p><p>&ldquo;Poin pertama sebelum mengeluarkan surat pernyataan itu harus ada legal reasoning, landasan. Enggak buat itu, enggak bisa lanjut poin berikutnya,&rdquo; tegasnya.</p><p>Lebih lanjut Luthfi menjelaskan dalam AD/ART DPM FH tidak diatur bahwa mereka dapat menghapuskan suara di Pemira.</p><p>Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu menyebut perihal penghapusan 53 suara dari masing-masing paslon baru berupa opsi, bukan kesepakatan. Sebab, kedua pasangan calon dan saksi juga tidak setuju karena dianggap tidak objektif.</p><p>&ldquo;Karena di forum saya sudah beberapa kali pastikan, suara tidak dihapuskan! <em>Deadlock</em>, beberapa dari mereka bilang, wah berarti ngajak <em>chaos</em> ni orang, tunggu di luar kamu ya,&rdquo; ujar Luthfi menirukan nada yang diarahkan kepadanya.</p><p>Tepat setelah itu suasana menjadi ricuh dan kedua belah pihak terlibat aksi saling dorong. Bahkan, Luthfi mengaku sempat terjatuh dan merasa ada yang menginjak. &ldquo;Sempat merasakan adanya injakan di punggung, dan rekan-rekan di forum bilang memang ada upaya pemukulan,&rdquo; aku mahasiswa jurusan Akuntansi semester lima itu. &nbsp;</p><p>Meski sempat ricuh, rapat akhirnya ditutup dengan hasil penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul terpilih periode 2016/2017, Norman Iswahyudi-Bhakti Muhammad Zuar. <strong><em>(krv/e2)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penghapusan Suara pada Pemira BEM KM Unmul Melanggar HAM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/penghapusan-suara-pada-pemira-bem-km-unmul-melanggar-ham/baca </link>
<guid> penghapusan-suara-pada-pemira-bem-km-unmul-melanggar-ham </guid>
<pubDate> Sat, 05 Nov 2016 03:01:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Usulan penghapusan suara mahasiswa dalam Pemira Unmul, terang Yuda melanggar HAM. (Foto: dok. Pribadi Muhammad Gatot Subratayuda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/penghapusan-suara-pada-pemira-bem-km-unmul-melanggar-ham/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o88T4AUKOh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penghapusan Suara pada Pemira BEM KM Unmul Melanggar HAM</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Gagasan</strong>&nbsp; pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat manusia, yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungan sosial. Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat dua asas pokok demokrasi yaitu pertama, pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil. Kedua, pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.</p><p>Dalam asas demokrasi yang kedua menyebutkan tentang hak asasi manusia (HAM). Menurut terminologi, istilah Hak Asasi Manusia (HAM) atau human rights berasal dari <em>basic rights</em> dan fundamental <em>rights</em>. Dalam bahasa Perancis dikenal istilah <em>droits de l&rsquo; homme</em> yang berarti hak asasi manusia. Istilah ini pertama kali dikenal sejak Revolusi Perancis 1789. Dalam perkembangannya, istilah human rights dituangkan dalam <em>Universal Declaration&nbsp;</em><em>of Human Rights&nbsp;</em>(Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia &ndash; DUHAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 10 Desember 1948. <em>Basic rights</em> dan fundamental rights lebih menyoroti aspek hak yang paling mendasar atau fundamental. Sedangkan human rights lebih fokus pada aspek &ldquo;hak-hak yang melekat pada manusia&quot;.&nbsp;</p><p>Jenis HAM yang dicantumkan dalam DUHAM yang juga telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia dalam bentuk undang-undang adalah Hak Asasi Politik <em>(Political Rights)</em>, yakni hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan politik. Contoh hak-hak asasi politik adalah hak untuk dipilih dan memilih dalam suatu pemilihan. Apabila das sollen yang telah dijabarkan tersebut telah tercapai maka kemajuan, kesejahtraan, dan keadilan akan tercapai pada sebuah negara.</p><p>Dari teori-teori demokrasi yang didapatkan di dalam kelas harus dapat diaplikasikan pada kehidupan nyata terutama dalam berorganisasi yang mana setiap pimpinan organisasi dipilih oleh anggota organisasinya atau yang lebih khusus lagi adalah BEM tingkat Universitas maupun Fakultas yang menjadi penyambung lidah mahasiswa di kampus dan rakyat dan menjadi referesentasi dari seluruh mahasiswa di kampus. &nbsp;Miniatur sebuah negara kini ada di kampus sebagai wadah perjuangan untuk keadilan dan kesewenang-wenangan sekaligus wadah belajar untuk menjadi negarawan.</p><p>Tapi, suatu kejadian luar biasa terjadi di universitas terbesar di Kalimantan Timur yang membuat tercorengnya sebuah demokrasi. Ada oknum-oknum yang berupaya agar sebuah pesta demokrasi terbesar di kampus ini tidak terlaksana dengan baik. Oknum yang menyatakan bahwa suara mahasiswa yang telah memilih dalam pemilihan raya tersebut harus dinyatakan dihapus oleh Komisi penyelenggara pemilihan Umum (KPPR) adalah orang-orang yang tidak paham demokrasi dan hak asasi manusia.&nbsp;</p><p>Seperti yang telah diterangkan di atas bahwa konsep ideal atau <em>das sollen</em> yang seharusnya menjadi dasar dari kondisi faktual atau <em>das sein</em>. Bagaimana mungkin sebuah suara yang sah diberikan oleh mahasiswa yang memiliki hak pilih harus dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Tidak ada pelanggaran atau kecurangan yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon atau tim kampanye mereka pada pemira tahun 2016.</p><p>Mekanisme pemilihan umum (Pemilu) yang seharusnya berjalan di Universitas Mulawarman dengan sebutan pemilihan raya (Pemira) tidak berjalan sebagaimana mestinya telah dapat disimpulkan terdapat sebuah <em>anomally</em> dan kemunduran berpikir demokratis dari mahasiswa itu sendiri. Hal dan peristiwa yang menjadi masalah dalam pemilu sejatinya dapat diselesaikan dengan pengajuan gugatan kepada lembaga-lembaga yang berwenang dalam Pemilu tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. Bukannya dengan sebelum Pemilu dilaksanakan menyatakan sikap yang inskonstitusional oleh lembaga mahasiswa yang masih menjadi pertanyaan apakah benar itu mewakili aspirasi mahasiswa atau hanya mewakili kepentingan oknum di belakang layar. Kemudian setelah pemilu juga melakukan tindakan-tindakan anarkis yang jauh dari cerminan intelektual.&nbsp;</p><p>Masih harus dipertanyakan pula apakah demokrasi di kampus tersebut berhasil dilaksanakan atau hanya teriakan-teriakan saat aksi saja demokrasi itu ada. Jika memang seperti itu maka kampus sebagai miniatur dari negara yang mencetak calon negarawan adalah sebuah isapan jempol belaka. Seperti pendapat Hans Kalsen seorang ahli hukum dan filsafat yang juga telah mencetuskan teori hukum murni mengatakan bahwa: &ldquo;Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat. Yang melaksanakan kekuasaan Negara ialah wakil-wakil rakyat yang terpilih. Di mana rakyat telah yakin, bahwa segala kehendak dan kepentingannya akan diperhatikan di dalam melaksanakan kekuasaan Negara&rdquo;.</p><p>Lebih disesalkan lagi yang seharusnya Ketua DPM Fakultas Hukum Unmul mengerti aturan hukum yang idealnya menjunjung tinggi <em>rule of law&nbsp;</em>malah berpendapat tak berdasarkan aturan hukum. Ketua DPM Fakultas Hukum yang menyatakan bahwa penghapusan suara Fakultas Hukum dalam Pemira BEM KM UNMUL tidak melanggar HAM adalah sebuah pendapat yang sangat keliru. Sebab, para mahasiswa tersebut telah dijamin haknya untuk dapat memilih para pemimpinnya di tingkat universitas sesuai dengan asas pemilu yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. &nbsp;Secara yuridis jelas bahwa pada konstitusi yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Statuta Universitas Mulawarman, Tap DPM UNMUL dan Tap KPPR UNMUL telah menjamin bahwa setiap orang yang merupakan warga negara Indonesia berhak dipilih dan memilih.</p><p>Secara formal legalistik pula di Indonesia, pemerintah telah mengesahkan (meratifikasi) melalui undang-undang beberapa instrumen hukum HAM internasional, yang juga turut memberikan pengukuhan HAM dalam sistem hukum nasional. Hal ini tertuang dalam Pasal 1 angka (1) UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Pasal 1 angka (1) UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Dalam kedua undang-undang ini dinyatakan bahwa &ldquo;hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia&rdquo;.&nbsp;</p><p>Pada Pasal 43 ayat (1) dinyatakan bahwa Setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 1 ayat (6) UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, yang menyatakan bahwa: &ldquo;Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku&rdquo;.</p><p>Selain itu menanggapi secara teoritis dan filosofis dari penrnyataan dari Jan Materson (Komisi HAM PBB) HAM adalah: &ldquo;hak-hak yang melekat pada setiap manusia, di mana tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia&rdquo;.&nbsp;</p><p>Menurut John Locke, hak asasi adalah: &ldquo;hak yang diberikan Tuhan sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Artinya, hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya, sehingga sifatnya suci&rdquo;.</p><p>Menelaah dari aspek filosofis, sosiologis, dan yuridis dari analisis yang telah dilakukan yang telah didukung pendapat para ahli di atas bahwa hak yang murni diberikan oleh Tuhan secara kodrati yang melekat selama manusia tersebut hidup telah dilanggar oleh sebuah lembaga yang seharusnya menjadi pengayom rakyat yang merupakan mahasiswa pada fakultas secara khususnya dan universitas yang dimaksud.</p><p>Tidak ada tendensi apa pun atau keberpihakan pada siapapun yang mendorong saya membuat tulisan ini. Tapi, saya merasa harus menyampaikan ini sebagai bahan analisis agar menjadi pelajaran dan solusi bagi permasalahan yang terjadi. Akan lebih baik apabila semua pihak dapat kembali berperan sebagai agen-agen yang memposisikan dirinya ibarat negarawan yang berpikir peradaban. Bukan hanya berpikir atas kekuasaan yang kemudian menjadi asal dan penyebab perpecahan di kalangan anak bangsa. Kampus seharusnya dapat dijadikan sebagai laboratorium politik yang melahirkan negarawan muda yang berpikir cerdas dan kritis. Tanpa harus menggadaikan idealisme agar dapat mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Semua orang tak kenal tua dan muda, senior maupun junior, mahasiswa baru atau mahasiswa yang sudah berkuliah kurang lebih tujuh tahun, harus menjunjung tinggi kebenaran dan tri dharma perguruan tinggi serta patuh akan hukum yang berlaku. Apabila hal-hal sebagaimana dimaksud dapat terpenuhi dan ideal, maka kampus sebagai miniatur negara dapat terealisasi maksimal dan pengaruhnya pada negara akan berdampak besar guna mewujudkan Indonesia sebagai negara madani.</p><p><em>Fiat Justicia Ruat Caelum</em></p><p>(Keadilan Harus Ditegakkan Sekalipun Langit Akan Runtuh)</p><p><br></p><p>Ditulis oleh:</p><p><strong><em>Muhammad Gatot Subratayuda</em></strong></p><p><em>Wakil Presiden BEM KM Unmul 2014</em></p><p><em>Alumnus Fakultas Hukum Universitas Mulawarman</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Kreatif Mahasiswa (PKM) 2016, Unmul Minim Peminat? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-kreatif-mahasiswa-pkm-2016-unmul-minim-peminat/baca </link>
<guid> program-kreatif-mahasiswa-pkm-2016-unmul-minim-peminat </guid>
<pubDate> Sun, 06 Nov 2016 07:58:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKM yang minim peminat. (Gambar dari: feb.trunojoyo.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-kreatif-mahasiswa-pkm-2016-unmul-minim-peminat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/39uacdflhP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Kreatif Mahasiswa (PKM) 2016, Unmul Minim Peminat?</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong> Untuk menyambut PIMNAS &nbsp;(Pekan Ilmiah Nasional) &nbsp;2017 di Makassar, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali mengadakan Program Kreatif Mahasiswa (PKM). PKM menuntut mahasiswa untuk berpikir kreatif, inovatif, solutif, dan mandiri atas persoalan yang terjadi di masyarakat.</p><p align="justify">Pendaftaran telah dibuka sejak 10 Oktober lalu hingga 12 November 2016 mendatang. Melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemenristekdikti membuka 7 program yang akan didanai. Di antaranya PKM Penelitian, PKM Kewirausahaan, PKM Pengabdian Masyarakat, PKM Penerapan Teknologi, PKM Penulisan Artikel Ilmiah, PKM Gagasan Ide, dan PKM Karsa Cipta.</p><p align="justify">Mahasiswa yang ingin mengikuti PKM dapat mengajukan proposal sesuai program yang telah ditetapkan oleh Dikti. Pengajuan ini dapat dilakukan melalui rektorat atau pribadi. Selanjutnya, proposal-proposal tersebut akan diseleksi kemudian yang lolos akan didanai. Program-program ini harapannya dapat dijalankan. Dikti akan mengawasi dan mengevaluasi jalannya program tersebut melalui presentasi dan laporan dari tim pengusung. Pada tahap terakhir, setiap tim PKM wajib membuat laporan akhir kegiatan. Nantinya laporan ini akan menjadi salah satu kompenen penilaiaan di PIMNAS.</p><p align="justify">Unmul sebagai universitas terbesar di Kalimantan Timur membuka peluang dan harapan besar kepada mahasiswanya agar ikut berpartisipasi dalam PIMNAS terkhusus PKM. Dengan berpartisipasinya Unmul diajang PKM harapannya dapat meningkatkan kualitas berpikir mahasiswa dan kredibilitas unmul di kancah nasional.</p><p align="justify">Namun sangat disayangkan, minat mahasiswa Unmul terhadap PKM tahun lalu masih sangat kecil. &ldquo;Tahun lalu saja hanya 10 tim dari Unmul yang lolos tahap 1. Kalau universitas di Jawa bisa mencapai ratusan orang yang lolos,&rdquo; ujar Fitriani, Menteri Penalaran dan Kelimuan BEM KM Unmul 2016.</p><p align="justify">Untuk PKM 2016 masih belum diketahui berapa jumlah partisipan dari Unmul. &ldquo;Kebanyakan mahasiswa daftar secara pribadi dari pada melalui rektorat, jadi untuk saat ini kami belum bisa memastikan jumlah pendaftar,&rdquo; terang Fitriani.</p><p align="justify">Untuk mengawal mahasiwa Unmul yang ingin berpartisipasi dalam PKM 2016, BEM KM Unmul berencana berkerja sama dengan pihak rektorat untuk melakukan pembekalan.</p><p align="justify">&ldquo;Tetapi karena kurang koordinasi, pada akhirnya mereka melakukan pembekalan sendiri, jadi kita tidak bisa melakukan pembekalan, karena jadinya nanti tumpang tindih,&rdquo; jelasnya. &ldquo;Jadi untuk tahun ini kita hanya mengajak mahasiswa untuk ikut PKM sambil memberi info dan memotivasi untuk ikut PKM melalui media sosial,&rdquo; imbuh mahasiswal Fakultas Ilmu Sosial dan Politik tersebut.</p><p align="justify">Pada akhir masa jabatannya ini, Fitriani berharapan kabinet BEM KM Unmul selanjutnya dapat menjaring seluruh mahasiswa Unmul yang ikut PKM, kemudian diberi pembekalan sehingga dapat dikawal menuju PIMNAS.</p><p align="justify">&ldquo;Pengawalannya bisa dalam bentuk <em>update</em> informasi dan pubikasi, kemudian juga bisa yang lolos pendanaan dikawal dalam menjalankan program mereka,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>mld/mpr</em></strong><strong><em>/e2</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengajak Mahasiswa Terusik dengan Lingkungan Kotor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengajak-mahasiswa-terusik-dengan-lingkungan-kotor/baca </link>
<guid> mengajak-mahasiswa-terusik-dengan-lingkungan-kotor </guid>
<pubDate> Sun, 06 Nov 2016 08:06:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Youth Go Green, komunitas peduli lingkungan mengajak mahaisiswa untuk terusik dengan lingkungan kotor. (Foto: Aisyah Ariyanti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengajak-mahasiswa-terusik-dengan-lingkungan-kotor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JWIEbotkBU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengajak Mahasiswa Terusik dengan Lingkungan Kotor</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Suasana dingin setelah hujan nampaknya tidak menyurutkan langkah anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas YGG (Youth Go Green) untuk membersihkan Kampus FKIP, Pahlawan. Komunitas peduli lingkungan itu memulai aksinya pada pukul 16.00 Wita, Jumat (4/11).</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Dengan nama kegiatan &ldquo;Pick Up to Clean Up&rdquo;, Ajeng Rahmawati, ketua komunitas bersama 8 anggotanya memungut sampah-sampah yang berserakan di sekitar Kampus Biru.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan utamanya membangun kesadaran seluruh mahasiswa Pahlawan khususnya untuk membuang sampah pada tempatnya,&rdquo; ujar Ajeng.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Kegiatan ini, diakui Ajeng, sebenarnya tengah menyindir para mahasiswa tentang kebersihan. Apabila kebanyakan dari mahasiswa cukup memiliki kesadaran niscaya mereka akan terusik dengan kegiatan ini.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">&ldquo;Aku <em>welcome</em> untuk orang yang mau ikut kegiatan ini. Aku lebih mengedepankan <em>volunteer</em> dan <em>feeling</em>,&rdquo; katanya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Kegiatan &nbsp;&rdquo;Pick Up To Clean Up&rdquo; sendiri akan rutin dilakukan setiap hari Jumat. Komunitas ini, kata Ajeng, tidak terikat jadi siapa saja yang memiliki ketulusan untuk &nbsp;membersihkan kawasan kampus boleh ikut. Jika nanti dalam penyelenggaraanya cukup berhasil, YGG berniat mengambil langkah ke depan dengan berkunjung ke SD. Membimbing para pelajar cilik itu untuk menyadari pentingnya membuang sampah pada tempatnya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">&ldquo;Karena itu lebih menyentuh kaya pendidikan dari sekolah dasar, <em>at least</em>&nbsp; mereka bisa ingat,&rdquo; ungkapnya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Namun sementara ini, YGG masih akan fokus pada lingkungan Kampus Biru saja. Setidaknya capaian manis apabila mahasiswa bisa sadar dan berhenti buang sampah sembarangan. Ya, barang sepuntung rokok, sebungkus permen, secarik kertas mereka tahu letaknya jika sudah tidak digunakan ada di tempat sampah. <strong><em>(asy/e2)</em></strong></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kongres KM Unmul, Perbenahan untuk Keluarga Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kongres-km-unmul-perbenahan-untuk-keluarga-mahasiswa/baca </link>
<guid> kongres-km-unmul-perbenahan-untuk-keluarga-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sun, 06 Nov 2016 09:50:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kongres KM Unmul telah meresmikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih BEM KM Unmul selama satu tahun ke depan. (Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kongres-km-unmul-perbenahan-untuk-keluarga-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R4bcdTGvjb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kongres KM Unmul, Perbenahan untuk Keluarga Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p align="justify" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sabtu (5/11) Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul berlangsung. Pembahasan dimulai pukul 09.30 Wita di Ruang Rapat Lantai 3, Rektorat. Dihadiri perwakilan setiap BEM, DPM/BLM serta UKM se-Unmul. Sesuai jadwal, di Sidang Pleno III yakni Pemilihan dan Penetapan Presidium Tetap Kongres, terpilih tiga nama yakni, Dwi Luthfi dan Sukardi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Ayu Paramita Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Meski terlambat tiga puluh menit, tibalah penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BEM KM Unmul periode 2015/2016. Sesuai kesepakatan, penyampaian LPJ langsung oleh Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Teguh Satria didampingi para Badan Pengurus Harian (BPH) selama lima belas menit. Menginjak waktu istirahat pukul 12.13 Wita, sidang diskors selama sejam dan dilanjutkan pukul 13.13 Wita yakni pandangan umum peserta Kongres KM. &nbsp;</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Pandangan umum peserta berupa saran dan kritik secara umum mengenai LPJ pun pergerakan BEM KM Unmul periode ini. Mengusung jargon Solusi Perbaikan untuk Indonesia, BEM KM Unmul kali ini memang sering sekali terlihat aktif dalam permasalahan yang terjadi di nasional. Namun, hal ini dinilai peserta kongres, seperti halnya Alief Mustofa, perwakilan DPM FEB bahwa orientasi BEM KM jangan hanya di nasional namun juga lingkup regional, khususnya universitas sendiri.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Lain halnya Fadly Idris Ketua BEM Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), mengkritik beberapa kementerian seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Seni Budaya dan Olahraga. Menurutnya dua kementerian ini kurang menyikapi permasalahan di bidangnya masing-masing. Fadly juga mempertanyakan rapat kerja BEM se-Unmul yang dulu sempat diinisasikan.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Perihal publikasi BEM KM sebagian berupa broadcast pesan<em>&nbsp;</em>serta dokumentasi foto, menurut Yoga Kurniawan, perwakilan BEM Fakultas Pertanian (Faperta) semestinya BEM KM mempunyai inovasi baru dalam hal ini, agar tak monoton juga mahasiswa gemar mengikuti perkembangannya.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Seperti tak ada habisnya, isu persatuan antara lembaga se-Unmul memang bahasan yang sering disebut dalam kongres ini. Isu-isu lain menurut peserta kongres belum terakomodir cukup baik yakni keamanan kampus, kegiatan BEM KM yang dirasa hanya di kampus pusat dan belum menyeluruh di kampus luar seperti Pahlawan, Banggeris, dan Flores.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Setelah pengesahan LPJ BEM KM Unmul dan jajarannya dinyatakan demisioner, dilanjut dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden KM periode 2016/2017. Memasuki laporan kerja DPM KM dan pengesahannya, beberapa peserta kongres mempertanyakan tidak adanya hak untuk memberikan pandangan umum.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">&ldquo;Sesuai <em>rundown&nbsp;</em>memang hanya laporan kerja, karena laporan kerja di sini hanya penyampaian saja berbeda dengan LPJ yang harus ditanggapi,&quot; ucap Akhmad Jaini, Ketua Panitia Kongres KM. Terang Jaini lagi, penyampaian tidak setujunya hal tersebut dapat disampaikan melalui Sidang Pleno VIII mengenai rekomendasi-rekomendasi Kongres KM.</p><p style="text-align: justify;">Banyaknya, peserta kongres yang ingin memberikan rekomendasi bagi perbenahan Kongres KM mendatang, menuai perdebatan cukup lama hingga tiba waktu istirahat dan kemudian dilanjut hingga sidang pleno terakhir yakni pelantikan anggota DPM KM Unmul periode 2016/2017.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Ketika acara berlangsung, permasalahan administrasi menjadi persoalan yang dihadapi peserta kongres. Persyaratan harus membawa surat mandat dari setiap lembaga merupakan hal wajib mengikuti kongres. Beberapa lembaga pun terlihat tak hadir seperti dari Fakultas Hukum dan Fakultas Kehutanan. <strong><em>(jdj/</em></strong><strong><em>e2)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rumah Kita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rumah-kita/baca </link>
<guid> rumah-kita </guid>
<pubDate> Mon, 07 Nov 2016 01:42:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto dari: wiwith.wordpress.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rumah-kita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gAgeD3FEDu.png" />
					</figure>
			                <h1>Rumah Kita</h1>
			              </header>
			              <p>Beralas tanah hitam dan beratap langit putih</p><p align="justify">Berdiri kokoh menentang umur senja</p><p align="justify">Warna-warni kusam yang memutih</p><p align="justify">Membalas senyum Insan dari pintu tua</p><p align="justify">Berlalu lalang tanpa arah</p><p align="right">Tanpa alasan kata ini terbentuk</p><p align="right">Melihat wajahmu yang layu dimakan zaman</p><p align="right">Menunggu detik rusak</p><p align="right">Kehancuran ragamu</p><p align="justify">Terima kasih untuk</p><p align="justify">Rasa yang kau berikan</p><p align="justify">Naungan nyaman nan hangat</p><p align="justify">Dalam teduhku yang lelap</p><p align="right">Kini kamu berubah</p><p align="right">Menjadi cantik dan muda</p><p align="right">Seksi dan menggoda lewat relokasi</p><p align="right">Tanpa harus berbasa-basi lagi</p><p style="text-align: left;"><br></p><p>Ditulis oleh: Andrew Ramos Winston, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Manajemen</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mbah Penjaga Kampus dan Cucunya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/mbah-penjaga-kampus-dan-cucunya/baca </link>
<guid> mbah-penjaga-kampus-dan-cucunya </guid>
<pubDate> Mon, 07 Nov 2016 02:00:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto dari: pinterest </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/mbah-penjaga-kampus-dan-cucunya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BVloLfn1eg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mbah Penjaga Kampus dan Cucunya</h1>
			              </header>
			              <p align="justify">Mbah Karso seharusnya pantas, apabila ia menerima penghargaan sebagai <em>wakar</em> kampus paling profesional. Selama ini, tidak pernah aku menemukan <em>wakar&nbsp;</em>yang selain rela berdiam dan menjaga kampus sendirian, tapi juga tetap selalu tersenyum di pagi hari, kalau para mahasiswa mulai datang.</p><p align="justify">Fakultas Ilmu Budaya memang tidak besar. Luas daerahnya tak lebih dari separuh fakultas-fakultas Unmul yang lain. Fakultas seni yang masih menyandang gelar rintisan ini, memiliki barang-barang yang di dalamnya bisa dikatakan buka bungkus. Komputer-komputer dosen, alat-alat ajar, sampai ke kursi-kursi kuliah pun, semuanya masih lumayan laku mahal kalau dijual ulang.</p><p align="justify">Belum lagi, alat-alat musik tradisional mahasiswa Etnomusikologi yang masih mulus-mulus. Barang etnik berharga mahal yang kalau sampai ada maling yang berani mencuri, bisa jadi si maling akan tiba-tiba jadi jutawan mendadak dan bikin banyak minimarket. <em>Semoga dia tidak mencalonkan diri jadi presiden. Amiinn!</em></p><p align="justify">Satu-satunya jangkar penyelamat itu semua adalah mbah Karso. Dia yang bertanggung jawab dengan keamanan semua barang yang ada di dalam kampus, hampir 24 jam.</p><p align="justify">Tak pernah aku melihatnya pulang, walaupun sebenarnya ia punya rumah. Ketika aku datang untuk masuk kuliah jam pertama di pagi hari, dia baru saja selesai menyapu seluruh halaman kampus. Tidak pernah aku tahu, ia mulai menyapu kampus jam berapa. Jangankan aku, cucunya yang juga menjadi teman satu kelasku di kampus, tidak pernah tahu kapan mbah Karso tidur dan bangun.</p><p align="justify">Karjo sendiri merupakan cucu ke 15 dari mbah Karso. Cucu yang sangat istimewa, karena hanya dia satu-satunya cucu yang sadar akan pentingnya pendidikan, serta pun mampu juga dalam berprestasi.</p><p align="justify">Cucu mbah Karso yang lain tidak tahu nasibnya bagaimana. Ada yang kerja tambang dan tak pernah pulang. Ada yang jadi TKI tapi tak pernah mengirim kabar, mitosnya sudah tak bernyawa namun ada yang bilang malu pulang karena sudah berbadan ganda. Ada juga cucu mbah Karso yang sangat sukses bernama Karto, atlet sepak bola terkenal yang juga membela timnas Indonesia. Sayangnya, tak pernah ia mengakui keberadaan mbahnya.</p><p align="justify">Satu-satunya cucu kebanggaan mbah Karso adalah Karjo. Cucu yang sadar pendidikan dan juga akhirnya mampu berkuliah, selain juga berprestasi di luarnya.</p><p align="justify">Karjo pun menjadi satu-satunya idola semua dosen yang masuk ke kelas Sastra Indonesia<em>&nbsp;</em>kami. Ia berpengetahuan tiga langkah lebih maju dari mahasiswa lainnya. Ketika muncul pertanyaan yang tidak terpecahkan dalam satu mata kuliah ketika berdiskusi, dosen tidak langsung menjawabnya sendiri. Langsung lah mereka meminta Karjo untuk menjawabnya dulu dan dengan lancar pun ia menerangkannya. <em>Tentu saja ia menjawab dengan sangat benar!</em></p><p align="justify">Bukan hanya cerdas, Karjo pun termasuk pemilik bakat <em>public speaking</em> nomer wahid di fakultas atau mungkin bahkan universitas. Kakak tingkat yang sudah hampir skripsi dan mengulang satu mata kuliah di kelas kami pun, harus tutup mulut rapat-rapat karena berhasil dibungkam ketika tanding argumen dengan Karjo.</p><p align="justify">Waktu Karjo mendapatkan kesempatan presentasi, ia akan memanfaatkan semua itu dengan sangat baik, bahkan seperti kami tidak punya celah untuk bertanya, <em>apalagi protes!</em> Ujung-ujungnya, kami akan bertanya hal-hal yang terlampau sepele.</p><p align="justify">&nbsp;&ldquo;Apa definisi kata?&rdquo;</p><p align="justify">&ldquo;Apa definisi kalimat?&rdquo;</p><p align="justify">&ldquo;Kenapa titik hitam yang menempel di kulit itu, namanya tahi lalat?&rdquo; Padahal kami tahu yang Karjo presentasikan saat itu adalah tentang sejarah sastra. <em>Iya! Kami tak cukup pintar!</em></p><p align="justify">Sebaliknya, ketika kami yang melakukan presentasi, Karjo akan menghabisi kami dengan berbagai macam pertanyaan. Pertanyaan yang tidak biasa. Selalu dikaitkannya dengan hal-hal kekinian atau bahkan pertanyaan yang seolah berjembatan dari pertanyaan satu ke pertanyaan lain.</p><p align="justify">Hanya aku satu-satunya orang yang bisa meredam pertanyaan Karjo, itupun karena aku teman dekatnya. Aku memang tidak bodoh, namun juga tidak terlalu pintar, apalagi sampai melampaui Karjo. Kemampuanku sebatas pengetahuan dari sedikit buku yang kubaca. Tapi, ketika aku melakukan presentasi dan memaparkan penjelasan, tidak ada pertanyaan dari Karjo. Ia bungkam, diam, seolah itu tanda bahwa ia tidak ingin menyusahkanku. Walaupun aku tetap ingin ia memperlakukanku sama seperti teman-teman yang lain.</p><p align="justify">Karjo selalu mendapatkan IP yang sempurna. Angka 4 kerap kali ia peluk. Aku hanya mampu membuntutinya di tempat kedua. Sekitar 0,05 atau 0,10 selisihnya. <em>Wajar kalau universitas bangga padanya.</em></p><p align="justify">Sekarang, tak bisa aku membayangkan mbah Karso menahan perih. Senyumnya pagi ini membuatku kembali kagum. Sekali lagi, dia sangat professional dalam pekerjaan.</p><p align="justify">Kawanku Karjo tewas dua hari yang lalu di kontrakannya dengan mulut berbusa putih. Diperkirakan, ia menenggak racun yang kebetulan ikut tercampur dalam bungkusan keripik singkong yang ada tepat berada di samping ia terbaring kaku. Tidak ada yang tahu pasti, apakah cemilan itu ia beli sendiri atau dari orang lain. Saat Karjo tewas, tidak ada siapa pun selain dia.</p><p align="justify">Raut wajah mbah Karso sangat <em>palsunisme</em>. Begitu bencinya ia pada sang pelaku, sampai dengan kuat ia berjanji untuk tidak akan pernah memaafkan orang yang telah berani membunuh cucu terbaiknya.</p><p align="justify">Aku sangat tersindir dengan senyum palsu itu. Kepedihannya benar-benar nyata. Sebagai teman dekat Karjo, mungkin aku tahu sesuatu yang mbah Karso tidak tahu.</p><p align="justify">Aku baru selesai untuk mata kuliah hari ini. Kulihat mbah Karso sedang duduk di salah satu sudut kampus dengan mata yang memandang tidak jelas. Aku tahu benar, siapa yang sedang mencoba memenuhi pikirannya saat ini.</p><p align="justify">Kudekati. Kulempar senyum. Sangat ikhlas ia membalas. Kujabat tangannya sembari pelan aku berkata, &ldquo;Mohon maaf mbah Karso, atas segala apa yang saya perbuat.&rdquo;</p><p><br></p><p><br></p><p align="justify">Ditulis oleh: Pandu Pratama Putra, Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Indonesia 2014. Penulis buku Jomblo Ngenest (2016)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Doctor Strange, Dimensi Marvel yang Lain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/doctor-strange-dimensi-marvel-yang-lain/baca </link>
<guid> doctor-strange-dimensi-marvel-yang-lain </guid>
<pubDate> Mon, 07 Nov 2016 08:44:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilmu sihir Doctor Strange dan upayanya menyelamatkan dunia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/doctor-strange-dimensi-marvel-yang-lain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h8lFdeqQQW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Doctor Strange, Dimensi Marvel yang Lain</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><span style="font-size: 14px;">Studio: Marvel Studios, Walt Disney Studios<br>Tanggal rilis: 26 Oktober 2016 (Indonesia) &amp; 4 november 2016 (USA)<br>Genre: Superhero, Action, Fantasy<br>Durasi: 115 menit<br>Sutradara: Scott Derrickson<br>Para pemain: Benedict Cumberbatch, Chiwetel Ejiofor, Rachel McAdams, Benedict Wong, Michael Stuhlbarg, Benjamin Bratt, Scott Adkins, Mads Mikkelsen, Tilda Swinton</span></p><p align="justify"><span style="font-size: 14px;">Menjelang akhir tahun 2016 ini, Marvel tidak ketinggalan memberikan satu lagi film superhero untuk melengkapi jajaran film Marvel Cinematic Universe Phase Three. Terhitung sejak 26 Oktober 2016 di Indonesia lebih cepat dari yang dijadwalkan, film Doctor Strange resmi ditayangkan.</span></p><p align="justify"><span style="font-size: 14px;">Berbeda dengan film-film superhero Marvel Studios lainnya, Doctor Strange memberikan sudut pandang lain terhadap apa yang membuat sebuah karakter dapat disebut sebagai pahlawan berkekuatan super yakni dengan kemampuan sihir.</span></p><p align="justify"><span style="font-size: 14px;">Stephen Strange tidak lahir dengan kemampuan sihir, akan tetapi ia adalah seorang dokter ahli bedah saraf yang terkenal dan telah berpengalaman melakukan berbagai operasi mustahil untuk dilakukan. Atas kemampuan bedahnya tersebut, Strange tak hanya mendapatkan penghargaan dan kekayaan, tetapi juga meninggikan keangkuhan serta egonya.</span></p><p align="justify"><span style="font-size: 14px;">Namun, kehidupannya berubah total ketika ia mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan kedua tangannya tak mampu lagi menjalankan kewajibannya sebagai seorang dokter bedah saraf. Dalam kondisi terdesak dan ingin menyembuhkan kedua tangannya secara total, Strange mencari jawabannya hingga ke Kamar-Taj, dan mulai berguru dengan The Ancient One. Dari sana, Strange pun harus melupakan semua yang ia tahu demi menyembuhkan tangannya</span></p><p align="justify"><span style="font-size: 14px;">Tentu saja, bukan berarti tidak ada bahaya yang mengancam. Kaecilius bersama anak buahnya, murid The Ancient One terdahulu, telah membelot dan hendak mempraktikkan mantra terlarang dan memanggil kekuatan gelap untuk mengubah dunia. Mau tidak mau, Strange pun harus terlibat dalam pertarungan yang melibatkan kekuatan mistis tersebut.</span></p><p align="justify"><span style="font-size: 14px;">Dunia yang diperlihatkan dalam Doctor Strange sangat berbeda dengan yang biasa terlihat dalam beberapa film superhero Marvel lainnya. Film ini lebih menjelaskan tentang kemungkinan adanya dunia pararel, dimensi lain serta kemampuan mistik dan sihir di Bumi; di mana semuanya ini akan membuka kemungkinan dan hal baru untuk film-film Marvel Cinematic Universe ke depannya. Didukung dengan efek CGI dan animasi yang halus, Doctor Strange memberikan pengalaman yang jauh berbeda dibandingkan film-film Marvel Studios lainnya. <strong><em>(fqh/e2)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bersaing Ketat, Farid-Aziz Unggul Satu Suara di Pemira FKTI  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bersaing-ketat-farid-aziz-unggul-satu-suara-di-pemira-fkti/baca </link>
<guid> bersaing-ketat-farid-aziz-unggul-satu-suara-di-pemira-fkti </guid>
<pubDate> Wed, 09 Nov 2016 01:22:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pasangan calon (paslon) ketua dan wakil ketua BEM FKTI nomor urut 2 Farid-Aziz unggul tipis atas pesaingnya saat pemungutan suara Pemira FKTI, kemarin (7/11). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bersaing-ketat-farid-aziz-unggul-satu-suara-di-pemira-fkti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/14g2YVp4db.png" />
					</figure>
			                <h1>Bersaing Ketat, Farid-Aziz Unggul Satu Suara di Pemira FKTI </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pasangan calon (paslon) ketua dan wakil ketua BEM FKTI nomor urut 2 Farid-Aziz unggul tipis atas pesaingnya saat pemungutan suara Pemira FKTI, kemarin (7/11). Pasangan yang mengusung tagline Solusi Perbaikan ini &nbsp;unggul sangat tipis atas lawannya Feriyanto-Luthfan dengan selisih satu suara.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rekapitulasi Pemira FKTI, total pemilih sebanyak 506. Masing-masing pasangan Farid-Aziz memperoleh suara sebanyak 250. Sementara pasangan Feriyanto- Luthfan meraup 249 suara. Adapun tujuh suara dinyatakan tidak sah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Euforia Pemira FKTI tahun ini sangat terasa. Terjadi lonjakan suara yang sangat signifikan dari Pemira yang digelar sebelumnya,&rdquo; ucap Azriana Sari, ketua DPM FKTI Unmul ketika dikonfirmasi awak Sketsa, kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, lonjakan partisipasi hingga mencapai 506 suara tak terlepas dari Pemira yang berlangsung ketat. Sementara pada Pemira sebelumnya, ditetapkanya pemenang secara aklamasi. Tanpa pemungutan suara, karena hanya diikuti satu pasangaan calon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hasil Pemira belum ditetapkan sepenuhnya. Masih ada masa pengajuan keberatan selama dua hari sejak 8-9 November. Jika tidak ada pengajuan keberatan, maka 10 November Farid-Aziz ditetapkan sebagai pemenang Pemira FKTI tahun ini,&rdquo; terang mahasiswi angkatan 2012 itu.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, ia mengingatkan tim sukses beserta calon mesti tetap menjaga kondusifitas setelah pemungutan suara. Sesuai janji kedua pasangan yang menyatakan siap menang dan siap kalah sebelumnya. &ldquo;Siapa pun yang ditetapkan sebagai pemenang nanti adalah sosok yang akan membawa FKTI ke arah perbaikan. Semoga amanah dan bisa menjalankan visi, misi, serta program kerja yang dijanjikan,&rdquo; pungkasnya. <strong>(dan/im)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Pangkas Pohon, Kehijauan Kampus Terancam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-pangkas-pohon-kehijauan-kampus-terancam/baca </link>
<guid> unmul-pangkas-pohon-kehijauan-kampus-terancam </guid>
<pubDate> Wed, 09 Nov 2016 01:44:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejak dua pekan terakhir, ada yang berbeda saat melintasi Jalan Ruhui Rahayu 1. Persis di bidang landai di bawah Pusat Penelitian Hutan Tropis (Pusrehut) Unmul, sejumlah tanaman di sisi kiri jalan kini lenyap dipangkas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-pangkas-pohon-kehijauan-kampus-terancam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZkWMUvHqUb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Pangkas Pohon, Kehijauan Kampus Terancam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash; </strong>Sejak dua pekan terakhir, ada yang berbeda saat melintasi Jalan Ruhui Rahayu 1. Persis di bidang landai di bawah Pusat Penelitian Hutan Tropis (Pusrehut) Unmul, sejumlah tanaman di sisi kiri jalan kini lenyap dipangkas. Sangat kontradiktif dengan gelar Unmul yang disebut sebagai Kampus Hijau.</p><p style="text-align: justify;">Kukuh Kurniawan, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) yang biasa melewati kawasan tersebut cukup merasakan adanya perbedaan. Sebelumnya di daerah itu dipenuhi pepohonan rindang, tapi semenjak dipangkas Kukuh langsung menyadari kawasan itu berubah menjadi gundul. Alih-alih bersih, malah menyajikan pandangan tanaman yang dipangkas tak elok.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya sih, awal-awalnya aku merasa kok jadi beda,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Bagian Hubungan Tata Laksana Unmul Sugiarta mengatakan, keputusan pemangkasan tanaman sudah diberi izin oleh Pusrehut. Tujuannya sebenarnya untuk melakukan pembersihan pola-pola tanaman belukar yang merambat. Jika belukar itu dibiarkan dapat berakibat merusak tumbuhan lain.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, hijau yang tampak di tanah tersebut berasal dari tanaman semak belukar, alang-alang, hingga pohon salak. Nasib pohon salak di sana cukup malang karena tidak pernah berbuah, jadilah dia bersama yang lain ikut dibabat habis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami cuma membabat saja dan memang enggak ada dibakar. Itu karena dia merambat sampai ada yang kena kabel listrik,&rdquo; terangnya ditemui <em>Sketsa,&nbsp;</em>Senin (7/11).</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, Sugiarta berani menjamin tidak ada pohon-pohon besar yang ditebang oleh pihak suruhannya. Sekalipun ada pohon yang ditebang, itu berupa pohon lunak yang ditafsirnya dapat tumbuh sendiri. &ldquo;Bukan pohon seperti mahoni,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari pantauan <em>Sketsa,&nbsp;</em>dua minggu setelah kawasan hijau itu dibabat sepanjang simpang empat Pusrehut hingga di seberang kampus FISIP, sisa pangkasan masih saja terlihat. Sugiarta mengaku, nantinya akan memerintahkan lagi timnya untuk bergerak melanjutkan pembersihan semak belukar. Waktu itu, sebut dia, alasan tidak langsung dibersihkan karena terdapat sarang tawon dan ular di beberapa titik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Otomatis kalau sudah enggak ada semak-semak nanti mereka pindah enggak di situ. Kami tunggu itu hilang,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembabatan ini, menargetkan adanya kawasan rindang baru untuk kemudian dijadikan tempat mahasiswa berteduh. Tetapi, hingga saat ini kawasan itu masih dijaga oleh pagar kawat berkarat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pagar itu akan dihilangkan karena nanti 2017 mau ada pelebaran jalan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama ini perlakuan Unmul ke pohon-pohohnya yang menjulang cukup segan. Dari penjelasan dia, tidak pernah Unmul secara sengaja menebang pohon di area kampus. Cuma tetap ada masa di mana dirinya akan berkeliling untuk mengontrol kondisi pohon. Sebab di Unmul pohon hanya akan ditebang apabila tumbang ke jalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami kontrol saja. Kalau ada yang membahayakan ya kami tebang,&rdquo; pungkasnya.<strong>&nbsp;(wal/im)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Hari Pahlawan dengan Mengetahui Ancaman Terhadap NKRI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-hari-pahlawan-dengan-mengetahui-ancaman-terhadap-nkri/baca </link>
<guid> sambut-hari-pahlawan-dengan-mengetahui-ancaman-terhadap-nkri </guid>
<pubDate> Thu, 10 Nov 2016 10:02:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Unmul bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan edukasi bagi seluruh elemen mahasiswa se-Unmul. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-hari-pahlawan-dengan-mengetahui-ancaman-terhadap-nkri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SAUzs8vBZB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Hari Pahlawan dengan Mengetahui Ancaman Terhadap NKRI</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Unmul bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan edukasi bagi seluruh elemen mahasiswa se-Unmul. Edukasi berbentuk Kuliah Umum ini mengambil topik utama Bela Negara dan Bangsa. Komando Resort Militer (Korem) ASN 091 /Aji Suryanata Kesuma, Makmur Umar, hadir menjadi pemateri utama dan di moderatori oleh Rektor Unmul, Prof. Masjaya. Kegiatan ini terselenggara pada Selasa pagi (9/11), di Gedung Serbaguna Rektorat Lantai Empat.</p><p>Dalam materinya, Makmur Umar menekankan pentingnya mahasiswa mengetahui ancaman sebenarnya terhadap negara kita. Sehingga mahasiswa khususnya di lingkup Unmul tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang bisa mengadu-domba.</p><p>&ldquo;Karena mahasiswa ini rentan. Sehingga mereka harus punya pandangan tentang ancaman-ancaman negara kita. Yang tentunya sangat besar dampaknya apabila tidak kita waspadai,&rdquo; paparnya saat di konfirmasi <em>Sketsa</em>.</p><p>Daerah perbatasan juga rentan terhadap ancaman, terutama ancaman eksternal. Makmur mengakui, pihaknya baru-baru ini melakukan penangkapan narkoba sebesar 10,5 kilogram yang ternyata diselundupkan dari Malaysia. Ini menjadi salah satu bukti, bahwa Indonesia sengaja disusupkan narkoba untuk merusak generasi muda. Pihaknya pun berkomitmen memberantas narkoba.</p><p>&ldquo;TNI komitmen harus memberantas narkoba, termasuk anggota TNI sendiri. Bahkan, jika anggota TNI tersebut hanya terindikasi tes urine saja, akan langsung dipecat,&rdquo; tegasnya.</p><p>Makmur pun berharap agar mahasiswa sebagai kaum muda, lebih fokus dalam menyelesaikan studi dan cita-citanya.</p><p>&ldquo;Harapan kami agar fokus dalam belajar. Yakinkan dalam diri sendiri bahwa semuanya (kuliah) itu untuk cita-cita mereka. Jangan terpengaruh dengan hal-hal yang belum tentu kebenarannya. Kemudian terpengaruh dan mencelakakan dirinya sendiri dan cita-citanya tidak tercapai,&rdquo; harapnya.</p><p>Di konfirmasi terpisah, Rektor Unmul Masjaya memberikan tanggapan terhadap materi kuliah umum yang dipaparkan Makmur Umar. Baginya, materi yang berpusat pada potensi, ancaman hingga upaya menjaga keutuhan NKRI ini harus diketahui mahasiswa. Karena orang semisal Makmur Umar punya ilmu dan informasi yang akurat, sehingga bisa menyampaikan secara detail.</p><p>&ldquo;Sehingga secara umum, mahasiswa harus tahu informasi ini dan barangkali tidak akan didapatkan di perkuliahan,&rdquo; terang Masjaya.</p><p>Masjaya juga berpesan kepada seluruh elemen, tak terkecuali mahasiswa agar tetap memelihara persamaan. Kemudian bersama-sama melawan ancaman guna terjaganya persatuan bangsa.</p><p>&ldquo;Jaga persamaan kita. Mari kita selalu waspada, agar ancaman yang ada dapat kita atasi bersama,&rdquo; pesannya. <strong>(<em>dan/wal</em>)</strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemungutan Suara Pemira Fakultas Pertanian, Alif-Hanief Unggul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemungutan-suara-pemira-fakultas-pertanian-alif-hanief-unggul/baca </link>
<guid> pemungutan-suara-pemira-fakultas-pertanian-alif-hanief-unggul </guid>
<pubDate> Thu, 10 Nov 2016 12:01:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perebutan tampuk kepemimpinan mahasiswa di Fakultas Pertanian kini telah membuahkan hasil sementara. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemungutan-suara-pemira-fakultas-pertanian-alif-hanief-unggul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5Ywb8Uzukv.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Pemungutan Suara Pemira Fakultas Pertanian, Alif-Hanief Unggul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Perebutan tampuk kepemimpinan mahasiswa di Fakultas Pertanian kini telah membuahkan hasil sementara. Sejak petang hingga berakhir malam ini pukul 21.00 Wita, pasangan nomor urut 2 Ahmad Mualif-Hanief Suryo Pratomo dipastikan unggul atas pasangan nomor urut 1 Adi Kuswadi-Maya Rahmanah.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil perhitungan keseluruhan suara, pasangan Alif-Hanief unggul 53 suara dari pasangan Adicus-Maya. Alif-Hanief sukses meraup 399 suara, sementara Adi-Maya mesti puas dengan hanya mengantongi 346 suara. Adapun, total partisipasi sebanyak 799 suara. Namun 54 suara di antaranya dinyatakan tidak sah.</p><p style="text-align: justify;">Proses pemungutan suara digelar hari ini (9/11) di dua titik TPS. Di TPS 1, pasangan nomor urut 1 mendapatkan 250 suara, sedangkan pasangan nomor urut 2 unggul 20 suara dengan perolehan 270 suara. Kemudian di TPS 2, pasangan nomor urut 1 hanya mengantongi 90 suara, sementara pasangan nomor urut 2 unggul 129 suara. Adapun, total suara tidak sah di TPS 1 yakni 45, sedangkan di TPS 2 sebanyak 9.</p><p style="text-align: justify;">Angka 799 dinilai belum cukup memuaskan maupun merepresentasikan keseluruhan suara mahasiswa di Fakultas Pertanian. Pasalnya, jumlah mahasiswa aktif kampus ini diketahui mencapai 2.325.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Ketua KPPR Pemira Fakultas Pertanian 2016, Sigit Untoro, mengatakan, pihaknya menargetkan 1.000 suara di Pemira tahun ini. Namun, kenyataannya hanya mampu mengumpulkan nyaris 800 suara. Kendati demikian, dia mengaku cukup berbangga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Meskipun tidak sesuai target, kami sudah berhasil melampaui 50 persennya. Perlu diketahui, mahasiswa aktif di kampus ini mulai angkatan 2009 sampai 2016. Nah, yang masih sering ke kampus itu ya angkatan 2013 ke bawah. Saya rasa, angka yang kami dapat hari ini sudah cukup membuktikan tingginya antusias mahasiswa Fakultas Pertanian terhadap Pemira,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua DPM Fakultas Pertanian Ahcmad Sya&rsquo;bandy mengungkapkan, salah satu penyebab minimnya partisipasi karena pemilihan hari pemungutan suara yang kurang pas. Meski begitu, dia tampak berbangga dengan adanya peningkatan angka partisipasi Pemira jika dibandingkan dengan tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Total suara tahun ini meningkat daripada tahun sebelumnya yang hanya 500-an suara saja. Kami memang menggunakan strategi jemput bola untuk memaksimalkan partisipasi mahasiswa,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian Pemira di Fakultas Pertanian ini belum berakhir. Dimulai sejak 10 Oktober lalu, 10-11 November akan berlangsung masa gugatan, yakni pengajuan keberatan dari hasil sementara malam ini. Kemudian, pada Sabtu (12/11) mendatang, akan digelar sidang sekaligus penetapan pemenang Pemira untuk kemudian secara resmi menerima tanggungjawab sebagai presiden dan wakil presiden BEM Fakultas Pertanian selanjutnya. (<strong>aml</strong><strong>/im</strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dies Natalis, Fakultas Kedokteran Mengenalkan Dunia Mereka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/dies-natalis-fakultas-kedokteran-mengenalkan-dunia-mereka/baca </link>
<guid> dies-natalis-fakultas-kedokteran-mengenalkan-dunia-mereka </guid>
<pubDate> Thu, 10 Nov 2016 16:52:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski sempat dipandang sebelah mata, fakultas yang akrab dengan obat dan pasien ini kemarin sukses membuka event yang megah dan meriah. (Sumber foto: Dokumentasi Dies Natalies FK Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/dies-natalis-fakultas-kedokteran-mengenalkan-dunia-mereka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WZDt9N7if2.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Dies Natalis, Fakultas Kedokteran Mengenalkan Dunia Mereka</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Awal November ini Unmul disemarakkan dengan acara dies natalis Fakultas Kedokteran (FK) yang ke-15. Fakultas yang identik dengan obat dan pasien itu menggelar event megah dan meriah. Acara ini sudah dibuka sejak Sabtu (5/11) kemarin, oleh Dr. dr. Endang Sawitri, M.Kes selaku Wakil Dekan I FK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dies natalis FK selalu diselenggarakan setiap tahun dan dalam kurun waktu 5 tahun sekali diadakan peringatan yang lebih besar. Seperti yang terjadi di tahun ini, ada banyak konten acara yang menghiasi seperti ADAMMS, Porseni, Unmul Got Talent, Semwork BLS, Makrab, Family Day, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Hadir dengan nama &ldquo;RENAISSANCE&rdquo; yakni kepanjangan dari &ldquo;Remember the <a name="OLE_LINK1">15th</a> Anniversary of Mulawarman Medical Faculty in Spectacular Celebration.&rdquo; RENAISSANCE juga memiliki arti lahir kembali. Sebuah harapan akan FK yang bisa lebih baik ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih dari 100 panitia dikerahkan untuk menyukseskan event ini. Adheya Putrindashafa, ketua panitia, berujar ada agenda baru untuk perayaan FK yang ke-15. Yaitu ADAMMS, acara yang berisi pengenalan kehidupan kampus mahasiswa FK kepada siswa kelas 3 SMA di Samarinda. Acara tersebut disambut dengan antusias, itu terbukti dengan pendaftar yang melebihi kuota dan semangat siswa yang mengikuti kegiatan sampai akhir. ADAMMS dilaksanakan selama dua hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah dari tahun ke tahun, semakin banyak perkembangan-perkembangan di FK. Dari segi fasilitas, kualitas, prestasi, dan lain-lain. Semakin bertambah umur semakin banyak perbaikan yang terjadi,&rdquo; ungkap Nur Ahlina Hanifah, mahasiswi FK, salah satu pemateri ADAMMS.</p><p style="text-align: justify;"><br>&nbsp;&ldquo;FK Unmul bisa menjadi institusi yang terus mencetak dokter-dokter yang bermanfaat luas dalam bidang keilmuan maupun dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat,&rdquo; tambahnya. <strong><em>(els/asy/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bangkit, Bangun dari Sakit! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bangkit-bangun-dari-sakit/baca </link>
<guid> bangkit-bangun-dari-sakit </guid>
<pubDate> Fri, 11 Nov 2016 10:30:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Pahlawan 10 November. Peringatan sebagai bentuk menghargai para pahlawan atas jasanya. Muhammad Teguh Satria menuangkan opininya, bahwa sosok calon pahlawan mesti bangkit, bangun dari sakit. (Sumber ilustrasi: encrypted-tbn3.gstastic.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bangkit-bangun-dari-sakit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ysy4zruvDs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bangkit, Bangun dari Sakit!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Kian hari&nbsp;</strong>semakin menantang saja problematika berbangsa dan bertanah air. Antar golongan kembali menokohkan diri, mempertajam eksistensi. Ruang gerak manusia ideal semakin terbatas. Sebab, idealisme dipaksa bersinggungan dengan pesimisme. Sekian banyak lembaran sejarah tersusun rapi dalam lemari, telah mampu menggambarkan upaya-upaya para pendahulu. Mengantarkan bangsa bangun dari mati surinya.</p><p style="text-align: justify;">Benar saja, Indonesia pernah nyaris mati dan hampir tak punya identitas diri. Penjajahan dirasa abadi dalam keseharian rakyat. Seolah menunggu mati di lumbung padi, bernafas tapi tidak bebas. Berlari tanpa berdiri dan berteriak di ruang hampa. Penjajahan mengebiri potensi Indonesia bagi rakyatnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, berangkat dari rasa peduli dan kegelisahan yang sama, kaum muda berkonsolidasi untuk menyulam kepingan semangat dari seluruh penjuru nusantara. Cikal bakal pejuang Indonesia terlahir dari kegelisahan yang sama walau dengan perbedaan di mana-mana. Ini salah satu bukti, bahwa satu persamaan adalah antitesa dari perselisihan antar golongan dan kepentingan dalam kehidupan berbangsa.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, medan perang adalah pilihan untuk mengunduh kepercayaan dari Yang Maha Kuasa, bahwa keburukan harus ditumpas habis tanpa sisa. Indonesia pernah sakit, seolah tak akan pernah sembuh dari tubuh penuh lebam dan terluka. Masa itu, pemuda adalah bara api yang menghangatkan semangat generasi tua dari seluruh nusantara, membakar jiwa persatuan Indonesia yang membeku dalam cengkeraman keangkuhan.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, Indonesia mampu merdeka dan bangkit dari keterpurukan. Rasa senasib dan sepenanggungan bukan faktor utama. Rasa sakit dan gelisah adalah keniscayaan yang seolah menyatukan Indonesia. Masa sempit dan sakit menggambarkan sebuah pertanda kehadiran gejolak batin yang bergelora dalam setiap dada. Mereka telah bersumpah setia pada tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Waktu menyebut mereka sebagai pahlawan. Mereka tetap berjuang walau tak selalu menang. Bahkan harus bertarung dalam situasi tak imbang, hanya bermodalkan semangat optimisme Indonesia harus merdeka. Saat itu, gagasan perlawanan dianggap tak mungkin. Jika membandingkan dengan fasilitas penguasa yang menindas serta kaum munafik bertebaran di mana-mana, kemerdekaan hanya khayalan belaka.</p><p style="text-align: justify;">Mereka menolak untuk menyerah pada keterbatasan dan ancaman. Indonesia tak menjanjikan kebahagiaan dan ketentraman saat itu, namun masih saja Indonesia memiliki alasan untuk diperjuangkan. Hal ini mengingatkan kita, bahwa harta terakhir seorang manusia berbentuk keyakinan. Bahwa yang tak ternilai adalah proses berjuang, bukan hasil akhir yang tafsirannya multidimensi.</p><p style="text-align: justify;">Identifikasi sosok pahlawan era modern kini, nyaris menemukan titik jenuhnya. Banyak yang tampil beda hanya untuk menunjukkan eksistensi dan keberadaannya. Entah dengan kontroversi atau bahkan menentang regulasi. Tak peduli opini dan asumsi dari imajinasi publik terhadap narasi yang dibawa, semuanya tampil bak pahlawan. Menjual retorika usang, bertopeng kemerdekaan. Perubahan selalu menjadi impian. Meski, kesadaran isu kesetaraan yang dibawa nyaris selalu meninggalkan ketidaksempurnaan. Keadilan memang tak menjanjikan kebahagiaan dalam perjuangannya, namun ia menyisakan rasa manis dalam setiap ingatan dalam meneteskan keringat, darah dan air mata.</p><p style="text-align: justify;"><em>Absurd</em>-nya sosok pahlawan dalam benak manusia modern, memaksa prinsip relativisme muncul kembali ke permukaan. Isu pluralisme menjadi saudara kembar dari liberalisme, konon menjelma jadi musuh bersama. Hal ini harus ditentang oleh generasi muda. Ya, generasi muda yang diramal menawarkan masa depan. Kekosongan peran yang semakin mengkhawatirkan, seolah mengindikasikan perjuangan ideologis telah pupus dari rekam jejak dan goresan tinta yang kini tengah dilakukan oleh mereka yang mengaku sebagai pejuang.</p><p style="text-align: justify;">Berterus teranglah wahai calon pahlawan! Tidak ada abu-abu dalam pertarungan hitam dan putih. Sebab abu-abu tak akan berarti apa-apa. Visi ideologis harus terpatri tajam dalam jiwa generasi muda. Pilihlah langkah yang tepat! Sebab, konsekuensi tak pernah salah memilih tempat.</p><p style="text-align: justify;">Pahlawan, bukan dimensi jabatan atau pemenang dari sebuah peperangan. Pahlawan adalah sebuah manifestasi gelar kesetiaan yang tertuang romantis dalam peran dan kesungguhan. Ia mampu menerjemahkan rasa sakit, sebagai simbol transformasi perjuangan dan alarm kemerdekaan yang membangunkan jiwa petarung rakyat dari tidur panjangnya. Bangkitlah! Ubah rasa sakit sebagai amunisi untuk mengubah haluan bangsa dan buat Indonesia kembali berdiri gagah dengan segenap keterbatasan dan kelebihannya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Selamat Hari Pahlawan!</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>@TeguhbinSabar</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul 2016</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Abu Bakar Sidik, Sosok Satpam Bergelar Magister Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/abu-bakar-sidik-sosok-satpam-bergelar-magister-pendidikan/baca </link>
<guid> abu-bakar-sidik-sosok-satpam-bergelar-magister-pendidikan </guid>
<pubDate> Fri, 11 Nov 2016 10:43:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Abu Bakar Sidik, salah satu anggota satuan keamanan (satpam) yang bertugas  di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gunung Kelua. Siapa sangka bahwa ternyata ia menyandang gelar S2 Manajemen Pendidikan. (Foto: Aisyah Ariyanti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/abu-bakar-sidik-sosok-satpam-bergelar-magister-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FuefdOSrHK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Abu Bakar Sidik, Sosok Satpam Bergelar Magister Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Namanya Abu Bakar Sidik, salah satu anggota satuan keamanan (satpam) yang bertugas di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gunung Kelua, namun sejak tiga bulan belakang dipindah tugas ke Kampus Pahlawan. Siapa yang menyangka bahwa ternyata ia menyandang gelar S2 Manajemen Pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Menyelesaikan kuliah kurang lebih 4 tahun karena terkendala judul tesis, pada 2014 Abu berhasil meraih gelar magisternya. Sebelum itu, Abu telah menamatkan pendidikan S1 di FKIP, program studi Pendidikan Bahasa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang dikenal tegas oleh mahasiswa itu, berkisah tentang keputusannya memilih profesi satpam. Kala itu ia masih penggangguran ketika bertemu dengan mantan Pembantu Dekan II FKIP yang lantas menawari Abu bekerja sebagai satpam di FKIP Gunung Kelua. Selang beberapa bulan kemudian, dia mulai dipindahtugaskan ke kampus Unmul Pahlawan hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Abu mengaku berupaya melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Seringkali dia mengamankan helm mahasiswa untuk disimpan karena kerap digeletakkan begitu saja oleh pemiliknya. Tak hanya itu, bersama rekannya pun pernah menempelkan peringatan untuk mahasiswa menjaga helmnya dan mau bekerja sama dalam meningkatkan keamanan kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bersama teman-teman, kami berupaya melaksanakan tugas kami sebagai pihak keamanan. Mahasiswa sering lengah. Mungkin karena belum merasakan susahnya cari uang,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Upaya pengamanan telah dilakukan, Abu bahkan kerap menangkap pelaku maling helm, baik di kampus FKIP Gunung Kelua dulu maupun di kampus Pahlawan. Keberadaan kamera CCTV yang dipasang di tiap penjuru kampus, diakuinya cukup membantu. Namun, tidak dimungkiri kemunculan maling tetap ada. Itu sebabnya, siaga selalu dilakukannya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Abu menuturkan, dia sempat punya banyak pengalaman bekerja sebelum menjadi satpam. Mulai dari mengajar, karyawan proyek, hingga karyawan bank. Kini untuk menghidupi keluarganya, Abu tak hanya mengandalkan rupiah dari keringatnya menjaga keamanan kampus, dia juga melatih bela diri Karate, Pordibya untuk siswa SD dan SMP. Dia pun masih aktif mengajar di salah satu SMK swasta setiap Sabtu.</p><p style="text-align: justify;">Perihal organisasi, Abu juga memegang peran penting. Namanya saat ini tercatat sebagai Ketua MSH (Majelis Sabuk Hitam) perguruan Pordibya tingkat provinsi Kaltim, Sekertaris Cabang Perguruan Pordibya, dan Koordinator Bidang Organisasi FORKI TK. II Samarinda. Tak heran, jika di kampus Abu lebih dikenal sebagai satpam, di luar dia biasa dipanggil sensei. <strong><em>(asy/aml/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dwi Haryanto, Satpam Berprestasi di Tengah Pandangan Remeh Banyak Orang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/dwi-haryanto-satpam-berprestasi-di-tengah-pandangan-remeh-banyak-orang/baca </link>
<guid> dwi-haryanto-satpam-berprestasi-di-tengah-pandangan-remeh-banyak-orang </guid>
<pubDate> Fri, 11 Nov 2016 10:54:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dwi Haryanto, salah satu satpam yang berperan aktif di Unmul sejak 2010. Tak hanya sekadar menjaga keamanan lingkungan kampus, pria yang akrab disapa Dwi itu ternyata juga termasuk satpam berprestasi. (Foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/dwi-haryanto-satpam-berprestasi-di-tengah-pandangan-remeh-banyak-orang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bPjngW9eCu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dwi Haryanto, Satpam Berprestasi di Tengah Pandangan Remeh Banyak Orang</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Di balik suasana yang terasa kondusif, nyatanya terdapat orang-orang yang mampu menjaga lingkungan dengan baik. Itu pula yang terjadi di lingkungan kampus Unmul. Peran dan kehadiran satuan keamanan (satpam) sebagai pihak yang mengusahakan keamanan warga kampus, memang begitu perlu. Meski begitu, pekerjaan yang menuntut kedisiplinan dan keberanian ini terkadang masih saja dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang.</p><p style="text-align: justify;">Dwi Haryanto, salah satu satpam yang berperan aktif di Unmul sejak 2010. Tak hanya sekadar menjaga keamanan lingkungan kampus, pria yang akrab disapa Dwi itu ternyata juga termasuk satpam berprestasi. Dalam sebuah orientasi yang dilakukan oleh pihak Unmul pada pertengahan Agustus lalu, ia terpilih sebagai anggota yang berpenampilan rapi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, ia pun pernah meraih medali dan piagam ketika menjadi salah satu perwakilan Unmul di sebuah pelatihan di gedung LPMP, Samarinda Seberang. Dwi mendapatkan penghargaan sebagai siswa <em>trengginas,&nbsp;</em>yakni<em>&nbsp;sis</em>wa yang memiliki kemampuan fisik luar biasa dan mampu mengemban tugas di berbagai medan dan keadaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga bingung, tiba-tiba saya diberikan penghargaan. Padahal saya juga sama dengan teman-teman yang lain,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Merantau jauh membuatnya kian terpacu untuk bekerja sebaik mungkin. Pria kelahiran Pacitan, Jawa Timur itu mengatakan, ia berusaha keras menjalankan prinsipnya untuk serius dan profesional dalam bekerja. Baginya, ia telah diberikan pekerjaan dan tidak pantas jika dilakukan dengan santai-santai.</p><p style="text-align: justify;">Jauh sebelum menjalani profesinya sebagai satpam, Dwi pun telah memiliki jiwa yang nasionalis. Bercita-cita menjadi seorang tentara, namun diurungkannya setelah melihat salah satu temannya yang gagal dalam menjalani berbagai tes. Kendati demikian, ia mengaku tetap menikmati pekerjaannya yang sekarang berikut masalah yang dihadapi atas pilihannya itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya senang dan berusaha menjiwai setiap apa yang saya kerjakan. Meskipun terkadang sedikit kecewa dengan pembayaran kami yang sering tertunda. Belum lagi profesi kami ini sering diremehkan,&rdquo; ungkapnya. <strong><em>(adl/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nyali Rakyat yang Ngotot Merdeka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/nyali-rakyat-yang-ngotot-merdeka/baca </link>
<guid> nyali-rakyat-yang-ngotot-merdeka </guid>
<pubDate> Fri, 11 Nov 2016 11:07:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada dua tujuan utama kedatangan prajurit-prajurit sekutu Brigade 49 yang dipimpin oleh Brigadir Mallaby di Surabaya, 25 Oktober 1945. Pertama, melucuti senjata tentara Jepang. Kedua, membebaskan orang-orang Eropa yang menjadi tawanan perang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/nyali-rakyat-yang-ngotot-merdeka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3bhbTrMmXk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nyali Rakyat yang Ngotot Merdeka</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Ada dua tujuan utama kedatangan prajurit-prajurit sekutu Brigade 49 yang dipimpin oleh Brigadir Mallaby di Surabaya, 25 Oktober 1945. Pertama, melucuti senjata tentara Jepang. Kedua, membebaskan orang-orang Eropa yang menjadi tawanan perang. Di antara banyak tawanan iyu, terdapat orang-orang Belanda.</p><p align="justify">Sejak awal rakyat Surabaya tidak menyukai kemunculan tentara sekutu. Terlebih lagi senjata tentara Jepang sudah lebih dulu dilucuti oleh rakyat. Senjata telah milik rakyat, tetapi tentara Inggris tidak mau peduli dan tetap memaksa untuk mengambil senjata rakyat. Gesekan ini menjadi pemicu atas kemarahan rakyat Surabaya terhadap sekutu. Lalu pada senja, 30 Oktober 1945, di tengah kerusuhan, Brigadir Mallaby mati usai mendapat tembakan peluru pemuda Surabaya dari jarak dekat.</p><p align="justify">Kematian Mallaby itu melahirkan murka tentara sekutu. Pada 9 November 1945 Jenderal Mansergh memberi ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata paling lambat pukul 6 pagi 10 November 2016. Mansergh juga meminta agar orang yang bertanggungjawab atas tewasnya Mallaby diserahkan kepada Inggris. Pengumuman itu langsung disebar ke seluruh penjuru kota.</p><p align="justify">Tetapi, rakyat memilih tidak peduli. Dalam pidatonya 10 November 1945, Bung Tomo lantang menyemangati rakyat. &ldquo;Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapa pun juga,&rdquo; isi pidato Bung Tomo.</p><p align="justify">Peperangan besar itu dimulai. Jumlah rakyat yang ikut bertempur sekitar 120 ribu orang maju melawan tentara sekutu yang berisi 30 ribu orang dengan perlengkapan senjata perang lengkap. Bidak tank, pesawat tempur, dan kapal perang milik Inggris berhadapan dengan Republik yang banyak di antaranya tidak memiliki pendidikan militer. Nyali rakyat Surabaya tak kendur sedikit pun, meski secara fakta perang dan dinyatakan dalam jumlah korban mereka telah kalah telak.</p><p align="justify">&ldquo;Selama ini perlawanan terhadap Jepang dan Belanda itu berupa taktik gerilya. Sangat jarang ada rakyat yang berperang secara terbuka. Ketika 10 November mereka perang terbuka banget, tidak ada lagi pakai taktik ini-itu,&rdquo; kata Astrini Eka Putri, dosen Sejarah, Fakultas Ilmu dan Pendidikan (FPIK) kepada <em>Sketsa.</em></p><p align="justify">Kengerian itu ditulis David Wehl dalam <em>Birth of Indonesia</em> (1949) seperti dikutip Ben Anderson dalam <em>Revoloesi Pemoeda.</em> &ldquo;Di pusat kota, pertempuran lebih dahsyat, jalan-jalan harus diduduki satu persatu, dari satu pintu ke pintu lainnya. Mayat dari manusia, kuda-kuda, dan kucing-kucing serta anjing-anjing bergelimpangan di selokan; gelas-gelas berpecahan, perabot rumah tangga, kawat-kawat telepon bergelantungan di jalan-jalan dan suara pertempuran menggema di tengah-tengah gedung-gedung kantor yang kosong.&rdquo;</p><p align="justify">Diperkirakan 6 ribu sampai 16 ribu rakyat menjadi korban, sedangkan sekutu kehilangan 600 sampai 2 ribu tentara. &nbsp;Astrini mengatakan, disinyalir tidak pernah ada korban perang sebanyak itu sebelumnya.</p><p align="justify">&ldquo;Meskipun di daerah lain bukan tanpa perjuangan seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan Papua juga ada. Cuma jarang yang ditemui korban jatuhnya sedemikian banyak,&rdquo; ungkapnya.</p><p align="justify">10 November 1945 menjadi puncak perlawanan rakyat Indonesia. Harta, keluarga, dan nyawa semua berani digadai demi kemerdekaan yang telah diimpikan rakyat. <strong><em>(wal)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 17 Tahun Menjadi Pejuang Kebersihan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/17-tahun-menjadi-pejuang-kebersihan-unmul/baca </link>
<guid> 17-tahun-menjadi-pejuang-kebersihan-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 11 Nov 2016 11:18:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ibu Sami (60), setiap  hari sebelum terbit matahari, ia beradu mesra dengan sapu lidi dan alat kebersihan lainnya. Kegiatan tersebut sudah dilakoninya selama 17 tahun di Unmul, Gunung Kelua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/17-tahun-menjadi-pejuang-kebersihan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SAdib1p3kA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>17 Tahun Menjadi Pejuang Kebersihan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Semenjak tragedi di tanah Surabaya 1945, menjadikan 10 november sebagai hari Pahlawan di Indonesia, kini tidak ada lagi terihat pahlawan yang berjuang untuk merebut kemerdekaan. Kondisi sudah merdeka dan tidak ada lagi pertumpahan darah. Lantas sosok pahlawan seperti apakah yang terlihat di zaman sekarang setelah 71 tahun merdeka?</p><p align="justify">Tak perlu melihat jauh, apabila yang di depan mata saja masih suka abai. Mari menengok pahlawan kebersihan kampus yang selama ini telah bekerja menjaga Unmul dari perangai kotor dan jorok. Itulah yang dilakukan Ibu Sami (60), setiap &nbsp;hari sebelum terbit matahari, ia beradu mesra dengan sapu lidi dan alat kebersihan lainnya. Kegiatan tersebut sudah dilakoninya selama 17 tahun di Unmul, Gunung Kelua.</p><p align="justify">Ia datang mengadu nasib dari pulau luar Kalimantan, berbekal kerja keras dan kerja ikhlas sampai sekarang mampu bertahan hidup dari gaji sebagai petugas kebersihan.</p><p align="justify">&ldquo;Sebelum jadi petugas kebersihan di Unmul, saya sempat berjualan nasi bungkus di daerah pramuka,&rdquo; kata ibu satu anak dan satu cucu tersebut.</p><p align="justify">Namun, itu tidak bertahan lama, pendapatan yang tidak pasti dari berdagang membuat Ibu Sumi mencari pekerjaan lain. Pada 1997, Ibu Sami mulai mendapatkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di &nbsp;Unmul. Saat itu pula, ia menemui jodohnya di Kota Tepian seorang pria yang bekerja sebagai satpam di Rektorat. Tetapi takdir berkehendak lain, lima tahun lalu suami Ibu Sami meninggal dunia. Ia kemudian melanjutkan hidup dengan tinggal sendiri dan berusaha menghidupi keluarga kecilnya.</p><p align="justify">Apa yang dilakukan Ibu Sami adalah contoh kecil bagaimana sifat kepahlawanan masih ada di sekitar dan itu tak jauh. Boleh jadi tanpa Ibu Sami gunungan sampah adalah hal pertama yang dilihat mahasiswa saat melintas di lingkungan kampus. Ibu Sami bersama petugas kebersihan yang lain telah berjuang pada apa yang mereka mampu dan percaya. Lalu lantas bagaimana dengan Anda? <strong><em>(srf/wal)</em></strong></p><p align="justify"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cermin Idaman Buat Pendamba Tubuh Ideal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/cermin-idaman-buat-pendamba-tubuh-ideal/baca </link>
<guid> cermin-idaman-buat-pendamba-tubuh-ideal </guid>
<pubDate> Sat, 12 Nov 2016 09:57:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bukan sembarang cermin, kini  telah hadir cermin yang telah dinanti para pendamba tubuh ideal.  Cermin Naked 3D, membuat yang bercermin dimungkinkan bakal mendapatkan tubuh ideal. ( Sumber foto : blackxperience.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/cermin-idaman-buat-pendamba-tubuh-ideal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4GJYUhNrJJ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Cermin Idaman Buat Pendamba Tubuh Ideal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ini cermin bukan sembarang cermin. Inilah cermin yang telah dinanti para pendamba tubuh ideal. Adalah cermin Naked 3D, sebuah cermin temuan terbaru yang menggunakan teknologi scan tiga dimensi dengan perangkat ponsel pintar. Cermin ini bisa mendeteksi perubahan bentuk tubuh, lingkar pinggang, berat badan, hingga persentase lemak tubuh wujud di hadapannya. Sehingga, yang bercermin dimungkinkan bakal mendapatkan tubuh ideal.</p><p style="text-align: justify;">Ketika sebuah gelang kini dapat memberitahu berapa banyak kalori yang kamu bakar, jarak yang telah kamu tempuh, dan detak jantungmu. Cermin Naked 3D hadir sebagai scanner kebugaran tubuh pertama di dunia. Lalu, bagaimana jadinya jika sebuah cermin mampu mengomentari tubuhmu? Cermin besutan perusahaan startup di San Fransisco ini mampu menjawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Cara menggunakannya cukup mudah. Cermin ini dilengkapi dengan timbangan bulat yang akan berputar 360 derajat jika diaktifkan. Kamu cukup menaiki timbangan tersebut, dan tubuhmu otomatis ter-scan ke cermin. Setelah itu, cermin akan mengirimkan hasilnya ke perangkat ponsel pintarmu. Kemudian, kamu dapat melihat segala hal yang berkaitan dengan metrik tubuhmu. Mulai berat badan, hingga kandungan lemak. Kamu pun bisa mengamati perkembangan tubuhmu dari hari, bulan, dan tahun ke tahun.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, kamu juga akan diberitahu dengan adanya peringatan tentang bagian atau organ tubuhmu yang sakit dan perlu dibenahi segera. Naked 3D, memang membantu penggunanya untuk mendapatkan berat badan ideal serta mengingatkan pengguna tentang standar kesehatan mereka yang seharusnya. Misalnya, tidak perlu <span class="intexthighlight" id="BBuGV" style="line-height: 29.1167px;" title="">diet</span> untuk kurus atau makan berlebihan untuk mendapatkan berat badan yang lebih ideal.</p><p style="text-align: justify;">Jangan lupa, cermin ini tak akan berfungsi tanpa koneksi <span class="intexthighlight" id="oAvlB" style="line-height: 29.1167px;" title="">internet</span> dan aplikasi yang telah diunduh sebelumnya melalui ponsel pintar. Setelah segalanya lengkap, aplikasi di ponsel pintar akan menampilkan secara grayscale 3D ilustrasi realistis tubuh bersama dengan <span class="intexthighlight" id="RssHW" style="line-height: 29.1167px;" title="">data</span> bagian-bagian tubuh yang mengalami peningkatan maupun penurunan kualitas, sekaligus memberi tanda peringatan.</p><p style="text-align: justify;">Cermin ini dikatakan sang CEO, Farhad Farahbakhshian, diperuntukkan untuk keluarga yang ingin mengukur kemajuan dan kebugaran fisik mereka dengan data yang objektif tanpa perlu ke dokter. Ya, kegiatan bercermin tentu bisa dilakukan di rumah dan kapan saja.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ketinggalan, cermin ini juga dilengkapi dengan <span class="intexthighlight" id="vRcwT" style="line-height: 29.1167px;" title="">Wireless Charging</span>, Game-Changing Scale, Intelligent feedback LED ring yang berguna untuk memberitahu pengguna jika cermin <span class="intexthighlight" id="WEyTL" style="line-height: 29.1167px;" title="">low</span> batt. Harga cermin ini berkisar antara 9-10 juta rupiah. Selamat bercermin! (<strong><em>aml</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bukan Cari Muka, “Hanya” Pers Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bukan-cari-muka-hanya-pers-mahasiswa/baca </link>
<guid> bukan-cari-muka-hanya-pers-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sun, 13 Nov 2016 08:04:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebagai lembaga independen, Persma mendapat sorotan dan berbagai penilaian. Raden Roro Mira Budiasih, Ketua Umum LPM Sketsa 2016 menuliskan pendapatnya dalam  opini. ( Ilustrasi : http://www.cakrawalaide.com/karena-dengan-cara-mengkritik-kampus/) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bukan-cari-muka-hanya-pers-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2GddSrozE7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bukan Cari Muka, “Hanya” Pers Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>BELAKANGAN</strong> terakhir, timeline Anda yang secara sengaja pun tidak mengikuti sosial <span class="intexthighlight" id="TwmaY" style="line-height: 29.1167px;" title="">media LPM Sketsa Unmul</span> diramaikan pemberitaan menyoal Pemira 2016. Tradisi kemahasiswaan yang digelar tiap tahun tersebut mungkin sudah hambar? Euforianya, maaf saya berlebihan menggunakan kata euforia, mari kita ganti dengan kata proses saja. Oke, prosesnya mungkin kurang greget dibanding Pemira yang sudah-sudah.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum demisioner pada 29 Oktober lalu, sempat saya menulis soal keputusan <span class="intexthighlight" id="wFCQN" style="line-height: 29.1167px;" title="">LPM Sketsa</span> mengawal jalannya Pemira 2016 yang diposting pada 30 September. Hal ini penting mengingat LPM Sketsa sebagai <span class="intexthighlight" id="MFZae" phasehl="km:en" style="line-height: 29.1167px;" title="">media</span> kampus tingkat <span class="intexthighlight" id="BsYKP" style="line-height: 29.1167px;" title="">universitas</span> perlu melakukan hal tersebut, mengawal independensi agar lahir pemimpin substansi. Positifnya, kami tentu ingin masyarakat Unmul tidak buta akan politik kampus. Bermaksud agar masyarakat Unmul berpartisipasi penuh? Jelas!</p><p style="text-align: justify;">Seiring pemberitaan mulai proses pendaftaran bakal calon, hingga dilantiknya presiden dan wakil presiden terpilih pada 5 <span class="intexthighlight" id="DjKWX" style="line-height: 29.1167px;" title="">November</span> lalu terus dihadirkan. Lalu, apa yang ingin saya sampaikan pada tulisan kali ini? Sesuai judulnya, saya ingin menyampaikan pandangan terhadap &apos;keresahan&rsquo; Anda mengenai pemberitaan pers mahasiswa (persma) selama Pemira kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Tidak mungkin tidak ada saja yang bercuit jika LPM Sketsa adalah media pencari sensasi. Sedang lainnya? Ada yang bilang LPM Sketsa ingin cepat tenar. Di satu sisi, ada yang bilang tukang gosip. Tidak salah komentar-komentar itu, semua punya hak menyampaikan pendapatnya. Termasuk saya, juga punya hak menjawab komentar tersebut lewat tulisan tak seberapa ini.</p><p style="text-align: justify;">Ini bukan tulisan bawa perasaan atau akrab disebut baper. Bukan juga bentuk protes saya secara pribadi. Ini hak saya, bukan? Semua bebas berpendapat. Termasuk Anda jika ada yang merasa tersinggung, sila mengirimkan tulisannya.</p><p style="text-align: justify;">Mari masuk pada intinya. <span class="intexthighlight" id="DHYOo" style="line-height: 29.1167px;" title="">Media</span> yang dikenal selama ini adalah media pencari muka. Apalagi yang berbasis online, terkadang banyak isi berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Mengutamakan cepat tersebar dibanding apakah isinya benar?</p><p style="text-align: justify;">Konsep media yang Anda pegang adalah media secara umum. Televisi yang Anda saksikan, <span class="intexthighlight" id="onaDW" style="line-height: 29.1167px;" title="">radio</span> yang didengarkan, atau barisan kalimat yang Anda pegang wujudnya seperti koran. Persamaan media tersebut adalah <span class="intexthighlight" id="dByGl" phasehl="km:en" style="line-height: 29.1167px;" title="">profit</span>. Iya. Keuntungan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut kacamata saya yang tidak seberapa belajar tentang media selama menempuh studi di Ilmu Komunikasi sejak 2013 lalu, media yang bergerak mencari profit memang seringkali membuat berita dengan judul mendebarkan. Alih-alih ada isi yang dipelintir agar pembaca ikut ketar-ketir.</p><p style="text-align: justify;">Apa fungsinya? Apalagi jika bukan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. <em>Lho</em> mengapa? Apa hubungannya judul dan berita heboh bisa mendatangkan rupiah lebih ke kantong perusahaan media tersebut?</p><p style="text-align: justify;">Begini. Semakin banyak Anda membaca dan mengikuti berita dari media tersebut, maka posisi tim iklan dan pemasaran semakin kuat. Mengambil celah dengan hausnya informasi terhadap isu yang Anda ikuti. Judul itu penting sekali agar pembaca melirik produk perusahaan media tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi ada kepentingan yang memang mudah, <em>eh,</em> sangat mudah sekali menyusup ke media. Si empunya kepentingan tentu punya nominal rupiah yang menggiurkan agar perusahaan media menjadi hijau matanya. Hmm, saya bukan memberi gambaran betapa buruknya media saat ini, hanya memberi gambaran bahwa memang benar seperti itu adanya. Walau tak menyeluruh tentunya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Nah,</em> LPM dalam hal ini persma tentu tidak sama. Tujuan utama Persma bukan keuntungan dalam bentuk materi. Hadirnya adalah sebagai corong pergerakan kampus. Menyoroti tanpa maksud menghakimi. Memberitakan tanpa maksud memalukan.</p><p style="text-align: justify;">Saya meyakini bahwa jurnalistik itu bukan kebenaran. <em>Toh</em> faktanya memang begitu. Jangan berasumsi bahwa media harus menyajikan kebenaran murni dan pasti. Apapun yang tersebar harus info benar adanya. Terlalu egois. Jangan berkukuh dengan asumsi itu. Sebab, akan semakin merugikan Anda.</p><p style="text-align: justify;">Jurnalistik adalah proses. Itu faktanya, begitu teorinya, maka pahami maksudnya. Itu mengapa, Anda mudah terpancing pada berita-berita yang beredar. Sebab Anda sudah meyakini bahwa jurnalistik itu harus kebenaran yang disampaikan. Maka menjadi berang ketika bukan kebenaran yang didapatkan. Salah siapa?</p><p style="text-align: justify;">Memang, nyatanya tidak ada undang-undang yang melindungi pekerja media macam Persma. Sejauh ini juga belum ada Persma yang digugat secara hukum, paling masalahnya terkait independensi. Tidak ada maksud tertentu yang dibawa, dalam hal ini saya berbicara tentang LPM Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Bukan cari muka, tidak adu domba, apalagi menambah pengikut pada akun sosial media sebanyak-banyaknya. Pertaruhannya adalah nama mahasiswa yang mengikuti di belakang kata pers. Maka, Persma memberitakan juga dengan idealis sebagai mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan lain, mengapa harus berita &apos;seperti itu&apos; yang disebarkan? Memancing kegaduhan dan menggunakan versi siapa berita &apos;seperti itu&apos; penting disebarkan. Versi Persma secara melembaga atau oknum di dalamnya? Nah, ini yang menarik.</p><p style="text-align: justify;">Penting bagi awak Persma untuk bersikap idealis. Jika kata Andreas Harsono, wartawan senior yang menulis buku &ldquo;A9ama Saya Adalah Jurnalisme&rdquo;, pekerja media itu ibarat berdiri dengan kaki kanan di surga dan kaki kiri di neraka. Agama atau apapun itu yang berpengaruh besar terhadap keyakinan, jangan dibawa-bawa saat mulai menggunakan pena sebagai senjata.</p><p style="text-align: justify;">Ada yang bilang harus sesuai aturan. Lantas, aturan itu lagi-lagi versi siapa? Setiap orang dan lembaga punya aturan masing-masing. Tentu aturan itu dipegang sebagai yang paling benar versi masing-masing. Menurut kita tidak, tapi menurut mereka benar. Bisa apa? Namanya juga aturan.</p><p style="text-align: justify;">Paling aman, layaknya pekerja media pada umumnya, Persma juga tunduk pada kode etik jurnalistik. Hanya sebelas pasal memang, namun penafsirannya cukup jelas dan mengikat siapapun yang menyebut dirinya wartawan atau kuli tinta, termasuk persma.</p><p style="text-align: justify;">Intinya, pandanglah Pers Mahasiswa sebagai upaya perbaikan menuju hal yang tentu juga baik. Sungguh, tidak ada maksud lain, ini saya berbicara membawa nama pribadi. Walau nyatanya, idealisme yang mati-matian dipegang Persma akan luntur saat mengarungi dunia pers sesungguhnya di luar sana. Ketika tidak lagi menyandang status mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Analoginya sama saja, seperti mereka yang mengaku memihak rakyat kecil saat menjadi aktivis tapi ujung-ujungnya kerja untuk kaum kapitalis? Idealisme menyusut karena urusan perut. Idealisme pergi karena urusan sesuap nasi. Idealisme bukan lagi kepentingan karena jabatan. Miris, bukan?</p><p style="text-align: justify;">Untuk saat ini, sederhananya marilah sama-sama menyebar kebaikan dan manfaat. Sesuai tagline LPM Sketsa yakni &ldquo;Semangat Berbagi dan Menginspirasi&rdquo;. Wujudkan pemberitaan kampus yang idealis dan dinamis.</p><p style="text-align: justify;">Raden Roro Mira Budiasih</p><p style="text-align: justify;">Ketua Umum LPM Sketsa 2016</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Bilik Solusi Terdapat Polusi Borneoku Hilang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/di-bilik-solusi-terdapat-polusi-borneoku-hilang/baca </link>
<guid> di-bilik-solusi-terdapat-polusi-borneoku-hilang </guid>
<pubDate> Mon, 14 Nov 2016 08:59:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: pinterest.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/di-bilik-solusi-terdapat-polusi-borneoku-hilang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2WqyV0Kr7p.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Di Bilik Solusi Terdapat Polusi Borneoku Hilang</h1>
			              </header>
			              <p><span>Bercerita menceritakan sajak-sajak lama...</span></p><p><span>Berkarsa ku berkarsakan bahasa</span></p><p><span>Terurai dimensia di langit langit Borneo...&nbsp;</span></p><p><span>Mulaiku &nbsp;bercengkerama dengan sinar matahari dengan penderitaan yang terus-terusan mengalir...</span></p><p><br></p><p><span>Akankah tega?&nbsp;</span></p><p><span>Bumi yang seperti ibu pada setiap harinya memberikan doa yang terbaik kepada anaknya?&nbsp;</span></p><p><span>Dan diterasing pada saat ini...</span></p><p><span>Tetapi...</span></p><p><span>Semua beranomali seperti negara yang terpandang...</span></p><p><span>Terusik..</span></p><p><span>Semakin terusik...</span></p><p><span>Dan terus dirusak..</span></p><p><br></p><p><span>Nyanyian solusi di mana dimana dan terima, dengan peluru-peluru polusi berhamburan terkokang dari baja di bilik cerita baru</span></p><p><span>Dan kali ini kucoba memulainya lagi..&nbsp;</span></p><p><span>Karsaku berkarsakan sastra...</span></p><p><span>Runtuhkan tiran, &nbsp;hapuskan dan pergi dari sini..</span></p><p><span>Ini rumah kami..&nbsp;</span></p><p><span>Bukan kayu bakar kalian, ini sumber air kehidupan kami bukan ladang kapal kalian melintas..</span></p><p><span>Mereka berpura-pura peduli...</span></p><p><span>Mereka berpura-pura peduli!</span></p><p><span>Mereka berpura- pura peduli!</span></p><p><br></p><p><span>Teruskah dan haruskah kita tenang?&nbsp;</span></p><p><span>Dengan sibuk bersosial tentang bagaimana caranya untuk berselfie?</span></p><p><span>Kurasa rakyat rakyatku, tidak sebodoh atas nama penyadaran warna kain yang berkibar tegas...</span></p><p><br></p><p><span>Kita terlahir damai, untuk satu kesatuan...</span></p><p><span>Berserta makluk hidup lainnya...&nbsp;</span></p><p><span>Dan juga hutan kami, sungai kami</span></p><p><span>Kami merindukan rumah kami...&nbsp;</span></p><p><span>Jangan sampai Borneoku...</span></p><p><br></p><p>Ditulis oleh Al Randy Khayuris, mahasiswa FISIP.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aklamasi Terjadi Lagi, Ketua BEM FT Terpilih: Bukan Kemunduran Demokrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aklamasi-terjadi-lagi-ketua-bem-ft-terpilih-bukan-kemunduran-demokrasi/baca </link>
<guid> aklamasi-terjadi-lagi-ketua-bem-ft-terpilih-bukan-kemunduran-demokrasi </guid>
<pubDate> Tue, 15 Nov 2016 09:17:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meskipun BEM FT terpilih secara aklamasi, hal tersebut bukanlah wujud dari kemunduran demokrasi. (Sumber foto: Instagram.com/blm_ftunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aklamasi-terjadi-lagi-ketua-bem-ft-terpilih-bukan-kemunduran-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2Qg3ncuwpM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aklamasi Terjadi Lagi, Ketua BEM FT Terpilih: Bukan Kemunduran Demokrasi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-&nbsp;</strong>Satu lagi fakultas yang telah melaksanakan Pemira, ialah Fakultas Teknik (FT). Sayangnya, yang mencalonkan menjadi ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hanya sepasang. Alhasil, Pemira berlangsung secara aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Bukannya menjadi simbol kemunduran demokrasi, aklamasi menurut Dzainal, Ketua BEM FT terpilih, merupakan bentuk kebulatan suara dari mahasiswa FT. &ldquo;Dengan naiknya aklamasi saya harap masyarakat teknik dapat mendukung penuh kepemimpinan kami,&rdquo; ujar mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan ini.</p><p style="text-align: justify;">Dzainal juga menjelaskan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FT, sudah berusaha membuka kesempatan bagi mahasiswa yang ingin mendaftarkan diri sebagai pasangan calon (paslon). Bahkan masa pendaftaran diperpanjang hingga tujuh hari, namun nihil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sama pasangan saya juga mencari lawan untuk pemilihan BEM Teknik, tapi ternyata tidak ada,&rdquo; ungkapnya saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>(27/10).</p><p style="text-align: justify;">Dzainal pun menyebut kebijakan aklamasi bukan keputusan sepihak, melainkan hasil audiensi BLM dengan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FT. Sebagai wujud demokrasi, paslon tetap melakukan pemaparan visi misi secara langsung kepada mahasiswa. Pemaparan visi misi tersebut telah berlangsung pada Kamis (3/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terpilih secara aklamasi, Dzainal pun tak memungkiri dirinya sedikit kecewa. &ldquo;Kita sudah siap dari awal, persiapan matang dan ternyata keadaannya aklamasi. Kita <em>gak&nbsp;</em>nyangka juga,&rdquo; ujar mahasiswa semester tujuh ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, ia tetap semangat untuk membawa kemajuan BEM FT setahun ke depan, dengan visinya &ldquo;Mewujudkan Masyarakat Teknik yang Aspiratif, Kreatif, Totalitas, Integritas dan Inovatif Menuju Teknik Satu&quot;. Dzainal pun berharap BEM FT bisa menjadi wadah aspirasi mahasiswa, sehingga mencapai kesejahteraan mahasiswa yang lebih baik. <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Open Recruitment LPM Sketsa Unmul, Dibuka! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/open-recruitment-lpm-sketsa-unmul-dibuka/baca </link>
<guid> open-recruitment-lpm-sketsa-unmul-dibuka </guid>
<pubDate> Wed, 16 Nov 2016 06:13:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah organisasi yang terus berkembang pasti membutuhkan regenerasi. Salah satunya dengan rekrutmen anggota baru atau open recruitment (Oprect). . (Sumber foto: Divisi Litbang LPM Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/open-recruitment-lpm-sketsa-unmul-dibuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dRurKxbpOK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Open Recruitment LPM Sketsa Unmul, Dibuka!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Organisasi yang akan terus berkembang pasti membutuhkan regenerasi. Salah satunya dengan rekrutmen anggota baru atau <em>open recruitment (Oprect).</em> Sama halnya dengan LPM SKETSA Unmul. Ya, ini sekaligus menjawab pertanyaan &ldquo;Kapan<em>&nbsp;oprect&nbsp;</em>Sketsa dibuka?&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Jawabannya, <em>Oprect</em> LPM SKETSA Unmul dibuka mulai 15 November - 2 Desember 2016. Dalam kurun waktu 18 hari tersebut, kami persilahkan teman-teman yang memiliki minat dalam dunia kejurnalistikan dan pers untuk mendaftarkan diri dan mengirim berkas pendaftarannya ke sekretariatan kami.</p><p style="text-align: justify;">Langkah pertama bagi teman-teman yang ingin mendaftar, silakan mengisi formulir pendaftaran. <u>Klik di sini</u>&nbsp;<a href="http://bit.ly/OprecSketsa"></a><a href="http://bit.ly/OprecSketsa">http://bit.ly/OprecSketsa</a></p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, silakan memenuhi persyaratan umum dan melengkapi persyaratan khusus, di antaranya:</p><p style="text-align: justify;">Persyaratan umum:</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Mahasiswa Unmul semester satu dan tiga (angkatan 2015 dan 2016)</li><li style="text-align: justify;">Mampu bekerja dalam tim dan loyalitas tinggi</li><li style="text-align: justify;">Maksimal hanya mengikuti dua organisasi (diluar dari LPM SKETSA)</li><li style="text-align: justify;">Biodata diri lengkap</li><li style="text-align: justify;">Pas foto 3 x 4 dua lembar</li><li style="text-align: justify;">Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dua lembar</li><li style="text-align: justify;">Memilih salah satu atau maksimal dua bidang yang diminati, yaitu;</li></ul><ol><li style="text-align: justify;">Reporter</li><li style="text-align: justify;">Fotografer</li><li style="text-align: justify;">Layouter</li><li style="text-align: justify;">Ilustrator</li><li style="text-align: justify;">Videografer</li><li style="text-align: justify;">Iklan dan Pemasaran</li><li style="text-align: justify;">Penelitian dan Pengembangan (Litbang)</li></ol><p style="text-align: justify;">Persyaratan khusus:</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Reporter</li></ul><p style="text-align: justify;">Menyerahkan satu tulisan bernilai berita dan satu tulisan bebas (cerpen, puisi, opini dan lain-lain)</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Fotografer</li></ul><p style="text-align: justify;">Menyerahkan satu buah foto karya sendiri dengan tema &ldquo;Kampusku, Kamu, Kita&rdquo;</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Layouter</li></ul><p style="text-align: justify;">Menyerahkan satu buah hasil desain layout majalah/koran dengan tema bebas. Wajib memahami CorelDraw/ photoshop/ aplikasi desain lainnya</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Illustrator</li></ul><p style="text-align: justify;">Menyerahkan satu buah hasil ilustrasi dengan tema &ldquo;Kampusku, Kamu, Kita&rdquo;</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Videografer</li></ul><p style="text-align: justify;">Menyerahkan satu buah video hasil karya sendiri dengan tema bebas</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Iklan dan Pemasaran</li></ul><p style="text-align: justify;">Menyerahkan tulisan berupa ide kreatif dan inovatif di bidang usaha dan pemasaran yang dapat dikembangkan di kampus (minimal 350 kata)</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Penelitian dan Pengembangan (Litbang)</li></ul><p style="text-align: justify;">Menyerahkan tulisan berupa ide kreatif yang dapat dikembangkan di media (minimal 350 kata)</p><p style="text-align: justify;">Berkas dikirim ke sekretariat LPM SKETSA, Jalan Barong Tongkok Gedung <em>Student Center</em> (SC) Lantai 2, Kampus Unmul Kelurahan Gunung Kelua. Penyerahan berkas paling lambat 2 Desember 2016 dan sesi wawancara 3-4 Desember 2016.</p><p style="text-align: justify;">Bagi pendaftar yang lolos tahap seleksi wawancara, diwajibkan mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) pada 10 Desember 2016. Selanjutnya, pendaftar yang resmi menjadi anggota baru, akan disebut Jurnalis Muda Sketsa (JMS). JMS akan mendapat pelatihan, juga mengikuti seluruh aktivitas LPM SKETSA Unmul termasuk di antaranya rapat redaksi dan peliputan.</p><p style="text-align: justify;">Bagi teman-teman yang mendaftar, mungkin menganggap LPM Sketsa sebagai wadah minat bakat dan organisasi. Bagi kami, <em>oprect</em> adalah pencarian keluarga baru. Sebab, LPM SKETSA bukan sekadar organisasi dan unit kegiatan mahasiswa (UKM), semua anggota yang tergabung dalam LPM SKETSA adalah keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, mari bergabung dalam keluarga besar LPM SKETSA Unmul!</p><p style="text-align: justify;">-Semangat Berbagi dan Menginspirasi!-</p><p style="text-align: justify;">Ada pertanyaan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hubungi:</strong></p><p style="text-align: justify;">Biru: 0823-7622-2829</p><p style="text-align: justify;">Sanah: 0821-5715-8212</p><p style="text-align: justify;"><strong>Media sosial resmi LPM Sketsa Unmul:</strong></p><p style="text-align: justify;">Line: <a href="https://line.me/R/ti/p/%40sev9744k"></a><a href="https://line.me/R/ti/p/%40sev9744k">https://line.me/R/ti/p/%40sev9744k</a></p><p style="text-align: justify;">Twitter &amp; Instagram: sketsaunmul</p><p style="text-align: justify;">Facebook: LPM Sketsa Unmul</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buramnya Kebijakan Portal Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buramnya-kebijakan-portal-unmul/baca </link>
<guid> buramnya-kebijakan-portal-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 16 Nov 2016 09:14:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masih segar dalam ingatan kebijakan Unmul tentang portal keamanan, yang menjadi salah satu cara untuk menjaga keamanan lingkungan kampus. ( Foto : Fajar Tri Mahardika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buramnya-kebijakan-portal-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qEeWJ6L15q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buramnya Kebijakan Portal Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Keamanan kampus Unmul sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah para birokrat. Terutama keamanan jalan seputaran kampus Gunung Kelua yang sempat memiiki beberapa kasus kejahatan dari kehilangan helm sampai penyerangan kepada mahasiswa. Masih segar dalam ingatan kebijakan Unmul tentang portal keamanan di tiga titik gerbang yaitu Jalan M. Yamin, Jalan Pramuka, dan Jalan Gelatik.</p><p style="text-align: justify;">Namun dalam perjalanannya, portal yang telah dibangun kini tidak beroperasi lagi. Sugiarta, Kepala Bagian Hubungan Tata Laksana Unmul mengatakan kendala ada pada sumber daya manusia (SDM). Sewaktu melakukan uji coba pihaknya menggunakan anggota personil penuh. Total 21 anggota dengan pembagian tiga <em>shift</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan 7 orang personil difokuskan menjaga tiga titik portal, lalu kami juga memiliki banyak kegiatan misal SBMPTN, wisuda, dan kunjungan dari tamu kenegaraan. Kalau sudah begitu kami yang di sini (Rektorat) kalang kabut,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Sejak awal rencana untuk menambah personil sudah diumumkan. Namun, disebabkan kondisi keuangan yang sedang pemangkasan anggaran jadi rencana tersebut dibatalkan. Meski begitu, Sugiarta tetap optimis dengan sistem portal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencana ke depan sistem portal tetap diadakan. Bahkan mengggunakan sistem seperti di mal<em>.</em> Namun, rencana itu masih terhalang &nbsp;dikarenakan legalitas jalan di daerah Gelatik,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendala tidak hanya pada SDM, tapi juga pada legalitas jalan Unmul itu sendiri. Seperti diketahui bahwa jalan tersebut sudah di cap jalan umum oleh warga Samarinda. Pihak Unmul sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan warga sekitar dan juga beberapa anggota pemerintahan. Mulai dari pihak kota madya, kepolisian, <em>intern</em> Unmul telah membahas masalah ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika pun ingin mengelola jalan Gelatik, Bapak Rektor harus mengundang <em>stakeholder</em> seperti Dinas Perhubungan, pejabat kota madya, kepolisian. Dengan harapan bahwa kami dapat diberi mandat untuk mengelola jalan tersebut,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Portal Unmul masih akan tetap berjalan dalam rencana jangka panjang ke depan. Jika sekalipun Unmul tidak bisa membangun portal di tiga titik tersebut, pihak Unmul akan memindahkan portal ke beberapa titik baru yang akan disepakati ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Solusi lain untuk mencegah kehilangan di daerah kampus. Akan diterapkan sistem pemberian kartu, di daerah zona parkir motor, apabila mengalami kehilangan di luar zona parkir motor, bukan tanggung jawab pihak keamanan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(ajy/mpr/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Paslon, DPM FIB Menahan Adanya Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-paslon-dpm-fib-menahan-adanya-aklamasi/baca </link>
<guid> minim-paslon-dpm-fib-menahan-adanya-aklamasi </guid>
<pubDate> Thu, 17 Nov 2016 05:45:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Minimnya pendaftar Pemira, jadi pilihan aklamasi di beberapa fakultas. Lantas, bagaimana Pemira di FIB? (Sumber foto: instagram.com/fib_unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-paslon-dpm-fib-menahan-adanya-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0FQJ7XSEGJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Paslon, DPM FIB Menahan Adanya Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>September lalu, sejumlah lembaga mahasiswa di Unmul sudah gencar mengadakan Pemira. Berbeda dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB), hingga kini belum terlihat akan ada Pemira. Lagi-lagi, minimnya pasangan calon (paslon) yang mendaftar jadi kendala.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Baru satu orang dan dia masih mencari pasangannya,&rdquo; ucap Syam Aditya Herlangga, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Syam, kurangnya minat berorganisasi menjadi salah satu faktor, serta penilaian mahasiswa terhadap organisasi terlalu sempit.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa memandang BEM hanya membuat event, tetapi BEM ini bersama DPM merupakan sarana penghubung mahasiswa dengan birokrat,&rdquo; tegasnya saat ditemui <em>Sketsa,</em> Selasa (15/11).</p><p style="text-align: justify;">Jika diruntut, fenomena ini telah terjadi di beberapa fakultas. Baca <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-aklamasi-berharap-bem-fisip-bangkit/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-aklamasi-berharap-bem-fisip-bangkit/baca</a> dan <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/aklamasi-simbol-kemunduran-demokrasi/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/aklamasi-simbol-kemunduran-demokrasi/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Terakhir kabar aklamasi juga muncul dari Fakultas Teknik. Simak <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/aklamasi-terjadi-lagi-ketua-bem-ft-terpilih-bukan-kemunduran-demokrasi/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/aklamasi-terjadi-lagi-ketua-bem-ft-terpilih-bukan-kemunduran-demokrasi/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Syam menerangkan, DPM FIB masih menahan adanya aklamasi. Mereka tetap mengusahakan Pemira berjalan seperti demokrasi yang seharusnya. Aklamasi merupakan jalan terakhir, apabila hingga Desember belum ada paslon lagi.</p><p style="text-align: justify;">Pilihan lain, kepemimpinan sebelumnya akan melanjutkan setahun lagi. Padahal, pihak fakultas sudah memberikan <em>deadline</em>, tapi DPM pun belum bisa memutuskan dari dua pilihan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">DPM mensyaratkan, paslon minimal berpengalaman di Himpunan Mahasiswa (Hima) dan IP minimal 3, serta sudah melewati tiga semester. &quot;Biar enggak ada kecemburuan dan menghindari konflik,&quot; jelas mahasiswa semester 5 itu.</p><p style="text-align: justify;">Syam pun menjelaskan, proses Pemira seperti pada umumnya. Mulai dari pengumpulan berkas hingga pemilihan. Jika Pemira sudah selesai, selanjutnya DPM akan merencanakan Pra-Kongres.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebelumnya kami menuai kritikan, Jadi dengan ini kami bisa mendapatkan pembenaran. Sehingga, bisa diaplikasikan untuk selanjutnya,&quot; terang mahasiswa Etnomusikologi 2014 itu.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Syam berpesan agar mahasiswa FIB memahami fungsi dan peranan BEM, yakni sebagai perantara fakultas dan mahasiswa. &quot;Bukannya, sekadar penyelanggara kegiatan,&quot; pungkas Syam. <strong><em>(asr/mld/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Wajib Lapor untuk Kegiatan di Malam Hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-wajib-lapor-untuk-kegiatan-di-malam-hari/baca </link>
<guid> mahasiswa-wajib-lapor-untuk-kegiatan-di-malam-hari </guid>
<pubDate> Fri, 18 Nov 2016 10:08:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi : http://jogja.tribunnews.com/2015/03/04/polisi-tangkap-pencuri-di-pondok-pesantren </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-wajib-lapor-untuk-kegiatan-di-malam-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zj3pkRpEgg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Wajib Lapor untuk Kegiatan di Malam Hari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Bagi mahasiswa yang mengadakan kegiatan hingga malam hari, kini wajib lapor pada pihak Satuan Tugas (Satgas) Keamanan Unmul. Himbauan tersebut disampaikan dalam rapat keamanan yang dilaksanakan oleh BEM KM Unmul Rabu (26/10) lalu. Selain untuk memudahkan kinerja satgas keamanan dalam melaksanakan patroli, juga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Satgas Keamanan, Wartono mengatakan, meski belum ada sanksi tegas bagi mahasiswa yang tidak melaporkan kegiatannya, pihaknya tidak bertanggungjawab apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak ada sanksi, tapi kami enggak bisa apa-apa bila terjadi sesuatu hal, karena tidak ada yang bertanggung jawab,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em> via pesan singkat.</p><p style="text-align: justify;">Komandan Regu (Danru) Patroli Keamanan, Arman mengatakan masih banyak mahasiswa yang melakukan kegiatan hingga malam bahkan dini hari. Namun, tidak melaporkan kegiatan tersebut kepada pihak keamanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa bikin kegiatan enggak lapor. Giliran ada kejadian kita disalahkan,&rdquo; keluhnya saat ditemui <em>Sketsa</em><em>,&nbsp;</em>Selasa(15/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Arman menuturkan setiap malam pihaknya selalu melakukan patroli sesuai jadwal regu yang bertugas. Jika pihaknya menemukan mahasiswa yang masih berkegiatan, tak sungkan ia menegur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi pas patroli kita tanya kegiatan apa ini, yang penting kita <em>tau</em>,&rdquo; ungkap Danru kelompok 2 itu.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk mahasiswa yang beraktivitas di gazebo perpustakaan sampai larut malam, ia sering memperingatkan agar tidak sendirian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paling saya bilangi, &lsquo;dek <em>kok</em> main laptop sendirian? Kalo bisa ada temennya&rsquo;,&rdquo; ujar Arman mengisahkan.</p><p style="text-align: justify;">Arman berpesan kepada mahasiswa Unmul yang akan mengadakan kegiatan hingga malam hari untuk menginformasikan pada pihak keamanan dalam bentuk surat laporan kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bikin tiga rangkap surat izin kegiatan, untuk Bagian Rumah Tangga, HTL (Hukum Tata Laksana) dan Keamanan,&rdquo; jelasnya. <strong><em>(krv/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Hari Pendidikan Internasional, FKIP Unmul Tolak Massa Aksi AMS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringatan-hari-pendidikan-internasional-fkip-unmul-tolak-massa-aksi-ams/baca </link>
<guid> peringatan-hari-pendidikan-internasional-fkip-unmul-tolak-massa-aksi-ams </guid>
<pubDate> Fri, 18 Nov 2016 11:30:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringati Internasional Student Day, hari ini (17/11). FKIP tolal massa aksi AMS. (Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringatan-hari-pendidikan-internasional-fkip-unmul-tolak-massa-aksi-ams/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/icI4hDpKB6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Hari Pendidikan Internasional, FKIP Unmul Tolak Massa Aksi AMS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Berangkat dari kegelisahan akan suramnya wajah dunia pendidikan kini, sebuah kelompok yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Samarinda (AMS), menggelar aksi bertema Reformasi Pendidikan. Aksi diikuti puluhan massa dari segenap elemen mahasiswa dan gerakan eksternal, sejak pukul 15.00-17.00 Wita. Merupakan wujud peringatan momentum <em>International Student Day&nbsp;</em>atau Hari Pendidikan Internasional, tepat (17/11) hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Ada lima tuntutan yang disuarakan, yakni tolak komersialisasi pendidikan, wujudkan sarana dan pra sarana yang berkualitas dalam menunjang pendidikan, wujudkan demokrasi, perangi korupsi dan pungli, serta tangkap dan adili pelaku kekerasan seksual dalam dunia pendidikan. Kelima tuntutan itu diteriakkan massa aksi sambil menyambangi sejumlah fakultas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Massa yang sebelumnya berkumpul di halaman Auditorium Unmul bergerak menuju Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), kemudian Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Hukum (FH). Aksi berlangsung damai, bahkan diikuti sejumlah mahasiswa dari tiga kampus tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Usai di FH, massa lalu bergerak menuju kampus para pendidik. Namun, tak disangka pihak keamanan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sigap menutup portal akses masuk kampus ketika massa mulai mendekat. Suasana sempat memanas, Dekan FKIP dan jajarannya terpaksa turun menemui massa. Terjadi adu mulut, namun tak berlangsung lama. Hingga, massa memutuskan melanjutkan aksi di titik utama, gerbang Unmul M. Yamin.</p><p style="text-align: justify;">Lambang Subagiyo, Wakil Dekan I FKIP mengungkapkan, aksi mahasiswa yang dilihatnya ini tak beretika. Hal itu, turut diamini Amir, Dekan FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aksi dan tuntutannya bagus, tapi kan ada caranya. Kenapa enggak dilakukan dengan cara yang lebih elegan. Saya sebenarnya menyambut baik, apalagi saya juga seorang guru. Saya pernah sekolah di luar negeri, tapi bukan begini cara merayakannya,&rdquo; ujar Lambang.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Nur Hariyani Humas aksi yang juga merupakan Presiden BEM FISIP Unmul mengatakan, ditolaknya mereka di FKIP merupakan hal yang wajar. Mahasiswa FKIP diketahui sedang melaksanakan ujian dan pihak keamanan mencegah terjadinya keributan yang dapat mengganggu jalannya ujian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak berniat mengganggu, kami pun tidak ingin mendiskriminasi kawan-kawan FKIP. Kami kecewa tidak diberi ruang, bahkan hanya untuk orasi sebentar untuk mengajak mereka bergabung. Kami akui memang tidak sempat berkomunikasi terlebih dulu dengan birokrat FKIP, jadi ditolak tadi itu wajar. Tapi, kami sudah minta BEM FKIP untuk mem-<em>follow up</em>,&rdquo; terang perempuan yang akrab disapa Yani itu.</p><p style="text-align: justify;">Perihal tuntutan, dikatakan Yani masih umum. Sebab, aksi hari ini dimaksudkan sebagai langkah awal untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat dan nantinya akan ada aksi lanjutan terkait hal ini.</p><p style="text-align: justify;">AMS, merupakan sebuah aliansi baru yang dibentuk atas inisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Unmul punya Garuda Mulawarman dan AMS diharapkan mampu menangkap dan menanggapi isu di luar maupun dalam dari seluruh mahasiswa Samarinda, tidak hanya Unmul,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat ada delapan belas organisasi yang mengikuti aksi, di antaranya BEM KM Unmul, BEM dan DPM FISIP, BEM TEKNIK, BEM FEB, BEM FTIK, LEM SYLVA, HMJ SOS, HIMAKSI, HIMANEGA, HIMAHAP, HIMABIS, HIMAHI, LENSA, JKMK, LSK, GMNI, LMND, dan beberapa mahasiswa Untag. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ramai Aklamasi, Demokrasi Masih Tetap Berjalan di FKM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ramai-aklamasi-demokrasi-masih-tetap-berjalan-di-fkm/baca </link>
<guid> ramai-aklamasi-demokrasi-masih-tetap-berjalan-di-fkm </guid>
<pubDate> Sat, 19 Nov 2016 08:54:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski ada beberapa fakultas yang pemiranya berakhir dengan aklamasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat kemarin sukses melangsungkan pemira dengan demokrasi. (Sumber foto: instagram.com/dpmfkm_unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ramai-aklamasi-demokrasi-masih-tetap-berjalan-di-fkm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fhwMIhCw8p.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ramai Aklamasi, Demokrasi Masih Tetap Berjalan di FKM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pada Minggu (9/10) lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) mengumumkan pasangan calon yang berhasil maju sebagai calon presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM.</p><p style="text-align: justify;">Terpilihlah dua pasangan calon yang bakal maju di Pemira. Nomor urut pertama, Nurul Rohimah (Kesmas 2013) dan pasangannya Sekar Pratiwi (Kesmas 2014). Nomor urut kedua Muhammad Miftahul Mubarok (Kesmas 2014) didampingi Faradillah Rahmatul Umah (Kesmas 2014).</p><p style="text-align: justify;">Dua minggu kemudian, DPM FKM mengumumkan hasil pemira pada Minggu (23/10) yang dimenangkan oleh pasangan Muhammad Miftahul Mubarok dan Faradillah Rahmatul Umah. Mereka memperoleh suara sebanyak 270. Sementara lawan mereka, mendapatkan hasil suara sebanyak 193.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya pada Minggu (13/11) kemarin, pasangan terpilih resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM. Dengan mengusung visi, merajut asa dari FKM Unmul untuk Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, misi yang mereka usung adalah aktif meningkatkan citra FKM melalui peran mahasiswa di bidang keilmuan, kajian, dan pengabdian. Semangat dan kritis terhadap isu advokasi yang proaktif, kreatif, dan komperehensif. Serta mengangkat solidaritas dalam kekeluargaan untuk menciptakan sumber daya mahasiswa FKM yang unggul dan profesional.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa,</em> Mifta, begitu sapaan akrabnya mengutarakan harapannya untuk kemajuan FKM ke depan. Mifta berharap pemira FKM bisa lebih meningkatkan animo demokrasi karena masih banyak mahasiswa FKM yang antipati terhadap demokrasi kampus.</p><p style="text-align: justify;">Mifta juga memberikan tanggapannya terkait pemira BEM fakultas lain yang berakhir dengan aklamasi. Menurutnya, iklim demokrasi di Unmul belum merata dengan baik dibuktikan masih ada fakultas yang pemiranya hanya diikuti oleh satu pasangan calon saja. Hal ini memang belum menjadi patokan demokrasi yang mundur, namun dapat menjadi awal di mana nanti kehidupan demokrasi kampus akan menurun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini menjadi peringatan besar untuk seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa Unmul kompetisi dalam politik kampus harus dipupuk karena ini akan menjadi sebuah pembelajaran besar untuk <em>step</em> kehidupan di luar kampus nantinya. Sehingga aklamasi seperti ini semoga di tahun depan tidak terjadi lagi karena kita butuh sebuah pesta demokrasi demi mengamalkan pancasila dan UUD 1945,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara menurut pendapat pasangannya, Faradillah Rahmatul Umah, setiap orang berhak untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin di tiap institusi. Dirinya menyayangkan aklamasi yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu berarti mahasiswanya kurang memiliki keinginan untuk membangun institusinya sendiri. Kalau ngomongin aklamasi, saya langsung teringat dengan perkataan Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil, Indonesia perlu pemuda pencari solusi bukan pencaci maki. Jadi saran saya ubahlah dengan gerakan dan solusi bukan dengan kritis dan caci maki,&rdquo; ungkap gadis yang akrab disapa Umah itu.</p><p style="text-align: justify;">Miftah ingin ke depannya bersama-sama beserta segenap elemen yang ada di FKM dapat mewujudkan citra dan performa FKM Unmul di tingkat universitas maupun nasional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan bagi setiap pasangan calon yang akan berlaga di tahun depan, pesan saya cuma satu: jujur dan benar. Jangan membuat hal-hal yang saling menjatuhkan, tapi buatlah suatu hal yang saling menguatkan,&rdquo; pungkasnya. <strong><i>(els/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buah Hatiku, Semangat Kuliahku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/buah-hatiku-semangat-kuliahku/baca </link>
<guid> buah-hatiku-semangat-kuliahku </guid>
<pubDate> Sat, 19 Nov 2016 09:50:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dian Yostiarini, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik bersama ibunda dan anaknya. (Foto: Mayang I. R. Biru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/buah-hatiku-semangat-kuliahku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/czihXVvOjz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buah Hatiku, Semangat Kuliahku</h1>
			              </header>
			              <div style="text-align: justify;"></div><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Menjadi mahasiswa itu melelahkan. Masuk kuliah setiap hari, tugas, ujian, praktikum, juga laporan. Belum lagi kalau dosen yang mendadak tidak jadi masuk kelas, dan mengharuskan kita untuk mengatur ulang jadwal kuliahnya. Mahasiswa biasa saja bisa kelimpungan, lalu bagaimana dengan mahasiswa yang juga seorang ibu?</p><p style="text-align: justify;">Rina Indahsari Tamrin dan Dian Yostiarini adalah dua di antaranya. Mereka masih aktif berkuliah sambil mengurus anak. Saat ditemui di kediamannya, Selasa (15/11) lalu, mereka sama-sama menceritakan pengalamannya ketika harus berkuliah pada masa kehamilan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untungnya aku enggak ngidam apa-apa sih waktu hamil,&rdquo; ujar Dian kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Dian, Rina justru merasa tidak nyaman ketika harus ke toilet.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa muntah-muntah kalau ke wc,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Rina menambahkan, suaminya sampai menyarankan untuk buang air kecil di luar.</p><p style="text-align: justify;">Rina adalah seorang mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dia berkisah harus menapaki tangga hingga lantai tiga untuk berkuliah. Serupa, Dian, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bahkan harus berjalan kaki dari kostannya sampai ke kampus.</p><p style="text-align: justify;">Saat usia kehamilan delapan bulan, Rina sempat mengambil cuti selama satu semester. Hal tersebut mengharuskannya menunda masa KKN. Proses melahirkan Dian yang bertepatan dengan libur kuliah, membuatnya tidak mengambil cuti. Saat liburan usai, perempuan berjilbab itu tetap berkuliah seperti biasa.</p><p style="text-align: justify;">Keduanya melahirkan secara normal di Bontang. Dian melahirkan seorang anak perempuan yang kini berusia dua bulan, sedangkan Rina melahirkan anak laki-laki enam bulan lebih dulu.</p><p style="text-align: justify;">Kini, Dian tinggal bersama ibunya di sebuah kostan di daerah Pemuda. Sedangkan suaminya bekerja di sebuah perusahaan di Bontang. Perempuan kelahiran 1996 itu sangat terbantu dengan kehadiran sang ibu di sisinya. Yang senantiasa menjaga putrinya saat ia menuntut ilmu. Ibunya juga selalu mengingatkan dan mengajarkan Dian soal mengurus anak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biasanya, saya marah kalau Dian itu belajar, terus lupa waktunya nyusuin anaknya,&rdquo; ujar Yosi, ibu Dian.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Rina, hanya tinggal berdua dengan sang anak di kostan daerah Perjuangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kadang sedih juga sih, apalagi dia (anaknya) sempat masuk rumah sakit,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan 21 tahun itu menambahkan, dengan hadirnya sang anak, justru membuatnya makin dewasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mendewasakan diri juga. Yang biasanya kuliah jam delapan, baru bangun jam tujuh, sekarang harus bangun jam setengah enam. Masak buat anak, nyusuin, mandiin, sampe bawa dia ke kampus,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Untungnya, mereka mendapat dorongan dari orang terdekat untuk terus semangat kuliah. Rina mengatakan, teman sekelasnya justru kadang bergantian menggendong sang anak. Dosen pun tak ada yang mempermasalahkan. Sedang Dian, mendapat dorongan penuh dari sang ibu untuk menyelesaikan kuliahnya. Ibunya berkata bahwa bagaimanapun keadaannya Dian harus semangat menyelesaikan studinya, demi masa depan yang lebih baik. <strong><i>(bru/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Syaifa Shopia, Mahasiswi Cantik Seperti Tokoh Kartun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/syaifa-shopia-mahasiswi-cantik-seperti-tokoh-kartun/baca </link>
<guid> syaifa-shopia-mahasiswi-cantik-seperti-tokoh-kartun </guid>
<pubDate> Sun, 20 Nov 2016 10:03:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ini Syaifa Shofia, mahasiswi cantik prodi Bahasa Inggris FKIP ini salah satu cosplayer Samarinda. (Foto: dok. Syaifa Shofia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/syaifa-shopia-mahasiswi-cantik-seperti-tokoh-kartun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a99xoV6cVH.png" />
					</figure>
			                <h1>Syaifa Shopia, Mahasiswi Cantik Seperti Tokoh Kartun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-</strong> Bagi Anda yang gemar dengan kebudayaan Jepang pasti tak asing dengan istilah <em>Costume Play&nbsp;</em>atau disingkat <em>Cosplay.&nbsp;</em>Tradisi ini merupakan budaya pop di Jepang, di mana para penggemarnya (<em>cosplayer</em> ) menggunakan kostum persis karakter kartun. Biasanya, para <em>cosplayer</em><em>&nbsp;</em>merupakan penggemar fanatik dari film anime atau komik asal negeri matahari terbit itu.</p><p style="text-align: justify;">Budaya <em>cosplay</em>, ternyata juga sampai di Samarinda. Sering kita temukan para <em>cosplayer</em> di pusat perbelanjaan atau keramaian-keramaian. <em>Sketsa</em> berhasil menemui salah satu <em>cosplay</em> yang berstatus mahasiswi Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Adalah Syaifa Shopia. Gadis yang kini sedang duduk di bangku kuliah, tepatnya di FKIP Unmul Prodi Bahasa Inggris, merupakan salah satu anggota komunitas <em>c</em><em>osplay</em> di Samarinda. Kepada <em>Sketsa</em>, Shopia yang tampak benar-benar mirip karakter kartun itu mengungkapkan minatnya terhadap dunia <em>cosplay</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat suka kartun Jepang. Saya <em>freelance&nbsp;</em>saja sih kalau di komunitas. Kadang ikut Jceb, kadang ikut komunitas lain yang masih tergolong komunitas <em>Cosplay</em>. Jceb sendiri adalah komunitas <em>C</em><em>osplay</em> yang cukup besar di Samarinda. Anggotanya puluhan dari berbagai kalangan. Mulai mahasiswa, hingga pekerja,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, mahasiswi asal Balikpapan itu mengaku senang menirukan karakter <em>Lili Rochefort</em> dari game <em>Tekken</em> dan <em>Kyoka Katagiri</em> dari game <em>Gunslinger Stratos</em>. Untuk <em>show</em>, komunitas Shopia sering mengikuti <em>event-event</em> di sejumlah pusat perbelanjaan yang juga diselenggarakan oleh komunitas pecinta budaya Jepang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biasanya sih <em>event</em> tahunan. Nah, yang paling dinanti-nanti para <em>cosplayer</em> itu ya event Jepang Festival (Jfest) yang dilaksanakan di Balikpapan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Jfest, merupakan event tahunan yang diadakan komunitas Jepang di <em>Mall Balikpapan Center</em>. Tak salah event tersebut disebut-sebut sebagai event yang paling dinanti para <em>cosplayer.&nbsp;</em>Sebab, event tersebut nyatanya diikuti oleh komunitas <em>c</em><em>osplay&nbsp;</em>dari hampir seluruh wilayah di Indonesia.<em>&nbsp;</em>Selain itu, terdapat banyak sekali lomba-lomba, seperti <em>Coswalk</em>, <em>Manga</em>, <em>Dance</em> dan <em>Anisong</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya menggemari, Shopia pun banyak meraup prestasi dari dunia yang digemarinya ini. Gadis kelahiran &nbsp;14 Oktober 1997 itu tercatat telah memenangkan tiga penghargaan saat menjadi pengisi acara <em>c</em><em>osplay drama</em>. Dia juga didaulat sebagai <em>Master of Ceremonies</em> (MC) ajang komunitas <em>cosplay&nbsp;</em>di Gor Segiri. <em>(<strong>irm</strong></em><strong><em>/aml</em></strong><em>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Event IT Fair 2016, Pengunjung: Tahun Ini Rasanya Sepi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/event-it-fair-2016-pengunjung-tahun-ini-rasanya-sepi/baca </link>
<guid> event-it-fair-2016-pengunjung-tahun-ini-rasanya-sepi </guid>
<pubDate> Sun, 20 Nov 2016 10:15:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemarin (18/11) malam puncak acara IT Fair yang diadakan BEM FTIK ini terasa sepi. (Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/event-it-fair-2016-pengunjung-tahun-ini-rasanya-sepi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nmEudgSMVn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Event IT Fair 2016, Pengunjung: Tahun Ini Rasanya Sepi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA –</strong> Gelaran tahun kedua IT Fair yang diselenggarakan BEM FTIK Unmul tuntas Jumat (18/11), kemarin malam. Meriah dengan gema kembang api di awal acara membuat suasana malam di Unmul terasa sedikit berbeda. Ratusan pengunjung dari berbagai fakultas tampak memadati halaman Auditorium.</p><p style="text-align: justify;">Event yang terselenggara sejak 15 November itu kian ramai dengan perlombaan yang jumlahnya lebih banyak dibanding tahun lalu. Berbanding lurus dengan jumlah lomba, antusias pendaftar pun meningkat. Selain itu, adanya seminar di hari pertama, menurut Hadi Yoga Fachrozi Madjid, ketua panitia IT Fair 2016, menjadi sesuatu yang membedakan IT Fair tahun ini dengan tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">“Peserta ada 323 dari 13 lomba. Mereka datang tidak hanya dari dalam Unmul, tapi kota Samarinda. Adapun, jumlah panitia ada 120 dan kebanyakan angkatan 2016. Ini sebagai ajang latihan juga untuk mereka,” terang Yoga.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Yoga, Nur Hastuti, mahasiswi FEB, salah satu pengunjung malam puncak IT Fair malah mengatakan gelaran tahun ini sepi daripada tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">“Tahun ini IT Fair rasanya sepi. Tahun lalu saya sempat ke FTIK Care. Entah tahun ini rasanya sepi saja gitu,” ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Gelaran IT Fair, dikatakan Yoga sebagai ajang pembuktian tentang dunia IT Samarinda yang tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Tak dapat dimungkiri, teknologi dan informasi memang merupakan sesuatu yang penting dewasa ini. Sebab itu, adanya IT Fair diharapkan mampu meningkatkan gairah mahasiswa terhadap perkembangan teknologi secara bijak dan tepat guna. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wanita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/wanita/baca </link>
<guid> wanita </guid>
<pubDate> Mon, 21 Nov 2016 09:09:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber ilustrasi : pinterest.com by Emily Pendas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/wanita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CvaBGh9gcd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wanita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Terkadang, penakut, pemalu, tak percaya diri, suka salah tingkah. Ah&hellip; banyak sudah lemahnya.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi, wanita. Sedikit saja terluka, dia suka bawa ke mana-mana.</p><p style="text-align: justify;">Kadang cerewet, kadang diam. Sesuai kondisi hati geraknya.</p><p style="text-align: justify;">Paling aneh, ketika dia kecewa. Eh&hellip; karena ulahnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Tak jarang, ada yang menetes dari sepasang matanya.</p><p style="text-align: justify;">Kalau sudah begini siapa yang diajak berbagi?</p><p style="text-align: justify;">Siapa lagi? Kalau bukan sesamanya.<br>Wanita.</p><p style="text-align: justify;">Kuat dan berani dengan caranya.<br>Meski getir terasa, ada semangat dalam dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Jangan nilai dia sembarangan. Pendiam, padahal ia tak tenang. Periang, padahal ia sedang malang.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Jati Dwi Juwitaningrum, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2013</em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kuis Perpustakaan Unmul: Kenali, Siapa Tahu Beruntung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kuis-perpustakaan-unmul-kenali-siapa-tahu-beruntung/baca </link>
<guid> kuis-perpustakaan-unmul-kenali-siapa-tahu-beruntung </guid>
<pubDate> Wed, 23 Nov 2016 08:56:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Spanduk kuis yang dipajang di teras Perpustakaan Unmul. (Foto: Fitia Nuril Salsabila) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kuis-perpustakaan-unmul-kenali-siapa-tahu-beruntung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KAl8I2e6Zh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kuis Perpustakaan Unmul: Kenali, Siapa Tahu Beruntung</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Oktober lalu, terpampang spanduk di teras Perpustakaan Unmul. Spanduk berisikan kuis tebak siapa dia dan apa aktivitasnya di Unmul ini, berhadiah jutaan rupiah. Berawal dari inisiatif UPT Perpustakaan Unmul yang ingin menjadikan kuis tersebut sebagai wujud eksitensinya, kini pengunjung perpustakaan meningkat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Awalnya dari kami sendiri, bagaimana meningkatkan pengunjung perpustakaan ini. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan seperti ini,&quot; ujar Murji, Kasubbag Perpustakaan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Murji, Ketua Perpustakaan Unmul, Supadi menuturkan, hal ini bagus sebagai pembelajaran mahasiswa, terlebih untuk mengetahui siapa dia dan bagaimana perannya selama ini di kampus. Tertera, mulai dari <em>cleaning service,&nbsp;</em>satpam, pedagang, ketua BEM hingga birokrat serta akademisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menunjukkan kepada mahasiswa bahwa pekerjaan dari yang rendah hingga yang besar mempunyai peran dalam aktivitasnya. Dari situ kami menggambarkan bahwa itu mendukung semua aktifitas perpustakaan,&rdquo; ucap Supadi ketika ditemu <em>Sketsa,&nbsp;</em>(2/11<em>)</em> lalu.</p><p style="text-align: justify;">Selain sebagai eksitensi perpustakaan, menurut Supadi hal ini menjadi kegiatan rutin yang mestinya diadakan. Terkait peserta, bukan hanya mahasiswa Unmul, dosen bahkan orang luar Unmul pun boleh mengikuti kuis ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, sehingga orang luar pun bisa kenal. Sudah banyak yang daftar, tapi ada juga yang sekadar mengambil formulir dan mulai mengidentifikasi karena masih belum tahu siapa saja,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir ucap Supadi, kuis akan berakhir Desember. &ldquo;Agak lama juga, nanti dipilih siapa yang beruntung,&rdquo; ucapnya. Bagi yang tertarik ingin mengikuti kuis ini, dapat mengambil formulir di Ruang Tata Usaha atau Satpam Perpus Unmul. <strong><em>(snh/</em></strong><strong><em>tia</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em></em></strong><strong><em>els/jdj</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Karst Kaltim, Pembicara dan Peserta Seminar Saling Serang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ungkap-fakta-mengejutkan-soal-karst-kaltim-pembicara-dan-peserta-seminar-saling-serang/baca </link>
<guid> ungkap-fakta-mengejutkan-soal-karst-kaltim-pembicara-dan-peserta-seminar-saling-serang </guid>
<pubDate> Wed, 23 Nov 2016 10:45:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar bahas Karst Kaltim, yang bakal dijadikan pabrik semen, diadakan UKM Imapa Unmul. (Foto: Amelia Rizky Y) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ungkap-fakta-mengejutkan-soal-karst-kaltim-pembicara-dan-peserta-seminar-saling-serang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kmn07t3w5U.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Karst Kaltim, Pembicara dan Peserta Seminar Saling Serang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &nbsp;Kemelut rencana pembangunan pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat (Kutai Timur) dan Biduk-Biduk (Berau) belum berakhir. Perdebatan antar pihak yang belakangan kian naik ke permukaan itu, kemarin (21/11) diangkat dalam sebuah seminar bertajuk &ldquo;Runtuhkan Karst, Runtuhkan Kehidupan&rdquo; yang diinisiasi oleh UKM Imapa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Seminar tersebut dipandu Abdullah Naim, dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim dan dihadiri empat pembicara dari kalangan berbeda. Pertama, Afkar dari Dinas Pertambangan dan Energi Kaltim. Dalam pemaparannya, ia banyak menjelaskan tentang awal dan karakteristik karst secara normatif dan saintis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dilanjutkan Syahrir dari Badan Lingkungan Hidup Kaltim, membahas tentang peraturan yang mengatur perlindungan karst. Syahrir banyak berbicara tentang peran pemerintah, yang dalam hal ini disebutnya tidak memihak, namun melihat fakta. Syahrir pun menuai beragam tanggapan dari peserta seminar, sebab ucapannya yang dinilai tidak pantas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini adalah anugerah. Sayang <em>dong</em> jika tidak dimanfaatkan. Saya ini orang lingkungan, tapi bukan yang menutup mata. Kebutuhan semen kita diperkirakan akan terus meningkat. Kalau impor dari Jawa terus, akan menelan dana milyaran rupiah. Sedangkan, jika kita punya pabrik sendiri tentu masyarakat akan diuntungkan,&rdquo; ujar Syahrir.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Syahrir mengatakan, pihaknya bersama pemerintah berupaya jeli melihat sumber daya yang menjadi prioritas untuk dilindungi. Ihwal perlindungan, kata dia, tidak dapat diterapkan secara sama untuk segala jenis SDA. Baginya, peraturan yang ada merupakan acuannya bergerak dan mestinya ditafsirkan seragam. &ldquo;Mari kita berpikir cerdas dan melihat tidak dengan kacamata kuda. Ini yang selalu saya katakan ke demonstran,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembicara ketiga yakni, Heri Susanto, dari Pusat Pengendalian Ekoregion Kalimantan. Sesi Heri terasa begitu hidup kala ia banyak mengungkap fakta mengejutkan. Dikatakannya, karst merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, butuh jutaan tahun untuk hidup kembali dan merupakan ekosistem. Tak hanya itu, karst yang ada di Biduk-Biduk (Berau) ternyata hanya satu-satunya dan paling berbeda dengan karst lan yang ada di belahan dunia. Bersama fakta-fakta lain yang tak kalah mengejutkan, pemaparannya kian menarik dengan didukung data dan gambar yang membuat hadirin tersadarkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karst itu sekali dirusak, maka kita tidak akan pernah mendapatkannya lagi. Karst ialah ekosistem. Artinya, ketika kita membangun pabrik semen, tidak hanya bangunan pabrik saja yang berdiri. Pasti ada pembangkit listrik, tambang batu bara, dan aktivitas lain yang menunjang dan tentu saja sarat pencemaran lingkungan. Saya bertandang ke Biduk-Biduk beberapa waktu lalu, dan dalam hati saya bergumam, saya adalah orang pertama yang menolak keras jika di sana jadi dibangun pabrik semen,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang juga merupakan peneliti dan ahli geologi itu pun membeberkan realita tentang penelitian yang ditemukannya di lapangan. Dikatakan, sungai-sungai besar yang ada di Kalimantan umumnya bermuara pada karst sebagai penyuplai air tawar dan penyaring air agar jernih. Pun negara-negara di dunia saat ini telah menutup pabrik semen mereka dan mengalihkannya ke negara lain, salah satunya Indonesia. Negara-negara tersebut dikatakan Heri menyadari bahaya pemanfaatan karst. Kini wilayah yang dulunya dijadikan pabrik, dialihkan menjadi destinasi wisata dan keuntungan yang diperoleh justru belasan kali lipat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika pabrik itu jadi dibangun. Kita harus siap-siap mendapatkan air kotor bercampur lumpur karena hilangnya karst. Salah satu wilayah di Sulawesi, kini tidak dapat kita temukan kupu-kupu. Debit dan kejernihan air merosot, itu akibat perusakan karst. Sementara itu, di Biduk-Biduk, masyarakat begitu damai dan tida butuh apa pun. Pabrik semen itu tidak memberikan keuntungan sama sekali buat mereka. Saya yakin,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Masuk ke pembicara keempat, hadir dari kalangan akademisi. Rustam, dosen Fakultas Kehutanan Unmul menyebut, karst memiliki arti penting dalam pelestarian habitat yang langka dan belum diteliti. Selain itu, karst menurutnya banyak membantu dalam penemuan-penemuan lingkup arkeologi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak kami temukan batu-batu bahkan prasasti di gua-gua karst. Tentu saja karst banyak menyimpan nilai sejarah dan budaya. Banyak pula hewan dan tumbuhan yang bahkan baru kami temukan. Sangat disayangkan, jika anugerah semacam itu harus dirusak,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Rustam, bahkan tegas mengatakan dirinya tidak sepakat dengan yang dikatakan Syahrir. &ldquo;Kalau bicara perlindungan, karst ini jelas harus dilindungi. Peraturan Gubernur yang kini sudah dikeluarkan pun bukan kitab suci yang tidak bisa direvisi,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Seminar pun dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sempat memanas. Terjadi perdebatan cukup alot antara Syahrir dengan salah satu peserta seminar. Berakhir pukul 14.00 Wita, seminar itu ditutup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seminar ini merupakan yang pertama mengangkat tentang karst di Unmul dan berangkat dari kegelisahan kami semua. Kami mengundang sejumlah ikatan mahasiswa dan siswa pecinta alam dan organisasi-organisasi peduli lingkungan di Samarinda. Setelah ini akan ada pendiskusian dan langkah lanjutan,&rdquo; ujar Mashuri, Ketua Panitia Seminar.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Romiansyah, Ketua Imapa Unmul, seminar tersebut merupakan pernyataan sikap Imapa yang tidak sepakat dengan adanya pembangunan pabrik semen di dua wilayah Kaltim yang kaya akan sumber daya alam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini Unmul belum terdengar sikapnya terhadap rencana pabrik semen. Padahal, Unmul merupakan lembaga pendidikan besar di Kaltim. Kami coba menginisiasi dan ini wujud pernyataan sikap kami,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lestarikan Lingkungan Melalui Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lestarikan-lingkungan-melalui-program-beasiswa-pertamina-sobat-bumi/baca </link>
<guid> lestarikan-lingkungan-melalui-program-beasiswa-pertamina-sobat-bumi </guid>
<pubDate> Thu, 24 Nov 2016 08:03:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PT. Pertamina melalui Pertamina Foundation membuka beasiswa untuk mahasiswa S1 melalui program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi. (Sumber foto: PT. Pertamina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lestarikan-lingkungan-melalui-program-beasiswa-pertamina-sobat-bumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tjUtcP0BWn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lestarikan Lingkungan Melalui Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi adalah mimpi hampir semua orang. Sayangnya, tidak semua orang dapat dengan mudah mewujudkan impian tersebut. Ada beberapa orang yang ingin sekali melanjutkan studinya ke jenjang lebih tinggi, namun terhalang oleh biaya. Salah satu upaya dalam menghadapi masalah tesebut adalah dengan mendapatkan beasiswa. Oleh sebab itu, kali ini <em>Sketsa&nbsp;</em>akan mengulas seputar beasiswa yang sedang terbuka untuk mahasiswa Unmul yaitu Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Program Beasiswa Pertamina Sobat Bumi adalah program beasiswa yang diberikan oleh PT. Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation. Dikutip dari laman resmi Pertamina Foundation <a href="http://beasiswa.pertaminafoundation.org/">http://beasiswa.pertaminafoundation.org/</a> , beasiswa ini diberikan untuk mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi Indonesia jenjang Strata Satu (S1). Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa dan mahasiswi yang memunyai kepedulian serta berkontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan sosial kemasyarakatan.</p><p style="text-align: justify;">Beasiswa yang diberikan adalah berupa bantuan biaya pendidikan (UKT) dan bantuan biaya hidup per bulan. Selain mendapatkan tunjangan biaya, penerima beasiswa ini juga nantinya akan mendapatkan dukungan untuk kegiatan Aksi Sobat Bumi dan mendapatkan <em>Training</em> Peningkatan Kapasitas.</p><p style="text-align: justify;">Program beasiswa ini telah menutup pendaftarannya di beberapa perguruan tinggi yang ada Indonesia. Khusus untuk di Unmul sendiri program beasiswa ini masih membuka pendaftaran terhitung sejak 10 November hingga 27 November 2016 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditemui <em>Sketsa</em> pada Selasa (22/11) lalu, Haerudin, salah satu staff Kesejahteraan Mahasiswa Rektorat Unmul, mengatakan bahwa pihak Unmul tidak banyak campur tangan dalam penanganan program beasiswa ini. Pihak Unmul hanya menjadi mediator dan penerima daftar nama-nama yang kelak akan menerima program beasiswa ini. Untuk proses penyeleksian dan hal-hal lainnya semua ditangani langsung oleh pihak Pertamina sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah menyebarkan lima poster di tiap-tiap fakultas,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, untuk proses pendaftaran program beasiswa ini dilakukan secara online. Kepada Anda yang berminat dengan program beasiswa ini dapat langsung mengakses laman resmi Pertamina Foundation <a href="http://beasiswa.pertaminafoundation.org/">http://beasiswa.pertaminafoundation.org/</a> untuk mendaftarkan diri. <em><strong>(rrd/wal)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nyali Farmasi Tempuh Pemira Pertamanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyali-farmasi-tempuh-pemira-pertamanya/baca </link>
<guid> nyali-farmasi-tempuh-pemira-pertamanya </guid>
<pubDate> Fri, 25 Nov 2016 10:22:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemilihan Raya (Pemira) pertama BEM Farmasi. (Sumber foto: Dokumen KPPR) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyali-farmasi-tempuh-pemira-pertamanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uhqxOuWUdX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nyali Farmasi Tempuh Pemira Pertamanya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kendati disibukkan dengan tugas dan juga berbagai laporan, mahasiswa di Fakultas Farmasi tetap memiliki gairah dalam organisasi. Dan, salah satu organisasi tertinggi di kampus itu adalah BEM Farmasi. Yang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Pemilihan Raya (Pemira) pertamanya.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR), Handi Wilianto, mengatakan pihaknya ingin menerapkan sistem demokrasi yang sebenarnya di lingkungan kampus Farmasi. &ldquo;Karena di fakultas lain juga telah menerapkan sistem Pemira,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya Farmasi lebih memilih Musyawarah Besar sebagai cara memilih Gubernur BEM. Kendala banyaknya hal yang harus dipersiapkan jadi alasan mengapa Pemira baru tahun ini akan digelar.</p><p style="text-align: justify;">Masa kampanye para pasangan calon (paslon) telah berlangsung pada tanggal 8-17 November 2016. Dilanjutkan dengan acara debat kandidat yang diselenggarakan pada Minggu (20/11) kemarin. Namun karena suatu alasan yang enggan disebutkan Handi, keberlangsungan Pemira ini diundur hingga Desember mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Ada dua paslon yang akan maju dalam Pemira Farmasi jilid pertama ini. Pasangan calon nomor satu diisi Faqur Rahman dan Laras Indah Wulandari. Keduanya berasal dari angkatan tahun sama yakni 2014. Memiliki visi untuk mewujudkan BEM Fakultas Farmasi sebagai episentrum kreator perbaikan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara pasangan calon nomor urut dua, Riska Putri Patila Sau mengajukan diri sebagai calon gubernur, bersama wakilnya, Wahyu Ikhsanul Muttaqin. Riska merupakan mahasiswi Farmasi angkatan tahun 2014, sedangkan Wahyu berasal dari angkatan 2015. Keduanya memiliki visi untuk mewujudkan BEM Fakultas Farmasi Unmul yang berkualitas dan bermanfaat bagi fakultas Farmasi, Unmul, dan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Handi berujar bahwa kedua paslon tercatat aktif dalam kegiatan organisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk pasangan calon nomor urut satu, memang berasal dari anggota BEM. Calon nomor dua dari himpunan mahasiswa Farmasi S1,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Upaya menerapkan sistem Pemira kali ini ternyata mendapatkan respon yang baik dari mahasisiwa Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena ini pertama kali, partisipasi mereka sangat bagus. Untuk bergabung di kepanitiaan KPPR juga cukup antusias, tercatat sekitar 45 orang pendaftar,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(adl/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mulawarman Residence, Kini Hadir di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mulawarman-residence-kini-hadir-di-unmul/baca </link>
<guid> mulawarman-residence-kini-hadir-di-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 25 Nov 2016 22:55:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mulawarman Residence, hunian untuk dosen dan karyawan Unmul. (Foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mulawarman-residence-kini-hadir-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GqNnRV6PxX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mulawarman Residence, Kini Hadir di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Beberapa hari lalu, terpampang baliho &ldquo;Perumahan Mulawarman Residence&rdquo; di beberapa titik Kampus Gunung Kelua. Perumahan ini ditujukan untuk karyawan dan dosen. <em>Launching</em> perdana diadakan Rabu (23/11) lusa, di Audiotorium Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Andi Purnawarman, staf sekretaris Wakil Rektor IV menerangkan terbentuknya kerja sama antara Unmul, Bank BTN dan <em>developer</em>&nbsp; yakni PT Naviro Jaya Perkasa. Akhirnya, terealisasi <em>Mulawarman Residence</em> yang berlokasi di Ringroad 2 itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Katakanlah contohnya setiap karyawan dan dosen yang membeli, diberikan fasilitas khusus dan kemudahan. Perumahannya beda <em>cluster</em>. Yaitu, <em>cluster</em> Kamboja dan Teratai yang membedakan adalah luas tanahnya. <em>Mulawarman Residence&nbsp;</em>diberikan nama seperti itu &nbsp;supaya betul-betul ada ikatannya emosionalnya dengan Mulawarman, kalau ada kampusnya ada juga perumahannya,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Andi pun memaparkan dana untuk pembuatan rumah ini, tidak diambil dari keuangan Unmul. Semua murni binis <em>developer</em>&nbsp; yang bekerja sama dengan bank.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Unmul itu hanya sebagai pembeli dan diberikan kemudahan untuk hal pembeli dan diprioritaskan pembelian awal. Jadi, kita bersyukur ada pihak ke tiga mau bekerja sama dengan Unmul untuk menyiapkan fasilitasnya,&rdquo; ujarnya saat ditemui <em>Sketsa</em> Kamis, (24/11).</p><p style="text-align: justify;">Dosen dan karyawan tidak dipaksakan untuk membeli. Andi menambahkan, hal ini murni bisnis jika ada yang tertarik, <em>Mulawarman Residence</em> bisa jadi pilihan.</p><p style="text-align: justify;">Andi menjelaskan <em>developer</em> mencoba melakukan penyesuaian dengan kemampuan daya beli di Unmul. &ldquo;Harga diturunkan dengan konsekuensi perumahan itu akan dibuka untuk masyarakat di luar Unmul. Bahkan, di luar itu ada kawasan-kawasan yang dibuka untuk kegiatan komersil, dengan harapan harga yang turun ini kemudian ada harga komersil yang cukup tinggi dan itu yang dianggap bisa mensubsisidi harga yang miring sekarang ini,&rdquo; ujar Andi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu juga, ada potongan harga atau diskon untuk pembelian awal. Andi juga menambahkan kawasan perumahan ini, dianggap cukup penting karena masih banyak dosen dan karyawan yang mengontrak di luar Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua perumahan dosen itu sudah penuh. Bagi mahasiswa yang ingin membeli juga dibolehkan karena juga termasuk dalam civitas Unmul,&rdquo; tutupnya.<strong>&nbsp;<em>(nvt/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Guru, Tidak Boleh Gaptek </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guru-tidak-boleh-gaptek/baca </link>
<guid> guru-tidak-boleh-gaptek </guid>
<pubDate> Sat, 26 Nov 2016 04:39:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Guru, 25 November tepat kelahiran PGRI. (Sumber gambar: www.getscoop.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guru-tidak-boleh-gaptek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2cHGKR2RIp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Guru, Tidak Boleh Gaptek</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Guru siapa yang tak kenal jasanya? Sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa pendidik bangsa ini, 25 November dipilih sebagai Hari Guru. Tanggal itu juga bertepatan lahirnya organisasi guru, yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hari khusus guru ini, mengindikasikan kesejahteraan juga kemajuan guru mengamalkan ilmunya.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Amir ditemui <em>Sketsa</em>, Rabu (23/11) lalu mengatakan, yang terpenting ialah menjadikan suatu refleksi tentang yang sudah ia berikan untuk bangsa. Sebab, sudah semestinya guru mengalami perubahan mendasar dari tahun ke tahun.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Maju atau tidaknya suatu bangsa dapat dilihat dari guru, karena dialah yang mencetak generasi baru nantinya,&rdquo; ujar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) itu.</p><p style="text-align: justify;">Guru pun dituntut agar melek teknologi di masa depan. Terlebih pada era teknologi yang semakin canggih. &ldquo;Penguasaan teknologi anak-anak sekarang cukup bagus. Jangan sampai mereka yang mengajari gurunya, <em>kan</em> terbalik <em>dong</em>,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Evaluasi atas kemampuan diri harus senantiasa dilakukan, agar guru mampu mengikuti kemajuan zaman dan menemukan metode-metode belajar yang baru.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda, Susilo menjelaskan wajah guru di masa depan ialah guru yang bisa menggabungkan teknologi, akhlak, dan humanistik sehingga tidak kaku dalam menghadapi perkembangan zaman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depan ini <em>kan&nbsp;</em>ada analisis dari peneliti ekonomi dari Australi, bahwa anak usia dini sekarang itu 60% masih belum teridentifikasi. Artinya, akan ada pekerjaan baru nantinya,&rdquo; kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LP2M) Unmul itu.</p><p style="text-align: justify;">Di ruangannya, Susilo menambahkan, ada hal-hal baru yang harus diketahui oleh guru dalam mengajar untuk menyiapkan anak didiknya. Sebab, belum tentu pekerjaan yang ada saat ini akan ada di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada calon guru, Susilo menyarankan untuk mengikuti kurikulum yang telah dirancang oleh para dosen FKIP. Selain berperan aktif di kampus, calon guru juga harus memiliki keahlian lain. <strong><em>(bru/ajy/jdj)</em></strong></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Munafik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/munafik/baca </link>
<guid> munafik </guid>
<pubDate> Sun, 27 Nov 2016 10:46:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film Munafik, bisikan dan kerasukan jin yang membawa petaka. (Sumber gambar: ahloo.update.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/munafik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bZQn7TUKkw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Munafik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Nabila Huda yang berperan sebagai Maria di film Munafik, tiba-tiba mendapat gangguan jin. Ketika Maria kesurupan, seorang ustaz bernama Adam dipanggil untuk menyembuhkannya. Ustaz Adam baru saja ditinggal oleh sang istri karena kecelakaan beberapa waktu lalu dan ia belum bisa menerimanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Awalnya Ustaz Adam menolak, karena kematian istrinya sangat mengganggu jalan pikiran hidupnya. Tetapi, setelah mendapat nasehat dari orang tuanya, akhirnya Ustaz Adam mengunjungi rumah Maria yang sekampung dengannya. Ustaz Adam pun membantu mengeluarkan sosok jin yang merasuki tubuh Maria.</p><p style="text-align: justify;">Bersama Azman, teman yang juga seorang ustaz, Adam mencoba untuk membantu Maria. Nahasnya, jin itu melakukan perlawanan, karena enggan keluar dari tubuh Maria. Ketegangan pun terjadi di kamar Maria. Azman pun terpental sangat keras, beberapa saat Adam pun mencoba melawan jin. Tak lama berselang, Maria mengeluarkan darah dan paku dari mulutnya akibat kejadian itu.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke Ibu tiri Maria pun menjadi korban kekejaman jin. Sementara itu, perasaan tidak suka dengan Ustaz Adam dan Azman muncul dari sosok Fazli. Fazli yang ingin berniat mengkhitbah Maria, meluapkan amarahnya dan mencoba menfitnah para ustaz tersebut. Sebabnya, Fazli telah terpengaruh oleh bisikan jin yang merasuk melalui Maria. Kerasukan terus terjadi dalam tubuh Maria dan sebisa mungkin Ustaz Adam menolongnya.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa peristiwa dalam film ini menimbulkan rasa penasaran sekaligus menegangkan, seperti siapa penyebab kecelakaan dari istri Ustaz Adam. Adegan menggali kuburan istrinya yang sudah meninggal dan juga akhir film yang tidak &ldquo;terbaca.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Alur film ini maju mundur, membuat yang menonton terheran-heran. Pun ketika hilangnya Ayah Maria secara tiba-tiba dan sosok penjaga kuburan yang misterius, menimbulkan tanda tanya besar. Belum lagi Ayah Ustaz Adam ternyata mencurigai keanehan yang dirasakan ketika melihat Ustaz Adam.</p><p style="text-align: justify;">Dari bahasanya, sudah bisa ditebak film ini berasal dari Negeri Jiran, Malaysia. Berdurasi sembilan puluh delapan menit, sutradara ialah Syamsul Yusof, orang yang berperan sebagai Ustaz Adam. Film ini telah ditayangkan pada 25 Februari 2016 di Malaysia dan 5 Oktober 2016 di Indonesia yang dibintangi oleh Syamsul Yusof, Nabila Huda, Fizz Fairuz, Sabrina Ali, Pekin Ibrahim, A. Galak, dan Datuk Rahim Razali.</p><p style="text-align: justify;">Film yang dinaungi oleh <em>Skop Production</em> itu, termasuk film terseram dalam sejarah film horor Malaysia. Tidak heran warga Indonesia juga tertarik sekaligus penasaran ingin menyaksikan film ini. Film Munafik, menghabiskan sekitar Rp. 5,3 Miliar. Keuntungan pun diperoleh sekitar Rp. 36,2 Juta, selama dua pekan penayangan. Lama penayangan 26 hari, selama itu Munafik berhasil mengumpulkan Rp. 62,5 Miliar.</p><p style="text-align: justify;">Adegan-adegan yang membuat penonton teriak histeris dan ketakutan. Perpaduan antara volume suara dan gambar jin yang berwajah buruk rupa, mampu mengguncang jantung Anda. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terasa budaya Melayu begitu kental, ditambah pesan keagamaan yang diangkat. Mengajak para penonton untuk jangan mudah terpengaruh dengan hal yang membuat keimanannya berpaling. Pada akhirnya, dengan berdoa dan berserah diri, kekuasaan Tuhanlah yang mengalahkan niat buruk jin. <strong><em>(syr/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Solidaritas untuk Korban Penggusuran, Mahasiswa Unmul Putar Film Dokumenter Jakarta Unfair </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/solidaritas-untuk-korban-penggusuran-mahasiswa-unmul-putar-film-dokumenter-jakarta-unfair/baca </link>
<guid> solidaritas-untuk-korban-penggusuran-mahasiswa-unmul-putar-film-dokumenter-jakarta-unfair </guid>
<pubDate> Mon, 28 Nov 2016 09:28:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film dokumenter Jakarta Unfair akhirnya tayang perdana di Samarinda, kemarin (26/11). ( Foto : Ibrahim ) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/solidaritas-untuk-korban-penggusuran-mahasiswa-unmul-putar-film-dokumenter-jakarta-unfair/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gwZH4S7GdR.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Solidaritas untuk Korban Penggusuran, Mahasiswa Unmul Putar Film Dokumenter Jakarta Unfair</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Film dokumenter Jakarta Unfair akhirnya tayang perdana di Samarinda, kemarin (26/11). Film garapan rumah produksi Watchdoc berdurasi 52 menit yang bercerita tentang kehidupan pasca-penggusuran warga Jakarta tersebut digelar di Taman Segiri sekira pukul 19.45 Wita. Sejumlah mahasiswa dari berbagai unsur gerakan turut hadir meramaikan nonton bareng yang diselenggarakan berkat kolaborasi sejumlah lembaga internal di FKIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Penyelenggara kegiatan nonton bareng Fadly Idris menyebutkan, meski film berlatar belakang kejadian di ibu kota, namun Samarinda dan Jakarta punya masalah yang sama ketika terjadi penggusuran. Yakni banyak rasa keadilan bagi korban penggusuran yang tidak ditunaikan oleh pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap dengan pemutaran film ini bisa memunculkan solidaritas bersama para mahasiswa untuk melindungi dan memperjuangkan keadilan warga korban penggusuran di Samarinda yang sudah terjadi beberapa waktu silam,&rdquo; ucap Fadly kepada Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Dia mengatakan, film Jakarta Unfair garapan Watchdoc menceritakan kehidupan warga Teluk Jakarta yang tergusur akibat proyek reklamasi dan normalisasi sungai yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Dalam film tersebut juga disampaikan, janji-janji Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Di mana janji-janji politik tersebut menjadi sekadar isapan jempol setelah menjabat. Warga tetap digusur secara tidak manusiawi ke rumah susun sewa yang tidak layak huni. Bahkan mematikan mata pencaharian warga korban penggusuran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin membangun solidaritas, mencegah kejadian serupa tidak terjadi di Samarinda dan daerah lainnya di Indonesia. Keadilan harus ditegakkan,&rdquo; tegas mantan Ketua BEM FKIP Unmul itu usai menggelar diskusi setelah pemutaran film Jakarta Unfair.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut, setelah pemutaran perdana tersebut, film dokumenter Jakarta Unfair bakal kembali diputar. Kali ini di Kampus FKIP di Jalan Banggeris pada 30 November, pukul 19.45 Wita. Peserta nonton bareng terbuka umum dan gratis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap antusiasme mahasiswa untuk mengikuti agenda nonton bareng selanjutnya bisa lebih meriah,&rdquo; harapnya. <strong><em>(im/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sendu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sendu/baca </link>
<guid> sendu </guid>
<pubDate> Mon, 28 Nov 2016 09:59:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber Ilustrasi : sandiyaloka.blogspot.co.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sendu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pWppJX3kJN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sendu</h1>
			              </header>
			              <p>Sendiri ini menyiksa<br>Padahal kurasa sudah lama<br>Tidak juga aku terbiasa<br>Aku masih ingat keluhan kita</p><p>Pada jarak yang tertawa<br>Pada waktu yang meroda<br>Pada rindu yang menggoda</p><p>Kau sudah cukup dengan keluh<br>Kemarin kau mengaduh<br>Airmata bercampur peluh</p><p>Sekarang aku sendiri<br>Sepi<br>Tanpa arti</p><p>Puisi semua kuucap<br>Dari timur sampai barat<br>Satupun tak lewat</p><p>Aku hanya ingin bilang aku rindu<br>Harmoni alam pun kalah merdu <br>Hanya kar&apos;na mencintaimu dengan sendu</p><p>Ditulis oleh : Alif Bareizy</p><p>Fakultas Kedokteran</p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banjir Mengepung FKIP Gunung Kelua  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banjir-mengepung-fkip-gunung-kelua/baca </link>
<guid> banjir-mengepung-fkip-gunung-kelua </guid>
<pubDate> Tue, 29 Nov 2016 01:29:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir mengacaukan perkuliahan di FKIP hari ini. (Foto: Anisa Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banjir-mengepung-fkip-gunung-kelua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C5ve738rTq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banjir Mengepung FKIP Gunung Kelua </h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr"><span><strong>SKETSA -</strong></span><span>&nbsp;Hujan deras yang mengguyur Samarinda sejak Minggu (27/11) kemarin sore hingga siang ini menyebabkan banjir di sejumlah kampus di Unmul. Tak terkecuali di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gunung Kelua.</span></p><p dir="ltr"><span>Arnika Bahri, mahasiswa FKIP prodi Pendidikan Biologi 2015, mengatakan bahwa banjir yang terjadi di kampus FKIP MIPA menjadikan suasana kampus kurang kondusif. Perkuliahan tidak berjalan normal karena banyak yang tidak masuk kuliah disebabkan kelas yang kebanjiran.</span></p><p dir="ltr"><span>&ldquo;Apalagi sudah mau UAS, dosen pasti mengejar ketertinggalan materi. Tapi di balik hujan, harus disyukuri karena hujan merupakan rahmat,&rdquo; ujarnya kepada&nbsp;</span><span>Sketsa.</span></p><p dir="ltr"><span>Menurutnya, FKIP saat ini masih sangat jauh dari lingkungan hijau. Pohon yang ada sangat minim untuk mau digunakan sebagai daerah resapan. Akibatnya ketika hujan deras air meluap dan tidak jelas mau ke mana.</span></p><p dir="ltr"><span>&ldquo;Memang ada perbaikan selokan tapi itu tidak cukup menampung intensitas air yang cukup besar,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr"><span>Senada dengan Arnika, Nurmalinda, mahasiswa Pendidikan Biologi 2016, mengatakan bahwa FKIP ini harus dibangun dan ditata jalannya agar tidak banjir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr"><span>&ldquo;Harus ditata lagi jalannya, jadi proses perkuliahannya bisa lancar tanpa harus nyeker,&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr"><span>Selain ruang kelas dan parkiran yang banjir, beberapa sekretariat himpunan mahasiswa (Hima) juga tergenang air. Air yang setinggi mata kaki memasuki beberapa sekretariat Hima di antaranya Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himaptika) dan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (Himapbio).</span></p><p dir="ltr"><span>Hendra Sugiarto, salah satu pengurus Himapbio, mengaku sangat kewalahan saat harus memindahkan barang-barang sekretariat yang terkena banjir. &ldquo;Sangat menyedihkan, ya, ini kejadiannya banjir. Sebenarnya enggak nyangka bakal banjir kayak gini, kok bisa sampai masuk ke sini (sekretariat),&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr"><span>Pun begitu dengan Fajar Widi Ananda, pengurus Himaptika, adanya banjir membuat ia merasa sedih. &ldquo;Tadi kami engga ada firasat bakal banjir, ternyata air naik jadi kami memindahkan berkas-berkas Hima mungkin ada yang bisa diselamatka dan ada yang enggak,&rdquo; tukasnya.</span></p><p dir="ltr"><span>Fajar menduga pagi tadi keadaan belum sebanjir ini sehingga banyak mahasiswa tetap datang untuk kuliah. Baru setelahnya diketahui bahwa ternyata ada beberapa ruang kuliah tergenang air. Baik dosen dan mahasiswa sama-sama bingung mencari ruangan lain untuk kegiatan perkuliahan.</span></p><p dir="ltr"><span>Buntut dari kejadian ini mahasiswa telah dirugikan. Fajar berharap, birokrat kampus dan mahasiswa cukup memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya. Agar paling tidak kejadian seperti ini dapat dihindari.&nbsp;</span><span><em><strong>(adn/wal)</strong></em></span></p><p></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Ini Unmul Terendam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hari-ini-unmul-terendam/baca </link>
<guid> hari-ini-unmul-terendam </guid>
<pubDate> Tue, 29 Nov 2016 05:22:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa mahasiswa FPIK menggunakan perahu sebagai transportasi banjir yang menyerang kampus. (Sumber Foto: dokumen pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hari-ini-unmul-terendam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ck7KJxnQBv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Ini Unmul Terendam</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sejak pagi, Senin (28/11) Samarinda diguyur hujan lebat yang berakibat banjir di beberapa lokasi. Unmul pun tak luput dari bencana tersebut. Tercatat beberapa fakultas terendam banjir hingga membuat kegiatan perkuliahan berjalan setengah-setengah. Sebelumnya <em>Sketsa&nbsp;</em>telah menulis banjir di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p align="justify">Berikutnya Fakultas Farmasi, salah satu fakultas yang tak luput dari kebanjiran. Kawasan laboratorium terendam banjir bahkan seukuran tinggi paha orang dewasa. Fatimah Az-zahra, mahasiswa semester tiga Farmasi, mengaku banjir hari ini berakibat pada penundaan semua aktivitas praktikum di kampusnya. Hal itu cukup mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.</p><p align="justify">&ldquo;Sebelumnya, lab yang di belakang kalau banjir enggak pernah sampai masuk,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa.</em></p><p align="justify">Fakultas lain yang juga terendam banjir ialah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Sepanjang jalan menuju fakultas tersebut hingga area parkir dan musala terendam banjir. Beruntung banjir setinggi betis itu belum sampai masuk ke dalam kelas. Namun, menurut Muhammad Rosid, banjir kali ini adalah banjir terparah yang pernah terjadi di FPIK. Sebab, sebelumnya banjir tidak pernah sampai memasuki area teras mushola. &nbsp;</p><p align="justify">Selain itu, sempat pula terlihat foto beberapa mahasiswa FPIK yang mengarungi banjir dengan menggunakan perahu. Saat itu tinggi banjir dikabarkan sudah ada yang mencapai pinggang. &ldquo;Yang pakai perahu itu saat mau menuju ke lab budidaya perairan,&rdquo; ungkap Nurul Robiatin, mahasiswi FPIK.</p><p align="justify">Hal yang tak jauh berbeda juga dialami Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Di sana banjir menggenangi area jalan dari parkiran sampai musala. Saat ini hujan mulai mereda, banjir yang semula ada pun mulai susut perlahan-lahan. Di FMIPA banjir surut diikuti dengan sisa sampah yang tak dibawa serta oleh banjir yang mengantarnya. <strong><em>(bru/wal)</em></strong></p><p align="justify"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dekan FKIP: Belum Pernah Menganggarkan Dana Penanggulangan Banjir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fkip-belum-pernah-menganggarkan-dana-penanggulangan-banjir/baca </link>
<guid> dekan-fkip-belum-pernah-menganggarkan-dana-penanggulangan-banjir </guid>
<pubDate> Wed, 30 Nov 2016 10:13:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi gazebo dan halaman parkir FKIP Unmul Gunung Kelua yang terendam banjir, kemarin (28/11). (Foto: Annisa Nur Adnin)  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fkip-belum-pernah-menganggarkan-dana-penanggulangan-banjir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gjW4hgKi0z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dekan FKIP: Belum Pernah Menganggarkan Dana Penanggulangan Banjir</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hujan deras dua hari terakhir, menyebabkan beberapa titik di Samarinda dikepung oleh banjir. Kemarin (28/11) puncaknya, Unmul pun ikut merasakan bencana ini. Beberapa titik di kampus terlihat banjir dan mengganggu aktivitas perkuliahan. Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gunung Kelua pun dikenal akrab dengan banjir. Upaya pembenahan pun telah dilakukan, sayangnya banjir tetap menghiasi kampus pendidik itu.</p><p>Sempat beredar isu mengenai FKIP yang menguyurkan dana sebesar Rp. 1,5 M untuk pembenahan tersebut. &quot;Selama setahun saya menjabat, tidak pernah saya menganggarkan dana buat menangulanggi banjir. Dalam Rancangan Anggaran Biaya (<em>baca</em>, RAB) kita belum ada. Dana RAB yang sekarang itu dari dekan sebelumnya,&quot; jelasnya kepada <em>Sketsa</em> (29/11) sore tadi.</p><p>Perihal isu itu, menurut Amir yang lebih mengetahui adalah dekan sebelumnya. &quot;Dekan-dekan sebelumnya lebih menyiapkan fisik, untuk penanggulangan belum. Mereka lebih membangun sumber serapan, kemudian parit-parit dan sanitasi lingkungan. Mungkin itu telah direncanakan oleh universitas untuk fakultas. Tetapi, belum ada pemberitahuan dari birokrat yang di rektorat,&quot; jelasnya lagi.</p><p>Terkait permasalahan banjir yang mengepung Samarinda, menurutnya bukanlah persoalan sepihak. Baik, pemerintah juga masyarakat mestinya turut andil menjaga lingkungan. &quot;Sungai dilakukan pengerukan, karena sedimentasi sudah tinggi. Rumah-rumah segera direkolasi,&quot; pungkasnya. <strong><em>(mpr/jdj)</em></strong></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sama-sama Kebanjiran, KSR Harap Rektorat Lebih Peduli  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sama-sama-kebanjiran-ksr-harap-rektorat-lebih-peduli/baca </link>
<guid> sama-sama-kebanjiran-ksr-harap-rektorat-lebih-peduli </guid>
<pubDate> Thu, 01 Dec 2016 09:37:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi Sekretariat KSR yang kebanjiran, Senin (28/11) lalu. (Foto: dok. Maryo KSR) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sama-sama-kebanjiran-ksr-harap-rektorat-lebih-peduli/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6LnPRBvBYv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sama-sama Kebanjiran, KSR Harap Rektorat Lebih Peduli </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Banjir yang melanda Unmul menyisakan cerita dari salah satu UKM Unmul. Korps Suka Rela (KSR) merupakan organisasi yang bergerak untuk menanggulangi bencana ini misalnya. KSR menerjunkan anggotanya untuk membantu para mahasiswa yang menerjang banjir.</p><p style="text-align: justify;">Anggota KSR hanya ditempatkan di dua titik yang mengalami banjir parah, &nbsp;yaitu di depan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kehutanan. Hal ini disebabkan karena sekretariat KSR pun mengalami kebanjiran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya kami bantu dorong motor, bantu angkat motor yang mogok pakai motor roda tiga kami kemarin. Awalnya kami enggak nyangka ada banjir. Banjirnya datang tiba-tiba. Jadi saat banjir naik, kami berinisiatif untuk membantu teman-teman FMIPA yang motornya kena banjir,&quot; terang Anomsius, Ketua Divisi Kebencanaan.</p><p style="text-align: justify;">Selain membantu mendorong motor dan mengangkat motor melewati banjir, Anom mengatakan teman-temannya turut membantu mahasiswa yang berjalan kaki melewati banjir menggunakan motor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya dilema, dalam artian mau tolong orang tapi sekre kami juga kebanjiran. Jadi sebelumnya kami amankan barang-barang kami baru kami membantu orang,&quot; ujarnya pada <em>Sketsa</em>, Rabu (30/11).</p><p style="text-align: justify;">Selain membantu mahasiswa Unmul, KSR juga sering membantu masyarakat sekitar saat terjadi banjir seperti ini. &ldquo;Dulu anggota kami banyak yang laki-laki jadi sering bantu di Sempaja pakai kapal. Sekarang kami kalau membantu di Unmul pakai motor, buat teman-teman yang jalan kaki supaya tidak kena basah. Kasihan soalnya, masa gara-gara banjir enggak jadi kuliah,&quot; kata Anom.</p><p style="text-align: justify;">Anom berharap agar rektorat lebih peduli terhadap lingkungan, seperti meningkatkan anggaran untuk membuat lubang resapan air, drainase, dan pelebaran sungai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengingat setiap kali hujan&nbsp;kok banjir. Padahal, isu ini sering diangkat sama mahasiswa tentang banjir, tapi alasannya selalu karena ganti kepemimpinan terus. Yang lama (rektor sebelumnya) kadang lupa kalau ditanya,&quot; tutupnya. <strong><em>(adn/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tekad FPIK dari Gedung sampai Ikan-ikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tekad-fpik-dari-gedung-sampai-ikan-ikan/baca </link>
<guid> tekad-fpik-dari-gedung-sampai-ikan-ikan </guid>
<pubDate> Fri, 02 Dec 2016 09:03:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto : Uswatun Hasanah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tekad-fpik-dari-gedung-sampai-ikan-ikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Qr8KSWanqr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tekad FPIK dari Gedung sampai Ikan-ikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Selain perahu penyelamat, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) memiliki jurus sendiri untuk stabil dan tidak kacau saat banjir menyergap kampus. Hujan deras pada Senin (28/11) lalu menenggelamkan FPIK dan tinggi air saat itu ada yang mencapai pinggang. Namun, itu tak berarti apa-apa karena agenda perkuliahan tetap berjalan dengan normal.</p><p style="text-align: justify;">Tidak dimungkiri, banjir tiga hari lalu adalah terparah yang pernah dialami FPIK. Dekan FPIK, Sulistiawati, mengatakan sebelumnya banjir tidak pernah sampai menguasai jalanan kampus. Kendati begitu, tinggi air tidak ada yang sampai masuk ke dalam kelas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang semua bangunan kami sudah ditinggikan. Alhamdulillah, fakultas tak kebanjiran, hanya di jalanan depan itu saja,&quot; ucapnya saat ditemui <em>Sketsa</em>, Kamis (1/12) siang.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2010 bangunan FPIK ditinggikan, semenjak itu guyuran hujan deras tak lagi menganggu jalannya perkuliahan. &quot;Kami tetap melaksakan perkuliahan. Memang ada banyak yang tidak datang, dan banyak pula yang datang terlambat, namun tetap kami hargai,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">FPIK juga memiliki kolam ikan, mereka gemar merawat ikan-ikannya sendiri. Petaka datang saat banjir, air di kolam meluap dan membawa ikan-ikan pergi bersama arus banjir.</p><p style="text-align: justify;"><br>&nbsp;&quot;Dulu setiap kali banjir, ikan yang ada di kolam selalu keluar semua,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengatasi hal tersebut, sejak tahun ini FPIK mulai memasang karamba di kolam ikannya. Karamba dianggap sebagai solusi karena selain baik untuk budidaya ikan, juga mencegah kesukaran yang dibawa banjir. <strong><em>(snh/wal)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dipaksa Jadi Pengajar, Hingga Diancam Putus Hubungan Darah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/dipaksa-jadi-pengajar-hingga-diancam-putus-hubungan-darah/baca </link>
<guid> dipaksa-jadi-pengajar-hingga-diancam-putus-hubungan-darah </guid>
<pubDate> Fri, 02 Dec 2016 09:30:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto : Mayang I.R Biru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/dipaksa-jadi-pengajar-hingga-diancam-putus-hubungan-darah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SinM7ca6F4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dipaksa Jadi Pengajar, Hingga Diancam Putus Hubungan Darah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Apa yang memotivasi dirimu untuk menjadi seorang pengajar? Gaji? Pangkat? &ldquo;Jika ingin kaya jangan jadi pengajar.&rdquo; Demikian ujar salah satu dosen Unmul saat dijumpai <em>Sketsa</em>, Selasa (29/11). Mengapa?</p><p style="text-align: justify;">Adalah Dedy Rahman Nur, dosen Bahasa Inggris itu tak pernah menyangka dirinya akan mengikuti jejak sang ayah. Sudah memiliki empat lagu yang sudah masuk dapur rekaman bersama bandnya, Dedy justru berakhir menjadi dosen hingga kini. Bahkan dia terdaftar sebagai dosen di dua kampus, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris Unmul dan Universitas Widyagama Samarinda. Ditemui di sela-sela kesibukannya mengajar di Kampus Biru (sebutan bagi Universitas Widyagama Samarinda), dia berkisah perjalanannya menjadi seorang dosen.</p><p style="text-align: justify;">Petang yang terik dan sebatang rokok yang dihisapnya kala itu, menjadi saksi mula kisah Dedy yang mengaku awalnya tidak ingin kuliah. Sejak Sekolah Menengah Atas (SMA), dia juga tidak menyukai Bahasa Inggris. Dedy justru lebih suka bermusik, dan ingin menjadi musisi. Maka, saat itu ia ingin bergabung di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Namun sayang, sang ayah tak memberi restu. Ayahnya, kata Dedy menentang keras keputusannya ingin berkarir di belantika musik. Bahkan mengancam untuk memutus hubungan darah di antara mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat itu ayah saya bilang, silakan kamu ke IKJ. Tapi, kita putus hubungan darah,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sontak, hal itu memberi pukulan keras bagi pria kelahiran 28 Oktober 1984 itu. Pun, membuatnya mengubah pikiran untuk ihwal berkuliah. Dedy mengaku tak ingin jadi pengajar atau guru. Katanya, guru itu tidak kaya, tidak keren, dan membosankan.</p><p style="text-align: justify;">Saking enggannya menjadi guru, dia akhirnya memutuskan bakal memilih kuliah di Hubungan Internasional. Namun, lagi-lagi sang ayah menuntunnya untuk memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Sang ayah memang berharap besar Dedy meneruskan jejaknya mengabdi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saking tidak maunya saya jadi guru, saya pilih FKIP Bahasa Inggris saja biar tidak diterima. Hitung-hitung biar tidak jauh dari Hubungan Internasioanal yang saya ingini sebelumnya,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kisah berlanjut. Pada pagi pengumuman tes perguruan tinggi, temannya datang membawa kabar sekaligus mimpi buruk untuk Dedy. Ternyata diadinyatakan lolos tes dan diterima &nbsp;sebagai mahasiswa FKIP Bahasa Inggris Unmul. Berbeda dengan pendaftar lain yang mengembuskan napas lega, Dedy justru memilih jalan seleksi berikutnya agar bisa diterima sebagai mahasiswa Hubungan Internasional.</p><p style="text-align: justify;">Mengejutkan, Dedy lolos. Akhirnya dia memiliki pilihan untuk berkuliah di dua program studi fakultas berbeda. Sekalipun merestui, lolosnya Dedy masih ditentang oleh sang ayah dan dianggap remeh perihal kemampuannya berbahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah saya diterima. Saya bilang, masuk HI bisa pergi ke luar negeri. Lalu ayah saya bilang, bahasa Inggrismu saja belepotan,&rdquo; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Diremehkan, tak serta merta menjadikan Dedy patah arang. Situasi itu justru menjadikannya semakin bersemangat untuk membuktikan kemampuannya. Puncaknya, dia bertekad menjadi guru Bahasa Inggris.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, Dedy mengaku menikmati pekerjaannya sebagai dosen. Pekerjaan yang bermula dari hanya sekadar ajang pembuktian, mengantarkan Dedy menjadi seperti sekarang. Ke depan, dia berharap bisa melanjutkan studi S3. Impiannya, ingin membuka sekolah atau tempat pendidikan yang tidak <em>mainstream</em>, yang mengajarkan siswanya untuk tidak hanya berpikir kritis, tapi juka kreatif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya merasa lebih berguna. Pekerjaan ini banyak menuai pahala sekaligus nilai amal yang tak akan ada habis-habisnya.&rdquo;<strong><em>(bru/aml)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Berbeda Bagi Farmasi dan FKTI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-berbeda-bagi-farmasi-dan-fkti/baca </link>
<guid> nasib-berbeda-bagi-farmasi-dan-fkti </guid>
<pubDate> Sat, 03 Dec 2016 08:22:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir merendam laboratorium Farmasi, Senin ( 28/11). ( Sumber Foto : Didapat secara random bersama gambar kejadian serupa dari media sosial) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-berbeda-bagi-farmasi-dan-fkti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5bEvzwjYGZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Berbeda Bagi Farmasi dan FKTI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tertatih-tatih Fakultas Farmasi menyesuaikan jadwal praktikum yang kacau akibat banjir pada Senin (28/11) lalu. Banjir merendam gedung-gedung kelas, dekanat, hingga terparah laboratorium di Farmasi. Terhitung sejak Senin hingga Rabu tidak ada praktikum yang jalan, kegiatan hanya fokus di pembersihan lumpur yang memenuhi ruang lab.</p><p style="text-align: justify;">Laode Rijal, dekan Farmasi, mengatakan kondisi lab Farmasi berbeda dengan fakultas lain. Di Farmasi ruangan terbatas sehingga jadwal yang ada disusun sangat ketat. Baik mahasiswa dan pembina praktikum sudah paham akan itu. Tapi, bencana alam apakah mau peduli?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada satu pun manusia yang mampu memprediksi bencana alam,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>Kamis (1/12).</p><p style="text-align: justify;">Akibat banjir itu praktikum di Farmasi baru bisa berjalan lagi kemarin, sambil diikuti dengan beberapa jadwal praktikum pengganti. Untuk hal ini Rijal sempat berdiskusi dengan wakil dekan I Farmasi. Dari situ diputuskan praktikum yang semula kacau diatur lagi dan diubah di hari Minggu (4/12).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rijal, bukan zamannya lagi untuk menyalahkan atau bingung harus membenahi banjir mulai dari mana. Dalam hal ini, ia menyinggung Pemerintah Kota Samarinda, yang membiarkan penataan kota menjadi jelek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena banjir itu sendiri merupakan bawaan dari kota ini. Andai saja sungai Karang Mumus itu dikelola dengan baik, kota Samarinda pasti akan manis,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nasib FKTI Lebih Baik</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukan maksud Farmasi ataupun FKIP mau berbagi nasib, nasib adalah kesunyian masing-masing. Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) yang berada di jalur sama dengan kedua fakultas tersebut selalu selamat dari banjir. Di saat Farmasi dan FKIP was-was kuliahnya terganggu karena banjir, FTIK cukup bernapas lega.</p><p style="text-align: justify;">Nataniel Dengen, dekan FKTI, berujar kampusnya sudah aman dari banjir sejak enam tahun terakhir ini. Kala itu, FKTI melakukan renovasi yang ternyata cukup untuk membuatnya terhindar dari banjir. Sekarang jika Gunung Kelua tergenang FKTI hanya merasa kesulitan di akses jalan menuju kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah ada koordinasi dengan Pak Rektor terkait hal ini, dan kami seluruh dekan juga sudah melakukan rapat pada hari itu juga. Kami membahas titik datangnya air dan juga solusi untuk ke depannya agar kampus Unmul yang berada di Gunung Kelua bisa meminimalisir apa yang terjadi saat hujan deras,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>mpr/syr/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Boyong Piala Lagi, UKM Hoki: Menang dari Tak Punya Uang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/boyong-piala-lagi-ukm-hoki-menang-dari-tak-punya-uang/baca </link>
<guid> boyong-piala-lagi-ukm-hoki-menang-dari-tak-punya-uang </guid>
<pubDate> Sat, 03 Dec 2016 09:21:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> ( Foto : Rosmi Rahma ) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/boyong-piala-lagi-ukm-hoki-menang-dari-tak-punya-uang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TZa9x0aKv2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Boyong Piala Lagi, UKM Hoki: Menang dari Tak Punya Uang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;&ndash;</strong><strong>&nbsp;</strong>UKM Hoki baru-baru ini kembali mengharumkan nama Unmul di kancah nasional.</p><p style="text-align: justify;">UKM yang berdiri pada 2011 lalu itu sukses memboyong piala dalam ajang Kejuaraan Hoki Ruangan antar Mahasiswa dan Club se-Indonesia yang digelar oleh Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar pada 24-30 November lalu. Pada kesempatan itu, tim Hoki Unmul berhadapan dengan sejumlah tim lain yang berasal dari beberapa kampus di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari biasanya, tim Hoki Unmul kali ini hanya sedikit mengirimkan anggota untuk bertanding. Bukan tanpa alasan. Hal itu, kata Irwansyah, salah satu anggota UKM Hoki, dikarenakan tim putri mereka sedang berlaga dalam ajang Hoki di lain tempat. Lebih lanjut, Irwan mengatakan, event yang diikutinya itu merupakan gelaran pertandingan Hoki pertama di wilayah Indonesia bagian timur yang berskala nasional.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Irwan menceritakan sengitnya perlawanan tim Hoki Unmul saat melawan tim tuan rumah. &ldquo;Di babak final, kami berhadapan dengan tim Hoki Unhas. Sistemnya ada setengah kompetisi, lalu babak final untuk menentukan juara. Di pertandingan pertama, kami menang dengan perolehan skor 6-2. Kemudian di babak final kami kembali unggul dengan skor 3-2. Kami unggul, dan Alhamdulillah kami juara satu,&rdquo; ceritanya.</p><p style="text-align: justify;">Irwan pun mengisahkan keseruan timnya selama mengikuti perlombaan. Mengaku tak punya uang untuk pulang, timnya benar-benar meniatkan kemenangan. Terlepas dari menang memang keinginan setiap peserta yang datang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami punya yel-yel unik selama di sana. Kami selalu meneriakkan begini, &lsquo;kami datang untuk menang.&rsquo; Itu maknanya kami kan datang dengan dana yang pas-pasan. Karena itu jadi memang harus menang biar uangnya bisa dipakai untuk pulang. Ketika kami sudah pasti menang, yel-yelnya ganti jadi &lsquo;akhirnya kami pulang.&rsquo; ungkapnya memeragakan.</p><p style="text-align: justify;">Awal tahun 2017 mendatang, tim Hoki Unmul bakal kembali unjuk kebolehan dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS). Irwan berharap, timnya mampu kembali mengharumkan nama Unmul di kancah nasional agar dunia olahraga kampus tak lesu. (<strong><em>omi</em></strong><strong><em>/aml</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM Hukum Isolasi Mahasiswanya Sendiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-hukum-isolasi-mahasiswanya-sendiri/baca </link>
<guid> bem-hukum-isolasi-mahasiswanya-sendiri </guid>
<pubDate> Sun, 04 Dec 2016 08:58:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat imbauan dari BEM Hukum terkait pelarangan maba bergabung di organisasi, karena tak mengikuti MPMB dan LK. (Sumber: facebook.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-hukum-isolasi-mahasiswanya-sendiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dI0ztEcpZf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM Hukum Isolasi Mahasiswanya Sendiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>&ldquo;Melalui surat ini, kami memberitahukan bahwa nama-nama yang disebutkan dalam lampiran ini untuk tidak diterima ataupun diperbolehkan menjadi bagian dari organisasi kelembagaan, kegiatan yang dilakukan oleh kemahasiswaan Fakultas Hukum maupun Universitas Mulawarman dan secara langsung tidak dapat mengikuti seluruh lomba yang diadakan atau difasilitasi oleh Universitas Mulawarman.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Itu adalah kalimat pembuka dari isi surat imbauan BEM Hukum yang ditujukan kepada seluruh lembaga Universitas Mulawarman. Surat nomor 025/LK/BEM_FHUKUM-UNMUL/2016 itu dengan tegas menyampaikan kepada setiap lembaga di Unmul untuk menolak mahasiswa baru (maba) Hukum yang tidak mengikuti Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) 2016 dan Latihan Kepemimpinan (LK) dan Outbound 2016.</p><p style="text-align: justify;">BEM Hukum merasa layak meminta hal tersebut, karena telah didasari oleh AD/ART Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. BEM Hukum bahkan tak segan memberi sanksi kepada organisasi atau lembaga yang kedapatan menerima nama-nama terlarang seperti yang telah terlampir.</p><p style="text-align: justify;">Total ada 27 maba Hukum yang namanya diisolasi dan tidak dibiarkan bebas dalam memilih organisasi, baik itu tingkat fakultas hingga universitas. Kebijakan ini segera menuai protes, banyak pihak mulai mempertanyakan kewenangan BEM Hukum terkait pelarangan ini. BEM Hukum dianggap telah kelewat batas.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, banyak organisasi atau lembaga kampus saat ini sedang membuka pendaftaran anggota baru. Salah satunya ialah BEM KM Unmul yang mulai membuka penerimaan anggota baru, sejak 21 November sampai 2 Desember 2016. Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul, menilai BEM Hukum tidak bisa mencampuri urusan organisasi tingkat universitas hanya bermodal aturan AD/ART.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semestinya itu untuk internal kampus mereka saja. Kalau begini sudah berlebihan,&rdquo; ungkapnya kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>Sabtu (3/12).</p><p style="text-align: justify;">Surat imbauan BEM Hukum itu mulai diterima oleh BEM KM Unmul sejak Jumat (2/12) kemarin. Norman mengatakan pihaknya sudah ancang-ancang untuk mengirim surat balasan kepada BEM Hukum terkait ini. &ldquo;Kami akan kirim suratnya besok,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari 27 nama maba yang ditulis, beberapa di antaranya tercatat mendaftar sebagai calon anggota baru BEM KM Unmul. Norman tidak merincikan berapa persisnya maba Hukum yang ingin bergabung, tetapi secara tegas pula, ia ingin melindungi hak mahasiswa ini untuk bebas memilih organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Apakah ingin itu terlalu ketinggian? Semoga saja tidak. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belajar tentang Sinematografi, Pemula Jangan Berkecil Hati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belajar-tentang-sinematografi-pemula-jangan-berkecil-hati/baca </link>
<guid> belajar-tentang-sinematografi-pemula-jangan-berkecil-hati </guid>
<pubDate> Mon, 05 Dec 2016 08:44:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ridho Azlam Ambo Asse, salah satu pemateri Film Maker Workshop yang diadakan PDTV, media syiar Pusdima Unmul. (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belajar-tentang-sinematografi-pemula-jangan-berkecil-hati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YnDfmgYxRZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Belajar tentang Sinematografi, Pemula Jangan Berkecil Hati</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>&ldquo;Bisa dapat dari pengalaman pribadi, riset, baca-baca puisi, cerpen bisa juga dari novel atau majalah,&rdquo; kata Ridho menjelaskan referensi ide segar sebagai konsep film atau video.</p><p style="text-align: justify;">Pria bernama lengkap Ridho Azlam Ambo Asse itu sedang mengisi <em>F</em><em>ilm Maker Workshop</em> yang diadakan PDTV, yakni media syiar milik Pusdima Unmul. Berlokasi di Gedung Bundar Fakultas Pertanian, <em>workshop&nbsp;</em>berlangsung tiga hari 2-4 Desember 2016.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum Ridho, di hari pertama ada Pimpinan Redaksi Tepian TV, Jahruni yang mengisi tentang pengenalan sinematografi. Jahruni pun menyarankan, dalam pembuatan sinema itu mesti dilakukan perencanaan matang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gagal dalam perencanaan sama halnya merencanakan kegagalan,&rdquo; ujarnya di sela-sela penyampaian materinya.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, salah satu peserta sedikit kecewa karena sesi tanya-jawab tak berlangsung lama dan dibatasi dua orang penanya. Dalih menyesuaikan susunan acara, peserta harap panitia lebih memerhatikan hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hari kedua, materi tentang tahapan pembuatan film disampaikan Ridho dengan semangat. Sama halnya dengan Jahruni, wajar apabila kru di balik layar saling gontok-gontokan beradu pendapat di pra produksi. Tujuannya, selain perencanaan telah matang dan sepaham pun tak berentet ketika produksi. Sebab, pasca produksi ini membutuhkan waktu cukup lama ketimbang produksinya.</p><p style="text-align: justify;">Jika pemula, Ridho menyarankan banyak aplikasi <em>editing</em> gratis yang dapat diaplikasikan. &ldquo;Bisa pakai AVS Video. Tapi, saya lebih menyarankan, kalau teman-teman belajar pakai Adobe Premier<em>.&nbsp;</em>Kalau, diorientasi kerja saja sudah pakai Adobe Premier atau Final Cut kenapa masih pakai yang di bawah itu,&rdquo;ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Fokus ke bidang masing-masing yang tengah ingin digeluti, pun patut diperhatikan. Juga bagi seorang pemula pastilah melalui tahapan hingga bisa disebut sukses.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun pertama belajar, sering ikut pelatihan atau workshop. Tahun kedua ikut lomba, tapi hati-hati jangan langsung berkuasa, harus ada regenerasi, supaya bisa bertahan seterusnya,&rdquo; pesan pria kelahiran Makassar ini.</p><p style="text-align: justify;">Uniknya, ketika peserta dibagi kelompok demi menjalankan tugas membuat video Ridho dengan senang hati meminjamkan sebagian peralatannya kepada peserta, seperti Kamera DSLR dan <em>Clip On</em>. Ya, di hari kedua peserta diberi tugas membuat konsep ide, menulis naskah hingga <em>take</em> gambar. Semua itu dikumpulkan di hari ketiga untuk masuk di pasca produksi, yakni <em>editing&nbsp;</em>dengan durasi yang ditentukan satu menit<em>.</em></p><p style="text-align: justify;">Peserta berasal dari latar belakang berbeda ini pun berusaha menampilkan yang terbaik dari hasil karyanya. Terpisah, Amy Amaliah General Manager PDTV, berharap dengan <em>workshop</em> ini peserta maupun pihak PDTV dapat mengaplikasikan sinematografi dalam kehidupan dan menciptakan karya-karya yang berkualitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan cuma karya yang sekadar cari sensasi, kalau bisa yang memberikan pesan moral dan menginspirasi orang banyak,&rdquo; pungkas mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat 2012 tersebut. <strong><em>(jdj/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Mana Fakultas Dipijak, di Situlah AD/ART Dijunjung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-mana-fakultas-dipijak-di-situlah-adart-dijunjung/baca </link>
<guid> di-mana-fakultas-dipijak-di-situlah-adart-dijunjung </guid>
<pubDate> Mon, 05 Dec 2016 12:41:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Klarifikasi BEM Hukum mengenai pelarangan organisasi kepada mahasiswa baru yang tidak mengikuti MPMB dan LK. (Foto: facebook.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-mana-fakultas-dipijak-di-situlah-adart-dijunjung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/B5ktvXqUpj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Mana Fakultas Dipijak, di Situlah AD/ART Dijunjung</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA -</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;27 nama maba Fakultas Hukum yang tidak mengikuti Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) 2016 dan Latihan Kepemimpinan (LK) dan Outbound 2016 terancam sama sekali tidak bisa mengikuti organisasi internal maupun eksternal di Unmul. Alih-alih bergabung, sebelum mengetuk pintu sekretariat saja, muka mereka dihadang oleh aturan yang berlaku sejak lama di Fakultas Hukum.</span></p><p align="justify">Aturan itu termaktub dalam AD/ART yang disepakati setiap tahun di Musyawarah Besar (Mubes) oleh seluruh lembaga internal yang ada di Fakultas Hukum. Serta disetujui langsung oleh Mahendra Putra Kurnia selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Hukum.</p><p align="justify">&ldquo;Kami tidak pernah melarang teman-teman mahasiswa untuk bergabung organisasi internal atau eksternal cuma sebelum keluar ikutilah aturan yang ada,&rdquo; kata Muhammad Rizaldy, Presiden BEM Hukum kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>melalui sambungan telepon, Minggu (4/12).</p><p align="justify">Rizaldy menjelaskan aturan ini tidak ditujukan untuk membatasi ruang gerak mahasiswa Hukum. Dia mengibaratkan maba Hukum seperti seorang anak yang butuh didikan dari orangtua. Orangtua memiliki tugas untuk mendidik, menanamkan ajaran-ajaran, norma, dan lain-lain yang berkaitan dengan isi &ldquo;rumahnya&rdquo;.</p><p align="justify">BEM Hukum ialah orangtua itu, memunyai proses didik yang perlu ditanamkan kepada anak-anaknya. Setelah nanti anak itu usai menerima ajaran, keputusan selanjutnya penuh ada di tangan si anak.</p><p align="justify">&ldquo;Apakah nanti mau pindah di rumah mana, mandiri, ataukah pergi kuliah di luar, ibaratnya, ya seperti juga di Fakultas Hukum,&rdquo; ucapnya.</p><p align="justify">Larangan mengenai maba Hukum yang tidak boleh berorganisasi tingkat fakultas hingga universitas jika belum mengikuti MPMB dan LK mulai diberlakukan sejak 2013. Saat itu Rizaldy baru masuk menjadi mahasiswa sehingga dia sendiri tidak tahu persis seperti apa awal mula terbit statuta ini. Hanya saja semenjak itu, aturan tersebut terus dijunjung sebagai pedoman dan disepakati bersama.</p><p align="justify">&ldquo;Mungkin teman-teman Sketsa juga sudah tahu kok seperti apa. Tahun lalu saya ke sekrenya Sketsa. Itu teman-teman Sketsa <em>oprect</em> sementara belum ada LK dari Hukum. Jadi kita larang dulu (maba Hukum) untuk bergabung. Baru bisa bergabung setelah mengikuti LK,&rdquo; katanya.</p><p align="justify">AD/ART ini, kata Rizaldy, juga menyelamatkan mahasiswa Hukum dari kecemburuan sosial. Karena setiap tahunnya BEM Hukum tiada lelah menyampaikan sosialisasi tentang betapa pentingnya LK. Untuk itu, mahasiswa Hukum yang mengikuti LK patut dijaga kepatuhannya dengan memberi sanksi tegas kepada mahasiswa lain yang tidak ikut.</p><p align="justify">&ldquo;Sanksinya itu berupa tidak bisa organisasi internal dan eksternal,&rdquo; tukas Rizaldy.</p><p align="justify"><strong>Aturan Tanpa Ampun</strong></p><p align="justify">BEM Hukum seakan tidak memberi kelonggaran apa pun kepada mahasiswa yang absen di MPMB dan LK. Selain lumpuh berorganisasi, para mahasiswa terkucilkan ini makin sempit ruangnya karena tidak diperbolehkan untuk jadi perwakilan dan membawa nama Fakultas Hukum.</p><p align="justify">&ldquo;Biar berprestasi seperti apa pun, tidak ikut LK dan dia dikirimkan sebagai delegasi lomba debat atau apa, kita larang. Itu kita harus pantau dulu dan itu yang bertanggungjawab BEM Hukum melalui Kementerian Kastrat (Kajian Strategis),&rdquo; jelasnya.</p><p align="justify">Jumlah maba yang tidak mengikuti MPMB dan LK tahun ini sudah jauh lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Malahan dulu pernah jumlah maba Hukum yang tidak ikut sampai 100 (bandingkan dengan tahun ini yang cuma 27 maba). Kendati begitu, beberapa maba 2016 sudah berjanji untuk mengikuti MPMB dan LK tahun 2017. Tentu saja dengan konsekuensi harus bergabung bersama para angkatan baru selanjutnya.</p><p align="justify">&ldquo;Kemarin ada yang janji hitam di atas putih juga karena orang tuanya sakit di opname. Semingguan pada saat kami sosialisasi LK dan pelaksanaan dia tidak hadir. Pas sudah tahu dan kita <em>sweeping</em>, dia konfirmasi ternyata orang tuanya sakit. Dia janji ikut (tahun depan),&rdquo; ulasnya.</p><p align="justify">Sempat ada ide untuk BEM Hukum mengadakan LK susulan, tetapi kemudian itu tidak dilakukan. Rizaldy menjelaskan, LK susulan dinilai memberatkan karena membuat panitia jadi kerja dua kali. Belum lagi kebanyakan dari panitia juga masih aktif mengikuti kelas perkuliahan.</p><p align="justify">Kebijakan BEM Hukum melalui AD/ART-nya ini agaknya bertentangan dengan pasal 28 UUD 1945 yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia. Bahwa setiap orang memiliki kemerdekaan berserikat dan berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.</p><p align="justify">Namun begitu, Rizaldy menolak lembaganya disebut inkonstitusional. Ia mengatakan, lembaganya tidak melarang semua mahasiswa, melainkan hanya yang tidak mengikuti MPMB dan LK. Lagi pula, menurutnya, aturan di dalam itu (kampus) tidak mesti sesuai dengan yang ada di atasnya lagi (UUD). Ia menyebut, dewasa ini ada banyak fakultas di luar sana yang melakukan hal tersebut. Jadi tak hanya Fakultas Hukum di Unmul.</p><p align="justify">&ldquo;Saya lebih melanggar konstitusional kalau misalkan saya melarang seluruh mahasiswa Fakultas Hukum untuk harus di organisasi internal saja. Itu baru pemberantasan HAM,&rdquo; tandasnya.</p><p align="justify">Pada akhirnya, mulai dari dinyatakan diterima sampai lulus mahasiswa Hukum jika tidak mengikuti MPMB dan LK, maka tetap tidak ada hak baginya memilih organisasi di lingkungan Unmul. <strong><em>(wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagi Hangat Bersama Alumni Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berbagi-hangat-bersama-alumni-sketsa/baca </link>
<guid> berbagi-hangat-bersama-alumni-sketsa </guid>
<pubDate> Tue, 06 Dec 2016 09:53:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sesi foto bersama seusai sharing bersama alumni Sketsa. (Foto: Achmad Syahrif) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berbagi-hangat-bersama-alumni-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4YAD106fof.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagi Hangat Bersama Alumni Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sabtu (03/12) kemarin, Sekretariat LPM Sketsa Unmul kedatangan salah seorang alumninya yang pada 2011 menjabat sebagai Ketua Redaksi UKM Jurnalistik Sketsa sebelum berganti nama sekaligus Presiden BEM Unmul periode 2011-2012 silam.</p><p style="text-align: justify;">Alumni itu ialah Surahman, atau yang akrab disapa Chiko oleh awak Sketsa. Sosok yang bahkan hingga kini tak asing di kalangan mahasiswa organisatoris itu menyambangi sekretariat mulai pukul 14.00 hingga 16.00 Wita. Dalam kesempatan tersebut, Surahman membagi kenangan, pengalaman, dan nasihat serta harapannya untuk Sketsa ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Awak Sketsa tampak sangat antusias dan bersemangat. Sederet pertanyaan yang dilontarkan baik masa lalu maupun datang, dijawab Surahman secara detail sambil memberikan wejangan demi terwujudnya Sketsa lebih baik. Kegiatan berbagi itu berlangsung hangat dengan dibuka Ketua Umum LPM Sketsa, Khajjar Rohmah dan diikuti sejumlah awak Sketsa di sela-sela kegiatan <em>O</em><em>pen Recruitment</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya berbagi, nyatanya banyak fakta terungkap dari pertemuan sore itu. Surahman, yang memang pernah menjabat sebagai Presiden BEM Unmul di masanya, banyak berbagi kisah-kisah luar biasa. Mulai kondisi UKM Jurnalistik yang hanya digawangi lima orang namun tetap bertahan, hingga peristiwa-peristiwa selama ia menyandang gelar mahasiswa nomor satu Unmul waktu itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu itu pernah terjadi demonstarsi, bukan hanya di muka gedung rektorat. Anak-anak bahkan pernah demo di depan pintu sekretariat kami (BEM Unmul) gara-gara ribut persiapan mau ada acara,&rdquo; kenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Jalinan antara UKM Jurnalistik dan BEM Unmul kala itu sangat dekat. &ldquo;Pernah saling tukar sekre untuk rapat malahan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Keputusannya maju sebagai calon presiden mahasiswa kala itu mengharuskannya cuti dari UKM Jurnalistik. Pemira berakhir dengan menyatakan Surahman sebagai presiden BEM Unmul terpilih. Hasil itu lagi-lagi mengharuskannya pergi dari UKM Jurnalistik. Dengan demikian, ia terpaksa hengkang dan mengabdi sebagai Ketua Redaksi hanya selama setengah periode.</p><p style="text-align: justify;">Namun, terpilihnya ia, nyatanya tak membuatnya lantas melupakan UKM Jurnalistik, UKM yang telah membesarkan namanya. Meski telah menandatangi hitam di atas putih perihal pengunduran diri, Surahman mengaku tetap bekerja selayaknya pers mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya masih tetap aktif menulis. Tapi tidak pernah sampai wawancara diri sendiri kok,&rdquo; ujarya seraya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Surahman mengungkapkan, masa itu, seluruh elemen organisasi baik internal maupun eksternal kampus terbilang cukup padu. Baik kiri maupun kanan, semuanya nyaris bersatu saat dihimpun dalam beragam kesempatan.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, beragam kendala pun diuraikannya. Belum berkembangnya mediakomunikasi kala itu sementara sejumlah pihak meminta agar kegiatan BEM senantiasa dipublikasikan, diakuinya membuat kelimpungan.</p><p style="text-align: justify;">Menyentil sedikit isu yang tengah marak berkembang perihal dilarangnya 27 mahasiswa baru Hukum untuk berorganisasi, sebab tidak ikut MPMB dan LK, ditanggapi Surahman yang merupakan alumni Hukum yang lulus 2015 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, dia sendiri tak mengikuti MPMB maupun LK. Meski begitu tetap mampu berkarir diranah universitas. Sanksi yang diberikan pun tidak tegas. Sebab itu, dia tak goyah mencoba peruntungannya berekspansi ke ranah universitas.</p><p style="text-align: justify;">Sketsa sekarang menurutnya sudah makin dikenal dibanding eranya dulu. Dia berharap Sketsa terus berbenah dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pers mahasiswa. <em>(</em><em><strong>els/snh/aml</strong></em><em>)</em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anggota Magang Sketsa 10 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/anggota-magang-sketsa-10/baca </link>
<guid> anggota-magang-sketsa-10 </guid>
<pubDate> Tue, 06 Dec 2016 11:22:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anggota Magang Sketsa 10 (Illiustrasi: Jati Dwi J) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/anggota-magang-sketsa-10/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VgdQGBbO8t.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anggota Magang Sketsa 10</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Setelah melakukan seleksi berkas pada Selasa (15/11) hingga Jumat (2/12) dan wawancara berakhir kemarin, Minggu (4/12), LPM Sketsa Unmul telah menerima 36 anggota baru. Mereka akan magang selama lima bulan ke depan. Selamat kepada nama-nama di bawah ini, semoga tetap bersama hingga akhir.</p><p><br></p><p><br></p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/99cd764fba2a96909267f5f52abf82b80ccbf8c0.jpg" style="width: 300px;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM KM Unmul Tolak Imbauan BEM Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-tolak-imbauan-bem-hukum/baca </link>
<guid> bem-km-unmul-tolak-imbauan-bem-hukum </guid>
<pubDate> Wed, 07 Dec 2016 07:52:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat Tanggapan dari BEM KM Unmul terkait imbauan pelarangan maba Hukum bergabung kegiatan internal dan eksternal kampus. (Foto: Jati Dwi J) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-tolak-imbauan-bem-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x7HoWJsSWU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM KM Unmul Tolak Imbauan BEM Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sektretariat BEM KM Unmul pada Senin (5/12) petang terlihat cukup sibuk. Ada puluhan jumlah amplop dan kertas bertuliskan &ldquo;BEM KM Unmul 2017&rdquo;. Nampak Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul tengah menandatangani dan mencap kertas-kertas yang sudah dilipat dengan rapi.</p><p style="text-align: justify;">Petang itu BEM KM Unmul tengah menyelesaikan tahap akhir surat tanggapan, terkait surat imbauan yang dikirim BEM Hukum Jumat (2/12) lalu. Surat tanggapan itu disebar bersamaan dengan fotokopi surat dan lampiran dari BEM Hukum, untuk selanjutnya dikirim ke organisasi dan lembaga di universitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Surat BEM Hukum hanya dikirim ke BEM KM. Tanya saja semua organisasi di Unmul, tidak ada lagi yang menerima surat ini,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam isi suratnya, BEM KM Unmul menyatakan menolak permintaan BEM Hukum. Melarang seseorang dalam berorganisasi, berserikat dan berkumpul adalah sebuah bentuk pelanggaran pasal 28 UUD 1945 yang mengatur tentang HAM. Menurut BEM KM Unmul, hal itu jelas tidak bisa dibenarkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada satu aturan pun yang boleh melanggar konstitusi. Konstitusi adalah hukum dasar yang hierarkinya paling tinggi dan tak ada satu aturan pun yang dapat tidak berkesusaian dengan konstitusi tersebut termasuk AD/ART.&rdquo; Demikian isi surat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Isi surat BEM KM Unmul mengacu pada asas hukum &ldquo;lex superior derogat legi inferiori&rdquo; yang berarti aturan lebih tinggi dapat menyampingkan aturan yang lebih rendah dan aturan yang lebih rendah harus menyesuaikan dengan aturan yang lebih tinggi. Surat nomor 019/SB/BEMKMUNMUL/A/XII/2016 itu menyebut pula, AD/ART KM Fakultas Hukum mestinya hanya mencakup tataran internal KM Fakultas Hukum saja.</p><p style="text-align: justify;">Pada masa <em>open recruitment</em> kemarin, pintu BEM KM Unmul sebenarnya terbuka untuk semua mahasiswa fakultas se-Unmul, termasuk Fakultas Hukum. Dalam daftar 27 nama yang dilarang untuk berorganisasi lantaran tidak mengikuti Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) 2016 dan Latihan Kepemimpinan (LK), serta Outbound 2016 itu, terselip nama pendaftar di BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada satu orang (dari 27 nama) yang daftar BEM KM Unmul,&rdquo; kata Norman kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Meski hanya satu nama, menurut Norman ini tetap dinilai berharga dan untuk itu pula BEM KM Unmul berkomitmen menjaganya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Mahendra Putra Kurnia, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Hukum yang disebut-sebut menyetujui AD/ART tersebut, mengaku belum dapat memberi komentar karena masalah ini masih dalam tahap investigasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, soal itu masih ditangani secara internal,&rdquo; ucapnya. <strong><i>(wal/jdj)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagi Ilmu Jurnalistik Lewat PJTD </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berbagi-ilmu-jurnalistik-lewat-pjtd/baca </link>
<guid> berbagi-ilmu-jurnalistik-lewat-pjtd </guid>
<pubDate> Thu, 08 Dec 2016 01:23:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul berbagi ilmu jurnalistik lewat PJTD. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berbagi-ilmu-jurnalistik-lewat-pjtd/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fgY92J3Ps8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagi Ilmu Jurnalistik Lewat PJTD</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Ilmu jurnalistik tidak hanya sekadar menulis berita yang wajib dipelajari oleh kalangan media. Tetapi oleh semua kalangan, terutama mahasiswa yang lekat dengan kegiatan menulis. Demi menebarkan semangat belajar jurnalisik tersebut, LPM Sketsa Unmul akan mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) pada Sabtu (10/12) di Ruang Serbaguna Rektorat lantai 4.</p><p>Dalam pelatihan tersebut, para peserta akan mendapatkan segala hal tentang pemahaman dasar-dasar jurnalistik, fotografi, dan motivasi. Para pemateri yang dihadirkan pun berasal dari kalangan praktisi media dan jurnalis profesional. Sesuai dengan tema yang diangkat yakni &ldquo;Resep Menulis Ala Jurnalis.&rdquo;</p><p>Pemateri tersebut di antaranya adalah Rizal Juraid, Pimpinan Redaksi Kaltim Post, dan Yustinius Sapto Hardjanto seorang fotografer dan jurnalis lingkungan. Selain itu, kami juga menghadirkan pemateri dari kalangan mahasiswa yang berprofesi sebagai wartawan, Raden Roro Mira Budiasih.</p><p>Rizal Juraid akan menjelaskan tentang dasar-dasar, ruang lingkup. dan fungsi jurnalistik. Sedangkan Yustinius akan mengisi tentang materi fotografi. Bagaimana cara membuat foto yang bernilai berita atau foto berita dan foto jurnalistik.</p><p>Sementara Raden Roro yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP angkatan 2013, akan membagikan pengalamannya bekerja sebagai wartawan. Sekaligus memberi motivasi kepada peserta untuk aktif menulis dan mempelajari jurnalistik. Dari ketiga pemateri tersebut diharapkan dapat mendekatkan rasa jurnalisme kepada peserta.</p><p>Selain penyampaian materi, akan ada beberapa kejutan menarik dalam PJTD. Di antaranya adalah doorprize Novel Trilogi Lima Menara dengan tanda tangan penulis Ahmad Fuadi dan Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Tujuan kami memberikan doorprize buku kepada peserta adalah untuk meningkatkan budaya membaca dan literasi di kalangan mahasiswa. Selanjutnya, akan ada pengumuman terkait <em>open recruitment</em> LPM Sketsa tahap II.</p><p>Peserta PJTD akan terbagi menjadi dua. Pertama peserta khusus yang merupakan anggota baru LPM Sketsa yang lolos pada open recruitment tahap I dan kedua adalah mahasiswa umum dengan kuota 150 orang.</p><p>Bagi yang ingin mendaftar bisa melalui WA/SMS dengan format: nama_jurusan/fakultas/angkatan/universitas kirim ke nomor 085248801331 atas nama Fadiah Adlina.</p><p>Kemudian membayar tiket sebesar Rp 20 ribu di Sekretariat LPM Sketsa Gedung Student Center lantai 2, kampus Unmul Gunung Kelua atau transfer ke nomor rekening Bank Kaltim 0027010059 a.n. Achmad Syahrif. Atau bisa juga membayar langsung saat acara (<em>on the spot)&nbsp;</em>sebesar Rp 25 ribu.</p><p>Tunggu apa lagi! <strong><em>(krv/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menerima Konsumsi Busuk, Indikasi Korupsi Pejabat FISIP? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menerima-konsumsi-busuk-indikasi-korupsi-pejabat-fisip/baca </link>
<guid> menerima-konsumsi-busuk-indikasi-korupsi-pejabat-fisip </guid>
<pubDate> Thu, 08 Dec 2016 08:06:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebanyak dua ratus konsumsi HMJ SOS FISIP Unmul tak layak konsumsi. (Sumber foto: Catering Jakarta) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menerima-konsumsi-busuk-indikasi-korupsi-pejabat-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YKxrQrx5b0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menerima Konsumsi Busuk, Indikasi Korupsi Pejabat FISIP?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HMJ SOS) FISIP Unmul terpaksa mengelus dada. Saat Training Kader (Trakad), pengkaderan mereka yang dilaksanakan pada 5-6 November 2016. Sebanyak dua ratus konsumsi mereka terima selama dua hari ternyata tak layak untuk dimakan.</p><p style="text-align: justify;">Diungkapkan Wahyu Drajat, koordinatror divisi konsumsi Trakad, pihaknya mendapatkan laporan dari peserta dan undangan yang datang bahwa makanan yang didapat berbau agak busuk, berwarna abu-abu nyaris kehitaman, dan teksturnya pun nyaris benyek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya terima laporan dari maba dan senior, makanan mereka tidak layak. Saya sampaikan, kami ini penerima saja. Tidak tahu menahu perihal pengadaannya. Saya sempat foto sebagai alat bukti,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Putri Dewi Ayu, Ketua Panitia Trakad 2016, mengungkapkan pemberian konsumsi tersebut merupakan tawaran yang diberikan kepada HMJ Sosiologi untuk dibantu oleh Bendahara FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ditawari Bendahara untuk mendapatkan bantuan konsumsi Trakad. Selain itu, kami juga dijanjikan untuk dipermudah perihal SPJ-nya karena mereka yang urus,&rdquo; ujar perempuan yang akrab disapa Ayu itu.</p><p style="text-align: justify;">Tak tinggal diam, Ayu bersama sejumlah panitia lantas melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwenang. Usai Trakad hari pertama, Ayu bergegas menuju ke Ketua Jurusan. Laporan itu kemudian diteruskan ke Wakil Dekan III. Setelah proses pelaporan itu, malam harinya, Ayu dihubungi Bendahara melalui sambungan telepon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di telepon, dia menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan memperbaiki konsumsi untuk hari kedua,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah dijanjikan untuk lebih baik, konsumsi hari kedua, kata Ayu, datang dengan wujud sama persis seperti hari pertama. Mulai menu dan kondisinya tetap memprihatinkan. Parahnya, sejumlah maba sakit perut dan muntah gara-gara ini. Berang, Ayu lagi-lagi menghadap Bendahara untuk meminta pertanggungjawaban.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuannya itu, dikatakan Ayu, Bendahara kembali menyampaikan ucapan maaf. Namun, maaf itu berisi pernyataan jaminan kemudahan pengurusan proposal untuk kegiatan apa pun bagi HMJ SOS sampai 15 Desember 2016.</p><p style="text-align: justify;">Atas kasus tersebut Yuliani Saputri, Ketua HMJ SOS angkat bicara. Ia merasa malu kepada para undangan, dan seharusnya ini tak perlu terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini sangat di luar dugaan. Kami berpikir, kalau yang mengurus itu pihak fakultas pasti bagus saja ternyata malah sebaliknya. Kami dijanjikan untuk dibantu biar mudah SPJ. Karena kalau dari mereka (pihak fakultas) itu sudah ada konsumsi nomor pokok wajib pajaknya (NPWP),&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kasus ini kompak disebut Putri dan Ayu sebagai indikasi kuat adanya praktik korupsi di tubuh birokrat FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kelihatan sekali ada permainan. Konsumsi yang kami terima itu seharga Rp. 12.500 per bungkus, padahal kenyataannya seperti harga lima ribuan. Jika dikalikan dua ratus porsi, bisa dibayangkan bagaimana,&rdquo; tandasnya. <strong><i>(aml/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Farmasi: Terpilih Faqur-Laras, Raih 323 Suara  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-farmasi-terpilih-faqur-laras-raih-323-suara/baca </link>
<guid> pemira-farmasi-terpilih-faqur-laras-raih-323-suara </guid>
<pubDate> Fri, 09 Dec 2016 06:32:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hasil penghitungan suara Pemira Farmasi (7/12) kemarin, Faqur-Laras raih suara terbanyak. (Sumber foto: Muh. Reza, DPM Farmasi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-farmasi-terpilih-faqur-laras-raih-323-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DTl6TRSAzL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Farmasi: Terpilih Faqur-Laras, Raih 323 Suara </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Seperti diberitakan sebelumnya, Farmasi siap menggelar Pemira untuk kali pertama. Sebelum itu, Musyawarah Besar dilakukan Farmasi guna memilih Gubernur dan Wakil Gubernur BEM. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyali-farmasi-tempuh-pemira-pertamanya/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyali-farmasi-tempuh-pemira-pertamanya/baca</a></p><p style="text-align: justify;">KPPR Farmasi pun telah siapkan 700 kertas suara demi Pemira BEM Farmasi Rabu (7/12) kemarin. &quot;Ya syukurlah ada dua pasangan calon, karena di sini kami cuma dua prodi. Makanya, untuk calon sendiri tahun ini baru dua, mungkin tahun depan bisa banyak lagi,&quot; kata Ketua KPPR, Handi Wilianto.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan fakultas lain yang terpaksa aklamasi, kehadiran dua pasang calon seperti menjadi angin segar untuk BEM Farmasi. Persiapan dua bulan dirasa cukup, membuat tim panitia yakin mengadakan Pemira sejak pukul 08.00-16.00 Wita. Berada di dua titik, yakni Gedung MPK dan Gazebo Laboratorium Biologi.</p><p style="text-align: justify;">Meski tampak sepi, karena banyak yang melaksanakan praktikum, jam istirahat dirasa waktu tepat bagi mahasiswa Farmasi guna memanfaatkan momen Pemira pertamanya. Handi pun, mengucapkan rasa terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyalurkan suaranya. Meski tetap ada yang memilih golput, pihaknya telah berusaha untuk mengingatkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lebih efektif mahasiswa kalau didatangin langsung, karena langsung bergerak. Jika tetap golput mungkin ini pilihan mereka,&quot; kata Handi.</p><p style="text-align: justify;">Penghitungan suara dilakukan pukul 17.15-19.00 Wita, akhirnya menyatakan paslon nomor urut 1, Faqur Rahman dan Laras Indah Wulandari peroleh suara terbanyak, yakni 323 suara. Sedangkan lawannya, Riska Putri Patila Sau dan Wahyu Iksanul Muttaqin sebanyak 234 suara.</p><p style="text-align: justify;">Handi berharap, calon terpilih tentu dapat menjalankan amanahnya dan membawa perubahan yang lebih baik di Farmasi. &quot;Yang kalah jangan berkecil hati semoga bisa menerima dengan lapang dada dan tetap berkontribusi di organisasi Farmasi ini,&quot; pesan Handi.</p><p style="text-align: justify;">Perihal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Handi belum bisa memastikan. &quot;Farmasi lagi banyak agenda, mungkin minggu ketiga bulan Desember,&quot; pungkasnya. <strong><em>(asr/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FIB Terancam Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-terancam-aklamasi/baca </link>
<guid> pemira-fib-terancam-aklamasi </guid>
<pubDate> Fri, 09 Dec 2016 07:59:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FIB terancam aklamasi, akibat tak ada mahasiswa yang mendaftar hingga kini. (Foto: Boby Alan Nuari, Ketua DPM FIB 2016) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-terancam-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pveRtMTbiy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FIB Terancam Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Diberitakan sebelumnya, DPM FIB memang akui minimnya mahasiswa yang mencalonkan diri di Pemira dan aklamasi mungkin akan jadi pilihan. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-paslon-dpm-fib-menahan-adanya-aklamasi/baca ">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-paslon-dpm-fib-menahan-adanya-aklamasi/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Bahkan muncul kabar, hingga kini mahasiswa FIB tak kunjung mendaftarkan dirinya. Hal tersebut dikatakan Boby Alan Nuari, Ketua DPM FIB 2016 di akun facebooknya yang ditujukan ke Halaman Facebook Fakultas Ilmu Budaya, dan mengharapkan mahasiswa untuk segera menghubungi kontak yang tertera.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> langsung pada Kamis (8/12), Boby mengatakan, jelas pihaknya tidak menginginkan aklamasi terjadi. Minimnya mahasiswa dalam berorganisasi, jadi alasan kuat mengapa sampai sekarang pasangan calon (paslon) tak bertambah.</p><p style="text-align: justify;">DPM FIB pun diketahui telah memperpanjang waktu pendaftaran beberapa kali. Hingga berita ini diturunkan belum ada yang mendaftar dan pihaknya pun memperpanjang hingga Sabtu (17/12) mendatang. Jika tak ada perubahan, saat kongres nanti pilihan yang tersisa adalah menaikkan calon kandidat tunggal dari pasangan Irwanto dan Widy Widyati.</p><p style="text-align: justify;">Widy kandidat yang merupakan anggota BEM FIB, sedangkan Irwanto dari Himpunan Mahasiswa (Hima). &quot;Awalnya dua paslon yang mendaftar, tapi karena beberapa alasan tertentu akhirnya tersisa satu paslon, Irwanto dan Widi,&rdquo; kata Boby.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin berakhir begitu saja, upaya publikasi tetap digencarkan, guna menarik mahasiswa untuk mendaftar. &ldquo;Harapannya, kepada teman-teman yang dilantik nanti, semoga tidak terulang lagi seperti ini,&rdquo; tutup mahasiswa semester tujuh itu. <strong><em>(irm/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecewakan Sikap Panitia, Bendahara Akui Konsumsi Busuk Buatan Sang Ibu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecewakan-sikap-panitia-bendahara-akui-konsumsi-busuk-buatan-sang-ibu/baca </link>
<guid> kecewakan-sikap-panitia-bendahara-akui-konsumsi-busuk-buatan-sang-ibu </guid>
<pubDate> Sat, 10 Dec 2016 05:12:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konsumsi basi yang diterima HMJ Sos di hari pertama ketika melaksanakan Trakad. (Sumber foto: Dok. HMJ SOS FISIP) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecewakan-sikap-panitia-bendahara-akui-konsumsi-busuk-buatan-sang-ibu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bbhrYBh58z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kecewakan Sikap Panitia, Bendahara Akui Konsumsi Busuk Buatan Sang Ibu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Muchtar Zuhryanto, Bendahara FISIP, pihak yang disebut dalam tragedi konsumsi busuk yang menimpa Training Kader (Trakad) Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HMJ SOS), akhirnya angkat bicara. Dia mengakui, konsumsi busuk itu memang berasal dari pihaknya secara pribadi. Ibunya, mempunyai usaha kuliner dan Muchtar merekomendasikannya untuk Trakad.</p><p>Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/menerima-konsumsi-busuk-indikasi-korupsi-pejabat-fisip/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/menerima-konsumsi-busuk-indikasi-korupsi-pejabat-fisip/baca</a></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makanan itu memang dibikin ibu saya. Dia jualan nasi. Saya melihat langsung kok proses pengerjaannya. Mungkin waktu itu sedang apesnya aja,&rdquo; kata Muchtar.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya (8/12) Muchtar mengaku kaget bercampur heran. Gamblang, dia pun mengklarifikasi kronologi tragedi konsumsi busuk yang disebutnya berbeda dengan versi panitia Trakad. Secara pribadi, dia mengaku baru mengetahui kasus ini diangkat kembali pagi kemarin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tadi pagi diberitahu oleh salah satu dosen bahwa ada berita tentang saya. Saya kaget, kok baru dipermasalahkan sekarang bukannya dari kemarin. Toh masalah ini saya anggap sudah selesai. Versi asli dengan yang di berita itu beda. Di sana disebutkan mereka langsung lapor hari pertama, padahal tidak. Baru besok paginya ada yang nelepon saya, mengaku panitia dan mengeluhkan konsumsi basi. Saya langsung minta maaf,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Muchtar menuding, ada yang luput dari keterangan panitia. Hari kedua saat jelang jam makan siang, kata Muhctar, dirinya mengantar sendiri konsumsi dan meminta panitia mengecek kelayakan makanan, agar kejadian seperti di hari pertama tidak lagi terulang. Ketika itu, asap nasi yang panas masih mengepul dan terbungkus daun pisang. Perihal porsi, sengaja dilebihkan untuk dibagikan kepada pekerja, yang waktu itu memasang AC di salah satu ruangan FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya minta panitia cicipi dan mereka bilang aman saja. Makanan waktu itu masih panas. Pekerja yang saya kasih pun bilang enak. Nah, logikanya itu kan tidak mungkin basi. Selesai mengantar saya kembali memohon maaf atas kejadian kemarin. Saya pikir masalah selesai,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dua kali meminta maaf, nyatanya tak sama sekali menyelesaikan masalah. Panitia Trakad ternyata masih menyimpan resah. Tak lama berselang, mereka kembali menyambangi ruangan Muchtar. Dalam pertemuan itu, Muchtar kembali mengakui kesalahannya. Dia berjanji untuk melebihkan konsumsi ketika HMJ SOS menggelar kegiatan. Tentang janji untuk mempermudah proposal kegiatan, tegas dibantahnya. Janji itu, diberikannya untuk semua, bukan untuk satu organisasi saja.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan, ada beberapa organisasi yang tidak cukup dananya. Muchtar sebagai bendahara, berupaya mengkomunikasikannya dengan Wakil Dekan II (Bidang Administrasi Kepegawaian dan Keuangan), guna meminta kebijaksanaan untuk ditambah. Siapa pun apalagi mahasiswa, Muchtar berjanji membantu, termasuk HMJ SOS.</p><p style="text-align: justify;">Muchtar kecewa atas sikap panitia Trakad yang kembali mengungkit masalah ini. Bahkan hingga penandatanganan SPJ, dikatakannya kedua belah pihak telah saling memaafkan. Kendati demikian, Muchtar siap jika panitia Trakad mengajukan keberatan atau meminta ganti rugi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang kecewa mestinya langsung katakan saja, tapi ketika itu mereka seperti menerima dan saya pikir masalah selesai. Yang jelas, saya sudah berbuat semampu saya dan minta maaf. Saya tidak pernah menyangka berbuntut sampai sekarang,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Muchtar berharap, kasus ini tidak menjadi viral. Baginya, masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Pun jika berkoar di media bagi Muchtar tak ada guna dan penyelesaiannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap berita ini tidak usah dibesar-besarkan. Ngapain hal-hal begini ini diributkan. Saya inginnya mereka datang ke sini dan kami akan menyelesaikannya secara kekeluargaan. Karena jika diajak perang <em>statement</em>, saya ini gaptek tidak mengerti berita yang beredar luas secara <em>online</em>. Percuma mereka marah-marah di berita, karena saya tidak akan baca. Lebih baik ke sini dan kita selesaikan secara baik-baik,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Elegi Kebebasan Mahasiswa Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum/baca </link>
<guid> elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum </guid>
<pubDate> Sat, 10 Dec 2016 05:28:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dilan (nama rekaan), maba Hukum yang terancam tak bisa berorganisasi di fakultas dan universitas. (Sumber ilustrasi: https://goo.gl/images/22NLpy) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LRda7S7z4i.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Elegi Kebebasan Mahasiswa Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dilan menjejaki belantara kampus disertai hati senang lagi tenteram. Hari itu tercatat sebagai hari bersejarah, setidaknya buat dia, karena kali pertama akan mengikuti kelas perkuliahan. Sejak lama Dilan menanti momen ini, berdiri di tempat yang tepat untuk menempuh studi di Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, sekarang lupakan dulu kesan pertama mahasiswa baru (maba) yang indah-indah, baik tentang teman dan kelas baru, dosen ramah atau sambutan hangat. Awalnya Dilan berpikir akan begitu, tetapi yang terjadi justru jauh dari yang diharapkan.</p><p style="text-align: justify;">Baca <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-tolak-imbauan-bem-hukum/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-tolak-imbauan-bem-hukum/baca</a> juga <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-mana-fakultas-dipijak-di-situlah-adart-dijunjung/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-mana-fakultas-dipijak-di-situlah-adart-dijunjung/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Oleh <em>Sketsa</em>, Dilan dibuat sebagai nama rekaan, guna melindungi serta menghindari adanya buntut lebih dari keterangan yang diberikan narasumber asli ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama kali saya masuk kuliah itu di<em>&nbsp;sweeping</em>. Dibentak iya, dimarahi iya, diteriaki iya karena enggak ikut MPMB (Masa Penyambutan Mahasiswa Baru). Kata-kata yang keluar? Aduh, kebun binatang,&rdquo; kata Dilan kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (7/12) sore di depan Gedung MPK, Unmul, Gunung Kelua.</p><p style="text-align: justify;">Dilan merupakan satu dari 27 nama maba FH yang masuk rilis daftar hitam dari BEM Hukum. Sebab, terbukti tidak mengikuti kegiatan MPMB dan Latihan Kepemimpinan (LK) 2016. Mereka dijatuhi sanksi berupa dicabut hak untuk berorganisasi dan berkegiatan, baik di tingkat fakultas maupun universitas, sebagaimana telah diatur dalam AD/ART KM Fakultas Hukum.</p><p style="text-align: justify;">Selama tiga bulan Dilan menjadi mahasiswa, total empat kali dia dan kawan-kawannya terkena <em>sweeping</em>. Satu kali <em>sweeping</em> bisa memakan waktu hingga satu jam. Kegiatan <em>sweeping</em> tidak jauh dari upaya para senior yang ingin memastikan 27 nama tersebut tidak bebas berorganisasi dan berkegiatan. Pada hari pertama Dilan kuliah dan di <em>sweeping</em> karena absen di MPMB, ia mulai bertanya-tanya tentang wewenang BEM Hukum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka bilang, &lsquo;Saya punya hak untuk mencabut berkas kalian sebagai mahasiswa Fakultas Hukum. MPMB ini sebagai syarat sah kalian diterima sebagai mahasiswa Fakultas Hukum.&rsquo; Setelahnya, saya menghadap ke dekanat. Ternyata enggak ada satu hak pun bagi BEM Hukum untuk mengeluarkan mahasiswa,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di situ Dilan diberi tahu bahwa mahasiswa hanya boleh dikeluarkan oleh tiga hal dan wewenang itu sepenuhnya dimiliki oleh rektorat. Tiga hal itu ialah wisuda, <em>drop out</em> (DO), dan karena kemauan sendiri. Semenjak itu ancaman tersebut tidak lagi digubris Dilan.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, sampai sekarang Dilan masih khawatir tiap kali melihat kumpulan anak-anak BEM Hukum. Seolah-olah dia adalah buruan yang tak boleh terang-terangan muncul di moncong senjata para pemburu. Banyak di antara maba ini, kata Dilan, sebenarnya tidak setuju tiap diberi <em>sweeping</em>, tapi mereka terlalu takut untuk melakukan hal lain di luar itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nama saya mereka tahu, NIM saya mereka tahu, kelas saya mereka juga tahu,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tidak Ikut Dua-duanya</strong></p><p style="text-align: justify;">MPMB FH telah dilaksanakan September lalu, selama tiga hari untuk pra dan tiga hari kegiatan, disusul LK pada Oktober dan dilakukan selama dua hari. Dari dua acara besar itu, tidak satu pun Dilan ikuti. Hal itu berani ia lakukan bukan tanpa alasan.</p><p style="text-align: justify;">Dua tahun sebelum Dilan diterima di FH, dia punya kakak yang lebih dulu jadi mahasiswa Hukum. Secara pengalaman, kakaknya mengetahui atmosfer kegiatan seperti apa yang ada di MPMB dan LK, kemudian secara garis besar ia sampaikan langsung kepada Dilan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi menurut saya sendiri kebanyakan enggak ada manfaatnya bagi saya. Ini persepsi saya,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilan menyebut beberapa tingkah yang ada di kegiatan itu, sulit baginya dipahami dan tak jelas manfaatnya apa. Misalnya, &ldquo;cium tanah air&rdquo; yaitu beberapa maba diminta berjejer, tiarap, dan diperintah untuk mencium tanah. Lalu ada, &ldquo;tembak bintang&rdquo; di mana maba berbaring kemudian disuruh meludah ke arah langit, melawan gravitasi sembari membiarkan ludah mendarat di wajah sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan atribut yang harus dibawa saat MPMB, Dilan memilih tidak membuatnya sama sekali. Kebanyakan temannya patuh terhadap perintah senior, berkali-kali mengeluh. Sebab, untuk dapat melengkapi atribut, mereka menghabiskan biaya yang lumayan.</p><p style="text-align: justify;">Penolakan Dilan terus berlanjut sampai dilaksanakannya LK. Alasannya, dia merasa tidak punya kepentingan khusus di kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mau masuk ke kader BEM-nya kita akan ikut LK, tapi kalau tidak kan tidak papa. Saya tidak ada minat bergabung di Fakultas Hukum. Oleh karena itu, saya enggak ikut LK,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di balik alasan politis itu, Dilan sebenarnya memiliki kendala lain. Tiap peserta LK diwajibkan untuk membayar biaya selama kegiatan sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan saat itu Dilan dihimpit masalah ekonomi, membuat dia tidak bisa mengeluarkan uang dengan nominal sebesar itu. Menjadi bumerang selanjutnya, pasca LK panitia menolak adanya ketidakhadiran dengan alasan ekonomi. Mestinya, sejak awal Dilan sudah bilang kalau terkendala ekonomi, karena hal itu masih dapat ditoleransi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena saya sudah takut, takut dengan mereka yang sweeping marah-marah seperti itu. Ya sudah, ya saya enggak ngomong,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah LK digelar, mereka yang tidak mengikuti kegiatan diberi denda oleh BEM Hukum. Dendanya berhak ditentukan oleh maba yang tidak hadir saat LK. Awal-awal ada yang memberi penawaran agar dendanya berupa pot dan segala macam, tetapi tidak disetujui BEM Hukum. Tak lama, ada yang mengajukan ide supaya dendanya membayar Rp 100 ribu per orang. Para maba dan BEM Hukum setuju dengan ide itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bayar 100 ribu,&rdquo; kata Dilan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dijepit, Terhimpit, dan Berusaha Berkelit</strong></p><p style="text-align: justify;">Atas sikap yang tidak kooperatif karena tak mengikuti MPMB dan LK, BEM Hukum mencabut hak Dilan dan 26 nama lainnya untuk dilarang berorganisasi dan berkegiatan di universitas. Saat Dilan melakukan penolakan-penolakan itu, ia tidak tahu BEM Hukum memiliki kuasa besar untuk mencekiknya, bahkan hingga di luar fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari lomba hingga seminar yang ada di lingkungan Unmul, larangan BEM Hukum terus mengikuti. Dilan sudah pernah bertemu dengan pihak akademik, meminta izin agar diperbolehkan mengikuti lomba dan organisasi di universitas. Pihak akademik membolehkan, tapi sanksi dari BEM Hukum tidak juga kendur. BEM Hukum menjadi elang dan maba-maba seperti Dilan ialah ikan yang cuma bisa sembunyi mengintip permukaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dimatikan politiknya, diminta supaya kuliah-pulang kuliah-pulang. Tapi saya tetap ikut seminar, mereka enggak tahu,&rdquo; ucapnya seraya tersenyum.</p><p style="text-align: justify;">Larangan BEM Hukum ini terasa menghimpit bagi Dilan. Selama ini dia menyukai organisasi dan dinamika yang ada di dalamnya. Sehinggga pencabutan hak organisasi ini merepotkan dirinya untuk memilih organisasi yang dia mau.</p><p style="text-align: justify;">BEM Hukum melalui AD/ART yang dianutnya dinilai Dilan telah mengangkangi konstitusi. Tidak sesuai dengan pasal 28 UUD 1945 dan lagi menerobos asas hukum &ldquo;lex superior derogat legi inferiori&rdquo;. Di mana aturan lebih tinggi bisa menyampingkan aturan yang lebih rendah dan aturan yang lebih rendah patut menyesuaikan dengan aturan yang lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Dilan sudah pernah datang menemui para petinggi dekanat, tetapi hingga kini seperti tidak ditindaklanjuti. &ldquo;Saya sudah berusaha, tapi belum ada langkah kongkretnya,&rdquo; jelas Dilan.</p><p style="text-align: justify;">Jalan di depan mungkin masih sempit, kendati begitu, Dilan tetap mencari cela. Barangkali ada cara baginya untuk bisa mendapatkan kebebasan dalam berorganisasi dan berkegiatan di lingkungan kampus. Sebagaimana dia tahu, tahun depan atau kapan saja dia ditekan, tetap dia tidak mau mengikuti MPMB dan LK. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em><br></em></strong><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemerintahan yang Bersih Berawal dari Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pemerintahan-yang-bersih-berawal-dari-kampus/baca </link>
<guid> pemerintahan-yang-bersih-berawal-dari-kampus </guid>
<pubDate> Sun, 11 Dec 2016 08:53:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia. (Sumber foto: IPJI/ KoMa Online.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pemerintahan-yang-bersih-berawal-dari-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GItFJpCUyE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemerintahan yang Bersih Berawal dari Kampus</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Memajukan sebuah bangsa dalam peningkatan pembangunan ekonomi dapat dilakukan dengan cara meningkatkan daya saing yang dilihat dari kualitas sumber daya manusianya. Peningkatan kualitas SDM tentu diikuti oleh integritas (kejujuran) yang dimiliki oleh setiap individu. Di samping itu, salah satu faktor yang menghambat peningkatan pembagunan ekonomi adalah institusi dan birokrasi yang buruk. Institusi yang buruk adalah institusi yang melakukan tindakan korupsi. Contoh nyata yang sering kita temukan adalah tindakan pungli, tidak transparan dan tidak bertanggungjawab. Di dalam dunia kampus, masalah korupsi merupakan sumber masalah utama yang harus diputus mata rantainya.</p><p style="text-align: justify;">Saya berpikir bahwa memerangi korupsi adalah sebuah hukum yang absolut karena korupsi bukan suatu budaya, tetapi bisa menjalar ke mana-mana. Korupsi bisa menyatu dalam aspek pemerintahan di berbagai hierarki dan menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan. Korupsi lahir di saat bertemunya peluang dan godaan.</p><p style="text-align: justify;">Kita sangat menyadari bahwa korupsi adalah permasalahan kita bersama. Pertanyaannya adalah bagaimana kontribusi perguruan tinggi dalam menegakkan pemerintahan yang bersih, jujur dan humanis?</p><p style="text-align: justify;">Realita yang dialami oleh Indonesia masih sebagai salah satu negara paling korup di dunia. Data yang diadopsi versi Transparncy International menunjukan indeks persepsi korupsi di Indonesia pada tahun 2014 adalah 34, lalu cuma naik 2 poin pada tahun 2015 menjadi 36. Apabila melihat daftar ranking negara paling bersih dari korupsi, Indonesia menempati peringkat ke-88. Sangat jauh dari Denmark yang menduduki peringkat pertama negara paling bersih dari korupsi dengan 92 poin. Dari realita tersebut Indonesia masih tergolong negara yang paling korup.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai data KPK, pendindakan pidana per 31 Januari 2015 memberoleh rincian sebagai berikut. Penyelidikan 14 perkara, penyidikan 5 perkara, penuntutan 4 perkara, inkracht 0 perkara, dan eksekusi 2 perkara. Total penanganan perkara tindak pidana korupsi sejak tahun 2004 sampai 31 Januari tahun 2015 adalah: penyelidikan 679 perkara, penyidikan 416 perkara, penuntutan 326 perkara, ikhracht 283 perkara, dan eksekusi 279 perkara.</p><p style="text-align: justify;">Dari data tersebut menunjukan bahwa fenomena penangkapan para koruptor masih sebatas fenomena puncak gunung es saja. Hal ini sama sekali belum menyentuh persoalan mendasar dari pemberantasan korupsi. Efek jera seakan tak membuat jera. Penangkapan yang semakin banyak lantas belum bisa dijadikan indikator keberhasilan pemberantasan tindak korupsi sementara korupsi tetap berlangsung dalam berbagai cara.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang Bisa Dilakukan Universitas Mulawarman?</strong></p><p style="text-align: justify;">Genap berusia 54 tahun, sampai saat ini ada sekitar 39.000 orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di Universitas Mulawarman, sehingga upaya untuk menjejali dengan pendidikan Anti Korupsi di Unmul merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Penetapan kebijakan baru ini diharapkan bisa menjawab persoalan korupsi yang semakin marak dan kian merambah di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Praktik korupsi di kalangan kampus yang sering ditemukan adalah pungutan liar. Praktik pungutan liar dilakukan untuk mempermudah urusan administrasi yang berhubungan dengan surat menyurat, dokumen, peminjaman fasilitas, penelitian, <em>study tour</em> hingga jual beli nilai tanpa harus mengikuti ujian.</p><p style="text-align: justify;">Korupsi di kalangan kampus seperti itu membuat diri kita bertanya-tanya dan merasa khawatir, apa yang terjadi dengan kampus kita. Padahal dari kampus itu akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan generasi bersih penerus bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Perguruan tinggi merupakan tonggak utama untuk mendirikan pembangunan yang transparan dan akuntabilitas. Kampus harus menjadi motor penggerak integritas karena mampu memutus mata rantai <em>supply</em> koruptor di negeri ini. Tetapi realitanya di Universitas Mulawarman belum menyertakan pendidikan Anti Korupsi, mata kuliah yang berbasis akhlak hanya pada kisaran 2 sampai 3 SKS saja sehingga tidak sebanding dengan penyimpangan akhlak yang terjadi pada masyarakat terutama tindak pidana korupsi yang semakin mengakar.</p><p style="text-align: justify;">Korupsi bisa diperangi dengan jalur pendidikan formal yang bisa menjadi strategi cukup signifikan karena generasi yang lahir dari rahim perguruan tinggi adalah generasi yang memiliki peran cukup dominan di masyarakat. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali pengetahuan dan melaksanakan pekerjaan atau memegang jabatan di dalam masyarakat, tetapi yang lebih penting ialah bagaimana menggunakan pengetahuan dan cara-cara tersebut dengan benar, tanpa melakukan korupsi, bahkan kiat-kiat untuk melawan korupsi.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, Universitas Mulawarman perlu diadakannya pendidikan Anti Korupsi di kalangan mahasiswa hingga birokrat agar institusi perguruan tinggi tersebut bisa profesional dan berintegritas. Sebagai mahasiswa sudah selayaknya kita komitmen untuk memberikan peranan betapa pentingnya gerakan Anti Korupsi dan memperjuangkan diadakannya Pendidikan Anti Korupsi di Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Besar harapan saya ke depan akan tumbuh budaya Anti Korupsi di kalangan mahasiswa hingga birokrat di mana seluruh civitas akademika berperan aktif dalam melakukan gerakan anti korupsi. Di masa yang akan datang Unmul harus mencetak kader yang profesional, berkomitmen dan berintegritas dalam membentuk pemerintahan yang bersih (<em>clean government</em>) di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Rakyat merintih sebuah orkestra pemberatasan korupsi untuk mengukir senyum di wajah ibu pertiwi. Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia!</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Aditya Ferry Noor, Ketua BEM FEB Unmul 2016-2017</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gadis Kecil di Bawah Hujan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/gadis-kecil-di-bawah-hujan/baca </link>
<guid> gadis-kecil-di-bawah-hujan </guid>
<pubDate> Mon, 12 Dec 2016 08:04:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> ( Sumber foto : kompas.com ) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/gadis-kecil-di-bawah-hujan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4ygs3s3je0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gadis Kecil di Bawah Hujan</h1>
			              </header>
			              <p>Udara dingin seolah menusuk tulangku</p><p>Awan gelap bergumpal menutupi langit biru</p><p>Kurasakan angin berlari-lari</p><p>Beradu kencang dengan kendaraan lain</p><p>Tetes demi tetes hujan basahiku</p><p>Mengaburkan air mataku</p><p>Air mata untuk mereka</p><p>Mereka yang berkutat di sepanjang jalan</p><p><br></p><p>Menawarkan koran-koran</p><p>Untuk penghidupan mereka</p><p>Tak gentar mereka meneriakkan lagu kehidupan</p><p>Di antara bisingnya lampu jalanan</p><p><br></p><p>Senyum tak lepas dari wajah kecilnya</p><p>Berbekal sehelai baju</p><p>Mereka menerjang dinginnya hujan</p><p>Plastik hanya pelindung koran</p><p><br></p><p>Kulihat gadis kecil tidur terlelap di pinggiran jalan</p><p>Bersandar pada pinggiran taman</p><p>Bersama adik kecilnya</p><p>Mereka berkata seolah,</p><p>Kami bisa hidup di mana saja!</p><p>Derasnya hujan seolah pengantar tidur untuk mereka</p><p>Orang-orang hanya mengacuhkan</p><p>Melewati seolah hal yang biasa</p><p>Aku pun begitu</p><p>Hanya bisa berhenti sesaat</p><p>Dan pergi meninggalkan mereka</p><p>Menyisakan kesedihan</p><p>karena tak tahu harus berbuat apa</p><p><br></p><p>Ditulis oleh : Aisyah Ariyanti, Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2015</p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tilam Pengganti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/tilam-pengganti/baca </link>
<guid> tilam-pengganti </guid>
<pubDate> Mon, 12 Dec 2016 09:27:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tilam Pengganti, sebuah cerpen karya Sesa Sariana, Mahasiswi FIB. (Sumber foto: Pixabay) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/tilam-pengganti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x0GIKowcBj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tilam Pengganti</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>WAKTUMU</strong> tidak lebih dari delapan jam sebelum pisau itu melumpuhkan cemburu di kepalamu. Kupersembahkan sepasang bantal dan kubalut tilam itu dengan seprai merah darah, warna kesukaanmu. Waktumu tidak lebih dari itu.</p><p style="text-align: justify;">Tak pernah ada rindu yang semerindu ini. Setelah dua tahun benar-benar menempatkanku pada wadah yang melankoli. Katamu kau akan menemuiku besok, tapi:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan menghubungiku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tanpa perlu dijelaskan aku sudah mengerti, kau tak ingin Si Gendut curiga, tapi kau selalu mengulang penjelasan yang sama seolah-olah aku akan ceroboh. Kau begitu serampangan dalam memaknai kebersamaan kita. Atau aku yang masih terlalu kekanakan dalam melihat hubungan kita.</p><p style="text-align: justify;">Sayang, waktumu tidak lebih dari delapan jam. Tidurlah di sisiku sebelum matahari keluar dari timur.</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak menyangsikan ketika matamu tidak lebih dari delapan jam saja dapat kunikmati. Sudah sering kukatakan bahwa berilah aku waktu satu jam lagi untuk bisa bermalas-malasan bersamamu, di atas seprei merah darah kita, tapi kau selalu berkilah tentang Si Gendut yang tak mampu kau tinggalkan itu. Aku masih ingat ketika kau katakan bahwa ia sedang merengek minta dikeloni di atas kasur tanpa seprai itu. Padahal aku tahu, kau tidak betah berlama-lama di atas kasur tanpa seprai seperti itu.</p><p style="text-align: justify;">Katamu &ldquo;Cepat bikin gerah, bau ompol si kecil lagi&rdquo; aku hanya tersenyum mendengar keluhmu. Bukankah selama dua tahun belakangan ini kau memiliki tilam baru yang dibalut seprai dengan warna merah darah. Warna kesukaanmu.</p><p style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">Datanglah sebentar, mungkin ada rindu yang belum selesai kita ramu bersama dua malam yang lalu. Bukankah rindu-rindu kita tidak pernah akan selesai. Bukankah Si Gendut selalu jadi penghalang kebersamaan kita. Kalau boleh memberi saran. Jangan pakai alasan yang sama lagi, mungkin Si Gendut sudah mulai curiga pada tilam barumu ini. Mungkin alasanmu mulai kusam. Tapi dia barangkali akan mencurigai rekan kerjamu yang suka pakai rok mini. Mana mungkin dia mengira tilam baru suaminya adalah aku.</p><p style="text-align: justify;">Selesaikan saja dulu urusan alibi-alibimu dengan Si Gendut. Temuilah aku diam-diam setelah kau menidurkannya. Tidak masalahkan, jika kau pura-pura mencium keningnya. Ya, sekadar basa-basi. Toh, cinta memang suka berbasa-basi kan. Dia memang perempuan pintar bahkan dia sangat cepat naik pangkat. Tapi dia bodoh dalam merawat tilamnya. Tidak pernah pakai seprai.</p><p style="text-align: justify;">Alasannya, &ldquo;Aduh sayang, aku malas nyuci nanti juga diompolin Nala, kamu kan tahu aku sibuk. Nyuci aja cuma bisa sekali seminggu&rdquo; kau ceritakan itu sambil menirukan suara Si Gendut. Dan aku selalu antusias setiap kali kau bercerita sambil memendam kepalaku ke dalam ceruk dadamu.</p><p style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">Kalau kau selalu menuntutku untuk menunggumu dengan batas waktu yang tak ditentukan seperti ini, mungkin aku akan segera berkunjung ke rumah sakit jiwa dalam waktu dekat ini. Kau tahu sayang, banyak sekali waktu yang kuhabiskan untuk menunggumu di atas tilam yang setiap hari kujemur, kalau-kalau kau datang tilam ini nyaman untuk kita tiduri. Tapi kedatanganmu tidak pernah setiap hari. Bahkan sudah dua hari kau tak memberi kabar dan kau tak membolehkan aku menghubungimu.</p><p style="text-align: justify;">Kau pikir aku akan bertahan berapa lama lagi dengan permainan ini? Dua tahun, setahun, sebulan, atau sehari lagi?</p><p style="text-align: justify;">Senyuman yang kusuguhkan mungkin mampu menentramkan jiwamu yang kusut. Namun tidak pernah bisa mewakili kondisi hatiku yang carut-marut. Kau lupa bahwa aku juga perempuan yang bisa menangis, meskipun aku tidak pernah menunjukannya di hadapan kedua bola matamu? Aku hanya perempuan yang bersedia membagi tubuh lelaki yang kucintai untuk wanita yang tidak pernah mampu untuk ditinggalkannya.</p><p style="text-align: justify;">Dua tahun yang lalu aku terpesona oleh sepasang mata itu. Tajam sekaligus meneduhkan. Sebab, kepergian bapak membuatku tidak tahu mesti bagaimana menatap mata seorang lelaki. Tatapan itu seperti menelanjangiku, mungkin akulah yang lebih dahulu benar-benar menelanjangi diri. Bukan kau yang terlebih dahulu melepas segala kain yang membalut tubuhku.</p><p style="text-align: justify;">Tak pernah aku senyaman ini ketika bersama lelaki. Bahkan kekasihku saat itu. Mungkin memang benar bahwa kita tidak pernah bisa memilih untuk menjatuhkan hati pada siapa.</p><p style="text-align: justify;">Tak satu pun wejangan tentang percintaan yang ingin kudengar dan kulihat dalam kurun waktu dua tahun ini. Sebab hanya rasa bersalah dan kekosongan yang kuperoleh setelah mendengarnya. Sebab cinta yang kuyakini kebenarannya jauh lebih hebat ketimbang penghakiman atas perempuan yang rela menjadi kasur baru bagi lelaki yang sudah memiliki istri. Toh, lelaki itu jauh lebih mencintaiku ketimbang istrinya yang mungkin sudah melar dan menumpuk lemak di tubuhnya. Nyatanya setiap orang punya streotipenya sendiri tentang cinta, begitu pun aku.</p><p style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia sudah tidur. Ngorok pula,&rdquo; seperti biasa kau berkata-kata sambil membenam kepalaku dalam dadamu. Aku hanya mendengar saat kau mengeluhkan Si Gendut yang kau tinggalkan di atas tempat tidur tanpa seprai itu. Aku juga tidak pernah uring-uringan untuk mendengarnya, bahkan aku sudah hafal dengan keluhanmu itu. Aku hanya prihatin dengan sepupuku itu yang semakin hari semakin berlemak. Sampai-sampai suaminya numpang tidur di tilamku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku suka mikir deh, dia kok gak mau diet ya? Seandainya dia mau, kamu gak mungkin bobo dan bikin aku jatuh cinta sama suaminya begini.<a href="#_edn1" name="_ednref1" title="">[i]</a></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biarpun jaga badan, aku mungkin tetap bobo dan tetap berhasil bikin kamu jatuh cinta sama aku. Saskara, mungkin kamu gak pernah tahu rasanya pacaran lebih dari lima tahun ditambah perkawinan yang sudah berjalan lima tahun.&rdquo; Jawabanmu itu sudah cukup menerangkan tanpa perlu kau lanjutkan, intinya kau bosan. Dan aku hanya pelarian atas kebosananmu? Kalau memang begitu, kecupan di keningku hanyalah basa-basi? Mirisnya, aku harus mengasihani diriku sendiri lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sayang, ngelamun lagi kan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku tersenyum dan kau membalasnya dengan kecupan di mata kananku kemudian melumat bibirku. Selalu begitu, karena aku selalu malas menjawab sergahanmu di antara lamunanku.</p><p style="text-align: justify;">Sayang. Waktumu sudah habis, sudah kubilang kan. Berikan aku perpanjangan waktu satu atau dua menit lagi maka kau bisa lolos dari rinduku yang jahanam. Tidurlah di pangkuanku, kemudian nikmatilah sisa-sisa kehangatan yang tak pernah kita wujudkan dalam senyata-nyatanya kebersamaan.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang kau pasti mengerti, betapa bahayanya meninggalkan istrimu di rumah bersama perempuan yang selama dua tahun telah merelakan waktu dan tubuhnya untuk menjadi tilam pengganti.</p><p style="text-align: justify;"><em>Samarinda, coffeeshop dan kost, 2 Januari 2016&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>Ditulis oleh Sesa Sariana, Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya 2013</strong><a href="#_ednref1" name="_edn1" title=""></a><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PJTD Berakhir, Dunia Jurnalis Akan Terus Berlanjut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pjtd-berakhir-dunia-jurnalis-akan-terus-berlanjut/baca </link>
<guid> pjtd-berakhir-dunia-jurnalis-akan-terus-berlanjut </guid>
<pubDate> Mon, 12 Dec 2016 21:55:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar atau PJTD LPM Sketsa Unmul, Sabtu (10/12). (Foto: Fajar Mahardika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pjtd-berakhir-dunia-jurnalis-akan-terus-berlanjut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HJzmu5KkdU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PJTD Berakhir, Dunia Jurnalis Akan Terus Berlanjut</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Jurnalistik adalah proses merekronstruksi suatu peristiwa menjadi sebuah berita yang layak dikonsumsi publik. Semua orang bisa disebut jurnalis, namun tak semua paham ilmu jurnalistik. Oleh karena itu, LPM Sketsa Unmul pada Sabtu pagi (10/12) kemarin mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang dibuka untuk mahasiswa umum. Mengambil lokasi di ruang serbaguna rektorat Unmul lantai 4.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/e9406d9493996065fcaa18bcd34e2fd02a1c8c6b.jpg" style="width: 634px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Dengan membawakan tema &ldquo;Resep Menulis Ala Jurnalis&rdquo;, PJTD Sketsa disambut dengan antusias oleh peserta, terbukti dengan kuota yang mencapai lebih dari 150 peserta. Tema ini dipilih langsung oleh Ketua Umum LPM Sketsa, Khajjar Rohmah. Menurutnya, karena pemateri-pemateri yang akan mengisi PJTD adalah para jurnalis yang kompeten di bidangnya. Sehingga para peserta PJTD bisa mendapatkan materi-materi dasar tentang apa itu jurnalistik, wartawan, reporter, citizen journalism, dan lain-lain.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/1a4284d425d53f1e58de65f236f1c826eb1f53c8.jpg" style="width: 631px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Pemateri pertama adalah Rizal Juraid, Pimpinan Redaksi Kaltim Post. Pria asal Makassar itu banyak menceritakan kehidupan dunia koran dan strategi apa yang diperlukan untuk menghadapi media online yang sudah semakin menjamur.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/d29d9d7846d7887c4176d45e2cde5f059a66e505.jpg" style="width: 630px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Masuk ke pemateri kedua diisi oleh Yustinius Sapto Hardjanto, fotografer di mongabay.com dan seorang jurnalis lingkungan. Yustinius merinci beberapa hal tentang bagaimana menjadi wartawan foto. Wartawan foto adalah wartawan yang memiliki tugas utama memotret, sehingga mampu menghasilkan foto yang bernilai berita. Ia juga menjabarkan tentang bagaimana dewasa ini setiap orang mampu untuk menjadi citizen photojournalism.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/800eaf623d7a2d25e6255ad499565fd38a1ee5d5.jpg" style="width: 609px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Pemateri terakhir PJTD, <em>Sketsa&nbsp;</em>memboyong Raden Roro Mira Budiasih, Ketua Umum LPM Sketsa 2016. Meski masih berstatus mahasiswa aktif jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2013, selama dua tahun terakhir ini Roro juga dikenal sebagai wartawan Kaltim Post. Dalam sesinya, Roro menyampaikan materi &ldquo;Jika Aku Menjadi Jurnalis&rdquo;. Ia juga sempat mengajak peserta PJTD berlatih memilih kata-kata yang tepat dalam penulisan berita.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/846557b5480df8583515cef8b5a38cbf40d4fa25.jpg" style="width: 583px;"><br></p><p style="text-align: justify;">LPM Sketsa pun sudah mempersiapkan <em>doorprize</em> menarik untuk peserta yang beruntung. Ada pula foto kontes, <em>games</em> seru, dan kuis. Masing-masing pemenang mendapatkan sebuah Novel Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer dan Novel Trilogi 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang sudah dibubuhi tanda tangan langsung oleh penulisnya.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/3ade0d4e85d1b5189acd9b7591197d85836a7a17.jpg" style="width: 615px;"></p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/87da6accaa5306a6aca007814512be3acffb1184.jpg" style="width: 615px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Di akhir acara, peserta PJTD dan panitia melangsungkan sesi foto bersama. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, sebagian besar mahasiswa dan umum yang mengikuti dapat memahami ilmu jurnalistik, serta dapat menerapkannya dengan baik. Sebab sebagaimana <em>Sketsa&nbsp;</em>pun berharap, sendi-sendi jurnalis bisa digunakan untuk meluruskan segala kekusutan. <strong><em>(els/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bantah Pengakuan Maba Dilan, BEM Hukum: Jangan Dengar Kata Orang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-pengakuan-maba-dilan-bem-hukum-jangan-dengar-kata-orang/baca </link>
<guid> bantah-pengakuan-maba-dilan-bem-hukum-jangan-dengar-kata-orang </guid>
<pubDate> Tue, 13 Dec 2016 09:39:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber foto : sihabuddin.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-pengakuan-maba-dilan-bem-hukum-jangan-dengar-kata-orang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7tC99UQqSZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bantah Pengakuan Maba Dilan, BEM Hukum: Jangan Dengar Kata Orang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&ldquo;Nanti ikut MPMB, ya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah, malas. Nanti dimarah-marahi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang sih dimarahi, tapi itu ada tujuannya. Kenapa kamu harus dimarah-marahi? Kamu ini calon mahasiswa Fakultas Hukum, kebanyakan mahasiswa Fakultas Hukum itu jadi jaksa, hakim, pengacara. Sedangkan ketika kamu nanti dibentak orang dan kamu tidak punya mental sama sekali, masa langsung <em>down</em>?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Faisal Fadhil alias Codet masih bersitatap dengan adik sepupunya yang tahun ini diterima sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman. Codet sedang berusaha membuka pemikiran adiknya tentang pentingnya muatan kegiatan dari Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB). Terlebih lagi Codet tahun ini ditunjuk menjadi ketua MPMB 2016. Setidaknya, dia patut untuk meyakinkan orang terdekatnya lebih dulu sebelum meyakinkan maba yang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa harus pakai peralatan aneh-aneh? Itu untuk melatih malu di depan umum,&rdquo; kata Codet kepada adiknya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian hari yang ditentukan itu tiba yakni pelaksanaan MPMB, adik sepupunya ternyata jatuh sakit. Codet tidak tinggal diam, ia segera menelepon tantenya. Codet meminta agar anak itu tetap turun datang ke kampus. Meskipun nanti selama kegiatan berlangsung hanya mendekap di ruang kesehatan, itu tidak jadi masalah. Malah jauh lebih baik daripada batang hidungnya tak nampak sama sekali.</p><p style="text-align: justify;">Toh, akhirnya adik sepupu Codet diminta lagi supaya mengikuti MPMB susulan. Saat itu sang adik tidak lagi menolak dan memilih ikut, meski sudah tahu kegiatan apa yang tersaji di dalam MPMB. Begitu juga saat dilaksanakan Latihan Kepemimpinan (LK), adik sepupu Codet tak lagi membantah dan manut saja.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai senior di kampus, Codet jelas memiliki kapasitas lebih dibanding adik sepupunya. Setiap maba di FH selalu diajarkan tentang pentingnya sopan santun terhadap senior. Rambut maba pria dicukur habis agar mereka bisa menyadari tangga mereka yang masih rendah. Codet pun mengalami hal yang sama ketika maba. Hal itu dimaksudkan agar para maba tahu dan paham bahwa mereka tidak berada dalam strata yang sama dengan seniornya. Bahwa mereka sedang diajari tata krama, bukan sebuah pertunjukan balas dendam.</p><p style="text-align: justify;"><strong>FH Memang Beda</strong></p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 20.00 Wita, Sabtu (10/12) sekretariat <em>Sketsa&nbsp;</em>kedatangan dua tamu yang merupakan perwakilan dari BEM Hukum. Ada Faisal Fadhil alias Codet dan Hardjuno datang memberikan hak jawab terkait pernyataan maba Dilan yang sebelumnya diturunkan <em>Sketsa</em> dalam pemberitaan. Pernyataan Dilan tersebut, nyatanya tak disenangi dan membuat malu Codet dan Juno selaku mahasiswa Hukum.</p><p style="text-align: justify;">BEM Hukum sebagai lembaga menilai perkataan Dilan tidak sepatutnya diucapkan oleh maba Fakultas Hukum. Apalagi di tengah masa menjelang Pemira seperti ini. Dikhawatirkan keterangan Dilan akan mengurangi minat pendaftar di BEM Hukum, yang berujung dengan menurunnya angka kader baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang jadi permasalahan di sini maba ini terlalu bodoh ketika dia berbicara seperti itu. Kami ini anak Hukum punya adik tingkat seperti itu, kader seperti itu, dengan kata-katanya itu. Kalau misalkan anak Hukum yang lain melihat bahasanya dia, pasti tertawalah,&rdquo; kata Codet.</p><p style="text-align: justify;">Codet bersaksi bahwa sekali-kali tidak anggota BEM Hukum mengeluarkan untaian kata &ldquo;kebun binatang&rdquo; kepada para maba ketika dilakukan <em>sweeping.&nbsp;</em>Bukti mengenai hal ini bisa diulik langsung kepada maba lain yang turut hadir saat <em>sweeping.</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak pernah! Kata-kata &lsquo;kebun binatang&rsquo; dari mana coba, ada kah bukti rekaman secara visual atau audio?&rdquo; tegas Juno.</p><p style="text-align: justify;">Pernah sekali <em>sweeping&nbsp;</em>BEM Hukum memakan waktu selama satu jam, itu terjadi ketika sehari setelah dilaksanakannya MPMB. Sisanya <em>sweeping&nbsp;</em>rutin dilakukan tiap bulan dan paling lama hanya menyita waktu 15 menit. Namun, tidak dimungkiri setiap <em>sweeping&nbsp;</em>ada momen di mana anggota BEM Hukum meninggikan suara kepada 27 maba yang tidak mengikuti MPMB dan LK. Para maba ini diteriaki dan dibentak. Tujuannya, tidak lain sebagai <em>shock therapy&nbsp;</em>atas ulah dan perbuatan yang membuat mereka masuk dalam daftar hitam.</p><p style="text-align: justify;">FH memang tidak sama dengan fakultas lain yang ada di Unmul, FH punya cara sendiri dalam mengemas konstruksi mental awal ke para mabanya. Salah dua di antaranya adalah dengan kewajiban mengikuti MPMB dan LK. Sehingga sangat sulit diterima apabila ada maba menolak mengikuti kegiatan tersebut, padahal tidak begitu mengerti muatan yang ada di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan hanya dengar kata orang,&rdquo; imbuh Codet.</p><p style="text-align: justify;">Adapun kegiatan seperti &ldquo;cium tanah air&rdquo; dan &ldquo;tembak bintang&rdquo; disebut Codet sebagai upaya melatih mental para maba. Ada keberanian yang timbul sebelum seseorang memutuskan mau melakukan tindakan itu. Sebagaimana dulu Codet dan Juno juga pernah mengalami hal yang demikian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untungnya enggak ada yang sampai mati. Toh, kalau peserta MPMB sakit kita bisa bawa ke rumah sakit, kok,&rdquo; sambung Juno.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada alasan yang persis bisa membuat maba Hukum boleh absen di dua kegiatan sakral itu. Ada beberapa alasan ketidakhadiran seperti sakit, acara keluarga, kendala ekonomi, sampai yang terkonyol bangun kesiangan. Tapi, tak satu pun bisa benar diterima. Jika maba ini ingin, mereka perlu menebus dosa dengan mengikuti MPMB dan LK di tahun yang akan datang. Demi kembalinya hak berorganisasi dan berkegiatan itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&ldquo;Samalah Seperti Kami di Fakultas Hukum&rdquo;</strong></p><p style="text-align: justify;">Perdebatan yang terjadi selama ini adalah apakah benar KM Fakultas Hukum melalui AD/ART-nya telah melanggar HAM? Karena jelas membekukan hak organisasi dan berkegiatan maba yang tidak mengikuti MPMB dan LK.</p><p style="text-align: justify;">Aturan ini tampak berlawanan dengan pasal 28 UUD 1945 yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia bahwa setiap orang memiliki kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Sedangkan setiap tahunnya di Musyawarah Besar, KM Fakultas Hukum rutin membahas konteks dan isi AD/ART-nya. Meski begitu, tetap saja tidak tampak tanda-tanda ada hal yang berubah.</p><p style="text-align: justify;">KM Fakultas Hukum tentu tahu aturan apa yang telah mereka buat. Bagi Codet, mahasiswa angkatan 2014 itu, AD/ART KM Fakultas Hukum tidak melanggar HAM. Sebab, aturan main sudah sangat jelas bahwa tidak pernah ada larangan kepada maba FH untuk berorganisasi, yakni dengan satu syarat mengikuti MPMB dan LK.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika tidak ikut MPMB dan LK dia harus terima konsekuensinya. Itu saja kok,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mencoba membuat perbandingan, betapa sebenarnya pasal 28 UUD 1945 yang dialamatkan ke KM Fakultas Hukum adalah sesuatu yang klise. Katakan begini, seseorang berada di sebuah organisasi, tapi karena dia tidak mengikuti aturan yang ada, lantas dia didepak dari organisasi itu. Pertanyaan Codet, apakah hal tersebut tidak bertentangan dengan pasal 28 mengenai kebebasan berserikat?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Samalah seperti kami di Fakultas Hukum,&rdquo; ucapnya membandingkan.</p><p style="text-align: justify;">Saat maba tidak mengikuti MPMB dan LK maka tidak boleh baginya mengikuti organisasi dan kegiatan apa pun di fakultas dan universitas. Codet mengatakan, kalau memang mau berpatokan dengan Pasal 28 mengenai kebebasan berserikat, lantas mengapa anggota lembaga pemerintahan yang korup setelah keluar dari penjara, tidak boleh lagi masuk ke dalam lembaga tersebut?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sedangkan itu melanggar hak, &lsquo;kan? Kebebasan berserikat. Begitu juga dengan 27 maba itu,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itulah, LK hadir sebagai pintu untuk mendapatkan hak organisasi. Jadi tidak hanya berguna untuk mendaftar di BEM Hukum saja, tetapi juga di seluruh organisasi dan lembaga di universitas. Juno menerangkan, sehabis LK tiap peserta diberi sertifikat yang berguna sebagai legalitas. Sertifikat ini selayaknya juga Kartu Tanda Penduduk, menegaskan status maba tersebut telah diterima di keluarga mahasiswa FH.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu kalau enggak punya KTP, ruangmu dibatasi. Kamu tidak bisa ikut Pemilu. Kalau mengacu pada Pasal 28, kamu harusnya bebas dong padahal kamu lahir di Indonesia,&rdquo; seloroh Juno.</p><p style="text-align: justify;">Mengebiri maba hingga tingkat universitas adalah sanksi yang dianggap tepat. Karena, seperti dituturkan Codet, setiap maba lahir membawa nama fakultasnya masing-masing. Khusus FH, ketika maba tidak mengikuti MPMB dan LK, berarti dia belum mengenal apa-apa tentang FH. Lantas saat maba memutuskan untuk berorganisasi di luar, kemudian di suatu hari dia melakukan kesalahan maka yang tercemar adalah nama fakultasnya. Dan, AD/ART KM Fakultas Hukum telah berpikir sejauh itu.</p><p style="text-align: justify;">BEM Hukum, hingga kini masih bersikukuh atas kebenaran tindakan mereka melarang 27 maba berorganisasi sampai semuanya mengikuti MPMB dan LK. Sebab bagi mereka, MPMB dan LK ibarat kunci. Tidak hanya untuk memasuki organisasi di internal FH, tapi juga untuk segala lini organisasi yang ada di Unmul. Mereka pun berdalih, ini telah diketahui oleh birokrat kampus mereka dan tidak pernah dikecam oleh siapa pun juga. <strong><em>(wal/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepi Partisipan, KPMKP: Festival Paser Tetap Lanjut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/sepi-partisipan-kpmkp-festival-paser-tetap-lanjut/baca </link>
<guid> sepi-partisipan-kpmkp-festival-paser-tetap-lanjut </guid>
<pubDate> Tue, 13 Dec 2016 09:53:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Festival Paser yang berlangsung Sabtu (10/12) lalu di Halaman Gedung MPK. (Foto: Dok. KPMKP) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/sepi-partisipan-kpmkp-festival-paser-tetap-lanjut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/06YFG3Nfha.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepi Partisipan, KPMKP: Festival Paser Tetap Lanjut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Hujan menyapa Minggu (11/12) pagi di Samarinda. Kebanyakan orang lain menghabiskan waktu di atas kasur untuk istirahat sambil menarik kembali selimut yang tersodor ke arah kaki. Tetapi di pagi itu ada yang berbeda di salah satu sudut kampus Gunung Kelua Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Tepat di halaman Gedung MPK, pemuda-pemudi yang juga mahasiswa asal Paser ini berkumpul. Terpajang foto-foto wisata, daerah, bangunan, dan pemandangan Kabupaten Paser yang digantung apik dengan tali. Bagi mereka yang berasal dari Paser tentu memiliki kenangan indah dengan suasana kampung halamannya itu. Peserta yang hadir saat itu pun terlihat menikmati dan ramah satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">Kemarin adalah hari kedua Festival Paser (Fespa) yang diselenggarakan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Paser (KPMKP) cabang Samarinda. &ldquo;Kegiatan ini adalah wujud dari partisipasi KPMKP untuk menyambut HUT KE-57 Kabupaten Paser 29 Desember nanti,&rdquo; ucap Indah Aprilia salah satu panitia Fespa.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan pagi itu, dimulai dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta dan panitia, jalan santai dan pembagian <em>doorprize</em>. Serta pemotongan tumpeng oleh ketua KPMKP Rahmat Nugraha, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Sabtu (10/12) diadakan lomba fotografi, catur juga puisi. Acara Fespa ini bersifat umum, peserta lomba tidak ada syarat khusus seperti harus berasal dari Paser pun Mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tetapi partisipasinya tidak terlalu banyak dan tidak sesuai target, padahal hadiah cukup besar dan banyaknya <em>doorprize</em> yang kami bagikan untuk peserta,&quot; jelas Indah.</p><p style="text-align: justify;">Meski, begitu acara yang bertemakan &ldquo;Meningkatkan kreativitas Generasi Emas Paser Melalui Minat dan Bakat Untuk Masa Depan Paser&quot; ini berlangsung lancar dan ditutup oleh sumbangan lagu dari Dasi Band dan sesi foto bersama seluruh peserta dan panitia. <strong><em>(srf/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Status Facebook Berujung Problema </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/status-facebook-berujung-problema/baca </link>
<guid> status-facebook-berujung-problema </guid>
<pubDate> Wed, 14 Dec 2016 09:22:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isi salah satu postingan status facebook mahasiswa. (Foto: Innaya Tiara P.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/status-facebook-berujung-problema/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z2sFwryPoA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Status Facebook Berujung Problema</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Media sosial jadi sangat populer masa kini, keberadaannya menjadi kebutuhan primer untuk berkomunikasi. Apa yang terjadi jika status di media sosial mengandung kata-kata yang tidak pantas dan menimbulkan sanksi yang sangat berat.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini terjadi pada salah satu mahasiswa Sosiatri, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) sebut saja D. Ia meluapkan amarahnya lewat status Facebook dan berujung pada masalah perkuliahannya.</p><p style="text-align: justify;">Kronologi kasus ini bermula dari dosen Sosiatri yang baru saja mengajar selama dua semester bernama Ika Rahayu Anggraini. Ika sangat diidolakan oleh mahasiswa. Menurut Kepala Prodi Sosiatri, Lisbet Situmorang, kinerja Ika sangat bagus, sesuai dengan harapan mahasiswa. Ika dirasa patut menjadi dosen idola karena pintar dan terbilang muda.</p><p style="text-align: justify;">Belakangan Ika mengabarkan hendak mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai dosen. Ini menimbulkan isu yang tidak mengenakkan bagi mahasiswa Sosiatri yang mengidolakan Ika. Beberapa mahasiswa beranggapan, Ika memilih resign dari pekerjaannya karena dikeluarkan oleh Lisbet. Isu tersebut terus mencuat tanpa diketahui kebenarannya. Hingga akhirnya muncul status seorang mahasiswa D.</p><p style="text-align: justify;">D meluapkan amarahnya lewat akun Facebook pada Rabu, (30/11) pukul 15.14 Wita. Secara sadar membuat status berisi amarah itu. Tak lama kemudian, di hari yang sama Lisbet tak sengaja membaca status mahasiswa D tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Merasa diperlakukan tidak menyenangkan, Lisbet langsung melaporkan mahasiswa tersebut ke dekan FISIP melalui surat resmi untuk ditindaklanjuti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bulan September lalu, Ibu Ika sudah menyerahkan surat resign, dikarenakan Ibu Ika akan menikah. Jadi, masalah resign ini Ibu Ika yang memiliki kemauan sendiri. Saya sebenarnya juga sangat ingin Ibu Ika bertahan di sini, karena kinerjanya sangatlah baik dan cocok dengan mahasiswa. Tetapi, karena ini adalah keinginan Ibu Ika, saya juga tidak bisa melarangnya,&rdquo; kata Lisbet kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa D itu kemudian sadar telah salah paham terhadap Lisbet dan Ika. D langsung mendatangi Lisbet dan memohon maaf atas perbuatan yang dilakukan. D juga mengirimkan surat permohonan maaf secara tertulis kepada Lisbet.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, apalah daya, nasi telah menjadi bubur. Pelanggaran telah melahirkan sanksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Secara pribadi saya sudah memaafkan mahasiswa tersebut, setelah ia mengakui kesalahannya saya sudah memaafkannya. Tetapi, ini adalah kampus, tempat orang terpelajar dan merupakan lembaga pendidikan yang memiliki struktural. UU ITE pun sudah diatur di negara kita agar kita tidak bertindak leluasa dan berhati-hati dalam berkomentar atau berbicara di akun sosial media,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Proses sanksi yang diberikan untuk mahasiswa tersebut masih dirapatkan oleh petinggi dekan FISIP. Untuk kemudian dicari solusi terbaiknya guna menyelesaikan persoalan tersebut. Agar kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi mahasiswa lain. Untuk dapat menjaga etika, sopan santun, dan tata krama di media sosial dan lingkungan kampus. <em><strong>(nay/wal)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Maulid Nabi oleh Kementerian Sosmas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/peringatan-maulid-nabi-oleh-kementerian-sosmas/baca </link>
<guid> peringatan-maulid-nabi-oleh-kementerian-sosmas </guid>
<pubDate> Thu, 15 Dec 2016 09:53:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber foto : dok. Sosmas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/peringatan-maulid-nabi-oleh-kementerian-sosmas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uFePX6mWq3.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Maulid Nabi oleh Kementerian Sosmas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Press Release -&nbsp;</strong>Senin 12 Desember 2016 demisioner BEM KM Unmul yang tergabung dalam Kementerian Sosial Masyarakat 2016 menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Jl. Mayjend. Sutoyo bersama para lansia.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini diinisiasi sebagai bentuk untuk meningkatkan rasa kepedulian dan saling berbagi untuk orang-orang disekitar kita melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan itu dihadiri oleh Ibu Sri Puji Astuti ketua komisi IV DPRD Kota Samarinda serta Alumni Sosial Masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Ibu Puji mengatakan beliau sangat bangga &nbsp;kepada mahasiswa yang masih memiliki jiwa sosial yang tinggi dan masih memiliki kepedulian kepada kaum lansia. Beliau mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa di panti jompo, sebab sebelumnya beliau hanya berkunjung bersama ibu-ibu PKK.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kami selenggarakan pertama kali bersama para lansia. Tujuannya, untuk berbagi dan peduli dengan orang-orang sekitar serta sebagai renungan bagi kami khususnya mahasiswa untuk terus mengingat orangtua. Harapannya, kegiatan ini dapat bermanfaat sebagai penutup akhir tahun ini dan dapat terus berlanjut di kepengurusan BEM KM Unmul tahun depan,&rdquo; kata Inggrid Heksa selaku panitia Sosmas Tutup Tahun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikirimkan oleh: Wahyu Ningsih, anggota Sosmas BEM KM Unmul</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tragedi Konsumsi Basi, WD III: Bendahara Sudah Ditegur Dekan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tragedi-konsumsi-basi-wd-iii-bendahara-sudah-ditegur-dekan/baca </link>
<guid> tragedi-konsumsi-basi-wd-iii-bendahara-sudah-ditegur-dekan </guid>
<pubDate> Thu, 15 Dec 2016 10:15:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus konsumsi basi di pengaderan HMJ Sos tersebut, telah ditindaklanjuti WD III FISIP. ( Foto : dok. HMJ Sos) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tragedi-konsumsi-basi-wd-iii-bendahara-sudah-ditegur-dekan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tJsFui10gl.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Tragedi Konsumsi Basi, WD III: Bendahara Sudah Ditegur Dekan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tragedi konsumsi basi yang menimpa ajang pengaderan HMJ Sosiologi FISIP Unmul beberapa waktu lalu, kian memanas. Pasalnya, Muchtar Zuhryanto, Bendahara FISIP, pihak yang dituding sebagai dalang dalam peristiwa ini telah mendapatkan teguran keras Dekan FISIP. Hal tersebut diungkapkan Erwin Resmawan, Wakil Dekan III FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia (Muchtar) sudah dipanggil Dekan. Di situ dia mendapatkan teguran dan ditanyai kronologi mengapa sampai bisa terjadi hal semacam itu. Muchtar bersikukuh pada hari kedua konsumsi aman saja. Kalau hari pertama basi, ya mungkin saja dan itu tentu sangat kami sayangkan,&rdquo; ujar Erwin.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> hari ini (14/12), Erwin, pada 30 September lalu mengaku pernah melakukan pertemuan dengan seluruh organisasi mahasiswa di lingkungan FISIP untuk membahas perihal anggaran dan program masing-masing. Dalam kesempatan itu, Erwin menyampaikan, konsumsi untuk kegiatan mahasiswa akan dibantu oleh pihaknya. Untuk itu dia mengimbau kepada tiap lembaga agar melaporkan kebutuhan konsumsi kepada Bendahara FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan itu, kata Erwin, lahir bukan tanpa alasan. Selama ini dia melihat mahasiswa kerap kesulitan membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ), khususnya pelaporan konsumsi yang memang diharuskan memiliki NPWP. Atas dasar itu, Erwin kemudian berdiskusi dengan bendahara tentang kesediaan mereka menyiapkan konsumsi untuk kegiatan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kasus konsumsi basi ini, lanjut Erwin, merupakan kali pertama. Sejauh ia dan jajarannya menangani, baru kali ini terjadi tragedi tak mengenakkan semacam ini. Sontak, ia lantas mengonfirmasi Muchtar saat mendapatkan laporan basi hari pertama. Kepada Erwin, Muchtar berjanji bakal memastikan perbaikan untuk keesokan harinya.</p><p style="text-align: justify;">Berbekal pendapat pekerja yang merasa nyaman dengan konsumsi yang dibawa Muchtar bertepatan hari kedua pengaderan, Muchtar berisikeras tidak ada kesalahan baginya hari itu. Pun dia sudah meminta panitia mengecek kelayakan dan ternyata aman-aman saja. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kendati telah dianggap bermasalah, konsumsi hari pertama pun nyatanya masih menyisakan tanya dan curiga di benak &nbsp;Erwin. Dia beranggapan bisa saja tumbang banyak korban bukan disebabkan konsumsi Muchtar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa memang sakit perut dan muntah-muntah yang diderita para peserta, panitia, dan undangan pengaderan itu gara-gara konsumsi Muchtar? Kita belum bisa memastikan, apa itu memang basi atau mereka sakit perut dan muntah karena sebab yang lain semisal penyakit mag atau apa,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, perkara Muchtar selaku pihak yang mengeluarkan dana sekaligus penyedia konsumsi, bagi Erwin tak patut disebut sebagai masalah selama tidak ada pelanggaran dalam proses pelaksanaanya. Dia sangat percaya pada rekannya itu. Sekalipun Muchtar tak pernah secara terbuka menyebut bahwa konsumsi selama ini adalah dari kediamannya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ibunya punya warung dan itu tidak jadi masalah kalau dia yang menyiapkan konsumsi. Justru, kalau tidak punya warung sebaiknya jangan. Masalah dia pesan di mana itu tidak jadi soal. Kami sangat percaya rekanan kami,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usaha Melihat Salju, Dari China Hingga ke Amerika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/usaha-melihat-salju-dari-china-hingga-ke-amerika/baca </link>
<guid> usaha-melihat-salju-dari-china-hingga-ke-amerika </guid>
<pubDate> Thu, 15 Dec 2016 10:22:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dhysti Windyswara, mahasiswa HI FISIP Unmul, yang punya impian dan berani untuk menggapainya. (Foto: Dhysti, dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/usaha-melihat-salju-dari-china-hingga-ke-amerika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ybN2hu4ayb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usaha Melihat Salju, Dari China Hingga ke Amerika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Never Give Up Until You See the Snow&rdquo;, itulah salah satu moto hidup Dhysti Windyswara atau biasa dipanggil Dhysti. Gadis kelahiran Tarakan 13 Agustus 1997 ini, tengah merantau di Kota Tepian. Ia merupakan mahasiswi prodi Hubungan Internasional Unmul (HI) angkatan 2014. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika duduk di kelas enam SD dan ditanya apa cita-citanya, ia menjawab ingin menjadi diplomat. &nbsp;&ldquo;Melihat diplomat itu adalah suatu pekerjaan yang keren,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengejar mimpinya di masa kecil, Dhysti memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Unmul dengan memilih prodi HI. Selain untuk mengejar mimpi menjadi diplomat, motivasi Dhysti masuk HI guna memperluas cakrawala tentang negara-negara luar.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Dhysti, &ldquo;Kita sebagai seorang mahasiswa tidak boleh terfokus hanya pada satu hal, kita harus mencoba sesuatu yang baru dan terus menggali tentang apa saja yang ada di dunia ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dhysti pun melihat peluang untuk mewujudkan mimpinya, ketika <em>Foreign Policy Community of Indonesia</em> (FPCI) chapter Unmul mengadakan sosialiasi kompetisi lomba esai &ldquo;Write to China&rdquo; pada Maret 2016 lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah ini merupakan satu kesempatan untuk bersaing, mengasah <em>skill</em> menulis, dan memacu diri kita keluar dari zona nyaman,&rdquo; jelas Dhysti kepada Sketsa Jumat (9/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Berhasil, Dhysti lolos seleksi dari 400-an orang peserta, yang telah disaring hingga menjadi 15 orang pemenang. Dhysti dan 14 orang pemenang lomba esai diterbangkan ke China pada Mei 2016 untuk melakukan <em>study trip</em> ke lima kota di negara tersebut. Salah satu agenda yang dilakukan dalam <em>study trip</em> itu adalah menghadiri diskusi bersama mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Peking.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wow <em>finally</em>, akhirnya aku nyampe di sini,&rdquo; ungkap Dhysti yang sedari dulu ingin ke Negeri Tirai Bambu itu. Ia mengaku senang karena jerih payahnya mengerjakan esai selama ini akhirnya membuahkan hasil.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti sampai di situ, Dhysti kembali menantang dirinya dengan mendaftarkan diri menjadi salah satu delegasi <em>World Bank Group&nbsp;</em>(WBG) <em>Youth Summit</em> 2016 yang diadakan di Washington DC, Amerika Serikat. Lebih ketat, kali ini Dhysti harus bersaing dengan 1800 peserta lainnya yang berasal dari seluruh dunia.</p><p style="text-align: justify;">Demi lolos menjadi delegasi, Dhysti harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pihak <em>World Bank.</em> Lagi, Dhysti dinyatakan lolos seleksi. Ia satu dari 200 peserta yang berhasil mendapatkan kesempatan pergi ke Amerika Serikat.</p><p style="text-align: justify;">Dhysti pun menempuh jalan yang tak mudah. Mulai harus mengurus visa sendiri di Surabaya, yang seharusnya telah diurus tiga bulan sebelum keberangkatan. Dhysti baru sempat mengurus segala sesuatunya, disebabkan pengumuman seleksi yang mepet dengan waktu pelaksanaan.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, November 2016 lalu Dhysti terbang ke Negeri Paman Sam membawa nama Unmul juga Indonesia. Dari 200 peserta yang lolos, sekitar 170-an orang yang hadir dan Dhysti peserta termuda yang menjadi delegasi. Di acara tersebut, Dhysti dan 170-an peserta lainnya berdiskusi tentang bagaimana cara mengedukasi guna diterapkan pada abad ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pengalamannya <em>impressing</em> banget. <em>It&rsquo;s totally different from</em> Indonesia,&rdquo; kata Dhysti.</p><p style="text-align: justify;">Belum tercapai impiannya melihat salju, Dhysti datang ke Amerika ketika musim gugur. &ldquo;Aku enggak bakal nyerah sampai aku ngelihat salju,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut gadis bersuara lembut ini, semua orang itu punya mimpi. Demi menggapai mimpi tersebut, harus digapai dengan agresif. Ketika mimpi tersebut berhasil digapai maka di situlah kamu akan menemukan dirimu yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dhysti juga berpesan kepada para mahasiswa, terutama mahasiswa-mahasiswi Unmul, agar tetap berusaha dan rajin mencari informasi, walaupun Unmul tidak termasuk universitas yang namanya besar. &ldquo;Kita tetap harus mampu membuktikan bahwa kita bisa membawa nama universitas kita ke tingkat internasional,&rdquo; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;(rrd/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bahaya Laten Pelonco di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bahaya-laten-pelonco-di-unmul/baca </link>
<guid> bahaya-laten-pelonco-di-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 16 Dec 2016 07:37:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul 2017. (Sumber foto: instagram.com/normaniswahyudi/) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bahaya-laten-pelonco-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Jbknlgvjlf.png" />
					</figure>
			                <h1>Bahaya Laten Pelonco di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Setelah mengirim surat balasan pertama pada 5 Desember 2016, berisi penolakan kehendak BEM Hukum yang melarang 27 maba untuk tidak berorganisasi di tingkat fakultas pun universitas. BEM KM Unmul kini akan menyoroti tindak-tanduk MPMB dan LK, yang dinilai mengandung unsur perpeloncoan dan tidak sesuai dengan aturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).</p><p style="text-align: justify;">Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul bersama Indra Cahya Pramukti, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) KM Unmul tengah mencari waktu untuk bertemu langsung dengan Masjaya, Rektor Unmul. Mereka ingin mendesak rektor untuk mengambil sikap atas masalah yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya <em>Sketsa&nbsp;</em>telah merilis beberapa pernyataan yang menggambarkan kegiatan di MPMB dan LK, yang oleh BEM Hukum dinyatakan sebagai bentuk penempaan mental kepada maba.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum/baca</a> juga <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-pengakuan-maba-dilan-bem-hukum-jangan-dengar-kata-orang/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-pengakuan-maba-dilan-bem-hukum-jangan-dengar-kata-orang/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-pengakuan-maba-dilan-bem-hukum-jangan-dengar-kata-orang/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, pihak Norman sudah memiliki beberapa bukti terkait keanehan yang eksis di MPMB dan LK. Nanti akan dilakukan pengecekan, namun apabila MPMB dan LK secara jelas terbukti melakukan unsur perpeloncoan maka situasi tidak lagi sama. Norman akan meminta rektor mengambil langkah tegas, yaitu dengan cara menghapus dua kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan dengan rektor telah diupayakan agar berlangusng hari ini (15/12), tapi belum bisa terlaksana. Sebab, rektor sibuk melepas kepergian ribuan mahasiswanya di agenda Wisuda Gelombang IV 2016.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rektor di <em>chat</em> WA (Whatsapp) kurang respons. Padahal, beliau kemarin sampaikan jika ada yang ingin dikoordinasikan boleh via WA,&rdquo; kata Norman kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Sementara Menristekdikti, Muhammad Nasir mengatakan, sudah ada aturan yang menetapkan bahwa ospek di perguruan tinggi, baik negeri (PTN) maupun swasta (PTS) harus ditata dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ospek di perguruan tinggi tidak boleh mengandung perpeloncoan karena sifatnya memperkenalkan kegiatan kampus. Sudah ada buku pedoman mengenai ini dan kami sebarkan pada bulan Juni lalu,&rdquo; kata Nasir seperti dikutip <em>Republika&nbsp;</em>pada 26 Juli 2015.</p><p style="text-align: justify;">Pihak Nasir sudah berkoordinasi dengan seluruh rektor mengenai hal ini. Bahwa perpeloncoan itu dilarang dan sanksi telah menanti bagi para pelakunya. Apabila perpeloncoan dilakukan pihak kampus, maka rektor langsung yang akan diberi sanksi indisipliner. Jika dilakukan mahasiswa senior, akan diturunkan sanksi akademik. Jika tindakan perpeloncoan itu mulai mengarah ke kriminal, universitas berhak menendang mahasiswanya keluar. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KSR Luntang-Lantung Mencari Markas Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ksr-luntang-lantung-mencari-markas-baru/baca </link>
<guid> ksr-luntang-lantung-mencari-markas-baru </guid>
<pubDate> Fri, 16 Dec 2016 08:39:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Markas KSR yang akan dialihfungsikan menjadi laboratorium, berimbas pada pindahnya posko KSR. (Foto: dok. KSR) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ksr-luntang-lantung-mencari-markas-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9lNWDlvXXq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KSR Luntang-Lantung Mencari Markas Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA -</span></strong><span>&nbsp;Bangunan yang semula digunakan sebagai markas Korps Sukarela (KSR) pada penghujung tahun ini akan dialihfungsikan sebagai laboratorium. Hal ini berimbas pada berpindahnya posko siaga bencana KSR.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Surat mengenai hal itu sudah masuk lima hari lalu. Bahwa tertanggal 25 Desember nanti bangunan harus sudah dikosongkan.<span>&nbsp;</span>Alifah Anas Shofiyah, Komandan KSR saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>Rabu (13/12) menceritakan awal mula penggunaan bangunan yang kini ia dan anggota KSR tempati.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tempat ini dikenal sebagai KOPMA (Koperasi Mahasiswa), sempat jadi tempat UKM terus karena ada SC (Student Center) semua pindah ke sana, namun kami tetap di sini, berhubung enggak digunakan jadi kami fungsikansebagai markas KSR. Dulu gedung ini warnanya putih pucat ada bekas banjirnya jadi kami ngecat ulang tiap tahun,&rdquo; jelas Alifah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saat ditanya mengapa pihak KSR tidak menggunakan ruang SC yang telah diberikan, Alifah mengatakan ruangan di SC tak muat untuk peralatan KSR. Hanya bisa digunakan sebagai tempat penyimpan plakat, berkas, dan tempat rapat KSR.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami butuh posko siaga bencana juga, kan kalau ada mahasiswa Unmul yang kecelakaan pasti dibawa ke sini misalnya ada yang terluka terus kakinya lecet-lecet alangkah susahnya jika kalau ada mahasiswa yang luka terus dinaikkan ke lantai 3,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari pihak rektorat sudah sempat mengusulkan agar KSR memakai gedung bekas rumah wakil rektor II yang terbakar. &ldquo;Awalnya Pak Encik (WR III) mengatakan untuk mencari gedung yang tidak terpakai karena pembangunan lab masih lama, kebetulan saat beliau sakit jadi kami mengahadap ke rektor,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ada beberapa gedung yang diusulkan KSR, namun ternyata masih dipakai. Oleh Rektor mereka diusulkan memakai gedung WR 2. Sebelum itu disetujui, KSR perlu mengirim surat resmi ke Sugiarta selaku kepala bagian HTL dan perlengkapan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kondisi gedung yang diusulkan Rektor cukup memprihatinkan mengingat keadaan bangunan tersebut tidak beratap dan hanya sebagian yang bertembok.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami enggak masalah kalau disuruh merawat tapi minta bantuan kerja sama untuk bantuan renovasi,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(adn/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengkritisi Terancam Sanksi, Balada Status FB Mahasiswi Sosiatri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengkritisi-terancam-sanksi-balada-status-fb-mahasiswi-sosiatri/baca </link>
<guid> mengkritisi-terancam-sanksi-balada-status-fb-mahasiswi-sosiatri </guid>
<pubDate> Fri, 16 Dec 2016 10:52:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isi status facebook D, mahasiswi Sosiatri FISIP yang berujung ancaman sanksi. (Foto: Innaya Tiara P.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengkritisi-terancam-sanksi-balada-status-fb-mahasiswi-sosiatri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/av8GHivqFV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengkritisi Terancam Sanksi, Balada Status FB Mahasiswi Sosiatri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Status Facebook berujung ancaman sanksi skorsing satu semester bagi mahasiswi Sosiatri FISIP Unmul berinisial D, ternyata telah sampai ke telinga Wakil Dekan III FISIP, Erwin Resmawan. Erwin menyebut, kasus itu didengarnya mula-mula dari selentingan. Kemudian berlanjut pada perbincangan serius dengan Kepala Prodi Sosiatri, Lisbet Situmorang.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui pada 30 November lalu, D memang menuliskan status bernada kesal di laman akun Facebook pribadinya. Belakangan diketahui, status itu muncul sebagai luapan kekecewaan D terhadap pemangku kebijakan di FISIP. D menuding, orang-orang itu akan mendepak keluar dosen kebanggaannya, Ika Rahayu Anggraini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau dibilang <em>lebay</em> ya silakan, tapi aku tidak peduli. Entah ini mana dosen mana mahasiswa. Tapi di salah satu foto ini ada dosen muda yang kece banget. Dia ngajar dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami mahasiswa. Entahlah &nbsp;dosen ini sulit dijelaskan. Pokoknya the best banget. Rasanya pengin marah saja, sudah bayar UKT mahal tapi dapat dosen yang tidak jelas. Giliran sudah dapat dosen yang baik malah didepak. Gimana kami mau membangun negara ini kalau kuliah dapat dosen yang tidak jelas? Sebenarnya yang goblok ini siapa<em>&nbsp;tho</em>? Sudah tahu ada dosen bagus, eh malah disuruh pergi. Goblok..goblok,&rdquo; tulis D yang juga menandai beberapa temannya di postingan itu.</p><p style="text-align: justify;">Lisbet Situmorang, sebagai pihak yang merasa diserang dalam status ini, telah memberikan komentarnya. Klik <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/status-facebook-berujung-problema/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/status-facebook-berujung-problema/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Erwin saat ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya kemarin (14/12), mengaku belum berani memastikan penjatuhan sanksi. Kewenangan itu menurut dia, berada di tangan dekan seutuhnya. Ketika ditanya perihal kelayakan ancaman ini, Erwin ragu-ragu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih dipertimbangkan apakah akan diberi peringatan dulu atau langsung dijatuhi skorsing. Masalah layak atau tidak langsung kena skorsing, kita lihat nanti,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di mata Erwin, kasus ini bukanlah sebuah kesalahpahaman, tetapi ketidaktahuan. Bagi pria berkacamata itu, mestinya pembuatan status didasari pengetahuan agar tidak menuduh sembarangan. Sebab, keluarnya Ika diketahui bukan karena didepak, melainkan pernikahan yang membuat dia memilih mengikuti sang suami yang berdomisili di Jawa. Ika pun telah mengutarakan niatnya itu kepada Lisbet dengan membawa surat pengunduran diri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hati-hati membuat <em>statement</em>. Mestinya dia harus tahu dulu apa masalahnya agar tidak menuduh yang bukan-bukan. Kalau tidak tahu jangan berkomentar yang macam-macam dulu. Apalagi dengan kata-kata tidak pantas seperti itu. Bu Ika kan mengundurkan diri atas dasar keinginannya sendiri,&rdquo; lanjut Erwin.</p><p style="text-align: justify;">Erwin berpesan, media sosial hendaknya digunakan secara bijak dan penuh kehati-hatian. Sebab, menuliskan apa-apa di media sosial akan bebas dibaca oleh siapa saja. Itu merupakan konsekuensi yang harus benar-benar dipahami semua pengguna. &ldquo;Ini pelajaran buat kita semua,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alfy Saga: Berawal Dubsmash Jadi Selebgram </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/alfy-saga-berawal-dubsmash-jadi-selebgram/baca </link>
<guid> alfy-saga-berawal-dubsmash-jadi-selebgram </guid>
<pubDate> Sat, 17 Dec 2016 09:11:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selebgram dan youtuber Alfy Saga, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2014 Unmul. (Sumber Foto: Dok. Alfy Saga) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/alfy-saga-berawal-dubsmash-jadi-selebgram/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zz75tPkquK.png" />
					</figure>
			                <h1>Alfy Saga: Berawal Dubsmash Jadi Selebgram</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Sketsa</strong><strong>&nbsp;</strong>- Menjadi terkenal di era sekarang terlihat mudah, banyak hal yang memfasilitasinya, salah duanya melalui Youtube dan Instagram. Youtuber dan Selebgram sebutan untuk mereka yang eksis di medsos tersebut. Di Univesitas Mulawarman ada pula yang menekuni profesi ini, ialah Alfy Saga. Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2014 itu, menceritakan sedikit kisahnya kepada <em>Sketsa</em> mengenai dunia yang ia geluti.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Awalnya ikut-ikut <em>dubsmash</em>, emang <em>passion</em>nya di situ. Awalnya di musik, cuma susah. Eh sekalinya di <em>dubsmash</em> cocok lawak-lawak gitu,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sebab ada studio musik di rumahnya, Alfy bisa memainkan semua alat musik itu. Pun biasanya jika ada yang ingin rekaman, ia bantu mengiringi. &quot;Ide-ide dalam pembuatan video ada yang berasal dari kehidupan sehari-hari, pengalaman pribadi aku, curhatan dan sekarang cewek dominan,&rdquo; ujarnya mengisahkan asal-muasal ide untuk videonya itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain menjadi selebgram, dia juga sering mendapat tawaran untuk mengendors berbagai macam produk. Menurut Alfy, seminggu ia bisa menghasilkan 4 iklan dan itu penuh hingga bulan maret. Alfy pun memberi bocoran untuk jasa endorsnya, dikisaran Rp 1 juta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sedikit, kadang-kadang tugas kuliah terbengkalai, kita harus konsisten lah. Di mana ada tugas kuliah ya harus dikerjakan walaupunn deadlinenya H-1,&quot; jelasnya ketika ditanya perihal kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Mengedit menurutnya, cukup ribet apalagi ia harus menghabiskan waktu 4-5 jam. Mengeluh pun terang Alfy percuma, karena itu sudah resiko pekerjaan. Selebgram bagi Alfy, sebagai wadah rezeki. Selain penghasilan, banyak <em>link</em> yang bisa ia dapat. Di beberapa kesempatan Alfy mendapat tawaran untuk mengisi acara di stasiun tv swasta nasional, bahkan pernah diajak <em>collab</em> dengan Ria Ricis, adik artis Oki Setiana Dewi.</p><p style="text-align: justify;">Pria kelahiran 4 Maret 1995 ini berpesan, fokus ke depan dengan bidang yang ingin diminati. &quot;Kan banyak orang yang main instagram, tapi gimana bisa beda. Suatu saat nanti aku bisa dipanggil dengan karyaku,&rdquo; imbuh Alfy. <strong><em>(nvt/mpr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MPMB dan LK, Mencetak Mental Baja atau Biasa Saja? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja/baca </link>
<guid> mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja </guid>
<pubDate> Sun, 18 Dec 2016 09:52:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penempaan mental sebagai sasaran kegiatan MPMB dan LK nampaknya dirasakan betul oleh maba Fakultas Hukum. (Sumber ilustrasi : bagindaery.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jM6NSRAZbS.png" />
					</figure>
			                <h1>MPMB dan LK, Mencetak Mental Baja atau Biasa Saja?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA - &nbsp;</strong>Saat ini Salim mungkin masih maba, tetapi raut wajahnya tidak menampakkan adanya rasa gentar. Sekarang jika disuruh pergi ke fakultas manapun, dia tidak takut. Habis, apa boleh buat, Salim telanjur kenyang dibentak dan dimarahi di kampusnya sendiri, Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Salim merupakan satu di antara sekian maba Hukum yang khatam di dua kegiatan Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) dan Latihan Kepemimpinan (LK) 2016. Penempaan mental yang disebut sebagai sasaran kegiatan nampaknya dirasakan betul oleh maba yang mengikutinya. Segendang-sepenarian dengan Salim, Indra, maba lainnya, juga merasa lebih siap saat harus berhadapan dengan hal-hal di luar yang membutuhkan kekuatan mental.</p><p style="text-align: justify;">Salim dan Indra sama-sama beranggapan bahwa MPMB dan LK memiliki nilai kegiatan yang positif. Sehingga sangat naif apabila ada orang-orang di luar sana yang ingin ospek semacam MPMB dan LK dihapuskan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuannya &lsquo;kan memang satu sebagai pengenalan saja. Memang itu wajib. Jangan sampai ada penghapusan soal itu. Cuma kesalahannya banyak kontennya yang memang menyimpang, enggak sesuai dengan tujuannya,&rdquo; ujar Salim saat berbincang bersama <em>Sketsa,&nbsp;</em>Rabu (14/12).</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya mau dalam kegiatan itu senior menyenggak, teriak, marah-marah tak masalah. Yang keliru, menurut Salim, justru atribut selama pelaksanaan kegiatan yang membuat sejumlah duit harus keluar. Termasuk tingkah kegiatan macam &ldquo;tembak bintang&rdquo; dan sejenisnya, yang mulai di luar konteks perkenalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya yang agak komplain itu bawa-bawa alat. Masih kayak anak SMA,&rdquo; sambung Indra.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tidak Semua Merasakan Manfaatnya</strong></p><p style="text-align: justify;">Usai Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB) di Gor 27 September, Iqbal bersama dua ratusan lebih maba Fakultas Hukum yang lain mengikuti persiapan hari pertama kegiatan MPMB. Iqbal tidak tahu perasaan maba yang lain, tapi yang jelas hari itu dia dibuat bergidik. Tekanan para senior sukses membuatnya melempem.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;MPMB hari terakhir, kita mulai dari gerbang Unmul (M. Yamin) disuruh jalan jongkok naik ke atas,&rdquo; kata Iqbal saat menjelaskan alasan betapa dia tidak menyukai MPMB.</p><p style="text-align: justify;">Para senior yang membentak dan marah-marah itu, bagi Iqbal, tidak sedang serius membentuk karakter juniornya. Sebab, jika memang memiliki tekad, Iqbal lebih condong apabila pembentukan karakter dikemas dalam bingkai motivasi. Hal itu dirasa lebih dekat, terjangkau, dan mudah untuk diterima sebagai seorang maba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nilai positif yang cuma bisa saya ambil di MPMB itu saat ada perkenalan organisasi kampus dan jajaran dekan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Jera dengan MPMB, tak lantas membuat Iqbal lancang tidak mengikuti LK. Pokoknya apa maunya senior, dia manut saja ketimbang nanti ada apa-apa. Iqbal juga masih ingat penjelasan yang disampaikan saat itu, bahwa LK berisi pelajaran yang tidak akan didapatkan di dalam kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pelajaran apa kalau bilang saya? Tentang tanggung jawab, disiplin, apa segala macam? Terus dia menyampaikan materi kepada kita, sementara yang menyampaikan itu mabuk,&rdquo; ungkap Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal tahu bahwa ada oknum yang mabuk karena bau minuman keras itu tercium jelas. Total selama kegiatan ada lima posko, ketika kelompok yang diikuti Iqbal sampai di posko ketiga dengan santainya salah satu oknum senior membawa botol berisi minuman keras dan menenggaknya disaksikan oleh maba yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu hari sudah menjelang sore, maba seperti Iqbal sudah lelah sedangkan di LK mereka masih sibuk dijejali tentang kepemimpinan. Para peserta baru bisa keluar dari Kebun Raya Unmul Samarinda, tempat dilaksanakannya acara, malam saat waktu isya. Mereka lalu pulang dengan membawa keresahan masing-masing. Tak terkecuali, Iqbal dan apa yang dia lihat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jangan Sekadar Ikut, Tapi Maknai</strong></p><p style="text-align: justify;">Setiap fakultas memiliki aturan masing-masing. Di Fakultas Hukum, aturan itu amat jelas yakni cukup ikuti MPMB dan LK maka hari-harimu sebagai mahasiswa Hukum akan jauh lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan membawa perspektif berita itu sejejer pada orang yang ikut MPMB dan LK, dengan (mereka) yang semata-mata ikut hanya sekadar aturan. Coba tanya sama mahasiswa yang memaknai kegiatan itu,&rdquo; tegas Muhammad Rizaldy, Presiden BEM Hukum kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>Jumat (16/12)</p><p style="text-align: justify;">MPMB dan LK bukan sekadar kegiatan sambil lalu, lebih dari itu ia perlu dimaknai. Ada nilai didik yang dibawa dalam dua kegiatan tersebut. Menurut Rizaldy, menguasai materi ilmu hukum saja akan jadi percuma kalau tidak dibarengi dengan mental yang kuat. Namun, apabila ada maba gagal memaknai isi dari MPMB dan LK, itu tidak lantas menjadikan dua kegiatan tersebut gagal. Bagi Rizaldy, itu hanya anggapan minoritas. Ada banyak maba lain, secara mayoritas, menjawab kegiatan MPMB dan LK sebagai sesuatu yang sukses membentuk mental.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka diperkenalkan Fakultas Hukum supaya mereka itu tahan mental mereka. Kalau anak Hukum tidak dicetak seperti itu, mentalnya akan seperti apa,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menyangkal ada anggota-anggotanya yang mabuk sewaktu mengawal jalannya LK. Tidak ada yang mabuk hari itu. Semua menjalankan tugasnya untuk melatih mental kepada para peserta. Oleh karenanya, Rizaldy dibuat bingung mengapa ada banyak tekanan yang diarahkan ke pihaknya terkait MPMB dan LK ini. Tahun lalu penyelenggaraan dua kegiatan itu berlangsung biasa saja, baru tahun ini mengundang banyak polemik. Adapun tudingan perpeloncoan di dua kegiatan itu, dijawab Rizaldy dengan santai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bedakan perpeloncoan sama untuk melatih mental. Kita bahkan melatih mentalnya di depan dosen.&rdquo; <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Catatan:</p><p style="text-align: justify;"><em>*Salim, Indra, dan Iqbal digunakan sebagai nama samaran. Mereka adalah mahasiswa baru Fakultas Hukum 2016. Pada akhir wawancara, mereka menolak identitas aslinya dibongkar untuk menghindari adanya buntut lebih dari keterangan yang disampaikan.</em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lamun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/lamun/baca </link>
<guid> lamun </guid>
<pubDate> Sun, 18 Dec 2016 21:03:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi lamun, sumber: titikduaart.blogspot.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/lamun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o8EY1fLOGH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lamun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>HUJAN</strong> sering jatuh di sela keramaian kota kusam kami. Rimba beton yang menjulang menantang langit menjadi ciri kota. Kepul asap kendaraan hal yang biasa. Buah tangan yang bisa kau bawa adalah batuk dan asma. Warganya hanya robot-robot pekerja. Bahan bakarnya benda yang biasa kau sebut uang. Tanpa bahan bakar, kota ini mati.</p><p style="text-align: justify;">Kami punya tempat makan terenak seantero bumi, Restoran Cepat Saji. Menu utamanya Makanan Daur Ulang, minuman terlarisnya Air Sulingan Got. Anak-anak di kota ini tidak pernah mengganggu tetangga. Mereka tak pernah memecahkan kaca jendela dengan bola, karena mereka jarang terlihat bermain bersama, remaja di sini juga sangat baik, tidak ada lagi tawuran seperti dulu, mereka sekarang hobi pukul-pukulan di dunia maya.</p><p style="text-align: justify;">Kami berkomunikasi tanpa ekspresi, kami jarang bersuara. Kotak kecil bercahaya yang mengirimkan pesan yang kami ketik sudah cukup untuk menyampaikan kata. Pemerintah kami sangat baik, mereka mengawasi kami 24 jam melalui kamera pengawas yang mereka pasang di setiap sudut kota. Jadi tak akan ada penjahat yang akan mengganggu kami, tak akan ada pemuda radikal yang berkoar-koar soal keadilan, menurutku itu sampah.</p><p style="text-align: justify;">Hujan jatuh lagi hari ini, di minggu ketiga bulan Juni. Badanku terasa lemas sekali, padahal aku sudah tidur satu hari. Ku lihat hujan yang mengalir di jendela. Begitu lambat alirannya hingga membuatku ngantuk lagi. Entah mengapa aku merasa begitu sendirian kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Suara dari kesunyian bercampur detak-detik jam memecah lamunanku. Aku harus ke dokter segera. Dokter-dokter di kota ini ada di gang-gang kumuh nan sempit, mereka bersembunyi dibalik bayang-bayang setiap gedung pencakar langit.</p><p style="text-align: justify;">Jalanan di luar becek, belum lagi busuknya air hujan menyengat hidung. Mobil-mobil lalu-lalang tak peduli genangan air di lubang-lubang jalan. Aku mendekap jas hujan berponcoku erat, takut terciprat lumpur jalanan. Nada yang tak asing kudengar. Suara wanita mekanik membahana ke seluruh penjuru kota.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BREAKING NEWS: Amerika Serikat memutuskan untuk &nbsp;tidak menyerah pada Timur Tengah, sementara itu Presiden Rusia kembali mengirim rudal ke Turki. Bom nuklir juga su&hellip;&rdquo; Aku tak mau tahu lebih banyak. Politik selalu menyebalkan. Warga kota ini kebanyakan tak suka politik. Selama mereka bisa kenyang, mereka tenang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau apa?&rdquo; suara serak dokter di sudut gang gelap. Wajahnya tak begitu terlihat, tertutup ponco yang ia pakai. Yang jelas bibirnya ungu kehitaman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Obat,&rdquo; jawabku singkat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tahu goblok! Obat apa?!&rdquo; hardiknya dalam desis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alphamin dan Maladorphin,&rdquo; jawabku lemas. Ia lalu menyerahkan plastik bening kecil berisi banyak pil merah dan hijau, aku segera menyerahkan uangku yang lusuh. Lalu aku pergi dari sana dengan melewati jalan memutar menuju rumah, takut terlihat kamera pengawas. Biasanya polisi datang jika melihat sesuatu dari monitor. Mereka selalu meminta uang kami dengan paksa.</p><p style="text-align: justify;">Tengah hari aku baru sampai di apartemenku. Buruh-buruh berpayung &nbsp;terlihat berjalan bergerombol di bawah, jam istirahat siang sudah tiba. Aku tak pernah melihat mereka berangkat ke pabrik, aku hanya melihat mereka saat siang buta dan malam menjelang waktu mereka pulang. Entah kenapa aku rindu Ibu.</p><p style="text-align: justify;">Kamarku kesepian ditinggal beberapa jam, kasur belang-belangku dingin. Aku merebahkan diri, meminum pil merah dan biru itu sekaligus tanpa air. Aku memejamkan mataku. Menunggu waktu.</p><p style="text-align: justify;">Aku melihat anai-anai terbang di kepalaku. Berhamburan di warna-warna yang tak tentu. Kulihat pintu, kubuka. Kulihat diriku berbaju SMA, masih muda. Kutengok ke kaca, wajahku beda. Sayup-sayup kudengar suara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kapan kita pulang?&rdquo; suara itu beradu dengan angin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sabar, ku antar kau pulang,&rdquo; kataku. Ku tengok ke belakang, aku melihat wajah pacarku. Kami di atas motor sekarang. Ia tersenyum manis. Ia mendekap pinggangku dari belakang. Aku tersenyum, entah mengapa aku merasa rindu.</p><p style="text-align: justify;">Aku terbangun di atas aspal. Kepalaku pening. Tadi sekelebat cahaya cepat lewat, mataku buta. Aku pingsan kukira, karena aku melihat langit-langit yang bisa kupastikan adalah langit-langit rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sungguh, kukira ia sudah mati. Kondisi pacarnya memprihatinkan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sayang sekali, hanya dia yang selamat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bisik-bisik dari luar terdengar. Entah suara siapa. Aku hanya yakin pada suara tangis yang kurasa tangisan ibu. Ah, ibuku, entah apa kabarnya. Kupejamkan mata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;AKU TIDAK PEDULI! KAMU SELINGKUH!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BUKAN ITU YANG KITA BAHAS TADI! JANGAN MENGALIHKAN PEMBICARAAN!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Teriakan ibu dan ayah membangunkanku. Tubuhku terasa ringan. Kulihat tanganku yang seperti anak SD. Aku bersandar pada kepala ranjang. Terus mendengar teriakan dan makian yang tak berkesudahan. Mendengar suara piring pecah, dinding yang dipukul, benda-benda yang dihempas.</p><p style="text-align: justify;">PLAK! Ayah menampar ibu lagi. Kasihan ibu.</p><p style="text-align: justify;">BRAK! Suara pintu dibanting. Ayah selalu begitu.</p><p style="text-align: justify;">Aku menghela napas panjang. Kamarku berubah menjadi padang ilalang. Rasanya tenang karena aku sendirian. Walau sedikit terik, aku tak kepanasan. Aku lihat di kejauhan anak-anak bermain bola di tanah kosong belakang masjid. Tanah kosong yang sekarang sudah menjadi kantor pajak.</p><p style="text-align: justify;">Aku buka mata. Kipas angin masih berputar perlahan. Kamar apartemenku berantakan sekali. Aku bangun, kulihat tubuhku di cermin, kurus kering karena jarang makan. Lalu aku duduk di jendela. Kuhisap dalam rokokku. Pening bercampur sesal sesaat. Air mataku mengalir di pipi. Tapi aku yakin wajahku tegar. Beberapa tahun terakhir aku tak pernah merasa hidup, aku hanya menghabiskan waktu yang tersisa untuk detak jantungku. Aku ingin lari dari kota ini. Tapi aku sudah terjerat, aku sudah tenggelam di kota ini. Aku lihat buruh-buruh sudah kembali dari istirahat mereka. Jalanan penuh sesak. Aku angkat kepalaku, aku menatap angin. Badanku merasa tidak nyaman. Aku buka mulutku, kutelan pil itu empat sekaligus. Aku tenggelam dalam neraka warna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;TIDAAAAK!!!&rdquo; teriakku dan pacarku. Cahaya lampu truk itu menembus otakku. Aku terhempas jauh. Cairan hangat mengalir dari kepalaku. Kulihat samar tubuh pacarku tergeletak lemah.</p><p style="text-align: justify;">BRAK! Bantingan pintu ayah membuatku tersadar. Kulihat ibu tersungkur menangis. Aku dekati dia, Kuusap kepalanya. Aku tak mampu menatap matanya.</p><p style="text-align: justify;">Kulihat pusara ibu di hadapanku. Aku menangis meraung-raung memeluk gundukan tanah yang menutup tubuh ibu. Ayah bahkan tak kembali untuk melihat mantan istrinya terakhir kali.</p><p style="text-align: justify;">Aku tersentak. Badanku menggigil. Tanganku gemetar. Kulihat kipas anginku masih berputar wajar. Kulihat hujan sudah berhenti. Aku tertawa sekencang-kencangnya. Tak takut orang lain terganggu, <em>toh</em>, nyatanya aku tinggal sendirian di apartemen tua yang bahkan aku tidak tau apakah ada pemiliknya.</p><p style="text-align: justify;">Aku masih terkikik-kikik tidak wajar selama beberapa menit. Entah kenapa aku merasa geli. Tangan gemetarku meraba-raba kasur, mencari sisa pil. Kutelan semua pil yang tersisa. Aku lepas menjauhi kota.</p><p style="text-align: justify;">Kulihat mayat pacarku di peti mati. Aku menjerit kesetanan. Aku mengutuk semua orang bahkan Tuhan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tenanglah nak! Tenang! Ini bukan hukuman!&rdquo; kata seorang pendeta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;JIKA INI BUKAN, LALU APA?!&rdquo; sambarku. Kuhantam wajahnya. Ia tersungkur. Sekarang seluruh orang mencoba menangkapku, seakan-akan aku binatang buas yang baru lepas. Aku tetap menlengkingkan jerit setan.</p><p style="text-align: justify;">Aku terdiam di dalam bis. Polisi bilang mereka akan mengusut lebih dalam kasus pembunuhan seorang buruh pabrik minuman kaleng. Kemarin ibuku ditemukan mati tak wajar di WC pabrik. Ada indikasi bahwa ia diperkosa sebelum dibunuh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia tak ada harganya!&rdquo; kata mandor pabrik kemarin. Sudah kuhantam wajahnya jika tanganku tak &nbsp;segera dihentikan oleh polisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;MANDOR PEMBUNUH! MANDOR PEMBUNUH!&rdquo; teriak rekan-rekan ibuku. Mereka berkumpul di halaman pabrik untuk membela ibuku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Para pekerja diharap tenang! Polisi akan mengusut lebih jauh mengenai kasus ini. Mohon tak ada tindakan main hakim sendiri!&rdquo; ujar seorang polisi menenangkan massa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bapak harus bertindak benar!&rdquo; kataku pada seorang polisi yang pangkatnya lebih tinggi. &ldquo;Ibu saya butuh keadilan! Kami butuh keadilan! Tangkap dan adili yang bersalah pak!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tengan saja sodara, kami akan bertindak profesional dalam menangani kasus ini,&rdquo; kata polisi itu. Sekilas aku melihat tangan kirinya diam-diam memasukkan uang ratusan ribu ke kantong celananya.</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba aku duduk di padang ilalang. Memandang anak-anak bermain bola. Aku tersenyum getir. Aku mengusap keringat di dahi dengan lengan bajuku yang lusuh. Sudah seharian aku berjalan, aku tak juga berhasil mendapatkan pekerjaan. Tak satupun instansi dan perusahaan menerima ijazah SMA-ku. Kutinju tanah kering. Sedihku tiada tara. Dunia seperti menghukumku. Tak bisakah aku bahagia?</p><p style="text-align: justify;">Mataku terbelalak. Tubuhku mengejang. Kupegang erat kepalaku. Pusing tak terkira. Atap apartemenku berputar dengan kencang. Aku berteriak keras. Aku mual, ingin muntah. Aku berguling-guling di kasur. Seluruh tubuhku terasa seperti terbakar. Seperti ada yang menyambukku dengan tali api. Aku coba bangkit, ku ambil gelas air di meja. PRANG! Rupanya tanganku tak cukup kuat menggengamnya. Aku terhuyung mundur. BRAK! Kutabrak kursi. SRAK! BRUAK! Aku terjatuh terpeleset kertas.Aku bangkit lagi.Aku panik.Kulihat tubuhku di cermin, tubuh kurus tinggal tulang, mata cekung tak karuan, rambut rontok hampir botak. Kuhantam cermin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;AAAAAAAKHHH!!&rdquo; tanganku kananku berdarah, perih. Segera kubongkar lemari, ku ambil tali, kunaiki kursi, ku gantung leherku.</p><p style="text-align: justify;">Semua begitu cepat. Di tengah kesadaranku yang masih tersisa, sayup-sayup kudengar suara dari luar jendela:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BREAKING NEWS: Bom Nuklir yang meledak tadi pagi menewaskan jutaan warga, akibat ledakan yang sangat dahsyat diperkirakan pola musim dan cua..akan ber.. bah.. pa.. ilmu.. an.. su&hellip; kr.. sssk&hellip; sssss.&ldquo;</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Mochammad Fernanda Fadhila, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2016&nbsp;</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Drama Night Live FIB, Tak Hanya Sebatas Goresan Nilai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-night-live-fib-tak-hanya-sebatas-goresan-nilai/baca </link>
<guid> drama-night-live-fib-tak-hanya-sebatas-goresan-nilai </guid>
<pubDate> Mon, 19 Dec 2016 09:20:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu adegan dalam pementasan drama berjudul "The Mob" oleh Prodi Sastra Inggris C 2015 (Foto: Nur Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-night-live-fib-tak-hanya-sebatas-goresan-nilai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S4iRjAaS5L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Drama Night Live FIB, Tak Hanya Sebatas Goresan Nilai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Saat antusiasme masyarakat Kota Tepian tengah tersedot menyaksikan laga Timnas Indonesia yang bertanding melawan Thailand di layar kaca, kemarin malam (17/11) mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unmul justru tampak sibuk menyelenggarakan sebuah pementasan di Taman Budaya, Jalan Kemakmuran.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang diprakarsai mahasiswa jurusan Sastra Inggris angkatan 2015 itu berformat Drama Night Live, yang memfokuskan pada sebuah pementasan drama dengan tema <em>The Painted Memories</em>. Cukup membawa uang Rp. 5000, penonton dipersilakan masuk dengan diberikan tiket dan satu minuman teh dalam kemasan.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> usai acara, Sulistiaonoto Theo Ciptono, selaku ketua panitia menuturkan, acara ini digarap oleh tiga kelas dengan membentuk satu susunan kepanitiaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Panitianya dari kelas C, D, dan E. Ketiga kelas ini adalah kelas yang diampu oleh Pak Asril Gunawan dalam mata kuliah Olahraga dan Kesenian untuk memenuhi tugas,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penyelenggaraannya, ini merupakan tahun kedua kegiatan tersebut terlaksana. Tak ada perbedaan berarti jika dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Mulai tempat, hingga tujuan masih tetap sama.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Theo tetap menginginkan adanya pembaharuan ajang yang digelarnya ini. Mahasiswa yang juga merupakan Duta Unmul itu menyebut, tahun ini ia bersama kepanitiaan merasa cukup tertantang dengan mengusung jargon kreativitas, spontanitas, dan totalitas demi penyelenggaraan event yang memukau.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Asril Gunawan, dosen pengampu mata kuliah Olahraga Kesenian mengungkapkan rasa bangganya kepada mahasiswa penyelenggara. Dia berharap, gelaran pentas ini tidak hanya sebatas mendapatkan nilai untuk ujian. Namun, lebih dari itu, dia ingin para mahasiswanya mampu terlatih bersikap dewasa dalam bekerja secara kolektif. Sorot kekaguman tampak jelas di wajah Asril malam itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat mengapresiasi mereka. Ketika di atas panggung, mereka bukan seperti biasanya. Bahkan yang tadinya pemalu menjadi sangat totalitas. Ini juga merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan menyalurkan potensi yang mereka miliki,&rdquo; ujar alumni ISI Yogyakarta itu.</p><p style="text-align: justify;">Asril menambahkan, ia ingin melihat mahasiswanya berhasil dalam menghadapi masalah dengan positif dan sabar. Pementasan ini pun dinilainya mampu menjadi ajang pemersatu mahasiswa yang berbeda kelas dengan tergabung dalam satu badan kepanitiaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenali arti dari sebuah proses. Nilai di atas nilai adalah sebuah proses yang paling berharga sampai ke atas pentas, bukan lagi nilai sekadar nilai tinta di atas kertas,&rdquo; tutupnya. <em>(<b>myg/aml</b>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> LPM Sketsa Unmul Akan Merambah Youtube </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/lpm-sketsa-unmul-akan-merambah-youtube/baca </link>
<guid> lpm-sketsa-unmul-akan-merambah-youtube </guid>
<pubDate> Tue, 20 Dec 2016 08:57:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana saat presentasi program oleh Redaktur TV, Jati Dwi Juwitaningrum, kepada awak Sketsa. (Foto: Mayang I.R. Biru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/lpm-sketsa-unmul-akan-merambah-youtube/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1bVxzw0ZdQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>LPM Sketsa Unmul Akan Merambah Youtube</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> LPM Sketsa tak ingin berhenti membuat gebrakan baru. Belum lama menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) secara perdana dan sukses mendatangkan 150 lebih peserta dari dalam dan luar Samarinda, LPM Sketsa akan merilis empat program tontonan yang dapat dinikmati langsung di YouTube.</p><p style="text-align: justify;">Empat program itu di antaranya Sketsapedia, Bincang Eksklusif, Katalis, dan Catatan Sketsa. Keempatnya, dijadwalkan bakal memulai debut Januari 2017.</p><p style="text-align: justify;">Pada Sabtu (17/12) kemarin, Redaktur TV, Jati Dwi Juwitaningrum didampingi Ahmad Agus Arifin (Tebe) selaku Mentor Sketsa Production yang juga alumni LPM Sketsa dan kini tengah menggeluti jurnalisme televisi nasional, menyampaikan presentasi program kepada seluruh awak Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Dalam presentasi, dipaparkan deskripsi masing-masing program berikut kru yang menyertainya. Sketsapedia adalah program hiburan yang mengulas hal-hal atau sudut kampus yang dikemas dengan ceria. Lalu ada Bincang Eksklusif, yakni program kunjungan ke pejabat kampus dengan berbincang santai di kediaman dia yang dikunjungi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Katalis merupakan program <em>talkshow</em> yang berupaya mempertemukan dua pihak yang tengah berselisih dalam satu bingkai. Sesuai namanya, Katalis diharapkan mampu menjadi jembatan penyelesaian kisruh. Agar pembaca setia <a href="http://sketsaunmul.co/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/">sketsaunmul.co</a> dapat melihat kian jelas berita yang diikutinya ketika ditambah tayangan visual.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Catatan Sketsa yang berisi aktivitas keseharian awak LPM Sketsa. Program ini tentu menjadikan Sketsa tidak hanya dikenal produk, melainkan juga insan-insan yang bekerja keras di belakanganya.</p><p style="text-align: justify;">Selayaknya produksi program televisi profesional, diperkenalkan pula unit-unit kerja yang bertugas. Mulai produser, kameramen, editor, lighting, audioman, host, tata rias, dan kebutuhan-kebutuhan lain menyangkut proses kreatif ini, semisal dana dan durasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Presentasi semacam ini juga dilakukan media-media TV nasional. Awalnya, pengurus Sketsa mau menggunakan nama Sketsa TV. Tapi ternyata berdasarkan aturan, embel-embel TV hanya diperkenankan untuk televisi. Selain itu tidak boleh. Makanya namanya kembali <a href="http://sketsaunmul.co/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/">sketsaunmul.co</a>, &quot; tutur Tebe.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, empat program ini masih akan dipantau seiring waktu. Menurut Tebe, akan ada evaluasi tiga bulanan bagi timnya mengamati. Apabila mendapatkan respons positif maka program akan berlanjut. Sebaliknya, jika tak mendapatkan tempat, bukan tidak mungkin program bakal ditarik atau digantikan program yang baru.</p><p style="text-align: justify;">Presentasi berakhir dengan sesi tanya jawab. Awak Sketsa seluruhnya tampak antusias menanggapi. Tak terkecuali anggota magang yang beberapa di antaranya dipercaya mengemban tugas kru inti dan host program setelah melalui casting yang juga dibuka dan dijuri langsung oleh Tim Sketsa Production pada Kamis, (14/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai media kampus yang mengusung jargon semangat berbagi dan menginspirasi, program ini diharapkan mampu menebar inspirasi kepada seluruh civitas Mulawarman. Penasaran akan seperti apa? Nantikan segera di channel Youtube kami, sketsaunmuldotco. Jangan lupa like, comment, dan subscribe! Tentu jangan sampai ketinggalan berita-berita dari kami, hanya di <a href="http://sketsaunmul.co/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/">sketsaunmul.co</a>!</p><p style="text-align: justify;">Periksa selalu notifikasi dari kami untuk kamu. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ikhtiar Fahutan Jaga Nama Besar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ikhtiar-fahutan-jaga-nama-besar/baca </link>
<guid> ikhtiar-fahutan-jaga-nama-besar </guid>
<pubDate> Tue, 20 Dec 2016 09:49:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rudianto Amirta, Dekan Fakultas Kehutanan Unmul. (Foto: Mayang I.R. Biru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ikhtiar-fahutan-jaga-nama-besar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mqkIPJL830.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ikhtiar Fahutan Jaga Nama Besar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Bersamaan dengan berdirinya Unmul pada tahun 1962, Fakultas Kehutanan alias Fahutan telah ikut merimba. Fahutan dulu menjadi fakultas paling diminati di Unmul. Siar kepopulerannya tersebar di Tanah Borneo. Namun, beberapa tahun belakang tampaknya hal itu mengalami penurunan. Eksistensi Fahutan pun mulai dipertanyakan.</p><p style="text-align: justify;">Rudianto Amirta, dekan Fahutan membenarkan bahwa fakultasnya sempat mengalami penurunan kuantitas mahasiswa. Hal tersebut berlangsung selama tiga tahun pada awal 2000-an.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelumnya, Fahutan hanya menerima sekitar 100-an mahasiswa tidak sampai 200,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (8/12).</p><p style="text-align: justify;">Pada saat itu, jumlah mahasiswa hanya mencapai angka 70 hingga 80 dalam satu angkatan. Ia juga menceritakan bahwa Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek sempat mempertanyakan hal tersebut. Namun, ujar Rudianto, Fahutan kini telah pulih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persepsi Fahutan menurun itu tidak benar. Mungkin karena pernah mengalami penurunan, jadi itu yang diingat sampai sekarang,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Justru setelah menerima sekitar 200 mahasiswa selama tiga tahun terakhir, Fahutan mulai kewalahan dalam memberi pelayanan. Belum lagi, jumlah ruang kelas yang tak lagi cukup menampung mahasiswa. Sehingga tak jarang harus menggunakan gedung bundar untuk melaksanakan proses belajar mengajar.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, kata Rudianto, pelayanan yang diberi pihak kampus kepada mahasiswa tidak pernah mengalami penurunan. Rasio perbandingan dosen dan mahasiswa pun tergolong sehat yakni 1:10.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Soal pelayanan itu sudah komitmen. Harus memberi pelayanan yang terbaik,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya bicara kuantitas, Rudianto saat ditemui di ruangannya juga mengajak <em>Sketsa</em> untuk berkeliling. Ia menunjukkan beberapa publikasi dosen dan mahasiswa yang sebagiannya terpajang rapi di salah satu sudut dekanat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagian besar publikasi Unmul, berasal dari Fahutan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berkomitmen tidak hanya akan meningkatkan kuantitas mahasiswa, tetapi juga kualitas Fahutan. Baik itu kualitas mahasiswa dan dosen, atau kualitas pelayanan serta penyediaan fasilitas. <strong><em>(bru</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dari Jerih Payah Pengajar, Closing Ceremony Diadakan Unjar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/dari-jerih-payah-pengajar-closing-ceremony-diadakan-unjar/baca </link>
<guid> dari-jerih-payah-pengajar-closing-ceremony-diadakan-unjar </guid>
<pubDate> Wed, 21 Dec 2016 08:27:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber foto : Dok.Unjar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/dari-jerih-payah-pengajar-closing-ceremony-diadakan-unjar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vxUlP9Cf8S.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dari Jerih Payah Pengajar, Closing Ceremony Diadakan Unjar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Minggu (18/12) lalu tampak suasana berbeda di Badan Perpustakaan Provinsi yang beralamat di Jalan Juanda, Samarinda. Unmul Mengajar disingkat Unjar ini adakan <em>Closing Ceremony&nbsp;</em>bersama peserta didiknya. Acara yang diadakan dari hasil jerih payah pengajar berjualan selama sebulan ini, dihadiri sekitar 40 siswa-siswi, berasal dari Mangkupalas dan Batu Cermin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini sebagai bentuk dari pergantian kepengurusan Unmul Mengajar dan juga ingin mempertemukan adik-adik dari Mangkupalas dan Batu Cermin yang menjadi titik aksi Unmul Mengajar tahun ini,&rdquo; terang Rifki Al Shahib mahasiswa FKIP 2015 selaku Ketua Panitia.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 Wita, terdiri dari beberapa sambutan, dilanjut pembagian beasiswa Unjar 2016, sampai dengan mahakarya dari peserta didiknya. Mulai dari pembacaan puisi bertemakan &ldquo;Aksi Nyata Penuh Cinta&rdquo;, paduan suara, serta penampilan tari daerah. Selain itu, ada hadiah dan nominasi untuk para peserta didik Unjar. Nominasi pun juga diberikan ke para pengajar Unjar, bentuk penghargaan karena telah mengabdi selama setahun.</p><p style="text-align: justify;">Mila, satu dari peserta didik Unjar ini mengatakan, senang bisa mengikuti kegiatan yang diadakan Unjar. &ldquo;Semua kakak pengajar baik dan saya banyak mendapat banyak ilmu. Saya juga dapat hadiah,&rdquo; jawabnya sambil memeluk hadiah yang diperolehnya. Gadis kecil yang berasal dari Batu Cermin ini pun aktif dalam pembelajaran yang diadakan Unjar setiap Sabtu dan Minggu itu.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Kwartanti Fajriatin, Project Officer Unjar 2016 alasan mengapa ada dua titik aksi Mangkupalas dan Batu Cermin itu, karena di sana membutuhkan pengajar. &ldquo;Batu Cermin merupakan daerah yang sangat susah dididik anak-anaknya, sempat ada rencana bahwa Batu Cermin tahun depan tidak dimasukan dalam salah satu titik aksi, tetapi jika kita menyerah berarti kita gagal dalam mengajar. Tahun depan harus tetap menjadi daerah yang menjadi titik aksi Unmul Mengajar,&rdquo; papar Kwar yang diamanahkan jadi Menteri Sosial Masyarakat BEM KM 2017 itu.</p><p style="text-align: justify;">Rona bahagia dan haru terlihat dari para hadirin. Sebab, pergantian kepengurusan akan membuat beberapa pengajar mengakhiri kegiatannya di tahun ini. Terlihat jajaran BEM KM 2016, seperti Muhammad Teguh Satria dan Bhakti Zuar Wakil Presiden BEM KM 2017 hadir saat itu, sebutan Papah dan Abah Unjar pun melekat di keduanya. Unjar yang dinaungi BEM KM Unmul ini fokus mengajar anak-anak yang keterbatasan akan sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah. <strong><em>(bip/syr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bau Pungli dalam Kuliah Singkat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bau-pungli-dalam-kuliah-singkat/baca </link>
<guid> bau-pungli-dalam-kuliah-singkat </guid>
<pubDate> Wed, 21 Dec 2016 09:22:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: Isolapos.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bau-pungli-dalam-kuliah-singkat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NuivCAvR4T.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bau Pungli dalam Kuliah Singkat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Untuk memperoleh ilmu tidak hanya dari ruang kelas kampus saja. Belajar ke kampus lain pun bisa menjadi pilihan, apalagi jika kampus yang dituju adalah kampus ternama. Hal itu menjadi salah satu program yang telah dilakukan oleh Magister Manajemen (MM) S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Unmul. Melalui program kuliah singkat atau <em>short course</em>, mahasiswa akan menambah ilmunya di Universitas Gadjah Mada selama beberapa hari.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah dijalankan sejak 2013, ada yang berbeda dengan selenggaraan program kuliah singkat tahun ini. Beberapa isu miring muncul seiring dengan berjalannya program. Santer terendus adanya bau pungli dalam program kuliah singkat tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>bertemu dengan Rudi, nama samaran, mahasiswa yang sedang menempuh studi S2 FEB. Dia bersedia untuk membagi informasi terkait isu tersebut. Dia mengisahkan, mulanya pengelola program MM mengumumkan perihal program kuliah singkat itu kepada seluruh mahasiswa MM. Itu disampaikan pada 15 April 2016 dan dijadwalkan akan berangkat pada 1-5 Juni 2016.</p><p style="text-align: justify;">Melalui sekretaris program MM kala itu, Irwansyah, menyampaikan bahwa program ini wajib untuk diikuti setiap mahasiswa. Jika tidak bisa tahun ini, maka harus menyusul tahun depan. Bahkan untuk menekankan wajibnya program <em>short course</em> itu, beberapa mahasiswa mendapat ancaman berupa nilai yang tidak akan dikeluarkan. Irwansyah mengatakan bahwa program <em>short course</em> ini berasal dari keinginan para mahasiswa dan berlangsung selama dua hari (plus tiga hari perjalanan dan rekreasi).</p><p style="text-align: justify;">Mengetahui hal itu, Rudi segera mengonfirmasi kepada teman kelasnya yang lain. Di situ Rudi tahu bahwa tidak ada kesepakatan program kuliah singkat itu berasal dari keinginan mereka. Ini menjadi titik mula kecurigaan mahasiswa dengan program tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kecurigaan Makin Menimbun</strong></p><p style="text-align: justify;">Kecurigaan itu makin menguat saat pengelola MM menyampaikan biaya yang harus disetor yakni sebesar Rp 3,9 juta, itu di luar biaya tiket pesawat. Beberapa mahasiswa protes karena biaya tersebut dirasa cukup berat. Sedangkan waktu penyetoran terhitung singkat 15 hari sejak diumumkan yaitu 30 April 2016.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami usulkan saja bagaimana kalau pihak UGM yang kita datangkan. Tapi mereka (pihak pengelola) bilang sudah ada MoU dengan pihak UGM jadi harus datang ke lokasi,&rdquo; ujar Rudi saat ditemui Sketsa Jum&rsquo;at (16/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya soal biaya, prosedur pengumpulan biaya juga membuat mahasiswa semakin curiga. Seluruh mahasiswa diminta untuk mengirim ke rekening pribadi milik staf keuangan di Program MM.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa mahasiswa tidak terima karena biaya tersebut terlalu besar dan menganggap bahwa pembayaran melalui rekening pribadi menyalahi prinsip Badan Layanan Umum (BLU). Mereka juga tidak diberikan bukti tanda terima pembayaran. Disusul dengan tidak adanya perincian penggunaan dana dan tidak ada pertanggungjawaban.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu dosen sempat menunjukkan sikapnya yang tidak ingin menjelaskan terkait transparansi dana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dosennya duduk di depan kelas sambil kakinya sebelah dinaikkan, tangan sebelah disanggah dengan kursi dan kepala mendongak ke atas. Jadi kita seperti majikan dan pembantu. Ia tidak mau mengungkapkan transparansi dana termasuk menjelaskan kenapa menggunakan rekening pribadi,&quot; ungkap Rudi.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan kejelasan terkait penggunaan rekening pribadi, perwakilan mahasiswa pun mulai menemui pihak rektorat. Niat hati mendapat titik terang, namun malah intimidasi yang didapat. Mahasiswa yang melaporkan itu secara tidak langsung mendapat intimidasi saat pihak pengelola berkata sinis, &ldquo;Nanti pembimbing (tesis) kalian siapa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bulan November lalu, angkatan di bawah Rudi telah melakukan program sama. Tetapi, biaya yang dikenakan berbeda yakni Rp 2,9 juta, selisih satu juta dari yang dibayar Rudi dan kawan-kawan. Hal ini semakin menguatkan indikasi adanya penyelewengan.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi dalam satu angkatan terdapat kurang lebih 100 mahasiswa dan kegiatan ini sudah berjalan 7 angkatan sejak tahun 2013 (dalam satu tahun MM memiliki 2 angkatan) dan selalu melalui rekening pribadi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keterbukaan Adalah Kunci</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika mau di jumlah, kata Rudi, uang yang disetor ke rekening pribadi dan diduga tak jelas pertanggungjawabannya itu mencapai Rp 2 miliar. Guna mengusut tuntas kasus ini, beberapa mahasiswa mulai melapor kepada lembaga nonpemerintah Kelompok Kerja (Pokja) 30.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem keuangan BLU itu idealnya satu pintu. Nah, ini kenapa harus melalui rekening pribadi salah satu staff MM,&rdquo; kata Muhammad Sulaiman, salah satu anggota Pokja 30.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, ketika ini menjadi sebuah kegiatan, maka uang yang digunakan harus dimasukkan ke dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ). Unmul merupakan badan publik, yang artinya seluruh dari Unmul bisa diminta oleh siapapun untuk kepentingan transparansi. Selain itu, mengacu kepada Undang-Undang Komisi Informasi Publik (UU KIP) No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan publik, pihak Pokja 30 melayangkan surat untuk meminta laporan pertanggungjawaban ke pengelola MM. Namun, surat tersebut tidak diindahkan. Sehingga jatuh menjadi sengketa ke Komisi Informasi Publik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hasil dari sidang (24/10) itu memutuskan gugatan ditolak karena tidak mencukupi waktunya. Saya memasukkan gugatan lebih cepat,&rdquo; ujar Sulaiman.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun gugatan tersbut ditolak, namun ada dua hal yang terbukti berdasarkan sidang tersebut. Pertama, Unmul sengketanya berada di provinsi, sehingga bisa ditangani oleh Komisi Infomasi Publik Provinsi Kalimantan Timur. Kedua, Pascasarjana MM adalah Badan Publik yang diwajibkan membuat laporan keuangan secara berkala, baik diminta ataupun tidak diminta, laporan keuangan itu harus diumumkan, yang berarti adanya transparansi.</p><p style="text-align: justify;">Sulaiman mengatakan, terkait dengan LPJ yang diinginkan itu merupakan informasi yang bersifat terbuka dan MM diwajibkan untuk membuka data.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alasannya simpel, ini iuran dari mahasiswa artinya dari masyarakat. Jadi, Unmul masuk badan layanan umum dan harus terbuka dalam informasi,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk sekarang LSM Pokja akan terus meminta informasi LPJ berdasarkan keputusan sidang yang menyatakan bahwa informasi ini terbuka. Selain itu, Pokja juga telah melaporan ke Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).</p><p style="text-align: justify;">Satgas ini dibentuk untuk pemberantasan pungli yang menjadi aspek utama pada tahap pertama paket kebijakan hukum pemerintah. <strong><em>(adl/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> DPM FIB Terpilih Elak Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dpm-fib-terpilih-elak-aklamasi/baca </link>
<guid> dpm-fib-terpilih-elak-aklamasi </guid>
<pubDate> Wed, 21 Dec 2016 18:55:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Irwanto dan Widya Atillah, Ketua dan Wakil BEM FIB terpilih 2017. (Sumber foto: facebook.com/syamadityaherlangga) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dpm-fib-terpilih-elak-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rrLX2lKLIe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>DPM FIB Terpilih Elak Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <div style="text-align: justify;"></div><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Minggu (18/12) kemarin, DPM FIB mengadakan Kongres KM FIB. Berdasarkan pantauan <em>Sketsa,</em> kongres itu dihadiri oleh perwakilan masing-masing himpunan dan unit kegiatan mahasiswa FIB. Kongres berlangsung tertib dan kondusif. Baik peserta penuh maupun peninjau sama-sama khidmat mengikuti tiap agenda kongres.</p><p style="text-align: justify;">Dalam berita sebelumnya, Pemira FIB dikabarkan terancam aklamasi akibat minimnya animo mahasiswa yang maju mencalonkan diri sebagai kandidat calon ketua dan wakil ketua BEM FIB. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-terancam-aklamasi/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-terancam-aklamasi/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-terancam-aklamasi/baca</a>).</p><p style="text-align: justify;">Dalam kongresnya itu, DPM FIB menyiapkan strategi baru dengan menerapkan sejumlah perubahan. Mulai AD dan ART, hingga perubahan pada pedoman surat ketetapan rapat paripurna sebelum kongres berlangsung. Menanggapi isu aklamasi kemarin, amandemen AD dan ART KM FIB tidak hanya berubah dalam bagian pemilihan ketua BEM FIB, tapi juga berbagai aspek yang dirasa belum pas dalam tubuh KM FIB.</p><p style="text-align: justify;">Kongres tersebut tak hanya membahas perihal aturan tertulis. Dirangkaikan pula dengan seremonial pelantikan Ketua DPM FIB yang baru serta Ketua dan Wakil Ketua BEM FIB yang terpilih secara aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Intinya semua yang terjadi tetap berlandaskan kejujuran dan tetap terlaksana sesuai yang ada. Aklamasi tidak seburuk yang selama ini dipikirkan,&rdquo; ungkap Boby Alan, Ketua DPM FIB 2016.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak mau membahas masalah ini disebut aklamasi atau apa. AD dan ART KM FIB saja tidak mengatur hal itu,&rdquo; ucap Syam Aditya Herlangga, Ketua DPM FIB terpilih 2017.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pasangan yang maju sebagai Ketua dan Wakil BEM FIB adalah Irwanto, Sastra Indonesia 2014 dan Widya Atillah, Sastra Inggris 2014. Mereka maju membawa visi BEM FIB Unmul sebagai organisasi yang mewadahi seluruh unsur mahasiswa demi terwujudnya Fakultas Ilmu Budaya yang harmonis dalam kekeluargaan. Kemudian, misi yang diusung adalah memperluas, mempererat dan mengembangkan jaringan, baik di dalam maupun di luar kampus untuk menunjang kegiatan FIB Unmul. Terakhir, mewadahi dan memfasilitasi pengembangan minat bakat serta mengapresiasi prestasi mahasiswa FIB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Visi dan misi itu tentu diharapkan mampu membawa FIB ke depan jauh lebih baik. Sekalipun aklamasi tak dapat dimungkiri dalam proses naik dan terpilihnya mereka. (<strong><i>els/aml</i></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Ada Toleransi untuk Konsumsi Basi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-toleransi-untuk-konsumsi-basi/baca </link>
<guid> tak-ada-toleransi-untuk-konsumsi-basi </guid>
<pubDate> Thu, 22 Dec 2016 08:19:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tragedi konsumsi basi akhirnya kini telah menemukan titik cerah. (Sumber foto : dok.HMJ SOS) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-toleransi-untuk-konsumsi-basi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AeSgJY6aI1.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Tak Ada Toleransi untuk Konsumsi Basi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tragedi konsumsi basi akhirnya menemukan titik cerah. Mengenai tragedi naas ini, <em>Sketsa</em> telah menghimpun tanggapan dari sejumlah pihak. Mulai panitia pengaderan, Wakil Dekan III, hingga Bendahara FISIP Muchtar Zuhryanto, sebagai pihak yang disebut-sebut muara di balik kegelisahan semua orang.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, pada 5-6 November lalu HMJ SOS menggelar pengaderan dan menerima konsumsi basi selama dua hari berturut-turut. Kenyataan itu membuat sejumlah peserta, panitia, dan undangan sakit perut bahkan muntah-muntah. Muchtar Zuhrayanto, Bendahara FISIP adalah pihak yang menyiapkan konsumsi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Menurut penuturan Wakil Dekan III, Erwin Resmawan, bendahara telah mendapatkan teguran keras dari dekan atas kelalaiannya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya Senin (20/12), Dekan FISIP Muhammad Noor, membenarkan itu. Noor mengatakan, dia memang langsung memanggil Muchtar ketika membaca berita tentang kasus memalukan ini. Tak sekadar mengonfirmasi, dia pun telah mengempaskan teguran keras ke muka Muchtar yang berujung pada larangan bagi pihak fakultas menyiapkan konsumsi untuk kegiatan mahasiswa dengan dasar atau alasan apa pun juga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya panggil dia (Muchtar). Saya beri teguran keras. Saya bilang jangan sampai saya mendengar lagi kejadian seperti ini. Saya tekankan, pokoknya jangan sampai dia atau pihak-pihak kami menghandle pengadaan konsumsi mahasiswa. Biar kasih saja mereka dalam bentuk uang. Ketika lambat mengumpul SPJ, itu akan ada sanksinya sendiri. Ketika bermasalah, itu tanggung jawab mereka,&rdquo; tegas Noor.</p><p style="text-align: justify;">Alasan yang membuat Muchtar mantap menyiapkan konsumsi diketahui berangkat dari ihwal lambannya mahasiswa mengumpulkan SPJ kegiatan kepadanya. Muchtar saat itu bermaksud mempermudah. Di mata Noor, tindakan Muchtar sebenarnya niatan baik atas keresahannya selaku bendahara. Mahasiswa lamban, padahal dia dikejar waktu untuk meng-SPJ-kan anggaran ke rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apalagi ini kan akhir tahun, saya bisa mengerti,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari niat baik, menurut Noor, dia tetap tidak dapat membenarkan kesalahan ini. Meski tak sampai menjatuhkan sanksi, Noor tetap mengambil langkah tegas. Apalagi peristiwa ini diperparah dengan tuduhan indikasi korupsi dari mahasiswa yang ternyata menyakiti hati Noor. Baginya, itu tidak benar. Peristiwa ini terjadi karena kesalahan teknis tanpa unsur kesengajaan.</p><p style="text-align: justify;">Perihal etika, Noor menyebut, tak ada yang salah dari perilaku Muchtar. Sekalipun berwenang mengeluarkan uang kemudian digunakan untuk memesan makanan di kediaman pribadi, menurut hemat Noor, tak ada satu pun etika yang dilanggar dalam hal ini. Sepanjang ada kesepakatan, maka perilaku Muchtar ini bisa dibenarkan. Selama tidak ada unsur pemaksaan. <em>(<strong>aml/wal</strong>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Lahir Setelah Disambut Tidak Ramah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yang-lahir-setelah-disambut-tidak-ramah/baca </link>
<guid> yang-lahir-setelah-disambut-tidak-ramah </guid>
<pubDate> Thu, 22 Dec 2016 12:14:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hakikat orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) sebenarnya sederhana, namun dalam praktiknya terkadang menjadi rumit.(Sumber foto: media.suara.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yang-lahir-setelah-disambut-tidak-ramah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t1zP3Mt5s5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yang Lahir Setelah Disambut Tidak Ramah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Hakikat orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) sebenarnya sangat sederhana yakni bertujuan untuk mengenalkan kampus kepada mahasiswa baru. Tidak ada yang mesti direpotkan. Namun, dalam praktiknya di kampus-kampus acap kali itu menjadi rumit dan berisi tendensi yang serius. Tak terkecuali di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Fakultas Hukum (FH) tengah disorot karena dua kegiatan Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) dan Latihan Kepemimpinan (LK). Muncul dugaan dari BEM KM Unmul bahwa dua kegiatan yang terlaksana itu mengandung unsur perpeloncoan. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bahaya-laten-pelonco-di-unmul/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bahaya-laten-pelonco-di-unmul/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bahaya-laten-pelonco-di-unmul/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, Muhammad Rizaldy selaku Presiden BEM Hukum, menolak bahwa kegiatan ospek di kampusnya membawa rasa perpeloncoan. Cara seperti membentak, perintah &ldquo;cium tanah air&rdquo;, hingga &ldquo;tembak bintang&rdquo; sepenuhnya, tiada lain, ditujukan untuk menguatkan mental mahasiswa Hukum. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Yang jadi soal tidak semua maba Hukum ternyata sepercaya itu akan manfaatnya. Beberapa di antaranya merasa MPMB dan LK tidak sedang serius membina karakter, bahkan tercatat 27 maba tidak mengikuti kegiatan tersebut, kemudian berujung larangan organisasi dan berkegiatan di fakultas dan universitas. Ada alasan sentimental yang membuat mereka merasa demikian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masing-masing manusia itu unik dan punya skema sendiri di kepalanya. Selama belasan tahun hidup dia punya pengalaman baik dan buruk. Pengalaman itu yang bisa membuat timbulnya indikasi pemahaman yang berbeda,&rdquo; kata Wahyu Nhira Utami, seorang psikolog klinis dari RSUD AW Sjahranie, Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Tidak semua orang didesain untuk dibentak. Beberapa orang malah sangat benci dengan ucapan nada tinggi. Jika dirunut dari benang merahnya akan tampak pengalaman-pengalaman hidup yang sudah dilalui. Sehingga membentuk sebuah skema berpikir di kepala orang tersebut. Dengan skema itu, kata Nhira, seseorang dapat menentukan apa yang aman dan berbahaya baginya.</p><p style="text-align: justify;">Bisa jadi ada orang yang tidak suka dibentak karena sewaktu kecil tingkat keterpaparannya dengan nada tinggi amat intens, sehingga memicu timbulnya pengalaman buruk. Bisa jadi pula, dia tidak menyukai nada tinggi karena jauh berbeda dengan lingkup keluarganya yang santun dan ramah. Barang tentu, jika sudah tahu itu tak cukup baik buat dirinya, ia wajar menolak. Dalam kasus ini, ospek yang sesak akan senggak.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mental Kuat Dulu atau Optimal Dulu?</strong></p><p style="text-align: justify;">Benarkah dengan membentak seseorang selama dua atau tiga hari akan langsung membuat mentalnya jadi kuat? Nhira menyebut, bahwa dalam psikologi pendidikan atau perkembangan karakter itu tidak didapat hanya dalam kurun waktu sehari, seminggu, atau sebulan. Melainkan harus dilakukan secara konsisten.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau cuma hanya beberapa hari, secara pengetahuan mungkin dia akan paham. Tapi, apakah mentalnya terbentuk? Nanti dulu, itu perlu konsisten, perlu berulang. Dengan cara demikian baru karakter bisa dibentuk,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Ini bisa dilihat dari bagaimana kebiasaan mencium punggung tangan orang tua tercipta. Ajaran ini dilakukan sejak dini, diingatkan dengan cara yang baik dan konstan sehingga nilainya pun diterima. Dalih penguatan mental mestinya dilakukan sepersisten itu juga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertanyaannya, apakah membangun karakter harus selalu dengan cara dibentak?&rdquo; ucap alumnus Universitas Gadjah Mada itu.</p><p style="text-align: justify;">Alih-alih bermental baja, ospek dengan suguhan nada tinggi juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan diri. Menurut Nhira, saat mahasiswa tidak nyaman dengan perpeloncoan efek yang tercipta bisa macam-macam. Mahasiswa bisa jadi sangat tunduk dengan aturan karena takut atau dia bisa sangat membangkang. Atau mahasiswa itu jadi lebih meraba-raba situasi, saat ada banyak yang kontra dia akan nimbrung, pun ketika ada yang pro dia ikut.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, gelombang perpeloncoan sangat rentan berkembang jadi masalah psikologis. Kampus yang semestinya jadi rumah kedua, malah berubah jadi suaka yang penuh puaka. Niat hati mencari ilmu, rupanya bagai rusa berkunjung ke markas singa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan heran nanti anak-anak ini tingkat kepercayaan dirinya akan berkurang. Mestinya, salah satu tujuan ospek agar mahasiswa ini bisa berfungsi optimal,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ospek sebenarnya tak perlu muluk-muluk menguatkan mental, yang penting sehat dulu secara mental. Setidaknya, papar Nhira, ada tiga jenis sehat itu yakni sehat fisik, psikis, dan mudah berinteraksi sosial dengan baik. &ldquo;Tiga hal ini mestinya yang berusaha dicapai di fakultas mana pun,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Masa jenjang S1 memiliki pengaruh kuat dalam pembentukan karakter seseorang. Itu pula dulu yang dirasakan oleh Nhira. Di tahap ini seseorang akan berusaha mencari keoptimalan dirinya, kepercayaan diri, dan perannya di masyarakat. Mestinya, ini lantas yang dijadikan sebagai pondasi dasar. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tertangkap Spesialis Maling Helm di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tertangkap-spesialis-maling-helm-di-unmul/baca </link>
<guid> tertangkap-spesialis-maling-helm-di-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 23 Dec 2016 04:28:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaku maling helm di Unmul tertangkap. Dihujani caci maki dan bogem mentah oleh massa. Foto: Istimewa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tertangkap-spesialis-maling-helm-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ECYpCBxns3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tertangkap Spesialis Maling Helm di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Kamis (22/12) pukul 13.30 tadi aksi pencurian helm kembali terjadi di Unmul. Beruntung pelaku berhasil tertangkap tangan oleh petugas keamanan tepat di depan Bussines Center, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Terlihat jelas amarah petugas keamanan dan mahasiswa yang memadati area pos keamanan rektorat Unmul. Tak hanya cacian, pelaku pun dihakimi massa.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya pelaku memang sudah diawasi dari pagi karena tingkahnya yang mencurigakan. Saat ditangkap, pelaku sudah berhasil mencuri helm mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya pelaku itu sudah tahu kalau kita awasi dari tadi. Jadi tadi dia sudah berhasil ambil helm, dia mau kabur tapi kita berhasil tangkap,&rdquo; ujar Dwi Haryanto, petugas keamanan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dwi mengisahkan kronologi awal kejadiannya kepada awak <em>Sketsa</em>. Berdasarkan pantauannya, pelaku terlihat mondar-mandir di perpustakaan Unmul. Pelaku pun sempat berhasil mencuri sebuah helm KYT berwarna merah. Baru setelah menunaikan salat lohor, Dwi kembali melihat pelaku memasuki area parkir Bussines Center.</p><p style="text-align: justify;">Berdasar informasi yang dihimpun <em>Sketsa</em>, pelaku sejak lama sudah mencuri helm di kawasan Unmul. Pelaku biasanya beraksi bersama salah seorang temannya. Pelaku bahkan sempat terekam melalui CCTV Fakultas Farmasi dan fotonya disebarluaskan. Namun, saat itu pihak keamanan belum berhasil mengamankan pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, kini si tupai terpeleset juga dari lompatannya. Pelaku telah diamankan bersama barang bukti sebuah helm berwarna abu-abu dan sebuah motor matik milik pelaku dengan pelat nomor KT6144JJ. <strong><em>(els/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Larangan Perpeloncoan Diabaikan, Unmul Kecolongan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/larangan-perpeloncoan-diabaikan-unmul-kecolongan/baca </link>
<guid> larangan-perpeloncoan-diabaikan-unmul-kecolongan </guid>
<pubDate> Fri, 23 Dec 2016 09:22:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor Unmul Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. (Sumber foto: Kaltim Post - PROKAL.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/larangan-perpeloncoan-diabaikan-unmul-kecolongan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mk2uDu50K9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Larangan Perpeloncoan Diabaikan, Unmul Kecolongan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Nama baik Unmul kembali tercoreng. Surat Edaran Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 01/DJ-Belmawa/SE/VII/2015 tentang Larangan Perpeloncoan, Kekerasan, dan Mempermalukan Mahasiswa Baru saat penerimaan mahasiswa ternyata tidak digubris. Hal tersebut terungkap dari sejumlah pengakuan mahasiswa baru (maba) Fakultas Hukum (FH) yang mengikuti kegiatan MPMB dan LK beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terungkapnya fakta tersebut ditanggapi Wakil Rektor Unmul Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. Encik mengaku, pihaknya tidak tinggal diam. Hari ini (22/12), dirinya menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait untuk meminta klarifikasi. Jika terbukti, maka Unmul bakal memberikan sanksi tegas kepada oknum yang melakukan praktik perpeloncoan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak diam. Meski masalahnya di tingkat fakultas, tapi tetap ada tanggung jawab universitas. Perpeloncoan itu jelas dilarang. Bukan hanya di Unmul, tapi di semua perguruan tinggi negeri maupun swasta,&rdquo; tegas Encik saat ditemui awak <em>Sketsa</em> di kantornya.</p><p style="text-align: justify;">Dosen di Fakultas Pertanian itu menyatakan, sedang mengumpulkan informasi dan data terkait dugaan perpeloncoan dalam kegiatan MPMB dan LK di FH. Jika bukti perpeloncoan dilakukan lengkap, sanksi bakal dijatuhkan. Keputusannya diambil oleh rektor untuk ditindaklanjuti dekan fakultas dalam rapat pimpinan atau senat.</p><p style="text-align: justify;">Dia menuturkan, dalam penyambutan mahasiswa baru ada pedoman dan aturan yang harus ditaati. Pelanggarannya bakal berbuah sanksi ringan hingga berat sesuai aturan etika dan moral yang dilanggar.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, belum lama ini terungkap fakta dari pengakuan maba tentang praktik perpeloncoan di FH. Sejumlah maba itu menyebut diminta senior untuk meludahi langit (untuk kemudian mendarat di wajah sendiri) atau mencium tanah. Selain itu, disebutkan pula dalam praktiknya dilakukan dengan cara membentak-bentak maba. Bahkan, seorang oknum senior disebutkan saat kegiatan dalam kondisi mabuk akibat menenggak minuman beralkohol. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum/baca" target="_blank"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/elegi-kebebasan-mahasiswa-hukum/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, penyelenggara kegiatan, yakni BEM Hukum menolak tudingan tersebut. Mereka berdalih kegiatan MPMB dan LK murni dilakukan untuk membentuk mental maba agar menjadi tangguh. Bahkan, bagi maba yang tidak ikut serta dalam dua kegiatan wajib itu diberi sanksi tidak boleh ikut serta dalam kegiatan maupun organisasi kemahasiswaan di tingkat fakultas maupun universitas. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja/baca" target="_blank"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mpmb-dan-lk-mencetak-mental-baja-atau-biasa-saja/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lembaga mahasiswa harus <em>on the track</em>. Tidak boleh melanggar aturan yang sudah ditetapkan,&rdquo;pungkas Encik. <strong><em>(im/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seorang Ibu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/seorang-ibu/baca </link>
<guid> seorang-ibu </guid>
<pubDate> Fri, 23 Dec 2016 09:57:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari ini 22 Desember 2016 di mana hari yang menjadi pengingat diri kita, Selamat Hari Ibu. (Sumber foto: adnan-kisahkasihibu.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/seorang-ibu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NfLBFPPaSP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seorang Ibu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari ini 22 Desember 2016 di mana hari yang menjadi pengingat diri kita, akan arti pentingnya perempuan dalam sejarah kehidupan dan peradaban bangsa. Siapa yang tidak membutuhkan seorang ibu? Jasanya yang telah mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, serta sebagai pendidik awal dalam keluarga hingga menjadikan diri kita pada saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat di seluruh Indonesia merayakan dan mewujudkan kecintaan untuk ibu. Bagi saya esensi hari ini bukan hanya sebagai peringatan, ucapan selamat, penghargaan, atau pemberian hadiah untuk ibu. Sebab jasa seorang ibu tak akan pernah ternilai sampai kapan pun. Tanpanya, dunia akan gelap gulita dari rasa kasih sayang tulus, serta belaian dan sentuhan kedua tangannya. Bahkan kehilangannya pun adalah kehilangan yang teramat besar bagi siapa pun itu. Kita bisa hidup tanpa seorang ayah, namun kita tidak bisa hidup tanpa seorang ibu. Sebab, cinta yang mendalam tumbuh membersamai buah hati hingga dini. Kita yakin bahwa dari seorang ibu yang baiklah bisa melahirkan seorang anak yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Pengukuhan momentum hari ibu saat ini buah hasil &ldquo;Kongres Perempuan Indonesia&rdquo; tingkat nasional yang pertama kali diadakan di Yogyakarta pada 22 Desember 1928. Kongres itu dihadiri hampir 30 organisasi perempuan. Kongres ini merupakan fondasi pertama gerakan perempuan, juga upaya konsolidasi dari berbagai organisasi perempuan yang ada. Ini menandakan, kebangkitan nasional sebagai awal perjuangan perempuan yang terorganisir setelah kemerdekaan. Organisasi perempuan kembali bergerak dalam upaya mendukung para pejuang, guna mempertahankan kemerdekaan. Sejarah pun mencatat perempuan selayaknya adalah pahlawan bangsa. Jatuh bangunnya sebuah bangsa terletak, bagaimana menghargai kaum perempuan, memuliakan dan menghormatinya. Perempuan adalah calon ibu bagi penerus bangsa ini. Jika perempuan Indonesia tidak mendapatkan penghormatan dan tidak dilindungi hak-haknya sehingga rentan untuk dilecehkan. Maka generasi bangsa selanjutnya akan rusak dan kita tidak akan melihat bangsa ini, sebagai cermin bangsa yang berbudaya dan beragama.</p><p style="text-align: justify;">Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat pernah berkata, &ldquo;Untuk siapa diriku saat ini, dan harapanku di masa depan, aku berhutang pada ibu &ndash; Malaikatku.&rdquo; Hampir sebagian besar pemimpin dan tokoh dunia menaruh rasa hormat pada ibu mereka, karena ibu adalah sosok yang ada dibalik kesuksesan dan kebesaran mereka. Sebab dibalik laki-laki hebat selalu ada perempuan yang kuat.</p><p style="text-align: justify;">Maka diharapkan hari ini menjadi momentum untuk mengucap rasa syukur dan terimakasih kepada para perempuan, terutama ibu yang telah berperan membangun moral bangsa dan insan manusia. Sebab, kebangkitan bangsa yang besar terlahir dari perempuan yang terjaga kehormatan dan kemuliaannya. Terima kasih mendalam dari dulu hingga sekarang dan hingga akhir zaman untuk seluruh ibu di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan adalah Induk Peradaban dan Perempuan adalah garda terdepan untuk menggelorakan Perbaikan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Maya Rahmanah</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Menteri Pemberdayaan Perempuan</em></p><p style="text-align: justify;"><em>BEM KM Unmul 2017</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Gelorakan Aksi Positif&rdquo;</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Napas Ibu di Dekan-Dekan Perempuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/napas-ibu-di-dekan-dekan-perempuan/baca </link>
<guid> napas-ibu-di-dekan-dekan-perempuan </guid>
<pubDate> Sat, 24 Dec 2016 04:55:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto kiri adalah Dekan FEB Unmul, Prof. Dr. Hj. Syarifah Hudayah, SE., M.Si, dan foto kanan adalah Dekan FPIK Unmul, Ir. Sulistyawati, M.Si. (Sumber foto: Uswatun Hasanah dan unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/napas-ibu-di-dekan-dekan-perempuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kUZDgtNTKM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Napas Ibu di Dekan-Dekan Perempuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-</strong> Memaknai Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember merupakan suatu penghargaan bagi perempuan. Terlebih bagi perempuan yang tidak hanya sebagai ibu di keluarganya, tetapi juga &ldquo;ibu&rdquo; yang memegang amanah besar di tempat kerja.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dirasakan betul oleh Syarifah Hudayah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Unmul. Baginya, Hari Ibu menjadi momen untuk mengevaluasi dan menambah peran sebagai ibu yang bertanggung jawab dan berkualitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di Hari Ibu selain memperingati kita juga memaknai apa sih yang sudah kita lakukan baik untuk keluarga, instansi, masyarakat, dan negara. Karena tidak mudah perjuangan perempuan zaman dahulu seperti R.A Kartini dan Dewi Sartika yang mengangkat harkat seorang perempuan, ini yang benar-benar harus kita jaga, tunjukkan bahwa kita adalah wanita yang layak diperjuangkan,&rdquo; ungkap Syarifah kepada <em>Sketsa</em><em>,</em> Kamis (22/12).</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat erat kaitannya dengan peran wanita. Karena wanita kerap merangkap tugas sebagai ibu rumah tangga yang mendidik anak-anak, generasi penerus bangsa. Dengan harapan, anak yang baik akan jadi pemimpin di masa depan. Dan segalanya berawal dari sentuhan manis seorang ibu.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebabnya, meskipun sebagai wanita karier, Syarifah sangat menghargai wanita yang 100 persen mengurus keluarga sebagai ibu rumah tangga. Dirinya pun menjaga betul, bahwa sebagai wanita karir, ia tetap harus mengutamakan peran sebagai ibu bagi anak-anaknya dan istri bagi suaminya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai harkat perempuan tertinggalkan, jadi harus bisa menjaga keseimbangan antara keluarga dan karier,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Syarifah mengaku, ia berusaha untuk selalu meluangkan waktu bagi keluarga. Sebelum berangkat ke kantor, sesempatnya ia menyiapkan sarapan dan keperluan suami dan anaknya. Ketika jam istirahat ia usahakan untuk makan siang bersama atau sekadar berkomunikasi melalui sambungan telepon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Intinya saling pengertian dan menjaga komunikasi yang baik,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Suami dan anak-anak Syarifah pun mendukung betul akan karier yang dijalaninya. Peran sebagai orang nomor satu di FEB tentu memerlukan fokus optimal. Bagi ibu dua dari anak ini, pekerjaan adalah sarana pengabdian untuknya bermanfaat bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Segala capaian hingga Syarifah bisa bergelar profesor adalah hasil didikan kedua orangtuanya. Terutama sang ibu, yang memiliki latar belakang pendidikan guru serta memunyai kepedulian yang tinggi terhadap anak-anaknya. Sebab bagi seorang ibu, keberhasilan anak adalah hal terpenting.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pokoknya harus sekolah, kami dididik dengan agama. Tidak keras, tapi kami segan,&rdquo; terang anak pertama dari empat bersaudara itu.</p><p style="text-align: justify;">Keberhasilah Syarifah hingga menempati posisi dekan saat ini pun diakuinya ia mulai dari titik nol. Dari dosen biasa lalu menjadi sekretaris jurusan, ketua jurusan, wakil dekan I dan terakhir Ketua Jurusan Program Studi Magister Manajemen 2012-2016 sebelum akhirnya ditetapkan menjadi dekan pada Februari 2016.</p><p style="text-align: justify;">Kini Syarifah sedang menjalankan beberapa program untuk peningkatan mutu pendidikan di FEB, baik dari jenjang S1 hingga S3. &ldquo;Banyak program yang kita lakukan, baik di bidang pengajaran, pelayanan, dan fasilitas,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Syarifah menjelaskan di bidang pelayanan, ia akan mengubah sistem yang sebelumnya manual menjadi berbasis online. Sedangkan untuk perbaikan fasilitas kampus ia ingin membangun konsep kampus di dalam taman. Agar kampus jadi lebih hijau dan mahasiswa pun betah untuk belajar dan berdiskusi di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berikan sesuatu yang membuat ibu Anda bahagia, dengan keberhasilan di bidang pendidikan. Dari sekarang adakan seminggu sekali bercengkerama dengan ibu Anda, meski hanya lewat telepon, karena kita (memang) tidak tahu sampai kapan kita masih bisa mencium kening ibu,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ibu dan Doa untuk Anaknya</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Seorang ibu itu di manapun ia berada, apa pun perannya di masyarakat atau di pekerjaan, maka ia akan tetap menjadi seorang ibu,&quot; kata Sulistiawati, dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), ketika memulai kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama ini Sulis dikenal sebagai sosok tegas, namun tetap memilki keramahan. Menjadi seorang pimpinan di fakultas tak mengaburkan sosok keibuannya. Begitu Sulis berada di bawah atap FPIK maka dia seketika menjelma pula sebagai ibu bagi semua orang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Entah itu staf saya, mahasiswa, semua saya anggap sebagai anak saya,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, sosok ibu cerdas itu tak hanya yang memiliki karier saja. Agaknya terlalu naif kalau berprasangka demikian. Dengan menjadi ibu rumah tangga pun sebenarnya tak kalah hebat. Para ibu rumah tangga, patut diberi apresisasi karena telah menghabiskan waktu serta peluhnya untuk membimbing anak-anaknya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak harus berkarier, ibu yang bekerja di rumah justru lebih menekankan pada pendidikan anak di rumah. Juga bagaimana dia mengatur rumah tangganya, mengatur keuangan dan lain sebagainya,&quot; tutur perempuan 58 tahun itu.</p><p style="text-align: justify;">Memiliki sematan sebagai <em>single parent</em> sejak 2001 justru membuat Sulis semakin kuat. Selain terlatih sebagai wanita karier, ia ibu bagi empat anaknya. Kasih sayang adalah satu-satunya kucuran yang tak boleh luput untuk buah hatinya. Buliran doa tak pernah lengang dan selalu tercurah di setiap sujud.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Doa utama seorang ibu pasti untuk anak. Semoga selau diberi kesehatan, rezeki, jodoh, apa pun itu yang terbaik. Entah anaknya mendoakan ibunya apa tidak,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Harapan Sulis untuk seluruh anak agar lebih menghargai dan menghormati ibunya. Sebab, barangkali anak tak selamanya mampu mengerti seberapa besar pengorbanan seorang ibu untuk hidupnya. Juga mestinya hormat dengan seluruh wanita yang merupakan calon ibu dari anak-anak yang akan cerdas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahkan wanita yang belum menjadi seorang ibu pun pasti punya sifat keibuan tanpa disadari,&quot; pungkasnya. <strong><em>(</em></strong><strong><em>krv/snh/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ibu dan Jarak Tanah Rantau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/ibu-dan-jarak-tanah-rantau/baca </link>
<guid> ibu-dan-jarak-tanah-rantau </guid>
<pubDate> Sat, 24 Dec 2016 05:07:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jarak bukan alasan untuk tidak mengungkapkan rasa sayang kepada ibu. (Sumber foto: Hipwee.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/ibu-dan-jarak-tanah-rantau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0lXZwZmyOt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ibu dan Jarak Tanah Rantau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>&ndash;</strong><strong>&nbsp;</strong>Ada banyak cara yang dilakukan oleh seorang anak untuk menunjukkan bentuk rasa sayangnya kepada ibu. Mereka bisa memberikan hadiah atau sekadar meluangkan waktu khusus di Hari Ibu ini untuk ibu. Namun, mungkin sudah jadi nasib mahasiswa rantauan harus menikmati Hari Ibu meski jauh dari rumah.</p><p style="text-align: justify;">Ini yang tengah dirasakan Muhammad Fakhrurozi atau dipanggil Rozi, mahasiswa Fakultas Kehutanan 2012. Rozi tidak memiliki kesempatan untuk menikmati momen spesial bersama ibunya. Tanah rantau telah membentangkan jarak yang tak bisa dipangkas antara Jawa dan Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Rozi, Hari Ibu bukan sekadar momen yang diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Desember saja. Justru itu pengabdian seorang anak kepada orangtua terhitung sepanjang masa, sejak lahir hingga ia meninggal. Karena ibu sangat berharga bagi setia anak, ia serupa madrasah yang mendidik ajaran baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perilaku seorang anak itu tergantung dari bagaimana orangtua mendidiknya seperti apa,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Berada jauh dari ibu, menjadikan Rozi hampir setiap hari bertukar kabar. Entah sekadar mengobrol, diskusi soal agama, pendidikan, atau bahkan soal keluarga kepada ibunya. Jarak, dijamin Rozi, tidak menjadi alasan baginya untuk tidak menghubungi sang ibu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulilllah, komunikasi tetap intens walau jarak dengan ibu jauh, ibu ada di Jawa Barat,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namanya merantau rindu dan kangen sama ibu itu pasti. Tapi, yang namanya orangtua selalu berpesan ketika kamu jauh dari orangtua itu jangan tinggalkan salat, jangan lupa berbuat baik kepada siapapun. Walaupun sejauh apa pun itu, kontak batin antara anak dan orangtua itu pasti ada,&rdquo; ungkap Rozi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Segalanya untuk Ibu</strong></p><p style="text-align: justify;">Berada jauh dari ibu bisa sangat menyadarkanmu akan berharganya beliau saat dia ada begitu dekat. Begitu mudah untuk dipeluk. Tetapi, di tanah rantau rindu adalah sesuatu yang terpelihara.</p><p style="text-align: justify;">Riska Putri Patila Sau atau biasa dipanggil Riska selalu menyempatkan diri untuk menghubungi ibunya lewat telepon setiap malam. Tak peduli walau hanya lima menit dan di tengah-tengah kesibukannya menyusun laporan, ia tetap ingin mengirim sayang kepada ibunya.</p><p style="text-align: justify;">Pada momen spesial Hari Ibu, Riska memunyai satu ritual rutin yang selalu ia lakukan bersama kakaknya yaitu memberikan bunga kepada sang ibu. Namun, kali ini ritual itu tidak terlaksana oleh sebab terhalang jarak. Riska kuliah di Fakultas Farmasi, sedang abangnya bekerja di Bali.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, wanita yang juga aktif di Klinik Jalanan dan Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) itu mengatakan, ia memiliki prinsip dalam melakukan sesuatu hal selalu ditujukan karena ibu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku kuliah jauh-jauh di luar, tapi tetap bisa banggain mama dengan prestasi, walaupun bukan prestasi non-akademik,&rdquo; ucapnya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai seorang calon ibu di masa depan, Riska memiliki harapan agar para wanita menjadi ibu yang luar biasa. Jadi ibu yang hebat, kemudian menjadikan anak-anaknya kelak seseorang yang lebih hebat dari diri ibunya. <strong><em>(rrd/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FKIP Melawan Pungli </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkip-melawan-pungli/baca </link>
<guid> bem-fkip-melawan-pungli </guid>
<pubDate> Sat, 24 Dec 2016 09:03:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rizaldo Gubernur BEM FKIP 2016/2017 (Foto: Khajjar Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkip-melawan-pungli/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6BZBZr85c3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM FKIP Melawan Pungli</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Gerakan bawah tanah. Begitulah ungkapan yang kiranya pantas menjelaskan fenomena pungli yang terjadi di FKIP Unmul, menurut Rizaldo, Gubernur BEM FKIP. Terjadi secara rapi dan sistematis, pungli bukan lagi barang baru di kampus para pendidik. Apalagi, 2012 silam, salah satu dosen Penidikan Jasmani dipecat sebab kedapatan melakukan praktik pungli.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kasus pungli ini sudah mengakar dan menjamur di FKIP. Mengakar, artinya sudah lama. Umumnya dosen yang melakukan. Sedangkan menjamur, maksudnya dosen ikut-ikutan juga,&rdquo; terang Aldo saat ditemui <em>Sketsa</em> (21/12).</p><p style="text-align: justify;">Terbaru, indikasi pungli terjadi di Unit Pelaksana Teknis Praktik Pengajar Lapangan (UPT PPL) terkait wewenang aparatur sipil negara yang melakukan tindakan tanpa mengantongi izin dari dekan. Yakni, membuka penjilidan laporan, fotokopi dan legalisir berbayar.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dialami juga oleh Aldo. Ditambah laporan dari sejumlah dari mahasiswa, Aldo makin yakin praktik pungli memang masih langgeng di kampusnya. Lebih-lebih, harga yang dipatok untuk satu urusan berbeda dengan jasa yang sama di luar kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kabar yang tersiar, penjilidan di UPT dengan di luar berbeda nilainya. Harga berbeda, saya jilid di Jalan Pramuka empat rangkap, fotokopi tiga rangkap itu Rp 64.900 ribu. Di UPT menjilid saja tanpa fotocopy bisa 60- 80 ribuan,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak tinggal diam, tertanggal 1 Desember lalu, bersama pihaknya Aldo telah mengirimkan surat kepada Dekan FKIP terkait dugaan praktik pungli di UPT. PPL tersebut. Bak gayung bersambut, surat itu mendapatkan jawaban tegas dengan dikeluarkannya surat pemecatan untuk kepala UPT dan pemindahan tugas dua orang staf pada 5 Desember.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Pendidikan Sejarah itu pun menambahkan, masih ada praktik pungli dalam bentuk lain. Misalnya, penjualan buku oleh dosen dengan dalih sebagai kebutuhan mahasiswa. Meski begitu, Aldo bersyukur tindakannya mendapatkan dukungan penuh dari Dekan FKIP. &rdquo;Dekan menyampaikan sendiri silakan lapor dan secara terbuka mencari informasi tentang pungli&rdquo; ucap Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, BEM FKIP memang tengah mengawal dugaan kasus pungli di lima program studi (prodi) di FKIP. BEM FKIP berkomitmen bersama lembaga mahasiswa menciptakan FKIP bersih dari pungli pada 2017. <strong><em>(krv/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Raditya Dika Keluar Habitat Demi Hangout </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/raditya-dika-keluar-habitat-demi-hangout/baca </link>
<guid> raditya-dika-keluar-habitat-demi-hangout </guid>
<pubDate> Sun, 25 Dec 2016 08:22:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Hangout", bukti bahwa Raditya Dika mencoba keluar dari zona amannya dan mengambil risiko membuat film berbau pembunuhan.(Sumber foto: jadiberita.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/raditya-dika-keluar-habitat-demi-hangout/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BTKSu5Z8v1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Raditya Dika Keluar Habitat Demi Hangout</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>Hangout (2016)</span></strong><span><br>Genre: Komedi-Thriller<br>Sutradara: Raditya Dika<br>Penulis Skenario: Raditya Dika<br>Produser: Sunil Samtani<br>Rumah Produksi: Rapi Films<br>Tanggal Rilis: 22 Desember 2016 (Indonesia)<br>Pemain: Raditya Dika, Titi Kamal, Soleh Solihun, Prilly Latuconsina, MathiasMuchus, Bayu Skak, Dinda Kanya Dewi, Surya Saputra, Gading Martin</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA -&nbsp;</span></strong><span>Musim liburan telah tiba, walaupun bagi sebagian mahasiswa masih harus bergulat dengan <em>seabrek</em> ujian dan tugas. Untuk menghilangkan rasa penat itu, akhir tahun ini Raditya Dika, penulis sekaligus sutradara, kembali dengan film komedi buatannya. Berbeda dengan film-film sebelumnya, kali ini Radit membawa tema komedi dan <em>thriller</em>. Kalau biasanya kita disajikan kegalauan cinta si Radit, kali ini kita akan disuguhkan kemisteriusan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagaimana Raditya Dika keluar dari zona amannya dan mengambil risiko membuat film berbau pembunuhan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di bintangi dan di sutradarai langsung oleh Radit sendiri. Dengan durasi 101 menit penonton dibawa untuk menebak-nebak siapakah dalang dari kemesteriusan yang hadir. Artis-artis ibu kota pun meramaikan film ini, seperti <span>&nbsp;</span></span><span><a href="http://www.wowkeren.com/seleb/prilly_latuconsina/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/" title="Prilly Latuconsina"><span>Prilly Latuconsina</span></a></span><span>,&nbsp;</span><span><a href="http://www.wowkeren.com/seleb/mathias_muchus/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/" title="Mathias Muchus"><span>Mathias Muchus</span></a></span><span>,&nbsp;</span><span><a href="http://www.wowkeren.com/seleb/titi_kamal/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/" title="Titi Kamal"><span>Titi Kamal</span></a></span><span>,&nbsp;</span><span><a href="http://www.wowkeren.com/seleb/gading_marten/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/" title="Gading Marten"><span>Gading Marten</span></a></span><span>, Bayu Skak, Soleh Solihun,&nbsp;</span><span><a href="http://www.wowkeren.com/seleb/surya_saputra/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/" title="Surya Saputra"><span>Surya Saputra</span></a></span><span>, dan&nbsp;</span><span><a href="http://www.wowkeren.com/seleb/dinda_kanya_dewi/#inbox/_blank" target="https://mail.google.com/mail/u/1/" title="Dinda Kanya Dewi"><span>Dinda Kanya Dewi</span></a></span><span>. Uniknya di sini mereka berperan layaknya diri mereka sendiri dan dengan nama karakter sama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kisah berawal dari undangan misterius &ldquo;Hangout&rdquo; mereka dibawa ke sebuah pulau terpencil, yang awalnya mereka pikir undangan tersebut membicarakan proyek besar. Sampai di pulau tersebut tak seorang pun yang mereka temui. Hingga mereka menemukan rumah besar di tengah hutan. Saat makan malam, tiba-tiba Mathias Muchus meninggal karena keracunan. Sejak saat itu dimulai &lsquo;lah pembantaian, satu demi satu korban mulai berjatuhan. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film ini sendiri sangat menghibur, aksi kocak para pemain cukup membekas. Karakter yang para tokoh mainkan pun natural. Bermain dengan pribadi mereka sendiri membuat film ini jadi lebih hidup. Banyak pesan-pesan tersirat yang disampaikan dalam film ini. Sindiran-sindiran halus yang memang sudah diketahui, tapi saat karakter itu disindir langsung oleh karakter lainnya, membuat kita tertawa terpingkal-pingkal. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari segi komedi memang sangat terasa, namun dari sisi <em>thriller-</em>nya masih sangat kurang.Kematian tokohnya berlangsung cepat sehingga ketegangan yang tersaji tidak terasa. Apalagi ternyata konflik masalah sebenarnya tidak sesuai ekspektasi. Awalnya kita berpikir masalah apa yang membuat hal tersebut terjadi, namun saat tahu akar permasalahannya itu terasa jauh. Wajar apabila sebagian dari kita akan merasa aneh dan mengganjal. Tidak gereget. &nbsp;&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu beberapa adegan lucu yang disampaikan juga terlalu <em>vulgar</em> untuk kaum hawa. Sehingga tidak sedikit saat kaum adam tertawa, perempuan justru bingung dengan apa yang ditertawakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ciri khas film-film Radit sebelumnya, pasti ditemukan narasi monolog dari Radit sendiri. Di mana berisi pesan-pesan dari inti cerita. Tapi itu takkan kita temui di film ini. Justru penonton yang harus menyimpulkan apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Radit.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hangout? Lucu mungkin iya, tapi untuk genre <em>thriller&nbsp;</em>Radit tampaknya perlu banyak belajar lagi. Atau jika tidak mau repot, silakan kembali ke habitatnya--membuat komedi percintaan saja.<strong><em>(asr/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dialah Ibu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dialah-ibu/baca </link>
<guid> dialah-ibu </guid>
<pubDate> Mon, 26 Dec 2016 08:44:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Dialah Ibu", sebuah puisi karya Muhammad Fakhrurozi, mahasiswa Fakultas Kehutanan 2012. (Sumber foto: fotografer.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dialah-ibu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SbbJx7bL5V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dialah Ibu</h1>
			              </header>
			              <p><span>Terjaga ia di kala malam saat orang lain terbuai di alam mimpi, ia rela memberi asupan untuk kita di masa bayi.&nbsp;</span></p><p><span>Dialah Ibu.<br><br>Saat kita beranjak remaja terkadang kita lupa akan hadirnya, dan cenderung menikmati kebersamaan dengan teman sebaya.&nbsp;</span></p><p><span>Namun cintanya tak pernah berkurang untuk kita. Dialah Ibu.<br><br>Menapaki kedewasaan kita semakin sibuk, kadang waktu untuknya hanyalah sisa dari kepadatan kegiatan yang kita lakukan.&nbsp;</span></p><p><span>Akan tetapi tak sedikit pun melunturkan kasih sayangnya.&nbsp;</span></p><p><span>Dialah Ibu.<br><br>Saat senja mulai menyapanya, saat renta mulai dialaminya.&nbsp;</span></p><p><span>Dia tetap menunggu kita datang bersama keluarga baru, membawa senyum dan tawa anak-anak kita, karena baginya itu adalah sebuah kebahagiaan.&nbsp;</span></p><p><span>Dialah Ibu.<br></span><br><span>Ibu, maaf jika anakmu ini sering bahkan, berbuat salah kepadamu.</span></p><p><span>Namun maaf yang engkau miliki tak pernah bertepi.<br>Terima kasih telah menjadi sosok inspirator dalam hidupku, dan selalu menjadi pendukung dalam setiap impianku.<br>I love you, Mom...<br><br>Hari Ibu hanya sebuah analogi, dari berjuta makna hadirnya ibu.<br>Karena sesungguhnya setiap waktu, setiap hari, setiap jam, setiap detik adalah hari ibu.<span><br></span></span></p><p>Ditulis oleh Muhammad Fakhrurozi, mahasiswa Fakultas Kehutanan, program studi Teknologi Hasil Hutan, angkatan 2012.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Denting Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/denting-diri/baca </link>
<guid> denting-diri </guid>
<pubDate> Mon, 26 Dec 2016 09:01:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Denting Diri, sebuah puisi karya Sintya Alfatika, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya 2016 (Sumber Foto: kulihatkurasakudengar.wordpress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/denting-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CD63HwVsOO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Denting Diri</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr">Lengkingan suara mulut<br>Saling memuntahkan <br>Tidak hanya satu<br>Fitnah yang hina</p><p dir="ltr">Tapak mengecap di jantung<br>Sambil berdenting<br>Bergerigi berjeruji<br>Lalu sang jiwa terpasung rapi</p><p dir="ltr">Mengiba insan yang terkutuk iba<br>Melambai harapan<br>Tapi seorang diri<br>Dalam sepi</p><p><br></p><p>Ditulis oleh Sintya Alfatika, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, program studi Sastra Indonesia 2016.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dugaan Pungli, Dekan FEB: Kami Sudah Ikuti Aturan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-pungli-dekan-feb-kami-sudah-ikuti-aturan/baca </link>
<guid> dugaan-pungli-dekan-feb-kami-sudah-ikuti-aturan </guid>
<pubDate> Tue, 27 Dec 2016 08:43:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Syarifah Hudayah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
(Foto: Khajjar Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-pungli-dekan-feb-kami-sudah-ikuti-aturan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ohgBFcjSjA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dugaan Pungli, Dekan FEB: Kami Sudah Ikuti Aturan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA&ndash;</span></strong><span>&nbsp;&quot;Kami telah melewati sidang dan menang, kami tidak menyalahi atau mengikuti prosedur dan lain-lain hanya kita ada beberapa hal yang perlu dipublikasi. Nah, ini kita bicarakan mana yang boleh.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kalimat itu diungkapkan oleh Syarifah Hudayah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang buka suara terkait isu pungli di S2 Magister Manajemen (MM).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kita punya Sistem Pengendali Internal (SPI) maka kita minta bantuan SPI. Yang mana boleh kita publikasi mana yang tidak, karena kita ada kontrak kerja sama dengan UGM itu lengkap ada laporan dan kontrak kerja,&quot; ucapnya kepada <em>Sketsa.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diantara sekian hal, salah satu yang dianggap janggal oleh mahasiswa MM mengenai program kuliah singkat adalah biaya. (Baca: <u><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&amp;q=http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bau-pungli-dalam-kuliah-singkat/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1482836762153000&amp;usg=AFQjCNEkF8IZc3Zg2jAQ3RZzIxaN6d2zcQ" href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bau-pungli-dalam-kuliah-singkat/baca" target="_blank"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bau-pungli-dalam-kuliah-singkat/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/bau-pungli-dalam-kuliah-singkat/baca</a></u>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan menurut Syarifah, biaya itu telah disampaikan kepada mahasiswa sebelum keberangkatan. Dan dia enggan membahas lebih lanjut karena merasa perkara itu sudah selesai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain dugaan pungli dalam program kuliah singkat MM, beberapa kabar seputar pungli yang lain juga kerap dikaitkan dengan FEB. Salah satunya ialah biaya saat melakukan legalisir. Untuk legalisir ijazah mahasiswa diminta membayar Rp2.500.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Legalisir memang ada aturannya berbayar dan sudah diketahui BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Selama ini tidak ada laporan, jadi aman-aman saja. Sudah mengimbau pejabat-pejabat kampus untuk melakukan sesuai aturan. Mahasiswa silakan koreksi dan evaluasi,&quot; tukas Syarifah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Syarifah berpandangan, FEB sudah cukup mengikuti ketentuan dan aturan yang diatur oleh buku pedoman Unmul. Selama dirinya menjabat pun tak pernah bertemu oleh mahasiswa yang melapor.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kita juga rapat dengan lembaga kemahasiswaan apa pun masalah terkait, mari kita bicarakan bersama. Pintu kami selalu terbuka, apa pun silakan informasi kan ke kami,&quot; tandasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, ditemui di waktu dan di tempat yang berbeda, Ketua SPI Unmul, Rahmat Soe&apos;oed enggan memberikan keterangan lebih lanjut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya tidak bisa memberikan pernyataan apa pun. Karena data yang dimiliki masih belum lengkap. Mungkin nanti kalau data dirasa sudah lengkap baru bisa berikan informasi,&quot; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dipihak lain, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Unmul, Saleh Usman menyampaikan bahwa sebagai Badan Layanan Umum (BLU), Unmul harus melalui satu pintu. Dalam kasus ini BAUK mengaku belum mendengar isu yang beredar sejak lama di wilayah FEB. Menurutnya, kasus apa pun haruslah dilakukan jika mendapat arahan dari SPI.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sesuai prosedur, jika ada hal yang menyimpang, maka akan kami berikan surat peringatan kepada pihak yang bersangkutan. Setelah mendapatkan rekomendasi dari pihak SPI,&quot; pungkasnya. <strong><em>(krv/adl/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perpolitikan FPIK: BEM Terpilih, DPM Nihil Calon </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perpolitikan-fpik-bem-terpilih-dpm-nihil-calon/baca </link>
<guid> perpolitikan-fpik-bem-terpilih-dpm-nihil-calon </guid>
<pubDate> Wed, 28 Dec 2016 08:16:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unmul (Sumber foto: kaltim.prokal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perpolitikan-fpik-bem-terpilih-dpm-nihil-calon/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5letSkoDhA.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Perpolitikan FPIK: BEM Terpilih, DPM Nihil Calon</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;-</strong><strong>&nbsp;</strong>Pemira di Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK) terpantau kondusif. Semenjak dibukanya pendaftaran pasangan calon (paslon) BEM FPIK pada awal Desember lalu, hingga jalannya perhitungan surat suara yang dikawal oleh DPM FPIK, tak ditemukan kendala berarti dalam pelaksanaannya.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan oleh Ali Supriansyah, Ketua KPPR Pemira FPIK 2016 saat ditemui (21/12). Ali menyebut, Pemira tahun ini berjalan lancar dengan mendapatkan dukungan penuh dari Dekan FPIK dan jajarannya. Wakil Dekan III FPIK, bahkan turut menghadiri proses perhitungan suara.</p><p style="text-align: justify;">Pemira yang digelar pada 20 Desember lalu itu memenangkan pasangan nomor urut 2, yakni Muhammad Al Kaushar-Aldy Median Halim sebagai Ketua dan Wakil BEM FPIK periode 2017. Mengantongi total suara sebanyak 308, Kaushar-Aldy sukses mengungguli rivalnya, Muhammd Alif Syahrizan-Ihsan Hidayat yang harus puas dengan perolehan 254 surat suara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari perhitungan total surat suara sebanyak 562, terdapat 6 suara yang tidak sah. Meningkat dari tahun sebelumnya, pemilih hanya sebanyak 325 orang,&rdquo; terang Ali.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Ali mengungkapkan, Pemira tahun ini merupakan rangkaian agenda Sidang Umum Keluarga Mahasiswa (Sukma). Selain sidang pembahasan AD, ART, dan GBHO lembaga mahasiswa se-FPIK.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sidang tersebut dihadiri lembaga mahasiswa se-FPIK, mahasiswa FPIK serta para alumni sebagai peninjaunya. Kami turut mengundang mahasiswa. Hal ini bertujuan agar mahasiswa juga dapat memantau langsung jalannya persidangan,&rdquo; kata mahasiswa jurusan Budidaya Perairan 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, Ketua DPM FPIK 2015/2016 Candra Aldi Zulikram mengatakan, Pemira tahun ini masih menggunakan peraturan yang lama untuk dipenuhi masing-masing calon. Mulai syarat besaran IPK, semester, dan sebagainya. Perihal Sukma, kata Candra, diperoleh kesepakatan tentang musyawarah besar seluruh lembaga mahasiswa se-FPIK bakal disamaratakan. Tujuannya, untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa FPIK yang ingin mendaftar di BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selayaknya sidang, Sukma tak hanya diperuntukkan untuk membahas AD dan ART, tapi juga evaluasi kinerja BEM FPIK selama setahun terakhir. Permasalahan seperti tuntutan mahasiswa yang belum terakomodir, hingga persoalan fasilitas kampus yang belum juga terselesaikan tak boleh luput dari pembahasan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Candra pun mengatakan, untuk DPM saat ini masih sukar mencari calon. &ldquo;Tahun lalu, Ketua DPM dipilih dari mufakat Sukma. Tapi sekarang, Ketua DPM harus dari delegasi setiap lembaga. Sampai sekarang Sukma masih berjalan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Candra berharap, Ketua dan Wakil Ketua BEM yang terpilih dan bakal calon DPM selanjutnya mampu berperan aktif sebagai penyalur aspirasi mahasiswa FPIK serta meningkatkan gairah mahasiswa untuk mau berorganisasi. Partisipas mahasiswa dalam perpolitikan kampus FPIK juga sangat dinantikannya. <strong><em>(myg</em></strong><strong><em>/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hadapi Ujian, Jangan Gelagapan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/hadapi-ujian-jangan-gelagapan/baca </link>
<guid> hadapi-ujian-jangan-gelagapan </guid>
<pubDate> Wed, 28 Dec 2016 08:33:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menghadapi UAS yang tinggal menghitung hari, persiapkan dirimu sebaik mungkin. (Sumber foto: okezone.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/hadapi-ujian-jangan-gelagapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y6CFL0xX4m.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hadapi Ujian, Jangan Gelagapan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Memasuki minggu tenang, mahasiswa pun menyiapkan diri untuk menghadapi ujian semester. Ada pula mahasiswa yang tak tenang atau mungkin malah bersenang-senang? Kali ini <em>Sketsa&nbsp;</em>mengulas tentang persiapan ujian dan cara menghadapinya.</p><p style="text-align: justify;">Ada Randa Ahmad Fauzi dan Devi Aprisanti Ritonga, dua mahasiswa Pendidikan Biologi ber-IP 4 ini akan berbagi tipsnya.</p><p style="text-align: justify;">Randa, angkatan 2014 ini mengaku tak ada yang berbeda dari caranya belajar. &ldquo;Ketika perkuliahan didengar bener-bener, dirangkai dengan kalimat sendiri, di rumah mengulang garis besarnya saja,&rdquo; ucap Randa yang sekarang menjadi asisten dosen itu.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Devi, yang kadang juga Sistem Kebut Semalam (SKS). &ldquo;Tapi waktu di kelas, saya perhatikan dan pahami bener-bener apa yang disampaikan dosen atau yang dipresentasikan teman-teman,&rdquo; ujar mahasiswi semester 5 itu.</p><p style="text-align: justify;">Tahu enggak? Ternyata tipe belajar setiap orang itu berbeda-beda. Seperti dilansir dari <em>edukiper.com</em>, ada tiga tipe belajar, yakni visual, <em>auditory</em> dan kinestetik. Contoh belajar Randa dan Devi ini temasuk tipe <em>auditory</em>. Tipe ini cenderung memanfaatkan pendengaran, sehingga proses belajar dilakukan dengan cara menyerap informasi berdasarkan apa yang mereka dengar, baik dari dosen atau teman. Sedangkan tipe visual memanfaatkan penglihatan, dan kinestetik melalui gerak fisik atau praktik langsung. Kamu tipe yang mana?</p><p style="text-align: justify;">Selain itu ada waktu efektif untuk mudah menyerap materi. Ingat ya, setiap individu itu berbeda! Seperti halnya Randa, antara jam 7 dan 8 malam, merupakan waktu efektif baginya mengulang materi. Berbeda dengan Devi, gadis yang aktif di beberapa organisasi itu, mengaku waktu efektifnya jam 11 malam hingga 2 dini hari. Cari waktu efektifmu ya!</p><p style="text-align: justify;">Perihal SKS, ada kepanjangan lainnya, yakni Sistem Kebut Sekejap. Pagi ujian, pagi itu juga belajarnya. Bagi Randa, ujian selayaknya memang harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari secara sistematis. Mengingat, tidak ada keberhasilan dari usaha yang instan.</p><p style="text-align: justify;">Menghadapi ujian pun tak perlu grogi, pahami materi bukan menghafal. Sebab, jika menghafal dan tiba perasaan grogi, apa yang dihafal sebelumnya akan buyar seketika. Randa dan Devi sepakat, bahwa belajar itu harus dipahami konsepnya, jadi mau bagaimana pun materi itu dikembangkan pasti dimengerti. Nah, bila rasa jenuh tiba ketika kamu belajar, beristirahatlah! Jangan memaksakan diri. Sebab, materi tak akan masuk jika pikiran sudah mulai tak fokus.</p><p style="text-align: justify;">Penting juga, menjaga kondisi tubuh tetap prima. Pastikan sebelum ujian sarapan terlebih dahulu, minimal ada yang mengganjal perut. Sebab, jika perut kosong pasti menyulitkan untuk berpikir dan jangan berlebihan. Makan berlebih menyebabkan rasa kantuk<em>&nbsp;lho</em>!</p><p style="text-align: justify;">Ketika ujian berlangsung, atur strategi. Pilah soal mudah dan sulit. Jangan menghabiskan waktu untuk menjawab pertanyaan yang sulit. Tetap optimis dan berdoa. Lakukan proses dengan benar, hasil terbaik timbul dari proses yang benar. Di akhir, terapkan evaluasi diri. Baik evaluasi tentang cara belajar atau menghadapi ujian. Jika terbiasa mengevaluasi diri, ke depan hasilnya tentu akan lebih baik. <strong><em>(asr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sanksi atau Meja Hijau untuk D </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-atau-meja-hijau-untuk-d/baca </link>
<guid> sanksi-atau-meja-hijau-untuk-d </guid>
<pubDate> Thu, 29 Dec 2016 01:30:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pencemaran nama baik melalui media sosial telah diatur dalam UU ITE Pasal 27 ayat 3. (Sumber ilustrasi : LensaRemaja.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-atau-meja-hijau-untuk-d/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7ySLptd5WK.png" />
					</figure>
			                <h1>Sanksi atau Meja Hijau untuk D</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>&ldquo;Saya tidak setuju jika status itu dibilang kritik, itu fitnah!&rdquo; pekik Dekan FISIP Muhammad Noor dalam suaranya, saat dikonfirmasi perihal status Facebook D, mahasiswi Sosiatri, beberapa waktu lalu. Sekalipun tidak menyebutkan langsung pihak yang disasar, Noor nyatanya mampu mencium status itu ditujukan kepada siapa.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Noor mengatakan status sindiran tersebut sukses membuat pihaknya meradang. Kalimat yang digunakan D menurutnya terlalu vulgar dan berisikan kebencian semata. Tak layak disebut kritik mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang tidak mengenakkan itu ada kata-kata goblok dalam status tersebut. Siapa lagi yang dibilang goblok kalau bukan kami,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">(Baca berita sebelumnya: <u><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengkritisi-terancam-sanksi-balada-status-fb-mahasiswi-sosiatri/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengkritisi-terancam-sanksi-balada-status-fb-mahasiswi-sosiatri/baca</a></u>)</p><p style="text-align: justify;">Bersama jajarannya, ia kini tengah mempersiapkan rapat khusus menindaklanjuti kasus D. Oleh sebab kesibukan, kata Noor, rapat baru terlaksana satu kali. Perihal sanksi macam apa yang kelak menampar muka D hingga sekarang belum ditetapkan. Agar tak salah langkah, dalam waktu dekat Noor akan berkonsultasi langsung dengan Wakil Rektor I.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami harus mempelajarinya dulu. Tentu saja harus sesuai dengan aturan pedoman akademik yang berlaku. Kami juga akan segera berkonsultasi dengan Wakil Rektor I,&rdquo; ucap Noor.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, mantan Kepala Prodi Pemerintahan Integratif (PIN) itu menegaskan, sanksi tetap akan dijatuhkan. Sebab jika tidak, sejumlah dosen dan pegawai FISIP Unmul mengancam akan membawa kasus ini ke meja hijau. Menjerat D dengan tuduhan pelanggaran pasal UU ITE.</p><p style="text-align: justify;">Status D yang telanjur menyeruak ke permukaan, disadari Noor sebagai bentuk keresahan yang dirasakan mahasiswanya. Kepada siapa pun yang ingin menuliskan status di media sosial, Noor berpesan untuk mempertimbangkan adanya rambu-rambu bernama UU ITE.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak bangga ketika kami menjatuhkan sanksi. Tapi, ada saatnya kami harus tegas untuk memberikan pembelajaran. Karena akan menjadi tidak adil sebuah lembaga jika setiap anggota bisa seenaknya melakukan apa yang dia mau. Maka untuk D sanksi juga pasti akan ada. Bisa jadi skorsing, bisa dalam bentuk lain,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diatur dalam UU ITE Pasal 27 ayat 3 tentang pelanggaran pencemaran nama baik, disebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.</p><p style="text-align: justify;">Pasal tersebut memang menekankan pada unsur kesengajaan. Namun, seseorang baru bisa&nbsp;dikatakan melanggar apabila mencakup semua unsur dalam pasal. Adapun, jika benar melanggar, maka ganjarannya adalah kurungan penjara maksimal enam tahun dan denda sebesar Rp 1 Miliar. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dekan FISIP dan D Bicara dari Hati ke Hati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-dan-d-bicara-dari-hati-ke-hati/baca </link>
<guid> dekan-fisip-dan-d-bicara-dari-hati-ke-hati </guid>
<pubDate> Thu, 29 Dec 2016 07:49:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber ilustrasi : thetanjungpuratimes.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-dan-d-bicara-dari-hati-ke-hati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OUjvLadvdb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dekan FISIP dan D Bicara dari Hati ke Hati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Keruhnya kasus status Facebook mahasiswi berinisial D akhirnya membuat Dekan FISIP Muhammad Noor memanggil D di hadapannya. Noor ingin bicara sekaligus mempertanyakan banyak hal dengan D. Saat itu D tak pergi menghadap dengan tangan kosong. Dia membawa sepucuk surat permohonan maaf lengkap dengan materai di atasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia (D) kelihatan sangat sedih. Dia tidak banyak membela diri, hanya terus-terusan minta maaf,&rdquo; kata Noor kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Kepada Noor, D mengatakan sebelumnya telah lebih dulu dipanggil Kepala Prodinya, Lisbet Situmorang. Pada pertemuan itu pula, Noor menyampaikan keberatan pihaknya atas status yang ditulis D.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nak, kasus ini menyangkut nama baik lembaga dan pribadi masing-masing orang yang merasa terluka dengan adanya statusmu. Siapa pun yang tersinggung bisa saja mengadukan kamu dengan membawa pasal UU ITE. Saya bilang begitu,&rdquo; kisah Noor.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Noor juga meminta D untuk hati-hati menggunakan media sosial. Diam-diam Noor mengamati gerak-gerik D yang diketahuinya ikut mengomentari status Facebook salah satu dosen dengan nada sindiran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya perhatikan dia beberapa kali menuliskan status bernada kesal dan menyindir kami. Sebelumnya dia mengomentari status ibu Sri Murlianti (dosen FISIP). Itu sudah mulai-mulai. Sesudah itu dia membuat status sendiri lagi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait oknum yang mendorong D untuk menuliskan status demikian, Noor hingga kini tak berhasil mendapatkan jawaban. Sekalipun satu nama secara berulang-ulang muncul dalam keruhnya kasus ini, D hanya menjawab teman-temannya yang mendesak dia untuk menuliskan status bumerang tersebut. Perihal besaran UKT yang juga disinggung D dalam statusnya pun tak luput dari daftar pertanyaan Noor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tanya siapa yang memberitahu dia kabar begitu, dia tidak pernah mau kasih tahu. Alasannya dia pusing karena teman-temannya mendesak dia supaya berbuat sesuatu. Saya tanya siapa teman-temanmu itu? Apakah situasinya sudah sedemikian genting sehingga kamu menulis itu? Dia bilang, dia sudah tidak tahu lagi. &lsquo;Saya pusing. Saya stres, Pak. Teman-teman saya sudah tidak mau tahu lagi.&rsquo; Lalu, saya tanya UKT kamu berapa, ternyata Rp 500 ribu. Itu golongan terendah UKT di FISIP. Alasannya mewakili kegelisahan teman-temannya juga,&rdquo; beber Noor sambil memeragakan percakapannya dengan D.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, Noor masih belum bisa memastikan sanksi apa yang akan dijatuhkan. Adapun, yang telanjur beredar luas di media, sanksinya adalah skorsing selama satu semester. &ldquo;Itu bisa jadi, tapi kami akan rapatkan dulu. Sanksi pasti ada, tidak bisa tidak,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ada Apa di Balik Terjunnya Dana Bantuan KKN Tematik Revolusi Mental? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-apa-di-balik-terjunnya-dana-bantuan-kkn-tematik-revolusi-mental/baca </link>
<guid> ada-apa-di-balik-terjunnya-dana-bantuan-kkn-tematik-revolusi-mental </guid>
<pubDate> Fri, 30 Dec 2016 05:58:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat Pernyataan Sikap KKN Tematik Revolusi Mental tahun 2016 (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-apa-di-balik-terjunnya-dana-bantuan-kkn-tematik-revolusi-mental/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ANtLTaxxlA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ada Apa di Balik Terjunnya Dana Bantuan KKN Tematik Revolusi Mental?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;-</strong> Pada Juli hingga Agustus lalu, Unmul melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN). Masa KKN memang telah berlalu, tapi masih menyisakan sesuatu yang mengganjal di baliknya.</p><p style="text-align: justify;">Pada KKN edisi 42 itu, kali pertama program Revolusi Mental (RM) milik pemerintah diselipkan. Program ini merupakan kerja sama Unmul dan LP2M dengan dua kementerian RI, yakni Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.</p><p style="text-align: justify;">Tubuh RM terdiri dari tiga program, yakni Indonesia Bersih, Indonesia Melayani, dan Indonesia Tertib. Pada pembagiannya ada 30 kelompok KKN terpilih dari tiga regional, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui dana bantuan yang turun dari kementerian untuk pelaksanaan KKN Tematik Revolusi Mental ini sebesar Rp 200 juta. Mendapat potongan Rp 20 juta untuk biaya operasional, sehingga tersisa 180 juta yang siap dibagi ke 30 kelompok KKN.</p><p style="text-align: justify;">Sewaktu pembekalan KKN RM di Gedung Rektorat lantai 4 pada 21 Juni lalu, dijelaskan oleh Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, juga selaku penanggung jawab KKN Tematik Revolusi Mental, Encik Akhmad Syaifudin, bahwa setiap kelompok mendapat bantuan dana sekitar Rp 6 juta. Ditambah bantuan perlengkapan berupa satu sapu, alat pel, flashdisk 16 GB, dan kertas HVS A4 satu rim kepada masing-masing kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Namun, beberapa minggu berlalu dan mahasiswa mulai melaksanakan program KKN RM, kabar pemberian dana tak kunjung tiba. Merasa diberi harapan palsu, pada 19 Agustus beberapa mahasiswa yang lokasi KKN-nya di Samarinda, serta perwakilan dari Balikpapan dan Kukar, mencoba melakukan konsolidasi terkait kucuran dana RM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sepakat adakan audiensi dengan pihak WR III dan stafnya. Saat itu kita minta transparansi dana dan minta tunjukan RAB (Rancangan Anggaran Bantuan). Tapi, RAB-nya itu hanya boleh dipinjam tak boleh di foto atau diperbanyak,&rdquo; ujar Samorga Yosier kepada <em>Sketsa</em><em>,</em><em>&nbsp;</em>Selasa (27/12).</p><p style="text-align: justify;">Gerak-gerik keanehan kembali tercium saat pihak WR III dan jajarannya mengatakan bahwa potongan dana untuk perlengkapan sebesar Rp 1 juta. &ldquo;Bayangin aja, untuk sapu, flashdisk, alat pel sama kertas itu berapa sih? Kalau itu sejuta dikali 30 kelompok, 30 juta anggarannya?&rdquo; cetusnya heran.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan juga ada potongan lain seperti biaya konsumsi, pembiayaan akomodasi, dan transportasi dosen pembimbing (dospem).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsumsi pas pembekalan, seingat saya enggak ada. Apalagi waktu itu bulan puasa. Kalau dospem di awal sampai pertengahan KKN belum ada. Munculnya, pas kita mau selesai KKN,&rdquo; jelas Samorga.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gigit Jari Karena Tidak Sesuai Janji</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak puas dengan hasil audiensi pertama, mahasiswa kembali menyusun audiensi kedua pada 23 Agustus. Untuk mempertegas maka dibuatlah Surat Pernyataan Sikap KKN Tematik Revolusi Mental. Yang di dalamnya memuat tiga hal.</p><p style="text-align: justify;">Isi poin pertama, setiap kelompok KKN tidak akan mengumpulkan laporan pertanggungjawaban apabila tidak ada dana yang diterima. Kedua, mekanisme pencairan dana tetap mengacu pada mekanisme awal selambat-lambatnya 30 Agustus 2016. Ketiga, pihak birokrat memberi jalur kepada mahasiswa KKN Tematik Revolusi Mental untuk mengawasi dan mengawal transparansi dana.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, surat bermaterai dan diketahui WR III itu tak memberi pengaruh apa pun. Mahasiswa tetap menyetor laporan pertanggungjawaban, beserta bukti dokumentasi foto dan video sebagai syarat utama pencairan dana. Setelah cair pun, dana bantuan yang diterima nyatanya tidak sesuai dengan wacana awal yakni sebesar Rp 6 juta. Ada kelompok hanya menerima Rp 1,2 juta, Rp 1,25 juta, Rp 1,75 juta, dan Rp 1,95 juta. Tidak ada yang persis menerima sampai atau lebih dari Rp 2 juta. Alih-alih mendapat ganti, mahasiswa mesti gigit jari.</p><p style="text-align: justify;">Meski dinilai terlambat untuk mengungkap hal ini kepada khalayak, karena masa KKN telah lama berakhir dan rektorat pun di pengujung tahun telah tutup buku, Samorga tak ingin hal ini selesai begitu saja tanpa kejelasan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun KKN ini tidak mengenal kata pamrih dan tak mengejar materi. Tapi ini penting, karena menyangkut anggaran yang telah diamanatkan menjadi hak kita. Jika transparan dari awal dan enggak menyulitkan mahasiswa, mungkin kami juga enggak curiga,&rdquo; terang mahasiswa Manajemen 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang yang jadi pertanyaan di benak Samorga dan mahasiswa KKN RM lainnya, ke manakah sisa dana KKN RM yang mestinya diterima secara utuh itu? <strong><em>(jdj/</em></strong><strong><em>wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Noor Ungkap Cerita di Balik Hengkangnya Ika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/noor-ungkap-cerita-di-balik-hengkangnya-ika/baca </link>
<guid> noor-ungkap-cerita-di-balik-hengkangnya-ika </guid>
<pubDate> Fri, 30 Dec 2016 07:42:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekan FISIP Unmul, Muhammad Noor M.Si, mengungkapkan alasan di balik hengkangnya Dosen Muda FISIP Unmul, Ika Rahayu Anggraini. (Sumber foto: Unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/noor-ungkap-cerita-di-balik-hengkangnya-ika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QBHGR3niHl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Noor Ungkap Cerita di Balik Hengkangnya Ika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Bola panas itu dimulai pada 30 November 2016 saat mahasiswi Sosiatri FISIP berinisial D menuliskan kegelisahan atas perginya Ika Rahayu Anggraini, dosen muda yang baru satu tahun mengajar di kampusnya. D memuat kalimat-kalimat itu di status Facebook. Yang tanpa dia sadari, status itu rupanya memicu amarah dari jajaran birokrat FISIP yang merasa disasar dan menjadi inti gelisah D.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya (20/12), Dekan FISIP Muhammad Noor, gamblang mengungkap cerita di balik hengkangnya Ika. Tiga bulan lalu, Kaprodi Sosiatri Lisbet Situmorang, menyambangi ruangannya dengan membawa surat pengunduran diri atas nama Ika Rahayu Anggraini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bertanya ke Bu Lisbet, kenapa Bu Ika harus mundur? Seingat saya, Bu Sri Murlianti (dosen FISIP) dulu mati-matian memperjuangkan supaya Bu Ika bisa masuk dan mengajar di sini dan saya terima sebagai dosen luar biasa karena memang kurang formasi. Seandainya saya bisa ketemu dengan orangnya langsung saya akan melarangnya untuk mundur. Bu Lisbet bilang, orangnya tidak ada dan dia hanya menyampaikan surat saja,&rdquo; terang Noor.</p><p style="text-align: justify;">Mengaku tak ingin menghambat, surat itu akhirnya mendapatkan gurat disposisi dari tangan Noor. &ldquo;Saya tulis di proses sesuai ketentuan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekalipun surat telah di disposisi, alasan di balik hengkangnya Ika masih menyisakan tanda tanya di benak Noor. Rasa penasaran itu akhirnya terjawab saat Ika hendak berpamitan sekaligus mengutarakan alasan kepergiannya kepada Noor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia (Ika) bilang dia mau menikah dan mengikuti suaminya yang bekerja di Yogyakarta. Aduh, kalau alasannya itu tentu saya tidak bisa melarang. Bahkan, saya tawari Bu Ika biar suaminya saja yang bekerja di sini. Bu Ika waktu itu hanya tertawa saja. Sepertinya dia mantap dengan pilihannya,&rdquo; ucap Noor memeragakan percakapannya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati berat, lanjutnya, ini sudah keputusan Ika. FISIP memang sedang krisis tenaga pengajar muda yang berkualitas, khusunya untuk program studi Ilmu Sosiatri. Akhir percakapannya dengan Ika, dianggap Noor sebagai akhir dari segalanya. Lantas terkejut dia ketika mendapati status D yang muncul ibarat busur panas di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah itu ya sudah, sampai beberapa hari kemudian muncul status D itu. Kalimatnya itu seakan-akan saya yang memberhentikan Ibu Ika. Mendepak dia tulis. Saya kecewa, itu konsumsi publik, siapa pun bisa baca. Sampai-sampai Ibu Kaprodinya sendiri yang ke sini melapor dan menyampaikan keberatan dengan membuat surat khusus untuk saya. Dia minta supaya mahasiswi itu diberi sanksi,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini belum ada ketetapan terkait sanksi yang akan diberikan kepada D. Pun UU ITE Pasal 27 ayat 3 yang tampil dan digaungkan dalam kasus ini masih abu-abu untuk digunakan atau tidak. Meski begitu, jeratan pasal pencemaran nama baik dapat dijatuhkan ketika sempurna seluruh unsur yang ada, yakni unsur kesengajaan dan tanpa hak mendistribusikan. Kedua unsur tersebut sifatnya kumulatif. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Sisi TBU, Lalai Mahasiswa atau Lalai Akademik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-sisi-tbu-lalai-mahasiswa-atau-lalai-akademik/baca </link>
<guid> dua-sisi-tbu-lalai-mahasiswa-atau-lalai-akademik </guid>
<pubDate> Sat, 31 Dec 2016 09:20:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Musim ujian telah tiba. Saat di mana para pejuang toga menunjukkan hasil pembelajaran yang diperoleh selama satu semester. (Sumber foto: Jurnalpost.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-sisi-tbu-lalai-mahasiswa-atau-lalai-akademik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DD09xjpmpH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Sisi TBU, Lalai Mahasiswa atau Lalai Akademik</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA - </strong>Musim ujian telah tiba. Saat di mana para pejuang toga menunjukkan hasil pembelajaran yang diperoleh selama satu semester. Pemahaman mahasiswa atas materi perkuliahan akan dibuktikan melalui panggung bernama ujian akhir semester (UAS). Namun, terkadang beberapa mahasiswa mesti kandas karena di vonis mengidap TBU alias tidak boleh ujian.</p><p>Jika di atas kartu ujian mahasiswa tertera tulisan TBU maka mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan mengikuti UAS. Sementara syarat agar tidak TBU adalah absensi mahasiswa di mata kuliah terkait tidak boleh alpa lebih dari empat kali atau menghadiri 80 persen dari total pertemuan. Dalam satu kelas biasanya ada saja mahasiswa yang mengalami TBU. Alasannya macam-macam, dari yang memang lalai sampai pemulihan akibat sakit.</p><p>Seperti dialami oleh Deva Douhan, mahasiswa Sastra Inggris 2015 tersebut di vonis TBU di mata kuliah Teori dan Praktik Penerjemah. Deva telah melanggar perjanjian tidak tertulis dengan dosen di mata kuliah terkait. Dari yang halal tiga kali alpa, Deva menembus angka itu dan diganjar TBU.</p><p>&ldquo;Kadang semangat mahasiswa ada naik turunnya, di samping itu juga saya ada masalah di mata kulaih jam siang. Dan, mata kuliah yang saya TBU itu ada di jam pagi sementara saya tipe orang yang susah bangun pagi,&rdquo; aku Deva kepada <em>Sketsa</em>.</p><p>Deva dan kelalaian yang dia bawa bisa jadi mewakili mahasiswa TBU kebanyakan. Tetapi, beda cerita dengan yang dialami Juliet Wilhelmina atau biasa disapa Ju. Ju diganjar TBU karena faktor kelalaian pihak akademik.</p><p>&ldquo;Waktu itu aku sakit. Aku ada ngasih surat sakit dua atau tiga buah yang diantar sama omku ke prodi dan akademik. Soalnya saat itu aku masih di Makassar,&rdquo; kata mahasiswa Hubungan Internasional (HI) 2014 itu.</p><p>Kasus TBU Ju terjadi saat ia tengah duduk di semester satu. Kala itu dia tidak masuk kuliah selama dua hingga tiga bulan karena mesti dirawat di rumah sakit pasca-operasi akibat cedera saat berlatih taekwondo untuk suatu kejuaraan di Kota Daeng.</p><p>Ketika pulih dan masuk kuliah Ju segera mengecek absensinya, ia terkejut karena ternyata mendapat TBU. Tak cukup satu, tapi delapan di semua mata kuliah yang dia ambil. Karena merasa telah menyerahkan surat sakit sebelumnya, Ju kemudian melapor ke akademik dan prodi di mana suratnya telah diantar.</p><p>&ldquo;Aku ke akademik ngelapor dan katanya enggak ada sama sekali suratku masuk,&rdquo; tukas Ju.</p><p>Ju terpaksa mencari bolak-balik ke akademik FISIP hingga prodi HI, selama sekitar empat hari sebelum akhirnya berhasil menemukan surat sakit miliknya. Namun, surat yang ditemukan hanya satu dari tiga surat yang dia antar. Ju menilai pihak kampus telah lalai dalam mengurus perizinan surat sakit.</p><p>&ldquo;Aku ngerasa kok enggak bertanggung jawab sih, kan ini bukan kesalahanku. Sudah dikasih ke pihak kampus dan waktu itu aku masih maba,&rdquo; ucapnya.</p><p>Akhirnya setelah menjalani proses perbaikan, dari delapan mata kuliah yang TBU Ju diperbolehkan untuk mengikuti ujian di tujuh mata kuliah. Sedangkan satu mata kuliah lainnya yakni Ilmu Kealaman Dasar (IKD) ia tetap TBU. <strong><i>(rrd/fqh</i></strong><strong><i>/wal</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN RM Belum Memiliki Aturan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-rm-belum-memiliki-aturan/baca </link>
<guid> kkn-rm-belum-memiliki-aturan </guid>
<pubDate> Sat, 31 Dec 2016 10:21:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua LP2M Unmul, Susilo menjelaskan kementerian ternyata tak memiliki aturan baku untuk melaksanakan program KKN RM. (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-rm-belum-memiliki-aturan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/foFaqKMmSj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN RM Belum Memiliki Aturan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Dalam kecurigaan dana KKN Revolusi Mental (RM) mahasiswa sempat menyatakan sikap lewat sepucuk surat. Isi salah satu poinnya, mahasiswa menolak mengumpulkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) apabila tidak ada dana diterima. Nyatanya, pasca-KKN mahasiswa tetap mengumpulkan LPJ setelah pihak WR III menyebut, ada laporan maka ada uang ganti. Diberi iming-iming seperti itu, mahasiswa pun manut.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, ada beberapa kelompok KKN RM tetap menolak mengumpulkan LPJ. Salah satunya kelompok KKN yang diketuai oleh Guruh Futhu Syurowo. Mereka memilih tak menyetorkan LPJ karena tak sesuai dengan surat yang disepakati. Bahwa dana semestinya cair sesuai kesepakatan saat audiensi kedua pada 23 Agustus yakni sekitar Rp 3 juta.</p><p style="text-align: justify;">Adapun selama KKN, Guruh dan kawan-kawan telah melaksanakan program KKN RM dengan menggunakan dana kas kelompok.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang belum jelas, mending tahun depan enggak usah diadakan lagi, daripada bikin PHP,&rdquo; ucap Guruh.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-apa-di-balik-terjunnya-dana-bantuan-kkn-tematik-revolusi-mental/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-apa-di-balik-terjunnya-dana-bantuan-kkn-tematik-revolusi-mental/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-apa-di-balik-terjunnya-dana-bantuan-kkn-tematik-revolusi-mental/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang mengumpul LPJ pun tidak langsung merasa puas. Indra Cahya Pramukti, ketua kelompok KKN lainnya yang mengumpul LPJ menerima dana tidak sesuai dengan bukti yang disetor. Dengan kata lain, pengeluaran pihak Indra tidak tertutupi oleh dana yang diterima.</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah akhir tahun dan rektorat telah tutup buku, Indra tak ingin masalah ini mengambang. Perlu ada kejelasan sebagai wujud pembenahan pelaksanakan KKN ke depannya. Menurut Indra, dana KKN RM mesti direalisasikan di awal agar dapat mendukung program KKN RM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak ada transparansi anggaran ke mahasiswa KKN RM. Ini mesti diluruskan,&rdquo; tegas pria yang saat itu menjabat koordinator wilayah KKN Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Indra juga mengeluhkan ketika program KKN RM selesai, administrasinya belum tersusun dengan baik. Hal itu dilihat dari tak adanya standar operasional prosedur (SOP). Menteri Adkesma BEM KM 2017 itu, mengajak mahasiswa KKN RM untuk mengulik kembali kejelasan kasus ini. Meski beberapa anggota KKN RM sudah tak ingin membahasnya lebih larut.</p><p style="text-align: justify;">Di lain pihak Ketua LP2M Unmul, Susilo menjelaskan perihal KKN memang ranahnya. Namun, oleh kementerian mewenangkan program KKN RM kepada Wakil Rektor (WR) III. Tetapi, dalam pembahasan Susilo dan pihaknya tetap dilibatkan. &ldquo;Karena Pak Encik enggak mau terlepas dari sini sama sekali,&rdquo; ucap ketika ditemui <em>Sketsa,&nbsp;</em>Jumat (30/12).</p><p style="text-align: justify;">Perihal teknis dana serta laporan yang memang dilimpahkan ke WR III, LP2M tak mengetahui lebih jauh. Sebab, memang bukan tanggung jawabnya, pun ia tak menahu siapa yang dinilai bersalah.</p><p style="text-align: justify;">Susilo pun menjelaskan kementerian ternyata tak memiliki aturan baku untuk melaksanakan program KKN RM. Ambil contoh KKN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) yang bekerja sama dengan Kementerian PU-PERA, mengenai aturan sudah dibuat di awal, baru setelah itu KKN dilaksanakan. Sangat berbeda dengan KKN RM yang belum memiliki standar baku. Sehingga pelaksanaannya di universitas lain pun bisa berbeda-beda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seumpama enggak dijanjikan (dana), kemungkinan mahasiswa enggak komplain. Kalau belum jelas kenapa dibunyikan. Salahnya di situ saja sebenarnya,&rdquo; pungkasnya. <strong><i>(jdj/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kasus Status D, Pengamat Hukum Sebut Birokrat FISIP Berlebihan dan Tidak Mendidik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kasus-status-d-pengamat-hukum-sebut-birokrat-fisip-berlebihan-dan-tidak-mendidik/baca </link>
<guid> kasus-status-d-pengamat-hukum-sebut-birokrat-fisip-berlebihan-dan-tidak-mendidik </guid>
<pubDate> Sat, 31 Dec 2016 20:32:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak hanya dari kalangan birokrat Dekanat FISIP yang terus bersuara, dosen sekaligus pengamat hukum pun turut angkat bicara. (Sumber foto: hidayatullah.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kasus-status-d-pengamat-hukum-sebut-birokrat-fisip-berlebihan-dan-tidak-mendidik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/roLESgEMAH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kasus Status D, Pengamat Hukum Sebut Birokrat FISIP Berlebihan dan Tidak Mendidik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Ancaman demi ancaman yang menghantui D akibat status Facebooknya, kini mulai menuai tanggapan dari sejumlah pihak. Tak hanya dari kalangan birokrat Dekanat FISIP yang terus bersuara, Herdiansyah Hamzah, dosen sekaligus pengamat hukum pun turut angkat bicara. Kepada <em>Sketsa</em>, Herdi memaparkan isian UU ITE terkait kasus D berikut proses hukum yang akan dijalani jika dinyatakan bersalah.</p><p style="text-align: justify;">UU ITE, tepatnya Pasal 27 Ayat 3&nbsp;tentang pencemaran nama baik yang disebut-sebut bakal menjerat D, dikatakan Herdi sebagai pasal karet (<em>haatzai artikelen</em>) yang dapat digunakan oleh siapa pun untuk menjerat secara subjektif. Pasal tersebut kini menjadi delik aduan dan telah mengalami perubahan dari segi ancaman hukumannya sejak 28 November 2016 silam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena status itu dibuat pada tanggal 30 November, maka kalaupun akan dijerat pasal 27 ayat 3 harus menggunakan aturan perubahan. Yakni dari 6 tahun ke 4 tahun penjara dan dari Rp 1 Miliar ke Rp 750 juta. Berdasarkan ketentuan pasal 21 KUHAP, tidak perlu ditahan sampai ada putusan <em>inkracht</em> dari pengadilan,&rdquo; terang Herdi saat dikonfirmasi.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kata &ldquo;goblok&rdquo; yang jadi inti persoalan dalam keruhnya kasus ini, menurutnya masih multitafsir. Tergantung siapa yang memandang. Di kampus bisa saja diklaim tidak beretika, tapi di banyak sisi kehidupan itu bisa jadi hal biasa. Selain multitafsirnya kata-kata yang tergolong pencemaran nama baik, Herdi menilai UU ITE masih belum mampu mengatur peruntukkan kritik. Apakah kritik ditujukan untuk perseorangan atau menyasar pangkat yang dijabat beberapa orang dalam suatu instansi. &ldquo;Sejauh ini masih disamakan itu tidak adil,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Herdi menyayangkan sikap birokrat FISIP yang mempermasalahkan penggunaan kata goblok yang sempat ditulis D. Baginya, kritik untuk pejabat publik adalah konsekuensi. Sedangkan sikap yang tampak dari jajaran Dekanat FISIP Unmul dinilainya terlalu berlebihan, bahkan tidak mendidik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya yang dipersoalkan itu alasan kenapa kata goblok itu sampai keluar, bukan kata gobloknya sendiri. Jadi, tidak cenderung lari dari fokus masalah. Dianggap biasa saja, tidak perlu bereaksi berlebihan. Mestinya, pihak birokrasi memberikan teladan. Kalau memang ada yang salah dari D, diluruskan. Itu lebih mendidik dibanding sedikit-sedikit sanksi apalagi sampai skorsing atau <em>drop out</em><em>,</em>&rdquo; jelas Herdi.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara tentang kemungkinan selamatnya D dari jeratan kasus ini, bapak satu anak itu menyebut, keselamatan bergantung pada dua hal. Yakni, seberapa bijak pimpinan universitas memandang persoalan ini serta sejauh mana solidaritas yang dibangun untuk memperjuangkan D.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;D masuk kampus untuk dididik yang jika salah silakan diluruskan, bukan tiba-tiba dikeluarkan atau dicabut hak-haknya. Karena sifatnya delik aduan, jadi tergantung yang merasa dirugikan apakah akan lanjut mengadukan atau tidak. D juga jangan dibiarkan sendiri dengan masalahnya. Solidaritas mesti dibangun. Karena besok-besok orang lain berpotensi mengalami hal yang sama,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya melihat ancaman, nyatanya ada fakta lain yang ditangkap kacamata Herdi dalam keruhnya kasus ini. Pemilihan media sosial sebagai wadah mencurahkan kritik D, menurutnya berisikan kemungkinan-kemungkinan tentang hal yang perlu dibenahi segera.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa D lebih memilih media sosial, ada kemungkinan karena sistem saluran kritik dan masukan di kampus tidak berjalan. Itu juga hal yang penting dibenahi. Harusnya pihak birokrasi sadar soal ini, kemudian mengevaluasi diri untuk membangun sistem saluran kritik yang baik dan lebih partisipatif,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml/jdj</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Enam Pencerahan dari WR III Tentang Kasus Dana KKN RM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm/baca </link>
<guid> enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm </guid>
<pubDate> Sun, 01 Jan 2017 09:09:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman (Unmul), 
Dr. Ir. Encik Ahmad Syaifudin, MP saat meberikan pembekalan KKN Tematik Revolusi Mental (21/06/16).
(Sumber foto: unmul.ac.id/hms) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e9op0d6lWu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Enam Pencerahan dari WR III Tentang Kasus Dana KKN RM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pelaksanaan KKN Revolusi Mental (RM) di Unmul belum memiliki aturan yang jelas. Ibarat kelinci percobaan, mahasiswa jadi sasaran penerapan. Diberi tanggung jawab lewat program kementerian dan iming-iming dana membuat mahasiswa berharap besar akan program ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sedih. Terlalu mati-matian kita ngatur jadwal biar RM jalan, tapi dana tidak jelas,&quot; komentar Wulandari Novianti, salah satu mahasiwa KKN RM<em>.</em></p><p style="text-align: justify;">(Baca: <u><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-rm-belum-memiliki-aturan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-rm-belum-memiliki-aturan/baca</a>&nbsp;</u>)</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor III sekaligus penanggung jawab KKN RM, memberi pernyataan atas kecurigaan yang belakangan menyudutkan pihaknya. Melalui kiriman surel yang diterima <em>Sketsa&nbsp;</em>(31/12)<em>,&nbsp;</em>Encik memberikan hak jawab. Terdapat enam poin yang dia jabarkan demi meluruskan masalah ini.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, pembiayaan KKN tematik RM untuk mahasiswa adalah Rp 180 juta. Dana itu turun dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Kemudian oleh LP2M Unmul didistribusikan untuk 30 kelompok mahasiswa KKN. Kedua, serapan anggaran secara keseluruhan adalah Rp 125.258.500. Untuk masing-masing kelompok bervariasi sesuai dengan mutu laporan KKN masing-masing kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, sebanyak 22 kelompok telah melaporkan kegiatan KKN RM dan menghitung pembiayaannya. Hingga saat ini tersisa delapan kelompok yang belum membuat laporan. Keempat, untuk 22 kelompok tersebut ada dana tidak terserap sebanyak Rp 31.405.500.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, untuk melaksanakan KKN secara keseluruhan ada dana Rp 7,5 juta yang digunakan sebagai konsumsi pembekalan KKN. Yang tidak jadi terserap karena saat itu pembekalan KKN terlaksana ketika bulan Ramadan. Terakhir, dana yang tidak terserap itu akan dikonsultasikan kepada Kemenko PMK untuk kemudian dikembalikan ke kas negara.</p><p style="text-align: justify;">Itulah enam poin yang dijabarkan oleh WR III. Bagaimana menurut Anda? <strong><em>(jdj</em></strong><strong><em>/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pegawai Bolos? Siap-Siap Terima Sanksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pegawai-bolos-siap-siap-terima-sanksi/baca </link>
<guid> pegawai-bolos-siap-siap-terima-sanksi </guid>
<pubDate> Sun, 01 Jan 2017 09:40:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SKETSA - Anwar Alo, Kepala Bagian Kepegawaian Tenaga Akademik, memberikan keterangan terkait lenggangnya Rektorat Unmul, Jumat (30/12/16) kemarin. (Foto: Khajjar Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pegawai-bolos-siap-siap-terima-sanksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TAGu03OaLd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pegawai Bolos? Siap-Siap Terima Sanksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Minggu tenang menjadi momen yang tepat untuk sejenak melepas penat dari kesibukan akademik. Bagi mahasiswa, biasanya momen minggu tenang ini dimanfaatkan untuk pulang kampung atau mempersiapkan amunisi sebelum menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) dengan belajar. Bagi dosen, minggu tenang menjadi momen libur mengajar. Kegiatannya beralih ke persiapan soal UAS dan bimbingan mahasiswa tingkat akhir.</p><p style="text-align: justify;">Tapi tak ada kata libur minggu tenang bagi pegawai yang beraktivitas dan bekerja di Rektorat Unmul. Meski begitu, menurut pengamatan <em>Sketsa,</em> Jumat (30/12) kemarin, rektorat nampak lengang. Tak sepadat biasanya. Bukan karena tiada mahasiswa, tapi para pegawai yang biasa lalu lalang pun nyaris tak ada. Menurut Kepala Bagian Kepegawaian Tenaga Akademik, Anwar Alo, beberapa pegawai memang tidak masuk kerja. Karena momen minggu tenang bertepatan dengan natal dan tahun baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang ada beberapa teman-teman pegawai yang tidak masuk, ada yang izin ada yang cuti tapi tidak ada istilah libur,&rdquo; ucapnya kepada <em>Sketsa</em> sebelum melaksanakan ibadah sholat Jumat itu.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa pegawai terutama yang beragama Kristen, memang memanfaatkan minggu tenang untuk merayakan natal bersama keluarga. Mereka bisa mengambil dari jatah cuti pegawai 12 hari dalam setahun. &quot;Ya sama saja seperti kita yang muslim, ambil cuti kalo lebaran,&rdquo; tambah Anwar.</p><p style="text-align: justify;">Ia membantah, jika minggu tenang dijadikan ajang bolos pegawainya. Meski momen minggu tenang seperti ini, para pegawai tetap masuk kerja seperti biasa. Apalagi saat ini absensi pegawai menggunakan sidik jari dengan mesin <em>finger print</em>. Pihaknya memberikan aturan tegas bagi pegawai yang membolos.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lima hari tidak masuk kerja dipanggil secara lisan. Tidak datang dipanggil lagi secara tertulis, tidak hadir 45 hari, gaji di<em>stop</em>,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengacu pada peraturan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Mendikbud) Nomor 67 tahun 2014, waktu kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah lima hari. Senin-Jumat selama 7 jam pukul 7.30-16.00. Tidak ada libur selain tanggal merah dan cuti bersama.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang menjadi pegawai sejak 24 tahun silam ini mengatakan banyak peningkatan di bidang kepegawaian. Seperti penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan usia maksimal 35 tahun yang sebelumnya 40.</p><p style="text-align: justify;">Syarat mejadi dosen yang dulu boleh lulusan Strata 1 (S1) kini wajib S2. Serta pendaftaran dan tes CPNS secara <em>online</em>. &ldquo;Jadi semua terjadi secara jujur tanpa ada KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme),&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Anwar, di bawah pimpinan Rektor Masjaya banyak peningkatan di bidang sumber daya manusia (SDM). Seperti, dibukanya program untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3. Penghargaan dosen teladan dan<em>&nbsp;reward&nbsp;</em> bagi pegawai yang memiliki kinerja baik. <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cek Toko Sebelah, Drama dan Komedi yang Beririsan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/cek-toko-sebelah-drama-dan-komedi-yang-beririsan/baca </link>
<guid> cek-toko-sebelah-drama-dan-komedi-yang-beririsan </guid>
<pubDate> Mon, 02 Jan 2017 01:45:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 28 Desember, film dengan judul unik, Cek Toko Sebelah (CTS) resmi naik layar. Sebuah film yang ditulis, disutradarai, dan diperankan langsung oleh Ernest Prakasa. (Sumber foto: movie.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/cek-toko-sebelah-drama-dan-komedi-yang-beririsan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p2V2WrO5Xr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cek Toko Sebelah, Drama dan Komedi yang Beririsan</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Cek Toko Sebelah</strong></p><p><strong>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Drama, Komedi</strong></p><p><strong>Produser &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Chand Parwez Servia, Fiaz Servia</strong></p><p><strong>Sutradara &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Ernest Prakasa</strong></p><p><strong>Penulis &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Ernest Prakasa</strong></p><p><strong>Produksi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Starvision</strong></p><p><strong>Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Chew Kin Wah, Ernest Prakasa, Dion Wiyoko, Adinia Wirasti, Gissela Annastasia, Dodit Mulyanto, Tora Sudiro, Awwe, Adjis Doa Ibu, Abdur Arsyad, Arafah, Anyun, Aci Resti, dll.</strong></p><p><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Di penghujung 2016, layar bioskop kesayangan menampilkan film-film Indonesia yang bagus dan bikin ngiler untuk ditonton. 28 Desember, film dengan judul unik, Cek Toko Sebelah (CTS) resmi naik layar. Sebuah film yang ditulis, disutradarai, dan diperankan langsung oleh Ernest Prakasa, <em>stand up comedian&nbsp;</em>yang kini sukses dengan peluncuran sejumlah buku, film, dan beberapa <em>tour-</em>nya ke sejumlah wilayah di Indonesia. Dari judulnya, &nbsp;jelas film ini erat berkaitan dengan etnis Tionghoa yang kerap meyakinkan pembeli soal harga dengan mengatakan, &ldquo;Cek saja toko sebelah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Berkisah tentang kehidupan seorang ayah bernama Afuk yang diperankan Chew Kin Wah dengan dua anaknya. Yakni, si bungsu Erwin (Ernest Prakasa) merupakan lulusan sarjana bisnis di Universitas Sydney dan si anak sulung Yohan (Dion Wiyoko) mantan narapidana yang bekerja sebagai fotografer pernikahan dan sesekali menghibur diri dengan berjudi.</p><p style="text-align: justify;">CTS menampilkan konflik utama tentang kehidupan Erwin yang ditugaskan ayahnya mengelola toko. Namun, Erwin tak bersedia sama sekali karena pekerjaan strategis di luar negeri menanti untuk dijabat olehnya. Selain itu, Yohan sebagai anak pertama, merasa tidak terima jika toko itu diberikan kepada Erwin.</p><p style="text-align: justify;">Tak sekadar konflik perebutan toko, film ini secara tersirat juga menyampaikan nilai-nilai kepercayaan dari orangtua kepada anaknya. Yohan, sekalipun anak pertama, di mata Koh Afuk tak mampu mengurus dirinya sendiri, apalagi mewarisi toko miliknya yang bersejarah itu. Sedangkan Erwin sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Adegan film dibuka dengan dua toko bersebelahan yang sedang sibuk masing-masing. Menampilkan juga sederet<em>&nbsp;stand up comedian&nbsp;</em>yang telah miliki nama besar berkat ajang <em>stand up comedy</em>. Mereka berperan sebagai pekerja di toko Koh Afuk dan Pak Nandar (toko sebelah Koh Afuk). Selama sepersekian menit, penonton tak lepas dari gelak tawa yang disajikan para komik. Iya, film ini bergenre komedi. Namun juga disisipi adegan dramatis, bahkan tak sedikit penonton ikut menangis.</p><p style="text-align: justify;">CTS tampil begitu segar dengan alur kisah yang sulit ditebak. Ketika disuguhi drama dan penonton sudah menitikkan air mata, di saat yang bersamaan masuk unsur komedi. Penonton seolah diajak menangis dan tertawa bersamaan.</p><p style="text-align: justify;">Satu adegan yang membekas di ingatan adalah ketika Erwin dan Yohan bertengkar di rumah sakit saat ayah mereka kritis karena stres tokonya akan dijual. Pertengkaran sengit antara keduanya terjadi dan kemudian dilerai oleh seorang dokter yang diperankan oleh Arif Didu dan diselesaikan oleh satpam kepo yang akhirnya menyerah karena kisah keluarga Erwin dan Yohan terlalu rumit. Atau, ketika Koh Afuk masuk rumah sakit sebelumnya, sang dokter pamit untuk mengunjungi pasien KDRT yang disebutnya hanya luka-luka dan sebuah gunting menancap di pipi.</p><p style="text-align: justify;">Satu adegan lain yang tak kalah membuat penonton berubah ekspresi mendadak adalah adegan Yohan dengan Ayu (istri Yohan yang diperankan oleh Adinia Wirasti) saat usai menziarahi makam ibunda Yohan. Kala itu Yohan sangat sedih, ditambah permintaan Ayu untuk mereka pindah ke Yogyakarta dan membuka toko kue Ayu di sana atas tawaran Reno, mantan pacar Ayu.</p><p style="text-align: justify;">Mereka memilih makan gado-gado langganan mereka di sekitar area pemakaman. Gerobak gado-gado itu ditunggui oleh seorang anak yang tak lain adalah anak dari penjual gado-gado yang ayahnya sedang pergi. Percaya diri penuh dia bisa membuatkan dua porsi gado-gado untuk Yohan dan Ayu. Saat percakapan Yohan dan Ayu berakhir, kamera mengarah ke si anak yang tengah berupaya mengambil bahan di paling atas gerobak. Kelucuannya, silakan saksikan sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Adegan-adegan mengocok perut bisa dibilang tak terhitung. Tidak sulit kita temukan tawa selama dua jam film ini berputar. Tentu saja itu ditunjang oleh pemain yang benar-benar apik memerankannya. Sedikit bocoran, banyak cameo tak terduga dalam film ini. Mulai awal hingga film berakhir, satu per satu mereka hadir. Meskipun, cukup disayangkan pilihan pemeran pasangan Erwin, jatuh pada Natalie yang diperankan tak memuaskan oleh Gissela Annastasia. Gissel tak tampil cukup baik, pun karakter yang diperankannya bisa dibilang tanggung. Tidak protagonis, tidak juga antagonis, hanya sangat egois, matrealistis, dan agak menyebalkan. Sekalipun bukan itu yang dimaksudkan Ernest untuk tokoh Natalie di akhir cerita.</p><p style="text-align: justify;">Hal lain yang juga cukup disayangkan adalah masih belum terlepasnya film Indonesia dari jeratan eksploitasi tubuh perempuan. Di CTS, ada satu tokoh bernama Anita yang ditampilkan dengan pakaian terbuka serta bebas mendapatkan perlakuan apa saja dari sang bos bernama Robert (Tora Sudiro). Anita saat mendatangi dua toko, juga digambarkan menggoda puluhan pasang mata pekerja toko sampai melakukan tindakan-tindakan tidak seharusnya. Namun, lagi-lagi dikemas komedi.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu semua, CTS perlu diakui sebagai film yang unik. Tak hanya dari segi nama, tapi juga promosi menjelang dan saat tayang. Para pemain dan seluruh pihak yang terlibat dalam produksi pembuatannya berkali-kali mengatakan, &lsquo;Toko buka 28 Desember,&rsquo; &lsquo;Toko buka sekian hari lagi,&apos; sampai &lsquo;Toko buka hari ini&rsquo; atau &lsquo;Toko buka hari ke sekian dengan jumlah pelanggan (penonton) sekian.&rsquo; Ungkapan-ungkapan tersebut agaknya terdengar unik dan menggelitik. Belum lagi CTS <em>movie teaser parody</em> yang sebulan sebelum penayangan film, dinobatkan sebagai teaser dengan jumlah cast terbanyak.</p><p style="text-align: justify;">Drama dan komedi nyatanya dua hal yang mampu jadi satu dan dikemas secara baik oleh Ernest dalam filmnya kali ini. Mengalir dan apa adanya, membuat CTS sebagai film rekomendasi kami yang layak kamu tonton. Apalagi film ini juga didukung dengan deretan sound track manis dari GAC dan The Overtunes. CTS rasanya pas menemani libur panjang atau melepaskan sesaat stres yang kini ada di benakmu. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Matinya Seorang Pengarang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/matinya-seorang-pengarang/baca </link>
<guid> matinya-seorang-pengarang </guid>
<pubDate> Mon, 02 Jan 2017 08:30:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen berjudul "Matinya Seorang Pengarang", karya Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Sastra Indonesia (2012), Fakultas Ilmu Budaya. (Ilustrasi: weandthecolor.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/matinya-seorang-pengarang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MFkBLbvSLi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Matinya Seorang Pengarang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>MUKANYA</strong> pucat, kelopak matanya hitam, seolah-olah tidak tidur berhari-hari. Dia mengaku memang susah tidur. Kami berbincang-bincang di gazebo, tapi tidak lama, dia menyodorkan sebuah jurnal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah, apaan nih?&rdquo; Aku cengengesan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Simpan saja,&rdquo; katanya, &ldquo;Siapa tahu kau membutuhkan inspirasi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku segera pulang begitu dia pergi dan baru menyentuh jurnalnya setelah bangun tidur. Dan cerita ini aku temukan di akhir halaman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>AKU</strong>&nbsp;<strong>BERPAPASAN</strong> dengan hujan di depan gang. Dia mengenakan sejenis mantel yang sering kulihat dipakai artis-artis Korea dan celana <em>jeans</em> berwarna hitam yang sedikit ketat, juga robek pada bagian lututnya. Ia berjalan tergesa-gesa sambil memegang tas biola, sepertinya akan berlatih musik ansambel di kampus. Aku sapa, perempuan itu diam saja, dan melewatiku tanpa isyarat apapun&mdash;seolah kami adalah dua orang asing yang sepintas dipertemukan oleh nasib.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu aku ingin berpaling dan meraih tangannya, kemudian mengatakan apa yang seharusnya dikatakan seorang lelaki yang memendam cinta. Tapi itu tidak kulakukan, terkesan konyol&mdash;seperti <em>scene</em> dalam sinetron remaja saja.</p><p style="text-align: justify;">Tapi setelah lama kupikirkan, semestinya itulah yang kulakukan. Bukannya terus berjalan dan menerima nasib itu menjadi hantu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>TIDAK ADA</strong> kata: terlambat. Sama halnya dengan nasehat yang ada di buku-buku motivasi, kalimat itu juga keluar dari banyak mulut orang, mungkin dari buku-buku itulah seorang kawan mendapatkan nasehat yang berikutnya diwariskan padaku. Kemudian dibumbui dengan tambahan kata-kata:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama janur kuning belum melengkung.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak kesempatan untuk mencoba mendekati hujan. Kebetulan kami berada di jurusan yang sama, meski berbeda kelas. Salah satunya ketika hujan duduk sendirian di gazebo halaman kampus. Aku bisa berpura-pura menanyakan perihal mata kuliah padanya, kemudian membangun obrolan yang menarik sesuai arahan buku <em>Kiat-Kiat PDKT</em> yang harganya lumayan mahal. Ada empat arahan buku itu yang mesti kutaati.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, bersikap <em>gentle</em>. Jangan grogi saat berbicara dengan doi, kamu bisa kehilangan respek hanya gara-gara tidak percaya diri. Kedua, <em>be nice</em>. Jadilah pribadi yang asyik, itu menjadi nilai tambah buatmu di mata doi. Ketiga, bertanya tapi bukan wawancara. Gebetanmu akan lari kalau pertanyaanmu seperti seorang wartawan. Terakhir, jangan lakukan ketiga langkah tersebut kalau kamu belum mandi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernah dengar <em>six degrees of separation</em>?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia menggeleng, lalu bertanya: &ldquo;Memang apa itu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku pun menjelaskan teori yang tidak sengaja kutemukan di wikipedia itu, kemudian menyambungnya dengan kata-kata yang manis:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada enam orang yang sudah kutemui untuk bisa melihatmu tersenyum hari ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ya, ini hanya basa-basi sebelum meminta pin BBM atau ID Line, dan setelah berhari-hari <em>chatting</em> aku mengajaknya kencan; ke sebuah kafe atau menonton film <em>Ada Apa Dengan Cinta 2</em> di bioskop atau melakukan keduanya sekaligus, ya semacam itulah.</p><p style="text-align: justify;">Lalu ada kencan kedua, ketiga, dan seterusnya sampai kami memutuskan menjadi kekasih. Indah, bukan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>3.</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&ldquo;APA YANG</strong> kau sukai darinya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;&hellip;&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hei, kau dengar tidak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku mendongak. Kawanku mengulang pertanyaannya dan kali ini mendesakku untuk menjawab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tidak tahu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dahinya mengerut, itu bukan jawaban menurutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau tidak mungkin mencintai seseorang tanpa ada alasan, misalnya saja, kamu menyukainya karena dia cantik.&rdquo; Sambungnya, &ldquo;Perempuan biasanya menanyakan alasan itu loh, bro.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Wajah yang oval, mata yang berbentuk seperti biji badam, hidung yang mancung, dan ginsul yang terlihat setiap kali memamerkan senyum. Tapi, bukan itu jawaban yang kuberikan andai hujan bertanya:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa yang kau sukai dariku?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pastilah tanda lahir pada bola mata kananmu, kujawab. Barangkali hujan akan menawarkan ciuman setelah itu, sebagai hadiah karena membuatnya tersenyum.</p><p style="text-align: justify;">Tapi apakah cinta memang mesti memerlukan alasan? Sebab, jika alasan itu sudah tak ada, apakah kita akan tetap tinggal?</p><p style="text-align: justify;"><strong>4.</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>AKU BARU</strong> menyelesaikan membaca <em>The Sorrow of Young Werther</em> ketika kabar itu masuk ke dalam teleponku. Aku masih tak percaya, kucari informasi itu namun semua mengarah pada hal yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Setelah keluar dari gang. Karena tergesa-gesa, saat hujan menyeberang jalan, ia tidak memerhatikan sebuah mobil yang melaju. Tubuhnya terhempas ke sudut jalan. Orang-orang datang memberi bantuan, tapi ia tetap tak tertolong.</p><p style="text-align: justify;">Hujan pun abadi.</p><p style="text-align: justify;">Setiap malam aku merenung sambil mendengarkan lagu yang sama, seandainya aku menahannya saat itu, sebentar saja. Atau melakukan persis apa yang selama ini kubayangkan. Tapi nasib seseorang memang tidak gampang diduga. Siapa pun akan mati pada akhirnya, aku tahu, meski begitu aku masih tak bisa menerima kepergiannya.</p><p align="center" style="text-align: justify;"><em>I wake and I find you asleep<br>&nbsp;In the deep of my heart, dear</em></p><p style="text-align: justify;">Kurasa, aku juga akan menyusul, menemui hujan.</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cerita cinta tidak akan menang, kalau tidak diakhiri dengan tragedi.&rdquo; Seorang penyair muda yang belum terkenal pernah berkata demikian padaku. Aku setuju.</p><p style="text-align: justify;">Tapi ini hanya cerita yang sentimentil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Sastra Indonesia (2012), Fakultas Ilmu Budaya.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Presiden BEM Terdahulu Dijangkiti Akun Palsu  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/presiden-bem-terdahulu-dijangkiti-akun-palsu/baca </link>
<guid> presiden-bem-terdahulu-dijangkiti-akun-palsu </guid>
<pubDate> Mon, 02 Jan 2017 09:34:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Screenshoot dari akun yang mengatasnamakan Mujahid. Sumber: Facebook.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/presiden-bem-terdahulu-dijangkiti-akun-palsu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PHGkoZeUqf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Presiden BEM Terdahulu Dijangkiti Akun Palsu </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Jelang pergantian tahun, netizen<em>&nbsp;</em>dihebohkan dengan sebuah postingan di group Facebook Busam Samarinda, di mana isi postingan tersebut berupa ajakan untuk melakukan pesta seks di malam pergantian tahun. Parahnya, yang menulis postingan itu adalah Presiden BEM KM 2014 Mujahid.</p><p style="text-align: justify;">Akun &apos;Mujahid BEM&apos; secara mengejutkan menulis postingan tak lazim tersebut dan sempat mendapat respon dari puluhan netizen<em>.&nbsp;</em>&quot;Guna menyambut tahun baru 2017, malam ini pesta sex bakal dilakukan di Tepian Mahakam depan mata gubernur secara langsung! @depan kantor gubernur,&quot; tulis akun tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><span>Sontak hal ini mengejutkan karena Mujahid selama ini dikenal sebagai pria yang tak neko-neko<em>.&nbsp;</em>Terlebih, ia pernah malang melintang di beberapa organisasi besar di Unmul dan dikenal pribadi yang religius. Usut punya usut, ternyata akun tersebut palsu adanya. Tak ingin menimbulkan polemik lebih panjang, Mujahid pun segera mengklarifikasi postingan tersebut di akun Facebook miliknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Salam, Saya ingin klarifikasi atas postingan akun (Mujahid Bem) di grup Busam Samarinda seperti gambar ini. Bahwa itu bukan akun saya. (Itu) akun abal abal yang menggunakan foto saya dan nama saya,&quot; tulisnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masih dalam postingan tersebut, Mujahid seolah masih pikir-pikir untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. &quot;Sekarang akunnya udah di hapus, kira-kira laporin gak ya?&quot; Sambungnya yang kemudian ditanggapi beragam oleh teman-temannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini diturunkan, Mujahid belum memberi konfirmasi perihal siapa sosok di balik akun tersebut, beserta keputusannya tentang upaya hukum yang akan ia tempuh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kasus semacam ini bukan pertama kalinya terjadi di Unmul. Beberapa waktu lalu sempat terdapat akun palsu yang mengatasnamakan Universitas Mulawarman. <em><strong>(atm/aml)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kaleidoskop Perjalanan Unmul 2016 dari Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kaleidoskop-perjalanan-unmul-2016-dari-sketsa/baca </link>
<guid> kaleidoskop-perjalanan-unmul-2016-dari-sketsa </guid>
<pubDate> Tue, 03 Jan 2017 01:33:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat tahun baru 2017! Melalui tulisan ini, kami runut kembali peristiwa yang sempat kami himpun dan terjadi pada 2016. (Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kaleidoskop-perjalanan-unmul-2016-dari-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nICIRYPhbH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kaleidoskop Perjalanan Unmul 2016 dari Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Selamat tahun baru 2017! Perjalanan <em>Sketsa</em> selama 2016 tentu tidak lepas dari pemberitaan dan isu yang sempat merebak satu tahun kemarin. LPM <em>Sketsa</em> sebagai satu-satunya media kampus terbesar di Universitas Mulawarman adalah pihak yang memungkinkan diri paling dekat dengan isu-isu kampus.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin Anda, pembaca setia kami yang setiap hari menyentuh link berita yang kami sebarkan, cukup mengetahui apa saja yang telah kami angkat dan sajikan di layar komputer maupun telepon seluler Anda. Melalui tulisan ini, kami runut kembali peristiwa yang sempat kami himpun dan terjadi pada 2016.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Februari</strong></p><p style="text-align: justify;">Awal tahun lalu diawali kelabu. Terjadi peristiwa perpeloncoan di pengaderan Himakim FMIPA Unmul. Kabarnya, banyak keganjilan yang terjadi waktu itu. Mulai waktu penyelenggaraan hingga sejumlah panitia yang kabarnya dipanggil untuk menandatangani sebuah surat di hadapan dekan beserta jajarannya. Enggannya panitia untuk di konfirmasi, serta ketakutan bicara yang jelas tampak terlihat dari respons mahasiswa baru yang mengikuti pengaderan membuat kasus ini kian mencurigakan dan terpaksa terhenti karena semua pihak kompak tutup mulut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Maret</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat itu, keamanan Unmul yang renta mencoba menerapkan sistem portal yang banyak menuai pro dan kontra. Sempat dijalankan satu hari dengan sistem penunjukan identitas saat memasuki Unmul. Ditambah peraturan stiker yang mewajibkan seluruh warga Unmul untuk menempelkannya di kendaraan masing-masing. Fenomena portal ini menjadi perbincangan hangat. Tak hanya portal, upaya-upaya lain pihak kampus guna meningkatkan pengawasan keamanan kampus juga jadi sorotan.</p><p style="text-align: justify;">Semisal penggunaan tali tambang sebagai polisi tidur di Unmul. Sejumlah komentar yang masuk kepada kami, menyampaikan keresahan dan persetujuannya tentang polisi tidur tidak layak, yang seiring waktu perlahan rusak di beberapa titik. Pihak keamanan wacananya bakal ditambah dan ditingkatkan kualitasnya, kini tinggal cerita. Pos jaga satpam yang dibangun sepaket dengan portal, kini tak berpenghuni. Memasuki Unmul kini tak perlu repot tunjukkan identitas apalagi stiker.</p><p style="text-align: justify;"><strong>April - Mei</strong></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan memasuki Unmul dalam arti lain. April hingga Mei, ribuan calon mahasiswa baru memasuki Unmul dengan persiapannya masing-masing. Melalui sejumlah jalur, mereka berjuang. Meski terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, peserta tampak antusias berebut bangku kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Euforia mahasiswa baru, berbanding lurus dengan euforia mahasiswa lama yang dijadwalkan mengikuti proses perkuliahan akhir, KKN 42. Mereka berpencar ke sejumlah wilayah dengan membawa program kerjanya masing-masing. Pembekalan hingga persiapan menuju keberangkatan mengisi hari mereka. Namun, nyatanya tak semua berjalan sesuai angan. Besaran rupiah yang dijanjikan untuk mahasiswa KKN, bahkan hingga kini masih saja keruh.</p><p style="text-align: justify;">Belakangan ini, pemberitaan tentang KKN cukup intens <em>Sketsa</em> angkat. Bahkan, pembaca dari berita-berita KKN tergolong banyak dengan dibuktikan melalui angka <em>viewers</em> dan kali penyebaran. <em>Sketsa&nbsp;</em>kala itu disebut-sebut kiblat informasi KKN tercepat, terlengkap, dan termudah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juni</strong></p><p style="text-align: justify;">Pertengahan tahun muncul suara minor dari BEM FTIK yang menolak adanya fakultas baru bernama FKTI. BEM FTIK ketika itu menilai masih banyak kisruh yang terjadi di tubuh FTIK dan tak mampu terselesaikan oleh dekan. Namun, kini fakultas itu resmi berdiri, dengan FTIK dan program studi Ilmu Komputer sebagai komposisinya. Dekan yang sama juga kembali dipercaya memimpin FKTI.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Agustus</strong></p><p style="text-align: justify;">Memasuki bulan Kemerdekaan, Mulawarman riuh dengan persiapan Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB). Ajang tahunan terbesar guna menyambut mahasiswa baru Unmul itu menerbitkan banyak kisah. Mulai dari penandatanganan &ldquo;kontrak&rdquo; antara mahasiswa penyelenggara dengan birokrat kampus sebagai peristiwa perdana, hingga tragedi pemukulan antar mahasiswa yang sempat memanas.</p><p style="text-align: justify;">PAMB 2016 memang terbilang berani tampil beda. Sekalipun isian acaranya hampir sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya, otak dan pelaksana teknis PAMB 2016 nyatanya datang dari UKM-UKM dan BEM Fakultas. Artinya, PAMB 2016 tak lagi melulu diisi oleh kader BEM KM Unmul. Adanya perubahan, nyatanya tak selalu memberi kesan nyaman. Kepala yang lebih banyak, keinginan yang makin beragam, ide-ide yang tak kuasa tertampung dan teraplikasikan, menjadikan PAMB 2016 sulit dibilang aman. Pekerjaan rumah yang mestinya dibenahi, terulang kembali. Sebut saja fenomena <em>walk out</em> dan korban pingsan saat PAMB.</p><p style="text-align: justify;">Tak lama berselang, saat posko-posko maba 2016 masih tegak berdiri, mahasiswa Unmul dikejutkan dengan kabar rapat megah kalangan birokrat universitas. Rapat di hotel mewah Kota Balikpapan itu menyajikan drama yang sebenarnya pilu untuk disaksikan. Menelan angka hingga ratusan juta rupiah, birokrat secara sadar menabuh genderang perang dengan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Seperti disampaikan <em>Sketsa</em> dalam pemberitaan ketika itu, rapat dilakukan guna memutuskan pendaftar Unmul yang lolos melalui jalur SMMPTN. Ketika itu pula, banyak kisah pilu mahasiswa yang terancam tidak kuliah karena tak punya uang. Beragam aksi dilakukan untuk mengadvokasi maba. Namun, kalangan birokrat justru berdalih rapat jauh-jauh supaya fokus dan itu hal yang wajar.</p><p style="text-align: justify;">Drama rapat megah tentu saja menuai kritik keras dari kalangan mahasiswa. Meme-meme bernada sindiran ketika itu bermunculan mewarnai timeline media sosial. Dibagikan hingga berkali-kali. Surat-suratan antara mahasiswa, dalam hal ini BEM KM Unmul dengan birokrat terjadi. Kisruh rapat megah akhirnya ditangkap <em>Sketsa</em> dengan menggelar sesi diskusi dalam forum Sketsa Public Discussion. Kala itu <em>Sketsa</em> berhasil mempertemukan Wakil Rektor I dan II dengan mahasiswa dari seluruh fakultas di Unmul untuk saling menyampaikan klarifikasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>September</strong></p><p style="text-align: justify;">September Unmul nyatanya tak ceria. Pihak keamanan lagi-lagi kebobolan dengan maraknya kriminalitas di Unmul. Hasrat pembenahan keamanan nyaris tak tersisa. Sebut saja pencurian helm, motor, benda berharga, dan beragam peristiwa lainnya seperti pembegalan. Mirisnya lagi pihak keamanan ternyata tak memiliki data soal ini. Personil yang jauh dari kata cukup, serta perlengkapan yang minim dan sudah tak layak pakai jadi keluhan sekaligus alasan mereka pengamanan kampus jadi tak maksimal. Kampus gelap dengan tiang berisi lampu mati, membuat begal bebas bertindak. Nafsu-nafsu manusia pun siapa yang tahu. Tanpa rasa malu, pada bulan itu sepasang kekasih nekat bersetebuh di salah satu titik terasing di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">September belum selesai ketika isu UKT kembali mencuat. Nama Trisha, mahasiswi baru FISIP yang terancam tak berkuliah mendapatkan simpati dari sejumlah pihak hingga berita tentangnya naik ke media-media lokal maupun nasional. Galang dana dilakukan, advokasi berkali-kali, tapi hingga kini tak ada yang tahu nasib Trisha. Sebenarnya banyak nama lain, tapi mungkin Trisha lah yang &ldquo;berhasil&rdquo; tampil.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Oktober - November</strong></p><p style="text-align: justify;">Di bulan ini mahasiswa Unmul menggelar pesta demokrasi tahunannya, Pemilihan Raya (Pemira) BEM KM Unmul. Sejumlah nama digadang-gadang bakal maju dalam pertarungan. Namun, hingga waktunya tiba hanya ada dua pasang calon yang dinyatakan pantas. Dua calon saling unjuk kelebihan. Isu calon boneka sempat mencuat sebab keduanya datang dengan membawa bendera yang sama. Pemira 2016 terasa hambar lagi sunyi senyap. Tiada keriuhan selayaknya Pemira. Hanya beberapa kelompok yang tampak antusias merayakan. Hal ini jelas terlihat dari angka pemilih yang turun drastis berdasarkan data yang dihimpun DPM KM Unmul melalui KPPR 2016.</p><p style="text-align: justify;">Berbarengan dengan gelaran Pemira Universitas, beberapa fakultas juga menyelenggrakan hajatan serupa. Perbedaannya, Pemira fakultas lebih kental akan fenomena aklamasi. Berkali-kali ajang Pemira fakultas disajikan, berkali-kali pula terjadi kemenangan sang pemimpin karena tak berlawan. Sejumlah pihak mengatakan ini kemunduran demokrasi. Ada pula pihak yang tak mau membahas ini dan memutuskan menegakkan kepala untuk terus berjalan melewati waktu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Desember</strong></p><p style="text-align: justify;">Akhir tahun, Unmul kian memanas dengan isu pungli. Pengakuan mahasiswa yang ditariki pungutan di luar yang seharusnya dibayar membuat mereka berang. Saat ini pengawalan isu pungli masih berlanjut. Kemenangan-kemenangan yang telah didapat di antaranya sikap tegas pimpinan fakultas yang mencopot oknum yang terbukti melakukan pungli serta aturan-aturan baru yang kian diperketat.</p><p style="text-align: justify;">Desember, bertepatan juga dengan ajang penerimaan anggota baru untuk setiap organisasi mahasiswa Unmul. Namun, nyatanya tak semua berjalan sesuai angan. Sebut saja Fakultas Hukum yang secara terbuka mengeluarkan surat pelarangan 27 maba mereka untuk berorganisasi jika tidak mengikuti MPMB dan LK. Surat itu sontak menuai beragam komentar. Bahkan, salah seorang maba memberikan kesaksiannya dan sukses membuat BEM Hukum meradang.</p><p style="text-align: justify;">Tercium pula adanya aksi perpeloncoan dalam dua kegiatan MPMB dan LK di Hukum. Mahasiswa dibentak lalu diperintah mencium tanah dan meludahi langit. BEM Hukum bersaksi, cara seperti itu digunakan untuk membentuk mental. Namun, tetap ada saja mahasiswa yang tak begitu merasakan manfaatnya. Bahkan, Wakil Rektor III sudah berniat memberi sanksi jika benar terbukti MPMB dan LK mengandung unsur perpeloncoan.</p><p style="text-align: justify;">Masih tentang penerimaan anggota baru, HMJ Sosiologi FISIP Unmul punya cerita lain. Saat pengaderannya, mereka diberi dua ratus konsumsi basi yang ternyata disiapkan oleh bendahara kampus. Akibatnya, beberapa dari mereka sakit perut dan muntah-muntah. Hingga kini belum ada kejelasan terkait kasus tersebut. Kasus ini bahkan mencuatkan indikasi korupsi di tubuh jajaran Dekanat FISIP. Meski begitu, Dekan FISIP telah melarang keras konsumsi disiapkan lagi oleh pihaknya. Sementara itu, Bendahara FISIP telah meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya itu.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, yang juga mewarnai pengujung tahun, pemberitaan KKN Revolusi Mental yang berkaitan dengan kisruh dana siluman mencuat kembali. Dana yang dijanjikan Rp 6 juta dan hanya diterima maksimal kurang dari Rp 2 juta. Itu pun nyatanya tidak dikelola LP2M, melainkan Wakil Rektor III. Banyak keganjilan tercium, meski tak sebanyak korban yang perlahan mulai tak peduli.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, warna Desember ditutup dengan adanya kasus status Facebook mahasiswi D, yang disebut-sebut melanggar UU ITE. Status tersebut membuat kalangan Dekanat FISIP seolah ibarat singa yang terbangun dari tidurnya. Penggunaan kata yang dinilai tidak etis, membuat D terancam skorsing. Dan, terberat D bisa dijerat UU ITE Pasal 27 ayat 3 yang mengatur tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara atau denda Rp 750 juta. Saat ini sanksi untuk D sedang dibahas, Dekan FISIP pun sudah memastikan D tidak akan bernapas lega tanpa dijatuhi sanksi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan cara-cara itulah Unmul melalui tahun 2016. Banyak di antara persoalan-persoalan yang terjadi adalah masalah lawas yang gaungnya bangkit kembali. Semua itu akan mengendap jadi daging jika mahasiswa dan Unmul diam saja tanpa upaya perbaikan. 2017 baru saja datang, tidak ada yang tahu akan seperti apa dan bagaimana tahun ini berjalan. Kendati samar itu yang namanya waktu depan, Unmul beserta semua yang hidup di dalamnya, melenggoklah di atas suakamu. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akun Palsu Menghilang, Mujahid Angkat Bicara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akun-palsu-menghilang-mujahid-angkat-bicara/baca </link>
<guid> akun-palsu-menghilang-mujahid-angkat-bicara </guid>
<pubDate> Tue, 03 Jan 2017 01:50:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pembuat akun palsu (Sumber ilustrasi: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akun-palsu-menghilang-mujahid-angkat-bicara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QlON9QqF26.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akun Palsu Menghilang, Mujahid Angkat Bicara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Terkait kasus akun palsu atas nama eks Presiden BEM KM Unmul Mujahid yang membuat postingan berupa ajakan pesta seks di grup Facebook Busam Samarinda (31/12), Mujahid akhirnya angkat bicara. Presiden Mahasiswa yang berpasangan dengan Ibrahim di masa baktinya itu nyatanya masih kalem mendapati dirinya diserang oleh oknum tak bertanggungjawab.</p><p style="text-align: justify;">Melalui pesan singkat kepada <em>Sketsa</em>, Mujahid menjelaskan bahwa sosok di balik akun palsu tersebut belum diketahui hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pelakunya belum ketemu, tapi kemarin teman-teman ada yang <em>ngecek</em> sudah hilang akunnya dan ada akun baru yang punya postingan foto yang sama di beranda akun yang mengatasnamakan saya,&quot; ujarnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, perihal kelanjutan kasus ini, besar kemungkinan Mujahid akan mengambil langkah tegas dengan membawa kasus ini ke meja hijau. Sebab kesibukan dan tak ingin salah langkah, dia mengaku belum melakukan apa-apa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk laporan ke polisi belum saya buat, karena saya saat ini sedang ada acara kantor sampai tanggal 2 (hari ini), sambil meminta saran dari beberapa teman,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Mujahid, rupanya Universitas Mulawarman dan Muhammad Teguh Satria yang juga eks Presiden BEM KM Unmul pun mengalami hal serupa. Fotonya disalahgunakan akun bernama San San dengan menuliskan komentar tak patut di salah satu postingan grup Bubuhan Samarinda memakai foto Teguh. Hingga kini belum diketahui apa motif di balik peristiwa munculnya akun-akun palsu ini. <strong>(atm/aml)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FKIP Bakal Percantik Kampus dengan Taman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-bakal-percantik-kampus-dengan-taman/baca </link>
<guid> fkip-bakal-percantik-kampus-dengan-taman </guid>
<pubDate> Tue, 03 Jan 2017 08:37:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Langkah awal FKIP untuk membuat taman dengan penimbunan tanah yang berada di dekat area parkir. (Foto: Mahameru Primantoro) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-bakal-percantik-kampus-dengan-taman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k36T26X8Eq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FKIP Bakal Percantik Kampus dengan Taman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong>&ndash; Berakhirnya tahun 2016, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul berencana mempercantik kampusnya melalui taman. Dengan progres awal yaitu penimbunan tanah yang berada di dekat area parkir.</p><p style="text-align: justify;">Dijumpai <em>Sketsa</em> (29/12) lalu, Muhammad Amir Dekan FKIP bercerita, tanah yang ditimbun itu untuk ditanami tanaman hias. &ldquo;Kalau tidak &nbsp;dibuat seperti itu air akan tergenang aja, tanaman yang ada bukan tumbuh semestinya. Awalnya ditimbun, diberi pupuk baru akan ditanami,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Demi taman itu, parkiran akan dialihkan ke belakang letak kantin FKIP berada. Kantin yang lama bersemayam di situ pun harus pindah ke belakang dekanat FKIP. &ldquo;Di dekat langgar akan diratakan dan dipasang <em>paving.&nbsp;</em> Jadi, parkiran motor dialihkan ke sana, tak lupa ditanami tumbuhan teduh,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya di kampus Gunung Kelua, di Banggeris pun demikian. Rencana lokasinya tak jauh dari Masjid dalam kampus itu. Jika proyek itu berjalan, Dekan FKIP ingin bekerja sama dengan program studi (Prodi) Biologi. Sebab, Prodi ini dinilai akan merawat sekaligus menjadikan taman tersebut sebagai ladang praktikum.</p><p style="text-align: justify;">Terang dekan kampus pendidik ini, dana berasal dari rektorat. Rektorat miliki sisa anggaran, yang kemudian dilelang ke fakultas. Anggaran yang diberikan sekitar Rp 50 juta. &ldquo;Harus dihabiskan dalam kisaran waktu 1 minggu. Fakultas tidak mengalokasikan dana untuk penimbunan itu,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, menurutnya penimbunan dilihat dari estetika. Jika dibiarkan terlalu lama tidak bagus, bisa menjadi kolam, pun karena kolam sudah ada. <strong><em>(mpr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transparansi KKN RM Masih Jauh dari Kata Jelas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transparansi-kkn-rm-masih-jauh-dari-kata-jelas/baca </link>
<guid> transparansi-kkn-rm-masih-jauh-dari-kata-jelas </guid>
<pubDate> Wed, 04 Jan 2017 00:18:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Enam poin yang dijabarkan oleh Wakil Rektor III dirasa mahasiswa belum menjelaskan semuanya. (Ilustrasi: mediacelebes.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transparansi-kkn-rm-masih-jauh-dari-kata-jelas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Tl2BHGbzRX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Transparansi KKN RM Masih Jauh dari Kata Jelas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Enam poin yang dijabarkan oleh Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor (WR) III dirasa mahasiswa belum menjelaskan semuanya. Masih banyak yang merasa tidak puas. Transparansi yang mahasiswa inginkan nyatanya belum dibuka secara lebar.</p><p style="text-align: justify;">Aulia Mauliani, satu dari mahasiswa KKN RM meminta kejelasan terkait RAB yang dibicarakan saat melaksanakan KKN RM. Sebelumnya saat dilakukan audiensi, mahasiswa sudah sempat meminta transparansi dana KKN RM, termasuk di dalamnya pembahasan mengenai RAB.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena kita dituntut bikin laporan sesuai RAB, tetapi RAB yang diberikan enggak sesuai dengan yang mereka pegang,&quot; katanya Sabtu (31/12).</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm/baca</a> juga <u><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-apa-di-balik-terjunnya-dana-bantuan-kkn-tematik-revolusi-mental/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/ada-apa-di-balik-terjunnya-dana-bantuan-kkn-tematik-revolusi-mental/baca</a>&nbsp;</u>)</p><p style="text-align: justify;">Kelompok Aulia sendiri sudah mengumpul laporan pertanggungjawaban (LPJ) KKN RM. Saat itu LPJ diserahkan kepada staf WR III, sebelum kemudian diketahui berkas itu hilang dan terpaksa kelompok Aulia membuat laporan ulang. Aulia menyayangkan mengapa tak ada absen serah-terima ketika mengumpul LPJ, padahal itu akan mempermudah pengecekan setiap kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa lembaga kampus pun diketahui mulai bergerak mengusut kecurigaan dana KKN RM. Nur Hariyani, Presiden BEM FISIP telah menyatakan awal Januari pihaknya akan mendata mahasiswa yang tergabung dalam KKN RM. Setelah itu jika ada yang tak beres pihaknya akan segera mengambil sikap.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Arsyad, Ketua Umum LEM Sylva, juga menilai pengelola KKN RM harusnya lebih jelas dan transparan dalam mengklarifikasi alokasi dana. Menurutnya, penjelasan WR III kemarin cukup memberi pencerahan, namun tetap tidak sesuai dengan pernyataan ketika pembekalan KKN RM, 21 Juni lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau serapan anggaran belum terinci dengan jelas, mengapa harus mengeluarkan <em>statement&nbsp;</em>yang membuat mahasiswa jadi berharap?&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu BEM KM Unmul melalui Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma), Indra Cahya Pramukti sedang berupaya mengadakan pertemuan dengan WR III.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya, kita mau <em>hearing</em> hari ini sama WR III dan LP2M. Masih ada yang belum jelas,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia sangat menyayangkan ada mahasiswa yang tergabung dalam KKN RM, tetapi enggan berjibaku bersama menuntaskan kasus ini. Unmul masih dalam keadaan tidak baik-baik saja. Kasus KKN RM tak cukup melalui klarifikasi, mesti jelas sampai tuntas. <strong><em>(jdj/</em></strong><strong><em>wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jerat Hukum untuk D, Ketua HMJ SOS: Itu Sepihak! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jerat-hukum-untuk-d-ketua-hmj-sos-itu-sepihak/baca </link>
<guid> jerat-hukum-untuk-d-ketua-hmj-sos-itu-sepihak </guid>
<pubDate> Thu, 05 Jan 2017 10:21:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak ada yang menyangkal ruang kritik kini kian dibatasi cengkeraman UU ITE. (Ilustrasi: bbc.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jerat-hukum-untuk-d-ketua-hmj-sos-itu-sepihak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cwJsUmPBSc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jerat Hukum untuk D, Ketua HMJ SOS: Itu Sepihak!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tak ada yang menyangkal<strong>&nbsp;</strong>ruang kritik kini kian dibatasi cengkeraman UU ITE. Bersamaan dengan itu, polemik<strong>&nbsp;</strong>status Facebook D masih terus bergulir. Kali ini suara datang dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HMJ SOS) FISIP Unmul, organisasi tempat D berlindung. Melihat kadernya kini tengah dirundung masalah, HMJ SOS tak mau tinggal diam. Lebih-lebih tak dilibatkan dalam pengambilan keputusan tentang D, mereka mengaku kecewa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sangat kecewa. Karena dalam pengambilan keputusan maupun sanksi, kami tidak pernah dilibatkan. Sebagai lembaga yang menaungi D, jelas kami harus dilibatkan. Kenyataannya, birokrat mengambil keputusan secara sepihak padahal kami sudah berpesan untuk memanggil kami ketika rapat lanjutan membahas D. Belakangan, kami tahu rapatnya sudah dilakukan dan hasilnya tinggal dikirim ke rektorat untuk ditindaklanjuti,&rdquo; terang Yuliani Saputri, Ketua HMJ SOS saat ditemui <em>Sketsa,</em> hari ini (4/1).</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, bersama pihaknya Putri berikrar tak akan patah arang. Wujud solidaritas dan langkah-langkah tengah diupayakan demi bebasnya D dari jerat hukuman. Sebab di mata Putri, kawannya itu tak sepenuhnya bersalah. Menurutnya, ada hal-hal yang dilanggar birokrat dan ada pihak lain di balik D yang hingga kini masih sebatas perkiraan, ditambah enggannya mulut D untuk menyampaikan itu secara gamblang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tetap mendukung dan berusaha supaya D minimal bisa dikurangi hukumannya, bahkan bebas dari hukuman. Kami sudah mengirim surat, mendatangi kaprodi dan dekan untuk berbicara baik-baik. Kami juga melihat D tidak sepenuhnya salah, hanya saja kami belum berani menyimpulkan siapa orang di balik D. Sampai kasus ini berakhir, kami akan tetap di samping D,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Putri, hingga kini D belum bisa memberikan persetujuannya terhadap solidaritas yang kini tengah ditempuh HMJ SOS. D seolah takut kasusnya makin keruh jika himpunannya itu ikut terlibat. Kesalahan lain, ditangkap Putri justru berada di tubuh birokrat FISIP. Seharusnya D diberi teguran terlebih dulu, kemudian surat peringatan, lalu hukuman. Tapi kenyataannya, hukuman langsung dijatuhkan tanpa prosedural yang berlaku dalam kehidupan berlembaga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana sebenarnya keadilan? Kami kasihan kawan kami dibegitukan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Putri pun menyayangkan luputnya sosialisasi tentang hukuman yang menyangkut UU ITE di ranah kampus. Menurutnya, tak pernah ada pemberitahuan maupun aturan yang mengatur masalah ini secara terang. Ke depan, dia berharap aturan menyangkut ini diperjelas agar tidak memunculkan korban lain di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">Dalam upaya solidaritas, kata Putri, HMJ SOS sebenarnya telah mengantongi maaf dari dekan dan kaprodi. Namun, keduanya kompak menyatakan D tak akan bisa melenggang bebas tanpa sanksi. Terkait kepastian sanksi apa yang kelak diterima D, dekan menolak berkomentar. Sementara, kaprodi menyetujui sanksi skorsing satu semester sebagai sanksi yang paling manusiawi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bu Lisbet (kaprodi) dan dekan sebenarnya sudah memaafkan.Tapi mereka tetap sepakat akan memberi sanksi. Sanksinya apa dekan tidak mau komentar karena takut jadi fitnah. Kami berharap masalah kawan kami ini selesai dengan jalan damai dan kekeluargaan saja. Karena dampaknya tidak hanya dirasakan D, orangtuanya pun pasti terkejut. Kami berharap, birokrat bisa dengan rendah hati memaafkan kawan kami,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bergulat dengan UAS ala Atlet Gulat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/bergulat-dengan-uas-ala-atlet-gulat/baca </link>
<guid> bergulat-dengan-uas-ala-atlet-gulat </guid>
<pubDate> Fri, 06 Jan 2017 09:40:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berbagai macam cara belajar dilakukan mahasiswa agar dapat memahami materi yang diujikan. Terutama jika Anda seorang atlet gulat dan kerap repot ketika menghadapi ujian tertulis. (Sumber foto: twitter.com/papang96) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/bergulat-dengan-uas-ala-atlet-gulat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cXjSwypvNw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bergulat dengan UAS ala Atlet Gulat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Memasuki masa ujian akhir semester (UAS) mahasiswa mulai memadatkan waktunya dengan belajar demi nilai yang memuaskan. Berbagai macam cara belajar dilakukan mahasiswa agar dapat memahami materi yang diujikan. Terutama jika Anda seorang atlet gulat dan kerap repot ketika menghadapi ujian tertulis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hiburannya saya tuh kalau lagi jenuh, saya lari ke tempat latihan. Tempat latihan itu sebagai pelampiasan unek-unek di pikiran dan di hati saya. Kalau lagi jenuh, lagi kesal, lagi jengkel sama orang, ya, dibawa latihan saja,&rdquo; kata Papang Ramadhani, mahasiswa prodi Penjaskes sekaligus atlet gulat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam belajar, Papang nyaman dengan cara menghapal dan untuk itu sistem kebut semalam alias SKS selalu jadi andalannya. Cara ini cukup efektif karena terbukti langsung masuk di otaknya. Bagi Papang, cara belajar SKS bisa diandalkan dengan memaksimalkan hafalan saat di malam hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma tergantung mental kita, kalau saat ujian kita tegang dan panik, ya, apa yang kita pelajarin malah enggak bisa. Kayak kita sudah belajar teknik dari pelatih tapi saat lomba kita tegang, ya, enggak bisa,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Papang beruntung selama ini jadwal kegiatan gulat dan UAS tidak pernah berbenturan. Waktu mengikuti karantina pun dia memiliki jadwal latihan pada pagi dan sore hari. Bersisian pas dengan UAS di prodinya yang biasa berlangsung pada pukul 9 pagi hingga 3 sore.</p><p style="text-align: justify;">Di gulat karier Papang pun cukup malang melintang. Pada 2013 ia hadir sebagai atlet untuk Kejurnas di Jember. 2014 mengikuti POPROV Kaltim yang Samarinda sebagai tuan rumah. Tahun 2015 ketika sedang sibuk-sibuknya dengan program pengalaman lapangan (PPL) dan KKN, Papang mengikuti Kejurnas Pra-PON di Malang. Kemudian diikuti dengan diutusnya dia di PON Jabar 2016 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, gulat mau tidak mau akhirnya menyita waktu perkuliahan Papang juga. Ia kini sudah semester sembilan dan cuma bisa berpesan kepada skripsinya, &ldquo;Saya tinggal dulu, ya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau punya kegiatan lain atlet seperti saya, bisa dua-duanya berjalan seimbang. Kalau tidak, dua-duanya tetap bisa berjalan walaupun salah satu ada yang (akan) tertinggal. Contohnya kayak saya, dalam penyelesaian skripsi saya tinggal dulu dan fokus ke event besar lalu selesaikan yang belum selesai,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa yang diperoleh alhamdulillah medalinya emas semua. Alhamdulillah dari semester 1-9 saya enggak ada ngalami hambatan dalam proses perkuliahan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(adn/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Marak Penipuan Berbasis Komunikasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-marak-penipuan-berbasis-komunikasi/baca </link>
<guid> unmul-marak-penipuan-berbasis-komunikasi </guid>
<pubDate> Fri, 06 Jan 2017 09:50:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dewasa ini, teknologi semakin canggih membuat banyak orang mudah untuk terhubung satu sama lain. Sayangnya, ini tak hanya sekadar baik, tetapi juga memunculkan kegelisahan baru. (Ilustrasi: bbb.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-marak-penipuan-berbasis-komunikasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/16wIpJLjuk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Marak Penipuan Berbasis Komunikasi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dewasa ini, teknologi semakin canggih membuat banyak orang mudah untuk terhubung satu sama lain. Sayangnya, ini tak hanya sekadar baik, tetapi juga memunculkan kegelisahan baru. Salah satunya adalah tindak penipuan berbasis komunikasi, yang akhir-akhir ini kian marak menyerang civitas akademika Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Kamis siang (5/1) ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dwi Luthfi mengatakan bahwa telah ada dua mahasiswa FEB yang jadi korban modus penipuan berbasis komunikasi.</p><p style="text-align: justify;">Korban pertama mengalaminya pada Agustus 2016, saat itu korban terkena modus seminar yang diadakan di Pulau Jawa. Sementara korban kedua baru terjadi beberapa hari lalu, setelah korban yang merupakan kating menerima telepon dari sosok yang mengaku dosen. Dosen rekaan itu mengancam tidak akan mengeluarkan nilai satu kelas jika tidak mengirim uang. Merasa tertekan, korban manut dan mengirim uang sebesar Rp 1,7 juta.</p><p style="text-align: justify;">Lembaga kemahasiswaan FEB telah menindaklanjuti kasus tersebut yakni dengan memberi imbauan kepada mahasiswa agar lebih berhati-hati jika ada penelepon yang mencurigakan. Pun, kasus ini telah disampaikan pada saat <em>hearing</em> bersama ketua lembaga-lembaga dan birokrat FEB, Rabu (4/1) pagi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya agenda <em>hearing</em> dengan birokrat itu membahas hal lain namun di tengah pembahasan kami sisipkan permasalahan itu. Mungkin beberapa hari lagi akan rilis himbauan dari birokrat,&quot; ucap mahasiswa jurusan akuntansi itu.</p><p style="text-align: justify;">Luthfi menjelaskan bahwa bentuk tindak lanjut dari lembaga hanya berupa imbauan. Adapun untuk mengusut siapa pelaku di baliknya itu akan berasal dari korban yang merasa dirugikan atas kejadian ini. Menurutnya, korban bisa segera mengurus kasus ini dan melaporkan kepada pihak yang berwajib.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini &lsquo;kan masalah personal, kami bisa bantu berupa himbauan dan pencerdasan agar tidak terjadi penipuan lagi ke depannya karena kami cuma bisa mencegah,&quot; jelasnya. <strong><em>(snh/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Uang Panas KKN RM Masih di Tangan WR III </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uang-panas-kkn-rm-masih-di-tangan-wr-iii/baca </link>
<guid> uang-panas-kkn-rm-masih-di-tangan-wr-iii </guid>
<pubDate> Sat, 07 Jan 2017 00:43:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kurangnya sosialisasi terkait pembuatan LPJ, diakui jadi evaluasi bagi Encik. (Sumber foto: unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uang-panas-kkn-rm-masih-di-tangan-wr-iii/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PjVw9rQvii.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Uang Panas KKN RM Masih di Tangan WR III</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Polemik KKN RM masih berlanjut bak benang kusut. Bermula datangnya dana yang terlambat dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan dinilai mahasiswa tak transparan dalam pengelolaannya. Diketahui, pada September dana cair baru 30 persen. Sedangkan KKN RM berakhir pada Agustus. Namun, tak semua kelompok KKN RM mendapat ganti yang sesuai laporan pertanggungjawaban (LPJ).</p><p style="text-align: justify;">Telah dijelaskan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin melalui surel yang diterima <em>Sketsa&nbsp;</em>(31/12) lalu, yakni dana tidak terserap sebanyak Rp 31.405.500 ditambah Rp 7,5 juta dana konsumsi pembekalan yang tidak terpakai. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-pencerahan-dari-wr-iii-tentang-kasus-dana-kkn-rm/baca</a> ).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Uang masih ada, harus dikonsultasikan. Kalau kami pegang uang ini, panas. Uang orang. Tidak digunakan salah, digunakan salah,&rdquo; ujar Encik saat ditemui di ruangannya (5/1) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Kini, Encik masih menunggu jawaban Kemenko PMK terkait dana tidak terserap. Ada dua kemungkinan, akan dikembalikan ke kas negara atau diberikan sepenuhnya kepada mahasiswa. Jika opsi kedua disetujui, Encik akan mengimbau ke delapan kelompok yang belum menyetor LPJ, guna segera menyelesaikannya.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya mengapa sampai ada dana tersisa, Encik menjawab karena mutu LPJ dari masing-masing kelompok yang kurang lengkap. Dana LPJ hanya dicairkan sesuai pengeluaran yang dibuktikan dengan kuitansi dan stempel. &ldquo;Kalau semua melapor dengan kuitansi yang berstempel lengkap, <em>it</em><em>&rsquo;</em><em>s very easy</em>,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Kurangnya sosialisasi terkait pembuatan LPJ, diakui jadi evaluasi bagi Encik. &ldquo;Sebagai evaluasi, ke depan ketua kelompok dan bendahara harus tahu cara membuat laporan yang benar,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Encik menjelaskan dana KKN RM cair dalam tiga tahap, sepanjang September hingga Desember. Dengan nilai 30, 40 dan 30 persen dari alokasi Rp 200 juta. 10 persennya digunakan untuk biaya operasional dan 90 persen untuk dana KKN mahasiswa dengan potongan pajak.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penanggung jawab KKN RM, pada Rabu (4/1) lalu Encik telah melakukan <em>hearing</em> dengan Indra Cahya Pramukti salah satu ketua kelompok KKN RM, yang kini menjabat sebagai Menteri Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul. &ldquo;Dia datang ke saya, kemudian saya minta tolong disampaikan ke mahasiswa KKN dengan kapasitasmu sebagai menteri,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait Rancangan Anggaran Bantuan (RAB) yang kabarnya tak boleh disebarluaskan itu, Encik menjawab dengan santai. &ldquo;Gak usah mempertanyakan RAB, <em>kan</em> hanya rancangan. Gini aja, belanja mereka berapa dilengkapi dengan kuitansi nanti <em>kan</em> dibayarkan,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> HMJ SOS Persoalkan Hukuman yang Runcing di D, Elastis di Bendahara FISIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hmj-sos-persoalkan-hukuman-yang-runcing-di-d-elastis-di-bendahara-fisip/baca </link>
<guid> hmj-sos-persoalkan-hukuman-yang-runcing-di-d-elastis-di-bendahara-fisip </guid>
<pubDate> Sat, 07 Jan 2017 08:43:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua HMJ SOS menganggap kasusnhukuman D dengan konsumsi basi tumpul ke atas namun tajam ke bawah. ( Sumber ilustrasi: Koran kaltim) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hmj-sos-persoalkan-hukuman-yang-runcing-di-d-elastis-di-bendahara-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AWCcHHlXfk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>HMJ SOS Persoalkan Hukuman yang Runcing di D, Elastis di Bendahara FISIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Ini ibarat tongkat dua sisi, tumpul ke atas tajam ke bawah.&rdquo; Demikian ungkapan yang menurut Ketua HMJ SOS Yuliani Saputri, pantas menjelaskan peristiwa yang kini dihadapi pihaknya. Belum lepas masalah konsumsi basi, mereka harus pasrah di hadapkan dengan kasus status Facebook kawannya, D yang terancam bui.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut akhirnya membersitkan tanya sekaligus jengah di benak Putri. Menurutnya, birokrat FISIP benar-benar gagal menegakkan keadilan. Kasus D akan dijatuhi sanksi yang menurut Kaprodi Sosiatri layak berupa skorsing satu semester. Bandingkan dengan bendahara FISIP yang menyiapkan konsumsi basi untuk acara pengaderan HMJ SOS pada 5-6 November lalu, kini yang bersangkutan sudah bisa bernapas lega. Di mata Putri, situasi ini sungguh tidak adil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa ketika yang bermasalah itu mahasiswa, gampang sekali hukuman itu dijatuhkan tanpa diberi teguran atau peringatan dulu. &nbsp;Sedangkan, ketika orang atas yang bermasalah hanya sekadar ditegur terus dimaafkan,&rdquo; tegas Putri.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, Muchtar Zuhryanto, bendahara FISIP itu telah mendapat teguran dan larangan keras dari dekan untuk tidak lagi melakukan hal serupa. Meski begitu, tak ada sanksi berarti untuk Muchtar.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut mahasiswi angkatan 2014 itu pun menyebut tidak sebanding kasus konsumsi basi dengan kasus status Facebook D di tilik dari sisi kerugiannya. Namun naas, sanksi yang diberikan pun ikut-ikutan tidak sebanding.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsumsi basi itu fatal, bahkan banyak yang jadi korban. Nah, kasus D bisa kita lihat sendiri, kerugiannya seperti apa,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin kasus ini meluap lalu terlupakan, Putri bersama HMJ SOS berencana untuk menghadap dekan dan meminta keadilan. Dia juga menyayangkan tak pernah sekalipun bendahara menunjukkan itikad baik dengan meminta maaf kepada HMJ SOS secara kelembagaan, melainkan hanya perseorangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bendahara minta maaf ke dekan, kasusnya selesai tanpa sanksi. Pun tidak pernah datang ke kami untuk minta maaf. Bahkan dia tidak pernah bilang kalau konsumsi itu dari ibunya. Janji untuk mempermudah urusan keuangan kami juga tidak terlaksana. Dalam waktu dekat, kami &nbsp;kemungkinan akan menghadap dekan untuk minta keadilan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penipu Itu Pandai Menyamar dan Mafhum Informasi Kampus  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penipu-itu-pandai-menyamar-dan-mafhum-informasi-kampus/baca </link>
<guid> penipu-itu-pandai-menyamar-dan-mafhum-informasi-kampus </guid>
<pubDate> Sun, 08 Jan 2017 08:40:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus penipuan yang terjadi di Unmul kerap mengatasnamakan pejabat kampus. Tidak cukup melalui pesan singkat, penipu juga meyakinkan korban dengan menelepon langsung. (Sumber ilustrasi : elshinta.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penipu-itu-pandai-menyamar-dan-mafhum-informasi-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A8itZzDasx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penipu Itu Pandai Menyamar dan Mafhum Informasi Kampus </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kasus penipuan di Unmul yang terjadi belakangan ini tentunya jadi perhatian tersendiri bagi civitas akademika Unmul. Selidik punya selidik, kasus penipuan itu kerap mengatasnamakan pejabat kampus. Seperti penipuan yang memakan korban seorang mahasiswa pada Agustus tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, kejadian bermula dari pesan singkat yang masuk ke ponsel Derya Putra Roswana pukul 8 pagi. Si pengirim pesan mengaku dirinya sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. Dalam pesan itu, Derya sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis terpilih sebagai delegasi Unmul untuk mengikuti seminar di Jakarta yang akan membahas tentang lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Awalnya saya ragu apakah betul ini dari Pak Encik, lalu saya balas saja &lsquo;Ya benar, Pak, ini dengan saya sendiri, Derya&rsquo;. Enggak lama kemudian orang itu (penipu) menelepon,&quot; katanya.</p><p>(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-marak-penipuan-berbasis-komunikasi/baca"><u>http://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-marak-penipuan-berbasis-komunikasi/baca</u></a>)</p><p style="text-align: justify;">Keraguan Derya hilang seketika saat mendengar suara penelepon yang persis sama dengan suara Encik. Tak hanya suaranya saja, logat-logatnya pun sama. Penelepon yang mengaku Encik itu mengatakan akan memberi uang saku Rp 5 juta, tapi sebelum itu Derya harus mengirim nomor rekening terlebih dahulu. Penipu itu juga meminta calon korbannya untuk pergi ke ATM dan melakukan prosedur yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara seminar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya langsung ngikutin aja instruksinya itu (pergi) masuk ke ATM. Enggak nyadar itu ternyata saya sedang transfer duit,&quot; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah duit pun di transfer, besarannya saat itu Rp 800 ribu. Hingga Derya mulai menyadari ada sesuatu yang aneh dan bersemuka menemui Encik. Tapi sia-sia, karena ia kadung masuk perangkap.</p><p style="text-align: justify;">Tahu dirinya jadi korban penipuan, Derya lantas melapor kasus ini ke polisi namun hingga kini tak ada respons dari pihak kepolisian. Derya sendiri menduga bahwa pelaku penipuan tersebut berasal dari internal Unmul saja, bukan orang luar. Itu ia simpulkan dari pengetahuan pelaku terhadap seseorang yang ia comot dan atasnamakan. Mulai dari cara bicara hingga informasi seputar kampus yang sangat dikuasai pelaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kayaknya orang dalam aja ini yang mainin. Tapi, ya bagaimana pun, kasus ini ya enggak bisa diselesaikan secara instan, nomornya siapa, orangnya gimana, pasti butuh proses yang panjang,&quot; pungkasnya. <strong><em>(snh/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagi Kehangatan Natal dari Kampus hingga Lapas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/berbagi-kehangatan-natal-dari-kampus-hingga-lapas/baca </link>
<guid> berbagi-kehangatan-natal-dari-kampus-hingga-lapas </guid>
<pubDate> Sun, 08 Jan 2017 09:14:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jumat (6/1) sore gedung Auditorium Unmul dipadati dengan beberapa mahasiswa yang bersuka cita dalam acara ibadah dan perayaan Natal yang diselengarakan Keluarga Besar Mahasiswa Kristen (KBMK). (Sumber foto : Mahameru Primantoro) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/berbagi-kehangatan-natal-dari-kampus-hingga-lapas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EmGY4jgnK3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagi Kehangatan Natal dari Kampus hingga Lapas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA&nbsp;</strong><strong>-&nbsp;</strong>Sore pada hari Jumat (6/1) gedung Auditorium Unmul dipadati dengan beberapa mahasiswa. Mereka terlihat bersuka cita dalam acara ibadah dan perayaan Natal yang diselenggarakan Keluarga Besar Mahasiswa Kristen (KBMK). Sebelum acara dimulai pukul 17.30 Wita, para tamu dan undangan telah datang dengan penampilan yang elok.</p><p style="text-align: justify;">Calvin Damara Flawi selaku ketua acara bercerita sedikit tema yang diusung dalam acara tersebut. &ldquo;<em>C</em><em>hrist has come</em> maksudnya Tuhan Yesus Kristus, dia telah menebus dosa-dosa umat kristiani dan datang ke dunia untuk mendamaikan semua umat manusia,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Konsep acara yang diusung tahun ini berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya pelaksanakan hanya sekedar perayaaan dan ibadah saja, tahun ini diselenggarakan kegiatan Pra<em>-</em>Natal. Kegiatan tersebut lebih ditekankan kepada panitia dan pengurus. Adapun Pra-Natal merupakan salah satu ibadah yang dilakukan sebelum Natal. Kegiatan itu telah berlangsung di Lapas Narkotika Samarinda, Sempaja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami di sana sama-sama beribadah. Mereka di sana kan, menurut saya, orang-orang yang di proses jadi kami menghibur, di sana ada ibadah, game bahkan doorprize. Jadi meraka suka cita ketika kami ke sana,&rdquo; terang mahasiswa Peternakan angkatan 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Para narapidana yang mengikuti kegiatan tersebut pun berharap, acara seperti Pra-Natal bisa terselengarakan lagi. Sementara keramaian di Audit kemarin merupakan acara puncak. Kalvin berpesan kepada seluruh mahasiswa kristen di Unmul agar tetap jaga damai dan kasih. Toleransi atas kepercayaan dianut masing-masing. <strong><em>(mpr</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> "Beyond Ink Pen" Si Pulpen Ajaib yang Multifungsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/beyond-ink-pen-si-pulpen-ajaib-yang-multifungsi/baca </link>
<guid> beyond-ink-pen-si-pulpen-ajaib-yang-multifungsi </guid>
<pubDate> Mon, 09 Jan 2017 02:26:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beyond Ink Pen merupakan pulpen multifungsi. Mulai stylus, flash disk, hingga powerbank jadi satu dalam wujud pulpen ajaib ini. (Sumber foto: mobilefun.co.uk) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/beyond-ink-pen-si-pulpen-ajaib-yang-multifungsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/szRow02tmI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>"Beyond Ink Pen" Si Pulpen Ajaib yang Multifungsi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Bukan pen pinneaple apple pen, pulpen yang hits di 2016. Lebih dari itu, ada pulpen temuan baru yang sepintas wujudnya sama dengan pulpen biasa, tapi ternyata menyimpan banyak fungsi.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apa yang Anda bayangkan jika di hadapkan pada sebuah pulpen? Ya, pastinya hanya dapat digunakan untuk menulis pada sebuah kertas. Tapi jangan pernah tertipu dengan pulpen bernama Beyond Ink Pen ini.</p><p style="text-align: justify;">Beyond Ink Pen merupakan pulpen multifungsi. Mulai <em>stylus, flash disk</em>, hingga <em>powerbank</em> jadi satu dalam wujud pulpen ajaib ini. Orang-orang yang pertama kali melihatnya pasti menganggap bahwa ini adalah pulpen biasa. Padahal sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Kita mulai dari sisi bagian ujungnya yang bisa dilepas dan digantikan dengan ujung lainnya berupa <em>stylus</em> ketika Anda menggunakan s<em>martphone&nbsp;</em>atau tablet. Sedangkan jika ingin dipakai menulis, bisa langsung diganti kembali dengan ujung pulpen standar.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian beralih ke sisi ujung bagian belakang, Anda bisa membuka tutupnya dan seketika juga maka akan tampak konektor USB-nya. Seperti disebutkan, Beyond Ink Pen ini juga merupakan sebuah <em>flash disk&nbsp;</em>yang memiliki kapasitas hingga 16 GB.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, ada yang bersembunyi di bagian bawah pulpen. Yakni, kabel micro USB fleksibel (juga tersedia dalam varian <em>lightning</em> untuk perangkat iOS) yang siap menyalurkan daya listrik dari baterai yang berkapasitas 1.000 mAh-nya ke ponsel. Daya 1.000 mAh memang tidaklah besar tetapi bisa membantu kita dalam keadaan kritis selayaknya <em>powerbank.</em></p><p style="text-align: justify;">Beyond Ink Pen dikemas dalam balutan material <em>stainless steel&nbsp;</em>dan kuningan yang ringkas, nyaman, dan tampak terlihat elegan. Berat satu buah pulpen tidak lebih dari 71 gram dengan panjang 156 mm. &nbsp;Tentunya memudahkan untuk dibawa ke mana dan kapan saja.</p><p style="text-align: justify;">Jika tertarik dengan pulpen multifungsi ini, Beyond Ink Pen bisa Anda dapatkan dengan harga $70 per unit atau jika di kurskan ke dalam rupiah kurang lebih Rp 932.750 ($1 = 13.325). Wow, harga yang cukup fantastis untuk sebuah pulpen, tapi tentunya sebanding dengan manfaat yang Anda dapatkan. Selamat mencoba!</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Game Assassin's Creed Rasa Film </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/game-assassins-creed-rasa-film/baca </link>
<guid> game-assassins-creed-rasa-film </guid>
<pubDate> Mon, 09 Jan 2017 09:45:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Assassin's Creed diangkat dari video game terkenal dengan nama yang sama dan dirilis 21 Desember 2016 lalu di Negeri Paman Sam. (Sumber foto: ubisoft.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/game-assassins-creed-rasa-film/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5xPDy93oWy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Game Assassin's Creed Rasa Film</h1>
			              </header>
			              <p>Genre : Action, Adventures</p><p>Produksi : Ubisoft Motion Pictures</p><p>Sutradara : Justin Kurzel,</p><p>Skenario : Scoot Frank, Adam Cooper, Bill Collage Michael Leslie</p><p>Tanggal Rilis : 21 December 2016</p><p>Rumah Produksi : Yahoo Movies</p><p>MPAA : Remaja ( 13+)</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;-</strong> Bagaimana akhir pekan kamu di awal tahun 2017? Sudah ada rencana untuk mengisi waktu luangmu? Kalau belum Assassin&rsquo;s Creed bisa jadi pilihanmu. Film ini diangkat dari video <em>Games&nbsp;</em>terkenal dengan nama yang sama dan dirilis 21 Desember 2016 lalu di Negeri Paman Sam.</p><p style="text-align: justify;">Menceritakan Callum Lynch (Michael Fassbender) pria yang menemukan bahwa dirinya dibawa oleh organisasi rahasia. Selama bersama organisasi itu, Cal nama panggilnya, dilatih sebagai <em>Assassin</em> (Pembunuh). Dia kemudian akan membuka semua memori genetik, yang dapat memungkinkan dia untuk bisa mengalami berbagai macam petualangan dari leluhurnya yaitu bernama, Aguilar de Narha.</p><p style="text-align: justify;">Cal juga dibantu Sophia Rikkin (Marion Cotillard) yang merupakan ilmuwan memimpin projek Animus di Industri Abstergo. Animus merupakan alat berteknologi <em>virtual reality&nbsp;</em>yang dikembangkan di industri tersebut. Animus sering kali dimanfaatkan dalam sejarah, serta menemukan informasi penting seperti artefak atau disebut &ldquo;Piece of Eden.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ayah Sophia, Alan Rikkin Direktur Utama Abstergo Industry diperankan Jeremy Irons, merebut Apple of Eden berisi genetika umat manusia dan sangat diincar para Templar Kuno. Cal mulai mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi Templar Kuno musuh Assassin&apos;s.</p><p style="text-align: justify;">Meski jalan cerita agak berat dan membingungkan, akting Michael Fassbender pemeran Magnetto dalam X-Men itu telihat apik memerankan tokoh Assassin&rsquo;s ini. Bagi kamu yang sudah mencoba <em>game&nbsp;</em>Assassin&rsquo;s dan ingin merasakan seperti apa ketika difilmkan, tentu jangan dilewatkan! <strong><em>(mpr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Skrobaz, Awal Kreativitas Ciptakan Solidaritas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/skrobaz-awal-kreativitas-ciptakan-solidaritas/baca </link>
<guid> skrobaz-awal-kreativitas-ciptakan-solidaritas </guid>
<pubDate> Mon, 09 Jan 2017 22:41:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penampilan band di Skrobaz Band Competition Sabtu (7/1). (Foto: dok. Panitia Skrobaz) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/skrobaz-awal-kreativitas-ciptakan-solidaritas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rIwPfycIqD.png" />
					</figure>
			                <h1>Skrobaz, Awal Kreativitas Ciptakan Solidaritas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;Bersatu dalam Dentuman Musik dan Kreatifitas&quot; itulah tema Skrobaz Band Competition yang diadakan BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Skrobaz singkatan dari Seni, Kreatif, Olahraga, dan Bazar telah berlangsung selama dua hari (6-7/1) di Gor 27 September.</p><p style="text-align: justify;">Acara tahunan yang ke-18 ini, wujud mengakrabkan alumni dan mahasiswa FPIK. Panitianya mahasiswa 2013 dan beberapa mahasiswa 2016 guna pembelajaran sebagai mahasiswa baru (maba). &quot;Pihak rektorat dan dosen mendukung karena telah mengetahui acaranya ini bagaimana karena telah diadakan setiap tahun,&quot; kata Anwar Sadat Ketua Panitia (7/1).</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, ada futsal dan lomba lainnya untuk mahasiswa juga umum. &nbsp;Hari pertama diadakan lomba memancing dan futsal, hari kedua dan malam puncak ada lomba band. Diisi oleh band lokal dan tari-tari daerah meriahkan acara tersebut. &quot;Target bukan biaya, bahwa mahasiswa mampu untuk melakukan acara seperti ini,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski, tak dielakkan tetap ada kerikil hambatan, Anwar berharap dengan adanya ajang ini menyatukan semua angkatan. <strong><em>(tia/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anggota Magang Gelombang Kedua Sketsa 10 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/anggota-magang-gelombang-kedua-sketsa-10/baca </link>
<guid> anggota-magang-gelombang-kedua-sketsa-10 </guid>
<pubDate> Tue, 10 Jan 2017 08:07:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengumuman nama-nama anggota magang sketsa yang lulus tahap seleksi gelombang kedua. (Ilustrasi: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/anggota-magang-gelombang-kedua-sketsa-10/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mAWVBhqu20.png" />
					</figure>
			                <h1>Anggota Magang Gelombang Kedua Sketsa 10</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah melakukan seleksi berkas pada <em>Open Recruitment</em> gelombang kedua, Selasa (13/12) hingga Jumat (30/12) dan wawancara berakhir kemarin, Minggu (8/01), LPM Sketsa Unmul telah menerima 14 anggota baru. Mereka akan magang selama lima bulan ke depan. Selamat kepada nama-nama di bawah ini, semoga tetap bersama hingga akhir.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/7d6400579ba7a0e940f163c55db65c6a6b29048c.PNG" style="width: 560px;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wakil Rektor I Sebut Tak Ada Jerat Akademik untuk Kasus Facebook D </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wakil-rektor-i-sebut-tak-ada-jerat-akademik-untuk-kasus-facebook-d/baca </link>
<guid> wakil-rektor-i-sebut-tak-ada-jerat-akademik-untuk-kasus-facebook-d </guid>
<pubDate> Tue, 10 Jan 2017 08:38:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor I Unmul Mustofa Agung Sardjono, mengaku tak pernah tahu perkara status Facebook D yang kabarnya bakal diganjar skorsing satu semester. (Sumber foto: unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wakil-rektor-i-sebut-tak-ada-jerat-akademik-untuk-kasus-facebook-d/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aaViEOQ7AD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wakil Rektor I Sebut Tak Ada Jerat Akademik untuk Kasus Facebook D</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong><strong>&nbsp;</strong>Wakil Rektor I Unmul Mustofa Agung Sardjono terkejut dalam siangnya. Ditemui <em>Sketsa</em> di ruang kerjanya, Kamis (5/1) kemarin, Sardjono mengaku tak pernah tahu perkara status Facebook D yang kabarnya bakal diganjar skorsing satu semester oleh jajaran birokrat FISIP, tempat D berkuliah. Belum ada yang memberitahunya, termasuk dekan FISIP yang pada pemberitaan sebelum ini mengatakan akan menemui Wakil Rektor I untuk berkonsultasi dalam waktu dekat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak pernah mendengar kabar tentang ini. Dekan belum ada ke sini untuk konsultasi, surat hasil rapat juga tidak ada saya terima,&rdquo; ucap Sardjono.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-atau-meja-hijau-untuk-d/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-atau-meja-hijau-untuk-d/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-atau-meja-hijau-untuk-d/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, dosen Fakultas Kehutanan itu mengakui adanya prosedural panjatuhan sanksi. Yakni dimulai dengan pemanggilan, peringatan, lalu sanksi. Itu berlaku untuk segala kasus kecuali yang di ambang batas. Sehingga, menjadi sah ketika sanksi dijatuhkan tanpa memperhatikan tahapan-tahapan yang ada. Namun untuk perkara D, Sardjono berani memperkirakan termasuk yang diambang batas. Jajaran petinggi FISIP, menurutnya wajar jika marah dan bersikap.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Sardjono pun menyebut ada beda kritik dengan memaki. Secara gamblang dia menilai status Facebook D tergolong yang kedua, dengan kata goblok sebagai inti persoalannya. Dia mengimbau kepada siapa saja untuk hati-hati ketika bertindak di ruang publik, termasuk media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Prinsipnya, kritik itu bermanfaat. Tapi kalau sudah memaki-maki kan beda, itu bukan kritik lagi. Secara subjektif saya bisa memaknai status itu tergolong memaki-maki. Harusnya kritik yang disampaikan dengan ilmiah dan sertakan apa yang dilanggar,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal peraturan akademik yang juga disebut-sebut dapat menjerat D, tegas dibantahnya. Namun, UU ITE tentang pencemaran nama baik bisa saja digunakan. Lebih lanjut, dia juga membantah dikatakan sebagai pihak yang memutuskan hukuman, kecuali diminta oleh rektor, itu pun melalui disposisi resmi. Hasil rapat jajaran dekanat FISIP dinilainya sudah cukup absah untuk mendapatkan persetujuan rektor sebagai pengambil keputusan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>I&rsquo;m not a decision maker</em><em>!</em> Saya bukan pengambill keputusan. Pengambiil keputusan adalah rektor. Masalah ini tidak diatur dalam pedoman akademik, tapi ada dalam peraturan tentang etika. Itu pun setahu saya tidak diatur rinci sanksinya seperti apa. Tapi kalau mereka (birokrat FISIP) mengaitkannya dengan aturan UU ITE, ya itu mungkin bisa saja,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, dekan FISIP masih enggan memberikan komentar terkait hasil rapat tertutup untuk memutuskan sanksi D. Sementara kaprodi Sosiatri yang juga ikut hadir dalam rapat mantap menyebut sanksi untuk D yang disepakatinya ialah skorsing satu semester.<strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Telah Siap untuk Aksi Bela Rakyat 121 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-telah-siap-untuk-aksi-bela-rakyat-121/baca </link>
<guid> mahasiswa-telah-siap-untuk-aksi-bela-rakyat-121 </guid>
<pubDate> Wed, 11 Jan 2017 02:54:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengajak mahasiswa Indonesia untuk turun serentak ke jalan menyampaikan kegelisahan rakyat pada Kamis, 12 Januari. (Sumber foto: BEM SI) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-telah-siap-untuk-aksi-bela-rakyat-121/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S6DsYp6Xhh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Telah Siap untuk Aksi Bela Rakyat 121</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA -</strong> &ldquo;Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!&rdquo; seruan itu akan jadi pekik bersama para mahasiswa di Tanah Air. Melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengajak mahasiswa Indonesia untuk turun serentak ke jalan menyampaikan kegelisahan rakyat pada Kamis, 12 Januari. Aksi itu diberi tajuk Aksi Bela Rakyat 121.</p><p style="text-align: justify;">Seruan ini merupakan kalkulasi dari makin sengsaranya rakyat di Bumi Pertiwi. Awal tahun 2017, pemerintahan yang dipimpin oleh Joko Widodo membuat kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat. Kebijakan itu turun seperti rentetan yang mengerikan. Di antaranya pencabutan subsidi BBM, kenaikan tarif daftar listrik, dan pencabutan subsidi kesehatan. Diikuti melonjaknya harga cabai merah di pasaran, kenaikan tarif penerbitan STNK, BPKB, dan plat kendaraan bermotor hingga 3 kali lipat. Yang sengsara, tiada lain, kecuali rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Unmul melalui Garuda Mulawarman akan hadir dalam aksi massal ini. Sudah dilakukan tiga kali konsolidasi pada 6, 8, dan 9 Januari (Senin, kemarin). Menghasilkan enam poin tuntutan yang akan diserukan di titik aksi, di depan kantor DPRD Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Poin pertama, mahasiswa menolak dengan tegas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Jokowi untuk mencabut PP tersebut. Kedua, menolak adanya kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik serta harga cabai yang mencekik rakyat. Ketiga, mengecam presiden dan jajarannya yang saling lempar batu, sembunyi tangan atas kebijakan yang telah dibuat.</p><p style="text-align: justify;">Lalu yang keempat, menuntut presiden untuk merealisasikan Reforma Agraria. Kelima, mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 dan mengusut tuntas kasus kriminalisasi gerakan rakyat. Dan keenam, menuntut DPRD Kaltim untuk menyegerakan APBD Kaltim dan tidak menambah dana aspirasi.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>Rizaldo, komandan Garuda Mulawarman, mengatakan belum bisa memastikan berapa jumlah massa yang akan turut serta dalam Aksi 121. Namun, yang dipastikan hadir adalah bagian dari aliansi Garuda Mulawarman di antaranya BEM seluruh fakultas dan Hima yang ada di Unmul. Diikuti BEM Polnes, BEM Stikes Muhammadiyah, GMNI Samarinda, dan KAMMI Komisariat Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dua hari menjelang Aksi 121 mahasiswa mulai menyebar pesan-pesan propaganda di beberapa titik ruas kota Samarinda. Tulisan itu dipajang di beberapa tempat seperti<em>&nbsp;flyover</em> jalan Juanda, jembatan penyeberangan orang, hingga taman kota.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuannya untuk menumbuhkan opini masyarakat dengan membuat propaganda. Atas keresahan dan kebijakan yang sekarang terjadi di Indonesia. Bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(mpr/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Dukungan untuk Jawara Silat Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dukungan-untuk-jawara-silat-unmul/baca </link>
<guid> minim-dukungan-untuk-jawara-silat-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 11 Jan 2017 03:56:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Iqbal Chandra Pratama, mahasiswa HI FISIP angkatan 2015 yang berhasil menbawa pulang mendali emas pada ASEAN Universitu Games (AUG) ke-18 2016 di Singapura, 17 Juli lalu. (Sumber foto: Dok, Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dukungan-untuk-jawara-silat-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZLdHNbeAgu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Dukungan untuk Jawara Silat Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Meski Indonesia gagal mempertahankan gelar juara umum pada ASEAN University Games (AUG) ke-18 2016 yang digelar di Singapura pada 17 Juli lalu, Univeristas Mulawarman tetap patut berbangga. Sebab, dua mahasiswanya terpilih mengikuti ajang olahraga tingkat internasional tersebut. Salah satunya bahkan berhasil menyumbangkan medali emas dalam cabang olahraga pencak silat.</p><p style="text-align: justify;">AUG ke-18 2016 diikuti atlet mahasiswa dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Laos, Kamboja, Vietnam, Timor Leste, Brunei Darussalam, dan Myanmar. Pesilat perwakilan mahasiswa asal Indonesia yang berhasil memboyong medali emas itu adalah Iqbal Chandra Pratama.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya ikut bertanding dalam AUG ke-18, pada September lalu, Iqbal bersama 15 pesilat yang tergabung dalam Tim Pencak Silat Kaltim berangkat dari Tanah Borneo menuju Jawa Barat untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. Meski hanya berhasil menyumbangkan medali perak, Iqbal tetap bangga bisa menjadi perwakilan dari Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2015 itu juga tergabung dalam 30 pesilat yang memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali, pada 3 sampai 8 Desember.</p><p style="text-align: justify;">Meski berhasil menjadi perwakilan Kaltim dalam PON XIX Jabar, AUG ke-18 dan Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII, Iqbal mengaku bahwa tidak ada fasilitas maupun perhargaan yang ia dapatkan dari universitas tempat ia berkuliah. Bahkan saat ia bertanding, pihak Unmul pun sama sekali tidak ada yang mendampingi demi sekadar memberi dukungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga Unmul bisa memperhatikan lagi mahasiswanya yang berprestasi bidang non akademik dan memberikan kemudahan dalam perkuliahan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(els/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudarman, DPL KKN RM: Tak Semua Bisa Ditransparasikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudarman-dpl-kkn-rm-tak-semua-bisa-ditransparasikan/baca </link>
<guid> sudarman-dpl-kkn-rm-tak-semua-bisa-ditransparasikan </guid>
<pubDate> Wed, 11 Jan 2017 10:50:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sudarman, turut memberi tanggapan terkain dana KKN RM. (Foto: Khajjar Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudarman-dpl-kkn-rm-tak-semua-bisa-ditransparasikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MMUyjz8hRK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudarman, DPL KKN RM: Tak Semua Bisa Ditransparasikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Puluhan juta dana KKN RM yang tidak terserap, masih di tangan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. Pihaknya menunggu jawaban dari Kemenko PMK terkait akan dikemanakan dana sisa tersebut. Antara dikembalikan ke kas negara atau untuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/uang-panas-kkn-rm-masih-di-tangan-wr-iii/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/uang-panas-kkn-rm-masih-di-tangan-wr-iii/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/uang-panas-kkn-rm-masih-di-tangan-wr-iii/baca</a>&nbsp;<em>)</em></p><p style="text-align: justify;">Diketahui ada 22 kelompok yang telah mengumpul LPJ dan sebagian telah mendapat gantinya. Namun, mahasiswa merasa tak puas dengan dana ganti yang diberikan. Sementara itu, masih ada delapan kelompok yang belum mengumpulkan LPJ sama sekali.</p><p style="text-align: justify;">Dalam konsolidasi bersama Kementerian Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul, Sabtu (7/1) lalu, Guruh Futhu Syurowo satu dari delapan kelompok yang tak mengumpul LPJ menyatakan tetap tak akan mengumpul meski dana masih di tangan Wakil Rektor (WR) III.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah malas ngurusnya, tapi bagi kami yang penting ada kejelasan dana KKN RM itu ke mana saja,&rdquo; kata Guruh yang sempat jadi Koordinator Kecamatan Samarinda Utara saat KKN itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Buka-bukaan Soal Honor</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sudarman, turut memberi tanggapannya. Menurutnya, jika dana KKN RM termasuk dalam Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang dianggarkan APBN, maka jika tidak terserap dana itu harus dikembalikan. Sebagai konsekuensi, dana anggaran yang disediakan untuk tahun mendatang akan dikurangi. Lain jika KKN RM adalah dana kerja sama, maka dana yang tak terserap itu tidak dapat dikembalikan. Namun, harus tetap ada pertanggungjawaban.</p><p style="text-align: justify;">Sudarman juga menjelaskan honor yang didapatnya ketika menjadi DPL KKN RM di wilayah Kecamatan Balikpapan Selatan dan Timur. Dijelaskannya, dana transportasi Rp 350 ribu, akomodasi Rp 500 ribu (tergantung pangkat golongan dosen), dan narasumber Rp 500 ribu. Sebab, DPL diwajibkan menjelaskan materi tentang revolusi mental kepada mahasiswa KKN di tiap posko.</p><p style="text-align: justify;">Perihal dana akomodasi, ia mengaku tak terima seluruhnya. &ldquo;Saya tinggal di tempat keluarga, jadi dihargain 30 persen dari dana akomodasi,&rdquo; ungkapnya saat ditemui <em>Sketsa</em> di Studio Mahakam FM, Minggu (8/1).</p><p style="text-align: justify;">Sudarman pun tak mengetahui dengan jelas sumber dana yang ia terima, antara LP2M atau WR III. &ldquo;Di konfirmasi saja kedua pihak itu, yang jelas pasti salah satunya,&rdquo; aku dosen Pendidikan Ekonomi itu.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>pun mengonfirmasi Susilo Ketua LP2M Unmul melalui pesan singkat. Susilo mengatakan semua dana terkait KKN RM berasal dari WR III. Sementara itu WR III belum dapat dikonfirmasi, karena sedang berada di Jakarta dan dikabarkan kembali hari ini (10/1).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Sudarman, semestinya dana yang digulirkan Kemenko PMK dikelola bagian keuangan, yakni Wakil Rektor II Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan. WR III yang melaksanakan programnya, sedangkan LP2M sebagai penanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau berpikir secara logika seharusnya alurnya begitu, tapi jika tidak ya minimal laporan keuangan ada tembusannya,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Langkah Bijak&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Terkait penyelesaian antara mahasiswa KKN RM dengan pihak WR III, Sudarman menawarkan <em>win-win solution</em>. &ldquo;Bagusnya konfirmasi dari perwakilan KKN RM terkait dana, bukan menuntut transparansi, karena tidak semua bisa dibuka. Ada yang bisa di-<em>sharing&nbsp;</em>kan, ada yang tidak,&rdquo; ujar dosen yang juga aktif sebagai motivator itu.</p><p style="text-align: justify;">Melalui <em>Sketsa</em>, ia berpesan agar mahasiswa menyelesaikan masalah ini dengan baik, berpikir positif dan hati yang dingin. Lalu membangun komunikasi yang intensif dengan pihak WR III selaku penanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Minta bicara saja, <em>sharing</em> dialog dengan WR III. Minta petunjuk bagaimana prosedur bisa mendapat dana yang dijanjikan apa yang harus dilengkapi,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Guru Honorer Tak Jelas, Anak FKIP Sehat? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/nasib-guru-honorer-tak-jelas-anak-fkip-sehat/baca </link>
<guid> nasib-guru-honorer-tak-jelas-anak-fkip-sehat </guid>
<pubDate> Thu, 12 Jan 2017 07:50:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ahmad Agus Arifin (Pemimpin Redaksi LPM Sketsa 2013), kini aktif sebagai wartawan ANTV dan TV One regional Kalimantan Timur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/nasib-guru-honorer-tak-jelas-anak-fkip-sehat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tuun2TRCEv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Guru Honorer Tak Jelas, Anak FKIP Sehat?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Awal tahun 2017 benar-benar jadi pembuka tahun yang begitu berat. Dimulai dari rentetan bencana alam seperti kebakaran dan tanah longsor yang menimpa beberapa daerah di Samarinda, naiknya harga kebutuhan pokok yang menukik tajam, sampai kenaikan biaya STNK dan BPKB hingga tiga kali lipat. Perhatian banyak orang saat ini mungkin lebih intens ke harga kebutuhan atau STNK dan BPKB. Tapi, ada permasalahan yang sebenarnya lebih serius, yakni kisruh guru honorer yang saat ini belum menemui titik terang.</p><p style="text-align: justify;">Pemprov Kaltim secara mengejutkan mengeluarkan surat &apos;sakti&apos; yang berisikan rencana perumahan tenaga honorer di tubuh Disdik Kaltim yang mana hal ini sudah terealisasi dan keputusan sepihak Pemprov Kaltim di mana mereka hanya akan membayar upah bagi guru PNS, tidak bagi guru honorer lagi. Pemprov menyerahkan pembayaran upah guru honorer kepada kabupaten dan kota masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin pelik ini tak akan menjadi besar andai peralihan kewenangan ini dilakukan jauh-jauh hari. Pemkot Samarinda menjadi yang paling lantang menolak perintah peralihan kewenangan ini. Alasannya, karena dana APBD sudah diketuk akhir tahun lalu dan tidak ada pengalokasian dana untuk guru honorer. Artinya jika Pemkot Samarinda harus membayar upah 1500 guru honorer yang ada di Kota Tepian, bisa dipastikan bakal mengganggu program kerja lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara nasib ribuan guru honorer tengah digantung, kesejahteraan guru PNS keadaannya jauh lebih baik dengan berbagai peningkatan kesejahteraan yang meeka dapat. Padahal soal kewajiban, tak ada beda antara guru honorer dan PNS.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelum menulis tulisan ini, saya sempat mengonfirmasi perkembangan terakhir nasib guru-guru honorer kepada wartawan Tribun Kaltim, Anjas Tama. Dari situ diketahui saat ini para guru honorer sedikit bisa bernapas lega karena Pemprov tetap akan menggaji mereka di mana dananya akan diambil dari dana Bosda yang biasanya dianggarkan Kabupaten/Kota. Tolong di<em>&nbsp;underline,</em><em>&nbsp;</em>solusi ini hanya bersifat sementara karena Pemprov sekedar menalangi. Artinya, nasib guru honorer benar-benar masih digantungkan.</p><p style="text-align: justify;">Miris memang jika kita berbicara mengenai nasib guru honorer. Dari tahun ke tahun nasib mereka seolah tak ada perbaikan. Belum juga mendapat gaji yang layak, tunjangan semestinya, sekarang ditambah lagi saling lempar tanggung jawab mengenai pembayaran upah. Hal ini seolah-olah menegaskan bahwa keberadaan guru honorer benar-benar tak diinginkan oleh pemerintah. Seperti halnya pula guru honorer adalah &apos;pengemis&apos; APBD. Padahal tidak kan? Keberadaan guru honorer sangat diharapkan di sekolah-sekolah lantaran belum mampunya pemerintah mengangkat guru menjadi PNS sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita berandai-andai, seandainya semua guru honorer di Kaltim yang jumlahnya lebih dari 2000 orang (SMA sederajat), memilih tak lagi mengajar, apa yang akan terjadi? Saya berani jamin bahwa siswa akan terlantar lantaran kurangnya guru dan guru PNS akan &apos;teriak&apos; karena penambahan jam mengajar. Dalam kondisi seperti ini, sekolah menjadi tak kondusif. Baik siswa dan guru (PNS) akan merasa bahwa sekolah bukan lagi tempat yang menyenangkan. Setelahnya apa? Silakan jawab dalam hati masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin tidak akan terjadi, tapi pengandaian di atas menegaskan bahwa keberadaan guru honorer sangatlah diperlukan. Tak bisa tidak, dan sama sekali tidak bisa ditawar.</p><p style="text-align: justify;">Lalu apa kaitannya dengan Unmul? Bukan rahasia lagi bahwa FKIP adalah fakultas dengan mahasiswa paling banyak. Dengan belum beresnya polemik guru honorer, tentulah menimbulkan kekhawatiran. Ini karena tak memungkinkan jebolah FKIP langsung menjadi guru PNS. Mereka harus mengabdi dahulu menjadi tenaga honorer untuk selanjutnya, jika bernasib baik akan diangkat menjadi PNS tentunya setelah melewati beberapa tahapan. Padahal harga cabe dan <em>make up</em><em>&nbsp;</em>tak mau kompromi apakah kita tenaga honorer atau PNS.</p><p style="text-align: justify;">Untuk kasus ini, buang jauh-jauh dulu pemikiran bahwa dalam acara seremonial pemerintah sering mendengungkan peningkatan mutu pendidikan. Tak usah berpikir sejauh itu dulu karena jawabannya sudah kita tahu bersama. Hal terbaik yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa saat ini ya, terus belajar dan berdoa agar masalah pendidikan di Kaltim dan Indonesia bisa benar-benar seperti yang dicita-citakan UUD 1945. Kalau ribuan mahasiswa FKIP di Unmul melantunkan doa untuk perbaikan pendidikan terutama nasib guru honorer,<em>insya Allah</em><em>&nbsp;</em>satu diantara ribuan doa itu akan terkabul.</p><p style="text-align: justify;">Menutup tulisan ini, saya teringat akan salah satu <em>joke.</em><em>&nbsp;</em>Tapi ini bukan olok-olokan, lebih dari itu ini sekadar untuk membangunkan kalian yang masih tertidur dan acuh terkait nasib mereka, nasib para guru-guru kita, nasib para pengajar masa depan Indonesia. &quot;Nasib guru honorer tak jelas, anak FKIP sehat?&quot;</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ditulis oleh: Ahmad Agus Arifin (Pemimpin Redaksi LPM Sketsa 2013), kini aktif sebagai wartawan ANTV dan TV One regional Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Guru Honorer Terus Digantung, Anak FKIP Pikir-Pikir Jadi Guru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guru-honorer-terus-digantung-anak-fkip-pikir-pikir-jadi-guru/baca </link>
<guid> guru-honorer-terus-digantung-anak-fkip-pikir-pikir-jadi-guru </guid>
<pubDate> Thu, 12 Jan 2017 08:35:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nasib guru honorer masih belum jelas. Ketidakjelasan upah dan saling lempar tanggung jawab menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi mahasiswa jurusan keguruan.(Sumber foto: kupasmerdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guru-honorer-terus-digantung-anak-fkip-pikir-pikir-jadi-guru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c41yTx1Wqy.png" />
					</figure>
			                <h1>Guru Honorer Terus Digantung, Anak FKIP Pikir-Pikir Jadi Guru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dari tahun ke tahun nasib guru honorer masih saja tak jelas. Upah belum juga layak, sekarang malah ditambah dengan aksi saling lempar tanggung jawab mengenai pembayaran upah mereka. Meski respons masyarakat tak seheboh kenaikan harga bahan pokok dan BBM dan STNK, namun, tetap saja kasus ini memberi kekhawatiran bagi para mahasiswa jurusan keguruan.</p><p style="text-align: justify;">Devi Aprisanti Ritonga salah satunya. Kepada <em>Sketsa</em> Devi menuturkan keprihatinannya terhadap nasib para guru honorer yang mendapat perlakuan tak selayaknya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Guru honorer jelas kasihan, mereka kan sudah memenuhi tanggung jawab dan kewajiban sebagai tenaga pendidik, otomatis hak mereka juga seharusnya dipenuhi. Apalagi sekarang apa-apa pada naik, sedangkan gaji guru honorer kan enggak<em>&nbsp;</em>seberapa,&quot; tuturnya via aplikasi <em>Line&nbsp;</em>(7/1).</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi asal Berau itu pun tak menampik bahwa kasus ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi mahasiswa FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya khawatir pasti ada, kalau sistemnya terus seperti ini, mesti mikir-mikir kalau mau ngelamar jadi guru honorer. <em>Lha</em><em>&nbsp;</em>nasib guru honorer sekarang saja sudah kayak gini<em>,</em><em>&nbsp;</em>bagaimana nantinya,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti sudah ditebak, profesi guru pun saat ini bukan lagi menjadi primadona di kalangan mahasiswa keguruan. Devi sendiri tak memiliki rencana ingin menjadi guru dan memilih melanjutkan pendidikan Strata 2 demi mengejar impian menjadi dosen yang tentunya memiliki nasib dan jenjang karir yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau saya pribadi setelah lulus <em>insya Allah</em><em>&nbsp;</em>mau langsung lanjut S2 karena <em>goal</em> saya jadi dosen. Mungkin kalau memang mesti jadi guru, saya lebih milih jadi guru <em>private</em><em>&nbsp;</em>karena penghasilannya juga lumayan <em>banget,</em>&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Devi mungkin satu dari sekian banyak mahasiswa FKIP yang was-was, jika sistem tak kunjung membaik, apa kabar pendidikan Indonesia? (<strong><em>fir/aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jelang Aksi Bela Rakyat 121 Esok Hari, Mahasiswa Siapkan “Senjata” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-aksi-bela-rakyat-121-esok-hari-mahasiswa-siapkan-senjata/baca </link>
<guid> jelang-aksi-bela-rakyat-121-esok-hari-mahasiswa-siapkan-senjata </guid>
<pubDate> Thu, 12 Jan 2017 09:51:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puluhan mahasiswa berkumpul dan duduk melingkar di halaman Auditorium Unmul petang hari ini, (11/1) . Garuda Mulawarman sedang membahas teknis Aksi Bela Rakyat 121. (Foto: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-aksi-bela-rakyat-121-esok-hari-mahasiswa-siapkan-senjata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zc2sxaWulM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jelang Aksi Bela Rakyat 121 Esok Hari, Mahasiswa Siapkan “Senjata”</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Satu hari menjelang Aksi Bela Rakyat 121, puluhan mahasiswa berkumpul dan duduk melingkar di halaman Auditorium Unmul petang hari ini, (11/1). Garuda Mulawarman sedang membahas teknis akan seperti apa aksi besok berjalan. Aksi Bela Rakyat 121 ini direncanakan akan digelar serentak di 19 titik di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dalam konsolidasi itu, titik kumpul aksi disepakati di Auditorium Unmul. Sementara untuk massa aksi dari luar Unmul seperti Stikes Muhammadiyah, Untag, dan Polnes akan berkumpul bersama di Gedung PLN Samarinda. Sebelum kemudian pada pukul 13.00 Wita menyatukan barisan dan berbondong-bondong menuju titik aksi di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur. Diperkirakan massa aksi yang hadir berjumlah sekitar 340-an orang.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana telah dikabarkan sebelumnya, Aksi Bela Rakyat 121 berisikan enam poin tuntutan. Poin pertama, mahasiswa menolak dengan tegas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Jokowi untuk mencabut PP tersebut. Kedua, menolak adanya kenaikan harga BBM, tarif dasar listrik serta harga cabai yang mencekik rakyat. Ketiga, mengecam presiden dan jajarannya yang saling lempar batu, sembunyi tangan atas kebijakan yang telah dibuat.</p><p style="text-align: justify;">Lalu yang keempat, menuntut presiden untuk merealisasikan Reforma Agraria. Kelima, mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 dan mengusut tuntas kasus kriminalisasi gerakan rakyat. Dan keenam, menuntut DPRD Kaltim untuk menyegerakan APBD Kaltim dan tidak menambah dana aspirasi.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan-tuntutan tersebut disuarakan tentu menginginkan respons konkret. Jika tidak, mahasiswa mengancam bakal menduduki gedung DPRD, titik aksi utama esok hari. Salah satu mahasiswa yang akan terlibat dalam Aksi Bela Rakyat 121 besok, Fadly Idris mengungkapkan terdapat delapan lembaga mahasiswa yang bakal terlibat. Eks Ketua BEM FKIP itu pun mengungkapkan harapannya untuk esok.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami menuntut sikap DPRD sebagai wakil rakyat terhadap Indonesia. Mereka jelas harus bersikap. Kami mengancam akan menduduki gedung DPRD jika tuntutan kami tidak diakomodir. Sebab, ini bukan hanya suara kami, tapi suara rakyat,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.618;">Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa belum mendapat kepastian atas surat yang dikirim ke DPRD. Apakah nanti ketika aksi dijamin bakal ada pertemuan dengan Pimpinan DPRD atau perwakilan DPRD, hal itu masih belum diketahui. Sebab, tuntutan mahasiswa yang membawa nama rakyat ini memang perlu disuarakan langsung kepada DPRD.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.618;">Adapun, koordinator lapangan (Korlap) diserahkan kepada perwakilan masing-masing lembaga yang akan mengikuti aksi. Sementara BEM KM Unmul ditunjuk&nbsp;</span><span style="line-height: 1.618;">sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) utama. Sebab, salah satu alasannya adalah karena Aksi 121 juga merupakan seruan akbar dari BEM SI.</span></p><p style="text-align: justify;">Pukul 21.00 Wita malam ini, mahasiswa mulai menggodok spanduk propaganda, mempersiapkan kendaraan mobil pikap, pengeras suara hingga ban untuk aksi besar-besaran besok. Sebab, untuk rakyatlah mereka turun ke jalan, berteriak hingga habis suaranya, hingga didengar tuntutannya. Agar kemudian rakyat bisa kembali bernapas lega. <strong><em>(wal/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berantas Pungli S2 FEB, Perlu Ketegasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan/baca </link>
<guid> berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan </guid>
<pubDate> Thu, 12 Jan 2017 11:48:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus pungutan liar (pungli) S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) masih terus berlanjut. (Sumber foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tAl0HsCEsL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berantas Pungli S2 FEB, Perlu Ketegasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-</strong><strong>&nbsp;</strong>Kasus pungutan liar S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) masih terus berjalan. Baru-baru ini pihak Kelompok Kerja (Pokja) 30 menerima tanggapan dari Tetra Hidayati, Ketua Program Studi Magister Manajemen (MM).</p><p style="text-align: justify;">Carolus Tuah, Ketua Pokja 30 menyampaikan perkembangan terbaru kepada <em>Sketsa</em>, Senin (9/1) lalu. Menurutnya, ada respons Tetra yang kurang memuaskan. Ia memperlihatkan surel dari Tetra yang ditujukan kepada salah satu anggota Pokja 30, Muhammad Sulaiman. Surel tersebut merupakan jawaban atas permintaan Sulaiman terkait permohonan informasi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam surel itu terdapat dua poin penting. Poin pertama, disebutkan bahwa kegiatan <em>short course</em> yang menjadi agenda rutin MM dilaksanakan berdasarkan ikatan MoU antara program MM dengan pihak UGM. Poin selanjutnya berisi penjelasan bahwa biaya kegiatan ini dibiayai secara mandiri oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-pungli-dekan-feb-kami-sudah-ikuti-aturan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-pungli-dekan-feb-kami-sudah-ikuti-aturan/baca</a> Juga: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-pungli-dekan-feb-kami-sudah-ikuti-aturan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-pungli-dekan-feb-kami-sudah-ikuti-aturan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia (Tetra) seperti tidak menjawab apa pun. Itu saja penjelasannya melalui email. Dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa, artinya basisnya itu kesepakatan bersama antar mahasiswa. Tapi ini enggak, ada surat yang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan wajib,&rdquo; kata Carolus.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Carolus, Sulaiman akan lanjut menyengketakan kembali jika permohonan data yang diminta tidak diberi. Pihak Pokja 30 telah memberi kelonggaran waktu dalam menyiapkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan <em>short course</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Katanya tidak mudah untuk mempersiapkan LPJ, kita tunggu. Tapi, jawabannya malah ini,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Carolus juga mengaku telah lama tidak bertemu dengan para pelapor. Mulanya secara alamiah banyak yang datang untuk mengadukan kasus ini. Namun, ketika diberikan pilihan untuk langkah selanjutnya, perlahan-lahan pihak pelapor menghilang satu per satu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selanjutnya saya berencana bertemu dengan para pelapor untuk menanyakan langkah konkrit apa yang akan diambil,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pihak Pokja 30 telah memberikan pilihan ke tangan para pelapor untuk menangani kasus ini. Pilihannya apakah ingin diperkarakan secara pidana atau para pelapor secara serius terlibat dalam perbaikan. Mereka memilih pilihan pertama dengan memperkarakan kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, jika para pelapor masih setia dengan komitmen awal, maka strategi yang digunakan harus diubah. Tidak bisa hanya sekadar mendesak meminta laporan pertanggungjawaban, melainkan bisa dengan mengatur jadwal pertemuan dengan pihak birokrat kampus.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu ia dan anggotanya, Muhammad Sulaiman belum dapat mengatur strategi baru disebabkan kesibukan masing-masing. Pihak media arus utama yang selama ini ikut mendukung aksi ini juga memilih untuk <em>cooling down</em>, sehingga menyebabkan kasus ini terkesan adem ayem.</p><p style="text-align: justify;">Hal lain yang mendukung kasus ini menjadi mengendap, menurut Carolus, ialah pasifnya pihak kampus menanggapi kasus ini. &ldquo;Problem lainnya, tubuh FEB tidak ada desakan. Pihak kampus juga diam, bungkam,&rdquo; ujarnya. <strong><em>(adl</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Massa Aksi Bela Rakyat 121 Dihadang Kepolisian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/massa-aksi-bela-rakyat-121-dihadang-kepolisian/baca </link>
<guid> massa-aksi-bela-rakyat-121-dihadang-kepolisian </guid>
<pubDate> Fri, 13 Jan 2017 03:39:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa Aksi Bela Rakyat 121 dihadang Kepolisian di Jalan MT Haryono. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/massa-aksi-bela-rakyat-121-dihadang-kepolisian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LJZPrXTN4D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Massa Aksi Bela Rakyat 121 Dihadang Kepolisian</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Massa Aksi Bela Rakyat 121 bergerak tepat pukul 13.00 Wita dari Unmul. Mereka melintasi Jalan M. Yamin, Jalan Pembangunan, lalu masuk ke Jalan Kadrie Oening. Hinggap di Jalan Suryanata lalu berbelok ke Jalan MT. Haryono. Masalah telah menunggu di sana.</p><p>Puluhan aparat Kepolisian menahan jalan mahasiswa. Mereka menghadang massa Aksi Bela Rakyat 121 yang ingin menuju Gedung DPRD Kalimantan Timur.</p><p>Tiga orang penggerak aksi langsung ditahan oleh polisi. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 14.00 Wita setelah polisi melihat mobil pikap dengan pengeras suara milik mahasiswa sampai di muka mereka.</p><p>Menurut keterangan saksi yang ditemui <em>Sketsa</em>, ada tiga orang ditahan yakni Fadly Idris Eks Ketua BEM FKIP, Abdul Muis Ketua HMI Samarinda, dan satu mahasiswa yang belum diketahui identitasnya. Baru saja dikabarkan Norman Iswahyudi Presiden BEM KM Unmul pun ditahan dan saat ini berada di Polresta Samarinda.</p><p>&quot;Polisi mulai bertindak represif. Pada hari ini aksi kita mulai dihalangi,&quot; kata Edi Kurniawan, Ketua KAMMI Samarinda.</p><p>Teriakan hingga nyanyian masih disuarakan mahasiswa. Mereka ingin dibukakan jalan dan aksi aspirasi rakyat dapat diterima. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Kali Dicegat, Gas Air Mata Ditembakkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-kali-dicegat-gas-air-mata-ditembakkan/baca </link>
<guid> dua-kali-dicegat-gas-air-mata-ditembakkan </guid>
<pubDate> Fri, 13 Jan 2017 04:33:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gerombolan mahasiswa Aksi Bela Rakyat 121, saat dicegat di Jalan Meranti. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-kali-dicegat-gas-air-mata-ditembakkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NeNWhsbP4O.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Kali Dicegat, Gas Air Mata Ditembakkan</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Setelah dihadang di Jalan MT Haryono, massa Aksi Bela Rakyat 121 mundur dan mencoba mencari jalur alternatif lain menuju Gedung DPRD Kalimantan Timur. Mahasiswa keluar dari Jalan MT Haryono, menelusuri Jalan Antasari, Jalan Slamet Riyadi, lalu berbelok ke Jalan Meranti. Apa lacur, mahasiswa kembali dihadang Kepolisian.</p><p>Seperti tidak ada jalan bagi mahasiswa untuk menuju titik aksi Gedung DPRD Kalimantan Timur. Tekad mahasiswa masih kuat dan membuat pagar massa. Berjalan serentak menubruk rombongan Kepolisian. Seketika keadaan menjadi kacau.</p><p>Dari pantauan <em>Sketsa</em>, Aditya Ferry Ketua BEM FEB dibelit lehernya dengan lengan oleh seorang polisi. Ditarik paksa hingga terseret-seret. Mahasiswa lain yang melihat segera membantu Ferry. Berusaha untuk melepaskan belitannya hingga lepas. Sementara pagar massa terus bergerak. Hingga tepat setelahnya terdengar bunyi &quot;plssst&quot;. Suara tembakan gas air mata resmi dilepas</p><p>Massa aksi mundur terbelit-belit. Perempuan menangis berlari menuju tempat aman terdekat. Laki-laki berteriak protes. Sementara tampak dari jauh, pihak Kepolisian berdiri tegak, tak terganggu usai mengoles wajahnya sendiri dengan pasta gigi.</p><p>&quot;Rezim anti demokrasi! Kami hanya membawa bendera. Tapi kami disirami gas air mati. Ada yang tidak beres dengan negara ini. Polisi bukan milik kita lagi,&quot; kata Syamsul Alam dari KAMMI Kaltim.</p><p>Tidak ada onar, tetapi tercatat delapan mahasiswa ditangkap. Banyak di antaranya adalah pimpinan lembaga. Teriakan &quot;copot Kapolres&quot; menggema setelah tindakan aparat yang dianggap kelewat. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiba di Depan Gedung DPRD, Mahasiswa: Kembalikan Kawan Kami! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiba-di-depan-gedung-dprd-mahasiswa-kembalikan-kawan-kami/baca </link>
<guid> tiba-di-depan-gedung-dprd-mahasiswa-kembalikan-kawan-kami </guid>
<pubDate> Fri, 13 Jan 2017 05:45:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa Aksi Bela Rakyat 121, telah tiba di depan Gedung DPRD. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiba-di-depan-gedung-dprd-mahasiswa-kembalikan-kawan-kami/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pUAZY5fbaA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiba di Depan Gedung DPRD, Mahasiswa: Kembalikan Kawan Kami!</h1>
			              </header>
			              <p><span style="line-height: 1.618; text-align: inherit; background-color: transparent;"><strong>SKETSA</strong> - Mobil <em>water canon&nbsp;</em>menjadi saksi bisu dialog alot antara mahasiswa dengan Kepolisian. Massa aksi meminta agar mahasiswa yang ditangkap untuk dibebaskan segera. Massa aksi bersikap. Mereka mengancam tidak akan pulang tanpa bersama kawan mereka yang ditahan.</span></p><p>Tak hanya itu, mereka juga meminta agar Kepolisian membuka jalan kepada barisan massa aksi untuk segera menuju Gedung DPRD Kalimantan Timur.</p><p>Setelah sederet upaya dilakukan dan beberapa kali pengeras suara berpindah tangan, pukul 15.40 Kepolisian akhirnya luluh. Massa Aksi Bela Rakyat 121 diizinkan untuk melintasi Jalan Tengkawang dan Gedung DPRD Kaltim dengan berjalan kaki.</p><p>Di saat yang bersamaan, Encik Akhmad Syaifudin muncul bersama stafnya Aditya Irawan. Mereka membersamai mahasiswa berjalan kaki. Aksi heroik itu mereka lakukan guna memastikan keadaan yang kian memanas.</p><p>&nbsp;&quot;Hanya ingin memastikan keadaan aman,&quot; kata Encik kepada <em>Sketsa</em>.</p><p>Azan asar berkumandang diikuti rintik hujan pelan-pelan dan Gedung DPRD mulai tampak dari jauh. Mahasiswa dari Polnes rupanya telah menunggu di Jalan Tengkawang. Mereka lalu bergabung dengan mahasiswa Unmul.</p><p>Tiba di depan Gedung DPRD Kaltim, mahasiswa kembali mentok di pagar terdepan. Barisan Polwan diturunkan, membentuk pagar penghadang gerakan mahasiswa.</p><p>Kian panas, Nur Hariyani, Presiden BEM FISIP, memutuskan bicara. Dia mengambil pengeras suara kemudian berteriak.</p><p>&quot;Kembalikan kawan kami. Ketika memang tidak ada anggota dewan, maka kawan kami harus dikembalikan. Janji adalah janji!&quot; katanya tanpa ragu memecah hari yang semakin sore.&nbsp;</p><p>Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan pihak Kepolisian, massa aksi harus sudah bubar jalan pukul 18.00 Wita. Tidak bisa tidak. Suka atau tidak suka, demikian yang diinginkan Kepolisian kepada seluruh massa aksi hari ini. <strong><em>(wal/aml)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Ditahan Kembali, Tuntutan Mesti Sampai ke Meja Pemerintah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yang-ditahan-kembali-tuntutan-mesti-sampai-ke-meja-pemerintah/baca </link>
<guid> yang-ditahan-kembali-tuntutan-mesti-sampai-ke-meja-pemerintah </guid>
<pubDate> Fri, 13 Jan 2017 07:14:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa pun bubarkan diri pukul 17.00 Wita dan kembali ke Unmul untuk evaluasi aksi hari ini. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yang-ditahan-kembali-tuntutan-mesti-sampai-ke-meja-pemerintah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/io1Tgya4af.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yang Ditahan Kembali, Tuntutan Mesti Sampai ke Meja Pemerintah</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Orasi demi orasi disampaikan para pimpinan lembaga yang mengikuti Aksi Bela Rakyat 121 di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur. Tentang rakyat yang tercekik hingga Kepolisian yang dianggap represif.</p><p>Sesudah itu mahasiswa beristirahat sejenak. Mengentaskan rasa haus di tenggorokan sejak dimulainya aksi siang tadi. Pada pukul 16.45 Wita ketika sedang beristirahat, satu mobil polisi tiba membawa serta mahasiswa yang sebelumnya ditahan. Dari mobil dengan kursi memanjang di bagian belakang itulah, satu per satu turun mahasiswa. Jumlahnya 14 mahasiswa. Masih minus Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM yang belum kelihatan batang hidungnya.</p><p>15 menit setelah itu baru Norman diantar. Setibanya dia langsung bergabung dalam lingkar kecil berisi para pimpinan lembaga, yang sedang membahas kelanjutan aksi.</p><p>Ada suara-suara yang ingin Aksi Bela Rakyat 121 berlanjut. Ada juga yang mengatakan aksi sebaiknya dicukupkan. Sebab, Kapolres telah membuktikan janji terhadap kesepakatan untuk mengembalikan belasan mahasiswa yang ditahan.</p><p>&quot;Kami tidak ingin meninggalkan teman-teman kami. Kami tidak ingin menjadi sampah,&quot; tegas Rizaldo, Gubernur BEM FKIP.</p><p>Sementara Norman meyakinkan bahwa tuntutan aksi ini tetap akan sampai di meja pemerintah. Melalui konferensi pers yang diberitakan media-media arus utama.</p><p>&quot;Karena memang tidak ada orang sekarang di Gedung DPRD,&quot; imbuhnya.</p><p>Maka dari itu keputusan secara konkret, Aksi Bela Rakyat 121 disudahi pada pukul 17.00 Wita. Mahasiswa diminta kembali ke Unmul untuk selanjutnya diadakan evaluasi aksi di halaman Auditorium Unmul. Evaluasi akan digelar malam ini juga. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepolisian Represif, DPRD Lenyap, dan Nafsu Aksi Lanjutan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kepolisian-represif-dprd-lenyap-dan-nafsu-aksi-lanjutan-mahasiswa/baca </link>
<guid> kepolisian-represif-dprd-lenyap-dan-nafsu-aksi-lanjutan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 13 Jan 2017 10:47:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa Aksi Bela Rakyat 121 hari ini (12/1) memang telah membubarkan diri. Namun nyatanya, mereka tak berhenti. Oleh sebab tuntutan belum mendapatkan hasil, mereka berencana bakal menggelar aksi lanjutan. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kepolisian-represif-dprd-lenyap-dan-nafsu-aksi-lanjutan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9YHEjPvFeX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kepolisian Represif, DPRD Lenyap, dan Nafsu Aksi Lanjutan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Massa Aksi Bela Rakyat 121 hari ini (12/1) memang telah membubarkan diri. Namun nyatanya, mereka tak berhenti. Oleh sebab tuntutan belum mendapatkan hasil, mereka berencana bakal menggelar aksi lanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum itu, usai aksi, mahasiswa berkumpul kembali di halaman Auditorium Unmul. Mereka mengevaluasi jalannya aksi yang dipersulit oleh polisi sehingga tak menghasilkan apa-apa. Selain fenomena para petinggi lembaga mahasiswa yang mesti ditahan, hingga gas air mata terpaksa dilepaskan tanpa ampun.</p><p style="text-align: justify;">Evaluasi dipimpin langsung oleh Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi, yang sejak aksi dilangsungkan sudah lebih dulu ditahan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, salah satu sorotan utama yang menjadi bahasan dalam evaluasi adalah mengapa polisi sedemikian konfrontatif kepada mahasiswa?&nbsp;Usut punya usut, ternyata disebabkan izin yang belum dikantongi mereka yang berunjuk rasa hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, terdapat alasan yang dipaparkan Norman perihal izin. Dia mengatakan surat izin sebenarnya sudah siap sejak Senin, namun proses pengiriman yang agak terlambat menyebabkan izin belum sempat diperoleh sementara aksi harus segera dilakukan. Selain itu, Aditya Ferry selaku penanggungjawab surat izin, menuding ini hanyalah dalih Kepolisian untuk menggagalkan aksi. Ketua BEM FEB Unmul itu mengaku telah menyerahterimakan surat kepada polisi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Gubernur BEM FKIP Rizaldo, yang juga terlibat dalam aksi &nbsp;hari ini menyebut Kepolisian telah mencederai dan melanggar perundang-undangan.<br><br>&quot;Sungguh telah mencederai UU Nomor 7 Tahun 2012 peraturan Kepala Polri tentang penyelenggaraan pelayanan pada pasal 10 dan pasal 11, disebutkan bahwa hanya memberikan surat pemberitahuan. Bukan harus mendapat perizinan oleh pihak kepolisian. Yang sudah jelas-jelas aksi ini untuk membela rakyat dan menyampaikan aspirasi rakyat,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat massa aksi telah sampai di Gedung DPRD Kalimantan Timur, enam perwakilan massa aksi diizinkan untuk masuk ke dalam gedung. Rizaldo termasuk salah satu di antaranya. Dari enam dibagi dua kelompok untuk memeriksa isi gedung DPRD. Siapa kira-kira perwakilan rakyat yang bersembunyi di sana. Setelah 20 menit, lantai 4 dan 5 sudah habis dikelilingi, tidak ada satu pun anggota DPRD yang nampak. <br><br>&quot;Akhirnya hanya mendapat informasi bahwa para anggota DPRD Kaltim akan melakukan sidang paripurna pada Senin nanti. Dan massa aksi sepakat untuk akan menemui anggota DPRD Kaltim hingga aspirasi dan tuntutan rakyat ini telah diterima dan dikirim ke pemerintah pusat,&quot; ungkapnya.<br><br>Hasil Aksi Bela Rakyat 121 hari ini masih jauh dari yang diharapkan. Enam tuntutan yang dilayangkan saat aksi masih kurang terjabarkan dengan baik. Ini juga menjadi evaluasi serius untuk diperbaiki menuju aksi selanjutnya.<br><br>Oleh sebab ketidakpuasan, aksi lanjutan akan kembali digelar pada Senin, 16 Januari mendatang. Sementara untuk konsolidasi akan kembali digelar pada hari Sabtu, 14 Januari.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tuntutan kita tetap sama. Dan teman-teman yang punya teman mahasiswa di luar silakan ajak untuk bergabung kembali,&quot; kata Norman menutup evaluasi aksi hari ini. <em><strong>(wal/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Bela Rakyat 121 di Mata Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-bela-rakyat-121-di-mata-masyarakat/baca </link>
<guid> aksi-bela-rakyat-121-di-mata-masyarakat </guid>
<pubDate> Sat, 14 Jan 2017 09:33:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melihat massa Aksi Bela Rakyat 121 dari sudut pandang masyarakat. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-bela-rakyat-121-di-mata-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DIbfNqDeJj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Bela Rakyat 121 di Mata Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Aksi Bela Rakyat 121 dapat dikatakan cukup luar biasa, mengingat telah lama tak ada aksi menegangkan seperti itu. Seperti yang telah diberitakan <em>Sketsa</em> sebelumnya, aksi tersebut tak berjalan mulus. Berbagai halang rintang dilalui massa aksi demi menyuarakan tuntuntannya di Kantor DPRD Provinsi Kaltim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari dihadang sebanyak dua kali, tembakan gas air mata, hingga pemukulan serta penahanan peserta aksi yang dilakukan aparat Kepolisian. Lantas seperti apa, masyarakat menilai aksi 121 tersebut?</p><p style="text-align: justify;">Usai gas air mata, <em>Sketsa&nbsp;</em>mewawancarai beberapa pedagang yang ada di sektitar wilayah aksi, tepatnya di Jalan Meranti. Tidak semua pedagang mau mengeluarkan pernyataan, beberapa justru mengelak. Mereka pun enggan menyebutkan namanya ketika diwawancara <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Ada pedagang bakso keliling, mengaku bahwa aksi 121 tersebut memberinya keuntungan tambahan dari peserta yang beristirahat. Bahkan, baksonya diborong mahasiswa untuk makan peserta secara gratis. Setelah ditanya mengenai tuntutan, ia mengaku tak paham sama sekali apa yang dituntut oleh mahasiswa. Lain halnya dengan pedagang jilbab, walaupun sama-sama tidak tahu apa tuntutan aksi, ia justru mengecam aksi 121 ini. Menurutnya aksi ini merugikan,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harus sampai menutup toko saya, padahal seharusnya kan pembeli bisa datang kalau tidak ada demo,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa ada peserta aksi yang mencoba berlindung di tokonya saat gas air mata ditembakkan polisi. &ldquo;Saya usir mereka yang mau masuk toko saya, saya kan nggak suka patung-patung jilbab saya dijatuh-jatuhkan begitu,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ironis, mengingat aksi ini merupakan pembelaan kepada rakyat yang justru tidak tahu kalau sedang dibela. &ldquo;Nggak tahu, saya nggak tahu menahu ini demo apa. Nggak ada pemberitahuan atau apa. Terganggu tentu, tapi mau bagaimana lagi,&quot; ujar pemilik bengkel yang terlihat kaget. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terlepas ketidaktahuan masyarakat tentang aksi yang dilakukan mahasiswa itu, akan ada aksi lanjutan demi suarakan tuntutan yang belum terpenuhi. Pemerintah diharap menyikapi hal tersebut dengan bijak, bukan tindakan represif. <strong><em>(*/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Norman Ditangkap, Encik Bungkam dan Membiarkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/norman-ditangkap-encik-bungkam-dan-membiarkan/baca </link>
<guid> norman-ditangkap-encik-bungkam-dan-membiarkan </guid>
<pubDate> Sat, 14 Jan 2017 10:13:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam kasus Aksi Bela Rakyat 121, Kamis (12/1) kemarin, Presiden BEM KM Unmul saat itu sedang bersama Wakil Rektor III Unmul di tahan di ruang WR III. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/norman-ditangkap-encik-bungkam-dan-membiarkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LzL8jgX3Mc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Norman Ditangkap, Encik Bungkam dan Membiarkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sekitar pukul 12.00 Wita, menjelang Aksi Bela Rakyat 121 pada Kamis (12/1) hanya tersisa dua orang di ruangan Wakil Rektor III Unmul. Ada Encik Akhmad Syaifudin dan Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul yang saling berhadapan. Sebelumnya pada pukul 10.30 Wita, enam perwakilan BEM KM Unmul termasuk Norman membahas mengenai agenda Musyawarah Nasional (Munas) yang tahun ini Unmul didaulat sebagai tuan rumah bersama Encik selaku WR III.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pertemuan ini sudah direncanakan sehari sebelumnya,&quot; tulis Norman dalam kronologi penangkapan atas dirinya di Facebook.</p><p style="text-align: justify;">Ketika urusan itu selesai, Encik meminta Norman untuk tetap tinggal. Sementara anggota lainnya dipersilakan pergi dan bergabung ke dalam rombongan massa Aksi Bela Rakyat 121 yang telah berkumpul di halaman Auditorium.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu jelas membuat Norman kebingungan. Sebab, hanya dia yang diminta bertahan. Padahal, dia mesti bergegas menuju titik kumpul untuk melakukan Aksi Bela Rakyat 121 bersama ratusan mahasiswa lainnya yang sudah bersiap.<br><br>Kepada <em>Sketsa</em>, Norman mengatakan Encik rupanya telah mengetahui akan adanya aksi besar-besaran yang digelar hari itu. Meski ditahan Encik, Norman mengaku manut dengan didasari perasaan hormat.<br><br>Kebingungan Norman akhirnya terjawab kala di mana ruangan Encik disatroni sejumlah Intelkam yang memaksanya untuk membatalkan aksi. Perdebatan kecil tak terelakkan. Norman tidak dapat mengambil keputusan sepihak tanpa berkoordinasi dengan kawan-kawannya yang lain. Selain itu, dia juga punya senjata, berupa peraturan yang menyebut tidak perlu izin untuk melakukan aksi, melainkan pemberitahuan saja. Sebab, perihal izin inilah yang disebut-sebut alasan aparat begitu bernafsu membatalkan aksi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tiba-tiba hadir lima orang anggota Intelkam Polresta Samarinda ke dalam ruangan WR III. Dalam hati saya bertanya, &apos;Loh ini ada apa? Kok anggota Intelkam bisa nyelonong ke sini?&apos;&quot; lanjut Norman. <br><br>Kasat Intelkam itu menyampaikan keberatan dengan aksi mahasiswa karena dinilai belum mengantongi izin dari Kapolresta Samarinda. Norman yang memang ambil posisi sebagai Jenderal Lapangan (Jendlap) utama dipaksa menghentikan aksi, tapi lagi-lagi ia tidak punya kuasa untuk itu. <br><br>Di tengah situasi tersebut, Norman menahan geram kepada WR III. Rasanya seperti dijebak orang kepercayaan. Encik waktu itu hanya diam, bahkan terkesan membiarkan apa yang terjadi dihadapannya. Di saat yang sama lewat pukul 13.00 Wita, massa Aksi Bela Rakyat 121 mulai bergerak ke titik aksi.<br><br>Tekanan bagi Norman nyatanya belum usai. Sesudah disatroni Intelkam, muncul Kapolres Eryadi di ruangan Encik. Eryadi hadir dengan raut tidak bersahabat dan emosi yang kemudian ia lampiaskan kepada Kasat Intelkam. Ia benar-benar ingin aksi dibatalkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tampak sekali arogansi dari Kapolresta karena beberapa kali saya menyampaikan pernyataan terkait berlangsungnya aksi ini saya dan rekan-rekan mahasiswa peserta aksi diremehkan, dengan nada yang sedari awal pembicaraan sudah cukup tinggi. Salah satu kalimat yang masih terekam dalam ingatan saya adalah &apos;Kamu tahu apa? S1 saja masih belum lulus!&apos; disambung dengan rekan beliau yang menyatakan bahwa Kapolresta merupakan lulusan pendidikan S3 Ekonomi,&quot; kisah Norman. <br><br>Situasi itu membuat Norman kian bertanya-tanya akan sikap Encik yang dinilainya membiarkan bahkan mendukung dirinya untuk diamankan. Norman kain geram.<br><br>Encik, kata Norman tidak sama sekali memberikan pembelaannya. Dia bahkan lebih kooperatif dengan Kepolisian.<br><br>Eryadi tampaknya terganggu dengan Presiden BEM KM satu ini, dan memutuskan Norman untuk ditahan. Norman sempat protes, tapi tak berarti apa-apa. Ponselnya juga disita agar tidak ada komunikasi dengan massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya bertahan, apa alasan saya ditahan? Apa diduga akan melakukan makar? Kapolresta tidak menjelaskan lebih lanjut,&quot; jelas Norman.<br><br>Di tengah penahanannya, Encik, seseorang yang dianggap Norman orangtuanya itu kembali hanya bisa diam. Tak ada pembelaan, hanya diam. Dia sempat mengajak Norman bicara, meski dengan nada menyalahkan. <br><br>&quot;Kamu sih yang salah,&quot; kata Norman kepada <em>Sketsa</em> meniru ucapan Encik.<br><br>Aksi Bela Rakyat rencananya akan dilanjutkan dengan membawa tuntutan yang sama. Rencananya, aksi bakal digelar 16 Januari mendatang. <strong><em>(wal/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masih Bergulir, Wakil Rektor I Beri Solusi Kasus Facebook D </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masih-bergulir-wakil-rektor-i-beri-solusi-kasus-facebook-d/baca </link>
<guid> masih-bergulir-wakil-rektor-i-beri-solusi-kasus-facebook-d </guid>
<pubDate> Sun, 15 Jan 2017 09:04:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bergulirnya kasus status Facebook D membuat Wakil Rektor I memberikan jalan tengah. (Sumber ilustrasi:cnnindonesia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masih-bergulir-wakil-rektor-i-beri-solusi-kasus-facebook-d/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UwbW9EDAbw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masih Bergulir, Wakil Rektor I Beri Solusi Kasus Facebook D</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong><strong>&nbsp;</strong>Hingga hari ini, tiada satu pun yang tahu sanksi apa yang akan jatuh kepada D, mahasiswi yang pada 30 November silam menuliskan status Facebook tak biasa.Hal itu dibenarkan Wakil Rektor I Mustofa Agung Sardjono yang mengaku belum mendapatkan laporan dalam bentuk apa dan dari mana pun dalam hal ini dari dekan FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Meski sempat terkejut lalu menilai status Facebook tersebut tergolong memaki, kepada <em>Sketsa</em> Sardjono mencoba membuka jalan tengah untuk D serta jajaran petinggi FISIP dalam menghadapi peristiwa ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak tahu apakah hukuman skorsing itu dihitung masa studi atau tidak. Sampai saat ini belum diatur. Kalau bisa, dia (D) minta maaf dan mengajukan skorsingnya itu dihitung cuti. Karena, cuti itu tidak dihitung masa studi. Kasihan kalau skorsingnya dihitung masa studi, pasti akan lebih lama selesai. Kalau dia boleh ambil cuti, ya dia cuti saja. Jadi, secara <em>de facto</em> dia diskors, tapi secara <em>de jure</em> dia ambil cuti. Itu bisa diatur bersama pejabat fakultas. Yang penting dia mengaku salah. Fakultas juga tidak harus menarik hukuman yang sudah ditetapkan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Adanya cuti, bagi Sardjono merupakan jalan yang mampu membuat kedua belah pihak sama-sama nyaman. Satu sisi, D tidak akan terlambat menyelesaikan masa studi sambil menjalani sanksi. Di sisi lain, fakultas tidak perlu khawatir kehilangan muka atau terkesan plin-plan karena tanpa tedeng aling-aling mencabut hukuman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu saya kira yang paling bijak,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah ditemukan jalan keluar, D harus tetap minta maaf dan menyesali perbuatannya. Selain itu, D juga harus benar-benar memanfaatkan masa &ldquo;liburannya&rdquo; kelak dengan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat, semisal mulai mengerjakan rancangan penelitian. Mengingat, D kini tengah menempuh semester atas. Bahkan bukan tidak mungkin, D akan lebih cepat melaju menuju kelulusan dibanding teman-temannya yang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Katakanlah dia jadi dijatuhi skorsing, maka dia harus memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin. Dia bisa mulai menyusun riset penelitiannya, mungkin dari data sekunder yang bisa dicari dari sekarang. Supaya tidak tertinggal dari teman-temannya yang lain, bahkan dia bisa mendahului. Dia harus buktikan walaupun kena skors dia bisa juga selesai cepat,&rdquo; ujar Sardjono berpesan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Dosen Fakultas Kehutanan itu pun menyatakan kesiapannya jika kelak diminta rektor memberikan pandangan terkait masalah ini. Mantap, dia mengatakan akan menyarankan hal yang sama, yakni cuti untuk D. Terlepas daripada perannya yang tidak dapat memberikan fatwa, keputusan terlembaga dari jajaran birokrat FISIP menurutnya sudah cukup berbicara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hukuman yang menjadi rekomendasi dari fakultas akan dirapatkan lebih dahulu di jajaran kami di universitas. Kemudian dibawa ke komisi etika, dalam hal ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. &nbsp;Sebenarnya pandangan dari dekan pun sudah cukup apalagi jika berkaitan dengan aturan hukum,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nyanyian Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/nyanyian-malam/baca </link>
<guid> nyanyian-malam </guid>
<pubDate> Mon, 16 Jan 2017 08:48:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Nyanyian Malam" sebuah cerpen yang ditulis oleh Anna Wandira, mahasiswi Sastra Indonesia angkatan 2014, Fakultas Ilmu Budaya. (Sumber ilustrasi: xalaa.blogspot.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/nyanyian-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wnPzCUOQ6X.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nyanyian Malam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>MALAM</strong> basah, jalanan sepi, angin kencang mulai membekukan tubuh manusia yang berdiri sedari tadi di depan jendela kamar yang menganga, seperti hatinya yang telah digerogoti luka menahun, gorden mengibas-ngibaskan helai &nbsp;hingga sesekali menyentuh wajahnya yang juga basah seperti jalanan yang lengang, ia baru tersadar air matanya mengalir begitu saja lewat pipinya yang mulai keriput namun masih meninggalkan guratan kecantikan di masa lalunya. Dipandanginya jalanan itu seolah ada kenangan yang terus berjalan tanpa tujuan dan tak tahu arah untuk kembali. Tak ada siapa-siapa di sana, bahkan sampai esok pagi, siang, sore, malam atau sampai ajal menjemputnya pergi.</p><p style="text-align: justify;">Dua puluh tahun lamanya sendiri membuatnya terasa mati walau nyatanya masih bernapas. Ia kembali duduk di kursi, sendiri. Sontak ia berdiri lagi, mengambil sebuah buku yang sudah mulai usang dan berdebu di atas lemari, kemudian duduk kembali dan mulai membuka lembar tiap lembar, ia eja satu kalimat demi kalimat dengan nada yang terisak dan tenggorokannya yang kering akibat mempuasakan diri selama berhari-hari, tak ada sesuap makanan atau seteguk air pun yang menyentuh kerongkongannya, hanya air mata yang tidak sengaja tertelan.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;</em><em>Akulah hati yang kau lempar jauh dari genggaman eratmu hingga aku terdampar di &nbsp;padang pasir, mendamba basah karena gersang yang mematikan. Lihatlah aku sayang, sepasang bola mata kemarau karena air yang kau kuras habis tak tersisa setetespun kesejukan. Lihatlah aku sayang, sepasang hati yang terpisah jauh saat berpalingnya wajah dalam diam yang menikam, tak ada kata, hanya butiran-butiran kebencian merasuk di celah kekecewaan yang mendalam. &nbsp; &nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Pelan-pelan perempuan empat puluh tahun itu menutup buku hariannya yang sedari tadi ia baca dan ia genggam, lalu meletakkan buku itu di meja tepat di samping ia duduk. Tubuhnya melorot dan leher bersandar di bibir kursi yang biasa untuk meletakkan bahu, dipandanginya langit-langit kamar dan bergeming sendiri, namun disaksikan oleh &nbsp;jam dinding yang terus berdentang seolah mengolok-olok kedukaan yang ia rasakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh kekasihku, aku terkenang&hellip;&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Malam itu bagaikan malam pertemuan yang singkat antara dua insan yang akan jauh berpisah. Ya, mereka akan jauh berpisah, jauh sekali, bahkan jarak tak mampu mengukur seberapa jauh mereka akan terpisah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan kepadaku, sayang?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dengan bibir gemetar, wanita itu menatap dalam-dalam kepada pria yang berdiri tegak di hadapannya. Namun pria itu tak mengucap kata sepatah pun, sikapnya dingin seperti angin kemarau yang berembus mengitari mereka. Ia berbalik arah dan berlalu pergi tanpa menoleh ke arah wanita yang masih memandangi punggungnya dari belakang.</p><p style="text-align: justify;">Sudah dua puluh tahun lamanya lelaki yang ia cintai pergi, bertolak belakang dengan yang biasa ia dulu ucapkan kepada wanita saat masih bersama-sama. Celoteh ria karena hal sepele yang membuat gurihnya senyuman di wajah wanita yang terus terpancar hingga membuat sang lelaki merasa dihargai, merasa bahwa tak akan ada wanita lain yang ia incar lagi selain dia, hanya dia, wanita yang menemaninya hampir empat tahun lamanya dengan ikatan percintaan langit sebagai saksi janji suci mereka, tanpa penghulu, tanpa rekan, dan sanak saudara. Hidup bagi mereka adalah kebebasan bercinta, tak ada alasan lain mengapa mereka tak ingin diikat resmi oleh penghulu agama mereka masing-masing. Ya, semua itu sekali lagi hanya karena CINTA hingga meninggalkan dua pasang orang tua.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, Ah, mengapa kau begitu tega meninggalkan aku sendiri, sayang? Padahal belum habis kita tuntaskan rindu yang menggebu-gebu setiap waktu. Seharusnya hari itu kita minta nikahkan kepada pendeta dan penghulumu. Harusnya hari itu sudah ada cincin yang melingkar di jari manisku dan jari manismu, harusnya kita sama-sama merayakannya dengan berbulan madu. Bersama-sama menghabiskan dan membunuh waktu. Ya, &nbsp;hanya bersamamu segala waktu akan ku persembahkan, kekasihku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Wanita itu bergeming kembali. Di dalam hatinya, seharusnya ia tak membujuk lelaki untuk berpaling kepada Tuhannya, seharusnya ia menurut apa katanya, meskipun ia tahu bahwa lelaki sangat mencintainya, namun harusnya ia juga tetap sadar bahwa kepercayaan tetaplah kepercayaan, tidak bisa kurang dan dilebih-lebihkan, apalagi meninggalkan. Sekarang wanita itu sudah paham mengapa kekasih yang sangat ia cintai meninggalkannya jauh tanpa satu patah katapun sebagai ucapan terakhir perpisahan yang ternyata sudah selama ini, dua puluh tahun merindukan, mencintai, membayayangkan, sangatlah menyiksa dan menguras habis pikiran, hati, dan jiwanya. Sebelum benar-benar lelaki itu membisu dan kemudian pergi, ia telah menyisakan kata terakhir, benar-benar terakhir:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah kau mencintaiku?&rdquo; tanya wanita itu ragu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu, mengapa masih kau pertanyakan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Wanita itu kembali bertanya kepada lelaki yang mulai ragu dengan jawabannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lalu, kapan kita akan menikah? Sudah empat tahun kita menjadi sepasang kekasih tanpa ikatan sakral dan suci.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisakah kau bersabar sedikit saja sayang, aku harus berpikir matang-matang sebelum semuanya kita lakukan. Kau tahu, kita berbeda, harus ada salah satu diantara kita yang mengalah, menurut, dan menerima jika kita ingin selalu bersama-sama.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lelaki itu menjawab dengan bijak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu tidak benar mencintaiku, kamu pembohong, kamu hanya ingin bersamaku, tapi tidak untuk menikah denganku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dengan nada tinggi wanita itu melontarkan emosinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa maksudmu? Kamu pikir aku harus meninggalkan kepercayaanku selama ini hanya karena cinta? Sudah cukup dengan meninggalkan orang tua, tidak lebih untuk agama. Apakah kau ingat bagaimana tangis pecah orang tuaku menyaksikan anaknya pergi karena cinta, pergi meninggalkan sosok yang selama ini merawatnya dari kecil hingga dewasa? Tidakkah kau berpikir sejauh itu, dan pikirlah orang tuamu juga.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tak mau kalah, sang lelaki bernada jauh lebih tinggi memantapkan suara, terlebih keyakinannya di hadapan wanita yang sangat ia cintai. Hari itu, untuk pertama kalinya kata-kata yang kasar mulai saling bertabrakan, seakan tiada lagi ucapan yang lembut dan pantas didengar oleh dua pasang telinga anak manusia yang berbeda agama. Wanita itu hanya memendam tangis yang ia sembunyikan dengan menundukkan kepala, dan tanpa sadar langkah lelaki itu perlahan-lahann menjauh, wanita itu tahu, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa menahan dan juga memaksa, apalagi meronta-ronta di hadapannya.</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba wanita itu dikejutkan oleh sesuatu yang entah apa dan memaksanya untuk terbangun dari lelap tidurnya. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, wanita itu masih memposisikan tubuhnya di atas kursi sejak semalam sambil masih mengenang kekasihnya, hingga membawanya ke mimpi, mimpi yang sama persis dengan kejadian yang sebenarnya, sangat persis hingga akhirnya sang wanita merindukannya lagi, lagi, dan lagi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Anggana, 2015</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh&nbsp;</em><em>Anna Wandira, mahasiswi Sastra Indonesia angkatan 2014, Fakultas Ilmu Budaya</em><em>.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Masih Garang, Gelar Kembali Aksi Bela Rakyat Jilid II  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-masih-garang-gelar-kembali-aksi-bela-rakyat-jilid-ii/baca </link>
<guid> mahasiswa-masih-garang-gelar-kembali-aksi-bela-rakyat-jilid-ii </guid>
<pubDate> Mon, 16 Jan 2017 10:48:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Bela Rakyat (12/1) lalu saat di depan Gedung DPRD Kaltim. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-masih-garang-gelar-kembali-aksi-bela-rakyat-jilid-ii/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t2LXHWjZVS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Masih Garang, Gelar Kembali Aksi Bela Rakyat Jilid II </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong> - Bagi mahasiswa, hasil Aksi Bela Rakyat 121 belum bisa dikatakan berhasil. Tiga kali konsolidasi dan rapat teknis dilakukan, nyatanya tidak membuat aksi di hari H berjalan sesuai rencana. Mulai dari blokade Kepolisian, penangkapan mahasiswa, hingga sunyinya Gedung DPRD Kalimantan Timur. Maka dari itu, Senin (16/1) Aksi Bela Rakyat Jilid II kembali akan digelar.<br><br>Pesan yang hendak diisyaratkan masihlah sama bahwa akhir-akhir ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Norman Iswahyudi, dalam wawancara bersama <em>Sketsa</em> pada Jumat (13/1) lalu mengatakan aksi lanjutan telah dirancang. Sementara satu hari sebelumnya di Istana Presiden, BEM SI memunculkan secarik kertas bertuliskan &ldquo;Nota Kesepahaman&rdquo; dan diketahui oleh Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan. Di dalam Nota Kesepahaman itu berisi empat jaminan pemerintah kepada rakyat atas persoalan yang meliputi subsidi BBM, tarif listrik, serta tarif STNK dan BPKB. Dan, apabila selama 90 hari pemerintah melanggar kesepahaman itu, mahasiswa berhak menegur.<br><br>&ldquo;90 hari itu hanya berupa tekanan. Di luar 90 hari itu, mahasiswa tetap berhak menegur. Kita di sini selain tuntutan nasional, ada juga tuntutan kedaerahan (menuntut DPRD Kaltim untuk menyegerakan APBD Kaltim dan tidak menambah dana aspirasi),&rdquo; kata Norman.<br><br>Berkaca dari aksi sebelumnya, Aksi Bela Rakyat Jilid II berusaha menambal dan melengkapi kembali izin aksi dari pihak Kepolisian. Rizaldo, Gubernur BEM FKIP, mengatakan surat pemberitahuan telah diberikan kepada pihak Polresta Samarinda dan sudah mendapat konfirmasi. Begitu juga dengan surat yang dikirim ke DPRD Kaltim, yang dituntut harus bersemuka dengan mahasiswa.<br><br>&ldquo;Surat untuk temu audiensi sudah di<em>konfirm</em>,&rdquo; jelas Rizaldo melalui chat LINE.<br><br>Unmul mulai memasuki masa liburan semester, kendati begitu Rizaldo tetap optimis massa aksi akan sesemarak aksi sebelumnya. Perihal, tuntutan yang dibawa ke DPRD untuk aksi besok masih tetap sama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena berbagai tindakan yang telah dilakukan oleh pihak Kepolisian terhadap mahasiswa kemarin menjadi bahan bakar semangat untuk tetap turun ke jalan esok,&rdquo; terangnya.<br><br>Waktu kumpul aksi dimulai pada pukul 09.00 Wita. Mahasiswa Unmul terdiri dari lembaga internal maupun eksternal dan mahasiswa Stikes Muhammadiyah akan berkumpul di halaman Auditorium Unmul. Sedangkan massa dari Polnes akan bertemu di halaman Masjid Addinursyid, tentunya dengan mengenakan almamater masing-masing lembaga. Dari dua titik kumpul itu massa aksi akan berjumpa di Gedung DPRD Kalimantan Timur.<br><br>&ldquo;Kini hak berdemokrasi mulai dibungkam. Tuntutan belum terpenuhi, Nasib rakyat jadi taruhan. Maka dari itu, tidak ada kata untuk mundur dari perjuangan!&rdquo; pungkas Rizaldo. <strong><em>(wal/jdj)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> DPRD Telah Mendengar, Giliran Bola Panas Menghampiri Kepolisian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dprd-telah-mendengar-giliran-bola-panas-menghampiri-kepolisian/baca </link>
<guid> dprd-telah-mendengar-giliran-bola-panas-menghampiri-kepolisian </guid>
<pubDate> Tue, 17 Jan 2017 08:27:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jamaludin orasi berikan orasi Aksi Bela Rakyat Jilid II (16/1) tadi. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dprd-telah-mendengar-giliran-bola-panas-menghampiri-kepolisian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HeIykNDZFy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>DPRD Telah Mendengar, Giliran Bola Panas Menghampiri Kepolisian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Matahari terlihat riang ketika pukul 10.00 Wita, puluhan aparat Kepolisian telah sedia menjaga di Gedung DPRD Kaltim. Pada waktu yang sama di Unmul dan Polnes, massa mulai bergerak ke titik aksi. Mereka memarkir kendaraannya di kantor PLN Samarinda. Sebelum kemudian berjalan kaki ke rumah perwakilan rakyat dan memulai aksi pukul 11.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Aksi Bela Rakyat Jilid II itu berlangsung cukup kondusif. Satu per satu mahasiswa bergantian memulai orasi politiknya. Atas nama rakyat mereka menuntut agar tarif-tarif yang naik kembali dinormalkan. Tak lupa juga mengecam aparat Kepolisian yang telah menyeret, memukuli, hingga menendang mahasiswa. Perilaku ini banyak tersebar lewat rekaman video di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Jamaludin, Ketua BEM FTIK 2016, termasuk di antara 16 mahasiswa yang saat Aksi Bela Rakyat 121 lalu diculik oleh aparat. Dalam orasinya, Jamal mengutuk keras tindakan represif tersebut. Dia mengatakan, lawan mahasiswa bukanlah Kepolisian. Tetapi, anehnya justru mereka yang menghadang mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa tidak mengancam kedaulatan rakyat Indonesia. Gerakan kami bukan gerakan radikal. Gerakan kami tidak ditumpangi politik. Gerakan kami murni dari masyarakat Indonesia!&quot; pekik Jamal.</p><p style="text-align: justify;">Orasi terus berjalan sembari diselingi lagu Buruh Tani dan Darah Juang yang dinyanyikan dengan khidmat oleh mahasiswa. Pada waktu yang sama perwakilan pimpinan lembaga mahasiswa memulai audiensi dengan delapan anggota Komisi I DPRD Kaltim. Audiensi itu berlangsung sekitar dua jam.</p><p style="text-align: justify;">Tatkala siang matahari makin naik di atas kepala, bulir keringat pun mulai membahasi almamater mahasiswa. Massa aksi jeda sejenak untuk istirahat salat Lohor. Lalu kembali melanjutkan aksinya dengan membakar ban di depan Gedung DPRD. Massa aksi juga berlutut bersama dan memanjat doa untuk rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Ketika waktu mulai memasuki pukul 13.30 Wita, pimpinan lembaga yang melakukan audiensi pun keluar dari Gedung DPRD dan menemui massa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Diterima dan ditanggapi dengan baik. Satu <em>statement</em> dari mereka adalah &apos;Segala macam yang telah kita sepakati bersama menjadi jantung DPR. Mahasiswa merupakan parlementer jalanan,&quot; kata Rizaldo, Gubernur BEM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa pun membuat &quot;Nota Kesepahaman&quot; bersama anggota Komisi I DPRD. Nota itu berisi tuntutan yang diiyakan dan akan disampaikan kepada DPR RI pada hari ini juga. Jika ditemukan ketimpangan janji dalam 30 hari setelah ini, maka mahasiswa akan kembali turun ke jalan. Demikian kata Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mahasiswa yang masih tidak terima dengan kekerasan aparat juga merancang hearing antara DPRD dengan Kepolisian. Norman mengatakan, pemukulan kemarin bukanlah main-main.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sakit hati. Kawan-kawan kita disakiti dan diculik (oleh Kepolisian),&quot; tutur Norman.</p><p style="text-align: justify;">Hasil Aksi Bela Rakyat Jilid II ini dirasa cukup. Selanjutnya mahasiswa akan memantau kebijakan tarif harga yang sebelumnya telah dinyatakan naik. Sembari mencari keadilan atas unjuk kebolehan aparat yang menampilkan kekerasan. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gunung Kelua Masih Dipenuhi Titik Gelap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gunung-kelua-masih-dipenuhi-titik-gelap/baca </link>
<guid> gunung-kelua-masih-dipenuhi-titik-gelap </guid>
<pubDate> Tue, 17 Jan 2017 09:15:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penerangan masih menjadi persoalan salah satu masalah Unmul. Beberapa lokasi di Gunung Kelua masih luput dari pencahayaan. (Sumber ilustrasi : postkotanews) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gunung-kelua-masih-dipenuhi-titik-gelap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SQfFDfk9db.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gunung Kelua Masih Dipenuhi Titik Gelap</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Unmul seperti ingin mengulang yang lalu-lalu, kembali masalah penerangan di kampus Gunung Kelua jadi persoalan. Terbukti dari beberapa titik yang masih luput dari pencahayaan seperti gedung Student Center, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Kehutanan, hingga Fakultas Pertanian.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya lampu di jalan-jalan tersebut masih bagus. Cuma kabelnya saja yang bermasalah,&rdquo; ungkap Sugiarta, Kepala Hukum Tata Laksana Unmul kepada Sketsa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sugiarta mengungkapkan itu terjadi karena kurangnya koordinasi antara pihak Rektorat dengan pekerja PLN. Pihak PLN berniat ingin menyelamatkan tiang listrik yang bertegangan tinggi dari pohon yang berada di sekitar tiang tersebut.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi tim dari PLN itu main tebang saja, kemudian rebah dan mengenai kabel kecil yang ada di bawahnya,&rdquo; tuturnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Atas dasar hal itu, Sugiarta mengaku telah menyiapkan beberapa tim untuk menyelesaikannya. Sembari juga menunggu jadwal cuti rampung, karena pada bulan lalu Rektorat pun disibukkan oleh berbagai macam acara salah satunya Wisuda Gelombang IV. Sugiarta menyatakan ingin cepat menyelesaikan masalah penerangan ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di sisi lain, Sugiarta masih menunggu anggaran dana dari pihak Rektorat. &ldquo;Ini kan masih Januari jadi susah untuk mencairkan dananya. Ya, kita juga butuh dana buat beli peralatan seperti bola lampu dan lain lain,&rdquo; pungkasnya. <strong>(fqh/wal)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selamat Datang, Sketsa 10! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/selamat-datang-sketsa-10/baca </link>
<guid> selamat-datang-sketsa-10 </guid>
<pubDate> Tue, 17 Jan 2017 09:35:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah dua bulan lamanya proses Open Recruitment dari sesi pertama hingga kedua, pada Sabtu (14/1) LPM Sketsa Unmul mengadakan acara penyambutan anggota baru.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/selamat-datang-sketsa-10/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lx8kOj6kso.png" />
					</figure>
			                <h1>Selamat Datang, Sketsa 10!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp; Setelah dua bulan lamanya proses<em>&nbsp;Open Recruitment&nbsp;</em>dari sesi pertama hingga kedua, pada Sabtu (14/1) LPM Sketsa Unmul mengadakan acara penyambutan anggota baru. Dari 50 anggota magang yang diterima, hadir setidaknya 28 anggota magang dalam acara tersebut.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>Grand Opening&nbsp;</em>itu membawa tema &quot;Menyatu Bersama Sketsa, Temukan Keluargamu!&quot;. Sebuah pesan yang bertujuan untuk membentuk sifat loyal terhadap Sketsa, layaknya sebuah keluarga.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Selain itu, dalam acara ini anggota magang diperkenankan untuk saling mengenal satu sama lain sebagai bagian dari Sketsa angkatan 10. Hadir pula Angga Kusuma Wijaya dari Lingkar Studi Kerakyatan sebagai pemateri yang ingin membuka prinsip loyalitas berorganisasi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Para anggota magang juga semakin mengenal LPM Sketsa lewat perkenalan para pengurus. Dimulai dari ketua umum, ketua divisi, dan anggota tiap divisi. Tak ketinggalan, diumumkannya jadwal pelatihan untuk anggota magang Sketsa 10. Kegiatan wajib yang patut mereka ikuti sebagai bekal untuk bekerja sama di Sketsa. Dengan napas semangat berbagi dan menginspirasi. Acara ditutup dengan foto bersama keluarga besar LPM Sketsa.<strong>&nbsp;<em>(fqh/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cara SIA Menerbitkan Nilai Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cara-sia-menerbitkan-nilai-mahasiswa/baca </link>
<guid> cara-sia-menerbitkan-nilai-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 18 Jan 2017 10:24:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Musimnya nilai-nilai muncul di portal. Jika ada masalah, mahasiswa berhak melapor. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cara-sia-menerbitkan-nilai-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0USwYHN3pp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cara SIA Menerbitkan Nilai Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p align="justify" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Musim ujian telah usai. Waktunya berlibur sembari menunggu hasil perkuliahan. Proses input nilai rupanya melewati jalan yang cukup panjang.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Setelah menyelesaikan Ujian Akhir Semester (UAS), waktunya dosen untuk menilai. Dosen kemudian merekap nilai UAS dalam Daftar Peserta dan Nilai Akhir (DPNA), yang kemudian bisa di input langsung melalui portal dosen.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">Astuti Nurjanah, pegawai Sistem Informasi Akademik (SIA) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik mengatakan, timnya akan menginput nilai jika dosen bersangkutan tidak bisa. Namun untuk mempersingkat waktu, biasanya dosen lebih senang memberian DPNA ke SIA untuk proses input<em>&nbsp;</em>nilai.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">&ldquo;Dosen senior yang tidak paham, atau dosen luar biasa. Tinggal berikan saja DPNA-nya,&rdquo; ujarnya saat ditemui <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">di ruangannya pada Kamis (12/1) lalu.</span>&nbsp;</p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sistem daring tersebut telah diterapkan sejak 2011. Namun, sepanjang perjalanannya bukan tanpa masalah. Mulai dari masalah jaringan hingga dosen yang terlambat mengumpulkan DPNA. P</span>ersoalan jaringan kini sudah agak jauh lebih baik ketimbang saat pertama kali sistem ini diterapkan.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah (dosen) enggak (mau) input, lambat setor DPNA,&rdquo; kata Astuti.</p><p align="justify" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Belum lagi komplain mahasiswa yang kerap merasa tidak puas dengan nilai.&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Astuti bercerita terkadang ada mahasiswa yang merasa sudah mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) dan UAS, lalu merasa nilainya bagus, tapi ketika hasil akhir muncul justru nilainya buruk. Untuk hal demikian, solusi terbaik yang ditawarkan Astuti, melapor saja pada dosen bersangkutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Makanya kami butuh DPNA yang asli untuk menjawab komplain mahasiswa. Kamu tunjukkan nilai asli yang diberikan dosen,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p align="justify" style="text-align: justify;">Nilai akhir semester merupakan akumulasi dari nilai UTS dan UAS. UTS sendiri tidak terjadwal persis seperti UAS. Sehingga jika terjadi keterlambatan pengumpulan tugas, atau tanda tangan DPNA, yang berakibat pada nilai akhir yang buruk, bisa segera melapor pada dosen terkait.</p><p align="justify" style="text-align: justify;">&ldquo;Akan kami ganti nilainya jika ada intruksi dari dosen bersangkutan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(bru/wal)</em></strong></p><p align="justify" style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> "Yang Saya Pahami Aksi itu Enggak Ada Izin" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yang-saya-pahami-aksi-itu-enggak-ada-izin/baca </link>
<guid> yang-saya-pahami-aksi-itu-enggak-ada-izin </guid>
<pubDate> Thu, 19 Jan 2017 08:53:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Encik Akhmad Syaifudin selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menanggapi pernyataan Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul terkait sikap diamnya saat Norman ditangkap pihak Intelkam, Kamis (12/1) lalu. (Foto: Khajjar Rahmah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yang-saya-pahami-aksi-itu-enggak-ada-izin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AejWsd15Fz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>"Yang Saya Pahami Aksi itu Enggak Ada Izin"</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA -</strong> Aksi Bela Rakyat 121 pada Kamis pekan lalu menimbulkan beragam reaksi dari berbagai pihak. Kepolisian yang bertindak represif kepada massa aksi, masyarakat sekitar yang merasa terganggu hingga penangkapan dan pemukulan 16 aktivis mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sehari pasca-aksi tersebut, pada Jumat (13/1) Presiden BEM KM Unmul, Norman Iswahyudi menulis kronologi panjang terkait penangkapannya oleh pihak Intelkam dan Polresta Samarinda. Dalam tulisan yang ia bagikan lewat akun media sosial miliknya itu, Norman menyatakan kekecewaannya pada pihak birokrat kampus.</p><p style="text-align: justify;">Terutama kepada Encik Akhmad Syaifudin selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang telah dianggap sebagai orangtuanya mahasiswa. Encik hanya bisa diam ketika Norman dibawa polisi di depan matanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam situasi itu, saya berharap WR III bisa angkat bicara. Namun kecewanya sebagai sosok orang tua kami di kampus, tidak melakukan pembelaan sama sekali dan cenderung merelakan saya untuk ditahan,&quot; tulis Norman.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, Encik mengatakan bahwa dia tidak diam saja saat Norman ditangkap. Dia mengaku telah berupaya untuk menemui massa aksi di Jalan Meranti. Dia hendak memastikan bagaimana kabar Norman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kasat menyampaikan Norman diamankan di mobil. Saya jadi lega. Enggak dikeplok-keplok,&rdquo; kata Encik, Selasa (17/1) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Berikut transkrip wawancara <em>Sketsa</em> bersama Encik di ruang kerjanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa tanggapan Anda mengenai k</strong><strong>ronologis penangkapan Norman dan tuduhan menjebak</strong><strong>?</strong></p><p style="text-align: justify;">Terkait itu, begini ya waktu itu kami rapat soal Munas (Musyawarah Nasional) di tengah rapat saya diberitahu oleh staf ada polisi mau ketemu. Sudah polisi datang baru saya nanya Norman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Eh, Man, kamu ada aksi kah hari ini?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dia jawab, &ldquo;Iya, Pak siang ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ini &lsquo;kan saya enggak tahu nih, rencananya seperti apa. Kalau seperti itu, (kira-kira) berpotensi <em>ndak</em> saya menjebak? Selesai rapat itu saya tahan Norman untuk tanya bagaimana ceritanya dan bersamaan dengan itu polisi masuk. Ditanya, apakah sudah ada izin? Katanya, sudah. Ternyata izinnya baru satu hari sebelum aksi padahal aturannya tiga hari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Anda diam saja ketika Norman ditangkap?</strong></p><p style="text-align: justify;">Yang perlu diketahui oleh Ananda semua adalah saya tidak tinggal diam pada saat itu. Setelah Norman pergi saya memastikan dengan Kasat Intelkam. Saya temui di lapangan. Kasat menyampaikan Norman diamankan di mobil. Saya jadi lega. Enggak dikeplok-keplok. Cuma memang tidak bersama teman-temannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa ada&nbsp;</strong><strong>tekanan dari Intelkam&nbsp;</strong><strong>dan</strong><strong>&nbsp;Polresta</strong><strong>&nbsp;Samarinda?</strong></p><p style="text-align: justify;">Enggak ada. Mereka hanya minta mahasiswa ditahan karena tidak ada izin. Tapi itu bukan komando dari saya. Saya tidak bisa menahan mereka. Makanya saya sedih juga disebut menjebak. Tapi enggak papa, itu jadi pembelajaran bagi saya ke depan kalau ada aksi, mahasiswa harus lapor agar saya bisa bertindak sebagai fasilitator.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana pandangan Anda atas&nbsp;</strong><strong>sikap&nbsp;</strong><strong>aparat&nbsp;</strong><strong>yang represif</strong><strong>?</strong></p><p style="text-align: justify;">Yang saya pahami aksi itu enggak ada izin. Kalau tindakan represif saya enggak lihat. Kalau gas air mata, iya, saya ingin memastikan anak-anak aman. Ini terjadi karena komunikasi kurang lancar jadi kedua belah pihak tidak memahami kondisi masing-masing. Saya tidak bisa menyatakan siapa yang salah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa Anda tahu&nbsp;</strong><strong>aksi lanjutan pada Senin (16/1) lalu?&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Saya enggak tahu informasinya. Tapi, memang ada yang bertanya ke saya apa ada polisi lagi ke sini karena katanya ada aksi. Saya bilang enggak ada. <strong><em>(</em></strong><strong><em>k</em></strong><strong><em>rv</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>rrd</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tenggat Satu Bulan Sebelum Dana KKN RM Kembali ke Kas Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tenggat-satu-bulan-sebelum-dana-kkn-rm-kembali-ke-kas-negara/baca </link>
<guid> tenggat-satu-bulan-sebelum-dana-kkn-rm-kembali-ke-kas-negara </guid>
<pubDate> Fri, 20 Jan 2017 10:06:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah menunggu berminggu-minggu akhirnya Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor III mendapat jawaban terkait dana tidak terserap KKN Revolusi Mental (RM) dari Kemenko PMK. (Illustrasi: news.liputan6.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tenggat-satu-bulan-sebelum-dana-kkn-rm-kembali-ke-kas-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IwYEPu3EoG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tenggat Satu Bulan Sebelum Dana KKN RM Kembali ke Kas Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah menunggu berminggu-minggu akhirnya Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor III mendapat jawaban terkait dana tidak terserap KKN Revolusi Mental (RM) dari Kemenko PMK. Hal itu ia sampaikan kepada <em>Sketsa</em>, saat ditemui di ruangannya, Selasa lalu (17/1).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, dibayarkan saja,&quot; kata Encik menirukan jawaban Kemenko PMK.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, Encik mengimbau kepada kelompok KKN RM agar menyelesaikan proses pengumpulan LPJ. &quot;Satu bulan ini kita berikan waktu untuk mengurusnya,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Jadi jika dalam waktu sebulan dana tidak terserap, tidak habis, maka akan dikembalikan ke kas negara.</p><p style="text-align: justify;">Di berita sebelumnya <em>Sketsa&nbsp;</em>menulis tentang jenis dana KKN RM, Encik menyebut dana tersebut bukan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) maupun kerja sama, melainkan dana titipan. Sehingga jika dana bersisa harus tetap dikembalikan ke kas negara. Waktu satu bulan itu menjadi tenggat untuk mahasiswa sebelum dana KKN RM kembali ke kas negara.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan menanggapi honor Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok KKN RM, disebutkan Encik dana itu dipotong dari biaya operasional. Ia menambahkan, beberapa kelompok KKN RM berada di jalur kerja sama daerah yang ikut mendapat bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau menggunakan dana KKN RM itu enggak cukup, karena &apos;kan ada aturannya harus bayar per hari untuk perjalanan dinas PNS, &quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait tuntutan mahasiswa KKN RM untuk memberikan transparansi dana, Encik berjanji akan memberikan rincian pengeluaran dana.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya enggak tahu secara rinci terkait pembelanjaan, nanti akan saya mintakan staf saya untuk rinciannya,&quot; pungkasnya. <em><strong>(krv/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Begini Caranya Tunda Bayar UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/begini-caranya-tunda-bayar-ukt/baca </link>
<guid> begini-caranya-tunda-bayar-ukt </guid>
<pubDate> Sat, 21 Jan 2017 10:19:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada langkah-langkah agar mahasiswa bisa memperoleh penundaan pembayaran UKT. Sumber foto: Istimewa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/begini-caranya-tunda-bayar-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/THGt1dxTUJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Begini Caranya Tunda Bayar UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Berakhirnya masa ujian berarti memasuki waktu untuk mahasiswa membayar UKT dan pengurusan KRS menuju semester selanjutnya. Mirisnya, tak semua mahasiswa mampu membayarkan besaran UKT yang telah ditentukan. Sebab itu, sejumlah mahasiswa bersama orangtuanya mengajukan permohonan pernurunan nominal UKT disebabkan beberapa hal. Mulai PHK, pensiun, hingga penurunan pendapatan.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dialami sejumlah mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul. Bersama orangtuanya, mereka memohon keringanan. Naas, permohonan itu mendapatkan penolakan dari pihak fakultas. Secarik surat yang ditandatangani dekan Farmasi, Laode Rijai beredar. Surat yang ditembuskan kepada rektor Unmul itu berisikan penolakan penurunan nominal UKT. Selain itu, surat tersebut juga mengatakan peristiwa PHK, pensiun, dan penurunan pendapat merupakan sesuatu yang normal untuk setiap kehidupan manusia. Untuk itu, pihak fakultas tidak bertanggungjawab atas hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, yang dapat diberi keringanan untuk diturunkan nominal UKT-nya menurut birokrat Farmasi adalah ketika orangtua mahasiswa bersangkutan meninggal dunia pada enam bulan terakhir. Itu pun harus dibuktikan dengan surat keterangan meninggal dari rumah sakit atau Ketua RT ketika tidak meninggal di rumah sakit. Surat tersebut juga akan dipertimbangkan dengan hasil penelusuran yang dilakukan oleh pihak Fakultas Farmasi guna memastikan keadaan yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Prosedur penurunan UKT memang diserahkan pada masing-masing fakultas. Sementara itu, berdasarkan kalender akademik Unmul, pembayaran UKT dilakukan paling lambat 27 Januari 2017. Adapun, prosedur penundaan pembayaran UKT, berhasil dihimpun <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Penundaan SPP/UKT dilakukan di Fakultas dengan alur sebagai berikut:</p><ol><li style="text-align: justify;">Mahasiswa yang bersangkutan tidak mempunyai tunggakan tagihan SPP/UKT di semester sebelumnya, apabila masih mempunyai tunggakan tagihan SPP/UKT wajib di selesaikan sebagai syarat penundaan berikutnya.</li><li style="text-align: justify;">Mahasiswa membuat surat permohonan penundaan SPP/UKTditujukan ke Dekan Fakultas atau Wakil Dekan II, yang ditandatangani mahasiswa dan diketahui oleh orang tua atau wali mahasiswa.</li><li style="text-align: justify;">Pihak Fakultas menerbitkan surat Dispensasi Penundaan Pembayaran SPP/UKT yang di tanda tangani oleh pejabat yang berwenang dalam hal ini Dekan atau Wakil Dekan II.</li><li style="text-align: justify;">Surat Dispensasi Penundaan Pembayaran SPP/UKT tersebut diserahkan ke Operator Sistem Informasi Keuangan (SIMKEU) yang telah di tunjuk Fakultas untuk di proses, sehingga mahasiswa yang bersangkutan bisa mendapatkan status &ldquo;Tunda&rdquo; agar bisa melakukan registrasi diSistem Informasi Akademik (SIA).</li><li style="text-align: justify;">Pembayaran SPP/UKT harus segera dilunasi sesuai batas waktu yang diberikan yaitu 2 bulan<strong>&nbsp;</strong>dari waktu pengajuan Surat Dispensasi Penundaan Pembayaran SPP/UKT.</li><li style="text-align: justify;">Mahasiswa yang tidak melakukan registrasi di SIA sampai dengan berakhirnya semester aktif maka secara otomatis statusnya &ldquo;Non Aktif&rdquo; di SIMKEU dan SIA pada semester berikutnya.</li><li style="text-align: justify;">Mahasiswa kembali mendapatkan status &ldquo;Aktif&rdquo; jika telah membayar SPP/UKTsemester lalu dan SPP/UKT semester aktif berjalan serta melakukan registrasi di SIA.</li><li style="text-align: justify;">Batas pengurusan Dispensasi Penundaan Pembayaran SPP berakhir sesuai dengan batas Pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS)di kalender akademik Universitas Mulawarman.</li></ol><p style="text-align: justify;">Penundaan pembayaran UKT memungkinkan untuk dilakukan selama sesuai dengan prosedur yang berlaku. Prosedur di atas bersumber dari Prosedur Operasi Standar (POS) Universitas Mulawarman.<strong><i>&nbsp;(aml</i></strong><strong><i>/wal</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Musim Hujan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/musim-hujan/baca </link>
<guid> musim-hujan </guid>
<pubDate> Sun, 22 Jan 2017 08:15:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hujan mampu membuatmu merindu, seketika mampu membawamu kepada ingatan masa lalu. Sebuah cerpen yang ditulis oleh Mochammad Fernanda Fadhila.(Sumber ilustrasi : bacaberita.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/musim-hujan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/P4SDO59Fd1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Musim Hujan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>KITA</strong> selalu suka saat hujan turun. Apalagi saat merdu suara musik kesukaan kita menelusuri telinga. Berdua kita habiskan waktu menuju senja, di ruang tengah rumahmu, sambil mengerjakan tugas sekolah. Aku suka hujan, tapi aku benci kamu. Karena kamu selalu hinggap di kepala, bermain-main dengan nalarku. Kadang tugasku hanya selesai separuh karena terlalu banyak melihat wajahmu. Sehingga aku selalu jalan jongkok esok harinya.</p><p style="text-align: justify;">Kita selalu suka puding cokelat buatan ibumu. Apalagi ada susu hangat yang menemani kita menjawab soal aljabar atau membuat ringkasan tentang pahlawan yang dilupakan rakyatnya sendiri. Aku suka puding cokelat dan tetap benci kamu. Karena kamu selalu mengoreksi jawaban matematikaku, yang mana aku tidak peduli hasilnya. Otakmu memang secantik parasmu, tapi jeleknya kamu sering <em>ngambek</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf ya, tadi pulpenmu hilang lagi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ih, kok bisa sih?Aku baru beli kemarin tau. Ganti!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Yaelah</em>, pulpen doang. Ikhlaskan <em>ajalah</em>.Ya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Gak</em> mau! Nggak<em>&nbsp;</em>usah tegur aku lagi!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Eh, malah pergi. Rin! Erin! <em>Yaelah</em>&hellip;&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang kusuka dari kamu adalah kenyataan bahwa kamu gak bisa <em>ngambek&nbsp;</em>selamanya. Sejauh ini, paling cepat dua hari dan rekor terlama itu seminggu. Kamu selalu mencari alasan untuk menegurku duluan. Entah apapun salahku, kamu selalu memaafkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mar, sudah belajar buat ujian?&rdquo; tanyamu suatu waktu di lorong kelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Loh, kok bisa <em>negur</em>?&rdquo; tanyaku dengan senyum dalam hati.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa dong, <em>kan</em> punya mulut, hehe&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukannya dua hari lalu kamu bilang nggak<em>&nbsp;</em>mau ditegur?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi nggak<em>&nbsp;</em>bilang nggak<em>&nbsp;</em>mau <em>negur&nbsp;</em>kamu kan? Lagi pula itu cuma pulpen,&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;&hellip;&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Mukaku datar.</p><p style="text-align: justify;">Yah, kamu memang spesial, seperti nasi goreng. Hal yang paling kubenci di cerita kita adalah ketika kita sudah hampir tiba di gerbang akhir perjalanan kita sebagai pelajar SMA, Ujian Nasional. Kita terlalu sibuk dengan buku, semua waktu habis hingga minggu. Belajar terlalu banyak membuatku mabuk. Seharusnya sisa waktu yang ada kita habiskan berdua. Tapi perjalanan kita masih teramat panjang, bahkan aku rasa kita bahkan belum melangkah. Kita belum bisa mengukir cita-cita bersama, bahkan aku yakin kita belum pernah membayangkannya sama sekali. Sama seperti yang kamu maksudkan di pos satpam depan gerbang sekolah usai Ujian Praktik Biologi waktu itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hujannya awet <em>nih</em>, kita nggak bisa pulang jadinya.&rdquo; Matamu mencoba menelisik langit yang berwarna seperti debu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya. Tapi kenapa kita harus berteduh di sini sih?&rdquo; tanyaku agak nyinyir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan kenapa-kenapa, aku cuma mau kita punya tempat untuk berdua. Lagi pula selama tiga bulan terakhir kita nggak pernah punya waktu seperti ini.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kamu tersenyum menatap hujan yang jauh jatuhnya. Aku takjub sejenak, kupandang wajahmu yang mulai terasa asing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin kita sudah nggak bisa ketemu lagi&hellip;&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kamu bilang sesuatu yang seharusnya sudah bisa aku duga. Aku diam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita bakal punya hidup kita masing-masing setelah ini&hellip;&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Suaramu makin parau. Aku yakin matamu berair walaupun aku tidak mentapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jakarta itu jauh&hellip;&rdquo; Kini tanganmu mencoba memainkan tirai hujan yang menjuntai dari atap. Aku hanya bisa menatap noda lumpur di sepatuku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rin, aku..&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makasih Mar, selama tiga tahun terakhir kamu sudah jadi sahabat terbaikku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku terdiam, mataku menelusuri wajahmu yang sudah sembap dibasahi air yang bukan air hujan. Dan senyummu yang bahkan tetap manis saat kamu menangis membuat detak nadiku berhenti sepersekian detik. Lalu kita berdua kembali memandang cuaca, terdiam seribu dua ratus bahasa. Keberadaan kita mungkin memecahkan rekor dunia dalam rangka suasana tersepi sedunia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, kapan kamu berangkat, err.. Rin?&rdquo; Aku memecah sunyi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Besok pagi, Mar.&rdquo; Jawaban singkatmu itu membuatku tak mau lagi menjadi pemecah sunyi. Tanganku sama seperti tanganmu, memainkan tirai hujan, hanya saja aku mencoba menggenggamnya.</p><p style="text-align: justify;">Kamu pulang dengan jemputanmu tanpa ada kata, hanya senyum tipis yang menyapu sisa-sisa hujan, yang ku anggap kata perpisahan. Aku bahkan terlalu pengecut untuk mengucapkan selamat tinggal. Bahkan selama tiga tahun aku menyimpan rahasia darimu, aku sayang kamu.</p><p style="text-align: justify;">Belasan tahun sudah berlalu dan selama itu pula kita tidak saling mengontak. Mungkin wajahmu tidak berubah sama seperti fotomu yang selalu kusimpan di dompetku. Mungkin hanya ada corak yang biasa kita sebut keriput. Hanya itu satu-satunya fotomu yang aku punya, hanya itulah yang bisa aku gunakan untuk mengingatmu yang entah ada dimana sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Istriku selalu bertanya-tanya mengapa aku tak mencoba mencari nomor teleponmu. Selalu kujawab bahwa itu tidak perlu, dia puas dengan jawabanku itu. Padahal alasanku sebenarnya bahwa aku takut mendengar suara anak-anakmu di seberang ruangan, aku takut kalau aku merusak apa yang kau bangun dengan seseorang yang bukan aku. Biarlah aku mengenangmu melalui monolog-monolog di kepalaku, biarlah aku membayar kepengecutanku bertahun-tahun lalu, biarlah hujan tetap turun membawa kisah yang bisa ku dongengkan kepada anakku.Dan sekarang, Aku masih suka bila hujan turun dan tetap benci kamu, karena kamu buat rindu.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p><em>Ditulis oleh Mochammad Fernanda Fadhila, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2016</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gamang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/gamang/baca </link>
<guid> gamang </guid>
<pubDate> Mon, 23 Jan 2017 09:08:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Amelia Rizky Yunianty, mahasiswi Sosiologi FISIP 2014 Unmul sazedel.blogfa.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/gamang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uYOq4pMTWj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gamang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Semalam sebelum hari ini, hidupku rasanya tak terkendali</p><p style="text-align: justify;">Ada sejengkal dalam jurang mengiyakan</p><p style="text-align: justify;">Namun kutepis</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya tak pernah aku berpikir segalanya sejauh ini</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Sejauh apa pun pikir, sejauh apa pun langkah</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya aku tidak pernah ingin mengarah</p><p style="text-align: justify;">Mengecapi setitik saja, lebur rasanya</p><p style="text-align: justify;">Aku hanya ingin menjadi biasa</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak ingin tersiksa</p><p style="text-align: justify;">Aku menolak mau sering-sering merasa dekat dengan mati</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku menulis, berusaha menuangkan arah pikiranku untuk bahan besok pagi</p><p style="text-align: justify;">Benar-benar tak ada yang tahu nasib membawamu ke mana</p><p style="text-align: justify;">Merdeka itu nasi, dimakan jadi tai, Widji Thukul berkata</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Keputusan itu sudah ada, sejak lama</p><p style="text-align: justify;">Namun akhirnya hari ini tiba jua</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada sesal, atau rasa apa-apa</p><p style="text-align: justify;">Yang ada hanya doa bernapas nyawa</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Matahari pagi yang biasanya membuatku susah bangun, kini rasanya berbeda</p><p style="text-align: justify;">Aku senang masih bisa ada</p><p style="text-align: justify;">Masih menapak ruang yang sama</p><p style="text-align: justify;">Dengan hati yang sama</p><p style="text-align: justify;">Dengan pengorbanan yang sama<br><br><br>Ditulis oleh Amelia Rizky Yunianty, &nbsp;jurusan Sosiologi, FISIP Unmul angkatan 2014.<br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penurunan UKT Ditolak, BEM Farmasi Bertindak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penurunan-ukt-ditolak-bem-farmasi-bertindak/baca </link>
<guid> penurunan-ukt-ditolak-bem-farmasi-bertindak </guid>
<pubDate> Tue, 24 Jan 2017 10:35:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat tanggapan tentang permohonan penurunan UKT dari Fakultas Farmasi. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penurunan-ukt-ditolak-bem-farmasi-bertindak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C68YJcUFir.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penurunan UKT Ditolak, BEM Farmasi Bertindak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Surat penolakan penurunan UKT sejumlah mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul membuat Gubernur BEM Farmasi 2016 Dimas Aqil Fikrinda terperangah. Pasalnya, surat jenis itu baru pertama kali muncul dan dipublikasikan. Sejauh yang dia tahu belum pernah ada surat berisi jawaban birokrat terhadap ajuan penurunan UKT, biasanya berupa penolakan langsung.</p><p style="text-align: justify;">Membicarakan UKT, rupanya tabu di Farmasi. Tak hanya soal surat itu, pengawalan isu maba tak mampu bayar UKT pun baru pertama kali dilakukan di era Dimas, tepatnya saat penerimaan maba angkatan 2016, Agustus lalu. Mirisnya, upaya yang dikerahkan BEM Farmasi menemui jalan buntu. Alhasil, sejumlah maba ketika itu gagal kuliah karena tercekik besaran UKT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah upayakan. Tapi, birokrat tetap kekeh tidak bisa menurunkan UKT untuk mahasiswa siapa pun dia. Kami dioper-oper dari fakultas ke rektorat dan sebaliknya. Kami juga tidak tahu bagaimana sebenarnya kriteria agar UKT itu bisa turun. UKT di Farmasi memang cukup tinggi,&rdquo; ucap Dimas, masih mengenakan jas laboratorium.</p><p style="text-align: justify;">Perihal surat penolakan, akan dikawal BEM Farmasi dengan jalan audiensi membahas alasan penolakan dan SOP penurunan UKT. Hingga saat ini, Dimas bersama pihaknya belum mengetahui siapa saja mahasiswa yang mengajukan penurunan tersebut, disebabkan masa transisi kepengurusan BEM Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penurunan adalah wewenang penuh dari dekan. Tapi, memang semester ini banyak yang mengeluhkan. Yang sudah kuliah sih belum ada laporan berhenti karena tidak mampu bayar. Kalau maba ada beberapa,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, nominal UKT yang menjulang nyatanya berbanding lurus dengan fasilitas penunjang. Setidaknya itu yang dirasakan Dimas dibuktikan dengan ruangan yang nyaman dan baginya lebih dari cukup. Mulai fasilitas laboratorium yang lengkap, hingga pendingin ruangan kian membuat nyaman mahasiswa berkuliah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di ruangan ada dua unit AC, televisi. Peralatan lab juga terpenuhi. Kecuali ada semacam yang harus kita cari sendiri. Itu pun tidak sulit atau mahal didapat,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, besaran UKT di fakultas yang sifatnya kesehatan memang fantastis. Di Farmasi ada beberapa golongan UKT, yakni Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 6 juta, Rp 8 juta, Rp 10 juta, dan Rp 12 juta. Besaran tersebut tidak lepas dari jalur mana mahasiswa masuk. Jika masuk jalur SNMPTN dan SBMPTN, masih bisa berharap mendapatkan UKT golongan rendah atau turun ke golongan satu. Sedangkan yang masuk melalui jalur SMMPTN, sudah dipastikan akan berada dalam UKT golongan 4 atau 5.</p><p style="text-align: justify;">Fakta lain dari uang kuliah di Farmasi adalah pembayaran alat dalam kegiatan penelitian sebagai tugas akhir yang mesti ditempuh oleh setiap mahasiswa Farmasi. Pembayaran itu dilakukan di luar komponen UKT.</p><p style="text-align: justify;">Birokrat Farmasi berdalih, fakultas hanya memfasilitasi dan bermaksud mempermudah. Jika mahasiswa membeli alat di luar, maka harus dalam jumlah besar pun dana yang besar pula. Sementara, jika pengelolaan diserahkan ke fakultas tentu lebih efisien. Sebab penelitian tiap mahasiswa berbeda-beda, maka kebijakan yang sesuai adalah menerapkan pungutan penelitian untuk semua.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Angkatan 2013 sebagai angkatan pertama yang memakai sistem UKT, harus membayar peralatan yang digunakan ketika penelitian tugas akhir di lab. Sebelum lulus kita harus lunasi apa yang kita pakai dan itu di luar UKT. Teman-teman hanya menggerutu di belakang dan menjalani pasrah,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM PSHT Unmul, Pulang Boyong 8 Medali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-psht-unmul-pulang-boyong-8-medali/baca </link>
<guid> ukm-psht-unmul-pulang-boyong-8-medali </guid>
<pubDate> Thu, 26 Jan 2017 09:41:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melalui 7 atletnya pada Kejuaraan Pencak Silat di Universitas Balikpapan (20-22/1), UKM PSHT Unmul berhasil borong 8 medali. (Sumber foto: Dok. UKM PSHT) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-psht-unmul-pulang-boyong-8-medali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Nlh1BGfMIi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKM PSHT Unmul, Pulang Boyong 8 Medali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Menambah daftar prestasi silat di Kampus Hijau, UKM PSHT Unmul berhasil borong 8 medali. Melalui 7 atletnya pada Kejuaraan Pencak Silat di Universitas Balikpapan (20-22/1) itu, mereka memperoleh 4 medali emas dan 4 perak. Nurmiati Andi Sodding, satu dari ketujuh atlet yang sumbangkan medali perak ini, menceritakan kisahnya di pertandingan itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika seorang pesilat sudah turun untuk berlaga di gelanggang, apa pun yang dirasakan pasti campur aduk. Yang pasti kebersamaan dan semangat yang dibutuhkan saat bertanding,&quot; kata gadis yang disapa Nurmi ini, Selasa (24/1).</p><p style="text-align: justify;">Sebelum berlaga, mereka dilatih dibawah bimbingan Ketua Kepelatihan UKM PSHT, Azizul Akbar dan Ketua UKM PSHT, Agus Maulana. &quot;Persiapan kami tidak lama, kurang lebih hanya berlatih keras satu bulan. Alhamdulillah<em>,&nbsp;</em>semua atlet dapat juara,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Suasana haru sebelum bertanding pun dirasakan mereka. &quot;Saat mau masuk gelanggang, bahkan ada yang sempat menangis. Kami sangat berharap kemenangan di tangan kami,&quot; ucapnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Ada dua kategori, yakni kategori tanding dan seni tunggal. Nurmi tak menyangka dirinya mendapat Juara II Seni Tunggal, lantaran menurutnya lima lawannya justru terlihat lebih menguasai teknik. Terang Nurmi, penilaian dari juri melalui urutan gerak, kebenaran rincian teknik jurus tangan kosong dan bersenjata. Selain itu irama gerak, kemantapan dan penjiwaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Durasi 3 menit, jika waktunya lebih atau kurang akan dikurangi,&quot; tambah mahasiswi Teknik Informatika 2015 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan kategori tanding, dihitung dari tendangan dan pukulan yang masuk ke lawan. Serta proses bantingan dan jatuhan yang telah disahkan. &quot;Yang penting selamat. Hanya cedera kecil, namanya juga pesilat, ya, sudah hukumnya itu,&quot; tuturnya terkekeh.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, mahasiswa yang menjuarai medali emas yakni kelas A Jumansyah (FKIP 2016), kelas C Andriano Sabon Taka (FKIP 2015) dan Ardina Asmi Aulia (FISIP 2015), kelas D Sintya Firdana (FH 2016).</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan medali perak yakni, kelas A oleh Saydati (FISIP 2011), Seni Tunggal oleh Nurmiati Andi Sodding dan kelas B Yoel Hadi (FKIP 2015) yang juga Juara II Seni Tunggal.</p><p style="text-align: justify;">Nurmi menyebutkan telah banyak prestasi yang diraih UKM PSHT Unmul, dukungan rektorat pun turut membersamai. Nurmi pun berharap prestasi di awal tahun ini bisa memberikan semangat baru di dunia silat, khususnya di Unmul<em>. <strong>(jdj/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Munas X BEM SI dan Gelombang Gerakan Perbaikan Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/munas-x-bem-si-dan-gelombang-gerakan-perbaikan-bangsa/baca </link>
<guid> munas-x-bem-si-dan-gelombang-gerakan-perbaikan-bangsa </guid>
<pubDate> Thu, 26 Jan 2017 10:05:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Samarinda, 24 Januari 2017 Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggenapkan janjinya untuk melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Universitas Mulawarman. (Sumber foto: Dok. Fadly Idris) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/munas-x-bem-si-dan-gelombang-gerakan-perbaikan-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4ZXaSn2xsi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Munas X BEM SI dan Gelombang Gerakan Perbaikan Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Samarinda, 24 Januari 2017 Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggenapkan janjinya untuk melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) di Bumi Borneo, tepatnya di Kampus Kiblat Gerakan Mahasiswa Kalimantan Timur yaitu Univeristas Mulawarman. Demi menyusun batu bata gerakan menuju gelombang gerakan yang lebih dahsyat dalam perbaikan bangsa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Munas BEM SI mengambil tema besar &ldquo;Gelorakan Perjuangan sebagai Aktualisasi Peran Mahasiswa untuk Perbaikan Bangsa&ldquo;. Merupakan tema yang sangat tepat dalam membangkitkan gairah mahasiswa hari ini yang rindu akan perbaikan bangsa dan negara Indonesia. Selain memilih koordinator pusat, koordinator wilayah, memusyawarahkan dan mengonsolidasikan permasalahan di internal BEM SI, juga merumuskan isu-isu yang akan menjadi prioritas dalam melakukan eskalasi gerakan BEM SI ke depan demi kemajuan bangsa Indonesia. Munas BEM SI turut dihadiri oleh mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia ke-15, Sudirman Said.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><strong>Gelombang Gerakan Perbaikan Bangsa &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Sejatinya mahasiswa adalah aset rakyat. Ia bersifat elitis dan eksklusif. Jumlahnya pun hanya dua persen dari penduduk Indonesia yang 200 juta jiwa. Sedangkan mahasiswa aktivis lebih elitis lagi, mungkin hanya ada satu mahasiswa aktivis di antara 10 mahasiswa. Namun demikian, agenda yang mereka perjuangkan sangat populis dan realistis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Mahasiswa merupakan kaum intelektual dan calon generasi pemimpin muda masa depan bangsa. Dari garis perjuangannya telah lahir banyak tokoh bersejarah bangsa yang kini menduduki pemerintahan dan berkontribusi dalam perbaikan bangsa. Dengan semangat zamannya, telah berhasil menorehkan tinta emas dalam menumbangkan rezim yang berkuasa dan turut andil dalam perjalanan berbangsa dan bernegara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Hari ini begitu banyak dinamika kehidupan dan permasalahan bangsa yang sedang marak. Mulai dari organisasi yang digembosi oleh oknum-oknum tidak betanggung jawab, situasi ekonomi politik dalam negeri yang semakin tidak jelas arah kebijakannya, proyek &ldquo;Multy Years Contract&ldquo; oleh pemerintah dengan berbagai investor asing yang hari ini membuat utang luar negeri Indonesia semakin membengkak drastis. Belum lagi ketika kita berbicara tentang ekspansi ekonomi &ldquo;corporate capitalism&ldquo; yang luar biasa membabat habis seluruh sumber daya alam yang kita miliki tanpa ada proteksi yang ketat, hingga isu kedaulatan dan proxy war yang mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara serta kebhinekaan kita semua sebagai bangsa Indonesia--yang mengedepankan Pancasila sebagai lambang Negara. Belum lagi sedang maraknya berbagai gesekan antar kelompok dan agama yang sudah sampai pada titik mengecewakan. Kita sedang menuju titik krusial dalam perjalanan bangsa ini. Semua memerlukan penyikapan serius dari anak bangsa, termasuk oleh seluruh mahasiswa yang hari ini tergabung dalam aliansi mahasiswa di Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><strong>Harapan Indonesia Masa Depan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Dalam konteks demikian, Munas ke X hari ini harus menjadi momentum perlunya mengambil sikap dan peran Aliansi BEM SI dalam menilai Indonesia yang sedang bergejolak, konflik horizontal dan vertikal yang merajalela, berakibat pada stabilitas dinamika bangsa yang harus menuntut BEM SI dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk tidak tinggal diam dan selalu bergerak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Jangan sampai agenda Munas ini menjadi seperti agenda banyak orang tua kita di parlemen dan para pemimpin bangsa kita hari ini yang sering bertengkar. Ini sangat menyedihkan. Dalam sebuah Musyawaran Nasional, rapat paripurna hingga dalam sebuah persidangan terkadang tampak kacau dan penuh dengan hiruk pikuk, saling interupsi, protes, teriak-teriak liar dari berbagai arah yang sangat tidak enak dilihat oleh siapa pun. Padahal mereka adalah orang yang memiliki intelektual yang tinggi serta sudah berumur dan dewasa matang pemikirannya. Mendengar pimpinan sidang memberikan instruksi saja mereka mengelak dan menantang dengan suara yang keras hingga kesepakatan sulit diraih yang membuat siding harus diskors. Ini adalah potret buramnya masa depan Indonesia jika Munas ini pula melakukan hal yang sama penampilannya dalam menyelesaikan masalah organisasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Harapan Indonesia masa depan berada di pundak pemuda kita mahasiswa yang hari ini tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia. Harapan besar itu timbul akan konsistennya gerakan BEM SI yang hari ini menjadi satu-satunya gerakan yang terus berada di garda terdepan dalam mengawal kebijakan pemerintah setelah beberapa organisasi yang mengatas namakan aliansi, ikatan, organisasi mahasiswa lainnya tumpul dalam memperjuangkan aspirasi rakyat yang hari ini membutuhkan gebrakan mahasiswa dalam perbaikan bangsa Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Hidup Mahasiswa! Hidup Mahasiswa! Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Merdeka!</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><em>Ditulis oleh Fadly Idris, Ketua BEM FKIP Univeristas Mulawarman 2016 dan CEO Mulawarman Youth Leader</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar Munas BEM SI 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-munas-bem-si-2017/baca </link>
<guid> kabar-munas-bem-si-2017 </guid>
<pubDate> Thu, 26 Jan 2017 10:56:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tahun ini Unmul mendapatkan kehormatan besar. Dipercaya menjadi tuan rumah Munas (Musyawarah Nasional) yang dihadiri sedikitnya 249 aktivis mahasiswa. (Sumber foto: Dok. Panitia Munas 2017) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-munas-bem-si-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gMyWikF3Ik.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar Munas BEM SI 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA &ndash;&nbsp;</span></strong><span>Gemuruh teriakan dan kepalan tangan menyuarakan &ldquo;Hidup Mahasiswa!&rdquo; nampaknya bakal terus mengguncang Aula Dinas Pemuda dan Olahraga Stadion Sempaja, Samarinda sepekan ini. Betapa tidak, ruangan itu dipadati sedikitnya 249 aktivis mahasiswa yang datang dari 94 universitas dari Sabang hingga Merauke. Pemuda-pemuda itu tengah mengikuti helatan akbar BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), yakni Musyawarah Nasional (Munas).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengangkat tema &ldquo;Gelorakan Perjuangan sebagai Aktualisasi Peran Mahasiswa untuk Perbaikan Indonesia&rdquo;, tahun ini, Unmul mendapatkan kehormatan besar. Dipercaya menjadi tuan rumah Munas, Unmul tentu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sebanyak 200 panitia dikerahkan demi suksenya Munas BEM SI 2017. Adapun, penetapan Unmul sebagai tuan rumah ternyata diperoleh dari hasil kesepakatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BEM SI di Lombok 2016 lalu setelah menyisihkan dua nama universitas lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teman-teman pengin ke Kalimantan karena isu-isu sumber daya alam yang memang ada di sini semua. Misalnya, tambang dan Blok Mahakam. Apalagi ditambah penangkapan Norman Iswahyudi saat aksi 121 kemarin. Otomatis itu memperkuat pembahasan karena memang aksi itu agendanya BEM SI,&rdquo; jelas Freijae Rakasiwi, koordinator acara Munas BEM SI 2017.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Munas kali ini rencananya akan digelar selama sepekan penuh. Mulai 23-29 Januari dengan isian acara utama sidang BEM SI yang berisi penyampaian laporan pertanggungjawaban dari Koordinator Pusat (Korpus), Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Isu (Korsu), Koordinator Forum Perempuan, dan Koordinator Media BEM SI. Selain itu, akan dibahas pula evaluasi dan eskalasi gerak BEM SI untuk satu tahun ke depan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya sidang, ada pula<span>&nbsp;</span>acara lain yang telah dipersiapkan, yakni <em>opening ceremony,</em>&nbsp;<em>welcome</em>&nbsp;<em>party</em>, seminar nasional, <em>talkshow</em> kebangsaan, ramah tamah kedaerahan, dan ditutup dengan <em>closing ceremony</em>, serta perjalanan wisata.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa isu yang diangkat BEM SI sesuai kesepakatan Munas tahun lalu di Magelang. Yaitu korupsi, ekonomi, pertanian, maritim, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan. Masing-masing isu itu dipegang oleh satu universitas. Kita akan lihat akan seperti apa isu-isu itu. Bisa ada yang hilang atau diubah. Tergantung kebutuhan,&rdquo; imbuh Freijae.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepada <em>Sketsa</em>, Freijae menjelaskan, aliansi BEM SI merupakan aliansi paling ditakuti pemerintah. Sebab, ia ada dan berdiri di garda terdepan dalam hal mengkritik sekaligus memberikan solusi untuk pemerintah. Bersama panitia yang lain, Freijae mencium gelagat aneh dari Zulkifli Hasan, Ketua MPR RI yang mendadak batal hadir dalam Munas.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami mau undang Zulkifili Hasan dan sudah fix. Tapi H-3 sebelum opening, dia mendadak tidak bisa dan membatalkan dengan alasan presiden ingin berkonsultasi. Apakah karena presiden tahu kalau mau ada Munas di sini atau seperti apa tiba-tiba konsultasi?&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditemui terpisah, Presiden BEM KM Unmul&nbsp;2017 Norman Iswahyudi berharap terselenggaranya Munas BEM SI di Samarinda dapat memberikan kontribusi sekaligus memacu kepekaan mahasiswa atas isu-isu yang beredar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga Unmul bisa jadi episentrum gerakan di Kalimantan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(<span>aml/wal</span>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jelang Hari Terakhir Urus KRS, Petugas di FEB Mangkir dan FPIK Keletihan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-hari-terakhir-urus-krs-petugas-di-feb-mangkir-dan-fpik-keletihan/baca </link>
<guid> jelang-hari-terakhir-urus-krs-petugas-di-feb-mangkir-dan-fpik-keletihan </guid>
<pubDate> Fri, 27 Jan 2017 10:00:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mankirnya staf-staf di bagian Tata Usaha FEB Unmul jelang hari terakhir pengurusan KRS. (Foto: Eka Rizki P) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-hari-terakhir-urus-krs-petugas-di-feb-mangkir-dan-fpik-keletihan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/366rBNJecM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jelang Hari Terakhir Urus KRS, Petugas di FEB Mangkir dan FPIK Keletihan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Jelang hari terakhir pembayaran dan pengurusan Kartu Rencana Studi (KRS) di semua fakultas, Jumat (27/1), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) malah kedapatan sepi petugas. Sejumlah mahasiswa menanyakan keberadaan petugas, namun ditanggapi enteng oleh staf fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa,&nbsp;</em>seorang pria yang merupakan staf di ruang Tata Usaha FEB tak mau mengungkapkan namanya, mengakui petugas memang tak ada di tempat saat itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena hari ini ada acara syukuran dekan di Sambutan, saya juga tadi dari sana. Sebagian tidak ikut karena jemput anak. Sekalian juga <em>refreshing</em>, karena sumpek juga kita buka portal terus,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dari gelagatnya staf itu tidak senang dimintai tanggapan, ia memberikan keterangan sedikit kemudian berlalu. Sementara itu di bagian akademik, beberapa mahasiswa masih duduk menunggu kehadiran petugas. Salah satunya Praja Habib Pasangka yang telah menunggu sejak sebelum jam istirahat usai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, mungkin wajar karena jam istirahat. Tapi, pas jam satu ke sana kok kosong dan lampunya juga mati, ruangannya dikunci,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Praja mengaku kecewa dengan kosongnya ruang akademik. &quot;Inikan H-1 dan mereka lebih utamakan acara daripada kepentingan ratusan mahasiswa, yang masih gantung soal KRS, konsentrasi, juga kelasnya,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, sejak tahun ajaran 2016-2017 FEB jadi fakultas yang memelopori keberadaan pengisian KRS online. Saat itu Felisitas Defung, Wakil Dekan I Bidang Akademik mengatakan, banyak keluhan dari jurusan terkait membludaknya jumlah mahasiswa ketika mengurus KRS serta fasilitas ruangan yang kurang nyaman untuk menunggu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pikir sekarang teknologi sudah semakin canggih. Jadi, dengan sistem online seperti ini mahasiswa bisa input data di mana saja,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <u><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-cetuskan-urus-krs-online/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-cetuskan-urus-krs-online/baca</a></u>)</p><p style="text-align: justify;">Namun kenyataannya, penerapan sistem baru ini masih jauh dari sempurna. Diperkirakan masih ada ratusan mahasiswa FEB yang belum mengurus KRS dan lainnya itu. &ldquo;Koordinasinya juga masih kurang bagus untuk sistem baru ini,&quot; sebut Praja.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, di tempat berbeda, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), petugas akademik mesti sabar karena mahasiswa padat memenuhi ruangan. Muhammad Adi, mahasiswa angkatan 2012 mengatakan ada tiga petugas yang melayani.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kelihatan letih (petugas akademik) karena banyaknya mahasiswa mengantre,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tak terlepas dari banyaknya mahasiswa yang mengurus KRS jelang tenggat terakhir. Menurut Adi, itu terjadi karena berbagai alasan. &quot;Misalnya, baru pulang dari kampung, baru bayar SPP, dan baru tahu besok terakhir mengurusnya,&quot; terangnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Harap Adi semoga dengan padatnya mahasiswa di hari-hari terakhir pengurusan bukan jadi kebiasaan yang perlu dilakukan tiap semester. Selain menguras tenaga karena sama-sama lelah antara petugas dan mahasiswa, juga menambah urusan yang tadinya mudah jadi susah. <strong><em>(</em></strong><strong><em>*</em></strong><strong><em>/jdj</em></strong><strong><em>/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM SI Gelar Panggung Demokrasi di Jalanan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-si-gelar-panggung-demokrasi-di-jalanan/baca </link>
<guid> bem-si-gelar-panggung-demokrasi-di-jalanan </guid>
<pubDate> Sat, 28 Jan 2017 01:24:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi BEM SI yang gelar panggung demokrasi di depan GOR Madya Sempaja, Jalan Wahid Hasyim. (Foto: Akmal Farhan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-si-gelar-panggung-demokrasi-di-jalanan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DnePNTXe6e.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM SI Gelar Panggung Demokrasi di Jalanan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pukul 10.45 Wita, seluruh mahasiswa yang mengikuti Munas BEM SI berhamburan ke luar Aula Dispora kemudian membariskan diri untuk menggelar &quot;Panggung Demokrasi&quot; di depan GOR Madya Sempaja, Jalan Wahid Hasyim.</p><p style="text-align: justify;">Satu per satu dari mereka bergantian pengeras suara. Menyuarakan tiga tuntutan yang sudah dirumuskan semalaman. Pertama, menolak negara lemah dengan tetap berupaya menjadi mitra kritis pemerintah yang mengedepankan kebebasan mimbar akademik. Kedua, mengembalikan hak-hak setiap warga negara untuk bebas berpendapat. Kemudian, yang terakhir mendorong dan berdiri bersama rakyat untuk menyuarakan pendapat tanpa rasa takut dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.</p><p style="text-align: justify;">Koordinator Acara sekaligus korlap panggung demokrasi Freijae Rakasiwi membantah aksi ini prematur dan terpaksa dilakukan. Lantaran dinilai aliansi BEM SI minim kajian, bingung menentukan isu, dan agenda Munas yang padat merayap.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aksi ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Kami sudah mengkaji juga. Tuntutannya memang universal,&quot; ungkapnya di sela-sela aksi.</p><p style="text-align: justify;">Aksi berlangsung damai dan usai pukul 12.00 Wita, beberapa aparat&nbsp;kepolisian tampak berjaga-jaga.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini (27/1), merupakan hari kelima Munas BEM SI dihelat. Selanjutnya akan ada seminar nasional dan <em>closing ceremony</em>. <em><strong>(aml/jdj)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> CFD, Upaya Memperkenalkan Kimia yang Menyenangkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/cfd-upaya-memperkenalkan-kimia-yang-menyenangkan/baca </link>
<guid> cfd-upaya-memperkenalkan-kimia-yang-menyenangkan </guid>
<pubDate> Sat, 28 Jan 2017 08:42:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di tengah masa libur, mahasiswa FKIP Pendidikan Kimia mengadakan Chemist Fun Day (CFD). Diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (HMPK) FKIP. (Sumber foto: instagram.com/hmpk) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/cfd-upaya-memperkenalkan-kimia-yang-menyenangkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n3HJYrrKi5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>CFD, Upaya Memperkenalkan Kimia yang Menyenangkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Ketika para mahasiswa mengahabiskan waktu liburan dengan kembali ke kampung halaman, mahasiswa FKIP Pendidikan Kimia mengadakan Chemist Fun Day (CFD). Sebuah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (HMPK) FKIP sejak 22-26 Januari, kemarin di Gedung Auditorium Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengusung tema &quot;Leading New World with Chemist Fun Day&quot; yang bertujuan untuk membuat suasana baru terhadap pandangan para siswa bahwa kimia tak serumit yang mereka bayangkan. Dan pandangan bahwa kimia bisa membuat hidup menjadi lebih menyenangkan. Sembari lewat acara ini para peserta bisa berusaha saling mengenal satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">Karena ini merupakan acara terbesar yang diselenggarakan oleh HMPK. Mereka menawarkan beberapa lomba seperti Ranking 1, Karya Tulis Ilmiah Berbasis <em>Green Generation</em>, Cepat Tepat Kimia, Olimpiade Kimia dan lomba terbaru yaitu Fun Chemistry Teaching: bertujuan untuk mengenalkan metode pengajaran kimia dengan media kepada para peserta. Adapun, sasaran peserta CFD adalah para siswa SMP dan SMA/SMK se-Kaltim dan se-Kaltara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk Olimpiade, Karya Tulis Ilmiah dan CTK itu se-Kaltim-Kaltara. Nah, yang Fun Chemistry Teaching karena masih baru maka kami hanya mengambil dari kota Samarinda saja,&quot; ujar Aulia Nauli Efendi selaku Koordinator Acara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari kami langsung mengambil sembilan zona seperti Balikpapan, Samarinda, Kukar, Kubar, Kutim, Penajam Paser Utara, Paser dan juga Tarakan,&quot; lanjutnya. <strong><em>(fqh/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nyawa Manusia di Atas Segala Perpeloncoan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyawa-manusia-di-atas-segala-perpeloncoan/baca </link>
<guid> nyawa-manusia-di-atas-segala-perpeloncoan </guid>
<pubDate> Sat, 28 Jan 2017 09:12:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMAPA) Unmul, yang telah berdiri sejak 21 Maret 1984. (Sumber foto : imapa.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyawa-manusia-di-atas-segala-perpeloncoan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/unYaVwOGpg.JPEG" />
					</figure>
			                <h1>Nyawa Manusia di Atas Segala Perpeloncoan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pelaksanaan Pendidikan Dasar (diksar) Mapala Unisi Universitas Islam Indonesia (UII) menelan korban jiwa. Sebanyak tiga mahasiswa meninggal dunia dan sepuluh mahasiswa dilarikan ke rumah sakit. Semua gara-gara penganiayaan yang mereka alami selama mengikuti diksar.</p><p style="text-align: justify;">Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy pun geram mendengar kabar tersebut. Ia menegaskan, kematian ketiga korban murni tindak pidana kriminal. Pihaknya akan melakukan pemantauan secara berlapis guna mencegah tindakan kekerasan terhadap mahasiswa baru (maba) atau anggota baru terulang kembali.</p><p style="text-align: justify;">Mapala merupakan singkatan dari mahasiswa pecinta alam. Telur pertamanya menetas di Universitas Indonesia pada 12 Desember 1964 dan diprakarasai oleh Soe Hok Gie. Saat itu Mapala dibentuk untuk mengatasi kejenuhan di tengah makin peliknya situasi intrik dan konflik politik di kalangan mahasiswa. Mapala membawa semangat wadah berkumpulnya berbagai kelompok mahasiswa. Setelah itu perkembangan kelompok-kelompok pecinta alam ini berkembang sangat pesat. Hingga pada 21 Maret 1984 Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) Unmul berdiri.</p><p style="text-align: justify;">Kekerasan di diksar Mapala Unisi UII yang memakan korban tiga nyawa, kembali membangkitkan isu perpeloncoan yang dilakukan oleh senior. Apakah untuk menjadi pecinta alam harus menyabung nyawa lewat diksar Mapala? Amat tak sesuai dengan semangat awal pembentukannya. <em>Sketsa</em> pun mencoba menemui induk pecinta alam tingkat universitas, yakni Imapa Unmul. Mencoba mencari tahu bagaimana gaya Imapa dalam mendidik para pecinta alam.</p><p style="text-align: justify;">Ketika disambangi ke sekretariat Imapa yang terletak di lantai dua Gedung UKM, pintu sekretariat mereka tertutup rapat. <em>Sketsa&nbsp;</em>lantas turun menuju markas Imapa yang lain, terletak di bawah kiri Gedung UKM.Di sana <em>Sketsa&nbsp;</em>disambut dengan ramah, bahkan ditawari untuk meminum barang satu gelas kopi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ketua UKM Imapa rupanya tak lagi di tempat. Salah seorang anggotanya bernama Pebi Permana menyebutkan bahwa saat ini ketua maupun pengurus-pengurus inti mereka sedang dalam agenda Pendidikan Ilmu Dasar Cinta Alam (Pidca) XXI IMAPA Unmul. Agenda itu dimulai 20 Januari dan baru akan berakhir 29 Januari.</p><p style="text-align: justify;">Pebi enggan menceritakan bagaimana proses pengaderan anggota baru Imapa dan di mana lokasi pengaderan. Ia merasa tidak memiliki wewenang untuk menjawab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gimana, ya, saya enggak punya wewenang di sini, saya juga bukan pengurus. Nah, kebetulan berangkat semua ke sana. Saya baru pulang dari lapangan juga, pulang duluan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya Desember tahun lalu, rupa perpeloncoan di Unmul juga sempat terungkap lewat pernyataan beberapa maba Fakultas Hukum yang mengikuti Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) dan Latihan Kepemimpinan (LK). Para senior memerintahkan juniornya untuk melakukan tingkah &ldquo;cium tanah air&rdquo; yang artinya tanah secara harfiah dan &ldquo;tembak bintang&rdquo; yang berarti berbaring dan meludah ke arah langit.</p><p style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin selaku Wakil Rektor III kala itu mengaku tidak akan tinggal diam dan memberi sanksi tegas jika kedapatan di lingkungan kampus melakukan praktik perpeloncoan. Unmul patut memasang rambu di tiap pengaderan, sebab jika tidak, apa yang terjadi di UII bukan tidak mungkin terjadi pula di Unmul. <strong><em>(els/</em></strong><strong><em>myg/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Closing Ceremony, Munas BEM SI Berakhir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/closing-ceremony-munas-bem-si-berakhir/baca </link>
<guid> closing-ceremony-munas-bem-si-berakhir </guid>
<pubDate> Sat, 28 Jan 2017 23:09:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Closing Ceremony, tanda Munas BEM SI berakhir. (Sumber foto: dok. Panitia Munas BEM SI) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/closing-ceremony-munas-bem-si-berakhir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ee5E4zNjqH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Closing Ceremony, Munas BEM SI Berakhir</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;Wahai kalian yang rindu kemenangan. Wahai kalian yang turun ke jalan. Demi mempersembahkan jiwa dan raga untuk negeri tercinta.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Demikian kutipan lagu perjuangan yang berkumandang mengawali sambutan Koordinator Pusat (Korpus) terpilih BEM SI Wildan Wahyu Nugroho saat <em>Closing Ceremony&nbsp;</em>Munas BEM SI 2017, tadi malam (27/1).</p><p style="text-align: justify;">Lagu beserta kepalan tangan itu mampu memanaskan jiwa-jiwa yang hadir di Ballroom lantai 1, Hotel Bumi Senyiur, lokasi <em>Cl</em><em>osing&nbsp;</em><em>Ceremony</em><em>&nbsp;</em>yang<em>&nbsp;</em>dingin tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Wildan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada seluruh panitia dan segenap pihak yang terlibat dalam menyukseskan Munas. Di kesempatan itu pula dia mengutarakan harapannya untuk BEM SI ke depan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aksi kita hari ini adalah pembakar semangat agar kita tidak kehilangan gairah perjuangan. BEM SI sangat diperhitungkan sebagai oposisi strategis pemerintah. Tugas mahasiswa adalah mengkritisi bukan pencetus solusi. Tapi mahasiswa perlu memiliki tiga <em>mindset</em>, yakni parlemen, eksekutif, dan masyarakat,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada yang menampik kemegahan acara tersebut, demikian dengan kebahagiaan para hadirin, khususnya para delegasi BEM SI. Satu per satu mereka maju memberikan cenderamata kepada Jos Soetomo, pembina Forum Kebangsaan Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini memang dihadiri sejumlah kalangan. Satu di antaranya Jos Soetomo, pejabat rektorat dan dekanat Unmul, tokoh masyarakat, agama, dan adat Kaltim serta seluruh perwakilan lembaga mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur yang kala itu hadir mewakili Rektor Unmul Masjaya, berpesan akan pentingnya fungsi BEM sebagai fasilitator, eksekutor, inisiator, dan katalisator. BEM juga harus mampu membuktikan pendidikan tinggi di Indonesia mampu bersaing di ranah internasional dengan membangun citra positif sejak sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Abdunnur tak setuju jika kampus dikatakan oposisi pemerintah sebagaimana sambutan Wildan. Menurutnya, kampus bukan oposisi, tapi pendukung pemerintah untuk bersinergis dan mewujudkan pendidikan yang kian baik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mari kita tingkatkan sinergitas dan kebersamaan. Kegiatan mahasiswa salah satunya yang mendukung. Kita harus bersama-sama membangun universitas masing-masing agar lebih maju dan mampu bersaing secara internasional,&quot; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Agenda Munas BEM SI 2017 resmi berakhir kala gong dipukul oleh Abdunnur didampingi Jos Soetomo, Presiden BEM KM Unmul, dan ketua panitia Munas BEM SI. <em>Closing Ceremony&nbsp;</em>berakhir dengan penampilan tari terbaik ajang Festival Tari Borneo, persembahan Klinik Jalanan, dan pertunjukan musik mahasiswa Etnomusikologi FIB Unmul serta seremoni foto bersama.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di akhir acara, ketua panitia Munas, Muhammad Dicky Chandra mengungkapkan rasa syukurnya atas sukses penyelenggaran Munas BEM SI 2017 di Unmul sepekan ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Alhamdulillah Munas yang dilaksanakan di Unmul berjalan lancar. Tidak ada kendala yang berarti yang menghambat berjalannya Munas. Besok (hari ini 28/1) akan ada agenda <em>field trip&nbsp;</em>ke Tenggarong. Hasil Munas semoga bisa menjadi gerakan baru mahasiswa untuk Indonesia 2017,&quot; pungkasnya.<strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Great Wall, Perang Antara Klan Manusia dan Makhluk Misterius </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-great-wall-perang-antara-klan-manusia-dan-makhluk-misterius/baca </link>
<guid> the-great-wall-perang-antara-klan-manusia-dan-makhluk-misterius </guid>
<pubDate> Sun, 29 Jan 2017 20:19:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> The Great Wall, film hasil kolaborasi Cina - Amerika ini menampilkan perang antara klan manusia dan makhluk misterius bernama Tao Tei. (Sumber foto: heyuguys.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-great-wall-perang-antara-klan-manusia-dan-makhluk-misterius/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lx9VsxZRWO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>The Great Wall, Perang Antara Klan Manusia dan Makhluk Misterius</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: The Great Wall</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Fantasi, Petualangan</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Produser &nbsp; &nbsp; : Thomas Tull, Charles Roven, Jon Jashni, Peter Loehr</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Sutradara &nbsp; &nbsp;: Zhang Yimou</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Penulis &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; :&nbsp;</strong><strong>Doug Miro, Carlo Bernard</strong><strong>,&nbsp;</strong><strong>Tony Gilroy</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Produksi &nbsp; &nbsp;: Legendary East, Le Vision Pictures, Atlas Entertainment, China Film Group</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Distributor &nbsp; : Universal Pictures</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Matt Damon, Jing Tian, Pedro Pascal, Willem Dafoe, Andy Lau, Lu Han, Zhang Hanyu, Eddie Peng, Lin Gengxin, Ryan Cheng, Chen Xuedong, Huang Xuan, Wang Jungkai, Yu Xintian, Liu Qiong, Emma Wu, Mackenzie Foy, Wang Zhifei</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; <em>The Great Wall&nbsp;</em>adalah film yang disutradarai oleh Zhang Yimou, sutradara ternama asal negeri Cina yang pernah menggarap <em>Hero</em>&nbsp;<em>(2002)</em> dan <em>House of Flying Daggers</em><em>&nbsp;(2004)</em>. Dalam bahasa mandarin <em>The Great Wall&nbsp;</em>disebut Ch&aacute;ng Ch&eacute;ng yang berarti tembok besar atau tembok panjang. Film yang juga bergenre sejarah ini berlatar belakang Dinasti Song pada masa pemerintahan Kaisar Renzong. Mengisahkan sebuah misteri yang terjadi di sekitar pembangunan Tembok Besar China sepanjang 5500 mil.</p><p style="text-align: justify;">Cerita dimulai beberapa mil dari sebelah utara Tembok Besar, William Garin (Matt Damon) dari Inggris, Pero Tovar (Pedro Pascal) dari Spanyol, dua orang Italia dan seorang dari Turki, mereka adalah bagian dari kelompok tentara bayaran yang berhasil kabur dari kejaran bandit Khitan yang berhasil membunuh sisa dari mereka. Mereka bermaksud berkunjung untuk mencari &ldquo;bubuk hitam&rdquo; di negeri Tirai Bambu ini. Setelah melarikan diri, mereka bersembunyi dalam sebuah gua.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, mereka kemudian diserang oleh sosok misterius, hanya William dan Tovar yang berhasil selamat. William dan Tovar lantas melarikan diri, namun malang menghampiri, mereka tertahan di Tembok Besar dan ditawan oleh tentara militer rahasia bernama The Nameless Order atau Orde Tak Bernama yang dipimpin oleh Jenderal Shao (Zhang Hanyu) dan Ahli Strategi dan Penasihat Wang (Andy Lau).</p><p style="text-align: justify;">Pasukan militer The Nameless Order tenyata sedang mempersiapkan diri untuk menyerang sosok misterius yang pernah menyerang William dan Tovar. Mereka sudah mempersiapkan strategi selama 60 tahun terakhir. Makhluk apa yang menyerang setiap 60 tahun sekali? Jumlah mereka yang menyerang tembok juga tak main-main, begitupun tentara militer The Nameless Order yang tak terhitung jumlahnya. Saat berperang mereka sudah dibekali senjata-senjata nan canggih dan pasukan-pasukan yang dibagi menjadi lima unit khusus.</p><p style="text-align: justify;">Ternyata <em>The Great Wall&nbsp;</em>bukan menampilkan perang melawan bangsa barbar Mongol seperti dalam sejarah, melainkan melawan makhluk-makhluk misterius bernama Tao Tei yang juga dapat berkomunikasi dan dipimpin oleh &ldquo;permaisuri&rdquo;. Akankah William dan Tovar berhasil mencuri &ldquo;bubuk hitam&rdquo; yang tersembunyi di dalam gudang tentara?</p><p style="text-align: justify;">Film hasil kolaborasi China&ndash;Amerika jebolan Universal Pictures ini dikemas dengan kreasi CGI (Computer Generated Image) yang mumpuni. Efek visualnya pun mengagumkan, membuat film ini layak untuk ditonton bagi Anda yang menyukai film bergenre fantasi dengan sentuhan kolosal dan petualangan melawan makluk misterius. <strong><i>(els/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merelakan Diri pada Self-Driving Car </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/merelakan-diri-pada-self-driving-car/baca </link>
<guid> merelakan-diri-pada-self-driving-car </guid>
<pubDate> Mon, 30 Jan 2017 04:42:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Self Driving-Car adalah kemajuan teknologi dalam bidang transfortasi, Self Driving-Car adalah mobil yang mampu berkendara sendiri. (Sumber illustrasi: tsar-tech.de) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/merelakan-diri-pada-self-driving-car/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7XjzvRWH9n.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merelakan Diri pada Self-Driving Car</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Saat ini berbagai macam produsen kendaraan roda empat saling berlomba-lomba untuk menciptakan mobil dengan spesifikasi yang lengkap dan dibuat senyaman mungkin. Tetapi bukankah saat mengendarai mobil senyaman apa pun jika dikendarai secara manual Anda masih kerap merasa lelah? Bagaimana jika Anda tinggal duduk santai saja dan membiarkan mobil membawa Anda secara otomatis, menarik bukan?</p><p style="text-align: justify;">Bagi Anda yang besar di era 90-an mungkin tak asing dengan serial televisi Knight Rider. Dalam serial tersebut, mobil bernama KITT (Knight Industries Three Thousand) mampu berkendara tanpa memerlukan sopir. Ya, tidak lain teknologi tersebut adalah Self-Driving Car.</p><p style="text-align: justify;">Kini konsep tersebut akan menjadi kenyataan. Beberapa perusahaan mobil seperti Volvo dan Ford, perusahaan teknologi seperti Tesla dan Google, bahkan penyedia jasa angkutan online Uber sekarang sedang berlomba untuk mengembangkan mobil yang mampu berkendara sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Merupakan persoalan apabila Anda pengendara mobil manual, tapi kerap merasa kelelahan. Bukankah Anda perlu ruang berpikir dan fokus di perjalanan supaya tetap bisa selamat sampai tujuan? Dengan munculnya Self-Driving Car, Anda dapat mengerjakan hal-hal positif lain seperti mennyelesaikan tugas kantor, mencicil laporan skripsi, membuat PPT untuk paparan, menelepon kerabat, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, setiap apa pun di dunia ini pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Lantas apa kekurangan dari teknologi Self-Driving Car?</p><p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda membayangkan jika seorang peretas mampu membobol setiap sistem keamanan sekalipun tingkat keamananannya sangat tinggi? Dan, seorang <em>hacker</em> selalu melakukan aksinya dengan mengandalkan koneksi internet. Teknologi Self-Driving Car ini dilengkapi dengan akses internet. Apabila seorang peretas mampu mengambil alih sistem kemudi Self-Driving Car, maka tidak menutup kemungkinan dia mengendalikan sebebas-bebasnya.</p><p style="text-align: justify;">Itu pun kalau cuma berniat mencuri mobil, lalu bagaimana kalau hacker itu sengaja menabrakkan mobil tersebut ke para pengguna mobil manual? Akan repot persoalan.</p><p style="text-align: justify;">Kemajuan teknologi memang berdampak positif bagi seluruh umat manusia--semua pekerjaan dapat menjadi mudah. Tapi di balik semua itu, pasti ada resistansinya yang harus dipahami agar bijak dalam menganalisa setiap perkembangan teknologi. Sehingga memudahkan diri untuk mengambil langkah terbaik demi keamanan pribadi.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepuluh Permen Mint </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/sepuluh-permen-mint/baca </link>
<guid> sepuluh-permen-mint </guid>
<pubDate> Mon, 30 Jan 2017 08:47:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sepuluh Permen Mint adalah sebuah cerpen yang ditulis oleh Rabi’atul Husna, mahasiswi Akuntansi FEB Unmul. (Sumber foto: Dok. penulis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/sepuluh-permen-mint/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YsvWXSRUqr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepuluh Permen Mint</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup. Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara. Engkaulah matahari firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara. Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian. Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus di sini. Mencintaimu. Entah kenapa.</em></p><p style="text-align: justify;">-Dewi Dee Lestari-</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Berpandai-pandailah dalam memilih teman, karena teman adalah cerminan kepribadianmu. Begitulah kurang lebih kata yang kuingat dari salah satu motivator kondang Indonesia. Meski belakangan tak lagi muncul sejak terlibat skandal. Sedikit banyaknya, kata motivator berkepala plontos itu kuterapkan. Hingga sekarang hidupku dikelilingi teman-teman baik. Aku berada dalam lingkaran pertemanan yang sama sejak semester satu hingga sekarang aku duduk di bangku kuliah semester empat. Meski kadang sedikit drama dan secuil tragedi iseng mewarnai pertemanan kami. Maklumlah, tidak mudah menyatukan enam kepala dengan pemikiran berbeda menjadi sebuah ide.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang paling kusukai dari pertemanan ini? Nongkrong di kafe? Main game? Diskusi tugas-tugas kuliah? Bukan, sama sekali bukan. Satu-satunya yang kuinginkan dan kurindukan dari pertemanan ini adalah kamu. Aku tak tahu kenapa aku bisa jatuh rasa padamu. Tak ada yang spesial dari tingkahmu, pun tak ada yang istimewa dari parasmu. Namun setiap inci kulitmu adalah kerinduan yang ingin kuteguk. Sesekali aku menahan diri untuk tidak menyentuhmu saat kau membuka baju di hadapanku. Seperti saat kita berenang bersama atau saat kau kegerahan bermain game bersama di rumah Dilan. Tentu saja semua itu hal yang biasa bagimu. Tapi tidak bagi kepala yang dipenuhi oleh asmara ini.</p><p style="text-align: justify;">Seringkali aku duduk ditemani hujan dan bertanya pada rintiknya: kebaikan apa yang pernah kulakukan hingga aku bisa berada dalam lingkaran yang sama denganmu? Sesekali aku juga tersenyum pada debu jalanan, sembari bercerita bahwa hari ini sembilan senyum yang kudapat darimu dan empat kali kau tertawa karena jokesku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun ketika malam datang, saat kejujuran dipaksa keluar oleh keheningan, aku berhenti menghibur diri dan mengaku pada angin malam bahwa senyum dan tawamu bukan untukku. Semua itu untuk kita berenam.</p><p style="text-align: justify;">Aku hanya terlalu naif dan enggan mengakui bahwa aku biasa saja bagimu. Hanya kepada sunyi malam, aku berani menyandarkan hati yang lelah akan harapan. Kepada sunyi malam juga aku akan melampiaskan rindu dendam, menyumpah kenapa aku dilahirkan begini. Menyumpah atas sesuatu yang salah, yang haram untuk kurasakan. Bagaimana mungkin rasa ini bisa berkecambah di hati? Bagai bumi mencintai langit, tak akan pernah bersatu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Acapkali aku mengiris-iris tubuh dengan kuku, mencakarnya hingga berdarah, membenturkan kepala ke dinding, bahkan menjatuhkan diri dari tangga. Aku tak peduli, yang kubutuhkan hanya rasa sakit. Sakit yang dapat mengalahkan diri ini. Sakit yang dapat mengalihkan pikiranku darimu. Duhai, sakit apapun akan kuterima asal jangan sakit karena rasa ini.</p><p style="text-align: justify;">Kerap kali kau bertanya ketika kau dapati tubuhku penuh dengan lebam dan bilur-bilur. Aku tersenyum dan beralasan atas setiap luka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini luka karenamu,&rdquo; bisik suara hatiku.</p><p style="text-align: justify;">Cepat-cepat kututup mulut agar kebodohan itu tak tersuarakan. Ada seiris luka yang bersemayam di hati tatkala kau bertanya. Jujur ini memang lebam karenamu. Oh, bukan. Ini salahku. Salahmu hanya terlahir mengagumkan, sedang salahku menikmati kecanduan padamu!</p><p style="text-align: justify;">Aku tak ingat kapan pertama kali kau menjadi candu. Aku candu berjalan bersamamu. Candu melihat kau merapikan rambut. Candu pada aroma tubuhmu. Candu melihat kau menjelaskan materi kuliah. Candu mendengar apa pun yang keluar dari mulutmu. Candu mendengar ocehanmu tentang kucing, darimu aku tahu bahwa kucing memiliki &quot;Psi travelling&quot;, kemampuan menemukan jalan pulang dengan mengandalkan kumis dan sinar matahari, yang kau jelaskan dengan menggebu-gebu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejak kecanduan dirimu, diam-diam aku mulai suka pada makhluk kecil berbulu itu. Binatang yang benar-benar tak pernah kupedulikan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Waktu terus berjalan, melesat maju meninggalkan mereka yang terseok-seok. Bertahun sudah kita merangkak bersama mengejar waktu. Selama itu pula rasa yang kupupuk terus tumbuh. Dari kecambah menjadi sebatang cinta yang besar. Meski begitu, tak sekalipun aku menceritakan pada siapa pun mengenai rasa ini. Hingga pada akhirnya aku lelah menahan semua. Hari ini, ya hari ini di tanggal 1 Januari izinkan aku menyampaikan rasa terlarang ini. Meski resikonya adalah kehilangan dirimu dan semua yang kita bangun bersama. Biarkan, biarkan aku menghilang setelah kusampaikan rasa ini. Aku berjanji tidak akan mengusikmu lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau tahu Rio, kaum Sodom di zaman Nabi Luth dibinasakan Tuhan karena ini.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Suaramu serak setelah kebenaran itu tersampaikan. Kau menatapku tajam. Sudut matamu berbicara, seolah aku makhluk nista yang pantas dicampakan ke dalam lautan magma. Tanganmu terkepal. Dadamu naik turun, sesak menahan murka. Tubuhmu mengatakan padaku &lsquo;pergi saja kau ke neraka!&rsquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tahu Afdal, aku tidak meminta apa-apa. Aku hanya, hanya&hellip; biarkan mencintaimu tanpa syarat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba kau berteriak. Mengeluarkan sumpah serapah yang tak bisa kupahami. Perlahan pandanganku mengabur. Basah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sore ini, aku melihat sisi lain dari dirimu. Kelembutan dan kebaikan yang sering kulihat menguap seketika. Pun denganmu yang melihat sisi lain dari diriku. Hari ini tak ada lagi yang kusembunyikan selain perasaan malu yang menghantam kepalaku, dan sedih yang menembus sampai ke ulu hati. Kau masih sibuk meracau, aku &nbsp;mendengarkan namun tidak menyimak. Lalu kau diam, meletakan tangan di dahi sambil menyisir rambutmu ke belakang. Bahkan dalam situasi seperti ini kau tetap terlihat mengagumkan.</p><p style="text-align: justify;">Sore ini, aku melepas senja sambil menatap punggungmu saat perlahan berbalik. 10 permen mint yang kau berikan, kugenggam di tangan kanan. Permen mint tanda perpisahan yang kau berikan tanpa sepercikpun suara. Setelah aku berjanji tak akan muncul lagi di kehidupanmu, aku tak tau apakah semua tetap sama. Akan kah kita sanggup biasa saja di depan teman-teman lain? Aku menyadari tak ada tempat di dunia ini untuk orang-orang sepertiku. Perasaan yang tumbuh adalah kesalahan terbesar di mata umat manusia. Besok saat teman-teman lain mengetahui siapa aku sebenarnya, tak ada lagi harga atas jiwa ini. Menjadi seonggok daging berjalan tanpa nilai, manusia paling hina hanya karena mencintai teman sejenisnya.<br><br>Ditulis oleh <span lang="EN-US">Rabi&rsquo;atul Husna, mahasiswi semester empat, jurusan Akuntansi FEB Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Korpus Terpilih Itu Lahir Manakala Sumpah Pemuda Berkumandang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/korpus-terpilih-itu-lahir-manakala-sumpah-pemuda-berkumandang/baca </link>
<guid> korpus-terpilih-itu-lahir-manakala-sumpah-pemuda-berkumandang </guid>
<pubDate> Tue, 31 Jan 2017 10:11:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wildan Wahyu Nugroho terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM SI selama satu tahun ke depan. (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/korpus-terpilih-itu-lahir-manakala-sumpah-pemuda-berkumandang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hexDDd15BL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Korpus Terpilih Itu Lahir Manakala Sumpah Pemuda Berkumandang</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Malam itu Wildan Wahyu Nugroho seperti orang salah masuk toko baju. Pemuda yang mudah ditebak asal suku dari wajah dan cara bicaranya itu tampil mengenakan pakaian bermotif batik sarung khas Kota Tepian. Persis pakaian yang juga dikenakan Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi saat Closing Ceremony Munas BEM SI 2017.</p><p align="justify">Tak hanya pakaian yang jadi sorotan, sambutannya yang menggebu-gebu khas aktivis mahasiswa pun menebar sinyal positif kepada ratusan pasang telinga yang mendengarkan. Tua muda, semua ikut bergelora. Bersama menyanyi lagu perjuangan, mengepalkan tangan.</p><p align="justify">Kepada <em>Sketsa</em> usai acara, pemuda asli Kebumen, Jawa Tengah itu mengaku tidak pernah sama sekali menyangka akan menerima amanah seperti ini. Tetapi, ia adalah pemuda yang punya prinsip. Tegas dia menyatakan siap memimpin gerak BEM SI setahun ke depan.</p><p align="justify">&ldquo;Kita jangan jadi orang yang mengincar amanah, tapi ketika amanah itu datang maka kita harus siap. Aliansi ini bukan organisasi, maka tugas dari Koordinator Pusat (Korpus) hanyalah sebatas mengoordinir saja suara dari masing-masing Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Isu (Korsu), dan sebagainya. Maka, gerakan BEM SI adalah gerakan dari bawah,&rdquo; tuturnya.</p><p align="justify">Bicara tentang aliansi BEM SI, tentu saja bicara rekam jejak manusia-manusia di dalamnya perihal pengalaman organisasi. Utamanya seorang Korpus, tentu tidak asal tunjuk. Wildan tak segan-segan menyatakan dirinya setia mengabdi di BEM bahkan sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampusnya tanpa mengikuti organisasi lain baik internal maupun eksternal. Saat ini, ia menjabat Presiden BEM Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) setelah sebelumnya bersabar mengabdi sebagai staf hingga pelaksana tugas (Plt) Presiden BEM UNS. Di sana, Wildan mengambil jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian, angkatan 2013.</p><p align="justify">Selama perbincangan dengan <em>Sketsa</em>, yang menarik adalah fakta bahwa Wildan lahir bertepatan dengan peringatan ke-67 Hari Sumpah Pemuda tahun 1995. Pemuda berkulit hitam manis itu lahir dari pasangan Wahyu Aminoto dan Salam Mutofina manakala pemuda pemudi negeri ini mengikrarkan tiga butir sumpahnya.</p><p align="justify">Dia pun gamblang mengurai cerita di balik naiknya ia menjabat Korpus. &ldquo;Teman-teman melihat kami dari UNS cukup baik dalam mengawal isu pendidikan saat menjadi Korsu. Teman-teman melihat kami punya <em>effort</em> lah di situ. Saya juga kaget tiba-tiba dicalonkan, saya tidak mempersiapkan apa-apa sama sekali. Akhirnya, banyak yang setuju, satu frekuensi gitu. Saya ini orangnya enggak bisa marah, saya cenderung cuek sih,&rdquo; ungkapnya.</p><p align="justify">Tentu tiadalah arti seorang Korpus tanpa gagasan. Wildan berencana membuat narasi kebersamaan seiring BEM SI ini berjalan. Itu ditujukannya untuk seluruh mahasiswa di segala penjuru Indonesia. Baginya, keanggotaan aliansi BEM SI ini tidak hanya tertutup pada gabungan BEM yang ada saat ini saja. Dia membuka selebar-lebarnya pintu untuk universitas yang hendak masuk dan bergabung. &ldquo;Kami tidak ingin membatasi. Silakan menghubungi Korwil dan mengikuti prosedur yang ada,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanggapi Kasus Mapala Unisi, Imapa Unmul: Ada Kesalahan Manajemen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapi-kasus-mapala-unisi-imapa-unmul-ada-kesalahan-manajemen/baca </link>
<guid> tanggapi-kasus-mapala-unisi-imapa-unmul-ada-kesalahan-manajemen </guid>
<pubDate> Wed, 01 Feb 2017 11:10:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anggota Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) Unmul. (Foto : Nur Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapi-kasus-mapala-unisi-imapa-unmul-ada-kesalahan-manajemen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TkAOJmaBGt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tanggapi Kasus Mapala Unisi, Imapa Unmul: Ada Kesalahan Manajemen</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Menengok kabar pendidikan dasar (diksar) Mapala Unisi yang tewaskan tiga mahasiswa, Senin (30/1) kemarin Polres Karanganyar menetapkan dua tersangka.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari detikcom, Pihak UII mengklarifikasi, status salah satu di antaranya telah lulus. Keduanya ditangkap Senin pagi, saat berada di Posko Mapala Unisi.</p><p style="text-align: justify;">Selain tewas, ada juga sepuluh mahasiswa yang dilarikan ke rumah sakit akibat diksar bertajuk <em>&quot;The Great Camping&quot;</em> itu.</p><p style="text-align: justify;">Apakah demi menjadi pecinta alam harus menyambung nyawa lewat diksar Mapala? Amat tak sesuai dengan semangat awal pembentukannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyawa-manusia-di-atas-segala-perpeloncoan/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyawa-manusia-di-atas-segala-perpeloncoan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyawa-manusia-di-atas-segala-perpeloncoan/baca</a>&nbsp;)</p><p style="text-align: justify;">Melihat kasus ini dan sama-sama bergerak di bidang pecinta alam, <em>Sketsa</em> mencoba meminta tanggapan Imapa Unmul. Meski tak mengikuti perkembangan berita tersebut, lantaran pihaknya saat itu tengah melaksanakan diksar selama sembilan hari di Batu Kajang, Paser.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita enggak bisa menilai dari media dulu sih, soalnya kita juga enggak tahu di sana gimana diksarnya. Lagian saat itu kami juga ada kegiatan,&quot; kata Aryoga Oktabriangga, Ketua Imapa Unmul 2017.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pihaknya tahu kronologis kasus tersebut, Imapa menilai ada yang salah dalam manajemen pelaksanaannya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu menurutnya, diksar yang dimaksud adalah mendidik dan melatih anggota untuk bisa bertahan di alam. &quot;Pendidikan diawal itu melatih kekompakan sesama anggota, melatih mental dan fisik,&quot; jelas mahasiswa Kimia 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi isu senioritas, Aryoga beranggapan bahwa senior hanya sebatas membimbing, mengontrol dan memberi masukan serta <em>sharing&nbsp;</em>materi atau pengalamannya. Jadi tak heran, dalam setiap kegiatan mereka, para senior turut hadir dan masih dalam komando pengurus juga panitia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Meski senior, tetap ada aturan dan batasannya. Kita kurang tahu ya di luar seperti apa. Pendidikan dasar dari Mapala sendiri itu pun pasti ada SOP-nya,&quot; jelas pria yang kerab disapa Mitun di Imapa itu.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pendidikan Dasar Ala IMAPA</strong></p><p style="text-align: justify;">Pendidikan Dasar Ilmu Cinta Alam atau Pidca adalah pelatihan dasar untuk anggota baru Imapa. Bibit baru ini telah lolos seleksi seperti, tes kesehatan dan fisik. Selain itu juga wajib mengikuti materi keorganisasian, lingkungan hidup, manajemen perjalanan, jurnalistik dan banyak lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun bagi anggota baru, yang miliki riwayat penyakit, Imapa jelas tak bisa menerima. Bukan apa, mereka tak ingin ambil risiko ketika terjun di alam.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, ialah praktek. Batu Kajang, Paser merupakan lokasi tiap tahunnya Imapa saat adakan diksar. Pada Sabtu (21/1) rombongan tersebut berangkat dan di tempat ini peserta berlatih<em>&nbsp;Rafting</em> (arung jeram), <em>Rock Climbing&nbsp;</em>(panjat tebing), <em>Search and Rescue (SAR), Mountaineering</em> (pendakian gunung) dan <em>Caving</em> (penelusuran goa).</p><p style="text-align: justify;">Peserta dilepas, karena mereka sudah diberi materi sebelumnya. Pengurus hanya membimbing dan mengawasi. Hal tersebut guna melatih kekompakkan sesama anggota.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu selama kegiatan tersebut, panitia Pidca selalu lakukan <em>briefing dan&nbsp;</em>evaluasi. Bila ada kendala cuaca, hal tersebut bisa lebih dari tiga kali. Alasannya, agar pelaksanaan Pidca berjalan lancar dan aman.</p><p style="text-align: justify;">Aryoga menegaskan selama kegiatannya tersebut, tidak ada bentuk kekerasan fisik. Menurutnya, yang mengakibatkan anggota cedera adalah alam, bukan karena seniornya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami cuma membimbing, mereka sendiri yang lakuin, pulang, tidur, makan, lalu istirahat, seperti itu terus jadi nggak ada yang namanya perpeloncoan,&rdquo; tegas Mitun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nggak ada kekerasan, ketika dia mungkin ada lecet atau luka, itu karena dia sendiri. Tapi kami kan ada tim kesehatan, kita terus kontrol mereka,&rdquo; sambung Hidayatussalikin, Kepala Bidang Operasional Imapa 2017.</p><p style="text-align: justify;">Vika Fajrina, satu dari 18 peserta yang ikut Pidca tersebut juga menerangkan tak ada tindak pelonco di Imapa. Pemberian hukuman, menurutnya juga sebagai efek jera untuk peserta agar lebih berhati-hati.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kegiatannya, asyik, seru. Kalau ada hukuman kemarin itu ya kecil-kecil tapi karena sering jadinya hukumannya banyak. Seperti<em>&nbsp;push up, sit up&nbsp;</em>gitu. Malah masih ngutang, tapi enggak ditagih,&quot; ucapnya sembari terkekeh.</p><p style="text-align: justify;">Di Imapa, alat bagaikan nyawa. Ketika alat-alat tersebut diinjak dan rusak, tentu akan membahayakan penggunanya. Demi mencegah hal tersebut, peserta dilatih untuk menjaga peralatan dan perlengkapan yang dimiliki.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mendidiknya ya secara <em>push-up, sit-up, pull-up</em>, dan kita rendam. Ya konsekuensinya seperti itu, tapi kalau fatal,&rdquo; &nbsp;jawab seorang anggota Imapa lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Keanggotaan Imapa seumur hidup, sudah lulus maupun mau wisuda, akan tetap sebagai anggota Imapa. &quot;Semua anggota saling menjaga, aktif, biasa, hingga luar biasa. Tapi ya itu tetap ada batasannya,&quot; sahut Mitun lagi.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kasus Mapala Unisi, yang mungkin berdampak pada citra mereka. &ldquo;Saran kami ya jangan menilai dari luarnya saja, <em>don&rsquo;t judge by cover,</em> ya kalau mau tahu dalamnya ya masuk gitu,&rdquo; tambah Hidayatussalikin, mahasiswa FISIP 2014 tersebut. <strong><em>(els/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lagi, Debat Soal UKT Nihil Hasil </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-debat-soal-ukt-nihil-hasil/baca </link>
<guid> lagi-debat-soal-ukt-nihil-hasil </guid>
<pubDate> Thu, 02 Feb 2017 09:30:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terus menjadi pembicaraan, UKT masih belum menemukan titik terang. ( Sumber ilustrasi:klikbontang.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-debat-soal-ukt-nihil-hasil/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/64JC23wIx5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lagi, Debat Soal UKT Nihil Hasil</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Gedung Rektorat lantai 3 (30/1) tampak dipadati puluhan mahasiswa perwakilan BEM se-Unmul yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Mulawarman. Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul itu juga tampak dihadiri Wakil Rektor II Abdunnur serta hampir seluruh dekan fakultas. Kegiatan berformat audiensi itu digelar guna membahas perihal UKT 2017.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Audiensi ini untuk mendiskusikan hal-hal mengenai UKT, apalagi beberapa universitas di Indonesia mengalami kenaikan UKT. Di Unmul sendiri telah banyak yang mengajukan penurunan UKT untuk 2017. Ini juga agar bisa dijadikan referensi bagi mahasiswa baru 2017,&rdquo; ucap Abdunnur membuka sesi.</p><p style="text-align: justify;">Banyak hal menyangkut UKT yang dibahas Abdunnur. Salah satunya tentang KKN yang sebenarnya tidak termasuk komponen UKT dan kini mulai dianggarkan Rp. 350 juta dengan bantuan dana subsidi Pemda. Itu pun, kata dia, tengah mengalami krisis.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu dari sisi mahasiswa, tanggapan awal disampaikan oleh Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi. Dia mengatakan, praktik UKT yang diharapkan adalah subsidi silang. Namun dalam perjalanannya empat tahun ini, UKT nyatanya tidak sesuai angan dan harapan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apabila sistem UKT ini menyusahkan, izinkan kami mahasiswa untuk menyampaikan keberatan ini langsung ke Menristek,&rdquo; ancam Norman.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan itu dilanjutkan Indra Cahya Pramukti, Menteri Adkesma BEM KM Unmul. Indra melaporkan telah berlangsung sedikitnya tiga kali konsolidasi Jaringan Advokasi Mulawarman khusus membahas permasalahan UKT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsolidasi kami menghasilkan beberapa poin yang ingin yang kami sampaikan kepada para dekan fakultas. Salah satunya, terkait seleksi jalur SMMPTN. Bahwasanya mahasiswa baru yang diterima dari jalur tersebut dipatok UKT langsung golongan 4 atau 5. Dan teman-teman jaringan advokasi menggugat kebijakan tersebut, dengan alasan tidak konkret dan dinilai sepihak saja,&rdquo; ujar Indra.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan itu sontak ditanggapi Abdunnur. Mantan Dekan FPIK itu menyebut, kebijakan jalur masuk mandiri semacam itu baru terjadi di 2016. Kendati demikian, menurutnya, Unmul sudah cukup bijak dan tepat menerapkan kebijakan yang ditudingkan Indra.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebijakan soal mandiri begitu baru terjadi di tahun 2016. Kita tawarkan ke fakultas untuk membuka mandiri, namun para dekan banyak yang sebenarnya menolak. Karena tentu akan banyak memakan biaya, harus mengadakan tes-tes lagi. Sebenarnya ujian mandiri tersebut lebih diutamakan bagi bina lingkungan dan kerja sama dengan pihak-pihak luar. Menurut SK, jalur mandiri juga boleh menarik uang pangkal. Namun Unmul tidak, karena jika ditarik akan teriak. Dilematis bukan?&rdquo; selorohnya.</p><p style="text-align: justify;">Ucapan Abdunnur itu menuai nada setuju dari sejumlah dekan yang hadir. Salah satunya Dekan FISIP Muhammad Noor. Bagi Noor, mahasiswa yang lulus jalur mandiri mestinya paham konsekuensi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lebih baik ujian mandiri ditiadakan, seperti yang dikatakan WR II. Ujian ini lebih condong ke bina lingkungan. Apabila berkompetisi di jalur SNMPTN dan SBMPTN jujur memang agak berat. Kami juga telah melakukan survei kecil-kecilan, bahwa didapati mahasiswa dari jalur mandiri itu rata-rata lambat lulusnya dan nilainya di bawah rata-rata. Nah, mahasiswa yang diterima di jalur mandiri harusnya sudah mengetahui konsekuensi lulus dari jalur mandiri seperti apa,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mempertegas pendapat Noor, Dekan FKM Risva Rachmadi mengungkap fakta FKM tidak pernah membuka jalur masuk mandiri sejak delapan tahun terakhir. Adapun lulusannya, sekitar 85% telah bekerja layak di Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa kembali bersuara. Kali ini datang dari Presiden BEM FISIP Nur Hariyani. &ldquo;Kami di sini meminta transparasi publik. Di mana dan ke mana larinya dana kemahasiswaan? Kemudian apa saja yang ditanggung dan termasuk UKT? Kami menginginkan diberi akses data birokrasi,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Suara lain terdengar dari Ketua BEM FEB Aditya Ferry Noor. Bagi Ferry, hakikat UKT ialah menyesuaikan kondisi ekonomi mahasiswa bersangkutan agar tidak diberatkan. &ldquo;UKT perlu ditinjau ulang. Jika membutuhan mahasiswa untuk melakukan itu, kami siap untuk terjun langsung!&rdquo; tantang Ferry.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi berakhir pukul 17.30 Wita. Namun, belum semua poin yang ingin dijewantahkan telah tersampaikan. Rencananya, akan diadakan audiesi lanjutan mengenai poin-poin yang belum tersampaikan tersebut. Dan untuk kesekian kali, debat soal UKT nihil hasil. (<strong><em>mpr</em></strong><strong><em>/aml</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Puas di Fakultas, Maba Hukum Mengadu ke Rektorat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-puas-di-fakultas-maba-hukum-mengadu-ke-rektorat/baca </link>
<guid> tak-puas-di-fakultas-maba-hukum-mengadu-ke-rektorat </guid>
<pubDate> Fri, 03 Feb 2017 09:25:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat Laporan Maba Hukum, ditujukan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin, (5/1) lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-puas-di-fakultas-maba-hukum-mengadu-ke-rektorat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c4Obe8ERdU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Puas di Fakultas, Maba Hukum Mengadu ke Rektorat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dua kasus kekerasan di kampus yang berujung kematian cukup mencengangkan publik. Pertama, tewasnya seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada (10/1). Disusul, tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, setelah mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mapala Unisi pada (14-20/1).</p><p style="text-align: justify;">Dua kasus tersebut sontak mencoreng nama perguruan tinggi, notabene lekat dengan nuansa akademik. Budaya senioritas di kampus-kampus Indonesia memang telah mengakar. Tindak penganiayaan dan kekerasan terhadap junior pun bukan kali pertama terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan Unmul? Ternyata hal ini juga ada di Kampus Hijau. Momen penerimaan mahasiswa baru (maba) menjadi ajang pengukuhan senior kepada juniornya. Seperti pro dan kontra pada 2016 lalu, tentang pelarangan 27 maba Fakultas Hukum. Meliputi, tidak diperbolehkannya terlibat di organisasi kampus, mengikuti seminar juga berbagai perlombaan di kampus. Hal itu merupakan konsekuensi yang mesti ditanggung maba, karena tak mengikuti Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) dan Latihan Kepemimpinan (LK) pada September dan Oktober lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi hal tersebut, satu dari 27 maba Hukum tak tinggal diam. Ia lantas mengirim surat aduan, yang ditujukan ke Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin awal Januari lalu, tepatnya Kamis (5/1). Surat berisi laporan pengaduan tentang MPMB dan LK yang dinilai mengandung unsur perpeloncoan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Istilahnya saya ini kan korban, dapat diskriminasi. Saya <em>gak</em> terima!&quot; sebut maba Hukum tersebut pada <em>Sketsa</em>. Namun, hingga kini surat aduannya tersebut belum mendapat respons dan tindak lanjut dari pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, ia telah mengadu ke pihak fakultas, tetapi tak mendapat respons serius. Sehingga dirinya berinisiatif mengirim surat aduan langsung ke pihak rektorat. Dalam surat aduan tersebut, ia turut melampirkan sebuah <em>compact disk&nbsp;</em>(CD) berisi foto-foto MPMB, LK, serta rekaman suara saat ia mengalami <em>sweeping</em>.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Encik Akhmad Syaifudin mengaku sudah menyerahkan surat tersebut pada Rektor Unmul, Masjaya. &quot;Pas saya terima itu (surat), kami mau rapat dengan pak Rektor, ya sudah kita buka sama-sama. Saya serahkan ke pak Rektor,&quot; ujar Encik saat ditemui, Selasa (17/1).</p><p style="text-align: justify;">Encik tak menampik belum ada penanganan lebih lanjut. Sebab, saat itu pihaknya sedang sibuk untuk persiapan akreditasi kampus.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi lagi, hari ini (2/2) pihaknya akan segera merespons. &quot;Insya Allah ada, bentuknya instruksi dari Rektor, saat ini sedang dirumuskan,&quot; jawab Encik melalui <em>Whatsapp</em> yang dikirim ke <em>Sketsa</em>. <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mangkir Jam Kerja, Karena Imbauan Dekan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mangkir-jam-kerja-karena-imbauan-dekan/baca </link>
<guid> mangkir-jam-kerja-karena-imbauan-dekan </guid>
<pubDate> Sat, 04 Feb 2017 08:53:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jelang hari terakhir urus KRS, petugas akademik FEB dikabarkan mangkir dari tugasnya. Bahkan selesai jam istirahat, mahasiswa yang menunggu tak kunjung melihat petugas akademik. (Sumber foto: sumsel.tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mangkir-jam-kerja-karena-imbauan-dekan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cBqj6QAWwz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mangkir Jam Kerja, Karena Imbauan Dekan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa waktu lalu, jelang hari terakhir urus KRS petugas akademik FEB dikabarkan mangkir dari tugasnya. Sejumlah mahasiswa hendak urus KRS setelah jam istirahat itu, tak kunjung melihat petugas hingga jam kerja usai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-hari-terakhir-urus-krs-petugas-di-feb-mangkir-dan-fpik-keletihan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-hari-terakhir-urus-krs-petugas-di-feb-mangkir-dan-fpik-keletihan/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Bahruddin, Kepala Sub Bagian Akademik FEB, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, pada hari itu (26/1) seluruh pegawai diberitahu untuk menghadiri acara ulang tahun Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP). Info undangan tersebut dari Dekan FEB.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum pergi, staf akademik masih menunggu mahasiswa. &quot;Kami dari jam 8 sampai jam 10 malah tidak ada mahasiswa (yang datang), setelah itu saya ditelepon untuk pergi ke sana,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Akademik tutup pukul 12.00 Wita dan tetap begitu hingga jam kerja usai. Perihal lokasi perayaan hari jadi itu, di pemancingan, Sambutan. &quot;Saya lupa nama (lokasi) itu, yang jelas ada sebuah pendopo untuk perkumpulan yang di luarnya adalah tempat memancing,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 14.00 Wita, pihaknya sempat meminta izin untuk kembali, namun tak diperbolehkan hingga acara tersebut berakhir.</p><p style="text-align: justify;">Akibat dari lengang sehari bertugas, mahasiswa mesti datang pada hari terakhir (27/1). Ibarat menebus kesalahan, Dekan FEB pun mengeluarkan surat edaran terkait perpanjangan urus KRS. Meski di surat tertera pada 27 Januari, pihak akademik mengaku baru terima pada (31/1).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi kita enggak informasikan ke mahasiswa karena sudah tanggal 31, tapi di <em>website</em> FEB sudah ada pemberitahuan itu,&quot;ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahruddin menambahkan, jika masih ada mahasiswa yang mengalami masalah tentang urus KRS, ia mengimbau untuk langsung menghadap dekan. Sebab, tak seperti tahun sebelumnya, sistem <em>online</em> sekarang yang mengendalikan berada di pihak Wakil Dekan I, Bidang Akademik.<strong><em>&nbsp;(snh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ada Apa dengan Perguruan Tinggi Kita Saat Ini? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ada-apa-dengan-perguruan-tinggi-kita-saat-ini/baca </link>
<guid> ada-apa-dengan-perguruan-tinggi-kita-saat-ini </guid>
<pubDate> Sat, 04 Feb 2017 10:03:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pada dasarnya perguruan tinggi memiliki peran untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, lantas mengapa kemudian harus membatasi mahasiswa hanya karena persoalan finansial? Sebuah opini yang ditulis oleh Jamaludin, Ketua BEM FTIK 2016. (Sumber foto: Jamaludin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ada-apa-dengan-perguruan-tinggi-kita-saat-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NslfrDWXIh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ada Apa dengan Perguruan Tinggi Kita Saat Ini?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>B</strong>ukankah perguruan tinggi merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi?</p><p style="text-align: justify;">Fungsi dan tujuan dari perguruan tinggi jelas tertuang dalam UU RI No. 12 Tahun 2012 pasal 4 dan 5. Di mana (1) mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; (2) mengembangkan civitas akademika yang inovatif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan tridarma; (3) mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memerhatikan dan menerapkan nilai humaniora.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pada satu kesempatan <em>hearing</em> lembaga eksekutif se-Universitas Mulawarman pada Senin (30/1), yang dihadiri oleh dekan dan wakil dekan II seluruh fakultas dan wakil rektor II bidang keuangan Universitas Mulawarman. Dalam rangka pembahasan terkait uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa yang setiap tahunnya selalu saja menjadi problematika yang tak kunjung usai.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan itu pula <em>statement</em> mencengangkan dilontarkan oleh beberapa pimpinan fakultas dan wakil rektor II, terkait dengan mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi, khususnya Unmul melalui jalur SMMPTN. Mereka, mahasiswa jalur yang lolos di jalur SMMPTN, dikatakan bahwa tidak berkompeten dan justru menjadi beban fakultas maupun universitas, baik itu mengenai pembiayaan maupun kemampuan akademik yang acap kali lambat tidak sesuai dengan jadwal serta lulusan yang tidak mampu diserap oleh lapangan pekerjaan.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan itu justru seharusnya mempertanyakan kegagalan yang didapat saat ini murni dari mahasiswa atau malah dari instansi pendidikan sendiri yang memang gagal dalam menjalankan fungsinya? Karena pada dasarnya perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pernyataan lain yang tidak kalah mengherankan adalah rencana penghapusan jalur masuk, khususnya SMMPTN. Karena dianggap hanya menjadi beban tugas tambahan bagi birokrat, baik dalam penyelenggaraan seleksi penerimaan maupun pembiayaan. Pembiayaan disinyalir hanya menjadi beban penganggaran karena banyak mahasiswa yang lulus di jalur SMMPTN ini tidak mampu dalam hal finansial maupun &nbsp;pengembangan akademik.</p><p style="text-align: justify;">Padahal amanat tentang itu tertuang amat jelas dalam UUD 1945 alinea ke 4 &ldquo;memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa&rdquo; &nbsp;lalu bunyi sila ke-5 dalam Pancasila bahwa &ldquo;keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&rdquo; dan pasal 31 ayat 1 UUD 1945 &ldquo;setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, mengapa kemudian harus membatasi mereka hanya karena persoalan finansial, apalagi sampai menjustifikasi kemampuan peserta didik?</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Jamaludin, Ketua BEM FTIK 2016</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Celaka Potongan SPP yang Tidak Merata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/celaka-potongan-spp-yang-tidak-merata/baca </link>
<guid> celaka-potongan-spp-yang-tidak-merata </guid>
<pubDate> Sat, 04 Feb 2017 22:56:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebijakan penurunan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) angkatan 2012 telah resmi dikeluarkan. Melalui surat edaran rektor No. 502/UN17.15/KU/2017 pada 30 Januari lalu. (Sumber foto: Tria Marina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/celaka-potongan-spp-yang-tidak-merata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TSAbdofQhX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Celaka Potongan SPP yang Tidak Merata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span lang="EN-US">SKETSA &ndash;&nbsp;</span></strong><span lang="EN-US"><span>&nbsp;</span>Kebijakan penurunan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) angkatan 2012 telah resmi dikeluarkan. Melalui surat edaran rektor No. 502/UN17.15/KU/2017 pada 30 Januari lalu, perihal pemberitahuan pembayaran angsuran uang kuliah Dana Pengembangan Fakultas (DPF) dan Dana Pembinaan Mahasiswa (DPM) angkatan 2012.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Sebagaimana diketahui, angkatan 2012 merupakan angkatan terakhir yang menggunakan sistem pembayaran SPP dan masih dipungut biaya DPF dan DPM. Sejak 2013 hingga angkatan seterusnya, Unmul hidup melalui pembayaran yang disebut Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kini angkatan 2012 tergolong sebagai mahasiswa tingkat akhir yang ditargetkan kelulusannya tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Tak pelak, kebijakan penurunan SPP itu berembus bak angin segar. Meskipun pada kenyataannya tidak semua mahasiswa angkatan 2012 mendapatkan penurunan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Hal itu terjadi karena kabar penurunan SPP ini baru diketahui ketika memasuki masa-masa akhir proses pembayaran uang kuliah semester. Yang dalam kalender akademik ditetapkan tenggatnya pada 27 Januari. Akhirnya sejumlah mahasiswa yang membayar lebih cepat dari tenggat dan sebelum keputusan penurunan SPP itu keluar, tidak dihitung masuk dalam kebijakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="EN-US">Kecewa Membayar Lebih Dulu</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">I Gede Ari Pristawan, mahasiswa angkatan 2012 ini satu di antara banyak mahasiswa yang merasa getun karena tidak mendapat potongan SPP. Dia tetap membayar SPP dengan besaran utuh seperti semester sebelumnya, perihal potongan ia baru tahu setelah ada temannya yang mendapatkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Aku belum dapat potongan. Enggak ngerti juga infonya masih simpang siur. SPP ku Rp 970 ribu. Katanya mau dikasih potongan, tapi enggak tahu kapan,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Membandingkan dengan cerita yang didengarnya dari sejumlah kawan yang mendapat potongan, Gede bingung bercampur kesal. Dia membayar SPP pada 24 Januari, sedangkan potongan didapat oleh temannya yang membayar pada 26 atau 27 Januari.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Yang aku bingung kok pas bayar <em>teller</em>-nya enggak bilang apa-apa. Perasaanku kesal. Kenapa kalau ada potongan begitu enggak diberitahukan dari sebelum bayar SPP? Setidaknya pas pembayaran SPP jugakan bisa disampaikan. Terus kenapa juga yang dapat potongan yang bayarnya pas akhir-akhir? Kan aneh!&rdquo; kata Gede.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="EN-US">Mujur di Hari Terakhir</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Sementara itu, kemujuran didapat oleh mereka yang membayar SPP di hari-hari akhir. Kepada <em>Sketsa</em>, Rizka Diannur, mahasiswi Ilmu Sosiatri Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, mengaku baru hendak membayar SPP pada 27 Januari, hari terakhir pembayaran uang kuliah. Setibanya bank, Rizka diminta mengecek ulang NIM oleh <em>teller</em> kemudian diminta menelepon pihak rektorat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Diminta ngecek NIM, soalnya kayak ada kesalahan gitu. NIM enggak ada yang salah terus ujung-ujungnya disuruh teller bank nelepon pihak rektorat. Kata pihak rektorat memang untuk angkatan 2012 belum bisa bayar SPP. Kemungkinan Senin (30/1) baru bisa,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Di tengah kebingungannya, Rizka lantas menuju fakultas untuk mencari tahu. Di situ Rizka tahu dia tidak sendirian. Sebab banyak mahasiswa yang senasib lantaran gagal membayar SPP sementara sudah hari penuntasan. Tetapi saat itu, kata Rizka, dia belum mengetahui kabar pemotongan SPP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Di sana ternyata juga banyak yang mengeluh enggak bisa bayar SPP. Pas mau ke rektorat saya ketemu teman. Katanya dia mau nanyain soal potongan uang SPP. Dari situ saya tahu ada potongan, tapi masih belum yakin. Karena enggak jelas gitu masih simpang siur juga infonya,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Perempuan asal Tenggarong itu memilih bersabar menanti Senin. Tiba harinya ketika dia tuntas menulis nominal SPP-nya di form pembayaran bank, <em>teller</em> mengatakan dia hanya perlu membayar sebesar Rp 375 ribu tanpa syarat apa pun karena ada pemotongan. Kendati itu cukup menguntungkan baginya, Rizka mempertanyakan nasib kawan yang sudah membayar penuh beberapa hari sebelumnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Hari Senin itu juga teman-teman pada nanya lagi ke rektorat terkait potongan SPP. Gimana yang sudah bayar full? Kata pihak rektorat, tunggu aja infonya nanti bakal dikasih tahu lagi difakultas. Nah yang lucu lagi, ternyata seharusnya potongan itu sudah dari semester kemarin (ganjil). Perihal pemotongannya saya masih bingung, katanya sih dari semester 9 sudah enggak bayar uang Dana Pengembangan Fakultas (DPF),&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="EN-US">Janji Mengamankan Uang yang Berlebih</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Berdasarkan <em>press release&nbsp;</em>yang diedarkan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang<span>&nbsp;&nbsp;</span>menemui dan mendapat klarifikasi dari Wakil Rektor Bidang Umum, SDM dan Keuangan, Abdunnur pada Selasa (31/1) lalu. Dalam pertemuan itu, Abdunnur menerangkan bahwa mahasiswa yang telah membayar SPP dengan jumlah penuh, pihaknya belum bisa untuk mengembalikan sisa uang penurunan SPP tersebut. Melainkan nanti akan langsung terdata untuk pembayaran di semester berikutnya.<br><br>Abdunnur juga menegaskan bahwa uang yang berlebih itu<span>&nbsp;</span>tak akan disalahgunakan untuk keperluan lain. Lalu apabila mahasiswa 2012 dinyatakan telah menyelesaikan kuliah di semester berikutnya, maka uang tersebut dapat ditarik kembali dengan melampirkan surat keterangan pengembalian yang ditujukan kepada Wakil Rektor Bidang Umum, SDM, dan Keuangan.<strong><em>(aml/snh/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/ketika-aku-dan-kamu-menjadi-kita/baca </link>
<guid> ketika-aku-dan-kamu-menjadi-kita </guid>
<pubDate> Sun, 05 Feb 2017 08:45:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berangkat dari rasa penasaran dan kagum, cinta itu hadir. Terjaga dengan manis sampai tibalah saatnya. "Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita", sebuah cerpen yang ditulis oleh Anwar, mahasiswa Ekonomi Islam, Universitas Mulawarman. (Sumber ilustrasi:pinterest) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/ketika-aku-dan-kamu-menjadi-kita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KsTaOKZctM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari ini adalah hari bersejarah dalam hidupku. Ya, tepat 3 September 2008, hari di mana aku resmi menjadi seorang mahasiswa. Status yang sangat diinginkan oleh semua orang. Biaya kuliah yang tinggi, mengakibatkan tidak semua orang dapat berkuliah. Inilah potret bangsaku. Pendidikan harus dibeli.</p><p style="text-align: justify;">.........</p><p style="text-align: justify;">Aku bergegas menuju ruangan yang terletak tepat di samping kantin mahasiswa. Dengan percaya diri. Ku langkahkan kaki dengan tegak memasuki ruang kelas pengantar akuntansi. Jam tanganku menunjukan pukul 08.05. &ldquo;Aduh, sudah terlambat, pasti dihukum nih,&rdquo; sahutku dalam hati. Wajar saja dosen yang mengajar kali ini adalah Pak Budiman. Dosen yang terkenal <em>killer</em> di kampusku. Pernah ada mahasiswa yang dilarang masuk kelasnya. Hanya karena terlambat lima menit.</p><p style="text-align: justify;">Bagaikan terkena listrik 100 <em>volt</em>. Aku kaget luar biasa ketika melihat isi ruangan yang sepi, belum ada aktivitas belajar mengajar. Hanya terdapat satu orang wanita. Jilbabnya besar, hingga menutupi hampir seluruh badannya. Wajahnya putih bersih. Melihatku memasuki ruangan, pandangannya tertuju begitu datar. Tanpa ekspresi. Aku memilih duduk di kursi paling depan. Tempat favoritku di kelas sejak sekolah dasar. Karena menurutku posisi duduk paling depan lebih memudahkan dalam menyimak penjelasan dari dosen.</p><p style="text-align: justify;">.........</p><p style="text-align: justify;">Namaku Ocan, mahasiswa semester lima, di salah satu perguruan tinggi terbaik di Kalimantan Timur, ya Universitas Mulawarman namanya. Perguruan tinggi yang mengajarkanku banyak hal. Mulai dari ilmu ekonomi, ilmu sosial, hingga ilmu tentang cinta. Aku bukanlah mahasiswa dengan predikat kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang). Aktivitasku di kampus banyak bersinggungan dengan organisasi, menjadi Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis membuat hari-hariku dipenuhi dengan kesibukan. Tugas kuliah dan &nbsp;praktikum terkadang sampai terlupakan, hanya karena fokus terhadap kegiatan organisasi. Tetapi aku tetap mengutamakan prestasi. Terbukti dari IP semester lalu mencapai angka 3,95. Selain itu, aku juga beberapa kali menjuarai lomba-lomba karya tulis ilmiah. Karena bagiku, belajar, berprestasi, dan berorganisasi adalah rangkaian yang tidak terpisahkan.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi seorang yang terkenal di kampus, bukan menjadi jaminan bagi diriku untuk dekat dengan semua orang. Setidaknya untuk di kelas hanya satu orang yang belum pernah menegurku, bahkan jika berpapasan, dengan cepat dia menundukan pandangannya. Bukan hanya pada diriku, terhadap semua teman di kelas juga mendapatkan perlakuan yang sama. Dia hanya memiliki satu teman berbicara di kelas dan itu adalah Meli, sahabatnya. Sempat terbesit dalam pikiranku bahwa ia adalah wanita yang angkuh, tidak memiliki teman, dan jarang bersosialisasi. Belakangan aku baru sadar bahwa sikapnya yang sangat tertutup, dikarenakan ia harus menjadi kakak sekaligus orang tua bagi kedua adiknya.</p><p style="text-align: justify;">Mery namanya. Wanita malang yang ditinggal pergi kedua orang tuanya setahun lalu, karena kecelakaan pesawat terbang, ketika hendak menghadiri pernikahan rekan kerja ayahnya di Jakarta. Kini Mery harus menyekolahkan adik bungsunya yang baru saja tamat sekolah dasar. Di samping itu, dia juga harus memikirkan studinya yang kini memasuki masa KKN, dan pasti membutuhkan biaya yang cukup besar. Dengan kondisi seperti ini, mengharuskannya kuliah sambil bekerja. Mungkin itu sedikit hal yang bisa aku ketahui dari Mery. Setelah bertanya pada Meli tentang alasan sikap esklusifnya terhadap semua orang.</p><p style="text-align: justify;">........</p><p style="text-align: justify;">Hari mulai senja, hampir semua mahasiswa sudah meninggalkan kampus, hanya segelintir saja yang masih bertahan. Termasuk aku. Buku catatanku hilang! Buku yang berisi coretan-coretan penting rapat organisasi atau semua inspirasi yang ku temukan, semua ada di buku itu. Buku yang sangat berharga bagiku. Sembari keluar masuk kelas, memeriksa semua isi meja. Tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil, &ldquo;Ocan, cari buku ini ya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">---Jika pertama kali bertemu tekanannya 100 <em>volt</em>, kini lebih tinggi hingga kira-kira 220 <em>volt-</em>--</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya,&rdquo; sahutku dengan pelan, membalas suaranya yang begitu lembut. Bagiku ini adalah sesuatu yang langka, Mery menyapaku. Suara yang lembut, seakan membuat jantungku berhenti berdetak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya Mery, terima kasih. Aku sudah dari tadi mencarinya, di mana kamu menemukannya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Di dekat tempat sampah, karena melihat tertulis namamu di bagian covernya, langsung aku mencarimu, dan Alhamdulillah ketemu di sini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah ya, lain kali jangan ceroboh, aku pergi dulu. Assalamua&rsquo;alaikum..&rdquo; jawabnya dengan cepat dan langsung meninggalkanku.</p><p style="text-align: justify;">Hari begitu cerah, awan biru menghiasi hamparan samudera langit nan indah. Ini adalah hari besar dalam hidupku. Hari di mana aku melepaskan masa lajang. Memiliki kehidupan yang baru, dengan ikatan rumah tangga.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa teman mahasiswa menganggapku gila, ya. Memasuki semester enam, ku bulatkan tekad untuk meminang seorang gadis. Bagiku ini adalah sebuah perjudian besar. Aku harus menyelesaikan studiku dan juga bertindak sebagai suami, dan pasti akan membiayai hidup istriku, termasuk biaya spp kuliahnya.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki gedung pernikahan, jantungku terus berdetak kencang. Seakan masih belum percaya menikah di usia 21 tahun dengan status mahasiswa. Ketika pembacaan akad nikah, sejenak aku terdiam dan menutup mata, seraya berdoa dalam hati. &ldquo;Ya Allah aku tidak berdaya atas kuasaMu, berikanlah keajaiban atas pernikahan ini ya Allah,&rdquo;.Seketika langit yang semula cerah, tiba-tiba turun hujan, sahutku dalam hati, &ldquo;Ya Allah hanya kepadaMu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMu-lah kami memohon segala pertolongan,&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kusandarkan hidungku di dahinya seraya memberikan puisi cinta pertamaku.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Lihatlah bahkan langit pun menangis ketika bidadarinya turun ke bumi untuk mendampingiku,&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Cinta tidak mengenal usia maupun status, cinta hanya membutuhkan keyakinan yang tulus untuk dapat melahirkan benih-benih cinta yang baru. Kini aku dan Mery hidup bahagia dalam lingkaran cinta.</p><p style="text-align: justify;">Tuhan menjanjikan jodoh yang terbaik untuk umatnya. Ketika aku dan kamu menjadi kita. Di saat itulah cinta hadir dengan ridho<em>&nbsp;illahi</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Anwar, Mahasiswa S1</em><em>&nbsp;Ekonomi Islam,&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Universitas Mulawarman.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dari Kami, untuk Negeri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dari-kami-untuk-negeri/baca </link>
<guid> dari-kami-untuk-negeri </guid>
<pubDate> Sun, 05 Feb 2017 21:04:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa. Lebih dari itu memiliki tugas pengabdian untuk negeri. "Dari Kami, untuk Negeri", ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, mahasiswi FEB Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dari-kami-untuk-negeri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nNqcZv14My.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dari Kami, untuk Negeri</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Berhadapan dengan retorika para pemimpin berdasi</p><p align="center" style="text-align: justify;">Sementara kesenjangan &nbsp;tak kunjung mati</p><p align="center" style="text-align: justify;">Membangunkan kami dari mimpi</p><p align="center" style="text-align: justify;">Yang dahulu hanya sebatas duduk diam di kelas</p><p><br></p><p align="center" style="text-align: justify;">Masih jelas terngiang</p><p align="center" style="text-align: justify;">Lantunan lantang Darah Juang</p><p align="center" style="text-align: justify;">Menjadi langkah perdana dalam pertempuran</p><p align="center" style="text-align: justify;">Memerangi korupsi dan kemiskinan</p><p><br></p><p align="center" style="text-align: justify;">Berpolemik mewakilkan penderitaan rakyat</p><p align="center" style="text-align: justify;">Sebagai peneguh arti demokrasi yang nyata</p><p align="center" style="text-align: justify;">Mencari dimana makna pembangunan nasional</p><p align="center" style="text-align: justify;">Sementara fakta tertuju pada para kaum tertindas</p><p align="center" style="text-align: justify;">Mahasiswa&hellip;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Bukan sebatas memburu angka di atas kertas</p><p align="center" style="text-align: justify;">Bukan hanya mencari teori semu di bilik kelas</p><p align="center" style="text-align: justify;">Tetapi lebih tentang pengabdian</p><p align="center" style="text-align: justify;">Menuju negeri yang penuh keadilan</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, jurusan Akuntansi, FEB Unmul angkatan 2015.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar Pelantikan Lembaga Kemahasiswaan Se-Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-pelantikan-lembaga-kemahasiswaan-se-unmul/baca </link>
<guid> kabar-pelantikan-lembaga-kemahasiswaan-se-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 07 Feb 2017 08:36:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Undangan pelantikan pengurus Lembaga Kemahasiswaan 2017 di Unmul, Kamis (9/2) nanti. (Dok. Sketsa)  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-pelantikan-lembaga-kemahasiswaan-se-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eAwMrGlY41.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar Pelantikan Lembaga Kemahasiswaan Se-Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah menanti cukup lama, akhirnya kabar pelantikan pengurus lembaga kemahasiswaan pun tiba. Melalui undangan, Bagian Minat Penalaran dan Informasi Kemahasiswaan (MPIK) memberikan informasi tersebut. Pelantikan berlangsung Kamis (9/2) nanti, di Ruang Serbaguna Lantai 4 Gedung Rektorat Unmul pukul 09.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dengan ini kami sampaikan kepada seluruh pengurus lembaga kemahasiswaan di lingkungan Universitas Mulawarman, untuk hadir dalam acara Pelantikan Pengurus Lembaga Kemahasiswaan tahun 2017,&quot; demikian bunyi surat undangan tertanggal 3 Februari tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Surat sudah kami siapkan, secara lisan juga kami hubungi,&quot; ujar Kepala Sub Bagian MPIK, Edi Pranoto. Edi mengimbau kepada seluruh lembaga kemahasiswaan untuk dapat mengambil surat undangan di ruangannya sampai Rabu (8/2).</p><p style="text-align: justify;">Pelantikan pengurus akan diwakili masing-masing ketua dan wakil ketua BEM tingkat universitas dan fakultas se-Unmul. Sedangkan UKM dan DPM diwakili ketua dan sekretaris.</p><p style="text-align: justify;">Sebut Edi, agenda pelantikan akan diisi dengan pengambilan sumpah dan dipimpin langsung Rektor Unmul, Masjaya. Sebab itu, pihaknya berharap setiap lembaga kemahasiswaan dapat menghadiri acara itu. Dianjurkan pula, mengenakan pakaian dinas harian (PDH) untuk setiap lembaga kemahasiswaan. <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perkembangan Kasus Pungli MM FEB Sudah di Tangan Tim Saber Pungli Provinsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perkembangan-kasus-pungli-mm-feb-sudah-di-tangan-tim-saber-pungli-provinsi/baca </link>
<guid> perkembangan-kasus-pungli-mm-feb-sudah-di-tangan-tim-saber-pungli-provinsi </guid>
<pubDate> Tue, 07 Feb 2017 09:06:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah seorang anggota Pokja 30, Muhammad Sulaiman memberikan keterangan bahwa pihak Pokja 30 dan para pelapor sudah mengirimkan surat tertuju kepada program studi MM dan ke FEB. (Sumber foto: Dok. Muhammad Sulaiman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perkembangan-kasus-pungli-mm-feb-sudah-di-tangan-tim-saber-pungli-provinsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rAzLUAV8Am.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perkembangan Kasus Pungli MM FEB Sudah di Tangan Tim Saber Pungli Provinsi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Menanggapi kasus pungutan liar (pungli) S2 Fakultas Ekomoni dan Bisnis (FEB), Ketua Program Studi Magister Manajemen (MM), Tetra Hidayati, mengirimkan sebuah surel yang berisi dua poin penting. Surel tersebut merupakan jawaban atas permintaan salah seorang anggota Kelompok Kerja (Pokja) 30 terkait permohonan informasi kegiatan <em>short course</em>.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Senin (30/1), <em>Sketsa</em> mencoba menghubungi Tetra Hidayati untuk menanyakan tanggapannya perihal surel tersebut. Namun, Tetra hanya menjawab, jika dirinya sedang berada di Semarang. Tetra mengaku tidak diberikan kewenangan untuk menanggapi dan berdalih semua informasi dipusatkan di fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Carolus Tuah, Ketua Pokja 30, menanggapi respons dari Tetra Hidayati. Menurutnya respons Tetra tidak menjawab permintaan anggotanya. Carolus mengaku pihak prodi MM FEB menjanjikan memberi dokumen LPJ, namun hingga kini masih gaib.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, salah seorang anggota Pokja 30, Muhammad Sulaiman memberikan keterangan bahwa pihak Pokja 30 dan para pelapor sudah mengirimkan surat tertuju kepada program studi MM dan ke FEB. Namun, hingga saat ini hanya prodi MM FEB yang memberikan balasan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam isi suratnya dijelaskan bahwa program MM FEB tetap menyatakan jika mereka tidak memiliki LPJ tentang <em>short course</em> tersebut. Menurut Sulaiman, kasus ini tetap pada inti terjadinya pungli di prodi MM Unmul. Mengingat unsur pungli berawal dari kecurigaan mahasiswa dengan adanya transfer dana dari pihak mahasiswa yang ditujukan ke rekening pribadi oknum prodi MM FEB. Yang mana diketahui bahwa program <em>short course</em> ini merupakan program resmi dari prodi MM FEB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah lapor pihak saber pungli provinsi dan ada respon bahwasannya mereka akan turun tangan untuk investigasi ini,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada 23 Desember 2016 lalu, Sulaiman dan pihak pelapor melaporkan kasus ini ke Tim Saber Pungli (Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar) Provinsi Kalimantan Timur, dan tiga minggu yang lalu tim saber pungli sudah meminta keterangan terkait kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, kami masih memikirkan strategi berikutnya. Apakah mau disengketakan pada KIP (Komisi Informasi Pusat) lagi atau langsung pada tuntuan pengadilan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(els/adl/</em></strong><strong><em>wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terkenanglah Family Time  </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/terkenanglah-family-time/baca </link>
<guid> terkenanglah-family-time </guid>
<pubDate> Wed, 08 Feb 2017 10:45:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda Family Time Sketsa, Sabtu (4/2). Memilih Tenggarong sebagai lokasi untuk melupakan sejenak rutinitas dan menikmati kualitas waktu bersama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/terkenanglah-family-time/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K2Cvxs2X6h.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terkenanglah Family Time </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA-</span></strong><span>&nbsp;Yang jahat dari perkotaan adalah kau lupa ada udara yang terlalu segar. Perkotaan dan hiruk-pikuk yang berpusar antara jalan raya, rutinitas, dan kewajiban membuat keriuhan sendiri di kepala. Maka saat <em>Sketsa&nbsp;</em>lewat divisi Litbang mengadakan <em>Family Time</em>, salah satu destinasi yang dipilih pun tak muluk adalah menghirup udara sepoi lantas bermain-main ke sawah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada&nbsp;</span><span lang="IN">Sabtu (4/2) lalu,&nbsp;</span><span>kru</span><em><span lang="IN">&nbsp;Sketsa</span></em><span>beramai-ramai berangkat ke Tenggarong, tepatnya menuju Kelurahan Bukit Biru. <em>Start&nbsp;</em>perjalanan dimulai pukul 11.00 Wita, rombongan tiba satu jam sesudahnya. Gerombong&nbsp;</span><em><span>Sketsa</span></em><span>&nbsp;ini diterima dengan hangat oleh bibi dari Ketua Litbang, Mayang Indriany Risna Biru. Di sebuah rumah yang terletak di sekitar kaki Bukit Biru, dari depan rumah tampak pemandangan sawah terbentang luas. Siang itu pula, perut personel yang kosong diisi dengan makanan yang dimasak bersama-sama. Ada sayur bening, tahu, tempe, ikan layang goreng, serta pepes patin dan sambal tomat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa yang lebih nikmat dari itu?&rdquo; seloroh Ketua Umum Sketsa, Khajjar Rohmah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah makan, sekian jam sebelum sore dipakai anggota untuk beristirahat. Ada yang memilih berbaring di ubin, membaca buku di selasar, lanjut mengobrol, hingga berebut kipas di bilik tempat salat. Semua dilakukan tanpa hal-hal yang memusingkan. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 Wita,&nbsp;</span><em><span>Family Time&nbsp;</span></em><span>memasuki agenda berikutnya: jalan-jalan sore di pematang sawah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Semua menikmati suasana yang hadir sore itu dengan caranya masing-masing. Ada yang merekam, mengambil gambar, berswafoto, dan ada yang sekadar mengamati. Hamparan hijau sawah, petani dengan sapinya, dan Bukit Biru yang perkasa dari kejauhan, kombinasi ini tidak bisa tidak mengingatkan dengan persoalan Kendeng. Sesuatu yang memberimu pemahaman mengapa jangan semen.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kami meninggalkan sawah sebelum matahari terbenam. Meski hari sudah petang, beberapa petani yang berpapasan tak lupa membagi senyumnya. Masih tak jauh dari situ, padi yang berisi tampak semakin menunduk. Sementara yang tak berisi belum mau tunduk.</span></p><p align="center" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Malam Minggu kami habiskan di rumah salah satu anggota Sketsa 10 yang berbaik hati dan tak sungkan direpotkan, Siti Nur Hidayah atau biasa dipanggil Sita. Gerombong&nbsp;</span><em><span>Sketsa&nbsp;</span></em><span>kembali diberi santapan malam berupa soto ayam. Karenanya, tak bisa disembunyikan wajah gembira anggota malam itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rumah Sita memiliki balkon dengan ruangan terbuka yang cukup luas untuk dipakai seluruh anggota bermain dan tidur. Sekitar pukul 20.00 Wita sudah ada anggota yang mendaratkan dirinya di kasur dan baru bangun saat subuh. Sisanya yang terjaga sempat melakukan hal-hal seperti menonton film horor pilihan di malam Minggu, membulatkan adonan donat, hingga memainkan permainan sederhana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Esok hari</span><span>&nbsp;pun tiba. Anggota yang di hari pertama berhalangan datang, satu per satu mulai menyusul di hari kedua, Minggu (5/2). Ini adalah hari terakhir. Oleh Litbang, kegiatan di hari terakhir direncanakan bakal tuntas lewat perjalanan ke Pulau Kumala. Sebelum itu, Sita mengizinkan kami untuk menyantap sarapan donat, nasi pecel, soto ayam, dan buah-buahan seperti pisang rebus dan kates. Karenanya, lagi, <span>tak bisa disembunyikan wajah gembira anggota pagi itu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Demi mengisi waktu setelah sarapan, permainan sederhana yang semalam sempat dimainkan kembali dilakukan. Kali ini dengan jumlah anggota yang lebih banyak dan membaginya menjadi dua kubu. Permainan ini cuma tebak-tebakan, cara memainkannya satu kubu cukup memilih satu tokoh acak dan kubu lawan wajib menebak tokoh itu setelah mengajukan 10 pertanyaan. Kelihatan sederhana tapi ternyata tidak begitu karena tokoh acak yang dipilih benar-benar sangat acak: Nurdin M. Top, Young Lexx, Norman Kamaru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tuntas dengan itu kami lanjut perjalanan ke Pulau Kumala. Membayar biaya masuk Rp 7 ribu dan Rp 10 ribu untuk naik ke atas kapal wisata yang mengelilingi pulau. Kami mengambil gambar bersama-sama sebanyak 24 orang yang hadir hari itu. Kemudian lewat ponsel masing-masing diam-diam mengambil gambar satu sama lain. Membanyol, tertawa, diam--untuk selanjutnya disimpan dan dikenang. Bahwa pada suatu ketika pernah ada hari yang dilalui dan dirancang sedemikian rupa. <strong><em>(tia/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Registrasi BPJS Gratis untuk Civitas Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/registrasi-bpjs-gratis-untuk-civitas-unmul/baca </link>
<guid> registrasi-bpjs-gratis-untuk-civitas-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 09 Feb 2017 08:36:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala Klinik Unmul Evi Fitriani, membenarkan layanan registrasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kini telah hadir di Unmul. (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/registrasi-bpjs-gratis-untuk-civitas-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YMPlFzjnzJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Registrasi BPJS Gratis untuk Civitas Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Layanan registrasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kini telah hadir di Unmul. Kepala Klinik Unmul Evi Fitriani, membenarkan hal tersebut. Layanan gratis itu disebutnya sudah mulai ditetapkan sejak Januari lalu. Informasi ini tentu saja berembus bak angin segar bagi civitas akademika Unmul, utamanya mahasiswa rantau.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan layanan tersebut, civitas akademika mesti melakukan registrasi terlebih dahulu. Registrasi ini gratis dan secara otomatis akan mendata yang bersangkutan sebagai anggota BPJS Kesehatan untuk kelak mendapat layanan kesehatan dengan membayar berdasarkan kelas yang ada. Tak hanya civitas Unmul, layanan ini bahkan menyentuh masyarakat umum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami memfasilitasi civitas akademika maupun masyarakat setempat yang ingin memindahkan atau mendaftar baru. Kalau di BPJS ini kan berjenjang pelayanannya. Mulai dari klinik pratama, klinik utama, rumah sakit tipe D, C, hingga A,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Layanan tersebut dapat diterima di Klinik Unmul yang merupakan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama setara Puskesmas dan disebut Klinik Pratama.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, pelayanan yang diberikan Klinik Unmul baru meliputi pengobatan dengan dokter umum dan gigi. Sedangkan laboraturium, saat ini masih bekerja sama dengan laboraturium kesehatan daerah (Lakesda).</p><p style="text-align: justify;">Sejatinya, yang mahal ialah ketika jatuh sakit. Sebab tak hanya badan, biaya pun jadi persoalan. Mengantisipasi hal tersebut, asuransi kesehatan tentu bisa jadi pilihan. Salah satunya, BPJS Kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, BPJS Kesehatan dikenal dengan Asuransi Kesehatan atau Askes. Lalu per Januari 2014, PT Askes Indonesia ditunjuk sebagai penyelenggara program. Program ini didasari program pemerintah tentang adanya jaminan kesehatan sosial bagi seluruh warga Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Meski program tersebut telah lama canang dan disosialisasikan, masih saja ada kebingungan tentang bagaimana menjadi anggota BPJS Kesehatan. Dibanding asuransi kesehatan swasta, BPJS menunjukkan keuntungan lebih terasa. Berikut informasi yang dihimpun <em>Sketsa</em>:</p><p style="text-align: justify;">Pertama, Murah. Ya, biaya iuran atau premi ini terbilang murah jika dibandingkan asurasi kesehatan milik swasta. Iuran bulanan BPJS dibagi tiga kelas, yakni kelas satu sebesar Rp 80 ribu, kelas dua Rp 50 ribu, dan kelas tiga Rp 30 ribu. Selain, murah pembayaran juga bisa dilakukan di mana saja. Melalui ATM, <em>minimarket</em>, hingga <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">Jika dirasa iuran BPJS Kesehatan memberatkan, keluarga bersangkutan bisa mendaftarkan diri dalam 1 KK sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang diterbitkan oleh Dinas Sosial.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, pengobatan, layanan hingga fasilitas kesehatan gratis. Mulai dari biaya konsultasi, obat-obatan, rawat inap, hingga fasilitas ambulans telah dibayarkan BPJS Kesehatan. Dengan catatan, harus mengikuti prosedural sesuai dengan rujukan fasilitas kesehatan (faskes), ketika mendaftar pembuatan kartu BPJS tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, pendaftaran mudah. Hanya diperlukan fotokopi kartu keluarga, fotokopi KTP, fotokopi buku tabungan dan mengisi formulir pendaftar BPJS Kesehatan. Adapun bagi karyawan perusahaan, otomatis terdaftar keanggotaan BPJS Kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, tertulis bahwa masyarakat berhak mendapatkan jaminan kesehatan serta kesejahteraan sosial. Dengan semangat gotong royong yang diusung BPJS Kesehatan tersebut, sudah semestinya masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan yang memadai dan berkualitas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena yang akan menikmati juga diri kita, tapi kita juga berdoa untuk tidak sakit. Jadi bisa juga menyumbangkan untuk saudara-saudara yang membutuhkan. Tapi kalau kita sakit, sudah aman dan terjamin, apalagi biaya premi yang murah,&quot; tutup Evi. <em><strong>(jdj/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cita-Cita Dekan FPIK Terpilih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cita-cita-dekan-fpik-terpilih/baca </link>
<guid> cita-cita-dekan-fpik-terpilih </guid>
<pubDate> Thu, 09 Feb 2017 09:27:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akhir Desember lalu (30/12), Iwan Suyatna terpilih sebagai dekan baru di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). (Sumber Foto: Mayang I. R. Biru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cita-cita-dekan-fpik-terpilih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RZkKL3LvMz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cita-Cita Dekan FPIK Terpilih</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Akhir Desember lalu (30/12), Iwan Suyatna terpilih sebagai dekan baru di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Iwan punya visi untuk memperkuat substansi <em>Tropical Rain Forest</em>, yang dikatakannya sesuai dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Lewat visinya itu, Iwan ingin turun mengelola daerah Banjiran di hulu Kalimantan Timur. Sebab, rawa dan danaunya di sana paling subur. Dari situ, ia berharap bisa jadi pusat studi perairan muara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika orang ingin mempelajari perairan muara, ke sini. Itu juga jadi penilaian Badan Akreditasi Nasional,&rdquo; ucapnya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Banyak hal sudah dipikirkan Iwan tentang langkah apa yang ingin dia lakukan selama menjabat sebagai dekan. Pertama, tentu saja, meningkatkan akreditasi FPIK. &ldquo;Kalau baik berarti menjalankan fakultasnya baik. Sarana dan prasarananya layak, dosen memberi substansi yang bermutu dan memiliki karya ilmiah yang bereputasi, serta menjalin kerja sama dengan pihak swasta atau pemerintah dengan baik,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Ivan ingin FPIK yang sejak tahun 2016 lalu sudah membuka program magister bisa kembali mengembangkan sayapnya dengan memiliki program doktor. Untuk perbaikan infrastruktur, ia mencanangkan kampus yang dikelilingi taman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proses belajar jadi tidak hanya di kelas. Bisa jadi di gazebo-gazebo dengan pohon-pohon yang rindang,&rdquo; tutur bapak dua anak itu.</p><p style="text-align: justify;">Pria 59 tahun itu juga mau mahasiswa lulusan FPIK bisa jadi mahasiswa yang berkualitas. Untuk itu guna mendukung kegiatan mahasiswanya, Iwan berencana membangun gedung <em>Student Center</em>. Gunanya agar kegiatan mahasiswa terpusat, terawasi, dan terkendali. Sehingga nantinya memberi dampak positif bagi fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga akan memberi <em>reward</em> bagi mahasiswa berprestasi, misalnya yang memenangkan lomba atau karya ilmiah. Dengan hal itu, harapnya, dapat memicu mahasiswa lainnya untuk berprestasi. <strong><em>(bru</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Agama, Ini Sikap Pusdima </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-agama-ini-sikap-pusdima/baca </link>
<guid> polemik-agama-ini-sikap-pusdima </guid>
<pubDate> Thu, 09 Feb 2017 21:04:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pusdima Unmul ditunjuk untuk adakan Seminar bersama MUI Kaltim, tiga kaderisasi Unida Gontor berikan materi. (Foto: Bani Lestari, Unida Gontor) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-agama-ini-sikap-pusdima/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4574iboY31.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Agama, Ini Sikap Pusdima</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Polemik terkait penistaan terhadap agama masih berlanjut. Pada Jumat (12/1) lalu tercatat dalam sejarah, jutaan umat Islam berkumpul suarakan tuntutannya. Aksi Bela Islam 121 itu, menyedot seluruh perhatian dunia.</p><p style="text-align: justify;">Belum lepas dari isu penistaan agama, muncul penghinaan terhadap ulama. Dalam hal ini, Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) juga bersuara. Unit kerohanian Islam tersebut mengadakan Deklarasi Bela Ulama dalam Seminar bersama MUI Kaltim, Rabu (8/2) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Harish Jundana, Ketua Pusdima mengaku senang telah ditunjuk untuk memfasilitasi seminar bersama MUI itu. &ldquo;Kita bisa bersikap menghadapi isu nasional saat ini, dengan memfasilitasi calon-calon ulama untuk eksis,&rdquo; pungkasnya pada <em>Sketsa</em>, Rabu (8/2).</p><p style="text-align: justify;">Harish juga mendorong mahasiswa muslim untuk berkontribusi di bidang apapun. &ldquo;Yang jelas harus ada tata aturannya, santun,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Khairul Umam, Dekan Fakultas Ekonomi Syariah Universitas Gontor hadir mendampingi 40 kadernya di acara tersebut. Melihat polemik yang terjadi, Khairul berujar bahwa dasar negara yaitu Pancasila, yang jelas menunjukkan negara ini berketuhanan. &ldquo;Kita bukan negara sekuler yang memisahkan agama dengan negara,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, adanya Aksi Bela Islam jilid satu, dua, hingga tiga itu wajar. Berkembangnya isu penistaan agama hingga penghinaan terhadap ulama menyakiti hati umat Islam. Sepatutnya, umat Islam wajib berpartisipasi minimal dukungan moril.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Khairul lagi, umat Islam, mesti peka dengan masalah umat. Sebab jika tidak, umat Islam terancam kehilangan keimanannya. Disebutkan Khairul juga, dalam sebuah hadist pada akhir zaman mayoritas kaum Muslim seperti minoritas. Adakalanya, menggenggam agama seperti menggenggam bara api.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, terang Khairul Indonesia itu negara paling harmonis perihal kehidupan beragama. &quot;Tidak ada Islam mendemo Kristen, di Amerika biasa. Sekarang ini banyak dikait-kaitkan,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Khairul berpesan menjadi mahasiswa, berarti menjadi bagian dari komunitas yang disebut ulama. Maka, jangan lupa meneruskan kebiasaan ulama, yakni membaca, menulis, dan berdiskusi. Hal tersebut yang dirasa kurang terlihat dalam umat Islam kini. &quot;Perlu juga diingat, apapun yang dipelajari, jangan hilangkan ajaran Islam, kuatkan,&quot; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Peserta seminar ini tak hanya mahasiswa Unmul, ada 40 orang dari Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Mereka adalah putra-putri Kaltim yang diberi kesempatan MUI Kaltim untuk mengikuti kaderisasi ulama di universitas tersebut. Tiga di antaranya menjadi pemateri kala seminar berlangsung. Selain itu turut hadir pula perhimpunan eksternal keislaman, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), juga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). <em><strong>(bru/jdj)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pokja 30: Tidak Ada Tanggapan, Kami Sengketakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pokja-30-tidak-ada-tanggapan-kami-sengketakan/baca </link>
<guid> pokja-30-tidak-ada-tanggapan-kami-sengketakan </guid>
<pubDate> Fri, 10 Feb 2017 09:02:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Merasa kasus ini belum selesai, Muhammad Sulaiman selaku anggota Pokja 30 mengirimkan kembali surat kepada FEB Rabu, (8/2) lalu. Surat tersebut terkait perihal yang sama. (Sumber foto: dok.Muhammad Sulaiman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pokja-30-tidak-ada-tanggapan-kami-sengketakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y5J2hImpVU.JPEG" />
					</figure>
			                <h1>Pokja 30: Tidak Ada Tanggapan, Kami Sengketakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Proses terus berjalan, kendati kasus dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh pihak Magister Manajemen S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tak lagi ramai diberitakan oleh media arus utama. Seperti telah diketahui, pada 21 Desember 2016 pihak Kelompok Kerja (Pokja) 30 telah mengirimkan surat kepada pihak program studi MM dan FEB untuk meminta kejelasan terkait LPJ <em>short course</em>.</p><p style="text-align: justify;">Namun sejauh ini, respons yang diterima belum memuaskan. Pihak MM membalas surat kiriman Pokja 30 dengan isi yang sama seperti balasan yang diterima melalui surel. Bahwa <em>short course&nbsp;</em>merupakan agenda rutin MM yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan biaya kegiatan ditanggung secara mandiri oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan/baca)"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan/baca)">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/berantas-pungli-s2-feb-perlu-ketegasan/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dari pihak MM akan seperti itu terus jawabannya, makanya kami juga mengirimkan surat ke FEB,&rdquo; ungkap Sulaiman melalui pesan <em>Whatsapp</em><em>.</em></p><p style="text-align: justify;">Jika MM mengirim balasan surat, lain halnya dengan FEB yang sepertinya enggan untuk menanggapi lebih lanjut. Meskipun surat dari Pokja 30 itu telah lama sampai ke pihak FEB. Ditemui <em>Sketsa</em> Jum&rsquo;at (3/1), Dekan FEB, Syarifah Hudayah kembali menyampaikan bahwa kasus ini dianggapnya telah selesai dan tidak ingin dibahas lebih jauh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu sudah pernah ada beberapa media yang datang dan meminta keterangan, ya kami jelaskan. Sekarang sepertinya tidak perlu lagi dibahas,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Syarifah menekankan bahwa kasus yang telah diproses sejak setahun lalu itu tak perlu lagi diungkit kembali di media. &ldquo;Kasus ini sudah kami anggap selesai,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, tidak demikian bagi Pokja 30. Menurut Sulaiman, kasus ini belum selesai dan belum akan final. Melihat waktu masuknya surat sejak Desember lalu dan juga belum mendapatkan tanggapan, Sulaiman kembali mengirimkan surat dengan perihal yang sama pada 8 Januari kemarin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kali ini jika tidak ada tanggapan kembali, maka kami akan sengketakan ke pihak komisi informasi pusat (KIP),&rdquo; tegasnya. <strong><em>(adl/els/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asa Baru Ilmu Komunikasi di Broadcasting </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asa-baru-ilmu-komunikasi-di-broadcasting/baca </link>
<guid> asa-baru-ilmu-komunikasi-di-broadcasting </guid>
<pubDate> Sat, 11 Feb 2017 09:41:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski telah lama membuka jurusan Ilmu Komunikasi, Unmul dapat dikatakan belum terlalu menyentuh bidang media broadcasting. (Sumber ilustrasi: mainImage.jpg) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asa-baru-ilmu-komunikasi-di-broadcasting/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kWxfcaBTIn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Asa Baru Ilmu Komunikasi di Broadcasting</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&ldquo;Universitas Mulawarman telah mendukung mahasiswa untuk mengetahui dunia broadcasting,&rdquo; ucap Hairunnisa, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.</p><p style="text-align: justify;">Ia berani berujar seperti itu setelah terjadi kerja sama yang baik antara prodi Ilmu Komunikasi Unmul, dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) Broadcasting dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Penyiaran Islam. Pada Kamis (9/2), ketiganya bersama-sama menyelenggarakan acara bertajuk &ldquo;Talkshow Produksi Kreatif Televisi&rdquo;. Dengan mengundang Ketua Ikatan Jurnalisi Televisi Indonesia (IJTI) dan kontributor Trans 7 di Kaltim, Suriyatman, dan tim kreatif sekaligus <em>script editor&nbsp;</em>Trans TV, Tyas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sangat berharap anak-anak kami dapat memanfaatkan acara ini untuk maksimal dalam menggali pengetahuan di bidang ini dan dapat memanfaatkan kegiatan ini,&rdquo; kata dekan FISIP, Muhammad Noor dalam acara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah lama membuka jurusan Ilmu Komunikasi, Unmul dapat dikatakan belum terlalu menyentuh bidang media broadcasting. Ilmu Komunikasi selama ini lebih banyak menggunakan mazhab <em>public relations,&nbsp;</em>timbang membuka konsentrasi di bidang broadcasting. Ilmu Komunikasi diketahui sudah memiliki alat-alat broadcasting, namun ditengarai karena kurangnya tenaga pengajar ahli sehingga broadcasting belum jadi sesuatu yang serius di Ilmu Komunikasi.</p><p style="text-align: justify;">Maka lewat suksesnya jalin kerja sama dengan Polnes dan IAIN itu, kesempatan untuk menumbuhkan broadcasting menjadi sesuatu yang lebih serius pun terbuka. Hairunnisa menuturkan bahwa kerja sama ini akan lanjut mengembangkan bidang pendidikan dan pengembangan tenaga pendidik. Lab komunikasi yang terbengkalai akan kembali coba dihidupkan. Dan jika diperlukan, tenaga dari Polnes siap untuk membantu merakit kembali alat-alat broadcasting.</p><p style="text-align: justify;">Lewat kerja sama tersebut ketiga perguruan tinggi ini diharapkan bisa membangun sinergi dan saling mengisi untuk membangun komunikasi yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya kita mendapat pengalaman baru, punya wawasan baru tentang broadcasting. Mengetahui bagaimana aplikasinya seperti apa prosesnya dan bagaimana perwujudan broadcasting di dunia nyata. Jadi mahasiswa mempunyai referensi pengetahuan tentang broadcasting,&rdquo; tukasnya. <strong><em>(omi/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Donasi untuk Niar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/donasi-untuk-niar/baca </link>
<guid> donasi-untuk-niar </guid>
<pubDate> Sun, 12 Feb 2017 09:42:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nasib naas baru saja menimpa Niar Ningsih Sabara dan Selviana Tangdi, mahasiswi Fakultas Pertanian Unmul. Keduanya mengalami kecelakaan parah yang mengakibatkan Niar kini dirawat inap di RS Abdul Wahab Syahrani. (Foto: Aisyah Aryanti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/donasi-untuk-niar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ui7Ki3nPZ5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Donasi untuk Niar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Nasib naas baru saja menimpa Niar Ningsih Sabara dan Selviana Tangdi, mahasiswi Fakultas Pertanian Unmul. Keduanya mengalami kecelakaan parah yang mengakibatkan Niar sempat dirawat inap di RS Abdul Wahab Syahrani.</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa bermula saat keduanya berangkat dari Bontang menuju Samarinda pukul 16.30 Wita pada (5/2). Dengan berboncengan sepeda motor, Selvi yang kala itu mengemudi, terkejut dengan sebuah mobil yang datang dari arah berlawanan diikuti motor di belakangnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dengan kecepatan sedang, tiba-tiba datang sebuah mobil yang berlawanan arah. Sudah saya klakson berkali-kali tapi mobil itu tidak menghiraukan. Mobil itu terus saja jalan dan tanpa saya ketahui ada motor yang ikut di belakangnya. Mobil itu lolos tetapi tidak dengan motor itu. Kami terbanting,&quot; tutur Selvi.</p><p style="text-align: justify;">Selvi melanjutkan, di dekat lapangan golf tanah merah, saat mencapai tanjakan, mobil tersebut juga menghalangi jalan. Selvi berniat mendahului dengan sebelumnya membunyikan klakson panjang. Tak terhindarkan, dua motor tersebut bertabrakan dengan masing-masing membawa penumpang.</p><p style="text-align: justify;">Luka parah dialami Niar. Helm yang digunakannnya terlepas saat tabrakan mengakibatkan patah hidung, beberapa giginya tanggal, dan luka di bagian kening. Sementara Selvi luka ringan. Hal serupa juga dialami Yakobus dan Christian Badai, pengendara motor di belakang mobil tersebut. Christian mengalami patah di bagian paha.</p><p style="text-align: justify;">Sesaat setelah kejadian mereka langsung dilarikan ke rumah sakit. Selvi berinisiatif menghubungi pihak Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Faperta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PMK tahu dari Selvi yang menghubungi kami, kebetulan juga Selvi dan Niar adik mentoring kami. Jadi, PMK Pertanian langsung datang ke IGD untuk mengurus mereka,&quot; ucap Hayu Tampubolon, anggota PMK Faperta.</p><p style="text-align: justify;">Kendati telah sampai di rumah sakit, Niar tak lantas mendapatkan penanganan sebab belum ada jaminan dan belum lengkap syarat administrasi. Sementara Hayu menyebut tak ada masalah dana untuk Niar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi Niar itu dioperasi pas malam setelah keluarganya datang dan tanda tangan,&quot; ujar Selvi.</p><p style="text-align: justify;">PMK memutuskan mengambil alih untuk mengurusi kebutuhan Niar sebelum pihak keluarganya datang. Itu dilakukan setelah mereka mendapatkan panggilan dari rumah sakit dan ternyata direstui keluarga Niar yang saat itu belum bisa datang. Keluarga besar Niar berada Palu. Diketahui dari bibi Niar Ester Suluk Padang, kedua orangtuanya pun tak bisa datang lantaran masalah biaya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berangkat dari modal nekat dan keinginan besar Niar berkuliah di Unmul dibantu dengan beasiswa Bidik Misi,&quot; ujar Ester.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari setelah kecelakaan, &nbsp;peristiwa ini baru dilaporkan ke kepolisian dan telah disepakati jalan damai. Selain itu, ketiadaan saksi membuat kasus ini terpaksa dihentikan. Sebagai perwakilan dari keluarga, Ester telah mengiklaskan dan ingin fokus pada penyembuhan Niar. Itu juga dibenarkan Hayu, yang sedikit banyaknya mengetahui perjalanan peristiwa Niar ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin sempat ngelapor ke polisi untuk mengurus siapa tahu bisa Jasa Raharja. Tapi, kayaknya dari pihak keluarga tidak mempermasalahkan. Jadi lebih kekeluargaan saja,&rdquo; imbuh Hayu.</p><p style="text-align: justify;">Saat dikunjungi <em>Sketsa</em>, (8/2) Niar masih tampak kesulitan berbicara, beberapa jahitan menghiasi bibirnya, dan perban menutupi setengah kepalanya. Niar hanya mengonsumsi bubur dan air putih.</p><p style="text-align: justify;">Kedua kali <em>Sketsa</em> datang membesuk (10/2), Niar sudah akan dibawa pulang. Rencananya akan dibawa ke rumah keluarga di Sempaja. Tidak di bawa ke Palu karena masih harus menjalani rawat jalan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang Puji Tuhan hari ini (10/2) administrasi sudah selesai. Jadi, harapannya buat teman-teman jangan pakai nama untuk donasi lagi karena kan sudah selesai dari pihak keluarga. Mungkin untuk donasi bisa lebih kepemulihannya Niar,&quot; jelas Hayu.</p><p style="text-align: justify;">Hayu berharap, Gamadiksi bisa membantu Niar dari sisi administrasi pengurusan cuti kuliah. Niar butuh istirahat total paling tidak satu bulan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sedangkan kalau sebulan itu bisa kena TBU. Dari temen-temennya Gamadiksi mungkin kita bisa sama-sama ke Rektorat. Siapa tahu bisa dispensasi. Takut bermasalah dengan Bidikmisi-nya, makanya kami butuh bantuan teman-teman Gamadiksi,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, Maulana Husin demisioner&nbsp;Gamadiksi Unmul memberikan titik terang ihwal kegelisahan Hayu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cuti karena sakit dalam aturan yang dibahas Pedoman Bidikmisi 2016 diperkenankan, selama tetap berkoordinasi dengan pihak kampus. Universitas masing-masing dapat mengatur kebijakan terkait hal tersebut,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Anda yang ingin memberikan donasi untuk proses penyembuhan Niar, silakan mengirimkan ke rekening BTN 00604-01-61-005979-0 atas nama Niar Ningsih Sabara. <em><strong>(asr/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Canggih Nan Elegan, iPhone 8 Siap Rilis Tahun Depan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/canggih-nan-elegan-iphone-8-siap-rilis-tahun-depan/baca </link>
<guid> canggih-nan-elegan-iphone-8-siap-rilis-tahun-depan </guid>
<pubDate> Sun, 12 Feb 2017 20:41:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apple Inc. baru saja meluncurkan iPhone seri terbarunya, iPhone 7. rencananya perusahan teknologi raksasa tersebut ingin mengembangkan seri iPhone lainnya yang tentu lebih inovatif dari seri sebelumnya, yakni iPhone 8. (Sumber ilustrasi : 3windowshop) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/canggih-nan-elegan-iphone-8-siap-rilis-tahun-depan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/73xJLPrSTp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Canggih Nan Elegan, iPhone 8 Siap Rilis Tahun Depan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">September lalu, Apple Inc. baru saja meluncurkan iPhone seri terbarunya, iPhone 7. Seperti tak kehabisan ide, rencananya perusahan teknologi raksasa tersebut ingin mengembangkan seri iPhone lainnya yang tentu lebih inovatif dari seri sebelumnya, yakni iPhone 8.</p><p style="text-align: justify;">Kabarnya, iPhone akan menghadirkan model ponsel pintar yang benar-benar inovatif dengan desain canggih sekaligus spesifikasi yang kuat.</p><p style="text-align: justify;">Untuk sistem operasi, Apple menyiapkan iPhone 8 dengan OS 10 yang akan mengurangi konsumsi daya dan meningkatkan kinerja baterai. Tak hanya itu, iPhone 8 rencananya juga bakal dilengkapi beberapa teknologi dan fasilitas unggul seperti pemindai retina, Li-Fi, dan pemindai sidik jari dengan pengisian baterai cepat.</p><p style="text-align: justify;">Adapun sisi display, Apple akan beralih dari teknologi layar IPS (In-plane switching) ke teknologi OLED (Organic light-emitting diode). Sebuah teknologi yang menawarkan sudut pandang lebih luas dengan peningkatan kecerahan. Teknologi ini membantu Apple untuk mengoptimalkan iPhone 8 karena menggunakan layar dengan resolusi 4k dengan respons yang tinggi dan jauh lebih efisien. Ditambah perlindungan kaca safir --bahan kaca yang paling sulit dihancurkan-- yang jauh lebih baik daripada Gorilla Glass 4, iPhone 8 diramalkan akan menjadi ponsel masa depan yang tak hanya canggih, tapi juga elegan.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, kebanyakan orang lebih suka menggunakan ponsel dengan layar besar. iPhone 8 mantap menjawab itu dengan meluncurkan layar 5,3 inci dan 5,6 inci untuk varian iPhone 8s.</p><p style="text-align: justify;">Ponsel pintar tiadalah arti tanpa fasilitas kamera memadai. Itu juga yang diterapkan Apple dalam tubuh iPhone 8 kelak. iPhone 8 akan memiliki kamera utama dengan resolusi 16 MP dengan sensor ISOCELL untuk hasil gambar yang lebih baik bahkan di tempat minim pencahayaan sekalipun.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi yang berkembang, iPhone 8 akan memiliki kamera depan dengan resolusi 8 MP. Ada juga artikel yang menyebut sebuah sensor Sony IMXXX akan menjadi bagian dari kamera iPhone 8.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu menurut informasi terbaru, iPhone 8 akan memiliki chip TSMC dan ARM. Kita semua tahu Apple selalu menerapkan prosesor baru untuk Smartphone andalannya setiap mengeluarkan produk. iPhone 8 akan menggunakan prosesor canggih dengan 7 nano meter yang FinFET. Iphone 8 akan memiliki 4GB RAM yang efisien untuk multitasking dengan OS 10.</p><p style="text-align: justify;">Bicara barang, tentu bicara harga. iPhone 8 kabarnya bakal dibanderol sekitar $1100 atau setara Rp 15 juta. Jadi, sudah siap menggenggam ponsel canggih masa depan? <em><strong>(fqh/aml)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemimpin dari SCP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemimpin-dari-scp/baca </link>
<guid> pemimpin-dari-scp </guid>
<pubDate> Mon, 13 Feb 2017 09:44:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peserta Sekolah Calon Pemimpin (SCP) BEM FKIP dibagi dalam beberapa kelompok. Panitia akan memberikan suatu permasalahan yang harus diselesaikan. (Sumber foto: dok.BEM FKIP) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemimpin-dari-scp/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tyZTPFA7Ho.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemimpin dari SCP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Latihan kepemimpinan, merupakan agenda yang tak asing lagi di kampus. Biasanya diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan. Latihan kepemimpinan dikemas untuk mencapai tujuan dan maknanya sendiri. Seperti yang diadakan BEM FKIP pada (11-12/2), latihan kepemimpinan bernama Sekolah Calon Pemimpin (SCP) itu dimaksudkan untuk menempa karakter dan mental, utamanya bagi mahasiswa baru FKIP setiap tahunnya. Adapun, tahun ini tema yang diangkat dalam SCP yakni &ldquo;Mewujudkan Pemimpin yang Berkarakter dan Berjiwa Nasionalis&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;SCP ini dilaksanakan BEM FKIP setahun sekali khusus untuk seluruh mahasiswa FKIP. Kami ingin SCP ini memunculkan calon pemimpin yang berkarakter. Artinya, tidak ikut sana ikut sini. Tapi mereka punya karakter sendiri,&rdquo; ujar Syarifudin koordinator acara SCP 2017.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya mendapatkan teori, peserta SCP juga diajak terjun langsung ke lapangan. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang ada di tempat itu. Lokasi praktik SCP ada empat titik, di antaranya tempat pembuangan sampah di Bukit Pinang, Sungai Karang Mumus, Ex tambang di Jalan Bengkuring, dan di Pasar Segiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari panitia memberikan suatu permasalahan, mereka yang harus selesaikan. Misalnya, kayak di Sungai Karang Mumus. Kemarin kan ada relokasi. Nah, dari kasus itu mereka coba cari dan observasi apa sih yang terjadi? Apakah memang betul-betul ada penggusuran dan kemudian bagaimana solusi penanganan yang cocok sesuai lokasi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">SCP tuntas digelar dua hari. Sedikitnya 80 peserta mengikuti latihan kepemimpinan milik kampus pengajar ini. SCP diharapkan mampu melahirkan calon pemimpin yang berkarater dan mampu mengaplikasikan keilmuan mulai dari teori hingga praktik di titik bermasalah. (<strong><i>nvt/aml</i></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Ada Demo di Rumah SBY dan Tolak Tudingan Ditunggangi Politik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-demo-di-rumah-sby-dan-tolak-tudingan-ditunggangi-politik/baca </link>
<guid> tak-ada-demo-di-rumah-sby-dan-tolak-tudingan-ditunggangi-politik </guid>
<pubDate> Tue, 14 Feb 2017 09:08:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah mahasiswa Unmul yang mengikuti agenda JNMI angkat suara lewat konferensi pers yang digelar Minggu (12/2) di halaman Kafe Metro Gunung Kelua, Unmul. (Foto: Khajjar Rohmah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-demo-di-rumah-sby-dan-tolak-tudingan-ditunggangi-politik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9cCE0mZttn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Ada Demo di Rumah SBY dan Tolak Tudingan Ditunggangi Politik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Ramainya pemberitaan terkait kegiatan Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI) di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur pada 4-6 Februari lalu, menimbulkan pro dan kontra. Aliansi BEM SI Korwil Kaltim-Sel melalui BEM KM Unmul bahkan menyatakan sikap penolakan terhadap kegiatan jambore tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rilis resmi yang disebar pada Senin (6/2), BEM KM Unmul menyebut agenda JNMI menjurus kepentingan oknum dan partai politik tertentu serta memecah belah pergerakan dan idealisme mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pemberitaan di media-media nasional, isu miring turut mewarnai kegiatan JNMI. Seperti tidak adanya bendera merah putih dan pembacaan doa, aksi <em>walk out</em>, mahasiswa dikeluarkan karena kritis, hingga demonstrasi di depan rumah Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat.</p><p style="text-align: justify;">Demi menjawab tuduhan miring tersebut, sejumlah mahasiswa Unmul yang mengikuti agenda JNMI angkat suara lewat konferensi pers yang digelar Minggu (12/2) di halaman Kafe Metro Gunung Kelua, Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Tino Heidel Ampulembang yang merupakan alumni Fakultas Hukum, mengatakan JNMI mengangkat tema &ldquo;Meneguhkan Komitmen Menjaga Indonesia&rdquo;. Diikuti sebanyak 3 ribu mahasiswa dari 402 kampus yang berasal dari 22 provinsi di Indonesia. Khusus Kaltim terdapat 55 delegasi yang berangkat dari beberapa universitas, termasuk di dalamnya mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, Tino menyebut dirinya sebagai pendamping dari sekitar 20-an mahasiswa Unmul yang mengikuti JNMI. Kehadiran itu tidak mewakili nama lembaga kemahasiswaan apa pun, melainkan murni berangkat sebagai atas nama mahasiswa. Dikatakannya, keberangkatan mahasiswa Unmul didasari oleh kepedulian terhadap Pancasila dan persatuan bangsa sesuai dengan tema yang diusung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami di sana tidak enak-enakan kami diskusi sampe subuh. Tidak ada kepentingan politik, tidak ada ditunggangi seperti di(sebutkan) media, tidak ada sama sekali,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia membantah pemberitaan media terkait demonstrasi mahasiswa di depan rumah SBY. Pun menolak tuduhan adanya kepentingan atau tunggangan politik tertentu dalam agenda JNMI. Oknum atau parpol manapun, kata Tino, tidak ada yang sanggup menggerakkan massa mahasiswa sebanyak 3 ribu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Titik aksi sudah ditentukan saat teklap (teknis lapangan) di Mega Kuningan dan Senayan. Di Kuningan hanya mimbar bebas dan membagikan selebaran,&rdquo; ujar Tino yang saat aksi tersebut menjadi wakil jenderal lapangan.</p><p style="text-align: justify;">Ia &nbsp;turut menunjukkan video saat pembacaan doa dalam agenda JNMI sekaligus membantah isu tak adanya pembacaan doa dan bendera merah putih yang terpasang. Ia juga menyangkal beberapa mahasiswa dikeluarkan karena telah mengkritisi pemerintah Jokowi. Justru yang &nbsp;dikeluarkan oleh panitia saat itu adalah penyusup yang berteriak &ldquo;Tangkap SBY, bubarkan FPI!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mengkritisi pemerintah Jokowi itu enggak ada. Kalau mengkritisi langsung kepada menteri (memang) ada,&rdquo; ungkap Tino.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan JNMI adalah inisiasi dari 30 kampus se-Jabodetabek. Sedangkan Septian Prasetyo dari Universitas Muhammadiyah Tangerang ditunjuk sebagai ketua panitia. Agenda JNMI memang menghadirkan beberapa menteri Kabinet Kerja Jokowi di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Komunikasi dan Informatika (menkominfo) Rudiantara, dan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Selain itu juga turut hadir Kepala Staf Kepresiden RI Teten Masduki, mantan ketua KPK Antasari Azhar, dan beberapa aktivis 98. <strong><em>(krv/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Empat Poin Pernyataan Sikap JNMI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/empat-poin-pernyataan-sikap-jnmi/baca </link>
<guid> empat-poin-pernyataan-sikap-jnmi </guid>
<pubDate> Tue, 14 Feb 2017 09:27:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam konferensi pers pada Minggu (12/2) kemarin, oleh sejumlah mahasiswa Unmul yang mengikuti Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI) di Cibubur awal Februari lalu, menyebutkan empat  poin yang menjadi pernyataan sikap mereka. (Foto: Khajjar Rohmah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/empat-poin-pernyataan-sikap-jnmi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f9V8JcxBCN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Empat Poin Pernyataan Sikap JNMI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam konferensi pers pada Minggu (12/2) kemarin, oleh sejumlah mahasiswa Unmul yang mengikuti Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI) di Cibubur awal Februari lalu, menyebutkan empat &nbsp;poin yang menjadi pernyataan sikap mereka.</p><p style="text-align: justify;">Di antaranya menolak dan lawan isu SARA dan seluruh upaya adu domba rakyat, menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, tolak dan lawan organisasi radikal yang anti Pancasila, dan usut tuntas semua kasus korupsi tanpa pandang bulu. Para mahasiswa itu berkomitmen untuk terus menyampaikan kesepakatan tersebut kepada seluruh rakyat, baik di tingkat lokal maupun nasional melalui beragam aksi massa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Empat poin ini adalah pernyataan sikap dari 3 ribu mahasiswa,&rdquo; ujar Tino Heidel Ampulembang yang memimpin konferensi pers tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tino juga menyebutkan terdapat 50 mahasiswa dari 8 universitas di Kaltim yang berpartisipasi dalam agenda JNMI. Antara lain, Unmul, Universitas 17 Agustus (Untag), Universitas Widyagama Mahakam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda, IKIP PGRI, Stimik Wicida, STIM Muhammadiyah Kutai Timur, dan Universitas Balikpapan (Uniba).</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah mahasiswa Unmul yang mengikuti kegiatan JNMI berasal dari beberapa fakultas, di antaranya Hukum, FPIK, Fahutan, FMIPA, FEB, dan FIB. Namun, mereka mengaku berangkat tanpa membawa nama lembaga kemahasiswaan atau organisasi. Melainkan murni dengan statusnya sebagai mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Kami datang untuk mengonsolidasi sebelum menuju agenda nasional. Makanya temen yang datang sepakat mengikuti kegiatan ini (JNMI) tanpa membawa nama lembaga,&rdquo; imbuh Tino.</p><p style="text-align: justify;">Adapun nama-nama mahasiswa Unmul yang mengikuti kegiatan JNMI adalah Mike Denis Rumengan, Raynaldo Randi Andika, Yupi Chandra, Eva Oktaviani, Derviansyah, Saiful Akbar, Hamzah, Nova Liswan, Wawan Kardiawan, Stepanus Banne Limbong, Nina Ramadhania, Sitti Nurrahayu, M. Syahidan Ali, dan Juna Arya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melalui pertemuan dengan kawan-kawan media saat ini, kami menyatakan dengan tegas kami menolak disebut kegiatan kami ditunggangi dimanfaatkan untuk kepentingan politik apa pun. Ini murni cara berpikir mahasiswa yaitu meneguhkan komitmen menjaga Indonesia dari isu horizontal yang sengaja dikembangbiakkan,&rdquo; ujar Tino menutup konferensi pers. <strong><em>(krv/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ajang JNMI Cibubur, Norman: Jangan Gadaikan Almamater untuk Politik! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ajang-jnmi-cibubur-norman-jangan-gadaikan-almamater-untuk-politik/baca </link>
<guid> ajang-jnmi-cibubur-norman-jangan-gadaikan-almamater-untuk-politik </guid>
<pubDate> Wed, 15 Feb 2017 10:21:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden BM KM Unmul, Norman Iswahyudi angkat bicara mengenai JNMI Cibubur, Senin (13/2) kemarin. (Sumber foto: sumsel.tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ajang-jnmi-cibubur-norman-jangan-gadaikan-almamater-untuk-politik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Im2SHX7Fr0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ajang JNMI Cibubur, Norman: Jangan Gadaikan Almamater untuk Politik!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pemberitaan miring terkait Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI) di Cibubur lalu, telah diklarifikasi oleh mahasiswa yang mengikutinya. Serempak pada Minggu (12/2), mahasiswa yang mengikuti agenda tersebut menggelar konferensi pers. Dalam kesempatan itu, terungkap fakta sebanyak 405 kampus dari 22 provinsi hadir dalam JNMI. Unmul sendiri mengirimkan 20 delegasinya. 14 di antaranya mahasiswa dan sisanya alumni yang bertindak sebagai pendamping.</p><p style="text-align: justify;">Tino Heidel Ampulembang, alumni Fakultas Hukum yang memimpin konpers menegaskan keikutsertaan mahasiswa dalam JNMI tak sedikitpun ditunggangi kepentingan politik. Pembahasan dalam JNMI dikatakannya hanya tentang bagaimana menjaga persatuan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-demo-di-rumah-sby-dan-tolak-tudingan-ditunggangi-politik/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-demo-di-rumah-sby-dan-tolak-tudingan-ditunggangi-politik/baca</a> dan <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/empat-poin-pernyataan-sikap-jnmi/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/empat-poin-pernyataan-sikap-jnmi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi mengaku kaget karena tak mendapat pemberitahuan adanya delegasi Unmul yang menghadiri JNMI. Sebagai pimpinan mahasiswa Unmul, ia merasa perlu mendapatkan konfirmasi terkait hal ini. Norman pun heran, bagaimana acara tersebut sampai bisa menghadirkan orang penting di pemerintahan dengan mudah padahal katanya acara kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&quot;Tiba-tiba ada aksi besar itu. Ada menteri datang, aktivis 98, dan staf kepresidenan datang. Sementara ketika kemarin kami mengadakan Munas BEM SI, mengundang salah satu menteri saja sulit. Tapi mereka bisa menghadirkan begitu banyak menteri. Keganjilannya itu banyak,&quot; terangnya kepada <em>Sketsa,</em> Senin (13/2).</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, Norman pun mempertanyakan ihwal keterlibatan Tino dan kawan-kawan yang berstatus alumni dalam ajang itu. Sebab Tino juga menjabat wakil jenderal lapangan aksi di Mega Kuningan dan Senayan pada (6/2) pekan lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dia (Tino) bilang sebagai wakil jendral lapangan. Berarti dia mengakui dia masih sebagai mahasiswa. Karena dia nyatakan ini aksi mahasiswa. Kan ini lucu?&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ibaratnya, ia mendampingi anak orang, terus diantar ke sekolah, dia ikut sekolah juga. Kan lucu, gak seperti itu. Kalau memang dia sebagai pendamping, ya di luar tidak masuk ke dalam barisan, tidak mengomandoi dan memimpin,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Agenda JNMI yang tujuannya menjaga kebhinekaan Indonesia, bagi Norman patut diapresiasi. Namun, karena banyaknya kejanggalan, dia berani menduga ada maksud lain di balik JNMI.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa jangan sampai lah alamamaternya digadaikan dengan politik-politik praktis yang menggiurkan idealisnya mereka. Kita ini berdiri sendiri atas kepentingan rakyat,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, pemberitaan terkait JNMI masih hangat di media-media nasional. Sejumlah kritik termasuk gambar meme sindiran tersebar sedemikian rupa. Ajang JNMI disebutkan memang tidak mengatasnamakan lembaga mahasiswa. Namun, tetap saja peristiwa ini cukup mencuri perhatian. Utamanya bagi gerakan mahasiswa. <em><strong>(jdj/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Disebut Idiot, Ini Kata Peserta JNMI Cibubur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/disebut-idiot-ini-kata-peserta-jnmi-cibubur/baca </link>
<guid> disebut-idiot-ini-kata-peserta-jnmi-cibubur </guid>
<pubDate> Wed, 15 Feb 2017 10:46:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meme itu beredar sebagai bentuk kontra atas pelaksanaan Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI). (Sumber meme: ISTIMEWA) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/disebut-idiot-ini-kata-peserta-jnmi-cibubur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RYPIg5heuH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Disebut Idiot, Ini Kata Peserta JNMI Cibubur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Meme itu beredar sebagai bentuk kontra atas pelaksanaan Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI) yang berlangsung pada (4-6/2) di Cibubur, Jakarta Timur.</p><p style="text-align: justify;">Agenda akbar yang menghadirkan 3 ribu mahasiswa dari 22 provinsi itu memang mengundang pro dan kontra, utamanya di kalangan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Tino Heidel Ampulembang, alumni Fakultas Hukum yang bertindak sebagai pendamping mahasiswa Unmul saat JMNI menanggapi santai beredarnya meme tersebut. Dia pun menjawab gelisah orang-orang yang mempertanyakan hadirnya para tokoh penting saat JNMI. Baginya, itu bukan suatu yang mustahil untuk agenda mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ngapain demo depan istana kalau staf khusus kepresidenan (Teten Masduki) sudah datang di acara kita. Kan bisa disampaikan langsung sama beliau,&quot; komentar Tino yang dikirim kepada <em>Sketsa</em> melalui pesan WA.</p><p style="text-align: justify;">Perihal gambar meme yang beredar luas bertuliskan &quot;Mahasiswa cerdas demonya di depan istana presiden. Mahasiswa idiot demonya di depan rumah pribadi mantan presiden&quot; dipertanyakan Tino. Menurutnya, ungkapan itu tidak tepat. Semestinya <em>netizen</em> berhenti mendiskreditkan pihaknya dengan kata-kata yang menyudutkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Idiot gimana? Sekarang tujuan kita baik, mempertahankan apa yang sudah diperjuangkan, malah dikatain,&quot; imbuh alumni angkatan 2010 itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain gambar meme, beredar pula foto-foto <em>slide</em> dalam salah satu materi JNMI yang disinyalir menyudutkan mantan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.</p><p style="text-align: justify;">Tino menyatakan foto-foto itu adalah asli. Kendati demikian, materi itu hanya sebatas pemberian pemahaman politik untuk mahasiswa berkaitan dengan rezim sebelumnya. Materi yang ternyata disorot itu disampaikan aktivis lintas generasi, Anton Sitorus.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Tino juga mengklarifikasi tuduhan aksi demonstrasi di depan rumah SBY. Ia menyebut titik aksi ada dua yakni di Mega Kuningan dan Senayan. Di Mega Kuningan hanya sebatas orasi dan membagikan selebaran. Ia membantah tegas aksi itu dilakukan persis di depan rumah SBY. &nbsp;Pun di media, tidak ada yang menampilkan demonstrasi mahasiswa di depan rumah SBY.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jarak pandang dari titik aksi di Mega Kuningan sampai rumah SBY sekitar 500 m. Di media yang ditampilkan massa aksi atau rumah SBY, tidak pernah satu frame karena memang jauh,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah menggelar konferensi pers pada Minggu (12/2) lalu, oleh sejumlah mahasiswa Unmul yang mengikuti kegiatan JNMI tersebut, masih terdapat resah yang mengganjal. Misalnya pemilihan Mega Kuningan yang notabene dekat dengan rumah SBY sebagai titik aksi, hingga kehadiran sejumlah tokoh politisi yakni Adian Napitupulu, Komisaris BUMN Fadjroel Rahman, Kepala staf Kepresidenan Teten Masduki dan mantan ketua KPK, Antasari Azhar. <strong><em>(krv/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FSLDK Gemar 14 Februari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/fsldk-gemar-14-februari/baca </link>
<guid> fsldk-gemar-14-februari </guid>
<pubDate> Wed, 15 Feb 2017 23:24:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 14 Februari kemarin, FSLDK Kaltim-Kaltara dan LDK se-Samarinda menyelenggarakan agenda Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2017 di sekitar Islamic Center Samarinda. (Sumber foto: Dok. FSLDK) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/fsldk-gemar-14-februari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zn77UFduwE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FSLDK Gemar 14 Februari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Alhamdulillah telah terlaksana agenda Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2017 yang diselenggarakan oleh FSLDK Kaltim-Kaltara dan LDK se-Samarinda, pada 14 Februari 2017.</p><p style="text-align: justify;">Agenda ini menindaklanjuti Hari Tutup Aurat (HTA) yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Aksi Gemar 2017 Samarinda dihadiri juga oleh komunitas ODOJ Samarinda, KAMMI Samarinda dan beberapa kalangan pelajar SMA di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang berjumlah kurang lebih 300 orang membagikan jilbab, kaus kaki, baju koko, dan sarung kepada masyarakat di sekitar Islamic Center Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Berikut kronologinya:</p><p style="text-align: justify;">1. Donasi jilbab, kaus kaki, sarung, dan baju koko didapatkan dari donatur-donatur yang dikumpulkan di LDK masing-masing kampus se-Samarinda. Dimulai dari awal Februari sampai dengan H-1 pelaksanaan aksi. Terkumpul kurang lebih 1000 jilbab dan 300 pasang kaus kaki.</p><p style="text-align: justify;">2. Agenda dimulai dengan Tilawah on The Street di depan masjid Baitul Mutaqin Islamic Center dan tepian Mahakam.</p><p style="text-align: justify;">3. Peserta aksi membagikan rilis yang mengingatkan kembali kepada masyarakat akan batasan-batasan aurat dan cara yang benar dalam menutup aurat pada laki-laki dan perempuan. Aksi tersebut juga mengimbau masyarakat untuk mengenalkan sedari dini batasan aurat pada anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">4. Selanjutnya, penyampaian orasi dan pernyataan dari beberapa lembaga:</p><p style="text-align: justify;">-Ketua umum FSLDK Kaltim-Kaltara (Galih Budi Prasetyo)</p><p style="text-align: justify;">-Ketua umum Pusdima Unmul (Haris Jundana)</p><p style="text-align: justify;">-KAMMI Samarinda (Eddy Kurniawan)</p><p style="text-align: justify;">-Ketua umum Dema STIS Al-Azhar</p><p style="text-align: justify;">-Ketua Umum Pusdima Polnes (Askir Pratama)</p><p style="text-align: justify;">Beberapa poin dalam aksi GEMAR 2017 adalah sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">1. Mengimbau masyarakat untuk mendidik sejak dini tentang batasan aurat kepada anak-anaknya.</p><p style="text-align: justify;">2. Mengajak masyarakat untuk menutup aurat sesuai dengan ketentuan, yakni tidak tembus pandang/transparan, tidak membentuk lekuk tubuh, jilbab menutup sampai ke dada (untuk perempuan), tidak memakai pakaian berbahan dasar emas dan sutra (untuk laki-laki), tidak menyerupai perempuan (untuk laki-laki), tidak menyerupai laki-laki (untuk perempuan), menutup seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah (untuk perempuan), menutup antara pusar sampai lutut (untuk laki-laki), tidak tabarruj (berlebih-lebihan).</p><p style="text-align: justify;">5. Aksi ditutup dengan pembacaan doa dan dokumentasi peserta aksi.</p><p style="text-align: justify;">Aksi di wilayah Kaltim-Kaltara ini tidak hanya diselenggarakan di Samarinda saja. Di beberapa wilayah lain yaitu Balikpapan, Tenggarong dan Tarakan juga diselenggarakan aksi yang sama.</p><p style="text-align: justify;">FSLDK se-Indonesia menyelenggarakan aksi ini dengan harapan agar masyarakat sadar akan pentingnya menutup aurat sebagai bentuk penjagaan moral dan upaya meminimalisir tindak kekerasan seksual terhadap perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Salam,</p><p style="text-align: justify;">FSLDK Kaltim-Kaltara</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 43 Berbayar, Susilo: Kami Tidak Langgar Aturan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan/baca </link>
<guid> kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan </guid>
<pubDate> Thu, 16 Feb 2017 09:05:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Susilo menyebut akan ada beberapa perubahan dalam KKN tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. (Foto: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oTp1oT3QA2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 43 Berbayar, Susilo: Kami Tidak Langgar Aturan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Seperti diketahui,<strong>&nbsp;</strong>salah satu wujud realisasi Tridarma Perguruan Tinggi (PT) adalah pengabdian masyarakat. Amanat itu dilakukan salah satunya dengan jalan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahun ini Unmul akan melepas mahasiswa KKN untuk yang ke-43 kalinya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui <em>Sketsa</em> Kamis (9/2) lalu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Susilo menyebut akan ada beberapa perubahan dalam KKN tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, KKN 43 sepenuhnya akan diurusi LP2M. Artinya, tidak ada lagi campur tangan dan keterlibatan fakultas kecuali Farmasi, Kesehatan Masyarakat, dan Kedokteran. Kemudian, perubahan yang cukup mengejutkan ialah tidak adanya lagi pendanaan dari Pemda untuk KKN. Ini merupakan aturan baru, di mana mahasiswa KKN diwajibkan membayar Rp 350 ribu. Susilo menyebut ini sah dan tidak melanggar aturan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemda hanya mengurus tempat saja. Untuk transportasi dan kebutuhan yang sebelumnya ditanggung, tahun ini mahasiswa menggunakan biaya sendiri. Tidak ada lagi KKN gratis. Karena memang harus bayar dan kami tidak melanggar aturan. KKN itu di luar UKT,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Susilo menyatakan pihak LP2M akan berlaku transparan terkait peruntukan dana yang dibayarkan mahasiswa tersebut. LP2M bakal menggandeng BEM KM Unmul sebagai penyambung lidah antara LP2M dengan mahasiswa umum.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, pembagian jenis-jenis KKN tahun ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Ada dua jenis KKN, yakni kompetisi profesi dan biasa. KKN kompetisi profesi diperuntukkan kepada mereka yang ingin melaksanakan KKN di instansi tertentu. Sedangkan, KKN biasa yakni KKN yang dilaksanakan di desa atau wilayah terpencil.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, LP2M kini juga tengah mendiskusikan kebijakan baru yakni bebas KKN untuk mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Untuk SK Rektor perihal kebijakan itu, dikatakan Susilo sudah dikantonginya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal skema pendaftaran, tahun ini masih tetap sama yakni sistem <em>online.</em> Sedangkan pendaftaran akan dibuka pada Maret mendatang dengan kuota 4000-an mahasiswa. Tetapi waktu tersebut masih belum pasti sebab hingga berita ini diturunkan pihak LP2M masih menunggu SK Rektor terkait kebijakan KKN berbayar yang hingga kini belum terbit. <strong><em>(rrd/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sindikat Lebah Berpikir Rembuk Membahas Hoax </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sindikat-lebah-berpikir-rembuk-membahas-hoax/baca </link>
<guid> sindikat-lebah-berpikir-rembuk-membahas-hoax </guid>
<pubDate> Thu, 16 Feb 2017 09:41:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pada Selasa (14/2) malam, di pelataran kampus Fakultas Ilmu Budaya, kelompok diskusi yang menamakan diri mereka Sindikat Lebah Berpikir (SLB) ikut membahas hoax. (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sindikat-lebah-berpikir-rembuk-membahas-hoax/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Q9Qr4QGVlB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sindikat Lebah Berpikir Rembuk Membahas Hoax</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Maraknya kabar palsu atau hoax belakangan menjadi sorotan pemerintah. Beragam upaya melawan hoax pun mulai diserukan. Baru-baru ini Dewan Pers dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional menerbitkan media terverifikasi dengan disertai barcode. Yang apabila dipindai menggunakan ponsel pintar akan terhubung dengan database Dewan Pers.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Melalui pendataan atau verifikasi media ini, dengan sendirinya akan terlihat mana produk jurnalistik yang dihasilkan oleh perusahaan pers yang profesional, mana yang tengah berproses atau berupaya memenuhi standar profesional, dan mana yang belum memenuhi standar profesional,&quot; kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam rilis edaran Dewan Pers.</p><p style="text-align: justify;">Kerisauan akan hoax ini memancing diskusi di banyak tempat. Pada Selasa (14/2) malam, di pelataran kampus Fakultas Ilmu Budaya, kelompok diskusi yang menamakan diri mereka Sindikat Lebah Berpikir (SLB) ikut membahas hoax. Diskusi dimulai melalui tulisan bertajuk &quot;Hoax dan Budaya Literasi&quot; yang dimuat di Kaltim Post (17/1), ditulis oleh Syamsul Rijal, Ketua Prodi Sastra Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Pertama-tama Rijal sebagai pemantik diskusi menerangkan isi tulisannya, mulai dari asal-usul hoax hingga upaya melawan hoax. Ia melihat fenomena hoax ini bukan hanya soal berita bohong, melainkan ada kepentingan dari sekelompok orang tertentu. Salah satu upaya meredamnya pun adalah dengan meningkatkan budaya literasi seperti membaca dan menulis.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu peserta diskusi Awang Eria Erlisatria memaparkan betapa hoax itu rentan sekali untuk timbul. Ia mencontohkannya dari pemberitaan media hoax yang dicomot dari <em>Bloomberg</em>. Hoax itu beredar dengan narasi yang menyebut Presiden RI, Joko Widodo sebagai pemimpin terbaik se-Asia dan Australia. Sementara dalam pemberitaan <em>Bloomberg</em> itu, Joko Widodo hanya termasuk satu di antara sekian pemimpin yang menghadapi situasi buruk di negaranya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi bukan yang terbaik,&quot; ulang Awang.</p><p style="text-align: justify;">Suasana semalam cukup dingin, ditemani gorengan sebagai cemilan dan bahasan diskusi jadi sajian tersendiri. Tauhid Hira, peserta diskusi yang lain, mengatakan ada peran besar <em>buzzer</em> dalam maraknya hoax. Para <em>buzzer</em> ini muncul dengan amunisi pengikut media sosial yang berjumlah ribuan. Sehingga membuat daya jangkau tiap hoax bisa tersebar luas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hoax itu bisa dinilai keberhasilannya dari berapa kali dia di <em>share</em> atau di <em>retweet</em>,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kembali ke Rijal, ia menilai selain membaca dan menulis guna menumbuhkan budaya literasi, dari diskusi pun mestinya perlu dipupuk dan terus dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Makanya, dari kami karya-karya yang layak diskusi itu, yang memang sudah dimuat di media,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 22.00 Wita, diskusi mengenai hoax ini pun mulai disudahi. Rijal mengatakan, diskusi SLB terbuka untuk umum.</p><p style="text-align: justify;">Karena sudah setahun belakang ini setiap dua minggu atau seminggu sekali, SLB berkumpul dan berdiskusi. Mereka mendiskusikan tulisan-tulisan yang terbit di media. Entah itu berupa catatan, cerpen ataupun puisi. Belakangan malah ingin membahas cerpen-cerpen yang ditulis oleh cerpenis ternama.</p><p style="text-align: justify;">Di luar dari kakunya perkuliahan, hadirnya diskusi semacam SLB dapat dijadikan pencerahan bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tidak terlalu membatasi bahasannya. Jadi bisa melebar ke mana saja, karena kalau dibatasi kan apa bedanya sama kuliah. Jadi silakan beropini. Diharapkan dari itu, muncul ide baru lagi. Tulis lagi,&quot; pungkasnya. <em><strong>(jdj/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilaporkan Pelonco, BEM Hukum Siap Dipanggil Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilaporkan-pelonco-bem-hukum-siap-dipanggil-rektor/baca </link>
<guid> dilaporkan-pelonco-bem-hukum-siap-dipanggil-rektor </guid>
<pubDate> Fri, 17 Feb 2017 08:56:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isi surat laporan maba FH kepada Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. (Sumber foto: dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilaporkan-pelonco-bem-hukum-siap-dipanggil-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7P6BzSL4MJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilaporkan Pelonco, BEM Hukum Siap Dipanggil Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &ldquo;Dengan ini melaporkan, BEM Fakultas Hukum (FH) Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan penyimpangan kegiatan kemahasiswaan berupa perpeloncoan dan tindakan-tindakan lainnya yang tidak mencerminkan perilaku mahasiswa yang intelektual.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Paragraf tersebut adalah bunyi pertama dalam surat yang dikirimkan maba FH ke pihak Rektorat pada 5 Januari lalu. Dalam suratnya, ia mengadukan Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) dan Latihan Kepemimpinan (LK) yang dianggap mengandung unsur perpeloncoan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-puas-di-fakultas-maba-hukum-mengadu-ke-rektorat/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-puas-di-fakultas-maba-hukum-mengadu-ke-rektorat/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-puas-di-fakultas-maba-hukum-mengadu-ke-rektorat/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan BEM FH sebagai lembaga yang menangani dua kegiatan tersebut menolak tudingan perpeloncoan. Melalui sambungan telepon Faisal Fadhil alias Codet, &nbsp;Wakil Ketua BEM FH 2017, menegaskan tak ada kekerasan dalam penggemblengan itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari awal kami sudah bilang tidak ada kekerasan, perpeloncoan atau apa pun itu. Kalaupun dia (maba) melaporkan itu ada buktinya, kita tinggal tunggu dipanggil pihak Rektorat,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini memang belum ada panggilan kepada BEM FH oleh pihak Rektorat terkait surat laporan maba Hukum tersebut. Begitu pun dengan intruksi Rektor Unmul, Masjaya belum terdengar &nbsp;gaungnya. Laporan maba Hukum itu masih sebatas ada dan diketahui.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang mendasari maba Hukum ini akhirnya berani mengirimkan surat ke Rektorat, salah satunya karena kurangnya respons dari pihak fakultas. Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FH, Mahendra Putra Kurnia membantah hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua laporan saya tindak lanjuti tapi mungkin <em>decision</em> saya tidak memuaskan, jadi, ya, menempuh jalur lain,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>melalui pesan LINE.</p><p style="text-align: justify;">Ia enggan mengomentari lebih jauh tentang masalah ini karena sudah masuk ke ranah universitas. &ldquo;Biarlah universitas yang berusaha menanganinya,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahendra juga mengaku telah bertemu dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin pada Kamis (9/2) lalu guna membicarakan masalah ini. Namun, terkait &nbsp;hasil, ia &nbsp;enggan menyebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hasilnya silakan tanya ke WR III karena beliau dan Pak Rektor langsung yang akan menangani. Saya hanya dimintai klarifikasi saja,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(krv/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Mahasiswa Tak Jelas, Gubernur BEM Farmasi “Cuci Tangan” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-mahasiswa-tak-jelas-gubernur-bem-farmasi-cuci-tangan/baca </link>
<guid> nasib-mahasiswa-tak-jelas-gubernur-bem-farmasi-cuci-tangan </guid>
<pubDate> Sat, 18 Feb 2017 09:26:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Faqur Rahman, Gubernur BEM Farmasi Unmul. (Sumber foto: Faqur Rahman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-mahasiswa-tak-jelas-gubernur-bem-farmasi-cuci-tangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cokwTuRlS8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Mahasiswa Tak Jelas, Gubernur BEM Farmasi “Cuci Tangan”</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Surat penolakan penurunan UKT yang dibubuhi tanda tangan Dekan Farmasi di bawahnya dan beredar pada 12 Januari lalu ditanggapi Gubernur BEM Farmasi terpilih, Faqur Rahman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam pernyataannya, Faqur tak mau ambil pusing. Nasib mahasiswa yang mendapatkan penolakan itu baginya tanggung jawab dari kepengurusan BEM sebelumnya. Karena surat itu muncul sebelum ia resmi dilantik. Sebagai untuk diketahui, seluruh jajaran ketua organisasi mahasiswa di lingkungan Unmul baru saja dilantik pada Kamis, (9/2).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu urusan tahun kemarin, ya, silakan ditanya ke gubernur sebelumnya. Saya tidak tahu teknisnya seperti apa. Tapi, saya pernah sedikit terlibat sewaktu kami mendata mahasiswa di posko maba tahun lalu,&rdquo; ucap Faqur.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di Sekretariat BEM Farmasi, Faqur menyebut dia tak memiliki data terkait mahasiswa yang mengajukan penurunan UKT itu. Sepanjang yang ia tahu belum pernah ada seorang pun mahasiswa Farmasi yang berhasil diturunkan besaran UKT-nya. Alih-alih menyalahkan fakultas, Faqur justru ingin memperbaiki hubungan BEM dengan birokrat berdasarkan isi nota kesepahaman yang digarap bersama Jaringan Advokasi Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Capaian utama yang hendak diraih dari nota kesepahaman itu berupa transparansi anggaran fakultas. Nota itu, kata Faqur, menuliskan bahwa setiap dekanat wajib berlaku transparan kepada BEM terkait peruntukan dana fakultas, tak terkecuali UKT. Nota itu akan dibawa di hadapan pihak rektorat untuk ditandatangani kemudian dijadikan senjata masing-masing BEM fakultas ketika hendak melakukan aksinya, semisal audiensi dan advokasi.</p><p style="text-align: justify;">Berlandasakan hal itulah BEM Farmasi tampak santai menghadapi fakta mahasiswanya yang mendapatkan penolakan dengan nada miris melalui sepucuk surat. Faqur bersama BEM Farmasi sudah punya cara sendiri menangani itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya <em>goal</em> tahun ini bukan penurunan, tapi transparansi. Percuma kita koar-koar untuk minta diturunkan UKT tanpa kita tahu apa masalahnya, ke mana peruntukan dana UKT kita. Alangkah lebih baik kita melihat sama-sama anggaran itu untuk apa, menyatukan pandangan mahasiswa dengan birokrat. Ketika sudah ada transparansi, tidak akan sulit untuk kita terlibat dalam perancangan pendanaan fakultas. Ketika pendekatan dengan birokrat sudah seperti itu, saya yakin ketika kita mengajukan penurunan akan ada pertimbangan-pertimbangan khusus,&rdquo; terang Faqur.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat hakikat UKT adalah sistem subsidi silang, bagi Faqur tugas BEM ialah juga membantu fakultas memberantas manipulasi yang dilakukan mahasiswa mampu tetapi mengaku sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga dilema ketika kami memperjuangkan mahasiswa, tapi kami juga melihat kemampuan birokrat kami. Sebagai mahasiswa tentu harus bijak, tidak hantam rata. Tidak minta turun terus, tapi juga melihat kondisi fakultas,&quot;&nbsp;pungkasnya. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Janji Abdunnur untuk Mahasiswa yang Tak Mendapat Potongan SPP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/janji-abdunnur-untuk-mahasiswa-yang-tak-mendapat-potongan-spp/baca </link>
<guid> janji-abdunnur-untuk-mahasiswa-yang-tak-mendapat-potongan-spp </guid>
<pubDate> Sat, 18 Feb 2017 09:50:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Abdunnur, Wakil Rektor Bidang Umum, SDM dan Keuangan. (Sumber foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/janji-abdunnur-untuk-mahasiswa-yang-tak-mendapat-potongan-spp/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mzZ6BO0Kjw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Janji Abdunnur untuk Mahasiswa yang Tak Mendapat Potongan SPP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dalam surat edaran rektor No. 502/UN17.15/KU/2017 pada 30 Januari lalu telah terbit kebijakan tentang penurunan SPP untuk mahasiswa angkatan 2012. Sayangnya, kabar baik ini datang terlambat. Mahasiswa yang membayar SPP sebelum kebijakan ini terbit, tetap dikenakan pembayaran angsuran uang kuliah Dana Pengembangan Fakultas (DPF) dan Dana Pembinaan Mahasiswa (DPM).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perasaanku kesal. Kenapa kalau ada potongan begitu enggak diberitahukan dari sebelum bayar SPP? Setidaknya pas pembayaran SPP juga kan bisa disampaikan. Terus kenapa juga yang dapat potongan yang bayarnya pas akhir-akhir? Kan aneh!&rdquo; kata Gede Ari Pristawan, mahasiswa angkatan 2012. &nbsp; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/celaka-potongan-spp-yang-tidak-merata/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/celaka-potongan-spp-yang-tidak-merata/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/celaka-potongan-spp-yang-tidak-merata/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Wajar apabila mahasiswa seperti Gede keberatan, saat temannya yang lain sudah mendapat mujur dari penurunan SPP, ia justru belum. Sebelum UKT diberlakukan pada 2013, uang kuliah mahasiswa masih terdiri dari SPP, DPM, dan DPF. &nbsp;Saat ditemui <em>Sketsa,&nbsp;</em>Wakil Rektor Bidang Umum, SDM dan Keuangan, Abdunnur menjelaskan khusus untuk pembayaran DPM dan DPF mahasiswa jenjang S1 hanya diberlakukan sampai semester 8. Ketika masuk semester 9 maka kewajiban untuk membayar dua dana itu sudah tanggal. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><br>Sayangnya, pemberlakuan potongan uang kuliah itu lamban beredar yakni pada saat akhir pengurusan uang kuliah. Akibatnya tak semua mahasiswa langsung mencecap kebijakan ini. Abdunnur mengatakan bahwa keterlambatan itu terjadi karena diperlukannya evaluasi secara detail untuk pemberlakuan sistem potongan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perlu evaluasi, saya juga harus kontrol di bagian keuangan terkait dengan aturan-aturan tersebut,&quot; katanya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang bernasib sama seperti Gede yakni membayar SPP dengan jumlah penuh, kata Abdunnur, uang itu nantinya akan secara otomatis terdata untuk pembayaran di semester berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagi yang sudah membayar akan dikompensasikan di semester selanjutnya menjadi dua kali lipat pengurangan,&quot; paparnya. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><br>Pun jika ternyata tahun ini mahasiswa 2012 ada yang dinyatakan lulus sementara ia telah membayar SPP penuh, maka pihak Abdunnur beserta pihaknya telah membuat kebijakan untuk dapat mengurus surat permohonan pengembalian dana SPP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika ternyata mahasiswa lulus, maka itu (uang) akan dikembalikan dengan memajukan permohonan pengembalian pembayaran,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>snh/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Punya Advokasi, BEM Farmasi Main Hati-Hati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-punya-advokasi-bem-farmasi-main-hati-hati/baca </link>
<guid> tak-punya-advokasi-bem-farmasi-main-hati-hati </guid>
<pubDate> Sun, 19 Feb 2017 07:59:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM Farmasi belum memiliki bagian advokasi selayaknya BEM fakultas lain. (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-punya-advokasi-bem-farmasi-main-hati-hati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/51gsVry7I7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Punya Advokasi, BEM Farmasi Main Hati-Hati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span lang="EN-US">SKETSA &ndash;&nbsp;</span></strong><span lang="EN-US">&ldquo;Bicara penurunan, dari tahun ke tahun pasti kami perjuangkan. Itu berdasarkan SOP penurunan UKT dari rektorat. Di situ tertulis kewenangan dekanat fakultas untuk menolak atau mempertimbangkan ajuan penurunan UKT mahasiswa. Mirisnya, di Farmasi belum ada transparansi dalam segala hal. Sedangkan kami, ketika menyuarakan ini sejak tahun lalu, tanggapan birokrat bilang, &lsquo;Sudahlah, urusin kuliahmu saja&rsquo;.&rdquo;</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Jawaban itu diucapkan Faqur Rahman Gubernur BEM Farmasi ketika ditanya langkah yang ia akan tempuh untuk menghadapi permasalahan UKT di kampus apoteker. Faqur menjawab sambil memeragakan ucapan birokrat yang ditemuinya saat mengadvokasi sejumlah mahasiswa untuk penurunan UKT 2016 silam.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Seperti diketahui, pada<span>&nbsp;</span>pertengahan Januari lalu muncul selembar surat penolakan ajuan penurunan UKT dari sejumlah mahasiswa Farmasi. Dalam surat itu dikatakan, PHK dan penurunan pendapatan adalah normal dalam kehidupan manusia dan pihak fakultas tidak bertanggung jawab atas itu.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Mahasiswa asal Sangatta ini menyebut tak ingin mengambil langkah lebih jauh menanggapi kisruh UKT tersebut. Menurutnya, perlu ada perencanaan matang dan data yang lengkap sebelum maju ke medan tempur melawan birokrat. Sebab itu, dia ingin kabinetnya hati-hati sambil menanti terbitnya nota kesepahaman, nota berisi poin-poin kesepakatan yang digarap Jaringan Advokasi Mulawarman, rampung ditandatangani pihak rektorat.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Jadi, baru sebatas ngadu-ngadu dan curhat. Kami tidak ingin menghadap dekan itu dengan tangan kosong. Kami menunggu nota kesepahaman baru gerak. Tapi, kami juga bukannya pasif, kami lagi menyiapkan jaringan advokasi Farmasi, pengelolaan isu, data, pencerdasan, dan massa. Kalau sudah, baru kami ketemu,&rdquo; ujarnya.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Cuma hingga saat ini, BEM Farmasi belum memiliki bagian advokasi selayaknya BEM fakultas lain. Ia sekadar merumuskan tahap dan meniatkan adanya departemen jantung pergerakan organisasi tersebut tahun depan tanpa buru-buru. Sebab bagi Faqur, yang terpenting adalah merancang SDM baru kemudian departemen. Itu akan ia wujudkan dalam sebuah forum bernama Jaringan Advokasi Farmasi Unmul.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Dari tahun kemarin memang tidak ada departemen advokasi. Kami rancang untuk ada tahun depan. Memang kami sadar betul untuk advokasi BEM Farmasi agak susah. Jangankan Farmasi, fakultas lain juga advokasinya sering hangat-hangat tai ayam. Padahal yang kita butuhkan adalah keberlanjutan dan <em>goal</em>. Sejauh ini, kerja-kerja advokasi ditangani oleh departemen internal,&rdquo; terangnya.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Topik UKT nyaris selalu berakhir keruh. Tiap-tiap BEM fakultas saat ini belum berhenti memperjuangkan mahasiswa yang terancam putus kuliah karena biaya. Lebih-lebih fakultas rumpun kesehatan yang besarannya lumayan dibanding fakultas lain. Metode advokasinya pun berbeda-beda. Ada yang menekankan transparansi, ada yang menuntut peninjauan ulang per semester, ada pula yang giat menemui birokrat namun hanya mendapatkan ruang dalam<span>&nbsp;</span>forum audiensi. Tak heran, muncul anekdot advokasi adalah kunci.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Kami tetap butuh dukungan moral dari seluruh fakultas, supaya kami tidak merasa sendirian,&rdquo; tandasnya.<span>&nbsp;</span><strong><em>(aml/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FKM Unmul Gelar Peringatan Bulan K3 Perdana, Sadarkan Mahasiswa Pentingnya Keselamatan Jiwa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/bem-fkm-unmul-gelar-peringatan-bulan-k3-perdana-sadarkan-mahasiswa-pentingnya-keselamatan-jiwa/baca </link>
<guid> bem-fkm-unmul-gelar-peringatan-bulan-k3-perdana-sadarkan-mahasiswa-pentingnya-keselamatan-jiwa </guid>
<pubDate> Sun, 19 Feb 2017 09:12:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FKM Unmul gelar peringatan Bulan K3 perdana bertujuan menyadarkan mahasiswa akan pentingnya keselamatan jiwa. (Sumber foto: Dok. Panitia Bulan K3) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/bem-fkm-unmul-gelar-peringatan-bulan-k3-perdana-sadarkan-mahasiswa-pentingnya-keselamatan-jiwa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/83hjdBwAGA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM FKM Unmul Gelar Peringatan Bulan K3 Perdana, Sadarkan Mahasiswa Pentingnya Keselamatan Jiwa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Secara Nasional, peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional diperingati setiap tanggal 12 Januari-12 Februari. Hal ini bertujuan untuk menyoroti sektor K3 di Indonesia. Terlebih, angka kecelakaan kerja yang tinggi dan kerap kali tak mendapat ganti rugi sesuai.</p><p style="text-align: justify;">BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul, sebagai pihak yang mengkaji sektor ini tak ketinggalan memperingati. Berniat sebagai kaum penggerak K3 di Unmul, mereka membuat serangkaian kegiatan yang berkaitan K3 namun tetap relevan dengan kehidupan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sadar, K3 di Unmul itu bisa dibilang sangat minim apalagi dalam hal <em>safety riding</em>. Masih banyak mahasiswa Unmul yang enggak pakai helm saat berkendara. Nah, kesadaran <em>safety riding</em> ini sebenarnya yang ingin kami tumbuhkan di Unmul,&rdquo; terang Rasdiawal Nur, Menteri Biro Pengkaryaan BEM FKM.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, BEM FKM juga menyosialisasikan K3 sambil menyebarkan stiker ke fakultas-fakultas. Stiker yang dibagi ada dua jenis. Ada stiker <em>safety riding</em> untuk penyadaran keselamatan berkendara, dan stiker <em>laboratory safety</em> untuk penyadaran keselamatan saat beraktivitas di laboraturium. Mengingat terdapat sejumlah fakultas yang akrab dengan lab dan perlu diimbau cara menjaga keselamatannya.</p><p style="text-align: justify;">Mereka pun menemui mahasiswa yang berada di lapangan maupun di laboraturium. Adapun, kegiatan yang dihelat dalam rangkaian K3 yakni <em>creative camping</em>, <em>mini training</em> yang dilaksanakan hari ini (18/2), dan lomba-lomba menarik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Mini training</em> hari ini ada kegiatan simulasi pemadaman api yang didampingi langsung oleh <em>trainer</em> berpengalaman. Ada empat materi yang diberikan yaitu Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko, dan Pengendalian Resiko (IBPR), Job Safety Analysis (JSA), Teknik Inspeksi, dan Basic Investigation yang akan berlangsung dua hari. Jadi, tidak hanya teori tapi juga praktik. Untuk peralatan, kami dibantu Dinas Pemadam Mulawarman,&rdquo; jelas Nurhasanah Fitriana, ketua panitia Peringatan Bulan K3.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir perbincangan dengan <em>Sketsa</em>, perempuan yang akrab disapa Anna itu mengutarakan harapannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga perayaan bulan K3 yang pertama kali diadakan ini dapat terus berlanjut dan dapat berkerja sama dengan banyak fakultas. Karena tidak hanya FKM yang berhubungan dengan K3 ini, tetapi fakultas-fakultas lain juga,&quot; tandasnya. <strong><em>(bip/nvt/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Surat dari Rantau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/surat-dari-rantau/baca </link>
<guid> surat-dari-rantau </guid>
<pubDate> Sun, 19 Feb 2017 09:34:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Panji Asuhan, mahasiswa angkatan 2012 Fakultas Ilmu Budaya Unmul. (Sumber Ilustrasi: http://hamdiakhsan.blogspot.co.id/2011/06/203-2011-surat-anak-rantau.html?m=1) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/surat-dari-rantau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/loWVO5w7jX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Surat dari Rantau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Mak,<br>Aku di sini menjadi anak rantau, demi membanggakan Mamak yang jauh di pulau</p><p style="text-align: justify;">Mak,<br>Hari ini aku ikut berdemo, Mak. Padahal aku ingat ucapan Mamak tempo lalu<br>&ldquo;Jangan kau ikutan berdemo, Nak. Aku sekolahkan kau biar kau kembali ke pangkuanku, memperbaiki apa yang Mamak inginkan. Kau sudah besar, mana yang baik mana buruk kau tahu&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tapi, Mak. Aku kali ini melanggar, Mak<br>Nasib kota ini berbahaya, Mak. Eh, maksudku negara ini<br>Coba Mak pikir, cabai sudah naik<br>Gula<br>Rokok<br>Bensin<br>Semua ikut naik, Mak<br>Bahkan, rasa rinduku ikut naik pula, rindu akan Mamak di sana</p><p style="text-align: justify;">Mak, hari ini aku ikut berdemo Mak<br>Banyak sekali yang memusuhi kami, Mak. Memusuhi semut-semut kecil<br>Belum kami sampai di sana, Mak, kami sudah dihadang<br>Dihadang sama adik-adik polisi ganteng dan cantik, mau sekali aku merayunya Mak Merayu adik polisi yang cantik, yang memakai kerudung itu<br>Ah, tapi Mak, wajahnya penuh debu, seperti pantat ayam yang tak pernah dibersihkan<br>Jijik sekali aku</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maju selangkah, kami tembak&rdquo;<br>Alamak! Ancamannya ngeri sekali Mak<br>Seperti Mamak yang mengancamku waktu aku menggauli guling dan bantalku dengan liur yang mengalir di sela mulutku, basah tak terhingga<br>Aku mau ditembak Mak! Mau ditembak!<br>Kalau aku tertembak, Mak harus ikhlas ya. Setidaknya aku membanggakan Mamak walau tak terlalu bangga</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;DOR&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sialan! Aku ditembak Mak. Kami ditembak<br>Perih Mak, perih<br>Aduh, Mak, tolong<br>Aku mati, Mak<br>Kami, Mak. Rakyat &nbsp;kecil<br>Tertindas</p><p style="text-align: justify;">Gugur</p><p style="text-align: justify;">Mak&hellip;.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Panji Asuhan, mahasiswa program studi Sastra Indonesia 2012, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meski Kisruh UKT, BEM Farmasi Ingin Hindari Aksi dan Fokus Prestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-kisruh-ukt-bem-farmasi-ingin-hindari-aksi-dan-fokus-prestasi/baca </link>
<guid> meski-kisruh-ukt-bem-farmasi-ingin-hindari-aksi-dan-fokus-prestasi </guid>
<pubDate> Mon, 20 Feb 2017 08:42:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pergerakan BEM Farmasi belakangan jadi sorotan setelah surat penolakan ajuan penurunan UKT turun dari dekan Farmasi. (Foto: Mayang Sari) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-kisruh-ukt-bem-farmasi-ingin-hindari-aksi-dan-fokus-prestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q83CAJHl2V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meski Kisruh UKT, BEM Farmasi Ingin Hindari Aksi dan Fokus Prestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span lang="EN-US">SKETSA &ndash;</span></strong><span lang="EN-US">&nbsp;Pergerakan BEM Farmasi belakangan jadi sorotan setelah surat penolakan ajuan penurunan UKT turun dari dekan Farmasi, Laode Rijal. Gubernur BEM Farmasi 2017, Faqur Rahman mengaku dirinya tak akan bertemu dekan membahas mengenai hal itu tanpa persiapan yang matang.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Sejauh ini, ia cuma berani curi-curi kesempatan. Karena selain menjabat dekan, Laode Rijal juga merupakan dosen pembimbingnya. Pada momen tertentu itulah Faqur berbincang perihal UKT, meskipun hanya sekilas pantas.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Di Farmasi isu UKT memang sensitif bahkan sejak pertama kali diberlakukan. Faqur sebagai orang teratas yang memimpin pergerakan BEM Farmasi, mengatakan ia mantap memilih bergerak lembut dengan cara menuntut transparansi. Keputusan itu lahir dari beragam pertimbangan. Salah satunya karena tak ingin merendahkan derajat fakultas.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Untuk Farmasi cara-cara aksi yang bakar ban itu kami taruh di akhir lah. Kenapa kami pilih transparansi ini biar kami tidak merugikan pihak-pihak lain. Misal kami aksi depan dekanat, yang malu juga dekan. Kalau dekan sebagai pimpinan malu, ya, kami juga harusnya malu. Tapi, bukan berarti aksi begitu tidak kami lakukan. Kami jelas lakukan tapi di waktu yang tepat,&rdquo; ungkapnya.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Faqur juga bakal menggalakkan keikutsertaan lomba bagi mahasiswa Farmasi melalui pengaktifan kembali fungsi UKM. Tak tanggung-tanggung, tiga emas jadi target tahun ini. Hal itu dimaksudkan guna meningkatkan citra positif fakultas, sekaligus ajang pembuktian bahwa mahasiswa tidak sekadar aksi tapi juga berprestasi.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Kalau kita berprestasi, kenapa kita tidak mendapatkan hak kita sebagai mahasiswa? Kalau kita berprestasi tapi tidak mampu, kenapa tidak bisa diturunkan UKT-nya?&rdquo; tukas Faqur.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Fenomena lain dari UKT di Farmasi ialah mahasiswa cuma pasrah dengan keadaan yang ada. Dari wawancara <em>Sketsa</em> bersama Gubernur BEM Farmasi 2016, Dimas Aqil Fikrinda mengatakan kebanyakan mahasiswa hanya menggerutu di belakang untuk kemudian menjalaninya dengan pasrah.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">(Baca:&nbsp;</span><span lang="EN-US"><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/penurunan-ukt-ditolak-bem-farmasi-bertindak/baca)"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/penurunan-ukt-ditolak-bem-farmasi-bertindak/baca)">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/penurunan-ukt-ditolak-bem-farmasi-bertindak/baca)</a></span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Faqur sendiri melihat perlu ada kesadaran dalam diri mahasiswa manakala mengetahui besaran biaya UKT yang mahal. Karena ini erat kaitannya dengan kebutuhan fasilitas penunjang yang juga serba mahal. Bagi Faqur penting untuk mengedukasi mahasiswa soal keselarasan ini.</span><span lang="EN-US">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Dibilang pasrah, saya setengah setuju setengah tidak. Saya juga korban UKT mahal. Tapi ingat, ada orang yang sadar dan ada yang tidak. Menyadari alat-alat lab itu mahal, keterbatasan karyawan dan tenaga pengajar, bahan penunjang, serta gedung kami yang masih menyewa. Kami berjuang dengan edukasi mahasiswa. Mahasiswa harus cerdas. Jangan sampai mau UKT murah tapi fasilitas buruk,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penantian UKT yang Tak Kunjung Usai Buah Pena Anak Bidikmisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/penantian-ukt-yang-tak-kunjung-usai-buah-pena-anak-bidikmisi/baca </link>
<guid> penantian-ukt-yang-tak-kunjung-usai-buah-pena-anak-bidikmisi </guid>
<pubDate> Mon, 20 Feb 2017 10:31:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh ke Nilawati, mahasiswi progran studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/penantian-ukt-yang-tak-kunjung-usai-buah-pena-anak-bidikmisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ckUpjjWusX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penantian UKT yang Tak Kunjung Usai Buah Pena Anak Bidikmisi</h1>
			              </header>
			              <p>Oh UKT</p><p>Mengapa engkau tak kunjung cair</p><p>Beban yang berat telah kupikul</p><p>Hingga ku meneteskan air mata</p><p>Sungguh tak kuat ku menahan semua ini<br><br></p><p>Oh UKT</p><p>Jauh ku tempuh</p><p>Dekat ku raih</p><p>Tak henti mengeluh</p><p>Tak henti mencari</p><p>Berlari tanpa lelahnya</p><p>Tak kunjung ku mendapat pinjaman</p><p>Mandi tak bersih</p><p>Makan tak kenyang</p><p>Tidur tak nyenyak</p><p>Apalah dayaku uang harus di hemat<br><br></p><p>Oh UKT</p><p>Mengertilah perasaan ku</p><p>Hidup ku tergantung dirimu<br><br></p><p>Tapi</p><p>Mengapa engkau seakan membunuhku secara perlahan</p><p>Mengapa engkau menyakiti hatiku secara tidak langsung</p><p>Apakah engkau tak punya hati nurani?<br><br></p><p>Oh UKT</p><p>Jangan kau gantung harapanku</p><p>Jangan kau buang keinginanku</p><p>Jangan kau hancurkan hati yang telah sabar menunggumu</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Ike Nilawati, mahasiswi progran studi Akuntansi</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terbitnya Instruksi Rektor, Larangan Perpeloncoan Kini Jadi Nyata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terbitnya-instruksi-rektor-larangan-perpeloncoan-kini-jadi-nyata/baca </link>
<guid> terbitnya-instruksi-rektor-larangan-perpeloncoan-kini-jadi-nyata </guid>
<pubDate> Tue, 21 Feb 2017 10:07:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melalui sebuah surat, Masjaya menyampaikan sebuah instruksi. Ditujukan khusus kepada seluruh dekan fakultas di lingkungan Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terbitnya-instruksi-rektor-larangan-perpeloncoan-kini-jadi-nyata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YcwASn3HJH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terbitnya Instruksi Rektor, Larangan Perpeloncoan Kini Jadi Nyata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Laporan maba Hukum terkait dugaan perpeloncoan dalam pelaksanaan MPMB dan LK di FH membuahkan hasil. Aduan itu telah ditindaklanjuti Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Ahmad Syaifudin yang dalam pemberitaan <em>Sketsa</em> sebelumnya berjanji segera mengeluarkan instruksi langsung dari rektor perihal masalah ini.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-puas-di-fakultas-maba-hukum-mengadu-ke-rektorat/baca)">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-puas-di-fakultas-maba-hukum-mengadu-ke-rektorat/baca)</a> dan <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilaporkan-pelonco-bem-hukum-siap-dipanggil-rektor/baca)Janji">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilaporkan-pelonco-bem-hukum-siap-dipanggil-rektor/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Janji tersebut rupanya tak sekadar angin lalu. Encik benar mewujudkannya dalam terbitan instruksi rektor terbaru berisi imbauan mengamankan kegiatan kemahasiswaan dan larangan intimidasi maba saat proses pengenalan kampus. Melalui surat edaran Nomor: 19/UN17.19/KM/2017, instruksi itu ditujukan khusus kepada seluruh dekan fakultas di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Oleh rektor, Encik pun diminta lebih jeli melihat kegiatan mahasiswa yang disinyalir mengandung unsur diskriminatif dan kekerasan terhadap mahasiswa. Tak hanya kepada dekan fakultas, Encik juga mengembuskan kabar itu kepada sejumlah mahasiswa dalam agenda rapat lokakarya bersama BEM KM Unmul, DPM KM Unmul, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas pada Jumat (17/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Supaya jangan sampai ini berkembang menjadi masalah yang lebih besar lagi. Oleh karena itu, rektor memberikan instruksi kepada dekan untuk mengamankan kegiatan kemahasiswaan,&rdquo; kata Encik.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Encik, mahasiswa patut memahami bahwa pembentukan karakter dalam pengenalan kampus dan kegiatan kemahasiswaan pada umumnya, bukan melalui jalan kekerasan. Melainkan pemahaman nilai-nilai karakter yang baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak semata-mata dengan tanda kutip dalam bentuk yang &lsquo;keras&rsquo;. Akan tetapi penyampaian yang baik seperti misalnya contoh-contoh perilaku dan suri tauladan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, surat edaran tersebut berisi tiga poin utama. Pertama, melarang adanya kegiatan bermuatan intimidatif, diskriminatif, dan sejenisnya baik bersifat kekerasan (fisik), maupun psikologis terhadap mahasiswa baru/junior Universitas Mulawarman. Kedua, pelanggaran atas larangan tersebut akan mengakibatkan konsekuensi tindakan tegas berupa pemberian sanksi baik pada panitia, peserta, dan pemberi ijin, sesuai aturan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian yang terakhir, dekan bertanggung jawab penuh dan memiliki wewenang untuk mempelajari, menelaah rencana kegiatan/proposal, dan SOP setiap kegiatan kemahasiswaan pada umumnya, memantau dan mengawasi jalannya kegiatan, memberi atau menolak memberi izin kegiatan, serta bertanggungjawab atas keselamatan fisik dan psikis peserta, serta keselamatan aset institusi. <strong><em>(krv/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Turunnya Kuota Maba 2017, La Hasan: Itu Usulan Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/turunnya-kuota-maba-2017-la-hasan-itu-usulan-fakultas/baca </link>
<guid> turunnya-kuota-maba-2017-la-hasan-itu-usulan-fakultas </guid>
<pubDate> Tue, 21 Feb 2017 18:49:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> La Hasan, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Unmul, membenarkan tak ada penambahan kuota maba tahun ini. (Foto: Anisa Nur Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/turunnya-kuota-maba-2017-la-hasan-itu-usulan-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ML8q1nAkQo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Turunnya Kuota Maba 2017, La Hasan: Itu Usulan Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Memasuki tahun ajaran 2017/2018, mahasiswa baru (maba) akan segera tiba. Seperti biasa melalui jalur SNMPTN (nilai rapor sekolah semester 1-5), SBMPTN (ujian tertulis), serta jalur mandiri (ujian tertulis). Ihwal daya tampung maba, tahun ini Unmul sediakan 5331 kursi, turun dari 5509 kursi pada 2016 lalu.</p><p style="text-align: justify;">La Hasan, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Unmul, pun benarkan tak ada penambahan kuota. Menurutnya usulan tersebut datang dari dekan-dekan fakultas, dengan pertimbangan tenaga pengajar (dosen), juga fasilitas.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>belmawa.ristekdikti.go</em>, &nbsp;saat peresmian SNMPTN dan SBMPTN (13/1) lalu, Muhammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) menegaskan, bahwa alokasi SNMPTN dan SBMPTN masing-masing minimal 30 persen, sedangkan untuk mandiri maksimal 30 persen.</p><p style="text-align: justify;">Namun, terang La Hasan kemungkinan bergesernya nilai daya tampung tersebut bisa terjadi. &ldquo;Misalnya kan SNMPTN pengumuman, daftar ulang bersamaan dengan SBM, di situ kita lihat dari SNMPTN berapa yang enggak daftar ulang, kita tambah di SBMPTN kalau enggak bisa nanti di mandiri,&rdquo; jelasnya, pada <em>Sketsa&nbsp;</em>(16/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pun menurut La Hasan, jika tak berhasil lolos dari kuota yang telah disediakan, dapat mengikuti jalur mandiri gelombang kedua. &ldquo;Tapi itu tidak mutlak. Fakultas memohon kepada rektor, karena sampai dengan mandiri kuota belum terpenuhi, maka minta dibuka lagi pendaftaran. Biasanya hanya dua sampai tiga prodi (program studi),&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, jika penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri merupakan hak masing-masing fakultas. &ldquo;Fakultas membuat kajian berdasarkan rasio, ruang, laboratorium, dan lain-lain, itu hak mereka mau mengusulkan atau tidak. Maksimal 30 persen, jadi tidak bisa dipatok. Seperti kedokteran, tidak menerima mandiri,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, bila ditemukan banyak mahasiswa ataupun dosen yang mengeluhkan tentang kondisi kelas yang tak kondusif, lantaran fasilitas pun tenaga kerja yang tak imbang tersebut, semua kembali pada kebijakan fakultas. Selain itu, pada tahun ini Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Fakultas Kedokteran, dua prodinya yakni Matematika dan Kedokteran Gigi akhirnya turut membuka peluang bagi maba melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN.</p><p style="text-align: justify;">Namun, masih ada beberapa prodi yang berstatus SK lokal (belum menerima SK Menteri), sehingga penerimaan mahasiswa hanya dapat melalui jalur mandiri. Prodi tersebut antara lain, Pariwisata dan Bisnis Hospitality (Konsentrasi Ilmu Adminitrasi Bisnis), Pendidikan Komputer (Konsentrasi Pendidikan Matematika), PPKN (Konsentrasi Pendidikan Sejarah), serta D3 Teknik Pertambangan. <strong><em>(adn/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Derai-Derai KKN, UKT Hanya Menunda Kekalahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/derai-derai-kkn-ukt-hanya-menunda-kekalahan/baca </link>
<guid> derai-derai-kkn-ukt-hanya-menunda-kekalahan </guid>
<pubDate> Wed, 22 Feb 2017 09:46:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Waktu pendaftaran KKN terhitung tinggal beberapa pekan namun informasi dari pihak LP2M masih simpang siur dan membuat mahasiswa kebingungan. (Sumber Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/derai-derai-kkn-ukt-hanya-menunda-kekalahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/G7zYGefIE1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Derai-Derai KKN, UKT Hanya Menunda Kekalahan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Waktu pendaftaran KKN terhitung tinggal beberapa pekan namun informasi dari pihak LP2M masih simpang siur. Ketidakjelasan informasi terkait kebijakan-kebijakan baru KKN angkatan 43 ini membuat mahasiswa kebingungan.</p><p style="text-align: justify;">Armin Beni mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2014 yang juga menjabat sebagai Menteri Hubungan Antar Lembaga BEM FISIP 2017, mengakui bahwa informasi KKN Unmul tahun ini masih sangat tak jelas. Informasi yang didapat masih sebatas &ldquo;dari mulut ke mulut, media ke media&rdquo;. Belum ada sosialisasi langsung dari LP2M terkait KKN tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Dalam berita <em>Sketsa&nbsp;</em>sebelumnya, Susilo Ketua LP2M, telah menyatakan KKN tahun ini akan berbayar dengan besaran biaya Rp 350 ribu.<a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan/baca"></a></p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Atas kebijakan itu, Armin menolak setuju. Karena ia menganggap hal itu bertentangan dengan Peraturan Kementerian Pendidikan Tinggi (Permendikti) nomor 22 tahun 2016 tentang biaya operasional per semester pada program studi di Perguruan Tinggi (PT). Di situ disebutkan bahwa PTN dilarang memungut uang pangkal atau pungutan lain selain UKT dari mahasiswa baru program sarjana dan program diploma.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aturannya sudah ada dan aturan tersebut harus kita jalankan. Kalau kita melanggar terus kapan Unmul mau maju. Bukan masalah keberatan atau tidak, cuma kita harus mengikuti aturan yang sudah ada,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dalam Permendikti nomor 39 tahun 2016 pula menjelaskan tentang UKT dan BKT. Di pasal 9 ayat 1b menjelaskan bahwa PTN tidak menanggung biaya mahasiswa di mana salah satunya biaya KKN. Kendati begitu, Armin tetap menanyakan mengapa pendaftaran KKN harus berbayar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oke <em>fair&nbsp;</em>kalau bayar untuk biaya hidup mahasiswa KKN. Tapi, kalau untuk daftar pun harus bayar, kemana uang UKT itu sendiri?&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain KKN yang berbayar, Susilo juga mengatakan tahun ini tiap fakultas wajib menyerahkan langsung KKN kepada LP2M terkecuali Fakultas Kedokteran, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat. Konsekuensi dari kebijakan ini membuat KKN Mandiri dari fakultas salah satunya FISIP ikut dihapuskan. Buntut kebijakan ini memicu terciptanya gerakan mahasiswa FISIP yang menginisiasi sebuah ide untuk membuat petisi agar KKN mandiri fakultas tetap bisa dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada rencana pembuatan petisi agar KKN mandiri di fakultas tetap ada yang diinisasi oleh mahasiswa Administrasi Negara (AN). Kami dari HI Unmul sendiri masih bimbang,&rdquo; kata Armin.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Suryaningsih, mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengaku setuju dengan adanya kebijakan KKN berbayar. Menurutnya, tak masalah. Karena biaya itu untuk kelancaran kegiatan mahasiswa juga. Menabung bisa jadi salah satu jalan menghadapinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau aku sih setuju aja selama jumlah biaya yang harus dibayar mahasiswa untuk KKN itu enggak memberatkan. Karena biaya itu kan dipakai untuk kelancaran KKN mahasiswa itu sendiri. Rp 350 ribu itu sih enggak memberatkan ya, karena sudah ada info kalau jumlah yang harus dibayar itu segitu. Jadi, mahasiswa bisa menabung dari sekarang. Waktu pelaksanaan KKN juga masih lama,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Ningsih, Nada Patricia, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini pun tak keberatan. Sejauh ada peraturan resmi yang mengatur, dara asal Berau itu memilih taat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku sih jalanin aja. Ikutin peraturan lah. Kalau memang peraturannya KKN enggak termasuk UKT, ya berarti enggak ada masalah kalau mesti bayar kan?&rdquo; balasnya melalui pesan LINE. <strong><em>(rrd/aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/peringatan-hari-peduli-sampah-nasional-tahun-2017/baca </link>
<guid> peringatan-hari-peduli-sampah-nasional-tahun-2017 </guid>
<pubDate> Wed, 22 Feb 2017 10:16:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Peduli Sampah Nasional diperingati 21 Februari. (Sumber gambar: icechocolateblog.wordpress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/peringatan-hari-peduli-sampah-nasional-tahun-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Rvqr3U2jiW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Permasalahan sampah mencuat ke permukaan, terutama sejak terjadinya tragedi longsoran sampah di TPA Leuwi Gajah, Cimahi, Jawa Barat pada 21 Februari 2005 yang menyebabkan:</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">141 orang meninggal dan 6 orang terluka</li><li style="text-align: justify;">Pembayaran ganti rugi yang mencapai Rp 65 miliar</li><li style="text-align: justify;">Pembebasan 68 rumah pada lahan 12 hektar di sekitar TPA Leuwi Gajah dengan biaya mencapai Rp 15 miliar</li><li style="text-align: justify;">2 kampung adat hilang dari peta</li></ul><p style="text-align: justify;">Adanya tragedi itu, mendasari diperingatinya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) setiap 21 Februari. <em>Tagline&nbsp;</em>HPSN<em>&nbsp;2017</em> kali ini ialah &ldquo;Nenek Moyang Ku Orang Pelaut, Bukan Pembuang Sampah ke Laut&rdquo;. <em>Tagline itu&nbsp;</em>dilatarbelakangi dari hasil penelitian Jambeck, Jena R., et. al 2015 yang berjudul &ldquo;<em>Plastic Waste Inputs From Land Into the Ocean</em>&rdquo; yang menyatakan potensi sampah plastik di lautan Indonesia mencapai 187,2 juta ton/tahun. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah Cina. Tentunya, mendapat perhatian public, khususnya di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sampah merupakan permasalahan nasional, yang mesti dihadapi setiap wilayah kabupaten atau kota di Indonesia, seperti halnya ibukota Kaltim, Samarinda. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Samarinda melansir, tahun 2015 lalu rata-rata per hari warga Kota Tepian bisa menghasilkan sampah 784 ton. Sebagian besar sampah yang dihasilkan itu berupa sampah plastik, disusul perabotan rumah tangga seperti kompor dan kasur. Bahkan, tidak sedikit sampah berupa peralatan bengkel, contohnya ban bekas.</p><p style="text-align: justify;">Sering sekali kita melihat sampah berserakan di Samarinda, baik itu yang ada di darat maupun di perairan, seperti di Sungai Mahakam, bahkan Sungai Karang Mumus (SKM) yang dekat dengan pemukiman warga. Selain penuh sampah, air di SKM juga berbau dan warnanya bukan hanya kecokelatan, kian hari SKM kian menghitam.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut diakibatkan dari kebiasaan warga yang masih belum sadar untuk membuang sampah sesuai dengan prosedur dan bahaya sampah yang mencemari lingkungan bagi kesehatan masyarakat. Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai atau pembuangan sampah yang tidak terkontrol merupakan tempat yang cocok bagi mikroorganisme. Pun menjadi tempat berkembangbiak bagi berbagai binatang seperti lalat, tikus dan nyamuk yang tentu dapat menimbulkan penyakit.</p><p style="text-align: justify;">Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan sampah adalah sebagai berikut:</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.</li><li style="text-align: justify;">Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).</li><li style="text-align: justify;">Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.</li></ul><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan peraturan yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Rumah Tangga dan juga Peraturan Walikota Samarinda No 2 Tahun 2011 dalam BAB Larangan Pasal 38 yaitu:</p><p style="text-align: justify;">Setiap orang atau pemilik/penghuni bangunan dilarang:</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Membuang, menumpuk, menyimpan sampah atau bangkai binatang di jalan, jalur hijau, taman, sungai, saluran fasilitas umum, dan tempat lainnya yang sejenis</li><li style="text-align: justify;">Membuang sampah atau kotoran lainnya dari atas kendaraan</li><li style="text-align: justify;">Membuang kotoran dan atau bangkai binatang ke TPS dan sekitarnya serta fasilitas umum;</li><li style="text-align: justify;">Membuang sampah ke TPS dengan menggunakan kendaraan bermotor, yang volumenya lebih dari 1 (satu) meter kubik</li><li style="text-align: justify;">Membakar sampah di jalan, jalur hijau, taman dan tempat-tempat umum lainnya</li><li style="text-align: justify;">Buang air besar (hajat besar) dan buang air kecil (hajat kecil) di jalan, jalur hijau, taman, sungai, saluran dan tempat umum</li><li style="text-align: justify;">Mengeruk atau mengais sampah di TPS, kecuali oleh petugas untuk kepentingan dinas</li><li style="text-align: justify;">Membuang sampah di TPS pada jam 06.00 &mdash; 18.00 Wita</li><li style="text-align: justify;">Membakar sampah dan kotoran lainnya di dalam TPS dan di sekitar TPS;</li><li style="text-align: justify;">Membuang sampah klinis dan limbah B 3 lainnya ke TPS</li></ul><p style="text-align: justify;">Dan juga Pasal 39 yaitu:</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Siapa pun dilarang membuang sampah dijalan umum, tempat-tempat umum, selokan-selokan, sungai ataupun tempat-tempat lain yang bukan tempat untuk membuang sampah.</li><li style="text-align: justify;">Siapa pun dilarang membuang sisa material bangunan atau pun barang-barang sejenis lainnya ke dalam tempat sampah, tempat penumpukan sampah, jalan umum, tempat-tempat umum, selokan-selokan sungai, kecuali ke lokasi pembuangan akhir.</li></ul><p style="text-align: justify;">Maka diharapkan kepada masyarakat untuk:</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Sadar dan mengikuti peraturan terkait pengelolaan sampah guna mengatasi permasalahan sampah yang ada di Indonesia, khususnya di wilayah Samarinda.</li><li style="text-align: justify;">Turut melaksanakan program/gerakan 3R (Reuse, Reduce, Recycle).</li><li style="text-align: justify;">Lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan</li><li style="text-align: justify;">Mengurangi, memilah, dan meletakkan sampah pada tempatnya.</li><li style="text-align: justify;">Mengelola sampah secara bertanggung jawab</li><li style="text-align: justify;">Aktif berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sampah yang diselenggarkan oleh Pemerintah</li></ul><p style="text-align: justify;">Dan juga menuntut pemerintah untuk:</p><ul type="disc"><li style="text-align: justify;">Lebih memantau masyarakat dalam pengelolaan sampah dan memberikan pemahaman serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang baik dan benar, yang sesuai dalam BAB Pembinaan Pasal 37 Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.</li><li style="text-align: justify;">Melaksanakan tugas pemerintah daerah kota samarinda yang sesuai dalam BAB V Tugas Dan Wewenang Pasal 23 dan 24 Peraturan Walikota Samarinda No 02 Tahun 2011.</li><li style="text-align: justify;">Serta memberi sanksi tegas bagi masyarakat yang melanggar peraturan (seperti membuang sampah tidak pada tempatnya)</li></ul><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em>BEM FKM UNMUL 2017,</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Aksi Muda Untuk &nbsp;Indonesia</em></p><p style="text-align: justify;"><em>KABINET ASA</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Kementerian Advokasi &nbsp;Dan Kajian Strategis</em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Informasi KKN 43 Belum Jelas, Susilo: Sabar, Ya! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/informasi-kkn-43-belum-jelas-susilo-sabar-ya/baca </link>
<guid> informasi-kkn-43-belum-jelas-susilo-sabar-ya </guid>
<pubDate> Thu, 23 Feb 2017 09:44:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua LP2M, Susilo memilih enggan memberi komentar terkait simpang siurnya informasi KKN 43. Ia minta mahasiswa bersabar dan mempercayakan informasi KKN 43 kepada BEM KM Unmul. (Sumber foto: kaltim.procal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/informasi-kkn-43-belum-jelas-susilo-sabar-ya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zeE28cfWZA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Informasi KKN 43 Belum Jelas, Susilo: Sabar, Ya!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Air muka KKN 43 masih keruh. Informasi yang beredar masih membingungkan dan belum utuh. Meski begitu, sejumlah mahasiswa tak tinggal diam menanti kabar. Banyak dari mereka melakukan serangkaian persiapan, salah satunya dengan membentuk kelompok KKN sejak sekarang. Grup-grup daerah turut dibuat. Tak cukup itu, demi memperoleh titik terang mereka juga menyambangi kantor LP2M Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi <em>Sketsa</em>, Ketua LP2M Susilo memilih enggan memberi komentar. Ia cuma minta mahasiswa bersabar dan mempercayakan informasi KKN 43 kepada BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jumat saya ketemu BEM untuk rapat hal itu (KKN). Sabar, ya. Nanti dari BEM pasti dijelaskan setuntas-tuntasnya. Nanti saja jika sudah selesai semua dengan BEM baru bertemu saya di kantor, minggu depan,&rdquo; balasnya singkat melalui pesan <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, BEM KM Unmul sebagai pihak yang bermitra dengan LP2M sudah mulai menyebar info KKN. Mereka menyampaikannya melalui teks di akun media sosial dan sempat melakukan siaran langsung seputar KKN di Instagram pada Selasa (21/2).</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan rilis yang disebar BEM KM Unmul itu, syarat mahasiswa mengikuti KKN adalah telah menempuh 110 SKS. Sedangkan pendaftaran KKN akan dibuka Maret. Untuk kegiatan pembekalan, pelepasan, pelaksanaan, dan implementasi program digelar Juni sampai Agustus. Seperti dimuat dalam pemberitaan <em>Sketsa</em> sebelumnya, KKN tahun ini akan diikuti sebanyak 4000 mahasiswa dan berbayar untuk segala jenis KKN yang diambil.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-berbayar-susilo-kami-tidak-langgar-aturan/baca</a><br>Baca juga: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/derai-derai-kkn-ukt-hanya-menunda-kekalahan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/derai-derai-kkn-ukt-hanya-menunda-kekalahan/baca</a></p><p style="text-align: justify;">KKN 43 tetap akan dibagi dua jenis. Pertama, KKN yang diselenggarakan oleh LP2M Unmul meliputi di antaranya KKN Reguler Mandiri, KKN Mandiri (Profesi/ Tematik/Instansi), dan KKN Penyamarataan Kegiatan Sosial/Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Lalu yang kedua, KKN yang bermitra dengan LP2M Unmul di antaranya KKN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PERA), KKN Revolusi Mental (RM), KKN Kebangsaan, dan KKN Desa Sejahtera Mandiri.</p><p style="text-align: justify;">Di kalangan mahasiswa sempat beredar omong-omong yang mengatakan tak ada pilihan untuk KKN Reguler tahun ini. Tetapi, kabar itu cepat dibantah lewat informasi yang menyatakan KKN Reguler akan tetap ada dan cuma sedikit berganti nama menjadi KKN Reguler Mandiri.</p><p style="text-align: justify;">Sistemnya pun tetap sama seperti tahun sebelumnya. Pendaftaran dilakukan melalui portal Unmul dan pesertanya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas tanpa batasan kedekatan disiplin ilmu. Kelompok terdiri atas 7-10 orang yang dibentuk dari tiga fakultas berbeda. Semua itu dipilih secara acak. Dan mahasiswa yang mengambil KKN jenis ini hanya bisa memilih kota atau kabupaten, tidak untuk desa atau kelurahan.</p><p style="text-align: justify;">Yang jadi pembeda KKN Reguler Mandiri akan dipungut biaya Rp 350 ribu. Biaya itu belum termasuk dana transportasi menuju lokasi KKN. Sementara untuk pembiayaan posko KKN, tidak sama rata untuk tiap daerah. Ada daerah yang menyediakan posko gratis dan ada yang tidak.</p><p style="text-align: justify;">Lalu ada KKN Mandiri (Profesi/Tematik/Instansi), sesuai istilahnya KKN ini dilakukan mahasiswa di instansi dan menyesuaikan program yang diharapkan instansi bersangkutan. Mahasiwa sebelumnya perlu mengajukan proposal dan mengonfirmasi instansi yang hendak dituju. Adapun, hingga saat ini konsepnya masih sedang dalam proses perumusan oleh pihak LP2M Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ada lagi KKN jenis Penyetaraan PKM. KKN jenis ini dikhususkan kepada mahasiswa berprestasi yang lolos seleksi PKM sehingga dinyatakan bebas KKN. Tak cuma itu, KKN ini juga diberikan Unmul lewat beberapa jalur. Di antaranya jalur prestasi nasional, pertukaran mahasiswa ke luar negeri, mitra kerja sama Unmul dengan kementerian atau lembaga eksternal (KKN Desa Sejahtera Mandiri dan KKN Kebangsaan), dan terakhir jalur kegiatan sosial masyarakat. Jalur ini pun sama, sedang dalam tahap perumusan.</p><p style="text-align: justify;">Lalu untuk KKN yang diselenggarakan oleh pihak yang bekerja sama dengan Unmul, ada KKN PU PERA dan KKN RM. KKN PU PERA bertujuan menunjang program keberlanjutan pembangunan infrasturktur pemukiman. Sementara KKN RM adalah KKN yang menyelenggarakan program revolusi mental sebagai cita-cita pemerintahan Presiden Joko Widodo.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, empat ribuan mahasiswa calon peserta KKN tetap masih meragu. Lebih-lebih adanya kebijakan berbayar yang diterapkan LP2M Unmul pun turut menimbulkan keresahan sekaligus perdebatan. Mahasiswa diuji dan cuma diimbau bersabar. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Mutualisme Antara FKTI dan FMIPA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-mutualisme-antara-fkti-dan-fmipa/baca </link>
<guid> menilik-mutualisme-antara-fkti-dan-fmipa </guid>
<pubDate> Thu, 23 Feb 2017 10:10:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah dibesarkan selama nyaris 12 tahun, program studi Ilmu Komputer menyatakan pergi meninggalkan rumah lamanya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). (Sumber foto: twitter.com/bemgftikunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-mutualisme-antara-fkti-dan-fmipa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XKeNBsJas7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Mutualisme Antara FKTI dan FMIPA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Saat itu medio 2016 ketika program studi Ilmu Komputer menyatakan pergi meninggalkan rumah lamanya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Ia pergi setelah dibesarkan selama nyaris 12 tahun. Hari kelahirannya ditandai dengan izin dari &nbsp;Dirjen Dikti No. 3806/D/T/2004 pada tanggal 21 September 2004.</p><p style="text-align: justify;">Prodi Ilmu Komputer keluar untuk bergabung dengan Fakultas Teknologi, Informasi dan Komunikasi (FTIK). Afiliasi ini melahirkan fakultas baru yang kini dikenal dengan nama Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI). Meski sempat menuai protes mahasiswa, FKTI nyatanya tetap diwujudkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pikir tidak perlu dijadikan masalah. Ini juga demi pengembangan, kemajuan, dan idealitas Unmul sebagai salah satu universitas terbesar,&rdquo; kata rektor Masjaya dalam sambutannya ketika hendak melantik Nataniel Dengen, Dekan FKTI yang saat itu baru terpilih.</p><p style="text-align: justify;">Nataniel Dengen merupakan sosok dekan pertama untuk fakultas dengan nama baru FKTI. Nataniel memang memiliki cerita yang lumayan intim dengan Ilmu Komputer sejak pertama kali dibentuk di FMIPA. Pada 2002 hingga 2005 ia termasuk di antara pendiri pertama prodi ini. Di masa itu ia menjabat sebagai sekretaris prodi, dengan Fahrul Agus sebagai ketua prodi. Pada periode berikutnya, 2005 sampai 2008 terjadi perubahan posisi, giliran Nataniel menjabat ketua prodi dan Fahrul Agus didapuk sebagai sekretaris.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan berakhir masa jabatan Nataniel Dengen dilanjutkan oleh Ibu Ramadiani, M.Si., M.Kom., tahun 2008-2011 yang mana melakukan proses Akreditasi pertama program studi, pada tahun 2011 masa jabatan Ramadiani berakhir dan dilanjutkan Bpk Hamdani, ST., M.Cs. mulai periode 2011-2015.&rdquo; Demikian tulisan dalam profil Ilmu Komputer yang sampai saat ini masih menggunakan laman di bawah naungan FMIPA itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Potensi Sengketa Ruangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Semester ganjil tahun ajaran 2016/2017 telah rampung, sedang semester genap mulai memasuki pekan keempatnya. FKTI sebagaimana juga fakultas lain di Unmul, memiliki masalah cukup serius dengan ketersediaan ruangan. Perbandingan jumlah ruangan dan total mahasiswa agak jungkang.</p><p style="text-align: justify;">Selain Ilmu Komputer, FKTI masih memiliki prodi lain yakni Teknik Informatika. Untuk tiap angkatan Teknik Informatika mempunyai tiga kelas. Sementara Ilmu Komputer hanya satu kelas dengan kisaran minimal 40-50 mahasiswa dalam satu kelas. Semester ini mahasiswa FKTI yang masih rutin kuliah, tak dihitung yang mengulang, adalah angkatan 2014, 2015, dan 2016 (angkatan 2013 mulai diproyeksikan untuk berkutat dengan tugas akhir). Dari dua prodi dan tiga angkatan itu, FKTI cuma punya enam ruang kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Nataniel Dengen, orang nomor satu di FKTI, mengakui adanya permasalahan terkait hal ini. Di semester ganjil kemarin masalah itu sedikit bisa teratasi lewat jalinan kerja sama dengan FMIPA. Kerja sama itu tertuang dalam Rancangan Petunjuk Teknis saat perumusan awal FKTI. Tertulis FKTI diperkenankan memakai ruang kelas di FMIPA untuk kegiatan perkuliahan mahasiswa Ilmu Komputer.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang (semester genap) ruang kuliah kita, boleh dikata sudah cukup dalam arti pas. Jadi kita jadwalkan kuliah di sini semuanya. Untuk sementara ini cukup, enggak tahu semester depan,&rdquo; kata Nataniel saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>di ruangannya, Jumat (17/2).</p><p style="text-align: justify;">Semester depan yang dirujuk Nataniel adalah masa penerimaan mahasiswa baru. Jumlah mahasiswa FKTI dipastikan kembali akan bertambah, sedang ruang kelas tampaknya tak akan demikian. Sebab, cetak biru gedung FKTI yang termasuk dalam proyek Unmul dari dana hibah <em>Islamic Development Bank&nbsp;</em>(IDB) saja baru akan dimulai September dan dicanangkan selesai pada 2019.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kata lain, persoalan ruangan tampaknya masih akan membelit FKTI setidaknya hingga pembangunan gedung baru itu rampung. &ldquo;Ada petunjuk teknis. Jadi, sepanjang gedung baru itu belum selesai, Ilmu Komputer masih boleh menggunakan (ruangan di FMIPA). Tidak disebutkan secara spesifik satu tahun, tetapi sampai pembangunan gedungnya selesai. Saya kira saat ini komunikasi saya dengan pak dekan FMIPA baik-baik saja,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, memasuki tahun 2017 rektorat sudah mengetuk palu Rancangan Bisnis Anggaran (RBA) untuk prodi Ilmu Komputer sepenuhnya sudah dipegang FKTI. Di mana tahun 2016 kemarin, RBA ini masih dipercayakan ke FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mulai Maret 2016 dana dari Ilkom ke FMIPA sudah tidak ada, tapi kami masih melayani sampai selesai di tahun 2016,&rdquo; kata Idris Mandang, Dekan FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Rancangan Petunjuk Teknis antara FKTI dan FMIPA, tercantum di bagian I membahas mengenai keuangan. Pada butir 2 disebutkan FMIPA berhak mendapatkan porsi dana sebesar 30% Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), sedang 70% sisanya jadi milik FKTI. Butir ini bersinggungan dengan isi konsiderans sebelumnya di bagian H tentang sarana dan prasarana. Di butir 3 tertulis sarana dan prasarana Ilmu Komputer bisa digunakan di bawah koordinasi FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, kata Idris, jumlah 30% yang merupakan kesepakatan itu tak masuk di PNBP FMIPA 2017. Dana 30% itu harus. Karena akan digunakan untuk perawatan ruangan dan pemakaian lab, jika Ilmu Komputer memakai ruangan di FMIPA. Idris mengatakan pada tahun 2016 dan tahun sebelumnya, total dana yang diberikan ke Ilmu Komputer mencapai Rp 800 juta. Ia mengaku tak tahu apakah tahun ini jumlah yang diterima masih sama atau tidak, karena urusannya sudah jadi ranah FKTI. &nbsp;Tetapi tetap jumlah 30% itu perlu ada, sebab jika tidak, maka Idris menolak ruang kelasnya dipakai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak akan melayani (peminjaman ruangan) kalau tidak ada 30%,&rdquo; katanya. &ldquo;Kalau mau kuliah di sini, kami <em>no problem,</em> tapi bantulah kami dari sisi operasional,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, FMIPA sejauh ini termasuk di antara fakultas yang sejahtera soal ketersediaan ruangan. Cuma itu, tanpa 30% dari FKTI, permintaan peminjaman ruangan di FMIPA pada semester genap nanti berpotensi untuk ditolak. Bukan tak mungkin terjadi sengketa. Idris tak mau peduli, ia menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada FKTI. <strong><em>(wal/rrd/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pancaroba Tiba, Jaga Kesehatan Agar Tetap Prima </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/pancaroba-tiba-jaga-kesehatan-agar-tetap-prima/baca </link>
<guid> pancaroba-tiba-jaga-kesehatan-agar-tetap-prima </guid>
<pubDate> Fri, 24 Feb 2017 08:50:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memasuki musim pancaroba, mengakibatkan perubahan cuaca yang cukup ekstrem. Sehingga tak jarang berdampak pada kekebalan sistem imun tubuh. (Sumber ilustrasi: vitabumin.wordpress) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/pancaroba-tiba-jaga-kesehatan-agar-tetap-prima/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pjOCwTFJDU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pancaroba Tiba, Jaga Kesehatan Agar Tetap Prima</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tak terasa sudah jelang akhir Februari. Berbagai kondisi cuaca memasuki tahun 2017 telah dilewati. Perubahan cuaca cukup ekstrem pun tak jarang terjadi. Kondisi cuaca panas, lalu berubah hujan deras seketika mewarnai aktivitas sehari-hari. Hal ini yang biasa dikenal sebagai musim pancaroba.</p><p style="text-align: justify;">Musim pancaroba merupakan peralihan antara musim hujan dan musim kemarau pun sebaliknya, biasanya pada bulan Maret-April dan Oktober-Desember. Kini bumi bergejolak, siklus musiman kadang tak sesuai. Musim pancaroba ditandai dengan kondisi cuaca tak menentu, udara terasa panas, hujan datang tiba-tiba dalam waktu singkat, serta arah angin yang tidak teratur.</p><p style="text-align: justify;">Seperti sudah menjadi langganan, banyak yang terserang penyakit ketika pancaroba tiba. Cuaca lembab dan hangat akibat hujan yang datang bergantian, menuntut tubuh untuk menyesuaikan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyakit) berkurang. Kondisi ini pun digemari virus dan bakteri untuk lebih berkembang biak. Maka tak heran, banyak yang jatuh sakit di musim ini, ketimbang di musim lain yang cenderung stabil temperaturnya. Adapun, penyakit yang dapat menyebar pesat di musim ini, mulai dari demam, flu, batuk, diare, hingga demam berdarah.</p><p style="text-align: justify;">Bicara soal pancaroba dan dampaknya yang dialami semua orang, khususnya bagi mahasiswa rantau atau pun yang jauh dari rumah. Mahasiswa macam ini dituntut mandiri, juga mesti pandai jaga diri. Dua mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Bekti Vidyaharjo dan Bella Sapriliani berikan sedikit tipsnya. Bekti misalnya, di tengah padatnya kuliah menyempatkan untuk berolahraga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti jalan pagi, juga konsumsi vitamin c untuk kekebalan tubuh,&rdquo; ucap pria asal Tenggarong ini.</p><p style="text-align: justify;">Bila tubuhnya merasa tak sehat di kala kuliah, Bekti mengatakan tetap berpikir positif. &ldquo;Soalnya dengan <em>think positive,</em> tanpa sadar kita sudah memberikan sugesti ke tubuh kita supaya cepat sembuh,&rdquo; tambah mahasiswa Biologi 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain Bella gadis asal Bontang ini, mengatakan jangan terlalu sering mengonsumsi <em>junk food,</em> lantaran murah dan cepat. Menurutnya, selain kurangnya nutrisi yang didapat juga tak baik untuk kesehatan, terlebih bagi mahasiswa yang memiliki padatnya aktivitas. Setidaknya, mengonsumsi buah-buahan agar ada asupan nutrisi yang masuk.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak usah mahal, pisang sudah cukup,&rdquo; ucap mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris 2013 ini.</p><p style="text-align: justify;">Bicara soal penyakit langganan di musim pancaroba, menurut Bella tentu bukan hanya jaga kesehatan, jaga kebersihan juga patut diperhatikan. Misal dengan menumpuk pakaian kotor, namun tak kunjung dicuci. Hal ini bisa menimbulkan bakteri dan kuman berkembang biak.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian yang dilakukan Departemen<em>&nbsp;Microbiology &amp; Immunology&nbsp;</em>Universitas New York menunjukkan bahwa kuman dan bakteri yang menempel pada pakaian dapat bertahan hidup selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu,<em>&nbsp;Sketsa&nbsp;</em>juga menghimpun beberapa tips menjaga kesehatan, agar kamu, khususnya anak rantau dan jauh dari rumah, tak mudah terserang penyakit di musim pancaroba ini. Mencegah lebih baik kan?</p><p style="text-align: justify;">Pertama, jangan sampai dehidrasi. Dehidrasi, ialah kehilangan cairan tubuh pun cairan yang masuk dalam tubuh tak sebanding. Akibatnya, jika dibiarkan dapat berdampak buruk pada performa kamu. Mulai dari sakit kepala, pusing, letih, lesu, bibir kering dan pecah, tak fokus, hingga mudahnya berhalusinasi. Sehari, semestinya kamu meminum air dua liter atau setara delapan gelas air. Jangan tunggu haus, baru minum ya!</p><p style="text-align: justify;">Kedua, batasi minum konsumsi kafein. Sebagian orang tak tahu atau cuek jika mereka terlalu banyak mengonsumsi kafein. Selain kopi, kafein juga terkandung dalam minuman cola,<em>&nbsp;softdrink</em>, cokelat, minuman berenergi, dan beralkohol. Nah ini juga berkaitan dengan dehidrasi ya, ketika kamu dehidrasi, tidak dianjurkan untuk meminum minuman yang mengandung kafein.</p><p style="text-align: justify;">Menurut, Franz H. Messerli, MD, seorang profesor kedokteran klinis di Columbia University di New York City, kafein merupakan diuretik ringan. Sifat ini membuat kamu, untuk merasa harus buang air kecil. Otomatis, semakin sering buang air kecil, semakin kehilangan cairan tubuh serta semakin sedikit nutrisi yang dapat diserap tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, tidur dan istirahat yang cukup. Tugasmu menumpuk, lantas kamu mengabaikan peringatan tubuhmu yang sudah mulai lelah? Usahakan atur waktu mengerjakan tugas dan luangkan waktu untuk rehat sejenak. Kualitas tidur yang baik minimal 6 jam dan kurangi tidur larut malam atau bahkan hingga pagi menjelang. Selain itu, kualitas tidur yang baik dapat membantu mendorong regenerasi sel-sel tubuh dan jaringan, serta mempengaruhi stamina dan kesiapan tubuh dalam melakukan aktivitas esok hari.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu sedikit tips dari <em>Sketsa</em>, bukan hanya saat musim pancaroba <em>loh</em>, karena sakit tak mengenal tempat juga waktu yang tepat. Asal jaga kesehatan dengan tepat, dan terhindar dari sakit, semoga bermanfaat! <strong><em>(asr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Perwajahan Baru Unmul dari IDB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-perwajahan-baru-unmul-dari-idb/baca </link>
<guid> menanti-perwajahan-baru-unmul-dari-idb </guid>
<pubDate> Fri, 24 Feb 2017 10:07:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perencanaan pembangunan fisik Unmul dari hibah dana Islamic Development Bank (IDB) memasuki tahap rekrutmen konsultan pengawas. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-perwajahan-baru-unmul-dari-idb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C714j8LufQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Perwajahan Baru Unmul dari IDB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Perencanaan pembangunan fisik Unmul dari hibah dana <em>Islamic Development Bank&nbsp;</em>(IDB) memasuki tahap rekrutmen konsultan pengawas. Perencanaan telah ada sejak 2016, memasuki September tahun ini proyek <em>masterplan</em> ditargetkan akan jalan. Sebelum diupayakan rampung pada 2019.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahapan pembangunan proyek itu ditargetkan tiga tahun selesai. Karena uangnya ini dari <em>Islamic Development Bank</em> dari Arab Saudi yang pasti ada tahapannya. Beruntungnya Unmul menjadi salah satu dari empat Universitas yang mendapatkan hibah IDB ini,&rdquo; kata Bohari Yusuf Wakil Rektor IV, Bagian Pengembangan dan Kerjasama Unmul kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Menurut rencana, ada tujuh pembangunan yang segera didirikan di lahan Unmul. Di antaranya ICT Center, Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI), Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, Integrated Laboratory, Outdoor Learning Space, dan Science Learning Center. Bohari menjelaskan bangunan-bangunan itu sudah ditentukan titik letaknya. Seperti ICT Center dan FKTI akan berada di antara Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/d28e8c7f07b0e68e634b48898a8d2388adfd7396.jpg?1487857693" style="width: 695px;" alt="Gedung Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI)"></p><p style="text-align: justify;">Untuk pembangunan ini Unmul mempunyai dana sebesar 51 juta dollar AS. Yang dihimpun tak hanya dari IDB saja, tetapi juga APBN sebagai dana pendamping. &ldquo;Total sumbernya itu ada IDB, APBN, dan juga ada dari kita sedikit. Jadi, total semuanya itu ada 51 juta dollar. Silahkan dihitung sendiri tergantung kurs,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/9319fe0667dd0e057df851f8d4a75f2f7339623d.jpg?1487857990" style="width: 694px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Tak cuma pembangunan secara fisik, Unmul juga akan mengembangkan pembangunan non fisik. Perincian non fisik ini &nbsp;termasuk di dalamnya pembelian bahan-bahan pembangunan, alat-alat serta fasilitas pendukung penelitian dan pembelajaran, <em>training</em> dosen keluar negeri, menyekolahkan dosen, penelitian dosen, hingga kurikulum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/3c69b9633dfbac09cc0f068e417ee1bccb43c378.jpg?1487858057" style="width: 694px;"></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terdapat 22 kuota untuk dosen keluar negeri, dan 100 orang yang mengikuti <em>training</em>. Kemudian ada <em>training</em> luar negeri, ada kurikulum, serta riset ada dua macam, yaitu riset konsorsium dan riset lain yang ada di sini dengan dosen-dosen di sini. Ya, ini tinggal dilaksanakan, perencanaannya telah selesai barulah tender di Jakarta, lalu tender konstruksi setelah itu dibangun, dan beli alatnya semuanya,&rdquo; kata Bohari.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/7a09264ea94d2ca812ea7073bdee56d0768cfded.jpg?1487858138" style="width: 701px;"></p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya apa keuntungan proyek IDB bagi Unmul, Bohari menjawab dengan optimis bahwa kini Unmul tak lagi kalah dari universitas ternama di luar. Sebab, tak hanya fasilitas dan infrastrukturnya yang akan unggul, tetapi dari segi kajian riset dan penelitian pun Unmul bisa memberikan yang terbaik. <strong><em>(myg/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lakukan Konsolidasi, BEM KM Unmul Keluhkan Kinerja LP2M </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lakukan-konsolidasi-bem-km-unmul-keluhkan-kinerja-lp2m/baca </link>
<guid> lakukan-konsolidasi-bem-km-unmul-keluhkan-kinerja-lp2m </guid>
<pubDate> Fri, 24 Feb 2017 10:34:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat undangan rapat koordinasi KKN 43 yang dikirimkan LP2M Unmul yang ditujukan kepada BEM di lingkungan Unmul, audiensi akan dilaksanakan pukul 14.00 Wita di Gedung LP2M Unmul lantai 3.(Sumber foto: Rahman Dwi Saputra) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lakukan-konsolidasi-bem-km-unmul-keluhkan-kinerja-lp2m/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3Ih79lClI4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lakukan Konsolidasi, BEM KM Unmul Keluhkan Kinerja LP2M</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Abu-abu KKN 43 tampaknya akan segera menemukan titik terang. Besok, Jumat (24/2), BEM KM Unmul bersama BEM fakultas yang terhimpun dalam Jaringan Advokasi Mulawarman rencananya akan menggelar audiensi bersama LP2M Unmul. Untuk mempersiapkan hal itu, petang tadi, Jaringan Advokasi Mulawarman melakukan konsolidasi agar mantap bertatap LP2M esok hari.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan surat undangan rapat koordinasi KKN 43 yang dikirimkan LP2M Unmul dan ditujukan kepada BEM di lingkungan Unmul, audiensi akan dilaksanakan pukul 14.00 Wita di Gedung LP2M Unmul lantai 3. Undangan itu diakhiri tanda tangan Ketua LP2M Susilo dan ditembuskan kepada Wakil Rektor I sebagai laporan.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di pelataran Gedung Student Center, konsolidasi dimulai pukul 16.00 Wita. Melingkar, konsolidasi dilakukan untuk menjawab keresahan BEM fakultas yang mengeluhkan keruhnya informasi KKN 43. Tak cuma itu, konsolidasi juga diharapkan mampu menyatukan pandangan dalam penyampaian aspirasi. Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul Indra Cahya Pramukti menyebut kisruh KKN ini bukan hanya masalah BEM KM Unmul saja, tetapi masalah bersama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsolidasi dan audiensi besok itu berangkat dari isu-isu yang meresahkan dan kesimpangsiuran info perihal KKN. Seperti ketidakjelasan jenis-jenis KKN, transparansi administrasi Rp 350 ribu. Itu semua belum ada. Kementerian Adkesma menginisiasi BEM fakultas untuk mengawal isu ini,&rdquo; terangnya saat ditemui usai konsolidasi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, poin-poin konsolidasi yang dirumuskan ada lima. Pertama, meminta kejelasan dari LP2M Unmul tentang variabel komponen yang termasuk dalam besaran Rp 350 ribu selain asuransi. Kedua, meminta&nbsp;kejelasan tentang pembagian kerja antara LP2M dengan BEM KM Unmul. Seperti diketahui, BEM KM Unmul tahun ini dipercaya sebagai perpanjangan lidah LP2M Unmul dalam hal penyampaian informasi KKN kepada mahasiswa. Hal itu ia keluhkan, buat Indra LP2M tak seharusnya berlaku demikian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini LP2M melimpahkan kerja yang mestinya dikerjakan mereka itu kepada BEM KM Unmul. Seharusnya, mereka yang merumuskan dan mencanangkan programnya itu hingga benar-benar terkonsep dengan baik, bukan melimpahkan ke kita kemudian kita yang godok. Bukan seperti itu. BEM itu hanya mengawal, menginformasikan, dan menyosialisasikan serta mencerdaskan mahasiswa. Makanya perlu ditegaskan juga ke LP2M Unmul itu ranah kerjanya itu seperti apa,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian poin ketiga, meminta kejelasan kuota masing-masing jenis KKN. Maksudnya, empat ribu mahasiswa calon peserta KKN itu mesti jelas penempatannya. Lalu, meminta data fakultas mana saja yang melimpahkan KKN-nya ke LP2M Unmul. Sedangkan poin terakhir, Jaringan Advokasi Mulawarman menyatakan menolak adanya KKN Kegiatan Sosial Penyetaraan. Lagi-lagi disebabkan ihwal pembagian ranah kerja dan ketidakmampuan LP2M merumuskan konsep KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak mau merumuskan, karena memang bukan ranahnya kami. Kami hanya mengawal. Kemarin LP2M sempat minta begitu. LP2M itu masih belum bisa merumuskan konsep KKN ini akan seperti apa. Mereka banyak yang ditawarkan kementerian, cuma mereka lupa dengan konsep awal mereka sendiri. Padahal info dari mereka itu sudah ke mana-mana,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain lima poin utama, Jaringan Advokasi Mulawarman juga akan menagih SOP untuk setiap jenis KKN. Tak cukup sampai di situ, uang administrasi Rp 350 ribu pun akan mereka perjuangkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami upayakan Rp 350 ribu itu untuk diturunkan kalau bisa dihapuskan. Karena angkatan 2014 itu masih merasakan variabel UKT yang sudah termasuk KKN. Masih kena rasanya dengan Permendikbud tahun 2013. Mereka dilahirkan dari Permendikbud. Kami akan tegaskan juga Permendikti ini untuk ditinjau ulang,&rdquo; jelas Indra.</p><p style="text-align: justify;">Konsolidasi petang tadi dihadiri BEM KM Unmul, BEM FKM, FMIPA, FIB, FEB, LEM SYLVA, FKTI, Faperta, dan FISIP. Terkait langkah selanjutnya, dikatakan Indra pihaknya akan menunggu beberapa hari setelah audiensi. Ia menargetkan sebelum Maret mahasiswa sudah bisa merasa puas atas info KKN dan mengantongi SOP.<strong><em>&nbsp;(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hoax KKN, Norman Minta Mahasiswa Waspada </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hoax-kkn-norman-minta-mahasiswa-waspada/baca </link>
<guid> hoax-kkn-norman-minta-mahasiswa-waspada </guid>
<pubDate> Sat, 25 Feb 2017 02:56:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isu KKN yang belum jelas dimanfaatkan beberapa oknum untuk menyebarkan berita hoax. (Sumber ilustrasi: http://medantoday.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hoax-kkn-norman-minta-mahasiswa-waspada/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yfDNYCf89u.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hoax KKN, Norman Minta Mahasiswa Waspada</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Empat ribu mahasiswa saat ini tengah menanti kepastian penyelenggaraan KKN 43. Banyak dari mereka mencoba datang langsung ke kantor LP2M demi mendapatkan sebaris dua baris informasi, kemudian menyebarkannya ke grup-grup KKN maupun rekanan seangkatan.</p><p style="text-align: justify;">Sampai pada Kamis (23/2) malam beredar luas informasi yang kalimatnya di awali &ldquo;info penting&rdquo;, dan diikuti tanpa identitas yang jelas dari si pembuat informasi. Info itu berisi delapan butir poin dengan menancapkan ikon <em>push pins&nbsp;</em>berwarna merah sebagai penanda tiap poin.</p><p style="text-align: justify;">Di situ disebutkan KKN berbayar telah memiliki SK rektor, namun seluruh lembaga dan mahasiswa angkatan 2014 satu suara untuk menolak. Lalu KKN hanya akan diselenggarakan di lima daerah, yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, dan Bontang.</p><p style="text-align: justify;">Lalu disebutkan juga kuota KKN 43 hanya empat ribu, sementara si pembuat info itu memprediksi ada sekitar enam hingga tujuh ribu mahasiswa yang mestinya KKN tahun ini. Di butir berikutnya tertulis KKN Mandiri bisa diikuti lintas fakultas dengan komposisi minimal tiga fakultas, kelompok minimal berisi 7-10 orang, dan SKS minimal 110 dihitung dari semester yang sedang berjalan termasuk semester 6.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, KKN Revolusi Mental disebutkan sistemnya akan sama seperti KKN Reguler, tetapi ada penambahan berupa program kerja Revolusi Mental Presiden Jokowi dan akan ada pendanaan khusus untuk itu. Yang terakhir, KKN Kebangsaan akan diikuti oleh hanya lima orang dari Unmul dengan syarat IPK minimal 3,50 dan organisatoris. KKN jenis ini akan dilaksanakan se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Informasi itu kadung beredar tanpa kejelasan. Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi, memastikan info itu bukan dari BEM KM. Salah satu poin yang paling mencolok ialah penolakan terhadap besaran Rp 350 ribu yang mengatasnamakan seluruh lembaga mahasiswa dan angkatan 2014. Kabar itu cepat diklarifikasi Norman.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hasil kemarin kita konsol memang menolak, tetapi jika memang nanti di audiensi ada pernyataan jelas terkait transparansi biaya pendaftaran itu kita akan coba tampung. Setidaknya tidak sampai nominal Rp 350 ribu karena menurut kami itu terlalu besar dananya untuk biaya pendaftaran,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Besaran biaya administrasi ini masih jadi polemik di kalangan mahasiswa. Ada yang menyebutnya pungutan liar jika ditilik hakikat UKT sebagai biaya tunggal dan KKN yang merupakan mata kuliah wajib. Namun, ada pula yang tak bermasalah dengan berpedoman pada Permendikbud Nomor 39 Pasal 9 ayat 1b yang menuliskan KKN tidak termasuk komponen UKT.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hoax KKN 43, Norman mengimbau kepada mahasiswa agar bijak dan waspada dalam menerima informasi. Ia berjanji BEM KM Unmul akan menjadi sumber informasi terpercaya untuk mengatasi keresahan mahasiswa. Sebagaimana LP2M memang telah menggaet BEM KM Unmul sebagai penyampai informasi KKN 43.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami mengimbau kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa untuk selalu bisa menerima informasi dengan secara bijaksana, melihat dari sumber dan keakuratannya. Kami akan selalu menjadi partner setia untuk seluruh mahasiswa dalam menjalankan tugas kami selaku penyambung lidah sebagaimana mestinya. Dan untuk akun-akun atau grup-grup yang telah beredar bukan menjadi tanggung jawab kami, karena itu unofficial alias bukan buatan dari kami. Pastikan teman-teman mengikuti akun-akun resmi baik BEM KM Unmul maupun BEM fakultas dari masing-masing kampusnya,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Informasi perihal KKN rencananya akan diperjelas dalam forum audiensi BEM KM Unmul dan BEM fakultas bersama pihak LP2M Unmul pukul 14.00 Wita ini. Sejumlah aspirasi mahasiswa telah ditampung dan akan segera disuarakan oleh Jaringan Advokasi Mulawarman. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><!--[if !vml]--><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Monster Truck, Kisah Klasik Persahabatan Antara Manusia dengan Makhluk Bawah Tanah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/monster-truck-kisah-klasik-persahabatan-antara-manusia-dengan-makhluk-bawah-tanah/baca </link>
<guid> monster-truck-kisah-klasik-persahabatan-antara-manusia-dengan-makhluk-bawah-tanah </guid>
<pubDate> Sat, 25 Feb 2017 09:04:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Monster Trucks menjadi jawaban atas minimnya film-film keluarga non-animasi yang tayang belakangan ini. (Sumber Ilustrasi: burbankmom.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/monster-truck-kisah-klasik-persahabatan-antara-manusia-dengan-makhluk-bawah-tanah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eyWCcw8qRO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Monster Truck, Kisah Klasik Persahabatan Antara Manusia dengan Makhluk Bawah Tanah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul : Monster Truck</p><p style="text-align: justify;">Genre : Animasi, Action, Komedi</p><p style="text-align: justify;">Sutradara : Chris Wedge (Ice Age, 2002)</p><p style="text-align: justify;">Penulis : Derek Connolly (Jurassic World, 2015)</p><p style="text-align: justify;">Produser : Mary Parent, Denis L. Stewart</p><p style="text-align: justify;">Distributor : Paramount</p><p style="text-align: justify;">Produk : Paramount Animation, Nickelodeon Movies, Disruption Entertainment</p><p style="text-align: justify;">Pemeran : Lucas Till, Jane Levy, Rob Lowe, Danny Glover, Barry Pepper, Amy Ryan, Thomas Lennon, Holt McCallany</p><p style="text-align: justify;">Durasi : 104 menit</p><p style="text-align: justify;">Rilis : 13 Januari 2017 (US), 27 Januari 2017 (Indonesia)</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Bosan dengan tontonan keluarga yang biasa-biasa saja? Atau ingin mencari film keluarga yang asyik ditonton bersama adik-adik maupun orang tua? <em>Monster Truck</em> bisa dijadikan alternatif pilihan tontonan. Film non-animasi ini disutradarai oleh Chris Wedge yang juga sukses dalam menggarap film keluarga <em>Ice Age</em> dan merupakan film hasil kolaborasi Paramount Animation, Nickelodeon Movies, dan Disruption Entertainment.</p><p style="text-align: justify;">Kisah berawal dari perusahaan minyak dan gas Terravex yang tengah melakukan proyek pengeboran di wilayah Amerika Serikat. Proyek pengeboran ini sayangnya membuat kehidupan bawah tanah terancam. Ini termasuk ancaman terhadap makhluk monster bawah tanah, dan menyebabkan tiga monster bawah tanah keluar dari habitatnya.</p><p style="text-align: justify;">Monster tersebut murka dan menyebabkan kecelakaan di lokasi pengeboran. Makhluk ini berbentuk aneh, bertentakel seperti gurita, sangat besar, dan menyukai oli mesin. Dua di antaranya berhasil ditangkap oleh Terravex dan diamankan di laboratoriumnya, sementara satu lainnya kabur hingga sampai di tempat mobil rongsokan.</p><p style="text-align: justify;">Monster tersebut akhirnya ditemukan oleh Tripp Coley (Lucas Till), pemuda bermasalah yang bekerja di tempat mobil rongsokan dan tertarik kepada otomotif. Tripp kaget dan sempat takut dengan kehadiran monster di tempat mobil rongsokan. Tetapi, rasa takutnya perlahan hilang saat melihat tingkah laku polos monster tersebut, antara lain monster tersebut suka sekali bersembunyi di dalam mesin truk tak bermesin milik Tripp dan menggerakkan truk tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Persahabatan Tripp dan monster yang ia beri nama Creech ini pun dimulai. Namun, kedekatan mereka pun terhalang oleh sejumlah pekerja Terravex yang terus memburu Creech untuk dibuang bersama limbah proyek. Demi menyelamatkan dirinya, dengan kecerdasannya Creech berlindung di dalam mesin truk milik Tripp dan melaju kencang. Kecepatan Creech membuat Tripp terkesan. Berhasilkah usaha Tripp dan Creech meloloskan diri?</p><p style="text-align: justify;"><em>Monster Trucks</em> menjadi jawaban atas minimnya film-film keluarga non-animasi yang tayang belakangan ini. Film ini tampil menghibur untuk segala jenis usia. Jalan ceritanya sederhana dan <em>universal</em> sehingga mudah untuk disaksikan. Sementara tema persahabatan antara manusia biasa dan makhluk asing pun tidak lekang dimakan zaman.</p><p style="text-align: justify;">Jajaran pemain<em>&nbsp;</em><em>Monster Trucks</em> juga berakting secara pas. Lucas Till tampil meyakinkan sebagai pemeran utama dan memiliki<em>&nbsp;</em><em>chemistry</em> baik dengan Creech. Aksi pamungkas mereka berdua menjadi penutup yang seru dalam <em>Monster Trucks</em>. Sosok Reece Tenneson yang diperankan oleh Robe Lowe pun sukses menghadirkan karakter antagonis yang membuat penonton geregetan melihat aksi bengisnya. Ditambah lagi sentuhan efek-efek canggih yang membuat karakter Creech terasa nyata. Berbicara soal Creech, visualisasinya cenderung menggemaskan meski mengusung sebutan monster. Anda tidak perlu khawatir anak-anak menjadi takut ketika diajak menonton film ini.</p><p style="text-align: justify;"><em>Monster Trucks</em> adalah film hiburan. Lupakan jalan cerita yang terkadang tidak masuk akal atau pengembangan karakter yang minim. Saat menonton film ini, Anda hanya perlu menikmatinya. <strong><em>(*/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siarkan Film di Bigo Live, Mahasiswi FEB Unmul Diamankan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siarkan-film-di-bigo-live-mahasiswi-feb-unmul-diamankan/baca </link>
<guid> siarkan-film-di-bigo-live-mahasiswi-feb-unmul-diamankan </guid>
<pubDate> Sat, 25 Feb 2017 11:09:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Merekam sebuah film di bioskop melalui media sosial, salah satu mahasiswi FEB Unmul diamankan pihak berwajib. ( Sumber ilustrasi: kompasiana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siarkan-film-di-bigo-live-mahasiswi-feb-unmul-diamankan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PwOo880mBA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siarkan Film di Bigo Live, Mahasiswi FEB Unmul Diamankan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Jangan coba-coba merekam film saat menonton bioskop. Larangan yang tertulis setiap kali hendak menonton film itu tampaknya benar-benar tak boleh dianggap remeh. Apalagi, jerat UU ITE yang siap menuju siapa saja yang terbukti melanggarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pasalnya, baru-baru ini seorang mahasiswi FEB Unmul dibekuk di kediamannya karena kedapatan menyiarkan film yang ditontonnya bersama sang bunda di salah satu bioskop dalam pusat perbelanjaan Jalan Mulawarman Samarinda. Film itu berhasil dia siarkan melalui aplikasi Bigo Live.</p><p style="text-align: justify;">Terang saja, perempuan yang diketahui berinisial Ln itu lantas ditindak oleh pihak yang berwajib. Ln terbukti melakukan pelanggaran UU hak cipta dan UU ITE.</p><p style="text-align: justify;">Pelanggaran tersebut terendus manakala Ln dilaporkan salah satu media jaringan nasional ke Polda Metro Jaya. Media itu berang lantaran film Me vs Mom yang merupakan hak ciptanya disebarluaskan secara ilegal oleh Ln pada November silam.</p><p style="text-align: justify;">Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya &nbsp;langsung mengambil langkah tegas. Mereka mengoordinasikan kasus ini ke pihak kepolisian Polresta Samarinda untuk kemudian meminta mengamankan Ln.</p><p style="text-align: justify;">Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Noval Forestriawan menyatakan Ln telah dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Meski sempat bingung atas penangkapannya, dikatakan Noval, Ln mengaku salah dan telah diamankan sejak Kamis (23/2).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anggota Polda Metro Jaya datang ke Samarinda, lalu kami bantu untuk lacak keberadaan rumah pelaku, dan lakukan penangkapan,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Noval menegaskan pelaku telah terbukti melakukan pelanggaran hak cipta dan ITE karena telah menyiarkan film tanpa izin pemiliknya, serta menyalahi penggunaan aplikasi yang berjaringan internet. Adapun, proses hukum selanjutnya akan diserahkan kepada Polda Metro Jaya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang nanganin selanjutnya Polda Metro. Kami di sini hanya bantu melakukan penangkapan,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Dekan FEB Unmul Syarifah Hudayah belum berhasil dikonfirmasi. <strong><em>(adl/aml)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kilau Persona </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kilau-persona/baca </link>
<guid> kilau-persona </guid>
<pubDate> Sun, 26 Feb 2017 10:00:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi berjudul "Kemilau Persona" adalah penggambaran tentang seorang wanita yang dimuliakan, ditulis oleh Fadiah Adlina, Ilmu Komunikasi, Fisip 2015. (Sumber foto: tolongshare.beritaislamterbaru.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kilau-persona/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mhmLjaYaNM.png" />
					</figure>
			                <h1>Kilau Persona</h1>
			              </header>
			              <p>Ketika ia memilih untuk diam,</p><p>Bukan berarti tidak ada yang perlu diungkapkannya</p><p>Ketika ia mampu membawamu pada situasi yang tenang,</p><p>Bisa jadi ketenangan itu hanya bias rasa sakitnya</p><p>Ketika kau melihatnya menyendiri,</p><p>Jangan semena menilainya sebagai pribadi yang menutup diri</p><p><br></p><p>Hati manusia siapa yang tahu?</p><p>Ia memang munafik, menenggelamkan sakit dengan paksaan senyuman</p><p>Yang terkadang malah menyiksa diri</p><p>Terkadang ia juga bodoh, menahan sendiri pedih dan enggan berbagi</p><p>Membiarkan kepedihan itu perlahan-lahan memakan kisah hidupnya</p><p>Sedikit demi sedikit, hingga habis</p><p>Dan berakhir, tanpa kau tahu</p><p><br></p><p>Namun,</p><p>Ketika kau melihatnya tersenyum, lihatlah dengan jelas</p><p>Semburat garis di pipinya</p><p>Ditambah dengan setengah lingkaran sempurna mewarnai senyumnya</p><p>Ah, pantas saja ia dimuliakan</p><p><br></p><p>Tak perlu kau jauh-jauh mencari wanita mana yang ku maksud</p><p>Tengoklah sebentar wanitamu</p><p>Bukti cinta itu memang buta</p><p>Yang menyayangimu sejak belum bertemu denganmu</p><p>Renungkan kembali, lebih banyak mana yang kau lihat darinya?</p><p>Semburat senyumnya, ataukah berbagai &ldquo;tingkah&rdquo;nya</p><p>Demi meleburkan kepedihan</p><p>Keduanya bisa terjadi dengan alasan yang sama,</p><p>Semua karenamu<br><br></p><p><em>Ditulis oleh Fadiah Adlina, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, angkatan 2015.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahakarya yang Tertunda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/mahakarya-yang-tertunda/baca </link>
<guid> mahakarya-yang-tertunda </guid>
<pubDate> Mon, 27 Feb 2017 06:16:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen yang berjudul "Mahakarya yang Terlambat", ditulis oleh Darul Asmawan, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, FISIP 2013. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/mahakarya-yang-tertunda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BTeRpQyxfC.png" />
					</figure>
			                <h1>Mahakarya yang Tertunda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kamar sewaanku terasa lengang malam ini. Semua barang milikku sudah terkemas rapi. Besok pagi aku akan menempuh ribuan mil untuk pulang. Pulang ke kampung halaman membawa rasa bangga. Tak pernah aku sangka, masa kecilku yang saban hari hanya sibuk membaca dan membantu orang tua, sekarang bergelar sarjana di tanah Ratu Cleopatra.</p><p style="text-align: justify;">Malam ini, aku sangat bahagia. Pertama, karena aku telah menuntaskan S1 dengan nilai <em>summa cum laude</em><strong>&nbsp;</strong>di Universitas Al-Azhar. Kedua, karena target lulus di usia 20 tahun yang aku rumuskan di peta hidupku tercapai. Ketiga, karena aku akan pulang membawa mahakarya ini untuk satu-satunya orang tuaku, ayahku.</p><p style="text-align: justify;">Kuambil sebuah foto kusam di dalam dompet, kutatap wajah kedua orang tuaku. Nampaklah kedua wajah mereka tersenyum. Aku duduk sembari merenungi wasiatnya dulu. Mahakarya ini adalah amanah besar yang berhasil aku tuntaskan. Ini amanah! Bukan dari keinginanku, bukan pula ayahku, melainkan wasiat almarhum ibuku. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Merengkuh <em>title</em> sarjana Al-Azhar adalah cita-cita besar yang gagal ibu wujudkan semasa mudanya. Ibu berperan besar atas keberhasilanku lolos seleksi Al-Azhar. Setahun aku berkuliah di Kairo, ibu justru berpulang di usia 63 tahun. Cita-cita ibu kulanjutkan, dan kini bisa kupenuhi. Inilah mahakarya pertama yang bisa aku persembahkan untuk ibu. Satu misi hidupku selesai.</p><p style="text-align: justify;">Malam beranjak, pagi menyingsing. Perjalanan penuh kerinduan itu tiba juga. Rindu akan sosok ayah, tiga tahun sudah aku tak berjumpa beliau. Rute penerbangan Kairo-Balikpapan dengan dua kali transit aku tempuh seharian. Setelah itu, dua jam perjalanan rute darat. Aku sampai di rumah malam harinya.</p><p style="text-align: justify;">Ayahku malam itu duduk santai di beranda rumah. Beliau menggunakan setelan khasnya, baju koko putih dan sarung tanggung, setelan identik beliau pasca sholat Isya berjamaah di Masjid. Melihat aku datang, wajah tuanya tersenyum cerah laksana rembulan. Senyum yang sama persis seperti di foto. Hanya kini lebih sepuh.</p><p style="text-align: justify;">Aku memeluk ayah penuh bahagia, kuciumi kedua tangannya. Kerinduan tergurat jelas di wajah ayah, apalagi wajahku. Beliau kemudian berucap pelan, &ldquo;Selamat datang anakku.&rdquo; Aku bercerita banyak hal tentang studiku di Cairo malam itu. Ayah menyimak takzim, tidak banyak memotong. Beliau lebih banyak tidak paham ketimbang memahami ceritaku.</p><p style="text-align: justify;">Dua jam berlalu, Ayah menyuruhku istirahat. Aku mengangguk, beranjak menuju kamar. Tiga tahun kutinggalkan, kamarku tetap bersih. Deretan tropi juara olimpiade sains milikku masih terhias rapi. Itu deretan mahakarya kecil, oase di tengah kemelaratan akut keluarga kami.</p><p style="text-align: justify;">Malam itu, rumusan peta hidup kembali aku hampar. Aku tidak boleh bersantai. Pertama, karena aku baru melaksanakan 20 dari 100 cita-citaku, masih ada 80 lagi, masih banyak. Kedua, karena aku harus merintis jalan menuju <em>Baitullah</em>. Ini cita-cita ayahku, itu juga yang tertulis di peta hidupku, cita-cita nomor 31. Aku harus mewujudkannya segera.</p><p style="text-align: justify;">Dua minggu berselang, aku mengejar cita-cita menuju Jakarta. Menurutku itu adalah &nbsp;kemuliaan hidup. Ayah memberi restu, disertai wejangan-wejangan khas orang tua. Hari berganti minggu, bulan mengejar tahun. Tak terasa, usiaku sudah menginjak 23 tahun. Malam ini, aku tersenyum, aku kembali berhasil mengejar cita-citaku yang ke-30 tadi pagi.</p><p style="text-align: justify;">Aku telah berhasil menggenggam posisi penting salah satu media besar pusat, menjadi pemimpin redaksi termuda di perusahaan media Islam terbesar se-Indonesia. Ongkos menuju <em>Baitullah</em> untuk dua orang telah cukup. Aku kembali tersenyum. Tiba-tiba panggilan telepon masuk. Dua menit cerita penelpon membuyarkan kebahagiaanku. Rekahan senyumku seketika mengkerut.</p><p style="text-align: justify;">Kabar buruk kembali datang malam ini. Wajah penuh semangat ini seketika berurai air mata. Foto kusam itu kembali kupandangi dengan getir. Kembali kurenungi wasiatnya dulu. Ragaku sudah siap berangkat ke <em>Baitullah</em>. Tapi tidak dengan raga sang pemilik wasiat, ayahku. Mahakarya yang kuperjuangkan kembali terlambat dinikmati tuannya.</p><p style="text-align: justify;">Beliau meninggal tadi sore di usia 74 tahun. Anak semata wayang ini kini sempurna sebatang kara. Aku kembali teringat sosok ayah. Meski tak mengenyam bangku sekolah, ayah adalah guru spiritual terbaikku. Nasehat-nasehat bijak beliaulah yang hari ini menuntunku hingga usia ke-23. Aku tiba-tiba teringat dua pesan ayah seminggu sepulangku dari Kairo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Zafran, kamu punya banyak cita-cita besar, itu adalah kemuliaan hidup! Tugasmu adalah berusaha keras, sukses-tidaknya cita-citamu tergantung usahamu, selebihnya serahkan pada-Nya,&rdquo; aku mengangguk. &ldquo;Dan apapun yang terjadi padamu, yakinlah bahwa itu yang terbaik bagimu. Selalu ada hikmah di setiap peristiwa, terlepas itu buruk secara kasat mata.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku merenungi pesan ayahku yang kedua. Apakah itu juga berlaku bagiku saat ini? Banyak orang jatuh dan bisa bangkit setelah kehilangan orang tua. Bahkan Baginda Nabi Muhammad yatim piatu saat usia enam tahun, tapi beliau mampu membangkitkan gelora Islam ditengah paradigma jahiliah.</p><p style="text-align: justify;">Aku menarik nafas panjang dan menelan ludah sejenak. Batinku berkata mantap, aku harus menuntaskan wasiat ayahku. Esok harinya aku bertolak menuju <em>Baitullah</em>. Dalam <em>tawaf</em>, aku terbayang senyum Ibu memandangku bergelar sarjana Al-Azhar, terbayang pula senyum ayah memandangku menjadi tamu di <em>Baitullah</em>. Air mata bahagia mengalir tak terbendung.</p><p style="text-align: justify;">Jika diizinkan memutar balik waktu, aku ingin benar-benar mengukir senyum itu di wajah mereka berdua dengan mahakarya pesembahanku ini.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Darul Asmawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, angkatan 2013.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Sekadar Berjualan, PKL Harus Patuhi Aturan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-sekadar-berjualan-pkl-harus-patuhi-aturan/baca </link>
<guid> tak-sekadar-berjualan-pkl-harus-patuhi-aturan </guid>
<pubDate> Tue, 28 Feb 2017 09:37:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penertiban lokasi PKL menjadi salah satu perhatian di wilayah kampus Unmul. (Sumber ilustrasi: kanalaceh.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-sekadar-berjualan-pkl-harus-patuhi-aturan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7nZHFlTZsC.png" />
					</figure>
			                <h1>Tak Sekadar Berjualan, PKL Harus Patuhi Aturan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Unmul tak hanya sebagai tempat studi bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi kawasan bagi kalangan pedagang kaki lima (PKL) meraup keuntungan. Hampir di setiap sudut Unmul mudah ditemui keberadaan PKL. Menyebarnya lokasi PKL di wilayah Unmul ini mendapat perhatian dengan dibuatnya peraturan antara PKL dan pihak BEM KM Unmul terkait lokasi berdagang.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu caranya adalah dengan memindahkan lokasi PKL di Gunung Kelua yang semula acak menjadi satu di kawasan yang diberi nama Workshop PKL--berdekatan dengan Indomaret. Freijae Rakasiwi, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM Unmul 2016 sudah menerapkan peraturan PKL ini sejak tahun lalu dan masih berjalan hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih berlaku sampai sekarang, tahun ini fokus kembangkan pembinaan,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Tahun lalu urusan tentang PKL ini lebih ia fokuskan untuk menerbitkan surat perizinan. Sekarang surat izin berdagang yang dimaksud itu telah keluar, disahkan langsung oleh rektor dan telah dirilis. Sementara untuk fokus pembinaan tahun ini akan meliputi hal di antaranya keuangan, kebersihan, dan pengelolaan produk serta pengenalan PKL kepada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, hampir semua fakultas sudah memiliki kantinnya masing-masing, tetapi itu tak jadi masalah bagi para PKL, mereka tetap bisa menjajakan dagangannya di lingkungan fakultas. Untuk pedagang dari fakultas ini, hanya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik yang mendapat pembinaan dari pihak BEM KM Unmul. Karena sudah mengikuti pembinaan sejak 2012 dan sekarang fokus melanjutkan.</p><p style="text-align: justify;">Selain lokasi yang telah diatur, termaktub peraturan lain yakni PKL tak diperbolehkan untuk membuka cabang di kawasan kampus. Dan jadi catatan mutlak yang perlu diperhatikan oleh PKL di &nbsp;Unmul adalah kebersihan dan higienitas makanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ada yang tidak mematuhi peraturan, kita bakal cabut surat izinnya,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(adl/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengambang, Audiensi Gagal Menjawab Abu-Abu KKN 43 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengambang-audiensi-gagal-menjawab-abu-abu-kkn-43/baca </link>
<guid> mengambang-audiensi-gagal-menjawab-abu-abu-kkn-43 </guid>
<pubDate> Tue, 28 Feb 2017 10:57:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi pertama BEM KM Unmul dan BEM se-Fakultas dengan LP2M masih belum menemukan kejelasan yang diinginkan. (Foto: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengambang-audiensi-gagal-menjawab-abu-abu-kkn-43/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SXlqkqQJup.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengambang, Audiensi Gagal Menjawab Abu-Abu KKN 43</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Audiensi yang digelar BEM KM Unmul dan BEM se-fakultas bersama LP2M pada Jumat (24/2) tampak seirama dengan cuaca di luar jendela--mendung. Forum yang diharapkan dapat mencuatkan kejelasan perihal KKN 43, nyatanya tidak sesuai dengan apa yang menjadi target konsolidasi yang digelar sehari sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak alot namun mengambang, audiensi dimulai pukul 14.30 Wita dengan dibuka pemaparan Ketua LP2M Unmul Susilo tentang jenis dan syarat KKN 43. Lalu dilanjutkan Burhan, Bendahara LP2M yang menerangkan <em>variable cost &nbsp;</em>Rp350 ribu sebagai prasyarat administrasi mengikuti KKN. Penjelasan tentang transparansi itu mencuri atensi. Untuk diketahui, kebijakan KKN berbayar ini merupakan amanat dari SK Rektor Nomor 197/SK/2017 tertanggal 13 Februari 2017.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa dilihat di layar, inilah komponen yang termasuk dalam Rp350 ribu. Pertama, ada pembiayaan untuk atribut mahasiswa berupa buku pedoman di lapangan, catatan harian untuk laporannya, sertifikat, dan spanduk biayanya Rp75 ribu. Kemudian ini biaya observasi lapangan, perjalanan dosen pembimbing ke lapangan, tim monitoring, dan panitia. Ini memang cukup besar biayanya yaitu Rp185 ribu. Lalu ada dana operasional KKN dan pra-KKN sebesar Rp50 ribu. Dana ini untuk koordinasi antar instansi. Terakhir dana pembekalan, administrasi, pelaporan, dan asuransi sebesar Rp40 ribu. Ini secara umum yang bisa saya sampaikan, kalau nanti berkembang, nanti saya bisa jelaskan rinci,&rdquo; papar Burhan.</p><p style="text-align: justify;">Guna menguatkan argumentasinya, Burhan memberikan contoh pembayaran KKN mahasiswa di Universitas Palangkaraya tahun 2009 yang mencapai Rp1 juta lebih. Contoh beserta transparansi lengkapnya itu ditampilkan pula di layar. &ldquo;Kalau mau dibandingkan, Rp350 ribu ini cukup kecil untuk kita gunakan KKN,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemaparan rincian maupun contoh yang diberikan Burhan, ditanggapi oleh mahasiswa. Pada 2016 lalu terbit <em>variable cost</em> UKT sebagai hasil audiensi BEM KM Unmul dengan Abdunnur, Wakil Rektor II. Di dalamnya tertuang tiga unsur KKN yang masuk dalam UKT yakni penilaian, supervisi, dan pembekalan KKN. Namun, ketiga unsur ini malah dimasukkan dalam komponen yang wajib dibayar mahasiswa calon peserta KKN jika ditilik dari pemaparan Burhan.</p><p style="text-align: justify;">Ketua BEM FEB, Aditya Ferry menyebut muara permasalahan KKN 43 cuma satu, yakni berbayar. Membandingkan komponen UKT dari WR II dengan peruntukan Rp350 ribu, ia menyebut kebijakan terbaru ini menyalahi aturan sekalipun telah dikeluarkan SK sebagai dasar yang absah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apabila kita tinjau dari kebijakan <em>variable cost</em> UKT itu sendiri untuk KKN ini diatur dan masuk dalam kategori SDM yaitu penilaian, supervisi, dan pembekalan KKN. Tetapi setelah kami mengamati pemaparan yang Bapak sampaikan tadi, pembekalan dan sebagainya itu masuk dalam pembayaran. Ini sudah menyalahi aturan. Bisa Bapak cek, biaya pembekalan ini masuk dalam pembiayaan UKT yang kami bayarkan. Selain itu, APBD tahun lalu juga defisit tapi tidak dipotong, sedangkan tahun ini dipotong dan berimbas ke KKN. LP2M dan rektorat tidak memiliki rencana strategis ketika ada pemotongan tadi. Tahun depan di prediksi defisit lagi. Informasi berbayar pun terlalu cepat. Bagi sebagian mahasiswa Rp350 ribu ini berat, minimal 350 ini dikurangi karena terlalu mahal,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengacu pada Permendikbud Nomor 55 pasal 1 ayat 3 tahun 2013 yang secara terang menyatakan UKT sebagai biaya tunggal yang mesti dibayar mahasiswa, Presiden BEM KM Unmul, Norman Iswahyudi mempertanyakan keberadaan uang mahasiswa angkatan 2014 pada tahun 2015.<strong>&nbsp;</strong>Ia mencoba maklum dengan kemunculan Permenristekdikti Nomor 39 pasal 9 ayat 1b yang agak kontradiktif dengan Permendikbud dengan tidak menempatkan biaya KKN dalam komponen pembiayaan UKT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Angkatan 2014 sudah kena UKT, di Permendikbud ada <em>variabel cost</em> untuk biaya KKN. Terus muncul Permenristek, lalu ke mana uang mereka tahun 2015 ketika uang mereka tidak termasuk KKN yang kebijakannya keluar baru tahun 2016?&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Lalu ada Wakil Ketua BEM FKTI, Abdul Azis yang ikut menyampaikan hasil audiensinya bersama Nataniel Dengen, dekan FKTI. Ia menyebut bahwa KKN Reguler mestinya tak berbayar karena terdapat potongan Rp50 ribu tiap semester untuk KKN. Yang mana jika dijumlahkan hingga semester tujuh akan diperoleh besaran Rp350 ribu. Dengan begitu, mahasiswa seharusnya tak perlu membayar lagi. Azis juga mengeluhkan tidak adanya sosialisasi tentang SK Rektor perihal kebijakan KKN berbayar. Perihal contoh dari Burhan, ditanggapi oleh Azis kritis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mengambil contoh angkatan 2009 yang bayar KKN Rp1,25 juta, tidak bisa dijadikan contoh, Pak. Itu masih belum sistem UKT, ngapain kita lihat? Sekarang ini sistemnya UKT,&rdquo; selorohnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan lain datang dari Presiden BEM FISIP, Nur Hariyani. Yani mempertanyakan mengapa KKN berbayar padahal tergolong mata kuliah wajib. Ketika suatu mata kuliah itu jenisnya wajib, menurutnya itu sudah menjadi tanggung jawab universitas. &ldquo;Kenapa tiba-tiba dicabut? Jangan sampai kami ini dipermainkan!&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan-tanggapan itu ditampung Susilo untuk kemudian dia jawab. Susilo mengungkapkan, <em>variable cost</em> yang dimaksud mahasiswa itu sudah berkali-kali dia bahas dengan WR II. Pihaknya dibuat khawatir karena &ldquo;lempar-lemparan&rdquo; wewenang antara pihak rektorat dengan para dekan fakultas. Tak mau pasrah, ia akhirnya berkonsultasi dengan rektor tentang hal ini. Dan rektor mengambil kebijakan untuk KKN tahun ini berbayar saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia (WR II) mengatakan UKT ada di fakultas. Tapi ketika saya bicara dengan para dekan, mereka bilang sebaliknya. Beberapa dekan bahkan mengatakan, &lsquo;tidak bisa, masa dari kami uangnya&rsquo;. Karena berlarut-larut, saya khawatir tidak ada keputusan nanti akhirnya tidak ada KKN. Akhirnya saya bicara dengan rektor dan dia bilang, &lsquo;sudah, suruh aja mahasiswa bayar&rsquo;,&rdquo; ungkap Susilo.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Susilo masih ingin mempertimbangkan suara mahasiswa. Jika mahasiswa keberatan dengan besaran itu, ia akan bernegosiasi kembali dengan pihak rektorat. Ia juga menyebut tahun ini LP2M tak lagi mendapatkan anggaran untuk KKN, sementara pihaknya juga yang harus mengurusi penelitian dosen sehingga anggaran yang ada mesti dibagi dan itu tak cukup untuk KKN gratis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebijakan berbayar ini dari atas, kami hanya pelaksana. Berbayar ini juga nanti sistem subsidi silang. Pak rektor bilang kalau mahasiswa keberatan, kita undang lagi dekan-dekan, tapi saya tidak menjamin pertemuan itu memutuskan sesuatu. Sementara April sudah harus dibuka KKN. Konsekuensinya jika ada perundingan lagi pembukaan KKN mundur lagi. Bantu saya menyampaikan ini ke rektor dan WR II,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kejelasan Sementara KKN 43</strong></p><p style="text-align: justify;">Susilo memaparkan apa yang bisa dipaparkannya tentang KKN 43 sejauh ini. Ada empat wilayah yang telah dipastikan menjadi destinasi tujuan KKN, yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Penajam Paser Utara. Untuk Kutai Timur dan Kutai Kartanegara sedang dalam tahap konfirmasi. Adapun wilayah lain yang sebelumnya termasuk tujuan KKN seperti Berau, Kutai Barat, Tarakan, dan Malinau pada tahun ini ditiadakan dengan alasan berat dalam memberangkatkan dosen pembimbing. Sugianto, Kepala Subbagian Program Data dan Informasi LP2M menyebut daerah yang terlalu jauh itu berat dan sulit untuk evaluasi, oleh sebabnya jalan yang diambil ialah membatasi daerah tujuan KKN.</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk KKN Tematik Profesi ditetapkan kelompoknya melalui online, minimal lima orang, dan tema KKN ditetapkan oleh tiap kelompok. KKN Tematik Kompetensi ditetapkan sendiri oleh mahasiswa KKN terdiri dari satu fakultas dan bisa lintas fakultas, termasuk lokasi dan tema KKN. Dengan jumlah kelompok minimal 5-15 orang dan lokasi KKN Tematik Kompetensi meliputi dinas/instansi Pemda, kelembagaan legislatif/yudikatif, lembaga sosial, profesi, perusahaan/perusda/BUMD/BUMN/perbankan, sekolah, dan kelurahan/desa di luar kota KKN Reguler Mandiri.</p><p style="text-align: justify;">KKN Kebangsaan dikelola oleh pusat. Sementara KKN internasional lokasi tujuannya Thailand dan biayanya ditanggung sendiri oleh mahasiswa dibuka untuk 5-15 orang. Selanjutnya, ada penyetaraan KKN untuk mahasiswa yang memenangi PKM, mengikuti program pertukaran mahasiswa luar negeri, dan mendapatkan prestasi nasional. Untuk mendapatkan penyetaraan ini mahasiswa bersangkutan menyerahkan bukti tanda terima dari kementerian, menyerahkan laporan hasil kegiatan, menyerahkan sertifikat pertukaran mahasiswa, surat keterangan dari rektor, menyerahkan sertifikat juara, surat undangan kegiatan, surat keterangan dari WR III. Ketiga jenis ini wajib menyerahkan biaya sertifikat KKN. Untuk ke semua jenis tersebut tidak membatasi semester.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika semester 1 sudah punya prestasi, silakan bawa ke sini. Nanti tidak perlu ikut KKN,&rdquo; ucap Susilo.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, syarat mengikuti KKN ialah menempuh 110 SKS termasuk yang sedang dijalani. Hal ini, dikatakan Susilo, masih belum bisa dipahami Wakil Rektor I, Mustofa Agung Sardjono. Dalam pernyataannya kepada Susilo, WR I mengira mahasiswa baru bisa KKN ketika sudah menempuh utuh 110 SKS. Meski begitu, keputusan tetap ia serahkan kepada Susilo. Sementara Susilo melihat gelagat WR I yang tidak menghendaki adanya benturan dengan fakultas. Sehingga jika ada fakultas yang tidak bisa menerima keputusan ini dipersilakan oleh Susilo untuk membuat KKN sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kuota KKN 43 tak dibatasi berapa pun jumlah pendaftar. Empat ribu yang selama ini tersebar, hanya asumsi perkiraan LP2M saja. Adapun, fakultas yang menyerahkan KKN mahasiswanya untuk ditangani LP2M secara tertulis baru FEB. Namun, secara lisan hampir seluruh &nbsp;fakultas menginginkan hal yang sama melalui rapat bersama dekan kecuali dengan Fakultas Kesmas, Farmasi, dan Kedokteran.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keluh Kesah Mahasiswa untuk LP2M</strong></p><p style="text-align: justify;">Di audiensi itu pula Norman menumpahkan isi hatinya. Perencanaan KKN tahun ini baginya pelik. Beredar info simpang siur dituduhnya sebagai akibat ulah LP2M. Menurutnya, banyak mahasiswa yang datang ke LP2M lalu menyebarkan informasi berbeda dari apa yang BEM KM dapatkan. Membuat kebingungan mahasiswa jadi beranak pinak.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, di mata Norman pihak LP2M juga kerap miskomunikasi. Norman mempertanyakan perencanaan dalam tubuh LP2M kenapa bisa informasi jadi sekabur ini. Ia lantas tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memberondong LP2M dengan sederet pertanyaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah belum ada perencanaan untuk KKN tahun ini sehingga sudah mepet hari begini masih belum <em>clear</em>? Bagaimana nasib mahasiswa angkatan atas yang belum KKN dan mereka tidak termasuk UKT dan apakah masuk kuota empat ribu? Mohon diperjelas. Lalu, fakultas mana saja yang menyelenggarakan KKN fakultas dan yang menyerahkan ke LP2M?&rdquo; tanyanya.</p><p style="text-align: justify;">Norman juga mengutarakan resah ihwal pembagian ranah kerja BEM KM Unmul dengan LP2M. Baginya, BEM adalah perpanjangan tangan, bukan penyelenggara KKN. Norman menolak keras diminta membantu merumuskan anggaran dan mekanisme KKN oleh LP2M.</p><p style="text-align: justify;">Tanya dan tuntutan itu dijawab Susilo gamblang. Menurutnya, yang jadi masalah dalam perencanaan adalah ketika pihaknya merencanakan tapi dana yang dikucurkan rektorat tak sesuai. Rapat tahunan bersama dekan juga tak lepas dari langkah LP2M guna menyukseskan KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya setuju fungsi BEM adalah menyambung lidah. Tapi semangat untuk bersama apa salahnya. Maksud kami jika BEM punya ide untuk nanti jadi kebijakan kami. Bukannya kami mengajak sengsara di sini. Kalau kebijakan tidak mengajak BEM takutnya nanti tidak nyambung. BEM ini diajak bicara, jangan disalahartikan bahwa kami diam dan BEM disuruh berpikir. Ini cara kami,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Suara selanjutnya terdengar kembali dari Azis dan Ferry. Mereka mengeluhkan pola penyebaran informasi dan komunikasi LP2M. &ldquo;Ketika masih ada aturan KKN yang belum jelas dan pasti itu jangan dulu disampaikan,&rdquo; ucap Azis. &ldquo;LP2M harus profesional soal komunikasi,&rdquo; imbuh Ferry.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Komunikasi masih jadi kelemahan kami. Mestinya memang satu orang yang berbicara,&rdquo; balas Susilo.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Halal Haram KKN Penyetaraan</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak bersepakat dengan KKN prestasi dan pertukaran mahasiswa luar negeri. Ini mesti dipilah yang betul-betul menjurus kegiatan sosial dan tentu tidak setara dengan mereka yang mengabdi di masyarakat dengan melaksanakan program kerja. Misalnya anak semester satu sudah menang lomba tapi spesifikasinya tidak memenuhi KKN yang mana ada indikator yang mesti dipenuhi dari KKN yang dimaknai pengabdian masyarakat dan aplikasi Tridarma Perguruan Tinggi,&rdquo; pekik itu disampaikan Yani.</p><p style="text-align: justify;">Susilo balik menanggapi dengan mengatakan KKN Penyetaraan ini &nbsp;bermaksud untuk mendata prestasi mahasiswa berkaitan dengan kinerja rektor. Berangkat dari arahan Kemenristekdikti yang memuat komponen penilaian berupa semakin banyak prestasi mahasiswa tingkat nasional, maka semakin baik kinerja rektor di pusat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Encik Akhmad Syaifudin selaku Wakil Rektor III juga belum punya data terkait prestasi mahasiswa. Di samping memang kebijakan ini merupakan inisiatif rektor dan jajarannya. Dari kacamata Susilo pribadi, ia mengatakan ini kebijakan baik sekalipun tidak cocok. Lagi pula yang berhak atas urusan KKN itu universitas bukan Dikti. Adapun, penyetaraan ini tidak tergolong KKN berbayar dan tidak terbatas ada kuota.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Fitriani Sinaga, Wakil Presiden LEM SYLVA, menginginkan adanya spesifikasi PKM. Sebab sepengetahuannya di dalam PKM ada dua jenis, yakni artikel ilmiah dan gagasan tertulis. Dia pun mempertanyakan kebenaran yang didengarnya dari seorang kawan yang mengatakan mahasiswa Fahutan hanya bisa KKN di wilayah pedesaan dekat hutan dan tidak di instansi.</p><p style="text-align: justify;">Susilo lalu menjawab ini dengan santai. Dikatakannya segala jenis PKM yang lolos seleksi atau yang telah dibiayai, maka otomatis lolos KKN setelah memenuhi syarat administrasi dari LP2M. Tak peduli mau PKM jenis apa, begitu pun dengan jenis lombanya. Selama juara tiga besar nasional, maka mahasiswa yang bersangkutan bebas KKN. Sedangkan gerak KKN Fahutan yang disebutkan Fitri dibantah Susilo. Fahutan sama dengan fakultas lain, mahasiswanya bebas memilih di mana mereka ingin ber-KKN.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sikap BEM se-Fakultas Atas KKN Penyetaraan dan Eskalasi Gerak</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah meminta sepuluh menit untuk berdiskusi ke luar ruangan, BEM se-Unmul memutuskan untuk menolak adanya KKN Penyetaraan tahun ini dengan syarat harus ditinjau kembali dengan melibatkan mahasiswa. Sebab jika tidak, dikhawatirkan akan timbul kerancuan. Sikap ini disampaikan Norman selaku perwakilan dari setiap BEM.</p><p style="text-align: justify;">Usai audiensi, BEM se-Unmul yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Mulawarman langsung melakukan evaluasi. Dikonfirmasi, Norman mengaku tak puas dan telah bersiap melakukan langkah lanjutan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Evaluasi yang kami bahas tadi terkait audiensi yang tak mendapatkan hasil. Jelas kami belum puas. Karena yang kami inginkan dalam audiensi tadi sebenarnya adalah kepastian dalam pelaksaan KKN, sehingga mahasiswa yang sudah tak sabar untuk pendaftaran KKN di tahun ini tidak lama lagi menunggu. Kami akan melakukan konsolidasi lagi di hari Minggu sore. Dan dalam waktu beberapa hari menuju konsolidasi kami akan coba buat kuesioner online terkait KKN untuk seluruh mahasiswa Unmul. Dan harapannya ini bisa jadi data untuk kami bawa di audiensi berikutnya,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada Minggu malam (26/2), melalui akun media sosial, Jaringan Advokasi Mulawarman bekerja sama dengan BEM KM Unmul menyebarluaskan survei online KKN untuk mahasiswa. Dalam kuesioner itu mahasiswa diminta untuk menuangkan keluh kesahnya dengan menjawab sejumlah pertanyaan. Mulai dari masalah KKN Berbayar, kejelasan informasi, kuota, pilihan jenis KKN, KKN Penyetaraan, hingga saran untuk Jaringan Advokasi Mulawarman dan LP2M Unmul. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 43 Sudah Pasti Tak Dapat Pendanaan dari Pemda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-sudah-pasti-tak-dapat-pendanaan-dari-pemda/baca </link>
<guid> kkn-43-sudah-pasti-tak-dapat-pendanaan-dari-pemda </guid>
<pubDate> Wed, 01 Mar 2017 07:59:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KKN 43 masih menjadi perkara yang membingungkan bagi mahasiswa. KKN dijadwalkan jatuh pada bulan Maret, hingga hari ini informasinya masih kusut. (Sumber foto: Unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-sudah-pasti-tak-dapat-pendanaan-dari-pemda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uqgM1Kokmy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 43 Sudah Pasti Tak Dapat Pendanaan dari Pemda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>KKN 43 masih menjadi perkara yang membingungkan bagi mahasiswa. Bagaimana tidak pendaftaran KKN dijadwalkan jatuh pada bulan Maret, sementara hingga hari ini informasi yang diterima masih kusut.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengurai kekusutan itu, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM Unmul, Indra Cahya Pramukti mengadakan pertemuan dengan Mustapa, Kepala Seksi Pendayagunaan Prasarana dan Sarana Desa dan Kelurahan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (27/02). Indra tak datang sendiri, ia ditemani oleh empat orang rekannya.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan yang berlangsung selama hampir satu jam itu dibuat untuk mengonfirmasi perihal benar tidaknya pendanaan KKN oleh pemerintah daerah yang alirannya dihentikan tahun ini. Mustapa mengakui itu sebagai kebenaran. Bahwa tak ada lagi dana kerja sama antara BPM-PD dengan pemerintah untuk mendanai KKN. Pemda hanya akan menjadi fasilitator lokasi pelaksanaan KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Boleh dikatakan tidak ada, mereka hanya menyediadakan tempat. Semua (biaya) <em>pure</em> dari mahasiswa. Defisit berdampak ke semua golongan,&rdquo; ucap Mustapa.</p><p style="text-align: justify;">BPM-PD sendiri mengaku tidak pernah membiayai KKN. Semua itu dibiayai oleh kabupaten kota. BPM-PD hanya memfasilitasi saja yaitu melakukan serah terima mahasiswa antara Unmul, dalam hal ini rektor, kepada Gubernur. Kemudian Gubernur akan menyerahkan kepada kabupaten kota lalu diserahkan lagi ke kecamatan dan terakhir diterima oleh tiap desa--yang akan dituju oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Mustapa secara terbuka memaparkan anggaran yang diterima oleh BPM-PD dari tahun 2014 hingga tahun 2017 yang tampak terjun bebas. Pada 2014 anggaran yang diterima adalah sebesar Rp1,5 miliar, dana tersebut terus mengalami rasionalisasi tiap tahun. Hingga pada 2016 mengakibatkan anggaran yang diterima semakin mengecil. Memasuki 2017, ditambah dengan keadaan Kaltim yang sedang defisit, BPM-PD menerima anggaran hanya sebesar Rp40 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan dana seminim ini bagaimana pun caranya saya ingin membuat suatu kegiatan yang intinya tidak memutuskan hubungan antara provinsi dan kabupaten kota,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama dua tahun terakhir ini ia berusaha melakukan <em>monitoring</em> untuk mahasiswa KKN. Dana yang dianggarkan untuk kegiatan tersebut adalah sebesar Rp3 juta. Uang tersebut digunakan hanya untuk biaya makan dan minum untuk dikoordinasi dengan pihak LP2M dalam membahas teknis proses serah terima mahasiswa KKN. Ia mengakui bahwa perihal KKN ini bukanlah tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) dari pihaknya, melainkan hanya sebagai tugas tambahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mengundang sekian banyak orang. Makan minum anggarannya Rp1,2 juta. Sisa Rp1,8 juta digunakan untuk dokumentasi, pembuatan laporan, spanduk, dll,&rdquo; beber Mustapa.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Mustapa juga mengakui bahwa dirinya tak tahu menahu apakah pada tahun 2017 akan diadakan pembekalan KKN atau tidak. &ldquo;Fasilitasi saja tidak ada dananya, apalagi pembekalan, kemungkinan tidak ada,&rdquo; ucapnya. Semua akan ia kembalikan lagi kepada LP2M apakah akan diadakan pembekalan atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Keadaan Kaltim yang defisit ini tak hanya berimbas ke Unmul yang akan melaksanakan KKN. Di sela-sela pembicaraan dengan pihak BEM, Mustapa mengatakan bahwa salah satu universitas lain di Samarinda yaitu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pada tahun ini hanya bisa melakukan KKN di dua kota saja yaitu Tenggarong dan Samarinda. Nasib Unmul sedikit lebih baik karena masih menyediakan pilihan lain di lokasi seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Penajam Paser Utara. Sedang untuk Kutai Timur dan Kutai Kartanegara masih dalam tahap konfirmasi.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengambang-audiensi-gagal-menjawab-abu-abu-kkn-43/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengambang-audiensi-gagal-menjawab-abu-abu-kkn-43/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kabupaten kota lah yang menentukan wilayah, dimana daerah yang membutuhkan disitu mahasiswa masuk,&rdquo; kata Mustapa.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tahun depan, BEM KM Unmul berharap bisa bermitra dengan dinas-dinas yang berhubungan untuk melakukan komunikasi ataupun koordinasi terkait saran ataupun informasi yang akan disampaikan. Sebab, BEM mendaku sebagai penyambung lidah mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap bisa digabungkan dalam rapat koordinasi KKN sehingga informasi bisa sampai sebelum KKN dilaksanakan,&rdquo; kata Abdul Azis, Wakil Ketua BEM FKTI, yang hadir pula pada pertemuan tersebut. <strong><em>(rrd/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gizi Seimbang, Untuk Hidup Berimbang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gizi-seimbang-untuk-hidup-berimbang/baca </link>
<guid> gizi-seimbang-untuk-hidup-berimbang </guid>
<pubDate> Wed, 01 Mar 2017 20:00:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 28 Februari merupakan agenda penting pemerintah, dalam rangka mensosialisasikan program Perbaikan Gizi Nasional. Tercatat pula pada 25 Januari merupakan Hari Gizi dan Makanan Nasional. (Sumber Ilustrasi: danonenutrindo.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gizi-seimbang-untuk-hidup-berimbang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OfYYuPdO6J.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gizi Seimbang, Untuk Hidup Berimbang</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hidup sehat, bagi yang tak terbiasa tentu sulit. Berolahraga, menjaga asupan makan, hingga istirahat yang cukup, dewasa ini sering kali dianggap sepele. Terlebih kehidupan metropolitan yang serba cepat, menuntut manusia untuk menyesuaikan aktivitasnya. Korbannya, tubuh sendiri. Salah satu gangguan kesehatan yang kerap dihadapi adalah kekurangan gizi alias malnutrisi.</p><p style="text-align: justify;">Pada 28 Februari merupakan agenda penting pemerintah, dalam rangka mensosialisasikan program Perbaikan Gizi Nasional. Tercatat pula pada 25 Januari merupakan Hari Gizi dan Makanan Nasional. Tentu, ini bukan hanya seremonial. Bukan hanya di tanggal itu pula sadar akan pentingnya gizi. Sebagai mahasiswa, yang akan terjun di masyarakat, terkhusus mereka yang bergerak di kesehatan mesti jadi contoh tentang pentingnya gizi.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya, Ruth Shanti Annisa, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini berpendapat gizi seimbang mesti didapat oleh setiap orang. &ldquo;Orang kaya atau miskin tergantung dari kita memilih makanan. Jika mahal membeli beras, masih ada singkong, jagung, labu yang kandungannya sama dengan karbohidrat. Wajib minum air putih dua liter per hari. Bangun tidur, sesudah makan, berangkat ke kampus, dan sebelum tidur,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Shanti, begitu ia disapa menerangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi seperti protein, tak melulu dengan daging, tapi juga bisa berupa olahan kacang kedelai, tahu dan tempe, selain itu telur dan ikan pun bisa. Menurutnya, membiasakan sarapan sebelum beraktifitas itu penting, agar lebih berkonsentrasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadwal sarapan, jam tujuh sampai sembilan. Tubuh memerlukan gizi seimbang yang dapat diperoleh melalui makanan yang tepat. Makanan dengan gizi seimbang akan lebih menyehatkan tubuh, karena zat-zat penting yang diperlukan oleh tubuh akan terpenuhi,&rdquo; terang mahasiswi angkatan 2015 tersebut, (26/2).</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga melansir dari <a href="http://www.alodokter.com"><em>www.alodokter.com</em></a>, tentang tanda tubuh kamu kekurangan gizi. Di antaranya:</p><ul><li style="text-align: justify;">turunnya berat badan yang tak direncanakan. Namun, ada pula yang merasa berat badannya baik, lantaran asupan yang dikonsumsi ternyata tak sehat.</li><li style="text-align: justify;">mudah sekali merasa lelah</li><li style="text-align: justify;">konsentrasi menurun</li><li style="text-align: justify;">depresi</li><li style="text-align: justify;">tak mampu menjalankan tugas yang biasa dikerjakan,</li><li style="text-align: justify;">mudah terkena infeksi karena penurunan sistem kekebalan tubuh</li><li style="text-align: justify;">proses penyembuhan luka lambat</li><li style="text-align: justify;">mudah kedinginan</li><li style="text-align: justify;">perubahan <em>mood</em> atau suasana hati</li><li style="text-align: justify;">tak selera makan</li><li style="text-align: justify;">mudah terjatuh karena otot lemah</li></ul><p style="text-align: justify;">Nah, bagaimana denganmu? Untuk mengatasi itu mari terapkan pola gizi seimbang.</p><p style="text-align: justify;">Dulu, slogan 4 sehat 5 sempurna selalu jadi acuan masyarakat Indonesia--dicetuskan oleh Prof. Poorwo Soedarmo, yang juga disebut sebagai Bapak Gizi Indonesia pada 1950. Namun, seiringnya perkembangan negeri ini, slogan tersebut tak lagi relevan. Lantas pada 2009, Pedoman Gizi Seimbang menjadi penggantinya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan No 38 tahun 2009 yang menyebutkan secara eksplisit &ldquo;Gizi Seimbang&rdquo; dalam perbaikan gizi.</p><p style="text-align: justify;">Gizi seimbang merupakan susunan makanan harian yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <a href="http://www.wikipedia.com"><em>www.</em><em>wikipedia.com</em></a><em>&nbsp;</em>para pakar gizi yang bergabung dalam Yayasan Institut Danone Indonesia (DII) bersama para penulis dari Tabloid Nakita (Kompas-Gramedia), mengadaptasi piramida sesuai dengan budaya Indonesia, dalam bentuk tumpeng beserta nampan. Selanjutnya disebut sebagai &quot;Tumpeng Gizi Seimbang&rdquo;. Dalam Tumpeng itu, ada 4 hal yang mesti diperhatikan yakni, ragam makanan sesuai kebutuhan, kebersihan, aktivitas fisik serta memantau berat badan ideal.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu, yang merasa tak sempat memenuhi hal tersebut. Ada beberapa makanan yang mudah dan bisa penuhi nutrisimu. Pertama telur. T<span>elur kaya akan protein rendah lemak, vitamin, dan mineral.&nbsp;</span><span>Selain itu, telur juga mengenyangkan. Kamu bisa mengolahnya sesuai selera, rebus atau goreng. Asal jangan dikonsumsi saat mentah ya!</span></p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, ubi. Selain mengenyangkan karena mengandung karbohidrat, u<span>bi kaya akan kalium yang sehat untuk jantung, vitamin A untuk meningkatkan penglihatan, vitamin C, dan kalsium. Selain itu, ubi juga bebas lemak dan kolesterol serta rendah kalori.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga, kacang. Kacang merupakan sumber protein yang murah serta mengenyangkan. Tingginya kadar serat dalam kacang membuat penganan ini lama dicerna oleh tubuh. Hasilnya, kamu akan merasa kenyang lebih lama, sistem pencernaan bertambah sehat, dan melancarkan buang air besar.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Terakhir, apabila kamu terbiasa memakan makanan instan, pilahlah<span>&nbsp;produk berdasarkan keterangan pada label makanan atau minuman. Ini salah satu kunci utama hidup lebih sehat. Jangan ragu untuk pe</span>riksa informasi nilai gizi di belakang kemasan. Tapi, jangan terlalu sering mengonsumsi yang seperti ini ya, tentu kurang baik untuk tubuhmu. Sebab, kandungan pengawet di dalamnya jika dikonsumsi dalam jangka panjang, pasti akan berdampak buruk.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jadi, siap untuk hidup sehat? <em style="font-weight: bold;">(nvt/jdj)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Instruksi Rektor Tentang Larangan Pelonco, Dekan-Dekan Angkat Bicara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/instruksi-rektor-tentang-larangan-pelonco-dekan-dekan-angkat-bicara/baca </link>
<guid> instruksi-rektor-tentang-larangan-pelonco-dekan-dekan-angkat-bicara </guid>
<pubDate> Thu, 02 Mar 2017 03:29:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Unmul Masjaya turut mengeluarkan surat edaran berisi intruksi terkait larangan kegiatan bermuatan intimidatif dan diskriminatif terhadap mahasiswa baru. (Sumber foto: news.okezone.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/instruksi-rektor-tentang-larangan-pelonco-dekan-dekan-angkat-bicara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/guPR8h1k8w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Instruksi Rektor Tentang Larangan Pelonco, Dekan-Dekan Angkat Bicara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Surat Keputusan Kemenristekdikti Nomor 116/B1/SK/2016 dan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Tinggi Nomor 253/B/SE/VIII/2016 tentang panduan umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), seharusnya cukup menjadi acuan dalam kegiatan kemahasiswaan yang bebas dari unsur perpeloncoan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penyelenggaraan PKKMB difokuskan pada upaya pendewasaan dan pembelajaran dengan tertib dan tidak ada kekerasan verbal, fisik maupun mental.&rdquo; Demikian bunyi poin kelima dalam surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri sejak 15 Agustus 2016.</p><p style="text-align: justify;">Namun, mencermati perkembangan kegiatan kemahasiwaan di lingkungan kampus hijau, membuat Rektor Unmul Masjaya turut mengeluarkan surat edaran berisi instruksi terkait larangan kegiatan bermuatan intimidatif dan diskriminatif terhadap mahasiswa baru. Instruksi tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor: 19/UN17.19/KM/2017 dan beredar sejak 3 Februari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&amp;q=http://sketsaunmul.co/berita-kampus/terbitnya-instruksi-rektor-larangan-perpeloncoan-kini-jadi-nyata/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1488435141844000&amp;usg=AFQjCNFJ09bBcc7y9n8mP0aYezcqP9kjWg" href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/terbitnya-instruksi-rektor-larangan-perpeloncoan-kini-jadi-nyata/baca" target="_blank"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/terbitnya-instruksi-rektor-larangan-perpeloncoan-kini-jadi-nyata/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/terbitnya-instruksi-rektor-larangan-perpeloncoan-kini-jadi-nyata/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, instruksi itu ditujukan kepada seluruh pimpinan fakultas di lingkungan Unmul. Dua dekan yang ditemui <em>Sketsa</em> memberikan tanggapan hampir senada terkait instruksi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sebenarnya dilematis. Secara pribadi, kurang sepakat dengan hal-hal yang sifatnya mengukung begitu. Dengan hanya berpatokan di tempat lain, karena kasus dan proses kan berbeda. Tapi kalau memang begitu aturannya mau apa lagi,&rdquo; ucap Idris Mandang, Dekan FMIPA Unmul saat ditemui di ruangannya Senin, (20/2).</p><p style="text-align: justify;">Kendati dilema, Idris melihat instruksi rektor ini bertujuan baik. Dia tak ingin peristiwa pahit yang melandasi terbitnya instruksi itu terjadi di fakultas lain. Pihaknya pun sudah mengedarkan instruksi tersebut ke jajaran BEM, UKM, dan HMJ lingkup FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Nyaris senada dengan Idris, Mohammad Noor Dekan FISIP Unmul mengaku mendukung sepenuhnya instruksi rektor tanpa sedikitpun merasa keberatan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Baik dalam kapasitas pribadi maupun dekan, saya menyambut baik instruksi itu. Yang lebih penting dalam pengenalan kampus adalah menumbuhkan rasa simpati dan kepemilikan terhadap kampus,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama ini, Noor memang dikenal tegas dalam menindak kegiatan yang mengandung unsur perpeloncoan di FISIP. Terakhir, pihaknya mencabut izin berkegiatan yang melibatkan maba kepada Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi), karena diduga melakukan tindakan diskriminatif dalam ajang pengaderan tingkat himpunan Oktober silam.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Idris dan Noor, tanggapan juga datang dari Ivan Zairani Dekan FH Unmul. Ivan menanggapi instruksi rektor secara positif dan berjanji akan menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan penerimaan maba di fakultasnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Intruksi rektor sudah pasti jadi acuan dan akan kami sosialisasikan bersama WD 1 kepada BEM dan organisasi internal lainnya,&quot; pungkasnya. <em><strong>(krv/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Journalistic and Leadership Training, Paket Komplit Selami Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/journalistic-and-leadership-training-paket-komplit-selami-sketsa/baca </link>
<guid> journalistic-and-leadership-training-paket-komplit-selami-sketsa </guid>
<pubDate> Thu, 02 Mar 2017 07:21:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama anggota Sketsa dengan beberapa alumni yang turut hadir dalam Journalistic and Leadership Training. (Sumber foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/journalistic-and-leadership-training-paket-komplit-selami-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2s1J7Xa0Cd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Journalistic and Leadership Training, Paket Komplit Selami Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Masih dalam rangkaian hangat penyambutan anggota baru, LPM Sketsa mengadakan Journalistic and Leadership Training (JLT) yang dilangsungkan pada 25-26 Februari lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bertema &ldquo;Membangun Loyalitas Jurnalis Kampus&rdquo;, agenda ini merupakan hal wajib bagi seluruh anggota baru Sketsa tiap tahunnya. JLT diharapkan mampu mengasah jiwa kepemimpinan, kemampuan menulis, dan rasa kekeluargaan antar sesama anggota Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Di tahun yang ke sepuluh, JLT diikuti 32 Sketsa 10. Mereka terbagi dalam lima kelompok untuk memainkan beberapa games dan hal-hal lain yang telah dipersiapkan panitia.</p><p style="text-align: justify;">Hari pertama dimulai pukul 09.00 Wita, berisi penyampaian laporan Ketua Panitia JLT 2017, Denny Maulida. Kemudian sambutan Khajjar Rohmah, Ketua Umum LPM Sketsa. Seremonial itu khidmat berlangsung setelah sebelumnya seluruh anggota Sketsa melebur dalam permainan estafet gelang.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan berikutnya adalah sesi debat dan diskusi soal verifikasi media. Untuk diketahui, pada (9/2) lalu Dewan Pers mengeluarkan kebijakan berupa verifikasi media, yakni memberikan barcode khusus kepada media-media yang diakui dan &quot;dijamin&quot; tidak dikhawatirkan menebar hoax. Baru 74 media yang mendapatkannya. Sedangkan untuk lembaga pers mahasiswa, tidak satu pun terdaftar di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Selayaknya kebijakan dan hukum alam. Tentu kebijakan ini punya dua mata, pro dan kontra. Ada yang merasa kebijakan ini ampuh memerangi hoax. Ada pula yang merasa ini memenjara kebebasan utamanya bagi media yang tak terverifikasi. Inilah yang menjadi mosi debat. Sketsa 10 tampak antusias berpendapat dan menyanggah. Suasana memanas. Landasan hukum bertebaran.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup debat, Sketsa 10 lalu melahap materi tentang jurnalistik dan kepemimpinan. Tak tanggung-tanggung dua pemateri didaulat untuk itu. Mereka adalah Ahmad Agus Arifin alias Tebe dan Ibrahim alias Baim. Keduanya alumni LPM Sketsa. Tebe, dulunya Ketua Redaksi LPM Sketsa 2013. Sedangkan Baim, Ketua Umum LPM Sketsa 2013. Keduanya pun kini sama-sama aktif sebagai wartawan media profesional.<img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/f9af9f1f60e4157800c34f28e237435253e90178.JPEG?1488368687" style="width: 695px;"></p><p style="text-align: justify;">Malam tiba dengan tidak dingin. Agenda Temu Alumni menjadi penghangat tersendiri. Hadir Wawan Susilo, Ketua UKM Jurnalistik kedua tahun 2009. Dulu, masih bernama UKM Jurnalistik dan pada 2015 resmi berganti nama menjadi LPM Sketsa melalui musyawarah besar.</p><p style="text-align: justify;">Ada pula Raden Roro Mira Budiasih, Ketua LPM Sketsa 2015/2016, Sri Nurliyanti, Bendahara LPM Sketsa 2015, serta Ibrahim, Ketua UKM Jurnalistik 2013/2014.</p><p style="text-align: justify;">Puas bertemu dengan alumni, seluruh peserta diistirahatkan guna mempersiapkan diri untuk kegiatan esok harinya. Selang beberapa jam, peserta dibangunkan untuk kembali. Bercahayakan lilin, agenda dini hari ini merupakan perenungan dan berbagi cerita lebih dalam antara panitia dan peserta. Tak sedikit dari mereka yang menitikkan air mata.</p><p style="text-align: justify;">Renungan tersebut berakhir pukul 04.00 Wita, selanjutnya bersiap untuk beribadah atau beristirahat kembali. Dinginnya hawa pagi, ternyata tidak menyurutkan semangat peserta. Agenda berlanjut dengan senam pagi, biar tak monoton pagi itu ada tiga senam diperagakan, Chicken Dance, Senam Pinguin, dan Senam Manise. Kehebohan terjadi tatkala peserta dibagi dua kelompok dan melakukan Senam Battle.</p><p style="text-align: justify;">Kenyang senam dan mengisi perut yang berisik, keseruan kembali hadir saat game tebak gambar. Beberapa kelompok puas dengan poin mereka yang cukup banyak, sedang lainnya mencoba tabah dengan poin sekadarnya yang didapatkan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah hati, perut, dan pikiran aman, hari terkahir JLT itu berlanjut pada sesi praktik pelatihan. Sketsa 10 duduk berkelompok sesuai dengan bidang yang diambil dan memperdalam bidang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang mengambil reporter, mereka akan mewawancarai teman yang lain dan menjadikan teman tersebut sebagai sosok dalam sebuah berita. Semua sibuk mencari rekan yang akan diwawancara dan mencari posisi yang tepat untuk menulis.</p><p style="text-align: justify;">Tulisan itu nantinya akan dikumpulkan dan dikoreksi Ketua Redaksi LPM Sketsa, Wahid Tawaqal.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain peserta yang mengambil bidang fotografi, praktik pelatihan diajarkan salah satu anggota Sketsa 9, Fajar Tri Mahardika. Di sudut ruang lainnya, tampak Mayang Indriani Risna Biru tengah berbagi bersama Sketsa 10 yang mengambil divisi Litbang. Begitu pun dengan Rizky Rachmadiani yang berbagi tentang layouter dan Jati Dwi Juwitaningrum dalam bidang videographer.<img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/442afd140f068a9d3c13555b998108354be32a43.JPEG?1488368802" style="width: 694px;"></p><p style="text-align: justify;">Setelah melewati serangkaian acara, pukul 12.00 Wita, acara ditutup dengan pengumuman peserta terbaik dan bagi-bagi hadiah. Peserta terbaik diraih Mochammad Fernanda Fadhila dan Fira Panduwinata. Agenda JLT tuntas diakhiri dengan sesi foto bersama, para peserta berpamitan dan bergegas menuju rumah dengan membawa kesan masing-masing. <em><strong>(adl/jdj/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswi FEB Diamankan, Herdi Minta Kampus Dampingi Proses Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswi-feb-diamankan-herdi-minta-kampus-dampingi-proses-hukum/baca </link>
<guid> mahasiswi-feb-diamankan-herdi-minta-kampus-dampingi-proses-hukum </guid>
<pubDate> Thu, 02 Mar 2017 08:18:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> seorang mahasiswi FEB Unmul berinisial Ln telah diamankan pihak berwajib karena kedapatan menyiarkan film yang sedang ditontonnya di bioskop melalui aplikasi Bigo Live. (Sumber foto: klikpenajam.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswi-feb-diamankan-herdi-minta-kampus-dampingi-proses-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uJzMB86I4n.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswi FEB Diamankan, Herdi Minta Kampus Dampingi Proses Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dalam pemberitaan <em>Sketsa</em> sebelumnya, dikabarkan seorang mahasiswi FEB Unmul berinisial Ln telah diamankan pihak berwajib karena kedapatan menyiarkan film yang sedang ditontonnya di bioskop melalui aplikasi Bigo Live. Ln dijerat pasal pelanggaran UU Hak Cipta dan UU Nomor 11 Pasal 48 Tahun 2008.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/siarkan-film-di-bigo-live-mahasiswi-feb-unmul-diamankan/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/siarkan-film-di-bigo-live-mahasiswi-feb-unmul-diamankan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/siarkan-film-di-bigo-live-mahasiswi-feb-unmul-diamankan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi itu, dosen sekaligus pengamat hukum, Herdiansyah Hamzah angkat bicara. Dikatakannya, UU Hak Cipta mengkategorikan pembajakan sebagai delik aduan yang mana, proses hukum baru bisa dilakukan ketika ada aduan dan baru bisa dihentikan tatkala pelapor mencabut tuntutannya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut kacamata Herdi, Ln kala itu mungkin tidak bermaksud jahat. Kendati demikian, dia mengimbau kasus ini dijadikan pelajaran agar tidak menyepelekan penggunaan media sosial, terlebih berisiko melanggar hukum. Dia pun berharap, kampus turut mendampingi Ln menjalani proses hukumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Unmul dan FEB secara kelembagaan sebaiknya mendampingi proses hukum untuk memastikan hak-hak pembelaannya didapatkan dengan baik, termasuk jaminan bahwa proses perkuliahan yang bersangkutan tidak akan terkendala selama menjalani proses hukum,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengacu pada pasal 48 ayat 1, orang yang dimaksud melanggar Hak Cipta ada dua. Pertama, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik dalam suatu komputer dan/atau sistem elektronik tertentu milik orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Lalu yang kedua, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atas transmisi informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang tidak bersifat publik dari, ke, dan di dalam suatu komputer dan/atau sistem elektronik tertentu milik orang lain, baik yang tidak menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya perubahan, penghilangan, dan/atau penghentian informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang sedang ditransmisikan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam dunia hukum, kasus Ln ini bukan barang yang baru. Beberapa waktu yang lalu sempat marak beredar berita penangkapan seorang wanita yang diketahui menyiarkan film Wakop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part I melalui aplikasi Bigo Live. Ia dijerat dengan Undang-Undang Hak Cipta serta Pasal 48 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). <em><strong>(adl/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalin Hubungan PKL dan Fakultas yang Berjarak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalin-hubungan-pkl-dan-fakultas-yang-berjarak/baca </link>
<guid> jalin-hubungan-pkl-dan-fakultas-yang-berjarak </guid>
<pubDate> Fri, 03 Mar 2017 09:05:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jajanan yang dijual PKL di sekitar wilayah fakultas memang menjadi primadona. Namun terkadang lokasi strategis berjualan kurang mendapat perhatian. (Sumber ilustrasi: m.rmoljakarta.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalin-hubungan-pkl-dan-fakultas-yang-berjarak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SHiaMIraNt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalin Hubungan PKL dan Fakultas yang Berjarak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kehadiran pedagang kaki lima (PKL) di sekitar wilayah kampus telah menjelma sebagai sesuatu yang disukai mahasiswa. Jajanan sederhana nan murah bisa didapat, dan cukup untuk tak membiarkan perutmu benar-benar kosong. Tetapi, belakangan tak semua fakultas mengizinkan para PKL ini mengambil lahan yang terlalu intens dengan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Seperti di Fakultas Teknik, para PKL perlu mengambil jarak sekitar 10-15 meter dari lokasi gerbang masuk fakultas. &nbsp;Semula lokasi PKL ini berada di depan gerbang Fakultas Teknik, namun sejak tiga bulan belakang lokasi PKL ini berpindah menjadi lebih dekat dengan lingkungan GOR 27 September.</p><p style="text-align: justify;">PKL yang menjajakan dagangan berupa pentol menjadi primadona bagi mahasiswa di Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum yang letaknya bersisian. Abdurrahman, salah satu pedagang pentol &nbsp;yang belum genap satu tahun berjualan di sana, mengaku diminta oleh staf fakultas untuk memindahkan posisi jualannya. Awalnya ia berjualan di dekat pintu gerbang masuk fakultas, hal itu rupanya dianggap mengganggu pengguna jalan lain.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kadang yang beli parkir motor sembarangan, jadi ya disuruh pindah ke sini,&quot; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di tempat itu ia tak berjualan sendiri, &nbsp;di sampingnya ada penjual minuman &ldquo;Teh Dua Daun&rdquo;. Namun, telah beberapa lama ini tak nampak sang empunya. Kepada <em>Sketsa</em>, Abdur menyatakan tidak ada prosedur lain dalam proses pemindahan posisinya berjualan. Ia hanya diminta untuk tidak berjualan di dekat pintu gerbang Teknik.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, teguran cuma datang dari pihak fakultas, sementara imbauan ataupun teguran dari BEM KM Unmul belum pernah ia terima. Hal ini senada dengan pernyataan Freijae Rakasiwi yang sebelumnya menyatakan bahwa PKL fakultas yang menerima pembinaan hanya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-sekadar-berjualan-pkl-harus-patuhi-aturan/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-sekadar-berjualan-pkl-harus-patuhi-aturan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-sekadar-berjualan-pkl-harus-patuhi-aturan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Dengan pindahnya lokasi berjualan, Abdur menerima saja dan tak ingin ambil soal. &quot;Ya terima aja, kita ini bisa apa. Kasih tempat ini ya Alhamdulillah, di sini juga tetap rame. Bahkan ada dari fakultas lain ke sini,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di tempat yang berbeda<em>,&nbsp;</em>Andi Aurik selaku staf Kasubag Umum dan Keuangan Fakultas Teknik mengatakan pihaknya memindahkan posisi jualan PKL sesuai dengan arahan dari Kepala Bagian Tata Usaha.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di luar wilayah teknik, kami tidak berwenang. Tapi kalau di depan gerbang, otomatis kami tegur,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia turut menegaskan terkait tak adanya kerja sama dengan BEM KM Unmul dalam hal mengurus PKL. Pihak fakultas hanya meminta PKL tersebut pindah karena menganggu kendaraan lain, di samping, katanya, dapat menciptakan kesan kumuh bagi Teknik. Senada dengan Andi, Aminuddin sebagai Kasubag Umum dan Keuangan juga menegaskan bahwa hal terkait PKL ini lebih diserahkan kepada pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ingin lebih jelas tentang PKL bisa ke rektorat,&rdquo; selorohnya. <strong><i>(adl/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cekcok yang Menandai Akhir Kegelapan di Gedung Student Center </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cekcok-yang-menandai-akhir-kegelapan-di-gedung-student-center/baca </link>
<guid> cekcok-yang-menandai-akhir-kegelapan-di-gedung-student-center </guid>
<pubDate> Fri, 03 Mar 2017 09:29:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegelapan di kawasan kampus Gunung Kelua bukan sesuatu yang baru. Sejumlah titik gelap tersebar, salah satunya terjadi di Gedung Student Center (SC). (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cekcok-yang-menandai-akhir-kegelapan-di-gedung-student-center/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gQ3owPCOWP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cekcok yang Menandai Akhir Kegelapan di Gedung Student Center</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>-</strong> Kegelapan di kawasan kampus Gunung Kelua bukan sesuatu yang baru, ia sudah jadi lagu lama. Sejumlah titik gelap tersebar, salah satunya terjadi di Gedung Student Center (SC), tempat berpusatnya aktivitas lembaga maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM). Penerangan pun menjadi hal yang urgent manakala kegiatan berlangsung di malam hari.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/gunung-kelua-masih-dipenuhi-titik-gelap/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/gunung-kelua-masih-dipenuhi-titik-gelap/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/gunung-kelua-masih-dipenuhi-titik-gelap/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Setelah lebih satu bulan lamanya mahasiswa berkegiatan bersama kegelapan, pada Senin, 20 Februari lalu lampu-lampu baru dipasang. Lalu pada malam harinya cahaya berpendar dan penerangan kembali baik. Sejumlah UKM yang beraktivitas pada malam hari pun kembali tersenyum. <br><br>Tarung Derajat sebagai UKM yang beraktivitas di malam hari memaparkan bahwa pasca penerangan di SC, sekretariat semakin ramai pengunjung oleh anggota. Pun dengan penerangan itu dirasa akan lebih meningkatkan keamanan. <br><br>&quot;Emang seharusnya seperti ini dengan pencahayaan yang lengkap. Selain menghindari &lsquo;kenakalan&apos;, kita selaku UKM di SC ya bisa menjalankan kegiatan dengan lancar,&quot; ungkap Teger Adiatha, ketua Tarung Derajat. <br><br>Sebelumnya, Teger sempat menanyakan kepada pihak perlengkapan rektorat perihal tak pernah nampaknya lampu yang terpasang di SC. Yang kemudian ditanggapi dengan pernyataan bahwa setiap lampu yang dipasang oleh rektorat, entah kenapa, selalu berakhir hilang dan tak diketahui siapa pelakunya.</p><p style="text-align: justify;">Karena SC tanpa penerangan ini jadi perkara pula. Menurut Teger, keadaan ini berpengaruh terhadap minat anggota yang kian berkurang karena lokasi gedung yang gelap. Meskipun begitu, mereka tetap saja bisa melaksanakan latihan dengan membawa lampu milik pribadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebelum dipasangi lampu di aula, kami sediakan lampu sendiri dan kami pasang pas waktu latihan, ya bongkar pasang gitu,&quot; ujar mahasiswa Pendidikan Matematika itu.</p><p style="text-align: justify;">Usut punya usut, ada orang-orang berjasa di balik penerangan SC, salah satunya UKM Teater Yupa. Hadi Cahyo sebagai Humas mengatakan Yupa akan melaksanakan Festival Teater Mahasiswa Nasional (Festamasio) dan akan berangkat pada 27 Maret mendatang. Kegiatan itu menuntut Yupa untuk lebih sering latihan. Namun, apa daya saat pencahayaan yang harusnya menemani tiap latihan mereka di malam hari justru tak ada. <br><br>&quot;Hari Rabu (15/2) lalu lampu di dalam mati, nah besoknya ke rektorat ke bagian rumah tangga nanyakan kenapa mati, terus disuruh hubungi Pak Syaiful (staf bagian rumah tangga rektorat),&quot; katanya. <br><br>Setelah dihubungi, Syaiful mengatakan akan memperbaikinya esok hari. Tapi keesokan harinya itu tak langsung jadi, karena setelah ditunggu hingga sore lampu tak kunjung dipasang. Hadi akhirnya mencekcoki Syaiful yang hari itu sibuk dengan rapat dan ia anggap tak menepati janji.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nah saya desak supaya Sabtu langsung dibaikin malah saya kena marah, katanya jam libur kok malah disuruh baikin,&quot; ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik itu. <br><br>Terhitung sejak Kamis hingga Senin latihan Yupa yang seharusnya maksimal dengan penerangan, ditambal cuma lewat penerangan seadanya. &quot;Latihan tetap, tapi ya pakai lampu halogen dan sampai putus lampunya,&quot; imbuhnya. <br><br>Maksud hati ingin mendesak pihak rektorat agar memperbaiki lampu ruang tempat latihan Yupa saja, pada Senin (20/2) itu dilakukan perbaikan penerangan untuk sejumlah titik Gedung SC. &quot;Itu enggak sengaja, kami minta baikin lampu dalam, tapi dikasih lampu luar juga. Alhamdulillah ya, kan,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang lampu di bagian depan Gedung SC mulai menyala dan terang. Meskipun begitu, pemasangan lampu ini tak seketika resmi membasmi kegelapan di SC&mdash;sebagai kasus gedung bagian belakang masih tampak gelap gulita. Terang sedikit ini memang patut disyukuri, tetapi Rektorat perlu tahu bahwa kegelapan itu masih ada. <strong><em>(</em></strong><strong><em>s</em></strong><strong><em>nh/</em></strong><strong><em>b</em></strong><strong><em>ru</em></strong><strong><em>/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Audiensi Lanjutan, Norman: Jika Ditolak Nantikan Gelombang Massa Lebih Besar! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-lanjutan-norman-jika-ditolak-nantikan-gelombang-massa-lebih-besar/baca </link>
<guid> audiensi-lanjutan-norman-jika-ditolak-nantikan-gelombang-massa-lebih-besar </guid>
<pubDate> Fri, 03 Mar 2017 10:13:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari ini, Kamis (2/3) jaringan Advokasi Mulawarman kembali meluncurkan langkah menuju terang KKN 43. (Sumber foto: imgrum.club) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-lanjutan-norman-jika-ditolak-nantikan-gelombang-massa-lebih-besar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Xcm5da4fGT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Audiensi Lanjutan, Norman: Jika Ditolak Nantikan Gelombang Massa Lebih Besar!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Jaringan Advokasi Mulawarman kembali meluncurkan langkah menuju terang KKN 43. Hari ini, Kamis, (2/3) mereka mengirimkan surat permohonan audiensi lanjutan membahas kejelasan KKN 43. Kabar ini disampaikan Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya, audiensi akan digelar Senin, (6/3) di Ruang Rapat Rektorat lantai 3 dengan menghadirkan Rektor Masjaya, Wakil Rektor I Mustofa Agung Sardjono, Wakil Rektor II Abdunnur, Wakil Rektor IV Bohari Yusuf, dekan-dekan fakultas, dan jajaran LP2M. Adapun waktu, masih dalam tahap penyesuaian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah tadi dikirim. Pembahasan audiensi nanti terkait kabar-kabar hari ini yang masih simpang siur yakni KKN berbayar, syarat prasyarat KKN, jenis-jenis KKN, program KKN Penyetaraan, pembukaan pendaftaran, dan alur birokrasi KKN. Pihak-pihak itu dihadirkan agar pembahasan komprehensif dan langsung ketuk palu dalam menentukan solusi dan hasil,&rdquo; balas Norman saat dikonfirmasi melalui LINE.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kuesioner yang disebarluaskan pihaknya, Norman optimis akan berpengaruh pada kebijakan pihak yang menangani KKN 43. Kendati belum tuntas merekapitulasi dan menyimpulkan hasilnya, Norman mantap membawa hasil survei itu di meja audiensi mendatang. Bahkan, dia mengancam akan ada gerakan yang lebih besar ketimbang ini jika upaya itu tak berhasil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jelas kuesioner ini akan berdampak besar. Target kita sebanyak 600 mahasiswa KKN yang mengisi. Hasil itulah yang insya Allah akan menguatkan data kita saat dibawa ke audiensi nanti karena yang berbicara langsung dari mahasiswa. Kalau misal tetap ditolak, ya nantikan saja gelombang massa yang sudah menunggu di luar gedung rektorat,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Soni Suhendra, mahasiswa FPIK Unmul angkatan 2014 mengaku mengisi kuesioner itu dengan sejumlah harap. Soni percaya benar hasil survei itu merupakan resah dari mahasiswa dan bisa disampaikan kepada pihak yang menangani KKN 43 untuk merumuskan kejelasan. Dia mendukung penuh gerakan Jaringan Advokasi Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku ada ngajak ngisi dan di grup-grup KKN juga kusebarkan formnya. Dengan banyaknya suara, jika ada kesamaan keluhan itu bisa dipertimbangkan pihak LP2M,&rdquo; harap Soni.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan berbayar disebut-sebut sebagai inti permasalahan KKN 43. Meski begitu, Soni rupanya punya kegelisahan lain yakni soal lokasi KKN. Secara pribadi, Soni ingin melaksanakan pengabdian masyarakatnya di Kabupaten Berau. Namun, berdasarkan selebaran yang dibagikan LP2M saat audiensi (24/2) menyebutkan bahwa Berau tidak termasuk destinasi tujuan KKN. Untuk itu, dia berharap lekas ada kejelasan, utamanya untuk lokasi KKN. Apalagi, dia sudah mempersiapkan kelak akan bagaimana KKN-nya berjalan. Mahasiswa prodi Agrobisnis Perikanan itu berencana mengambil KKN Tematik Kompetensi dan sudah membentuk kelompok hingga berkoordinasi dengan lurah lokasi tujuannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya sudah buat kelompok yang lintas fakultas. Namun, tiba-tiba ada info yang mandiri kompetisi jadi bubar. Dan sekarang punya kelompok yang anggotanya satu fakultas. Sejauh ini usahaku sudah buat kelompok, koordinasi dengan lurah yang akan kutuju lokasinya, sudah mulai mempersiapkan proposal, dan mengumpulkan ide-ide proker. Koordinasiku dengan lurah sudah acc. Tinggal buat surat tertulis. Makanya nunggu pihak LP2M kepastiannya gimana,&rdquo; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;(aml</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tragedi Konsumsi Basi, Bendahara FISIP Dimutasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tragedi-konsumsi-basi-bendahara-fisip-dimutasi/baca </link>
<guid> tragedi-konsumsi-basi-bendahara-fisip-dimutasi </guid>
<pubDate> Sat, 04 Mar 2017 09:56:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tragedi konsumsi basi ditindak tegas oleh Dekan FISIP dan mengambil langkah untuk menjatuhkan mutasi. (Sumber ilustrasi: lombokinfo.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tragedi-konsumsi-basi-bendahara-fisip-dimutasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/naGe6EvUIm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tragedi Konsumsi Basi, Bendahara FISIP Dimutasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tragedi konsumsi basi yang mendera Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HMJ SOS) FISIP Unmul November lalu mungkin perlahan terlupakan. Tapi tidak dengan Muchtar Zuhriyanto Bendahara FISIP, pihak yang menyiapkan konsumsi tersebut. Muchtar yang telah mendapatkan teguran keras dari Dekan FISIP Mohammad Noor akibat perbuatannya itu kini dipindahtugaskan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: &nbsp; <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-toleransi-untuk-konsumsi-basi/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-toleransi-untuk-konsumsi-basi/baca</a> dan <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecewakan-sikap-panitia-bendahara-akui-konsumsi-busuk-buatan-sang-ibu/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecewakan-sikap-panitia-bendahara-akui-konsumsi-busuk-buatan-sang-ibu/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.618;">Berembus kabar, Muchtar kini tak lagi duduk bekerja&nbsp;</span><span style="line-height: 1.618;">&nbsp;di kursi lamanya. Sejumlah pihak bahkan menduga dia dipecat karena perbuatannya. Saat hendak dikonfirmasi, Muchtar enggan memberikan komentar. &ldquo;Mohon maaf, kalau masalah mutasi tolong tanya ke atasan saya. Saya hanya pegawai biasa. Makasih,&rdquo; balasnya singkat.</span></p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Noor membantah Muchtar dipecat. Tegas dia katakan, pegawainya itu pergi karena mutasi. Meski begitu, diakuinya kepergian Muchtar juga karena kasus konsumsi basi yang terungkap&nbsp;ke media. Dia menambahkan kebijakan ini dimaksudkan untuk pembinaan. Ditanya soal muara kebijakan ini, Noor membenarkan datangnya dari fakultas pribadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya. Tapi memang antara lain karena masalah itu. Dia (Muchtar) baru dua tahun jadi bendahara. Normal, posisi itu seharusnya empat tahun seperti jabatan lainnya dekan, ketua jurusan, ketua prodi. Bendahara sekarang Pak Khairil dari PIN,&rdquo; ujarnya.<br><br>(Simak juga <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/menerima-konsumsi-busuk-indikasi-korupsi-pejabat-fisip/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/menerima-konsumsi-busuk-indikasi-korupsi-pejabat-fisip/baca</a> dan <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tragedi-konsumsi-basi-wd-iii-bendahara-sudah-ditegur-dekan/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tragedi-konsumsi-basi-wd-iii-bendahara-sudah-ditegur-dekan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua HMJ SOS Yuliani Saputri dan Kepala Departemen Advokasi dan Propaganda HMJ SOS Muhammad Faridzul Rifky mengaku prihatin sekaligus lega. Kepergian Muchtar dari kampus biru tua rupanya cukup memberi kesan di benak mereka masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku prihatin dengan kepergian Pak Muchtar karena dia sebenarnya <em>welcome</em> terhadap mahasiswa cuma terkendala cara dia dalam mekanisme pencairan anggaran,&rdquo; ucap Rifky. &ldquo;Sebenarnya dengan dimutasinya Pak Muchtar kami cukup kaget. Tapi menurutku itu tidak menjadi solusi untuk mengurangi pungli atau tindak korupsi di FISIP. Yang perlu dibenahi itu sistem, ya dengan transparansi dana mahasiswa yang selama ini belum ada. Setiap kebijakan juga harusnya melibatkan mahasiswa. Pengganti Pak Muchtar pun belum tentu lebih baik,&rdquo; ujar Putri menimpali.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, pada awal November 2016 lalu HMJ SOS menggelar ajang pengaderannya. Ratusan konsumsi yang ternyata basi membuat peserta, panitia, dan undangan sakit perut bahkan muntah-muntah. (<strong><em>aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teater Bastra: Kerinduan Akan Proses </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/teater-bastra-kerinduan-akan-proses/baca </link>
<guid> teater-bastra-kerinduan-akan-proses </guid>
<pubDate> Sun, 05 Mar 2017 06:06:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pada kesempatan (25/2) lalu, Bastra, kelompok teater FKIP mementaskan "13 Kau Penawar" di Taman Budaya, Gedung Rizani Answi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/teater-bastra-kerinduan-akan-proses/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XChZzBaSPW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teater Bastra: Kerinduan Akan Proses</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&quot;Berani Asah Seni, Teguh Raih Asa&quot; itulah kepanjangan dari Bastra. Merupakan kelompok teater yang berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Teater Bastra telah berdiri sejak 15 tahun silam, tapi baru diresmikan pada 2004. Telah banyak kisah pahit-manis di dunia pementasan yang dirasakan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum diresmikan pada 2004, Teater Bastra bernama Sanggar Seni dan 21 Januari ditetapkannya sebagai hari jadi teater tersebut. Pada kesempatan (25/2) lalu mereka mementaskan &quot;13 Kau Penawar&quot; di Taman Budaya, Gedung Rizani Answi. Ihsan Novrianda, Pengurus Bidang Perlengkapan Teater Bastra, mengatakan tema teater kali itu diambil dari kerinduan akan sebuah proses yang dilalui dalam Teater Bastra.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pementasan ini sebagai bentuk eksistensi kami terhadap seni dan peringatan ultah Teater Bastra. Semua cerita yang ada di Bastra itu selalu ada penawarnya dan pentas tahunan yang ke 13 ini adalah penawar rindu kami terhadap proses-proses yang ada di Bastra,&rdquo; tambah mahasiswa angkatan 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/d085ba28462d000ce06c5345411d5fbe7aeb0555.jpg" style="width: 700px;"></p><p style="text-align: justify;">Terang Ihsan, dalam pelatihan selalu ada momen yang sulit dilupakan. &quot;Senang-susahnya itu<em>&nbsp;ndak</em> bisa dilupakan. Ada kejadian pas latihan, terlempar sambal sampai nangis-nangis,&quot; kenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Pelatihan, Ihsan dan kawan-kawan hanya didampingi alumni, tak ada dosen yang terlihat mengawasi. Meski begitu, pementasan mereka selalu berlangsung dengan lancar.</p><p style="text-align: justify;">Siapa yang tak ingin berharap yang terbaik demi masa depan, begitu juga Ihsan dan kawan-kawannya di Teater Bastra. &quot;Semoga Teater Bastra, seperti kepanjangannya saat ini dapat terus menerus berjaya di dunia seni,&quot; harap Ihsan.<strong><em>(bip/nvt/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tetapi, Kita Tak Sakit dan Tak Sembuh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tetapi-kita-tak-sakit-dan-tak-sembuh/baca </link>
<guid> tetapi-kita-tak-sakit-dan-tak-sembuh </guid>
<pubDate> Sun, 05 Mar 2017 09:04:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Wahid Tawaqal, mahasiswa program studi Sastra Indonesia. (Sumber ilustrasi: juxtapost.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tetapi-kita-tak-sakit-dan-tak-sembuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HK8VXqIC5W.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tetapi, Kita Tak Sakit dan Tak Sembuh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kau mimpi yang selepas tiga detik masih kuingat<br>Suasana di sini begitu hening seperti layaknya rumah<br>Aku kanak-kanak yang ingin menyerah<br>Sebab rumah duka adalah tempat naif dan sandiwara di mana-mana<br>Takziah orang-orang harusnya membawamu ke kolam yang hanya kau keluar jika sembuh<br>Tetapi, mereka terus berbicara tanpa tahu peruntukannya<br>Bicara baik atau diam, bicara hangat atau jahat<br><br>Antara kau dan aku menyerupa rahasia yang tak ingin dibicarakan<br>Kulihat kau meniup ujung jilbabmu yang tunduk layu<br>Kau unggul satu detik dari waktu selamanya<br>Kehangatan ibu lengang di belantara ini<br>Aku tersesat di antara kaus kaki yang sudah dicuci dan tak berhasil kutemukan, meski sudah kutanya hidung setiap orang<br>Tak pernah ada waktu yang kembali di detik kau ingin<br>Kupikir kenangan ada untuk dipelihara hingga lupa seperti kucing temanku yang pasti akan mati<br>Para penyuka binatang itu, sadar atau tak telah menambah jilid kehilangan bagi dirinya sendiri<br>Mereka akan kehilangan lagi, lagi, dan entah kapan lagi<br><br>Kau tahu kita bukan cuma belajar dari sesuatu yang tak diinginkan, tetapi juga dari semua hal yang tak membuat sembuh<br>Aku dan kau tak sembuh tapi cuma bisa bersembunyi <br>Perutmu keram karena tertawa dan aku akan menahan leluconku agarmu mengambil jeda<br>Jangan kau belum dirayu sudah payu<br>Bertahanlah di antara berita (palsu), cerita (palsu), derita (yang bersembunyi) <br>Sebab siapa pun yang kau inginkan hidup, akan bersemayam di puisi-puisi kita</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Februari 2017</span><br><br><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Wahid Tawaqal, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, angkatan 2014.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 4 Tempat Manjakan Lidah Murah Meriah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/4-tempat-manjakan-lidah-murah-meriah/baca </link>
<guid> 4-tempat-manjakan-lidah-murah-meriah </guid>
<pubDate> Mon, 06 Mar 2017 06:12:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 4 tempat yang bisa manjakan lidahmu dengan harga yang tentunya mahasiswa banget. (Sumber foto: instagram.com/cafejawsika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/4-tempat-manjakan-lidah-murah-meriah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1RfuWxET3F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>4 Tempat Manjakan Lidah Murah Meriah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Selain berkuliah, mahasiswa juga dituntut pintar mengatur uang bulanan. Apalagi mereka yang rantauan dan menjalani hidup layaknya anak kos-kosan. Mahasiswa Unmul tentu tak asing dengan Jalan Pramuka-Perjuangan. Di sanalah surganya kuliner dengan harga yang tidak begitu berontak di kantung-kantung kemeja mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sepanjang Pramuka-Perjuangan tampak barisan warung makan yang menjajakan berbagai jenis menu andalan. Mulai dari nasi padang, nasi campur, sop, soto, bakso, lalapan, mie ayam, gorengan, dan masih banyak lagi. Tak cuma makanan berat, camilan dan aneka makanan ringan juga bertebaran di sisi-sisi jalan.</p><p style="text-align: justify;">Masuk di tempat makan pertama, ada Pondok Nibung. Berlokasi di Jalan Pramuka 6, ini dia satu dari sedikit tempat makan sekaligus nongkrong yang ramai dikunjungi mahasiswa. Pondok Nibung kabarnya sudah berdiri sejak 2008. Disebut Pondok Nibung, karena penyangga atap tiap-tiap tempat makan semacam saung di sana terbuat dari pohon Nibung.</p><p><img alt="Pondok Nibung (Sumber foto: undas.co)" class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/04ad494de4f1a42d7aa147e2b5fc427bee032d18.jpg" style="width: 694px;"></p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Di Pondok Nibung terpantau ada tiga warung makan yang tak pernah sepi aktivitasnya. Salah satu warung itu adalah Warung Ayam Kremes Lamongan. Selain pilihan menu yang beragam, pelayanannya pun tak kalah bak rumah makan yang terkenal mahal. Jika memesan makanan, pesanan akan ditulis oleh pramusaji untuk kemudian diantar sesuai nomor meja.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Indah, pemilik Warung Ayam Kremes Lamongan mengungkapkan menu andalan sekaligus favorit mahasiswa adalah ayam penyet. Hanya dengan Rp15 ribu, ayam bermandikan sambal tomat yang asam juga pedas sudah bisa dihadirkan di hadapan.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma murah, kelebihan lain dari Pondok Nibung adalah tersedianya stop kontak yang jumlahnya lumayan dan lahan parkir luas. Pengunjung bisa bersantai dan berkumpul bersama teman-teman atau keluarga tanpa takut baterai ponsel atau laptop habis. Parkir pun gratis. Ekonomis? Jelas.</p><p style="text-align: justify;">Keluar dari Pondok Nibung, mari melangkah maju ke Warung Makan Restu. Menu yang ada memang cuma dua, yakni nasi campur dan nasi uduk lalapan. Tapi jangan heran melihat ramainya gerombolan mahasiswa memadati warung ini kala tiba jam makan siang.<br><br><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/a3343099434a3a101005a329326a0d0b93fc8ac0.jpg" style="width: 694px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Adapun, yang jadi andalan dari Warung Restu adalah nasi uduknya. Rasa dan harga yang pas membuat penikmatnya rela datang setiap hari. Cukup Rp12 ribu, nasi uduk siap memadamkan kelaparan usai kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Jika Pondok Nibung punya stop kontak dan lahan parkir mumpuni, pramusaji Warung Restu punya sikap ramah yang sudah teruji. &quot;Kalau ada yang kurang, tambah, ya,&quot; ucapnya ketika piring mendarat di meja. Perhatian bukan?</p><p style="text-align: justify;">Di Jalan Pramuka, juga ada kafe yang akrab dengan keseharian mahasiswa. Tepatnya di Jalan Pramuka 5A, berdiri sebuah kafe bernama Jawsika. Meski lokasinya tidak berada di jalan utama, Jawsika cukup populer di kalangan mahasiswa karena tempatnya yang nyaman. Pilihan tepat untuk sekadar nongkrong, mengerjakan tugas kelompok, atau berdiskusi bersama teman, tanpa perlu khawatir diganggu deru keramaian kendaraan jalanan.<br><br><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/5a81250d32ad96e2a712cb2db3b619b50fb9cdfe.jpg" style="width: 693px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Di Jawsika, kamu bisa memilih mau duduk di kursi atau lesehan. Meriahnya makanmu juga akan kian syahdu dengan alunan musik yang diputar dari kasir. Untuk kamu sang pecinta kopi, kamu bisa menikmati beberapa varian kopi Nusantara yang juga ambil bagian dalam daftar menu andalan Jawsika.<br><br><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/96aa41436ae26f8c85ad742ad714d341aa27d4a9.jpg" style="width: 694px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Sambil menanti pesananmu datang, kamu bisa membaca buku-buku yang ada di perpustakaan mini yang letaknya di tengah kafe. Atau, kamu bisa menjelajahi dunia maya secara gratis karena kafe ini punya fasilitas hotspot untuk para pengunjungnya. Soal harga, jangan khawatir. Karena menyasar mahasiswa, harganya tentu cukup bersahabat.<br><br><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/eae88bede6ad02afb12e2c1b0db8521035ddf726.jpg" style="width: 677px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Memanjakan lidah murah meriah ternyata juga bisa dilakukan di kampus. Di kampus FKIP Unmul Pahlawan, ada satu warung yang jadi primadona mahasiswanya, Warung Acil Akak. Meski letaknya tersembunyi yakni di belakang kelas 36, warung ini tidak pernah sepi. Sama seperti Pondok Nibung, mahasiwa hanya perlu merogoh kocek Rp15 ribu sudah bisa menikmati soto ayam atau nasi campur. Jadi, di mana tempat manjakan lidah murah meriah ala kamu? <em><strong>(els/omi/tin/aml)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Open House BEM KM Unmul, Paparkan 117 Hari Kerja Hingga Nota Kesepahaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/open-house-bem-km-unmul-paparkan-117-hari-kerja-hingga-nota-kesepahaman/baca </link>
<guid> open-house-bem-km-unmul-paparkan-117-hari-kerja-hingga-nota-kesepahaman </guid>
<pubDate> Mon, 06 Mar 2017 06:49:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terhitung sudah 117 hari semenjak pelantikan 5 November 2016 lalu, Jumat (3/3) kemarin BEM KM Unmul gelar Open House sebagai ajang perkenalan pada publik civitas akademika. (Foto: Khajjar Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/open-house-bem-km-unmul-paparkan-117-hari-kerja-hingga-nota-kesepahaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7l6xmp3KbK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Open House BEM KM Unmul, Paparkan 117 Hari Kerja Hingga Nota Kesepahaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> BEM KM Unmul adalah representasi seluruh mahasiswa Unmul yang mengemban tanggung jawab kelembagaan, menghimpun aspirasi, mengawal isu, serta berperan dalam penyelesaian permasalahan kampus. Mengingat keberadaannya yang begitu penting, BEM KM Unmul menggelar <em>Open House&nbsp;</em>pada Jumat (3/3) kemarin sebagai ajang perkenalan pada publik civitas akademika.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang digelar di Aula Serbaguna Rektorat Lantai 4 Unmul tersebut mengangkat tema &ldquo;Mewujudkan Unmul sebagai Episentrum Gelora Perbaikan dari Unmul untuk Indonesia,&rdquo; dan dihadiri oleh perwakilan lembaga kemahasiswaan. &ldquo;Teman-teman bisa mengenal BEM KM Unmul lebih dekat. Saat ini agendanya untuk <em>enjoy</em> bukan yang serius-serius,&rdquo; ucap Norman Iswahyudi si presiden saat memberikan sambutan acara.</p><p style="text-align: justify;">Acara <em>open house</em> tersebut turut diapresiasi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. Ia menyebut kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi kelembagaan.</p><p style="text-align: justify;">Acara diisi dengan perkenalan Badan Pengurus Harian (BPH) yang terdiri dari presiden, wakil presiden, sekretaris kabinet, kepala biro, dan menteri-menteri dalam Kabinet Gelora Perbaikan BEM KM Unmul 2017.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan tersebut BEM KM Unmul memaparkan 117 hari kerja terhitung sejak pelantikan dalam Sidang Kongres pada 5 November 2016 lalu. Pemaparan disampaikan oleh Bhakti Muhammad Zuar, wakil presiden BEM KM Unmul. Ia membagi laporan kinerja BEM KM dalam 12 variabel. Di antaranya audiensi, administrasi, rapat internal, publikasi, aksi, tulisan, diskusi, konsolidasi, kunjungan, pelatihan, pers dan survey.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir terdapat penandatanganan nota kesepahaman Aliansi BEM se-Unmul. Norman mengatakan penandatanganan tersebut merupakan komitmen bersama untuk berkolaborasi dalam aliansi bidang, baik yang sudah maupun baru terbentuk. Aliansi yang sudah terbentuk di antaranya Garuda Mulawarman, Jaringan Advokasi Mulawarman, dan Bubuhan Sosmas.</p><p style="text-align: justify;">Adapun empat aliansi baru yaitu Forum Pengkaryaan, Forum Perempuan, Forum Media, dan Forum Kehumasan se-Unmul. Namun, saat penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatangani oleh BEM se-Unmul, BEM FISIP dan BEM FH tak nampak hadir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti akan dicoba pendekatan dulu kepada BEM fakultas yang tidak ikut menandatangani,&rdquo; jawab Norman. Sedangkan BEM FISIP dan Hukum hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. <strong><em>(krv/bir/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anak Kampung yang Terbuai Keramaian Metropolitan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/anak-kampung-yang-terbuai-keramaian-metropolitan/baca </link>
<guid> anak-kampung-yang-terbuai-keramaian-metropolitan </guid>
<pubDate> Mon, 06 Mar 2017 08:35:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ide menghidupkan kembali pedesaan adalah gagasan yang patut dipertimbangkan di era serba pragmatis ini, sebuah opini yang ditulis oleh Alif Bareizy, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2013. (Sumber foto: m.merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/anak-kampung-yang-terbuai-keramaian-metropolitan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f85RxZ5yNW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anak Kampung yang Terbuai Keramaian Metropolitan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Namanya Mohammad Sholekan, biasa saya panggil Sholekan saja. Tiba-tiba saya teringat dengan nama itu ketika membaca <em>Cerpen Pilihan Kompas 2013</em> di fragmen Lelaki Ragi dan Perempuan Santan. Ada suatu bagian, dia lebih memilih mengurus surau di kampung dengan ijazah sarjananya. Lalu menghidupkan kegiatan-kegiatan Karang Taruna. Sekali lagi, di kampung, dengan embel sarjana di belakangnya.</p><p style="text-align: justify;">Maka, begitulah namanya menyembul di benak saya. Mengutarakan gagasannya untuk pembangunan dukuhnya di kampung sana. Entah, malaikat bumi mana yang menyampaikan hidayah semulia itu, membangun kampung dengan cara kota. Setidaknya, itulah yang dia sampaikan ke pertemuan terakhir kami di Semarang.</p><p style="text-align: justify;">Kawan saya ini, katakalah, pejuang &ldquo;ide pedesaan&rdquo; sejati. Kalau ada aksi menginap di depan Gubernuran Jawa Tengah untuk penolakan pabrik semen Rembang, hampir dipastikan dia menemani para demonstran. Dia tidak takut memaki Ganjar Pranowo, Gubernur yang mungkin Anda kagumi karena seringnya terlihat di Mata Najwa itu. Begitu juga saya sering melihat dia bermain-main ke pedesaan untuk melepas penatnya Kota Semarang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan status mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), serta jomblo sejati yang melekat padanya, saya tak habis berdecak kagum dengan gagasannya yang tak umum itu. Bahkan demi gagasannya, magang di Humas kampusnya ditinggal karena kedekatan birokrat dengan pabrik semen. Padahal toh saya tahu, kucuran honor magang di sana lumayan melenakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku ingin mencalonkan diri jadi kamituwo (baca: kepala dusun dalam sistem pemerintahan Jawa), aku ingin membangun dusunku,&rdquo; katanya berhenti sebentar, dan demi gagasan itu saya hampir tersedak kopi yang sedang saya teguk, &ldquo;sarjana <em>bali ndeso</em> (bahasa jawa: sarjana pulang desa).&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, dia menyampaikan ide-idenya tentang desa, utamanya membangun pemuda kampungnya, daripada hanya memodif motor bebek tak jelas jadi lalu jadi tukang trek, atau malah mabuk-mabukan. Dia ingin memberdayakan masyarakat desanya, juga mengembalikan ritual dan adat desa yang sedikit demi sedikit tergerus karena rental PlayStation yang merangsek pedesaan.</p><p style="text-align: justify;">Sejujurnya, gagasan untuk menjadi kamituwo adalah suatu hal yang menggelikan, setidaknya beberapa saat sebelum saya sadar bahwa saya sedang khilaf. Sama sekali tidak terpikir buat saya yang kesehariannya hidup di Samarinda (yang sebenarnya juga tidak besar betul dibanding Semarang).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maka, gagasan Sholekan ini adalah sebuah ilham bagi saya. Tentu jauh lebih gagah dan aplikatif daripada program-program Kuliah Kerja Nyata saya tempo hari, yang hanya beriorientasi pada hasil dan nilai kampus.</p><p style="text-align: justify;">Saya terbuai dengan ramai dan macetnya Samarinda. Merasa nyaman dengan kafe, mall, dan tempat hedon lain. Menyamankan diri dengan macet yang tidak jelas sebabnya, juga banjir yang sebabnya tidak bermutu sama sekali. Padahal, sebelumnya saya sembilan belas tahun hidup di Kabupaten Blora, kota paling ujung Jawa Tengah, juga paling &ldquo;kampungan&rdquo; mungkin seantero Jawa Tengah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bayangkan, bahkan jam sembilan malam pun pusat kota sudah amat sepi. Lalu, hanya karena sempat mencicip Semarang dan sekarang Samarinda saya lupa tentang Blora, lupa bahwa di kampung pun amat banyak celah untuk dibangun. Hanya karena mungkin di kota besar saya lebih bisa berkembang, opsi Blora saya lupakan begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">Setelah perbincangan itu, tidak lama saya berkunjung ke Blora. Lalu saya berkontemplasi, ternyata saya ini sebegini kurang ajarnya terhadap kampung saya sendiri. Dengan tetangga tidak akrab, hanya karena saya kesulitan mencari topik karena level pendidikan saya lebih tinggi (tetangga saya banyak yang setelah SMP langsung bekerja). Permasalahan kampung hanya sedikit tahu, padahal saya ini calon sarjana.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Pribumi terpelajar harus membuat yang lain terpelajar juga, harus mampu berbicara dalam bahasa yang dimengerti rakyatnya. Karena setiap yang terjadi di kolong langit ini adalah urusan setiap orang yang berpikir, apalagi mereka yang terpelajar.&rdquo;&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>-&nbsp;</em>Anak Semua Bangsa, Pramoedya Ananta Toer.</p><p style="text-align: justify;">Saya seakan-akan sedang mengkhianati perkataan di atas sejak dalam pikiran. Mengerikan sekali. Kalau betul nanti saya jadi sarjana, yang artinya seorang yang terpelajar, lalu lupa bahwa banyak manusia harus dibangun selain diri saya sendiri, betapa egoisnya saya?</p><p style="text-align: justify;">Tahu Budiman Sudjatmiko, yang aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) lalu diculik Orde Baru itu? Sebelum reformasi dia memberdayakan masyarakat di pedesaan, utamanya petani. Karena kegiatannya itu, dia tidak sempat menyelesaikan kuliahnya di UGM, tapi toh akhirnya bisa selesai magister di Cambridge University. Dan setelah jadi wakil rakyat di Senayan sana, berkutat lagi dengan undang undang tentang desa.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa saya menjadi penggemarnya, saya setuju bahwa ide menghidupkan kembali pedesaan adalah gagasan yang patut dipertimbangkan di era serba pragmatis ini. Saya mengerti betul, manusia kota macam saya tidak bisa selamanya di desa, kembali ke kota untuk menempa diri lagi dengan ilmu adalah suatu keniscayaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setidaknya, ada jeda waktu untuk membangun kampung, utamanya yang berkaitan dengan kualitas manusianya. Lagipula, tidak buruk juga menikmati segala &ldquo;kelambanan waktu&rdquo; di kampung, serba santai dan tak buru-buru.</p><p style="text-align: justify;">Atau mungkin malah kembali lagi di kampung setelah menempa diri di kota untuk ke sekian kalinya, semenjak harga tanah dan rumah di kampung (masih) murah dan harga komoditas serupa di kota makin biadab saja, bahkan kredit rumah DP nol persen pun terindikasi hanya janji palsu.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis</em>&nbsp;<em>oleh&nbsp;</em><em>Alif Bareizy, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2013</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 4 Mahasiswa Kedokteran Ikuti Ajang SIMPIC di Negeri Gajah Putih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/4-mahasiswa-kedokteran-ikuti-ajang-simpic-di-negeri-gajah-putih/baca </link>
<guid> 4-mahasiswa-kedokteran-ikuti-ajang-simpic-di-negeri-gajah-putih </guid>
<pubDate> Tue, 07 Mar 2017 09:14:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Empat mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) bersama sang dosen melawat ke Negeri Gajah Putih untuk mengikuti ajang internasional. (Sumber foto: dok. pribadi Amalia Aswin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/4-mahasiswa-kedokteran-ikuti-ajang-simpic-di-negeri-gajah-putih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dUczQuyVud.jpg" />
					</figure>
			                <h1>4 Mahasiswa Kedokteran Ikuti Ajang SIMPIC di Negeri Gajah Putih</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada Jumat (24/2) empat mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan ditemani seorang dosen melawat ke Negeri Gajah Putih. Mereka hendak mengikuti ajang internasional untuk melawan mahasiswa dari seluruh dunia.</p><p style="text-align: justify;">Nama ajang itu adalah Siriraj International Medical Microbiological, Parasitology and Immunology Competition (SIMPIC) diadakan oleh Siriraj Hospital, Madihol University, Thailand. Gelaran ini merupakan lomba tahunan dan amat terkenal di kalangan mahasiswa kedokteran. Sebelum mengikuti lomba tersebut para calon peserta harus &nbsp;mengikuti seleksi dengan menyerahkan esai dan <em>motivation letter&nbsp;</em>sesuai tema yang telah ditentukan.</p><p style="text-align: justify;">Adalah Amalia Aswin, William Marampa, Herwidia Zaman, dan Sesilia Anita berhasil lolos dari pintu seleksi itu. Sekaligus menjadi wakil pertama bagi Unmul yang hadir dalam ajang bergengsi tersebut. Mereka mendatangi Thailand dengan persiapan cukup dan akan bertarung melawan 50 peserta yang juga lolos seleksi.</p><p style="text-align: justify;">Amalia menceritakan pengalamannya selama di Thailand. Pada hari pertama, ia dan tim mengikuti <em>Opening Ceremony</em> dan <em>Welcome Party</em> yang diisi dengan acara penyambutan para peserta lomba. Masuk hari kedua mulai diadakan <em>First Round</em> yang mana para peserta mengerjakan MCQ yaitu soal pilihan ganda berjumlah 60 soal dan praktikum kedokteran. Setelah itu mereka diajak <em>Sightseeing</em>, yaitu mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di Thailand. Pada hari ketiga diadakan workshop tentang kedokteran.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sayangnya proses yang diikuti itu tak membuat mereka lolos ke babak final. Amalia dan kawan-kawan terpaksa terhenti langkahnya di babak semifinal.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, kekalahan tak perlu didramatisir. Amalia justru sangat terkesan dengan sistem perlombaan yang diadakan oleh mahasiswa Kedokteran di Madihol University. Sebab, tak cuma lomba mereka juga diajak untuk bersosialisasi dengan mahasiswa lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi tidak hanya berteman dengan anak Indonesia saja, tapi sama anak-anak dari mana saja seperti dari China, Jepang, dari Thailand-nya sendiri, Bangladesh ada, jadi pengalaman juga menjalin pertemanan,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/6dff3dd2ddeafd43a1e466f758cf6772aa1aa7d5.jpg" style="width: 695px;">Di sisi lain, ia juga mengeluhkan posisiUnmul yang kurang mendukung terhadap bantuan pembiayaan kepada keempat mahasiswa yang berangkat untuk membawa nama almamater. Amalia mengaku sebagian biaya yang ditanggung adalah milik pribadi. Tetapi, untungnya Unmul, ia katakan, sudah ada menjanjikan 50% bantuan dana.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga dari pihak Unmul sendiri dapat membantu pembiayaan, supaya para mahasiswa lain semangat dalam mengikuti lomba-lomba internasioal seperi ini,&quot; tutupnya. <em><strong>(fqh/wal)&nbsp;</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangan bagi Perempuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/perjuangan-bagi-perempuan/baca </link>
<guid> perjuangan-bagi-perempuan </guid>
<pubDate> Tue, 07 Mar 2017 10:27:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perempuan merupakan pemeran utama dalam membentuk sebuah peradaban. Dari rahim perempuan akan terlahir sosok-sosok pemimpin yang akan meneruskan perjalanan sebuah negara. (Sumber foto: republika.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/perjuangan-bagi-perempuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8kbfs6MFbK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangan bagi Perempuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret. Mengingatkan kita pada perjuangan para buruh perempuan di New York, Amerika Serikat pada tahun 1857. Para buruh perempuan yang bekerja di pabrik tekstil saat itu memprotes ketidakadilan yang mereka dapatkan, seperti gaji yang di bawah rata-rata dan jam kerja yang tidak layak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan yang mereka lakukan tersebut malah disambut buruk dan berujung dibubarkannya massa oleh aparat setempat. Perjuangan perempuan terus berlanjut di belahan dunia barat, hingga pada tahun 1977 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 8 Maret sebagai hari peringatan bagi hak-hak perempuan dan perdamaian dunia.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia juga memiliki sosok perempuan yang memperjuangkan hak perempuan. Seorang perempuan cerdas dan peka terhadap lingkungan sekitarnya, yakni R. A. Kartini yang memperjuangkan hak perempuan dalam mengenyam pendidikan. Ketika berusia 12 tahun, R. A. Kartini sudah tidak diizinkan lagi mengenyam pendidikan oleh Ayahnya. Sebelumnya beliau belajar di <em>Europese Lagere School</em> (ELS). Di saat yang sama R. A. Kartini mengirim surat kepada teman-teman korespondensinya yang kebanyakan berasal dari Belanda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari situ pula beliau mengenal Rosa Abendanon yang selalu mendukung cita-cita beliau. R. A. Kartini pun membandingkan nasib perempuan Indonesia di sekitarnya dengan perempuan-perempuan Eropa yang berpikiran sangat maju.</p><p style="text-align: justify;">R. A. Kartini kemudian menikah dengan seorang bupati bernama K. R. M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada 12 November 1903. Suami beliau sangat paham dengan cita-cita yang sudah lama dimiliki R. A. Kartini. Kemudian beliau diizinkan untuk membangun sebuah sekolah khusus perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita membuka sejarah lebih jauh lagi, 14 abad yang lalu. Ketika peradaban dunia masih dipegang oleh Romawi, Persia, dan India. Negeri-negeri berperadaban yang justru tidak memperlakukan perempuan secara beradab. Menjadikan anak perempuan sebagai budak, diperjualbelikan, bahkan dijadikan barang warisan. Perempuan kala itu tidak memiliki hak milik, hak usaha, apalagi hak waris.</p><p style="text-align: justify;">14 abad yang lalu, hadir seorang laki-laki yang berasal dari negeri yang amat sederhana. Negeri yang ditinggalinya pun tidak luput dari pemikiran menyimpang terhadap seorang perempuan. Bahkan bayi perempuan yang dilahirkan dianggap pemandangan yang menghinakan keluarga. Namun laki-laki ini justru memperjuangkan derajat kaum perempuan di tengah-tengah budaya negerinya yang jahiliyah kala itu.</p><p style="text-align: justify;">Dialah Nabi Muhammad SAW. Seorang laki-laki yang tidak hanya memperjuangkan hak-hak perempuan, tapi juga mengangkat derajat perempuan. Membuat sosok perempuan menjadi mulia dan terpandang. Perempuan pun mendapatkan ruang dalam menempuh pendidikan, hak untuk berpendapat, dan berperan aktif dalam bidang sosial, politik, maupun ekonomi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan firman dari Allah SWT, ia sampaikan bahwa Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan, menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Lantas siapa yang paling mulia di sisi Allah SWT? Bukan salah satu gender, bukan pula suku A atau B. Tapi, yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah siapa yang bertaqwa di antaranya, laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Allah SWT juga menurunkan sebuah surah yang dikhususkan untuk perempuan. Di dalam surah tersebut disampaikan berbagai hak yang dimiliki perempuan, seperti hak diperlakukan dengan baik, hak mendapatkan bagian dari harta warisan, hak mendapat perlindungan, dan masih banyak lagi. Bahkan Allah SWT meletakkan surga di bawah telapak kaki ibu, seorang perempuan. Begitu mulianya derajat perempuan dalam Islam.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga sejarah yang telah dipaparkan di atas memberikan napas perjuangan bagi kita sebagai generasi masa depan untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan. Jika kita membuka kembali Catatan Tahunan yang dikeluarkan oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2016, tercatat sebanyak 321.752 kasus kekerasan perempuan dalam ranah personal. Dan setelah dianalisis, kasus kekerasan ini cenderung bertambah dari tahun ke tahun. Belum lagi semakin banyak jenis kekerasan perempuan yang bermunculan.</p><p style="text-align: justify;">Apakah ini sebuah masalah? Jelas. Bahkan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia sudah mencapai tingkat kritis. Perempuan-perempuan yang mendapatkan tindak kekerasan tidak hanya hancur pada saat itu saja, tapi juga masa depannya. Bahkan bisa berdampak pada generasi-generasi selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat perempuan mengalami tindak kekerasan, tidak hanya fisiknya saja yang mengalami gangguan, tapi juga kondisi mentalnya. Berbagai gangguan mental dapat dialami oleh korban kekerasan, seperti <em>post-traumatic stress disorder</em> (PTSD) atau stres paska trauma dengan gejala berupa ketakutan, kecemasan, mengisolasi diri, bahkan krisis identitas (tidak mengenali fungsi dan perannya). Gangguan mental lainnya yaitu <em>traumatic sexualization</em>, disosiasi, <em>powerlessness</em>, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan memiliki peran yang strategis. Perempuan juga dikenal sebagai <em>madrasatul ula</em>, sekolah pertama bagi anak-anaknya. Perkembangan seorang individu tidak ditentukan sejak ia dapat berbicara atau berjalan, tapi sejak ia berada di dalam kandungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, <em>golden period</em> untuk seorang individu untuk tumbuh dan berkembang berada di 2 tahun pertama kehidupan. Peran perempuan sebagai ibu sangat penting di masa tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan merupakan pemeran utama dalam membentuk sebuah peradaban. Dari rahim perempuan akan terlahir sosok-sosok pemimpin yang akan meneruskan perjalanan sebuah negara. Dari perempuan pula dihembuskannya makna perjuangan sejak janin dalam kandungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika ingin memperbaiki sebuah bangsa, maka tingkatkanlah kualitas perempuan-perempuannya. Salah satunya dengan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Jangan sampai kesadaran kita baru muncul ketika kasus kekerasan tersebut dialami oleh orang-orang terdekat kita. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dibutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Ditulis oleh <em>Nur Ahlina Hanifah, mahasiswi Fakultas Kedokteran 2013</em></p><p><em>Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Unmul</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SK Rektor Dicabut, KKN Reguler Akhirnya Gratis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-rektor-dicabut-kkn-reguler-akhirnya-gratis/baca </link>
<guid> sk-rektor-dicabut-kkn-reguler-akhirnya-gratis </guid>
<pubDate> Tue, 07 Mar 2017 10:52:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat Unmul dihadiri Wakil Rektor I, II, III, IV, para dekan fakultas, jajaran LP2M, Kabiro Umum dan Akademik, dan Kabag Akademik dan Kemahasiswaan. (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-rektor-dicabut-kkn-reguler-akhirnya-gratis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QCsaa34r92.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SK Rektor Dicabut, KKN Reguler Akhirnya Gratis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Akhirnya, untuk KKN 43 jenis reguler itu tidak dikenakan pembiayaan,&rdquo; demikian pelan Abdunnur Wakil Rektor II berkata yang kemudian diiringi desah kelegaan dari wakil-wakil mahasiswa yang hadir dalam agenda audiensi lanjutan KKN 43 hari ini, Senin (6/3).</p><p style="text-align: justify;">Keputusan itu tak serta merta diungkapkannya. Dia mengatakan uang yang terakumulasi Rp350 ribu itu ada dan dikelola. Dia pun membenarkan adanya potongan Rp50 ribu setiap semester untuk pendanaan KKN. Hanya saja, defisit anggaran yang mendera pemerintah daerah yang selama ini membiayai KKN dan berimbas pada KKN tahun ini membuat pihak Abdunnur cukup kelimpungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami meminta pihak LP2M untuk merumuskan besaran setiap mahasiswa KKN agar bisa subsidi silang dan ternyata didapat angka Rp1,2 juta. Dari situ diputuskan bayar Rp350 ribu. Itu nambahnya dari mana? Kalau uang kalian ada 350, sisanya berapa? Iya, 850. Itulah yang jadi <em>responsibility</em> universitas. Kami kelimpungan. Jangan kalian menggunakan prinsip ekonomi, mengeluarkan seminimal mungkin untuk output yang semaksimal mungkin. Jangan main-main menggunakan prinsip seperti ini dalam dunia pendidikan. Kami berupaya memenuhi itu dengan menjalin kerjasama atau pendapatan BLU yang lain,&rdquo; terang Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Mantan Dekan FPIK itu menambahkan mahasiswa perlu paham soal ini. Tidak hanya menonjolkan keinginan sendiri, tapi tutup mata terhadap kesulitan lembaga. Perihal SK Rektor sebagai dasar absah KKN berbayar pun diklarifikasinya. SK itu terbit sebagai respons dari komponen pembiayaan KKN yang diestimasikan dan disampaikan oleh LP2M. Adanya KKN jenis lain yang tetap berbayar itu pun dipercaya akan mewujudkan hakikat KKN bersubsidi silang. Abdunnur akhirnya mantap mengungkap kabar bahagia ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, Pak Rektor sudah mendengar hal ini. Pak Rektor mendapatkan laporan dari Ketua LP2M dan beliau langsung mengkoordinasikan bersama kami. Jadi supaya tidak bertele-tele karena memang angkatan 2013 dan 2014 dari UKT-nya memang ada <em>variable cost</em>-nya untuk KKN,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat Unmul dihadiri Wakil Rektor I, II, III, IV, para dekan fakultas, jajaran LP2M, Kabiro Umum dan Akademik, dan Kabag Akademik dan Kemahasiswaan. Audiensi itu dibuka Abdunnur, setelah sebelumnya meminta pembahasan disampaikan secara konkret. Lantas diserahkan kepada Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi. Ada tiga poin utama yang dibahas dalam audiensi hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, KKN Berbayar. Lalu UKT. Terakhir kelanjutan nasib potongan SPP 2012. Ketiga isian agenda itu diputuskan sendiri oleh Abdunnur. Namun, hanya perkara KKN 43 yang sempat dibahas.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dari kubu Jaringan Advokasi Mulawarman membawa tiga poin tuntutan yakni meminta ketegasan sikap birokrat terhadap KKN berbayar, kejelasan prosedur operasional baku (POB) terkait jenis-jenis KKN termasuk program-program baru yang akan diterapkan dalam KKN 43, dan KKN Penyetaraan.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, hanya KKN berbayar yang baru membuahkan hasil. Sedangkan POB dan penyetaraan masih menunggu kabar lanjutan dari LP2M dan Wakil Rektor I.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai audiensi, Indra tampak lega. Namun, dia tak ingin lengah. Bersama pihaknya dia berkomitmen akan tetap mengawal KKN 43 hingga terang benderang, mulai berangkat hingga kepulangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah KKN berbayar sudah terjawab. SK Rektor sudah dicabut dan KKN Reguler tidak berbayar. Kami akan segera konfirmasi ke LP2M. Untuk POB dan penyetaraan akan tetap kami kawal karena belum mendapatkan titik temu,&rdquo; ujarnya. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 43 Gratis untuk Semua Jenis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-gratis-untuk-semua-jenis/baca </link>
<guid> kkn-43-gratis-untuk-semua-jenis </guid>
<pubDate> Wed, 08 Mar 2017 00:58:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KKN 43 yang pada audiensi kemarin (6/3) telah diputuskan gratis membuat mereka benar-benar bisa bernapas lega. (Sumber: Facebook.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-gratis-untuk-semua-jenis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uc4eKkndvN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 43 Gratis untuk Semua Jenis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Mahasiswa kini tengah berbahagia. Kabar KKN 43 pada audiensi (6/3) kemarin, telah diputuskan gratis, membuat mereka bisa bernapas lega. Seperti dalam pemberitaan <em>Sketsa</em> sebelumnya, KKN gratis diberikan untuk KKN Reguler.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-rektor-dicabut-kkn-reguler-akhirnya-gratis/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-rektor-dicabut-kkn-reguler-akhirnya-gratis/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Hal itu diklarifikasi Norman Iswahyudi Presiden BEM KM Unmul. Kepada <em>Sketsa</em>, hari ini (7/3), dia menegaskan KKN gratis tidak hanya untuk jenis reguler, melainkan semuanya. Baik reguler, mandiri, tematik, maupun profesi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sudah konfirmasi kembali dengan Pak Abdunnur. Jadi, apa yang kami dapat kemarin itu KKN gratis untuk setiap jenis, reguler dan non reguler. Pun jika nanti ada fakultas yang menyelenggarakan KKN itu akan dibantu oleh LP2M. Jadi, semua jenis KKN tahun ini gratis kecuali yang kebangsaan dan internasional,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, Risa Rismawanti, mahasiswi Pembangunan Sosial FISIP Unmul mengaku senang mendengar kabar ini. &ldquo;KKN gratis ini meringankan. Saya senang, uangnya bisa disimpan untuk proker KKN nanti,&rdquo; ucapnya sumringah.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, masalah KKN 43 tak hanya berbayar, tapi juga tentang kejelasan jenis-jenisnya. Perihal prosedur operasional baku (POB) yang akan menjawab itu, ditargetkan Norman sudah dikantonginya pekan ini. Rencananya, hari ini, Indra Cahya Pramukti Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul, akan menemui Susilo Ketua LP2M mempertegas urusan itu.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan Jaringan Advokasi Mulawarman sebagai aliansi yang memposisikan diri mengawal KKN tahun ini, dikatakan Norman tetap melangsungkan konsolidasi dan serangkaian diskusi sembari menanti terang KKN 43 hingga usai. Mereka menempatkan beberapa anggota untuk fokus mengawal masing-masing aspek dalam KKN yang kiranya perlu diawasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada yang menangani UKT, fasilitas, dan beberapa bidang lain. Tentu supaya mereka bisa mengawal KKN dengan berbekal data dan kajian,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sengketa FMIPA-FKTI, Tak Ada Ruangan Tanpa PNBP 30% </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sengketa-fmipa-fkti-tak-ada-ruangan-tanpa-pnbp-30/baca </link>
<guid> sengketa-fmipa-fkti-tak-ada-ruangan-tanpa-pnbp-30 </guid>
<pubDate> Wed, 08 Mar 2017 10:00:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Masjaya mengeluarkan sebuah surat keputusan berisi Petunjuk Teknis penggabungan prodi Ilmu Komputer di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dengan Fakultas Teknologi Informasi. (Sumber ilustrasi: hukumonline.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sengketa-fmipa-fkti-tak-ada-ruangan-tanpa-pnbp-30/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dvv8SaLhU2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sengketa FMIPA-FKTI, Tak Ada Ruangan Tanpa PNBP 30%</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Setahun lalu pada 3 Maret 2016, rektor Masjaya mengeluarkan sebuah surat keputusan bernomor 279/DT/2016. Surat itu berisi Petunjuk Teknis penggabungan prodi Ilmu Komputer di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dengan Fakultas Teknologi Informasi. Untuk selanjutnya memunculkan fakultas yang akan dinamai Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Surat tersebut menimbang bahwa untuk tertib administrasi dan kelancaran pelaksanaan pembentukan FKTI, maka dipandang perlu dibuat Petunjuk Teknis pelaksanaan. Sekaligus di dalamnya memutuskan dan menetapkan Petunjuk Teknis sebagai acuan dan pedoman bagi pihak-pihak terkait, yakni FMIPA dan FKTI untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maka begitulah, konsiderans itu masih berlaku hingga hari ini. Menjadi satu-satunya petunjuk resmi yang bisa digigit oleh geraham kedua fakultas. Sehingga kala Idris Mandang, Dekan FMIPA dengan keras menolak FKTI memakai ruangan kelasnya untuk Ilmu Komputer, padahal tidak menyertakan 30% dana prodi untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) FMIPA, itu menjadi sesuatu yang runcing bagi kelancaran kerja sama kedua fakultas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-mutualisme-antara-fkti-dan-fmipa/baca)">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-mutualisme-antara-fkti-dan-fmipa/baca)</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebab, hal ini berkaitan dengan bagian Sarana dan Prasarana yang termaktub di Petunjuk Teknis. Di butir 3 dan 4, masing-masing menyebutkan bahwa pendidikan Ilmu Komputer dan dosen sebagai pengajar bisa menggunakan ruangan di FMIPA, tetapi tetap di bawah koordinasi FMIPA. Dengan catatan butir itu baru berlaku jika butir 2 di bagian Keuangan telah ditunaikan. Dan di bagian itu ditulis,&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alokasi PNPB Tuition untuk Program Studi Ilmu Komputer pada FMIPA, berdasarkan penjelasan pada bagian D butir 3 dan 4, akan dibagi dengan porsi 30% untuk alokasi PNPB FMIPA dan 70% untuk alokasi PNPB FKTI, sesuai peraturan perundangan yang berlaku.&rdquo; Dalam wawancaranya kepada Sketsa, Idris tak mau ambil pusing soal dana tersebut meskipun nilainya cukup besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Waktu masih di bawah naungan FMIPA, pada 2015 dan 2016 Ilmu Komputer mempunyai dana Rp800 juta yang turun tiap tahun. Apabila di tahun ini bersama FKTI, Ilmu Komputer masih menerima besaran yang sama, berarti 30% yakni Rp240 juta mestinya menjadi milik FMIPA. Namun, dana itu kini tak lagi mengalir ke kantung FMIPA. Dengan tiadanya 30% jatah FMIPA ini pula, kata Idris, membuat dana FKTI menjadi surplus. Ia menganggap &ldquo;teman-teman dari Ilmu Komputer&rdquo; memang tak berusaha memikirkan tentang alokasi dana ke FMIPA.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara di rektorat palu sudah diketuk untuk Rancangan Bisnis Anggaran (RBA) 2017. Sehingga kalaupun nanti FKTI hendak melakukan proses pemindahan anggaran, itu akan menjadi sesuatu yang repot dan urusannya ada di Wakil Rektor IV. &ldquo;Saya enggak tahu. Artinya orang yang punya kepentingan yang harus mengusahakan ini. Bukan kami sebagai penerima,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut kesaksian Idris, sejak memasuki 2017, FKTI memang belum pernah mengajak diskusi soal ajuan kerja sama mengenai lanjutan kuliah di FMIPA. Lagi-lagi sebenarnya itu tak masalah, FMIPA dalam hal ini tak berhak menyurati FKTI untuk bilang agar berkuliah di ruang kelas mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tahu bahwa teman-teman Ilkom dulunya mahasiswa MIPA juga. Pilihan dia untuk jadi fakultas, bukan pilihan dari sini,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Waktu masih di FMIPA, Ilmu Komputer tidak punya masalah soal ruangan. Bahkan, prodi ini memiliki tiga lab yang siap digunakan untuk belajar. Maka tatkala mereka hijrah, ketiga lab itu mulai dialihkan. Satu lab diberikan kepada prodi Matematika, satu ke prodi Fisika, dan satunya lagi dibawahi langsung oleh fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, kini Ilmu Komputer bukan lagi milik FMIPA. Semuanya menjadi berbeda, kecuali pemahaman bahwa keuangan adalah kunci.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya ini loh, ada uang entah dikasihkah (atau tidak) uang itu (lalu) disuruh melayani, mau enggak? Pikiran orang di sini pahalanya nanti terlalu banyak, kelewatan surganya akhirnya neraka lagi dapatnya,&rdquo; pungkasnya. <strong>(wal/aml)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswanya Ditangkap, FEB Tutup Mata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswanya-ditangkap-feb-tutup-mata/baca </link>
<guid> mahasiswanya-ditangkap-feb-tutup-mata </guid>
<pubDate> Thu, 09 Mar 2017 09:15:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam menjalani masa akhirnya di dunia perkuliahan, Ln dijemput oleh pihak berwajib dan dibawa ke Polda Metro Jaya, Jakarta. (Sumber foto: news.okezone.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswanya-ditangkap-feb-tutup-mata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MVyQbVwrJT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswanya Ditangkap, FEB Tutup Mata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong> </strong><strong>-</strong> Terlibat dengan pihak berwajib sambil menyandang status mahasiswi bukan hal yang siapa pun inginkan. Apalagi jika telah menduduki semester akhir, yang impiannya segera menyelesaikan studi dengan lancar dan cepat. Sayangnya, nasib malang itu yang tak dapat ditolak oleh Ln, mahasisiwi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Dalam menjalani masa akhirnya di dunia perkuliahan, Ln dijemput oleh pihak berwajib dan dibawa ke Polda Metro Jaya, Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Beredarnya kabar ini telah sampai ke telinga Yunus Tetekonde, selaku Wakil Dekan III FEB. Ia sempat terkejut, tetapi kemudian menyatakan kasus hukum yang dialami Ln tidaklah membawa nama lembaga, melainkan masalah pribadi. Sementara pemberitaan Ln di media acap kali diikuti dengan statusnya sebagai mahasiswi aktif FEB Unmul. Yunus menganggap itu hal yang biasa.</p><p style="text-align: justify;">"Jangan dikait-kaitkan kasus ini dengan statusnya sebagai mahasiswi FEB. Saya kira siapa pun yang melanggar pasti akan ditanya kerja di mana, kuliah di mana, statusnya apa, ini merupakan hal yang biasa," katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, Yunus mengatakan belum ada langkah perencanaan ataupun pertemuan internal antara jajaran petinggi FEB untuk membincangkan kasus Ln. Ia tak tahu jika ada di waktu depan. Tetapi, ia katakan yang dapat dilakukan sekarang hanyalah memberikan <em>support</em> dan semangat kepada Ln. Sekaligus menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwenang. Meski begitu, ia tetap mengharapkan keringanan untuk mahasiswinya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">"Sebagai orang tua, saya mengharapkan kasus ini tidak berlanjut. Apalagi ini anaknya semester akhir, biar dapat kuliah kembail," ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Yunus menambahkan belum ada jalin komunikasi apa pun dengan pihak manapun terkait masalah ini, termasuk keluarga Ln. Sebelumnya <em>Sketsa </em>berusaha menghubungi Syarifah Hudayah selaku Dekan FEB melalui sambungan telepon, pesan singkat, tetapi tak ada menerima respons. Disambangi ke dekanat pun, ia tetap sulit ditemui. Beberapa agenda dan kegiatannya belakangan ini dikatakan asistennya cukup padat.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pihak keluarga Ln saat ini tengah berjuang agar dapat sesegera mungkin membawa pulang kembali Ln. Iyah, Ibu Ln menyatakan akan menyewa pengacara guna membantu proses hukum yang akan dijalani anaknya.</p><p style="text-align: justify;">"Saya sedang cari pinjaman Rp5 juta ke tetangga. Mudah-mudahan ada. Saya mau bawa pengacara ke Jakarta," ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma bantuan pengacara, Iyah bersama Nizar, kekasih Ln, menyambangi kantor salah satu partai yang didirikan pemilik MNC Group guna meminta bantuan.</p><p style="text-align: justify;">"Kami memohon dan berharap bisa dipertemukan kepada pemilik MNC Group agar ibu (Iyah) bisa menyampaikan permintaan maafnya," tutur Nizar.<em> <b>(adl</b></em><strong><i>/wal</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Kementerian BEM KM Unmul Tangani PKL </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-kementerian-bem-km-unmul-tangani-pkl/baca </link>
<guid> dua-kementerian-bem-km-unmul-tangani-pkl </guid>
<pubDate> Thu, 09 Mar 2017 09:57:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKL menjadi tanggung jawab dua kementerian dari ranah yang berbeda, yakni Adkesma dan Mensosmas. (Sumber ilustrasi: radarbanten.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-kementerian-bem-km-unmul-tangani-pkl/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VOxRcvyYrT.png" />
					</figure>
			                <h1>Dua Kementerian BEM KM Unmul Tangani PKL</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-&nbsp;</strong>Beda kepengurusan, beda pula kebijakan yang ditetapkan.<strong>&nbsp;</strong>Dalam masa kepengurusan BEM KM Unmul periode lalu, Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) memindai penting masalah pedagang kaki lima (PKL). Di kepengurusan tahun ini, PKL menjadi tanggung jawab dua kementerian dari ranah yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalin-hubungan-pkl-dan-fakultas-yang-berjarak/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalin-hubungan-pkl-dan-fakultas-yang-berjarak/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Khusus segala hal terkait pembinaan PKL kini diserahkan kepada Kementerian Sosial Masyarakat (Mensosmas). Sedangkan Adkesma kini lebih berfokus dalam hal pengawalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mensosmas lebih kepada penguatan SDM (pedagang) dan juga pembinaan produk, sedangkan Adkesma lebih ke mengawal,&rdquo; kata Indra Cahya Pramukti, Menteri Adkesma.</p><p style="text-align: justify;">Segala hal yang berhubungan dengan pembinaan PKL dilimpahkan kepada Mensosmas bukan tanpa alasan. Pembagian tugas ini dipilih karena melihat fungsi dari kementrian tersebut. Gerak Mensosmas ini akan lebih kepada pengabdian, memberdayakan, dan membina masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Ada tiga hal yang menjadi perhatian Adkesma sejauh ini terhadap PKL, yakni legalitas, pembayaran, dan keamanan. Dari segi legalitas, Indra menyatakan bahwa prosesnya dilakukan oleh pihak Adkesma, yakni dengan meninjau ke lapangan, melihat surat dari para pedagang. Berbeda dengan tahun lalu, pihak Adkesma kini mengusulkan kepada pihak rektorat untuk memperpanjang waktu pembaharuan legalitas yang dimiliki oleh para PKL, yang semula tiap 3 bulan menjadi 6 bulan sekali.</p><p style="text-align: justify;">Selain legalitas, administrasi pembayaran juga menjadi tanggung jawab Adkesma. Tahun ini, Indra beserta jajaran Adkesma BEM KM mengupayakan agar para PKL dapat tertib dalam menjalani peraturan pembayaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pengennya tahun ini ada penegasan khusus untuk PKL dalam mengikuti peraturan yang telah diberlakukan,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun, telah memberikan legalitas untuk beberapa pedagang, beberapa PKL liar justru muncul dan ikut meramaikan barisan jajanan Unmul. Diperlukan keamanan guna menertibkan keberadaan pedagang, guna membedakan PKL berlegalitas dan liar. Indra menyatakan akan meninjau kembali sistem keamanan ini dengan Sugiarta, selaku Kepala Bagian Hubungan Tata Laksana Unmul. Dalam koordinasi terakhirnya, Sugiarta menyampaikan bahwa Unmul telah bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal keamanan,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang masih dalam tahap komunikasi lagi dengan Pak Sugiarta, bagaimana kelanjutan pihak keamanan ini, sudah diberlakukan atau belum,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun kini pembinaan bukan lagi menjadi fokus Adkesma, Indra mengatakan belum mendengar terkait pembinaan PKL di fakultas. &ldquo;Sejauh ini, pembinaan yang saya tahu di SC dan di <em>workshop</em>,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati keberadaan PKL Unmul ditangani oleh dua menteri, ia berikrar Adkesma dan Sosmas akan terus berkoordinasi. Berusaha tak membuat perbedaan antara keduanya dalam bekerja sama dan menciptakan suasana harmonis di Unmul. <strong><em>(adl</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tatkala Rektor Minta Transfer </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tatkala-rektor-minta-transfer/baca </link>
<guid> tatkala-rektor-minta-transfer </guid>
<pubDate> Fri, 10 Mar 2017 02:54:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemarin (9/3) akun Facebook milik Rektor Unmul, Masjaya mengirim pesan berisikan permintaan transfer uang ke sejumlah pihak. (Sumber gambar: Febri Arianto) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tatkala-rektor-minta-transfer/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W4ZxrECXyQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tatkala Rektor Minta Transfer</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Metode mencari untung kini kian bermacam-macam. Mengatasnamakan orang penting, seperti birokrat bukan hal baru lagi di Unmul. Belum terungkap, siapa dalang di balik penipuan yang mengaku sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin, kini giliran orang nomor satu Unmul alami kasus serupa. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemarin, Rabu (8/3) akun Facebook Rektor Unmul Masjaya tiba-tiba mengirim pesan ke sejumlah mahasiswa hingga dosen. Mula-mula, dia menanyakan posisi korban, lalu meminta tolong untuk segera dikirimi uang, karena kadung berjanji dengan seseorang.</p><p><img class="fr-dib" src="http://i.froala.com/download/e84515c5e029f826554eca3e959bdb63ffd0bc4f.jpg?1489039282" style="width: 300px;"></p><p style="text-align: justify;">&quot;Cukup 500 ribu Febri. Soalnya bapak barusan mau transfer tapi ATM bapak sudah <em>limit&nbsp;</em>terus ada yang mesti saya transferkan sekarang Febri dan sudah janji. Bisa tolong transferkan dia dulu. Pagi baru bapak kembalikan. Kalau cukup tolong bantu dulu Febri. Soalnya saya sudah janji mau transfer jam segini Febri,&quot; tulis akun Masjaya kepada Febri Arianto, mahasiswa Pembangunan Sosial FISIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pesan itu diterima Febri kemarin petang pukul 18.55 Wita. Febri tampak percaya dari jawaban-jawaban yang dia berikan saat awal-awal chatting. Dia mulai curiga dan mencium sesuatu yang aneh tatkala Masjaya menanyakan ada tidaknya saldo di rekening miliknya. Terang saja, Febri tahu ini penipuan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya kaget. Mungkin akunnya (Masjaya) itu di-<em>hack</em>,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Masjaya telah berhasil dikonfirmasi. Kepada <em>Sketsa</em>, mantan Dekan FISIP itu menegaskan akun tersebut palsu dan di-<em>hack</em> oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dia pun telah mengambil sikap.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Account</em> tersebut adalah palsu dan di-<em>hack</em> oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sementara <em>account</em> tersebut sudah saya <em>report</em> ke Facebook untuk dihapus atau dipulihkan oleh Facebook. Mohon maaf sekali lagi saya sampaikan itu bukan <em>account</em> asli Masjaya. Jika perlu minta tolong kesediaan untuk dapat membantu siapa sebenarnya yang meng-<em>hack</em> tersebut. Terima kasih,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Herdiansyah Hamzah, pengamat sekaligus dosen Fakultas Hukum Unmul berpendapat ada dua model pembajakan dalam kasus seperti ini. Pertama, akun yang di-<em>hack</em> atau diambil alih oleh orang lain secara paksa. Opsi kedua, akun tersebut diduplikasi.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengantisipasi model yang pertama, kata Herdi, penting untuk membuat pengamanan yang memadai agar akun tidak gampang dibobol. Misalnya, dengan membuat kombinasi sandi yang rumit tetapi tetap mudah diingat.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan model pembajakan yang kedua, bisa langsung dilaporkan melalui pengaduan resmi kepada pihak manajemen pengelola media sosialnya sebab melanggar <em>community standard.</em></p><p style="text-align: justify;">Herdi menambahkan, secara hukum, duplikasi bisa dianggap sebagai manipulasi. Perbuatan ini bisa dijerat pasal berlapis. Pertama, Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara, <em>juncto</em> Pasal 35 UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian ancaman hukuman terhadap pelanggaran pasal 35 UU ITE yang diatur dalam Pasal 51, yakni pidana 12 tahun atau denda Rp12 miliar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setahu saya duplikasi melanggar syarat dan ketentuan, karena seolah-olah menggunakan identitas asli yang bukan miliknya untuk perbuatan yang dikategorikan melawan hukum (<em>onrechmatig daad)</em>,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa memang sasaran empuk untuk jadi target penipuan. Apalagi ketika sang penipu mengatasnamakan orang terkenal semisal pejabat kampus. Menanggapi ini, Herdi berbagi saran saat menghadapi penipu yang korbannya kian berjatuhan. Menelepon langsung pihak bersangkutan dan agak memancing, menurutnya bisa jadi dua jalan mematahkan aksi penipuan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebaiknya melakukan konfirmasi terhadap akun yang mengubungi <em>by phone</em>. Karena, media sosial justru rawan duplikasi dan pembajakan. Kemudian, bisa saja memancing si penipu untuk membuka identitas seperti nomor rekening. Ketika mendapatkan nomor rekening tertentu, segera laporkan ke kantor cabang bank terdekat dengan laporan bahwa rekening tersebut terindikasi sebagai rekening penampungan hasil penipuan,&quot; pungkasnya. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jelang Pendaftaran KKN, LP2M Jadi Tutup Mulut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-pendaftaran-kkn-lp2m-jadi-tutup-mulut/baca </link>
<guid> jelang-pendaftaran-kkn-lp2m-jadi-tutup-mulut </guid>
<pubDate> Fri, 10 Mar 2017 10:39:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lepas dari beban berbayar, belum juga menuntaskan kegelisahan mahasiswa calon peserta KKN 43.  (Sumber foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-pendaftaran-kkn-lp2m-jadi-tutup-mulut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A7CpeH2hLe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jelang Pendaftaran KKN, LP2M Jadi Tutup Mulut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Lepas dari beban berbayar, belum juga menuntaskan kegelisahan mahasiswa calon peserta KKN 43. Pasalnya, terhitung sejak audiensi lanjutan KKN terakhir pada Senin, (6/3) lalu hingga hari ini, Prosedur Operasional Baku (POB) terkait jenis-jenis KKN tak kunjung dikantongi BEM KM Unmul sebagai pihak yang diharap bisa memberi kejernihan soal KKN. Belum lagi mengingat tenggat pendaftaran yang kian molor dari targetan awal.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pemaparannya sewaktu audiensi, Susilo Ketua LP2M sempat menjanjikan akan memublikasikan POB segera. Namun, itu belum terjadi hingga sekarang. Makin dipersulit lagi karena LP2M enggan buka mulut soal KKN jika yang datang tidak membawa serta pimpinan lembaga di kantor LP2M.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dikeluhkan Indra Cahya Pramukti Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul. Kepada <em>Sketsa</em> Rabu (8/3), Indra mengatakan, beberapa stafnya diutus untuk mengonfirmasi hasil audiensi sekaligus menagih POB KKN 43 dengan menyambangi langsung kantor LP2M. Tapi, lantas terkejut karena mendapati penolakan dari Susilo.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika staf Adkesma ke sana, Pak Susilo sendiri bilang untuk info KKN hanya satu pintu. Beliau bilang kalau mau tahu soal KKN harus membawa pimpinan lembaga. Misalnya BEM mesti bawa Presiden. Sketsa mesti bawa ketuanya. Karena itu kita tadi terkendala dan tidak menghasilkan apa-apa karena Norman enggak ikut,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Indra menyebut langkah itu dilakukan Susilo untuk mengurangi simpang siur informasi yang sebelumnya keluar dari banyak mulut. Bahkan, di meja pelaksana teknis LP2M tertulis &quot;close information&quot; sebagai tanda nyata bahwa informasi benar-benar ditutup kecuali dari mulut Susilo seorang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Padahal sejatinya sebagai pejabat publik harusnya melayani,&quot; imbuh Indra.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi menyatakan kecewa atas sikap LP2M. Ia merasa sudah cukup diserang mahasiswa, bahkan sebelum adanya kebijakan yang menurutnya tak elegan seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">Norman mengaku tak masalah jika ada mahasiswa bertanya kepada dirinya. Tetapi, itu tidak semestinya membuat LP2M tutup mulut dan lantas melempar urusan penyebarluasan informasi seutuhnya kepada BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mestinya kalau mau ada seperti ini harusnya ada pemberitahuan berupa surat dan itu tidak ada. Mestinya jangan begitu ngomongnya. Kami berharap LP2M bisa terbuka,&quot; tandasnya. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Himapasi, Pahamkan Koperasi serta Gelar Olimpiade Akuntansi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/himapasi-pahamkan-koperasi-serta-gelar-olimpiade-akuntansi/baca </link>
<guid> himapasi-pahamkan-koperasi-serta-gelar-olimpiade-akuntansi </guid>
<pubDate> Sat, 11 Mar 2017 01:31:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi (Himapasi) Unmul, gelar Seminar Koperasi. Disusul dengan Olimpiade Akuntansi untuk pelajar SMK atau sekolah yang memiliki jurusan akuntansi. (Sumber foto: Himapasi Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/himapasi-pahamkan-koperasi-serta-gelar-olimpiade-akuntansi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g7NRbUSnav.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Himapasi, Pahamkan Koperasi serta Gelar Olimpiade Akuntansi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Berangkat dari tema &quot;Bagaimana Cara Berkoperasi untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat&quot;, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi (Himapasi) Unmul, gelar Seminar Koperasi. Disusul dengan Olimpiade Akuntansi untuk pelajar SMK atau sekolah yang memiliki jurusan akuntansi.</p><p style="text-align: justify;">Digelar dua hari (8-9/3), masing-masing punya makna tersendiri. &quot;Di Unmul ada koperasinya, tetapi kurang berjalan, bahkan enggak berjalan. Di sekolah-sekolah pun terkendala juga mengelolanya,&quot; ujar Akhmadi, Ketua Himapasi.</p><p style="text-align: justify;">Maka, adanya seminar tersebut menurut Akhmadi sebagai salah satu pencerah bagi pelajar, mahasiswa juga masyarakat secara umum. Menghadirkan, Indahwati pemateri dari Dinas Koperasi Samarinda. Ia memaparkan koperasi di Kalimantan, khususnya Samarinda yang pengembangannya mengalami pasang surut.</p><p style="text-align: justify;">Musababnya seperti, kurangnya kesadaran masyarakat serta pengembangan koperasi yang kurang tepat. Koperasi berkembang bukan dari kesadaran masyarakat, tetapi muncul dari dukungan pemerintah lantas disosialisasikan ke bawah.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan di luar negeri, koperasi terbentuk karena adanya kesadaran masyarakat, demi saling membantu kebutuhan dan menyejahterakan, itulah tujuan berdirinya koperasi. Sehingga, tugas pemerintah diringankan, dengan cukup menjadi pendukung dan pelindung. Berbeda dengan Indonesia, yang mesti kerja ganda. Selain mendukung, pemerintah juga mesti mensosialisasikan ke bawah, hingga rakyat paham manfaat dan pentingnya koperasi.<br><br>Berlanjut di hari kedua (9/3), adanya Olimpiade Akuntansi yang diikuti 12 tim dari delapan sekolah asal Balikpapan dan Samarinda. Tim-tim tersebut tentunya telah lolos seleksi dari sekolahnya, sebelum akhirnya diikutkan ajang ini. Dari serangkaian babak penyisihan, terpilihlah tiga juara yakni, Juara 1 SMKN 8 Samarinda, Juara 2 SMKN Balikpapan, dan Juara 3 SMKN 1 Samarinda.<br><br>Dari ajang ini, diharapkan Akhmadi dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan prestasinya. &quot;Apalagi dalam bidang akuntansi, karena olimpiade akuntansi begitu jarang diadakan,&quot; ucapnya.<br><br>Selain itu, ia juga berharap melalui Himapasi, program studi di mana ia bernaung kini dapat melebarkan eksistensinya, seperti kerja sama dengan fakultas lain, misalnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis. <strong><em>(bip/omi/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penerapan KTR di Universitas Mulawarman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/penerapan-ktr-di-universitas-mulawarman/baca </link>
<guid> penerapan-ktr-di-universitas-mulawarman </guid>
<pubDate> Sat, 11 Mar 2017 10:21:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual dan mengiklankan dan/atau mempromosikan produk rokok. (Sumber ilustrasi: bali.bisnis.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/penerapan-ktr-di-universitas-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xE6nybdT2Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penerapan KTR di Universitas Mulawarman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Masalah kesehatan adalah masalah yang kompleks, hasil dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah, maupun buatan manusia. Datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak, tetapi semua dapat dicegah dan dihindari. Sebab, setiap manusia ingin merasakan lingkungan sehat dan berhak mendapatkan perlindungan kesehatan, termasuk hak menghirup udara bebas dari asap rokok. Karena, merokok mengakibatkan gangguan kesehatan baik perokok, maupun bukan perokok.</p><p style="text-align: justify;">Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2007 dalam Diskominfo Prov. Kaltim 2013) menyatakan bahwa prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Kaltim antara lain, Hypertensi 31,3 %, Stroke 0,7 %, Diabetes Melitus 1,3 %, dan Kanker 0,4 %. Selain itu, masih banyak lagi kasus PTM lainnya, dan angka merokok setiap hari di Kaltim mencapai 21,6 % dari jumlah penduduk. Saat ini PTM meningkat signifikan dan menjadi <em>epidemic global</em>. Sedang di Indonesia, PTM menjadi penyebab kematian terbanyak. Utamanya, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, kanker dan pernapasan kronik.</p><p style="text-align: justify;">Demi mewujudkan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, pemerintah kota Samarinda membuat Perwali No. 51 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Bahkan baru-baru ini, telah dilakukannya sosialisasi uji publik Perda Kaltim terkait KTR di Balikpapan.</p><p style="text-align: justify;">KTR adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual dan mengiklankan dan/atau mempromosikan produk rokok. Ini tercermin dalam Perwali Samarinda pasal 6 bahwa setiap orang berhak atas udara bersih dan menikmati udara yang bebas dari asap rokok/merokok dan bahayanya bagi kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Adanya, KTR ialah bertujuan melindungi masyarakat di lingkungan tersebut dari bahaya asap rokok, karena asap rokok yang dihirup perokok aktif, juga dapat berbahaya bagi yang bukan perokok, atau disebut perokok pasif.</p><p style="text-align: justify;">Asap rokok yang berada di sekitar perokok mengandung bahan toksik dan karsigonetik, sama seperti yang dihisap perokok, dengan demikian efek merokok pasif sama, bahkan bahayanya lebih besar dari perokok aktif.</p><p style="text-align: justify;">Menurut data dari Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit, perokok pasif terpapar 7.000 jenis zat kimia yang berbahaya yang sebagian besar dari zat-zat ini terbukti menyebabkan kanker. Selanjutnya, dampak perokok pasif dengan bukti yang sugestif menyebabkan tumor otak, limfoma dan leukemia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kawasan Tanpa Rokok</strong></p><p style="text-align: justify;">Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) didasarkan pada peraturan pemerintah dan Perwali Kota Samarinda No. 51 tahun 2012, tentang KTR antara lain:</p><ul><li style="text-align: justify;">UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 113 sampai dengan 116</li><li style="text-align: justify;">Peraturan Gubernur Kalimantan Timur No. 01 tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok</li><li style="text-align: justify;">Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2003 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan</li><li style="text-align: justify;">Peraturan Pemerintah Indonesia No. 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara</li><li style="text-align: justify;">Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4/U/1997 tentang Lingkungan Sekolah Bebas Rokok.</li><li style="text-align: justify;">Instruksi Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 161 / Menkes / Inst / III /1990 tentang Lingkungan Kerja Bebas Asap Rokok.</li></ul><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Perwali Kota Samarinda No. 51 tahun 2013 tentang KTR</strong></p><p style="text-align: justify;">Tempat-tempat yang tidak diperbolehkan untuk menyediakan ruang untuk merokok ditetapkan pada pasal 3 ayat (2) yaitu:</p><ul><li style="text-align: justify;">Tempat fasilitas pelayanan kesehatan</li><li style="text-align: justify;">Tempat proses belajar mengajar</li><li style="text-align: justify;">Tempat anak bermain</li><li style="text-align: justify;">Tempat ibadah</li><li style="text-align: justify;">Angkutan umum</li></ul><p style="text-align: justify;">Berdasarkan Perwali kota Samarinda No. 51 tahun 2012 secara tegas telah disebutkan, bahwa tempat belajar mengajar adalah tempat dilarang merokok atau pun dilarang untuk menyediakan tempat bagi perokok.</p><p style="text-align: justify;">Dari landasan di atas sangat jelas sekali, bahwa KTR merupakan tempat proses belajar mengajar, seperti wilayah pendidikan Universitas Mulawarman. Semestinya, peraturan tersebut telah menjadi dasar diterapkannya KTR di Universitas Mulawarman pada tahun 2017 ini.</p><p style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman adalah sebuah universitas tertua di Kalimantan yang memiliki lebih dari 40 ribu mahasiswa serta ratusan staff pengajar maupun staf bagian akademik. Sebagian dari jumlah tersebut pastinya adalah seorang perokok. Salah satu fakultas yang telah menerapkan KTR di lingkungannya adalah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Namun dibeberpa fakultas, KTR belum diterapkan dikarenakan beberapa kendala dari internal fakultas-fakultas lain.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, pada tahun 2016 FKM berusaha menjadi pelopor penerapan KTR di Universitas Mulawarman. Mengingat peraturan yang tertera didalam Perwali kota Samarinda No. 51 tahun 2012. Selain itu, banyak pula manfaat yang akan dirasakan nantinya bila Universitas Mulawarman menjadi KTR, udara yang bersih tanpa asap rokok akan dirasakan oleh seluruh civitas akademika di Universitas Mulawarman, bebas dari penyakit mematikan yang disebabkan oleh rokok dan asap rokok.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh FKM adalah dengan melakukan survei pada tahun 2016 yang menjadikan seluruh mahasiswa di Universitas Mulawarman menjadi respondennya.</p><p style="text-align: justify;">Hasil survei yang dilakukan FKM pada tahun 2016 menghasilkan data-data yang dapat dijadikan dasar untuk seluruh civitas akademika, terutama pemangku jabatan guna membuat sebuah kebijakan mengenai penerapan KTR. Agar Universitas Mulawarman menjadi universitas yang bersih dari paparan penyakit mematikan. Berikut lampiran hasil survei di Universitas Mulawarman dengan responden sebanyak 921 orang di berbagai fakultas:</p><p>Salah satu pertanyaan dalam survei adalah &ldquo;<strong>Semua Civitas Akademika UNMUL Berhak Dilindungi dari Paparan Asap Rokok</strong>&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Hasil survei tersebut, dari seluruh responden 89,8 % responden secara tidak langsung setuju untuk adanya penerapan KTR di Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu kawasan tanpa rokok sangat penting jika diterapkan di kawasan pendidikan seperti di Universitas Mulawarman. Kawasan tanpa rokok memberikan efek terhadap penurunan jumlah perokok sebesar 10% dan konsentrasi partikel rokok yang dihisap oleh perokok pasif berkurang sebesar 84%. Kami berharap kepada para mahasiswa serta civitas akademika yang merokok untuk lebih menghargai teman-teman dengan tidak merokok di tempat-tempat yang telah diatur dalam Perwali No.51 tahun 2012, yaitu di tempat proses belajar mengajar karena mereka mempunyai hak untuk menghirup udara yang segar dan bebas asap rokok. Dan kami percaya bahwa mahasiswa Universitas Mulawarman merupakan masyarakat yang terdidik yang taat aturan.</p><p style="text-align: justify;">Serta, kami sangat berharap dan mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk terus mendukung dibuatnya kebijakan mengenai penerapan KTR di Universitas Mulawarman pada tahun 2017 ini, dengan demikian, diharapkan bahwa lingkungan kampus dapat menjadi lebih sehat. Fokus utama kebijakan ini adalah perlindungan bagi para perokok pasif serta untuk menciptakan kehidupan kampus yang sehat demi keberlanjutan proses mencetak generasi-generasi yang sehat dan hebat di masa depan yang dapat melakukan perubahan dari Universitas Mulawarman untuk Kalimantan Timur serta bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><em>Salam Sehat dari mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Tertanda,<br>Team Advokasi Dan Kajian Strategis<br>BEM FKM UNMUL 2017</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FUFest 2017, Bangun Keakraban di FISIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/fufest-2017-bangun-keakraban-di-fisip/baca </link>
<guid> fufest-2017-bangun-keakraban-di-fisip </guid>
<pubDate> Sat, 11 Mar 2017 11:24:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description>  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar event FISIP Unity Festival (FUFest) 2017. (Sumber foto: Monika Wibisono P.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/fufest-2017-bangun-keakraban-di-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I9O4B4z6N9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FUFest 2017, Bangun Keakraban di FISIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Bertemakan &quot;Bhineka Tunggal Ika-ku dari FISIP untuk Mulawarman&quot;, FISIP Unity Festival (FUFest) 2017 digelar. Merupakan event dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).</p><p style="text-align: justify;">Acara yang dibuka Nur Hariyani, Presiden BEM FISIP 2017 itu, diadakan sejak 6-11 Maret mendatang. Ahmad Dhani Nugraha, Koordinator Divisi Acara FUFest mengatakan acara ini merupakan bagian malam keakraban.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulunya kan ini pekan kreatifitas mahasiswa FISIP (baca, Pekmafis) sebagai makrab, sekarang FUFest yang lebih ke rebranding,&quot; ucap Dhani, saat dijumpai di Lapangan Futsal Centro (7/3).</p><p style="text-align: justify;">Perihal tema yang diusung tahun ini, terang Dhani karena melihat fenomena kerukunan dan toleransi di Indonesia mulai goyah. &quot;Kita mengambil isu hangat, soal goyahnya NKRI,&quot; kata mahasiswa Ilmu Komunikasi 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Serangkaian lomba memeriahkan FUFest antara lain, futsal, esai dan debat. Futsal dimulai sejak 6-8 Maret, pengumpulan esai pada 8 Maret, sedang lomba debat pada 9-10 Maret tadi. Lalu pengumuman lomba dilakukan pada Malam Puncak (11/3) besok.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian agenda pada Malam Puncak yakni, akan dimulai sejak 16.00 Wita dan dibuka dengan pelepasan balon dan akustik, berakhir pukul 22:00 Wita. Terakhir, Dandi Anggoro Aji, Ketua Pantia FUFest berharap dengan adanya acara ini bisa memperat tali silaturahmi antar panitia juga mahasiswa baru. <em><strong>(bip/mwp/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ingar Kampus Nusantara Mengaji </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/ingar-kampus-nusantara-mengaji/baca </link>
<guid> ingar-kampus-nusantara-mengaji </guid>
<pubDate> Sun, 12 Mar 2017 03:29:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana mengaji bersama di Ruang Serbaguna Rektorat Lantai 4 Unmul. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/ingar-kampus-nusantara-mengaji/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O3KCJWr5mb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ingar Kampus Nusantara Mengaji</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada Jumat (10/3) tepat setelah salat magrib usai didirikan, suasana Ruang Serbaguna Rektorat Lantai 4 Unmul jauh dari lengang. Sekitar 300-an mahasiswa dibagi menjadi putra dan putri duduk berlesehan. Pada masing-masing tangannya telah memegang Alquran, kitab suci umat muslim siap untuk dibaca.</p><p style="text-align: justify;">Harrish Jundana, Ketua Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Unmul, berdiri di depan menghadap para hadirin. Setelah mengucap salam, ia mengajak hadirin untuk mulai membaca Alquran. Bebas saja memilih bagian mana yang hendak dibaca. Sejurus kemudian, semua pun sibuk mengaji.</p><p style="text-align: justify;">Semalam, bukan Unmul saja yang mengaji. Setidaknya ada 40 perguruan tinggi negeri (PTN) lain di Indonesia yang ikut membaca ayat-ayat suci. Para PTN ini bergabung dalam acara <em>Khataman Al Qur&rsquo;an Serentak Perguruan Tinggi Se-Indonesia, Kampus Nusantara Mengaji.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Acara tersebut diinisiasi oleh Menristekdikti bersama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Alasan dipilihnya UNS karena selama 4 tahun terakhir telah rutin melakukan kegiatan khataman Alquran, setiap jelang dies natalis UNS. 40 PTN yang ikut semalam tersambung dengan UNS melalui video <em>conference</em>. Untuk menyukseskan acara ini, rektorat pun menggandeng Pusdima selama persiapan dan keberlangsungan acara.</p><p style="text-align: justify;">Maka hadir pula dalam acara khataman di UNS itu Muhammad Nasir selaku Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nuh mantan Menteri Pendidikan, Mahfud MD mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, dan Ary Ginanjar motivator.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini adalah kegiatan yang sudah kami lakukan di tahun yang lalu. Pada saat awal tahun 2016 yang dirintis sebenarnya akhir tahun 2015 untuk menyiapkan Nusantara Mengaji,&rdquo; kata Muhammad Natsir dalam sambutannya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan di Unmul tampak mengikuti dari awal hingga selesai acara Rektor Masjaya, Wakil Rektor III Encik Akhmad Syaifudin, Kepala HTL Sugiarta, Dekan FIB Mursalim, Dekan FMIPA Idris Mandang, serta perwakilan dari Fahutan dan Kedokteran</p><p style="text-align: justify;">Ketika waktu isya sudah masuk, para hadirin melakukan salat berjamaah. Selesai salat perbedaan waktu antara tengah dan barat Indonesia, membuat hadirin menunggu. Unmul menanti komando dari UNS untuk bersama-sama memulai khataman Alquran. Bacaan nantinya akan dimulai dari Surat Adh-Dhuha sampai An-Nas dan diakhiri dengan Surat Al-Fatihah. Sembari menunggu, hadirin diperkenankan menyantap makan malam.</p><p style="text-align: justify;">Saat UNS selesai dengan salat isya, acara khataman dimulai. Muhammad Natsir memimpin bacaan surat. Surat demi surat dan hadirin di Unmul terus ikut membersamai hingga khatam. Sampai doa khatam dibacakan.</p><p style="text-align: justify;">Ari Wibowo, mahasiswa dari FIB yang turut hadir, mengaku terkesan dengan acara mengaji semalam. Ia menyukai momen kebersamaan dengan rektor dan dekan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya merasa rektor dan para dekan seperti bapak sendiri, rata-rata peserta memakai baju koko. Rasanya memang seperti anak dan bapak yang bergandengan tangan menuju masjid. Kita lesehan dan ngaji bersama. Ini momen pertama saya,&rdquo; ujarnya. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa SMMPTN Bantah Dibilang Terbelakang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-smmptn-bantah-dibilang-terbelakang/baca </link>
<guid> mahasiswa-smmptn-bantah-dibilang-terbelakang </guid>
<pubDate> Sun, 12 Mar 2017 08:59:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di Unmul, mahasiswa jebolan SMMPTN mendapat besaran UKT lebih tinggi. Suka tidak suka mereka mesti pasrah berada di golongan empat dan lima. (Sumber foto: test-online1) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-smmptn-bantah-dibilang-terbelakang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QmHMAsPnuE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa SMMPTN Bantah Dibilang Terbelakang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menikmati bangku perkuliahan, bukan perkara mudah. Siswa-siswi SMA, SMK, ataupun MA yang telah dinyatakan lulus, harus mengikuti seleksi yang ketat menuju bangku kuliah. Ada tiga jalur memasukinya, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN).</p><p style="text-align: justify;">Di Unmul, mahasiswa jebolan SMMPTN mendapat besaran UKT lebih tinggi. Suka tidak suka mereka mesti pasrah berada di golongan empat dan lima. Tak hanya itu, mereka yang lulus melalui jalur mandiri pun tak jarang dipandang sebelah mata.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Noor, Dekan FISIP Unmul bahkan pernah berkata mahasiswa SMMPTN cenderung lambat lulus dan agak terbelakang dalam mengikuti perkuliahan sehari-hari. Itu diungkapkannya saat audiensi UKT yang digelar BEM KM Unmul beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">Adalah Agnia Nabilah Martani, salah satu siswa berprestasi saat SMA yang harus menerima kenyataan gagal masuk Unmul lewat SNMPTN dan SBMPTN. 2016 lalu ketika akhirnya dinyatakan lolos SMMPTN, dia sempat ingin mengajukan penurunan, namun niat itu buru-buru dia urungkan. Bersama orangtuanya Agni mengaku tak keberatan atas besaran yang harus dia tanggung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya dapat UKT Rp4 juta. Waktu itu sempat mau minta turunin juga bareng temen. Tapi kata bapak, kalau ribet mending enggak usah saja,&rdquo; ucapnya saat ditemui pada Kamis, (9/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Meski lolos jalur SMMPTN, Agni nyatanya mampu mematahkan argumentasi Noor. Buktinya, mahasiswi Hubungan Internasional FISIP Unmul itu mampu meraih indeks prestasi (IP) gemilang, yakni 3.44 pada semester ganjil lalu.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya ada Wa Sandora, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Berbeda dengan Agni yang lapang dada, Wandora mengaku keberatan dengan besaran biaya kuliah yang harus dia bayarkan tiap enam bulannya.</p><p style="text-align: justify;">Lolos di jalur SMMPTN membawanya pada kategori lima, yakni Rp4 juta. Kenyataan itu agaknya tidak adil bagi Wandora. Pasalnya, penghasilan kedua orangtuanya sebagai petani sempat jadi penghalang. Namun beruntung, dia masih bisa berkuliah melalui jalan lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orangtua sih awalnya keberatan. Tapi, karena dapat dukungan dari kakak-kakak saya, alhamdulillah akhirnya mereka setuju,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Noor tentang terbelakangnya lulusan SMMPTN dalam mengikuti perkuliahan sehari-hari, lagi-lagi terbantahkan. Wandora berhasil menorehkan angka 3.78 dalam portal akademiknya semester lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kesulitan itu karena banyaknya tugas yang menumpuk. Dan mungkin karena belum terbiasa aja sama suasana di kampus,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kisah lainnya datang dari mahasiswa semester akhir Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI). Dialah Reza Nur Muhammad, satu dari sekian mahasiswa SMMPTN yang sudah menyelesaikan seminar proposalnya. Dari diri Reza, persepsi mahasiswa SMMPTN lambat lulus kiranya terbantahkan pula.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang lagi mengerjakan bab empat dan lima. Insya Allah akhir Maret atau awal April maju seminar hasil,&rdquo; ujar mahasiswa angkatan 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di Teras Perpustakaan Unmul, Reza mengatakan bahwa mampu tidaknya mahasiswa dalam mengikuti kegiatan akademis bergantung pada diri sendiri, sama sekali bukan dari jalur masuk. Pun untuk lulus cepat atau tepat waktu, strategi yang digunakan harus tepat. <em><strong>(bru/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Supersemar sebagai Pelicin Orde Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/supersemar-sebagai-pelicin-orde-baru/baca </link>
<guid> supersemar-sebagai-pelicin-orde-baru </guid>
<pubDate> Sun, 12 Mar 2017 10:43:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sudah lebih setengah abad, fakta sebenarnya terkait keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 1966 masih jadi misteri sejarah kelam Indonesia. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/supersemar-sebagai-pelicin-orde-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YDBgShpDgh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Supersemar sebagai Pelicin Orde Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp; Sudah lebih setengah abad, fakta sebenarnya terkait keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 1966 masih jadi misteri sejarah kelam Indonesia. Bagaimana tidak, selama 51 tahun, naskah asli dari surat sakti yang menjadi titik balik pergantian kekuasaan dari Rezim Orde Lama ke Orde Baru tersebut belum juga ditemukan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti dimuat <em>Tirto.id</em>, pada 2013 terdapat empat naskah Supersemar yang disimpan pihak Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Satu dari Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Puspen TNI AD). Satu dari Akademi Kebangsaan, dan dua dari Sekretariat Negara. Namun berdasarkan uji laboratorium forensik, semuanya adalah palsu.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari segala kontroversi yang membungkus peristiwa Supersemar sejak 1966 silam, kita patut memaknai hal tersebut sebagai pembelajaran kritis dalam napak tilas perjalanan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Supersemar masih menjadi ihwal salah satu sejarah nasional Indonesia yang masih gelap. Hari ini kita melihat Supersemar telah menjadi pembelajaran kritis yang harus kita maknai,&rdquo; ucap Rizaldo mahasiswa pendidikan sejarah yang kini menjabat sebagai Gubernur BEM FKIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hal yang Melatarbelakangi Wahyu Supersemar</strong></p><p style="text-align: justify;">Stabilitas keamanan Indonesia terutama Ibukota Jakarta sedang genting pasca peristiwa pembunuhan petinggi TNI AD dalam Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G 30 S/PKI)<sup>&nbsp;</sup>atau yang juga mafhum disebut Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu) pada 1965.</p><p style="text-align: justify;">Enam jenderal TNI yakni Ahmad Yani, Raden Suprapto, Mas Tirtodarmo Haryono, Siswondo Parman, Donald Isaac Panjaitan, dan Sutoyo Siswomiharjo menjadi korban peristiwa nahas tersebut dan dibuang ke dalam Lubang Buaya.</p><p style="text-align: justify;">Di bawah komando Menteri Panglima Angkatan Darat, Soeharto kemudian melakukan aksi penumpasan terhadap gerakan tersebut. Semua anggota, pendukung dan simpatisan PKI, dibunuh dan dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali sepanjang Oktober-Desember 1965.</p><p style="text-align: justify;">Tidak diketahui berapa angka pasti korban yang meninggal dalam genosida tersebut. Perkiraan konservatif menyebutkan 500 ribu bahkan 1sampai 3 juta orang menjadi korban dalam pembunuhan massal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lima bulan setelah peristwa G 30 S/PKI, pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno memberi Soeharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Supersemar. Ia memerintah Soeharto untuk mengambil &quot;langkah-langkah yang sesuai&quot; untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Soeharto untuk melarang keberadaan PKI.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Detik-Detik Penandatanganan Supersemar</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada 11 Maret 1966 pagi, Presiden Soekarno meninggalkan sidang kabinet di Istana Negara Jakarta menuju Istana Bogor karena situasi yang tidak aman. Banyak pasukan tak dikenal, di sekeliling Istana.</p><p style="text-align: justify;">Di luar istana, Jakarta sedang bergolak. Hampir tiap hari terjadi demonstrasi mahasiswa. Lima bulan setelah peristiwa G 30 S/PKI, penyelesaian politik yang dijanjikan Presiden Soekarno belum juga terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Meski gerakan PKI telah ditumpas, secara resmi PKI belum dibubarkan. Sementara itu, situasi ekonomi semakin memburuk. Pemerintah pada 13 Desember 1965 memotong nilai uang dari 1.000 rupiah menjadi 1 rupiah. Namun, harga kebutuhan hidup makin melonjak.</p><p style="text-align: justify;">Aksi-aksi mahasiswa semakin besar karena tidak puas dengan sikap Soekarno yang dianggap melindungi PKI dan menolak desakan untuk membubarkan partai itu.</p><p style="text-align: justify;">Ketika sampai di Istana Bogor, Soekarno didatangi oleh tiga jenderal utusan Soeharto, yaitu Basoeki Rahmat, M. Jusuf, dan Amir Machmud. Namun, menurut kesaksian salah satu pengawal kepresidenan di Istana Bogor, Sukardjo Wilardjito, bukan tiga, melainkan empat jenderal dengan M. Panggabean. Dan mengatakan Soekarno menandatangani Supersemar di bawah todongan pistol.</p><p style="text-align: justify;">Apakah naskah Supersemar dirumuskan saat di Istana Bogor bersama Soekarno atau sudah disiapkan oleh para jenderal juga masih menjadi kontroversi.</p><p style="text-align: justify;">Isi Supersemar itu berbunyi: &ldquo;untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu, untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Pangti/PBR/Mandataris MPRS demi untuk keutuhan bangsa dan negara RI, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran PBR&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Atas nama presiden, Soeharto kemudian mengumumkan kelahiran Supersemar dan mengeluarkan Keputusan Presiden untuk membubarkan PKI. Sejak itu PKI menjadi organisasi terlarang di seluruh seantero nusantara. Setahun berikutnya pada 12 Maret 1967 setelah Nawaksara Soekarno ditolak MPRS, Soeharto ditetapkan menjabat sebagai presiden. Hal itu menandainya rezim yang panjang dan berdarah bernama Orde Baru. <strong><em>(krv/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lion, Kisah yang Mengharu Biru dan Bikin Baper </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/lion-kisah-yang-mengharu-biru-dan-bikin-baper/baca </link>
<guid> lion-kisah-yang-mengharu-biru-dan-bikin-baper </guid>
<pubDate> Mon, 13 Mar 2017 01:11:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lion, menceritakan  perjuangan seorang anak demi bertemu dengan keluarganya. (Sumber foto: Official poster Lion) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/lion-kisah-yang-mengharu-biru-dan-bikin-baper/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MuPpTD9N7L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lion, Kisah yang Mengharu Biru dan Bikin Baper</h1>
			              </header>
			              <p>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Lion</p><p>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Drama</p><p>Produser &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Iain Canning, Angie Fielder, Emile Sherman</p><p>Sutradara &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Garth Davis</p><p>Skenario &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Luke Davies</p><p>Produksi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Aquarius Films, Screen Australia, Sunstar Entertainment</p><p>Distributor &nbsp; &nbsp; &nbsp; : The Weinstein Company, Transmission Films</p><p style="text-align: justify;"><em>Lion</em> merupakan sebuah film garapan sutradara asal Australia, Garth Davis. Film ini kabarnya membawakan sebuah cerita yang mengharu biru. Selain itu, di dalam posternya tertulis bahwa cerita yang dibawakan berasal dari kisah nyata. Tentu saja sukses membuat penontonnya baper.</p><p style="text-align: justify;">Mengisahkan, seorang anak berumur lima tahun yang tersesat saat melakukan perjalanan menuju tempat kakaknya bekerja. Anak tersebut bernama Saroo (Sunny Pawar). Saroo, dikisahkan berasal dari Ganesh Talai, India Utara. Ia harus menerima kenyataan, dirinya terjebak dalam kereta yang membawanya menuju kota lain.</p><p style="text-align: justify;">Hingga akhirnya, Saroo tinggal di panti asuhan dan diadopsi oleh sepasang suami istri yang berasal dari Australia, Sue (Nicole Kidman) dan John Brierley (David Benham). Saroo kecil ternyata salah menyebutkan namanya sendiri, nama aslinya adalah Sheru yang berarti Lion (singa). Saroo kemudian tumbuh besar di kota asal Sue dan John Brierley, Tasmania.</p><p style="text-align: justify;">25 tahun kemudian, Saroo dewasa (Dev Patel) berusaha mencari keluarga kandungnya. Saroo amat menyayangi keluarga angkatnya, dengan berbagai cara Saroo mencoba menemukan keluarga kandungnya tanpa menyakiti perasaan keluarga angkatnya. Akhirnya, Saroo menemukan keberadaan keluarga kandungnya lewat bantuan teknologi, <em>Google Earth</em>.</p><p style="text-align: justify;">Membawakan kisah perjalanan hidup seorang anak yang terpisah dari keluarganya, tentu saja membuat jalan ceritanya bisa ditebak. Namun, <em>Lion</em> berhasil membawakan cerita yang dikemas dengan sederhana, sehingga membuat penontonnya ikut terbawa emosional melihat kisah perjalanan hidup Saroo.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah, penampilan gemilang Sunny Panwar yang memerankan Saroo kecil membuat penonton menaruh simpati penuh. Pembawaan Sunny Panwar yang begitu polos dan apa adanya mampu memikat hati penonton. Saroo dewasa diperankan oleh Dev Patel, bagi yang pernah menonton film <em>The Last Airbender (2010)</em> tentu tak asing dengan pemeran Pangeran Zuko yang tampan dari Negara Api.</p><p style="text-align: justify;">Pemeran Lucy, kekasih Saroo dibawakan oleh Rooney Mara. Penikmat Film tentu tak asing dengan wanita berkulit putih ini. Rooney Mara memerankan karakter Tiger Lily dalam film <em>Pan (2015)</em> silam. Tak hanya duet akting Dev Patel dan Rooney Mara yang membekas, namun Nicole Kidman yang memerankan tokoh Sue Brierley, ibunda angkat Saroo berhasil menyampaikan pesan moral antara ibu dan anak. Rasa terima kasih Saroo, ia ungkapkan dengan bahasa yang menyentuh. Pun rasa keibuan Sue yang sangat tulus menjadi bumbu penyedap kisah haru biru ini.</p><p style="text-align: justify;">Selain cerita dan penjiwaan karakter oleh para pemainnya, Lion tak lepas dari sinematografinya. Garth Davis dan timnya mampu menghadirkan keadaan film sesuai dengan jalan ceritanya, sederhana, tidak bertele-tele namun pesan yang disampaikan dapat dimengerti penonton.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini sangat layak ditonton, bagi yang mengaku tidak begitu dekat dengan keluarganya. Jangan lupa, siapkan tisu dan siap-siap terbawa perasaan. <strong><em>(els/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bermain Catur dengan Brigita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bermain-catur-dengan-brigita/baca </link>
<guid> bermain-catur-dengan-brigita </guid>
<pubDate> Mon, 13 Mar 2017 07:40:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi oleh Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia. (Sumber ilustrasi: teuingteunyaho) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bermain-catur-dengan-brigita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2gsmWiAApn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bermain Catur dengan Brigita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">kau lihat kemenangan pada langkah ketiga puluh</p><p style="text-align: justify;">di sudut papan catur, seorang raja meringkuk</p><p style="text-align: justify;">di belakang&mdash;sepasang pion mengadang amarahmu, kau benci</p><p style="text-align: justify;">aku menyulut rokok dan berkata:</p><p style="text-align: justify;">aku ingin melarangmu,</p><p style="text-align: justify;">tapi cinta&mdash;dia akan meredap-redup</p><p style="text-align: justify;">sebagai kunang-kunang,</p><p style="text-align: justify;">seperti aku</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">di teras, lampu gantung menyoroti adegan pertempuran itu</p><p style="text-align: justify;">seekor kuda dan seorang uskup terkapar</p><p style="text-align: justify;">di dekat sebuah benteng yang rubuh, seorang prajurit masih bertahan</p><p style="text-align: justify;">di balik punggung tembok, bersembunyi dari bidik sniper musuh seraya mengutuk:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;perang sialan!&rdquo; tapi ia melihat purnama</p><p style="text-align: justify;">dan seorang perempuan mengulum senyum</p><p style="text-align: justify;">dalam ingatannya</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em>: aku akan selamat dari medan perang</em></p><p style="text-align: justify;"><em>sebagai pejuang atau pecundang</em></p><p><br></p><p style="text-align: justify;">tapi sebuah granat menggelinding</p><p style="text-align: justify;">dan menandai pertemuan ini dengan</p><p style="text-align: justify;">remis</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">kau dan aku sepakat</p><p style="text-align: justify;">memang tak perlu ada pemenangnya</p><p><br></p><p><br></p><p><em>Ditulis oleh: Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, angkatan 2012.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepekan FUFest, Berakhir Semalam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/sepekan-fufest-berakhir-semalam/baca </link>
<guid> sepekan-fufest-berakhir-semalam </guid>
<pubDate> Mon, 13 Mar 2017 07:48:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FISIP Unity Festival (FUFest) resmi berakhir tadi malam (11/3). Dilangsungkan sejak petang, acara ditutup malam harinya oleh Kasubbag Kemahasiswaan FISIP, Muhammad Yusuf. (Foto: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/sepekan-fufest-berakhir-semalam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Tgtwq5bXjY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepekan FUFest, Berakhir Semalam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Cahaya lilin yang berpendar di sepanjang sisi jalan menuju FISIP Unmul membuat nuansa malam Minggu kampus kian manis. Muda-mudi berbondong-bondong masuk membayar lalu diberi sebotol minuman ringan. Tenda-tenda makanan, barisan vespa, dan panitia yang berhamburan mengenakan pakaian seragam jadi pemandangan.</p><p style="text-align: justify;">FISIP Unity Festival (FUFest) resmi berakhir tadi malam (11/3). Dilangsungkan sejak petang, acara ditutup malam harinya oleh Kasubbag Kemahasiswaan FISIP, Muhammad Yusuf. Dalam sambutannya, dia mengungkap rasa bangganya kepada mahasiswa baru yang telah sukses melangsungkan dua kegiatan yakni bakti sosial dan FUFest.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya senang sekarang acara mahasiswa ada yang menanungi dalam hal ini BEM FISIP. Semoga lancar dan keamanannya terjaga,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Agenda semalam merupakan ajang tahunan untuk maba. Setelah dua tahun sebelumnya bernama Pekan Kreativitas Mahasiswa FISIP (Pekmafis), tahun ini kepanitiaan bersama BEM FISIP sepakat untuk menamakannya FUFest. Tak cuma itu, FUFest kini ditangani oleh Kementerian Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Mahasiswa (PO-SDM) BEM FISIP, adapun sebelumnya MPM FISIP.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/9816f1a979f96f836bb598490e8c0890209ce903.jpg" style="width: 695px;"></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuannya menyatukan atau menyolidkan angkatan 2016, melatih mereka bikin acara, dan mengenali kampus. FISIP ini kan kampus yang lebih ke gerakan mahasiswa, kita mau mereka ini nyatu. Jadi, nanti pada saat kita melakukan gerakan mereka nyatu juga,&rdquo; terang Wahidatul Jannah, Menteri PO-SDM BEM FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Adanya FUFest selama sepekan ini membuat perempuan yang akrab disapa Wana itu cukup berbangga. Pasalnya, FUFest menurutnya terselenggara meriah dengan animo mahasiswa yang luar biasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ternyata mahasiswa FISIP masih mau datang ke acara kampusnya. Semoga tahun depan bisa lebih meriah dengan ada lomba yang sesuai dengan FISIP seperti pesan Pak Yusuf,&rdquo; imbuh Wana.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/669ea4f69ef329b72f9f277901a19b2ca5cc65d6.jpg" style="width: 715px;"></p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Wana, Dandi Anggoro Aji, Ketua Panitia FUFest pun merasa puas karena kali pertama menyelenggarakan acara skala besar. Ramainya pengunjung dan antusiasme mahasiswa FISIP mengikuti lomba FUFest juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi itu.</p><p style="text-align: justify;">Meski hanya digawangi 50 panitia dan diwarnai beragam kendala, dikatakannya tak sedikitpun menyurutkan semangat panitia menyelenggarakan FUFest hingga usai. Dimulai sejak 6 Maret, sebanyak empat lomba digelar, yakni futsal, debat, esai, dan lomba berbasis media sosial. Rangkaian perlombaan itu kemudian ditutup dalam malam puncak semalam.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/69f0eb9c84693c683943c8d5854c1b224ccf2063.jpg" style="width: 694px;"></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Malam puncak ini menampilkan sederet band kampus dan beberapa <em>guest star</em>. Dirangkaikan juga dengan pembagian hadiah lomba dan <em>doorprize</em>. Semoga FUFest terlaksana lagi tahun depan dan saya akan mendampingi adik-adik panitia nanti,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Vincent Siduppa salah satu pengunjung FUFest mengaku senang dan menikmati acara FUFest. &ldquo;Acaranya bagus, seru, terus FUFest ini menampilkan karya mahasiswa dan mengasah bakat mahasiswa. Semoga makin keren!&rdquo; tandasnya. <strong><em>(bip/aml/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kolam Unmul dan Hal-hal yang Belum Selesai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/kolam-unmul-dan-hal-hal-yang-belum-selesai/baca </link>
<guid> kolam-unmul-dan-hal-hal-yang-belum-selesai </guid>
<pubDate> Tue, 14 Mar 2017 08:28:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kolam Unmul yang berada di gerbang M.Yamin sangat tak terawat, namun hal tersebut menggiurkan bagi insting para pemancing. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/kolam-unmul-dan-hal-hal-yang-belum-selesai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/po9tvbmhcG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kolam Unmul dan Hal-hal yang Belum Selesai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ada tiga jalur masuk menuju kawasan Unmul, hanya satu yang dianggap sebagai pintu utama, yaitu gerbang di Jalan M. Yamin. Dua lainnya, ialah jalur pendukung, berada di masing-masing sisi, di utara (Jalan Pramuka) dan selatan (Jalan Gelatik).</p><p style="text-align: justify;">Keutamaan yang dimiliki gerbang M. Yamin dibandingkan dua gerbang lainnya cukup signifikan. Gerbang M. Yamin memberlakukan lalu lintas satu arah untuk masuk dan keluar kendaraan, memiliki pagar, pohon-pohon asri, dan dua kolam. Perihal yang terakhir itu, belakangan menjadi borok yang cukup serius di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sekiranya, satu tahun terakhir ini air di kolam Unmul meluap. Tumpah keluar dan tinggal sedepa lagi untuk dapat dikatakan menyentuh pagar. Rumput yang semula asri terendam dan kini menjadi lumpur belaka jika diinjak. Ranting tak terpunguti dan sampah berserakan memperlihatkan kondisi kolam yang tak terawat.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta, Kepala Bagian Hukum Tata Laksana dan Perlengkapan Unmul, mengatakan meluapnya air di kolam Unmul disebabkan karena gorong-gorong yang menghubungkan antara kolam satu dengan kolam di sebelahnya itu hancur. Membuat sirkulasi air jadi tidak lancar dan tersumbat. Maka, ketika curah hujan tinggi menghampiri Tanah Borneo, masalah pun datang berupa air dalam kolam yang meluap dan tak menemukan resapan air yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gorong-gorongnya itu jadi turun karena kan banyak truk dan kendaraan lewat,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>Jumat (10/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Namun, kolam Unmul yang tak terawat itu masih menggiurkan terutama bagi insting para pemancing. Kolam itu seakan-akan jadi tempat pemancingan terbuka--pada akhir pekan akan ada sekitar tiga, lima, atau bahkan lebih pemancing. Mereka tak peduli soal papan larangan yang berisi tulisan: Dilarang berenang/mandi/memancing karena ada aliran listrik berbahaya.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta bukannya tak sadar akan fenomena itu. Ia merasa bahwa tak semua orang mau peduli dengan aturan yang berlaku. Bahkan ia merasa, masih pandai para pemancing itu daripada petugas keamanan yang dimiliki Unmul. Satu-satunya pos jaga satpam terdekat dengan gerbang M. Yamin ialah satpam yang menjaga rumah dinas rektor. Itu pun, masih terlalu berjarak untuk terus bisa mengawasi kemunculan pemancing liar.</p><p style="text-align: justify;">Selain pemancing liar, Unmul juga melarang kemunculan para penebar jala dan pemburu yang menenteng senapan angin. Papan larangan itu tertancap di sepanjang <em>jogging track.</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acuan kita <em>ndak</em> boleh itu semua. Kecuali untuk penelitian yang ingin digunakan oleh civitas akademika Unmul,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menanti IDB</strong></p><p style="text-align: justify;">Gorong-gorong yang hancur itu sebenarnya sudah ingin diperbaiki. Namun, itu memunculkan sedikit kebingungan karena untuk memperbaikinya perlu membongkar badan jalan dan memerlukan gelontoran biaya yang tak sedikit. Sementara proyek <em>Islamic Development Bank&nbsp;</em>(IDB) 2017-2019 juga telah mengincar gerbang M. Yamin untuk ikut dipermak.</p><p style="text-align: justify;">Perwajahan baru Unmul dari IDB<em>&nbsp;</em>disinyalir memang tak akan main-main. Hibah dana $51 juta akan jadi napas pembangunan di Unmul. Tak cuma akan membangun gedung-gedung baru saja, tetapi juga akan memperasri ruang publik untuk mahasiswa di Unmul. Termasuk di antaranya, taman di halaman auditorium dan gerbang M. Yamin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk soal kapan gerbang mulai dikerjakan itu masih belum tahu. Tergantung nanti kontraktornya, mana yang didahulukan. Kan pasti enggak langsung serentak pembangunannya,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Sugiarta, sekaligus menegaskan tidak ada perbaikan kolam Unmul dalam waktu dekat. Tersisa dua pilihan, antara kolam itu akan terlihat tak terawat sepanjang waktu atau ada usaha agar setidaknya membuat kolam ini menjadi lebih bersih. <strong><em>(wal/iki/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Satpam Unmul Atasi Penyusup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/upaya-satpam-unmul-atasi-penyusup/baca </link>
<guid> upaya-satpam-unmul-atasi-penyusup </guid>
<pubDate> Tue, 14 Mar 2017 09:17:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Papan larangan bertuliskan dilarang memancing di sekitar kolam, juga sudah terpasang. Namun, seringnya para pemancing itu memilih tak menggubris. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/upaya-satpam-unmul-atasi-penyusup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kmqfuHUxYt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Satpam Unmul Atasi Penyusup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Senin pekan lalu, Unmul tampak seperti biasa. Riuh dan penuh. Mahasiswa dan dosen lalu-lalang melintasi jalan, bergegas untuk hal-hal baru yang akan dimulai. Pada pagi hari itu, Doni, pria berusia 30 tahun bergerak santai dengan laju pertama awal pekan. Ia memilih pergi memancing di kolam Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau negur sih tidak pernah, tahu semua orang dengan saya, teman-teman (sekuriti) di sini lama semua jadi kenal semua. Ada di gang saya sekuriti di sini juga,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Doni bukan pemancing kemarin sore, ia tahu apa yang tersembunyi di dalam kolam Unmul. Ada nila, gabus, dan lele. Ukurannya cukup besar, bahkan dia pernah mendapat ikan nila sebesar telapak tangan orang dewasa. Sementara, ikan berukuran kecil sering ia kembangbiakkan lagi di rumah. Memeliharanya di akuarium yang terhubung dengan oksigen. Ikan kecil itu, ia jual lagi dan dibeli anak kecil dengan harga Rp5 ribu untuk 10 atau 20 ikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pernah dapat ikan gabus sebesar lengan orang dewasa, itu langsung digoreng. Padahal umpannya pakai cacing aja,&rdquo; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Doni sempat mengenang, bagaimana dulu kolam Unmul termasuk kawasan yang terawat. Memiliki air mancur yang berfungsi dengan baik, ikan dan kura-kura hidup di dalamnya. Untuk mancing pun menjadi mudah. Lalu, pernah pula seorang kawannya iseng berenang di dalam kolam. Namun, berakhir sial karena kakinya terinjak beling di dasar kolam. Kenang-kenangan menyenangkan seperti itu yang masih dipelihara oleh orang-orang seperti Doni. Yaitu, orang yang mengikuti kolam Unmul dari semula baik hingga tak terurus.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melalaikan Bahaya Aliran Listrik</strong></p><p style="text-align: justify;">Kehadiran pemancing seperti Doni sebenarnya terlarang. Papan larangan bertuliskan dilarang memancing di sekitar kolam, juga sudah terpasang. Namun, seringnya para pemancing itu memilih tak menggubris. Jadi, terpaksa petugas keamanan Unmul yang dituntut rutin mengecek kolam, guna memastikan ataupun mengusir para penyusup itu.</p><p style="text-align: justify;">Solihin dan Dwi Haryanto adalah dua satpam yang berkali-kali bertemu dengan para pemancing. Mereka pun mesti menjalankan tugasnya, jika melihat pemancing, segeralah mereka mengusirnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kadang ada lima orang dalam satu kolam. Cuma sebenarnya enggak harus satpam juga yang menegur. Mahasiswa juga bisa,&rdquo; kata Solihin.</p><p style="text-align: justify;">Sore ketika <em>Sketsa&nbsp;</em>menemui keduanya pada akhir pekan pertengahan Februari lalu, keduanya sedang membersihkan rumput-rumput liar di sekitar Pos Satpam Rektorat. Sekitar 20 menit sebelum itu, Solihin telah melakukan patroli ke kolam Unmul dan tak menemukan pemancing atau anak kecil yang berenang.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pengalamannya selama ini, Solihin mengatakan, intensitas kemunculan antara anak kecil yang berenang dan pemancing sebenarnya sama. Kedua subjek ini bertipikal sama: datang hari ini, diusir pergi, di waktu yang tak menentu akan datang lagi. Seakan memang tidak ada efek jera.</p><p style="text-align: justify;">Komplotan anak kecil yang berenang di kolam Unmul ialah bocah yang sama. Solihin menakar, bocah-bocah ini merupakan anak gang yang tinggal di balik bangunan toko di seberang Unmul. Perkaranya, bocah ini berenang bukan cuma di air yang tak sehat, tetapi juga aliran listrik yang berada di sekitar kolam. Risiko tersetrum akan menjadi mungkin, jika para bocah ini terus berenang tanpa dilarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam kolam itu sekitar sepinggang orang dewasa. Dasarnya bisa lumpur, tapi itu yang bahaya listrik. Kalau jarang-jarang ya, mungkin enggak kejadian, tapi kalau sering kan mungkin,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dwi menyahut, untungnya para bocah ini tak repot diminta pergi. Asal satpam sudah kelihatan di muka si bocah, maka mereka akan segera keluar sendirinya dari kolam tanpa perlu diteriaki.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memancing untuk Lauk</strong></p><p style="text-align: justify;">Dari segi jumlah, bocah yang berenang dengan pemancing liar, lebih dominan pemancing liar. Jumlah mereka terlalu beragam untuk tidak dikatakan banyak. Beberapa kasus memergoki, baik Dwi dan Solihin tak pernah menemukan orang yang sama.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Namanya manusia di Samarinda banyak orangnya dan enggak bisa lihat kolam,&rdquo; seloroh Solihin.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa dari pemancing yang mereka temui, memiliki alasan memancing di kolam Unmul karena hasil pancingannya hendak dipakai untuk lauk. Biasanya, setelah mendengar tuturan seperti itu mereka jadi lebih maklum. Makin prihatin, jika umpan ikan si pemancing belum ada yang disamba, tetapi sudah harus diminta untuk meninggalkan kolam. Tega atau tidak, tetap saja keduanya meminta si pemancing untuk pergi karena itu merupakan tugas sebagai penjaga keamanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, ya enggak mungkin kita kasar sama mereka. Namanya ini daerah pendidikan, kita punya etika juga,&rdquo; ungkap pria yang sudah tujuh tahun menjadi satpam itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, di antara panjangnya pagar yang melindungi kolam Unmul, ada satu cela yang memang awalnya disediakan sebagai pintu masuk--saat masih terawat. Sehingga, orang yang tak punya niatan memancing atau berenang pun bisa masuk dengan mudah.</p><p style="text-align: justify;">Belakangan, Solihin merasa hal itu jadi soal pula. Sebab, terbukanya jalan masuk menuju kolam, maka nyaris tak ada kerepotan berarti untuk pelaku mancing masuk. Padahal, jika cela ikut dipagar, setidaknya bisa membuat para pemancing berpikir dua kali untuk masuk memanjat pagar. <strong><em>(wal/iki/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kolam Unmul dan Pemancing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/kolam-unmul-dan-pemancing/baca </link>
<guid> kolam-unmul-dan-pemancing </guid>
<pubDate> Tue, 14 Mar 2017 09:53:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sketsa bertemu Yayan saat Rabu (8/3) pekan lalu, pukul tiga sore ia sudah star memancing di kolam Unmul. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/kolam-unmul-dan-pemancing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4FzBsDJixW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kolam Unmul dan Pemancing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ada lima alat pancing dan tak satu pun berkedip. Sesekali, si pemancing yang berkedip, tetapi lebih sering ia mengawasi kelima alat pancing yang dibawanya. Sepetang itu, sembilan ekor ikan (itupun ukuran kecil semua) masih terlalu dini untuknya beringsut.</p><p style="text-align: justify;">Yayan, nama pria itu, mengambil sebatang rokok. Ia tak mau mengakui, sisa batang rokok yang ada di sekitar tempat duduknya sebagai sisa sampahnya. Menurutnya, itu hal yang biasa. Sama seperti yang dilakukan mahasiswa, kebanyakan asal membuang puntung rokok di mana mereka duduk. Ia bersikeras bahwa pemancing sejati, seperti dirinya, hanya akan pergi dengan ikan dan cuma meninggalkan bekas tempat duduk. Lain tidak.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>bertemu Yayan saat Rabu (8/3) pekan lalu, pukul tiga sore ia sudah star memancing di kolam Unmul. Hal pertama yang dilakukannya adalah mengumpulkan umpan berupa udang kecil yang ditangguk. Umpan itu, ia tangguk sebanyak mungkin dan ditaruh ke dalam ember yang telah dibawa.</p><p style="text-align: justify;">Sudah itu, Yayan duduk saja di sepetak jalan bersemen yang dulunya jadi jalur jika ingin pergi mendekat ke kolam Unmul. Namun, kini saat air telah merembes, ujung jalan bersemen itu sudah tak kelihatan ditutupi oleh air.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di sini ikan nilanya udah campur sama kakap. Nila kawin silang dengan kakap (merah),&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Hari itu Yayan sangat menginginkan ikan besar sebagai ikan kesepuluh. Ia tahu ada ikan besar di kolam Unmul dan bingung juga mengapa sejak tadi umpannya tak kunjung digigit. Pernah dulu ia mendapat ikan besar dengan berat seperempat kilo. Namun, rupanya hari ini lebih rakus ikan kecil yang pergi menggigit.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kadang enggak dapat sama sekali. Hari ini dapat tapi kenyataannya kecil-kecil semua. Ya, tapi saya pernahlah dapat yang besar,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Yayan, memancing dan tidak dapat ikan itu satu hal. Tapi, tumbuh besar dengan hobi sebagai pemancing itu adalah lain hal. Sejak kecil ia telah terbiasa untuk pergi memancing. Ia besar di daerah Karang Asam yang notabene cukup dekat dengan Sungai Mahakam. Kebiasaan memancing itu dipeliharanya hingga kini ia berusia 40 tahun, berkeluarga dan memiliki satu anak.</p><p style="text-align: justify;">Tak banyak pilihan hobi yang bisa dilakukan oleh orang seperti dirinya. Mata pencaharian sebagai kuli bangunan dengan panggilan kerja tak menentu, membuat ia butuh sesuatu yang bisa dirayakan. Yayan telah jadi kuli sejak SMP, ia mulai pekerjaan ini sejak gajinya Rp6 ribu per hari hingga sekarang jadi Rp100 ribu per hari. Kecil memang, tapi cukup jadi alasannya untuk bersyukur. Maka ketika ia memancing, tak lain adalah upaya Yayan untuk tetap waras menghadapi dunianya yang keras.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau kita mancing itu kita menghilangkan stres dan menguji kesabaran. Mancing juga pas ada waktu senggang dan itu enggak tentu. Kalau mancing itu kan kadang jenuhnya kalau ikan enggak dapat. Tapi, kalau bagi orang hobi enggak begitu. Meskipun enggak dapat ikan, dia tetap senang,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Hasil pancingan Yayan sore itu akan ia bawa pulang dan dinikmati bersama keluarga. Ia mengatakan, untuk seorang pemancing seperti dirinya tak ada yang lebih nikmat daripada ikan hasil pancingan sendiri. Ikan dipasar seberapa banyak pun bisa dibeli, tetap tak memiliki. Sebuah seni menanti alat pancing berkedip di atas permukaan air.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita pemancing merasakan dari tarikan ikan,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memancing di Kolam-Kolam Lain</strong></p><p style="text-align: justify;">Yayan terbiasa diam saja saat memancing. Jika ada kawan bercerita baru ia mau buka suara. Ia menikmati momen hening antara dia dan alat pancing miliknya sambil menghisap berbatang-batang rokok.</p><p style="text-align: justify;">Ia sudah lama memancing di kolam Unmul dan berkali-kali diminta pergi oleh satpam. Tapi, ia tak jera. Berkali-kali pula, ia datang kembali. Yayan tahu dari segi aturan dia telah melanggar, tapi ia merasa itu tak masalah karena ia cuma memancing dan tidak merusak apa pun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti ada pertemuan apa, dari kampus pasti bilang jangan mancing dulu. Ya kita nurut. Kalau sekuritinya baik, ya, dibiarin saja kita mancing. Sedangkan plang (larangan) itu kan baru-baru saja. Baru berapa tahun lewat, kata alumnus SMA 5 Samarinda itu.</p><p style="text-align: justify;">Yayan mengaku, ia memancing di banyak tempat lain. Beberapa hari sebelumnya, dia pergi ke daerah Lempake untuk memancing, di lain waktu ia memancing di kolam perumahan TVRI. Kalau sudah begitu, ia bisa betah duduk memancing satu harian penuh.</p><p>Hari sudah semakin petang dan satu alat pancingnya berkedip. Dengan sigap ia menarik, rokok yang dihisapnya masih tertahan di bibir. Petang itu, ikan kesepuluh yang diinginkannya masih berupa ikan kecil. <strong><em>(wal/pil/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Okin Si Pengusaha Clothing Line Hingga Kuliner </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/okin-si-pengusaha-clothing-line-hingga-kuliner/baca </link>
<guid> okin-si-pengusaha-clothing-line-hingga-kuliner </guid>
<pubDate> Wed, 15 Mar 2017 00:28:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Okin begitu dia disapa, bercerita awal ia memulai usaha Sate Taichan “Goreng”. Foto: Instagram Okintph </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/okin-si-pengusaha-clothing-line-hingga-kuliner/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MKMyvf6Y6b.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Okin Si Pengusaha Clothing Line Hingga Kuliner</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>UKM Mulawarman Youth Entrepreneur mengadakan seminar yang bertajuk &ldquo;Talk Show Nasional Be Creativepreneur 2017&rdquo; pada Sabtu (11/3). Seminar tersebut dilaksanakan di Gedung Olah Bebaya Lamin Etam, Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Mengundang pemateri yang sudah berpengalaman dalam dunia usaha seperti Firly CEO Kanggaroo dan Avenue serta Donna Dayang Faroek Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.</p><p align="justify">Selain pemateri lokal, ada pemateri nasional yang ditunggu-tunggu oleh peserta seminar. Gemuruh ruangan mulai bersambut saat moderator, Sigit Kuncoro mulai memanggil namanya. &ldquo;Ini dia Niko Al-Hakim,&rdquo; ujar moderator yang juga seorang pengusaha itu&nbsp;</p><p align="justify">Ditemui di Warung Makan Bemo usai mengisi acara, Okin begitu dia disapa, bercerita awal ia memulai usaha Sate Taichan &ldquo;Goreng&rdquo;.</p><p align="justify">&ldquo;Gue buka usaha ini saat sate taichan belum <em>booming</em> seperti saat ini,&rdquo; katanya.</p><p align="justify">Berbeda dengan sate taichan yang lain, sate taichan yang dimiliki Okin menjual logo dan inovasi di setiap variannya. Kini usahanya itu sudah memiliki lima cabang di Indonesia dan berencana akan buka cabang baru di Tebet, Jakarta Selatan. Dua di antaranya adalah waralaba. Itupun dikelola oleh relasinya sendiri.</p><p align="justify">Sebelum usaha sate taichan, Okin pernah membuka usaha <em>clothing line</em>&nbsp;<em>homemade</em> bernama Ravenformen. Dari <em>clothing</em><em>&nbsp;</em><em>line</em> inilah ia mendapat modal dan mencoba menjajal usaha dunia kuliner. Okin mengatakan dirinya lebih nyaman dengan usaha kuliner karena napasnya seperti tidak ada matinya.</p><p align="justify">Sejauh ini, sistem pembayaran dan perencanaan yang tidak sesuai saat dijalankan adalah dua kendala yang dirasakan Okin. Untuk itu, ia selalu melakukan inovasi dan belajar atas kesalahannya tersebut.</p><p align="justify">Tak cuma pengusaha ia juga dikenal pengikutnya sebagai selebgram. Tetapi, ia sendiri menampik predikat tersebut.</p><p align="justify">&ldquo;Kalau selebgram kan menghasilkan karya di tiap kontennya. Gue enggak punya konten apa-apa, gue lebih ke musisi kali,&rdquo; ujarnya. Ya, Okin memang mempunyai band yang bernama OPS. Dan berencana melakukan promo dengan manajemen baru. Di band-nya itu ia dipercaya sebagai basis.</p><p align="justify">Adapun, harapan Okin saat ini ialah ingin lebih mengembangkan usaha. Tak luput juga ia berpesan kepada anak muda untuk tidak takut gagal dalam memulai usaha.&nbsp;</p><p align="justify">&ldquo;Anak muda sekarang sudah maju dan kreatif. Jangan takut usaha di mulai dari muda. Usaha tidak harus dimulai dari tua,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(mwp</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>syf</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Paku Kasus Bigo Telah Dicabut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paku-kasus-bigo-telah-dicabut/baca </link>
<guid> paku-kasus-bigo-telah-dicabut </guid>
<pubDate> Wed, 15 Mar 2017 07:49:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ln telah pulang ke rumah dan kasusnya telah selesai. Sumber foto: tribunnews.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paku-kasus-bigo-telah-dicabut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gdKdYLMdAY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Paku Kasus Bigo Telah Dicabut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kasus perekaman film <em>live</em> melalui aplikasi <em>Bigo&nbsp;</em>oleh Ln, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis sudah menemui titik terang. Ln mulai bisa bernapas lega. Ia telah kembali ke kediamannya setelah sebelumnya dikabarkan sempat ditahan oleh Polda Metro Jaya, Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Pasalnya, kasus yang menjerat Ln telah dicabut dari pihak pelapor yakni produser dan sutradara dari Media Nusantara Citra (MNC) Pictures selaku pemilik hak cipta dari film &ldquo;Me vs Mom&rdquo; yang tayang pada November 2016 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ln terlebih dahulu berangkat ke Jakarta dijemput oleh pihak MNC Pictures pada 23 Februari. Dua hari berselang, Kiftiah yang merupakan ibu Ln, beserta dua kerabat Ln menyusul ke Jakarta. Ln mengaku kepada <em>Sketsa</em> betapa tegang ia dibawa ke Jakarta. &ldquo;Tidak ada yang namanya senyum lagi. Tegang saja rasanya,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sang ibunda, Kiftiah bercerita selama 12 hari ia menemani Ln yang dikenakan wajib lapor. Setelahnya laporan kasus Ln dicabut dari pihak MNC Pictures. Alasan pencabutan tersebut karena hasil rekaman hanya berlangsung 17 menit dan tidak mencari keuntungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anak saya lagi sial saja kena sidak oleh pihak MNC Pictures. Kalau sampai habis rekaman filmnya di proses (hukum) yang termasuk rekamannya dicabut,&rdquo; ujarnya ketika <em>Sketsa</em> temui di rumahnya di Jalan Sutomo pada Minggu (12/2).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dan Ln beserta keluarga meminta maaf kepada pihak yang sudah dirugikan akibat dari kasus ini. &ldquo;Saya mungkin hari Senin (kemarin) akan menemui dekan FEB sebagai permohonan maaf. MNC Pictures saya juga sudah minta maaf atas kejadian ini,&rdquo; kata Ln.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi angkatan 2011 ini mengambil pelajaran dari kasusnya. Ke depan ia akan mulai berhati-hati bermain media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya masih trauma kalau main Bigo, padahal belum lama main,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di kesempatan berbeda, Aditya Ferry Noor selaku ketua BEM FEB buka suara terkait kasus yang menimpa sesama rekan fakultasnya. Ia mengungkapkan pihaknya sudah menemui korban di rumahnya. &ldquo;Dari Internal FEB kemarin sore (Senin, 13/3) sudah bangun komunikasi internal dengan dosen. Lalu akan disosialisasikan dan himbauan mengenai UU ITE,&rdquo; kata Ferry.</p><p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya diberitakan tak melakukan apa pun untuk Ln, kabarnya pihak FEB sudah meminta bantuan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Namun, karena kasus sudah ditutup, langkah kongkrit selanjutnya pun dinyatakan selesai. <strong><em>(mwp/ann/mrf/cin/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Menyapa, Sapa Calon Maba Lewat Informasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/unmul-menyapa-sapa-calon-maba-lewat-informasi/baca </link>
<guid> unmul-menyapa-sapa-calon-maba-lewat-informasi </guid>
<pubDate> Wed, 15 Mar 2017 09:05:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul menggelar Unmul Menyapa untuk memberikan informasi terkait kampus bagi calon mahasiswa baru. (Foto: Fitia Nuril Salsabila) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/unmul-menyapa-sapa-calon-maba-lewat-informasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E74rTgNq6c.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Menyapa, Sapa Calon Maba Lewat Informasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebagai pelajar SMA yang akan lulus, penting untuk mengetahui bagaimana sistem pendaftaran dan segala informasi berkaitan dengan universitas yang akan dimasuki. Hal itu ditangkap &nbsp;BEM KM Unmul dengan menggelar Unmul Menyapa. Acara itu diadakan untuk memberi informasi tentang Unmul, bagaimana jalan masuk, info biaya kuliah serta apa saja yang berkaitan dengannya. &nbsp;Digelar di GOR 27 September pada (12/3) Unmul Menyapa dihadiri 200 peserta dari sejumlah SMA luar dan dalam Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai dengan tes minat dan bakat yang dipandu oleh Yarian Alamanda, mahasiswa Psikologi 2014. Tes ini bertujuan untuk mengetahui minat dan bakat siswa agar tidak salah memilih jurusan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penampilan tari Jepen yang dibawakan oleh UKM Seni dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, &nbsp;acara dilanjutkan dengan talkshow info seputar kampus yang menghadirkan dua pemateri. Ada Muhammad Ikhwan, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat Unmul dan Indra Cahya Pramukti, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul. Talkshow berlangsung cukup interaktif dengan dimoderatori Yoga Pratama Khatulistiwa.</p><p style="text-align: justify;">Talkshow itu mengulas informasi untuk calon mahasiswa baru tentang bagaimana sistem pendaftaran, biaya uang kuliah tunggal, serta organisasi yang di Unmul. Perbedaan dengan tahun lalu pun tak ketinggalan disampaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem SNMPTN tahun ini berbeda dengan tahun lalu, jika tahun lalu siswa menginput nilai dan langsung memilih jurusan dan seleksi. Tahun ini siswa menginput nilai terlebih dahulu kemudian akan &nbsp;diseleksi. Ketika diterima baru bisa memilih jurusan yang diinginkan,&quot; kata Ikhwan disela-sela materi. &quot;Kemudian untuk SNMPTN untuk biaya mendapat biaya golongan 4 dan 5, tetapi SNMPTN tidak berlaku bagi Fakultas Kedokteran,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke pemateri selanjutnya, Indra menyampaikan materi tentang kehidupan mahasiswa. Indra mengatakan di Unmul terdapat beragam organisasi kemahasiswaan, seperti Unit Penjaga Mahasiswa (UPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau yang jika di sekolah setara dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Dewan Perwakilan Mahasiwa (DPM).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Acara ini bagus. Unmul tidak kalah dengan universitas yang lain karena Unmul terbaik tahun ini se-Kalimantan dan kita ingin mempromosikan itu. Saya senang karena Unmul dapat dipersuasikan ke siswa-siswa yang potensial. Karena Unmul ini kan potensialnya luar biasa, namun kita harus tetap berusaha dan fight out,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Amunisi mengenal kampus belum berhenti. Masih ada dua pemateri berprestasi yang siap paparkan materi. Yakni oleh Duwi Pratiwi Penerima Beasiswa TOTAL Group Scholarship dari TOTAL E&amp;P INDONESIE and Alumni SciencesPo Paris, dan M. Taufik Haqiqi, mahasiswa Terbaik Kaltim 2016. Duwi dan Taufik berbagi pengalaman mereka yang menginspirasi para calon mahasiswa baru untuk tidak menyerah ketika melakukan suatu hal. Duwi yang merupakan mahasiswa lulusan S1 di Unmul jurusan Hubungan Internasional angkatan 2011 yang kemudian melalui kerja kerasnya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S2-nya di Paris.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang penting kerja keras dan jangan lupa pasang target ketika ingin mencapai sesuatu. Never give up, karena saya juga pernah gagal di tiga mata kuliah, tetapi saya tidak pernah menyerah,&quot; ucap Duwi.</p><p style="text-align: justify;">Unmul Menyapa juga menyajikan bazar dari setiap fakultas. Peserta dapat melihat informasi berkaitan dengan jurusan terkait sambil bergembira. Seperti Fakultas Ilmu Budaya yang menampilkan tarian dan Fakultas Periklanan dan Kelautan membuat kolam ikan sederhana di depan tenda mereka.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di sela-sela acara Putri Oktavia Sari, siswi dari SMK Farmasi Tenggarong mengaku senang dan beruntung menjadi peserta Unmul Menyapa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bisa tahu infromasi-informasi di Unmul lebih dari teman yang lain. Tahu biayanya berapa dan ada persiapan bagaimana. Saya ingin masuk Farmasi. Terus acara &nbsp;ini juga menarik dan ada <em>door prize</em> dan mendapat pengalaman,&quot; pungkasnya. <strong>(</strong><strong>bip/</strong><strong>tia/wil/tin/aml)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cermat Membaca Pesan sebagai Upaya Blok Serangan Peretas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cermat-membaca-pesan-sebagai-upaya-blok-serangan-peretas/baca </link>
<guid> cermat-membaca-pesan-sebagai-upaya-blok-serangan-peretas </guid>
<pubDate> Thu, 16 Mar 2017 04:13:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus kejahatan yang dilakukan oleh hacker dengan akun milik Masjaya, mendapat tanggapan dari Masna Wati, koordinator prodi Teknik Informatika FKTI.(Sumber foto: swisstoni.blogspot) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cermat-membaca-pesan-sebagai-upaya-blok-serangan-peretas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l1L0Z2VroU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cermat Membaca Pesan sebagai Upaya Blok Serangan Peretas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Seperti seorang pencuri yang dapat masuk ke dalam rumah melalui pintu, jendela, atap rumah, atau bawah tanah. Begitu kiranya perumpamaan yang pantas bagi seorang <em>hacker</em> yang berusaha mencari celah-celah untuk membobol dan masuk ke dalam sistem. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; <br><br>Di sisi lain, perkembangan teknologi yang semakin pesat, mengharuskan orang-orang untuk lebih mempelajarinya agar tetap mengikuti aliran arus itu. Namun, di balik itu semua sudah pasti terdapat dampak positif dan negatifnya. Seperti kasus pembobolan terhadap sistem komputer yang kian marak terjadi, yakni dengan menyalahgunakan ilmu yang dimiliki untuk kepentingan pribadi. &nbsp; &nbsp; &nbsp; <br><br>Rektor Masjaya baru-baru ini menjadi korban dari kejahatan <em>hacker</em>. Akun Facebook miliknya tiba-tiba mengirim pesan ke sejumlah mahasiswa hingga dosen. Mula-mula, ia menanyakan posisi korban, lalu meminta tolong untuk segera dikirimi uang, karena kadung berjanji dengan seseorang. Facebook Masjaya telah diretas. &nbsp; <br><br>Seperti yang telah disampaikan Herdiansyah Hamzah, pengamat sekaligus dosen Fakultas Hukum. Ada dua model pembajakan dalam kasus seperti ini. Pertama, akun yang di-<em>hack</em> atau diambil alih oleh orang lain secara paksa. Atau opsi kedua, akun tersebut diduplikasi. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><br>Dalam kacamata teknik informatika, Masna Wati, koordinator prodi Teknik Informatika Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) menjelaskan bahwa pengambilalihan akun tersebut hanya bisa dilakukan jika telah mengetahui <em>password</em> dari pengguna akun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau pengambilalihan, tanpa dia mengetahui <em>password</em>-nya pasti tidak bisa,&quot; katanya.<br><br>Ia juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan-kemungkinan yang dapat membuat seseorang diserang <em>hacker</em>. Salah satunya adalah kelalaian dari pengguna. Di beberapa media sosial apabila ada seseorang yang mencoba untuk mereset <em>password</em>, maka harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pengguna akun melalui email. Dan sepatutnya si penerima pesan bisa memahami dengan baik isi pesan yang disampaikan ke email tersebut. &nbsp; <br><br>&quot;Jika tiba-tiba kita mendapatkan pesan dari HP atau email, sebaiknya pesan itu dibaca baik-baik, jangan asal meng-klik. Jangan sampai ternyata ada orang yang meminta untuk direset <em>password</em><em>-</em>nya,&quot; paparnya. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br><br>Pun seorang <em>hacker</em> dapat melakukan aksinya melalui aktivitas berusaha mencari lubang-lubang kerawanan tempat serangan masuk.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bisa saja mereka menyadap dari <em>backdoor</em>, melalui celah-celah yang ia (<em>hacker</em>) tahu dari aplikasi tersebut,&quot; tambah Masna. <br><br>Menurutnya, terlepas dari cara mendapatkan ilmu itu, tentunya orang-orang yang mampu menembus sistem komputer, merupakan orang yang memang ahli dalam bidang teknologi informatika. Seperti pada kasus ini, oknum tak bertanggung jawab terhadap akun Masjaya itu sudah pasti telah mengetahui kelemahan dari sistem <em>Facebook</em>. <strong><em>(snh</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar Terbaru Pendaftaran KKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-terbaru-pendaftaran-kkn/baca </link>
<guid> kabar-terbaru-pendaftaran-kkn </guid>
<pubDate> Thu, 16 Mar 2017 07:44:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Skema pendaftaran online dan pengumuman pemberitahuan pelaksanaan KKN tahun ini. ( Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-terbaru-pendaftaran-kkn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ssPn9xSut2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar Terbaru Pendaftaran KKN</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong></span><span>&nbsp;Sempat&nbsp;</span><span><em>close information</em>,&nbsp;</span><span>kabar KKN kini muncul dengan skema pendaftaran online dan pengumuman pemberitahuan pelaksanaan. Informasi tersebut resmi dikeluarkan hari ini (15/3) oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh pada KKN kali ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keran informasi sudah saya buka, hal-hal secara teknis silakan ke&nbsp;</span><span><em>helpdesk</em></span><span>&nbsp;kami,&rdquo; ucap Susilo, Ketua LP2M kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;saat ditemui siang tadi. Dikatakan Susilo, Prosedur Operasional Baku (POB) dan skema pendaftaran online KKN angkatan 43 tidak jauh beda dengan sebelumnya. Kecuali lokasi KKN yang hanya dilaksanakan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara tak lagi diikutkan dalam pilihan KKN kali ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perihal pendaftaran ditargetkan akan dibuka April nanti. Namun, pihaknya masih menunggu kabar enam fakultas yang belum berikan surat tanggapan, terkait penyerahan pengelolaan KKN ke LP2M tersebut. Adapun, enam fakultas itu yakni, Fahutan, FPIK, FKIP, Hukum, Teknik, dan FKTI.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, menurut Sjaifudin, bagian Helpdesk KKN LP2M, juga menunggu koordinasi dengan pemerintah daerah yang belum selesai. &ldquo;Kita masih nunggu konfirmasi, makanya belum bisa buka pendaftaran,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi mahasiswa yang akan mengikuti KKN tahun ini, diwajibkan memenuhi syarat telah mengambil 110 Satuan Kredit Semester (SKS) dengan batas indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,00. &nbsp;Sistem pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi berikut,&nbsp;</span><span><a href="https://kkn.unmul.ac.id">https://kkn.unmul.ac.id</a></span><span>&nbsp;, menggunakan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan&nbsp;</span><span><em>password</em></span><span>&nbsp;masing-masing. Kemudian, mahasiswa mencetak surat pernyataan dan memilih jenis KKN.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada tiga jenis KKN yang ditawarkan, yakni KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Reguler Mandiri acak dan non acak, KKN P2M Tematik Kompetensi, dan KKN P2M Tematik Profesi. KKN P2M Reguler Mandiri berlokasi di daerah kabupaten/kota, dengan anggota kelompok yang terdiri dari tiga fakultas berbeda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk lokasi KKN di Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, Bontang dan Samarinda, anggota kelompok diacak secara online. Sedangkan untuk daerah Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Berau dan Paser anggota kelompok ditentukan secara mandiri (non acak). Satu desa atau kelurahan tidak boleh lebih dari satu kelompok KKN.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, KKN P2M Tematik Kompetensi berlokasi di instansi pemerintahan, perbankan, perusahaan, atau lembaga profesi dan pendidikan. Anggota kelompok KKN jenis ini boleh terdiri dari satu atau lintas fakultas dengan kuota 5-10 orang per kelompok.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedang, KKN P2M Tematik Profesi adalah jenis KKN bagi mahasiswa yang telah bekerja di berbagai sektor dengan menunjukkan bukti Surat Keputusan (SK) pegawai atau karyawan. Anggota kelompok terdiri dari lintas fakutas dengan jumlah 5-10 orang masing-masing kelompok yang diacak secara online. Lokasi KKN jenis ini berbasis masyarakat dengan menetapkan tema dan target pencapaian.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi mahasiswa yang ingin mencari informasi perkembangan KKN, bisa mendatangi bagian Helpdesk KKN LP2M, yang membuka pelayanan sejak pukul 09.00-15.00 Wita. Diterangkan juga, syarat mutlak bagi mahasiswa KKN wajib mengikuti pola pelaksanaan dari LP2M dan tidak melakukan koordinasi sebelum verifikasi melalui sistem online</span><span>.<em><strong>&nbsp;</strong></em></span><span><em><strong>(krv/jdj)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menebar Bibit-Bibit Sociopreneur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/menebar-bibit-bibit-sociopreneur/baca </link>
<guid> menebar-bibit-bibit-sociopreneur </guid>
<pubDate> Fri, 17 Mar 2017 07:50:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FISIP dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PT Kaltim menggagas seminar bertemakan, "Membangun Generasi Muda Kaltim Berjiwa Wirausaha Berbasis Sosial”. (Foto: Amelia Rizky Y.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/menebar-bibit-bibit-sociopreneur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eHopevx2L7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menebar Bibit-Bibit Sociopreneur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pagi tadi di Gedung Serbaguna rektorat lantai 4 diadakan seminar daerah. Tema yang diangkat ialah &ldquo;Membangun Generasi Muda Kaltim Berjiwa Wirausaha Berbasis Sosial&rdquo;. Ratusan mahasiswa datang meramaikan acara yang digagas oleh BEM FISIP dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PT Kaltim itu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam seminar itu berkali-kali diulang istilah <em>sociopreneur</em>. Sesuatu yang barangkali masih cukup asing untuk didengar. <em>Sociopreneur</em> adalah suatu kegiatan wirausaha berbasis bisnis, namun dengan tujuan utama menciptakan <em>social</em><em>&nbsp;</em><em>effect</em><em>&nbsp;</em>guna meningkatkan taraf hidup masyarakat menengah ke bawah.</p><p style="text-align: justify;">Generasi muda menjadi target sasaran bibit-bibit <em>sociopreneur</em><em>&nbsp;</em>ini. Sayangnya, keinginan untuk bergerak melakukannya masih sangat minim. &ldquo;Karena memang sangat kurang bidang-bidang ekonomi yang dijalankan oleh wirausaha-wirausaha di Kaltim berbasis <em>sociopreneur</em>,&rdquo; kata Nur Hariyani, Presiden BEM FISIP.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/7038a0447b74a64dc0bf21d9ce86985278e772a1.jpg" style="width: 694px;"></p><p style="text-align: justify;">Seminar itu mestinya dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Syarifah Hudayah namun batal karena yang bersangkutan melakukan kunjungan kerja dinas. Sedangkan Dayang Donna Walfiares Tania Faroek, Ketua Umum BPD HIPMI Kaltim, juga urung hadir karena ibundanya sedang sakit. Maka untuk menggantikan keduanya, ditunjuk Robiansyah dosen FEB dan Widi Aseno sebagai pemateri Wakil Ketua HIPMI Bidang Industri Kreatif.</p><p style="text-align: justify;">Saat memasuki sesi diskusi, situasi berjalan cukup interaktif. Sejumlah peserta mengacungkan tangannya untuk bertanya. Salah satu pertanyaan yang terlontar adalah tentang bagaimana proyek sosial bisa terus eksis berjalan. Pertanyaan itu dijawab pertama oleh Widi Aseno.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proyek sosial itu butuh tiga hal. Pertama, konsistensi. Lalu bertanggung jawab, dan terakhir keinginan kuat,&rdquo; ucapnya.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/5843d2d39f99fa6649e2e6fffa55946b7c628159.jpg" style="width: 693px;"></p><p style="text-align: justify;">Robiansyah kemudian menambahkan, bahwa ada tiga kiat melakukan proyek sosial. Menurutnya, tidak hanya konsisten, tapi pelaku proyek sosial mesti inovatif dan memperluas relasi. Kemudian, ketekunan juga menjadi kunci langgengnya suatu proyek sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketekunan itu wujudnya transasksi, terus berinteraksi, dan berusaha menjadi institusi formal. Jangan hanya puas dengan komunitas. Karena makin formal sesuatu, makin bertahan lama sesuatu itu karena ada keseriusan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai acara, Jainal Arifin, dari Divisi Networking Klinik Jalanan mengungkap apresiasinya untuk seminar hari ini. Ia merasa termotivasi sekaligus mengajak kaum muda untuk bangkit melakukan aksi nyata. Ia berharap selanjutnya akan ada pelatihan, tidak melulu seminar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seminar daerah hari ini sangat bagus, ya. Karena memang di Kalimantan ini kita butuh pemuda yang punya inisiatif dan punya kepekaan sosial. Kita jangan menunggu pemerintah saja. Kita perlu bergerak untuk membantu masyarakat. Terlalu banyak permasalahan sosial, hanya saja selama ini kita hanya mengeluh. Tidak ada aksi nyata. Dan, seminar itu baik, tapi pelatihan jauh lebih baik,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Armin Beni selaku penanggung jawab acara seminar mengatakan bahwa BEM FISIP dan HIPMI ke depannya akan terus berusaha bekerjasama. &ldquo;Tidak hanya sampai di sini, tapi dalam proyek sosial ke depannya mudah-mudahan bisa,&rdquo; ujarnya.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/88bbd85d135cc50159e6ef752aff5d73647ee23c.jpg" style="width: 696px;"></p><p>Pada pukul 12.00 Wita acara itu berakhir dan ditutup keriangan foto bersama. <strong><em>(</em></strong><strong><em>bip/</em></strong><strong><em>asr</em></strong><strong><em>/aml/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> POB KKN 43 Lahir, Resah Mahasiswa Berakhir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pob-kkn-43-lahir-resah-mahasiswa-berakhir/baca </link>
<guid> pob-kkn-43-lahir-resah-mahasiswa-berakhir </guid>
<pubDate> Fri, 17 Mar 2017 08:52:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dengan terbitnya POB KKN 43, keresahan mahasiswa Unmul kini berakhir. (Sumber foto: cdn.klimg.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pob-kkn-43-lahir-resah-mahasiswa-berakhir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Wb6yT6dPDe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>POB KKN 43 Lahir, Resah Mahasiswa Berakhir</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Terbitnya Prosedur Operasional Baku (POB) KKN 43 kiranya salah satu yang paling dinanti. Khususnya bagi mahasiswa calon peserta KKN 43. Berminggu-minggu dirundung resah, Susilo Ketua LP2M akhirnya memberi kepastian kepada mahasiswa melalui lembaran POB KKN 43 yang diterima <em>Sketsa,&nbsp;</em>Rabu (15/3).</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-terbaru-pendaftaran-kkn/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-terbaru-pendaftaran-kkn/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Nurhakiki Pebrianti, mahasiswa calon peserta KKN mengaku lega. Terbitnya POB KKN 43 membuat keresahannya berakhir. Mahasiswi Pembangunan Sosial itu pun senang karena mendapat kepastian bahwa Kabupaten Berau termasuk di antara pilihan lokasi KKN. Setelah sebelumnya sempat dikabarkan Berau tak masuk dalam pilihan lokasi yang diberikan LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Adanya lokasi KKN di Berau membuat saya lebih lega dan bersemangat. Apalagi semua jenis KKN tidak berbayar alias gratis,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan itu, Kurnianto Rombe Rante pun sama leganya. Menurutnya, adanya POB membuat sederhana proses mencari kejelasan KKN. &quot;Terbitnya POB itu sudah mengurangi keresahan terkait KKN ini, ya. Karena petunjuk pelaksanaan KKN jadi lebih jelas jadi enggak perlu sibuk-sibuk cari informasi lagi ke mana-mana. Tinggal mahasiswanya aja yang perlu memahami POB dengan seksama,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran KKN 43 rencananya akan dibuka April mendatang. Perihal spesifikasi dan syarat KKN semuanya telah tertuang dalam POB. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buah Asa Bela Guru Swasta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buah-asa-bela-guru-swasta/baca </link>
<guid> buah-asa-bela-guru-swasta </guid>
<pubDate> Sat, 18 Mar 2017 09:18:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Siang pukul 13.00 Wita kemarin, pasukan putih abu-abu beserta para guru dibersamai oleh sejumlah mahasiswa Unmul, tampak memadati halaman Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Mahameru P.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buah-asa-bela-guru-swasta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/86zijkgKZW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buah Asa Bela Guru Swasta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Siang itu pukul 13.00 Wita langit ibukota cukup panas. Matahari memang sedang berada di puncak singgasananya. Kendati begitu, pemandangan lain terlihat di Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Pasukan putih abu-abu beserta para guru dibersamai juga oleh sejumlah mahasiswa Unmul, tampak memadati halaman kantor di Jalan Gajah Mada itu.</p><p style="text-align: justify;">Membawa spanduk bertuliskan beberapa butir tuntutan, yakni pemyemarataan dana BOSDA (Bantuan Oprasional Sekolah Daerah) untuk sekolah swasta di Kaltim karena akan berdampak pada kenaikan SPP, memperbaiki infrastruktur dan pelaksanan UN, menuntut intensif guru di sekolah swasta tidak dipotong, meminta pemerintah tidak diskriminatif terhadap sekolah swasta, dan terakhir agar pemerintah Kaltim dapat menyelesaikan kisruh dari kebijakan di bidang pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma itu, mereka pun berkali-kali meneriakkan seruan &ldquo;Cairkan Bosda Kami&rdquo;. Suasana kian khidmat manakala Hymne Guru dikumandangkan. Kemarin, (16/3) digelar Aksi 163 bertema &ldquo;Membela Guru Swasta.&rdquo; Aksi itu diinisiasi secara bersama oleh MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan didukung oleh BEM FKIP Unmul, lembaga-lembaga internal FKIP, serta Garuda Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di sela-sela aksi, Rizaldo Gubernur BEM FKIP mengatakan aksi itu berlangsung taktis. Pihaknya dihubungi secara dadakan untuk membersamai setelah sebelumnya terlibat dalam audiensi yang digelar DPRD Provinsi Kaltim. Audiensi itu digelar pada Selasa (14/3) dengan membawa isu yang sama tapi tidak menemukan titik terang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akhirnya diputuskan untuk melakukan aksi hari ini,&rdquo; ucap Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Orasi-orasi disampaikan bergantian. Salah satu dari guru meneriakkan, &ldquo;Kami merupakan anak bangsa Indonesia, anak Kalimantan Timur. Kami juga punya hak untuk menuntutnya. Saya tidak segan-segan bersuara bersama sekolah swasta, karena sekolah swasta adalah mitra PGRI Samarinda. Bahwasanya kita guru swasta maupun negeri adalah sama. Maka hentikanlah dikotomi antara sekolah swasta dengan negeri,&rdquo; teriaknya.</p><p style="text-align: justify;">Orasi tak kalah mencuri perhatian adalah dari salah satu guru dari Kutai Kartanegara. &ldquo;Pendidikan di Kalimantan Timur tidak boleh mundur gara-gara pemimpin setengah hari dalam memperjuangkan anggaran pendidikan. Sesuai dengan pasal 31 UUD 1945. Apabila tidak ada kejelasan kami siap untuk menginap di sini,&rdquo; pekiknya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kemenangan Audiensi Usai Aksi</strong></p><p style="text-align: justify;">Orasi demi orasi disampaikan, hingga korlap menyatakan aksi berakhir dan massa dapat membubarkan diri. Namun, aksi belum benar-benar berakhir karena ada audiensi lanjutan yang akan digelar PGRI dan BEM FKIP Unmul bersama Sekretaris Provinsi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Di luar ruangan, barisan mahasiswa masih rapat. Masih hangat meski satu per satu siswa dan guru bubar perlahan. Di bawah komando Freijae Rakasiwi, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul dan korlap dari BEM FKIP, Ibnu Ghozali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita memperjuangakan hak-hak dari guru. Guru dapat membuat beribu dokter, polisi, bahkan insiyur. Kita menuntut dana pendidikan, bahwasanya sekolah swasta di-anak-tirikan, padahal sekolah swasta dapat menghasilkan bibit yang juga siap bersaing,&rdquo; ujar Apri Raynaldo mahasiswa jurusan Pendidikan Geografi berorasi.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 16.30 Wita audiensi berakhir. Garis senyum terlukis jelas di wajah para wakil massa aksi. Perwakilan PGRI mengaku puas dan mengatakan aksi ini tidak sia-sia. Pihak pejabat provinsi dikatakannya menyetujui tuntutan. Dia pun mengucap terima kasih kepada para mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa saat, sosok Rizaldo muncul. Dia lantas dikerumuni mahasiswa yang menanti hasil audiensi. Audiensi dikatakannya berjalan maksimal sesuai harapan dengan memutuskan bahwa sekolah negeri yang sebelumnya menerima BOSDA Rp1,5 juta kini setara sekolah swasta yakni Rp900 ribu. Jadi untuk SMA, dan MA baik swasta maupu negeri mendapat Rp900 ribu. Sedangkan SMK mendapatkan Rp1,1 juta.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, yang nyaris terlupakan adalah Sekolah Luar Biasa (SLB). Tetapi mendapatkan bantuan juga. Namun, pemerintah mengaku belum bisa menerapkan sistem yang sama. Dan, meminta kesediaan mahasiswa untuk tetap mengawal isu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemerintah berkomitmen agar tidak mendokotomi antara swasta dan negeri. Bahwasnya swasta maupun negeri adalah sama. Kemudian, dengan adanya aksi hari ini, maka pemerintah menganggarkan 50% anggaran untuk sekolah negeri dialihkan ke sekolah swasta. Pemerintah meminta kita mahasiswa tetap mengawal isu ini,&rdquo; tandasnya. (<strong><em>mpr</em></strong><strong><em>/aml</em></strong>).</p><p>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senyum Pahlawan Sang Saka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/senyum-pahlawan-sang-saka/baca </link>
<guid> senyum-pahlawan-sang-saka </guid>
<pubDate> Sun, 19 Mar 2017 07:52:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Ike Nilawati, mahasiswi program studi Akuntansi 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (Sumber foto: kompasiana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/senyum-pahlawan-sang-saka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FIAXNSMJfw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senyum Pahlawan Sang Saka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tetesan air dari balik matamu<br>Cucuran keringat dalam asamu<br>Kocoran darah karna aksimu &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>Tak pernah mematahkan semangat Perjuanganmu untuk meraih</p><p style="text-align: justify;"><br>Sebuah harapan dan cita-cita<br>Kau bertekad membela negeri<br>Dengan gagah berani engkau berdiri<br>Tak peduli hidup ataupun mati</p><p style="text-align: justify;"><br>Demi sang saka merah putih Engkau rela mati<br>Tapi<br>Kini perjuanganmu seperti tak berarti<br>Tangisan pilu rakyat kecil makin menjadi<br>Dan korupsi telah menjadi tradisi<br>Inikah Indonesia yang merdeka<br><br><br>Dengan korupsi yang merajalela<br>Wahai pahlawanku<br>Pahlawan sang saka merah putih<br>Andai engkau tau bagaimana Indonesia sekarang</p><p style="text-align: justify;"><br>Mungkin senyummu menjadi tangismu<br>Dan tawamu menjadi pilu dan sedihmu<br>Wahai pahlawanku &nbsp;<br>Pahlawan sang saka merah putih<br>Maaf, maaf, maaf dan maaf<br>Karna kami belum bisa memperbaiki <br>Negara yang miskin ini</p><p style="text-align: justify;"><br>Namun kami akan berjanji<br>Berjanji akan merebut kembali<br>Indonesia yang sejahtera<br>Hari ini, esok, hingga nanti</p><p style="text-align: justify;"><br>Hingga engkau tersenyum kembali untuk sang saka merah putihmu<br><br><em>Ditulis oleh Ike Nilawati, mahasiswi program studi Akuntansi 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Logan, Ekuivalensi Action-Drama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/logan-ekuivalensi-action-drama/baca </link>
<guid> logan-ekuivalensi-action-drama </guid>
<pubDate> Mon, 20 Mar 2017 07:40:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Logan dikenal juga Wolverine 3, merupakan film ketiga dalam spin-off Wolverine sekaligus menjadi seri ke-10 dari seri film X-Men. (Sumber poster: themovieparadise.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/logan-ekuivalensi-action-drama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YEAqLwVYqD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Logan, Ekuivalensi Action-Drama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: Logan<br>Genre: Action, Sci-Fi<br>Sutradara: James Mangold<br>Produser: Lauren Shuler Donner, Simon Kinberg, Hutch Parker<br>Skenario: David James Kelly, Michael Green<br>Produksi: Marvel Entertainment, TSG Entertainment, The Donners&rsquo; Company<br>Distributor: 20th Century Fox<br>Pemain: Hugh Jackman, Doris Morgado, Boyd Holbrook, Patrick Stewart, Dafne Keen</p><p style="text-align: justify;"><em>Logan</em> dikenal juga <em>Wolverine 3</em>, merupakan film ketiga dalam spin-off <em>Wolverine</em> sekaligus menjadi seri ke-10 dari seri film <em>X-Men</em>.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, seri film <em>X-Men&nbsp;</em>adalah serangkaian film superhero asal Amerika. Film-film ini berangkat dari kumpulan cerita superhero dengan nama yang sama, <em>X-Men</em>. Di bawah naungan 20th Century Fox, cerita-cerita superhero <em>X-Men</em> diangkat ke layar lebar dan digarap oleh sutradara-sutradara ternama seperti Bryan Singer dan Brett Ratner.</p><p style="text-align: justify;">Cerita dalam film Logan sendiri diangkat dari seri Marvel Comics yang berjudul &ldquo;<em>Old Man Logan</em>&rdquo; karya Mark Millar dan Steve McNiven. Logan berlatar tahun 2024 atau 10 tahun setelah kejadian dalam film &ldquo;<em>X-Men: Days of Future Past (2014</em>)&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Dalam film ini, Logan (Hugh Jackman) dikisahkan sudah tak muda lagi. Ia menjadi pecandu minuman keras dan kekuatan penyembuhnya juga mulai melemah. Sebelumnya Logan telah berjanji untuk tidak menggunakan kekuatan cakarnya lagi, hingga suatu ketika janjinya harus ia langgar.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa sebab Logan begitu. Sebuah organisasi jahat yang mencoba menggunakan dan memanfaatkan kekuatan para mutan yang tersisa sebagai senjata dan tujuan jahat lainnya menjadi sebab. Untuk itu, Logan berusaha keras menghentikan organisasi tersebut dengan menggunakan sisa-sisa kekuatan mutannya yang masih ada.</p><p style="text-align: justify;">Para anggota <em>X-Men</em> lainnya pun dikisahkan sudah tiada, dan para mutan yang tersisa menjadi buruan sekelompok cyborg jahat. Dalam serial Logan kali ini, muncul sesosok mutan muda yang bernama Laura Kinney (Dafne Keen) yang kemudian dikenal sebagai X-23.</p><p style="text-align: justify;">Film yang disutradarai James Mangold ini menyuguhkan perjalanan kisah Logan yang penuh lika-liku. Logan digambarkan memiliki fisik yang tak lagi setangguh Logan muda, dengan rambut yang mulai memutih, penglihatan agak kabur, berjalan pincang, hingga cakarnya yang tak lagi panjang.</p><p style="text-align: justify;">Logan tinggal di daerah perbatasan Meksiko bersama Professor X (Patrick Stewart) dan Caliban (Stephen Merchant). Logan bekerja sebagai supir limousine.</p><p style="text-align: justify;">Kendati termasuk seri superhero jebolan Marvel Entertainment, jangan harap bisa menemukan aksi-aksi keren superhero dengan alat-alat nan canggih. Jalan cerita <em>Logan</em> kali ini lebih mendrama dibumbui dengan konflik batin para tokohnya.</p><p style="text-align: justify;">Bersetting lokasi di daerah perbatasan Meksiko yang digambarkan gersang dan seolah daerah tanpa harapan, membuat Logan terlihat frustasi akan jalan hidupnya. Belum lagi rekanannya, Professor X diceritakan mengidap penyakit Alzheimer.</p><p style="text-align: justify;">Dari sisi pemain, kemunculan Dafne Keen mungkin jadi nilai tambah film Logan. Dafne yang memerankan Laura Kinney digambarkan sebagai sosok gadis kecil yang bengis, hasil cloning dari Logan. Sama seperti para mutan lainnya, Laura juga memiliki cakar di kedua tangannya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Dafne, kemunculan sederet karakter baru dalam <em>Logan</em> tentu saja memberikan warna tersendiri di samping ceritanya yang penuh drama. Logan memberimu kesan untuk melihat kisah lain dari sosok superhero.<em><strong>&nbsp;(els/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pungli Bikin Sakit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pungli-bikin-sakit/baca </link>
<guid> pungli-bikin-sakit </guid>
<pubDate> Mon, 20 Mar 2017 09:14:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Semua cara bisa dilakukan dan termasuk melakukan "mark up" atau penggelembungan dana. Biasa kita menyebutnya dengan pungli. (Sumber Ilustrasi: bantennews.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pungli-bikin-sakit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2kL81KCjl0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pungli Bikin Sakit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&quot;Semakin tinggi tuntutan biaya hidup, semakin tinggi pula usaha yang kita lakukan untuk mencapai itu semua.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Analogi sederhana tersebut adalah kondisi <em>real</em> (nyata) dalam kehidupan kita sehari-hari yang membuat pusing tujuh keliling untuk mendapatkan puing rupiah guna memenuhi kebutuhan. Banyak cara dilakukan oleh rakyat untuk memenuhi kebutuhan hidup yang kian melilit. Entah itu dengan cara halal ataupun haram, itu berlaku bagi masyarakat era sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Semua cara bisa dilakukan dan termasuk melakukan &quot;mark up&quot; atau penggelembungan dana. Biasa kita menyebutnya dengan pungli.</p><p style="text-align: justify;">Pungli? Pungli lagi, seperti tidak ada habisnya, ya. Rakus banget jadi orang sehingga enggak bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Pungli atau pungutan liar adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang dengan cara meminta pembayaran sejumlah uang, yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan peraturan yang berkaitan dengan pembayaran tersebut. Oleh sebab itu pungli sering disamakan dengan perbuatan pemerasan, penipuan atau korupsi.</p><p style="text-align: justify;">Tingginya tingkat ketidakpastian pelayanan sebagai akibat adanya prosedur pelayanan yang panjang dan melelahkan, menjadi penyebab dari semakin banyaknya masyarakat yang menyerah ketika berhadapan dengan pelayanan publik yang korup. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat cenderung semakin toleran terhadap praktik pungutan liar dalam penyelenggaraan pelayanan publik maupun mempercepat suatu proses pelayanan.</p><p style="text-align: justify;">Budaya pungli semakin familiar di tengah masyarakat dan seakan menjadi hal yang tidak baru lagi, melainkan hal biasa dan seakan tidak berdosa melakukan pungli.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, praktik pungli tidak dibenarkan dan tidak sesuai dengan aturan yang ada. Saya sungguh miris sekali melihat budaya pungli sudah sangat terang-terangan sekali terjadi di tengah masyarakat kita. Terbaru kasus pungli di pelabuhan Palaran, Samarinda. Dan parahnya lagi langsung ditindak dengan operasi tangkap tangan oleh pihak kepolisian!</p><p style="text-align: justify;">Memangnya apa yang dipungut?</p><p style="text-align: justify;">Operasi tangkap tangan pada Jumat (18/3) yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin dengan mengerahkan tim gabungan dari Bareskrim Mabes Polri, Brimob Polda Kaltim, Polresta Samarinda di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Samarinda yang dikelola oleh PT. Pelabuhan Samudera Palaran (PT. PSP) dan Kantor Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) telah mengamankan lebih dari 24 orang, dan uang lebih dari Rp6,1 milyar.</p><p style="text-align: justify;">Sungguh besar sekali! Nominal yang tak seharusnya terjadi dan sungguh menyayat hati. Sebelum ada OTT, berangkat dari keresahan pengguna jasa bongkar-muat barang di Pelabuhan Peti Kemas Palaran. Biaya jasa bongkar-muat di Samarinda terlalu tinggi. Dibandingkan dengan Surabaya, Samarinda menetapkan harga Rp180 ribu untuk kontainer 20 feet, dan Rp350 ribu untuk kontainer berukuran 40 feet. Jauh dibandingkan dengan kota Surabaya, Rp10 ribu per kontainer, baik feet berukuran 20 maupun 40.</p><p style="text-align: justify;">Tentu dengan biaya sangat tinggi, mengakibatkan biaya operasional pengantaran barang menjadi membengkak dan membuat harga barang di pasaran berbeda dengan kota lain dan itu membuat terjadinya <em>high cost</em> ekonomi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pelanggaran yang Terjadi di Komura</strong></p><p style="text-align: justify;">Pertama, Komura terbukti telah melakukan pemerasan dengan cara menolak mengikuti pedoman penentuan tarif bongkar muat yang tercantum dalam Pasal 3 ayat 1 Permenhub KM No. 35 tahun 2007 tentang Pedoman Perhitungan Tarif Pelayanan Jasa Bongkar Muat dari dan ke Kapal di Pelabuhan.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, Komura menentukan tarif secara sepihak dan menolak untuk berdiskusi dengan PT PSP selaku Penyedia Jasa Bongkar Muat di Pelabuhan Palaran. Serta menerapkan tarif jasa kepelabuhanan yang seharusnya diterapkan di pelabuhan konvensional di mana jasa TKBM merupakan komponen utama. Hal ini seharusnya berbeda dengan mekanisme seharusnya.</p><p style="text-align: justify;">Pelanggaran ketiga, Komura telah melakukan ancaman terhadap perwakilan PT. PSP pada saat perundingan penentuan tarif bongkar muat bersama dengan Pelindo dengan cara menolak untuk berunding dan membawa massa di luar lokasi perundingan untuk mengintervensi pembentukan keputusan penentuan tarif tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, Komura memaksakan pemungutan uang di luar haknya di mana Komura menolak mengikuti mekanisme penentuan tarif pelabuhan dan memilih untuk menetapkan tarif di luar pelayanan/jasa yang diberikan yang bertentangan dengan Pasal 3 huruf b butir 5 Inpres No 5 tahun 2005, Pasal 109 UU 17 tahun 2008 dan PM 61 tahun 2009 yaitu penarikan tarif kepelabuhanan harus disesuaikan dengan jasa yang disediakan.</p><p style="text-align: justify;">Tentu, kasus ini tak mungkin bisa didiamkan begitu saja. Dan harus ditangkap pelaku yang meresahkan masyarakat maupun pengguna jasa muat-barang.</p><p style="text-align: justify;">Kasus ini, tentu sudah masuk ranah hukum, karena ini kasus pemerasan dengan menolak pedoman yang diatur oleh Kemenhub.</p><p style="text-align: justify;">Analisis hukum yang saya sampaikan sesuai dengan kasus tindak pidana pungutan liar tidak terdapat secara pasti dalam KUHP, namun demikian pungutan liar dapat disamakan dengan perbuatan pidana penipuan, pemerasan dan korupsi yang diatur dalam KUHP sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">Pasal 368 KUHP: &quot;Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain, atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam, karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dalam kasus ini, pihak Komura melakukan pemerasan dan membuat pedoman dengan mengindahkan aturan yang diterapkan, hukumannya sesuai dengan pasal 368 KUHP. Karena penipuan dan pungutan liar merupakan tindak pidana yang mana terdapat unsur-unsur yang sama dan saling berhubungan, antara lain untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan rangkaian kekerasan atau dengan ancaman agar orang lain menyerahkan barang atau sesuatu kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">Kasus seperti ini, enggak usah neko-nekolah tangkap saja langsung pelaku yang menjadi aktor pungli. Pihak kepolisian harus berani mengembangkan kasus ini secara terbuka dan transparan sehingga masyarakat mengetahui tentang kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">Artinya apa, segala penipuan dan pungutan liar harus disapu bersih dari negeri ini! Agar budaya pungli di Indonesia bisa hilang dari permukaan.</p><p style="text-align: justify;">Dan yang harus diingat oleh kita semua bahwa Tuhan Mahakuasa menyaksikan atas segala sesuatu kejadian di muka bumi dan melihat tingkah laku kita.</p><p style="text-align: justify;">Semua pelaku kejahatan senantiasa berusaha agar selamat dari operasi tangkap tangan. Di sini, di dunia kesenangan pribadi, kita bisa selamat. Tapi, di Hari Pembalasan, tak akan ada yang bisa menghindar lagi dari apa yang dilakukan dan harus dipertanggungjawabkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Manusia kini hidup di antara kesenangan dan kebutuhan. Kesenangan sering menjanjikan kebahagiaan palsu.</p><p style="text-align: justify;">Kebutuhan memang tak pernah habis. Terkadang kita tak menyadari kita mengejar kebutuhan di luar batas kepatutan/kewajaran juga akan membuat kenyamanan hidup terus terusik.</p><p style="text-align: justify;">Semoga pungutan diberangus, sehingga negeri ini tak selalu digerus.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Frijae Rakasiwi, Menteri Sosial dan Politik BEM KM Unmul 2017</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Geliat ESA dengan Tes TOEFL-nya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/geliat-esa-dengan-tes-toefl-nya/baca </link>
<guid> geliat-esa-dengan-tes-toefl-nya </guid>
<pubDate> Tue, 21 Mar 2017 03:48:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> English Students Association (ESA) menggelar seminar dan talkshow sekaligus tes TOEFL selama dua hari kemarin (18-19/3). (Foto: Fitia Nuril Salsabila) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/geliat-esa-dengan-tes-toefl-nya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xX8O4BKTtu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Geliat ESA dengan Tes TOEFL-nya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Kemampuan berbahasa amat diperlukan untuk dapat berkomunikasi satu sama lain. Selain bahasa Indonesia, penting pula memahami dan menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris. Dua hari kemarin (18-19/3), English Students Association (ESA) menggelar seminar dan talkshow sekaligus tes TOEFL yang pesertanya diikuti siswa, mahasiswa, dan pekerja kantoran.</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak 113 peserta mengikuti gelaran tahunan ESA yang ketiga ini. Dengan tema <em>Go Beyond to with the Best Foundation</em><em>&nbsp;</em>diharapkan peserta dapat mempunyai fondasi yang kuat untuk mengerjakan tes TOEFL.</p><p style="text-align: justify;">Ketika Sabtu, hari pertama, digelar lebih dulu acara seminar dan talkshow sebagai pembekalan untuk peserta yang akan mengikuti tes TOEFL keesokan harinya. Acara dimulai pukul 09.00-14.00 Wita. Ada tiga pemateri yang diundang ESA dalam acaranya itu. Ketiganya adalah dosen Unmul dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai dengan pemateri Didik Sucahyo dengan mengulas <em>Struct</em><em>ure</em><em>&nbsp;and Writ</em><em>te</em><em>n Section</em>. Kemudian dilanjutkan Yuni Utami dengan materi <em>Listening Section</em>. Sempat diselingi hiburan musik akustik, materi terakhir disampaikan Desy Ratmawaty dengan mengulas <em>Reading Section</em>.</p><p style="text-align: justify;">Nur Aulina selaku ketua panitia ESA TOEFL 2017 mengatakan dalam seminar dan talkshow ini para peserta mendapat pembekalan dan pengetahuan bagaimana cara mengerjakan tes. Ia menyebut peserta tes kali ini mayoritas adalah mahasiswa yang akan lulus. Sehingga tes TOEFL ini menjadi penting karena termasuk dari salah satu syarat agar mahasiswa dapat lulus dan wisuda.</p><p style="text-align: justify;">Usai pembekalan itu, keesokan harinya pada Minggu &nbsp;tes TOEFL mulai dilaksanakan. Tes berlangsung selama dua jam, dimulai dari pukul 09.00-11.00 Wita. &ldquo;Skor tertinggi selama ini adalah 495 dan terendah 385,&rdquo; ujar Annisa Iswindi selaku koordinasi acara.</p><p style="text-align: justify;">Annisa menjelaskan bahwa acara ini telah berlangsung selama tiga tahun. Tahun pertama dengan nama ESA Goes Public dan salah satu muatannya juga berupa tes TOEFL. ESA Goes Public saat itu berisi tentang kiat-kiat untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri dan info kuliah di luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun ini peserta mengalami pengingkatan dari tahun lalu, jika tahun lalu 70 orang tahun ini 113 orang. Kendalanya ada disosialisasinya yang kurang tahun jadi tahun ini ditingkatkan. Dari dulu persertanya dibuka untuk umum untuk regional Samarinda. Setelah acara kami juga menyediakan koesioner untuk masukan sehingga dapat menjadi masukan untuk acara yang selanjutnya&rdquo;, kata M. Adhar Maulana, ketua ESA. <strong><em>(</em></strong><strong><em>bip/</em></strong><strong><em>tia/gie/add</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketua RT yang Akan Diusir dari FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/ketua-rt-yang-akan-diusir-dari-fib/baca </link>
<guid> ketua-rt-yang-akan-diusir-dari-fib </guid>
<pubDate> Tue, 21 Mar 2017 07:22:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rumah yang sudah puluhan tahun menjadi saksi hidup perjalan Achmadsyah harus segera ditinggalkan. (Foto: Diyah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/ketua-rt-yang-akan-diusir-dari-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oMbHttisMK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketua RT yang Akan Diusir dari FIB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Menjelang Jumat sore, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang terletak di Jalan Flores mulai terlihat lengang. Motor yang terparkir jumlahnya tak lagi sebanyak ketika jam-jam sibuk. Tampak lalu lalang beberapa mahasiswa yang bertahan di kampus, entah hendak pulang atau sekadar berkumpul sebentar dengan paguyubannya masing-masing. Sudah tidak ada lagi jam perkuliahan, mengingat hari itu jadwal perkuliahan tidaklah sepadat di hari-hari lain.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi sore itu, lain halnya dengan ketua RT.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Achmadsyah adalah ketua RT yang rumahnya bersebelahan dengan gedung Balai Bahasa dan masih dalam lingkup FIB. Ia dan rumahnya adalah pemandangan yang dijumpai sehari-hari oleh mahasiswa dan dosen di sana. Rumah dalam kampus yang ia huni sejak 1985.</p><p style="text-align: justify;">Sore itu ia sedang mondar-mandir di depan rumahnya sembari menghisap sebatang rokok. Saat masuk kembali ke dalam rumah, istrinya, Nur Asmiati menyuguhkan ia sepiring gorengan untuk dilahap. Itu adalah saat ia melihat <em>Sketsa</em> bertamu dan mempersilakan duduk di ruang tamu rumahnya yang berukuran 2x2 meter.</p><p style="text-align: justify;">Achmadsyah punya cerita yang panjang dengan Unmul. Ia merupakan pensiunan staf di Unmul. Ia mulai diangkat sebagai pegawai negeri golongan I di rektorat Unmul pada 1981 ketika lokasinya masih di Jalan Flores.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;1984 dipindahkan ke Gunung Kelua, FPIK. Di sana selama tiga tahun, lalu pindah ke Magister Manajemen sampai pensiun,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Achmadsyah pensiun tahun kemarin dengan status sebagai pegawai negeri golongan IV ketika usianya menginjak 63 tahun. Rumah yang sekarang ditempati bersama istri serta anak lelaki dan cucu perempuannya itu pada awalnya merupakan kamar mess bagi staf Unmul. &nbsp;Waktu itu perwajahannya tidak begitu baik, atap kamar &ldquo;hampir tidak ada&rdquo; sehingga memaksa Achmadsyah untuk memperbaikinya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Pada 1985, Unmul mulai menugaskannya untuk menjaga ketertiban di sekitar Balai Bahasa. Kala itu Magister Manajemen dan FIB belum jadi penghuni seperti sekarang. Atas dasar perintah tugas itu ia pun mulai tinggal di Unmul. Surat keputusan penugasan Achmadsyah turun terlambat, baru keluar dua tahun kemudian saat posisi rektor dijabat oleh Soetrisno Hadi.</p><p style="text-align: justify;">Rumah itu walaupun ia sudah tambah beberapa ruangan baru, tetap saja ukurannya kecil. Kondisi bangunannya juga khas bangunan tua, jika dibiarkan akan semakin lapuk dimakan usia. Menurut penuturannya, dulu ada rumah lain selain tempat sekarang ia tinggal. Saat itu mereka hidup bertetangga. Bahkan setelah 22 tahun tinggal, saat tetangganya mulai berganti wajah-wajah mahasiswa, warga di sekitar wilayah RT 20, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Ilir malah memilih Achmadsyah sebagai ketua RT. Alasannya ia dianggap sepuh karena sudah lama menempati wilayah tersebut. Kini ia telah 10 tahun ini didapuk jadi ketua RT.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, kini Achmadsyah terancam pergi dari rumah yang sudah 32 tahun ia tempati. Rektorat Unmul telah mengimbau kepadanya untuk mengosongkan rumah itu selambat-lambatnya pada April tahun ini. Imbauan itu datang secara tiba-tiba, tanpa ada tatap muka terlebih dahulu dengan dirinya. Tak cuma dirinya, dua tetangganya yang lain yakni Edi dan Sulaiman, juga mendapatkan peringatan serupa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka sudah pindah duluan sekitar setengah bulan yang lalu. Tinggal saya sendiri,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia jelas kecewa atas permintaan sekonyong-konyong tersebut. Achmadsyah mengatakan, sebelumnya ia sudah mendapatkan surat berisi hal sama dari rektorat pada Januari lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jelas saya kaget, tenggatnya Februari. (Saat itu) saya merasa belum siap,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat dekatnya waktu April, Achmadsyah berencana akan menemui Abdunnur selaku Wakil Rektor II guna meminta penangguhan. Ia mengaku juga tidak mau selamanya tinggal di sana. Rumah itu sering kebanjiran setinggi mata kaki apabila turun hujan deras. Ia juga ingin memboyong keluarganya pindah ke rumah yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tak mudah mewujudkan itu. Ia tengah mengalami kesulitan finansial dan sebagai seorang pensiunan pegawai tak banyak yang bisa ia lakukan. Achmadsyah berencana akan pindah ke Jalan Dayak Modang, Samarinda Utara. Tetapi, rumah pindahannya itu belum rampung setelah mulai mencoba mengkreditnya dua puluh tahun yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setidaknya pihak rektorat dapat memberikan kompensasi ataupun sumbangan material buat membangun rumah,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Achmadsyah mengakui memang tak ada surat tanah yang ia pegang selama nyaris 32 tahun tinggal di rumah itu. Dalam surat permintaan pengosongan rumah yang dikirim rektorat juga dijelaskan &nbsp;bahwa tempat tersebut merupakan milik Unmul dan penghuninya harus meninggalkan sekiranya diperintahkan oleh rektorat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menyebutnya Berjasa Sekaligus Menolak Achmadsyah</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada 2015 lalu Pemerintah Provinsi Kaltim telah menghibahkan tanahnya ke Unmul. Antara lain Kampus Gunung Kelua, Kampus Unmul Jalan Flores, FKIP Banggeris, dan Kampus Laboratorium Kebun Percobaan Desa Teluk Dalam. Sementara itu, FKIP Pahlawan kini masih dalam proses permohonan hibah dari Unmul ke Pemprov Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Mursalim selaku dekan FIB menegaskan bahwa pihak fakultas tak ada sangkut pautnya dengan pemindahan Achmadsyah. Ia bahkan mengatakan tidak ada niatan sama sekali dari fakultas untuk memindahkan penghuninya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak RT sudah berjasa di sini, apalagi bu Fina (anak perempuan Achmadsyah) juga bekerja sebagai staf akademik FIB,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan FIB hanya meminta kepada pihak rektorat untuk penambahan gedung di kampus, mengingat keterbatasan ruangan bagi mahasiswa dan staf kampus. Yang ternyata ditanggapi rektorat dengan melayangkan imbauan kepada Achmadsyah agar segera pindah dari kediamannya. Rencananya rektorat akan mengalihkan rumah tersebut menjadi gedung tambahan untuk ruang kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk saat ini belum dipastikan fungsinya. Harus ditentukan dan diukur dahulu kemungkinannya,&rdquo; kata Mursalim.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Presiden BEM FIB, Irwanto berpendapat tinggalnya Achmadsyah di dalam lingkungan kampus membuat mahasiswa merasa terganggu. Ia mengatakan tidak boleh ada permukiman warga di dalam kampus dan terlebih lagi FIB sedang dalam masa pembangunan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya tidak bisa rumah Pak RT itu ada di dalam kampus, tapi kami akan mengkajinya lebih lanjut lagi,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil diskusi terbuka BEM FIB dengan birokrat kampus mengenai rumah Achmadsyah pada 10 Januari lalu, Irwanto mengatakan pihak fakultas belum mengambil langkah pasti dalam mengatasi isu tersebut. Ia mengatakan fakultas hanya bisa mengharapkan kesadaran Achmadsyah untuk segera pindah dari rumahnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Irwanto menegaskan jika Acmadsyah belum juga segera pindah, maka BEM FIB akan turun langsung berhadapan dengan yang bersangkutan.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya rumah Achmadsyah, Irwanto juga menyinggung soal gedung Magister Manajemen. Ia berharap Magister Manajemen bisa segera dipindahkan ke Gunung Kelua. Mengingat kebutuhan fasilitas FIB yang mendesak di tengah jumlah mahasiswanya yang semakin banyak. <strong><em>(pil</em></strong><strong><em>/dyh/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mendirikan Rumah di Lingkup FKIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/mendirikan-rumah-di-lingkup-fkip/baca </link>
<guid> mendirikan-rumah-di-lingkup-fkip </guid>
<pubDate> Tue, 21 Mar 2017 07:49:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menjadi saksi, rumah Suparno yang dahulunya telah berdiri sejak masa Sekolah Guru Olahraga (SGO) hingga kini menjadi kampus FKIP. (Foto: Novita Rahman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/mendirikan-rumah-di-lingkup-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aUhPpDXx64.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mendirikan Rumah di Lingkup FKIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dalam sejarahnya, kampus Gunung Kelua dan Flores dibangun untuk menopang napas perkuliahan di Unmul. Sedang kampus di Jalan Pahlawan dan Jalan Banggeris merupakan tanah milik pemerintah yang pada masanya sempat diperuntukkan sebagai sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Dulunya kampus Pahlawan merupakan Sekolah Guru Olahraga (SGO), dan kampus Banggeris sebagai Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Hingga akhirnya diresmikan sebagai bagian Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) pada 11 September 1978.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rentan waktu yang berjalan panjang itu, ada orang-orang yang senantiasa tinggal di lingkungan kampus FKIP. Salah satunya ialah Suparno yang merupakan pensiunan guru olahraga yang telah tinggal di kampus Pahlawan sejak 1972. Pada tahun-tahun itu, ia adalah guru honor di SGO.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang membuat sekolah ini Gubernur,&rdquo; kata Suparno saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>Jumat (17/3) di kediamannya.</p><p style="text-align: justify;">Rumah Suparno berdiri tepat di belakang kampus FKIP Pahlawan berjejer bersama beberapa rumah yang lain. Halaman rumahnya dipenuhi dengan beragam tanaman dan pohon. Rumah kayu dengan cat cokelat itu terkesan sederhana jika dilihat dari luar. &nbsp;Suparno mengatakan ia tak menerima informasi yang jelas tentang sejarah tanah di rumahnya. Karena pada masa itu saat perjanjian dibuat antara pihak Gubernur, Unmul, dan Dinas Pendidikan masalah status tanah tidak menyertakan pihak luar, dalam hal ini dirinya dan warga lain yang menempati tanah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dan lagi, tidak ada permasalahan bagi warga yang tinggal di sekitaran FKIP Pahlawan dan FKIP Bangeris. Hingga saat ini mereka belum pernah mendapatkan imbauan untuk pergi dari area kampus oleh pihak Gubernur, Unmul maupun Dinas Pendidikan sendiri. Untuk perizinan menempati dan membangun rumah di daerah kampus Suparno dan warga lainnya di FKIP Pahlawan telah mendapat izin oleh walikota saat status tanah tersebut masih jelas milik Gubernur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jikalau kami di sini disuruh pergi pun tidak masalah karena tanah ini bukan milik kami, tetapi dengan alasan apa, dan adilkah seperti itu setelah kami yang merintisnya sebelum menjadi seperti sekarang,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kisah lainnya dari warga bernama Sarah, seorang wanita tua yang tinggal di FKIP Banggeris ini mengaku tak pernah punya masalah berarti dengan fakultas. Ia merasa bebas saja tinggal di dalam lingkungan kampus yang dihuninya sejak 1989. Malahan ia berdagang aneka makanan yang dijajakan kepada mahasiswa FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Putri Askin, mahasiswa prodi PPKN, Sarah telah berjualan sejak ia masih maba tahun 2012. Ia mengatakan bila selama ini warga seperti Sarah yang berada di daerah kampus tidak mengganggu kegiatan perkuliahan. Sehingga sah-sah saja baginya jika warga tetap menghuni kampus.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu ditemui Sabtu (18/3), Dwi Hartanto yang merupakan suami staf Rektorat, Arfah yang menjabat sebagai Kepala Sub LP3M juga tinggal di lingkup kampus Banggeris. Ia menceritakan bahwa istrinya pernah menjabat sebagai kepala perpustakan SPG kala itu. Dari jabatan yang dimiliki istrinya itu, ia katakan, telah diberi wewenang oleh pemerintah dan pihak kampus untuk menempati tanah di wilayah kampus.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan tanah dan warga di dalam kampus ini belum jua begitu dilirik oleh BEM FKIP. Rizaldo, Gubernur BEM FKIP mengaku belum bisa memberikan keterangan pasti. &ldquo;Ada beberapa hal yangg masih dalam proses,&rdquo; ungkapnya. <strong><em>(nvt/adl/gie/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perlahan-lahan Meniadakan Rumah Warga dari Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/perlahan-lahan-meniadakan-rumah-warga-dari-kampus/baca </link>
<guid> perlahan-lahan-meniadakan-rumah-warga-dari-kampus </guid>
<pubDate> Tue, 21 Mar 2017 07:53:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu jejeran rumah yang berlokasi di kampus FKIP Banggeris. (Foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/perlahan-lahan-meniadakan-rumah-warga-dari-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kdWubCrzrZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perlahan-lahan Meniadakan Rumah Warga dari Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Wilayah kampus Unmul tak hanya digunakan sebagai sarana studi dan juga hal lainnya yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan, tapi juga di ujung sudutnya terdapat beberapa rentetan rumah yang terlihat bersanding dengan kokohnya bangunan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Anak-anak kecil berlari keluar masuk tanpa ragu di depan ruang kelas. Hiruk pikuk perkuliahan sudah akrab di kesehariannya. Bukan barang satu atau dua tahun mereka di sana. Mereka bahkan telah hidup bersama dengan perubahan dan perkembangan Unmul sejak masa silam. Pemandangan ini dapat ditemui di FKIP Pahlawan, FKIP Banggeris, dan juga FIB.</p><p style="text-align: justify;">Sejak mereka membangun rumah dan memilih menetap di dalam kampus Unmul, tanah tersebut merupakan milik pemerintahan provinsi (Pemprov) Kaltim. Hal ini membuat para pemukim yang berada di wilayah Unmul tidak mengambil pusing masalah legalitas tanah yang mereka tempati. Ditambah lagi degan status mereka yang sebagian besar merupakan bagian dari civitas akademika Unmul. Namun beberapa tahun terakhir, Sugiarta, selaku Kepala Bagian Hukum Tata Laksana (HTL) Unmul menyatakan bahwa Pemprov Kaltim telah menghibahkan tanah tersebut kepada pihak Unmul. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengurus permohonan dihibahkan dari tahun 2011, baru diserahkan ke kita di tahun 2015,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanah yang telah dihibahkan Pemprov Kaltim ke Unmul antara lain Kampus Gunung Kelua, Kampus Unmul Jalan Flores, FKIP Banggeris, dan Kampus Laboratorium Kebun Percobaan Desa Teluk Dalam. Sementara itu, FKIP Pahlawan kini masih dalam proses permohonan hibah dari Unmul ke Pemprov Kaltim. Hal ini juga menjadi salah satu alasan mengapa penertiban rumah warga yang berada di wilayah kampus baru dapat dijalankan, setelah sebelumnya masih menjadi milik Pemprov Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta menyatakan bahwa para pemilik rumah yang berada di wilayah kampus menyalahi aturan tata kelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini dikarenakan aset yang digunakan oleh pihak ketiga (pemukim) tidak sesuai dengan aturan semestinya yang seharusnya dikenai kontribusi atau tarif.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa warga yang tinggal di daerah kampus memilih berjualan dengan membuka bagian depan rumahnya sebagai kantin. Menanggapi hal ini, Sugiarta menerangkan bahwa untuk warga yang tinggal di dalam kampus dan mendirikan bangunan semi permanen untuk berjualan, perlu mendapat perhatian dari pihak pimpinan fakultas atau universitas. Yakni dengan mempersiapkan tempat atau bangunan sesuai peruntukannya yang presentatif dan mereka dipindahkan dengan cara menyewa sesuai aturan BUMN.</p><p style="text-align: justify;">Warga yang telah lama menetap akan merasa betah berada di wilayah kampus Unmul. Dibuktikan dengan kepemilikan rumah yang bahkan telah sampai turun temurun, menyebabkan proses pemindahan warga yang bermukim di beberapa titik Unmul memakan waktu. Sugiarta menambahkan hal ini &nbsp;tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba, melainkan harus melalui beberapa proses. Seiring dengan proses yang berjalan, beberapa rumah yang telah lama menetap di dalam wilayah kampus Unmul berkurang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita kan tidak bisa frontal, harus pelan-pelan. Tapi kan buktinya satu demi satu bisa dilewati,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dibuktikannya dengan kampus FEB yang sekarang sudah tidak ada lagi permukiman di dalamnya. Disusul dengan FKIP Gunung Kelua yang kini juga bebas dari rumah warga. Dalam waktu dekat ini, FIB akan mengikuti langkah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Setelah berhasil sebelumnya dengan beberapa fakultas, ternyata belum semua diproses. Sugiarta menilai untuk wilayah Gunung Kelua, FISIP dan Fahutan menjadi fakultas yang belum ia sentuh. Bukan hanya menjadi tanggung jawabnya, Sugiarta menyatakan bahwa memerlukan dukungan yang kuat dari pihak masing-masing fakultas untuk dapat menciptakan suasana kampus yang rapi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semuanya tergantung komitmen kepemimpinannya juga,&ldquo; katanya. <strong><em>(adl/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pokok Perkara Dekan FK Terpilih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pokok-perkara-dekan-fk-terpilih/baca </link>
<guid> pokok-perkara-dekan-fk-terpilih </guid>
<pubDate> Wed, 22 Mar 2017 06:34:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejak dilantik November 2016 silam, secara signifikan Dekan Faklutas Kedokteran mulai melakukan perubahan dalam tubuh kampus.(Foto: Nur Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pokok-perkara-dekan-fk-terpilih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Udzzv9qsdF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pokok Perkara Dekan FK Terpilih</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada 9 Agustus tahun lalu, Fakultas Kedokteran (FK) mengadakan dua kali sidang pemilihan dan pemberian suara calon dekan untuk periode 2016-2020. Melalui sidang itu terpilih dua kandidat yang memenuhi syarat, yakni Krispinus Duma dan Ika Fikriah.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dilakukan pemungutan suara, hasilnya Ika unggul dengan perolehan sebanyak 10 suara mengungguli pesaingnya Krispinus yang memperoleh 2 suara. Jumlah suara tersebut berasal dari jumlah anggota senat fakultas yang menghadiri sidang, yakni 8 orang ditambah suara rektor sebanyak 35%.</p><p style="text-align: justify;">Sejak dilantik menjadi dekan pada November 2016 silam, secara signifikan Ika mulai melakukan perubahan dalam tubuh FK. Baik berupa fasilitas kampus maupun sistem baru program studi. Beberapa perubahan yang tampak secara fisik adalah pagar yang ditinggikan, beberapa bangunan yang diperbaiki, parkiran yang diperluas, hingga peningkatan kebersihan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain bangunan yang diperbaiki, Alhamdulillah sekarang ada hambal baru untuk salat di musala<em>,&nbsp;</em>AC<em>&nbsp;</em>di ruang kuliah satu juga sudah diperbaiki, jadinya enak kalau dipakai kuliah,&rdquo; ungkap Ariestya Ramadhan Laksono Pratama, ketua tingkat 2015.</p><p style="text-align: justify;">Ketua BEM FK Unmul, Evan Faishal Mahadinata mengatakan ia sendiri tak tahu dari mana dana perbaikan fasilitas kampus yang dilakukan Ika. Ia cuma menjawab ragu. &ldquo;Nah itu kurang tahu, dengar-dengar sih dana mandiri, uang pribadinya beliau,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">BEM FK sendiri belum menyelidiki hal tersebut disebabkan kondisi tubuh keorganisasian mereka yang baru saja dilantik. Saat ini BEM FK tengah bekerja sama dengan DPM FK untuk fokus mendata fasilitas kampus apa saja yang kurang sekaligus fokus pada peningkatan akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fasilitas yang kurang, kemarin rata-rata sudah lumayan, mungkin ruang kuliah yang bertingkat. Karena kita ada kuliah yang besar, butuh akses internet, lapangan serbaguna, baru sisanya sih lebih seperti kualitas admin akademiknya,&rdquo; terang Evan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pemilihan dekan baru FK lalu, Evan mengaku jika dirinya sempat hadir di salah satu rapat senatnya. Suara senat dari sidang kemarin dibagi menjadi dua yakni suara dari rektor Unmul dan suara dari fakultas yang terbagi lagi menjadi suara dari klinik dan non klinik.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui suara dari klinik unggul lebih banyak karena ditambah suara dari rektor. Melalui hitung-hitungan itulah Ika menjadi unggul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi sebenarnya katanya mayoritas aja, kalau dari senatnya. Tapi, karena dokter di sini ada dari klinik dan non klinik, mungkin menimbulkan perbedaan pendapat,&rdquo; jelasnya. &ldquo;Enggak terlalu sih sebenarnya sama aja, jadi kaya <em>the only one choice</em>, maksudnya mau enggak mau ya pilih itu, karena calon yang satunya bukan dari kalangan dokter.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kunci permasalahannya di sini adalah Krispinus Duma berasal dari kesehatan masyarakat. Sedangkan Ika Fikriah dikabarkan mempunyai masalah oleh dokter-dokter klinik yang lain, karena ia telah mendapat beasiswa untuk program dokternya, tetapi justru melepas beasiswa tersebut demi mencalonkan diri sebagai dekan.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa dokter di FK kurang menyetujui bakal calon dekan ini. Tetapi, permasalahan lainnya adalah syarat bakal calon dekan harus memiliki jabatan stratifikasi, seperti sudah pernah menjabat sebagai kepala laboratorium. Syarat itu akhirnya mencuatkan Ika dan Krispinus untuk maju sebagai bakal calon dekan karena paling memenuhi syarat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dr. Ika seperti malas membicarakan masalah itu, belum bicara dengan dr. Ika mengenai pembaruan yang terjadi, seperti sistem pendidikan belum ada diomongin lagi, kita kena transisi berubah juga akdemiknya, masih fokus ke sistem pendidikannya dulu,&rdquo; tukas Evan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya <em>Sketsa&nbsp;</em>telah mencoba untuk bertemu dengan Ika Fikriah, tetapi ia menolak untuk di wawancara. &ldquo;Makasih atas kesempatan yang ditawarkan kepada saya. Sepertinya saya belum saatnya untuk di wawancara. Insya Allah ke depan nanti, ya, dek,&rdquo; tulis Ika dalam pesan <em>Whatsapp</em>. <strong><i>(els/can/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Secercah Harapan Unmul di Olimpiade Nasional MIPA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/secercah-harapan-unmul-di-olimpiade-nasional-mipa/baca </link>
<guid> secercah-harapan-unmul-di-olimpiade-nasional-mipa </guid>
<pubDate> Wed, 22 Mar 2017 07:04:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 12 nama mahasiswa untuk menjadi calon perwakilan Unmul dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) yang akan diselenggarakan di Jakarta oleh Kemenristekdikti. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/secercah-harapan-unmul-di-olimpiade-nasional-mipa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Wjci1jJS7z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Secercah Harapan Unmul di Olimpiade Nasional MIPA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kali ini Unmul menjajal kembali Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON MIPA) yang akan diselenggarakan di Jakarta oleh Kemenristekdikti. Unmul telah menyiapkan 12 mahasiswa untuk menjadi calon perwakilan. Dan jika ada yang lolos seleksi nasional, Unmul siap membantu para perwakilannya itu.</p><p style="text-align: justify;">Seleksi awal dimulai pada tanggal 3 hingga 9 Maret di Perguruan Tinggi masing-masing. Unmul sendiri telah mendaftarkan 12 calon perwakilannya itu kepada Kopertis. Dan, hari ini (21/3) para calon perwakilan itu akan berangkat menuju Banjarmasin untuk menyelesaikan seleksi tahap dua. Berlangsung selama dua hari dari &nbsp;22 sampai 23 Maret. Sistem di tahap dua ini menggunakan basis 14 wilayah Kopertis, dan Unmul menginduk pada wilayah 11 yang berada di Banjarmasin.</p><p style="text-align: justify;">Pengumuman nama-nama yang lolos dari seleksi itu akan diberitahukan pada 6 April oleh Dikti. Peserta yang lolos nantinya akan diberikan waktu satu bulan untuk persiapan olimpiade.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika dari anak Unmul ada yang menang, dari kita akan memberikan <em>support</em> untuk mereka dan dibikin latihan-latihan soal yang mereka perlukan,&quot; kata Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor III.</p><p style="text-align: justify;">Di rentan waktu 14-18 Mei barulah pertandingan olimpiade digelar di Jakarta. Peserta yang menjadi pemenang nantinya akan melanjutkan langkah ke olimpiade MIPA internasional.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang terpenting bagi kita adalah dari 12 mahasiswa ini kita berharap ada banyak yang bisa lolos, jadi harapan kita terhadap teman-teman yang lolos ini bisa mengharumkan nama Unmul. Karena di antara lomba yang pernah diikuti mahasiswa Unmul yang diselenggarakan oleh Dikti, hanya ON MIPA ini yang belum pernah masuk di tingkat juara,&quot; pungkasnya. <strong><em>(fqh/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dulu Mawapres, Pilmapres Kini Sepi Peminat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dulu-mawapres-pilmapres-kini-sepi-peminat/baca </link>
<guid> dulu-mawapres-pilmapres-kini-sepi-peminat </guid>
<pubDate> Thu, 23 Mar 2017 07:39:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebelumnya dikenal dengan Mawapres, kini berganti menjadi Pilmapres oleh Kemenristekdikti. (Mahasiswa Berprestasi)(Sumber foto: fkm.unej.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dulu-mawapres-pilmapres-kini-sepi-peminat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z3OilVBsG4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dulu Mawapres, Pilmapres Kini Sepi Peminat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali merindu mahasiswa berprestasi. Kerinduan itu disalurkan lewat ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) yang kabarnya telah berembus sejak awal Maret lalu. Adapun, kompetisi yang digelar meliputi bidang kognitif, linguistik, hingga jasmani.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pilmapres merupakan pemilihan mahasiswa berprestasi, awalnya bernama Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) tahun sebelumnya. Tapi, rohnya masih tetap sama,&rdquo; kata Encik Akhmad Syaifudin saat ditemui Senin, (13/3).</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana sebelumnya, gelaran pemilihan kali ini pun menerapkan sistem seleksi oleh pihak fakultas untuk kemudian diseleksi kembali di tingkat universitas dan wilayah. Mahasiswa yang terpilih akan mewakili Unmul menuju tingkat nasional. Seleksi dilakukan dengan presentasi karya ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">Sejak 2015 ajang ini dihelat, Unmul belum pernah sekalipun mengecap manisnya rasa juara nasional. Kendati begitu, Encik mengaku tak putus harap sekalipun tetap merasa geregetan. Lebih-lebih, antusiasme mahasiswa kini dirasanya menurun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini entah dikarenakan kurangnya sosialisasi, syarat yang terlalu berat, atau mungkin mahasiswanya yang memiliki kesibukan yang banyak, jadi jumlahnya menurun dari sebelumnya,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan website resmi Pilmapres (<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&amp;q=http://pilmapres.ristekdikti.go.id&amp;source=gmail&amp;ust=1490267560927000&amp;usg=AFQjCNG3GNwmD_XSU3LFf9Geq6X6GiI_6Q" href="http://pilmapres.ristekdikti.go.id" target="_blank"></a><a href="http://pilmapres.ristekdikti.go.id">http://pilmapres.ristekdikti.go.id</a>) terdapat dua persyaratan untuk mengikuti Pilmapres yakni umum dan khusus.</p><p style="text-align: justify;">Ada enam syarat umum yang mesti dipenuhi peserta. Pertama, merupakan warga negara Indonesia, lalu telah terdaftar di PD-DIKTI dan aktif sebagai mahasiswa program sarjana maksimal semester VI. Kemudian, peserta berusia tidak lebih dari 22, pada tanggal 1 Januari 2017 yang dibuktikan dengan KTP, IPK minimal 3.00.</p><p style="text-align: justify;">Syarat berikutnya adalah melampirkan surat pengedaran dari pimpinan perguruan tinggi bagian kemahasiswaan (Wakil rektor/ketua/direktur) yang menyatakan bahwa mahasiswa yang diusulkan adalah pemenang pertama hasil seleksi perguruan tinggi yang bersangkutan, apabila pemenang pertama berhalangan digantikan pemenang berikutnya. Selanjutnya yang terakhir adalah belum pernah menjadi finalis tingkat nasional pada tahun-tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan syarat khusus ada lima meliputi, rekapitulasi IP per semester, membuat karya tulis yang ditulis dalam bahasa Indonesia baku. Kemudian, melampirkan ringkasan (bukan abstrak) ditulis dalam bahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">Yang keempat, peserta membuat video yang menunjukan kemampuan Bahasa Inggris secara lisan. Terakhir seluruh prestasi/kemampuan yang diunggulkan peserta, dilengkapi dengan dokumen pendukung sebagai bukti.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Pilmapres sedang dalam tahap seleksi tingkat universitas. Berdasarkan informasi dari website Pilmapres, pendaftaran seleksi tingkat nasional akan dilaksanakan pada 5 April mendatang. <em><strong>(mer/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merasai Puisi Tanpa Batasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merasai-puisi-tanpa-batasan/baca </link>
<guid> merasai-puisi-tanpa-batasan </guid>
<pubDate> Fri, 24 Mar 2017 07:50:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maknai Hari Puisi Sedunia, Dosen dan mahasiswa/i FIB baca puisi. (Foto: Nur Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merasai-puisi-tanpa-batasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/By1TgzYrEo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merasai Puisi Tanpa Batasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Hujan Selasa sore tidak menyurutkan semangat mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia atau Hima Sasindo untuk mempersiapkan sebuah pagelaran dalam merayakan Hari Puisi Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 21 Maret.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah awal dicetuskannya Hari Puisi Sedunia dimulai saat pertemuan UNESCO ke 30 di Paris, Perancis yang berlangsung pada bulan Oktober&ndash;November 1999. UNESCO adalah sebuah organisasi tingkat dunia yang bergerak di bidang pendidikan, kebudayaan, dan turut serta mendukung perdamaian dunia.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, UNESCO mengungkapkan bahwa kebutuhan estetika merupakan kebutuhan manusia dan puisi dapat memenuhi kebutuhan ini. Oleh sebab itu, UNESCO mendeklarasikan setiap tanggal 21 Maret sebagai Hari Puisi Sedunia.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang digelar di halaman belakang FIB kemarin dibuka oleh Ana Rosmila selaku ketua panitia. Menurutnya puisi dipercaya sebagai sebuah penegasan atas kemanusiaan, bahwa individu di mana pun berbagi pertanyaan dan perasaan yang sama. Puisi dapat mengomunikasikan nilai-nilai terdalam beragam budaya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini, banyak di antara mereka yang justru terjerumus ke dalam pergaulan seks bebas dan dunia narkotika, seharusnya mereka berada di wilayah kreativitas hingga menghasilkan dan menciptakan karya untuk mengharumkan nama bangsa,&rdquo; ungkap mahasiswi Sastra Indonesia 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Puisi sering kali menjabarkan perasaan tanpa dibatasi apapun. Puisi adalah sebuah inspirasi, simbol kreativitas jiwa manusia. Puisi bukan saja sebagai karya sastra atau bagian dari budaya yang perlu dilestarikan, tetapi jauh lebih besar daripada itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya setiap orang terutama mahasiswa dapat lebih meningkatkan jiwa kemanusiaannya, meningkatkan solidaritas, kekuatan, dan kesadaran diri masing-masing. Juga pemerintah memberikan perhatian lebih kepada para seniman terutama penyair di negeri ini,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Hima Sasindo, Aslam Cahya Putra. Aslam turut membacakan sebuah puisi karya Asrul Sani yang berjudul Surat dari Ibu. Selanjutnya Aslam menunjuk Dahri Dahlan, dosen Sastra Indonesia. Dahri membacakan 4 buah puisi yang dikarangnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengapa sastra itu penting? Karena memang penting,&rdquo; ucap Dahri sebelum memulai pembacaan puisinya.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/9c3fe51f19994494b1598fa9002864d39cc1ed27.jpg" style="width: 689px;"></p><p style="text-align: justify;">Selain pembacaan puisi dalam bahasa Indonesia, Tauhid salah seorang dosen FIB membacakan sebuah puisi dalam bahasa Bugis, puisi tersebut berjudul <em>Mate Nisantangi&nbsp;</em>yang ditulis oleh Rahman Arge. Secara harafiah, <em>Mate Nisantagi</em> berarti kematian bersantan. Kepada <em>Sketsa</em><em>,</em> Tauhid mengintrepetasikannya sebagai kematian berkualitas, artinya manusia memberikan kemampuan terbaiknya dalam menjalani kehidupan.</p><p style="text-align: justify;">Kehidupan yang dimaksud di sini dimulai sejak dewasa sampai ajal menjemput. <em>Mate Nisantangi</em> menjadi penegas bahwa laki-laki Bugis-Makassar selalu menghargai perempuan, merendah diri namun selalu siap menghadapi kondisi seburuk apa pun itu.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/da4c74bcdde25b4a3b27ab4567594cab6dc3b5fd.jpg" style="width: 695px;"></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anak-anak saat ini hanya dituntut dan dikejar prestasi akademik, tetapi budaya berpuisi dilupakan. Nah, karena Anda mahasiswa sastra khususnya, diharapkan Anda lebih banyak berkarya dalam dunia sastra. Salah satunya karya-karya puisi Anda dinantikan,&rdquo; harap salah satu dosen FIB yang turut serta dalam pembacaan puisi kemarin, Irma Surayya Hanum.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/d4dea09f21ee2ea1748a916c7c270c659d490c1d.JPG" style="width: 696px;"></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya tepat pada pukul 11 pagi, Kementerian Sosial dan Masyarakat BEM FIB mengambil andil merayakan Hari Puisi Sedunia dengan turun ke jalan. Titik aksi di perempatan Lembuswana, beberapa mahasiswa FIB membacakan puisi dan membagi-bagikan puisi yang terbagi dalam berbagai macam genre. Misalnya kepada pengendara motor remaja, mendapat puisi bergenre romantis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di mana pas kita bagi mereka baca dan mereka tersenyum, dan ada yang bilang keren puisinya, mau lagi. Ya sedikit terhibur bahwa perjuangan kami tidak sia-sia,&rdquo; kata Arila Kasipahu, mahasiswa Sastra Indonesia 2014.</p><p><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/87f077e7488491abe22cc38d97b91ee3f31a3579.JPG" style="width: 692px;"></p><p style="text-align: justify;">Ari mengungkap maksud di balik aksi kemarin, tujuannya adalah mengingatkan kepada masyarakat bahwa puisi itu penting. Di mana masyarakat saat ini lebih mementingkan teknologi, sehingga budaya membaca khususnya membaca puisi sangat jarang dan sangat minim.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengapresiasi Hari Puisi Sedunia, berarti ikut membudayakan berpuisi khususnya dalam dunia pendidikan. Hal tersebut secara tidak langsung telah menumbuhkan rasa untuk mencintai dan membentuk karakter. Salah satu caranya dengan membiasakan menulis dan membaca puisi. <strong><em>(els/</em></strong><strong><em>wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rembuk Kampus dan Segala Masalah yang Meliput Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rembuk-kampus-dan-segala-masalah-yang-meliput-unmul/baca </link>
<guid> rembuk-kampus-dan-segala-masalah-yang-meliput-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 24 Mar 2017 08:29:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senin (20/3) lalu di Aula lantai empat rektorat, agenda tahunan Rembuk Kampus dibuka oleh Masjaya, Rektor Unmul. (Foto: Mayang I. R. Biru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rembuk-kampus-dan-segala-masalah-yang-meliput-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/20ON9qiEqg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rembuk Kampus dan Segala Masalah yang Meliput Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Senin (20/3) lalu di Aula lantai empat rektorat, agenda tahunan Rembuk Kampus dibuka oleh Masjaya, Rektor Unmul. Agenda itu dipandu oleh Wakil Rektor IV bidang pengembangan dan kerja sama, Bohari Yusuf. Ini adalah agenda kedua selama Masjaya menjabat sebagai rektor, kali ini dirangkaikan dengan <em>launching</em> website baru Unmul dan penandatanganan perjanjian kerja dengan dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan, Komputer dan Teknologi Informasi, serta Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">Rektor dan wakil-wakilnya duduk bersama di atas panggung. Dekan-dekan fakultas bersama wakilnya tampak memadati ruangan dingin itu. Secara bergantian mereka menyampaikan kritik, saran, hingga berkeluh kesah soal kesulitan dan keterbatasan fakultasnya. Mahasiswa yang hadir juga turut menyampaikan aspirasinya.</p><p style="text-align: justify;">Banyak hal yang dibahas pagi itu. Anggaran yang minim diterima fakultas, penelitian, akreditasi, fasilitas kampus, kegiatan kemahasiswaan, evaluasi peraturan akademik, keamanan kampus hingga kunjungan asesor yang tinggal menghitung hari.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Noor, menyampaikan keluhannya soal anggaran yang minim didapat fakultas. &ldquo;200 miliar anggaran dari PNBP, tapi yang diberikan ke 14 fakultas dan unit-unit lain hanya Rp 72 miliar,&rdquo; ujar dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu. Dekan Fakultas Farmasi, Laode Rijai juga menambahkan bahwa sebaiknya Unmul tidak hanya bergantung pada Uang Kuliah Tunggal (UKT) saja.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Susilo, ketua LP2M menyampaikan bahwa Unmul perlu memberi asupan dana lebih untuk penyelenggaraan kegiatan penelitian. Menurut dekan FKTI, Nataniel Dengen perlu ada ketegasan bagi dosen untuk melakukan penelitian. Namun hal sebaliknya disampaikan dekan Fakultas Teknik. Muhammad Dahlan Balfas berkata, setiap fakultas tidak bisa dituntut menghasilkan penelitian yang jumlahnya sama. Adalah perlu membangun atmosfer akademik di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Perihal akreditasi dan kunjungan asesor, dekan FEB, Syarifah menyampaikan harapannya agar Wakil Rektor bidang pengembangan dan kerja sama dapat membantunya dalam hal kerja sama, sebab hal itu juga yang menjadi pertimbangan untuk bisa mendapat akreditasi A. Sedang Muhammad Amir, dekan FKIP menyampaikan kebutuhan laboratorium di FKIP masih kurang. Hal yang sama disampaikan juga oleh Mursalim, dekan FIB yang menyebutkan ruang kelas di sana masih buram.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika fakultas dituntut untuk terakreditasi A, segala kebutuhnnya harus dipenuhi,&rdquo; kata Amir.</p><p style="text-align: justify;">Suara mahasiswa hari itu diwakili oleh Aditya Ferry Noor dan Frijae Rakasiwi. Mereka menyampaikan perihal keamanan di kampus yang hingga kini masih menjadi topik hangat, kegiatan kemahasiswaan, hingga fasilitas kampus. Ferry mengusulkan pengadaan CCTV di setiap sudut kampus. Ketua BEM FEB itu juga menyampaikan perihal kegiatan kemahasiswaan di Unmul. Bahwa kegiatan kemahasiswaan mestinya harus punya standar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan kemahasiswaan bernilai nol di Kemenristek Dikti,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sedang Frijae mengusulkan KTM berbasis elektronik, yang bisa digunakan sebagai akses masuk kampus. Keluhan lain yang disampaikannya ialah akses yang sulit bagi mahasiswa untuk menggunakan fasilitas kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dipersulit, bahkan kalah dengan acara kawinan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab keluh kesah, kritik, dan saran yang disampaikan pagi itu, rektor menyampaikan beberapa hal. Masjaya menyampaikan akan ada penghargaan sebesar Rp25 juta untuk setiap judul penelitian yang terindeks global. Ia juga berkomitmen untuk memberikan penghargaan bagi fakultas yang berhasil terakreditasi A dengan memberi sejumlah uang senilai ratusan juta. Terkait kegiatan kemahasiswaan yang dipersulit dalam penggunaan fasilitas kampus, ia mengimbau untuk melaporkan staf yang mempersulit itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan agenda ini untuk mendapat masukan ke arah perbaikan. Sebagian besar yang masuk adalah sudah dilaksanakan. Beberapa memang perlu diantisipasi, dan kita akan segera tindak lanjuti,&rdquo; kata Masjaya kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Rudianto Amirta, dekan Fakultas Kehutanan yang juga turut hadir beranggapan bahwa dalam organisasi modern, perlu banyak mendengar. &ldquo;Jadi strategi yang dibuat tepat dengan kebutuhan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan bahwa rembuk semacam ini adalah peluang untuk mendapatkan <em>matching value&nbsp;</em>dan bisa membangun nilai-nilai kedekatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertanyaannya, seberapa jauh masukan-masukan itu di eksekusi sebagai bagian dari strategi? Kita lihat program lanjutannya,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(bru/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Sekumpulan HI Bertandang ke Jepang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-sekumpulan-hi-bertandang-ke-jepang/baca </link>
<guid> cerita-sekumpulan-hi-bertandang-ke-jepang </guid>
<pubDate> Sat, 25 Mar 2017 07:14:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rombongan mahasiswa HI bertolak ke Jepang dalam rangka study tour. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-sekumpulan-hi-bertandang-ke-jepang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dLagxuh4hi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Sekumpulan HI Bertandang ke Jepang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp; Dengan maksud memberikan ilmu dan pengetahuan yang luas, program studi Hubungan Internasional melakukan <em>study tour</em> dengan menyasar negara tujuan Jepang.</p><p style="text-align: justify;">Enny Fathurachmi yang menjabat sebagai ketua program studi Hubungan Internasional (HI) mengatakan Jepang dipilih karena memiliki sejarah yang kuat dengan Indonesia. Pernah menduduki negeri ini saat Perang Pasifik berkecamuk lalu limbung setelah serdadu menurunkan bomnya di Hiroshima dan Nagasaki.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernah menjajah Indonesia walaupun tidak lama, dan pilihan Jepang selain dari sisi <em>historical&nbsp;</em>juga, karena Jepang menjadi salah satu representasi negara di Asia yang kita bisa belajar banyak dari Jepang. Misalnya, dari etos kerja, kedisiplinannya, kemudian teknologi-teknologinya,&rdquo; kata Enny saat ditemui di kantornya, Senin (20/3).</p><p style="text-align: justify;">Keberangkatan ke Jepang sudah dilakukan pada 8 -14 Maret kemarin. Ada 14 mahasiswa dan Enny turut serta sebagai pendamping. Biaya yang dikeluarkan untuk bertolak ke Jepang ini berasal dari dana pribadi. Enny mengatakan dari keberangkatan <em>study tour</em> itu, ada rencana Unmul untuk mewujudkan jenis KKN Internasional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini saya komunikasikan ke pak rektor dan pak dekan malah beliau-beliau ini mensupport dan karena sejauh ini sifatnya tidak paksaan. Namun, kemarin pak rektor berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi KKN Internasional,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mona Lisa salah satu mahasiswa yang mengikuti <em>study tour</em> ini, berkisah banyak pengetahuan dan kejadian-kejadian menarik saat mereka berada di Jepang. Ia kagum akan tingkat kepedulian masyarakat Jepang pada kebersihan lingkungan. Dan itu membuat masyarakat Jepang terlihat sangat ramah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya uang bisa dicari, tapi kalau pengalaman di sana kayaknya enggak akan bisa dibeli deh. Misalnya ketepatan <em>public transport-</em>nya. Gimana kita bisa <em>respect</em> dengan orang lain. Di sana tiap kursi penumpang sudah ada labelnya, untuk orang hamil, lansia, dan yang cacat. Untuk masuk kereta pun kita sangat tertib sekali, kita harus mengutamakan orang yang keluar, baru kita bisa masuk. Sangat berbeda dengan kondisi di sini,&rdquo; ucap Mona.</p><p style="text-align: justify;"><em>Study tour&nbsp;</em>seperti ini direncanakan akan kembali ada di tahun depan. Negara yang mulai coba disasar untuk lawatan selanjutnya adalah Korea Selatan. <em>Study tour&nbsp;</em>ini tak mewajibkan harus berasal dari prodi HI saja, tetapi juga dapat diikuti oleh seluruh prodi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. <strong><em>(nvt/arr/nis/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesadaran Puitik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kesadaran-puitik/baca </link>
<guid> kesadaran-puitik </guid>
<pubDate> Sat, 25 Mar 2017 07:33:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini yang ditulis oleh Dahri Dahlan, dosen FIB dalam rangka memperingati Hari Puisi. (Sumber foto: tofikpr.wordpress) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kesadaran-puitik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BFbvCiMvAk.png" />
					</figure>
			                <h1>Kesadaran Puitik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Untuk apa memperingati puisi setiap tanggal 21 Maret di seluruh dunia sama dengan pertanyaan untuk apa menanyakan cinta? Sejak UNESCO menetapkan hari puisi di Paris pada tahun 1999, sejak saat itu seluruh dunia memperingatinya.</p><p style="text-align: justify;">Lembaga tersebut pada akhirnya menyadari hal yang telah lama disadari oleh para penyair dan sastrawan. UNESCO menyadari betapa puisi telah menjadi capaian sekaligus kebutuhan estetika yang mumpuni untuk manusia. Sejak dulu, para penyair dan sastrawan mempercayai bahwa puisi bukanlah sekadar diksi yang disusun dengan tingkat kerumitan tertentu, tetapi puisi adalah jiwa dan ide-ide yang dibentuk melalui lambang bahasa: kata, kalimat, bait dan akhirnya sebuah puisi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam teori puisi, hal yang paling tinggi dicapai oleh manusia saat berjumpa dan memaknai puisi adalah kesadaran yang berada pada &ldquo;lapis metafisis&rdquo; sedangkan kesadaran pertama untuk perjumpaan yang sama adalah kesadaran &ldquo;lapis bunyi.&rdquo; Kesadaran pertama ini adalah kesadaran yang bisa dialami oleh semua orang yang melek huruf.</p><p style="text-align: justify;">Saat kita membaca puisi maka akan ada bunyi-bunyi bahasa yang mengindikasikan ide tertentu di dalam pikiran kita. Misalnya saat seseorang membaca kalimat &ldquo;<em>aku ini binatang jalang&nbsp;</em>&rdquo; maka, untuk tahapan awal, orang akan sadar bahwa ia telah bertemu dengan bunyi bahasa yang ditulis oleh Chairil Anwar itu. Untuk mencapai kesadaran pada tingkat akhir, yaitu kesadaran lapis metafisis, dibutuhkan sebuah kontemplasi yang tidak sederhana.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai sebuah contoh, di tahun 1986, sastrawan Jepang, Matsuo Basho menuliskan sebuah &nbsp;haiku, puisi tradisional orang Jepang.</p><p style="text-align: justify;"><em>Kolam tua</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Seekor katak melompat&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Plung!</em></p><p style="text-align: justify;">Kutipan puisi di atas memanglah terlihat sederhana. Hanya sebuah susunan tanda bahasa yang menjelaskan tentang kondisi seekor katak yang (kira-kira) melompat ke dalam kolam yang tua. Lalu lompatannya di permukaan air di kolam menimbulkan bunyi <em>plung!&nbsp;</em>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal yang ingin disampaikan oleh puisi itu adalah tentang kesunyian. Kesunyian adalah kondisi tertentu yang dibangun bisa dari banyak hal. Kesunyian bisa berarti tanpa ada hal lain yang mengganggu, tanpa ada bunyi atau apa pun yang mengacaukan. Sunyi bisa berarti tanpa suara, tanpa orang lain, atau apa pun yang bisa di-tanpa-kan dari sebuah peristiwa kesunyian.</p><p style="text-align: justify;">Pada bagian apa di puisi tersebut yang mengindikasikan kesunyian? Sederhana sekali. Indikator kesunyian ada pada kata terakhir, <em>plung!</em> Diksi tersebut mewakili bunyi air yang dijatuhi seekor katak. Basho yang sudah terlanjur identik dengan puisi kataknya itu sadar betul bahwa hanya dengan diksi sesederhana itu, ide kesunyian bisa sampai ke pembaca.</p><p style="text-align: justify;">Tidak mungkin terdengar bunyi <em>plung</em> dari dalam air jika peristiwa melompatnya katak ke kolam tua itu tidak dalam kesunyian. Ini juga sekaligus menimbulkan hal yang kontradiktif. Ternyata kesunyian diindikasikan dengan suara, keributan, keriuhan, dan sebagainya. Bagi orang yang hidup di pesisir pantai tentulah sangat paham jika bunyi terkeras ombak justru akan terdengar jika malam telah larut. Larutnya malam itulah yang membangun kesunyian: orang sudah mulai tidur dan tidak ada aktifitas dan hal apa pun yang kontra dengan kesunyian.</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran yang ada dalam puisi, termasuk kesadaran yang ada dalam Katak Basho<em>&nbsp;</em>ini adalah sebuah pencapaian yang akhir dari kontemplasi. Kapasitas kemanusiaan akan muncul dari perenungan yang timbul saat mencipta dan membaca puisi. Jika kesadaran semacam ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sepertinya tidak berlebih jika dikatakan kehidupan akan baik-baik saja.</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran puitik adalah kesadaran yang tidak hanya indah pada tataran tekstual (perilaku) tetapi juga menjangkau keindahan yang sifatnya ideologis (nilai). Kehidupan politik di Indonesia diwarnai dengan praktik kecurangan, dan aparatur negara menjalankan tugasnya dengan korup dan keculasan. Tidak salah jika John F. Kennedy mengatakan bahwa &ldquo;jika politik bengkok, sastralah yang meluruskannya.&rdquo; Mantan presiden Amerika yang mati tertembak itu sadar betul jika sastra, dalam hal ini puisi adalah medan yang sifatnya emansipatoris. Puisi tidak punya kepentingan selain untuk menjernihkan akal dan jiwa manusia. Wiji Thukul diburu dan &ldquo;dihilangkan&rdquo; oleh rezim karena ia menyuarakan kebenaran dengan puisi-puisinya. Kebenaran tersebut adalah kebenaran yang ingin disensor oleh rezim dengan narasi tunggal kala itu.</p><p style="text-align: justify;">Itulah yang menyebabkan ketika kita membaca puisi, atau bahkan teks lagu tertentu (hal ini yang menyebabkan musikus Bob Dylan meraih hadiah Nobel Sastra 2016) bisa membuat kita merasakan sesuatu yang lain. Dengan puisi kita bisa merasa berada di sebuah dimensi yang berbeda. Dengan membaca dan memaknai puisi, tiba-tiba kita bisa merasa berada di tempat yang tidak tepat: kita tiba-tiba sadar ada yang salah dan bisa menunjuk kebenaran. Hal seperti ini diistilahkan sebagai katarsis.</p><p style="text-align: justify;">Pada sebuah wawancara, saya pernah mengungkapkan bahwa dengan jalan puisi, seseorang bisa mengungkapkan ide yang hanya bisa diwakilkan oleh puisi. Hal inilah yang menyebabkan kenapa Chairil Anwar masih dikenang oleh dunia sampai saat ini, tidak lain karena ide-ide yang ia cetuskan melalui puisi sangat sempurna hanya dengan puisi.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita mengadopsi kesadaran yang terbangun dari puisi, setidak-tidaknya kita telah mengurangi kekacauan. Sebagai contoh yang paling sederhana, menulis puisi adalah memilih kata menjadi diksi yang tepat, lalu kemudian merangkainya dengan kata-kata yang lain. Hal-hal semacam inilah yang patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Lebih dalam dari itu, kita bisa mengadopsi kebiasaan para penyair yang mengendapkan puisinya sebelum memutuskan bahwa sebuah puisi sudah jadi dan siap diterbitkan. Kita bisa membangun kesadaran bahwa ada banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang sebelum melakukannya. Hal apa pun itu.</p><p style="text-align: justify;">Pada tingkatan yang lebih dalam, kita bisa menggunakan hasil kontemplasi kita dengan puisi tertentu untuk digunakan sebagai cara tertentu untuk membangun sikap. Semacam <em>the way of&nbsp;</em>untuk melakukan hal atau banyak hal.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita mengadopsi makna puisi Katak Basho di atas, kita bisa memperoleh petunjuk dalam model pertanyaan. Betulkah kecantikan yang selama ini kita pahami betul-betul seperti yang kita pahami? Jangan-jangan perempuan gemuk sama dengan perempuan cantik? Jangan-jangan konsep kecantikan yang selama ini kita sadari adalah kesadaran yang dibentuk oleh sebuah <em>grand desain&nbsp;</em>atau hal-hal semacam itu? Hal ini sama dengan pertanyaan yang menjadi narasi besar puisi Basho tersebut, betulkah sunyi itu sunyi? Betulkah sunyi itu antiketidaksunyian?</p><p style="text-align: justify;">Momen Hari Puisi Sedunia yang jatuh di tanggal 21 Maret kemarin sebaiknya kita gunakan untuk meninjau ulang kebenaran yang selama ini kita bangun, dan cara itu adalah dengan membangun kesadaran puitik.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Dahri Dahlan, dosen Fakultas Ilmu Budaya</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ada Apa di Balik Beauty and The Beast? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/ada-apa-di-balik-beauty-and-the-beast/baca </link>
<guid> ada-apa-di-balik-beauty-and-the-beast </guid>
<pubDate> Sun, 26 Mar 2017 07:37:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada fakta menarik apa dibalik film Beauty and The Beast? (Sumber poster: Beauty and The Beast 2017 Official Poster) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/ada-apa-di-balik-beauty-and-the-beast/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4BFcjU94Dl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ada Apa di Balik Beauty and The Beast?</h1>
			              </header>
			              <p>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Beauty and The Beast (2017) &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; <br>&nbsp;Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Drama, Romantis &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp;Sutradara &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Bill Cordon &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp;Produser &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : David Hoberman, Todd Lieberman &nbsp;<br>&nbsp;Produksi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Walt Disney Pictures, Mandeville Films &nbsp; &nbsp; &nbsp; <br>&nbsp;Distributor &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Walt Disney Studios, Motion Pictures &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp;Rilis &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 17 Maret 2017 &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<br>&nbsp;Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Emma Watson, Dan Stevens, Luke Evans, Kevin Kline, Josh Gad, Ewan McGregor, Stanley Tucci, Gugu Mbatha-Raw, Audra McDonald, Ian McKellen, Emma Thompson</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Beberapa tahun terakhir, Disney mulai aktif me-<em>remake</em> kembali film-film animasi jebolannya dalam bentuk <em>live action</em>, seperti <em>Alice in Wonderland</em><em>&nbsp;(2010)</em><em>,&nbsp;</em><em>Maleficent (2014), Cinderella (2015),&nbsp;</em><em>The Jungle Book</em><em>&nbsp;(2016)</em>. Kali ini giliran <em>Beauty and The Beast</em> yang kemunculannya sudah ditunggu-tunggu penggemar setia Disney. Kabarnya Disney mengadaptasi kisah ulang<em>&nbsp;Beauty and The Beast</em> berdasarkan film animasi musikal dengan judul yang sama pada tahun 1991 dan dongeng karya Jeanne-Marie Leprince de Beaumount.</p><p style="text-align: justify;">Bercerita pada abad pertengahan tahun 1700 di Perancis, hidup seorang pangeran tampan (Ben Stevens) yang tinggal di sebuah istana indah nan megah. Sang pangeran terkenal akan kesombongan dan keangkuhan hatinya. Suatu hari pangeran mengadakan sebuah pesta dansa, lalu datanglah seorang pengemis tua berniat untuk menghangatkan diri dari amukan badai salju dan menawarkan setangkai bunga mawar untuk membalasnya. Namun, melihat pengemis tua yang lusuh, pangeran pun menolak kehadiran serta bunga pemberiannya.</p><p style="text-align: justify;">Ternyata pengemis tua tersebut adalah seorang penyihir cantik. Karena kesombongannya, pangeran dikutuk menjadi seorang buruk rupa, seisi istana pun tak luput dari kutukan. Penyihir memberi pangeran cermin ajaib bersama setangkai bunga mawar. Untuk mematahkan mantra sihirnya, pangeran harus mencintai dan dicintai sebelum kelopak bunga mawar terakhir jatuh. Jika ia gagal, maka ia akan menjadi buruk rupa selamanya.</p><p style="text-align: justify;">Di sebuah desa kecil bernama Villenueve, tinggallah seorang gadis kutu buku bernama Belle (Emma Watson) dan ayahnya, Maurice (Kevin Kline). Belle nantinya akan tinggal menggantikan ayahnya yang dihukum oleh si Buruk Rupa. Jangan lupakan pula seorang pemuda tampan, Gaston (Luke Evans) yang selalu berusaha merayu Belle. Jalan cerita <em>Beauty and The Beast</em> sebagian besar tak berbeda jauh dengan film animasinya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagian orang mungkin beranggapan Emma tak cocok memerankan karakter sang putri. Citranya sebagai seorang penyihir Harmonie Granger dalam film <em>Harry Potter</em> begitu kuat. Akan tetapi, persamaan Belle dan Harmonie adalah sama-sama kutu buku dan dianggap sebagai gadis aneh. Bella tinggal di sebuah desa kecil, karena hanya dia satu-satunya gadis desa yang suka membaca, tak heran Bella dianggap aneh oleh penduduk desa bahkan tak segan mem-bully-nya. Mampukah Emma mematahkan anggapan penggemarnya?</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti &nbsp;<em>live action</em> film <em>princess</em> sebelumnya yakni <em>Cinderella (2016), Beauty and The Beast</em> menyuguhkan musikal yang dibawakan para pemainnya. Sehingga penggemar Emma bisa mendengar Emma bernyanyi dalam film ini. Tak hanya itu, <em>Beauty and The Beast</em> dikemas dengan efek CGI (Computer Generated Image) saat Belle (Emma Watson) dijamu oleh pelayan istana Si Buruk Rupa (Ben Stevens).</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut yang membedakan live action dari film animasinya. Efek visual yang ditampilkan mungkin terlalu berlebihan, padahal hanya menceritakan kebahagian para pelayan akan kehadiran Belle di istana mereka. Namun, tak bisa dimungkiri efek visual yang ditampilkan begitu menakjubkan, hanya saja mengecewakan karena penyambutan yang begitu heboh berakhir perjamuan biasa saja. Film ini juga tak hanya didominasi oleh aktor-aktor berkulit putih.</p><p style="text-align: justify;">Sempat beredar isu sebelum film ini resmi rilis di Indonesia, bahwasannya terdapat karakter sebagai pelaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Benar diakui oleh Disney adanya unsur LGBT, bahkan Disney mengklaim <em>Beauty and The Beast</em> hadirkan tokoh gay pertama. Beberapa negara bahkan melarang penayangan <em>Beauty and The Beast</em>. Beruntung Indonesia tidak ikut-ikutan latah akan isu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja Anda akan dibuat terpukau oleh <em>Beauty and The Beast</em>, begitupun setting-nya yang klasik dan sederhana, sayangnya tidak ada kejutan dari segi cerita dalam <em>live action</em>-nya.<strong><em>&nbsp;(els/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Lagi Ramah Anak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tak-lagi-ramah-anak/baca </link>
<guid> tak-lagi-ramah-anak </guid>
<pubDate> Mon, 27 Mar 2017 05:44:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kini kehidupan anak tak lagi aman, mereka tumbuh dan berkembang di situasi yang tak lagi ramah. (Sumber ilustrasi: dnaindia.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tak-lagi-ramah-anak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hP7d45sDGb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Lagi Ramah Anak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>Anak adalah cindera rasa, obor asa, jejak nyata ada kita di dunia hingga surga -(Helvy Tiana Rosa)</em></p><p style="text-align: justify;">Hari ini mungkin mereka masih merah. Mungkin juga masih bermain gundu, lari ke sana kemari dengan riangnya. Tuhan titipkan mereka untuk dilindungi dan dibesarkan dalam keadaan yang harusnya ramah dan aman. Hingga sepuluh atau dua puluh tahun mendatang, mereka siap menjadi garda terdepan perbaikan bangsa. Siapakah mereka? Anak Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Namun, yang terjadi hari ini begitu memilukan hati. Mereka tumbuh dan berkembang disituasi yang tak lagi ramah dan aman. Situasi yang menjadikan mereka objek kejahatan seksual, kekerasan, penculikan bahkan penjualan manusia. Pengamat hukum, Maximus Watung mengatakan, hal itu terjadi karena anak-anak dianggap polos, mudah percaya, mudah dirayu, dan juga fisiknya lemah. Benarkah demikian? Bagaimana dengan ketamakan orang dewasa yang telah membutakan mata dan nurani? Hingga tak segan merenggut masa keemasan pemilik masa depan bangsa ini. Apa kiranya yang sedang melanda ibu pertiwi?</p><p style="text-align: justify;">Maret tahun ini saja misalnya, kita dikejutkan dengan kasus pemerkosaan seorang gadis 12 tahun oleh 13 orang yang terjadi di Samarinda. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, tak hanya menjadi korban kejahatan seksual, gadis tersebut pun disekap kurang lebih sepekan dan dicekoki narkoba oleh para pelaku. Berita yang berhasil dihimpun dari <em>kompas.com</em> (15/3), Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Aji Suwignyo, mengatakan bahwa korban mengakui jika para pelaku menjadikannya alat tukar untuk mendapatkan sabu dan uang.</p><p style="text-align: justify;">Data yang disampaikan Halda Arsyad selaku Kepala Dinas Kependudukan, PPPA Kalimantan Timur juga mengejutkan. Pada 2014-2015, angka kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Bumi Etam mengalami peningkatan sebesar 22,34%, sedang Samarinda sebagai ibukota dengan kasus kekerasan seksual terbanyak.</p><p style="text-align: justify;">Belum usai dengan kasus pemerkosaan yang dialami gadis 12 tahun asal Samarinda, publik kembali dihebohkan dengan terungkapnya kasus kejahatan pedofil. Kejahatan ini tergabung dalam grup facebook Official Candy&rsquo;s Groups. Grup yang beranggotakan 7 ribu orang tersebut, diharuskan mengirim gambar atau video yang dibuat dengan melakukan kejahatan seksual pada anak. Disampaikan Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan (14/3), grup ini pun ditengarai memiliki kaitan dengan sindikat kejahatan seksual pada anak berskala global.</p><p style="text-align: justify;">Maraknya kabar, penculikan dan penjualan organ tubuh anak juga tak kalah meresahkan. Bagaimana tidak, anak yang harusnya masih bebas bermain, ini harus meregang nyawa hanya untuk memenuhi kantong pihak yang silau akan dunia. Harga yang ditawarkan pun tak tanggung-tanggung, yakni hingga menyentuh angka miliran rupiah setiap organnya. Meski demikian, pada Jumat (23/3) lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah menyatakan hal tersebut adalah kabar bohong. Terlepas dari benar tidaknya kabar yang berhembus, orang tua dan semua pihak harus memperketat pengawasan agar tidak kecolongan.</p><p style="text-align: justify;">Keseriusan negara dalam hal ini sangatlah diharapkan. Pencegahan, penanganan dan penindakan hukum yang berkeadilan adalah tanggung jawab negara. Bagaimana tidak, negara telah diamanahkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya. Jika ditelisik lebih jauh, kurungan penjara, denda, pemasangan <em>chip</em>, publikasi identitas pelaku hingga kebiri kimia, nampaknya belum mampu menuntaskan persoalan ini.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia setiap tahunnya merilis angka yang terus meningkat. Dari tahun 2013 hingga 2014 saja, KPAI menunjukkan pelecehan dan kekerasan seksual anak meningkat 100%. Terlebih lagi, laporan World Rape Statistic tahun 2012 melaporkan bahwa tidak ada jaminan, efek jera atau bahkan mengurangi jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak di negara-negara yang juga memberlakukan hukuman kebiri. Apakah hukuman yang ramai diperbincangkan ini hanya akan sebagai &lsquo;peredam resah&apos;, lantas hilang entah ke mana?</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran negara dalam penuntasan masalah di atas, tak bisa dilepaskan dari peran dan fungsi keluarga. Orang tua khususnya adalah tempat berlindung dan sekolah utama bagi anak. Psikolog sekaligus konsultan pendidikan, Choirus Syafrudin mengatakan bahwa orang tua adalah pembangun moral anak. Peran ini adalah upaya membentengi buah hati dari terpaan &lsquo;angin puting beliung&rsquo; kemerosotan moral. Namun sangat disayangkan, penelitian yang dilakukan KPAI menunjukkan bahwa sebanyak 70% orang tua belum memiliki kemampuan mengasuh anak dengan metode yang tepat dengan perkembangan zaman.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, hanya 30% orang tua di Indonesia yang menanyakan persoalan sosial, hobi, permasalahan dengan teman, status media sosial, bahkan soal reproduksi anak mereka. Renggangkah komunikasi orang tua kita hari ini? Padahal Miftahul Jinan, penulis buku Tips Instan Mendidik Anak memaparkan, keakraban merupakan pintu satu-satunya untuk mendidik anak. Ia juga menambahkan, bahwa berkomunikasi dengan dukungan dan penerimaan memungkinkan anak akan lebih banyak bercerita tentang dirinya. Hal inilah yang diharapkan mampu menangkal kemungkinan kejahatan pada anak, entah sebagai korban atau pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Jika anak-anak masih dihadapkan dengan fenomena tak bermoral ini, maka ia akan tumbuh dalam trauma berkepanjangan. Tak menutup kemungkinan, ia akan menjadi pelaku di masa yang akan datang. KPAI melaporkan 78,3% anak yang menjadi pelaku dulunya adalah mereka yang pernah melihat atau bahkan merasakan kekerasan. Maka, mata rantai ini harus sedini mungkin diputus.</p><p style="text-align: justify;">Slogan &ldquo;Lindungi Anak Anda dari Predator Seksual&rdquo; dan sejenisnyan, semoga tak hanya menjadi pemanis di media yang hanya laris jika korban jatuh menangis, tapi benar-benar menjadi semangat terbarukan semua pihak dalam memerangi kekerasan seksual dan kejahatan lainnya terhadap anak.</p><p style="text-align: justify;">Apakah hari ini pemerintah, orang tua dan kita sudah menjadi lingkungan yang ramah bagi anak? Jika belum, maka kepada siapa lagi kita titipkan masa depan bangsa ini?</p><p>Salam,<br>Sulastri Khasan<br>Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP 2013<br>Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FKIP UNMUL</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> APATIS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/apatis/baca </link>
<guid> apatis </guid>
<pubDate> Mon, 27 Mar 2017 09:13:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen dengan judul Apatis, ditulis oleh Monika Wibisono Putri. Mahasiswi Ilmu Komunikasi, 2014. (Sumber foto: bersatunews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/apatis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/05SwdisNuc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>APATIS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;Tuntut Somad! Kembalikan hak mahasiswa!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Itulah salah satu tuntutan dari pengeras suara yang dikumandangkan. Membisingkan seluruh isi halaman rektorat. Nyanyian Buruh Tani dinyanyikan secara beriringan. Tuntutan demi tuntutan dibacakan. Wajah datar terlihat di rektorat. Rektorat memang tidak hanya ramai oleh massa penuntut. Ada beberapa mahasiswa yang lalu lalang di rektorat. Sama halnya dengan rektorat, mahasiswa-mahasiswa tadi juga berekspresi datar. Tidak ada raut penasaran. Tidak ada tanggapan, massa akan menuntut aksi selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">*******</p><p style="text-align: justify;">Matahari sudah mengurangi sinarnya, tanda waktu senja akan tiba. Massa yang terdiri dari mahasiswa gabungan BEM di Unmul hendak membereskan perlengkapan yang berhamburan mengelilingi halaman rektorat. Salah satu massa yang paling mencolok di senja itu adalah Tambun. Pemuda berbadan sesuai namanya ini bertanggungjawab atas perlengkapan selama aksi tadi.</p><p style="text-align: justify;">Setelah selesai urusan rektorat, ia pun bergegas untuk pulang. Motor vespa keluaran lama siap melangkah bersamanya. Belum sempat menyalakan mesin, pundak Tambun di tepuk Aji.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mbun, ikam besok ada kuliah kah?&quot; tanya Aji.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Adalah pasti. Gak usah ditanya itu,&quot; jawab Tambun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tolonglah, kau bolos lagi ya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Uma ai, capek dah aku bolos lagi ji.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini demi tuntutan rektor terpenuhi nah. Demi Unmul yang lebih baik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Raut ragu terlihat dari Tambun. Ia ingin menolak tapi terlalu banyak jasa yang Aji lakukan. Aji merupakan teman baiknya sejak bertemu untuk mengurus administrasi mahasiswa baru di Unmul. Banyak jasa Aji yang ditorehkan dalam kenangan Tambun. Mulai dari memperkenalkan Samarinda sampai menolong motor vespanya yang mogok. Tambun jugalah di balik kesuksesan Aji naik sebagai ketua BEM Unmul. Banyak penolakan dari BEM-BEM Fakultas karena Aji hanya ingin popularitas hampa. Berkat kelihaian retorikalah Aji bisa dipilih. Karena ia tahu mahasiswa Unmul mudah dibuai oleh retorika-retorika belaka. Tambun sudah disiapkan posisi yang pas. Ia menempati posisi wakil ketua BEM Unmul. Banyak program-program aksi yang Tambun lancarkan. Salah satunya aksi menurunkan rektor Somad tadi siang. Sudah hampir delapan tahun Somad memimpin Unmul tapi nihil perubahan yang ia bawa. Sarana prasarana banyak yang mangkrak. Tidak ada sebandingnya dengan pembayaran uang semester tiap enam bulannya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aji menepuk lagi bahu gempal Tambun. Segera Tambun terkaget.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ngelamun malah,&quot; sahut Aji.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ampun wal. Nanti dah aku kasih jawabannya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nggak biasanya ikam begini, ya sudah aku tunggu jawaban ikam segera nanti malam.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lalu Aji kembali ke motornya. Segera Tambun bangkit lalu bergegas pulang ke kostnya.</p><p style="text-align: justify;">*******</p><p style="text-align: justify;">Anita</p><p style="text-align: justify;">086754xxxxxxx</p><p style="text-align: justify;">Besok aku mau wisuda loh, Mbun. Doain ya. Kalau bisa datang loh. &nbsp;Sorry ya baru ngabarin.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Baru sampai kost, Tambun dapat SMS dari seseorang bernama Anita. Anita adalah teman masa kecilnya yang kuliah di FISIP. Walaupun jarak FISIP dan FMIPA tidaklah terlalu jauh, mereka sudah jarang bersua karena kesibukan masing-masing. Awal perkuliahan, Tambun dan Anita sering jalan berdua seperti makan di warung favorit mereka di Pramuka atau saling mencicipi kantin di seluruh Unmul. Tak ayal, jika ketemu temannya, Tambun sering ditanya apa statusnya dengan Anita. Anita tipikal yang terlalu sibuk dengan perkuliahan dari pada ikutan menjadi aktivis seperti Tambun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Insya Allah, Nit. Aku besok ada aksi lanjutan lagi,&quot; balas Tambun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aksi apa lagi?&quot; Anita penasaran.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini nah pak Rektor korupsi dana DIKTI.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya sudah, Mbun. Sempetin loh tapi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">*******</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Assalamualaikum,&quot; sapa Aji di balik pintu kamar kost Tambun.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada balasan dari dalam kamar Tambun. Aji mengetuk sambil mengucap salam untuk kedua kalinya. Dalam keadaan setengah sadar, Tambun membuka pintu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa, Ji? Jam berapa ini?&quot; kata Tambun sambil mengucek matanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Besok kita harus serang rektorat pokoknya,&quot; tukas Aji.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ji, jangan anarkis gitu dong. Yang penting kita bisa mediasi dan orang rektorat ada yang bisa kasih penjelasan. Cobalah ikam tenang dulu bah. Besok pagi kita harus siapkan massa lebih banyak lagi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah itu dia, masih kurang masalahnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kurang gimana lagi? Ikam itu loh Ketua BEM Unmul. Anarkis kurang setuju aku. Kita mahasiswa bisa pakai cara intelektual.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Justru itu biar cepat diusut. Sampai kapan kita didengar kalau pakai cara gitu. Pantaslah mahasiswanya di sini juga tidak jauh beda pang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Besok ada wisuda loh, Ji.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pas dah waktunya biar malu tuh Somad. Cari juga massa di luar BEM ya, Bun.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa! Kamu mau cari pasukan nasi bungkus lagi!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Udah nggak usah banyak omong cari sudah nanti soal anggaran ada yang nalangin. Bolos dulu lah kuliahmu. Belum TBU juga loh. Aku numpang tidur ya, kasian orang rumah kalau dibangunin,&quot; seloroh &nbsp;Aji sambil berbaring di ambal kost Tambun.</p><p style="text-align: justify;">Tambun tidak bisa berbuat apa-apa kalau Aji sudah menutup pembicaraan. Ia lalu menghubungi beberapa kenalan di kontaknya atas perintah Aji.</p><p style="text-align: justify;">******</p><p style="text-align: justify;">Suara Adzan subuh sudah lewat terdengar. Tambun dan Aji terbangun dari tidurnya. Bergegas siap-siap untuk rencana aksi yang mereka rundingkan tadi malam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kam udah cari loh, Bun.&rdquo; ucap Aji sambil menggaruk rambuk keribonya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Udah beres&rdquo; sahut Tambun sambil berlalu keluar kamar.</p><p style="text-align: justify;">*******</p><p style="text-align: justify;">Waktu tampil matahari telah tiba. GOR 27 September sudah disesaki puluhan fotografer dadakan yang siap untuk mengabadikan kenangan. Kios bunga dadakan menjamur di bibir pagar GOR. &nbsp; Para pewisuda belum semuanya muncul. Anita salah satu dari wisudawati tersebut. Ia masih berada di salon bersama ibunya. Dipadu kebaya kutubaru dengan bawahan songket khas Kalimantan Timur melilit dengan indah di tubuh mungilnya. Tak lupa, kerudung yang dirangkai oleh pegawai salon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tambun bisalah antarkan kita ke GOR, Nit?&quot; tanya Ibu Anita.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Entahlah, Bu. Mbun ada urusan kayaknya,&quot; balas Anita dengan nada lesu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Urusan apa? Dia kok belum lulus jugalah kayak kamu?&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diakan jurusan fisika serta SKSnya banyak itu mungkin sulitnya ia belum lulus.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oalah, padahal ibunya tadi mau ke sini juga kalau berbarengan lulusnya seperti kamu loh, Nit. Dia cuma titip kue aja tuh,&quot; ujar Ibu menunjukan kue yang terbungkus rapi di kotak.</p><p style="text-align: justify;">******</p><p style="text-align: justify;">Buruh Tani kembali dikumandangkan. Iring-iringan massa mulai masuk ke bibir GOR. Tidak seperti kemarin yang puluhan, kali ini ratusan. Serempak memakai alamamater kuning mereka masuk GOR tanpa peduli acara wisuda yang tengah berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bapak rektor yang terhormat, jika bapak masih apatis, kita tidak akan berhenti sampai tuntutan terpenuhi,&quot; suara Aji.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa massa merusak fasilitas di GOR 27. Pagar yang gagah roboh. Kios bunga dan studio foto dirusak. Bunga hancur terinjak-injak. Pedagang di sekitar tidak tahu lagi harus berbuat apa saat massa mulai beringas. Lemparan batu mengenai jendela GOR 27. Seluruh wisudawan yang menunggu acara kaget dan berlarian untuk menghindari puing kaca. Acara wisuda yang baru setengah jalan terpaksa dibatalkan. Suara mobil polisi dan ambulans sudah berdatangan. Kedatangannya membuat mereka menarik kembali tindakan yang dilakukannya. Suara Aji masih menantang kemunculan hidung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Somad! Di mana kamu! Akhiri masa-masa tiranimu yang merugikan mahasiswa. Ini adalah gambaran jika kamu belum turun juga dari jabatanmu!&quot; tuntut Aji.</p><p style="text-align: justify;">Tambun yang di belakang Aji melihat wanita yang tidak asing di matanya. Itu adalah Anita yang syok sambil menggendong ibunya. Bercucuran darah mengalir di kening sang Ibu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tolong! Tolongin Ibu saya!&rdquo; lirihnya sambil menangis.</p><p style="text-align: justify;">Ia sudah tidak peduli akan riasannya yang sudah berantakan. Sepatu hak tinggi ia angkat sambil memapah ibunya. Naluri Tambun bergejolak. Ia tidak ingin teman masa kecilnya sedih di hari bahagia yang sudah ia kacaukan. Di satu sisi, ia harus menemani teman baiknya berjuang demi keadilan.</p><p style="text-align: justify;">Sebentar saja ia melihat paras Anita dan ibunya. Fokusnya kembali ke aksi retorika Aji. Hingga ia dan Aji ditangkap pihak kepolisian. Tangan yang dikepal berubah menjadi kedua tangan yang diborgol. Mereka berdua digeladang masuk ke mobil polisi. Anita sempat melihat kejadian penangkapan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mbun&hellip;&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Seketika kotak kue titipan Ibu Mbun jatuh ke tanah.</p><p><em><strong>Ditulis oleh Monika Wibisono Putri, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, angkatan 2014.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perdana, Agenda Mulawarman Sehat Sepi Peminat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perdana-agenda-mulawarman-sehat-sepi-peminat/baca </link>
<guid> perdana-agenda-mulawarman-sehat-sepi-peminat </guid>
<pubDate> Tue, 28 Mar 2017 08:05:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Minggu pagi (26/3) GOR 27 September diramaikan barisan mahasiswa berpakaian olahraga. (Foto: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perdana-agenda-mulawarman-sehat-sepi-peminat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ljYvsy4nAn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perdana, Agenda Mulawarman Sehat Sepi Peminat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Minggu pagi (26/3) GOR 27 September diramaikan barisan mahasiswa berpakaian olahraga. Ternyata, pagi itu sedang berlangsung Mulawarman Sehat, sebuah program kerja Kementerian Seni Budaya dan Olahraga (Sebudo) BEM KM Unmul 2017.</p><p style="text-align: justify;">Mulawarman Sehat sendiri merupakan proker perdana Kementerian yang dipimpin oleh Muhammad Iqbal Zuageri Dyar itu. Mengangkat tema &quot;Generasi Cinta Sehat Karena Sehat Itu Mahal&quot;, agenda ini dikatakan Iqbal bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi 14 fakultas Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Meskipun sulit setidaknya ada upaya yang sudah digerakkan dari BEM KM Unmul,&quot; kata Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Ahmad Juanda selaku ketua panitia menyebut Mulawarman Sehat adalah agenda senam bersama untuk menyatukan antar civitas akademika.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapannya supaya bisa sehat bersama lah, sesekali ramaikan GOR sendiri,&quot; ucap Juan.</p><p style="text-align: justify;">Tak semata-mata senam menyehatkan, Mulawarman Sehat ternyata juga gabungan dari beberapa proker yakni Community Development (Comdev) dan Aksi Positif (Aktif). Yang mana, kedua proker tersebut merupakan program unggulan yang ditawarkan kabinet Norman-Bhakti pada masa kampanye Oktober lalu.</p><p style="text-align: justify;">Mulawarman Sehat dibuka sambutan Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Dalam sambutannya, Encik menginginkan kegiatan-kegiatan positif di Unmul mesti lebih diperbanyak guna meningkatkan akreditas universitas, salah satunya seperti Mulawarman Sehat.</p><p style="text-align: justify;">Acara kemudian dilanjutkan dengan senam pagi bersama, bagi-bagi makanan sehat seperti ubi, singkong, dan pisang rebus. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan akustik dari FEB dan FKIP serta <em>open stage</em> Aktif dari penampilan band luar Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Panitia acara juga menyediakan tenda-tenda untuk diisi oleh mahasiswa. Tampak berdiri tenda Psikologi Peduli, Unmul Cinta Lingkungan (Uncal), dan kerjasama panitia dengan Fakultas Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">Mulawarman Sehat rencananya akan digelar tiap sebulan sekali. Sebagai proker perdana, kesuksesan Mulawarman Sehat memang terbilang belum begitu mendulang sukses gemilang. Hal itu tak dibantah Iqbal. Dia berharap, bulan depan peminat Mulawarman Sehat bisa meningkat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tantangan kegiatan ini ada pada peserta, masih awam di telinga mahasiswa Unmul apa itu Mulawarman Sehat. Kesuksesan acara hari ini masih lima puluh persen. Itu yang jadi evaluasi,&quot; pungkasnya. <strong><em>(rrd/gie/aml)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Back to School Gerakan Unmul Mengajar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/back-to-school-gerakan-unmul-mengajar/baca </link>
<guid> back-to-school-gerakan-unmul-mengajar </guid>
<pubDate> Wed, 29 Mar 2017 07:28:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sabtu, 25 Maret 2017, Gerakan Unmul Mengajar mendatangi salah satu sekolah dasar di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan sebuah program yaitu “Back to School”. (Foto: Dok. Unjar) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/back-to-school-gerakan-unmul-mengajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BHq966kGuO.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Back to School Gerakan Unmul Mengajar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sabtu, 25 Maret 2017, Gerakan Unmul Mengajar mendatangi salah satu sekolah dasar di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan sebuah program yaitu &ldquo;Back to School&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Back to School merupakan lanjutan dari program Goes to School. Di mana Gerakan Unmul Mengajar mendatangi kembali sekolah yang masuk dalam program Goes to School tahun lalu di SDN 007 Sepaku, Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.</p><p style="text-align: justify;">SDN 007 Sepaku merupakan salah satu sekolah dasar terjauh di Kabupaten Penajam Paser Utara. Walaupun letaknya jauh, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat siswa-siswi untuk bersekolah dan berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">Jika program Goes to School berfokus pada motivasi siswa, maka Back to School juga memotivasi warga sekolah SDN 007, untuk bersama-sama Gerakan Unmul Mengajar membuat Apotek Hidup.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/274c9c843c48cb53f4e5753febba0ace7bf5b2bb.JPG" style="width: 695px;"><br>&ldquo;Salah satu alasan mengapa kami mengadakan program Back to School, karena kami masih merasa kurang mengena dalam program Goes to School sebelumnya. Sehingga diadakanlah Back to School, yang salah satu kegiatannya adalah membuat sebuah Taman Apotek Hidup. Di mana adik-adik bisa mengenal tanaman sehat, cara menanam dan merawat tanaman tersebut,&rdquo; terang Neneng Suryaningrum, Project Officer Gerakan Unmul Mengajar.</p><p style="text-align: justify;">Back to School dimulai dengan apel pagi bersama siswa-siswi, dilanjutkan dengan senam. Masuk ke acara inti, yaitu membuat Taman Apotek Hidup. Tanamannya pun beragam mulai dari Lengkuas, Sereh, hingga Daun Miana. Siswa-siswi bersama-sama dengan Pengajar Mulawarman bahu-membahu membangun Taman Apotek Hidup mulai dari menggemburkan tanah, menanam, menyiram tanaman hingga menyusun tanaman tersebut di Taman Apotek Hidup.</p><p style="text-align: justify;">Siswa-siswi juga didengarkan sebuah dongeng dengan judul &ldquo;Kangkung dan Wortel&rdquo; di dalam kelas. Sebagai penutup dalam kegiatan tersebut siswa-siswi berbaris di depan Taman Apotek Hidup untuk pemberian simbolis Taman Apotek Hidup dari Gerakan Unmul Mengajar diwakili oleh Project Officer Gerakan Unmul Mengajar 2017, Neneng Suryaningrum, kepada Bapak Gianto selaku Kepala SD 007 Sepaku.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="http://sketsaunmul.co/upload/post/066467763ed54e72589c35810c727b04d5ccbf81.JPG" style="width: 695px;"><br>Kegiatan Gerakan Unmul Mengajar tidak hanya di sekolah, sore harinya di Kelurahan Mentawir dilakukan senam dengan warga, serta bermain &ldquo;Gobak Sodor&rdquo; bersama anak-anak di sekitar lapangan. Diakhiri dengan pemberian hadiah kepada adik-adik dan warga setempat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami senang sekali dengan datangnya Gerakan Unmul Mengajar, akhirnya anak-anak bisa menerima ilmu yang baru dari Gerakan Unmul Mengajar, sehingga bisa meningkatkan prestasi belajar, bisa mendorong anak-anak agar semakin giat belajar. Kami mengharapkan tidak hanya sekali-dua kali ini Gerakan Unmul Mengajar datang tetapi berkelanjutan untuk kemajuan anak didik Mentawir,&rdquo; ujar Bapak Gianto, Kepala Sekolah SDN 007 Sepaku.</p><p><br><em>Dikirimkan oleh Leoni Maya - Gerakan Unmul Mengajar</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FOCUS, Jalan DPM KM Jaring Aspirasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/focus-jalan-dpm-km-jaring-aspirasi/baca </link>
<guid> focus-jalan-dpm-km-jaring-aspirasi </guid>
<pubDate> Wed, 29 Mar 2017 19:18:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jalin keakraban antar sesama organisasi dan lembaga kemahasiswaan, DPM KM Unmul adakan forum diskusi. (Foto: Dwi Luthfi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/focus-jalan-dpm-km-jaring-aspirasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S1zbCIOBtu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FOCUS, Jalan DPM KM Jaring Aspirasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Jalin keakraban antar sesama organisasi maupun lembaga kemahasiswaan, Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul adakan forum diskusi. Bertajuk &quot;FOCUS&quot;, yakni <em>Forum Communication and Sharing</em>, membahas seputar permasalahan kampus dan kelembagaan.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi dilakukan di Gedung Student Center (SC) pada (22/3) lalu, juga sebagai penjaring aspirasi mahasiswa, serta pencari solusi dari permasalahan yang timbul.</p><p style="text-align: justify;">Sebab fungsi DPM KM tak hanya sebagai pengawas kinerja BEM KM. &quot;Tetapi, turut menjadi fasilitator yang mewadahi serta menjaring aspirasi dan menyalurkan,&rdquo; ujar Dwi Lutfi, Ketua Komisi A, DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu pihak DPM KM menjamin, pada periode ini ruang aspirasi terbuka lebar bagi siapapun. &quot;Kami sangat membuka ruang ketika teman-teman mempermasalahkan di kongres kemarin, bahwa DPM KM sangat minim tidak memberikan ruang bagi UKM (unit kegiatan mahasiswa),&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terangnya lagi, ini baru langkah awal DPM KM, karena pihaknya memang merasa kurang menjalin silahturahmi dengan kelembagaan atapun organisasi kemahasiwaan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">FOCUS, pada sore itu dihadiri 11 UKM dan menghasilkan tiga poin utama. Pertama, terkait dana administrasi, memohon birokrat agar bisa men-<em>support</em> bantuan berupa ATK. Itu pun, terlepas dari anggaran dana yang disediakan pihak rektorat dalam satu periode setiap UKM. Selain itu, merenovasi ruang di SC dan menambah perlengkapan yang diperlukan.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, penerangan yang masih jadi <em>uneg-uneg</em> mahasiswa. Meski, sudah diperbaiki beberapa waktu lalu, masih saja ada titik-titik yang gelap. Seperti di sepanjang jalan menuju SC dan lainnya. Sebab, hal itu juga berkaitan dengan keamanan ketika mahasiswa melakukan kegiatan pada malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, adanya rencana pembuatan koordinator atau penanggung jawab guna menangani sistem peminjaman fasilitas Gedung SC tersebut. Tujuannya, menghindari bentrok jadwal UKM yang ingin menggunakan ruangan tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Turut pula hadir Bhakti Muhamamad Zuar, Wakil Presiden BEM KM dan Hanna Pertiwi, Menteri Hubungan Luar BEM KM 2017.</p><p style="text-align: justify;">&quot;BEM KM berjanji akan mengawal segala aspirasi yang ada dan dengan adanya forum UKM Bersatu dari BEM KM juga turut menjadi solusi dari permasalahan,&rdquo; kata Bhakti disela-sela diskusi.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Luthfi berharap agenda FOCUS bisa terus berlanjut dan rutin dijalankan. &quot;Karena itu yang terpenting, jalinan kerja sama antara UKM itu bukan hanya wacana. Tapi, benar-benar harus diwujudkan sampai nanti seterusnya,&quot; tandasnya. <strong><em>(myg/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suka Cita Rayakan Nyepi Bersama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/suka-cita-rayakan-nyepi-bersama/baca </link>
<guid> suka-cita-rayakan-nyepi-bersama </guid>
<pubDate> Thu, 30 Mar 2017 09:57:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suka cita mahasiswi Unmul rayakan Nyepi bersama orang terkasih. (Foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/suka-cita-rayakan-nyepi-bersama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sUW1Fu7JKq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suka Cita Rayakan Nyepi Bersama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Umat Hindu baru saja merayakan Nyepi, hari raya yang diperingati setiap tahun baru Saka pada Selasa (28/3) lalu. Adapun, tahun ini jatuh pada hitungan <em>Tilem Kesanga</em> (IX) yang dipercaya merupakan hari penyucian dewa-dewa yang bersemayam di pusat samudera dan membawa intisari amerta air hidup.</p><p style="text-align: justify;">Agama Hindu di Indonesia sebenarnya berpusat di Bali. Namun, wilayah Indonesia yang luas, seiring dengan menyebarnya umat Hindu, ajaran Hindu juga sampai dan eksis di Kota Tepian.</p><p style="text-align: justify;">Buktinya, pada Minggu (26/3) tampak sejumlah penduduk Samarinda ramai-ramai mengenakan pakaian adat Bali memadati tepian sungai Mahaham. Rupanya mereka sedang menjalani prosesi Melasti. Sebuah upacara penyucian diri untuk menyambut Nyepi. Upacara itu dimaksudkan untuk memohon ampun sekaligus restu agar Nyepi berjalan lancar.</p><p style="text-align: justify;">Tampak mereka sembahyang, melarung sesajen di Mahakam. Kemudian menarikan Tari Puspanjali dan Tari Baris Terus bersama. Puspanjali merupakan tari penyambutan tamu, sedangkan Baris Terus adalah tarian khas yang menggambarkan prajurit yang waspada akan keadaan sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Cok Istri Mayun Mutiara Dewi Pratiwi, mahasiswi Sastra Inggris FIB Unmul turut serta dalam rangkaian upacara pra Nyepi itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya mungkin orang-orang sekitar ngiranya kami buang sampah. Padahal kami memberikan sesajen ke sungai Mahakam. Kan kita semua tahu sungai Mahakam ada penunggunya, jadi kita menghormati penunggu di situ,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, perempuan yang akrab disapa Dewi itu mengungkapkan pada Senin (27/3), umat Hindu di Samarinda mengadakan sebuah kegiatan dengan berkeliling area Pura bertempat di Jalan Sentosa Samarinda sambil membawa obor dan ogoh-ogoh. Tujuannya, untuk mengusir roh-roh jahat. Ogoh-ogoh kemudian dibakar di akhir kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Menyambut Nyepi, seluruh umat Hindu tentu merayakannya dengan suka cita. Tak terkecuali Dewi dan keluarga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau bisa dibilang perayaan Nyepi tahun ini sama aja kayak tahun-tahun sebelumnya. Cuma bedanya dari tahun ini, saat Melasti, seluruh keluarga besar berkumpul pada datang semua, jadi kebersamaannya lebih berasa,&rdquo; ucap Dewi.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Dewi, Ni Putu Ayu Juliet Wilhelmina atau biasa disapa Ju, gadis asal Makassar yang sedang merantau demi kuliah di Unmul ini tidak bisa merayakan Nyepi bersama keluarga besarnya. Ju merayakan Nyepi hanya di kamar kos bersama dengan adiknya di kawasan Pramuka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini udah kali ke dua ngerayain Nyepi jauh dari keluarga. Beda banget kalau enggak sama orang tua. Jadi kangen rumahku,&quot; ucapnya saat diwawancara Sketsa via Line.</p><p style="text-align: justify;">Selama melakukan Nyepi, Ju dan adiknya menjalani Catur Brata penyepian yang terdiri dari lima prosesi. Pertama, Amati Geni, yaitu tidak boleh menyalahkan api. Lalu, Amati Karya, yang artinya tidak bekerja. Kemudian, Amati Lelungaan yaitu tidak boleh berpergian. Keempat, Amati Lelanguan. Dan terakhir, puasa makan dan minum. Kendati begitu, Ju tetap bersyukur tetap bisa merayakan Nyepi walau tak banyak umat Hindu di sisinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di kosku banyak orang-orang baiknya. Jadi senang aja sih enggak begitu banyak keributan, walau masih sibuk banget hiruk pikuk jalan di Pramuka,&quot; tutur mahasiswi Hubungan Internasional angkatan 2014 itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain menjalani Catur Brata, Ju dan adiknya juga melakukan yoga selama mereka menyepi di dalam kamar. Yoga bukan sembarang yoga, melainkan salah satu bentuk meditasi dalam rangkaian Nyepi.</p><p style="text-align: justify;">Ju menerangkan, yoga yang ia maksud adalah gerakan mengendalikan gerak-gerak pikiran atau cara untuk mengendalikan tingkah pola pikiran yang cenderung liar, bias, dan lekat terpesona oleh ragam objek yang dikhayalkan memberi nikmat. Yoga memang merupakan jalan utama dari berbagai jalan untuk kesehatan pikiran dan badan agar selalu seimbang.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma itu, Mereka yoga juga merupakan jalan untuk menghubungkan jiwa dengan Paramatma (Tuhan Yang Maha Esa) dan Samadi sebagai Manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah menyucikan diri lahir dan batin.</p><p style="text-align: justify;">Selayaknya hari raya tiap-tiap umat, Nyepi juga dimaksudkan untuk menyucikan diri dan mengintimkan diri dengan Tuhan. Menyambutnya dengan suka cita dan saling menghargai tentu akan menambah keindahan. <em><strong>(els/rrd/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rupa-Rupa Perfilman Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/rupa-rupa-perfilman-indonesia/baca </link>
<guid> rupa-rupa-perfilman-indonesia </guid>
<pubDate> Fri, 31 Mar 2017 08:09:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini yang ditulis oleh Septian Perdana Putra, Mahasiwa Program Studi Ilmu Komunikasi Unmul 2015. (Sumber foto: kumparan.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/rupa-rupa-perfilman-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wJWIPxwwZz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rupa-Rupa Perfilman Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Berbicara tentang kondisi perfilman Indonesia saat ini bisa dikatakan cukup membanggakan. Bagaimana tidak? Jika melihat keadaan beberapa tahun sebelumnya (sekitar tahun 2012 ke bawah) perfilman Indonesia kala itu sempat sedikit merosot, walaupun ada beberapa film yang membanggakan.</p><p style="text-align: justify;">Masih teringat kala itu, saya bersama teman sedang berada di bioskop dan hendak menonton film horor terbaru dari Indonesia. Melihat dari poster yang memperlihatkan deretan bintang film terkenal menjadi tumpuan utama saya kala itu. Setelah saya menontonnya, saya pun menyesali itu. Itu adalah sebuah film &ldquo;cari duit&rdquo; yang sangat mengesalkan.</p><p style="text-align: justify;">Penyakit dari perfilman Indonesia adalah masih banyaknya produser-produser yang hanya menciptakan film bertujuan untuk uang. Walaupun tak bisa dipungkiri pemasukan seperti itu sangatlah penting, namun di mana letak esensi dari film tersebut? Film itu adalah seni layar lebar/kaca. Film adalah sebuah pesan, di mana para audiens yang menyaksikan akan menangkap sebuah pesan yang berakhir dengan kesimpulan yang lugas. Bukan hanya sekadar menciptakan sebuah tontonan yang bersifat menghibur (pembodohan) namun tak berbobot. Hanya sekedar mencari uang.</p><p style="text-align: justify;">Bersyukurlah kalian hidup di tahun 2017. Di mana kita masih bisa melihat karya-karya film Indonesia yang bisa dibanggakan. Mulai dari <em>The Raid, Filosofi Kopi, A Copy of My Mind</em> dan lain-lain. Indonesia saat ini sedang berada pada kemajuan industri perfilman yang mulai menunjukan daya tarik kepada negara asing. Tidak seperti pada tahun 80-90-an di mana kala itu bioskop masih dikuasai oleh film-film Hollywood. Mulai memasuki tahun 2000-an, film-film seperti <em>Petualangan Sherina, Ada Apa Dengan Cinta?</em> menjadi sebuah obat penyembuh untuk masyarakat Indonesia. Terbukti bahwa semenjak itu semakin banyak persaingan-persaingan sutradara Indonesia yang berlomba menciptakan karya-karya terbaik mereka. Sebut saja sutradara kawakan seperti Garin Nugroho, Riri Reza, Joko Anwar, mereka adalah salah satu sutradara idealis favorit saya. Karya-karya mereka pun sudah sangat tak asing di Indonesia sendiri maupun di luar negeri.<br><br>Hanya saja kisaran tahun 2010-an, genre film seperti horor yang dibalut dengan komedi dan seks menjadi salah satu aib untuk kita. Banyak masyarakat yang menghujat, namun banyak saja yang menggemari. Sehingga, dengan latahnya film-film seperti itu menjadi langganan di tiap-tiap bioskop selama beberapa saat. Dengan munculnya peraturan sensor yang cukup ketat, akhirnya film-film seperti itu sudah jarang di produksi lagi (syukurlah). Namun, sensor sendiri terkadang menimbulkan kontroversi karena di beberapa aspek bisa dikatakan sedikit berlebihan. Beruntung saja karena saya tidak terlalu mempermasalahkan itu. Beberapa film juga sudah mengkategorikan diri mereka, tinggal penonton saja yang pintar-pintar memilah itu.</p><p style="text-align: justify;">Satu lagi yang menjadi permasalahan dalam perfilman Indonesia adalah, kurangnya kreativitas. Kalian bisa lihat sendiri dari beberapa film-film romantis maupun horor ataupun aksi. Ide cerita, latar, serta pemain-pemainnya pun terkadang itu-itu saja. Benar tidak? Saya beri contoh dari jajaran pemainnya. Sebut saja Reza Rahardian. Dia adalah salah satu aktor favorit saya di Indonesia. Dia adalah pemain watak, sangat berkharisma dan aktingnya sudah tidak bisa diragukan lagi. Tapi, mengapa hampir dari setiap film, ia selalu muncul? Apakah Indonesia sudah kekurangan pemain? Tidak hanya dia saja. Lukman Sardi, Fedi Nuril, Vino G. Bastian selalu berada di manapun. Padahal Indonesia ini mempunyai penduduk yang sangat banyak, dan mempunyai industri perfilman yang sedang maju. Tidak akan sulit menemukan orang-orang berbakat lainnya.<br><br>Oke, saya akan beri contoh lagi dari segi cerita. Ini adalah hal yang sangat umum terjadi, di mana sebuah kisah romantis menjadi andalan saat ini. Kebanyakan cerita-cerita romantis diangkat dari sebuah novel. Dan jujur, awalnya saya suka. Namun makin kelamaan mengapa lagi-lagi menjadi latah? Premis-premis yang digunakan selalu sama, tentang pria/wanita yang jatuh cinta terkadang beda agama, atau memakai latar luar negeri ataupun hal-hal klise lainnya. <br><br>Untuk film favorit saya sendiri di Indonesia cukup banyak. Seperti J<em>anji Joni, Sang Pemimpi, The Raid&nbsp;</em>dan yang terbaru ini <em>Copy of My Mind</em>. Seandainya saja pemerintah bisa menjadi lebih aktif lagi mendukung program kita tentang film, maka saya yakin Indonesia bisa menyaingi pasar film di Asia. Indonesia mempunyai sineas-sineas muda berbakat, namun sayang mereka masih idealis dan sangat susah untuk diraih. Sekalipun film-film pendek mereka tak kalah menarik. Namun, yang kita bicarakan di sini adalah film layar lebar.<br><br>Harapan saya, semoga kita masyarakat Indonesia mendukung film-film karya bangsa. Meskipun film dari luar negeri lebih menarik, tetapi alangkah indah jika kita juga melestarikan karya saudara kita sendiri. Dan juga, jangan hanya menjadi penonton. Jika kalian menyukai film dan berharap adanya perubahan maka, berkaryalah. Tulis ide ceritamu, bikin karyamu. Semua berawal dari hal yang kecil dan sederhana. Perfilman Indonesia saat ini sedang berkembang, nikmati itu selagi kalian hidup. Jelajahi karya-karya anak bangsa yang belum pernah kalian lihat. Sukseskan perfilman di tanah airmu sendiri. <br><br><em>Ditulis oleh Septian Perdana Putra, Mahasiwa Program Studi Ilmu Komunikasi Unmul 2015</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi Kontemporer Kawal Pilgub 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/diskusi-kontemporer-kawal-pilgub-2018/baca </link>
<guid> diskusi-kontemporer-kawal-pilgub-2018 </guid>
<pubDate> Fri, 31 Mar 2017 08:11:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rabu (27/03) BEM KM Unmul sebagai garda terdepan yang mengawal Pemilihan Gubernur Kaltim 2018, mengadakan sebuah agenda yang bertajuk Diskusi Kontemporer. (Sumber foto: Dok. BEM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/diskusi-kontemporer-kawal-pilgub-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jC05uNCrsL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi Kontemporer Kawal Pilgub 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Rabu (27/03) BEM KM Unmul sebagai garda terdepan yang mengawal Pemilihan Gubernur Kaltim 2018, mengadakan sebuah agenda yang bertajuk Diskusi Kontemporer &quot;Mau Memilih, Kok Dananya Nggak Ada?&quot;. Dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Hj. Meiliana, SE, MM yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sungguh sangat disayangkan, pihak penyelenggara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak dapat hadir dikarenakan ada agenda masing-masing. Ini membuat diskusi berjalan dengan membahas perencanaan anggaran pilkada 2018 dari perspektif pemerintah saja.</p><p style="text-align: justify;">Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah tingkat satu provinsi Kaltim akan dilaksanakan Juni 2018. Meskipun masih tahun depan, perencanaan harus digodok dari sekarang dan tentu dikawal sehingga tidak ada lagi yang tertutupi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, berbanding terbalik dengan penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu provinsi Kaltim. Proses pemilihan Gubernur Kaltim harus menunggu ketok palu besaran anggaran yang akan dipakai dalam pilkada nanti dan sampai sekarang masih belum menemukan benang merah antara penyelenggara maupun pemprov dan DPR Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Dana yang diusulkan oleh pihak penyelenggara diawal sebesar Rp486 miliar, malah turun menjadi Rp428 miliar. Diperparah lagi, anggaran tersebut harus diturunkan kembali dengan nominal kebutuhan sekitar Rp350 miliar.</p><p style="text-align: justify;">Pihak pemprov menegaskan bahwa ada tidaknya anggaran, pilgub 2018 akan tetap jalan sesuai rencana. Anggaran akan direaliasasikan sesuai dengan kebutuhan. Angka Rp350 miliar untuk penyelenggaran akan dibahas oleh pemprov dengan DPRD dan nominal itu masih fluktuatif sesuai dengan hasil kesepakatan pemprov dan DPRD.</p><p style="text-align: justify;">Dalam alur perencanaan anggaran pilgub 2018 yang akan datang didasari dengan PP No. 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, PP No. 2 tahun 2012 tentang Hibah Daerah, Permendagri No. 37 tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2015, surat edaran Mendagri No. 900/1196/SJ tanggal 9 Maret tahun 2015 terkait Pendanaan Penyelenggaraan Pilkada tahun 2015 dan terakhir Permendagri No. 44 tahun 2015 tentang Pengelolaan Dana Kegiatan Pilkada.</p><p style="text-align: justify;">Anggaran pilgub 2018 merupakan dana hibah yang berdasarkan usulan KPU dan Bawaslu, tentu dengan kebutuhan yang sesuai tahapan penyelenggaran pilkada 2015. Anggaran yang telah disepakati akan diketok palu dalam APBD perubahan 2017. Ini disebabkan karena APBD 2017 telah ditetapkan, namun belum dianggarkan sehingga harus melalui proses diantaranya harus diusulkan dalam raperda tentang perubahan APBD dan diberitahukan kepada DPRD.</p><p style="text-align: justify;">Anggaran seharusnya sudah ada kejelasan, karena tahap Pemilihan Gubernur akan dimulai pertengahan tahun ini, sehingga mutlak adanya penyediaan anggaran untuk pemilihan kepala daerah karena proses pemilihan fase terpenting dalam pembangunan suatu daerah. Karena sejatinya jika ingin melihat pembangunan yang akan datang, maka lihatlah visi misi kepala daerah yang bertarung di pesta demokrasi untuk mencapai kesejahteraan rakyat Kaltim. Bukan untuk kesejahteraan para elit yang mengejar kekuasaan tanpa mementingkan kepentingan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang dengan adanya pemilihan gubernur ini sangatlah dibutuhkan peran mahasiswa dalam mengawal dan mensukseskan pemilihan gubernur. Namun, realita yang terjadi dalam momentum pilkada banyak pemuda yang tercerai beraikan. Karena faktor kepentingan individu maupun kelompok masing-masing.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ironisnya lagi ada pula sebagian mahasiswa yang apatis terhadap situasi. Tidak adanya konsensus di kalangan mahasiswa, bagaimana bersatu untuk melihat salah satu agenda besar bangsa ini. Situasi seperti ini mahasiswa seharusnya tidak terjebak pada kepentingan masing-masing. Mahasiswa seharusnya melakukan kontemplasi akan keberlanjutan pembangunan di bumi pertiwi ini. Karena ketika melihat kemajuan suatu bangsa itu tidak terlepas dari peran suatu daerah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, dalam momentum pelaksanaan pemilihan gubernur ini pemuda harus berada di garda terdepan untuk menjadi mitra kritis pengawalan terhadap pemilu nantinya. Kemudian melakukan analisa, mengevaluaisi, mengawal, serta bisa melahirkan kesuksesan dari perhalatan akbar ini.</p><p style="text-align: justify;">Perencanaan adalah sebuah langkah awal untuk mencapai tujuan, jangan sampai terlena dengan spekulasi yang beredar di publik. Mari kita kawal pemilihan Gubernur dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi karena sejatinya mahasiswa senantiasa setia dengan memberikan solusi atas permasalahan negeri.</p><p style="text-align: justify;">Mari Kawal Pilgub!<br>Panjang Umur Perjuangan!<br>Hidup Rakyat Indonesia!</p><p style="text-align: justify;">Salam,<br>Kementerian Sosial Politik<br>BEM KM Unmul 2017<br>&quot;Bergerak aktif, Dari bumi etam untuk Indonesia&quot;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Audiensi KKN, Jaringan Advokasi Mulawarman Bikin Perkara Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-audiensi-kkn-jaringan-advokasi-mulawarman-bikin-perkara-baru/baca </link>
<guid> gelar-audiensi-kkn-jaringan-advokasi-mulawarman-bikin-perkara-baru </guid>
<pubDate> Sat, 01 Apr 2017 10:16:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gelar audiensi KKN lanjutan, Jaringan Advokasi Mulawarman bikin perkara baru. (Sumber foto: sketsaunmul.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-audiensi-kkn-jaringan-advokasi-mulawarman-bikin-perkara-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O7meKnS8YJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Audiensi KKN, Jaringan Advokasi Mulawarman Bikin Perkara Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> KKN 43 ternyata masih kabur. Setidaknya itu yang dirasakan Jaringan Advokasi Mulawarman. Sebab, pada Kamis (30/3) mereka kembali menghelat audiensi bersama pihak LP2M untuk yang ketiga kali. Adapun, yang dipertanyakan masih tetap sama yakni seputar istilah acak dan non acak, tanggal pasti pendaftaran, kapan POB mendarat di tangan mahasiswa, definisi KKN Kompetensi dan Profesi, hingga nasib KKN Penyetaraan.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, perkara-perkara itu sudah terjawab dan cukup melegakan hati mahasiswa. Namun, Jaringan Advokasi Mulawarman merasakan lain. Mereka tetap beraudiensi membahas hal yang sama sekalipun dengan jumlah massa yang turun drastis jika dibandingkan dengan dua audiensi sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski berulang, kubu LP2M yang diwakili oleh Ketua LP2M Susilo dan bagian helpdesk KKN Sjaifudin tetap melayani tanya itu dengan sabar. Tanya yang sama, otomatis jawabnya pun sama.</p><p style="text-align: justify;">(Baca,<a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/pob-kkn-43-lahir-resah-mahasiswa-berakhir/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/pob-kkn-43-lahir-resah-mahasiswa-berakhir/baca</a> dan <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-terbaru-pendaftaran-kkn/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-terbaru-pendaftaran-kkn/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, didapatkan fakta baru bahwa Susilo kini tak lagi percaya dengan sejumlah dosen pembimbing lapangan (DPL) yang dinilainya tidak bekerja maksimal. Selain itu, dia mengimbau para ketua kelompok untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan cara menilai kelompok KKN kepada kepala desa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sudah tidak pakai lagi itu DPL yang kerjanya hanya menilai sekadar menilai. Ketua kelompok harus bisa memberikan pemahaman kepada kades untuk menilai secara objektif. Karena nilai itu 40 persen dari DPL dan 60 persen dari desa,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal waktu pendaftaran KKN, baik Susilo maupun Sjaifudin belum dapat memastikan kapan tanggal pastinya. Karena ada kendala seperti website KKN yang belum rampung dan belum ada konfirmasi lokasi KKN dari beberapa daerah. Dipaparkan pula, satu desa akan diisi oleh hanya satu kelompok KKN saja. Tetapi itu pun masih fleksibel, menyesuaikan dengan luas desa. Susilo bahkan sempat menjanjikan satu desa bisa diisi lebih dari satu kelompok.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kebijakan juga bergantung sama camat atau kades setempat. Mahasiswa jangan dulu bergerak, urusan itu biar jadi urusan LP2M,&quot; ujar Susilo.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya Abdul Azis, Wakil Ketua BEM FKTI membeberkan kelompoknya telah berkoordinasi dengan pihak desa Muara Kaman Ulu, lokasi yang disasar Azis dan rekan-rekannya untuk KKN. Azis mengaku telah menyusun rencana dengan aparatur desa tentang akan seperti apa KKN-nya kelak berjalan. Ia khawatir jika kebijakan satu desa satu kelompok jadi diterapkan dan bukan kelompoknya yang bakal mengisi Muara Kaman Ulu, ia takut hanya akan memberi harapan palsu kepada warga desa. Atas hal itu, Azis meminta kebijaksanaan LP2M dan menolak disalahkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sudah rancang program untuk dijalankan, Pak. Salah satunya website budaya. Kalau diubah nanti bingung lagi. Yang ada nanti kami PHP. Entah ini salah kami atau salah LP2M,&quot; tukas Azis.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan itu kemudian cepat ditanggapi Susilo. Ia menawarkan kepada yang senasib dengan Azis untuk diberi kekhususan berupa sistem otomatis. Namun, forum ketika itu menginginkan cukup Azis yang diperlakukan demikian dan kabar ini agar jangan sampai diketahui mahasiswa umum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Suratnya antar ke sini (LP2M). Yang sudah telanjur punya desa surat dari desa bawa ke sini dan lapor ke Pak Nanang biar nanti dimasukkan sistem. Jangan sampai yang lain datang dan bilang saya juga mau begitu,&quot; kata Susilo.</p><p style="text-align: justify;">Jaringan Advokasi lantas menyepakati. &quot;Iya, Pak. Kalau bisa jangan diperbanyak kuotanya. Cukup di forum ini saja,&quot; tukas Fitriani Sinaga, Wakil Ketua LEM SYLVA.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi perihal kebijakan ini, Sjaifudin enggan berkomentar. &quot;Kalau soal kebijakan, silakan tanya ke pimpinan (Susilo). Seandainya enggak ada ini (audiensi) kan saya pasti sudah bisa jalan,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Susilo hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pion Catur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pion-catur/baca </link>
<guid> pion-catur </guid>
<pubDate> Sun, 02 Apr 2017 07:32:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dengan judul Pion Catur, oleh Rizaldy, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, FIB. (Sumber foto: google.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pion-catur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UBUyVs2Wm2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pion Catur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pion catur itu tidak penting</p><p style="text-align: justify;">Tak berjalan salah, namun jalan semakin salah</p><p style="text-align: justify;">Tapi tanpa ia, jalan tak bisa terbuka</p><p style="text-align: justify;">Meski hanya sebuah PION</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Seperti bidak dari petinggi</p><p style="text-align: justify;">Ia hanya melenggangkan apa yang diinginkan petingginya</p><p style="text-align: justify;">Miris, itulah kata yang tepat</p><p style="text-align: justify;">Karena hanya PION yang mampu mengembannya.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Rizaldy, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, angkatan 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Khidmat Pagelaran Upacara Wisuda Gelombang I </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khidmat-pagelaran-upacara-wisuda-gelombang-i/baca </link>
<guid> khidmat-pagelaran-upacara-wisuda-gelombang-i </guid>
<pubDate> Mon, 03 Apr 2017 08:45:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana khidmat pada pagelaran wisuda gelompang I Unmul, Sabtu (01/04) kemarin. (Foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khidmat-pagelaran-upacara-wisuda-gelombang-i/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dH9L4OnA6P.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Khidmat Pagelaran Upacara Wisuda Gelombang I</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Cuaca yang kurang bersahabat pagi itu tidak menghalangi langkah kaki penggeraknya. Ribuan wisudawan dengan mengenakan toga memadati Gedung Olahraga (GOR) 27 September meski hujan deras mengguyur. Namun itu tidak menjadi kendala, Upacara Wisuda Gelombang I pada Sabtu (1/4) lalu tetap berjalan lancar dan dimulai pada pukul 08.50 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Meski masing-masing wisudawan diberi jatah dua keluarga yang diperbolehkan untuk masuk ke dalam, namun tidak menyurutkan keinginan keluarga besar dan kerabat dekat untuk menanti di luar GOR 27. Sementara di dalam para wisudawan duduk dengan barisan yang rapi, sedang keluarga dan kerabat yang mendampingi berada di tribun. Sebanyak 1.239 wisudawan dari seluruh gelar diploma, sarjana, profesi dan pascasarjana hadir menjalani prosesi wisuda.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya dihadiri oleh jajaran pejabat Unmul, &nbsp;Herry Suhardiyanto selaku Rektor IPB turut hadir. Dalam upacara wisuda itu, ia menyampaikan orasi ilmiah yang bertajuk &ldquo;Potensi Pengembangan Ilmu Pertanian Tropis Guna Mendukung Visi (Unmul) sebagai Universitas Bertaraf Internasional&rdquo;. Selesai menyampaikan orasinya, Herry Suhardiyanto meninggalkan gedung GOR 27 September sambil didampingi Masjaya, Rektor Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk pencapaian, upacara wisuda kemarin menjadi momen bersejarah bagi mahasiswa serta keluarga yang mendampingi. Salah satu wisudawan, Isak Budi Setionugroho, menyampaikan kesannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acaranya penuh makna karena orang tua hadir. Jadi suasananya campur aduk. Sakral,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Isak yang merupakan lulusan terbaik dari jurusan Teknologi Hasil Pertanian, menyatakan bahwa ia tidak menyangka atas terpilihnya ia sebagai lulusan terbaik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Senang banget, perjuangan selama ini enggak sia-sia. Kerja keras pasti hasilnya baik juga,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Upacara wisuda gelombang I itu berjalan tertib dengan suasana kondusif. Pengamanan ketat dilakukan pihak petugas keamanan demi menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan selama jalannya acara. Salah satunya dengan mengunci semua pintu masuk dan tidak membiarkan pihak yang tak berkepentingan untuk masuk.</p><p style="text-align: justify;">Setelah rangkaian acara dilakukan, terakhir giliran Masjaya menaiki podium. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih atas kepercayaan telah menitipkan anaknya. Bapak ibu tidak salah pilih tempat,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia turut menyampaikan harapan dan meminta dukungan dari seluruh hadirin agar kampus Unmul dapat menjadi universitas dengan akreditasi A. Diakhir, ia membawakan sebuah pantun yang berpesan kepada seluruh wisudawan agar tetap dapat menjaga diri. <em><strong>(adl/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Injak 33 Tahun, Imapa Unmul Bersiap Lakukan Ekspedisi Lagi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/injak-33-tahun-imapa-unmul-bersiap-lakukan-ekspedisi-lagi/baca </link>
<guid> injak-33-tahun-imapa-unmul-bersiap-lakukan-ekspedisi-lagi </guid>
<pubDate> Mon, 03 Apr 2017 09:39:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menginjak usia ke 33 tahun, Imapa berencana lakukan ekspedisi lagi. (Foto: Dok. Imapa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/injak-33-tahun-imapa-unmul-bersiap-lakukan-ekspedisi-lagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jD4E1kyJy9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Injak 33 Tahun, Imapa Unmul Bersiap Lakukan Ekspedisi Lagi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Apa yang ditanam, itu yang akan dituai. Sebanyak 33 bibit pohon, terdiri empat jenis yakni pohon Meranti, Mahoni, Gaharu, dan Ulin tampak menghiasi Halaman Auditorium Unmul. Wujud simbolis dari berdirinya Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Imapa) Unmul. Sebelumnya, perayaan bersama mengundang kepencintaan alam se-Kaltim, seperti mahasiswa pencinta alam (Mapala), siswa pencinta alam (Sispala), serta unit kegiatan mahasiswa se-Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Imapa Unmul yang berdiri 21 Maret ini telah miliki keanggotaan sebanyak 507 orang, terbagi menjadi tiga yakni anggota muda, anggota biasa, dan anggota luar biasa. &ldquo;Keanggotaan ini seumur hidup, jadi kami ingin mengumpulkan lagi dan silahturahmi bersama anggota-anggota yang ada,&rdquo; terang Aryoga Oktabriangga Saputra, Ketua Imapa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan perayaan sebelumnya, kali ini Imapa Unmul hanya fokus di internal, mengadakan lomba untuk para anggotanya. Meski sederhana, Imapa Unmul mencoba merekatkan kembali jalinannya. Selanjutnya, pada April ini Imapa Unmul tengah disibukkan melakukan persiapan perjalanan ekspedisi bertajuk &ldquo;Ekspedisi Mulawarman&rdquo;. Ekspedisi tersebut dijadwalkan pada Agustus hingga September di Kaltim-Kaltara. Wilayah Kaltim meliputi, Mahakam Ulu (Mahulu) dan Berau, sedang Kaltara di Malinau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perkiraan akan kembali ke sini Oktober. Jadi kita persiapan sudah dari tahun sebelumnya. <em>Start&nbsp;</em>persiapan atlet dari April ini. Mulai dari latihan fisik kemudian pengulangan materi,&rdquo; ujar pria yang kerap disapa Mitun ini.</p><p style="text-align: justify;">Terang Mitun lagi, risiko terburuk yang bisa saja terjadi adalah kematian. Menghindari hal tersebut Imapa Unmul, benar-benar mempersiapkan anggotanya. Mulai dari seringnya terjun ke lapangan, pengulangan materi, hingga melalui serangkaian tes, baik fisik maupun kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Ekspedisi ini dilakukan di berbagai lokasi oleh empat divisi yakni, Divisi Gunung Hutan, Divisi Panjat Tebing, Divisi Penelusuran Goa, dan Divisi Arung Jeram. Misalnya, Divisi Gunung Hutan melakukan pembuatan jalur pemetaan kemudian membuat titik trianggulasi di Mahulu. Menariknya, lokasi yang akan didatangi memang belum terjamah manusia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kalau ke lokasi gunung hutannya, perlu sekitar 45 kilo ke sana. Katanya, gunung di sana belum ada yang naikin dan hutannya masih rapat,&rdquo; kata Mitun.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, Divisi Penelusuran Goa melakukan pemetaan goa berlokasi di Berau. Sedang dua divisi lainnya Arung Jeram dan Panjat Tebing berlokasi di daerah yang sama, Malinau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk panjat tebingnya sedikit di hulu, dan tebingnya konon katanya ada makam orang dayak yang menyerupai di Toraja,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Tujuan dari ekspedisi tersebut selain sebagai pariwisata dan budaya, adalah penelitian. &ldquo;Karena standar kegiatan ekspedisi di Imapa berupa penelitian. Maka kami juga melakukan penelitian,&rdquo; ucap Mitun.</p><p style="text-align: justify;">Seiring bertambahnya tahun, Mitun berharap Imapa dapat berkegiatan tak hanya di negeri sendiri, namun juga menjelajah ke luar. <strong><em>(arr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Risau LP2M Hadapi Jaringan Advokasi Mulawarman, Nanang: BEM Itu Liar! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risau-lp2m-hadapi-jaringan-advokasi-mulawarman-nanang-bem-itu-liar/baca </link>
<guid> risau-lp2m-hadapi-jaringan-advokasi-mulawarman-nanang-bem-itu-liar </guid>
<pubDate> Tue, 04 Apr 2017 07:31:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LP2M memang belakangan jadi bulan-bulanan karena perkara kejelasan KKN yang tak kunjung usai. Hal itu turut dirasakan Nanang sebagai staf yang bertugas menangani teknis pelaksanaan KKN. (Sumber foto: unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risau-lp2m-hadapi-jaringan-advokasi-mulawarman-nanang-bem-itu-liar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CYdQpEQ0SZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Risau LP2M Hadapi Jaringan Advokasi Mulawarman, Nanang: BEM Itu Liar!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Ditemui pasca audiensi ketiga KKN 43 pada Kamis (30/3), bagian <em>helpdesk</em> KKN Sjaifudin atau kerap disapa Nanang, mengutarakan risau hatinya menghadapi tingkah Jaringan Advokasi Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, LP2M memang belakangan jadi bulan-bulanan karena perkara kejelasan KKN yang tak kunjung usai. Hal itu turut dirasakan Nanang sebagai staf yang bertugas menangani teknis pelaksanaan KKN. Dalam berbagai audiensi, Nanang tampak hadir mendampingi Susilo, Ketua LP2M.</p><p style="text-align: justify;">Saat hendak dikonfirmasi perihal kebijakan satu desa satu kelompok yang menjadi bahasan hangat saat audiensi ketiga itu, Nanang enggan berkomentar. Menurutnya, itu urusan Susilo. Bukan ranah dia untuk menjawab. Kendati demikian, Nanang menuturkan beragam kegelisahan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Nanang mengaku pesimis KKN 43 akan terlaksana sesuai rencana yakni dibuka pertengahan April. Lebih-lebih pasca dihelatnya audiensi hari itu. Dia pun menyayangkan langkah yang ditempuh Jaringan Advokasi Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kan aneh, kita sudah bikin aturan sudah bagus sudah baku satu desa satu kelompok malah mereka jalan sendiri. Maunya keinginan sendiri. Yang bikin kisruh itu mereka. Nah, ini kan berkembang lagi. Kalau begini kapan KKN mau jalan,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Nanang, yang perlu mahasiswa lakukan saat ini adalah menunggu sambil menguatkan internal kelompok. Artinya, tidak perlu melangkah lebih jauh semacam berkoordinasi dengan desa seperti yang dilakukan Abdul Azis.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, &nbsp;<a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-audiensi-kkn-jaringan-advokasi-mulawarman-bikin-perkara-baru/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-audiensi-kkn-jaringan-advokasi-mulawarman-bikin-perkara-baru/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mahasiswa juga mesti mengenali lokasi mana yang dipilihnya untuk KKN. Berapa RT yang dibawahi kelurahan dan berapa dusun yang dibawahi desa. Sebab, beda daerah beda pula permintaan dari Pemdanya. Itu juga yang menjadi sebab belum rampungnya website KKN.</p><p style="text-align: justify;">Saat audiensi masih berjalan, Nanang menanyai Azis tentang desa dan banyak kelompok yang dituju mahasiswa FKTI itu. Azis menjawab tidak ada, hanya satu kelompok yakni kelompoknya. Sambil menirukan dialog antara mereka berdua, Nanang berani menyimpulkan bahwa Azis tidak membaca skema dan imbauan yang disebarluaskan LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya bilang, wah kamu ini ndak beres, Zis. Kami juga sudah bilang kan jangan lakukan apa pun. Yang melakukan koordinasi ke Pemda dan desa itu LP2M,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tudingan Nanang dan Gelagat Lain Jaringan Advokasi Mulawarman</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam BEM, itu ada mereka yang mau KKN. Saya sudah lihat sejak awal. Mereka ini mau KKN makanya berjuang. Tapi, berjuangnya bukan untuk rakyat (mahasiswa). Kerja saya ini berat. Karena ya ini diganggu sama BEM ini,&quot; kata Nanang.</p><p style="text-align: justify;">Kacamata Nanang menangkap indikasi kepentingan Jaringan Advokasi Mulawarman dalam gerak yang mereka lakukan. Nanang bahkan tak segan menyebut barisan advokasi fakultas itu sebagai gerakan yang liar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu kan tadi untuk kepentingan dia aja tuh. Terus mengacaukan yang lain. Karena dia ingin targetnya sendiri tercapai tapi mengganggu semua. BEM ini liar,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pinta Nanang kepada Susilo</strong></p><p style="text-align: justify;">Nanang menuturkan, bukan perkara mudah memformulasikan KKN. Mulai pembuatan portal, rumus, hingga teknis. Semuanya pusing dan terus mengeluh bingung kepada Nanang. Baginya, penyebab itu justru berasal dari LP2M sendiri yang terlalu mengakomodir keinginan Jaringan Advokasi Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena apa? Karena LP2M terlalu mengakomodir yang gitu-gitu tadi. Harusnya jangan. Saya bilang ke bapak (Susilo). Jangan, Pak. Kalau kita yang bikin pola ya kita kalau ndak terima ya ndak usah ikut,&quot; terang Nanang.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kebijakan yang telanjur diberikan LP2M kepada Azis, bagi Nanang adalah kebijakan khusus, yakni berasal dari usulan Jaringan Advokasi Mulawarman. Bukan murni keinginan LP2M. Nanang berkata demikian, demi antisipasi perkiraan mahasiswa yang bukan-bukan kepada LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk lokasi lain tidak bisa karena nanti akan menghambat proses. Tolong bantu jelaskan kebijakan ini bukan kebijakan LP2M tapi akomodir kepada yang sudah telanjur koordinasi. Ini wujud akomodir dari usulan BEM,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi risau Nanang, Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi membantah pihaknya dikatakan punya kepentingan saat memperjuangkan KKN. Menurutnya, BEM tidak akan bergerak jika kondisi jelang KKN baik-baik saja. Ungkapan liar dari Nanang pun ditepisnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dibilang kepentingan BEM, kita ini juga kepentingannya berasal dari mahasiswa. Kalau mahasiswa tidak teriak-teriak bahwa KKN ini terhambat, tidak mungkin juga BEM mau turun. Lucu aja kalau BEM dibilang liar,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Norman, pergerakan pihaknya merupakan wujud inisiatif dari kekhawatiran akan suramnya nasib mahasiswa. Selain itu, serangkaian audiensi yang telah digelar diharapkannya agar kebijakan LP2M tidak tumpang tindih ataupun mengalami kecacatan tubuh saat diterapkan di lapangan kelak.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa FEB itu pun tak habis pikir terhadap sikap Nanang yang kecewa karena BEM terlalu diakomodir. LP2M, kata Norman, mestinya bersyukur masih ada mahasiswa yang peduli terhadap kinerja mereka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jaringan Advokasi Mulawarman berniat baik untuk merembukkan bersama permasalahan KKN untuk kemudian ditemukan solusi yang bisa dinikmati bersama baik untuk LP2M maupun mahasiswa,&quot; tandasnya. <em><strong>(aml/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Taji Unmul dalam Men-DO Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/taji-unmul-dalam-men-do-mahasiswa/baca </link>
<guid> taji-unmul-dalam-men-do-mahasiswa </guid>
<pubDate> Tue, 04 Apr 2017 07:34:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono. (Foto: Khajjar Rohmah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/taji-unmul-dalam-men-do-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J5PxgWxwe4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Taji Unmul dalam Men-DO Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dalam Peraturan Menteri Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 44 Tahun 2015 telah diatur bahwa masa studi mahasiswa strata 1 (S1) adalah maksimum tujuh tahun. Peraturan tersebut menjadi acuan di seluruh perguruan tinggi baik negeri dan swasta. Artinya jika mahasiswa telah melewati masa studi maksimum, maka salah satu konsekuensi yang mesti diterima adalah <em>drop-out</em> (DO).</p><p style="text-align: justify;">DO adalah pencabutan status sebagai mahasiswa oleh pihak universitas dikarenakan oleh beberapa hal. Melebihi masa studi menjadi salah satu yang paling mayoritas. Terkait kebijakan dan aturan DO di Unmul sendiri tertuang dalam Buku Peraturan Akademik Tahun 2016 dalam Pasal 6 tentang Beban Studi dan Masa Studi. Di mana mahasiswa S1 maksimum menempuh beban studi lebih kurang 144 satuan kredit semester (SKS) dengan masa studi 8-14 semester.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya pada 29 Maret lalu Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono menuturkan kepada <em>Sketsa</em>, Unmul sempat menerapkan kebijakan tidak ada DO mahasiswa pada masa rektor dijabat oleh Zamruddin Hasid. Tetapi sebenarnya itu bertentangan dengan aturan masa studi maksimum yang bisa ditempuh oleh seorang mahasiswa. Buntut dari kebijakan tersebut diakuinya menjadi beban di masa sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebijakan tidak men-DO mahasiswa yang saya denger pada rektor sebelumnya, itu yang jadi beban kami sekarang. Akibat kebijakan itu, di tahun 2015-2016 kami terpaksa men-DO sampe ratusan (mahasiswa),&rdquo; ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia sendiri tidak setuju dengan kebijakan tidak men-DO mahasiswa. Karena menurutnya kebijakan tersebut akan mengacaukan beberapa sistem lain. Seperti rasio dosen dan mahasiswa yang berpotensi timpang.</p><p style="text-align: justify;">Rasio dosen mahasiswa ideal untuk jurusan eksak dan saintek berkisar antara 25-30 mahasiswa dalam satu kelas dengan satu dosen. Sedang untuk jurusan sosial humaniora (soshum) berkisar antara 30-40 mahasiswa. Jika tak ada sistem DO, tentu jumlah mahasiswa akan menumpuk dan tidak sebanding dengan jumlah dosen.</p><p style="text-align: justify;">Mustofa pun mengajak untuk tidak melihat kebijakan DO dari sisi negatif. Kebijakan DO juga membawa sisi positif bagi institusi dan mahasiswanya sendiri. Pertama, menertibkan administrasi dan meningkatkan mutu universitas. Kedua menjadi peringatan bagi mahasiswa agar menyelesaikan studi dengan tepat waktu.</p><p style="text-align: justify;">Mustofa menjelaskan, pihaknya tidak serta-merta men-DO mahasiswa. Ada tahapan evaluasi sejak tahun pertama hingga ketiga di masa perkuliahan pada akhir semester dua, empat, dan enam. Ia menyebut, di setiap periode pengevaluasian ada persyaratan SKS dan Indesk Prestasi (IP) minimal yang harus dipenuhi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah dari evaluasi satu, dilihat kalau dia sama sekali tidak punya harapan baiknya memang diajukan untuk di <em>drop-out&nbsp;</em>jika tahun berikutnya ada lagi. Artinya bahwa evaluasi tidak dilakukan pada akhir masa studi saja,&rdquo; ujarnya. Tujuan dari evaluasi tersebut tambah Mustofa, untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa bersangkutan agar mendaftar lagi di jurusan atau program studi (prodi) yang dirasa lebih cocok.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Musabab DO Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Penyebab DO tidak semata-mata terjadi saat seorang merasa tidak sanggup memenuhi batas maksimum masa studi. Menurut Mustofa, itu bisa saja terjadi saat seorang tidak mampu secara akademik terhitung sejak tahun pertama, kedua, dan ketiga. Di posisi seperti itu supaya tak sampai di DO Mustofa menganjurkan si mahasiswa untuk pindah atau mengundurkan diri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kalau sudah mendekati semester yang terakhir baru minta surat pindah biasanya universitas lain tidak mau menerima,&rdquo; jelas Alumnus Program Doktor, di Hamburg University Jerman itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyayangkan fakultas atau prodi yang masih kerap mempertahankan mahasiswa padahal tahu yang bersangkutan telah gagal memenuhi syarat evaluasi. Fakultas atau prodi itu biasanya memberi bantuan ataupun kesempatan bagi si mahasiswa untuk melakukan perbaikan di semester berikutnya. Hal semacam itu berpotensi menjadi masalah yang membuat mahasiswa di DO karena tak dapat memenuhi prestasi akademiknya dan melewati batas maksimum studi.</p><p style="text-align: justify;">Penyebab lain banyaknya mahasiswa di DO lantaran karena alasan kerja. Tak sedikit mahasiswa alih-alih menyelesaikan penelitian akhirnya, justru berkubang dengan kesibukan kerja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kerja jadi alasan yang paling mayoritas kita peroleh. Saya punya data fakultas dan prodi yang mengajukan cuti akademik paling banyak. Salah satunya FISIP HI. Alasannya mahasiswanya sendiri yang banyak kerja,&rdquo; sebut Mustofa.</p><p style="text-align: justify;">Ada lagi masalah administratif yang menjadi penyebab DO mahasiswa. Ia menyebut, dulu beberapa fakultas seperti FISIP dan FKIP pernah membuat kelas jauh. Yang dimaksud kelas jauh adalah membuka kelas perkuliahan di beberapa daerah seperti Balikpapan dan Kutai Barat. Itu membuat Unmul sulit mengontrolnya dan secara administratif kelas jauh termasuk ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Juni 2017 nanti menjadi batas waktu masa studi bagi mahasiswa angkatan 2010. Jika mahasiswa bersangkutan tak mampu menyelesaikan masa studinya sampai batas waktu tersebut, maka DO akan menjadi konsekuensi paling buruk yang mesti ditanggung. Namun, Mustofa memberikan opsi lain. Ia dan pihaknya mengimbau ke seluruh fakultas untuk mengingatkan mahasiswa angkatan 2010 supaya mengajukan cuti akademik jika dirasa tidak mampu menyelesaikan studi sampai dengan Juni 2017 ini. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal itu ditujukan untuk memperpanjang napas mahasiswa angkatan 2010 agar tak sampai kena DO.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ambil cuti satu semester masih ada waktu sampai Desember 2017. Kalau ambil cuti maksimal dua semester bisa sampai Juni 2018,&rdquo; terang Mustofa.</p><p style="text-align: justify;">Universitas hanya akan men-DO mahasiswa setelah mendapat usulan dari fakultas. Mustofa sendiri tidak mengetahui angka pasti berapa mahasiswa yang di-DO setiap tahunnya. Namun tahun ini saja kabarnya, FISIP akan men-DO sekitar 350 mahasiswanya. Meski begitu Mustofa ingin menegaskan bahwa yang men-DO mahasiswa bukan universitas ataupun fakultas, melainkan peraturan yang telah berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan DO mahasiswa di Unmul ini juga, kata Mustofa, baik untuk memperbaiki citra yang pernah melekat di Unmul sebagai &quot;universitas mudah lulus&quot;. Namun terlalu banyak men-DO mahasiswa juga berarti citra buruk bagi universitas. Ia menyatakan saat ini Unmul memilik persentase yang termasuk tinggi dalam men-DO mahasiswa yaitu 14,6 persen dari total jumlah mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Guna memperbaiki hal itu Mustofa akan meningkatkan sistem penerimaan mahasiswa baru dengan meningkatkan kembali kriteria penerimaan. Salah duanya adalah akreditasi sekolah dan tes kemampuan berbahasa Inggris. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa Unmul dan lulusannya dalam mendukung visi Unmul untuk menjadi <em>world class university</em>.<strong><em>&nbsp;(krv/ann/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menghadapi DO yang di Depan Mata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/menghadapi-do-yang-di-depan-mata/baca </link>
<guid> menghadapi-do-yang-di-depan-mata </guid>
<pubDate> Tue, 04 Apr 2017 07:55:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebagian orang menilai bahwa diterapkannya drop out sebagai motivasi agar dapat segera menyelesaikan studi. (Sumber foto: kabarna.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/menghadapi-do-yang-di-depan-mata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Vo0AEtJvmA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menghadapi DO yang di Depan Mata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong><em>Drop-out</em> (DO) adalah proses pencabutan status kemahasiswaan atas diri mahasiswa disebabkan oleh hal-hal yang telah ditentukan oleh universitas. Di Unmul ada lima hal yang melatarbelakangi jatuhnya DO kepada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, DO Administratif berlaku bagi mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang selama beberapa semester atau tidak membayar biaya administrasi selama beberapa semester kepada universitas. Kedua, DO Akademik berlaku kepada mahasiswa yang selama beberapa semester berturut-turut mendapatkan IP semester rendah atau kurang dari standar yang ditetapkan oleh akademik.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, DO karena seorang mahasiswa tidak dapat memenuhi ketentuan masa studi. Misalnya dalam tujuh tahun seorang mahasiswa itu belum bisa menyelesaikan masa studinya, maka boleh jadi ia akan terkena DO. Keempat, DO akibat mahasiswa melanggar ketentuan hukum, susila, etika, dan juga karena terjerat kasus kriminal. Kelima, DO lantaran mahasiswa tidak bisa memenuhi target SKS yang ditentukan perguruan tinggi dalam kurun waktu tertentu. Kondisi demikian bisa terjadi lantaran mahasiswa yang bersangkutan memiliki aktivitas lain di luar jam kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa angkatan 2010, tahun 2017 ini akan menjadi penentu lolos atau tidaknya mereka dari jerat DO. Tentu saja itu adalah kekhawatiran bagi angkatan tua yang masih bertahan. Namun, berkat adanya tenggat di depan mata membuat mahasiswa justru terpicu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Justru menurut saya lebih efektif dan fokus karena kita ngerjainnya di bawah tekanan yang memforsir kita buat jadi lebih rajin dan serius ngerjain skripsi,&rdquo; ucap Memet (nama samaran), <span>mahasiswa angkatan 2010 prodi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik.</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui di kediamannya 27 Maret lalu, Memet bercerita <span>bahwa yang menjadi faktor utama dari keterlambatan ia lulus adalah karena ia kerap menunda tugas skripsi. Sebabnya&nbsp;</span><span>pada semester pertengahan, Memet mencoba untuk mencari pengalaman dengan bekerja sebagai terapis bagi anak berkebutuhan khusus selama 1,5 tahun di Jalan Markisa, Samarinda Ulu.&nbsp;</span><span>Bersamaan dengan masa kerja dan mata kuliah yang habis itu, Memet memilih menghabiskan waktu dengan bermain <em>game</em> hingga membuatnya terlena akan tugas akhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sampai ia dapatkan pula teguran dari ketua prodi yang ingin &nbsp;agar ia kembali berkutat skripsi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Waktu awal-awal kuliah, Memet sempat merasa salah jurusan dan itu membuat ia keteteran dalam menerima mata kuliah psikologi. Ia pun terlambat mengetahui adanya kesempatan untuk mengganti jurusan di awal perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, &nbsp;dijalanin saja sampai akhir. Yang penting sudah tahu tentang psikologi itu seperti apa hitung-hitung buat nambah wawasan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Memet bahkan kadang harus berbohong untuk menjawab pertanyaan &quot;kapan lulus?&quot; yang dilontarkan orang tuanya. Kebohongan itu membantu ia bergerak untuk segera mewujudkan isi omongannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini masih ngejar sidang kedua sih. Rencananya lulus nanti mau kerja di daerah Sepaku. Lumayan banyak perusahaan, dekat rumah juga. Biar tiap minggu atau libur bisa balik ke rumah orang tua buat bantu-bantu. Ya Sekaligus sebagai bentuk penebus kesalahan karena kemalasan kemarin,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(ann/mpr/wal</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> CEO Undas.co Berhenti Kuliah, Pilihan Pahit Berujung Manis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/ceo-undasco-berhenti-kuliah-pilihan-pahit-berujung-manis/baca </link>
<guid> ceo-undasco-berhenti-kuliah-pilihan-pahit-berujung-manis </guid>
<pubDate> Wed, 05 Apr 2017 02:11:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rhesa Aresi, mencari peruntungannya dengan mengambil langkah untuk tidak melanjutkan studi. (Sumber foto: dok. Rhesa Aresi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/ceo-undasco-berhenti-kuliah-pilihan-pahit-berujung-manis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PxiWKZ1GZU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>CEO Undas.co Berhenti Kuliah, Pilihan Pahit Berujung Manis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Istilah <em>drop-out</em> (DO) tentu tak lagi asing di telinga akademisi, termasuk mahasiswa. Dengan berbagai pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan DO oleh pihak universitas, memungkinkan mahasiswa mewanti-wanti peraturan ini. Salah satu penyebab DO ialah melewati masa studi maksimum, yakni 7 tahun atau 14 semester.</p><p style="text-align: justify;">Namun, bagaimana setelah hampir mencapai akhir dan memutuskan untuk menyudahi studinya? Inilah yang nampak terjadi pada Rhesa Aresi, mahasiswa Hubungan Internasional 2006, ia memutuskan keluar saat telah mencapai 13 semester dan tengah pengurusan skripsi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya, saya juga tidak di <em>drop out</em> dari kampus. Saya yang memutuskan untuk mundur pada saat pengerjaan skripsi dikarenakan tidak sanggup lagi,&quot; kata Rhesa saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>di kantornya Undas.co, Minggu (26/3).</p><p style="text-align: justify;">Berbagai pertimbangan, lantas mendasari Rhesa bertindak demikian. Rhesa tak menyangka prodi yang ia tekuni selama 6 tahun lebih itu, khas dengan politik. Belum lagi, dia mendapat dosen pembimbing yang tak begitu disukainya. Serta sederet hal lain yang semakin menguatkan dia dan pada 2013 memilih berhenti.</p><p style="text-align: justify;">Memetik kekecewaan dari keputusan yang diambil, tentu dirasakan sang ibu dan para saudaranya. Rhesa kemudian memutuskan mengikuti <em>passion-</em>nya yang juga menjadi cita-citanya semasa kecil, yaitu membangun media sendiri. Bermodalkan keinginan, niat dan pengalaman serta dukungan dari sang istri yang juga mahir mengelola bisnis, ia pun mencoba mendirikan sebuah media andalan Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Tercetuslah nama Undas, berasal dari Bahasa Banjar memiliki arti andalan. Undas.co, yang berdiri 2015 itu, merupakan situs online yang berisi tentang berbagai informasi di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terbilang baru, namun penyebarannya sudah meluas di Samarinda. Kami memiliki <em>viewers&nbsp;</em>tersendiri yang tentunya dari berbagai kalangan dan daerah, tidak warga Samarinda saja yang membaca artikel di Undas.co,&quot; ucap CEO Undas.co ini</p><p style="text-align: justify;">Tak mudah bagi Rhesa merintis hal tersebut, ia bahkan sempat magang dari satu tempat ke tempat lain demi mendapat pengalaman mengelola media. Saat itu ia baru sebulan magang di media pemberitaan, merasa tak sepaham dengan rekan lainnya, ia putuskan keluar. Rhesa pun lebih menyukai ia yang mengatur, ketimbang diatur. Persaingan ketat dalam bermedia pun dirasakan Rhesa, untuk itu ia meramu Undas.co sebagai media yang konten-kontennya khas Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Undas.co yang sekarang memiliki sekitar 15 karyawan dari berbagai usia dan profesi lain,&quot; kata Rhesa.</p><p style="text-align: justify;">Baginya di-DO bukan masalah yang berarti dan mematahkan asanya. Justru, pengalaman pahit memilih berhenti kuliah tersebut menjadikan Rhesa seperti sekarang. Rhesa kerap menjadi pemateri dalam sebuah acara, banyak pula yang berbagi cerita dengannya karena pengalamannya itu. Baginya, bukan masalah punya gelar atau tidak. Namun tetap melanjutkan hidup dan menghasilkan usaha.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang dapat menopang kehidupan saya, istri, dan anak,&quot; ucapnya.<strong>&nbsp;<em>(sut/ann/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> DO Ratusan Mahasiswa, Dekan FISIP: Mayoritas Tidak Aktif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/do-ratusan-mahasiswa-dekan-fisip-mayoritas-tidak-aktif/baca </link>
<guid> do-ratusan-mahasiswa-dekan-fisip-mayoritas-tidak-aktif </guid>
<pubDate> Wed, 05 Apr 2017 02:25:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhammad Noor, Dekan FISIP mencoba untuk konsisten dengan aturan terkait kebijakan DO. (Foto: Mahameru Primantoro) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/do-ratusan-mahasiswa-dekan-fisip-mayoritas-tidak-aktif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5qvT7B2Wp5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>DO Ratusan Mahasiswa, Dekan FISIP: Mayoritas Tidak Aktif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong>Seiring bergulirnya waktu, status mahasiswa akan tertanggalkan. Tugas akhir menanti untuk diselesaikan. Bagi yang memprioritaskan, tentu tak ingin berujung kepahitan. Tenggat-tenggat waktu bagi mahasiswa yang terancam <em>drop-out (DO)&nbsp;</em>akan jadi kekhawatiran, jika tersandang bukan gelar yang diingingkan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu fakultas yang dikenal tak ragu-ragu men-DO mahasiswanya adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Muhammad Noor, Dekan FISIP melakukan DO berpedoman aturan yang diterapkan Unmul, serta evaluasi di fakultas yang dilakukan setiap melewati dua semester. Dua tahun terakhir misalnya, FISIP mencoba konsisten dengan aturan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami lakukan evaluasi, identifikasi semua data mahasiswa. Ada mahasiswa angkatan 2013, 2014 ternyata tidak aktif, mereka ada yang kuliah hanya diawal-awal semester, ada juga yang baru menempuh 20 SKS dan tidak ada kemajuan studinya. Yang kami DO mayoritas adalah mahasiswa yang tidak aktif,&quot; jelasnya kepada <em>Sketsa, (27/3).</em></p><p style="text-align: justify;">Men-DO mahasiswa tentu dilakukan pihaknya, dengan perhitungan yang matang apabila mahasiwa tidak memungkinkan melanjutkan studi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Misalkan ada mahasiswa dari angkatan 2013 baru mencapai 25 SKS, dan akhir dari masa studinya sendiri di tahun 2018. Apakah itu cukup ditempuh dalam &nbsp;waktu &nbsp;2 tahun menyelesaikan kekurangan sks ditambah dengan &nbsp;skripsi?&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Jika demikian, pihaknya tak langsung menyatakan DO. Mahasiswa terlebih dahulu dipanggil dan diajak berdiskusi, selanjutnya dijelaskan mekanisme studi yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sarankan sebaiknya pindah, kami akan beri surat, khusus mereka yang masa studi belum habis dari segi waktu pun itu tidak mungkin,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada juga kriteria lainnya, seperti mahasiswa yang tidak membayar UKT selama 3 semester bahkan lebih. Noor menambahkan akibat dari mahasiswa yang belum membayar, fakultas mesti berutang ke pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>DO, Tinggal Tunggu SK Lahir</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada periode 2015-2016 setelah mengindentiffikasi dan SK turun FISIP men-DO 335 mahasiswa yang dianggap tidak aktif. Dan pada periode 2016-2017 ini ada sekitar 700 mahasiswa yang masuk daftar <em>drop-out</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Namun, yang masih dapat dibina akan kami bina, dan didapat 370an mahasiswa yang bakal di <em>drop-out,&nbsp;</em>tinggal tunggu SK saja,&quot; ujar Noor.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan men-DO mahasiswa sedemikian banyaknya, tentu sulit bagi Noor, tetapi, itulah konsekuensinya. Dengan upaya DO tersebut, tentu sedikit mengurangi tanggungan fakultas. Adapun mahasiswa pernah menemuinya, memohon untuk diberikan kesempatan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahkan, ada orang tua yang memohon hingga menangis. Namun, itu sudah menjadi kebijakan bersama. Hingga saya di laporkan ke rektorat, itu pun hanya terjadi tahun 2016,&quot; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Lain hal, jika penyebab DO adalah karena ulahnya sendiri. Noor pun melihat masih ada mahasiswa yang tak serius menanggapi hal ini. Tak sedikit yang malah menganggap bahwa hal tersebut akan selesai begitu saja, tanpa ada kesigapan dari mahasiswa terancam DO.</p><p style="text-align: justify;">Masuk di tahap skripsi, semester akhir rasa-rasanya akan memacu mahasiswa memperoleh gelarnya. Namun Noor melihat, mereka lalai akan kuliah dan disibukkan dengan dunia kerja. Noor, pernah mencoba menginterogasi baik mahasiswa dan dosen yang bersangkutan, akhirnya didapat mahasiswa merasa takut atau segan, kemudian memilih untuk tak berkomunikasi.</p><p style="text-align: justify;">Semenjak menjabat, kasus DO yang ia tangani masih seputar persoalan akademik, adapun kasus skorsing pernah juga terjadi. Jangan terlena dengan julukan mahasiswa abadi, Noor berpesan agar mahasiswa merancang masa studinya tak lebih dari 7 tahun. Bila ada yang telah masuk masa studi di tahun ke 6, segera hubungi ketua prodi untuk berkonsultasi. <strong><em>(m</em></strong><strong><em>p</em></strong><strong><em>r/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hilang Berganti Pungli di FKIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hilang-berganti-pungli-di-fkip/baca </link>
<guid> hilang-berganti-pungli-di-fkip </guid>
<pubDate> Wed, 05 Apr 2017 07:58:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Praktik pungli nyatanya telah mengakar dan menjamur secara tersembunyi di ranah kampus. (Sumber foto: krjogja.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hilang-berganti-pungli-di-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LJmcJChUhA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hilang Berganti Pungli di FKIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Mengakar dan menjamur. Dua kata itu terasa dekat dengan kasus pungutan liar (pungli) yang masih tersembunyi di lingkup kampus. Begitu juga yang terjadi di kampus besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari pernyataan Gubernur FKIP, Rizaldo kepada <em>Sketsa</em> pada Desember 2016 silam yang menyatakan bahwa BEM FKIP tengah mengawal dugaan kasus pungli di lima program studi (prodi). Pun juga berkomitmen untuk menciptakan FKIP bersih dari pungli pada 2017.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Target kami berakhirnya kasus pungli ini di bulan Maret. Sekarang,<em>&nbsp;</em>alhamdulillah<em>&nbsp;</em>sudah berakhir,&rdquo; kata mahasiswa Pendidikan Sejarah itu ketika ditemui Minggu (2/4).</p><p style="text-align: justify;">Keberhasilan itu tertuang dalam surat edaran dari pihak fakultas yang mengimbau kepada semua prodi serta dosen agar tak melakukan praktik pungli. Namun, berbagai cara pembasmian pungli yang digalakkan oleh BEM FKIP, mendapati bahwa maraknya fenomena pungli di FKIP tidak hanya terjadi di lima prodi, namun juga hampir di semua prodi.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan kasus-kasus yang telah mereka tangani, jenis pungli yang sering dilakukan adalah penjualan buku-buku dan berkas-berkas studi akhir. Rizaldo mengungapkan bahwa pungli bukan hanya berasal dari prodi, namun beberapa oknum dosen pun juga tertangkap melakukan pungli.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak hanya prodi, tapi oknum-oknum dosen juga sebenarnya terlibat,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kasus terakhir yang telah ditangani BEM FKIP adalah prodi Bimbingan Konseling (BK). Dengan modus penjualan buku konsultasi studi akhir seharga Rp50 ribu. Kasus itu melibatkan mahasiswa yakni melalui himpunan mahasiswa BK dengan dalih menjalin relasi antar prodi dan Hima. Sedang sejumlah uang yang terkumpul akan dibagi dua antara prodi BK dengan Hima. Kasus itu berakhir berdasarkan edaran yang dikemukakan oleh prodi BK.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada edaran dari prodi bimbingan konseling (BK) untuk pengembalian hak mahasiswa,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana dikatakan Rizaldo, kasus di prodi BK itu berlangsung setelah adanya edaran dari fakultas mengenai pungli. Oleh sebabnya, pihak BEM FKIP segera mendesak fakultas untuk menangani kasus itu dengan mengadakan pertemuan antara semua pihak yang terlibat, namun kasus yang menurut Rizaldo cukup parah itu berakhir secara kekeluargaan. Hal ini seyogianya telah menjawab bahwa saat ini FKIP masih kerap mendapati pungli pasca keluarnya edaran dari fakultas itu. <strong><em>(snh/iki/nhh/kus</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampus Gelap, Penanganan Jalan di Tempat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-gelap-penanganan-jalan-di-tempat/baca </link>
<guid> kampus-gelap-penanganan-jalan-di-tempat </guid>
<pubDate> Thu, 06 Apr 2017 08:44:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teknisi memperbaiki lampu di sekitaran gedung Student Center. (Foto: Novita Rahman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-gelap-penanganan-jalan-di-tempat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LCIDDo1mwY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampus Gelap, Penanganan Jalan di Tempat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kampus masih setia pada gulita. Demikian ungkapan yang kiranya tepat untuk menggambarkan suasana Unmul malam hari. Masalah lama memang, namun tiada yang tahu kapan masalah itu usai.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya, Sugiarta Kepala Bagian Hukum dan Tata Laksana Unmul tak menampik ihwal tersebut. Berpola, Sugiarta tetap menyatakan hal yang sama. Bahwa masalah itu akan ditindaklanjutinya namun lagi-lagi terhambat anggaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Insya Allah tahun ini bisa, semoga anggarannya ada,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Laagano anggota bagian umum rumah tangga menyatakan ada batas-batas tanggung jawab antara universitas dengan fakultas. Baginya, fakultas juga mesti turun tangan terhadap kegelapan yang terjadi di lingkungan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan lain ternyata juga datang dari lampu sekitaran gedung Student Center yang menyala seharian. Hal itu disebabkan kerusakan sensor cahaya. Jika dibiarkan, lampu akan rusak dan Unmul kembali padam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistemnya otomatis, tapi kalau <em>photo cell</em>-nya (sensor cahaya) rusak dia hidup terus,&rdquo; terang Laagano.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan ini tak ingin didiamkan Laagano. Bersama pihaknya dia memilih Sabtu dan Minggu untuk bekerja demi tidak mengganggu kenyamanan pengendara. Kendati demikian, pekerjaan itu juga menyimpan masalah lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendalanya kita ini alat yang naik ke atas. Teknisi memanjat delapan meter itu tidak ada asuransinya. Kalau seandainya meninggal ya, innalillahi,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma itu, peralatan yang digunakan para teknisi pun terbilang seadanya. Mereka hanya menggunakan tangga manual bukannya hidrolik seperti pekerja PLN.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Sri Marsiah mahasiswi program studi Teknik Informatika mengeluh sulitnya berkegiatan malam hari di kampus apalagi saat ada acara-acara tertentu yang memerlukan penerangan tambahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkadang menyulitkan karena harus butuh lampu penerang lagi, dan harus menyewa tambahan lampu dengan pihak BEM FKTI,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain menghambat beraktivitas, Sri juga merasa was-was ketika pulang malam hari. Karena penerangan di sekitaran jalan kampus tidak optimal.</p><p style="text-align: justify;">Sri berharap, pihak kampus yang berwenang mengurusi ini dapat lekas bergerak menangani masalah kampus yang kini gulita menuju benderang. <em><strong>(nvt/asr/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Azis Atas Hak Istimewa dari LP2M </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-azis-atas-hak-istimewa-dari-lp2m/baca </link>
<guid> suara-azis-atas-hak-istimewa-dari-lp2m </guid>
<pubDate> Fri, 07 Apr 2017 10:34:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Abdul Azis menyambangi sekretariat LPM Sketsa, Kamis (5/4) kemarin. Azis membawa lembaran bukti rinci hasil audiensi ketiga KKN 43. (Sumber foto: facebook.com/AzisAzisBeddu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-azis-atas-hak-istimewa-dari-lp2m/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dCQogFa6hv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Azis Atas Hak Istimewa dari LP2M</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sekitar pukul 14.00 Wita, Abdul Azis menyambangi sekretariat LPM Sketsa Kamis (5/4) kemarin. Azis membawa lembaran bukti rinci hasil audiensi ketiga KKN 43 termasuk gambar percakapan dirinya dengan beberapa mahasiswa yang senasib, yakni telah lebih dulu berkoordinasi dengan pihak desa, padahal imbauan LP2M mengharamkan itu. Itu sekaligus menjadi bukti bahwa ia tidak sendiri.<br><br>Wakil Ketua BEM FKTI itu datang memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang diterbitkan <em>Sketsa</em> pada Jumat malam, 31 Maret lalu terkait ia yang diberikan hak istimewa oleh LP2M. Azis membantah dirinya setuju diberikan kekhususan itu. Ia mengklaim justru sedang memperjuangkan nasib mahasiswa yang bernasib sama. Kendati begitu, Azis mengakui kesalahannya yang telah melangkah lebih jauh dan salah kaprah dalam mencerna informasi yang diterbitkan LP2M.<br><br>Ia berharap, jika kelak bukan kelompoknya yang mendapatkan desa tujuannya itu, kelompok lain bisa melanjutkan program yang telah dirancangnya bersama desa.<br><br>&ldquo;Okelah saya akui saya salah mengambil tindakan. Tapi, waktu itu saya menolak kalau kata si Naga (Fitriani Sinaga, Wakil Ketua LEM SYLVA) yang di dalam forum ini saja (yang diberi keistimewaan). Saya katakan tidak bisa seperti itu. Kita harus melihat kelompok lain yang sudah memiliki desa juga. Hanya saja mereka takut untuk muncul. Tapi, kalau saya pantau di grup KKN itu sudah banyak kok yang memiliki desa dan berkoordinasi. Kalau begini kan sebenarnya bukan cuma saya saja. Kebijakan yang saya minta adalah memperhatikan teman-teman yang sudah berkoordinasi,&rdquo; ungkapnya.<br><br>Adapun, kesimpulan akhir audiensi adalah LP2M memberikan kebijakan kepada kelompok yang sudah telanjur berkoordinasi untuk dikumpulkan dan ditangani oleh BEM KM Unmul atau Jaringan Advokasi Mulawarman. Namun, itu ditolak pihak Azis jika tidak disertai surat dari LP2M.</p><p style="text-align: justify;"><span style="line-height: 1.618;">&ldquo;Karena kami tidak mau bergerak juga tanpa dasar surat. Dahlia (Dahlia Hariyati, Dirjen Kesejahteraaan Mahasiswa&nbsp;</span><span style="line-height: 1.618;">Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM Unmul) kayaknya sudah berkoordinasi tapi pihak LP2M tidak mau mengeluarkan atau seperti apa saya juga bingung,&rdquo; tukasnya.</span><br><br><strong>Muara Kisruh Kebijakan Satu Desa Satu Kelompok</strong><br><br>Azis mengakui dialah yang melempar rekomendasi bahwa desa di Muara Kaman Ulu sana, lokasi yang ia tuju, membutuhkan sekitar dua atau tiga kelompok KKN. Tapi, kembali lagi kepada aturan, jika memang diterapkan kebijakan satu desa satu kelompok, pihak desa yang ia tuju mesti bisa lapang dada.<br><br>Tetapi, pernyataan Azis itu berbuntut panjang sekalipun ia tidak meminta LP2M mengubah kebijakannya. Ibarat esa hilang dua terbilang, pembahasan yang kian panjang tanpa disangka menuai tunas perkara KKN yang baru. <br><br>&ldquo;Saya malah menyepakati satu desa satu kelompok, supaya jangan berubah dari sistem di awal. Saya hanya menyampaikan rekomendasi dari desa, kalau tidak disepakati ya tidak masalah. Tapi, kemudian yang membuat ribet justru LP2M yang coba mengasah penyampaian saya ini,&rdquo; aku Azis.</p><p style="text-align: justify;"><span><br><strong>Yang Justru Meminta Kebijakan Istimewa dan Pra Koordinasi ke Desa</strong></span><br><span><br>&ldquo;Yang meminta (diistimewakan) itu adalah Presiden BEM KM dan Wakil LEM SYLVA, bukan saya. Malah saya tidak sepakat dispesialkan. Pak Norman dan Naga kemarin yang bilang biar yang di dalam forum ini saja. Tapi bagi saya, kalau saya diberikan toleransi, maka yang lain pun juga diberi, jika saya tidak mereka pun tidak. Saya meminta keadilan,&rdquo; kata Azis.</span><br><span><br>Kemudian nama lain yang juga ikut muncul adalah Daniel, salah satu anggota Jaringan Advokasi Mulawarman. Selain meminta hak istimewa, dia juga mendesak LP2M untuk mempercepat pengumpulan surat bagi kelompok KKN yang telah berkoordinasi dengan desa untuk mengumpulkannya ke LP2M. Daniel sendiri telah melakukan koordinasi dengan Desa L4.</span><br><span><br>&ldquo;Di sini dia mulai ndak jelas ngomongnya,&rdquo; kata Azis membacakan perkataan Daniel dalam audiensi.<br><br>Azis membantah dirinya bergerak tanpa sepengetahuan LP2M. Bersama kelompoknya, Azis menyatakan telah mengomunikasikan perihal ini kepada Sjaifudin, bagian <em>helpdesk</em> KKN. Mestinya, kata Azis, LP2M mengeluarkan surat berisi aturan resmi terkait larangan untuk tidak berkoordinasi ke desa secara jelas jauh-jauh hari.</span><br><span><br>Indera Azis menangkap tafsir larangan koordinasi tersebut disebabkan kekhawatiran akan terjadi apa-apa saat mahasiswa menuju lokasi KKN. Selain itu, skema yang memuat tulisan &ldquo;bisa memilih lokasi sendiri&rdquo; menurut Azis berarti memilih sekaligus menetapkan alias berkoordinasi. Berangkat dari hal itulah, kelompoknya bergerak mantap menuju Muara Kaman Ulu.</span><br><span><br>Dua kali sudah Azis berkoordinasi dengan pihak desa bahkan berlangsung sejak 10 Maret silam. Adanya kebijakan satu desa satu kelompok dan larangan berkoordinasi membuat Azis dan kawan-kawan akhirnya mau tidak mau harus lapang dada dan kembali mengikuti sistem yang telah ditetapkan.</span><br><span><br>&ldquo;Kami diminta mendaftar online dulu, SKS mencukupi, lalu ketua kelompok menyerahkan nama kelompok dan nama desa. Setelah itu LP2M akan mengoordinasikan ke Pemda setempat. Saya paham aturan itu, saya sampaikan ke kelompok saya bahwa kita harus lalui proses ini dan tidak ada yang spesial,&rdquo; ucapnya.</span><br><span><br>Informasi dari Sjaifudin bahwa adanya non acak merupakan akibat dari adanya kelompok yang telah berkoordinasi, membuat Azis kian berani bergerak.</span><br><span><br>&ldquo;Otomatis kalau seperti ini kita bisa saja berkoordinasi dengan pihak desa. Itu penangkapan saya. Saya tidak tahu. Kalau dibilang kesalahan, okelah ini kesalahan saya. Padahal saya sering ikut audiensi tapi saya tidak menangkap,&rdquo; imbuhnya.</span><br><span><br>Larangan berkoordinasi bagi Azis datang terlambat. Meski begitu, ia tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Baik itu LP2M, media yang telah menyampaikan informasi, maupun kelompoknya yang kadung bergerak sekalipun tak sendiri. Bagi Azis, LP2M mesti tegas akan kebijakan bahkan perlu menyebarluaskannya hingga ke fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><br><strong>Bisik-Bisik dengan Sjaifudin</strong></span><br><span><br>Kepada <em>Sketsa</em>, Azis mengaku absen dari konsolidasi yang digelar Jaringan Advokasi Mulawarman sebelum audiensi ketiga dihelat. Sebab itu, ia tidak ingin bicara banyak. Namun, tekad itu goyah manakala terjadi pembahasan yang membingungkan antara Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi dengan jajaran LP2M. Berbekal bobrok KKN tahun lalu, Azis memutuskan angkat bicara.</span><br><span><br>&ldquo;Saya mempertegas untuk ditetapkan kuota di non acak. Jangan sampai orang lari ke non acak semua seperti yang terjadi di tahun 2016 kata Indra (Indra Cahya Pramukti, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM Unmul) di Samarinda sampai numpuk kelompok dan tidak ada kerjaan. Saya berharap ini tidak terjadi kembali di tahun ini,&rdquo; ucapnya.</span><br><span><br>Azis tersentak saat namanya disebut pula oleh Sjaifudin dengan perkataan bahwa ia &quot;tak beres&quot;.</span><br><span><br>&ldquo;Ketika kami bicara bisik-bisik itu, Pak Nanang tidak ada bilang saya tidak beres. Tidak ada juga menjelaskan larangan berkoordinasi dengan desa. Dia bahkan tarik tangan saya. Saya punya rekamannya itu yang bisik-bisik,&rdquo; ujar Azis. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kemensosmas BEM KM Unmul Canangkan Sertifikat Higienis untuk PKL </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemensosmas-bem-km-unmul-canangkan-sertifikat-higienis-untuk-pkl/baca </link>
<guid> kemensosmas-bem-km-unmul-canangkan-sertifikat-higienis-untuk-pkl </guid>
<pubDate> Sat, 08 Apr 2017 10:41:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pedagang kaki lima (PKL) memang menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari sudut-sudut keramaian. Begitu pun di Unmul. (Sumber ilustrasi: lpmhimmahuii) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemensosmas-bem-km-unmul-canangkan-sertifikat-higienis-untuk-pkl/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J2LqvQY0x5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kemensosmas BEM KM Unmul Canangkan Sertifikat Higienis untuk PKL</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pedagang kaki lima (PKL) memang menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dari sudut-sudut keramaian. Begitu pun di Unmul. Saban hari mereka terlihat di beberapa titik. Bahkan tampak akrab bercengkerama dengan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini ditangkap oleh Kementerian Sosial dan Masyarakat (Sosmas) BEM KM Unmul. Mensosmas Kwartanti Budiaman menyatakan akan giat melakukan pembinaan kepada PKL. Seperti diketahui, tahun sebelumnya urusan PKL ditangani Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma). Namun kini oleh Kemensosmas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun lalu Sosmas juga termasuk dalam mengurus PKL, tapi tahun ini akan lebih digiatkan lagi pembinaannya,&rdquo; ucap Kwartanti.</p><p style="text-align: justify;">Guna menjalankan program tersebut, dikatakan Kwartanti pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan para pedagang bersama Adkesma. Dalam pertemuan yang dilakukan pada Februari lalu itu, disosialisasikan ranah Kemensosmas kepada para PKL sekaligus perpindahan wewenang urusan PKL.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pengenalan, para PKL diminta mengisi biodata sebagai pembeda dengan PKL di luar binaan Kemensosmas alias yang ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, PKL yang termasuk binaan Mensosmas ialah yang berada di wilayah workshop dan juga di sekitaran gedung Student Center. Terkait kampus FISIP, yang mana PKL-nya juga mendapat pembinaan, Kwartanti menjelaskan itu juga terkait izin dari pihak fakultas. Sejauh ini hanya PKL di FISIP yang termasuk legal meski di luar zona PKL Kemensosmas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau yang di FISIP itu juga masuk ke pembinaan kami, karena PKL-nya sudah dapat izin dari pihak fakultasnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma pembinaan, Kemensosmas juga mencanangkan akan adanya penambahan lokasi berjualan, mendatangkan pemateri, hingga menggencarkan publikasi keberadaan PKL melalui media sosial. Selain itu, Kemensosmas kini mulai berupaya untuk menerbitkan sertifikat kehigienisan makanan jualan PKL.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk pembuatan sertifikat ini termasuk rekomendasi dari PKL juga,&rdquo; terang Kwartanti.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Syaiful, salah satu PKL binaan Kemensosmas mengaku bersyukur berada di bawah binaan BEM KM Unmul. Setelah sebelumnya sempat berjualan di luar dan mendapatkan teguran, kini ia dapat berjualan dengan tenang karena berstatus legal dan telah terdaftar dalam data Kemensosmas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah dari awal 2016 dipindah. Pertamanya tidak diperbolehkan jualan, tapi akhirnya kami dipanggil untuk jualan di sini,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada<em>&nbsp;Sketsa</em>, Syaiful mengungkapkan, sejauh ini mereka rutin dikunjungi Kemensosmas setiap bulan dan ditanyai bagaimana proses penjualan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah didata, sudah dapat izin dan diberikan kartu pengenal. Kami lega,&quot; pungkasnya. <em><strong>(adl/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masuk 131 Hari Kerja dan Mundurnya Menteri Adkesma </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masuk-131-hari-kerja-dan-mundurnya-menteri-adkesma/baca </link>
<guid> masuk-131-hari-kerja-dan-mundurnya-menteri-adkesma </guid>
<pubDate> Sat, 08 Apr 2017 11:05:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memasuki 131 hari kerja, BEM KM Unmul mengabarkannya melalui informasi grafis yang disebar Rabu (5/4) lalu.  (Foto: Alif Mustofa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masuk-131-hari-kerja-dan-mundurnya-menteri-adkesma/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lAHYLSdJfr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masuk 131 Hari Kerja dan Mundurnya Menteri Adkesma</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Memasuki 131 hari kerja, BEM KM Unmul mengabarkannya melalui informasi grafis yang disebar Rabu (5/4) lalu. Info tersebut merincikan berbagai hal, seperti 13 kali diskusi, 6 kali aksi, dan juga kegiatan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul mengungkapkan semua kegiatan sudah terlaksana. Norman juga menyebutkan grafis kinerja tersebut <em>non event</em>, karena <em>event&nbsp;</em>dari BEM KM belum termasuk dalam informasi grafis.</p><p style="text-align: justify;">Norman membeberkan dalam waktu dekat pihaknya segera mengerjakan program kerja yang sudah ditentukan. Bahwa, tiap kementerian sudah melakukan rapat internal dan sudah memiliki tugasnya masing-masing. Lebih lanjut, Norman akan memasifkan gerakan dari Kementerian Advokasi, Sosial Politik, juga Sosial Masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Ketika disinggung mengenai isu mundurnya Menteri Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma), melalui pesan singkat Norman menjawab akan ada informasi resmi dari BEM KM. Menurutnya, kabar ini tidak berpengaruh dalam kinerja Adkesma.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Ketua DPM KM Unmul, Alif Mustofa memberikan respons melalui surel yang dikirim ke <em>Sketsa&nbsp;</em>Jumat (7/4) pagi. Dalam surelnya, Alif menilai BEM KM dalam membangun jaringan terpantau aktif dengan instansi atau pun tokoh. Namun, dalam membangun relasi intra dan ekstra kampus justru kurang baik.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, menyoroti beberapa kementerian. Dalam kondisi personalia skala keaktifan anggota BEM KM terkoreksi sebesar 50 persen. Hal tersebut karena BEM KM kehilangan kader di awal kepengurusan, dalam menangani itu dua kementerian yakni Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Keperempuanan mulai berbenah.</p><p style="text-align: justify;">Perihal tanggung jawab BEM KM dalam peningkatan aktivifitas pengkaryaan mahasiswa juga dinilai kurang. &quot;Periode ini mereka (BEM KM) mencoba memaksimalkan kegiatan PKM dan penyediaan informasi masif mengenai beasiswa. Usaha mereka patut diapresiasi,&quot; terang Alif.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Alif juga melihat kinerja Adkesma mengendur. Padahal, menurutnya ini berhubungan langsung dengan kemaslahatan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Gerakan Advokasi memang terlihat kurang rapi, kawan-kawan di fakultas pun pasti merasakannya. Ini sangat riskan mengingat waktu dekat ini mahasiswa akan menghadapi masa KKN dan UKT semester ganjil,&quot; jelas Alif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saat evatur Menteri Adkesma memang tidak hadir, sehingga kawan-kawan DPM KM UNMUL masih parsial mendapatkan kejelasan aktivitas advokasinya. Namun telah kami sampaikan semua evaluasi dan rekomendasi khusus untuk Adkesma,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Berkenaan dengan itu, DPM KM (6/4) kemarin adakan forum dengan BEM KM. Dalam forum, Indra Cahya Pramukti, Menteri Adkesma menyampaikan permohonan maaf dan mengundurkan diri. Didapat hasil dari forum tersebut Presiden BEM KM Unmul menyakatakan Keputusan Presiden Nomor 867/SK/BEMKMUNMUL/A/IV/2017, posisi Menteri Adkesma diganti oleh Dahlia Hariyati, FEB 2015.</p><p style="text-align: justify;">Dalam surelnya, tak dijelaskan alasan terkait mundurnya Indra. Namun, Alif berharap dengan adanya transisi itu, Advokasi bisa berada dalam performa yang baik dan mampu menyelesaikan masalah yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Tambah Alif lagi, bahwa dengan pergantian ini tidak dibenarkan gerak Advokasi dimulai dari nol, namun melanjutkan gerakan yang telah ada dengan meningkatkan ritme kerja. <em><strong>(els/wil/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bersama di Satu Sabtu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bersama-di-satu-sabtu/baca </link>
<guid> bersama-di-satu-sabtu </guid>
<pubDate> Sun, 09 Apr 2017 09:00:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: kompasiana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bersama-di-satu-sabtu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bexnZ58yLy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bersama di Satu Sabtu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Lelahku, lelahmu juga</p><p style="text-align: justify;">Kita bergelimpangan, kita berserakan</p><p style="text-align: justify;">Sudut-sudut huni kita tak karuan</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku bertanya,</p><p style="text-align: justify;">mengapa bintang bersinar</p><p style="text-align: justify;">mengapa air mengalir</p><p style="text-align: justify;">Dan bumi bisa-bisanya masih berputar</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kau mau makan dan kita sama-sama kelaparan</p><p style="text-align: justify;">Menuju pulang, aku melihat lembayung senja beranjak tenggelam berganti malam</p><p style="text-align: justify;">Kau bilang, jangan diam nanti tertidur</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Dari kehidupan lain kita pergi</p><p style="text-align: justify;">Dari kehidupan riuh kita berasal</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku bisa saja memeluk siapa yang mencintaiku satu-satu</p><p style="text-align: justify;">Tetapi aku lebih ingin mencintai kau yang hanya satu dengan pelukan berkali-kali</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kita sampai sebelum selesai</p><p><br></p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Amelia Rizky Yunianty, mahasiswi Sosiatri 2014, Darul Asmawan, mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2013, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Wahid Tawaqal mahasiswa Sastra Indonesia 2014 Fakultas Ilmu Budaya.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konfrenwil Himasogi, Bahas Peran Mahasiswa dan Bentuk Kepengurusan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/konfrenwil-himasogi-bahas-peran-mahasiswa-dan-bentuk-kepengurusan/baca </link>
<guid> konfrenwil-himasogi-bahas-peran-mahasiswa-dan-bentuk-kepengurusan </guid>
<pubDate> Mon, 10 Apr 2017 05:49:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi publik Konferensi Wilayah (Konfrenwil) Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasogi) se-Kalimantan, (25/3) lalu. (Sumber foto: dok. Himasogi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/konfrenwil-himasogi-bahas-peran-mahasiswa-dan-bentuk-kepengurusan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/INjOSiZ9Bl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konfrenwil Himasogi, Bahas Peran Mahasiswa dan Bentuk Kepengurusan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Maraknya kerusakan lingkungan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum, khususnya di bumi Kalimantan. Lantas, seperti apa peran anak bangsa, utamanya mahasiswa? Hal itu yang mendasari hadirnya diskusi publik dalam Konferensi Wilayah (Konfrenwil) yang diadakan Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasogi) se-Kalimantan, (25/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di Samarinda 70 persen wilayahnya dikepung oleh batu bara. Terdapat 1.448 lubang tambang dan 36 perusahaan yang beroperasi. Untuk kawasan terbanyak yang memiliki batu bara adalah Samboja, dan izin terbanyak dimiliki Kutai Barat,&quot; papar Haris Retno, Dosen Fakultas Hukum, pembicara pertama dalam diskusi ini.</p><p style="text-align: justify;">Dibenak Retno awalnya, orang kaya berasal dari Kalimantan. Karena, sumber daya di pulau ini melimpah. Namun, pikiran itu ditampik setelah mengetahui fakta di dalamnya. Kalimantan menurutnya memang menghasilkan sumber daya alam melimpah namun, kerusakan yang ditimbulkan juga tak kalah. Retno menjelaskan banyaknya pemukiman warga yang bercampur dengan kawasan tambang. Akibatnya, lingkungan jadi tak sehat, udara, tanah dan air tercemar.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut jelas melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batu Bara, yaitu jarak 500 meter tepi lubang galian dengan pemukiman warga, kenyataannya jarak hanya 50 meter saja.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, hal tersebut telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.</p><p style="text-align: justify;">Adapula menurut Sri Murliyanti, Dosen FISIP menyatakan bahwa peranan mahasiswa zaman ini terpaku pada urusan kuliah. Sri mempertanyakan apa peranan mahasiswa dalam kondisi yang dialami kini? Apalagi, kerusakan lingkungan bukan lagi rahasia dan dampak negatif yang ditimbulkan pun nyata.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apakah Anda mahasiswa konsumen toko ijazah? Anda sebagai mahasiswa mau jadi pelaku sejarah atau penonton sejarah?&quot; tanyanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Sri, mahasiswa jangan hanya fokus akan kuliah, lantas mentutup mata dan telinganya ketika kerusakan lingkungan terjadi. Mestinya, julukan <em>agent of change</em> dan <em>agent of control</em> jadi pemacu untuk lebih peka dengan keadaan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, adanya agenda ini juga menentukan Koordinator Wilayah (Korwil) Himasogi. &ldquo;Tujuan dari kegiatan ini untuk mengundang universitas di Kalimantan untuk menentukan Korwil dan struktur kepengurusan dari Himasogi di Kalimantan,&rdquo; ujar Muhammad Reofani, Ketua Panitia Konfrenwil.</p><p style="text-align: justify;">Juga, wujud alternatif pergerakan mahasiswa saat ini. &quot;Karena banyak mahasiswa yang memihak para elit politik dan semoga Himasogi Kalimantan memiliki prinsip terhadap pergerakan mahasiswa,&quot; imbuhnya. Dihadiri beberapa universitas di Kalimantan, seperti Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Palangkaraya dan Universitas Tanjung Pura.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, setelah terbentuknya kepengurusan, Himasogi akan mengadakan Musyawarah Wilayah membahas eskalasi gerak. <em><strong>(mpr/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Himasuper Bantu Bersihkan Karang Mumus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/himasuper-bantu-bersihkan-karang-mumus/baca </link>
<guid> himasuper-bantu-bersihkan-karang-mumus </guid>
<pubDate> Tue, 11 Apr 2017 08:40:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, Himasuper gelar aksi membersihkan Sungai Karang Mumus pada Sabtu (8/4). (Sumber foto: dok. Himasuper) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/himasuper-bantu-bersihkan-karang-mumus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DNR9iYEGkv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Himasuper Bantu Bersihkan Karang Mumus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret silam, Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan (Himasuper) gelar aksi membersihkan Sungai Karang Mumus pada Sabtu (8/4). Kegiatan tahunan itu diikuti oleh beberapa lembaga kampus FPIK dan LSM Gerakan Memungut Sampah Sehelai Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) serta masyarakat sekitar yang turut andil.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Himasuper, Rifqi Farhan mengatakan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih paham dan peduli terhadap kondisi sungai. Sebagaimana dikatakan, sungai adalah asal mula kehidupan, apabila sungai rusak, maka rusak pula kehidupan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita coba bersihkan sampah, juga sekaligus mengedukasi masyarakat umum,&rdquo; ucap Farhan.</p><p style="text-align: justify;">Selain membersihkan Sungai Karang Mumus, kegiatan yang dimulai pukul 8 pagi itu didahului oleh pemberian materi oleh GMSS SKM mengenai ekologi sungai. Yang kemudian dilanjutkan oleh pengelompokkan anggota di sejumlah titik, seperti jembatan Kehewanan dan berakhir di titik temu yakni posko pemungutan sampah.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari tahun sebelumnya, yakni memperluas wilayah sungai dengan membersihkan eceng gondok di bawah jembatan Gelatik. &ldquo;Tahun lalu kami membersihkan eceng gondok di bawah jembatan Gelatik, tahun ini kami coba mengambil sampah-sampah yang berada di aliran sungainya,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi fenomena pembuangan sampah rumah tangga di sungai oleh sejumlah oknum, menurut mahasiswa angkatan 2015 itu, masyarakat di daerah pinggir sungai sebenarnya telah sadar untuk menjaga sungai. &ldquo;Mereka (warga setempat) kemarin sempat kecewa karena ada masyarakat luar yang membuang sampah di sungai,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Target lain yang disasar adalah memberikan memberikan edukasi ke sekolah-sekolah yang berada di sekitar sungai. &ldquo;Mungkin dua atau tiga bulan ke depan akan ada lagi agenda seperti itu,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(snh/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengasah Kompetensi di Mulawarman Medical Fair </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mengasah-kompetensi-di-mulawarman-medical-fair/baca </link>
<guid> mengasah-kompetensi-di-mulawarman-medical-fair </guid>
<pubDate> Tue, 11 Apr 2017 09:27:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu perlombaan dalam Mulawarman Medical Fair oleh Fakultas Kedokteran yang sukses digelar pada (3-9/4) lalu. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mengasah-kompetensi-di-mulawarman-medical-fair/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y3aH3MOmOt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengasah Kompetensi di Mulawarman Medical Fair</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Mulawarman Medical Fair yang digelar sejak 3 April itu berhasil diikuti setidaknya oleh lebih dari seratus peserta. Acara tersebut mengambil lokasi di lahan lingkungan kampus Fakultas Kedokteran. Waktu penggarapan selama satu setengah bulan, menjadikan acara ini cukup matang.</p><p style="text-align: justify;">Mulawarman Medical Fair dihelat selama tujuh hari dan penutupannya telah dilangsungkan pada Minggu (9/4), kemarin. Tema yang dipilih adalah &ldquo;Challenge Your Knowledge and Reach The Best Award in Our Event&rdquo;. Khairun Nisa selaku ketua panitia mengatakan tujuan pemilihan kalimat panjang berbahasa Inggris itu yakni untuk meningkatkan jiwa kompetensi mahasiswa agar dapat semakin kreatif dan inovatif.</p><p style="text-align: justify;">Dalam acara itu dibuat lomba untuk internal dan eksternal. Dibagi menjadi empat kategori, dua di antaranya diikuti oleh mahasiswa Kedokteran. Sedang dua lainnya terbuka untuk SMA dan SMK Kesehatan tingkat kota.</p><p style="text-align: justify;">Untuk lomba internal ada Rangking 1 dan Mulawarman Medical Student Olympiad. Lomba itu cuma boleh diikuti tiga angkatan terakhir yakni 2014, 2015, dan 2016. Sementara untuk lomba eksternal ada Medicraft (Medical Education Craft) atau juga dikenal dengan mading tiga dimensi. Dan ada Medicine (Mulawarman Medical Science Challenge).</p><p style="text-align: justify;">Nisa cukup puas dengan euforia lomba tahun ini, khususnya di perlombaan Rangking 1--yang soal-soalnya didominasi bahasan tentang kardio. Agak sedikit berbanding terbalik dengan perlombaan SMA yang cuma diikuti kurang dari sepuluh sekolah. &ldquo;Agak susah, mungkin lagi pada sibuk UN,&rdquo; duganya.</p><p style="text-align: justify;">Menghabiskan total dana sekitar Rp12 juta, Mulawarman Medical Fair sukses digelar. Acara ditutup ditandai dengan pengumuman pemenang dan foto bersama. Selain peserta dan panitia, hadir pula dalam penutupan itu Wakil Dekan Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Alumni Kedokteran, Endang Sawitri. <strong><em>(asr/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asa Baru Dekan Faperta Terpilih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asa-baru-dekan-faperta-terpilih/baca </link>
<guid> asa-baru-dekan-faperta-terpilih </guid>
<pubDate> Wed, 12 Apr 2017 19:50:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakta menyatakan Faperta tidak dalam keadaan baik-baik saja. Asa Faperta digantungkan pada Dr. Ir. Rusdiansyah, M.Si. (Sumber foto: faperta.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asa-baru-dekan-faperta-terpilih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TJhrL3fIPr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Asa Baru Dekan Faperta Terpilih</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Rambut yang memutih itu menandakan sosoknya kini memang tak muda lagi. Mengenakan kemeja biru kotak-kotak, dia berdiri di depan pintu ruang kerjanya menyambut kedatangan awak Sketsa. Sembari mempersilakan masuk ke dalam ruangan bercat putih itu, raut mukanya tampak hangat diselingi candaan dan gelak tawa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Guyonan itu perlu, gunanya agar susana tidak tegang saat bertanya,&rdquo; ucap pria berusia 56 itu.</p><p style="text-align: justify;">Telah berkecimpung di dunia pendidikan selama tiga dekade lamanya, kini membawanya pada puncak pucuk kekuasaan. Menggeluti sektor pertanian sendiri sudah sejak 1981 sebagai mahasiswa di Faperta Unmul, kemudian 1993 melanjutkan S2 dan S3 di IPB Bogor pada 1997. Dia telah aktif membina kelompok tani di Kalimantan Timur sejak 2004.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sayang dengan petani binaan saya, ada beberapa ribu kelompok tani binaan saya hampir di seluruh Kaltim. Saya mendampingi, melatih, dan membina mereka agar bisa meningkatkan produktivitasnya, karenanya saya sampai lupa mengurus (sertifikasi) professor,&rdquo; tutur pria satu anak itu.</p><p style="text-align: justify;">Dialah Rusdi, sosok yang kini didapuk menjadi orang nomor satu di Fakultas Pertanian. Masa kecilnya dihabiskan di Pulau Bunyu, yang kini telah terjamah oleh perusahaan minyak negara.</p><p style="text-align: justify;">Kendati hidup di pulau kecil nun jauh di utara timur laut Kalimantan, Rusdi nyatanya tak mengikuti jejak orang tuanya untuk menjadi seorang nelayan. Menjatuhkan pilihan pada bidang pertanian merupakan pilihan besar. Sekalipun pernah gugur dalam tes pada 1981, Rusdi tak patah arang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu tidak ada cita-cita karena hidup mengalir saja, tak memikirkan yang muluk-muluk. Tes S1 di IPBN tidak lulus jadi saya ikut non tes di Unmul diterima di FKIP Biologi dan Pertanian. Ya, saya memilih pertanian saja,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Proses panjang yang dia lalui tak luput dari hambatan dan godaan. Pria penggiat tanaman hias ini mengaku bahwa dia sempat berkali-kali ditawari kursi jabatan di sebuah lembaga namun dia tolak dengan tegas. Rusdi pernah ditawari menjadi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan 2003, lalu pada 2004 ditawari kembali untuk menduduki posisi Kepala Bappeda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tolak semua tawaran yang datang, karena saya ingin fokus mengajar di Faperta, membangun Faperta agar lebih maju. Tahun ini alhamdulillah jalan saya dimudahkan oleh Allah hingga akhirnya sampai di titik ini,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Rusdi mengaku senantiasa berupaya mengimplementasikan kaidah-kaidah agama dalam kehidupannya. Sosoknya yang religius dan memiliki jiwa empati menjadikannya akrab dalam pergaulan masyarakat. Tak heran, jika Rusdi kini menjadi sosok yang akrab dengan mahasiswa-mahasiswanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kalau mengajar mahasiswa, selalu saya tanamkan kepada mereka untuk berdoa terlebih dahulu jika hendak melakukan sesuatu. Tak lupa pula diluruskan dengan niat yang baik, agar hasilnya baik pula. Sama seperti ketika kita menanam tanaman, apa yang kita tanam dengan baik, akan berbuah yang baik pula pada akhirnya. Mahasiswa sering ke ruangan saya jika ada jam kosong, tak hanya sekadar konsul, tetapi juga sharing tentang masalah mereka,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya pasal visi misi apa yang ingin Rusdi wujudkan dalam lima tahun ke depan, dia optimis memaparkan asanya buat Faperta. Faperta, kata dia, masih terbelakang dibanding fakultas lain. Oleh karenanya, dia ingin menciptakan sarjana berwawasan global berdasarkan iklim tropikal basah, membangun pusat pengembangan di Kaltim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, meningkatkan kualitas dosen dan bisa menerima mahasiswa S3, serta melepas Fakultas Peternakan agar berdiri secara mandiri tanpa bayang-bayang Faperta. Untuk mewujudkan asa ini, Rusdi punya strategi sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bukan manusia super yang bisa bekerja sendiri, namun saya mencoba memimpin fakultas ini dengan baik. Tak lupa merangkul teman maupun lawan saya ketika pemilihan lalu. Tahun ini juga saya ingin mengembangkan hima-hima di Faperta melalui kegiatan PKM agar lebih aktif penelitian, dan lain-lain,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">24 April 1962 silam Faperta terlahir. Terbilang tua, sering keriputnya yang ternyata berimbas pada merosotnya angka peminat. 103 dosen, 82 pegawai administrasi, 2400 mahasiswa, namun akreditasi kampus &quot;Pak Tani&quot; masih menyandang huruf C. Fakta ini menyatakan Faperta tidak dalam keadaan baik-baik saja. Asa Faperta digantungkan pada Rusdi. <em><strong>(myg/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Coop, Magang dan Terbukanya Peluang Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/coop-magang-dan-terbukanya-peluang-kerja/baca </link>
<guid> coop-magang-dan-terbukanya-peluang-kerja </guid>
<pubDate> Thu, 13 Apr 2017 09:08:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rafshanjani, mahasiswa FEB Unmul lolos seleksi program Coop. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/coop-magang-dan-terbukanya-peluang-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SmoHlY4iJV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Coop, Magang dan Terbukanya Peluang Kerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk dapat mengisi masa kuliah dengan baik. Lebih dari itu, ia juga perlu untuk mengembangkan bakat dan minat, serta mencari sebanyak-banyaknya pengalaman. Misalnya dengan mengikuti bimbingan magang. Salah satu di antaranya bimbingan magang SKK Migas, yakni Cooperative Education Program disingkat Coop.</p><p style="text-align: justify;">Coop ditujukan untuk mahasiswa Kalimantan Timur dimulai sejak tahun 2003. Mulanya, ada beberapa perusahaan yang turut menjadi bagian Coop, di antaranya Vico, Chevron, Total E&amp;P (Exploration &amp; Production) Indonesia, PT Badak NGL (Natural Gas Liquefaction), Pertamina E&amp;P Field Sanga-Sanga. Kini, Vico dan Chevron tidak lagi menjadi bagian dari Coop.</p><p style="text-align: justify;">Seleksi Coop telah usai Maret lalu, Rafshanjani, salah satu mahasiswa Unmul yang lolos mengaku mendapatkan informasi dibukanya pendaftaran Coop dari salah satu senior. Sigap, ia kemudian berinisiatif ke bagian Kemahasiswaan di fakultas hingga rektorat guna mencari informasi dan mendaftarkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai rangkaian seleksi dilewati ratusan peserta. Sekitar 250 peserta disaring, hingga diperoleh 33 mahasiswa yang akan mengikuti magang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seleksi yang pertama itu administrasi, lalu disaring lagi dalam tes IQ atau psikotes. Setelah itu tes Bahasa Inggris dan yang terakhir interview,&rdquo; jelas mahasiswa jurusan Manajemen ini.</p><p style="text-align: justify;">Kini, tercatat 17 mahasiswa magang berada di Total, PT Badak NGL menampung 10 mahasiswa, dan selebihnya diposisikan di Pertamina. Raffi sapaan akrabnya, bersama 7 rekan lainnya dari Unmul berada di PT Badak NGL.</p><p style="text-align: justify;">Dalam mengikuti Coop, sejak awal pihak penyelenggara memberi pilihan kepada mahasiswa, terkait penempatan magang. Setiap mahasiswa dapat memilih dua dari tiga perusahaan, antara Total, Pertamina Sanga-Sanga, dan PT Badak NGL. Terlepas dari itu, ketentuan tetap berada di penyelenggara.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, setiap mahasiswa magang akan ditempatkan sesuai dengan dasar ilmu yang dimiliki. Guna menyesuaikan bidang kerja yang ditawarkan. Namun, hal tersebut bukan jaminan, adapun mahasiswa magang tidak boleh menolak diposisikan yang telah ditentukan pihak penyelenggara.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dinyatakan lolos, mahasiswa magang akan dipantau dan diberikan mentor. Kebijakan tiap perusahaan pun berbeda, Pertamina dan PT Badak NGL berkisar 6 bulan lamanya, sedang Total E&amp;P hanya 3 bulan bimbingan dan setelahnya akan dilepas.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, masing-masing perusahaan juga berbeda memberikan pelayanan terhadap peserta magang. Raffi yang sedang menjalani masa magangnya di PT Badak NGL, mengungkapkan fasilitas yang disediakan seperti penginapan juga uang saku setiap bulannya.</p><p style="text-align: justify;">Raffi yang senang mencari pengalaman dalam dunia kerja ini, juga menilai bahwa kegiatan magang seperti ini akan menjadi nilai tambah mahasiswa yang belum lulus. Menurut Raffi, peluang diterima di dunia kerja akan lebih besar.</p><p style="text-align: justify;">Lamanya proses magang, membuat rindu mesti tertahan. Bahkan di akhir pekan, ungkap Raffi tetap ada agenda kantor. Berbagai konsekuensi tersebut sudah menjadi hal yang mesti diambil. <em><strong>(adl/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gerbeg Sketsa, Tak Sekadar Berbagi Materi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/gerbeg-sketsa-tak-sekadar-berbagi-materi/baca </link>
<guid> gerbeg-sketsa-tak-sekadar-berbagi-materi </guid>
<pubDate> Thu, 13 Apr 2017 09:18:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama seluruh awak LPM Sketsa dalam agenda Gerakan Berbagi. (Foto: Dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/gerbeg-sketsa-tak-sekadar-berbagi-materi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2bGojvUvv5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gerbeg Sketsa, Tak Sekadar Berbagi Materi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu (8/4) lalu, seluruh awak Sketsa melebur jadi satu. Kami melangsungkan program kerja Gerakan Berbagi (Gerbeg) yang rutin dihelat sejak 2014. Adapun tahun ini, Gerbeg menyasar SMA Negeri 3 Unggulan Tenggarong sebagai lokasi. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Gerbeg dilakukan di SD yang fasilitasnya terbilang minim.</span></p><p style="text-align: justify;">Pagi itu, sekitar pukul 09.00 Wita, awak Sketsa beringingan memulai perjalanan dari Gedung Student Center (SC) dan tiba di Tenggarong pukul 11.00 Wita. Kedatangan awak Sketsa disambut oleh terik matahari yang cukup menyengat. Namun, tidak menghalangi seluruh panitia untuk mempersiapkan segala&nbsp;keperluan acara.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian pukul 12.00 Wita, acara dimulai dengan seremoni pembukaan berisi laporan dan sambutan dari Ketua Panitia Gerbeg 2017 Amar Makruf Jauhari, Ketua Umum LPM Sketsa Unmul Khajjar Rohmah, kemudian sambutan perwakilan dari sekolah Rifani, M.Pd sekaligus membuka acara secara resmi. Setelah sambutan-sambutan berakhir acara kemudian dilanjutkan dengan istirahat, ibadah, dan makan siang.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, pukul 14.00 Wita dimulai kembali. Agenda pertama adalah Seminar Jurnalistik yang dibawakan oleh Redaktur Pelaksana Redaksi LPM Sketsa Amelia Rizky Yunianty. Berlangsung di ruang makan SMAN 3, dua ratus siswa tampak antusias menyimak materi seputar dasar-dasar jurnalistik dan <em>sharing</em> soal tulis menulis dan menebak kata yang benar.</p><p style="text-align: justify;">Seminar lalu dilanjutkan sesi tanya jawab antara pemateri dan siswa-siswi. Tiga pertanyaan terlontar dari tiga siswa. Di penghujung seminar, mereka mendapatkan hadiah menarik.</p><p style="text-align: justify;">Usai seminar, agenda dilanjutkan dengan lomba-lomba yang telah dirancang panitia. Ada empat cabang lomba, yakni Cerdas Cermat Jurnalistik (CCJ), <em>news reader</em>, cipta dan baca puisi, serta lomba menulis surat untuk Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Masing-masing lomba diadakan di dalam kelas terkecuali CCJ yang dilaksanakan di bawah tenda acara di tengah lapangan upacara. Lomba-lomba itu pun dinilai langsung oleh awak Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Lomba-lomba tersebut diikuti oleh perwakilan siswa-siswi kelas X dan XI sedangkan kelas XII tidak dilibatkan karena sedang disibukkan dengan persiapan menjelang Ujian Nasional (UN). Perlombaan berlangsung selama satu setengah jam dan rampung pukul 16.30 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh rangkaian acara harus berakhir tatkala senja tiba. Agenda penutupan dimulai dan diisi dengan pengumuman pemenang masing-masing lomba. Tak luput swafoto bersama siswa dan awak Sketsa. Nampak rona kebahagiaan terpancar dari guratan senyum para siswa, meskipun sebagian dari mereka belum berhasil memenangkan lomba.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa terasa matahari pun sempurna tenggelam di peraduannya, para siswa kembali ke asrama sementara awak Sketsa masih bergulat dengan perlengkapan. Meski letih jelas nampak tergambar di wajah, kami jelas berbahagia. Bahagia karena berhasil mengemban amanah dan bahagia karena ini adalah kesan pertama bagi sebagian awak Sketsa menjadi panitia pelaksana. Untuk diketahui, Gerbeg bertema Fun Learning Journalistic ini diemban oleh kepanitiaan Sketsa 10.</p><p style="text-align: justify;">Sebab manusia paling baik adalah yang berguna dan bermanfaat untuk manusia lain. Begitu pun Sketsa, berupaya berguna dengan berbagi apa yang kami miliki dengan semangat sambil menginspirasi. Sebab ada pengharapan besar dalam jargon kami tentang perkara itu, yakni Semangat Berbagi dan Menginspirasi. <strong><em>(rrd/els/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM Kaltimsel Merefleksi Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-kaltimsel-merefleksi-indonesia/baca </link>
<guid> bem-kaltimsel-merefleksi-indonesia </guid>
<pubDate> Fri, 14 Apr 2017 09:18:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah mahasiswa berdiskusi di depan Kantor Gubernur Kaltim kemarin (12/4) malam. (Foto: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-kaltimsel-merefleksi-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/miVBo3ZOQo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM Kaltimsel Merefleksi Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Temaram tepian depan Kantor Gubernur Kaltim kemarin (12/4) malam, tampak dipenuhi mahasiswa yang berdiskusi kemudian berangkulan untuk berdoa. Mereka adalah anggota dari aliansi BEM Kaltimsel di Samarinda yang tengah menggelar aksi bertajuk &ldquo;Refleksi Indonesia Hari Ini&rdquo;. Aksi itu diikuti sedikitnya seratus mahasiswa dari STIMIK WICIDA, Polnes, STIKES, Unmul, dan beberapa universitas di Samarinda serta BEM-BEM fakultas di Unmul sejak pukul 17.00 hingga 21.30 Wita.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Ada diskusi tentang situasi Indonesia, orasi-orasi politik, pertunjukan seni, dan ditutup doa bersama. Kami sebenarnya sudah berkoordinasi dengan BEM Kaltimsel Balikpapan dan Kalimantan Selatan, tapi mereka masih tahap menyusun gerakan jadi aksi hari ini (kemarin) hanya di Samarinda saja,&rdquo; ucap Freijae Rakasiwi, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul sekaligus bertindak sebagai Humas Aksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ternyata, aksi malam itu juga wujud tindak lanjut dari Aksi 121 yang sudah jatuh tempo dari tenggat waktu yang diberikan BEM SI kepada pemerintah. 90 hari sudah pasca gelombang aksi massa 121, 12 Januari lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aksi tersebut dihelat sambil menanti hasil tuntutan mahasiswa di Jakarta yang notabene merupakan pusat gerakan. Untuk diketahui, aksi ini dilakukan serentak di 11 titik wilayah Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dalam pendiskusian, kata Freijae, dibahas beragam situasi yang kini tengah dialami Indonesia. Mulai tindakan represifitas aparat yang kini merebak di mana-mana, penguasaan sumber daya alam oleh asing, pelemahan fungsi KPK, hingga fenomena banjir yang kini mendera Samarinda sebagai situasi paling &nbsp;dekat untuk dikupas. Adapun, tidak lanjut dari aksi ini ialah menentukan eskalasi gerakan terhadap tuntutan sebelum dan yang akan dibawa jelang 1, 2, dan 20 Mei mendatang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Capaian dari aksi ini adalah <em>warning</em> untuk pemerintah, penyadaran buat masyarakat, dan mendiskusikan solusi-solusi konkret dari permasalahan yang dialami Indonesia. Besok, kami dari Unmul mau ke Pertamina untuk tindak lanjut hasil diskusi hari ini,&rdquo; pungkas Freijae. <strong><em>(aml/jdj)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bupati Kukar, Rita: Tujuan Perguruan Tinggi Melahirkan Pemimpin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bupati-kukar-rita-tujuan-perguruan-tinggi-melahirkan-pemimpin/baca </link>
<guid> bupati-kukar-rita-tujuan-perguruan-tinggi-melahirkan-pemimpin </guid>
<pubDate> Fri, 14 Apr 2017 09:49:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bupati Kukar, Rita Widyasari bersama Rektor Unmul Masjaya dalam kuliah umum Rabu (12/04). (Foto: Fira Panduwinata) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bupati-kukar-rita-tujuan-perguruan-tinggi-melahirkan-pemimpin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nX8lbq5WfV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bupati Kukar, Rita: Tujuan Perguruan Tinggi Melahirkan Pemimpin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Ratusan mahasiswa memadati Aula Serbaguna Rektorat Lantai 4, Rabu (12/4) kemarin demi menghadiri kuliah umum. Bukan kuliah umum biasa, karena materi disampaikan langsung oleh Rita Widyasari, peraih 89 persen suara dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak 2015 lalu di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kini, Rita menjabat sebagai Bupati Kukar untuk periode kedua, tahun 2016-2021.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rita hadir atas nama Pemerintah Kukar untuk penandatanganan nota kesepahaman bersama Unmul. Acara yang berlangsung pukul 9.35 Wita tersebut, turut dihadiri oleh Rektor Unmul Masjaya, Wakil Rektor Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono, serta jajaran dekan dan kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT). Acara dimulai dengan pembacaan dan penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua belah pihak. Pihak pertama, Pemerintah Kukar ditandatangani &nbsp;Rita dan Unmul sebagai pihak kedua oleh Masjaya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Masjaya berharap kerja sama yang terjalin dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak. &ldquo;Kita bangun kerja sama dengan potensi yang kami (Unmul) miliki untuk pembangunan,&rdquo; ucap Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Sesi kuliah umum dipandu moderator, Uni Wahyuni Sagena dengan tema &ldquo;Kau, Aku dan Masa Depan Kita: Menguak Masa Depan dengan Kepemimpinan Visioner Membangun Generasi Muda Inovatif.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara garis besar, terdapat tiga hal yang dipaparkan Rita dalam kuliah umum tersebut. Pertama, tentang kondisi perekonomian Kaltim yang memperlihatkan grafik pertumbuhan ekonomi yang menurun sejak 1970 sampai 2015.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kedua, Rita menyampaikan tentang peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia, baik dari mahasiswa, lulusan, hingga dosen dalam pembangunan daerah melalui Tridarma Perguruan Tinggi. Terakhir, Rita menyampaikan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda mejadi pemimpin yang inovatif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Indikator pemerintahan yang baik adalah mendengarkan NGO (Non Government Organization) dan perguruan tinggi. Karena, tujuan perguruan tinggi melahirkan pemimpin,&rdquo; sebut Rita dalam pemaparannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pasca acara, Masjaya menyampaikan kepada Sketsa bahwa Unmul memiliki sumber daya sebagai modal membangun kerja sama dengan pemerintah kabupaten kota.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berkeinginan bahwa ke depan nanti setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang ada di kabupaten kota dan provinsi itu ada tim ahli dari Unmul sehingga sasaran capaian yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat itu segera dipenuhi,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun begitu, Masjaya adanya kerja sama yang terjalin antara Unmul dengan Pemerintah Kukar tak akan mempengaruhi kuota mahasiswa baru yang disediakan. &quot;Tidak ada hubungannya jumlah mahasiswa akan diterima karena kerja sama. Yang ada itu adalah pendekatan tertentu misalnya untuk jalur bidikmisi dan daerah khusus perbatasan,&quot; imbuhnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Masjaya menyebut kerja sama yang terjalin ini akan berlangsung selama setahun ke depan.<strong><em>&nbsp;(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banjir Surut, Resah Perlahan Menyusut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banjir-surut-resah-perlahan-menyusut/baca </link>
<guid> banjir-surut-resah-perlahan-menyusut </guid>
<pubDate> Sat, 15 Apr 2017 09:44:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa waktu lalu, Samarinda diguyur hujan berturut-turut. Intensitas hujan tinggi, praktis membuat kota ini tergenang seketika. (Sumber foto: regional.kompas.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banjir-surut-resah-perlahan-menyusut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bL2MMLOeoR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banjir Surut, Resah Perlahan Menyusut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Beberapa waktu lalu, Samarinda diguyur hujan berturut-turut. Intensitas hujan tinggi, praktis membuat kota ini tergenang seketika. Apalagi, air menggenangi jalan-jalan vital di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Titik-titik banjir yang kerap diwaspadai ketika banjir, seperti Simpang 4 Lembuswana, Sempaja, dan Antasari, lantaran meluas karena Waduk Benanga dibuka.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, hujan mengguyur Samarinda selama beberapa hari, dengan intensitas tinggi mengakibatkan bendungan mesti dibuka, karena dalam tahap siaga. Titik-titik yang hampir tak pernah banjir akhirnya tergenang juga. Seperti Jalan Gelatik, Pemuda, Cendrawasih, Gatot Subroto dan juga Jalan Mayjend Sutoyo atau lebih dikenal Remaja, tergenang bak sungai ditengah kota.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi, jika tempat yang dituju terkepung banjir seperti Unmul. Utamanya, keresahan bagi mahasiswa yang tak ingin mandek ditengah genangan banjir kota. Ada yang rela terobos dan mogok, ada pula yang memutar jauh demi hindari kebasahan akibat bencana air ini.<br><br>Hal tersebut pun diakui Hari Prabowo, Kepala Bidang Sarana Dinas Perhubungan Samarinda bahwa tak ada titik yang bebas banjir menuju Unmul. Selain itu banjir juga tidak dapat diprediksi. &quot;Misal di daerah Sempaja tidak banjir, tapi Pemuda banjir,&quot; ucapnya kepada <em>Sketsa</em>, (13/4).<br><br>Mau tak mau, resiko menghadang banjir harus dihadapi. Sebenarnya, menurut Hari bukan salah banjir apabila, semua jalan tertata rapi. Jika, banjir berarti ada yang salah dengan saluran air. <br><br>&ldquo;Kondisi permukaan jalan juga perlu diperhatikan akibat banjir, jalan yang sebelumnya rusak akibat tergerus air jadi semakin besar dan makin dalam, ketutupan air jadi nggak kelihatan, ketabrak, &quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk kelancaran lalu lintas, kondisi di Kampus Gunung Kelua tidak ada aturan secara khusus, hanya saja kampus memasang portal di beberapa tempat. &ldquo;Tapi saya yakin pada saat kondisi semacam itu (banjir), portal tersebut tidak difungsikan,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang, banjir telah surut. Namun, keresahan akan banjir belum tentu menyusut. Lagi, jika banjir datang langkah apa yang akan dilakukan? <em><strong>(adn/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fabricated City, Kisah Gamer yang Tertuduh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/fabricated-city-kisah-gamer-yang-tertuduh/baca </link>
<guid> fabricated-city-kisah-gamer-yang-tertuduh </guid>
<pubDate> Sun, 16 Apr 2017 05:27:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu film Korea menceritakan perjuangan seorang gamer yang berjuang menghadapi tuduhan. (Sumber foto: ondemandkorea.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/fabricated-city-kisah-gamer-yang-tertuduh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5w9iItOMC2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fabricated City, Kisah Gamer yang Tertuduh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: Fabricated City (2017), Manipulated City</p><p style="text-align: justify;">Genre: Action, Crime</p><p style="text-align: justify;">Sutradara: Park Kwang Hyun</p><p style="text-align: justify;">Produksi: Kim Hyun Cheol, Jang Yeong Hwan, TPS Company</p><p style="text-align: justify;">Distributor: CJ Entertaiment</p><p style="text-align: justify;">Bahasa: Korea</p><p style="text-align: justify;">Pemain: Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung, Ahn Jae Hong, Kim Ho Jung, Oh Jung Se, Kim Sang Ho, Kim Ki Cheon, Kim Min Kyo, Choi Gwi Hwa, Geum Kwang San</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Industri hiburan Korea Selatan kini melesat laju bak busur panah. Mulai produksi musik, drama hingga filmnya kini mampu menembus dan merajai pasar internasional. Mencuat judul Fabricated City, sebuah film teranyar dengan dibintangi aktor muda yang namanya tengah naik daun, Ji Chang Wook.</p><p style="text-align: justify;">Fabricated City bercerita tentang seorang penggangguran yang sangat candu bermain game online bernama Kwon Yoo (Ji Changi Wook). Ibunya, (Kim Ho Jung) selalu memaksanya untuk bekerja. Kwon Yoo bersikeras bahwa hidupnya ia dedikasikan untuk game online dan timnya di dunia game bernama &ldquo;Resurrection&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Sampai pada suatu hari ia dijebak dalam kasus pembunuhan. Kwon Yoo terbangun oleh keberadaan sekelompok orang yang mendobrak masuk ke rumahnya. Tiba-tiba saja ia dituduh sebagai pelaku pemerkosaan dan pembunuhan anak di bawah umur. Naas, semua bukti mengarah cocok pada dirinya seperti sidik jari, rekaman CCTV, DNA, hingga sperma. Namun, Kwon Yoo dan ibunya membantah sekuat tenaga bahwa Kwon Yoo bukanlah pelakunya.</p><p style="text-align: justify;">Kisah berlanjut pada takdir Kwon Yoo yang diputus bersalah dan harus mendekam di penjara seumur hidupnya. Ibu Kwon Yoo berjuang seorang diri berusaha meyakinkan publik bahwa anaknya tak bersalah, hingga akhirnya Kwon Yoo mendengar kabar ibunya meninggal. Hari-hari Kwon Yoo di penjara ia lalui dengan siksaan fisik oleh rekan sesama pelaku kejahatan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, lawan main Ji Chang Wook, yakni kunci dari semua kasus serupa muncul dengan misterius dan begitu terasa sifat maniaknya. Tokoh antagonis ini benar-benar berkarakter &quot;gila&quot; karena memiliki kesenangan mengendalikan manusia. Penonton akan dibuat greget karena Kwon Yoo sesungguhnya berada sangat dekat dengan sosok ini.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma drama, berbagai adegan perkelahian, tembak-menembak, ledakan, balapan liar hingga tabrakan hebat ditampilkan sangat apik. Akting Ji Chang Wook pun layak mendapat pujian. Kabarnya, setiap adegan berbahaya ia lakukan seorang diri tanpa pemeran pengganti atau <em>stuntman</em>. Penonton pun akan dibuat kagum oleh sentuhan-sentuhan teknologi luar biasa canggih yang dapat diakses hanya dengan sekali sentuh.</p><p style="text-align: justify;">Fabricated City tidak disarankan ditonton oleh anak di bawah umur karena banyaknya adegan kekerasan. Kendati begitu, banyak pesan yang disampaikan dalam film jebolan CJ Entertainment ini. Bahwa jangan menilai orang dari luarnya saja dan jangan pernah memandang seseorang dengan sebelah mata. &nbsp;Sebab orang yang terlihat biasa bisa menjadi pahlawan jika keadaan memaksanya untuk berubah. Selamat menonton dan berakhir pekan! <em><strong>(els/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dokter Muda dan Serangkaian Tahun Penuh Pengorbanan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/dokter-muda-dan-serangkaian-tahun-penuh-pengorbanan/baca </link>
<guid> dokter-muda-dan-serangkaian-tahun-penuh-pengorbanan </guid>
<pubDate> Mon, 17 Apr 2017 07:15:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhammad Sandriyan, Mahasiswa FK 2011 berbagi kisah perjalanannya selama menempuh pendidikan kedokteran. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/dokter-muda-dan-serangkaian-tahun-penuh-pengorbanan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wH8n263wJC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dokter Muda dan Serangkaian Tahun Penuh Pengorbanan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kedokteran, bagi mahasiswa yang memilih jurusan ini tentu sudah tahu konsekuensi yang diambil. Tak banyak yang tahu, bahwa menjadi dokter bukanlah semudah menempuh pendidikan di bidang lainnya. Ada tahapan panjang, hingga gelar dokter diraih dan akhirnya memiliki praktik sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Begitulah yang tengah dijalani Muhammad Sandriyan, Mahasiswa Fakultas Kedokteran 2011. Pada 2015 lalu ia lulus dan memperoleh gelar S.Ked, kemudian langsung menempuh Pendidikan Profesi Dokter. Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>ia masih mengenakan <em>snelli&nbsp;</em>atau jas dokter mudanya, saat usai jaga di Teaching Center Pendidikan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran yang terletak di bagian belakang RSUD AW Syahranie.</p><p style="text-align: justify;">Sandriyan pun mulai bercerita bagaimana ia menempuh pendidikan ini. Pendidikan Dokter Umum terbagi menjadi dua tahap, yang pertama <em>pre-clinic,</em> ditempuh selama 8 semester dan ketika lulus mendapat gelar Sarjana Kedokteran<em>&nbsp;</em>atau S. Ked. Sejatinya, mahasiswa kedokteran akan menghabiskan 4-5 tahun untuk memperoleh gelar tersebut. Lalu, adalah <em>clinic&nbsp;</em>atau lebih dikenal dengan <em>Co Assisstant</em><em>&nbsp;(Coass)&nbsp;</em>atau Dokter Muda.</p><p style="text-align: justify;">Dalam tahap <em>Coass,</em> ada lima belas <em>stase</em>, di antaranya ada empat <em>stase</em> besar yaitu Ilmu Bedah, <em>Obgyn</em> atau Ilmu Kandungan<em>,</em> Ilmu<em>&nbsp;</em>Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak. Banyaknya <em>stase</em> ini tergantung pada tiap-tiap rumah sakit atau fakultas kedokteran yang ada, dimungkinkan ada perbedaan nama, serta jumlah <em>stase.</em> Tahapan awalnya, dimulai dengan masa orientasi atau <em>pre coass&nbsp;</em>selama dua bulan, lalu masuk ke masa <em>coass&nbsp;</em>satu setengah tahun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang lucu saat pre-<em>coass,</em> ya disitu biasanya <em>euforia</em> kita menggunakan <em>snelli</em>, ya biasa lah namanya baru lulus kan. Tidak sampai di situ, setelah pre-<em>coass&nbsp;</em>dan <em>coass&nbsp;</em>kita ada ujian lagi, <em>exit exam</em>-lah ibaratnya kan,&rdquo; kata pria asal Bontang ini (10/4).</p><p style="text-align: justify;">Ujian tersebut ialah Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD), layaknya ujian nasional sekaligus ujian akhir bagi calon dokter umum di seluruh Indonesia. Biasanya, mahasiswa kedokteran harus menempuh waktu selama 6-7 tahun, bahkan lebih untuk mendapatkan gelar dokter dan memiliki Surat Izin Praktik (SIP) dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Jadi, tak heran jika untuk mendapat gelar dokter bukan hal yang bisa dicapai dengan cepat.</p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;Coass</em><em>&nbsp;</em>adalah masa paling indah untuk dikenang, tapi tidak untuk diulang,&quot; ucapnya. Menurutnya masing-masing <em>stase</em> memiliki tantangan sendiri. Pengalaman yang tidak terlupakan bagi Sandriyan adalah semasa ia menjalani <em>stase</em> Ilmu Bedah. Kala itu ia disuguhkan 33 tugas di luar jam jaga selama 10 minggu. Secara umum, beberapa <em>stase</em> diperlukan jaga malam dan tentu akan menguras energi dan pikiran.</p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;Udah</em> jaga seharian, tugas numpuk, capek kan<em>&nbsp;</em>ya? Waktu itu saya diberikan tugas presentasi ilmiah di depan dokter-dokter spesialis, baru saja <em>nyalain</em> laptop dan proyektor untuk presentasi malahan di<em>-cut&nbsp;</em>dan saya <em>nggak</em> jadi presentasi hanya karena hal sepele!&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kejelian yang tinggi, dosennya melihat adanya kesalahan dalam penulisan nama pada <em>slide&nbsp;</em>presentasi milik Sandriyan. Walhasil, selama satu bulan ia mencari dan meminta persetujuan dari dokter tersebut untuk presentasi ulang.</p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;Gimana,&nbsp;</em>ya, yang penting dijalanin<em>&nbsp;</em>saja, benar-benar mental saya yang diuji, mau tidak mau namanya juga kita di sini sekolah ya,&quot; ujar pria kelahiran 9 Oktober 1993 ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski jadwal padat, ia tetap menjaga kebugaran tubuhnya, salah satu hobi yang ia tekuni sejak lawas adalah menjadi atlet binaragawan. Berkat hobinya itu, pada 2015 lalu &nbsp;ia menjadi juara Body Contest di salah satu wadah fitness Samarinda. Tahun sebelumnya, Sandriyan sempat mengikuti audisi L-Men di Balikpapan, ia sampai di babak Semi Finalis 12 Besar.</p><p style="text-align: justify;">Namun saat <em>coass,</em> kesibukannya meningkat. &ldquo;Memang tidak bisa seperti dulu, sekarang agak sibuk soalnya, kadang kalau sempat, ya sambil futsal juga,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Cita-cita menjadi seorang dokter, ternyata sudah mengakar sejak Sandriyan masih kecil. Ditambah lagi, sang ayah juga berprofesi sebagai perawat yang mendukung penuh mimpinya. Itulah, pemantik semangat bagi anak ketiga dari tiga bersaudara ini.</p><p style="text-align: justify;">Di balik sebutan dokter, ada waktu, keringat, bahkan materi yang tak sedikit untuk dikorbankan. Seorang dokter pun mesti memiliki poin utama, yakni sikap.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau pintar seperti apapun kalau <em>attitude</em> kita ke orang lain buruk, ya sama <em>aja</em>. Semua dosen kita selalu <em>ngajarin&nbsp;</em>pentingnya sebuah sikap kita terhadap pasien, <em>nggak&nbsp;</em>hanya pasien, bahkan semua orang,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Sandriyan yang tengah dijalaninya saat ini bukanlah sekadar <em>coass</em>, namun ia juga belajar tentang kehidupan. <strong><em>(can/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 65 Tahun Kopassus dan Kekuatan Militer Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/65-tahun-kopassus-dan-kekuatan-militer-indonesia/baca </link>
<guid> 65-tahun-kopassus-dan-kekuatan-militer-indonesia </guid>
<pubDate> Mon, 17 Apr 2017 08:10:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati 65 tahun Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan kuatnya Pasukan Militer Indonesia. (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/65-tahun-kopassus-dan-kekuatan-militer-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O1fq6C098Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>65 Tahun Kopassus dan Kekuatan Militer Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">INDONESIA negara dengan ragam suku, bahasa dan ribuan pulau nan eksotis, keindahan ini tentu adalah harta berharga bagi negeri. Maka, Indonesia perlu pasukan kuat menjaganya sampai hayat. Meski, tak sehebat negara adidaya seperti Amerika dan Cina, kekuatan militer Indonesia jangan dianggap sebelah mata. Salah satu satuan elite TNI yang dikenal dunia adalah Kopassus.</p><p style="text-align: justify;">Kopassus, singkatan dari Komando Pasukan Khusus ini telah berulang kali mengamankan NKRI. Pasukan bertopi baret merah ini adalah Komando Utama (Kotama) tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Kopassus dibekali kemampuan khusus untuk tangani berbagai misi-misi berat.</p><p style="text-align: justify;">Berawal dibentuknya Kesatuan Komando Tentara Territtorium III oleh Kolonel A.E. Kawilarang pada 16 April 1952, demi menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku. Didampingi oleh Letkol Slamet Riyadi (Brigjen Anumerta), mereka kewalahan menghadapi pasukan RMS. Lantas, mendasari A.E Kawilarang mendirikan pasukan elite terlatih yang cepat dan tangkas.</p><p style="text-align: justify;">Dengan Komandan pertama, Idjon Djanbi, mantan Kapten Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Setahun setelahnya, berganti nama menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) dan diambil alih oleh Mabes Polri. Dan berbagai kasus dan misi berat dilalui pasukan khusus ini, hingga akhirnya 26 Desember 1986 berganti nama dengan yang dikenal saat ini, Kopassus. Hal tersebut, lantaran adanya reorganisasi yang terjadi pada ABRI.</p><p style="text-align: justify;">Kopassus pernah meraih peringkat ketiga sebagai pasukan elite terbaik di dunia pada tahun 1981 bersama dengan SAS-Inggris dan MOSSAD-Israel, dengan nama waktu itu masih Kopassandha (Komando Pasukan Sandi Yudha). Saat itu, Kopassandha melakukan operasi pesawat Garuda Indonesia DC-9 Woyla yang dibajak oleh segerombolan teroris di Bandara Don Muang Bangkok. Unit anti teror saat itu baru dibentuk segera diturunkan dan di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan. Akhirnya, pasukan ini mampu membebaskan sandera dan menembak mati pelaku pembajakan. Selain itu pembajak juga telah menembak mati pilot Kapten Herman Rante.</p><p style="text-align: justify;">Tak heran lagi, jika pendidikan keras mesti dialami pasukan elite ini. Tapi, bagaimana jika yang mereka hadapi bukan musuh yang dapat dipandang kasatmata? Ya, masyarakat Indonesia masih tak bisa lepas dengan budaya mistis ini. Lucunya, setiap anggota Kopassus menerima pelatihan unik, berupa uji nyali yang tidak akan didapatkan oleh pelatihan militer mana pun, yaitu &ldquo;menaklukkan makhluk halus&rdquo;. Dalam latihan ini, setiap penampakan yang muncul wajib ditaklukkan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari, <em>m.republika.co.id &nbsp;</em>pernah ada acara <em>talkshow&nbsp;</em> di TV ABC 13, Texas yang bekerja sama dengan Universitas Dallas, Texas, yang menghadirkan Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan US), beberapa jenderal lainnya, serta mahasiswa dari Universitas Dallas.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perbincangan itu, Jenderal Peter Pace, mengungkapkan bahwa pasukannya sering berlatih dengan pasukan khusus Indonesia, sedang pasukan Amerika sering kewalahan setiap latihan perang dengan pasukan Indonesia. Ia menilai, Indonesia memiliki semuanya dan jika hal tersebut dimaksimalkan, maka Indonesia akan melampaui India dan Cina dalam perkembangan militer.</p><p style="text-align: justify;">Adapula Jenderal Mike Jackson, yang memimpin pasukan Inggris saat penyerbuan di Irak. Ia menjelaskan bahwa doktrin militer Indonesia sudah diterapkan di beberapa negara Asia, bahkan Afrika. Sebab, Indonesia pernah diminta melatih di dua benua tersebut. Meski, Indonesia kekurangan senjata, tak menjadi alasan untuk mudah menaklukkan negeri ini.</p><p style="text-align: justify;">Kelak jika ada serangan menghantam Indonesia, bukan hanya militernya yang turun, sebab rakyat Indonesia takkan tinggal diam. SAS (tentara elit Inggris) sudah tahu rasanya saat berhadapan dengan tentara juga rakyat Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dapat disimpulkan bahwa Kopassus layak disebut pasukan terkuat di Indonesia, bahkan kekuatannya diakui dan berpengaruh di mata dunia. Pengembangan kepelatihannya pun menjadi terapan bagi tentara-tentara negara lain, dan solidaritas antara Kopassus dengan masyarakat Indonesia menjadi alasan negara-negara lain sungkan berhadapan dengan pasukan Indonesia, termasuk negara yang terkenal dengan kecanggihan senjatanya seperti Rusia. Bahkan pasukan Kopassus mampu bertahan di berbagai kondisi tanpa teknologi canggih sekalipun.</p><p style="text-align: justify;">Bukti prestasi yang berhasil ditorehkan Kopassus antara lain, pertama, Kopassus juara menembak jitu tingkat internasional dalam pertemuan Pasukan Elit Asia Pasifik 2006 lalu, dan hebatnya lagi senjata yang dipakai oleh penembak dari Kopassus merupakan hasil buatan bangsa sendiri yang diproduksi oleh PT Pindad Indonesia. Kedua, Kopassus meraih juara dua dalam operasi militer strategis pada pertemuan di Elite Forces in Tactical, Deployment, and Assault level dunia di Austria. Ketiga, Kopassus berada pada peringkat tiga sebagai pasukan elit militer terbaik di dunia. Keempat, <em>skill</em> beladiri pasukan Kopassus di atas rata-rata kemampuan. Meski begitu, isu miring hadirnya Kopassus tetap hadir. Kopassus erat dikaitkan dengan pelanggaran HAM di beberapa wilayah Indonesia. Beberapa kasus tak menemukan muaranya, bahkan hilang tak jelas.</p><p style="text-align: justify;">Bangga, dengan pasukan elite militer negeri ini, tentu saja. Tapi, jika sudah melewati HAM, hal tersebut bisa jadi mencoreng namanya. Pasukan ini istimewa, telah melewati segala rintangan demi pertahankan negara, pun membawa nama Indonesia untuk disegani dunia.</p><p style="text-align: justify;"><em>Mahmudhah Syarifatunnisa<br>Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2016</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tawa di Atas Derita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tawa-di-atas-derita/baca </link>
<guid> tawa-di-atas-derita </guid>
<pubDate> Mon, 17 Apr 2017 08:54:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berangkat dari penderitaan orang tua yang anaknya hidup dalam kesenangan, lahirlah puisi karya Annisa Ulfa, mahasiswi FEB Unmul. (Sumber ilustrasi: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tawa-di-atas-derita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/syb95IqvEa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tawa di Atas Derita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Teruntuk kalian yang hidup dalam permainan dunia<br>Mengatasnamakan remaja sebagai wadah dalam kesenangan<br>Menuhankan royalty di atas tujuan<br>Sesekali kau tengok kembali<br>Tujuan awal keberadaan diri di sini<br>Mengais ilmu katanya<br>Revolusi menjadi pribadi yang dewasa<br>Begitu teguhnya niat<br>Hingga lupa harus berusaha<br>Dan sekarang kosong tinggal seonggok kata</p><p style="text-align: justify;"><br>Di sini seolah hidup dalam buai bahagia<br>Terbahak-bahak diatas penderitaan orang tua<br>Jauh di sana setengah mati berkorban mengais rupiah<br>Teruntuk sang harapan keluarga<br>Bukan angka sempurna diujung tinta yang mereka ingin<br>Melainkan ketulusan dan kesungguhan<br>Bukan pula balas budi yang mereka harap<br>Tepatnya kebahagiaan untuk diri sendiri di masa depan</p><p style="text-align: justify;"><br><em>Ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, Akuntansi 2016, Fakultas Ekonomi dan Bisnis</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Kebun Raya Unmul dan Angan Wisata Alam Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/polemik-kebun-raya-unmul-dan-angan-wisata-alam-samarinda/baca </link>
<guid> polemik-kebun-raya-unmul-dan-angan-wisata-alam-samarinda </guid>
<pubDate> Tue, 18 Apr 2017 07:13:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), salah satu objek wisata Samarinda yang kini terbelit polemik.  (Sumber foto: www.panoramio.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/polemik-kebun-raya-unmul-dan-angan-wisata-alam-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/714XgSm01o.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Kebun Raya Unmul dan Angan Wisata Alam Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) sudah lama jadi pilihan objek wisata di Samarinda. Namun, terhitung sejak 1 Maret 2017 lalu KRUS telah dinyatakan ditutup untuk umum. Objek wisata yang terletak di Jalan Poros Samarinda-Bontang itu, ditutup dengan pelbagai pertimbangan.</p><p style="text-align: justify;">Dimintai keterangan terkait tutupnya KRUS, Rudianto Amirta, Dekan Fakultas Kehutanan menjelaskan bahwa KRUS ditutup lantaran besar pasak dari pada tiang. &quot;Belakangan biaya yang dikeluarkan dengan yang didapat dari kunjungan itu tidak lagi berimbang. Kami anggap sudah tidak menguntungkan wisatanya. Ya, sudah kita <em>cut&nbsp;</em>di sini,&quot; katanya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pengambilan keputusan tersebut juga dirasa sulit, apalagi Amirta menilai pengelolaan KRUS selama ini bermasalah. Bahwa, ada sebagian pekerja yang bermukim di KRUS. Adapun beberapa di antaranya membuat tempat pemancingan yang berada di dalam KRUS, lantas mengklaim menjadi hak milik pribadi dan tak berdampak pada pendapatan KRUS.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dengan berat hati fakultas mengakhiri kerja sama dengan sekian orang yang terlibat di dalam. Kemudian, memberi ruang untuk keluar dulu dari area di sana. Kami akan tata ulang. Orang yang kita libatkan juga orang baru. Kita seleksi dan buat perjanjian ulang,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Amirta telah mengeluarkan surat edaran kepada para pekerja untuk meninggalkan KRUS, mereka pun diberi tenggat waktu sekitar sebulan. Dilematis juga. Ada yang mengandalkan hidupnya di situ. &quot;Karena saya tidak ingin dibebani dengan status yang masih ada kendala di dalam (KRUS),&quot; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat ketidakberesan dalam pengelolaan KRUS sebelumnya, Amirta akhirnya menunjuk beberapa orang yang memiliki komitmen untuk membenahi KRUS. Dulu ada 30 orang pengurus, namun menurutnya itu terlalu banyak. Pihaknya akan merinci ulang siapa dan berapa orang yang akan mengelola KRUS. Dosen Fahutan juga termasuk badan pengelola, yakni Ariyanto, ditengok Amirta sebagai sosok yang mampu memimpin dan membenahi KRUS.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin dia (Ariyanto) juga yang akan saya tunjuk untuk pengelolaan lanjutannya. Karena, dia punya antusiasme yang besar. Dan dia buktikan, dia pimpin anak-anak (mahasiswa) ke situ (KRUS). Dia benahin satu-persatu,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tak Sepakat Pembangunan Kaltim Park</strong></p><p style="text-align: justify;">Perihal rencana pembangunan Kaltim Park yang sempat digaungkan sejak 2013 lalu masih berupa angin lalu. Menurut Amirta, sejak awal Fahutan tak menyepakati jika KRUS akan berubah menjadi Kaltim Park. Namun, dilansir dari <em>kaltim.prokal.co</em> tahun lalu dekan sebelumnya, Abu Bakar Lahjie menyatakan bahwa Fahutan tetap mendukung pembangunan Kaltim Park meski mengakui rencana investasi jalan di tempat.</p><p style="text-align: justify;">Perencanaan pun dulu telah masuk pada <em>Detail Engineering Design&nbsp;</em>(DED), namun mandek karena Pemerintah Daerah (Pemda) ternyata tak ada dana dan investor yang bermitra, yakni Jatim Park mesti mendanai penuh.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kan sudah enggak lanjutkan? Mitranya (Jatim Park) juga enggak bersedia,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Upaya Membawa Satwa Kembali</strong></p><p style="text-align: justify;">KRUS memiliki luas lahan 300 hektare, sedang 62 hektare yang dijadikan objek wisata akan diperbaiki dan memakan waktu. Lagipula, fungsi utama KRUS adalah hutan pendidikan dan penelitian, sehingga menurut Amirta tutupnya KRUS bukan masalah. Hanya saja ini jadi persoalan bagi Samarinda sebagai kota. KRUS telah lama digunakan sebagai objek wisata dan termasuk di antara yang sempat dibanggakan oleh warga kota. Pada masanya, pendapatan KRUS ini dihasilkan dari wisatawan yang berkunjung, melalui penjualan tiket juga penggunaan wahana yang tersedia.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, jumlah pengunjung terus berkurang tiap harinya. Terlihat sejak 2013 terjadi penurunan. Perlahan-lahan, banyak wahana di KRUS juga tak lagi beroperasi. Ditambah, kondisi kebun binatang mini yang sudah tak terawat dengan baik. Padahal kebun binatang itu jadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung. Pada April 2015 sebagian satwa yang dilindungi pun diambil, kemudian dibawa ke Berau oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim. Mulai dari orang utan, beruang, uwa-uwa, dan lainnya yang juga termasuk satwa dilindungi.</p><p style="text-align: justify;">Sebab, KRUS memang tak miliki izin konservasi, sehingga BKSDA harus mengambilnya untuk dilepas lagi ke alam. Peraturan itu memang baru diterapkan. Padahal, mulanya BKSDA yang menitipkan satwa tersebut ke KRUS karena merasa mereka tak cukup mampu menampung semua satwa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dirawat (sama) kita, nambah terus jumlah (satwa)-nya,&quot; ucap Amirta.</p><p style="text-align: justify;">Selelah izin diterima negara, KRUS tak cuma kawasan pendidikan dan penelitian, melainkan konservasi. Untuk itu, banyak mitra yang bisa diajak kerja sama nantinya. &quot;Yang spesisifik ya, karantina dan klinik hewannya, kan sudah banyak. Sekarang izinnya dulu kita benahi,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Jika berjalan baik, menurut Amirta KRUS akan kembali dibuka Mei nanti. Itu pun sembari dilakukan pembenahan. Mahasiswa dan dosen turut dikerahkan untuk pembenahan KRUS. <strong><em>(met/lel/jdj/</em></strong><strong><em>wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Putus Hubungan Dinas Pariwisata dan KRUS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/putus-hubungan-dinas-pariwisata-dan-krus/baca </link>
<guid> putus-hubungan-dinas-pariwisata-dan-krus </guid>
<pubDate> Tue, 18 Apr 2017 19:40:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengunjung terpaksa pulang dengan menerima fakta bahwa KRUS akan tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/putus-hubungan-dinas-pariwisata-dan-krus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TLT8VplIsf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Putus Hubungan Dinas Pariwisata dan KRUS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Para pengunjung Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) tertunduk lesu ketika mendapati papan bertuliskan &ldquo;tutup&rdquo; di depan pintu gerbang masuk. Para pengunjung itu terpaksa pulang dengan menerima fakta bahwa KRUS akan tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.</p><p style="text-align: justify;">Rudianto Amirta, Dekan Fakultas Kehutanan menyebut bahwa langkah itu diambil demi memperbaiki KRUS. Hasil keputusan itu menyimpan lagi risiko di baliknya. Ariyanto seorang dosen Fahutan sekaligus Badan Pengelola KRUS mengaku khawatir. Sebab, artinya pendapatan yang masuk ke objek wisata KRUS kian hari kian menipis. Apalagi gaji para pekerja bukan lagi dari pemerintah kota (pemkot), melainkan hasil dari penjualan tiket.</p><p style="text-align: justify;">Anto mengatakan sempat ada kerja sama antara KRUS dengan Pemkot Samarinda. Namun, belakangan kerja sama itu terputus karena merasa ada yang tak beres. &quot;Kami prioritaskan menggaji karyawan, serta sedikit-sedikit biaya perbaikan yang tentu saja tidak cukup,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Faisal mengakui bahwa benar ada kerjasama KRUS dengan Pemkot Samarinda hingga 2020. &quot;Ya, masih ada MoU sebenarnya, tapi kan itu ditindaklanjuti dengan SPK (surat perintah kerja) per empat sampai lima tahun,&quot; ucap Faisal saat ditemui 11 April lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah keadaan pemkot yang sedang defisit ikut mempersulit bantuan yang mengalir ke KRUS. Ia menolak jika pemkot disebut lepas tangan terhadap KRUS. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini sifatnya hanya membantu. Maka sekarang lantaran kondisi keuangan yang defisit, pemkot mencoba lebih fokus ke bidang lain.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&quot;Tapi kan komitmen pemkot udah banyak tuh, membangun di sana. Banyak sekali. Nggak sebanding sebenarnya kalau berhitung dengan modal kembali,&quot; katanya. &quot;Cuma kan pemkot enggak mikir ke arah sana. Memang kondisi keuangan 4-5 tahun terakhir sedang tidak baik. Sehingga, kami <em>concern</em> ke arah lain.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Semestinya, menurut Faisal, pengelola KRUS bisa ikut sigap mencari strategi. Bisa dengan mencoba melakukan jalin kerja sama dengan pihak-pihak swasta. Sebab dampak dari mandeknya kerja sama KRUS dengan pemkot ini adalah kenyataan bahwa kedua pihak sudah tak lagi melakukan komunikasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mestinya ada konsultasi seperti apa. Tapi ini enggak ada cerita. Kami pernah panggil itu dua atau tiga tahun yang lalu, tapi setelah itu enggak ada komunikasi lagi,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Faisal merasa jalinan komunikasi antara Fahutan dan pengelola KRUS juga tak sebaik dulu. Sebagai Kepala Dinas Pariwisata ia pun merasa tak pernah dilibatkan lagi dalam pengembangan potensi KRUS. Andaikata Fahutan tak lagi merasa sanggup mengelola KRUS, pemkot, kata Faisal, siap saja untuk mengambil alih kemudi. <strong><em>(lel/jdj/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nama Masjaya yang Kembali Dicatut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nama-masjaya-yang-kembali-dicatut/baca </link>
<guid> nama-masjaya-yang-kembali-dicatut </guid>
<pubDate> Wed, 19 Apr 2017 08:18:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Baru-baru di Unmul, rektor Masjaya kembali dicatut namanya untuk sebuah modus penipuan. (Sumber foto: kaltim.procal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nama-masjaya-yang-kembali-dicatut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BSOGrvjj5a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nama Masjaya yang Kembali Dicatut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Semakin tinggi pohon tumbuh, maka semakin kencang pula angin yang akan mengembusnya. Itu sepenggal ibarat yang acapkali muncul. &ldquo;Angin&rdquo; dalam ibarat itu sering berembus menggoyang para pejabat. Baru-baru di Unmul, rektor Masjaya kembali dicatut namanya untuk sebuah modus penipuan.</p><p style="text-align: justify;">Modus operandi yang dipakai pelaku adalah langsung menelepon mahasiswa dengan mengatasnamakan dirinya sebagai Masjaya. Tujuan utamanya adalah meminta nomor rekening mahasiswa. Penipuan kali ini mengiming-imingi mahasiswa untuk ikut menemani Masjaya &ldquo;gadungan&rdquo; ini pergi ke Jakarta. Bahkan beberapa fasilitas juga ditawarkan pelaku pada mahasiswa untuk melanggengkan aksinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Beliau ngomong kalau aku disuruh ikut kunjungan ke Jakarta menemani dia (Masjaya) sebagai mahasiswa pilihan. Kemudian dapat beasiswa dan dibiayai pihak Dikti. Serta disiapkan penginapan di Hotel Borobudur, Jakarta,&rdquo; aku Sartika Novianti, mahasiswi FISIP 2014 yang mendapat telepon pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Sartika bahkan didesak oleh pelaku untuk mengirimkan nomor rekeningnya saat itu juga.&ldquo;Akhir-akhirnya dia bilang kalau aku harus setor nomor rekening,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sadar gelagat tak beres, Sartika dengan tenang memilih beralibi. Tetapi, ia justru dibentak oleh pelaku yang menuntut ia untuk mengirimkan uang secepatnya.&ldquo;Jangan sampai tidak jadi berangkat karena tidak setor nomor rekening bla bla bla &hellip; ,&rdquo; tuturnya coba mencontohkan pola desakan pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Modus penipuan kian buat geleng-geleng kepala karena nama Wakil Rektor III juga ikut dicatut dalam bahasan obrolan via ponsel itu. &ldquo;Sudah dapat SMS dari Pak Encik, tentang surat dari Dikti?&rdquo; tanya pelaku. Ketika percakapan mulai janggal, Sartika pun memilih tidak mengindahkan permintaan pelaku untuk mengirim nomor rekening.</p><p style="text-align: justify;">Kasus serupa tapi tak sama juga pernah mencatut nama Masjaya. Seperti diwartakan <em>Sketsa</em> per 8 Maret 2017, akun Facebook milik orang nomor satu di Unmul itu tiba-tiba mengirim pesan aneh ke mahasiswa hingga dosen. Akun Facebook itu dibobol <em>hacker</em>.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tatkala-rektor-minta-transfer/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/tatkala-rektor-minta-transfer/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Di balik upaya penipuan itu Sartika mengakui bahwa cara pelaku melancarkan iming-iming terbilang sangat meyakinkan. Hal itu karena si penelepon nyatanya fasih mengetahui nama diri dan asal fakultasnya berkuliah. Ia menduga, mudahnya identitasnya terkuak akibat siap bergulirnya Kuliah Kerja Nyata (KKN), sehingga <em>database</em>, terutama nomor telepon, mudah dilacak <em>hacker&nbsp;</em>ataupun oknum-oknum nakal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Takutnya ada oknum-oknum yang pakai itu (<em>database</em>) untuk menipu mahasiswa,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku masih menyimpan <em>contact person</em> pelaku. Terakhir, ia menghimbau mahasiswa agar tidak lekas percaya dengan telepon yang mencatut nama Masjaya. &ldquo;Hanya <em>sharing</em> saja, ya jauhkan bala kalau ada yang sampai benar-benar tertipu,&rdquo; katanya. <strong><em>(dan</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Tinggalkan KRUS dan Mitra Setia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/dilema-tinggalkan-krus-dan-mitra-setia/baca </link>
<guid> dilema-tinggalkan-krus-dan-mitra-setia </guid>
<pubDate> Wed, 19 Apr 2017 08:21:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi KRUS kini sepi, satu persatu penghuninya segera meninggalkan tempat ini. (Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/dilema-tinggalkan-krus-dan-mitra-setia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mjuY1YpkSc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Tinggalkan KRUS dan Mitra Setia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Cikal bakal KRUS bermuara dari CV. Kayu Mahakam yang pada tahun 1974, menyerahkan wilayah seluas 300 hektare kepada Unmul. Lantas dijadikan kawasan hutan konservasi, kegiatan penelitian, dan tempat berkumpulnya mahasiswa. &nbsp;Pada tahun yang sama, kawasan ini diresmikan sebagai hutan pendidikan. Lalu, pada 2001 sebanyak &nbsp;62 hektare dialihkan sebagai tempat wisata.</p><p style="text-align: justify;">Praktis, hal ini membuka peluang kerja. Agus dan istrinya, Retno Wulandari adalah satu dari sekian yang mendapat kesempatan bekerja di sana. Mereka juga disediakan hunian untuk mempermudah tugasnya. Saat itu tahun demi tahun dilewati dan nama KRUS kian dikenal sebagai objek wisata. Setiap lebaran tiba, wisatawan selalu meningkat. Berbagai wahana dan satwa menjadikan KRUS tujuan favorit untuk berlibur.</p><p style="text-align: justify;">Saat uang mulai terkumpul, pasangan ini pun mulai memperbaiki huniannya di KRUS, juga membuka warung makan dan berjualan kecil-kecilan. Di sekitar rumahnya ia jadikan kolam pemancingan. Ketika tahun-tahun terbaik itu lewat dan KRUS menjadi sepi, pendapatan yang mereka terima pun ikut turun. Sampai tibalah hari itu, ketika Agus dan Retno menerima surat edaran yang meminta mereka pergi meninggalkan KRUS. Padahal hunian dan usaha pemancingan mereka percantik dari uang jerih payah sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya mau gimana lagi, memang berat. Soalnya sudah lama, ini juga bangunannya sebagian uang sendiri. Sudah ngomong sama Pak Anto, untungnya ngerti aja sih. Kita minta pelan-pelan sambil nunggu rumah yang kita bangun jadi dulu,&quot; kata Retno yang memiliki 5 anak ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita enggak mau <em>ngeyel</em>. Nanti kalau gitu, kitanya yang dicap gimana-gimana. Paham aja kan KRUS mau dibaikin, nanti kalau sudah baik kan kita bisa usaha lagi,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain Retno, adapula Indah yang juga tinggal di dalam KRUS. Rumahnya dekat dengan kandang-kandang hewan. Tak terlalu besar, namun cukup untuk ia, suami dan anaknya. Ketika <em>Sketsa</em> datang berkunjung, keluarga itu sedang berkemas. Hendak membawa perabotan rumahnya untuk menghuni rumah mereka yang baru jadi. Meski berat meninggalkan KRUS, Indah dan keluarga tak ingin jadi beban.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sama suami saya pindah, kebetulan suami juga sudah keterima jadi PNS di tempat kerjanya. Kita nurut aja, ini nyicil ngangkutin barang-barang sudah dari kemarin,&rdquo; kata Indah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pekerja dan Gaji Buta</strong></p><p style="text-align: justify;">Ariyanto dan Dekan Fahutan Rudianto Amirta, berupaya agar KRUS bisa jadi wisata yang lebih baik. Meski yang dihadapi sekarang ini adalah kenyataan bahwa KRUS dan pengelolaannya tak lagi sehat. Sistem yang pernah diterapkan sebelumnya tak berjalan dengan baik, pun pengawasan akan kinerja pegawai KRUS kurang. Akhirnya, lengah terlalu lama dan berujung KRUS seperti sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Ariyanto atau akrab disapa Anto bercerita bahwa para pekerja saat itu tak bekerja profesional. Sebagian pekerja pun mengeluhkan teman kerjanya, lantaran malah sibuk dengan usaha pemancingannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya mereka (pekerja) ada yang bikin pemancingan di sini. Terus temannya ngeluh, &apos;kita capek-capek kerja, dia malah sibuk sendiri. Padahal digajinya sama&rsquo;,&quot; ujarnya menirukan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu menurutnya, kerja yang dilakukan pun tak maksimal. Seperti dalam perawatan terhadap satwa, kebersihan kandang juga dalam kebersihan KRUS. &quot;Ya itu, ada yang kerja ada yang enggak. Kan kasihan mereka yang kerja,&quot; ucapnya saat ditemui 9 April.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Optimis, Bisa Lebih Baik</strong></p><p style="text-align: justify;">Perbaikan yang dilangsungkan pun, tak bisa dipastikan akan memakan waktu berapa lama. Sembari berjalan, pihaknya akan menggaet civitas kampusnya untuk membenahi KRUS. Saat <em>Sketsa&nbsp;</em>berkunjung ke KRUS Sabtu lalu, ada dua orang pria sedang membersihkan area musala.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya ini mahasiswa, mereka juga dari LDK Al-Fath. Jadi, saya ngajakin untuk bersih-bersih di sini. Sekalian bantu-bantu ngebenahin KRUS,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Anto, memang kerap mengajak mahasiswanya untuk turun langsung, selain penelitian juga untuk menjaga KRUS. &quot;Bukan dimanfaatkan, tapi kita mengajak mereka juga buat pembelajaran, lagian ini kan tempat mereka untuk praktek, neliti. Kita bangun rasa kepeduliannya lewat itu,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Anto punya angan tinggi dalam membenahi KRUS. Ia akan mengajak serta mahasiswanya, untuk membangun berbagai hal baru nantinya, seperti taman bunga dan rumah kupu-kupu. &quot;Iya itu nanti mahasiswa neliti, nanti bakal buat seperti itu di sini,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat keadaan KRUS saat ini, bukan jadi pilihan untuk pesimis. Anto optimis, apalagi dengan dukungan fakultas juga mahasiswanya, KRUS bisa menjadi kebanggaan Samarinda lagi. Ia dan pengelolanya sekarang akan menggaet berbagai mitra demi kemajuan KRUS.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mitra Setia KRUS</strong></p><p style="text-align: justify;">Perihal mitra, ada satu mitra yang setia dengan KRUS. Ialah Edi Purwanto, pemilik sepeda air yang &nbsp;menancapkan usahanya di sini. Sepeda air yang berjumlah belasan itu, dipesannya dari Jakarta. Ia paham benar, bagaimana warga Samarinda menyukai wahana yang satu ini. Bahkan, tak jarang saking sukanya warga dengan sepeda air, mereka tak sadar bahwa waktu telah habis.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dikasih waktu 10 menit, kalaunya habis waktunya dipanggilin nomornya. Ada juga enggak nyadar waktunya habis, jadi saya diemin aja. Biarin, mikir kok aku enggak dipanggil-panggil. Saya diemin aja,&quot; celetuknya.</p><p style="text-align: justify;">Kadang pengguna sepeda air juga sering menabrak kendaraannya satu sama lain. Tak ayal, itu yang membuat sepeda air bocor dan perlu ditambal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya mau nggak mau, memang kita mesti pinter benerin sendiri. Enggak ngandelin orang,&quot; tambah Edi.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mitra yang masih tersisa di KRUS, ia datang tiap hari demi merawat usahanya meski tahu bahwa KRUS sedang tutup. Lagipula, memang sudah kewajibannya menjaga aset miliknya itu. Ia juga ingin menambah wahana nantinya, jika KRUS dibuka kembali. Juga memperbaiki fasilitas yang ada seperti air mancur yang berada di tengah kolam dan <em>outbound</em>. <strong><em>(lel/met/jdj</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Niat Berprestasi Terhalang Dana, Kardi: Kami Cari di kitabisa.com </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/niat-berprestasi-terhalang-dana-kardi-kami-cari-di-kitabisacom/baca </link>
<guid> niat-berprestasi-terhalang-dana-kardi-kami-cari-di-kitabisacom </guid>
<pubDate> Thu, 20 Apr 2017 07:05:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa mahasiswa Unmul terkendala langkah prestasinya karena masalah dana.(Sumber foto: startupmindset.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/niat-berprestasi-terhalang-dana-kardi-kami-cari-di-kitabisacom/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c77bkIxluq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Niat Berprestasi Terhalang Dana, Kardi: Kami Cari di kitabisa.com</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Berdasarkan imbauan Kemenristekdikti, universitas perlu mahasiswa berprestasi sebagai indikator cemerlangnya citra kampus. Hal itu langsung terintegrasi dengan aspek penilaian kinerja rektor. Jika banyak mahasiswa berprestasi dalam suatu kampus, maka rektor bersangkutan mendapatkan predikat yang baik di mata Kemenristekdikti. Fakta ini sempat ditangkap Unmul dalam rencana penerapan KKN Penyetaraan dan beberapa langkah lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, sudah jadi lagu lama, mahasiswa yang hendak mewakili Unmul bermasalah dana. Terbaru, Fitriyani Sinaga, Sukardi, dan Angga Widyatmoko, yang terpilih menjadi delegasi dalam ajang konferensi Internasional, International Student Changemakers Summit yang akan dihelat di Seoul, Korea Selatan. Setelah abstrak penelitian mereka terpilih, rupanya rintangan lain masih menanti, yakni dana. Masing-masing mereka harus mengantongi sedikitnya Rp20 juta untuk menapaki negeri ginseng.</p><p style="text-align: justify;">20 Maret lalu, mereka diumumkan menjadi satu di antara seratus kelompok yang lolos ke Seoul. Istimewanya, mereka menjadi satu-satunya kelompok yang mewakili Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sana, kami akan mempresentasikan penelitian kami tentang konservasi dan Reducing Emissions from Deforestration and Forest Degradation (REDD) mangrove di Bontang. Karena terkendala dana, kami berpikir kreatif untuk cari di kitabisa.com,&quot; terang Kardi.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>Kardi mengaku tak mau banyak berharap. Sebab, hingga hari ini pun mereka belum menyebar proposal bantuan dana kepada pihak ketiga, karena perlu menerjemahkan proposal yang ada. Selain itu, Kardi dan kawan-kawan juga belum menemui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin, untuk membicarakan soal keberangkatan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Kardi bersyukur. Melalui kitabisa.com, kini telah tekumpul dana sebesar Rp250 ribu. Tak cuma itu, beragam dukungan juga didapatkannya dari sejumlah rekan yang ikut menyebarkan pesan broadcast. Dukungan itu terus mengalir bahkan dari kalangan dosen.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami berkomitmen untuk membawa paper ini ke sana untuk motivasi teman-teman di Unmul. Niat kami positif,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(bru/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peduli pada Bipolar dan Gangguan Perilaku Anak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/peduli-pada-bipolar-dan-gangguan-perilaku-anak/baca </link>
<guid> peduli-pada-bipolar-dan-gangguan-perilaku-anak </guid>
<pubDate> Fri, 21 Apr 2017 07:33:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM Fakultas Kedokteran meyelenggarakan Seminar Kesehatan 2017 bertempat di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Minggu, (16/4). (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/peduli-pada-bipolar-dan-gangguan-perilaku-anak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jnFO5HwaGe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peduli pada Bipolar dan Gangguan Perilaku Anak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Setelah sepekan mengadakan rangakaian acara yang tergabung dalam Mulawarman Medical Fair 2017, BEM Fakultas Kedokteran kembali menyongsong eksistensinya melalui Seminar Kesehatan 2017 yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Minggu, (16/4). Sebelumnya pada 30 Maret 2017 ditetapkan sebagai Hari Bipolar Sedunia. Berangkat dari hal itu panitia coba mengaitkannya dengan mengangkat tema &ldquo;Cermat, Peduli, dan Kritis terhadap Bipolar dan Gangguan Perilaku pada Anak&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seminar atau acara apa pun agak jarang memberikan edukasi mengenai penyakit psikiatri, karena orang-orang tahunya selama ini hanya penyakit yang dapat kita rasakan dan kasat mata saja,&rdquo; kata Abduh, selaku ketua panitia.</p><p style="text-align: justify;">Seminar itu setidaknya diikuti kurang lebih 150 &nbsp;peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen, guru dan orang tua. BEM FK menghadirkan Hary Nugroho sebagai moderator dan pemateri dalam seminar, yakni dr. Nina Masdiani, Sp. KJ, dr. Yenny Abdullah, Sp. KJ, dan Ayunda Ramadhani M. Psi. Materi yang dipaparkan yaitu mengenai bipolar pada anak, gangguan perilaku pada anak dan peran orang tua terhadap gangguan perilaku pada anak. Menurut Hary, semua materi yang dikupas sudah cukup matang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua pemateri menguasai apa yang hendak dipaparkan, sehingga materi yang dibawakan cukup baik,&rdquo; tukas dosen FK Unmul tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Secara sederhana, bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang, biasanya ditandai dengan perubahan suasana hati ekstrim berupa mania dan depresi. Dalam seminar kesehatan itu dijelaskan pula bahwa bipolar sebagai masalah kejiwaan yang pengidapnya tak perlu sampai dijauhi dan dianggap tidak waras.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;Selain bipolar, topik utama lainnya membahas gangguan perilaku pada anak. Seperti anak yang tidak bisa diam dan tidak mau menurut, laku seperti itu tak semestinya diberi label sebagai anak nakal. Melainkan perlu mendapat dukungan hangat dari sekitar baik internal maupun eksternal.</p><p style="text-align: justify;">Satria Dananjaya, selaku penanggung jawab acara mengatakan bahwa acara tahun ini cukup menarik, walaupun agak berat saat mencari peserta dikarenakan waktu yang agak mepet. Terlepas dari itu, poin plusnya acara seminar ini berhasil mengambil lokasi megah di Gedung Gubernur Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai pihak termasuk Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Endang Sawitri memberikan apresiasi dalam terselenggaranya acara ini. <strong><i>(can/mwp</i></strong><strong><i>/wal</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Al Fath, Keripik Pisang Khas Loa Kumbar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/al-fath-keripik-pisang-khas-loa-kumbar/baca </link>
<guid> al-fath-keripik-pisang-khas-loa-kumbar </guid>
<pubDate> Fri, 21 Apr 2017 08:19:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Desa binaan Kemensosmas BEM KM Unmul di Desa Loa Kumbar, Kecamatan Sungai Kunjang. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/al-fath-keripik-pisang-khas-loa-kumbar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DUHhgcSB4B.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Al Fath, Keripik Pisang Khas Loa Kumbar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Bina Desa Kementerian Sosial Masyarakat BEM KM Unmul mencoba melangkah lebih jauh. Saat ini, mereka tengah sibuk memasarkan potensi olahan pisang sanggar yang dibuat keripik khas.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kota Samarinda telah memberikan penyuluhan di Loa Kumbar tentang pengelolaan pisang sanggar untuk diolah menjadi keripik. Tak cuma itu, Baznas pun turut andil dalam pengurusan izin BPOM dan pemberian label halal. Hal itu yang kemudian dilanjutkan Bina Desa Unmul untuk dijadikan kegiatan pemberdayaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya di Loa Kumbar dibagi kelompok kecil untuk produksi keripik pisang agar hasil panen mereka tidak selalu dijual langsung ke pasar ataupun tengkulak,&quot; terang Ayu Andira selaku <em>Vice Project Officer</em> Bina Desa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Keripik itu kemudian dinamai &quot;Al Fath&quot; dan dijual seharga Rp5 ribu. Oleh Bina Desa, Al Fath dijajakan di Unmul. Tidak hanya memasarkan, mereka pun terus berupaya dalam peningkatan bidang ekonomi, pendidikan, maupun fasilitas di desa Loa Kumbar. Seperti kegiatan sebelumnya, yakni merenovasi SD Filial 005 bersama komunitas mobil Jeep Samarinda awal April lalu. Ke depan, mereka akan melakukan program ekstrakurikuler di sekolah. Mulai pramuka, seni, olahraga hingga sesi belajar bahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah, keripiknya laris terjual karena rasanya memang enak dan gurih. Banyak juga macam rasanya seperti manis, asin, dan pedas manis,&rdquo; imbuh Ayu.</p><p style="text-align: justify;">Ayu menambahkan, Bina Desa Unmul telah melakukan koordinasi lanjut bersama tokoh masyarakat Loa Kumbar Abdullah, untuk terus menjalin kerja sama berkesinambungan menjalankan program ini.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, satu dari tiga poin Tridarma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Kemensosmas melakukan Bina Desa dengan beragam maksud. Yakni mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.</p><p style="text-align: justify;"><em>Project Officer</em> Bina Desa Unmul Muhammad Arifannur mengungkapkan Bina Desa juga punya tujuan aplikatif buat mahasiswa. &quot;Bina Desa diharapkan mampu menjadi wadah mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Desa Loa Kumbar, Kecamatan Sungai Kunjang merupakan sasaran lokasi Bina Desa. Desa Loa Kumbar, menjadi pilihan karena akses yang jauh dari perkotaan sehingga menyebabkan banyak keterbatasan sarana dan prasarana penunjang bagi masyarakat desa.</p><p style="text-align: justify;">Jika pada 2015 lalu Bina Desa telah mendirikan Rumah Inisiator di SD Filial (cabang) 005 sebagai penunjang fasilitas pendidikan, maka tahun ini para anggota Bina desa dan relawan yang berjumlah 72 menggerakan roda perekonomian masyarakat Loa Kumbar melalui penjualan keripik pisang. Sebab mayoritas masyarakat desa berprofesi sebagai petani pisang. Hal ini dapat dilihat dari luasnya hamparan kebun pisang yang terdapat di desa Loa Kumbar. <strong><em>(tin/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ekspresikan Spirit Emansipasi, Ayo Jadi Kartini Masa Kini! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ekspresikan-spirit-emansipasi-ayo-jadi-kartini-masa-kini/baca </link>
<guid> ekspresikan-spirit-emansipasi-ayo-jadi-kartini-masa-kini </guid>
<pubDate> Fri, 21 Apr 2017 23:57:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dirjen Kajian Strategis dan Jaringan Pemberdayaan Perempuan BEM KM Unmul 2017, Jamiah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ekspresikan-spirit-emansipasi-ayo-jadi-kartini-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nOBu5scBo7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ekspresikan Spirit Emansipasi, Ayo Jadi Kartini Masa Kini!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Berbicara tentang emansipasi perempuan, utamanya di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari sosok pahlawan wanita yang begitu gigih memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal memperoleh akses pendidikan. Ya, ia adalah Raden Ajeng Kartini atau yang lebih akrab disapa Kartini. Setiap tanggal 21 April berbagai hiruk pikuk perayaan seremonial memperingati hari lahir Kartini begitu terasa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari upacara di berbagai sekolah dengan balutan kain kebaya khusus untuk perempuan, perlombaan berdandan dan fashion show ala kartini, maupun berbagai kegiatan lain yang dikonsep khusus untuk kaum perempuan dengan tema serba Kartini.</p><p style="text-align: justify;">Tidak heran memang, mengingat Kartini adalah sosok pejuang wanita yang kiprahnya dalam memperjuangkan emansipasi perempuan diakui tidak hanya dalam negeri sendiri melainkan hingga dunia Internasional. Perempuan yang dahulu kala dalam pepatah jawa hanya identik dengan peran 3M yakni <em>macak, masak,</em> dan <em>manak</em> (baca : berdandan/bersolek, memasak, dan beranak/melahirkan) kini memiliki ruang untuk berkiprah dalam ranah publik secara lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">Di masa kini, perempuan telah memiliki kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan untuk terus mengembangkan diri, berpendidikan tinggi sehingga menjadi cerdas, mengutarakan pendapat di muka umum, serta berbagai hak lain yang setara dengan laki-laki. Bahkan, perempuan dengan segala potensi yang dimiliki mempunyai peran yang sangat strategis dalam membangun sebuah negara yang kondusif. Bayangkan ketika perempuan tidak cakap, tidak memiliki pengetahuan, tidak bisa mengambil keputusan, tidak mampu berkomunikasi dengan baik, serta tidak memiliki keahlian yang dapat dikembangkan, maka secara tidak langsung kita telah membuat bangsa ini menjadi bangsa yang mundur dan terbelakang.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana tidak? Perempuan memegang peran sangat strategis dengan melahirkan, mendidik, serta merawat generasi yang akan senantiasa menentukan arah kemajuan ataupun kemunduran sebuah bangsa. Seorang bijak pernah berkata <em>&ldquo;Wanita adalah guru dunia, ia yang mengayun anak dengan tangan kanannya, serta mengguncang dunia dengan tangan kirinya&rdquo;</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Memegang peranan sebagai<em>&nbsp;guru dunia&nbsp;</em>bukan perkara sepele. Bahkan ketika beberapa perempuan memutuskan untuk berkarier pada ranah publik di luar dari ranah domestik sebagai ibu rumah tangga, maka peran ganda harus siap diemban oleh perempuan tersebut. Keuntungan dari emansipasi salah satunya yakni dapat menjadi sarana mengembangkan diri di ranah publik bagi perempuan yang menyukai tantangan.</p><p style="text-align: justify;">Namun kini, esensi dari emansipasi yang diperjuangkan oleh Kartini banyak disalahartikan dan dikaburkan pemaknaannya. Spirit emansipasi Kartini bukan berarti menyamaratakan secara gamblang antara perempuan dan laki-laki. Mengingat secara kodrat, ada beberapa hal yang hanya bisa dikerjakan oleh laki-laki namun tidak oleh perempuan, pun sebaliknya. Sebagai contoh melahirkan, menyusui, menstruasi adalah kodrat perempuan yang tidak bisa dilakukan lelaki.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maka sangat aneh ketika ada seorang perempuan menuntut untuk melakukan sesuatu di luar kodrat. Padahal menjadi perempuan adalah anugerah dan keistimewaan tersendiri. Bahkan ilmuwan terkenal Thomas Alva Edison mengatakan <em>&ldquo;Ciptaan yang paling sempurna adalah saat sang pencipta Tuhan Yang Maha Esa menciptakan wanita, dengan kelembutan hatinya dan sifatnya yang penyayang dan juga keindahan saat memandangnya&rdquo;</em>.</p><p style="text-align: justify;">Spirit perjuangan Kartini harus kita munculkan dalam bentuk positif. Menjadi kartini masa kini artinya kita menolak untuk menjadi bodoh, menolak untuk menjadi pribadi yang minus akhlak dan tidak beradab, serta menolak menjadi pribadi yang tidak bermanfaat. Karena pada akhirnya kehidupan seseorang dinilai bukan berdasarkan seberapa banyak harta serta seberapa luas pengetahuan, namun dinilai dari seberapa besar manfaat yang bisa ia tebarkan untuk lingkungan sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dan pada akhirnya, perjuangan emansipasi Kartini bukan agar perempuan menjadi pesaing bagi lelaki. Namun, perempuan hadir sebagai penyemangat dan pendamping lelaki. Karena dibalik lelaki hebat selalu ada wanita luar biasa yang senantiasa memberi motivasi. Kehidupan ini akan menjadi harmoni ketika segalanya senantiasa berjalan seimbang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seperti Bung Karno pernah berkata <em>&ldquo;Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung, jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya, jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali&rdquo;.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Ayo, ekspresikan spirit emansipasi, siapkan diri menjadi Kartini masa kini!</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Jamiah, mahasiswi fakultas Pertanian 2015. Dirjen Kajian Strategis dan Jaringan Pemberdayaan Perempuan BEM KM Unmul 2017.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pandailah Seperti Kartini, Jangan Sibuk Percantik Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pandailah-seperti-kartini-jangan-sibuk-percantik-diri/baca </link>
<guid> pandailah-seperti-kartini-jangan-sibuk-percantik-diri </guid>
<pubDate> Sat, 22 Apr 2017 00:15:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Raden Roro Mira Budiasih, Ketua Umum LPM Sketsa 2016, Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2013 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pandailah-seperti-kartini-jangan-sibuk-percantik-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8obkRUSQ0i.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pandailah Seperti Kartini, Jangan Sibuk Percantik Diri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tulisan ini lahir dari keprihatinan terhadap kaum sendiri, perempuan. Tak perlulah saya banyak bercakap prihatin itu tentang apa saja. Sebab, semakin ke sini, rasanya perempuan hanya sekadar perhiasan semata. Lainnya, perempuan terjebak dengan zaman. Istilah beken yang kerap diungkapkan yakni kekinian.</p><p style="text-align: justify;">Sepertinya agak susah mencari perempuan yang isi kepalanya tidak hanya soal snapgram atau instastory, instagram, path, pacaran, <em>online shop</em>, hingga ootd (<em>outfit of the day</em>/ pakaian yang mereka kenakan hari itu) dan merambah hingga hijab ootd. Mementingkan berapa banyak <em>like</em> yang bisa mereka dapat dan berapa jumlah komentar &ldquo;Cantiknya&rdquo; sampai &ldquo;Subhanallah Ukhti&rdquo; membanjiri.</p><p style="text-align: justify;">Saya akui, sedih melihat perempuan yang kekinian dalam hal tampilan. Sangat susah sekali mencari perempuan yang benar-benar tidak kalah dengan zaman. Iya, perempuan memang sangat senang tampil indah, apalagi keindahan itu dipuji. Tapi tetap saja ada batasan yang seharusnya dipahami.</p><p style="text-align: justify;">Saya bukan feminis, hanya berpikir idealis dan tidak mau bermuka manis. Perilaku perempuan kekinian semakin tidak seharusnya, eh, ini bukan berarti saya sudah berperilaku lebih baik. Hanya saja, dalam kacamata awam saya, mereka, perempuan-perempuan kekinian itu mulai beda.</p><p style="text-align: justify;">Iya, kodrat perempuan itu untuk dilindungi, baik dalam agama hingga bernegara ada aturannya. Tapi <em>mbok</em> ya jangan terlalu <em>tho, nduk</em>. Jaga sikap itu perlu. Jangan berlomba-lomba terlihat paling menarik, edit sana-sini agar <em>followers</em> naik, hingga bertingkah seolah yang terbaik pun tercantik.</p><p style="text-align: justify;">Saya tidak mencaci, hanya menasihati. Bedakan esensi dua kalimat tersebut. Saya hanya berharap semoga tidak terlalu jauh alias kelepasan hura-huranya. Jangan jadikan alasan &lsquo;mumpung masih muda&rsquo; untuk bebas lakukan semuanya. Justru masa muda yang jadi bekal selanjutnya. Berlakulah selayaknya perempuan yang memang pantas dikasihi, dilindungi, dan dicintai.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan hebat itu bukan yang merengek sana-sini, tapi mandiri. Bukan manja yang sukanya leha-leha dan berlindung di ketiak lelaki, tapi tahu diri. Bukan cengeng yang mengemis kasih sayang tiada henti, tapi dihormati. Sadarlah, perempuan itu spesial sekali.</p><p style="text-align: justify;">Inspirasi lain lahirnya tulisan ini karena Selasa 11 April lalu saya menghadiri acara Panggung Para Perempuan Kartini di Museum Bank Indonesia, Jakarta. Deretan tokoh perempuan yang saya akui sebagai perempuan pembangun generasi hadir di sana. Beberapa menteri perempuan seperti Nila Djuwita Farid Moeloek, Retno Lestari Priansari Marsudi, Sri Mulyani Indrawati, dan Khofifah Indar Parawansa turut hadir.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan diisi dengan pembacaan surat Kartini oleh para tokoh perempuan dan diakhiri dengan fragmen film Kartini oleh Dian Sastro. Selama acara, saya merasa seperti &lsquo;terbangunkan&rsquo;. Surat-surat Kartini menyentak saya dan membuat saya semakin malu.</p><p style="text-align: justify;">Kartini yang lahir pada era 1870-an saja sudah memiliki pikiran yang luas tentang perempuan. Betapa ia ingin dapat kesetaraan, bukan kekinian! Salah satu kutipan suratnya yakni &ldquo;Pendidikan itu penting, terutama perempuan. Karena ia akan menjadi penentu bagi anak-anaknya.&rdquo; Perempuan harus terdidik dan pandai mendidik, bukan yang sibuk berkaca apakah ia sudah cantik?</p><p style="text-align: justify;">Itulah kodrat perempuan sesungguhnya menurut saya. Perempuan berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi laki-laki, tapi untuk membangun generasi. Tentu istilah ini sudah sering didengar. Dan yah, itu alasan kenapa perempuan harus cerdas. Madrasah utama anak adalah pada ibunya. Sebab pendidikan anak bukan dimulai sejak dini, melainkan sejak lelaki memiliki pasangan.</p><p style="text-align: justify;">Intinya perempuan itu spesial. Terlepas dari berbagai banyak stigma negatif orang di luar sana tentang perempuan yang kelakuannya minus, bukan berarti semua perempuan seperti itu. Banyak contoh perempuan cerdas yang berhasil membangun generasi bahkan disegani dan dihormati lelaki.</p><p style="text-align: justify;">Jika dalam pikiran Anda tak terlintas siapa perempuan yang seperti itu, maka jadilah perempuan yang dimaksud. Kartini punya cita-cita tinggi untuk kaum perempuan era dia hingga kini. Masa perempuan sekarang malah merusak imej diri?</p><p style="text-align: justify;">Betapa ekstensif buah pikiran perempuan kelahiran 21 April 1879 tersebut tentang keperempuanan. Saatnya mengubah diri dan posisikan perempuan sebagai kaum yang pantas dibanggakan karena perannya. Semoga Anda, saya, dan kita para perempuan bisa lebih menempatkan diri secara matang.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Raden Roro Mira Budiasih, Ketua Umum LPM Sketsa 2016, Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2013 Unmul</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Misi Besar untuk Mahasiswa KKN Jenis DSM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/misi-besar-untuk-mahasiswa-kkn-jenis-dsm/baca </link>
<guid> misi-besar-untuk-mahasiswa-kkn-jenis-dsm </guid>
<pubDate> Sat, 22 Apr 2017 08:11:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seperti yang termaktub dalam publikasi LP2M Unmul, bahwa tahun ini terdapat KKN jenis Desa Sejahtera Mandiri (DSM). (Foto: Mayang I. R. Biru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/misi-besar-untuk-mahasiswa-kkn-jenis-dsm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YXWxwGYL99.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Misi Besar untuk Mahasiswa KKN Jenis DSM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Seperti yang termaktub dalam publikasi LP2M Unmul, bahwa tahun ini terdapat KKN jenis Desa Sejahtera Mandiri (DSM). KKN itu mengusung slogan &ldquo;One Village, One Sister with University.&quot; Program yang digagas Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) itu hadir di Kaltim, dan Unmul dipilih menjadi mitra. Sebelumnya, program tersebut telah berhasil diterapkan di beberapa provinsi lain, seperti Jawa Barat, Jambi, dan Yogyakarta.</p><p style="text-align: justify;">Senin (17/4) lalu, di Aula Serbaguna Gedung Rektorat lantai empat, dilaksanakan pembekalan KKN DSM. Terdapat sedikitnya 45 mahasiswa Unmul terpilih dari sepuluh fakultas hadir saat itu. Mereka akan dilepas ke tiga daerah atau kabupaten berbeda yakni Kutai Kartanegara, Paser, dan Penajam Paser Utara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;KKN DSM ini menjadi percontohan yang menegaskan bahwa tidak semua mahasiswa KKN itu tidak matang pembangunan daerah dan masyarakat,&rdquo; ucap Ketua LP2M Susilo, saat membuka pembekalan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, keistimewaan yang diterima mahasiswa KKN DSM ialah akan mendapat pendanaan yang dapat digunakan untuk melaksanakan program penguatan dan pengembangan desa. Selain itu, Unmul juga akan memberikan pengarahan terkait kondisi desa untuk setiap kelompok KKN. Hal tersebut dilakukan agar mahasiswa tidak bingung ketika sampai di lokasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di sini kami hanya <em>briefing</em> sedikit, sisanya kesiapan dan kreativitas mahasiswa yang dituntut dalam penyelesaian masalah,&quot; kata Esty, salah satu panitia KKN DSM.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, ada Latifah Ningrum, staf Kemensos RI yang juga bertindak sebagai pembicara pembekalan yang memaparkan peranan mahasiswa KKN DSM. &quot;Mahasiswa KKN DSM perlu mengamati apakah ada potensi lokal dari desa sehingga warga semestinya tak perlu pergi ke kota, tapi mengembangkan potensi yang ada dan membangun desanya,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan namanya, mahasiswa yang terpilih mengikuti program DSM diharapkan mampu mengubah desa menjadi sejahtera dan mandiri. Bagian penting yang perlu digaris bawahi mahasiswa KKN DSM yakni, indikator desa dikatakan sejahtera dan mandiri adalah ketika dapat memenuhi kebutuhan dasar warganya. Adapun, kebutuhan tersebut meliputi hak sipil warga, pengendalian konflik sosial, kesejahteraan ekonomi, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga nantinya bukan hanya mahasiswa KKN yang akan wisuda, tetapi dengan program KKN DSM ini mahasiswa juga akan turut mewisuda desa,&quot; tandasnya. <strong><em>(nis/bru/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tabah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tabah/baca </link>
<guid> tabah </guid>
<pubDate> Sun, 23 Apr 2017 08:00:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Muhammad Andi Fitrahman, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2016. (Sumber foto: ktmc.info) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tabah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/23FyzZ6uRP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tabah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Jauh dipandang menuju kota Padang<br>Melepas gurau untuk merantau<br>Samudra terjang, angin pun melalu lalang<br>Tak rasa cepat, akhirnya pun tiba</p><p style="text-align: justify;">Makan sembarang, tidur menumpang <br>Awal disapa, belakangan dicela<br>Memang benar perkataan Amma Toa<br>Keramahan kota orang di awal tidak sama dengan yang akan datang</p><p style="text-align: justify;">Pada hati yang tersanjung palsu<br>Tetap ia kuatkan padahal jiwa mulai remuk<br>Bukan ingin menunjukkan bahwa ia bertahan<br>Melainkan menunjukkan bahwa lemah tidak harus mengalah</p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh&nbsp;</strong></em><span><em><strong>Muhammad Andi Fitrahman, mahasiswa&nbsp;</strong></em><span><em><strong>Program Studi &nbsp;Sastra Indonesia angkatan 2016, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman.</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pokoknya Titik Harus Jurnalistik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/pokoknya-titik-harus-jurnalistik/baca </link>
<guid> pokoknya-titik-harus-jurnalistik </guid>
<pubDate> Mon, 24 Apr 2017 07:59:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sudarman, salah satu dosen FKIP dan menjabat sebagai  Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan LP3M Unmul, terus berkarya dalam menggeluti passion di bidang jurnalistik. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/pokoknya-titik-harus-jurnalistik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BjUMbRhZ4q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pokoknya Titik Harus Jurnalistik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA -</span></strong><span><strong>&nbsp;</strong></span><span><em>Passion</em> kerap dijadikan sebagai alasan kuat untuk menjalani sebuah profesi. Ibarat telah menjadi bagian diri, tidak peduli besaran yang akan diterima, yang terpenting adalah menikmati apa yang dijalani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal itu juga yang dilakukan oleh salah satu dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Sudarman. Puluhan tahun bergelut dalam dunia penyiaran radio dan televisi tidak membuatnya merasa jenuh. Beberapa keputusan dalam hidupnya dibuat demi bisa terus berkarya di bidang jurnalistik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudarman sempat menikmati satu tahun masa kuliahnya di jurusan Pendidikan Kimia, FKIP Unmul. Namun di tahun berikutnya, ia memutuskan untuk pindah ke jurusan Ekonomi. Disinggung perihal alasannya, Sudarman menyatakan semata-mata karena radio.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau di Kimia banyak praktikum dan lain sebagainya. Saya tidak bisa mengikuti jadwal, jadi pindah ke prodi yang relatif fleksibel,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tahun 1998, ayah dari empat orang anak ini berpindah ke saluran Suara Mahakam setelah sebelumnya berada di saluran Paras FM. &nbsp;Tidak berhenti sebagai penyiar radio, selang dua tahun kemudian, Sudarman merambah dunia pertelevisian sebagai pembaca berita TVRI.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejak duduk di bangku SMA Sudarman memang telah aktif untuk terjun dalam dunia jurnalistik. Ia telah memulai karier sebagai penyar radio dan tergabung dalam bagian keredaksian majalah di sekolahnya. Selain itu, ia giat mengikuti kursus guna menunjang <em>passion</em>-nya. Kursus itu merupakan program dari RRI Malang yang memberikan bekal seputar MC, retorika, dan siaran radio.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasrat terhadap dunia jurnalistik tak menghalanginya berprestasi semasa sekolah. Hal itu dibuktikan dengan berbagai prestasi akademis yang diraih. Salah satunya ialah juara harapan untuk Cerdas Cermat Fisika se-Jawa Timur. Meskipun berlatar belakang pendidikan eksak, tak mematikan ke</span><span>tertarikannya akan dunia jurnalistik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Perkara akademis tidak menjadi bagian penting dari bagian kekaryaan dari seseorang,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Soal ia yang sekarang jadi dosen sebenarnya bukan bagian dari cita-citanya. Sejak kecil Sudarman telah bermimpi untuk dapat berwirausaha dan juga bergerak dalam bidang radio dan TV. Namun, jalan sebagai pengajar terbuka manakala ia menerima tawaran sebagai pengajar di Ilmu Komunikasi. Saat itu, ia</span><span>&nbsp;sempatkan berhenti untuk melanjutkan pendidikan S3 di Malang. Selepas itu, &nbsp;ia datang lagi dan menjadi pengajar di FKIP.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan LP3M Unmul ini mengatakan ia terus bertahan&nbsp;</span><span>sebagai penyiar radio dan pembaca berita. Dari sana ia mendapatkan banyak teman dan itu menumbuhkan wawasannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siaran menjadi sarana relaksasi ala saya,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudarman pun dituntut bijak dalam menyesuaikan jadwal yang dimilikinya. Mengingat ada banyak aktivitas yang perlu dilakukan di luar tugasnya sebagai pengajar.&nbsp;</span><span><em><strong>(adl/wal)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> GCE-6 HMPKN Unmul, Kumandangkan Semangat Pancasila </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/gce-6-hmpkn-unmul-kumandangkan-semangat-pancasila/baca </link>
<guid> gce-6-hmpkn-unmul-kumandangkan-semangat-pancasila </guid>
<pubDate> Mon, 24 Apr 2017 10:01:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sabtu, (22/4) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMPKN) menghelat Gebyar Civic Eduation (GCE-6). (Foto: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/gce-6-hmpkn-unmul-kumandangkan-semangat-pancasila/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t8nQJTttqI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>GCE-6 HMPKN Unmul, Kumandangkan Semangat Pancasila</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu, (22/4) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMPKN) menghelat Gebyar Civic Education (GCE-6). Dalam salah satu rangkaian acaranya yakni seminar, hadir sosok &nbsp;mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI periode sebelumnya Eddie Siregar, sebagai pemateri nasional yang membawa materi sesuai tema, yakni peran politik dalam memperkuat karakter bangsa. Eddie memaparkan gamblang tentang pentingnya kejujuran, ketekunan, dan rendah hati dalam hal bernegara.</p><p style="text-align: justify;">Satu yang menarik dari pemaparannya ialah konsep lima jari yang punya makna tersendiri. Pertama, jempol artinya baik atau hebat, telunjuk hanya mengarahkan saja karena kemudahan dari seorang pemimpin ialah menunjuk apa yang diinginkan. Lalu, jari tengah tentang ketuhanan yang esa, jari manis untuk hasilnya. Sedangkan kelingking berarti usaha kecil yang kita lakukan dan bisa berakibat baik serta buruk.</p><p style="text-align: justify;">Pembahasan materi juga menyentuh nawacita dan konsep negara. Eddie berharap, peran mahasiswa dalam mengawal perpolitikan bisa lebih aktif dan kritis dengan menyesuaikan teori-teori yang telah didapatkan di bangku perkuliahan. Seminar pun berakhir dengan sesi diskusi.</p><p style="text-align: justify;">Mujihat, ketua panitia GCE-6 mengatakan, seminar yang dilakukan merupakan respons terhadap kondisi perpolitikan Indonesia saat ini. Menurutnya, perlu kejelasan kembali fungsi-fungsi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang harus ditanamkan dalam diri mahasiswa dalah perannya sebagai <em>social control&nbsp;</em>dan <em>agent of change</em> terhadap para elit poltik. Yang akan menjadi pertimbangan dicapainya karakter bangsa dalam berpolitik,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Oleh HMPKN, GCE memang rutin digelar tahunan dengan mengusung konsep dan tema berbeda. Adapun tahun ini telah memasuki tahun keenam. Tak cuma seminar, ada tiga jenis lomba yang juga jadi rangkaian GCE kali ini yakni pidato, debat, dan cerdas cermat. Pesertanya datang dari kalangan mahasiswa, siswa sekolah menengah pertama dan atas di wilayah Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Persiapan GCE-6 sudah dilakukan tiga bulan sebelum hari H. Terselenggaranya acara ini tentu tidak lepas dari dukungan prodi, kampus, rektorat, dan para sponsor,&quot; terang Mujihat.</p><p style="text-align: justify;">Selain sebagai program rutin, GCE nyatanya merupakan wujud meneruskan denyut Tridarma Perguruan Tinggi. Karena itu HMPKN mendapatkan dukungan penuh dari prodi dan fakultas. Sedangkan lomba-lomba, diharapkan mampu memperkuat silaturahmi antara Unmul dengan sekolah-sekolah se-Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pancasila harus dijaga. Adanya lomba dimaksudkan untuk mengajak siswa mengerti nasionalisme. Kita sudah lihat Pilkada di Jakarta. Perpolitikan saat ini banyak sekali yang sudah tidak untuk demokrasi,&quot; ucap Yuspebri Mikha, koordinator acara.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup rangkaian GCE-6, <em>grand closing</em> sudah disiapkan panitia. Di&nbsp;dalamnya terdapat sesi pengumuman Mawapres, dosen terfavorit, dan pemenang lomba-lomba. GCE-6 dan seterusnya tentu diharapkan mampu membumikan kembali penghayatan Pancasila yang kian memudar. Padahal ia adalah cita-cita dan arah hidup bagi warga negara yang mendiaminya. <em><strong>(bip/omi/aml)<img src="https://ssl.gstatic.com/ui/v1/icons/mail/images/cleardot.gif" class="fr-dii" style=""></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Efek Bermedia dan Terobos Mental Blok </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/efek-bermedia-dan-terobos-mental-blok/baca </link>
<guid> efek-bermedia-dan-terobos-mental-blok </guid>
<pubDate> Tue, 25 Apr 2017 10:04:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar jurnalistik (22/4), oleh HMJ Akuntansi, FEB Unmul menghadirkan dua pemateri ahli. Salah satunya, Nurliah, Perwakilan Komisi Penyiaran Daerah Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/efek-bermedia-dan-terobos-mental-blok/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wMWr7RV3SK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Efek Bermedia dan Terobos Mental Blok</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify; ">&ldquo;Hanya perlu satu buku sebagai bukti Anda pernah hidup! Selama Anda belum menulis buku, Anda akan hidup gentayangan,&rdquo; cetus Endro Surip Efendi, Wakil Pemimpin Redaksi Kaltim Post itu. Untaian kalimat itu, satu dari rentretan kalimat yang tersaji dalam materi penulisan bertemakan <em>S</em><em>imple &nbsp;Writing with Mind Technology</em>. Merupakan agenda Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntasi, seminar jurnalistik ini diadakan Sabtu (22/4) di Ruang Serbaguna, lantai 1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.</p><p style="text-align: justify; ">Adapun, selain Endro, pemateri lainnya dari Perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah, Nurliah. Membahas perihal media, cara kepenulisan, serta bedah tulisan jadi tiga materi yang dikolaborasi apik oleh dua pemateri tersebut. Sedari pukul &nbsp;09.00 sampai 13.30 Wita, tawa peserta lepas berulang-kali, terutama kala tulisan tiap peserta seminar dibedah oleh Endro.</p><p style="text-align: justify; ">Nurliah, yang lebih dulu memaparkan materi tentang pentingnya media massa di era digital. Baginya, generasi muda perlu meningkatkan jumlah teman mereka di media sosial. &ldquo;<em>Followers</em> media sosial pribadi kita penting ditingkatkan. Itu agar wawasan pemikiran kita dapat disebarluaskan kepada orang banyak,&rdquo; sarannya. Menurutnya, akan ada keuntungan luar biasa jika hal tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.</p><p style="text-align: justify; ">&ldquo;Ada <em>loh</em> mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Unmul bernama Alfy Saga yang nge-<em>top</em> melalui Instagram. Alfy bahkan telah meraup 35 juta dari ketenarannya sebagai selebgram,&rdquo; sebut Dosen Ilmu Komunikasi, FISIP Unmul ini.</p><p style="text-align: justify; ">Meski menjanjikan, ia juga mewanti-wanti generasi muda agar tetap hati-hati menggunakan media sosial. Berlakunya UU ITE saat ini bisa saja menjerat siapapun jika <em>posting</em>-an tersebut melecehkan suatu pihak, dan pihak tersebut merasa tidak terima.</p><p style="text-align: justify; ">Berbeda, Endro fokus mengulik materi kepenulisan ini, benar-benar menyoroti &quot;mental blok&quot; yang kerap dipelihara calon penulis. Rasa malas menjadi alasan klasik, termasuk dalam menulis skripsi bagi mayoritas mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify; ">Seseorang memiliki mental blok ditandai dengan, kemauan yang kurang, tidak memiliki rasa percaya diri, bahkan trauma pada masa lalu. Meski menyoroti mental blok<em>&nbsp;</em>calon penulis, Endro pun tak segan membagi ilmu menulis yang mahal untuk dipraktikan. Caranya, dengan mengunakan <em>poison pen</em>.</p><p style="text-align: justify; ">&quot;Anda tulis semua unek-unek di kertas putih. Contoh Anda benci seorang dosen, tulis saja rasa jengkel Anda sebanyak apapun, sebanyak apapun! Setelah itu bakar kertas tadi, jangan sampai tersisa, buat jadi abu. Ini ilmu mahal loh. Saya belajar ilmu ini saja bayar 12 juta, tapi kalian sekarang dapat dari saya gratis,&quot; papar pria yang juga mahir menghipnoterapi orang ini.</p><p style="text-align: justify; ">Selain pola <em>poison pen</em>, ada lagi contoh untuk mengatasi mental blok versi Endro. &nbsp;&ldquo;Saya mau tanya, tahun berapa target anda lulus kuliah? Kemudian lebih spesifik, sebutkan juga bulan lulusnya. Sudah? Kunci jawaban itu! Sekarang saya tanya lagi, apakah Anda yakin dengan target anda? Yakin 100 persen? Ada yang tiba-tiba berubah jadi tidak yakin, ayo angkat tangan,&rdquo; tanya Endro bertubi-tubi pada peserta.</p><p style="text-align: justify; ">Cara ini demi membulatkan mental dan berdamai dengan batin. Sebab, tutur Endro sebanyak dan selama apapun seminar penulisan seperti ini diadakan, tetap saja tidak membuat orang pandai menulis jika<em>&nbsp;</em>mental blok &lsquo;langgeng&rsquo; dipertahankan. Oleh, karenanya membiasakan untuk menghadapi lebih baik ketimbang berdiam diri, terpaku rasa minder.</p><p style="text-align: justify; ">Harapan digelarnya seminar ini terang Ketua Umum HMJ Akuntansi, Sofiyanti Ardi Niyingsih mahasiswa tentu lebih memahami dan menggunakan media sosial, maupun media lainnya dengan baik pun menghasilkan manfaat<strong>. <em>(</em><em>dan/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendidikan Bukan Prioritas Pemprov Kaltim Lagi! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pendidikan-bukan-prioritas-pemprov-kaltim-lagi/baca </link>
<guid> pendidikan-bukan-prioritas-pemprov-kaltim-lagi </guid>
<pubDate> Wed, 26 Apr 2017 08:25:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini yang ditulis oleh Rizaldo, Gubernur BEM FKIP Unmul, melihat pemerintah Kaltim dalam menangani pendidikan kini. (Sumber ilustrasi: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pendidikan-bukan-prioritas-pemprov-kaltim-lagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ejxsmhe1gY.png" />
					</figure>
			                <h1>Pendidikan Bukan Prioritas Pemprov Kaltim Lagi!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dalam semangat UUD 1945, pendidikan diarahkan secara menyeluruh bagi rakyat dengan perhatian utama untuk rakyat yang tidak mampu agar setiap warga negara dapat dan berhak menjalankan pendidikan serta mendapatkan pendidikan yang proporsional. Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak baik melalui pertemuan nonformal maupun formal sering kali mengkampanyekan adanya pendidikan gratis di Kalimantan Timur. Tetapi pada kenyataannya pendidikan gratis di lapangan masih jauh dari harapan. Program wajib belajar 12 tahun pun hanya sekadar fatamorgana publik.</p><p style="text-align: justify;">Pelimpahan kewenangan pendidikan SMA/SMK di Kaltim dari kabupaten/kota ke provinsi sesuai amanat UU 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah nyatanya banyak menemukan problem. Semua yang menjadi hak dan kewajiban pemerintah yakni gaji, insentif, maupun BOSDA kian timpang karena pemprov dirasa belum siap untuk menjalankannya. Jika &nbsp;semua kewenangan pengelolaan pendidikan menengah atas dialihkan kepada pemprov, seharusnya semua menjadi tanggung jawab pemprov. Dan tanggung jawab itu termasuk mengalokasikan anggaran gaji guru dan tenaga kependidikan nonPNS.</p><p style="text-align: justify;">Sudah 4 bulan, dari Januari-April tahun 2017 satu rupiahpun belum ada gaji yang masuk ke kantong para guru dan tenaga kependidikan non PNS oleh Pemprov Kaltim. Kalau masalah penggajian tenaga honorer ini saja tidak bisa teratasi bagaimana mungkin persoalan pendidikan dan mutu pendidikan bisa ditingkatkan. Berkaitan dengan Amanat UU 23 Tahun 2014 Pasal 12 ayat 1 dan 2 bahwa urusan pemerintah wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, tenaga pendidik, dan pendidikan merupakan prioritas utama yang harus dijalankan oleh pemerintah sesuai dengan urusan pemerintahan konkuren.</p><p style="text-align: justify;">Menurut rencana Kepala Disdikbud Dayang Budiati bahwa gaji untuk guru dan tenaga kependidikan non PNS sebesar Rp1,2 juta. Di luar itu ada insentif Rp300 ribu. Dengan demikian, dalam sebulan mengantongi Rp1,5 juta. Kontradiktif dengan UMP 2017 di Kaltim sebesar Rp2.339.556. Sekalipun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim Dayang Budiarti menyatakan bahwa sisa dana yang akan digunakan agar menyesuaikan UMP diambil dari Bosnas maksimal 15% dan Bosprov maksimal 50 % agar bisa menambahkan Rp800 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai Permendikbud No 8 Tahun 2017, dana Bosnas yang boleh digunakan untuk gaji/honor sekolah negeri 15% dan swasta 50%. Sedangkan besaran dana Bosnas untuk 2017 Rp1.400.000 per siswa. Padahal tidak semua sekolah memiliki dana Bosnas yang besar. Sekolah di pedalaman jumlah siswanya hanya sedikit, tapi harga kebutuhan hidup cukup besar. Sedangkan sekolah di kota cenderung punya siswa yang banyak. Maka, dana Bosnas maupun Bosprov bagi sekolah pedalaman diperuntukkan dalam pembangunan infrastruktur maupun operasional sekolah. Padahal mayoritas guru pedalaman adalah guru honorer yang hanya sedikit guru PNS-nya. Tentu akan sangat berpengaruh terhadap jalannya roda belajar dan mengajar di sekolah yang akan berdampak pada guru dan siswa itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Tentu tidak sesuai dengan amanat UU 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bagian hak dan kewajiban di pasal 14 dan 15 guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial yang meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru.</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar permasalahan kesenjangan sosial yang terjadi di Kaltim yang memiliki APBD sebesar 8,1 triliun apakah misi kemajuan pendidikan melalui fokus anggaran dengan prosentase besar diperuntukkan untuk pendidikan? Fakta yang ditemukan, anggaran dikucurkan setiap periode tanpa konsep yang tak lagi jelas alirannya pada masa akhir periode (minimnya pengawasan). Persoalan tidak berhenti sampai dengan seberapa besar anggaran yang diberikan, urgensi kualitas tenaga pendidik dan konsistensi untuk memberikan perhatian khusus pada pendidikan ini harus diwujudkan secara nyata oleh gubernur!</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, peran tenaga pendidikan yang memiliki integritas menjadi suatu hal yang sangat penting saat ini, sekurang-kurangnya pemangku kebijakan memperhatikan sumbangsih dan keikutsertaan mereka dalam pengaruhnya terhadap lingkungan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Bantu menyuarakan ini, siapapun berhak memperoleh dan menjalankan pendidikan yang layak serta memadai karena pendidikan adalah ujung tombak peradaban, Juru kunci kesejahteraan.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Rizaldo, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa F</strong><strong>akultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> HUT 55 Faperta, Pemancing Padati Kolam Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hut-55-faperta-pemancing-padati-kolam-kampus/baca </link>
<guid> hut-55-faperta-pemancing-padati-kolam-kampus </guid>
<pubDate> Wed, 26 Apr 2017 09:45:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puluhan pemancing mengelilingi kolam Faperta Unmul dalam rangka menyemarakkan HUT 55 Faperta. (Foto: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hut-55-faperta-pemancing-padati-kolam-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a50TaQKdt4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>HUT 55 Faperta, Pemancing Padati Kolam Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kolam di bawah gazebo Fakultas Pertanian petang tadi (25/4) dipadati para pemancing. Sekitar seratus lima puluhan mereka duduk melingkar mengikuti pola kolam dan beberapa yang lain memancing dari atas gazebo. Kendaraan yang ikut memenuhi sisi depan kolam menarik perhatian para pengguna jalan.</p><p style="text-align: justify;">Selepas hujan, orang-orang itu rupanya tengah mengikuti lomba memancing sebagai gelaran pertama sepanjang perayaan ulang tahun Faperta. Salah satunya, Muhammad Sarandi seorang mahasiswa jurusan Agroekoteknologi 2013 yang mengaku gemar memancing. Sebanyak dua ikan berhasil didapatnya, buah hasil penantian sejak pukul 11.00 Wita. Adapun lomba memancing digelar hanya satu hari yakni hari ini sejak pukul 09.00 hingga 16.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya tahu dari selebaran aja sih. Ini dapat nila dan betutu untuk dibawa pulang,&quot; ucapnya menunjukkan hasil tangkapan.</p><p style="text-align: justify;">Sarandi tak sendiri sejumlah pemancing lain pun banyak meraup ikan bahkan hingga empat belas ekor. Panitia, kata Sarandi, sudah menyiapkan ikan untuk ditangkap sejak seminggu lalu demi meriahnya HUT 55 Faperta. Yang tak ketinggalan, ada pula kejadian lucu saat lomba.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada itu yang sudah dapat ikan terus terlepas. Terus dia dapat lagi, pas ditarik malah temannya tidak sengaja melepaskan ikan itu,&quot; kata Sarandi tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Sigit Purnomo, panitia HUT 55 Faperta mengatakan, perayaan hari jadi Faperta tahun ini cukup berbeda. Menurutnya, itu bagian efek dari tampuk kepemimpinan Faperta yang baru saja berganti. Biasanya hanya dirayakan BEM Faperta, namun tahun ini fakultas bekerja sama dengan BEM dan IKA Alumni Faperta bahu membahu menyemarakkan hari lahir kampus &quot;Pak Tani&quot;. Sigit sendiri adalah alumni Faperta jurusan Agribisnis 2008.</p><p style="text-align: justify;">Tentang lomba memancing, dikatakan Sigit adalah keistimewaan. Sebab pada hari biasa memancing di kolam gazebo adalah larangan. Namun khusus hari jadi Faperta, 40 kilogram ikan disebar panitia untuk dipancing para peserta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak boleh kalau hari biasa mancing di sini. Kolam ini ada ikannya sejak satu tahun lalu. Karena ada lomba jadinya ditambah,&quot; ucap Sigit.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya hari lahir Faperta, sayangnya, Sigit mengaku juga tidak tahu. Adapun, rangkaian lomba rencananya akan diselenggarakan hingga 27 April mendatang. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Satu Dekade, LPM Sketsa Unmul Gelar S3D </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sambut-satu-dekade-lpm-sketsa-unmul-gelar-s3d/baca </link>
<guid> sambut-satu-dekade-lpm-sketsa-unmul-gelar-s3d </guid>
<pubDate> Thu, 27 Apr 2017 09:16:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menyambut satu dekade, LPM Sketsa Unmul gelar Selebrasi Sketsa Satu Dekade (S3D). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sambut-satu-dekade-lpm-sketsa-unmul-gelar-s3d/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mNLZBGtPex.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Satu Dekade, LPM Sketsa Unmul Gelar S3D</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam rangka menyambut satu dekade, LPM Sketsa Universitas Mulawarman mempersembahkan Selebrasi Sketsa Satu Dekade (S3D). Salah satu konten acaranya adalah lomba-lomba. Lomba-lomba tersebut di antaranya lomba desain poster, fotografi, essay, film pendek dan menulis surat untuk Rektor Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Ketentuan Lomba:</p><ul><li style="text-align: justify;">Mahasiswa aktif se-Indonesia</li><li style="text-align: justify;">Membayar biaya pendaftaran Rp. 25.000,- ke nomor rekening Bank Mandiri 9000018585241 an. Achmad Syahrif</li><li style="text-align: justify;">Karya belum pernah dipublikasikan di media manapun</li><li style="text-align: justify;">Karya tidak mengandung unsur SARA dan tidak menjiplak karya orang lain</li><li style="text-align: justify;">Wajib mengisi form pendaftaran</li><li style="text-align: justify;">Pendaftaran dan pengiriman karya di mulai dari tanggal 25 April 2017 s/d 17 Mei 2017</li><li style="text-align: justify;">Pengumuman pemenang lomba akan diumumkan dalam acara Gebyar dan Seminar Nasional S3D mendatang.<br><br></li></ul><p style="text-align: justify;">Syarat dan Ketentuan Lomba:</p><ul><li style="text-align: justify;">Lomba poster: <a href="http://bit.ly/PosterSK"></a><a href="http://bit.ly/PosterSK">http://bit.ly/PosterSK</a></li><li style="text-align: justify;">Lomba essay: <a href="http://bit.ly/EssaySK"></a><a href="http://bit.ly/EssaySK">http://bit.ly/EssaySK</a></li><li style="text-align: justify;">Lomba menulis surat untuk rektor: <a href="http://bit.ly/SKSuratRektor"></a><a href="http://bit.ly/SKSuratRektor">http://bit.ly/SKSuratRektor</a></li><li style="text-align: justify;">Lomba film pendek: <a href="http://bit.ly/SKFilmPendek"></a><a href="http://bit.ly/SKFilmPendek">http://bit.ly/SKFilmPendek</a></li><li style="text-align: justify;">Lomba fotografi: <a href="http://bit.ly/SKFotografi"></a><a href="http://bit.ly/SKFotografi">http://bit.ly/SKFotografi</a><br><br></li></ul><p style="text-align: justify;">Link Form Pendaftaran:</p><ul><li style="text-align: justify;">Lomba poster: <a href="http://bit.ly/PosterLomba"></a><a href="http://bit.ly/PosterLomba">http://bit.ly/PosterLomba</a></li><li style="text-align: justify;">Lomba essay: <a href="http://bit.ly/EssayLomba"></a><a href="http://bit.ly/EssayLomba">http://bit.ly/EssayLomba</a></li><li style="text-align: justify;">Lomba menulis surat untuk rektor: <a href="http://bit/ly/LombaSuratRektor"></a><a href="http://bit/ly/LombaSuratRektor">http://bit/ly/LombaSuratRektor</a></li><li style="text-align: justify;">Lomba film pendek: <a href="http://bit.ly/Filmpendek"></a><a href="http://bit.ly/Filmpendek">http://bit.ly/Filmpendek</a></li><li style="text-align: justify;">Lomba fotografi: <a href="http://bit.ly/FotografiLomba"></a><a href="http://bit.ly/FotografiLomba">http://bit.ly/FotografiLomba</a><br><br></li></ul><p style="text-align: justify;">Pengiriman Item Lomba: gebyarjurnalistik10@gmail.com</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ikhtiar Menerangi Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ikhtiar-menerangi-unmul/baca </link>
<guid> ikhtiar-menerangi-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 28 Apr 2017 10:58:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Istilah habislah gelap terbitlah terang belum tepat disematkan untuk suasana Unmul malam hari. (Sumber foto: agustinrinrin.blogspot.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ikhtiar-menerangi-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ssUSe4Z3bh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ikhtiar Menerangi Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Istilah habislah gelap terbitlah terang belum tepat disematkan untuk suasana Unmul malam hari. Pasalnya, hal ini sudah jadi evaluasi lawas yang masih belum tampak serius dibenahi. Memang tidak secara keseluruhan Unmul gulita. Hal itu dituturkan Dyna Marisa Khairina, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Seperti berita yang diturunkan <em>Sketsa</em> sebelumnya perihal penerangan, Dyna pun menganggap penerangan jalan merupakan tanggung jawab universitas, bukan fakultas. (Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-gelap-penanganan-jalan-di-tempat/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-gelap-penanganan-jalan-di-tempat/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Kalau untuk penerangan jalan itu Unmul sendiri ya. FKTI sih kalau di teras-teras kita sudah kasih lampu. Saya lihat di dekat parkiran itu juga sudah ada lampu sorot. Cuma saya tidak tahu itu berfungsi atau tidak karena saya jarang juga jalan-jalan malam ke kampus,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, Dyna mengaku belum pernah mendapatkan laporan atau masalah karena penerangan kampus yang minim. Namun jika kelak ada, dia akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena saya tidak terima laporan, ya saya pikir aman-aman saja,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Dyna, La Erita Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha FMIPA mengatakan sekeliling FMIPA telah dilengkapi lampu sorot yang menerangi kampus saat malam. Adapun pendanaan, dikatakan Erita hanya berfokus untuk kawasan kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk pendanaan sudah disiapkan pihak dekanat. Tapi, tidak untuk bagian jalan poros sana karena itu tanggung jawab pihak rektorat,&quot; kata Erita.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Udin Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Administrasi Umum dan Perlengkapan FISIP menyebutkan bahwa pada setiap bagian gedungnya FISIP telah dilengkapi dengan lampu-lampu penerang. Lagi-lagi senada dengan Dyna dan Erita, menurut Udin, kegelapan jalan di luar fakultas adalah tanggung jawab pihak rektorat. Kepada pihak luar, Udin tak menutup diri untuk diberikan kritik dan masukan demi perbaikan kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk FISIP sendiri jarang ditemukan laporan kalau ada lampu yang mati. Untuk penerangan di jalanan sekitar FISIP itu merupakan tanggung jawab rektorat, bukan FISIP,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(nvt/fir/dor/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FIB Berduka, Kehilangan Salah Satu Dosen Terbaiknya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/fib-berduka-kehilangan-salah-satu-dosen-terbaiknya/baca </link>
<guid> fib-berduka-kehilangan-salah-satu-dosen-terbaiknya </guid>
<pubDate> Sat, 29 Apr 2017 09:50:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar duka datang dari Fakultas Ilmu Budaya, dosen sekaligus kepala program studi Etnomusikologi Erna Wati wafat pada Kamis (27/04). (Sumber foto: www.facebook.com/ernawatiaziz) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/fib-berduka-kehilangan-salah-satu-dosen-terbaiknya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8EObqtsYKI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FIB Berduka, Kehilangan Salah Satu Dosen Terbaiknya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA - </strong>Kabar duka datang dari Fakultas Ilmu Budaya, dosen sekaligus kepala program studi Etnomusikologi Erna Wati wafat pada Kamis (27/04) sekitar pukul 02.50 Wita di Rumah Sakit Medika Citra Samarinda. Erna Wati wafat usai melahirkan putri keduanya melalui operasi Caesar.</p><p style="text-align: justify;">Erna Wati lahir di Samarinda 26 November 1983. Menempuh pendidikan S1 pada FKIP Bahasa Inggris Unmul (2001-2005) dan melanjutkan studi S2 berbekal beasiswa dari Ford Foundation di The Australian National University jurusan Master of Studies with Research on Popular Culture (2011-2012).</p><p style="text-align: justify;">Rintik hujan yang turun kemarin menemani prosesi pemakaman Erna Wati. Erna Wati dimakamkan di Pemakaman Muslim Pramuka. Dosen yang dikenal baik oleh dosen, staff dan mahasiswa FIB Unmul meninggalkan suami dan dua orang anak.</p><p style="text-align: justify;">Selain aktif sebagai Pembina Pusdima Unmul, Erna Wati juga aktif dalam Forum Lingkar Pena (FLP) selama lebih dari 10 tahun. Terakhir menjabat sebagai ketua FLP Wilayah Australia periode 2010-2012, serta ketua FLP Wilayah Kalimantan Timur 2015-2017. Dikenal sebagai seseorang yang hebat dan ibu yang luar biasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Almarhumah banyak jadi panutan baik di lingkungan sekitar maupun di kampus,&rdquo; ucap Akmal Farhan, mahasiswa Sastra Inggris 2015 yang juga sepupu Erna Wati.</p><p style="text-align: justify;">Di lingkungan kampus FIB, Erna Wati dikenal baik oleh rekan-rekannya. Singgih Daru Kuncara, Kepala Program Studi Sastra Inggris mengungkapkan, sesuatu yang spesial dari Erna Wati adalah jika bercanda, candaannya tidak sampai membuat lawan bicaranya tersinggung. Singgih mengakui jika ia melontarkan candaan, mungkin saja lawan bicaranya tersinggung, akan tetapi berbeda dengan Erna Wati. Sekalipun menegur mahasiswanya, mahasiswa tentu tidak akan merasa tersinggung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami semua merasa kehilangan, terutama saya pribadi,&rdquo; tambah Singgih.</p><p style="text-align: justify;">Selain dikenal dekat dengan rekan-rekan kerjanya, Erna Wati juga menjalin hubungan baik dengan mahasiswa-mahasiswanya dan alumni. Azzizatur Rahma Liari, salah satu alumni menyatakan bahwa Erna Wati adalah dosen yang sangat penyabar. Dulu saat hendak sidang skripsi, semua dosen pembimbing sudah menyetujui skripsinya, Erna Wati juga sudah setuju, namun dengan sabar membimbing Azziza lagi sampai tiga kali agar benar-benar tidak ada celah dalam skripsinya, bahkan hingga di waktu <em>weekend</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sebagai mahasiswa biasa merasa, ibunya <em>care</em> banget, padahal <em>weekend</em> dan kalau beliau tidak berdedikasi toh nanti dibaiki dosen penguji, tapi engga, beliau membimbing sampai akhir,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Erna Wati telah menerbitkan Novel &ldquo;Astro Lover 21&rdquo; (LPPH-2004), &ldquo;Tarian Sang Hudoq&rdquo; (Asy-Syaamil-2001), &ldquo;Matahari Tak Pernah Sendiri&rdquo; (LPPH-2004), &ldquo;Miss Right Where Are You?&rdquo; (LPPH-2005), &ldquo;Gara-gara Jilbabku&rdquo; (LPPH-2006), &ldquo;Galz Please Don&rsquo;t Cry&rdquo; (LPPH-2006), &ldquo;Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia 2005&rdquo; (Risalah Badai-2006), &ldquo;TTM- In the Name of Friendship&rdquo; (LPPH-2007),&ldquo;Samarinda Kota Tercinta&rdquo; (Bentang-2008), &ldquo;Suka Duka Hidup di Australia&rdquo; (Indiva Media Kreasi-2011).</p><p style="text-align: justify;">Erna Wati juga pernah diundang mengikuti Workshop Menulis Novel oleh Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) tahun 2006, serta MEP pada tahun yang sama. Selain itu, menjadi peserta pada Writing Australia workshop for EAL writers How to sell your book to an Australian publisher oleh ACT Writers Center, Australia, awal tahun 2012.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mrs. Erna itu seorang wanita yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,&rdquo; tutur Jane Ashari, mahasiswi Sastra Inggris 2014.<em><strong>&nbsp;(els/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Chairil dalam Ada Apa dengan Cinta?   </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/chairil-dalam-ada-apa-dengan-cinta/baca </link>
<guid> chairil-dalam-ada-apa-dengan-cinta </guid>
<pubDate> Sun, 30 Apr 2017 09:34:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Chairil Anwar, meski sudah tiada namun karyanya selalu ada dan hidup hingga kini.  (Sumber foto: Wikipedia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/chairil-dalam-ada-apa-dengan-cinta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Sq3JdluB0z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Chairil dalam Ada Apa dengan Cinta?  </h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Chairil Anwar selalu tentang cinta, kemarahan, perlawanan yang mampu ia lakukan. 68 tahun setelah mangkat, karya-karyanya senantiasa dibicarakan. Masa kepenyairannya tak lama, tetapi cukup untuk menjadikan Chairil penanda susastra yang penting.</p><p style="text-align: justify;">Haul Chairil dirayakan di berbagai tempat--yang masih dan akan terus membicarakan karya-karyanya. Jumat (28/4) di Fakultas Ilmu Budaya, BEM FIB membuka panggung terbuka untuk siapa saja yang ingin berbicara ataupun membacakan puisi-puisi Chairil. Malam harinya mereka menggelar diskusi bertajuk &ldquo;Ada Apa dengan Chairil?&rdquo;. Kumpul-kumpul yang ingin mengurai keberadaan Chairil di <em>Ada Apa dengan Cinta? (2002)&nbsp;</em>karya Rudi Soedjarwo.</p><p style="text-align: justify;">Di lapangan bekas tenis yang terbengkalai diskusi digelar. Pukul 20.00 Wita lebih dulu dipertontonkan film <em>Ada Apa dengan Cinta?</em><em>.&nbsp;</em>Lalu, Irwan Syamsir seorang mahasiswa Sastra Indonesia maju sebagai moderator dan Dahri Dahlan yang seorang dosen sastra ditunjuk pula sebagai pemateri.</p><p style="text-align: justify;">Pertama-tama puisi menjadi narasi penting dalam <em>Ada Apa dengan Cinta?.&nbsp;</em>Tidak bisa tidak, tanpa puisi Cinta yang gemar mengigit bibir itu tak akan pernah bertemu dengan Rangga. Begitu juga sebaliknya. Tokoh Rangga dalam film itu sedikit banyak memperlihatkan Chairil yang dapat dilacak: tak banyak bicara dan kedua orang tua yang berpisah. Bahkan, saking tak banyak bicaranya Chairil ini, ia pernah jatuh cinta kepada seorang wanita, Sri Ayati namanya, dan hingga maut datang tak sekalipun ia ungkapkan apa yang menjadi perasaannya.</p><p style="text-align: justify;">Kedekatan Rangga dengan buku menunjukkan dunia yang tak jauh berbeda dengan Chairil. Dahri Dahlan sebagai pemateri mengisahkan bahwa Chairil adalah bohemian yang gemar mencuri buku. Suatu kali karena ia tak benar-benar memerhatikan buku yang ia curi, alih-alih buku sastra Chairil justru membawa bibel.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang membuat Chairil terus dikenang sampai hari ini justru karena ia menulis dengan mendobrak tatanan lama. Pada masa itu, Angkatan Pujangga Baru yang diisi penyair seperti Sutan Takdir Alisjahbana, Amir Hamzah, Armijn Pane memiliki gaya puisi yang cukup khas. Melulu menggunakan bahasa Melayu serta tema yang diangkat tak jauh beda, soal perjuangan dan romansa beberapa. Sementara Chairil datang dari musim yang berbeda dan memunculkan cara lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Chairil besar karena mendobrak pengucapan pada zaman itu. Dia mempunyai gaya baru dalam penulisan puisi dan gaya itu diperlukan untuk mengungkapkan keadaan diri sendiri dengan zaman waktu dia hidup. Karena zaman waktu dia hidup kan berbeda dengan zaman waktu perang,&rdquo; kata penyair Sapardi Djoko Damono dalam wawancaranya dengan <em>CNN Indonesia</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ada Apa dengan Cinta?&nbsp;</em>telah berusaha memperkenalkan Chairil kepada penontonnya yang saat itu kebanyakan merupakan remaja. Gelombang besar lahir kemudian karena setelah film itu tayang banyak pria SMA berpikir menulis puisi dan menghadiahkannya kepada wanita yang ia suka. Secara pengakuan <em>Ada Apa dengan Cinta?&nbsp;</em>boleh dikata memang sangat berhasil. Film yang memperkenalkan kita dengan Ladya Cherill ini mendapatkan penghargaan berupa Piala Citra Festival Film Indonesia 2004 dan disebut-sebut sebagai penanda penting dari kebangkitan industri film nasional. Dengan&nbsp;<em>Ada Apa dengan Cinta?</em>&nbsp; telah menjadi kultus.</p><p style="text-align: justify;">Sampai kemudian tepat setahun lalu, April 2016 <em>Ada Apa dengan Cinta 2?&nbsp;</em>beredar di bioskop-bioskop. Meski meraup jumlah penonton yang jauh lebih banyak, tak sedikit yang menyayangkan kehadiran sekuel ini. <em>Ada Apa dengan Cinta 2?&nbsp;</em>lebih mirip sebagai sekumpulan hal yang coba diklarifikasi. Menurut Dahri, yang jadi soal di sini adalah karena cerita berakhir dengan bahagia dan itu merusak fantasi akan hubungan Cinta dengan Rangga. Ia mencontohkan kisah cinta seperti Romeo and Juliet, Laila dan Majnun, dan Sampek Engtay yang mestinya berada di level sama dengan kisah Cinta dan Rangga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebahagiaan itu bukan sesuatu yang baik di dalam film, tidak jika bukan di dunia rill,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Suatu ketika senja di pelabuhan Sunda Kelapa, Chairil ada di sana dengan perasaan hati yang rawan. Ia merasa ingin menulis puisi kepada Sri Ayati yang baru saja diketahuinya telah dilamar oleh seorang dokter. Ia simpan perasaan baik itu, tetapi kerawanan hatinya ia catat melalui puisi. Dan Rangga, pria fiksi, bernasib lebih beruntung daripada Chairil yang rill.</p><p style="text-align: justify;"><em>Senja di Pelabuhan Kecil</em><br><em>Buat Sri Ayati</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Ini kali tidak ada yang mencari cinta</em><br><em>di antara gudang, rumah tua, pada cerita</em><br><em>tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut</em><br><em>menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut</em><em>&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang</em><br><em>menyinggung muram, desir hari lari berenang</em><br><em>menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak</em><br><em>dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.</em><em>&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan</em><br><em>menyisir semenanjung, masih pengap harap</em><br><em>sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan</em><br><em>dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap</em></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kekasih yang Dirindukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kekasih-yang-dirindukan/baca </link>
<guid> kekasih-yang-dirindukan </guid>
<pubDate> Mon, 01 May 2017 04:53:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan, oleh Risa Rifka Annisa, mahasiswi program studi Sastra Inggris 2014. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kekasih-yang-dirindukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/neMAie6CEq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kekasih yang Dirindukan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ada bulir hangat mengalir di sela bola mata<br>Rintihnya tak sabar ingin berjumpa kekasih yang lama <br>Sesak di dada sesekali menyapa<br>Pintanya ingin segera menyambut kedatangan kekasih tercinta&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Namun, ini bukan kisah tentang betapa sakitnya merindu manusia<br>Ini adalah kisah tentang inginnya sebuah hati<br>Agar yang diharapkan segera tiba <br><br>Menanti kehadirannya<br>Bukan sekedar dengan berpangku tangan dan duduk manja<br>Apalagi hanya berbaring santai lalu pejamkan mata&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ada hal lain yang harus dituntaskan<br>Sembari menunggu kedatangannya<br>Membayar lunas hutang tahun yang lalu<br>Menambah amalan khusus demi tingkatkan iman<br>Berlatih melawan hawa nafsu<br>Serta mengistiqomahkan diri dalam ibadah<br>Semua itu semata demi meraih cintaNya&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sudah terbayangkah di benakmu<br>Siapakah yang kiranya mengusik hari-hariku itu?<br>Ia adalah bulan yang Allah janjikan penuh dengan keberkahan<br>Sebab saat ia datang<br>Semua orang berlomba-lomba berbuat kebaikan&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tak dapat dipungkiri<br>Hal itu kan yang kita rindukan? <br>Manakala setiap insan saling bermaafan<br>Rajin tadarusan dan sibuk menebar kebaikan&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aahh, Ramadhan<br>Engkau memang pembawa keberkahan<br>Engkau memang pantas dirindukan&nbsp;</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Risa Rifka Annisa, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris 2014, Fakultas Ilmu Budaya.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> xXx: Return of Xander Cage, Hadirkan Tokoh Tak Terduga hingga Tokoh Asia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/xxx-return-of-xander-cage-hadirkan-tokoh-tak-terduga-hingga-tokoh-asia/baca </link>
<guid> xxx-return-of-xander-cage-hadirkan-tokoh-tak-terduga-hingga-tokoh-asia </guid>
<pubDate> Mon, 01 May 2017 07:17:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> xXx: Return of Xander Cage, kembalinya Vin Diesel hingga penampilan gemilang tokoh-tokoh tak terduga. (Sumber poster: youtube.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/xxx-return-of-xander-cage-hadirkan-tokoh-tak-terduga-hingga-tokoh-asia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Op9aDWa9HV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>xXx: Return of Xander Cage, Hadirkan Tokoh Tak Terduga hingga Tokoh Asia</h1>
			              </header>
			              <p>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : xXx: Return of Xander Cage (2017)<br>Sutradara &nbsp; &nbsp; &nbsp; : D. J. Caruso<br>Produser &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Joe Roth, Jeff Kirschenbaum, Vin Diesel, Samantha Vincent<br>Penulis &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: F. Scott Frazier<br>Produksi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Paramount Pictures, One Race Films, Revolution Studios, Roth Kirschenbaum Films <br>Distributor &nbsp; &nbsp; : Paramount Pictures<br>Bahasa &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Inggris<br>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Aksi, Petualangan, Thriller<br>Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Vin Diesel, Donnie Yen, Deepika Padukone, Kris Wu, Ariadna Gutierrez, Ruby Rose, Tony Jaa, Nina Dobrey, Toni Collette, Samuel L. Jackson<br><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - <em>XXX (2002)</em> kembali merilis film ketiganya setelah <em>XXX: State of The Union (2005).</em> Sekuel sebelumnya dibintangi oleh Ice Cube, sementara <em>xXx: Return of Xander Cage</em> kembali dibintangi oleh Vin Diesel, di sini Ice Cube turut andil dalam peran penting sebagai penyelamat tim Xander Cage (Vin Diesel).</p><p style="text-align: justify;"><em>xXx: Return of Xander Cage</em> menceritakan kembalinya Xander Cage (Vin Diesel) yang keluar dari pengasingan. Sebelumnya ia diduga mati akibat tragedi tabrakan mobil, namun sebenarnya ia bersembunyi di pengasingan karena tidak ingin menjadi agen pemerintah dalam program xXx lagi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, empat orang misterius yang dipimpin oleh seseorang bernama Xiang (Donnie Yen) mencuri sebuah kotak bernama <em>Pandora Box</em> dalam sebuah pertemuan agen CIA di New York City. <em>Pandora Box</em> adalah sebuah alat yang dapat mengontrol satelit kemudian menghancurkannya tepat di kota yang akan dihancurkan bersamanya.</p><p style="text-align: justify;">Tak butuh waktu lama bagi agen CIA Jane Marke (Toni Collette) untuk menemukan Xander Cage dan berniat merekrutnya demi menemukan kembali <em>Pandora Box</em>. Xander Cage awalnya tidak ingin terlibat, namun hatinya tergerak karena mendengar kabar atasannya Augustus Gibbons (Samuel L. Jackson) meninggal dunia karena terkena ledakan satelit di Brasil.</p><p style="text-align: justify;">Jalan cerita <em>xXx: Return of Xander Cage</em> sebenarnya sama seperti film aksi lainnya, balas dendam, misi rahasia, pengkhianatan, juga aksi-aksi heroik. Selama pemutarannya, penonton akan terpukau dengan aksi ekstrim Vin Diesel. Aksi tembak-menembak cewek cantik nan seksi, seni bela diri dengan perhitungan yang pas, bahkan sebelum musuh berhasil mengeluarkan senjata, musuh sudah dapat dilumpuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, sang sutradara berniat mengajak penonton bernostalgia dengan film-film sebelumnya. Bagaimana mungkin seseorang tidak cedera serius setelah mengalami kecelakan mobil?</p><p style="text-align: justify;">Kelebihan <em>xXx: Return of Xander Cage&nbsp;</em>patut diacungi jempol karena menghadirkan tokoh yang tak terduga. Seperti atlet pesepak bola asal &nbsp;Amerika dan Brasil, yakni Tony Gonzalez serta Neymar Jr. Tak hanya bintang dari lapangan hijau, film ini menghadirkan bintang-bintang Asia terkenal seperti Donnie Yen, Deepika Padukone, Kris Wu, dan Tony Jaa.</p><p style="text-align: justify;">Di film ini penonton bisa menyaksikan aksi laga Donnie Yen dan Tony Jaa dengan adegan <em>fighting</em> yang memikat, aksi si tampan Kris Wu, serta penampilan luar biasa Deepika Padukone, sebagai satu-satunya bintang Bollywood dengan aksen Hindi-nya yang kental. Menyenangkan bisa melihat bintang-bintang Asia bersinar dalam film <em>blockbuster&nbsp;</em>Hollywood. <strong><em>(els/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pandangan Mereka yang Memikul UKT Golongan Atas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/pandangan-mereka-yang-memikul-ukt-golongan-atas/baca </link>
<guid> pandangan-mereka-yang-memikul-ukt-golongan-atas </guid>
<pubDate> Tue, 02 May 2017 07:34:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pandangan mahasiswa yang memikul UKT golongan atas. (Sumber ilustrasi: indiatimes.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/pandangan-mereka-yang-memikul-ukt-golongan-atas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CptGMCah5D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pandangan Mereka yang Memikul UKT Golongan Atas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) berlaku di Unmul pada 2013 lalu, suara mahasiswa yang merasa keberatan acap kali nyaring terdengar. Mereka merasa biaya kuliah per semester yang terbayar, kurang sebanding dengan fasilitas perkuliahan yang didapat.</p><p style="text-align: justify;">Masuk tahun keempat bergulirnya sistem UKT, <em>Sketsa</em> coba menelisik tanggapan mahasiswa terhadap fasilitas penunjang perkuliahan di kampus mereka masing-masing. Narasumber yang disasar memiliki dua kategori khusus: berasal dari bidang saintek dan soshum, serta mendapat golongan UKT &ldquo;golongan atas&rdquo;. Dua mahasiswa diwarta <em>Sketsa</em> untuk menyuarakan argumennya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu mahasiswi Fakultas Pertanian (Faperta) prodi Agroekoteknologi 2014, Ade Mutiara angkat bicara perihal nominal UKT. Ia mendapat golongan IV yang mana merupakan golongan tertinggi di Faperta saat itu (2014) dengan nominal UKT Rp4 juta per semester. Ade memberikan komparasi UKT yang dirinya bayar dengan fasilitas penunjang perkuliahan yang didapat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk saya pribadi cukup terbebani. Karena biaya kuliah murni dari orang tua, meski orang tua menyanggupi. Akan tetapi masih banyak keperluan lain yang harus orang tua saya tanggung. Apalagi saya masih memiliki dua adik lagi yang harus dibiayai,&rdquo; katanya. &ldquo;Sekadar info, untuk Prodi Agroekoteknologi hanya dua orang saja yang nominal UKT golongan IV. Saya dan salah satu teman saya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pun demikian, Ade tetap merasa nominal UKT yang dibayarkan cukup sepadan dengan fasilitas penunjang perkuliahan yang diperoleh. &ldquo;Sudah lumayan cukup, hanya fasilitas di kelas yang kurang. Kadang suka panas kalau beberapa kelas digabung dalam satu ruangan. Kipas anginnya tidak nyala semua, sehingga kurang efektif jika beberapa kelas digabung dalam satu ruangan,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembenahan mulai dari kursi, papan tulis, meja kuliah, hingga kipas angin sudah mulai ditambah jumlahnya. Untuk fasilitas lain semisal toilet, pembenahan masih terus dilakukan oleh pihak kampus. &ldquo;Untuk toiletnya lumayan bersih, airnya tersedia terus,&rdquo; ujarnya. Hal seperti inilah, menurutnya, yang memicu kesadaran mahasiswa untuk bersama-sama menjaga kebersihan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika disinggung pengembangan fasilitas kampus selama kurun empat tahun terakhir (sejak UKT diberlakukan), ia cukup merasakan adanya pembenahan fasilitas kampus sedikit demi sedikit. Ade berharap dekan Faperta yang baru terpilih, Rusdiansyah, dapat lebih meningkatkan fasilitas perkuliahan agar semakin baik ke depannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Masalah Ketersediaan Proyektor</strong></p><p style="text-align: justify;">Kata serupa tapi tak sama terlontar dari mulut Denni Ilham Pratama, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), prodi Sastra Inggris 2014. Nominal UKT yang dipikul Denni dari golongan V&mdash;juga golongan tertinggi&mdash;di FIB dengan biaya sebesar Rp4 juta per semester.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya sempat merasa terbebani. Semester lalu juga sempat mengadu (keberatan UKT) pada dekan FIB untuk diturunkan, tapi kata beliau sudah tidak bisa turun lagi,&rdquo; keluh Denni. Meskipun keberatan, dirinya tetap senada dengan Ade tentang fasilitas penunjang perkuliahan yang cukup berkembang. Tetapi, ada satu fasilitas yang dirasa amat kurang di FIB yakni ketersediaan proyektor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang masih kurang itu masalah proyektor. Masih banyak proyektor yang rusak dan jumlahnya pun terbatas. Di kelas saya, kalau mau presentasi atau dosen memang membutuhkan proyektor. Nah, saat seperti itu sering banget dapat proyektor yang rusak, bahkan bisa tidak kebagian proyektor sama sekali,&rdquo; sorot Denni. <strong><em>(dan/cin/pil/lbn/amr/wal)</em></strong><em>&nbsp;</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tentang Buruh Oleh Buruh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tentang-buruh-oleh-buruh/baca </link>
<guid> tentang-buruh-oleh-buruh </guid>
<pubDate> Tue, 02 May 2017 10:13:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 tingkat provinsi Kaltim berdemo di Taman Samarendah untuk memperingati Hari Buruh Sedunia. (Foto: M. Fernanda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tentang-buruh-oleh-buruh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3vYdiut1Sv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tentang Buruh Oleh Buruh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sekitar pukul 09.00 Wita Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 tingkat provinsi Kaltim berdemo di Taman Samarendah untuk memperingati Hari Buruh Sedunia atau dikenal <em>May Day</em>. Di bawah terik matahari mereka berorasi, tak peduli panas dan jumlah massa yang tak begitu banyak.</p><p style="text-align: justify;">Saat aksi tadi SBSI 1992 memakai atribut warna hijau menyala. Mereka menyuarakan tuntutan pada pemerintah sama persis dengan yang tertera di spanduk yang mereka pasang, yaitu untuk menegakkan kinerja aparatur Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), menegakkan hukum ketenagakerjaan, memberikan upah pegawai honorer sesuai UMP Provinsi, menghapuskan &ldquo;kerja paksa&rdquo; di perkebunan dan mencopot pejabat yang dirasa tidak memiliki kompetensi.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Dewan Perwakilan Cabang SBSI 1992 Kabupaten Kutai Kartanegara yang juga menjabat Ketua Bidang Hukum dan HAM di SBSI 1992 Provinsi, Nana Sukarna mengatakan setiap orang yang bekerja dan diupah dapat disebut sebagai buruh. Ia tak setuju atas rezim Orde Baru yang memisah istilah menjadi &ldquo;pekerja&rdquo; dan &ldquo;buruh&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada zaman Soekarno dulu itu tidak ada istilah pekerja, yang ada itu istilah buruh. Dinas pun yang ada bukan Dinas Ketenagakerjaan, tapi Dinas Perburuhan. Sejak zaman Soeharto baru istilah itu dipisah menjadi pekerja dan buruh. Jadi buruh bukan pekerja kasar saja seperti yang ada di benak orang-orang, setiap orang yang dibayar untuk bekerja adalah buruh, bahkan bupati saja buruh, PNS juga adalah buruh, kenapa dibeda-bedakan?&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Nana berkisah ia pernah menjadi buruh di perusahaan migas sejak tahun 1980-an, namun berhenti pada 2004 dan memilih bergabung untuk membela kepentingan kaum buruh yang hingga hari ini, menurutnya, jauh dari kata sejahtera.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari buruh ini dulu hanya diperingati oleh internasional dan belum dinasionalkan, setelah serikat buruh berdemo di Jakarta hingga banyak korban barulah kini kami bisa menikmati hasilnya, yaitu kemerdekaan bagi buruh,&rdquo;ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada masa Orde Baru perjuangan buruh acap kali dijegal oleh elit pemerintah. Buruh kerap dipinggirkan, bahkan buruh yang bergabung pada serikat buruh dianggap gila dan dituduh komunis. &ldquo;Dulu, siapa yang menjadi anggota serikat buruh itu orang gila, dimusuhi pemerintah, tentara dan polisi. Dianggap komunis kita. Makanya banyak korban,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia merasa hari-hari ini serikat buruh masih juga dimusuhi, bedanya dengan cara yang sedikit lebih halus. Pemerintah tampak tak menyukai perlawanan buruh, oleh karena itu pemerintah mencoba mengadakan kegiatan-kegiatan untuk &ldquo;memanjakan&rdquo; kaum buruh agar dapat tetap &ldquo;tenang&rdquo;. &ldquo;Seperti yang kamu lihat di Gor, itu acara untuk buruh juga. Mereka dimanjakan, dikasih makanan enak, mungkin pulangnya dikasih uang,&rdquo; sindirnya.</p><p style="text-align: justify;">Selayaknya buruh memang harus bersatu, sebab jika tidak maka perbudakan di bumi Indonesia tidak akan berakhir. &ldquo;Buruh harus bersatu agar perbudakan di Indonesia segera usai. Kita harus menuntut pemerintah merevisi peraturan ketenagakerjaan dan mencopot pejabat yang tidak layak di dinas tenaga kerja,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi buruh dari SBSI 1992 berakhir ketika menjelang zuhur. Pada pengaharapannya, ia mewanti kepada elemen mahasiswa untuk tetap memperjuangkan hak-hak buruh, karena buruh mayoritas tidak berlatarbelakang pendidikan yang baik sehingga dibutuhkan kaum intelektual untuk memperjuangkan mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tahu kok perjuangan kalian, mahasiswa dalam membela kami, teruskan!&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(fer</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Geram dan Gemuruh Hari Buruh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/geram-dan-gemuruh-hari-buruh/baca </link>
<guid> geram-dan-gemuruh-hari-buruh </guid>
<pubDate> Tue, 02 May 2017 10:42:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Titik aksi memperingati hari Buruh Sedunia yang jatuh pada hari ini dilaksanakan di Jalan M.Yamin Samarinda. (Foto:Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/geram-dan-gemuruh-hari-buruh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tyYx8nwwGN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Geram dan Gemuruh Hari Buruh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Derit-derit sepatu massa aksi berdenyit bergesekan dengan aspal saat hujan mengguyur Kota Tepian. Kendati begitu, aksi tetap dilanjutkan. Secara serempak, hari ini, 1 Mei 2017, teriakan &lsquo;hidup buruh&rsquo; bergemuruh. Gemanya tidak hanya di satu titik, tetapi juga di segala penjuru dunia. Teriakan yang sama dikumandangkan sebagai peringatan perlawanan dan perjuangan kaum buruh di Amerika Serikat pada 1806 silam.</p><p style="text-align: justify;">Di Samarinda, aliansi yang menamakan diri mereka sebagai Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) melakukan aksi solidaritas. Aliansi yang berisikan sejumlah elemen organiasi internal maupun eksternal kampus itu tampak berbaris menghadap Jalan M. Yamin dari depan gerbang utama Unmul. Satu per satu bergantian menyampaikan orasi politiknya, sementara yang lain terlihat memegangi spanduk dan karton bertuliskan tuntutan-tuntutan. Aksi tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 Wita dan ditutup evaluasi pukul 13.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aksi hari ini adalah memperingati Hari Buruh Internasional yang hasilnya bisa kita rasakan sekarang. Misalnya hari libur, pengurangan jam kerja, dan sebagainya. Semua itu didapat bukan dari meminta-minta belas kasihan dari para penguasa, tapi dari kerja keras dan darah kaum buruh,&rdquo; terang Angga Kusuma Wijaya, humas aksi.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Angga aksi yang dilakukan pihaknya itu berbentuk solidaritas dengan memobilisasi massa. Sekalipun tidak bersama kaum buruh, mereka berupaya mengambil garis demarkasi yang tegas bahwa bersolidaritas dalam merespons Hari Buruh yang tepat adalah dengan cara yang demikian. &ldquo;Dengan begitu, kita akan mampu memaknai bagaimana momentum Hari Buruh Sedunia itu diperingati,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, rangkaian dari puncak aksi hari ini yakni berangkat dari pendiskusian-pendiskusian antar elemen mahasiswa dalam Geram dan diskusi bersama kaum buruh di Muara Badak yang terancam di PHK. Pimpinan serikat buruh mereka bahkan tengah ditahan karena berupaya menuntut dan melakukan perlawanan.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi soal absennya sejumlah elemen organisasi mahasiswa lainnya dalam aksi yang dihelat Geram, Angga menyebut sebagai penyakit gerakan mahasiswa yang sektarianisme dan cenderung spontanitas. Menurutnya, gerakan mahasiswa harus menyentuh segala lini, tidak hanya pendidikan, tapi juga buruh, tani, lingkungan, dan sebagainya secara reguler dan kontinyu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang penyakit gerakan mahasiswa adalah terjangkit sektarianisme dan spontanitas, ya baru bergerak ketika ada momentum atau hal yang berkaitan dengan dirinya saja. Kami bersepakat untuk hadir dalam aksi solidaritas bersama mereka, membuktikan bahwa kami tidak sektarian sekaligus memajukan gerakan yang mereka bangun,&rdquo; kata Angga.</p><p style="text-align: justify;">Perihal tuntutan, ada 42 tuntutan yang disuarakan Geram dalam lima bidang. Pertama, bidang pendidikan yakni, hentikan liberalisasi pendidikan dan wujudkan pendidikan gratis, demokratis, ilmiah, profesional, dan bervisi kerakyatan secara merata, cabut SK rektor tentang penetapan golongan terhadap mahasiswa yang lulus lewat jalur SMMPTN, lawan diskriminasi kepada kaum minoritas seperti LGBTQ dan kelompok difabel di sektor pendidikan dalam bentuk apa pun, wujudkan pendidikan seksual sejak dini dan hapuskan buku-buku berstereotipe gender, serta tindak tegas pelaku pelecehan dalam kampus atau ranah pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian di bidang pertanian yakni, hentikan perampasan lahan dan laksanakan reforma agraria sejati, wujudkan pertanian yang kolektif yang dikontrol secara demokratis oleh kaum tani, dan mengganti paradigma revolusi hijau dengan pertanian berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, di ranah perempuan Geram menuntut pengadilan HAM untuk menyelesaikan kasus kekerasan seksual dan HAM, cuti hamil minimal 12 bulan dan cuti menstruasi tanpa syarat dengan tetap diupah, bangun pusat penitipan anak di tempat kerja, pemukiman, dan sebagainya, hak bagi perempuan untuk mengontrol tubuhnya, naikkan upah 100% dan upah setara untuk kerja yang setara. Berhenti menjadikan kaum perempuan sebagai objek seksual, tidak menjadikan pelacuran sebagai tindakan kriminal, hapuskan hukum diskriminatif terhadap kaum perempuan dan sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian perlindungan buruh migran Indonesia, dan pekerja rumah tangga, hentikan kriminalisasi aborsi dan cabut semua hukum anti aborsi dengan fasilitas informasi aborsi yang aman tanpa memandang usia dan gratis, menyediakan alat kontrasepsi yang aman bagi perempuan maupun laki-laki secara gratis bagi yang membutuhkan, perluasan layanan umum pada kerja-kerja rumah tangga seperti dapur umum, tempat cuci umum, perawatan lansia, anak, dan sebagainya, akses kesehatan gratis dan tidak diskrimnatif termasuk hak kesehatan reproduksi seksual, menolak kekerasan terhadap anak, perempuan, LGBTQ, dan disabilitas, pengakuan dan perlindungan terhadap keragaman orientasi seksual lintas gender.</p><p style="text-align: justify;">Lalu di sektor buruh, tuntutannya ialah cabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, enam jam kerja bagi buruh, kebebasan berserikat tanpa intervensi pemerintah, kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat di muka umum, berikan perlindungan terhadap buruh migran di dalam dan luar negeri, tindak tegas perusahaan-perusahaan yang tidak membayar upah dan tunjangan pekerja, dan berikan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.</p><p style="text-align: justify;">Dan yang terakhir, tuntutan secara umum, yaitu hentikan dan lawan kriminalisasi gerakan rakyat, hapus utang luar negeri, pajak progresif bagi perusahaan besar nasional dan multinasional, bangun industrialisasi dan teknologi yang ramah lingkungan bagi pemenuhan kebutuhan hidup di bawah kontrol rakyat, pemberantasan korupsi dan sita harta koruptor, peningkatan subsidi bagi kebutuhan pokok rakyat, hapuskan peran militer dari ranah sipil, hentikan eksploitasi alam, perlindungan lingkungan dan energi terbarukan, tolak reklamasi, rehabilitasi lahan pasca tambang, perkebunan sawit, dan lainnya, tolak eksploitasi kawasan karst, berikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa Papua dan kemerdekaan Palestina, dan bangun solidaritas internasional kelas pekerja.</p><p style="text-align: justify;">Aksi hari ini akan dilanjutkan dengan aksi Hari Pendidikan Nasional yang jatuh esok hari (2/5). Selain itu, Geram juga tengah menyiapkan diskusi menjelang Hari Marsinah yang jatuh pada 5 Mei mendatang bertajuk &ldquo;Di Balik Tabir Perjuangan Marsinah&rdquo; yang dijadwalkan akan digelar pada Rabu, 3 Mei. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terus Mengajar Meski Sedikit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/terus-mengajar-meski-sedikit/baca </link>
<guid> terus-mengajar-meski-sedikit </guid>
<pubDate> Wed, 03 May 2017 06:55:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SD Negeri 017 Gunung Cermin, Samarinda Utara, menjadi salah satu potret pendidikan di ibukota. (Foto: Eka Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/terus-mengajar-meski-sedikit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EnmzVr8hDU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terus Mengajar Meski Sedikit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> 31 murid berbaris di halaman SD Negeri 017 Gunung Cermin, Samarinda Utara. Jumlah mereka lebih mirip jumlah satu kelas, ketimbang disangka jumlah murid satu sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Pernah ada tahun-tahun kosong. Tahun di mana SDN 017 sama sekali tak kedatangan anak kecil untuk dijadikan murid. Hingga muncul wacana dari pemerintah untuk memindahkan lokasi sekolah. Agar tidak seperti sekarang ini yang &ldquo;hidup segan, tapi mati pun tak mau&rdquo;. Pemerintah ingin menarik lokasi sekolah yang semula berjarak 3 kilometer dari Jalan Batu Cermin menjadi sedikit lebih dekat dengan kota. Tapi, itu urung terjadi karena lebih banyak masyarakat sekitar menolak usulan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya lupa itu terjadi di tahun berapa, tapi benar-benar tidak ada yang mendaftar dua tahun berturut-turut sehingga dua kelas kosong,&rdquo; kata Liung, Kepala Sekolah kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>(29/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sudah dua tahun belakang ini tak ada apel bendera di sekolah tersebut. Sebab, jumlah murid tak mencukupi. Sebenarnya dulu SDN 017 tak seseret ini untuk urusan murid. Ketika didirikan pada 1983 sekolah ini disayangi oleh warga sekitar. Meski sebelumnya pada 1982-1983 sempat terjadi kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kemarau panjang selama sebelas bulan. Namun, kala itu banyak warga masih tak terganggu dan memilih tetap menetap di sekitar Gunung Cermin.</p><p style="text-align: justify;">Lanskap cerita baru mulai berubah ketika pada 1997-1998 kembali terjadi kebakaran hutan besar-besaran di Kalimantan. Catatan dari <em>The Singapore Center for Remote Sensing&nbsp;</em>menyebutkan diperkirakan pada 1997 api melahap 3 juta hektare hutan di Kalimantan dan di Sumatra 1,5 juta hektare. Sialnya lagi, kebakaran hutan itu terjadi bersamaan dengan fenomena perubahan iklim El-Nino. Akibatnya, dari kejadian ini pelbagai dampak dihasilkan: kemarau hamil selama sembilan bulan, reformasi, dan memicu ditinggalkannya Gunung Cermin oleh warga secara perlahan.</p><p style="text-align: justify;">Menjelang tahun-tahun sepi itulah Liung masuk sebagai guru di SDN 017. Ia menyaksikan bagaimana sekolah ini bertahan, di kala pasang maupun di kala surut. Pada 2007 atap-atap sekolah mulai dibenahi, memasuki 2013 giliran akses jalan di semenisasi oleh pemerintah. Hal terakhir ini mengatasi problem besar. Sebelumnya, untuk bisa sampai ke SDN 017 seseorang perlu memacu kendaraannya di atas kubangan lumpur. Pikir Liung, bayangkan jika ingin menyekolahkan anak, untuk apa memilih sekolah yang dipenuhi lumpur. Maka ketika akses jalan mulai membaik seperti sekarang, ia jadi optimis akan kedatangan murid-murid baru.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini Liung telah berupaya agar sekolahnya bisa lebih dilirik Dinas Pendidikan. Keadaan terakhir yang ia tahu SDN 017 sudah masuk daftar tunggu untuk perbaikan gedung sekolah. Liung berharap agar hal itu bisa terlaksana di tahun ini, karena dalam penantiannya ia berbaik sangka saja saat berkata, &ldquo;mungkin ingin diprioritaskan sekolah lain dulu yang muridnya banyak atau ada sekolah lain yang lebih membutuhkan&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau (sekolah) ini muridnya sedikit, tapi gedungnya masih bagus dikit. Lumayanlah,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Bangunan SDN 017 sejatinya merupakan bangunan tua dari kayu sebagai penopang. Ada enam bangunan kayu yang berdiri di lingkungan sekolah. Satu bangunan panjang diperuntukkan sebagai ruang kelas, satu ruang guru dan kepala sekolah, satu perpustakaan dan UKS, satu ruangan untuk penjaga sekolah. Sedang dua sisanya adalah bangunan kayu reyot telah rusak sana-sini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekolah lain sudah bagus semua, kenapa kita enggak?&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Selain murid minim, tenaga pengajar SDN 017 juga masih amat terbatas. Di sini akan ditemukan guru agama dan guru olahraga yang merangkap sebagai guru kelas. Liung berkata, urusan begini adalah tanggung jawab pemerintah untuk meratakan distribusi guru. Karena sekolah yang letaknya di pinggir tak berarti boleh dilupakan. Sebab seperti kata Liung, mereka yang dipinggir sudah lama berteriak. Dan semua itu logis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Merangkul Anak Didik</strong></p><p style="text-align: justify;">Hari ketika <em>Sketsa&nbsp;</em>berkunjung ke SDN 017, BEM FKIP dari Dinas Sosial Masyarakat sedang melaksanakan salah satu program kerjanya yakni Gerakan FKIP Mengajar. Sejauh ini sudah dua kali dilakukan, sebelum di SDN 017 mereka telah lebih dulu melakukannya di SDN 020 Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Kedatangan BEM FKIP ini mencoba membagikan ilmu kepada anak usia sekolah dasar. Pada Minggu sebelumnya mereka datang lebih dulu dengan mengajarkan gerakan senam dan permainan tradisional. Lalu pada Sabtu kemarin, mereka menggelar lomba-lomba yang salah satu tujuannya untuk menyenangkan hati anak-anak. BEM FKIP memberikan bingkisan hadiah kepada 31 murid untuk yang menang maupun yang tidak menang.</p><p style="text-align: justify;">Gregorius Aprinda Roynaldo, seorang mahasiswa Prodi Geografi 2015 menguraikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk menyasar sekolah di Samarinda, yang spesialnya berstatus sebagai ibukota, tapi masih kerap tak terjamah oleh pendidikan yang merata. Mudah untuk melihat bagaimana SDN 017 jauh dari cita-cita &ldquo;pendidikan merata&rdquo;. Tanpa mengeyampingkan kenyataan bahwa sekolah ini memiliki bangunan tua dan letak yang bersisian dengan jurang, yang konyolnya tak diberi pembatas yang berarti.</p><p style="text-align: justify;">Kendati muram, semangat anak-anak di sana seperti tak surut melainkan menyala. Liung menceritakan bahwa ia menerima siapapun murid yang ingin masuk ke sekolah yang ia pimpin. Jika ada anak yang pupus sekolah karena tak ada sekolah yang mau menerimanya, maka Liung akan datang dan mengajaknya untuk bergabung di SDN 017. Siapapun ia terima karena baginya setiap anak layak mendapat ilmu yang bermanfaat.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini di sekitar Gunung Cermin ada satu murid berhenti sekolah, Liung sedang dalam usaha untuk mengajak kembali si bocah mengeyam bangku kelas. Problemnya anak ini tak memiliki seragam, maka Liung perlu mencari seragam terlebih dahulu. Mungkin ia akan pergi ke yayasan-yayasan untuk mencarinya. Hal seperti ini cukup biasa Liung lakukan. Di waktu yang lalu, Liung pergi ke gereja dan meminta jika ada baju bekas layak bisa diserahkan kepada anak didiknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya daripada dia <em>ndak</em> sekolah, pertimbangannya ya kemanusiaan aja lagi,&rdquo; ujar perempuan 50 tahun itu.</p><p style="text-align: justify;">Dari semua tingkatan kelas, kelas 3 jadi satu-satunya tingkatan yang diisi oleh satu murid. Murid itu perempuan dan dia bernama Angle, pindahan dari sekolah di Malinau, Kalimantan Utara. Sebelum kedatangan Angle, kelas 3 memang adalah angkatan kosong. Dalam kegiatan belajar mengajar, Angle ditempatkan satu kelas dengan anak kelas 5. Materi ajaran yang ia terima masih sesuai tingkatan kelasnya, hanya di pelajaran Bahasa Inggris ia bisa menyamai anak kelas 5.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun satu ya tetap diajar,&rdquo; kata Liung.</p><p style="text-align: justify;">Di lomba yang diadakan BEM FKIP itu, Angle berhasil mendapat juara satu untuk lomba menggambar. Ketika di wawancara selepas pembagian hadiah, dengan sedikit malu-malu Angle mengaku imajinasinya kerap dipakainya untuk menggambar gunung. Tetapi, katanya, mata pelajaran favoritnya justru adalah matematika.</p><p style="text-align: justify;">Angle mengaku tak pernah merasa kesepian di SDN 017. Di waktu istirahat dia biasa berkejaran dengan teman-temannya yang lintas kelas, kalau tidak itu dia akan bermain ajakan sungkup di lingkungan sekolahnya yang kecil. <strong><em>(wal/iki/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ragam Warna Peringatan Hardiknas di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-warna-peringatan-hardiknas-di-unmul/baca </link>
<guid> ragam-warna-peringatan-hardiknas-di-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 03 May 2017 09:16:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masjaya menanggapi tuntutan mahasiswa yang dibawakan oleh BEM KM Unmul saat upacara telah selesai dilaksanakan. (Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-warna-peringatan-hardiknas-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VqctQQH559.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ragam Warna Peringatan Hardiknas di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>  Selasa pagi (2/5), ratusan orang dari berbagai elemen civitas akademika se-Unmul berbaris di GOR 27 September. Rangkaian agenda upacara bendera untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tergelar lancar. Cuaca berawan, mengiringi peringatan lahirnya bapak pendidikan Indonesia: Ki Hadjar Dewantara.</p><p style="text-align: justify;">Agenda upacara peringatan Hardiknas berjalan normal. Namun ada beberapa warna menarik yang dihadirkan dalam peringatan tersebut. Mulai dari penghargaan untuk para PNS serta aksi tuntutan dari mahasiswa ketika upacara berlangsung.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pembacaan Keppres RI tentang Satya Lencana Karya Satya&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, protokol upacara membacakan sebuah penghargaan yang diberikan Presiden Joko Widodo, teruntuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Unmul: Satya Lencana Karya Satya. Tercatat ada 28 dosen dan staf yang mendapatkan penghargaan dari Jokowi tersebut. Itu adalah bentuk penghargaan kepada PNS yang menerapkan disiplin kerja secara kontinu selama 10, 20, atau 30 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Penghargaan yang tertuang dalam Surat Keputusan Presiden (Keppres) RI ini dibacakan protokol ditengah-tengah berlangsungnya upacara. Setelah itu, Rektor Masjaya memberikan penghargaan kepada tiap nama-nama yang terlampir dalam Keppres. Salah satu nama yang meraih penghargaan Satya Lencana Karya Satya adalah Ketua LP2M Unmul, Susilo, akademisi dari FKIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah berlangsungnya peringatan Hardiknas, Rektor Masjaya selaku inspektur upacara tidak menyampaikan sambutan atas nama Rektor Unmul. Sambutan Masjaya hanyalah sebagai penyambung lidah dari sambutan yang ditulis Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI Prof Muhammad Nasir.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutan yang dibacakan rektor se-Indonesia ini, Menristekdikti Muhammad Nasir menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja segenap tenaga pendidik, terkhusus para pendidik di perguruan tinggi seluruh Indonesia. Nasir juga memberi apresiasi atas jerih-payah, inspirasi, dan pembangkit semangat yang diberikan segenap pendidik bagi putra-putri bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Rilis tersebut, Kemenristekdikti mengangkat tema &quot;Meningkatkan Relevansi Pendidikan Tinggi Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi untuk peringatan Hardiknas tahun 2017.&quot; Adapun poin utama dalam rilis sambutan itu memfokuskan perguruan tinggi agar dapat mengimplementasi Tridarma Perguruan Tinggi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Dalam bidang pendidikan, fokus diarahkan pada peran perguruan tinggi menghasilkan lulusan terdepan dalam dunia kerja. Dalam Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi juga memuat tiga jenis pendidikan tinggi. Satu, pendidikan tinggi akademik. Kedua, perguruan tinggi edukasi. Dan ketiga, pendidikan tinggi profesi, untuk pengembangan pendidikan khususnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam bidang penelitian, peningkatan infrastruktur pendidikan akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal itu dapat dilakukan melalui dedikasi penelitian-penelitian ekonomi. Hingga tahun 2016, telah berhasil terealisasi sebesar 12 pusat perguruan tinggi dari target 22, dan sepuluh sisanya harus direalisasikan tahun 2019, tutur Rektor Masjaya sembari membaca teks rilisan.</p><p style="text-align: justify;">Sedang bidang pengabdian kepada masyarakat, peningkatan relefansi pendidikan tinggi dilakukan melalui kerjasama yang lebih intensif antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Pimpinan perguruan pun didorong agar mampu menghargai, bahkan memberi insentif bagi dosen-dosen yang melakukan pengabdian dalam peningkatan kualitas masyarakat dan industri.</p><p style="text-align: justify;">Nasir menekankan gerakan itu harus melibatkan institusi pendidikan tinggi, institusi riset, pemerintah, dunia kerja dan industri, termasuk pemangku kepentingan lainnya. &quot;Saya mengumumkan kepada berbagai pihak, agar dapat berkolaborasi, berpartisipasi, dan berkontribusi menjadikan pendidikan tinggi sebagai institusi inovatif dalam pembangunan ekonomi nasional,&quot; baca Masjaya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kejutan Mahasiswa: Pesan Simbolis Lewat Spanduk</strong></p><p style="text-align: justify;">Kala Masjaya khusyuk membacakan teks sambutan, sebagian peserta upacara tengah teralihkan. Adalah barisan mahasiswa yang membentangkan pesan simbolis di tengah-tengah sambutan rektor melalui media spanduk. Sontak, beberapa juru kamera mendekat untuk mengabadikan momen.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya baru benar-benar sadar ada bentangan pesan dari elemen mahasiswa setelah selesai membaca kata demi kata sambutan. Raut datar seketika menghias wajah orang nomor satu di Unmul tersebut. Pun demikian, dirinya tak berniat langsung menanggapi pesan tersebut pasca pembacaan sambutan.</p><p style="text-align: justify;">Pesan simbolis via spanduk dengan sorotan utama Tolak UKT Mahal dan pesan-pesan lainnya menjadi garis besar tuntutan. Gerakan yang digawangi BEM KM Unmul ini sontak menimbulkan beragam persepsi, baik pejabat kampus, dosen, hingga mahasiswa diluar lingkaran BEM. <em>Sketsa</em> pun langsung melakukan klarifikasi pada Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi untuk meminta kejelasan.</p><p style="text-align: justify;">Norman berujar, alasan utama munculnya pesan simbolis tersebut bermuara dari keresahan mahasiswa terhadap pemberlakuan sistem UKT. &quot;Yang jelas kita menuntut janji Rektor (Masjaya). Tuntutan ini (UKT) telah beberapa tahun dilayangkan. Dari 2014 sampai 2017 sekarang, UKT ini masih menjadi polemik bersama, sampai saat ini. Jadi <em>Grand issue</em>-nya adalah transparansi UKT,&quot; beber mahasiswa FEB ini.</p><p style="text-align: justify;">Norman masih menganggap masalah UKT amat pelik sekali. Pemberlakuan sistem UKT nyatanya tidak berbanding lurus dengan fasilitas sarana dan prasarana di Unmul. Contoh di FKIP, kemarin sempat ada polemik ruangan kelas yang isunya masih milik Pemprov. &quot;Jadi mahasiswa tidak diperbolehkan pakai ruangan itu, dan kemudian menjadi polemik di mahasiswa FKIP kampus Pahlawan,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pungli pun sekali dua kali masih acap kali muncul. Pikir Norman, karena basis pembayaran kuliah mahasiswa sekarang adalah UKT, maka masalah-masalah semisal ini harus diberangus habis di Unmul. &quot;Sebenarnya pungutan-pungutan diluar UKT itu sudah tidak ada lagi, tapi nyatanya ada beberapa fakultas di kita (Unmul) yang masih ada indikasi pungli-pungli itu,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain UKT, fasilitas kampus, dan pungli. Masih banyak lagi masalah yang disorotnya kepada para pemangku jabatan di Rektorat Unmul. Portal keamanan kampus yang sampai sekarang belum berfungsi, <em>student</em>&nbsp;<em>day</em> yang tak sinkron dari universitas ke fakultas, hingga ketatnya jam kuliah dikeluhkan Norman sebagai bentuk menekan potensi mahasiswa dalam berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ultimatum Rektor Masjaya pada Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesaat pasca upacara dibubarkan, Masjaya langsung menuju barisan mahasiswa. Ia meminta klarifikasi konkret terhadap tuntutan mahasiswa. Ia meminta Presiden BEM KM yang memimpin aksi itu, untuk menyatakan poin-poin tuntutan secara lugas.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, Norman dan kawan-kawan aksi saat itu ingin Masjaya dapat diajak duduk bersama untuk menyatakannya sesaat pasca upacara usai. &quot;Kami sudah ada membuat rilis terkait tuntutan yang hari ini kita sampaikan. Kami ingin duduk bersama bapak untuk membahas ini, kita cari tempat,&quot; ucap Norman.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya menolak, lantaran akan merepotkan jika mencari tempat lagi untuk berdiskusi. Masjaya, mempertanyakan apa saja aspirasi yang ingin disampaikan. Akhirnya, Nornan menunjukkan hasil rilis tersebut kepada Masjaya, dan kemudian menjelaskan poin-poin tuntutan. Namun, Masjaya menginginkan tuntutan tersebut dilengkapi data yang konkret.</p><p style="text-align: justify;">Seperti halnya pungli. &quot;Saya justru meminta datanya. Besok saya terima datanya. Ya? Siapa orangnya, dia melakukan pungli di fakultas mana?&quot; tanya Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Lantaran, tak berdasarkan data yang lengkap tersebut Masjaya mengultimatum mahasiswa, agar membawa melengkapinya ketika menuntut aksi seperti ini. Meski begitu, Masjaya tetap menerima tuntutan tersebut. &quot;Iya saya terima datanya. Bawa sini,&quot; ucapnya pada Norman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tantang Bawa Data Esok Hari</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> secara terpisah kala meninggalkan kerumunan mahasiswa, Masjaya amat serius menanggapi pesan simbolis mahasiswa. Baginya tuntutan mahasiswa mesti ada data, jangan asal tuduh saja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan asal menuduh, harus ada datanya. Kalau masalah pungli, saya sepakatlah kalau itu harus di berantas,&quot; tanggapnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan sebelum inisiatif mahasiswa hari ini, diakuinya pihak rektorat sudah lebih dulu mengambil langkah untuk memberangus pungli di Unmul. &quot;Kita juga kemarin sudah bicara dengan Kejati (Kejaksaan Tinggi), bahwa kita akan melakukan sapu bersih pungli di Unmul. Agar tidak ada pungli! Kalau ada akan kita beri sanksi,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi perihal <em>follow up</em>, Masjaya memberikan tantang balik. &quot;Saya minta datanya, jangan bicara lewat spanduk saja. Saya minta data tentang siapa, kapan, apa jenis punglinya. Besok saya panggil bertemu. Kalau besok mereka tidak datang berarti data mereka tidak ada,&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi tantangan Rektor Masjaya, Norman yang juga ditemui terpisah mengaku siap menemui rektor untuk menyampaikan rentetan aspirasi, dan terpenting membawa data konkret.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Insya Allah besok akan kita temui secara langsung. Jika beliau katakan kita asal menuduh, tidak mungkin kita menulis tuntutan itu di spanduk-spanduk. BEM KM ini berfungsi menghimpun masalah, kemudian kita melihat secara general bahwa, ini masalah kita bersama. Dan kita akan bawa data itu besok, karena kita diminta data maka besok akan kita bawa,&quot; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga ini benar-benar langsung disikat oleh pak rektor, karena inilah yang menjadi harapan kita bersama,&quot; harap Norman. <strong><em>(dan/krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengapa KKN Tahun 2017 (Hampir) Bayar 350 Ribu? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/mengapa-kkn-tahun-2017-hampir-bayar-350-ribu/baca </link>
<guid> mengapa-kkn-tahun-2017-hampir-bayar-350-ribu </guid>
<pubDate> Thu, 04 May 2017 08:08:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tidak semua kegiatan perkuliahan yang include dalam biaya UKT, termasuk biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN). (Sumber foto: Sketsaunmul.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/mengapa-kkn-tahun-2017-hampir-bayar-350-ribu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/myGdqQQvaF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengapa KKN Tahun 2017 (Hampir) Bayar 350 Ribu?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ada banyak komponen, kendati tidak semua, kegiatan perkuliahan yang <em>include</em> dalam biaya UKT, termasuk biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tetapi, pada Februari lalu mahasiswa sempat dikagetkan dengan kabar bahwa KKN 43 Unmul akan berbayar.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa angkatan 2014 akan melaksanakan KKN tahun ini. Mereka ini adalah angkatan yang lahir di masa ketika UKT sudah diberlakukan di Unmul. Maka ketika tambahan nominal sebesar Rp350 ribu per mahasiswa hendak diterapkan, sontak suara protes nyaring terdengar. Meskipun setelah melalui serangkaian audiensi akhirnya kebijakan itu dibatalkan oleh rektor Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya, Masjaya menjelaskan mulanya kebijakan itu muncul karena sejak 2017 ini pembiayaan KKN murni 100 persen ditanggung oleh mahasiswa dan Unmul. Dulunya KKN bisa tak berbayar karena pembiayaan KKN masih ditanggung oleh dua pihak yakni Unmul dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Defisit anggaran dari pusat hingga daerah ditengarai menjadi alasan Pemprov akhirnya menarik bantuan pembiayaan KKN kepada Unmul. Buntut dari kejadian inilah yang membuat Unmul dengan berat hati memberlakukan kebijakan penambahan biaya KKN kepada mahasiswa. Kebijakan tidak populer Masjaya ini sekilas mirip drama kenaikan harga BBM yang mau tidak mau ia ambil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu (2013-2016) kita menganggarkan KKN secara terbatas masuk di UKT (hanya KKN reguler) karena sebagian besar dibantu subsidi pemerintah daerah,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemprov pun diakui Masjaya telah menarik bantuan pembiayaan KKN per tahun 2017 ini. &ldquo;Sekarang kan semua pembiayaan KKN murni (100 persen) ditanggung setiap mahasiswa dan kas Unmul,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, Masjaya tak ragu dengan kebijakan yang diambilnya tempo hari. Ia mengatakan bahwa langkah yang pihaknya lakukan memang secara aturan sah-sah saja untuk dilakukan. Bahkan diperbolehkan oleh pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kan jadi ya kalau mau jujur di peraturan pemerintah menjelaskan bahwa universitas untuk pengembangan UKT boleh memungut dana perubahan fakultas,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Saat selangkah lagi akan terlaksana, kebijakan itu justru dibatalkan oleh dirinya sendiri. Forum audiensi BEM se-Unmul dengan para pejabat tingkat dekan, termasuk pejabat rektorat menjadi saksi dibatalkannya kebijakan tersebut oleh Masjaya. Baginya untuk tahun 2017 kekurangan biaya yang ditinggalkan Pemprov akan ditutup dari kas Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita sekarang berpikir (untuk KKN angkatan 43 ini), tidak usah dipungut dahulu,&rdquo; katanya. <strong><em>(dan/cin/pil/lbn/amr</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hal-hal yang Diselesaikan dan Tidak oleh UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/hal-hal-yang-diselesaikan-dan-tidak-oleh-ukt/baca </link>
<guid> hal-hal-yang-diselesaikan-dan-tidak-oleh-ukt </guid>
<pubDate> Thu, 04 May 2017 08:12:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description>  Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan, Abdunnur menuturkan terkait pengelolaan dana UKT di Unmul.  </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/hal-hal-yang-diselesaikan-dan-tidak-oleh-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C9Qpjsj8xh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hal-hal yang Diselesaikan dan Tidak oleh UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Empat tahun sudah Unmul memakai Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai mekanisme pembayaran kuliah mahasiswa per semester. Tapi entah kenapa, selama itu pula masih saja banyak pertanyaan yang muncul terkait sistem UKT. Sistem tersebut acap menuai kritik dari mahasiswa, terutama terkait transparansi tata kelola UKT.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur selaku Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan menuturkan pengelolaan dana UKT dikelola oleh dua pihak: universitas dan masing-masing fakultas. Untuk pengelolaan keseluruhan dana UKT lebih dominan dikelola fakultas, dengan rincian 70 persen untuk fakultas, sedang 30 persen sisanya diserahkan ke universitas. Nominal pasti 70 persen tersebut berbeda-beda, tergantung banyaknya jumlah mahasiswa di fakultas bersangkutan. Dengan pembagian ini, maka pengelolaan fasilitas penunjang perkuliahan lebih banyak dikelola fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;UKT ini sendiri kan masuk ke pagu (jumlah total dana yang dikelola untuk proses manajemen operasional termasuk belajar-mengajar) fakultas dengan persentase 70 persen. Tentu fakultas harus membuat rancangan perencanaan, karena itu sudah wewenang fakultas untuk mengelola dana yang ada. Sehingga kami tidak bisa mengatur-atur fakultas, kewenangan ada di mereka masing-masing,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sejak 2013 perlahan tapi pasti Unmul mulai berbenah meningkatkan kualitas sarana-prasarana penunjang perkuliahan. Pun demikian, mahasiswa masih merasa banyak problem yang belum tuntas dibenahi oleh pihak Unmul. Masalah klasik macam pungutan liar hingga keamanan kampus masih terus membayangi.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya <em>Sketsa</em> menurunkan laporan dari mahasiswa yang mendapat golongan UKT paling tinggi di fakultas masing-masing. Mahasiswa yang disasar berasal dari <em>basic</em> ilmu yang berbeda: saintek dan soshum. Meski membayar mahal, mahasiswa tersebut merasa sudah ada pembenahan bertahap di fakultas mereka masing-masing. Tetapi, masalah remeh-temeh seperti pendingin ruangan kuliah dan fasilitas proyektor masih kerap dijumpai.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/reportase/pandangan-mereka-yang-memikil-ukt-golongan-atas/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/reportase/pandangan-mereka-yang-memikil-ukt-golongan-atas/baca">http://sketsaunmul.co/reportase/pandangan-mereka-yang-memikil-ukt-golongan-atas/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur menanggapi perihal ini dengan mengatakan itu menjadi prioritas masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada (fakultas) yang fokus pagu-nya ke proses belajar-mengajar, ada yang membangun sarana-prasarana, memenuhi fasilitas proyektor, praktikum, dan sebagainya. Jadi itu yang benar-benar paham teknisnya ada di fakultas,&rdquo; tanggapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berujar sekilas sudah dapat terlihat efek dari pengelolaan 70 persen dana UKT di tiap fakultas. Ambil contoh di fakultas tempat ia menjadi pengajar yaitu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Semisal di FPIK, sudah mulai ada fasilitas gazebo di fakultas, ada ruang aula dan dilengkapi sarana-prasarana, kan seperti itu contohnya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk penanganan masalah semisal pungutan liar memang tak secara eksplisit disebutkan oleh Abdunnur. Namun, mulai tampak tindakan tegas dari pejabat rektorat, terkhusus melalui Masjaya selaku rektor. Contoh riil itu bisa dilihat per 17 Agustus 2016 lalu. Saat itu Masjaya memecat dua pejabat tinggi dari kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis akibat ditemukannya indikasi korupsi. Di lain sisi, pungutan liar juga tengah gencar diperangi oleh Masjaya. Ia mengaku sudah mengambil langkah konkret untuk serius memberangus pungli dari kampus Unmul.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-korupsi-rektor-pecat-dua-pejabat-tinggi-feb-unmul/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-korupsi-rektor-pecat-dua-pejabat-tinggi-feb-unmul/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-korupsi-rektor-pecat-dua-pejabat-tinggi-feb-unmul/baca</a> juga: <a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-warna-peringatan-hardiknas-di-unmul/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-warna-peringatan-hardiknas-di-unmul/baca">http://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-warna-peringatan-hardiknas-di-unmul/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Terkait masalah keamanan kampus, Abdunnur mengakui bahwa masih adanya kesulitan dari pihak rektorat mencari pendanaan. Sebagai untuk diketahui bahwa keamanan kampus tidaklah masuk dalam variabel UKT mahasiswa. Itu artinya jaminan keamanan kampus tidak ada dalam biaya UKT sehingga menjadi tanggung jawab kas Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk portal jelas kami kesulitan, karena biayanya berada di luar komponen UKT. Kami juga masih kesulitan menemukan pihak ketiga untuk membantu sektor ini,&rdquo; katanya. <strong><i>(dan/cin/pil/lbn/amr</i></strong><strong><i>/wal</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sultan, Buruh yang Masih Berjuang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/sultan-buruh-yang-masih-berjuang/baca </link>
<guid> sultan-buruh-yang-masih-berjuang </guid>
<pubDate> Fri, 05 May 2017 08:59:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sultan Loren Nana (tengah), memilih mengundurkan diri untuk berjuang di ranah kaum buruh. (Foto: Putera) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/sultan-buruh-yang-masih-berjuang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zlvp8djlAX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sultan, Buruh yang Masih Berjuang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Adalah Sultan Loren Nana, sosok mantan pegawai Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Samarinda. Pria berusia 54 yang lahir di Wonomulyo, Sulawesi Barat itu mulai bekerja di sana sejak 1983.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan sikap sejawatnya yang memilih bersikap tak acuh, Sultan mengaku sangat bersimpati dan peduli dengan permasalahan yang dihadapi kaum buruh. Hal itu juga yang membuatnya mengundurkan diri dari Disnakertrans pada 2003 padahal saat itu dia berstatus PNS golongan III.</p><p style="text-align: justify;">Sepak terjang Sultan di ranah perjuangan kaum buruh dibuktikannya dengan bergabung bersama serikat buruh sejak 2001. Pada 2012, Ia pun diangkat sebagai sekretaris DPD Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;SBSI 1992 sendiri baru benar-benar aktif setahun kemudian,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma itu, Sultan juga tercatat aktif menaungi LSM yang bergerak dalam Pemerhati Perkembangan Kalimantan Timur (MPP-KT). Ia dipercaya sebagai ketua harian.</p><p style="text-align: justify;">Pada Senin (1/5) dini hari, para buruh yang tergabung dalam SBSI 1992 menggelar aksi di Taman Samarendah. Aksi tersebut bertepatan dengan hari buruh sedunia (May Day) dan menyuarakan lima tuntutan kepada pemerintah, yang utamanya menyangkut kesejahteraan buruh di provinsi Kaltim. Ketika itu, Sultan didapuk sebagai koordinator aksi.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan yang disampaikan oleh SBSI 1992 adalah perbaikan kinerja Disnakertrans dalam menegakkan hukum ketenagakerjaan, penyesuaian upah tenaga honorer sesuai dengan Upah Minimum Provinsi/Kota (UMP/UMK), menghapuskan kerja paksa di perkebunan sawit, dan mencopot pejabat Disnakertrans yang tidak memiliki kompetensi.</p><p style="text-align: justify;">Ia menekankan pentingnya serikat buruh dalam membela serta memperjuangkan hak-hak normatif buruh, seperti THR, hak lembur, hak beribadah, hak cuti (terutama cuti hamil), kesehatan kerja, dan kesejahteraan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Serikat buruh wajib memberikan advokasi dan pembelaan terhadap anggotanya sesuai perundang-undangan,&rdquo; imbuhnya</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Sultan menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi serikat buruh saat ini adalah sering terjadinya persinggungan dengan Disnakertrans yang dianggapnya hanya berpihak kepada pengusaha. Menurutnya, tugas Disnakertrans seharusnya adalah sebagai penengah dan fasilitator antara buruh dengan pengusaha.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Sultan juga mengritik para pejabat Disnakertrans yang ditudingnya tidak memiliki kompetensi. &ldquo;Kepala Disnakertrans Kaltim dan Kota Samarinda tidak memiliki kompetensi di bidangnya. Ini fakta dan Pak Gubernur harus mencopot dan mengganti dengan yang lebih kompeten,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, Sultan juga mengkritisi akademisi dari Unmul yang dipilih sebagai panitia pelaksana seleksi calon pejabat Disnakertrans. Menurutnya, panpel yang ditunjuk tidak memilih calon pejabat berdasarkan kompetensi yang mereka miliki melainkan asal-asalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini sangat disayangkan, karena banyak prosedur yang harusnya dijalankan terabaikan oleh kepentingan politis,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ke depan, Sultan berharap Gubernur Kaltim dapat lebih memperhatikan dan mendengar suara serikat buruh serta duduk satu meja untuk mencari solusi yang dihadapi buruh di Kaltim. Ia juga berharap kinerja Disnakertrans dapat diperbaiki dan menjalankan tupoksinya sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang telah ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">Sejatinya, perjuangan buruh adalah perjuangan kelas paling dominan. Oleh sebabnya, mahasiswa sebagai barisan massa rakyat mesti turun bersama berjuang bersama buruh. <strong><em>(pil/aml)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tahun 2018 KKN (Mungkin) Akan Berbayar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tahun-2018-kkn-mungkin-akan-berbayar/baca </link>
<guid> tahun-2018-kkn-mungkin-akan-berbayar </guid>
<pubDate> Sat, 06 May 2017 09:01:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tidak menutup kemungkinan tahun 2018 dan seterusnya, pelaksanaan KKN benar-benar akan dipungut bayaran di luar biaya UKT. (Sumber foto: kaltim.prokal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tahun-2018-kkn-mungkin-akan-berbayar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GOy8FDz7XT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tahun 2018 KKN (Mungkin) Akan Berbayar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Karena kita sekarang berpikir (untuk KKN angkatan 43 ini), tidak usah dipungut dahulu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Itu sepenggal kutipan yang dituturkan rektor Masjaya. Penuturan akademisi dengan <em>background</em> ilmu politik tersebut mengindikaskan sebuah makna yang bersayap. Jika ditafsirkan dalam ilmu politik, kata &ldquo;tidak usah dipungut dahulu&rdquo; mengindikasikan kebijakan ini sifatnya sementara.</p><p style="text-align: justify;">Bisa saja tahun 2018 dan seterusnya, pelaksanaan KKN benar-benar akan dipungut bayaran di luar biaya UKT. Kata-kata terkutip di atas diambil dari pemberitaan <em>Sketsa</em> sebelumnya tentang duduk perkara KKN tahun 2017 yang sempat direncanakan akan berbayar.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya menuturkan alasan penarikan kebijakan pungutan uang Rp350 ribu itu karena tak ada lagi subsidi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam membantu pelaksanaan KKN. Ketika kebijakan itu hampir terlaksana, akhirnya urung ia dilanjutkan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://sketsaunmul.co/reportase/mengapa-kkn-tahun-2017-hampir-bayar-350-ribu/baca"></a><a href="http://sketsaunmul.co/reportase/mengapa-kkn-tahun-2017-hampir-bayar-350-ribu/baca">http://sketsaunmul.co/reportase/mengapa-kkn-tahun-2017-hampir-bayar-350-ribu/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Kata-kata Masjaya yang terkesan bersayap agaknya membuat mahasiswa harus bersiap. Meski pada tahun ini pungutan Rp350 tidak dilakukan, tak menjamin 2018 dan seterusnya akan nihil pungutan. Kepada <em>Sketsa</em>, Masjaya sendiri menanggapi bahwa ia tak bisa memberi kepastian akan ada atau tidaknya pungutan di tahun depan. Baginya, hal tersebut mungkin saja terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti kita lihat, nanti kita lihat. Artinya apa saja keluhan mahasiswa setelah melaksanakan KKN? Kalau keluhannya dari sisi kekurangan pendanaan, ya mari kita duduk (diskusikan) bersama-sama,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena defisit anggaran di seluruh daerah se-Indonesia menjadi biang-keladi mengapa KKN tahun ini nyaris berbayar. Bantuan Pemprov yang biasa diberikan ke Unmul dalam pelaksanaan KKN seluruhnya telah mereka tarik. Walhasil, pihak Unmul berpikir keras melakukan sistem tambal-sulam agar stabilitas pagu (jumlah seluruh dana yang dikelola Unmul untuk proses manajemen operasional termasuk belajar-mengajar) anggaran Unmul tahun 2017 tetap berjalan normal.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menekankan sektor yang dibiayai Unmul ada banyak komponen, tidak melulu hanya sektor KKN saja. Dan UKT yang dibayarkan mahasiswa setiap semester, sebenarnya belumlah cukup untuk menutup biaya KKN secara keseluruhan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena dana yang kita kelola di sini adalah keseluruhan dari dana mahasiswa, kerja sama, dan dana dari hibah. Itu yang kita kelola di Unmul sekarang, jadi harus diingat betul-betul,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(dan/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penasaran dengan Perfilman, Maka Buat Filmmu Sendiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/penasaran-dengan-perfilman-maka-buat-filmmu-sendiri/baca </link>
<guid> penasaran-dengan-perfilman-maka-buat-filmmu-sendiri </guid>
<pubDate> Sat, 06 May 2017 09:35:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wawan Soerawan, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya, yang pelan-pelan mulai menciptakan karya visual berupa film. (instagram.com/wawan_soerawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/penasaran-dengan-perfilman-maka-buat-filmmu-sendiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/26P4aER1Iu.png" />
					</figure>
			                <h1>Penasaran dengan Perfilman, Maka Buat Filmmu Sendiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-</strong><strong>&nbsp;</strong>Hari-hari ini, film adalah arena seni yang semakin menarik untuk dijajal. Apabila kau seorang mahasiswa dan mempunyai ketertarikan untuk menciptakan film, hei, apa yang kau tunggu? Tak ada kelirunya memulai sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Itu dilakukan oleh Wawan Soerawan, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Budaya, yang pelan-pelan mulai menciptakan karya visual berupa film. Didorong rasa penasaran mengenai perfilman, saat ini ia telah membuat setidaknya tiga film pendek. Film pertama berkisah status sosial seseorang dari alas kaki yang digunakan. Film kedua membahas seorang penggagum rahasia dengan segala resikonya. Dan terakhir, film ketiga bercerita mengenai konsep ketuhanan yang dipicu filsafat Nietzsche dengan konsep yang serupa <em>PK</em> (2014) dari India.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dunia perfilman merupakan hal baru, <em>b</em><em>asic</em> awal dari teater dan musik. Saat ini masih aktif berteater bersama Mahibe (grup teater FIB),&rdquo; kata mahasiswa Sastra Indonesia itu.</p><p style="text-align: justify;">Wawan sempat mencicipi penghargaan di Festifal Film Indonesia 2014 di Palembang. Saat itu ia ambil bagian dalam Lanjong Production sebagai asisten kameramen satu. Film pendek berjudul <em>Onomastika&nbsp;</em>yang dibuat itu terpilih sebagai Film Pendek Terbaik FFI 2014.</p><p style="text-align: justify;">Film karya Loeloe Hendra itu bercerita kehidupan bocah laki-laki yang tinggal dengan sang kakek. Bocah itu belum pernah diberi nama oleh orang tuanya yang sudah meninggal. Oleh sang kakek ia pun tidak diberikan pendidikan secara formal, hanya didik seadanya. Kelak ketika bocah ini besar dan sang kakek wafat, ia diminta untuk mencari namanya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencana untuk proyek ke depan, dengan teman-teman Lanjong. Ingin membuat film panjang dengan target nasional atau bioskop. Mengambil judul <em>T</em><em>ell of the&nbsp;</em><em>L</em><em>ine</em><em>&nbsp;</em>dengan mengangkat cerita seorang anak dari suku Dayak yang tinggal bersama seorang kakek-kakek yang bersuku Kutai,&rdquo; katanya memberi bocoran kepada <em>Sketsa.&nbsp;</em><strong><em>(mpr/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mei: Sebuah Memoar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/mei-sebuah-memoar/baca </link>
<guid> mei-sebuah-memoar </guid>
<pubDate> Sun, 07 May 2017 08:33:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Jamiah, mahasiswi Fakultas Pertanian 2015. (Sumber ilustrasi: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/mei-sebuah-memoar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IOpHUxZhvw.PNG" />
					</figure>
			                <h1>Mei: Sebuah Memoar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ada hati tersayat kata kala itu<br>Merenung sejarah yang berdarah<br>Mereka bilang: Mei adalah muaranya<br>Tempat segala kisah heroik mengudara sampai hari ini</p><p style="text-align: justify;"><br>Mei,<br>Aku lihat, ribuan massa memadati relungmu di antara kepulnya debu dan panasnya aspal jalanan<br>Aku dengar, lagi, bahkan ibu-ibu buruh pun berteriak menuntut keadilan<br>Ah Mei, mereka ingat Marsinah tidak?<br>Semoga tidak sekadar jadi dongeng menidurkan yang berlalu bersama waktu</p><p style="text-align: justify;"><br>Mei,<br>Aku juga rasa, wajah pendidikan negeri ini tak lagi menarik<br>Terlalu banyak silikon tersuntik di wajahnya<br>Atau mungkin, operasi plastik oleh dokter-dokteran yang lahir dari hasil suap?<br>Pantas! Ku lihat belatung mulai tumbuh diantaranya</p><p style="text-align: justify;"><br>Mei,<br>Aku yakin bukan hanya aku yang mencintai negeri indah ini<br>Aku haru, kau pasti tahu Mei<br>Muda-mudi kita lebih suka jadi apatis<br>Lebih nyaman hidup hedonis<br>Aku yakin Mei! Itu buka sifat asli mereka<br>Sebab berpuluh tahun lalu<br>Masih di bulan Mei<br>Muda-mudi kita tak ubahnya seperti batang lidi yang bersatu<br>Kokoh dan siap menyapu segala yang batil dan tak adil<br>Hingga kebangkitan nasional pun lahir</p><p style="text-align: justify;"><br>Mei,<br>Terima kasih sudah jadi memoar<br>Setidaknya jadi alarm bagi kita yang masih terlelap</p><p style="text-align: justify;"><br><em><strong>Ditulis oleh Jamiah, mahasiswi Fakultas Pertanian 2015.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pulang PKL, Mahasiswi Unmul Nyaris Dibegal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pulang-pkl-mahasiswi-unmul-nyaris-dibegal/baca </link>
<guid> pulang-pkl-mahasiswi-unmul-nyaris-dibegal </guid>
<pubDate> Sun, 07 May 2017 09:48:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rahmadiah mahasiswi Fakultas Farmasi angkatan 2014 yang kini tengah menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kecamatan Palaran. (Sumber ilustrasi: pictogram-illustration.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pulang-pkl-mahasiswi-unmul-nyaris-dibegal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qQrrJCAKK9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pulang PKL, Mahasiswi Unmul Nyaris Dibegal</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Nahas malam Jumat itu menghampiri Rahmadiah, mahasiswi Fakultas Farmasi angkatan 2014 yang kini tengah menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kecamatan Palaran. Ia nyaris dibegal, untungnya seorang warga melintas di lokasi kejadian dan berhasil menggagalkan upaya pelaku. Malam itu Rahma hendak bertolak ke Samarinda Kota usai PKL.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia memang bolak-balik Palaran-Samarinda (kota) karena PKL,&rdquo; ucap Nur Aini, kakak Rahma.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya, Aini enggan berkomentar karena takut salah bicara dan rupanya sudah ada obrolan bersama pihak fakultas pasca-peristiwa tersebut. Meski begitu, Aini akhirnya bersedia saja menjelaskan kronologi pembegalan adiknya.</p><p style="text-align: justify;">Aini mengatakan memang ada firasat aneh yang dirasakan pada malam itu. Rahma, adiknya, biasanya sudah tiba di rumah sebelum pukul 21.00 Wita, tetapi malam itu, meski telah lewat waktu biasa, Rahma tak kunjung tiba.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Berdasarkan penuturan saksi mata yang menyelamatkan Rahma, motor Rahma tampak terbaring di tepi jalan dan membuat saksi curiga. Saksi lantas buru-buru menolong, sementara pelaku yang ingin membegal gadis itu pergi melarikan diri. Aini menduga bahwa pelaku melakukan aksinya dengan terencana.</p><p style="text-align: justify;">Kabar mengenai ini sampai juga ke Fakultas Farmasi. Wakil Dekan I Farmasi bahkan menjenguk langsung ke rumah sakit tempat Rahma dirawat. Tak cuma itu, pihak kampus pun telah menetapkan kebijakan perihal pemindahan lokasi PKL Rahma, bahkan membentuk regu khusus untuk mengawal Rahma saat PKL nanti. Adapun kepada seluruh mahasiswa Farmasi yang sedang PKL, fakultas mengimbau untuk lebih berhati-hati.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, Rahma masih beristirahat sambil menunggu kondisinya membaik. Kendati begitu, Aini menolak kasus ini diangkat karena merasa tidak ada kerugian berarti yang dialami pihaknya dan adanya perjanjian bersama fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rahma kini keadaannya masih syok. Diajak bicara dia diam. Tidak ada luka dan tidak ada barang yang hilang. Sudah ada bicara juga dengan fakultas dan sudah bertanggungjawab. Jadi saya anggap kasus ini selesai,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pelaku pembegalan hingga kini masih dalam tahap pengejaran Polsek Samarinda Seberang. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sastra, Mengalir dalam Setiap Ilmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/sastra-mengalir-dalam-setiap-ilmu/baca </link>
<guid> sastra-mengalir-dalam-setiap-ilmu </guid>
<pubDate> Mon, 08 May 2017 09:24:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Minggu (7/5) pagi, Hima Sasindo FIB Unmul menggelar seminar bertajuk Lensa Warna dengan tema Konvergensi Warna dalam Sastra. (Foto: Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/sastra-mengalir-dalam-setiap-ilmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k116LsfQ21.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sastra, Mengalir dalam Setiap Ilmu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sastra sejatinya tidak hanya fokus dalam bidangnya, sastra juga bisa berhubungan dengan kajian ilmu lain. Berangkat dari hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (Hima Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya, Minggu (7/5) pagi, menggelar seminar bertajuk Lensa Warna dengan tema <em>Konvergensi Warna dalam Sastra.</em></p><p style="text-align: justify;">Bertempat di Rumah Jabatan Walikota Samarinda dalam seminarnya kali ini, Hima Sasindo menggaet pemateri-pemateri ahli. Seperti Dosen Sastra Indonesia, Alfian Rokhmansyah, S.S., M.Hum, Dosen Filsafat Irma Surayya Hanum, M.Pd dan Dosen Psikologi FISIP Unmul Andreas Agung Kristanto, S.Psi., M.A.</p><p style="text-align: justify;">Istilah konvergensi berarti suatu keadaan menuju satu titik pertemuan, sedangkan warna di sini berarti ragam kajian ilmu. <em>Konvergensi Warna dalam Sastra</em> berarti beragam kajian bidang ilmu lain yang bertemu dalam satu pertemuan, di mana pertemuan tersebut berpusat pada sastra.</p><p style="text-align: justify;">Artinya, sastra tidak melulu fokus dalam bidangnya, tidak semata-mata tentang tulis-menulis yang menghasilkan karya tulis berupa novel, puisi dan cerpen. Akan tetapi, ada banyak bidang ilmu yang berhubungan dengan sastra seperti ilmu filsafat dan psikologi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak sisi dunia yang dapat dilihat dalam satu konvergensi warna,&quot; ucap Ketua Umum Hima Sasindo, Aslam Cahya Putra dalam sambutannya.</p><p style="text-align: justify;">Cuaca dingin sebab hujan mengguyur Samarinda, tidak menghalangi semangat peserta menyimak penjelasan-penjelasan dari pemateri. Peserta yang hadir pun tidak hanya berasal dari FIB, ada dari FISIP, FMIPA, hingga mahasiswa Politani Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Seminar dibuka oleh Kepala Program Studi Sastra Indonesia, sekaligus Pembina Hima Sasindo Syamsul Rijal. Menurutnya, ilmu tidak bisa dikatakan ilmu jika tidak berhubungan dengan bidang ilmu lain.</p><p style="text-align: justify;">Materi pertama dibawakan Alfian Rokhmansyah yang mengantarkan peserta berkenalan dengan sastra lebih dalam. Mulai dari pengertian sastra, bagaimana cara mendekati sastra, hingga kajian-kajian sastra. Alfian mengungkapkan bahwa sastra adalah ungkapan emosi dari pengarangnya yang diaplikasikan dalam goresan pena.</p><p style="text-align: justify;">Materi kedua disampaikan Irma Surayya Hanum, satu-satunya pemateri wanita dalam seminar tersebut. Ia menjelaskan kaitan sastra dengan kajian ilmu filsafat, bahwa sastra dan filsafat bagaikan satu keping mata uang, artinya sastra dan filsafat tidak dapat dipisahkan. Berfilsafat dapat diwujudkan dalam karya sastra.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penjelasannya, Irma mengatakan filsafat dan sastra memiliki persamaan, keduanya sama-sama membicarakan kehidupan manusia secara individu dan manusia dengan sosialnya. Sastra merupakan refleksi evaluatif, sementara filsafat merupakan refleksi kritis.</p><p style="text-align: justify;">Maka, selalu ada tujuan di balik tulisan karya sastra. Sastra bukanlah sebuah ilmu, akan tetapi untuk mempelajari sastra membutuhkan ilmu. Di akhir diskusi materi, Irma juga berkesempatan membacakan tiga buah puisi yang ditulis oleh peserta seminar.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir dalam materi hubungan sastra dengan psikologi, dipaparkan Andreas Agung Kristanto. Dosen yang akrab disapa Andre ini mengatakan bahwa sastra adalah sebuah keindahan, karenanya sesuatu yang mengandung keindahan dapat mempengaruhi emosi seseorang. Atau sajak Chairil Anwar, &quot;Hampa&quot; dapat dijadikan gambaran bagaimana kondisi hati seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Sastra, filsafat dan psikologi dalam seminar pagi tadi menggambarkan bahwa tak ada yang tak berkaitan. Mereka terhubung, tanpa disadari, ia mengalir dalam setiap nafas dan menjadi warna bagi mereka yang paham. <strong><em>(bip/els/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hiruk Pikuk Pandu Mulawarman 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/hiruk-pikuk-pandu-mulawarman-2017/baca </link>
<guid> hiruk-pikuk-pandu-mulawarman-2017 </guid>
<pubDate> Mon, 08 May 2017 09:26:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu cabang lomba Pandu Mulawarman, Debat. Meski telah menjadi agenda tahunan, diakui antusiasme mahasiswa masih kurang. (Sumber foto: Nawwar Hayyu Hastuti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/hiruk-pikuk-pandu-mulawarman-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xFJQjBGoWF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hiruk Pikuk Pandu Mulawarman 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pekan Pendidikan Universtas Mulawarman 2017 atau dikenal sebagai Pandu Mulawarman 2017 merupakan ajang tahunan BEM FKIP yang mulai diadakan sejak 4 tahun lalu. Pandu diadakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap tahun di 2 Mei.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2 Mei acara digelar dan berakhir di hari ini, Minggu, 7 Mei. &nbsp;Ada beragam lomba yang dihelat dalam Pandu Mulawarman 2017, salah duanya ialah lomba orasi yang dilaksanakan Sabtu (6/5) kemarin di halaman MPK dan debat ilmiah di Gedung IKA.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Panitia Pandu Mulawarman 2017, Randi Meika Permadi mengungkapkan lomba orasi merupakan cabang lomba yang baru pada Pandu tahun ini. Untungnya, antusiasme peserta cukup baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lomba orasi ini merupakan konten baru pada Pandu tahun ini, kita ingin menghadirkan sesuatu yang baru dan ini merupakan pembeda Pandu tahun ini dari tahun sebelumnya,&rdquo; kata Randi.</p><p style="text-align: justify;">Lomba orasi yang dilaksanakan sempat molor satu jam dari jadwal dikarenakan ada masalah teknis di <em>sound system</em>. Pukul 09.00 Wita lomba dimulai dan selanjutnya acara dapat berjalan dengan baik. Peserta lomba orasi tak cuma berasal dari Unmul, tetapi datang pula dari universitas lain.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya, Zulkifli yang berasal dari Universitas Nahdlatul Ulama, Samarinda. Ia mengapresiasi Pandu Mulawarman 2017 yang tidak hanya menampung aspirasi mengenai kontribusi mahasiswa dalam pendidikan, namun juga sebagai ajang untuk menyambung tali silaturahmi antara universitas di wilayah Kalimantan timur.</p><p style="text-align: justify;">Adzmar, peserta lain dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga mengakui hal yang sama. &ldquo;Acara ini sangat bagus selain sebagai ajang untuk melatih kemampuan berbicara di depan orang banyak, aspirasi kita juga bisa tersampaikan khususnya mengenai pendidikan Indonesia sebagai mahasiswa,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Pandu Mulawarman 2017 bukan tanpa masalah, pendanaan kurang hingga tempat pelaksanaan yang berubah diakui Randi. Acara mahasiswa seperti ini justru kadang terhalang dengan disewanya Gedung Auditorium untuk acara pernikahan. Hingga ada beberapa kloter Pandu yang terpaksa diubah karena harus menyesuaikan tempat. Randi berharap agar kedepannya Unmul bisa memiliki tempat yang lebih pas untuk menyalurkan kegiatan kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan kedepannya dengan diadakannya Pandu dengan tema yang diangkat &lsquo;Kolaborasikan Semangat Perbaikan untuk Pendidikan Indonesia&rsquo; adalah pendidikan di Indonesia dapat lebih baik dan Pandu bisa menjadi wadah penyalur bakat dan aspirasi mahasiswa,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Antusiasme Mahasiswa Kurang</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditemui pada waktu sama, Gubernur BEM FKIP Rizaldo menjelaskan bahwa Pandu ini bukan menjadi program Badan Pengurus Harian, melainkan program kerja dari Dinas Bakat dan Mahasiswa. Rizaldo menaruh harapan besar pada Pandu tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita memiliki ekspetasi mengenai Pandu 2017 ini, bahwa harus menjadi panggung aspirasi, motivasi bahkan solusi mahasiswa khususnya di lingkungan FKIP,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, diakuinya fokus BEM FKIP agak sedikit terbagi karena memikirkan hal seperti &nbsp;advokasi, kajian pendidikan, hingga <em>event</em> Pandu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ingin sebenarnya BEM FKIP tahun ini tidak hanya fokus pada <em>event,</em> tapi juga fokus pada gerakan. Kita buka <em>volunteer</em> kemarin dan ada sekitar 30-an itu di luar kader BEM FKIP,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Rizaldo tidak menjamin Pandu akan kembali terlaksana di tahun depan, karena itu akan memiliki evaluasi tersendiri. Dimana tahun lalu di tubuh BEM FKIP pernah muncul wacana untuk meniadakan Pandu 2017.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin tahun depan tidak ada Pandu karena kita sudah mulai mengeluarkan wacana, bahkan saya pun juga begitu. Karena dilihat ketika pelaksanaan antusiasme mahasiswa kurang,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aun/nhh/wil/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memaknai Belajar dan Liburan dalam Konsep Study Tour </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memaknai-belajar-dan-liburan-dalam-konsep-study-tour/baca </link>
<guid> memaknai-belajar-dan-liburan-dalam-konsep-study-tour </guid>
<pubDate> Tue, 09 May 2017 09:18:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Study tour hadir sebagai salah satu alternatif mahasiswa untuk lebih mendalami ilmu yang diberikan di kelas. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memaknai-belajar-dan-liburan-dalam-konsep-study-tour/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TotEXKFWd3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memaknai Belajar dan Liburan dalam Konsep Study Tour</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dunia perkuliahan tak melulu soal belajar teori di kelas, adakalanya mahasiswa diharuskan mampu untuk menerapkan teori tersebut. Di sini <em>s</em><em>tudy&nbsp;</em><em>t</em><em>our</em> hadir sebagai salah satu alternatif mahasiswa untuk lebih mendalami ilmu yang diberikan di kelas. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) termasuk salah satu yang kerap melakukan hal ini.</p><p style="text-align: justify;">Farid Fadillah, mahasiswa jurusan Pendidikan Kewarganegaraan yang baru saja mengikuti <em>s</em><em>tudy&nbsp;</em><em>t</em><em>our</em> ke Yogyakarta mengaku bahwa banyak manfaat yang bisa ia dapatkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mengunjungi situs sejarah Candi Borobudur, di sana kita bisa langsung melihat dengan jelas bagaimana bentuk candinya, sejarahnya yang disampaikan oleh <em>tour guide</em>, jelas berbeda dengan kita yang hanya menyaksikan di televisi,&rdquo; papar mahasiswa angkatan 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Bicara mengenai <em>study tour</em> maka tak jauh dari sejumlah biaya yang perlu digelontorkan, sialnya kadang biaya ini tak sedikit. Besaran biaya barang tentu menjadi dilema bagi mahasiswa, terutama mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mapan. Pro-kontra pun hadir. Umumnya, <em>study tour</em> dilakukan tiap satu tahun sekali dengan mengambil objek tempat-tempat wisata atau sesekali mengunjungi universitas di dalam maupun luar kota. Faktanya, semakin jauh objek yang dikunjungi, semakin besar pula biaya yang dikeluarkan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Farid, sudah semestinya dosen memberitahukan kepada mahasiswa di jauh hari ketika hendak melaksanakan <em>study tour</em>. Itu agar ilmu yang didapat bisa sebanding dengan besaran biaya yang dikeluarkan masing-masing mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya sebanding dengan ilmu yang kita dapat, banyak menambah wawasan kita dan ingat pengalaman itu sangat mahal dan berharga,&rdquo; kata Farid.</p><p style="text-align: justify;">Kepala program studi Pendidikan Kewarganegaraan, Suryaningsih beranggapan bahwa <em>study tour</em> merupakan hal efektif dalam upaya mengimplementasikan apa yang dipahami secara teori. Tapi, lagi-lagi banyak mahasiswa kesulitan memenuhi besaran biaya yang ditetapkan. Suryaningih mengatakan sejak mahasiswa duduk di semester awal, telah ada imbauan kepada mahasiswa untuk menyisihkan sejumlah dana hingga semester 4. Tujuannya agar mahasiswa bisa sedikit tak terbebani ketika <em>study tour</em> hendak dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu (<em>study tour</em>) juga mengajari kepada mahasiswa bahwa belajar itu juga harus menyiapkan dana,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Ketua Hima Bimbingan Konseling, Norwahyudi memaparkan <em>study tour</em> sebagai alternatif belajar yang dibungkus rasa liburan sehingga jauh dari kejenuhan seperti ketika belajar di dalam kelas. &ldquo;Penting buat liburan, kalau pertukaran pelajar kan 3-4 bulan jadi betul-betul kerasa belajarnya. Kalau <em>study tour</em> kan cuma seminggu, ibaratnya cuma jalan-jalan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tujuan <em>study tour</em> kerap berdalih sebagai penelitian ke suatu objek lokasi yang nantinya akan menjadi nilai bagi tiap mahasiswa yang ikut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Adik saya kuliah di Jawa mengikuti <em>study tour</em> ya kedoknya penelitian, kunjungan industri, tetap dikasih tugas sama dosen mata kuliahnya sebagai laporan dari hasil penelitiannya, tapi ya tetap jalan-jalan juga ujungnya,&rdquo; terangnya mengisahkan.</p><p style="text-align: justify;">Metode pembelajaran yang dibungkus ala liburan ini mestinya mampu membuat mahasiswa belajar, berinteraksi, dan menarik hikmah saat berada di lapangan. Sehingga bukan motif bonus jalan-jalan yang menarik para peserta <em>study tour</em><em>&nbsp;</em>ini, melainkan keinginan untuk selalu belajar. <strong><em>(snh/iki</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membawa Al-Quran dari Unmul Menuju Malang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membawa-al-quran-dari-unmul-menuju-malang/baca </link>
<guid> membawa-al-quran-dari-unmul-menuju-malang </guid>
<pubDate> Wed, 10 May 2017 08:57:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gema dan syiar Al-Quran kemarin (8/5) berpendar di Gedung Rektorat Unmul. (Foto: Khajjar Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membawa-al-quran-dari-unmul-menuju-malang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yyXowuTDx1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membawa Al-Quran dari Unmul Menuju Malang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Gema dan syiar Al-Quran kemarin (8/5) berpendar di Gedung Rektorat Unmul. Sejak pagi hingga petang digelar seleksi Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa (MTQM). Terdapat sebelas cabang lomba yakni Tartil Quran, Tilawatil Quran, Qiraat Sab&apos;ah, Hafalan 5,10, dan 20 juz, Kaligrafi, Karya Tulis Isi Kandungan Al-Quran, Desain Aplikasi Al-Quran, Debat Ilmiah Kandungan Quran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta Syarhil dan Fahmil Quran. Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Sedikitnya 150 peserta turut berpartisipasi sebagai delegasi yang sebelumya telah dinyatakan lolos seleksi di fakultasnya masing-masing. Adapun hari ini (9/5) MTQM ditutup, dirangkaikan dengan pengumuman pemenang lomba.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen-dosen agama Islam di lingkungan Unmul. Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pembinaan lanjutan demi kesiapan wakil-wakil Unmul berlaga di MTQM Nasional di Malang, Jawa Timur pada Agustus mendatang. Soal kejuaraan, Encik belum berani menarget berapa medali yang nantinya dibawa pulang kontingen Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Akan kami serahkan ke kawan-kawan dewan hakim (juri) untuk melatih pemenang. Tentu perlu di-<em>support</em>. Habis ini kami akan mendaftarkan mereka di <em>website</em> MTQM Nasional. Yang jelas kita optimis sajalah,&quot; kata Encik.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, MTQM dieksekusi setiap dua tahun sekali. Bedanya, pelaksanaan tahun ini dengan tahun lalu terletak pada keterlibatan. Sebelumnya, Unmul hanya melakukan seleksi tertutup bekerja sama dengan LPTQ Samarinda. Sementara tahun ini sudah mulai diterapkan seleksi secara terbuka yang tanpa disangka Encik diikuti ratusan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita ingin optimalkan yang ada di sini. Tahun depan insyaallah akan coba diadakan MTQ tingkat Unmul dan semoga bisa rutin setiap tahun. Artinya tidak tunggu momentum seleksi untuk MTQM,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai penutupan, Muhammad Miftahul Ihsan, pemenang MTQM cabang lomba Tilawah mengungkapkan cerita di balik kepesertaannya. Mahasiswa Bimbingan dan Konseling FKIP itu tak menyangka dirinya terpilih sebagai pemenang kendati sudah sering ikut MTQ sejak duduk di kelas 5 SD.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Awalnya saya diberitahu teman dari LDF Al-Hijrah Banggeris ada lomba ini. Saya ikut, lalu diseleksi berkas dan wawancara oleh Wakil Dekan 3. Tidak menyangka, karena ada dua lawan yang hebat juga,&quot; tutur Ihsan.</p><p style="text-align: justify;">Tak muluk-muluk persiapan dan harapan Ihsan menuju Malang. Ia percaya dengan latihan dan berdoa hasil terbaik akan diperoleh. &quot;Semoga pelatihan dari Unmul nanti lebih intensif biar tidak sia-sia kita di sana,&quot; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;(aml/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengais-Ngais Animo Mahasiswa dalam Event Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengais-ngais-animo-mahasiswa-dalam-event-kampus/baca </link>
<guid> mengais-ngais-animo-mahasiswa-dalam-event-kampus </guid>
<pubDate> Thu, 11 May 2017 10:12:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menggelar event atau rangkaian acara di kampus jadi salah satu cara mahasiswa untuk mengembangkan kreativitasnya. (Sumber Ilustrasi: share.america.gov) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengais-ngais-animo-mahasiswa-dalam-event-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iUtyY0p2XC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengais-Ngais Animo Mahasiswa dalam Event Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Menggelar <em>event&nbsp;</em>atau rangkaian acara di kampus jadi salah satu cara mahasiswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Namun terkadang, animo sesama mahasiswa untuk memeriahkan <em>event</em> yang digelar masih amat minim.</p><p style="text-align: justify;">Belakangan ini ada banyak <em>event</em> digelar oleh mahasiswa Unmul. Salah satunya yang berakhir di 6 Mei lalu ialah <em>Bussiness Week</em> yakni bazar yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Himabis), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Digawangi Departemen Minat Bakat Himabis, bazar ini menjadi wadah bagi para mahasiswa, khususnya FISIP yang memiliki bisnis untuk menampakkan usahanya.</p><p style="text-align: justify;">Itu adalah event tahunan Himabis yang telah ada sejak 2014. Menurut Muhammad Faizal Hafidz selaku ketua panitia, perhatian mahasiswa atas acara ini lumayan tinggi. Publikasi melalui media sosial menjadi kuncinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga buka <em>challenge</em>, untuk menarik perhatian mahasiswa dalam meramaikan,&rdquo; kata Hafidz.</p><p style="text-align: justify;">Fardiana Pita Malasari, salah satu anggota SEC (Student Entrepreneur Community) ikut ambil bagian di <em>stand</em> bazar <em>event</em> Himabis. Ia melihat acara berjalan cukup baik, tetapi minat mahasiswa dalam memeriahkan <em>event</em> masih kurang. Itu bisa dilihat dari bagaimana bazar yang digelar selama seminggu di samping dekanat FISIP itu tak begitu ramai dikunjungi. Kendati begitu, Pita tidak menampik acara penutupan melalui malam puncak berjalan cukup meriah dan diramaikan oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sebuah acara akan ramai dikunjungi atau tidak itu bergantung lagi pada beberapa hal. Salah satunya target yang disasar. Dalam beberapa <em>event</em> kampus yang digelar acap menjadikan mahasiswa baru sebagai sasaran untuk meramaikan acara.</p><p style="text-align: justify;">Ria Aswidyanti, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2016 mengaku dulunya senang dan semangat untuk menghadiri <em>event</em> kampus, yang salah satu tujuannya, demi mengenal dunia perkuliahan. Kini, ia mulai memilih untuk mengikuti <em>event</em> kampus yang unik dan bermanfaat.</p><p style="text-align: justify;">Kriteria personal juga ikut memengaruhi apa mahasiswa mau datang atau tidak ke <em>event</em> garapan mahasiswa. Misalnya Ria mengaku kurang tertarik dengan <em>event</em> yang ramai dengan suara musik, baginya itu cukup menganggu. Ia jadi lebih selektif untuk menghadiri sebuah acara mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau promosinya kurang bagus, isi <em>event</em> kurang menarik, saya gak ikut. Tapi kalau <em>event-</em>nya sejenis seminar yang bagus dan bermanfaat, pasti ikut,&rdquo; ujarnya. <strong><em>(nhh/adl/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Penjaga Pancasila </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mahasiswa-penjaga-pancasila/baca </link>
<guid> mahasiswa-penjaga-pancasila </guid>
<pubDate> Fri, 12 May 2017 09:00:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persatuan dalam kebhinekaan kini menjadi hal yang krusial, terlebih dalam kurun waktu terakhir. Hal ini menjadi buah pikir dari Ramadhan Sakti Nasution, Presiden BEM Faperta Unmul 2014-2015.  (Sumber foto: istomewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mahasiswa-penjaga-pancasila/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YPumMMbFC4.png" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Penjaga Pancasila</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Lebih dari enam bulan lamanya bangsa ini seakan terbelah menjadi dua arus besar. Berawal dari pusat segala daya tarik kekuasaan, ekonomi, politik, sosial dan hukum, Pilkada DKI Jakarta masih belum usai dengan kemenangan yang sebagian orang menyebutnya &ldquo;Kemenangan kaum konservatif&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Terbelahnya kutub seakan menjadi jurang antara kaum nasionalis dan kaum agamis, seakan seorang nasionalis tak pantas beragama, atau kaum agamis tak etis bicara kebangsaan. Tarikan ini pun sampai ke Kalimantan Timur, hingga menjadi diskusi hangat diantara sesama mahasiswa. Banyak yang pertemanannya berakhir hanya karena berbeda soal pemimpin non mayoritas di sebuah daerah. Pun demikian dengan besarnya kasus penodaan agama, sehingga sekarang mudah sekali bagi kita untuk menyebut seseorang dengan gelar &ldquo;penista&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Tulisan ini lahir dari sebuah keresahan, tentang sebuah perbedaan dan gesekan yang semakin besar, tentang pertaruhan negara kebangsaan yang telah diperjuangkan sejak dahulu kala.</p><p style="text-align: justify;">Betapa besarnya energi massa yang digunakan sepanjang Pilkada DKI yang beriringan pula dengan kasus &ldquo;penodaan&rdquo; agama yang dilakukan oleh salah satu calon gubernurnya dan kini sudah mendekap di tahanan.</p><p style="text-align: justify;">Dunia telah mencatatakan sejarah para pejuang kaum minoritas yang mampu mengubah peradaban dan melawan penindasan. Siapa yang tak mengenal Nelson Mandela, Martin Luther King, Mahatma Gandhi, hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Mereka adalah orang-orang yang rela menderita dan berjuang untuk menolong, berbuat banyak untuk masyarakat yang dianggap minoritas dan tak pernah dianggap.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Unmul dan Keberagaman</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Sematan bahwa Unmul menjadi kampus dengan politik satu warna memang tak bisa terbantahkan. Kita hanya sedang menunggu waktu untuk menghadapi politik yang beragam warna. Kampus selalu menjadi ladang subur bagi setiap organisasi berbasis massa untuk melakukan doktrinasi kepada setiap mahasiswa. Bahkan, benih-benih untuk menggeser dan menggoyang Pancasila sebagai ideologi bangsa kini keluar dari mulut-mulut sekelompok mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Jangankan berbeda agama, berbeda organisasi dan warna baju saja mahasiswa sudah saling berkelahi, menjadikan organisasi internal kampus hanya sebagai ajang perebutan kekuasaan, bukan lagi berbicara soal rakyat dan perjuangan kaum proletar.</p><p style="text-align: justify;">Ironisnya, di tataran pelajar SMA sederajat pun benih-benih intoleransi sudah mulai bermunculan. Pada rentang Juli-September 2016, Kemendikbud telah melakukan riset menggunakan metode studi kasus dengan responden kalangan siswa SMA/sederajat, guru, dan kepala sekolah dua SMA Negeri dan dua SMA Swasta di Salatiga, Jawa Tengah, dan Singkawang, Kalimantan Barat. Hasilnya, dalam pemilihan Ketua OSIS, dengan pertanyaan apakah Ketua OSIS sebaiknya diketuai siswa dari agama mayoritas, sebagian besar menjawab tidak setuju dengan rincian: 36,3 % sangat tidak setuju; 42,5% tidak setuju; 13,1% ragu-ragu; 6,3% setuju; 1,9% sangat setuju.</p><p style="text-align: justify;">Sudah seharusnya, mahasiswa menjadi penyangga keberagaman dan kebhinekaan di Republik ini. Menjadi penjaga garis depan ideologi bangsa, menghindari dan membersihkan kampus dari gerakan-gerakan anti Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Sudah saatnya politik satu warna di kampus dihapuskan. Para penggerak massa dalam setiap organisasi harus kembali bangun dan bertarung dengan gagah berani untuk menunjukkan kedewasaan dan keberagaman dalam berpolitik. Mahasiswa harus melek politik, harus terbiasa berbeda dalam keberagaman, harus menghancurkan sekat-sekat eksklusivitas kelompok atau golongan.</p><p style="text-align: justify;">Sudah seharusnya di kampus Mulawarman berdiri kelompok-kelompok muslim yang lain, seperti Pemuda Muhammadiyah atau Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama. Berikan mahasiswa kesempatan untuk memilih banyak pilihan dalam menentukan organisasi. Berikan doktrin dan pemahaman yang demokratis, berikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk berpikir dan berpendapat. Tanggalkan segala pemujaan senioritas yang berlebihan. Usir jauh-jauh dogma dan doktrin dari partai politik, sebab mahasiswa adalah kaum intelektual nan independen. Jadikan setiap ajang pemilihan umum lembaga eksekutif sebagai ajang tarung gagasan, bukan lagi tarung golongan, apalagi gengsi fakultas. Jadikan mahasiswa sebagai objek Pemilihan Raya, bukan hanya pendulang suara.</p><p style="text-align: justify;">Duduklah bersama, berdiskusilah tanpa memandang kepentingan golongan. Mahasiswa harus diajarkan hidup dalam perbedaan, yang menjadikan demokrasi kita semakin mendewasa. Tanggalkan kepentingan penarikan massa, kedepankan pendidikan politik dan konstelasi gerakan mahasiswa yang besar karena keberagamannya.</p><p style="text-align: justify;">Semoga kita semua, terlebih mahasiswa mampu menjadi kaum yang semakin sadar akan politik dan menerapkan keberagaman dalam kehidupan sehari-hari. Dan semoga, Pemilihan-pemilihan raya berikutnya akan jauh lebih berwarna, untuk menguji seberapa dewasa berdemokrasi kita, tanpa friksi dan pertumpahan darah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Tanah airku Indonesia, negeri elok amat kucinta. Tanah tumpah darahku yang mulia, yang kupuja sepanjang masa.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Tanah airku aman dan makmur. Pulau kelapa yang amat subur, pulau melati pujaan bangsa</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Sejak dulu kala.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>-&nbsp;</em></strong><strong>Rayuan Pulau Kelapa.</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><strong><em>Ramadhan Sakti Nasution, Presiden BEM Faperta Unmul 2014-2015.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Press Release Borneo Science Camp </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/press-release-borneo-science-camp/baca </link>
<guid> press-release-borneo-science-camp </guid>
<pubDate> Sat, 13 May 2017 08:00:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description>  BEM KM Unmul menyelenggarakan kegiatan Borneo Science Camp (BSC) untuk meningkatkan minat mahasiswa pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/press-release-borneo-science-camp/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/B6h35pOg61.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Press Release Borneo Science Camp</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dalam rangka meningkatkan minat mahasiswa pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai ajang persiapan sebelum PKM 5 bidang resmi dibuka oleh RISTEKDIKTI pada semester ganjil 2017, BEM KM Unmul telah menyelenggarakan kegiatan Borneo Science Camp (BSC) pada tanggal 5-7 Mei 2017 yang ditujukan kepada mahasiswa se-Kaltim. Acara yang merupakan program kerja dari Kementerian Penalaran dan Keilmuan ini diadakan di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Bengkuring dihadiri oleh 34 peserta.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang mengusung tema Gelorakan Inovasi Mahasiswa sebagai Intelektual Muda yang Terampil dalam Berkarya dengan tagline BSC tahun ini &ldquo;Intelektual Muda Berprestasi&rdquo;. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan yaitu dengan memberikan kesempatan partisipasi aktif kepada seluruh mahasiswa se-Kaltim melalui kegiatan Talkshow Motivasi, Materi PKM, Diskusi PKM, Pelatihan PKM, Diskusi Kelompok dan Presentasi Kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang dibuka pada Jum&rsquo;at malam, 5 Mei 2017 pukul 20.30 WITA itu menghadirkan pembicara M. Umry Hasfirdauzy yang merupakan CEO CV. Kangoroo dalam mengisi Talkshow Motivasi pada malam tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Maulana Husin Mubarak sebagai ketua panitia, Borneo Science Camp merupakan solusi awal untuk mengembangkan aktivitas keilmiahan mahasiswa, khususnya di bidang PKM. &ldquo;Mahasiswa memiliki keunggulan-keunggulan yang patut dilirik dan didukung. PKM memerlukan kemampuan analisa dan menulis yang baik dan menarik, dan BSC 2017 adalah jawabannya,&rdquo;tuturnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Borneo Science Camp dengan inti acaranya pada hari Sabtu, 6 Mei 2017 ini diisi oleh pemateri-pemateri yang sebagian besar lulusan luar negeri. Widi Sunaryo, S.P., M.Si., Ph.D. adalah pemateri pertama yang menyampaikan tentang PKM-Penelitian khususnya Penelitian Eksakta. Materi kedua disampaikan oleh Dr.sc.agr. Nurhasanah, S.P., M.Si dengan mengangkat PKM-Kewirausahaan. Dilanjutkan oleh Finnah Fourqoniah, S.Sos., M.M. dengan mengangkat PKM-Penelitian khususnya Sosial Humaniora. Materi keempat disampaikan oleh Ir. Julinda Manullang, M.P. dengan mengangkat PKM-Pengabdian Masyarakat. Dan materi terakhir disampaikan oleh Anton Rahmadi, S.TP., M.Sc., Ph.D. dengan mengangkat PKM-Karsa Cipta dan PKM-Teknologi.</p><p style="text-align: justify;">Materi yang diakhiri pada pada pukul 18.15 ini dilanjutkan dengan Diskusi Kelompok PKM dalam proses pembuatan Proposal PKM pada pukul 20.00, yang langsung dipandu oleh Alumni Finalis PIMNAS 2015, Tamyis Ade Rama, S.Psi. yang memberikan contoh proposalnya, tips dan trik agar lolos PIMNAS dan membagi sedikit pengalaman dalam mengikuti PIMNAS 2015.</p><p style="text-align: justify;">Acara pada hari terakhir di hari Minggu diawali dengan presentasi masing-masing kelompok yang dinilai Dewan Juri. Acara tersebut ditutup dengan pengumuman kelompok terbaik, King and Queen of BSC 2017 dan Peserta Terbaik yang dinilai berdasarkan sikap peserta, ketepatan waktu dan keaktifan peserta baik dalam materi, diskusi ataupun tanya jawab. Alhasil, pengumuman tersebut menghasilkan Kelompok 2 sebagai kelompok terbaik yang mengangkat judul &ldquo;Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Produk Berbahan Dasar Pisang Di Kecamatan Kaliorang&rdquo;. Begitu dengan Christor Baginda Simanungkalit dan Nadea Ernanda sebagai King and Queen pada BSC tahun ini serta Titik Pradhawati Fuad sebagai Peserta Terbaik pada Borneo Science Camp (BSC) 2017.</p><p style="text-align: justify;">Menteri Penalaran dan Keilmuan BEM KM Unmul, M. Eko Jumaddin menyebutkan bahwa acara tersebut merupakan salah satu solusi pengenalan tentang PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) khususnya mahasiswa yang ada di tanah Borneo, masih asing dengan PKM karena kurangnya publikasi ataupun sosialisasi mengenai PKM dari pihak universitas itu sendiri. Meskipun begitu, acara Borneo Science Camp tersebut masih jauh dari target peserta yang telah ditetapkan. Namun, harapannya peserta yang telah mengikuti agenda Borneo Science Camp 2017 ini, bisa menularkan dan memanfaatkan ilmunya tentang PKM ke mahasiswa sekitar agar dapat meningkatkan jumlah proposal PKM di universitasnya.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Eko Jumaddin, Menteri Penalaran dan Keilmuan BEM KM Unmul.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terima Kasih, Pak Ahok! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/terima-kasih-pak-ahok/baca </link>
<guid> terima-kasih-pak-ahok </guid>
<pubDate> Sun, 14 May 2017 06:59:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Simak sebuah opini yang ditulis oleh Darul Asmawan, mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP 2013. (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/terima-kasih-pak-ahok/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jK3ejZMxDQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terima Kasih, Pak Ahok!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul di atas mungkin terkesan satire, bahkan banyak orang yang kontra Ahok menyebut kata itu salah alamat, tidak pada tempatnya. Pun demikian, saya tak ragu memakai kata itu sebagai<em>&nbsp;front-line</em> tulisan ini. Apakah mengucap &lsquo;terima kasih&rsquo; pada penista agama adalah <em>nonsense</em>? Ternyata tidak juga.</p><p style="text-align: justify;">Saya memercayai sebuah filosofis yang diajarkan Taoisme: Yin dan Yang. Artinya, jika kita melihat sifat Yin (negatif), maka yakin dan percayalah selalu ada sifat Yang (positif) bersamanya. Mereka berhubungan, mereka tak bisa dipisahkan. Filosofis ini juga di-<em>aamiin</em>-kan kitab umat islam: Al-Qur&rsquo;an.</p><p style="text-align: justify;">Surah Yassin ayat 36 menyirat makna serupa tapi tak sama. &ldquo;Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang mereka ketahui,&rdquo; firman Allah dalam kitab-Nya.</p><p style="text-align: justify;">Dua definisi penguat di atas menggiring kita pada satu fakta: semua hal tercipta selalu berpasangan, termasuk positif dan negatif. Jika kita membuat asumsi bahwa penistaan agama ada yang bilang keseleo lidah ala Ahok adalah sifat negatif, maka pertanyaan yang menyeruak adalah: apa sifat positifnya?</p><p style="text-align: justify;">Menilai sebuah kasus dari dua sudut pandang harus kita latih bersama. Fungsinya apa? Agar kita turut menjalankan firman Allah lainnya: mengambil hikmah dari setiap kejadian. Ada tiga hikmah positif yang bisa saya rangkum dari kata negatif &ndash;penistaan agama&ndash; ala Ahok. Jika ada tambahan, silakan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Satu: Kecintaan terhadap Islam menguat.</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Buktinya? Lihatlah aksi berjilid-jilid yang tergelar di DKI Jakarta. Tugu Monas yang saban hari dihadiri wisatawan hingga pelancong, pernah <em>loh</em> penuh sesak oleh para pembela firman Allah. Tak hanya Monas, beberapa ruas jalan jadi saksi riuhnya kerumunan umat Islam.</p><p style="text-align: justify;">Kapan pengumpulan massa sebanyak itu pernah terjadi sebelumnya? Pernah saat aksi mahasiswa tahun 1998. Tapi perlu dicatat, gerakan mahasiswa kala itu bukan membela agama, tapi melawan keterjajahan dalam berserikat, berkumpul, dan mengutarakan pendapat.</p><p style="text-align: justify;">Penistaan agama ala Ahok kian menyulut daya juang umat Islam. Hingga muara dari aksi berjilid-jilid kini terpenuhi, Ahok resmi dikerangkeng. Harapan kita -termasuk saya, momentum ini dipakai pula untuk introspeksi diri masing-masing. Boleh lantang membela agama, tapi sholat lima waktu dilaksanakan ya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dua: Ahokers mengajarkan loyalitas.</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Faktanya: Ahok adalah oase di tengah gersangnya panggung politik Indonesia. Loyalnya para Ahokers adalah bukti mereka amat mengenang jasa-jasa politik Ahok. Saking terkenangnya, mereka ngotot membela Ahok, meski sadar akan kena cap &lsquo;kafir&rsquo; oleh penentang Ahok.</p><p style="text-align: justify;">Masalahnya: amat sedikit pemimpin muslim berintegritas yang mampu melawan <em>bargain</em> Ahok di kancah politik nasional. Bahkan, sang gubernur petahana ini baru benar-benar bisa dikalahkan lewat manuver-manuver politis dilancarkan <em>haters</em> Ahok di kancah politik. Di mana pemimpin muslim berintegritas?</p><p style="text-align: justify;">Solusinya: Anies Baswedan hadir laksana <em>superhero</em>. Beliau bagaikan <em>the right man in the right place</em> untuk DKI 1. Manisnya tutur kata Anies mampu jadi oase lainnya di kancah politik. Semoga tutur kata berlabel &lsquo;politik santun&rsquo; ini tak hanya manis didengar, tapi juga terkenang manis secara kinerja.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ketiga: Indonesia amat krisis pemimpin muslim teladan.</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Buktinya? Anies melalui politik santunnya saja amat sulit mengalahkan <em>bargain&nbsp;</em>Ahok. Bahkan sang pendiri gerakan &lsquo;Indonesia Mengajar&rsquo; ini, harus arungi badai Pilkada selama dua putaran untuk bisa menggusur takhta Ahok sebagai Gubernur DKI.</p><p style="text-align: justify;">Upaya itu pun masih terbantu oleh kontinuitas media massa yang memuat citra buruk Ahok dalam kurun enam bulan terakhir. Selain Anies, siapa lagi sosok pemimpin muslim yang bisa jadi teladan? Hayo, coba sebutkan siapa saja?</p><p style="text-align: justify;">Meski Jokowi banyak cacatnya, namun harus diakui, beliau kini jadi pemimpin muslim paling berintegritas di Indonesia. Yang lebih baik dari Jokowi? Pasti anda pusing menjawabnya. Dan jawaban Anda tak akan jauh dari nama Ridwan Kamil, hingga Tri Rismaharini. Jumlah itu banyak? Tidak! Jumlah itu amat sedikit.</p><p style="text-align: justify;">Tiga hikmah di atas patutlah kita hayati bersama. Jangan karena Ahok berucap satu kata negatif, kita justru membalasnya dengan sepuluh kata negatif. Jika begini siapa yang lebih buruk? Ahok atau kita? Balaslah kata negatif ala Ahok di Kepulauan Seribu itu lewat sifat teladan nan elegan.</p><p style="text-align: justify;">Jika Anda tak sepakat negara ini dipimpin orang non-muslim, maka siapkanlah diri Anda jadi pemimpin muslim yang inspirasional. Jadilah pemimpin muslim yang memberi teladan, yang menjaga integritas, yang mengedepankan <em>akhlakul karimah</em>, dan terpenting bermanfaat untuk orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Itu bukti bahwa Anda membalas hujatan penistaan agama dengan sifat teladan nan elegan. Pegang kata-kata saya. Jika ada sepuluh pemimpin muslim yang lebih baik kinerja politiknya dari Ahok, maka Ahokers tak akan segitu loyalnya. Masyarakat rindu politikus merakyat dan Ahok mempraktikan itu.</p><p style="text-align: justify;">Terima kasih banyak Pak Ahok, ucapan Anda menyadarkan banyak pihak, kalau jumlah pemimpin muslim berintegritas amat terbatas. Hingga pendukung Anda (yang lintas agama) begitu setia mendukung Anda. Saya sangat menghormati kinerja Anda secara politis. Semoga Anda bisa lebih santun dalam bertutur kata.</p><p style="text-align: justify;">Hikmah di atas harusnya menumbuhkan gerakan-gerakan kecil menjadi besar dari umat muslim. Gerakan konsisten laksana peribahasa &lsquo;biar sedikit-sedikit, tapi lama-lama menjadi bukit&rsquo;. Ahok, sang minoritas dan non-muslim saja bisa memberi banyak teladan, kita selaku umat muslim harusnya juga bisa <em>dong</em>.</p><p style="text-align: justify;">Semoga Anda, termasuk saya&ndash; menjadi pemimpin muslim terbaik, semoga kita bisa menjadi pemimpin muslim yang paling dikenang.</p><p style="text-align: justify;">Siap?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Darul Asmawan</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP 2013</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sebungkus Cokelat yang Kusimpan pada Saku Celanaku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sebungkus-cokelat-yang-kusimpan-pada-saku-celanaku/baca </link>
<guid> sebungkus-cokelat-yang-kusimpan-pada-saku-celanaku </guid>
<pubDate> Sun, 14 May 2017 07:54:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebungkus Coklat yang Kusimpan pada Saku Celanaku adalah sebuah puisi karya Panji Aswan, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2012. (Foto: segiempat.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sebungkus-cokelat-yang-kusimpan-pada-saku-celanaku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OyQ418T5us.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sebungkus Cokelat yang Kusimpan pada Saku Celanaku</h1>
			              </header>
			              <p>Tak usah lagi kau tanyakan kepadaku<br>Berapa kali aku merasakan iri dan cemburu (juga rindu)<br>Pada hal yang kusebut itu tak tahu<br>Sebungkus cokelat bermerek yang kusimpan pada saku celanaku<br>Seperti itu</p><p>Tak usah lagi tanyakan padaku<br>Mengapa aku memilih cokelat ketimbang gula-gula berwarna<br>Ketika kau jilat akan mengubah lidahmu biru<br>Tidak, itu hanya benda yang menjarah sebagian<br>Sedang kau sungguh-sungguh sangat butuh perhatian<br>Dari arah belakang hingga depan<br>Juga kiri menuju kanan</p><p>Tak usah lagi tanyakan kepadaku<br>Mengapa aku memilih cokelat dari pada hal-hal manis yang mampu membangkitkan rasa kenyang<br>Seperti <em>Smoothies</em> mangga atau <em>Smoothies</em> pisang, misalnya<br>Tidak, &nbsp;itu hanya sebotol minuman pembawa kematian kalau diabetes bersarang<br>Juga jantung seketika menolak berdenyut<br>Disusul darah enggan mengalir ke perut</p><p>Namun, &nbsp;jika masih saja kau bertanya kepadaku<br>Mengapa hanya menyimpan sebungkus cokelat bermerek pada saku celanaku<br>Aku hanya bisa menjawab<br>Carilah di Google, &nbsp;kemudian ketiklah<br>&quot;Rasa alami cokelat, &nbsp;tanpa pemanis buatan?&quot;<br><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Panji Aswan, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2012</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menutup Eco Summit, Gugah Kreasi Anak Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/menutup-eco-summit-gugah-kreasi-anak-bangsa/baca </link>
<guid> menutup-eco-summit-gugah-kreasi-anak-bangsa </guid>
<pubDate> Sun, 14 May 2017 09:29:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Economic Creative and Idea Summit (Eco Summit) secara resmi ditutup dengan Grand Closing pada Jumat (12/5) kemarin, di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda. (Foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/menutup-eco-summit-gugah-kreasi-anak-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fR34RaGHSn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menutup Eco Summit, Gugah Kreasi Anak Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Rangkaian kegiatan <em>Economic Creative and Idea Summit</em> (Eco Summit) secara resmi ditutup dengan <em>Grand Closing</em> pada Jumat (12/5) kemarin, di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda. Kegiatan yang menjadi program kerja unggulan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) periode 2016/2017.</p><p style="text-align: justify;">Ketua panitia Eco Summit, Yunizar Cahyadin dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu menyukseskan acara tersebut. &quot;Saya harap dengan Eco Summit, BEM FEB dapat memberikan kesan bagi kita semua bahwa mahasiswa Indonesia adalah orang-orang yang luar biasa!&quot; seru mahasiswa Program Studi Akuntansi 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Bertemakan &apos;Kreasi Ilmiah Anak Bangsa untuk Indonesia Jaya&apos;, rangkaian Eco Summit dilangsungkan sejak Senin (8/5) lalu. Hari pertama dibuka dengan Diskusi Publik <em>Samarinda Menuju Smart City</em> yang menghadirkan Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail sebagai salah satu pembicara. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai kompetisi ilmiah yang digelar secara nasional. Di antaranya Debat, Pidato, Esai, dan <em>Bussiness Case</em>.</p><p style="text-align: justify;">Yunizar menyebut, kompetisi ilmiah diikuti 59 peserta yang berasal lebih dari 10 universitas di Indonesia. Salah satu peserta kompetisi debat asal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Yopi Irianto Panut mengaku meski sedikit kecewa dengan minimnya peserta, namun terkesan dengan <em>Grand Closing</em> yang digelar mewah oleh panitia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami lihat yang masuk debat, jumlah partisipannya walaupun seluruh Indonesia tapi belum terlalu membludak. Tapi<em>&nbsp;Closing Ceremony</em>-nya, wow, di luar ekspektasi. Ini adalah <em>Closing Ceremony&nbsp;</em>terbesar dari kegiatan yang pernah saya ikuti,&quot; ujar mahasiswa HI angkatan 2013 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Yopi berharap Eco Summit selanjutnya dapat diikuti lebih banyak peserta, juga adanya peningkatan jumlah perlombaan. Menutup rangkaian agenda Eco Summit, <em>grand closing</em> berlangsung gemilang, meski terkendala acara yang molor hingga 1,5 jam.</p><p style="text-align: justify;">Selain pengumuman pemenang peserta lomba, adapula nominasi mahasiswa-mahasiswi terfavorit, hingga dosen terfavorit yang jatuh pada Profesor Suharno. Terakhir, kegiatan Eco Summit diisi dengan <em>Stadium General&nbsp;</em>dan <em>Field Trip</em> ke perusahaan migas PT. Badak LNG. <strong><em>(</em></strong><strong><em>krv/</em></strong><strong><em>mpr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Running Shaadi, Sebuah Situs untuk Pasangan Kawin Lari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/running-shaadi-sebuah-situs-untuk-pasangan-kawin-lari/baca </link>
<guid> running-shaadi-sebuah-situs-untuk-pasangan-kawin-lari </guid>
<pubDate> Sun, 14 May 2017 20:12:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah film India bergenre romantis dan dibalut dengan komedi.  Menceritakan seputar budaya dan sekelumit hal kompleks tentang pernikahan di sana. (Sumber foto: govtjobexperts.in) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/running-shaadi-sebuah-situs-untuk-pasangan-kawin-lari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Bwp8vN95gw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Running Shaadi, Sebuah Situs untuk Pasangan Kawin Lari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: left;">&nbsp;Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Running Shaadi (2017), Runningshaadi.com<br>&nbsp;Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Romantis, Komedi<br>&nbsp;Sutradara &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Amit Roy<br>&nbsp;Produkser &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Shoojit Sircar, Crouching Tiger Motion Pictures<br>&nbsp;Skenario &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Navjot Gulati, Amit Roy<br>&nbsp;Produksi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Rising Sun Films<br>&nbsp;Bahasa &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : India<br>&nbsp;Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Amit Sadh, Taapsee Pannu, Arsh Bajwa, Richa Meena</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Di India soal pernikahan memang sangat rumit. Karena di sana tak hanya mempersoalkan masalah kasta namun status sosial seseorang. Sehingga, tak sembarang pria dapat menikahi gadis pujaan hatinya, pun sebaliknya. Tak heran pasangan yang sudah terlanjur cinta bakal bertindak nekat, salah satu contohnya dengan kawin lari.</p><p style="text-align: justify;"><em>Running Shaadi</em> merupakan sebuah film bergenre romantis yang dibalut dengan komedi. Film terbaru garapan sutradara Amit Roy ini awalnya mengisahkan sepasang kekasih namun beda status sosial dan terpaut usia yang jauh, yakni Ram Bharose (Amit Sadh) dan Nimmi (Taapse Pannu). Bharose adalah seorang karyawan di sebuah toko sandang bernama Singh N&rsquo; Singh. Pemilik toko tersebut adalah ayah dari Nimmi.</p><p style="text-align: justify;">Hubungan mereka berjalan baik hingga akhirnya Nimmi lulus sekolah dan melanjutkan studinya ke universitas. Di bangku kuliah perlahan sikap Nimmi mulai berubah. Nimmi mulai sibuk dengan dunianya dan melupakan Bharose. Bharose tak tinggal diam, ia terus mencoba menghubungi Nimmi. Namun, Nimmi akhirnya memutuskan hubungan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Setelah putus, Bharose mengalami masa-masa sulit hingga ia pun terpaksa berhenti bekerja. Bharose saat itu sedang menghadiri pesta pernikahan bersama temannya Cyberjeet (Arsh Bajwa). Namun, pernikahan tersebut gagal lantaran pengantin wanitanya berencana kawin lari. Saat makan di pinggir jalan, Bharose dan Cyber melihat kekasih pengantin wanita yang melarikan diri dihajar hingga babak belur.</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar keresahan itulah, Bharose dan Cyber berencana menciptakan sebuah situs bernama <em>Runningshadi.com</em> untuk membantu pasangan muda-mudi yang ingin kawin lari. Karena kesuksesan mereka, banyak pasangan yang mengantre mendaftar. Hingga mantan kekasih Bharose, Nimmi memintanya untuk membantunya kawin lari bersama seseorang bernama Shunty.</p><p style="text-align: justify;">Bharose dilanda kebingungan, akankah ia membantu Nimmi? Atau dengan keras menentangnya karena Bharose tak ingin melihat Nimmi menikah dengan orang lain?</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan film India kebanyakan, tentu kita akan disuguhkan dengan lagu-lagu India yang khas. Film-film India selalu menonjolkan adat budaya mereka yang kental, hal ini patut diacungi jempol. Di sisi lain, film ini juga mengangkat sebuah kasus yang kini marak terjadi di negara mereka, yakni kawin lari.</p><p style="text-align: justify;">Bedanya Anda tidak akan menemukan adegan-adegan pemeran utamanya menari-nari dengan penari latar yang banyak dan berpakaian seksi. Di sini Anda akan melihat adegan balap-balapan dan kejar-kejaran yang seru. Anda juga akan dibuat greget oleh sikap Bharose yang tak berani mengungkapkan perasaannya pada Nimmi.</p><p style="text-align: justify;">Meski jalan ceritanya sangat sederhana dan kurang menendang, bukan film India bergenre romantis jika tidak membuat penontonnya baper. Selamat menyaksikan. <strong><em>(els/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berguru kepada Guru dan Menggurukan Calon Guru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berguru-kepada-guru-dan-menggurukan-calon-guru/baca </link>
<guid> berguru-kepada-guru-dan-menggurukan-calon-guru </guid>
<pubDate> Mon, 15 May 2017 06:12:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan tahapan penting yang di dalamnya seluruh mahasiswa FKIP dilatih sebelum bertemu dengan siswa di sekolah . (Sumber ilustrasi: docplayer.info) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berguru-kepada-guru-dan-menggurukan-calon-guru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rQ54FkxnST.png" />
					</figure>
			                <h1>Berguru kepada Guru dan Menggurukan Calon Guru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Program Pengalaman Lapangan atau lebih dikenal PPL merupakan tahapan penting yang harus ditempuh oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dalam pelaksanaannya PPL terbagi dua tahapan, yakni PPL I dan PPL II. PPL I dilaksanakan pada semester enam, sedangkan PPL II di semester tujuh.</p><p style="text-align: justify;">PPL I merupakan tahapan bagi mahasiswa sebelum bertatapan langsung dengan siswa di sekolah. Kegiatannya diisi seperti simulasi mengajar materi di kelas maupun praktik di luar kelas. Di tahap ini mahasiswa dituntut bisa tampil layaknya tenaga pengajar yang mumpuni di hadapan teman sekelas hingga satu angkatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau PPL I itu kita masih praktik ke teman sekelas aja di kampus,&rdquo; kata Sela Defi Alif Pradani mahasiswi Pendidikan Kimia 2014.</p><p style="text-align: justify;">Kesalahan adalah bentuk keniscayaan, pun dalam tahap ini. Mahasiswa masih banyak melakukan kesalahan, namun dari kesalahan-kesalahan itu mereka belajar dan mempersiapkan bekal untuk menyambut masa PPL II.</p><p style="text-align: justify;">PPL II ialah tahapan di mana mahasiswa mulai terjun langsung mengajar di sekolah. Untuk bisa mengikuti PPL tahap ini terlebih dahulu harus melewati beberapa persyaratan, seperti menuntaskan beberapa mata kuliah tertentu dan SKS yang mencukupi.</p><p style="text-align: justify;">Hendra Aria Saputra, mahasiswa Penjas 2013 mengatakan PPL II biasa berlangsung selama setengah semester atau tiga bulan. Untuk penetapan sekolah ditentukan langsung oleh UPT PPL Unmul. Berbeda dengan pola KKN (Kuliah Kerja Nyata) di mana mahasiswa masih memiliki hak untuk menentukan lokasi pengabdiannya. Persoalan lainnya tidak semua sekolah bisa menerima mahasiswa PPL, hanya yang berkoordinasi langsung dengan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Penempatan PPL ini bisa juga berdasarkan surat rekomendasi dari pihak sekolah. Muhammad Ridho Amali, mahasiswa Penjas 2013 mengaku awalnya ia ditempatkan di SMA Negeri 1 Samarinda. Namun, karena sebelumnya Ridho telah jadi tenaga pengajar di SMK Negeri 7 Samarinda, pihak sekolah tersebut akhirnya mengirim surat kepada UPT PPL Unmul dan Ridho mulai dipindahtugaskan. Penempatan mahasiswa PPL ini memang telah melalui serangkaian proses pertimbangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa tidak mempunyai kemampuan yang kompeten, dia dapat sekolah yang <em>high class</em>, otomatis dia tidak bisa mengimbangi muridnya, mending kalau bisa di atas muridnya. Kalau mengimbangi pun kurang bisa nilai buruknya bukan ke dia, dia dapat nilai tapi, hasil terbesarnya ke Unmul utama kemudian FKIP. Kenapa kok lulusan FKIP malah begini?&rdquo; kata &nbsp;Ridho.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ajang &nbsp;Latihan Calon Guru</strong></p><p style="text-align: justify;">Sehingga kreativitas di sini amat dibutuhkan karena menangani siswa SMP ataupun SMA jelas memiliki sensasi berbeda dibandingkan PPL I yang masih praktik di depan teman sekelas. Selama masa PPL, mahasiswa nantinya akan didampingi oleh satu guru dari bidang sama. Sebutan untuk guru seperti ini adalah guru pamong, perannya adalah untuk membina, mengarahkan dan mengatur kelas untuk mahasiswa PPL-nya.</p><p style="text-align: justify;">Adyanto dari Pendidikan Kimia 2013 berkisah pernah diminta oleh guru pamongnya untuk mengajar mata pelajaran yang di luar spesialisasinya. Saat itu ia diminta mengajar fisika, masih untung karena memiliki sedikit keterkaitan dengan kimia. Ditambah bekalnya di mata kuliah seperti fisika, biologi, dan matematika dasar yang telah dilalui di semester sebelumnya. Sehingga itu membuat Adyanto cukup percaya diri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena guru pamong saya juga mengajar Fisika di sekolah itu, makanya saya dipercayakan untuk mengajar Fisika juga. Di sana saya cuma ngajar dua kelas jadi saya diberi kelas tambahan supaya melatih kesiapan saya. Soalnya nanti saya jadi guru, saya harus siap dengan kondisi apa pun di sekolah, misalnya kekurangan guru,&rdquo; kata mahasiswa asal Kutai Barat itu.</p><p style="text-align: justify;">Melalui PPL inilah mahasiswa sebenarnya bisa melihat lanskap pendidikan hari ini. Sekolah di perkotaan saja masih kerap kekurangan tenaga pengajar, lantas bagaimana dengan kondisi pengajar di daerah terpencil. Adyanto mengatakan kepada tiap calon-calon guru FKIP harus selalu siap dengan kondisi apa pun di lapangan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Diskriminasi &nbsp;Calon Guru</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaannya, tiap PPL pun memiliki ragam kisah untuk dikenang. Bagi Hendra dan rekan-rekaannya itu adalah saat mereka mendapatkan bunga dan cokelat di momen perayaan Hari Valentine. Bagi Adyanto pengalamannya selama mengajar, membuat ia jadi tahu kondisi kelas yang sebenarnya. Pun ia memahami bahwa mengajar tidak seperti presentasi yang menegangkan di depan dosen, melainkan mengajar itu bebas dari rasa tegang bahkan perlu terhibur karena kelakukan siswa.</p><p style="text-align: justify;">Namun, kadang hal-hal tak mengenakkan masih juga terjadi. Beberapa guru sekolah kerap menganggap mahasiswa PPL tidak selayaknya guru. Pemahaman mereka adalah mahasiswa PPL datang ke sekolah untuk meringankan tugas mereka dan itu tidak melulu harus mengajar di kelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PPL itu ada enaknya, ada enggaknya. Untuk beberapa sekolah yang menganggap anak PPL tidak seperti guru, perlakukan mereka selayaknya guru. Karena mereka calon penerus kalian. Beberapa sekolah bahkan tidak menggurukan calon guru, ada yang disuruh baikin parkiran, bikin taman. Kita mahasiswa PPL bukan tukang kebun atau tukang parkir, kita saling bertukar ilmu, jangan anggap anak PPL itu pembantu yang datang untuk disuruh ini itu,&rdquo; kata Ridho. <strong><i>(els/asr/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyuburkan Kesadaran Berwiraswasta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/menyuburkan-kesadaran-berwiraswasta/baca </link>
<guid> menyuburkan-kesadaran-berwiraswasta </guid>
<pubDate> Tue, 16 May 2017 08:05:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ahmad Eka Bayu, salah satu pemateri Seminar Bisnis oleh UKM Student Entrepreneur Community (SEC) FISIP. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/menyuburkan-kesadaran-berwiraswasta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aKhvaOLRLN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyuburkan Kesadaran Berwiraswasta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Berbisnis itu harus paham ilmunya. Contohnya begini, sama saja seperti Anda sudah di ruang ujian, akan tetapi Anda belum mempelajari materi ujian sama sekali. Apa yang akan terjadi? Anda akan menuai kegagalan,&rdquo; kata pengusaha muda asal Kota Samarinda, <em>owner</em> warung makan Ayam Goreng Jagoan, Ahmad Eka Bayu.</p><p style="text-align: justify;">Di waktu berbeda, <em>owner</em> Geprek Express dan Tuantanah, Gusfiannur lebih spesifik memberi dorongan moril bagi 70-an lebih peserta yang mayoritas mahasiswa untuk berwirausaha.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Buatlah bahwa salah satu lini usaha yang Anda geluti (nanti) harus jadi <em>brand</em> paling terkenang di kepala pelanggan,&rdquo; dorong alumnus Ilmu Komputer Unmul itu.</p><p style="text-align: justify;">Pesan di atas hanyalah sedikit dari deretan pesan yang dilontarkan <em>duo</em> aktivis komunitas Tangan di Atas (TDA) ini. Para pengusaha muda yang umurnya belum lagi kepala tiga tersebut, silih-berganti mengisi <em>sharing</em> kewirausahaan dalam agenda Seminar Bisnis bertemakan &ldquo;Berani Gagal = Berani Sukses&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Agenda yang tergelar pada Sabtu (13/5), di ruang sidang prodi Hubungan Internasional itu digawangi oleh UKM Student Entrepreneur Community (SEC) FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Ahmad Eka Bayu yang mengampu materi di sesi perdana, lebih fokus menghikayatkan pengalaman pribadinya. Bagi dia, kesuksesan seorang pengusaha itu membuat banyak orang terbohongi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka hanya memandang keberhasilan seorang pengusaha dari sisi suksesnya saja, padahal deretan kegagalan yang menghadang juga luar biasa banyaknya. Bahkan saat sukses, kegagalan masih terus saja membayang,&rdquo; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Demi mengurangi risiko gagal dalam berwirausaha, terkhusus bagi para pemula, Bayu mendorong peserta agar memilih sektor usaha yang minim risiko. Kemudian percaya diri saja terhadap sektor usaha yang digeluti itu. Jika prinsip ini terlaksana, maka pasti usaha tersebut akan jalan.</p><p style="text-align: justify;">Bayu juga memberi satu tips penting, terutama untuk pengusaha pemula yang <em>background</em>-nya mahasiswa. Ia melarang mahasiswa berjualan satu hal, usaha yang menurut banyak orang menguntungkan, namun amat merugikan. Usaha apa itu? Jual pulsa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mau usaha pribadi, jangan jual pulsa. Banyak ruginya karena banyak pelanggan yang minta hutang. Kalau mau jual pulsa, buka konter pulsa sekalian, duduk jaga konter. Jadi proses transaksinya langsung tunai. <em>Cash is the king</em>,&rdquo; kata bapak tiga anak itu.</p><p style="text-align: justify;">Usai Bayu memapar, Gusfiannur melanjutkan materi di sesi kedua. Lebih dari paparan Bayu, Gusfiannur, yang telah lebih lama berkecimpung di dunia usaha, memberi banyak stimulan untuk para wirausaha, termasuk bagi yang baru mau coba-coba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pahami, seorang pembeli suatu produk, belum tentu pengguna. Misalnya laki-laki yang datang ke toko jilbab, aneh bukan? Banyak orang bilang aneh, tapi laki-laki tak mungkin pakai jilbab. Bisa saja yang dia beli itu sebagai hadiah untuk &hellip;, untuk siapa?&rdquo; tanyanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk ibu,&rdquo; sahut seorang peserta. Pria yang akrab disapa Gusfi ini pun terkesan dengan jawaban itu. &ldquo;Saya suka gaya berpikir Anda,&rdquo; ujarnya sembari menunjuk seorang perempuan yang tadi menyahut tanya Gusfi.</p><p style="text-align: justify;">Meski ada kesan terkungkung dalam materi <em>slide power point</em>, Gusfi tetap mampu meng-<em>combain</em> materi dan pengalaman usaha dengan apik. Dari pengalaman pribadi, ada satu jenis pelanggan yang paling sulit ia pahami, yakni pelanggan tidak memberi komplain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contoh laki-laki dan perempuan. Laki-laki coba bertanya, mau beli bajunya di toko atau pasar? Terserah jawab perempuan. Mau beli sepatunya di toko atau pasar ujar lelaki? Terserah ketus perempuan, dan seterusnya seperti itu. Susah bukan kalau begini?&rdquo; analogi Gusfi seketika diikuti gelak tawa oleh peserta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pelanggan paling sulit adalah pelanggan yang diam, tanpa komplain. Jika pelanggan yang menyuarakan banyak komplain itu malah bagus, karena komplain tersebut bisa langsung kita eksekusi,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Jika telah mampu membangun usaha dengan besar, Gusfi memberi satu kata kunci agar omset bisa semakin banyak, yakni kolaborasi. Ia memberi contoh, seorang artis, Teuku Wisnu yang membuka usaha di bidang oleh-oleh telah mampu meraup omset Rp400 juta per hari. Pundi itu buah dari kolaborasi apik.</p><p style="text-align: justify;">Gusfi juga menyorot kerennya mental pengusaha dari negara tetangga, Thailand. &ldquo;Saya pernah lihat wirausaha di Thailand, gila! Indonesia entah mengapa sekarang tak bisa seperti itu. Misal, untuk PKL (pedagang kaki lima) Thailand yang jualan saat malam hari, mereka amat tertib. Mereka sadar akan kebersihan, hingga ketika selesai berjualan, tak ada lagi sisa-sisa sampah, semua bersih,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, ketua umum SEC, Tangkas Khairi menyebut alasan pihaknya menggelar seminar bisnis macam ini. Ia berujar, muara dari tergagasnya seminar untuk memberi gambaran dan motivasi wirausaha bagi para peserta, termasuk mahasiswa. Kalau mau jadi pengusaha sukses ya harus gagal dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makanya, selagi masih muda, masih <em>seger</em> badannya, sebisa mungkin dari sekarang sudah merasakan gagal-gagalnya usaha. Hingga nanti kala momentumnya didapatkan, pasti bakal sukses sendiri,&rdquo; ujarnya. <strong><em>(dan/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rizal, Satu dari Tujuh yang Lolos Pergi ke Negeri Paman Sam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizal-satu-dari-tujuh-yang-lolos-pergi-ke-negeri-paman-sam/baca </link>
<guid> rizal-satu-dari-tujuh-yang-lolos-pergi-ke-negeri-paman-sam </guid>
<pubDate> Tue, 16 May 2017 09:27:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rizal Nor Wahit, satu dari tujuh mahasiswa Indonesia yang terpilih dalam Global Undergraduate Exchange Program. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizal-satu-dari-tujuh-yang-lolos-pergi-ke-negeri-paman-sam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z2jftacrVg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rizal, Satu dari Tujuh yang Lolos Pergi ke Negeri Paman Sam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Apa yang terlintas dibenak Anda ketika mendengar Amerika Serikat (AS)? Terlepas dari presiden yang terpilih secara kontroversial, Donald Trump, dan kebijakan luar negeri &nbsp;yang mendiskreditkan negara muslim, AS adalah negara adikuasa dengan segala kemajuannya. Mulai dari pendidikan, teknologi, militer, film serta lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Di mata Rizal Nor Wahit mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul, AS adalah miniatur dunia tempat orang dari berbagai negara datang. Siapa sangka, tahun ini dirinya akan terbang menuju negeri Paman Sam tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Rizal menjadi satu dari tujuh mahasiswa Indonesia yang terpilih dalam <em>Global Undergraduate Exchange Program</em>. Sebuah program pertukaran pelajar yang difasilitasi oleh <em>The American-Indonesian Exchange Foundation&nbsp;</em>(Aminef). Program tersebut akan berlangsung selama 6 bulan dan dimulai di awal musim gugur, September mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Senang sekali bisa terpilih, karena pergi ke <em>English Speaking Country&nbsp;</em>juga termasuk salah satu mimpi saya,&quot; ucap mahasiswa semester enam ini.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya berkisah, ia mengetahui informasi program yang disponsori oleh <em>US Departmen of State&apos;s Bureau of Educational and Cultural Affairs</em> (ECA) &nbsp;ini dari seniornya. Kemudian ia mendaftar secara online melalui <em>website</em>, dan melengkapi berbagai persyaratan. Proses seleksi dibagi menjadi 3 tahapan. Pertama pendaftaran dan seleksi berkas, wawancara, dan tahap terakhir adalah <em>Test of English As a Foreign Language&nbsp;</em>(TOEFL) secara online atau disebut IBT TOEFL.</p><p style="text-align: justify;">Selain Rizal, mahasiswa yang lolos berasal dari Pontianak, Manado, &nbsp;Kupang dan Bengkulu. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan. Ia berharap setelah kembali ke Indonesia dapat membawa nilai nilai positif yang bisa dibagikan kepada teman dan kerabatnya agar lebih banyak lagi yang bisa mendapatkan pengalaman serupa. <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Inspirasi Karya Jurnalistik, Mau Jadi yang Menginspirasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/inspirasi-karya-jurnalistik-mau-jadi-yang-menginspirasi/baca </link>
<guid> inspirasi-karya-jurnalistik-mau-jadi-yang-menginspirasi </guid>
<pubDate> Wed, 17 May 2017 08:17:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar Jurnalistik Nasional bertemakan "Inspirasi Karya Jurnalistik" agenda besar Selebrasi Sketsa Satu Dekade (S3D) pada Sabtu, 20 Mei 2017. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/inspirasi-karya-jurnalistik-mau-jadi-yang-menginspirasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6XokH5Oxse.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Inspirasi Karya Jurnalistik, Mau Jadi yang Menginspirasi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">SKETSA&nbsp;</span></strong><span lang="IN">- Masih dalam menyambut perayaan berdirinya Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul, sebelumnya kami menginfokan ada berbagai lomba yang bisa diikutimahasiswa se-Indonesia. Rangkaian Selebrasi Sketsa Satu Dekade (S3D) lainnya ialah Seminar Jurnalistik Nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Seminar dengan tema &quot;Inspirasi Karya Jurnalistik&quot; ini menghadirkan dua pemateri berpengalaman, yang juga telah melahirkan berbagai karya tulis menginspirasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Ialah, Hasan Aspahani merupakan Direktur Utama PT Batam Pos Multimedia. Hasan yang menulis buku biografi Chairil Anwar, berjudul &quot;Chairil: Sebuah Biografi&quot;, juga menghasilkan berbagai buku puisi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Bahkan, salah satu karyanya yang berjudul Pena Sudah Diangkat, Kertas Sudah Mengering (PSDKSM) terpilih sebagai yang terbaik pada sayembara buku puisi sempena Hari Puisi Indonesia 2016 lalu. Karyanya itu, menyisihkan 244 buku puisi yang terkumpul. Dan patut berbangga pula jika pemateri ini adalah putera asli Kaltim. Hasan lahir di Handil Baru salah satu Kelurahan yang ada di Samboja, Kutai Kartanegara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Pemateri kedua, yakni Syafril Teha Noer seorang wartawan senior dan kini merupakan Dewan Redaksi Kaltim Post. Syafril juga budayawan, ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltim. Tak hanya Hasan, Syafril juga melahirkan karya tulis dalam bentuk novel berjudul &quot;Rimba Kaban&quot; yang terbit 2010 lalu. Kemudian, Desember 2013 terbit buku berjudul &quot;Rakyat Dapat Apa?&quot;, berisi kumpulan opini kolumnis senior harian Kaltim Post.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Dua pemateri ini akan membukakan wawasan tentang berkarya dan menginspirasi dalam kegiatan jurnalistik. Mengutip Seno Gumira Ajidarma, &quot;Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa &mdash;suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan disanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="IN">Maka, jangan lewatkan kesempatan bertemu dua pemateri ini! Ingat Sabtu 20 Mei 2017 Aula Serbaguna, Lantai 4, Rektorat Unmul. Dan di hari dan tempat yang sama, kabar pemenang lomba S3D akan diumumkan. Jadi, pastikan dirimu hadir!&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Daftar? Caranya melalui SMS/WA dengan format: SJ_Nama_Universitas/Umum</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Kirim<span>&nbsp;&nbsp;</span>ke: 082154250194 (Ariani)&nbsp;</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Bagi peserta di luar Kota Samarinda, bisa transfer biaya pendaftaran via rekening Bank Mandiri a.n. Achmad Syarif 9000018585241&nbsp;</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">More info:</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Line @: <a href="https://line.me/R/ti/p/%40sev9744k">https://line.me/R/ti/p/%40sev9744k</a></span></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">FB: LPMSketsa Unmul</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Twitter&amp; IG: Sketsaunmul</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">-SemangatBerbagi dan Menginspirasi-</span></strong>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Disuruh Tulis Tangan, Oknum Hujat Senior THP Lewat Meme </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/disuruh-tulis-tangan-oknum-hujat-senior-thp-lewat-meme/baca </link>
<guid> disuruh-tulis-tangan-oknum-hujat-senior-thp-lewat-meme </guid>
<pubDate> Wed, 17 May 2017 09:12:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa program studi Teknologi Hasil Pertanian Faperta Unmul hujat seniornya lewat meme. (Foto: facebook.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/disuruh-tulis-tangan-oknum-hujat-senior-thp-lewat-meme/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wNXDKlwAbv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Disuruh Tulis Tangan, Oknum Hujat Senior THP Lewat Meme</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Peretas <em>website</em> Telkomsel beberapa waktu lalu, rupanya menginspirasi seseorang yang disinyalir mahasiswa program studi Teknologi Hasil Pertanian Faperta Unmul melakukan hal serupa. Bedanya, bukan <em>website</em> yang diretas, kali ini media yang digunakan adalah foto meme untuk melampiaskan amarah.</p><p style="text-align: justify;">Pada Selasa (9/5), sebuah akun Facebook bernama Alim Dan Bersahaja meluapkan emosi kepada seniornya di THP yang menyuruh menulis laporan praktikum dengan tulis tangan. Alim bahkan dengan ringan menggunakan kata-kata makian dalam postingannya itu. Alim menganggap laporan yang ditulis tangan adalah hal sia-sia karena tidak memanfaatkan teknologi canggih yang sudah ada.</p><p style="text-align: justify;">Emosi itu dituliskan Alim dalam sebuah foto meme berlatar hitam persis tampilan retasan <em>hacker website</em> Telkomsel beberapa waktu lalu. Foto meme itu digunakan Alim sebagai foto profil akun pribadinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sadar2 lo kakak koas kampret yang bikin susah praktikum. Dear kakak koas praktikum jurusan THP pertanian unmul yang kampret. Ehh lu kakak koas thp kampret, bazeng lu, kampret lu, asem lu, taik lu pegimane mahasiswa THP mau majoe kaloe loe nyuruh nulis laporan tulis tangan, bungul loe, loe kira kagak capek ape, kampret lu, loe gak tau kah Bill Moggridge &amp; bill gates susah susah bikin teknologi biar kite ini gampang ngerjain laporan kampret, loe kira kite banyak waktu apa loe kerjain pake tulisan tangan tu laporan, gua juga harus mikirin jodoh, tidur siang, ibadah yang rajin, dan berak, mau loe gue lempar pake taik, gua gak butuh senyum senyum kecut lo itu, loe itu manusia penyusah hidup, moga moga jomblo loe seumur hidup, sadar sadar loe kampret,&quot; tulisnya.</p><p style="text-align: justify;">Foto meme ini lantas mendadak viral hingga terbit dalam laman berita online kota, <a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&q=http://detakkaltim.com/&source=gmail&ust=1495025225472000&usg=AFQjCNF0vPQ8ZNMyhlCv4rWDvc0ZrhVX7w" href="http://detakkaltim.com/" target="_blank">detakkaltim.com</a>. Dalam berita itu, Erma, eks asisten praktikum THP dikonfirmasi mengaku geram atas beredarnya foto meme tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya membicarakan langsung kepada koas atau pembimbing praktikum jika keberatan untuk menulis tangan laporan, bukan malah membully dengan <em>fake account&nbsp;</em>seperti itu,&rdquo; kata Erma.</p><p style="text-align: justify;">Dalam KUHP, hal ini diatur dalam Pasal 310 dan 311. Sedangkan dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ini diatur mengenai pencemaran nama baik di dalam Pasal 27 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Adapun hukumannya, yakni pidana paling lama enam tahun penjara dan denda Rp1 M.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, belum diketahui siapa oknum di balik akun Alim Dan Bersahaja yang mengundang kontroversi tersebut.<em><strong>&nbsp;(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM KM Unmul Gelorakan Nilai-Nilai Nasionalisme </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bem-km-unmul-gelorakan-nilai-nilai-nasionalisme/baca </link>
<guid> bem-km-unmul-gelorakan-nilai-nilai-nasionalisme </guid>
<pubDate> Thu, 18 May 2017 07:20:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM UNMUL ikut serta dalam pembentukan Kader Bela Negara di provinsi Kalimantan Timur tahun 2017. (Sumber foto: Dok. BEM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bem-km-unmul-gelorakan-nilai-nilai-nasionalisme/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Rtz0snlhGV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM KM Unmul Gelorakan Nilai-Nilai Nasionalisme</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">UUD tahun 1945 pasal 27 ayat (3) &quot;Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara&quot;</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari kecintaan kepada tanah air, BEM KM Unmul ikut serta dalam pembentukan Kader Bela Negara di provinsi Kalimantan Timur tahun 2017, yang pesertanya sebanyak 134 orang dari berbagai lembaga maupun instansi.</p><p style="text-align: justify;">Kader Bela Negara ini merupakan perwujudan program kerja dari Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dilaksanakan pada 09-13 Mei 2017 Bandiklat Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2002 pasal 9 ayat 1 tentang Pertahanan Negara Upaya Bela Negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini bukan hanya merupakan kewajiban dari dasar manusia, melainkan juga untuk kehormatan warga negara sebagai salah satu wujud pengabdian dan sikap rela berkorban terhadap bangsa dan negara.</p><p style="text-align: justify;">Bela Negara yang dilakukan oleh warga negara merupakan salah satu bentuk hak dan kewajiban untuk membela serta mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari berbagai macam ancaman yang datang darimana saja.</p><p style="text-align: justify;">Pembelaan negara ini yang diwujudkan dengan ikut serta di dalam upaya pertahanan negara yang merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dan kehormatan tiap warga negara. Maka dari itu, warga negara memiliki kewajiban untuk ikut serta dalam upaya bela negara, terkecuali ditentukan lain dengan undang-undang.</p><p style="text-align: justify;">Suatu negara dikatakan kuat pertahanan negaranya apabila bangsa tersebut bersatu padu untuk selalu mempertahankan dan memperjuangkan serta melindungi hak-hak warga negaranya. Indonesia pun akan disegani oleh negara lain apabila seluruh elemen bangsa Indonesia bersatu padu dalam pertahanan negara. Namun, dengan semakin berkembangnya dan semakin maraknya arus globalisasi dunia, telah membuat lalai sebagian bangsa akan kesadaran untuk melindungi dan membela negaranya dari segala bentuk ancaman yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran bela negara bukanlah menjadi bawaan sejak lahir, sehingga perlu ditimbuh kembangkan melaui proses pembinaan kesadaran bela negara. Penyelenggaraan pembinaan kesadaran bela negara dilaksanakan sejak usia dini hingga usia dewasa guna membangun karakter bangsa Indonesia yang cinta tanah air, rela berkorban demi negara dan bangsa, yakin Pancasila sebagai Ideologi Negara, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara serta memiliki kemampuan awal bela negara, baik secara psikis maupun secara fisik.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah arus globalisasi dan pengaruh paham radikalisme, komunisme peserta Kader Bela Negara terus mendukung jalannya kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan:</p><p style="text-align: justify;">1. Materi</p><p style="text-align: justify;">✔ Pembekalan materi bela negara.<br>✔ Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia.<br>✔ Jaga dan pertankan kedaulatan NKRI.<br>✔ Jiwai Bhinneka tunggal ika dan pentingnya peran pemuda.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">2. Pelatihan</p><p style="text-align: justify;">✔ Peraturan baris berbaris.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">3. Upacara malam puncak.</p><p style="text-align: justify;">✔ Penampilan yel yel<br>✔ Pembacaan puisi (BEM KM Unmul)<br>✔ Renungan suci (BEM KM Unmul)</p><p style="text-align: justify;">Upacara malam merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Kader Bela Negara, begitu banyak ilmu yang kita dapatkan, begitu banyak pengalaman yang kita berikan dan tentunya semangat jiwa korsa yang menjadi implementasi dari bhinneka tunggal ika.</p><p style="text-align: justify;">Maka apa yang kamu dapatkan di Kader Bela Negara selama 5 hari merupakan langkah awal untuk mewujudkan cita-cita para pahlawan yang akan terus kamu perjuangkan!</p><p style="text-align: justify;">Yaitu, berjiwa nasionalisme, menjunjung tinggi Pancasila sebagai Ideologi Negara Republik Indonesia dan sebagai pemuda untuk menjaga keutuhan NKRI.</p><p style="text-align: justify;">Kamu tidak akan pernah mengerti arti kedamaian kalau kamu tidak pernah merasakan arti perbedaan.</p><p style="text-align: justify;">Karena itu melalui pembentukan Kader Bela Negara provinsi Kalimantan Timur tahun 2017, mari kita tingkatkan jiwa kebhinnekaan dan patriotisme untuk menggelorakan nilai-nilai nasionalisme.</p><p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa!<br>Pancasila Ideologi Negara!<br>NKRI Harga Mati!</p><p style="text-align: justify;">Salam,<br>Idet Arianto Putra<br>Dirjen kebijakan Nasional<br>(Kemensospol)<br>BEM KM UNMUL 2017</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tameng-Tameng Antisipasi Kacau SBMPTN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tameng-tameng-antisipasi-kacau-sbmptn/baca </link>
<guid> tameng-tameng-antisipasi-kacau-sbmptn </guid>
<pubDate> Thu, 18 May 2017 07:52:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tahun ini, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) digelar dalam dua jenis, yakni Computer Based Test (CBT) dan Paper Based Test (PBT). (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tameng-tameng-antisipasi-kacau-sbmptn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h8cDCDThOc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tameng-Tameng Antisipasi Kacau SBMPTN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tahun ini, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) digelar dalam dua jenis, yakni Computer Based Test (CBT) dan Paper Based Test (PBT). Menghadapi itu, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Unmul Muhammad Ihwan sudah menyiapkan tameng demi lancarnya seleksi sekaligus menerapkan hasil evaluasi pelaksanaan SBMPTN tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk CBT, kata Ihwan, Unmul menyiapkan sedikitnya 260 komputer untuk digunakan camaba menjawab soal. Adapun pelaksanaannya belum menyentuh semua fakultas. Hanya FEB, FH, FKTI, dan FMIPA yang menerapkan sistem tersebut ditambah ruang Vicom yang bertempat di gedung Rekorat lantai empat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Panitia sudah <em>stand by</em> genset, jika tidak ada, pakai <em>Uninterruptible Power Supply</em> --alat back up listrik ketika PC atau kehilangan energi dari sumber utamanya-- (UPS). Sedangkan untuk PBT dilaksanakan seperti biasa di fakultas dan beberapa SMA yang telah menjalin kerja sama dengan Unmul,&quot; terang Ihwan.</p><p style="text-align: justify;">Pihak Humas bahkan telah menyosialisasikan dua jenis tes ini jauh-jauh hari. Hal itu dilakukan untuk mewaspadai adanya keterlibatan joki ujian. Tak cukup itu, pengalaman tahun lalu di mana kursi cenderung tak ditata rapi, tahun ini diatur jaraknya dan dibatasi maksimal 20 dalam satu ruangan.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari jelang SBMPTN, beredar kabar soal <em>virus wannacry ransomware</em>. Virus itu menyerang dan membahayakan komputer yang terkoneksi internet. Menanggapi ini, Ihwan nyatanya tak khawatir.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak ada masalah, di setiap ruang itu kita siapkan dua teknisi, dua pengawas ruangan dan satu penanggungg jawab ruangan. Untuk virus yang ramai dibahas itu, tidak menyerang ke server SBMPTN. Memang ada beberapa yang me-whattsapp ke saya, khawatir. Tapi saya pastikan itu tidak terjadi. Untuk servernya, diurus oleh orang UI, ITB, dan ITS,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaannya, terdapat 10.158 camaba yang terdaftar. Jatah yang dipasang untuk menjaring mahasiswa baru dari jalur ini adalah 30% dari total seluruh maba yang berjumlah 5311. Maka, hanya sebanyak 1827 yang dinyatakan lolos jalur SBMPTN. Kuota mahasiswa Bidikmisi hanya 960 itupun dari semua jalur.</p><p style="text-align: justify;">Perihal besaran kuota, ditentukan atas usulan program studi ke fakultas. Baru kemudian diteruskan ke rektorat. Menurut Ihwan, dari tahun ke tahun Unmul terus berupaya menekan angka penerimaan maba disebabkan rasio dosen dengan mahasiswa yang tak seimbang. Diikuti kapasitas kelas yang kian renta dan tak sanggup menampung mahasiwa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dulu tiga atau empat tahun lalu kita terima hampir 9000 maba. Sekarang tinggal 5000-an saja,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Wahyu Adisaputra, peserta yang menjalani tes jenis CBT mengungkapkan rasa puasnya usai tes jenis baru ini. &quot;Pelaksanaanya sudah lumayan bagus. Semoga tahun depan bisa diadakan lagi,&quot; kata Wahyu.</p><p style="text-align: justify;">Lain cerita yang dialami oleh Khairunnisa, peserta yang berasal dari SMK Farmasi Samarinda itu merasa soal di hadapannya lumayan sulit dan kurangnya waktu dalam mengerjakan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, SBMPTN merupakan salah satu jalur yang bisa ditempuh calon mahasiswa baru untuk memasuki jenjang perkuliahan. SBMPTN digelar serempak seluruh Indonesia yakni 16 Mei 2017 kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Calon maba diminta mendaftarkan diri melalui borang online serta membayar Rp200 ribu sebelum melaksanakan ujian. Sebelumnya, penutupan pendaftaran ditetapkan 5 Mei pukul 23.00 Wita, namun berdasarkan rilis yang diterbitkan akun media sosial Unmul, didapatkan informasi bahwa pendaftaran diperpanjang hingga 9 Mei.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya pada 13 Juni hingga 5 Juli merupakan masa pendaftaran jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN). Dan, ujian tulis serta keterampilan akan dilakukan pada 18 hingga 20 Juli mendatang. <em><strong>(mpr/dor/pil/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Refleksi Budaya Baca di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/refleksi-budaya-baca-di-indonesia/baca </link>
<guid> refleksi-budaya-baca-di-indonesia </guid>
<pubDate> Thu, 18 May 2017 09:25:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Minat membaca di Indonesia tergolong sangat rendah. Belum lagi fasilitas pendukung yang juga kurang layak. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/refleksi-budaya-baca-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i7LIzGD86b.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Refleksi Budaya Baca di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kewajiban pemerintah selaku penyelenggara pendidikan ialah menjamin setiap masyarakat terkhusus generasi muda agar mempunyai kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu, terlepas dari latar belakang ekonomi dan sosial setiap masyarakat. Timbal baliknya, populasi masyarakat yang hanya terdiri dari orang-orang pintar dan terampil jelas merupakan aset berharga bagi negara.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan berbagai program guna meningkatkan minat baca masyarakat dan generasi muda. Tahun 2016, Badan Bahasa Kemdikbud telah mengirimkan 263 buku cerita yang dinilai oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan sebagai bahan bacaan, untuk mendukung penumbuhan budi pekerti bagi peserta didik lewat budaya literasi.</p><p style="text-align: justify;">Buku cerita tersebut ditujukan khususnya bagi siswa sekolah dasar agar sejak dini mereka gemar membaca. Gerakan ini berfungsi meningkatkan budaya literasi, karena dalam beberapa survei lembaga internasional, budaya baca Indonesia amat memprihatinkan. Pada tahun 2016, Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara, satu tingkat di atas Botswana.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan Kemdikbud patut kita apresiasi. Namun, &nbsp;kita harus pahami menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat bukanlah perkara mudah. Kebiasaan itu hadir akibat dibentuk dari lingkungan. Orang-orang yang tidak mendapatkan kebiasaan membaca dari keluarga dan pergaulannya tentu hanya dapat mengharapkan sekolah perkenalkan kebiasaan membaca kepada mereka. Itu sulit.</p><p style="text-align: justify;">Harus ada keterlibatan aktif dari lingkungan sekitar, terkhusus lingkungan keluarga. Budaya membaca buku di lingkungan keluarga adalah alasan masyarakat di negara-negara maju amat terdidik. Bandingkan saja dengan negara-negara berkembang, rendahnya kualitas pendidikan dipengaruhi oleh minimnya dukungan lingkungan keluarga terhadap budaya membaca, termasuk di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Sistem Pendidikan Negara Maju</strong></p><p style="text-align: justify;">Sekarang mari kita tengok pengelolaan pendidikan di salah satu negara Eropa, Finlandia. Negara yang berlokasi di bagian Utara Eropa ini sadar betul akan pentingnya pendidikan. J.V. Snellman, seorang negarawan Finlandia abad ke-19, pernah mengatakan bahwa pendidikan ialah jaminan keamanan. Dan ia benar. Pada paruh kedua 1900-an, Finlandia menjadi salah satu negara termakmur di dunia.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu terjadi berkat investasi serius pemerintah Finlandia di bidang pendidikan. Hampir tidak ada kesenjangan mutu antar sekolah di negara itu. Bagusnya mutu antar sekolah di Finlandia inilah yang memudahkan pemerintah setempat untuk menyebarkan sistem pendidikan, termasuk mengarahkan masyarakat Finlandia untuk belajar melalui sang jendela dunia: buku.</p><p style="text-align: justify;">Soal lain yang tak kalah penting ialah kemudahan akses terhadap buku-buku, dan Finlandia sekali lagi menjadi contoh yang baik. Di negara itu, lebih dari 20 juta buku terjual setiap tahun. Jumlah itu bahkan lebih banyak dari populasi seluruh pendidik Finlandia yang hanya sekitar 5 juta orang. Jika dikalkulasi secara matematis, rata-rata orang Finlandia, termasuk anak-anak, membeli empat buku setahun. Wow!</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan orang-orang yang tak sanggup membeli buku? Finlandia mempunyai 300-an perpustakaan besar, 500-an perpustakaan cabang, dan perpustakaan keliling yang saling terkoneksi dalam sistem bagi daerah-daerah berpenduduk jarang. Perpustakaan itu relatif populer. Sekitar 40 persen warga Finlandia aktif memanfaatkan fasilitas tersebut. Wajarlah masyarakat Finlandia amat terdidik.</p><p style="text-align: justify;">Negara-negara yang mutu pendidikannya baik juga menetapkan daftar bacaan wajib di sekolah. Di Amerika Serikat, misalnya, murid-murid sekolah menengah membaca novel <em>To Kill a Mockingbird</em>. Para pelajar di Iran diwajibkan membaca puisi-puisi karya Hafiz, Ferdowsi, Rumi, dan Omar Khayyam, dan di Finlandia, murid-murid sekolah membaca novel Seitseman Veljesta atau Seven Brothers.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Terbang Pulang Menuju Indonesia</strong></p><p style="text-align: justify;">Sekarang kita tengok, bagaimana jumlah dan kondisi perpustakaan sebagai sarana pendukung minat baca masyarakat dan generasi muda? Dari total 134.718 perpustakaan sekolah se-Indonesia, 6.691 di antaranya tergolong rusak sedang dan 11.299 rusak berat. Jika fasilitas penunjang rusak dan tidak nyaman untuk membaca, apakah masyarakat dan generasi muda tertarik datang ke perpustakaan?</p><p style="text-align: justify;">Menurut laporan Perpustakaan Nasional, ada 1,49 juta perpustakaan di seluruh Indonesia, tetapi hanya 149 ribu atau sekitar 9,97 persen di antaranya yang mendapat bantuan infrastruktur atau koreksi dari pemerintah. Adapula laporan tahun 2015, Perpustakaan Nasional melakukan survei di 12 provinsi dan 38 kabupaten/kota untuk mengetahui minat baca masyarakat Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dan tahukah Anda bagaimana hasil temuannya? Ternyata 90 persen penduduk Indonesia justru gemar menonton televisi dan tidak suka membaca. Survei ini dikatakan langsung oleh Kepala Kantor Perpustakaan Nasional Sri Sularsih dalam acara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Yogyakarta, 15 Oktober 2015. Setahun kemudian di 2016, Kemdikbud menggagas lagi Gerakan Literasi Sekolah (GLS).</p><p style="text-align: justify;">GLS hadir untuk memperkenalkan kebiasaan membaca kepada para pelajar. Menurut buku panduan GLS tingkat sekolah menengah pertama, ada tiga jenjang yang perlu ditempuh sekolah-sekolah untuk menumbuhkan kebiasaan membaca siswa, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Namun, alih-alih peningkatan kualitas, kenaikan jenjang berarti peningkatan keruwetan kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahap pembiasaan, misalnya, setiap hari para siswa ditugaskan membaca buku-buku pilihan guru dan orang tua selam 15 menit sebelum jam pelajaran pertama. Pertanyaannya, apakah guru dan orang tua punya kompetensi menentukan buku bacaan? Sebagian besar tentu tidak. Adalagi program kuis membaca dan memilih duta literasi guna menyemangati kawan-kawannya agar giat membaca.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kegiatan literasi sekolah yang lebih mirip kampanye imunisasi itu, wajar jika para pelajar Indonesia pada umumnya berkemampuan rendah dalam mencerna teks buku, kemudian tidak sanggup berpikir logis, lemah secara akademik, dan tumbuh menjadi tenaga kerja murah bagi perkebunan sawit dan penambangan milik para pemodal besar. Itulah buah dari pendidikan Indonesia setiap tahunnya.</p><p style="text-align: justify;">Kalau kita banding, pengembangan minat baca di berbagai negara maju dilandasi pembangunan infrastruktur untuk penyebarluasan dan kemudahan penyediaan buku. Sedangkan negara berkembang, termasuk Indonesia malah berfokus untuk pembenahan sistem--ya kurikulum salah satunya. Padahal menambah sama saja membuat sistem kian rumit, karena perlu waktu adaptasi lagi sengan sistem baru.</p><p style="text-align: justify;">Jika arah minat baca difokuskan untuk membangun infrastruktur dan kemudahan penyediaan buka, meskipun tentu biaya pembangunan infrastruktur itu mahal, namun itulah harga sepadan yang harus dikeluarkan untuk mencerdaskan masyarakat dan generasi muda. Angka 20 persen untuk pendidikan dari APBN harusnya bisa diarahkan ke infrastruktur, jangan sampai masuk ke kantong elit politik lagi! <em><strong>(dan/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perkara Tambang yang Terus Mengambang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/perkara-tambang-yang-terus-mengambang/baca </link>
<guid> perkara-tambang-yang-terus-mengambang </guid>
<pubDate> Thu, 18 May 2017 19:31:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana seminar regional bertema “Implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara.” oleh BEM FH pada (17/5) lalu. (Sumber foto: dok. BEM FH) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/perkara-tambang-yang-terus-mengambang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oY4AMufMeJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perkara Tambang yang Terus Mengambang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tepat satu tahun sudah pasca aksi demonstrasi yang digelar Koalisi Anti Mafia Tambang yang kala itu mendesak Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak untuk bertindak tegas mencabut izin tambang bermasalah karena tidak memiliki sertifikat <em>clear and clean&nbsp;</em> (CnC) dalam operasinya. Kenyataan ini makin diperparah dengan tewasnya 27 anak di lubang bekas galian tambang yang ditinggal begitu saja. Pun tanpa memperhatikan keselamatan warga yang tinggal di area lubang maut itu.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan catatan Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Bambang Gatot Ariyono, soal urusan CnC di Kaltim tercatat bahwa IUP yang telah mengantongi sertifikat berjumlah 412 eksplorasi dan 422 operasi. Sementara yang belum mengantongi sertifikat berjumlah 250 eksplorasi dan 44 operasi.</p><p style="text-align: justify;">Situasi ini kemudian melahirkan Koordinasi dan Supervisi KPK Bidang Mineral dan Batubara yang menyatakan tenggat waktu bagi gubernur se-Indonesia untuk melakukan evaluasi dan rekonsiliasi status CnC serta pencabutan izin IUP yang tidak CnC adalah 12 Mei 2016.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mirisnya, hingga hari ini gubernur kita masih takut sekalipun korban terus berjatuhan mati di lubang tambang. Lingkungan rusak sementara penegakan hukum sangat lemah,&rdquo; tandas I Ketut Bagia, moderator dari Jaringan Advokasi Tambang Kaltim mengakhiri seminar.</p><p style="text-align: justify;">Rabu (17/5) kemarin, BEM FH menggelar seminar regional bertema &ldquo;Implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara.&rdquo; Bertempat di Aula Serbaguna Rektorat lantai 4, seminar itu dihadiri tiga pemateri dari kalangan akademisi dan dinas terkait, yakni Muhammad Muhdar Akademisi FH Unmul, Aji Sofyan Effendi Akademisi FEB Unmul, dan Istiadi perwakilan Dinas Pertambangan Kaltim. Ketiganya memaparkan bagaimana situasi mineral dan batubara Kaltim hingga produk hukum yang mengaturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai acara, ketua panitia seminar Muhammad Faisal Fadhil mengatakan seminar ini merupakan kali pertama digelar oleh BEM Hukum. Adapun peserta datang dari berbagai universitas di Samarinda, namun mayoritas yang hadir adalah mahasiswa FH. Kendati demikian, ruangan seminar tampak penuh disesaki para peserta. Perihal tema, menurutnya berangkat dari pro dan kontra UU dan izin soal minerba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ada kecacatan, kenapa izin tetap diberikan? Mestinya ada penegakan hukum dan sanksi tegas. Menjaga lingkungan tidak hanya lewat kritik pemerintah apalagi jadi penonton. Kita mahasiswa harus jadi aktor dan bergerak,&rdquo; ucap Fadhil.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian Sebastian Bani, Ketua BEM Hukum mengatakan adanya seminar hari ini merupakan hasil Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Eksekutif Mahasiswa Hukum Indonesia (LEMHI) keenam yang berlangsung di Universitas Cendrawasih Papua, Oktober 2016. Ketika itu isu besar yang dibahas adalah persoalan lingkungan yakni mineral dan tambang. Hasil Munas itu lantas diedarkan di daerah masing-masing anggota aliansi dan melahirkan seminar ini bagi BEM Hukum Unmul selaku Koordinator Nasional (Kornas) wilayah tengah LEMHI.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita angkat tema mineral dan batubara karena kan relevan untuk Kaltim. Kalau di Papua waktu itu yang dibahas tambang emas Freeport. Secara struktur, seminar ini adalah program kerja Kementerian Kajian Strategis dan Advokasi (Kastrad),&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dan, ini agenda seminar pertama bagi kami. Puji Tuhan selesai memuaskan. Kami dapat apresiasi juga dari fakultas dan mencoba memperlihatkan ke universitas bahwa FH yang selama ini dianggap yang bagaimana-bagaimana tapi bisa melakukan hal seperti ini juga,&rdquo; sambungnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Bastian berharap, mahasiswa mampu lebih peka terhadap permasalahan lingkungan. Adanya seminar ini, menurutnya harus membuat yang semula tidak tahu menjadi tahu. Terlebih, pemaparan narasumber telah membuka mata bahwa ada masalah dan hendaknya dikaitkan dengan kajian keilmuan di Fakultas Hukum sendiri yaitu UU atau produk hukum.</p><p style="text-align: justify;">Terkait UU Nomor 4 Tahun 2009 yang jadi bahasan utama seminar menurutnya memungkinkan&nbsp;dikaji ulang. &ldquo;Ada <em>yudisial review</em> yakni peninjauan kembali ke Mahkamah Konstitusi jikalau ada UU yang dirasa sudah tidak relevan atau sesuai dengan realita,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(a</em></strong><strong><em>ml/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembubaran HTI dan Denyut Mereka di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembubaran-hti-dan-denyut-mereka-di-unmul/baca </link>
<guid> pembubaran-hti-dan-denyut-mereka-di-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 20 May 2017 06:55:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> HTI dan kampus adalah dua hal yang sebenarnya tak dapat dipisahkan. (Sumber foto: teropongsenayan.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembubaran-hti-dan-denyut-mereka-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kiPfLHO2RJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembubaran HTI dan Denyut Mereka di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ba&apos;da Ashar pada Selasa (16/5) lalu air muka Adi Victoria sudah cukup tenang. Lebih sepekan semenjak Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) mengatakan ide ingin membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pernyataan itu keluar begitu saja, tanpa ada &ldquo;babibu&rdquo; prosedur sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam UU No. 17 tahun 2013 tentang Ormas, pasal 61 dan 62 menyebutkan perlunya peringatan tertulis sebanyak tiga kali dalam upaya pemberian sanksi administratif kepada ormas terkait. Dalam hal ini, HTI selama 20 tahun lebih berkiprah di tanah air belum pernah menerima surat peringatan barang satu pun, dan sudah ditembak akan dibubarkan. Hal seperti ini berpotensi merusak ligamen berserikat yang telah diatur dalam Pasal 28 UUD 1945.</p><p style="text-align: justify;">Adi sebagai Humas HTI Kaltim tegas membantah tiga dalih yang diucap Wiranto sepekan sebelumnya. Bahwa pertama, pemerintah menilai HTI tak berkontribusi positif dalam pembangunan negara. Buat Adi itu keliru, karena HTI mengambil kontribusi dalam pembentukan kader-kader muslimin dan muslimat yang berakhlak karimah.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, pemerintah menyebut HTI terindikasi kuat bertentangan dengan ideologi Pancasila. Sementara termaktub dalam AD/ART HTI bahwa &ldquo;HTI adalah Gerakan Dakwah Islam berasas Islam dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang menggunakan asas Islam, namun tidak bertentangan dengan Pancasila,&rdquo; kata Adi.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, pemerintah menyebut HTI menciptakan kegaduhan dan mengganggu ketertiban serta keamanan masyarakat. Buat Adi tuduhan itu berlebihan karena selama 20 tahun berkiprah, HTI tak pernah menimbulkan kekacauan. Ia mengatakan HTI selalu melakukan aksi secara legal dan sesuai dengan prosedur yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Konsep khilafah yang selama ini digaungakan HTI masih berbingkai gagasan. Adi bergabung di HTI sejak Maret 2005, menurutnya ide khilafah adalah tawaran dan sifatnya pun tidak memaksa. Diterima atau tidak gagasan itu kembali lagi kepada masyarakat. Dan ia mengakui bahwasannya HTI tidak akan mampu mengubah ideologi Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan kapabilitas sebuah ormas untuk mengubah ideologi negara,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyayangkan rezim yang represif terhadap penyampaian ide khilafah, padahal khilafah adalah ajaran yang merupakan bagian dari ajaran Islam. Sementara, menurutnya, mengapa ide-ide lain yang bertentangan dengan Pancasila bebas saja untuk diajarkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ide khilafah tidak boleh disampaikan, tapi mengapa kemudian ide seperti Marxisme, Leninisme, dan Atheisme yang merupakan paham yang bertentangan dengan Pancasila justru boleh berkembang? padahal ide Khilafah tidak bertentangan dengan Pancasila,&rdquo; ujar ayah tiga anak ini.</p><p><strong>Eksistensi HTI di Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">HTI dan kampus adalah dua hal yang sebenarnya tak dapat dipisahkan. Dalam sejarah masuknya HT ke Indonesia diawali oleh kedatangan Abdurrahman al-Baghdadi, mubalig sekaligus aktivis HT dari Australia. Pada 1983 ia mulai mengajarkan pemahamannya ke beberapa kampus di Indonesia hingga menjadi salah satu gerakan yang memiliki anggota cukup banyak saat ini. (Jurnal Model Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia, oleh Sudarno Shobron)</p><p style="text-align: justify;">Sampai sekarang pun, ruang publik kampus dipakai oleh mereka untuk berdakwah sekaligus menggaet kader-kader baru HTI. Aldi Wiratama, Lajnah Khusus Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia menjelaskan proses HTI merekrut kader baru. Pertama-tama, mereka melakukan kontak kepada umat, dalam hal ini mahasiswa, kemudian menyampaikan kepada umat semacam kondisi rill negeri-negeri muslim, berikut dengan permasalahan serta solusinya dalam Islam. Hasil dari penyampaian itu, ada yang berjuang bersama organisasi dan ada yang tidak.</p><p style="text-align: justify;">Secara rutin tiap bakda Jumat HTI Unmul melakukan pengajian dan diskusi di Masjid Al-Fatihah. Di samping juga melakukan kunjungan ke beberapa organisasi internal dan eksternal kampus Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum pemerintah membuat pengumuman akan membubarkan HTI, acap kali kegiatan mereka memang dihalang-halangi. Adi Victoria mengatakan meskipun penolakan yang diterima tidak sefrontal daerah lain, HTI Kaltim pernah ditolak oleh warga saat melakukan kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, jika berada lingkup kampus Unmul, Aldi mengaku pelarangan secara administratif belum pernah ada. Tetapi, dalam menjalankan kegiatan kadang masih dipersulit.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hanya saja dapat diselesaikan sehingga agenda dakwah tetap dapat berjalan,&rdquo; kata pria asal Balikpapan ini.</p><p style="text-align: justify;">Harapan keduanya sama bahwa sebaiknya HTI jangan sampai dibubarkan. Namun, andaikata tetap dibubarkan dan HTI mati, Adi Victoria sedikit tersenyum sebelum mengatakan, &ldquo;Dakwah khilafah akan terus disuarakan.&rdquo; <strong><em>(amr/fer/wal</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><em>&nbsp;</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebangkitan Nasional Dalam Arti Sebenar-benarnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kebangkitan-nasional-dalam-arti-sebenar-benarnya/baca </link>
<guid> kebangkitan-nasional-dalam-arti-sebenar-benarnya </guid>
<pubDate> Sun, 21 May 2017 06:09:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagaimana Hari Kebangkitan Nasional sebenarnya dimaknai. (Sumber ilustrasi: http://inspirasititi.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kebangkitan-nasional-dalam-arti-sebenar-benarnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0UG1MDORq0.png" />
					</figure>
			                <h1>Kebangkitan Nasional Dalam Arti Sebenar-benarnya</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Hampir empat dekade sebelum Indonesia merdeka, doktor Soetomo telah lebih dulu merintis jalan melawan keterjajahan. Caranya? Ia pakai sebuah metode elegan. Per 20 Mei 1908, berdirilah sebuah organisasi barbasis sosial, ekonomi, kebudayaan, namun tak bersifat politik: Boedi Oetomo.</p><p align="justify">Tanggal berdirinya organisasi pemuda ini akhirnya mengilhami tercetusnya peringatan sakral: Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Tahun 2017 kini, usia Harkitnas sudah amat tua: 109 tahun. Inilah salah satu momen sakral menapaktilasi gigihnya para pejuang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.</p><p align="justify">Pasca merdeka, menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara jadi pekerjaan yang tak mudah dikelola. Masihkah momen sakral Harkitnas memberi kesan bagi seluruh elemen masyarakat kini? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Namun dari beberapa indikator, ada kesan &lsquo;ironis&rsquo; yang seketika menyeruak.</p><p align="justify">Gonjang-ganjing dagelan politik dalam proyek e-KTP, melunturnya esensi <em>Bhinneka Tunggal Ika&nbsp;</em>di tataran masyarakat, penistaan agama yang mendorong aksi berjilid-jilid, hingga kasus penistaan Pancasila. Kabar buruk itu akhirnya &lsquo;terbiasa&rsquo; mengisi pola pikir masyarakat, minimal dalam kurun dua tahun terakhir.</p><p align="justify">&ldquo;Sekali lagi, negara (berasas) Pancasila itu sudah final. Tidak boleh dibicarakan lagi,&rdquo; tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017). Orang nomor satu di Indonesia itu, kini juga mulai panas dengan runyemnya kondisi yang ada.</p><p align="justify">Jokowi kini merasakan peliknya menjaga keutuhan NKRI. Laksana arungi lautan penuh ombak dan petir, bahtera yang dinakhodainya mutlak terombang-ambing. Digoyang oleh ombak, diancam oleh petir. Jalan penuh bahaya harus dipilihnya agar target berlabuh di daratan bernama Nawacita terlaksana segera.</p><p align="justify">Bersamanya, banyak awak tak kompak satu suara. Satu berteriak nasionalis, satu berteriak ideologis, satunya lagi berteriak agamis, lainnya berteriak dilematis. Kapal tentu saja gaduh, amat gaduh. Adakah mudah sang nakhoda bernama Jokowi mengondusifkan mereka? Tentu tak mudah.</p><p align="justify">Jokowi tak sendirian mengalami getir menakhodai bahtera NKRI. Sebelum dia, enam nakhoda lain sudah dapat cobaan serupa, meski intensitas cobaannya tentu saja beda-beda. <em>Toh</em> juga sama tujuan yang ingin dicapai, yakni mengejar cita-cita yang termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.</p><p align="justify">Menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat adalah hal yang fundamental, dan Harkitnas bisa saja mereuni momen itu setiap tahunnya. Upaya mengejawantahkan kata &ldquo;kebangkitan&rdquo; apalagi dengan embel-embel &ldquo;nasional&rdquo; memang tak mudah, tak bisa setengah-setengah.</p><p align="justify">Pemerintah dan masyarakat harus disiplin menjunjung nilai-nilai Pancasila agar keutuhan berbangsa dan bernegara tak mudah diadu domba. Jika disiplin berjalan, lakukan komunikasi intens. Ini kunci agar segala prahara cepat di dapat jalan tengahnya.</p><p align="justify">Dan terpenting, cita-cita yang diharap para pejuang, para pendiri bangsa, hingga para nakhoda yang satu-satu telah berpulang menghadap-Nya, haruslah bisa terpenuhi. Pergerakan menuju cita-cita yang sama, insyaallah akan merealisasikan &ldquo;Kebangkitan Nasional&rdquo; dalam arti yang sebenar-benarnya. <strong><em>(mpr/sut/dan/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Momen Reformasi: Soeharto Berhenti, Banyak PR Masih Menanti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/momen-reformasi-soeharto-berhenti-banyak-pr-masih-menanti/baca </link>
<guid> momen-reformasi-soeharto-berhenti-banyak-pr-masih-menanti </guid>
<pubDate> Sun, 21 May 2017 18:52:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description>  Soeharto mundur pada tanggal 21 Mei 1998 setelah runtuhnya dukungan untuk dirinya. Sebelum mundur, Indonesia mengalami krisis politik dan ekonomi dalam 6 sampai 12 bulan sebelumnya. (Sumber foto: id.wikipedia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/momen-reformasi-soeharto-berhenti-banyak-pr-masih-menanti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H2iIGiAYAt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Momen Reformasi: Soeharto Berhenti, Banyak PR Masih Menanti</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan memperhatikan ketentuan pasal 8 UUD 1945 dan secara sungguh-sungguh memperhatikan pandangan pimpinan DPR dan pimpinan fraksi-fraksi yang ada di dalamnya, saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998,&rdquo; sebut Soeharto dalam pidato terakhirnya di Istana Merdeka.</p><p style="text-align: justify;">Dengan <em>statement</em> itu, kekuasaan absolut sang jenderal selama 32 tahun menakhodai RI resmi karam, resmi terhenti. Takhta tertinggi yang ditinggalkan Soeharto langsung estafet saat itu juga kepada si anak emas: Bacharuddin Jusuf Habibie. Sang Wakil Presiden RI dalam Kabinet Pembangunan VII itu resmi melanjutkan sisa jabatan untuk rentan periode 1998-2003.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah besar ini menyedot perhatian jutaan elemen masyarakat Indonesia, tak terkecuali mahasiswa. Mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR bersorak riang. Banyak yang meneteskan air mata haru. Ruang-ruang redaksi media pun diliputi euforia serupa. Sulit dipercaya, akhirnya gerakan reformasi berhasil menumbangkan rezim Soeharto yang berkuasa lebih dari tiga dekade lamanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Desakan Reformasi yang Membuat Soeharto Berhenti</strong></p><p style="text-align: justify;">Realitanya, 21 Mei 1998 hanya momen puncak dari deretan prahara. Banyak momen tragis yang terjadi sebelum Soeharto mengucap kata berhenti. Menggugat rezim kekuasaan Soeharto bahkan sudah terjadi sejak medio 1980-an. Gugatan mulai terdengar, muaranya adalah hasil pemilu yang memenangkan mesin politik Soeharto: Golongan Karya (Golkar). Indikasi kecurangan pun menyeruak di pemilu 1982.</p><p style="text-align: justify;">Medio 1980-an juga diwarnai sejumlah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Maraknya tragedi penembakan misterius (Petrus), peristiwa Tanjung Priok 12 September 1984, peristiwa Talangsari per 7 Februari 1989, hingga pelanggaran lain di luar HAM: pembatasan terhadap hak-hak demokrasi. Itulah sedikit dari deretan noda hitam periode kekuasaan Orde Baru.</p><p style="text-align: justify;">Lembaga pers dulunya amat riskan gulung tikar jika menolak bergerak satu frame dan menyuarakan kritik untuk pemerintah. Penerbitan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) jadi mainan ampuh pemerintah untuk membuat kerdil eksistensi pers. Jika lembaga pers pro pemerintah, maka aman. Namun jika kontra pemerintah, maka bersiaplah berhenti beroperasi.</p><p style="text-align: justify;">Meski belenggu hebat yang diterapkan rezim Orde Baru amat menakutkan, namun tetap saja menumbuh-suburkan aktivis-aktivis demokrasi. Gerakan-gerakan perlawanan muncul, yang kemudian taktis saja dibungkam pemerintah. Ada lagi dinamika politik menjelang pemilu 1997, hingga penculikan aktivis demokrasi. Ada 13 aktivis bahkan yang masih hilang hingga kini, Wiji Thukul salah satunya.</p><p style="text-align: justify;">Tiada kekuasaan yang absolut, termasuk rezim Orde Baru. Momen krisis ekonomi medio 1997 menjadi angin kencang yang amat menggoyang periodisasi kepemimpinan Soeharto. &ldquo;Krisis moneter berkembang menjadi krisis multidimensional berkepanjangan di berbagai bidang,&rdquo; tulis Habibie dalam buku <em>Detik-detik yang Menentukan. Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006)</em>.</p><p style="text-align: justify;">Krisis ini juga yang menyebabkan rakyat menggulirkan tuntutan reformasi. Diskusi dan aksi di dalam kampus jadi muara dari demonstrasi-demonstrasi terbuka di jalan raya. Jumlah massa kontinu bertambah, bahkan terus-menerus membesar. Tragedi petrus yang menewaskan empat mahasiswa di depan kampus Universitas Trisakti per 12 Mei 1998 membuat jumlah demonstran kian menggurita.</p><p style="text-align: justify;">Seakan kepalang tanggung, Tragedi Trisakti telah membulatkan tekad mahasiswa melakukan demonstrasi. Tertanggal 18 Mei 1998, mahasiswa berhasil menginvasi halaman gedung DPR dan menduduki kompleks parlemen. Desakan reformasi ala mahasiswa akhirnya diaminkan oleh pimpinan DPR, Harmoko. Pucuk pimpinan wakil rakyat itu pun meminta Soeharto mundur dari jabatannya.</p><p style="text-align: justify;">Internal pemerintahan perlahan mulai goyah. Presiden Soeharto sebenarnya telah menyiapkan langkah agar transisi kekuasaan pasca Pemilu 1997 berjalan mulus. Salah satunya, rencana pembentukan Kabinet Reformasi. Namun nahasnya, rencana itu bahkan tidak didukung sejumlah menteri di kabinet. Pernyataan 14 menteri dalam Deklarasi Bappenas itu membuat Soeharto merasa terpukul.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pada 21 Mei 1998, pada pukul 09.00 WIB, Soeharto mengumumkan sebuah keputusan bersejarah. Dari Ruang Credentials di Istana Merdeka, Soeharto dalam pidatonya, menyatakan berhenti menjabat sebagai Presiden RI. Kemudian menyerahkan tampuk kekuasaan kepada si anak emas sekaligus wakil presiden: Bacharuddin Jusuf Habibie. Episode panjang rezim Orde Baru resmi selesai.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Reformasi Kini Memberi Dampak Apa?</strong></p><p style="text-align: justify;">Hari berganti minggu, bulan menyulam tahun. Peringatan reformasi tahun 2017 hampir menyentuh dua dekade: 19 tahun. Rentan waktu selama itu agaknya belum mampu melepaskan bangsa Indonesia dari beragam prahara yang mendera. Pemerataan kesejahteraan masyarakat, maraknya praktik korupsi, hingga lemahnya penegakan hukum jadi problem besar yang masih diperangi bangsa ini.</p><p style="text-align: justify;">Kobaran semangat elemen mahasiswa di awal reformasi, hingga perubahan-perubahan baru yang diusung pemerintah selama hampir dua dekade nyatanya belum cukup membuahkan dampak nyata. Stimulan-stimulan yang tercetus, masih kurang mampu membuat bangsa ini mengejar cita-cita bangsa, cita-cita yang termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945.</p><p style="text-align: justify;">Sisi positifnya reformasi telah memberi ruang kebebasan politik dan kebebasan berekspresi di berbagai bidang. Keterbukaan di bidang politik telah membuka celah bagi hadirnya elite politik baru yang dapat menikmati kekuasaan, popularitas, dan tentu saja: jabatan politis. Publik juga merasakan adanya ruang bebas dalam berekspresi, semisal kebebasan pers dan kebebasan mengutarakan pendapat.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian hadir pula lembaga yang dinilai paling konsisten mengungkap kebenaran, yakni lembaga anti rasuah: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK saat ini masih dianggap sebagai institusi yang konsisten mengawal tuntutan reformasi dalam bidang hukum. Komitmen dan prestasi KPK jadi bukti sahih, bahwa institusi anti rasuah ini terus kontinu memerangi korupsi.</p><p style="text-align: justify;">Sisi negatifnya agenda reformasi di sektor lainnya, masih amat jauh dari ekspektasi publik. Dalam bidang ekonomi, pengentasan kemiskinan belum mampu ditekan secara maksimal. Pengangguran amat banyak, ketimpangan ekonomi juga masih senjang. Dari bidang penegakan hukum, kesan <em>mainstream</em> masyarakat akan hukum yang &ldquo;tumpul ke atas tetapi tajam ke bawah&rdquo; belum bisa diberangus pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Pengusutan kasus-kasus Hak Asasi Manusia (HAM) masa lalu masih jadi catatan kelam. Penuntasan kasus kekerasan dalam kerusuhan 13-15 Mei 1998, hingga kini, masih berlarut-larut. Bahkan sejak Soeharto tumbang, lima generasi presiden yang &ldquo;patah tumbuh hilang berganti&rdquo; tak juga mampu bertindak serius mendakwa aktor dan dalang kerusuhan Mei 1998.</p><p style="text-align: justify;">Kasus paling akut datang dari masalah klasik: korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Perilaku koruptif yang menggerogoti sendi-dendi pemerintahan jadi ancaman nyata bagi Indonesia. Menurut Kementerian Dalam Negeri, hingga Desember 2014 sebanyak 343 kepala daerah terkena perkara hukum, baik di kejaksaan, hingga KPK. Sebagian besar karena tersangkut masalah pengelolaan keuangan daerah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maraknya praktik KKN juga terlihat dari peringkat Indonesia yang dikeluarkan <em>Transparancy International</em> tahun 2014. Indonesia menduduki peringkat ke 107, peringkat yang tertinggal jauh dari negara satu ASEAN macam Filipina, Thailand, Malaysia, dan &ldquo;si kecil&rdquo; Singapura. Apakah cita-cita mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa pasca reformasi hanya slogan? Mungkin saja, tapi semoga tak demikian.</p><p style="text-align: justify;"><em>&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&nbsp;<strong>Ditulis oleh Darul Asmawan, mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP 2013.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Politik Luar Negeri Era Jokowi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/politik-luar-negeri-era-jokowi/baca </link>
<guid> politik-luar-negeri-era-jokowi </guid>
<pubDate> Sat, 27 May 2017 12:50:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Studi Hubungan Internasional (HI) bekerja sama dengan BPPK pada Rabu (24/5) kemarin menggelar Kuliah Umum “Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI di Era Pemerintahan Presiden Joko Widodo” di Aula Serbaguna Lantai 4 Rektorat Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/politik-luar-negeri-era-jokowi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Elb39xm1dT.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Politik Luar Negeri Era Jokowi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Perjuangan kemerdekaan Indonesia, tidak selesai pada proklamasi yang dibacakan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945. Pasca itu, Indonesia masih harus menyusun tiang-tiang pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya adalah pengakuan kedaulatan dari negara lain.</p><p style="text-align: justify;">Pada posisi pasca kemerdekaan, Indonesia tidak lagi menggunakan cara-cara konfrontasi, melainkan diplomasi. Sejarah mencatat kepentingan nasional Indonesia dilakukan melalui jalan perundingan dan diplomasi. Perjanjian Linggarjati, Renville, Roem-Royen, hingga konferensi Meja Bundar adalah kesuksesan Indonesia dalam diplomasi untuk mendapatkan kedaulatan yang seutuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia hingga saat ini masih menggunakan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang dicetuskan Mohammad Hatta. &ldquo;Bebas dan aktif dapat diartiakan bergerak sesuai kepentingan nasional Indonesia bukan pro ke negara-negara tertentu,&rdquo; papar Bambang Susanto, Sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI.</p><p style="text-align: justify;">Materi tersebut disampaikan Bambang dalam Kuliah Umum &ldquo;Pelaksanaan Politik Luar Negeri RI di Era Pemerintahan Presiden Joko Widodo&rdquo; yang digelar Program Studi Hubungan Internasional (HI) bekerja sama dengan &nbsp;BPPK pada Rabu (24/5) kemarin di Aula Serbaguna Lantai 4 Rektorat Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Bambang menambahkan, arah kebijakan luar negeri di era Jokowi adalah mendorong ekonomi domestik melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), revolusi karakter bangsa, diplomasi yang membumi dan mengacu pada kepentingan rakyat. Jokowi juga mengadopsi prinsip Trisakti yang dicetuskan Soekarno. Yaitu berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Karena semangat dan substansinya dinilai masih relevan untuk diterapkan saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita memasuki pasar ASEAN, sumber daya manusianya harus kompetitif. Saya harap dunia akademisi, baik dosennya, mahasiswanya, dapat memahami kebijakan politik luar negeri kita dan mendukung arah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat indonesia melalui diplomasi,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pasca acara, Bambang memberikan apresiasi kepada mahasiswa Unmul yang memberikan pertanyaan seputar isu hangat di dunia internasional. &ldquo;Saya kira sangat bagus, terlihat dari kualitas pertanyaan yang merupakan hal baru dan isu hangat. Banyak yang mau bertanya. Logikanya mereka ingin banyak tahu, saya pikir saya salut dan bangga ya&rdquo; ujarnya pada Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Acara-acara semacam ini memang lazim digelar sejumlah prodi sebagai penambahan materi luar kelas namun sesuai kajian keilmuan. <em><strong>(krv/arr/ninis/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hak Guru Dikebiri, Mahasiswa Bakar Keranda Dayang Budiati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hak-guru-dikebiri-mahasiswa-bakar-keranda-dayang-budiati/baca </link>
<guid> hak-guru-dikebiri-mahasiswa-bakar-keranda-dayang-budiati </guid>
<pubDate> Sat, 27 May 2017 13:12:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi mahasiswa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, serta di depan Kantor Gubernur Kaltim pada hari ini, Rabu (24/5). (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hak-guru-dikebiri-mahasiswa-bakar-keranda-dayang-budiati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/amSvPGCcHS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hak Guru Dikebiri, Mahasiswa Bakar Keranda Dayang Budiati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; <em>Innalilahi wa inna ilaihi raaji&rsquo;uun</em>. Kabar duka kian menyelimuti para pejuang pendidikan (di Provinsi) Kalimantan Timur. Ribuan guru honorer belum mendapat gaji dan guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) tidak mendapatkan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) sejak Januari 2017,&rdquo; tulis aliansi mahasiswa se-Unmul: Garuda Mulawarman dalam siaran pers-nya.</p><p style="text-align: justify;">Rilis tersebut ditebar mahasiswa Unmul kepada setiap pengendara yang melintasi Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Gajah Mada, Samarinda. Ketidakbecusan pengelolaan anggaran oleh Pemprov Kaltim, melatarbelakangi mahasiswa melakukan aksi di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, serta di depan Kantor Gubernur Kaltim pada hari ini, Rabu (24/5).</p><p style="text-align: justify;">Sebab-musabab hadirnya aksi mahasiswa ditengarai oleh keluarnya kebijakan aneh nan kontroversial dari Disdikbud Kaltim. Sebuah surat dengan nomor 900/6795/Disdikbud.Ib/2017 yang ditujukan kepada Pimpinan Utama Bank Kaltim. Isi surat tersebut berisi pemblokiran rekening kepada 13 orang perwakilan guru yang mengikuti aksi hingga audiensi beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">Selain diblokir, total dana TPP yang telah disalurkan ke 13 guru sebesar Rp80.560 juta, justru ditarik lagi dari rekening 13 guru tersebut oleh Pemprov. Kontan saja, kebijakan &ldquo;dagelan&rdquo; ini dipertanyakan banyak kalangan, termasuk mahasiswa. Tuntutan agar Kepala Disdikbud Kaltim, Dayang Budiati dimakzulkan terus saja digaungkan mahasiswa sepanjang aksinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Titik Aksi Satu: Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim</strong></p><p style="text-align: justify;">Tepat pukul 09.49 Wita, puluhan mahasiswa melakukan long march dari SMK Negeri 4 menuju Kantor Dinas Pendidikan Kaltim. Lagu hymne guru kompak disenandungkan mahasiswa, beradu sengit melawan riuhnya pengendara jalan raya. Sampai di depan gedung, mahasiswa justru tak bisa masuk kompleks kantor. Pintu gerbang ditutup rapat, puluhan petugas keamanan tampak solid berjaga-jaga.</p><p style="text-align: justify;">Tak habis akal, 50 lebih mahasiswa yang tergabung langsung menyuarakan aksi di luar gerbang masuk kantor. Beragam ornamen aksi teatrikal dihamparkan. Ada beragam spanduk tuntutan, karangan bunga, keranda mayat, hingga jelangkung-jelangkungan berwajah Dayang Budiarti sengaja dibuat sebagai simbolis bahwa kondisi pendidikan di Kaltim sedang tidak baik-baik saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah kita diam saja saat hak-hak guru kita diambil?&rdquo; pekik keras kordinator lapangan (korlap) aksi, Muhammad Alif Irbath Al Azmy ke seluruh peserta aksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak,&rdquo; jawab para peserta aksi serempak.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh peserta masih setia meneriakkan tuntutan di tengah teriknya matahari yang kian meninggi. Ikat kepala bertuliskan &lsquo;Bela Guru&rsquo; terpasang gagah di kepala mahasiswa laki-laki.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum beranjak menuju lokasi puncak aksi: Kantor Gubernur Kaltim, Presiden BEM FKIP Unmul Rizaldo membacakan Surah Yassin tepat di dekat keranda mayat. Keranda itu diletakan persis di depan trotoar jalan kantor. Adapula seorang mahasiswa yang berperan sebagai bapak guru, sengaja merebahkan badannya di samping keranda mayat untuk dibacakan Surah Yassin.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya, pelemparan bunga secara simbolis ke keranda mayat dan bapak guru dilakukan. Pasca itu, aksi di depan Kantor Disdikbud benar-benar berakhir. Long march balik menuju SMK Negeri 4 dan lagu-lagu perjuangan terus dinyanyikan mahasiswa. Tujuan aksi berikutnya telah ditarget: menyerbu Kantor Gubernur Kaltim.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Titik Aksi Dua: Kantor Gubernur Kaltim</strong></p><p style="text-align: justify;">Tepat pukul 11.02 Wita, rombongan mahasiswa telah sampai ke kantor gubernur. Sekitar 50 petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polri tampak sudah solid menjaga pintu gerbang kantor. Mahasiswa yang ingin menyuarakan aspirasi di depan pintu gerbang seketika dicegat petugas keamanan. Mereka hanya menganjurkan mahasiswa menyuarakan tuntutan di seberang jalan.</p><p style="text-align: justify;">Sontak, saling beda pendapat itu membentuk lingkaran diskusi antar mahasiswa dan petugas keamanan. Puluhan wartawan dari media cetak, radio, hingga televisi berlomba-lomba mengabadikan momen riuh itu. Diskusi antar mahasiswa dan petugas keamanan berlangsung alot, sepuluh menit waktu berlalu dan keputusan lokasi aksi masih belum bulat disepakati kedua pihak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita perlu jaminan Ibu Dayang (Budiati) datang ke sini,&rdquo; teriak korlap aksi, Alif. Mahasiswa yang merasa mendapat pengekangan, amat alot mendesak opsi yang ditawarkan petugas keamanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berkeinginan (mahasiswa menyuarakan aksi) di sini,&rdquo; ujar salah satu Satpol PP, Saitullah sembari menahan mahasiswa tetap tak menyeberang jalan. &nbsp;&ldquo;Artinya mau di sini ataupun di sana saja saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak sama, Pak!&rdquo; sahut mahasiswa amat sengit. Lobi baru benar-benar deal saat diskusi berjalan sekitar 15 menit. Keputusannya adalah mahasiswa hanya diizinkan meneriakkan aksi di seberang jalan.</p><p style="text-align: justify;">Pasca lobi-lobi yang tak menguntungkan mereka, jumlah mahasiswa nyatanya terus saja bertambah. Sekitar 80 mahasiswa kini merapat dalam barisan. Sempat turun satu dua rintik hujan, namun itu tak mengganggu niat mereka dalam menyuarakan tuntutan. Arus mobilitas masyarakat pun melambat saat melintasi depan Kantor Gubernur Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam Undang-undang, minimal 20 persen APBN harus dialokasikan untuk sektor pendidikan. Namun nyatanya di Kaltim, 10 persen pun tak diprioritaskan Pemprov untuk sektor pendidikan,&rdquo; teriak Presiden BEM FKIP Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Betul,&rdquo; sahut mahasiswa lain tak kalah nyaring.</p><p style="text-align: justify;">Tepat pukul 11.50, mahasiswa membakar habis keranda mayat beserta wajah Kadisdik (Dayang Budiati) Kaltim. Aksi terus saja berlangsung dengan teriakan-teriakan dari berbagai orator. Di sudut lain, sepuluh mahasiswa beserta beberapa anggota pers diizinkan masuk ke kantor gubernur untuk bersua Dayang Budiati yang sudah berada di dalam kantor.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Duduk-Perkara Aksi</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditemui Sketsa secara terpisah, korlap aksi, Alif menyampaikan banyak hal yang melatarbelakangi pihaknya menggugat Disdikbud dan Gubernur Kaltim. Mulai dari tertunggaknya gaji guru selama lima bulan, sampai pemblokiran rekening terhadap 13 guru jadi pangkal masalah utama. Pihaknya menuntut agar Kepala Disdikbud Kaltim segera dimakzulkan dari jabatannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini bentuk belasungkawa kita terhadap kondisi pendidikan yang ada di Kalimantan Timur. Karena kondisi pendidikan di Kaltim sedang tak sehat-sehat saja. Banyak (stakeholder) pemerintah yang bungkam, seperti patung yang acuh tak acuh kepada pendidikan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Alif pun mencium ada itikad tak baik dari Disdikbud Kaltim terhadap ke-13 guru itu. Karena ke-13 guru tersebut tak lain adalah pentolan-pentolan aksi serupa yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu. Ini juga yang membuat pihaknya amat getol memperjuangkan nasib para pendidik yang dikebiri haknya oleh Disdikbud.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maka dari itu, kita (melakukan aksi) ini adalah (untuk memprotes) tindakan-tindakan pemerintah. Sebenarnya aksi ini akan berlanjut, karena tujuan kita besar. Tujuan kita tak hanya (sekarang) ini, ada tujuan lain yang akan menyusul kedepannya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Alif berkomitmen, pihaknya akan terus mangadvokasi kasus ini sampai selesai. Bahkan jika aksi yang mereka lakukan tak mendapatkan tanggapan, mobilisasi massa yang lebih banyak siap pihaknya kerahkan agar tuntutan-tuntutan yang dilayangkan bisa secepatnya terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami akan melakukan aksi-aksi yang lebih dramatis lagi, aksi-aksi yang lebih besar lagi, di mana hak-hak guru yang seharusnya mereka dapatkan, harus mereka dapatkan. Kunci dari pendidikan ini salah satunya adalah anggaran dari pemerintah yang wajib diberikan kepada sekolah-sekolah dan guru-guru,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(dan/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Omong-Omong Masa Depan dalam HUT FEB Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/omong-omong-masa-depan-dalam-hut-feb-unmul/baca </link>
<guid> omong-omong-masa-depan-dalam-hut-feb-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 27 May 2017 13:12:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bertempat di  Hotel Selyca Mulia, Kamis (18/5 lalu, FEB menggelar seminar nasional dan lomba paper (call for papers) dalam rangka memeriahkan Dies Natalisnya ke-51. (Sumber foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/omong-omong-masa-depan-dalam-hut-feb-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eCOmmZprmu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Omong-Omong Masa Depan dalam HUT FEB Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sebagai kampus para ekonom, FEB Unmul melihat begitu jelas potensi ekonomi kreatif Kaltim apalagi dalam menyongsong MEA. FEB memeriahkan Dies Natalisnya ke 51 dengan menggelar seminar nasional dan lomba paper<em>&nbsp;(call for papers).</em></p><p style="text-align: justify;">Hari bahagia itu dilakukan di Hotel Selyca Mulia, Kamis (18/5). Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, FEB kali ini menambah lomba paper yang kian menyemarakkan hari jadinya yang mengusung tema <em>socio-cultural</em> dan industri kreatif itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain untuk meramaikan HUT, tentunya setiap tahun ada perubahan yang lebih baik, juga untuk memperkuat akreditasi lembaga,&quot; kata Tetra Hidayati, ketua panitia Seminar Nasional dan<em>&nbsp;Call For Papers.</em></p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Tetra menyebutkan, Kaltim masih sangat bergantung pada potensi sumber daya alam sehingga yang giat dilakukan adalah industri ekstraktif. Padahal, potensi sosio-cultural Kaltim sangat baik dan mampu dimanfaatkan.</p><p style="text-align: justify;">Sri Wahyuni, perwakilan Bupati Kutai Kartanegara yang kala itu ditunjuk sebagai pemateri mengungkapkan gamblang persoalan ekonomi yang kini dilanda Kaltim. Adanya seminar ini diharapkannya mampu mendorong pengembangan sektor non-migas dengan melibatkan semua komponen, mulai pemerintah hingga masyarakat dalam membangun pemetaan industri kreatif Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita masih sangat bertumpu pada sektor migas. Industri kreatif Kaltim perlu dibangun dan dikembangkan,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Seminar itu mengundang hadir sejumlah pemateri dari berbagi kalangan. Di antaranya Ina Primiana, akademisi Universitas Padjajaran Bandung, Sri Wahyuni, perwakilan Pemerintah dalam hal ini Bupati Kukar, dan pihak Bank Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma itu, seminar ini pun nyatanya menarik partisipan dari berbagai kalangan, dalam maupun luar kota Samarinda. Salah satunya adalah kehadiran Puspita, dosen FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Jawa Tengah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagi saya, seminar ini tidak hanya menghadirkan tema yang masih hangat dan aktual saat ini untuk dibawa sebagai bahan ajaran dosen untuk mahasiswa. Tapi juga sangat membantu dalam presentasi hasil penelitian sebagai kewajiban seorang dosen saat ini,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Puspita berharap perbincangan soal socio-cultral dan industri kreatif tidak hanya terbatas pada ruang-ruang pertemuan formal, melainkan ada tindak lanjut. Apalagi dia tahu benar, Indonesia dan Kaltim mesti mengencangkan ikat pinggang lebih kuat untuk siap bersaing dalam MEA. <em><strong>(aun/cin/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Intip Perang Bawah Laut India-Pakistan dalam The Ghazi Attack </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/intip-perang-bawah-laut-india-pakistan-dalam-the-ghazi-attack/baca </link>
<guid> intip-perang-bawah-laut-india-pakistan-dalam-the-ghazi-attack </guid>
<pubDate> Sat, 27 May 2017 13:17:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film yang terinspirasi oleh peristiwa perang antara India dan Pakistan 1971 silam. Kapal selam PNS Ghazi milik Pakistan yang terkenal hebat tenggelam secara misterius. (Sumber poster: youtube.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/intip-perang-bawah-laut-india-pakistan-dalam-the-ghazi-attack/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FuaHVoziQD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Intip Perang Bawah Laut India-Pakistan dalam The Ghazi Attack</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: The Ghazi Attack (2017)<br>Genre: Drama, Petualangan, Sejarah<br>Sutradara: Sankalp Reddy<br>Produksi: PVP Cinema, Matinee Entertainment<br>Distribusi: Dharma Productions, AA Films<br>Bahasa: Telugu, Hindi, Inggris<br>Pemain: Rana Daggubati, Taapsee Pannu, Kay Kay Menon, Om Puri, Satyadev Kancharana, Ravi Varma, Priyadarshi Pullikonda, Rahul Singh dan Atul Kulkarni.</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - The Ghazi Attack bercerita tentang seorang kapten Kapal Selam INS Karanj (S21) yang diperintahkan untuk mengintai perairan India. Film ini terinspirasi oleh peristiwa perang antara India dan Pakistan 1971 silam. Kapal selam PNS Ghazi milik Pakistan yang terkenal hebat tenggelam secara misterius. Dan sampai hari ini, tenggelamnya kapal selam tersebut masih menjadi misteri.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah India lantas mengambil tindakan untuk mengintai kawasan perairan India ketika mereka mendapat kabar jika Pakistan akan datang menyerang. Maka diutuslah kapal selam INS Karanj (S21). Kapal itu berada di bawah pimpinan Kapten Ranvijay Singh (Kay Kay Menon) yang terkenal arogan dan tak patuh peraturan. Tak ingin mengambil risiko, seorang Letnan Arjun Vemma (Rana Daggubati) diperintahkan untuk bergabung bersama mereka.</p><p style="text-align: justify;">Selama pengintaian terlihat Letnan Arjun Vemma dan Kapten Ranvijay Singh tak cocok satu sama lain. Keduanya sering terlibat adu mulut. PNS Ghazi dengan sengaja menembak kapal dagang milik India sebagai pengalihan. Hal tersebutlah yang membuat Kapten Ranvijay Singh ingin menghancurkan mereka, namun segala tindakan Kapten Ranvijay coba dihadang oleh Letnan Arjun Vemma yang sangat patuh pada peraturan.</p><p style="text-align: justify;">Digadang-gadang sebagai film bawah laut pertama di India, The Ghazi Attack menampilkan efek visualisasi yang luar biasa serta jalan cerita yang sulit ditebak. Penonton akan dibuat greget lantaran musuh yang hanya berjarak 200 meter, namun sang kapten tidak bisa berbuat apa-apa karena harus menunggu perintah dari atasan.</p><p style="text-align: justify;">The Ghazi Attack pun memanjakan mata penonton dengan melihat bagaimana cara kapal selam bekerja, bagaimana awak kapal yang bekerja di bawah tekanan, dan sensasi berada di tengah peperangan bawah laut. Menurut Kapten Ranvijay Singh, kemenangan bukan didapat dari pengorbanan, melainkan dengan menghancurkan musuh.</p><p style="text-align: justify;">Kapal selam INS Karanj (S21) tetap mengejar PNS Ghazi, meski akhirnya harus mengalami bencana seperti kebocoran pipa, kerusakan baterai, air yang mulai memasuki kapal dan kepergian Kapten Ranvijay Singh. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari film ini, jika salah bertindak saja akan menghilangkan banyak nyawa. Film ini menegangkan sekaligus layak menjadi liat rekomendasi dari kami untuk kamu tonton. <em><strong>(els/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Imbas dari Meme Hujatan, Kaprodi THP Ancam Nilai Tak Diumumkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-dari-meme-hujatan-kaprodi-thp-ancam-nilai-tak-diumumkan/baca </link>
<guid> imbas-dari-meme-hujatan-kaprodi-thp-ancam-nilai-tak-diumumkan </guid>
<pubDate> Sat, 27 May 2017 13:30:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beredarnya meme yang menghina coordinator assistant (co.ass/koas) di facebook oleh akun bernama Alim Dan Bersahaja pada (9/5) lalu membuat geram seluruh kalangan Faperta Unmul. (Sumber gambar: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-dari-meme-hujatan-kaprodi-thp-ancam-nilai-tak-diumumkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/V6RQFGhSn1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Imbas dari Meme Hujatan, Kaprodi THP Ancam Nilai Tak Diumumkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Beredarnya meme yang menghina coordinator assistant (co.ass/koas) di facebook oleh akun bernama Alim Dan Bersahaja pada (9/5) lalu membuat geram seluruh kalangan Faperta Unmul, khususnya Teknologi Hasil Pertanian (THP).</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/disuruh-tulis-tangan-oknum-hujat-senior-thp-lewat-meme/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/disuruh-tulis-tangan-oknum-hujat-senior-thp-lewat-meme/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Kasus yang berawal dari tugas laporan dengan tulis tangan ini membuat mahasiswa THP lainnya terkena imbas. Pasalnya, semenjak meme tersebut viral, mahasiswa kerap disindir oleh dosen maupun koas. Khairul Anas, mahasiswa THP angkatan 2014 mengaku, ketika praktium koas selalu menyinggung terkait penulisan laporan dengan tulis tangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya saya merasa malu, karena sejatinya mahasiswa harus memiliki pikiran yang solutif. Jika ada masalah atau sistem yang kurang baik, seharusnya dibicarakan bersama agar ada solusi perbaikannya,&quot; tutur Khairul kepada Sketsa (18/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Khairul menilai, tindakan mem-bully senior dengan foto meme itu merupakan tindakan yang tak bertanggung jawab. Lantaran, pelaku menggunakan akun palsu, serta adanya kata-kata hujatan yang tak sepantasnya diucapkan sebagai mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ia menduga, pelaku takut akan terkena sanksi dari dosen jika memberitahukan identitasnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Padahal, imbas dari perbuatannya dirasakan hampir seluruh mahasiswa THP,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski, kali pertama dialami prodi THP hal ini dapat dijadikan bahan instropeksi. Apabila, ada hal sama terulang kembali, Khairul dan kawan mahasiswa akan mendiskusikannya ke pihak fakultas ataupun himpunan mahasiswa terkait.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalaupun yang dikeluhkan masalah laporan tulis tangan lagi, harap dibicarakan dengan terus terang,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Prodi (Kaprodi) THP, Hudaida Syahrumsyah juga turut menyesalkan ulah mahasiswanya tersebut. Menurutnya, hal yang dilakukan tersebut tidak mencerminkan sebagai seseorang yang terpelajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masak disuruh bikin laporan tulis tangan aja heboh. Itu kan bukan bahasa mahasiswa, bahasa preman,&quot; kelakarnya.</p><p style="text-align: justify;">Hudaida menjelaskan, kebijakan tulis tangan adalah aturan dari penanggung jawab praktikum. Ini merupakan antisipasi agar mahasiswa tidak mencontek dan benar-benar mengerjakan laporannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, bukan kita mempersulit mahasiswa. Sebenarnya, kalau dia sadar malah lebih bagus dengan tulis tangan sendiri, dia ngerti apa yang dia kerjakan,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, pihak prodi sedang melacak pemilik akun facebook penyebar meme itu. Selanjutnya, pihaknya berjanji akan memberikan peringatan secara langsung. Bahkan, Hudaida berencana untuk tidak mengumumkan nilai mahasiswa sampai ada yang mengaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah kita tau arahnya ke mana, ya paling ndak kan, dipanggil ke jurusan. Mungkin, nilainya ndak diumumkan kalau gak ada yang mau ngaku,&rdquo; tegasnya. <em><strong>(krv/arr/cin/can/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Laskar Pelangi di Pedalaman Kukar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/laskar-pelangi-di-pedalaman-kukar/baca </link>
<guid> laskar-pelangi-di-pedalaman-kukar </guid>
<pubDate> Sat, 27 May 2017 13:37:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dengan berbekal semangat “Tulus Mengabdi Menebar Perbaikan” Gerakan Unmul Mengajar 2017 dalam program “Unjar Goes to School SDN 026 Filial Panca Jaya” pada Sabtu, 20 Mei 2017. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/laskar-pelangi-di-pedalaman-kukar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IU16dsMdlY.JPEG" />
					</figure>
			                <h1>Laskar Pelangi di Pedalaman Kukar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sekolah itu hanya terdiri atas satu bangunan. Lima kelas cukup memadai dan satu kelas tidak dipakai karena dinding pembatas yang tak ada dan lantai yang baru setengah tertutupi. Ruang kelasnya sempit. Jika dilihat lebih seksama, ternyata ruang kelas &lsquo;normal&rsquo; yang biasa kita temukan (luas) disekat menjadi dua. Dinding belakangnya setengah tertutupi dan jika hujan deras maka tempiaslah ruang kelasnya. Lantainya pun, jika kita tidak berhati-hati, bisa-bisa tersandung karena paku yang mencuat atau lantai yang bolong. Hanya lemari dan papan tulis bertanda &lsquo;Dedikasi untuk Negeri&rsquo; dari Bank Indonesia yang mewah di bangunan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jika tak ada papan nama &ldquo;SDN 026 Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kertanegara&rdquo; mungkin kita tak akan percaya bahwa bangunan sekolah tersebut masih berfungsi hingga sekarang. Siswanya berjumlah kurang lebih 70 siswa, kelas satu hingga kelas enam, dengan empat pengajar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan berbekal semangat &ldquo;Tulus Mengabdi Menebar Perbaikan&rdquo; berangkatlah kami yang tergabung dalam Gerakan Unmul Mengajar 2017 dalam program &ldquo;Unjar Goes to School SDN 026 Filial Panca Jaya&rdquo; pada Sabtu, 20 Mei 2017. Kami berangkat menuju lokasi pada tanggal 19 Mei sekitar pukul lima sore melalui Tenggarong, kemudian menyeberang ke Sebulu menggunakan kapal Feri dengan biaya lima ribu rupiah per motor. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Muara Kaman hingga pukul 19.30 malam tanpa menghadapi hambatan yang berarti.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian kami beristirahat di kediaman Kepala Sekolah SDN 026 di desa Panca Jaya. Paginya, kami berangkat menuju desa Sabintulung yang berjarak 20 km dari desa Panca Jaya. Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan persawahan yang luas membentang dan kabut pagi. Begitu sampai di desa Sabintulung kami memasuki gang kecil yang masih berupa tanah becek dan rusak.</p><p style="text-align: justify;">Sekolah Laskar Pelangi, begitulah yang terlintas di kepala kami melihat kondisi sekolah. Menyaksikan semangat menuntut ilmu yang tinggi di tengah keterbatasan. Sebuah kondisi yang indah namun juga menyedihkan.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan penuturan Kepala Sekolah SDN 026 Panca Jaya, Muhammad Aini, sekolah ini murni swadaya masyarakat. Merekalah yang membangun sekolah tersebut dengan bahan seadanya karena rasa prihatin akan pendidikan anak mereka. Jika mengikut dengan sekolah negeri terdekat akan sangat jauh. Pun jika diberi bantuan untuk bangunan yang lebih baik masih terkendala masalah tanah karena tanah yang ditempati merupakan tanah milik perusahaan. Guru-gurunya pun pernah tidak digaji selama dua tahun.</p><p style="text-align: justify;">Sekolah ini merupakan filial dari SDN 026 Panca Jaya yang bergabung dari bulan Agustus tahun lalu karena rasa salut akan semangat menuntut ilmu anak bangsa dan prihatin karena sewaktu-waktu sekolah tersebut bisa saja ditutup. Maka dinaungilah sekolah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika tidak kita naungi sekolah ini, ke mana lagi nasib anak bangsa ini?&rdquo; tutur Marten, bendahara sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Sungguh menyenangkan melihat derai tawa dan dan semangat anak-anak menyambut kedatangan kami. Dengan mendatangkan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Provinsi Kalimantan Timur, anak-anak begitu antusias menonton film dan membaca buku dari Perpustakaan Keliling. Sebuah kemewahan yang jarang mereka dapatkan.</p><p style="text-align: justify;">Kami berharap, kedatangan kami tidak hanya memotivasi mereka agar semakin semangat belajar tetapi juga memotivasi mereka agar terus menuntut ilmu dan melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.</p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Leoni Irmayana Astuti, Koordinator Team Creative Unmul Mengajar.&nbsp;</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mewaspadai Permintaan Foto Nude yang Mengatasnamakan Mahasiswa Bidang Kesehatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mewaspadai-permintaan-foto-nude-yang-mengatasnamakan-mahasiswa-bidang-kesehatan/baca </link>
<guid> mewaspadai-permintaan-foto-nude-yang-mengatasnamakan-mahasiswa-bidang-kesehatan </guid>
<pubDate> Sat, 27 May 2017 14:08:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beredar foto hasil percakapan antara oknum yang melakukan penipuan melalui media sosial dengan mencatut nama orang lain dengan atas nama bidang kesehatan. (Sumber foto: timeline Ratu Rosaline) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mewaspadai-permintaan-foto-nude-yang-mengatasnamakan-mahasiswa-bidang-kesehatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dAzkzpKdpO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mewaspadai Permintaan Foto Nude yang Mengatasnamakan Mahasiswa Bidang Kesehatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Penipuan di media sosial semakin marak terjadi seiring dengan bertambahnya pengguna perangkat bergerak. Penipuan ini pun beragam macamnya, mulai dari yang kecil-kecilan seperti &quot;mama minta pulsa&quot;, hingga kasus penipuan berdalih investasi yang memakan kucuran dana lebih besar dari korban. Namun, tidak hanya penipuan yang menyangkut uang, saat ini tengah marak kasus chat meminta foto nude korban berkedok riset kesehatan yang mencatut nama mahasiswa Fakultas Kedokteran.</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini pada Senin (22/5) sebuah postingan yang dibagikan Ratu Rosaline, mahasiswi tingkat akhir Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta mendadak viral di dunia maya. Pasalnya, namanya dicatut dalam penipuan yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan foto <em>nude</em>. Modus operandi yang dipakai pelaku adalah membuat akun palsu yang mengatasnamakan Ratu.</p><p style="text-align: justify;">Mula-mula si pelaku mengirim chat kepada teman Ratu, Vita, yang mengungkapkan bahwa sanak saudaranya tengah melakukan riset. Riset itu menganalisis perbandingan gizi terhadap bentuk dan warna kulit wanita yang sudah hamil dan belum kemudian meminta korban menjadi sampel.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terus saya tanya, saya harus bantu gimana? Dia bilang kalau aku harus foto di depan cermin <em>full body</em>. Yaudah kalau cuman foto biasa, tapi pakai jilbab tidak apa-apa kan? Kemudian dia bilang kalau pakai pakaian gimana analisisnya? Cuma saya, adek yang liat, sehabis itu langsung di delete,&rdquo; kata Vita menceritakan chat dari pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Menyadari ada gelagat tak beres, Vita memilih menghardik sang pelaku dengan menanyakan di mana surat izin penelitiannya. Tak lama berselang Vita menanyakan hal tersebut, akun yang mencatut nama Ratu itu menghilang.</p><p style="text-align: justify;">Kasus penipuan ini cukup membuat geleng-geleng kepala. Pasalnya, apabila kasus ini memakan korban, bisa saja foto tersebut disebarluaskan dan menjadi unsur pornografi. Hal ini dikhawatirkan oleh Ratu, terlebih si pelaku membawa-bawa nama mahasiswa Kedokteran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mahasiswa FK atau di fakultas bidang kesehatan setiap penelitian mempunyai etika. Kita harus mempunyai <em>ethical clearance</em> (izin etika penelitian/kelayakan etik) dan <em>informed consent</em> (persetujuan tindakan medis) untuk membuat suatu penelitian. Hanya membagikan kuesioner saja kita wajib memiliki izin tersebut, apalagi sampai meminta foto tubuh dari responden, &quot; tegas Ratu.</p><p style="text-align: justify;">Ratu mengakui bahwa bukan hanya dirinya yang pernah menjadi korban fitnah, namun juga beberapa orang temannya pernah ikut dicatut pula namanya. Yang lucunya, dulu Ratu pernah mendapat chat yang serupa isinya dengan modus operandi di atas, dan kini malah ia yang diatasnamakan oleh pelaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sepertinya pelaku berada di satu grup yang sama lalu mencari id teman-teman yang akan dijadikan korban di Instagram. Jadi hati-hati kalau id LINE kita sama kayak di Instagram, dan kalau bisa akun Instagram di-<em>private</em> saja,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Setali tiga uang dengan kasus di atas, ternyata banyak pula komentar-komentar di postingan yang dibagikan Ratu dan mengungkapkan bahwa kasus serupa pernah terjadi pula di kampusnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan diakui oleh Zaki, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unmul di kolom komentar postingan Ratu, hal tersebut juga pernah terjadi di kalangan mahasiswa Kedokteran Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini postingan Ratu tersebut telah mendapat 2.579 <em>likes</em> dan telah dibagikan sebanyak 1.691 kali. <em><strong>(nis/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merangkai Cerita dalam Kenangan Satu Dekade </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/merangkai-cerita-dalam-kenangan-satu-dekade/baca </link>
<guid> merangkai-cerita-dalam-kenangan-satu-dekade </guid>
<pubDate> Sat, 27 May 2017 20:41:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama seluruh panitia S3D LPM Sketsa usai menggelar Seminar Nasional bertajuk "Inspirasi Karya Jurnalistik", pada (20/5) lalu. (Sumber foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/merangkai-cerita-dalam-kenangan-satu-dekade/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H9nuNOC3By.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merangkai Cerita dalam Kenangan Satu Dekade</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Satu dekade bukan waktu yang terbilang singkat. Ada histori yang telah terangkai hingga sampai di titik tepat 10 tahun. Tanggal 21 Mei lalu, genap sudah usia LPM Sketsa dalam menjadi Pers kampus Unmul. Sketsa yang di tahun ini memasuki usia 10 menggelar pestanya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan perayaan peringatan berdirinya LPM Sketsa Unmul pada tahun sebelumnya, kali ini <em>Sketsa</em> berbagi suka cita hingga ke lapisan yang lebih luas. Bahkan momen ini menjadi agenda terbesar tahun ini, yakni Selebrasi Sketsa Satu Dekade (S3D). Kami memilih dua hari terakhir penutup pekan untuk merayakannya, pada 20-21 Mei lalu.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menyambut S3D, kami merangkainya dalam Gebyar Jurnalistik. Melalui Gebyar Jurnalistik, LPM Sketsa membuka berbagai jenis lomba dalam bidang jurnalistik untuk seluruh mahasiswa se-Indonesia. Di antaranya ialah lomba fotografi, membuat film pendek, menulis surat untuk rektor, desain poster, dan menulis essay.</p><p style="text-align: justify;">Masih dalam rangkaian Gebyar Jurnalistik kami mengadakan Seminar Jurnalistik Nasional mengambil tempat di Aula Serbaguna Rektorat lantai 4. Seminar ini mengangkat tema &ldquo;Inspirasi Karya Jurnalistik&rdquo;. Diisi oleh pemateri yang tentunya telah memiliki karya nyata dalam bidang jurnalistik serta menginspirasi.</p><p style="text-align: justify;">Mereka adalah Syafril Teha Noer, yang merupakan penulis buku &ldquo;Rakyat Dapat Apa?&rdquo; dan kini menjabat sebagai Dewan Redaksi Kaltim Post. Serta penulis inspiratif lainnya ialah Hasan Aspahani, penulis buku &ldquo;Chairil: Sebuah Biografi&rdquo; yang kini menduduki kursi Direktur Utama PT.Batam Pos. Keduanya hingga kini masih aktif bergelut dalam bidang jurnalistik.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang dimulai pada pukul 08.15 Wita ini dipandu oleh dua MC, Novita Rahman dan Adi Nurhamidi. Dibuka dengan pembacaan sejarah berdirinya LPM Sketsa Unmul oleh Annisa Ulya Novriana serta dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh hadirin. Seremoni pembukaan selanjutnya ialah sambutan oleh Ketua Panitia S3D Eka Rizki Prabowo, Ketua Umum LPM Sketsa Unmul Khajjar Rohmah, dan sambutan terkahir oleh, Encik Akhmad Syaifudin selaku WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni sekaligus membuka secara resmi gelaran S3D.</p><p style="text-align: justify;">Tiba di puncak acara Seminar Jurnalistik, sekitar pukul 09.30 Wita Fadiah Adlina yang menjadi moderator mulai mengambil alih jalannya seminar. Ia mempersilakan Syafril Teha Noer untuk membuka bahasan dengan berbagi kisah seputar dunia wartawan dan juga membagi motivasinya kepada seluruh peserta untuk tidak ragu untuk menghasilkan karya jurnalistik. Dilanjutkan oleh Hasan Aspahani yang berbagi materi seputar dunia pers dan masa depan pers.</p><p style="text-align: justify;">Seusai penyampaian materi, dibuka sesi tanya jawab. Terlihat antusiasme dari peserta untuk memanfaatkan sesi tanya jawab ini. Dua pertanyaan ditujukan kepada masing-masing pemateri.</p><p style="text-align: justify;">Acara selanjutnya ialah hiburan yang dibuka dengan tarian Bali Jaet, dibawakan oleh Litaah Mekaam Borneo. Tak berselang lama, suara musik yang tenang memenuhi seisi ruangan. Seluruh hening menikmati lantunan suara musik yang dibawakan oleh Fernando Yonathan dengan alat musik tradisional Kalimantan Timur, sampek. Kedua penampilan hiburan ini mendapat tepuk tangan meriah dari para peserta.</p><p style="text-align: justify;">Menuju penghujung acara, MC membacakan pengumuman untuk para pemenang lomba. Melalui perwakilan, pemenang menerima piala dan juga sertifikat. Rangkaian gelaran acara S3D selesai sudah. MC pamit undur diri dan menutup acara. Puluhan hadirin meninggalkan ruang serbaguna dengan membawa ilmu baru.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mensyukuri Dekade Pertama</strong></p><p style="text-align: justify;">Memasuki kepala satu merupakan salah satu pencapaian LPM Sketsa yang harus disyukuri. Pada malam harinya kru <em>Sketsa&nbsp;</em>kembali bertemu dalam agenda syukuran. Kali ini kami berkumpul di sekretariat LPM Sketsa, di gedung Student Center lantai 2. Atmosfer keakraban dan kehangatan malam itu terasa menjadi milik bersama.</p><p style="text-align: justify;">Wajah-wajah lama anggota <em>Sketsa</em> nampak hadir dan bergabung dalam lingkaran pertemuan kami. Di antaranya ialah Ahmad Agus Arifin (Ketua Redaksi 2013/2014), Muammar Khadafi (Ketua Umum 2014/2015), Risna Puspita Sari (Ketua Umum 2011/2012), Meldina Ariani (Ketua Redaksi 2014/2015), Latifah (Staf Redaksi 2014/2015), Annisa Fadiyah Daru P. (Ketua Redaksi 2015/2016) Sri Nurliyanti (Bendahara 2015/2016).</p><p style="text-align: justify;">Agenda syukuran ini diisi dengan penyampaian harapan oleh perwakilan dari setiap angkatan LPM Sketsa, pemotongan tumpeng, dan diakhiri dengan makan bersama. Semua larut dalam kebersamaan.</p><p style="text-align: justify;">Langit makin gulita. Satu persatu pamit untuk pulang. Tenaga masih harus dioptimalkan untuk menyambut hari esok. Akan ada rangkaian cerita baru lagi yang akan kami buat bersama.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memadu Usia Sepuluh di Pantai Samboja</strong></p><p style="text-align: justify;">Pagi itu, Minggu (21/5) matahari masih enggan berbagi sinar. Sebagai gantinya air hujan turun cukup deras. Kami kembali berkumpul di sekretariat untuk bertolak ke Pantai Samboja. Pencapaian usia baru ini membuat ada hal-hal yang ingin kami rayakan bersama laut dan ombak. Serasa ini adalah usia yang sebermula dan seberbatas pantai.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 09.00 Wita bus yang kami tumpangi berangkat. Perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam untuk tiba di tujuan. Sesampainya di lokasi, rintik hujan masih setia menemani. Kami mencari tempat untuk bernanung dan segera menyantap makan siang bersama. Tuntas mengisi perut, kami berpencar mengelilingi dan menikmati Pantai Samboja. Sebagian asyik bermain air, ada juga yang sibuk memilih spot menarik untuk mengambil gambar sebanyak-banyaknya. Puas dengan keseruan pantai, kami kembali ke pendopo tempat awal mula berkumpul.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya agenda diisi dengan permainan yang dimainkan oleh seluruh anggota <em>Sketsa</em>. Permainan yang dimainkan adalah lingkaran besar dan kecil, benar salah, serta membentuk barisan terpanjang tiap kelompok. Gelak tawa dan keseruan mewarnai selama permaianan berlangsung. Tak pelak, keinginan untuk memenangkan setiap sesi permainan pun semakin menjadi. Setiap regu tak ragu untuk menyalahkan tiap anggotanya yang melakukan kesalahan dan memilih untuk bergabung dengan regu yang lain. Pertengkaran dan tawa kecil itu tiada lain menimbulkan selain kehangatan.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti di situ, agenda terakhir <em>fieldtrip</em> adalah tukar kado. Dengan aturan minimal harga kado Rp10 ribu dan maksimal Rp30 ribu, kami saling menukarkan kado berdasarkan cabut nomor yang telah dipersiapkan.</p><p style="text-align: justify;">Kado telah di tangan, maka berakhir sudah rangkaian kegiatan kami di Pantai Samboja. Segera kami membereskan barang-barang dan beranjak menuju bus untuk segera kembali menuju Samarinda. Waktu menunjukkan pukul 16.00 sore, semilir angin senja menemani perjalanan pulang. Hingga pukul 20.00 kami tiba di sekretariat. Wajah lelah jelas terlihat dari seluruh anggota LPM Sketsa, namun dibalik itu semua tentunya kelak masing-masing dari kami akan mengingat momen ini. Sebuah cerita tentang bagaimana kami merengkuh momen.</p><p style="text-align: justify;">Selamat Satu Dekade, LPM Sketsa! <strong><em>(adl/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tarawih Pertama Kampus dan Amanat Ramadan dari Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tarawih-pertama-kampus-dan-amanat-ramadan-dari-rektor/baca </link>
<guid> tarawih-pertama-kampus-dan-amanat-ramadan-dari-rektor </guid>
<pubDate> Sun, 28 May 2017 02:28:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Malam pertama salat tarawih di Masjid Al-Fatihah (MAF) Unmul kemarin (26/5) berlangsung khidmat. (Foto: Eka Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tarawih-pertama-kampus-dan-amanat-ramadan-dari-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Yo0zT3ll6g.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tarawih Pertama Kampus dan Amanat Ramadan dari Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Malam pertama salat tarawih di Masjid Al-Fatihah (MAF) Unmul kemarin (26/5) berlangsung khidmat. Ibadah di kampus yang diinisiasi oleh Pusdima itu memang rutin dilakukan setiap Ramadan.</p><p style="text-align: justify;">Jama&rsquo;ahnya pun tidak sedikit, tampak 12 saf terisi penuh, suasana yang jelas berbeda dengan malam-malam di luar bulan suci. Mayoritas jama&rsquo;ah merupakan civitas Unmul, yakni mahasiswa, dosen, hingga Rektor Masjaya tak mau menyia-nyiakan kesempatan beribadah bersama di kampus. Beberapa warga sekitar Unmul pun tampak membaur malam itu.</p><p style="text-align: justify;">Bukan kampus namanya jika tidak mencantumkan agenda seremonial. Malam itu, pra salat tarawih, ketua panitia Ramadan di Kampus Bersama (RDKB) Pusdima dan Ketua Umum Pusdima menyampaikan sambutannya. RDKB, ialah ajang perlombaan yang jadi satu rangkaian penyemarak Ramadan di kampus oleh Pusdima dan rutin dihelat bersama agenda lain di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan tersebut kemudian dilanjutkan tausiah Masjaya. Dalam penyamapiannya, ia menyebut salah satu keistimewaan Ramadan adalah diturunkannya Al-Qur&rsquo;an sebagai pedoman hidup umat Islam. Di samping itu, Ramadan juga masa ketika amal baik akan mendulang pahala berlipat ganda. Mantan &nbsp;Wakil Dekan III FISIP itu juga mengurai fase-fase dalam Ramadan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang sering kita dengarkan di dalam bulan Ramadan ini dibagi dalam tiga fase keutamaan. Fase pertama adalah fase rahmat yaitu sepuluh hari pertama, fase kedua adalah fase ampunan dan fase ketiga adalah pembebasan dari api neraka,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Masjaya, fase pertama hingga ketiga hendaknya dimanfaatkan baik-baik dengan berupaya mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT yakni dengan melakukan aktivitas-aktivitas mulia seperti tarawih, medengarkan tausiah, memperbanyak membaca Al-Qur&rsquo;an, dan mempelajari ilmu-ilmu keagamaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam sebuah hadis dikatakan barang siapa berpuasa dengan penuh keimanan dalam mendapatkan ridho Allah SWT, maka akan diampuni dosanya di masa lalu. Apabila kita telah melakukan berbagai aktivitas-aktivitas mulia insyaallah surga menanti kita,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, Ramadan kali ini bertepatan dengan UAS. Tak sedikit mahasiswa yang menjalankan puasa pertama tidak bersama dengan keluarga. Mahbubin Nurul Ihsan, salah satunya. Kendati begitu, Ican, sapaan akrabnya mengaku tak ingin berlarut dalam sedih apalagi patah semangat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orangtua sudah telepon untuk nyuruh pulang, tapi mau gimana lagi namanya juga UAS enggak bisa ditinggal. Rumah juga jaraknya jauh, enggak enak cuma dua hari di rumah baru balik lagi ke Samarinda,&quot; ucapnya. <em><strong>(iki/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Instagram Hadirkan Fitur Andalan Terbaru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/instagram-hadirkan-fitur-andalan-terbaru/baca </link>
<guid> instagram-hadirkan-fitur-andalan-terbaru </guid>
<pubDate> Mon, 29 May 2017 01:54:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Instagram selalu menarik perhatian penggunanya dengan berbagai fitur-fitur baru yang dihadirkan. (Sumber foto: Adira.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/instagram-hadirkan-fitur-andalan-terbaru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wWALUmPkih.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Instagram Hadirkan Fitur Andalan Terbaru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Instagram selalu menarik perhatian penggunanya dengan berbagai fitur-fitur baru yang dihadirkan. Mulai dari video <em>boomeran</em>g, <em>Instastory</em> yang dapat digunakan untuk menggunggah aktivitas sehari-hari sampai fitur <em>Live</em>. Sudah hampir setahun Instagram telah mengenalkan fitur <em>Stories-nya.&nbsp;</em>Kini aplikasi yang dirilis 2010 lalu itu, telah melakukan pembaruan lagi dengan versi terbarunya 10.22. Apa saja kelebihannya? Mari telusuri!<strong><em>&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Pada versi ini Instagram telah menambahkan beberapa fitur terbaru. Yang pertama, <em>face filters.&nbsp;</em>Sekilas memang mirip dengan <em>Snapchat</em>. Tapi, di sini tidak ada perubahan efek filter<em>&nbsp;</em>jika mengubah pilihan kamera (utama atau depan) yang digunakan. Nah, ada delapan pilihan filter lucu yang bisa kamu gunakan. Seperti filter kelinci, telinga koala, mahkota, kacamata hingga filter dengan rumus matematika yang terbang mengelilingi kepala. Cara menggunakan fitur ini, cukup membuka <em>interface&nbsp;</em>kamera pada Instagram dan menemukan ikon <em>face filters&nbsp;</em>di pojok kanan bawah layar. Kamu bisa menggunakan <em>filter&nbsp;</em>ini dalam berbagai mode seperti, foto, video, dan juga <em>boomerang</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Rewind</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Yang kedua, ada fitur <em>Rewind.&nbsp;</em>Jika kamu terbiasa merekam, terbayang tidak jika rekaman itu bisa di putar balik dari belakang ke awal? Wah seru ya!</p><p style="text-align: justify;">Nah, caranya? Mode <em>rewind,&nbsp;</em>cukup sentuh sekali saja untuk membuat rekaman dan kembali tekan untuk menutup hasil rekaman kamu. Instagram akan otomatis membalik video tadi alias memulainya dari akhir. Kamu bisa temukan mode ini di antara tombol mode kamera <em>Boomerang dan</em>&nbsp;<em>Hands-Free</em>. Enggak, perlu ribet unduh aplikasi editor video untuk <em>rewind</em> kan?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Hashtag</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Ketiga, selain<em>&nbsp;@mentions</em> , sekarang ada fitur <em>#hastag.&nbsp;</em>Seperti yang kamu tahu, kegunaan<em>&nbsp;#hastag</em> agar konten tersebut dapat saling ditemukan pengguna lain dengan<em>&nbsp;#hastag&nbsp;</em>yang sama. Cara menambahkan <em>hashtag</em>&nbsp;<em>sticker</em> pun mudah, masuk ke mode merekam atau edit konten untuk Instagram Stories, kemudian tekan tombol <em>sticker</em> di kanan atas. Pilih <em>hashtag sticker</em> dan tulis teks yang akan kamu gunakan setelah tanda #, dan jadilah postingan <em>stories</em>-mu mudah ditemukan oleh pengguna lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Eraser Brush</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Fitur terbaru yang terakhir adalah <em>eraser brush</em>. Fitur ini bisa ditemukan pada <em>drawing tools&nbsp;</em>yang tersedia saat kamu akan menghiasi postingan Instagram <em>Stories</em>-mu. Selain bisa untuk menghapus, kamu juga bisa menggunakannya untuk menggambar. Langkahnya, penuhi layar Instagram Stories dengan warna/<em>brush --</em><em>lalu&nbsp;</em>gunakan <em>eraser brush&nbsp;</em>untuk menghasilkan sebuah gambar ataupun tulisan. Di sini kamu bisa tuangkan kreasimu!</p><p style="text-align: justify;">Penasaran ingin mencoba fitur-fitur terbaru pada Stories Instagram ini? Segera unduh versi 10.22 untuk pengguna iOS dan Android. Selamat mengekspresikan diri! <strong><em>(wil/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Dihadapkan pada Pilihan Kuliah atau Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-dihadapkan-pada-pilihan-kuliah-atau-kerja/baca </link>
<guid> ketika-dihadapkan-pada-pilihan-kuliah-atau-kerja </guid>
<pubDate> Tue, 30 May 2017 01:16:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selepas SMA kita masih akan menghadapi dilema besar, yakni lanjut kuliah atau kerja. (Sumber foto: irevise.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-dihadapkan-pada-pilihan-kuliah-atau-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AZc9YTQxim.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Dihadapkan pada Pilihan Kuliah atau Kerja</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Momen lulus dari SMA merupakan suatu pencapaian yang luar biasa bahagianya setelah 12 tahun menempuh dunia pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Momen-momen seperti kegelisahan, kebingungan, kebahagiaan, kesedihan, kekesalan, kegalauan, dan lain-lain telah khatam dirasakan. Namun ada momen yang lebih dari itu, ini tentang penentuan nasib masa depan, sebuah batu pijakan yang bisa membuat seseorang sukses, atau justru sebaliknya. Ada dua dilema besar yang secara umum dialami yaitu memilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau bekerja. Belum lagi jika rasa dilema tersebut mendapat intervensi dari orang tua yang tidak sesuai dengan pilihan kita.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin yang selama ini menjadi keraguan ialah pertanyaan-pertanyaan yang timbul seperti anggapan jika kuliah nantinya bisa memudahkan kita dalam mendapatkan pekerjaan. Tapi, tak sedikit pula yang beranggapan bahwa tanpa kuliah kita masih tetap bisa mendapatkan pekerjaan. Kedua anggapan itu memang bisa dianggap benar bisa juga tidak. Mau kuliah dulu atau kerja dulu, keduanya tidak ada yang salah. Semua keputusan benar asalkan dijalankan dengan penuh hati dan memiliki niat yang kuat.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, yaitu melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi alias kuliah dan meraih gelar sarjana. Banyak lulusan SMA yang lebih memilih kuliah agar kelak mendapatkan pekerjaan dan jabatan yang lebih baik, serta masih haus akan pengetahuan dan ingin menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Kedua, bekerja, biasanya menjadi prioritas utama bagi siswa SMK karena sudah memiliki keahlian. Namun bukan berarti siswa SMA tidak ada yang memilih bekerja. Bagi mereka yang memilih untuk bekerja biasanya beralasan untuk mengistirahatkan otak dan pikiran setelah 12 tahun bersekolah serta ingin membantu orang tua mencari rezeki, atau tidak ada biaya untuk melanjutkan pendidikan. Karena pada faktanya, persiapan masuk kuliah itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.</p><p style="text-align: justify;">Jika melihat dari kedua dunia ini, kuliah dan kerja ternyata masing-masingnya memiliki keuntungan serta kekurangan. Berbicara tentang kekurangan keduanya, dua-duanya sama-sama memiliki kekurangan yaitu menguras pikiran, tenaga serta waktu, sama-sama akan membuat pikiran serta fisik kita lelah. Namun, jika berbicara tentang kerja kita mungkin akan mendapatkan banyak pengalaman dalam dunia kerja, kita juga akan memperoleh banyak teman serta dituntut untuk bisa bekerja sama. Tetapi tak jarang, siswa lulusan SMA/SMK yang memilih kerja terlebih dahulu, di tahun berikutnya akan mendaftar kuliah untuk melanjutkan pendidikan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Jika melihat fakta lapangan, memang belum tentu dengan berkuliah kita akan mendapatkan pekerjaan dengan posisi tinggi yang banyak dibayangkan orang, tetapi dengan berkuliah ini bisa menjadi tahapan serta pendukung untuk karier kita ke depannya. Di dalam dunia kuliah kita lebih banyak mendapat ilmu dan pengetahuan, memperluas pengetahuan, berkarier jadi lebih mudah, memperoleh banyak teman, lebih percaya diri.</p><p style="text-align: justify;">Pendidikan tinggi memberikan peluang besar dalam mendapatkan pekerjaan yang terbaik, gelar sarjana bisa menjadikan kita master untuk hidup kita sendiri, dengan kuliah kemungkinan ada kecenderungan bagi kita untuk menjadi pemikir bebas. Dapat mewujudkan impian terbesar kita, dapat membentuk kepribadian, menjadikan hidup lebih mandiri, pandai mengatur waktu, serta mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">Orang yang memilih kerja dibanding kuliah terkadang masih ada beban pikiran seperti &quot;Aku masih harus kuliah!&quot; namun, jika sudah selesai kuliah kemudian kerja, maka beban pikiran itu tidak akan ada lagi. Meskipun begitu, menentukan sebuah pilihan itu tidaklah mudah apalagi untuk masa depan kita. Tidak salah jika memilih kerja, atau menjalani keduanya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pasti kita akan di hadapkan pada satu pilihan nantinya yang harus lebih kita prioritaskan antara keduanya dan harus merelakan yang satunya. Bagaimanapun, pendidikan itu tetap nomor satu dan harus diutamakan, jika memang dirasa susah untuk membiayai kuliah, kita bisa berusaha untuk mendapatkan beasiswa. Karena memilih dan lebih mengutamakan kuliah dibanding kerja, kita akan banyak mendapatkan pengetahuan serta ilmu, yang belum kita ketahui sebelumnya dan dapat membantu kita dalam dunia kerja nantinya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Jeni Aidina A. mahasiswi Ilmu Komunikasi 2014</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Rama dan Sastra di FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/semarak-rama-dan-sastra-di-fib/baca </link>
<guid> semarak-rama-dan-sastra-di-fib </guid>
<pubDate> Wed, 31 May 2017 01:21:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hujan yang mengguyur Senin sore kemarin tidak menyurutkan semangat mahasiswa Sastra Indonesia 2014 FIB menghelat expo. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/semarak-rama-dan-sastra-di-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LzSiaJSmCc.JPEG" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Rama dan Sastra di FIB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Senin (29/5) sore hujan turun membasahi kota Samarinda, namun tak menyurutkan antusias mahasiswa Sastra Indonesia 2014, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) untuk menghelat expo yang bertajuk &ldquo;Rama dan Sastra&rdquo;. Expo sempat dimulai dengan hiburan iringan musik sampek oleh Fernando Yonathan. Selanjutnya pembacaan puisi dan stand up comedy tak berjalan mulus disebabkan hujan yang mengguyur.</p><p style="text-align: justify;">Dalam helatan itu disediakan stan bazar yang menjual berbagai macam makanan dan minuman untuk disantap waktu iftar. Adapula, lapak baca buku bagi mahasiswa yang ingin ngabuburit dengan membaca.</p><p style="text-align: justify;">Suwandi selaku ketua panitia mengatakan expo semacam ini baru pertama kalinya digelar di halaman parkir FIB. Expo ini merupakan bentuk tugas akhir dari mata kuliah Kewirausahaan. Awalnya konsep yang diusung bersifat formal, tapi karena keterbatasan maka konsep dibuat menjadi lebih simpel--mengambil konsep ala-ala Pasar Ramadan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acara ini diadakan untuk menerapkan ilmu yang sudah didapat, sehingga kami jadi lebih mengerti bagaimana rasanya berwirausaha,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika hari makin petang dan hujan mulai mereda, suasana stan bazar yang semula lesu mulai kembali kedatangan para pembelinya. Banyak dari pembeli itu adalah mahasiswa FIB yang merupakan anak kostan yang tinggal di sekitar Jalan Flores.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, Tauhid Hira selaku dosen pengampu mengatakan expo ini merupakan bentuk implementasi dari teori-teori kewirausahaan yang sudah diajarkan selama satu semester. Meliputi di antaranya branding, selling, marketing plan, dan lain-lain. Hal itu menurutnya merupakan bagian dari usaha untuk menghasilkan calon wirausahawan, yang idealnya berjumlah sebanyak dua persen dari total populasi sebuah negara.</p><p style="text-align: justify;">Tauhid melihat expo ini dapat menjadi lompatan untuk perhelatan selanjutnya. Ia berharap ke depannya dapat mengusung konsep yang berbeda dan tentunya dalam skala yang lebih besar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi semua fakultas di Unmul dilibatkan nantinya. Tidak hanya itu, kami juga akan coba datangkan pelaku usaha kecil dan menengah di Samarinda,&rdquo; katanya. <em><strong>(pil/fqh/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KTR Diterapkan, Perokok: Keterlaluan! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ktr-diterapkan-perokok-keterlaluan/baca </link>
<guid> ktr-diterapkan-perokok-keterlaluan </guid>
<pubDate> Wed, 31 May 2017 23:30:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua fakultas di Unmul mulai memberlakukan kebijakan kawasan tanpa rokok. Setelah FKM, kini FISIP menyusul dengan  pemasangan papan bertuliskan "bebas asap rokok" di sejumlah titik. (Sumber foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ktr-diterapkan-perokok-keterlaluan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UbB9fnr6pN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KTR Diterapkan, Perokok: Keterlaluan!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Semua sepakat bahwa kesehatan merupakan ihwal krusial dalam melakoni hidup. Sehat adalah pangkal segala urusan. Untuk itu, setiap manusia tentu menginginkan lingkungan sehat serta berhak mendapatkan perlindungan kesehatan, termasuk di dalamnya hak untuk terhindar dari paparan asap rokok.<br><br>Berkenaan dengan itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Muhammad Noor, mulai memberlakukan kebijakan kawasan tanpa rokok. Hal itu bermula dari keresahannya tatkala melihat beberapa mahasiswa, staf, hingga dosen yang masih merokok di tempat umum. Menurutnya, ada banyak orang yang jadi korban gara-gara itu.<br><br>Keresahan itu kemudian ditunaikan dengan pemasangan papan bertuliskan &quot;bebas asap rokok&quot; di sejumlah titik di gedung Dekanat FISIP. Meski demikian, tak semua kawasan bebas asap rokok. Ada pula kawasan bertuliskan smoking area, sebagai titik rokok dan merokok dihalalkan.<br><br>Menurut Noor, walaupun kebijakan bebas asap rokok mulai diterapkan, pihaknya tetap memberikan hak bagi mahasiswa dan warga kampus yang perokok aktif.<br><br>&ldquo;Secara bertahap daerah merokok itu akan kami kurangi, akan diganti dengan wilayah bebas rokok,&rdquo; imbuhnya.<br><br>Ternyata, satu hal yang juga melatarbelakangi kebijakan Noor tersebut ialah Peraturan WaliKota (Perwali) Kota Samarinda Nomor 51 Tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok (KTR).<br><br>Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa terdapat lima tempat yang tidak boleh menyediakan ruang merokok yakni tempat fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, dan angkutan umum.<br><br>Kendati hanya berupa imbauan, Noor mengaku konsisten dan berupaya tegas menerapkan KTR. <br><br>&ldquo;Kami sepakat perlahan-lahan menetapkan area bebas asap rokok, karena kami tidak mungkin secara instan untuk melarang semua tempat,&rdquo; pungkasnya.<br><br>Terpisah, Prima Aviantama, mengaku tak tahu soal kebijakan itu. Namun sebagai perokok, Prima mendukung &nbsp;adanya <em>smoking area</em>. <br><br>&ldquo;Saya sangat setuju, supaya orang&ndash;orang yang bukan perokok tidak terganggu, karena sudah diberi tempat masing&ndash;masing,&rdquo; tutur mahasiswa Ilmu Komunikasi itu.<br><br>Berbeda dengan Prima, Musllan mahasiswa angkatan 2015 justru menolak adanya kebijakan tersebut. Bagi Musllan, selama ini perokok pasif di sekitarnya tidak pernah secara terbuka merasa terganggu atau jatuh sakit. Musllan menyebut kebijakan ini keterlaluan. Apalagi sanksi yang diberikan kepada yang melanggar masih belum jelas.<br><br>&quot;Aku tidak setuju. Sebagai perokok, aku jelas keberatan kalau ada kawasan bebas asap rokok. Ini keterlaluan. Jelas semua yang merokok akan bertumpuk di<em> smoking area</em>. Selama ini kita juga izin dulu kalau mau merokok sama orang di sekitar kita. Jadi sama-sama menghargai,&quot; kata Musllan.<br><br>&quot;Terus, kalau aturan itu dilanggar bagaimana hukuman yang harus diterima mahasiswa,&quot; imbuhnya lagi.<br><br>Sementara itu, Arlyana Almi, mahasiswa Psikologi mengatakan <em>smoking area</em> dirasa kurang pantas, melihat beberapa mahasiswa yang kerap menjadikan lokasi itu tongkrongan untuk merokok. <br><br>&ldquo;Harusnya, birokrat ambil langkah tegas, karena seharusnya lingkungan kampus itu harus bebas dari polusi,&rdquo; resahnya.</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>FKM Pelopor KTR di Unmul</strong><br><br>Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) tercatat telah menerapkan KTR sejak 2010 silam. Perkara itu tertuang dalam SK Dekan FKM Unmul No 1114/H17.11/OT/V/2010. <br><br>Ditemui Sketsa, Menteri Advokasi dan Kajian Strategis BEM FKM Bayu Rosandy mengatakan pihaknya kini tengah berupaya menjadikan Unmul sebagai kawasan tanpa rokok sesuai dengan Perwali Kota Samarinda Nomor 51 Tahun 2012.<br><br>&ldquo;Untuk tahun ini kami ingin melanjutkan hasil survei untuk ditembuskan ke rektorat,&rdquo; tuturnya.<br><br>Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei yang dilakukan BEM FKM tahun lalu, diperoleh angka 89,8 persen responden setuju diterapkannya KTR di Unmul. Survei itu melibatkan 1000 responden.<br><br>Di sisi lain, Bayu justru tak setuju adanya <em>smoking area</em> di tempat orang berlalu lalang dan dalam penerapan KTR. <br><br>Menurutnya, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan ketika hendak memberlakukan <em>smoking area</em> berdasarkan aturan Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang peraturan bersama tentang &nbsp;pedoman pelaksaan kawasan tanpa rokok. Yakni,<em> smoking area</em> ialah ruang terbuka atau ruang yang berhubungan langsung dengan udara luar sehingga dapat bersirkulasi dengan baik, terpisah dari gedung/ruang/tempat utama dan ruang lain yang digunakan untuk beraktivitas, jauh dari pintu masuk dan keluar, serta jauh dari tempat orang berlalu-lalang.<br><br>&ldquo;KTR ini kan bagaimana caranya meminimalisir mereka untuk merokok, ketika sudah terbiasa untuk tidak merokok, sehingga bakal membantu mereka pelan-pelan berhenti merokok,&rdquo; tukasnya. <em><strong>(snh/wil/nhh/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/peringatan-hari-tanpa-tembakau-sedunia/baca </link>
<guid> peringatan-hari-tanpa-tembakau-sedunia </guid>
<pubDate> Thu, 01 Jun 2017 01:49:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Permasalahan rokok akhir-akhir ini sangat meresahkan, tak terkecuali bagi mahasiswa kesehatan masyarakat yang ada di Kaltim, bahkan di Indonesia. (Sumber foto: news.liputan6.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/peringatan-hari-tanpa-tembakau-sedunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a66YOyFNLf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Berbicara tentang tembakau tentu saja tidak pernah jauh dari suatu hal yang berasap serta sangat mengganggu bagi lingkungan yaitu rokok. Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei, dan pada tahun ini peringatan hari tersebut mengusung tema &ldquo;Rokok Ancam Kita dan Pembangunan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan rokok akhir-akhir ini sangat meresahkan, tak terkecuali bagi mahasiswa kesehatan masyarakat yang ada di Kaltim, bahkan di Indonesia. Mulai dari belum tertandatanganinya sebuah perjanjian internasional untuk pengendalian tembakau yaitu Frame Work Convention on Tobacco Control (FCTC) yang sudah ditandatangani oleh 183 negara, namun sampai saat ini masih dipertanyakan kapan Indonesia mengaksesi FCTC.</p><p style="text-align: justify;">Lalu berlanjut ke RUU Pertembakauan titipan industri rokok dan terselenggaranya dua tahun berturut-turut pameran mesin-mesin rokok, World Tobacco Process And Machinary (WTPM), hingga peraturan menteri perindustrian tentang roadmap mengenai produk hasil tembakau yang menguntungkan pihak industri rokok.</p><p style="text-align: justify;">Rokok tentu saja mengancam kita, tidak hanya bagi yang merokok saja namun juga bagi orang-orang yang berada di dekat perokok tersebut, terlebih lagi berdampak bagi lingkungan sekitar. Sesuai data yang didapat dari statistik konsumsi rokok dunia pada tahun 2014 mencapai 5,8 triliun batang, 240 miliar batang (4,14 persen) di antaranya dikonsumsi oleh perokok Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan data yang didapat dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada bulan Maret 2016 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur didapatkan hasil bahwa perokok di Kalimantan Timur yang berusia lima tahun keatas mencapai 19,78 persen atau sekitar 628 ribu penduduk atau di antara 100 orang terdapat 20 perokok. Rata-rata konsumsi rokok perhari 15 batang.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 2008 penelitian Tobacco Economics in Indonesia 200 ribu orang meninggal dunia dikarenakan penyakit yang memiliki hubungan dengan konsumsi rokok seperti jantung, kanker, paru-paru serta gangguan medis lainnya. Dan, 97 juta orang terpapar oleh asap rokok.</p><p style="text-align: justify;">Dari data tersebut menunjukkan betapa besarnya konsumsi rokok di Indonesia, serta dampak kesehatan bagi mereka yang merokok bahkan yang terpapar oleh asap rokok. Hingga berdampak pada kerugian negara, data yang didapat dari Kemenkes ialah kerugian total akibat konsumsi rokok selama 2013 mencapai Rp378,75 triliun.</p><p style="text-align: justify;">Harus diketahui bahwa wajah masa depan bangsa ialah dari pemudanya saat ini. Namun sangat disayangkan ketika masa depan bangsa tersebut sedikit tertutup oleh asap rokok. Bayangkan, 628 ribu pemuda Kaltim saat ini berpotensi terkena penyakit yang diakibatkan oleh rokok, belum lagi orang-orang di lingkungan sekitar yang terpapar oleh asap rokok, hal tersebut tentu saja mengancam pembangunan daerah serta bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Maka untuk mengatasi permasalahan tersebut tentunya ialah dengan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penerapan KTR ini sangat gencar oleh menteri kesehatan Indonesia, hal tersebut karena dapat menjadi solusi untuk menekan angka perokok serta meminimalisir munculnya perokok pemula dan melindungi perokok pasif yang masih menginginkan menghirup udara segar tanpa adanya asap rokok.</p><p style="text-align: justify;">Menteri Kesehatan juga mempunyai inovasi baru yaitu Layanan Konseling bebas pulsa di nomor 0800-177-6565. Layanan tersebut dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin berkonsultasi terkait upaya berhenti merokok atau terkait kesehatan dari dampak rokok.</p><p style="text-align: justify;">Namun, kembali lagi berbicara tentang KTR, harus diketahui terlebih dahulu arti dari KTR ialah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual dan mengiklankan dan atau mempromosikan produk rokok. Hal ini bertujuan untuk melindungi perokok pasif dari bahaya rokok, dan juga mengurangi kebiasaan perokok untuk merokok khususnya di tempat-tempat umum.</p><p style="text-align: justify;">KTR sendiri telah diatur oleh UU RI Nomor 36 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2003, Pergub Kalimantan Timur Nomor 01 Tahun 2013, serta Perwali Samarinda No 51 Tahun 2012, bahkan baru-baru ini dikonfirmasi oleh DPRD Prov Kaltim saat audiensi hari kebangkitan nasional untuk menolak RUU Pertembakauan bahwa Perda tentang KTR telah disahkan. Hal tersebut tentunya menjadi acuan dan payung hukum ketika ingin menerapkan Kawasan Tanpa Rokok.</p><p style="text-align: justify;">Tempat-tempat yang disebutkan di dalam KTR sendiri ialah tempat anak bermain, tempat fasilitas kesehatan, tempat peribadatan, serta kawasan pendidikan. Universitas Mulawarman merupakan kawasan pendidikan yang semestinya harus menerapkan KTR di lingkungannya, namun nyatanya KTR masih sulit diterapkan di universitas tertua yang ada di Kalimantan Timur ini. Terbukti dari fakta di lapangan bahwa masih ditemukannya mahasiswa yang merokok di lingkungan sekitar, bahkan tak jarang terlihat beberapa dosen yang menghisap batang rokok, tidak hanya itu, namun juga beberapa karyawan di rektorat Universitas Mulawarman juga merokok bahkan di jam kerja.</p><p style="text-align: justify;">Dari survei yang dilakukan oleh BEM FKM beberapa waktu lalu mendapatkan data bahwa 89,8% menyatakan setuju untuk penerapan KTR di Universitas Mulawarman ini. Hal tersebut didasari karena mereka sadar bahwa seluruh masyarakat Universitas Mulawarman berhak terlindungi dari bahaya rokok serta asapnya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun jika dirasa sulit untuk menerapkan KTR secara keseluruhan di Universitas Mulawarman, maka solusi yang tepat ialah menerapkan KTR perlahan-lahan mulai dari kawasan Rektorat Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan demikian karena kawasan Rektorat Unmul masih sering ditemui mahasiswa yang merokok di kantin yang ada di rektorat tersebut yang mengakibatkan asap ngepul yang keluar dari kantin, terlebih adanya karyawan rektorat yang merokok di jam kerja. Maka sudah sepatutnya sebagai layaknya orang tua, Pak Rektor mengeluarkan keputusan untuk menerapkan KTR di wilayah rektorat Universitas Mulawarman tersebut untuk dijadikan percontohan fakultas lainnya dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Jika kawasan Rektorat diterapkan sebagai KTR maka hal tersebut tentu mempersempit gerak perokok untuk merokok di tempat umum, dan dampaknya ialah udara di rektorat segar dan bebas dari asap rokok, sehingga mengurangi potensi terkena penyakit akibat asap rokok.</p><p style="text-align: justify;">Maka di Hari Tanpa Tembakau sedunia ini, saya sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat sangat berharap bahwa permasalahan rokok dapat ditekan oleh para pengambil kebijakan seperti pemerintah, tak terkecuali Pak Rektor yang dapat memutuskan untuk menerapkan KTR pada tahun 2017 ini di lingkungan rektorat untuk dijadikan kawasan percontohan penerapan KTR.</p><p style="text-align: justify;">Karena di Universitas Mulawarman inilah lahirnya beribu generasi bangsa yang akan menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan berbagai macam masalah, maka yang harus dilakukan ialah mencegah datangnya ancaman masalah ditengah-tengah kelahiran generasi bangsa ialah salahsatunya dengan penerapan Kawasan Tanpa Rokok. Unmul Go KTR 2017!</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Bayu Rosandy, Menteri Advokasi dan Kajian Strategis BEM FKM Unmul 2017</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pancasila, Kini dalam Implementasinya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pancasila-kini-dalam-implementasinya/baca </link>
<guid> pancasila-kini-dalam-implementasinya </guid>
<pubDate> Fri, 02 Jun 2017 01:34:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di tengah maraknya isu SARA di Indonesia, tulisan “Saya Indonesia, Saya Pancasila” viral di media sosial. (Sumber ilustrasi: shafirasjourney.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pancasila-kini-dalam-implementasinya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H0QlO283yo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pancasila, Kini dalam Implementasinya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ibarat &nbsp;bangunan yang kokoh, tentunya bergantung pada kekuatan pilar penyangga. Begitu pula dengan negara. Berpegang pada ideologi dasarnya, sebuah negara akan terus bersatu guna menghindari perpecahan. Indonesia yang kaya akan keberagaman bertumpu pada Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memaknai momentum Kelahiran Pancasila, beberapa elemen masyarakat melakukan aksi untuk menujukkan kecintaannya pada Pancasila. Di tengah maraknya isu SARA di Indonesia, tulisan &ldquo;Saya Indonesia, Saya Pancasila&rdquo; viral di media sosial. Hal ini menjadi salah satu wujud kecintaan dan kebanggaan menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jauh sebelum hari ini, 72 tahun lalu terukir napak tilas lahirnya Pancasila. Lima sendi yang terikat dalam Pancasila merupakan harapan pendahulu untuk Indonesia. Yuspebri Mika, salah satu mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan, menyatakan masyarakat masih kurang dalam pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Warga negara Indonesia sendiri masih kurang paham apa itu Pancasila. Hanya sebagai simbol ideologi dasar negara yang dipasang di dinding sekolah dan kantor,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Seiring dengan kondisi negara yang semakin pelik, tidak dapat dimungkiri, Pancasila belum sepenuhnya bisa terlaksana. Peran generasi muda Indonesia kini semakin genting.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk merefleksikan Pancasila salah satunya dengan cukup saling menghargai keberagaman di Indonesia, kita tingkatkan lagi pemahaman arti Bhineka Tunggal Ika,&rdquo; tukas mahasiswa angkatan 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penerapannya, generasi muda malah menjadi bagian dari oknum yang merusak estetika nilai Pancasila. Beberapa isu panas terkait penghinaan terhadap Pancasila sempat merebak. Rizaldo, Gubernur BEM FKIP ikut menyayangkan hal ini. Tidak semata-mata berasal dari diri kaum muda, namun kesalahan ini juga menurutnya dari para pemegang kuasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya ini bermula dari para elite politik sekarang. Pertikaian antar ras, agama, golongan masih sering terjadi di negeri ini,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa jalan untuk menanamkan nilai cinta Pancasila ialah melalui pendidikan. Terlebih dirinya yang berasal dari fakultas keguruan, yang merupakan corong pembentuk gugus bangsa. Sehingga Pancasila tidak menjadi teks semata, namun diimpelementasikan dalam kehidupan berbangsa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pancasila memiliki nilai luhur yang mestinya kini di refleksikan oleh seluruh elemen masyarakat, terutama pemimpin bangsa hari ini,&rdquo; pungkasnya. <strong><i>(adl/dyh/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengilhami Kelahiran Pancasila dan Perayaan Ramadan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mengilhami-kelahiran-pancasila-dan-perayaan-ramadan/baca </link>
<guid> mengilhami-kelahiran-pancasila-dan-perayaan-ramadan </guid>
<pubDate> Fri, 02 Jun 2017 01:37:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memasuki bulan suci ramadan, BEM KM Unmul gelar Grand Opening Festival Ramadan pagi tadi(1/6). (Sumber foto:dok. pribadi BEM KM) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mengilhami-kelahiran-pancasila-dan-perayaan-ramadan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/47upKTfd3I.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengilhami Kelahiran Pancasila dan Perayaan Ramadan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&ndash;&nbsp;</strong>Kehadiran bulan Ramadan selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat muslim di seluruh dunia. Puasa tak bisa menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, banyak melakukan hal positif, maka semakin menambah amal kebaikan di bulan yang dipercaya oleh umat muslim penuh dengan keberkahan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Pertanyaannya, siapa yang diberkahi?&rdquo; Tanya Ustad Sani Bin Husain kepada para peserta yang hadir dalam <em>Grand Opening</em> Festival Ramadan gelaran BEM KM Unmul hari ini (1/6) di Gedung Mata Kuliah Pendidikan Karakter (MPK).</p><p style="text-align: justify;">Berkah berasal dari kata barokah yang memiliki tiga definisi, yakni memiliki nilai tambah, mendekatkan diri kepada Allah, dan menambah amal kebaikan. Jadi orang yang diberkahi di bulan Ramadan adalah orang yang bertambah iman dan taqwa serta amal kebaikan kepada Tuhan.</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan momen Hari Lahir Pancasila, Ustad Sani turut mendakwahkan kaitan Pancasila dengan Islam. Sekaligus menghapus stigma yang mengatakan bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila. Ia menyebut, kelima pasal dalam Pancasila terinspirasi dari Alquran.</p><p style="text-align: justify;">Sila pertama <em>Ketuhanan Yang Maha Esa</em> ada dalam surah Al-Ikhlas ayat 1, yang menjelaskan persepsi manusia tentang Tuhan. Sila kedua terdapat dalam Surah An-Nisa ayat 135. Dalam ayat tersebut, manusia diperintahkan untuk menjadi orang yang beradab sesuai dengan isi sila kedua <em>Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, sila ketiga terdapat dalam surah &nbsp;Al-Hujarat ayat 12 dan 13. Ayat ini berbicara tentang ke-Bhinnekaan. Bahwa manusia sengaja diciptakan dengan perbedaan suku bangsa dan bahasa agar saling mengenal. Sila keempat dalam surah As-Syu&rsquo;ara ayat 38. Ayat ini menjelaskan tentang perintah musyawarah sebelum mengambil keputusan. Yang terakhir sila kelima, terdapat dalam surah An-Nahl ayat 90. Ayat ini menjelaskan perintah Allah tentang berbuat adil, kebaikan, memberi bantuan kepada kerabat serta larangan melakukan perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.</p><p style="text-align: justify;">Diakhir ceramahnya, Sani Bin Husain menjelaskan kaitan Ramadan dengan pengamalan Pancasila. Ramadan adalah momen menyatukan umat dalam persatuan Indonesia, mengakhiri perdebatan dan menghindari perpecahan untuk kembali pada esensi diri menjadi manusia yang beradab.</p><p style="text-align: justify;">Ramadan memproduksi pemimpin-pemimpin yang memiliki disiplin kepada Tuhan karena telah berlatih menjalankan amanah puasa, yakni menahan hawa nafsu. Sedangkan sila kelima, Ramadan membantu dalam pengamalan keadilan sosial melalui zakat fitrah.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip ungkapan Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Alamsjah Ratoe Perwiranegara &ldquo;Pancasila adalah pengorbanan dan hadiah terbesar umat Islam untuk kesatuan kemerdekaan Republik Indonesia,&rdquo; tutup Sani bin Husain.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Festival Ramadan&nbsp;</strong><strong>vs</strong><strong>&nbsp;RDKB</strong></p><p style="text-align: justify;">Grand Opening Festival Ramadan dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin. Dalam sambutannya, ia mewanti agar Festival Ramadan yang digagas oleh BEM KM ini, tidak tumpang tindih dengan agenda Ramadan Di Kampus Bersama (RDKB) yang diadakan Pusdima.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap acara (Festival Ramadan) tidak tumpang tindih dengan UKM Pusdima yang punya 6 agenda. Ini 5 agenda,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi hal tersebut, Kwartanti Fajriatin selaku Menteri Sosial Masyarakat (Sosmas) BEM KM Unmul menolak sama. Ia menyebut Festival Ramadan berbeda dengan RDKB Pusdima. Menurutnya RDKB mengarah pada keislamian, sedangkan Festival Ramadan menyasar mahasiswa umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Turut berpartisipasi saja, kemudian tidak ingin adanya masalah tumpang tindih antara Pusdima dengan BEM KM ini yang membuat hubungan renggang, tujuan kita sebenarnya sama yaitu saling berbagi,&ldquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian menyebut rangkaian agenda Festival Ramadan yang diisi dengan kegiatan sosial dan berbagai perlombaan. Diantaranya lomba cerpen dan poster yang digelar se-nasional, bazar Ramadan, ngabuburit, dan buka bersama. &ldquo;Lomba cerpen ini sendiri tidak mesti bagi muslim, teman-teman yang non muslim juga dapat merasakan toleransi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan kegiatan sosial yang dimaksud adalah Gerakan Berbagi Kasih Gelora Perbaikan (Gebrek Geprek) yang diisi dengan berbagi takjil, <em>sahur on the road</em> (SOTR) dan memberikan donasi. Kwartanti menjelaskan kegiatan berbagi takjil merupakan turunan dari forum nasional Sosmas untuk bagi-bagi takjil secara serentak.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran lomba dan donasi dibuka mulai hari ini sampai dengan 11 Juni mendatang. Sedangkan bazar akan berlangsung pada 12-14 Juni yang berkolaborasi dengan Workshop Pedagang Kaki Lima (PKL). Donasi akan diserahkan pada 12 dan 13 Juni kepada Sekolah Dasar (SD) SD 026 Panja Jaya Kukar SD Filia Loa Kumbar. <strong><i>(</i></strong><strong><i>mrf/</i></strong><strong><i>krv</i></strong><strong><i>/wal</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memaknai Kebhinekaan dalam Bingkai Pancasila </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/memaknai-kebhinekaan-dalam-bingkai-pancasila/baca </link>
<guid> memaknai-kebhinekaan-dalam-bingkai-pancasila </guid>
<pubDate> Fri, 02 Jun 2017 02:13:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini dari Freijae Rakasiwi, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul 2017 dalam memperingati Hari Lahir Pancasila. (Sumber ilustrasi: galena.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/memaknai-kebhinekaan-dalam-bingkai-pancasila/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jr4o4mimGi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memaknai Kebhinekaan dalam Bingkai Pancasila</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kemerdekaan Indonesia lahir dari sebuah perjuangan yang sangat sulit mulai dari melawan penjajah sampai merumuskan dasar negara Indonesia. Tentu Indonesia mempunyai dasar dan fondasi negara yang kokoh dari Pancasila. Sangat jelas tujuan dan dasar negara kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dari marwah luhur nilai-nilai Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum Pancasila dirumuskan dan disahkan sebagai Dasar Filsafat Negara nilai-nilainya telah ada pada bangsa Indonesia yang merupakan pandangan hidup yaitu berupa nilai-nilai adat istiadat serta nilai-nilai kausa materialis Pancasila. Dengan demikian antara Pancasila merupakan marwah bangsa Indonesia. Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia. Setelah bangsa Indonesia mendirikan negara maka oleh pembentuk negara, Pancasila disahkan menjadi dasar negara Republik Indonesia. Sebagai suatu bangsa dan negara, Indonesia memiliki cita-cita dan tujuan.</p><p style="text-align: justify;">Maka dalam pengertian inilah Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia dan sekaligus sebagai asas persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan demikian Pancasila sebagai dasar filsafat negara, secara objektif diangkat dari pandangan hidup yang sekaligus juga sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia yang telah ada dalam sejarah bangsa sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Namun, banyak sekali yang melupakan atau tidak merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak muncul pertanyaan di kalangan masyarakat sekarang adalah bukankah Pancasila digali langsung dari rakyat Indonesia, bukankah Pancasila adalah cerminan jati diri bangsa Indonesia? Lalu jika demikian, mengapa tindakan serta perilaku rakyat maupun para penguasa negeri saat ini jauh dari nilai-nilai Pancasila?</p><p style="text-align: justify;">Ada berbagai fenomena yang menjadi penyebab mulai lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga perilaku penyimpangan terhadap nilai Pancasila kerap kali terjadi. Di antaranya menurunnya sosialisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat, pendidikan mengenai pengamalan nilai-nilai Pancasila yang kurang dalam masyarakat, sikap apatisme, serta berkembangnya hedonisme dan materalisme.</p><p style="text-align: justify;">Tentu kita harus resapi makna tersirat dalam sila pertama sampai sila kelima dalam Pancasila. Dengan memaknai nilai-nilai luhur Pancasila, maka kita sebagai rakyat Indonesia akan selalu berdiri tegak mempertahankan fondasi kokoh dan pilar-pilar negara Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sila pertama mengandung makna adanya keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Dan di antara makhluk ciptaaan Tuhan Yang Maha Esa yang berkaitan dengan sila ini ialah manusia. Sebagai Maha Pencipta, kekuasaan Tuhan tidaklah terbatas, sedangkan selain-Nya adalah terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia didirikan atas landasan moral luhur, yaitu berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang sebagai konsekuensinya, maka negara menjamin kepada warga negara dan penduduknya untuk memeluk dan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu di dalam negara Indonesia tidak boleh ada pertentangan dalam hal Ketuhanan Yang Maha Esa, dan sikap atau perbuatan yang anti terhadap Tuhan Yang Maha Esa, anti agama. Artinya tidak ada satupun yang boleh menistakan nilai-nilai keagamaan dan ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan sebaliknya dengan paham Ketuhanan Yang Maha Esa ini hendaknya diwujudkan dan dihidupsuburkan kerukunan hidup beragama, kehidupan yang penuh toleransi dalam batas-batas yang diizinkan oleh atau menurut tuntunan agama masing-masing, agar terwujud ketenteraman dan kesejukan di dalam kehidupan beragama.</p><p style="text-align: justify;">Sila kedua adalah mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Saling mencintai sesama manusia, Mengembangkan sikap tenggang rasa, tidak semena-mena terhadap orang lain, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, berani membela kebenaran dan keadilan, bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat dunia internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.</p><p style="text-align: justify;">Sila ketiga mempunyai tujuan menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, rela berkorban demi bangsa dan negara, cinta akan Tanah Air, berbangga sebagai bagian dari Indonesia, memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Dalam bingkai kebhinekaan persatuan merupakan harga mati bagi Indonesia tidak ada satupun yang boleh memecah belah NKRI dengan alasan dan cara apa pun.</p><p style="text-align: justify;">Sila keempat mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, mengutamakan budaya rembuk atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama, bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.</p><p style="text-align: justify;">Semua rakyat Indonesia harus menjunjung tinggi suara rakyat tanpa ada pembungkaman dengan menutup ruang-ruang demokrasi. Tentu, hal ini harus mempunyai komitmen yang kuat bagi para penyelenggara NKRI maupun rakyat Indonesia, untuk sedikit demi sedikit menuju kondisi ideal seperti yang disajikan dalam prinsip yang ada pada sila-sila di Pancasila. Agar mimpi atau impian para pejuang kemerdekaan untuk membentuk suatu masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera bisa terwujud.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir sila kelima mempunyai tujuan bersikap adil terhadap sesama, menghormati hak-hak orang lain, menolong sesama, menghargai orang lain, melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Semua masyarakat harus menjunjung tinggi supremasi hukum yang bersifat adil dan tidak pandang bulu untuk mencapai kesejahteraan rakyat dengan adil dan merata.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai ideologi bangsa, nilai-nilai dan cita-cita bangsa yang terkandung dalam Pancasila tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani moral dan budaya masyarakat Indonesia sendiri. Dan bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dan konsensus dari masyarakat. Oleh karena itu Pancasila merupakan ideologi terbuka, karena digali dan ditemukan dalam masyarakat itu sendiri dan tidak diciptakan oleh negara. Dan Pancasila adalah milik seluruh rakyat Indonesia, karena masyarakat Indonesia menemukan kepribadiannya di dalam Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Bangsa ini, mestinya bangga memiliki Pancasila. Pancasila harus jadi pedoman dalam mengelola negara. Karena itu, pembentukan peraturan perundang-undangan harus mencerminkan dan diilhami oleh nilai-nilai Pancasila, bukanlah asal mengadopsi nilai demokrasi semata. Pancasila adalah alat ukur dan pedoman yang memberi arah pembangunan demokrasi Indonesia, bukan sebaliknya. Demokrasi yang hendak dibangun adalah demokrasi berdasarkan <em>Ketuhanan Yang Maha Esa</em>, demi <em>Kemanusian Yang Adil dan Beradab</em>, bertujuan memperkokoh <em>Persatuan Indonesia</em>, didasarkan pada <em>Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan</em>, serta untuk sebuah cita-cita, <em>Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, menjadi bangsa yang besar tentu harus mengamalkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari, karena Pancasila adalah kita semua.</p><p style="text-align: justify;">Aku bangga menjadi bagian Pancasila!</p><p style="text-align: justify;">Aku cinta Indonesia!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Freijae Rakasiwi, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbulan Suci di Kampus dalam Bingkai RDKB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/berbulan-suci-di-kampus-dalam-bingkai-rdkb/baca </link>
<guid> berbulan-suci-di-kampus-dalam-bingkai-rdkb </guid>
<pubDate> Sat, 03 Jun 2017 01:47:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Syeikh Mahmmud Abdul Aziz Abedrabboh Banat, pembicara tablig akbar yang menjadi agenda baru tahun ini di RDKB Pusdima Unmul. (Sumber foto: dok.Pusdima) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/berbulan-suci-di-kampus-dalam-bingkai-rdkb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4Ouql67Lum.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbulan Suci di Kampus dalam Bingkai RDKB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Bulan Ramadan merupakan bulan yang dinanti-nanti umat Islam. Bulan suci ini agar jangan sampai melenggang sia-sia, banyak kegiatan-kegiatan keagamaan yang coba dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu UKM keagamaan di Unmul, Pusdima untuk yang ketujuhbelas kalinya menggelar Ramadan di Kampus Bersama (RDKB) Pusdima. Sebuah kegiatan rutin tahunan yang format penyelenggaraannya nyaris selalu sama. Kendati demikian, tahun ini ada rangkaian agenda berbeda yang coba diusung salah satu UKM tertua itu di RDKB.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini insyaallah ada tablig akbar pada tanggal 3 Juni. Pembicaranya Syeikh Mahmmud Abdul Aziz Abedrabboh Banat,&quot; terang Harish Jundana, Ketua Umum Pusdima.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana kegiatan yang dikhususkan untuk Ramadan, RDKB diisi dengan sejumlah rangkaian, yakni buka puasa dan sahur bersama, taklim harian, tadarus Al-Quran, tarawih dan tahajud bersama, hingga lomba-lomba khas Ramadan dan bagi-bagi takjil. Tak hanya untuk sivitas Unmul, rangkaian tersebut juga terbuka untuk umum.</p><p style="text-align: justify;">Untuk buka puasa, Pusdima, kata Haris menyiapkan 150 porsi setiap harinya. Sedang untuk sahur menggunakan sistem registrasi dengan mendaftar terlebih dahulu. Kemudian lomba-lomba, ditujukan untuk mahasiswa umum dan anak-anak untuk peserta da&apos;i cilik.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh kegiatan RDKB dilakukan di Masjid Al-Fatihah (MAF) termasuk lomba yang mengambil tempat di lantai 2 MAF meliputi tartil, tahfidz, cerpen, nasyid, da&apos;i cilik, dan hias musala (untuk LDF se-Unmul). Lomba-lomba akan dimulai besok, 3 Juni dan diumumkan 17 Juni mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Adapun kegiatan ibadah telah dimulai sejak 1 dan berakhir 25 Ramadan. Hal ini dikarenakan usai ujian, mahasiswa biasanya sudah pulang ke kampung halaman untuk liburan dan lebaran.</p><p style="text-align: justify;">Perihal animo mahasiswa, dikatakan Harish antusias. &ldquo;Alhamdulillah khusus sahur sama buka. Ada yang enggak ikut taklim tapi ikut buka. Sahur dan buka mesti yang paling antusias. Cuma ini mulai ketemu minggu tenang jadi agak maju safnya, enggak tau nanti masuk ujian,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaannya, RDKB tak sendiri. Menggandeng sejumlah pihak untuk bekerja sama, RDKB diharapkan mampu menyemarakkan Ramadan di kampus sesuai esensi dan cita-cita bulan suci. Untuk kegiatan ibadah, Pusdima bekerja sama dengan pengurus masjid Al-Fatihah. Lomba-lomba bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), tablig akbar dengan Bankaltim, sedangkan untuk buka puasa bersama dan sahur dengan donatur.</p><p style="text-align: justify;">Karena dibedakan menjadi dua ranah, RDKB pun dibuka dua kali. Pembukaan kegiatan ibadah oleh Rektor dan Grand Opening oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni didampingi Ketua Umum MUI Samarinda. Berbulan suci di kampus kian berwarna.<em><strong>&nbsp;(adn/adl/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pirates of the Caribbean: Kembalinya Musuh Bebuyutan Sparrow </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/pirates-of-the-caribbean-kembalinya-musuh-bebuyutan-sparrow/baca </link>
<guid> pirates-of-the-caribbean-kembalinya-musuh-bebuyutan-sparrow </guid>
<pubDate> Sat, 03 Jun 2017 21:56:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kelanjutan kisah bajak laut Kapten Jack Sparrow melalui film ke lima Pirates of the Caribbean ini menjadi salah satu film yang paling ditunggu para penggemar setianya. (Sumber poster: moviereview.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/pirates-of-the-caribbean-kembalinya-musuh-bebuyutan-sparrow/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TBg4oisxYu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pirates of the Caribbean: Kembalinya Musuh Bebuyutan Sparrow</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales (2017)<br>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Action, Adventure, Comedy<br>Sutradara &nbsp; &nbsp;: Joachim R&oslash;nning, Espen Sandberg<br>Produser &nbsp; &nbsp; : Jerry Bruckheimer<br>Produksi &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Walt Disney Pictures, Jerry Bruckheimer Films<br>Distributor &nbsp; &nbsp;: Walt Disney Studios Motion Pictures<br>Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Johnny Depp, Javier Bardem, Geoffrey Rush, Brenton Thwaites, Kaya Scodelario, Orlando Bloom, Keira Knightley, Paul McCartney&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Kelanjutan kisah bajak laut Kapten Jack Sparrow melalui film ke lima <em>Pirates of the Caribbean</em> ini menjadi salah satu film yang paling ditunggu para penggemar setianya. Digadang-gadang akan tayang tahun 2015, namun diundur menjadi tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">Bercerita tentang Kapten Armando Salazar (Javier Bardem) yang ingin balas dendam kepada Kapten Jack Sparrow (Johnny Depp). Kapten Salazar merupakan angkatan laut Spanyol yang ingin menghabisi bajak laut, namun ternyata masih ada satu kapal bajak laut yang tersisa. Dengan taktik mengecoh kapal, Kapten Sparrow berhasil membuat kapal Mary Silent, kapal milik Kapten Salazar memasuki Devil Triangle dan mengubah seluruh awak kapal menjadi hantu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hanya dengan trisula Poseidon yang memiliki kekuatan super yang dapat mengubah mereka menjadi manusia kembali. Selain Kapten Salazar, Henry (Brenton Thwaites) menginginkan trisula tersebut untuk mematahkan kutukan yang menimpa ayahnya (Will Turner). Sementara itu, Kapten Sparrow menginginkan trisula tersebut agar ia dapat menguasai lautan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Demi menemukan trisula itu, Henry mencari Kapten Sparrow untuk menanyakan di manakah peta tak terbaca yang dapat menunjukkan lokasi trisula. Selain bertemu Kapten Sparrow, Henry bertemu dengan Carina Smyth (Kaya Scodelario) yang merupakan seorang astronom cantik yang ingin mencari ayahnya. Berbekal jurnal Galileo yang dimiliki oleh Carina dan kompas milik Kapten Sparrow, akhirnya mereka bertiga berusaha mencari di manakah letak trisula tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan mereka mencari trisula tidak mulus, hal ini karena Kapten Sparrow tidak memiliki kapal. Hanya sebuah kapal kecil dan lusuh yang bernama The Dying Gull yang ia miliki, pun saat di tengah perjalanan mereka di kejar oleh kapal Mary Silent. Henry, Carina, dan Kapten Sparrow menaiki sekoci demi menghindari kejaran Kapten Salazar.</p><p style="text-align: justify;">Mereka sampai di sebuah pulau, mengingat Kapten Salazar dan awaknya adalah hantu maka Kapten Salazar tidak dapat mengejar mereka di daratan. Kapten Barbossa yang saat itu menjadi tawanan Salazar dijadikan alat untuk mengejar Kapten Sparrow dan kawan-kawan. Ia terpaksa menjadi tawanan Kapten Salazar agar ia dan awak kapalnya tidak dimusnahkan. Mampukah Henry, Carina, dan Jack mendapatkan trisula Poseidon? Apakah Kapten Barbossa juga menginginkan trisula tersebut? Lantas, siapakah Carina sebenarnya?</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti sebelumnya, di film ini juga dipenuhi adegan pertarungan antara perompak dan angkatan laut London. Hal yang sangat disayangkan adalah humor dan kekonyolan Kapten Sparrow yang ditampilkan. Justru, tokoh baru yang lebih mendominasi film ini. Tokoh lama seperti Will Turner dan Elizabeth Swann hanya ditampilkan beberapa saat saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Walau begitu, film ini masih menjadi favorit para penggemarnya. Di film ini kalian juga akan menemukan Paul McCartney berperan sebagai Paman Jack. Bagian serunya, adalah saat pertarungan, juga musik <em>He&rsquo;s a Pirates</em> menjadikan adegan berlayarnya kapal lebih terasa. <strong><em>(adn/els/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyisipkan Selembar Frasa Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/menyisipkan-selembar-frasa-baru/baca </link>
<guid> menyisipkan-selembar-frasa-baru </guid>
<pubDate> Sun, 04 Jun 2017 23:25:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Pandu Pratama Putra, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2014. (Sumber foto: pexels.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/menyisipkan-selembar-frasa-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PudZHNiFBh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menyisipkan Selembar Frasa Baru</h1>
			              </header>
			              <p>Banyak yang sulit diartikan oleh mereka<br>Bahkan petinggi-tinggi kaki negeri ini pun tidak<br>Banyak yang suka-suka sama<br>Tapi tidak untuk lama-lama paham<br>Biarkan lagi tanda-tanda berkata sepertinya<br>Bercahaya selayaknya esok pagi ditelan muram yang agak abadi</p><p>Semalam cerita-cerita yang rahasia telah berkata-kata<br>Figura dengan orang-orang berdasi di antara lambang negeri pun<br>Turut menutup telinga<br>Di depan yang mereka ujikan<br>Frasa demi frase itu kau terima</p><p><br>Terjadi muka takut di depan orang yang kau ajak bicara<br>Selepas nanti<br>Apa kau akan lari menuju negeri-negeri?<br>Membentuk sebidang tanya yang kau wariskan pada yang kau tinggalkan</p><p><br>Namun esok adalah sesuatu yang bisa dijabarkan pagi hari<br>Selembar maya yang ambigu<br>Penjelas tanya yang kelambu<br>Seberkas percaya yang melayu layu</p><p>Zao Shang Hou<br>Morgen<br>N-a-iwa<br>Morning</p><p>Lalu tawa mengiring dari balik jendela pagimu hari ini</p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Pandu Pratama Putra, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2014.&nbsp;</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alam Tumpuan, Mari Lestarikan! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alam-tumpuan-mari-lestarikan/baca </link>
<guid> alam-tumpuan-mari-lestarikan </guid>
<pubDate> Tue, 06 Jun 2017 00:33:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat Hari Lingkungan Hidup! Upaya pelestarian lingkungan kiranya tak sampai pada hari jadinya saja, namun terus-menerus. Manusia tidak kaya, tapi alam yang memperkaya.(Sumber foto: kbknews.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alam-tumpuan-mari-lestarikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kuhQeyxHXg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Alam Tumpuan, Mari Lestarikan!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Lingkungan hidup merupakan suatu kesatuan ruang dengan semua yang hidup di dalamnya, termasuk manusia. Hampir setiap saat kita bergantung pada alam, hingga tanpa disadari karena ketergantungan tersebut kita malah merusak lingkungan tersebut. Didasari rasa prihatin tersebut, Majelis Umum PBB kemudian menetapkan <em>World Environment Day (WED)&nbsp;</em>atau Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni sejak tahun 1972. Melalui peringatan ini setiap orang diajak untuk meningkatkan kesadaran guna mendukung dan mendorong kampanye pelestarian lingkungan hidup di dunia, termasuk di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman resmi <em>United Nations Environment Programme (UNEP)&nbsp;</em><a href="http://www.worldenvironmentday.global/"></a><a href="http://www.worldenvironmentday.global">http://www.worldenvironmentday.global</a> yang merupakan badan khusus PBB untuk kampanye Hari Lingkungan Hidup, merilis tema tahun ini yakni<em>&nbsp;&ldquo;Connecting People to Nature&rdquo;&nbsp;</em>atau &ldquo;Berhubungan dengan Alam&rdquo;. Tema ini berisi ajakan kepada masyarakat untuk berinteraksi dengan alam, mengenali dan menikmati keindahan alam, kemudian tergerak untuk melindungi bumi. Kita kembali disadarkan seberapa erat hubungan manusia dengan alam, sehingga kita bisa menjaga hubungan dengan alam. Lantas, bagaiamana kondisi lingkungan kini?</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, ada dua mahasiswa aktif berperan di bidang lingkungan yang memberikan tanggapannya. Seperti Mayang Sari, Kepala Unit Lingkungan Hidup Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Imapa) Unmul. Melihat kondisi lingkungan saat ini, Mayang mengaku prihatin, sebab berbagai persoalan lingkungan yang seakan diabaikan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa yang aktif di kegiatan pencinta alaman, ia menekankan pemerintah agar lebih tegas dalam merealisasikan peraturan yang ada. Seperti ruang terbuka hijau semestinya 30 persen. Serta perusahaan tambang mesti mereklamasi lubang tambangnya. Sudah menjadi konsekuensi, jika menggali lubang dan kemudian menutupnya kembali. Namun, tidak bagi perusahaan tambang yang bandel, lantas menelan tumbal. Menelisik soal tambang, kawasan karst pun tidak terelakkan dari kerusakan yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Rusaknya kawasan karst berawal dari penebangan vegetasi yang dijadikan kawasan tambang tadi. Akibatnya, tidak ada area penangkapan hujan, lalu jadilah banjir atau bahkan longsor. Meski begitu, pemerintah tetap memberikan izin kepada para pengusaha tambang, dengan dalih banyaknya yang bisa dimanfaatkan di kawasan karst ini.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, dalih tersebut mengesampingkan fakta bahwa mengusik kawasan karst, praktis membuat lainnya turut terusik, misalnya saja air. Notabene, air adalah kebutuhan vital masyarakat. Baik untuk dikonsumsi, maupun kebutuhan sehari-hari lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>www.jatam.org&nbsp;</em>di pelosok Kalimantan Timur, yakni Sangkulirang-Mangkalihat terdapat pegunungan karst yang bukan sekadar sumber air, tapi juga menjadi pangkal sungai-sungai besar Kalimantan. Selain itu, ia adalah rumah bagi satwa endemik dan bagian kehidupan masyarakat adat Dayak Basap. Bisa dibayangkan ketika kawasan ini disentil menjadi tambang, keseimbangan yang tadi terjaga, buyar seketika.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami aktivis lingkungan sangat menolak keras penambangan kawasan karst, karena kita sudah melihat akibat nyatanya yang terjadi di Kendeng, Pati Jawa Tengah, ketika kawasan karst itu hilang,&quot; tegas Mayang.</p><p style="text-align: justify;">Mayang serta rekannya di Imapa, turut menginvestigasi kerusakan lingkungan yang telah diekspoitasi. Dari hasil investigasi tersebut, dijadikannya bukti untuk menuntut pemerintah serta perusahaan terkait. Nantinya, mereka juga mengkampanyekan hal ini pada masyarakat. Sembari itu, pihaknya akan mengawasi pemerintah dalam mengeluarkan izin tambang, maupun pendirian pabrik semen di kawasan karst.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga pemerintah lebih bijaksana dalam mengambil keputusan terkait permohonan izin eksploitasi tambang dan mempertimbangkan kerugian lingkungan yang terjadi kedepannya,&quot;imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Andhika Wirabuana, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (Himateli) Unmul merasa minimnya kesadaran lingkungan di tingkat kampus. Sadar akan hal itu, melalui jurusannya tersebut banyak upaya demi pelestarian lingkungan yang nantinya diterapkan di lingkungan masyarakat. Misalnya, instalasi pengolahan limbah, rekayasa limbah padat, serta teknologi lingkungan tepat guna lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu bisa diterapkan dengan baik bila pembangunan dan pengembangan berjalan seirama dengan peraturan yang ditaati. Lebih dalam, Andhika menilai permasalahan di kampus perlu adanya integrasi dengan berbagai elemen. Untuk itu jurusanya bersama Himateli siap menjadi pelopor, pemberi masukan dan menemukan solusi yang tepat.</p><p style="text-align: justify;">Upaya pelestarian lingkungan kiranya tak sampai pada hari jadinya saja, namun terus-menerus. Manusia tidak kaya, tapi alam yang memperkaya. Sebab, alamlah tumpuannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Luangkan waktu kita sejenak untuk mengetahui kondisi lingkungan kita, agar kita lebih bijak dalam pemanfaatan sumber daya alam kita,&quot;tutupnya. <strong><em>(wil/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendidik Qiroah itu Bernama Yuni Mumtaz </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendidik-qiroah-itu-bernama-yuni-mumtaz/baca </link>
<guid> pendidik-qiroah-itu-bernama-yuni-mumtaz </guid>
<pubDate> Wed, 07 Jun 2017 02:21:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang meraih prestasi di dunia qiroah. (Foto: Nawwarhayyu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendidik-qiroah-itu-bernama-yuni-mumtaz/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O4hD0M3H4R.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendidik Qiroah itu Bernama Yuni Mumtaz</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Tak banyak yang tahu nama Yuni Mumtaz. Dia adalah seorang dosen perempuan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang meraih prestasi di dunia qiroah, yakni ebuah seni membaca ayat suci alquran dengan nada yang indah.</p><p style="text-align: justify;">Sejak kecil Yuni telah berada dalam lingkungan qori karena kedua orang tuanya memang seorang qiroah pula. Bakat itu terkandung dalam dirinya. &quot;Karena memang pada zaman saya SD, SMP, dan SMA belum terlalu banyak hiburan seperti HP dan televisi,&quot; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Unmul patut berbangga memiliki Yuni sebagai jajaran tenaga pendidik. Dari dunia qiroah ini, Yuni meraih prestasi cemerlang di tingkat internasional. Ia menyabet gelar juara 1 dalam perlombaan MTQ Internasional di Teheran, Iran pada 2012. Ia perwakilan Indonesia yang mengalahkan delegasi dari 56 negara. Mengenai perlombaan MTQ Internasional ini, ia menuturkan persaingan di tingkat internasional tidaklah begitu sulit. Sebaliknya, saingan tersulit justru ada di perlombaan tingkat nasional.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Yuni telah membuka bimbingan qori di kediamannya. Bimbingan ini sengaja dikhususkan untuk mereka yang sudah mahir qiroah. Bimbingan rutin dilakukan pada hari Minggu dengan &nbsp;jumlah murid bimbingan sekitar 15-20 orang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau untuk membimbing dari awal, benar-benar dari nol, mungkin <em>ndak</em> dulu saya. Kecuali sudah memiliki dasarnya walau sedikit bisa saya arahkan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengomentari tentang seleksi MTQ di tingkat universitas yang menurutnya sudah cukup bagus. Itu bisa dilihat dari semangat dan antusiasme mahasiswa yang datang dan berani mewakili fakultasnya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun sebagian ada yang memiliki keterbatasan, artinya itu masih belum paham benar dalam penilian permusabaqohan. Karena dalam permusabaqohan ada item-item tertentu yang dinilai,&quot; ungkapnya. <strong><em>(nhh/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampus Bukan Abdi Penguasa, Jangan Kebiri kebebasan Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kampus-bukan-abdi-penguasa-jangan-kebiri-kebebasan-kampus/baca </link>
<guid> kampus-bukan-abdi-penguasa-jangan-kebiri-kebebasan-kampus </guid>
<pubDate> Thu, 08 Jun 2017 02:03:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden RI, Joko Widodo kini membuat kebijakan baru terkait pemilihan rektor yang kini dipilih oleh presiden. (Sumber foto: nasional.news.viva.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kampus-bukan-abdi-penguasa-jangan-kebiri-kebebasan-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h80bUiMsom.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampus Bukan Abdi Penguasa, Jangan Kebiri kebebasan Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pemerintah hari ini yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo selalu memberikan sensasi yang menimbulkan spekulasi bahkan perpecahan yang berujung perlawanan publik terkait kebijakan tersebut. Kepanikan rezim hari ini sangat terlihat jika terkait permasalahan Ideologi. Sangat sensitif sekali terhadap pemikiran, gerakan maupun Ideologi.</p><p style="text-align: justify;">Tentu laboratorium pemimpin negara yaitu kampus tak terlepas dari perhatian pemerintah. Nampaknya, pemerintah sangat serius menangani arus pemikiran, ideologi dan gerakan di kampus yang dianggap membahayakan. Tak tanggung-tanggung, birokrasi kampus mulai dikebiri oleh pemerintah sampai hal strategis. Fenomena maraknya ideologi radikalisme yang merasuki dunia pendidikan membuat Pemerintah Pusat mengambil sikap tegas dan berusaha intervensi berlebihan di dalam otonomi kampus.</p><p style="text-align: justify;">Wacana pun dibuat oleh pemerintah yang berujung sensasi dengan mencuatnya sebuah wacana kebijakan yang membuat semua masyarakat tak habis pikir, yaitu Pemilihan Rektor di perguruan tinggi akan ditentukan Presiden.</p><p style="text-align: justify;">Apakah Presiden tidak punya kerjaan lain?</p><p style="text-align: justify;">Ini merupakan fakta yang terjadi seakan-akan mekanisme Pemilihan Rektor melalui senat pun diabaikan dengan termakan arus politik nasional sekarang. Tentu kampus harus bebas dari intervensi politik dari manapun termasuk Presiden. Jelas ini upaya politisasi pemerintah dan terkesan membagikan &quot;kue&quot; untuk amanah rektor di perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah seakan mengebiri peranan kampus. Sejatinya kampus bebas dari intervensi politik dan kepentingan apa pun. Karena kampus bukan abdi penguasa, siapapun penguasanya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, alasan yang tidak masuk akal bahwa Pemilihan Rektor ini dengan dasar maraknya ideologi radikalisme yang merasuki dunia pendidikan membuat Pemerintah Pusat mengambil sikap tegas.</p><p style="text-align: justify;">Jelas ini terlalu menggeneralkan sebuah masalah, padahal ini cuma satu kampus yang bermasalah dan seharusnya pemerintah harus menindak yang bermasalah melalui Menristekdikti tanpa perlu menerapkan kebijakan konyol seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">Kekhwatiran yang disampaikan pemerintah yakni adanya ideologi selain Pancasila yang menyusup dalam perguruan tinggi. Hal konyol yang membuat masyarakat memutar otak, sudah jelas kampus mempunyai visi dan misi untuk memberikan solusi terbaik bagi perbaikan Indonesia secara akademis dan ilmiah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila melalui civitas akademika. Dan tidak mungkin kampus memecah NKRI dengan ideologi salah yang ditakutkan oleh pemerintah sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Kampus adalah tempat yang potensial bagi pengembangan wacana dan gerakan pemikiran. Selain karena sebagai wadah berkumpulnya para cendikia, mahasiswa memang kelompok yang bergairah dengan eksistensi dan aktualisasi diri dan kampus merupakan pengontrol pemerintah yang selalu berdiri di tengah untuk memberikan kritik dan solusi secara ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">Kampus juga tempat untuk melahirkan generasi emas. Hampir semua mereka yang memimpin di berbagai bidang hari ini adalah lulusan kampus yang berbasis akademis dan ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, upaya &quot;kebiri&quot; kampus dapat diniliai terlalu gegabah dan emosional. Bagaimana tidak, debat mengenai definisi radikal, ekstrim dan gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila terlalu dini dianggap selesai.</p><p style="text-align: justify;">Saya menduga, &quot;kebiri&quot; kampus oleh rezim adalah kelakuan yang dipengaruhi oleh konstelasi politik nasional. Setidaknya ada tiga alasan mengapa kebijakan ini begitu vulgar disuarakan.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, ada semacam paranoid terhadap gerakan radikal yang menyusup dalam kampus. Kedua, upaya menjadikan kampus sebagai alat politik melapangkan kekuasaan dan menimbulkan politik praktis. Terakhir, tentu bentuk upaya pembungkaman suara kampus yang terlalu mengkritik pemerintah sehingga pemerintah berupaya menutup ruang demokrasi kampus dalam pemlihan rektor dan membungkam kebebasan berekperesi dalam kampus.</p><p style="text-align: justify;">Parahnya, upaya pembatasan tersebut lebih bersifat politis dan nonakademis. Tentu ini menutup ruang demokrasi di dalam kampus dan mengabaikan hak politik senat dalam memilih rektor. Ini hal konyol yang menjadi ketakutan Presiden, padahal bisa diminimalisir dengan upaya preventif melalui Menristekdikti tanpa harus Presiden turun tangan mencampuri urusan &quot;dapur&quot; perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah PTS dan PTN sebanyak 4.198 PT di Indonesia. Jika benar diterapkan, Presiden Joko Widodo bukan sebagai Presiden &quot;negara&quot;, tapi Presiden &quot;kampus&quot; yang hanya sibuk melantik rektor saja.</p><p style="text-align: justify;">Hal konyol ini jangan sampai terjadi, suara perlawanan harus terus disuarakan, karena kampus sebagai pusat kajian berbagai pemikiran harus diberikan kebebasan dalam memilih pemimpinnya.</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya rektor itu dipilih oleh senat, dan mengikuti regulasi yang telah ada dengan mekanisme 65% senat, dan 35% suara Menristekdikti. Tidak boleh ada intervensi politik sekecil apa pun. Kalau kemudian perguruan tinggi di politisasi jelas membuat kenetralan kampus hilang dan tidak dipercaya oleh masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Maka yang harus dilakukan, bagaimana presiden memberikan sebuah penekanan kepada menteri di dalam melakukan pengawasan dan penerapan seluruh proses peraturan pendidikan tinggi di dalam UU Dikti.</p><p style="text-align: justify;">Sebaiknya pemerintah jangan &quot;baper&quot; dengan kondisi politik nasional. Seharusnya pemerintah sibuk mencari formulasi untuk meingkatkan taraf kampus di Indonesia sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak menyusahkan masyarakat dengan mahalnya biaya masuk perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Berhentilah bermain sandiwara dengan memainkan kebijakan salah kaprah, ini adalah kemunduran bangsa dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh para penguasa Orde Baru yang jelas tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Kampus adalah tempat merdekanya cara berpikir. Tidak boleh dipasung. Memasung gerakan kampus adalah merencanakan kemunduran bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Panjang umur perlawanan!</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Freijae Rakasiwi, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul 2017</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekalan KKN 43, Sjaifudin Minta Mahasiswa Jangan Ada Pergerakan Apa Pun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-43-sjaifudin-minta-mahasiswa-jangan-ada-pergerakan-apa-pun/baca </link>
<guid> pembekalan-kkn-43-sjaifudin-minta-mahasiswa-jangan-ada-pergerakan-apa-pun </guid>
<pubDate> Fri, 09 Jun 2017 01:36:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KKN 43 kini telah memasuki musim pembekalan. LP2M kembali padat. (Sumber foto: unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-43-sjaifudin-minta-mahasiswa-jangan-ada-pergerakan-apa-pun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bhfXZDQTI6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pembekalan KKN 43, Sjaifudin Minta Mahasiswa Jangan Ada Pergerakan Apa Pun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> KKN 43 kini telah memasuki musim pembekalan. LP2M kembali padat. Jadwal pembekalan dan informasi lainnya ikut beredar, disebar oleh akun satu ke akun lain hingga menyebar luas ke grup-grup kelompok KKN daerah. Namun, sama seperti beberapa bulan sebelumnya, mahasiswa lagi-lagi kebingungan mendapati informasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya hari ini (8/6), Sjaifudin, bagian helpdesk LP2M membenarkan kabar akan adanya pembekalan KKN 43. Sjaifudin memaparkan ada dua jenis pembekalan, yakni pembekalan individu dan pengarahan teknis (kelompok). Individu, ialah wajib diikuti oleh setiap peserta KKN. Sedangkan kelompok hanya diikuti oleh ketua kelompok atau yang mewakili.</p><p style="text-align: justify;">Untuk pembekalan individu, yang perlu diperhatikan, kata Sjaifudin, ialah jenis KKN-nya saja. Tidak perlu berpatokan dengan lokasi KKN. Mengingat saat ini adalah hari-hari UAS. Dengan begitu, mahasiswa bisa mengatur jadwal UAS dengan tetap bisa mengikuti pembekalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misal kamu KKN Samarinda yang hari Senin, tapi karena UAS kamu bisa ikut yang Kukar hari Selasa. Karena materinya sama aja. Tapi itu kalau memang bertabrakan dengan UAS loh ya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, jadwal pembekalan individu untuk KKN P2M Reguler Mandiri Acak dan Non Acak akan digelar 12-14 Juni di Auditorium Unmul dengan dua sesi setiap harinya. Sesi pertama pukul 9.00-12.00 dan sesi kedua jam 13.00-15.30. Dalam dua sesi tersebut akan dipaparkan materi-materi berupa pengelolaan keuangan desa, teknik pemberdayaan masyarakat desa, pengelolaan administrasi desa, pengelolaan Bumdes, pemetaan masalah dan potensi desa, energi terbarukan dan penjernihan air, kesehatan masyarakat dan tanaman obat, serta pengembangan potensi perikanan, pertanian, dan peternakan yang akan disampaikan oleh akademisi Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berikut uraian jadwal pembekalan KKN P2M Reguler Mandiri Acak dan Non Acak:</strong></p><p style="text-align: justify;">Samarinda dan Bontang, Senin, 12 Juni, pukul 09.00-`12.00</p><p style="text-align: justify;">Balikpapan, PPU, Kutim, dan Kubar, Senin, 12 Juni pukul 13.00-15.30</p><p style="text-align: justify;">Kukar (kelompok 1 sampai 52), Selasa, 13 Juni pukul 9.00-12.00</p><p style="text-align: justify;">Kukar (kelompok 53-103), Selasa, 13 Juni pukul 13.00-15.30</p><p style="text-align: justify;">Berau dan Paser, Rabu, 14 Juni pukul 09.00-12.00</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, untuk KKN Tematik Kompetensi, berikut jadwalnya:</p><p style="text-align: justify;">Berau, Paser, PPU, Kukar, Kutim, Balikpapan, dan Bontang, Rabu, 14 Juni pukul 13.00-15.30</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 1 sampai 44), Kamis, 15 Juni pukul 09.00-12.00</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 45 sampai 89), Kamis, 25 Juni pukul 13.00-15.30</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 90-134), KKN Profesi (kelompok 299-300), dan peserta KKN DSM, Jumat, 16 Juni, pukul 9.00-13.00, dan Samarinda (kelompok 135-176) Jumat 16 Juni pukul 13.00-16.00</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, pembekalan individu ini bersifat wajib diikuti oleh seluruh peserta KKN dengan mengenakan pakaian rapi dan almamater.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, untuk jadwal pengarahan teknis KKN 43 akan digelar di kantor LP2M lantai 3 dan akan diisi oleh Ketua LP2M dan helpdesk KKN. Pengarahan ini hanya diikuti oleh ketua kelompok atau yang mewakili. Khusus untuk pengarahan ini, harus diperhatikan lokasi KKN dan jenis KKN yang diikuti.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berikut ini adalah jadwal pengarahan teknis KKN 43:</strong></p><p style="text-align: justify;">KKKN P2M Regular Mandiri Acak:</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 1 sampai 27) Rabu, 14 Juni pukul 08.30-10.00</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 28-54) Rabu, 14 Juni pukul 10.00-11.30</p><p style="text-align: justify;">Samarinda dan Bontang Rabu, 14 Juni pukul 13.00-14.30</p><p style="text-align: justify;">KKN P2M Reguler Mandiri Non Acak:</p><p style="text-align: justify;">Bontang, Balikpapan, PPU, Kamis, 15 Juni pukul 08.30-10.00</p><p style="text-align: justify;">Kukar (kelompok 1-27) Kamis, 15 Juni pukul 10.00-11.30</p><p style="text-align: justify;">Kukar (kelompok 28-54) Kamis, 15 Juni pukul 13.00-14.30</p><p style="text-align: justify;">Kukar (kelompok 55-81) Jumat, 16 Juni pukul 08.30-10.00</p><p style="text-align: justify;">Kukar dan Kutim (kelompok kukar 82 sampai Kutim 5) Jumat, 16 Juni pukul 10.00-11.30</p><p style="text-align: justify;">Kutim, Kubar, dan Paser (kelompok Kutim 6, Kubar 1-7, sampai Paser 10) Jumat, 16 Juni pukul 13.00-14.30</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berikutnya, jadwal KKN P2M Tematik Kompetensi:</strong></p><p style="text-align: justify;">Paser dan Berau (non acak) dan Samarinda (tematik kompetensi) (kelompok Paser 11 sampai Samarinda 6) Senin, 19 Juni pukul 08.30-10.00</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 7 sampai 33) Senin, 19 Juni pukul 10.00-11.30</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 34 sampai 60) Senin, 19 Juni pukul 13.00-14.30</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 61-87) Selasa, 20 Juni pukul 08.30-10.00</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 88-114) Selasa, 20 Juni pukul 10.00-11.30</p><p style="text-align: justify;">Samarinda (kelompok 115-141) Selasa, 20 Juni pukul 13.00-14.30</p><p style="text-align: justify;">Samarinda dan Bontang (kelompok Samarinda 142 sampai Bontang 2) Rabu, 21 Juni pukul 08.30-10.00</p><p style="text-align: justify;">Bontang, Balikpapan, Kukar, Kutim, PPU, Paser, Berau (tematik kompetensi) dan Samarinda (profesi) (kelompok Bontang 3 sampai Samarinda 2) Rabu, 21 Juni pukul 10.00-11.30</p><p style="text-align: justify;">Untuk KKN kerja sama Unmul dengan pihak ketiga, tahun ini hanya ada PU-PERA dan DSM, program yang diselenggarakan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pembekalan peserta KKN PU-PERA akan digelar 12-13 Juni di Aula Serbaguna Rektorat lantai 4 pukul 8.00-17.00 sore. Adapun, lokasi yang mendapatkan kerja sama ini yakni Paser dan PPU dengan tema kampung hijau, Bontang dan Balikpapan tentang sanitasi, Samarinda dan Tenggarong tentang pemukiman kumuh. Pemilihan penerima kerja sama ini dipilih langsung oleh kementerian. Sedangkan untuk KKN Kebangsaan terdata ada lima orang dan siap diberangkatkan 19 Juli mendatang ke Gorontalo.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, perkara pemberangkatan masih belum dapat dipastikan karena masih dalam proses koordinasi LP2M dengan Pemda. Kendati begitu, Sjaifudin menyebut sekitar tanggal 3 Juli Pemda sudah menerima, tapi itu pun masih tentatif.</p><p style="text-align: justify;">Kebingungan lain juga soal pengambilan buku pedoman dan laporan harian. Buku tersebut diterima sepaket. Yang baru bisa diambil adalah buku untuk KKN jenis Reguler Mandiri Acak. Sedangkan untuk Reguler Mandiri Non Acak bisa diambil mulai esok hari (9/6). Sedangkan untuk jenis Kompetensi dan Profesi masih dalam proses dan akan dikabari apabila sudah siap dibagikan.</p><p style="text-align: justify;">Terkait buku panduan yang berbentuk PDF yang telanjur beredar, dikatakan Sjaifudin legal. Ia berpesan, kepada seluruh peserta KKN Acak dan Non Acak untuk segera menetapkan ketua, sekretaris, dan bendahara. Dan secara umum, ia tegas melarang untuk melakukan koordinasi dalam bentuk apa pun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biarlah itu menjadi urusan LP2M dengan Pemda dan Pemda dengan lurah atau camat agar tidak terjadi kebingungan dan hal-hal yang tidak diinginkan. Mahaiswa sabar saja dulu. Jangan ada pergerakan apa pun. Soal posko juga nanti akan diupayakan diurus oleh LP2M,&rdquo; pungkasnya.<em>&nbsp;</em><strong><em>(a</em><em>ml/wal)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjaga Laut: Jangan Seperti Lilin, Menyinari dengan Merusak Diri! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjaga-laut-jangan-seperti-lilin-menyinari-dengan-merusak-diri/baca </link>
<guid> menjaga-laut-jangan-seperti-lilin-menyinari-dengan-merusak-diri </guid>
<pubDate> Fri, 09 Jun 2017 02:13:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari ini diperingati sebagai Hari Laut Sedunia? Peringatan ini dilakukan sejak 8 Juni 1992 silam oleh Kanada di Earth Summit di Rio de Janeiro, Brasil. (Sumber foto: worldoceanday.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjaga-laut-jangan-seperti-lilin-menyinari-dengan-merusak-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7QBi6h1miP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menjaga Laut: Jangan Seperti Lilin, Menyinari dengan Merusak Diri!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tahukah kamu hari ini, diperingati sebagai Hari Laut Sedunia? Peringatan ini dilakukan sejak 8 Juni 1992 silam oleh Kanada di<em>&nbsp;Earth Summit</em> di Rio de Janeiro, Brasil. Lalu, disahkan PBB pada akhir tahun 2008. Sejatinya, laut sumber kehidupan manusia paling besar, apalagi sebagian wilayah bumi merupakan perairan. Sudah sepantasnya dijaga dan tidak merusak ekosistem di dalamnya. Namun, meski diperingati setiap tahunnya tidak membuat keadaan laut menjadi semakin baik, bahkan sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, simak tanggapan Hezron selaku Ketua Umum Fishery and Marine Diving Club (Fin-DC), Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul. Salah satu orang yang berperan aktif ikut menjaga kelestarian laut. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memaknai hari laut dengan bersyukur, sebagai bentuk timbal balik kita dari apa yang telah diberikan laut terhadap kita,&quot; tutur Hezron.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa yang aktif mengeksplor laut, ia menyatakan Kalimantan menjadi salah satu pulau dengan terumbu karang yang terus berkurang setiap tahun. Maka, Fin-DC membuat apartemen ikan sebagai pengganti rumah ikan.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, mengapa bisa berkurang? Pertama, cara yang dilakukan untuk memperoleh hasil laut salah. Beberapa dari pemburu hasil laut ini, menggunakan bom, praktis merusak terumbu karang. Hasil ikan yang didapat memang banyak, namun tak sebanding dengan kelestarian penghuni lautan dalam waktu jangka panjang. Kedua, pencemaran air laut pun semakin terlihat. Sampah dan limbah yang bermuara ke laut, akibatnya pun merusak ekosistem laut. Ketiga, ada pula penambangan pasir pantai hingga pembangunan pemukiman di sekitar pantai secara tidak langsung mempengaruhi ekosistem laut, dan lagi-lagi terumbu karang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal ini sulit dicegah bila kita hanya melakukannya sendiri. Tanpa adanya bantuan dari pihak lain. Disatu sisi nelayan juga tidak dapat stop untuk melaut menangkap ikan menggunakan <em>troll</em> karna itu sudah menjadi mata pencahariannya,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu mari bersama ikut melestarikan salah satu sumber daya alam terbesar ini. Sumber kehidupan semua makhluk hidup di bumi. Seperti moto hidup yang diutarakan Hezron berikut, &ldquo;Hiduplah seperti matahari, karena matahari menyinari tanpa menghancurkan dirinya sendiri, jangan hidup seperti lilin yang mampu menerangi tapi menghancurkan dirinya sendiri.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Mari menjaga agar laut tetap bersih. Berusaha bersama bagi kehidupan dengan tidak merugikan diri sendiri. <strong><em>(ubg/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesan Melati Putih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/pesan-melati-putih/baca </link>
<guid> pesan-melati-putih </guid>
<pubDate> Sat, 10 Jun 2017 02:13:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen dari Grifaldo Frizky Wibowo, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia 2015, FIB.(Sumber ilustrasi:  https://goo.gl/images/xwWK5T) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/pesan-melati-putih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eGA3qNel9s.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pesan Melati Putih</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gelap mulai menyelimuti malam dengan beberapa potongan awan hitam. Di sudut kamar aku memandang lurus ke sebuah jendela persegi, mengantarkan angin untuk bersapa sejenak dengan tubuhku. Aku menggigil, di tandai dengan bulu-bulu halus berdiri di sekujur kulitku. Waktu kini telah menunjukan seperempat malam, tapi aku masih menatap haus ke arah jendela. Aku bertanya pada diriku &ldquo;Siapa dia?&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kini aku takut, aku sangat takut. Aku berdiri dan langsung menutup jendela dengan rasa takut. Aku membenamkan diriku kedalam selimut berharap bisa bersembunyi di dalamnya. Hingga beberapa saat aku pun tertidur melenyapkan rasa takutku untuk sementara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lantunan adzan subuh membangunkanku. Aku berdiri dan merapikan tempat tidurku. Setelah rapi, aku membuka jendela lalu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersuci. aku mengambil mukenah yang tergantung di kamar dan melakukan shalat. Mulai ku sebut namaNya lalu sedikit berdialog denganNya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tok, tok, tok. (Suara ketukan pintu)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sayang, kamu sudah bangun?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya ayah, aku sudah bangun.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah ku bukakan pintu, ayah memelukku dan mencium kepalaku. Hal rutin yang selalu di lakukannya ketika ia harus berangkat ke luar kota. Suatu hal yang tidak bisa aku terima. Membuatku sedih setiap aku harus sendirian. Tetapi perasaan itu selalu ku sembunyikan agar ayah tidak mencemaskanku ketika ia harus pergi untuk bekerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ayah akan pergi selama dua hari, apa kamu tidak apa-apa?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak ayah, aku tidak apa-apa, aku bisa jaga diri.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Syukurlah kalau begitu ayah bisa berkerja dengan tenang.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pagi ini ada perkuliahan di kampus, aku harus segera bergegas dan bersiap-siap. Aku berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Samarinda. Kali ini ayah mengantarku berangkat kuliah, di dalam mobil ayah bertanya banyak tentang hari-hariku di perkuliahan, aku hanya sesekali menjawab dan mengisyaratkan sesuatu padanya. Sesampainya, aku turun dan berpamitan padanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ayah hati-hati?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, kamu jaga diri baik-baik selama ayah pergi!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku hanya mengangguk dan mulai menutup pintu. Dengan perlahan aku berjalan masuk melewati gerbang kampus. Belum saja mobil ayah menghilang, terdengar suara sahutan dari seorang perempuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kinan?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menoleh, Tetapi tidak ada siapa pun ku dapat dalam pandanganku. Kali ini dia datang lagi. Suara yang selalu memanggilku. Suara yang membuatku takut. Suara yang membawa pesan yang tidak ku pahami. Karena perkuliahan segera dimulai. Aku mengalihkan semua rasa takutku. Aku melangkah di antar hembusan angin yang mendorong tubuhku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pagi ini Pak Mardoko menitip pesan tentang keterlambatannya. Sedikit membuatku bisa beristirahat sejenak. Aku duduk tepat di bawah jendela. Sengaja ku buat wajahku beradu dengan hangatnya mentari pagi. Burung-burung menari berpasang-pasangan. Sepertinya mereka ingin menghiburku. Iya, hari ini aku sedikit kesepian. Karena kesekian kalinya ayah harus pergi ke luar kota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ayah memang sering pergi meninggalkanku. Mungkin karena faktor pekerjaannya yang berpindah-pindah. terkadang dia meninggalkanku selama tiga hari, empat hari, bahkan pernah sangat lama yang membuatku malas menghitungnya. Aku tidak mungkin mengeluh tentang pekerjaannya. Karena aku tau, dia melakukan itu agar kami tidak satu hari pun merasakan perut kosong. Ayah adalah sosok penyayang. Dulu, saat ketika aku belum mengerti arti tentang hidup, dia selalu menjawab rasa penasaranku akan sesuatu. Hingga aku menjadi seseorang yang dewasa. yang harus menjadi&nbsp;</span><span>pribadi yang mandiri.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kinan?&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tiba-tiba suara itu berdengung di telingaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku terkejut dan menoleh ke luar jendela. Aku melihat sosok perempuan, memanggilku dengan tatapan yang seakan ingin mengajak untuk berbicara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kinan?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sambil melambaikan tangan mengisyaratkan aku untuk menemuinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siapa dia?&rdquo; tanyaku dalam hati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku berdiri meninggalkan kursi menuju tempatnya berada. Dengan langkah perlahan dan pandangan masih ke arah luar jendela, aku melihatnya tersenyum ke arahku. Aku sedikit takut, tapi rasa takut itu tenggelam oleh rasa penasaranku. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri. Siapa dia, siapa sosok perempuan ini. Apakah dia yang selalu menggangguku. Apakah dia yang selalu memanggilku tanpa ada wujud yang hadir dalam penglihatanku. Aku harus segera menemuinya, untuk menanyakan maksud dan tujuannya. Aku bergegas mendatanginya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf, ada apa memanggilku?&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia hanya tersenyum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kamu siapa? Apa kita pernah saling mengenal?&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia masih saja tersenyum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apakah kamu yang selalu memanggilku?&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia tetap saja tersenyum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku heran kenapa perempuan ini tidak menjawab satu pun pertanyaanku terhadapnya. Sekali lagi aku memperhatikan wajahnya. Memperhatikan detail bentuk tubuhnya. Aku seperti mengenal sosok perempuan ini. Tapi, siapa dia. Ciri khas senyumnya mengingatkanku akan sesuatu yang pernah aku temui sebelumnya. Apakah dia teman masa kecil ku. tapi, kenapa tidak sedikit pun aku mengingatnya. Sosoknya membuat aku semakin penasaran, ttentang siapa dia sebenarnya. Aku bertanya kembali kepadanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia masih saja diam dan tersenyum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika tidak ada yang ingin kamu sampaikan, aku akan pergi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian aku berbalik badan dan melangkah &nbsp;meninggalkannya. Beberapa langkah aku berjalan. Dia menyahutiku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku, aku adalah Melati Putih!&rdquo; sahutnya kepadaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku berbalik badan dan menoleh kepadanya. Tapi aku tidak menemukan lagi sosok yang tadi berdiri di belakangku. Mataku berlomba-lomba mencari keberadaannya. Kemana dia pergi. kenapa cepat sekali dia menghilang. Siapa dia, siapa Melati Putih itu. Aku heran dan aku sangat bingung. Aku bertanya-tanya sendiri, siapa dia sebenarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tok, tok, tok. Suara ketukan pintu tiba-tiba membangunkanku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku terkejut, tentang apa yang telah aku lewati hanyalah sebuah mimpi. Aku bangun dan bertanya tentang mimpi yang barusan saja ku alami. Ternyata rasa takut ini membawaku jauh hingga ke dalam mimpi. Aku melihat kearah jam di dinding yang menunjukan waktu pukul 6 pagi. Aku pun bangkit untuk membukakan pintu kamar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sayang, lekas mandi! Ayah sudah menyiapkan sarapan di dapur.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, ayah.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda jauh dengan mimpiku. Ternyata hari ini ayah tidak meninggalkanku. Aku cukup senang. Bergegas aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu, aku langsung menuju ruang makan. Selesainya menghabiskan sarapan. Aku dan ayah bersantai menyaksikan berita pagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;kamu begadang yah semalam! sampai kesiangan seperti ini.&rdquo; tanyanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya ayah, hanya mengerjakan sedikit tugas kuliah.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lain kali tugasnya langsung di kerjakan! Jangan menunggu waktu malam.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, yah.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena ini hari minggu. Ayah akan menemanimu seharian.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&nbsp;Akupun cukup senang mendengarnya&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh iya, yah, apa ayah pernah mendengar Melati Putih?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dimana kamu mendapat nama itu!&rdquo; ayah langsung terkejut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semalam aku bermimpi bertemu dengannya,&rdquo; jawabku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dangan tersenyum ayah menjawab,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sepertinya dia merindukanmu sayang. Itu panggilan yang ayah berikan buat ibumu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku terkejut dan saat itu juga aku menangis di pelukan ayah. Menangis tentang ibu yang melahirkanku, mengorbankan nyawanya demi diriku. Semoga ibu bahagia di sana</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terima kasih ibu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong><span>Ditulis oleh&nbsp;</span></strong></em><span><em><strong>Grifaldo Frizky Wibowo, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia 2015, FIB.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FKIP Menguliti UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkip-menguliti-ukt/baca </link>
<guid> bem-fkip-menguliti-ukt </guid>
<pubDate> Sat, 10 Jun 2017 02:56:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sehari pasca hari lahir Pancasila, di Gedung IKA Alumni Unmul, BEM FKIP Unmul menguliti sistem UKT. (Foto: Mahameru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkip-menguliti-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i5fUZEktxU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM FKIP Menguliti UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sehari pasca hari lahir Pancasila, di Gedung IKA Alumni Unmul, BEM FKIP Unmul menguliti sistem UKT. Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul 2016 yang juga sempat menjabat Menteri Advokasi dan Kesehahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul 2015 ditunjuk sebagai pemateri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menurut saya, di bulan ini (diskusi UKT) sudah sangat terlambat. Artinya apa? Teman-teman akan mengulang kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Kalau mau diskusi UKT bagusnya Desember dilanjut Januari karena itu masa-masa SNMPTN dan SBMPTN,&quot; tukas Teguh.</p><p style="text-align: justify;">Kendati terlambat, diskusi tetap dilanjutkan. Teguh memapar akan gamblang segala aspek menyangkut UKT. Mulai sejarah hingga eskalasi ke depan untuk gerakan mahasiswa Unmul dalam napasnya mengadvokasi dan mengawal UKT.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Sejarah UKT</strong></p><p style="text-align: justify;">Sistem ini mulai diberlakukan pada 2013 di Universitas Indonsia (UI) dengan melakukan penggolongan uang kuliah berdasarkan kemampuan pembayaran setiap semester. Kemudian sistem ini lantas diimplementasikan ke seluruh perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pada 2009-2010 Dirjen Dikti menelurkan kebijakan seluruh universitas di Indonesia memiliki badan hukum. Tujuannya untuk dapat menarik dana dari pihak ketiga (investor). Sebab saat itu Indonesia sedang devisit anggaran. Walhasil, keluarlah kebijakan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang dianggap memiliki nilai komersial untuk lembaga serta kegiatan pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian pada 2012, BHP berganti nama menjadi Undang-Undang Pendidikan Tinggi dan disahkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan disahkannya undang-undang tersebut, lahirlah sistem pembayaran uang kuliah bernama UKT.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa Itu UKT dan Bagaimana Sistemnya?</strong></p><p style="text-align: justify;">UKT merupakan keseluruhan biaya oprasional, pembelajaraan mahasiswa setiap semester. Dengan cita-cita memberikan subsidi silang berdasarkan kondisi kemampuan ekonomi wali mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, ciri UKT ialah adanya penggolongan biaya kuliah, sehingga setiap mahasiswa tidak membayar besaran yang sama. Sistem ini hakikatnya tunggal, artinya tidak akan ada penarikan biaya lain karena semua pembiayaan ada dalam tubuh UKT yang dibayarkan tiap semester.</p><p style="text-align: justify;">UKT memiliki rumusan, yaitu: UKT= biaya tunggal (variabel cost)-BOPTN (Bantuan Oprasional Perguruaan Tinggi Negeri). Biaya tunggal atau variabel cost merupakan biaya pengeluaran selama kuliah. Dengan asumsi delapan semester. Sedangkan BOPTN merupakan dana dari pihak Dikti, yang diberikan kepada seluruh universitas negeri di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Perjalanan UKT di Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah disahkannya UU Perguruan Tinggi, beberapa universitas mencoba menerapkan sistem UKT, salah satunya Unmul. Namun, yang didapat justru beragam aksi penolakan mahasiswa. Di awal kemunculaannya timbul masalah kasuistik, seperti penggolongan yang tidak sesuai.</p><p style="text-align: justify;">2014, BEM KM Unmul bersama lembaga mahasiwa fakultas, membahas bersama UKT. Oleh sebab setiap fakultas memilih menyelesaikan kasus ini dengan cara mereka masing-masing, di tahun yang sama SOP penyesuaian UKT dikeluarkan.</p><p style="text-align: justify;">2015, ternyata ada lembaga kampus yang tidak mengetahui keberadaan SOP penyesuaian UKT. Kemudian 2016, BEM KM Unmul membuat aliansi tim khusus mengurusi UKT dan tim itu tersebar di semua fakultas. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jatah BOPTN yang berbeda-beda juga jadi salah satu yang kian memperuncing UKT. Unmul harus memaksimalkan bantuan yang ada.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>UKT Penyesuaian</strong></p><p style="text-align: justify;">Sekarang UKT tidak lagi bicara naik atau turun, tetapi penyesuaian. Apabila UKT awal sebesar Rp5 juta namun orangtua mengalami penurunan penghasilan, UKT dapat diturunkan ke golongan yang lebih rendah. Sebaliknya, jika orangtua mendapatkan kenaikan penghasilan, maka UKT pun bisa naik ke golongan lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan penyesuaian ini perlu dilakukan secara objektif. Untuk mengurangi kesalahan, kata Teguh, maka yang mesti dilakukan adalah survei lapangan seperti yang dilakukan oleh teman-teman BEM FKTI.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Eskalasi Gerak Mengawal UKT</strong></p><p style="text-align: justify;">UKT nampaknya masih akan menjadi isu kampus yang bernapas panjang. Naas, perkara ini tak diimbangi dengan penerus yang mengerti aturan main UKT. Pikir Teguh, ada dua cara mengawal UKT yakni dengan mengkaji Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan pembuatan tim khusus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kaji BKT. Apakah relevan dengan jurusan. Kedua, buat tim khusus masalah UKT di universitas dan setiap fakultas. Namun, dengan jobdesk yang berberda. Fakultas mengkonsolidasi, universitas yang mengkoordinasi,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">UKT ini merupakan tanggung jawab bersama. Berkumpul, berdiskusi, dan mencari solusi mengenai masalah ini harus ada dan berdenyut, tidak menunggu momentum semata.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Arif Tirtana, Kepala Dinas Advokasi BEM FKIP mengatakan adanya diskusi ini adalah sebagai ajang pemantik. Bersama pihaknya, Arif telah menyiapkan langkah ke depan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pasca ini akan diadakan konsolidasi dengan seluruh lembaga se-FKIP bersama Pak Dekan atau Pak Wakil Dekan II. Kami juga akan mencoba seperti teman-teman di FKTI,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati telah memulai langkah, BEM FKIP dikatakan Arif kecolongan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami kecolongan. Bahkan Wakil Dekan II Bagian Keuangan juga masih belum paham dengan sistem (UKT) ini. <em><strong>(mpr/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesona Media Sosial, Kuota, dan Ancaman Gangguan Kejiwaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/pesona-media-sosial-kuota-dan-ancaman-gangguan-kejiwaan/baca </link>
<guid> pesona-media-sosial-kuota-dan-ancaman-gangguan-kejiwaan </guid>
<pubDate> Sat, 10 Jun 2017 21:11:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Harta, tahta, kuota," ungkapan sebuah anekdot. Saat ini siapa yang tahan melewatkan hari tanpa mengecek sosial media? (Sumber ilustrasi: batam.tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/pesona-media-sosial-kuota-dan-ancaman-gangguan-kejiwaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jczOnctv4k.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pesona Media Sosial, Kuota, dan Ancaman Gangguan Kejiwaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Siapa di antaramu yang hari ini tidak memiliki akun media sosial? Terlepas dari membuat candu atau tidak, media sosial memang tak dapat dimungkiri sebagai sesuatu yang kini teramat penting dan sulit meninggalkannya walau sebentar. Tak pelak, banyak yang menyebut media sosial adalah berhala jenis baru.</p><p style="text-align: justify;">Bicara media sosial dan beragam fitur suguhannya, berarti kita bicara soal kuota data internet. Mereka tak terpisahkan. Ibarat sepatu dengan talinya, begitulah hubungan antara keduanya. Adanya fitur-fitur anyar dari tiap <em>platform</em> media sosial, membuat penggunanya tak segan menghabiskan isi dompet demi kuota. &quot;Harta, tahta, kuota,&quot; ungkapan sebuah anekdot. Saat ini siapa yang tahan melewatkan hari tanpa mengecek sosial media? Dari pekerja hingga mahasiswa, semua ingin eksis di dunia maya.</p><p style="text-align: justify;">Perilaku ini sudah masuk dalam daftar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Health Disorders (DSM-V) dan sudah sejak lama diperlajari. Sedari 1996 Dr. Kimberly Young bahkan telah menulis paper mengenai gangguan mental itu. Ia menekankan bahwa candu internet sama dengan gejala kecanduan lain, tapi lebih kepada impuls kontrol diri. Pecandu merasa mendapatkan kepuasan yang tidak didapatkannya di dunia nyata.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, berdasarkan laporan yang ditulis antropolog Universitas of Sydneyc, Stephen Juan, Ph.D ada beberapa tanda seseorang mengidap Internet Addiction Disorder (IAD) yakni: selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada, jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai internet.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang, mengakses internet lebih lama dari yang diniatkan, cukup banyak porsi kegiatan yang digunakan untuk aktivitas terkait internet, termasuk e-mail, browsing, dan chatting, mengurangi kegiatan penting, baik dalam pekerjaan, sosial atau rekreasi, demi menggunakan internet, dan kadang-kadang menyembunyikan aktivitas penggunaan internet dari keluarga atau teman.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya tidak ada yang salah dari penggunaan media sosial. Apalagi kebermanfaatannya di lingkup penyebaran informasi-- utamanya mahasiswa semisal kehadiran dosen, tugas, dan sebagainya. Informasi kini lebih banyak hadir di ruang-ruang media sosial, tidak lagi via sms atau tertulis di papan-papan pengumuman. Media sosial dianggap lebih efisien dan murah tapi pesan tersampaikan.</p><p style="text-align: justify;">Rima Masyanah, mahasiswi FKIP menakar ketergantungannya terhadap kuota bahkan mencapai 100 persen. Bolak-balik timeline Instagram atau Line dikatakannya menjadi rutinitas yang dilakukan selama ponsel dalam genggaman. Tak ayal aktivitas produktif sering terabaikan.</p><p style="text-align: justify;">Yang diminati dari pesona dunia maya menurut Rima, bukan hanya chatting tetapi juga hiburan lewat tulisan, gambar, dan video-video lucu. Apalagi adanya fitur live dan story, memungkinkan penggemar melihat wujud sang idola dari jarak dekat.</p><p style="text-align: justify;">Terkikisnya kuota data internet adalah konsekuensi logis yang mesti ditanggung Rima dan jutaan pengguna lainnya. Saking ranjingnya terhadap kuota, pernah sekali ia menghabiskan 1 GB hanya dalam sehari. Jika ditotal, bisa sampai ratusan ribu terkuras dari dompet dalam waktu sebulan demi kuota.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tanpa kuota saya enggak bisa apa-apa. Kalau kuota tinggal 1 GB saya langsung beli lagi,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Membincangkan kuota membuat benak mau tidak mau teringat dengan fenomena website Telkomsel yang di <em>hack&nbsp;</em>April silam. Sudah jadi rahasia umum provider yang dikenal punya kelebihan sinyal kuat itu mematok harga lebih tinggi dibanding provider lain. Menurut Pury Cahniati, mahasiswi FKIP, pengguna internet tak bisa berbuat banyak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mau tidak mau ya dibeli walaupun mahal. Karena orang-orang sudah terbiasa aktif nongkrong di sosmed. Jadi kalau tidak aktif seperti merasa ada yang aneh. <em>Smartphone</em> jadi tidak ada gunanya,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lain Rima, lain Risa. Mahasiswi Pembangunan Sosial FISIP itu justru tak suka mengekspresikan dirinya di media sosial. Risa hanya menggunakan media sosial untuk mengakses informasi seputar perkuliahan dan berita. Sesekali untuk bertukar kabar dengan teman dan kerabat. Untuk ini, dara asli Samarinda itu punya alasan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya tidak terlalu suka mengekspresikan diri lewat medsos misalnya dengan update status, upload foto selfie dan sebagainya. Bagi saya, terlalu sering membuka medsos juga dapat menyebabkan kita apatis terhadap kehidupan nyata atau aktivitas sehari-hari,&quot; ujar pemilik nama lengkap Risa Rismawanti itu.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Farah Azizah mahasiswi Psikologi memapar fenomena kecanduan media sosial dari sudut mata kejiwaan mahasiswa. Bagi Farah, sebagai wahana mengekspresikan diri dari bangun tidur sampai tidur lagi, media sosial makin berbahaya ketika yang diposting mendulang banyak suka (like).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak like dari orang lain, itu bisa membuat mereka makin candu dan menjadi narsistik. Kalau sudah narsis itu sudah masuk ke gangguan kejiwaan. Karena mau dilihat istimewa dan kebutuhan untuk dikagumi,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut soal narsistik, Farah berdasar Diagnostic and Statistical Manual IV menyebut ada beberapa hal yang dapat dikenali dan disadari sejak awal. Cenderung punya pandangan terlalu berlebihan tentang diri sendiri, mengaharap penghargaan, membesar-besarkan prestasi dan mengharapkan orang lain mengakui bahwa diri mereka superior adalah ciri-ciri narsistik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Orang- orang narsistik bener-bener pengin dilihat sebagai orang spesial, pengin diperhatikan dan dipuja berlebihan. Selain itu, mereka juga memiliki rasa cemburu terhadap prestasi orang lain dan beranggapan bahwa orang lain pun cemburu dengan kehidupannya. Mereka juga sombong, kurang memperhatikan perasaan orang lain. Bahayanya, mereka sensitif dan takut gagal,&quot; tukas Farah.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Sketsa, Farah berbagi tips agar tidak kecanduan internet dan media sosial:<br>1. Harus punya komitmen di dalam diri, sosial media bukan sebagai prioritas utama. <br>2. Sisihkan uang jajan untuk beli kuota, jangan dicampur dengan kebutuhan yang lain <br>3. Atur waktu untuk bermain media sosial<br>4. Cari kegiatan yang bermanfaat <br>5. Habiskan waktu dengan keluarga, teman, dan kerabat di dunia nyata</p><p style="text-align: justify;">Jadi, mulai sekarang mari berhati-hati menggunakan media sosial. Jangan sampai kecanduan, narsistik, dan akhirnya kena gangguan kepribadian. Mari gunakan media sosial secara bijak. Selamat Hari Media Sosial!<em><strong>&nbsp;(gie/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajak Tidur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-tidur/baca </link>
<guid> sajak-tidur </guid>
<pubDate> Mon, 12 Jun 2017 01:24:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia,FIB 2012.(Sumber ilustrasi: blog-senirupa.tumblr.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-tidur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d6op5wKOKq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sajak Tidur</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>nina bobo o...</span><br><span>nina</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>suara itu datang darimu</span><br><span>seperti selimut yang mengusir dingin</span><br><span>dan membuat ranjang tempat paling</span><span>&nbsp;hangat</span><br><span>sementara orang-</span><span>orang miskin di luar rumah menunaikan</span><br><span>ibadah dari sedekah</span><br><span>dari tahun</span>&nbsp;<span>ke tahun</span><br><span>disibukkan dengan kata: kerja</span><br><span>tapi tidak benar-benar mengubah nasib mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>nina bobo o...</span><br><span>nina</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>padahal kita dengar batuk mereka</span><br><span>memantul-</span><span>mantul di tembok rumah</span><br><span>tapi kamu berkata:</span><br><span>&quot;cinta, dunia hanya baik-baik saja.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>nina bobo o...</span></p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, FIB 2012.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mencemaskan LP2M </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mencemaskan-lp2m/baca </link>
<guid> mencemaskan-lp2m </guid>
<pubDate> Tue, 13 Jun 2017 00:48:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nasib ribuan mahasiswa Unmul yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Angkatan 43 tahun 2017 sungguh mencemaskan. (Sumber ilustrasi: menshealth.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mencemaskan-lp2m/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eOrxvFvcZj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mencemaskan LP2M</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">KKN merupakan salah satu wujud implementasi nyata dari tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian. Kini tahun 2017, Universitas Mulawarman melalui LP2M (Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat) melakukan KKN Angkatan 43 melalui beberapa jenis KKN. KKN 43 Unmul sebagian besar diikuti oleh mahasiswa angkatan 2014 dan jumlahnya pun mencapai hampir 4000-an mahasiswa yang terbagi di beberapa kabupaten/kota di dalam ratusan kelompok/kelurahan/desa. KKN ini merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan terus menerus, agar menambah bekal bagi mahasiswa untuk terjun ke masyarakat secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">Nasib ribuan mahasiswa Unmul yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Angkatan 43 tahun 2017 ini menurut penglihatan saya sungguh mencemaskan. Di mana banyak sekali masalah terjadi, baik itu dari mahasiswa sendiri, terlebih sistem dan pelayanan di LP2M Unmul yang masih jauh dari kata baik.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa masalah yang terjadi dari proses pengumuman pendaftaran KKN, pendaftaran, pengumuman kelompok hingga pembekalan saat ini adalah lagi-lagi portal KKN dan pelayanan yang tidak maksimal oleh LP2M. Ditambah lagi banyak informasi-informasi yang berbeda-beda dari masing-masing pihak LP2M khususnya jajaran Team Helpdesk KKN. Entah apakah mahasiswa yang salah berkoordinasi atau bagian Helpdesk yang tidak satu pemahaman yang membuat mahasiswa bingung dengan informasi yang berbeda-beda.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya adalah sistem portal KKN yang sering terjadi gangguan, dan akhirnya pada saat pengumuman kelompok terdapat banyak kelompok KKN Kompetensi yang justru terpecah ke dalam KKN Acak. Akhirnya mahasiswa harus disibukkan mengurus masalah tersebut dengan mondar-mandir masuk ruangan <em>Team Helpdesk</em> KKN dan juga memberikan pengaruh negatif buat kelompok yang anggotanya semakin berkurang bahkan ada yang hanya berjumlah 5 orang untuk mengurus 1 kelurahan.</p><p style="text-align: justify;">Ini konyol menurut saya, selain kualitas program dan implementasinya tanpa kuantitas orang juga ya sama saja bohong. Ini adalah catatan buruk bagi sistem pengelolaan <em>website</em>, jangan sampai hal-hal ini terjadi lagi di tahun berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Menyambung masalah di atas, yang erat kaitannya adalah mahasiswa hanya memiliki waktu kurang lebih 2 minggu untuk menyusun program KKN yang seharusnya ini membutuhkan waktu yang lebih banyak. Ditambah lagi sedang ibadah puasa dan Ujian Akhir Semester yang membuat mahasiswa KKN tidak maksimal ketika mengadakan rapat atau pertemuan kelompok.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian koordinasi antara LP2M dengan pihak Pemda yang bisa dikatakan lambat, karena sampai saat ini pun mahasiswa masih dilarang untuk survey lokasi KKN mereka, yang mana seharusnya mahasiswa sudah dengan segera membuat analisis apa yang akan dilakukan di kelurahan/desa yang mereka tempati nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Ini juga berkaitan dengan posko KKN yang sampai saat ini tidak tahu kejelasannya, informasi dari LP2M melarang untuk survei posko dan melarang mahasiswa bergerak dulu, di sisi lain dari pihak berbeda di LP2M memperbolehkan melakukan survei karena diperkirakan KKN tahun ini untuk posko tidak difasilitasi oleh LP2M.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai Koordinator Wilayah Samarinda khusus KKN 43 Acak Samarinda yang terpilih 2 hari yang lalu saat pertemuan seluruh ketua/perwakilan kelompok di belakang gedung MPK, saya melihat banyaknya mahasiswa dari berbagai kelompok KKN yang beropini dari mulut ke mulut mengkritisi LP2M yang memang sudah selayaknya untuk dikritisi.</p><p style="text-align: justify;">Ya memang menurut hemat saya, semua ini terlihat dadakan dan tidak terencana dengan baik, padahal mahasiswa menaruh harapan besar bagi LP2M untuk membantu dengan baik dalam menyukseskan KKN Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Alangkah lebih baiknya pihak LP2M kembali evaluasi internal terhadap sistem pelayanannya dengan seluruh anggota di LP2M, agar tidak terjadi lagi banyak masalah saat proses KKN sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi ini.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Armin Beni Pasapan, Menteri Hubungan Antar Lembaga BEM FISIP Unmul 2017, Koordinator Wilayah KKN 43 Acak Wilayah Samarinda</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Bergembira dan Anomali Akreditasi A </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bergembira-dan-anomali-akreditasi-a/baca </link>
<guid> unmul-bergembira-dan-anomali-akreditasi-a </guid>
<pubDate> Wed, 14 Jun 2017 01:45:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari ini (13/6), Unmul resmi mendapat predikat universitas dengan akreditas A berdasarkan hasil penilaian tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).(Sumber ilustrasi: banpt.or.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bergembira-dan-anomali-akreditasi-a/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UCi4WmmDwF.png" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Bergembira dan Anomali Akreditasi A</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tiga bulan jelang hari jadi yang ke-55, Unmul tampaknya sudah mulai terima kado. Hari ini (13/6), Unmul resmi mendapat predikat universitas dengan akreditas A berdasarkan hasil penilaian tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Tentu, ini adalah kabar baik buat seluruh civitas, tak terkecuali mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi melalui akun LINE pribadinya ikut menyebarluaskan kabar gembira ini. Baginya, cita-cita dan harapan Unmul telah terkabul. Ijazah mahasiswa akan jadi lebih bermanfaat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sudah saatnya kamu berbangga hati atas hadirnya berita baik ini. Kini ijazah kamu akan dapat lebih mudah dimanfaatkan pasca perkuliahan,&quot; tulisnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, mahasiswa FEB itu tetap menganggap akreditasi hanya sebuah nilai. Realisasi atas perbaikan-perbaikan tetaplah menjadi kebutuhan sesungguhnya untuk Mulawarman tercinta.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir pesan status tersebut, &nbsp;Norman meminta kerja sama dari seluruh elemen civitas akademika Mulawarman untuk membantu kerja BEM KM Unmul serta birokrat kampus, demi menyongsong masa depan Unmul yang lebih cerah.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, kabar baik tak selalu dirasa baik dan diterima dengan syukur di dada. Ahmad Said, Ketua Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) FISIP Unmul justru merasa ada yang aneh dari pencapaian Unmul ini. Baginya, Unmul belum layak mendapatkan prestasi sedemikian tinggi sebab banyak standar yang masih gagal dipenuhi.</p><p style="text-align: justify;">Berkaca dari fakultas yang fasilitasnya buruk, pun demikian halnya dengan sistem pengelolaannya. Baginya, Unmul terkesan berjalan sendiri demi akreditasi. Padahal, penentuan akreditas universitas mestinya dilihat dari kualitas program studi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya kaget. Antara bangga dengan miris sebenarnya. Pertanyaannya standarisasi Unmul yang mana yang bisa memenuhi akreditasi A? Jujur ini masih jadi pertanyaan besar bagi saya pribadi. Dan kita tidak tahu keterlibatan fakultas untuk akreditasi universitas,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, program studi Psikologi FISIP Unmul saat ini masih berstatus akreditasi C. Faktor ini pula, kata Said, yang membuat Psikologi kian tahun kian sepi peminat. 2014 lalu maba Psikologi 120. Kemudian turun menjadi 80 pada 2015 dan 2016. Calon mahasiswa Psikologi ini mulai menakar bagaimana nasibnya saat lulus kelak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenapa Psikologi masih akreditas C karena memang belum bisa memenuhi standar-standar yang ada. Saat ini pun masih gencar meningkatkan akreditasi. Seperti produktivitas dan penambahan tenaga pengajar,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada sejumlah perkara yang harus diperhatikan universitas untuk akreditas. Pertama, standar mahasiswa aktif dan lulusan. Lalu, fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran, dan sistem pengelolaan dan informasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Contohnya aja portal Unmul kadang sangat sulit untuk di akses,&quot; tukas Said.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa angkatan 2014 itu berharap Unmul tak puas dengan akreditas yang kini sukses diraih sebab akreditas bukan segalanya. Agar kabar ini benar-benar menjadi kabar gembira untuk kita semua.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terlepas dari itu semua, selamat untuk Universitas Mulawarman telah mencapai akreditasi tertinggi,&quot; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;(aml/wal) </em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektor Dipilih Presiden, WR I: Cuma Wacana Mendagri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dipilih-presiden-wr-i-cuma-wacana-mendagri/baca </link>
<guid> rektor-dipilih-presiden-wr-i-cuma-wacana-mendagri </guid>
<pubDate> Wed, 14 Jun 2017 02:15:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mustofa Agung Sardjono, selaku Wakil Rektor 1 menganggap isu rektor dipilih presiden hanya wacana Mendagri. (Foto: Dhiyah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dipilih-presiden-wr-i-cuma-wacana-mendagri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4I87aoDH9L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektor Dipilih Presiden, WR I: Cuma Wacana Mendagri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam muatan beritanya edisi dua pekan lalu (1/6), situs berita online Liputan6.com melansir kabar yang menyatakan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengeluarkan sebuah kebijakan terbaru.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan itu berisikan wewenang presiden dalam memilih dan melantik rektor perguruan tinggi se-Indonesia. Meskipun, mekanisme pengajuan nama-nama calon rektor tetap melalui Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).</p><p style="text-align: justify;">Isu tersebut berembus cepat. Pro kontra bermunculan. Hal ini pun tak luput dari telinga Mustofa Agung Sardjono, Wakil Rektor I. Agung tampak tak mau ambil pusing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu masih dalam bentuk ungkapan dari Mendagri Tjahjo Kumolo belum dalam bentuk aturan yang secara tegas merujuk untuk dijadikan rujukan. Itu hanya persepsi, buah pikir,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah universitas di Indonesia yang tidak sedikit ditambah dengan tugas presiden yang juga tidak sedikit, dapat diprediksi Agung kebijakan ini tak mungkin direalisasikan. Memang, selama ini SK rektor berasal dari presiden. Namun untuk wacana itu, sekali lagi, dirasa Agung hanya akan menjadi sebatas wacana.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Sketsa, Agung pun memaparkan mekanisme pemilihan rektor melalui Senat. Pertama, Senat mengusulkan tiga nama ke Kemenristekdikti. Ikti memberi presentasi suara 35 persen sedangkan sisanya dikembalikan kepada Senat.</p><p style="text-align: justify;">Senat sendiri, merupakan badan normatif dan perwakilan tertinggi di tataran perguruan tinggi. Senat memiliki tugas merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan perguruan tinggi serta penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta kepribadian civitas akademika.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, ketua Senat dijabat oleh rektor universitas. Di Unmul, Rektor Masjaya sempat menawarkan saran untuk kepemimpinan tidak lagi dipegang oleh rektor. Namun, forum kala itu masih belum menyetujuinya dan hal tersebut belum terealisasikan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya ketua senat dan wakil senat baik di universitas maupun fakultas boleh tidak dijabat oleh rektor atau dekan dan wakilnya,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski belum ada kejelasan lebih lanjut soal wacana ini, Kemenristekdikti, kata Agung telah membantah berita itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang benar pada akhirnya yg menentukan SK adalah presiden. Tetapi prosesnya tetap melalui Kemenristekdikti. Kecuali ada aturan baru dari pemerintah yang bisa dijadikan sebagai rujukan,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, sistem pemilihan rektor oleh presiden ini pernah diterapkan era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro pada 1993-1998 silam. Fakta ini dikomfirmasi Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie dalam wawancaranya bersama Liputan6.com. <em><strong>(dyh/adl/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektor Dipilih Presiden, Masjaya: Rasanya Bukan Begitu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dipilih-presiden-masjaya-rasanya-bukan-begitu/baca </link>
<guid> rektor-dipilih-presiden-masjaya-rasanya-bukan-begitu </guid>
<pubDate> Thu, 15 Jun 2017 01:01:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berembusnya kabar yang dibawa Mendagri Tjahjo Kumolo terkait isu pemilihan rektor menuai beragam tanggapan. (Sumber foto: youtube.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dipilih-presiden-masjaya-rasanya-bukan-begitu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yIDFxs1bBB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektor Dipilih Presiden, Masjaya: Rasanya Bukan Begitu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Berembusnya kabar yang dibawa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terkait isu pemilihan rektor yang akan dilakukan presiden, sempat menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak merasa tepat jika kebijakan ini dijalankan, adapula yang menganggap pemerintah mulai mengintervensi dunia kampus. Tak berselang lama kabar ini menyebar, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir buka suara dan membantah hal ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu semua peraturan menteri kan sudah jelas. Bukan Pak Presiden. Itu kan Mendagri yang cerita itu,&rdquo; ucap Nasir dalam sebuah wawancara yang dimuat www.liputan6.com.</p><p style="text-align: justify;">Sebab, telah diatur dalam Permenristekdikti Nomor 19 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri. Disebutkan, jelas bahwa presiden memberikan wewenang kepada Kemenristekdikti dalam memilih rektor.</p><p style="text-align: justify;">Satu suara dengan Wakil Rektor 1 Mustofa Agung Sardjono, Rektor Unmul Masjaya tidak mempersoalkan wacana tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ini kan diatur oleh negara, kalau kita ingin jadi negara yang baik ya harus mengikuti apapun aturannya. Kalau memang ada perubahan, ya kita ikuti,&rdquo; ujarnya saat ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya pagi tadi (14/6).</p><p style="text-align: justify;">Baca juga (<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dipilih-presiden-wr-i-cuma-wacana-mendagri/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dipilih-presiden-wr-i-cuma-wacana-mendagri/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, kabar yang ia terima bukan seperti yang beredar sekarang. &ldquo;Rasanya bukan seperti itu, bukan dipilih langsung oleh presiden,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan mekanisme yang selama ini berjalan, surat keputusan yang dikeluarkan oleh Menristekdikti memang harus melalui tahap konsultasi dengan presiden. Tetapi, Menristekdikti memiliki wewenang untuk melakukan verifikasi rekam jejak calon rektor, serta memegang suara sebesar 35 persen dan sisanya dari seluruh anggota Senat.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, poin utama bagi Masjaya ialah perguruan tinggi berorientasi untuk mendidik anak bangsa demi menjadi kader penerus pembangunan. Tidak peduli bagaimana mekanisme pemilihan rektor yang kelak dijalankan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Silakan saja, yang terpenting kita dalam memberikan pelayanan,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(adl/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Malam 17 Ramadan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/malam-17-ramadan/baca </link>
<guid> malam-17-ramadan </guid>
<pubDate> Fri, 16 Jun 2017 01:19:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang dari Reza Ramadhan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP. (Sumber ilustrasi: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/malam-17-ramadan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KFp9OpSsI9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Malam 17 Ramadan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Merombak hati melangkah kaki</span><br><span>Izinkan izinkan</span><br><span>Malam ini aku ingin berdua menikmati</span><br><span>Ingin meresap lantunannya</span><br><span>Ingin melagu tulisannya</span><br><span>Sungguh sungguh</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menggetar hati menggetar jiwa</span><br><span>Kala membaca kisah air</span><br><span>Kala sedang mengisah mata</span><br><span>Kala mendengar kisah menetes</span><br><span>Menggetar hati menggetar jiwa</span><br><span>Telah tiba kembali malam yang penuh berkah</span><br><span>Tujuh belas Ramadan seribu empat ratus tiga puluh delapan Hijriah</span></p><p><br></p><p><em><strong><em><strong><span>Ditulis oleh&nbsp;</span></strong></em><span>Reza Ramadhan</span>, mahasiswa Program Studi <span>Pendidikan Bahasa Indonesia</span></strong></em><span><em><strong>, FKIP.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Angkatan 2013, Berbayarkah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-angkatan-2013-berbayarkah/baca </link>
<guid> wisuda-angkatan-2013-berbayarkah </guid>
<pubDate> Fri, 16 Jun 2017 02:57:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Calon wisudawan generasi UKT kabarnya akan dikenakan biaya wisuda untuk tahun ini. Benarkah? (Sumber ilustras: abovethelaw.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-angkatan-2013-berbayarkah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AjQdxq8uYU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Angkatan 2013, Berbayarkah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Generasi UKT Unmul kembali diuji, perihal informasi yang berujung salah persepsi. Setelah lega lepas dari jeratan KKN berbayar, kini giliran kabar wisuda bagi mahasiswa angkatan 2013. Kabar yang beredar calon wisudawan dibebani Rp 400 ribu. Informasi berupa Standar Operasional Prosedur (SOP) itu diyakini benar dan legal, sebab terpublikasi dalam website resmi wisuda Unmul, wisuda.unmul.ac.id dan dibubuhi tanda tangan Wakil Rektor I di akhir penyampaiannya.</p><p style="text-align: justify;">Tertulis di sana sejumlah butir informasi wisuda Unmul Juli 2017. Pertama, pendaftaran dilakukan sejak 31 Mei hingga 19 Juni 2017. Kedua, membayar uang pendaftaran sebesar Rp400 ribu. Lalu ada pula ketentuan pembayaran toga. Untuk S1 dan Diploma Rp130 ribu, S2 Rp220 ribu, dan S3 Rp240 ribu. Dilampirkan pula jadwal gladi bersih.</p><p style="text-align: justify;">SOP tertanggal 26 Mei 2017 itu juga melampirkan alur sistem pendaftaran wisuda. Mulai cara mendaftar, membayar, hingga berkas-berkas administratif yang harus dilengkapi para calon wisudawan.</p><p style="text-align: justify;">Ternyata, kewajiban membayar itu hanya dibebankan kepada angkatan 2012 ke atas, tidak berlaku untuk angkatan 2013, generasi UKT.<br><br>Bunga Ulima, mahasiswi FPIK 2013 mulanya mengira dia harus membayar ongkos wisudanya Juli ini. Kekhawatirannya perlahan sirna setelah ia dan kawan-kawannya bertanya langsung ke rektorat, tepatnya Sub Bagian Registrasi dan Statistik BAK Unmul.<br><br>&quot;Yang sistem UKT gratis. Kita cuma bayar biaya beli toga Rp130 ribu. Kami nyari info langsung ke rektorat dan yang Bidikmisi juga gratis,&quot; sebut Bunga.<br><br>Meski begitu, kata Bunga, masih banyak kawan seangkatannya yang mengira harus membayar seperti yang dikabarkan di portal. Bunga mengeluhkan ketidakjelasan rinci soal siapa yang bayar dan yang tidak. Mestinya, dibuat seperti alur SBMPTN dan pengurusan semester baru.<br><br>&quot;Jadi udah telanjur transfer ke bank gitu. Tapi, katanya bisa diurus di rektorat buat ngambil uangnya lagi. Sayangnya, di portal itu enggak dijelasin rinci,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, sepengetahuan Bunga, pendaftaran wisuda untuk penerima beasiswa Bidikmisi juga terlambat tanpa sebab yang diketahuinya. <br><br>&quot;Pendaftaran wisuda itu kan tanggal 30 Mei sampai 19 Juni. Tapi aku ingat banget, aku verifikasi itu tanggal 14 Juni dan pada tanggal itu anak-anak Bidikmisi pada belum bisa daftar. <em>Imagine?</em> Emangnya orang enggak mau buru-buru pulang kampung?&quot; tukasnya.<br><br>Tak cukup sampai di situ, perkara tanggal pun jadi keluhan. Wisuda yang awalnya ditetapkan tanggal 27 Juli secara mendadak maju ke tanggal 8 Juli. &nbsp;<br><br>Sementara itu, jika ditilik dari daftar variabel cost UKT yang didapatkan dari audiensi BEM KM Unmul dengan Wakil Rektor II 2016 silam, wisuda termasuk komponen biaya langsung dalam poin sumber daya manusia di variabel ke 18 yang ditanggung UKT. <br><br>Perihal toga yang masih dibebankan membayar bagi mahasiswa, menurut Bunga tak masalah. &quot;Itu kan enggak dipaksa beli juga. Jadi <em>noprob</em> sih. Tapi mestinya sih <em>include</em> (variable cost UKT bagian wisuda),&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, Wakil Rektor I Mustofa Agung Sardjono belum berhasil dikonfirmasi. <em><strong>(aml/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Etam Berbuka, Usailah Festival Ramadan 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/gelar-etam-berbuka-usailah-festival-ramadan-2017/baca </link>
<guid> gelar-etam-berbuka-usailah-festival-ramadan-2017 </guid>
<pubDate> Fri, 16 Jun 2017 16:52:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan, BEM KM Unmul gelar agenda bukber bertajuk “Etam berbuka”. (Foto: Aisyah Aryanti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/gelar-etam-berbuka-usailah-festival-ramadan-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/11Es48RZQg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Etam Berbuka, Usailah Festival Ramadan 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Bulan Ramadan merupakan bulan penuh rahmat yang dirindukan umat muslim. Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan, kegiatan berbagi terasa dengan banyaknya agenda buka bersama (bukber). Seperti BEM KM Unmul dengan agenda bukbernya bertajuk &ldquo;Etam berbuka&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Agenda tersebut diadakan setiap tahun dan dihadiri seluruh civitas akademika Unmul. Tujuannya, mempererat silaturahmi antar civitas. Tema yang dibawa kemarin (15/6) yakni, &quot;Merajut silaturahmi, wujudkan kolaborasi perbaikan di bulan suci Ramadan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Meski, mundur sejam dari yang dijadwalkan, acara tetap berlangsung lancar di Lantai 2, Masjid Al-Fatihah. &ldquo;Apresiasi besar untuk BEM KM sekarang,&rdquo; kata Nira Arisa, anggota Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika (Himapfis).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun lalu, enggak ada agenda seperti ini, mungkin ada tapi publikasinya tidak gencar,&rdquo; tambah mahasiswi 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Acara dibuka oleh Jos Soetomo, pendiri Yayasan Fastabiqul Khairat Samarinda, yang juga pengusaha Kaltim itu. Acara dimeriahkan oleh penampilan adik-adik binaan Unmul Mengajar, adapula tausiyah dan habsi oleh MAN 1 Samarinda. &ldquo;Alhamdulillah sudah lumayan banyak,&rdquo; jawab Christiadi, ketua panitia saat ditanya bagaimana partisipasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Tak sekadar buka puasa bersama, adapula donasi yang ditujukan bagi orang-orang yang membutuhkan. Di akhir, sebagai penanda selesainya acara, ada pengumuman pemenang Festival Ramadan. Festival tersebut berlangsung sejak Kamis (1/6) lalu, berisi bazar serta berbagai hiburan seperti akustik, nasyid, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Usailah seluruh rangkaian agenda yang diselenggarakan. &ldquo;Hubungan tidak lantas sampai sini saja, kita sama-sama membangun Unmul untuk lebih baik,&rdquo; harap Christiadi, yang juga staf Kementrian Hubungan Luar BEM KM. <strong><em>(bip/asr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diary untuk Ibu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/diary-untuk-ibu/baca </link>
<guid> diary-untuk-ibu </guid>
<pubDate> Sat, 17 Jun 2017 02:09:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi berjudul "Diary untuk Ibu" ditulis oleh Rabi'atul Husna. Akuntansi 2015. (Sumber ilustrasi: thoughtcatalog.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/diary-untuk-ibu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i2GzIT44Bf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diary untuk Ibu</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Samarinda, 20 Mei 2017</p><p style="text-align: justify;">Kos Putri Kejora</p><p style="text-align: justify;">Ibu ananda lelah kuliah,</p><p style="text-align: justify;">Ingin sekali kusampaikan kata itu kepadamu Ibu, namun setiap kali aku pulang, ku salami tanganmu yang semakin keriput dan kasar akibat kerja keras, ku cium pipi yang dimakan usia, dan kulihat seberkas sinar harapan saat kau memandangku. Maka semua kata itu luruh, menguap bersama debu.</p><p style="text-align: justify;">Selalu ku ingat pesanmu, tekunlah belajar dan jadilah sarjana.</p><p style="text-align: justify;">Maafkan ananda yang durhaka ini Bu&hellip;</p><p style="text-align: justify;">Jika laptop yang Ibu beli dengan kreditan bank lebih sering dipakai nonton daripada menggali ilmu.</p><p style="text-align: justify;">Jika buku-buku tebal yang Ibu beli dengan tetesan keringat lebih sering dijadikan alas laptop daripada dibuka untuk dibaca, aduhai Bu pas sekali bukunya jadi alas laptop sambil nonton di tempat tidur.</p><p style="text-align: justify;">Jika uang yang Ibu kirimkan selalu terasa kurang, meski ditambah berkali-kali.</p><p style="text-align: justify;">Jika masih sering pergi ke bioskop daripada perpustakaan dengan alasan <em>refreshing</em>, meski sebenarnya otak ini tidak sering-sering amat diajak mikir. Masih mulus Bu, kalaupun dijual masih bersegel, jarang dipakai.</p><p style="text-align: justify;">Maafkan ananda yang lemah ini Bu&hellip;</p><p style="text-align: justify;">Masih sering tidur larut malam hanya demi nonton atau baca novel sambil bela-belain minum bergelas-gelas kopi instan tak peduli paginya harus kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Masih sering ngeluh ketika kuliah pagi.</p><p style="text-align: justify;">Malas bangun tidur dan sering terlambat kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi salat Subuh Bu, aduuuh aku bahkan mungkin lupa Subuh itu berapa rakaat. Padahal aku tahu, ada sepotong doa untuk kesuksesan raga ini yang kau dengungkan bersama adzan Subuh.</p><p style="text-align: justify;">Maafkan ananda sering titip absen dengan alasan &lsquo;ah, di dalam kelas juga nggak <em>ngerti</em> dosen ngomong apa, mending cari hal bermanfaat di luar&rsquo;. Meski hal bermanfaat itu tidak jauh-jauh dari tidur di kos atau cari wifi di mana-mana. Bahkan ketika aku tahu, kau hapus kata libur dalam kerja kerasmu, mati-matian ngutang sana sini hanya untuk membeli satu kursi buat anakmu duduk di ruang kelas itu.</p><p style="text-align: justify;">Maafkan ananda yang pembohong ini Bu&hellip;</p><p style="text-align: justify;">Mengatakan bahwa semua baik-baik saja, padahal nilai C dan D tak pernah absen menghadiri KHS. Langka sekali nilai B muncul di sana Bu, apalagi A, jangan ditanya.</p><p style="text-align: justify;">Maafkan karena ananda bersembunyi dibalik gelar mahasiswa, padahal tak lebih dari pengangguran kelas berat. Aku takut menghadapi semester atas Bu, makanya sengaja mengulur waktu. Mengulang mata kuliah dengan alasan memperbaiki nilai.</p><p style="text-align: justify;">Maafkan ananda Bu..</p><p style="text-align: justify;">Saat orang-orang sibuk dengan les bahasa Inggris, les komputer dan bimbingan belajar lainnya, anakmu ini lebih memilih khusyuk menangisi <em>oppa-oppa</em> ganteng dalam drama Korea.</p><p style="text-align: justify;">Di saat yang lain sibuk organisasi, keluar masuk Singapura dan Malaysia ikut lomba-lomba atau tiap sebentar singgah ke pulau Jawa dan Sumatera ikut seminar, anakmu ini disuruh bikin puisi saja cuma bisa copas Bu&hellip;</p><p style="text-align: justify;">Di saat yang lain cari kerja sambil kuliah, cari lowongan magang ananda malah sibuk cari tempat makan paling mewah tapi murah, biar bisa di<em>update</em> ke Instagram.</p><p style="text-align: justify;">Apa kemampuan yang ku miliki selain pandai mengeluh?</p><p style="text-align: justify;">Menyalahkan dosen jika nilaiku jelek, mengumpat jika nilaiku parah lalu mengatai dosen jika aku harus mengulang mata kuliah lagi. Dan ketika kau menelpon menanyakan kabar, tak ada kata yang bisa ku ucapkan selain kebohongan &ldquo;semua baik-baik saja&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Aku adalah pengeluh terhebat Bu..!</p><p style="text-align: justify;">Dan sekarang saat teman-temanku sibuk mempersiapkan KKN, lagi-lagi aku mengeluh Bu. Banyak sekali kelas yang belum kujalani untuk bisa ikut KKN.</p><p style="text-align: justify;">Tahun depan aja Bu KKN nya? Persyaratanku belum lengkap.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan dengan semua kesadaran akan kesalahanku, aku masih enggan berubah Bu. Aku terlalu nyaman dengan semua ini, aku senang berendam dalam semua dusta ini. Aku terlilit kepalsuan, pulas dalam dekapannya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di pekat malam ini, ditemani tetes hujan dan segelas kopi hitam. Bayanganmu hadir, bersama seribu mimpi yang kau letakan di bahuku, lewat tatap matamu. Jadi bu, saat engkau tak bosan-bosannya menanyakah kabar dan keadaan kuliahku Bu, izinkan aku bertanya. Durhakah aku Bu? Jika ku katakan aku lelah kuliah&hellip;!</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Rabi&apos;atul Husna, mahasiswi program studi Akuntansi FEB 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebangkitan UKM Marching Band Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebangkitan-ukm-marching-band-unmul/baca </link>
<guid> kebangkitan-ukm-marching-band-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 17 Jun 2017 20:35:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Marching Band Wangsakerta Mulawarman (MBWM) ditujukan untuk menyatukan mahasiswa yang ingin melanjutkan kegemarannya ber-marching band sejak sekolah menengah maupun punya keinginan untuk belajar marching band.(Foto: dok. MBWM) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebangkitan-ukm-marching-band-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rEGosDezAs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebangkitan UKM Marching Band Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unmul akhirnya akan miliki UKM marching band. UKM itu bernama Wangsakerta dan non resmi berdiri medio April silam. Itu akan segera diwujudkan dengan terbitnya surat keputusan dari rektor pada 2018 mendatang. UKM itu terwujud setelah tumpahnya keinginan kuat dari para penggiat marching band di Unmul. Siapa sangka, diam-diam secara<em>&nbsp;</em>pelan namun pasti, kegiatan yang diketuai oleh Aprilian Kurnia Putra itu sebentar lagi akan jadi nyata.</p><p style="text-align: justify;">Marching Band Wangsakerta Mulawarman (MBWM), itulah sebutan dari UKM Unmul yang baru dibentuk ini. UKM ini ditujukan untuk menyatukan mahasiswa yang ingin melanjutkan kegemarannya ber-marching band sejak sekolah menengah maupun punya keinginan untuk belajar marching band.</p><p style="text-align: justify;">Secara perlahan, struktur organisasi dibentuk, mahasiswa yang ingin menjadi anggota pun diakomodir dengan membuka <em>open recruitment</em>. Di luar ekspektasi, anggota yang ingin bergabung mencapai ratusan dan lengkap dari 14 fakultas. Walhasil, syarat menjadi UKM rampung dipenuhi. Pun di sisi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni untuk melakukan latihan dan kegiatan selayaknya UKM.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, masih ada kendala yang mengiringi perjalanan Wangsakerta. Hal itu, kata Nia Afliani tak mempengaruhi semangat anggota untuk berlatih setiap minggunya. Adanya pembina dan pelatih yang juga dosen Unmul pun dikatakan Nia sangat membantu berlangsungnya latihan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai sekarang status alat yang digunakan oleh marching band Unmul ini adalah pinjaman yang juga didapatkan dari pembina. Kami berharap kami bisa dapat bantuan dari pihak rektorat,&rdquo; tuturnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aprilian menyayangkan Unmul baru memulai membentuk marching band di tengah banyaknya marching band di Kaltim yang besar dan sudah berkompetisi di ajang nasional. &ldquo;Saya berharap MBWM bisa mengharumkan nama Unmul. Re<span style="background-color: transparent;">ncananya, dalam Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB), MBWM akan mengenalkan kepada mahasiswa baru dan mengajak mereka untuk gabung,&rdquo; pungkasnya.</span><strong style="background-color: transparent;"><em>&nbsp;(bip/srf/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bukan tentang A </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bukan-tentang-a/baca </link>
<guid> bukan-tentang-a </guid>
<pubDate> Mon, 19 Jun 2017 01:52:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini yang ditulis oleh Pandu Putra Pratama, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unmul. (Sumber foto: Undas.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bukan-tentang-a/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gqLkQJLfDx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bukan tentang A</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Suasana siang itu menjadi sedikit menggembirakan. Namun, secara bersamaan membuat otak harus bisa berpikir lebih kritis. Saat mulai banyak mahasiswa-mahasiswa yang membagikan ulang kabar baik di <em>facebook</em>, <em>repost</em> foto di <em>instagram</em> atau tiba-tiba jadi <em>mahasiswais</em> sejati di <em>BBM</em>, <em>Line</em>, <em>Path,&nbsp;</em>atau media sosial lainnya sambil mengucapkan selamat atas pencapaian Universitas Mulawarman yang telah berhasil mendapatkan akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Ucapan selamat yang sekaligus juga menyimpan pesan tersirat bahwa mereka sedang bahagia karena tempatnya kuliah, penilaiannya naik. Sederhana, mereka bahagia karena tempat kuliah mereka penilaiannya naik. Maaf saya ulang dua kali karena itulah pembahasan pentingnya. Karena tempat kuliah mereka penilaiannya naik. Sekarang tiga kali.</p><p style="text-align: justify;">Ini juga yang berarti membuat saya juga harus ikut-ikutan bangga, karena sudah genap tiga tahun dan akhirnya bangku-bangku yang saya duduki di kampus selama ini, adalah bangku yang telah resmi milik universitas dengan penilaian A dari pihak BAN-PT. Toh, seharusnya sekarang, saya tidak boleh minder lagi kalau bertemu dengan kawan-kawan lama yang berhasil terbang ke sebelah pulau dan menuntut ilmunya di sana. Saya seharusnya sudah tidak perlu minder lagi karena tempat saya menuntut ilmu pun telah sejajar standarnya dengan universitas-universitas kawan-kawan saya itu.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, benarkah demikian?</p><p style="text-align: justify;">Kebetulan, saya sedang berada di kampus siang itu. Saya lantas menengadah kepala, menengok mahasiswa-mahasiswa yang berlalu lalang di sekitar. Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri. Sudah adakah yang berubah sejak pertama kali saya masuk? Nampaknya, masih belum begitu banyak perubahan. Kecuali bila saya bertanya tentang perubahan kondisi bangunan kampus. Semakin tahun tentu semakin baik. Saya tidak memungkiri soal itu.</p><p style="text-align: justify;">Dari kampus Flores tempat saya kuliah. Saya menaiki motor dan menembus guyuran hujan rintik-rintik menuju kampus pusat di Gunung Kelua. Dengan niatan mengunjungi teman di salah satu fakultas terbesar di Unmul, sambil menengok kembali mahasiswa-mahasiswa di sana yang sedang asik bercengkrama dan nampak melempar senda gurau di bangku-bangku yang tersedia. Adakah yang berubah? Jelas saya tidak tahu, karena tempat itu bukan kampus tempat saya kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, yang bisa saya tebak siang itu adalah mereka semua pasti sudah tahu, kabar tentang naiknya akreditasi universitas tempat mereka berkuliah. Walaupun mungkin, topik kenaikan ini tidak begitu hangat dibicarakan di ranah perdiskusian kampus, karena masih kalah pamor dengan tema menentukan waktu dan tempat yang paling tepat untuk bukber angkatan prodi -<em>ya, itu permasalahan klasik kita semua. You know what I mean-</em>.</p><p style="text-align: justify;">Namun nampaknya, media sosial semakin ramai. Bahkan, mahasiswa yang selama ini tidak pernah menganggap diri mereka mahasiswa pun, juga turut ikut-ikutan merayakan keberhasilan. Caranya pun makin beragam, mulai dari tiba-tiba puitis dan jago bikin <em>caption</em> sampai muncul sebagai seorang ahli desain grafis handal dan bikin <em>e-poster</em> ucapan selamat. Saya bisa bilang kalau ini euforia. Tapi semoga, tidak hanya sekadar demikian. Harus ada evaluasi, harus ada evaluasi, harus ada evaluasi.</p><p style="text-align: justify;">Sore itu, saya sudah tiba di rumah. Azan magrib akan berkumandang sekitar satu jam lagi. Menu berbuka pun sudah tersaji rapi di atas meja makan. Sebelum itu, saya keluar dari dalam rumah. Duduk termangu di teras depan, sambil kembali membuka-buka media sosial dan melirik status-status atau postingan-postingan mahasiswa unmul yang nampaknya semakin gencar mengumandangkan rasa bangga. Saya mulai membayangkan mereka sedang gembira. Seperti ada malaikat yang menolong mereka keluar dari dalam lubang yang telah menyekap mereka selama bertahun-tahun. Namun, saya mulai kembali bertanya pada diri saya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sudah pantaskah semua itu?</p><p style="text-align: justify;">Mungkin jawaban yang bisa saya temukan adalah kata iya. Tapi, hanya untuk kualitas universitasnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, yang patut digaris bawahi adalah universitas merupakan tempat di mana banyak orang-orang yang berada di dalamnya. Dengan jumlah yang paling besar adalah berstatus mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa adalah jantung utama universitas. Bila tidak ada mahasiswa, bukan universitas namanya, bisa jadi pasar malam atau mungkin pasar ramadan. Tapi ini universitas. Mau saya ulangi lagi? Universitas. Perlu saya ulangi lagi? Tidak perlu sepertinya, karena yang tiga kali diulang biasanya hanya iklan-iklan di TV.</p><p style="text-align: justify;">Kualitas universitasnya mungkin sekarang sudah naik. Tapi, benarkah mahasiswa yang merupakan napasnya pun juga sudah naik kualitasnya? Silakan, jawab dengan cerminan diri Anda masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Saya bisa bilang, bahwa nilai suatu badan hanya akan sekadar menjadi sebuah nilai. Apabila hal tersebut tidak diiringi oleh perbaikan dari pengisi badan itu sendiri. Percuma rasanya bila suatu badan telah bernilai A, tapi, pengisi badan itu sendiri orientasi nilainya masih mentok di bawah nilai A. Kita mungkin saja bisa mengaku bahwa ijazah yang akan kita pegang nanti, dikeluarkan oleh universitas yang punya akreditasi A. Tapi kalau diri kita sendiri sebagai seorang pemegang ijazah masih belum menaikan kualitas diri dan mungkin mentok di level C atau B, nilai A milik badan yang mengeluarkan ijazah itu hanya akan sia-sia.</p><p style="text-align: justify;">Nilai A yang dimiliki Unmul benar-benar tidak akan pernah bisa membantu mahasiswa, kalau mahasiswanya sendiri tidak pernah berusaha untuk mau memperbaiki diri.</p><p style="text-align: justify;">Kita harus melihat bagaimana minat bersaing kita yang masih buruk. Lalu, apa kabar soal ketekunan yang kita miliki saat ini? Bagaimana, soal keuletan kita yang nampaknya masih agak menjadi mitos.</p><p style="text-align: justify;">Apakah setelah membaca itu, Anda mulai hendak memprotes saya? Apakah Anda ingin menuduh saya hanya suuzan? Baiklah, anggap saya suuzan. Tapi, besok -<em>di luar bulan Ramadan maksudnya</em>-, coba Anda tengok perpustakaan Unmul dan perpustakaan-perpustakaan yang Anda miliki di kampus. Bandingkan jumlah orang yang sedang asik membaca buku di sana, yang jelas tidak akan sebanding dengan jumlah mahasiswa yang sedang berada di warung makan pada waktu bersamaan.</p><p style="text-align: justify;">Sesekali, cobalah cari tahu tentang forum diskusi mahasiswa yang berada di Unmul. Jika dapat -<em>kalau mau nyari pasti dapat</em>-, cobalah berkunjung. Bandingkanlah, jumlahnya yang tidak akan sebanding dengan jumlah mahasiswa yang memilih untuk nongkrong di kafe pada waktu bersamaan.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin, Anda akan bilang kalau saya terlalu pesimis.</p><p style="text-align: justify;">Tentu. Saya akan tetap pesimis kalau kita terus-terusan seperti itu. Kalau kita terus-terusan mempertahankan budaya yang seperti itu. Bahkan, saya akan pesimis dengan ijazah Anda yang mungkin sudah dikeluarkan oleh universitas Anda saat ini yang telah mencapai akreditasi A, tapi anda tidak pernah memperbaiki diri.</p><p style="text-align: justify;">Saya mencoba untuk mengambil hikmah dari akreditasi A yang Unmul dapatkan. Kalau memang universitas kita saat ini sudah pantas untuk mendapatkan nilai A. Mungkin ini, bisa jadi pemicu semangat mahasiswa untuk bisa naik level menuju mahasiswa yang memang pantas untuk berkuliah di universitas yang akreditasinya A.</p><p style="text-align: justify;">Analogi sederhananya, tempat tinggal kita yang dulu di dataran rendah, sekarang pindah ke dataran tinggi. Maka kita harus menyesuaikan diri juga untuk menjadi masyarakat dataran tinggi dari yang awalnya seorang masyarakat dataran rendah. Anggaplah ini masa transisi kita untuk menjadi lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Janganlah berpatokan pada badan tempat di mana kita ditempa. Bila kita tidak mau memperbaiki diri. Di dunia luar pun, kita akan ditendang jauh-jauh. Kita juga harus menaikkan kualitas diri kita sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Anggaplah akreditas A yang diterima Unmul, sebagai senjata bonus berupa bazoka dengan satu peluru yang bisa digunakan untuk melawan kerasnya masa depan. Tapi, bazoka itu hanya akan sia-sia kalau kita hanya mengandalkannya semata. Kita butuh senjata lain seperti pisau, bom, pistol, atau mungkin pukulan golf. Intinya, semua senjata yang perlu kita bawa untuk melawan kerasnya dunia.</p><p style="text-align: justify;">Yang patut kita jaga adalah jangan sampai kelak, akan ada orang atau bos suatu perusahaan yang bakal bilang, &ldquo;Kok mahasiswa Unmul yang katanya akreditasi A, kerja dan kelakuannya enggak bener dan jelek.&rdquo; Jangan sampai.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, saya tersadar dari lamun saat ibu saya memanggil dari dalam rumah. Tidak saya sangka, waktu berbuka tinggal lima menit lagi. Saya berdiri dari tempat duduk di teras, lalu masuk. Tepat di depan pintu rumah sebelum saya masuk, saya berucap.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga harus meningkatkan kualitas diri saya pribadi. Semoga yang lain juga mau berpikir lebih dalam dan melakukan intropeksi diri. Semoga.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Pandu Putra Pratama, Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya 2014</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Evatur II BEM KM Unmul: Bau Advokasi Sentralistik dan Kader Melempem </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/evatur-ii-bem-km-unmul-bau-advokasi-sentralistik-dan-kader-melempem/baca </link>
<guid> evatur-ii-bem-km-unmul-bau-advokasi-sentralistik-dan-kader-melempem </guid>
<pubDate> Mon, 19 Jun 2017 23:26:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana  rapat evaluasi caturwulan (evatur) ke-II BEM, Jumat (16/6) di ruang rapat lantai 3 rektorat. (Sumber foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/evatur-ii-bem-km-unmul-bau-advokasi-sentralistik-dan-kader-melempem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eO0Szn5iHD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Evatur II BEM KM Unmul: Bau Advokasi Sentralistik dan Kader Melempem</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tepat 221 hari kerja, BEM KM Unmul menggelar rapat evaluasi caturwulan (evatur) ke-II BEM, Jumat (16/6) di ruang rapat lantai 3 rektorat. Rapat yang dihadiri oleh DPM &amp; BEM fakultas serta UKM Unmul itu bertujuan tidak lain untuk memberikan gambaran terhadap capaian yang telah dilaksanakan BEM KM Unmul, sekaligus menjadi pengingat akan beberapa program selanjutnya yang masih belum terjalankan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rapat evaluasi hari itu, batang hidung Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi tak nampak. Sehingga Bhakti Zuar selaku Wakil Presiden mengambil alih. Ketidakhadiran Norman lantaran ia sedang mengikuti seminar nasional bersama Rektor Unmul Masjaya, di Universitas Hasanudin. Pada pembahasan pertama, pimpinan sidang Alif Mustofa yang merupakan ketua DPM KM Unmul mempersilakan Bhakti Zuar untuk memaparkan laporan pertanggung jawaban (LPJ).</p><p style="text-align: justify;">Secara garis besar dalam laporannya, ia menyampaikan program kerja dan pencapaian yang telah berhasil didapat selama 221 hari terakhir. Di antaranya adalah berjalannya program <em>Student Day</em> yang telah dilakukan sebanyak dua kali, tepatnya di GOR 27 September dan Kampus FKIP Banggeris. Tidak hanya itu, Bhakti juga menyampaikan laporan perkembangan program lainnya yang telah ia canangkan dalam janjinya ketika kampanye.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami Peduli, sesuai dengan janji kami pada saat kampanye, tepatnya program <em>Community Development</em>. Alhamdulillah dua komunitas yakni Marching Band dan Badminton, hari ini kita dampingi,&rdquo; ujarnya. Dalam hal ini, BEM KM Unmul telah berhasil menjadi fasilisator untuk kedua komunitas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Evaluasi pertama berasal dari ketua komisi A DPM KM Unmul, Dwi Lutfi, menganggap BEM KM Unmul hanya bergerak di beberapa bagian saja. &ldquo;Teman-teman banyak yang menyampaikan pada kami, bahwasannya advokasi itu hanya sebatas sentralis,&rdquo; kritiknya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi itu, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul, Freijae Rakasiwi memaparkan bahwa ada 3 isu yang menjadi titik fokus untuk digarap yakni isu pendidikan. Seperti yang sempat digarap Aliansi Garuda Mulawarman perihal gaji guru, Bosda dan tunjangan profesi pendidik (TPP) yang tak kunjung terbayarkan. Dikatakan Freijae, isu ini akan di-<em>blow</em><em>&nbsp;u</em><em>p</em> hingga ke isu nasional dan telah ditargetkan pada evatur ke-III akan membawa isu ini pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Isu kedua yakni lingkungan perihal perusahaan tambang dan pabrik semen, isu kesehatan, serta isu tambahan mengenai blok Mahakam.</p><p style="text-align: justify;">Agenda tersebut berlangsung kondusif, dengan perwakilan DPM Fakultas yang memaparkan aspirasinya masing-masing. Suara yang datang adalah terkait KKN, UKT, aksi beberapa isu, anggaran rektor, alur penggunaan gedung rektor yang dirasa tak jelas.</p><p style="text-align: justify;">Untuk isu KKN, disampaikan oleh Permata Sri Rahayu, Ketua Komisi B Eksternal terkait keberadaan pihak Adkesma di rasa hanya sampai tahap advokasi. Selebihnya, mahasiswa harus mencari informasi secara mandiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang diharapkan dari teman-teman satu keran informasi yang jelas,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Hadir pula perwakilan BEM FISIP yang menyampaikan aspirasinya, menanggapi kurangnya koordinasi dan komunikasi yang terjalin antara BEM FISIP dengan rumpun pergerakan BEM KM Unmul. Nur Hariyani selaku Presiden mempertanyakan perihal perwakilan BEM FISIP yang tak tergabung dalam grup Mulawarman Muda. Sebuah grup yang diciptakan untuk mengakomodir mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak mempermasalahkan adanya grup itu, tetapi yang jadi permasalahan adalah ketika kami tidak dilibatkan dalam prosesi grup itu,&rdquo; kata Yani.</p><p style="text-align: justify;">Yani menyarankan untuk tetap dikomunikasikan perihal pengakomodiran mahasiswa baru. Bahkan, jika perlu memang harusnya ada perwakilan dari BEM fakultas yang bergabung ke dalam grup Mulawarman Muda untuk memonitor perkembangan mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan menurut Gubernur FKIP, Rizaldo membahas mengenai loyalitas anggota, bahwa massa dari BEM KM Unmul itu bukan hanya berasal dari kaderisasinya, tetapi juga seluruh civitas akademika Unmul. Karena, menurut Rizaldo, BEM KM Unmul tidak bisa bergerak apabila tidak mendapat dukungan dari lembaga di fakultas-fakultas. Ia mengatakan ketika melakukan aksi, maka seharusnya yang mempunyai massa terbesar berasal dari internal BEM KM Unmul. Bukan sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan teman-teman FKIP berspekulasi bahwa kalau saja FKIP tidak turut andil dalam pergerakan yang diinisiasi oleh BEM KM, bisa jadi terjadi ketimpangan karena FKIP menjadi penyumbang massa terbanyak,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara tersebut ditutup dengan penyerahan LPJ dari BEM KM Unmul kepada DPM KM Unmul. Pertanyaannya, apakah nanti di sisa 144 hari kerja BEM KM Unmul dapat benar-benar membawa perbaikan sebagaimana nama yang mereka usung: Gelora Perbaikan? Kita tunggu saja. <strong><em>(snh/adl</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Pungli FKIP, Dosen Punya Backingan dan Hilang Percaya dengan BEM FKIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/cerita-pungli-fkip-dosen-punya-backingan-dan-hilang-percaya-dengan-bem-fkip/baca </link>
<guid> cerita-pungli-fkip-dosen-punya-backingan-dan-hilang-percaya-dengan-bem-fkip </guid>
<pubDate> Wed, 21 Jun 2017 01:26:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Desas-desus pungli hal yang biasa dibicarakan di kampus para pendidik. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/cerita-pungli-fkip-dosen-punya-backingan-dan-hilang-percaya-dengan-bem-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MXJ3GCJ2r5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Pungli FKIP, Dosen Punya Backingan dan Hilang Percaya dengan BEM FKIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Senin petang (5/5) lalu, tampak seorang mahasiswa masih duduk di area kampus FKIP Unmul Pahlawan. Dia masih saja duduk di situ, padahal semua mahasiswa Unmul tahu, sore itu sudah tak ada jam kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Hujan deras yang baru mereda selepas Ashar membuat udara sekitar terasa segar. Tetapi perbincangan antara <em>Sketsa</em> dengan Alif (hanya nama samaran) soal pungli di FKIP tak begitu.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Cerita Jadi Korban Pungli</strong></p><p style="text-align: justify;">Alif sebenarnya sudah sering mendengar desas-desus pungli di kampus para pendidik. Dirinya bahkan sudah familiar dengan isu ini sebelum menjadi mahasiswa. Setelah diterima di FKIP Unmul dan resmi menyandang status mahasiswa, dia yang memilih Prodi Pendidikan Bahasa Inggris itu akhirnya benar-benar menjadi korban pungli.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau yang saya alami, itu ada beberapa kali,&rdquo; ucapnya bersiap memulai cerita.</p><p style="text-align: justify;">Saat semester awal berkuliah, Alif sudah menemukan indikasi pungli yang dilakukan oknum dosen tertentu. Operandinya klasik dan cenderung berulang: jual buku.</p><p style="text-align: justify;">Buku itu ditulis dan diterbitkan sendiri oleh dosen yang bersangkutan. Parahnya, ada unsur pemaksaan dalam proses transaksi jual beli buku tersebut. Mahasiswa cuma bisa pasrah dan takut kalau-kalau nilainya jelek karena ketahuan tidak membeli.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa disuruh beli (buku). Wajib. Saya pernah ditagih pas pertemuan kuliah sekitar kesepuluh kali. Harus bayar, kalau tidak saya tidak boleh ikut ujian. Akhirnya saya bayar,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan sekali dua kali peristiwa ini terjadi. Secara keseluruhan, Alif mengaku sudah tiga kali mengalami nahas pungli dosen berkedok jual buku seperti itu. Cara oknum dosen menjaja buku ke mahasiswanya pun cukup sederhana, mengajar di kelas lalu membagikan buku ke seluruh mahasiswa. Beli atau tidak, mereka tetap akan menerima buku. Tak ada celah mereka menolak. Buku yang diterima harus dibayar, sekalipun tidak semua mahasiswa mempelajari isi buku, termasuk Alif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi buku itu sistemnya dibagi langsung ke semua mahasiswa. Ya sudah, langsung catat namanya. Yang sudah bayar, ya dicentang-centangin. Saya simpan aja itu bukunya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kejadian serupa kembali dialami Alif saat semester empat. Kali ini, dosen yang menjual buku berbeda dari sebelumnya. Buku tersebut berupa modul, namun isi materinya hanya berupa pemindahan isi internet ke dalam medium lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tahu sumbernya dari mana. Itu diambil dari beberapa sumber, jadi tidak nyambung antara paragraf satu dengan paragraf lain,&rdquo; kata Alif.</p><p style="text-align: justify;">Hitung-hitungan Alif, jika ia memfotokopi sendiri, harga modul hanya berkisar Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per modul. Selisih jauh dengan kenyataan harga modul yang dijual dosen yakni Rp35 ribu per modul.</p><p style="text-align: justify;"><strong><br></strong><strong>Dosen Punya Backingan dan Tak Percaya BEM FKIP</strong></p><p style="text-align: justify;">Alif dan beberapa kawannya sudah sering mendengar kisah dari mahasiswa-mahasiswa terdahulu bahwa kasus pungli sempat terbongkar dan sudah diadukan ke dekan hingga rektor. Namun nyaris semua kasus tak pernah terdengar penyelesaiannya.</p><p style="text-align: justify;">Ia memberi gambaran. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, kata Alif, sudah beberapa kali gonta ganti Kaprodi. Alif curiga, Kaprodi bernasib buntung itu sulit diatur oleh oknum dosen pelaku pungli. Bagi Alif, itu sudah jadi rahasia umum.</p><p style="text-align: justify;">Ketika <em>Sketsa</em> melempar tanya perihal jabatan oknum dosen tersebut apakah lebih tinggi daripada Kaprodi, Alif menyambar dengan menjawab, &ldquo;Iya!&rdquo; singkatnya. Kemudian, ketika ditanya lagi apakah oknum dosen tersebut masih aktif mengajar hingga sekarang, ia kembali menjawab, &quot;Masih.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tampaknya dia memang lebih tinggi dari Kaprodi,&quot; ujar Alif. Ia menambahkan, &quot;Kalau memang banyak yang berupaya menangkal pungli, sampai sekarang pun masih terjadi. Makanya saya bilang, dari cerita-cerita seperti itu, dia punya <em>backing</em>-an banyak!&rdquo; imbunya.</p><p style="text-align: justify;">Atas pemikiran itulah, Alif tak tertarik mengadukan kasus itu ke BEM FKIP. Baginya, lembaga sekelas BEM tidaklah kuat, karena mereka juga masih mahasiswa. Siapa pun dia, termasuk Presiden BEM sekalipun masih butuh ijazah yang otmatis masih butuh dosen, sehingga kritik yang mereka lakukan masih belum kuat dan setengah-setengah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi saya rasa percuma kalau BEM tahu,&rdquo; tukas Alif.</p><p style="text-align: justify;"><strong><br></strong><strong>Perlawanan Sederhana Ala Alif</strong></p><p style="text-align: justify;">Alif melihat, celah paling mudah bagi oknum dosen merawat budaya pungli adalah dengan menjual buku atau modul. Sehingga ia dan beberapa rekannya berinisiatif, tak akan membayar uang buku. Dan, di akhir semester, ia dan beberapa kawannya memilih mengembalikan buku tanpa membayar.</p><p style="text-align: justify;">Pada semester sebelumnya, Alif pernah melakukan hal demikian, dan tak mendapati respons apa-apa dari dosen bersangkutan. Karena di semester ini kembali terjadi kasus serupa, maka ia berencana akan melakukan hal serupa juga. Respons oknum dosen sangat dinantikannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi respons kita ya biasa-biasa saja. Kalau memang dia minta bayar, ya kita tidak mau bayar. Bukunya kita kembalikan. Sudah ada tiga dosen yang memaksa membeli buku mereka. Bukunya ada di rumah,&quot; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama tak dirugikan, Alif tak akan melakukan perlawanan. Namun, jika sudah sampai dilarang ikut ujian dan memengaruhi nilai suatu mata kuliah hanya karena tak membeli buku, dirinya siap melakukan aduan dan memgambil langkah serius.</p><p style="text-align: justify;">Ia tak tertarik melaporkan kasus ini ke pihak kampus, tapi ke pihak yang lebih tinggi seperti Saber Pungli. Baginya, kredibilitas Saber Pungli lebih bisa dipercaya ketimbang mengadu ke internal kampus semisal ke pihak dekanat atau rektorat apalagi BEM FKIP. <em><strong>(dan/asr/adn/iki/adl/pil/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FKIP Bungkam Soal Pungli, Inkonsistensikah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/bem-fkip-bungkam-soal-pungli-inkonsistensikah/baca </link>
<guid> bem-fkip-bungkam-soal-pungli-inkonsistensikah </guid>
<pubDate> Wed, 21 Jun 2017 01:46:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pergerakan BEM FKIP dalam memberantas pungli belum sepenuhnya selesai. (Sumber ilustrasi: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/bem-fkip-bungkam-soal-pungli-inkonsistensikah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qhZPTltGuK.png" />
					</figure>
			                <h1>BEM FKIP Bungkam Soal Pungli, Inkonsistensikah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Nada suara Budi (hanya nama samaran) meninggi saat ditanya perihal pungli di FKIP Unmul. Nada suaranya bahkan terus meninggi kala menceritakan runtutan pengalamannya saat jadi korban pungli oknum tertentu. Bukan tanpa sebab, mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi ini diminta membayar Rp200 ribu. Besaran itu hukumnya wajib berdasarkan perintah Kaprodi.</p><p style="text-align: justify;">Tenangnya suasana FKIP Gunung Kelua saat tak ada jam kuliah membuat nada suara Budi tak menjadi pusat perhatian banyak pihak. Budi terus bercerita, meski sekali dua kali ritmenya terganggu saat beberapa mahasiswa hilir mudik melewati lokasi wawancaranya bersama <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Budi merincikan, iuran sebesar Rp200 ribu itu ditarik untuk sumbangan alumni dan membeli proyektor. Sumbangan alumni Rp150 ribu, sedang Rp50 ribu sisanya untuk membeli proyektor. Iuran tersebut tidak untuk satu dua mahasiswa saja, tetapi semua mahasiswa lintas angkatan di Prodi Pendidikan Biologi.</p><p style="text-align: justify;">Budi bahkan mendengar isu, mahasiswa di semester sebelumnya juga ditariki iuran serupa. Meski secara spesifik, ia tak tahu nominal pasti dari iuran yang dibayar senior-seniornya terdahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu tidak tahu berapa, tapi sekarang Rp200 ribu. Kalau Rp150 buat sumbangan alumni, aku tidak tau buat apa. Tapi nanti dikasihnya tiap maju seminar (skripsi),&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa,</em> Budi mengungkapkan rangkaian seminar di Pendidikan Biologi sebanyak tiga kali, yakni seminar proposal, hasil, dan pendadaran. Rp150 ribu itulah akumulasinya dan bisa dibayar setiap seminar atau satu kali maju saat seminar terkahir, yaitu pendadaran.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab bersifat wajib, mahasiswa pun tak bisa mengelak. Ada beberapa yang terdengar protes. Namun menurut Budi, jika hanya satu atau dua mahasiswa yang melakukan protes, tidak akan bisa mengubah keadaan.</p><p style="text-align: justify;">Keadaan makin diperparah dengan maraknya mahasiswa yang tak mau ambil pusing. Berpikir bahwa jika tidak bayar maka nilai jelek dan urusan akan dipersulit. Hal lain yang membuat mahasiswa makin bungkam adalah karena Kaprodi akan marah kepada mahasiswa yang protes. Sehingga sebagian dari mereka hanya berani menyampaikan pendapatnya ke sekretaris prodi saja.</p><p style="text-align: justify;">Budi juga beberapa kali terkena pungli dengan modus berbeda. Di luar iuran Rp200 ribu, ada iuran lain yang mesti dibayarkan mahasiswa ketika ingin mengurus berkas. Hal tersebut dikatakan Budi sebagai syarat agar urusan bisa jauh lebih mulus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada lagi Rp30 ribu setiap mau ngurus maju seminar. Mulai dari undangan ke dosen, fotokopi proposal, dan tanda tangan dosen diurus ke staf prodi. Kaprodi bilang kalau mau ngurus apa-apa silakan ke staf prodi biar enggak ribet. Memang enggak ribet, tapi aku mengira sudah i<em>nclude,</em> namun aku tanya-tanya ternyata di luar dari iuran Rp200 ribu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, ada pula iuran Rp50 ribu yang harus dibayarkan ke prodi untuk membeli buku petunjuk skripsi. Uang tersebut untuk mengganti fotokopi dan jilidan buku yang diperbanyak oleh prodi, karena pihak fakultas hanya memberikan ke prodi berupa <em>soft file.&nbsp;</em>Pungli pun beranak pinak.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>BEM FKIP Kini Terbungkam</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pengakuan Budi saat dimintai iuran sebesar Rp200 ribu di Prodi Pendidikan Biologi menjadi bukti bahwa pungli di FKIP belum benar-benar musnah. Modus pungli yang dilakukan oleh oknum tertentu juga kian beragam jenisnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain pengakuan Budi, Alif, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris juga pernah menyampaikan pengalamannya saat jadi korban pungli oleh oknum dosen. Modus klasik berupa penjualan buku jadi cara oknum tersebut untuk mendapat pemasukan tambahan dari mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/reportase/cerita-pungli-fkip-dosen-punya-backingan-dan-hilang-percaya-dengan-bem-fkip/baca">https://sketsaunmul.co/reportase/cerita-pungli-fkip-dosen-punya-backingan-dan-hilang-percaya-dengan-bem-fkip/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, BEM FKIP menjadi lembaga paling strategis sebagai pihak yang memposisikan diri memperjuangkan aduan dan keluhan mahasiswa di FKIP, tak terkecuali masalah pungli.</p><p style="text-align: justify;">Ikhtiar BEM FKIP di bawah komando Gubernur Rizaldo, tampak beberapa kali menuai kemenangan. Beberapa kasus yang diadvokasi pihaknya mendapatkan respons cepat dari pihak Dekanat FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu kasus yang diperjuangkan adalah pengusutan terhadap usaha penjilidan laporan, fotokopi, dan legalisir berbayar yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis Praktik Pengajar Lapangan (UPT PPL) beberapa waktu lalu. Karena usaha yang dilakukan UPT PPL tersebut tidak memiliki dasar hukum, BEM FKIP akhirnya mengirimkan surat kepada dekan tertanggal 1 Desember 2016.</p><p style="text-align: justify;">Surat itu ternyata direspons cepat. Sehingga, pada 5 Desember 2016, Dekan FKIP mengeluarkan surat pemecatan untuk kepala UPT dan pemindahan tugas dua orang staf. Selengkapnya di <a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&q=http://sketsaunmul.co&source=gmail&ust=1498051576819000&usg=AFQjCNFfFAIggLU4MXJ3Ev8RSQq56uABtA" href="http://sketsaunmul.co" target="_blank">sketsaunmul.co</a> ( <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkip-melawan-pungli/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkip-melawan-pungli/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Bertolak dari dua aduan mahasiswa di atas, <em>Sketsa</em> berupaya menjalin komunikasi dengan BEM FKIP guna membahas fenomena pungli yang modusnya semakin beragam dari sudut pandang elemen pergerakan mahasiswa. Namun, Rizaldo enggan angkat bicara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti coba kami koordinasikan ya,&rdquo; balas Rizaldo melalui pesan singkat saat dikonfirmasi 5 Juni lalu.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sampai berita ini diturunkan BEM FKIP masih terbungkam membicarakan pungli.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Menggali Indikator Pungli&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Sejak sistem pembayaran kuliah masih berbentuk SPP, hingga kini bertransformasi jadi sistem UKT, kasus pungli masih saja sering mencuat. Fenomena pungli beberapa kali terjadi di FKIP Unmul. Bahkan fenomena ini juga ada di berbagai kampus se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Operandi pelaku pungli juga terbilang beragam. Modus paling umum biasanya dengan menjual buku ke mahasiswa. Ada lagi pungutan dengan modus memudahkan mahasiswa mengurus berbagai dokumen, harus membayar jika ingin ikut ujian, iuran membeli proyektor, dan beragam jenis iuran ini itu.</p><p style="text-align: justify;">Pungli menjadi kian miris manakala ditujukan sebagai pemulus jalan mencapai nilai yang baik. Nilai bisa dibeli, dengan uang urusan lancar jaya. Ironis, pengajaran mental semacam ini sudah diajarkan kepada calon pendidik Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, cara paling mudah mengkategorikan suatu pungutan itu dikatakan pungli atau tidak adalah dengan mencermati dua hal. Pertama, pungutan tersebut tanpa tanda terima dan tanpa dasar hukum. Namun dalam beberapa waktu, ada saja aturan yang sengaja dibuat baik di tingkat universitas maupun fakultas untuk melanggengkan praktik pungli.</p><p style="text-align: justify;">Setiap uang yang disetorkan mahasiswa dan masuk ke kas kampus, haruslah menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tapi tidak semuanya. Artinya, ketika uang yang kita setor tidak masuk sebagai PNBP, bisa dipastikan pungutan tersebut merupakan pungli.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam Pasal 3 ayat 2 UU Nomor 20 tahun 1997 tentang PNBP, diatur bahwa setiap PNBP harus diatur dengan undang-undang maupun peraturan pemerintah. Artinya, ketika ada pungutan yang punya dasar hukum, tapi hanya sekadar peraturan rektor, dekan, atau bahkan kajur, hal itu tidak dapat dibenarkan,&rdquo; tulis Panji Mulkillah Ahmad, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman dikutip dari hukumpedia.</p><p style="text-align: justify;">Satu contoh menarik perlawanan mahasiswa terhadap pungli pernah terjadi Desember 2014 di IAIN Purwokerto. Front Mahasiswa Nasional cabang Purwokerto bersama dengan Solidaritas Mahasiswa IAIN Purwokerto (Somasi IAIN) mengusut kasus pungutan bernama Persatuan Orangtua Mahasiswa (POM) di IAIN Purwokerto.</p><p style="text-align: justify;">Pungutan yang ditarik sejumlah Rp1.6 juta. Melalui analisis yang jitu hingga pengorganisiran massa yang masif, gerakan mahasiswa kala itu berhasil memenangkan kasus POM. Jajaran Rektorat IAIN Purwokerto mau memenuhi tuntutan mahasiswa, yakni mengembalikan seluruh uang POM kepada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran seluruh elemen mahasiswa dalam menyuarakan kasus pungli perlu digaungkan. Ikhtiar melawan pungli adalah salah satu tindakan melawan korupsi &ldquo;skala kecil&rdquo; di lingkungan sekitar kita yang apabila tidak ditindak, maka akan terus ada dan terpelihara. Aduan dari mahasiswa kepada birokrat kampus akan mendorong pembenahan sistem untuk meminimalisir pungli di berbagai kampus, baik di FKIP Unmul maupun kampus lain se-Indonesia. <em><strong>(dan/asr/adn/iki/adl/pil/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pungli yang Terpelihara, WD II FKIP: Saya Baru Tahu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/pungli-yang-terpelihara-wd-ii-fkip-saya-baru-tahu/baca </link>
<guid> pungli-yang-terpelihara-wd-ii-fkip-saya-baru-tahu </guid>
<pubDate> Wed, 21 Jun 2017 01:53:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Dekan II FKIP Bidang Umum dan Keuangan, Labulan mengaku tak tahu-menahu mengenai pungli di FKIP. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/pungli-yang-terpelihara-wd-ii-fkip-saya-baru-tahu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xH9JzJiSuR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pungli yang Terpelihara, WD II FKIP: Saya Baru Tahu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Raut wajah Wakil Dekan II FKIP Bidang Umum dan Keuangan Labulan tampak kaget ketika ditanya <em>Sketsa</em> perihal pungli di FKIP. Ia mengaku tak tahu-menahu. Namun demikian, ia mengatakan apabila menemukan indikasi pungli di FKIP, ada baiknya mahasiswa cepat menyampaikan aduan ke pihak dekan ataupun jajarannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya kalau ada pungli yang begitu melapor ke kita di sini. Jangan hanya menyatakan ada pungli, namun tidak melaporkan ke yang berwajib. Bagaimana kami mengatasinya. Itu kan yang penting,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pungli yang mengenai mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi dan Pendidikan Bahasa Inggris, Labulan tampak serius menanggapi dan langsung mencatat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebentar saya catat dulu. Laporkan dulu apa yang kamu ketahui,&rdquo; pintanya kepada awak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menindaklanjuti aduan tersebut, ia mengatakan akan segera menghubungi dosen bersangkutan dan prodinya. Ia pun sudah pernah menyampaikan larangan pungli tersebut dalam setiap forum kepada prodi-prodi MIPA di FKIP agar tidak mengambil pungutan, baik berbentuk jual buku maupun pungutan secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">Jika nantinya ditemukan masih ada pungutan yang tak memiliki dasar, Labulan siap menindak tegas oknum tersebut sesuai aturan yang berlaku di FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Berikut petikan wawancara <em>Sketsa</em> dengan Labulan Wakil Dekan II FKIP.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kami setiap tahun mendengar aduan tentang pungli, tahun kemarin sampai tahun ini pun ada. Bagaimana Anda melihat fenomena pungli di FKIP?</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya saya tidak tahu yang begituan. Seharusnya kalau ada yang begitu melapor ke kita di sini. Jangan hanya menyatakan ada pungli, namun tidak melaporkan ke yang berwajib seperti saya untuk bagaimana mengatasinya. Itu kan yang penting? Tidak perlu sampai, okelah sampai ke seperti Anda (wartawan), tapi harus ada dedikasi kalau pun ada (pungli).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kami juga sering dengar beberapa fenomena pungli. Pertama, kami dengar di FKIP Bahasa Inggris seperti penjualan buku atau segala macam. Kemudian di Pendidikan Biologi ada diminta iuran Rp200 ribu per mahasiswa untuk bayar seminar dan proyektor.</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebentar saya catat dulu. Laporkan dulu apa yang kamu ketahui.</p><p style="text-align: justify;">Oke. Mohon maaf sebelumnya, harusnya bukan lagi modelnya wartawan sekarang (yang menelusiri kasus seperti) ini. Saya harus menelusuri ini, saya harus menyelesaikan yang seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">Yang pertama ini sudah ada mengaku? Ini sumbernya dari siapa, mahasiswa atau dosen?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mahasiswa. Dia dipaksa untuk beli buku. Selain beberapa modus pungli di atas, kami masih mencari modus-modus lainnya. Bagaimana Anda memandang modus-modus yang dilakukan oleh beberapa oknum tersebut?</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk Prodi Biologi, yang saya dengar adalah dari alumni dimintai sumbangan misalnya buku, dan itu juga berkaitannya dengan akreditasi. Ada sumbangan alumni tapi bentuknya alumni yang sudah pendadaran. Berapa peranan alumni untuk prodinya itu tujuannya. Tapi apabila ada yang membayar sebelum selesai itu yang tidak boleh. Sepanjang menjadi mahasiswa terdaftar itu tidak boleh. Namun setelah dinyatakan lulus, kalau mau membayar dimintai sumbangannya disilakan. Saya tidak pikirkan itu karena bukan lagi ranahnya FKIP. Oke? Tapi ranahnya alumni karena sudah bukan mahasiswa lagi. Tapi apabila dimintai sebelum pendadaran, FKIP tidak memperbolehkan. Untuk Bahasa Inggris saya baru tahu. Teknik berikutnya, saya akan hubungi dosen yang bersangkutan. Saya akan hubungi program studinya dan ini tidak dibolehkan. Pernah kami rapat di sini mengundang dari pendidikan MIPA mengungkapkan jangan sama sekali ada semacam pungutan baik jual buku atau minta langsung, itu tidak boleh.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Di FKIP apakah dosen yang menjual buku diperbolehkan atau tidak boleh sama sekali?</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak boleh! Ada caranya itu. Buku yang diterbikan oleh dosen dibawa ke toko buku. Mahasiswa yang tertarik silakan beli ke toko buku tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kasus yang kami temukan, buku tersebut memang diterbitkan oleh penerbit. Tapi oleh dosen tersebut, buku itu dibawa masuk ke kelas. Kemudian semua buku itu dibagikan. Mahasiswa wajib beli, wajib bayar.</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak boleh itu! Saya baru tahu itu.</p><p style="text-align: justify;">Sistem UKT melarang adanya pungutan apa pun. Tapi dalam 18 <em>item variable cost</em> di Unmul, tidak sepenuhnya masuk dalam pembiayaan. Misalnya biaya KKN Rp1.2 juta, tapi ternyata di Unmul hanya dibiayai sekitar Rp850 ribu, sisanya disubsidi pemerintah daerah. Jika pemerintah daerah menarik subsidi, maka akan keluar Surat Keputusan (SK) Rektor dan Dekan untuk melegalkan pungutan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lalu apa saja pungutan yang diizinkan di FKIP atau yang tidak diizinkan sama sekali?</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk sementara karena itu di <em>domain&nbsp;</em>oleh WD I, WD I yang paham soal itu. Saya harus tahu, tapi yang kami pahami itu adalah dibayar untuk menambahi kekurangan. Namun, itu juga mahasiswa yang bayar langsung ke (misal) LPPM, yang saya tahu selama ini begitu. Kalau memang ada yang keluar dari itu harus diperbaiki, kalau memang ada seperti itu laporkan ke saya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa saja tindakan Anda selaku WD II di FKIP untuk meminimalisir pungli. Pasalnya Anda dan Dekan Prof Amir baru saja menjabat sejak tahun 2015 lalu?</strong></p><p style="text-align: justify;">Jelas kami larang! Tekniknya, kami kumpulkan isu yang Anda katakan tadi, kami kumpulkan semua dosen dan prodi di pendidikan MIPA untuk tidak membolehkan. Boleh saja, tetapi kalau sudah lulus, bukan mahasiswa lagi. Tapi sepanjang terdaftar mahasiswa tidak diperbolehkan. Kemudian karena saya baru tahu ini dari Bahasa Inggris, saya harus tegur ini. Bukan untuk meminimalisir tapi harus dihapuskan!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kami punya sedikit catatan. Di UPT PPL FKIP ada membuka jasa penjilidan laporan, dan lain-lain. Karena itu tidak dibenarkan, kemudian BEM FKIP bersurat ke Dekan tanggal 1 Desember 2016. Setelah itu Dekan memberikan respons berupa surat pemecatan bagi Kepala UPT dan pemindah tugasan dua orang staf pada tanggal 5 Desember. Artinya, selama rentan waktu itu, apa saja pertimbangan sehingga oknum yang terindikasi pungli bisa dipecat?</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak ada pemecatan, Pak Mulyadi itu rangkap tugas. Dia dipindahtugaskan karena merangkap, bukan dipecat. Dia dipindahkan karena ingin ditempatkan di Lembaga Penelitian Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH), bukan dipecat. Kan ini masa transisi antara UKT dan non UKT antara angkatan 2013 dan sebelumnya. Kalau 2013 itu sama sekali tidak boleh. Dan yang ini sebenarnya tidak boleh karena itu mahasiswa sendiri yang kerjakan. Jangan sampai isunya berkembang dipecat, itu tidak dipecat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa komitmen apabila menemukan indikasi pungli? Apakah langsung diberi sanksi?</strong></p><p style="text-align: justify;">Tunggu dulu. Itukan ada mekanismenya, dan berurutan. Kita ini mekanismenya ada, aturannya ada. Pembinaan tidak serta-merta begitu menemukan, langsung pecat. Prinsipnya kami tidak sependapat dengan itu, namun kami akan memberikan teguran pertama, kedua, dan ketiga. Apabila tidak bisa, kami kembalikan ke rektor untuk dibina di sana.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kami coba mengumpulkan aduan mahasiswa. Setelah terkumpul, akan kami sharing ke pemangku kebijakan di Dekanat FKIP. Apakah Anda siap menanggapinya?</strong></p><p style="text-align: justify;">Saya senang itu. Justru saya senang kalian melaporkan seperti ini, sepanjang kita mencari solusi. Jangan dibesar-besarkan di luar, lantas tidak ada solusi, itu kan merepotkan. Kalau melaporkan itu kemudian mencari solusi saya dukung 100 persen. Tapi untuk memberitakan dengan tujuan mencari kambing hitam untuk merusak sistem, saya tidak sependapat. <em><strong>(dan/asr/adn/iki/adl/pil/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Meniti Akreditasi A dengan Sungsang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-meniti-akreditasi-a-dengan-sungsang/baca </link>
<guid> unmul-meniti-akreditasi-a-dengan-sungsang </guid>
<pubDate> Thu, 22 Jun 2017 01:03:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> September mendatang Unmul genap berusia 55 tahun, tidak perlu kaget jika kini Unmul mendapat akreditasi A. (Sumber foto: kaltim.prokal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-meniti-akreditasi-a-dengan-sungsang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LWIYfFT9Zh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Meniti Akreditasi A dengan Sungsang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Jika menghitung usia Unmul pada September nanti memasuki usia 55, maka sebenarnya tak ada yang perlu dikagetkan dari akreditasi A yang didapat Unmul. Sejak dulu capaian ini mestinya sudah bisa dicecap, tetapi Unmul tidak fokus. Sehingga menjadikan akreditasi A datang dengan terlambat.</p><p style="text-align: justify;">Sejak era kepemimpinan Rektor Masjaya, lembek akreditasi mulai dilihat sebagai pokok persoalan. Dari situ mulai ada keseriusan untuk membangun semua program studi (prodi) menjadi A. Target disusun dengan tenggat-tenggat pasti. Anda bisa melihatnya terpajang dengan tajuk &ldquo;Peta Jalan &amp; Tonggak-Tonggak Pencapaian Universitas Mulawarman&rdquo; yang berada di lantai satu Gedung Rektorat Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2018-2022, prodi akreditasi A Unmul diinginkan mencapai 30 persen. Empat tahun sesudahnya hingga 2026 memiliki target prodi akreditasi A menyentuh 50 persen. Dari 2026-2030 prodi akreditasi A ditarget telah memenuhi 80 persen bagian. Pada 2030-2034 Unmul dinyatakan siap untuk menjadi <em>World Class University</em>.</p><p style="text-align: justify;">Masih panjang sekali jalan untuk menuju universitas berstandar internasional tersebut. Karena sekarang, meskipun akreditasi A sudah dikantongi universitas, tak satu pun prodi Unmul yang berakreditasi A. Mayoritas prodi di Unmul berakreditasi C atau sedikit lebih baik, B. 34 prodi masih akreditasi C dan 40 prodi lainnya berakreditasi B.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M), Agus Sulistyo Budi, berujar selain lambat memperoleh, akreditasi A yang dicapai Unmul ini tidak normal. Modelnya sungsang karena dimulai langsung dari akreditasi A universitas dan tanpa diikuti oleh prodi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebaiknya kalau normal prodinya dulu harus banyak yang akreditasi A. Hal seperti ini terjadi karena Unmul kurang pembinaan dalam pengawasan mutunya,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (19/6).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Agus, Unmul perlu fokus dalam menggenjot prodi-prodinya menjadi A. Dari yang semula akreditasi B menjadi A, dari C menjadi B. Ia melihat perlu kerja keras untuk bisa berhasil &ldquo;menyeret&rdquo; prodi lainnya ikut menjadi A. Pihaknya menargetkan satu fakultas dapat memiliki satu prodi A.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Prodi di Sospol, Kehutanan itu ada yang bisa A, tapi kita masih tunggu dulu. Tahun ini atau tahun depan insyaallah sudah A,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk fakultas baru seperti FIB, hemat Agus, tak bisa ditarget dengan waktu yang sama. Masih dibutuhkan lagi jumlah dosen yang harus cukup dan sarana gedung yang harus ada. <em><strong>(wal/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kaburnya Kabar Pungli dan Sanksi Bagi Pelaku Nanti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/kaburnya-kabar-pungli-dan-sanksi-bagi-pelaku-nanti/baca </link>
<guid> kaburnya-kabar-pungli-dan-sanksi-bagi-pelaku-nanti </guid>
<pubDate> Fri, 23 Jun 2017 01:26:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isu pungli yang masih tercium di FKIP, khususnya Prodi Pendidikan Biologi yang ditampik berbagai pihak. (Sumber ilustrasi: cektkp.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/kaburnya-kabar-pungli-dan-sanksi-bagi-pelaku-nanti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7ioRwEjtX1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kaburnya Kabar Pungli dan Sanksi Bagi Pelaku Nanti</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><strong>&nbsp;-</strong> Kabar isu pungli di FKIP, khususnya di Pendidikan Biologi, ditampik oleh berbagai pihak. Rizaldo, Gubernur BEM FKIP akhirnya mengklarifikasi kabar ini, setelah sempat tak merespons. Ia menjelaskan, telah ada upaya dari pimpinan fakultas juga BEM FKIP memberantas pungli.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal itu ditunjukan, dengan keluarnya surat edaran resmi dari Dekan FKIP pada akhir Februari lalu. Isinya, mengimbau kepada seluruh prodi untuk tidak melakukan hal-hal yang berbau pungli dan dalam setiap kesempatan pihak fakultas selalu mengkomunikasikan hal ini ke BEM FKIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, pasca edaran, isu-isu pungli masih tercium. BEM FKIP pun menegaskan perlu adanya sanksi tegas bagi pelaku. Seperti, adanya surat peringatan maksimal 3 kali yang akan diterbitkan Dekan FKIP. Namun, hal ini akan dibahas lebih lanjut pada Juli nanti.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau PNS, sesuai dengan prosedural sanksi untuk pegawai PNS yang diatur di UU. Untuk pegawai biasa bisa langsung dipecat,&quot; terang Aldo.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kredibilitas Diragukan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rizaldo menjelaskan terkait yang disampaikan Budi hanya desas-desus di internal prodi Pendidikan Biologi saja. Ia pun turut meminta maaf, karena lambat mengonfirmasi kabar itu. Walhasil, kabar yang beredar, menurutnya tidak valid.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/reportase/cerita-pungli-fkip-dosen-punya-backingan-dan-hilang-percaya-dengan-bem-fkip/baca">https://sketsaunmul.co/reportase/cerita-pungli-fkip-dosen-punya-backingan-dan-hilang-percaya-dengan-bem-fkip/baca</a> dan <a href="https://sketsaunmul.co/reportase/bem-fkip-bungkam-soal-pungli-inkonsistensikah/baca">https://sketsaunmul.co/reportase/bem-fkip-bungkam-soal-pungli-inkonsistensikah/baca</a> )</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia, mendengar kabar pungli itu pada (24/5) lalu. &quot;Saya hari itu bertemu dengan dekan membicarakan hal lain. Ternyata Dekan FKIP sudah tahu juga, mengenai info tersebut hanya saja belum mendapat pemberitahuan resmi dari pihak prodi,&rdquo; ujarnya, melalui pesan&nbsp;</span><span><em>Line</em></span><span>, kemarin (21/6).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari pertemuan itulah, Dekan FKIP meminta konfirmasi ke pihak prodi. Selanjutnya, pada (29/5), dikumpulkanlah seluruh mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2013 oleh pihak prodi. Dari pertemuan yang diterangkan oleh Kaprodi Pendidikan Biologi, Herliani bahwa iuran berupa Rp 100 ribu, bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Itupun, hanya mahasiswa yang telah lulus atau pendadaran yang diinformasikan. Nominal yang lumayan ini, juga kesepakatan dari seluruh prodi di FKIP MIPA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika terkumpul, iuran akan dipergunakan untuk membeli buku, demi mengisi daftar bacaan di perpustakaan kampus tersebut. Namun, hal ini tak memperoleh izin dari dekan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wahyu Winata, satu dari mahasiswa Pendidikan Biologi yang telah lulus ini menyatakan bahwa prodinya bersih dari pungutan-pungutan yang dimaksud. Jikalau memang ada, Wahyu pun tak keberatan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Enggak jadi masalah, kalau menurut saya. Itu berupa sumbangsih, kita sama prodi kita sendiri. Karena, itu sudah dinyatakan lulus, berarti kembali ke mahasiswa yang memberikan dan itu sudah tergolong menjadi alumni,&quot; jawabnya saat dikonfirmasi melalui <em>Line</em>, (22/6).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seperti, yang telah diberitakan sebelumnya Alif dan Budi (nama samaran) adalah dua saksi pungli di Kampus Pendidik ini, keduanya bercerita bagaimana pungli kecil tersebut terselubung. Sayangnya, dua mahasiswa itu enggan melaporkan ke pihak kampus. Bagi Alif, kasus ini lebih tepat dibawa ke pihak yang lebih tinggi. Kredibilitas Saber Pungli terangnya lebih bisa dipercaya ketimbang internal kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkesan diragukan, bagi Aldo ini menjadi hal positif demi mengawal kebenaran. &quot;Bahwa perjuangan dalam menegakkan kebenaran itu tak seindah dan senyaman deruan angin di pinggir laut,&quot; imbuhnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Padahal, terangnya, BEM FKIP selalu mengecek kabar indikasi pungli, dengan adakan pertemuan rutin bersama lembaga atau himpunan mahasiswa se-FKIP.</span><span>&nbsp;<strong><em>(adn/jdj)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terindikasi Pungli, Kaprodi Pendidikan Biologi: Itu Tidak Benar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/terindikasi-pungli-kaprodi-pendidikan-biologi-itu-tidak-benar/baca </link>
<guid> terindikasi-pungli-kaprodi-pendidikan-biologi-itu-tidak-benar </guid>
<pubDate> Fri, 23 Jun 2017 01:50:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beredarnya berita pungli di Prodi Pendidikan Biologi ditampik oleh berbagai pihak. (Sumber foto: news.fajarnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/terindikasi-pungli-kaprodi-pendidikan-biologi-itu-tidak-benar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uWiXxxnjw4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terindikasi Pungli, Kaprodi Pendidikan Biologi: Itu Tidak Benar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pengujung Ramadan, <span>FKIP sebagai kampus pencetak calon pendidik&nbsp;</span><span>geger setelah diisukan terjadi pungli di lingkungan mereka.&nbsp;</span>Isu indikasi pungli itu muncul di prodi Pendidikan Biologi dan Pendidikan Bahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">Rabu petang (21/6) kemarin di FKIP Gunung Kelua, Kaprodi Pendidikan Biologi, Herliani tampak mengerutkan kening. Pasalnya, ia terkejut mendengar kabar pungli yang beredar di prodinya ketika dimintai keterangan oleh awak <em>Sketsa</em>. Kabar tersebut secara langsung dibantah olehnya. Ia bahkan menanyakan dari mana kabar tersebut didapat.</p><p style="text-align: justify;">Herliani mengklarifikasi kabar pungli yang beredar sama sekali tidak benar. Menurutnya, semenjak sistem UKT diberlakukan, prodinya sudah tidak lagi membebankan biaya apa pun kepada mahasiswa. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan untuk prodi membebankan biaya tambahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Silakan dibuktikan sendiri, kami tidak pernah memberlakukan pungutan apa pun,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia bahkan sempat memanggil salah satu mahasiswa angkatan 2013 untuk membuktikan ucapannya itu. Si mahasiswa yang dipanggil membenarkan pernyataan Kaprodi.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ketika ditanya apakah benar Pendidikan Biologi membebankan iuran sebesar Rp 200 ribu, Herliani kembali mengatakan itu tidak benar. Ia mengakui memang ada iuran yang ditujukan untuk alumni, akan tetapi sifatnya sukarela.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu tidak masalah, karena tidak ditujukan untuk mahasiswa yang menjalani masa studi,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Herliani merasa kecewa dengan beredarnya kabar pungli tersebut. Ia tidak ingin pihaknya disebut-sebut menyulitkan mahasiswa. Ia bahkan mewanti-wanti jangan sampai beredarnya isu pungli di FKIP ini menjadi masalah besar. Dengan yakin Herliani menegaskan Pendidikan Biologi bersih dari pungli. Namun, ia tak berani menjamin hal sama juga terjadi di prodi lain.</p><p style="text-align: justify;">Ia mempertanyakan validasi kabar pungli itu. Tetapi, sekaligus mengapresiasi usaha awak <em>Sketsa</em> untuk meminta klarifikasi atas keabsahan berita yang beredar. <strong><em>(</em></strong><em><strong>pil/wal)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kronologis Terganggunya Proses Pembelajaran FK UNIPA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kronologis-terganggunya-proses-pembelajaran-fk-unipa/baca </link>
<guid> kronologis-terganggunya-proses-pembelajaran-fk-unipa </guid>
<pubDate> Sat, 24 Jun 2017 02:11:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejak 2 Oktober 2016, kegiatan perkuliahan Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK UNIPA) harus terhenti karena ketidakadaan dana operasional pendidikan. (Sumber foto: ISMKI Official) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kronologis-terganggunya-proses-pembelajaran-fk-unipa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MgCbJ5WPUj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kronologis Terganggunya Proses Pembelajaran FK UNIPA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA - </strong>Sejak 2 Oktober 2016, kegiatan perkuliahan Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK UNIPA) harus terhenti karena ketidakadaan dana operasional pendidikan. Mahasiswa FK UNIPA telah berupaya untuk meminta solusi dari berbagai pihak, namun hingga saat ini mahasiswa FK UNIPA harus menelan pil pahit karena belum adanya kepastian kapan kegiatan belajar kembali normal.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), FK UNIPA didirikan oleh tiga pihak yang menandatangani surat perjanjian kerja sama, yakni Universitas Papua (UNIPA), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Pemerintah Kabupaten Sorong.</p><p style="text-align: justify;">Surat perjanjian menyatakan bahwa FKUI merupakan pihak pelaksana akademis dengan dana yang disediakan oleh pihak UNIPA dan Kabupaten Sorong. Saat ini FK UNIPA memasuki tahun ketiga dengan dekan dan wakil dekan I yang berasal dari FKUI. FK UNIPA memperkerjakan 10 dosen tetap, 8 dosen yang saat ini masih menempuh pendidikan di Jakarta dan Jogja &nbsp;serta 2 dosen lainnya yang sudah menetap di FK UNIPA. Hampir seluruh proses pembelajaran dilakukan oleh FKUI.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya pada 2 Oktober 2016, dosen FKUI tidak datang mengajar di FK UNIPA lantaran masalah pembiayaan. Dana pengampuan yang diberikan oleh UNIPA belum diberikan pada tahun ketiga ini. Oleh karena dosen dari FKUI tidak dapat mengajar, pihak fakultas berinisiatif memberdayakan dokter lokal yang berasal dari Kota dan Kabupaten Sorong. Dekan dan wakil dekan I turut membantu proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi mereka.</p><p style="text-align: justify;">Pihak fakultas telah melapor pada pihak UNIPA dan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam perjanjian kerja sama pendirian FK UNIPA. Kemudian pihak UNIPA mengirimkan surat kepada DPRD Provinsi Papua Barat terkait permasalahan tersebut. Di lain pihak, FKUI juga mengirimkan surat pemberitahuan kepada UNIPA terkait masalah pembiayaan FK UNIPA.</p><p style="text-align: justify;">FKUI dan UNIPA juga telah menemui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada pertemuan tersebut tidak didapatkan jawaban pasti. Namun, menteri akan mengunjungi FK UNIPA pada tanggal 21 Desember 2016 dan bertemu dengan semua pihak yang terkait untuk menyelesaikan masalah. Hingga diadakannya pertemuan bersama bupati Kabupaten Sorong beserta jajarannya oleh pihak fakultas, namun lagi-lagi masalah belum terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Pada 14 Desember 2016, semua dosen dan staf yang berasal dari FKUI ditarik kembali ke Jakarta. Sehingga proses pembelajaran hanya dilakukan oleh dua dosen tetap UNIPA dan bantuan dari dokter lokal. Tanggal 21 Desember 2016, Menteri Ristekdikti secara khusus menandatangani FK UNIPA untuk menyelesaikan masalah ini dan mahasiswa FK UNIPA turut hadir dalam pertemuan tersebut. Hasil pertemuan untuk tetap menjalankan perjanjian kerja sama FK UNIPA-FKUI, dan pendanaan akan tetap dibiayai oleh Kabupaten Sorong dan Pemprov Papua Barat.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melewati proses panjang, tanggal 26 Maret 2017 perkuliahan kembali berlangsung, namun hanya bertahan satu bulan. Perkuliahan harus kembali terhenti tanggal 29 April 2017 dikarenakan tenaga pengajar dari FKUI tidak didatangkan lantaran masalah biaya. Pemerintah Kabupaten Sorong baru memberikan dana pengampuan hanya cukup dilakukan selama satu bulan.</p><p style="text-align: justify;">Pada tanggal 20 Mei, diadakan pertemuan Gubernur Papua Barat pihak UNIPA. Dalam pertemuan tersebut Gubernur menyatakan komitmennya untuk membiayai FK UNIPA agar perkuliahan kembali berlanjut pada awal Juni 2017. UNIPA lalu mengadakan pertemuan dan mengundang FK UNIPA, FKUI dan Pemerintah Provinsi Papua Barat pada 30 Mei 2017. Namun, pertemuan dibatalkan oleh UNIPA dikarenakan UNIPA masih melakukan rapat internal.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, keberlangsungan proses pembelajaran FK UNIPA masih belum mendapatkan kejelasan pasti karena berlum adanya pemberitahuan resmi dari pihak UNIPA, FK UNIPA, Pemerintah Kabupaten Sorong, serta Pemerintah Provinsi Papua Barat. <em><strong>(els/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangan Menuntut Hak Mahasiswa Kedokteran UNIPA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-menuntut-hak-mahasiswa-kedokteran-unipa/baca </link>
<guid> perjuangan-menuntut-hak-mahasiswa-kedokteran-unipa </guid>
<pubDate> Sat, 24 Jun 2017 02:23:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jumat 16 Juni 2016, mahasiswa FK UNIPA bersama BEM UNIPA melakukan aksi long march dari kampus UNIPA hingga kantor DPRD Provinsi Papua Barat. (Sumber foto: ISMKI Official) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-menuntut-hak-mahasiswa-kedokteran-unipa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sUW9zDuyhf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangan Menuntut Hak Mahasiswa Kedokteran UNIPA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Menjelang akhir semester di mana sebagian besar mahasiswa mengkhawatirkan nasib nilai akhir ujian dan IP mereka, di <span>Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK UNIPA)&nbsp;</span>102 calon dokter justru khawatir kelanjutan kuliah mereka.</p><p style="text-align: justify;">Terhitung sejak tanggal 2 Oktober 2016, mahasiswa FK UNIPA harus terhenti karena ketidakadaan dana operasional pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, &nbsp;<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kronologis-terganggunya-proses-pembelajaran-fk-unipa/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kronologis-terganggunya-proses-pembelajaran-fk-unipa/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Mereka tentu tidak diam menanggapi permasalahan tersebut, Jumat 16 Juni lalu, mahasiswa FK UNIPA bersama BEM UNIPA melakukan aksi <em>long march</em> dari kampus UNIPA hingga kantor DPRD Provinsi Papua Barat. Tujuan aksi tersebut adalah untuk mendorong penurunan dana darurat pembuatan perjanjian kerja sama (PKS) baru agar dana segera dicairkan, permohonan subsidi pemerintah untuk SPP, serta penyampaian sikap mahasiswa terhadap dr. Paulina Watofa, Sp. Rad.</p><p style="text-align: justify;">Usaha-usaha sudah banyak mereka lakukan, mulai advokasi, aksi, hingga propaganda. Namun, semua belum cukup menggerakkan untuk mengatasi masalah terhambatnya perkuliahan. Seluruh mahasiswa kedokteran Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Seluruh Indonesia (ISMKI) ikut terlibat dalam tim advokasi dan tim propaganda.</p><p style="text-align: justify;">Tim advokasi dibentuk oleh ISMKI Nasional berpusat di Jakarta. Sementara tiga hari lalu, tim propaganda seluruh mahasiswa kedokteran serentak memposting foto dukungan mereka ke media sosial mulai pukul 16.00 hingga pukul 19.00 menggunakan twibbon bertuliskan #SaveFKUNIPA. Tak hanya memposting foto, mereka juga menandatangani petisi.</p><p style="text-align: justify;">BEM FK Unmul turut mendukung dengan meyebarluaskan berita dalam lingkup FK Unmul sebagai bentuk solidaritas sejawat dan bentuk dukungan kepada FK UNIPA. Ketua BEM FK Unmul, Evan Faishal menegaskan bentuk solidaritas ini dari seluruh Fakultas Kedokteran Indonesia yang tergabung dalam ISMKI untuk UNIPA.</p><p style="text-align: justify;">Evan berharap semoga semua pihak yang terlibat dapat menyelesaikan permasalahan. Karena menurutnya ini terkait dengan masalah pendidikan, ia tidak ingin masalah ini sampai mengorbankan masa depan 102 calon dokter. Sementara penyebaran dokter di Indonesia tidak merata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Haruskah Papua kehilangan 102 calon dokter? Tidak. Karena 102 calon dokter inilah yang akan mambuat taraf kesehatan di Papua lebih baik,&rdquo; ucap Evan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Balada Fakultas Baru</strong></p><p style="text-align: justify;">FK UNIPA sebenarnya bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam pembentukkannyas sejak 2014 silam. Karena FK UNIPA tidak memiliki dosen tetap sendiri, sehingga dosen-dosen didatangkan dari FKUI. Menurut Dr. Swandari Paramita, mendatangkan dosen dari Jakarta tidak murah dan mudah. Sementara dalam sebulan dosen bisa datang berkali-kali.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pihak FKUI, mereka tetap bersedia mendatangkan dokter ke FK UNIPA, namun terkendala biaya keberangkatan yang tidak sedikit. Akibat itulah, kini proses pembelajaran FK UNIPA terhenti. Persyaratan pembentukan FK baru sebenarnya cukup ketat. FK harus memiliki sejumlah dosen tetap yang sudah PNS dari Kemenristekdikti bergelar magister dan/atau spesialis. Kemudian FK harus memiliki RS Pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Swandari yang juga pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Kalimantan Timur menegaskan kewenangan menangani masalah ini ada di tangan Kemenristekdikti yang mengeluarkan ijin berdirinya UNIPA. Sementara Pengurus Besar IDI (PB IDI) hanya bisa menjadi pengamat dan penghimbau.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, jika banyak FK diizinkan berdiri di daerah-daerah pelosok dengan alasan untuk mencukupi tenaga medis, tentu menjadi alasan kuat Kemenristekdikti memberikan ijin. Karena tidak banyak dokter yang mau bertugas jauh-jauh ke Papua, misalnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aturan ketat pembentukan FK baru-baru keluar belakangan ini, harus ada dosen dokter tetap dan RS pendidikan yang memadai. Sepertinya FK UNIPA terlanjur berdiri sebelum pengetatan aturan ini, &ldquo; tukas Swandari.</p><p style="text-align: justify;">Dokter yang juga mengajar Mata Kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unmul itu beranggapan sebaiknya memang ada perencanaan matang untuk sebuah fakultas apa pun itu, tidak hanya FK. Fakultas tidak bisa terus menerus mendatangkan dosen luar, harus mulai menyiapkan dosen sendiri sejak jauh-jauh hari. Swandari tidak ingin berkomentar banyak, menurutnya FK UNIPA yang lebih tahu banyak permasalahannya ketimbang dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Sederhana harapan DSwandari, ia ingin agar nasib mahasiswa FK UNIPA tetap menjadi prioritas pertama. Solusinya menggunakan dana talangan atau bagaimana, yang pasti ia berharap nasib mahasiswa FK UNIPA tidak digantung seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya kalau dibilang salah siapa, ya salah semuanya. Mulai pemerintah pusat, Kemenristekdikti, Kemenkes, Pemkab Sorong, FK pengampu, hingga FK UNIPA sendiri. Yang tidak salah adalah mahasiswanya itu di sana,&rdquo; ucapnya. <em><strong>(els/wal) </strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Patahkan Statement Miring, Dakwah dan Prestasi Teriring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/patahkan-statement-miring-dakwah-dan-prestasi-teriring/baca </link>
<guid> patahkan-statement-miring-dakwah-dan-prestasi-teriring </guid>
<pubDate> Sun, 25 Jun 2017 02:09:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LDK Fisip Unmul sukses gelar Islamic Social Moment 2017. (Sumber foto: instagram.com/ldkfisipunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/patahkan-statement-miring-dakwah-dan-prestasi-teriring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l1zJNQqMGT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Patahkan Statement Miring, Dakwah dan Prestasi Teriring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pada awal masa dakwah Nabi Muhammad shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam (SAW), kala itu mestilah sembunyi-sembunyi. Rasulullah SAW menyeru kerabat, tetangga beserta para sahabatnya untuk bersama memeluk agama Islam. Setelah 3 tahun dakwah secara sembunyi-sembunyi, turunlah wahyu Allah SWT (<strong><em>Al-Hijr: 94</em></strong><strong><em>)</em></strong><strong>,</strong> agar Rasul memulai dakwahnya secara terang-terangan.</p><p style="text-align: justify;">Kini lembaga-lembaga dakwah sudah mulai tersebar, tak hanya di lingkungan masyarakat melainkan di lingkungan kampus. Seperti salah satu lembaga dakwah Universitas Mulawarman yang lebih dikenal dengan Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pusdima dibentuk berbekal dari keresahan beberapa mahasiswa terdahulu. Sepak terjang awal Pusdima dimulai dari kajian-kajian Islamiyah dan lingkaran-lingkaran kecil mahasiswa. Pada mulanya, Pusdima terbagi menjadi dua periode, periode pertama tahun 1980 sampai 1984. Periode pertama ini dikenal sebagai periode perjuangan dan perkenalan Pusdima. Pada masa itu, Pusdima masih belum disahkan.</p><p style="text-align: justify;">Periode kedua, yakni tahun 1984. Di periode kedua inilah Pusdima mulai diakui keberadaannya dan juga telah disahkan universitas. Bahkan, Pusdima menjadi <em>central</em> atau pusat studi Islam di luar kampus Unmul, seperti kampus Widyagama dan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).</p><p style="text-align: justify;">Namun, ketika itu Pusdima belum membentuk lembaga dakwah di tiap fakultas. Demi memudahkan jalan dakwah, maka dibentuklah lembaga dakwah kampus di setiap fakultasnya. Lembaga dakwah di masing-masing fakultas memiliki sebutan berbeda-beda. Ada dua sebutan, yang pertama Lembaga Dakwah Fakultas (LDF), kedua adalah Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Keduanya sama, hanya beda sebutan. Kalau LDF memilih nama lembaga sendiri, seperti LDF Al-Mizan di Fakultas Hukum, atau LDF An-Nuur di FEB, serta banyak lainnya. Sedang LDK, cukup, menambahkan nama fakultas setelahnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Dakwah Kampus dan Patahkan <em>Statement&nbsp;</em>Miring</strong></p><p style="text-align: justify;">Ialah LDK Fisip (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), yang terdengar tak asing lagi ditelinga mahasiswa Unmul. LDK Fisip ini diketuai oleh Rezhi Ade Indra, mahasiswa Ilmu Komunikasi, ia menceritakan awal terbentuknya tempat dakwah ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena kami ingin menyatukan umat. Walaupun di belakangnya ada nama Fisip, tapi LDK itu bisa digunakan kapan pun dan di mana pun kita berada. Jadi, LDK Fisip bukan hanya milik fakultas, tapi juga universitas,&quot; tukas mahasiswa angkatan 2014 itu.<br><br>Jika menilik dari sejarahnya, LDK Fisip telah didirikan sejak tahun 90-an. Bermuara dari bagian kerohanian BEM Fisip pada masa itu, yang awalnya bernama Musala Al-Ashr. Namun seiring berjalannya waktu, Musala Al-Ashr memutuskan diri untuk lepas, lantas resmi menjadi lembaga pada 2002, tepatnya 25 Mei atas inisiasi Ustaz Ichwanul Toat. <br><br>Tujuannya membentuk kader-kader tangguh, memiliki pola pikir dan hati Qurani serta menuju masyarakat kampus madani. Maka, melalui dakwah Islam diharapkan dapat menyebar secara efektif ke tengah-tengah dunia perkuliahan, sehingga tertanam pula pemikiran Islam di dalam dunia perkuliahan. Akhirnya, pada 2003 kepengurusan Ustaz Zannur Al Faisal, ditetapkanlah nama lembaga &apos;LDK Fisip&apos;.<br><!--[if !supportLineBreakNewLine]--></p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Al-Ashr pada 2005 menjadi nama musala, yang berdiri di atas berdampingan dengan kampus Fisip. Berbicara mengenai pergerakan lembaga dakwah ini, LDK Fisip merupakan salah satu dari sekian banyak lembaga yang dalam pembentukannya penuh dengan pengorbanan.<br><br>15 tahun berdiri, LDK Fisip telah menorehkan berbagai prestasi. Misalnya, pada 2016 silam dalam agenda nasional forum silaturahmi lembaga dakwah kampus Fisip di Universitas Padjadjaran, Bandung. Salah satu peserta terbaiknya berasal dari LDK Fisip, yakni Delita Mandasari. Selain itu, Ahmad Fauzi mahasiswa Sosiatri angkatan 2016, berhasil Juara Harapan 2 Kaligrafi MTQ 2017 se-kota Bontang. Serta, Najahatul Hananah dan Nur Hermiyati yang berhasil meraih Juara 3 lomba debat tingkat fakultas dalam <em>Fisip Unity Festival 2017</em>.<br><br>Rezhi, pun juga tercatat sebagai kader berprestasi. Pada April lalu pria kelahiran Tarakan itu, berhasil menapakkan kakinya ke Jepang, tepatnya di Tokyo dalam ajang <em>Delegation For International Certification Indonesia-Japan Development Culture Exchange 2017.</em></p><p style="text-align: justify;">Apapun asal jurusannya, diharapkan LDK Fisip dapat memicu kesadaran mahasiswa baik yang tergabung atau belum, untuk lebih berprestasi. Selain berpendar di bidang dakwah dan prestasi, LDK Fisip pun juga merambah ke bidang-bidang lain seperti pelatihan desain, pengasahan bakat-bakat, <em>English Club</em>, dan juga sekolah politik untuk kader-kadernya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami ingin mematahkan <em>statement</em> bahwa LDK itu hanya membahas agama dan agama saja. Ini loh LDK, bisa <em>go international&nbsp;</em>dan berprestasi di lomba-lomba lainnya,&quot; imbuh Rezhi.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, fakultas yang akan melahirkan calon-calon pengacara dan jaksa, Fakultas Hukum memiliki lembaga dakwah bernama LDF Al-Mizan. Perkembangannya dakwahnya pun cukup pesat dari sebelumnya. Sebab, adanya peningkatan SDM dari tahun ke tahun. LDF Al-Mizan menjadi lembaga dakwah kampus yang mampu memberi virus-virus kebaikan, sehingga keberadaannya dapat diterima meski lingkungan di kampusnya dinilai keras.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke kampus yang letaknya jauh dari Gunung Kelua, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Banggeris yang juga memiliki lembaga dakwah kampus. Di FIB disebut dengan Keluarga Mahasiswa Muslim (KMM) Al-Farra. Awal terbentuknya KMM Al-Farra lahir dari inisatif mahasiswa angkatan 2010.</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti lembaga dakwah kampus lain, perjalanan awal KMM Al-Farra juga tak mulus. Pada awal terbentuk, KMM Al-Farra masih minim pengurus, terutama pada pria. Seiring berjalannya waktu, KMM AL-Farra semakin eksis di Kampus Balai Bahasa itu. Sedang, di Kampus Banggeris, lembaga dakwahnya bernama Lembaga Dakwah Kemahasiswaan (LDKM) Al-Hijrah. Berawal dari Forum Musyawarah Mahasiswa Muslim FKIP (FM3) terbentuklah tiga lembaga dakwah di FKIP. Lalu pada tahun 2001, LDKM Al-Hijrah resmi berdiri.</p><p style="text-align: justify;">Merekrut anggota baru tidaklah mudah. Karena, banyak orang susah menerima dakwah, oleh karena itu masing-masing lembaga dakwah tentu memiliki cara tersendiri. Jika, LDKM Al-Hijrah menggaet anggota baru dengan menggencarkan publikasi di media sosial, buletin, mading dan taklim, KMM Al-Farra berdakwah lewat tulisan. Sebab, sebagian besar mahasiswa FIB suka membaca.</p><p style="text-align: justify;">Sementara LDF Al-Mizan, memprioritaskan mahasiswa baru dengan kajian-kajian yang diadakan LDF AL-Mizan dan lewat Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dikawal langsung oleh anggota-anggota LDF Al-Mizan.</p><p style="text-align: justify;">Semakin ke sini, peran LDK/LDF di kampus disadari atau tidak oleh berbagai pihak, perannya penting demi mencerdaskan generasi muda yang berakhlak. Bahwa, Imam Syafii mengatakan, &apos;<em>Sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya.Ia tidak layak disebut pemuda. Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan.</em>&apos; (<strong><em>snh</em></strong><strong><em>/fir/els/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKT Meresahkan, BEM KM Unmul Tampung Aspirasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukt-meresahkan-bem-km-unmul-tampung-aspirasi/baca </link>
<guid> ukt-meresahkan-bem-km-unmul-tampung-aspirasi </guid>
<pubDate> Mon, 10 Jul 2017 00:02:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Norman Iswahyudi, presiden BEM KM Unmul adakan diskusi online sebagai upaya advokasi dari BEM untuk mengawal sistem UKT. (Sumber foto: eksma-kom.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukt-meresahkan-bem-km-unmul-tampung-aspirasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QqRhLITmyq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKT Meresahkan, BEM KM Unmul Tampung Aspirasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Seperti istilah yang lazim di dengar, tak ada uang maka tak ada barang. Begitu juga dengan cerminan sistem pendidikan negeri saat ini. Pendidikan yang seharusnya menjadi hak, kini mesti diterima dengan sejumlah biaya. Nyatanya tidak semua kalangan mampu penuhi. Hal ini juga terjadi di kalangan kelas universitas. UKT alias Uang Kuliah Tunggal kini menjadi polemik hangat bagi mahasiswa angkatan 2013 Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Angkatan ini menjadi yang pertama dalam menerapkan sistem UKT. Sedangkan masa perkuliahannya terhitung hanya dalam masa sidang skripsi atau menyelesaiakan tugas akhir. Keresahan muncul di antara mahasiswa. Haruskah membayar UKT secara penuh seperti semester sebelumnya tetap berjalan?</p><p style="text-align: justify;">Polemik ini belum menemukan titik akhir dan menimbulkan kecemasan. Tidak hanya bagi satu atau dua mahasiswa, melainkan seluruh angkatan 2013 yang tidak lagi menjalani proses belajar mengajar di kelas. Mengingat adanya mahasiswa yang berat dalam menanggung biaya UKT.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini, BEM KM Unmul menggelar diskusi <em>online</em> melalui aplikasi <em>Whatsapp</em> pada Sabtu (8/7) kemarin. Tergabung dalam sebuah grup, menjadikan wadah bagi mahasiswa untuk saling bertukar pikiran. Diikuti oleh BEM Fakultas Se-Unmul serta mahasiswa angkatan 2013, diskusi ini berjalan sejak pukul 21.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Dalam diskusi tersebut, tercatat beberapa masukan yang diterima. Di antaranya adalah mencari data terkait pendapatan dana Unmul sebelum dan sesudah penerapan UKT. Tak hanya itu, survei data juga akan dilakukan, dengan tujuan untuk membandingkan jumlah mahasiswa yang memilih cuti karena tidak mampu membayar UKT ketika sebelum dan sesudah sistem UKT diterapkan.</p><p style="text-align: justify;">Norman Iswahyudi, presiden BEM KM Unmul menyatakan, diskusi itu dilakukan sebagai upaya advokasi dari BEM untuk mengawal sistem UKT.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami berusaha mengumpul data yang diperlukan untuk kajian,&quot; ungkap Norman saat diwawancara, Minggu (9/7) sore.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dalam diskusi tersebut ditampung pula masukan terkait penentuan UKT bagi mahasiswa penyuluhan setelah semester 8. &nbsp;Kemudian, penerima beasiswan serta penentuan pembayaran UKT pada mahasiswa semester 9 yang khususnya bulan ini hanya akan menjalani proses pendadaran.</p><p style="text-align: justify;">Norman menyatakan, selama ini dipahami perhitungan total UKT mengikuti rata-rata mahasiswa yang telah menyelesaikan 8 semester.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Logika sederhananya, jika sudah melewati 8 semester, mahasiswa membayar UKT full ini untuk biaya apalagi?&quot; ujar Norman.</p><p style="text-align: justify;">Hasil diskusi <em>online</em> tersebut menyebutkan bahwa forum telah satu suara, bahwa mahasiswa angkatan 2013 jangan membayar UKT sebelum adanya kejelasan terkait masalah ini. Norman pun mengharapkan bisa goal untuk semua mahasiswa 2013.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, kata mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu, BEM KM Unmul bakal mengadakan forum diskusi lunjutan menemukan solusi lain, yakni konsolidasi. <em><strong>(adl/im)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Khawatir Advokasi Rumit, BEM Minta Mahasiswa Tunda Bayar UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khawatir-advokasi-rumit-bem-minta-mahasiswa-tunda-bayar-ukt/baca </link>
<guid> khawatir-advokasi-rumit-bem-minta-mahasiswa-tunda-bayar-ukt </guid>
<pubDate> Tue, 11 Jul 2017 00:24:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul minta mahasiswa angkatan 2013 untuk menunda bayar UKT. Alasannya, advokasi masih berproses. (Sumber ilustrasi: fbcjaxwatchdog.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khawatir-advokasi-rumit-bem-minta-mahasiswa-tunda-bayar-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uGhvY8r8Ri.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Khawatir Advokasi Rumit, BEM Minta Mahasiswa Tunda Bayar UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Nasib mahasiswa angkatan 2013 di Unmul nampaknya masih kelabu. Polemik pembayaran UKT bagi mereka hingga saat ini belum jelas. BEM KM Unmul dan rektorat masih berdebat panas.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, BEM KM Unmul meminta mereka untuk menunda bayar UKT. Alasannya, advokasi masih berproses.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi menyatakan, imbauan itu dilakukan demi antisipasi. Dikhawatirkan jika mahasiswa angkatan 2013 sudah membayar, bakal membuat rumit pengembalian. Itu jika BEM KM Unmul berhasil mengadvokasi keluhan mahasiswa ke rekrotat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tunda bayar untuk antisipasi,&quot; ujar Norman.</p><p style="text-align: justify;">Imbauan itu, lanjut dia, disampaikan BEM KM Unmul melalui <em>broadcast</em> pesan singkat dan media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Koordinasi dengan pihak birokrat terkait polemik ini sedang intens. Kami akan menggelar audiensi lanjutan,&rdquo; papar dia.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul Dahlia Haryati menyatakan, tujuan advokasi UKT untuk meringankan beban mahasiswa angkatan 2013. &ldquo;Kalau tetap UKT penuh akan memberatkan mahasiswa. Apalagi sedang menyelesaikan studinya,&rdquo; tuturnya singkat. <em><strong>(adl/im)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM Fakultas Dorong Mahasiswa Angkatan 2013 Tunda Bayar UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fakultas-dorong-mahasiswa-angkatan-2013-tunda-bayar-ukt/baca </link>
<guid> bem-fakultas-dorong-mahasiswa-angkatan-2013-tunda-bayar-ukt </guid>
<pubDate> Tue, 11 Jul 2017 00:44:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hariyani Ketua BEM FISIP yang kerap berseberangan dengan BEM KM Unmul setuju dengan anjuran untuk menunda pembayaran UKT. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fakultas-dorong-mahasiswa-angkatan-2013-tunda-bayar-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bxMu7YUPwe.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>BEM Fakultas Dorong Mahasiswa Angkatan 2013 Tunda Bayar UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Unmul sejak diterapkan pada 2013 hingga saat ini terus menuai polemik. Teranyar, polemik nominal UKT bagi mahasiswa angkatan 2013. Angkatan pertama di Unmul yang mulai menerapkan biaya tunggal dalam proses perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Kisruh ini kembali membuat mahasiswa dan rektorat panas dingin. Rektorat bersikukuh UKT untuk angkatan 2013 tetap dibayarkan. Alasannya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) yang didapat Unmul selama ini tidak mencukupi. Sehingga UKT bagi angkatan 2013 tetap harus dipertahankan. Demi memenuhi keperluan belanja Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sementara di BEM KM Unmul beserta aliansi BEM fakultas menolak kebijakan itu. Mereka meminta rektorat melakukan rasionalisasi pungutan kepada mahasiswa yang tidak lagi belajar di kelas. Tidak menikmati pelayanan kampus selain menyelesaikan skripsi hingga wisuda.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, perdebatan antara mahasiswa yang diwakili BEM KM Unmul dengan rektorat belum menemukan titik temu. BEM KM Unmul yang beberapa kali melakukan audiensi mulai kehabisan akal. Opsi yang mereka tawarkan ditolak mentah-mentah oleh rektorat. Tak kehabisan akal, BEM KM Unmul menyebarkan imbauan kontroversial demi menekan rektorat. Mahasiswa angkatan 2013 mereka minta untuk menunda pembayaran UKT hingga mencapai kata sepakat dengan rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Langkah BEM KM Unmul itu mendapat dukungan banyak pihak. BEM FISIP yang kerap berseberangan dengan BEM KM Unmul setuju dengan anjuran tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ketua BEM FISIP Nur Hariyani mengatakan, mahasiswa angkatan 2013 mesti menunda pembayaran UKT. Pasalnya, ada beberapa unit cost yanggsudah dibayarkan. Sehingga, hanya sisa beberapa unit cost yang perlu dibayar seperti urusan skripsi hingga lulus kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya ada keringanan mengenai UKT untuk mahasiswa angkatan 2013. Karena item kuliah tatap muka sudah tidak ada lagi,&rdquo; ujar Nur Hariyani kepada <em>Sketsa</em>, Senin (10/7) siang.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Hariyani, BEM FISIP sudah membuka posko advokasi untuk menerima aduan dari mahasiswa angakatan 2013.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BEM FISIP bantu keluhan mereka,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Gubernur BEM FKIP Rizaldo sepakat dengan imbauan BEM KM Unmul agar mahasiswa angkatan 2013 menunda pembayaran UKT. Sebab, hingga saat ini aliansi BEM fakultas yang dikomandoi BEM KM Unmul belum mencapai kesepakatan dengan rektorat, khususnya pembayaran UKT semester sembilan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BEM FKIP sudah sempat diskusi untuk menyerap aspirasi mahasiswa angkatan 2013. Ada laporan mahasiswa pendadaran Juli, tapi tetap bayar UKT. Bahkan kalau mau maju pendadaran harus bawa bukti slip pembayaran UKT dulu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, tambah dia, BEM FKIP masih mencoba melakukan advokasi atas aduan mahasiswa angkatan 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah advokasi. Masih menunggu jawaban dari dekan,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait anjuran BEM KM Unmul itu, awak <em>Sketsa</em> juga berupaya meminta tanggapan ketua BEM fakultas lainnya. Sayang, sejumlah ketua BEM yang dikonfirmasi tidak memberikan respons. <em><strong>(mpr/im)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektorat Kecam Imbauan Tunda Bayar UKT dari BEM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-kecam-imbauan-tunda-bayar-ukt-dari-bem/baca </link>
<guid> rektorat-kecam-imbauan-tunda-bayar-ukt-dari-bem </guid>
<pubDate> Tue, 11 Jul 2017 13:53:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan Unmul Abdunnur mengatakan, UKT merupakan kebijakan pemerintah pusat. (Foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-kecam-imbauan-tunda-bayar-ukt-dari-bem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nVbQkOvxzn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rektorat Kecam Imbauan Tunda Bayar UKT dari BEM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Polemik Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa angkatan 2013 semakin panas. Rektorat mengecam imbauan BEM KM Unmul yang meminta mahasiswa menunda pembayaran UKT. Sebab, hingga saat ini belum ada kesepakatan antara mahasiswa dengan rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu imbauan BEM KM Unmul itu banjir dukungan. Mahasiswa angkatan 2013 jelas merasa diuntungkan. Mereka tidak perlu membayar penuh UKT. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang galau. Mereka yang tengah menyelesaikan skripsi tetap wajib membayar UKT sesuai ketentuan sebagai syarat untuk maju sidang pendadaran.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan Unmul Abdunnur mengatakan, UKT merupakan kebijakan pemerintah pusat. Diatur jelas dalam Peraturan Mentri Riset, Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) 39/2016 tentang BKT dan UKT pada PTN. Berlaku sejak 2013. Perhitungannya tidak terbatas hanya delapan semester, tapi hingga mahasiswa lulus kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetap bayar sampai selesai tidak ada pengecualian,&rdquo; tegas Abdunnur ketika ditemui <em>Sketsa</em> di ruang kerjanya, kemarin (10/7).</p><p style="text-align: justify;">Imbauan BEM KM Unmul kepada mahasiswa angkatan 2013 untuk menunda pembayaran UKT, sebut Abdunnur, mestinya tidak dilakukan. Tidak punya dasar aturan. Kemudian bakal mengganggu sistem pembayaran UKT yang sudah berjalan. Bahkan, bakal merugikan mahasiswa dan merepotkan rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada jaminan enggak dari BEM kalau mahasiswa kesulitan dan sistem sudah ditutup, apa tetap bisa membayar dan mau membantu? Pasti yang dilakukan BEM memohon juga kan ke rektorat. &lsquo;Mohon dibuka kembali sistemnya&rsquo;,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkannya, dana dari UKT seluruh mahasiswa hanya menyumbang sekitar Rp150 milyar. Jauh dari kebutuhan Unmul sekitar Rp377 milyar untuk keperluan operasional. Sementara dana lain dari APBN, Rupiah Murni (RM), PNBP, dan PNBP hasil kerja sama tidak mencukupi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;UKT bukan satu-satunya uang untuk operasional di universitas,&rdquo; pungkasnya.<em><strong>(snh/im)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Imbauan Kontroversial, DPM Dukung Langkah BEM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbauan-kontroversial-dpm-dukung-langkah-bem/baca </link>
<guid> imbauan-kontroversial-dpm-dukung-langkah-bem </guid>
<pubDate> Tue, 11 Jul 2017 23:38:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua DPM KM Unmul Alif Mustofa mengaku, setuju dengan langkah advokasi BEM. (Foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbauan-kontroversial-dpm-dukung-langkah-bem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BcsRQXNq8G.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Imbauan Kontroversial, DPM Dukung Langkah BEM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Kalut masih menyelimuti mahasiswa angkatan 2013. Hingga saat ini belum ada kejelasan nominal UKT yang mesti mereka bayar. Mayoritas menunggu, tapi tak sedikit yang ambil jalan pintas. Tetap bayar UKT sesuai besaran yang ditentukan rektorat sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul yang menampung aspirasi mahasiswa itu mencoba melakukan advokasi. Mereka menghimpun mahasiswa angkatan 2013 bersama BEM fakultas melalui forum diskusi. Hasilnya, mahasiswa diminta menunda pembayaran UKT. Meski dinilai kontroversi, namun langkah tersebut banjir dukungan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Ketua DPM KM Unmul Alif Mustofa mengaku, setuju dengan langkah advokasi BEM tersebut. Menurutnya, imbauan itu sudah sangat tepat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sudah tepat. Hasil aspirasi mahasiswa,&rdquo; ujar Alif.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menegaskan, DPM KM Unmul sepakat dengan pergerakan advokasi yang dilakukan BEM terkait polemik UKT bagi mahasiswa angkatan 2013. Namun, ia meminta advokasi dilakukan satu komando di bawah BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Satu pintu. Supaya birokrasi advokasi yang dibangun tidak rumit. Tapi tetap harus libatkan pihak-pihak terkait,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkannya, imbauan BEM KM Unmul agar mahasiswa angkatan 2013 menunda bayar UKT demi keseriusan. Karena mahasiswa merasa tidak adil dengan jumlah UKT yang harus dibayar. Sementara aktivitas perkuliah sudah tidak ada selain skripsi. Namun, dia tekankan imbauan itu tidak bersifat wajib. Mahasiswa bebas memilih bayar atau menunda hingga ada kejelasan advokasi yang dilakukan BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau mahasiswa ingin membayar silakan. Tapi imbauan itu murni atas dasar solidaritas dan bentuk protes,&quot; pungkasnya. <em><strong>(adl/im)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKT Tetap Penuh, Mahasiswa Sebut Rektorat Tidak Adil </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukt-tetap-penuh-mahasiswa-sebut-rektorat-tidak-adil/baca </link>
<guid> ukt-tetap-penuh-mahasiswa-sebut-rektorat-tidak-adil </guid>
<pubDate> Wed, 12 Jul 2017 00:48:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Iqbal mahasiswa Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik sebut kebijakan rektorat saat ini sangat tidak adil. (Foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukt-tetap-penuh-mahasiswa-sebut-rektorat-tidak-adil/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TvPqZ1Ka8i.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>UKT Tetap Penuh, Mahasiswa Sebut Rektorat Tidak Adil</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Rektorat mengecam imbauan BEM KM Unmul agar mahasiswa menunda bayar UKT. Hal itu dianggap bakal menganggu sistem pembayaran dan administrasi di bank maupun fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kecaman rektorat, Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi malah menanggapinya dengan santai. Norman bersikukuh tetap akan memperjuangkan UKT mahasiswa angkatan 2013 meski imbauannya dikecam rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Santai saja. Sambil menunggu pertemuan resmi kami kembali bahas masalah itu,&rdquo; jawabnya santai, Selasa (11/7) siang.</p><p style="text-align: justify;">Saat disinggung jadwal audiensi berikutnya, Norman menyebut, belum bisa memberikan kepastian. Namun ia berjanji pertemuan itu bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mahasiswa merasa ini harus diperjuangkan, tentu mereka memiliki rasa yang sama. Mau ada himbauan dari rektorat pun saya rasa mahasiswa bisa memilih,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Minta Keringanan</strong></p><p style="text-align: justify;">Mayoritas mahasiswa angkatan 2013 sepakat dengan langkah BEM KM Unmul. Mereka merasa keberatan dengan kebijakan rektorat yang menginginkan mahasiswa tetap membayar UKT penuh.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu diungkapkan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Rastina. Dia mengatakan, kebijakan rektorat sangat tidak adil. Sebab dirinya tidak lagi kuliah. Hanya menyelesaikan skripsi. Tapi tetap wajib bayar UKT seperti saat mengambil mata kuliah dengan beban maksimal 24 satuan kredit semester (SKS).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setidaknya cuma bayar 25 persen dari total UKT saya sekarang,&rdquo; harap Rastina.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkannya, sejak awal dia berharap rektorat memberi keringanan. Pasalnya mayoritas mahasiswa semester sembilan tidak lagi menjalani perkuliahan. Sementara beban UKT terlampau tinggi. &ldquo;Ada yang harus bayar UKT Rp 4 juta. Padahal enggak kuliah, cuma skripsi,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Iqbal mahasiswa Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik memberikan tanggapan yang sama. Iqbal menganggap kebijakan rektorat saat ini sangat tidak adil. Apalagi, dirinya tinggal maju sidang pendadaran terpaksa ditunda karena harus membayar UKT penuh untuk semester sembilan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak adil. Mestinya jangan bayar penuh. Bayarnya sesuai SKS yang masih tersisa, seperti sistem semester pendek,&rdquo; seloroh Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">Ditegaskan Iqbal, dirinya bakal mengajukan pengurangan UKT. Orangtuanya tidak sanggup membayar penuh karena kesulitan ekonomi. Iqbal sendiri mesti membayar UKT sebesar RP 3,7 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya UKT golongan tiga. Saya tunggu hasil advokasi BEM sampai akhir Juli. Kalau tidak ada kejelasan terpaksa bayar. Tidak ada pilihan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan lain juga disampaikan Muhammad Ridho Amalu. Mahasiswa dari Prodi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu bahkan blak-blakan menyebut rektorat berbohong. Banyak janji yang disampaikan rektorat tentang UKT tidak sesuai implementasinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau bayar setengah itu tetap saja dibohongi,&rdquo; katanya. <em><strong>(els/im)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kritik BEM, DPM Desak Advokasi All Out Attack </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kritik-bem-dpm-desak-advokasi-all-out-attack/baca </link>
<guid> kritik-bem-dpm-desak-advokasi-all-out-attack </guid>
<pubDate> Wed, 12 Jul 2017 23:10:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menanggapi advokasi BEM, Ketua Komisi A DPM KM Unmul Dwi Luthfi mengaku belum ingin menyoal kerja tersebut. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kritik-bem-dpm-desak-advokasi-all-out-attack/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zIvV4F08I3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kritik BEM, DPM Desak Advokasi All Out Attack</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Imbauan BEM KM Unmul agar mahasiswa 2013 menunda bayar UKT bak angin surga. Seolah ada peluang manis UKT bisa berkurang. Sayangnya, batas waktu pembayaran UKT kian mepet. Sementara gerakan advokasi itu masih sunyi senyap.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi advokasi BEM, Ketua Komisi A DPM KM Unmul Dwi Luthfi mengaku belum ingin menyoal kerja tersebut. Namun, Lutfi menganjurkan agar advokasi yang dilakukan bisa lebih profesional dan bertanggungjawab. Bukan sekadar imbauan pesan berantai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lebih valid jika dibarengi dengan bukti surat yang langsung ditandatangani Presiden BEM KM Unmul,&rdquo; sarannya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, sejak awal advokasi UKT angkatan 2013 ditangani satu pintu oleh BEM KM Unmul. Namun, menurutnya selama ini masih kurang sigap. Sementara <em>deadline</em> pembayaran UKT berakhir pada 28 Juli mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya minta advokasi dipercepat karena berpacu dengan waktu. Harus <em>all out attack</em>,&rdquo; tegas mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu.</p><p style="text-align: justify;">Demi mempercepat advokasi, pihaknya bakal segera menggelar pertemuan bersama menteri dan kepala biro di BEM KM Unmul. Itu dilakukan untuk menyelaraskan langkah strategis terkait isu-isu krusial, salah satunya polemik UKT 2013.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mestinya memang harus ada pertemuan. Jangan hanya lewat grup <em>Whatsapp</em> saja,&rdquo; desaknya.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut penting, lanjutnya, karena polemik UKT merupakan masalah yang sangat krusial. Perlu pembahasan mendalam dan itu tidak bisa selesai hanya melalui diskusi melalui forum <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai saat ini saya belum dapat info konsolidasi dari BEM. Tapi dalam waktu dekat DPM ada rencana gelar pertemuan. Secepatnya,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(adl/im)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ditentang Fakultas, Tetap Tawarkan Solusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ditentang-fakultas-tetap-tawarkan-solusi/baca </link>
<guid> ditentang-fakultas-tetap-tawarkan-solusi </guid>
<pubDate> Wed, 12 Jul 2017 23:17:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Dekan Bidang Keuangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul Nur Fitriyah. (Foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ditentang-fakultas-tetap-tawarkan-solusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZUWu4k3SRW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ditentang Fakultas, Tetap Tawarkan Solusi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Penyelesaian masalah krusial pembayaran UKT mahasiswa angkatan 2013 masih samar. Sementara advokasi BEM KM Unmul dan BEM fakultas jalan di tempat.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu sejumlah pimpinan di fakultas menawarkan solusi. Kepada <em>Sketsa</em>, Wakil Dekan Bidang Keuangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul Nur Fitriyah memaparkan, sejatinya mahasiswa angkatan 2013 tetap menikmati fasilitas kampus. Seperti proses pembimbingan maupun seminar. Sehingga bayar UKT penuh tetap menjadi kewajiban mahasiswa yang harus ditunaikan. Tanpa melihat sedang menyelesaikan skripsi atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tinggal pendadaran pun tetap harus bayar,&rdquo; tegas Nur Fitriyah ditemui di kantornya, Rabu (12/7) siang.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi advokasi mahasiswa melalui BEM KM Unmul maupun BEM fakultas, Fitriyah mengaku, tidak ingin ambil pusing. Menurutnya, kebijakan UKT yang berlaku selama ini mengikat dan sudah sangat jelas. Tidak terbatas hanya delapan semester lantas dilakukan penyesuaian. Namun, penurunan atau penundaan UKT bisa diberikan fakultas. Asal, mahasiswa mengajukan permohonan, melengkapi berkas maupun bukti yang disyaratkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangankan 2013, angkatan lain pun diberi kesempatan untuk menurunkan UKT, asal persyaratan dipenuhi,&rdquo; kata dia.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan dan Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul Fitriadi yang dikonfirmasi awak media ini enggan berkomentar. Fitriadi beralasan polemik UKT tersebut sudah ditangani rektorat melalui wakil rektor, Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sudah audiensi dengan BEM. Bukan ranah saya (fakultas),&rdquo; singkat Fitriadi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB Unmul Yunus Tete Konde menyatakan, mahasiswa harus ikut aturan. Tetap bayar UKT sesuai nominal golongan. Tapi, mahasiswa diberikan kesempatan untuk meminta penurunan atau penyesuaian UKT. Itu jika mahasiswa memberikan alasan yang jelas disertai bukti yang cukup.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi itu pendapat pribadi saya. Bukan mewakili FEB,&rdquo; pungkasnya.<em><strong>&nbsp;(snh/asr/im)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangkan UKT Angkatan 2013, Norman Pasang Badan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangkan-ukt-angkatan-2013-norman-pasang-badan/baca </link>
<guid> perjuangkan-ukt-angkatan-2013-norman-pasang-badan </guid>
<pubDate> Wed, 12 Jul 2017 23:47:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tanggapi kecaman dari rektorat, Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi mengaku tak gentar. (Sumber foto: Dok. pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangkan-ukt-angkatan-2013-norman-pasang-badan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZhZqIfYcfm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangkan UKT Angkatan 2013, Norman Pasang Badan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Upaya advokasi BEM KM Unmul melalui penundaan pembayaran UKT angkatan 2013 terima sorotan. Pro dan kontra hadir seiring ketidakjelasan imbauan itu. Bahkan, sikap itu dikecam rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em> Senin (10/7), Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan Unmul Abdunnur menegaskan, pembayaran UKT diwajibkan hingga lulus. Tidak terbatas hanya delapan semester. Kewajiban itu disebut punya dasar aturan yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kecaman itu, Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi mengaku tak gentar. Norman menyatakan, bakal terus melanjutkan upaya advokasi hingga tuntutan dipenuhi. Masalah waktu <em>deadline</em> pembayaran UKT yang semakin dekat tak jadi soal. Dia berjanji advokasi UKT bakal selesai sebelum <em>deadline</em> berakhir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami pastikan tidak sampai akhir Juli,&rdquo; yakin Norman.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Norman, saat ini BEM KM Unmul masih mengupayakan audiensi dengan rektorat. Sementara menunggu jadwal audiensi, pihaknya sedang menyiapkan data dan menyempurnakan kajian.</p><p style="text-align: justify;">Dinilai bergerak lambat, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini tak ingin ambil pusing. Menurutnya, tiap orang punya hak dan bebas untuk menilai kinerja BEM cepat atau lambat. Namun, ia memastikan BEM KM Unmul bakal berusaha maksimal untuk memperjuangkan penyesuaian UKT angkatan 2013.</p><p style="text-align: justify;">Setidaknya, berdasarkan catatan BEM, lanjut dia, sudah ada satu mahasiswa angkatan 2013 yang telah membayar UKT. Alasannya ingin maju pendadaran.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Beda Sikap</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak berjuang sendirian, beberapa BEM fakultas satu suara dan mendukung upaya BEM KM Unmul mengadvokasi UKT mahasiswa angkatan 2013. Ketua Advokasi BEM FEB Suwondo menegaskan, mahasiswa angkatan 2013 tidak lagi berkuliah secara penuh. Sehingga harus dilakukan penyesuaian nominal UKT yang dibayarkan. Artinya, harus kurang dari UKT yang diwajibkan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sedang melakukan peninjauan ulang UKT untuk angkatan 2013. Itu kesepakatan dengan pimpinan fakultas,&rdquo; ujar Suwondo.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, pihaknya tengah sibuk merampungkan berkas. <em>Deadline</em>nya hingga 17 Juli. Berkas tersebut harus diserahkan ke wakil dekan bidang keuangan di fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Dukungan advokasi juga datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Sejumlah aduan dari mahasiswa angkatan 2013 yang tetap harus membayar UKT penuh sebelum pendadaran sudah ditampung. Advokasi tinggal menunggu jawaban dari pimpinan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belum ada jawaban dari dekan. Kamis (13/7) rencana ada pertemuan bahas UKT dan mahasiswa yang pendadaran Juli ini,&rdquo; ungkap Gubernur BEM FKIP Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">BEM FISIP juga tak ingin ketinggalan mengambil peran. Bahkan, saat ini sudah membuka posko untuk menerima keluhan mahasiswa FISIP angkatan 2013.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami masih mengupayakan untuk koordinasi dengan pihak fakultas,&rdquo; kata Nur Hariyani, ketua BEM FISIP ketika dikonfirmasi <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, sejauh ini aduan mahasiswa seragam. Mayoritas mengeluhkan UKT tetap dibayar penuh. Padahal tinggal mengikuti ujian pendadaran. Parahnya, fakultas maupun rektorat tidak memberikan toleransi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Beberapa item unit <em>cost</em> UKT sudah mereka bayar. Seharusnya ada keringanan,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Hukum Sebastian Bani mengaku setuju dengan imbauan yang disampaikan BEM KM Unmul. Hal itu dia anggap logis, mengingat mahasiswa semester sembilan yang tetap dibebani UKT penuh sangat tidak etis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu pendapat pribadi. Secara lembaga kurang setuju. Masih perlu dikaji ulang,&rdquo; kata Sebastian. &ldquo;Selain tidak ada dasar aturan, tentu ada alasan tersendiri sehingga pihak rektorat enggan menerima imbauan penundaan UKT itu,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menegaskan posisi BEM Fakultas Hukum. Dia menyatakan pihaknya sejauh ini belum mau merespon imbauan Presiden BEM KM Unmul, Norman.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang akrab disapa Basten itu mengakui, posisi BEM Fakultas Hukum dengan BEM KM berseberangan alias oposisi. Sehingga mahasiswa hukum tidak mengikuti imbauan dari BEM KM Unmul. Alasan posisi itu karena kesenjangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BEM Fakultas Hukum belum terlalu memusingkan masalah UKT itu,&rdquo; ucapnya. <em><strong>(adl/im)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> La Hasan: Turunkan UKT 2013 Butuh Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/la-hasan-turunkan-ukt-2013-butuh-waktu/baca </link>
<guid> la-hasan-turunkan-ukt-2013-butuh-waktu </guid>
<pubDate> Fri, 14 Jul 2017 00:40:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, La Hasan mengungkapkan kebijakan mengenai UKT bagi mahasiswa yang memasuki semester 9, dirasa masih dinamis. (Foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/la-hasan-turunkan-ukt-2013-butuh-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lSgX5UP3iH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>La Hasan: Turunkan UKT 2013 Butuh Waktu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tepat memasuki semester sembilan bagi mahasiswa angkatan 2013, dilema enggan rogoh kocek demi UKT, menghantui. Mahasiswa 2013 mulai gerah, advokasi BEM KM tak kunjung perlihatkan hasil.</p><p style="text-align: justify;">Selepas imbauan kontroversial yang dikecam Abdunnur Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan, BEM KM seperti jalan di tempat. Di samping itu, Rektor Unmul, Masjaya melalui sekretarisnya menolak untuk ditemui awak media.</p><p style="text-align: justify;">UKT angkatan 2013, tentu menarik perhatian angkatan 2013, tak lepas pula angkatan di bawahnya. Jika tahun ini BEM KM tak berhasil mengadvokasi UKT, praktis akan berimbas ke angkatan selanjutnya. Namun, tanggapan menyegarkan datang dari Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, La Hasan. Menurutnya, kebijakan mengenai UKT bagi mahasiswa yang memasuki semester sembilan, dirasa masih dinamis.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tergantung kebijakan nanti apakah ada perubahan,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, menurut Hasan Unmul belum pernah memberi kebijakan meringankan mahasiswa akhir, yang sudah tak ada mata kuliah lagi. Pun, apabila kebijakan itu diambil maka memerlukan waktu lama, hingga melibatkan birokrat fakultas, serta senat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau itu dilakukan perlu pembahasan dan proses yang panjang,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Rektorat dan mahasiswa, saling tarik ulur. Entah, siapa yang akan menang kali ini. Namun, Unmul bukan satu-satunya yang mahasiswa 2013 minta keringanan. Ada pula, Universitas Lampung (Unila), Universitas Sriwijaya (Unsri), juga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Namun, pergerakan mahasiswa di universitas tersebut lebih gesit. Sayangnya, dari berita yang beredar, baru UPI yang sedikit beri keringanan mahasiswanya. Unsri dan Unila tetap berpegang pada aturan Permenristekdikti itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah hasilnya tidak nihil, ada perubahan pada kebijakan UKT semester 9. Mengikuti sistem Universitas Brawijaya yang dahulunya sesuai penghasilan dengan orangtua kini disesuaikan dengan akademik, artinya disesuaikan dengan mata kuliah yang dikontrak,&rdquo; ujar Ahmad Fauzi Ridwan, Presiden BEM Rema UPI, pada &nbsp;(8/7) dikutip dari <em>berita.suaramerdeka.com</em></p><p style="text-align: justify;">Hari ini BEM KM dan BEM fakultas, telah lakukan konsolidasi. Namun, beberapa pihak menyayangkan konsolidasi tersebut belum terbuka untuk umum. Sampai detik ini, mahasiswa masih menunggu kepastian dari gerakan BEM.<strong><em>&nbsp;(snh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Takut Kena Imbas Polemik UKT, Angkatan Muda Dukung BEM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/takut-kena-imbas-polemik-ukt-angkatan-muda-dukung-bem/baca </link>
<guid> takut-kena-imbas-polemik-ukt-angkatan-muda-dukung-bem </guid>
<pubDate> Fri, 14 Jul 2017 01:28:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aprilian Kurnia Putra juga keberatan jika mesti membayar penuh di semester akhir. Jelas, ia pun mendukung penuh aksi advokasi BEM KM. (Sumber foto: Dok. pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/takut-kena-imbas-polemik-ukt-angkatan-muda-dukung-bem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2kp3H5evrR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Takut Kena Imbas Polemik UKT, Angkatan Muda Dukung BEM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sejak 4 tahun lalu, memang timbulkan pro-kontra. Mahasiswa 2013, mesti menanggunggnya lebih dulu. Lalu, kekhawatiran akan UKT timbul lagi. Ketika mahasiswa 2013 yang melewati semester 8, dan tak ada kuliah, hanya tersisa tugas akhir pun pendadaran, mesti bayar penuh. Notabene, mahasiswa akhir pun tak sedikit mengeluarkan uangnya di fase akhir ini. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Merasakan kegelisahan mahasiswa 2013, BEM KM dan BEM pun ambil langkah meringankan beban mereka. Sayangnya, upaya BEM, ditolak dan dikecam rektorat. Beberapa fakultas dikonfirmasi pun jawabannya tak cukup memuaskan mahasiswa 2013.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan tak habis di situ, jika nantinya BEM gagal mengadvokasi, praktis angkatan selanjutnya, akan mewarisi hal yang sama. Kemungkinan, tak ada penyesuaian bagi mahasiswa akhir yang kesulitan ekonominya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti Elizabeth, mahasiswa Fakultas Pertanian 2015 ini turut merasakan kekhawatiran. Mengetahui ketidakjelasan permasalah UKT mahasiswa 2013, ia takut hal tersebut menimpa angkatannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang ada mahasiswa takut lulus,&quot; kata mahasiswi Agroekoteknologi ini.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi, Elizabeth mendapat UKT golongan 5, besarnya Rp 5 juta yang harus ia bayarkan tiap semesternya. Belum lagi, orang tuanya mesti membayar biaya sekolah sang adik. Tak habis pikir, jika ia sampai melewati semester sembilan, lalu membayar dengan harga rasa kuliah lagi.</p><p style="text-align: justify;">Jika memang demikian, ia sadar ia masih berstatus mahasiswi aktif. &quot;Mau tidak mau, bayar,&quot; katanya, kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>(13/7).</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Aprilian Kurnia Putra juga keberatan jika mesti membayar penuh di semester akhir. Jelas, ia pun mendukung penuh aksi advokasi BEM KM.</p><p style="text-align: justify;">Menurut mahasiswa Sastra Inggris 2016 itu, jika UKT tidak dapat diturunkan, artinya fungsi UKT telah bergeser. Terlihat jelas, penggolongan UKT hanya untuk mengelompokkan mahasiswa mampu dan tidak.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, pemerintah mengubah kebijakan SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) menjadi UKT bukan tanpa alasan, yakni membantu yang kurang mampu. Namun, yang dirasakan Putra ini hanya tipu daya dan terkesan tak adil. Orang tuanya yang hanya sebagai petani harus membayar UKT sebesar Rp 4 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Universitas negeri, tapi UKT mahasiswa yang kurang mampu sampai golongan 5, apa bedanya dengan swasta,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Nova Rohmawati, mahasiswa FISIP 2014 berpendapat setidaknya rektorat harus melihat lagi kondisi mahasiswa. Sebab, tidak semua mahasiswa di Unmul tergolong mampu. Ia berharap, rektorat dapat membantu meringankan UKT mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan Delya Mentari, merasa tidak khawatir dengan problematika UKT tersebut. Menurut Delya, jika nanti angkatannya tetap dikenakan biaya UKT <em>full</em>&nbsp; pada semester akhir, itu merupakan bentuk balas budi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kampus sudah beri kita ilmu dan gelar sarjana,&quot; kata mahasiswa Hukum itu.</p><p style="text-align: justify;">Delya juga mendapat UKT golongan 5, namun besarnya Rp 3 juta per semesternya. Ia tak merasa rugi, jika kelak tetap membayar UKT penuh.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Walaupun akhir kuliah, kita tetap pakai gedung, waktu dan jasa dosen,&quot; imbuhnya.<strong><em>&nbsp;(els/adl/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sayup-sayup Gerakan Mahasiswa, Hasil Polemik UKT 2013 Dinanti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sayup-sayup-gerakan-mahasiswa-hasil-polemik-ukt-2013-dinanti/baca </link>
<guid> sayup-sayup-gerakan-mahasiswa-hasil-polemik-ukt-2013-dinanti </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jul 2017 00:51:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maulida Julianti, staf Menteri Adkesma BEM Faperta menyatakan telah berupaya lakukan advokasi. Yakni, dengan pendataan UKT mahasiswa angkatan 2013. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sayup-sayup-gerakan-mahasiswa-hasil-polemik-ukt-2013-dinanti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8hobT0qikp.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sayup-sayup Gerakan Mahasiswa, Hasil Polemik UKT 2013 Dinanti</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tinggal menghitung hari, sisa waktu pembayaran UKT. Desakan semakin terasa, manakala kepastian belum kunjung diterima. Perlahan, BEM KM mulai menunjukkan gerakannya. Kamis (13/7) kemarin, diadakan konsolidasi bersama beberapa mahasiswa dan perwakilan BEM fakultas. Di antaranya BEM FEB, Faperta, FKM, FKIP, dan FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak dihadiri semua perwakilan BEM fakultas, namun hasil konsolidasi telah disebarkan ke berbagai fakultas. Salah satunya, Fakultas Ilmu Budaya (FIB).</p><p style="text-align: justify;">Ahmad Juanda, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FIB mengaku tak bisa menghadiri konsolidasi, karena suatu hal. Namun, ia akui sejauh ini BEM FIB belum berbuat banyak tangani masalah UKT 2013.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak begitu kelihatan, namun BEM FIB tidak berdiam diri. Mereka lakukan peninjauan ulang UKT bagi seluruh mahasiswa dari angkatan 2012 sampai 2016. Hal tersebut, juga salah satu proker yang tengah dijalankan, guna meringankan beban mahasiswa dari tindisan UKT itu.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan kebanyakan fakultas lainnya, BEM FIB juga sudah menerima beberapa laporan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Laporan keberatan dari angkatan 2013 sudah beberapa kami terima,&quot; kata pria yang disapa Juan itu.</p><p style="text-align: justify;">Laporan tersebut akan diproses bersamaan dengan peninjauan ulang UKT. Hingga saat ini, Juan menyatakan BEM FIB belum melakukan pertemuan dengan pihak birokrat kampus. Minimnya jumlah anggota BEM FIB yang berada di Samarinda jadi hambatan.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, BEM Faperta juga ambil bagian. Dikonfirmasi <em>Sketsa&nbsp;</em>(14/7), Maulida Julianti, staf Menteri Adkesma BEM Faperta menyatakan telah berupaya lakukan advokasi. Yakni, dengan pendataan UKT mahasiswa angkatan 2013, dan pihaknya terus berkomunikasi.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, BEM Faperta juga adakan audiensi dengan Wakil Dekan Bidang Kepegawaian, Keuangan dan Perlengkapan Nurul Puspita Palupi. Setali tiga uang, hasil yang didapat tidak jauh berbeda dari suara rektorat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hitungan UKT berlaku selama berkuliah,&quot; imbuh Maulida.</p><p style="text-align: justify;">Sadar melihat tak seragamnya gerakan BEM di Unmul. BEM Faperta telah berupaya bersinergi dengan BEM lainnya. Ia berharap polemik ini menghasilkan keputusan yang memuaskan, baik di fakultas juga universitas. &quot;Adanya pengurangan atau keringanan bagi mahasiswa,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Gerakan Mahasiswa Monoton</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, melihat pergerakan BEM KM beserta aliansinya, sebagai alumni BEM, Muhammad Teguh Satria menilai bahwa BEM KM mestinya bisa lebih masif lagi. &quot;Gerakannya terlalu monoton, terlalu banyak negosiasi,&quot; kritiknya.</p><p style="text-align: justify;">Bicara polemik UKT yang tengah panas ini, tentu berimbas ke semua angkatan, tak cuma mahasiswa 2013 yang memang lebih dulu merasakan. Gerakan dan propaganda kegelisahan dirasa minim. &quot;Seharusnya ada upaya-upaya agitasi massa,&quot; kata Presiden BEM KM 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda, jika melihat polemik UKT 2013 di universitas lain. Gerakan mahasiswanya lebih gesit, tuntutan dan kajian mendalam dipaparkan kepada para pemangku jabatan. Sayangnya, tak banyak yang berhasil merubah kerasnya aturan rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Universitas Sriwijaya, saat ini pun masih hangat membahas UKT. Bahkan, PTN asal Sumatera Selatan ini telah lakukan empat kali audiensi dan terakhir di bulan Juni lalu. Berbeda, dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melalui aliansi mahasiswa UPI mereka papar 5 tuntutan kepada rektor, pada Kamis (6/7).</p><p style="text-align: justify;">Esok harinya, rektor UPI, Asep Kadarohman menjawab tuntutan tersebut. Dari 5 tuntuntannya, 3 tuntutan berkaitan dengan penurunan UKT dan pihaknya menyerahkan wewenang tersebut ke Wakil Dekan Kemahasiswaan di setiap fakultas, untuk ditindaklanjuti bagi mahasiswa yang terbukti kesulitan ekonomi.<strong><em>&nbsp;</em></strong>Bagaimana dengan Unmul? <strong><em>(snh/adl/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemanasan, Meme Tolak Bayar UKT Bertebaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemanasan-meme-tolak-bayar-ukt-bertebaran/baca </link>
<guid> pemanasan-meme-tolak-bayar-ukt-bertebaran </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jul 2017 01:53:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Panasnya polemik UKT 2013, kian jadi. Terbukti dengan beredarnya meme "Tolak UKT Semester 9" di media sosial dengan hastag #UKTWajibTurun, #TolakUKTFull (Sumber foto: instagram.com/#TolakUKTFull) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemanasan-meme-tolak-bayar-ukt-bertebaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SgGp9S0Kqc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemanasan, Meme Tolak Bayar UKT Bertebaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Panasnya polemik UKT 2013, kian jadi. Terbukti dengan beredarnya meme &quot;Tolak UKT Semester 9&quot; di media sosial dengan <em>hastag&nbsp;</em>#UKTWajibTurun, #TolakUKTFull, #G13UKTUnmul. Salah satunya, pada meme Raja Dangdut, Rhoma Irama dan lawan mainnya bernama Ani.</p><p style="text-align: justify;">Rhoma: Bagaimana skripsi awak Ani?<br>Ani: Cukup Rhoma cukup!!<br>Rhoma: Tapi awak bayar UKT <em>full</em> Ani!<br>Ani: Tidak Roma tidak! #TIDAKMAU</p><p style="text-align: justify;">Ini wujud <em>soft</em> aksi, pasca konsolidasi BEM KM dan BEM fakultas, Kemarin (13/7). Ini merupakan konsolidasi pertama, sejak dibukanya diskusi <em>online</em> (8/7) lalu. Semakin terang arah langkah gerakan BEM.</p><p style="text-align: justify;">Sambil menanti audiensi lanjutan dengan jajaran rektorat, Advokasi BEM KM Unmul punya amunisi lain untuk membakar semangat mahasiswa. Namun, saat dikonfirmasi ke Menteri Adkesma BEM KM, Dahlia tak merespons.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa,</em> Yaris Eko Nurcahyono, anggota Kementerian Penalaran dan Keilmuan BEM KM Unmul, meyakinkan keseriusan Advokasi BEM KM dalam memperjuangkan masalah ini. Pihaknya, tak ingin dinilai adem ayem.</p><p style="text-align: justify;">Timnya akan berusaha secara maksimal agar polemik UKT dapat terselesaikan. Kemudian, dampaknya tentu dinikmati oleh angkatan selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, jika kemungkinan terburuk hasil audiensi tidak sesuai harapan, Advokasi BEM KM tak akan berhenti di tempat. Tentunya, ada tahapan lagi untuk mencapai mufakat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan sampai bayar <em>full</em> lah, intinya kita ingin UKT harus turun dan tidak bayar <em>f</em><em>ull</em>,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pun, mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan 2013 itu tak mengelak jika nanti berujung demo. Namun, demo pilihan terakhir yang akan diambil, jika hingga detik terakhir tak kunjung dapat kesepakatan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui Unmul dengan ribuan mahasiswanya, tapi berapa banyak yang turun dan terlibat dalam polemik ini. Menurut Yaris, rasa sadar yang kurang, karena menganggap ini persoalan biasa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami akan tetap memperjuangkan bahkan hingga detik-detik pembayaran UKT semester genap nanti,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam notulensi konsolidasi yang disebar tadi, bukan hanya persoalan UKT. Namun, adapula permasalahan lain, seperti kurangnya tenaga dosen pembimbing dan penguji. Sebab, hal tersebut memengaruhi lamanya waktu kelulusan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya lagi, dalam agenda konsolidasi, tercatat tujuh BEM fakultas absen. Konsolidasi dihadiri BEM FKM, BEM FKIP, BEM Faperta, BEM FPIK dan BEM FKTI. Meski begitu, BEM KM percaya BEM fakultas yang tidak hadir turut berkontribusi dalam menangani polemik UKT 2013 itu. Beberapa BEM fakultas, memang tengah sibuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan UKT. <strong><em>(els/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> [Tajuk Rencana] Nasib Mahasiswa Dipertaruhkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tajuk-rencana-nasib-mahasiswa-dipertaruhkan/baca </link>
<guid> tajuk-rencana-nasib-mahasiswa-dipertaruhkan </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jul 2017 03:34:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melalui Tajuk Rencana yang telah Sketsa bagikan pada Selasa (11/7) lalu, berbagai tanggapan timbul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tajuk-rencana-nasib-mahasiswa-dipertaruhkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DTom6TMc9d.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>[Tajuk Rencana] Nasib Mahasiswa Dipertaruhkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span title="Edited"><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Tahun 2013 adalah momentum pemerintah pusat memberlakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sistem yang berlaku di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia diterima dengan berat hati oleh sebagian pihak. Tumbal pertama angkatan 2013, persoalan kini telah di depan mata. Mereka diharuskan membayar penuh meski hanya tersisa tugas akhir.</span><br><br><span>Banyak yang mengeluhkan, adapula yang menyalahkan mahasiswa akhir ini. Melalui Tajuk Rencana yang telah Sketsa bagikan pada Selasa (11/7) lalu, berbagai tanggapan timbul. &quot;Dilema, tapi memang konsekuensi jika kuliah lebih dari 8 semester pasti terasa seperti &quot;rugi&quot;. Bukankah itu pilihan? Dan setiap pilihan pasti ada akibatnya. Semoga hasilnya adalah yang terbaik untuk semua pihak,&quot; tulis Laily Afsari, pada postingan Tajuk Rencana Polemik UKT 2013 yang dibagikannya di <em>Facebook</em>.</span><br><br><span>Sama, akun <em>Facebook</em> Bybah Sciim juga turut prihatin. &quot;Kalau dipikir-pikir rugi juga kalau bayar UKT-nya, kan tinggal selesain skripsi aja, ditambah sidangnya. Kan gak ada ikut kelas lagi. Kalau misal bayar UKT-nya 1 juta aja masih mending lah, nah kalau yang 1 semester 6 juta atau 8 juta kan kasian,&quot; tulisnya.</span><br><br><span>Berbeda, melalui <em>Instagram</em> dengan tegas akun&nbsp;</span>@Ibrahim_Arim<span>&nbsp;mengkritik kinerja BEM KM Unmul. &quot;Mestinya BEM KM Unmul ambil langkah cepat. Lobi ke rektorat maraton. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Kasihan mahasiswa angkatan 2013. Paham masalah enggak sih?,&quot; komentarnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sedang, akun&nbsp;</span>@Korpus_Dharmo<span>&nbsp;komentarnya agak menyentil hati pembaca. &ldquo;Kalau di kampus juga tidak melakukan apa-apa maka segera lulus. Toh, hanya jadi mahasiswa kuliah pulang dan selalu menitipkan nasib, berapa persen yang aktif dalam agenda organisasi dari mahasiswa angkatan 2013? Jumlahnya tak akan sampai 25 persen. Ribut-ributnya hanya soal SPP, habis itu hilang.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Toh solidaritas minim, barangkali kaum terpelajar hari ini tak seperti jamannya si pembangun republik. Saat ini kaum terpelajar banyak terjebak pada politik praktis, belum lagi mental jilat sana, jilat sini. Jangan-jangan BEM juga hanya jadi pengorganisir keresahan?&nbsp;</span></span><br><span><br><span>Hasil advokasi yang berhasil mendorong mahasiswa untuk berkegiatan dalam organisasi juga mungkin tak ada? atau aku yang kurang tau sudahlah segera lulus jika dikampus juga tak melakukan apa-apa agar tak jadi generasi pengeluh realitas masyarakat tentu sudah sangat jauh tak sekecil teriakan hidup mahasiswa yang tak terdengar lagi,&quot; tulisnya panjang.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><a href="https://www.instagram.com/sketsaunmul/" title="sketsaunmul"></a><span><span>Lalu, ada akun&nbsp;</span>@Khajjarrv<span>&nbsp;yang komentarnya ditujukan kepada rektorat. &quot;Mestinya rektorat, juga tidak menutup mata dengan kondisi mahasiswa. Seharusnya bisa diupayakan. Misal, bagi yang sudah tinggal pendadaran dengan UKT di atas Rp 4 juta, bisa diberi keringanan. Jangan pukul rata semua. Beri kelonggaran. Aturan itu bukan firman Tuhan, yang tidak bisa diubah. Undang-undang saja bisa di amandemen, kenapa Permen (peraturan menteri) tidak?,&quot; komentarnya tegas. &nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terlepas dari keprihatinan serta kritik pedas yang diberikan, mahasiswa 2013 ataupun angkatan selanjutnya, mestinya merasakan keadilan. Padahal, awalnya tujuan UKT adalah merampingkan biaya kuliah, serta menekan anggapan pendidikan itu kini tak lagi mahal. Oleh karenanya, Unmul berkewajiban meninjau ulang.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sebab, berdasarkan pasal 40 jo 41 Permenristekdikti nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional, &quot;Perguruan Tinggi mempunyai kewajiban untuk mengevaluasi standar satuan biaya operasional tiap akhir tahun anggaran.&quot; Maka, standar satuan biaya inilah yang dijadikan dasar untuk menetapkan biaya yang ditanggung mahasiswa, dengan tetap mempertimbangkan sistem subsidi silang seperti dalam UKT.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>PTN-PTN di Indonesia seakan tunduk pada peraturan. Nyatanya, kebijakan malah disalahgunakan. Tak sedikit pihak dirugikan. Jika salah satu kubu, yakni rektorat melunak, bukankah urusannya jadi lebih enak? Tak akan ada aksi bakar dan demo massa yang bikin Unmul ngilu.</span></span><br><span></span><span><br><span>Sayangnya, bila menengok perjuangan mahasiswa dengan gerakannya, tak sedikit mereka tak satu suara. Beda pendapat dan pemikiran, menjadikan mereka tak sejalan. Mungkin, wajar demikian. Lalu, adapula yang terpaku dengan hal-hal kekinian. Hingga lupa, mereka intelektual muda yang diidam-idamkan.</span><br><br><span>LPM Sketsa Unmul</span><br><span>Jumat, 14 Juli 2017</span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penjajah, Ikan, Film Hollywood, dan Human Trafficking </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/penjajah-ikan-film-hollywood-dan-human-trafficking/baca </link>
<guid> penjajah-ikan-film-hollywood-dan-human-trafficking </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jul 2017 12:28:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ikan-ikan dari Benjina dinaikkan kapal. (Sumber foto: Erix Soekamti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/penjajah-ikan-film-hollywood-dan-human-trafficking/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rbzpoCgtOI.png" />
					</figure>
			                <h1>Penjajah, Ikan, Film Hollywood, dan Human Trafficking</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Perhatian: Tulisan ini mengangkat tema cukup berat dan berpotensi menghancurkan akhir pekanmu!</strong></p><p style="text-align: justify;">Apa yang kamu pikirkan saat mendengar <em>Human Trafficking</em>? Perdagangan anak di bawah umur, wanita, bisnis pelacuran? Jika itu jawabanmu, maka sesaat lagi kamu akan membaca cerita perdagangan manusia dalam versi yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Penjajah dan Ikan</strong></p><p style="text-align: justify;">Papua kita kenal dengan kawasan timur Indonesia yang memiliki sumber daya emas melimpah, alam yang menakjubkan, dan kekayaan budaya. Tapi, kamu harus tahu tentang suatu kawasan di Papua bernama Benjina yang bisa dikatakan sebagai istana ikan. Sebuah perusahaan penangkapan ikan mampu mengirim 500 ton ikan segar dalam sehari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">500 ton bukanlah jumlah yang sedikit, kalau kamu penasaran sebanyak apa ikan yang ditangkap dalam sehari tersebut, kamu bisa membayangkan ikan tersebut disusun membentuk sebuah bangun ruang. Mungkin bisa menyaingi besar gedung rektorat Unmul. Tak sampai di situ, rupanya perusahaan tersebut secara konsisten telah menghasilkan ikan dalam jumlah itu sedari zaman Presiden Soeharto hingga tahun 2015. Wow!</p><p style="text-align: justify;">Tapi, jangan bayangkan pencapaian masif itu bisa dinikmati orang Indonesia. Bahkan, warga Papua tepat di mana perusahaan itu menjala ikan-ikan kita. Perusahaan tersebut adalah milik orang Thailand, yang memiliki ribuan kapal dan tentunya ribuan pekerja yang juga berasal dari Thailand dan Myanmar. Sudah kesal? Tahan dulu kawan, cerita tak berakhir sampai di situ.</p><p style="text-align: justify;">Di Thailand, kita dengan mudah bisa mendapatkan ikan segar dengan harga yang sangat murah, diulangi sangat murah. Kenapa bisa? Karena ikan dari Benjina ini diedarkan di Thailand dan karena ribuan nelayan milik perusahaan Thailand tersebut tidak dibayar dan atau dibayar sesuka hati, maka tak heran jika ikan-ikan tersebut dihargai murah. <em>Nah lho.</em></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Kejahatan Perdagangan Manusia Seperti di Film</strong></p><p style="text-align: justify;">Diceritakan oleh pentolan Endank Soekamti, Erix Soekamti yang baru saja menyelesaikan proses pembuatan album ke-8, band asal Yogjakarta yang mengambil set lokasi di Papua. Erix memiliki teman bernama Indra yang sebulan sebelum <em>crew&nbsp;</em>Soekamti ke Papua telah lebih dulu ke sana dengan menggunakan kapal yang sama dengan yang dipakai oleh Soekamti. Bedanya jika Endank Soekamti melakukan perjalanan untuk keperluan <em>recording&nbsp;</em>dan pembuatan video musik, Indra dipekerjakan oleh rumah film asal Amerika untuk membuat film dokumenter.</p><p style="text-align: justify;">Film dokumenter yang diangkat dari kisah nyata tersebut menceritakan tentang kejahatan maritim yang dilakukan oleh perusahaan Thailand seperti disebut di atas. Namun film tersebut menitikberatkan pada perdagangan manusia yang dilakukan oleh perusahaan &apos;ikan&apos; itu.</p><p style="text-align: justify;">Mengapa ikan di Thailand murah adalah karena pekerja dari perusahaan penangkap ikan yang tidak dibayar. Lalu dari mana mereka mendapat ribuan pekerja yang tidak perlu dibayar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sejak awal perusahaan ini berdiri, mereka melakukan rekrutmen pekerja yang sangat sadis layaknya kejahatan seperti adegan dalam sebuah film. Remaja berusia 14-16 tahun yang berasal dari Thailand dan Myanmar pertama-tama ditipu daya agar mengunjungi tempat hiburan seperti diskotik dan karaoke. Para remaja tersebut lalu dilayani oleh para wanita yang kemudian menyuguhkan minuman keras dan saat mabuk, mereka dibius hingga tak sadarkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Bisa ditebak kelanjutannya bahwa korban ketika sadar telah berada disebuah penjara di atas kapal yang telah berlayar di laut lepas. Dengan penjagaan ketat dan kejam, para korban tak mampu berbuat apa-apa. Terlebih tak ada alat komunikasi yang mereka miliki.</p><p style="text-align: justify;">Sesampai di Benjina, mereka ditempatkan di sebuah pulau yang berjarak 3 jam menggunakan kapal dari pulau terdekat yang ditinggali warga Papua. Di pulau tersebut mereka mendapati perlakuan kerja paksa menangkap ikan tanpa dibayar. Puluhan tahun mereka habiskan di &apos;penjara&apos; hidup tersebut. Jika kedapatan malas bekerja, para pengawas akan menghadiahi pukulan dari tongkat kayu hingga luka dan mengalami patah tulang. Apakah diobati setelah itu? Tidak! Jika ada yang kabur, mereka akan dicari sampai ketemu dan akan dihabisi saat itu juga.</p><p style="text-align: justify;">Para pekerja ini memiliki empat nama. Nama Thailand yang merupakan nama asli, nama Indonesia, nama Papua, dan nama kuburan. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan jejak dari para korban. Kesadisan mereka toh tak berhenti pada penyiksaan yang dilakukan semasa hidup. Saat para pekerja meninggal, mereka akan dikuburkan dalam satu liang dengan tiga hingga empat jenazah lainnya. Kejam banget ya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ada juga yang berhasil kabur dengan cara berenang ke pulau lain dan memasuki hutan lalu ditolong warga. Sebagian dari mereka menetap dan berumah tangga di kawasan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Akhir Hayat si Penjajah</strong></p><p style="text-align: justify;">Puluhan tahun &apos;beraksi&apos; di Benjina, perusahaan tersebut akhirnya dibubarkan oleh wanita lulusan SMP yang hobi menenggelamkan kapal. Ah, kamu pasti sudah tahu siapa dia kan? Tahun 2015 sang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akhirnya membuka tabir buruk si &apos;penjajah&apos; dan membubarkan perusahaan tersebut. Ribuan orang berhasil dikembalikan ke negara asalnya.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat satu momen haru saat seorang korban berhasil dilacak profilnya oleh pemerintah. Ia diberi kesempatan melakukan v<em>ideo call&nbsp;</em>dengan keluarganya di Thailand. Saat tersambung, air mata haru mengucur karena selama 26 tahun ia telah dianggap mati oleh keluarganya di Thailand. Momen ini juga disaksikan oleh ribuan korban yang juga ikut menangis. Kalau kamu diposisi itu bisa jelaskan <em>gak&nbsp;</em>sedihnya <em>gimana</em>?</p><p style="text-align: justify;">Kembali ke para pekerja yang berhasil kabur seperti diceritakan di atas. Hingga kini mereka masih tersebar di penjuru Papua dan tak tahu bahwa si &apos;penjajah&apos; telah ditumpas. Oleh tim film dokumenter ini, keberadaan mereka tengah dicari.</p><p style="text-align: justify;">Meski terkesan terlambat, tapi setidaknya proyek ilegal ini berhasil diberangus pemerintah Indonesia ya. Kini ikan kita tak bisa dijual ke negeri Gajah Putih dengan harga yang murah lagi, dan para korban bisa kembali ke pangkuan keluarganya lagi. Tisu mana tisu?</p><p style="text-align: justify;"><em>By the way,&nbsp;</em>film dokumenter yang diproduksi oleh rumah film Hollywood ini akan dirilis dalam bentuk film layar lebar pada Agustus tahun ini. Cerita selengkapnya bisa kamu saksikan di vlog Erix Soekamti yang diberi judul Human Traficking #DOEs (Eps 481) di <em>link</em> ini ( <a href="https://www.youtube.com/watch?v=1nnTvVwC7Hg">https://www.youtube.com/watch?v=1nnTvVwC7Hg</a> )</p><p style="text-align: justify;">Semoga artikel ini tidak benar-benar menghancurkan akhir pekanmu ya. Jika kamu suka artikel ini silakan <em>like</em>, komen, dan <em>share</em> supaya masuk surga.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Ahmad Agus Arifin, Alumni LPM Sketsa Unmul.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKT Semester 9 Wajib Turun! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ukt-semester-9-wajib-turun/baca </link>
<guid> ukt-semester-9-wajib-turun </guid>
<pubDate> Sun, 16 Jul 2017 00:49:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menanggapi polemik UKT, Freijae Rakasiwi, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul 2017 menuliskan opininya. (Sumber foto: anisrusmini.wordpress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ukt-semester-9-wajib-turun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yHMVSYgpLd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKT Semester 9 Wajib Turun!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Innalillahi Wa Innalilahi Roji&apos;un. Duka mendalam datang dari kampus terbesar di Kalimantan, yang baru saja mendapatkan akreditasi A di bulan Ramadan. Kampus yang berbasis kerakyatan tapi rasa swasta, Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Pembayaran untuk semester baru telah tiba, seperti biasa sebagai mahasiswa kita harus memenuhi kewajiban untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT). Tapi, tahun ini polemik UKT masih belum selesai, terkhusus untuk semester 9. Karena, kebijakan belum dikeluarkan oleh rektor.</p><p style="text-align: justify;">Perlu kita ketahui bersama, UKT adalah sistem yang menghendaki besaran tanggungan selama kuliah. Sesuai kemampuan ekonomi mahasiswa yang harus dibayarkan setiap semester, dengan konsekuensi menggunakan sistem subsidi silang. Yang mampu mensubsidi yang tidak mampu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">UKT sendiri dibagi ke dalam beberapa kelompok. Di Universitas Mulawarman sendiri dibagi 5-8 golongan UKT. Dari yang murah golongan 1 sebesar Rp 500 ribu dan yang paling mahal dari Fakultas Kedokteran sebesar Rp 25 juta. Angka yang besar dengan kondisi ekonomi sedang sulit.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan tentang UKT diterapkan mulai tahun 2013. Berdasarkan Permendikbud Nomor 55 tahun 2013 yang telah terjadi perubahan pada Permen No 73 tahun 2013. Tujuan diterapkannya sistem UKT adalah untuk meringankan beban mahasiswa dengan sesuai kemampuan ekonominya (kisahnya) seperti itu.</p><p style="text-align: justify;">Sejak mulai diberlakukannya kebijakan ini, muncul berbagai tanggapan sampai keluhan dari kalangan mahasiswa maupun pihak civitas akademika, begitu pun di kampus Unmul dan bahkan, munculnya tanggapan bahwa rumus perhitungan antara UKT, BOPTN dan BKT yang menitik beratkan kepada pendapatan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tetap saja masih terdapat kelemahan, meskipun sudah berjalan 3 tahun dan 4 angkatan telah merasakan pemberlakuan sistem UKT ini. Tapi, masih belum adanya kejelasan transparansi golongan dalam UKT. Serta tidak meratanya pemahaman terkait penyesuaian UKT yang sudah jelas ada SOP, ditandatangi oleh pihak rektor. Namun, masih saja di beberapa fakultas, belum kooperatif, tidak menghendaki penyesuaian dan gagal paham soal UKT.</p><p style="text-align: justify;">Dalam jalannya pelaksanaan UKT di Unmul menimbulkan masalah dari tahun ke tahun. Mulai dari sistem penggolongan UKT yang belum tepat dan adil. Transparansi anggaran sangat kurang. Variabel penggolongan UKT yang kurang jelas, tingginya nominal UKT dan perbedaan kebijakan antara mahasiswa jalur SNMPTN &amp; SBMPTN dengan jalur SMMPTN. Mulai tahun lalu rektor menetapkan kebijakan langsung di golongan 4 dan 5 ini, menyebabkan mahasiswa banyak yang tidak melanjutkan studinya karena UKT mahal.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa pekan terakhir, di Unmul ramai membicarakan UKT dan seluk beluk di dalamnya. Tentu, menjadi perhatian khusus karena UKT terus menjadi masalah dan butanya pihak kampus atas kesejahteraan mahasiswanya</p><p style="text-align: justify;">Apakah selama ini kita mengetahui bersama, apa saja sih yang di dalam unit cost UKT? Dan, apa saja yang dibayarkan dalam UKT kita selama kuliah di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Mari kembali kita bedah rumus UKT = BKT &ndash; BOPTN</p><p style="text-align: justify;">Dalam bahan presentasi Permendikbud tentang Penyusunan Unit Cost (Biaya Langsung+Biaya Tidak Langsung), dijelaskan bahwa satuan UC atau BKT akan dibagi dengan angka 8, yang menunjukkan lamanya pembelajaran.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh sebuah prodi dengan Unit Cost sebesar Rp 84,981,342,. Apabila dibagi dengan empat tahun seperti yang terkutip dalam SSBOPTN maka nilai UC mahasiswa pertahun adalah Rp 21.245.335,- dan apabila nilai UC dibagi dengan jumlah semester (8 semester) maka mendapatkan UC per semester sebesar Rp 10.622.668.</p><p style="text-align: justify;">Maka, jika dibandingkan dengan sistem SPMA, seharusnya akumulasi UKT hingga 8 semester untuk sarjana atau 6 semester untuk diploma telah melunaskan biaya pendidikan berupa uang gedung (uang pangkal) dan seluruh SKS untuk kelulusan (rata-rata 144 SKS untuk S1 dan 110 SKS untuk diploma).</p><p style="text-align: justify;">Perhitungan BKT atau UKT dengan nilai pembagi 8 semester bagi jenjang sarjana dan 6 semester untuk diploma diperkuat dalam pedoman penyusunan Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi Negeri (SSBOPTN) yang dikeluarkan oleh dikti, yakni dalam perhitungan paket BOPTN didasarkan atas rumus dengan nilai (n) sebagai pembagi dalam jumlah semester, yaitu semester 8 untuk jenjang sarjana dan n=6 untuk jenjang diploma.</p><p style="text-align: justify;">Jika ingin UKT rendah, maka seharusnya BOPTN harus lebih tipis selisihnya dengan BKT (Biaya Kuliah Tunggal) atau jika BOPTN rendah, seharusnya BKT pun rendah.</p><p style="text-align: justify;">Kampus Unmul selalu &quot;berteriak&quot; ke pusat dalam hal BOPTN, karena BOPTN kita selama 3 tahun terakhir, naiknya tidak berdampak signifikan.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2015 sebesar Rp 31 milyar, tahun 2016 sebesar Rp 33 milyar dan tahun 2017 tetap Rp 33 milyar. Ini yang menyebabkan pihak kampus berdalih selalu kurang dalam hal operasional, karena BOPTN dari Pemerintah Pusat tidak mampu membiayai seluruh operasional kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Unmul (<em>statement</em> rektor, beserta jajarannya saat Audiensi 2015-2016). Sehinga, BOPTN yang lebih rendah dari BKT, maka konsekuensinya UKT yang tinggi dan dibebankan ke mahasiswa?</p><p style="text-align: justify;">Hari ini sudah jelas, posisi kami Mahasiswa Unmul menolak tegas rektor, untuk terus dengan &quot;keras kepala&quot; tidak mengindahkan keinginan mahasiswa dalam UKT semester 9. Ini bukan masalah angkatan 2013, tapi ini masalah seluruh Mahasiswa Unmul dan kita pasti akan mengalaminya. Kita harus runtuhkan keras kepalanya pihak kampus dan akus akan pendapatan, sehingga mahasiswa menjadi korban.</p><p style="text-align: justify;">Rektorat telah membodohi mahasiswa dengan perhitungan, tanpa adanya sosialisasi. Pertama, Rektorat berdalih perhitungan UKT di Unmul selama 10 semester. Itu aturan diambil dari mana? Sudah jelas dalam permendikbud 55/2013 UKT diatur 8 semester. Setelah 8 semester, haram hukumnya membayar UKT <em>full</em>. Pihak kampus pun telah melanggar aturan karena menerapkan kebijakan, tanpa adanya SK atau sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, Rektorat telah berdalih bahwa jurang defisit akan melebar jika UKT tidak dibayar full. Iya jelaslah memakan omongan diri sendiri, sudah jelas UKT diatur 8 semester tapi malah mengalokasikan 10 semester. Dan rektorat sudah gagal paham dalam perencanaan anggaran. Pembodohan ketiga, ialah Unmul hari ini terus menerus menggaungkan lulus cepat 8 semester, tapi UKT diatur dalam 10 semester, jika kita sudah lulus 8 semester, uang kita yang dua semester ini ke mana ?</p><p style="text-align: justify;">Jelas ini pembodohan secara sistematis dan sudah menghianati kepercayaan Mahasiswa yang berkuliah di Unmul. Iya memang mahal kuliah di Unmul, karena bayar <em>full</em>. Sudah jelas dalam aturan, UKT diatur dalam 8 Semester, bukan 10 Semester. Otomatis, UKT sudah tidak berlaku lagi bagi semester 9 keatas.</p><p style="text-align: justify;">Dan, tidak ada kata lain selain TURUN!</p><p style="text-align: justify;">Ini kebijakan berdampak pada semua Mahasiswa di Unmul yang menempuh semester 9 bukan untuk tahun ini saja, tapi untuk tahun tahun selanjutnya</p><p style="text-align: justify;">Kuliah di Unmul memang butuh pengorbanan, kampus akreditasi A rasa swasta. Tidak pernah mementingkan hak Mahasiswa skala besar</p><p style="text-align: justify;">Ini bukti, rektorat Unmul telah GAGAL menyejahterakan mahasiswanya.</p><p style="text-align: justify;">Suara dibungkam, lantas apakah terus diam? Seruan untuk seluruh mahasiswa Unmul untuk melawan rezim gagal! UKT mahal tapi fasilitas tak setimpal didapatkan.</p><p style="text-align: justify;">Saya mengajak seluruh mahasiswa Unmul apapun latar belakangnya, dan seluruh dosen Unmul untuk menegakkan keadilan di kampus. Apapun alasannya, kita wajib tolak untuk pembayaran<em>&nbsp;full</em> UKT semester 9 dan keatas. Keluhan mahasiswa berkaitan UKT berdasar dan berangkat dari kegelisahan.</p><p style="text-align: justify;">Jika Unmul tidak mengindahkan suara mahasiswa, kami siap menyegel seluruh bank di Unmul untuk mahasiswa tidak membayar UKT.</p><p style="text-align: justify;">UKT harus turun dan tidak ada tawar-menawar lagi!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Freijae Rakasiwi</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruang Dua Satu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/ruang-dua-satu/baca </link>
<guid> ruang-dua-satu </guid>
<pubDate> Mon, 17 Jul 2017 00:44:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen berjudul Ruang Dua Satu karya Rabiatul Husna, mahasiswi Akuntansi, FEB. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/ruang-dua-satu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ytl5kfoFGE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ruang Dua Satu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ruang Kuliah 21</p><p style="text-align: justify;">14.00 WITA</p><p style="text-align: justify;">Ruang kelas ini terasa sepi. Meski semua bangku dari barisan depan hingga belakang sudah terisi penuh, tetap saja aku merasa sendiri. Selalu begini. Kuperhatikan satu kumpulan perempuan di belakang, mereka sedang asik membahas sesuatu, sepertinya menarik karena sesekali mereka tertawa bersama. Lalu, ada lingkaran lain, perempuan dan laki-laki di pojok depan. Tampaknya, mereka membahas sesuatu yang serius karena semua diam mendengarkan satu orang berbicara, tak lama para wanita menunjukan ekspresi kaget dan prianya tertawa. Rusuh sekali. Aku menoleh ke kanan dan kiri, teman-teman di sampingku sibuk dengan gadget di tangan. Sepertinya tak ada yang ingin mengajakku mengobrol, pun denganku yang enggan mengajak mereka bicara.</p><p style="text-align: justify;">Biasanya, saat seperti ini akan ku isi dengan menenggelamkan diri pada novel atau bacaan lainnya. Tapi, kali ini aku benar-benar ingin diam dan duduk saja.</p><p style="text-align: justify;">Di belakangku duduk empat wanita tercantik di kelas ini. Salah satunya tenggelam dalam <em>snapgram</em>. Ya, dia adalah Dini, perempuan yang diam-diam aku iri padanya, pada kehidupan, kecantikan, bentuk tubuh hingga rumah yang dimilikinya. Dia adalah perempuan sempurna. Intinya aku iri pada Dini dan ingin sekali menjadi dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Aku pernah sekali ke rumahnya dalam rangka tentu saja mengerjakan tugas kelompok, selain alasan itu tak ada lagi alasan rasional seorang bisa menginjakkan kaki di rumahnya. Aku benar-benar canggung begitu masuk ke rumahnya. Yaah, dibandingkan dengan rumahku yang berukuran kecil, dengan satu kamar tidur dan satu kamar mandi, dihuni oleh 6 orang. Bahkan, rumahku hanya seukuran ruang tamu Dini. Lantainya di alasi dengan permadani lembut sekali, mungkin dibeli di negeri yang jauh sana. Meski begitu, ia tetap menggunakan alas kaki di dalam rumah.</p><p style="text-align: justify;">Kami mengerjakan tugas di ruang keluarga, dan aku melihat televisi raksasa. Aku tidak tahu itu ukuran berapa inci, namun itu jauh lebih besar daripada jendela terbesar yang ada di rumahku. Televisi? Jangan ditanya, kalau diibaratkan manusia, televisi di rumahku itu seperti kakek-kakek 90 tahun yang tinggal menunggu malaikat maut menjemput. Suaranya sudah serak dan kadang-kadang mati sendiri ketika tengah ditonton. Itupun kalau lebih dari 5 jam dihidupkan akan &lsquo;ngambek&rsquo; selama 3 hari.</p><p style="text-align: justify;">Ayah Dini seorang staf akuntan di perusahaan swasta. Dia bisa belajar Akuntansi &ndash;jurusan kita&ndash; langsung dari ayahnya. Dia bahkan bisa melihat langsung bentuk saham atau surat-surat berharga yang hanya bisa kulihat gambarnya di buku-buku pedoman. Teman-temannya pun memiliki ayah dengan profesi yang tidak jauh berbeda dengannya. Mereka duduk di belakang ku saat ini, pergi kuliah dengan mobil masing-masing meski rumah mereka berdekatan. Tak hanya bergelimang harta, dia juga memiliki wajah yang cantik. Tentu saja, dia rajin mengikuti perawatan-perawatan yang biayanya mungkin melebihi jumlah akumulasi makan kami ber-6 selama satu minggu. Saat iseng kutanya bagaimana punya wajah sebersih itu, ia mengatakan sering mengolesi lemon dan madu sebagai masker. Lemon? Setelah kupikir-pikir jika aku membeli lemon dan madu untuk kujadikan masker, pasti habis duluan oleh keluargaku di jadikan macam-macam, sebelum sempat ku olah jadi masker. Alasannya, perbaikan gizi!</p><p style="text-align: justify;">Bukannya aku tidak bersyukur dengan membanding-bandingkan kehidupanku dengan orang lain, tapi lihat saja mukaku. Jerawat sebesar jagung tak henti-hentinya menghiasi. Meskipun menurut teori yang kubaca entah di mana, jerawat akan terhenti di usia ke 20, namun hal itu tak berlaku padaku. Mungkin karena setiap hari aku mesti jalan kaki ke halte untuk naik angkot jika ingin ke kampus. Debu dan polusi terakumulasi di wajahku tanpa sekalipun pernah tersentuh tangan mbak-mbak salon. Aku juga tidak punya teman yang bisa ku ajak pergi ke tempat-tempat seperti bioskop atau kafe. Aku hanya punya 2 teman dan itu sebatas teman di kampus dan untuk diskusi-diskusi masalah tugas. Lagi pula prinsipku semakin banyak teman, semakin banyak pengeluaran. Ada satu lagi teman spesialku, Beni. Aku memang diam-diam berharap lebih padanya, tapi aku cukup tau diri untuk melihat siapa aku dan pelan-pelan terbiasa dengan kebaikannya tanpa mengharapkan apa-apa.</p><p style="text-align: justify;">Aku dekat dengan Beni karena pernah satu kelompok dalam mengerjakan tugas. Dan ternyata dia nyambung diajak ngobrol. Sejak saat itu aku dekat dengannya. Dia baik padaku, kadang-kadang aku berpikir ia menyukaiku, namun aku harus menerima kenyataan bahwa ia baik pada semua orang dan memang sikapnya membuat siapapun merasa diistimewakan olehnya. Lihat, lelaki itu menuju ke arahku, dia pasti dari tadi memperhatikan aku melamun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rahma! Jangan bengong aja, kayak orang kurang kerjaan aja! Dosen gak datang, ke kantin yuk?&rdquo; tuh kan, dia baik. Kubilang juga apa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku kenyang sudah makan&rdquo; jawabku pendek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yaaah, padahal aku mau traktir&rdquo; ia berjalan keluar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku mau makan, tapi cemilan aja ya. Ayuuuk&rdquo; aku mengikutinya sambil nyengir.</p><p style="text-align: justify;">*** ***</p><p style="text-align: justify;">Ruang Kuliah 21</p><p style="text-align: justify;">14.57 WITA</p><p style="text-align: justify;">Aku memperhatikan Rahma mengikuti Beni keluar. lihatlah senyuman tulus itu. Aku diam-diam iri dengan pertemanan mereka. Tidak hanya itu, aku iri dengan kemampuannya, keaktifannya di kelas, cara bicaranya hingga teman-teman yang dimilikinya. Pokoknya aku iri dengan semua yang dimilikinya. Bahkan jika reinkarnasi itu benar-benar ada, aku ingin menjadi Rahma di kehidupan berikutnya. Aku iri dengan tatapan kagum yang ditunjukan orang-orang di belakangnya. Suatu hal yang tak pernah ku dapatkan. Aku bahkan ragu apakah di kelas ini aku di anggap ada. Aku tidak pernah unjuk gigi di bidang apapun. Apa yang ku bisa? Selain mencatat dan terus mencatat materi dari dosen. Karena sekeras apapun aku belajar, rasanya semua yang sudah ku simpan di otak, menguap begitu cepat.</p><p style="text-align: justify;">Aku ingin sekali memiliki teman yang bisa diajak diskusi sehabis kuliah. Seperti yang kulihat sering dilakukan oleh Rahma. Aku bosan menjalani kuliah dan bersantai-santai setelahnya. Rahma memang tidak cantik, justru itu yang membuat aku iri. Bagaimana ia dihargai dan mendapat tempat karena apa adanya dia. Bukan karena apa yang dimiliki. Aku bahkan berani bertaruh, teman-temanku saat ini, akan meninggalkanku saat aku tidak punya uang saku berlebih atau pergi kuliah tidak dengan mobil lagi. Bukannya tidak bersyukur dengan apa yang aku miliki, tapi lihatlah ke depan. Saat ini Rahma dan Beni sedang asyik makan sesuatu berdua. Mereka sibuk mengobrol tak peduli rusuhnya kelas. Tak bisakah Rahma melihat tatapan kagum di mata Beni untuknya? Tatapan mencintai dengan dalam, apa adanya. Sesuatu yang saat ini benar-benar ingin kudapatkan dari Toni, pacarku.</p><p style="text-align: justify;">Akankah Toni tetap bersamaku, jika aku tidak lagi rajin merawat diri ke salon? Apakah Toni tetap bangga padaku, bahkan jika aku tidak menggunakan barang-barang <em>branded</em> di depan teman-temannya? Akankah teman-temanku masih mau menggandeng tanganku jika besok suatu keadaan buruk terjadi dan aku harus naik angkot kemana-mana? Lagi-lagi aku dikuasai perasaan cemburu. Hidupku bagai noktah hitam, tidak ada harganya dibandingkan kehidupan Rahma.</p><p style="text-align: justify;">Aku pernah melewati rumahnya. Rumahnya sederhana namun selalu ramai. Bandingkan dengan rumahku yang sehari-hari diramaikan oleh pembantu dan tukang kebun. Aku juga iri pada ayahnya yang perhatian. Pernah ketika belajar kelompok di rumahku, Rahma izin pulang duluan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf banget ya, sudah disuruh ayah pulang, takut kemaleman kalau ditunda-tunda lagi pulangnya&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku tersentuh dengan kata-kata itu. Papaku? Dia bahkan mungkin tidak tahu aku ada di rumah atau tidak. Bagaimana mungkin ia akan peduli jika ia sendiri pulang larut malam dan langsung istirahat karena kelelahan? Satu-satunya perhatian yang selalu diberikan adalah, &ldquo;Uang jajan mu masih ada? Kalau habis bilang ya, kalau tidak diingatkan papa lupa transfer.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku bersyukur atas itu, hanya saja ada kebutuhan lain selain uang, yang aku ingin papa mengerti. Aku ingin kehadirannya. Rumah besar itu terasa gersang, kering kerontang tanpa kasih sayang.</p><p style="text-align: justify;">Perlahan, orang-orang beranjak pergi meninggalkan kelas. Aku menyeret kaki untuk pulang, membatalkan janji jalan-jalan dengan teman. Aku butuh sendiri. Ku biarkan langkah kaki membawaku pergi.</p><p style="text-align: justify;">*** ***</p><p style="text-align: justify;">Dan kisah itu terjadi lagi. Kisah yang sama datang dan pergi bersama waktu. 55 tahun aku berdiri menyaksikan begitu banyak anak manusia menghabiskan waku dalam ruangan kecil ini. Jutaan kisah terekam di sini, disaksikan dinginnya ubin, lembab dinding dan foto presiden yang acapkali berganti. Kisah cinta tanpa rasa, cinta segitiga, cinta terpendam, persahabatan penuh dusta, hingga kisah yang baru saja ku amati. Betapa seseorang ingin menjadi orang lain dalam hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Benarlah pepatah yang diciptakan manusia, &ldquo;Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau&rdquo;. Aku tidak bisa mencegah apapun terjadi, tugasku hanya mengamati. Tapi aku tidak pernah mengeluh. Bahkan jika badai Nuh terulang lagi, lalu kehidupan kedua terjadi aku tidak akan pernah menyesal meminta pada Tuhan untuk diciptakan kembali menjadi sebuah ruang kelas!</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Rabiatul Husna, mahasiswi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2015</strong>.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ayo Rebut Demokratisasi Pendidikan (Bacaan Wajib Mahasiswa Tingkat Akhir) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ayo-rebut-demokratisasi-pendidikan-bacaan-wajib-mahasiswa-tingkat-akhir/baca </link>
<guid> ayo-rebut-demokratisasi-pendidikan-bacaan-wajib-mahasiswa-tingkat-akhir </guid>
<pubDate> Mon, 17 Jul 2017 23:27:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bersatulah kita lawan kezaliman, yang menjangkit perguruan tinggi kita!Sebuah opini dari Aditya Ferry Noor, Ketua BEM FEB Unmul 2016/2017. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ayo-rebut-demokratisasi-pendidikan-bacaan-wajib-mahasiswa-tingkat-akhir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YSjQg5ky1M.png" />
					</figure>
			                <h1>Ayo Rebut Demokratisasi Pendidikan (Bacaan Wajib Mahasiswa Tingkat Akhir)</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pendidikan saat ini dianggap sebagai jalan untuk membebaskan dari jeratan keterbelakangan finansial bagi pemangku kepentingan. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena saat ini kita seakan &ldquo;dipaksa&rdquo; untuk membayar mahalnya biaya pendidikan tinggi, padahal kita berada di lingkungan Perguruan Tinggi yang <em>non profit oriented</em>. Pendidikan merupakan tanggung jawab negara,serta hak warga negaranya.Sehingga wajib hukumnya, negara menyediakan pendidikan tinggi yang terjangkau.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin saat ini kita bertanya-tanya, apakah pendidikan tinggi bukan lagi merupakan suatu hal yang dianggap penting bagi negara, sehingga negara leluasa memungut biaya pada warganya yang ingin merasakan pendidikan tinggi? Padahal kita semua tahu pendidikan merupakan aspek fundamental bagi kemajuan sebuah negara.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya apa yang diinginkan negara kita? Apa ia tidak mau melihat warganya pintar? Apakah negara tidak mau melihat bangsanya maju?</p><p style="text-align: justify;">Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejatinya adalah perpanjangan tangan dari negara yang bertugas menyediakan <em>public goods</em> berupa pendidikan. Saat ini pendidikan mulai bergeser dari fungsinya. Seakan-akan pendidikan dijadikan sebuah komoditas yang layak diperjual belikan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Neoliberal dan Mahalnya Uang Kuliah</strong></p><p style="text-align: justify;">Pasti banyak pertanyaan yang berseliweran ibarat virus yang menjangkit pendidikan tinggi kita. Virus tersebut bukanlah sebuah wabah yang kebetulan turun dari langit. Tetapi perkara tersebut merupakan konsekuensi logis dari penetrasi neoliberalisme ke dalam sistem pendidikan tinggi kita.</p><p style="text-align: justify;">Mari kita buka secara historis. Kita mengetahui saat ini adalah zaman milenial. Negara kita sedang dilanda krisis &ldquo;terpaksa&rdquo; melakukan sebuah privatisasi besar-besaran mulai dari BUMN, kesehatan hingga ke ranah pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan yang timbul mengapa harus membidik pendidikan? Dalam prespektif neoliberal (pendidikan dalam barang-barang publik lainnya) harus dilempar ke mekanisme pasar. Lalu, alasan yang sering dikemukakan, jika terlalu banyak dibebankan pada negara, konsekuensi logisnya akan membebani anggaran negara, atau negara tidak memiliki kemampuan untuk meng-<em>cover</em> seluruh biaya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Alibi tersebut yang menjadi awal mula praktik politik dan neoliberalisme, bisa dikorelasikan dengan paham monoterisme Milton Friedman, terutama dalam bab pengetatan biaya sosial. Selagi memperkecil anggaran pengeluaran pemerintah yang tidak efisien atau pemborosan anggaran (seperti pendidikan, kesehatan, BBM dan layanan sosial lainnya), urusan tersebut harus diserahkan kepada individu.</p><p style="text-align: justify;">Hasil dari kebijakan tersebut secara langsung merubah <em>public goods</em> menjadi <em>private consumtion goods</em> atau <em>semi private goods</em>. Implikasinya, muncul kondisi bahwa biaya-biaya pendidikan, kesehatan, BBM dan layanan sosial diserahkan kepada individu.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, praktik privatisasi barang-barang publik adalah landasan utama. Dengan demikian, semua aspek penunjang diprivatisasi. Semuanya yang dulu dibebankan kepada negara, tiba-tiba hanya bisa diakses secara individual oleh publik. Contohnya, pendidikan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa contoh lain dari bentuk semi-privatisasi yang dilakukan negara, di bidang pendidikan tinggi dengan melengkapi status Unmul menjadi PTN Badan Layanan Umum (BLU), berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 51 /KMK.05/2009 tentang Instansi yang menerapkan pola pengelola keuangan BLU.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah saat ini pemerintah sedang memangkas kuota penerima beasiswa secara besar-besaran. Sejak itulah, negara sudah mulai tidak menyubsidi penuh biaya &nbsp;pendidikan tinggi. Akibatnya, Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi momok yang sangat membebani pundak mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi ini diperparah setelah munculnya Peraturan Rektor Unmul No. 3 tahun 2016 yang menyebutkan, mahasiswa baru yang diterima melalui jalur seleksi SMMPTN langsung dikenakan UKT golongan 4 dan 5. Selain itu, menyambung polemik yang sedang bergejolak saat ini, UKT mahasiswa angkatan 2013 di atas semester 8 pun sedang diuji. Ternyata, kampus pun jarang melakukan transparansi terkait untuk apa saja UKT yang mahasiswa bayarkan. Oleh karena itu, kita jangan terus-terusan<em>&nbsp;woles</em> dengan kondisi seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">Biasanya, mereka yang <em>woles</em> ini berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya mapan, sehingga tidak ingin repot dengan masalah ini. Anehnya, malah ada mahasiswa yang tingkat ekonominya menengah juga turut mendukung kebijakan kampus ini.</p><p style="text-align: justify;">Mereka terpatok dengan logika &ldquo;tidak apa-apa lah seperti itu, toh fasilitas yang kita terima sesuai&quot;.Hal ini sangat ironis, karena sebenarnya mereka lupa bahwa kita sedang belajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang seharusnya negara menjamin akses kita terhadap pendidikan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Ia telah lupa bahwa, pendidikan harus sesuai konstitusi. Kita berhak mendapatkan pendidikan tinggi yang dijamin oleh negara. Logika yang diajarkan neoliberalisme memang tidak pernah menganggap pendidikan adalah hak, sebab dalam kerangka neoliberalisme, pendidikan tinggi adalah jasa yang memerlukan pengorbanan tertentu untuk mendapatkannya. Prinsip tersebut adalah prinsip yang sekian lama telah dianut oleh bangsa barbar dari waktu ke waktu, bahwa homo homini lupus (manusia ibarat serigala, yang memangsa satu dengan lainnya).</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Neoliberal dalam Kurikulum</strong></p><p style="text-align: justify;">Penetrasi neoliberal dalam sistem pendidikan tinggi kita tidak cukup dengan memaksa mahasiswa dengan membayar mahal ongkos kuliahnya. Neoliberal ternyata telah mengakar dalam sistem kurikulum pendidikan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Apakah hal tersebut sebuah bentuk kesengajaan atau tidak, tetapi filsuf besar Perancis, Michael Foucault menyebut gejala itu sebagai <em>governmentality</em>. Maksudnya, kondisi dimana normalisasi paradigma (baca: neolib) kehidupan sehari-hari melalui aturan formal (baca: kurikulum).</p><p style="text-align: justify;">Lantas apa bentuk konkret penetrasi neolib dalam kurikulum pendidikan tinggi kita? Bentuk konkretnya, kampus sengaja mendesain kurikulum agar sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja. Mata kuliah yang mengancam dan kritis dihilangkan, karena dirasa tidak berguna di dunia kerja.</p><p style="text-align: justify;">Kampus yang awalnya menjadi tempat <em>transfer of knowledge,&nbsp;</em>serta kultur para intelektual pemikiran kritis, pun bertransformasi layaknya tempat pelatihan kerja, atau pabrik pemasok calon-calon pekerja yang siap untuk bursa pasar kerja.</p><p style="text-align: justify;">Disamping itu lulusan akan menjadi lulusan yang efisien khas pasar (lulus cepat dengan IPK tinggi), dipuji-puji bak dewa, sedangkan mereka yang memiliki IPK menengah ke bawah dan tidak lulus cepat dipandang sebelah mata. Sehingga membuat mahasiswa berlomba-lomba mengejar lulus cepat dan nilai terbaik agar bisa dibilang berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">Padahal lulus cepat ber-IPK tinggi belum menjamin, apalagi tidak berkorelasi positif dengan <em>soft skill-</em>ya. Ditengah sibuknya jadwal perkuliahan, mahasiswa saat ini juga didorong untuk mencari &ldquo;kesibukan&rdquo; sebanyak-banyaknya hanya untuk mempertebal CV mereka. Guna menentukan harga jual mereka di bursa pasar kerja nanti.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Jadi Kita Harus Berbuat Apa ?</strong></p><p style="text-align: justify;">Apa yang harus kita lakukan setelah melihat kondisi pendidikan tinggi kita sedang sakit? Jawabannya, mari sama-sama rebut kembali pendidikan tinggi kita. Seperti apa menggeprek pendidikan tinggi? Dengan cara merebut kampus dan menyuarakan demokratisasi pendidikan tinggi secara penuh.</p><p style="text-align: justify;">Demokratisasi kampus harus dilaksanakan, karena dalam hal ini akan dipandang sebagai subjek kebijakan bukan objek kebijakan. Mengingat demokratisasi kampus adalah langkah kita untuk mengawal serta berkontribusi dalam menentukan arah kebijaksanaan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Dengan cara ini kita akan mengetahui transparansi UKT yang setiap semesternya kita bayarkan. Kita akan tahu indikator kampus menetapkan besaran UKT kita. Terlebih, kita pun tahu uang sebanyak itu dipakai untuk apa? Apakah murni dikembalikan kepada sang pembayar?</p><p style="text-align: justify;">Ataukah malah sebaliknya, digunakan untuk hal-hal yang berbau elitis? Dengan cara ini, kita akan mengetahui mengapa kita dididik seperti ini. Melalui demokratisasi kampus, kita dapat mengupayakan apa yang sebenarnya kita (baca: mahasiswa) inginkan dalam sistem kurikulum.</p><p style="text-align: justify;">Melalui demokratisasi kampus, kita akan mampu mengembalikan marwah kampus, sebagai perpanjangan tangan dari negara menjamin pendidikan tinggi yang terjangkau. Tak kalah pentingnya, dengan demokratisasi kampus kita dapat menyingkirkan neoliberalisme di bidang pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Pada titik inilah, apa yang dimaksud dengan &ldquo;mengabstraksikan problem konkret&quot;. Ketika, kita mengetahui apa logika yang ada dibalik sistem pendidikan kita, maka arah dan tujuan menjadi jelas. Oleh karena itu, kita harus melawan logika yang sedang digunakan oleh para pemimpin perguruan tinggi kita.</p><p style="text-align: justify;">Sebab, selama logika umum yang digunakan adalah logika neoliberal, maka selama itu pula sistem pendidikan kita mengikuti logika tersebut. Semua ini tidak akan terwujud, apabila tidak ada kesadaran dari kita (baca: mahasiswa),yang merasa ditindas dengan sistem pendidikan kita melalui kebijakan UKT.</p><p style="text-align: justify;">Upaya-upaya tersebut tidak akan membuahkan sebuah perubahan ketika kita tidak bergerak secara kolektif. Maka oleh karena itu teruntuk saudaraku yang ditindas, bersatulah kita lawan kezaliman, yang menjangkit perguruan tinggi kita!</p><p><br></p><p><strong>Sumber referensi:&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>[i]. Wibowo dan Francis Wahono. 2003. Neoliberalisme. Yogyakarta : Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>[ii]. Nugroho, Heru. 2002. Mcdonalisasi Pendidikan Tinggi. Yogyakarta : Kanisius</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>[iii]. O,neil, William F. 2002. Ideologi-Ideologi Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>[iv]. Jatmika, Sidik . 2008. Telaah Sosiologis Folklor Jogja. Yogyakarta : Kanisius</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>[v]. Al-Fadhil, Musa</em></strong><strong><em>. 2016.Mazhab Pendidikan Kritis; Proses Humanisasi Pendidikan. Banda Aceh : Jurnal Mudarrisuna.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis Aditya Ferry Noor</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ketua BEM FEB Unmul 2016/2017</em></strong></p><p><em>&nbsp;</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Titik Terang Polemik UKT 2013, Rektorat Setujui Audiensi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-titik-terang-polemik-ukt-2013-rektorat-setujui-audiensi/baca </link>
<guid> menuju-titik-terang-polemik-ukt-2013-rektorat-setujui-audiensi </guid>
<pubDate> Tue, 18 Jul 2017 14:03:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konsolidasi Akbar dimulai pukul 17.10 Wita, di latar Gedung Student Center, dihadiri beberapa perwakilan BEM Fakultas, dan mahasiswa 2013. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-titik-terang-polemik-ukt-2013-rektorat-setujui-audiensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DPQD09dtB4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Titik Terang Polemik UKT 2013, Rektorat Setujui Audiensi</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Kian rapat barisan mahasiswa Unmul hadapi polemik UKT 2013. Meski sempat tertunda, akhirnya BEM KM melanjutkan agenda konsolidasi akbar kemarin (17/7). Konsolidasi dimulai pukul 17.10 Wita, di latar Gedung Student Center, dihadiri beberapa perwakilan BEM Fakultas, dan mahasiswa 2013.</p><p>Hari yang sama, Presiden BEM KM, Norman Iswahyudi mengaku telah menemui Rektor Unmul, Masjaya sebelum melaksanakan konsolidasi. Guna menyampaikan aspirasi mahasiwa terkait polemik UKT yang kian panas ini. Hasil dari pertemuan tersebut, disepakati untuk audiensi, antara mahasiswa dengan pihak rektorat hari ini (18/7). Dengan syarat, BEM KM membawa kajian data terkait permasalahan yang dikeluhkan mahasiswa 2013.</p><p>Sistem UKT terbagi dalam pembayaran langsung dan tidak langsung sesuai dengan variabel cost di fakultas masing&ndash;masing. Sehingga relevan, sistem ini dinyatakan tunggal karena mencakup biaya keseluruhan seperti diatur oleh Permendikbud Nomor 55 Tahun 2013.</p><p>Perhitungan sistem UKT diatur sebanyak 8 semester untuk S1 dan 6 semester untuk diploma sesuai asumsi kelulusan mahasiswa. Sedangkan Unmul menghitung UKT mahasiswa dalam 10 semester sebagai batas maksimal lulus.</p><p>&quot;Lantas jadi pertanyaan ketika kita bayar UKT full semester 9 uangnya lari kemana, sungguh tanda tanya besar?&quot; tanya Norman.</p><p>Norman mengimbau kepada BEM fakultas untuk menyiapkan data jumlah mahasiswa 2013 baik yang masih aktif kuliah, sedang menyelesaikan skripsi, akan pendadaran, sudah lulus dan penerima beasiswa untuk melengkapi kajian data.</p><p>Yoga Kurniawan Saputra, Ketua DPM Fakultas Pertanian berpendapat supaya mahasiswa mengajukan tuntutan yang tidak saling merugikan. &quot;Apakah kita membayar sesuai per SKS atau malah kembali SPP,&quot; ujarnya.</p><p>Sedangkan, Dido Wahyudi dari FKIP menuntut adanya skala prioritas untuk mahasiswa yang tinggal menyelesaikan tahap pendadaran.</p><p>&quot;<em>Goal</em> kita memberikan mekanisme tandingan bentuk pemotongan 50 persen, kembali sistem SPP, menyesuaikan variabel <em>cost</em> dan beban SKS yang ditempuh, opsi yang terbaik adalah penyamarataan,&quot; lanjut Gubernur BEM FKIP, Rizaldo.</p><p>Hasil dari konsolidasi tersebut menawarkan beberapa opsi solusi. Pertama pembayaran kembali ke sistem UKT. Kedua pembayaran bersasarkan SKS, dan ketiga prioritas untuk mahasiswa tingkat akhir, baik yang sedang menyelesaikan skripsi dan pendadaran. Serta, menghadirkan mahasiswa penerima beasiswa dalam audiensi.</p><p>Konsolidasi berlangsung alot, dan dilanjutkan pada malam hari pukul 20.30 di Odah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menyusun strategi untuk audiensi bersama pihak rektorat hari ini, pukul 14.00 Wita. <strong><em>(did/krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Audiensi Alot, Tuntutan Mahasiswa Ditolak Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-alot-tuntutan-mahasiswa-ditolak-rektor/baca </link>
<guid> audiensi-alot-tuntutan-mahasiswa-ditolak-rektor </guid>
<pubDate> Wed, 19 Jul 2017 00:40:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi antara BEM KM Unmul dengan pihak rektorat hari ini dimulai pukul 13.44 Wita, di Ruang Rapat Lantai 3 Rektorat Unmul. (Foto: Dido Wahyudi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-alot-tuntutan-mahasiswa-ditolak-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iO52ZUnVQs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Audiensi Alot, Tuntutan Mahasiswa Ditolak Rektor</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Audiensi antara BEM KM Unmul dengan pihak rektorat hari ini (18/7) berjalan alot. Mahasiswa keras menyuarakan tuntutan, sementara rektor kukuh menolak. Semua tuntutan dan rasionalisasi dari BEM KM terkait permasalahan UKT, ditanggapi tak acuh oleh jajaran rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi dimulai lebih awal, pukul 13.44 Wita, di Ruang Rapat Lantai 3 Rektorat Unmul. Saat itu pula jajaran fakultas turut hadir. Kedua kubu, sama-sama vokal beradu argumen. BEM KM mempertanyakan soal perhitungan BKT Unmul yang sampai 10 semester, sedangkan dalam Dirjen Dikti hanya 8 semester. Sementara Abdunnur, Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan menyebut perhitungan BKT-UKT Unmul berbeda dengan universitas lain. Unmul tidak memasukkan dana pengembangan ke dalam perhitungan BKT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa 8 semester, ya, yang dihitung? Terus sekarang pemberlakuannya harus sampai selesai? Tanyakan dong, kritisi aturan itu, bukan ke rektor atau ke saya tapi ke menteri,&rdquo; ucap Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya kami tahu yang membuat aturan adalah menteri, tetapi kita tidak bisa langsung lapor ke kementerian. Yang sebagai bapak kita adalah Rektor, makanya kita mengadu,&rdquo; jawab Presiden BEM KM Unmul, Norman Iswahyudi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adu argumen antara mahasiswa dan jajaran rektor, serta dekan berlangsung panas. Rektor Masjaya, kemudian memberikan penawaran, bagi mahasiswa 2013 yang dalam tahap penyusunan skripsi, dipersilakan untuk mengajukan permohonan keringanan UKT di masing-masing fakultas, dengan ketentuan yang berlaku. Seperti Pasal 6, Ayat 1, Permenristekdikti No 39 tahun 2016, bahwa pemimpin PTN melakukan penetapan ulang pemberlakuan UKT terhadap mahasiswa, apabila ada ketidaksesuaian kemampuan ekonomi mahasiswa. Yang diajukan oleh mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai.</p><p style="text-align: justify;">Tawaran Rektor Masjaya, pun tak diterima dengan lapang dada oleh BEM KM juga Tim Khusus UKT 2013. Sebab, tak mewakili satu pun dari tiga solusi yang mereka sepakati dalam konsolidasi. Yakni, pembayaran sistem per SKS, potong sesuai golongan atau penurunan 50 persen dari UKT yang dibayarkan.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pasca audiensi Norman mengungkapkan kekecewaannya atas hasil hari ini. &ldquo;Yang jelas kita tidak puas, karena goal yang kita inginkan adalah menuntut hak kita untuk tidak membayar UKT secara full lagi,&rdquo; ujar mahasiswa &nbsp;Manajemen, FEB itu.</p><p style="text-align: justify;">Karena, hasil audiensi tak sesuai dengan harapan, BEM KM Unmul, beserta Tim Khusus UKT 2013 berencana akan melakukan aksi pada Senin (24/7) nanti. <em><strong>(krv/iki/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektor: Kita Peduli dengan Mahasiswa, Tapi Jangan Disamaratakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-kita-peduli-dengan-mahasiswa-tapi-jangan-disamaratakan/baca </link>
<guid> rektor-kita-peduli-dengan-mahasiswa-tapi-jangan-disamaratakan </guid>
<pubDate> Wed, 19 Jul 2017 17:47:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden BEM KM Unmul, Norman Iswahyudi, meminta rektor membuat surat edaran dan format pengajuan keringanan UKT. Tapi semua tanggapan itu ditepis rektor dan jajaran dekan. (Foto: Dodi Wahyudi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-kita-peduli-dengan-mahasiswa-tapi-jangan-disamaratakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3UXKTja55m.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektor: Kita Peduli dengan Mahasiswa, Tapi Jangan Disamaratakan</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&ldquo;Bagi mahasiswa 2013 yang sedang dalam penyusunan skripsi boleh mengajukan keringanan yang sesuai dengan kriteria Permen Nomor 39 Tahun 2017, sampai masa waktu batas pembayaran UKT 31 Juli. itu kesimpulannya (audiensi)!&rdquo; tegas Rektor Unmul, Masjaya menutup audiensi terkait polemik UKT, Selasa (18/7) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan tersebut ditetapkan rektor berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 39 Tahun 2017, bahwa pemimpin PTN dapat memberikan keringanan pembayaran dan penetapan ulang UKT mahasiswa dengan pertimbangan tertentu. Di antaranya adalah ketidaksesuaian ekonomi mahasiswa dan perubahan data kemampuan ekonomi orang tua atau pihak lain yang membiayai.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, kebijakan ini dianggap angin segar oleh mahasiswa yang hadir dalam audiensi. Bahwa, seluruh mahasiswa bisa mengajukan keringanan dan sudah pasti diringankan. Bahkan Presiden BEM KM Unmul, Norman Iswahyudi, meminta rektor membuat surat edaran dan format pengajuan keringanan UKT. Tapi semua tanggapan itu ditepis rektor dan jajaran dekan.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan tersebut manis didengar, tapi pahit dirasa. Lantaran, keringanan UKT hanya dapat diajukan ketika mahasiswa mempnyai alasan tertentu, yang dianggap dapat memberatkan mahasiswa dalam pembayaran. Seperti orang tua kecelakaan, bercerai, pensiun, PHK atau meninggal dunia.</p><p style="text-align: justify;">Sontak mahasiswa geram. &rdquo;Kami di sini datang mewakili suara dari mahasiswa Unmul. Mayoritas keberatan jika kita membayar <em>full</em>. Di sini kita mau mencari keadilan. Kayaknya <em>kok</em> nggak didukung?&rdquo; lantang Ketua DPM Faperta, Yoga Kurniawan Saputra.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari survei yang kami lakukan, 1700 mahasiswa menolak (membayar) UKT <em>full</em> maka kami akan mengajak seluruh mahasiswa 2013 mengajukan penurunan,&rdquo; tambah Gubernur BEM FKIP, Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Seruan mahasiswa tersebut kemudian ditanggapi Dekan FISIP, Mohammad Noor. Ia memperjelas bahwa perguruan tinggi hanya boleh meringankan UKT berdasarkan ketentuan yang berlaku. &ldquo;Artinya kita tidak bisa menggeneralisasi mahasiswa yang orang tuanya punya mobil lima, lalu minta penurunan UKT, itu tidak <em>fair</em>. Kami akan menerima dan mempertimbangkan penurunan UKT, tapi dengan alasan logis,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Dekan FISIP tersebut diamini rektor. Pihaknya hanya memberi keringanan UKT kepada mahasiswa yang dianggap memang membutuhkan. Bukan seluruh mahasiswa semester sembilan seperti yang dituntut Tim Khusus UKT 2013.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita peduli kepada mahasiswa yang memang kurang mampu. Tapi, jangan disamaratakan. Tadi disampaikan, saya mewakili mahasiswa Unmul, siapa mahasiswanya? Mana data-datanya? Saya minta. Bukan survei karena kan itu sampel aja,&quot; tegas Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Maksud audiensi yang disetujui rektor kemarin, tak lain ingin mengetahui tuntutan yang disuarakan, pun lengkap dibarengi data valid keseluruhan mahasiswa 2013 yang keberatan. Agar, rektor bisa berikan keputusannya secara langsung. Namun, belum disanggupi Tim Khusus UKT 2013. Inilah kelemahan yang menjadi serangan balik sang rektor.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, keputusan akhir rektor, tak dianggap Norman sebagai akhir dari permasalahan. Ia menyebut, keringanan UKT bagi mahasiswa semester 9, bukan masalah mahasiswa miskin atau kaya. Tapi, merupakan hak seluruh mahasiswa. Sebab, dirasa pembayaran telah tuntas di 8 semester sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Pasca audiensi tersebut, BEM KM dan Tim Khusus UKT 2013 kembali mengatur strategi eskalasi gerak. Dijadwalkan, hari ini (19/7) BEM KM akan rilis pernyataan sikap atas hasil audiensi tersebut. <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bersyukur, 29 Mahasiswa FKIP Tak Bayar UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bersyukur-29-mahasiswa-fkip-tak-bayar-ukt/baca </link>
<guid> bersyukur-29-mahasiswa-fkip-tak-bayar-ukt </guid>
<pubDate> Thu, 20 Jul 2017 00:19:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 29 nama mahasiswa FKIP pendadaran pada bulan ini, tidak dibebani pembayaran UKT alias gratis. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bersyukur-29-mahasiswa-fkip-tak-bayar-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nTQT1topxh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bersyukur, 29 Mahasiswa FKIP Tak Bayar UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Masih dirundung kekecewaan karena hasil audiensi yang tak memuaskan. Mahasiswa sesak, segala tuntutan ditolak. Tak ada pembayaran per SKS, pemotongan setiap golongan atau penurunan 50 persen, seperti yang dituntut BEM KM Unmul dan Tim Khusus UKT 2013. Rektor hanya memberi keputusan yang bukan aturan baru, yakni pengajuan keringanan UKT.</p><p style="text-align: justify;">(Baca <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-kita-peduli-dengan-mahasiswa-tapi-jangan-disamaratakan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-kita-peduli-dengan-mahasiswa-tapi-jangan-disamaratakan/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Namun, beruntung BEM FKIP bisa bernapas lebih lega. Salah satu tuntutannya diterima dekan dan rektor. Yakni, mahasiswa yang pendadaran pada bulan ini, tidak dibebani pembayaran UKT alias gratis. &ldquo;Di FKIP ada 24 mahasiswa yang melakukan pendadaran di bulan ini, sedangkan ini juga masa rentang pembayaran UKT. Saya minta pertimbangan bagaimana kemudian mereka harus membayar, sedangkan mereka sudah selesai,&rdquo; ujar Rizaldo dalam forum audiensi di depan jajaran rektor dan dekan, kemarin (18/7) .</p><p style="text-align: justify;">Aldo menambahkan pembayaran UKT semester 9, menjadi prasyarat bagi mahasiswa yang akan maju pendadaran. Sehingga, dengan terpaksa mahasiswa mesti membayar UKT.</p><p style="text-align: justify;">Laporan tersebut ditanggapi langsung Dekan FKIP, Muhammad Amir Masruhim. Ia menegaskan tidak ada pembayaran UKT bagi mahasiswa yang akan melaksanakan pendadaran sampai tanggal 31 Juli.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi melalui aplikasi Whats App, Rizaldo menyebut ada penambahan jumlah mahasiswa FKIP yang akan pendadaran pada bulan ini menjadi 29. Satu diantaranya angkatan 2012.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah, ini <em>goal</em> yang didapatkan oleh BEM FKIP,&rdquo; syukur Gubernur BEM FKIP itu kepada Sketsa (19/7).</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya kebijakan tersebut, akan ada pengembalian pembayaran bagi mahasiwa FKIP yang sudah terlanjur membayar UKT, sebelum pendadaran. Berbeda dengan fakultas lain yang nasib mahasiswanya belum dapatkan goal serupa. Dalam audiensi tersebut, hanya BEM FKIP yang lantang menyuarakan nasib mahasiswa UKT 2013 di fakultasnya. <em><strong>(krv/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Koordinasi Bolong, Timsus UKT Siapkan Massa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/koordinasi-bolong-timsus-ukt-siapkan-massa/baca </link>
<guid> koordinasi-bolong-timsus-ukt-siapkan-massa </guid>
<pubDate> Thu, 20 Jul 2017 01:00:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim Khusus (Timsus) UKT 2013 harus gigit jari, lantaran hasil audiensi bersama jajaran rektor kemarin (18/7) ditolak mentah. (Sumber foto:istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/koordinasi-bolong-timsus-ukt-siapkan-massa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CwBusHcJON.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Koordinasi Bolong, Timsus UKT Siapkan Massa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tim Khusus (Timsus) UKT 2013 yang digawangi oleh BEM KM dan BEM fakultas harus gigit jari, lantaran hasil audiensi bersama jajaran rektor kemarin (18/7) ditolak mentah. Dinilai kurang persiapan, Timsus UKT 2013 belum bawa cukup bukti terkait data mahasiswa 2013 yang keberatan. Betul saja, dari ke 14 fakultas, hanya beberapa yang membawa data mahasiswa 2013.</p><p style="text-align: justify;">Disinyalir, akibat audiensi yang dipercepat dan tak sesuai jadwal konsolidasi pertama, serta kurang sigapnya lini BEM mengawal polemik UKT. BEM yang membawa data yakni, BEM FEB, FKIP, FKM dan FKTI. Sisanya hanya diwakilkan, bukan dari pihak eksekutif, yaitu Faperta &amp; FPIK. Bahkan, adapula yang tak nampak sejak konsolidasi, seperti BEM FISIP, Hukum, FIB dan LEM Sylva.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa,</em> anggota Timsus UKT 2013, Aditya Ferry Noor benarkan kurangnya data yang terkumpul, karena tidak semua BEM fakultas hadir. Hal ini selalu menjadi masalah di setiap audiensi. Pantas, rektor dan jajarannya selalu menuntut bukti yang konkret. Namun lagi-lagi, data tak terkumpul lengkap.</p><p style="text-align: justify;">Hasil data dari masing-masing BEM fakultas tersebut, menjadi dasar pertimbangan rektor untuk meninjau ulang UKT mahasiswa angkatan 2013. Ferry mengungkapkan, bahwa rektor berjanji berikan keringanan kepada mahasiswa yang mengajukan keberatan. Tentunya, menyesuaikan dengan tingkat ekonomi mahasiswa dan beberapa faktor.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kata beliau (rektor), apabila kebijakan sudah dilimpahkan ke rektor langsung, bukan tidak mungkin mahasiswa bisa kuliah dengan gratis,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, hasil audiensi kemarin bukan perkara puas atau tidak. Melainkan permintaan keadilan dari rektor terkait UKT angkatan 2013 yang tidak digubris. Sementara, Timsus UKT 2013 sudah mengantongi solusi ideal demi &nbsp;menjawab masalah UKT. Berdasarkan pantauan Ferry, audiensi kemarin tidak bisa dikatakan adil, karena tidak adanya perubahan dari keputusan rektor.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, demi memperbaiki koordinasi yang bolong, Timsus UKT 2013 akan maksimalkan kehadiran perwakilan tiap-tiap fakultas. Nantinya, saat konsolidasi, setiap anggota turut menyepakati hasil konsolidasi, agar koordinasi berjalan baik.</p><p style="text-align: justify;">Diakuinya Timsus UKT 2013 tengah menyusun mobilisasi massa. Kemudian, BEM Fakultas pun ditugaskan lakukan pencerdasan terkait polemik UKT, sekaligus himpun massa aksi untuk Senin (24/7) nanti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sangat menyedihkan, sudah tinggal menggarap skripsi, masa sama dengan membayar UKT yang kuliah 21 SKS,&quot; pungkasnya. <strong><em>(els/krv/jdj)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Risiko Penerima Beasiswa, Dekan FPIK: Mestinya Bersyukur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risiko-penerima-beasiswa-dekan-fpik-mestinya-bersyukur/baca </link>
<guid> risiko-penerima-beasiswa-dekan-fpik-mestinya-bersyukur </guid>
<pubDate> Thu, 20 Jul 2017 16:22:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Iwan Suyatna mengatakan ketika penerima beasiswa telah habis masa tenggatnya, wajar membayar besaran yang sama. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risiko-penerima-beasiswa-dekan-fpik-mestinya-bersyukur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TW2bAQ6kMt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Risiko Penerima Beasiswa, Dekan FPIK: Mestinya Bersyukur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Masih banyak tanda tanya yang timbul di benak mahasiswa. Terkait hasil putusan audiensi polemik UKT, lusa (18/7) lalu. Pengajuan keringanan yang diperkenankan Rektor Masjaya, ditanggapi fakultas asalkan mahasiswa jelas. Jelas, bahwa yang meminta keringanan memang patut mendapatkannya.</p><p style="text-align: justify;">Dekan Fakultas Pertanian, Rusdiansyah, mengatakan keputusan rektor sudah cukup bijak. &ldquo;Apa yang disampaikan teman-teman BEM ada betulnya, tetapi pemahaman terhadap peraturan itu tidak dicermati baik-baik,&quot; katanya kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>kemarin<em>&nbsp;</em>(19/7).</p><p style="text-align: justify;">Rusdiansyah juga menyampaikan agar tidak membanding-bandingkan Unmul, dengan universitas besar seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Pendidikan Indonesia, atau Universitas Indonesia. Sebab, statusnya pun beda, tiga universitas tersebut berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) , sedang Unmul sebagai Badan Layanan Umum (BLU) .</p><p style="text-align: justify;">Lalu, dalam audiensi Dekan FKIP pun telah keluarkan kebijakan teruntuk mahasiswanya yang pendadaran. Gratis UKT, asalkan telah pada tahap akhir tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di dalam memberikan keringanan itu setiap fakultas beda-beda&rdquo;, ucap Rusdiansyah.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, menurutnya sah saja apabila rektor berikan keputusan tersebut, kemudian putusan tergantung kebijakan masing-masing fakultas. Namun, terangnya lagi, sejak hasil audiensi keluar belum ada mahasiswa yang mengurus hal ini.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, dengan adanya sistem UKT ini mahasiswa telah banyak terbantu, berbeda dengan SPP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Coba bayangkan waktu dulu SPP bayar, KKN bayar, PKL bayar, almamater bayar, yusidium bayar, wisuda bayar, sekarang sudah dipangkas semua itu&rdquo;, tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan Penyuluhan, rektor juga berkebijakan sama, mahasiswa dapat mengurus untuk dapat meminta keringanan di fakultas. Diketahui Beasiswa Kaltim Cemerlang, program penyuluhan pertanian, peternakan, dan perikanan itu memiliki kontrak perjanjian. Mahasiswa akan ditanggung selama 8 semester, setiap semesternya sebesar Rp 4 juta. Lewat dari kontrak, wajar mahasiswa mesti menanggungnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Rusdiansyah berpandang lain. Mahasiswa penerima dua beasiswa tersebut belum layak untuk mengajukan keringanan UKT. Sebab, mereka baru pertama kali membayar UKT di semester ganjil ini. Sedangkan, syarat untuk mengajukan keringanan adalah sudah membayar UKT sendiri selama 2 semester.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Artinya dia boleh menerima keringanan setelah semester 11&rdquo;, lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sependapat dengan sang Dekan Faperta, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Iwan Suyatna mengatakan ketika penerima beasiswa telah habis masa tenggatnya, wajar membayar besaran yang sama. Tanpa, verifikasi penggolongan UKT. Menurut Iwan, hal tersebut adalah konsekuensi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemberian beasiswa tersebut kemudian berapa lama, dan untuk apa, itu kan antara mahasiswa dengan Pemprov,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami hanya menerima, kami memberi waktu maksimal, UKT Rp 4 juta per semester. Sehingga ketika mereka belum selesai ya, itu risiko,&quot; lanjutnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Iwan, sebagai penerima beasiswa seharusnya bersyukur. Caranya, menyelesaikan studi dengan baik dan sesuai tenggat yang diberikan. Namun, apabila mahasiswa memang keberatan dengan nominal yang dibayarkan. Silakan ajukan penurunan UKT, dengan melampirkan persyaratan yang berlaku di tiap fakultas. <strong><em>(iki/snh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peliknya Hitung-hitungan UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peliknya-hitung-hitungan-ukt/baca </link>
<guid> peliknya-hitung-hitungan-ukt </guid>
<pubDate> Fri, 21 Jul 2017 00:46:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang digadang-gadang memberatkan finansial mahasiswa, dan konon menguntungkan kampus ternyata tak sepenuhnya benar. (Foto: D\Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peliknya-hitung-hitungan-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ES2jrgAlG3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peliknya Hitung-hitungan UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai memberatkan finansial mahasiswa, dan konon menguntungkan kampus ternyata tak sepenuhnya benar. Realitanya, meski di satu sisi, terkesan memberatkan mahasiswa. Di sisi lain, penerimaan dana UKT, bahkan tak mampu menopang setengah dari pagu anggaran Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pagu ialah anggaran yang terkalkulasi untuk menghidupi institusi dalam kurun satu tahun. Semisal Unmul, seluruh operasional perkuliahan dikalkulasi Unmul, guna menentukan total pagu tahunan. Operasional perkuliahan yang dianggarkan, tentu beragam. Mulai dari biaya aktivitas belajar-mengajar, peningkatan jumlah jurnal ilmiah, gaji karyawan, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Jajaran pimpinan Unmul akhirnya berupaya keras mencari sumber pemasukan baru selain pemasukan UKT mahasiswa. Kebijakan pemanfaatan aset semisal sewa gedung, hingga kerja sama dengan pihak ketiga, kontinu dilakukan guna menambah-nambah kas universitas. Selain itu, pendapatan utama dalam menopang pembiayaan kas Unmul adalah bantuan APBN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pendapatan Unmul dari APBN itu ada sekitar Rp 180 miliar untuk gaji dosen. Diluar APBN, ada yang namanya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Dari PNBP itulah kita mendapat sekitar Rp 198 miliar,&rdquo; papar Abdunnur Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan, kepada <em>Sketsa</em> beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dana PNBP adalah keseluruhan pendapatan UKT, pemanfaatan aset, dan kerjasama dengan pihak ketiga. Sedang, pemasukan Rp 120 miliar dari sektor UKT mahasiswa, difokuskan untuk pembiayaan kegiatan belajar-mengajar. Berdasar aturan universitas pula, mayoritas pengelolaan dana UKT diatur masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi <em>share</em> keseluruhan uang UKT, 70 persen dikelola pihak fakultas. Kemudian 30 persen sisanya akan masuk ke dalam kas universitas, karena ada kegiatan-kegiatan di fakultas yang harus dibiayai universitas. Misalnya kegiatan akademik yang harus melakukan registrasi di sini (rektorat),&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Dasar Keterpaksaan Sistem UKT dan BKT</strong></p><p style="text-align: justify;">Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 55 tahun 2013 menjadi landasan dasar pemerintah pusat memberlakukan UKT dan BKT. Walhasil, Permendikbud ini (mau tak mau) mendorong PTN se-Indonesia memberlakukan UKT dan BKT dimasing-masing kampus. Dalam Permendikbud pula secara eksplisit menjelaskan hakikat UKT dan BKT sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">Biaya Kuliah Tunggal (BKT) merupakan seluruh biaya operasional per mahasiswa setiap semester pada program studi (Prodi) di sebuah perguruan tinggi. BKT digunakan sebagai dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan biaya kuliah yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya. Lalu, nominal UKT ditetapkan berdasarkan BKT, dikurangi biaya yang ditanggung oleh pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnya secara riil, <em>unit cost</em> (keseluruhan biaya) kuliah itu dihitung dari BKT, bukan UKT. Kita ambil contoh saja delapan semester harusnya mahasiswa sudah lulus. Kemudian dihitung BKT-nya satu semester. Kemudian dikalikan delapan semester hingga mahasiswa yang bersangkutan berhasil meraih gelar sarjana. Itulah total biaya kuliah yang harus dibayar mahasiswa,&rdquo; ujar Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemerintah Ingkar, Tambal-Sulam Dilakukan Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Diakui Abdunnur, pemerintah pusat memberi sebuah &lsquo;janji&rsquo; kepada PTN se-Indonesia. Dalam janjinya, pemerintah pusat akan menutupi &lsquo;seluruh selisih&rsquo; antara BKT dan UKT melalui program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).</p><p style="text-align: justify;">Anggaran bantuan yang diberi pemerintah pusat, selalu kurang dari total ajuan BOPTN yang diminta Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selisih BKT dan UKT tahun 2016 berapa? Setelah kita hitung-hitung, keseluruhan selisihnya ada Rp 100 miliar rupiah. Nominal itulah yang kita ajukan ke pemerintah pusat. Tapi berapa BOPTN yang kita dapat? Rp 33 miliar saja. Sisanya sekarang siapa yang harus menutupi? Mahasiswa? Tentu tidak, bukan? Sisa itulah yang harus dicari oleh Unmul. Mahasiswa tidak banyak yang mengetahui hal ini,&rdquo; ujar Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Bantuan pemerintah pusat yang hanya Rp 33 miliar (padahal Unmul meminta Rp 100 miliar), membuat Rp 67 miliar sisanya harus ditanggung kas Unmul, bukan BOPTN. Masalah itu melecutkan jajaran Unmul untuk kreatif mencari tambahan dana. Deretan kerjasama Unmul dengan pihak ketiga, baik nasional hingga internasional.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur pun beberkan dana BOPTN yang diterima Unmul dalam kurun empat tahun terakhir. Per tahun 2013, Unmul mendapat sekitar Rp 16 miliar, tahun 2014 naik menjadi sekitar Rp 20 miliar. Menapaki tahun 2015, pendapatan melonjak tajam jadi sekitar Rp 32 miliar, dan tahun 2016, naik tipis menjadi Rp 33 miliar.</p><p style="text-align: justify;">Meski tren penerimaan BOPTN konsisten naik, nominal itu (sama sekali) tidak cukup, menutup selisih BKT dan UKT mahasiswa Unmul sedari 2013-2016. Jika ditotal, empat tahun terakhir, hanya Rp 101 miliar, jauh dari ekspektasi Rp 400 miliar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kekurangan itu, Unmul serta universitas yang juga bernasib sama, harus lakukan &lsquo;tambal-sulam&rsquo; anggaran, guna menutup selisih BKT dan UKT yang kian menggunung. <em><strong>(dan/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> WR II: Realisasi Subsidi Silang, Tak Sesuai Harapan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wr-ii-realisasi-subsidi-silang-tak-sesuai-harapan/baca </link>
<guid> wr-ii-realisasi-subsidi-silang-tak-sesuai-harapan </guid>
<pubDate> Fri, 21 Jul 2017 12:16:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> perencanaan ideal dari sistem UKT tersebut tak terimplementasi baik di beberapa PTN, termasuk Unmul. (Sumber foto: yipd.or.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wr-ii-realisasi-subsidi-silang-tak-sesuai-harapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ldaKTVCyq9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>WR II: Realisasi Subsidi Silang, Tak Sesuai Harapan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><strong>&nbsp;-</strong> Unmul saat ini telah memberlakukan sistem UKT dengan V (lima) kategori (kecuali prodi Pendidikan Dokter yang memberlakukan VI kategori). Kategori I dan II diarahkan untuk mahasiswa yang kurang mampu. Kategori III untuk mahasiswa dengan ekonomi rata-rata, serta kategori IV dan V untuk mahasiswa tergolong &nbsp;mampu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Umum, &nbsp;Sumber Daya Manusia dan Keuangan Abdunnur menjelaskan sistem ini menganut subsidi silang. Antar mahasiswa yang kelas ekonomi, layaknya borjuis dan proletar. Sehingga, persentase mahasiswa yang mengisi slot kelompok I dan II (misal 30 persen), mesti imbang dengan slot kelompok IV dan V (harus pula 30 persen), agar subsidi silang benar-benar terimplementasi. Sedang kelompok III masuk sebagai kelompok penengahnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Realitanya kini, perencanaan ideal dari sistem UKT tersebut tak terimplementasi baik di beberapa PTN, termasuk Unmul. Diakui Abdunnur, banyak mahasiswa yang kelas ekonominya tergolong berada, justru mengajukan permohonan penurunan biaya UKT. Terlebih, jumlah pengajuan tersebut tidaklah sedikit. Tentu hal ini tidak sinkron dengan niat subsidi silang tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Realisasinya yang ada sekarang tidak demikian. Seluruh mahasiswa Unmul yang menerima kelompok IV dan V per semester hanya 5-10 persen. Faktanya, sekarang golongan 1-2 per semester ini (telah) diisi oleh 30 persen mahasiswa aktif sekarang,&rdquo; bocornya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur memberi perbandingan, antara kebijakan di Unmul dengan perguruan tinggi lain. Seperti PTN di Jawa, yang malah mengeluarkan kebijakan sumbangan pendidikan bagi mahasiswanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di Unibra (Universitas Brawijaya), mereka memberlakukan sumbangan pendidikan. Dan itu sah-sah saja diberlakukan, karena memang ada aturan yang mengizinkan itu. Minimal Rp 15 sampai Rp 30 juta (per mahasiswa) untuk regular. Kalau di Unmul tidak menerapkan seperti di Unibra, kalau kita berlakukan pun boleh saja. Cuma kita belum mau sampai kesana membebani mahasiswa,&quot; bebernya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Betul saja, dilansir&nbsp;</span><span><em>Tribunews.com</em>&nbsp;</span><span>berita yang terbit dua tahun lalu itu menerangkan, &nbsp;Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) di Unibra bahkan telah disepakati dan dibuatkan Permen-nya oleh Kementerian Keuangan RI. Nominal terendah diampu prodi Sosiologi sebesar Rp 9 juta, dan terbesar pada Pendidikan Kedokteran yang mencapai Rp 232 juta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun mencontohkan lagi, di Universitas Airlangga. Universitas asal Jawa Timur ini, menyepakati sumbangan pendidikan, sebesar Rp 500 juta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tapi kita mau seperti itu? Tentu tidak. Terus (dengan keringanan biaya kuliah di Unmul sekarang) mahasiswa protes, mau protes lagi? Padahal, mereka masuk (Unmul-pun) tanpa dibebani uang gedung,&quot; ketusnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ternyata Abdunnur keliru, dilansir dari&nbsp;</span><span><em>Kompas.com</em></span><span>&nbsp;biaya sumbangan bisa mencapai Rp 800 juta. Itu baru biaya masuk, belum kuliah per semester. Dalam pengumuman resmi di situs&nbsp;</span><span><em>unair.ac.id</em></span><span>, minimal SP3 Fakultas Kedokteran Umum adalah Rp 150 juta. Bisa meningkat sampai Rp 800 juta, lantaran SP3 diterapkan secara dinamis tergantung minat dan tren pendaftar.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Anggaran BOPTN Tak Sama</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemberian anggaran BOPTN berbeda antar PTN se-Indonesia, baik di kawasan barat maupun timur. Ada beberapa indikator yang menjadi pedoman pemerintah pusat. Pertama, akreditasi institusi. Jika akreditasi menjadi indikator pertama, jelaslah BOPTN akan lebih banyak diserap PTN di kawasan barat yang mayoritas menyandang akreditasi A.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, jumlah rasio mahasiswa. Semakin banyak mahasiswa yang ditampung, maka semakin banyak pula BOPTN yang didapatkan. Dengan catatan, rasio mahasiswa tidak boleh jomplang dengan jumlah dosen, harus sesuai standar. Ketiga, berdasarkan tata kelola keuangan institusi. Keempat, banyaknya kerjasama institusi dengan pihak ketiga. &nbsp; Dan indikator lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Unmul yang telah dapatkan akreditasi A, sejak Juli lalu, juga berupaya tingkatkan indikator yang belum maksimal itu. Tentu, agar pendapatan dari BOPTN setiap tahunnya dapat ditingkatkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semisal prestasi tata kelola keuangan, Unmul berhasil mendapat Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Opini WTP adalah level tertinggi yang disematkan BPK, bagi laporan keuangan yang dianggap telah terapkan prinsip akuntansi secara baik. Artinya, tata kelola keuangan Unmul telah sesuai dengan standar akuntansi pemerintah.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Melacak Komponen-komponen UKT</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selasa siang (21/6/2016), ruang rapat Rektorat lantai III menggelar sebuah<em>&nbsp;</em></span><span><em>meeting</em></span><span>. Inisiasi forum mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Mulawarman. Audiensi tersebut terdiri dari mahasiswa, perwakilan rektorat, dan pimpinan dekan lintas kampus se-Unmul. Duduk perkaranya, yakni meminta kejelasan perihal sistem UKT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam momen itu Abdunnur menyampaikan komponen-komponen apa saja yang dibayar mahasiswa melalui UKT. Komponen unit</span><span>&nbsp;<em>cost</em></span><span>&nbsp;UKT per mahasiswa, per semester itu terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung. Kemudian, disebutkan ada 16 komponen dalam biaya langsung sumber daya manusia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip yang dirilis BEM KM 2016, ke-16 komponen tersebut antara lain: Penerimaan mahasiswa, upacara penerimaan mahasiswa, kuliah perdana, orientasi mahasiswa baru, kuliah secara tatap muka, kegiatan praktikum, pengisian KRS, dan kegiatan praktikum. Delapan komponen terakhir adalah: UTS dan UAS, koreksi ujian, KKN regular, pengajuan judul skripsi, pembimbingan skripsi, ujian komprehensif, yudisium, dan terakhir, wisuda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itulah ke-16 komponen di dalam UKT yang ditanggung angkatan 2013-2016. Seketika menyeruak, tidak ada satupun komponen UKT menanggung biaya pembuatan jas kuning yang dimiliki mahasiswa Unmul: almamater. Kas Unmul lah yang menanggungnya selama ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain almamater, ada pula semester pendek, asuransi untuk mahasiswa KKN, dan keamanan kampus yang tidak masuk dalam komponen UKT. Sementara, tahun kemarin asuransi KKN masih dibebankan mahasiswa, dan semester pendek juga berbayar sesuai kebijakan di tiap fakultas. Keamanan kampus yang sama sekali tak masuk dalam komponen UKT, menjadi alasan terbengkalainya beberapa portal keamanan di pintu gerbang Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Komponen di Luar Pembiayaan UKT</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gelagat kepayahan pihak Unmul menutup selisih BKT dan UKT akhirnya merembet pada sektor-sektor lain, tak terkecuali keamanan kampus. Terbengkalainya, portal keamanan di tiga pintu gerbang menjadi bukti sahih bahwa pihak Unmul benar-benar kepayahan. Unmul pun kini diakui Abdunnur masih terus mencari pihak ketiga untuk membantu pengelolaan keamanan kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk portal jelas kami masih kesulitan, karena pembiayaannya berada diluar komponen UKT. Kami juga masih kesulitan menemukan pihak yang mau membantu di sektor ini. Kalau mahasiswa tidak mau, apakah kita harus lagi membebankan keamanan kampus melalui UKT?&quot; akunya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pihaknya juga tak ingin memberatkan mahasiswa dalam pengelolaan aset semisal sewa gedung. Maka, perihal ini tidak benar-benar dieksplorasi Unmul untuk mengeruk keuntungan maksimal. Kalau kita fokus ke usaha nanti mahasiswa protes lagi, kok semua aset disewakan, kami menggunakan harus bayar biaya sewa, ujarnya menirukan keluhan mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Unmul pun Teriak</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Untuk memenuhi standar minimal saja, kita harus membagi Rp 33 miliar (dari BOPTN) kepada seluruh mahasiswa lintas angkatan yang masih aktif berkuliah. Itu jadi beban kita dari selisih BKT dan UKT yang tidak terpenuhi. Makanya kami bilang sama-sama teriak kita (Unmul),&quot; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara eksplisit Abdunnur, mengapresiasi kinerja BEM di era terdahulu saat menyampaikan aspirasi. Tidak hanya di kancah regional, namun juga di kancah nasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahkan pernah perwakilan BEM diundang oleh presiden untuk menyampaikan keluhannya. Artinya itu yang harusnya bagus dilakukan. Bersuara jangan di internal (Unmul) saja, melainkan kepada pusat selaku perumus kebijakan. Karena kita (Unmul) sama-sama kesusahan, tandasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Upaya berteriak meminta keadilan lewat forum pimpinan PTN se-Indonesia masif digalakkan oleh jajaran pimpinan Unmul. Namun, tidak solidnya gerakan di tingkat akar civitas akademika, cukup menghambat ritme gerakan mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kita sudah berupaya lewat forum se-Indonesia itu, namun kita masih&nbsp;</span><span>digandul-gandulin</span><span>&nbsp;sama masalah-masalah di dalam (Unmul) kan? Ya mahasiswa, ya dosen, ya tentang remunerasi lah juga. Kalau saya senyum saja menyikapi ini,&quot; simpelnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum satu&nbsp;</span><span><em>frame</em></span><span>-nya perjuangan di tingkat atas dan &nbsp;bawah, ditengarai belum majunya nilai Unmul di kancah nasional. Bahkan diakui Abdunnur pula, seorang asesor pernah memberikan pandangannya mengapa Unmul tak maju-maju, meski sudah berdiri lebih dari separuh abad.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kata asesor itu, alotnya cara berpikir mahasiswa dan dosen jadi faktor, Unmul sulit maju secara kualitas. Mau tak mau, jalan&nbsp;</span><span><em>World Class University,</em>&nbsp;</span><span>pun masih tertutup kabut gelap.&nbsp;</span><em><strong><span>(dan/jdj</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dekan FMIPA: Semua Punya Hak UKT-nya Turun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fmipa-semua-punya-hak-ukt-nya-turun/baca </link>
<guid> dekan-fmipa-semua-punya-hak-ukt-nya-turun </guid>
<pubDate> Sat, 22 Jul 2017 00:38:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nasib mahasiswa masih terombang-ambing terkait UKT, termasuk yang mendapat Beasiswa dan Penyuluhan. (Sumber foto: dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fmipa-semua-punya-hak-ukt-nya-turun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Za8x4oJtuT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dekan FMIPA: Semua Punya Hak UKT-nya Turun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Keputusan rektor tentang polemik UKT masih menjadi pembicaraan hangat, khususnya bagi penerima beasiswa, baik Bidikmisi maupun Penyuluhan. Pasalnya, mahasiswa angkatan 2013 kala ini telah habis masa tenggatnya. Praktis, kini mereka tanggung sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dekan Faperta, Rudiansyah, Rabu (19/7) kemarin menyatakan bahwa angkatan 2013, belum layak untuk mengajukan keringanan UKT. Sebab, syarat untuk mengajukan penurunan UKT telah membayar secara mandiri, selama dua semester.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Artinya dia boleh menerima keringanan setelah semester 11,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risiko-penerima-beasiswa-dekan-fpik-mestinya-bersyukur/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risiko-penerima-beasiswa-dekan-fpik-mestinya-bersyukur/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, ditemui <em>Sketsa,</em> Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Idris Mandang mengaku heran apabila mahasiswa Bidikmisi ingin meminta penurunan UKT. Lantaran, &nbsp;ini semester pertama mahasiswa tersebut menanggung sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Idris, mahasiswa seharusnya lebih giat lagi bagaimana caranya agar di semester ke delapan mereka telah lulus dan tak menanggung beban biaya UKT. &quot;Ke mana aja dia delapan semester itu,&quot; kritiknya.</p><p style="text-align: justify;">Pun dengan besaran golongan UKT di FMIPA untuk mahasiswa Bidikmisi, dikatakan tak pernah mencapai golongan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang jelas di sini, kami tidak pernah memberikan (golongan) Bidikmisi di atas standar,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tak bisa dimungkiri pula, apabila ada sebab yang mengharuskan mahasiswa Bidikmisi bisa mendapatkan keringanan UKT, seperti krisis ekonomi yang dialami keluarga, meninggalnya orang tua dan indikator lainnya, maka itu sah-sah saja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau 2013, semua punya hak untuk memohon turun. Persoalan setuju atau tidaknya itu berdasarkan data,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sama dengan Idris, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Muhammad Noor mengatakan sudah menjadi konsekuensi penerima beasiswa, apabila tak selesai di delapan semester. &quot;Jadi tergantung lagi bagaimana anaknya. Harusnya, ia paham betul, bahwa ia dibiayai pemerintah,&quot; tanggapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, menurutnya apabila mahasiswa Bidikmisi tersebut, memang terkendala ekonomi, pihaknya tentu mempertimbangkan. Siang (21/7) tadi, Noor juga telah komunikasikan dengan Wakil Rektor II, Abdunnur, tentang kebijakan khusus bagi mahasiswa pendadaran. Beruntung, mereka yang pendadaran di Juli ini akan dibebaskan biaya UKT.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tinggal menunggu surat keputusan dari rektor,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Melalui BEM FISIP, Noor menerima data-data mahasiswa, baik pendadaran, ataupun mahasiswa biasa yang inginkan keringanan UKT. Ada puluhan, diperiksa jajarannya, dan itu semua melalui seleksi. Layak atau tidak mahasiswa mendapatkan keringanan.</p><p style="text-align: justify;">Sebab, keputusan untuk menurunkan semua UKT mahasiswa, menjadi risiko besar bagi universitas. Menurutnya, jika rektor sampai ambil keputusan secara kolektif untuk menurunkan UKT, bisa jadi akan dianggap melanggar aturan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, bisa. Bisa saja, ada kemungkinan Pak Rektor dianggap melanggar aturan yang dikeluarkan oleh menteri,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagaimana mungkin BEM ini setengah memaksa, memaksa rektor untuk melanggar aturan,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Pikirnya, dengan keputusan rektor tersebut, masalah sudah <em>clear</em>. Namun, ia mengetahui mahasiswa yang tergabung dalam Tim Khusus UKT 2013, malah akan menggelar aksinya lagi, pada Senin (24/7) nanti.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, dengan keputusan yang diberikan rektor tersebut, BEM bisa lebih fokus mengadvokasi mahasiswa yang butuhkan keringanan. &quot;Membawa keterangan (data), sesuai yang dicantumkan. Kalau bagus, logis, bapak setuju, bapak turunkan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Begitulah menurut pandangannya. Mestinya, penyampaian sesuai dengan prosedural dan tidak saling beradu argumen. <strong><em>(snh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Hadiri Audiensi, Ini Kata BEM Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-hadiri-audiensi-ini-kata-bem-fakultas/baca </link>
<guid> tak-hadiri-audiensi-ini-kata-bem-fakultas </guid>
<pubDate> Sat, 22 Jul 2017 02:25:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Posko Pengaduan UKT oleh Tim Advokasi BEM FISIP Unmul. (Sumber foto: Dok. Tim Advokasi BEM FISIP) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-hadiri-audiensi-ini-kata-bem-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GTZPVVTFSh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Hadiri Audiensi, Ini Kata BEM Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tak hadir dalam audiensi bukan berarti tak bergerak. Beberapa BEM fakultas ini, ternyata sudah mengadvokasi permasalahan UKT di fakultasnya masing-masing.<br><br>Nur Hariyani, Presiden BEM FISIP mengungkapkan, ia bersama pihaknya tengah menangani permasalahan UKT semester 9. Bahkan pada Kamis (20/7) kemarin, Tim Advokasi FISIP telah menemui dekan. Dari hasil pertemuan tersebut, mahasiswa angkatan 2013 bisa melakukan permohonan keringanan UKT sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fmipa-semua-punya-hak-ukt-nya-turun/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fmipa-semua-punya-hak-ukt-nya-turun/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Dari data yang dikumpulkan Tim Advokasi FISIP, 1.334 total mahasiswa 2013, baru 31 yang telah mengajukan keringanan UKT dan 10 mahasiswa yang akan pendadaran di bulan ini.</p><p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa yang ingin berdiskusi dan mencari solusi sementara untuk masalah UKT angkatan 2013. Tim Advokasi FISIP membuka posko pengaduan mahasiswa yang buka tiap Senin-Jumat pada waktu jam kerja. Hariyani juga mengupayakan tidak hanya angkatan 2013, namun seluruh mahasiswa yang menggunakan sistem UKT akan diakomodir.</p><p style="text-align: justify;">Absennya BEM FISIP dalam audiensi Selasa (18/7), karena pertimbangan internal, mereka putuskan untuk tidak terlibat. Meski dalam diskusi <em>online</em>, Senin (9/7) lalu, BEM FISIP sempat terlibat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika BEM KM membutuhkan atau meminta data-data, kami siap membantu,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal sama diungkapkan, Ketua BEM Teknik, Dzainal Syamsudin. Pihaknya juga mengawal isu jauh-jauh hari. BEM Teknik bergerak mulai dari pengawalan isu, pelemparan isu ke fakultas, pengumpulan data, dan saat ini pihaknya fokus menyinkronkan data yang diterima dari fakultas, hasil survei, hingga data yang dikumpulkan dari mahasiswa sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Terkait data mahasiswa pendadaran, Fakultas Teknik tidak terlalu mempermasalahkan. Selama tidak ada ketentuan maupun persyaratan yang mewajibkan mahasiswanya membayar UKT semester 9. Oleh sebab itu, data-data mahasiswa pendadaran, kini tengah di tangan prodi dan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika teman-teman menanyakan sikap dari BEM Teknik, kita juga sebenarnya menolak untuk membayar UKT <em>full</em>, tapi kita juga tidak bisa berikan imbauan langsung kepada mahasiswa untuk menunda pembayaran UKT, sebenarnya ini menjadi hak mereka dan keputusan mereka,&quot; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Dzainal menyayangkan tindakan penundaan pembayaran UKT, karena kurang efektif. Pasalnya, malah menghambat pergerakan BEM. Sebab, sebagian besar mahasiswa sudah mengetahui sikap rektorat tidak takut. Justru, rektorat melemparkan pernyataan, hal itu akan menyulitkan mahasiswa sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, BEM Teknik mencoba berikan usulan, penundaan bukan hanya angkatan 2013, melainkan seluruh angkatan yang rasakan sistem UKT.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika kita gagal hari ini, maka selanjutnya akan gagal,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara pernyataan berbeda datang dari Menteri Advokasi BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Ahmad Juanda. Ia menyatakan bahwa di kampusnya, belum ada mahasiswa 2013 yang mengeluhkan hal yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini langkah Tim Advokasi BEM FIB sebatas peninjauan. Baik semester 9 ke bawah, ditinjau lansung. Berbanding jauh dengan FISIP, tercatat mahasiswa FIB yang pendadaran Juli ini sebatas 6 orang, sedang sisanya masih harus mengulang mata kuliah. <strong><em>(els/krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alumnus Statistika: Berbagi Pengalaman, Manisnya Gapai Impian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/alumnus-statistika-berbagi-pengalaman-manisnya-gapai-impian/baca </link>
<guid> alumnus-statistika-berbagi-pengalaman-manisnya-gapai-impian </guid>
<pubDate> Sat, 22 Jul 2017 12:13:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Riki Herliansyah alumnus Statistika, FMIPA Unmul. (Sumber foto: Dok.pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/alumnus-statistika-berbagi-pengalaman-manisnya-gapai-impian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/B3GCTifw08.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Alumnus Statistika: Berbagi Pengalaman, Manisnya Gapai Impian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Universitas Mulawarman patut berbangga, sebagai universitas tertua dan kini telah berakreditasi A. Unmul telah luluskan ribuan mahasiswa, tak sedikit pula yang mengharumkan namanya. Salah satunya, ialah Riki Herliansyah alumnus Statistika, Fakultas Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2010. Pemuda asal Sangkulirang ini, mampu bersaing dengan pemuda dari belahan dunia lain. Ia satu di antara 16.295 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, beasiswa ini paling banyak diincar para Scholarship Hunter. Bagi pemuda Indonesia yang ingin melanjutkan studi, baik program S2 dan S3 di dalam maupun luar negeri. Adanya beasiswa ini sebagai upaya pemerintah menyiapkan bibit unggul penerus bangsa, saat Indonesia mencapai usia emasnya nanti tahun 2045. Semua keperluan studi ditanggung sepenuhnya oleh beasiswa ini.</p><p style="text-align: justify;">Termasuk Riki, yang diterima tahun 2015 lalu. Kesempatan emas tersebut membawanya ke luar negeri, yakni Australia. Ia pun mengambil studi yang sama di University of New South Wales. Kini, gelar Master of Statistic telah dikantonginya.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun berkisah, sebelumnya ia gagal terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lantas, memantapkan dirinya untuk mendaftar beasiswa LPDP yang saat itu tinggal hitungan hari. Awalnya, Riki mendaftar untuk kuliah dalam negeri. Lalu, setelah diterima, ia mengajukan transfer untuk <em>apply</em> universitas ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">Meski saat itu, Riki hanya mengantongi skor TOEFL 500, tekadnya makin besar. Namun, ada saja ujian. Kemampuan berbahasa Inggris yang dites melalui <em>International English Language Testing&nbsp;</em>(IELTS), dengan nilai minimal 6,5.</p><p style="text-align: justify;">Pengalamannya dalam mengikuti lomba debat Bahasa Inggris, ternyata masih belum cukup untuk menaklukan tes tersebut. Akhirnya, ia memutuskan untuk persiapan IELTS di Kampung Inggris Pare, Kediri selama 2 bulan, kemudian di Surabaya selama sebulan.</p><p style="text-align: justify;">Beruntung saat itu, ada kerja sama antara LPDP dan UNSW. Sehingga, tes IELTS kedua biaya telah ditanggung. Sebab, sekali tes memakan Rp 3 juta. Akhirnya, usaha tak pernah khianati hasil, tes keduanya mencukupi dari skor yang dipatok. Begitulah, ia sampai ke Negeri Kangguru itu.</p><p style="text-align: justify;">Dulu, Riki memang dikenal sebagai sosok yang berprestasi di kampus Benua Etam ini. Selain pernah menjadi juara lomba debat Bahasa Inggris se-Samarinda, pria yang Desember nanti genap berusia 25 tahun itu lulus dengan IPK nyaris sempurna, 3,92.</p><p style="text-align: justify;">Berada di lingkungan eksak, tak membuat dirinya jadi seorang individualis. Terbukti, selain sibuk kuliah ia pun turut aktif dalam pergerakan mahasiswa di kampusnya. Riki sempat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Statistika periode 2012-2013. Lalu, ia naik menjadi Ketua BEM FMIPA 2013-2014.</p><p style="text-align: justify;">Saat berkuliah di luar negeri, ia juga tergabung dalam Keluarga Pelajar Islam Indonesia, serta organisasi lain yang menambah kapasitas dirinya. Pria yang hobi memancing ini pun berpesan, &quot;Mulailah dari sekarang harus sudah persiapkan diri. Khususnya, bahasa. Pasang target, kemudian maksimalkan usaha untuk mencapai target.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Jangan berhenti di situ, lebih lanjut Riki menyarankan tingkatkan <em>softskill.</em> Mulai dari kepemimpinan<em>&nbsp;(l</em><em>eadership)</em>, retorika <em>(public speaking)</em>, juga kerohanian. Tak usah berpatok pada nilai bagus, semisal IPK harus 4. Nilai cukup, namun <em>attitude&nbsp;</em>mesti bagus.<strong><em>&nbsp;(amr/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengecewakan, Ibrahim: Advokasi Ideal itu Fokus, Jelas, Serius! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengecewakan-ibrahim-advokasi-ideal-itu-fokus-jelas-serius/baca </link>
<guid> mengecewakan-ibrahim-advokasi-ideal-itu-fokus-jelas-serius </guid>
<pubDate> Sun, 23 Jul 2017 00:01:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ibrahim Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2015. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengecewakan-ibrahim-advokasi-ideal-itu-fokus-jelas-serius/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SGJgfA5yyg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengecewakan, Ibrahim: Advokasi Ideal itu Fokus, Jelas, Serius!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pengawalan isu UKT semester 9, tak terlepas dari kinerja BEM KM Unmul serta Tim Khusus (Timsus) UKT 2013. Menurut Ibrahim, kinerja advokasi BEM KM bersama timsus dalam memperjuangkan penurunan UKT 2013 dinilai belum maksimal. Hal ini dikarenakan, bahan pelengkap advokasi berupa data dan dasar aturan untuk memperkuat tuntutan penyesuaian UKT pasca delapan semester, masih sangat minim. Padahal, dua item tersebut sangat penting. Sehingga wajar kalau sampai saat ini, advokasi BEM KM mengecewakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Argumentasi yang dibangun ketika audiensi bersama rektorat lemah. Selalu mental. Rektoratnya ngotot, mahasiswa kehabisan akal. Sementara opsi rektorat sejauh ini sama sekali tidak menguntungkan mahasiswa. Tidak memenuhi rasa keadilan,&rdquo; ujar Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ibrahim, advokasi ideal adalah advokasi yang dikerjakan dengan fokus, jelas, dan serius. Pembentukan timsus dinilai bagus, namun ia menyayangkan lambatnya gerak dari timsus, serta terkesan tidak begitu memahami masalah. Mestinya, sejak dibentuk timsus, langsung berburu data. Data merupakan elemen penting. Sebab, itu jadi dasar tuntutan advokasi. Dari data yang terkumpul, tentu memunculkan berbagai fakta seputar UKT yang bermasalah. Sehingga, jadi bahan perbandingan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contoh jumlah mahasiswa yang tinggal melakukan sidang pendadaran, tapi masih dipungut UKT hingga Rp 4 jutaan. Itu kan keterlaluan! Jumlahnya enggak sedikit. Kalau datanya terkumpul lebih cepat, maka bakal keliatan berapa besarnya pendapatan rektorat, karena tetap menarik UKT full ke mahasiswa yang sudah melewati delapan semester,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mestinya kumpulkan fakta lain, seperti mahasiswa yang pontang-panting bayar UKT, di tengah perekonomian yang sulit ini. Kemudian, advokasi yang dibangun harus berburu dukungan dan kampanye yang masif. Tanpa dukungan mayoritas mahasiswa, advokasi akan mudah dikalahkan. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat aliansi. Komunikasi antar lembaga harus dibuat semasif mungkin. Pertemuan diskusi harus digelar maraton.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau perlu pagi-siang-malam hingga tuntutan disepakati bersama secara luas. Jika aliansi kuat dan banyak, maka media massa akan tertarik meliput,&quot; sebut pria yang disapa Baim ini.</p><p style="text-align: justify;">Dari hasil pengamatannya, ada beberapa poin yang masih kurang dianggap serius oleh BEM KM dan Timsus UKT. Seperti pendekatan advokasi ke media massa yang masih sangat kurang, bahkan terkesan menjauh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menteri Adkesmanya, misalnya, dikonfirmasi sulit. Beberapa jawaban-jawabannya di media massa terkesan tidak serius. Syukurlah, masih ada beberapa BEM fakultas yang garang bersuara, seperti FEB dan FKIP. Nah, yang mengecewakan, justru selama ini yang terbuka dan sigap menjawab konfirmasi media itu datang dari rektorat,&rdquo; keluh Baim.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyarankan jika menggalang dukungan advokasi, jangan tertumpu dengan perangkat <em>online</em>. Selebaran tuntutan secara <em>offline</em> mestinya masif dilakukan, karena jika dilihat dari <em>followers Line@, Instagram, Facebook</em>, dan <em>Twitter</em> BEM KM Unmul, dinilai tidak seberapa.</p><p style="text-align: justify;">Terkait maklumat BEM KM Unmul, tentang imbauan penundaan UKT yang dibagikan beberapa waktu lalu, dinilai kacau secara administrasi. Padahal BEM KM Unmul merupakan organisasi mahasiswa tertinggi di tingkat universitas. Imbauan seserius itu, seharusnya dikeluarkan secara bertanggung jawab melalui surat resmi, lengkap dengan tanda tangan dan stempel lembaga. Bukan hanya melalui pesan siaran atau <em>broadcast</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau perlu semua BEM Fakultas ikut bubuhkan tandatangan dan stempel lembaganya masing-masing. Itu bukti kalian solid dan tegas. Sekaligus, memperjelas siapa-siapa yang BEM fakultas yang memperjuangkan nasib mahasiswa, mana BEM yang acuh. Enggak peduli. Mana BEM yang enggak ada gunanya buat mahasiswa, selain habisi duit kemahasiswaan untuk &apos;jalan-jalan&apos;,&rdquo; tegas mahasiswa Teknologi Informasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hal terakhir yang harus ditempuh yaitu lobi ke rektorat. Namun, jika buntu dan tuntutan ditolak, Baim menyarankan lebih baik aksi saja karena tekanan massa bisa melunakkan pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai aliansi BEM yang dinilai kurang solid, Baim menanggapi hal ini wajar terjadi. Bahkan, sering terjadi di beberapa kasus lain. Hal tersebut dianggap wajar, apabila ada BEM fakultas tak turut berpartisipasi. Namun ia merasa cukup prihatin, jika alasannya karena persoalan personal. Seperti ketidaksukaan lembaga terhadap sosok Presiden BEM KM Unmul. Bukan, karena esensi masalah yang sedang diperjuangkan.</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul merupakan lembaga yang sangat penting peranannya untuk mahasiswa. Perihal polemik UKT, tiap-tiap kebijakannya menentukan nasib biaya kuliah mahasiswa angkatan 2013 dan setelahnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau advokasi &nbsp;UKT 2013 gagal, maka besar kemungkinan nasib serupa dialami mahasiswa angkatan 2014, 2015, 2016, dan seterusnya. Syukur-syukur kalau advokasi selanjutnya berhasil. Rektorat melunak. Jadi, Norman cs harus maksimal! Korban waktu, tenaga, dan pikiran. Tanpa pengorbanan mana ada hasil yang memuaskan,&ldquo; tutupnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara, Norman di konfirmasi melalui <em>Whatsapp</em> sore (22/) tadi, mengatakan pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengawal permasalahan ini. &quot;Kalau dibilang kinerja yang tak maksimal, justru ini pandangan yang tak berdasar,&quot; tanggapnya. <strong><em>(adn/krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Biasa Hidup Susah, Eja Sampai Gadai Motor Demi UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/biasa-hidup-susah-eja-sampai-gadai-motor-demi-ukt/baca </link>
<guid> biasa-hidup-susah-eja-sampai-gadai-motor-demi-ukt </guid>
<pubDate> Sun, 23 Jul 2017 01:33:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Eza Suryadi mahasiswa jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, ia satu dari ratusan penerima Beasiswa Kaltim Cemerlang, Program Penyuluh Perikanan, angkatan 2013 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/biasa-hidup-susah-eja-sampai-gadai-motor-demi-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nHG4ehYZ0D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Biasa Hidup Susah, Eja Sampai Gadai Motor Demi UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Kamis (20/7) sore, cuaca bersahabat. Angin sepoi, langit biru cerah hiasi sore itu. Namun, keindahan sore itu tak mewakili perasaan Eza Suryadi. Eja sapaanya, adalah mahasiswa jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, ia satu dari ratusan penerima Beasiswa Kaltim Cemerlang, Program Penyuluh Perikanan, angkatan 2013.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki semester ganjil tahun ke 4 berkuliah, Eja belum mampu selesaikan studinya. Sesuai kontrak, penerima beasiswa hanya ditanggung hingga semester delapan. Lepas dari itu, kembali pada urusan mahasiswa. Mau tak mau, ia harus tanggung sendiri biaya UKT sebesar Rp 4 juta tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Eja bukan orang berada, namun ia bisa kuliah karena adanya beasiswa yang ditanggung pemerintah provinsi tersebut. Anehnya, penerima beasiswa ini rata-rata berasal dari keluarga tidak mampu. Tapi, konsekuensi yang mesti diterima, jika tak selesai sesuai kontrak, sebesar itulah yang dibebankan ke mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ya, sore itu, Eja berkisah panjang tentang hidupnya. Ia seorang yatim sejak umurnya 13 tahun. Ibunya memang sudah menikah lagi, tapi gaji ayah tirinya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara, ia memiliki empat adik yang harus dinafkahi. Demi mengurangi beban keluarganya, Eja tinggal bersama sang nenek.</p><p style="text-align: justify;">Selepas SMA, Eja sempat bekerja sebagai kernet bus. Lalu, ia mendapat informasi program beasiswa penyuluhan. Eja pun mendaftar dan bertarung seleksi dengan ratusan peserta. Beruntung, Eja menjadi salah satu yang lolos. Keluarga senang bukan main. Anak lelakinya bisa berkuliah, gratis pula.</p><p style="text-align: justify;">Beasiswa penyuluhan terbagi tiga program, yakni pertanian, peternakan dan perikanan. Dana beasiswa dialokasikan sebesar Rp 24 juta per mahasiswa yang diterima setiap tahun. Namun, Eja hanya menerima Rp 20 juta. Belum lagi, dana tersebut dipotong UKT yang dipukul rata Rp 4 juta per semester. Maka, setiap tahun total Rp 8 juta yang mesti dibayarkannya untuk UKT. Jadi, Eja hanya menerima bersih Rp 12 juta per tahun untuk hidup di perantauan.</p><p style="text-align: justify;">Beasiswa tersebut sudah berakhir sejak Agustus 2016 lalu. Awal tahun ini, ia memutuskan untuk tidak menyewa kamar kos. Uangnya ia sisihkan untuk ditabung. Untuk tidur, ia nomaden. Untungnya, ia tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Fakultas, yang tak melarang anggotanya tidur di sekretariat organisasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami biasa makan iuran 3 sampai 5 ribu jadi. Kita makan sama-sama,&quot; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Lelaki yang lahir 22 Agustus 1995 ini, sudah biasa hidup susah. Pekerjaan apapun asalkan halal, ia lakoni. &quot;Jadi kernet bus pernah, kuli pernah, bahkan kerja bikin kolam kayak gini, juga pernah,&quot; kisahnya kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>sambil menunjuk kolam ikan di belakangnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, libur lebaran tahun ini, dimanfaatkan Eja mencari pundi-pundi rupiah agar bisa lanjut kuliah. Ramadan lalu ia berjualan takjil buatan ibunya. Ia juga membuat <em>Aquascape</em> untuk dijual kembali. Hasil jualan, ia tabung untuk membayar UKT semester ini.</p><p style="text-align: justify;">Pria asal Balikpapan ini, berusaha mengumpulkan rupiah mencapai nominal UKT-nya. Tak mudah, ia harus menggadaikan motornya. Hasil dari jualan, gadai motor, dan sumbangan beberapa keluarga akhirnya terkumpul senilai biaya UKTnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berangkat dari Balikpapan aku sudah ada empat juta. Kalau diujung akhirnya harus bayar, aku bayar. Tapi aku ndak ikhlas, karena gadai,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, ia berjuang dalam barisan Timsus UKT 2013 untuk menuntut penurunan. &quot;Bahkan meski UKT turun 50 persen, itu masih berat bagi kami,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku kecewa terhadap pernyataan Dekan FPIK, Iwan Suyatna &nbsp;yang dimuat <em>Sketsa</em> pada Kamis (20/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risiko-penerima-beasiswa-dekan-fpik-mestinya-bersyukur/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risiko-penerima-beasiswa-dekan-fpik-mestinya-bersyukur/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau disalahkan kita tidak sepakat. Siapa juga yang mau lulus di atas empat tahun?&quot; ujarnya. Ia mengakui, membayar UKT memang menjadi konsekuensi yang harus ia terima. Hanya yang ia sesalkan nominal yang harus ditanggung sebesar Rp 4 juta.</p><p style="text-align: justify;">&apos;&apos;Tidak ada diperjanjian itu, kalau lulus lebih dari empat tahun bayar empat juta. Tahunya, hanya membayar,&quot; tambahnya</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap seharusnya ada pertimbangan, karena mahasiswa penyuluhan semester 9, tidak memakai fasilitas yang sama seperti angkatan di bawahnya. Misalnya, fasilitas kelas dan pengajar. Eja kini hanya mengharap luluhnya hati dekan dan rektor.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rektor tidak berkewajiban membantu masyarakat miskin. Tapi, rektor berkewajiban membantu anak dari masyarakat miskin yang kuliah di Unmul,&quot; pesannya kepada rektor.</p><p style="text-align: justify;">Eja, satu dari ratusan mahasiswa penyuluhan yang bernasib sama, menanggung mahalnya biaya pendidikan. Haruskah seperti ini? <strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Darurat Pornografi Anak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/darurat-pornografi-anak/baca </link>
<guid> darurat-pornografi-anak </guid>
<pubDate> Sun, 23 Jul 2017 18:42:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Marak fenomena pornografi pada anak, Sulastri Khasan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FKIP UNMUL menuliskan opininya. (Sumber foto: republika.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/darurat-pornografi-anak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xoqjdhit57.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Darurat Pornografi Anak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Bola panas kembali menghampiri Indonesia. Pasalnya menjelang peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli ini, beberapa kasus pelanggaran terhadap hak anak mencuat ke permukaan. Kalimantan Timur lagi-lagi masuk daftar penyumbang kasus yang super sensitif ini. Terbukti dari temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Samarinda yang menyatakan bahwa 90 persen anak di kota Samarinda sudah pernah terpapar konten pornografi. Tidak hanya sampai di situ, bulan Mei lalu kasus pornografi anak melalui <em>Skype</em> terbesar kedua di Indonesia yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara berhasil diungkap.</p><p style="text-align: justify;">Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi memang telah lama diterbitkan, namun fakta di lapangan tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Pornografi masih tumbuh dan berkembang pesat bahkan di kalangan anak-anak sekalipun. Rata-rata anak di umur 11 tahun-lah yang pertama kali terpapar konten pornografi. Senada dengan hal tersebut, KPAI mencatat semakin meningkatnya pelajar pengguna internet di tahun 2016 yaitu sebanyak 8,3 juta anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia juga menyampaikan data yang diperolehnya dari Interpol dan Polri, di mana setiap harinya terdapat 25.000 aktivitas pornografi anak baik yang diunduh maupun diunggah melalui internet.<em>&nbsp;End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes&nbsp;</em>(ECPAT) juga melengkapi data krusialnya kehidupan anak-anak di dunia maya. ECPAT mencatat terdapat sekitar 100.000 website ilegal yang berkaitan dengan pornografi terhadap anak. Tidak mengherankan jika tahun 2016 lalu, KPAI merilis tiga besar kasus pelanggaran hak anak dan pornografi termasuk di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Sangat &nbsp;parah. Kenyataan yang telah dipaparkan di atas, menunjukkan betapa anak Indonesia telah diciderai oleh kepentingan orang dewasa untuk menghasilkan sebanyak-banyaknya uang. Bagaimana tidak, data yang berhasil dihimpun dari <em>The Wall Street Journal</em> menunjukkan bahwa situs dengan konten &nbsp;pornografi menghasilkan laba sangat besar hingga mencapai 18 miliar USD per tahunnya. Jika demikian, nampaknya penegak Undang-Undang Pornografi dan Perlindungan Anak telah kehilangan tajinya.</p><p style="text-align: justify;">Pemangku kebijakan negeri ini tidak serius untuk menindak tegas permasalahan di atas. Mereka lupa akan fungsinya sebagai pelindung dan penjamin hak bagi penerus peradaban. Mereka terlalu asyik mempertontonkan aksi salah urus negara, mulai dari pemblokiran telegram hingga penerbitan berbagai Undang-Undang. Jika mereka selalu memandang pornografi sebelah mata, maka &nbsp;efek yang ditimbulkan benar-benar tidak bisa dianggap demikian. Kita ketahui bersama bahwa anak-anak memiliki kemampuan daya tangkap yang baik. Apa yang mereka lihat, dengar atau rasa bisa saja ditirunya. Disadari atau tidak, pornografi telah menjadi pintu masuk kejahatan seksual, di mana anaklah yang menjadi objek bahkan subjek kejahatan.</p><p style="text-align: justify;">Mirisnya lagi, menurut berita yang dilansir <em>Fight The New Drug</em>, kecanduan pada pornografi sama parahnya dengan kencanduan mengonsumsi narkoba. Inilah kiranya yang menjadikan para orang tua dan juga guru meronta kesakitan akibat menjamurnya konten berbau pornografi. Keadaan ini diperparah dengan meroketnya kasus pelanggaran terhadap hak anak lainnya yang setiap detik mengancam keamanan anak itu sendiri. Tidakkah ini sangat meresahkan? Jika pemerintah tidak serius, maka Indonesia hanya akan menjadi negeri penuh pornografi bukan negeri penuh inovasi. Kehadiran mereka dalam proses pemberantasan masalah ini, semoga tidak menjadi barang langka.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Sulastri Khasan</strong></em><em><strong>, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FKIP Unmul</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jangan Suka Nge-Bully! Itu Sakit Tahu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/jangan-suka-nge-bully-itu-sakit-tahu/baca </link>
<guid> jangan-suka-nge-bully-itu-sakit-tahu </guid>
<pubDate> Tue, 25 Jul 2017 02:06:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bullying atau perundungan di kalangan anak hingga dewasa, akibatnya tak main-main. (Ilustrasi gambar: simpleacts.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/jangan-suka-nge-bully-itu-sakit-tahu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/apzdcBKaNy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jangan Suka Nge-Bully! Itu Sakit Tahu!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Gregetan</strong>! Beberapa waktu lalu viral video mahasiswa asal Universitas Gunadarma yang sengaja mem-<em>bully</em>, temannya sendiri. Sungguh, beginikah revolusi mental yang sedang diterapkan kalangan mahasiswa? Terlebih karena statusnya &quot;mahasiswa&quot;, seharusnya, bersikap lebih dewasa.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, mari pahami dulu arti, <em>bullying</em> atau perundungan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perundungan berasal dari kata dasar rundung. Lalu, kata turunannya merundung, yang artinya mengusik, menyakiti orang lain secara fisik maupun emosional dalam bentuk kekerasan verbal, sosial dan fisik secara berulang kali. Seperti, memanggil nama seseorang dengan julukan, memukul, menyebarkan rumor, mengancam, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Farhan, nama korban bullying di Universitas Gunadarma tersebut, telah alami tindakan tak mengenakan itu selama setahun berkuliah. Tak habis pikir, apa maksudnya? Rasanya, mengetahui Farhan di-<em>bully</em> begitu, seperti membuka luka lama. Dulu, saya pernah menjadi korban <em>bullying</em>, sejak kelas 1 SD. Soalnya sepele, karena ibu saya guru, mereka tak suka itu. Sedihnya lagi, bukan cuma teman yang melakukannya, tapi guru kelas pun ikut merundungi. Jadi, memaksa saya mesti pindah sekolah, karena sering alami tindakan itu.</p><p style="text-align: justify;">Ejekan tersebut saya pikir tak berlanjut, nyatanya tetap. Tapi kali ini lain, karena mereka tahu saya ini lemah, mereka senang sekali &nbsp;menggoda hingga membuat saya menangis. Ini terjadi hampir tiap hari. Parahnya, budaya mengejek nama orang tua masing-masing saat itu jadi senjata ampuh, bikin <em>down</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hampir bisa dipastikan, keinginan anak korban <em>bully</em> adalah tak keluar dari sarangnya, ia hanya di rumah. Sebab, rumah adalah tempat teraman mereka.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, enggak heran kan, kalau anak korban <em>bully</em> itu tak seterbuka, seperti orang pada umumnya. Korban <em>bully</em> cenderung menjaga jarak dengan orang lain, dan ia pun tak percaya diri untuk berbicara di depan umum. Ada ketakutan, ia takut terintimidasi seperti itu lagi.</p><p style="text-align: justify;">Masa kanak-kanak dinilai sangat rentan alami kasus ini. Efeknya pun sampai dia dewasa. Dilansir dari <em>viva.co.id&nbsp;</em>berdasar data 2017, Kementerian Sosial (Mensos) mencatat sebanyak 84 persen anak usia 12 hingga 17 tahun pernah menjadi korban <em>bullying</em>. Data tersebut terkumpul bersama laporan yang dibuka sejak Januari hingga 15 Juli, ada 976 kasus pengaduan dan 17 adalah kasus <em>bullying.</em></p><p style="text-align: justify;">Miris, di hari anak kita malah tahu, bahwa tahun ini kasus itu mencuat lagi. Sebelumnya, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat pada tahun 2014 mencapai 5.066 kasus, tahun 2015 sebanyak 4.309 kasus dan tahun 2016 mencapai 4.620 kasus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meksi turun-naik datanya, fakta masih adanya pelanggaran terhadap anak ini, harusnya tak terjadi. Fakta lain soal <em>bullying</em> yakni, tindakan tersebut membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental anak. Dikutip dari <em>generasiantibullyingindonesi.wordpress.com</em> pada kasus yang berat, <em>bullying</em> dapat menjadi pemicu tindakan yang fatal, seperti bunuh diri. Juga masalah kesehatan lain, seperti gelisah dalam tidur, sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot. Selain itu, penurunan semangat belajar dan prestasi akademis juga menjadi dampak buruk bagi korban bullying.</p><p style="text-align: justify;">Bisa dibayangkan, jika hal tersebut dialami Farhan. Farhan istimewa, ada alasan mengapa Tuhan ciptakan anak seperti Farhan. Lalu, dengan mengejek Farhan, bukankah kamu sedang mengejek Tuhan yang telah menciptakan Farhan? Ini juga bukan cuma untuk Farhan, tapi kita semua makhluk ciptaan Tuhan, kenapa masih sok-sok&apos;an?</p><p style="text-align: justify;">Oya, tidak jarang pula, korban <em>bullying</em> malah jadi pelaku <em>bully</em>-nya. Biasanya, karena dendam dan akhirnya melampiaskannya ke orang lain. Hal ini biasa terjadi, &nbsp;dalam Masa Orientasi Siswa (MOS) &nbsp;dan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek). Akhirnya, terciptalah generasi jago <em>bullying</em>. Miris!</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, menurut riset, saat menginjak usia dewasa, anak-anak yang suka mem-bully memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk berperilaku kasar, kriminalitas, terlibat dalam vandalisme (perusakan), menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol, hingga terjun dalam pergaulan bebas.</p><p style="text-align: justify;">Akhir kata, jika memang ingin Indonesia generasinya maju dan beretika, mari <em>Stop Bullying</em>! Cukup terapin itu di kehidupan kita, maka pasti menyalur ke yang lain.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Jati Dwi Juwitaningrum</strong></em><em><strong>, Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2013</strong></em><em><strong>, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pasca Aksi, BEM Akan Pantau Validasi UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pasca-aksi-bem-akan-pantau-validasi-ukt/baca </link>
<guid> pasca-aksi-bem-akan-pantau-validasi-ukt </guid>
<pubDate> Wed, 26 Jul 2017 00:38:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selasa pagi (25/7), massa yang tergabung dalam Timsus UKT 2013 menggelar aksi. (Sumber foto: Timsus UKT 2013) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pasca-aksi-bem-akan-pantau-validasi-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1Lni4RRFhl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pasca Aksi, BEM Akan Pantau Validasi UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Wajah Presiden BEM KM Unmul, Norman Iswahyudi, nampak kusut setelah keluar dari ruang audiensi bersama pihak rektorat saat aksi (25/7) kemarin. Lantaran, tuntutan mereka menolak pembayaran UKT full bagi semester 9, ditolak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan Rektor masih sama dengan audiensi (18/7) sebelumnya. Pengajuan keringanan UKT bagi seluruh mahasiswa dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">( Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-alot-tuntutan-mahasiswa-ditolak-rektor/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-alot-tuntutan-mahasiswa-ditolak-rektor/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sesuai dengan kebijakan dari rektor, saya mengimbau untuk meninjau ulang UKT seluruh mahasiswa tanpa terkecuali yang difasilitasi BEM masing-masing fakultas,&rdquo; ucap Norman di depan massa aksi yang setia menunggu. Nantinya, tinjauan tersebut juga akan disampaikan kepada dekan tiap fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Namun BEM KM Unmul bersama Timsus UKT 2013 sedikit bernapas lega. Dua tuntutan lainnya dipenuhi rektor. Yakni pembebasan UKT bagi mahasiswa pendadaran periode Juli, serta validasi ulang bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan kerjasama pemerintah angkatan 2013.</p><p style="text-align: justify;">Kepada<em>&nbsp;Sketsa,</em> Norman menuturkan walaupun keputusan tersebut cukup melegakan mahasiswa angkatan 2013, ia mengatakan bahwa penurunan biaya UKT tanpa adanya tinjau ulang masih belum bisa didapatkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam audiensi tadi (kemarin), birokrat juga menunjukkan teknis hitung-hitungan yang baru kami ketahui,&quot; ucapnya. Untuk itu pihaknya akan minta data hitung-hitungan yang dimiliki Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya, Norman menegaskan akan <em>hearing</em> langsung dengan Abdunnur, Wakil Rektor Bidang Umum, Keuangan dan Sumber Daya Manusia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada rencana juga ingin adakan diskusi terkait perhitungan <em>UC (unit cost)&nbsp;</em>atau BKT/UKT untuk mahasiswa,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Norman juga sangat menyayangkan terkait absennya beberapa BEM Fakultas dalam aksi yang dilancarkan. Hal tersebut, diakuinya bakal menjadi evaluasi lagi. <em><strong>(pil/krv/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usai Didemo, Kebijakan Rektor Soal UKT Tidak Berubah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-didemo-kebijakan-rektor-soal-ukt-tidak-berubah/baca </link>
<guid> usai-didemo-kebijakan-rektor-soal-ukt-tidak-berubah </guid>
<pubDate> Wed, 26 Jul 2017 01:28:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul bersama Timsus UKT 2013, kembali memperjuangkan tuntutannya dalam aksi pada Selasa (25/7) pagi tadi. (Sumber foto: Dok. Timsus UKT 2013) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-didemo-kebijakan-rektor-soal-ukt-tidak-berubah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/orJkqbgs1K.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usai Didemo, Kebijakan Rektor Soal UKT Tidak Berubah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- BEM KM Unmul bersama Timsus UKT 2013, kembali memperjuangkan tuntutannya dalam aksi pada Selasa (25/07) pagi tadi. Aksi digelar di halaman Rektorat Unmul tersebut, dimulai sejak pukul 08.30 dengan membawa lebih kurang 100 massa. Orasi pertama, disampaikan Ketua BEM FEB, Aditya Ferry Noor.</p><p style="text-align: justify;">Tak lama setelah itu, rektor bersama jajaran dekan turun menemui mahasiswa. Di depan massa aksi rektor menyampaikan kebijakannya terkait tuntutan mahasiswa. Tak berubah, kebijakan rektor masih sama dengan audiensi sebelumnya (18/7). Pengajuan keringanan sesuai kondisi ekonomi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tuntutan adik-adik tidak seberapa, kebijakan kami lebih luas untuk memberikan keringanan kepada seluruh mahasiswa,&quot; ucap Rektor Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya juga menegaskan, bagi mahasiswa pendadaran sampai tanggal 31 Juli tidak dibebani pembayaran UKT. Jika sudah ada yang melakukan pembayaran, rektor berjanji akan ada pengembalian.</p><p style="text-align: justify;">Rektor kemudian mengajak 20 perwakilan mahasiswa menggelar audiensi, guna membicarakan masalah UKT dengan suasana yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pasca audiensi, Wakil Rektor Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia, Abdunnur menjelaskan, dalam audiensi tersebut pihaknya memberikan pemahaman secara komperehensif tentang kondisi penganggaran dan pembiayaan Unmul. Termasuk di dalamnya perhitungan BKT-UKT yang dipermasalahkan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ia menerangkan, Unmul menggunakan perhitungan BKT-UKT dengan pembagi 10 semester berdasarkan rata-rata lama studi mahasiswa. Alasannya, agar tidak merugikan mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa kita rata-rata lulus 4 tahun 10 bulan. Bahkan ada yang 5 sampai 6 tahun. Kami tidak ingin merugikan mahasiswa. Kalau kami bagi 8, maka (UKT) akan besar kan,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, untuk mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan program kerjasama pemerintah, akan diadakan validasi ulang sesuai kondisi ekonomi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur juga menyebut, pihaknya terbuka untuk menerima aspirasi dari mahasiswa. Termasuk dalam bentuk aksi seperti hari ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tidak apriori. Yang penting tetap bermartabat dan beretika,&quot; tutupnya.<em>&nbsp;<strong>(krv/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kerap Oposisi, Basten: Imbauan Penundaan itu Biasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kerap-oposisi-basten-imbauan-penundaan-itu-biasa/baca </link>
<guid> kerap-oposisi-basten-imbauan-penundaan-itu-biasa </guid>
<pubDate> Fri, 28 Jul 2017 01:07:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebastian Bani, Ketua BEM Hukum. (Sumber foto: dok.Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kerap-oposisi-basten-imbauan-penundaan-itu-biasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yBy17a8hIX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kerap Oposisi, Basten: Imbauan Penundaan itu Biasa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kemelut UKT bagi angkatan 2013 perlahan surut, bersamaan usainya langkah aksi. Meski mayoritas menelan kekecewaan, tak ada pilihan lain selain mengikuti keputusan akhir. Ditenggat akhir bulan pembayaran UKT, BEM KM Unmul mengimbau mahasiswa angkatan 2013 untuk membayar sampai tanggal 31 melalui maklumat yang dirilis hari ini (27/7).</p><p style="text-align: justify;">Setelah perjuangan panjang menuntut penurunan UKT bagi mahasiswa semester 9, suara dari pihak birokrat kampus tetap tak bergeming. Disampaikan Rektor Unmul Masjaya, keringanan biaya UKT hanya bisa diperoleh jika memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Lain lagi, kabar segar untuk mahasiswa pendadaran bulan ini, nasib UKT mereka aman karena digratiskan.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa BEM fakultas dalam aksi dan audiensi memilih absen. Salah satunya ialah Fakultas Hukum. Perwakilan dari BEM Hukum tak nampak dalam barisan aksi.</p><p style="text-align: justify;">Sebastian Bani, Ketua BEM Hukum menegaskan hingga kini pihaknya belum mendapatkan instruksi rektor terkait dibebaskannya beban UKT bagi mahasiswa pendadaran hingga tenggat 31 Juli .</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sampai hari ini saya ketemu dekan belum ada penyampaian terkait hal itu,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang akrab disapa Basten ini menyatakan, bahwa kebanyakan mahasiswa angkatan 2013 di fakultasnya sudah melakukan wisuda. Meski ia sempat mempertanyakan nasib mahasiswa yang terlanjur membayar, karena ada ketimpangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang baru pendadaran digratiskan, tetapi sebelum imbauan tersebut keluar tetap membayar?&quot; tanyanya heran.</p><p style="text-align: justify;">Namun, rektor berjanji pada (25/7) lalu mahasiswa yang terlanjur membayar di Juli ini, akan ada pengembalian.</p><p style="text-align: justify;">Praktis, mereka telah melakukan pembayaran sebelum adanya imbauan penundaan bayar UKT yang digagas BEM KM lalu. Mengingat, pembayaran UKT ini menjadi syarat sebelum yudisium.</p><p style="text-align: justify;">Setelah penundaan, kini keluar imbauan pembayaran UKT dan jika keberatan bisa ajukan keringanan.</p><p style="text-align: justify;">Kerap oposisi dengan pihak BEM KM, Basten menyatakan penundaan pembayaran UKT di tiap fakultas merupakan hal biasa. Tak perlu ada imbauan. <em><strong>(adl/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Unmul Siap Ikuti NUDC </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-unmul-siap-ikuti-nudc/baca </link>
<guid> mahasiswa-unmul-siap-ikuti-nudc </guid>
<pubDate> Fri, 28 Jul 2017 23:54:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Virhans Dipa Alanson, Amedea Cathriona Maharia dan Farezha Achmady Shadin akan mewakili Unmul untuk ajang National University Debating Championship (NUDC). (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-unmul-siap-ikuti-nudc/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QMbAY7FCL1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Unmul Siap Ikuti NUDC</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang diakui seluruh dunia. Sehingga kecakapan berbahasa Inggris, menjadi modal utama dihampir semua jenjang karir. Banyak cara dalam mengasah kemampuan berbahasa Inggris. Salah satunya dengan mengikuti perlombaan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dilakukan oleh tiga mahasiswa Unmul, Virhans Dipa Alanson, Amedea Cathriona Maharia dan Farezha Achmady Shadin. Ketiganya adalah anggota aktif Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mulawarman Debating Society (MDS) yang akan mewakili Unmul untuk ajang National University Debating Championship (NUDC) September mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;MDS bukan ditunjuk, tapi kebetulan anggotanya yang maju karena hasil seleksi fakultas,&quot; kata Farezha Achmady Shadin yang akrab disapa Rheza.</p><p style="text-align: justify;">NUDC merupakan kompetisi debat ilmiah Bahasa Inggris tingkat nasional yang dikelola Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).</p><p style="text-align: justify;">Sekaligus ajang pencarian pemenang untuk debat tingkat dunia, World University Debating Championship (WUDC).</p><p style="text-align: justify;">Virhans, Amedea dan Rheza terpilih menjadi salah satu tim peserta NUDC, setelah menyabet juara kedua tingkat regional Kalimantan pada 17-18 Juli lalu, di Banjarmasin. Mereka, satu dari lima tim perwakilan Kopertis XI yang mewakili regional Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pasti beda. Untuk persiapan, masih dibahas bakal mengadakan dengan pelatih atau enggak,&quot; jawab Rezha saat ditanya persiapan menuju NUDC yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah.</p><p style="text-align: justify;">Reza akui tantangan terberat melawan jawara yang berasal dari Jawa. &quot;Yang jelas akan menghadapi <em>debater</em> dari Jawa, konon mereka hebat banget,&quot; ujar pria berkacamata itu.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah lagi, saingan dari seluruh Indonesia. &quot;Pasti, khawatir dibantai orang luar,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester tiga ini, tetap memotivasi diri untuk meraih kemanangan dalam NUDC. Baginya, menjadi <em>debater</em> adalah pembuktian kepada dunia tentang pemikiran yang dimiliki. <strong><em>(asr/krv)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhirnya UKT di Farmasi Turun Juga, dengan Syarat.. </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhirnya-ukt-di-farmasi-turun-juga-dengan-syarat/baca </link>
<guid> akhirnya-ukt-di-farmasi-turun-juga-dengan-syarat </guid>
<pubDate> Sat, 29 Jul 2017 01:17:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Dekan Farmasi, Laode Rijai. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhirnya-ukt-di-farmasi-turun-juga-dengan-syarat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fhh73GM6Fa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhirnya UKT di Farmasi Turun Juga, dengan Syarat..</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Masih masa libur semester, bukan berarti Unmul tak dipenuhi aktivitas. Terbukti bulan ini kabar UKT angkatan 2013 menjadi polemik hangat, hingga mengantarkan langkah aksi Tim Khusus UKT 2013 di depan rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Jauh sebelum ini, tepatnya Januari lalu Unmul sempat dikejutkan oleh Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Dekan Farmasi, Laode Rijai. Isinya, bahwa dekan tidak menyetujui penurunan UKT dan keringanan UKT dapat diberikan kepada mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia pada enam bulan terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Berkaca dari keresahan surat edaran tersebut, juga panasnya polemik UKT di Unmul, Selasa (25/7) lalu Fakultas Farmasi pun lakukan audiensi bersama BEM Farmasi. Selang sehari pasca audiensi tersebut, Dekan Farmasi mengeluarkan surat keputusan (SK) perihal peluang perubahan UKT.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai SK tersebut, mahasiswa angkatan 2013 bisa mengajukan perubahan besaran UKT, berdasarkan prediksi perkembangan studi. Yakni, prediksi penyelesaian masa studi paling lambat 30 September, akan mendapat penurunan sebesar 50 persen.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dengan prediksi penyelesaian studi di atas tanggal 30 September dan tidak sampai 31 Desember mendapat penurunan sebesar 25 persen. Namun, jika prediksi penyelesaian masa studi di atas 31 Desember, alias tahun depan, penurunan tidak diberlakukan.</p><p style="text-align: justify;">Aturan ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang menanggung beban UKT pada golongan 3, 4, dan 5. Nominal UKT pada golongan III sebesar Rp 8 juta, golongan IV yakni Rp 10 juta, sedangkan golongan V sebesar Rp 12 juta.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, BEM Farmasi telah serahkan data ada 19 mahasiswa mengajukan hal ini, dan telah memenuhi syarat dan ketentuan. Selanjutnya, diproses berdasarkan aturan SK dekan dan tetap dikawal BEM Farmasi. Sedang, sekitar 40 lebih mahasiswa sudah melakukan ujian sarjana tanpa membayar UKT.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka belum melakukan pembayaran, karena sebelumnya sudah kami imbau tidak bayar,&rdquo; kata Faqur.</p><p style="text-align: justify;">Perubahan angka UKT, tak cuma penurunan, bisa jadi kenaikan yang dikenakan, apabila orang tua mahasiswa mengalami peningkatan pendapatan. Hingga kini, di Farmasi belum ada laporan lagi, selain angkatan 2013 yang mengajukan validasi ulang UKT.<strong><em>&nbsp;(adl/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajak Tidak Apa-apa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-tidak-apa-apa/baca </link>
<guid> sajak-tidak-apa-apa </guid>
<pubDate> Sat, 29 Jul 2017 23:49:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi yang ditulis oleh Rabi'atul Husna mahasiswi Akuntansi FEB 2015. (Sumber gambar: Google Image) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-tidak-apa-apa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QuiW2vSqIY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sajak Tidak Apa-apa</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Tidak apa-apa<br>Lanjutkan saja kehidupanmu<br>Seperti sebelum mengenalku<br>Aku tak akan menjadi batu<br>Yang mengusik semua ambisimu</p><p style="text-align: justify;">Tidak apa-apa<br>Aku tak akan berhenti<br>Untuk memberi perhatian<br>Walau tahu disambut oleh pengabaian<br>Aku tak akan bosan bahkan seujung kuku<br>Mencari tahu kabarmu<br>Meski kadang sampai tergugu<br>Aku masih kuat untuk berlanjut<br>Meski nyaris semaput</p><p style="text-align: justify;">Tidak apa-apa<br>Perasaan ini akan tetap hidup<br>Meski dibunuh berkali-kali supaya redup<br>Tak akan patah<br>Meski dibelah hingga berdarah<br>Tak akan pupus<br>Meski dibakar sampai &nbsp;tandus<br>Tak akan lemah<br>Meski kau usir supaya enyah</p><p style="text-align: justify;">Aku rindu setiap obrolan kita<br>Meski hanya aku yang bicara<br>Kau diam saja, sambil sesekali berkata iya<br>Kusadari, rindu memang tidak harus disampaikan<br>Cukup ku kirim lewat doa selepas ibadah<br>Pun dengan perasaan, tak perlu diutarakan<br>Meski harus kutahan jua semua gelisah</p><p style="text-align: justify;">Aku..<br>Tidak..<br>Apa-apa..</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Rabi&apos;atul Husna mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul 2015</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pagi itu.. </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pagi-itu/baca </link>
<guid> pagi-itu </guid>
<pubDate> Mon, 31 Jul 2017 00:14:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Jati Dwi Juwitaningrum. (Sumber foto: pxhere.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pagi-itu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FCcjDGLsSU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pagi itu..</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pagi itu sepasang mata anak ini terbuka, ia terbangun dari lelap tidurnya<br><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hari yang tak pernah disangka olehnya</span></p><p style="text-align: justify;">Kain-kain tirai terpasang, coba sembunyikan suasana<br>Tiba-tiba seseorang berbisik di telinganya<br>&quot;Tenang dan kuatlah sayang...,&quot; katanya</p><p style="text-align: justify;">Perlahan ia hampiri, ia singkap kain demi kain di sana<br>Ia coba menerka, apa yang ada di balik sana?<br>Tirai itu seperti mengujinya, lalu bertanya, &quot;Siapkah kau melihatnya?&quot;<br>Ya, tapi langkahnya semakin ragu dan berat saja<br>Akhirnya, ia tahu meski samar-samar akalnya terima</p><p style="text-align: justify;">Tanpa disadari meneteslah air matanya, layaknya pipa bocor, tak bisa berhenti begitu saja<br>Lelapnya di malam hari, berganti suasana pagi dengan lantunan ayat suci yang menggema<br>Tentunya, kau tahu ini suasana apa?<br>Suasana di mana kau merasa kehilangan, dan mesti paham makna di balik kepergiannya</p><p style="text-align: justify;">Sosok pria yang disebutnya bapak itu, harus terbaring kaku di bawah sana<br>Rasanya, si anak baru saja mendengar sang bapak bilang, &quot;Jangan menangis, ya...&quot;<br>Sayangnya, di pagi itu pesan si bapak masih tak berlaku untuknya</p><p style="text-align: justify;">Ia pun tak merasa seakan waktu berhenti, hanya saja waktu berjalan lebih lama<br>Di pagi itu, anak 9 tahun ini mesti sadar, semua ada masanya</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis</strong></em>&nbsp;<em><strong>Jati Dwi Juwitaningrum&nbsp;</strong></em><em><strong>Mahasiswi Ilmu Komunikasi 2013</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Ngobrol Politik, Hanna: Saya Bukan Kader PSI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-ngobrol-politik-hanna-saya-bukan-kader-psi/baca </link>
<guid> mahasiswa-ngobrol-politik-hanna-saya-bukan-kader-psi </guid>
<pubDate> Mon, 31 Jul 2017 13:29:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sabtu (29/7) lalu ada bahasan menarik di Cafe Republik Komplek GOR Segiri. Menteri Hubungan Luar (Hublu) BEM KM Unmul, Hanna Pertiwi jadi satu dari tiga pembicara dalam Ngobrol Politik. (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-ngobrol-politik-hanna-saya-bukan-kader-psi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OpyMijjA1Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Ngobrol Politik, Hanna: Saya Bukan Kader PSI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sabtu (29/7) lalu ada bahasan menarik di Cafe Republik Komplek GOR Segiri. Menteri Hubungan Luar (Hublu) BEM KM Unmul, Hanna Pertiwi jadi satu dari tiga pembicara dalam <em>Ngobrol Politik.&nbsp;</em>Acara yang bertema &quot;Apatisme Pemilih Pemula dalam Politik&rdquo; itu dipelopori partai baru, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dibentuk pasca Pemilu 2014 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai acara, Hanna membantah dirinya termasuk kader PSI. &ldquo;Saya mengambil tawaran itu bukan keputusan pribadi, mengingat membawa nama lembaga jadi konsul juga ke pimpinan, juga niat saya bukan melihat siapa penyelenggaranya, tetapi apa isi dari perbincangan itu sendiri, makanya saya terima,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ini mengaku memiliki ketertarikan terhadap politik, namun untuk tergabung ke dalam partai dan golongan manapun, ia belum bersedia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya menyatakan dengan tegas bahwa saya bukan termasuk kader dari PSI. Namun, kita tidak pernah tahu ke depannya nanti bagaimana, apakah saya nanti jadi kader PSI atau kader partai lain, saya masih berstatus sebagai mahasiswa dan saya punya jabatan di BEM KM,&rdquo; belanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan ketika sesorang sudah bergabung dalam partai politik (parpol) harus memiliki loyalitas tinggi. Sementara, mahasiswa dituntut untuk idealis, independen dan tidak mendapat intervensi dari pihak mana pun.</p><p style="text-align: justify;">PSI dengan agendanya, memang menggaet minat Hanna untuk andil dalam menyuarakan perspektifnya. Sebab, timbul kekhawatiran soal menurunnya partisipan di tiap tahun. Bahkan, saat pemilihan kepala daerah serentak Desember 2015 lalu, partisipan Kota Tepian ini terendah, dibanding daerah lain.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir, dari <em>antarakaltim.com,</em> hasil dari rekapitulasi form C1 di laman resmi Komisi Pemilihan Umum, mencatat partisipasi pemilih pilkada di Kota Samarinda hanya 49,76 persen dari total pemilih sebanyak 379.893 jiwa. Sedang daerah lain, seperti Kutai Kartanegara dan Bontang berada di atas 50 persen.</p><p style="text-align: justify;">Hanna menilai banyak faktor yang membuat pemilih muda enggan memilih. Selain edukasi politik yang minim, juga masih banyak yang berpikir politik itu kaku dan kotor. Faktanya, dalam keseharian manusia tak pernah lepas dari politik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita memilih ketua BEM, ketua kelas, dan kita memilih untuk makan apa hari ini, itu adalah berpolitik terhadap diri sendiri,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PSI Samarinda, Dedy Pratama mengatakan pusat peradaban dan kajian politik ialah di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hana kita panggil untuk mencari informasi dari partisipasi salah satunya aktivis kampus, apalagi dia di BEM yang tahu pasti pergerakan kampus yang merupakan miniatur demokrasi. Ketika dia bergabung dalam organisasi maka dia adalah aktivis kampus, maka dia akan lanjut ke aktivis politik,&quot; ucapnya kepada <em>Sketsa</em> (29/7).</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya BEM pada acara ini kata Dedy, bukan sebagai kader, tetapi PSI ingin mendengar secara bersama bagaimana BEM sebagai badan organisasi dalam lingkup kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana politik kita akan berjalan dengan baik kalau pergerakan politik di mahasiswa tidak berpartisipasi, menjaga nilai idealis berpolitik bisa belajar dari lembaga-lembaga itu. Belajar independensi, nilai moral yang didapatkan di dunia kampus. Ketika dia sudah matang di kampus maka mentalnya sudah siap di partai politik,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Dedy, sebagai proses informasi, PSI adalah suatu kendaraan politik yang tidak ingin mengintervensi penggiat organisatoris. Ia mengatakan, aktivis politik dan aktivis akademik kampus harus dipahami secara serius.</p><p style="text-align: justify;">Ketika seseorang sudah dinodai sebagai partisipan politik, maka independensi dan objektivitasnya sebagai mahasiswa pun akan ternodai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PSI tidak ingin mengotori teman-teman pergerakan sebagai mahasiswa, begitu sudah selesai, jika dia merasa siap, ya, silakan bergabung, mari kita bersama-sama belajar politik kembali di PSI,&quot; ajaknya.</p><p style="text-align: justify;">PSI<strong>&nbsp;</strong>resmi disahkan pada 16 November 2014 lalu. Pendirinya, Grace Natalie, Isyana Bagoes Oka, dan Raja Juli Antoni. Grace dan Isyana adalah mantan presenter berita di Stasiun TV Swasta Nasional. Sedang Raja Juli Antoni, telah terjun dipolitik lebih dulu dibanding dua perempuan itu. Raja sempat menjadi Ketua PP Muhammadiyah periode 2015-2020, namun ia memilih menjadi sekretaris jenderal di PSI. Selain, mereka bertiga ada Tsamara Amany, mahasiswi Universitas Paramadina yang viral karena kerasnya mengkritik Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dalam acara <em>ILC</em> dalam tema <em>&apos;DPR vs KPK: Semakin Meruncing&apos;.</em></p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu, PSI memang berorientasi pada kaum muda, perempuan dan lintas agama. Mereka mengusung platform solidaritas, beragama, suku dan bangsa. Dalam menjaring kadernya, PSI membatasi usia antara 20 hingga 42 tahun. Saat ini pun kader-kader di daerahnya berusia rata 20-30 tahun. <strong><em>(myg/krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Korupsi Jerat Mantan Dekan, Unmul Belum Ambil Sikap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/korupsi-jerat-mantan-dekan-unmul-belum-ambil-sikap/baca </link>
<guid> korupsi-jerat-mantan-dekan-unmul-belum-ambil-sikap </guid>
<pubDate> Tue, 01 Aug 2017 01:29:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senin (31/7) siang tadi, Anwar Alo Kepala Bagian Kepegawaian Unmul menyatakan baru mengetahui perkara yang libatkan dua mantan dekan itu. (Foto: Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/korupsi-jerat-mantan-dekan-unmul-belum-ambil-sikap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GKbQH5HVAk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Korupsi Jerat Mantan Dekan, Unmul Belum Ambil Sikap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kabar mengejutkan datang dari dua fakultas tertua di Unmul. Pekan lalu, Kejaksaan Negeri Samarinda menahan dua mantan petinggi fakultas. Yakni, GH mantan Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) dan CDB mantan Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan). Keduanya ditahan karena dugaan kasus korupsi di fakultasnya, yang menelan milyaran rupiah.</p><p style="text-align: justify;">GH yang menjabat sebagai dekan Faperta periode 2009-2012 itu, ditahan atas dugaan penggelapan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 2.2 milyar pada 2011. Dana itu merupakan dana pengembangan pendidikan dan pengembangan Faperta yang tak semuanya tersalurkan ke jurusan. GH pun tak sendiri, ada bendahara Faperta periode 2011, berinisial SM yang kini turut menemaninya di Rutan Sempaja Barat.</p><p style="text-align: justify;">Sementara CDB, diduga mengorupsi dana abadi Fahutan pada 2009 hingga 2012 yang juga berkisar Rp 2 milyar. Dua tersangka ini memang telah lama diselidiki Kejari Samarinda, hingga putusan penahanan diambil yang didukung berbagai bukti kuat.</p><p style="text-align: justify;">CDB dan GH dijerat pasal yang sama yakni, pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di ruang kerjanya, Senin (31/7) siang tadi, Anwar Alo Kepala Bagian Kepegawaian Unmul menyatakan baru mengetahui perkara yang libatkan dua mantan dekan itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga baru tahu baca di koran, saya enggak paham,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Belum ada surat pemberitahuan yang masuk ke kantornya. Anwar pun sangsi, apakah rektor sudah menerima surat, jika demikian mestinya surat tersebut pun ada di bagian kepegawaian.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diketahui, kasus korupsi dijajaran petinggi Unmul bukan yang pertama. Menurutnya, jika terbukti bersalah, hasil penyelidikan oleh pihak berwajib akan langsung disampaikan ke pimpinan dan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sedia laporan, lalu kita proses. Pasti dari pimpinan ada aturan kita tidak boleh menyimpang dari aturan,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(els/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Advokasi Tak Maksimal, BEM KM Gagal? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/advokasi-tak-maksimal-bem-km-gagal/baca </link>
<guid> advokasi-tak-maksimal-bem-km-gagal </guid>
<pubDate> Tue, 01 Aug 2017 23:44:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pasrah, BEM KM bersama Timsus UKT 2013 menerima hasil kurang memuaskan dalam upaya advokasi UKT angkatan 2013. (Sumber ilustrasi: kabarjambi.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/advokasi-tak-maksimal-bem-km-gagal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jOM5Ucgcv3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Advokasi Tak Maksimal, BEM KM Gagal?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada (15/7) lalu, BEM KM Unmul mengeluarkan Maklumat Timsus UKT 2013 dengan nomor: 001/PH/TIMSUS UKT/M/VII/2017 yang rilis di seluruh akun media sosial miliknya. Isinya, imbauan umum kepada mahasiswa semester 9 untuk menunda membayar UKT hingga batas waktu yang ditetapkan BEM KM. Bersama Tim Khusus UKT 2013, kelompok pergerakan ini memperjuangkan nasib mahasiswa semester 9 agar tidak membayar UKT secara penuh.</p><p style="text-align: justify;">Upayanya dengan menawarkan tiga opsi kepada rektorat. Pemotongan tiap golongan, pembayaran per SKS atau pemangkasan 50 persen. Menyuarakan tiga tuntutan tersebut secara langsung di depan rektor dan jajaran dekan dalam audiensi (18/7), nyatanya membuat mereka menelan kekalahan. Tuntutan pun tak diindahkan.</p><p style="text-align: justify;">Bagi rektor, BEM KM dan timsus, hanya memperjuangkan sebagian pihak, ialah mahasiswa angkatan 2013. Kebijakan rektor dianggap lebih bijaksana dan meliputi tuntutan BEM.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pengajuan keringanan UKT bagi mahasiswa sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga.&quot; Peraturan ini, berlaku bagi seluruh mahasiwa tanpa pandang semester.</p><p style="text-align: justify;">Merasa gagal dalam audiensi, BEM KM bersama timsus, kembali memperjuangkan tuntutan mereka lewat aksi (25/7). Tuntutan lebih prioritas, yakni pembebasan UKT bagi mahasiswa pendadaran periode Juli dan validasi ulang bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi dan program kerja sama pemerintah angkatan 2013. Sedang tuntutan pertama tetap sama, tolak bayar UKT penuh.</p><p style="text-align: justify;">Hasil dari aksi tersebut, dua tuntutan diterima. Namun, untuk tak bayar UKT penuh rektor masih tak acuh dengan itu.</p><p style="text-align: justify;">Pasrah, BEM KM tidak bisa menggantung harapan mahasiswa terlalu lama. Kamis (27/7) empat hari sebelum tenggat pembayaran UKT berakhir, BEM merilis kembali maklumatnya, yang mengimbau kepada mahasiswa untuk melakukan pembayaran UKT secara normal. Di mana pada (31/7) kemarin adalah batas akhir pembayaran. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> berusaha mengonfirmasi Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM Unmul, Dahlia, namun tak ada respon.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Presiden BEM KM, Norman Iswahyudi membantah dikatakan gagal. Menurutnya, mereka telah berhasil mengawal polemik UKT tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya (berhasil), belum sepenuhnya, karena masih akan terus di kawal,&quot; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, usaha yang dilakukan BEM KM ialah mengawal tinjau ulang UKT dengan menyediakan Posko Informasi dan Pengaduan bagi seluruh mahasiswa, sejak tanggal 24 Juli dan berakhir kemarin (31/7). Selain menghimpun data di poskonya tersebut, mereka juga mengarahkan mahasiswa menuju BEM fakultasnya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kecuali jika BEM Fakultasnya tidak melayani,&quot; imbuhnya.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Terlihat Pasrah dengan Keadaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Melihat advokasi berjalan tak maksimal, aktivis kampus, Jamaludin berikan saran. Ketua BEM FKTI 2016 itu, tak enak jika sebut advokasi BEM KM gagal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin belum beruntung. Tapi, semangat mahasiswa (juga) mengendur,&quot; ucapnya kepada <em>Sketsa</em> (1/8) pagi tadi.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya pula, memang polemik ini terjadi pada angkatan 2013, namun bukan berarti tak berdampak pada angkatan setelahnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Toh, pada akhirnya angkatan 2014 dan selanjutnya pun akan merasakan hal yang sama ketika masalah ini tak mampu diselesaikan,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Soal tak saling sinergi turut disinggungnya. &quot;Semua harus bersinergi, bergerak secara terstruktur dan terakomodir, sehingga permasalahan yang dihadapi hari ini tampak jelas, kalau semua fakultas merasakan dampak yang sama,&quot; ujar mahasiswa 2012 itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, yang menjadi perhatian khusus, menurutnya ialah memahami akar permasalahan maupun aturan-aturan yang berhubungan dengan pokok permasalahan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau hanya sekedar cuap-cuap, minim pemahaman dan data, mending pulang ke rumah, cuci kaki baru tidur,&quot; selorohnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, apa yang telah terjadi kemarin, mestinya tak terulang dan bisa memetik pelajaran. Ia pun berharap lembaga sebesar BEM KM, setidaknya mampu memberikan solusi atas masalah yang kini dihadapi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak kemudian terlihat pasrah dengan keadaan. Semua ketetapan yang dibuat oleh manusia itu masih bisa diubah, yang tak mampu diubah itu hanya ketetapan Tuhan,&quot; tutupnya. <em><strong>(snh/krv/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kasus Korupsi Seret Mantan Dekan, Rusdiansyah: Dia Hanya Penanggung Jawab </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kasus-korupsi-seret-mantan-dekan-rusdiansyah-dia-hanya-penanggung-jawab/baca </link>
<guid> kasus-korupsi-seret-mantan-dekan-rusdiansyah-dia-hanya-penanggung-jawab </guid>
<pubDate> Wed, 02 Aug 2017 01:03:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekan Faperta Rusdiansyah, menanggapi dugaan kasus korupsi yang libatkan sang mantan dekan, Selasa (1/8). (Foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kasus-korupsi-seret-mantan-dekan-rusdiansyah-dia-hanya-penanggung-jawab/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rAccKun4Ln.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kasus Korupsi Seret Mantan Dekan, Rusdiansyah: Dia Hanya Penanggung Jawab</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan dekan Faperta periode 2009-2012 menyebabkan GH ditahan pekan lalu. Kasus tersebut juga menyeret nama SM, bendahara Faperta 2011. Praktis hal tersebut berimbas pada citra Faperta. Ditemui <em>Sketsa</em>, siang (1/8) tadi, Dekan Faperta Rusdiansyah mengaku kaget ketika mendengar kasus itu. Rusdiansyah mengatakan perkara tersebut bukanlah kasus baru, namun telah diselidiki dan diproses sejak 2012 lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sempat mengendap beberapa tahun lalu, baru muncul lagi dengan kejaksaan yang sekarang,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dugaan penggelapan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tersebut berkisar Rp 2,2 milyar. Terdapat selisih pemakaian biaya yakni sekitar Rp 250 juta. GH dan SM pun terseret menjadi tersangka korupsi dana praktikum pada 2011 silam. Sementara itu Rusdiansyah, menjamin bahwa GH sama sekali tidak mendapatkan sepeser pun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena dia hanya tanda tangan saja, sebagai penanggung jawab saja,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rusdiansyah, memang sudah risiko sebagai jabatan dekan yang merupakan penanggung jawab pengelolaan keuangan di fakultas. Disinyalir dana tersebut diduga dinikmati oknum-oknum di bawahnya yang hingga saat ini belum tersentuh kejaksaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apakah belum tersentuh karena memang tidak tersentuh, ya, saya tidak tahu juga,&quot; ungkapnya tak ingin berburuk sangka.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dugaan tersangka tersebut, Faperta tak bisa mengambil langkah pembelaan, seperti pengajuan keringanan. Sebab, GH telah diberhentikan sebagai pegawai Unmul sejak tahun 2012.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, kasus korupsi bukan hal baru di Unmul, masalah ini telah menjamur bahkan mengakar. Namun, Rusdiansyah memandang kasus dugaan korupsi yang terjadi di Unmul, seperti kasus mantan Dekan Fahutan CDB, sebenarnya hanyalah permasalahan administrasi, bahkan uang tersebut tidak hilang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, oknum di balik penggelapan dana ini, lantaran iman dan takwanya lemah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kasus korupsi bukan masalah satu atau dua rupiah saja. Nama baik juga dipertaruhkan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tergantung manusianya, bagaimana menahan godaan-godaan untuk tidak melakukan itu (korupsi),&quot; pungkasnya. <strong><em>(snh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bangun Gerakan Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bangun-gerakan-mahasiswa-melawan-komersialisasi-pendidikan/baca </link>
<guid> bangun-gerakan-mahasiswa-melawan-komersialisasi-pendidikan </guid>
<pubDate> Wed, 02 Aug 2017 23:59:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul melakukan serangkaian gerakan dalam megadvokasi polemik UKT 2013. (Foto: Dok. Timsus UKT 2013) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bangun-gerakan-mahasiswa-melawan-komersialisasi-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SvJJxDZ7wJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bangun Gerakan Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">BEM KM Unmul melakukan serangkaian gerakan dalam mengadvokasi polemik UKT 2013. Dari mulai diskusi, konsolidasi, audiensi hingga puncaknya aksi mahasiswa di halaman Rektorat Unmul pada Selasa (25/7) lalu. Pasca aksi tersebut, benarkah advokasi yang dilakukan oleh BEM KM Unmul dianggap gagal?</p><p style="text-align: justify;">Untuk menjawab pertanyaan ini, kita tidak bisa melihatnya dari sudut pandang yang empiris (pengalaman subjektif) beberapa minggu terakhir. Bahwa, perjuangan menolak pembayaran dengan sistem UKT ini telah berlangsung sejak awal UKT ini diterapkan di kampus tahun 2013. Namun, sampai sekarang, sistem pembayaran UKT bukan semakin menguntungkan mahasiswa, justru semakin menimbulkan masalah. Lalu, apakah kita bisa mengatakan bahwa perjuangan yang dibangun oleh gerakan mahasiswa sejak beberapa tahun lalu merupakan sebuah kegagalan. Tentu ini adalah pasang surut gerakan yang harus kita lihat secara dialektis (menarik keterkaitannya).</p><p style="text-align: justify;">Seringkali kita mengalami atau menyaksikan, gerakan mahasiswa membesar hanya ketika ada momentum-momentum tertentu saja (untuk sekarang, momentum pembayaran UKT). Setelah momentum tersebut berlalu, atau tuntutan yang dilakukan berhasil atau tidak berhasil sama sekali, gerakan mahasiswa-pun akhirnya mengalami demoralisasi<em>.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Berbagai organisasi mahasiswa kemudian kembali melakukan aktivitas di organisasi mereka masing-masing untuk menyukseskan program kerjanya, serta bergerak secara terpisah. Seolah memisahkan program kerja organisasi dengan program perjuangan melawan pendidikan yang mahal. Inilah penyakit dalam gerakan mahasiswa yang masih terjangkit penyakit spontanitas dan sektarianisme, yakni hanya besar ketika ada momentum tertentu saja, kemudian surut seiring momentum tersebut berlalu.</p><p style="text-align: justify;">Apakah yang menyebabkan penyakit tersebut? Persoalan utamanya adalah terdapat kekeliruan dalam memahami akar persoalan dari polemik pendidikan. Memahami akar masalah hanya karena UKT yang mahal, membuat gerakan mahasiswa mengkonsentrasikan segala daya dan upayanya untuk menuntut transparansi, pengurangan UKT, dan sebagainya. Lalu, ketika perjuangan yang dilakukan tersebut menemui jalan buntu, secara otomatis gerakan akan mengalami demoralisasi. Apalagi, masalah dalam dunia pendidikan itu ada banyak sekali, seperti fasilitas belajar yang tidak memadai, tenaga pengajar yang tidak berkompeten, upah pekerja pendidikan yang tidak layak, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Di Unmul misalnya, untuk menutupi kekurangan anggaran pendidikan, universitas membuka seluas-luasnya penyerapan anggaran dari tes masuk perguruan tinggi, yang kita kenal sebagai Seleksi Mandiri (SMMPTN). Penerimaan ini tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang memadai dan tenaga pengajar yang berkualitas. Tahun 2015 lalu, rasio antara dosen dan mahasiswa di Unmul mencapai 1:53,8 (984 dosen tetap dan 32.753 mahasiswa), yang prodi dengan rasio paling jomplang yakni Ilmu Administrasi Bisnis dengan rasio 1:140,7 (6 dosen tetap dan 844 mahasiswa). Situasi ini tentu tidak membuat produktif aktivitas belajar.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi universitas menggandeng kerja sama dengan pebisnis, seperti membuka Indomaret, yang akan semakin menggusur kreatifitas mahasiswa dan pedagang kecil karena kalah bersaing dengan pasar yang lebih besar. Kemudian, gedung-gedung kampus yang bukan hanya dijadikan sebagai sarana ilmiah pengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi digunakan untuk panggung konser, acara pernikahan, dan sebagainya, dengan dalih penyerapan anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan pendidikan yang terjadi tersebut, bukan hanya dialami oleh Unmul saja. Tetapi, seluruh universitas di Indonesia, bahkan dunia juga mengalami hal yang sama. Lantas, apakah masalah tersebut akan kita selesaikan satu demi satu? Selesaikan dulu persoalan biaya kuliah, lalu, lanjut ke masalah fasilitas, setelah selesai, kemudian masalah tenaga pengajar, dan sebagainya, dan sebagainya, hingga habis segala daya dan upaya. Tentu tidak. Kita harus memiliki motivasi yang tepat dalam melihat berbagai persoalan, menarik keterkaitan setiap masalah yang terjadi dengan akar persoalannya.</p><p style="text-align: justify;">Kita harus mempertegas, bahwa akar masalah dari pendidikan kini adalah kapitalisme dan komersialisasi pendidikan. Karena komersialisasi pendidikan, pendidikan dijadikan sebagai sarana untuk mencetak tenaga kerja murah yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Karena kapitalisme, pendidikan digunakan untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya bagi pemilik modal yang memiliki kekayaan sangat besar. Maka, tidak heran jika berbagai permasalahan yang ada di dunia pendidikan kini merupakan sesuatu yang sangat kompleks. Oleh karena itu, motivasi yang tepat perlu kita bangun dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik, yakni melawan Komersialisasi Pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan dalam melawan komersialisasi pendidikan ini sekali lagi tidak bisa dilihat hanya dari sudut pandang yang empiris, melalui umur manusia. Menggunakan sudut yang empiris membuat gerakan mahasiswa akan terlena jika mengalami kekalahan atau kemenangan kecil dalam sebuah gerakan. Padahal, perjuangan dalam melawan komersialisasi pendidikan ini telah dilakukan oleh gerakan mahasiswa berpuluh-puluh tahun lamanya. Semenjak kapitalisme mengemuka pasca revolusi industri di Inggris (1750-1850), tenaga ahli sangat diperlukan untuk menjalankan mesin-mesin dan teknologi baru agar tidak rusak dan berkarat, untuk itulah dunia pendidikan awal mulanya dibentuk agar dapat menjalankan teknologi baru untuk keuntungan kapitalis.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perkembangannya, pelajar/mahasiswa semakin sadar untuk melakukan perubahan terhadap ketertindasan yang dia alami. Pada tahun 1939 di Cekoslovakia, kaum muda, pelajar, dan mahasiswa melakukan perlawanan terhadap penjajahan fasis NAZI Jerman. Mereka menggelar demonstrasi besar hingga mendapatkan tindakan represif habis-habisan oleh rezim fasis. Peristiwa tersebut diperingati sebagai momentum <em>International Students Day</em> (ISD) atau Hari Pelajar/Mahasiswa Internasional, yang setiap tahunnya hingga kini diperingati oleh pelajar/mahasiswa di berbagai negara untuk melawan komersialisasi pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Pengalaman menarik di Perancis tahun 1968, pemogokan mahasiswa di kampus-kampus menentang pendidikan yang kapitalistik, meluas menjadi demonstrasi umum bersama kelas buruh dan rakyat lainnya menolak perang imperialis terhadap revolusi Vietnam, upah layak, dan sebagainya. Sementara di Afrika Selatan tahun 2016 lalu, mahasiswa bersama kelas buruhnya bukan hanya bergerak bersama melawan komersialisasi pendidikan dan sisitem <em>outsourching,&nbsp;</em>tetapi juga melawan sistem<em>&nbsp;Apertheid</em> (yang rasis) peninggalan kolonialisme Eropa.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apa yang perlu dilakukan oleh gerakan mahasiswa di Indonesia? Pertama, adalah belajar. Dengan membangun diskusi ilmiah, riset, dan konsolidasi secara rutin di setiap kampus, untuk memahami setiap masalah yang diakibatkan oleh kapitalisme dan komersialisasi pendidikan. Untuk melawan sistem yang menindas, kita perlu memahami bagaimana sistem tersebut berjalan. Sebab, bagaimana mungkin kita melawan apa yang tidak kita ketahui.</p><p style="text-align: justify;">Banyak mahasiswa yang memiliki semangat baja dalam berjuang, namun, semangat saja tidaklah cukup, yang penting untuk dibangun adalah berjuang karena kesadaran, bukan karena ikut-ikutan. Kedua, adalah solidaritas. Sebab, kapitalisme dan komersialisasi pendidikan bukan hanya merugikan mahasiswa. Tetapi, orang tua kita yang kelas buruh, kaum tani, nelayan, dan sebagainya. Selain karena kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari, mereka juga kesulitan untuk membiayai anak mereka menempuh pendidikan yang tinggi. Oleh karenanya, solidaritas terhadap sektor rakyat lainnya perlu dibangun dalam melawan kapitalisme dan komersialisasi pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Banyak organisasi mahasiswa seolah-olah mempertentangkan, program kerja mereka dengan perjuangan melawan komersialisasi pendidikan. Seringkali dalam konsolidasi, organisasi mahasiswa terpecah-belah karena sektarianisme berbagai organisasi. Entah karena ada rapat internal, mengadakan <em>event</em>, dan sebagainya. Padahal, dengan motivasi yang tepat, setiap program yang dibangun semestinya dimuarakan untuk melawan komersialisasi pendidikan, sesuai dengan realitas atau keadaan konkret. Bukan hanya untuk mensukseskan program kerja tahunan agar terkesan baik kepengurusannya, tetapi, untuk cita-cita yang lebih mulia, yakni mewujudkan pendidikan yang lebih baik untuk semua.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan yang dibangun oleh BEM KM Unmul dalam menolak UKT yang mahal untuk mahasiswa angkatan 2013 ini, tentu saja kegigihannya harus kita apresiasi. Namun, apresiasi yang baik tentunya harus disertai kritik. Selain karena gerakan yang dilakukan terkesan spontanitas, terlalu kooperatif, juga masih belum mendalamnya analisis untuk dimuarakan dalam melawan komersialisasi pendidikan. Oleh karenanya, memaknai setiap gerakan adalah dorongan untuk membangun gerakan yang lebih besar dikemudian hari. Sebab, dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik, perlu diperjuangkan oleh masyarakat itu sendiri. Sistem pendidikan yang berorientasi profit, utopis, serta mengasingkan manusia dari kesadarannya, harus dilawan dengan upaya yang sadar dan sistematis. Seperti yang Antonio Gramsci katakan &ldquo;melawan hegemoni dengan hegemoni.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Angga Kusuma Wijaya anggota Lingkar Studi Kerakyatan</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Penahanan Mantan Dekan Fahutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-penahanan-mantan-dekan-fahutan/baca </link>
<guid> di-balik-penahanan-mantan-dekan-fahutan </guid>
<pubDate> Thu, 03 Aug 2017 00:20:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus dugaan korupsi mantan Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan), CDB sejatinya sudah pernah terkuak beberapa tahun silam. Ini kata Dekan Fahutan, Rudianto Amirta. (Sumber foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-penahanan-mantan-dekan-fahutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MvHBP2DZFi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Penahanan Mantan Dekan Fahutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kasus dugaan korupsi mantan Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan) CDB, sejatinya pernah terkuak beberapa tahun silam. Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda menduga CDB melakukan tindak pidana korupsi dana penelitian yang bersumber dari bantuan pihak ketiga, PT Turbalindo dan PT Berau Coal pada 2012 senilai Rp 2,7 miliar. Tahun 2014 CDB ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga melanggar aturan pengelolaan dana penerimaan negara bukan pajak (PNPB) yang dikelola langsung Fahutan.</p><p style="text-align: justify;">Dari kacamata Dekan Fahutan Rudianto Amirta, CDB adalah sosok yang dekat dengan para staf dan mahasiswanya. Rudi mengaku, CDB dulunya adalah seorang dosen yang tidak memiliki masalah selama mengajar. Bahkan, CDB dikenal mengutamakan kesejahteraan para stafnya. Sebab itu, para staf dan mahasiswa sangat terkejut mengetahui CDB tengah ditahan pihak berwajib.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>Senin (31/7) kemarin, Rudi mengaku turut prihatin, secara resmi ia telah melapor kepada pihak rektorat. Saat ini proses hukum CDB tengah berjalan, Rudi memberikan jaminan kepada pihak kejaksaan, bahwa pihaknya sangat kooperatif membantu proses hukum, dengan menghadirkan tersangka CDB. Rudi mengatakan dengan tegas fakultas bertanggung jawab atas yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Sempaja Rabu (26/7) lalu, CDB diperiksa di ruang Kepala Seksi Pidana Khusus, Darwis Burhansyah. CDB lalu bersedia menandatangani berita acara penahanan terhadap penyelidikan nomor: 5768/Q.4.11/Fd.1/07/2017 tanggal 26 Juli 2017 dengan pasal yang disangkakan Primair Pasal 2 ayat (1). Jo Pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam berita acara tersebut disebutkan, penahanan terhitung mulai 26 Juli 2017 sampai 14 Agustus 2017. Kepada Darwis, Rudi mengatakan ia menjamin kehadiran CDB.</p><p style="text-align: justify;">Rudi menilai kasus ini harus dibenahi dengan benar, bukan tanpa alasan tahun 2009 isu korupsi ditujukan kepada CDB, saat itu CDB masih berstatus dosen. Rudi ingin masalah itu dulu diselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami menghormati apa yang menjadi kebijakan jaksa, jaksa pasti punya dasar hukum. Kami selalu tanyakan, kok dituduhkannya 2009, saat itu beliau bukan siapa-siapa. Kami agak sedikit bingung, makanya kebingungan itu yang kami pertanyakan,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini, Rudi sudah mempersiapkan bahan-bahan sebagai bukti. Rudi pun meminta atas nama keluarga besar Fahutan, agar rektor memberikan pendampingan hukum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Alhamdulillah Pak Rektor memutuskan, kejadian tahun kemarin Pak Rektor menugaskan ke Dekan Hukum untuk mendampingi beliau (CDB) melalui lembaga bantuan hukum unmul,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rasa Kemanusiaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Rudi berkali-kali mengatakan akan kooperatif membantu dan tidak mencampuri proses hukum yang sedang berjalan. Hanya saja, Rudi menginginkan agar tak dilakukan penahanan, mengingat kondisi kesehatan CDB menurun. Kabarnya CDB sempat mengalami <em>stroke</em>. Ia mengkhawatirkan, kondisi CDB akan semakin menurun apabila proses dari kejaksaan tersebut dipaksakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin mendapat keadilan, karena beliau (CDB) kooperatif. Beberapa kali tidak bisa memeriksa kan kejaksaannya, bukan pihak di sini. Kami selalu mencoba mengantar dan mendampingi,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu sudah berapa kali berubah termasuk pembatalan dari pihak kejaksaan. Yang pagi ke sana dibatalkan kemudian siang datang lagi, jadi kalau dibilang tidak kooperatif dan memungkinkan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri saya rasa tidak tepat,&rdquo; lanjutnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul juga telah menyurati seluruh dekan fakultas, ada 13 Dekan Unmul yang siap menjamin CDB. Oleh sebab itu, Kepala Kejari Samarinda, Retno Harjantari Iriana meluruskan permohonan dari sisi kemanusiaan, CDB kini statusnya sebatas tahanan kota.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rudi, jika kedua tersangka tersebut ada niat melarikan diri, mestinya sudah sejak lama, namun hal itu tidak dilakukan. Ia berharap semua diperlakukan adil, jika memang terbukti ada oknum di Unmul yang merugikan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita ini kan dari pendidikan dari mahasiswa juga, kita tidak adalah keinginan untuk mencuri, jika memungkinkan itu menjadi suatu kesalahan itu yang kita lihat bersama,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Mestinya pun jeli dalam melihat persoalan, benarkah yang bersangkutan layak mendapat hukuman?, &quot;Terkecuali itu untuk memperkaya diri sendiri, kalian bisa lihatkan kan, satu-persatu kasus-kasus seperti itu?&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun berharap mahasiswa turut menyikapi dengan benar permasalahan ini. &quot;Karena saya pribadi tahu, tidak banyak orang yang mau jadi dekan, kenapa? Kalau kita bicara dari sisi pekerjaan, menyita waktu, pikiran. Mahasiswa kan enggak mau tahu, kelas harus ada AC ada, padahal anggaran belum tentu ada,&quot; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;(els/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Desak Rektorat, Mahasiswa Unsri Dihajar Aparat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/desak-rektorat-mahasiswa-unsri-dihajar-aparat/baca </link>
<guid> desak-rektorat-mahasiswa-unsri-dihajar-aparat </guid>
<pubDate> Fri, 04 Aug 2017 01:48:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah video tindakan represif yang dilakukan aparat kepada mahasiswa Universitas Sriwijiaya (Unsri) beredar. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/desak-rektorat-mahasiswa-unsri-dihajar-aparat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1mxh456kzf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Desak Rektorat, Mahasiswa Unsri Dihajar Aparat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&quot;Ini namanya persekusi bukan woi @divisihumaspolri,&quot; sebut akun @lawan.media.pencitraan di Instagram kepada akun Divisi Humas Polri, atas video tindakan represif yang dilakukan aparat kepada mahasiswa Universitas Sriwijiaya (Unsri), siang (3/8) tadi. Video dan foto yang memperlihatkan perlakuan aparat tersebut viral dan dikecam netizen.</p><p style="text-align: justify;">Bermula, dari mahasiswa Unsri yang melakukan demo sejak pagi tadi. Mereka unjuk rasa soal UKT dan memprotes terkait laporan rektorat ke polisi. Awalnya, aksi tersebut damai, namun berujung ricuh, lantaran massa tak diperkenankan masuk ke dalam gedung rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Menurut keterangan Tri Lisa Utami, salah satu massa aksi, saat itu massa akan dibawa masuk, namun semua pintu terkunci, kecuali pintu samping kiri dan kanan rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada beberapa massa digiring untuk bisa masuk ke dalam melewati pintu sebelah kanan. Saat massa ingin masuk, jadi Dedi (salah satu dari kami) bergegas membuka pintu samping rektorat. Dilihat beberapa satpam dan polisi di dalam,&quot; terangnya melalui WhatsApp kepada awak <em>Sketsa</em> (3/8).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemudian sedikit tergesa-gesa Dedi menarik grendel (kunci pintu). Lanjut massa dari luar dan satpam di dalam ketemu bareng di depan pintu. Terjadi aksi dorong-dorongan. Karena pintu berbahan kaca, akhirnya pecah, ditambah satpam Unsri yang memukul pintu menggunakan alat pemukulnya sejenis pentongan,&quot; lanjutnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, ada dua mahasiswa diamankan. Mereka pun mendapat pukulan berkali-kali dari aparat, namun dua mahasiswa ini tak bisa berbuat banyak. Bahkan, salah satu baju yang dikenakan mahasiswa terlihat sobek, karena ditarik paksa aparat. Sesuai yang ada di video, lalu mereka di bawa ke dalam ruangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Akhirnya massa perlahan kondusif, dan kembali ke barisan di pintu depan rektorat. Setelah itu hanya Dedi dan Agus yang tinggal di dalam. Sedangkan massa masih berada di luar rektorat,&quot; terang mahasiswi Agroekoteknologi 2013 ini.</p><p style="text-align: justify;">Tri pun tidak membenarkan kabar yang beredar bahwa mahasiswa lah perusak fasilitas kampus. &quot;Bahkan massa aksi sangat menjaga kebersihan kampus dari sampah-sampah, selama dan setelah aksi berlangsung. Lingkungan kampus bersih,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, mahasiswa Unsri telah melakukan demo terkait kebijakan UKT Semester 9, yang dirasa membebani mahasiswa 2013. Aksi yang dipelopori BEM KM Unsri tersebut berujung pada keputusan rektorat yang menonaktifkan 3 mahasiswa. Yakni, Rahmat Fahrizal selaku Presiden Mahasiswa Unsri, Ones Sinus Pangaribuan, angkatan 2013, dan Aditia Arief Laksana, angkatan 2014.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>sumsel.tribunews.com</em> Ones mengaku dirinya baru mengetahui status penonaktifannya, saat ia hendak mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) melalui website resmi Sistem Informasi Akademik Unsri, Rabu malam (27/7) pukul 19.00. Sedang Rahmat tak hanya dinonaktifkan, ia juga dilaporkan ke polisi karena diduga mengancam akan membakar rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi hal ini, BEM KM Unmul pun telah keluarkan pennyataan sikapnya kemarin, (2/8). Mereka mengecam tindakan represif dan kriminalisasi pihak birokat kepada mahasiswa, serta mengajak seluruh elemen mahasiswa juga masyarakat menolak tindakan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi mengenai langkah selanjutnya, Norman mengatakan, &quot;Kita bantu <em>support</em> moral dengan jalin komunikasi intens kepada Presma UNSRI saudara Rahmat. Dari awal hingga sampai aksi berlangsung hari ini.&quot;<em><strong>&nbsp;(krv/jdj)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> [TAJUK RENCANA] Perjuangan Tolak UKT Unmul Bermuara Jua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tajuk-rencana-perjuangan-tolak-ukt-unmul-bermuara-jua/baca </link>
<guid> tajuk-rencana-perjuangan-tolak-ukt-unmul-bermuara-jua </guid>
<pubDate> Sat, 05 Aug 2017 03:09:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjuangan BEM KM dan Timsus UKT 2013, akhirnya bermuara jua. Warga Unmul pun sudah mendengar semua, bahwa Rektor Masjaya, tetap pada keputusannya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tajuk-rencana-perjuangan-tolak-ukt-unmul-bermuara-jua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wazqHhTwop.jpg" />
					</figure>
			                <h1>[TAJUK RENCANA] Perjuangan Tolak UKT Unmul Bermuara Jua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Buah upaya dalam perjuangan, tak selalu manis. Layaknya cokelat, ia tak instan enak. Cemilan manis, digandrungi banyak orang itu, pembuatannya tak selalu berjalan mulus. Apalagi jika bicara perjuangan yang diusung oleh mahasiswa. Julukan agent of change menggema, di setiap benak yang paham arti kata &apos;mahasiswa&apos;.</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan BEM KM dan Timsus UKT 2013, akhirnya bermuara jua. Warga Unmul pun sudah mendengar semua, bahwa Rektor Masjaya, tetap pada keputusannya. Tiga tuntutan yang disuarakan mahasiswa, dijawab dengan pilihan keringanan atau penundaan.</p><p style="text-align: justify;">Tak salah, semua perjuangan patut diapresiasi. Namun, jangan lupa ada kritik yang mestinya jadi cermin diri. Pergerakan dianggap monoton dan terlalu banyak kompromi. Jika menengok, di pulau sebelah, ribuan mahasiswa beralmamater kuning juga memperjuangkan polemik yang sama. Hingga kini, tak gentar melawan represifitas rektorat serta aparat.</p><p style="text-align: justify;">Pilihan pun kembali pada setiap mahasiswa, berjuang di setiap fakultasnya. Tak lagi bertumpu pada advokasi BEM KM Unmul. Sebab keluarnya imbauan agar mahasiswa membayar UKT secara normal.</p><p style="text-align: justify;">Data yang dihimpun Sketsa dari BEM fakultas, ada ratusan mahasiswa 2013 yang mengajukan keringanan UKT. Namun, yang diterima tak sebanding dengan yang mengajukan. Tertinggi ditempati oleh FKIP: 71 berkas, FPIK: 68 berkas, FEB: 40 berkas, Farmasi: 19 berkas, Hukum: 18, FISIP: 8 berkas, FKTI: 3 berkas.</p><p style="text-align: justify;">Sisanya, seperti FKM, FIB tak terdapat pengajuan keringanan. FMIPA hanya 10 orang mengajukan penundaan, sedang Fahutan, Teknik, dan Faperta hingga kini tak berhasil diperoleh datanya.</p><p style="text-align: justify;">Sepertinya, lebih banyak mahasiswa memilih nurut pada aturan, demi sandang gelar kelulusan.</p><p style="text-align: justify;">Apapun putusannya, ini adalah pilihan. <em>Agent of change&nbsp;</em>mahasiswa, sepertinya telah berganti jadi <em>agent of obedient</em>. Selamat menyambut semester ganjil!</p><p style="text-align: justify;"><strong>LPM Sketsa Unmul<br>Jumat 4 Agustus 2017</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Runner Up Pilmapres Nasional Asli Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/runner-up-pilmapres-nasional-asli-samarinda/baca </link>
<guid> runner-up-pilmapres-nasional-asli-samarinda </guid>
<pubDate> Sat, 05 Aug 2017 23:47:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yudisthira Oktaviandie, pria kelahiran Samarinda, 3 Oktober 1997 ini runner up Pilmapres Nasional 2017 di Surabaya pada Juli lalu. (Sumber foto: dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/runner-up-pilmapres-nasional-asli-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IEKqSSbKCf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Runner Up Pilmapres Nasional Asli Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>- Samarinda patut berbangga. Salah satu putra terbaiknya menjuarai ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional (Pilmapres) 2017, yang dilaksanakan di Surabaya pada 10-13 Juli lalu. Pilmapres adalah kompetisi tahunan bagi mahasiswa unjuk prestasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).</p><p style="text-align: justify;">Dia adalah Yudisthira Oktaviandie, pria kelahiran Samarinda, 3 Oktober 1997. Anak kedua dari pasangan Yarham dan Yayuk Sri Rahayu warga Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir. Namun, ajang ini bukan kompetisi antar daerah, melainkan universitas. Odie, sapaan akrabnya mewakili kampusnya Universitas Indonesia (UI) dan berhasil menempati juara kedua (runner up) dari ratusan kompetitor se-Indonesia. Sementara, pemenang juara pertama diraih oleh Wyncent Halim, dari Universitas Gadjah Mada (UGM).</p><p style="text-align: justify;">Meski di posisi kedua Odie membuktikan, anak daerah juga mempunyai peluang yang sama raih prestasi. Apalagi, Odie mewakili salah satu kampus terbaik di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Pemilihan calon mahasiswa berprestasi (camawapres) ini cukup selektif. Tak semua mahasiswa bisa menjadi peserta. Mereka yang terpilih adalah perwakilan putra-putri terbaik, setelah melewati tahap seleksi di tingkat fakultas dan universitas masing-masing. Odie terpilih menjadi Mawapres Utama UI setelah mengalahkan 16 lawannya di seleksi fakultas dan 14 kompetitor di tingkat universitas pada April lalu.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), angkatan 2014 ini berbagi kisahnya kepada<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>. Perjuangannya dalam mempersiapkan diri mengikuti pilmapres nasional tidaklah mudah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama puasa yang harusnya sudah libur, saya masih di UI buat latihan. Malam takbiran baru pulang kampung. Mengorbankan waktu dan tenaga sih, selama sebulan penuh yang harusnya bisa sama keluarga di bulan puasa,&rdquo; ceritanya (28/7).</p><p style="text-align: justify;">Odie menyebut, ada empat komponen yang menjadi penilaian dalam pilmapres. Baik di tingkat fakultas, universitas dan nasional. Yakni Karya Tulis Ilmiah (KTI), kemampuan Bahasa Inggris, prestasi yang pernah dicapai, serta kepribadian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi harus seimbang dari ke empat komponen penilaian tadi. Enggak cuma bagus di satu komponen,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Odie mengangkat karya tulis dengan judul &ldquo;Photobioreactor Lepas Pantai untuk Produksi Biofuel Berbasis Microalga Hasil Rekayasa Genetic sebagai Solusi Energy Berkelanjutan di Indonesia.&rdquo; Ia menjelaskan detail penelitiannya tentang rancangan pabrik produksi biofuel dari mikroalga yang sudah direkayasa genetiknya untuk menghasilkan produk biofuel yang lebih besar.</p><p style="text-align: justify;">Atmosfer pilmapres nasional yang sangat kompetitif menjadi tantangan tersendiri bagi alumnus SMAN 10 Samarinda itu. Apalagi, ia sempat tak masuk dalam peringkat tiga besar saat seleksi berkas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, itu saya benar-benar<span>&nbsp;</span><em>struggle to bring my &lsquo;a game&rsquo;</em>,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Odie bersyukur dapat mengikuti pilmapres nasional dan bertemu dengan mahasiswa seluruh Indonesia yang menginspirasi. Menurutnya, para peserta pilmapres sangat fleksibel dan profesional. Tidak kaku dan serius di segala situasi, seperti yang ia bayangkan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di saat serius ya, serius di saat santai ya, santai. Bahkan banyak kok yang anaknya kocak,&rdquo; ucap bungsu dari dua bersaudara ini.</p><p style="text-align: justify;">Odie menyebut perbedaan antara pilmapres universitas dan nasional secara teknis tidak terlalu signifikan. Hanya perbedaan peserta yang diakui Odie memberikan<span>&nbsp;</span><em>pressure</em><span>&nbsp;</span>tersendiri. Pilmapres nasional tahun ini diikuti 228 peserta program sarjana dan diploma dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang mengangkat tema &ldquo;Peningkatan Produktivitas Iptek dan Inovasi untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter Unggul.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Odie dengan sederet prestasi nasional dan internasional ini mengaku puas dengan hasil yang dicapainya dalam ajang pilmapres, tapi tak cukup sampai di situ.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam artian masih banyak hal yang ingin saya capai gak cuma berhenti di ajang mawapres ini,&rdquo; ujar pria peraih medali perunggu dalam Kompetisi Ilmu Pengetahuan Alam Internasional 2016 di Novosibirsk, Rusia ini.</p><p style="text-align: justify;">Selain aktif dalam berbagai kompetisi ilmiah, Odie juga terlibat aktif di berbagai organisasi kampusnya. Tercatat, ia sebagai pengurus Himpunan Mahasiwa Biologi Bidang Penelitan dan Keilmiahan 2015/2016, anggota UI Synthetic Biology Club, Orkestra Simfoni UI Mahawaditra, Special Interest Group in Marine Biology (SIGMA-B) UI dan Organisasi Mahasiswa Pecinta Tumbuhan: Canopy (OMPT &ndash; Canopy) UI.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir Odie berpesan kepada mahasiswa untuk menjadi pribadi yang percaya diri, konsisten dan fokus dalam meraih mimpi. Itu tadi kisah Odie, semoga kisahnya bisa menginspirasi anak-anak muda Samarinda dan Unmul ya!<span>&nbsp;</span><strong><em>(krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Taman Ironi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/taman-ironi/baca </link>
<guid> taman-ironi </guid>
<pubDate> Sun, 06 Aug 2017 23:22:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Faqih Hendrian, mahasiswa Sastra Inggris 2015. (Sumber Foto: Pinterest.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/taman-ironi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4bm3QTgPim.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Taman Ironi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ada yang berbeda ketika aku ke taman yang sama<br>Di jam yang sama, dan hujan yang sama</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Para burung menanyakan keberadaanmu waktu itu<br>Dan para kucing menggerutu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Duduk terpaku mengingat masa lalu.<br>Mengingat kita yang masih malu-malu</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Jujur, aku merindumu<br>Tapi aku bisa apa<br>Kalau kau lebih memilih dia</p><p style="text-align: justify;"><br><em><strong>Ditulis oleh Muhammad Faqih Hendrian, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2015</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilan, Kisah Wujud Cinta yang Tak Biasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/dilan-kisah-wujud-cinta-yang-tak-biasa/baca </link>
<guid> dilan-kisah-wujud-cinta-yang-tak-biasa </guid>
<pubDate> Sun, 06 Aug 2017 23:41:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Siapa yang enggak tahu Dilan? Tokoh dalam novel karangan Pidi Baiq ini tak ada habisnya untuk diperbincangkan. (Sumber cover: fun-ebook.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/dilan-kisah-wujud-cinta-yang-tak-biasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2uBd1O6cpG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilan, Kisah Wujud Cinta yang Tak Biasa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: Dia adalah Dilanku 1990</p><p style="text-align: justify;">Penulis: Pidi Baiq</p><p style="text-align: justify;">Genre: Romance</p><p style="text-align: justify;">Penerbit: Pastel Book</p><p style="text-align: justify;">Tahun terbit: 2014</p><p style="text-align: justify;">Jumlah halaman: 332 halaman</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Siapa yang enggak tahu Dilan? Tokoh dalam novel karangan Pidi Baiq ini tak ada habisnya untuk diperbincangkan. Mulai dari cara Dilan mengungkapkan isi hati, menerjemahkan rindunya lewat kata-kata, sampai tingkah konyolnya yang sulit dicerna tapi romantis! Alhasil, bukan cuma Milea sebagai tokoh dalam cerita yang dibuat jatuh cinta dengan Dilan. Tak sedikit pembaca novel ini jadi ikutan baper, bahkan sampai senyum-senyum sambil mengkhayal.</p><p style="text-align: justify;">Dia adalah Dilanku 1990, bercerita tentang kisah cinta gadis SMA bernama Milea. Pada tahun 1990, ia merupakan murid pindahan dari ibu kota. Dalam perjalanannya &nbsp;menuju sekolah, Milea bertemu dengan seorang teman satu sekolah yang mengaku sebagai sang peramal. Ia mengatakan, bahwa nanti mereka akan bertemu di kantin. Mulanya Milea tidak menghiraukan. Namun setiap hari sang peramal tersebut terus mengganggu. Mau tidak mau, Milea mulai mencari tahu tentang sosoknya. Hingga akhirnya Milea tahu, laki-laki itu bernama Dilan.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hari, &nbsp;Dilan mengikuti Milea pulang dengan angkot. Ia berkata, &ldquo;Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja,&quot; sontak perkataan Dilan membuat hati Milea berdebar-debar, mungkin kaget. Milea terdiam mendengar ucapan Dilan. Namun di sisi lain ia juga memikirkan Beni, pacarnya yang ada di Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Dilan mendekati Milea dengan cara yang tidak biasa. Ia memberikan coklat kepada Milea melalui tukang pos, membawa Bi Asih untuk memijat Milea saat sedang sakit, sampai cara aneh tapi romantis. Ia memberikan buku Teka Teki Silang (TTS) sebagai hadiah ulang tahun. Di dalamnya, Dilan menuliskan &ldquo;Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu, Cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak ingin kamu pusing mengisinya. Dilan!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Milea, anak dari seorang tentara, bukannya tak tahu Dilan sedang mencoba mendekatinya. Suatu saat, Dilan mengatakan bahwa ia akan mengunjungi rumah Milea.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu mau ke rumahku? Jangan! Ayahku galak. Pokoknya jangan,&rdquo; ucap Milea panik.</p><p style="text-align: justify;">Dan malamnya, Dilan benar-benar datang! Mengaku sebagai utusan kantin dan menawarkan menu baru makanan di sekolah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Milea, kamu tau kenapa aku datang? Kalau aku gak datang karena takut ayahmu, aku pecundang.&rdquo; ungkap Dilan penuh percaya diri.</p><p style="text-align: justify;">Meski bercerita tentang kisah remaja, namun tidak semua bagian cerita bisa diterima dengan baik oleh semua kalangan. Di antaranya tentang kenakalan pelajar, yang dalam cerita digambarkan dengan adegan perkelahian.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya tentang romansa percintaan, novel ini juga menampilkan sisi lain khas kehidupan remaja. Lika-liku masa putih abu-abu, hubungan antara anak dengan orangtua, hingga kehidupan anak geng motor dikemas dengan sangat ciamik. Meski lebih banyak menunjukkan kisah percintaan, novel ini menyiratkan banyak pesan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya dalam adegan dengan salah satu guru, Pak Suripto, yang menampar Dilan. Kemudian Dilan balas menampar. Dilan mengungkapkan bahwa &ldquo;Guru itu digugu dan ditiru. Kalau ia mengajarkanku menampar, aku juga akan menampar.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Berkat kesuksesannya, novel Dia adalah Dilanku akan diangkat ke layar lebar. Film yang akan ditayangkan dalam waktu dekat ini menarik antusiasme besar masyarakat. Bahkan di Samarinda, terdapat perkumpulan pecinta Dilan yang tergabung dalam akun <em>Instagram</em> @dilanku_samarinda. Rencana untuk nonton bareng saat penayangan perdana film Dilan pun telah dicanangkan. Kalian juga pasti sudah pada enggak sabar, kan?<strong><em>&nbsp;(nis/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Generasi Pembangun Indonesia 2045 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/generasi-pembangun-indonesia-2045/baca </link>
<guid> generasi-pembangun-indonesia-2045 </guid>
<pubDate> Mon, 07 Aug 2017 23:46:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini yang ditulis oleh Nur Ahlina Hanifah, Kepala Departemen Keperempuanan KAMMI Komisariat Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/generasi-pembangun-indonesia-2045/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Np9tsnnXcS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Generasi Pembangun Indonesia 2045</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Meski Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli telah lewat, namun pemahaman mengapa hari anak ini ada, harus dan perlu diingat. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 yang disahkan pada tanggal 19 Juli 1984. Hari peringatan ini seharusnya tidak berlalu sebagai seremonial belaka, namun perlu adanya gagasan dan eksekusi perbaikan. HAN dibuat sebagai bentuk kepedulian kita terhadap hak dan kebutuhan anak. Anak tidak bisa hanya dipandang sebagai manusia dalam ukuran mini, namun hak dan kebutuhan mereka sangat bervariasi di setiap tumbuh kembangnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan Konvensi Hak-Hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 20 November 1989 dan diratifikasi Indonesia pada tahun 1990 Bab (1) Pasal (1), anak adalah setiap orang yang berusia sebelum 18 tahun. Anak tidak cukup dikenali berdasarkan definisi di atas, namun perlu pemahaman yang lebih mengenai proses pertumbuhan dan perkembangan mereka. Banyak hal penting dan menarik yang perlu menjadi perhatian dalam proses tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Perhatian terhadap hak dan kebutuhan anak tidak cukup saat dia sudah lahir, tapi perhatian tersebut juga perlu diberikan sejak mereka masih direncanakan. Bahkan perencanaan ini perlu dilakukan sejak masa pra-nikah, seperti pemenuhan gizi enam bulan sebelum menikah agar ibu memiliki gizi yang cukup untuk menjalani proses kehamilan.</p><p style="text-align: justify;">Gizi merupakan hal yang penting. Berdasarkan penelitian dari WHO, kematian bayi 50% disebabkan oleh permasalahan gizi. Saat ini, anak Indonesia mengalami gizi ganda <em>(double burden)&nbsp;</em>yaitu gizi lebih atau obesitas dan gizi kurang. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, &nbsp;18,8 % balita di Indonesia mengalami kurang gizi dan 29% mengalami stunting (pendek dan sangat pendek) akibat kekurangan gizi menahun. Sementara, 1,6% balita lainnya mengalami obesitas. Berdasarkan penyampaian Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M., di tahun 2016 angka anak kurang gizi di Kalimantan Timur masih mencapai 19,1%. Angka ini perlu diturunkan mencapai 10%. Permasalahan gizi ini tentunya akan mempengaruhi kondisi fisik dan mental anak di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Perencanaan kehamilan yang baik dan pengetahuan yang baik dari orang tua menjadi bekal yang penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pasangan suami istri tidak hanya merencanakan waktu kehamilan, tapi juga membuat perencanaan bagi kehidupan calon anak mereka. Seperti pendidikan, kesehatan, gizi, dan hal-hal lainnya yang akan dilalui sang anak setelah dilahirkan.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 66 Tahun 2014, tentang Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu faktor gizi, faktor pelayanan kesehatan, faktor lingkungan baik fisik maupun sosial, dan faktor perilaku. Faktor tersebut perlu dikendalikan sejak anak dilahirkan melalui peran orang tua dan tenaga kesehatan di Puskesmas dan Posyandu. Hal ini bertujuan agar proses tumbuh kembang anak menjadi optimal.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki usia sekolah, anak memiliki pergaulan yang lebih luas. Tidak hanya di rumah, anak juga mulai aktif berinteraksi di sekolah dan ruang publik. Suasana rumah, sekolah, dan ruang publik harus ramah anak. Namun kenyataannya saat ini, suasana rumah pun tidak layak bagi anak. Seperti yang pernah disampaikan Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Ninik Rahayu, S.H., M.S., Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi kasus kekerasan tertinggi yang dialami anak.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan lainnya yang dialami anak di rumah adalah ketidakharmonisan hubungan orang tua. Penelitian dari <em>University of Sussex</em> yang disponsori oleh Departemen Tenaga Kerja Inggris membandingkan kondisi anak yang hidup dalam keluarga harmonis dan tidak harmonis. Orang tua yang sering bertengkar memiliki perilaku yang agresif terhadap anak dan kurang memperhatikan kebutuhannya. Anak yang sering terpapar konflik keluarga dalam jangka waktu yang cukup lama akan tumbuh menjadi orang yang berperilaku agresif dan cenderung kasar. Selain itu, mereka juga memiliki rasa percaya diri yang rendah, mudah depresi, dan cemas. Dalam bidang akademik, anak kurang bisa bersaing dan optimis, sehingga dapat mempengaruhi kesuksesannya di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kondisi sekolah dan ruang publik juga sangat memprihatinkan. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Komisi Nasional (Komnas) Anak tahun 2015 mencatat 62% kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan keluarga dan sekolah. Selebihnya 38% kasus terjadi di ruang publik. Pelaku-pelaku kekerasan anak bukan hanya orang asing saja, bahkan banyak kasus kekerasan dilakukan oleh orang terdekat mereka. Seperti ayah, guru, paman, tetangga, saudara, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Keluarga, guru, dan masyarakat di lingkungan sekitar memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak. Anak membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk memaksimalkan proses tumbuh kembangnya. Selain itu, peran serta lembaga pemerintahan juga sangat dibutuhkan dalam menentukan kebijakan dan regulasi yang pro terhadap anak. Seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komnas Perlindungan Anak, dan berbagai lembaga perlindungan anak lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kerjasama dari berbagai elemen masyarakat, maka cita-cita besar kita untuk membentuk lingkungan ramah anak akan tercipta. Lingkungan ramah anak ini sudah sepatutnya kita perjuangkan bersama. Seperti yang kita pahami bahwa anak adalah wajah masa depan bangsa. Bayi dan balita yang lahir tahun ini, akan menjadi penduduk usia produktif di tahun 2045. Anak usia 7-19 tahun di tahun ini, akan berusia 35-47 di tahun 2045 yang artinya akan menguasai pasar kerja di Indonesia. Jika ingin menciptakan Indonesia emas di usianya yang ke-100, maka sudah sepantasnya bagi kita untuk memperjuangkan pertumbuhan dan perkembangan anak saat ini dengan pantas dan strategis. Hal ini sebagai bagian dari usaha untuk menjayakan Indonesia di tahun 2045.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nur Ahlina Hanifah, Kepala Departemen Keperempuanan KAMMI Komisariat Unmul.<br></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lika-liku Peserta MTQMN, Menang Kalah Hal Lumrah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-peserta-mtqmn-menang-kalah-hal-lumrah/baca </link>
<guid> lika-liku-peserta-mtqmn-menang-kalah-hal-lumrah </guid>
<pubDate> Tue, 08 Aug 2017 01:00:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhammad Miftahul Ihsan, Juara Harapan 1 cabang lomba Tilawatil Quran dalam ajang MTQMN. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-peserta-mtqmn-menang-kalah-hal-lumrah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sPwmQAeq9U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lika-liku Peserta MTQMN, Menang Kalah Hal Lumrah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dua universitas besar di Malang, Jawa Timur baru saja sukses menjadi tuan rumah untuk Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN). Digelar pada 28 Juli hingga 3 Agustus lalu, Universitas Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) menjadi tempat seluruh kafilah dari tiap universitas se-Indonesia untuk berlomba. Diadakan tiap dua tahun sekali, MTQMN ini berhasil mengumpulkan 3000 mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini merupakan tahun ke-15 MTQMN digelar. Unmul sebagai universitas tertua di Kalimantan tak pernah absen mengirimkan kafilahnya. Sebanyak 24 mahasiswa yang terpilih diterbangkan untuk turut berpatisipasi dalam ajang besar ini.</p><p style="text-align: justify;">Dari sekitar 12 cabang lomba yang diikuti, kafilah ini pulang dengan membawa Juara Harapan 1 cabang lomba Tilawatil Quran. Muhammad Miftahul Ihsan, mahasiswa angkatan 2015 menjadi satu-satunya yang berhasil meraih gelar juara. Ihsan mengaku, sejak kelas 5 SD ia sudah aktif mengikuti perlombaan MTQ umum. Sedang MTQMN ini merupakan perlombaan MTQ tingkat mahasiswa yang pertama kali ia ikuti.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa jurusan Pendidikan Bimbingan Konseling ini bersaing dengan sekitar 284 peserta lainnya dalam cabang Tilwatil Quran. Tentu, menjadi pengalaman tersendiri baginya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Senang bisa kumpul dengan teman-teman seluruh Indonesia. Bisa belajar bersama,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Banyaknya cabang lomba yang dilaksanakan tentu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Menurut pria yang pernah meraih juara dua dalam lomba MTQ Provinsi Kaltim 2017 itu, tiap cabang lomba memiliki nilai keunikannya masing-masing. Menurutnya, perlombaan ini menjadi wadah untuk mahasiswa mengeksplor bakat yang dimilikinya.</p><p style="text-align: justify;">Ihsan yang mengikuti perlombaan di UB, rupanya sempat merasa <em>down</em> sebelum perlombaan. Pasalnya, ada data dirinya yang keliru.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Salah tanggal lahir, yang di-<em>upload</em> 2015, seharusnya 1997. Padahal pengumuman <em>list</em> peserta dari pusat sudah <em>fix</em>. Nama saya enggak tercantum, jadi enggak boleh tampil,&quot; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, berkat koordinasi yang terus digencarkan pihak Unmul dengan panitia, akhirnya Ihsan bisa mulus mengikuti lomba.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berliku-liku pokoknya, banyak rintangan,&quot; ucapnya mengenang perjuangannya saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Hanya mendapatkan satu gelar juara, hal ini dirasa menjadi evaluasi bagi Ihsan. Ibarat siapkan senjata sebelum terjun ke medan perang, kafilah dari universitas lain dirasa mantap dari segi persiapan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kafilah lain lebih matang. Sehingga banyak teman-teman Unmul yang gugur di fase penyisihan,&quot; ungkapnya menyayangkan.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Ihsan, Lukman yang mengikuti cabang lomba Qiraah Sab&apos;ah menyatakan hal yang sama. Minimnya persiapan untuk latihan, jadi faktor utama tak maksimalnya hasil yang didapat. Rentan waktu antara <em>training center</em> dengan pelaksanaan MTQMN begitu singkat, yaitu hanya satu bulan. Setelah sebelumnya diadakan MTQN tingkat universitas pada awal bulan Mei lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mestinya satu tahun lah persiapannya,&quot; katanya menegaskan.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa jurusan Teknik Kimia ini menolak jika dikatakan kecewa dengan pencapaian yang diraih dalam ajang MTQMN. Baginya menang kalah merupakan hal yang lumrah. Dalam setiap kompetensi, tentu ada menang maupun kalah.</p><p style="text-align: justify;">Selain <em>training center</em> yang dilakukan kurang, Lukman menambahkan bahwa sistem penjaringan mahasiswa juga perlu diperhatikan. Unmul harus lebih peka melihat bakat yang dimiliki mahasiswanya. Menurut Lukman, ada baiknya jika jauh-jauh hari Unmul sudah memiliki data mahasiswa yang bisa diikutkan perlombaan. Sehingga, selebihnya tinggal fokus memoles bakat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lukman merasa hal ini tidak mendapat evaluasi dari pihak kampus, terutama terkait kepesertaan. Ia menyatakan semestinya dengan seringnya Unmul berpartisipasi dalam ajang MTQMN, harusnya lebih berpengalaman dan matang mempersiapkan segala yang berkaitan. Ia pun menginginkan pergerakan Unmul tidak selalu monoton dalam hal ini.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Ihsan, Lukman yang mengikuti perlombaan di UM ini merasa bertanding di kancah nasional merupakan sebuah tantangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena ini tingkat nasional, jadi otomatis qari nasional juga ikut dan menambah seri kompetisi yang ada,&quot;ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam persiapan cabang lomba Tilawah, Tartil, Qiraah Sab&rsquo;ah, serta Hafalan 5 dan 10 juz, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Sri Wahyuni, ambil andil untuk melatih.<strong><em>&nbsp;(adl/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Juara Pilmapres, Apri akan Bertolak ke Pulau Rempah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-juara-pilmapres-apri-akan-bertolak-ke-pulau-rempah/baca </link>
<guid> tak-juara-pilmapres-apri-akan-bertolak-ke-pulau-rempah </guid>
<pubDate> Wed, 09 Aug 2017 00:45:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apri Pujiontama Purba dari Fakultas Pertanian terpilih mewakili Unmul dalam Pilmapres. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-juara-pilmapres-apri-akan-bertolak-ke-pulau-rempah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fxcBw2XKPL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Juara Pilmapres, Apri akan Bertolak ke Pulau Rempah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Setelah sukses digelar di Surabaya pada Juli lalu, juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2017 akhirnya diraih Wyncent Halim, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Lantas bagaimana dengan Unmul? Sama seperti universitas lainnya, Unmul juga mengirimkan wakilnya di ajang bergengsi ini. Ialah Apri Pujiontama Purba dari Fakultas Pertanian terpilih mewakili Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Namun apa hendak dikata, sampai saat ini Unmul belum bisa naik podium juara. Meskipun sudah melakukan persiapan cukup baik, nyatanya masih belum membuahkan hasil. Apri saat dihubungi melalui pesan singkat, Minggu (6/8) mengungkapkan seleksi Pilmapres Nasional ini terbagi dalam 3. Yakni, pemaparan karya tulis di depan juri, wawancara dalam Bahasa Inggris, dan penilaian IPK serta prestasi, lalu di ranking dari total hasil nilai yang didapat.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pria yang lahir 18 April 1996 ini, ada beberapa faktor yang sebabkan ia tak berhasil dalam ajang besar tersebut. Di antaranya, pengalaman berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan jumlah prestasi dinilai masih kurang ketimbang peserta lain. Tercatat Apri hanya membawa 8 prestasi terbaiknya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai dukungan dari pihak fakultas maupun universitas, Apri mengungkapkan semua begitu respek. Namun, sangat disayangkan hasilnya tak maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Meski, Apri tak berhasil peroleh juara, ia masih tak menyangka bisa berada di posisi tersebut, menjadi Mawapres Unmul. Mewakili Faperta untuk kali pertama, ia merasa begitu bersyukur. Selain pengalaman, ia juga peroleh teman baru.</p><p style="text-align: justify;">Seusai pilmapres, anak pertama dari empat bersaudara ini disibukkan dengan kegiatan KKN yang berlokasi di Desa Loa Pari, Tenggarong Seberang. Di balik itu, ia tengah bersiap menuju Pulau Rempah, Maluku.</p><p style="text-align: justify;">Apri bersama rekannya, Herlan FKIP Geografi 2015, terpilih mewakili Unmul, dalam kegiatan Ekspedisi Jalur Rempah di Provinsi Maluku. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan divisi sejarah Universitas Indonesia, dan tak bersifat kompetitif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kegiatan ini lebih ke penelitian dan eksplore, tapi pesertanya diseleksi menurut kebutuhan dan bidang kemampuan sesuai kriteria panitia, kebetulan saya terpilih,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain giat dalam penelitian ilmiah, Apri juga tercatat aktif dalam organisasi mahasiswa (ormawa). Seperti BEM Faperta, Himpunan Mahasiswa Agribisnis dan Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat (Himagrikom), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Faperta&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pria yang bermoto <em>Ora et Labora&nbsp;</em>itu berpesan untuk Mawapres Unmul selanjutnya, agar menjalin komunikasi dan relasi dengan baik, belajar kekalahan dan kelemahan dari mawapres terdahulu. Sedangkan Unmul, lebih gencar lakukan sosialisasi pilmapres. Selain itu, jalin kerja sama dengan ormawa, baik BEM KM, BEM fakultas atapun UKM.</p><p style="text-align: justify;">Apri pun berharap panitia pelaksana Pilmapres Nasional dapat memberikan hasil rekapitulasi dan evaluasi kepada Unmul sebagai bahan pertimbangan ke depan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Akui Persiapan Tak Matang</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, La Hasan turut menanggapi. Ia berharap bibit&ndash;bibit dari fakultas memang benar-benar sudah paling bagus, begitu pun saat di tingkat universitas. Perlu adanya bimbingan intensif dari tim pendamping juga pembimbing yang sudah berpengalaman, baik itu karya ilmiah, dan masalah umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paling tidak, sudah ada bayangan apa yang menjadi kriteria penilaian dan persiapan yang baik, mestinya jauh-jauh hari. Kita persiapan yang kurang,&quot; ucapnya kepada <em>Sketsa</em>, (8/8).</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi <em>runner up</em> asal Samarinda yang kuliah di Universitas Indonesia (UI), Yudistira Oktaviandie, menurut Hasan tergantung orangnya. Meski, orang Samarinda dan berkuliah di UI, itu membuktikan sejak awal dia memang siswa berprestasi dan mampu bersaing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya kita sudah baik, kita perlu evaluasi bagaimana kekurangan dan kelemahannya sehingga ke depannya kita bisa perbaiki,&quot; pungkas Hasan.<em><strong>(</strong></em><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>wil/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Maksimal di Dua Ajang Nasional, Unmul Mesti Petik Pelajaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-maksimal-di-dua-ajang-nasional-unmul-mesti-petik-pelajaran/baca </link>
<guid> tak-maksimal-di-dua-ajang-nasional-unmul-mesti-petik-pelajaran </guid>
<pubDate> Wed, 09 Aug 2017 15:32:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (MPI), La Hasan mengakui persiapan dan pembinaan MTQMN masih kurang. (Foto: Maliki William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-maksimal-di-dua-ajang-nasional-unmul-mesti-petik-pelajaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EmwqmOUNSf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Maksimal di Dua Ajang Nasional, Unmul Mesti Petik Pelajaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Perwakilan Unmul dalam Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke-15 di Malang, Miftahul Ihsan berhasil meraih juara harapan 1 cabang lomba Tilawatil Quran. Unmul patut berbangga karena salah satu mahasiswanya dapat membawa pulang gelar juara. Namun, prestasi tersebut belum dapat diwujudkan untuk 12 cabang lomba yang lain. Hal ini pun jadi evaluasi ke depannya untuk Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa</em>, Selasa (8/8) Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (MPI), La Hasan yang hadir dalam penutupan MTQMN mengakui persiapan dan pembinaan menjelang perlombaan masih kurang. Menurutnya, penjaringan peserta oleh fakultas harusnya jauh hari sebelum MTQMN dilaksanakan. Maka, pembinaan untuk peserta juga lebih matang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setidaknya Unmul akan lebih siap, jika bimbingan dilakukan jauh sebelum lomba diadakan, walaupun bimbingan tersebut tidak setiap hari,&rdquo; terangnya. Pembinaan dan pelatihan para peserta baru dilaksanakan pada awal Juli. Ini sama halnya, dengan ajang Pilmapres Nasional 2017, bahkan Unmul tak berhasil sabet juara.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-juara-pilmapres-apri-akan-bertolak-ke-pulau-rempah/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-juara-pilmapres-apri-akan-bertolak-ke-pulau-rempah/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Ari Wibowo Staf Sub Bagian Minat, Penalaran, Informasi Kemahasiswaan dan Alumni juga ikut mendampingi rombongan peserta. Ia menjelaskan proses persiapan lomba yang dilakukan. Mahasiswa yang lolos penjaringan dari tiap fakultas akan dimasukkan ke <em>Training Center</em> sesuai cabang lomba yang diikuti.</p><p style="text-align: justify;">Menyadari hasil tak maksimal, juga karena pesaing lomba cukup berat. Sebab, di universitas lain memang turunkan qari dan qariah terbaiknya. Sedang Unmul, pesertanya adalah seleksi tiap fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ari, setelah sebarkan informasi perlombaan ke tiap fakultas, lalu fakultas akan kirimkan timnya. Tim ini dinilai langsung dewan juri. Hampir semua dewan juri pun berasal dari Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang jelas, para birokrat yang mendampingi terus memberikan dukungan moral kepada peserta,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika <em>Sketsa</em> mencoba konfirmasi berapa banyak dana yang telah dihabiskan untuk keperluan akomodasi dan lainnya, tak ada yang bisa menjelaskan. Malah saling lempar tangan. Namun Hasan mengatakan tak semua dana dari universitas, beberapa fakultas juga turut andil.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui 12 cabang tersebut antara lain, Tilawatil Quran, Tartil Quran, Qiraah Sab&apos;an, Hifzhil Quran, Fahmil Quran, Syahril Quran, Khaththil Quran, Desain aplikasi komputer Alquran, serta Karya Tulis dan Debat Ilmiah Kandungan Alquran. Adapun rombongan terdiri 24 peserta, 8 pelatih, Wakil Rektor III, Wakil Dekan III FKIP beserta beberapa dosen agama Islam Unmul. <em><strong>(pil/jdj)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prasasti Mulawarman, Tekankan Konsep Entertain dan Educate </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prasasti-mulawarman-tekankan-konsep-entertain-dan-educate/baca </link>
<guid> prasasti-mulawarman-tekankan-konsep-entertain-dan-educate </guid>
<pubDate> Thu, 10 Aug 2017 13:52:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB) tahun ini berganti nama menjadi PRASASTI Mulawarman. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prasasti-mulawarman-tekankan-konsep-entertain-dan-educate/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o2aZaSvXXZ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Prasasti Mulawarman, Tekankan Konsep Entertain dan Educate</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>  Sambut mahasiswa baru (maba), merupakan agenda tiap tahun. Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB) tahun ini berganti nama menjadi PRASASTI Mulawarman. Prasasti singkatan dari Persembahan Rangkaian Safari Almamater dan Akselerasi Adaptasi Universitas Mulawarman. Kini, panitia penyelenggara tengah lakukan <em>open recruitment,&nbsp;</em>sebagian dari delegasi UKM, juga pendaftaran baik <em>offline</em> dan <em>online.</em></p><p style="text-align: justify;">Tercatat 98 orang delegasi dan sekitar 145 telah mendaftar <em>online.&nbsp;</em>Sejatinya, tidak ada yang berbeda antara PAMB dan PRASASTI, hanya pergantian nama.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Persiapan ini memang diminta dari rektor, dengan harapan akreditasi Unmul yang A ini, suasana di kampus kita diusahakan dapat semakin positif,&quot; ujar Ketua Panitia Prasasti, Prasetya Agusti, saat ditemui awak <em>Sketsa&nbsp;</em>(6/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Pras sapaan mahasiswa Fakultas Farmasi itu, nama Prasasti Mulawarman diadopsi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Selain itu, juga merujuk pada beberapa universitas di luar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang universitas di luar sana menggunakan nama-nama yang ikonik, seperti Universitas Brawijaya yaitu Raja Brawijaya,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Pergantian nama ini selain berkesan juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi maba nantinya. Berkaca dari tahun sebelumnya, PRASASTI Mulawarman mengedepankan konsep <em>entertaining&nbsp;</em>dan <em>educating</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebelumnya, mahasiswa hanya menonton saja namun tidak mendapat kesan dari PAMB. Jadi, tahun ini begitu banyaknya <em>style</em> dari berbagai UKM di Unmul, kita coba ramu dan kolaborasikan agar lebih <em>entertaining</em> dan <em>educating,</em>&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tentunya, lebih memudahkan teman-teman memperkenalkan UKM mereka, agar mahasiswa betah dengan agenda nanti dan bisa meningkatkan potensinya,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dai itu, setiap tahunnya PAMB selalu mendapati masalah, seperti <em>walkout</em> dan <em>miscommunication.</em> Menanggapi hal ini, panitia sudah mengantisipasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sederhana yang penting komunikasi intensif dengan BEM fakultas. Salah satu faktor terjadinya <em>walk out,</em> karena peserta merasa sudah tidak nyaman, jadi agendanya kita buat lebih <em>entertaining,</em>&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan begitu, panitia optimis mahasiswa akan lebih betah saat acara nanti. Perihal tanggal pelaksanaan, belum ditentukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari pertemuan awal dengan rektor, akan dilaksanakan akhir Agustus dan awal Sepetember, namun belum ada komunikasi lebih lanjut,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedang sistemnya pelaksanaannya berbeda. &quot;Tahun ini di balik, jadi PAMB fakultas dulu, lalu universitas (Prasasti Mulawarman) selang waktunya seminggu,&quot; pungkas Pras. <strong><em>(kus/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Ketinggalan, KTM Perbarui Tiap Tahun Ajaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-ketinggalan-ktm-perbarui-tiap-tahun-ajaran/baca </link>
<guid> unmul-ketinggalan-ktm-perbarui-tiap-tahun-ajaran </guid>
<pubDate> Fri, 11 Aug 2017 02:26:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul baru maupun lama, masuk tahun ajaran baru mesti perbarui KTM. (Foto: Diyah Hariyani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-ketinggalan-ktm-perbarui-tiap-tahun-ajaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zydLkVfcJV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Ketinggalan, KTM Perbarui Tiap Tahun Ajaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Para pengenyam pendidikan tinggi pasti diwajibkan memiliki tanda pengenal, yakni Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Dalam penerapannya di Unmul, KTM harus diperbarui tiap tahun ajaran baru atau semester ganjil. Dengan menyerahkan bukti registrasi dari Sistem Informasi Akademik (SIA) Unmul, mahasiswa bisa mendapatkan kertas tipis yang dilaminating itu.</p><p style="text-align: justify;">Baik mahasiswa lama dan baru wajib, mengurus KTM. Mereka harus mengantre di ruangan yang tergolong kecil, jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa Unmul. Padahal jika melirik di universitas lain, pembuatan KTM justru hanya dilakukan sekali, selama mahasiswa tercatat aktif di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Layaknya e-KTP, KTM pun mampu berwujud elektronik yang dapat dwifungsi menjadi ATM (Anjungan Tunai Mandiri) guna transaksi uang kuliah. Beberapa perguruan tinggi pun telah terapkan KTM elektronik tersebut, dan sebagian besar berada di Jawa. Namun, setelah <em>Sketsa</em> telusuri, ternyata ada universitas di Samarinda yang terapkan juga, yakni Institut Agama Islam Negeri (IAIN), sedang Politeknik Negeri Samarinda hanya berupa KTM sekali selama berkuliah.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Selasa (8/8) Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan La Hasan mengatakan jika itu diterapkan di Unmul harus melalui pertimbangan mendalam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau (KTM) sekali selama jadi mahasiswa, kita pikirkan lagi, apa dampak positif dan negatifnya? Kalau saya pribadi, setuju KTM sekali selama kuliah, bahkan katanya sekaligus ATM,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, hal ini pernah dibahas beberapa tahun lalu saat, ia belum menjabat. &quot;Dulu sepertinya sudah pernah sosialisasi mengenai itu, tapi belum direspons. Jadi, kalau mau merencakan ulang harus dibahas kembali dengan fakultas, juga saran dan dukungan mahasiswa,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, peran KTM hanya memonitor mahasiswa yang aktif. Pun pembaharuan KTM tiap semester ganjil merupakan tradisi lama yang turun-menurun. Hasan pun tak tahu-menahu berapa anggaran yang dikucurkan untuk pembaharuan KTM ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika bisa direalisasikan, anggaran untuk pembaruan atau pembuatan KTM tiap tahun bisa dialokasikan untuk kegiatan lain,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendala lain, kata Hasan adalah karena teknologi informasi (TI) Unmul yang masih minim. Menengok, universitas muda di luar sana, yang terapkan dulu, mestinya ini jadi motivasi Unmul. Sebab, Unmul kini tak sekuno dulu.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Eko Ridho Alreza mahasiswa Sastra Inggris mengaku belum membuat KTM tahun ini, lantaran sesaknya mahasiswa memenuhi tempat pembuatan KTM. &quot;Setiap tahun ngurus KTM, mendingan nitip saja nanti. Sebab ngeri jika harus berdesakan dengan banyak mahasiswa lainnya,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Disadari, fungsi KTM di kampus hijau yang mau tak mau harus diperbarui setiap tahun. Alhasil, bagi mahasiswa yang tak kunjung pergi, jadilah kolektor KTM sejati. Eko mengaku 6 KTM telah dikantonginya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;KTM satu saja cukup kalau hanya untuk sebagai identitas. Selain efisien waktu, lebih efisien ruang dan juga sumber daya baik SDM serta SDA. Sayang, jika selalu buang-buang kertas dan tinta hanya memperbanyak sampah,&quot; ujar mahasiswa angkatan 2011 itu kepada <em>Sketsa</em> (8/8).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Eko, Unmul seakan menolak maju, karena tak berinovasi terapkan KTM elektronik. Di sisi lain, pembuatan KTM di masa liburan ini mengusik mahasiswa. Begitu pula menurut Muhamad Taufik Noor. Mahasiswa Fakultas Kehutanan ini mengaku, liburannya terpotong karena harus berurusan dengan KTM.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan panjang dari kampung dan kembali ke kampus hanya demi tanda pengenal itu, di lakukan tiap tahun. Tenaga dan biaya jadi keharusan yang mesti dikeluarkan lagi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seharusnya ada aturan khusus dan ketegasan untuk pembuatan KTM, boleh nitip atau tidak. Saya juga kepingin nitip tapi was-was, sebab tidak ada kejelasan (aturan),&quot; ungkap Taufik. Oleh karenanya, mahasiswa 2015 ini setuju jika sistem KTM hanya sekali. <strong><em>(snh/dyh/krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dialog Bisu untuk Negeri(ku) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dialog-bisu-untuk-negeriku/baca </link>
<guid> dialog-bisu-untuk-negeriku </guid>
<pubDate> Sat, 12 Aug 2017 02:25:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Awaliyah Nur Annisa, mahasiswi FIB 2015. (Sumber foto: cirebontrust.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dialog-bisu-untuk-negeriku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RPUaLzejfI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dialog Bisu untuk Negeri(ku)</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Selamat datang di Negeriku..<br>Negeri gembur di bawah payung khatulistiwa..<br>Primadona zamrud hijau dunia<br>Ratna mutu manikam tiada dua<br><br></p><p style="text-align: justify;">Selamat datang di Negeriku..<br>Pertiwi subur bak permadani hijau luas terhampar<br>Surga dunia di kaki horizon biru yang ditembusi surya luah-melimpah<br>Membuat hijau pucuk jambu sesak mengisi ruas-ruas batangnya<br><br></p><p style="text-align: justify;">Kawan, ini Negeriku..<br>Juga Negeri tempat ratusan endemik langka hidup beranak pinak<br>Rumah segala macam kekayaan yang tak bisa dihitung luar kepala</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Negeriku ini negeri maritim kawan..<br>Garis pantainya melajur berjajar di inci tanahnya<br>Pori lautan yang menyimpan gerombol tuna yang mahal<br>Gugusan terumbu karang luas merentang<br>Tapi anehnya.. <br>Baru-baru ini sampai di pendengaranku..<br>Anak-anak tanggung berkaki telanjang tidak kenal aksara<br>Lelaki bungkuk veteran perbatasan mati sengsara<br>Janda dengan dua anak terpaksa tinggal di rumah bekas etawa<br>Bocah pesisir gagal pergi sekolah, karena harus menjala<br>Kadang aku menggugat, sebenarnya ini tanah surga atau tanah derita<br>Karena,<br>Sehari.. sebulan.. setahun.. bertahun-tahun..<br>Harapan tentang derita yang mungkin akan karam,<br>Rupanya hanya mimpi belaka,<br>Orasi yang digaungkan tanpa guna,<br>Karena persoalan negeri ini makin lama makin menyiksa,<br>Yang kuasa seperti ambil alih atas yang biasa,<br>Aparatur negara menjadi panggung gelak tawa.<br>Lantas, Ini negara atau panggung sandiwara?</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Awaliah Nur Annisa mahasiswi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya 2015</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masih Rindu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/masih-rindu/baca </link>
<guid> masih-rindu </guid>
<pubDate> Sat, 12 Aug 2017 23:40:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi rindu yang ditulis oleh Muhammad Imaduddin Nur Ichsan mahasiswa Pendidikan Dokter Umum FK Unmul 2015 (Sumber foto: deviantart.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/masih-rindu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9AXSHvruuI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masih Rindu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Lembayung menyisip awan putih menggurat langit biru<br>Semilir angin menggebu seakan berbisik bahwa ia rindu<br>Ku dapati engkau berangkat dari sendu kala itu<br>Beralih awan pekat nan gelap<br>Datang kemari tanpa terduga<br>Yang ku perhatikan, hanya senyum kuat terpapar lembut<br>Meski aliran sungai di sebelah kita terus menuju hilir<br>Memang seperti itu adanya<br>Ia sabar, ia tenang<br>Ingar bingar tatapan mata yang acap kali tak lepas dari ingatanku<br>Apa yang bisa menggambarkan cantiknya cantik? Iya, kamu<br>Dik, tersenyum lah kembali, aku rindu senyum itu<br><br><em><strong>Ditulis oleh Muhammad Imaduddin Nur Ichsan mahasiswa Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Unmul 2015</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Elegi Gerakan Reformasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/elegi-gerakan-reformasi/baca </link>
<guid> elegi-gerakan-reformasi </guid>
<pubDate> Mon, 14 Aug 2017 01:45:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi oleh Mayang Sari, mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional 2013. (Sumber foto: www.intelijen.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/elegi-gerakan-reformasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BBtqfmYvdY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Elegi Gerakan Reformasi</h1>
			              </header>
			              <p>1998 momentum sakral</p><p>Yang kau sebut sebagai perjuangan telah terbayar</p><p>Terlepas dari diktator handal, bangsa ini menghirup udara segar</p><p>Namun, napas perjuangan janganlah usai</p><p>Karena kini, rezim pun berevolusi</p><p>Dengan warna-warni rekonstruksi duniawi</p><p>Dihelat berbagai budaya moderat</p><p>Hingga terlupa, terlena, dan terjerat</p><p><br></p><p>Riwayatmu kini..</p><p>Bangsa nelangsa dibuatnya</p><p>Sejarah yang terlukis air mata dan darah</p><p>terkikis oleh yang apatis</p><p>Atau materialis dengan pikiran praktis</p><p>Euphoria reformasi, Gerakmu kini..</p><p>Bagai dilema tak kunjung usai</p><p>Demokrasi katanya..</p><p>Faktanya..</p><p>Bisik-bisik yang mengusik telah ditilik</p><p>Pekatnya sekat terdapat, terendus..</p><p>Pemangku dengan rakyat</p><p>Oleh kepentingan konglomerat</p><p>Di balik siasat yang katanya wakil pun atas nama rakyat</p><p>Suara rakyat yang tertindas, kau perjuangkan</p><p><br></p><p>Reformasi, geliatmu kini..</p><p>Tak bisa dipungkiri maraknya politisasi</p><p>Yang &nbsp;mendominasi</p><p>Sudikah kau tuk mengakui?</p><p>Kebatilan-kebatilan yang tersembunyi</p><p>Apik terlindungi, bersemayam abadi</p><p>Akar korupsi diladang kompetisi, kursi panas politisi</p><p>Indonesia wajahmu kini..</p><p>Pemudanya terlena eksistensi era digitalisasi</p><p>Tantangan besar pejuang reformasi</p><p>Melawan lupa muruah para pendiri</p><p>Tak sudi rakyat dikebiri</p><p>Kuasa intimidasi anti kritik</p><p>Bersuara dibungkam dan terancam</p><p>Peraturan pencekik nan menggelitik</p><p>Reformasi kini..</p><p>Tak beda orba yang menggelayut</p><p><br></p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh</strong>&nbsp;<strong>Mayang Sari, mahasiswi&nbsp;</strong></em><strong><em>Ilmu Hubungan Internasional, FISIP 2013</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Website Kampus Kudet, Ketua ICT: Kami Cuma Penyedia Jasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/website-kampus-kudet-ketua-ict-kami-cuma-penyedia-jasa/baca </link>
<guid> website-kampus-kudet-ketua-ict-kami-cuma-penyedia-jasa </guid>
<pubDate> Tue, 15 Aug 2017 02:13:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Information Center and Technology (ICT) Unmul Zainal Arifin menyatakan pihaknya hanya sebagai penyedia infrastruktur jaringan. (Foto: Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/website-kampus-kudet-ketua-ict-kami-cuma-penyedia-jasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tZPHbwAhKV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Website Kampus Kudet, Ketua ICT: Kami Cuma Penyedia Jasa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Perkembangan teknologi yang semakin pesat agaknya tidak berlaku di Unmul. Setelah soal sistem Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang ketinggalan dengan kampus lain, ada pula <em>website&nbsp;</em>kampus dengan tampilan zaman dulunya. Dari pantauan <em>Sketsa</em> hanya, beberapa fakultas saja yang telah meng-<em>upgrade website-</em>nya. Sisanya, bahkan tak meng-<em>update</em> kabar terbaru fakultasnya. Adapun lima fakultas yang belum <em>upgrade</em>, yakni Teknik, Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, dan Ilmu Budaya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini, Ketua Information Center and Technology (ICT) Unmul Zainal Arifin menyatakan pihaknya hanya sebagai penyedia infrastruktur jaringan, menyediakan konten aplikasi, dan menyediakan aplikasi yang didukung oleh menjemen servis. Untuk <em>website</em> fakultas, dengan tegas Zainal mengatakan bahwa itu di luar tugas dan tanggung jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau di fakultas beda-beda lagi, kita ini ibarat centralnya. Kita sudah bagikan masing-masing, tinggal fakultas yang bertugas mengelola sendiri, istilahnya rumah tangganya sendiri.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau misalnya ada <em>website</em>, oke itu daftarnya di kami, ya kami kaya <em>provider</em>-lah, minta ke kami <em>domain</em> apa, jadi sudah, siapa pengelolanya, ya humas Unmul. Kami hanya menyediakan nama <em>domain</em> dan <em>space</em>,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Zainal, sebaiknya pihak yang mengelola <em>website</em> adalah orang yang benar-benar paham seluk beluk fakultas, mencari informasi layaknya wartawan, dan bisa mengoperasikan aplikasi di <em>website</em>. Mengenai pelatihan, pihak ICT sudah pernah mengadakan pelatihan, namun menyangkut informasi fakultas, menurutnya lebih baik dilakukan oleh humas Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Secara teknologi kami cuma penyedia jasa layanan teknologi dan internet. Kalau jaringan memang kita kendalanya di fakultas, ketika kita sudah siap di sini, di fakultas tidak menyediakan jaringan yang memadai. Anggaran kami ini cuma sampai di depan fakultas, jadi ketika mereka mau pasang kabel apa, mau pasang tv mau pasang radio, itu urusan rumah tangganya masing-masing. Kalau kami sampai di situ secara anggaran kami gak siap, karena memang anggarannya harus berbagi dengan upt yg lain,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Website</em> fakultas sejatinya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Idealnya website di-<em>update</em> setiap hari, dengan menyediakan kolom-kolom informasi fakultas, informasi prodi, kegiatan-kegiatan mahasiswa dan semua komponen yang ada di fakultas. <em>Website</em> juga seharusnya berstandar internasional, yakni memiliki bahasa selain bahasa Indonesia. Karena pengunjung <em>website</em> bukan hanya dari Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sementara dari hasil <em>Ranking Webometrics of Universities</em>, Unmul bahkan pernah masuk di urutan seratus karena jadi universitas dengan web yang jarang diakses. Dikatakan Zainal, <em>Webomatrics</em> bukanlah acuan, karena salah satu penilaiannya adalah teknologi akan tetapi bukan teknologinya saja. Melainkan apa isi dari teknologi itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Website</em> menyajikan informasi yang bersifat fakta, mungkin banyak orang menilai <em>Webometrics</em> itu cuma menilai web, bukan web dalam arti bagusnya, tapi isi dari web tersebut. Tak etislah orang menilai webnya saja,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini kantor ICT masih menumpang di lantai dua laboratorium Fakultas Farmasi. Selain tidak memiliki gedung sendiri, ICT Unmul masih kekurangan sumber daya manusia, tercatat ICT hanya memiliki 12 pekerja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi IT itu enggak bisa berdiri sendiri, harus kolaboratif, ada seksi kebijakan, seksi teknis, seksi regulasi dan seksi anggaran. IT mau canggih tapi kalau nggak punya anggarankan nggak bisa, jadi anggaran berbasis teknologi bisa kita sediakan teknologi besar, mau teknologi besar anggaran nggak besar, nggak bisa,&rdquo; pungkas dosen Ilmu Komputer FKTI itu.</p><p style="text-align: justify;">Unmul kini tengah didukung oleh<em>&nbsp;Islamic Development Bank Loan Project</em> 2016-2019, oleh sebab itu Zainal bercita-cita setelah modernisasi tahun 2020, ICT akan memiliki gedung sendiri yang terletak di dekat Fakultas Kedokteran. Semua basis pelatihan teknologi akan dipusatkan di ICT. <em><strong>(els/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Klinik Etik dan Hukum, Felis: Semoga Bisa Menjadi UKM di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klinik-etik-dan-hukum-felis-semoga-bisa-menjadi-ukm-di-unmul/baca </link>
<guid> klinik-etik-dan-hukum-felis-semoga-bisa-menjadi-ukm-di-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 16 Aug 2017 01:49:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Klinik Etik dan Hukum (KEH) dibentuk. Ini merupakan program pendukung advokasi hakim dan Lembaga Peradilan oleh Komisi Yudisial yang bermitra dengan beberapa universitas, salah satunya Unmul. (Dok. KEH FH Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klinik-etik-dan-hukum-felis-semoga-bisa-menjadi-ukm-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wkvxBrvnUq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Klinik Etik dan Hukum, Felis: Semoga Bisa Menjadi UKM di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Fakultas Hukum Unmul, satu dari 12 PTN di Indonesia yang jadi mitra Komisi Yudisial (KY) dalam program pendukung advokasi hakim dan Lembaga Peradilan. Salah satu kegiatannya, direalisasikan berwujud Klinik Etik dan Hukum disingkat KEH. Tugasnya, menyosialisasikan <em>Contempt of Court</em> (penghinaan lembaga peradilan) kepada masyarakat. Kegiatan itu pun merupakan program wajib KKN Fakultas Hukum (FH) tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di Indonesia, pelecehan terhadap hakim dan pengadilan sering terjadi. Contohnya saja, Hakim Ahmad Taufik merupakan hakim pengadilan agama di Sidoarjo, ditikam saat menyidang perkara perceraian di ruang sidang. Ada juga hakim yang diintimidasi beberapa ormas dan tak jarang mendapatkan tekanan dari berbagai pihak,&quot; beber Febrianus Felis, Ketua KEH kepada Sketsa Minggu (13/8).</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pasal 20 UU no 18 tahun 2011 tentang Komisi Yudisial mempunyai tugas antara lain mengambil langkah terhadap perseorangan, kelompok atau badan hukum yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim.</p><p style="text-align: justify;">Lantaran, basis pengamanan dan pengawasan kepada hakim dan pengadilan belum maksimal, banyak pelecehan dan penghinaan terjadi. Meskipun tugas pokok KY bukan menjaga keamanan hukum, namun hal ini mendorong KY memaksimalkan kebijakan negara, juga demi memperkuat basis pengaman terhadap hakim dan lingkungan pengadilan.</p><p style="text-align: justify;">Pada 27 Mei lalu, Unmul telah merekrut kader-kader KEH dari Fakultas Hukum. Peserta pun diseleksi guna menjaring kader KEH sesuai kriteria. Diperolehlah 25 peserta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Posisi kami saat ini hanya organisasi level Fakultas Hukum,&quot; kata mahasiswa yang akrab dipanggil Felis ini.</p><p style="text-align: justify;">Dibentuk kurang dari 3 bulan, KEH FH pun sudah miliki 4 dosen mentor yang siap membimbing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika kami sudah punya SK dari rektor, kalau Tuhan mengizinkan kami berencana agar ke depannya di Unmul memiliki pengadilan khusus etika,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Terbilang baru, KEH FH sudah punya program yang direncanakan. Mulai dari orientasi dan observasi ke pengadilan negeri, agama, tata usaha negara serta militer.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, akan adapula <em>Focus Group Discussion&nbsp;</em>(FGD) bersama ketua pengadilan, kampanye anti <em>contempt of court</em>, latihan dan simulasi <em>moot court,&nbsp;</em>penyuluhan <em>contempt of court,&nbsp;</em>dan penyuluhan hukum interaktif.</p><p style="text-align: justify;">Felis mengaku sejauh ini beberapa programnya telah terlaksana &nbsp;lancar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sudah melakukan observasi langsung dipengadilan negeri, agama, pengadilan tata usaha negara dan militer baik yang ada di Samarinda maupun Balikpapan,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang, diwacanakan tahun ini, KKN Non Reguler dan Profesi diwajibkan untuk mengikuti salah satu kegiatan KEH, yakni penyuluhan Contempt of Court. Peserta KKN di luar kader KEH, nantinya didampingi kader KEH ketika menyampaikan penyuluhan di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut, pun sudah dengann menyelenggarakan sosialisai sekaligus seminar, bertema Lejitkan Prestasi dan Kualitas Diri di SMA Katholik WR Supratman, pada Sabtu (12/8). Lanjut lagi pada hari ini (15/8) penyuluhan KEH di SMAN 9 Samarinda, oleh KKN Non Reguler, yang diketuai Andre Firana (2014). Felis bersama kader KEH-nya, Regina Bunga Vatiza sebagai pemateri.</p><p style="text-align: justify;">Penyuluhan kali ini mengusung tema Menuju Indonesia dengan Menjaga Martabat dan Keluhuran Pengadilan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Acaranya sukses karena pesertanya sangat antusias, nah agar pemahaman peserta mendalam, kami berikan <em>questions</em> yang berhubungan dengan inti materi,&quot; kata Felis.</p><p style="text-align: justify;">Dibentuknya KEH FH, bukan hanya jadi organisasi belaka, namun wadah yang memahamkan pentingnya pengadilan dalam lingkungan bermasyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pesan saya kepada warga samarinda biarkanlah pengadilan menjdi tempat mencari kebenaran dan keadilan atas dasar fakta hukum bukan mencari kemenangan atas dasar kapitalisme (kepentingan pribadi),&quot; ujar Felis mewanti-wanti.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapan kami ke depannya bagaimana agar rektor bisa mempertimbangkan kegiatan positif, yang kami lakukan dan posisi kami bisa menjadi salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Unmul,&quot; timpalnya mengakhiri.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat misi KEH yakni meningkatkan kepercayaan publik, terhadap haki, juga menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim serta pengadilan melalui advokasi hakim. Bisa dipastikan KEH FH Unmul akan sukses melalui program yang telah diusungnya tersebut. Tidak salah jika, KEH FH suatu saat nanti menjadi satu dari banyaknya UKM Unmul. <strong><em>(dyh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Pakai e-KTM? Ketua ICT: Bukan Perkara IT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-pakai-e-ktm-ketua-ict-bukan-perkara-it/baca </link>
<guid> unmul-pakai-e-ktm-ketua-ict-bukan-perkara-it </guid>
<pubDate> Wed, 16 Aug 2017 12:18:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Information Center and Technology (ICT) Unmul, Zainal Arifin menyatakan dengan tegas bahwa KTM elektronik tidak ada hubungannya dengan IT. (Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-pakai-e-ktm-ketua-ict-bukan-perkara-it/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q90y8EmQ31.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Pakai e-KTM? Ketua ICT: Bukan Perkara IT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Masa pembuatan kartu tanda mahasiswa (KTM), masih berlangsung hingga akhir Agustus nanti. <span>Dalam penerapannya di Unmul, KTM harus diperbarui tiap tahun ajaran baru atau semester ganjil. Namun,<span>&nbsp;jika melirik di universitas lain, pembuatan KTM justru dilakukan sekali, bahkan adapula yang terapkan KTM sebagai ATM.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-ketinggalan-ktm-perbarui-tiap-tahun-ajaran/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-ketinggalan-ktm-perbarui-tiap-tahun-ajaran/baca</a> )</span></span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, <span>Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)<span>&nbsp;</span></span>La Hasan mengatakan Unmul sempat berencana terapkan KTM elektronik (e-KTM) itu, namun tak kunjung ditindaklanjuti. Kendala IT pun jadi persoalan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Selasa (15/8) pagi Ketua Information Center and Technology (ICT) Unmul, Zainal Arifin menyatakan dengan tegas bahwa KTM elektronik tidak ada hubungannya dengan IT.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya bukan masalah IT, tapi melibatkan pihak ketiga yakni perbankan,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Zainal pun membenarkan, pada 2015 silam salah satu pihak bank pernah mengomunikasikan perihal itu dengan Unmul. Namun, kelanjutannya ia tak menahu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya hanya tau sebatas itu, tindak lanjutnya kan pasti dibicarakan di level pimpinan, pak rektor dan jajarannya,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, jika Unmul menerapkan itu maka akan membutuhkan biaya yang akan ditanggung mahasiswa pula. Selain itu, menentukan bank tidak mudah, karena bank harus memiliki cabang hingga ke pelosok. Sehingga, memudahkan mahasiswa di daerah terpencil. Maka, ini perlu dibahas mendalam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya penerapan itu (KTM eletronik) memungkinkan cuma ya, tergantung regulasi pak rektor lagi,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai ketua ICT, Zainal mengungkapkan bahwa ICT hanya penyedia layanan teknologi, sedangkan pelaksanaannya adalah bagian yang memang membutuhkan seperti BAAK.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui KTM Unmul sekarang, berbentuk kertas tipis yang dilaminating. Jika dulu membayar Rp2000 untuk laminating, sedangkan tahun ini digratiskan, karena masuk dalam bagian UKT.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">KTM dengan bahan seperti itu, rentan rusak, mengakalinya dapat diubah berbahan plastik atau yang dilengkapi <em>magnetic stripe</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, ada dua masalah. Jika ingin beralih sekaligus ATM ini berhadapan dengan pihak bank (eksternal) atau hanya merubahnya ke bahan plastik tadi, berurusan dengan internal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semua tergantung peralatannya (di internal), kalau Unmul memiliki, berarti bisa meregulasi mencetak itu (KTM),&quot; pungkasnya. <strong><em>(snh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jas Merah Kemerdekaan Bangsa Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/jas-merah-kemerdekaan-bangsa-indonesia/baca </link>
<guid> jas-merah-kemerdekaan-bangsa-indonesia </guid>
<pubDate> Thu, 17 Aug 2017 17:53:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia dengan tegas menyatakan kemerdekaannya atas penjajahan dan penindasan daripada negara lain, melalui pidato legendaris Bung Karno. (Sumber ilustrasi: radiosilaturahmi.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/jas-merah-kemerdekaan-bangsa-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dkEvRUbTmi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jas Merah Kemerdekaan Bangsa Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p align="center"><em>&ldquo;Kita cinta damai, namun kita lebih cinta kepada kemerdekaan.&rdquo; &nbsp;</em></p><p align="center"><em>Ir. Soekarno</em></p><p style="text-align: justify;">17 Agustus 1945, bangsa Indonesia dengan tegas menyatakan kemerdekaannya atas penjajahan dan penindasan daripada negara lain, melalui pidato legendaris Bung Karno. Begitu banyaknya warga Jakarta yang hadir pada waktu itu, di samping penyiaran pidato Proklamasi Kemerdekaan melalui siaran radio amatir dan surat kabar ke seluruh penjuru negeri. Tanpa ragu! Meskipun pada saat itu pemerintah kolonial Jepang masih berupaya menahan euforia rakyat Indonesia sebagai akibat kewajibannya untuk menyerahkan negara tercinta ini kepada negara asing (lagi), tidak ada tawar menawar &ndash; harus merdeka.</p><p style="text-align: justify;">Ada begitu banyak pengorbanan yang telah di lakukan para pendahulu kita untuk memperjuangan kemerdekaan bangsa ini. Mari membuka kembali memori kita saat mempelajari sejarah Indonesia: Ingatkah Anda tentang cerita perjuangan Pangeran Diponegoro di tanah Jawa? Atau kisah heroik Kapitan Pattimura di tanah Maluku? Bagaimana dengan kisah seorang tentara PETA bernama Supriyadi? Tulisan ini tidak akan pernah cukup membahas semua kisah heroik tersebut, namun coba pikirkan: Mereka telah menunjukkan jati diri mereka sebagai penghuni bangsa Indonesia, dan apa bukti yang dapat kita berikan?</p><p style="text-align: justify;">Kemerdekaan bangsa ini, perlu kita tegaskan kembali, adalah hasil perjuangan dari seluruh elemen bangsa Indonesia. Bukan milik kaum mayoritas, bukan juga milik kaum minoritas. Apakah kita tidak membayangkan betapa sedihnya para pahlawan bangsa ini ketika melihat generasi penerusnya selalu dalam konflik berkepanjangan? Bukankah para <em>founding fathers&nbsp;</em>bangsa ini telah sepakat untuk memakai semboyan bernama Bhinneka Tunggal Ika (&ldquo;berbeda-beda, tetapi tetap satu&rdquo;)? Apakah kita pantas untuk meragukan kesepakatan itu?</p><p style="text-align: justify;">Kepuasaan terhadap penegakan hukum bangsa ini seringkali pasang surut, tidak ada titik pasti. Ada saja pihak-pihak yang &ldquo;masih belum mengerti&rdquo; tentang keberadaan aturan hukum, bahkan oleh praktisi hukum sendiri. Terlebih, kita seringkali tidak sadar bahwa kita (pernah, atau bahkan sering) melanggar aturan hukum yang telah kita sepakati bersama. Kalau demikian, wahai saudara-saudariku, untuk apa kita lantang menyoroti aturan hukum, kalau kita juga seringkali melanggar aturan hukum? Bukan berbicara mengenai konteks hukum mana yang di langgar, melainkan lebih kepada cara dan logika masing-masing, agar dapat bermain cantik tanpa harus melanggar hukum. UUD 1945 adalah dasar hukum terbaik yang telah di percaya bangsa ini, maka lihatlah kembali, dan tegaskan diri kita untuk mematuhi hukum yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebuah konsep negara yang di gagas dan di sepakati bersama oleh segenap bangsa Indonesia. Sejarah mencatat, kita menolak mentah-mentah konsep negara serikat buatan Belanda kolonial, yang mana tidak menunjukkan jati diri bangsa yang sesungguhnya. Kita pun sepakat bahwa negara ini di bentuk bukan berdasarkan sistem kerajaan, karena setiap orang berhak menjadi calon pemimpin bangsa ini. Apakah kita tidak sedih, terketuk pintu hati kita manakala saudara-saudari kita di beberapa daerah merasa di telantarkan, dan ingin berpisah dengan kita? Apakah ini dapat di katakan lucu, ketika kita mampu menolong saudara-saudari kita yang jauh di negeri lain, lantas seringkali menutup mata terhadap saudara-saudari kita yang masih sebangsa? Apakah hanya karena perbedaan kepercayaan, warna kulit, kebudayaan, atau pilihan politik? Jelas sekali, ini yang keliru. Lantas, konsep negara tercinta ini kembali berguncang, dan layakkah di sebut sebagai negara kesatuan? Semoga kita kembali bersatu padu, dalam perbedaan.</p><p style="text-align: justify;">Pelajaran sejarah terdengar membosankan, namun itulah yang membentuk kepribadian dan kecerdasan bangsa ini, baik secara pola pikir, kontrol emosi, dan keteguhan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Pernahkah Anda mengenal kata fenomenal &ldquo;JAS MERAH&rdquo;? Inilah intisari dari perbincangan panjang kita kali ini, bahwa setiap orang, kelompok, bangsa, dan peradaban dunia ini memiliki kisahnya masing-masing, entah itu pahit atau manis. Jangan pernah lupakan itu! Jangan sekali-sekali melupakan sejarah, sebab ia adalah bagian dari kehidupan kita &ndash; layaknya sesuatu yang kita percayai sebagai introspeksi diri.</p><p style="text-align: justify;">Kali ini, Presiden Joko Widodo mewakili pemerintah NKRI mengangkat tema kemederkaan ke 72 &ndash; Indonesia Kerja Bersama. Mari dukung dan sukseskan tema kemerdekaan yang di usung pemerintah kali ini, tanpa meninggalkan identitas diri kita. Seorang mahasiswa bukanlah pion catur yang selalu menuruti instruksi sang pemain, namun juga bukanlah angin puting beliung yang selalu lepas kendali. Mari berjuang bersama-sama, bergerak bersama-sama, bergotong royong, dalam satu kesatuan. Bukankah kita senang membersihkan halaman sekolah bersama-sama, apalagi membangun bangsa bersama-sama?</p><p style="text-align: justify;">Kita tidak bisa diam melihat perkembangan bangsa ini, selain terlibat di dalamnya. Bangkitlah dari tempatmu beristirahat, sisngkan lengan bajumu, melangkahlah keluar pintu rumahmu, dan ajak rekan-rekanmu untuk bersama-sama membangun Indonesia, sedikit demi sedikit hingga menjadi bukit, gunung, bahkan menjadi pengunungan yang dapat menunjukkan betapa hebatnya bangsa Indonesia. Jangan lupa kenakan JAS MERAH mu, karena itulah pondasimu untuk membangun bangsa ini.</p><p style="text-align: justify;">Merdeka! Merdeka! Merdeka!</p><p style="text-align: justify;">Dirgahayu NKRI ke-72</p><p style="text-align: justify;"><br><em><strong>Ditulis oleh Maulana Husin Mubarok mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP, Kepala Departemen (Demisioner) Komunikasi dan Informasi Keluarga Mahasiswa Bidik Misi Universitas Mulawarman</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKT Mahal, Maba Farmasi Terancam Gagal Kuliah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukt-mahal-maba-farmasi-terancam-gagal-kuliah/baca </link>
<guid> ukt-mahal-maba-farmasi-terancam-gagal-kuliah </guid>
<pubDate> Thu, 17 Aug 2017 23:54:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKT mahal, maba Fakultas Farmasi terancam tak lanjutkan kuliah. (Sumber foto: Putera Tiya Ilahi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukt-mahal-maba-farmasi-terancam-gagal-kuliah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BiS556itEh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKT Mahal, Maba Farmasi Terancam Gagal Kuliah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><a href="http://www.1001fonts.com/"></a><strong>SKETSA</strong> &ndash; Rabu (16/8) pagi hari, Unmul baru terbangun dari lelapnya. Meski begitu, posko maba di halaman dekanat Farmasi mulai terlihat ramai. Wajah-wajah baru tersebut duduk berjejer, sembari menunggu giliran untuk registrasi. Namun, tidak bagi seorang perempuan yang duduk agak jauh dari posko.<br><br>&ldquo;Iya kak, saya Ayu Wulan Dari,&rdquo; sebutnya pada awak <em>Sketsa.</em> Berbeda dengan maba yang lain, pakaiannya tidak mengikuti ketentuan di Fakultas Farmasi yang mewajibkan memakai rok panjang. Sebelumnya, Ayu sedang menemani temannya yang hendak membayar UKT. Terlihat jelas gurat wajahnya yang menunjukkan kegelisahan.<br><br>&ldquo;Setelah ini mau langsung pulang ke Paser dengan teman saya. Sudah gak ada lagi yang mau diurus,&rdquo; katanya. Ayu pun menjelaskan alasannya.<br><br>Berkuliah di Farmasi merupakan keinginan Ayu sejak masa sekolah. Walaupun gagal di SBMPTN, ia tetap kukuh. Jalur mandiri pun diambilnya. Selain itu, motivasi Ayu yang lain, karena ia merasa tertantang. Bahwa, berkuliah di fakultas tersebut pembelajarannya sulit dan hanya bagi yang otaknya encer.<br><br>Dirinya yakin, Unmul yang berstatus PTN merupakan pilihan tepat dan ramah biaya dibandingkan perguruan tinggi lain. Namun, kenyataan tak seperti yang dibayangkannya. Ayu harus menelan pahit setelah tahu UKT-nya dibebankan golongan V.<br><br>&ldquo;Jujur saja, uang 10 juta sangat berat untuk ditanggung. Tenggat pembayaran UKT semakin dekat. Keluarga saya tidak sanggup mengumpulkan uang sebanyak itu hingga tanggal 25,&rdquo; jelasnya.<br><br>Terang saja dirinya kecewa dengan hasil tersebut. Tidak mungkin ia mendesak kedua orang tuanya. Ayahnya dulu petani, kini cuma seorang pedagang pasar keliling. Sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Apalagi ia juga punya kakak yang berkuliah di STIKES Muhammadiyah, sehingga Ayu tidak ingin menyulitkan keluarganya. <br><br>Namun, perempuan lulusan SMAN 1 Longkali ini belum patah semangat. Segala cara dilakukan agar UKT-nya dapat ditangguhkan ataupun diringankan. Awalnya ia mendatangi BEM Farmasi untuk menyampaikan keluhannya tersebut. Tetapi sayang, pihak BEM tidak bisa berbuat banyak terhadap kasus yang dialami Ayu. Mereka hanya menyarankannya untuk langsung menemui Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan.<br><br>Usaha Ayu belum membuahkan hasil. Wakil Dekan II itu, sedang sibuk dengan kegiatan mengajarnya. Akhirnya, Ia langsung mendatangi bagian keuangan dan menjelaskan masalahnya. Sudah jelas permohonannya ditolak karena statusnya yang lolos lewat jalur mandiri.<br><br>&ldquo;Saya enggak habis pikir. Hanya karena saya ikut jalur mandiri, kenapa keringanan tidak bisa diberikan? Bukan berarti yang masuk jalur mandiri itu punya banyak duit, kan? Bisa saja mereka belum berhasil di SNMPTN dan SBMPTN. Jadi, mereka terpaksa ambil mandiri,&rdquo; ujarnya. <br><br>Aturan yang berlaku tersebut dianggapnya tidak masuk akal. Mau tidak mau, Ayu mengubur dalam-dalam keinginannya untuk berkuliah. Ditanya apa langkah yang akan diambil, Ia mengatakan mau tidak mau dirinya akan menganggur selama satu tahun untuk sementara waktu. &ldquo;Bisa-bisa saya enggak bakal kuliah,&rdquo; jawabnya dengan senyum getir. <strong><em>(pil/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Momentum 17 Agustus, Banjir Tak Halangi Upacara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/momentum-17-agustus-banjir-tak-halangi-upacara/baca </link>
<guid> momentum-17-agustus-banjir-tak-halangi-upacara </guid>
<pubDate> Fri, 18 Aug 2017 01:32:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi GOR 27 September tak halangi pelaksanaan Upacara 17 Agustus, yang kemudian dialihkan ke Halaman Rektorat. (Foto: Diyah Hariyani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/momentum-17-agustus-banjir-tak-halangi-upacara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CknTWfQtQm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Momentum 17 Agustus, Banjir Tak Halangi Upacara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>- Upacara bendera simbol peringatan kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia (RI), tak hanya ramai digelar di Istana Merdeka. Tak ketinggalan, Universitas Mulawarman pun berencana mengadakan upacara bendera bertempat di GOR September 27 pagi tadi (17/8).</p><p style="text-align: justify;">Namun rencana tersebut urung, lantaran GOR 27 telah terkepung banjir. Kendati demikian, upacara harus tetap berlangsung. Halaman gedung rektorat dipilih sebagai alternatif.</p><p style="text-align: justify;">Akses menuju rektorat pun tak bebas dari banjir. Bermula dari jalan di depan gedung FKIP, tepatnya Jalan Gunung Kelua yang tidak bisa dilewati, membuat pengguna jalanan berputar arah melewati Faperta. Kemacetan tak bisa dihindari, suara bising klakson kendaraan dan riuhnya peserta ternyata tak halangi semangat jiwa peserta upacara.</p><p style="text-align: justify;">Peserta terlihat antusias menyambut hari bersejarah ini. Mereka berbaris menyesuaikan diri. Terdiri dari elemen civitas akademika, seperti jajaran birokrat, dosen, dan staf kampus. Adapula mahasiswa baru (maba) Bidikmisi, ikut meramaikan bersama mahasiswa lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski tempat dan cuaca tak mendukung, upacara tepat dilakasanakan pukul 7.30 Wita. Namun, sangat disayangkan upacara kali ini terasa kurang sakral. Tak ada penaikan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Upacara dimulai dengan lagu-lagu nasional, mars Unmul, hingga pembacaan doa.</p><p style="text-align: justify;">Animo yang besar menghadiri upacara ini, menjadi prioritas peserta. Seperti, Kepala Program Studi Sastra Indonesia, Syamsul Rijal. Ia mengungkapkan, seharusnya hari ini ia masih bertugas di Muara Wahau, Kutai Timur untuk tugas penelitian LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi saya berusaha pulang tadi malam untuk mengikuti upacara,&quot; terangnya dengan sumringah saat ditemui Sketsa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sudahkah Merdeka?</strong></p><p style="text-align: justify;">Hari kemerdekaan Indonesia, mestinya bukan hanya sebagai momentum yang dirayakan saban tahun. Lebih dari itu, bagi Syamsul yang senang mengikuti hal-hal yang yang berbau sosial ini, upacara kemerdekaan bisa dijadikan ajang silahturahmi, bersama rekan lama dan bertemu dengan kawan baru. Namun ia sedikit kecewa, karena tahun ini dirasakan tak semeriah tahun lalu. Bahkan, perlombaan yang menjadi ciri khas peringatan kemerdekaan tidak diadakan.</p><p style="text-align: justify;">Lain lagi menurut Hasnan, Kepala Tata Usaha Fakultas Kehutanan, kemerdekaan adalah sebuah pembebasan dari belenggu penjajah. &quot;Para pahlawan yang berjuang hingga titik darah penghabisan. Sekarang tinggal bagaimana kita mengisi dengan hal yang sebaik-baiknya.&quot; tukas Hasnan.</p><p style="text-align: justify;">Kemerdekaan dianggap sebagai cara untuk menyatukan bangsa. Nyatanya, tak terelakkan jika negara saat ini masih belum sepenuhnya bersatu.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini diungkapkan Meirlin Melinda, mahasiswa FKIP 2015. Ia menyatakan Indonesia belumlah merdeka, sebab masih banyak gejolak konflik dari berbagai pihak. &quot;Katanya sih sudah, tapi kenyataanya belum. Semakin banyak saja konflik di Indonesia, yang satu belum selesai eh datang lagi lebih dari dua,&quot; pungkas mahasiswi jurusan Bahasa Inggris ini.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula yang dirasakan Kasdi, maba Jurusan Pertambangan ini menyadari Indonesia belum merdeka sepenuhnya. &quot;Sayangnya belum. Kita harusnya mengubah pola pikir masyarakat. Bagaimana caranya mengatasi masalah sosial, bagaimana cara mengatasi pendidikan yang belum merata. Ya harapannya bisa diupayakan,&quot; tutur maba asal Buton, Sulawesi Tenggara itu.</p><p style="text-align: justify;">Namun suara berbeda dari Sudarman, Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan, di Lembaga Pengembangan Penjaminan Mutu (LP3M). Ia meyakini Indonesia sudah merdeka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Coba lihat dari indikator. Sekarang sudah banyak orang punya mobil. Orang tidak mampu pun kini sudah banyak yang naik haji. Nah itu adalah gambaran ekonomi rakyat. Masalah hutang negara itu hal yang makro. Jadi kalau ekonomi Indonesia baik-baik saja.&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Sudarman pada prinsipnya Indonesia telah berumur 72 tahun, artinya Indonesia bukan lagi negara muda. Ibaratkan manusia ia telah menua.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Orang tua perlu suplemen, jaga kesehatan. Begitu juga dengan negara, tentu banyak godaan seperti ancaman internal maupun eksternal. Semboyan kerjasama, NKRI, dan pancasila itu tujuannya mengatasi serangan dari negara-negara besar. Itulah yang harus dijadikan sebagai pedoman,&quot; ujarnya tetap mewanti-wanti.<strong><em>&nbsp;(dyh/adl/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> [Tajuk Rencana] Gurat 72 Tahun Kemerdekaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tajuk-rencana-gurat-72-tahun-kemerdekaan/baca </link>
<guid> tajuk-rencana-gurat-72-tahun-kemerdekaan </guid>
<pubDate> Fri, 18 Aug 2017 03:19:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Asing, Aseng dan Asong", buah dari pikiran masyarakat yang mengamati keadaan negara. (Sumber foto: dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tajuk-rencana-gurat-72-tahun-kemerdekaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w0BpTVyGb7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>[Tajuk Rencana] Gurat 72 Tahun Kemerdekaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Beragam definisi kata &quot;merdeka&quot;. Bebas dari penjajahan, terlepas dari tuntutan, tidak bergantung dengan pihak tertentu menjadi makna merdeka menurut KBBI. Tepat hari ini, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-72.</span></p><p style="text-align: justify;">Setelah menyatakan diri terlepas dari masa suram penjajahan, kini secara visual Indonesia telah lepas dari belenggu negara penjajah. Memasuki usia yang kian menua ini, nyatanya negeri belasan ribu pulau ini tak sepenuhnya merdeka.</p><p style="text-align: justify;">Jika berkaca dari definisi merdeka, apa benar Indonesia telah bebas? Indonesia, memang sekarang tak lagi dalam masa perang, saling adu senjata, ditindas secara fisik, memang tidak.</p><p style="text-align: justify;">Bangsa ini seakan terlena, dengan ketergantungan. Perlahan budaya luar atau barat kian meresap ke lapisan. Tak sesuai adat ketimuran. Pewaris bangsa, lupa akan amanah yang diemban.</p><p style="text-align: justify;">Segala hal diimpor, dalih bangsa yang memang tak kecukupan. Produksi hasil rakyat berpeluh, malah diabaikan.</p><p style="text-align: justify;">Serangan halus ini, bukan tanpa alasan. Internal negara yang mudah kena hasutan, mungkin berujung suapan.</p><p style="text-align: justify;">Maka, tak heran, jika negara dipenuhi dengan hal kotor meracuni pikiran. Mulai dari korupsi, narkoba, hingga yang paling tega adalah pembunuhan.</p><p style="text-align: justify;">Ada tiga kata, yang kini mulai ramai dibicarakan. &quot;Asing, Aseng dan Asong&quot;, buah dari pikiran masyarakat yang mengamati keadaan.</p><p style="text-align: justify;">Asing, kata yang menggambarkan Indonesia sedang dieksploitasi oleh negara luar. Aseng, konglomerat atau pengusaha besar dan terlibat mafia dalam berbagai bisnis di sekitar kekuasaan negara. Sedang, Asong adalah kaum pribumi yang menghamba pada konglomerat atau pengusaha besar Asing dan Aseng.</p><p style="text-align: justify;">Dari tiga kata yang memiliki makna tersebut, tentu memekik hati. Benarkah?</p><p style="text-align: justify;">Mau tak mau, semua lapisan mestinya mengakui, bahwa di usia ini Indonesia tengah terpuruk. Utang menumpuk, sumber dayanya dikeruk. Kini, pada siapa aparat negara dan hukum tunduk?</p><p style="text-align: justify;">Jika demikian, Indonesia pantaslah belum bisa diteriaki &apos;Merdeka!&apos; dengan lantang oleh rakyatnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>LPM Sketsa Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>17 Agustus 2017</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banyak Absen, Konsolidasi BEM Fakultas Tak Berjalan Maksimal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banyak-absen-konsolidasi-bem-fakultas-tak-berjalan-maksimal/baca </link>
<guid> banyak-absen-konsolidasi-bem-fakultas-tak-berjalan-maksimal </guid>
<pubDate> Sat, 19 Aug 2017 00:54:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nuansa berbeda sambut mahasiswa baru Unmul. Nama Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB) telah berubah jadi Prasasti Mulawarman. (Sumber foto: old.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banyak-absen-konsolidasi-bem-fakultas-tak-berjalan-maksimal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Fw8NNs9hOs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banyak Absen, Konsolidasi BEM Fakultas Tak Berjalan Maksimal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Nuansa berbeda sambut mahasiswa baru Unmul. Nama Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB) telah berubah jadi Prasasti Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prasasti-mulawarman-tekankan-konsep-entertain-dan-educate/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prasasti-mulawarman-tekankan-konsep-entertain-dan-educate/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Kini, jadwal pelaksanaan telah diumumkan. Namun, ada yang beda lagi. Berdasar pengumuman yang diterbitkan rektorat, tahun ini Unmul adakan pertemuan dengan orang tua atau wali mahasiswa baru (maba).</p><p style="text-align: justify;">Para orang tua atau wali diwakili satu orang, hadir dalam pertemuan bersama jajaran petinggi kampus. Mulai dari rektor beserta jajarannya, pada Senin 28 Agustus. Disusul siang hari bersama dekan dan jajarannya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal jadwal pengenalan kampus, dimulai dari masing-masing fakultas pada 29-30 Agustus, lalu universitas pada 7 September.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai persiapan Prasasti, Koordinator Humas Regina Gustin, mengatakan tahun ini lebih intens dalam penjaringan panitia. <em>Open recruitment</em> (oprect), melalui internal alias perwakilan dari UKM dan eksternal yakni mahasiswa yang mendaftar sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita mengadakan <em>interview</em> bagi oprect eksternal buat menjamin komitmen dan kontribusinya di kepanitiaan ini,&quot; ucap mahasiswi Manajemen 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran itu dibuka sejak 29 Juli-2 Agustus lalu. Total diterima beserta panitia inti sebanyak 200 orang.</p><p style="text-align: justify;">Perbedaan pelaksanaan Prasasti, terletak pada divisi kepanitiaan. Berhubung adanya konsep baru yaitu <em>Indoor&nbsp;</em>dan <em>Outdoor</em>. Secara umum ada 4 konten utama pada Prasasti Mulawarman, yakni <em>Opening</em>, Safari Almamater (Expo UKM dan Kegiatan Mahasiswa lain ditingkat Universitas), <em>Display</em> dan Parade UKM serta <em>Closing</em>. Selain itu pada Prasasti tahun ini tidak ada registrasi seperti tahun kemarin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi buat maba yang sudah daftar ulang otomatis wajib ikut Prasasti ini,&quot; lanjut Regina.</p><p style="text-align: justify;">Belajar dari permasalahan tahun-tahun sebelumnya, panitia berupaya merangkul fakultas yang kerap berseberangan tentang pengenalan kampus ini. Sebelumnya tepat Selasa (15/8), Prasasti Mulawarman telah adakan konsolidasi dengan BEM Fakultas di Halaman Auditorium. Namun, hanya dihadiri lima perwakilan BEM Fakultas di antaranya FEB, Teknik, FIB, FKTI dan FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Mereka yang hadir pun mengeluhkan hal sama, koordinasi dengan BEM fakultas dirasa kurang, dan perwakilan yang hadir sedikit. Akhirnya, tak mewakili suara keseluruhan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari notulensi yang diberikan panitia, BEM FIB dan Teknik kompak mengkritik tegas, bahwa pengenalan kampus bukan soal promosi UKM. Penampilan UKM di setiap tahun memang tradisi, namun mestinya dapat diminimalisir. Sebab, para UKM telah disediakan expo nantinya. Sementara, pertemuan bersama UKM diperkirakan pada 23 Agustus mendatang. <em style="font-weight: bold;">(wil/jdj)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merasakan Asa KKN Kebangsaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merasakan-asa-kkn-kebangsaan/baca </link>
<guid> merasakan-asa-kkn-kebangsaan </guid>
<pubDate> Sat, 19 Aug 2017 01:11:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada yang menarik dalam pelaksanaan KKN Kebangsaan tahun ini. Program nasional dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini tidak hanya diikuti oleh ratusan mahasiswa se-Indonesia. (Foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merasakan-asa-kkn-kebangsaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7BEAPbUA0K.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merasakan Asa KKN Kebangsaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Kuliah Kerja Nyata, disingkat KKN. Kesempatan mahasiswa mengabdi pada rakyat, di pelosok negeri. Salah satunya adalah program KKN Kebangsaan. Program nasional dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini tidak hanya diikuti oleh ratusan mahasiswa se-Indonesia. Namun, juga diikuti oleh mahasiswa internasional dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dan Ehime University, Jepang.</p><p style="text-align: justify;">KKN Kebangsaan kali kelima sejak 2013 lalu, tahun ini bertempat di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo dengan melibatkan 53 perguruan tinggi negeri dan swasta. Unmul tak ketinggalan berpartisipasi. Lima mahasiswi yang terpilih melalui tahap seleksi mewakili Unmul dalam kegiatan tersebut. Mereka yakni Inggrid Heksa Novianda (FEB), Fitriyani Sinaga (Fahutan) Lia Asriqah dan Widya Fajariani (FMIPA) serta Felisya Santika Saragih (Faperta).</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan KKN resmi dibuka oleh Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir pada (20/7). Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan selama dua hari yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Gubernur Gorontalo dan Bupati Bone Bolango.</p><p style="text-align: justify;">Inggrid merasa sangat bersyukur bisa menjadi salah satu peserta KKN Kebangsaan. &quot;Seneng banget dan alhamdulillah. <em>Ngerasain</em> banget gimana Bhinneka Tunggal Ika itu sebenernya,&quot; ungkap Inggrid kepada <em>Sketsa</em> melalui <em>WhatsApp,&nbsp;</em>Rabu (16/8).</p><p style="text-align: justify;">Berbaur dengan mahasiswa seluruh Indonesia dengan berbagai latar belakang, bertukar pikiran, ilmu dan pengalaman tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.</p><p style="text-align: justify;">Inggrid menjelaskan terdapat enam program kerja (proker) wajib dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai tuan rumah. Proker berfokus pada konservasi dan ketahanan pangan. Sesuai dengan tema yang diangkat, yakni &quot;Merajut Tali Kebangsaan melalui Penerapan Program Kedaulatan Pangan dan Konservasi Lingkungan Berbasis Pemberdayaan.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk proker tambahan, disesuaikan dengan kebutuhan desa kita,&quot; tambah Inggrid. Tercatat ada 437 mahasiswa yang dibagi dalam kelompok dan disebar ke 60 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango. Satu kelompok terdiri dari tujuh orang.</p><p style="text-align: justify;">Inggrid pun mengaku mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. &quot;Semua kegiatan mereka <em>support</em> dan antusias buat ikutan. Kita dijamu, dilayani dengan baik,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Inggrid mengaku KKN Kebangsaan menjadi pengalaman luar biasa untuknya. Beradaptasi dengan mahasiswa berbeda almamater, dan mempelajari kebudayaan masyarakat lokal. Meski begitu, pengabdiannya dalam KKN bukan berarti tanpa kendala. Bahasa salah satunya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya di Kecamatan Suwawa yang (menggunakan) Bahasa Bonda. Beda sama Gorontalo, bahasa Gorontalo aja kadang suka susah ngertinya,&quot; ungkap mahasiswi Jurusan Akuntansi 2014 ini. Kendala lainnya adalah mengubah pola pikir masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di sini budaya ngaretnya parah,&quot; keluh Inggrid.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rangka HUT RI, Inggrid dan kawan-kawan mengadakan pengibaran bendera di bukit, dekat Penangkaran Burung Maleo.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terus di sini ada gerak jalan anak KKN bersama warga dilanjutkan sama lomba-lomba di desa. Tanggal 17 (kemarin) kita upacara di kabupaten,&quot; tutupnya. <em><strong>(asr/krv/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Khidmat Upacara, di Tengah Banjir Mendera </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khidmat-upacara-di-tengah-banjir-mendera/baca </link>
<guid> khidmat-upacara-di-tengah-banjir-mendera </guid>
<pubDate> Sat, 19 Aug 2017 02:35:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Upacara di tengah banjir, viral di medsos. Bangga dan prihatin? (Sumber foto: dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khidmat-upacara-di-tengah-banjir-mendera/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pUwrTIhUih.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Khidmat Upacara, di Tengah Banjir Mendera</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Masyarakat Indonesia berada dalam euforia memperingati HUT ke-72 Indonesia. Saban tahun upacara memang prosesi simbolis. Lebih dari itu, upacara wujud penghormatan mengenang jasa pahlawan yang gigih rebut kemerdekaan.</p><p style="text-align: justify;">Meski kadang, pengibaran sang merah putih tak selalu berjalan mulus. Seperti video upacara di tengah banjir, yang diunggah Deni Ramdani mahasiswa KKN Unmul di Samarinda. Video tersebut akhirnya viral karena di-<em>repost</em> dan di-<em>mention</em> ke berbagai akun.</p><p style="text-align: justify;">Lokasi kejadian tepatnya, di SDN 012 Kecamatan Sungai Pinang. Prosesi upacara kemarin (17/8), begitu terasa bagi siswa, guru, serta mahasiswa KKN. Meski banjir mengepung, tapi mereka pun tak urung. Banyak yang prihatin, juga bangga akan gigihnya peserta upacara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Awalnya upacara 17 Agustus itu hampir tidak jadi dilaksanakan, karena melihat kondisi lapangan banjir. Tetapi anak-anak sudah datang dan langsung berbaris. Para guru tidak mau membuat murid kecewa dan tetap melaksanakan upacara,&quot; terang Deni, Ketua Kelompok KKN Kelurahan Temindung Permai.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya di Samarinda, beberapa video dan berita juga ramai mengabarkan pelaksanaan upacara di tengah hujan. Seperti video yang diunggah @Info_kukar yang memperlihatkan pasukan pengibar bendera tetap gerak jalan dalam lumpur di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kertanegara. Tribunnews juga mewartakan upacara di tengah hujan di Lapangan Merdeka Balikpapan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Unmul melakukan upacara tanpa prosesi pengibaran bendera.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/momentum-17-agustus-banjir-tak-halangi-upacara/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/momentum-17-agustus-banjir-tak-halangi-upacara/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Sebagian orang menyayangkan mengapa Unmul malah tak kibarkan bendera? Upacara pun tak terasa khidmat tanpa naiknya bendera yang biasa diiringi lagu Indonesia Raya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sugiyarta, Kepala Bagian Umum Hukum Tata Laksana (HTL) Unmul baru memberikan klarifikasi pada hari ini (18/7) pukul 10.41 Wita. &quot;Dijadwalkan Pelaksanaan Upacara dilaksanakan di GOR 27 September berhubung banjir, upacaranya dipindahkan di Halaman Rektorat secara Mendadak. Sedangkan pada Pukul 06.00 petugas bendera sudah menaikan duluan. terima kasih,&quot; terangnya melalui pesan WA kepada <em>Sketsa</em>. <strong><em>(</em></strong><strong><em>krv/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aku Benci Menulis Puisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/aku-benci-menulis-puisi/baca </link>
<guid> aku-benci-menulis-puisi </guid>
<pubDate> Sat, 19 Aug 2017 23:13:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi oleh Rio Febby Pratama, mahasiswa program studi Sastra Inggris 2014, FIB. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/aku-benci-menulis-puisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R3ba4Ejn6g.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aku Benci Menulis Puisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Aku benci menulis puisi.</p><p style="text-align: justify;"><span>Aku benci membuka diri, menulis kalimat fiksi tanpa arti. Menuangkannya pada secarik kertas, dan membiarkannya bebas, lepas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku benci meminum kopi, lalu mencari inspirasi, berimajinasi, melayang tinggi, lalu terjatuh karena gravitasi. Menguras isi kepala, mencari kosakata yang berima dan sempurna.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku benci mengalami jemu, meramu kata satu persatu dan menulisnya di atas kertas yang berdebu. Membuat naskah dimana aku dan kamu, bertemu, dan menjadi satu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku benci menjadi romantis, lalu mencoret pena dengan anarkis, baris demi baris. Melafalkannya melalui lidah lalu mencari wadah, agar bait ini tidak kehilangan arah dan dapat berubah menjadi puisi yang indah.</span></p><p style="text-align: justify;">Aku benci mencari waktu luang, mencari peluang untuk menuang perasaan ini kedalam sebuah lubang atau ruang. Menggali dan menguburnya dalam-dalam dan membiarkannya tenggelam.</p><p style="text-align: justify;">Aku benci merasa kelam, menulis bersama malam, ataupun berteriak dalam diam. Menggores tinta, menulis puisi picisan tentang cinta, kita, senja, dan akhirnya kembali menjadi hampa.</p><p style="text-align: justify;">Aku benci menulis puisi.</p><p style="text-align: justify;">Karena tanpamu, puisi ini telah lama mati.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Rio Febby Pratama, mahasiswa program studi<span>&nbsp;</span><span>Sastra Inggris 2014, FIB.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sang Pemuda Api Biru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sang-pemuda-api-biru/baca </link>
<guid> sang-pemuda-api-biru </guid>
<pubDate> Sun, 20 Aug 2017 23:26:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Taufik Noor, mahasiswa Ilmu Kehutanan Fahutan 2015. (Foto: Dok. Penulis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sang-pemuda-api-biru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xCIXsdtgyI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sang Pemuda Api Biru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari ini adalah hari yang akan menjadi saksi<br>Bumi bangsa pertiwi kembali menanti<br>Ya, menanti anak generasi yang berjuang hingga mati<br>Menanti kemerdekaan yang diridhai</p><p style="text-align: justify;">Dulu tetesan darah banyak dijumpai<br>Air mata sudah menjadi sebuah janji bisu<br>Sekarang banyak yang menanti perjuangan itu<br>Perjuangan yang menyatukan anak pertiwi</p><p style="text-align: justify;">Dulu hanya dengan satu gertakan bangsa ini menjadi jaya<br>Dulu hanya dengan satu pimpinan negeri ini tak pernah didusta<br>Sekarang bumi pertiwi kembali menunggu<br>Menunggu kobaran semangat sang api biru</p><p style="text-align: justify;">Api yang sangat panas membakar semangat jiwa<br>Api yang dulu membawa bumi ini merdeka<br>Ya, merekalah sang pemuda<br>Pemuda yang siap memimpin negeri demi cita-cita</p><p style="text-align: justify;">Dulu mereka berjuang bersama<br>Berjuang demi merdekanya tanah Indonesia<br>Tetapi sekarang kenapa harus tak bisa?<br>Apakah pengorbanan mereka dianggap sia-sia</p><p style="text-align: justify;">Wahai para pemuda api biru<br>Mari kita kobarkan kembali semangat itu<br>Semangat berjuang bukan karena tahta dan harta<br>Tetapi karena &nbsp;demi kehidupan bersama</p><p style="text-align: justify;">Janganlah kita membuat bumi ini menanti<br>Menanti perjuangan para pemuda yang hanya membisu<br>Mari kita bergerak bersama<br>Membangun negeri kita tercinta</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;DIRGAHAYU 72 INDONESIAKU&quot;<br><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Taufik Noor Mahasiswa Ilmu Kehutanan Fahutan 2015.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Film Guru Bangsa Tjokroaminoto Warnai Peringatan Kemerdekaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/film-guru-bangsa-tjokroaminoto-warnai-peringatan-kemerdekaan/baca </link>
<guid> film-guru-bangsa-tjokroaminoto-warnai-peringatan-kemerdekaan </guid>
<pubDate> Mon, 21 Aug 2017 01:20:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer dan Teknik Informatika (FKTI) Unmul adakan diskusi dan bedah film.(Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/film-guru-bangsa-tjokroaminoto-warnai-peringatan-kemerdekaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qUgc8Sox1i.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Film Guru Bangsa Tjokroaminoto Warnai Peringatan Kemerdekaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -</strong> Banyak cara agar bisa merayakan arti penting kemerdekaan. Perlombaan menjadi yang lazim diagendakan. Namun cara berbeda diterapkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer dan Teknik Informatika (FKTI) Unmul. Diskusi dan bedah film, &ldquo;Guru Bangsa Tjokroaminoto&rdquo; digelar di Taman FKTI pada Jumat (18/8) kemarin.</span></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan dimulai pukul 19.30 Wita ini, dihadiri sekitar 30 orang dari kalangan organisasi mahasiswa internal dan eksternal kampus. Di antaranya BEM KM, BEM FIB, BEM FISIP, Lingkar Studi Kerakyatan (LSK), HMI, GMNI, BEM Stimik Wicida, IKAMI Sul-sel dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di tengah acara, Farid Fitra Febrian Ketua BEM FKTI mengatakan kegiatan ini baru diselenggarakan setelah hampir setengah tahun masa kepengurusan Kabinet Solusi Perbaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BEM FKTI merasakan belum ada inisiasi dalam bidang gerakan. Karena ini baru pertama kali dilakukan dan bertepatan momentum kemerdekaan, menjadi pilihan yang tepat untuk merealisasikan hal ini. Kembali mengingat untuk setiap orang yang mengatakan merdeka, apa sih makna merdeka itu? Apakah sebatas sudah terlepas dari penjajah?,&rdquo; tutur Farid.</p><p style="text-align: justify;">Digagas oleh Departemen Kajian Strategis (Kastrat) BEM FKTI mengangkat tema, &ldquo;Merefleksi Semangat Gerakan Kemerdekaan dalam Implementasi Gerakan Mahasiswa Masa Kini.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita melihat kesenjangan yang ada, khususnya di Unmul ini terlihat lesu berbeda sekali dengan kakak-kakak tingkat terdahulu yang masif bergerak,&rdquo; ungkap mahasiswa berkacamata ini.</p><p style="text-align: justify;">Farid menambahkan Film biopik Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto menjadi pilihan sebagai tokoh pergerakan bangsa, pendiri organisasi Serikat Islam. HOS Tjokoroaminoto banyak menginspirasi pejuang bangsa Indonesia, seperti Soekarno, Agus salim, Kartosuwirjo, Musso dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Beliau adalah sosok bangsawan yang religius yang rela membaur bersama rakyat, membangkitkan semangat dan harapan rakyat agar terhimpun menjadi satu kesatuan yang kuat melawan ketidakadilan kala itu. Bapaknya <em>the founding fathers</em>,&rdquo; ucap mahasiswa angkatan 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai Mahasiwa Teknik Informatika, farid memandang FKTI merupakan pionir pengembangan teknologi yang harus mengikuti perkembangannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak bisa dipungkiri saat ini kita seperti terikut arus globalisasi. Zaman sekarang ya, kita terlalu memanfaatkan teknologi. Era digitalisasi ini melemahkan pergerakkan. Kita perlu memperbanyak diskusi-diskusi seperti ini kembali,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Farid menilai ada beberapa hal yang tidak bisa digunakan dalam studi teknologi. Salah satunya aspek pemanfaatan teknologi yang tidak tepat sasaran, ketika itu dijadikan wadah pergerakan. Contohnya seperti teknologi yang dimanfaatkan sebagai wadah diskusi online. Juga adanya imbauan propaganda melalui media sosial memakai tagar, serta penggunaan perang hastag yang kurang efisien.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, faktor selalu mengandalkan teknologi. Akhirnya, perlahan timbul kemalasan dalam bergerak, walau hanya bertatap muka. Praktis, secara tidak langsung melemahkan pergerakkan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diskusi online itu ada tidak <em>output</em>-nya yang benar-benar terealisasikan? Berbeda dengan sekarang yang kita lakukan, diskusi tatap muka dari jam 8 malam sampai jam 1 dini hari, ada banyak hal yang kita ingin sampaikan dan jauh lebih mudah daripada diskusi online tadi,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Secara tidak langsung mereka merindukan hal ini untuk mahasiswa agar bisa berdiskusi bersama. Jadi, menjadi primitif lagi itu tidak masalah selama pergerakkan kita masih berjalan,&rdquo; sambungnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Farid berharap, BEM FKTI dapat membangkitkan semangat pergerakkan mahasiswa, khususnya di Unmul. Oleh karenanya, BEM FKTI mengajak lembaga lain agar mengikuti jejak mereka, dalam menumbuhkan kembali budaya diskusi dan kajian yang memudar. Agar tidak hanya sebatas wacana tanpa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, jangan menunggu hingga ada momentum besar baru berdiskusi. Atau karena memandang tema yang diangkat, apalagi tergiur konsumsi. Mestinya, memang dilandasi keresahan dan satu tujuan bersama. <strong><em>(myg/mpr/krv)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maba Banyak Ajukan Keberatan, Dani: Bahkan Ada yang Nangis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-banyak-ajukan-keberatan-dani-bahkan-ada-yang-nangis/baca </link>
<guid> maba-banyak-ajukan-keberatan-dani-bahkan-ada-yang-nangis </guid>
<pubDate> Tue, 22 Aug 2017 01:32:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKT tidak hanya menjadi beban bagi mahasiswa lama, nasib sama dengan para maba. (Sumber foto: fkm.unej.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-banyak-ajukan-keberatan-dani-bahkan-ada-yang-nangis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qT7RfUn8F1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maba Banyak Ajukan Keberatan, Dani: Bahkan Ada yang Nangis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Setelah sempat melalui proses yang cukup panas, uang kuliah tunggal (UKT) tidak hanya menjadi beban bagi mahasiswa lama. Ribuan calon mahasiswa baru (maba) yang telah diseleksi berdasarkan tiga jalur (SNMPTN, SBMPTN, SMMPTN), beberapa turut merasakan keberatan dengan jumlah UKT yang dikenakan. Bukan layaknya biaya pendaftaran yang hanya sekali bayar di awal masuk, tapi UKT jadi syarat mutlak menempuh perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Dua dari tiga jalur masuk perkuliahan, SNMPTN dan SBMPTN, telah lakukan proses validasi UKT. Prosesnya meliputi, pengajuan &nbsp;berkas oleh mahasiswa, kemudian pengujian kebenaran oleh validator. Hasil validasi menjadi penentu nominal UKT tiap mahasiswa. Beberapa maba di tahap tersebut merasa tak puas dengan hasilnya. Mereka memilih untuk melakukan validasi ulang, seperti di Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dani Lisianti, Staf Kementerian Kajian Strategis (Kastrat) BEM Faperta, menyatakan fakultasnya menerima banyak keluhan dari maba. Beberapa dari mereka tidak bisa menerima jumlah UKT yang dibebankan. Bahkan, terdapat perbedaan jumlah yang signifikan antara sebelum dengan setelah melalui proses validasi.</p><p style="text-align: justify;">Dani menjelaskan itu terjadi karena kesalahpahaman. Mulanya, maba yang belum melakukan validasi diketahui masuk golongan I, besaran UKT Rp 500.000. Namun, ketika dilakukan validasi jumlah UKT berubah drastis menjadi golongan III, sebesar Rp 2.500,000.</p><p style="text-align: justify;">Kejadian ini tak terjadi pada satu atau dua orang, banyak calon maba dari Faperta turut merasakan hal sama. Terlebih, ketidakmampuan ekonomi jadi alasan utama para maba menolak jumlah UKT tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka bahkan ada yang nangis, karena takut tidak bisa kuliah,&rdquo; ujar Dani melalui sambungan telepon kepada awak Sketsa (19/7).</p><p style="text-align: justify;">Beberapa maba, ada pula yang tidak memiliki surat kelengkapan pajak bumi dan bangunan, motor, bahkan listrik. Karena jangkauan listrik yang terbatas di daerah-daerah pedalaman.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Dani pun bukan tanpa alasan tindakan mengubah jumlah UKT dari validator. Sebabnya, ada kuota yang membatasi, yakni pada UKT golongan 1 dan 2. Jika kuota telah penuh, validator pun mengalihkan ke golongan di atasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, terdapat kebijakan bahwa UKT golongan 1 dan 2 diatur Wakil Dekan (WD) II, Bidang Keuangan dan Sumber Daya Manusia. Rupanya kebijakan tersebut belum diketahui pihak validator, sehingga sempat timbulkan kesalahpahaman.</p><p style="text-align: justify;">Tujuan kebijakan itu, untuk meminimalisir kesalahan dalam pelaksanaan subsidi silang. Dengan tetap mengumpulkan berkas ke validator, lalu diserahkan ke pihak Wakil Dekan II. Meski begitu, tidak semua maba yang mengajukan validasi ulang, diterima begitu saja oleh Wakil Dekan II.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari Wakil Dekan II benar-benar diseleksi mana yang seharusnya dapat dan tidak (validasi ulang),&rdquo; ungkap mahasiswi angkatan 2016 ini.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Hanief Suryo selaku Wakil Ketua BEM Faperta menambahkan, bahwa sejauh ini pihaknya telah mengawal maba yang mengajukan validasi ulang UKT.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jumlahnya kami tidak tahu pasti, kami langsung naik ke WD II. Tapi untuk SMMPTN sejauh ini kurang lebih 10 orang yang kami dampingi,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait tenggat waktu pengurusan UKT, Hanief menyatakan birokrat Faperta mengeluarkan edaran memberi batas waktu sampai (18/8) lalu. Meski fakultas lain berakhir hingga (25/8) nanti. Namun memang sejak validasi SNMPTN dan SBMPTN pihak fakultas yang berikan ketentuan waktu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak jauh berbeda, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pun telah menerima beberapa pengajuan validasi ulang UKT dari mabanya. Ahmad Juanda, Menteri <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FIB menyatakan beberapa maba ada yang merasa keberatan. Oleh sebab itu, proses validasi sempat ditahan untuk didiskusikan bersama WD II.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hasil akhir ada yang diturunkan ke golongan 1, ada juga ke golongan 2,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Maba FIB dalam jalur SNMPTN dan SBMPTN yang meminta validasi ulang, rata-rata datang bersama wali dan membicarakannya dengan WD II. Sedangkan untuk jalur SMMPTN, diakui Juan beberapa datang meminta bantuan ke BEM FIB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari BEM FIB pastikan dulu untuk daerah Samarinda, kita survei tempat tinggalnya,&rdquo; katanya (16/8).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Udah jalan kok ini (survei). Kami sekarang fokus kawal UKT maba,&quot; akhirnya. <em><strong>(adl/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM Fakultas Ini Kawal dan Dampingi Maba, Turunkan UKT-nya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fakultas-ini-kawal-dan-dampingi-maba-turunkan-ukt-nya/baca </link>
<guid> bem-fakultas-ini-kawal-dan-dampingi-maba-turunkan-ukt-nya </guid>
<pubDate> Tue, 22 Aug 2017 15:14:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beragam upaya BEM fakultas untuk kawal UKT maba.(Sumber foto: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fakultas-ini-kawal-dan-dampingi-maba-turunkan-ukt-nya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PKEMKYBizA.png" />
					</figure>
			                <h1>BEM Fakultas Ini Kawal dan Dampingi Maba, Turunkan UKT-nya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Selain Faperta dan FIB Unmul yang sedang sibuk urusi validasi ulang, <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-banyak-ajukan-keberatan-dani-bahkan-ada-yang-nangis/baca" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-banyak-ajukan-keberatan-dani-bahkan-ada-yang-nangis/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-banyak-ajukan-keberatan-dani-bahkan-ada-yang-nangis/baca" style="text-align: inherit;"></a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">) F</span>akultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pun demikian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Ketua Dinas Advokasi, BEM FKIP, Muhammad Arif Tirtana akan melakukan upaya sigap, yakni pendampingan dan pengawalan maba langsung. Menurutnya, birokrasi tentu saja merasa bosan dengan pengajuan berkas begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi maba ini kami coba dengan cara lain, langsung pendampingan pengawalan. Menurut kami, ini kan bahasanya tinjau ulang UKT. Kalau misalnya tinjau ulang, otomatis dia ini mahasiswa lama yang sudah pernah validasi. Teman-teman yang validasi di awal ini sebenarnya bisa turun, dengan catatan mereka melakukan tinjau ulang saat validasi itu,&rdquo; terangnya kepada <em>Sketsa</em> (16/8).</p><p style="text-align: justify;">Pihaknya, akan mendampingi langsung maba di ruang validasi. Setelah hasil validasi keluar, BEM akan meninjaunya dengan melihat kondisi langsung sang maba. Data sementara, terkhusus maba SNMPTN dan SBMPTN sebanyak 25 berkas pengajuan. Dari jumlah tersebut, ada 19 berkas yang berhasil turun UKT-nya pada golongan I sampai II. Sedang, pada SMMPTN dari 10 berkas, ada tujuh yang berhasil turun.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, upaya BEM FKIP adalah melakukan survei validasi. Sayangnya, dari ribuan maba, hanya 100 orang yang berpartisipasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Padahal ada versi <em>offline</em> dan <em>online</em>, tapi minat mereka untuk ngisi ini malas. Karena ya, ada juga yang beranggapan, kalau saya ngisi kira-kira berubah enggak? Gitu,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) data maba yang melakukan tinjau ulang UKT minim. Tercatat dari 11 berkas, hanya satu yang berhasil turun. Sebab, setelah dilakukan peninjauan langsung oleh Tim Survei UKT BEM FKM, hanya satu dirasa pantas turun. Sisanya, masih mampu untuk membayar UKT yang dibebankan di awal.</p><p style="text-align: justify;">Tim Survei UKT BEM FKM bertugas memastikan data berkas dan kondisi di lapangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi BEM enggak dalam artian, ngebantu orang-orang yang sepatutnya enggak dibantu,&rdquo; kata Ketua BEM FKM Muhammad Miftahul Mubarok, saat diwawancarai (15/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda, di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tak lakukan tinjau ulang langsung, karena dalam persyaratan berkas ada melampirkan foto keadaan rumah dan seisi rumah. Sebab, dari situ sudah bisa dinilai dan didukung pula dengan berkas lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rata-rata Rp 4 juta yang ngajukan. Kebanyakan enggak mampu aja dengan UKT sebesar itu, karena pekerjaan orang tua sebagai petani, ada juga yang hanya pegawai swasta,&quot; ungkap staf Advokasi BEM FISIP, Wirandy Saputra.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau pak dekan sendiri bilang, batas minimal yang bisa diturunkan hanya (sampai) 2 juta untuk yang mandiri,&quot; imbuhnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Dari data yang diperoleh tak banyak maba yang minta diadvokasi. Hanya satu orang maba jalur SBMPTN yang mengajukan dan berhasil turun.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, pada jalur SMMPTN ada 21 berkas. &quot;Sudah ada 21 berkas yang naik dan belum dikonfirmasi lagi sama pihak birokrasi,&quot; katanya kemarin (21/8).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pasti ada kabar, soalnya kami yang naik langsung untuk cek perkembangan,&quot; jawabnya saat ditanya jika tak ada kabar dari pihak birokrat.<em><strong>&nbsp;(els/jdj)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peraduan Pemuda Peradaban </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/peraduan-pemuda-peradaban/baca </link>
<guid> peraduan-pemuda-peradaban </guid>
<pubDate> Tue, 22 Aug 2017 19:37:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Dodi Wahyudi mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP 2015. (Sumber Foto: dakwatuna.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/peraduan-pemuda-peradaban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C5OihjaZED.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peraduan Pemuda Peradaban</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hujan penuh penderitaan perjuangan<br>Mengingatkan setiap tetes napas perjuangan<br>Langit bergerak hitam kemerah-merahan</p><p style="text-align: justify;"><br>Sorot malam dinginnya percakapan<br>Tak luput segelas kopi dan hangatnya pembahasan<br>Seperti bangunan kecil nan kokoh</p><p style="text-align: justify;"><br>Angin mencoba meniupkan kegersangan<br>Udara panas mengusikku<br>Panas bagai kobaran api melalap bangunanku</p><p style="text-align: justify;"><br>Kini kesadaran mulai mendidih<br>Kami siap mati<br>Dari pada diam bergerak tak berarti</p><p style="text-align: justify;"><br><em><strong>Ditulis oleh Dodi Wahyudi mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP 2015</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar Nasional Teknik Sipil Bahas Iklim Geografi Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/seminar-nasional-teknik-sipil-bahas-iklim-geografi-kalimantan/baca </link>
<guid> seminar-nasional-teknik-sipil-bahas-iklim-geografi-kalimantan </guid>
<pubDate> Tue, 22 Aug 2017 23:00:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Studi (prodi) Teknik Sipil, Fakultas Teknik sukses menggelar seminar nasional perdananya. (Foto: Shafira Panduwinata) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/seminar-nasional-teknik-sipil-bahas-iklim-geografi-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wUz46DMAWO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seminar Nasional Teknik Sipil Bahas Iklim Geografi Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Program Studi (prodi) Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT) Unmul sukses menggelar seminar nasional bertajuk, &quot;Inovasi Rekayasa Sipil dalam Menghadapi Tantangan Iklim dan Geografi Kalimantan, Berwawasan Lingkungan,&quot; pada Senin (21/7) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa</em>, Ketua Steering Committee (SC), Tamrin Rahman mengatakan agenda yang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) &nbsp;ini baru pertama kalinya digelar. Tema didasari karena melihat pembangunan Kalimantan yang berjalan lamban, lantaran faktor iklim dan geografi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam faktor geografi, tanah di Kalimantan memiliki sifat lepas (<em>loose</em>) artinya tanah mudah bergeser. Akhirnya, pondasi bangunan jadi tidak stabil. Lalu iklim yang tidak dapat diprediksi, musim hujan terlalu lama, serta banyaknya rawa. Diharapkan para <em>engineer</em> bisa mencari solusi dan hadapi tantangan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dekan Fakultas Teknik, Muhammad Dahlan Balfas dalam sambutannya mengatakan, agenda ini juga ingin memperlihatkan hasil makalah yang berstandar nasional. Membawa nama fakultas dan prodi khususnya menjadi hal patut untuk tingkatkan kualitas.</p><p style="text-align: justify;">Dari agenda nasional ini, memberi kesempatan mahasiswa dan dosen teknik sipil nasional mengirimkan makalahnya, kemudian dibahas bersama. Lalu dari situ diseleksi untuk ditentukan makalah mana yang terbaik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya seminar ini harus berlanjut tahun depan dan tidak hanya terkonsentrasi dengan Teknik Sipil Unmul saja, tetapi kolaborasi universitas. Karena dengan kolaborasi universitas, kita akan bisa membuat agenda yang lebih besar,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di Ballroom Hotel MidTown, acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Sesi materi diisi oleh guru besar Universitas Gadjah Mada Hary Christady Hardiyatmo, lalu dilanjutkan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Arief Rahman. Adapula, Direktur PT Teknindo Geosistem Unggul, Wahyu P. Kuswanda. Terakhir, ada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Utara, Suheriyatna. <em><strong>(fir/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Ingin Sudutkan Unmul, Ini Klarifikasi Ayu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ingin-sudutkan-unmul-ini-klarifikasi-ayu/baca </link>
<guid> tak-ingin-sudutkan-unmul-ini-klarifikasi-ayu </guid>
<pubDate> Wed, 23 Aug 2017 02:56:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak ingin menyudutkan pihak manapun, Ayu Wulan Dari, maba Farmasi mengklarifikasi pernyataannya tentang beban UKT yang diterimanya. (Ilustrasi: harian.analisadaily.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ingin-sudutkan-unmul-ini-klarifikasi-ayu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1Ej1MswPy8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Ingin Sudutkan Unmul, Ini Klarifikasi Ayu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) telah dirasakan mahasiswa baru (maba) Unmul. Sisa dua hari lagi tenggat validasi usai. Hasilnya, ada yang keberatan dan mengajukan validasi ulang. Namun, adapula yang pasrah dengan keadaan.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin menyudutkan pihak manapun, Ayu Wulan Dari, maba Farmasi mengklarifikasi pernyataannya tentang beban UKT yang diterimanya. Bahwa ia dibebankan Rp 10 juta dari hasil validasi dan merasa tak sanggup dengan besaran itu.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukt-mahal-maba-farmasi-terancam-gagal-kuliah/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukt-mahal-maba-farmasi-terancam-gagal-kuliah/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya kan cuma kurang mampu bayar aja. Enggak lebih. Tapi di berita itu kesannya saya menyalahkan pihak Unmul-nya,&quot; balasnya melalui pesan <em>Line</em> pada awak<em>&nbsp;Sketsa</em>, Selasa (22/8).</p><p style="text-align: justify;">Ayu juga mengaku ternyata belum bertatap muka dengan BEM Farmasi untuk mengeluhkan persoalannya. &quot;Saya enggak tahu itu anak BEM apa bukan, intinya kakaknya anak farmasi,&quot; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang telah dikatakan sebelumnya merupakan kesalahpahaman, karena ia mengira kakak tingkatnya tersebut juga bagian dari BEM Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">Ayu yang kini berada di kampungnya di Kabupaten Paser itu, pasrah. &quot;Percuma juga. Kan saya enggak kuliah juga ini. Toh sampai sekarang UKT-nya juga enggak bisa turun kan, sedangkan segala urusan harus selesai tanggal 25 ini,&quot; ucapnya pasrah.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, tak ada upaya komunikasi terjalin antara BEM Farmasi dan Ayu. Saat <em>Sketsa</em> menyambangi Posko Maba BEM Farmasi Selasa pagi (22/8), tak satu pun yang bersedia memberikan tanggapan. Beberapa staf BEM Farmasi meminta awak <em>Sketsa&nbsp;</em>untuk menghubungi langsung Gubernur BEM Farmasi Faqur Rahman atau Ketua Departemen (Kadept) Internal, Muhammad Satyo Pradana.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> mencoba mengonfirmasi sang gubernur, namun ia mengaku sedang sibuk sehingga belum bisa diwawancara. Sedang Dana, sapaan Kadept Internal itu tak membalas pesan <em>WhatsApp</em> yang dikirim awak <em>Sketsa</em>. <em><strong>(jdj/els/krv)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengomparasi Gerakkan Tjokroaminoto dalam Abad 21 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengomparasi-gerakkan-tjokroaminoto-dalam-abad-21/baca </link>
<guid> mengomparasi-gerakkan-tjokroaminoto-dalam-abad-21 </guid>
<pubDate> Thu, 24 Aug 2017 01:36:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. (Sumber foto: merdeka) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengomparasi-gerakkan-tjokroaminoto-dalam-abad-21/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FdUDrD72My.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengomparasi Gerakkan Tjokroaminoto dalam Abad 21</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pengimplementasian semangat revolusioner yang dianut Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto pasca era tanam paksa akhir tahun 1890 silam, menunjukan bahwa kaum muda yang bersatu dengan rakyat akan menjadi kuat. Berbeda jauh dengan kondisi negeri saat ini. Fakta yang tak terbantahkan bahwa pergerakan mahasiswa yang &ldquo;kendor&rdquo; saat ini dipengaruhi oleh beragam faktor. Mulai dari tersekat penggolongan aliran-aliran tertentu hingga pengaruh budaya era milenial.</p><p style="text-align: justify;">Adanya diskusi dan bedah film &ldquo;Guru Bangsa Tjokroaminoto&rdquo; yang diusung BEM FKTI (18/8) lalu, menyadarkan kembali arti penting proses perlawanan menuju kemerdekaan yang dimotori oleh HOS Tjokroaminoto bersama Sarekat Islam (SI).</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diketahui, terdapat tiga murid (HOS) Tjokroaminoto yang berpengaruh dalam dinamika politik Indonesia. Yakni, Soekarno yang mengembangkan ajaran nasionalisme, Kartosoewiryo menganut ajaran fundamentalisme Islam, sementara Muso mengembangkan ajaran komunisme.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Memiliki tiga murid dengan sudut pandang berbeda, tak membuat Tjokro berusaha untuk menetralisir perkembangan ide-ide yang ada. Baik itu sosialis, nasionalis, dan keagamaan. Itu dibiarkan berkembang dan terus berkontradiksi. Perbedaan ini dijaga karena menghidupkan ide-ide yang ada. Setidaknya itulah yang disampaikan Jamal, anggota Kongres Politik Organisasi Perjuangan Rakyat Kerja (KPO-PRP) Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masyarakat bebas memilih ide mana yang dia sepakati. Itu yang saya apresiasi dari film ini,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang akrab disapa Bung Jamal ini menilai ada hal menarik pada masa itu. Peran media massa, yakni koran menjadi penyokong ide-ide pembebasan untuk disalurkan kepada rakyat. Seperti diketahui, saat itu Indonesia berada dalam fase industrialisasi yang baru berkembang. Namun, media masa kini mengalami pergeseran dalam peranannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Koran pada masa itu terlepas dari keterbatasan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), benar-benar menjadi alat propaganda yang mana ide-ide (dapat) tersalurkan di seluruh negeri ini. Kini, media telah berkembang. Tapi kenapa tidak dapat menyalurkan ide-ide masyarakat saat ini dengan maju?&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Jamal menambahkan, media yang saat ini semakin maju malah dipenuhi iklan pesanan perusahaan besar. Tentunya hal ini memiliki profit tersendiri bagi perusahaan media.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Makanya tidak heran media di Kaltim ini jarang yang mau menyoroti tambang dan sebagainya,&quot; kritiknya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, jika melihat relevansinya dengan zaman sekarang, gerakkan mahasiswa serta masyarakat mau tidak mau, dan suka tidak suka harus membangun medianya sendiri. Dikarenakan hampir dalam beberapa tahun terakhir, jarang ditemui selebaran-selebaran pergerakkan dalam aksi-aksi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Indonesia belum bisa dikatakan merdeka. Kita berada dalam situasi di mana dikuasai oleh orang yang memiliki modal. Satu-satunya jalan adalah mandiri atau berdikari,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Angga Kusuma Wijaya, anggota Lingkar Studi Kerakyatan menyatakan bahwa, Tjokroaminoto erat kaitannya dengan kebangkitan ideologi nasionalisme di Indonesia. Kemunculan nasionalisme di negara maju Eropa ialah nasionalisme yang fasistis. Dikembangkan oleh Hitler dengan tujuan menghancurkan dan menjajah bangsa-bangsa lainnya. Berbeda, nasionalisme di Indonesia tumbuh subur karena semangat akan melawan penindasan, khususnya penindasan kolonialisme saat itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sarekat Islam (SI) adalah bukti kebangkitan nasional Indonesia. Mempunyai anggota sebanyak dua juta lima ratus. Berbeda dengan Budi Oetomo yang gerakkannya sektarian terdapat di daerah dan kaum tertentu saja,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Angga berpendapat, Tjokro merupakan sosok yang selalu ingin belajar. Ia tidak hanya belajar sebatas dari ajaran gurunya, tetapi juga mempelajari ide-ide baru yang berkembang dan menyontoh perlawanan dari berbagai negara. Tak heran, hal ini membuatnya menjadi progresif sejak belia. Sepatutnya, inilah yang diterapkan mahasiswa hari ini. Ruang demokrasi yang cenderung terbuka mestinya diisi dengan diskusi ilmiah di berbagai kampus secara rutin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mayoritas mahasiswa sekarang jangankan melakukan perlawanan seperti itu, belajar saja dia malas. Situasi yang ada dulu lebih sulit daripada situasi sekarang. Dulu, rapat saja dilarang, diskusi bisa dibubarkan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda, Muhammad Teguh Satria, Ketua KAMMI Kaltim-Kaltara juga menilai Tjokroaminoto sosok pelajar yang cukup luar biasa. Banyak hal bisa digali dengan mengenal Tjokroaminoto. Di antaranya menurut versi Teguh ialah menyadarkan mahasiswa kini, sehingga membuat perubahan lebih berarti ke depan. Pentingnya pendidikan dan pencerdasan politik harus digali lebih matang, demi perjuangan dan perlawanan yang akan digagas.</p><p style="text-align: justify;">Tjokroaminoto juga tetap bersemangat memperjuangkan keadilan, walau menyentuh jeruji besi pada akhirnya. Tak hanya itu, ia juga menjaga napas pergerakan dengan cara melahirkan pemimpin-pemimpin selanjutnya dengan kaderisasi. Bagi Teguh, Indonesia berpeluang besar dalam kancah geopolitik ke depan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari sejarah-lah kita mendapatkan romantisme-romantisme yang tadi kita sebutkan yang tidak perlu kita romantisme-kan kembali,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Turut pula Jahruni, Pemimpin Redaksi Tepian TV yang menjadi pemantik jalannya diskusi, mengutarakan pendapat. Ia menyimpulkan, peran media dalam pergerakkan pada zaman kemerdekaan, memposisikan diri sebagai media propaganda perlawanan kepada kolonialisme. Tjokroaminoto dan Menteri Luar Negeri RI ke-3 Agus Salim adalah jurnalis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua dimulai daripada menulis, bagaimana mau menulis kalau tidak membaca? Membaca saja tidak mau, terus bagaimana membaca realita yang ada saat ini?&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Perbedaan besar terlihat hari ini dengan zaman dulu adalah tidak pernah ditemukannya titik yang sama, antara gerakan mahasiswa dengan idealisme jurnalis. Sebab, tidak pernah dapat duduk bersama, antara suatu gerakan dengan media. Beberapa kali isu sering dilempar, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian kalangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kalau zaman dulu seorang jurnalis dan tokoh perjuangan itu punya visi dan misi yang sama. Tujuannya apa? Yaitu propaganda,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Norman Iswahyudi, Presiden BEM KM Unmul turut hadir dan berpendapat, saat ini Indonesia belum menemukan sosok layaknya Tjokroaminoto dalam memimpin Indonesia. Di tengah era informasi yang bisa diakses dengan cepat, banyak tersebar informasi ke khalayak luas namun tak berdasar dan tidak bertanggung jawab. Gerakkan mahasiswa yang tersekat hari ini, karena adanya informasi-informasi yang tidak difilterisasi oleh khalayak umum. Suatu yang viral dengan mudah mendoktrin masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini mungkin masalah kita bersama, bagaimana membangun konsolidasi gerakan mahasiswa yang masih minim literasi dan budaya diskusi,&rdquo; tutur Norman.</p><p style="text-align: justify;">Baginya kritik ini juga menjadi masukan untuk dirinya, juga BEM KM. Norman mengaku akan mencoba untuk masifkan diskusi. Ia juga mengapresiasi diskusi yang saat itu digelar. <em><strong>(myg/adl/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> (Not) Evergreen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/not-evergreen/baca </link>
<guid> not-evergreen </guid>
<pubDate> Sun, 27 Aug 2017 00:16:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen dari Yasmiin Khoirul Bariyyah, Pendidikan Dokter Umum 2015. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/not-evergreen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uXcTOKs2JD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>(Not) Evergreen</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Aku mau kita jadi lebih dari sekedar teman&hellip;&rdquo; Sewoon tiba-tiba menatapku serius.</em><br><em>Aku berbalik menatapnya ragu.</em><br><em>&ldquo;&hellip;. Maksudnya?&rdquo; tanyaku pura-pura tak mengerti.</em><br><em>&quot;Kamu mau jadi pacar aku?&rdquo; Lelaki ini mengangkat ujung bibirnya tinggi.</em><br><em>Tanpa basa-basi aku mengangguk pelan sambil membalas senyumannya.</em></p><p><br></p><p>&ldquo;Wah, kalau diingat-ingat lucu juga, ya?&rdquo; gumamku.</p><p>Sudah setahun lamanya sejak kejadian &lsquo;bersejarah&rsquo; itu terjadi. Aku tak bisa mengelak, banyak hal yang berubah. Seperti kenyataan bahwa aku sudah menunggunya di <em>cafe</em> ini lebih dari setengah jam. Dia dulu tidak seperti ini, bahkan selalu datang 15 menit sebelum jam janjian kita. Tapi beberapa bulan terakhir ini dia selalu membuatku menunggu.&nbsp;</p><p>&quot;Mungkin karena masalah kampus atau organisasi?&quot; Yah, begitulah caraku memahaminya.</p><p>Sudah setengah jam aku duduk, mengaduk <em>vanilla latte</em>-ku untuk mendinginkannya. Pikiranku melayang. Satu tahun, lama ya? Banyak hal yang dulu kita lakukan bersama, tapi kini sudah tidak. Sibuk. Alasan klise memang, tapi ya memang begini adanya.</p><p><em>Kling-kling</em></p><p>Pintu <em>cafe</em> terbuka. Sewoon melangkahkan kakinya masuk. Aku langsung menoleh kearahnya sambil tersenyum.</p><p>&ldquo;Sudah lama?&rdquo; tanyanya.</p><p>&ldquo;Enggak kok, baru <em>aja</em>,&rdquo;</p><p><em>Huh</em>, bahkan setelah satu tahun bersama, aku tidak berani jujur tentang masalah sekecil ini.</p><p>Lelaki dengan kemeja kotak-kotak ini duduk di depanku, membuka laptopnya dan mulai fokus dengan pekerjaannya. Sesibuk itu ya? Ya, aku hanya bertanya dalam hati, tak berani mengganggunya.</p><p>Aku akhirnya bangkit dan bergerak dalam sunyi untuk memesan <em>Americano</em> untuknya.</p><p>Sekian banyak hal yang berubah, tapi minuman favoritnya tetap sama, <em>Americano</em> dengan setengah gelas kecil sirup. Aku menaruh cangkir hangat itu di atas meja. Lelaki yang masih sibuk dengan laptopnya ini tanpa basa-basi mengangkat cangkir <em>Americano</em>-nya dan menyuruputnya.</p><p>Masih dalam diam, aku dan Sewoon menikmati kopi kita masing-masing. Tidak ada yang mencoba memulai pembicaraan.</p><p>Benar-benar, lelaki ini! Ak<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">u bahkan menunggu seminggu, mengerjakan semua tugas organisasi dan <em>paper</em> ku pagi ini untuk bertemu dengannya, tapi di sini aku hanya bisa melihatnya yang sibuk dengan urusannya sendiri? <em>Huh</em>, bodohnya aku juga tidak berani membuka pembicaraan karena takut mengganggunya.</span></p><p>Aku terus memandang wajahnya. Tak banyak yang berubah dalam setahun, raut muka seriusnya selalu sama seperti ini. Hanya saja, mengapa aku merasa aku sedang bersama orang yang berbeda?</p><p>Aku meraih bungkus roti yang ada di meja, dan membaliknya, melirik tanggal kadaluwarsa.</p><p>Semua hal memiliki masa kadalwuarsa, begitu juga kita. Apakah ini saatnya?</p><p>Apa ini benar-benar saatnya berhenti? Apa sudah tidak bisa diperbaiki?</p><p>Bahkan tidak ada yang bisa diperbaiki, karena ini hanya masalah waktu dan perasaannya yang sudah berubah. Tapi tidak bisakah dia ungkapkan saja, daripada kita selalu terjebak dalam keadaan canggung seperti ini?</p><p>Ribuan pertanyaan mengacaukan pikiranku, terlebih lagi kenyataan bahwa aku tidak bisa menemukan solusinya.</p><p>Sewoon menghela napasnya keras, menghentikan kesunyian, menutup laptopnya dan memasukkannya ke dalam tas.</p><p>Kemudian akhirnya mata kami bertemu, aku sedikit tersentak kaget.</p><p>&ldquo;Pulang?&rdquo; ucap Sewoon.</p><p>&ldquo;Ah&hellip; iya,&rdquo;</p><p>Kami akhirnya berdiri dan melangkahkan kaki keluar <em>cafe</em>, masih dalam keadaan canggung.</p><p>Bahkan langit mengerti perasaanku, tiba-tiba hujan deras menyelimuti hari ini. Kami berlindung di bawah kanopi toko yang kebetulan tutup. Sewoon kembali menghela napas, entah karena di sini hanya ada aku dan dia atau karena alasan lain, helaan napasnya berat.</p><p>Aku akhirnya mencoba mengumpulkan keberanianku untuk membuka pembicaraan.</p><p>&ldquo;Aku pikir ini akhirnya, ya?&rdquo;</p><p>Kenapa dari sekian banyak pertanyaan dan kalimat yang ada di muka bumi ini, hanya itu yang bisa keluar dari mulutku? <em>Bodoh! Bodoh! Bodoh!</em> Aku memaki diriku dalam hati.</p><p>Sewoon merapikan letak tasnya, &ldquo;&hellip;. Hm?&rdquo; gumamnya.</p><p>Sudah beberapa bulan ini aku memaksakan genggamanku dalam hubungan ini, dan sekarang aku mulai lelah. Haruskah aku mengatakannya saat ini, melepaskan semuanya?</p><p>&ldquo;Kamu tahu&hellip; Kita sepertinya&hellip; Sudah tidak ada jalan lagi. Haruskah kita berhenti sekarang?&rdquo;</p><p>Aku mulai merenggangkan genggamanku, tapi hatiku masih menginginkan lelaki ini yang berbalik menggenggam hubungan kita erat.</p><p>Tidak, aku tidak akan berharap!</p><p>&ldquo;Kalau itu menurutmu aku&hellip;?&rdquo; tanyanya.</p><p>Dari nada bicaranya aku bisa merasakan dia bahkan tidak mencoba menahanku.</p><p>Tapi memang tidak ada alasan untuk bertahan, jadi, untuk apa?</p><p>Jika dulu dia pernah bilang dia menyukaiku tanpa alasan, dia juga bisa &lsquo;tidak lagi menyukaiku&rsquo; tanpa alasan.</p><p>Berakhir sudah, genggamanku lepas. Aku menghela napas dalam-dalam.</p><p>Hujan masih menyelimuti kita yang diam seribu bahasa.</p><p>Sewoon tiba-tiba berjongkok. Lelaki ini membetulkan tali sepatuku yang lepas karena terinjak saat berlari untuk berlindung dari hujan. Dia kemudian berdiri, menatapku sambil tersenyum. &ldquo;Maaf&hellip;.&rdquo; ka<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ta itu meluncur dari mulutnya, satu kata yang tiba-tiba menusukku.</span></p><p>Aku membalas senyumnya, &ldquo;&hellip; Tak perlu,&rdquo; jawabku.</p><p>Sewoon mengangkat tasnya di atas kepala dan kemudian berlari menerobos hujan, meninggalkan aroma tubuhnya dan diriku yang hanya bisa melihat punggungnya yang mulai hilang dari pandangan.</p><p>Ini sungguh selesai.</p><p>Kalau genggamanku sudah kulepaskan dari dulu, akankah rasanya sesakit ini?</p><p>Aku melirik tali sepatuku yang diikat olehnya. Bahkan di saat-saat terakhir pun.</p><p><em>Dasar bodoh! benar-benar lelaki bodoh!</em></p><p>Tanpa sadar air mataku yang menumpuk, mulai jatuh ditemani rintik hujan yang tak kunjung reda.<br><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Yasmiin Khoirul Bariyyah, mahasiswi Pendidikan Dokter Umum 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelacur, Kebenaran yang Dibungkam Kekuasaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/pelacur-kebenaran-yang-dibungkam-kekuasaan/baca </link>
<guid> pelacur-kebenaran-yang-dibungkam-kekuasaan </guid>
<pubDate> Sun, 27 Aug 2017 12:50:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelacur, pementasan dari UKM Teater Yupa Unmul.(Foto: Jati Dwi Juwitaningrum) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/pelacur-kebenaran-yang-dibungkam-kekuasaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EecFg6D3q0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pelacur, Kebenaran yang Dibungkam Kekuasaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Suasana tampak berbeda pada Jumat malam (25/8), di halaman Auditorium Unmul, rupanya mereka tengah menanti pementasan dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiwa) Teater Yupa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pentas bersifat tahunan itu, berjudul &quot;Pelacur&quot; karya filsuf dan sastrawan Perancis, Jean Paul Sartre, sebuah naskah yang disadur oleh Toto Sudarto Bachtiar. Sebelum pementasan dimulai, penonton masih disuguhi pemandangan gelap. Tak berapa lama, hymne Teater Yupa dinyanyikan, pertanda pertunjukan telah dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Mendengar judulnya pasti di benak timbul hal negatif, namun jangan dulu. Begitulah pesan yang ingin disampaikan. Pekerjaan haram itu, terpaksa dilakoni wanita bernama Eliza yang diperankan Aisyah Nur Asri. Eliza tak cuma terjebak dalam urusan haram itu, kejujurannya diuji saat mesti melindungi seorang pria gelandangan (Rizky Gampreng).</p><p style="text-align: justify;">Gelandangan tersebut mendatangi dan memohon kepada Eliza agar menyatakan kebenaran. Bahwa ia tak terlibat dalam kejahatan yang sebenarnya dilakukan oleh anggota parlemen bernama Thomas. Thomas belakangan diketahui sebagai pemerkosa Eliza dan membunuh teman dari gelandangan tersebut. Eliza awalnya menyetujui, dengan kesepakatan bahwa gelandangan tak datang lagi di hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Kegaduhan obrolan tersebut, akhirnya membangunkan si pria semalam (Ricky Rizaldi). Eliza pun menggoda pria ini, namun ujungnya si pria malah kesal dan meremehkannya dengan membayarnya hanya Rp 10 ribu. Sontak penonton tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Tak terima, Eliza melemparkan uang tersebut ke wajahnya, obrolan berlanjut hingga dua polisi datang menggerebek mereka. Eliza berkata sejujurnya, meski posisinya pelacur ia tak ingin dibayar demi kebohongan. Namun, tujuan polisi saat itu bukan ingin menggerebek Eliza, tapi meminta Eliza menandatangani surat yang berisikan bahwa Thomas tak salah, dan gelandanganlah yang mestinya dipenjara&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja Eliza menolak tegas, ia tak ingin bertindak yang bertentangan dengan hatinya. Polisi terus memaksa, pun pria yang bersamanya pada malam itu. Hingga, tibalah komandan (Hadi Cahyo), yang<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;ternyata juga ayah dari pria semalam. Tanpa pandang bulu, sang komandan menampar dan berteriak kepada anak buahnya, bahwa tak seharusnya kekerasan dilakukan pada wanita itu.</span></p><p style="text-align: justify;">Tenyata ada niat terselubung, di balik sikap baik komandan. Ia menjebak Eliza agar menandatangani surat itu. Terpengaruh berbagai hal, Eliza putuskan menandatangani surat. Ia baru tersadar bahwa ia dijebak, dan kecewa dengan keputusannya, sang gelandangan pun mesti mendekam dipenjara dan menanggung kesalahan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Pria semalam yang di akhir cerita baru diketahui namanya yakni Firdaus, pun meminta maaf dan mengakui bahwa Eliza selalu menghantuinya. Firdaus mendekap Eliza yang tengah menangis karena kecewa. Lakon pentas ditutup dengan lagu dan suasana haru nan romantis keduanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tim yang memerankan memang kebanyakan wanita, jadi dari sekian banyak naskah dipilihlah cerita ini yang dekat dengan perempuan,&quot; kata Ketua Panitia, Nur Rachma.</p><p style="text-align: justify;">Cerita ini mengajarkan, meski posisi pelacur sering dianggap remeh dan dipermainkan semena-mena, ternyata ia tetap manusia, yang ingin suarakan kebenaran namun dibungkam. Jabatan dan kekuasaan yang diemban penguasa, ternyata membuat buta. Orang-orang kecil inilah yang mesti menanggung kebohongannya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam menyiapkan pentas tahunan ke-24 itu, Yupa memerlukan waktu selama 3 bulan. &quot;Akhirnya semua berjalan dengan lancar sehingga tiket <em>sold out</em> 160 tiket lebih,&quot; ucapnya tersenyum. <strong><em>(bip/mpr/omi/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Catatan Anak Perantau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/catatan-anak-perantau/baca </link>
<guid> catatan-anak-perantau </guid>
<pubDate> Mon, 28 Aug 2017 01:14:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Taufik Noor mahasiswa Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan 2015 (Foto: abunawaf.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/catatan-anak-perantau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4fpnCXdbZg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Catatan Anak Perantau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari ini mentari memancarkan sinarnya kembali ke seluruh kota Tepian. Ya itulah julukan kota Samarinda yang kendaraaan terlalu ramai berlalu lalang. Bahkan suara kendaraan yang saling berbalapan pun sudah jadi tontonan yang lazim di kota ini. Kumpulan orang pun terlalu sibuk berkerumun di bangunan kota yang sangat menjulang ke langit bahkan ada yang terlalu sesak memakan hamparan tanah kota.<br><br>Di sini aku termenung, di dalam kamar yang kumuh ditemani oleh kesendirian. Perasaan yang gundah, gelisah, ceria bahkan marah pun sering bercampur baur menjadi satu. Ya inilah aku, seorang anak perantau yang jauh dari kampung halaman yang sejak Mei 2015 memutuskan untuk hijrah. Meninggalkan kota Paser yang dulu aku jalani, bahkan rela meninggalkan mereka yang sangat aku dambakan, ya mereka adalah keluarga kecilku.<br><br>Lazimnya setiap pertemuan pasti ada perpisahan begitu pula setiap kepergian pasti ada saja kepulangan. Sekarang aku mengerti kenapa menjadi anak perantau itu sangatlah susah. Hidup seperti ini harus irit segalanya, tetapi aku bersyukur bisa seperti ini, ya aku bersyukur karena aku dapat membuat mereka bangga dengan pencapaianku selama ini.<br><br>Aku masih teringat dulu waktu masih duduk di bangku <em>Madrasah Tsanawiyah</em>, ya dulu aku orangnya sangatlah culun bahkan untuk bergaul pun susah. Bukan hanya itu, setiap aku punya ide atau apa pun aku tidak dapat maju untuk menyampaikannya.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, sekarang sudah berbeda, ibarat lagu <em>&quot;Aku yang dulu bukanlah yang sekarang&quot;</em>, ya karena aku yang sekarang sangatlah gampang bergaul, bahkan untuk setiap ide pun aku selalu berani untuk maju dan menuangkannya, walaupun aku tau pasti itu akan gagal atau bahkan ditertawakan oleh mereka. Tetapi, aku yakin itu semua adalah kunci untuk menggapai kesuksesanku nanti.<br><br>Terkadang aku masih juga bingung, bingung seribu bahasa, bingung akan aku bawa kemana masa depan ini. Terkadang pikiran itu selalu muncul, ya pikiran itu <em>&quot;Apakah aku nanti akan mendapatkan pekerjaan dari masa perantauanku ini?&quot;</em>.<br><br>Tetapi aku tahu, di sisi lain aku juga sangatlah percaya bahwa perantauan ini bukanlah mencari pekerjaan tetapi hanya mencari kesuksesan.<br><br>Perjalananku masih panjang, waktu perantauanku bisa dibilang masih sangat lama. Ya aku masih harus menempuh perantauan ini untuk menyelesaikan kependidikanku atau mungkin sampai masa suksesku. Tetapi aku akan mencobanya agar dapat membuat mereka bahagia, ya mereka adalah keluarga kecilku.</p><p><em><strong>Ditulis oleh Taufik Noor mahasiswa Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan 2015</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Vanny Putri Pariwisata 2017, Sosok Muda Penuh Inspirasi⁠⁠⁠⁠ </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/vanny-putri-pariwisata-2017-sosok-muda-penuh-inspirasi/baca </link>
<guid> vanny-putri-pariwisata-2017-sosok-muda-penuh-inspirasi </guid>
<pubDate> Tue, 29 Aug 2017 00:44:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi ini berhasil bersaing dengan 108 kontestan dan meraih gelar Putri Pariwisata Kota Samarinda 2017. (Foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/vanny-putri-pariwisata-2017-sosok-muda-penuh-inspirasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KsepzqfgQh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Vanny Putri Pariwisata 2017, Sosok Muda Penuh Inspirasi⁠⁠⁠⁠</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dunia anak muda memang tak jauh dari tantangan. Apalagi memiliki peran dalam masyarakat, untuk melestarikan budaya serta wahana wisata daerah. Ajang penobatan duta dan putra putri pariwisata jadi salah satu yang memenuhi kriteria tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Vanny Verbian Stephanie mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi ini berhasil meraih gelar Putri Pariwisata Kota Samarinda 2017 setelah menyisihkan 108 kontestan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dara kelahiran Jakarta, 22 Maret 1998 ini memang memiliki prestasi yang membanggakan. Ketika masih duduk dibangku SMA, ia terpilih menjadi Purna Paskibraka Provinsi Kaltim pada tahun 2014 sebagai pembawa baki penurunan. Tak hanya itu, ia pun sempat menjadi model surat kabar Kaltim Post.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari hobi, mahasiswa angkatan 2016 itu juga gemar menarikan tari tradisional. Kegemarannya itu mebuatnya sukses mengantongi beberapa prestasi.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi yang akrab disapa Vanny ini tengah menekuni dunia olahraga lari dan renang. Meski, dalam bidang ini belum meraih prestasi, Vanny tak kecil hati. Ia tetap gigih dan percaya pada usaha yang sedang dijalaninya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Percayalah pada kemampuanmu, jadilah yang terbaik dan berikan yang terbaik, apapun hasilnya syukuri. Jangan pernah kecewa dan jangan cepat merasa puas,&quot; ujarnya sampaikan moto yang diyakininya.</p><p style="text-align: justify;">Vanny mengaku perjalanannya hingga kini memiliki kesan tersendiri. Termasuk dalam mengikuti ajang Putri Pariwisata.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini pertama kalinya mengikuti ajang seperti ini dan Alhamdulillah bisa meraih Putri Pariwisata Kota Samarinda 2017,&quot; terangnya penuh syukur.</p><p style="text-align: justify;">Impian seseorang tentu akan lebih mudah tercapai berkat dukungan dan semangat dari sekitar. Hal ini dibuktikan Vanny, berkat keluarga, terlebih sang ibu serta teman-teman dekatnya. Motivasi kuat mendorongnya untuk terus berprestasi. Vanny mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik dan melakukan semuanya dengan hati. Sebab, ia memiliki keyakinan semuanya dapat dilewati dan memberikan hasil sesuai harapan.</p><p style="text-align: justify;">Menyandang gelar Putri Pariwisata tentu tidak mudah. Harus melalui berbagai tahapan dan persiapan matang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Susah-susah gampang. Harus kuat mental karena semakin berhasil raih sesuatu, maka semakin banyak juga terpaan angin yang berusaha menjatuhkan. Belajar <em>explore</em> diri sendiri dan jangan menutup diri dari kritik dan saran orang sekitar,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Gadis 19 tahun ini menganggap kritik dan saran orang sekitar membuatnya bisa mengintrospeksi diri agar lebih baik lagi. Berada pada level sebagai Putri Pariwisata bukan untuk bersantai ria. Sebab, banyak tugas-tugas yang diembannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang lagi kerja sama dengan beberapa destinasi wisata yang ada di Samarinda, dan kita akan mempromosikan destinasi tersebut ke masyarakat,&quot; pungkasnya. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat sadar dan lebih mencintai wisata yang ada di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai promotor destinasi wisata kota, beberapa cara dilakukan agar mendapat hasil yang maksimal. Di antaranya dengan memanfaatkan media sosial yang aksesnya lebih luas. Selain itu, akan diadakan sosialisasi Sadar Sapta Pesona ke beberapa sekolah atau universitas yang ada di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Usai dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Samarinda, mahasiswi semester tiga ini justru lebih tertantang untuk ambil peran lebih besar. Kini ia mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang pemilihan Putri Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur 2017 yang rencananya dilaksanakan antara Oktober atau November.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mohon doa dan dukungannya ya,&quot; tutupnya.<em><strong>&nbsp;(dyh/adl/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> POMB Unmul Dihadiri Ribuan Wali Maba </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pomb-unmul-dihadiri-ribuan-wali-maba/baca </link>
<guid> pomb-unmul-dihadiri-ribuan-wali-maba </guid>
<pubDate> Wed, 30 Aug 2017 00:39:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Birokrat Unmul adakan pertemuan bersama orangtua/wali maba
 (Foto: Muhammad Khusairi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pomb-unmul-dihadiri-ribuan-wali-maba/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e7y7mpocb5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>POMB Unmul Dihadiri Ribuan Wali Maba</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Gelanggang Olah Raga (GOR) 27 September pada Senin (28/8) kemarin, nampak ramai. Bukan oleh mahasiswa, melainkan para wali mahasiswa baru (maba) dalam rangka Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa Baru (POMB) tingkat universitas.</span></p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun sinergi dan komunikasi antara wali murid dengan pihak birokrat Unmul. &ldquo;Membangun sinergi antara aktivitas yang dibangun oleh universitas dan upaya kita untuk menyampaikan informasi kepada orang tua mahasiswa,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah wali maba yang hadir dalam POMB tersebut diperkirakan mencapai ribuan orang. &ldquo;Kami perkirakan sekitar 1800-an karena biasanya wisuda itu kalau dibawah penuh, kira&ndash;kira 1500,&rdquo; ungkap Encik.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan banyak hal penting yang disampaikan kepada orang tua dan wali maba dalam pertemuan tersebut. Di antaranya terkait pendanaan, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), kemahasiswaan, dan akademik. Termasuk informasi penting bahwa Unmul telah menyandang akreditasi A tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski tidak dihadiri oleh seluruh wali maba karena terkendala jarak, Encik mengaku pertemuan kemarin mendapat respon yang baik. Hal itu dapat dilihat dari respon wali maba yang aktif dalam menerima pun menyampaikan saran kepada pihak birokrat Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> mewawancarai salah satu wali maba yang hadir. &ldquo;Ini pertemuaan sangat positif sekali, artinya sepanjang perjalanan Unmul baru kali ini ada pertemuan dengan orang tua, dan informasi yang ternyata akreditasi Unmul ini sudah A. itu merupakan hal yang menggembirakan buat kami para orang tua. Selama ini kami tidak tau itu,&quot; ungkap Muhammad Yunus Syam, wali dari maba Yuswia Rizky Nabila Syam Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain tingkat universitas, pertemuan orangtua dan wali maba juga dilakukan di tiap fakultas pada hari yang sama (28/8) pukul 14.00 Wita. Kecuali Fakultas Farmasi yang lebih dulu melaksanakan pertemuan tersebut pada Sabtu (26/8). <strong><em>(kus/gie/krv)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tracer Study, Mudahkan Jalan Alumni </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tracer-study-mudahkan-jalan-alumni/baca </link>
<guid> tracer-study-mudahkan-jalan-alumni </guid>
<pubDate> Wed, 30 Aug 2017 01:20:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 1 Juli 2016 lalu, Unmul mendirikan unit pelaksana tugas (UPT) Perkasa yang menghimpun alumni dan mahasiswa dalam career center. (Foto: fkip.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tracer-study-mudahkan-jalan-alumni/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Gvmx86scEc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tracer Study, Mudahkan Jalan Alumni</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas perguruan tinggi negeri (PTN). Di antaranya, seperti sumber daya manusia (SDM), kurikulum program studi, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, dan banyak lagi. Bagaikan hadiah di usianya yang ke-55 tahun, Unmul resmi terakreditasi A setelah visitasi asesor pada 27 Maret lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Namun hal itu membuat Unmul memiliki PR baru dalam mempertahankan prestasinya. Jauh sebelum visitasi asesor tersebut, pada 1 Juli 2016 Unmul mendirikan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa) yang menghimpun alumni dan mahasiswa dalam <em>career center</em>.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam situsnya, yakni <em><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&q=http://perkasa.unmul.ac.id&source=gmail&ust=1504097614534000&usg=AFQjCNG50E3tb1PBwCS50Ka-6KkyADskjw" href="http://perkasa.unmul.ac.id" target="_blank">perkasa.unmul.ac.id</a></em>&nbsp; tertulis Tracer Study Universitas Mulawarman. Berdasar laman<em>&nbsp;<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&q=http://tracerstudy.dikti.go.id&source=gmail&ust=1504097614534000&usg=AFQjCNFwYmR7ZIOEdmhQQlRnbVQJaeU4cg" href="http://tracerstudy.dikti.go.id" target="_blank">tracerstudy.dikti.go.id</a>,</em>&nbsp;<em>tracer study</em> adalah studi pelacakan jejak lulusan atau alumni yang dilakukan setelah lulus. Di negara-negara maju, studi pelacakan jejak alumni adalah studi utama yang telah dilaksanakan secara sistematis, institusional, dan terus menerus.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hasil<em>&nbsp;tracer study</em> kemudian dilaporkan ke Dikti akan membantu program pemerintah dalam memetakan kebutuhan dunia kerja dengan pembangunan pendidikan di Indonesia. Sebelumnya, <em>tracer study&nbsp;</em>di bawah koordinasi Lembaga Pengembangan, Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M), kini agar lebih fokus UPT Perkasa yang menangani hal tersebut.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Beruntung, dengan adanya program kerja <em>tracer study&nbsp;</em>ini memudahkan pihak universitas mendata alumni Unmul. Namun, baru 2020 lulusan Unmul atau sekitar 15 persen yang terdaftar.<br><br>Disambangi <em>Sketsa&nbsp;</em>(21/8) Muhammad Rizaldi staf IT dan Tracer Study UPT Perkasa, menerangkan pentingnya peranan <em>tracer study</em> dengan peningkatan akreditas Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Di situ daftar biodata (registrasi) lalu <em>login</em> dan mengisi kuisioner. Ada data-data pertanyaan yang langsung dari Dikti. Seperti sudah berapa lama Anda bekerja, berapa lama Anda memperoleh pekerjaan dan berapa lama masa tunggu Anda bekerja. Apa kesulitan Anda mencari kerja?&quot; jelasnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Jadi, dari situ kita mengetahui alumni itu bidang keilmuan dia selaras atau tidak dengan pekerjaannya, nah, kelihatan semua bagaimana data statistiknya. Sehingga memudahkan penilaian ketika datang asesor (tim akeditasi) untuk menanyakan data-data,&rdquo; &nbsp;lanjutnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Meski disadari, UPT Perkasa baru setahun berdiri, namun pihaknya tetap optimis. &ldquo;Tapi enggak apa-apalah, lagi pula ini mungkin bisa lebih besar lagi (dikembangkan) kalau banyak dana dan kerja samanya, mungkin jauh lebih keren lagi,&quot; ucap alumnus Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi 2010 itu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bicara soal pengembangan karir, UPT Perkasa mempunyai berbagai kerja sama dengan perusahaan. Selain itu, UPT Perkasa juga mengadakan seminar juga kegiatan pengembangan <em>soft skill.</em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">UPT Perkasa yang berkantor di Kampus Gunung Kelua, Gedung MPK lantai 2 ini memiliki visi mewujudkan SDM yang profesional, berdaya saing tinggi, serta berjiwa kewirausahaan yang berbasis keunggulan lokal. Serta misi menciptakan SDM mandiri dan bermitra dengan <em>stakeholder.</em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai alumni saya juga pernah merasakan mencari kerja, kalau ada (UPT) ini kan ada informasi yang kita ketahui,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(myg/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendidik 2017, Panggung Maba Berkreativitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendidik-2017-panggung-maba-berkreativitas/baca </link>
<guid> pendidik-2017-panggung-maba-berkreativitas </guid>
<pubDate> Thu, 31 Aug 2017 12:56:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gelanggang Olah Raga (GOR) 27 September tampak ramai, Rabu (30/8) kemarin oleh ribuan mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). (foto: Maharani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendidik-2017-panggung-maba-berkreativitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PLQ3LTnVBY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendidik 2017, Panggung Maba Berkreativitas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Gelanggang Olah Raga (GOR) 27 September tampak ramai, Rabu (30/8) kemarin. Ribuan mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul, tengah mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru, disingkat PKKMB. Melalui, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Masrur Yahya resmi membuka acara ini, dilanjutkan penyematan almamater secara simbolis pada maba.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> seusai resmikan acaranya, Masrur berpesan. &ldquo;Kita harapkan supaya betul-betul mereka (maba) bisa menjadi guru yang profesional di masa mendatang yang menguasai <em>management</em> kependidikan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkannya, FKIP pada tahun ini, masih tercatat dengan fakultas yang memiliki maba terbanyak, yakni sekitar 1082 maba.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Masrur, ada beberapa hal mesti maba ketahui tentang FKIP. Seperti, soal tiga titik kampus FKIP. &ldquo;Yang pertama, mereka ini harus berkunjung dulu ke fakultasnya, karena di FKIP ini kan ada tiga kampus. Kampus induknya ada di Gunung Kelua sini, di Banggeris, terus di Pahlawan,&quot; ucapanya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, masing-masing maba mengunjungi program studinya untuk mengetahui fasilitas, sarana dan prasarana pendukung kegiatan akademik, pun harus mengenal civitas akademikanya.</p><p style="text-align: justify;">PKKMB di FKIP, memang berbeda kali ini. Bernama Pendidik 2017, dengan tema &quot;Pendidik Muda yang Berintegritas Demi Perbaikan Pendidikan Bangsa.&quot; Dijelaskan, Ketua Panitia Mujihat agenda yang ditangani BEM FKIP ini dikemas dengan pesan mendidik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dikemas dengan benar-benar mendidik karena pendidik kepanjangannya itu sendiri Pengenalan Studi dan Dunia Kampus,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ibaratkan panggung maba, ini kesempatan maba berunjuk gigi mengasah kreativitas melalui pidato, orasi, dan musikalisasi puisi. Selain itu, ada karya tulis maba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memberikan karya tulis cerita perjalanannya dari awal sampai diterima jadi mahasiswa, nantinya cerita yang 1082 (maba) itu kita jadikan buku, jadi sifatnya akademik,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapula seminar motivasi, juga berbagai hiburan seperti tarian tradisional menambah semaraknya agenda Pendidik 2017 itu.</p><p style="text-align: justify;">Hal menarik lainnya, tak hanya mengenalkan maba pada fakultasnya, tetapi ada juga bantuan sosial partisipasi sumbangsi seikhlasnya untuk Paman Doblang, yaitu komunitas sosial Berbagi Saja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di momentum pendidik ini bukan hanya pencerdasan, tapi memberikan bantuan,&quot; tambah mahasiswa Pancasila dan Kewarganeraaan (PKN) 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Dengan jumlah 162 panitia, agenda ini memang terlihat matang. Namun, Mujihat berharap ini bukan hanya seremonial. &quot;Bukan hanya <em>event-event</em> yang dijadikan momentum berkumpulnya semua lembaga, bukan hanya ajang memperlihatkan bahwa badan eksekutif itu ada, tetapi lebih dari itu,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, maba FKIP bernama Nada Ayu Lestari ini mengungkapkan betapa terkesannya mengikuti agenda tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga tahun depan bisa kayak gini lagi, terus itu semoga bisa lebih meriah lagi daripada tahun ini,&quot; harap mahasisiwi yang memilih prodi PKN itu.<em><strong>&nbsp;(ran/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terima Banyak Keluhan, Imapa Balik Tanyakan Penerangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terima-banyak-keluhan-imapa-balik-tanyakan-penerangan/baca </link>
<guid> terima-banyak-keluhan-imapa-balik-tanyakan-penerangan </guid>
<pubDate> Fri, 01 Sep 2017 01:57:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski sudah sepekan surat dikeluarkan, nyatanya hewan itu masih saja mondar-mandir di area Kampus Gunung Kelua. (foto: Jati Dwi J.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terima-banyak-keluhan-imapa-balik-tanyakan-penerangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nYmXvcT8gz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terima Banyak Keluhan, Imapa Balik Tanyakan Penerangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pekan lalu, tepatnya Kamis (24/8) rektorat keluarkan surat edaran, tentang larangan memelihara hewan liar di kampus hijau. Surat yang ditandatangani Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Keuangan Abdunnur itu sontak menyinggung salah satu UKM, yakni Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Imapa) Unmul. Namun, Imapa Unmul tak bereaksi apa-apa.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, memang Imapa lah yang memelihara hewan cerdik ini. Meski sudah sepekan surat dikeluarkan, nyatanya hewan itu masih saja mondar-mandir di area Kampus Gunung Kelua.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Ketua Imapa, Aryoga Oktabriangga Saputra mengaku sudah ditegur oleh pihak kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sudah nerima suratnya kok. Saya sudah ditelpon juga sama wakil rektor III. Katanya banyak sudah laporan dari mahasiswa UKM dan dekan bahwa hewan tersebut mengganggu. Lantas, saya jawab, mengganggu seperti apa? Apakah mengganggu mahasiswa kuliah?&rdquo; terangnya kepada <em>Sketsa</em>, (30/8).</p><p style="text-align: justify;">Aryoga atau yang kerap disapa Mitun itu, mengisahkan asal muasal hewan tersebut, bahwa hewan itu ditemukan di lubang parit dekat gedung <em>Student Center</em> (SC). Tentu, sebagai mahasiswa pencinta alam tindakan yang benar baginya adalah memelihara hewan liar ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya bukan masalah anjingnya. Namanya binatang, nalurinya ya seperti itu. Baru ketemu orang baru, ya mau kenalan kek atau main. Mereka juga jinak kok,&quot; kata Mitun.</p><p style="text-align: justify;">Meski, banyak yang mengeluhkan keberadaan hewan ini, namun tuntutan keadaan mengharuskan Imapa memeliharanya. Minimnya, penerangan dan keamanan di SC mengakibatkan rawannya kehilangan barang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mudah kok untuk ngembalikan anjingnya ke habitatnya. Tapi beri dulu kami penerangan yang layak. Karena penerangan di sekitar SC ini sangat kurang sekali,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahkan, sekretariat kami sudah seminggu ini listriknya mati tidak jelas penyebabnya dan tidak ada tanggapan dari pihak sana padahal kami sudah melapor. Dan bagaimana kita mau beraktivitas kalau sumber listriknya gak nyala?&rdquo; sahut salah satu anggota Imapa.</p><p style="text-align: justify;">Anjing yang awalnya sedikit itu, lama-lama beranak-pinak. Apalagi, mayoritas di kampus adalah muslim, tentu menganggap anjing adalah hewan najis yang mestinya dihindari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya bukan hanya surat edaran saja, tapi juga ditinjau langsung. Suratnya kan udah disebar ke setiap UKM-UKM tapi belum ditindaklanjuti sampai sekarang. Hewannya juga masih berkeliaran,&quot; kata Umi Puspita Sari, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2015, yang juga salah satu anggota UKM yang menghuni SC itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hewan-hewannya itu kadang masuk ke gedung, terus buang air sembarangan. Jadi, kadang kita ngebersihin kotorannya,&quot; lanjutnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dimaksud dalam surat edaran, tentu larangan tersebut bukan tanpa alasan. Mengingat bahaya yang kemungkinan bisa terjadi, civitas akademika diharapkan dapat bekerja sama demi terciptanya lingkungan yang tenang aman dan nyaman. <em><strong>(arr/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> English Week, Ajang Tahunan Salurkan Passion </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/english-week-ajang-tahunan-salurkan-passion/baca </link>
<guid> english-week-ajang-tahunan-salurkan-passion </guid>
<pubDate> Fri, 01 Sep 2017 21:39:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Himpunan mahasiswa (Hima) Pendidikan Bahasa Inggris yang dikenal English Students Association (ESA) Unmul sukses menggelar acara English Week. (Foto: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/english-week-ajang-tahunan-salurkan-passion/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TJiqGXJ6rz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>English Week, Ajang Tahunan Salurkan Passion</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setiap orang pasti punya <em>passion</em> masing-masing. Masa muda, adalah waktu tepat untuk menyalurkannya. Himpunan mahasiswa (Hima) Pendidikan Bahasa Inggris yang dikenal English Students Association (ESA) Unmul sukses menggelar acara yang menyalurkan <em>passion&nbsp;</em>anak muda dalam bidang bahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">Hima yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) itu baru saja menjalankan program kerjanya. <em>English Week</em> yang berlangsung sejak Senin-Kamis (28-31/8) ini menjadi salah satu event besar yang digelar ESA.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang dihelat di gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu mengusung tema baru, yakni &quot;Upgrade Your Core, Launch Your Talent More.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Menjadi agenda tahunan dalam enam tahun terakhir, tentu berbeda dari tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk tahun ini kita tajuknya <em>technology</em>, dengan maskotnya robot,&rdquo; ujar Koordinator Acara, Nadya Widya Astuti.</p><p style="text-align: justify;"><em>English Week</em> tahun ini mengadakan 5 cabang lomba. Di antaranya <em>English Story Telling, English Debate, Xpress Xpression, Spelling Bee,</em> dan <em>Battle of Brain.</em></p><p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan <em>English Week&nbsp;</em>ini sejak hari pertama dimulai dengan pembukaan dan dilanjutkan lomba <em>Spelling bee, Xpress Xpression,</em> dan <em>Battle of Brain.&nbsp;</em>Kemudian pada hari kedua, digelar lomba cabang &nbsp;<em>English Story Telling&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;English Debate.</em></p><p style="text-align: justify;">Lalu hari ketiga dilanjutkan dengan babak semifinal dan final lomba <em>Spelling Bee, Xpress Xpression</em>, serta <em>Battle of Brain.&nbsp;</em>Babak semifinal dan final dari lomba <em>English Story Telling</em> dan <em>English Debate&nbsp;</em>menjadi sesi terakhir sebelum penutupan acara dan pengumuman pemenang lomba.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu peserta, yang peroleh juara satu <em>Spelling Bee,</em> Hellen Priscilla Manrgono, menceritakan kesannya kepada Sketsa setelah mengikuti <em>English Week.</em> Ia mengaku senang dan dapat menemukan <em>passion</em>-nya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku enggak tahu <em>passion</em> aku di mana. Pelan-pelan tergali dengan bebagai cabang lomba. Akhirnya bisa menempatkan diri menemukan <em>passion</em>,&rdquo; ungkap siswi SMA Kristen Sunodia ini.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, juara umum <em>English Week</em> tahun ini dimenangkan oleh SMA Katolik ST. Fransiskus Assisi Samarinda. Peserta lomba ini berasal dari 24 sekolah se-Kalimantan Timur. Beberapa di antaranya yaitu dari Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, dan Tanah Grogot.<em><strong>&nbsp;(fir/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Temanku Satu Seorang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/temanku-satu-seorang/baca </link>
<guid> temanku-satu-seorang </guid>
<pubDate> Sat, 02 Sep 2017 23:39:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Anisa Amalia, mahasiswi program studi Sastra Inggris 2016, FIB. (Sumber foto: pinterest.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/temanku-satu-seorang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xXEZg7waRf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Temanku Satu Seorang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sore ini,<br><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku berencana ingin merayu senja.</span><br>Meminta agar ia lebih lama untuk tinggal,<br>Karena ternyata aroma malam mulai tercium terpanggil.</p><p style="text-align: justify;"><br>Ia malam yang mengintimidasi dengan pasti membawa gelap,<br>Yang kuyakini ingin mengambil seorang satu teman hidupku yang berharga.</p><p style="text-align: justify;"><br>Seorang satu yaitu teman hidup yang saat ini mulai meremang, karena senja melemah dalam gusarnya.<br>Namun senja akhirnya menyerah dan mulai menata langit dengan pola terbaharuan.<br>Ya, senja menyambut dengan enggan sang malam, rupanyalah yang berkata demikian.<br>Dari bagian-bagian warna yang ia lepas, aku tahu ia lambat akan tergantikan.<br><br>Jiwaku terpukul, sepertinya benar gelap akan mengambil seorang satu teman dari hidupku ini,<br>Yang bagiku tidak ada yang boleh mengambilnya,<br>Karena dia seorang satu yang kuanggap nyata.</p><p style="text-align: justify;"><br>Dialah seorang satu,<br>Yang walau selalu berada di belakang tapi ia tidak pernah menikamku layaknya mereka yang tersenyum di depan.</p><p style="text-align: justify;"><br>Dialah seorang satu,<br>Yang walau jalan ku kasar tapi ia tetap ada untuk merangkul dan menuntun, tidak seperti mereka yang malah mencoba menjatuhkan.</p><p style="text-align: justify;"><br>Dialah seorang satu,<br>Yang meski aku dalam keterpurukan tapi ia tidak pernah memberiku tekanan, tidak seperti mereka yang memberi semangat namun ternyata di belakang meremehkan.</p><p style="text-align: justify;"><br>Dialah seorang satu,<br>Yang walau hitam warnanya tapi ia tidak pernah bersolek agar dipandang berlainan, tidak seperti mereka yang berusaha menutupinya mati-matian.</p><p style="text-align: justify;"><br>Dialah seorang satu,</p><p style="text-align: justify;"><br>Dialah bayangku.<br>Yang walau malam merenggut, ia tetap ada meski hanya sebatas remang, yaitu pantulan dari cahaya bulan.</p><p style="text-align: justify;"><br>Tak bosan,<br>Kembali aku akan merayu fajar serta senja esoknya sebagai pilihan,<br>Berharap agar seorang dari satu temanku itu bisa terlepas dari saka sang malam.<br>Dan berteman denganku dalam bentuk keabadian</p><p style="text-align: justify;"><br><strong><em>Ditulis oleh Ani<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">sa Amalia, mahasiswi program studi&nbsp;</span></em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Sastra Inggris 2016, FIB.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konsolidasi Prasasti, BEM Sepakat Tolak Militer </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-prasasti-bem-sepakat-tolak-militer/baca </link>
<guid> konsolidasi-prasasti-bem-sepakat-tolak-militer </guid>
<pubDate> Sun, 03 Sep 2017 01:52:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kamis (31/8) lalu, panitia kembali gelar konsolidasi, sayangnya tak sesuai hasil kesepakatan bersama UKM pada pekan sebelumnya (25/8). (Foto: William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-prasasti-bem-sepakat-tolak-militer/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/v1MC8PzCmP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konsolidasi Prasasti, BEM Sepakat Tolak Militer</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Lima hari tersisa menuju PKKMB universitas yang kini bernama Prasasti Mulawarman itu. Panitia pun telah lakukan konsolidasi terpisah antara BEM Fakultas dan UKM se-Unmul. Berbagai kritikan dan saran diberikan demi lancarnya agenda besar ini.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, pada Kamis (31/8), panitia kembali gelar konsolidasi, sayangnya tak sesuai hasil kesepakatan bersama UKM pada pekan sebelumnya (25/8). Padahal, para anggota UKM menyarankan, untuk langsungkan konsolidasi besar, mengingat waktu yang tinggal hitung jari itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari 14 fakultas, BEM Fakultas yang absen kali itu Kedokteran, Kehutanan, Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Hukum, Kesehatan Masyarakat, dan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Meski, kehadiran BEM Fakultas meningkat dari sebelumnya, namun pertemuan tersebut tak berikan hasil yang memuaskan.</p><p style="text-align: justify;">Agenda tersebut, menurut BEM Fakultas bukan konsolidasi melainkan sosialisasi, karena sudah ada keputusan panitia dan rektorat terkait konsep Prasasti yang disusun. Panitia pun dihujani kritikan BEM fakultas, sebab konsep yang disusun berbeda dengan yang dibahas sebelumnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perbedaan mencolok itu seperti, tidak ada pengumpulan maba di lapangan, BEM fakultas hanya sebagai undangan, juga pemateri kuliah umum yang berasal dari militer.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ini di dalam kampus loh, jangan sampai ada orang kepolisian, orang Korem (Komando Resor Militer) yang datang,&quot; imbuh Fijay Faturrachman, anggota BEM Fakultas Teknik.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua Panitia Prasasti, Prasetya Agusti menanggapi tidak adanya pengumpulan seperti tahun sebelumnya, dimaksudkan agar maba tak kelelahan saat agenda berlangsung, juga untuk menghemat waktu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait pemateri, panitia tak dapat berbuat banyak karena keputusan merujuk kepada rektorat. &ldquo;Ini di luar kendali Prasasti Mulawarman, panitia pelaksana hanya mengupayakan sebaik mungkin,&quot; ujar Prasetya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Panitia pun menyadari banyak kendala dan terbatasnya ruang geraknya pada Prasasti Mulawarman ini. Apalagi, waktu tersisa tak banyak lagi, Nur Hariyani Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu pun menyayangkan lambannya konsolidasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saat evaluasi sebelumnya tidak diindahkan, ini menjadi catatan utama bagi kami untuk WO (walkout),&quot; tegas perempuan yang akrab disapa Yani itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal, dalam konsolidasi pertama bersama BEM fakultas telah disepakati, mereka akan berada di dalam ruangan hingga pukul 12.00 Wita. Menurut Yani, kepanitiaan Prasasti terlihat tertekan dari atas dan bawah, lantaran BEM KM tak menaungi secara kelembagaan.</p><p style="text-align: justify;">Lain lagi dengan Rizaldo, Gubernur BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yang saat itu belum tahu tentang konten Prasasti, pihaknya pun menginginkan adanya audiensi dengan rektorat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rencananya Senin (4/9) nanti diadakan audiensi bersama rektorat. Namun, hal tersebut belum pasti, karena menunggu kepastian panitia dan perwakilan BEM Fakultas yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">Saat dikonfirmasi awak <em>Sketsa</em> Jumat (1/9), Regina Gustin Koordinator Humas Prasasti, mengatakan bukan wewenang mereka memediasi pertemuan itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau itu di luar urusan panitia, DPM sama BEM KM yang bisa,&quot; ucapnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara hari ini, Sabtu (2/9), konsolidasi kembali diadakan bersama BEM fakultas dan UKM se-Unmul. Dalam konsolidasi tersebut, pihak BEM fakultas sepakat menolak militer masuk kampus. <strong><em>(wil/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Duka Samsara Dunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/duka-samsara-dunia/baca </link>
<guid> duka-samsara-dunia </guid>
<pubDate> Sun, 03 Sep 2017 23:28:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah sastra dari Diyah Hariyani, mahasiswi program studi Sastra Inggris 2015, FIB. (Sumber foto: notes-bulb.blogspot) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/duka-samsara-dunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VgfkuUxbJl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Duka Samsara Dunia</h1>
			              </header>
			              <p>Duka...<br>Derai-derai derita<br>Semesta bertabur nestapa<br>Menguasai seluruh relung jiwa</p><p>Karena duka dunia meratap<br>Tetesan air mata berderap<br>Duka pandai membelenggu<br>Membelenggu dengan lugu<br>Hingga jiwa menjadi pilu</p><p>Kau tahu apa duka?<br>Duka itu derita<br>Duka itu samsara<br>Sakit itu duka<br>Menjadi tua pun duka</p><p>Hidup ini duka<br>Mati pun tetap duka<br>Ini duka itu duka<br>Semua duka</p><p>Duka derita ada di mana-mana<br>Ke sana duka ke mari duka<br>Mungkin saja ia sedang melihatku<br>Melihatku membuat sajak tentangnya</p><p>Terkadang jiwa terlena akan kilauan dunia<br>Kebencian menjerat erat batin dan jiwa<br>Sebab duka, nafsu dan hasrat merajalela<br>Bahkan ketidakpuasan yang melekat pada jiwa</p><p>Ahhhhhh<br>Aku benci derita<br>Ku muak dengan duka<br>Benci dan muak ini juga duka<br>Terkadang hati ini meronta<br>Tak bisa elakan palsunya dunia</p><p>Sungguh...<br>Ku ingin lepas<br>Aku ingin bebas<br>Membuat noda dalam diri terbilas<br>Dengan menanam kebajikan tanpa batas</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Diyah Hariyani, mahasiswi program studi <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sastra Inggris 2015,&nbsp;</span></em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>FIB.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilan 1991, Masihkah Menjadi Dilanku? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/dilan-1991-masihkah-menjadi-dilanku/baca </link>
<guid> dilan-1991-masihkah-menjadi-dilanku </guid>
<pubDate> Mon, 04 Sep 2017 01:47:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagai candu, novel karya Pidi Baiq sukses dilanjutkan dalam seri ke dua. (Sumber foto: www.goodreads.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/dilan-1991-masihkah-menjadi-dilanku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JjV3w0Skgp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilan 1991, Masihkah Menjadi Dilanku?</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Judul buku: Dia adalah Dilanku 1991</strong><br><strong>Penulis : Pidi Baiq</strong><br><strong>Penerbit : Pastel Books (Mizan)</strong><br><strong>Genre : Romance</strong><br><strong>Kategori : Young Adult</strong><br><strong>Tahun terbit : 2015</strong><br><strong>Tebal : 344 hlm</strong></p><p><strong><br></strong><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Novel yang mengangkat cerita tentang percintaan sepertinya tidak akan pernah mati. Dari dulu hingga sekarang, tema ini terus berhasil merebut perhatian pembacanya. Dia adalah Dilanku 1990, nyatanya tak cukup mengupas habis kisah cinta ala remaja tahun 90-an. Berakhir dengan perjalanan cinta yang manis, kisah Dilan dan Milea ditutup dengan status baru yang mereka jalani. Menjadi sepasang kekasih seperti Dilan dan Milea dalam novel Dia adalah Dilanku 1990 sukses membuat pembacanya merasa iri dan terbayang-bayang menjadi sosok tokoh novel tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Gaya pacaran unik dan terkesan santai, yang digambarkan dalam novel tak urung membuat pembaca merasa penasaran. Sama dengan novel sebelumnya, Dia adalah Dilanku 1991 yang ditulis oleh Pidi Baiq ini menggunakan alur mundur, mengenang kisah Milea atau yang akrab di sapa Lia.</p><p style="text-align: justify;">Dia adalah Dilanku 1991 mengisahkan kelanjutan cerita cinta Dilan dan Milea, yang berlanjut pada tahun 1991. Novel ini memunculkan konflik mereka cukup kompleks. Milea yang terus merasakan mabuk cinta dari Dilan, dikejutkan dengan hadirnya kembali dua orang laki-laki yang datang dari masa lalunya. Beni, yang merupakan mantan kekasihnya dan Yugo, teman masa kecil dan juga saudara jauhnya. Milea yang cantik memang terus berupaya mempertahankan cintanya untuk Dilan. Meskipun Beni, Yugo bahkan dua orang gurunya, Kang Adi dan Pak Dedi berusaha untuk mencuri hatinya. Hari-hari Milea sepertinya sudah cukup dengan Dilan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PR-ku adalah merindukanmu. Lebih kuat dari Matematika. Lebih luas dari Fisika. Lebih kerasa dari Biologi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">-Dilan</p><p style="text-align: justify;">Salah satu puisi Dilan untuk Milea yang ditulis di belakang buku Milela. Dilan tidak pernah kehabisan cara untuk tunjukkan cintanya. Namun, sosok anggota geng motor yang selalu santai dan memiliki pemikiran yang tenang ini, harus menghadapi kisahnya yang cukup rumit. Kehidupannya terombang-ambing. Dikeluarkan dari sekolah, dipenjara, diusir dari rumah, bahkan cintanya yang selalu manis untuk Milea, perlahan-lahan membuat Milea resah. Tingkah lakunya tidak bisa lagi dipahami.</p><p style="text-align: justify;">Milea lakukan berbagai cara demi menjaga Dilan. Rasa cintanya diselimuti dengan kekhawatiran yang teramat sangat, apalagi ketika salah satu rekan geng motor Dilan, Akew, meninggal akibat perkelahian. Milea takut hal itu juga terjadi pada Dilan. Dilan seperti tak mau tahu. Ia tetap menjadi bagian dari geng motor dan melakukan perkelahian. Hingga akhirnya Milea kehabisan cara dan mengambil pilihan yang dianggapnya bisa menjadi senjata untuk menaklukan Dilan.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apa yang dilakukan Milea untuk Dilan? Berhasilkah mereka melalui masa sulit kisah cintanya? Masihkah Dilan menjadi &ldquo;Dilanku&rdquo; bagi Milea?</p><p style="text-align: justify;">Kisah akhir mereka bisa kamu baca dalam novel ini. Tak terasa, kamu akan terus membaca halaman demi halamannya! <em><strong>(adl)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terapkan Kurikulum Baru, Lahirkan Lulusan Berkualitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terapkan-kurikulum-baru-lahirkan-lulusan-berkualitas/baca </link>
<guid> terapkan-kurikulum-baru-lahirkan-lulusan-berkualitas </guid>
<pubDate> Tue, 05 Sep 2017 01:22:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menerapkan kurikulum baru yang dinamakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). (Foto: M.Faqih) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terapkan-kurikulum-baru-lahirkan-lulusan-berkualitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DREiT3PD89.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terapkan Kurikulum Baru, Lahirkan Lulusan Berkualitas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Memasuki tahun ajaran baru 2017/2018, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menerapkan kurikulum baru. Perubahan kurikulum yang dinamakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) ini berupa mata kuliah yang lebih spesifik. Beban Satuan Kredit Semester (SKS) per mata kuliah hanya 2 SKS dan jumlah minimal SKS yang ditempuh sebanyak 144 SKS.</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>Rabu (30/8), Wakil Dekan Akademik FIB, Satyawati Surya, mengatakan pembaruan kurikulum dilakukan karena beberapa mata kuliah akan disisipkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang sesuai dengan visi Unmul, yaitu pusat studi tropis dan lingkungannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sudah nyusun sebenarnya, ternyata kita harus memasukkan muatan universitas. Kita sedang merancang&mdash;tidak hanya FIB, namun fakultas lain juga sama, namanya mata kuliah bercirikan PIP Universitas,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari mata kuliah bercirikan PIP memasukkan unsur ciri khas studi tropis, termasuk mata kuliah konsentrasi atau keahlian. Menurut Satyawati, tujuan penerapan kurikulum baru ini agar mahasiswa lebih mengenal apa saja visi dan misi Unmul, serta ciri khas yang dimiliki kampus hijau.</p><p style="text-align: justify;">Dasar FIB untuk menerapkan, menurutnya adalah keharusan. &ldquo;Bukan hanya FIB loh, seluruh Indonesia make KKNI tadi. KKNI sebenarnya kayak lulusan kita mau jadi apa misalnya, itu dimulai (dari) merancang kurikulum dulu,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman kkni-kemenristekdikti.org, KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, deskripsi jenjang kualifikasi pun disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni, serta perkembangan sektor-sektor pendukung perekonomian dan kesejahteraan rakyat, seperti perindustrian, pertanian, kesehatan, hukum, dan aspek lain yang terkait.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika masuk pada periode tertentu semester berapa, mereka udah memilih. Saya yang di bidang linguistik akan lebih banyak muatan linguistiknya, yang bidang sastra akan lebih banyak muatan sastranya. Sehingga mereka lulus mereka bener-bener dapat dianggap menguasai ilmu tertentu,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal, beban SKS yang sedikit, dikhawatirkan menumpuknya jumlah mata kuliah yang diambil mahasiswa. Meski begitu, menurut Satyawati itu tak menjadi masalah bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari inisiasi kalau menurut saya, memang namanya perubahan selalu ada menimbulkan yang positif dan negatif. Karena, kita perlu sesuatu yang baru, sesuatu yang mutakhir, yang selalu harus diperbarui. Karena kalau kita tidak mengikuti zaman, kita akan ketinggalan dari universitas lainnya,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dari sisi positif, menurutnya jelas lulusan akan lebih baik dan mahir dalam bidangnya, karena sudah dapatkan materi khusus di bidang yang ditempuh. Sementara negatifnya, penerapan KKNI pada mahasiswa lama.</p><p style="text-align: justify;">Misalkan, beberapa mahasiswa lama tidak lulus pada mata kuliah tertentu, tetapi mata kuliah tersebut tidak ada pada KKNI. Lantas, kemungkinan langkah yang diambil akademik, yakni mengelompokkan mahasiswa yang tidak lulus, ke dalam suatu kelas khusus mata kuliah tersebut. <span style="background-color: transparent;">Pilihan lain, jika di kurikulum KKNI ada mata kuliah yang sama, maka bisa mengikutinya di sini.</span></p><p style="text-align: justify;">Dari rancangan perubahan dan penambahan mata kuliah baru, Satyawati mengungkapkan sebenarnya itu rambu-rambu dari pemerintah. Rancangan ini disesuaikan oleh Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perihal penerapan di fakultas lain, ia tak banyak mengetahui, sepengetahuannya baru Fakultas Teknik yang juga terapkan kurikulum tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap standar penerapan di seluruh Indonesia harus sama, agar lulusan di Unmul juga mempunyai standar yang sama dengan universitas lain. <em><strong>(cin/kus/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmikan Proyek, Unmul Gelar Workshop IDB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/resmikan-proyek-unmul-gelar-workshop-idb/baca </link>
<guid> resmikan-proyek-unmul-gelar-workshop-idb </guid>
<pubDate> Wed, 06 Sep 2017 01:16:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul menggelar Start Up Workshop 4 in 1 Project IDB Loan hari ini, Selasa (5/9) di Aula Serbaguna, Lantai 4 Rektorat. (Foto: Khajjar Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/resmikan-proyek-unmul-gelar-workshop-idb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u3fA3xogqt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmikan Proyek, Unmul Gelar Workshop IDB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Sebagai tindak lanjut pelaksanaan proyek pinjaman Islamic Development Bank (IDB). Unmul menggelar <em>Start Up Workshop 4 in 1 Project IDB Loan</em> hari ini, Selasa (5/9) di Aula Serbaguna, Lantai 4 Rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Agenda tersebut berisi seminar yang dihadiri perwakilan Project Management Unit (PMU) dari 4 universitas penerima pinjaman dana IDB. Yakni, Universitas Jember (Unej), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><em>Workshop&nbsp;</em>ini dibagi dalam 3 sesi panel. Panel pertama diisi oleh Bohari Yusuf, Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Unmul, sekaligus Wakil Direktur Project Implementation Unit (PIU) dan Setiawan dari Universitas Padjadjaran. Panel kedua diisi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait mekanisme pinjaman luar negeri dan panel terakhir <em>sharing</em> implementasi proyek IDB dari Unej, UM, dan Untirta.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Bohari mengatakan <em>workshop</em> ini adalah peresmian proyek IDB dimulai. &quot;Di semua <em>project</em> kan harus ada <em>start up</em>-nya. Sekalipun sudah berjalan sebenarnya (proyek IDB),&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, proyek IDB menjadi <em>masterplane</em> Unmul yang ditargetkan selesai pada 2019. (Baca <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-perwajahan-baru-unmul-dari-idb/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-perwajahan-baru-unmul-dari-idb/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Sedang kini dalam tahap lelang tender untuk kontraktor pembangunan. Bohari menjelaskan pendanaan dari IDB bersifat pinjaman. Bukan hibah atau sumbangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bukan hibah. Ini loan (pinjaman) tapi syariah. Kita dibangunkan gedung sama IDB baru dijual ke pemerintah. Tidak seperti <em>World Bank</em> atau <em>ASEAN Development Bank</em>, minjamin pake bunga. Ini kan <em>islamic bank</em>. Istilahnya jual beli, Pemerintah Indonesia melunasi,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Total dana proyek IDB di Unmul yakni USD 51 juta atau senilai Rp 688,5 milyar, yang dibagi dalam dua proyek. Pertama, pembangunan fisik gedung dan fasilitas penunjang pendidikan. Kedua, perbaikan kurikulum, beasiswa luar negeri bagi dosen Unmul, serta pembiayaan penelitian ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang hadir dalam seminar berasal dari dosen fakultas se-Unmul yang cukup antusias mengikuti <em>workshop</em> tersebut. Terlihat dari banyaknya pertanyaan serta saran yang diajukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, bagus, tapi saya komentari kualitas penelitian dosen. Harusnya di-<em>review</em>,&quot; kritik Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Farmasi Unmul, Rolan Rusli. Ia menilai kualitas penelitian ilmiah dosen tidak memenuhi standar internasional. Sehingga harus dilakukan <em>review</em> dan pengecekan yang lebih teliti. <em><strong>(krv/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Haul ke-13 Munir dan Komitmen Aksi Kamisan Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/haul-ke-13-munir-dan-komitmen-aksi-kamisan-kaltim/baca </link>
<guid> haul-ke-13-munir-dan-komitmen-aksi-kamisan-kaltim </guid>
<pubDate> Fri, 08 Sep 2017 02:15:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Kamisan Kaltim mengenakan pakaian berwarna hitam dengan topeng bergambar wajah aktivis HAM yang tewas diracun 13 tahun silam, Munir Said Thalib.(Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/haul-ke-13-munir-dan-komitmen-aksi-kamisan-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1A7TgVr7rt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Haul ke-13 Munir dan Komitmen Aksi Kamisan Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>&ldquo;Aku bisa diracun di udara<br>Aku bisa terbunuh di trotoar jalan<br>Tapi aku tak pernah mati<br>Tak akan berhenti.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lagu di Udara dari Efek Rumah Kaca menjadi penanda pembuka Aksi Kamisan Kaltim, hari ini (7/9/17). Massa aksi sudah sedia pukul 17.00 Wita, mereka mengenakan pakaian berwarna hitam dengan topeng bergambar wajah aktivis HAM yang tewas diracun 13 tahun silam, Munir Said Thalib.</p><p style="text-align: justify;">Ini hari merupakan haul ke-13 Munir, semenjak kesadaran terakhirnya di perut pesawat Garuda Indonesia GA 974 dalam keberangkatan Jakarta menuju Amsterdam. Ia mangkat setelah diracun arsenik lewat makanan yang ia santap, dua jam sebelum mendaratnya pesawat di Amsterdam.</p><p style="text-align: justify;">Aksi merawat ingatan dan menolak lupa terhadap Munir itu dilakukan di Tepian yang berhadapan langsung dengan Kantor Gubernur Kaltim. Penggiat teater dari Belajar Teater mengisi pementasan dengan memainkan cerita karya Acep Zamzam Noor dengan judul Berusaha Melawan Lupa yang disutradarai oleh Ardi Ajahya.</p><p style="text-align: justify;">Pertunjukan tersebut cukup menarik perhatian pengguna jalan. Banyak di antara mereka mampir menepi untuk ikut menyaksikan pertunjukan teater yang isinya penuh dengan candaan tentang bopeng negara hari ini. Mulai dari kasus kematian Munir, Marsinah, hilangnya Wiji Thukul yang belum tuntas sampai koruptor-koruptor cerdas yang tertangkap basah.</p><p style="text-align: justify;">Abdul Kohar sebagai koordinator Aksi Kamisan Kaltim, mengatakan aksi ini adalah bentuk dari perwujudan hormat atas perjuangan yang telah dilakukan Munir semasa hidupnya. Bagaimana dulu Munir mampu dan selalu ada mendampingi serta mengadvokasi para korban HAM pada zaman Orde Baru. Aksi ini, kata Kohar, sekaligus ingin memberitahu bahwa perjuangan Munir tidak mati, melainkan masih dan akan terus ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Munir akan tetap ada dan menggejala dan akan melebar luas di seluruh tanah air di Indonesia,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi Kamisan Kaltim telah berjalan selama lima pekan. Aksi ini hadir sebagai bentuk semangat solidaritas terhadap Aksi Kamisan yang ada di Jakarta dan di beberapa kota besar semisal Bandung. Kohar menyatakan selama Aksi Kamisan Kaltim orang datang dari dari berbagai macam kalangan organisasi, aktivis, anak punk, hingga masyarakat umum. Mereka berkumpul dengan kegelisahan sama yaitu menuntut keadilan untuk setiap kejahatan HAM yang pernah terjadi di masa lampau.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setiap hari Kamis menggunakan konsep berbeda,&rdquo; katanya. &ldquo;Pernah konsep diam, hari ini teater, minggu depan <em>food not bombs</em>. Kita masak di sini dan makan ramai-ramai di sini.&rdquo; <em><strong>(wal/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Problematika Lama, Lakukan Upaya Rangkul Rohingya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/problematika-lama-lakukan-upaya-rangkul-rohingya/baca </link>
<guid> problematika-lama-lakukan-upaya-rangkul-rohingya </guid>
<pubDate> Fri, 08 Sep 2017 13:00:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Solidaritas Kemanusiaan Kaltim, gelar aksi solidaritas untuk Rohingya, Selasa (5/9) lalu. (foto: dok. Humas Aksi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/problematika-lama-lakukan-upaya-rangkul-rohingya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Dus3e04ZW2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Problematika Lama, Lakukan Upaya Rangkul Rohingya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Sudah menjadi rahasia umum, bentuk penderitaan dan penindasan yang diterima kaum muslim Rohingya. Mulanya, pada 2012 kasus Rohingya menuai perhatian dunia, kekejaman terhadap mereka terus berlanjut. Tak pelak berbagai negara di dunia, khsususnya negara muslim turut mengecam pemerintah Myanmar.</p><p style="text-align: justify;">Namun, konflik yang terjadi lebih dari soal agama, manusia dituntut peka melihat penderitaan yang dirasakan Rohingya kini. Seluruh elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Solidaritas Kemanusiaan Kaltim, gelar aksi solidaritas untuk Rohingya, Selasa (5/9) lalu. Tokoh lintas agama termasuk dari kalangan buddhis juga sepakat mengecam aksi genosida di Myanmar. Agenda diawali tanda tangan petisi dan pernyataan sikap di Buddhist Centre, Jalan DI Pandjaitan.</p><p style="text-align: justify;">Isi petisi di antara lain, mengutuk tindakan penindasan, penyiksaan, pengusiran, pemerkosaan, pembantaian, perampasan dan penangkapan yang dilakukan pada kaum Rohingya. Bahwa, tindakan yang dilakukan tentara Myanmar itu terindikasi skenario pembasmian etnis, atau dikenal genosida.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, mendesak pemerintah Myanmar untuk menghentikan segala bentuk pembantaian yang dilakukan tentara Myanmar dan milisi bersenjatanya, serta memberikan perlindungan bagi hak-hak hidup dan beragama. Jika tidak, pihaknya meminta Nobel Perdamaian untuk Aung San Suu Kyii dicabut.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir petisi juga mendesak pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam tragedi ini. Pemerintah mestinya memelopori upaya penyelesaian masalah etnis Rohingya, bersama negara-negara ASEAN dan Organisasi Koneferensi Islam (OKI). Serta mengusulkan, Myanmar dikeluarkan dari keanggotaan Negara-Negara ASEAN.</p><p style="text-align: justify;">Aksi solidaritas untuk Rohingya ini berlanjut di Tepian, depan Kantor Gubernur. Kurang lebih 100 orang dari berbagai lembaga kemasyarakatan juga organisasi berkumpul. Saat itu Koordinator Lapangan, Wahyudi dari Korps Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) Samarinda, orasi pun bergantian. Namun sayang, orang nomor satu Kaltim, Awang Faroek Ishak hanya diwakilkan oleh stafnya. Mereka ingin, aspirasi hari itu dapat disampaikan gubernur ke pemerintah pusat.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Teguh Satria, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kaltim-Kaltara, mengatakan tragedi yang menjerat kaum Rohingya merupakan bentuk pelanggaran HAM berat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Meskipun ada tensi agama yang menjadi motif di sana, dunia harus melihat ini sebagai masalah kemanusiaan yang melanggar hukum internasional,&quot; ujar Presiden BEM KM 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait upaya, pemerintah yang dinilai kurang tegas dalam menyikapi konflik, menurutnya pemerintah tetap harus diapresiasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemerintah harus diapresiasi, melalui diplomasi. Namun seharusnya sebagai bangsa yang besar dan berdaulat, Indonesia seharusnya mampu memberikan <em>pressure&nbsp;</em>lebih besar,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya lagi, aksi solidaritas tersebut berlangsung damai. Lalu, disusul aksi galang dana peduli Rohingya, kemarin (7/9) di Simpang Empat Lembuswana yang didukung berbagai organisasi muslim tersebut. <em><strong>(mer/adl/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Protes Mahasiswa Teknik Kebijakan Off D3 Teknik Pertambangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/protes-mahasiswa-teknik-kebijakan-off-d3-teknik-pertambangan/baca </link>
<guid> protes-mahasiswa-teknik-kebijakan-off-d3-teknik-pertambangan </guid>
<pubDate> Fri, 08 Sep 2017 19:08:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana aksi mahasiswa Fakultas Teknik menuntut kebijakan untuk D3 Teknik Pertambangan. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/protes-mahasiswa-teknik-kebijakan-off-d3-teknik-pertambangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o08usZRYMT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Protes Mahasiswa Teknik Kebijakan Off D3 Teknik Pertambangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Suasana Rabu (6/9) pagi kemarin disambut puluhan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dengan kompak kenakan almamater kuning. Berkumpul di belakang dekanat, mahasiswa Teknik menggelar aksi solidaritas antar lembaga FT.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan utama yang diangkat dalam aksi ini berkaitan dengan salah satu program studi di FT. Dua tahun belakangan, diketahui jurusan Teknik Pertambangan jenjang D3 tidak mendapatkan mahasiswa baru. Menangkap hal tersebut, pihak fakultas mengambil keputusan untuk menonaktifkan program studi ini. Sesuai peraturan Kemeristekdikti, jika tidak ada mahasiwa maka sistem yang digunakan ialah sistem <em>on off</em>. Dan saat ini, D3 Teknik Pertambangan memilih <em>off</em> sementara karena tidak adanya mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bagian dari Fakultas Teknik, keresahan ini turut mendorong mahasiswa lain untuk ikut menyuarakan. Dzainal, selaku Ketua BEM Fakultas Teknik bersama 14 lembaga internal Teknik ikut turut andil dalam aksi solidaritas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami membuat gerakan untuk menuntut tanggungjawab Fakultas Teknik agar ada penerimaan lagi dan bantuan khusus yang diberikan Fakultas Teknik, terutama dalam hal publikasi,&rdquo;ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada 3 tuntutan yang diajukan dalam aksi tersebut. Di antaranya ialah mempertahankan prodi D3 Teknik Pertambangan, prodi D3 Teknik Pertambangan dibuka untuk jalur SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN, serta normalisasi UKT prodi D3 Teknik Pertambangan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tahun ini, prodi D3 Teknik Pertambangan hanya dibuka melalui jalur mandiri. Sementara untuk jenjang S1 dibuka untuk seluruh jalur, termasuk untuk S1 prodi Teknik Pertambangan. Sebelumnya, untuk penerimaan maba jenjang S1 semua prodi hanya melalui SNMPTN dan SBMPTN. Sedangkan jenjang D3 untuk jalur SMMPTN. Namun tidak untuk tahun ini, SMMPTN dibuka tidak hanya untuk D3 tetapi juga S1. Selain itu, UKT yang dikenakan kepada prodi D3 Teknik Pertambangan setara dengan jenjang S1-nya.</p><p style="text-align: justify;">Selang satu jam lebih lakukan aksi, pihak fakultas mengajak mahasiswa untuk lakukan audiensi bersama pihak birokrat FT. Para massa akhirnya berkumpul dengan perwakilan 30 orang untuk bertemu jajaran dekanat FT, termasuk seluruh kepala program studi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam audiensi, pihak birokrat FT menyatakan sikap atas tuntutan tersebut untuk diusahakan agar terpenuhi. Dengan catatan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan pihak rektorat, selaku pemegang kebijakan tertinggi. Tak menutup kemungkinan, jika hal ini bisa direalisasikan maka tahun depan akan ada penerimaan mahasiswa baru kembali jenjang D3 untuk prodi Teknik Pertambangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari semua tuntutan, fakultas menyepakati untuk menjalankan. Dalam artian jika seiring berjalannya tuntutannya terdapat permasalahan, maka akan didiskusikan kembali,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan alasan kurangnya minat mahasiswa, pihak fakultas mengambil langkah untuk membuka pendaftaran D3 Teknik Pertambangan hanya melalui jalur mandiri. Deni Saldi selaku Ketua Himpunan Mahasiswa D3 Teknik Pertambangan (HMDTP) menganggap kebijakan ini kurang pertimbangan. Belum lagi kuota untuk mahasiswa jalur mandiri lebih banyak, karena dibuka untuk semua jurusan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal ini malah merugikan program studi Teknik Pertambangan jenjang D3,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa angkatan 2014 ini mengatakan, sebelumnya sudah pernah mengadakan audiensi, namun tak kunjung menemukan titik terang. Ia pun mengadakan pertemuan dengan semua ketua lembaga Teknik, karena hal ini dianggap sebagai permasalahan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Deni juga menerangkan, salah satu alasan mengapa prodi ini minim masuk dalam daftar incaran mahasiswa karena kurangnya publikasi. Sebelumnya, pihak fakultas pernah mengintruksikan aturan sosialisasi kepada masyarakat, namun tidak ada bantuan dana yang diberikan. Berkat aksi dan audiensi kemarin, FT menyatakan akan membantu untuk memfasilitasi publikasi, khususnya bantuan dana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fakultas telah sadar permasalahannya. Langkah ke depannya memaksimalkan apa yang sudah diberikan oleh pihak fakultas,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam aksi ini mahasiswa baru ikut dilibatkan tanpa ada paksaan, ditujukan sebagai bentuk pengajaran. Dalam aksi damai itu tidak ada perbuatan anarkis oleh massa aksi. Hanya saja mereka mogok dengan tidak melakukan kegiatan perkuliahan, kecuali bagi beberapa dosen tamu yang mengajar di FT. <strong><em>(adl/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Geliat DPM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/geliat-dpm-km-unmul/baca </link>
<guid> geliat-dpm-km-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 08 Sep 2017 23:48:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) menerima kunjungan Sketsa (5/9) lalu. (Foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/geliat-dpm-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CdqdtqSWl4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Geliat DPM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Legislatif memiliki peran penting dalam pelaksanaan praktik demokrasi sebagai penampung aspirasi masyarakat dan pengawas eksekutif. Di lingkup Unmul, peran legislatif dipegang oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) yang membawahi DPM fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kunjungan <em>Sketsa</em> ke Sekretariat DPM KM pada Selasa (5/9) lalu, Ketua DPM KM Unmul, Alif Mustofa mengaku tak mengetahui keterangan valid terkait sejarah terbentuknya DPM KM. Ia menyebut, hanya berhasil menulusuri struktur kepengurusan DPM sejak 1999. Sementara penambahan KM mengikuti konstitusi tertinggi Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) yang diusulkan pada 2014 oleh Haerdy Pratama Wijaya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Struktur kelembagaan di DPM KM terdiri atas ketua, wakil ketua, ketua komisi dan anggota dewan yang berasal dari DPM fakultas. Namun, ada beberapa fakultas yang tidak mengirimkan delegasinya, seperti Kehutanan, Teknik, dan Hukum.</p><p style="text-align: justify;">Dua komisi DPM KM terdiri dari Komisi A mengurusi kegiatan internal kampus. Sedang, Komisi B berkonsen pada eksternal kampus, seperti Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI). Soal keaktifan DPM fakultas, menurut Alif, tantangan dan dinamika yang dihadapi berbeda-beda. Misalnya, DPM Fakultas Kedokteran dan DPM Faperta baru berjalan 2 tahun, tapi sudah menunjukkan progresnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Alif menjelaskan, terdapat tiga aturan rekrutmen anggota dewan. Yakni, pemilihan umum (pemilu) , delegasi, dan berdasarkan garis keturunan (monarki). DPM KM memakai sistem delegasi, namun bukan mustahil ke depan dilakukan secara pemilu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Secara teoritis bisa, dengan melihat bagaimana situasi dan kondisi di kampus. Kalau kita bercermin kepada universitas di Jawa yang melakukan pencoblosan di semua organisasinya baik itu eksekutif, legislatif, ataupun UKM universitas dan fakultas, karena tidak ada masalah dalam kaderisasinya&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya lagi, regenerasi kelembagaan universitas di Jawa berjalan baik, sehingga memungkinkan untuk mengadakan pemilu. Hal tersebut, mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki tingkat berorganisasi yang tinggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sayangnya, ini belum bisa kita terapkan di Unmul, karena minat organisasinya masih kurang. Bisa jadi keterwakilannya sedikit, bahkan memungkinkan tidak ada pemilih, hal ini bisa menjadi rancu,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pihaknya mengacu pada UU No. 15 tahun 2011, salah satu asas penyelenggaraan mesti diterapkan. Pihaknya pun menimbang, cara yang lebih efektif demi jaring anggota DPM KM dengan pendelegasian tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau untuk DPM Fakultas, jika keaktifan mahasiswanya bagus, saya bisa merekomendasikan untuk melakukan pencoblosan,&quot; jelas mahasiswa Manajemen 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Bicara program kerja (proker) DPM KM, saat ini memiliki beberapa proker yang menjadi prioritas utama. Di antaranya, evaluasi caturwulan BEM KM yang telah terlaksana dua kali. Lalu, pemilihan raya (Pemira), perekrutaan anggota dan rapat kongres, serta pembuatan UU tatanan hukum di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk evaluasi caturwulan terakhir dilakukan pada kongres nanti. Pemira kemungkinan akan diundur, setelah berdiskusi dengan DPM Fakultas, didapat solusi pemira di fakultas dilakukan dengan cepat, bahkan ada yang mengusulkan untuk dilakukan secara serentak,&quot; jelasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, DPM KM mendapat jatah anggaran Rp 55 juta dari Rektorat. Menurut Alif, hal ini sesuai dengan ketatanegaraan dimana yang menjadi priorotas adalah eksekutif dan legislatif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itulah mengapa kita harus membuat kegiatan seproduktif mungkin, menggunakan anggaran negara juga hak kita, karena dianggap untuk menunjang aktivitas mahasiswa secara umum ke masyarakat,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat dikritik kinerjanya oleh mahasiswa pada kongres sebelumnya, menjadi tolak ukur perbaikan DPM KM kali ini. Alif berkomitmen membuat resolusi untuk menjadikan DPM KM lebih baik. Terutama dalam kontinuitas gerak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di semester genap kemarin saya buat DPM ini tetap ada ritme kerjanya, dari aktivitas bagaimana kita melibatkan DPM fakultas di loka karya pemira online, kita juga tidak buta dengan tugas sebagai legislator, kita juga membahas bagaimana pengadaan tatanan hukum di unmul, juga mengakomodir DPM fakultas dan ukm universitas&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Menganalogikan DPM KM dengan sebuah bola, ia berharap periode ini bola dapat bergulir dengan sempurna tanpa kecacatan agar bisa menjadi role model bagi universitas lain. <strong><em>(ann/jdj/krv)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berseberangan, BEM Fakultas Sorak Bubarkan BEM KM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berseberangan-bem-fakultas-sorak-bubarkan-bem-km/baca </link>
<guid> berseberangan-bem-fakultas-sorak-bubarkan-bem-km </guid>
<pubDate> Sat, 09 Sep 2017 00:00:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi protes beberapa BEM fakultas ketika Prasasti Mulawarman digelar. (Sumber foto: Novita Rachman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berseberangan-bem-fakultas-sorak-bubarkan-bem-km/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WJWX0yB0bB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berseberangan, BEM Fakultas Sorak Bubarkan BEM KM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Usai sudah masa pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) di fakultas dan universitas. Kemarin, PKKMB Unmul yang bertajuk Prasasti Mulawarman digelar. Namun, saat agenda itu berlangsung ada aksi protes beberapa BEM fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya, mereka berkumpul di samping Perpustakaan Unmul, kemudian menuju GOR 27 September, sambil menyuarakan tuntutannya. Diwawancarai awak <em>Sketsa</em> di SC lantai satu, Nur Hariyani membeberkan aksi pagi itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita mencoba untuk adanya penolakan secara nyata di lapangan. Namun, ini bentuknya aksi solidaritas,&quot; ucap Nur Hariyani, Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).</p><p style="text-align: justify;">Konsolidasi pada Selasa (5/9) lalu di Student Center, mengenai militer tidak boleh masuk kampus tak membuahkan hasil.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang dalam pelaksanaanya tidak ada yang menyepakati aksi sebenarnya. Karena beberapa fakultas mencoba untuk menggunakan metode penolakan masing-masing,&quot; jelas perempuan yang disapa Yani ini.</p><p style="text-align: justify;">Aksi tersebut, terangnya diinisiasi BEM FISIP dan berdasarkan kesepakatan bersama BEM fakultas lain yang terlibat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu bukan aksi solo FISIP dan di lapangan juga sempat bersolidaritas kawan-kawan dari Teknik, FKTI, FIB, FEB, FKIP, Perikanan dan Pertanian,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Turut didukung pula oleh pihak eksternal yang juga merupakan mahasiswa Unmul seperti Lingkar Studi Kerakyatan (LSK), dan Kongres Politik Organisasi Perjuangan Rakyat Pekerja (KPO- PRP).</p><p style="text-align: justify;">Poin pertama yang disampaikan Yani, yakni alasan dasar menolak militer masuk kampus. Sebagaimana yang terjadi pada masa orde baru, identik dengan militarianisme, represifitas serta penculikan dan penghilangan paksa para aktivis mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya, kita mencoba untuk mengamankan, men-sterillah kampus,&quot; kata mahasiswa Hubungan Internasional 2014 ini.</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran alusista (alat utama sistem pertahanan militer), juga dianggap membuat maba tidak fokus pada stan unit kegiatan mahasiswa (UKM). &quot;Upaya-upaya penolakan bukan cuma hari ini. Sudah diupayakan beberapa kali melalui acara-acara yang lebih <em>soft</em>,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oleh DPM lagi-lagi kita tidak dilibatkan dalam penyiapan konsep, dalam artian <em>win-win solution</em>, karena diantisipasi sebenarnya adalah WO (<em>walkout</em>) dari mahasiswa FISIP dan Hukum,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pertanyakan Posisi BEM KM</strong></p><p style="text-align: justify;">Secara tegas Yani mengungkapkan, &quot;Kalaupun tidak mau melibatkan BEM Fakultas dalam struktur kepanitiaan, paling tidak kita punya koordinasi yang jelas dan komunikasi yang jelas agar hal-hal yang seperti ini tidak terjadi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apa yang ingin kami capai hari ini adalah propaganda media. Pencerdasan media, pencerdasan massa yang disekitar situ,&quot; ujarnya mengenai <em>goal</em> aksi kemarin itu.</p><p style="text-align: justify;">Sempat pula, massa aksi protes di depan stan BEM KM, sorak agar BEM KM dibubarkan. &quot;Setidaknya, kami sudah punya wadah dan kami juga menyerukan aksi solidaritas, namun tidak satupun dari temen-temen BEM KM turut bersolidaritas dengan kita,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Terang saja, membuat BEM Fakultas heran, dan ragu akan posisi BEM KM. &quot;Sebenarnya, BEM KM menempatkan dirinya sebagai pekerja untuk rektorat secara menyeluruh atau sebagai pimpinan tertinggi di tingkat mahasiswa universitas?&quot; herannya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, secara garis besar dapat disimpulkan BEM KM tidak bisa menjalankan 3K, yaitu Komunikasi, Konfirmasi dan Koordinasi dengan BEM Fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, saat aksi berlangsung para dosen dari berbagai fakultas itu, ikut mengawal. Terdengar, para dosen turut menandai mahasiswa lama maupun baru yang ikut aksi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apa yang kami coba lakukan hari ini adalah kritik terbuka, kita dilindungi undang-undang,&quot; bela Yani.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini belum tercapai, sebenarnya tujuan kami tentang tolak UKT mahal. Pasti ada gerakan lanjutannya, kita akan mencoba membangun ekskalasi yang lebih besar,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi aksi kekecewaan demonstran, Hamzah Nasir, Sekretaris Kabinet menyampaikan, BEM KM punya sikap politik sendiri. Melihat hasil konsolidasi, menurutnya semua telah sepakat dan membiarkan agenda Prasasti berjalan kondusif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemudian temen-temen punya sikap politik, dan itu hak prerogratif dari masing-masing lembaga,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kata Hamzah lagi, PKKMB Universitas tersebut memang bukan garapan BEM KM, pihaknya hanya sebagai penyukses teknis di lapangan. <em><strong>(asr/jdj)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Telah Lama Rusak, Diterpa Angin Atap EC Runtuh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/telah-lama-rusak-diterpa-angin-atap-ec-runtuh/baca </link>
<guid> telah-lama-rusak-diterpa-angin-atap-ec-runtuh </guid>
<pubDate> Sat, 09 Sep 2017 01:50:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Runtuhnya atap gedung Economic Center, lantaran telah lama rusak, ditambah hujan dan angin kencang, tengah hari (8/9) tadi. (Foto: Eka Rizki W) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/telah-lama-rusak-diterpa-angin-atap-ec-runtuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I7CsHCgwxY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Telah Lama Rusak, Diterpa Angin Atap EC Runtuh</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dikejutkan dengan runtuhnya puing-puing atap Gedung Economic Center (EC). Runtuhnya EC disebabkan karena hujan dan angin kencang tengah hari (8/9) tadi. Namun, sebelum kejadian ini, Gedung EC dikabarkan akan diruntuhkan, karena dianggap sudah memiliki kerusakan cukup serius.</p><p>Ditemui awak <em>Sketsa</em>, Suwondo, Kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FEB mengatakan sudah beberapa tahun yang lalu gedung tersebut dindingnya telah retak.</p><p>&ldquo;Harapannya ini bisa disikapi dari pihak birokrat, karena sudah berkali-kali audiensi, harapannya segera direnovasi dan kata birokrat akan diruntuhkan,&rdquo; tutur Wondo.</p><p>Wondo menambahkan saat ini birokrat terkendala pendanaan. Birokrat telah mengajukan anggaran ke rektorat, Wondo berharap agar anggaran dana itu segera dicairkan. Karena pihak fakultas dan mahasiswa mendukung untuk segera dibangun kembali.</p><p>Sedang Izzatul Aliah, Wakil Ketua BEM FEB Unmul mengatakan Gedung EC mulai beroperasi tahun 2014. Saat itu bagian akademik, kabag kemahasiswaan, bagian perlengkapan dan tata usaha (TU) dipindah ke Gedung EC lantai dua.</p><p>Barulah, sejak tahun 2015 tanda-tanda kerusakan mulai terlihat. Itu membuat bagian perlengkapan dan TU kembali dipindah ke gedung dekanat FEB. Sampai saat ini hanya ruang akademik yang masih berada di Gedung EC. Setelah kejadian, kata Izza, ruang akademik akan segera dipindahkan.</p><p>&ldquo;Di gedung lama sudah ada tempat dikosongkan untuk dipakai ruang akademik,&rdquo; kata Izza.</p><p>Beruntung, jatuhnya puing-puing atap Gedung EC ini tidak memakan korban. Rencananya dalam waktu dekat, BEM FEB akan segera menemui pihak birokrat. <strong><em>(iki/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecewa, Maba Harap Tak Ada Perpecahan di Prasasti Mendatang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecewa-maba-harap-tak-ada-perpecahan-di-prasasti-mendatang/baca </link>
<guid> kecewa-maba-harap-tak-ada-perpecahan-di-prasasti-mendatang </guid>
<pubDate> Sat, 09 Sep 2017 19:26:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persembahan Rangkaian Safari Almamater dan Akselerasi Adaptasi (Prasasti) 2017 pada Kamis (7/9) lalu, menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat universitas. (Foto: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecewa-maba-harap-tak-ada-perpecahan-di-prasasti-mendatang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ODaIOwNhKy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kecewa, Maba Harap Tak Ada Perpecahan di Prasasti Mendatang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Persembahan Rangkaian Safari Almamater dan Akselerasi Adaptasi (Prasasti) 2017 pada Kamis (7/9) lalu, menutup rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">Namun sayang, acara yang dilaksanakan di GOR 27 September itu, tak dihadiri seluruh maba dan masih dihiasi tradisi lama, <em>walkout-</em>nya sejumlah fakultas. Maba yang tak hadir tersebut dari FISIP dan Hukum. Sedangkan maba fakultas yang sempat <em>walkout</em> yakni Teknik dan FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Prasasti diisi dua materi, yakni dari Abdul Wahid Maktub, Staf Khusus Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tentang bekerja sama membangun budaya ilmiah. Serta, Komandan Korem (Danrem) 091/ASN Samarinda, Brigjen TNI Irham Waroihan membahas kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan.</p><p style="text-align: justify;">Ironinya, terdapat 30 orang maba pingsan dan sakit, lantaran tak tahan dengan suhu ruangan yang panas. Sebagaimana diketahui, fasilitas seperti pendingin ruangan di GOR 27 September masih kurang, dan tak sebanding dengan jumlah para hadirin.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah lagi, ruang tertutup dan dijaga ketat oleh petugas. Sehingga tidak sembarang orang bisa keluar dan masuk tempat ini.</p><p style="text-align: justify;">Sementara di luar GOR, sempat diwarnai aksi tolak militer masuk kampus dari BEM FISIP. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berseberangan-bem-fakultas-sorak-bubarkan-bem-km/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berseberangan-bem-fakultas-sorak-bubarkan-bem-km/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Salah satu maba yang diwawancarai <em>Sketsa</em>, Fani Hadi Eka Saputra mengatakan acara ini agak mengecewakan. Menurut maba Manejemen, FEB ini mestinya Prasasti jadi wadah tepat pengenalan kampus, sekaligus berkenalan dengan maba fakultas lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetapi terdapat perpecahahan di dalamnya. Semoga ke depannya tidak seperti ini lagi dan saran saja untuk kakak-kakaknya,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Iwan Cahya Fitri, maba Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini mengaku awalnya tak ingin ikut PKKMB Universitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena, sebelumnya kita sudah kuliah dulu. Ternyata ada <em>event-event</em> dan acara yang seru. Tetapi, cukup capek juga karena dari pagi hingga sore acaranya, serta mahasiswa yang kurang teratur mengikuti acara,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Acara Prasasti, selain diisi hiburan dan materi ada pula parade dan penampilan UKM, serta orasi BEM Fakultas. Lalu, sore harinya maba dikumpulkan di lapangan GOR untuk membentuk konfigurasi. Sebelum beranjak pulang, maba berkesempatan keliling melihat stan berbagai UKM serta pameran alusista oleh Kodam VI/ Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Ketua Panitia Prasasti, Prasetya Agusti mengaku pihaknya telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan aturan yang disepakati meskipun secara teknis ada beberapa kendala. &quot;Secara garis besar, Alhamdulillah sudah sesuai jalur yang ada,&quot; ucapnya bersyukur.</p><p style="text-align: justify;">Terkait aksi yang terjadi di luar GOR, Pras menganggap hal tersebut &nbsp;bentuk respons mahasiswa terhadap yang terjadi di universitas. Ia pun turut mengapresiasi aksi berjalan positif, tidak menggangu kegiatan di dalam GOR dan tidak ada kericuhan besar terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa baru 2017 Universitas Mulawarman yang telah bertahan dan bersama menyukseskan agenda Prasasti Mulawarman 2017,&quot; tuturnya. <em><strong>(tia/krv)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kamar Gelap 3x4 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kamar-gelap-3x4/baca </link>
<guid> kamar-gelap-3x4 </guid>
<pubDate> Sat, 09 Sep 2017 23:45:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Eko Muji Santoso mahasiswa program studi Hubungan Internasional, FISIP 2013.(Sumber foto: retakankata.files.wordpress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kamar-gelap-3x4/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3vjyYvZ1ZC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kamar Gelap 3x4</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Di kamar gelap 3x4<br>Adalah negeri seribu malam tanpa kekasih<br>Bunga dan buku-buku bisu<br>Mendongengkan tentang kamu yang debu</p><p style="text-align: justify;">Di kamar gelap 3x4<br>Pelita wangi vanilla nyaris lenyap<br>Jilat api lahap melalap<br>Aroma mu semakin senyap</p><p style="text-align: justify;">Kepada dewa berkepala api<br>ajari aku..<br>Mantra lidah-lidah sunyi<br>Mantra raja-raja batu<br>Mantra datu-datu langit<br>Mantra giridrawangsa<br>Agar ku sedot dia sampai kempot<br>Sampe reot di kamar gelap 3x4</p><p style="text-align: justify;">Di kamar gelap 3x4<br>Kau tersirat<br>Kau tersurat<br>Rindu mendekap<br>Sama erat dengan urat</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Eko Muji Santoso,&nbsp;<span>mahasiswa</span></em></strong><span><strong><em>&nbsp;program studi Hubungan Internasional, FISIP 2013.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Haornas, Refleksi Kesejahteraan Olahragawan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/haornas-refleksi-kesejahteraan-olahragawan/baca </link>
<guid> haornas-refleksi-kesejahteraan-olahragawan </guid>
<pubDate> Sun, 10 Sep 2017 02:51:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peraih medali emas dalam cabang Tolak Peluru Putri, Eki Febri Ekawati pertanyakan honor yang belum terbayar.(Sumber foto: encrypted-tbn1.gstatic.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/haornas-refleksi-kesejahteraan-olahragawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n6ahsIa5es.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Haornas, Refleksi Kesejahteraan Olahragawan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Perolehan medali yang diboyong Indonesia pada ajang SEA Games 2017 yakni 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu, nampaknya menjadi berita pahit bagi dunia olahraga nasional. Indonesia mengirim 534 atletnya, namun hanya mampu berada di posisi kelima, sama seperti tahun 2015. Buruknya, raihan emas Indonesia di ajang ini paling sedikit, bila dibandingkan capaian sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>merdeka.com,&nbsp;</em>Menteri Pemuda dan Olaharaga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan permohonan maafnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tentu tidak bisa apalagi panjang lebar. Mohon maaf, kita sudah melakukan upaya langkah besar,&quot; kata Menpora, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (31/8).</p><p style="text-align: justify;">Namun lupakan sejenak kabar pahit ini. Kini menyambut Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-34, t<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ahun demi tahun pencapaian prestasi memang selalu berbeda. Indonesia mesti cukup puas dan bersyukur tak berada di bagian paling bawah dalam ajang olahraga dunia.</span></p><p style="text-align: justify;">Permasalahan lain tiap tahunnya adalah kesejahteraan para atlet. Bangga dengan hasil itu pasti, tapi bagaimana nasib para atlet yang telah berjasa ini?</p><p style="text-align: justify;">Pengakuan mengejutkan muncul, adapun atlet <em>SEA Games</em> 2017 ini belum menerima gajinya. Peraih medali emas dalam cabang Tolak Peluru Putri, Eki Febri Ekawati mengaku belum dibayar sejak Januari-Agustus lalu. Lebih lanjut, Eki mempertanyakan soal birokrasi di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Nampaknya, kabar kurang mengenakkan ini sampai ke telinga Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Imam membalas cuitan sang atlet dengan mengatakan bahwa akan menindak tegas jajarannya yang dinilai tidak becus dalam menangani kesejahteraan para aktor dalam dunia olahraga.</p><p style="text-align: justify;">Eki satu contoh atlet masa kini, yang mengeluhkan birokrasi pemerintah dalam mengurusi kesejahteraan atletnya. Ada banyak atlet Indonesia yang berjasa dan perlahan dilupakan kesejahteraannya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti <em>sindonews.com</em> yang mengulas nama-nama atlet dan nasibnya kini. Salah satunya, Lenni Haeni. Lenni bekerja sebagai buruh cuci dan serabutan usai pensiun. Sebagai atlet Lenni dulu pernah menyabet 20 medali untuk Indonesia. Di antaranya di SEA Games Jakarta 1997, ia menyabet 3 medali emas dan 1 medali perak. Sejak menjadi atlet, pendidikan Leni terbengkalai, meski dulunya sempat dijanjikan kehidupannya dijamin oleh KONI.</p><p style="text-align: justify;">Habis manis sepah dibuang? Mungkin begitu kata peribahasa yang tepat bagi birokrasi kini. Sepenggal cerita di atas nampaknya menunjukkan, bahwa usia bukanlah tolok ukur dari suatu keberhasilan. Usia boleh matang, namun di balik itu semua ternyata menyimpan serentetan permasalahan klasik yang ternyata belum berhasil diurai hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Sudah sepantasnya pihak-pihak terkait mencurahkan perhatian lebih pada sang atlet. Demi menjaga eksistensi dunia olahraga Indonesia. Serta momentum Haornas, dapat dijadikan refleksi. Bukan sekadar perayaan yang hanya setahun sekali. Sebab, prestasi tak akan tercipta, karena kebetulan, ada dorongan yakni jaminan kesejahteraan bagi olahragawan.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat olahraga merupakan sektor paling digandrungi dan cukup menjanjikan di kancah dunia. Indonesia tak mau bukan, jika jalan di tempat saja? <strong><em>(sut/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pukul-pukul Keliru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pukul-pukul-keliru/baca </link>
<guid> pukul-pukul-keliru </guid>
<pubDate> Sun, 10 Sep 2017 23:50:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi berjudul Pukul-pukul Keliru yang ditulis oleh Maharani Saskia Puteri, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2015. (Sumber foto: We Heart It) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pukul-pukul-keliru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GbzrnIaTdi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pukul-pukul Keliru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pukul-pukul keliru</p><p style="text-align: justify;">Pukul satu pagi bagian sepi.</p><p style="text-align: justify;">Pagi ini terasa lama. Jika rasaku setara laman ketik pada layar tik elektronik, mungkin kedipan tanda tunggu telah sayup-sayup gelap, karena bosan dirundung senyap.</p><p style="text-align: justify;">Pukul dua pagi bagian sepi.</p><p style="text-align: justify;">Pagi ini cukup lama. Hasilnya; kadang-kadang langit, lebih sering langit-langit, menjadi pemandangan yang menemani angan-angan yang jarang pahit. Iya. Terlebih dahulu kupilah kemudian kujahit. Antisipasi irit, walau gagalnya tidak sedikit.</p><p style="text-align: justify;">Pukul tiga pagi bagian sepi.</p><p style="text-align: justify;">Pagi ini benar lama. Buktinya banyak waktu untuk ragu, pun rindu, &apos;tuk mencipta sunyi dan berayun dalam penantian tak pasti. Menari-nari, lalu menyelami diri, kemudian kesana-kemari, dan terus pergi, padahal menuntut henti.</p><p style="text-align: justify;">Pukul empat pagi bagian sepi.</p><p style="text-align: justify;">Ah, pagi ini benar-benar lama! Tapi aku masih seperti ini. Terbaring diam mendengar bising malam. Sekawanan jangkrik, kamu, cicak, lalu kamu, nyamuk, kemudian kamu, gemuruh perut, dan masih kamu, dalam benak berkeliling tak hampa, entah sedang apa. Ribut, atau seperti aku, kalut.</p><p style="text-align: justify;">Pukul lima pagi bagian tidak terlalu sepi.</p><p style="text-align: justify;">Sungguh, pagi ini lama. Bagaimanapun, pada akhirnya datanglah kantuk sebagai pengganti sebagian hari yang sibuk. Dan teruntuk apapun yang menyita lebih dari sepertiga malamku, tetaplah tidak tahu, kiranya itu cukup membantu, walau barangkali hanya untukku.</p><p style="text-align: justify;"><br><em><strong>Ditulis oleh Maharani Saskia Puteri, mahasiswi Sastra Inggris FIB 2015.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perayaan Besar FMIPA untuk Masuki 16 Tahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perayaan-besar-fmipa-untuk-masuki-16-tahun/baca </link>
<guid> perayaan-besar-fmipa-untuk-masuki-16-tahun </guid>
<pubDate> Mon, 11 Sep 2017 01:14:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejak Kamis (8/9) kemarin ada yang berbeda di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). (Foto: Ade Erza S.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perayaan-besar-fmipa-untuk-masuki-16-tahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ctqQUN3ybJ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perayaan Besar FMIPA untuk Masuki 16 Tahun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sejak Kamis (8/9) kemarin ada yang berbeda di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Pada hari itu tengah berlangsung perlombaan <em>ranking&nbsp;</em>1 di halaman fakultas, perlombaan tersebut merupakan satu dari sekian rangkaian perayaan hari jadi FMIPA ke-16.</p><p style="text-align: justify;">Nova Hariani, dosen sekaligus ketua panitia acara menjelaskan rangkaian ini dibungkus dalam kegiatan <em>open sains</em>, yang temanya memperkenalkan sains kepada masyarakat mulai dari TK hingga SMA. Pada hari pertama diadakan seminar dengan narasumber pembina olimpiade intenasional fisika dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Kamsul Abraha. Peserta yang hadir merupakan guru-guru SMA di Samarinda, Bontang, Tenggarong, Sangatta, dan Balikpapan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemudian pada hari kedua seminar juga tentang pengelolaan manajeman LAB dengan <em>audience</em> guru-guru SMA juga. Tetapi dalam hal ini, karena ini baru pertama kali kami tidak mengundang semua, jadi kami belum yakin dengan kemampuan karena baru kali. Karena nanti kalau diundang banyak kita tidak mampu mengelola jadi memang dibatasi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Puncak acara dies natalis FMIPA berlangsung Sabtu (9/9) kemarin. Acara tersebut dikhususkan untuk para civitas akademika FMIPA dan keluarga. Acara dimulai dengan senam pagi bersama dan dilanjutkan dengan jalan santai mengelilingi kawasan Unmul, tampak Rektor Masjaya hadir pula pagi itu.</p><p style="text-align: justify;">Nova mengatakan ini pertama kalinya FMIPA mengadakan acara dies natalis sebesar ini. Sebelumnya sebanyak 15 kali perayaan, setiap tahun hanya digelar lomba-lomba antar mahasiswa dengan dosen, tahun ini berbeda karena turut melibatkan siswa usia sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Hillidatul Ilmi, mahasiswa prodi Statistik, menganggap acara dies natalis ke-16 FMIPA seru dan menyenangkan. Keriangan tampak dari lomba seperti tarik tambang, joget balon, hingga karaoke.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun 2018 nanti ini kan (ada) pembaharuan akreditasi, semoga semua prodi di FMIPA akreditasinya A, juga mahasiswa-mahasiswa FMIPA dapat membanggakan Unmul. Dan, semoga FMIPA menjadi fakultas terbaik di Unmul,&rdquo; harapnya. <strong><em>(nhh/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tulisan Dandhy dan Kekerasan pada Masa Megawati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tulisan-dandhy-dan-kekerasan-pada-masa-megawati/baca </link>
<guid> tulisan-dandhy-dan-kekerasan-pada-masa-megawati </guid>
<pubDate> Tue, 12 Sep 2017 01:23:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dandhy Dwi Laksono, jurnalis senior dipolisikan atas tuduhan pencemaran nama baik. (Sumber foto: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tulisan-dandhy-dan-kekerasan-pada-masa-megawati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/slSy0pBHad.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tulisan Dandhy dan Kekerasan pada Masa Megawati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pembantaian Rohingya di Myanmar masih jadi isu yang diperhatikan saat ini. Itu memancing Dandhy Dwi Laksono, jurnalis senior sekaligus pendiri rumah produksi <em>WatchdoC</em>, menuliskan kritikannya di halaman <em>Facebook</em> pribadinya.</p><p style="text-align: justify;">Dandhy menyandingkan &nbsp;Aung San Suu Kyi, Penasehat Negara Myanmar dan peraih Nobel Perdamaian 1991, dengan mantan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Tak disangka, argumen yang ia sampaikan justru dipolisikan oleh Abdi Edison, Ketua Dewan Pengurus Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD Repdem) Jawa Timur, sebuah organisasi sayap PDIP Perjuangan.</p><p style="text-align: justify;">Pada Rabu (6/9) pekan lalu, Dandhy dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah ini semata sikap reaksioner sekelompok partisan politik yang memanfaatkan &lsquo;pasal-pasal karet&rsquo; dalam UU ITE dan KUHP, atau sebuah varian represi baru bagi kebebasan berpendapat tanpa mengotori tangan dan citra kekuasaan,&rdquo; kata Dandhy seperti dikutip dari <em>tirto.id.</em></p><p style="text-align: justify;">Hingga kini kasus Dandhy masih bergulir. Argumen di tulisan Dandhy sebenarnya sedang menilik <em>track record&nbsp;</em>Megawati yang ia anggap punya kesamaan dengan Suu Kyi: mengenai omongan dan janji perdamaian, namun yang terjadi malah sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Jika Suu Kyi memilih bungkam saat genosida terjadi di Rohingya oleh kelompok Buddha garis keras dan itu fakta, maka kekerasan di Aceh dan Papua di masa kepemimpinan Megawati juga adalah fakta.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang bergolak di Aceh pernah mendapat respons kuat dari Megawati yang saat itu telah menjabat presiden. Pada 18 Mei 2003 Megawati mengutus 30.000 tentara dan 12.000 polisi turun ke Aceh, operasi militer ini kelak dikenal dengan sebutan &quot;Operasi Terpadu&quot;. Puluhan ribu militer datang untuk mengurusi sekitar 5.000 orang yang tergabung di dalam GAM.</p><p style="text-align: justify;">Hasilnya tak main-main, berdasarkan catatan Amnesty International, tercatat 200.000 orang Aceh tinggal di kamp pengungsian, 2.879 anggota GAM tewas sejak Mei 2003, dan 147 warga sipil kehilangan nyawanya selama Mei 2003-Februari 2004.</p><p style="text-align: justify;">Masih menurut Amnesty International, pihak militer Indonesia banyak mencurigai kaum muda laki-laki yang dianggap sebagai anggota GAM tanpa pernah tahu apakah yang ditangkap adalah kombatan atau bukan. Tahu-tahu saja dipenjara, lalu dibunuh. Begitu juga dengan kekerasan seksual yang dialami perempuan ketika Operasi Terpadu ini terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Lalu di Papua, saat itu belum genap empat bulan Megawati di kursi istana, 11 November 2001 terjadi pembunuhan pemimpin Papua Theys Eluay oleh Kopassus seperti yang dicatat KontraS dan Elsam.</p><p style="text-align: justify;">Menyusul kemudian serentetan kejadian lainnya. Penembakan istri dan anak Johanis G. Bonay dari orang yang tak dikenal, Direktur Lembaga Studi dan Advokasi HAM Papua, pada Desember 2002. Sebanyak 42 orang meregang nyawa karena kelaparan, pada saat pemindahan penduduk secara paksa di 25 kampung, dikenal dengan nama Tragedi Wamena-Wasior. Hingga meninggalnya Munir Said Thalib, aktivis HAM terkenal pada 7 September 2004.</p><p style="text-align: justify;">Sebetulnya jauh sebelum kejadian di atas terjadi, dalam pidato 29 Juli 1999, usai kemenangan partainya di pemilihan umum pertama selepas Orde Baru, Megawati berkata: &ldquo;Kepada kalian, saya akan berikan cinta saya, saya akan berikan hasil &apos;Arun&apos;-mu, agar rakyat dapat menikmati betapa indahnya Serambi Mekah bila dibangun dengan cinta dan tanggung jawab sesama warga bangsa Indonesia.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Tak lama berselang ia kembali melanjutkan dengan: &ldquo;Begitu pula yang akan saya lakukan buat saudara-saudaraku di Irian Jaya dan Ambon tercinta. Datangnya hari kemenangan itu tidak akan lama lagi, saudara-saudara.&quot;<strong><em>&nbsp;(asr/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Forkom FKIP se-Indonesia, Bahas Berbagai Isu Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/forkom-fkip-se-indonesia-bahas-berbagai-isu-pendidikan/baca </link>
<guid> forkom-fkip-se-indonesia-bahas-berbagai-isu-pendidikan </guid>
<pubDate> Wed, 13 Sep 2017 01:38:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melahirkan pendidik sebagai pendukung pembangunan negara menjadi tuntutan yang dipangku Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) lewat Pertemuan Sela Forum Komuniksi (Forkom) FKIP Negeri se-Indonesia. (Sumber foto: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/forkom-fkip-se-indonesia-bahas-berbagai-isu-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9JhgIeGb0K.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Forkom FKIP se-Indonesia, Bahas Berbagai Isu Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Melahirkan pendidik sebagai pendukung pembangunan negara menjadi tuntutan yang dipangku Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Melansir di <em>kaltimprov.go.id,</em> Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dalam pembukaan Pertemuan Sela Forum Komuniksi (Forkom) FKIP Negeri se-Indonesia mengatakan lulusan FKIP yang telah mampu, siap terjun di pasar kerja. &quot;Karena itu, lulusan tersebut harus bisa diterima di dunia pendidikan,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam, agenda tersebut Awang mengharap FKIP dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM di daerah. Sebabnya, FKIP mesti meningkatkan kualitas tenaga dosen dan sarana prasarana di lingkungan fakultas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena di Kaltim saat ini masih menggantungkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sumber daya alam (SDA), misalnya minyak bumi dan gas serta batu bara. Ke depan ketergantungan tersebut tidak bisa diandalkan terus menerus. Karena itu, yang menjadi andalan kita adalah bagaimana menyiapkan SDM berkualitas. Sehingga bersaing dengan bangsa lain. Melalui FKIP diharapkan SDM berkualitas dapat tumbuh,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa,</em> (11/9) Dekan FKIP Unmul Muhammad Amir Masruhim mengatakan dalam pertemuan itu membahas berbagai isu pendidikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di antaranya, mengenai keseragaman pengelolaan pendidikan dan keguruan di Indonesia seperti kurikulum, strategi pembelajaran, pertukaran antar dosen yang harapannya wawasan dosen dan mahasiswa menjadi luas, juga direncanakan melakukan Riset bersama serta korporasi program dengan universitas luar,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, banyak hal yang bisa dibagikan antar universitas yang jadi pembelajaran bersama. Sebagai lanjutan setelah S1 FKIP, Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga tak luput dari pembahasan Forkom ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Akan dikelola mandiri, karena selama ini dilakukan oleh pusat. Ke depan kalau pusat tidak bisa, pemerintah daerah sudah bisa menangani hal ini,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu mata kuliah PPL bagi mahasiswa tingkat akhir FKIP yang biasanya, hanya seputaran wilayah Samarinda, namun PPL akan dilakukan di luar Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akan ada PPL antar FKIP se-Indonesia,&quot; ujar Prof Amir.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan Forkom ini rupanya rutin dilakukan beberapa kali sejak didirikan 15 tahun lalu, puncak pertemuan saat para dekan dibawa menyusuri Sungai Mahakam dengan kapal wisata di hari kedua pertemuan. Rangkaian Forkom berakhir saat penutupan di Rumah Jabatan Rektor Unmul.<br><br>Dihadiri Ketua Forkom Pimpinan FKIP se-Indonesia yakni Prof Sofendi, Dekan FKIP dan guru besar Universitas Sriwijaya. Universitas yang turut hadir Universitas Khairun Ternate, Universitas Jember, Universitas Lampung, serta dari kota tetangga Universitas Lambung Mangkurat.<em><strong>&nbsp;(gie/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mematahkan Stigma : Seluruh Civitas Akademika Universitas Mulawarman Harus Bekerja Keras </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mematahkan-stigma-seluruh-civitas-akademika-universitas-mulawarman-harus-bekerja-keras/baca </link>
<guid> mematahkan-stigma-seluruh-civitas-akademika-universitas-mulawarman-harus-bekerja-keras </guid>
<pubDate> Wed, 13 Sep 2017 23:40:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini memang belum banyak kita temui persaingan tenaga kerja dengan negara tetangga lainnya. (Sumber foto: special) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mematahkan-stigma-seluruh-civitas-akademika-universitas-mulawarman-harus-bekerja-keras/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xFA4svxqmZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mematahkan Stigma : Seluruh Civitas Akademika Universitas Mulawarman Harus Bekerja Keras</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia dengan posisi nomor 4 di dunia, sebesar 250 juta lebih penduduk. Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini memang belum banyak kita temui persaingan tenaga kerja dengan negara tetangga lainnya. Meskipun situasinya seperti itu, tentu persaingan tenaga kerja dalam negeri saja membuat kita meringis. Merujuk pada data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kategori Tingkat Pengangguran Terbuka per Agustus 2016 data pengangguran di Indonesia sebesar 118,41 juta jiwa. Sebanyak 12.24% di antaranya adalah lulusan Perguruan Tinggi yaitu sebesar 14.57 juta jiwa.</p><p style="text-align: justify;">Sebuah permasalahan klasik yang dihadapi oleh seluruh perguruan tinggi adalah mempersiapkan tenaga kerja, <em>entrepreneur,</em> saintis, hingga akademisi berkualitas untuk negara. Universitas Mulawarman merupakan salah satu universitas terbesar sekaligus tertua di lingkungan Kalimantan Timur, hari ini kenyataannya banyak lulusan Universitas Mulawarman masih tidak tahu bagaimana mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Problematika terbesarnya adalah, bagaimana bertarung di kerasnya persaingan tenaga kerja di era sekarang? Budaya diskusi dan membaca yang mulai pudar di kalangan mahasiswa dan pemuda membuat hal tersebut semakin jelas adanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pertengahan Tahun 2017 ini, terlihat banyak sekali upaya dari Pemerintah untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. Namun, apakah mahasiswa lulusan Universitas Mulawarman percaya diri menghadapi persaingan tenaga kerja saat ini? Hari ini stigma tentang keunggulan pendidikan di tanah Jawa masih erat melekat pada benak masyarakat di luar tanah Jawa, maka dari itu mampukah kita semua bangkit dari stigma tersebut?</p><p style="text-align: justify;">Menyoroti perihal kondisi pendidikan tinggi di Universitas Mulawarman, saat ini sedang berbenah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, terlihat dari berbagai aktivitas seminar &amp; lokakarya nasional maupun internasional yang sudah terselenggara maupun yang akan terselenggara pada masa mendatang. Walaupun masih banyak kebijakan-kebijakan yang belum sepenuhnya dapat diterima oleh semua pihak, salah satunya masih banyaknya aktivitas demonstrasi mahasiswa kepada jajaran pimpinan Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya yang harus dibenahi adalah kualitas dari tenaga pengajar yang harus lebih aktif dan dua arah dalam mengajar, sebagai mantan mahasiswa saya merasakan bahwa tenaga pengajar yang dalam prosesnya memberikan model pengajaran dua arah sangat diapresiasi mahasiswa karena lebih mudah untuk dipahami ketimbang model pengajaran yang monoton dan kerap kali mencatat. Kehadiran tenaga pengajar di kelas juga menjadi salah satu ukuran penting dalam model pengajaran yang pada kenyataannya sering sekali tenaga pengajar tidak masuk pada jadwal yang ditentukan. Universitas Mulawarman yang telah bekerja keras untuk memperoleh Akreditasi A dari BAN-PT, bukan semata-mata menjadi di atas angin. Masih patut disadari bahwasanya dari <em>branding</em> lulusan Universitas Mulawarman masih kalah dari Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, dll.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa merupakan agen perubahan, sosial kontrol, dan menjadi cadangan pemimpin masa depan dengan memegang teguh Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian pada masyarakat. Mahasiswa Universitas Mulawarman hari ini harus mampu membantu kampusnya untuk mematahkan stigma remeh lulusan Universitas Mulawarman. Karena sejatinya, akreditasi universitas saja tidak cukup untuk menjadi bekal persaingan tenaga kerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pentingnya <em>softskill</em> yang diasah melalui pengalaman kerja semasa kuliah ataupun berorganisasi nyatanya mampu menarik minat perusahaan untuk merekrut karyawan. Berdasarkan data yang saya peroleh ketika mengikuti pelatihan <em>Leadership Development</em> yang digagas oleh Djarum Foundation yang pada saat itu, Rosiana Silalahi sebagai pembicara mengatakan bahwa IPK hanya mempengaruhi sampai meja administrasi, setelah itu yang dinilai adalah <em>public speaking, negotiation skill, communication skill</em>, dan <em>emotional skill</em>. <em>Softskill</em> tersebut dapat diasah melalui organisasi. Berorganisasi membuat kita belajar banyak seperti latihan berbicara di depan publik, bagaimana bernegosiasi yang benar, bagaimana berkomunikasi sesama teman, atasan, maupun bawahan, hingga melatih menahan emosi.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini persaingan tenaga kerja juga dipengaruhi oleh Ikatan Alumni Universitas (IKA), bukan tentang praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) hanya saja tentang kecepatan transmisi informasi. Perguruan tinggi lain sedang giat membentuk Ikatan Alumni agar lulusan perguruan tinggi mereka dapat memperoleh informasi dengan lebih cepat dan tepat. Hari ini, Universitas Mulawarman rupanya sedang menggiatkan Ikatan Alumni Universitas Mulawarman, harapannya Ikatan Alumni ini mampu membawa perubahan yang lebih baik. Forum Komunikasi Alumni wajib dibentuk untuk memudahkan transmisi informasi.</p><p style="text-align: justify;">Harapannya, Universitas Mulawarman mampu melahirkan lulusan berkualitas tepat guna untuk memenuhi standar pasar persaingan tenaga kerja. Di samping itu, mahasiswa dan segenap civitas akademika harus bersama-sama untuk mematahkan stigma remehnya pendidikan di luar tanah Jawa.<br><br><br><em><strong>Ditulis oleh Raffie Rafshanjani mahasiswa program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2013</strong></em><br><br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anjing Imapa Kembali Beranak-Pinak, Rektorat Belum Ada Tindak Konkret </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/anjing-imapa-kembali-beranak-pinak-rektorat-belum-ada-tindak-konkret/baca </link>
<guid> anjing-imapa-kembali-beranak-pinak-rektorat-belum-ada-tindak-konkret </guid>
<pubDate> Fri, 15 Sep 2017 00:40:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> IMAPA telah lama memelihara anjing di sekitar gedung Student Center (SC). (Sumber foto: News.okezone.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/anjing-imapa-kembali-beranak-pinak-rektorat-belum-ada-tindak-konkret/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jkzWousHic.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anjing Imapa Kembali Beranak-Pinak, Rektorat Belum Ada Tindak Konkret</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pasca beredarnya surat larangan pemeliharaan binatang buas atau hewan liar dari rektorat, Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) masuk dalam sorotan. Pasalnya, unit kegiatan ini telah lama memelihara anjing di sekitar gedung Student Center (SC).</p><p style="text-align: justify;">Salah satu anggota Imapa, Hidayatussalikin akrab disapa Instan mengatakan nasib hewan milik Imapa 2 ekornya sudah diberikan kepada orang lain. Ia menyebut dua ciri anjing itu berwarna putih dan hitam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi ini nambah (melahirkan) lagi 6 ekor,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun Imapa mulai mengurangi anjing peliharaan mereka, itu tak mengurangi fakta bahwa hewan peliharaan itu masih ada di sekitar gedung SC dan beranak-pinak. Pihak rektorat juga belum mengambil tindakan langsung untuk meninjau hasil surat larangan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Bagian Hukum Tata Laksana, Sugiarta mengakui pihak rektorat memang belum melakukan tindakan konkret pasca keluarnya surat edaran itu. Ia menjelaskan surat tersebut merupakan bentuk sosialisasi ke seluruh fakultas, lembaga dan unit sebagai larangan memelihara hewan liar selain untuk penelitian. Ia menyebut perlu tahapan-tahapan khusus untuk melakukan tindakan konkret.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kan pemiliknya salah satu UKM yang ada di sana, ya. Jadi karena Imapa ini di bawah naungan Wakil Rektorat III nanti Pak Abdunnur selaku WR II akan mengirim surat atau secara lisan ke WR III. Dari situ nanti WR III yang akan konsolidasi langsung dengan Imapa,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai perbedaan yang muncul di bulan pembuatan surat (tertulis di situ 21 Maret) dan diedarkan (pada 24 Agustus) hal itu ia tegaskan hanya kesalahan teknis. Sugiarta tak ingin memusingkan itu.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya Aryoga Oktabriangga Saputra, Ketua Imapa mengatakan mudah saja bagi Imapa untuk mengembalikan anjing ke habitatnya. Tetapi, sebelum itu terjadi beri dulu gedung SC penerangan yang layak pada malam hari. Sebab anjing peliharaan mereka telah &ldquo;ditugasi&rdquo; untuk menjaga gedung SC dari kehilangan barang.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terima-banyak-keluhan-imapa-balik-tanyakan-penerangan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terima-banyak-keluhan-imapa-balik-tanyakan-penerangan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Saat disinggung mengenai persoalan penerangan dan keamanan yang minim di sekitar gedung SC, Sugiarta mengaku rektorat sedang sibuk dengan berbagai agenda seperti penerimaan mahasiswa baru, dan dekat-dekat ini akan ada Dies Natalis Unmul. Sehingga penerangan di SC belum jadi fokus prioritas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk penerangan dan kemanan akan segera dikonsentrasikan setelah ini. Karena ini masih pengerjaan untuk penerangan jalan di sekeliling Unmul. Akan mendapat gilirannya untuk daerah sekitar SC karena tenaga juga terbatas,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(arr/omi/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FH Gelar Diskusi Bersama Komisi Yudisial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/fh-gelar-diskusi-bersama-komisi-yudisial/baca </link>
<guid> fh-gelar-diskusi-bersama-komisi-yudisial </guid>
<pubDate> Fri, 15 Sep 2017 23:51:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> akultas Hukum (FH) Unmul gelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia Aidul Fitriciada Azhari. (Foto: Khajjar Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/fh-gelar-diskusi-bersama-komisi-yudisial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dqOGl7baIu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FH Gelar Diskusi Bersama Komisi Yudisial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Kamis (14/9) kemarin Fakultas Hukum (FH) Unmul menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia Aidul Fitriciada Azhari. Agenda itu membahas tentang <em>contemp of court</em> (penghinaan terhadap lembaga peradilan) di Indonesia. Peserta diskusi yang hadir merupakan anggota Klinik Etik dan Hukum, dosen FH, hingga hakim dari lembaga peradilan di Samarinda dan Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">FGD pun dibagi dalam beberapa sesi. Pertama, pemaparan tentang <em>contempt of court</em> di Indonesia yang disampaikan oleh Ketua Komisi Yudisial. &quot;Indonesia salah satu negara yang kebebasan berpendapatnya tinggi daripada negara-negara lain termasuk Eropa,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian sesi kedua, Ketua Klinik Etik dan Hukum Febrianus Felis menyampaikan pihaknya telah melakukan observasi di empat lembaga peradilan, yakni Pengadilan Negeri Samarinda, Pengadilan Agama Samarinda, Pengadilan Tata Usaha Negara Samarinda, dan Pengadilan Militer Balikpapan.</p><p style="text-align: justify;">Dari serangkaian observasi tersebut, Felis melaporkan temuan-temuan di empat lembaga peradilan tersebut yang berpotensi menyebabkan <em>contempt of court.&nbsp;</em>Secara umum Felis menyebut, seperti minimnya petugas keamanan, tidak ada pemeriksaan pengunjung atau tamu dalam persidangan, tidak ada papan pengumuman tata tertib dan perilaku pengunjung yang kurang sopan selama persidangan. Contohnya, keluar masuk ruang persidangan tanpa izin dan tidak men-<em>silent</em> handphone pribadi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pengamanan pada hakim juga menjadi sorotan. Sebab, hakim tinggal di perumaham umum. Padahal seharusnya hakim ditempatkan khusus di perumahan hakim demi menjaga keamanan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Biarkanlah pengadilan itu untuk mencari keadilan bukan kemenangan,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Temuan-temuan tersebut kemudian di respon oleh beberapa perwakilan lembaga peradilan yang hadir. Sebagian besar mengakui temuan-temuan tersebut, memang benar terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Aidul mengatakan &quot;Pertemuan ini sangat berharga dan bermanfaat, karena mempertemukan para hakim, mahasiswa dan tentu Komisi Yudisial.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aidul menambahkan dengan berkembangnya era digital dan media sosial berdampak pada semakin meningkatnya <em>contempt of court.</em>&nbsp; &quot;Maka salah satu program klinik etik itu memberi penyadaran kepada masyarakat agar tidak melakukan <em>contempt of court,</em>&quot; tutupnya. <em><strong>(krv/aml/bip)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rumah yang Merindu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rumah-yang-merindu/baca </link>
<guid> rumah-yang-merindu </guid>
<pubDate> Sat, 16 Sep 2017 23:24:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Rumah yang Merindu" sebuah puisi yang ditulis oleh Badzlina Nur Syarofina, mahasiswi Kesmas Unmul 2015. (Sumber ilustrasi: culture24.org.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rumah-yang-merindu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/STBxCXBTyq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rumah yang Merindu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kamu bilang aku rumah bagimu<br>Dan ke mana pun kamu pergi<br>Pasti akan kembali padaku<br>Aku suka jadi rumah</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;<br>Tapi rumah tak bisa berjalan bersamamu<br>Rumah cuma bisa diam dan menunggu<br>Menghangatkanmu ketika kamu pulang<br>Harus tetap kokoh saat kamu pergi lagi<br>Aku benci jadi rumah</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;<br>Apalagi.. rumah bisa kapan saja terbakar<br>Bilamana ada yang menyulut api<br>Apa kamu bisa padamkan sendiri?<br>Bagaimana jika hanya pemadam yang mampu padamkan apinya?</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;<br>Lalu setelah itu, apa yang akan kamu perbuat?<br>Tetap kembali, atau mencari rumah yang lain?<br>Bila bertahan, bukankah butuh waktu untuk memperbaiki?<br>Bila pergi, bukankah kamu sudah berjanji?</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;<br>Kamu bilang aku rumah bagimu<br>Kemana pun kamu pergi pasti akan kembali padaku<br>Aku suka jadi rumah<br>Tapi benci bila kau tak kunjung kembali<br>Cepat pulang, akulah rumahmu<br>Yang merindu</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Badzlina Nur Syarofina mahasiswi</span> Kesehatan Masyarakat 2015</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kuliah Super 2017 Dikemas Berbeda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/kuliah-super-2017-dikemas-berbeda/baca </link>
<guid> kuliah-super-2017-dikemas-berbeda </guid>
<pubDate> Sun, 17 Sep 2017 23:23:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kuliah Super 2017 merupakan acara terbesar dari Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (KPSDM) BEM KM UNMUL Kabinet Gelora Perbaikan. (Foto: Dok. KPSDM BEM KM UNMUL) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/kuliah-super-2017-dikemas-berbeda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BMoRtv1wB5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kuliah Super 2017 Dikemas Berbeda</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Kuliah Super 2017 merupakan acara terbesar dari Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (KPSDM) BEM KM UNMUL Kabinet Gelora Perbaikan yang telah dilaksanakan pada tanggal 10 September 2017 di Gedung Serbaguna Rektorat Lantai 4 Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang dibuka oleh Staff Ahli Wakil Rektor III ini bertujuan untuk menambah motivasi dan semangat kepada para mahasiswa baru bahwa mahasiswa yang mengikuti organisasi juga harus berprestasi dalam bidangnya masing-masing. Selain itu, acara ini juga merupakan ajang perkenalan organisasi kampus kepada mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">Kuliah Super 2017 Sparkling Passionate 1.0 dengan tema &ldquo;Gerakan Perbaikan dari Gelora Muda&rdquo; terdiri dari sesi talkshow, sesi motivasi, pengenalan BEM KM UNMUL 2017, dan Launching Sekolah Eksekutif Muda. Acara ini menghadirkan tiga narasumber diantaranya Amaliah Aisyah Rakhmi, Iqbal Suwandie Yushab, dan Muhammad Miftahul Mubarok serta Muhammad Teguh Satria sebagai motivator.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari tahun sebelumnya, 380 peserta Kuliah Super tidak hanya menjadi magangers BEM KM UNMUL tetapi juga sebagai peserta Sekolah Eksekutif Muda. Sekolah Eksekutif Muda sendiri merupakan ajang pertemuan yang dikemas seperti sekolah dengan memberikan materi pembelajaran terkait kepemimpinan hingga pergerakan organisasi.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Staff BEM KM Unmul, Wahidatul Jannah Ilmu Komunikasi 2014</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 72 Tahun PMI Mengabdi, 19 Bulan Mereka Tak Digaji </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/72-tahun-pmi-mengabdi-19-bulan-mereka-tak-digaji/baca </link>
<guid> 72-tahun-pmi-mengabdi-19-bulan-mereka-tak-digaji </guid>
<pubDate> Mon, 18 Sep 2017 12:20:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dengan lewatnya 17 September kemarin, maka itu artinya 72 tahun sudah Palang Merah Indonesia (PMI) mengabdi. (Foto: pmi-kabmadiun.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/72-tahun-pmi-mengabdi-19-bulan-mereka-tak-digaji/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VyvwoWh0Gs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>72 Tahun PMI Mengabdi, 19 Bulan Mereka Tak Digaji</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dengan lewatnya 17 September kemarin, maka itu artinya 72 tahun sudah Palang Merah Indonesia (PMI) mengabdi. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 246 Tahun 1963 yang menyatakan bahwa PMI adalah organisasi nasional yang berdiri atas azas perikemanusiaan. Dalam kurun waktu tujuh dekade lebih itu, banyak cerita mewarnai sepak-terjangnya.</p><p style="text-align: justify;">PMI telah tersebar ke kota-kota di Indonesia. Dalam perjalanannya di Samarinda, PMI pernah mengalami pasang surut.</p><p style="text-align: justify;">Dedy Setiawan selaku staf bidang Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan Samarinda menuturkan PMI mengemban mandat utama yakni penaggulangan bencana. Selain PMI juga aktif memberikan pelayanan dasar berupa ambulans dan pertolongan pertama.</p><p style="text-align: justify;">PMI Samarinda baru saja selesai memberikan pelatihan dasar Korps Sukarela (KSR) selama sepuluh hari terhitung sejak 8-17 September kemarin. Terdiri dari 29 peserta, yaitu KSR IAIN Samarinda, Widya Gama, tiga dari relawan Kutai Kartanegara, dan satu dari tenaga sukarelawan PMI Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sebagai PMI kota Samarinda men-<em>support</em> saja, mendukung kekurangan mereka, mempersiapkan ruangan mempersiapkan tenaga-tenaga bantuan,&rdquo; ujar Dedy.</p><p style="text-align: justify;">PMI tetap menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, tetapi menurut Dedy masih banyak orang awam memandang sebelah mata tugas PMI. Banyak yang melihat PMI cuma identik dengan donor darah dan pertolongan pertama saja.</p><p style="text-align: justify;">Sebetulnya selain turun untuk menanggulangi bencana, PMI juga berupaya menangani korban konflik. Penanganan korban konflik dibantu oleh <em>International Committee of the Red Cross</em> atau Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.</p><p style="text-align: justify;">Di balik upaya PMI itu, terdapat persoalan pelik. Persoalan dana nampaknya menjadi momok menakutkan bagi setiap kelembagaan, tidak terkecuali PMI Samarinda. Defisit anggaran yang tengah dialami pemerintah provinsi Kalimantan Timur saat ini berdampak pada gaji pegawai PMI provinsi. Lebih lanjut Dedy mengungkapkan bahwa saat ini pegawai PMI provinsi sudah 19 bulan tidak digaji dan tidak mendapat bantuan dari pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Gaji pegawai PMI saat ini hanya ditopang dari Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD). Untuk satu kali transfusi darah dikenakan biaya sebar Rp60 ribu. Dana tersebut nantinya digunakan untuk biaya operasional dan gaji para pegawai PMI.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, PMI tetap berupaya untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PMI misinya adalah ingin menjadi PMI yang berkarakter, profesional, mandiri dan dicintai masyarakat. Kita ingin itu,&rdquo; pungkasnya. <strong><i>(mrf/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> JC: Panjang Jalan Kalian, Sketsa 10! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/jc-panjang-jalan-kalian-sketsa-10/baca </link>
<guid> jc-panjang-jalan-kalian-sketsa-10 </guid>
<pubDate> Tue, 19 Sep 2017 02:20:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama panitia dan anggota Sketsa 10 dalam agenda Journalistic Camp (JC). (Sumber foto: dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/jc-panjang-jalan-kalian-sketsa-10/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Tnoz2zDmly.jpg" />
					</figure>
			                <h1>JC: Panjang Jalan Kalian, Sketsa 10!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Usai menjalani masa magang selama 8 bulan, kini waktu bagi Sketsa 10 untuk dikukuhkan. Lewat sebuah gelar tradisi yang dinamai <em>Journalistic Camp&nbsp;</em>(JC), anggota magang Sketsa 10 secara resmi menjadi pengurus LPM Sketsa Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Bermula pada Sabtu (16/9) pagi yang hujan, anggota Sketsa 10 telah berkumpul di Gedung Student Center. Para peserta dan panitia bersiap untuk bersama-sama pergi ke wisata Air Terjun Tanah Merah, yang dijadikan sebagai lokasi acara sampai esok siang harinya, Minggu (17/9). Satu truk dengan bak yang terbuat dari kayu disewa untuk mengangkut peralatan, sekaligus para peserta di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada pukul 10.00 Wita rombongan Sketsa tiba di Air Terjun Tanah Merah. Segera setelah itu upacara pembukaan JC digelar di Pendopo Kayu sambil diiringi suara gemuruh air terjun. Lepas dibuka acara, permainan ringan dimulai untuk membuat riang suasana.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya peserta JC yang berjumlah 15 orang ini telah dibagi ke dalam 4 kelompok berwarna hijau, merah, kuning, dan biru. Guna kelompok ini sebagai tim kecil yang akan mereka mainkan untuk melaksanakan kerja jurnalistik dan membangun kerja sama antar tim.</p><p style="text-align: justify;">Beranjak siang dihelat sesi nonton bersama dan diskusi film dokumenter &ldquo;Di Balik Frekuensi&rdquo; karya Ucu Agustin. Film ini berbicara banyak tentang konglomerasi media, di mana media telah berpaling muka dari publik dan memilih memuji manis para pemilik.</p><p style="text-align: justify;">Usai 2 jam 20 menit menonton film itu, Amelia Rizky Yunianty, Redaktur Pelaksana (Redpel) LPM Sketsa memimpin jalannya diskusi. Anggota 10 pun menyampaikan pikiran mereka satu per satu. Ada yang kasihan dengan Luviana, jurnalis <em>Metro</em> yang di PHK dan ada pula yang kesal dengan Hari Suwandi, pejuang Lumpur Lapindo yang membelot.</p><p style="text-align: justify;">Saat film ini diputar perdana 24 Januari 2013, Ucu Agustin menulis dalam catatannya. &ldquo;Pers dulu dibungkam, pers sekarang dibeli. Benarkah itu yang tengah terjadi di dunia media kita di era konglomerasi media pasca reformasi 14 tahun silam?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Malam harinya, peserta JC memulai pemaparan atas karya majalah cetak di hadapan juri yang juga pengurus LPM Sketsa. Penilaian terdiri dari sisi redaksi oleh Ketua Redaksi Wahid Tawaqal dan Redpel Amelia Rizky Yunianty. Selain itu, dari sisi tata letak atau layouter dinilai oleh Rizky Rachmadiani, dan fotografi oleh Fajar Tri Mahardika.</p><p style="text-align: justify;">Dari total 4 kelompok semuanya berhasil menuntaskan majalahnya. Majalah yang dikebut dalam hitungan hari itu diberi nama Kumparan, Positif, KawanQue, dan Lugas. Tiap majalah berhasil mengangkat topik dari fakultas yang ditentukan. Pujian serta kritik tak lupa disampaikan para juri.</p><p style="text-align: justify;">Selesai pemaparan majalah, dilanjut dengan hiburan berupa pentas seni dari peserta JC dan juga panitia. Ketika hiburan selesai, waktu menunjukkan hampir tengah malam dan peserta diminta beristirahat.</p><p style="text-align: justify;">Di sepertiga malam, peserta dibangunkan untuk ibadah tahajud dan melakukan sumpah jabatan.</p><p style="text-align: justify;">Keesokan paginya, peserta JC menjelajah di sekitar Air Terjun Tanah Merah, menyusuri beceknya jalanan menuju pos-pos yang telah ditentukan. Di setiap pos-nya ada tantangan berbeda untuk diselesaikan secara kelompok</p><p style="text-align: justify;">Akhir dari semua-muanya itu, adalah senyum peserta JC ketika kartu pers secara resmi dikalungkan oleh Ketua Umum LPM Sketsa, Khajjar Rohmah. Masa magang baru usai. Itu artinya masih panjang jalan kalian, Sketsa 10! <em><strong>(wal/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seteru Pusdima vs BEM Hukum Berebut Lokasi Acara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/seteru-pusdima-vs-bem-hukum-berebut-lokasi-acara/baca </link>
<guid> seteru-pusdima-vs-bem-hukum-berebut-lokasi-acara </guid>
<pubDate> Tue, 19 Sep 2017 11:32:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pusdima dan BEM Hukum terlibat seteru terkait peminjaman gedung GOR 27.(Sumber foto: www.hidayatullah.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/seteru-pusdima-vs-bem-hukum-berebut-lokasi-acara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/69UlE9xxdR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seteru Pusdima vs BEM Hukum Berebut Lokasi Acara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kamis (14/9) malam, panitia Training Motivasi for Mahasiswa Sukses Berprestasi kedelapan &nbsp;(Transformers 8) Pusdima secara tiba-tiba dihubungi pihak penanggung jawab gedung GOR 27 September. Mereka diminta segera membereskan dekorasi yang telanjur digarap karena lokasi akan digunakan BEM Hukum untuk agenda Latihan Kepemimpinan (LK) pada esok harinya.</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa ini jelas membuat panitia Transformers bingung. Akhirnya, malam itu juga, pukul 20.40 Wita, perwakilan Pusdima mendatangi BEM Hukum guna menyelesaikan masalah tersebut. Walhasil, setelah sempat bersitegang, pertemuan akhirnya menghasilkan keputusan bahwa pemakaian GOR 27 September untuk BEM Hukum hanya sampai pukul 15.00 Wita. Selanjutnya, merupakan waktu buat Pusdima mendekorasi ulang acara Transformers 8.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, Pusdima juga mengirim pesan berisi kronologi dan poin penting dari peristiwa ini. Pertama, birokrat tidak mampu menyelesaikan dan menyerahkan kepada panitia Transformers 8 dan LK FH untuk berkoordinasi terkait peminjaman GOR. Kedua, panitia harus kerja ekstra membereskan dekorasi, dan ketiga, peminjaman dilakukan lebih dulu oleh Pusdima dan sudah berkoordinasi dengan pihak birokrat bahwa GOR didekor dimulai Rabu sampai Jumat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pesan itu juga tertulis pesan &quot;Kepada seluruh kader ikhwan untuk berjaga hal-hal yang tidak diinginkan bisa membersamai hari ini pada jam 15.00 dan titik kumpul jam 14.15 di Sekretariat PU karena apa pun yang terjadi jam 15.00 kita sudah harus memulai dekorasi karena sempat di awal pembicaraan, pelaksanaan LK sampai malam. Ketika hari ini proses dakwah kita diusik maka sesungguhnya mereka membangkitkan macan yang sedang tidur.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Namun, BEM Hukum benar-benar membangkitkan macan yang sedang tidur. LK ternyata rampung pukul 16.30 Wita. Kendati demikian, Pusdima tak mempermasalahkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami dapat informasi hari Kamis, ternyata hari Jumat ada yang memakai. Jadi, malam itu kami coba silaturahmi ke teman-teman Hukum dan alhamdulillah sudah clear. Mereka pakai Jumat pagi sampai ashar, lalu setelah itu kami mulai dekorasi,&quot; ucap Satria Kurniawan Ketua Panitia Transformers 8.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di sela-sela LK, Raynaldo Rendi Ketua panitia LK BEM Hukum mengungkapkan, pihaknya kaget ketika hendak mendekorasi GOR 27 September ternyata ada dekorasi milik Pusdima. Padahal, dia menuding, acara BEM Hukum yang terdekat, sedangkan Pusdima lusa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tadi malam itu kami kaget sudah ada barang-barang Pusdima. Kalau memang tanggal 16 dia pake seharusnya ya sehari sebelumnya baru mereka persiapkan,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Sugiarta Kepala Bagian Hukum Tata Laksana Unmul belum berhasil dikonfirmasi. <em><strong>(kus/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiada Ciptaan Tuhan yang Sia-Sia, Termasuk Ganja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/tiada-ciptaan-tuhan-yang-sia-sia-termasuk-ganja/baca </link>
<guid> tiada-ciptaan-tuhan-yang-sia-sia-termasuk-ganja </guid>
<pubDate> Tue, 19 Sep 2017 23:33:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar Nasional yang membahas Bedah Buku Hikayat Pohon Ganja di Aula Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim. (Foto: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/tiada-ciptaan-tuhan-yang-sia-sia-termasuk-ganja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7sx4ANkfEM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiada Ciptaan Tuhan yang Sia-Sia, Termasuk Ganja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Jika mendengar kata ganja, kebanyakan orang segera berpikir negatif. Bagaimana tidak, ganja di Indonesia merupakan narkotika golongan I yang sangat dilarang penggunaannya. Menurut UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika setiap orang yang tanpa hak memiliki, menggunakan, menjual, dan menguasai narkotika golongan I adalah perbuatan kriminal dengan denda mencapai Rp800 juta, penjara minimal 4 tahun sampai dengan seumur hidup (Pasal 111,113,114,115).</p><p style="text-align: justify;">Pekan lalu, Kamis (14/9), digelar Seminar Nasional yang membahas Bedah Buku Hikayat Pohon Ganja di Aula Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim. Dalam acara itu Dhira Narayana, Ketua Lingkar Ganja Nusantara (LGN) dan penulis, jadi pembicara utama. Acara ini diinisiasi oleh LGN Samarinda bekerja sama dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kaltim serta Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan Daerah Provinsi Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Dalam acara itu Dhira berbicara panjang lebar tentang apa yang tim LGN temukan dan tulis di <em>Hikayat Pohon Ganja</em>. Ia menjelaskan ganja sering digunakan sebagai industri dan ganja sebagai medis.</p><p style="text-align: justify;">Di negara-negara eropa serat ganja telah digunakan untuk membuat bahan dasar pakaian karena serat hemp kuat dan lagi jauh lebih murah dari serat katun. Selain itu juga, serat ganja dapat digunakan untuk membuat tali kapal. Dalam dunia medis pun ganja mempunyai manfaat untuk mengobati penyakit kanker, <em>multiple sclerosis</em>, jantung, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Sementara di Indonesia, akibat sentimen buruk terhadap ganja membuat orang kerap menuduh LGN dan Dhira adalah seorang bandar ganja. Tuduhan jelas yang mengada-ngada, karena selama tujuh tahun ini LGN bekerja melakukan penelitian dan pengetahuan tentang beragam manfaat ganja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat setuju jika orang yang salah menggunakan ganja di hukum dan dipenjarakan,&rdquo; kata Dhira menjawab persoalan mengenai penyalahgunaan ganja.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan ganja sudah menemani hidup manusia sejak 1200 tahun lamanya. Dan sekarang di Indonesia ganja malah diilegalkan. Dalam akhir katanya di seminar bedah buku itu, Dhira berharap pemerintah dapat memanfaatkan ganja, mengatur penggunaannya, dan memanfaatkan ganja terutama untuk kebutuhan medis. <strong><em>(bip/srf/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dituduh Timses Rita, Hamid Dilaporkan BEM FH ke Dekan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituduh-timses-rita-hamid-dilaporkan-bem-fh-ke-dekan/baca </link>
<guid> dituduh-timses-rita-hamid-dilaporkan-bem-fh-ke-dekan </guid>
<pubDate> Wed, 20 Sep 2017 23:07:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selasa (19/9) kemarin rupanya menjadi hari kelabu bagi Abdul Hamid, mahasiswa Fakultas Hukum 2014. (Foto: Nawwarhayyu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituduh-timses-rita-hamid-dilaporkan-bem-fh-ke-dekan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sc4REsw17H.JPEG" />
					</figure>
			                <h1>Dituduh Timses Rita, Hamid Dilaporkan BEM FH ke Dekan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Selasa (19/9) kemarin rupanya menjadi hari kelabu bagi Abdul Hamid, mahasiswa Fakultas Hukum 2014. Pasalnya, ia dituding telah mencederai netralitas kampus dalam politik setelah beredarnya video dukungan kepada salah satu bakal calon Gubernur Kaltim, Rita Widyasari.</p><p style="text-align: justify;">Hamid membenarkan video itu dibuat oleh dirinya dengan melibatkan beberapa mahasiswa Hukum sebagai narasumber. Video yang berdurasi 3 menit itu memang mengambil latar Fakultas Hukum. Hal inilah yang disesalkan BEM FH dan lantas melaporkan Hamid ke jajaran dekanat FH.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di ruang Dekan FH, Hamid bersaksi atas perbuatannya di hadapan Dekan, Wakil Dekan I, perwakilan BEM FH, dan awak media. Hamid yang kala itu mengenakan kemeja abu-abu tampak terduduk namun tegas berbicara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang saya yang mengambil video. Tapi bukan untuk konsumsi timses atau keberpihakan saya kepada Ibu Rita. Saya netral dan secara pribadi pun saya menolak kalau itu dikatakan politik kampus,&quot; ujar Hamid.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Hamid mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya merekam opini untuk Rita, tetapi juga Rusmadi Wongso, Yusran Aspar, dan Awang Ferdian. Namun, video yang justru beredar hanya menyisakan bagian Rita.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Hamid, video yang dibuatnya sekitar dua pekan lalu itu sudah dipotong-potong. Sampai kemudian tersebar di akun <em>Facebook Sahabat Rita</em> dengan mencantumkan namanya sebagai kameramen.</p><p style="text-align: justify;">Dekan FH Ivan Zairani Lisi dalam pertemuan itu pun angkat bicara. Senada dengan BEM FH, Ivan menyayangkan perihal latar pengambilan video dan keterlibatan mahasiswa FH di dalamnya. Menurutnya, peristiwa ini harus segera diselesaikan agar tidak terjadi gesekan antar mahasiswa sekaligus mengembalikan nama FH yang sempat tercoreng.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita netralkan ini. Opini apa pun jangan mengatasnamakan lembaga, tapi secara pribadi. Kalau di luar, itu kepentingan pribadinya,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ivan diwakili Wakil Dekan I FH Mahendra Putra Kurnia pun membacakan sikap resmi FH atas peristiwa ini. Pertama, Fakultas Hukum tidak pernah membuat atau meminta atau melakukan pembuatan video dalam bentuk apa pun terhadap salah satu pasangan calon.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, FH tidak menutup hak politik dan demokrasi mahasiswa. Tetapi, hendaknya itu dilakukan tidak di dalam kampus atau dalam lingkungan kampus. Dan ketiga, terkait video yang beredar, ditegaskan bahwa itu adalah perbuatan personal yang tidak ada kaitannya dan sangkut pautnya dengan lembaga mana pun yang ada di Fakultas Hukum, baik itu fakultasnya atau lembaga kemahasiswaannya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Sebastian Bani Ketua BEM FH berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran dan tidak terjadi lagi di kemudian hari. &quot;Kami tidak meminta Hamid untuk minta maaf kepada BEM karena bukan kapasitas kami. Dan seperti yang Pak Dekan sampaikan ini adalah peringatan pertama jangan sampai terulang kembali dan jadi pelajaran buat kita semua,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kaltim kini agaknya hangat dengan kabar perpolitikannya. Instansi pendidikan semacam Unmul memang mesti netral, tak terafiliasi dengan alat maupun aktor politik mana pun. Tentu saja dengan tidak menanggalkan hak politik dan berdemokrasi bagi sivitasnya. <em><strong>(nhh/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Catat Tanggalnya, Mulawarman Accounting Event 2017 Tiba! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/catat-tanggalnya-mulawarman-accounting-event-2017-tiba/baca </link>
<guid> catat-tanggalnya-mulawarman-accounting-event-2017-tiba </guid>
<pubDate> Thu, 21 Sep 2017 12:44:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mulawarman Accounting Event 2017  event terbesar dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Unmul yang diadakan setiap tahun. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/catat-tanggalnya-mulawarman-accounting-event-2017-tiba/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fg14uyuK9M.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Catat Tanggalnya, Mulawarman Accounting Event 2017 Tiba!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- <em>Mulawarman Accounting Event 2017&nbsp;</em> event terbesar dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Unmul yang diadakan setiap tahun. Di dalamnya ada berbagai macam kegiatan dari masing-masing departemen. Tujuannya memberikan fasilitas mahasiswa dalam bidang ilmu akuntansi, secara umum untuk mahasiswa se-Kalimantan dan secara khusus untuk mahasiswa Jurusan Akuntansi.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang pertama adalah Seminar Umum Nasional (Serum) dengan <em>keynote speaker</em> Prof. Eko Ganis Sukoharsono, Ph.D.,CSRS.,CSRA dari Universitas Brawijaya. Kegiatan ini gratis untuk seluruh mahasiswa, akan dilaksanakan Senin, 25 September 2017 bertempat di Gedung Dekanat Lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul, dari pukul 08.00 Wita sampai selesai.</p><p style="text-align: justify;">Agenda kedua akan dilaksanakan Selasa, 26 September 2017 yaitu <em>Enterpreneurship Seminar</em>&nbsp; bertemakan <em>&ldquo;Dare to be Creavepreneur!&rdquo;&nbsp;</em>Pematerinya yakni <em>owner&nbsp;</em>dari Roti Durian Panglima, Nugrohadi Yuwono. Seminar ini dimulai pukul &nbsp;08.00 hingga 12.00 Wita. Seminar ini tidak dipungut biaya alias gratis!</p><p style="text-align: justify;">Agenda ketiga adalah <em>Company Obsevationand and Tour</em>&nbsp; disingkat Cost. Kesempatan langka destinasi menuju PT Pupuk Kaltim ini jangan disia-siakan. Dengan harga tiket Rp 100 ribu sudah termasuk transportasinya, kamu juga dapat <em>lunch, certificate dan guide book.&nbsp;</em>Catat tanggalnya! Kamis, 28 September 2017.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, tunggu apa lagi? Sejuta pengalaman ini menantimu! Daftarkan dirimu dan dapatkan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat!<strong><em>&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Info lebih lanjut hubungi 0852-5020-2308 (Sofi)</p><p style="text-align: justify;"><em>Follow akun instagram @hmjakunmul <strong>(bip)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ENJ, Berekspedisi untuk Mengabdi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enj-berekspedisi-untuk-mengabdi/baca </link>
<guid> enj-berekspedisi-untuk-mengabdi </guid>
<pubDate> Thu, 21 Sep 2017 13:18:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Enam belas mahasiswa Unmul terpilih sebagai peserta Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enj-berekspedisi-untuk-mengabdi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2DOp6ufVQ6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>ENJ, Berekspedisi untuk Mengabdi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kali ini, enam belas mahasiswa Unmul terpilih sebagai peserta Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017. ENJ merupakan salah satu program besar Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman. Melalui ENJ Kemenko Bidang Kemaritiman mengirim ribuan pemuda ke wilayah Timur menggunakan dua kapal yakni, Kapal Perintis dan KRI Dewa Ruci.</p><p style="text-align: justify;">ENJ terdiri tiga kategori, yakni mahasiswa, pemuda/umum dan pelajar. Unmul terpilih sebagai satu-satunya universitas di Samarinda yang mengikuti ajang ini.</p><p style="text-align: justify;">Jamhari, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) 2015, bersama 15 peserta lainnya. Yakni, enam di antaranya dari FPIK, dua orang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), lima dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan satu orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya banyak yang sudah mendaftar untuk ikut, tapi karena lamanya proses administrasi dan ada yang berbenturan dengan kegiatan yang lain. Akhirnya, banyak juga yang mengundurkan diri,&rdquo; ungkap Jamhari melalui <em>WhatsApp&nbsp;</em>(12/9) kepada awak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Penyeleksian mahasiswa dilakukan oleh perguruan tinggi masing-masing, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan kemenko tersebut. Ia pun mengungkapkan alasan mengikuti agenda ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sifatnya nasional diadakan langsung dari pihak kemaritiman dan sangat bergengsi sekali, ini menarik saya untuk mengikuti kegiatan tersebut serta untuk menambah wawasan,&rdquo; ujar Jamhari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jamhari beserta kawan-kawan turut bangga membawa nama Unmul, selain itu ajang ini wujud pengabdiannya terhadap Unmul juga tanah air.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>maritim.go.id</em>, peserta ENJ Kelompok Mahasiswa menggunakan Kapal Perintis dan diperuntukkan 1000 mahasiswa dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Disebutkan pula kegiatan ini untuk mengenalkan potensi budaya dan pariwisata Indonesia, menggali potensi pribadi, melatih kepemimpinan, melatih kepedulian sosial, peningkatan bela negara, dan peningkatan kecintaan terhadap NKRI.</p><p style="text-align: justify;">Para peserta selain mengikuti pelayaran juga turut andil dalam kegiatan sosial kemasyarakatan kurang lebih 21 hari yang disinergikan dengan program praktek kerja lapangan (PKL) perguruan tinggi masing-masing. Agenda ini juga dianggap setara dengan program wajib kuliah kerja nyata (KKN), karena isi programnya yang tak jauh beda dengan program KKN.</p><p style="text-align: justify;">ENJ Kelompok Mahasiswa dengan Kapal Perintis dimulai dari Juli hingga akhir Oktober 2017. Sedang, seperti yang diinformasikan akun Instagram @ENJKaltim2017 kategori pemuda/umum diberangkatkan pada hari ini (21/9). <strong><em>(ubg/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Potensi Penting Perempuan dalam Sebuah Organisasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potensi-penting-perempuan-dalam-sebuah-organisasi/baca </link>
<guid> potensi-penting-perempuan-dalam-sebuah-organisasi </guid>
<pubDate> Fri, 22 Sep 2017 13:45:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keberadaan perempuan bukan lagi pelengkap bagi kaum laki-laki, perempuan jika mau ia bisa berkarier dan bahkan mengubah dunia. (Foto: Ubeng) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potensi-penting-perempuan-dalam-sebuah-organisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pY1xAtJKMU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Potensi Penting Perempuan dalam Sebuah Organisasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Keberadaan perempuan bukan lagi pelengkap bagi kaum laki-laki, perempuan jika mau ia bisa berkarier dan bahkan mengubah dunia. Begitu pun dalam tataran organisasi, peran perempuan amat penting.</p><p style="text-align: justify;">Maya Rahmanah, Menteri Keperempuanan BEM KM Unmul menjelaskan ada hak-hak dan kepentingan perempuan yang lebih mudah dipahami jika sesama perempuan--di mana laki-laki tak bisa ikut campur. Untuk hal itulah peran perempuan menjadi penting dalam sebuah organisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita tahu ibarat kata kalau burung, sayap kanan itu yang perempuan sayap kiri yang laki-laki gitu. Bagaimana bisa burung itu terbang setinggi mungkin, ya perlu menyeimbangi antara laki-laki dan perempuan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal politik kampus sendiri, Maya melihat kesadaran akan ini memang masih sangat kurang. Berangkat dari kegelisahan itu, ia dan beberapa orang lain menggagas sebuah forum yang dinamai Aliansi Forum Perempuan Mulawarman. Kebanyakan anggotanya adalah mahasiswi aktif se-Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai sejauh ini terkait ada isu perempuan dan anak itu kita di sana saling berbagi informasi dan bertukar pikiran,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal sama juga dilihat oleh Fitri Irwan, alumni Unmul dan mahasiswi yang aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Ia berpendapat bahwa perempuan pada dasarnya memang sosok kuat yang mampu melakukan segala hal, serta mampu ambil peran dalam segala bidang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sosok yang di mana mampu ambil peran penting untuk membangun sebuah organisasi atau gerak menjadi produktif dan inovatif,&rdquo;ungkapnya lewat pesan <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, perempuan memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan guna memajukan suatu organisasi. Perempuan bisa memiliki nilai lebih dalam hal kecerdasan, ketelitian, kreativitas dan keuletan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pikir hal ini sangat perlu dalam sebuah organisasi guna menciptakan kader-kader unggulan dan militan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Fitri pun merasa perlu adanya sebuah forum atau wadah yang bisa digunakan perempuan untuk mengembangkan potensinya, untuk kemudian nanti memajukan suatu organisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, sejauh ini hal yang saya amati adalah kurangnya peran perempuan dalam sebuah organisasi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan yang seringkali dianggap lemah bukan berarti tidak dapat berbuat apa-apa. Perempuan punya cara tersendiri untuk mewujudkan keinginan mereka. Seperti moto hidup yang diutarakan Maya Rahmanah dan cukup mewakili: &ldquo;Jadilah perempuan yang bermanfaat dan bermartabat&rdquo;. <strong><em>(ubg/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda: Babak Baru Kehidupan Pasca Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/wisuda-babak-baru-kehidupan-pasca-kampus/baca </link>
<guid> wisuda-babak-baru-kehidupan-pasca-kampus </guid>
<pubDate> Sat, 23 Sep 2017 12:37:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini dari Rafshanjani, mahasiswa program studi Manajemen, FEB. (Sumber foto: IDN Times) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/wisuda-babak-baru-kehidupan-pasca-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9EuNTCtEEq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda: Babak Baru Kehidupan Pasca Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tepat 23 September 2017, wisuda gelombang 3 Universitas Mulawarman dilaksanakan. Pemindahan tali toga, pengukuhan secara simbolis yang dilakukan oleh Rektor Universitas Mulawarman sebagai tanda sah-nya gelar yang diimpikan oleh mahasiswa sejak awal mengenyam bangku perguruan tinggi. Terdapat 1000 lebih wisudawa/wati yang mengikuti prosesi wisuda kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Babak baru kehidupan nampak jelas di depan mata, impian akan kemandirian sudah di depan mata, umur dan gelar semakin membuat malu untuk terus meminta rupiah kepada orang tua. Tiada lagi waktu untuk berleha, tak sedikit dari mereka yang sudah lulus sedikit menyesalkan cepatnya keputusan untuk menyelesaikan studi. Di antara banyaknya wisudawan/wati hanya beberapa dari mereka yang melanjutkan kuliah, diterima kerja, bahkan memang sudah bekerja sejak kuliah. Tidak sedikit yang kesana kemari mencari pekerjaan dengan sebutan <em>jobseeker</em>. Tentu saja, ketakutan menjadi pengangguran selalu menghantui siapa saja yang sudah wisuda.</p><p style="text-align: justify;">Menghadapi babak pasca kampus ini memang ngeri ngeri sedap, tidak semua dari wisudawan/wati mempunyai <em>skill</em> yang mumpuni. <em>Skill&nbsp;</em>yang memang menjadi standar dari proses rekrutmen. Fakta dilapangan menunjukkan sekelas pendaftaran CPNS sekarang mempunyai kualifikasi yang sangat tinggi, hampir setara dengan perusahaan BUMN dan Swasta. Maka, apakah lulusan kali ini mempunyai<em>&nbsp;skill&nbsp;</em>mumpuni? Sanggupkah melawan kerasnya pasar tenaga kerja? Maka, seberapa penting peran IPK, pengalaman magang, pengalaman organisasi, serta kemampuan berbahasa asing di tahun ini dan tahun tahun mendatang berikutnya?</p><p style="text-align: justify;">Menurut pandangan saya sebagai mahasiswa lulusan FEB (tinggal menunggu wisuda Desember) yang konsen bergelut di bidang <em>Brand Development</em>, pentingnya pengalaman magang, organisasi, serta kemampuan berbahasa asing merupakan sebuah <em>Personal Brand</em>. Sesuatu yang dapat dijual dalam proses rekrutmen. Posisi IPK? IPK sangat penting sebagai ungakapan tanggung jawab Anda terhadap masa depan Anda. Walaupun IPK hanya mengantar Anda pada babak administrasi saja, sedang pengalaman dan <em>skill</em> Anda? Itulah yang akan membawa Anda hingga tahap akhir proses rekrutmen.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara mengenai pengalaman organisasi dan pengalaman magang, 2 hal tersebut tergolong seksi oleh beberapa <em>recruiters</em>. Menurut mereka, pengalaman organisasi dan magang dapat dijadikan sebuah referensi bagaimana seorang kandidat bekerja dan menghadapi sebuah masalah. Mengenai kemampuan bahasa asing, ini bukan semata mata mendirikan nasionalisme lalu merasa bahasa asing tidak diperlukan. Indonesia berdampingan dengan negara lain, perusahaan Indonesia juga mengekspor produknya ke negara lain, lantas apakah hal itu tidak memerlukan bahasa asing? Maka kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu hal mendasar untuk beberapa tahun mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Sudah siapkah para wisudawan/wati Universitas Mulawarman untuk menghadapi babak baru kehidupan pasca kampus? Intinya kita tidak boleh memandang rendah sebuah pilihan mau anda menjadi PNS, akademisi, karyawan, maupun pengusaha itu adalah pilihan masing masing. Berkaryalah sesuai kemampuan dan keinginan Anda. Sekecil apapun pilihan Anda, sangat menentukan masa depan Anda. Beranilah untuk berkompetisi, buatlah almamater kita bangga.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Rafshanjani, mahasiswa program studi Manajemen angkatan 2013, FEB.<br><br></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tell Lie Vision, Perjuangkan Rakyat dalam Secondhand Reality </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tell-lie-vision-perjuangkan-rakyat-dalam-secondhand-reality/baca </link>
<guid> tell-lie-vision-perjuangkan-rakyat-dalam-secondhand-reality </guid>
<pubDate> Sun, 24 Sep 2017 13:17:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Khairunnisa Rengganis, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 FISIP. (Sumber foto: https://encrypted-tbn0.gstatic.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tell-lie-vision-perjuangkan-rakyat-dalam-secondhand-reality/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xhqtLW7Kwf.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tell Lie Vision, Perjuangkan Rakyat dalam Secondhand Reality</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Air, tanah dan udara adalah milik negara dan dimanfaatkan seluas luasnya oleh negara bagi kepentingan rakyat&rdquo;,&nbsp;</em>demikian bunyi pasal 33 dalam Undang-Undang Dasar 1945.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya bukan isu tentang kiamat saja yang hangat di tahun 2012. Pasal yang saya sebutkan di atas menjadi sebuah perbincangan krusial setelah film dokumenter terobosan Ucu Agustin, Di Balik Frekuensi, disantap sebagian khalayak. Frekuensi, yang menjadi sebuah nyawa bagi keberlangsungan hidup sebuah stasiun televisi tidak lagi sepenuhnya milik publik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejak bergulirnya era reformasi, kebebasan pers lepas dari belenggu. Media berlomba-lomba membangun sebuah kerajaan dengan aneka format. Mengapa saya katakan frekuensi bukan lagi milik publik? Sekarang ini, kalau saya bertanya adakah yang tidak tahu lagu Mars Perindo? Kecil kemungkinan mulut kita tidak mendendangkannya secara spontan, saking seringnya lagu tersebut diputar di televisi oleh Ketua Umum Partai Perindo sekaligus pemilik media raksasa MNC Group, Hary Tanoesoedibjo.</p><p style="text-align: justify;">Itu hanya satu contoh tayangan yang terafiliasi dengan kepentingan partai politik. Dalam film Di Balik Frekuensi, mengisahkan dua media besar yakni <em>TVOne</em> yang dikuasai oleh Abu Rizal Bakrie yang juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar, serta <em>Metro TV</em> yang dimilki Surya Paloh sekaligus pendiri Ketua Umum Partai NasDem.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kedua pengusaha tersebut sempat tersandung kasus yang hingga kini kejelasannya masih abu-abu. Membawa peran serta media yang mereka naungi sekaligus memberi tanya: Fungsi media sebagai kanal mengedukasi dan memberi kecerahan bagi publik sudah berubah haluankah?</p><p style="text-align: justify;">Di Balik Frekuensi, mengisahkan Luviana, jurnalis <em>Metro TV</em> yang sudah bekerja selama sepuluh tahun sebagai Asisten Produser. Semula ia hendak dimutasi dari <em>newsroom</em> ke HRD, namun ia menolak. Kasus ini berbuntut panjang setelah Luvi mengkritisi manajemen <em>MetroTV</em> yang menolak berdirinya Serikat Kerja bagi pegawai <em>Metro.&nbsp;</em>Ia juga mempertanyakan <em>deskjob</em> yang seringkali Luvi berperan sebagai produser padahal ia wakil, dan juga gaji yang ia terima gaji asisten produser (disebutkan gajinya sebesar 1,8 juta). Luvi tiba-tiba saja di non-jobkan dan di PHK secara sepihak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bersama Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Luvi melawan ketidakadilan. Aksi tersebut membawanya beraspirasi (bahkan, menangis) langsung di depan Surya Paloh yang berjanji Luviana secepatnya bisa kembali bekerja di <em>Metro</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun bukannya hitam di atas putih kelanjutan kerja yang ia dapatkan, ia menerima surat berisi pemutusan hubungan kerja karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik stasiun <em>Metro TV&nbsp;</em>melalui aksinya bersama AJI.</p><p style="text-align: justify;">Lain cerita di Sidoarjo, korban lumpur lapindo Hari Suwandi, melakukan aksi berjalan kaki dari Porong menuju Jakarta. Meminta pertanggungjawaban Abu Rizal Bakrie selaku orang yang ada dibalik merebaknya kasus Lumpur Lapindo, terkait pembayaran ganti rugi yang belum lunas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sepanjang perjalanan, Suwandi kerap merutuki dan antipati pada kehadiran media <em>TVOne</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lucunya, berita ini ditayangkan <em>TVOne</em> sebagai kebohongan belaka. Bahwa Suwandi berada dalam kendali pihak lain dalam melakukan aksinya. Bahkan berita tersebut dilengkapi wawancara dengan relawan lumpur lapindo yang menguak fakta Suwandi adalah orang Kediri, dan mengatakan tidak ada warga yang beraksi di luar daerah Sidoarjo.</p><p style="text-align: justify;">Aksi yang semula dramatis dan heroik dengan melumuri tubuh dengan lumpur, Suwandi secara independen berjalan selama 29 hari memperjuangkan nasib korban lumpur lapindo tiba-tiba berakhir antiklimaks.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Suwandi muncul di <em>TV One</em> membawa istri dan cucu seraya menangis. <span style="background-color: transparent;">Mengaku ditunggangi oleh pihak lain dan meminta maaf kepada Abu Rizal Bakri. Spontan saya tertegun melihat adegan ini. Ada apa dibalik perubahan sikap yang teramat drastis ini?</span></p><p style="text-align: justify;">Kisah Suwandi ditutup dengan kalimat &ldquo;Suwandi tidak kembali ke Sidoarjo dan hingga kini tidak diketahui dimana keberadaannya&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Begitu juga Luviana, tak jelas bagaimana kabarnya saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Media yang seharusnya membantu tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa justru dijadikan alat mengkonfrontir pihak lawan dan membekaskan kebingungan pada masyarakat awam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menjadikan masyarakat sebagai pihak yang sangat dirugikan. Pun demikian dengan jurnalis. Sebagai buruh yang bekerja independen, kebebasan berserikat dan kewajibannya memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada publik diberangus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saya sedih sekali saat film dokumenter ini sampai pada tayangan Luviana melakukan demonstrasi di depan kantor <em>Metro</em> namun tidak seorang pun rekannya sesama jurnalis datang membantu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bahkan memberi komentar mengenai aksi ini saja tidak seorang pun kuasa. Bisa kita bayangkan betapa digdayanya orang yang membungkam hati nurani mereka bicara. Semata-mata demi dapur tetap mengepulkan asap, orang-orang dengan mudahnya kehilangan idealisme.</p><p style="text-align: justify;">Konglomerasi media sudah sampai pada tahapan yang parah. Menyoroti hubungan antara media-pemerintah-jurnalis-dan publik bagaikan lingkaran setan yang sulit putus, namun bukan tidak mungkin dapat berhenti menghamba pada pemilik media.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saya merangkum ada beberapa langkah yang sekiranya menjadikan kita sadar, kalau bukan kita (publik maupun penguasa) yang memperbaiki ini, siapa lagi?</p><p style="text-align: justify;">Satu: Pemerintah, Ayo Bersikap Tegas!</p><p style="text-align: justify;">Wacana mengenai larangan pemilik media diharamkan tergabung dalam partai politik bukan tak mengudara. Namun kita tahu pasti bahwa media dan pemerintah sama-sama saling membutuhkan. Contohnya dalam pemberitaan kabinet yang dimenangkan presiden yang diusung salah satu partai politik. Sudah selayaknya pemerintah bersikap netral dan menjadi penyejuk. Sekaligus memberi langkah nyata penindaklanjutan penyalahgunaan media yang membodohi publik.</p><p style="text-align: justify;">Dua: Menjadi Jurnalis yang Mencari Gaji atau Pendengar Isak Tangis di Sekitar?</p><p style="text-align: justify;">Polemik kebebasan pers selalu menjadi isu yang menarik. Badai perjalanan seorang jurnalis demi bisa menyampaikan kebenaran seolah tak pernah mereda. Terciptanya UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik tak jua membuat kenyataan di lapangan lebih baik. Seorang jurnalis perlu mendengar suara hati mereka, akan menyuarakan kemerdekaan jurnalis seperti Luviana, atau memihak pemilik media dan mengkontaminasi diri dengan berita yang tidak benar adanya?</p><p style="text-align: justify;">Tiga: Publik Harus Cerdas Menghindari <em>hoax</em></p><p style="text-align: justify;">Di era teknologi, dengan mudahnya kita mengakses informasi dari <em>platform</em> sebagai media pembelajaran. Namun kita juga harus berhati-hati, karena fungsi tersebut bisa jadi berbalik sebagai media pembobrokan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seringkali kita melihat berita hoax tersebar dengan judul yang provokatif. Sebagai masyarakat, kita harus pintar memilah dan menyaring informasi.</p><p style="text-align: justify;">Empat: Mahasiswa sebagai Agent of Change Juga Harus Berperan</p><p style="text-align: justify;">Ya, saya menambahkan mahasiswa sebagai salah satu solusi. Mengapa? Mahasiswa adalah salah satu aset masa depan yang diharapkan dapat memperbaiki taraf kehidupan bangsa. Bukan tidak mungkin kita menjadi salah satu penyumbang pengusaha wiraswasta dengan mendirikan sebuah media yang bersih dari politik. Indonesia masih memiliki sedikit SDM dalam wirausaha. Bermimpi besar tentu tidak salah apabila itu mampu mengubah Indonesia jadi lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Pembahasan di atas harusnya menumbuhkan gerakan yang lebih dalam mengenai keadilan pers dan melibatkan seluruh unsur. Laksana peristiwa 1998, sejarah telah mencatat kisah dalam &ldquo;Di Balik Frekuensi&rdquo; dan semoga kejadian seperti demikian tidak terulang kembali.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Khairunnisa Rengganis, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 FISIP, seusai mengikuti Journalistic Camp Sketsa 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konglomerasi Media Berita Indonesia, Penjajahan terhadap Gelombang Frekuensi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/konglomerasi-media-berita-indonesia-penjajahan-terhadap-gelombang-frekuensi/baca </link>
<guid> konglomerasi-media-berita-indonesia-penjajahan-terhadap-gelombang-frekuensi </guid>
<pubDate> Sun, 24 Sep 2017 13:33:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini dari Mahmudah, mahasiswi Manajemen angkatan 2016, FEB. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/konglomerasi-media-berita-indonesia-penjajahan-terhadap-gelombang-frekuensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zKnszfyyAj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konglomerasi Media Berita Indonesia, Penjajahan terhadap Gelombang Frekuensi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tanah, air dan udara, &ndash;merupakan sumber daya yang terbatas dan memiliki nilai yang sangat berharga&ndash; harus dikuasai negara dan sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat. Namun apa daya, di Indonesia frekuensi gelombang radio pun turut dieksploitasi oleh para tokoh politik yang mengalir darah ambisi untuk meningkatkan popularitasnya, baik itu dirinya sendiri maupun organisasi atau partai yang menaunginya.</span></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>jatim.antaranews.com</em>, ada 12 kanal media besar dengan pemilik yang beberapa memiliki atau menggeluti sebuah partai politik. Konsentrasi kepemilikan berdampak tak hanya pada keputusan redaksi lewat intervensi pemilik melalui <em>&quot;agenda setting&quot;,&nbsp;</em>namun corak industri media juga mengakibatkan terjadinya uniformitas isi media karena prinsip pasar dan mengejar rating.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terlihat dengan cara mereka dengan gencarnya me-manifestasikan konten-konten yang kurang mendidik seperti tayangan sinetron ataupun yang berbau kehidupan politiknya, padahal sesungguhnya masyarakat sana membutuhkan informasi yang setidaknya berfaedah tanpa adanya unsur politik.</p><p style="text-align: justify;">Tentu kita sudah tidak asing dengan iklan-iklan politik di media besar tertentu, mereka berkampanye menyebarkan propaganda politik yang dikemas dalam bentuk lagu mars, demo perbaikan kesejahteraan masyarakat oleh partai politik tersebut, bahkan hanya sekedar ucapan perayaan hari-hari besar.</p><p style="text-align: justify;">Lewat kemasan tersebut, secara kasat mata juga merubah pandangan masyarakat terhadap media-media yang menyebarkan propaganda tersebut. Misalnya, hampir seluruh masyarakat yang selalu melihat tayangan televisi hapal dengan nyanyian lagu mars partai A, bahkan hapal dengan nama pemilik partai tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Apa ini yang dinamakan informasi aktual? Apa ini yang disebut konten hiburan? Apa ini yang dijuluki media lahan popularitas? Berkaca dari pihak masyarakat yang tidak suka dengan konten politik ini, sudah tentu masyarakat berteriak agar unsur politik tadi dihapuskan, dan berhenti menggunakan media untuk kepentingan pribadi.</p><p style="text-align: justify;">Sekedar info, di sebuah kegiatan saya pernah menonton sebuah film dokumenter yang berjudul &ldquo;Di Balik Frekuensi&rdquo; yang disutradarai oleh Ucu Agustin, yang mengisahkan bobroknya media sekarang. Dalam catatannya dalam film ini, Ucu Agustin menulis, &ldquo;Pers dulu dibungkam, pers sekarang dibeli. Benarkah itu yang tengah terjadi di dunia media kita di era konglomerasi media pasca reformasi 14 tahun silam?&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini mengisahkan kedua angle cerita berbeda, namun sama-sama menjelaskan mengenai &ldquo;penjajahan saluran&rdquo; yang terjadi di balik dua media berita terbesar di Indonesia, sebut saja media MT dan TO.</p><p style="text-align: justify;">Cerita pertama diawali dari seorang jurnalis bernama Luviana, yang telah bekerja selama 10 tahun sebagai asisten produser berita untuk media MT. Namun pada tahun 2012, Luviana beserta beberapa temannya sesama jurnalis tidak diberi gaji selama beberapa bulan. Luviana merasakan ketidakadilan. Dia malah dipindahtugaskan dari bagian news ke HRD, bahkan sempat dilarang absen dan memasuki <em>news room.</em></p><p style="text-align: justify;">Luviana yang tidak mendapat kejelasan, lalu bersama teman-teman serikat pekerja dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mengadakan demo pada MT agar Luviana dapat bekerja kembali. Hingga film ini diputar perdana pada tahun 2013, kasus Luviana masih belum menemukan titik terang dan masih menunggu proses pengadilan.</p><p style="text-align: justify;">Di cerita lain, ditayangkan pula perjuangan Hari Suwandi yang berjalan kaki dari Porong (Sidoarjo) ke Jakarta demi menuntut haknya dan warga korban lumpur Lapindo. Hari didampingi seorang temannya selama perjalanan, bahkan sempat menolak dan memarahi reporter TO.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini karena TO menyatakan bahwa Hari bukanlah warga Sidoarjo yang sengaja mencari sensasi. Namun, pihak TO dengan pintarnya mengubah alur cerita yang sudah disusun oleh Hari demi melindungi kepentingannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara mengejutkan, Hari datang bersama keluarganya di sebuah acara naungan TO, dan Hari meminta maaf kepada pihak TO dengan nada menyesal. <em>Ending</em> yang sangat memilukan bagi Hari, apalagi kalau bukan karena campur tangan pemilik TO yang sekaligus pengusaha PT Lapindo.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, Hari pun tidak kembali ke Sidoarjo dan jejaknya pun menguap begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">Sangat disayangkan ketika kita menyaksikan stasiun berita yang seharusnya memberikan informasi yang terpercaya, malah menyembunyikan kenyataan demi melindungi derajat mereka sendiri. Mereka tidak memerhatikan bagaimana masyarakat selalu dijejal konten-konten yang kurang memiliki makna, mengunci rapat-rapat kebenaran dari lapangan, demi mengunggulkan &ldquo;produk&rdquo; mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lalu, untuk siapa jurnalis bekerja? Untuk publik atau untuk pemilik media?</p><p style="text-align: justify;">Tidak selamanya bekerja di media itu menyenangkan, tidak selamanya pekerjaan jurnalis itu keren. Dan tidak selamanya informasi yang disampaikan media 100% benar, walaupun &ldquo;<em>in media we trust</em>,&rdquo; tidak semuanya informasi itu sempurna. Diharapkan ini bisa dijadikan cerminan bagi masyarakat umum untuk menjadi lebih teliti dan cerdas dalam memilih informasi yang mereka terima. Selain itu, setidaknya ini menjadi gambaran bagaimana seharusnya media bekerja.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br><strong><em>Ditulis oleh Mahmudhah Syarifatunnisa, mahasiswi Manajemen angkatan 2016, FEB, seusai mengikuti Journalistic Camp Sketsa 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Euphorbio, Hajatan Biologi Nasional Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/euphorbio-hajatan-biologi-nasional-unmul/baca </link>
<guid> euphorbio-hajatan-biologi-nasional-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 25 Sep 2017 12:40:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Association of Biologists Intellectual (ABI) tahun ini menghelat hajatan Euphorbio untuk kedua kalinya. (Foto: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/euphorbio-hajatan-biologi-nasional-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ttfOHNhaxl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Euphorbio, Hajatan Biologi Nasional Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Association of Biologists Intellectual (ABI) atau Himpunan Mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tahun ini menghelat hajatan Euphorbio untuk kedua kalinya.</p><p style="text-align: justify;">Agenda tersebut terlaksana sejak 21 hingga 23 September lalu. Isiannya mulai dari seminar nasional hingga beragam lomba yakni karya tulis ilmiah, esai, cerpen, cipta karya puisi, cerdas cermat biologi, dan olimpiade biologi.</p><p style="text-align: justify;">Tak tanggung-tanggung, peserta lomba datang dari 147 penjuru Indonesia. Tercatat 400 orang mengikuti lomba tingkat nasioanal ini.</p><p style="text-align: justify;">Sabtu (23/9) kemarin merupakan puncak acara. Ketua panitia Filza Sigit Pratama mengurai beda Euphorbio tahun ini dengan yang sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun lalu kami mengadakan seminar nasional, namun kita rombak lagi untuk Euphorbio kedua ini sebagai festival kita. Jadi kita mengadakan serangkaian acara-acara yang berkaitan dengan sains dan biologi,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Aslam Fikri, penggondol gelar<em>&nbsp;Best Speaker</em> dalam lomba karya tulis ilmiah asal Universitas Sebelas Maret Surakarta mengungkapkan perasaan dan kesannya mengikuti Euphorbio.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Acaranya sangat seru. Ini pertama kalinya saya ke Kalimantan, melihat ada kota di tengah hutan. Panitianya juga ramah-ramah, acaranya seru terus persentasi kemarin menarik, dapat banyak kenalan baru, dan banyak sekali pengalaman baru yang didapat kegiatan ini,&quot; ungkapnya antusias.<em><strong> (fir/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Green Accounting, Buka Agenda MAE 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/green-accounting-buka-agenda-mae-2017/baca </link>
<guid> green-accounting-buka-agenda-mae-2017 </guid>
<pubDate> Tue, 26 Sep 2017 12:35:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi menggelar Seminar Umum Nasional. (Sumber foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/green-accounting-buka-agenda-mae-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ee5hpXMbDd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Green Accounting, Buka Agenda MAE 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Membuka rangkaian Mulawarman Accounting Event (MAE) 2017, kemarin (9/25) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi menggelar Seminar Umum Nasional. Bertempat di lantai 3, Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis, seminar tersebut mengusung tema &ldquo;Green Accounting in Indonesia: Why and How?&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Seminar ini menghadirkan <em>keynote speaker&nbsp;</em>Prof. Eko Ganis Sukoharsono, Professor of Accounting and Sustainability, serta dua pembicara yakni Dr. Set Asmapane dari Ikatan Akuntan Indonesia wilayah Kaltim dan Muhammad Nurdin staf Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Perihal tema, bagi masyarakat awam tentu belum mengetahui tentang <em>Green Accounting&nbsp;</em>atau akuntansi hijau. Namun, istilah tersebut sudah ada sejak 1980-an. <em>Green Accounting</em> merupakan sub disiplin akuntansi, yang menggambarkan upaya untuk menggabungkan manfaat lingkungan dan biaya ke dalam pengambilan keputusan ekonomi.</p><p style="text-align: justify;">Tentu hal yang dipelajari meliputi proses akuntabilitas aspek ekonomi, sosial, lingkungan alam, teknologi, dan spiritual yang relevan dalam operasional organisasi baik secara moneter dan non-moneter. Topik <em>Green Accounting</em> memang jarang sekali diangkat dalam seminar, inilah yang mendasari HMJ Akuntansi mengankat tema tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak disangka, antusiasme yang mengikuti seminar ini cukup tinggi. &ldquo;Targetnya 150 mahasiswa. Terakhir saya monitor, ternyata mencapai 438 mahasiswa. Panitia sempat kewalahan menyediakan fasilitas seperti kursi dan sebagainya. Bersyukur juga karena <em>output&nbsp;</em>yang diinginkan tercapai maksimal,&rdquo; kata Rendi Setiawan, Ketua Panitia MAE 2017.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu peserta seminar, Puput Hariyanti, mahasiswi Akuntasi FEB angkatan 2016 turut mengapresiasi seminar ini. &ldquo;Saya jadi lebih mengerti mengenai <em>Green Accounting&nbsp;</em>dalam perkembangan perusahaan. Apalagi bagi calon akuntan seperti kami, semoga bisa menjalankan <em>Green Acounting&nbsp;</em>sesuai dengan peraturan yang berlaku,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada Hairul Anam, peserta lomba <em>Accounting Competition</em> dari Politeknik Negeri Balikpapan. &ldquo;Acaranya bagus, semoga terus berlanjut dan dilancarkan hingga tahun berikutnya,&rdquo; tutur mahasiswa jurusan Keuangan dan Perbankan angkatan 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Diharapkan dari seminar ini menjadi wadah pembentuk sikap kritis bagi mahasiswa, karena pengendalian sistem manajemen perusahaan di Kalimantan terkait <em>Green Accounting</em> masih sangat minim dan tertutup, terutama dalam <em>Sustainability Report</em> (laporan keberlanjutan). Sementara itu, pemahaman dari masyarakat dan kurangnya implemantasi dari perusahaan terkait <em>Sustainability Report&nbsp;</em>menjadi kerugian bagi masyarakat yang mesti ditindaklanjuti.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui sejak 25 hingga 29 September, merupakan agenda MAE 2017. Berbagai agenda lain, seperti seminar <em>Kewirausahaan dan Business Plan</em>, dilanjutkan <em>Accounting Competition</em> yang berlangsung hari ini hingga esok (26-27/9). Turut memeriahkan, adapula Bazar Kreatif Akuntansi yang digelar di halaman samping Gedung ITC FEB Unmul. Rangkaian MAE 2017 akan ditutup dengan Company Observation and Tour (COST) yakni kunjungan ke PT Pupuk Kaltim di Bontang. <em><strong>(bip/ann/wil/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terpilihnya Papika 2017, Harapan dan Cerminan Universitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/terpilihnya-papika-2017-harapan-dan-cerminan-universitas/baca </link>
<guid> terpilihnya-papika-2017-harapan-dan-cerminan-universitas </guid>
<pubDate> Tue, 26 Sep 2017 13:13:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Putra Kampus terpilih yakni Rohman Hidayat, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2016. Sedang Putri Kampus terpilih, Anggrelia Anugerah mahasiswi Akuntansi 2015. (Foto: Hilda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/terpilihnya-papika-2017-harapan-dan-cerminan-universitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HDhCo8izLu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terpilihnya Papika 2017, Harapan dan Cerminan Universitas</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tak terasa kini Universitas Mulawarman memasuki usia baru. Dalam memperingati hari jadi ke-55, sederet acara bergengsi digelar. Mulai dari Pemilihan Putra Putri Kampus (papika) dan berujung pada Mulawarman Festival.</p><p style="text-align: justify;">Sabtu (23/9) Auditorium Unmul menjadi tempat perhelatan <em>Grand Final&nbsp;</em>Papika, ratusan pendukung finalis dengan sorak-sorai menyerukan nama jagoannya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Papika digelar pertama kali pada tahun 2015 atas usulan Abdunnur, Wakil Rektor bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Keuangan. Adanya Papika diharapkan dapat mengembangkan bakat dan minat mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui awak <em>Sketsa&nbsp;</em>Afra Tustini Ekawati, Ketua Panitia menjelaskan Papika diadakan guna menggali potensi mahasiswa untuk berkembang. Antusiasme mahasiswa terlihat dari jumlah pendaftar, sebanyak 70 orang tercatat mengikuti ajang ini. Tahap demi tahap penyeleksian dilewati, hingga menghasilkan 20 orang finalis.</p><p style="text-align: justify;">20 finalis tersebut di karantina selama 3 hari 2 malam di Hotel Midtown. Rangkaian kegiatan mulai dari pembekalan mengenai civitas akademik Unmul, <em>Public Speaking, Personal Grooming, Modelling Class, Beauty Class,</em> Sosialisasi Narkoba, sampai Bakti Sosial ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam.</p><p style="text-align: justify;">Papika juga merupakan ikon Unmul, selain itu pemberi informasi yang ingin mengetahui tentang Kampus Hijau.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya berharap mereka bisa dapat membantu artinya mewadahi mahasiswa-mahasiswa yang ada di Universitas Mulawarman, paling tidak mengajaklah untuk ikut terlibat kegiatan-kegiatan yang positif, khususnya untuk membangun Unmul ke depan yang lebih baik,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Putra Kampus terpilih yakni Rohman Hidayat, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2016. Sedang Putri Kampus terpilih, Anggrelia Anugerah mahasiswi Akuntansi 2015.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa</em> seusai acara, Anggrelia<em>&nbsp;</em>akrab disapa Lia ini mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dapat mewakili Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam ajang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena yang paling utama adalah saya mau menjadi salah satu bagian dari keluarga besar Universitas Mulawarman, tidak hanya menjadi mahasiswa biasa tapi dapat menjadi salah satu <em>Mulawarman&apos;s Speaker</em>,&quot; katanya mengungkapkan alasannya.</p><p style="text-align: justify;">Gadis asal Bontang ini selain sibuk kuliah juga aktif di organisasi dan menjadi <em>Master of Ceremony&nbsp;</em>di acara kampus. Sebagai Putri Kampus, ia tentu berharap yang terbaik bagi Unmul. &quot;Dengan visi yaitu menuju World Class University, Unmul harus terus meningkatkan seluruh elemen yang ada dalam proses belajar-mengajar. Baik prasarana dan sarana, bahkan hingga SDM dan mahasiswanya&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Teruntuk sesama mahasiswa, Lia berpesan untuk selalu haus akan prestasi dan ilmu pengetahuan, karena mahasiswa yang berkualitas akan mencerminkan universitasnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya juga berharap Unmul dapat terus bersatu dan bersinergi walaupun terbagi di empat wilayah. Tetap terus menumbuhkan rasa cintanya terhadap universitas ini. Saya yakin, Unmul pasti bisa,&quot; tandasnya. <strong><em>(bip/mrf/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menang Telak, Mujihat-Arif Pemimpin BEM FKIP Selanjutnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menang-telak-mujihat-arif-pemimpin-bem-fkip-selanjutnya/baca </link>
<guid> menang-telak-mujihat-arif-pemimpin-bem-fkip-selanjutnya </guid>
<pubDate> Tue, 26 Sep 2017 14:01:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira dilaksanakan di tiga zona kampus, yakni Gunung Kelua, Pahlawan, dan Banggeris. (Foto: Annisa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menang-telak-mujihat-arif-pemimpin-bem-fkip-selanjutnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1RoSqowRk9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menang Telak, Mujihat-Arif Pemimpin BEM FKIP Selanjutnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Langit muram tak berarti memuramkan jalannnya pesta demokrasi kampus para pendidik pada Senin (25/9) kemarin. Dua paslon hari itu bertarung berebut suara dengan membawa visi misi di dadanya masing-masing. Mereka adalah Mujihat-Arif dan Dodi-Ayu.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Ketua DPM Rizal Iskandar mengatakan dua pasang calon yang maju di Pemira kali ini adalah mahasiswa terbaik yang dimiliki FKIP saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Rizal menyesalkan antusias mahasiswa yang minim disebabkan cuaca. Hingga siang hari, suara bahkan belum sampai 750.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau di GK sebenarnya antusiasnya cukup baik gitu kan, tapi berhubung hujan jadi ada beberapa mahasiswa yang memang harusnya nyoblos malah nunggu-nunggu,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun persyaratan pemilih tidak berbeda jauh dari tahun lalu yakni membawa KTM terbaru, slip SPP atau KRS untuk kemudian diarahkan menuju bilik suara.</p><p style="text-align: justify;">Pemira dilaksanakan di tiga zona kampus, yakni Gunung Kelua, Pahlawan, dan Banggeris. Sebanyak 2.418 surat suara terkumpul dengan rincian 28 surat suara tidak sah dan 6 surat suara rusak.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, perhitungan suara dilakukan sore harinya. Pasangan calon nomor 1 Mujihat-Arif unggul atas &nbsp;Dodi-Ayu. Tercatat di kampus Gunung Kelua, paslon 1 mendapatkan 518 suara dan paslon 2 sebanyak 477. Kemudian, di kampus Pahlawan paslon 1 mengantongi 353 suara dan paslon 2 154 suara. Sedangkan di kampus Banggeris paslon 1 meraih 824 suara dan paslon 2 sebanyak 72 suara.</p><p style="text-align: justify;">Selisih suara yang mencapai 1000 itu menjadikan pasangan Dodi-Ayu harus mengakui kemenangan Mujihat-Arif.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian Pemira masih berlanjut. Gubernur terpilih akan ditetapkan pada 28 September mendatang. FKIP bersama seluruh isinya tentu berharap kampus pendidik makin baik. <em><strong>(adn/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belum Terlambat, Mari Ramaikan Mulfest 2017! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/belum-terlambat-mari-ramaikan-mulfest-2017/baca </link>
<guid> belum-terlambat-mari-ramaikan-mulfest-2017 </guid>
<pubDate> Tue, 26 Sep 2017 20:40:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Panas matahari Senin sore (25/9), tak menyurutkan semangat para panitia dan peserta Opening Ceremony Mulawarman Festival (Mulfest) 2017. (Foto: William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/belum-terlambat-mari-ramaikan-mulfest-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VAxMgoAft1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Belum Terlambat, Mari Ramaikan Mulfest 2017!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Panas matahari Senin sore (25/9), tak menyurutkan semangat para panitia dan peserta Opening Ceremony Mulawarman Festival (Mulfest) 2017. Bertempat di Halaman Gelora 27 September Unmul acara dipandu oleh para pemenang Putra Putri Kampus Unmul yaitu Rohman Hidayat dan Anggrelia Anugrah sebagai Master of Ceremony (MC).</p><p style="text-align: justify;">Pertama kali digelar pada 2015, Mulfest merupakan rangkaian Dies Natalies Unmul yang dipersiapkan oleh BEM KM Unmul. Yuspebri Mika, Ketua Panitia Mulfest 2017 mengungkapkan perbedaan agenda tahunan ini dengan tahun sebelumnya. Seperti konten lomba, ada 18 lomba, 5 di antaranya untuk tingkat nasional. Terdiri dari lomba proposal PKM, debat, fotografi, film pendek, serta cipta puisi.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat 283 panitia terlibat dalam kepanitiaan Mulfest 2017, namun animo mahasiswa dalam agenda besar ini dirasa kurang. &ldquo;Kalau dari saya sih memang melihat antusias, memang saya sangat prihatin,&quot; ungkap Yuspebri.</p><p style="text-align: justify;">Padahal pihaknya telah gencar lakukan publikasi, nyatanya kondisi GOR 27 yang dijadikan pusat kegiatan Mulfest itu tampak sepi. Terlepas dari hal ini, ia berharap Mulfest berjalan lancar hingga acara usai.</p><p style="text-align: justify;">Demi meramaikan rangkaian Mulfest, stan-stan ekspo pun disediakan. Nampak berbagai stan fakultas dan wirausahawan baik mahasiswa pun dari luar ada di sini. Seperti halnya, Afsanti Syawalani mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dengan produk cookies-nya ini mengaku baru kali pertama berpatisipasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cukup baik, tapi kurang ramai. Harapannya mahasiswa yang mempunyai produk supaya bisa meramaikan Mulfest,&quot; kata gadis asal Bontang itu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Opening Ceremony Mulfest tersebut, tampak Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Keuangan Abdunnur hadir menggantikan Rektor Unmul Masjaya yang berhalangan hadir. Didampingi Presiden BEM KM Norman Iswahyudi, serta para dekan dan pejabat fakultas di lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul). Turut hadir Jos Soetomo, pemilik Hotel Bumi Senyiur, yang merupakan sponsorship Mulfest tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Setelah <em>opening ceremony</em>, malamnya digelar Tari Kreasi Daerah Kaltim, lalu kemarin (26/9) ada Stand up comedy. Sedang berbagai perlombaan olah raga telah dimulai sejak 23 hingga 29 September nanti. Mulfest 2017 yang dikemas berbagai konten menarik justru disambut kurang antusias dari mahasiswa Unmul. Namun belum terlambat untuk meramaikan agenda besar ini, karena acara akan berlangsung hingga 13 Oktober mendatang! <em><strong>(bip/wil/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengakulturasi 6 Budaya Negara, MUISF Sesak Pengunjung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mengakulturasi-6-budaya-negara-muisf-sesak-pengunjung/baca </link>
<guid> mengakulturasi-6-budaya-negara-muisf-sesak-pengunjung </guid>
<pubDate> Wed, 27 Sep 2017 13:50:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berbeda dari sebelumnya, tahun ini MUISF menambah rangkaian acara yaitu Education & Scholarship Fair dan Food Exhibition. (Sumber foto: Ariani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mengakulturasi-6-budaya-negara-muisf-sesak-pengunjung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DxB1nnC4Z4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengakulturasi 6 Budaya Negara, MUISF Sesak Pengunjung</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Bertempat di gedung Auditorium Unmul, Mulawarman University International Festival (MUISF) 2017 yang kembali diselenggarakan oleh UPT Layanan Internasional (LI) Universitas Mulawarman pada Senin (25/09) kemarin membawa warna dan sensasi baru. Ratusan pengunjung datang dan menyaksikan acara ini dengan antusias.</span></p><p style="text-align: justify;">Menurut ketua panitia Reza Ismi Prayoga tahun ini MUISF menambah rangkaian acara yaitu <em>Education &amp; Scholarship Fair&nbsp;</em>dan <em>Food Exhibition</em>. Berbeda dengan tahun lalu yang hanya menampilkan kebudayaan yang bersifat seni. MUISF tahun ini juga menjadi sebuah ajang perkenalan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing yang ada, begitu pun sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, tujuan MUISF ini memang sebagai akulturasi kebudayaan. Kita mengajak orang asing tersebut menampilkan kebudayaan mereka. Supaya kita juga tahu kebudayaan mereka pun beragam.&rdquo; kata mahasiswa jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian 2014 itu.</p><p style="text-align: justify;"><em>Education &amp; Scholarship Fair</em> yang menjadi rangkaian awal acara ramai. Terbukti dari membludaknya peserta yang hadir. Mereka terlihat menyimak sosialisasi beasiswa dan informasi pendidikan dari beberapa lembaga dan universitas luar negeri. Sejumlah universitas itu yakni <em>Victoria University, Monash University, University of New South Wales, Australian Awards Indonesia&nbsp;</em>serta<em>&nbsp;ELC Education.</em></p><p style="text-align: justify;">Ajang sosialisasi beasiswa dan informasi pendidikan tersebut pun mematahkan anggapan bahwa kuliah di luar negeri adalah hal sulit. Ditambah sesi tanya jawab dan diskusi yang menjadi tempat para pengunjung khususnya mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk berkonsultasi hingga tips-tips cara meraih beasiswa juga tak luput disampaikan.</p><p style="text-align: justify;">MUISF belum berakhir karena masih ada festival budaya dan<em>&nbsp;food exhibition</em>. Peserta festival budaya yang ditampilkan berasal dari seni lokal maupun luar. Penampilan pertama yaitu menyanyikan bersama lagu Heart of Borneo dari 6 negara yaitu Sudan, Suriah, Australia, Thailand, Malaysia, Jerman dan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dilanjutkan oleh seni lokal antara lain, tari Topeng dan tari Kencak yang dibawakan oleh mahasiswa Internasional <em>(buddy student)</em>, tari Enggang dan Marawis oleh SMAN 10 Samarinda, dilanjutkan oleh siswa-siswi SMP N 10 yang menampilkan tari Perang dan tari Dayak. Lalu penampilan musikalisasi puisi berjudul Isyarat Bulan yang ditampilkan dari SMAN 2 Samarinda. Salah satu UKM juga turut terlibat yaitu pencak silat dari Tapak Suci.</p><p style="text-align: justify;">Penampilan seni dari beberapa negara juga tak kalah menarik untuk disaksikan. Ada lagu berjudul Nur Syahbana yang dinyanyikan oleh perwakilan dari Malaysia. Lalu, dari Thailand menampilkan Nasyid.</p><p style="text-align: justify;">Sambil menyelam minum air, begitu hal yang kiranya pas untuk para pengunjung MUISF 2017 kemarin. Sambil menyaksikan penampilan, pengunjung bisa mencoba berbagai makanan khas Indonesia dan luar negeri di stand <em>Food Exhibition</em>. Makanan yang disajikan pun beragam. Mulai nasi lemak asal Malaysia dan Shaya yaitu sate khas Sudan. Kemudian ada jajanan cenil dan ketan dari Indonesia. Stand ini menyajikan makanan gratis, sehingga para pengunjung senang dan tidak malu-malu untuk mencoba makanan yang disediakan.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, berbeda dengan tahun lalu yang mana MUISF berhasil mengundang 10 negara, tahun ini MUISF hanya mengundang 6 negara. Meski begitu, Reza berharap acara ini menjadi agenda rutin tahunan dan setiap tahun bisa mengundang lebih banyak negara lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mudahan acara ini bisa menjadi <em>annual&nbsp;</em>atau agenda rutin tiap tahun. Jadi akan ada acara ke-4, 5, dan seterusnya. Dan semoga kami bisa mengundang lebih banyak negara agar lebih meriah lagi. Serta untuk teman-teman, kita ini bukan hanya bhinneka tungga ika, melainkan sudah keberagaman internasional. Marilah kita mengenal kebudayaan satu sama lainnya. Sehingga kita bisa mengenal karakter mereka juga dan meminimalisir adanya misskomunikasi,&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski menurun dari segi kuantitas negara, acara yang berlangsung dari pagi hingga sore itu terpantau tetap meriah. Berbagai pengunjung memanfaatkan <em>Stamp Card</em> yang bisa ditukar oleh salah satu makanan dan merchandise. Para undangan dari beberapa negara juga menyebutkan ini acara yang baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>It&rsquo;s cool and good event. Because we have performance together,</em>&quot; ucap salah satu undangan yang bernama Mubarak Adam Zakaria asal Sudan yang menjadi dharmasiswa di jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya ada Nur Fasira mahasiswi asal Thailand yang sedang menempuh jurusan Bahasa Inggris di IAIN Samarinda yang tak mau ketinggalan menyampaikan kesannya untuk MUISF.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Senang sekali. Kita kan dari berbagai negara, maka dari itu jadi tau budaya-budaya baru dan kita banyak dapat teman serta pengalaman baru,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi Unmul pun ikut angkat bicara soal MUISF. &ldquo;Saya pengin ke sini karena ada tulisan internasionalnya itu. Jadi, saya penasaran. Kita juga bisa tahu berbagai info pendidikan apalagi untuk kuliah di luar negeri dan budaya-budaya dari berbagai negara. Harapannya kalau acara seperti ini bisa diacarakan di tempat yang lebih besar lagi,&quot; tutur Niyati Nur mahasiswi FEB. <em><strong>(arr/aml/bip)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MAE dan Gema Kompetisi Akuntansi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mae-dan-gema-kompetisi-akuntansi/baca </link>
<guid> mae-dan-gema-kompetisi-akuntansi </guid>
<pubDate> Thu, 28 Sep 2017 13:04:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Accounting Competition menjadi salah satu rangkaian Mulawarman Accounting Event (MAE) 2017 yang digelar sejak Senin (25/9) lalu. (Foto: Suti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mae-dan-gema-kompetisi-akuntansi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WXZIki49hn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MAE dan Gema Kompetisi Akuntansi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Suasana kompetisi nampak tersaji di Gedung Dekanat di lantai 3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul, Rabu (28/9). <em>Accounting Competition</em> menjadi salah satu rangkaian Mulawarman Accounting Event (MAE) 2017 yang digelar sejak Senin (25/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tiga dari delapan tim yang berhasil lolos ke <em>grand final</em>. Salah satunya berasal dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Membawa nama baik almamater, akhirnya tim ini keluar sebagai jawara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat senang sekali, karena usaha kami untuk datang jauh-jauh ke sini tidak sia-sia. Dan ini Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan,&rdquo; ucap Bagas Prasetyo, Ketua Tim.</p><p style="text-align: justify;">Kemarin menjadi puncak bagi seluruh rangkaian lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya. MAE 2017 terbilang sukses, diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai yang terjauh dari Banjarmasin, Balikpapan, hingga dari Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Kerja keras dan keringat tentu tak lepas dari suksesnya <em>accounting competititon</em> ini. &rdquo;Kami mempersiapkan acara dalam waktu 8 bulan. Karena skalanya besar, jadi persiapan juga harus matang,&rdquo; papar Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi, Sofiyanti Ardi Niyingsih.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini dihelat guna menumbuhkan semangat mengikuti kompetisi dari mahasiswa dari seluruh penjuru Borneo. HMJ Akuntansi memfasilitasi para kawula muda yang ingin menguji kompetensi mereka, agar kelak dapat bersaing dengan pelajar-pelajar dari pulau lain, seperti Jawa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan ini terbilang langka di Kalimantan, maka alangkah baiknya acara ini akan terus dilakukan tiap tahun, guna mewadahi seluruh teman mahasiswa agar lebih percaya akan kemampuan diri,&rdquo; pungkas Sofi.</p><p style="text-align: justify;">MAE menjadi kegiatan rutin setelah sempat tidak dilaksanakan pada 2016 lalu. MAE terdiri dari berbagai rangkaian acara, seperti seminar nasional, seminar kewirausahaan, <em>accounting competition</em>, dan ditutup dengan Company Observation and Tour (COST) pada hari ini (28/9). <em><strong>(sut/jdj/bip)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fisipoint Serta Harapan Kantin Baru FISIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisipoint-serta-harapan-kantin-baru-fisip/baca </link>
<guid> fisipoint-serta-harapan-kantin-baru-fisip </guid>
<pubDate> Fri, 29 Sep 2017 12:52:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejak 11 September lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) punya kantin baru yang diberi nama Fisipoint. (Foto: Kusairi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisipoint-serta-harapan-kantin-baru-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sWCDelSIMD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fisipoint Serta Harapan Kantin Baru FISIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong></strong><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sejak 11 September lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) punya kantin baru yang diberi nama Fisipoint. Letaknya persis di depan gedung Magister Ilmu Administrasi Negara lantai 1.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Ekonomi Dharma Wanita FISIP, Finnah Fourqoniah mengatakan Fisipoint diharapkan dapat menjadi tempat nongkrong bagi mahasiswa FISIP. Karena sebelumnya, FISIP pernah punya kantin bernama Larema, namun vakum selama dua tahun karena pengelola kantin sebelumnya mendapat amanah keluar kota. Sampai akhirnya Fisipoint terbentuk dan dikelola oleh kelompok ibu Dharma Wanita FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya Fisipoint, kata Finnah, belum begitu diketahui oleh mahasiswa FISIP. Sehingga upaya untuk menaikkan nama kantin Fisipoint dilakukan, salah satu caranya melalui media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita juga memberikan promo seribu rupiah, potongan seribu untuk makan dan seribu untuk minum,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kantin Fisipoint mengupayakan suasana nyaman serta bersih. Kantin ini juga menjual makanan dan minuman, kecuali rokok. Untuk mahasiswa yang ingin merokok dapat melakukannya di luar kantin.</p><p style="text-align: justify;">Finnah pun mengatakan ke depannya Fisipoint akan membuka layanan <em>delivery order&nbsp;</em>dan akan ada pemasangan <em>wifi</em> serta beberapa stop kontak untuk mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas dan lain-lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara Abdul Rahman, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2016, berpendapat kantin FISIP yang dulu dengan yang sekarang tidak jauh berbeda. Namun, ia turut rasakan Fisipoint hadir dengan kondisi yang jauh lebih bersih dan rasa makanannya pun lebih enak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapannya, kantinnya bisa diperbesar lagi dan pengunjungnya bisa lebih ramai lagi,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>kus/dor</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengabdi Setan, Teror Klasik Ibu Datang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/pengabdi-setan-teror-klasik-ibu-datang/baca </link>
<guid> pengabdi-setan-teror-klasik-ibu-datang </guid>
<pubDate> Sun, 01 Oct 2017 05:37:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah film horor karya Joko Anwar yang merupakan reboot dari film horor fenomenal dengan judul sama, Pengabdi Setan (1980). (Sumber foto: postfilm.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/pengabdi-setan-teror-klasik-ibu-datang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0PWT2uRN1P.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengabdi Setan, Teror Klasik Ibu Datang</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sutradara:</span><span>&nbsp;</span><span>Joko Anwar</span><br><span>Produser :</span><span>&nbsp;</span><span>Subagio S.</span><br><span>Gope T. Samtani</span><br><span>Penulis &nbsp; &nbsp;:</span><span>&nbsp;</span><span>Joko Anwar</span><br><span>Pemeran :</span><span>&nbsp;</span><span>Tara Basro</span><br><span>Dimas Aditya</span><br><span>Bront Palarae</span><span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span><br><span>Endy Arfian</span><br><span>Ayu Laksmi</span><br><span>Elly Luthan</span><br><span>Nasar Annuz</span><span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span><br><span>Arswendy Being Swara</span><br><span>Egi Fedly</span><br><span>M Adhiyat</span><br><span>Fachri Albar</span><br><span>Asmara Abigail</span><br><span>Produksi &nbsp;:</span><span>&nbsp;</span><span>Rapi Films</span><br><span>Tanggal rilis:</span><span>&nbsp;28&nbsp;</span><span>September 2017</span><br><span>Durasi &nbsp; &nbsp; :</span><span>&nbsp;</span><span>104 menit</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong></span><span>Yang terbayang di benak sebagian orang ketika membicarakan film horor Indonesia pasti hanya menjual tubuh dan kengerian sesaat. Namun, bakal berbeda dengan film horor satu ini. Film karya Joko Anwar yang merupakan reboot dari film horor fenomenal dengan judul sama,&nbsp;</span><span>Pengabdi Setan</span><span>&nbsp;(1980).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Reboot&nbsp;</span><span>Pengabdi Setan</span><span>&nbsp;berada di bawah bayang-bayang karena para penggemar di era lama masih merasakan atmosfer keseraman yang lekat di dalam film sebelumnya.&nbsp;</span><span>Pengabdi Setan&nbsp;</span><span>karya Joko &nbsp;berkisah tentang sebuah keluarga yang diganggu hantu sejak kematian ibu mereka. Mulai dari suara lonceng yang biasanya ibu mereka gunakan untuk memanggil anggota keluarganya ketika butuh bantuan, lagu karya sang ibu, sampai penampakan arwah dari ibu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dibandingkan dengan pendahulunya, cerita&nbsp;</span><span>Pengabdi Setan&nbsp;</span><span>cukup banyak berubah, tetapi tetap hadir dengan benang merah yang masih sama. Latar di tahun 1980 juga membuat penonton serasa bernostalgia. Di samping kelengkapan barang-barang zaman dahulu yang cukup membuat suasana jadi lebih mencekam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dibanding film horor lain yang menjual&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em></span><span>&nbsp;belaka,&nbsp;</span><span>Pengabdi Setan</span><span>&nbsp;hadir dengan jalan cerita yang rapi. Jantung serasa dipermainkan karena film yang berdurasi dua jam ini mengajak penonton untuk tidak selalu berteriak ketika menonton. Masih dapat ditemui adegan kehangatan keluarga yang membuat terharu hingga kelucuan sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu,&nbsp;</span><span>Pengabdi Setan</span><span>&nbsp;hadir bukan tanpa cela. &nbsp;Pemilihan pemain masih terasa kurang cocok. Tara Basro yang memerankan Rini terlihat jauh lebih tua dibanding umur karakter yang masih 22 tahun. Itu membuat tokoh ayah yang diperankan aktor asal Malaysia, Bront Palarae terlihat sepantaran dengan tokoh Rini. Apresiasi bisa diberikan kepada tokoh Tony yang diperankan M. Adhiyat yang berhasil membuat emosi bercampur aduk lewat wajah polosnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara efek&nbsp;</span><span>make up</span><span>&nbsp;dibuat senatural mungkin. Meski tetap ada cela di karakter Hendra (Dimas Aditya) yang rambut gondrong ala anak muda era 80-an masih terlihat seperti memakai wig. Namun sangat baik untuk make up sang ibu (Ayu Laksmi) yang berhasil membikin merinding. Di tambah lagi Ayu Laksmi pandai memainkan mimik kaku yang seakan mampu mengantarkan mimpi buruk bagi siapapun yang melihat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak perlu menonton&nbsp;</span><span>Pengabdi Setan</span><span>&nbsp;versi 80-an karena ini bukan film sekuel. Joko Anwar hanya berharap film ini dapat ditonton oleh kalangan milenial sekaligus memberi apresiasi besar terhadap film sebelumnya garapan Sisworo Gautama Putra.&nbsp;</span><span><em><strong>(mwp/wal)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nusantara Mengaji: Redam Kondisi Negara yang Sedang Kalut Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/nusantara-mengaji-redam-kondisi-negara-yang-sedang-kalut-kini/baca </link>
<guid> nusantara-mengaji-redam-kondisi-negara-yang-sedang-kalut-kini </guid>
<pubDate> Sun, 01 Oct 2017 13:47:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gelar Tasyakuran Dies Natalis ke-55, Unmul menjadi tuan rumah dalam Nusantara Mengaji. (Foto: Mayang Sari) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/nusantara-mengaji-redam-kondisi-negara-yang-sedang-kalut-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2Aou0HqNKl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nusantara Mengaji: Redam Kondisi Negara yang Sedang Kalut Kini</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Belum lama sejak memasuki usia baru, Unmul gelar Tasyakuran Dies Natalis ke-55 Unmul Sabtu (29/9) malam melalui Nusantara Mengaji. Bertempat di Masjid Al-Ma&rsquo;ruf, acara ini diramaikan seribuan lebih hadirin dengan pakaian bernuansa putih.</span></p><p dir="ltr">S<span>emakin semarak, sebab Nusantara Mengaji turut disiarkan secara&nbsp;</span><em><span>live</span></em><span>&nbsp;ke beberapa universitas di Indonesia. Di antaranya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Siliwangi, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Sriwijaya, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Sebelas Maret.</span></p><p dir="ltr"><span>Acara telah dimulai sejak pukul 18.20 Wita diawali dengan kegiatan khatam berjamaah. Mendekati pukul 21.00 Wita, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir hadir, disambut antusias para hadirin. Bergabung dan duduk bersama jajaran birokrat di atas panggung, Nasir kemudian memimpin pembacaan ayat suci Alquran diikuti seluruh jamaah.</span></p><p dir="ltr"><span>Dalam sambutannya, Nasir menyatakan agenda yang dipelopori Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangikitan Bangsa (PKB) ini diharapkan dapat memahami kembali Alquran, serta menjadi rahmat bagi sesama. &ldquo;Semoga dapat meredam situasi negara sekarang yang sedang tercabik-cabik dalam berbangsa dan bernegara,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr"><span>Sebagai universitas yang kini sudah mengantongi akreditasi A, Unmul tentunya bangga dengan pencapaian tersebut. &ldquo;Ini tentu tak lepas dari kerja sama semua pihak. Baik seluruh jajaran birokrat dan civitas academica, termasuk mahasiswa dan alumni,&rdquo; papar Masjaya, Rektor Unmul.</span></p><p dir="ltr"><span>Salah satu peserta Nusantara Mengaji, Apriwivantari, mahasiswi FISIP Unmul mengaku senang dapat berpartisipasi. &nbsp;Ia mengapresiasi bentuk perayaan tahun ini. &ldquo;Acara yang luar biasa, berbeda dari perayaan dies natalis sebelumnya. Melihat antusias peserta yang tinggi, semoga acara ini bisa diadakan kembali,&rdquo; ungkapya</span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr"><span>Nusantara Mengaji kali ini menjadikan Unmul tuan rumah dalam rangka memperingati hari jadinya. Sama seperti jumlah usianya, Nusantara Mengaji menggagas 55 kali khatam, serentak di 55 universitas se-Indonesia. Setiap universitas terdiri 30 orang</span><span>&nbsp;yang masing-masing m</span><span>engkhatamkan 1 juz.&nbsp;</span></p><p dir="ltr"><span>Selain dihadiri Rektor Unmul Masjaya beserta jajarannya, Rektor IAIN Mukhamad Ilyasin, &nbsp;Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Kaltim Muhammad Rasyid, Perwakilan Polda dan Kodam, &nbsp;pengurus cabang Muhammadiyah, serta Pemprov yang diwakili sekretaris provinsi turut menghadiri agenda ini.&nbsp;</span><span><em><strong>(adl/jdj)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jelang Pemira FEB, Timses Paslon Saling Serang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-pemira-feb-timses-paslon-saling-serang/baca </link>
<guid> jelang-pemira-feb-timses-paslon-saling-serang </guid>
<pubDate> Mon, 02 Oct 2017 11:41:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memasuki jelang hari pemilihan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis memanas akibat perseteruan dua kubu tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) yang bakal berlaga dalam Pemira FEB 2017 pada 3 Oktober, besok. (Ilustrasi: wartakota.tribunews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-pemira-feb-timses-paslon-saling-serang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Li5QJFtKbZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jelang Pemira FEB, Timses Paslon Saling Serang</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Jelang hari pemilihan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis memanas akibat perseteruan dua kubu tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) yang bakal berlaga dalam Pemira FEB 2017 pada 3 Oktober, besok. Kubu paslon 2 Suwondo-Praja diduga menyalahi etika kampanye dengan menampilkan foto Dekan FEB Syarifah Hudayah dalam alat kampanye mereka, yang dinilai timses lawan, Freijae-Sukardi mengandung unsur keberpihakan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Muhamad Miswar Nasir, ketua timses paslon 1 mengungkapkan, pada pagi 28 September, ia melihat foto Syarifah bersama Suwondo-Praja dengan beberapa kalimat testimoni yang terpampang di baliho Gedung Alumni FEB. Merasa berang, Miswar bersama dua rekan timses paslon 1 lainnya menyambangi ruang Dekan FEB guna meminta klarifikasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kan satu bentuk keberpihakan. Kalau secara hukum memang tidak ada diatur tapi kan tidak etis dan membuat stigma di mahasiswa menganggap bahwa mereka didukung sama Ibu (dekan),&rdquo; katanya. &ldquo;Langsung kami menghadap Ibu untuk klarifikasi dan malamnya saya langsung buat rilisnya dan sebarkan ke mahasiswa FEB. Itu benar-benar dari Ibu, tidak ada saya tambah atau kurangi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Rilis yang ditulis Miswar tersebut memuat beberapa poin. Pertama, dekan belum memahami aturan Pemira FEB sehingga siapapun paslon yang datang tidak dibeda-bedakan. Kedua, dekan tidak berniat sama sekali mendukung atau berpihak kepada salah satu paslon. Kemudian, dekan hanya berharap Pemira tahun ini berjalan lancar dan aman. Keempat, dekan tidak tahu mengenai pencatutan namanya dan merasa kecewa. Terakhir, dekan meminta kepada paslon yang bersangkutan untuk segera mencabut atribut tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Rilis itu beredar luas dan bahkan, kata Miswar, sempat membuat sejumlah grup chat rusuh. Ia bersama timses diserang dan diminta untuk tidak melangkah lebih jauh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka merasa dijatuhkan karena rilis itu. Saya bukannya ingin menjatuhkan, saya hanya ingin mencerdaskan dan memberikan pemahaman kepada mahasiswa supaya kritis,&rdquo; tukas Miswar.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Suwondo, paslon nomor 2 membantah pihaknya disebut melanggar etika kampanye. Mahasiswa Akuntansi 2015 itu menyatakan telah juga menemui dekan dan mengonfirmasi bahwa kedatangannya hanya untuk meminta doa restu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagi kami, pemimpin itu orang yang berbicara dan bertindak, makanya kami langsung gerak cepat sebagai mahasiswa langsung menghadap ibu dekan, meminta restu tapi bukan bermaksud minta mendukung kami. Tidak ada maksud apa-apa. Ibu dekan juga menyampaikan jangan sampai ada lagi yang berdebat masalah ini. Ini juga menghormati pemimpin kita jangan sampai Pemira ini fokus dengan mahasiswa tapi kita lupa dengan pemimpin kita,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Dekan FEB Syarifah Hudayah saat ditemui usai memberikan sambutan dalam acara Debat Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB (30/9) kemarin dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak mendukung salah satu paslon. Menurutnya, paslon bersangkutan tidak gamblang meminta dukungan, melainkan hanya pandangan untuk FEB ke depan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ibu sampaikan di sini bahwa ibu sebagai pimpinan disaksikan oleh Allah SWT tidak ada ibu mendukung salah satu kandidat. Keduanya Ibu dukung untuk maju. Dua-duanya punya kemampuan. Ibu hanya bisa berdoa karena tidak ada suara ibu ya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Ketua DPM FEB Dwi Luthfi mengaku kecewa atas terjadinya peristiwa ini. &ldquo;Kami menyayangkan, ya, kenapa sampai terjadi kampanye seperti itu. Kalau paham pasti tidak akan terjadi seperti itu,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Timses Paslon 1 Langgar Undang-Undang Pemira?</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam Undang-Undang Keluarga Mahasiswa FEB Unmul tentang Pemira FEB 2017 Pasal 57 poin a disebutkan bahwa Badan Pekerja Pemilihan Umum Raya (BPPR) berhak menghilangkan perolehan suara pasangan calon apabila dengan sengaja menghujat dan mencela calon lain dengan maksud merusak nama baik calon lain.</p><p style="text-align: justify;">Timses paslon 1 telah terbukti melakukan penyebarluasan rilis terkait kesalahan timses lawan. Sejumlah pihak menuding, timses paslon 1 telah melakukan pencemaran nama baik. Namun, hal ini buru-buru dibantah Luthfi. Menurutnya, kedua paslon sama-sama saling merugikan. Kendati begitu, sanksi tidak diberikan sebab belum ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aturannya itu tidak boleh menghujat, merugikan paslon. Dua-duanya saling merugikan. Paslon 2 merugikan pengambilalihan perspektif dalam rangka mendapatkan dukungan dekan, itu jelas. Paslon 1 merugikan paslon 2 dengan menyebarkan rilis. Paslon 1 punya data rilisnya, kalau tidak benar kenapa diturunkan itu balihonya,&rdquo; ujar Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Perkara timses 2 yang melanggar etika kampanye dengan mencatut foto dekan dianggap Luthfi karena ketidaktahuan, kurangnya pengalaman sebagai mahasiswa angkatan 2015 bagi Luthfi juga jadi sebab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka bilang &lsquo;tidak ada aturannya kan&rsquo;. Ya, karena kupikir tanpa diatur harusnya mereka tahu. Mereka semuanya itu apa-apa mau diatur,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dalam Pasal 54 poin 1, 2, dan 3 disebutkan bahwa pengajuan keberatan dapat dilakukan oleh masing-masing pasangan calon setelah perhitungan suara, keberatan diajukan kepada BPPR apabila terjadi kecurangan/pelanggaran dalam proses jalannya Pemira disertakan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, dan masa pengajuan keberatan dilakukan selama dua hari setelah perhitungan suara.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk aktivitas gugatan, dikatakan Luthfi timses paslon 1 tidak melanggar. &ldquo;Kemarin itu mereka bukan menggugat, hanya mengklarifikasi. Gugatan itu harus melampirkan surat berisi nama, kronologis, waktu, tempat, jelas. Ada bukti objektif, jadi mereka tidak melanggar,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">29 September lalu, DPM beserta perangkat Pemira dan paslon bersama timses masing-masing menggelar pertemuan membahas indikasi dukungan dekan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Haramnya BPH BEM dan DPM Jadi Timses</strong></p><p style="text-align: justify;">Dikeluarkannya aturan tentang kriteria timses bagi dua paslon ketua dan wakil ketua BEM FEB 2017 pada (29/9) lalu juga menuai pro dan kontra. Kebijakan ini berdasarkan fungsi pengawasan yang dimiliki oleh DPM FEB yang kemudian ditangkap kepada Panitia Pengawas (Panwas) Pemira FEB 2017. Sebelumnya aturan ini dikeluarkan, anggota timses yang menjabat BPH di BEM dan DPM diperbolehkan mengikuti aktivitas kampanye.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku sudah nebak responsnya. Ini atas usulan Panwas. Kami ada pertemuan kalau enggak Senin, Selasa. Tapi baru kukeluarkan putusannya itu Jumat. Ini masalah etika,&rdquo; jelas Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Dua paslon sebenarnya punya pengangan yang kuat dari sisi timses. &nbsp;Hanya saja, kata Luthfi, oleh sebab ketua timsesnya berasal dari BPH BEM, maka keputusan ini dinilai menjebak dan sarat tendensi. &ldquo;Nah, kalau UKM enggak masalah karena dia minat bakat. Tapi kalau BEM jangan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dari kubu paslon 1 menanggapi aturan ini santai. &ldquo;Pemira ini kan untuk memilih eksekutif mahasiswa selanjutnya, kalau kemudian mereka &ndash;Badan Pengurus Harian BEM terlibat jadi timses lagi-lagi ini akan menggiring stigma di mahasiswa. Ini khusus eksekutif dan legislatif, kalau UKM enggak masalah. Paslon 2 sempat mempermasalahkan, tapi sudah diselesaikan DPM,&rdquo; ucap Miswar.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Miswar, Suwondo pun merasa aturan ini tak mengganggu pihaknya. Kendati demikian, ia mengeluhkan kurangnya sosialisasi dari DPM. &ldquo;Kami tidak merasa dirugikan. Kami sudah pahamkan juga ke timses kami. Kami juga masih ada tanggung jawab di BEM jadi enggak papa. Masalah ini tidak mengganggu kami,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nobar Pengkhianatan G30S/PKI di Unmul dan Sikap Cerdas Melihat Sejarah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/nobar-pengkhianatan-g30spki-di-unmul-dan-sikap-cerdas-melihat-sejarah/baca </link>
<guid> nobar-pengkhianatan-g30spki-di-unmul-dan-sikap-cerdas-melihat-sejarah </guid>
<pubDate> Mon, 02 Oct 2017 11:58:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus Benua Etam juga menggelar nobarnya pada Sabtu (30/9/2017) lalu. Pukul 19.30 Wita, agenda nobar digelar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) bekerja sama dengan BEM KM Unmul. (Foto: Khusairi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/nobar-pengkhianatan-g30spki-di-unmul-dan-sikap-cerdas-melihat-sejarah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q8LeAiXI4b.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nobar Pengkhianatan G30S/PKI di Unmul dan Sikap Cerdas Melihat Sejarah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Bertepatan 30 September lalu, kembali mengingat sejarah kelam bangsa Indonesia. Menjadi pelajaran dan demi mengingat tragedi itu, dibuatlah film Pengkhianatan G30S/PKI. Film G30S/PKI telah ditayangkan sejak 1984 dan menjadi tontonan wajib setiap 30 September. Lalu, September 1999, tepat empat bulan setelah Soeharto lengser, penayangan film ini dihentikan baik di TVRI maupun TV Swasta.</p><p style="text-align: justify;">Tak heran banyak generasi muda yang tidak memahami sejarah kelam bangsa dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Belakangan pun, ramai beredar isu kebangkitan PKI. Momen September lalu memang pas untuk kembali mengenang peristiwa pahit itu, utamanya bagi militer Indonesia. Bahkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginstrusikan untuk nonton bareng (nobar) film tersebut. Meski banyak juga tokoh-tokoh masyarakat, bahkan politikus yang berseberangan dengan sang panglima.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip di laman <em>m.tribunnews.com</em>, Gatot menyebut tujuan pemutaran Film G30S/PKI, bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah dan bukan untuk menumbuhkan dendam, tetapi memberikan gambaran jangan sampai peristiwa pahit dan hitam tersebut terjadi lagi.</p><p style="text-align: justify;">Film Pengkhianatan G30S/PKI besutan sutradara Arifin Chairin Noer itu, bercerita tentang pengkhianatan atau pemberontakan PKI. Serangan fitnah guna mengadu domba antara TNI dengan Presiden Soekarno berhasil memicu panasnya situasi kala itu. Letnan Kolonel Untung yang terlibat dalam pemberontakan PKI Madiun, memimpin penculikan 6 jenderal dan 1 perwira menengah TNI Angkatan Darat.</p><p style="text-align: justify;">Ketujuh korban tersebut di antara lain Ahmad Yani Jend. Anumerta, Donald Ifak Panjaitan Mayjen. Anumerta, M.T. Haryono Letjen. Anumerta, A.H Nasution Jendral Besar (namun berhasil lolos) dan tergantikan oleh Piere Tandean Kapten CZI Anumerta, Siswono Parman Letjen. Anumerta, Suprapto Letjen. Anumerta, terakhir Sutoyo Siswomiharjo Mayjen. Anumerta. Jenazah tujuh perwira TNI AD ini ditemukan dalam sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, tepat ketika TNI merayakan hari jadinya pada 5 Oktober 1965.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin melewatkan momen itu, Kampus Benua Etam juga menggelar nobarnya pada Sabtu (30/9/2017) lalu. Pukul 19.30 Wita, agenda nobar digelar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) bekerja sama dengan BEM KM Unmul. Nobar di Halaman Rektorat Unmul tersebut, tak hanya dihadiri kalangan Unmul, adapula mahasiswa luar seperti Universitas Kutai Kartanegara dan Universitas Islam Malang. Pun orang-orang yang sekadar lewat menyempatkan diri untuk menonton film tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Nobar film G30S/PKI selesai jam 00.24 Wita, dilanjutkan dengan tanggapan dari penonton. Salah satunya Wahyudi, mahasiswa dari Universitas Kutai Kartanegara. &quot;Komunis bisa dikatakan seperti pahaman Karl Max yang di mana mau merubah atau mengambil alih hak seperorangan menjadi milik bersama dan dikontrol pemerintah,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian Freijae Rakasiwi, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mempersoalkan ketegasan Soekarno terkait tragedi itu. &quot;Soekarno jelas tidak memiliki ketegasan di mana Untung (Letnan Kolonel Untung) juga merupakan antek Soekarno, haram hukumnya komunis untuk tumbuh kembali di Indonesia,&quot; ucapnya, kemudian menutup perbincangan singkat pasca nobar.</p><p style="text-align: justify;">Namun, perlu diketahui pasca 30 September, tragedi lainnya terjadi pada Oktober 1965. Adanya penumpasan massal, pembuangan dan penangkapan kepada orang-orang yang diduga sebagai anggota PKI. Bahkan, yang tidak terafiliasi ke dalam PKI bisa menjadi korban.</p><p style="text-align: justify;">Pembunuhan yang terjadi, baik kepada tujuh jenderal dan penumpasan massal anggota PKI dan korban tertuduh, tentu tidak dapat dibenarkan dari aspek kemanusiaan. Masyarakat, khususnya kaum muda mesti cerdas melihat sejarah dan juga berbagai sudut pandang lainnya. Agar tragedi kelam Indonesia tak berulang kembali. <em><strong>(kus/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Debat Kandidat BEM FEB, Penonton: Basi! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-bem-feb-penonton-basi/baca </link>
<guid> debat-kandidat-bem-feb-penonton-basi </guid>
<pubDate> Mon, 02 Oct 2017 13:59:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua pasangan calon Pemira FEB 2017 beradu gagasan dalam kemasan acara debat kandidat (30/9) lalu. (Foto: Eka Rizky P) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-bem-feb-penonton-basi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Pf3XKmGm2K.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Debat Kandidat BEM FEB, Penonton: Basi!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Rangkaian peristiwa menuju Pemira FEB 2017 nyaris menemui ujung. Berdasarkan timeline yang ditetapkan DPM FEB, Sabtu (30/9) kemarin, merupakan waktu untuk dua pasangan calon beradu gagasan dalam acara debat kandidat. Ada dua pasangan calon (paslon), paslon nomor urut 1 ditempati Freijae Rakasiwi (Manajemen 2014) dan Sukardi (Akuntansi 2014), dan paslon nomor urut 2 ditempati Suwondo (Akuntansi 2015) dan Praja Habib Pasangka (Akuntansi 2015).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berlangsung di Gedung Dekanat FEB lantai 3, sejak pukul 09.00 Wita, agenda tersebut memang menjadi titik akhir dua pasangan calon memperkenalkan visi, misi, dan program andalannya jika terpilih. Sebab, hari-hari berikutnya, mulai dilakukan pencabutan atribut kampanye dan masa tenang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Debat kandidat kali ini terpantau ramai dan mencuatkan hangatnya atmosfer perpolitikan mahasiswa FEB. Pasalnya, kursi-kursi terisi penuh. Dihadiri tidak hanya timses dan perangkat penyelenggara pemira, tetapi juga mahasiswa umum lintas angkatan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur&rsquo;an. Acara berlanjut pada sambutan Ketua DPM FEB dan Dekan FEB. &nbsp;Dalam sambutannya, Ketua DPM FEB Dwi Lutfi melaporkan segala aspek yang dilaluinya bersama DPM sejak beberapa bulan terakhir. Salah satu yang cukup mencuri atensi hadirin adalah pernyataannya soal DPM yang tiap datang musim pemira selalu jadi sasaran stigma buruk. Sedangkan Dekan FEB Syarifah Hudayah mengklarifikasi soal keberpihakannya dan berharap pemira berlangsung aman dan lancar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Debat kandidat, dipandu oleh Faisal Abidin. Sementara dari meja panelis, diisi oleh tiga kalangan berbeda. Pertama, dari kalangan akademisi, ada Rahmat Budi, yang juga banyak berkecimpung di dunia ekonomi dan bisnis. Kemudian, ada Jahruni, Pemimpin Redaksi Tepian TV, sebagai perwakilan dari kalangan jurnalis. Terakhir, dari kalangan aktivis, Ibrahim yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden BEM KM Unmul &nbsp;2015. Mereka mengajukan pertanyaan cukup menohok sesuai kajian keilmuan masing-masing. Detik-detik tanya jawab inilah yang membuat suasana debat cukup hangat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan pertama dilontarkan Rahmat Budi. Pria yang juga berprofesi sebagai hakim itu mempertanyakan perihal kelayakan masing-masing calon, apa kelemahan mereka, dan apa yang mereka ketahui soal organisasi. Dua pasang calon mantap menjawab mereka layak dan memapar apa yang mereka tahu soal organisasi, termasuk kelemahan mereka masing-masing yang sesekali mengundang tawa hadirin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Freijae-Sukardi menganggap mereka layak menjadi ketua dan wakil ketua BEM FEB yang didasari pengalaman dan prestasi pribadi masing-masing. Sebaliknya, Suwondo-Praja mengungkapkan mereka sebenarnya tidak layak memimpin, namun karena dukungan dan motivasi teman-teman beserta tim suksesnya mereka berusaha melayakkan diri untuk maju.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara Jahruni membuat suasana tanya jawab makin panas. Dia melontarkan istilah-istilah ekonomi yang harus dijawab cepat oleh masing-masing calon. Tampak dua paslon kalang kabut menangkis bertubi-tubi pertanyaan. Jahruni pun tak luput menanyakan berapa utang Indonesia di luar negeri, besaran inflasi, dan data-data lain yang berkaitan dengan dunia ekonomi baik di lingkup Samarinda, Kaltim, hingga Indonesia. Belum lagi pertanyaan soal siapa di balik pencalonan mereka. Sesi ini terbilang cukup menarik. Tak hanya paslon, para pendukung dan hadirin pun tampak terbawa suasana menegangkan tersebut. Meski berlangsung seru, Jahruni kecewa dengan jawaban kedua pasang calon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalian&nbsp;</span><span><em>belibet</em></span><span>. Padahal istilah-istilah itu sering kalian ucapkan. Gimana mau mengurus Indonesia kalau untuk ukuran Samarinda saja kalian tidak tahu. Terlalu melangit,&rdquo; tukasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya Ibrahim, menanyakan solusi atas fakta bahwa mahasiswa cenderung hedonis yang akhirnya menumpulkan kekritisan mereka, arah advokasi yang selama ini tidak jelas, hingga bagaimana posisi BEM FEB di tangan paslon jika terpilih ketika menghadapi masa pemilihan rektor tahun depan. Pertanyaan itu nyatanya cukup membuat dua pasangan calon lagi-lagi kelimpungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pasca tanya jawab dengan panelis, debat kandidat yang dimulai dengan menjawab daftar pertanyaan dari tim perangkat pemira itu dilanjutkan dengan tanya jawab antar pasangan calon. Rangkaian tanya jawab masih terus berlanjut antara hadirin dengan para pasangan calon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada penanya yang meminta dua paslon berpidato singkat bahasa Inggris, ada yang meminta mereka menyebutkan kelebihan lawan, dan ada pula yang gamblang menyebut program-program yang ditawarkan basi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari tahun ke tahun yang diusung itu sinergisitas. Apa lagi yang mau disinergikan? Programnya juga tidak beda jauh dengan kabinet sebelum-sebelumnya. Basi!&rdquo; pekiknya usai bertanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berakhir pukul 15.00 Wita, dua pasangan calon disaksikan seluruh perangkat pemira dan hadirin melakukan&nbsp;</span><em><span>closing statement</span></em><span><em>&nbsp;</em>dan menandatangani deklarasi siap menang dan siap kalah. <em><strong>(</strong></em></span><em><strong><span>iki/cin/aml</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ramai Pesta Demokrasi FEB Hari Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ramai-pesta-demokrasi-feb-hari-ini/baca </link>
<guid> ramai-pesta-demokrasi-feb-hari-ini </guid>
<pubDate> Tue, 03 Oct 2017 07:36:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berlokasi di halaman parkir gedung baru, berdiri tenda-tenda pemungutan suara untuk merayakan pesta demokrasi FEB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ramai-pesta-demokrasi-feb-hari-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0cuYj8sf0q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ramai Pesta Demokrasi FEB Hari Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA -</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"> Hari pemilihan telah tiba, berdasarkan timeline Pemira DPM FEB, hari ini (3/9) dilaksanakan pemungutan suara untuk memilih ketua dan wakil ketua BEM FEB periode 2017-2018. Tampak suasana ramai dan antusias mahasiswa dalam pesta demokrasi kampus ekonomi.</span></p><p style="text-align: justify;">Berlokasi di halaman parkir gedung baru, berdiri tenda-tenda pemungutan suara lengkap dengan petugas, saksi, dan alat kelengkapan Pemira agar asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil terpenuhi.</p><p style="text-align: justify;">Posko pemungutan suara tersebut dibuka sejak pukul 8 pagi dan rencananya akan tutup pukul 6 petang ini. Adapun, pemilih wajib membawa KTM atau slip SPP atau KRS/KHS untuk dapat menggunakan hak pilihnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM FEB Dwi Luthfi saat ditemui di sela-sela pemungutan suara mengatakan sejauh ini tidak ada kendala berarti yang ditemuinya. Dia optimis jumlah partisipan meningkat dibanding tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Belum ada kendala. Tahun ini aku yakin lebih ramai. Jam 12 tadi aja suara yang masuk sudah 500-an. Kami juga edukasi pemilih untuk bawa persyaratan memilih,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mardiana, salah satu pemilih pun tak ketinggalan mengekspresikan antusiasmenya mengikuti Pemira. Mahasiswi Manajemen 2016 itu mengaku baru pertama kali terlibat di ajang ini dan langsung merasa seru.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku baru pertama ikut Pemira. Menurutku seru. Karena aku ingin mengaspirasikan suaraku. Katanya anak organisasi harus nyoblos ya aku ikutan. Lumayan dapat tanda di jari kelingking,&quot; ucapnya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, prosesi perhitungan suara akan digelar bakda magrib hari ini di ruang 14 kampus FEB. Kemudian, pada 4-5 Oktober mendatang merupakan masa pengajuan keberatan dan pada 6 Oktober adalah penetapan pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM FEB terpilih. <strong><i>(aml</i></strong><strong><i>/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesona Batik Indonesia, Tumbuhkan Rasa Cinta pada Pemuda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/pesona-batik-indonesia-tumbuhkan-rasa-cinta-pada-pemuda/baca </link>
<guid> pesona-batik-indonesia-tumbuhkan-rasa-cinta-pada-pemuda </guid>
<pubDate> Tue, 03 Oct 2017 15:40:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bertepatan 2 Oktober yang merupakan Hari Batik Nasional, Mulawarman Festival (Mulfest) 2017 yang diselenggarakan BEM KM Unmul hadirkan talkshow dengan tajuk "Pesona Batik Indonesia". (Foto: Dyah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/pesona-batik-indonesia-tumbuhkan-rasa-cinta-pada-pemuda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YTHQ95edfc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pesona Batik Indonesia, Tumbuhkan Rasa Cinta pada Pemuda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Bertepatan 2 Oktober yang merupakan Hari Batik Nasional, Mulawarman Festival (Mulfest) 2017 yang diselenggarakan BEM KM Unmul hadirkan <em>talkshow&nbsp;</em>dengan tajuk &quot;Pesona Batik Indonesia&quot;. Rangkaian acara ini dilaksanakan sebagai simbol kepedulian generasi bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><em>Talkshow</em> ini menghadirkan tiga pembicara yang memang mencintai batik dan memiliki alasan tersendiri untuk bergelut dengan batik.</p><p style="text-align: justify;">Moh. Bahzar, seorang dosen juga kolektor batik ini telah mengoleksi batik hingga mencapai 2000 lembar dengan motif yang mencakup se-nusantara, bahkan motif hindia. Di <em>talkshow</em> ini ia pun berbagi rahasia bagaimana caranya merawat batik dengan benar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menyimpan batik sebaiknya jangan di lemari yang terbuat dari kayu, sebab akan cepat membantu pemudaran warna batik. Sangat disarankan untuk menyimpannya dalam lemari kaca. Lalu batik bisa dirawat dengan cara mencuci seminggu dengan menggunakan <em>silki</em> agar tetap bercahaya. Ingat jangan gunakan bahan deterjen sejenis <em>rinso,</em>&quot; terangnya, yang tak sedikit memicu gelak tawa.</p><p style="text-align: justify;">Adapula, Nirmala Yukiko yang menyandang gelar Putri Batik 2014 menjadi beban tersendiri untuk memperkenalkan batik pada masyarakat secara meluas. Nirmala mengaku, mempernalkan batik tidak harus menunggu dorongan dari pemerintah. Dimulai dari hal terkecil, melalui sosial media misalnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Biasanya saya kalau posting foto yang mengenakan batik memakai<em>&nbsp;caption</em> lebih rinci, lebih panjang agar makna yang mau disampaikan itu nyampai,&quot; ujar mahasiswa Manajemen Unmul ini.</p><p style="text-align: justify;">Nirmala juga berbagi tips dan trik bagaimana rahasia agar tetap stylist dan trendi dengan batik. &quot;Batik itu <em>exclusive</em> ya. Jadi mereka yang bilang kuno itu sebenarnya enggak ngerti tentang batik. Kita tetap bisa stylist koq, dengan cara <em>mix and macth</em> yang sesuai. Tapi jangan sampai <em>too match</em>. Kalau atasan <em>glamor&nbsp;</em>ya, bawahan jangan ngejreng harus ada yang meredup, menyeimbangkan. Sehingga dipandang juga enak, nyaman gitu lohh,&quot; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Annas Maghfur CEO Aemtobe pun menambahkan agar tidak menggunakan motif yang monoton, sebagai gantinya memang dalam dunia fashion harus selalu <em>update</em> dengan hal-hal baru.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mengenakan batik enggak harus <em>pure</em> batik. Malah yang begitu terkesan monoton. Yah, yang penting nempel dengan warna yang lebih kalem akan menambah kesan kasual.&quot; tutupnya mengakhiri.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Filosofi Batik sebagai Pelindung</strong></p><p style="text-align: justify;">Batik memang bukanlah sekadar kain, bukan pula sekadar penutup tubuh. Ada filosofi tersendiri pada batik. Menurut Encik Akhmad Syarifudin, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, filosofi batik yakni pada teknik malam yang melindungi, ibaratkan melindungi badan, keluarga, dan juga bangsa. Sehingga dapat disimpulkan batik bermakna sebagai pelindung.</p><p style="text-align: justify;">Alasan diadakannya acara ini, menurut Encik pertama adalah Unmul yang telah mencapai akreditasi A, dapat memulai langkah baru, terlebih pada seni batik khas Kalimantan. &quot;Misalnya kita buat <em>Center of Excelent&nbsp;</em>Batik Kalimantan. Nah yang cocok merealisasikan itu mahasiswa FIB karena sesuai dengan kompetensi mereka,&quot; ujar Encik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita pelajari sejarah batik kalimantan dan ragamnya. Kan banyak tuh. Jadi orang kalau mau pelajari batik khas Kalimantan di mana? Di FIB Unmul,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai acara, Yuspebri Mika Ketua Panitia dalam <em>talkshow&nbsp;</em>ini, mengaku tak menyangka bahwa peserta begitu antusias. 200 kursi terisi penuh, bahkan panitia sempat menambah beberapa kursi lagi. Padahal, kata Mika, undangan dan <em>broadcast&nbsp;</em>baru disebar dua hari jelang acara.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Rasidan, satu-satunya peserta yang beruntung mendapatkan hadiah kain tenun dari CEO Aemtobe ini, mengaku hadir karena ingin menambah wawasan dan kecintaannya terhadap batik. Diam-diam mahasiswa Fakultas Kehutanan itu rupanya kagum dengan Annas, karena sukses membuat batik dari limbah dan kayu ulin yang menjadi ciri khas Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di <em>talkshow</em> tadi saya banyak dapat hal-hal baru. Saya baru tahu bahwa ternyata ada batik dari daerah kita sendiri, terutama dari Samarinda, biasanya kan dari Jawa. Apalagi dari limbah. Ini bijaksana,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Rasidan pun berharap acara semacam ini terus ada untuk makin menumbuhkan rasa cinta dan bangga anak muda terhadap warisan budayanya. <em><strong>(bip/dyh/aml/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hasil Pemira FEB: Freijae-Sukardi Ungguli Suwondo-Praja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hasil-pemira-feb-freijae-sukardi-ungguli-suwondo-praja/baca </link>
<guid> hasil-pemira-feb-freijae-sukardi-ungguli-suwondo-praja </guid>
<pubDate> Wed, 04 Oct 2017 02:07:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam perhitungan suara Pemira FEB, Freijae-Sukardi unggul tipis dari Suwondo-Praja. Masa gugatan akan berlangsung Rabu-Kamis, 4-5 Oktober. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hasil-pemira-feb-freijae-sukardi-ungguli-suwondo-praja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zmNn0RKz8F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hasil Pemira FEB: Freijae-Sukardi Ungguli Suwondo-Praja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pukul 23.00 Wita, kertas karton yang ditempel di papan tulis ruang kuliah 14 FEB Unmul tampak sudah dipenuhi garis-garis perolehan suara dari dua pasangan calon. Tercatat pasangan nomor 1 Freijae-Sukardi mendapatkan 679 suara sedangkan pasangan nomor 2 Suwondo-Praja 489 suara. Adapun, surat suara tidak sah sebanyak 22.</p><p style="text-align: justify;">Semalam, Selasa (3/9), sejak pukul 19.00 Wita, tim panitia penyelenggara Pemira FEB melakukan proses perhitungan setelah pagi hingga sore melangsungkan agenda pemungutan suara. Tampak hadir dua pasangan calon beserta timses masing-masing, saksi, para pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan FEB, dan beberapa mahasiswa fakultas lain.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan perhitungan surat suara yang dilakukan DPM FEB sebelum proses perhitungan suara, disampaikan bahwa ada sebanyak 1190 surat suara yang masuk sedangkan dalam absensi tercatat hanya 1188 pemilih. Hal ini sempat memicu polemik, namun segera diklarifikasi DPM FEB.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setiap Pemira yang jadi patokan itu isi kotak suara. Selisih dua suara itu kemungkinan karena dia tidak absen,&quot; ujar Dwi Luthfi Ketua DPM FEB.</p><p style="text-align: justify;">Luthfi menolak jika pihaknya dituduh melakukan kecurangan. Pasalnya, dua saksi dari dua pasangan calon berada di posko pemungutan suara dari awal hingga akhir.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak mungkinlah kami begitu. Ngapain melakukan hal seperti itu. Saksi dua pasangan itu <em>stay</em> di posko kok,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Freijae masih belum ingin berpuas diri atas kemenangannya, sebab baginya ini bukan hasil akhir. Dua hari ke depan akan lebih dinamis dan ia mengaku siap menghadapi gugatan jika Suwondo-Praja melakukannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami masih menunggu, ya. Persaingan ini ketat. Bedanya juga tipis. Tapi, saya apresiasi FEB sudah dewasa dalam berpolitik dan ini jumlah suara terbanyak sepanjang sejarah. Pemira FEB bisa jadi role model untuk fakultas lain,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Freijae, Suwondo pun nyatanya tak ingin buru-buru pasrah. Bersama pihaknya ia akan melakukan gugatan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya bersyukur karena tidak terlalu jauh perbedaannya. Tapi kita tetap akan maksimalkan besok (hari ini) karena diberi kesempatan gugatan,&quot; kata Wondo.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki masa gugatan yang akan dimulai hari ini hingga besok, 4-5 Oktober, DPM FEB mengimbau kepada seluruh pasangan calon yang ingin melakukan gugatan untuk segera mengumpulkan data dan bukti-bukti sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dua hari itu sangat berpengaruh pada perolehan suara malam ini. Bisa jadi yang menang jadi kalah, pun sebaliknya. Jadi siapkan aja bukti-bukti objektif,&quot; pungkas Luthfi. <strong><em>(aml/iki</em></strong><strong><em>/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FEB, Ferry: Internal Harus Terima Siapapun Pemimpinnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-feb-ferry-internal-harus-terima-siapapun-pemimpinnya/baca </link>
<guid> pemira-feb-ferry-internal-harus-terima-siapapun-pemimpinnya </guid>
<pubDate> Wed, 04 Oct 2017 12:42:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aditya Ferry Noor, Ketua BEM FEB 2017 imbau internal BEM FEB nantinya harus siap menerima siapapun pemimpinnya. (Sumber foto: Instagram Aditya Ferry N) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-feb-ferry-internal-harus-terima-siapapun-pemimpinnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eG0SSUs9lC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FEB, Ferry: Internal Harus Terima Siapapun Pemimpinnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Hari ini (4/9) hingga besok, merupakan waktu masa gugatan bagi pasangan calon Pemira FEB. Itu berarti, sebentar lagi, Ketua dan Wakil Ketua BEM FEB akan ditetapkan secara resmi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui kemarin (3/9) malam usai perhitungan suara, Aditya Ferry Noor, Ketua BEM FEB 2017 mengimbau dua pasangan calon jangan cepat puas dengan hasil yang diperoleh. Ia juga berpesan bahwa internal BEM FEB nantinya harus siap menerima siapapun pemimpinnya. Tidak boleh ada sentimen atau tendensi apa pun.</p><p style="text-align: justify;">Secara khusus, dia berpesan kepada pasangan calon yang nantinya ditetapkan mampu memperbaiki apa yang masih kurang dari kepengurusannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap dari pemimpin yang akan melanjutkan kepengurusan BEM FEB 2018, bisa lebih baik lagi entah itu dari segi komunikasi, kinerja, kredibilitas, lebih profesional, dan untuk ke depan saya harap banyak gebrakan-gebrakan yang diubah,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Andri Susanto, mahasiswa baru Akuntansi ini juga ikut menyuarakan harapannya untuk pemimpin mahasiswa FEB kelak. Bahkan, saking antusiasnya mahasiswa asal Sulawesi Selatan akrab disapa Asus ini menjadi pemilih pertama di posko pemungutan suara dan bakal diganjar hadiah dari DPM FEB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap tindakan mereka jadi contoh untuk mahasiswa. Bukan maksud mengajari kepada mahasiswa baru, bahwa kita harus sadar politik kampus, jangan cuma jadi orang yang koar-koar di belakang, tapi tidak ada tindakan,&rdquo; tukasnya. <em><strong>(iki/aml/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengintegrasikan Visi Misi Unmul dalam Proyek Pengembangan Kurikulum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengintegrasikan-visi-misi-unmul-dalam-proyek-pengembangan-kurikulum/baca </link>
<guid> mengintegrasikan-visi-misi-unmul-dalam-proyek-pengembangan-kurikulum </guid>
<pubDate> Wed, 04 Oct 2017 14:38:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sudarman, salah satu Tim Pengembang Kurikulum Unmul paparkan materi dalam workshop pengembangan kurikulum berbasis Pola Ilmiah Pokok (PIP). (Foto: Indar Ayu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengintegrasikan-visi-misi-unmul-dalam-proyek-pengembangan-kurikulum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RWT4GPXBTu.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengintegrasikan Visi Misi Unmul dalam Proyek Pengembangan Kurikulum</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong></span><span>Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pada Senin (2/10) lalu menggelar workshop pengembangan kurikulum berbasis Pola Ilmiah Pokok (PIP). Acara digelar di hotel Aston Samarinda yang tak jauh dari kampus Flores tersebut. Dalam workshop ini FIB turut bekerja sama dengan Islamic Development Bank (IDB). &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kerja sama keduanya terkait dengan proyek pengembangan kurikulum. Capaian kurikulum yang dimaksud di antaranya berbasis target PIP, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan SNPTI. Workshop dihadiri oleh staf dan dosen FIB, serta sejumlah dosen yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tim Pengembang Kurikulum Unmul yang terdiri dari Sudarman, Nanang Rijono, dan Surya Sili hadir memaparkan materi. Bahwasannya sejak dulu Unmul memiliki Pola Ilmiah Pokok (PIP) namun penggunaan namanya tidak selalu konsisten. Sempat pemakaian nama yang digunakan adalah kajian hutan hujan tropis dan lingkungan, selanjutnya lebih populer dengan istilah kajian tropis (</span><span><em>tropical study</em></span><span>). Dan kini ditetapkan lagi perubahan menjadi hutan tropis basah dan lingkungannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Idealnya sebuah kurikulum memiliki mata kuliah yang bercirikan universitas, fakultas, dan prodi. Mata kuliah yang bercirikan universitas seperti Ilmu Alamiah Dasar (IAD) atau juga dikenal dengan Ilmu Kealaman Dasar (IKD). Tambahan lainnya seperti mata kuliah Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita kan lagi menggunakan kurikulum baru. Sebenarnya ada yang proses, ada yang sudah menerapkan, dan ada yang belum kurikulum KKNI. Selama kita lagi mengadakan perubahan nah berusahalah kita memasukkan muatan itu,&rdquo; ujar ketua panitia workshop sekaligus Wakil Dekan 1 FIB, Satyawati Surya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satya mengatakan semester ganjil FIB sudah menerapkan KKNI. &nbsp;&ldquo;Karena ini baru semester awal muatan yang akan kita bicarakan nanti akan diterapkan di semester berikutnya,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara Alfian Rokmansyah, ketua prodi Etnomusikologi, menilai positif workshop ini. Menurutnya, dosen yang sebelumnya belum pernah mengikuti pekerti jadi bisa lebih paham tentang kiat menyusun kurikulum. Sebab biasanya, kata dia, yang menyusun kurikulum hanya beberapa dosen tertentu saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, Alfian juga melihat persoalan bahwa saat ini visi misi Unmul belum masuk hingga ke prodi-prodi. Hal ini akhirnya membuat banyak prodi masih terkesan berjalan sendiri-sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan dengan adanya proyek IDB ini diharapkan visi misi Unmul dengan PIP tentang hutan tropis basah itu bisa diintegrasikan ke dalam kurikulum,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><span><em><strong>(dor/wal)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Nilai KKN 43, Nanang: 10 DPL Belum Setor Nilai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-nilai-kkn-43-nanang-10-dpl-belum-setor-nilai/baca </link>
<guid> menanti-nilai-kkn-43-nanang-10-dpl-belum-setor-nilai </guid>
<pubDate> Thu, 05 Oct 2017 14:44:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berdasarkan jadwal KKN yang tertulis dalam buku pedoman KKN 43 terbitan LP2M, nilai akan keluar pada 9 Oktober. (Foto: Monik) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-nilai-kkn-43-nanang-10-dpl-belum-setor-nilai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rnmOT1gs9e.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Nilai KKN 43, Nanang: 10 DPL Belum Setor Nilai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Kegiatan lapangan KKN 43 Unmul memang sudah berakhir kemuncak Agustus lalu. Namun, proses panjang KKN rupanya belum benar-benar usai. Pasalnya, nilai hasil kerja belum juga keluar. Mahasiswa kembali dibuat resah.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan jadwal KKN yang tertulis dalam buku pedoman KKN 43 terbitan LP2M, nilai akan keluar pada 9 Oktober. Mahasiswa masih menanti sampai akhirnya muncul kabar bahwa nilai sudah keluar dari postingan akun LINE pibadi milik Freijae Rakasiwi, Koordinator Pusat KKN Tematik Kompetensi 43.</p><p style="text-align: justify;">Postingan tersebut berisi pengumuman darinya bahwa nilai KKN sudah keluar. Ia pun mengimbau seluruh mahasiswa KKN 43 mengecek di portal KKN Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terima kasih selama ini pengabdiannya, jadikan ini langkah awal untuk menyongsong kehidupan baru bagi kita mahasiswa,&quot; tutupnya dalam postingan tertanggal 2 Oktober tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Saat dikonfirmasi kembali terkait postingannya oleh awak <em>Sketsa</em> hari ini, Freijae menjawab singkat. &quot;Lagi proses,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini, LP2M melalui bagian <em>helpdesk</em>-nya akhirnya angkat bicara. Sjaifudin membantah kebenaran kabar tersebut. Ia mengatakan nilai itu merupakan nilai KKN tahun lalu. Terjadi akibat gangguan <em>server</em> atau bias.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu nilai KKN tahun lalu, sampai sekarang kita belum selesai menginput nilai KKN,&rdquo; papar pria yang akrab disapa Nanang itu.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Nanang menyebut 9 Oktober sebagai tanggal akan dikeluarkannya nilai KKN di portal. Tanggal tersebut juga sesuai dengan jadwal yang juga tertera di buku pedoman KKN 43. Kata Nanang, nilai akan keluar bersamaan dengan pembagian sertifikat KKN yang telah ditandatangani Susilo, Ketua LP2M.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, Nanang tak berani berjanji 9 Oktober tepat nilai benar-benar akan pasti sudah keluar dengan dalih keterbatasan tenaga untuk menginput nilai.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, KKN tahun ini nyatanya diwarnai beragam masalah. Sejumlah kelompok belum menyerahkan laporan KKN ke LP2M. Ini juga, kata Nanang yang jadi penghambat nilai bisa diinput tepat waktu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Alasan mereka terkendala dengan DPL susah ditemui, pimpinan lokasi KKN susah ditemui,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Masalah lain datang dari DPL. Menurut Nanang, ada sepuluh DPL yang belum mengumpulkan nilai KKN dari kelompok yang mereka kunjungi. Ini menambah deret panjang faktor lambatnya penginputan nilai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka (DPL) sering dinas keluar kota jadi belum bisa memberikan nilai ke kami. Saya telepon. Kami akan terus menunggu. Kalau tidak segera mengumpulkan saya akan suruh kelompok bersangkutan yang mendatangi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dari sisi mahasiswa ada Dede Farida yang mengaku bingung menanti kabar nilai KKN. Banyak temannya yang mengatakan nilai sudah keluar, tetapi saat ia mengecek ternyata belum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku bingung juga. Sebenarnya LP2M sudah mengeluarkan nilai atau belum. Apakah berdasarkan jenis KKN atau gimana. Aku dapat kabar dari beberapa teman katanya nilai sudah keluar, tapi pas aku cek ternyata belum. Kita menanti kapan nilai KKN keluar. Kan kita deg-degan. Ngerasa di PHP-in juga sih,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Dede, Rasimah mahasiswa FEB justru bergeming menghadapi heboh kabar nilai KKN.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kata senior enggak mungkin nilai KKN keluar secepat itu. Jadi ya enggak saya buka,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana yang tertera di buku pedoman KKN 43 yang menyatakan 9 Oktober nilai akan keluar, itu berarti mahasiswa masih harus menanti empat hari lagi. Adapun, porsi penilaian yang diberikan dibagi dua, 60% dari pimpinan lokasi KKN dan 40% dari DPL.</p><p style="text-align: justify;">Ketua LP2M Susilo mengatakan hasil laporan KKN tidak akan sia-sia begitu saja. Hasil tersebut akan dijadikan laporan anggaran KKN ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Selain itu, laporan KKN juga akan dijadikan panduan penelitian dosen dan arsip provinsi Kalimantan Timur. <em><strong>(mwp/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> EKSEKUTIF MAHASISWA, APA KERJANYA? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/eksekutif-mahasiswa-apa-kerjanya/baca </link>
<guid> eksekutif-mahasiswa-apa-kerjanya </guid>
<pubDate> Fri, 06 Oct 2017 01:56:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sketsa menghimpun kinerja BEM fakultas dengan menetapkan empat indikator. Di antaranya jumlah program kerja (proker), anggota, intensitas agenda rutin dan kajian keilmuan di masing-masing fakultas. (Desain: Kiki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/eksekutif-mahasiswa-apa-kerjanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OJOVjoL8zv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>EKSEKUTIF MAHASISWA, APA KERJANYA?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Salah satu pilar demokrasi, dijalankan oleh eksekutif sebagai pelaksana mandat rakyat, begitu pula di tataran kampus. Eksekutif mahasiswa memiliki peran besar dalam memimpin, menyampaikan aspirasi, dan pengawal kebijakan baik di internal kampus hingga skala nasional. Sejarah eksekutif mahasiswa, tak lepas dari gerakan mahasiswa dalam dinamika politik bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Ketika zaman Orde Lama, eksekutif mahasiswa disebut Dewan Mahasiswa (Dema), memasuki Orde Baru karena terlalu kritis, pada 1978-1989 pemerintah membatasi gerak eksekutif mahasiswa dengan mengeluarkan aturan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) dan mengganti Dema dengan Senat Mahasiswa yang hanya sampai di tingkat fakultas. Nyatanya, aturan kontroversial tersebut tak mengurangi sikap kritis mereka. Puncaknya pada aksi mahasiswa dalam reformasi 1998 yang menjatuhkan rezim Orde Baru.</p><p style="text-align: justify;">Menikmati euforia momentum reformasi, kala itu kebebasan berpendapat dan berserikat digemakan di mana-mana. Senat Mahasiswa selain menjelma jadi lembaga legislatif, juga lembaga eksekutif. Dulu, lembaga eksekutif disebut Badan Pelaksana Senat Mahasiswa, kemudian agar terdengar praktis diubah menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa disingkat BEM.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana pergerakan BEM saat ini, sebagai corong pergerakan mahasiswa? Tidak lagi berbicara melulu tentang politik, atau kekuasaan hierarki presiden. Pasca reformasi, bukan berarti tak ada masalah, justru kian kompleks dan segala aspek. Mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, politik, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Unmul memiliki 14 fakultas yang kesemuanya terdapat BEM. Sebagai BEM, tentu mempunyai target dan kinerja yang ingin dicapai. Layaknya pemerintah daerah, mereka dapat memimpin, mengawal dan mengadvokasi kesejahteraan rakyatnya. BEM fakultas pun dapat memberikan sumbangsih pemikirannya sesuai dengan kekhasan bidang keilmuannya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> menghimpun kinerja BEM fakultas dengan menetapkan empat indikator. Di antaranya jumlah program kerja (proker), anggota, intensitas agenda rutin dan kajian keilmuan di masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Proker terbanyak ditempati oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Di bawah kepemimpinan Muhammad Miftahul Mubarok ini, BEM FKM memiliki 77 proker. Disusul BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan 58 proker. BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dengan jumlah sama yakni 57 proker. Sedangkan yang paling sedikit adalah BEM Fakultas Kedokteran (FK) dengan 4 proker.</p><p style="text-align: justify;">Sementara BEM dengan anggota terbanyak, ditempati oleh FKIP dengan total 164 anggota, di bawah pimpinan Gubernur Mahasiswa, Rizaldo. Disusul BEM FEB dengan 122 anggota. &nbsp;BEM FK dengan 98 anggota.</p><p style="text-align: justify;">Menyadari prokernya paling sedikit, tapi BEM FK termasuk memiliki anggota terbanyak. Menurut Presiden BEM FK, Evan Faisal Mahadinata, banyaknya mahasiswa bergabung di BEM karena tidak adanya himpunan mahasiswa jurusan (HMJ). &rdquo;Otomatis mahasiswa yang gemar berorganisasi akan bergabung dengan BEM,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, Kampus Perjuangan justru tercatat memiliki anggota paling sedikit, ialah BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan 10 anggota. Ini dianggap wajar, karena memang baru saja kembali menjalankan roda pemerintahan BEM sejak vakum setahun lamanya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal intensitas agenda rutin, masing-masing BEM punya jangka waktu yang hampir sama. Paling cepat per satu sampai dua minggu atau paling lama satu sampai tiga bulan. Dalam agenda rutin tersebut dilakukan rapat internal, diskusi atau membahas kajian keilmuan. Soal kajian pun tak semua BEM mengandekannya. Dari 14 BEM fakultas, tercatat 10 BEM yang memiliki kajian. Sedangkan 4 di antaranya tidak memiliki kajian keilmuan yang dikawal khusus.</p><p style="text-align: justify;">BEM FKIP fokus mengawal isu pendidikan melalui agenda Kopi (Kajian Obrolan dan Pendidikan) dan Kape (Kajian Pendidikan) mereka. Dari kajian tersebut memelopori aksi mahasiswa dan guru menuntut penyamarataan BOSDA dan TPP pada 16 Maret lalu.</p><p style="text-align: justify;">BEM FISIP memiliki kajian kritis yang menyoroti kebijakan pemerintah, liberalisasi pendidikan dan permasalahan sosial politik di skala nasional hingga daerah. Sementara BEM Fakultas Hukum (FH) juga condong ke isu nasional seperti UU Pemilu, Hak Angket KPK, bahkan internasional yakni Konflik Rohingya. Kemudian BEM FEB, sesuai dengan disiplin ilmunya fokus mengawal fenomena ekonomi nasional.</p><p style="text-align: justify;">BEM Fakultas Pertanian (Faperta) juga memiliki kajian isu pertanian. Sedang BEM FKM memiliki kajian mulai dari tataran kampus hingga nasional, seperti Unmul harus menjadi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pencabutan papan reklame rokok di area pendidikan Samarinda, membahas keprofesian Kesmas dan RUU Pertembakauan sebagai kajian skala nasional.</p><p style="text-align: justify;">BEM FK mengkaji tentang dunia kesehatan, mulai dari masalah tembakau hingga BPJS. Lalu, BEM FIB kajiannya tentang budaya dan karya sastra. Dua BEM fakultas terakhir dari Kehutanan dan Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini pun turut kaji isu lingkungan, lebih fokus BEM FPIK juga mengkaji permasalahan <em>illegal fishing</em> yang memang marak terjadi di bumi Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Adapun yang tidak memiliki kajian, mempunyai alasan tersendiri. Salah satunya BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang tidak memiliki departemen kajian strategis (kastrad), sedang yang lainnya melakukan kajian secara insidental sesuai dengan permasalahan yang sedang terjadi. <strong><em>(Tim Redaksi LPM Sketsa)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Penebangan Pohon di Fahutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-penebangan-pohon-di-fahutan/baca </link>
<guid> di-balik-penebangan-pohon-di-fahutan </guid>
<pubDate> Fri, 06 Oct 2017 14:22:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Kehutanan (Fahutan) menebang salah satu pohon besarnya demi keamanan dan kenyamanan sekitar. (Foto: Rosmi Rahma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-penebangan-pohon-di-fahutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EFc47KYc89.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Penebangan Pohon di Fahutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Di Bumi Etam, Unmul telah lama dikenal sebagai kampus yang merawat pohon-pohonnya. Atas dasar itu Unmul pun dikenal dengan julukan Kampus Hijau. Pohon-pohon rindang berdiri tinggi di sisi kiri kanan jalannya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, baru-baru ini fakultas yang memiliki konsen dengan alam yakni Fakultas Kehutanan (Fahutan) menebang salah satu pohon besarnya. Yang berdiri gagah di dekat simpang tiga jalan menuju FMIPA. Ditemui Selasa (3/10), Dekan Fahutan Rudianto Amirta mengatakan pihaknya tidak pernah membiarkan pohon dan tanaman ditebang, kecuali ada hal yang merugikan dan memerlukan tindak cepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pohon itu ditebang untuk memenuhi rekomendasi dari PLN karena berkali-kali pohon itu daunnya menyebabkan terbakar dan meledaknya trafo,&rdquo; katanya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rudianto mengatakan pohon itu termasuk pohon keras yang apabila rubuh akan membuat trafo dan gardu rusak berat. Ditebangnya pohon ini demi keamanan dan kenyamanan, jika pohon tetap ada kedua belah pihak dalam hal ini PLN dan Fahutan akan dibuat rugi. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selama dua tahun terakhir realisasi penebangan pohon ini selalu ditunda, akhirnya setelah berkali-kali trafo meledak pada September kemarin penebangan pun dilakukan. Tak cuma ditebang lalu ditingalkan begitu saja, tapi kayu dari pohon itu digunakan sebagai bahan penelitian dan dibentuk pula menjadi kursi di selasar fakultas untuk dipakai mahasiswa. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tetap menyimpan nilai sejarahnya serta mempertahankannya dan akan ditanami kembali agar ada fungsi serapan karbonnya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Muhammad Arsyad sebagai Ketua dari LEM SYLVA melihat penebangan pohon ini sebagai hal yang wajar. &ldquo;Karena posisi pohonnya dekat dengan jalan dan menganggu aliran listrik mau tidak mau ditebang, selama demi kebaikan kenapa tidak?&rdquo; ucapnya. <em><strong>(omi/ubg/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pohon Hati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pohon-hati/baca </link>
<guid> pohon-hati </guid>
<pubDate> Sat, 07 Oct 2017 14:04:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi oleh Sulistianoto Theo Ciptono, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, FIB 2015. (Sumber foto:istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pohon-hati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7HN2ssh29i.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pohon Hati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kehadiranmu dalam hidup</span><br>Seakan mengetuk pintu yang telah lama tertutup<br>Memberikan cahaya dalam diri yang telah lama redup<br>Membuat rasa yang berarti pada jantung yang berdetup</p><p style="text-align: justify;">Kau dan aku mulai menanam benih pohon hati ini<br>Mengakar kuat dan kokoh tak bisa dipisahkan<br>Detik demi detik, menit dan jam kita kini<br>Beranting panjang tak bisa dipatahkan</p><p style="text-align: justify;">Daun cinta yang indah melengkapinya<br>Tapi, mengapa mereka tak hijau lagi?<br>Akar ranting yang kokoh menjaganya<br>Tapi, mengapa mereka tak kuat lagi?</p><p style="text-align: justify;">Aku merasa kau akan pergi<br>Jika benar, tutup pintu itu lagi<br>Biarkan cahaya ini mati<br>Dan relakan jantung ini tak berdetup kembali</p><p style="text-align: justify;">Apa yang terjadi pada pohon hatiku?</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em><span>Ditulis oleh Sulistianoto Theo Ciptono, mahasiswa Program Studi&nbsp;</span>Sastra Inggris, FIB 2015.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> [Tajuk Rencana] Gerak Lesu Mahasiswa dalam Eksekutif Mahasiswa-nya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tajuk-rencana-gerak-lesu-mahasiswa-dalam-eksekutif-mahasiswa-nya/baca </link>
<guid> tajuk-rencana-gerak-lesu-mahasiswa-dalam-eksekutif-mahasiswa-nya </guid>
<pubDate> Sat, 07 Oct 2017 14:57:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pasca reformasi, bagaimana kabar gerakan mahasiswa? Lepas dari belenggu otoriter terasa lega, apakah buat mereka terlena? (Ilustrasi: Fernandha Fadhila) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tajuk-rencana-gerak-lesu-mahasiswa-dalam-eksekutif-mahasiswa-nya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TMomvyCPw3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>[Tajuk Rencana] Gerak Lesu Mahasiswa dalam Eksekutif Mahasiswa-nya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sejarah perjalanan bangsa ini tak lepas dari peran mahasiswa. Dari zaman kolonial, hingga Orde Lama dan Baru. Tak gentar dengan ancaman tembakan peluru. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masih lekat diingatan, peristiwa fenomenal &quot;Reformasi 1998&quot;. Kala sikap heroik mahasiswa menduduki Kantor MPR/DPR demi menurunkan penguasa tertinggi Indonesia yang menjabat selama tiga dekade, Soeharto.</p><p style="text-align: justify;">Lalu pasca reformasi, bagaimana kabar gerakan mahasiswa? Lepas dari belenggu otoriter terasa lega, apakah buat mereka terlena?</p><p style="text-align: justify;">Sejatinya, pergerakan dan mahasiswa merupakan satu kesatuan. Sebab, gerakan mahasiswa seringkali jadi tonggak perjuangan nasional. Dewasa ini, gerakan mahasiswa bagai macan tak bertaring, ada namun tak segahar dulu.</p><p style="text-align: justify;">Diterpa segala zaman, sebutan &quot;Eksekutif Mahasiswa&quot; tak lagi dipandang istimewa. Eksekutif Mahasiswa ada dan adem ayem dalam balutan namanya. Meski sadar peran yang diemban besar, sayangnya lembaga ini kehilangan daya magis dalam mencetak aktivis kampus yang ulung. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Eksekutif Mahasiswa kini, sepertinya cukup dengan merancang segala macam program kerja selama setahun, menghabiskan anggaran organisasi, dan buat menjadi laporan kinerja pada akhir kepengurusan nanti. Maka tak heran mahasiswa jadi apatis, karena para Eksekutif Mahasiswa tak lagi kritis. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasar data yang dihimpun dari ke-14 BEM Fakultas di Unmul, menunjukkan gerakan mahasiswanya yang masih malu-malu. Tak banyak yang nampak arah juangnya, bahkan dalam mengkaji permasalahan sesuai keilmuannya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Inikah indikasi gerakan yang mulai mati? Padahal, kampus layaknya pemerintahan mini, jadi ajang melatih diri untuk terjun ke masyarakat nanti. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menjadi bagian dari Eksekutif Mahasiswa, tentu mesti peka dengan permasalahan bangsa. Citra kritis dan idealis, bukannya fokus jadi artis. Eksekutif Mahasiswa harus dievaluasi, agar tak sekadar patah tumbuh hilang berganti. Mereka yang datang bukannya lantas pergi, tapi karena membawa misi demi Indonesia yang lebih baik lagi.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>LPM Sketsa Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Sabtu, 7 Oktober 2017</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Sosok Eksekutif Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/menilik-sosok-eksekutif-mahasiswa/baca </link>
<guid> menilik-sosok-eksekutif-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 07 Oct 2017 15:31:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok Presiden dan Ketua BEM Fakultas se-Unmul. (Design: Eka Rizki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/menilik-sosok-eksekutif-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lBTmthzONt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Sosok Eksekutif Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Petang 27 Agustus, awak <em>Sketsa</em> bertandang ke sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP, yang disambut langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernurnya, Rizaldo dan Indra Kurniawan. Aldo gamblang mengurai gaya kepemimpinannya hingga latar belakang dirinya maju sebagai mahasiswa nomor satu di FKIP pada Oktober 2016 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal gaya kepemimpinan Aldo di kampus mahasiswa terbanyak itu, Aldo mengaku unik. Ia dan sang wakil tanpa sengaja saling melengkapi dengan perbedaan watak masing-masing. Hal itu dirasakan oleh para staf mereka di BEM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Indra yang kadang keras dan saya yang lembut. Tapi dalam hal kepemimpinan, saya berusaha demokratis dan egaliter, tidak otoriter. Kita belajar juga soal karakter kepemimpinan. Ya, kita kontradiksi tapi saling menyempurnakan,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan memandang eksekutif mahasiswa, buat Aldo merupakan ladang kebaikan yang selalu ia tekankan pada kadernya. Sebagaimana fungsi organisasi yang mewadahi, memfasilitasi, sekaligus lokomotif penggerak mahasiswa yang harus sadar dengan peran utamanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, eksekutif mahasiswa adalah pergerakan yang di dalamnya terdapat orang-orang yang menggerakkan sesuatu dalam hal kebaikan dan menebarkannya. BEM FKIP ini wadah kebaikan maka hadirnya kita ini tidak hanya baik untuk diri kita, tapi harus ditebarkan kepada orang lain,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai perjalanan organisasi, rupanya Aldo menyimpan kisah unik. Sewaktu SMA, laki-laki asal Kutai Barat itu pernah ditolak bergabung di OSIS. Namanya ditolak bersama satu siswa lain yang dicap paling nakal. Di luar dugaan yang mengenalnya sekarang, Aldo mengungkapkan dirinya yang nakal. Tampak kontras dengan kepribadiannya sebagai eksekutif mahasiswa kini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktu SMA saya salah satu anak yang nakal,&quot; kenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Masa SMA akhirnya berlalu dan Aldo memilih Unmul sebagai tempatnya berkuliah. Aldo diterima di jurusan PPKN Konsentrasi Pendidikan Sejarah. Tak jera ingin jadi organisatoris, Aldo akhirnya memutuskan bergabung dengan BEM FKIP meski masih buta dengan pilihan departemen yang waktu itu disodorkan. Kegemaran berorganisasi itu rupanya berlanjut dengan bergabungnya ia di sejumlah organisasi lain yakni himpunan mahasiswa, LDK, tanpa meninggalkan BEM FKIP. Aldo pun terdaftar sebagai anggota aktif di organisasi eksternal, yakni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI), dan Garap Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa ia duga, hidup dengan aktivitas organisasi ternyata ikut mengubah drastis perjalanan hidupnya menjadi lebih baik. Alumnus SMA 1 Kecamatan Penyinggahan, Kabupaten Kutai Barat itu pun tak mengabaikan restu kedua orang tuanya untuk segala perkara hidup, tak terkecuali berorganisasi. Bahkan tiada yang menyangka, ia berhasil membawa BEM FKIP sebagai salah satu BEM fakultas dengan anggota terbanyak dan terbilang aktif di berbagai kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya nyalon BEM ini juga dari restu orang tua. Jadi, mereka paham dengan kesibukan saya, bahkan melihat perubahan drastis dalam hidup saya. Dari maba saya memang selalu cerita kegiatan saya di kampus. Saya baru merasa hidup ketika ikut organisasi dan itu saya jelasin ke orang tua. Dari situ saya pernah sampaikan komitmen bahwa saya harus lebih daripada sembilan orang anak dari kampung saya (Kubar) yang kuliah di Samarinda,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Perempuan dalam Sosok Eksekutif Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah mengulas satu sosok eksekutif mahasiswa di kampus dengan mahasiswa terbanyak, <em>Sketsa</em> pun menyoroti satu-satunya sosok perempuan yang menjadi pimpinan BEM Fakultas. Ialah, Presiden BEM FISIP Nur Hariyani. Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) angkatan 2014 tersebut pun berkisah panjang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya sosok eksekutif mahasiswa di kampus itu sudah tidak seksi lagi. bahkan dia sudah tidak mampu memasang bargain di antara seluruh mahasiswanya,&quot; ucap Yani pada <em>Sketsa</em>, 1 September itu. Ia mengatakan sosok pemimpin hari ini perlu menjadi perhatian khusus bagi semua pihak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak sekali di tingkat fakultas, presiden itu tidak dikenali rakyat, misalnya. Apalagi di tingkat universitas, presiden mahasiswa itu yang mungkin dikenali secara eksis melalui media. Namun, sosoknya dia dengan memberikan pemahaman tentang eksekutif mahasiswa ini tidak pernah langsung tersampaikan,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam tatanannya, personel BEM FISIP tidak memandang jabatan, karena sejatinya jabatan adalah amanah. Ketika ditanya bagaimana ia memimpin BEM FISIP, Yani menuturkan ada konsep 3K yang jadi patokan. Yakni, komunikasi, konfirmasi dan koordinasi. Sebagai kampus yang menjunjung tinggi demokratisasi, pihaknya menghargai keberagaman di FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika diibaratkan sebagai Indonesia, banyak partai terdapat di dalamnya, banyak suku bangsa di dalam. Kiri, kanan dan tengah ada semua, jadi kalau mau memperjuangkan satu paham dan landasan saja tidak akan bisa. Makanya kita coba untuk mengakomodir secara keseluruhan,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Yani ternyata tidak lahir dan besar di Indonesia, ia lahir di Sabah, Malaysia. Sadar tak mengetahui banyak tentang sejarah bangsanya, membuat ia termotivasi untuk memperbanyak pergaulan, utamanya semenjak kuliah. Itulah yang mendasari ia menjadi seorang organisatoris, dan mencoba menambah banyak teman di Kampus Hijau.</p><p style="text-align: justify;">Karir organisasinya dimulai saat menjadi anggota di Himpunan Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional (HIMAHI) pada 2014 silam. Semua berawal dari nol, ia tak tahu menahu tentang eksekutif. Lambat laun, eksistensinya dalam memimpin mulai diakui, bahkan tadinya menjadi anggota biasa HIMAHI, naik menjadi Wakil Ketua HIMAHI pada 2016 lalu. Kemudian Yani ditawari menjadi Presiden BEM FISIP, dan mengharuskannya melepas jabatan yang sebelumnya diemban.</p><p style="text-align: justify;">Selain di kampus FISIP, Yani juga tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Sulawesi Selatan (IKAMI-Sulsel), dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI). &ldquo;Ada juga beberapa teman-teman yang mengatakan untuk apa sih kita eksis-eksis di luar? Hanya saja di satu sisi, ada pembelajaran lebih kalau menurut saya pribadi, karena itu yang membentuk desain pemikiran kita,&quot; katanya. <em><strong>(myg/aml/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ratap Sang Abadi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ratap-sang-abadi/baca </link>
<guid> ratap-sang-abadi </guid>
<pubDate> Sun, 08 Oct 2017 12:43:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Karya sastra dari Syarif Fauzan Khairullah, mahasiswa Proram Studi Sastra Inggris, FIB 2015. (Sumber foto: Kompasiana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ratap-sang-abadi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0oqmRVkYvF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ratap Sang Abadi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Rambutku terurai<br>Tiada gugur satu helai<br>Lelah aku bergerak<br>Karna tlah lama aku berpijak</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tuhan pandanglah aku sang abadi,<br>Yang lelah bersujud meratap tanpa henti,<br>Ku mohon buatlah aku berpulang,<br>Buat aku pergi menjadi tulang,</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Lantas untuk apa aku disini?<br>Meratap memandang senja merah berkali kali,<br>Dengan hijau rimbun dedaunan yang kering mati,</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tiadalah lagi teman atau lawan<br>Tiadalah lagi kekasih atau pujaan<br>Bahkan makhluk telah lapang<br>Telah sunyi tlah terbenam,</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dapatkah aku pergi<br>Dapatkah aku mati,<br>Dan tak lagi abadi,</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Gugurkanlah aku,<br>Ampunkan aku,<br>Usaikan aku,</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sesungguhnya aku makhluk yang tiada bersyukur,<br>Terhadap kodrat yang tegak dan akur,</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Lalu ratapku tlah abadi,<br>Aku remang aku musnah<br>Tiada lagi abadi.</p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Syarif Fauzan Khairullah, mahasiswa Proram Studi Sastra Inggris, FIB 2015.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apa dan Seperti Apa Itu Kebenaran dalam Jurnalisme? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/apa-dan-seperti-apa-itu-kebenaran-dalam-jurnalisme/baca </link>
<guid> apa-dan-seperti-apa-itu-kebenaran-dalam-jurnalisme </guid>
<pubDate> Mon, 09 Oct 2017 12:30:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pada Sabtu (30/9) sore itu, di luar sektetariat sedang hujan sementara di dalam awak Sketsa berkumpul untuk bersama-sama berdiskusi. (Foto: Fira) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/apa-dan-seperti-apa-itu-kebenaran-dalam-jurnalisme/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MMMh9ZGcak.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Apa dan Seperti Apa Itu Kebenaran dalam Jurnalisme?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pada Sabtu (30/9) sore itu, di luar sektetariat sedang hujan sementara di dalam awak Sketsa berkumpul untuk bersama-sama berdiskusi dengan tema &ldquo;Wartawan bekerja untuk Siapa?&rdquo;. Selayaknya Sketsa sebagai lembaga pers mahasiswa juga merupakan wartawan yang bekerja untuk sivitas akademik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Namun, bagaimana dengan wartawan di luar sana? Sejatinya mereka bekerja untuk siapa? untuk negara, masyarakat, atau untuk perusahaan tempatnya bekerja? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang coba kami diskusikan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Wartawan memiliki prinsip yang merujuk pada 9 elemen jurnalisme yang terdapat dalam buku karangan Bill Kovach dan Tom Rosenstel &nbsp;berjudul <em>The Elements of Journalism, What Newspeople Should Know and The Public Should Expect (2001)</em>.</p><p style="text-align: justify;">9 elemen itu terdiri dari (1) jurnalisme memegang pada kebenaran, (2) loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada warga, (3) esensi jurnalisme adalah disiplin verifikasi, (4) jurnalis harus tetap independen dari pihak yang mereka liput, (5) jurnalis harus melayani sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan, (6) jurnalisme harus menyediakan forum bagi kritik maupun komentar dari publik, (7) harus berupaya membuat hal penting itu menarik dan relevan, (8) jurnalis harus menjaga agar beritanya komperhensif dan proporsional, dan (9) jurnalis memiliki kewajiban untuk mengikuti suara nurani mereka.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi kali ini dibuka oleh moderator Uswatun Hasanah. Dirinya mengawali dengan memberikan penjelasan mengenai pengertian junalis serta 9 elemen jurnalisme. Moderator memfokuskan pokok diskusi pada elemen jurnalisme pertama yakni kewajiban jurnalisme adalah memegang pada kebenaran.</p><p style="text-align: justify;">Uraian pendapat pertama diawali oleh Eka Rizky Prabowo. Ia mempertanyakan seperti apa &nbsp;kebenaran yang sesungguhnya dalam jurnalisme. Beragam jawaban pun mulai dilontarkan. Menurut Ariani, kebenaran yang sebenarnya adalah kebenaran yang apa adanya yang diperoleh tanpa ada penafsiran lain. Sementara Shafira Pandu Winata lain lagi, ia melihat kebenaran adalah ketika jurnalis bisa independen kepada warga masyarakat dalam memberikan informasi.</p><p style="text-align: justify;">Jati Dwi Juwitaningrum menyahut dengan mengatakan kebenaran yang ada pada masing-masing media itu berbeda, maka pintar-pintarlah masyarakat sebagai konsumen untuk memilah berita. Sementara Amelia Rizky, menilai kebenaran bisa didapatkan jika masyarakat melakukan verifikasi terlebih dahulu di tiap berita yang diterima. Karena jika tidak sangat mungkin akan menggiring opini publik ke arah yang tidak tepat dan ujung-ujungnya menciptakan hoaks.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Wahid Tawaqal melihat kebenaran sebagai sesuatu yang absurd. Itu membuat kebenaran harus selalu diuji dengan mumbudayakan sikap cek and mengecek, serta pentingnya meningkatkan budaya literasi di masyarakat. Lalu Khajjar Rohmah berpendapat bahwa kebenaran memiliki selalu konteksnya masing-masing. Untuk kebenaran dalam jurnalisme haruslah sesuai fakta yang ada, tidak berpihak, serta aktual.</p><p style="text-align: justify;">Adalah sebuah keharusan bagi media berpegang teguh pada kebenaran. Namun, faktanya tidak semua produk media itu selalu benar dan tidak berarti juga selalu salah. Media harus berintegrasi dengan nilai-nilai jurnalistik yang ada, agar kebenaran yang disampaikan benar adanya. Untuk menemukan kebenaran maka hendaknya dimulai dengan menjadi bagian masyarakat yang kritis terhadap berita yang didapat, membudayakan verifikasi dari berbagai sumber informasi, dan selalu mau meningkatkan budaya membaca. <strong><em>(fir/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penebangan 500 Pohon di Jogging Track, Fahutan Menolak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penebangan-500-pohon-di-jogging-track-fahutan-menolak/baca </link>
<guid> penebangan-500-pohon-di-jogging-track-fahutan-menolak </guid>
<pubDate> Mon, 09 Oct 2017 12:45:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Normalisasi dan penguatan tebing Sungai Karang Mumus agaknya membuat repot Unmul. (Foto: Rosmi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penebangan-500-pohon-di-jogging-track-fahutan-menolak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0fdWuqAYK7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penebangan 500 Pohon di Jogging Track, Fahutan Menolak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>&ndash;</strong> Normalisasi dan penguatan tebing Sungai Karang Mumus agaknya membuat repot Unmul. Aksesnya yang berdekatan dengan trek joging mulai dari belakang Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi, ke Jalan Gelatik hingga menuju Fakultas Kesehatan Masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini penataan Sungai Karang Mumus sedang digencarkan oleh Pemerintah Kota Samarinda. Sebagai bentuk tindakan pemerintah kota untuk menanggulangi bencana banjir yang saban waktu membuat kacau jalanan Kota Tepian. Namun, akan tetapi cara yang digunakan belum maksimal karena beberapa pohon ingin ditebang tapi masuk dalam kawasan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Rudianto Amirta, Dekan Fakultas Kehutanan merespons keras. Ia menolak adanya penebangan pohon apalagi setelah sejarah panjang pembangunan <em>jogging track&nbsp;</em>yang dimulai sejak<em>&nbsp;</em>1998. Ia tak ingin apa yang sudah ditanam lama akan hilang dalam sekali tebang.</p><p style="text-align: justify;">Rudianto melihat kepentingan dari normalisasi Karang Mumus jangan sampai berdampak buruk bagi Unmul sebagai pemilik lahan. Menurutnya, pohon jangan ditebang tanpa ada kebijakan dan tujuan yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Jogging track</em> kami yang bangun menanamnya dari tahun 1998 sekitar 20 tahun, dan pohon sebanyak 500 akan terancam,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">500 pohon yang akan ditebang inilah yang membuat Rudianto amat bersikeras menolak. Normalisasi mestinya memang bukan memangkasi alam yang sudah ada, akan tetapi memperbaiki alam menjadi lebih terawat. <strong><em>(omi</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aspirasi Maba, Munculkan Jiwa Organisator Muda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/aspirasi-maba-munculkan-jiwa-organisator-muda/baca </link>
<guid> aspirasi-maba-munculkan-jiwa-organisator-muda </guid>
<pubDate> Mon, 09 Oct 2017 15:14:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sabtu (7/ 10) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) FISIP Unmul sukses gelar acara tahunannya, Aspirasi Maba. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/aspirasi-maba-munculkan-jiwa-organisator-muda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tqwWgwlfkw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aspirasi Maba, Munculkan Jiwa Organisator Muda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -</strong> Akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (7/ 10) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) FISIP Unmul sukses gelar acara tahunannya, Aspirasi Maba. Acara khusus bagi mahasiswa baru (maba) FISIP tersebut, bertempat di Aula Serbaguna Rektorat lantai 4. Membawa tema Revolusioner Muda Berkarya Bersama untuk Membangun Indonesia, Aspirasi Maba menghadirkan berbagai pembicara menginspirasi.</span></p><p style="text-align: justify;">Pertama, agenda dimulai dengan Seminar Kepemudaan yang diisi Anwaril Hamidy, Founder Lingkar Literasi. Mahasiswa lulusan Pendidikan Matematika, FKIP Unmul yang sekarang melanjutkan S2-nya di Universitas Negeri Yogyakarta ini membahas potensi seorang pemuda dan peran pemuda untuk Indonesia. Dilanjut sesi Talkshow, pemateri dari internal FISIP, Kaprodi Psikologi Lisda Sofia, Rezhi Ade Indra mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) 2014 sebagai Mahasiswa Berprestasi dan Rahmat Aprilian mahasiswa Hubungan Internasional 2015 seorang Organisatoris.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini juga menjadi ajang bagi LDK FISIP guna mengenalkan dan mendekatkan diri lebih, jauh bagi para maba FISIP 2017. Di sela-sela acara juga terdapat games, membuat terjalinnya keakraban, baik antar maba maupun dengan panitia. Pada sesi <em>Training Motivation</em> diisi Iqbal Suwandie, Presiden BEM KM Unmul 2013.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Daya juang, sebagai anak muda harus siap menghadapi banyak masalah, tantangan. Kadang-kadang anak muda sekarang saya ngeliatnya karena kemudahan dan kenyamanan, saya khawatir kalau misalnya anak muda ini tidak punya daya juang,&quot; tutur Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal ingin memberikan energi positif seperti daya juang, mau bergerak, punya pemahaman yang baik. Tentunya demi membanggakan FISIP. Dirinya pun memberikan tips. &quot;Anda tinggal melihat kader-kader di dalam organisasinya. Jika pengurusnya adalah orang-orang yang menunjukkan aktivitas yang baik, hal-hal keteladanan, di situ anda bisa memutuskan kira-kira saya mau masuk organisasi A,B,C atau D,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu peserta berikan tanggapan. &quot;Acaranya seru, banyak gamesnya jadi tidak terlalu terkesan formal walau sebenarnya acaranya formal. Adanya Aspirasi Maba ini diri saya jadi lebih termotivasi menjadi mahasiswa yang tidak hanya sekadar pulang kuliah pulang kuliah,&quot; terang Marini Juni Ananda, mahasiswi Ilkom 2017.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Muhammad Zakia Mani Ketua Panitia menerangkan, rangkaian acara memang disambut antusias peserta. Menurutnya dari total yang mendaftar ada 80 persen yang hadir. &quot;Semoga di tahun berikutnya Aspirasi Maba bisa lebih bagus lagi dengan pemateri-pemateri yang juga lebih hebat, serta peserta juga lebih banyak lagi,&quot; ucapnya. <strong><em>(bip/nhh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tepis Sejumlah Gugatan, Freijae-Sukardi Mantap Duduki Kursi BEM FEB 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tepis-sejumlah-gugatan-freijae-sukardi-mantap-duduki-kursi-bem-feb-2018/baca </link>
<guid> tepis-sejumlah-gugatan-freijae-sukardi-mantap-duduki-kursi-bem-feb-2018 </guid>
<pubDate> Wed, 11 Oct 2017 13:16:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Praja Habib Pasangka, calon Wakil Ketua BEM FEB nomor urut 2 telah lapang dada menerima keputusan yang dibacakan pada agenda penetapan Ketua dan Wakil Ketua Umum terpilih BEM FEB 2018, petang (7/10) lalu. (Ilustrasi: Merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tepis-sejumlah-gugatan-freijae-sukardi-mantap-duduki-kursi-bem-feb-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6rtEopg2IH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tepis Sejumlah Gugatan, Freijae-Sukardi Mantap Duduki Kursi BEM FEB 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Praja Habib Pasangka, calon Wakil Ketua BEM FEB nomor urut 2 telah lapang dada menerima keputusan yang dibacakan pada agenda penetapan Ketua dan Wakil Ketua Umum terpilih BEM FEB 2018, petang (7/10) lalu. Ia duduk di baris paling depan berdampingan dengan Sukardi, calon Wakil Ketua BEM FEB nomor urut 1. Kala itu tak tampak batang hidung Suwondo, pasangan Praja berlaga dalam pertarungan Pemira FEB tahun ini. Kendati begitu, ia yakin Wondo pun mampu menerima. Mereka telah berkomitmen menang atau kalah akan tetap mengabdi di BEM FEB.</p><p style="text-align: justify;">Sehari sebelum hari itu tiba, Praja bersama kolektif timses paslon 2 melayangkan gugatan yang dialamatkan ke paslon 1. Tindakan sama juga dilakukan kubu paslon 1 yang merasa dirugikan timses paslon 2. Panwas rupanya pun sudah menyiapkan gugatan untuk dua paslon. Rapat membahas berbagai gugatan ini dihelat tertutup pada Jumat (6/10).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami melakukan gugatan ini untuk membawa harapan teman-teman semua, khusunya para pendukung kami yang berpikir bahwa pemimpin yang tepat itu kami. Mereka jelas kecewa, tapi jika hasilnya seperti ini, berarti mereka (Freijae-Sukardi) adalah yang terbaik menurut Tuhan,&rdquo; tutur Praja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau pun mau bekerasan ya, gimana, ini keputusannya sudah final. Kalau pun mau menempuh langkah-langkah ekstrim takutnya malah kita yang jelek di mata teman-teman,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Freijae Rakasiwi, Ketua BEM FEB terpilih pun menginginkan kehadiran Wondo dan Praja di BEM FEB nantinya. &ldquo;Mereka adik saya. Kami akan ajak kembali bergabung di BEM. Perjalanan mereka masih panjang. Yang jelas ayo kita sama-sama perbaiki FEB ke depannya,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pertemuan Malam yang Panas dan Tertutup</strong></p><p style="text-align: justify;">Praja tak pernah menyangka Suwondo akan sebegitu marah dalam rapat membahas gugatan (6/10) malam itu, yang dinilainya wajar-wajar saja. Berupaya menjaga martabat, Praja memilih mengikuti rapat hingga usai meski ditinggal keluar Wondo yang sebelumnya sempat adu mulut dengan DPM FEB. Malam itu berjalan dengan nada-nada tinggi yang memantul di ruangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wondo mungkin tidak berpikir jernih, nada bicara Kak Luthfi meninggi dan itu wajar begitu pun Wondo. Saya kaget ketika dia meninggi, membentak, dan keluar. Untuk insiden yang sudah terjadi, ya, saya minta maaf ke teman-teman karena itu di luar kendali kita semua,&rdquo; ucap Praja.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dibenarkan Ketua DPM FEB Dwi Luthfi. &ldquo;Memang panas. Aku sempat naik pitam kemarin karena yang dibawa itu aturan. Aku berusaha melokalisir gugatan apa pun. Mereka berdebat soal siapa yang paling dirugikan. Ini dinamika, jadi enggak perlu dimasukin ke hati. Pasangan calon terpilih akan dilantik 21 Oktober mendatang usai sidang umum.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penolakan Sebelas Gugatan</strong></p><p style="text-align: justify;">Masa gugatan dimulai 4-5 Oktober itu tak ingin disia-siakan dua paslon, kendati baru disampaikan di ujung waktu. Gugatan tak hanya datang dari dua paslon, Panwas pun menyiapkan sejumlah gugatan untuk kedua paslon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pasca penghitungan suara (3/10), masa gugatan besoknya sampai lusa, tapi mereka baru mengumpul hari terakhir sekitar pukul 5 sore. Hari pertama kosong seharian enggak ada yang datang. Malamnya kita rapat di DPM membedah gugatan dari 3 pihak, yakni Panwas, Paslon 1, dan 2. Berlanjut ke besoknya yakni rapat paripurna, rapat membahas gugatan bersama para paslon. Sorenya kami mengundang timses dan paslon ditengahi oleh BPPR,&rdquo; papar Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rapat penetapan, Luthfi pun memapar butir-butir gugatan yang diterima pihaknya sekaligus menepis gugatan tersebut, dengan alasan berdasar rapat paripurna penyelenggara Pemira FEB. Semua gugatan dinilainya tak layak dan mampu dipatahkan. &ldquo;Ditolak semua karena tidak memiliki legal standing atau alasan yang kuat untuk dilakukan, pengurangan suara, penghapusan suara dan pembatalan pencalonan. Kami membedah dan kami objektif.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dari kubu Panwas menggugat empat tuntutan. Pertama, paslon 1 dinilai melakukan doktrin kepada para mahasiswa 2017 di salah satu grup WhatsApp, lalu salah satu akun media sosial dituding mem-posting hal yang memojokkan paslon 2 dan akun tersebut didukung mayoritas berisi pendukung paslon 1. Ketiga, Panwas mempermasalahkan dukungan Dekan FEB terhadap paslon 2, dengan adanya alat kampanye menunjukkan unsur keberpihakan. Terakhir, terkait penyebarluasan rilis paslon 1.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tuntutan pertama itu tidak dilakukan oleh Freijae dan Kardi maupun timses mereka. Perlu dipahami juga apa itu doktrin. Akun yang dimaksud di tuntutan kedua itu akun unmulaktivis &nbsp;(di Instagram) dan itu bukan milik timses. Untuk gugatan ketiga dan keempat ini akan saya jelaskan di gugatan nomor 1 dan 2. Tapi yang dari Panwas semuanya tuntutan tidak bisa dianggap layak sebagai tuntutan,&rdquo; papar Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, paslon 1 mengajukan dua gugatan. Pertama, adanya alat kampanye paslon 2 yang mengindikasikan keberpihakan Dekan FEB ke paslon 2. Menurut Luthfi, perkara ini memang tidak diatur dalam produk hukum Pemira, tetapi hanya menyoal etika, sehingga tidak ada sanksi yang dijatuhkan. Paslon 1 juga menggugat penggunaan twibbon khas paslon 2 pada 1 Oktober.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paslon 1 kurang paham tahapan. 1 Oktober itu waktunya pencabutan atribut, bukan sudah habis masa kampanye. Atribut yang dimaksud juga lebih ke fisik, bukan media sosial,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, paslon 2 mengantarkan tiga butir gugatan ke meja DPM FEB. Pertama, paslon 1 ditengarai menggunakan fasilitas ibadah sebagai tempat berkampanye. Kedua, DPM FEB dituduh memihak ke paslon ditunjukkan dengan beberapa gambar tangkapan timses paslon 2 di beberapa media sosial. Sedang yang ketiga, paslon 2 menilai paslon 1 melakukan pencemaran nama baik dengan hal yang tidak benar tanpa melapor ke Panwas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya coba jelaskan, pertama itu bukan kampanye. Itu hanya foto yang diambil biasa. Kalau kampanye kan kita tahu gimana,&rdquo; ujar Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Perihal tudingan keberpihakan DPM FEB ke paslon 1 dibacakan Luthfi bermula dari salah satu anggota DPM bernama Anwar masuk grup kelas yang bukan kelasnya, lalu mengundang salah satu mahasiswa timses dan langsung berkampanye. Tak cukup sampai di situ, Anwar juga dituduh berpihak karena memberikan stiker jempol merespons postingan rilis paslon 1.</p><p style="text-align: justify;">Dugaan keberpihakan juga menyasar Luthfi. Dirinya disebutkan berkali-kali menyukai dan membagikan postingan akun kampanye paslon 1, secara tidak langsung ia dinilai mencederai marwah yang mestinya dipegang teguh lembaga legislatif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada sanksi untuk Anwar, dia hanya dapat teguran lisan saja. Itu juga di luar kapasitas Anwar sebagai anggota DPM. Untuk tuduhan ke saya, saya tekankan saya hanya like saja tidak share. Tidak ada aturan larangan menyukai media sosial paslon. Saya juga kena teguran lisan. Ini bukan keberpihakan karena secara nyata saya adil, saya berikan hak yang sama. Malu kalau cuma gara-gara begini aja diberhentikan dari DPM,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian gugatan terakhir paslon 2, mengenai pencemaran nama baik dalam rilis tentang klarifikasi keberpihakan Dekan FEB. Rilis tersebut disebarluaskan timses paslon 1. Adapun kalimat yang digaris bawahi sebagai pencemaran adalah &lsquo;Kami menyimpulkan kesalahan fatal paslon 2&rsquo; dalam rilis timses paslon 2.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau hanya menyebar klarifikasi atau rilis itu bukan kapasitas Panwas, mereka hanya mencari dan mengawasi kecurangan dalam Pemira. Rilis paslon 2 yang datang ke kami justru membenarkan paslon 1. Atribut yang ada foto dekan juga dicabut sendiri oleh paslon 2,&quot; ucap Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Rapat tersebut berakhir ditandai ketukan palu sidang usai pembacaan Surat Keputusan BPPR tentang Penetapan Ketua dan Wakil Ketua Umum BEM FEB Unmul 2018 Nomor 22 tahun 2017. <em><strong>(iki/aml/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar Nasional FPIK Sambut Indonesia Poros Maritim Dunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/seminar-nasional-fpik-sambut-indonesia-poros-maritim-dunia/baca </link>
<guid> seminar-nasional-fpik-sambut-indonesia-poros-maritim-dunia </guid>
<pubDate> Wed, 11 Oct 2017 13:40:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul gelar seminar nasionalnya Selasa (10/10) dengan mengusung tema “Strengthening Tropical Fisheries Management and Maritime Development in The Rain Forest Environment”. (Foto: Adel) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/seminar-nasional-fpik-sambut-indonesia-poros-maritim-dunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MX6x8t5C97.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seminar Nasional FPIK Sambut Indonesia Poros Maritim Dunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Siapa yang masih meragukan kekayaan alam Indonesia? Sadar tak hanya tersebar di darat, kehidupan dunia laut sebagai aset berharga negara juga terus dimaksimalkan. Hal ini menjadi salah satu alasan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul menggelar seminar nasionalnya Selasa (10/10) dengan mengusung tema &ldquo;Strengthening Tropical Fisheries Management and Maritime Development in The Rain Forest Environment&rdquo;. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di gedung Auditorium Unmul, seminar yang dirangkai dengan pelantikan Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kaltim ini menghadirkan sejumlah pembicara menarik yang dibagi ke dalam dua sesi. Seminar dimulai dengan keynote speech oleh Sulistiono dosen FPIK dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Kemudian dilanjutkan dengan sesi panel yang dipimpin moderator Sumaharjo.</p><p style="text-align: justify;">Diisi oleh tiga pembicara, di antaranya Zairin Zain Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Provinsi Kaltim. Membahas seputar kemaritiman, yakni memperkuat pengelolaan perikanan tropis dan pembangunan kemaritiman.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan oleh Pembina FPBI, Gusti Noorlita, yang berbicara mengenai muatan daya saing sektor perikanan dari segi pemasaran. Terakhir, oleh Syafei Syidiq, guru besar FPIK Unmul &nbsp;menyampaikan kebutuhan riset strategis dalam rangka memperkuat perkembangan maritim. Usai sampaikan materi masing-masing, dilakukan sesi tanya jawab dengan para audiens sebelum menutup rangkaian agenda seminar. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bambang Indratno Gunawan selaku ketua panitia acara menyatakan seminar ini merupakan salah satu langkah untuk wujudkan visi pemerintah pusat yang berniat menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Potensi perikanan dan kemaritiman di Kaltim ini sangat besar dan termasuk ke dalam segitiga karang dunia. Tapi, sayangnya kita belum menggali secara maksimal,&rdquo; tutur Wakil Dekan I FPIK itu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melihat banyaknya mahasiswa yang hadir, ia mengaku tak menyangka. Terutama antusias mahasiswa dalam bidang kemaritiman. &ldquo;Ini cukup surprise. Dalam FPBI juga mayoritas berasal dari mahasiswa FPIK, mereka memerlukan wadah strategis untuk menciptakan program-program,&rdquo; paparnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam rangka menjalankan peran perguruan tinggi, Bambang mengharapkan dengan adanya seminar ini nantinya FPIK mampu menangkap isu-isu perikanan tropis dan kemaritiman serta menghasilkan rumusan perikanan tropis berbasis Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pola Ilmiah Pokok Unmul adalah hutan hujan tropis dan lingkungannya. Lingkungan hujan tropis salah satunya ada di perikanan. Jadi perikanan tropis yang kita maksud untuk mendukung pola pokok ilmiah Unmul,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Bambang, Sulistiono menilai partisipasi mahasiswa cukup bagus. &ldquo;Atmosfir akademik seperti ini harus dibangun, menggambarkan masa depan perikanan terutama di Kaltim,&rdquo; ujarnya saat ditemui <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Ia mengharapkan keilmuan Unmul dapat terus meningkat. Terlebih Kalimantan termasuk bagian perbatasan dengan Malaysia (<em>border area</em>). Menurutnya hal ini menjadi kajian ilmu yang unik untuk mengelola perikanan dan kelautannya. &ldquo;Kalimantan ini juga laboratorium dunia, tapi anehnya banyak yang belum tahu,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(bip/adl/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Paslon Nihil, DPM FPIK Perpanjang Pendaftaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paslon-nihil-dpm-fpik-perpanjang-pendaftaran/baca </link>
<guid> paslon-nihil-dpm-fpik-perpanjang-pendaftaran </guid>
<pubDate> Thu, 12 Oct 2017 14:08:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FPIK masih menanti calon atau jika tetap sampai batas terakhir tak ada calon, akan dilangsungkan Sidang Umum Keluarga Mahasiswa. (Foto: Maharani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paslon-nihil-dpm-fpik-perpanjang-pendaftaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f7LK0SQ7Dy.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Paslon Nihil, DPM FPIK Perpanjang Pendaftaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Oktober masanya pesta demokrasi di Universitas Mulawarman. Tak hanya di tingkat universitas, tiap-tiap fakultas pun langsungkan pemilihan raya (Pemira). Setelah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang langsungkan Pemira, fakultas lainnya pun menyusul. Seperti di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), yang telah buka pendaftaran Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM sedari 5-10 Oktober.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui awak <em>Sketsa</em> (11/10), Luhut Sitinjak Ketua DPM FPIK mengungkapkan sampai dengan berita ini di terbitkan belum ada calon yang mendaftar. &quot;Masih dalam proses, sampai sekarang pendaftar belum ada,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">DPM pun mengantisipasi dengan memperpanjang pendaftaran sampai 14 Oktober ini. Jika tetap demikian, langkah DPM selanjutnya mengadakan musyawarah internal. Menurut Luhut, peminat mahasiswa dalam Pemira tahun ini memang kurang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kemungkinan lain, para calon pendaftar terkendala persyaratan yang mesti dipenuhi.</p><p style="text-align: justify;">Persyaratan mutlak menjadi kandidat Pemira bukan hanya kemampuan akademis, tetapi calon telah mengikuti Pesisir (Pekan Sosialisasi Insan Perikanan) istilah lain dari PKKMB Fakultas. Lalu, melengkapi sertifikat-sertifikat prestasi yang dimiliki.</p><p style="text-align: justify;">Pasangan calon (paslon) haruslah mendapat izin sebagai delegasi Hima maupun UKM-nya di prodi masing-masing. Setelah mendapat izin dari lembaga yang menaungi, barulah dapat maju sebagai paslon BEM FPIK.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya jika tak ada pendaftar hingga batas waktu yang ditentukan, Luhut mengatakan, &quot;Kita tetap berjalan, kita harus lakukan Sukma (sidang umum keluarga mahasiswa). Jadi di Sukma nanti kita musyawarahkan yang jadi pemimpin itu siapa.&quot; <em><strong>(mrf/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahendra, Nakhoda Baru Fakultas Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahendra-nakhoda-baru-fakultas-hukum/baca </link>
<guid> mahendra-nakhoda-baru-fakultas-hukum </guid>
<pubDate> Thu, 12 Oct 2017 14:16:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahendra terpilih sebagai Dekan Fakultas Hukum 2017-2021. Baginya ini adalah tantangan baru dan ingin mengantar FH sebagai fakultas yang lebih berprestasi. (Foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahendra-nakhoda-baru-fakultas-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fMkfHXTdhp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahendra, Nakhoda Baru Fakultas Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> 9 Oktober lalu merupakan awal sejarah baru bagi sosok Mahendra Putra Kurnia yang baru saja dilantik menjadi Dekan Fakultas Hukum Unmul periode 2017-2021. Mahendra yang juga merupakan Pembina LPM Sketsa, telah ditetapkan menjabat dekan sejak 11 September tepatnya saat rapat senat tertutup di ruang Praktik Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>usai pelantikan, Mahendra mengaku tak memiliki ambisi untuk menjadi dekan, ia hanya menganggap ini sebagai tantangan baru. &quot;Saya hanya mengikuti garis takdir,&quot; ucap pria usia 35 itu.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengusung visi &lsquo;Hukum yang Dapat Dinikmati&rsquo;, Mahendra berharap hukum dapat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, hukum sebagai sebuah ilmu dan seperangkat aturan yang mampu memberikan kemanfaatan, keadilan, perlindungan, ketertiban, kesejahteraan, dan kepastian hukum yang dapat dirasakan oleh semua manusia, baik di dalam kampus maupun di luar kampus.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dikatakan Mahendra, ia ingin menjadikan FH sebagai fakultas yang memiliki keharmonisan secara internal. Cikal bakal FH harus memiliki integritas dan ciri keilmuan berdasarkan pola ilmiah pokok (PIP) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tidak mau terkenal hanya soal ribut-ribut saja. Tapi punya prestasi yang bisa disodorkan sebagai bentuk eksistensi FH,&quot; tutur pria kelahiran Malang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, Mahendra menganggap wajar jika setiap fakultas memiliki masalahnya masing-masing. Namun, harus pula diimbangi dengan solusi pemecahan masalah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita bukan cuma punya masalah, tapi kita juga bisa menyelesaikan masalah serta punya prestasi lainnya,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mahendra di Mata Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Waktu belum jadi dekan, bisa dibilang Pak Mahe itu orang nomor satu yang dibutuhkan mahasiswa. Ngalah-ngalahin dekan,&quot; ungkap Helena Julianty Gabriel Eba, mahasiswi FH semester 7.</p><p style="text-align: justify;">Lena, tampaknya menjadi salah satu penggemar sosok Mahendra. Mahendra dikenal sebagai pribadi yang supel. Itu terlihat dari kedekatan Mahendra dengan sejumlah mahasiswa. Selain itu, dari kinerjanya sebagai salah satu dosen pengajar, ia dinilai cerdas dan berwawasan luas.</p><p style="text-align: justify;">Meski masih menggunakan metode ceramah, intonasi dan pembawaan materi yang dirangkai diskusi membuat Lena betah berlama-lama menyimak kuliah Mahendra.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Diskusinya juga beda. Kita enggak dipaksakan untuk harus tahu apa yang bapaknya mau sementara kita sendiri belum paham. Bapaknya lebih memancing untuk mengeluarkan opini, salah benar urusan belakang. Diajarin berani gitulah istilahnya,&quot; beber Lena.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saking serunya nyimak beliau jelasin sampai enggak ingat materinya karena kagum sama beliaunya sendiri,&quot; imbuhnya seraya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Pintu ruang Mahendra pun menjadi pintu yang paling sering diketuk mahasiswa untuk mengeluh lantas dicarikan solusi maupun sekadar berdiskusi materi kuliah maupun acara-acara fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Dilantiknya Mahendra Putra Kurnia menjabat kursi nomor satu di FH menyiratkan harap di hati Lena.</p><p style="text-align: justify;">Gedung-gedung mangkrak yang membuat jadwal kuliah acap kali bertabrakan, sarana prasarana yang renta dan minim, hingga ketegasan dan keakraban dengan mahasiswa menjadi pekerjaan rumah bagi Mahendra untuk diseriusi demi kebaikan FH.</p><p style="text-align: justify;">Khusus perkara kedekatan dengan mahasiswa, Lena ingin kedekatan yang sekarang ada tetap terjalin. Bahkan perlu ditingkatkan agar aspirasi mahasiswa tersalurkan tidak hanya dari kalangan mahasiswa organisatoris, tetapi juga mahasiswa umum secara individu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga bapak bijaksana menjalankan. Mampu bersikap tegas buat setiap pelanggaran yang dilakukan baik mahasiswa, organisasi fakultas, akademik, maupun rekan-rekan dosennya. Tapi tetap tolerirlah Pak, ya. Dan terus menginspirasi mahasiswa biar bisa sukses kayak Bapak. Amin.<em>&nbsp;Congratulation</em>, Pak Mahe!&quot; <em><strong>(snh/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SKIN Makin Segar dengan Projek Sosial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/skin-makin-segar-dengan-projek-sosial/baca </link>
<guid> skin-makin-segar-dengan-projek-sosial </guid>
<pubDate> Fri, 13 Oct 2017 12:34:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada yang berbeda dari acara Latihan Kepemimpinan yang dihelat BEM FKM. (Foto: Monik) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/skin-makin-segar-dengan-projek-sosial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NbGkUxEVaY.JPG" />
					</figure>
			                <h1>SKIN Makin Segar dengan Projek Sosial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Ada yang berbeda dari acara Latihan Kepemimpinan yang dihelat BEM FKM. Acara bertajuk Skill For Individual Action (SKIN) yang kesepuluh itu mengadakan projek sosial ke masyarakat di sekitar kampus Gunung Kelua sebagai salah satu materi yang dicecap peserta.</p><p style="text-align: justify;">Masing-masing dari mereka dibagi tiga tempat, ada di Pramuka, Gelatik, hingga sekitar kampus Gunung Kelua. Acara yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam sejak (6/10) sampai (8/10) ini dihadiri 60 mahasiswa FKM.</p><p style="text-align: justify;">Abdul Aziz Syihamuddin Rozak Al Muttaqy Ketua Panitia SKIN menuturkan projek sosial ini perdana kali diadakan. Sebelumnya, SKIN hanya mengadakan simulasi aksi demonstrasi kemudian dilanjut materi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Supaya mahasiswa bisa mengetahui masalah kesehatan masyarakat secara dekat dan langsung,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Aziz menambahkan, sosialisasi ke masyarakat seperti perlunya makanan sehat, cara berkendaraan dengan aman serta menggalakkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menjadi pembelajaran buat mahasiswa baru yang mengikuti SKIN.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Presiden BEM FKM, Muhammad Miftahul Mubarok mengungkapkan adanya projek sosial dalam SKIN merupakan buah pikir dari dirinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini pertama kalinya SKIN diadakan di kampus sendiri. Biasanya keluar kampus. Harapannya, projek sosial ini belajar komunikasi efektif serta mengetaui tipe-tipe masyarakat,&rdquo; tukas mahasiswa angkatan 2014 itu. <em><strong>(bip/mwp/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mata Rantai Kehilangan di MAF </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mata-rantai-kehilangan-di-maf/baca </link>
<guid> mata-rantai-kehilangan-di-maf </guid>
<pubDate> Fri, 13 Oct 2017 13:05:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penampakan Masjid Al-Fatihah (MAF). (Sumber foto: google.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mata-rantai-kehilangan-di-maf/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IAFNvvsh0w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mata Rantai Kehilangan di MAF</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Jam dinding sudah menunjukkan masuknya waktu asar, Hamzah Nasir bersama dengan kawan-kawannya yang lain bergegas ke Masjid Al-Fatihah (MAF) untuk menunaikan salat. Hamzah menaruh tasnya lebih dulu di saf terdepan sebelum pergi mengambil wudu. Tak lama kemudian, ia dan kawannya segera melaksanakan salat berjamaah.</p><p style="text-align: justify;">Baru satu rakaat terlewati ketika Hamzah sadar tas miliknya sudah tidak berada di tempat.</p><p style="text-align: justify;">Ia membatalkan salatnya dan segera berlari keluar mencari sosok yang mungkin telah membawa tasnya. Tapi tidak ada siapa-siapa di situ. Hamzah hanya mendapati jaket yang semula ada di atas tas, tergeletak di samping WC yang tak jauh dari parkiran.</p><p style="text-align: justify;">Selepas salat kawan-kawannya segera membantu Hamzah untuk menyisir sekitaran MAF. Namun setelah beberapa menit pencarian berakhir tanpa hasil, mereka telah kehilangan jejak. Maka sore pada 21 September itu telah raib tas berisi laptop, KTP, STNK, kartu ATM, dan berkas perkuliahan milik Hamzah, mahasiswa Pendidikan Biologi 2013.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hamzah pun melapor ke pihak kepolisian dan mengurus surat keterangan hilang. &ldquo;Sampai sekarang belum ada kabar mengenai keberadaan barang-barang itu,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kehilangan lainnya dialami oleh Syahrurrosyid yang mana merupakan mahasiswa dari STIMIK Samarinda. Saat itu ia sedang berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk bertemu dengan salah satu kawannya. Azan magrib berkumandang, ia pun pergi melaksanakan salat di MAF.</p><p style="text-align: justify;">Lepas salat dan pas hendak memasang sepatu, sepatu miliknya justru tidak ada. Tak ingin berburuk sangka, Syahrur lantas bertanya kepawa kawannya. Si kawan malah balik mengatakan memang sering terjadi kehilangan di MAF.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi saya tidak cari dan coba ikhlaskan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kejadian kehilangan itu Hamzah berharap tindakan konkret dari pihak birokrat kampus. Bisa misalnya dengan melengkapi MAF dengan kamera CCTV, menurutnya ini bisa mencegah munculnya korban baru. Sementara Syahrur lebih meminta pengelola masjid bisa membuat pemberitahuan sejenis poster berisi pesan agar jemaah yang salat bisa mengamankan barang bawaannya.</p><p style="text-align: justify;">Dua korban ini mempunyai kesamaan fakta cerita bahwa sebetulnya MAF memiliki keamanan yang rentan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hamas dan Upaya Melulu Gagal Hadapi Persoalan Keamanan MAF</strong></p><p style="text-align: justify;">Maraknya kehilangan di MAF sudah ada sejak tahun 2009. Bentuk kehilangannya bermacam-macam, mulai dari tas berisi barang penting sampai sepatu. Rerata yang menjadi korban pun adalah mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Himpunan Aktivis Masjid Al-Fatihah (Hamas), Abdul Rahman mengatakan pihaknya berupaya untuk mengurangi tingkat kehilangan seperti dengan mengingatkan kepada jemaah untuk tidak menaruh barang bawaannya sembarangan. Sejak 2016, Hamas telah menyediakan tempat penitipan barang.</p><p style="text-align: justify;">Menurut penuturan Rahman, sejak adanya tempat penitipan barang tingkat kehilangan di MAF menurun. Namun, untuk data tahun ini saja dari Januari hingga Oktober sudah terjadi 7 kali kasus kehilangan. Di antaranya 5 laptop, 5 ponsel, dompet, dan uang yang di MAF saat bulan Ramadan sebesar Rp12 juta.</p><p style="text-align: justify;">Selain jemaah masjid yang menjadi korban kehilangan, sekretariat Hamas tak luput dari kemalingan. Total sepuluh kali sudah sekretariat Hamas disatroni maling. Rahman bahkan mengaku dirinya telah kehilangan laptop sebanyak dua kali.</p><p style="text-align: justify;">Modus para kelompok pencuri itu, mereka gemar menyamar menjadi jemaah masjid. Aksi pencurian dilaksanakan tidak hanya ketika salat berjamaah, saat ada mahasiswa yang menginap di MAF pun jadi sasaran pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Rahman mengatakan sudah ada rencana untuk meningkatkan keamanan yakni dengan mendirikan pos keamanan. Namun, itu juga akan berbenturan dengan renovasi sekretariat Hamas yang wacananya telah ada sejak 2010, tapi hingga sekarang belum direalisasi oleh birokrat.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Kalau saya punya saran seharusnya Unmul ini tempat ibadah yang lebih diutamakan karena tempat peradaban umat ya di masjid. Kalau masjid nyaman pasti semuanya berjalan dengan lancar,&rdquo; jelas Rahman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Problem Akut Kurang Personel</strong></p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Keamanan di kampus khusus di rektorat. Terdiri atas berbagai regu, setiap regu di ketua oleh danru (komandan regu). Untuk satu regu terdiri atas lima anggota,&rdquo; Rahardiono, koordinator keamanan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Erwin, begitu ia biasa disapa, mengatakan petugas keamanan memiliki jam kerja yang terbagi atas pagi (07.00-15.00), sore (15.00-23.00), dan malam (23.00-07.00). Setiap petugas memiliki peran masing-masing ada yang berpatroli, menjaga di pos, dan ada yang di parkiran. Patroli dilakukan tiap satu atau dua jam sekali dan dilaksanakan dari pagi hingga malam. Kendaraan yang digunakan bisa motor atau mobil.</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar itu, Erwin berasumsi kehilangan barang di MAF terjadi ketika pihak keamanan telah selesai berpatroli. Ia lebih menembak akar masalah pada jumlah personel keamanan yang masih kurang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiwa semakin banyak, personel bisa berimbang. Minimal bisa mengurangi kejadian,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk setiap kehilangan yang terjadi di area kampus diadukan kepada Satuan Gabungan Satpam (Satgas). Selain menerima laporan kehilangan, satgas juga bertugas mengontrol keamanan di setiap fakultas. Apabila kehilangan terjadi di fakultas, sepenuhnya tanggung jawab pihak keamanan fakultas. Namun laporan tersebut tetap akan masuk ke satgas, agar kasus dapat ditindaklanjuti ke kepolisian atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Pihak birokrat sebelumnya sudah pernah mengiming-imingi berdirinya pos satpam di MAF. Namun hingga kini tak ada satu tiang pun yang berdiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya dari dulu ada, mungkin koordinasinya yang belum,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ngadu yang Terabaikan</strong></p><p style="text-align: justify;">Pesan siar yang muncul di notifikasi telepon genggam berisi kabar hilangnya barang di MAF bukan sekali atau dua kali saja tersebar. Terakhir adalah pesan siar kehilangan yang dialami Hamzah. Itu adalah satu dari 7 kasus kehilangan di MAF tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Pada masa kampanye Pemira BEM KM Unmul 2016 lalu, Norman Iswahyudi yang sekarang menjabat presiden pernah menyuarakan salah satu program unggulannya yang dinamakan Ngadu. Program ini memberikan fasilitas pengaduan untuk mahasiswa yang resah atas permasalahan kampus. Termasuk di dalamnya soal isu keamanan.</p><p style="text-align: justify;">Sejak Norman-Bhakti dilantik dalam Kongres Keluarga Mahasiswa pada 5 November 2016 program kerja Ngadu sama sekali tidak terlihat. Baru di 8 Oktober kemarin pukul 21.06 BEM KM Unmul melalui akun resminya menyiarkan adanya program Ngadu. Itu pun diawali dengan kata &ldquo;<em>coming soon&rdquo;&nbsp;</em>yang hingga hari ini belum jelas kapan akan dirilis.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em> Norman hanya menyebut &ldquo;dalam waktu dekat&rdquo; terkait pertanyaan kapan aplikasi Ngadu akan dirilis. Harapannya nanti jika usai dirilis aplikasi tersebut bisa menjadi sarana efektif untuk mahasiswa Unmul dapat melaporkan hal-hal terkait masalah keamanan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Norman pun mengaku pihaknya telah menindaklanjuti kasus kehilangan mahasiswa dengan cara menyampaikan dan menyerahkan rilis yang nantinya akan disusun oleh Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa. Dari laporan itu ia berharap rektor dapat membuat realisasi nyata. Sementara jika ada korban kemalingan pihaknya lebih akan memberi pemahaman dan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan diri sendiri, terutama saat parkir dan beribadah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan apabila telah terjadi kehilangan maka segera lapor kepada pihak yang berwajib,&rdquo; pungkasnya. <strong><i>(wil</i></strong><strong><i>/</i></strong><strong><i>ik</i></strong><strong><i>i/</i></strong><strong><i>fqh</i></strong><strong><i>/</i></strong><strong><i>mpr</i></strong><strong><i>/wal</i></strong><strong><i>)&nbsp;</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FKM, DPM FKM Yakin Antusias Meningkat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkm-dpm-fkm-yakin-antusias-meningkat/baca </link>
<guid> pemira-fkm-dpm-fkm-yakin-antusias-meningkat </guid>
<pubDate> Fri, 13 Oct 2017 13:36:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Saat diwawancarai Sketsa (12/10), Herlanda Agatha Ketua DPM FKM mengungkapkan Pemira FKM masih menjalani tahap 1. (Foto: Diyah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkm-dpm-fkm-yakin-antusias-meningkat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CqAoqnBckz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FKM, DPM FKM Yakin Antusias Meningkat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) turut melaksanakan Pemira tingkat fakultas. Saat diwawancarai <em>Sketsa</em> (12/10), Herlanda Agatha Ketua DPM FKM mengungkapkan Pemira FKM masih menjalani tahap 1. &ldquo;Penetapan paslon yang <em>fix&nbsp;</em>nanti tanggal 15 Oktober, sekalian ambil nomor,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat antusiasme Pemira tahun ini, Herlanda merasa dari tahun ke tahun sudah baik jika ditinjau dari perbandingan mahasiswa, jumlah pemilih, dan kehadiran waktu debatnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan Kak Teguh Presiden BEM KM (2016), bilang antusiasnya hampir sama dengan fakultas lain, contohnya FKIP dan FEB. Walaupun jumlah mahasiswa FKM per angkatan juga enggak sampai 200 orang,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) belum menerima laporan-laporan yang mencurigakan. Namun, dulu ada yang menyalahi aturan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekitar 2 atau 3 tahun lalu sempat ada kecurangan, ada orang berkampanye di luar masa kampanye. Selain itu, juga pernah kecolongan mahasiswa enggak aktif juga ikutan nyoblos, jadi tiap paslon dikurangi jumlah suaranya,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Semenjak itu, pihaknya berupaya agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Sosialisasi Pemira FKM telah dilakukan mulai 25 September. Sedang jadwalnya mulai dari masa kampanye pada 16-20 Oktober, debat kandidat pada 21 Oktober, pengambilan suara pada 26 Oktober, dan penetapan hasil suara pada 29 Oktober. <em><strong>(cin/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Waspada Penyalagunaan Obat Berujung Maut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-penyalagunaan-obat-berujung-maut/baca </link>
<guid> waspada-penyalagunaan-obat-berujung-maut </guid>
<pubDate> Sat, 14 Oct 2017 12:40:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak kenal usia, penyalahgunaan obat kini merajalela bahkan di usia produktif. (Sumber foto: tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-penyalagunaan-obat-berujung-maut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FUMwVg9NGm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Waspada Penyalagunaan Obat Berujung Maut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Peredaran narkotika obat terlarang (narkoba) di negeri ini begitu mengkhawatirkan. Mirisnya, barang haram ini memang menyasar pada usia produktif 15-64 tahun, adapula korbannya yang di bawah usia produktif tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Agaknya, narkoba menjadi gaya hidup tak sehat yang merusak pemakainya. Berdasar penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN), Kalimantan Timur menempati urutan ketiga, setelah Jakarta dan Kepulauan Riau. Sedang pengguna terbanyak di Kaltim berada di Samarinda, disusul Balikpapan, Kutai Kertanegara (Kukar), Bontang, dan Kabupaten Paser.</p><p style="text-align: justify;">Pada September lalu, kabar jatuhnya 87 korban dan tiga di antaranya tewas akibat meminum Pil PCC. Kasus tragis ini terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Namun, Pil Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol disingkat PCC itu, bukanlah narkotika terlarang. Melainkan obat keras yang disalahgunakan.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai dampak buruk obat ini Ketua, Apoteker Farmasi Unmul, Nur Mita mengatakan Pil PCC merupkan jenis obat ilegal. Semestinya, obat ini tidak boleh produksi dan didistribusikan secara bebas. &ldquo;Untuk memproduksi suatu obat itu harus ada izin dulu, harus ada sertifikasi CPOB (cara pembuatan obat yang baik) dulu,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, kandungan paracetamol dan caffeine bukan hal baru. Paracetamol kita ketahui sebagai obat sakit kepala, demam atau sakit ringan lainnya. Caffeine atau kafeina nyatanya malah terkandung dalam cokelat, teh atau kopi, bahkan belakangan kafein terdapat dalam kosmetik.</p><p style="text-align: justify;">Namun yang berbahaya adalah dari sisi carisoprodol. Dampak dari mengonsumsi kandungan ini adalah mati rasa, hilangnya keseimbangan tubuh, hilang kesadaran (pingsan), detak jantung tidak stabil, kejang, penglihatan kabur, muntah-muntah, hingga kebingungan atau seperti depresi.</p><p style="text-align: justify;">Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menyatakan carisoprodol sebagai obat yang dilarang beredar maupun diproduksi 2013. Namun kenyataannya, obat yang dinyatakan terlarang itu masih bisa ditemukan pada 2017.</p><p style="text-align: justify;">Khawatir akan bernasib sama seperti di Kendari, aparat sigap mengatasi kasus PCC ini. Terbukti dengan ditangkapnya Sumiati dan Riswandi yang dengan mudahnya menyebarkan obat keras ini.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mau Konsumsi Asal Diakui</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Selain fokus pada bahaya yang ditimbulkan obat ini, ada musabab lain yang mesti disoroti. Anak muda khususnya, rentan sekali terpengaruh. Kasus di Kendari menunjukkan, bahwa anak muda begitu mudah larut dalam tragedi PCC.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diungkapkan Ayunda Ramadhani M.Psi, Psikolog Unmul ini. Bahwa anak muda masih mencari identitas diri. &quot;Dia ingin diakui kelompok,</p><p style="text-align: justify;">sehingga ketika berada di lingkungan yang rentan terhadap peredaran obat-obatan tersebut dia akan terikut,&quot; jelasnya saat ditemui Sketsa, di Kampus Banggeris (4/10).</p><p style="text-align: justify;">Ayunda, memahami kondisi permasalahan ini. Sebab, ia pernah merehabilitasi anak-anak yang memang mengalami kecanduan obat-obatan. Menurutnya, semata-mata korban pun tak ingin mengalami kondisi tak mengenakkan itu. Lantaran, ingin diakui dalam kelompokknya, mereka mengabaikan risiko yang bakal terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau mereka (korban) dengan kesadaran sendiri, nyari (obatnya) sendiri, enggak ada biasanya. Itu digunakan berkelompok, sama kan kayak ngelem?&quot; tanyanya.</p><p style="text-align: justify;">Sepakat, Ayunda pun mengatakan PCC adalah penyalahgunaan obat, yang mestinya dikonsumsi berdasar resep dokter. Bicara soal penyembuhan bagi yang mengalami kecanduan, Dosen Bimbingan Konseling FKIP Unmul mengatakan masa penyembuhan yang paling lama ia rasakan sekitar 3 tahun, sedang paling cepat 1 bulan. Semua berbeda tergantung lamanya pemakaian, juga lingkungan ia berada.</p><p style="text-align: justify;">Sejatinya, tak ada yang ingin terjerumus ke lembah hitam ini. Meski bukan soal kecanduan obat-obatan, Pil PCC satu contoh nyata penyalahgunaan obat yang berujung maut. Pengonsumsian obat-obat yang tak dibenarkan ini, mestinya dapat menjadi pengingat terhadap risiko fatal yang bisa saja terjadi. <strong><em>(mrf/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira BEM KM Kian Dekat, DPM KM: Ada Perbaikan Sistem </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-bem-km-kian-dekat-dpm-km-ada-perbaikan-sistem/baca </link>
<guid> pemira-bem-km-kian-dekat-dpm-km-ada-perbaikan-sistem </guid>
<pubDate> Sat, 14 Oct 2017 13:43:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menghitung hari hingga Pemira BEM KM berlangsung, DPM KM telah disibukkan dibukanya pendaftaran anggota Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) dan Panitia Pengawas (Panwas) Pemira. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-bem-km-kian-dekat-dpm-km-ada-perbaikan-sistem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pS9VxQEao0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira BEM KM Kian Dekat, DPM KM: Ada Perbaikan Sistem</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Menghitung hari hingga Pemira BEM KM berlangsung, DPM KM telah disibukkan dibukanya pendaftaran anggota Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) dan Panitia Pengawas (Panwas) Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Berlangsung sejak 2 minggu lalu, Selasa (10/10) jadi hari terakhir interview, dan nama-namanya pun telah dipublikasikan di media sosial DPM KM. Tercatat anggota KPPR sebanyak 96 orang dan Panwas 24 orang. DPM KM tidak menetapkan batas maksimal anggota, namun diharapkan kuantitas yang banyak akan berimbang dengan kualitas yang maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, dibentuklah struktur oleh DPM KM. KPPR dan Panwas merupakan badan yang dibentuk DPM KM berdasarkan TAP Nomor 2 Tahun 2017 yang secara khusus mengatur masalah Pemira. Sebagaimana yang dijelaskan dalam AD-ART, Pemira merupakan agenda utama dari DPM KM.</p><p style="text-align: justify;">Tugas dari KPPR ialah menyelenggarakan Pemira, dimulai dari pendaftaran paslon, verifikasi kelengkapan paslon yang berlangsung dua tahap, debat kandidat, pemungutan suara, hingga penetapan presiden terpilih. Sementara Panwas lebih fokus kepada jalannya Pemira, seperti sesuai tidaknya dengan aturan yang ditetapkan, serta menerima laporan-laporan dari mahasiswa yang berkaitan dengan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Alif Mustofa, Ketua DPM KM mengatakan Pemira akan dibuka pada 23 Oktober mendatang. Sementara untuk teknis jalannya Pemira akan membutuhkan waktu setidaknya sebulan. Alif mengaku belum ada timeline Pemira yang dipublikasikan.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini merupakan tahun keempat berlangsungnya Pemira <em>Online</em>. Setelah berdiskusi dengan DPM Fakultas, ada sedikit perubahan sistem. Hal ini berdasarkan keresahan DPM Fakultas yang menyadari adanya rawan kecurangan dalam pelaksanaanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, alasan-alasan mereka menolak Pemira <em>Online</em> pada tahun sebelumnya kita tampung dan menjadi bahan perbaikan sistem pemira tahun ini,&rdquo; ujar mahasiswa Manajemen 2013 ini.</p><p style="text-align: justify;">Pemira kali ini diharapkan, paslon dapat menunjukkan kompetensi, ide, gagasan, dan kontribusinya tidak hanya dalam organisasi, tapi juga ke bangsa dan negaranya. Sementara bagi pihak penyelenggara dapat menjunjung tinggi keprofesionalannya, karena penyelenggaraan yang bersih dan rapi akan berpengaruh pada paslon dan hasil Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Berkaca pada Pemira Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang menunjukkan peningkatan jumlah suara signifikan, Alif berharap hal yang sama dapat terjadi pada Pemira BEM KM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa itu kita perlu pakai teknik menjemput bola kita yang harus aktif datangin mahasiswa, menarik mahasiswa untuk menyalurkan suaranya di Pemira,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun melanjutkan, bahwa hasil Pemira akan dikembalikan kepada KPPR sebagai penyelenggara, DPM KM hanya merekomendasikan. <em><strong>(ann/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengapa Kau Masih Saja Bercinta dalam Gelap, Sayang? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/mengapa-kau-masih-saja-bercinta-dalam-gelap-sayang/baca </link>
<guid> mengapa-kau-masih-saja-bercinta-dalam-gelap-sayang </guid>
<pubDate> Sat, 14 Oct 2017 14:08:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Panji Aswan mahasiswa Sastra Indonesia. (Ilustrasi: pixabay.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/mengapa-kau-masih-saja-bercinta-dalam-gelap-sayang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LxUUtuS1V7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengapa Kau Masih Saja Bercinta dalam Gelap, Sayang?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Negara kita sudah lama merdeka (katanya), tapi mengapa kau masih saja bercinta dalam gelap, sayang?</p><p style="text-align: justify;">Kau duduk di tengah hujan, mengecupi keningnya</p><p style="text-align: justify;">sementara air yang berkecipak tahu bahwa tak ada yang abadi di dunia</p><p style="text-align: justify;">kau menangis mengiringi kepergiannya (dan ingin ringan katamu), sementara aroma wangi tanah menyelimuti dara(h)-dara(h) yang tertidur lelah</p><p style="text-align: justify;">memeluk kakimu sendiri saat gigil mengancammu untuk berbaring di atas konstruksi</p><p style="text-align: justify;">Si Tuan Kerdil menepuk-nepuk pohon jati, berharap buah kelapa jatih di atas kepalanya</p><p style="text-align: justify;">adalah tempat paling liar di muka bumi, di negeri yang tak bersalju</p><p style="text-align: justify;">kau menyapa perempuan yang dihapus namanya tidurmu sambil membisikkan kebebasan</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Liberty</em>&rdquo; katamu!</p><p style="text-align: justify;">Sayang. Banyak orang pandai tapi tidak kritis, dan kau masih saja bercinta dalam gelap?</p><p style="text-align: justify;">Kukatakan padamu, air mata terakhirmu (bahkan bundamu) takkan mampu menegakkan setangkai padi yang merunduk jika pijar hatimu itu mulai meredup.</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelantikan FPBI, Wadah Jiwa Muda Pecinta Bahari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/pelantikan-fpbi-wadah-jiwa-muda-pecinta-bahari/baca </link>
<guid> pelantikan-fpbi-wadah-jiwa-muda-pecinta-bahari </guid>
<pubDate> Mon, 16 Oct 2017 13:21:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pagi Selasa (10/10) beberapa mahasiswa terlihat kompak kenakan seragam putih biru di Auditorium Unmul. (Foto: Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/pelantikan-fpbi-wadah-jiwa-muda-pecinta-bahari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wsj9Ffc5C1.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pelantikan FPBI, Wadah Jiwa Muda Pecinta Bahari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>&ndash;&nbsp;</strong>Pagi Selasa (10/10) beberapa mahasiswa terlihat kompak kenakan seragam putih biru di Auditorium Unmul. Tampak hadir petinggi birokrat kampus, di antaranya Masjaya Rektor Unmul dan Abdunnur selaku Wakil Rektor II. Hari itu merupakan pelantikan 36 anggota Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) untuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Bambang Indratno Gunawan selaku Ketua Panitia, Andi Baktiar Ketua Umum FPBI, dan Iwan Suyatna selaku Dekan FPIK. Kemudian sambutan ditutup oleh Masjaya. Dalam sambutannya, Masjaya mengharapkan kajian keilmuan strategis yang dimiliki FPIK nantinya dapat menjadi kekuatan untuk membangun bangsa dan negara.</p><p style="text-align: justify;">Menuju puncak acara, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam forum ini memasuki ruangan. Satu persatu maju ke depan sesuai nama yang disebutkan dan dilantik oleh Ketua FPBI sebagai anggota resmi periode II FPBI DPW Kaltim dengan pembacaan sumpah.</p><p style="text-align: justify;">FPBI lahir dari jiwa kaum muda yang tertarik dengan bidang kebaharian. Tergabung dari komunitas pesisir, aktivis kebaharian, serta merangkul mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Lembaga kepemudaan ini berskala nasional. Pembina pusat yang menaungi FPBI adalah Kementerian Pertahanan oleh angkatan laut, Laksamana Muhammad Faisal.</p><p style="text-align: justify;">Berpusat dan diresmikan di Makassar, &nbsp;FPBI dibagi menjadi tiga tingkatan. DPP, DPW (Provinsi), dan DPC (Kota Kabupaten). Ketua Umum DPP Andi Baktiar menyatakan FPBI DPW Kaltim periode kedua ini memiliki program bertajuk Gala Nusa, akronim dari Tiga Langkah Menuju Kesejahteraan Masyarakat Pesisir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Langkah Pertama ada Jelajah Bahari Nusantara (JBN), karena FPBI harus melakukan riset sebelum melakukan kegiatan. Selanjutnya ada Kampung Nelayan Mandiri (Kemari), lalu pengawalan sampai seterusnya,&ldquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelantikan tersebut anggota DPW terdiri dari beberapa kotamadya, terlebih daerah pesisir. &ldquo;Pengurus kami rata-rata berdomisili dari daerah pesisir. Ini memang sengaja dilakukan sewaktu perekrutan,&rdquo; ujar Nina Iskandar selaku Ketua FPBI DPW Kaltim periode II.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melalui masa pelantikan, FPBI DPW Kaltim ini memiliki proker utama observasi karang dan mengurangi dampak negatif penyalahgunaan aturan hukum kelautan. Baru berjalan dua tahun, Nina berharap banyak perkembangan FPBI Kaltim ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam periode pertama kami masih meraba, kedua kita mulai bekerja. Untuk ketiga kami berharap Insyaallah semoga apa yang kami harakan bisa terealisasi,&rdquo; ungkapnya.<strong><em>&nbsp;(bip/adl</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Politik Indonesia, Ciri Khas Negara Berkembang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/politik-indonesia-ciri-khas-negara-berkembang/baca </link>
<guid> politik-indonesia-ciri-khas-negara-berkembang </guid>
<pubDate> Mon, 16 Oct 2017 13:35:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Inda Fitriyani, salah satu dosen pengampuh mata kuliah Komunikasi Politik. (Foto: Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/politik-indonesia-ciri-khas-negara-berkembang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fO8ew30b8k.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Politik Indonesia, Ciri Khas Negara Berkembang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menjadi satu bagian kehidupan sebuah negara, politik tak henti disorot. Bisa dibilang, kokoh tidaknya negara terlihat dari sebaik apa sistem dijalankan. Masyarakat Indonesia turut mengamati roda gerak politik negaranya.</p><p style="text-align: justify;">Kampus pun jadi salah satu wadah bertukar pikiran membahas keadaan politik Indonesia dewasa kini. Mengamati urgensinya, bahkan ada beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan politik sebagai ilmu terapan. Salah satunya di Kampus Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), tepatnya di jurusan Ilmu Komunikasi. Memasuki semester empat, terdapat mata kuliah Komunikasi Politik.</p><p style="text-align: justify;">Membahas seputar komunikasi dengan melibatkan pesan serta aktor politik, dan juga berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan, dan juga kebijakannya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu dosen pengampuh mata kuliah ini, Inda Fitriyani, menilai kondisi politik Indonesia kini masih dalam masa peralihan antara Orde Baru ke Era Reformasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Arus politik masih liberal. Mencari bentuk, dan masih berada di persimpangan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Berkaca dari maraknya kasus korupsi di berbagai elemen terlebih ranah politik, Inda menyatakan hal ini merupakan sebuah ciri khas negara berkembang. &nbsp;Lepas dari sistem otoriter, kebanyakan pola pikir masyarakat menjadi bebas dan tak jarang menjadi lepas kendali.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka memiliki pemikiran bahwa, &apos;Saya punya kuasa dan bebas menentukan apapun&apos;. (Tapi) bebasnya itu yang tidak bertanggung jawab,&quot; tutur dosen yang saat ini tengah melanjutkan pendidikannya di Universitas Chulalongko, Thailand.</p><p style="text-align: justify;">Meski kerap dielukan sebagai negara yang kaya, sayangnya tidak sedikit mental masyarakat Indonesia masih tergerus arus teori politik. Yakni, sebagai negara berkembang identik dengan korupsi yang tinggi. Diakui Inda, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan dengan negara berkembang lainnya. Namun, jika negara berkembang tersebut sudah menjadi negara maju dan dapat menentukan arah sistem politiknya, ia tak menampik bahwa korupsi akan berkurang.</p><p style="text-align: justify;">Kerap berinteraksi di kelas, Inda menyadari perlunya pemikiran kritis yang lahir dari mahasiswa. Tidak hanya terbuai dengan buaian kalimat dalam masa kampanye, tetapi juga cerdas dalam menelisik sosoknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa harus bisa meneliti bahasa politik, jangan hanya memilih. Tapi juga melihat latar belakang, dosa politik, dan<em>&nbsp;track recordnya</em>,&rdquo; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Mengamati pemerintahan saat ini, ia mengaku setuju dengan konsep revolusi mental. Menurutnya, jika mental sudah tidak lagi berpikir untuk memperkaya diri sendiri, tentu akan lebih mengutamakan tentang cara untuk memajukan bangsa. Meski memang, mental buruk yang melekat tidak bisa diubah secara singkat, terlebih jika sistem tidak mendukung perubahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sebagai warga negara yang memiliki ideologi Pancasila harusnya berpikir tentang kemajuan bangsa. Toh, nanti dampaknya jika sudah berhasil, anak cucu akan merasakan kemajuan negara ini,&rdquo; &nbsp;tutupnya. <em><strong>(adl/jdj)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi 3 HMJ FEB, Bahas Nawacita Ketiga Jokowi-JK di Kaltim-Kaltara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/diskusi-3-hmj-feb-bahas-nawacita-ketiga-jokowi-jk-di-kaltim-kaltara/baca </link>
<guid> diskusi-3-hmj-feb-bahas-nawacita-ketiga-jokowi-jk-di-kaltim-kaltara </guid>
<pubDate> Tue, 17 Oct 2017 12:53:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 3 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar diskusi tahunan. (Foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/diskusi-3-hmj-feb-bahas-nawacita-ketiga-jokowi-jk-di-kaltim-kaltara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BCu7GjEzKY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi 3 HMJ FEB, Bahas Nawacita Ketiga Jokowi-JK di Kaltim-Kaltara</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA&nbsp;</span></strong><span><strong>-&nbsp;</strong>Pembangunan infrastruktur di daerah kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Terbelakang),&nbsp;</span><span>dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan menjadi visi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang tertuang dalam Nawacita ketiga. Kawasan 3T adalah wajah depan Indonesia yang harus diperbaiki dan didorong kemajuannya, sebagai perwujudan bahwa negara hadir dan melindungi segenap warga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini yang menjadi dasar 3 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar diskusi tahunan, dengan mengangkat tema &ldquo;Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur di Kawasan 3T&rdquo; pada Jumat (13/10). Diskusi dilaksanakan di gedung Dekanat lantai 3 FEB dan peserta yang hadir didominasi dari anggota HMJ.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara dimulai pada pukul 13.30 Wita diawali dengan sambutan ketua HMJ Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi. Diskusi yang diselenggarakan mendekati akhir kepengurusan 3 HMJ FEB ini juga dihadiri oleh Muhammad Awaluddin sebagai narasumber dan pemantik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awaluddin mengawali pembahasan terkait kawasan 3T di Kalimantan Timur, terkhusus di wilayah perbatasan antara lain Malinau dan Sebatik. Adanya kawasan 3T tadi merupakan bentuk kegagalan pemerintah, di mana pemerintah telah membuat&nbsp;</span><span>Produk Domestik Regional Bruto&nbsp;</span><span>&nbsp;(PDRB) pembangunan. PDRB terkait dengan pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi menggambarkan komponen pendapatan, pengelolaan, dan produktivitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembangunan kawasan 3T di daerah pedesaan terbagi menjadi pembangunan fisik dan non fisik. Pembangunan fisik meliputi fasilitas jalan, pasar, dll. Sedangkan pembangunan non fisik meliputi lembaga, kebijakan, dan konsep pemerintahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada level lokal permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang ada di kawasan 3T tadi adalah keterisolasian, keterbelakangan, kemiskinan, mahalnya harga barang &nbsp;dan jasa, keterbatasan prasarana dan sarana pelayanan publik (infrastruktur), rendahnya kualitas SDM pada umumnya, dan penyebaran penduduk yang tidak merata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kondisi kawasan 3T saat ini umumnya belum mendapat perhatian secara proporsional. Hal ini dapat dilihat dengan kurangnya sarana prasarana yang tersedia di kawasan tersebut.</span><span>&nbsp;Awal mengatakan contoh studi kasus kegagalan pengelolaan oleh pemerintah adalah Freeport yang mana sumber daya alamnya hampir seluruhnya dikuasai oleh pihak asing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada sesi&nbsp;</span><span><em>open mind</em>,</span><span>&nbsp;ketua umum HMJ Ilmu Ekonomi, Nikita Ibrahim, memaparkan optimalisasi pembangunan infrastruktur kawasan 3T di Kaltim berarti membahas beberapa hasil yang dicapai. Pada rancangan pembangunan tahun 2017 terdapat sasaran&nbsp;</span><em><span>output</span></em><span>&nbsp;antara lain sektor jalan, sektor sumber daya air, sektor perumahan, dan sektor cipta karya. Sasaran&nbsp;</span><em><span>output</span></em><span>&nbsp;tersebut dapat dijadikan kajian dan tolok ukur pembangunan kawasan 3T. Ia juga menilai perbaikan infrastruktur tidak hanya sekedar &quot;perbaikan jalan&rdquo;, namun juga pada sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan yang dinilai masih kurang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedangkan dari Indra Mahardika, ketua umum HMJ Manajemen, memaparkan keterkaitan kekayaan Indonesia yang melimpah dengan pemerataan infrastruktur di Kaltim-Kaltara. Dia berpendapat pemerintah sekarang tidak terlihat upaya untuk merealisasikannya. Berfokus di wilayah Samarinda, infrastruktur yang masih dibangun hingga kini masih mangkrak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, di Kaltim masih banyak terjadi ketimpangan sosial dari segi sumber daya manusia, ekonomi, maupun sarana-prasarana. Indra menambahkan bagaimana masalah pemerataan pembangunan sosial di Kaltim-Kaltara, khususnya di daerah perbatasan dan pesisir yang didominasi oleh perikanan. Bahkan, peningkatan perekonomiannya dominan berasal dari Malaysia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menariknya, Awal meminta kepada para peserta yang berasal dari daerah 3T menceritakan bagaimana keadaan ekonomi dan pembangunan di kampung halaman mereka. Usman, salah satu&nbsp;</span><em><span>audience</span></em><span>&nbsp;yang berasal dari Sebatik kemudian memaparkan perbandingan infrastruktur antara di Sebatik dengan Samarinda yang bagaikan langit dan bumi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usman mengungkapkan warga di Sebatik sering meminta infrastruktur skala besar yang tak kunjung memberi hasil, namun di sisi lain pihak pemerintah juga mempertimbangkan akses jalan yang sulit dicapai. Selain itu, ia juga menanyakan bagaimana solusi rancangan DOB (Daerah Otonom Baru) di Sebatik yang masih ditinjau ulang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sofiyanti Ardi Niyingsih selaku ketua umum HMJ Akuntansi mengungkapkan tema optimalisasi diskusi diambil supaya tidak ada diskriminasi. Karena tema ini dapat dilihat dari sudut pandang manajemen, akuntansi, dan ilmu ekonomi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan kenapa kita ambil masalah ini, sudah jelas dari program Nawacitanya Pak Jokowi ternyata masih belum tersentuh di beberapa kawasan. Ada solusi dari optimalisasi ini yaitu pembangunan berdiri sendiri, di mana kita bisa memanfaatkan dari bidang pariwisatanya maupun dalam hal penggunaan SDA-nya,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sofi berharap solusi dan masukan dari diskusi ini bisa membuka wawasan bagi mahasiswa agar bisa peka dan dapat membantu dari kawasan perbatasan tersebut.&nbsp;</span><span><em><strong>(bip/cin/wal)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Evaluasi BEM KM, DPM KM: Gonta-Ganti Menteri Itu Mengggangu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/evaluasi-bem-km-dpm-km-gonta-ganti-menteri-itu-mengggangu/baca </link>
<guid> evaluasi-bem-km-dpm-km-gonta-ganti-menteri-itu-mengggangu </guid>
<pubDate> Tue, 17 Oct 2017 13:58:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Waktu menuju rangkaian Pemilihan Raya (Pemira) BEM KM Unmul tak lama lagi. (Sumber Foto: Dok. pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/evaluasi-bem-km-dpm-km-gonta-ganti-menteri-itu-mengggangu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jAqnmMlpz8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Evaluasi BEM KM, DPM KM: Gonta-Ganti Menteri Itu Mengggangu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Waktu menuju rangkaian Pemilihan Raya (Pemira) BEM KM Unmul tak lama lagi. Selaras dengan itu, beberapa hari ke depan pula, periodisasi kepengurusan Kabinet Gelora Perbaikan BEM KM Unmul akan segera menemui titik purna. Sebelumnya, DPM KM Unmul melakukan evaluasi terhadap kinerja BEM KM Unmul secara berkala.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Insyaallah (Pemira) tanggal 23 Oktober 2017. Sedangkan masa pendaftaran (bakal calon) sampai penetapan (hasil Pemira) kurang lebih satu bulan,&rdquo; ucap Ketua DPM KM Unmul, Alif Mustofa.</p><p style="text-align: justify;">Di sepertiga periode kepengurusan, gerak BEM KM Unmul ternyata fokus pada advokasi UKT mahasiswa angkatan 2013. Kemudian, penyesuaian kategori UKT maba di tiap-tiap fakultas yang teradvokasi melalui audiensi antara DPM KM, BEM se-Unmul bersama pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, kesepakatan terakhir pertemuan, pihak rektorat mempersilakan pengajuan penurunan UKT di fakultas masing-masing dengan jaminan pasti turun, terutama untuk kategori IV dan V. Hal itu dinilai Alif sebagai sebuah keberhasilan.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Alif, kelebihan BEM KM Unmul tahun ini tidak pernah ketinggalan merespons isu. Bahkan, BEM KM Unmul acap kali turun ke jalan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami akui, mereka tidak telat masalah isu. Literasi pun sudah baik berjalan. Tulisan-tulisan dari pers kampus dan media daerah sudah lebih sering muncul,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, BEM KM Unmul nyatanya tak luput dari cacat. Mulai ajang Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat universitas hingga gonta-ganti menteri disoroti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pergantian beberapa menteri itu cukup mengganggu jalannya internal. Sedangkan untuk PKKMB ada sekitar lima sampai enam fakultas yang tidak mengikuti PKKMB secara penuh,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Advokasi Ala BEM KM Unmul di Mata Alif</strong></p><p style="text-align: justify;">Karena bentuk advokasi bersifat gabungan, Alif mengakui BEM se-Unmul telah berupaya melaksanakan advokasi secara maksimal. Namun, hasil akhir advokasi banyak yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Tawaran-tawaran solusi mahasiswa tidak digubris sepenuhnya oleh pihak birokrat. Walhasil, jalan yang diambil adalah jalan tengah dan tidak mencapai goal awal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Artinya memang untuk advokasi sudah berjalan, tapi hasil bisa dibilang kurang memuaskan. BEM KM sudah maksimal melakukan advokasi,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Di luar berbagai evaluasinya, Alif menyelipkan pesan agar suksesi BEM KM Unmul selanjutnya bisa melakukan terobosan. BEM KM sebagai organisasi pergerakan harus menjadi perantara dan wadah bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk menyampaikan aspirasi pada pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada banyak permasalahan di daerah, termasuk di Samarinda dan Kalimantan Timur. Hendaknya, BEM KM bersama mahasiswa Unmul harus bisa menawarkan solusi konkret,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(dan/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 43 Usai, Mahasiswa Kembali ke Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-usai-mahasiswa-kembali-ke-kampus/baca </link>
<guid> kkn-43-usai-mahasiswa-kembali-ke-kampus </guid>
<pubDate> Fri, 20 Oct 2017 12:35:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda Serah Terima Kembali Mahasiswa KKN 43 dari Provinsi ke Universitas Mulawarman dihelat di Ruang Serbaguna Rektorat lantai 4 pukul 09.00 Wita, Rabu (18/10) kemarin. (Foto: Amel) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-43-usai-mahasiswa-kembali-ke-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mqJGwomjpE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 43 Usai, Mahasiswa Kembali ke Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Mahasiswa KKN 43 kembali dikumpulkan, kali ini agendanya untuk Serah Terima Kembali Mahasiswa KKN 43 dari Provinsi ke Universitas Mulawarman. Agenda tersebut dihelat di Ruang Serbaguna Rektorat lantai 4 pukul 09.00 Wita, Rabu (18/10) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Esti Handayani, Ketua Pusat Penguatan Kelembagaan dan Pengabdian pada Masyarakat LP2M dalam sambutannya memapar kembali jenis-jenis KKN, produk unggul dari hasil program kerja selama KKN khususnya bidang penguatan kelembagaan masyarakat hingga pariwisata. Ia pun mengucap terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung jalannya niat pengabdian masyarakat sivitas Unmul tahun ini, khususnya mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terima kasih sudah menjaga nama baik almamater. Kalian sudah bekerja keras,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Acara hari itu rupanya tak hanya seremoni semata. Ada Pristiangga Dwi selaku perwakilan mahasiswa KKN jenis Desa Sejahtera Mandiri (DSM) yang diberikan kesempatan mempresentasikan program kerjanya. Untuk diketahui, terdapat tiga wilayah KKN DSM yakni desa Manunggal Jaya, (Kutai Kartanegara), Babulu Laut (Penajam Paser Utara), dan Sungai Tuak (Tanah Grogot, Paser).</p><p style="text-align: justify;">Dipaparkan Pristiangga, KKN DSM adalah jenis KKN yang bermitra dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI). Tujuannya ialah untuk membuat desa mampu berdikari di segala aspek dengan prinsip kerja berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Info untuk teman-teman, pertengahan November nanti Ibu Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial RI akan ke Desa Manunggal Jaya, Babulu Laut, dan Sungai Tuak untuk mewisuda 3 desa tersebut sebagai desa berpredikat sejahtera mandiri. Ini pencapaian luar biasa,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Beragam proker Pristiangga dan kawan-kawan ditampilkan melalui beberapa kilas foto dalam video dokumenter. Adapun beberapa metode yang digunakan adalah pengamatan okuler, mengolah data BPS, <em>social mapping</em>, dan wawancara.</p><p style="text-align: justify;">Sementra itu, Encik Akhmad Syaifudin yang kebagian sambutan usai presentasi Pristiangga mengungkapkan rasa bangganya kepada seluruh mahasiswa KKN 43. Kendati begitu, Encik menginginkan mekanisme KKN Penyetaraan yang lebih jelas untuk bisa diterapkan tahun depan.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, ia bersama Wakil Rektor I, Sardjono Agung tengah jalan agar mahasiswa bisa cepat lulus melalui KKN Penyetaraan. Melirik Universitas Negeri Semarang yang jika menjadi penyaji ajang PKMP maka mahasiswa bersangkutan dianggap telah menyelesaikan skripsi.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir sambutannya, Encik berpesan agar mahasiswa tidak terlena dengan masa-masa tidak ada mata kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Anda harus ingat masih ada tugas akhir setelah KKN. Semoga lambaian tangan adik-adik di desa yang kalian tinggalkan itu menjadi penyemangat untuk lulus. Bukan tidak mungkin ada di sini yang nantinya mengabdi di desa KKN-nya sendiri. Entah jadi aparat, atau mungkin menemukan tambatan hati,&quot; ucapnya diikuti tawa hadirin.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan belum benar-benar berakhir manakala Jauhar Effendi yang kala itu hadir mewakili absennya Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, mengimbau kepada tiap kelompok mahasiswa tahun depan untuk berupaya menemukan satu masalah khas di daerah KKN-nya untuk dipetakan dan diselesaikan. Itu disampaikannya usai rampung membacakan sambutan normatif Gubernur Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa itu berharap KKN akan terus ada dan mengalami perbaikan.</p><p style="text-align: justify;">Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara, serah terima buku KKN secara simbolis, dan foto bersama. &quot;Masa KKN memang telah usai, namun pengabdian yang sesungguhnya tidak benar-benar berakhir,&quot; pungkas Jauhar. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebenaran yang Terus Hidup dan Aksi Solidaritas untuk AMT Pertamina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebenaran-yang-terus-hidup-dan-aksi-solidaritas-untuk-amt-pertamina/baca </link>
<guid> kebenaran-yang-terus-hidup-dan-aksi-solidaritas-untuk-amt-pertamina </guid>
<pubDate> Fri, 20 Oct 2017 12:59:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada enam tuntutan yang disuarakan Solidaritas Mahasiswa untuk AMT Pertamina. (Foto: Amel) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebenaran-yang-terus-hidup-dan-aksi-solidaritas-untuk-amt-pertamina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O5tYVzgVqU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebenaran yang Terus Hidup dan Aksi Solidaritas untuk AMT Pertamina</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tali hubungan industrial kusut lagi. Gara-gara kemelut PHK sepihak yang dilakukan PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin terhadap 1095 buruh Awak Mobil Tangki (AMT) dari 10 depot Pertamina pada 13 Oktober lalu. Yang kemudian direspons dengan aksi longmarch kaum buruh dari Bandung menuju Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Mereka ingin menemui langsung Presiden Joko Widodo untuk mendesak pembatalan PHK serta perbaikan pengelolaan BUMN yang notabene milik Indonesia. Uniknya, aksi tersebut diikuti massa yang berdandan ala <em>zombie</em>. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Para buruh menuding, sistem BUMN kini carut marut. Korupsi yang merajalela di tubuh BUMN, kebijakan alih daya untuk sejumlah pekerja, hingga teranyar PHK yang dilakukan melalui pesan singkat membuat buruh geram.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data dari perhitungan Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI-KPBI), PT. Pertamina Patra Niaga belum membayarkan Rp160 miliar upah buruh. Yang terparah, empat buruh tewas terpanggang saat bekerja dalam kurun waktu tiga tahun terakhir tanpa pertanggungjawaban setimpal dari pihak korporasi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ilhamsyah, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menyebut aksi longmarch tersebut merupakan aksi lanjutan dari mogok kerja yang dilakukan pada arus balik Lebaran lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Peristiwa AMT ini sudah lama tidak ada kemajuan. Berbagai instansi yang kita harapkan bisa menyelesaikan persoalan ini tak kunjung memberikan hasil. Longmarch ini adalah upaya buruh mencari keadilan,&rdquo; ungkapnya dikutip dari laman <em>buruh.co</em>.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, pada 6 Juli lalu, Kementerian Tenaga Kerja sempat berkomitmen untuk menutup vendor-vendor alih daya transportasi BBM di Pertamina karena menyalahi aturan. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret mengeksekusi komitmen tersebut. &ldquo;<em>Longmarch</em> ini juga untuk membuka mata publik. Inilah realita tidak hanya di Pertamina, tapi hampir semua BUMN yang ada,&rdquo; imbuh Ilham.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, situasi terkini dari aksi longmarch telah memasuki Bekasi. Namun, ribuan massa buruh dihadang aparat karena tak mengantongi izin. Hal ini lagi-lagi dikecam. &ldquo;Bisa-bisanya jalan kaki saja mesti izin!&rdquo; pekik Ade Fachrizal Rizky saat berorasi dalam aksi solidaritas di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Kaum buruh rupanya tak bergerak sendirian. Di sejumlah kota, salah satunya Samarinda, aksi solidaritas pun dilakukan. Aliansi yang menamakan diri Solidaritas Mahasiswa untuk AMT Pertamina Rabu (8/10) malam menggelar aksi di simpang empat Mal Lembuswana. Salah satu elemen internal Unmul yang terlibat adalah UKM Seni Fasotik FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Darmawansyah, Humas Aksi menyebut aksi ini dilakukan juga di beberapa kota lainnya yakni Makassar, Banten, dan Palu. Berbeda dengan titik pusat aksi yang mengusung konsep zombie, Darmawan dan kawan-kawan bersolidaritas dengan menampilkan seni berupa mural dan menyanyikan lagu-lagu bernuansa gerakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita di sini lebih ke seni, karena seni juga bentuk perlawanan. Seharusnya mahasiswa punya kepedulian karena kondisi buruh juga kondisi rakyat Indonesia. Mereka di-PHK, tidak punya penghasilan, tidak bisa makan. Dan di antara mereka juga ada yang orang tua-orang tua mahasiswa. Maka dari itu mahasiswa harus bersolidaritas,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada enam tuntutan yang disuarakan Solidaritas Mahasiswa untuk AMT Pertamina, yakni hapus sistem kerja outsourcing, batalkan PHK dan angkat AMT jadi karyawan tetap, berlakukan delapan jam kerja, hapus sistem performase, dan terapkan upah lembur. Kemudian, bayar iuran BPJS AMT agar tidak ditolak rumah sakit, bayarkan pesangon dan upah kepada semua pensiunan AMT, CS, dan petugas Krani serta berikan hak cuti tahunan pada seluruh AMT.</p><p style="text-align: justify;">Aksi rampung sekitar pukul 08.20 Wita dengan ditutup bait-bait lagu musikalisasi puisi Widji Thukul berjudul Kebenaran Akan Terus Hidup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kebenaran akan terus hidup. Sekalipun kau lenyapkan, kebenaran takkan mati.&rdquo; <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Izinkan Aku Menangis di Depan-Mu Ya Rabb </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/izinkan-aku-menangis-di-depan-mu-ya-rabb/baca </link>
<guid> izinkan-aku-menangis-di-depan-mu-ya-rabb </guid>
<pubDate> Sat, 21 Oct 2017 13:48:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Nur Jumiati, mahasiswi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya 2016. (Sumber foto: worldhijabday.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/izinkan-aku-menangis-di-depan-mu-ya-rabb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jQfuEZMS0J.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Izinkan Aku Menangis di Depan-Mu Ya Rabb</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Kehidupan adalah waktu yang singkat, yang berjalan seperti menit, dimana pada setiap detiknya, manusia menunggu sebuah keajaiban. Benar, &ldquo;waktu&rdquo; itu cukup adil memperlakukan dunia bahwa segalanya sangat berarti. Terkadang penyesalan hadir meminta waktu untuk kembali, namun pada hakikatnya waktu tidak akan berhenti mendengarkan penyesalan. Tetapi waktu cukup andil memberikan kesempatan pada setiap manusia yang mencari jawaban dari pertanyaan yang belum terpuaskan.</p><p style="text-align: justify;">Duduk termenung di bibir pantai dengan bersandar pada bebatuan yang rapuh, menghadirkan pertanyaan yang selalu ku tanyakan pada hati yang ragu &ldquo;kemanakah perginya ketenangan dan ketenteraman yang selama ini aku cari?&quot;. Mengayunkan kaki silih berganti, tanda hati ragu, diam tanpa jawaban lagi. Saat itu terlihat buih-buih mulai menarik pandanganku, yang datang dari arah kaki yang kuayunkan berulang kali. &ldquo;apakah aku seperti buih-buih ini, yang terombang-ambing oleh ombak yang tidak memiliki tujuan?&rdquo; berbisik hati yang kebingungan.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu aku yakin bahwa terkadang keajaiban alam yang dihadirkan di hadapanku adalah sebuah perbandingan yang sama seperti apa yang kualami dalam kehidupan, agar peka pada kebaikan hingga aku mampu membedakan keburukan. Untuk menemukan sebuah jawaban dari kedua pertanyaan, seharusnya melalui proses berfikir yang benar. Berawal dari hati yang harus menyatu dengan pemikiran. Tidak &nbsp;berlandaskan pada perasaan semata, tetapi ada pemikiran yang menjadi dasar dari segala perbuatan. Teringat kutipan singkat, buku mungil yang menjadi bacaanku tujuh hari yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia, bernar. Bagaimana mungkin selama ini aku melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak hati, pada suasana perasaan yang tidak menentu? Bisa saja aku berhijab hari ini, karena suasana hati yang stabil serta didukung keadaan seperti adanya Majlis Taklim, yang terkadang rasa malu mendorongku untuk melakukan sesuatu karena berada di lingkungan muslimah hingga pada akhirnya hatiku tergerak untuk berbusana muslimah dengan hijab pilihan terbaikku.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada yang menjamin bahwa suasana hati esok masih akan tetap stabil. Maka perasaan adalah sesuatu yang tidak bisa menjadi pegangan dalam melakukan sesuatu. Tidak hanya itu, jika berdasarkan hati dan perasaan kewajiban bisa saja menjadi pilihan. Bagaimana tidak, hati adalah gumpalan daging yang hanya mengandalkan perasaan, yang selalu mengalami dinamika sesuai dengan kondisi maupun lingkungan yang ada, karena hati pada hakikatnya tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tidak mampu menjawab pertanyaan pertama, tetapi ini adalah jawaban dari pertanyaan kedua. Ternyata benar, perasaanku seperti buih-buih di lautan yang terombang-ambing terbawa arus gelombang tanpa tahu tujuan yang benar. Kini aku menjadi mangsa yang dikelabui oleh dosa-dosa, yang berjalan sombong tanpa ingin dipersalahkan. Sesuka hati berbuat apa saja yang diinginkan. Pacaran seakan prestasi remaja yang diperlihatkan pada dunia, pergaulan terasa seperti langit yang tak terlihat batasan-batasannya, aurat terhumbar menjadi pajangan masyarakat yang tak ada nilainya. Inilah kesenangan duniawi yang berisikan racun berlabelkan madu, <em>ah</em> sungguh manis tapi miris.</p><p style="text-align: justify;">Ia benar,</p><p style="text-align: justify;">Pemikiran tentunya akan membawa pada sesuatu yang terarah, jika prosesnya pada jalur yang benar dan dijalankan sesuai aturan pasti menemukan solusi yang tepat, serta dapat menjadi pembeda baik buruknya suatu perbuatan. Seperti halnya yang manusia ketahui bahwa peraturan yang Allah tetapkan adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, misalnya menutup aurat. Ini sangat jelas, bahwa dengan proses berfikir akan mampu membedakan sebuah kewajiban bagi manusia atau pilihan yang dihadapkan oleh manusia. Namun hal ini, banyak di kalangan masyarakat masih mencampuradukkan hal yang wajib dan pilihan. Padahal kata &ldquo;wajib&rdquo; adalah sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. Ketika dilanggar maka jelas mendapatkan dosa. Sedangkan pilihan adalah keputusan yang diambil oleh manusia itu sendiri, mendapatkan pahala ataupun dosa tergantung dari pilihan yang diambil. Maka dari itu, hati harus sejalan dan searah dengan pemikiran yang benar, karena sebuah pemikiran adalah dasar dari segala perbuatan. Hati akan menumbuhkan sebuah niat dalam keikhlasan pada suatu perbuatan, hingga bernilai pahala dan mendapatkan keberkahan. Berbisik penuh yakin.</p><p style="text-align: justify;">Kini aku mulai menyadari,,,</p><p style="text-align: justify;">Perlahan kupejamkan mata, tak terasa air mata jatuh di dasar laut bagai hujan deras tanpa henti. Ini adalah saksi dari penyesalan. Hati terasa, perih, sakit, dilema. Sungguh menyesakkan jiwa. Betapa tidak, angkuhnya aku berjalan di bumi Allah membawa dosa seluas lautan. Aku selalu meminta kepada-Nya namun ingkar pada perintah-Nya. Bagaimana mungkin aku menginginkan ketenangan, ketenteraman jiwa sedang aku tidak menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslimah. Bahkan kewajiban terkadang dinegosiasi sesuka hati, dilaksanakan sesuai kehendak hati. Sekali lagi <strong><em>izinkan aku menangis di depan-Mu YaRabb.&nbsp;</em></strong>Ketuklah hati ku ini yang telah terlena kesenangan dunia dan berjalan di atas pujian manusia, hingga aku lupa kembali kepada-Mu.</p><p style="text-align: justify;">Izinkan aku berhijrah mencari cinta-Mu Ya Rabb, menunaikan janji yang pernah ku ikrarkan sebelum hadir di dunia. Berjalan di jalan yang benar dengan cara yang Engkau ridhai. Akan ku kikis segala keburukan yang membeku layaknya batu, sulit memang sulit, namun lebih sulit jika aku jauh dari cahaya kebenaran-Mu karena aku seperti tumbuhan yang hidup di bibir pantai yang selalu mencari cahaya hingga aku terhidar dari kehidupan singkat tanpa arti yang hanya layu tanpa menghasilkan buah yang manis.</p><p style="text-align: justify;">Telah ku temukan jawabannya, ini bukan lagi sebuah pilihan yang harus dipilih atau tidak, tetapi ini sebuah tanggung jawab. Bukankah seorang hamba harus patuh pada Sang Pencipta, tanpa harus ada kata &ldquo;Tapi.&rdquo; Langkah awal mungkin terasa agak sulit, tapi aku cukup yakin bahwa hijrah adalah jawaban dari ketenangan dan ketenteraman jiwa yang kucari selama ini, karena Allah lebih dekat dari setiap barisan doaku. Tantangan tentunya pasti akan silih berganti, lingkungan tentu akan mengekang, maka aku jadikan istiqomah sebagai benteng terkuat. Lautan bisa terasa asin, tetapi tidak pada ikan. Aku akan berbalik, memulai langkah awal dengan senyuman terbaik hingga sampai pada pelukan-Nya, lalu kembali menangis haru di depan-Mu Ya Rabb. <br><br><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Nur Jumiati, mahasiswi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya 2016</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Refleksi Hari Santri: Mikrokosmos Santri dan Kita yang Metropolit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/refleksi-hari-santri-mikrokosmos-santri-dan-kita-yang-metropolit/baca </link>
<guid> refleksi-hari-santri-mikrokosmos-santri-dan-kita-yang-metropolit </guid>
<pubDate> Sun, 22 Oct 2017 13:19:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini tentang Refleksi Hari Santri yang ditulis oleh Alif Bareizy, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2013. (Sumber foto: wahidfoundation.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/refleksi-hari-santri-mikrokosmos-santri-dan-kita-yang-metropolit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0xM8OVk5CO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Refleksi Hari Santri: Mikrokosmos Santri dan Kita yang Metropolit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari Santri baru begulir tiga kali. Dan jujur saja, bisa jadi hari santri tidak bakal ditetapkan secara nasional kalau Joko &ldquo;Jokowi&rdquo; Widodo tidak menjadi presiden. Penetapan hari santri memang salah satu bargain politik Pakdhe bagi kalangan santri. Dengan campur mulut Fahri Hamzah yang tendensius dan menjadikan orang berasumsi bahwa wakil rakyat independen itu menyepelekan santri, dus tiba-tiba isu ini meluas. Kemudian kita bisa lihat, Jokowi menang di daerah kantung santri plus kebanyakan pentolan kalangan ini akrab dengan beliau. Akui saja, kalangan santri, dalam hal ini santri yang dinaungi Nahdlatul Ulama, memang sasaran legit buat kelompok politik manapun.</p><p style="text-align: justify;">Saya yang tumbuh dekat dengan kebudayaan santri tidak bisa bohong bahwa saya bahagia dengan adanya Hari Santri, terlepas dari adanya alasan bahwa Hari Santri Nasional (HSN) adalah janji politik Pak Jokowi (saya tidak memilih beliau). Sebelumnya dijanjikan satu Muharam bakal diperingati, tapi akhirnya 22 Oktober yang dipilih, tanggal yang sama ketika Hadrastussyaikh Hasyim Asyari mengeluarkan Resolusi Jihad 72 tahun sebelumnya. Banyak yang bersepakat, tidak akan Inggris kalah di Surabaya dalam &ldquo;tawuran masal&rdquo; itu kalau tidak ada Resolusi Jihad. Nah, sejarah inilah yang sering tidak ditulis dalam buku sejarah sekolahan.</p><p style="text-align: justify;">Sedikit demi sedikit HSN membuka hijab kehidupan santri yang amat komunal sekaligus terlihat tertutup itu. Bukan karena tidak mau membuka diri, tapi karena tidak sempat. Mulai subuh mereka beraktivitas hingga malam isinya cuma mengaji kitab ulama klasik yang tulisannya arab gundul khusus pesantren salaf (bukan salafi) atau yang bergaya klasik, untuk pesantren yang lebih modern ada di antaranya menyisipkan sekolah formal. Sebenarnya banyak sekali sisi unik pesantren yang jika masyarakat umum tahu menimbulkan kekaguman. Dari sisi menuntut ilmu, metodenya, sampai takzim luar biasa ke para kiainya. Makin banyak penelitian soal kehidupan pesantren, liputan media massa (karena Pak Jokowi senang mampir, masih ingat kan santri yang disuruh sebutkan siapa saja menteri sekarang?), juga santri makin percaya diri menunjukkan identitas dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Tiga paragraf di atas hanya pengantar saja. Saya tidak mau membahas prestasi Jokowi terlalu banyak, nanti dicap mahasiswa kontra-revolusioner. Ada dimensi lain tentang santri yang saya ingin bagi pada jemaah pembaca sekalian.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang membuat saya kesengsem dengan kehidupan ala<em>&nbsp;</em>santri adalah sikap beragama yang cenderung teduh dan tidak berisik. Kata teman saya, kehidupan santri <em>singul</em><em>a</em><em>r</em> di pesantren, tapi begitu keluar justru bisa menerima perbedaan. Amat bisa menerima perbedaan. Bahkan karena konstruksi berpikir yang demikian, seringkali santri dicap liberal. Liberal dari mana kalau bertemu dengan para masyaikh masih cium tangan takzim, bahkan Ulil Abshar Abdalla dedengkot Jaringan Islam Liberal itu sekalipun.</p><p style="text-align: justify;">Memang tidak semua santri demikian, dan tidak semua pesantren mengajarkan laku hidup toleran itu. Tapi jika kita lihat secara makro, tidak hanya di sosial media yang saya maksud, pasti anda setuju dengan saya. Kalau anda masih tidak percaya, mungkin area pergaulan masih kurang jauh, pulangnya masih kurang larut.</p><p style="text-align: justify;">Santri level awal harus belajar <em>nahwu s</em><em>ho</em><em>r</em><em>o</em><em>f</em><em>&nbsp;</em>(gramatika arab) yang dasar, dan di saat itu pula belajar akhlak dan adab. Berlanjut harus belajar kitab fiqh, lalu hadis dan juga ushul, baru apabila sudah matang masuk ke babakan tasawuf (pengolahan hati). Dari tahapan belajarnya bisa kita lihat, yang diutamakan adalah akhlak, lalu yang terkahir adalah tasawuf. Bisa jadi keadaan itulah apabila santri bermukim lama di pesantren (seharusnya) makin teduh hasilnya. Dan di dalam belajar pun banyak dialektika ilmu, keputusan beda antar satu dan yang lainnya. Di pesantren pula, mereka belajar menerima yang beda. Cenderung dialogis daripada apologetik dalam melihat permasalahan.</p><p style="text-align: justify;">Selain <em>mauidhoh hasanah</em> (nasihat yang baik), mereka juga disuguhi <em>uswatun hasanah</em> (contoh yang baik). Kiai beserta ustaz menjadi contoh laku mereka sehari-hari, belum lagi pihak seksi keamanan yang angkernya bikin kita refleks baca ayat kursi. Di situlah santri dididik menahun dalam semua aspek kehidupan, tentu masalah <em>output</em> ada yang berhasil dan ada yang tidak. Wajar. Selaras mahasiswa, ada yang beradab dan ada yang biadab.</p><p style="text-align: justify;">Setelah keluar pesantren apakah &ldquo;boleh&rdquo; mengajar? Oh, belum tentu. Masih ada masa pengabdian lagi. Sisi lain yang orang awam yang mungkin tidak akan pahami, di pesantren salaf, ada yang dinamakan <em>ijazah</em>. Bukan dalam bentuk lembaran kertas, tapi semacam akad antara murid dan guru, itupun santrinya bukan sembarangan. Prosesinya macam-macam, kadang juga santri &ldquo;<em>digojlok</em>&rdquo; dulu. Kalau tahan diberi, tidak ya, wasalam. Dengan <em>ijazah</em> tak kasat mata ini, santri yang memang diberi dianggap pantas dan legal untuk mengajarkan ilmunya.</p><p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana dengan &ldquo;sampaikanlah walau hanya satu ayat&rdquo;? Ya, silakan saja disampaikan ilmu yang Anda tahu, mungkin dapat ganjaran baik. Nah kalau salah, ya dosa bisa bereplikasi sejauh mana yang Anda sampaikan mengalir. Saya tiba-tiba ingat Jonru, apa kabar dengan hoaksnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada sisi menarik di sini. Santri yang menahun belajar di pesantren cenderung tidak menunjukkan gejala penghakiman terhadap kehidupan beragama sehari-hari. Pun ada penghakiman, biasanya diucapkan di lingkaran sendiri, jarang ada yang keluar. Di sisi lain, masyarakat perkotaan yang lekat dengan media sosial dengan informasi yang melimpah ruah justru begitu gampang menghakimi. Atau jangan jauh-jauh, hitung saja ceramah salat Jumat yang tendensius atau berbau politis. &nbsp;Apa-apaan salat Jumat bicarakan Erdogan dan Kim Jong Un coba?</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat metropolit yang ingin menjadikan agama sebagai pedoman memang lebih mudah menerima segala sesuatu yang instan. Misal, belajar sepotong dari Youtube, atau ikut kajian seminggu sekali, itupun entah darimana aspek legal si pengajar. Mungkin &ldquo;tidak punya waktu&rdquo; untuk belajar secara bertahap dan menahun, namanya orang sibuk. Tidak ada pembelajaran dialektika di sini. Makanya kanan kiri beda sedikit dicap aneh-aneh. Saya sudah pernah dikafirkan, dicap syi&rsquo;ah, liberal, dan macam-macam label yang lain, padahal itu pandangan yang saya utarakan pandangan amat umum di lingkungan santri.</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya masyarakat metropolit yang bergelayut pada agama malu dengan realita ini. Mengapa justru santri yang hidupnya berawal dari kampung justru bisa moderat, sedangkan kita semua sudah dicekoki pelajaran ini-itu segala macam? Kata seorang kawan, &ldquo;ciri orang kota yang ngakunya modern tapi justru jauh dari moderat. Menjadikan agama sebagai romantisme instan yang sarat pembenaran mutlak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Semoga sendi kehidupan santri yang toleran menjamah kota, bukan justru sebaliknya. Selamat Hari Santri Nasional untuk kita semua. Salam takzim dan Al Fatihah untuk semua kiai dan santri di nusantara.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><strong><em>Alif Bareizy</em></strong><strong><em>, mahasiswa Fakultas Kedokteran 2013</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Proyek Jalan dan Trotoar Rampung, Eko Bantah Isu Habiskan Anggaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/proyek-jalan-dan-trotoar-rampung-eko-bantah-isu-habiskan-anggaran/baca </link>
<guid> proyek-jalan-dan-trotoar-rampung-eko-bantah-isu-habiskan-anggaran </guid>
<pubDate> Mon, 23 Oct 2017 13:35:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Semenjak mendapatkan akreditasi A, Unmul terus berbenah memperbaiki sarana dan prasarananya. Hal ini tampak dalam kesibukan pelebaran jalan dan pembangunan trotoar sekitaran kampus FISIP dan Faperta. (Foto: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/proyek-jalan-dan-trotoar-rampung-eko-bantah-isu-habiskan-anggaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hRhkPRg5np.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Proyek Jalan dan Trotoar Rampung, Eko Bantah Isu Habiskan Anggaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Semenjak mendapatkan akreditasi A, Unmul terus berbenah memperbaiki sarana dan prasarananya. Hal ini tampak dalam kesibukan pelebaran jalan dan pembangunan trotoar sekitaran kampus FISIP dan Faperta. Proyek tersebut sempat menuai kemacetan karena penutupan sebagian badan jalan.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan tersebut berdasarkan kontrak trotoar dan drainase yang telah berlangsung sejak (22/8) lalu, ditandai dengan penutupan ruas jalan dan mulainya para tukang bekerja.</p><p style="text-align: justify;">Eko Surya Wardana selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat ditemui awak <em>Sketsa</em> pada Selasa (17/10), mengungkapkan awalnya hanya program drainase dan pelebaran jalan yang dikerjakan. Namun, untuk menambah kenyamanan dan bentuk pelayanan maka dibuatlah trotoar untuk para mahasiswa pejalan kaki yang melintasi jalan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk <em>safety</em> juga kan, artinya ada tempat pejalan kaki dari pada ada yang naik gunung suka ngebut biar aman,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Eko juga memaparkan pengerjaan setiap proyek-proyek tersebut berbeda paket kegiatannya berdasarkan lokasi tetapi masih dalam satu naungan PPK.</p><p style="text-align: justify;">Perihal anggaran yang digunakan untuk proyek jalan sekitar Rp680 juta. Sedang untuk drainase sekitar Rp300 juta yang mana dana itu didapat dari APBN. Saat ini, jalan sudah dibuka dan trotoar pun sudah bisa digunakan terhitung sejak 19 Oktober.</p><p style="text-align: justify;">Jor-joran pembangunan yang lumrah dilakukan lembaga jelang akhir tahun untuk habiskan anggaran dibantah Eko. Menurutnya, untuk mengajukan dana atau mengusulkan sebuah proyek di APBN harus mengusulkan setahun sebelumnya. Jadi, tidak bisa melakukan kegiatan di luar perencanaan yang diajukan setahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan itu (jalan/drainase/trotoar) sebetulnya sudah diusulkan dari tahun lalu uangnya. Dilaksanakan tahun ini, sudah menjadi usulan Unmul tahun sebelumnya,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Eko menambahkan, dalam segala bentuk kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan judul kegiatan yang diajukan. Artinya jika judul yang diajukan berkaitan dengan proyek jalan maka harus berfokus pada pengerjaan jalan dan tidak boleh dialihkan untuk kegiatan lainnya, meskipun ada sisa anggaran, karena akan ada pertanggungjawaban nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pengerjaan proyek ini disambut baik oleh mahasiswa Unmul salah satunya adalah Iliana, mahasiswi FISIP. Sebagai pejalan kaki, ia mengaku sangat terbantu karena kerap melewati jalan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Gadis itu memilih berjalan kaki karena jarak antara kosnya yang berada di Jalan Pramuka yang notabene dekat dengan kampus. Ia yang setiap hari berjalan kaki menuju ke kampus merasa lebih nyaman dan lebih aman dengan adanya trotoar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lebih ngerasa aman dan nyaman. Karena memang iya mereka yang naik sepeda motor enggak tahu diri sukanya kebut-kebut, laju lah, mereka enggak memikirkan orang yang jalan kaki,&quot; tukas mahasiswi Ilmu Komunikasi 2016 itu.<em><strong>&nbsp;(wil/aml)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira  2017: Ferry, Miftah, Rizaldo, atau Hariyani? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pemira-2017-ferry-miftah-rizaldo-atau-hariyani/baca </link>
<guid> pemira-2017-ferry-miftah-rizaldo-atau-hariyani </guid>
<pubDate> Mon, 23 Oct 2017 13:41:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ibrahim menyebut nama-nama yang berkemungkinan kuat digadang-gadang maju dalam Pemira BEM KM Unmul 2017. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pemira-2017-ferry-miftah-rizaldo-atau-hariyani/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pV5X5l1pJq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira  2017: Ferry, Miftah, Rizaldo, atau Hariyani?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pemilihan umum, entah bupati, wali kota, gubernur, hingga presiden biasanya disertai suasana politik yang memanas. Berbagai manuver politik dari bakal calon dan partai menghiasi <em>headline</em> di media massa. Tapi lain cerita dengan pemilihan raya (Pemira) presiden dan wakil presiden di BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, nuansa persaingan memperebutkan kursi eksekutif tertinggi di Kampus Hijau--sebutan Unmul itu masih sepi. Kondisi Pemira kali ini lagi-lagi tak jauh beda dari tahun sebelumnya. Tetap kurang semarak. Tetap tidak antusias.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, di Unmul sejatinya tidak kehabisan stok pemimpin. Banyak nama yang bisa disorong menjadi pucuk pimpinan BEM di tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan analisa penulis, saat ini setidaknya ada beberapa kandidat yang layak diperhitungkan. Bahkan pantas untuk didorong maju dalam gelaran Pemira mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Pertama ada sosok Aditya Ferry, ketua BEM FEB 2016-2017. Mahasiswa jurusan manajemen angkatan 2013 ini punya kapasitas untuk menjadi presiden BEM KM Unmul menggantikan Norman Iswahyudi yang saat ini menjabat.</p><p style="text-align: justify;">Ferry merupakan satu di antara Ketua BEM yang sukses. Bahkan dia kerap menuliskan gagasan-gagasannya di media. Seperti tulisannya berjudul &ldquo;Menyeru Perdamaian Dunia: Kiprah Indonesia terhadap Impian Palestina&rdquo; di situs<em>&nbsp;selasar.com</em>. Kemudian ada tulisan lain berjudul &ldquo;Ayo Rebut Demokratisasi Pendidikan -- Bacaan Wajib Mahasiswa Tingkat Akhir&rdquo; di situs <em>sketsaunmul.co</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tulisannya pun cukup renyah dan enak dibaca. Sehingga bisa diketahui, Ferry merupakan salah satu mahasiswa yang berbakat. Punya kemampuan menulis bahkan minat baca yang cukup baik. Dia bisa dikategorikan mahasiswa langka. Sebab tidak banyak mahasiswa zaman sekarang yang punya daya literasi baik. Itu jika dibandingkan dengan ketua BEM di fakultas lain yang seangkatannya dengan dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, hingga saat ini Ferry masih terkesan malu-malu. Bahkan enggan mencalonkan dirinya sebagai bakal calon presiden yang berlaga dalam Pemira BEM KM Unmul mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Kandidat kuat berikutnya, yakni Ketua BEM FKM Muhammad Miftahul Mubarok. Saat ini ia memang masih menjabat sebagai ketua, namun tidak menutup kemungkinan bakal maju karena sudah berada di akhir masa jabatan. Miftah potensial karena dikenal sebagai sosok ketua BEM yang mampu menggerakkan mahasiswa FKM dalam berbagai kegiatan dan aksi massa. Tercatat, Miftah bersama aliansinya pernah berhasil mengadvokasi penolakan pemasangan papan reklame oleh salah satu merek rokok terkenal yang dilakukan secara sporadic di kawasan Jalan M Yamin.</p><p style="text-align: justify;">Tak berbeda dengan Ferry, Miftah pun enggan menyatakan minatnya untuk bertarung dalam Pemira. Bahkan dalam suatu kesempatan kepada penulis dia mengungkapkan untuk segera lulus dan mulai berkarier.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau segera lulus. Target 2018,&rdquo; ujar Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Sosok lain, ada mantan Ketua BEM FKIP Rizaldo. Mahasiswa dari jurusan pendidikan ekonomi ini punya kans paling besar di antara dua kandidat di atas. Pasalnya di FKIP, Rizaldo cukup terkenal. Itu modal yang cukup untuk meraih pundi-pundi suara sebagai modal memenangkan Pemira. Sehingga dia semestinya tidak ragu untuk menggalang dukungan dan segera mencalonkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Tapi hingga saat ini Rizaldo pun masih belum menunjukkan minatnya untuk maju sebagai bakal calon presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain tiga sosok di atas, ada calon lain yang cukup potensial. Bahkan patut diperhitungkan. Yakni Ketua BEM FISIP Nur Hariyani. Sosok perempuan yang memimpin kampus aktivis ini punya kapasitas kepemimpinan yang bagus. Bahkan dia salah satu sosok ketua BEM fakultas yang aktif dalam mengadvokasi pelbagai permasalahan di kampusnya.</p><p style="text-align: justify;">Hanya saja, Hariyani dianggap masih memiliki kekurangan. Khususnya dalam mengelola internal. Dari sejumlah sumber di internal FISIP, disebutkan anggota hingga kepala bidang selama kepengurusannya banyak mengundurkan diri. Padahal kemampuan mengelola internal merupakan salah satu modal penting di organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari masalah itu, Hariyani tetaplah sosok yang tangguh. Dia cukup membuktikan layak menjadi salah satu kandidat untuk didorong maju sebagai calon presiden maupun wakil presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari sikap malu-malu dan keenganan beberapa kandidat potensial di atas, besar harapan penulis, Pemira BEM KM Unmul tahun ini bisa lebih semarak. Bahkan muncul nama-nama lain yang justru tidak diperhitungkan sebelumnya, namun punya berkapasitas dan mampu menjadi pemimpin baru dengan berbagai inovasinya di BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebab terlepas dari menang dan kalah, momentum Pemira ini layak menjadi barometer persaingan dalam perebutan kursi tertinggi BEM KM Unmul. Sekaligus menjadi sarana pertarungan gagasan untuk menjadikan Unmul lebih baik.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis &nbsp;oleh Ibrahim</em></strong><strong><em>, Wakil Presiden BEM KM Unmul 2015</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sketsa Awards 2017: Mengunci Memori </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-awards-2017-mengunci-memori/baca </link>
<guid> sketsa-awards-2017-mengunci-memori </guid>
<pubDate> Mon, 23 Oct 2017 13:53:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sketsa Awards 2017 hadir dengan tema "Back to School", momen apresiasi penuh kehangatan dan keseruan yang sulit terlupakan. (Foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-awards-2017-mengunci-memori/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UalM2DQ9mm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sketsa Awards 2017: Mengunci Memori</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Puluhan orang dengan seragam sekolah SD, SMP, SMA tampak memasuki rumah jabatan Rektor Unmul pada Sabtu (21/10) malam. Siapa sebetulnya mereka yang berpakaian seragam sekolah itu, yang dengan petentang-petenteng memasuki rumah jabatan rektor, menggelar nyanyian di pendopo kayunya?</p><p style="text-align: justify;">Pendopo kayu tersebut didesain layaknya sebuah sekolah. Berjejer kursi berwarna merah, di barisan depan ada sofa berwarna cokelat yang umumnya ditaruh di ruang kepala sekolah, dan spanduk bergambar papan tulis lengkap dengan bendera dan foto pemimpin negara. Ada petak panggung kecil untuk ibu dan bapak guru mengajar. Juga ada koridor kelas tempat siswa mengambil gambar dengan pose heboh. Sementara di sisi kiri tersedia kantin yang berisi jajanan masa sekolah seperti es yang diminum langsung dari plastik, pentol, kerupuk mihun, dan bingkisan kecil ketika ada salah seorang kawan SD berulang tahun. Konsep kantinnya menganut asas kejujuran: kau boleh makan apa saja asal jujur pas ditanya &ldquo;sudah makan berapa?&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan berseragam putih abu dengan cincin di kelingking kiri maju ke depan. Ia seperti senior SMA yang kau tahu berbahaya. Perempuan itu mengabarkan acara akan dimulai jadi semua siswa sebaiknya bersiap di bangkunya masing-masing.</p><p align="center" style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">Perempuan yang menyampaikan sambutan pertama itu adalah Ketua Panitia Sketsa Awards 2017, Nawwar Hayyu Hastuty. Dalam sambutannya ia menerangkan Sketsa Awards adalah acara dari divisi Redaksi. Sudah ada sejak 2013 dan berlanjut satu tahun sekali dalam satu masa kepengurusan. Acara internal ini digelar pada pengujung masa pengurus, momen-momen sebelum menyambut Musyawarah Besar.</p><p style="text-align: justify;">Setiap tahunnya Sketsa Awards mengangkat tema yang berbeda-beda. Tahun ini konsep acara menggunakan tema &ldquo;Back to School&rdquo;. Sebelumnya, angkatan Sketsa mulai dari 7-8, 9, dan 10 melakukan kocok arisan menentukan seragam jenjang apa yang dikenakan. Hasilnya terpilih bahwa angkatan 7-8 kembali menjadi anak SMP, 9 jadi SMA, sementara 10 sebagai angkatan termuda&mdash;mendapat SD. Terakhir dalam sambutannya Nawwar berpesan agar semua siswa dapat menikmati acara Sketsa Awards malam itu.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan kedua disampaikan Khajjar Rohmah selaku Ketua Umum. Ia bicara tentang bentuk apresiasi bahwa penghargaan yang diberikan malam itu tidak berarti menafikan semua kontribusi kawan-kawan Sketsa yang lain. Pada dasarnya semua telah bekerja sama dan perayaan Sketsa Awards adalah bentuk kesenangan semata.</p><p style="text-align: justify;">Sesi memanjat doa dipimpin oleh Eka Rizky Prabowo. Ia mengenakan celana merah yang tidak isbal, jadi terlihat meyakinkan untuk memimpin doa. Tak ketinggalan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dikomando oleh Ayu Indar yang menambahkan rompi sifon merah tanpa lengan di seragam SD versinya.</p><p style="text-align: justify;">Lantas maju bapak dan ibu guru lengkap dengan batik koprinya yang santun. Kelas sudah waktunya dimulai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak hanya bertugas memandu jalannya acara, tapi sekaligus memastikan kalian para siswa tidak tawuran di sini, ya,&rdquo; kata si ibu guru. Si bapak guru manggut-manggut.</p><p align="center" style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">Pasangan guru Sketsa Awards malam itu adalah Wiliam Maliki dan Nisa Rengganis. Beberapa hari sebelum acara berlangsung, beredar sebuah tangkapan layar di <em>WhatsApp</em> yang berisi percakapan Ninis, begitu ia disapa, menyebut William dengan sebutan kaku. Dan, William cuma senyum-senyum masam saat diberi tahu tentang hal itu. Tetapi, lagi-lagi <em>chemistry</em> siapa yang biasa menebak. Terbukti sepanjang acara Sketsa Awards, bapak dan ibu guru ini berhasil tampil serasi.</p><p style="text-align: justify;">Hiburan pertama dibuka dengan penampilan angkatan 8 yang bersama-sama menyanyikan lagu <em>Kepompong</em> dari sind3ntosca. Lagu-lagu yang dipilih memang sengaja untuk memunculkan kembali memori tentang masa-masa sekolah. Begitu pula dengan penampilan angkatan 9 yang menyanyikan lagu <em>Ingatlah Hari Ini</em> dari Project Pop dan angkatan 10 yang membawa pentas musikal <em>Jagoan</em> dari Petulangan Sherina.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;Ada pengisi acara lain juga yang berasal dari masing-masing angkatan. Eka Rizky Prabowo dan Wahid Tawaqal mewakili 10 dan 8 mencoba melakukan pertunjukan komedi tunggal di atas panggung. Meskipun tidak lucu-lucu amat untuk tidak disebut garing, keduanya berhasil memperoleh tawa yang tidak diketahui ikhlas atau tidak. Sementara angkatan 9 mengutus tiga perempuan yang komposisinya pas sekali yakni Fadiah Adlina, Uswatun Hasanah, dan Anisa Nur Adnin untuk membawakan dua tembang lawas, <em>Kisah Kasih di Sekolah&nbsp;</em>dari Chrisye dan <em>Wulan Merindu&nbsp;</em>gubahan Cici Paramida.</p><p style="text-align: justify;">Di antara hiburan-hiburan itulah pembacaan nominasi Sketsa Awards dilakukan. Sebuah bentuk apresiasi kepada nama-nama yang selama satu tahun kepengurusan telah berkontribusi positif dengan menciptakan karya-karya bersama Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Penerima award malam itu di antaranya diberikan kepada Amelia Rizky Yunianty sebagai Reporter Terbaik 8 dan Host Terfavorit, Uswatun Hasanah sebagai Reporter Terbaik 9, Putera Tiya Ilahi sebagai Reporter Terbaik 10, Fadiah Adlina sebagai Reporter Terajin, Faqih Hendrian sebagai Fotografer Terbaik, Eka Rizky Prabowo sebagai Layouter Terbaik, Fajar Tri Mahardika sebagai Kameramen Terbaik, dan Anisa Nur Adnin sebagai Figuran Terbaik.</p><p style="text-align: justify;">Hadiah terakhir berupa Angkatan Terbaik diberikan kepada angkatan 9 atas penampilan panggung mereka yang menyenangkan. Jadilah malam itu para siswa menyanyikan dua kali lagu <em>Ingatlah Hari Ini</em> yang larik-lariknya begitu kuat.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Entah sebetulnya bagaimana bentuk sebuah kehangatan, tapi terasa sekali malam itu ia menjalar. Ada ingatan yang begitu ingin disimpan di dalam laci: mengunci memori itu di dalam sana dan membiarkannya tetap ada. <strong><em>(wal/jdj)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kerja Sama Saling Untung PDAM dengan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kerja-sama-saling-untung-pdam-dengan-unmul/baca </link>
<guid> kerja-sama-saling-untung-pdam-dengan-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 23 Oct 2017 15:35:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul melakukan kerja sama dengan PDAM. Keduanya sama-sama memperoleh untung. (Foto: Ariani Maya) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kerja-sama-saling-untung-pdam-dengan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zm3duIQBqj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kerja Sama Saling Untung PDAM dengan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pada &nbsp;Rabu (4/10) lalu, Unmul meneken kontrak kerja sama dengan PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda. Penandatanganan berlangsung di ruang rapat kantor pusat PDAM Tirta Kencana. Kerja sama dalam bentuk<span>&nbsp;</span><em>Memorandum of Understanding&nbsp;</em>(Mou) ini ditandatangani langsung oleh rektor Unmul, Masjaya dan Direktur Utama PDAM Kota Samarinda, Alimudin.</p><p>Jalinan kerja sama secara lembaga yang baru resmi dimantapkan ini menjadi sebuah langkah baru bagi Unmul untuk meningkatkan fasilitas kampus. Mengantongi akreditas A membuat Unmul harus segera membenahi fasilitas kampus yang belum maksimal.</p><p>Salah satunya mengenai kebutuhan air untuk fasilitas kampus seperti toilet dan musala. Nurdin selaku Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas mengatakan sejak pertama kali Unmul berdiri distrbusi air di kampus belum pernah berjalan merata. Maka dengan hasil kerja sama ini akan ada tim khusus dari PDAM yang turun meninjau langsung mengenai permasalahan air di Unmul.</p><p>&ldquo;Nanti ke depannya ada tim dari PDAM yang terjun untuk studi lapangan supaya bagaimana caranya agar distribusi air ke sini meningkat dan merata,&rdquo; katanya.</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Nota kesepahaman yang diusung pihak PDAM adalah memberdayakan tenaga kerja lokal dan itu disambut baik oleh pihak Unmul. Dalam membangun sinergi keduanya, Unmul mengaku siap memberikan lulusan-lulusan terbaiknya untuk ditempatkan di PDAM.</p><p>Dalam peningkatan tenaga kerja yang diusung &nbsp;PDAM, pihaknya menggandeng Unmul agar dapat memiliki tenaga-tenaga ahli yang ke depannya bisa membantu PDAM dalam peningkatan tenaga kerja internal. Dari sana kemudian diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada seluruh konsumen.</p><p>Lulusan Unmul yang dapat bekerja tentunya tidak semua jurusan walaupun terdapat berbagai posisi beserta syarat yang ditawarkan. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol PDAM, Muhammad Lukman menjelaskan pihaknya akan tetap menyeleksi melalui beberapa tahapan-tahapan sebagaimana mestinya. Dalam penempatan posisi seperti yang ditawarkan pun tergantung dalam kebutuhan.</p><p>&ldquo;Pelamar tetap akan melalui seleksi juga seperti uji administrasi dan psikotes. Kalau jurusan yang bisa melamar ya semuanya tapi kami menerima tetap sesuai kebutuhan. Misal butuh bagian komputer berarti jurusannya menyesuaikan,&rdquo; jelasnya.</p><p>Salah satu alumni Unmul yang baru-baru ini lulus dan sedang bekerja di PDAM ialah Muhammad Farade. Pria alumni jurusan Ekonomi Islam dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini berujar setiap pelamar baik dari jurusan apa saja tetap melalui seleksi. Farade bekerja di bagian pemutusan unit pelayanan wilayah. Ia menjadi petugas lapangan yang mendatangi rumah pelanggan saat ada yang menunggak pembayaran air.</p><p>Ia telah bekerja di PDAM sejak 2015 dan menurutnya tak melulu karyawan menjadi pekerja kantoran di balik komputer. Sebagian besar pegawai di PDAM justru menjadi teknisi lapangan.</p><p>&ldquo;Iya, yang saya lihat sih 75 persen pegawainya teknisi lapangan baik yang ngurus pengolahan, pendistribusian, sampai ke bagian pemutusan,&rdquo; pungkasnya.<span>&nbsp;</span><strong><em>(arr/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Sidang Rakyat, Berbagai Keluhan Disuarakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-sidang-rakyat-berbagai-keluhan-disuarakan/baca </link>
<guid> aksi-sidang-rakyat-berbagai-keluhan-disuarakan </guid>
<pubDate> Wed, 25 Oct 2017 01:57:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga tahun masa kepemimpinan Jokowi-JK, mahasiswa turun ke jalan menuntut nawacita presiden dan wakilnya. Bertempat di gedung DPRD, seperti apa kronologi aksi Senin kemarin? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-sidang-rakyat-berbagai-keluhan-disuarakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rHiV6R7P5E.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Sidang Rakyat, Berbagai Keluhan Disuarakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Senin (23/10) menjadi momentum tiga tahun Joko Widodo dan Jusuf Kalla memimpin Indonesia. Mahasiswa turut membuat parlemen jalanan dengan melakukan aksi menagih janji nawacita Jokowi-JK. Turut pula hadir dalam aksi gabungan ada aliansi Garuda Mulawarman, BEM Politeknik Negeri Samatinda (Polnes), KAMMI Kaltim-Kaltara.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 10.00 Wita, di Gedung Auditorium Unmul yang menjadi titik kumpul rombongan aksi ini. Sembari menunggu massa aksi terhimpun, mereka melakukan briefing. Pukul 11.03 Wita rombongan aksi sampai di Gedung DPRD disambut aparat keamanan dan jajaran Dewan DPRD. Selama 20 menit berorasi yang dibuka oleh Amin, Koordinator Lapangan (Korlap) dari Polnes.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan Sidang Rakyat, berisi sembilan tuntutan yang disampaikan oleh Aditya Ferry Noor, Freijae Rakasiwi, Maya Rahmana dan aktivis BEM lainnnya. Sembilan tuntutan tersebut antara lain, pertama menolak pembangunan pembangunan insfraktruktur yang tidak pro rakyat. Kedua, menuntut presiden untuk menghadirkan pemerataan ekonomi. Ketiga, wujudkan jaminan pendidikan nasional.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, wujudkan layanan kesehatan berkualitas yang mencakup semua kalangan. Kelima, usut tuntas kasus korupsi dan hentikan segala bentuk pelemahan KPK. Keenam, wujudkan supremasi hukum dan tegakan hukum yang berkeadilan. Ketujuh, tutup segala akses penyebaranb pornografi dan tindak tegas pelaku kejahatan seksual. Kedelapan, wujudkan reforma agraria dan kedaulatan pangan. Terakhir mengecam keras tindakan aparat kepolisian dan pembungkaman suara rakyat. Orasi di depan kantor DPRD tersebut ditutup dengan kesimpulan bahwa dalam 3 tahun Jokowi-JK tidak dapat mewujudkan nawacitanya dan dianggap gagal.</p><p style="text-align: justify;">Jahidin, Komisi I DPRD hadir mewakili jajaran DPRD Kaltim. &quot;Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa ini sama dengan apa yang kami sedang perjuangkan. Harapannya agar kita bersama dapat memeroleh kesejahteraan rakyat di daerah. Doakan agar kami dapat dengan lancar koordinasi ke pusat, &quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Di pengujung aksi, Norman Iswahyudi Presiden BEM KM Unmul juga menyinggung represifitas aparat kepolisian pada mahasiswa saat aksi di depan Istana Negara Jakarta, pada Jumat (20/10) lalu. Aksi yang digagas BEM Seluruh Indonesia berujung penangkapan dan penahanan belasan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sungguh ini mencederai semangat kita untuk mencapai pendapat, menyampaikan aspirasi di muka umum. Kita tidak melakukan apa-apa, aksi kita aksi damai tetapi kenapa diberikan kekerasan bahkan dihajar dan sekarang ditahan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Norman tersebut disampaikan di depan Kantor Polresta Samarinda, meskipun diguyur hujan lebat tidak membuat rombongan berhenti lancarkan aspirasinya. &ldquo;Ini merupakan bentuk telah matinya demokrasi di negeri ini, saat mahasiswa yang membela rakyat malah ditangkap,&quot; imbuh Norman.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya mahasiswa yang bersuara, namun kehadiran Imam Hariyanto, pedagang asongan Tahu Sumedang keliling ini juga menyerukan kegelisahannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selama saya berjualan ini, perputaran dan daya serap jual-beli itu menurun. Saya mewakili teman-teman sesama pedagang kreatif keliling menginginkan terciptanya kesejahteraan di kalangan menengah ke bawah. Karena yang kami rasakan selama ini tidak berdampak apapun,&rdquo; tutur pria yang memiliki lima anak ini. <strong><em>(kus/myg/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Trakad HMJ Sos, Peningkatan Kuantitas dan Kualitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/trakad-hmj-sos-peningkatan-kuantitas-dan-kualitas/baca </link>
<guid> trakad-hmj-sos-peningkatan-kuantitas-dan-kualitas </guid>
<pubDate> Thu, 26 Oct 2017 14:51:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HMJ Sos) yang mengadakan Training Kader (Trakad ) pada 21-22/10 lalu. (Foto: Amelia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/trakad-hmj-sos-peningkatan-kuantitas-dan-kualitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sNYV8nA8eJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Trakad HMJ Sos, Peningkatan Kuantitas dan Kualitas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki masa akhir satu tahun kepengurusan organisasi, umumnya dilaksanakan pengaderan anggota baru sebelum disahkan menjadi bagian resmi. Sama halnya dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi (HMJ Sos) yang mengadakan Training Kader (Trakad) pada 21-22/10 lalu. Pengaderan yang dimulai sejak tahun 2000 ini diikuti oleh 43 mahasiswa baru (maba) jurusan Sosiologi, FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Umum HMJ Sos, Yuliani Saputri mengatakan adanya peningkatan jumlah kader kali ini. &ldquo;Dari yang mendaftar hingga bertahan sampai akhir ada 43 orang. Saya rasa ini meningkat dibanding tahun lalu, yang daftar cuma 20 orang saja,&rdquo; paparnya saat ditemui di Kampus FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Yuliani mengatakan ada pemilihan materi baru dalam Trakad kemarin. &ldquo;Kalau biasanya materi soal kepemimpinan dan gerakan mahasiswa, kali ini kami menambahkan materi berjudul Perempuan dalam Cengkeraman Kapitalisme, agar maba peka keadaan sosial sesuai jurusannya,&rdquo; ucap mahasiswi angkatan 2014 ini.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada turut disampaikan Ketua Panitia Trakad Maria Krisdayati. Ia merasakan para kader yang mengikuti ini tidak hanya meningkat di kuantitas, melainkan juga dari segi kualitas. &ldquo;Mereka berani melawan kami dengan cara baik. Mereka menggunakan Undang-Undang ketika punya hak untuk berbicara saat kami larang. Sangat mengapresiasilah,&rdquo; tutur mahasiswi berambut panjang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya dirasakan panitia, antusias juga terlihat dari maba yang mengikuti Trakad. Seperti halnya Gebri Ani Firda. Mahasiswi asal Tanjung Pinang ini mengungkapkan keikutsertaannya mengikuti Trakad agar bisa membentuk karakter &nbsp;pribadinya. &ldquo;Lab kita ini di masyarakat jadi perlu untuk ikut, &ldquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya Gebri sempat merasa kesal dengan sikap para seniornya, namun belakangan, ia tahu sikap seniornya itu untuk melatih kepemimpinan. Ia juga berharap ke depannya dapat terus berkontribusi lebih, tidak hanya sampai Trakad. <em><strong>(bip/mwp/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sejarah Mungkin Berulang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sejarah-mungkin-berulang/baca </link>
<guid> sejarah-mungkin-berulang </guid>
<pubDate> Sat, 28 Oct 2017 13:05:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemuda Indonesia saat ini sedang mencoba memahami bagaimana menjadi nakhkoda negeri ini. (Ilustrasi: jogjakartanews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sejarah-mungkin-berulang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A7qGpVyEt3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sejarah Mungkin Berulang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini kita cukup gerah dengan kondisi terbaru dari Indonesia. Nyaris seluruh aspek kehidupan mengalami fase krusial. Transisi perubahan zaman kian menakutkan. Satu sisi menawarkan harapan namun sisi lainnya tetap menyediakan kekhawatiran.</p><p style="text-align: justify;">Banyak elemen di Indonesia yang kini semakin menggebu-gebu untuk menagih peran pemuda. Tak heran, sebab masa lalu telah membuktikan itu. Dibentuknya Boedi Oetomo hingga jatuhnya rezim Soeharto adalah prasasti kiprah pemuda yang direkam oleh waktu. Setiap adanya perubahan selalu diawali dari gerakan anak-anak muda.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ngomongin</em> perubahan kayanya nggak ribet-ribet amat <em>kok.</em> Cukup diam saja perubahan-perubahan itu bakal terus terjadi dengan atau tanpa peran pemuda di baliknya. Persoalannya adalah ke arah mana perubahan itu?</p><p style="text-align: justify;">Sikap untuk berdiam diri dapat membuat kondisi sosial menjadi lebih buruk. Salah satu penyebab sikap diam ini tumbuh subur adalah prinsip relativisme yang mulai semakin menjamur. &quot;Udah urus diri masing-masing saja&quot; sikap seperti ini justru yang membuat hancur negeri kita. Sebab gotong royong dan keramahtamahan adalah identitas kita sebagai bangsa yang harus lestari hingga ke akar rumputnya.</p><p style="text-align: justify;">Runtuhnya Andalusia juga terjadi dengan sikap individualistis yang berkembang di samping kehidupan glamour yang membuat pemuda mabuk kepayang. Keruntuhan ini terjadi akibat pemuda-pemudi tak lagi berprinsip sebagai pondasi dan melupakan bangsanya memerlukan urat nadi yang mengalir darah gerakan pemuda di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Maka sudah seharusnya kita mendefinisikan perubahan itu menjadi perbaikan. Agar jargon-jargon ini tak masuk angin dan semakin utopis di tengah kalangan muda yang mulai hambar semangatnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apa yang diperbaiki <em>bro</em>? <em>Emang</em> negara kita rusak?&quot; Oke gini <em>cuy</em>, alat aja yang sifatnya statis bisa mengalami kerusakan jika bergerak terus menerus. Sehingga nilai buku nya harus dicatat sebagai beban penyusutan dan harus pula dihitung sebagai akumulasi penyusutannya agar ternilai berapa harga sesungguhnya alat itu jika diukur pada akhir periode akuntansi. Lah, negara kita ini terus mengalami gesekan, baik itu vertikal-horizontal, internal-eksternal hinga tataran lokal-nasional. Maka perbaikan ini mutlak!</p><p style="text-align: justify;">Untuk menopang upaya-upaya meneguhkan titik perbaikan, memerlukan energi yang tak sedikit. Mulai sinergi, harmoni, kolaborasi dan <em>tagline</em> menawan lainnya adalah upaya sekelompok anak muda untuk mengajak pemuda lainnya untuk turut bergerak. Walau tak di rel dan rute yang sama, pemuda tetap harus bergerak mengantarkan narasi cita-cita kemerdekaan dari stasiun gagasan satu ke stasiun gagasan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Sembari konsisten meneruskan narasi dengan berbagai aransemen, pemuda-pemuda juga harus giat mendefinisikan sejarah para generasi tua yang pernah dan masih memimpin gerbong kepemimpinan negara. Agar ide-ide perbaikan itu tak menjadi pepesan kosong yang justru ditampilkan dalam wadah yang gosok. Tak menarik dan jauh dari selera serta kebutuhan masyarakat saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Era digital menawarkan banyak opsi dalam aplikasinya. Namun kondisi ini menjebak pemuda terjangkit ilusi dan virus berkepanjangan. Virus ini muncul layaknya candu, hingga tak sadar mereka sedang masuk dalam kerangka jebakan invenstasi jangka panjang.</p><p style="text-align: justify;">Beragam aplikasi ini memanfaatkan kemalasan dan kengganan untuk berproses dari penggunanya sehingga mereka dapat melahirkan pundi-pundi pendapatan diselipi dengan motif simbiosis mutualisme. Padahal penggunanya harus terus membayar untuk itu, tak ubahnya parasit yang tampak lucu dan lugu namun perlahan melumpuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Perkembangan zaman tak bisa ditolak, namun masih bisa diarahkan. Kemajuan teknologi tak bisa terhenti, namun masih bisa dijadikan opsi. Substansi yang harus dikejar adalah perbaikan tadi. Di tengah-tengah kondisi yang sulit ini, pemuda masih meraba-raba bagaimana menemukan formulasi untuk menemukan tujuan yang sama namun dengan beragam cara yang berbeda. Sederhana, ide dasarnya adalah berkontribusi lewat hal yang disenangi dan saling bahu membahu.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah berbagai jenis pembungkaman gaya baru seharusnya kita menemukan beragam formulasi untuk mengantisipasinya hingga ke anak cucu. Tak hanya soal gerakan yang direpresi secara nyata tetapi juga regulasi yang semakin mencengkram walau tak kasat mata.</p><p style="text-align: justify;">Kebutuhan akan nalar akademis seharusnya memiliki sambungan ke upaya-upaya pembebasan masyarakat dari berbagai penindasan. Sebagaimana pemuda-pemuda terdahulu membuktikannya bahwa perjuangan mengangkat senjata harus dibarengi dengan opsi alternatif melalui pembentukan serikat yang membuat narasi-narasi gagasan kemerdekaan semakin terikat kuat. Sebab sebutir peluru mungkin hanya menembus 1 kepala, namun 1 tulisan yang mengandung gagasan akan menembus ribuan kepala lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Jeruji besi tak akan membuat gerakan-gerakan perbaikan ini mati. Justru fasilitas negara yang kini dinikmati oleh pejabat akan segera tamat, sebab mereka akan segera terganti.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda Indonesia saat ini sedang mencoba memahami bagaimana menjadi nakhkoda negeri ini. Hal-hal apa yang semestinya dilakukan dan hal-hal apa yang harusnya dihindari. Golongan tua telah banyak memberi referensi, walau dengan <em>cover</em> yang kadang berbeda isi. Lain ladang lain belalang, kalau soal uang idealisme bisa melayang.</p><p style="text-align: justify;">Generasi muda harus bersiap merebut peran penting roda perbaikan negeri ini. Teruslah bergerak walau kerap terbentur sana-sini. Indonesia bukan hanya soal mimpi. Apalagi hanya soal mendengar kisah legenda yang kini mungkin tak relevan lagi. Tapi kita masih punya hati yang bisa digunakan sebagai sumber energi.</p><p style="text-align: justify;">Bersumpah memang membuatmu tampak gagah, namun gerakanlah yang membuat cita-cita kita benar-benar bermetamorfosa menjadi sejarah yang indah. Lawan rasa malasmu anak muda, pelihara rasa malumu agar kita tahu bahwa keyakinan kita untuk bertindak hari ini masih dalam bingkai Ketuhanan Yang Maha Esa.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah kebangkitan Indonesia mungkin berulang di tangan pemudanya. Dengan momentum sumpah pemuda, mari bangkitkan hati untuk gerakkan Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda!</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Bumi Paguntaka, 28 Oktober 2017<br>Ditulis oleh Muhammad Teguh Satria (Ketua Umum PW KAMMI Kaltim Kaltara)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sedihku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sedihku/baca </link>
<guid> sedihku </guid>
<pubDate> Sun, 29 Oct 2017 13:32:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi berjudul "Sedihku" karya Anisa Amalia Mahasiswi Sastra Inggris FIB 2016. (Sumber Ilustrasi: Pinterest) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sedihku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K4FefyIM1x.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sedihku</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sedihku menggerutu<br>Mencela gembira dengan lara<br>Memaki hati dengan perih<br>Dan terus mengandai dipikiran untuk sesuatu yang dia inginkan<br><br>Masih enggan ia berpamit dari diri<br>Sorakannya kian mengeras, merasa menang atas keadaan tanpa laras<br><br>Ia terus menjadi dan akhirnya mengurung perasaan<br>Membiarkan suram menjadi ruang sebagai keterpurukan<br>Katakan saja ia benar telah keterlaluan<br>Sungguh atas apa yang ia lakukan, siapa yang sanggup menahan?</p><p style="text-align: justify;">Kan kucoba kukuh tuk melawannya<br>Dan berdamai atas kehilangannya<br>Sedihku yang berharga<br>Akan kuanggap kau hanya sekedar air mata<br><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Anisa Amalia</strong></em><strong><em>&nbsp;Mahasiswi Sastra Inggris FIB 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Risiko Menulis, Kesalahan yang Jadi Pembelajaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risiko-menulis-kesalahan-yang-jadi-pembelajaran/baca </link>
<guid> risiko-menulis-kesalahan-yang-jadi-pembelajaran </guid>
<pubDate> Mon, 30 Oct 2017 15:19:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dugaan pemanggilan mahasiswa Fakultas Kedokteran ke Sulbar karena tulisannya yang dimuat di koran ternyata keliru. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/risiko-menulis-kesalahan-yang-jadi-pembelajaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eoTRLMKEME.png" />
					</figure>
			                <h1>Risiko Menulis, Kesalahan yang Jadi Pembelajaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&ldquo;Manusia suka terburu-buru, terlalu cepat menyimpulkan, tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.&rdquo; Kata-kata dari Emha Ainun Najib alias Cak Nun ini agaknya cocok menggambarkan kondisi masyarakat kini yang mudah terprovokasi suatu kabar. Akibat terlalu cepat menyimpulkan, tak sedikit tindakan yang menyakiti atau bahkan merugikan.</span></p><p style="text-align: justify;">Seperti beberapa waktu lalu, salah salah satu mahasiswi Fakultas Kedokteran angkatan 2016 dipanggil oleh pihak berwajib, Sulawesi Barat. Pemanggilan Ainur Basirah Mulya, nama lengkap mahasiswi ini diduga karena tulisannya yang dimuat di koran Radar Sulbar membuat masyarakat Mandar kesal. Ia menuliskan opini tentang masakan khas Mandar, Bau Tappiq dari sudut pandang medis. Bau yang berarti ikan, dan tappiq artinya disiram bumbu yang kemudian dimasaknya dengan dibakar dengan sabut kelapa atau arang.</p><p style="text-align: justify;">Dalam tulisannya Ainur membahas zat kimia PAH (Policyclic Aromatic Hidrocarbon) yang terdapat dalam kulit hitam ikan atau daging hasil bakaran, atau yang diolah seperti pengasapan atau pemanggangan. Sebab, zat tersebut apabila masuk ke dalam tubuh terus-menerus akan menimbulkan tumor atau kanker. Di akhir sebagai kesimpulan Ainur juga memberikan tips agar meminimalisir risiko yang bisa saja terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Tulisannya tersebut viral di kalangan orang Mandar, bahkan budayawan dan tokoh organisasi pemuda di sana mengganggap Ainur telah menjatuhkan citra kuliner khas Mandar itu. Berbagai kata sinis kian menyelekit terucap di laman <em>Facebook&nbsp;</em>tanggapi tulisan gadis kelahiran 22 April 1999 ini.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ternyata dugaan pemanggilannya ke Sulbar ini keliru. Dirinya dipanggil kepolisian karena proyek komunitasnya, yakni Komunitas Mendongeng Mandar. &ldquo;Kapolres Majene tertarik untuk kerja sama. Dia ingin polisi-polisi dan polwan-polwannya tahu mendongeng. Makanya, saya dibiayai pulang untuk kegiatan itu. Bertepatan dengan kasus kemarin (bau tappiq) dan teman-teman saya mengira, saya pulang kampung kemarin untuk menyelesaikan masalah itu,&rdquo; kata Ainur kepada awak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari kabar dari anggapan miring yang ia terima, Ainur berlapang dada. Mengetahui ada komunitas yang membahas tulisan yang terbit di media secara mendalam, Ainur menghubungi komunitas Sindikat Lebah Berpikir (SLB) untuk mendiskusikan tulisannya itu. Dari hasil notulensi yang ditulis Panji Asuhan salah anggota SLB, kritikan dan saran itu seperti penulis kurang menggali lebih dalam mengenai Bau Tappiq, tidak menuliskan contoh konkret karena belum ada penelitian yang relevan, dan bila pun ada penelitian akan membutuhkan waktu. Selain itu penulis diharapkan berkolaborasi dengan orang lain semisal budayawan dan ahli medis bila ingin melanjutkan tulisannya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Ainur mengaku belum berani mengeluarkan tulisan di koran lagi jika tak kunjung mendapat kritikan dari SLB ini.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dikonfirmasi lagi, Ainur pun bakal melanjutkan tulisannya. Membahas lebih dalam dan dari segala sudut pandang. <strong><em>(nhh/jdj)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mudik Bersama BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mudik-bersama-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> mudik-bersama-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 31 Oct 2017 14:36:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kementerian Penalaran dan Keilmuan BEM KM Unmul bergerak dengan menghelat  Mulawarman Diskusi (Mudik) pada Senin (30/10) di Gedung Serbaguna Rektorat  lantai empat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mudik-bersama-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Xwq7ERn3qT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mudik Bersama BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Mendekati momentum pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim pada 2018 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, Kementerian Penalaran dan Keilmuan BEM KM Unmul bergerak dengan menghelat &nbsp;Mulawarman Diskusi (Mudik) pada Senin (30/10) di Gedung Serbaguna Rektorat &nbsp;lantai empat.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema &ldquo;Bhinneka Tunggal Ika, Semboyan atau Alat Politik?&rdquo;, agenda tersebut dihadiri sejumlah elemen sivitas akademika dari berbagai kampus se-Kalimantan Timur. Dimoderatori I Made Kertayasa, diskusi dimulai pukul 08.00 Wita dan dibuka Wakil Rektor I Mustofa Agung Sardjono mewakili Rektor Unmul. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak tanggung-tanggung, delapan narasumber hadir, &nbsp;di antaranya Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Sitti Qomariah, Dandrem 091/ASN Irham Waroihan, Kapolda Kaltim Safaruddin, Ketua KPU Provinsi Kaltim Mohammad Taufik, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jos Soetomo, Fadly Idris perwakilan KAMMI Kaltim-Kaltara, Ketua Pusdima Unmul Harish Jundana, dan &nbsp;Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi. Kurang satu dari yang semestinya diagendakan yakni tanpa kehadiran Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai acara, ketua panitia Mudik Derfiansyah mengatakan, perlu adanya ruang diskusi ilmiah yang membangun dan mengedukasi generasi muda dalam kebhinnekaan untuk menyemarakkan situasi politik di Benua Etam, tentu saja dengan dasar pemahaman, tidak asal berpolitik. Derfi juga menyebutkan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan KPU Kota Samarinda demi mengawal jalannya Pemilu.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, situasi ibukota negara April lalu menurutnya cukup jadi contoh terdegradasinya kebhinnekaan Indonesia. &ldquo;Agar jangan sampai terpengaruh isu yang ada di Jakarta, makanya kami mengambil tema Bhinneka Tunggal Ika, supaya kita dapat menjaga persatuan dan kedamaian,&rdquo; ucap mahasiswa Fakultas Kehutanan 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi mengatakan, tingkat kecenderungan mahasiswa terhadap politik itu sebenarnya ada. Bisa dilihat dari obrolan saat kumpul-kumpul yang dibahas salah satunya tentang seorang politisi hingga manuver politik yang dilakukan oleh elite tertentu. Namun, untuk kesadaran dalam bergerak menurutnya masih rendah dan hal itu adalah kelemahan mahasiswa saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, melainkan kekuatan. Norman juga tak sepakat jika kekuatan itu kemudian dijadikan alat politik. &ldquo;Kita mempunyai satu kekuatan bersama yaitu Bhinneka Tunggal Ika sekaligus pemersatu beragamnya kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. &nbsp;Mungkin masih ada beberapa elemen yang belum menyadarinya. Harapannya dengan gagasan BEM KM Unmul ini bisa menyadarkan arti penting itu,&rdquo; ucap Norman.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, &nbsp;Sitti Qomariah menilai ajang semacam ini mampu melatih kreativitas dan daya kritis anak bangsa yang ia harap dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan bermasyarakat karena kekritisan yang benar-benar kritis kini sudah terkikis. &ldquo;Ini juga merupakan sebuah kritik yang tidak hanya kepada kaum muda, tetapi juga kepada diri saya selaku pengampu yang diamanahi agar bisa berkomitmen dan disiplin,&rdquo; ucapnya. <em><strong>(myg/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Selalu Ada </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/yang-selalu-ada/baca </link>
<guid> yang-selalu-ada </guid>
<pubDate> Thu, 02 Nov 2017 13:55:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Syarif Fauzan Khairullah, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, FIB angkatan 2015. (Sumber foto: nasional.republika.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/yang-selalu-ada/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0lBCGWDyB4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yang Selalu Ada</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">bertahan, dalam sepucuk surat manis. Aku bertahan<br>ku lupakan sedikit kata baik, aku lupakan<br>terperanjat aku jatuh, sedikit luka menggertak tubuhku<br>untuk membuka sepucuk surat manis yang tersimpan jauh di dalam lemari biru</p><p style="text-align: justify;">terlinang dan tertuang beberapa tetes<br>dalam setiap tetes ada sesal ada kesal<br>sesal karena salah tiada ampun<br>kesal karena amarah terhadap salah</p><p style="text-align: justify;">ia tlah lama pergi, telah lama tiada<br>namun hati beranjak mati. Setelah lama tahu itu ada<br>sebuah surat dari sang induk, yang telah pergi<br>yang pernah tersenyum di waktu pagi</p><p style="text-align: justify;">yang pernah memeluk ketika bersedih hati<br>yang pernah mengusap ketika lelah dan letih<br>yang pernah menyuap ketika lapar<br>yang pernah merangkul ketika mendengkur</p><p style="text-align: justify;">adakah sedikit teringat elok tangannya yang bergurai<br>adakah sedikit teringat telapak kakinya yang keriput lagi retak<br>adakah sedikit teringat tubuhnya yang bungkuk lagi giginya yang rusak<br>adakah sedikit teringat bajunya yang lusuh, yang menutup tubuhnya yang pipih</p><p style="text-align: justify;">bahwasanya kamu tau<br>kini telah berada di dalam tanah<br>kini telah berbaring dan rebah<br>telah terukir dalam pelepah</p><p style="text-align: justify;">di amplop biru itu<br>ada tulisan,&quot;Nak ibu merindukan kamu?&quot;<br>&quot;apakah kamu baik-baik saja?&quot;<br>di atas amplopnya ada tulisan</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang Selalu Ada&quot;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Syarif Fauzan Khairullah, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, FIB angkatan 2015.</strong></em></p><h2 tabindex="-1"><br></h2>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Olahraga Baru, Petanque Masih Sepi Peminat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/olahraga-baru-petanque-masih-sepi-peminat/baca </link>
<guid> olahraga-baru-petanque-masih-sepi-peminat </guid>
<pubDate> Fri, 03 Nov 2017 13:58:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di banding negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia terlambat dalam mengenal olahraga ini. Padahal, sejak lahir dari Prancis, olahraga ini telah dimainkan di kawasan Eropa mulai ratusan tahun lalu. (Foto: Ariani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/olahraga-baru-petanque-masih-sepi-peminat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QY7Q4kBwSG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Olahraga Baru, Petanque Masih Sepi Peminat</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">SKETSA - Di banding negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia terlambat dalam mengenal olahraga ini. Padahal, sejak lahir dari Prancis, olahraga ini telah dimainkan di kawasan Eropa mulai ratusan tahun lalu. Bahkan, negara Thailand dan Malaysia telah mengenal olahraga ini sejak 42 tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">Petanque diperkirakan masuk ke Indonesia sejak awal 2000-an. Dan pada saat itu masih terbatas di kalangan ekspatriat saja. Hingga pada tahun 2011 olahraga ini dijadikan cabang olahraga wajib di Indonesia ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games ke-26 di Jakarta dan Palembang.</p><p style="text-align: justify;">Semenjak diwajibkan oleh pemerintah, Petanque merambah ke berbagai wilayah, salah satunya Kalimantan. Nikita Aiwa ialah salah satu atlet olahraga Petanque yang mengaku mengenal olahraga ini sejak 2015 lalu, ketika ia masih berkutat dengan permainan basket. Nikita lalu memutuskan banting stir menjadi atlet Petanque semenjak diajak ikut dalam pertandingan. Sehingga Ia mendalami olahraga ini.</p><p style="text-align: justify;">Nikita menjelaskan Petanque adalah olahraga yang menggunakan bola besi yang dilempar untuk menuju ke satu titik sasaran yaitu bola kayu dalam sebuah lingkaran. Permainan ini disebut-sebut selain menggunakan teknik-teknik tertentu, harus mengandalkan intuisi serta perasaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Petanque ini maininnya susah-susah gampang sih. Cara mainnya kita menggunakan bola besi, terus di lempar ke satu titik sasaran yaitu bola kayu. Dan kita berada di satu <em>circle&nbsp;</em>atau lingkaran. Harus pake <em>feel</em> buat kita bisa mendekati sasaran, karna menguasai teknik aja nggak cukup,&rdquo; ujar mahasiswi Ilmu Komunikasi 2014 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Bola besi yang dipermainkan seberat 700 gram tersebut ternyata masih langka di Indonesia, dan hal tersebut menjadi kendala bahwa olahraga ini kurang populer karena bola tersebut tidak di jual di Indonesia serta cukup mahal serta membelinya pun harus ke Singapura atau Thailand.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memainkan olahraga ini, lapangan yang digunakan bisa beberapa macam. Tanah keras, bebatuan kecil, atau tanah berpasir. Nikita sendiri menjelaskan timnya berlatih di sekitaran Gor 27 September. Bahkan timnya pernah berlatih di area parkir hotel Mesra karena memang belum ada tempat latihan tetap yang diberikan pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Wanita berkulit putih dan berambut sebahu ini menjelaskan sebenarnya atlet Petanque bukan murni dari atlit Petanque melainkan dari cabang olahraga lain seperti basket dan voli.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk ikut pertandingan kemarin, karena kita bawa nama Kaltim jadi kita panggil beberapa atlet dari luar samarinda. Salah satunya dari Kutai Timur itu atlet voli, kemudian dari Samarinda atlet basket. Pokoknya yang penting <em>basic</em>nya atlet. Karna biar gampang menyesuaikan latihan fisiknya,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam olahraga lempar besi, kekuatan utama terletak pada otot pundak dan bahu jadi ya latihannya seperti biasa. Untuk menghindari cedera, Nikita sebagai atlet mengungkapkan harus melakukan pemanasan dan pendingininan sebelum latihan.sehingga cedera dapat diminimalisir. Olahraga yang mirip seperti permainan kelereng ini layaknya memanah. Berfungsi melatih konsentrasi dalam membidik sasaran.</p><p style="text-align: justify;">Meski baru 2 tahun menapaki dunia Petanque, Nikita rupanya memiliki prestasi yang membanggakan. Ia berhasil membawa nama Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di tahun 2016 di Jawa Barat dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dalam kategori beregu Putri di Bali dengan tahun yang sama menyabet Perak dan Emas. (<strong>Arr)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sengatan Semangat oleh Patriot Cilik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/sengatan-semangat-oleh-patriot-cilik/baca </link>
<guid> sengatan-semangat-oleh-patriot-cilik </guid>
<pubDate> Tue, 07 Nov 2017 01:34:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gerakan Unmul Mengajar 2017 bersama mahasiswa Pengajar Mulawarman dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) berangkat menuju Muara Sembilang Kecamatan Samboja pada Jumat, 3 November. (Sumber foto: dok. panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/sengatan-semangat-oleh-patriot-cilik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2y0YwMX9YB.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sengatan Semangat oleh Patriot Cilik</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Kurangnya fasilitas penunjang pendidikan di SDN 021 Samboja yang berada di Kelurahan Muara Sembilang Kecamatan Samboja, Kalimantan Timur, tak mampu melunturkan semangat belajar para siswanya. Sekolah Dasar Negeri yang berada di kampung nelayan hanya memiliki 120 orang siswa ini, terdiri dari 6 ruang kelas yang cukup memadai. Seperti halnya ruang kelas pada umumnya, kelas terdiri dari meja dan kursi, papan tulis lemari dan dinding yang dipenuhi dengan berbagai macam poster buatan siswanya sendiri. Namun sangat disayangkan, sekolah ini belum memiliki beberapa fasilitas penunjang belajar seperti perpustakaan dan ruang kesehatan yang mumpuni.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah kesibukan kuliah, berbekal semangat dan rasa peduli akan potret pendidikan dalam negeri, Gerakan Unmul Mengajar 2017 dalam program &ldquo;<em>Goes to School&nbsp;</em>Akbar SDN 021 Muara Sembilang&rdquo; bersama mahasiswa Pengajar Mulawarman dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) berangkat menuju Muara Sembilang Kecamatan Samboja pada Jumat, 3 November 2017. Aksi ini merupakan aksi terakhir UNJAR pada tahun ini. Kami membawa beberapa kardus buku hasil dari &ldquo;<em>Open Donation</em>&rdquo; yang kami lakukan, mungkin kelak akan berguna bagi para siswa di sana, menempuh medan yang terbilang cukup sulit dengan hanya menggunakan sepeda motor tak pelak membuat semangat kami pudar. Perjalanan kami lalui selama kurang lebih 3 jam, berangkat pada rembang petang dan mengarungi gelapnya malam, beberapa orang bahkan tergelincir saat melalui jalanan tanah berisi banyak kubangan air. Tubuh dan alam mencoba meluruhkan semangat kami, tetapi intuisi yang tertanam kuat di hati para calon penerus bangsa ini untuk terus ambil bagian di dalam mendidik masyarakat tidak pernah patah.</p><p style="text-align: justify;">Semua kami lalui, tanpa keluh, yang ada hanya senyum, canda dan tawa, terlebih setelah melihat semangat patriotisme para siswa yang kami jumpai keesokan harinya. Berbalut seragam pramuka mereka menunjukan antusiasme yang sangat tinggi karena kedatangan kami.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tak ada kegiatan seperti ini sebelumnya di wilayah kami,&rdquo; ungkap salah seorang guru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Senang banget kak! Datang lagi ya!&rdquo; pesan dari Nabila, salah satu siswa SDN 021 Muara Sembilang. Tanggapan positif dari para siswa membuat semangat kami terus membara untuk tetap terus melanjutkan aksi aksi postif lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan kali ini kami mencoba menanamkan motivasi mengenai budaya dan minat baca dikalangan siswa, tetapi dengan melihat kondisi perpustakaan yang tidak memiliki banyak buku, kami mengerti mengapa membaca belum bisa menjadi bagian dalam keseharian mereka. Kami menambah koleksi buku dan mencoba memperbaiki hingga memberi sedikit warna pada perpustakaan yang mereka miliki, setidaknya agar mereka tertarik untuk masuk ke dalam perpustakaan atau bahkan membaca satu hingga dua buku. Tapi tak ada yang tak mungkin, besar harapan kami bagi para anak-anak bangsa ini untuk menyadari betapa pentingnya membaca buku.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada kata yang bisa dipakai untuk mengekspresikan perasaan kami atas aksi kali ini, dengan kendala fasilitas namun semangat yang dimiliki siswa sangat tinggi untuk menyambut aksi positif. Semangat mereka yang selalu mengikuti kegiatan pendidikan untuk meraih cita-cita itu bukanlah hal yang mudah untuk dipertahankan, besar pula harapan kami bagi para kaum muda untuk memperhatikan dunia pendidikan yang ada disekitar mereka, dan tetap memberikan aksi positif yang nyata bagi pendidikan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pengabdian tidak bisa diukur dari sebuah materi tetapi pengabdian yang sejati datangnya dari sebuah ketulusan hati,&quot; ucap Yuspebri Mika, <em>Project Officer&nbsp;</em>Unmul Mengajar 2017.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press Release<br>Ditulis oleh Claudia Meirossa L. (Team Creative Gerakan Unmul Mengajar 2017)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampanye Akbar, Luthfi: Dua Paslon Ini Tidak Pantas! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampanye-akbar-luthfi-dua-paslon-ini-tidak-pantas/baca </link>
<guid> kampanye-akbar-luthfi-dua-paslon-ini-tidak-pantas </guid>
<pubDate> Wed, 08 Nov 2017 02:23:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah kemarin (6/11), dua paslon melakukan pencabutan nomor urut, hari ini (7/11) mereka melakukan kampanye akbar. (Foto: Hilda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampanye-akbar-luthfi-dua-paslon-ini-tidak-pantas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MWOJ6ByKlO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampanye Akbar, Luthfi: Dua Paslon Ini Tidak Pantas!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Agenda demi agenda dalam timeline Pemira BEM KM Unmul 2018 melenggang begitu saja. Setelah kemarin (6/11), dua paslon melakukan pencabutan nomor urut yang menghasilkan Nurhariyani-Jusman berada di nomor urut 1 dan Rizaldo-Miftah nomor urut 2, hari ini (7/11) mereka melakukan kampanye akbar.</p><p style="text-align: justify;">Meski sama-sama dinyatakan tidak lolos verifikasi tahap 1 karena berkas yang diminta masih kurang, keduanya hari ini tampak sama bergairahnya menyuarakan visi, misi, hingga program unggulan jika kelak terpilih.</p><p style="text-align: justify;">Berlokasi di halaman gedung Rektorat, sekitar pukul 9.30 Wita, kampanye akbar resmi dibuka. Hadir Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi, perangkat kepanitiaan Pemira, dan tim sukses masing-masing paslon yang duduk bersisian di bawah tenda dengan rumbai-rumbai kuning, hitam, dan merah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Telah terpilih dua paslon, yang mudah-mudahan mereka lebih hebat daripada saya. BEM KM ini adalah wadah pembelajaran dan saya pun sampai sekarang masih belajar,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Dwi Luthfi, selaku Ketua Komisi Internal DPM KM Unmul menyampaikan bagaimana upayanya agar Pemira tahun ini berlangsung lebih meriah dengan meningkatkan partisipasi mahasiswa. Ia juga melaporkan perjalanan Pemira sejak masa pendaftaran sampai sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita ingin Pemira tidak hanya melahirkan pemimpin, tapi juga sukses secara substansi dan prosesnya,&quot; kata Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Yang cukup mengejutkan, adalah manakala ia menyebut dua paslon yang sekarang berlaga, dua-duanya tidak pantas memimpin BEM KM Unmul. Pernyataan itu terang saja membuat hadirin sontak terdiam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka ini tidak pantas untuk Unmul! Sebelum? Sebelum mereka mencintai Universitas Mulawarman. Sebelum berkomitmen mengemban amanat, dan sebelum memahami arti pergerakan,&quot; pekiknya.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan dilanjutkan oleh Ketua KPPR, Wisnu Rian Dani yang mengimbau untuk mengikuti Pemira dengan damai, jujur, dan kondusif. Tak lupa, ia juga memberi ucapan selamat berjuang kepada kedua paslon.</p><p style="text-align: justify;">Kampanye akbar dimulai. Pemandu acara menyilakan paslon 1 lebih dulu. Mereka mantap membawa visi: Mewujudkan Partisipasi Mahasiswa Unmul dalam Membangkitkan Gerakan Mahasiswa dan Karya yang Independen dan Progresif&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini, gerakan mahasiswa itu tidak bisa kita maknai dengan gerakan di jalan saja. Gerakan mahasiswa itu tentang bagaimana kita mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, kita mengharapkan mahasiswa untuk menghasilkan karya-karya yang independen serta progresif,&rdquo; jelas Yani.</p><p style="text-align: justify;">Dari visi yang disampaikan, mereka kemudian memapar butir-butir misi. Yakni meningkatkan kualitas akademik dan kesejahteraan mahasiswa Unmul, membangun budaya ilmiah berlandaskan Tridarma Perguruan Tinggi, membangun persatuan mahasiswa di tataran kelembagaan mahasiswa Unmul, Kaltim, dan Indonesia, serta menjadi sentrum dalam merespons dinamika sosial politik.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, pasangan Yani-Jusman mengusung 6 proker unggulan, yaitu Bina Rakyat, Mulawarman Bergerak, Kampus Literasi, Aliansi Persatuan, Pekan Mulawarman, dan Perempuan Mulawarman Menyapa.</p><p style="text-align: justify;">Bina Rakyat, dimaksudkan hadir untuk mengembangkan potensi masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan tidak hanya saat KKN. Selanjutnya, Mulawarman Bergerak. Proker ini memfokuskan pada kegiatan advokasi, judikasi, diskusi, dan aksi nyata, serta menjadi wadah edukasi mahasiswa untuk melihat sosok pimpinan dalam orgnanisasi. Kemudian, Kampus Literasi yang diharapkan mampu menumbuhkan semangat literasi yang kian redup zaman kini.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk Aliansi Persatuan adalah kelompok yang dirancang untuk mampu bergerak bersama. Pekan Mulawarman proker untuk pengembangan minat bakat, dan yang terakhir, Perempuan Mulawarman Menyapa adalah proker yang berkaitan dengan gender dan keperempuanan serta perhatian untuk kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus yang selama ini terabaikan.</p><p style="text-align: justify;">Matahari semakin meninggi, giliran Rizaldo-Miftah yang ambil posisi. Mereka mengawali kampanye dengan menyebut alasan maju bertarung oleh sebab keresahan.</p><p style="text-align: justify;">Aldo mengatakan gerakan mahasiswa saat ini sudah tidak lagi menyertai nilai-nilai dasar dan ideologi yang dulu. Sehingga mereka berniat mengembalikan ideologi yang pro rakyat dan kontra ketidakadilan.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung gagasan &lsquo;Satu Padu Unmul dalam Aksi Kita,&apos; mereka menilai, rasa cinta terhadap almamater harus ditumbuhkan. Dan itu bisa dari banyak cara, seperti seni, politik, olahraga, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Ada empat misi yang diperas dari visi tersebut. Yakni, Kolaborasi Semangat Pengabdian Mahasiswa, Intensif Menjalin Relasi dan Kemitraan, Terpadunya Pelayanan Advokasi Isu, dan Akselarasi Iklim Prestasi Mahasiswa yang Apresiatif.</p><p style="text-align: justify;">Tentang bagaimana pengabdian mahasiswa harus terus dijalankan dan menjadi beban otomatis manakala resmi bergelar mahasiswa membuat misi Kolaborasi Semangat Pengabdian Mahasiswa penting adanya.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Intensif Menjalin Relasi dan Kemitraan, dimaksudkan untuk merawat iklim relasi yang sudah dibangun Unmul bersama tokoh dan instansi selama ini. Agar Unmul makin gemilang, perlu sokongan dari banyak pihak.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Terpadunya Pelayanan Advokasi Isu. Tentu semua tahu, bagaimana advokasi menjadi jantung di tiap pergerakan mahasiswa. Demikian pula Rizaldo-Miftah. Dan yang terakhir, Akselarasi Iklim Prestasi Mahasiswa yang Apresiatif. Bagi mereka, sedikit mahasiswa yang bangga akan prestasinya karena hanya untuk pribadinya sendiri, tidak merasa diapresiasi oleh lembaga mahasiswa. Maka hadirnya misi ini, diharapkan akan memberikan apresiasi tersendiri bagi mahasiswa yang berprestasi untuk semakin meningkatkan prestasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Melangkah pada program kerja unggulan, Rizaldo-Miftah menawarkan empat proker. Pertama, Prasasti Kita. Proker ini berwujud forum lokakarya, sebuah forum rapat kerja yang menyatukan aspirasi dari fakultas untuk universitas dan mengevaluasi setiap gerakan yang telah dilakoni.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, Kajian Obrolan Pergerakan dan Advokasi (KOPI) Mulawarman. &ldquo;KOPI Mulawarman hadir sebagai jawaban untuk merealisasikan jiwa mahasiswa yang saat ini gandrung oleh diskusi dan literasi. KOPI ini wadah mahasiswa untuk bertukar pendapat dan pikiran untuk satu ide dari pergerakan advokasi,&ldquo; terang Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, ada Karya Kita. Di pasangan Yani-Jusman, proker ini dinamai Pekan Mulawarman, hampir senada proker ini dimaksudkan memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan minta bakat. Dan yang terakhir, Olimpiade Mulawarman. Sebuah proker yang menyatukan aspek seni, olahraga, dan ilmiah sebagai proses iklim yang kompetitif di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kampanye berakhir pukul 11. Sayang, mahasiswa umum tak nampak hadir menyaksikan janji-janji calon pemimpinya hari ini. Kursi-kursi itu hanya diisi timses yang beberapa tampak memegang atribut dan selebaran sambil sesekali merekam dan mengambil gambar jagoannya. Pengeras suara yang tidak dalam kondisi baik, diharapkan tetap membuat Pemira sebagai pesta yang pantas dirayakan. <em><strong>(ann/mld/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prahara Masterpiece, Norman dan Aliansi Bakal Tempuh Jalur Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prahara-masterpiece-norman-dan-aliansi-bakal-tempuh-jalur-hukum/baca </link>
<guid> prahara-masterpiece-norman-dan-aliansi-bakal-tempuh-jalur-hukum </guid>
<pubDate> Thu, 09 Nov 2017 02:45:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa spanduk bekas berisi penolakan mahasiswa terhadap bangunan Masterpiece. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prahara-masterpiece-norman-dan-aliansi-bakal-tempuh-jalur-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FIQIL68AS2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prahara Masterpiece, Norman dan Aliansi Bakal Tempuh Jalur Hukum</h1>
			              </header>
			              <div autocomplete="on" class="fr-element fr-view" contenteditable="true" dir="auto" spellcheck="true"><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -</strong> Bangunan megah bernuansa dominan hitam itu berdiri kokoh tak jauh dari pintu gerbang utama Universitas Mulawarman di Jalan M. Yamin. Meski belum sempurna beroperasi dan masih tampak beberapa penyempurnaan di beberapa sisi, bangunan bernama Masterpiece yang kelak akan jadi tempat karaoke itu sudah menuai pro dan kontra.</span></p><p style="text-align: justify;">Hal ini bukannya tanpa alasan. Masterpiece dituding melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan di Kota Samarinda. Belakangan muncul beberapa spanduk bekas berisi penolakan mahasiswa yang ditulis dengan cat merah. Beberapa pihak menyebut spanduk yang dipasang menghilang.</p><p style="text-align: justify;">Beragam respons muncul gara-gara Masterpiece. Salah satunya adalah diskusi yang diprakarsai oleh LDF Al-Mizan Fakultas Hukum bertajuk Kajian Kritis Seputar Regulasi (KASASI) pada Jumat (3/11).</p><p style="text-align: justify;">Diskusi itu menghadirkan Poppilea Erwinta dari kalangan akademisi Fakultas Hukum dan Presiden BEM <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">KM Unmul Norman Iswahyudi yang juga merupakan Ketua Aliansi Warga dan Kampus--aliansi yang dibentuk karena keresahan atas Masterpiece.</span></p><p style="text-align: justify;">Secara syarat, Poppi menyebut Masterpiece sudah memenuhi. Syarat itu adalah syarat formil berupa berkas-berkas dan syarat materiil yang merupakan izin masyarakat sekitar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pikir Masterpiece tidak ada izin dari masyarakat. Ternyata saya temukan ada datanya dari RT 24, artinya kan masyarakat mengizinkan,&quot; terang Poppi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Norman juga mengatakan berkas administrasi karaoke tersebut lengkap saat pihaknya membawa perkara ini ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui Norman, Ahmad Nawawi, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan, mengatakan secara administrasi Masterpiece lengkap dan tak ada indikasi pelanggaran. &quot;Secara administratif, legal. Semua ada. Dari RT, lurah, ada rekomendasi dari Dinas Pariwisata, Kesbangpol, dan Dinas Perindustrian,&rdquo; papar Norman.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Masterpiece dianggap tetap melanggar Pasal 9 ayat 2 dalam Perda yang berbunyi, &quot;Lokasi dan atau zona tertentu yang diperuntukan bagi tempat penyelenggaraan usaha hiburan harus jauh dari rumah ibadah, tempat pendidikan, pemukiman penduduk dan perkantoran dengan jarak minimal 300 meter&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mengukur dua kali. Lewat google maps dan manual. Itu jelas yang tidak berjarak lebih dari 300 meter dari Unmul, tapi jarak 300 meter ini juga dianggap multitafsir. Terkait apakah kawasan pendidikan tersebut sudah masuk di wilayah tempat pendidikan atau ruang belajar,&rdquo; ujar Norman.</p><p style="text-align: justify;">Perihal Aliansi Warga dan Kampus, dikatakan Norman terbentuk sejak 25 Oktober lalu. Sempat berkonsolidasi, ditemukan fakta yang membuat Norman makin curiga di balik berdirinya Masterpiece yang berhasil mengantongi izin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang diminta perizinan cuma RT yang lokasinya didirikan bangunan tersebut, kebetulan di RT 24. Yang lain teriak juga, kok cuma RT 24 karena kunjungan ke DPMPTSP itu mereka bilang memang minimal hanya satu RT yang berada pas pada bangunan yang didirikan, hal itu yang digadang-gadang sebagai syarat sah sehingga izinnya keluar,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Norman menambahkan pada saat konsolidasi, Ketua RT 24 mengaku hanya diminta menandatangani perizinan mengenai IMB biasa (ruko biasa) bukan sebagai tempat hiburan. Merasa dibohongi, Ketua RT 24 pun ikut menandatangani surat pernyataan penolakan. &ldquo;Dia membatalkan statementnya di awal, kok bisa ini jadi tempat karaoke padahal di awal bilang hanya dijadikan bangunan biasa,&rdquo; cecar Norman.</p><p style="text-align: justify;">Untuk saat ini, Aliansi Warga dan Kampus masih menunggu panggilan audiensi bersama dengan pihak Masterpiece serta lembaga lain.</p><p style="text-align: justify;">Norman mengancam akan menempuh jalur hukum apabila audiensi bertele-tele. Namun, itu masih sebatas rencana. Bersama pihaknya, Norman akan menyambangi LKBH guna meminta rekomendasi hukum untuk dijadikan landasan sebelum melangkah lebih jauh.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dari pengadilan memutuskan mereka bersalah, artinya bisa segera ditutup. Tidak perlu menunggu walikota berstatement atau apa gitu. Intinya kita ambil sikap,&quot; tandasnya. <strong><em>(adn/aml)</em></strong></p></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Adu Gagasan Antar Tiga Paslon BEM Faperta di Debat Kandidat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/adu-gagasan-antar-tiga-paslon-bem-faperta-di-debat-kandidat/baca </link>
<guid> adu-gagasan-antar-tiga-paslon-bem-faperta-di-debat-kandidat </guid>
<pubDate> Fri, 10 Nov 2017 00:37:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Debat antar kandidat pun telah digelar kemarin (7/11) di Gedung Bundar Faperta untuk mentranparansikan visi-misi tiga paslon yang sudah siap memperebutkan kursi presiden-wakil presiden BEM Faperta. (Foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/adu-gagasan-antar-tiga-paslon-bem-faperta-di-debat-kandidat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jDpttLjrFq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Adu Gagasan Antar Tiga Paslon BEM Faperta di Debat Kandidat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Memasuki penghujung 2017, aura persaingan dalam Pemira kian terasa di Unmul. Tak hanya tingkat universitas, di beberapa fakultas, persaingan antar paslon telah bergejolak. Salah satunya di Fakultas Pertanian (Faperta) yang melangsungkan Pemira pada 9 November, hari ini. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Debat antar kandidat pun telah digelar kemarin (7/11) di Gedung Bundar Faperta untuk mentranparansikan visi-misi tiga paslon yang sudah siap memperebutkan kursi presiden-wakil presiden BEM Faperta. Ketiga paslon di antaranya Muhammad Nurfiqri-Chandra Kadina Utama dari nomor urut 1, Arif Rahman Hakim-Rika Asriana dari nomor urut 2, serta Sigit Untoro-Jamiah dari nomor urut 3.</p><p style="text-align: justify;">Dihadirkannya tiga panelis lintas bidang dalam sesi debat semisal Anton Rahmadi (akademisi), Ahmad Ridwan (Dirut STV), serta Muhammad Iqbal Suwandie (organisatoris) amat menguji kecakapan masing-masing paslon. Alur debat dibagi moderator dalam tiga sesi. Ikrar-ikrar pemikat pun dijanjikan masing-masing paslon kepada kurang lebih seratus audiens dalam pemaparan visi-misi di sesi I debat. Namun di sesi II, beberapa pertanyaan menarik dari tiga panelis membuat para kandidat harus berpikir keras. Salah satunya dilontarkan Ahmad Ridwan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anggaplah kalian telah terpilih jadi presiden BEM. Seandainya kalian diundang audiensi oleh Pemprov Kaltim untuk diminta solusi tentang pertanian, apa yang akan Anda sampaikan sebagai masukan konkret bagi pertanian di Kaltim?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Fiqri-Chandra memilih untuk menyuarakan keluh-kesah petani kekinian, lalu meminta Pemprov turun memantau realita di lapangan. Arif-Rika merujuk pada pemberian ide berdasar kajian yang akan dilakukan pihaknya sebelum audiensi. Lalu, Sigit-Jamiah ingin mengusulkan beberapa tahap: membangun relasi, aspirasi, hingga memberi solusi ke pejabat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sesi III, pola debat jauh lebih seru karena panelis bisa bertanya sampai ke akar-akarnya kepada masing-masing paslon. Dan, pola ini kembali membuat masing-masing paslon berpikir sekeras-kerasnya hingga tampaklah raut pucat di wajah mereka.</p><p style="text-align: justify;">Kesempatan itu dimanfaatkan salah satu panelis Muhammad Iqbal Suwandie atau biasa disapa Iqbal untuk melontarkan cecaran pertanyaan ke tiap paslon berdasar pada background mereka selama ini. Pertama, kepada Fiqri-Chandra yang tahun lalu bergerak di advokasi BEM Faperta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa masalah advokasi di kampus Anda dan apa solusinya?&rdquo; dijawab: harus ada transparansi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana tahun lalu?&rdquo; dijawab: sudah dilakukan, tapi kurang baik.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan-pertanyaan selanjutnya semisal, &ldquo;Formulasi advokasi di tahun ini? Pola advokasi yang akan dilakukan tahun ini? Sampai ide baru dalam advokasi?&rdquo; dijawab Fiqri-Chandra dengan kurang lugas.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal kemudian menanyai Arif-Rika berdasar latar belakang mereka: PKM. &ldquo;Inovasi apa yang akan dilakukan?&rdquo; dijawab: akan bekerja sama dengan petani dibidang organik. Di luar konteks PKM, sebuah pertanyaan menarik dimunculkan Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika 50 persen lebih anggota mengundurkan diri, apa yang kalian lakukan?&rdquo; dijawab: jika memang terjadi, kami akan tetap lanjutkan periodisasi. Background LDF dari paslon 3: Sigit-Jamiah pun tak luput dicecar tanya oleh Iqbal. &ldquo;Bagaimana kalian mengelola organisasi yang heterogen?&rdquo; dijawab: kami akan menyatukan frame bahwa BEM milik bersama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jaminan pengelolaan internal di BEM?&rdquo; dijawab: saling memercayai saja. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah jawaban terakhir lepas, Iqbal serta audiens kompak tercengir, seolah tak percaya kalau jawaban itu yang akan dikeluarkan. Di sesi terpisah, Ketua DPM Faperta, Yoga Kurniawan Saputra dalam sambutannya berkomitmen untuk memastikan Pemira berjalan sesuai dengan baik. Dirinya pun mengharapkan, debat kandidat antar paslon bisa jadi referensi bagi mahasiswa untuk menentukan pilihannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan (melalui) debat kandidat, kita bisa lihat kemampuan paslon dan kita bisa memilih berdasarkan hati nurani dan jangan terpengaruh terhadap intervensi. Karena pemimpin yang kita pilih akan menentukan nasib (seluruh) organisasi di Faperta,&rdquo; pesannya. <em><strong>(dan/fqh/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sandra, Calon Tunggal Laga Pemira FPIK </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sandra-calon-tunggal-laga-pemira-fpik/baca </link>
<guid> sandra-calon-tunggal-laga-pemira-fpik </guid>
<pubDate> Fri, 10 Nov 2017 01:41:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Saat ditemui Sketsa akhir bulan lalu (21/10) di FPIK, Sandra menyatakan niatnya siap maju berlaga dalam Pemira tahun ini. (Foto: Maharani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sandra-calon-tunggal-laga-pemira-fpik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7uOxmz7V0r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sandra, Calon Tunggal Laga Pemira FPIK</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pemira fakultas masih bergulir. Kini giliran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan berpesta. Setelah menunggu dan sempat memperpanjang masa pendaftaran paslon Pemira, akhirnya DPM FPIK mengantongi nama bakal paslon.</p><p style="text-align: justify;">Saat dikonfirmasi lewat pesan daring, Luhut Sitinjak selaku ketua DPM FPIK menyatakan bahwa pihaknya telah menerima nama satu paslon. Meski begitu, dia kecewa karena satu paslon lain yang juga sempat mendaftar menarik diri. Saat ditanya siapa, Luhut enggan menyebut. Walhasil, Pemira FPIK kemungkinan bakal aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemarin ada satu paslon lain, cuma kata ketua Pemira paslon yang satu itu menarik formulirnya lagi,&quot; terang Luhut.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui bakal calon Ketua BEM FPIK bernama Sandra Rohman Agustin. Saat ditemui <em>Sketsa</em> akhir bulan lalu (21/10) di FPIK, Sandra menyatakan niatnya siap maju berlaga dalam Pemira tahun ini. Mengusung jargon Gema Perbaikan, ia siap melanjutkan perbaikan di struktur organisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ingin melanjutkan apa yang kemarin itu dan dijadikan lebih baik. Minat mahasiswa di sisi akademiknya juga dikuatkan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Upaya Sandra dalam meyakinkan mahasiswa, dikatakannya tak mau muluk-muluk. Ia mengaku tidak senang mengumbar janji yang mengebu-gebu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;BEM juga mengkritik birokrat dan pemerintah tentang janji-janji, masa kita paslon juga janji-janji tetapi pada saat kita naik tidak terealisasikan,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Karier Sandra dalam kiprahnya di BEM FPIK terus menanjak. Ia yang lahir dari staf di BEM FPIK, kemudian dipercaya menjadi Menteri Multimedia, lalu di periode Gema Perbaikan sebagai Sekretaris Kabinet. Dan kini, diusung maju menuju kursi BEM FPIK 1.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Sketsa, ia juga mengungkap kehidupan akademiknya yang mampu seimbang dengan organisasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya itu orangnya target oriented, masa sih saya mau santai-santai padahal di bawah ini ada yang contoh saya, masa saya orangnya leha-leha kan enggak mungkin, saya harus mencontohkan yang benar. Itu motivasinya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat disinggung nama paslon yang kelak menemaninya, mahasiswi prodi Sosial Ekonomi angkatan 2015 itu belum punya nama. Untuk perkara ini, Sandra punya penjelasan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya waktu mendaftar, saya itu berpasangan. Tapi, karena ada konflik dan masalah internal dia (pasangan) tidak bisa menemani maju,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Sandra menyebutkan, untuk menemukan pasangannya, akan dilakukan seleksi oleh BEM FPIK dan akan digelar Senin (23/10) mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap orang yang mendampingi saya itu yang benar-benar bisa berkontribusi buat BEM ini ke depannya menjadi lebih baik,&quot; harapnya. <em><strong>(mrf/aml)</strong></em></p><p>-------------------------------------------</p><p>UPDATE:</p><p><em>Klarifikasi hak jawab dari Rivan, timses dari Lakiki terkait pengunduran diri paslonnya.&nbsp;</em><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-lakiki-tidak-pernah-mengundurkan-diri/baca"></a><em><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-lakiki-tidak-pernah-mengundurkan-diri/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-lakiki-tidak-pernah-mengundurkan-diri/baca</a></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perkokoh Persatuan Membangun Negeri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/perkokoh-persatuan-membangun-negeri/baca </link>
<guid> perkokoh-persatuan-membangun-negeri </guid>
<pubDate> Sat, 11 Nov 2017 01:13:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sudah tahukah kita apa yang terjadi tanggal 10 November? Mengapa di kalender kita tertulis Hari Pahlawan? (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/perkokoh-persatuan-membangun-negeri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/idLVhi2lLh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perkokoh Persatuan Membangun Negeri</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">HIDUP MAHASISWA, HIDUP RAKYAT, HIDUP PAHLAWANKU!<br>MERDEKA!!!</p><p style="text-align: justify;">Assalamualaikum Wr.Wb, Shalom, Om Swastyastu, Nammo Buddhaya dan Salam Sejahtera.</p><p style="text-align: justify;">Sudah tahukah kita apa yang terjadi tanggal 10 November? Mengapa di kalender kita tertulis Hari Pahlawan?</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan yang cukup sederhana, namun apakah kita sadar dan mengetahui apa yang terjadi 72 tahun yang lalu pada bangsa Indonesia dan apa yang seharusnya kaum muda lakukan untuk negara yang kita cintai dan banggakan ini?</p><p style="text-align: justify;">10 November 1945 &ndash; 10 November 2017. Tepat 72 tahun lamanya sejarah ini diwariskan kepada generasi kita yang saat ini masih berpijak di Bumi Pertiwi. Hari Pahlawan 10 November adalah peristiwa sejarah yang tidak bisa dilupakan oleh anak bangsa Indonesia. Belajar dari sejarah kala itu, di mana belum genap 3 bulan Negara Indonesia diproklamirkan dan sedang gencar-gencarnya membangun kesadaran dan semangat kemerdekaan, serta pembangunan legitimasi kedaulatan bangsa Indonesia harus dilukai dengan insiden Hotel Yamato, Surabaya. Karenas Mr. Ploegman (Belanda) mengibarkan Bendera Merah Putih Biru di Hotel tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ditambah lagi dengan kehadiran tentara Inggris (AFNEI) untuk melucuti senjata Jepang. Perkara ini tidak direspon secara biasa bagi para pejuang dahulu. Bahkan dengan masif dan gamblang pemuda saat itu menunjukkan sikapnya dengan merobek bendera itu menjadi bendera Merah Putih. Sikap yang ditunjukkan itu karena ada rasa nasionalisme dan patriotisme. Pemuda kala itu yang merasa kedaulatan Negara dan Bangsanya dilecehkan dan dihina.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tidak berhenti sampai pada merobek bendera, tetap berlanjut pada peristiwa berdarah yang meletus pada tanggal 27 Oktober 2017 dan akhirnya terjadi gencatan senjata antara Indonesia dan Kolonialisme Inggris. Tetapi, itu tidak memuaskan Pemuda Indonesia saat itu sehingga perang terus terjadi sampai pada puncaknya yaitu tanggal 10 November 2017 dan pasukan Inggris. Peristiwa ini cukup dikenang juga karena banyak sekali memakan korban jiwa. Ini merupakan fakta secara umum dan singkat Sejarah Hari Pahlawan.</p><p style="text-align: justify;">Memperingati Hari Pahlawan terkenal dengan ungkapan yang cukup familiar yaitu &ldquo;<strong>Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati Pahlawannya&rdquo;</strong>. Ungkapan yang cukup fenomenal inilah yang dikemukakan oleh Proklamator Bung Karno saat Berpidato di Hari Pahlawan 10 November 1961. Momentum Hari Pahlawan juga adalah sarana yang tepat untuk mereview kembali pemahaman kita akan arti Hari Pahlawan melalui sejarahnya dan apa yang membedakan situasi kala itu dengan kondisi sekarang. Jika tidak, hanya akan menjadi seremoni tanpa makna dan tak membuat apapun bagi perubahan Negara.</p><p style="text-align: justify;">Realita dan tantangan kita sekarang adalah menghadapi pemuda dan mahasiswa yang harusnya menjadi pilar persatuan dan kemajuan Bangsa ini justru banyak melupakan pemaknaan Hari Pahlawan. Tanggungjawab ini seolah-olah dibebankan kepada Pemerintah. Bahkan dunia pendidikan harus mengadakan seremoni warisan Hari Pahlawan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rasa peduli yang sangat kecil dari kelompok pemuda dan mahasiswa ini seolah-olah mengatakan bahwa tidak ada nilai materi yang didapatkan dari momentum mengenang Hari Pahlawan tersebut. Ini terjadi akibat pikiran sempit dan pragmatis yang sangat mendominasi di generasi milenial saat ini. Kita boleh sepakat mengatakan hal ini, karena ini adalah fakta yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Dari persepsi tersebut kita dapat menarik benang merahnya dalam keadaan Indonesia saat ini bahwa kita berada dalam keadaan memprihatinkan. Contoh saja peringatan Hari Pahlawan ini, seberapa banyak pemuda dan mahasiswa yang mengenal Pahlawan yang telah berjuang dan berdarah-darah demi tegaknya Republik Indonesia. Kita justru dininabobokan dengan lebih mengetahui dan membanggakan artis-artis, pemain film, penyanyi bahkan sampai budaya asing yang justru bukan membuat kita semakin kritis, tetapi membuat kita lupa akan tanggungjawab sebagai pilar persatuan dan peradaban bangsa ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kita harusnya belajar dari pengalaman-pengalaman pendahulu kita. Indonesia, Bumi Pertiwi sedang diuji dengan banyaknya oknum-oknum bangsa ini yang atas dasar demokrasi kemudian melegitimasi dirinya untuk sebebas-bebasnya berbuat di negeri ini. Semboyan <em>Bhinneka Tunggal Ika</em> dan jiwa nasionalisme serta patriotisme kita sedang dihadapkan dengan oknum-oknum yang dengan bangganya berbuat tindakan-tindakan radikal dan intoleran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ingat kawan! Bangsa ini dibangun dengan darah yang mahal dan persatuan yang kuat. Lantas di manakah posisi kita sebagai kaum muda melihat problematika ini? Ya jelas kita harus mengganyang sikap-sikap radikal dan intoleran ini dengan membangun sinergitas serta simpul-simpul persatuan kaum pemuda dan mahasiswa yang menjadi representasi masyarakat Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sebuah keniscayaan adalah dengan bangunan kokoh yaitu sinergitas dan simpul-simpul persatuan itulah yang dapat membangun Negeri ini. Kita boleh mempunyai cara-cara yang berbeda dalam membangun negeri, tetapi harus satu tujuan yang sama untuk membangun NKRI. Kembali kita diingatkan lewat peringatan Hari Pahlawan ini, mereka yang dulu meninggalkan dan mengorbankan banyak hal untuk kepentingan bersama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mematikan sikap-sikap apatisme terhadap persoalan di negeri ini juga menjadi catatan penting bagi kita. Generasi milenial yang difasilitasi oleh globalisasi yang mengalir deras harus kita filter agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang banyak. Memaknai Hari Pahlawan juga kita diingatkan dengan pahlawan-pahlawan kecil kita dalam keluarga, seperti guru, buruh, petani, nelayan, pabrik-pabrik dan sebagainya. Pahlawan-pahlawan ini yang dilupakan oleh kebanyakan dari pemuda dan mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal peran sertanyalah kita dapat bertahan hidup di Bumi Pertiwi ini dan sampai dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi guna menjadi manusia yang berguna, guna menjadi manusia yang dapat sadar akan perannya membangkitkan kembali semangat kesatuan dan persatuan agar pembangunan negeri ini juga kita setidaknya menggoreskan catatan pribadi kita untuk Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Mari bangkit dengan semangat persatuan untuk membangun negeri ini lebih adil, makmur dan sejahtera karena kita tidak mengangkat bambu runcing dan senjata lagi, tetapi berjuang untuk bersaing secara ide, gagasan, ilmu, ekonomi dan teknologi dalam era Generasi Milenial. Ambil Apinya Bukan Abunya!</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Armin Beni Pasapan,&nbsp;</strong><strong>Sekretaris Cabang GMKI Samarinda, mahasiswa Hubungan Internasional</strong></em><strong><em>&nbsp;FISIP Unmul 2014</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Nihil Calon Pemira FPIK </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-nihil-calon-pemira-fpik/baca </link>
<guid> di-balik-nihil-calon-pemira-fpik </guid>
<pubDate> Sat, 11 Nov 2017 01:50:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FPIK terancam aklamasi. Mulai pengunduran diri salah satu pasangan calon, hingga calon yang terpaksa maju soloing. (Sumber foto: kaltim.procal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-nihil-calon-pemira-fpik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xjEDHciKRV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Nihil Calon Pemira FPIK</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Di pemberitaan yang diturunkan <em>Sketsa</em> sebelumnya, (<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sandra-calon-tunggal-laga-pemira-fpik/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sandra-calon-tunggal-laga-pemira-fpik/baca</a>) Pemira FPIK terancam aklamasi. Mulai pengunduran diri salah satu pasangan calon, hingga calon yang terpaksa maju <em>soloing</em>.</p><p style="text-align: justify;">Adalah Lakiki, calon wakil ketua BEM FPIK yang rencananya mendampingi Sandra Rohman Agustin namun memutuskan mengundurkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Melalui klarifikasi perwakilan lembaganya, LDM Bahrul &apos;Ulum, Lakiki menyatakan pengunduran dirinya secara tersirat. Ketua DPM FPIK Luhut Sitinjak menduga faktor pengunduran dirinya oleh sebab masalah internal antara kedua paslon tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu mungkin permasalahan personal aja, masalah pribadi,&quot; ucap Luhut kepada <em>Sketsa</em> Jumat (3/11).</p><p style="text-align: justify;">Luhut menyatakan, saat ini memang sedang terjadi kekosongan calon untuk tarung Pemira BEM FPIK. Luhut menduga penyebab minimnya calon salah satunya dikarenakan tidak adanya partisipasi aktif lembaga-lembaga kemahasiswaan di lingkungan FPIK.</p><p style="text-align: justify;">Bersama pihaknya, Luhut tak tinggal diam. Wacananya, akhir November mendatang DPM FPIK akan menggelar Sidang Umum Keluarga Mahasiswa (Sukma) tepatnya setelah semua mubes HMJ dan UKM di FPIK rampung dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Sukma, akan dibahas perkara Pemira yang tak menarik minat calon ini dan hal-hal lain menyangkut Pemira, termasuk kemungkinan aklamasi yang punya beberapa kriteria yang mesti diperhatikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aklamasi itu ada dua kriteria menurut pandangan saya. Satu, kriterianya dia mau dan mencalonkan dan yang kedua dia ditunjuk, tapi bukan ditunjuk secara pribadi atau pun secara satu lembaga, bukan. Tapi harus semua,&quot; terang Luhut.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada yang memastikan bagaimana Pemira FPIK dan Pemira fakultas lain akan berjalan. Banyak yang bersuara soal aklamasi. Ada yang bilang tak masalah, dan ada pula yang merutuk, menyebut kemunduran demokrasi. Namun yang pasti, Pemira mesti menjadi gelaran yang layak dirayakan. <em><strong>(mrf/aml)</strong></em></p><p>-------------------------------------------</p><p>UPDATE:</p><p><em>Klarifikasi hak jawab dari Rivan, timses dari Lakiki terkait pengunduran diri paslonnya.&nbsp;</em><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-lakiki-tidak-pernah-mengundurkan-diri/baca"><em>https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-lakiki-tidak-pernah-mengundurkan-diri/baca</em></a></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wajib Registrasi, Regulasi Tak Pasti! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/wajib-registrasi-regulasi-tak-pasti/baca </link>
<guid> wajib-registrasi-regulasi-tak-pasti </guid>
<pubDate> Sat, 11 Nov 2017 16:46:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini yang ditulis oleh Ridwan, Ketua BEM FTIK Unmul 2015.
(Sumber foto: https://www.google.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/wajib-registrasi-regulasi-tak-pasti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fX41EFjSCb.png" />
					</figure>
			                <h1>Wajib Registrasi, Regulasi Tak Pasti!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Registrasi kartu prabayar wujud hadirnya negara melindungi masyarakat dari kejahatan dan penipuan. Ikuti format SMS registrasi dari operator.</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Demikian isi <em>Short Message Service&nbsp;</em>(SMS) yang penulis terima dari seorang pengirim dengan mengatasnamakan <span>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).</span></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Merujuk isi SMS di atas, penulis melihat fakta di lapangan kontradiktif dengan isi SMS tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tidak adanya UU yang mengatur perlindungan data pribadi membuat penulis kebingungan, perlindungan apa yang dimaksud?&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Bagaimana bentuk perlindungannya? Sementara operator bebas mengeksploitasi data pribadi penggunanya.</span></p><p style="text-align: justify;">Kita ketahui bersama bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2017, rentan 31 Oktober 2017 sampai 28 Februari 2018, seluruh pelanggan nomor selular prabayar di Indonesia wajib mendaftarkan data diri melalui operator.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kita sedang dihadapkan pada situasi ketika semua orang berlomba mengumpulkan data dalam jumlah banyak, untuk berbagai kepentingan. Baik untuk kepentingan pribadi, swasta atau negara dan atau penulis sebut tren big data.</span></p><p style="text-align: justify;">Big data memang memiliki tujuan untuk membuat sebuah industri dan negara menjadi lebih baik, tapi di sisi lain memunculkan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan data pribadi.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Setidaknya ada 7 negara yang mewajibkan registrasi SIM card. Kendati demikian, Brasil, China, Pakistan, Arab Saudi, Swiss dan Zimbabwe melakukan registrasi dengan paspor bukan NIK. Sementara penulis melihat kalau paspor tidak bisa melacak secara jelas, di mana alamat, siapa saja keluarga dan catatan sipil seseorang. Apalagi nama kandung ibu itu adalah data yang sangat sensitif. Itu merupakan super <em>password</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Jangan &quot;Jatuh&quot; Dua Kali, Ces!</strong></span></p><p style="text-align: justify;">Merujuk proyek e-KTP yang penulis lihat sebagai salah satu bentuk kerentanan perlindungan data pribadi. Menurut penulis, tidak ada satu pun klausul dalam Peraturan Presiden No 67/2011 yang menjadi rujukan proyek e-KTP tersebut yang mengatur mengenai mekanisme perlindungan data pribadi warga negara yang telah dikumpulkan. Masyarakat tidak pernah tahu, data-data pribadinya yang direkam oleh pemerintah. S<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">eperti domisili, retina, dan sidik jari digunakan untuk apa saja dan bagaimana model pengamanannya?</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Perlukah UU Perlindungan Data Pribadi?</strong></p><p style="text-align: justify;">Indonesia adalah negara dengan transformasi digital yang sangat cepat. Kini ada 132,7 juta pengguna internet*, dan mayoritas mengaksesnya lewat telepon seluler. Selama ini, penulis menilai pemerintah belum mampu melindungi pengguna telepon seluler sebagai konsumen.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kebijakan yang dikeluarkan juga lebih banyak melindungi industri. Contohnya pemakaian nomor tunggal yang bisa berpindah operator, seperti diberlakukan banyak negara seperti di Kenya, Afrika. Di Indonesia, fasilitas itu tidak ada karena nomor telepon seluler seolah menjadi hak milik operator.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Terkait kebijakan wajib registrasi ini, menurut penulis sebenarnya ada prasyarat yang belum dipenuhi dalam penerapan kebijakan ini. Indonesia seharusnya memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi terlebih dahulu. Ketiadaan UU ini menjadi ironi. Indonesia adalah salah satu negara dengan perdagangan online terbesar dan populasi telepon selular 371,4 juta atau 142 persen dari populasi jumlah penduduk**</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Indonesia termasuk salah satu bagian kecil dari negara-negara yang belum memiliki aturan khusus untuk melindungi data pribadi warga negaranya.</span></p><p style="text-align: justify;">Oleh itu penulis melihat, UU Perlindungan data pribadi sangat dibutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan UU Perlindungan Data Pribadi, pemerintah bisa mengatur berapa lama operator telepon seluler bisa menyimpan data pribadi seseorang. Juga kewajiban untuk menghapus data, apabila seseorang tidak lagi menjadi pelanggan operator tertentu. Penulis tidak mempermasalahkan data pelanggan dipegang operator, namun harus ada UU yang mengaturnya.</p><p style="text-align: justify;">Penulis melihat jika adanya UU ada mekanisme yang namanya <em>privacy impact assessment</em>, artinya seberapa jauh institusi itu melindungi data pribadi, harus dievaluasi. Bagaimana kita mengukur perlindungan privasi atas data pribadi. Sejauh mana operator melakukan perjanjian kerja sama dengan Dukcapil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana mekanisme registrasi ini? Jika tidak ada, permasalahnnya kalau data bocor, sejauh mana (kami) bisa meminta pertanggungjawaban?</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Selain UU Perlindungan Data Pribadi, penulis juga menghimbau pemerintah untuk membentuk sebuah lembaga khusus untuk mengawasi semua proses pengumpulan data tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Jadi nanti lembaga itu yang mengawasi semua proses tersebut dan jika ada yang merasa datanya disalahgunakan. Mereka bisa melaporkannya ke lembaga tersebut.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><em style="">Ditulis oleh Ridwan, K</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em style="">etua BEM FTIK Unmul 2015.</em></span></p><p><br></p><p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em style="">* Databoks, Katadata Indonesia.<br>** Databoks, Katadata Indonesia.</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajak Senandika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-senandika/baca </link>
<guid> sajak-senandika </guid>
<pubDate> Sat, 11 Nov 2017 16:57:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Anisa Nur Adnin, mahasiswi FKIP 2015. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-senandika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SzgmrZyIfm.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sajak Senandika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Untuk setiap puisi yang tercipta<br><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Untuk setiap cerita yang tercerita</span><br>Untuk setiap pemikiran pukul 3 pagi yang menderita<br>Tahukah kamu bahwa ada dirimu di setiap baitnya?<br>Di setiap langkah yang kujejakkan, selalu terselip doa agar kamu dan<br>aku bisa bertahan<br>Walaupun terkadang harapan hanya akan berubah menjadi angan, seiring<br>berjalannya waktu yang mengikis rasa secara perlahan<br>Harus berapa bait puisi lagi agar kamu percaya bahwa apa yang aku rasa<br>benar-benar nyata?<br>Atau berapa lembar cerita lagi yang kutuliskan agar semua pemikiran<br>tersampaikan?<br>Bahkan hingga dini hari ini, aku masih memikirkan hal yang sama; rindu<br>yang tak kunjung reda<br>Mungkin aku yang terlalu menaruh harap, pada dirimu yang membuat<br>segala kenangan menguap</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Anisa Nur Adnin, mahasiswi Pendidikan Biologi, FKIP 2015.</em></strong></p><p><strong><em><br></em></strong><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FPIK, Lakiki Tidak Pernah Mengundurkan  Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-lakiki-tidak-pernah-mengundurkan-diri/baca </link>
<guid> pemira-fpik-lakiki-tidak-pernah-mengundurkan-diri </guid>
<pubDate> Sun, 12 Nov 2017 02:51:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hak jawab dari Ketua Timses Lakiki, Rivan terkait pengunduran diri paslonnya. (Sumber foto: kaltim.procal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-lakiki-tidak-pernah-mengundurkan-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/v9ReWpOqZP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FPIK, Lakiki Tidak Pernah Mengundurkan  Diri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Yusrivan Setiawan sebagai ketua tim sukses (timses) dari Lakiki yang berlaga di Pemira Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) angkat bicara. Ia menganggap pemberitaan <em>Sketsa &nbsp;</em>tentang Pemira FPIK yang terbit Jumat malam (10/11) memuat beberapa poin keliru. Rivan lantas menggunakan hak jawabnya kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>di gazebo FPIK, Sabtu pagi ini.</p><p style="text-align: justify;">(Baca berita sebelumnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-nihil-calon-pemira-fpik/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-nihil-calon-pemira-fpik/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-nihil-calon-pemira-fpik/baca</a> dan <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sandra-calon-tunggal-laga-pemira-fpik/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sandra-calon-tunggal-laga-pemira-fpik/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sandra-calon-tunggal-laga-pemira-fpik/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Rivan merunut perjalanan Pemira FPIK sejauh ini versi dirinya. Pertama, ia mengklarifikasi bahwa pengunduran diri pasangan calon (paslon) Lakiki tidaklah benar. Di berita <em>Di Balik Nihil Calon Pemira FPIK,&nbsp;</em>Redaksi <em>Sketsa</em> menulis, &ldquo;<em>Adalah Lakiki, calon wakil ketua BEM FPIK yang &nbsp;rencananya mendampingi Sandra Rohman Agustin namun memutuskan mengundurkan diri</em><em>.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Kalimat itu merupakan olah wawancara dengan Luhut Sitinjak selaku Ketua DPM FPIK. Luhut mengaku ia telah menerima pernyataan perwakilan lembaga LDM Bahrul Ulum yang mengusung Lakiki, bahwa paslon bersangkutan menyatakan pengunduran diri secara tersirat. &ldquo;Itu mungkin permasalahan personal aja,&rdquo; kata Luhut, Jumat (3/11).</p><p style="text-align: justify;">Rivan di sini membantah hal tersebut. Ia menjamin bahwa tidak pernah ada pengunduran diri dari paslon Lakiki. Saat ini bahkan berkas pencalonan Pemira masih berada di tangan DPM FPIK dan belum pernah sama sekali pihaknya melakukan penarikan berkas. Namun, Rivan tidak menampik sempat ada omongan sepintas tentang penarikan berkas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pasca terjadinya konflik internal itu hanya emosi sepintas. Tidak semata-mata kami mundur dalam Pemira ini,&rdquo; kata Rivan.</p><p style="text-align: justify;">Konflik internal yang dimaksud di sini adalah konflik perpecahan antara Sandra dengan Lakiki yang pada awalnya dimajukan sebagai satu paslon. Rivan enggan merinci apa masalah internal yang disebutnya termasuk &ldquo;masalah sepele&rdquo; itu. Tetapi yang jelas selepas masalah tersebut, Rivan menyatakan Lakiki tetap ditargetkan maju sebagai paslon dalam Pemira FPIK 2017. Dan karenanya, pengunduran diri Lakiki tidaklah benar.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, Rivan membantah bahwa Lakiki merupakan &ldquo;calon wakil ketua BEM FPIK&rdquo; yang akan mendampingi Sandra. Sebaliknya, Rivan mengatakan Lakiki justru ditempatkan sebagai ketua BEM FPIK dan Sandra sebagai wakil ketua. Ia menjelaskan hal itu tertera di berkas pendaftaran yang diserahkan ke DPM FPIK.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang kami yang menarik mereka sama-sama saat pengumpulan formulir (Pemira FPIK) dan Sandra sendiri ada di situ. Posisi dia di situ betul-betul sebagai wakil,&rdquo; ujar Rivan.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, Rivan mempermasalahkan adanya pengaitan nama individu (Lakiki) dengan nama lembaga (LDM Bahrul Ulum) dalam berita <em>Di Balik Nihil Calon Pemira FPIK</em> . Rivan mengatakan tidak ada upaya konfirmasi kepada Lakiki sebagai nama yang disebut dalam redaksi.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai untuk diketahui reporter <em>Sketsa</em> telah berusaha mengonfirmasi Lakiki terkait kabar pengunduran dirinya. Konfirmasi untuk wawancara sudah diatur dari 3 November 2017, tetapi Lakiki hanya membaca pesan tersebut tanpa memberikan respons apa pun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa di-<em>r</em><em>ead</em> aja? Karena sibuk-sibuknya masalah ini juga di internal, karena ada masalah perkuliahan. Mungkin karena mendadak seperti itu jadi tidak ditanggapi. Mohon maaf sebelumnya,&rdquo; ujar Rivan.</p><p style="text-align: justify;">Selama proses hak jawab pun Lakiki, diakui Rivan, ada di kampus FPIK. Namun, ia tidak hadir membersamai Rivan untuk menyertakan hak jawab. Rivan mengatakan agar dia saja yang menyampaikan klarifikasi terkait hal ini. Dan, hak jawab yang disampaikan Rivan sekaligus juga membawa sinyal baik, bahwa Pemira di kampus Perikanan tidak akan berlangsung dengan aklamasi. <strong><em>(mrf/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MP3, Seseorang yang Jauh, dan Momen Paling Keparat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/mp3-seseorang-yang-jauh-dan-momen-paling-keparat/baca </link>
<guid> mp3-seseorang-yang-jauh-dan-momen-paling-keparat </guid>
<pubDate> Mon, 13 Nov 2017 00:23:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Sastra Indonesia 2012, Fakultas Ilmu Budaya. (Sumber foto: wikihow.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/mp3-seseorang-yang-jauh-dan-momen-paling-keparat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZLWYgkJcpZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MP3, Seseorang yang Jauh, dan Momen Paling Keparat</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: center;">8 <em>megabyte</em><br>Lewat <em>earphone</em> &ldquo;Sunny. Sunny&rdquo;<br>Mengalun sepanjang jalan</p><p align="center" style="text-align: center;">Asap kretek, lampu-lampu, Hotel Senyiur,<br>Gajah Mada Dept. Store, Indomaret,<br>Permata Bank, D&rsquo;Lux, &ldquo;Apa kabarmu?<br>Kabarku&hellip;&rdquo; Bising knalpot, decit ban,<br>Langgar As-Syfa, lampu merah, <br>&ldquo;Mana Sunny. Mana&hellip;&rdquo; Angkot, Gojek, <em>lowbat</em>,<br>Lampu merah, bau nasi goreng, menu baru<br>Pak Wondo, Indomaret, jukir,<br>Pemuda Pancasila, pengamen, pengemis,<br>Pemabuk, bacin dan pesing<br>Membuatnya gelisah</p><p align="center" style="text-align: center;">&ldquo;Kau tak sempat tanyakan aku,&rdquo; di mulut gang,<br>&ldquo;Cintakah aku kepadamu?&rdquo;</p><p align="center" style="text-align: center;">Kosong, delapan, lima, tiga, sekian sekian.<br><em>calling</em>. &ldquo;Halo&hellip;&rdquo;<br>baterai habis. <em>Nokia Connecting People</em></p><p align="center" style="text-align: center;"><em><strong>Ditulis oleh Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Sastra Indonesia 2012, Fakultas Ilmu Budaya.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sigit-Jamiah Menang, Ketua DPM Faperta Sebut DPM Faperta 2016 Pasif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sigit-jamiah-menang-ketua-dpm-faperta-sebut-dpm-faperta-2016-pasif/baca </link>
<guid> sigit-jamiah-menang-ketua-dpm-faperta-sebut-dpm-faperta-2016-pasif </guid>
<pubDate> Tue, 14 Nov 2017 01:14:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana proses penghitungan suara Pemira Faperta dari tiga paslon. (Foto: M.Faqih) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sigit-jamiah-menang-ketua-dpm-faperta-sebut-dpm-faperta-2016-pasif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BDI1fgHs3V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sigit-Jamiah Menang, Ketua DPM Faperta Sebut DPM Faperta 2016 Pasif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sekira pukul 19.30 Wita, berkumpul tiga paslon, saksi, para pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan Faperta dan beberapa mahasiswa fakultas lain. Semua membawa perasaan ingin buru-buru tahu siapa yang berhak menduduki kursi BEM Faperta 1 selepas Alif-Hanif.</p><p style="text-align: justify;">Meski mundur 30 menit dari waktu yang ditentukan, panitia penyelenggara akhirnya memulai proses penghitungan suara yang dibuka oleh Bagus Arif Maulana, selaku Ketua KPPR 2017.</p><p style="text-align: justify;">Suasana di ruang 507 malam itu terpantau kondusif meski sebelumnya terjadi perdebatan beberapa pihak mengenai mekanisme penghitungan suara.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan proses perhitungan surat suara, tercatat jumlah pemilih terdaftar 1892, namun surat suara yang terpakai hanya 759 dari 1062 surat suara yang tersedia, serta 303 jumlah surat suara yang tidak terpakai. Sedangkan surat suara sah sebanyak 729 dari 759 surat suara yang diterima, dan suara rusak sebanyak 30.</p><p style="text-align: justify;">Garis-garis suara mulai bermunculan di papan perolehan suara, riuh tepuk tangan berkali-kali terdengar di setiap nomor urut paslon disebut. Suara tampak berkejar-kejaran. Paslon nomor urut dua masih jauh ketinggalan, sedang paslon nomor urut 1 dan 3 sengit berkejaran.<br><br>Beberapa jam dilakukan penghitungan, diperoleh pasangan nomor urut 3 Sigit Untoro-Jamiah mendapat suara unggul dengan 390 suara.<br><br>Menyusul pasangan nomor urut 1 Muhammad Nurfiqri Anshori Tuovanny-Chandra Kadwa Sutrisni dengan 216 suara, terakhir pasangan nomor urut 3 harus puas dengan perolehan hanya sebanyak 123 suara yakni Arif Rahman Hakim-Rika Asriana.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Proses Pemungutan Suara&nbsp;</strong><br>Suasana tampak sepi ketika awak <em>Sketsa&nbsp;</em>menyambangi tempat pemungutan suara sore itu. Hanya tersisa beberapa panitia penyelenggara yang masih bertahan. <br><br>Pasalnya, pemungutan suara pada (9/11) untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden BEM Faperta ini memang sudah berakhir pada pukul 17.00 Wita sejak dimulainya pada pagi pukul 08.00.<br><br>Terbentangnya spanduk bergambar tiga paslon di kedua tiang pintu masuk halaman parkir, memberi tanda hari itu akan terpilih pemimpin baru di kampus pertanian.<br><br>Sayangnya, 2300 mahasiswa aktif Faperta, tak semuanya berpartisipasi. Ketua DPM Faperta Yoga Kurniawan Saputra saat ditemui usai pemungutan suara mengatakan Pemira tahun ini tidak menemui kendala berarti, ia menilai panitia KPPR optimal dalam menjalankan tugas. Ia bangga, Pemira dan kepanitiaan KPPR tahun ini bekerja lebih baik. Hal itu tak lepas dari peranan DPM Faperta yang dilihatnya lebih aktif. <br><br>&quot;Pemira 2016 DPM-nya tidak aktif dibuktikan dengan tidak dimilikinya produk undang-undang atau tap-tap yang mengatur mekanisme Pemira, KPPR, dan Panwas sehingga segala peraturan berasal dari inisiasi KPPR bukan dari DPM,&quot; terang Yoga.<br><br>Ditanyai soal antusiasme, Yoga mengatakan tahun ini lebih ramai. Yoga membandingkan persentase Pemira Faperta yang lebih tinggi dibanding Pemira FEB Oktober lalu.<br><br>&quot;Mahasiswa FEB 4000 ke atas tapi suara yang masuk 1000-an. Perbandingannya 1/4, sedangkan Faperta 1/3 dengan mahasiswa aktif 2300 dan suara yang masuk kurang lebih 750-an,&quot; paparnya.<br><br>Hal lain yang membuat Pemira Faperta tahun ini berbeda adalah 2 dari 3 paslon yang berlaga berasal dari semester yang masih muda. Terkait hal ini, Yoga menyebut semester 5 adalah semester yang ideal untuk memimpin BEM Faperta.<br><br>&quot;Pas Sidang Umum KM 2016 diubah AD/ART menjadi Presiden minimal semester 5 sedangkan Wakil Presiden semester 3, jadi kita bisa lihat kombinasi antara yang tua dengan yang muda,&quot; kata Yoga.<br><br>Adapun, persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh setiap paslon selain angka semester adalah SKBN dan SKCK, diikuti oleh persyaratan lainnya seperti transkip nilai, dukungan 50 KTM, rekomendasi dari lembaga yang menyatakan aktif di kepanitiaan maupun organisasi, dan fotokopi KTM.<strong><em>&nbsp;(gie/aml)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Direktur PIU-IDB Unmul Keluhkan Gerak yang Terbatas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/direktur-piu-idb-unmul-keluhkan-gerak-yang-terbatas/baca </link>
<guid> direktur-piu-idb-unmul-keluhkan-gerak-yang-terbatas </guid>
<pubDate> Tue, 14 Nov 2017 23:48:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Proses pembangunan Unmul melalui suntikan dana Islamic Development Bank (IDB) terus bergulir, tercatat sudah melaksanakan beberapa programnya. (Sumber foto: old.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/direktur-piu-idb-unmul-keluhkan-gerak-yang-terbatas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mOu1aVNV1n.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Direktur PIU-IDB Unmul Keluhkan Gerak yang Terbatas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Proses pembangunan Unmul melalui suntikan dana <em>Islamic Development Bank</em> (IDB) terus bergulir. Dengan menggunakan dana pinjaman itu, hingga kini Unmul tercatat sudah melaksanakan beberapa programnya yang terbagi dalam <em>soft</em> dan <em>hard program</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui Sketsa pada Senin (6/11), Direktur Eksekutif <em>Project Implementation Unit</em> (PIU) IDB Unmul Mustaid Yusuf memaparkan beberapa program yang telah dan tengah berjalan berkat IDB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita bagi menjadi dua program besar, <em>soft</em> dan <em>hard program</em>. Untuk <em>soft program</em>, salah satunya dengan mengirim dosen untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, sebagian sudah berlangsung,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaannya, program ini memang mengirimkan dosen dari berbagai fakultas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang master. Sebagian dosen telah diberangkatkan Malaysia, Thailand, hingga Jepang dan dalam waktu dekat ke Belanda.</p><p style="text-align: justify;">Selain pemberangkatan dosen, ada juga program <em>Research and Teaching Grand</em>. Bertujuan memberikan dana kepada dosen untuk melakukan penelitian. Tercatat sudah ada 23 dosen menerima dana ini dan tinggal menunggu hasil akhir dari penelitian tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, IDB rupanya dimanfaatkan pula untuk pengembangan kurikulum. Melihat masih banyak fakultas yang belum mengacu kepada Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unmul sebagaimana yang dicita-citakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kurikulum akan diperbaiki agar semuanya bisa mengakomodir PIP Unmul,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, <em>Detail Engineering Desain</em> (DED) yang merupakan segala hal terkait aspek teknis tentang gedung yang akan dibangun termasuk ke dalam hard program. Saat ini telah rampung, dan selanjutnya akan diadakan lelang kontraktor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini masih mengevaluasi para penawar yang masuk, untuk cocok tidaknya diawasi oleh Pokja. Diupayakan tahun ini, tetapi kontraknya tahun depan,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Mustaid mengakui sejauh ini ada beberapa kendala dalam penggunaan dana pinjaman IDB. Di antaranya, dalam setiap proses harus meminta persetujuan pihak IDB. Hal ini tentu sedikit menghambat pergerakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak bisa bergerak jika tidak mendapatkan NOL (<em>No Objection Letter</em>). Selain itu, kemarin Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) telat turun, keluarnya di tengah tahun,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(adl/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi Situasi Kaltim, Dosen FEB: Pemerintah Harusnya Puasa! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-situasi-kaltim-dosen-feb-pemerintah-harusnya-puasa/baca </link>
<guid> diskusi-situasi-kaltim-dosen-feb-pemerintah-harusnya-puasa </guid>
<pubDate> Wed, 15 Nov 2017 00:18:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati Hari Pahlawan, BEM FEB gelar Selasar Dedikasi. (Foto: Eka Rizky P) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-situasi-kaltim-dosen-feb-pemerintah-harusnya-puasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9fbiJKynH8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi Situasi Kaltim, Dosen FEB: Pemerintah Harusnya Puasa!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Hangatnya mentari sore, FEB, dan tanah yang di alas terpal, BEM FEB Unmul menggelar program kerja diskusi bernama Selasar Dedikasi dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, 10 November lalu.</p><p style="text-align: justify;">Diselenggarakan di halaman parkir FEB, Selasar Dedikasi bertema &quot;Menanamkan Nilai-nilai Kepahlawanan untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Timur&quot; dimulai sekitar pukul 16.30 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Purwadi Dosen FEB Unmul, hari itu didaulat menjadi pemateri. Sebagai pengantar, ia mengatakan saat ini Kaltim sedang hancur-hancurnya, hutan gundul, banjir di salah satu perbatasan Kaltim Mahakam Hulu, hingga pelabuhannya hilang.</p><p style="text-align: justify;">Bicara pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari uang, beberapa provinsi di Jawa bisa sejahtera walaupun uang mereka tidak banyak. &quot;Karena pemimpinnya dekat dengan rakyat dan dia tahu apa kebutuhan yang diperlukan rakyat setempat,&quot; ucap Purwadi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam peraturan Menteri Keuangan disebutkan larangan mengutang ke luar negeri melebihi 60%. Apabila melebihi, sama saja seperti menjual negara ke negara lain.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan itu, program ketiga Gubernur Kaltim yang ingin menjadikan struktur pondasi ekonomi di sektor pertanian guna meminimalisir utang luar negeri, dikatakan Purwadi tak terasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertanian mana yang sudah kita nikmati hari ini? Semua impor! Yang dulunya negara lain belajar pertanian dari kita, sekarang justru lebih maju dari kita,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, ia pun menyinggung isu Bandara Samarinda Baru (BSB) yang masih cukup hangat dibicarakan.</p><p style="text-align: justify;">Balikpapan yang menolak perpanjangan <em>runway</em> BSB dan melayangkan surat keberatan kepada Presiden Joko Widodo karena khawatir Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan sepi penumpang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini pertumbuhan kota, hak semua kota untuk maju dan Samarinda ibu kota provinsi, kalau punya bandara sekelas Balikpapan, saya yakin pertumbuhan akan lebih cepat dan akan berdampak ke kota lain di sekitarnya,&quot; imbuhnya kemudian.</p><p style="text-align: justify;">Poin penting selanjutnya adalah perkara SDM Indonesia yang banyak tetapi kalah saing dengan Singapura yang penduduknya sedikit tapi maju. Kemudian, soal efisiensi penggunaan uang pemerintah seperti plesiran, pemakaian kendaraan plat merah, karena bahan bakar dan perawatan mesin menggunakan uang negara. Ditambah lagi soal kendaraan luar yang bebas lalu-lalang di jalan Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemerintah seharusnya tegas, misal satu tahun tiga juta, hitung berapa kalau ada 100/1000 mobil,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Purwadi, salah satu langkah menuju peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kaltim adalah dengan melakukan penghematan. Tidak saja di sisi rakyat, tapi juga penguasa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemerintah lah yang harusnya puasa,&quot; pekiknya.</p><p style="text-align: justify;">Poin pembahasan terakhir yakni terkait Pilkada dan Pemilu, Purwadi berharap ada yang berani menantang bakal calon pemimpin untuk membalik struktur keuangan menjadi 20% untuk kebutuhan pemerintahan dan 80% untuk publik yang selama ini sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Senja semakin senja, manakala peserta melontarkan pertanyaan kepada Purwadi. Salah satunya adalah Sukardi yang juga menjabat Wakil Gubernur BEM FEB. Kardi menanyakan apakah Indonesia menumbuhkan ekonomi kerakyatan atau otonomi khusus. Tanya itu dijawab Purwadi lugas. Dikatakannya ekonomi kerakyatan masih belum tersentuh dan masih sebatas teori saja.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) Mochammad Zaini mengatakan tak masalah dengan kuantitas peserta yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Soal peserta, kami tidak terlalu memikirkan, intinya kami ingin konsisten melakukan proker dengan rutin baik perserta banyak atau sedikit,&rdquo; ujar Zaini.</p><p style="text-align: justify;">Bersama pihaknya, ke depan Zaini bakal mengawal isu Pemilihan Gubernur (Pilgub), Pemilihan Rektor (Pilrek) dan ekonomi pasca tambang. <em><strong>(erp/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FISIP yang Kembali Dirayakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-yang-kembali-dirayakan/baca </link>
<guid> pemira-fisip-yang-kembali-dirayakan </guid>
<pubDate> Thu, 16 Nov 2017 00:52:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terpampang spanduk kecil bertuliskan Ramaikan Pemira FISIP. (Foto: Amelia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-yang-kembali-dirayakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rNiukwNdMA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FISIP yang Kembali Dirayakan</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong><span lang="EN-US">SKETSA&ndash;&nbsp;</span></strong><span lang="EN-US">Lalu lalang mahasiswa, orang-orang berpakaian hitam merah, dan kursi dua baris yang dipenuhi pengurus organisasi mahasiswa menghadap tembok belakang Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Terpampang spanduk kecil bertuliskan Ramaikan Pemira FISIP, menandai waktunya hari kampanye akbar calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP yang dirangkaikan juga dengan kampanye calon Ketua DPM FISIP.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Sayangnya, petarung capres-cawapres BEM FISIP hanya satu pasangan calon (paslon) dan itu artinya aklamasi. Persis sama dengan naiknya Nur Hariyani di podium BEM FISIP pada tahun lalu. Dan Yani tahun ini ikut bertarung dalam laga Pemira BEM KM Unmul bersanding dengan Jusman. Adapun, kandidat untuk DPM FISIP terdapat dua calon.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&nbsp;</span><span lang="EN-US">&ldquo;Ini merupakan sebuah kemajuan, di mana sejak Jifran (Presiden BEM sebelumnya) turun, tidak ada lagi kita melakukan Pemira.Ini jadi ajang untuk membangun partisipasi dan kesadaran politik mahasiswa FISIP, tentang sejauh mana mereka sadar dan mau berpartisipasi,&rdquo; kata Darmawansyah, Wakil Ketua I DPM FISIP dalam sambutannya. <span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Kampanye resmi dimulai pukul 9 Wita. Pemandu acara mula-mula menyilakan hadirin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga berdoa. Kemudian, memasuki agenda inti yakni pemaparan visi misi calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP 2018. Pasangan capres-cawapres Andi Muhammad Akbar, mahasiswa Pembangunan Sosial 2015 dan Yohanes Ricardo, mahasiswa Administrasi Negara 2015 maju ke podium.<span>&nbsp;&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Ada banyak karya dan pergerakan yang telah kita lalui. BEM FISIP harus menjadi rumpun ilmu yang berada di garda terdepan dalam pergerakan mahasiswa dan perbaikan untuk Unmul dan Indonesia. Hidup Mahasiswa!,&rdquo; pekik Akbar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Bersama Ricardo, Akbar menamakan kabinetnya KRITIS yang merupakan akronim dari Kerja<span>&nbsp;</span>Progresif, Ilmiah, Demokratis, dan Setara. Menurut Akbar, tak boleh stagnan karena situasi yang terus dinamis utamanya soal sosial politik. Ia pun menjanjikan, program yang lahir nantinya berasal dari kebutuhan mahasiswa FISIP secara umum.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Kemudian setara, maksudnya kami tidak mau membedakan laki-laki dan perempuan, antara suku ini dengan suku lain, antara agama satu dengan agama lain, dan antara organisasi satu dengan organisasi lain. Kami percaya semuanya setara,&rdquo; ujarnya memapar tiap akronim KRITIS.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Kabinet KRITIS mengusung visi BEM FISIP Unmul Bergerak dan Berkarya untuk Unmul dan Indonesia. Sedangkan misi ada lima yang dibawa. Pertama, mewujudkan partisipasi mahasiswa FISIP dalam berorganisasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Kesadaran mahasiswa FISIP yang masih rendah untuk berorganisasi menjadikan Akbar-Ricardo yakin mengusung ini ke dalam misi. &ldquo;Ini jadi PR kita bersama. Berdasarkan rumpun keilmuan kita sebagai orang yang mengerti politik, harusnya sadar untuk berorganisasi, <em>output-</em>nya nanti kita bisa lihat tahun depan apakah kesadaran itu meningkat atau tidak, ketika tidak meningkat berarti kabinet kami gagal!&rdquo; ujar Akbar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Kemudian, misi selanjutnya adalah membangun budaya literasi berdasarkan Tridarma Perguruan Tinggi, ketiga, membangun gerakan mahasiswa yang ilmiah dan progresif. Menurut Akbar, sudah wajib hukumnya mahasiswa FISIP membuat gerakan yang berpihak terhadap mahasiswa dan rakyat yang hari ini termarjinalkan dan tidak pernah diakomodir oleh negara, karena pada sejatinya itulah itulah tugas dari mahasiswa.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Apalagi kita bicara badan eksekutif mahasiswa, tentu bukan hanya di tataran kampus, tetapi juga Samarinda, Kalimantan Timur, dan Indonesia. Kita harus merespons bagaimana dinamika sosial politik dan menjadi garda terdepan. Ketika lahan-lahan pertanian digusur, buruh-buruh di PHK, buruh-buruh tidak kerja layak, maka itu adalah tugas kita semua, kawan-kawan sekalian,&rdquo; imbuh Akbar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Misi berikutnya adalah responsif terhadap dinamika sosial politik. Benih-benih pergerakan bagi Akbar harus ditumbuhkan termasuk kepekaan soal dinamika sosial politik untuk seluruh mahasiswa, tak melulu menyasar mahasiswa yang bergabung dalam organisasi. Mahasiswa asal Sangatta itu berupaya meyakinkan hadirin bahwa mahasiswa pernah menumbangkan rezim penindas rakyat, bahwa mahasiswa pernah menumbangkan tirani-tirani yang tidak pernah protes hadap rakyat. Ia memapar data soal isu-isu kemiskianan dan pengangguran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Kita tidak hanya sibuk mengurusi kampus, kampus yang hari ini seperti tembok yang tidak mampu ditembus untuk melihat bagaimana kondisi sosial masyarakat kita. Lalu alasan apalagi yang membuat kita sebagai mahasiswa tidak bergerak?&rdquo; cecar Akbar.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Adapun, misi terakhir adalah mengoptimalisasi peran perempuan dan menumbuhkan kesadaran terhadap kesetaraan gender di kampus. Sebab demokrasi tidak memandang seseorang perempuan atau laki-laki. &ldquo;Karena mereka mempunyai hak yang sama, semua harus diletakkan dalam ranah-ranah yang setara. Perempuan tidak boleh di subordinatkan dalam kelas masyarakat, tidak boleh didiskriminasi, budaya patriariki harus dihilangkan. Rumah gender nantinya akan jadi wadah bagi kelompok massyarakat yang termarjinalkan,&rdquo; ujarnya lagi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Sementara itu, program kerja yang dicanangkan ada enam. Yakni, Gerakan Sadar Organisasi dan Literasi, FISIP Satu Suara, Kaki Kebijakan Sospol (advokasi kebijakan), Bina Desa, FISIP Kreatif, dan Rumah Gender.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">&ldquo;Maka hari ini, elemen yang masih independen dan masih bisa dipercaya itu adalah gerakan mahasiswa dan hari ini rakyat masih berharap banyak dengan gerakan mahasiswa. Kabinet KRITIS akan merespons semua permasalahan soal politik, mengadvokasi, mengedukasi, dan bahkan apabila metode advokasi melalui audiensi itu tidak tembus, maka jalan satu-satunya adalah turun ke jalan. Karena jalanan adalah tempat yang paling adil untuk mengadili kuasa tirani yang hari ini menindas rakyat,&rdquo; pungkas Akbar mengakhiri kampanyenya.<strong><em>&nbsp;(aml/wal)</em></strong>&nbsp;</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FIM 19 Mengembalikan Optimisme Pemimpi(n) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/fim-19-mengembalikan-optimisme-pemimpin/baca </link>
<guid> fim-19-mengembalikan-optimisme-pemimpin </guid>
<pubDate> Thu, 16 Nov 2017 22:28:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Forum Indonesia Muda (FIM) merupakan salah satu  forum yang konsisten dalam membangun karakter dan meningkatan kompetensi pemuda untuk berkontibusi bersama. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/fim-19-mengembalikan-optimisme-pemimpin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OA82Qt0KEJ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>FIM 19 Mengembalikan Optimisme Pemimpi(n)</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai kegiatan adalah salah satu cara untuk tetap berada di lingkungan yang produktif dengan berbagai kegiatan positif. Tak sedikit program pelatihan kepemimpinan dengan menguatkan pondasi <em>character building</em> diselenggarakan oleh berbagai instansi swasta ataupun negeri.</p><p style="text-align: justify;">Forum Indonesia Muda (FIM) merupakan salah satu &nbsp;forum yang konsisten dalam membangun karakter dan meningkatan kompetensi pemuda untuk berkontribusi bersama. &nbsp;FIM yang didirikan oleh Elmir Amin dan Tatty Elmir telah berdiri sejak tahun 2003. Dengan syarat usia 18-30 tahun, FIM mempunyai berbagai jalur masuk, yaitu <em>next generation</em>, <em>campus leader, local leader, young expert, young professional, influencer</em> dan <em>public servant.</em>&nbsp;<em>Next generation</em> berhasil diraih oleh 3 orang mahasiswa Unmul yaitu Hanna Pertiwi (FKIP 2013) , Hikam Mubarok (FISIP 2014), dan Iffa Nur Fahmi (FISIP 2011).</p><p style="text-align: justify;">Mereka telah melalui proses seleksi yang cukup panjang. Antara lain seleksi berkas (Esai dan <em>social project</em>), video profil diri, dan wawancara. Dari total 6.611 pendaftar seluruh Indonesia, terpilih 168 orang peserta untuk mengikuti pelatihan pada 25-29 Oktober 2017 di Cibubur, Jakarta Timur. Pelatihan ini dikemas dalam bentuk diskusi, simulasi, workshop, games, outbond, serta unjuk ekspresi. Banyak inspirasi yang didapat dari pemimpin hebat negeri, di antaranya Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Sudirman Said (Menteri ESDM RI 2014-2016), Indra Sjafri (Pelatih TIMNAS U-19), Elly Risman (Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati), dan Bambang Widjojanto (Wakil Ketua KPK 2011-2015).</p><p style="text-align: justify;">Di sini peserta belajar bahwa jika ingin menggapai cita, kita harus mengenal diri kita siapa dan masa lalu kita bagaimana. Jangan tidak melangkah karena terbelenggu dengan hal kelabu di masa lalu. Selain itu, FIM membuat kami sadar bahwa tidak seharusnya kita saling melemahkan. Jiwa kepemimpinan di masa kini, bukan dengan menjatuhkan tapi menguatkan. &ldquo;<em>If you want to be strong, make other stronger</em>&rdquo;. Pemuda harus memiliki optimisme dalam membangun bangsa dan yakin bahwa Indonesia patut diperjuangkan bukan ditinggalkan. Bergerak dan berperan di bidang masing-masing, karena kita tidak bisa ambil semua peran. Tapi kita bisa menjadi pemenang.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia memiliki ribuan asa dan jutaan pemimpin hebat yang tak sekadar bermimpi besar. Pemimpi dan pemimpin adalah kedua hal yang tak dapat dipisahkan. Pemimpin tidak akan ada jika ia tidak punya mimpi. Pemimpin harus memimpin mimpinya, karena ia-lah nahkodanya. Namun banyak di antara kita hanya menjadi pemimpi bukan pemimpin, dikarenakan adanya <em>overload information</em> yang ingin selalu <em>update</em> informasi tapi berakhir dengan tumpukan ide dan tidak mengaplikasikannya sama sekali. Mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri. Tidak muluk-muluk mengubah negeri, ubah saja diri sendiri untuk menjadi lebih baik lagi.</p><p style="text-align: justify;">Kita pemimpin yang tak sekadar bermimpi!</p><p style="text-align: justify;">Semangat pemuda Indonesia. Kita pasti bisa buat Indonesia bangga.</p><p><br></p><p><em><strong>Press Release<br>Ditulis oleh Hanna Pertiwi (Peserta Forum Indonesia Muda)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ragam Kampanye Pemira, dari Mimbar Bebas hingga Long March </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-kampanye-pemira-dari-mimbar-bebas-hingga-long-march/baca </link>
<guid> ragam-kampanye-pemira-dari-mimbar-bebas-hingga-long-march </guid>
<pubDate> Fri, 17 Nov 2017 01:23:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu pasangan calon, nomor urut 2 melakukan aksi long march dalam masa kampanye. (Foto: Annisa Hilda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-kampanye-pemira-dari-mimbar-bebas-hingga-long-march/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ply6vVvVyZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ragam Kampanye Pemira, dari Mimbar Bebas hingga Long March</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Jelang hari-hari akhir masa kampanye Pemira BEM KM Unmul, kedua paslon masih disibukkan dengan aktivitas kampanye, melompat dari satu fakultas ke fakultas lain.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan <em>timeline</em> Pemira DPM KM Unmul, masa kampanye akan berakhir pada 18 November mendatang. Artinya, tersisa dua hari lagi, waktu dua paslon merebut hati pemilih masing-masing sebelum berhadapan dalam ajang debat kandidat.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ada yang berbeda di Pemira tahun ini. Jika sebelumnya kampanye hanya dilakukan dengan memasang spanduk dan mendatangi kelas demi kelas, tahun ini setiap paslon punya cara sendiri yang untuk menarik simpati mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Paslon nomor urut 1, Nur Hariyani-Jusman memilih mimbar bebas, sementara paslon nomor urut 2, Rizaldo-Miftah melakukan <em>long march</em>.</p><p style="text-align: justify;">Rizaldo-Miftah menggelar <em>long march</em> sejak pengembalian berkas pada 3 November lalu hingga saat pencabutan nomor urut. Paslon beda angkatan itu tampak melibatkan massa pendukungnya dalam setiap pergerakan kampanye mereka.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar 20 pendukung turut berpartisipasi membawa balon huruf dengan ejaan &lsquo;KITA&rsquo; akronim dari &lsquo;Kolabolator Cinta Untuk Asa Indonesia&rsquo; bersama bendera dari fakultas asal keduanya, FKIP dan FKM.</p><p style="text-align: justify;">Saat disambangi di Rumah Dinas BEM FKIP--nama sekretariat BEM FKIP pada 3 November lalu, Rizaldo sedang menyiapkan berkas pengembalian sambil menunggu berkumpulnya massa untuk melakuakan<em>&nbsp;long march&nbsp;</em>menuju Gedung <em>Student Center</em>. Menurutnya, <em>long march&nbsp;</em>adalah salah satu inovasi di Pemira kali ini. Dan, Pemira sebagai hajatan besar, semestinya memang disambut meriah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ingin membawa nuansa baru di Pemira kali ini. Meskipun persiapannya kurang, karena malamnya baru ada ide, insyaallah ke depan kita akan ada konsep dan konten yang cukup menarik untuk makin memeriahkan Pemira,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Nur Hariyani-Jusman, memilih model kampanye mimbar bebas sambil memanfaatkan kampanye lewat media sosial, dan &lsquo;boom&rsquo; selebaran berisi visi, misi, dan program unggulan yang mereka usung.</p><p style="text-align: justify;">Namun, untuk mimbar bebas, dikatakan Yani tidak bisa dilakukan di semua fakultas, karena harus memperhatikan kondisi fakultas yang berbeda-beda. Tetapi, selebaran dan kampanye elektronik terus digalakkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mimbar bebas belum bisa kami lakukan. Kami juga kan harus membuat kesepakatan dengan BEM dan DPM fakultas. Kondisi saat sedang belajar mengajar pun tidak akan kami lakukan mimbar bebas&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Panggung Pemira akan melahirkan pemimpin baru, yang mana sivitas Unmul yang katanya terpapar hedonisme tidak mau kenyang janji-janji. Pergerakan harus tetap hidup, agar kepalan tangan dan gema teriakan &apos;Hidup Mahasiswa!&apos; itu bermakna lagi. <em><strong>(ann/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bapak Republik Indonesia Yang Terlupa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bapak-republik-indonesia-yang-terlupa/baca </link>
<guid> bapak-republik-indonesia-yang-terlupa </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 00:31:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tan Malaka (Sumber foto: dw.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bapak-republik-indonesia-yang-terlupa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S1jUWoQ4jG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bapak Republik Indonesia Yang Terlupa</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">&rdquo;Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Momentum yang dilaksanakan setiap tahunnya, perayaan yang sudah menjadi <em>habbit</em>-nya Indonesia dalam merayakan Hari Pahlawan Nasional. Pemuda banyak memiliki <em>power</em> untuk menjadi warna dan pemuda adalah generasi penerus sekaligus pemersatu. Butuh paradigma yang moderat dalam membangun kebhinekaan. Terlepas dari itu dalam memanfaatkan momentum 10 November, hari ditetapkannya sebagai Hari Pahlawan Nasional. Begitu mengasyikkan ketika semuanya antusias dalam memanfaatkan momentum untuk merayakannya seolah telah menjadi manusia yang pancasilais tetapi hanya sebagai aktivis bingung eksis.</p><p style="text-align: justify;">Begitu banyak pemuda yang melupakan segelintir pemuda yang revolusioner dan mati-matian memperjuangkan Indonesia hingga merdeka sepenuhnya. Sejauh mana kita memahami dari kisah para pahlawan yang barangkali asing bahkan tak dikenal akrab oleh telinga yang mengaku aktivis pembela rakyat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tan malaka</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu nama yang hanya sekilas disebutkan dalam film Jendral Sudirman, tak banyak yang menyebutkan namanya. Bak figuran dalam sejarah. Kemudian ia diasosiasikan sebagai pemberontak dan gerakan radikal komunis tanpa pernah tahu apa latar belakang, perspektif, serta upaya-upaya menghalau imperialisme barat di Indonesia. Dalam sejarahnya, Tan Malaka memiliki kontribusi yang cukup besar dalam perjuangan bangsa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Prof M. Yamin menyebutnya sebagai &ldquo;Bapak Republik Indonesia&rdquo;. &nbsp;Dalam karyanya yang berjudul <em>Menuju Merdeka 100%,</em> cita-cita<em>&nbsp;</em>Tan Malaka untuk mewujudkan Republik Indonesia yang terlahir dari revolusi, menurutnya segala bentuk kompromi dengan kaum kolonial Belanda adalah sebuah tindakan yang tak dapat ditolerir. Meski demikian, tak selamanya Tan Malaka meyetujui pergerakan radikal yang dilakukan tanpa perhitungan yang cermat. Dalam karyanya yang lain berjudul <em>Aksi Massa,</em> langkah radikal dalam memperebutkan kekuasaan bukanlah solusi terbaik. Agar sebuah pergerakan dapat mencapai tujuan. Tan Malaka menawarkan aksi massa sebagai solusinya. Karena aksi massa tidak mengenal fantasi kosong seorang tung <em>putch</em> atau seorang anarkis atau tindakan berani dari seorang pahlawan. Aksi-aksi massa dari orang banyak untuk memenuhi kehendak ekonomi dan politik mereka.</p><p style="text-align: justify;">Imperialisme Belanda lebih tua dan lebih kuno dari pada imperialisme Inggris dan Amerika, dipisahkan oleh satu lembah yang tak dapat diseberangi dari jajahannya. Negeri Belanda, karena tidak mempunyai bahan-bahan untuk industrinya, dari dahulu hanya mengusahakan pertanian dan perdagangan. Pusat industri Belanda berada di Indonesia. Sedangkan pusat perdagangan dan keuangannya ada di negeri Belanda.</p><p style="text-align: justify;">Cita-cita Tan Malaka yang mewujudkan republik dengan revolusi, pun beliau mengidamkan Indonesia merdeka 100 persen. Disebutkan pada saat pertemuan dengan Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, dan KH Agus Salim, Tan Malaka hadir tanpa diundang berkata lantang, &quot;Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan. Aku merasa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian atur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu wahai Sukarno sahabatku, harus aku katakan bahwa kita belum merdeka, karena merdeka adalah 100 persen. Hari ini aku melihat kemerdekaan hanyalah milik kaum elit yang mendadak bahagia menjadi borjuis, suka-cita menjadi abtenar, kemerdekaan hanyalah milik kalian, bukan milik rakyat. Kita mengalami hal yang salah mengenai makna merdeka, dan apabila kalian tidak segera memperbaikinya maka sampai kapan pun bangsa ini tidak akan pernah merdeka! Hanya para pemimpinnya yang akan mengalami kemerdekaan, karena hanya mereka adil makmur itu dirasakan. Dengarlah perlawananku ini, karena apabila kalian tetap bersikap seperti ini, maka inilah hari terakhir aku datang sebagai seorang sahabat dan saudara. Esok, adalah hari dimana aku akan menjelma menjadi seorang musuh kalian, karena aku akan tetap berjuang untuk merdeka 100 persen&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Tan Malaka yang begitu merisaukan kondisi negara yang semakin menciutnya wilayah republik dengan berdirinya Negara Boneka bentukan Belanda. Sedangkan kaum kapitalis, kolonialis, dan imperialis berhasil mengacaukan perekonomian dan keuangan republik Indonesia. Ia tidak pernah mau berunding dengan lawan, ia menganggap berunding adalah sikap mengorbankan kedaulatan dan kemerdekaan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Definisi merdeka zaman <em>now&nbsp;</em>telah terkikis dalam pengertian semu. Campur tangan pihak asing dan kepentingan pribadi telah mengalahkan semangat proklamasi. Dari segelintir kisah Tan Malaka semoga mampu menyadarkan kaum muda Indonesia bahwa Indonesia belumlah meredeka sepenuhnya. Butuh korelasi yang saling bekolaborasi dalam mewujudkan cita-cita merdeka 100 persen.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Jumarni, mahasiswi <span><em>Fakultas Ilmu Komputer</em> dan <em>Teknologi Informasi</em></span> Unmul 2015</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lagi, FKTI Hadang Paslon Pemira dengan Spanduk </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-fkti-hadang-paslon-pemira-dengan-spanduk/baca </link>
<guid> lagi-fkti-hadang-paslon-pemira-dengan-spanduk </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 00:42:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terpantau sejak 14 November lalu, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) memasang spanduk yang tampak sengaja ditulis kapital semua. (Foto: Hilda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-fkti-hadang-paslon-pemira-dengan-spanduk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tq1Vh6mjbT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lagi, FKTI Hadang Paslon Pemira dengan Spanduk</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; SKETSA &ndash; Terpantau sejak 14 November lalu, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) memasang spanduk bertulis &ldquo;SELAMAT DATANG CALON KETUA/WAKIL BEM KM, JANJI APALAGI YANG AKAN KAU TEBARKAN UNTUK FAKULTAS KAMI!!! APAKAH PERBAIKAN/KEHANCURAN YANG KALIAN BAWA.&quot; Spanduk tersebut tampak menyalak dengan cat merah dan huruf kapital semua.</p><p style="text-align: justify;">Spanduk tersebut dimaksudkan untuk merespons kedatangan paslon yang akan berkampanye di sana. Spanduk demikian memang rutin dipasang FKTI sejak tiga tahun terakhir tiap kali musim Pemira. Tulisannya berbeda-beda, tapi esensinya sama.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Ketua BEM FKTI Farid Fitra Febrian mengatakan sikap tersebut bukannya perlawanan atau apatisme terhadap Pemira, tetapi upaya mengingatkan paslon untuk tidak sekadar memberi janji-janji kosong di FKTI.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka sudah datang kampanye ke FKTI, kami mempersilakan untuk menarik massa sebanyak-banyaknya, tapi harus ada timbal balik ke FKTI. Jangan hanya janji tapi enggak terealisasi,&rdquo; ujarnya saat ditemui <em>Sketsa</em> pada (15/11).</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Farid tersebut bukan tak berdasar. Pasalnya, dari tahun ke tahun mahasiswa FKTI terbilang aktif berpartisipasi dalam Pemira. Sekitar 200 terlibat, dari total 700 mahasiswa aktif kampus teknologi.</p><p style="text-align: justify;">Menurut kacamata Farid, hal yang kerap dirasakan fakultas kecil seperti FKTI ialah kurangnya pengayoman dan perhatian dari BEM KM Unmul. Akibatnya, mereka harus berjuang memenuhi kepentingan sendiri. FKTI lantas memilih spanduk sebagai media pergerakan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Farid berkompromi perkara perbedaan ranah fakultas dan universitas. BEM KM Unmul pun sebenarnya tak akan mampu mengakomodir sampai ke pelosok terdalam fakultas. Namun, bukan berarti fakultas berhenti mengkritisi dan terima-terima saja.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya bentuk respons mengkritisi, Farid menyebut spanduk juga wujud kepedulian sekaligus apresiasi kepada paslon dan Pemira. Ia merasa hal ini normal dilakukan, karena mahasiswa akan dipimpin. Sudah seharusnya berpartisipasi dan bersikap kritis kepada calon pemimpinnya lewat beragam cara, salah satunya bersuara dengan medium spanduk.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak seperti fakultas lain yang &nbsp;mempersilakan langsung. Begitu paslon melihat spanduk, mereka akan berpikir bahwa ada yang harus dibenahi. Kami ingin melihat integritas mereka&rdquo; imbuhnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Inisiatif spanduk tersebut rupanya datang dari seluruh organisasi kemahasiswaan di lingkungan FKTI, ditambah restu dari pihak dekanat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak cara merespons hajatan demokrasi tahunan ini. Bersyukur, soal respons dan tidak diam berlapang dada kepada apatisme. FKTI bersama fakultas lain, semua tak mau janji kosong.<em><strong>&nbsp;(ann/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhir Masa Kampanye, Spanduk Rizaldo-Miftah Mendadak Raib </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhir-masa-kampanye-spanduk-rizaldo-miftah-mendadak-raib/baca </link>
<guid> akhir-masa-kampanye-spanduk-rizaldo-miftah-mendadak-raib </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 02:47:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu atribut Paslon 2 nampak rusak ditemukan hari ini (17/11) di depan Auditorium Unmul. (Sumber foto: tersebar di media sosial) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhir-masa-kampanye-spanduk-rizaldo-miftah-mendadak-raib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IeGXv2ieJP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhir Masa Kampanye, Spanduk Rizaldo-Miftah Mendadak Raib</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Hari ini, suasana kampus dan media sosial mendadak riuh oleh kabar lenyapnya atribut kampanye milik paslon nomor urut 2 BEM KM Unmul Rizaldo-Miftah.</span></p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, terpantau baliho dan spanduk hilang di dua titik. Yakni, di pertigaan Auditorium dan kampus FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Baliho di depan Auditorium tampak sobek, menyisakan bagian atas. Sejumlah pihak menduga, baliho tersebut sengaja disobek paksa oknum tak bertanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, di FKTI, spanduk yang semula terpasang hari ini hilang tak berjejak.</p><p style="text-align: justify;">Mendapati perlakuan tidak menyenangkan, Rizaldo-Miftah tak tinggal diam. Melalui akun Instagram tim pemenangannya, mereka menulis pesan berisi sikap, &quot;Kami mencintai kalian, siapa pun yang telah mengambil spanduk dan baliho itu. Perjuangan ini tidak akan terhenti hanya karena spanduk dan baliho, karena KITA berjuang tulus dengan CINTA untuk Unmul dan Indonesia&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak lebih dari dua ratus suka didulang postingan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dukungan mengalir, salah satunya dari Muhammad Teguh Satria, Presiden BEM KM Unmul 2015. &quot;Hati tak bisa dusta, Saya percaya Aldo-Miftah adalah Kita,&quot; demikian tulisnya di akun Instagram pribadi miliknya.</p><p style="text-align: justify;">Tak mau ketinggalan, akun Instagram Unmul Aktivis ikut merespons. &quot;Ayo wujudkan politik cerdas. Jauhi bau provokasi. Tetap semangat!&quot; tulisnya dengan menandai dua akun pemenangan dua paslon.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, kronologi lenyapnya spanduk dan baliho belum diketahui pasti. Pun oknum di balik peristiwa ini juga belum teridentifikasi.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi beredarnya berita tersebut, Tiara Sane, mahasiswi Pendidikan Ilmu Komputer FKIP angkat bicara. Ia menilai tindakan ini tak pantas namun tak jua mau asal tuduh.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menurut saya pribadi, hal ini tidak pantas dilakukan sebagai mahasiswa. Kalau dipikir, apa untungnya? Tapi, enggak tahu juga ya bisa jadi karena alasan politik antar organisasi,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak lingkaran Pemira belum dikonfirmasi. <strong><em>(asr/adl/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Debat Kandidat Pemira BEM KM Unmul Nyaris Batal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-pemira-bem-km-unmul-nyaris-batal/baca </link>
<guid> debat-kandidat-pemira-bem-km-unmul-nyaris-batal </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 15:25:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terancam batal, perundingan antara kepanitiaan Pemira dan timses paslon 1 hari ini (18/11). (Foto: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-pemira-bem-km-unmul-nyaris-batal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TWGDgNPhTO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Debat Kandidat Pemira BEM KM Unmul Nyaris Batal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Suara teriakan terdengar dari lantai 3 gedung Rektorat Unmul pagi ini. Sabtu, 18 November merupakan waktu debat kandidat dua paslon Pemira BEM KM Unmul 2018.</span></p><p style="text-align: justify;">Teriakan itu berasal dari adu mulut antara tim sukses paslon 1 Nur Hariyani-Jusman dengan Panwas Pemira dan DPM KM Unmul. Suasana di muka Aula Serbaguna Rektorat lantai 4 memanas sesekali terjadi dorong-dorongan dan kertas yang dipukul-pukul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu apa itu? Jangan ada kontak fisik!&quot; teriak Dwi Lutfi, Ketua Komisi Internal DPM KM Unmul di tengah kerumunan dua pihak tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Timses paslon 1 mengajukan gugatan perihal kecacatan berkas pencalonan cawapres paslon 2, Miftah. Mereka juga menuntut debat kandidat pagi ini ditunda sebelum kejelasan perkara berkas Miftah. Bahkan, mereka mengancam tidak akan masuk dan enggan mengikuti acara hari ini jika gugatannya tak dipenuhi.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, acara tetap berjalan dan pukul 9.38 Wita timses paslon 1 memasuki Aula.</p><p style="text-align: justify;">Saat acara debat hendak dimulai, tepatnya saat pembacaan CV moderator, timses paslon 1 kembali bersuara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Belum ada konfirmasi ke kami, artinya legalitas acara ini masih belum jelas. Belum bisa dimulai!&quot; pekik Muhammad Faridzul Rifqi, timses paslon 1.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, masih dilakukan perundingan antara kepanitiaan Pemira dan timses paslon 1. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Debat Kandidat Batal, Aula Serbaguna Ricuh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-batal-aula-serbaguna-ricuh/baca </link>
<guid> debat-kandidat-batal-aula-serbaguna-ricuh </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 15:46:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana ricuh tak terhindarkan dalam debat Pemira kali ini. (Foto: Anisa Nur Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-batal-aula-serbaguna-ricuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IsudkCpvnY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Debat Kandidat Batal, Aula Serbaguna Ricuh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&quot;Acara di pending sampai menunggu putusan dari saya,&quot; kata Azhar Karim, Ketua Panwas yang langsung disambut tepuk tangan timses paslon 1.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak lama berselang, MC mengumumkan acara tetap berlanjut namun berganti nama &quot;Uji Publik&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini sontak mendapat penolakan keras dari timses paslon 1. Mereka serta merta menyerbu ke atas panggung bahkan sampai nyaris terjadi adu pukul dari kedua belah pihak. Pemandangan kericuhan tampak dari kursi penonton.</p><p style="text-align: justify;">Seorang pria yang mengaku birokrat Unmul tak tahan untuk buka suara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya minta jika ada pertentangan, saya minta agar didiskusikan dengan tidak pakai kekerasan. Silakan antara Panwas dan yang marah-marah ini sidang di tempat lain. Saya dari tadi mengamati, tolong jangan saling pukul,&quot; ujarnya mengambil alih pengeras suara.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, baik Alif Mustofa, Ketua DPM KM Unmul dan Panwas masih belum bersedia memberikan komentar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nanti ya, setelah acara ini,&quot; ucap Alif dan Azhar kompak. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Acara Debat Kandidat Ricuh, DPM KM Unmul dan Panwas Pecah Kongsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/acara-debat-kandidat-ricuh-dpm-km-unmul-dan-panwas-pecah-kongsi/baca </link>
<guid> acara-debat-kandidat-ricuh-dpm-km-unmul-dan-panwas-pecah-kongsi </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 16:49:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Acara debat diumumkan batal digelar. Suasana sempat tenang sesaat namun kembali panas ketika Alif Mustofa, Ketua DPM KM Unmul mengumunkan acara tetap lanjut. (Foto: William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/acara-debat-kandidat-ricuh-dpm-km-unmul-dan-panwas-pecah-kongsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o8rg5XCy3q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Acara Debat Kandidat Ricuh, DPM KM Unmul dan Panwas Pecah Kongsi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Acara debat diumumkan batal digelar. Suasana sempat tenang sesaat namun kembali panas ketika Alif Mustofa, Ketua DPM KM Unmul mengumumkan acara tetap lanjut tapi berganti nama menjadi &quot;Uji Publik.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Alif menyebut, semua tahapan dan agenda sudah ditetapkan KPPR. Panwas tidak berhak menghentikan. &quot;Kita lanjut! Yang berkonflik silakan keluar!&quot; pekik Alif.</p><p style="text-align: justify;">Pangkal masalah dari acara debat kandidat paslon pagi ini adalah kecacatan berkas pencalonan cawapres paslon 2, Miftahul Mubarok. Miftah ditengarai belum menyerahkan surat ketetapan pengunduran diri sebagai Presiden BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Miftah pada 31 Oktober mengaku telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada DPM FKM sekaligus meletakkan jabatannya dan pemberian mandat Pelaksana Tugas kepada Farahdila Rahmatul Uma, Wakil dari Miftah. Secara administratif dari ketetapan DPM FKM, Miftah telah berstatus non aktif dari BEM FKM per tanggal 8 November dan tetapan itu telah ditandatangani oleh Dekan FKM, Risva.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, DPM KM Unmul pun menyatakan tidak pernah meminta surat ketetapan pengunduran diri sebagai syarat pencalonan. Yang diperlukan hanya surat pengunduran diri.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Rizaldo capres paslon 2 mengatakan adanya penundaan dalam debat kandidat bukan menjadi masalah. &quot;Kita siap terus. Seharusnya kalau mau menggugat, di waktu yang telah ditentukan. Ini kan cuma debat. Kalau mau gugat ya di tanggal 23-24 (November). Di situ bisa digugurkan,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, dua timses masih bertahan di dalam ruangan. Menanti kabar putusan nasib acara debat akan digelar kapan. Keributan ini direspons dengan beragam, ada yang membaca kitab suci dan ada pula yang sempat menangis. <strong><em>(aml/ann/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Timses Paslon 1 Ungkap Pelanggaran Miftah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-paslon-1-ungkap-pelanggaran-miftah/baca </link>
<guid> timses-paslon-1-ungkap-pelanggaran-miftah </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 17:13:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Debat kandidat Pemira 2018 batal terlaksana. Tim sukses paslon 1 menyampaikan gugatan besar sebelum acara debat kandidat akan dimulai. (Foto: Anisa Nur Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-paslon-1-ungkap-pelanggaran-miftah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6oCZsomKqU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Timses Paslon 1 Ungkap Pelanggaran Miftah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Debat kandidat Pemira 2018 batal terlaksana. Tim sukses paslon 1 menyampaikan gugatan besar sebelum acara debat kandidat akan dimulai. Miftahul Mubarok, cawapres paslon 2 ditengarai memiliki masalah dari berkas pencalonan.</p><p style="text-align: justify;">Andi Muhammad Akbar, timses paslon nomor 1 mengungkapkan gugatan yang disampaikan pihaknya hari ini bukan berangkat hanya dari mereka, tetapi juga internal Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dalam hal ini DPM FKM.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mengerucut ke atas, sampai akhirnya terdengar oleh kami dan kami sampaikan hari ini,&quot; katanya kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Dalam proses pengkajian rilis yang diterbitkan DPM FKM tertanggal 17 Oktober, Akbar menemukan keganjilan atas pencalonan Muhammad Mitahul Mubarok sebagai cawapres BEM KM Unmul 2018.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam gugatan ini kami lampirkan juga waktu, tanggal, dan rilis lengkap dari DPM FKM. Gugatan ini juga sudah diterima tadi sama Panwas,&quot; ucap Faisal Alwan Yasir, timses paslon 1 sambil menunjuk tumpukan kertas di tangannya lengkap dengan tangkapan gambar pesan <em>LINE</em> dan bukti-bukti pendukung.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Faisal, ada beberapa hal yang tertuang dalam rilis, namun satu yang dirasa paling janggal. Yaitu keterangan bahwa baru pada 8 November, Miftah secara sah dinyatakan mundur dari jabatannya sebagai Presiden BEM FKM.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sedangkan tanggal 8 itu sudah kampanye, dan pengembalian berkas tahap 1 tanggal 3 dan tahap 2 tanggal 5. Lantas, apakah pada saat mengembalikan itu berkasnya palsu atau seperti apa?&quot; keluh Faisal.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Faisal juga menyebut berkas yang dikumpul Miftah tidak sah secara legitimasi mengacu pada TAP DPM KM Nomor 2 Tahun 2017 bahwa ketika verifikasi ada berkas yang tidak lengkap, paslon bersangkutan dinyatakan tidak lolos.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dan di pasal 18 ayat 5 TAP itu dijelaskan apabila ada kecacatan atau seperti apa paslon dinyatakan tidak gugur. Kita tunggu aja putusannya,&quot; ujar Faisal.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Muqowimah Nabilla, timses paslon 2 sangat menyayangkan apa yang terjadi pada pagi ini. &quot;Agak sedih sih, ya. Nggak perlu sampai yang teriak-teriak atau marah-marah gitu katanya sih mahasiswa, sama-sama <em>pinter.</em> Kalau mau marah-marah kan sudah ada panitia, KPPR, DPM, panwas, ya sudah rembukin aja di situ,&quot; tutur mahasiswa Akuntasi 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Nabilla merasa timses paslon 1 terlalu heboh dan terprovokasi atas gugatan yang mereka sampaikan. Menurutnya, tujuan Debat Kandidat Pemira 2018 jelas untuk mengetahui mana kandidat yang paling cocok untuk dipilih. &ldquo;Ini saja diundur, kebayangkan apa yang kita susun akan diundur-undur. Wallahualam gak tahu jadinya kapan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, pihak laki-laki timses paslon 2 yang lain enggan memberi komentar dan cenderung mengalihkannya ke kelompok laki-laki yang lain. <strong><em>(aml/adn/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Debat Kandidat Batal, Norman: DPM KM Unmul Harus Tegas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-batal-norman-dpm-km-unmul-harus-tegas/baca </link>
<guid> debat-kandidat-batal-norman-dpm-km-unmul-harus-tegas </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 17:57:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Saat kondisi Aula Serbaguna Rektorat sudah mulai kondusif, tampak Presiden BEM KM Unmul, Norman Iswahyudi. (Foto: William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-batal-norman-dpm-km-unmul-harus-tegas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R1Dj03ZxWQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Debat Kandidat Batal, Norman: DPM KM Unmul Harus Tegas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Saat kondisi Aula Serbaguna Rektorat sudah mulai kondusif, tampak Presiden BEM KM Unmul, Norman Iswahyudi. Ia terlambat karena menghadiri satu acara di Fakultas Kehutanan, sesampainya itu ia terlihat melakukan diskusi di pintu masuk gedung serbaguna dengan beberapa anggota DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui awak <em>Sketsa,</em> Norman masih nampak kebingungan dan mengaku bahwa belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sebelumnya ketika masih di lantai dasar Rektorat, ia sudah diberi kabar oleh sekuriti bahwa telah terjadi keributan yang asalnya dari ruang aula serbaguna.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya belum tahu benar,&quot; kata Norman.</p><p style="text-align: justify;">Reporter <em>Sketsa&nbsp;</em>akhirnya mencoba menjelaskan kronologi batalnya acara Debat Kandidat Pemira 2018 kepada Norman. Setelah paham duduk perkara, Norman mulai berkomentar. Menurutnya apa yang terjadi harus sesuai dengan peraturan yang ada di dalam Ketetapan AD/ART, ketetapan Pemira dan tata tertib yang dibuat oleh KPPR juga harus dijadikan landasan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-batal-aula-serbaguna-ricuh/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-batal-aula-serbaguna-ricuh/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau kita mau berlaku di luar dari aturan yang ada, ya apa bedanya kita dengan orang-orang yang tidak intelektual gitu, kita di sini kuliah, kita di sini belajar aturan,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Norman, aturan yang ada saat ini mestinya bisa dijadikan sebagai landasan. Jika agenda hari ini terpaksa harus ditunda karena ada intervensi dari beberapa oknum, Norman berharap DPM KM Unmul harus bersikap tegas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harusnya DPM (KM Unmul) bisa tegas dengan menegakkan aturan yang telah dibuat,&quot; tegas Norman.</p><p style="text-align: justify;">Norman membagi hasil diskusinya dengan anggota DPM KM Unmul yang ditemuinya di muka aula serbaguna tadi. Melalui penuturan dari anggota DPM KM Unmul, termaktub dalam aturan bahwa Debat Kandidat tidak bisa diintervensi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, bijaknya, harusnya teman-teman yang sudah mengikuti mekanisme dari Pemira ini harus bisa mengikuti aturan ini juga,&quot; tambah Norman.</p><p style="text-align: justify;">Norman mengaku ia tidak bisa berbuat banyak atas dibatalkannya acara Debat Kandidat hari ini. Ia menyebut dirinya tidak memiliki wewenang untuk mengintervensi. Norman mengungkapkan dirinya hanya sebatas undangan dan menyerahkan sepenuhnya perkara ini kepada DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya enggak bisa intervensi, karena saya bukan orang legislatif dan di sini saya juga mengharapkan regenerasi saya yang lebih baik dong tentunya dengan mekanisme yang juga sehat,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun pelaksanaan Pemira 2018 sudah pincang, Norman berharap jadwal yang tersisa dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. <strong><em>(wil/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panelis Jahruni Bersyukur terhadap Dinamika yang Terjadi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panelis-jahruni-bersyukur-terhadap-dinamika-yang-terjadi/baca </link>
<guid> panelis-jahruni-bersyukur-terhadap-dinamika-yang-terjadi </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2017 19:03:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Debat Kandidat yang batal terlaksana Sabtu, hari ini membuat segala persiapan menjadi lewat begitu saja. (Foto: Mahameru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panelis-jahruni-bersyukur-terhadap-dinamika-yang-terjadi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1kQue9jdvt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Panelis Jahruni Bersyukur terhadap Dinamika yang Terjadi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Debat Kandidat yang batal terlaksana Sabtu, hari ini membuat segala persiapan menjadi lewat begitu saja. Pengisi acara yang didatangkan dari luar Unmul juga terpaksa menyaksikan ketegangan antara pendukung kedua pasangan calon.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu panelis Jahruni, Pemimpin Redaksi dari media lokal Tepian TV, mengatakan ia sudah mengenal kedua capres akan yang bertarung, Nur Hariyani dan Rizaldo. Jahruni malahan bersyukur bisa melihat ketegangan tadi. Menurutnya, dinamika Pemira seperti ini masih wajar terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sudah diprediksi dari rumah, telah dipersiapkan. Bakal ramai, dilihat dari beda background pasangan calon,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang mengenakan kemeja biru putih itu, berpendapat kejadian ini harus dipupuk sejak mahasiswa, selagi masih dalam tatanan berdialektika. Namun, tetap tak boleh sampai ada kontak fisik karena itu menurut Jahruni hanya akan &ldquo;mengurangi nilai dalam berdialektika&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Pun tadi tidak sedikit mahasiswa umum menyaksikan ketegangan yang terjadi di Aula Serbaguna. &quot;Hal itu bisa menjadi pelajaran bagi mereka (mahasiswa),&quot; kata Jahruni.</p><p style="text-align: justify;">Jahruni berpesan kepada kedua paslon untuk terus menyiapkan napas hingga Kongres pada 2 Desember 2017 mendatang--jika jadwal Pemira tak mundur akibat batalnya Debat Kandidat hari ini. <strong><em>(wil/mer/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kalau Tua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kalau-tua/baca </link>
<guid> kalau-tua </guid>
<pubDate> Sun, 19 Nov 2017 00:33:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi berjudul "Kalau Tua" yang ditulis oleh oleh Pandu Pratama Putra, mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya 2014. (Foto: Koleksi Penulis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kalau-tua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wSg4gjYYSi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kalau Tua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kau adalah yang tidak akan pernah bisa<br>terlukis dengan aksara apa saja.</p><p style="text-align: justify;">Mencari padanan pada kamus hanya<br>membuatku menjadi hipokritas semata.</p><p style="text-align: justify;">Menemukan sekumpulan remah-remah makna.<br>Mungkin ada.<br>Namun aku tahu itu tak akan mampu<br>membendung arti yang diminta.</p><p style="text-align: justify;">Kalau tua adalah jawaban.</p><p style="text-align: justify;">Biarlah kata yang akan menelan kita dalam tua<br>Biarlah warna yang menusuk kita dalam durasi.<br>Biarlah kusut yang membrendel kita dalam waktu.</p><p style="text-align: justify;">Kau tetap Kau.<br>Meski mendung tidak lagi menyeramkan.</p><p><em>Ditulis oleh Pandu Pratama Putra, mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya 2014</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lebih Dekat dengan Vanny Verbian, Putri Pariwisata Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/lebih-dekat-dengan-vanny-verbian-putri-pariwisata-kaltim/baca </link>
<guid> lebih-dekat-dengan-vanny-verbian-putri-pariwisata-kaltim </guid>
<pubDate> Sun, 19 Nov 2017 21:06:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Vanny Verbian Stephanie,  berhasil menorehkan prestasi gemilangnya dengan dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2017. (Sumber foto: Dok.pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/lebih-dekat-dengan-vanny-verbian-putri-pariwisata-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uEgvqJxkL4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lebih Dekat dengan Vanny Verbian, Putri Pariwisata Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sebagai provinsi yang kaya, Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki segudang potensi yang patut dikembangkan, salah satunya dalam bidang pariwisata. Melalui ajang Putra-Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2017, &nbsp;Kaltim tunjukkan putra-putri &nbsp;terbaiknya. Vanny Verbian Stephanie, dara cantik kelahiran Jakarta 19 tahun silam berhasil menorehkan prestasi gemilangnya dengan dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2017. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Agenda rutin yang digelar tiap tahunnya ini bertujuan untuk menyaring seluruh pemuda-pemudi terbaik yang tersebar di penjuru Kaltim. Nantinya akan diamanahkan untuk mengenalkan, menjaga, dan mempertahankan kebudayaan serta memajukan sektor pariwisata Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2017 nampaknya menjadi tahun yang penuh keberuntungan bagi mahasiswi asal Prodi Ilmu Komunikasi ini. Pasalnya, sebelum menyabet gelar Putri Pariwisata Kalimantan Timur, Vanny terlebih dahulu sudah mengemban tugas menjadi seorang Putri Pariwisata Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Bukan perjalanan yang mudah bagi seorang Vanny. Ia harus mampu bersaing dengan banyaknya finalis yang tak kalah berprestasi dan berpotensi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Prosesnya sangat panjang untuk bisa sampai di sini. Termasuk harus mengorbankan tenaga, waktu, biaya, dan pikiran,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Vanny mengatakan bahwa begitu banyak tantangan yang harus ditempuh demi bisa mengemban sebuah amanah. Mulai dari adanya beberapa omongan tidak sedap, hingga kritikan yang kerap menemani perjalanan karier Vanny.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu, Vanny punya kiat tersendiri dalam mengatasinya agar tidak menjadi sebuah beban. &ldquo;Mental tentu harus kuat, karena jika mental sudah kuat, hasil apapun pasti dapat diterima dengan baik,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum meraih gelar Putri Pariwisata Kaltim, gadis asal Samarinda ini telah memiliki segudang prestasi. Dalam seni tari misalnya, Vanny pernah menjuarai FLS2N hingga festival tari tradisional di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta. Tak kalah membanggakan, di tahun 2014 lalu ia tergabung dalam Paskibraka Provinsi Kaltim dan terpilih sebagai pembawa baki pada saat upacara penurunan bendera.</p><p style="text-align: justify;">Vanny menambahkan, ada banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang didapat selama mengikuti kegiatan pemilihan Putra-Putri Pariwisata Kaltim ini. Mulai dari bertambahnya relasi, menambah wawasan baru mengenai dunia pariwisata, dan tak ketinggalan juga semakin aktif dalam berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">Selempang yang disematkan bukan sekadar selempang biasa. Ada makna dan amanah yang tersimpan. Dalam masa baktinya selama setahun ke depan, ia berusaha untuk mempublikasikan sektor pariwisata yang ada di Kaltim, khususnya Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Vanny, potensi pariwisata di Kaltim terutama Samarinda sebenarnya sudah sangat luar biasa. Tetapi semuanya tergantung kembali pada generasi penerus bangsa, bagaimana para masyarakat bisa mengemas ulang culture tersebut tanpa menghilangkan ciri khas dan keunikannya.</p><p style="text-align: justify;">Gadis ini berharap ke depannya dapat melaksanakan tugas dengan baik sebagai ujung tombak pariwisata Kaltim. Selain itu, ia bercita-cita untuk terus dapat berkiprah di kancah lebih besar lagi. &ldquo;Saya berharap dapat menembus kancah nasional dan intenasional, guna mengembangkan potensi lebih dalam lagi,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(sut/mer/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tepian Buah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tepian-buah/baca </link>
<guid> tepian-buah </guid>
<pubDate> Sun, 19 Nov 2017 23:20:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Herman Mansa, Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, FIB 2014. (Sumber foto: inspirasicoffee.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tepian-buah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HzLeorTj5z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tepian Buah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tepian Buah selalu pada kerinduan</span><br><span>Berjalan kaki dan tertawa</span><br><span>Pada suatu sore melebihi sore</span><br><span>Anak-anak masuk ke rumah</span><br><span>Menceritakan hari pada mereka</span><br><span>Dan menangis ketika hati tersakiti oleh hal remeh temeh</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menyimpan rindu. Pada kopi dan diskusi berujung tawa, aku rindu pada siang terik yang menyengat. Aku rindu pada bayanganku sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ku bangun pada suatu pagi</span><br><span>Melihat-lihat kemudian ku tidur lagi.&nbsp;</span><br><span>Kita sudah dewasa, tapi rumah itu masih melihat kita sebagai anak-anak yang menangis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sarapan yang disiapkan ibu tidak kita habiskan, mulut mengecap alasan penolakan mencipta kenangan, berharap sebuah kebenaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita kembali menjadi dewasa, masih menangis dan memanggil kenangan merangkai lamunan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Herman Mansa, Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, FIB 2014. </strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Putusan Panwas Lahir, KPPR: Diintervensi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/putusan-panwas-lahir-kppr-diintervensi/baca </link>
<guid> putusan-panwas-lahir-kppr-diintervensi </guid>
<pubDate> Mon, 20 Nov 2017 02:42:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dinilai mengambil keputusan sepihak, KPPR sebut Panwas Tak berhak membatalkan Debat Kandidat. (Foto: Maliki William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/putusan-panwas-lahir-kppr-diintervensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xPTsOV1MV1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Putusan Panwas Lahir, KPPR: Diintervensi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sekitar pukul 14.20 Wita, waktu menunggu putusan mediasi, suasana Aula Serbaguna Rektorat lantai 4 masih penuh sesak oleh para pendukung dua paslon Pemira yang semakin lama semakin banyak. Tampak puluhan dari mereka terpaksa berdiri gara-gara kehabisan kursi.</p><p style="text-align: justify;">Lagu Darah Juang yang terputar berulang-ulang, lingkaran-lingkaran kecil membicarakan peristiwa hari itu, hingga panitia penyelenggara yang berlarian, jadi pemandangan sampai akhirnya &nbsp;Wisnu Rian Dani Ketua KPPR, maju ke podium dan mengumunkan hasil perundingan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Acara tidak dilanjutkan dan paslon 1 siap menerima sanksi. Tidak ada debat kandidat, tidak ada uji publik. Panwas diberi waktu sampai Senin jam 2 untuk menyelesaikan masalah ini,&quot; ujar Wisnu singkat.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Wisnu menyebut gugatan kecacatan berkas paslon bukan kewenangannya. Kendati satu kepanitiaan, tupoksi kerja antara Panwas dan KPPR tetap berbeda. Imbas dari gugatan tersebut, agenda debat kandidat batal.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Wisnu mengaku kaget atas keputusan Panwas yang dinilainya sepihak. Ia menduga, Panwas mendapatkan intervensi dari salah satu timses paslon sampai akhirnya mengabaikan tahapan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami (KPPR) tadi gontok, kok Panwas tiba-tiba muncul dan bilang debat di pending? Saya bilang ini bukan urusan Panwas. Panwas mengambil keputusan sepihak tanpa melalui tahapan-tahapan yang ada. Apakah dia diintervensi timses paslon? Saya tidak tahu,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, perundingan dilakukan dua kali. Pertama membahas keberlanjutan debat kandidat dan kedua gugatan kecacatan berkas Miftah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Keputusannya seperti yang saya umumkan tadi. Paslon 1 siap menerima sanksi dikurangi 500 suara. Panwas sampai Senin, 20 November, supaya Selasa kita bisa pemungutan suara sesuai <em>timeline</em>,&quot; papar Wisnu.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Wisnu menyebut suasana perundingan cukup panas. &quot;Enggak ada yang mau kalah. Paslon 2 mau debat lanjut, sementara paslon 1 sebaliknya. Ya sudah kita sepakati saja, karena kalau tetap dimulai bakal rusuh lagi,&quot; pungkasnya. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bantah Disebut Kena Intervensi, Panwas: Ini Gara-Gara KPPR! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-disebut-kena-intervensi-panwas-ini-gara-gara-kppr/baca </link>
<guid> bantah-disebut-kena-intervensi-panwas-ini-gara-gara-kppr </guid>
<pubDate> Mon, 20 Nov 2017 02:54:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terima aduan, Panwas akan gelar pertemuan bersama para saksi dan masing-masing timses, baik yang menggugat maupun yang tergugat. (Sumber foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-disebut-kena-intervensi-panwas-ini-gara-gara-kppr/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kDEQ7IWxXx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bantah Disebut Kena Intervensi, Panwas: Ini Gara-Gara KPPR!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Azhar Karim, Ketua Panwas bertekad akan mempelajari lebih dalam aduan timses paslon 1 yang diterimanya di hari Debat Kandidat, Sabtu (18/11). Secepatnya ia akan mengatur pertemuan bersama para saksi dan masing-masing timses, baik yang menggugat maupun yang tergugat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami diberi tenggat waktu Senin. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin sebelum Senin kalau bisa sudah ada ketetapan,&quot; ucapnya tertunduk.</p><p style="text-align: justify;">Azhar juga membantah dirinya disebut kena intervensi. Ia bahkan balik menuding peristiwa tak menyenangkan yang dialami segenap kepanitiaan Pemira kemarin karena ulah KPPR.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami (Panwas) berusaha independen. Kami memang perlu waktu untuk memutuskan. Itu sudah sesuai aturan. Ini semua terjadi karena KPPR kecolongan &apos;kan? Saya enggak tahu kenapa baru tadi malam saya dapat laporan yang begini. Ini mendadak dan saya sangat bingung,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal sanksi, dikatakan Azhar, jika benar ditemukan kecacatan dalam berkas pencalonan Miftah, maka sanksinya adalah pengguguran calon. Putusan itu mengacu pada TAP DPM KM Unmul. Terkait yang gugur hanya Miftah atau bersama Aldo, Azhar menyebut yang berhak memutuskan itu adalah KPPR.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Termasuk juga soal sanksi lain misalnya pengurangan suara, itu KPPR yang ngatur. Kami di Panwas hanya memberikan laporan ke KPPR bahwasanya terjadi pelanggaran. Itu saja,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan Senin besok belum diketahui akan digelar di mana. Namun yang pasti, kata Azhar, keputusan itu mutlak, tidak bisa diganggu gugat. Perkara debat kandidat jadi diadakan atau tidak masih menunggu keputusan dari Panwas.</p><p style="text-align: justify;">Selentingan aklamasi yang diprediksi sejumlah pihak, ditanggapi Azhar santai. &quot;Itu wewenang KPPR. Kami tidak berharap Pemira ini aklamasi, karena demokrasi harus ditegakkan,&quot; tandasnya. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akbar Bersikeras, Miswar Ragukan Gugatan Cacat Berkas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akbar-bersikeras-miswar-ragukan-gugatan-cacat-berkas/baca </link>
<guid> akbar-bersikeras-miswar-ragukan-gugatan-cacat-berkas </guid>
<pubDate> Mon, 20 Nov 2017 03:21:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kedua pihak masing-masing miliki argumen yang kuat. (Sumber foto: dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akbar-bersikeras-miswar-ragukan-gugatan-cacat-berkas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9JM9JQsqIt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akbar Bersikeras, Miswar Ragukan Gugatan Cacat Berkas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kursi-kursi tempat berdebat tak jadi diduduki, spanduk debat tampak lesu, dan tamu-tamu mulai pulang satu per satu. Debat Kandidat dinyatakan batal. Acara Debat Kandidat Pemira 2018 memang terbilang berbeda dengan tahun sebelumnya dan cukup mencuri perhatian mahasiswa Unmul. ( Baca: &nbsp;<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-pemira-sepi-panelis-kecewa-calon-tak-kuasai-masalah/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-pemira-sepi-panelis-kecewa-calon-tak-kuasai-masalah/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Usai keputusan perundingan disampaikan Ketua KPPR Wisnu Rian Dani, <em>Sketsa</em> menemui dua timses paslon.</p><p style="text-align: justify;">Andi Muhammad Akbar, timses paslon 1 bersikeras pihaknya tidak akan mengikuti debat kandidat apa pun konsekuensinya. Sebagaimana yang juga telah dijelaskan Akbar sebelumnya, debat kandidat tidak sah apabila masih ada syarat-syarat yang belum dibangun atau ada paslon yang tersandung masalah berkas pencalonan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami menggugat KPPR dan Miftah. KPPR harusnya mengecek berkas yang masuk. Ini ada cacat tapi diloloskan. Acara debat ini acaranya KPPR dan kami tidak bersepakat!&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak sampai di situ, Akbar menyebut pihaknya siap menerima sanksi pengurangan 500 suara karena penolakan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Perihal sanksi, mahasiswa Pembangunan Sosial itu sudah menghitung akan adanya kemungkinan aklamasi hingga langkah yang akan ditempuh apabila gugatannya ditolak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tadi Panwas bilang, gugatan kami akan dipelajari. Kalau diterima, maka akan dilakukan pengguguran calon. Dan ketika Miftah gugur, Aldo juga gugur. Kemungkinan akan aklamasi,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apabila gugatan kami tidak diterima, maka kami akan melakukan langkah selanjutnya,&quot; imbuhnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Muhamad Miswar Nasir, timses paslon 2 kecewa debat kandidat tak jadi digelar. Ia berharap, peristiwa yang terjadi Sabtu (18/11) tidak mengurangi semangat mahasiswa Unmul berpartisipasi di hari pemilihan nanti.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sangat menyayangkan sikap mereka seperti itu, tapi kami enggak bisa memaksakan, mungkin menurut mereka begitu lebih baik,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati menerima putusan perundingan, Miswar masih meragukan gugatan yang dilayangkan rivalnya itu. Ia menyebut, pihaknya juga punya bahan untuk balik menyerang, membantah gugatan yang diajukan. Menurutnya, tidak mungkin Rizaldo-Miftah berani maju padahal sadar ada yang tidak beres.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami akan terima ketika bukti-bukti mereka sangat kuat. Tapi dari sudut pandang kami, gugatan mereka masih belum terlalu kuat. Kalau begitu, kami berharap gugatan itu ditolak Panwas. Kami juga punya landasan untuk membantah gugatan mereka itu,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Miswar menyebut dalam mediasi ia meminta Panwas bekerja independen tanpa terpapar intervensi dari pihak mana pun. &quot;Panwas harus betul-betul melihat, harus menganalisis dan mengkaji dalam tanpa intervensi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Setelah debat kandidat batal, baik paslon 1 maupun paslon 2 menggelar agenda lanjutan. Paslon 1 melakukan konferensi pers di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, sedang paslon 2 bedah gagasan di Gedung Bundar Fahutan. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Timses Paslon 1 Perkuat Pendirian Pembatalan Debat Kandidat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-paslon-1-perkuat-pendirian-pembatalan-debat-kandidat/baca </link>
<guid> timses-paslon-1-perkuat-pendirian-pembatalan-debat-kandidat </guid>
<pubDate> Mon, 20 Nov 2017 21:09:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Timses paslon 1 mengadakan konferensi pers, guna mengonfirmasi asal muasal kuatnya pendirian mereka untuk pembatalan debat. (Foto: Hilda Annisa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-paslon-1-perkuat-pendirian-pembatalan-debat-kandidat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2lDn0kYwSJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Timses Paslon 1 Perkuat Pendirian Pembatalan Debat Kandidat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Setelah Debat Kandidat Pemira 2018 Sabtu (18/11) kemarin resmi dibatalkan, timses paslon nomor urut 1 desak KPPR dan Panwas untuk menindaklanjuti hasil temuan mereka. Oleh sebab itu, pukul 16.30 wita kemarin, timses paslon 1 mengadakan konferensi pers, guna mengonfirmasi asal muasal kuatnya pendirian mereka untuk pembatalan debat dua hari lalu.</p><p style="text-align: justify;">Mengambil lokasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, timses paslon 1 menghadirkan lima pembicara yakni, Armin Beni, Faisal Alwan, Rahman, Muhammad Akbar, &nbsp;dan Capres BEM KM Hariyani. Sementara keberadaan pasangannya, Jusman, justru tak tampak saat itu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Konferensi pers tersebut menyampaikan beberapa poin. Pertama, laporan berasal &nbsp;dari hasil pertemuan lima UKM internal Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yaitu Borneo Preventia Nusantara (BPN), Gita Harmoni Preventia (GPH), Public Health Sport, Pesut Mahakam, dan Osean FKM Unmul. Mereka membuat press release terkait pelanggaran yang dilakukan oleh Miftah yang termaktub dalam AD/ART FKM Unmul pasal 17 ayat 3.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dikeluarkannya dua <em>press release</em> oleh lima UKM internal FKM. <em>Press release</em> pertama pernyataan dari DPM FKM bahwa DPM FKM mengakui adanya perubahan AD/ART di luar Musyawarah Besar yang terjadi tanpa sengaja dan permohonan maaf kepada lima UKM atas aman demen tersebut. Namun, permohonan maaf DPM FKM tidak diterima oleh kelima UKM bersangkutan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Press release&nbsp;</em>berikutnya, Presiden BEM FKM melanggar AD/ART pasal 17 ayat 3, dan DPM FKM tidak bersedia mencabut ketetapan dan memfasilitasi terkait gugatan terhadap presiden BEM FKM unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dalam <em>press release</em> yang diajukan lima UKM FKM, pihak DPM FKM diduga berkoalisi dengan Miftah. Karena dari diskusi yang diadakan, DPM FKM mengakui adanya pelanggaran yang dilakukan Miftah. Namun, setelah press release dikeluarkan, DPM FKM enggan menandatangani surat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ada kejanggalan pada surat peletakan jabatan Miftah. Dari informasi yang didapat, dalam hal ini pihak internal DPM FKM dalam sebuah tangkapan layar percakapan menyatakan bahwa Surat Pernyataan Peletakan Jabatan Miftah sampai di DPM FKM pada 6 November.</p><p style="text-align: justify;">Namun, surat tersebut sudah dalam keadaan ditandatangani oleh Ketua DPM FKM, Herlanda Agatha. Hal ini memunculkan dugaan manipulasi dalam tanda tangan Ketua DPM FKM ataupun tanggal surat. Berangkat dari hal inilah DPM FKM dugaan koalisi dengan Miftah semakin menguat.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, himbauan kepada DPM KM, KPPR, dan Panwas agar tidak terintervensi oleh pihak manapun. Bukti yang dikumpulkan oleh Panwas harus objektif dan independen. Terjadinya percekcokan karena pihak DPM KM Unmul dan KPPR bersikeras melanjutkan Debat Kandidat walaupun masalah Miftah belum selesai. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa DPM KM Unmul dianggap mengintervensi KPPR dan Panwas.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, himbauan kepada pihak-pihak yang merekam agar serta merta tidak memojokan timses salah satu paslon, khususnya timses paslon 1 terkait isu-isu yang berkembang. Dan terakhir, permintaan maaf yang disampaikan oleh Hariyani kepada pihak&ndash;pihak yang merasa dirugikan atas kejadian Sabtu kemarin. Bagi timses paslon 1, kejadian kemarin adalah bentuk luapan aspirasi dalam pesta demokrasi yang ada di kampus. <em><strong>(ann/els)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertemuan untuk Dengar Putusan Panwas Ricuh Lagi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-untuk-dengar-putusan-panwas-ricuh-lagi/baca </link>
<guid> pertemuan-untuk-dengar-putusan-panwas-ricuh-lagi </guid>
<pubDate> Mon, 20 Nov 2017 23:43:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembacaan putusan dijadwalkan akan dibaca hari ini, terjadi adu mulut antara Panwas dengan timses paslon 1. (Foto: M.Faqih) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-untuk-dengar-putusan-panwas-ricuh-lagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hA1li078ht.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertemuan untuk Dengar Putusan Panwas Ricuh Lagi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam pengumuman yang disampaikan Panwas pada 18 November lalu, putusan dijadwalkan akan dibacakan hari ini pukul 14.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, pembacaan putusan baru akan dimulai pukul 17.00 Wita di Gedung MPK. Molor tiga jam dari jadwal yang semula ditentukan. Sebelumnya putusan sudah sempat dijadwalkan digelar pukul 16.00 Wita di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.</p><p style="text-align: justify;">Belum tepat pukul 17, dua timses paslon sudah memadati halaman gedung. Pukul 17.06 Wita, saat putusan hendak dibacakan, terjadi adu mulut antara Panwas dengan timses paslon 1. Diketahui, salah satu timses ingin agenda dilakukan terbuka, sebagai wujud transparansi.</p><p style="text-align: justify;">Adu mulut tersebut akhirnya membuat sejumlah massa menerobos masuk ke dalam gedung. Padahal berdasarkan informasi yang Sketsa terima, yang diperbolehkan masuk mengikuti agenda adalah dua ketua timses bersama tiga orang perwakilan timses dan perangkat Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Dalam gedung, suasana makin panas. Bahkan, tampak lebih ricuh dari ricuh di Aula Serbaguna, Sabtu lalu. Terjadi adu pukul, saling tendang, hingga lempar-lemparan kursi tak terhindarkan. Papan-papan yang berdiri seketika roboh. Orang-orang berteriak, berlarian. Ketua DPM KM Unmul, Alif Mustofa tampak hendak dipukul saat terjadi adu mulut dalam gedung.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Keluar, keluar!&quot; teriak dua kubu emosi.</p><p style="text-align: justify;">Kericuhan terjadi sekitar 30 menit. Situasi mereda manakala Encik Ahmad Syarifudin, Wakil Rektor III tiba di lokasi berupaya menenangkan dua timses.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya turun ke sini karena ada ribut-ribut. Kami hanya memfasilitasi, mekanisme saya serahkan ke kalian. Tolong jangan ada ribut-ribut,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, tampak pihak keamanan masuk mencoba menenangkan massa, namun upaya mereka gagal. Kericuhan tetap terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 17.32, massa bergerak ke luar gedung. Lontaran-lontaran perkataan bernada memancing, membuat situasi kembali diwarnai kericuhan. Dua kubu tersebut berkejaran dari MPK, halaman rektorat, hingga kampus FEB.</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa tersebut sontak menuai perhatian dari sivitas Unmul dan sejumlah orang yang lewat. Tak terkecuali Rektor Masjaya yang juga turun untuk mendamaikan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita mundur besok saja ya, dua timses mengahadap saya besok. Saya yang pimpin forum. Sekarang sudah malam. Saya bubarkan kita ketemu besok,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tampak sejumlah orang dipulangkan. Belakangan diketahui mereka bukan mahasiswa. Sementara itu, Panwas dan DPM KM Unmul saat ricuh di luar gedung dan berita ini diturunkan tidak diketahui keberadaannya. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Korban yang Berjatuhan di Konflik Terbuka Pemira 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/korban-yang-berjatuhan-di-konflik-terbuka-pemira-2018/baca </link>
<guid> korban-yang-berjatuhan-di-konflik-terbuka-pemira-2018 </guid>
<pubDate> Tue, 21 Nov 2017 02:29:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senin (20/11) sore ini menjadi saksi bisu pecahnya konflik kedua belah pihak yang tak terhindari. (Foto: Ariani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/korban-yang-berjatuhan-di-konflik-terbuka-pemira-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c3NhrRvu9s.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Korban yang Berjatuhan di Konflik Terbuka Pemira 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Bak genderang perang yang tunai ditabuh, dan nasi yang telah menjadi bubur. Senin (20/11) sore ini menjadi saksi bisu pecahnya konflik kedua belah pihak yang tak terhindari. Kejar-kejaran serta baku hantam yang terjadi di halaman depan gedung Rektorat hingga samping Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).</p><p style="text-align: justify;">Dari pantauan <em>Sketsa</em>, pukul 17.32 Wita massa yang berkejaran tak surut hingga azan hampir berkumandang. Terlihat di sisi lain yang terkena dampak dari kericuhan hari ini, kubu dari timses paslon 2 sebanyak dua orang dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan pertama. Dialah Ketua timses paslon 2, Muhamad Miswar Nasir dengan anggota timses Febri Amrullah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Sketsa</em> sempat pula berpapasan dengan Harish Jundana, Ketua Pusdima yang tak banyak berkomentar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Itu juga ada yang luka dua orang,&rdquo; ucapnya singkat menunjuk ke arah Masjid Al-Fatihah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tim <em>Sketsa</em> pun sempat menyambangi korban yang terbaring di kantin depan Masjid Al-Fatihah, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit pukul 18.00 Wita. Dengan napas tersengal juga wajah yang pucat ia mengeluhkan sakit di sekitar dada. Sempat beberapa kali terlihat ia bangkit dan muntah-muntah beberapa kali.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Menurut keterangan teman korban--yang tak ingin diberitakan namanya-- Febri datang diamankan ke dalam kantin tersebut sudah dalam kondisi lemah. Hingga ibu penjaga kantin pun memberikan segelas teh hangat untuk dia minum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Saya juga bingung apa yang terjadi, tahu-tahu sudah begini,&rdquo; ujarnya. Teman-teman korban yang hendak menolong pun terlihat bingung akibat kelelahan berlari, bahkan ada yang sedang dalam kondisi berpuasa.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hingga berita ini diturunkan, belum jelas berapa jumlah korban jatuh dari paslon 2. Sementara <em>Sketsa</em> juga belum menerima informasi tentang banyaknya korban jatuh dari kubu timses paslon 1. <strong><em>(hil/myg/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bentrok, Timses Paslon 1 Dengar Kabar Gugatannya Ditolak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bentrok-timses-paslon-1-dengar-kabar-gugatannya-ditolak/baca </link>
<guid> bentrok-timses-paslon-1-dengar-kabar-gugatannya-ditolak </guid>
<pubDate> Tue, 21 Nov 2017 03:48:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bentrok antar timses sore tadi di sekitar Gedung MPK sampai Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (Sumber foto: dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bentrok-timses-paslon-1-dengar-kabar-gugatannya-ditolak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0bzV4z6BOg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bentrok, Timses Paslon 1 Dengar Kabar Gugatannya Ditolak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Usai bentrok antar timses sore tadi di sekitar Gedung MPK sampai Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sejumlah massa dikabarkan dilarikan ke rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;">Armin Beni Pasapan, timses paslon 1 mengungkapkan bentrok terjadi karena provokasi yang dilakukan timses paslon 2. Menurut Armin, timses paslon 2 memancing dan membuat pihaknya tak terima lantas bergerak mengejar.</p><p style="text-align: justify;">Perkara adu mulut saat di luar gedung MPK, Armin mengaku tak tahu. &quot;Tidak tahu karena apa,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Armin juga mengungkapkan, dari kubu paslon 1 korban juga berjatuhan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Korban kami banyak sekali. Baik timses maupun pendukung. Ada 3 orang dibawa ke rumah sakit karena kena pukul dan kena lemparan kursi,&quot; terang Armin.</p><p style="text-align: justify;">Ke depannya, Armin akan tetap mengawal jalannya proses jelang pemungutan suara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pokoknya besok tidak boleh ada Pemira. Besok mediasi dulu seperti kata rektor tadi,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Armin menyebut pihaknya mendengar Panwas menolak gugatan timses 1. Tak terima atas hal itu ia menuding Panwas berpihak dan terkena intervensi dari DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Demokrasi harus ditegakkan. Inilah demokrasi yang sebenarnya agar tidak ada kebohongan, agar jangan ada kongkalikong!&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, <em>Sketsa</em> berupaya melakukan konfirmasi ke timses paslon 2 namun belum mendapatkan balasan. <em><strong>(aml/wal)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertemuan Tertutup Pemira 2018, Rektorat Lengang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-tertutup-pemira-2018-rektorat-lengang/baca </link>
<guid> pertemuan-tertutup-pemira-2018-rektorat-lengang </guid>
<pubDate> Tue, 21 Nov 2017 18:29:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyelesaian kemelut Pemira akan diselesaikan hari ini dipimpin oleh Masjaya langsung. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-tertutup-pemira-2018-rektorat-lengang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ECOXGvUXRx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertemuan Tertutup Pemira 2018, Rektorat Lengang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Gedung Rektorat hingga pukul 12.20 Wita terpantau lengang. Aktivitas berjalan sebagaimana biasa. Tak ada barisan dua kubu timses paslon yang tampak baik di luar maupun di dalam gedung.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan imbauan Rektor Masjaya saat membubarkan bentrok Senin sore kemarin (20/11), penyelesaian kemelut Pemira akan diselesaikan hari ini dipimpin olehnya langsung.</p><p style="text-align: justify;">Adapun saat ini tengah berlangsung pertemuan tersebut di ruang tamu rektor. Pertemuan berlangsung mulai pukul 12.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pagi tadi sekitar pukul 8, tersebar pesan yang menyebutkan pemungutan suara diundur dua hari. Putusan tersebut dibubuhi nama Ketua KPPR Wisnu Rian Dani bernomor 19 tahun 2017 tentang Penundaan Pemungutan Suara Pemira itu menetapkan dua hal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menetapkan: 1. Melakukan Penundaan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Raya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman pada waktu 2x24 jam sampai pada permasalahan diselesaikan. 2. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan dapat ditinjau ulang apabila terdapat kesalahan di dalamnya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Belum diketahui pasti kebenaran pesan &nbsp;yang telanjur beredar tersebut. Ditelusuri akun resmi Pemira Unmul pun tak ada pembaharuan selain seremoni pembukaan debat kandidat. Sementara itu, Wisnu belum berhasil dikonfirmasi. (<strong><em>aml/wal</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suasana di Rumah Sakit AWS Pasca Bentrok Pemira 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suasana-di-rumah-sakit-aws-pasca-bentrok-pemira-2018/baca </link>
<guid> suasana-di-rumah-sakit-aws-pasca-bentrok-pemira-2018 </guid>
<pubDate> Tue, 21 Nov 2017 21:09:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber foto : Dok. Timses </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suasana-di-rumah-sakit-aws-pasca-bentrok-pemira-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rloYVxb7yQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suasana di Rumah Sakit AWS Pasca Bentrok Pemira 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Rintik-rintik hujan semalam (20/11) membasahi Kota Tepian, udara sejuk terasa membungkus. Meski begitu suasana Kampus Hijau masih digelayuti hawa panas pasca bentrok.</span></p><p style="text-align: justify;">Perundingan <em>deadlock&nbsp;</em>dua kali dan bentrok membuat korban berjatuhan, tak pelak kejadian ini membuat perhelatan Pemira 2018 tersendat. Tak bisa berbuat banyak, pihak yang menengahi turut menjadi daftar yang harus intensif dirawat.</p><p style="text-align: justify;">Pemandangan yang lazim terlihat, menyambut <em>Sketsa</em> saat menyambangi RSUD. AW. Syahranie pukul 21.40 Wita. Di sana terukir raut harap-harap cemas dan lesu menanti kabar perkembangan kondisi teman sejawat, dan keluarga yang dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sembari duduk berlesehan untuk makan bersama, beberapa staf BEM KM Unmul dan anggota timses paslon 2 berjejer rapi di pinggir teras bangunan beraroma alkohol itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari timses ada sekitar tujuh orang, dan satu orang dari BEM KM,&rdquo; ucap Yaris Eko Nurcahyono, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dari informasi yang dihimpun <em>Sketsa</em>, sebagian yang mengalami luka menjalani visum dan pengobatan lebih lanjut. Beberapa dari mereka sudah ada yang pulang dan yang masih bertahan di IGD menjalani <em>CT&nbsp;</em><em>scan</em> dan <em>rontgen</em>.</p><p style="text-align: justify;">Trias, anggota timses paslon 2 menuturkan, ia memposisikan diri sebagai suporter euforia Pemira dengan cara menjaga kondisi agar tetap kondusif. Hingga pada akhirnya saat terjadi adu mulut dan pengejaran, ia turut menjadi samsak kala ikut melerai dan melindungi rekannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah menghindar mundur ke belakang, tapi tidak tahu kenapa masih juga ditantang dan dikejar. Padahal pokok persoalannya saja tidak jelas, tiba-tiba terjadi semuanya dengan cepat,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sore itu di depan halaman Gedung MPK, kedua pihak bersua dengan Encik Akhmad Syaifudin bersama beberapa keamanan berdiri di tengahnya. Trias melihat Wakil Rektor III itu sempat berteriak memberi peringatan agar tak ada yang saling menyerang. Namun, teguran itu bak angin lalu bersama masa yang menyerbu mengejar anggota timses paslon 2. Di tengah riuh adu mulut, beberapa terdengar sayup teriakan dari timses paslon 1 yang mencoba menarik mundur menghalau kaos yang terjadi, namun gagal.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang terjadi Senin sore kemarin, sangat disayangkan oleh berbagai pihak, Trias berucap salah seorang rekannya hampir tak sadarkan diri ketika melindungi dirinya yang terhimpit menjadi bulan-bulanan masa di dinding bangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Teman saya itu di belakang saya, melindungi malah dia yang kena ikut terhimpit dan dihantam dari belakang. Postur tubuhnya saja lebih besar saya, jelas dia lemas pas sudah ditarik keluar dari kerumunan. Saya juga banyak mendapat pukulan dari punggung, rahang bagian kanan, hingga tengkuk. Bisa dilihat ada goresan yang diikuti memar di sini,&rdquo; tutur mantan anggota DPM FKTI 2014 itu.</p><p style="text-align: justify;">Korban di antaranya adalah Febri Abdul, mahasiswa FKIP 2014 yang sempat mengalami muntah-muntah sejak magrib dan dilarikan ke rumah sakit terlihat sudah membaik. Kondisi tragis lain dialami Isnaini Mansyur FKIP 2015. Staf Seni Budaya dan Olahraga BEM KM Unmul itu sampai tak dapat bergerak banyak karena mendapat hantaman paling banyak.</p><p style="text-align: justify;">Dengan merintih mengeluhkan ulu hati yang sakit Isnaini berucap terbata-bata kepada <em>Sketsa</em>, ia yang menjadi sasaran pengejaran oleh pihak yang tak ia kenali padahal ia tak melakukan apa pun yang membuat emosi pihak lain meledak. Mahasiswa FKIP 2015 ini mengaku hanya berdiri dan melihat kondisi yang sedang terjadi di halaman parkiran Gedung MPK.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelum mereka (kedua timses) berhadapan, kami sudah mundur dulu. Nah, kemudian dari FKIP ini mundur karena masa sudah seperti itu. Sudah ada keragu-raguan juga (menetap) di situ. Nah, pas mundur mereka langsung maju,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, pas sudah di halaman Rektorat di situ (saya) kena pukul masih bisa lari, kena tendang tadi juga masih lari juga. Di depan rektorat mulai sudah (saat) saya jatuh. Sudah gak tahu lagi siapa-siapa, intinya saya sudah dikeroyok beberapa orang, yang jelas lebih dari sepuluh. Ada yang menginjak dan lain macamnya diseluruh tubuh,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya langkah apa yang akan ia lakukan selanjutnya, ia menuturkan hanya bisa bersabar dengan apa yang telah menimpanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya coba untuk bisa bersabar, jika saya ingin menuntut orangnya, saya juga tidak tahu siapa saja yang memukuli saya. Saya tidak lihat. Kecuali saya tahu muka-mukanya, saya perkarakan. Jadi menenangkan diri dulu biar gak kepikiran,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, terlihat Bhakti Zuar Wakil Presiden BEM KM Unmul dan menterinya turut menunggui staf BEM KM Unmul dan anggota timses paslon 2 yang terluka. Mimik tegang dan kelelahan nampak terukir di wajahnya. Tak banyak berkomentar, Bhakti hanya berharap agar korban yang terluka dapat segera pulih dan baik-baik saja. Selanjutnya, ia mengarahkan kepada Norman Iswahyudi Presiden BEM KM Unmul guna memberikan tanggapan dari kejadian ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tadi sudah ada yang di <em>CT scan</em>, <em>rontgen</em>, dan beberapa mungkin masih syok. Kami tidak bisa berkomentar banyak, karena itu ranahnya legislatif. Temui bapak Norman aja ya, untuk tanggapan hari ini,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 23.14 Wita timses paslon 2 sedang mengurus administrasi guna mengeluarkan Isnaini dari rumah sakit agar dapat dirawat jalan. Pemulangan Isnaini dilakukan pukul 23.31 Wita. Ia masih tak dapat bergerak banyak, diarak menggunakan ranjang rumah sakit dan dibantu rekan sejawat memasuki GO-CAR. Diketahui, Isnaini pulang bersama rekan asramanya ke Asrama Mahasiswa Berau di Jalan Merdeka. Dalam kesehariannya, Isnaini hidup seorang diri merantau di Kota tepian tanpa ada keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini turun, pihak timses paslon 2 telah melaporkan kejadian yang dialami kepada Polsekta Samarinda Ulu malam tadi sekitar pukul 22.00 Wita. <em>Sketsa</em> sempat berpapasan dengan salah satu petugas kepolisian yang mengecek kondisi mahasiswa di IGD. Petugas tersebut mengatakan sudah ada laporan yang masuk dan diproses oleh unit khusus yang akan menangani, ia mengaku hanya petugas yang kebetulan sedang piket malam dan menerima laporan. (<strong><em>myg/wal</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Ricuh, Rektor 'Intervensi' </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-ricuh-rektor-intervensi/baca </link>
<guid> pemira-ricuh-rektor-intervensi </guid>
<pubDate> Tue, 21 Nov 2017 23:54:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber foto : faqihendry </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-ricuh-rektor-intervensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TW93lOHP3x.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Ricuh, Rektor 'Intervensi'</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak pukul 11.40 Wita terjadi pertemuan tertutup di ruang tamu rektor gedung rektorat lantai 3. Rektor Masjaya ditemani Wakil Rektor III, Encik Akhmad Syaifudin bersama dekan-dekan fakultas mengadakan pertemuan dengan DPM KM Unmul, BEM KM Unmul, Panwas, KPPR, timses paslon 1 dan 2.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan itu rupanya bermaksud memediasi dan membahas perihal kericuhan yang sempat terjadi pada Sabtu (18/11) dan Senin (20/11). Masjaya ingin tahu kronologi bentrok dari semua pihak yang terlibat. Semua diminta bicara, menjelaskan duduk perkara.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, yang menjadi capaian dalam pertemuan itu adalah seluruh argumentasi dari tiap pihak nantinya diajukan ke tim rektorat untuk dikaji tentang sejauh mana argumen tersebut sesuai dengan mekanisme.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami bertemu hari ini untuk mengantisipasi. Kami sangat kecewa dengan kejadian kemarin karena seluruh rangkaian sudah diupayakan berjalan dengan bagus,&quot; kata Masjaya kepada Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya juga membantah langkahnya ini disebut intervensi. Menurutnya, ada rambu-rambu yang harus ditaati mahasiswa, lebih-lebih ketika berada di lingkungan akademik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya hanya ingin menjaga Unmul supaya tetap kondusif. Demi martabat Unmul. Ini bukan intervensi. Sepenuhnya masalah Pemira itu kewenangan mahasiswa,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal oknum-oknum pembuat kericuhan, sedang berupaya ditelusuri untuk kemudian diberi sanksi setimpal sesuai aturan yang ada di Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal keterlibatan mahasiswa luar dan orang-orang yang tidak berstatus mahasiswa Unmul dalam proses Pemira kali ini, Masjaya tegas menolak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya tegaskan, saya tidak mau lihat ada mahasiswa luar yang ikut-ikut di Pemira Unmul. Saya hanya bertanggung jawab dengan mahasiswa saya, di luar itu saya tidak bertanggung jawab,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tak Ada yang Mentolerir Kekerasan</strong></p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Encik Ahmad Syaifudin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menyatakan sangat menyesalkan peristiwa anarkis yang terjadi jelang pengumuman putusan Panwas Senin kemarin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya akan pelajari kasus ini satu per satu, tidak bisa potong kompas memutuskan kami bertanggung jawab atau kami tidak bertanggung jawab. Tidak bisa, ada tahap-tahapnya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Encik, Pemira adalah ajang pendewasaan tentang kehidupan demokrasi yang sehat buat mahasiswa. Sangat diharapkan proses penyelenggaraannya suci dari cacat, apalagi kekerasan dan anarkisme.</p><p style="text-align: justify;">Namun, anarkisme itu sudah telanjur terjadi. Kepala mahasiswa bocor, muka penuh darah akibat pukulan dan tendangan, lengan tergores, dan jahitan-jahitan di tubuh. Atas hal itu Encik menjawab normatif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tidak mentolerir kekerasan, ke depannya kita belajar lebih banyak kejadian-kejadian yang selama ini kita alami,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Encik menyebut peristiwa ini akan disikapinya dari segi aturan terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang namanya di alam demokrasi kita memiliki hak dan kewajiban yang sama, oleh karena itu kita berupaya untuk bagaimana membuat aturan yang disepakati bersama,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>erp/aml/wal</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesaksian Ketua Panwas Saat Bentrok di Gedung MPK </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-ketua-panwas-saat-bentrok-di-gedung-mpk/baca </link>
<guid> kesaksian-ketua-panwas-saat-bentrok-di-gedung-mpk </guid>
<pubDate> Wed, 22 Nov 2017 00:15:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Hari ini tidak ada putusan apa-apa. Rektor bilang akan mengkaji dan nanti akan memberikan contoh untuk kami tentang bagaimana bagusnya Pemira ini dilaksanakan," terang Azhar Karim, Ketua Panwas saat ditemui usai pertemuan di ruang tamu rektor. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-ketua-panwas-saat-bentrok-di-gedung-mpk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ksmtdUgfKX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesaksian Ketua Panwas Saat Bentrok di Gedung MPK</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- &quot;Hari ini tidak ada putusan apa-apa. Rektor bilang akan mengkaji dan nanti akan memberikan contoh untuk kami tentang bagaimana bagusnya Pemira ini dilaksanakan,&quot; terang Azhar Karim, Ketua Panwas saat ditemui usai pertemuan di ruang tamu rektor.</p><p style="text-align: justify;">Azhar menyebut, pihaknya diberi waktu dua hari lagi untuk melengkapi administrasi berkas dan dokumen-dokumen untuk meninjau gugatan berdasarkan putusan nomor 19 tahun 2017. Pasca bentrok Senin sore, Panwas kembali menerima gugatan. Timses paslon 2 melayangkan gugatan terkait tuduhan anarkisme yang dilakukan timses paslon 1 dan keterlibatan oknum-oknum di luar mahasiswa Unmul dalam bentrok tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Buntut dari semua gugatan itu, jadwal pemungutan suara Pemira 2018 yang sesuai jadwal digelar hari ini, akan diundur dua hari ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, timses paslon 1 melalui mulut Armin Beni Pasapan mencium gelagat gugatannya akan ditolak. Azhar mengatakan putusan terkait berkas Miftah, Cawapres yang bermasalah masih rahasia. Dan putusan tersebut akan diumumkan saat suasana kampus kembali kondusif.</p><p style="text-align: justify;"><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bentrok-timses-paslon-1-dengar-kabar-gugatannya-ditolak/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bentrok-timses-paslon-1-dengar-kabar-gugatannya-ditolak/baca</a></p><p style="text-align: justify;">&quot;Putusannya sudah ada, tapi kami sepakat untuk tidak diumumkan dulu melihat suasana kampus tidak kondusif. Kami belum memastikan kapan, tapi yang pasti harus di waktu yang tepat agar tidak terjadi lagi yang seperti kemarin,&quot; kata Azhar.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Sketsa, Azhar juga mengurai kronologi sesaat sebelum dirinya diamankan saat bentrok terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Adu mulut yang terjadi, dikatakan Azhar bermula saat timses paslon 1 meminta agenda digelar terbuka namun keinginan itu tak lantas diiyakan oleh Panwas. Berang dengan hal itu timses paslon 1 menerobos masuk. Itu menjadi adegan pembuka dari aksi pemukulan, tendangan, adu jotos, hingga lempar-lemparan kursi antar timses di Gedung MPK.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami tidak bisa langsung menentukan, karena sepihak nanti. Dari timses paslon 1 nekan-nekan kami. Sebelum itu kami bilang ingin mediasi dulu dengan kedua belah pihak. Maunya gimana, kalau memang mau terbuka ya terbuka, tertutup ya tertutup. Tapi sebelum itu terjadi, sudah banyak provokasi dan lempar-lemparan kursi,&quot; terang Azhar.</p><p style="text-align: justify;">Saat kericuhan terjadi dalam gedung MPK, Azhar mengaku langsung diamankan. &quot;Saya diamankan, saya dibawa jauh dari lokasi kericuhan. Saya tidak tahu lagi kejadian setelahnya,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Azhar, Wisnu Rian Dani Ketua KPPR pun mengungkapkan belum ada putusan apa pun yang diperoleh dari hasil pertemuan tertutup.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Belum, saat ini pihak rektorat masih meminta kelengkapan berkas dari KPPR, Panwas, dan dua timses paslon,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan hari ini masih akan dilanjutkan dengan pertemuan selanjutnya dan menunggu konfirmasi dari pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini sudah clear, tapi nanti ada pertemuan mediasi lagi. Kita tunggu keputusan Panwas,&quot; tandasnya. (<strong><em>aml/wil/wal</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bantah Intervensi Panwas, Alif: Saya Korban Pertama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-intervensi-panwas-alif-saya-korban-pertama/baca </link>
<guid> bantah-intervensi-panwas-alif-saya-korban-pertama </guid>
<pubDate> Wed, 22 Nov 2017 03:13:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertemuan tertutup siang tadi, akan dilanjutkan dengan pengumpulan administrasi tambahan dari Panwas, KPPR, DPM KM Unmul serta timses paslon 1 dan 2. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-intervensi-panwas-alif-saya-korban-pertama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NRgnyNltAQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bantah Intervensi Panwas, Alif: Saya Korban Pertama</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Pertemuan tertutup siang tadi akan dilanjutkan dengan pengumpulan administrasi tambahan dari Panwas, KPPR, DPM KM Unmul serta timses paslon 1 dan 2. Semuanya terkait pandangan gugatan yang dilayangkan masing-masing kubu paslon yang masuk hingga hari ini.</p><p>&quot;Besok dikumpul ke Pak Encik untuk ditelaah,&quot; kata Alif Mustofa, Ketua DPM KM Unmul.</p><p>Alif membantah pertemuan tertutup siang tadi dilakukan karena aduan dari DPM KM Unmul. Pertemuan itu menurutnya murni inisiatif dari Rektor Masjaya untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bersengketa. Di lain sisi, ia bersyukur karena mediasi bersama rektor cukup ampuh untuk menangani perkara yang pihaknya tak mampu tangani.</p><p>Perihal waktu pelaksanaan pemungutan suara, Alif juga tak dapat memastikan. Kendati begitu, ia membenarkan kabar bahwa pemungutan suara resmi diundur 2x24 jam terhitung sejak hari ini.</p><p>&quot;Iya, benar. Saya sudah diberitahu KPPR. Tapi jika dalam dua hari juga belum selesai, pemungutan suara akan kita undur lagi sampai waktu yang tidak ditentukan,&quot; bebernya.</p><p>Dalam insiden konflik yang pecah kemarin sore di gedung MPK, Alif mengaku turut menjadi korban. Sosoknya sempat menghilang pasca bentrok dalam gedung MPK. Saat itu ia rupanya ditarik keluar untuk segera melakukan visum.</p><p>&quot;Saya ada, saya tidak menghilang. Saya sempat melerai timses 1 dan Panwas yang adu mulut. Saya juga korban. Bukannya saya tidak ada, saya ada bahkan jadi korban pertama,&quot; ujarnya sambil menunjukkan luka di pelipis.</p><p>Omongan-omongan miring tentang DPM KM Unmul yang dituding mengintervensi kerja Panwas pun ditepisnya.</p><p>&quot;Tidak, itu tuduhan yang tidak mendasar ya. Saya tidak pernah intervensi Panwas maupun KPPR. Itu yang bilang begitu bisa (dituntut) merusak nama baik organisasi,&quot; tegasnya. (<strong><em>aml/wal</em></strong>)</p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Timses Paslon 1: Tak Ada Preman dan Tudingan Setting-an </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-paslon-1-tak-ada-preman-dan-tudingan-setting-an/baca </link>
<guid> timses-paslon-1-tak-ada-preman-dan-tudingan-setting-an </guid>
<pubDate> Wed, 22 Nov 2017 06:07:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua timses paslon 1 Andi Muhammad Akbar menepis kabar pihaknya melibatkan preman dan mahasiswa luar Unmul dalam kericuhan yang terjadi antara dua kubu timses di muka Gedung MPK Senin (20/11) sore. (Foto: Koleksi pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-paslon-1-tak-ada-preman-dan-tudingan-setting-an/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0F1ECxiKS3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Timses Paslon 1: Tak Ada Preman dan Tudingan Setting-an</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Ketua timses paslon 1 Andi Muhammad Akbar menepis kabar pihaknya melibatkan preman dan mahasiswa luar Unmul dalam kericuhan yang terjadi antara dua kubu timses di muka Gedung MPK Senin (20/11) sore.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bisa KPPR cek susunan timses kami dan beberapa relawan yang ada, kami pastikan semuanya mahasiswa Unmul. Apabila ada preman dan sebagainya masuk, itu di luar yang bisa kami kontrol,&quot; ucapnya kepada <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Kericuhan yang membuat jatuhnya korban luka-luka itu disebut Akbar sebagai agenda <em>setting-</em>an. Akbar menolak untuk menyebut siapa pihak yang ia anggap sebagai dalang. Tetapi dari dari kericuhan itu, pihaknya jadi menerima gugatan dari timses paslon 2 berkaitan dengan tudingan telah melakukan tindakan anarkis.</p><p style="text-align: justify;">Pada Senin sore, sebelum berangkat menuju gedung MPK untuk mendengar hasil putusan, timses dan relawan paslon 1 berkumpul terlebih dahulu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Akbar mengatakan di sana pihaknya sudah mengantisipasi agar tidak termakan provokasi dan melakukan kekerasan fisik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika kami berkumpul semuanya adalah mahasiswa aktif Unmul. Kami juga sudah mewanti-wanti jangan sampai ada pihak luar dalam barisan kami, karena takutnya itu akan dijadikan bahan timses 2 untuk menyerang kami,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dan ternyata benar, hari ini kami digugat karena anarkisme. Meskipun baru sebatas dugaan karena mereka tidak punya bukti. Ini bisa jadi fitnah,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal adu mulut yang menjadi sumbu bentrok, Akbar mengaku tak tahu siapa yang memulai dan apa yang membuat massa berhamburan ke dalam gedung MPK. Ia membenarkan timses paslon 1 mengajukan ide agar agenda pengumuman digelar terbuka dan menawarkan duduk bersama Panwas dan timses paslon 2 untuk membahas ini. Tetapi, Panwas bersikeras. Lalu terjadilah adu mulut hingga bentrok tak terhindarkan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara pada Senin pagi sebelum agenda pengumuman putusan digelar, Akbar mengaku menerima pesan <em>WhatsApp&nbsp;</em>oleh salah satu Panwas bahwa sistem pengumuman putusan adalah perwakilan. Akbar bersama timses paslon 1 lantas mengajukan agar agenda digelar terbuka dan dapat diketahui oleh seluruh pendukung timses masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk sistem perwakilan yang hadir saat pengumuman itu tidak pernah kita bahas sama sekali di perundingan setelah debat kemarin. Yang kita sepakati itu hanya kita ketemu Senin jam 2 dan itu juga dilanggar oleh Panwas,&quot; kata Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, mundurnya waktu pemungutan suara selama dua hari ke depan, ditampik oleh Akbar. Berdasarkan kesimpulan informasi yang ia terima di dalam pertemuan tertutup bersama Rektor, tidak akan ada rangkaian Pemira hingga Senin pekan depan.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal kericuhan, Akbar tak ingin menjamin hal yang mencederai predikat mahasiswa sebagai kaum intelektual itu tidak akan kembali terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semua itu tergantung kondisi yang ada. Kami menjamin tidak akan ada lagi kerusuhan jika KPPR dan Panwas menjalankan apa yang nantinya disepakati,&quot; ujarnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Kekecewaan terhadap Panwas</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, Akbar menyanyangkan sikap Panwas yang seolah memberi sinyal gugatannya ditolak karena alasan yang tidak mendasar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Susunan argumentasi yang dibangun Panwas tadi sudah bisa membuat kami berpikir bahwa gugatan kami itu ditolak karena dua alasan yang sangat tidak mendasar. Pertama karena dalam rilis itu tidak ada tanda tangan Ketua DPM FKM dan tidak ada bukti dokumentasi pertemuan internal FKM tersebut,&quot; jelas Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, Akbar mengaku kecewa karena tidak pernah dipanggil sejak menyerahkan berkas gugatan. Pertemuan yang dilakukan Panwas dengan internal FKM pun dinilainya melewati proses yang semestinya ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seharusnya proses penyelidikan itu kan melibatkan saksi dari kami sebagai pembanding. Baru kemudian menemui BEM dan DPM FKM. Tidak berdebat di situ. Kami merasa Panwas itu tidak mengerjakan tugasnya dengan baik,&quot; tandasnya. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Termasuk dari Korban, Miswar Melapor ke Polisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/termasuk-dari-korban-miswar-melapor-ke-polisi/baca </link>
<guid> termasuk-dari-korban-miswar-melapor-ke-polisi </guid>
<pubDate> Wed, 22 Nov 2017 06:13:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhamad Miswar Nasir, ketua timses paslon 2 merupakan salah satu korban dari konflik pecah kemarin. (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/termasuk-dari-korban-miswar-melapor-ke-polisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xu6vMgJlTw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Termasuk dari Korban, Miswar Melapor ke Polisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pasca bentrok Senin (20/11) sore, keesokan harinya Selasa (21/11) dilaksanakan pertemuan mediasi di ruang tunggu tamu rektor. Yang terlibat dan bahkan menjadi korban di konflik tersebut tak ketinggalan hadir dalam mediasi.</p><p style="text-align: justify;">Muhamad Miswar Nasir, ketua timses paslon 2 merupakan salah satu korban dari konflik pecah kemarin. Kepala Miswar terkena lemparan kursi saat berada di gedung MPK. Saat mediasi tadi tampak bagian sisi kepala Miswar yang diperban karena luka usai dijahit.</p><p style="text-align: justify;">Sore kemarin, Miswar hadir di gedung MPK untuk memenuhi undangan dari Panwas yang isinya untuk mendengarkan penyampaian putusan gugatan paslon 1 terhadap paslon 2. Sebelumnya jadwal molor beberapa jam dari waktu yang ditentukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Awalnya sih masih kelihatan baik-baik aja, teman-teman panitia pengawas datang dalam gedung MPK membersihkan tempat, mempersiapkan tempat untuk dilaksanakan agendanya,&quot; kata Miswar.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 5 sore, Miswar dan dua temannya yang merupakan timses paslon 2 mulai memasuki gedung MPK bersamaan dengan timses paslon 1.</p><p style="text-align: justify;">Keadaan mulai memanas saat timses paslon 1 mempertanyakan agenda ini. Di mana awalnya akan dimulai pukul 2, tapi kenyataannya baru mau dilaksanakan pukul 4 dan kembali mundur lagi menjadi pukul 5.</p><p style="text-align: justify;">Yang diinginkan timses paslon 1 saat itu adalah pemberian putusan diminta untuk dilaksanakan di tempat terbuka. Namun, Panwas cukup bersikeras agar putusan tetap dilaksanakan di dalam gedung MPK.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Orang yang di luar mulai masuk-masuk ke dalam ruangan sampai nggak bisa dihindari lagi. Karena kondisi ruangan yang nggak terlalu luas dan orangnya banyak mulai panas-panasan,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat keributan pecah, Miswar mencoba untuk melerai. Namun malang nasib Miswar karena satu kursi melayang di udara dan tepat menghantam bagian belakang kepalanya. Setelahnya ia merasa pusing, tapi tetap berusaha melerai. Ia baru berhenti ketika ada kawannya membawanya keluar gedung disebabkan darah telah mengucur dari kepalanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya minta ini aja, ambil ikatan aja untuk ikat kepala saya, saya masuk lagi untuk menenangkan teman-teman supaya tidak terjadi konflik yang lebih parah,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Miswar lantas menarik mundur kawan-kawannya untuk keluar gedung MPK. Baru selepas itu ia diantar seorang kawan untuk pergi menuju rumah sakit guna menerima pertolongan pertama. Di rumah sakit, Miswar juga melakukan visum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena sudah terjadi ini salah satu bentuk penganiayaan menurut saya. Saya coba visum buat saya jadikan bukti laporan ke kepolisian,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika perawatan dan visumnya selesai, malam itu juga Miswar pergi melapor ke Polsekta Samarinda Ulu. Dan sejak Selasa aduannya telah memasuki tahap penyidikan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang sih meskipun (kepala) masih sakit, tapi sudah mulai mendingan dari kemarin,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari konflik ricuh itu, korban jatuh dari timses paslon 2 terhitung sebanyak 9 orang. Semuanya dibawa ke rumah sakit untuk divisum dan masih dicari tahu lagi apakah masih ada korban lainnya dari timses paslon 2.</p><p style="text-align: justify;">Meski tidak mengetahui siapa saja pelaku kekerasan dalam konflik tersebut, Miswar tetap menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada pihak yang berwajib. &quot;Kita yakini mereka (polisi) bisa menentukan siapa pelakunya, kita juga sudah datangkan semua saksi dan ini sudah masuk dalam proses penyidikan,&quot; tegasnya. <strong><em>(wil/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Kita, Oligarki atau Demokrasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pemira-kita-oligarki-atau-demokrasi/baca </link>
<guid> pemira-kita-oligarki-atau-demokrasi </guid>
<pubDate> Thu, 23 Nov 2017 00:27:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Batalnya Debat Kandidat Pemira 2018 BEM KM Unmul Sabtu (18/11) kemarin. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pemira-kita-oligarki-atau-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/swxLPsc0XL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Kita, Oligarki atau Demokrasi?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Sudah lama rasanya saya tidak menulis di media kampus ini. Saya kehabisan bahan dan opini tentang apa yang terjadi di Universitas Mulawarman, sebab tak ada yang menarik bagi saya untuk dikritisi.</p><p style="text-align: justify;">Tak terasa, tahun lalu saya menulis tentang kemunduran demokrasi yang ada di kampus. Jabatan Presiden BEM KM Unmul seakan tak menarik, sehingga hanya segelintir orang saja yang atas tekanan dari &ldquo;atas&rdquo; untuk maju mencalonkan diri. Saking kurangnya minat mahasiswa untuk maju dalam kontestasi pemira, dibuatlah para calon presiden bayangan dan calon presiden boneka.</p><p style="text-align: justify;">Hingga tidak lagi menjadi Mahasiswa, bagi saya gerakan kampus semakin tak menarik untuk dikritisi (mungkin para pembaca yang budiman juga mengaku demikian).</p><p style="text-align: justify;">Saya hidup 5 tahun sebagai mahasiswa. Sejak masih menjadi mahasiswa baru hingga hampir menjadi mahasiswa legenda, paling tidak saya melewati berbagai proses dan jalannya demokrasi di kampus tercinta. Mulai dari Pemilihan Raya BEM Unmul yang tak ubahnya Pemilihan Presiden Indonesia, hingga Pemira BEM KM Unmul (setelah berganti nama) yang tak beda dengan pemilihan Ketua Tingkat atau Ketua Kelas.</p><p style="text-align: justify;">Dahulu, banyak mahasiswa yang tak berminat masuk organisasi sebab kultur feodalisme dan senioritas yang masih sangat tinggi. Sekarang, justru banyak mahasiswa yang tak berminat masuk organisasi sebab organisasi tak ada beda dengan organisasi pembuat acara hura-hura.</p><p style="text-align: justify;">Para organisatoris selalu mencari alibi bahwa yang menyebabkan mandegnya regenerasi adalah mahasiswa yang semakin hedon dan apatis, tanpa berusaha introspeksi diri bahwa organisasinyalah yang tak berkembang sejak zaman perjuangan hingga zaman pomade kekinian.</p><p style="text-align: justify;">Saya adalah saksi hidup saat pecahnya pertempuran antar kelompok mahasiswa ketika Pemira Bem KM Unmul pertama kali (sebelumnya hanya BEM Unmul) pada tahun 2014. Saya pula yang mengantar salah seorang Mahasiswa Faperta yang terluka akibat sabetan benda tajam saat perang di &ldquo;Jalur Gaza&rdquo;. Saat itu saya sebagai Presiden Bem Faperta yang baru saja terpilih, dan saya diamanahkan untuk mengamankan Mahasiswa Faperta yang terlibat dalam kerusuhan tersebut. Akhir dari kerusuhan, akhirnya ada mahasiswa yang dijebloskan ke dalam sel tahanan, dan sejak saat itu Pemira konvensional dihapuskan dan Pemira memasuki era baru.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemira Masa Kini dan Upaya Perebutan Kekuasaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Setiap ada kekuasaan, selalu ada upaya mempertahankan suksesi kepemimpinan, dan itulah yang disebut sebagai dinasti. Dalam demokrasi, sesungguhnya tak ada istilah politik dinasti, sebab kekuasaan diraih dengan cara yang demokratis. Siapapun, dengan baju warna apapun berhak untuk merebut kekuasaan asal mampu mendapat dukungan mayoritas pemilih. Bagi saya, politik dinasti adalah sebuah cacat dalam sistem demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">Saya mengutip sebuah studi politik yang dilakukan oleh Ernesto Dal Bo, Pedro dal Bo, dan Jason Snyder (2007) mengenai dinasti politik di Kongres Amerika Serikat sejak berdirinya tahun 1789 yang memberikan beberapa catatan. Pertama, terjadi korelasi antara dinasti politik dan kompetisi politik. Merebaknya politik dinasti berbanding lurus dengan kompetisi politik yang tidak sehat. Semakin tidak adil aturan main dalam kontestasi politik, semakin menyuburkan politik dinasti. Kedua, semakin lama seseorang menjadi anggota kongres, semakin cenderung mendorong keluarganya menjadi anggota lembaga tersebut. Kekuasaan yang cenderung memproduksi kekuasaan dalam dirinya dalam ungkapan merek disebut sebagai <em>power begets power.</em></p><p style="text-align: justify;">Putnam (1976) mengingatkan, elite politik pemegang kekuasaan cenderung melanggengkan kekuasaan (<em>self-perpuating)&nbsp;</em>meskipun mengakibatkan pembusukan terhadap institusi itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa juga pernah dikemukakan oleh Robert Michel (1911), dengan teorinya yang disebut sebagai hukum besi oligarki (<em>the iron law of oligarchy</em>). Pada hasil studi tersebut mengungkapkan, bahkan dalam kepemimpinan organisasi yang demokratis, pemimpin cenderung mencengkeram kekuasaannya dan menggerogoti prinsip-prinsip demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">Mari kita lihat ke dalam rumah kita. Ribut-ribut pemira di tahun ini sebab benturan untuk perebutan kekuasaan. Di kelompok A misalnya, ingin mempertahankan kekuasaan politik kampus dengan meneruskan trah dan garis keturunan kelompok tersebut. Sementara di kelompok B, ingin merebut kekuasaan yang sudah terlampau lama dicengkeram dan dikangkangi oleh kelompok A. Jika kita merunut apa yang disampaikan oleh Robert Michel, saya melihat praktik oligarki modern dalam sistem demokrasi kampus sedang terjadi secara mengakar. Sistem yang dibuat seakan-akan demokratis, namun proses untuk berdemokrasi dijalankan secara <em>iron law</em>. Ketika para pelaksana konstestasi politik pun menjadi bagian dari salah satu kelompok tersebut, maka wajarlah jika Pemira BEM KM Unmul akan kembali memanas. Kita tunggu saja, proses <em>iron law</em> atau <em>democracy law&nbsp;</em>yang akan menang di tahun ini.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Dimana Kekuatan Lembaga &nbsp;Internal?</strong></p><p style="text-align: justify;">Satu pelajaran yang bisa saya ambil dari Pemira masa kini adalah, lembaga internal semakin kehilangan nyawa. Bisa kita lihat dari setiap pertarungan Pemira, calon Presiden dan Wakil Presiden adalah dominan dari lembaga eksternal. Tidak salah, sebab lembaga eksternal pun memiliki dampak yang amat sangat besar bagi gerakan internal. Selama saya menjadi organisatoris, saya tak pernah tergabung dalam lembaga eksternal selain organisasi lingkungan hidup. Saya percaya, bahwa lembaga internal haruslah memiliki ciri gerakan sendiri, independen, tak terikat kontrak politik dengan lembaga lain, dan mandiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saya membangun gerakan BEM Faperta secara mandiri, tanpa terikat oleh lembaga manapun, meski seluruh jajaran BPH saya adalah delegasi dari seluruh lembaga internal dan eksternal kampus. Bagi saya, lembaga internal kampus harus tetap memiliki ciri sendiri. Lembaga internal memiliki almamater kebesaran yang tak dimiliki oleh lembaga eksternal. Lembaga internal adalah lembaga yang memiliki kajian secara independen, tanpa terikat oleh kepentingan lain.</p><p style="text-align: justify;">Membangun relasi dan jaringan dengan seluruh lembaga sangatlah diharuskan. Kunci keberhasilan sebuah gerakan adalah kolaborasi dan gotong-royong dengan seluruh elemen lain. Maka, dalam konteks ini saya hanya bisa berharap akan ada lahir kader-kader yang murni dari kaderisasi gerakan lembaga internal. Dan saya berharap, kedepan ciri gerakan BEM KM Unmul akan mengakar dan membumi, sebagaimana ciri dari gerakan lembaga internal Kampus.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, saya hanya bisa bersyukur atas ribut-ribut Pemira tahun ini. Saya mensyukuri bahwa gairah perpolitikan di Kampus Mulawarman kembali hidup. Saya hanya berharap, para adik-adik mahasiswa berdemokrasilah di jalur yang benar. Mari tanamkan integritas dalam diri, sebab kalian dan kitalah nanti yang akan menggantikan mereka-mereka yang saat ini duduk di kursi kekuasaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika untuk meraih kekuasaan saja Anda sudah tidak dapat berlaku jujur dan adil, maka jangan berharap Indonesia akan menjadi negara bersih dan makmur di masa yang akan datang. Sebagai akhir dari tulisan saya, saya ingin mengumpamakan kejadian di Unmul saat ini dengan apa yang saya rasakan sekarang. Saya sedang berada dan bekerja di sebuah kantor yang 99% karyawannya adalah beragama Hindu. Saya satu-satunya muslim di sana. Namun, di dalam perbedaan itulah saya menemukan sebuah kesamaan, yakni persaudaraan sebagai satu bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Begitulah yang harusnya adik-adik terapkan. Meski berbeda organisasi, partai, baju, atau golongan, tetaplah pada akhirnya menjunjung tinggi rasa persaudaraan sebagai sesama mahasiswa, sebagai sesama anak bangsa, dan sebagai penyambung lidah rakyat. Jangan karena pesta demokrasi yang 1 kali dalam setahun ini menyebabkan permusuhan hingga 7 turunan. Mahasiswa memiliki tantangan yang berat kedepan, jangan hanya habiskan tenaga dan energi untuk hal yang bersifat seremonial belaka. Ketika Pemira dijalankan dengan integritas, lurus dan jujur, maka saya meyakini di masa yang akan datang akan lahir pemimpin bangsa yang besar dan tangguh.</p><p style="text-align: justify;">Dari Pulau Dewata, saya sampaikan selamat berdinamika dan jadikan Pemira sebagai ajang pembelajaran demokrasi Indonesia yang berintegritas dan menyambung tali persaudaraan sesama anak bangsa.<br><br><em><strong>Ditulis oleh&nbsp;</strong></em><span><em><strong>Ramadhan Sakti Nasution, alumni Mahasiswa Faperta.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kritik atas Bentrok dalam Pemira BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kritik-atas-bentrok-dalam-pemira-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> kritik-atas-bentrok-dalam-pemira-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 23 Nov 2017 00:53:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perdebatan yang terjadi dalam Debat Kandidat Pemira BEM KM Unmul, Sabtu (18/11). (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kritik-atas-bentrok-dalam-pemira-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IgsssfV3HG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kritik atas Bentrok dalam Pemira BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Senin (20/11) sore, adu jotos antar dua kelompok mahasiswa memadati halaman rektorat Universitas Mulawarman. Aksi saling serang antar dua kubu mahasiswa itu berlangsung dalam proses pemilihan umum Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM UNMUL). Kedua kubu mahasasiwa yang melakukan adu jotos, masing-masing mewakili pasangan calon yang bertarung dalam Pemira. Bermula pada keributan yang terjadi saat debat kandidat, pendukung setiap pasangan calon datang untuk mendengarkan pengumuman hasil gugatan yang dilayangkan oleh pasangan nomor satu, Yani-Jusman kepada pasangan nomor dua Rizaldo-Mifta. Pasangan nomor satu menilai bahwa pasangan nomor dua tidak memenuhi syarat pencalonan.</p><p style="text-align: justify;">Belum saja pengumuman mulai dibacakan, keributan sudah tidak terbendung. Aksi saling lempar kursi tak dapat terhindarkan. Kurang lebih 30 menit berlangsung, satu demi satu massa dari kedua kubu keluar dalam keadaan terluka. Ada yang keluar dengan pelipis berdarah, hidung luka, kepala bocor, hingga (yang agak ringan) sedikit bonyok.</p><p style="text-align: justify;">Keributan sempat berhenti sejenak. Namun massa yang mendengar ada kawannya yang terkena pukulan, datang satu persatu untuk mencari kesempatan menyandang gelar jagoan. Tidak lama kemudian, keributan semakin tak terkontrol, aksi saling kejar terjadi, setiap massa yang berhasil ditangkap, habis menjadi bulan-bulanan. Petugas keamanan kampus, yang sudah lelah bekerja seharian menjaga kendaraan mahasiswa, terpaksa ikut menyelesaikan perkelahian antar massa dari kedua calon. Setelah kurang lebih satu jam, keributan itu baru berhasil dibubarkan.</p><p style="text-align: justify;">Sungguh ini adalah kebodohan yang tiada tara. Bagaimana mungkin, perkelahian ini terjadi ditengah mayoritas mahasiswa yang jauh dari kesadaran berorganisasi. Tindakan ini, bukan hanya memberI citra buruk bagi gerakan mahasiswa, tapi juga semakin meyakinkan mereka yang enggan berorganisasi bahwa, sikap mereka selama ini adalah tepat.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum ada yang membela peristiwa ini, kita harus tegaskan, jangan ada yang mengatakan bahwa ini adalah konsekuensi dari demokrasi. Itu jelas adalah salah! Jangan mengatasnamakan demokrasi untuk membela ketololan ini. Jika ada yang mengatakan bahwa ini biasa dalam politik, mungkin itu benar, tapi kita cukup tahu bahwa argumentasi tersebut sudah pasti lahir dari mereka yang menganggap politik seperti berjudi, kalau kalah, pukul! Inilah akibatnya jika malas membaca dan enggan berdiskusi!</p><p style="text-align: justify;">Agar diskusi kita ke depan lebih maju, ketololan-ketololan seperti ini sebaiknya jangan lagi terulang. Mari kita bedah, apakah yang sebenarnya lebih mendesak untuk dikerjakan. Ini lebih berguna daripada sekadar meributkan kekuasaan di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kita sedang menghadapi situasi di mana dari 37.816 orang mahasiswa di Unmul tidak sampai 10% di antaranya yang mau berorganisasi. Sementara di satu sisi, organisasi-organisasi di kampus justru gemar menjadi <em>event organizer</em>. Selain itu, kita juga menghadapi situasi pendidikan yang menjadi mesin pencetak tenaga kerja murah. Tidak kurang dari 5000 orang lulus dari Unmul setiap tahunnya, tetapi tidak mampu terserap di pasar tenaga kerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya kebanyakan dari mereka menjadi cadangan tenaga kerja alias pengangguran. Selain karena industri utama di Kaltim adalah industri ekstrakstif yang lebih banyak menggunakan tenaga mesin ketimbang tenaga manusia, persoalan pendidikan juga menjadi salah satu penyebabnya. Belum lagi persoalan uang kuliah tunggal yang kian lama semakin menghisap mahasiswa dan orang tuanya. Upah dosen dan staf yang sering lambat dibayar. Nasib tenaga kebersihan dan keamanan kampus yang dibayar dengan upah murah serta status kerja yang tidak jelas. Semua ini adalah masalah yang mendesak untuk dihadapi oleh gerakan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Bisakah Badan Eksekutif Mahasiswa menjawab persoalan itu? Apakah sebenarnya kita membutuhkan BEM? Saya pikir kita sepakat untuk menjawab, tidak! Kita tidak akan lagi membutuhkan badan eksekutif yang tidak lebih sebuah badan kerja kampus yang terpisah dari kepentingan mendorong kesadaran ilmiah mahasiswa. Sejarah lahirnya BEM, memang erat kaitannya dengan upaya deideologisasi, depolitisisasi dan deorganisasi di dalam gerakan mahasiswa. Untuk itu kita bisa membaca kembali lahirnya kebijakan tentang Normalisasi Kebijakan Kampus dan Badan Kerja Kampus (NKK-BKK) serta dampaknya hingga hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang sudah saatnya kita membangun tradisi yang ilmiah. Bukan adu jotos, loh. Itu tidak Ilmiah! Sudah saatnya meningkatkan tradisi diskusi, membaca dan menulis, mulai dari ruang kelas. Dengan begitu, media kampus akan dipenuhi dengan berita-berita dari aktivitas yang ilmiah. Membentuk komite-komite kelas. Membangun tradisi riset. Berjuang bersama pekerja di kampus untuk mendapatkan upah yang layak dan status kerja yang jelas. Menyusun sebuah kurikulum alternatif yang lebih ilmiah dan bervisi kerakyatan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan begitu kita tidak perlu lagi jotos-jotosan. Jika ada yang dinilai salah, kritik dengan cara yang ilmiah. Buat tulisan, itu lebih tepat ketimbang saling pukul atau sindir menyindir dibelakang.<br><br><br><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><span><strong><em>Jamal, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmul.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aklamasi: Sebuah Kecacatan Demokrasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/aklamasi-sebuah-kecacatan-demokrasi/baca </link>
<guid> aklamasi-sebuah-kecacatan-demokrasi </guid>
<pubDate> Thu, 23 Nov 2017 01:40:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini dari Rafshanjani, Wakil Ketua Umum BEM FEB 2015-2016 mengenai polemik Pemira kali ini. (Sumber foto: dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/aklamasi-sebuah-kecacatan-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iUYtPaaRRx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aklamasi: Sebuah Kecacatan Demokrasi?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Akhir ini tensi Pemilihan Raya (Pemira) Unmul 2018 kembali meninggi, situasinya kembali memanas, dibandingkan beberapa tahun terakhir. Akhirnya pesta demokrasi yang 2 tahun terakhir terasa monoton kembali hadir dengan sebuah dinamika proses berpolitik yang baik. Sebagian menilai bahwasanya dinamika dan tensi tinggi ini tidak perlu terjadi dan dibesar-besarkan, seolah kita mengamini demokrasi yang damai tanpa bentuk perbedaan tensi dan suasana yang panas. Inilah pesta demokrasi yang sesungguhnya, 2 kubu saling serang, saling adu gagasan, saling adu pikiran untuk memajukan Universitas Mulawarman.</span></p><p style="text-align: justify;">Pemira KM Unmul 2018 menarik untuk kita simak, salah satu paslon menyatakan gugatan keberatan kepada paslon lawan karena memiliki kecacatan berkas dan menolak untuk melanjutkan proses debat kandidat. Sedangkan tergugat merasa bukti gugatan yang dilayangkan belumlah cukup kuat untuk menumbangkannya. Tercium aroma aklamasi dari sini, apabila memang mengandung kecacatan berkas maka paslon dinyatakan gugur! Ada yang menilai bahwasanya aklamasi merupakan sebuah kecacatan dalam dinamika demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">Mari kita telaah bersama secara mendalam, mengajak untuk membuka pikiran jika memang aklamasi merupakan kecacatan demokrasi. Melihat kasus gugatan yang sedang dilayangkan kepada paslon tergugat misalkan, ada berkas yang cacat dan tidak sesuai aturan yang berlaku. Jika kita berbicara dasar hukum AD/ART KM Universitas Mulawarman, maka kita tidak boleh menutup mata akan AD/ART KM setiap fakultas yang mungkin bertentangan atau tidak sejalan dengan AD/ART KM Universitas Mulawarman. Ada pendapat yang menyatakan bahwasanya jika jatuhnya aklamasi, maka demokrasi kita cacat dan pincang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada asap, pasti ada api. Ada sebab, maka ada akibat. Jika ditelusuri lebih dalam, apakah penggugat yang dinyatakan telah menciderai pesta demokrasi? Bukankah orang menggugat selalu ada alasan yang membersamainya? Dalam konteks ini adalah kecacatan berkas. Maka jika digugat tentang berkas, mana peran penyelenggara sebagai verifikator dalam hal ini? Jadi mana yang cacat, penggugat atau penyelenggara?</p><p style="text-align: justify;">Ini bukan tentang menyalahkan, mari kita membuka pikiran bersama-sama. Dalam salah satu berita yang diterbitkan<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>, saya cukup terkejut ada perbedaan pendapat antara penyelenggara dan pengawas. Mereka seperti saling tuduh mengapa kericuhan terjadi hingga batalnya debat kandidat. Tak puas melihat berita, saya bertanya kepada beberapa teman yang berada di lokasi debat kandidat, dan nyatanya memang terjadi perbedaan pendapat antara penyelenggara dan pengawas. Hingga salah satu penyelenggara menyebutkan pengawas tidak mempunyai hak untuk membatalkan debat kandidat tersebut. Jika terucap hal seperti itu, maka apa guna pengawas? Lebih baik ditiadakan saja jika saran atau keputusan pengawas hanya dijadikan sebuah referensi belaka.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, apakah aklamasi merupakan kecacatan dalam dinamika demokrasi? Saya rasa tidak, jika kita berbicara sebuah konteks yang terjadi pada Pemira KM Unmul kali ini. Mari kita coba bandingkan dengan kasus lain. Mudahnya saya analogikan seperti ini, anggap saja ada sebuah partai yang sangat kuat hingga partai lain enggan menandingi, meski sedang menghadapi sebuah pesta demokrasi. Karena tidak ada lawan, maka mereka membuat calon boneka yang sengaja dikalahkan hanya untuk menghindari aklamasi. Apakah hal tersebut merupakan demokrasi yang sesungguhnya? Bukan sebuah kecacatan? Jika kita bandingkan mana yang lebih cacat? Dari 2 calon menjadi 1 (aklamasi) karena digugat dalam sebuah pesta demokrasi atau menghadirkan calon boneka?</p><p style="text-align: justify;">Dinamika seperti inilah yang harus dilahirkan, perbedaan pendapat dan perbedaan ideologi itu adalah sebuah harmoni. Jangan mematikan dinamika karena tak ingin ada perdebatan. Justru perbedaan itu indah. Indonesia juga beragam, bukan? Dinamika adalah sebuah proses yang harus kita lewati untuk mencapai sebuah tujuan. Mari kita sebuah adu gagasan, adu pikiran, dan adu program secara<span>&nbsp;</span><em>fair</em>, hindari intervensi, hindari provokasi, hindari kolusi-kolusi jahat.</p><p style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman membutuhkan mahasiswa yang kritis, aktif, solutif, serta bekerja secara nyata. Sebagai seorang alumni Universitas Mulawarman dan mantan aktivis kampus, justru inilah yang saya tunggu. Dinamika yang saya rindukan, dinamika untuk menyatukan sebuah perbedaan. Siapapun yang menang, mereka harus profesional. Oposisi diberikan ruang untuk mengabdi, bukan ditendang. Siapapun yang kalah juga harus profesional, jangan menggunakan kekerasan dan berdamailah dengan hati.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ditulis oleh Rafshanjani, Wakil Ketua Umum BEM FEB 2015-2016.</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persembahan Besar Imapa dalam Ekspedisi Mulawarman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persembahan-besar-imapa-dalam-ekspedisi-mulawarman/baca </link>
<guid> persembahan-besar-imapa-dalam-ekspedisi-mulawarman </guid>
<pubDate> Thu, 23 Nov 2017 19:08:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Dok. Imapa Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persembahan-besar-imapa-dalam-ekspedisi-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0klH5G1I5F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Persembahan Besar Imapa dalam Ekspedisi Mulawarman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) Unmul kembali melakukan ekspedisi. Bertajuk Ekspedisi Mulawarman, perjalanan kali ini dipersembahkan Imapa untuk Universitas Mulawarman yang telah menginjak usia 55 pada September lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dibutuhkan persiapan yang matang agar ekspedisi bisa berlangsung di tahun 2017. Dadang Yono ketua ekspedisi mengatakan, langkah pertama sebelum memulai ekspedisi ialah dengan menentukan lokasi yang akan dituju dan melakukan studi kelayakan. Hal ini bertujuan menguji lokasi-lokasi yang ada di Kalimantan untuk menjadi sasaran tepat bagi tiap divisi. Empat divisi tergabung dalam perjalanan ini, yakni divisi Panjat Tebing, Penelusuran Gua, Gunung Hutan, dan Arung Jeram. Mahakam Ulu menjadi pilihan divisi Panjat Tebing.</p><p style="text-align: justify;">Studi kelayakan menjadi wajib hukumnya, karena mengangkat seputar hal menarik dari tempat tersebut. Seperti divisi Panjat Tebing, yang memilih Mahakam Ulu sebagai lokasi ekspedisi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tebing di sana memiliki keunikan tersendiri, tidak pernah dipanjat dan konon katanya terdapat makam di tebing tersebut. Seperti di daerah Toraja, padahal ini kan Kalimantan&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dari lokasi divisi Panjat Tebing, divisi Gunung Hutan akan membuat jalur pemetaan, kemudian membuat titik trianggulasi di daerah Liang Pran Mahakam Ulu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya di Samarinda, ekspedisi ini juga memilih spot yang cukup jauh. Seperti divisi Penelusuran Gua, yang bertempat di Kabupaten Berau. Nantinya mereka akan melakukan pemetaan dan meneliti biota apa saja yang terdapat di gua tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan divisi Arung Jeram akan dilakukan di Sungai Kayan Mentarang di Malinau. Sungai tersebut mengaliri beberapa desa, dan yang akan diteliti adalah pengaruh sungai tersebut terhadap masyarakat yang tinggal di desa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kan orang Dayak sangat mengandalkan sungai ya, mulai tranportasi dan lain-lain lewat sungai&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ekspedisi ini juga merupakan kompetisi bagi sesama anggota Imapa. Sebab itu, diadakan pencarian atlet dari anggota internal Imapa yang nantinya akan diberangkatkan ke empat tempat tersebut. Atlet terpilih akan digodok untuk memantapkan <em>skill</em> agar bisa melalui jalur dan menyelesaikan tujuan dari ekspedisi. Dibentuk tim khusus dari Imapa dalam melatih atletnya serta memberikan pendalaman ilmu sesuai divisi yang diambil.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak Sketsa pada Senin (6/10) lalu, salah satu angggota Imapa yang kerap disapa Sukri, memaparkan tiga misi utama ekspedisi kali ini. Yaitu penelitian, sosial-budaya, dan pariwisata melalui anggota Imapa yang menjelajah di empat tempat berbeda. Mereka juga meneliti hal berkaitan dengan alam, sosial masyarakat dan budaya setempat serta mengangkat pariwisata yang ada di Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Potensi kalimantan ini sangat besar, itu yang disayangkan. Pariwisata kita ini kurang diperhatikan, padahal kita selalu mengambil sumber daya ekstraktif &apos;kan.&rdquo; ujar mahasiswa Fakultas Pertanian ini.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai lokasi yang terletak di medan yang berat, tim ekspedisi telah memperhitungkan risiko berdasarkan hasil survei yang didapat. Risiko tersebut berupa jalur yang ditempuh sangat jauh, meliputi jalur air dan darat, medan yang berat, binatang buas dan berbisa. Terlebih rumah sakit yang jauh dari lokasi, bahkan data berupa peta susah sekali untuk didapat.</p><p style="text-align: justify;">Dana yang terlampau besar, menjadi kendala terbesar berjalannya ekspedisi ini. Walaupun mendapat dukungan non materiil dari pihak eksternal selain birokrat Unmul, seperti Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), hingga Gubernur Kalimantan Timur, dukungan materiil tetap yang paling dibutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang paling mahal ini dana transportasinya, akses kita untuk menuju setiap daerah itu susah. Terlebih kami membawa barang, jadi kami perlu carter transportasi,&rdquo;pungkasnya. <strong>(<em>arr/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Negara Besar, Takluk dengan yang Mulia Setya Novanto </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/negara-besar-takluk-dengan-yang-mulia-setya-novanto/baca </link>
<guid> negara-besar-takluk-dengan-yang-mulia-setya-novanto </guid>
<pubDate> Fri, 24 Nov 2017 00:24:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Status tersangka sudah melekat pada diri Setya Novanto, kasus demi kasus yang menjerat "yang mulia raja" selalu bebas. (Sumber foto: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/negara-besar-takluk-dengan-yang-mulia-setya-novanto/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ewtof15YtD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Negara Besar, Takluk dengan yang Mulia Setya Novanto</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Lagi, dan lagi masyarakat Indonesia dikagetkan dengan ulah ketua lembaga yang merupakan representatif masyarakat Indonesia. Sangat enak sekali negara besar yang mempunyai penduduk 250 Juta dipermainkan, dipermalukan dan ditaklukan oleh sosok yang bernama Setya Novanto.</p><p style="text-align: justify;">Kita ketahui bersama, bahwa kasus yang menggerogotinya adalah korupsi yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat, yaitu E-KTP. Jelas, telah membuat masyarakat terluka dan murka melihat pucuk pemimpin yang merupakan representatif masyarakat telah melakukan kejahatan korupsi.</p><p style="text-align: justify;">Ini jelas tidak bisa dibiarkan, status tersangka sudah melekat pada diri Setya Novanto, kasus demi kasus yang menjerat &quot;yang mulia raja&quot; selalu bebas. Melihat kasus ini, saya berpikir Setya Novanto mempunyai pintu kemana saja, asal dia bisa mempertahankan jabatan publiknya. Sungguh, negeri ini seperti mainan di mata &quot;papa rakyat&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Tak heran, negeri ini ini selalu dipenuhin kegaduhan politik yang dilakukan oleh para penguasa, jelas ini merusak nilai-nilai moral bangsa. Negara telah dicabik-cabik oleh ulah penguasa yang tidak mencintai Indonesia dan menghianati masyarakat. Kasus yang melibatkan Setyo Novanto dengan korupsi dana E-KTP dengan kerugian mencapai 2,3 Triliun. jelas semakin memperburuk citra pemimpin negeri ini, bukan sekedar itu. Harga diri bangsa Indonesia juga pun semakin buruk yang notabene Indonesia sebagai negara hukum.</p><p style="text-align: justify;">Kegaduhan yang dimunculkan oleh wakil rakyat semakin memperburuk martabat DPR, pemerintah dan terutama martabat masyarakat Indonesia. Kegaduhan bukan hanya sekali, sudah berkali-kali sampai puncaknya pada Kamis, 16 November 2017. Paduka Raja Setya Novanto mengalami kecelakaan saat menuju KPK, drama terjadi lagi. Papa dilarikan kerumah sakit dengan dalih tidak menyadarkan diri. Sungguh hebat penjahat rakyat yang membuat martabat Indonesia diciderai oleh kegaduhan konyol ini.</p><p style="text-align: justify;">Terhitung, sudah berkali-kali paduka raja menjadi tersangka kasus E-KTP dan kesempatan pertama bebas dari kasus tersangka di pra peradilan penuh kontroversi. Saat itu, dililit juga oleh sakit dan dirawat seketika sembuh saat terlepas kasus tersangkanya. Lincahnya Setya Novanto mulai dari berkelit, berkilah dari proses pelaksanaan hukum, hingga delapan kali mangkir dari panggilan KPK.</p><p style="text-align: justify;">Jelas, ini menjadi contoh buruk bagi masyarakat Indonesia. Pemimpin yang lahir dari rakyat, oleh rakyat dan akhirnya menghianati rakyat. Tak heran, nilai-nilai kepercayaan publik sudah diabaikan, kepentingan rakyat pun tak diurus dan sekarang hanya fokus untuk melanggengkan kursi kepemimpinannya. Tidak hanya menjadi contoh yang buruk bagi masyarakat dalam melakukan pengabaian terhadap hukum, tetapi juga telah melecehkan supremasi hukum, sampai melukai nilai keadilan di kehidupan berbangsa dan bernegara.</p><p style="text-align: justify;">Kegaduhan yang dipertontonkan oleh Setya Novanto dengan kasus yang menjadikan dirinya sebagai tersangka di antara sejumlah pelaku korupsi dana E-KTP itu, akan menyebabkan kepercayaan masyarakat turun dan semakin memperlihatkan bobroknya para pemimpin negeri ini. Karakter moral dan mental sudah semakin terkikis, melihat ulah yang dipertontonkan yang mulia Setya Novanto tidak mencerminkan sebagai pemimpin, tidak mengakui kesalahannya dan sudah tidak layak menjadi pemimpin lembaga representatif rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Pemimpin sejatinya adalah teladan bagi masyarakatnya, bukan menjadi penjahat masyarakatnya. Masyarakat sudah kebingungan, siapa lagi yang dipercaya sebagai wakil rakyat ?</p><p style="text-align: justify;">Setya Novanto, sebagai Ketua DPR RI berkali-kali mendapatkan kasus korupsi, tetapi masih tegap berdiri dengan kebebasannya sebagai tersangka. Setidaknya sudah ada empat kasus korupsi yang melibatkan nama Setya Novanto, yaitu kasus pengalihan hak tagih (cassie) Bank Bali (1999), kasus penyelundupan beras dari Vietnam sebanyak 60 ribu ton (2003), kasus penyelundupan limbah beracun (B-3) di Pulau Galang, Batam (2006), kasus korupsi proyek PON Riau 2012 (2012). Terakhir, Kasus korupsi E-KTP yang mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun adalah kasus yang melibatkan namanya setelah kasus PON Riau.</p><p style="text-align: justify;">Dari rekam jejaknya yang menunjukkan keperkasaan dan kepiawaian seorang Setya Novanto dalam urusan hukum korupsi, dia seolah-olah menjadi &quot;<em>power rangers</em>&quot; yang kebal akan serangan hukum yang menerpanya. Yang mampu mengalahkan kebalnya Setya Novanto hanya tiang listrik yang tak berdosa.</p><p style="text-align: justify;">Lucu kan penjahat zaman <em>now</em>? Konyol!</p><p style="text-align: justify;">Sikap berkelit dan menghindar bahkan sampai upaya melarikan diri yang dilakukan Setyo Novanto, jelas bukan sifat dan sikap kesatria yang terlanjur menjadi tontonan dunia, lokal dan nasional bahkan masyarakat internasional.</p><p style="text-align: justify;">Sikap kerdil Setyo Novanto yang memilih kabur dan menghindar dari upaya penjemputan paksa oleh KPK terkait dengan kasus korupsi E-KTP, toh sebagai pejabat publik harus mempertanggung jawabkan semua apa yang dilakukan kepada rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Upaya penegakan hukum dan penangkapan terhadap Setya Novanto harus dilakukan secepat mungkin. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut sampai akar-akarnya. Karena ini masalah harga diri dan martabat bangsa yang dipermainkan oleh Setya Novanto.</p><p style="text-align: justify;">Saya ingin mengkonversikan angka kerugian negara dengan kebutuhan masyarakat. E-KTP adalah program multiyears dengan jumlah anggaran spektakuler 5,9 Triliyun. Patut di curigai uang sebanyak itu telah di korupsi oleh penjahat yang bertopeng eksekutif dan legislatif sejak proses perencanaan di Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Perwakilan Rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Dana korupsi itu apabila di gunakan untuk membeli atau mengadakan satu barang atau bangunan. Kerugian negara sebesar 2,3 Triliun. Uang sebesar itu bisa memberikan 55 ribu mahasiswa yang mengikuti program Beasiswa Kaltim Cemerlang ditengah UKT mahal. Untung bukan?.</p><p style="text-align: justify;">Lagi, uang sebanyak itu bisa memberikan dana Bosda untuk SMA/SMK seluruh Kaltim dan guru makin sejahtera, tidak menunggak sana sini lagi, fasilitas sekolah terakomodir dan adik-adik kita pasti bahagia. Senang bukan?</p><p style="text-align: justify;">Artinya apa, banyak sekali program yang bisa dilakukan dengan dana sebesar itu. Dan bisa mengentaskan kemiskinan rakyat Indonesia, maka Pak Jokowi tidak perlu repot lagi memberikan kartu saktinya dan sepeda kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Saya ingin sampaikan bahwa korupsi E-KTP menjadi ujian serta tantangan bagi KPK. Jangan sampai KPK masuk angin dalam artian tidak mampu menuntaskan pekerjaannya secara profesional. Tidak percayanya masyarakat atas tuntasnya kasus korupsi E-KTP harus dijawab oleh Pemerintah, kalau tidak rakyat akan semakin murka dan skeptis terhadap kondisi hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Papa, hati-hati di jalan ya. Kalau jalan hati-hati lihatnya kedepan, jangan lihat kanan kiri seperti ketakutan. Nanti tabrak tiang listrik lagi, kasian itu dibangun pakai uang negara. Lain kali, hati-hati ya papa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Freijae Rakasiwi, Gubernur BEM FEB Unmul 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FKM Aklamasi Lagi, Alam: Mahasiswa Apatis! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkm-aklamasi-lagi-alam-mahasiswa-apatis/baca </link>
<guid> pemira-fkm-aklamasi-lagi-alam-mahasiswa-apatis </guid>
<pubDate> Fri, 24 Nov 2017 00:36:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Calon tunggal, Muhammad Alam Nugraha berpendapat redupnya semangat berorganisasi, ketertarikan menjabat, dan tuntutan lulus kuliah tepat waktu menjadi alasan Pemira tahun ini aklamasi di kalangan mahasiswa FKM. (Foto: Mahmudhah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkm-aklamasi-lagi-alam-mahasiswa-apatis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Hz6K9LsnzO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FKM Aklamasi Lagi, Alam: Mahasiswa Apatis!</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pemilhan Presiden BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) kembali aklamasi setelah sebelumnya pernah terjadi di tahun 2014. Calon tunggal, Muhammad Alam Nugraha berpendapat redupnya semangat berorganisasi, ketertarikan menjabat, dan tuntutan lulus kuliah tepat waktu menjadi alasan Pemira tahun ini aklamasi di kalangan mahasiswa FKM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya rasa apatisme mahasiswa terhadap kampusnya semakin lama makin meningkat. Wakil Dekan I juga bilang begitu,&rdquo; ujar mahasiswa angkatan 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Sejak awal, Alam mengaku terkejut saat dirinya mencalonkan diri seorang diri dan aklamasi tak dapat dihindari. Padahal, ia merasa persaingan untuk menjadi Presiden BEM FKM kala itu sangat ketat. Apatisme yang tinggi dirasakan Alam ketika ia hadir dalam suatu agenda umum yang diselenggarakan oleh salah satu lembaga kemahasiswaan di FKM yang menurutnya menarik tetapi kehadiran mahasiswa minim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetapi mahasiswa yang datang hanya sedikit, bisa dikatakan lebih banyak panitia daripada pesertanya,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Di FKM sendiri, ada 9 lembaga kemahasiswaan dari berbagai bidang. Setiap lembaga memiliki agendanya masing-masing, tetapi waktu pelaksanaannya berbeda-beda, dan belum ada inisiatif untuk membuat agenda bersama.</p><p style="text-align: justify;">Keresahan Alam tersebut akhirnya membuat ia berani maju dan menuangkannya dalam program kerja bernama &ldquo;Kita FKM, Kita Sehati&rdquo;, yang memiliki tujuan dan untuk memfasilitasi tiap lembaga dalam pelaksanaan agenda mereka, serta menjalin silaturahmi dengan kunjungan ke tiap lembaga.</p><p style="text-align: justify;">Proker lain yang diusung adalah &ldquo;Segitiga Kesehatan&rdquo;, yakni perjanjian kerja sama antar tiga fakultas kesehatan di Unmul antara lain Farmasi, Kedokteran, dan Kesehatan Masyarakat. Di kabinet sebelumnya, pernah dilakukan penandatangan kerja sama antar tiga fakultas kesehatan tersebut dalam agenda <em>open house&nbsp;</em>BEM FKM, tetapi masih terbatas dalam lingkup internal BEM saja. Hal inilah yanag ingin diubah Alam &nbsp;kelak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, di dalam proker ini saya maunya bukan cuma di lingkup BEM tapi mahasiswa FKM, Kedokteran, maupun Farmasi bisa ikut serta,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, program unggulan lainnya adalah &ldquo;Gerakan FKM Menulis&rdquo;, yang bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di kalangan mahasiswa yang dinilai sebagai kaum intelektual. Diawali dengan menulis proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), opini, kajian, dan sebagainya. Berdasarkan ketetapan DPM FKM, rencananya, Alam akan dilantik akhir November ini. <strong>(<em>cin/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Geliat Pemira di Fakultas Teknik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/geliat-pemira-di-fakultas-teknik/baca </link>
<guid> geliat-pemira-di-fakultas-teknik </guid>
<pubDate> Fri, 24 Nov 2017 00:41:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senin, 20 November lalu perayaan Pemira dihelat Fakultas Teknik (FT). (Sumber Ilustrasi: kompasiana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/geliat-pemira-di-fakultas-teknik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IsBxs3Vzwr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Geliat Pemira di Fakultas Teknik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Senin, 20 November perayaan Pemira dihelat Fakultas Teknik (FT). Sebelumnya, serangkaian agenda Pemira telah dijalankan KPPR dimulai sejak sosialisasi pada (10/10) hingga tahapan-tahapan selanjutnya. Pada (15/11) lalu, kampanye terbuka digelar di lapangan utama FT sekitar pukul 11.00 Wita. Ada dua calon yang maju bertarung dalam Pemira FT tahun ini. Mereka adalah Candra Yoga Prastyantok-Epansyah Miharja dan Yoga Pratama Khatulistiwa-Ahmad Irvan Purwazi. Masing-masing berdiri dengan tagline sebagai paslon 1 dan 2.</p><p style="text-align: justify;">Candra-Epansyah mengusung Bergerak untuk Mengabdi. Sedangkan Yoga-Irvan dengan Sinergi Perbaikan-nya. Kampanye disaksikan segenap sivitas FT.</p><p style="text-align: justify;">Esok harinya (16/11), pertarungan dan adu gagasan dua paslon dalam sesi debat kandidat dipergelarkan. Tema &ldquo;Urgensi Riset dan Penalaran dalam Menjawab Kebutuhan FT Unmul&rdquo; dipilih KPPR untuk mengejawantahkan buah gagasan kedua paslon kepada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Candra-Epansyah dari paslon 1 yang mengusung visi BEM CERDAS (Cermat, Edukatif, Responsif, Dedikasi, Agresif, dan Solidaritas), membawa tiga program unggulan, yakni Engineering Fair&mdash;proker riset dan prestasi mahasiswa FT, PROSTEK, yakni pekan olahraga dan seni untuk meningkatkan daya saing mahasiswa, serta Kelas Edukatif yang ber-<em>front</em> pada diskusi dan musyawarah seputar masalah kampus dalam kurun waktu tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Yoga-Irvan mengusung visi BEM FT sebagai wadah mensinergiskan gerakan mahasiswa. Paslon ini pun punya tiga program unggulan, yakni Gerakan Teknik Peduli, yang bertujuan menumbuhkan kepedulian mahasiswa FT terhadap lingkungan Samarinda dan Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ada Aspirasi Mahasiswa Terinspiratif, bertujuan memberikan apresiasi pada mahasiswa yang berkarya di bidang akademik maupun non akademik. Terakhir, Dies Natalis FT 2018 sebagai ajang mempererat silaturahmi peringatan hari jadi FT.</p><p style="text-align: justify;">Dalam laporannya, Ketua KPPR Widi Satrio Gumilang menyampaikan perjalanan kegiatan Pemira. Mulai sosialisasi, pendaftaran, verifikasi, pemaparan esai paslon ke Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Teknik (KBMFT) Unmul, kampanye terbuka, hingga debat kandidat, proses pemungutan suara, hingga perhitungan dan penetapan nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FT I Gede Astika Guna Sanjaya mengapresiasi jalannya Pemira tahun ini. &ldquo;Pemira FT Unmul merupakan salah satu rangkaian dari agenda bulan demokrasi Fakultas Teknik, dari dinamika dan perjalanannya telah banyak memberikan pencerdasan dalam berdemokrasi bagi mahasiswa,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku bersyukur atas lancarnya gelaran Pemira tahun ini. Yang mana antusias mahasiswa yang begitu terasa dengan sistem konvensional dibuktikan dengan jumlah pemilih yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dibandingkan dengan fakultas lain, rasio pemilih FT lebih tinggi daripada yang tidak memilih. Sudah lebih 50 persen dari jumlah mahasiswa aktif kami sebanyak 1300. Ini harus terus kita tingkatkan. Saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa teknik dan teman-teman KPPR yang sudah berusaha keras,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Jaya, Dekan FT Unmul Muhammad Dahlan Balfas pun menaruh harap bagi nakhoda BEM FT ke depan. &ldquo;Semoga ada inovasi-inovasi baru dari pemimpin BEM FT Unmul periode 2018 selama memimpin pergerakan mahasiswa,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Proses perhitungan suara pun telah dilakukan, hasilnya Candra-Epansyah meraih 237 suara, dan Yoga-Irvan unggul dengan 405 suara dengan rincian 28 suara tidak sah dari total 670 suara yang masuk.</p><p style="text-align: justify;">Adapun hari ini, Kamis, 23 November telah berlangsung pembacaan Surat Keputusan Komisi Penyelenggara Pemilu Raya Fakultas Teknik (KPPR-FT) Universitas Mulawarman No. 009/Kep/KPPR-FT/XI/2017 Tentang Penetapan Ketua Dan Wakil Ketua Terpilih Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Periode 2018. <strong><em>(dan/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FISIP Melawan Aklamasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-melawan-aklamasi/baca </link>
<guid> pemira-fisip-melawan-aklamasi </guid>
<pubDate> Fri, 24 Nov 2017 00:47:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senin (20/11) kampus pergerakan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar Fit and Proper Test & Debat Kanidat oleh Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP. (Foto: Shafira) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-melawan-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/B5WBItG9YD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FISIP Melawan Aklamasi?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-</strong> Senin (20/11) kampus pergerakan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar <em>Fit and Proper Test</em> &amp; Debat Kandidat Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP nomor dua yakni Andi Muhammad Akbar dan Yohanes Richardo serta dua calon ketua DPM FISIP. Kegiatan tersebut terselenggara di ruang Serbaguna FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dilansir dalam berita <em>Sketsa</em> sebelumnya, hanya ada satu pasang calon BEM FISIP yang maju dan itu berarti aklamasi akan terjadi lagi. Namum, Andi Muhammad Akbar, Capres BEM FISIP 2018 menampik hal tersebut. Menurutnya, Pemira BEM FISIP tetap demokrasi dengan melawan golongan putih.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami melawan aklamasi atau kotak suara, kami <em>fair fair&nbsp;</em>saja, melihat tahun kemarin juga BEM FISIP aklamasi. Agar kita tidak disuguhi langsung terpilih begitu saja, tapi minimal melawan kotak kosong,&quot; ucapnya Selasa (14/11).</p><p style="text-align: justify;">Acara debat kandidat dimulai pukul 13.35 Wita dan dibuka langsung oleh Dekan FISIP Muhammad Noor. Dalam ruang Serbaguna yang dingin, terasa suasana cukup lengang, hanya ada panitia penyelenggara dan beberapa mahasiswa yang tampak menyaksikan. Debat kandidat menghadirkan tiga orang dari meja penelis, yakni Budiman, Sri Murlianti, dan Hartina. Budiman dan Sri Murlianti berasal dari kalangan akademisi FISIP, sedangkan Hartina mewakili organisatoris mahasiwa FISIP. Debat dipandu Amelia Rizky Yunianty sebagai moderator.</p><p style="text-align: justify;">Sesi pertama dimulai. Paslon nomor dua dipanggil menuju panggung untuk memaparkan visi, misi, dan program unggulannya. (Baca:<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en-GB&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-yang-kembali-dirayakan/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1511523237633000&amp;usg=AFQjCNGj9hA7wfZb2zhwSKGzJy_5SBVc3g" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-yang-kembali-dirayakan/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-yang-kembali-dirayakan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-yang-kembali-dirayakan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Masuk ke sesi kedua yakni tanya jawab, beragam pertanyaan datang dari ketiga penelis, moderator, hingga mahasiswa yang mengikuti acara debat kandidat. Hartina bertanya mengenai cara menumbuhkan empati mahasiswa untuk ikut berorganisasi tetapi tidak mengganggu kuliah melihat banyaknya hambatan yang ada mulai dari egosentris organisasi di FISIP hingga pelarangan-pelarangan berorganisasi yang dilakukan oleh oknum dosen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kampus merupakan tempat pembelajaran di mana kita menerima teori, tetapi teori tanpa praktik merupakan hal yang sia-sia, maka di organisasilah tempat kita mempraktikan teori yang kita dapatkan dari perkuliahan. Akademis tidak boleh dilupakan sama sekali dan organisasi juga merupakan hal penting. Menumbuhkan empati mahasiswa adalah dengan cara membangun kesadaran mahasiswa sehingga para mahasiswa dapat melek terhadap politik,&rdquo; jawab Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Sesi terakhir yakni sesi kesimpulan, di mana dalam waktu yang singkat Akbar-Richardo harus mampu menjelaskan kembali mengenai visi dan misi mereka serta meyakinkan hadirin untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara yang dilakukan hari ini (23/11). Acara dilanjutkan dengan sesi debatkandidat calon ketua DPM FISIP. <strong>(<em>fir</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>ubg</em></strong><strong><em>/aml</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Spanduk Paslon 1 yang Juga Raib </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/spanduk-paslon-1-yang-juga-raib/baca </link>
<guid> spanduk-paslon-1-yang-juga-raib </guid>
<pubDate> Fri, 24 Nov 2017 18:25:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar hilangnya spanduk yang menimpa paslon 2 beberapa waktu lalu, rupanya dialami pula oleh paslon 1. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/spanduk-paslon-1-yang-juga-raib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4utoaBSkCr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Spanduk Paslon 1 yang Juga Raib</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kabar hilangnya spanduk yang menimpa paslon 2 beberapa waktu lalu, rupanya dialami pula oleh paslon 1. Diwawancara melalui pesan daring pada (19/11), Ketua Timses 1 Andi Muhammad Akbar memberikan keterangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, baliho paslon nomor 1 yang terletak di samping FMIPA sempat digunting di bagian bawahnya. Spanduk kami ada tiga yang hilang. Bedanya, kami tidak dipublis,&rdquo; jawab Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Akbar menyebut tiga lokasi hilangnya atribut kampanye paslon 1 yakni di depan Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi Bisnis, dan terakhir di kampus FKIP Pahlawan. Raibnya spanduk terjadi sehari sebelum hilangnya spanduk paslon dua. Kurangnya bukti, menjadi salah satu alasan Akbar bersama barisan times dan relawan paslon 1 enggan melaporkannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena proses pelaporan juga harus ada yang digugat dan ada bukti kuat, sementara kami tidak memiliki bukti. Saksi mata harus benar-benar mampu membuktikan siapa yang melakukan hal tersebut,&rdquo; jelas mahasiswa Pembangunan Sosial itu.</p><p style="text-align: justify;">Akbar menduga, ada oknum yang sengaja bermain di belakang isu Pemira. Meski begitu, ia tak berani memastikan motif oknum melakukan hal tidak menyenangkan itu. &ldquo;Saya juga tidak bisa memastikan tujuan apa yang diinginkan. Tapi, menurut saya oknum tersebut sukses membuat kegaduhan,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>asr/aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Atribut Kampanye Paslon 2 Hilang, Satpam Beri Saksian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/atribut-kampanye-paslon-2-hilang-satpam-beri-saksian/baca </link>
<guid> atribut-kampanye-paslon-2-hilang-satpam-beri-saksian </guid>
<pubDate> Fri, 24 Nov 2017 19:01:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Baru sehari terpasang, kabar hilangnya beberapa spanduk paslon nomor urut 2 dengan cepat tersebar. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/atribut-kampanye-paslon-2-hilang-satpam-beri-saksian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xGIe9eDvAI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Atribut Kampanye Paslon 2 Hilang, Satpam Beri Saksian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp; Baru sehari terpasang, kabar hilangnya beberapa spanduk paslon nomor urut 2 dengan cepat tersebar. Di hari yang sama, baliho yang menampilkan kedua pasangan calon Presiden BEM KM ini terlihat sobek. Padahal, sesuai <em>timeline</em> pemira dari DPM KM, kejadian pada (17/11) lalu ini bertepatan satu hari jelang debat kandidat.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi <em>Sketsa</em> pada (18/11) dalam agenda Debat Kandidat, Muhamad Miswar Nasir timses paslon 2 mengatakan, hilangnya spanduk kali &nbsp;ini bukanlah yang pertama. &ldquo;Awalnya hilang di persimpangan FEB, lalu kami klarifikasi ke bagian keamanan, karena dengar-dengar satpam yang cabut,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dibenarkan pihak keamanan. Satpam telah melepas tiga buah spanduk di tiga buah titik, yaitu di depan Dekanat FISIP, persimpangan FEB, lalu di depan Perpustakaan Unmul. Diambilnya spanduk tersebut demi menjaga kebersihan pemandangan, mengingat rata-rata spanduk dipasang di antara pohon-pohon dan dianggap terlihat menganggu.</p><p style="text-align: justify;">Dwi Haryanto, salah satu satpam menyebut, seluruh spanduk yang dipasang bukan pada tempatnya, sudah pernah dilepas sebelum akhirnya dipasang kembali, &ldquo;Itu semua sudah pernah kami lepas, termasuk di pohon-pohon. Agar terlihat tidak semrawut, dan itu juga aturan dari pimpinan&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sampaikan ke pada pihak keamanan bahwa tempat-tempat yang dipasang adalah lokasi umum untuk pemasangan spanduk, dan katanya sekarang coba ditertibkan agar terlihat tidak kotor dan rapi,&rdquo; ucap Miswar senada.</p><p style="text-align: justify;">Meski sebelumnya pernah kehilangan spanduk, namun kehilangan terbaru ini tak jelas juntrungannya siapa oknum yang mencabut paksa dua spanduk tersebut. Pihak keamanan kampus mengaku tak tahu-menahu. Mereka merasa tidak pernah mengambil spanduk selain di hari itu. Namun, salah seorang satpam yang tengah berjaga di malam itu melihat beberapa orang tengah melepas spanduk.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Satu orang satpam bilang jam 3 subuh memang ada yang mengambil spanduk, dan ini mereka pasti punya kepentingan&rdquo; tuding Miswar.</p><p style="text-align: justify;">Di hari yang sama, ramai pesan <em>broadcast</em> tersebar di ruang obrolan. Sebuah tulisan berjudul KITA dan Perjuangan, berisi keikhlasan yang ditunjukkan atas kejadian yang terjadi dalam tim paslon ini. Ketika ditanya langkah selanjutnya untuk mengusut siapa oknum tersebut, Miswar mengatakan ia bersama timnya tidak ingin terlalu jauh mencari tahu dan berburuk sangka kepada siapa pun.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan, dengan hilangnya spanduk dan baliho ini membuat tim ini semakin diingatkan tentang makna perjuangan, &ldquo;Hilangnya spanduk itu malah buat teman-teman semakin bersemangat, bahwa kita sedang berjuang,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penelusuran ke Pihak Keamanan Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Malam itu jadwal Chandra untuk melakukan piket jaga. Sekitar pukul 12 malam, ia melakukan patroli dan situasi kampus terbilang aman. Begitu pun dengan spanduk dan baliho yang waktu itu dikataknnya masih terpasang pada tempatnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 3 dini hari, dari pos jaga Rektorat, ia melihat kurang lebih empat motor yang terus berkeliling seperti sedang melakukan survei. Setelah beberapa kali berputar-putar di sekitar kampus, gerombolan motor itu berhenti di antara persimpangan FEB dan depan dekanat FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Gelagatnya sempat membuat Chandra merasa heran. Salah satu orang turun dan melepas spanduk, yang merupakan spanduk paslon nomor urut 2.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sempat heran, ngapain berhenti di situ? Dia lepas salah satu spanduk di sana, kemudian lari kembali ke gerombolannya yang bawa motor,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Chandra tidak dapat melakukan upaya pengejaran lantaran tidak tahu bahwa oknum tersebut mengambil spanduk milik orang lain, &ldquo;Saya enggak tahu, saya pikir ngambil spanduknya dia sendiri. Lagian enggak ada kesepakatan apa pun untuk mengawasi atribut kampanye,&rdquo; katanya. <strong><em>(adl/aml)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akan Rilis Ngadu, Norman Bantah Disebut Kebut Proker </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akan-rilis-ngadu-norman-bantah-disebut-kebut-proker/baca </link>
<guid> akan-rilis-ngadu-norman-bantah-disebut-kebut-proker </guid>
<pubDate> Sat, 25 Nov 2017 01:26:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejak kampanye Presiden BEM KM Unmul pada Pemira 2017 lalu, Ngadu memang diposisikan sebagai salah satu program kerja unggulan Norman-Bhakti.

sumber foto: instagram.com/bemkmunmul/ </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akan-rilis-ngadu-norman-bantah-disebut-kebut-proker/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zg3nX3DxDx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akan Rilis Ngadu, Norman Bantah Disebut Kebut Proker</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Sejak kampanye Presiden BEM KM Unmul pada Pemira 2017 lalu, Ngadu memang diposisikan sebagai salah satu program kerja unggulan Norman-Bhakti. Nyatanya, Ngadu baru terdengar kembali di akhir kepengurusan.</p><p style="text-align: justify;">Anggapan &ldquo;kebut proker demi selamat saat rapat evaluasi&rdquo; ditepis Norman. Ia membantah kerja-kerja menuntaskan Ngadu yang kini dilakukannya merupakan upaya agar selamat dari serangan peserta rapat nantinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan kita mau lari dari pertanggungjawaban, tapi memang karena kesibukan dan banyak sekali kendala dalam perjalanannya. Target sebenarnya di pertengahan semester, Ngadu sudah bisa di download. Bukan kita enggak garap, kita tetap garap,&rdquo; ucap Norman saat ditemui di muka Sekretariat Imapa.</p><p style="text-align: justify;">Menagih janji soal Ngadu memang tak banyak muncul dari mulut mahasiswa umum. Sejumlah pihak menduga karena yang hadir kampanye dan memantau pergerakan paslon kala itu sangat minim, bahkan bisa dibilang tidak ada selain timses dan orang-orang yang berada di lingkaran Pemira. Evaluasi datang saat rapat evaluasi caturwulan II pada 16 Juni lalu, saat DPM KM Unmul mempertanyakan Ngadu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktu itu kita masih godok biar pas launching tidak bermasalah. Sewaktu ditanya, kita bilang masih tahap finishing,&rdquo; aku Norman.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, belum juga Ngadu diluncurkan sudah ada gerakan serupa bernama Lapor. Aplikasi yang juga ditujukan untuk menampung aspirasi dan pengaduan dari sivitas Unmul dengan cara melapor lewat pesan singkat. Menanggapi itu, Norman tak gentar. Menurutnya, itu bukan produk Unmul dan lebih mengarah ke penyelesaian lewat kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya enggak khawatir tumpang tindih atau tersaingi. Karena bedalah sama mekanisme kita di Ngadu. Saya yakin tujuannya sama tapi caranya beda,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Perkara keberlanjutan, Norman ingin Ngadu diteruskan oleh Presiden BEM KM Unmul terpilih nantinya. Untuk itu, akan dibangun koordinasi dengan yang terpilih. &ldquo;Selama ini mahasiswa tidak tahu harus ngadu ke mana, yang terpilih nanti tinggal melanjutkan, enggak perlu riset dari awal. Insyallah ketemu rektor Selasa (22/11) sekalian kita bicarakan Ngadu,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan kapan Ngadu akan diluncurkan.</p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dimungkiri, belum banyak yang tahu Ngadu adalah salah satu butir janji kabinet Gelora Perbaikan. Sejumlah mahasiswa mengeluhkan minimnya publikasi dan perlu dilakukan sosialisasi yang lebih gencar lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Publikasi Ngadu masih kurang, jadi jarang ada anak Unmul yang tahu. Mungkin perlu sosialisasi dan publikasi tentang gimana cara menggunakan dan dampak apa yang kita dapat dari aplikasi ini,&rdquo; kata Oktaviyaza, mahasiswa Pendidikan Kimia 2015. (<em><strong>aml/adl</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menagih Janji Kampanye Norman-Bhakti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menagih-janji-kampanye-norman-bhakti/baca </link>
<guid> menagih-janji-kampanye-norman-bhakti </guid>
<pubDate> Sat, 25 Nov 2017 03:05:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Foto: instagram.com/bemkmunmul/) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menagih-janji-kampanye-norman-bhakti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I1B6YY98pZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menagih Janji Kampanye Norman-Bhakti</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Ngadu ini nantinya akan jadi aplikasi untuk teman-teman mengadukan apa pun yang jadi keresahan, termasuk pencurian helm dan sebagainya,&rdquo; demikian Norman memapar janji program unggulannya saat kampanye akbar pada 10 Oktober di halaman Gedung MPK, setahun silam.</p><p style="text-align: justify;">Faktanya, jelang akhir kepengurusan kabinet Gelora Perbaikan yang tinggal menghitung hari, Ngadu belum juga lahir. Beberapa kali sempat dikabarkan hendak <em>launching</em>, Ngadu nyatanya belum terpublikasikan. Hal ini langsung dibantah Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ngadu sebenarnya sudah siap. Tinggal tunggu <em>launching</em>, nanti mahasiswa bisa <em>download</em> dan gunakan. Kita hanya menunggu momen rektor bisa hadir menyaksikan,&rdquo; ucapnya kepada <em>Sketsa</em> pada (16/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">13 November lalu, Ngadu rupanya siap diluncurkan. Sayangnya, miskomunikasi terjadi antara BEM KM Unmul dengan Sekretaris Rektor yang diketahui Norman tidak menyampaikan adanya agenda tersebut kepada rektor. Ini menyebabkan agenda yang juga dirangkaikan dengan evaluasi kinerja Masjaya itu terpaksa batal.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Norman, hal itu tak masalah. Pun jika tidak ditemukan momen sekalipun, Ngadu tetap bisa di <em>launching</em>. Hanya saja, ia benar-benar mengharapkan Rektor Masjaya bisa melihat karya asli mahasiswa Unmul sebagai sumbangsih nyata untuk perbaikan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Menaggapi kasak-kusuk lambannya program kerja ini digarap, mahasiswa FEB itu juga menyebut ada beragam kendala yang menyebabkan Ngadu baru bisa dieksekusi di ujung kepengurusan. &ldquo;Kita garap <em>website</em> BEM KM, sambil garap Ngadu ini juga. Kemudian, kendala anggaran, SDM, dan pembagian agenda kerja kita. Ada yang lebih kita prioritaskan untuk dikerjakan lebih dulu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, proses pertama untuk mengakses aplikasi Ngadu adalah melakukan registrasi menggunakan NIM supaya terdaftar sebagai anggota. Selanjutnya, untuk mengadukan keluhan atau kritik, anggota mengisi kolom khusus untuk menulis aduan lalu dikirim dan mendapat balasan dari admin. Ada tiga kolom, yakni keamanan, sarana prasarana, dan pelayanan. Setiap aduan rencananya akan ditindaklanjuti per bulan. Namun, untuk kasus-kasus yang harus segera diselesaikan, ada pertimbangan khusus.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai tindak lanjut aduan, akan dibahas di internal BEM KM Unmul, Rapat Badan Pengurus Harian, dan BEM se-Unmul. Barulah setelah itu, jika dibutuhkan, koordinasi dengan pihak rektorat dilakukan. &ldquo;<em>Goal</em>-nya lebih ke bagaimana masalah-masalah di Unmul ini bisa kita tampung, untuk evaluasi kebijakan, dan solusi itu mungkin nanti bisa kita munculkan bersama. Entah nanti dari hasil rembuk bareng BEM se-Unmul atau bareng orang rektorat,&rdquo; tutup Norman.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Gita Rizqi Ramita, mahasiswi Farmasi mengaku masih takut kalau Ngadu jadi diluncurkan. Pasalnya, belum ada jaminan keamanan bagi pelapor aman setelah mengadu. &ldquo;Ngadu ini bagus, mahasiswa bisa mengeluarkan unek-uneknya. Tapi mahasiswa masih takut, nanti diproses lebih lanjut gitu,&rdquo; resahnya.<strong><em>(aml/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maraknya Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan, BEM KM Unmul Helat Simposium Perempuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/maraknya-kekerasan-terhadap-anak-dan-perempuan-bem-km-unmul-helat-simposium-perempuan/baca </link>
<guid> maraknya-kekerasan-terhadap-anak-dan-perempuan-bem-km-unmul-helat-simposium-perempuan </guid>
<pubDate> Sat, 25 Nov 2017 04:14:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Foto: Dok. BEM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/maraknya-kekerasan-terhadap-anak-dan-perempuan-bem-km-unmul-helat-simposium-perempuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tBmR44XV88.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maraknya Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan, BEM KM Unmul Helat Simposium Perempuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dalam rangka menyambut Hari Anak Internasional, BEM KM Unmul gelar diskusi simposium perempuan pada Senin (20/11) lalu. Bertempat di Aula Serbaguna Rektorat, diskusi ini hadirkan sejumlah pemateri kompeten. Mengusung tema Wujudkan Kota Ramah Anak dari Samarinda untuk Indonesia, diskusi ini membahas seputar kejahatan sosial yang kian marak terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang turut dihadiri Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi ini dibuka langsung oleh Rektor Unmul Masjaya. Dalam sambutannya, Masjaya sampaikan kekhawatirannya terhadap perempuan dan anak-anak yang terlantar di Samarinda. Mengingat angka kejahatan terus meningkat tiap tahunnya.</p><p style="text-align: justify;">Perkembangan teknologi yang makin canggih juga menyimpan keresahan bagi Masjaya, &ldquo;Karena <em>gadget</em>, banyak sekali anak-anak di sekitar kita yang kurang perhatian dari kita,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi ini diisi oleh beberapa pemateri yang berasal dari beragam profesi. Di antaranya Eka Komariah Kuncoro selaku Ketua P2TP2A Kaltim, Adji Suwignyo Ketua Harian KPAD Samarinda, Lisda Sofia Kepala Prodi Unmul, Mahmuda selaku Founder Rumah Qur&rsquo;an, Sri Puji Astuti Ketua Komisi lV DPRD Samarinda, Hardiana Muriyani Kepala Bidang PPPA BPPKB Prov.Kaltim, Nur Ahlina Hanifah Ketua KPIS Samarinda, Sitti Badrah Nurul Rochimah Ketua KOHATI Samarinda, Fajar Hafini selaku Fasilitator FAKT, Kombes Pol Reza Arief Dewanto dari Kapolres Samarinda, serta Maya Rahmanah Koordinator Forum Perempuan Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pemaparan materinya, Eka Komariah Kuncoro mengatakan, tidak mudah untuk mewujudkan kota ramah anak apalagi kota layak anak. Mengingat kurangnya perhatian orang tua kepada anak-anaknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apalagi sekarang banyak kekerasan pada anak, terutama kekerasan seksual,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat kekerasan seksual menempati urutan kedua kasus kekerasan pada perempuan dan anak setelah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Mirisnya, kejahatan ini berasal dari orang terdekat korban. Terlebih saat ini anak-anak sudah mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis dengan berpacaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Punya pacar jangan lebay hubungannya,&rdquo; candanya mencairkan suasana.</p><p style="text-align: justify;">Maya Rahmanah yang juga selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM KM menegaskan angka kejahatan yang terus meningkat setiap tahunnya di Kota Tepian harus segera diatasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Samarinda termasuk kota ramah anak, tapi fakta di lapangan tidak. Bahkan baru-baru ini telah terjadi pelecehan seksual anak, yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Besar harapannya dengan diadakannya simposium ini, dapat menyadarkan masyarakat dan bisa berpengaruh dalam akan mengurangi tingkat kekerasaan pada perempuan dan anak. Sebab sebagai generasi penerus bangsa, hendaknya kita bersama dalam melindungi dan mencegah terjadinya kekerasan dengan peduli pada lingkungan sekitar. <strong><em>(bip/ubg/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 3 Tempat Fotokopi Murah di Kawasan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/3-tempat-fotokopi-murah-di-kawasan-unmul/baca </link>
<guid> 3-tempat-fotokopi-murah-di-kawasan-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 25 Nov 2017 20:11:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa tidak bisa lepas dari yang namanya fotokopi. Tugas kuliah mahasiswa tak jarang membutuhkan jasa fotokopi dan terkadang jumlahnya pun tidak sedikit. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/3-tempat-fotokopi-murah-di-kawasan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PNR0UD1k0B.jpg" />
					</figure>
			                <h1>3 Tempat Fotokopi Murah di Kawasan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Mahasiswa tidak bisa lepas dari yang namanya fotokopi. Tugas kuliah mahasiswa tak jarang membutuhkan jasa fotokopi dan terkadang jumlahnya pun tidak sedikit. Situasi seperti ini yang membuat beberapa mahasiswa berat mengeluarkan uang untuk fotokopi. Sketsa mencoba memberikan referensi tempat fotokopi yang harganya cukup terjangkau di kawasan Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKYPrintShop</strong></p><p style="text-align: justify;">Tempat yang menyediakan jasa fotokopi ini terletak di Jalan Pramuka, tepatnya bersebelahan dengan Indomaret. Fotokopi ini cabang dari fotokopi Multi Print yang berlokasi di Jalan Pramuka 5. SkyPrintShop ini melayani mulai dari fotokopi hingga jilid skripsi, bahkan di sini juga melayani fotokopi berwarna. Harganya pun murah, hanya Rp125 untuk fotokopi hitam putih. Tempat ini juga menjual alat-alat tulis dan fasilitas browsing internet.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Shofi Foto Copy Laser</strong></p><p style="text-align: justify;">Beralih ke Jalan Perjuangan, ada tempat fotokopi yang tidak pernah sepi dikunjungi mahasiswa, Shofi Foto Copy Laser. Namun, sangat disayangkan fotokopi ini memiliki lahan parkir yang kecil sehingga menyulitkan mahasiswa yang ingin parkir dan keluar masuk. Tidak jauh berbeda dengan fotokopi sebelumnya, di tempat ini juga melayani dari fotokopi, jilid skripsi, cetak ID Card, sampai buku Yasin. Harga yang ditetapkan pun murah, untuk fotokopi hitam putih hanya Rp125 dan untuk penjilidan skripsi hanya Rp25 ribu dan proses penjilidan paling cepat dua hari. Cukup murah bukan? Tempat ini juga menyediakan komputer-komputer lengkap dengan fasilitas internetnya dan menjual keperluan alat tulis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Al-Hikmah</strong></p><p style="text-align: justify;">Keluar dari kawasan Pramuka dan Perjuangan, ada fotokopi yang cukup murah terletak di Jalan Suwandi. Fotokopi ini mematok harga hanya Rp100 perlembar untuk fotokopi hitam putih. Abdur Rahman, pemilik fotokopi Al-Hikmah menjelaskan jika ia berani memberikan harga murah karena ingin bersedekah. Selain itu, Rahman juga mengatakan ia tidak perlu membayar uang sewa tempat dan gaji karyawan. Selain jasa fotokopi, Al-Hikmah juga menjual berbagai macam keperluan alat tulis.</p><p style="text-align: justify;">Itulah 3 tempat fotokopi murah yang bisa menjadi referensi Anda mahasiswa untuk menuntaskan tugas perkuliahan. Selamat menjajal dan menyelesaikan tugas kuliah! (<strong><em>erp/els</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pohon Parkir Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/pohon-parkir-kampus/baca </link>
<guid> pohon-parkir-kampus </guid>
<pubDate> Sun, 26 Nov 2017 00:21:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen berjudul, "Pohon Parkir Kampus" yang ditulis oleh Rabi'atul Husna. Mahasiswi Akuntansi FEB 2015. (Sumber Ilustrasi: pinterest.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/pohon-parkir-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iZMzQAp91r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pohon Parkir Kampus</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><em>Tak ada yang spesial dari sebatang pohon, tidak hingga aku mengenalmu dan merajut detik disaksikan sebatang pohon. Ini bukan kisah bahagia sepasang kasmaran di tengah hutan atau di tengah taman. Ini hanya sebuah kisah tentangku, tentangmu dan sebatang pohon di parkiran kampus. Tentu saja ada sedikit rindu dendam, cinta, senyum dan seiris luka.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>***</em></p><p style="text-align: justify;">Pagi itu aku terlambat bangun. Pukul tujuh kurang lima menit aku sudah memacu motor menuju kampus. Masih sepi. Tapi untuk memulai menulis rangkuman 1 bab buku dengan dua belas halaman folio bergaris ditambah 10 soal yang tidak kumengerti, sepagi ini terasa telat. Belum lagi aku harus mengambil buku yang tersimpan dalam loker di sekretariat lembagaku. Itulah mengapa aku menganggap diriku terlambat. Parkiran masih kosong, hanya ada seorang lelaki, duduk di motor dan sibuk dengan <em>smartphone</em>nya. Tempat yang bagus, karena dahan pohon yang rindang meneduhkan bagian itu. Aku parkir di sebelahnya. Buru-buru meletakkan helm dan bergegas ke kelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hei tunggu, kau belum mencabut kunci motormu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku berhenti, dan melihat ke belakang. Aduh, bodohnya! Sembrono membiarkan kunci motorku bergelantungan begitu saja. Sambil tersenyum menahan malu, aku kembali ke motor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tak usah terburu-buru. Ini masih pagi, belum ada dosen,&rdquo; kau tersenyum padaku.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya aku ingin mendiamkanmu saja, tapi rasa terimakasih membuatku membalas teguranmu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau sendiri sepagi ini sudah di sini? Mau nyontek ya?&rdquo; ucapku sembarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku menunggu teman. Jangan-jangan malah kamu yang mau nyontek? Sampai terburu-buru begitu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ups, salahku berbicara tanpa berpikir. Sehingga apa yang aku ucapkan tak lain refleksi diriku sendiri. Terlanjur malu, aku bergegas meninggalkan tempat itu. Bahkan lupa mengucapkan terimakasih.</p><p style="text-align: justify;">Pagi itu, ya pagi di bawah dahan pohon itu lembar kisah kita dimulai.</p><p style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">Esoknya aku berangkat kuliah pagi-pagi. Jam tujuh lewat lima belas menit sudah siap. Meskipun kelasku baru dimulai jam 10. Bukan, kali ini tak ada lagi tugas yang mesti ku contek atau rangkuman yang harus ku salin. Aku hanya ingin bertemu denganmu. Apakah pagi ini kau tetap menunggu teman seperti kemarin? Salahkah aku ingin bertemu denganmu lagi? Lagipula aku masih berutang kata terimakasih.</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak kecewa, kau masih di tempat yang sama terlihat seperti menunggu seseorang. Kau mengenakan kaus berkerah berwarna abu-abu. Dengan sebuah buku di tanganmu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hai, menunggu temanmu lagi ya?&rdquo; Aku parkir di sebelahmu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Temanku sudah datang dari tadi,&rdquo; jawabmu sambil menunjukan buku yang kau pegang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau meminjam buku temanmu setiap pagi?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Temanku yang meminjam dariku, jadi setiap pagi aku harus mengambilnya.&rdquo; Jadi itulah sebabnya mengapa dia datang pagi-pagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa masih di sini? Atau kelasmu baru di mulai siang ya?&rdquo; tanyaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku suka di sini. Ini tempat favoritku. Pohonnya <em>bikin</em> sejuk. Lagipula aku menunggu, seseorang yang lain.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Siapa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku terbengong bego. Sampai tak sadar bahwa kau sudah melangkah menuju kelas. Aku benar-benar bengong sampai lupa mengucapkan terimakasih yang menjadi tujuan utamaku menemuimu.</p><p style="text-align: justify;">Selepas kuliah langsung pulang memang terlihat menyenangkan. Namun jauh lebih seru jika banyak kegiatan yang bisa kulakukan di kampus. Karena itulah aku memilih bergabung bersama BEM kampus, lumayan banyak hal yang bisa kulakukan setelah kuliah. Seperti siang ini, aku memilih duduk di depan sekretariat menunggu waktu rapat yang akan dimulai setengah jam lagi. Merasa bosan, langkah kaki membawaku ke parkiran. Aku duduk di motorku, benar katamu. Tempat ini tetap sejuk meski siang ini begitu terik. Dedaunan pohon yang lebat, meneduhkan sekitarnya. Pantas saja ini menjadi tempat favoritmu.</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba kau datang, mengejutkan. Duduk di motormu dan tersenyum.</p><p style="text-align: justify;">Lalu kita bercerita banyak. Dari perbincangan itu aku tahu kalau kau adalah anggota himpunan jurusan, lalu kita sama-sama tertawa menyadari sekretariat lembaga kita ternyata bersebelahan namun tak pernah melihat satu sama lain. Kau bercerita perihal hobimu, mata kuliah kesukaanmu sampai lomba debat yang sering kau juarai. Dan aku bercerita mengenai kepanitiaan berbagai tingkat yang pernah ku ikuti. Apalagi yang bisa kuceritakan? Aku bukan penggemar kompetisi apalagi penggila prestasi. Aku cukup puas bersosialisasi dan menambah relasi. Dua orang satpam sejak tadi lalu lalang di depan kami. Patroli. Tapi itu tidak mengganggu obrolan, hingga kusadari aku sudah lewat jam rapat sejak satu jam yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf aku harus kembali ke sekre,&rdquo; aku menutup obrolan. Kita memang biasa menyebut sekretariat dengan sebutan sekre.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh iya, aku lupa. Namaku Verda&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sukma&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Semesta sepertinya mendukung kisah kita. Besok-besoknya aku selalu pakir di bawah pohon itu, begitupun kamu. Meski untuk itu aku harus datang pagi setiap hari. Sesekali motorku hanya sendiri, karena kau masih sering ikut lomba ini itu ke luar kota. Tapi tak masalah, karena kau akan selalu kembali ke pohon itu. Kita akan bertukar cerita di bawah pohon itu. Tak peduli betapa banyak rapat yang harus diikuti, seabrek tugas yang harus dikerjakan atau seberapa banyak kepanitiaan yang mesti disiapkan. Selalu ada waktu untuk berbagi.</p><p style="text-align: justify;">Waktu melaju seperti peluru, hitungan hari sudah kita lewati di bawah pohon itu. Pohon yang akhirnya menjadi saksi tempat kita menyuarakan perasaan masing-masing. Pohon yang namanya saja aku tidak tahu. Kita biasa menyebutnya pohon parkir. <em>Temui aku di bawah pohon parkir</em>. <em>Aku menunggumu di bawah pohon parkir</em>. Atau <em>aku melihatmu &nbsp;di bawah pohon parkir</em> adalah kata-kata yang sering kita ucapkan hingga berbulan-bulan kemudian. Hingga dua orang satpam yang mungkin bosan melihat kita di sana. Tapi tak bisa melarang, karena apa yang kita lakukan cuma duduk di atas motor masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Semua baik-baik saja.</p><p style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">Suatu pagi di hari Senin, aku datang dan pohon itu menghilang! Benar-benar menghilang karena helai dedaunan jatuh pun tak kelihatan. 2 orang satpam yang biasa lalu lalang merokok di pos satpam. Aku mendatangi petugas kebersihan yang kebetulan lewat. Ternyata pohon itu sudah ditebang hari Minggu. Alasannya dahannya sudah terlalu tua, merunduk terlalu dalam dan berpotensi membahayakan. Pihak fakultas tak mau pusing ambil risiko, memutuskan membabat habis pohon itu menyisakan sedikit akar yang mencuat takut-takut.</p><p style="text-align: justify;">Aku terdiam di sana. Sekarang tempat ini terasa panas. Tak kulihat motor biru dengan helm hitam yang biasa parkir d situ. Kamu kemana?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku parkir di depan sekre. Panas di situ,&rdquo; jawabmu ketika kuhubungi via telepon. Ternyata tak cukup pohon itu saja yang menghilang. Kamu juga susah kutemui selepas pohon itu tak ada lagi. Jarang sekali aku menelponmu karena kita terbiasa bertemu langsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu hanya pohon Verda, kita masih bisa bertemu di mana saja dan kapan saja. Aku memang sedang sibuk saat ini,&rdquo; katamu menjawab kerisauanku.</p><p style="text-align: justify;">Ya, itu hanya pohon. Bukankah kita sudah saling memahami perasaan masing-masing? Kamu sedang sibuk. Aku yang tidak mau mengerti.</p><p style="text-align: justify;">Namun, berhari-hari setelah itu, kau makin susah ditemui. Aku tak terbiasa mencari ke sekretariatmu. Meski kau ada di sana, kaupun tak pernah berusaha menemuiku. Kabar darimu perlahan mengabur, kalau bukan aku yang bertanya duluan. Aku setia bertanya kabarmu melalui pesan-pesan singkat, walau tak jarang pesan itu hanya kau baca seperti koran. Aku masih saja menghibur diri, mengingat perjalanan kisah kita. Meski sekarang hanya aku yang berjalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf Verda, kita akhiri saja semua ini,&rdquo; ucapmu suatu siang.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu aku bersiap pulang. Kumatikan kembali mesin motor yang baru kunyalakan. Menunggu kelanjutan kata-katamu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku terpilih menjadi ketua himpunan jurusanku. Aku tidak yakin bisa menemui lagi setiap hari.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tak apa Sukma, aku tidak minta ditemui setiap hari. Lagipula apa gunanya hape?&rdquo; aku berusaha mempertahankanmu. Karena aku tahu menjadi ketua jurusan hanyalah sebuah alasan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua sudah selesai Verda, aku tidak ingin melanjutkan. Kau hanya banyak terlalu terbawa perasaan setiap kali kita di bawah pohon parkir.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sekelebat memori bermain di kepalaku. Apa artinya semua ini? Salahku kah yang terbawa perasaan? Obrolan kita di bawah pohon parkir, senyumannya setiap pagi kala menungguku, kepanikannya saat aku sakit, usahanya untuk menenangkanku saat aku panik, bahkan obrolan tidak penting via telepon sepanjang 1 jam 7 menit 38 detik. Akankah semua bergulir tanpa makna?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terimakasih,&rdquo; jawabku lirih.</p><p style="text-align: justify;">Karena memang itu kata yang seharusnya ku ucapkan dari dulu. Harusnya pagi ketika aku lupa mencabut kunci motor itu, cukup mengucapkan terimakasih lalu berbalik. Sehingga aku tak perlu melihat senyum itu, tak perlu tahu betapa sejuknya pohon parkir itu. Sehingga keberadaan pohon parkir tidak ada bedanya. Sehingga aku tidak perlu sesakit ini.</p><p style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;"><em>Kawan, kalau kau sempat ke FEB coba tengoklah di belakang ruang 16. Di situ ada sisa akar pohon yang mencuat sedikit. Dihabisi tanpa ampun. Seperti perasaan kami yang menghilang terbawa pergi dalam setiap helai dedaunan. Tawa bahagia kami yang tersapu bersama rerantingnya. Jangan lupa lihat di samping sebelah kiri jejak pohon itu. Ada Motor merk Honda dengan jenis Vario 150. Itulah motorku yang saat ini sendirian saja parkir di situ. Tak ada motor biru seperti dahulu. Lalu rasakanlah, betapa terik tempat parkir itu. Bahkan 2 orang satpam yang biasa merokok di bawah pohon parkir tak pernah lagi ke situ.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Panas!</em></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><span><strong><em>Rabi&apos;atul Husna. Mahasiswi Akuntansi FEB 2015.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesta Narkoba, 3 Mahasiswa Unmul Terciduk! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pesta-narkoba-3-mahasiswa-unmul-terciduk/baca </link>
<guid> pesta-narkoba-3-mahasiswa-unmul-terciduk </guid>
<pubDate> Sun, 26 Nov 2017 01:31:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Belum rampung kisruh Pemira, mahasiswa Unmul kini tersandung kasus narkoba. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pesta-narkoba-3-mahasiswa-unmul-terciduk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/F6ZZkAf9nX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pesta Narkoba, 3 Mahasiswa Unmul Terciduk!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Belum rampung kisruh Pemira, mahasiswa Unmul kini tersandung kasus narkoba. Mereka adalah MSA mahasiswa semester 3 Fakultas Hukum, AD dan MH yang merupakan dua mahasiswa semester 1 Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi.</p><p style="text-align: justify;">Ketiganya dibekuk petugas saat hendak berpesta ganja di kediaman sepupu berinisial J, salah satu pelaku yang juga ikut diamankan, beralamat di Jalan Wahid Hasyim Perumahan Sempaja Lestari, Blok G.66 RT 10 Kelurahan Sempaja Timur Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda pada Selasa, 14 November pukul 19.30 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman berita online <em>Tribun Kaltim</em>, J si pemilik ganja mengaku dirinya menjual sekaligus mengonsumsi ganja tersebut. Barang haram tersebut didapat dari hasil membeli online. Lebih lanjut ia menjelaskan, setiap kali ada yang ingin membeli, langsung disilakan untuk menuju loteng rumahnya. Loteng sengaja dipilih sebagai lokasi khusus untuk ramai-ramai mengonsumsi narkotika.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pakainya di loteng, rumah kakak sepupu saya,&quot; ucapnya Jumat, (17/11).</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polresta Samarinda, Ipda Edi Susanto mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi warga yang mencium gelagat buruk dari salah satu rumah di perumahan tersebut yang diduga kerap dijadikan tempat transaksi dan pesta barang haram. Ia pun membenarkan ada tiga mahasiswa yang ikut diamankan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita amankan duluan si J, lalu kita geledah dan dapati tiga orang lainya yang ternyata berstatus mahasiswa. Rata-rata pangsa pasar peredaran ganja memang menyasar kalangan mahasiswa,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku, yakni 2 bungkus ganja seberat 51,39 gram, 1 kotak rolling paper, dan uang tunai senilai Rp1 juta.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) bernomor LP/976/XI/2017/Kaltim/Resta/Smd, keempatnya dilaporkan oleh Bripka Imam Suhadi dengan laporan penyalahgunaan narkotika tanpa hak. Hingga berita ini diturunkan, belum dilakukan konfirmasi lanjutan ke pihak-pihak terkait. (<em><strong>aml/els</strong></em>)</p><p style="text-align: justify;">---------------------------<br>UPDATE:</p><p style="text-align: justify;">Redaksi <em>Sketsa&nbsp;</em>telah mengubah nama korban menjadi inisial pada pukul 21.06 Wita. <br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hasil Keputusan Panwas Keluar, Paslon 2 Layak Bersaing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hasil-keputusan-panwas-keluar-paslon-2-layak-bersaing/baca </link>
<guid> hasil-keputusan-panwas-keluar-paslon-2-layak-bersaing </guid>
<pubDate> Sun, 26 Nov 2017 04:24:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Foto: Hasil Putusan Panwas) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hasil-keputusan-panwas-keluar-paslon-2-layak-bersaing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nfOlp0WzLO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hasil Keputusan Panwas Keluar, Paslon 2 Layak Bersaing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Setelah Debat Kandidat Pemira 2018 Sabtu (18/11) resmi dibatalkan, timses paslon nomor urut 1 mendesak KPPR dan Panwas untuk menindaklanjuti gugatan mereka atas kecacatan data calon Wakil Presiden nomor urut 2. Dijadwalkan Panwas akan umumkan hasil keputusan pada Senin (20/11) pukul 14.00 di Gedung MPK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Namun, seperti Debat Kandidat, lagi-lagi Panwas batal umumkan hasil keputusan kerena timses paslon 1 dan Panwas terlibat adu mulut hingga terjadi aksi anarkisme yang mengakibatkan beberapa mahasiswa luka-luka.</p><p style="text-align: justify;">(Baca juga,<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-untuk-dengar-putusan-panwas-ricuh-lagi/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1511709246638000&amp;usg=AFQjCNHzp5GGK-9Ak1fvbV8EmNlpl6WJpg" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-untuk-dengar-putusan-panwas-ricuh-lagi/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-untuk-dengar-putusan-panwas-ricuh-lagi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-untuk-dengar-putusan-panwas-ricuh-lagi/baca</a>,<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-ketua-panwas-saat-bentrok-di-gedung-mpk/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1511709246638000&amp;usg=AFQjCNGAXM9gP6lA4qMeL-Ev_mImta0zoQ" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-ketua-panwas-saat-bentrok-di-gedung-mpk/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-ketua-panwas-saat-bentrok-di-gedung-mpk/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-ketua-panwas-saat-bentrok-di-gedung-mpk/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Hari ini (25/11) beredar informasi hasil keputusan Panwas. Berdasarkan hasil peninjauan dari Panwas, terdapat lima poin yang berhasil diputuskan.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, gugatan terhadap KPPR tidak benar karena KPPR telah bekerja sesuai dengan AD/ART dan TAP No. 02 tentang Pemira, dan seluruh persyaratan yang diminta KPPR terkait kelengkapan berkas dinyatakan lengkap.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, syarat yang diatur oleh KPPR terkait surat pengunduran diri yang dilampirkan, dinyatakan telah sesuai. Ketiga, karena AD/ART tiap fakultas berbeda-beda, maka syarat yang dibuat KPPR lebih umum. Dan mengenai AD/ART KBM FKM sifatnya hanya mengikat dalam FKM itu sendiri dan syarat KPPR tidak harus mengikuti AD/ART FKM.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, penegasan bahwa Miftah dan KPPR tidak bersalah karena telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Poin terakhir, keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">Azhar Karim, Ketua Panwas mengakui keabsahan informasi keputusan Panwas tersebut. Azhar mengatakan putusan sengaja disebar melalui media sosial demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Gedung MPK awal pekan ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan bahwa keputusan ini telah dirumuskan sejak Minggu (19/11) lalu dan ditetapkan pada Senin (20/11). Namun, karena kericuhan keburu pecah pengumuman hasil keputusan terpaksa ditunda dan baru akan diumumkan ketika keadaan mulai kondusif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya benar hari ini, mengingat situasi yang mulai kondusif,&quot; kata Azhar.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai respons dari kedua belah pihak, Azhar belum menerima tanggapan apa-apa. Namun Panwas melalui sekretarisnya, telah menyebar hasil ketetapan tersebut kepada kedua timses paslon.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya keputusan resmi dari Panwas ini maka gugatan terhadap Miftah dinyatakan ditolak dan paslon dua tetap lanjut dalam laga Pemira 2018. Sementara itu, belum ada kejelasan tentang bagaimana nasib paslon 1 yang secara gamblang mengatakan akan mengurangi 500 suara dalam <em>vote</em> jika gugatan mereka terbukti tidak benar.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, berdasarkan pantauan di akun <em>Instagram</em> @pemiraunmul2017 sudah muncul unggahan berisi ajakan kepada mahasiswa seluruh Unmul agar berpartisipasi pada Pemira BEM KM Unmul. Yang menurut jadwal akan digelar pada Senin (27/11) mendatang mulai pukul 08.00-17.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Soal itu (pemungutan suara) saya kembalikan ke pihak KPPR selaku penyelenggara, intinya kami Panwas sudah memberikan putusan final dan mengikat,&quot; kata Azhar.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan dari kedua timses. Dari pantauan terakhir akun <em>Instagram</em>, masing-masing kubu masih lengang, belum ada aktivitas terbaru dari kedua akun &nbsp;tersebut. <strong>(<em>ann/wil/els/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Retorika Kata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/retorika-kata/baca </link>
<guid> retorika-kata </guid>
<pubDate> Sun, 26 Nov 2017 17:26:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Trisnawati, mahasiswi Manajemen FEB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/retorika-kata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Pcuhag66Ej.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Retorika Kata</h1>
			              </header>
			              <p>Bukankah sulit tuk memahamiku?</p><p>Iya. Aku.</p><p>Sering kau menggunakanku tuk memikat hati pujaanmu</p><p>Merobek-robek jantung musuhmu</p><p>Membohongi pemujamu</p><p>Bahkan mendustai nuranimu</p><p>Ah, pandainya engkau</p><p>Tahukah?</p><p>Aku adalah senjata yang paling mematikan</p><p>Denganku kau mampu membunuh generasi</p><p>Aku seperti virus tanpa kendali</p><p>Me&apos;mati&apos;kan!</p><p>Jika baik dirimu</p><p>Kan kau temukan aku sebagai wujud yang menyelamatkan</p><p>Jika buruk dirimu</p><p>Kan kau temukan aku sebagai wujud penghancuran</p><p>Hei!&hellip;</p><p>Berhati-hatilah memainkanku</p><p>Merangkaiku membentuk makna yang berbeda dari realita</p><p>Meliuk bebas diatas hamparan putih tak berdosa</p><p>Berhentilah menggunakanku untuk memenangkan egomu</p><p><br></p><p>Kelak aku kan hadir tuk meminta pertanggung jawabanmu</p><p>Disaat mulut dan hatimu tak lagi bisa bersembunyi</p><p>Kelak aku kan hadir menuntutmu</p><p>Disaat kau tak bisa lagi menutupi dustamu</p><p>Saat matamu memperhatikanku</p><p>Saat itulah aku menguasaimu!</p><p><strong><em>Ditulis oleh Trisnawati, mahasiswa Manajemen FEB</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Survei Elektabilitas Pemira 2018, Rizaldo-Miftah Unggul dari Nurhariyani-Jusman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/survei/survei-elektabilitas-pemira-2018-rizaldo-miftah-unggul-dari-nurhariyani-jusman/baca </link>
<guid> survei-elektabilitas-pemira-2018-rizaldo-miftah-unggul-dari-nurhariyani-jusman </guid>
<pubDate> Sun, 26 Nov 2017 19:11:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Ilustrasi : Eka Riski) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/survei/survei-elektabilitas-pemira-2018-rizaldo-miftah-unggul-dari-nurhariyani-jusman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RW3wpPcC3A.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Survei Elektabilitas Pemira 2018, Rizaldo-Miftah Unggul dari Nurhariyani-Jusman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menjelang Pemira BEM KM Unmul yang rencananya akan digelar pada Senin (27/11), tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Sketsa membuat survei terkait elektabilitas Pemira BEM KM Unmul 2018 terhitung dari Rabu (15/11) hingga Sabtu (18/11). Berikut hasil surveinya:</p><p style="text-align: justify;">&bull;Apakah Anda mengenal paslon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018 (Nurhariyani-Jusman)?</p><p style="text-align: justify;">Hasilnya diketahui 49 persen mahasiswa yang mengisi survei elektabilitas Pemira BEM KM Unmul 2018 mengenal Nurhariyani-Jusman. Sedangkan 51 persen mahasiswa belum mengenal.</p><p style="text-align: justify;">&bull;Apakah Anda mengenal paslon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018 (Rizaldo-Miftah)?</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak 78 persen mahasiswa mengenal paslon Rizaldo-Miftah, sedangkan 22 persen sisanya belum mengenal kedua paslon.</p><p style="text-align: justify;">&bull;Apakah Anda mengetahui visi-misi dari paslon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018 (Nurhariyani-Jusman)?</p><p style="text-align: justify;">Pembahasan mengenai visi-misi paslon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018 Nurhariyani-Jusman sebanyak 48 persen mahasiswa mengetahui visi-misi mereka dan sebanyak 52 persen mahasiswa tidak mengetahui.</p><p style="text-align: justify;">&bull;Apakah Anda mengetahui visi-misi dari paslon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018 (Rizaldo-Miftah)?</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak 72 persen koresponden mengaku sudah mengetahui visi-misi dari paslon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018 Rizaldo-Miftah. 28 persen koresponden menjawab tidak mengetahui.</p><p style="text-align: justify;">&bull;Siapa yang akan Anda pilih untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018?</p><p style="text-align: justify;">Dan untuk survei mengenai siapa yang akan dipilih oleh mahasiswa sebagai presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul 2018. Sebanyak 29 persen mahasiswa memilih Nurhariyani-Jusman, lalu sebanyak 71 persen mahasiswa memilih Rizaldo-Miftah.</p><p style="text-align: justify;">&bull;Sebutkan alasan Anda untuk memilih atau golput di Pemira Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018?</p><p style="text-align: justify;">Untuk alasan terkait penggunaaan hak suara ataupun golput di Pemira Presiden dan Wakil Presiden BM KM Unmul 2018, mahasiswa memiliki alasan yang berbeda-beda. 93 persen koresponden menjawab menggunakan hak pilihnya dengan harapan paslon yang mereka pilih bisa membawa perubahan untuk seluruh mahasiswa Universitas Mulawarman. Sedangkan 4 persen mahasiswa memilih golput dengan berbagai macam alasan.</p><p style="text-align: justify;">Kesimpulan:</p><p style="text-align: justify;">Kedua pasangan calon Nurhariyani-Jusman dan Rizaldo-Miftah siap berlaga dalam Pemira 2018 Senin (27/11). Berdasarkan hasil survei elektabilitas Pemira 2018, dapat disimpulkan sebagian besar koresponden sudah mengenali masing-masing calon beserta visi dan misi yang mereka bawa. Para koresponden juga lebih memilih untuk menggunakan hak suara mereka dalam Pemira kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Dari hasil survei dapat diketahui pasangan Rizaldo-Miftah ungguli pasangan Nurhariyani-Jusman. Lalu akankah Rizaldo dan Miftah yang akan maju sebagai pemenang Pemira kali ini? Kita tunggu saja hasilnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sumber Data: Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) LPM Sketsa Unmul.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Himaksi yang Meniti Langkahnya Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/himaksi-yang-meniti-langkahnya-kembali/baca </link>
<guid> himaksi-yang-meniti-langkahnya-kembali </guid>
<pubDate> Sun, 26 Nov 2017 19:52:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah satu tahun tidak terdengar karena munculnya isu pembekuan, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) kembali melakukan pengaderan (sumber foto: Khairunnisa Rengganis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/himaksi-yang-meniti-langkahnya-kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SXHADPdEge.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Himaksi yang Meniti Langkahnya Kembali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah satu tahun tidak terdengar karena munculnya isu pembekuan, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) kembali melakukan pengaderan pada Sabtu (18/10) pekan lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang sempat terjadi kekurangan sumber daya manusia selama isu pembekuan Himaksi ini, tetapi akhirnya teman-teman semua dapat berkumpul lagi saat CHANNEL (Cerdas, Handal, Intelektual),&rdquo; kata Arsyad Nurdi, Ketua Umum Himaksi.</p><p style="text-align: justify;">Selama kurun waktu setahun terakhir berbagai upaya dilakukan Arsyad dan kawan-kawan untuk membangkitkan Himaksi kembali. Mulai dari bolak-balik menemui ketua prodi Ilmu Komunikasi, Hairunnisa untuk negosiasi hingga usaha memenangkan kembali hati mahasiswa angkatan 2016.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu awalnya sulit, mereka jadi jarang ngumpul bareng padahal sebelumnya intensitasnya sering. Lama-lama jadi menghilang enggak tahu gimana kabarnya,&rdquo; kata Arsyad.</p><p style="text-align: justify;">Baru setelah mahasiswa baru 2017 masuk, dikatakan Arsyad, mereka kembali memperjuangkan keakraban yang dulu sempat ada. Di lain sisi, perundingan dengan pihak fakultas juga berjalan lancar. Kejelasan hiatus Himaksi pun mendapat tanggapan yang baik dari ketua prodi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi sebenarnya selama ini apabila terdapat isu bahwa Himaksi dibekukan itu tidaklah benar, hanya terjadi miss-komunikasi saja,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum ini Himaksi sempat mendapat ultimatum berupa surat peringatan. Isinya menyatakan bahwa Himaksi saat itu dilarang melaksanakan kegiatan yang melibatkan mahasiswa baru 2016. Namun, seiring berjalannya waktu, Hairunnisa mulai melunak.</p><p style="text-align: justify;">Saat pengaderan Himaksi pekan lalu izin telah berhasil dikantongi baik dari Hairunnisa dan Wakil Dekan I FISIP Aji Ratna Kusuma. Pun juga ada peningkatan peserta dari sisi jumlah peserta yang sebelumnya 29 mahasiswa, 2017 ini ada 35 mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sini kami tetap membimbing dengan ketegasan dan wibawa, namun tidak dengan cara yang keras ataupun bentakan. Di akhir kegiatan, para peserta dikukuhkan dengan penarikan janji yang dibacakan satu-persatu,&rdquo; kata Dandi Anggoro Aji selaku koordinator lapangan pengaderan. (<strong><em>nis/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Terkuat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/yang-terkuat/baca </link>
<guid> yang-terkuat </guid>
<pubDate> Mon, 27 Nov 2017 02:04:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Lova Daniel Simatupang mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, FIB angkatan 2017. (Sumber foto: floresa.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/yang-terkuat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dQVVK3kpwL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yang Terkuat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Satu yang berlalu<br>Telah menjadi sejarah<br>Kau, jalan panjang pemeluk langkah menuju lengang<br>Tempatku jatuh<br>Yang membuatku menolak bangkit<br>Luka yang paling manis<br>Ku sesap sedikit demi sedikit<br>Kemudian yang tak terucap<br>Akan selalu menjadi pernyataan<br>Lagi lagi<br>Kau lidah tanpa cinta yang bermukim<br>Pusara rindu segala musim<br>Badai haru dimata<br>Lemas terbujur kaku<br>Di setumpukan kecemasan itu aku<br>Akan hidup lebih lama<br>Agar kita bisa lihat<br>Lebih kuat<br>Penolakanmu atau kah dahsyatnya cintaku</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Lova Daniel Simatupang mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, FIB 2017.&nbsp;</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemilih Mahasiswa: Pemilih Rasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pemilih-mahasiswa-pemilih-rasional/baca </link>
<guid> pemilih-mahasiswa-pemilih-rasional </guid>
<pubDate> Mon, 27 Nov 2017 11:49:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Universitas Mulawarman(UNMUL) dalam menjalankan organisasi lembaga kemahasiswaan ditingkat universitas dengan menganut bentuk demokrasi, dapat terlihat dengan adanya DPM Unmul (legislatif) dan BEM KM (eksekutif). (Ilustrasi: mer-rsm.ca) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pemilih-mahasiswa-pemilih-rasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eJ3L6XgbXy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemilih Mahasiswa: Pemilih Rasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Arti Demokrasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman (Unmul) dalam menjalankan organisasi lembaga kemahasiswaan ditingkat universitas dengan menganut bentuk demokrasi, dapat terlihat dengan adanya DPM Unmul (legislatif) dan BEM KM (eksekutif), walaupun belum bentuk yang sempurna namun terlihat adanya asas <em>check and balances</em> atas dua lembaga tersebut. Dalam hal ini yang berdaulat atas kelembagaan adalah mahasiswa Unmul. Setiap mahasiswa punya hak untuk bisa mengembangkan potensi diri di Unmul dengan ikut serta jadi pengurus setiap kelembagaan yang ada. Bentuk demokrasi yang ada di Unmul dianggap masih sangat perlu, karena terlihat pada tugas dan fungsinya di setiap lembaga tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Demokrasi telah menjadi istilah yang sangat diagungkan dalam sejarah pemikiran manusia tentang tatanan sosio-politik yang ideal. Bahkan, mungkin untuk pertama kali dalam sejarah, demokrasi dinyatakan sebagai nama yang paling baik dan wajar untuk semua sistem organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan oleh pendukung-pendukung yang berpengaruh, buku Filsafat Demokrasi (Nurtahjo: 2006).</p><p style="text-align: justify;">Pemira (Pemilihan Raya) BEM KM Unmul, merupakan konsekuensi logis bagi kelembagaan di Unmul yang menganut sistem demokrasi, karena sebagai sarana manifestasi kedaulatan mahasiswa. Mahasiswa diberi kebebasan hak dipilih maupun memilih. Pemira kemudian diselenggarakan oleh lembaga penyelenggara pemilihan yang kita sebut KPPR (Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya) yang dibentuk DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kenapa Diperebutkan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Tujuan dari Pemira itu sendiri ialah sebagai sarana mencari mahasiswa terbaik di Unmul, untuk diusung bisa bersaing secara konstitusi melalui pemilihan langsung dalam perebutan lembaga tertinggi BEM KM Unmul. Atas nama mahasiswa Unmul BEM KM dapat memberi pengaruh situasi yang ada di regional maupun nasional dengan cara mengambil sikap terhadap kebijakan atau permasalahan pemerintah, membangun gerakan mahasiswa, membuat arah orientasi kampus, membuat program kerja untuk kepentingan mahasiswa. Oleh karena itu, BEM KM layak untuk diperebutkan.</p><p style="text-align: justify;">Perhelatan akbar Pemira BEM KM Unmul dilangsungkan tahun 2017, untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa di periode tahun 2018. Me<em>review</em> perjalanan riuh rendahnya pesta demokrasi di Unmul diawali dari tahap pendaftaran, kampanye, dan gagalnya Debat Kandidat, serta adanya masalah antara timses dengan penyelenggara, gesekan antar timses yang menimbulkan insiden kekerasan politik (<em>violence</em>) yang tidak diinginkan namun terjadi, intrik yang berkembang, konflik antar kepentingan (<em>conflict of interest</em>). Namun, itu semua sudah kita lewati bersama saatnya menata kembali perjalanan demokrasi ini, membuka pikiran secara jernih dalam mempersiapkan diri saat pemungutan suara Senin, 27 November 2017.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemilih Rasional</strong></p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa sebagai kaum akademisi yang mengandalkan intelektualnya untuk mengambil keputusan, yang kemudian dalam Pemira BEM KM 2017 pemilih tentunya dapat melihat kandidat secara objektif. Oleh karena itu, mahasiswa diwajibkan menjadi <strong>Pemilih Rasional</strong> di mana memiliki ciri, melihat kemampuan kontestan membuat gagasan yang ditawarkan kemudian diejawantah dalam rancangan program kerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melihat kemampuan kontestan di masa lalu, tidak terlalu mementingkan ikatan ideologi. Faktor keyakinan, agama, paham, aliran, dan asal-usul primodial memang menjadi perhatian, tetapi tidak berperan secara signifikan. Pemilih jenis ini telah melepaskan hal yang berbau tradisional, dogmatis, dan kedaerahan dalam pertimbangan politiknya dalam mengambil keputusan. Mereka lebih menitikberatkan pada analisis kognitif dan rasional dalam mengambil keputusan. Demokrasi pada hakikatnya adalah sistem politik modern yang dibangun bagi pemilih rasional, pemilih yang benar-benar sadar untuk menyalurkan pilihan politiknya. buku Revolusi Sunyi (Anas: 2010)</p><p style="text-align: justify;"><strong>Harapan Bagi yang Terpilih</strong></p><p style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman yang sudah terakreditas A, yang kemudian menjadi suatu kebanggaan bagi mahasiswa, namun masih ada yang harus kita ingat bahwa Unmul peringkat 52 di bawah Universitas Lambung Mangkurat (sumber: Dikti 2017). Akselarasi kelembagaan untuk menyesuaikan dengan universitasnya harus segera dilakukan, baik visi misi dari Unmul itu sendiri yang sudah internasional dan memperhatikan <em>output</em> jadi mahasiswa itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya PR bagi birokrat namun PR bagi BEM KM yang terpilih dan kelembagaan mahasiswa Unmul untuk kontribusinya bagi meningkatkan ranking tersebut. Lembaga tidak hanya lagi berkutat pada orientasi <em>event</em> seremonial, namun juga wajib keilmuaan/ akademis, semua bisa dibuat apabila BEM KM atau lembaga Unmul yang membangun suasana ini semua. Walaupun kita berada di Kalimantan yang cukup jauh dari dari pulau Jawa, namun soal pemikiran dan karya kita juga harus bisa bersaing dengan mahasiswa Yogyakarta. Jangan sampai kita terus terjebak pada hal yang seremonial lupa akan subtansial. Hal ini bisa terwujud bila kita ada kesadaran bersama seluruh pihak pemangku jabatan di kelembagaan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagimu Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Unmul gunakan hak pilih secara benar dan tepat, karena suasana akan tecipta di Unmul yang awalnya dipengaruhi oleh lembaga BEM KM Unmul, perhatikan dan pelajari setiap kandidat untuk bisa dijadikan preferensi dalam menjatuhkan pilihan. Terakhir tetap saling menjaga stabilitas ketertiban dan kedamaian karena kita dalam satu bingkai Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><span lang="EN-US"><strong><em>Arief Rahman Ketua HMPKN FKIP UNMUL 2015-2016</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memandang Peringatan Hari Guru Nasional dari Calon Guru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memandang-peringatan-hari-guru-nasional-dari-calon-guru/baca </link>
<guid> memandang-peringatan-hari-guru-nasional-dari-calon-guru </guid>
<pubDate> Mon, 27 Nov 2017 14:32:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Guru Nasional memiliki pandangan tersendiri, termasuk bagi para calon guru. (Sumber foto: kompasiana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memandang-peringatan-hari-guru-nasional-dari-calon-guru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JNmXX5OJih.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memandang Peringatan Hari Guru Nasional dari Calon Guru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>&ldquo;Menghormati guru, seperti menghormati orang tua sendiri. Itulah nilai-nilai bangsa Indonesia yang harus kita jaga. Selamat Hari Guru Nasional,&rdquo; tulis Presiden Joko Widodo di akun Twitter-nya pada Sabtu, (25/11).</p><p style="text-align: justify;">Cuitan sang Presiden adalah satu dari puluhan ribu ucapan ala warganet dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2017. Ucapan &ldquo;Selamat Hari Guru&rdquo; pun sempat memuncaki tranding topic dalam lini masa Twitter pada (25/11) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa mahasiswa dari FKIP Unmul pun turut memberikan pandangan terhadap peringatan HGN ini. Nuraeni, mahasiswa prodi Pendidikan Guru SD (PGSD) Unmul angkatan 2014 ini memandang, meski perlu dirayakan, tapi harus tetap ada pembenahan cara mendidik dari guru terhadap siswanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak guru yang saya lihat hanya mengajar, memberi materi, lalu kasih tugas,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kecenderungan lain, lingkungan keluarga semisal orang tua yang kurang memperhatikan anaknya membuat hal itu berimbas pada pola belajar anak tersebut saat di sekolah. Ia memandang, hal itu jadi tantangan besar bagi para guru menghadapi tingkah para siswa di era milenial.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya peringatan HGN sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas jasa para guru ini, ia memberikan pesan dan harapannya bagi guru dan siswa untuk bersama saling introspeksi diri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga momen ini menjadikan para siswa sadar betapa besarnya jasa, pengorbanan, dan kesabaran para guru dalam mendidik mereka. Dan untuk para guru tetap semangat dan sabar membentuk karakter anak bangsa bagi masa depan,&rdquo; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Asyarli Amri, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2015 menilai berbeda. Menurutnya kinerja guru saat ini sudah cukup baik. Ia beralasan, keaktifan guru sudah meningkat dalam mengikuti segala kegiatan yang berhubungan dengan profesi guru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Zaman sekarang guru itu lebih mulai peduli terhadap cara belajar yang digunakan,&rdquo; tanggapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya pun punya pesan untuk peringatan HGN. &ldquo;Semoga para guru tetap mencintai pekerjaan mereka dengan tulus dan ikhlas agar dapat berkontribusi yang terbaik untuk pendidikan Indonesia,&quot; harapnya. <em><strong>(dan/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Titik TPS Pemira Hari Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/titik-tps-pemira-hari-ini/baca </link>
<guid> titik-tps-pemira-hari-ini </guid>
<pubDate> Mon, 27 Nov 2017 14:45:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira Hari Ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/titik-tps-pemira-hari-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9MZYt7HyJL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Titik TPS Pemira Hari Ini</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -</strong> Sebagaimana ketetapan yang telah dipublikasikan penyelenggara Pemira BEM KM Unmul, proses pemungutan suara akan dilakukan hari ini Senin, 27 November.</p><p>14 TPS sudah disiapkan di setiap fakultas dan dibuka sejak pukul 9 Wita. Para pemilih yang datang harus menunjukkan salah satu identitas sebagai mahasiswa Unmul aktif berupa KTM atau KRS online.</p><p>Setelah menunjukkan identitas, pemilih akan diarahkan masuk ke bilik suara untuk bersiap memilih. Sebelumnya, masukkan NIM, password, dan security code.</p><p>Adapun titik TPS fakultas yakni:</p><p>-FK: Koridor</p><p>-Faperta: Faperta atas</p><p>-FISIP: Dekat perpustakaan&nbsp;</p><p>-FMIPA: Gazebo gedung 6</p><p>-Fahutan: Lorong gedung</p><p>-FKIP GK: Lapangan parkir/gazebo</p><p>-FKIP Banggeris: Wifi corner/lapangan</p><p>-FKIP Pahlawan: Wifi corner</p><p>-Farmasi: Gazebo</p><p>-FPIK: Lobi pintu</p><p>-FEB: Teras Economic Center</p><p>-FKM: Koridor depan ruang BEM</p><p>-FIB: Wifi corner</p><p><em>Sumber: SOP TPS Pemira KPPR</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesamaan Visi Misi Yani-Jusman Benahi Keresahan di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesamaan-visi-misi-yani-jusman-benahi-keresahan-di-unmul/baca </link>
<guid> kesamaan-visi-misi-yani-jusman-benahi-keresahan-di-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 27 Nov 2017 20:56:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari ini Pemira BEM KM. Tiada yang tahu siapa yang menang dan siapa yang harus tetap senang. (Sumber foto : Hilda Annisa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesamaan-visi-misi-yani-jusman-benahi-keresahan-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PUSQ7hGWy5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesamaan Visi Misi Yani-Jusman Benahi Keresahan di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Hari ini Pemira BEM KM. Tiada yang tahu siapa yang menang dan siapa yang harus tetap senang.</span></p><p>Berbagai proses dan tahapan telah dilalui hingga akhirnya dua pasangan calon yang ditetapkan maju hingga pemungutan suara hari ini (27/11). Menjadi sosok yang punya peranan besar untuk Unmul nantinya, tak lengkap rasanya jika kita belum mengenal Capres dan Cawapres pertarungan Pemira tahun ini.</p><p>Kali ini Sketsa mengangkat profil Paslon nomor urut satu, Nur Hariyani dan Jusman. Yani yang saat itu sedang dalam masa pemulihan pasca kecelakaan tak bisa ditemui, namun Sketsa berkesempatan untuk mewawancarai pasangannya, Jusman.</p><p>Ditemui pada Kamis (16/11) lalu, Jusman menceritakan awal mula dirinya kenal dengan Yani. Bertemu dan bergabung dalam satu forum yang sama, akhirnya mengakrabkan keduanya.</p><p>&quot;Awalnya dari Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sebatik (Hipmas). Terlebih saat ada agenda konsolidasi dan audiensi di FISIP, setelah itu kami berteman baik di forum diskusi &rdquo; ujarnya.</p><p>Saling mengenal satu sama lain dengan cukup baik, Jusman juga sampaikan kesamaan di antara keduanya. Selain berasal dari daerah yang sama, &ldquo;Kami memiliki kesamaan dalam visi misi, serta keresahan melihat situasi Unmul saat ini,&rdquo; tuturnya.</p><p>Hal ini pula yang menguatkan Jusman untuk maju pada Pemira dan bersanding dengan Yani sebagai Cawapres.</p><p>Di mata Jusman, Yani merupakan sosok perempuan kuat dan tangguh, terbukti dengan keberhasilannya membangun kembali BEM FISIP setelah dua tahun lamanya vakum.</p><p>Menurutnya, Yani juga merupakan pelopor dalam membangkitkan kembali semangat berorganisasi mahasiswa FISIP.</p><p>&ldquo;Yani itu sangat suka berorganisasi dan diskusi, tapi dia paling tidak suka jika ada orang yang meninggalkan amanah,&rdquo; ungkapnya.</p><p>Ditanya mengenai anggapan miring yang beredar terkait paslon 1, Jusman menanggapinya santai. Ia justru menyarankan untuk mewancarai 10 orang yang mengambil formulir pendaftaran tetapi tidak mengembalikannya.</p><p>&quot;Bagi yang menganggap remeh kami, mari bertemu dan adu gagasan demi kemajuan Unmul. Jangan hanya bisa meremehkan dan lempar kritik, tapi tidak bisa sampaikan gagasannya,&rdquo; tukasnya. <strong><em>(nhh/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepakat Maju Pemira, Rizaldo-Miftah Selami Diri Satu Sama Lain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepakat-maju-pemira-rizaldo-miftah-selami-diri-satu-sama-lain/baca </link>
<guid> sepakat-maju-pemira-rizaldo-miftah-selami-diri-satu-sama-lain </guid>
<pubDate> Mon, 27 Nov 2017 21:35:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah membahas cerita menarik dari kedekatan paslon 1 yakni Hariyani-Jusman, tak lengkap rasanya jika belum mengenal sosok paslon selanjutnya dari nomor urut dua, Rizaldo-Miftah. (Sumber foto: instagram.com/kitamulawarman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepakat-maju-pemira-rizaldo-miftah-selami-diri-satu-sama-lain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FGIrGWRmvC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepakat Maju Pemira, Rizaldo-Miftah Selami Diri Satu Sama Lain</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>- Setelah membahas cerita menarik dari kedekatan paslon 1 yakni Hariyani-Jusman, tak lengkap rasanya jika belum mengenal sosok paslon selanjutnya dari nomor urut dua, Rizaldo-Miftah.</span></p><p>&ldquo;Dulu sama-sama di divisi acara kepanitiaan PAMB 2016, sekaligus jadi opsi untuk dijadikan korlap,&rdquo; cerita Rizaldo ketika ditemui awak Sketsa pada Kamis (23/11) lalu.</p><p>Pertemuan keduanya tidak berhenti sampai di situ, mereka bahkan menjadi lebih dekat ketika menjabat sebagai Ketua BEM di fakultas masing-masing. Selain itu, pertemuan terus berlanjut karena keduanya tergabung dalam lingkar yang sama, baik itu di konsolidasi atau pertemuan non formal.</p><p>Melalui intensitas pertemuan tersebut, Rizaldo menilai ada sisi yang berbeda dari Miftah yang tidak ada pada dirinya. Hal ini menumbuhkan keyakinan Rizaldo untuk bersanding dengan Miftah pada gelaran Pemira tahun ini.</p><p>Usai keduanya sepakat untuk bersanding dan maju mencalonkan diri sebagai Capres dan Cawapres, hal pertama yang mereka lakukan ialah saling bertukar pikiran dan membeberkan hal-hal yang bersifat pribadi, seperti apa yang disukai dan tidak disukai.</p><p>&ldquo;Kita cerita dari pukul 11 malam hingga pukul 4 dini hari. Di hari kedua kita langsung menggarap visi misi dan program unggulan,&rdquo; tuturnya.</p><p>Ditemui secara terpisah, Miftah membuka sedikit sisi kepribadian rekannya tersebut. Ia berbagi soal hal yang disukai dan tidak disukai Rizaldo.</p><p>&quot;Hal yang disukai Rizaldo itu ice cream, dan kalau soal makanan, yang pasti ada bumbu pecelnya dengan tambahan lauk hati ayam,&rdquo; ungkapnya.</p><p>&ldquo;Dia juga sangat suka sama kucing,&rdquo; tambahnya.</p><p>Sedang untuk hal yang tidak disukai, Rizaldo merupakan tipe orang yang tidak suka melucu secara berlebihan atau biasa disebut alay.</p><p>Menurutnya hal itu tidak terlihat keren. &ldquo;Dia juga enggak suka dengan orang yang neko-neko,&rdquo; katanya.</p><p>Salah satu kenyamanan tersendiri yang ditemukan Miftah ketika berbicara banyak hal dengan Rizaldo adalah Aldo yang mengedepankan analitis. Sehingga tidak langsung buru-buru mengambil kesimpulan.</p><p>Terbuka, Miftah mengakui bahwa sebenarnya ia tidak memiliki niatan untuk maju Pemira BEM KM di tahun ini. &ldquo;Saya sudah memiliki target ke depan setelah selesai masa jabatan di BEM FKM,&rdquo; ungkapnya.</p><p>Namun, peran Rizaldo dalam memberikan dirinya rasionalisasi bahwa pergerakan BEM KM Unmul perlu pembenahan akhirnya meluluhkan Miftah. Ini juga yang rupanya dirasakannya sewaktu menjabat dan terlibat aktif di pergerakan universitas.</p><p>Akhirnya ia bersedia menemani Rizaldo untuk maju dalam pertarungan Pemira tahun ini. <strong><em>(nhh/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tarik Minat Mahasiswa, Pemira Adakan Kontes Foto </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tarik-minat-mahasiswa-pemira-adakan-kontes-foto/baca </link>
<guid> tarik-minat-mahasiswa-pemira-adakan-kontes-foto </guid>
<pubDate> Tue, 28 Nov 2017 00:52:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira BEM KM Unmul hari ini terpantau lancar di beberapa fakultas, di antaranya kampus FISIP dan FEB. (Foto: Mayang Sari) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tarik-minat-mahasiswa-pemira-adakan-kontes-foto/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5LHW6KA399.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tarik Minat Mahasiswa, Pemira Adakan Kontes Foto</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Senin (27/11) pagi kemarin terlihat panitia penyelenggara Pemira tengah sibuk menyiapkan segala bahan guna pelaksaan agenda Pemira 2018. Satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di setiap 14 fakultas, serempak dibuka pukul 08.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Langit cerah nan terik berubah kelam pukul 14.30 Wita. Dari pantauan <em>Sketsa&nbsp;</em>di beberapa titik fakultas, yakni FISIP dan FEB, nampak gerombolan mahasiswa berbondong-bondong mendatangi TPS di dua fakultas yang tak jauh ini. Tak sedikit yang turut berfoto ria usai memberikan hak suaranya. Sebagai salah satu strategi guna menarik minat mahasiswa, panitia Pemira mengadakan sayembara berupa kontes foto Pemira yang dilakukan di kampus FISIP. Adapun strategi ini berhasil memikat mahasiswa yang hilir mudik melintasi Gedung S2 FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu panitia mengungkapkan bahwa kontes ini diikuti mahasiswa FISIP yang datang untuk memilih ke bilik suara dan menandai jari kelingkingnya sebagai tanda telah sah berpartisipasi. Tak lupa, mengambil foto dengan latar <em>banner</em> Pemira yang telah disediakan oleh panitia untuk di<em>-upload&nbsp;</em>ke akun<em>&nbsp;Instagram</em>. Foto menarik nantinya akan dipilih pihak panitia.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), sedikit demi sedikit nampak ramai partisipan mahasiswa FEB yang mendatangi TPS<em>. Sketsa&nbsp;</em>yang sempat bertemu Freije Rakasiwi Gubernur Mahasiswa FEB 2018, ia mengatakan bahwa Pemira di kampus FEB cukup berjalan ramai dengan banyaknya mahasiswa yang ikut memilih. Termasuk ia yang &nbsp;juga telah melakukan pemilihan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sudah <em>vote</em>,&quot; ucapnya sembari menunjukan kelingking yang telah diberi tinta.</p><p style="text-align: justify;">Pije sapaan akrabnya, menuturkan, ia turut memantau penyelenggaraan Pemira. Menurutnya pemilihan untuk Presiden dan Wakil Presiden BEM KM kali ini cukup kondusif. Ditambah dengan panitia yang dinilai memiliki inisiatif dengan mengadakan kontes foto.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap pemimpin yang kelak terpilih bisa berjalan sesuai dengan harapan mahasiswa. &quot;Bisa menjadi pemimpin yang akan menjadi representatif mahasiswa dengan memperjuangkan suara mahasiswa dan rakyat, serta memberikan pergerakan progresif sesuai cita-cita Unmul,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 14.55 hujan sepenuhnya mengguyur Kampus Hijau. Namun terlihat, segelintir mahasiswa masih ada yang berlarian ke TPS FEB untuk berteduh maupun memilih.</p><p style="text-align: justify;">Kala hujan mereda dan menyisakan banjir yang menggenang di berbagai titik, terlihat Pandu Fazri Harmawan Ketua DPM KM FEB 2018 bersama seorang rekannya melintas mengendarai motor keliling Kampus Ekonomi ini. Untuk mengajak mahasiswa FEB yang tunai dengan kegiatan akademiknya untuk singgah menyempatkan diri mem<em>vote</em> Presiden Mahasiswa (Presma).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemira berjalan lancar namun ketertarikan mahasiswa yang menurun, tidak sebanding dengan Pemira FEB lalu,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, menurut mahasiswa jurusan Ekonomi Islam 2016 itu, ada hambatan tersendiri yang membuat menurunnya tingkat partisipasi mahasiswa khususnya di FEB. Ia menilai, bentrok yang terjadi sepekan lalu (21/11) itu berdampak langsung terhadap mahasiswa sebagai partisipan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Peserta yang kemarin memilih di Pemira FEB, beberapa terlihat tidak lagi datang untuk memilih (Pemira) ini. Apalagi kemarin debat kandidatnya batal, padahal itu ajang pengenalan mahasiswa kepada Paslon pilihannya,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kedua Paslon sempat berkampanye di sini, tetapi mahasiswa belum cukup untuk mengenal Paslon dari visi misinya aja,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini turun, <em>Sketsa</em> masih menghimpun informasi kondisi di TPS masing-masing fakultas. <em><strong>(myg/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Masterpiece yang Terus Bergulir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-masterpiece-yang-terus-bergulir/baca </link>
<guid> polemik-masterpiece-yang-terus-bergulir </guid>
<pubDate> Tue, 28 Nov 2017 18:39:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menindaklanjuti perkara tempat karaoke Masterpiece yang beralamat di Jalan Muhammad Yamin, tepat di muka kampus Unmul (Sumber foto : google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-masterpiece-yang-terus-bergulir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iAQ1bpFyeN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Masterpiece yang Terus Bergulir</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menindaklanjuti perkara tempat karaoke Masterpiece yang beralamat di Jalan Muhammad Yamin, tepat di muka kampus Unmul, Aliansi Warga dan Kampus mengadakan audiensi bersama Walikota Samarinda pada Senin (06/11). Hasilnya, akan dilakukan tindak lanjut kepada seluruh jajaran dinas perihal kasus Masterpiece.</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui, Presiden BEM KM Unmul Norman Iswahyudi, Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan izin yang sudah diberikan oleh Dinas Penanaman Modal tidak langsung dia iyakan, karena hanya berpatokan pada SOP (Standar Operasional Prosedur).</p><p style="text-align: justify;">Norman mengatakan walikota baru tahu soal kasus ini saat ramai gugatan dari warga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tindak lanjut, beliau akan mengumpulkan dinas-dinas terkait. Belum tahu kepastiannya apakah langsung dicabut atau seperti apa,&rdquo; tutur Norman.</p><p style="text-align: justify;">Jaang menegaskan ketika pemerintah kota salah, sudah selayaknya mahasiswa ataupun masyarakat yang mengetahui menegur pemerintah kota. Statement positif yang diberikan semakin memperjelas bahwa walikota mendukung gerakan aliansi ini.</p><p style="text-align: justify;">Belajar dari pengalaman sebelumnya, ketika mengadakan audiensi dengan DPRD yang tidak menemui titik terang, Aliansi Warga dan Kampus Unmul tidak ingin hal itu terjadi dengan walikota. Sembari menunggu hasil tindak lanjut walikota, aliansi berencana membawa kasus ini ke ranah hukum, di Pengadilan Tata Usaha Negara.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jalin Kerja Sama dengan LKBH Fakultas Hukum</strong></p><p style="text-align: justify;">Aliansi Warga dan Kampus pun sudah berkunjung ke LKBH (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum) Fakultas Hukum untuk berkonsultasi terkait masalah ini. &ldquo;LKBH siap sekali untuk membantu kasus ini, karena sudah jelas dan terang bahwasanya Masterpiece salah dalam pendirian bangunan. Kemudian selaku instansi yang berada di Fakultas Hukum dan Universitas Mulawarman sudah mendukung gerakan ini. LKBH akan bersama kami untuk melanjutkan ke langkah hukum,&rdquo; terang Norman.</p><p style="text-align: justify;">Norman saat ini masih mencoba menghimpun data-data yang diperlukan dari Dinas Penanaman Modal, karena sebelumnya ia tidak diperbolehkan. &ldquo;Alasanya demi keamanan katanya. Padahal sudah dalam undang-undang, berkas-berkas administrasi boleh disampaikan atau diminta oleh publik,&rdquo; cecarnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun hingga kini, pihaknya belum mendapatkan berkas terkait karena DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) mengatakan bahwa pimpinan DPMPTSP berada di luar kota.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mahasiswa Mengecam</strong></p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Luthfi Hanif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2015 tegas mengatakan ia tidak setuju dengan berdirinya Masterpiece. &ldquo;Kalau menurutku ditutup aja karena enggak pantas mendirikan tempat hiburan di sekitar kampus. Selain itu, pasti yang dituju adalah mahasiswa dari universitas yang ada di dekatnya untuk bekerja di dalam sehingga tidak menutup kemungkinan mahasiswi yang kuliah di situ menjajakan dirinya untuk terjun masuk di tempat tersebut yang disebabkan kurangnya biaya,&rdquo; tutur Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Luthfi, Suci Natalia, Prodi Pendidikan Matematika 2015 juga tidak setuju. &ldquo;Awalnya kupikir itu emang karaoke keluarga tapi kok lampunya terlalu berlebihan, tampilan dari luarnya kayaknya mewah banget. Pas kemarin lihat ada disebarkan daftar menu minumannya kayaknya enggak sesuai dengan namanya karaoke keluarga. Lokasinya juga enggak pas kan banyak kos-kosan mahasiswa, ada juga kampus IKIP PGRI, Unmul. Enggak sesuai Perda juga kan karena lokasinya dekat dengan wilayah pendidikan,&rdquo; ujar Suci.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Luthfi dan Suci, Heryansyah salah satu warga Jalan Suwandi RT 25 mengambil sikap netral dengan berdirinya bangunan bernuansa hitam itu. &ldquo;Saya bukan posisi yang setuju atau tidak. Ini menurut saya sebagai masyarakat biasa, setiap warga berhak berusaha asalkan legalitas perizinanan dari izin membangun apa segala macem sudah mencukupi dan terpenuhi,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai warga sekitar, ia akan melakukan kontrol sosial berupa mengawasi secara langsung atau tidak jika terjadi penyalahgunaan tempat usaha tersebut misalnya untuk prostitusi atau peredaran narkoba. Terkait masalah pelanggaran Perda, Heryansyah mengaku tidak terlalu mengerti karena Perda jarang diketahui oleh masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini sedikit kritik saya kepada pemerintah terkait UU Nomor 5 Tahun 2013, jarak tempat ibadah dan pendidikan. Saya enggak ngerti apakah diambil dari patok pagar Unmul di depan sini atau terjadinya kegiatan belajar mengajar di ruang pertama yang di Magister itu. Perda tersebut saya rasa perlu direvisi dan ditinjau kembali, dari mana jarak yang diukur tersebut,&rdquo; ujar pria yang akrab disapa Hery.</p><p style="text-align: justify;">Hery berharap, setelah berdirinya karaoke tersebut tidak terjadi keributan dan kerusuhan yang meresahkan warga sekitar. &ldquo;Kepada pihak Masterpiece pun dengan keberadan mereka, kami tidak ingin terjadi kerusuhan, keributan yang meresahkan warga kami di sini. Karena selama ini kehidupan kondusif dan aman-aman saja. Kepada pihak yang tidak setuju pun ada salurannya, jadi jangan memakai cara-cara jalanan, cara-cara seenaknya saja, protes, demo sana demo sini yang pada akhirnya menimbulkan gangguan di masyarakat,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(adn/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Suksesnya Pesta Demokrasi Kemarin, Dua Fakultas Ini Menutup Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-suksesnya-pesta-demokrasi-kemarin-dua-fakultas-ini-menutup-diri/baca </link>
<guid> di-balik-suksesnya-pesta-demokrasi-kemarin-dua-fakultas-ini-menutup-diri </guid>
<pubDate> Wed, 29 Nov 2017 01:37:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akibat insiden yang terjadi pada Debat Kandidat dan pembacaan hasil keputusan Panwas kemarin, Pemira 2018 harus mundur dari jadwal seharusnya (foto: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-suksesnya-pesta-demokrasi-kemarin-dua-fakultas-ini-menutup-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ygz9MVsbmE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Suksesnya Pesta Demokrasi Kemarin, Dua Fakultas Ini Menutup Diri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Akibat insiden yang terjadi pada Debat Kandidat dan pembacaan hasil keputusan Panwas &nbsp;kemarin, Pemira 2018 harus mundur dari jadwal seharusnya. Senin (27/11) Pemira BEM KM Unmul akhirnya digelar. Sejumlah TPS tersebar di setiap fakultas untuk mendukung jalannya Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengusung Pemira <em>online</em>, tahun ini Pemira dilakukan secara e-<em>voting</em> yaitu dengan mendatangi TPS. Pemilih cukup menyerahkan KTM dan melakukan <em>login</em> portal serta langsung bisa memilih pasangan yang diinginkan. Dalam bilik <em>vote</em> sendiri terdapat biodata lengkap masing masing paslon beserta satu buah <em>laptop</em> untuk memilih.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu TPS yang terlihat ramai adalah TPS FISIP, &nbsp;tempat yang menjadi markas paslon 1 ini terpantau oleh awak <em>Sketsa</em> hingga pukul 13.39 Wita dan tercatat sudah ada 428 mahasiswa yang melakukan <em>vote</em>. Terlihat mahasiswa begitu antusias berbaris menunggu antrean untuk memberikan hak suara mereka.</p><p style="text-align: justify;">Pengeras suara digunakan oleh DPM FISIP mengajak mahasiswa untuk segera melakukan <em>vote</em>. Terlambat dari jadwal seharusnya yakni dimulai pukul 9.51 Wita, salah seorang petugas KPPR Fatmawati mengaku antusiasme mahasiswa FISIP sangat baik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dari FISIP ini bukanya jam 10 ya tadi, tapi sudah sampai 400. Sedangkan fakultas lain yang dari buka jam 8 pagi itu masih 300, berarti <em>on fire</em> banget dari FISIP,&quot; ujar mahasiswi Fakultas Hukum 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah ramainya antusiasme mahasiswa FISIP berpesta demokrasi, Alberto mahasiswa Ilmu Komunikasi 2016 mengakui enggan melakukan <em>vote</em>. Menurutnya tidak ada sosialisasi sebelumnya dan tidak mengenal siapa saja paslon yang berlaga dalam Pemira kali ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku enggak milih karena tidak ada sosialisasi dari pihak yang menyelenggarakan Pemira, jadi saya enggak tahu siapa aja calonnya,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pemandangan berbeda terlihat di Faperta, kondisi TPS tampak lengang hanya ada petugas KPPR dan terdapat 2 bilik <em>vote</em>. Diakui Achmad Nuansyah selaku petugas KPPR Faperta, pembukaan TPS sedikit terhambat masalah kabel dan padatnya jadwal kuliah mahasiswa sehingga banyak yang tidak bisa melakukan <em>vote</em>. Terpantau hingga siang, baru 194 mahasiswa yang melakukan vote.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa banyak<em>&nbsp;vote</em> sewaktu-waktu pergantian mata kuliah, tadi juga istirahat sholat jadi lumayan yang datang,&quot; ujar mahasiswa Agroekoteknologi 2017 itu.</p><p style="text-align: justify;">Pemandangan yang sama terjadi di FKIP Gunung Kelua, markas paslon 2 ini juga terlihat lengang. Hanya nampak beberapa petugas KPPR dan bilik <em>vote</em> yang kosong, saat disambangi Sketsa pada siang hari, Ungan Rika selaku Penanggung Jawab KPPR FKIP Gunung Kelua, mengakui sudah banyak yang melakukan <em>vote</em> sebelumnya, meskipun ada kendala seperti beberapa mahasiswa yang lupa <em>password</em> sehingga harus ke SIA.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak yang lupa <em>password</em>. Mereka yang lupa <em>password</em> sudah kami lingkari namanya, ada 11 orang. Sampai sekarang belum ada kembali,&quot; terang Ungan.</p><p style="text-align: justify;">Ketua KPPR Wisnu Rian Dani ditemui <em>Sketsa</em> seusai pengumuman rekapitulasi suara Pemira BEM KM Unmul, mengungkapkan kendala yang menyebabkan sejumlah TPS ditunda pembukaannya hingga pukul 9.00 Wita, bahkan di Fahutan pukul 11.00 Wita pemungutan suara baru dimulai. Kendala seperti perizinan tempat, derasnya guyuran hujan hingga gangguan jaringan juga sempat dihadapi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kendala sih jaringan karena<em>&nbsp;online</em>, terus cuaca, kita juga selalu <em>update</em> kondisi terkini di TPS, alhamdulillah aman-aman aja,&quot; sebut Wisnu.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun euforia pemira disambut antusias di beberapa fakultas, namun ada dua fakultas lain yang menutup diri. Ialah Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik yang kompak tidak membuka posko TPS. Alhasil mahasiswa yang ingin memberikan suara harus beralih ke TPS &nbsp;fakultas lainnya. Hal ini cukup mengejutkan bagi Wisnu. Pasalnya, ia hanya mengetahui tentang FH yang melakukan penolakan pembukaan TPS, namun secara mendadak FT pun menyebarkan <em>broadcast&nbsp;</em>penolakannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harusnya hanya Hukum, tiba tiba tadi pagi Teknik juga buat surat <em>broadcast</em> untuk memblok Pemira di sana, jadi kita alihkan ke fakultas lain,&quot; Ujar Wisnu.</p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM KM Unmul Alif Mustofa juga menyayangkan sikap Fakuktas Teknik yang secara mendadak batal membuka posko TPS untuk Pemira dengan alasan kurangnya koordinasi. Dia menerima kabar tersebut malam sebelum Pemira dilaksanakan. Padahal jika ingin diadakan simulasi pihaknya siap membantu. &quot;Teman-teman Teknik agak mengejutkannya, memberikan kabar tadi malam. Alasannya kurang koordinasi dari DPM KM mungkin, padahal kami selalu terbuka,&quot; jawab Alif.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Alif, DPM KM Unmul telah mengakomodir Lokakarya dengan DPM fakultas tentang sistem Pemira, hasilnya didapat dari musyawarah dan ditetapkanlah sistem e-<em>vote</em> untuk Pemira. Bahkan setelah diadakan simulasi Pemira, pihak DPM KM Unmul mengajak kembali DPM fakultas untuk melakukan kongkret, pembenahan kembali. Namun, respons yang didapat nihil.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Masalah teman-teman yang kurang tahu gimana saya bingung juga, kami terbuka. Fakultas yang jauh FIB itu tahu ya ternyata, bahkan Mipa, Fahutan yang sibuk, Farmasi Kedokteran itu pun tahu sistemnya kayak apa, karena &nbsp;memang pengin tahu gitu,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>wil/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Demokrasi Luntur, Pemira FKTI Aklamasi Lagi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/demokrasi-luntur-pemira-fkti-aklamasi-lagi/baca </link>
<guid> demokrasi-luntur-pemira-fkti-aklamasi-lagi </guid>
<pubDate> Wed, 29 Nov 2017 02:35:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber Foto: fkti.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/demokrasi-luntur-pemira-fkti-aklamasi-lagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BH5f5sf2Zm.png" />
					</figure>
			                <h1>Demokrasi Luntur, Pemira FKTI Aklamasi Lagi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pesta demokrasi memang sedang bergelora di Unmul, baik tataran fakultas maupun universitas. Terbukti 14 fakultas Unmul kini tengah gencar-gencarnya melaksanakan Pemira dalam rangka menentukan masing-masing nakhoda kepengurusan BEM selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak terkecuali Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) yang juga larut dalam animo Pemira ini.</p><p style="text-align: justify;">Berawal dari pembentukan panitia pelaksana Pemira dua bulan silam, DPM FKTI yang menaungi Pemira &nbsp;langsung menyosialisasikan ke tiap-tiap kelas. Hal ini bertujuan untuk menjaring mahasiswa untuk turut serta ikut dalam kepanitiaan yang akan mengurusi Pemira ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah diperoleh beberapa nama yang mantap bergabung dalam kepanitiaan, DPM segera mengurus segala hal guna memperlancar prosesi jalannya Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pembentukan panitia yakni berdasarkan pendelegasian yang diusung tiap-tiap kelas,&rdquo; ucap Asdar Zulkiawan Ketua DPM FKTI saat ditemui <em>Sketsa</em> Jumat (24/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5 Ambil Formulir, 1 Kembalikan Berkas</strong></p><p style="text-align: justify;">Perjalanan Pemira tentu saja diwarnai oleh berbagai macam dinamika-dinamika. Termasuk minimnya pasangan calon (paslon) yang ingin berlaga. Hampir sama dengan beberapa fakultas lain, FKTI pun sepi petarung. Terbukti dari lima paslon yang mengambil formulir, namun nyatanya hanya satu yang mengembalikan berkas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Padahal kami sudah memberikan waktu dua minggu, agar para calon bisa mempersiapkan diri lagi,&rdquo; ujar mahasiswa Prodi Teknik Informatika itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berujar bahwa sistematika yang diusung DPM kali ini sedikit berbeda dengan dengan yang ada di fakultas lain. Di mana fakultas lain hanya menyediakan waktu satu minggu untuk melengkapi persyaratan, sedangkan FKTI memberikan tenggat waktu hingga dua minggu.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi pemberian waktu tersebut dirasa belum cukup, terbukti hanya satu paslon yang mengembalikan berkas dan siap maju Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya apakah ada kecacatan berkas, Asdar dengan tegas menampik hal tersebut. &ldquo;Saya rasa bukan kecacatan berkas, melainkan hanya semangatnya yang kurang,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan menjadi rahasia umum bahwa di setiap fakultas kerap ditemui permasalahan serupa. Paslon yang mengambil formulir banyak, namun yang mengembalikan hanya sedikit. 2017 bisa jadi tahun yang cukup memprihatinkan bagi FKTI karena lagi-lagi aklamasi. Setelah sebelumnya sempat terjadi pada 2015 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Asdar hanya bisa berpesan agar ke depan, Pemira FKTI jangan terus-menerus aklamasi. Karena hal ini akan mengurangi semangat demokrasi yang ada. Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu meningkatkan semangat berorganisasi, agar kelak bisa membawa perubahan bagi kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena kalau bukan mahasiswa itu sendiri, siapa lagi?&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>pil/suf/sut/mer/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekapitulasi Pemira, Rizaldo-Miftah Teratas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rekapitulasi-pemira-rizaldo-miftah-teratas/baca </link>
<guid> rekapitulasi-pemira-rizaldo-miftah-teratas </guid>
<pubDate> Wed, 29 Nov 2017 03:49:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Foto: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rekapitulasi-pemira-rizaldo-miftah-teratas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/umyYxozuZf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekapitulasi Pemira, Rizaldo-Miftah Teratas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Setelah melakukan pemungutan suara di tiap fakultas pada Senin (27/11) kemarin, sore harinya bertempat di Ruang Rapat Rektorat lantai 1, KPPR melakukan rekapitulasi suara sementara.</p><p style="text-align: justify;">Proses rekapitulasi suara berlangsung lengang, bahkan paslon 1 dan timsesnya tak tampak saat itu. Ruangan hanya dihadiri petugas KPPR serta paslon 2 dan sebagian timsesnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Proses perhitungan suara dimulai pada pukul 17.30 Wita, mundur 15 menit dari waktu yang telah dijadwalkan. Berdasarkan proses pemungutan suara, diperoleh 4532 suara dari 12 fakultas yang membuka TPS. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hasilnya, paslon 1 Hariyani - Jusman mendapat 1122 suara, dan Rizaldo - Miftah mengantongi 3410 suara. Dengan ini, Rizaldo - Miftah dinyatakan unggul sementara. Hal ini terjadi karena masih ada masa gugatan selama dua hari, terhitung dimulai sejak hari ini hingga besok (29/11). Jika dalam dua hari tidak ada yang mengajukan gugatan, maka hasil rekapitulasi suara akan ditetapkan secara resmi.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai pemotongan 500 suara bagi paslon 1, Ketua DPM KM Unmul Alif Mustofa, mengatakan pengumuman keputusan dan ketetapan akan dilakukan pada Kamis (30/11) mendatang. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemotongan 500 suara ini sebagai konsekuensi tidak mengikuti debat kandidat. Itu sudah diatur dalam TAP. Nanti jadi pertimbangan lagi untuk KPPR agar mengakumulasi hasil suara,&quot; jelas Alif. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun diterjang hujan dan beberapa masalah teknis, Alif mengapresiasi terselenggaranya Pemira tahun ini. Sebab perdana Pemira kali ini menggunakan sistem e-<em>voting</em>. Serta, terdapat kenaikan jumlah pertisipan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, hal ini cukup &nbsp;membanggakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kabar baiknya kita ada peningkatan partisipasi ya, dibandingkan tahun sebelumnya itu 3700 sekian. Hasil suaranya lebih tertutup tapi bisa lebih tinggi, itu hal positif lain dari segi sistem tahun ini,&quot; tambah Alif.</p><p style="text-align: justify;">Alif berharap sistem ini bisa diteruskan pada Pemira tahun depan dengan perbaikan dan evaluasi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, ditemui setelah &nbsp;rekapitulasi suara, paslon 2 merasa bersyukur akan jalannya pemira. Meskipun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi target.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Syukur alhamdulillah kami panjatkan, ucapan syukur ini bukan untuk hasil, tapi untuk proses yang telah kami jalani. Apalagi beberapa waktu belakangan ini ada kejadian yang tidak diharapkan,&quot; terang Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun berpesan agar rekan-rekan seperjuangan, terutama &ldquo;Sahabat KITA&rdquo;, sebutan bagi relawan timses paslon 2, untuk tidak merasa jumawa.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Miftah turut berpesan agar tidak merasa tinggi, harus tetap membumi. Jangan sampai dalam masa gugatan ini melakukan hal-hal yang tidak disengaja yang dapat menjadi bumerang bagi mereka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini merupakan hasil kerja keras teman-teman sekalian untuk mengulik, mencerdaskan, dan menganalisa khalayak&quot; pungkasnya. <strong>(<em>ann/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Komedi Etika Pejabat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/komedi-etika-pejabat/baca </link>
<guid> komedi-etika-pejabat </guid>
<pubDate> Wed, 29 Nov 2017 17:59:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber Foto: republika.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/komedi-etika-pejabat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DHNC3ICV71.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Komedi Etika Pejabat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Beberapa minggu ini berita di televisi nasional maupun di dunia maya dipenuhi dengan berita tentang bapak Ketua DPR Indonesia. Ya, siapa lagi kalau bukan Setya Novanto. Bapak yang dulunya mendapatkan gelar &ldquo;Pria Tampan Surabaya (1975)&rdquo; ini sedang hangat menjadi perbincangan publik bak aktor film layar lebar ataupun penyanyi <em>hits</em> zaman <em>now</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tapi yang membuat beliau menjadi perbincangan bukan karna prestasi atau ketampanannya, melainkan kasusnya akan korupsi e-KTP yang penuh dengan bumbu &ndash; bumbu drama. Bisa dikatakan sangat seru dan lucu untuk di ikuti. Sebenarnya beliau memiliki beberapa kasus seperti kasus PT.Era Giat Prima (1999), kasus Bank Bali (2004), penyeludupan beras Vietnam (2005) dan &ldquo;Papah Minta Pulsa&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi kasus tentang e-KTP ini yang saya rasa sangat menarik, karena demi menolak panggilan KPK, secara halus beliau memainkan sebuah drama-drama kecil yang terlihat lucu. Seperti tiba-tiba terlihat terbaring lemah di dalam rumah sakit, dengan menggunakan alat bantu pernapasan yang hanya menutup hidung dan monitor.</p><p style="text-align: justify;">Menunjukan grafik denyut nadi terlihat menggambarkan garis lurus yang menandakan meninggal. Semua itu dilakukan demi menghindari panggilan dari KPK. Lalu apa yang terjadi setelah panggilannya dibatalkan? Beberapa hari kemudian beliau terliat sehat dan bermain tenis meja.</p><p style="text-align: justify;">Berani karena benar, takut karena salah. Jika dilihat dari permainan dramanya seakan-akan beliau melihatkan bahwa dirinya bersalah. Jika memang benar datang dan hadapi, jangan mencoba lari dari kejaran hukum dengan membuat drama drama kecil yang terlihat sangat lucu. Dari hal tersebut kemudian menimbulkan banyak pertanyaan, dan salah satunya adalah begitukah etika seorang pejabat yang memiliki pangkat tinggi? Tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatannya. Hanya tahu lari dari masalah, padahal kalau benar tinggal datang hadapi dan menang.</p><p style="text-align: justify;">Melihat drama apik yang dimainkan Setya Novanto harusnya menjadi tamparan keras bagi setiap otak-otak pejabat yang bermain kotor dalam pemerintahan. Dewasa ini masyarakat tidak bisa lagi dibodohi dengan permainan kotor seperti itu. Hukum seolah-olah berputar bagi para pejabat yang merasa punya kekuasaan tinggi. Mereka menganggap hukum adalah hewan peliharaannya yang bisa mereka atur demi kepentingan pribadi. Jika salah, katakan salah dan jika benar, angkat kepalamu lalu tegas katakan aku benar, tentunya hargai jalannya hukum.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pejabat, cinta hukum adalah cerminan yang harus diberikan kepada masyarakat dan Indonesia. Jika memang wakil rakyat, maka berikan etika yang benar dalam menghadapi hukum negara. Jangan lari kemana &ndash; mana yang ujungnya menabrak tiang listrik. Masyarakat dibuat tertawa dengan skenario ada bakpao di kepala Papa tersayang. Di tengah &ndash; tengah drama seru yang dimainkannya, KPK diam &ndash; diam datang..hap! lalu ditangkap. Papa cuma bisa bilang adegan saya belum selesai, kenapa dipakaikan kostum <em>orange</em>?</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;KPK hanya tersenyum kalau Papa sekarang adegannya jadi tersangka kasus e-KTP! Papa masih tidak terima dramanya selesai. Hanya hadapilah hukum yang berlaku, hasilnya nanti ya adalah hasil perbuatanmu sebelumnya. Sebagai pejabat Papa harus menunjukkan etika yang baik dan benar dalam merespon hukum.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Fachry Amy Tommy, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buronan Maling Helm Akhirnya Tertangkap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buronan-maling-helm-akhirnya-tertangkap/baca </link>
<guid> buronan-maling-helm-akhirnya-tertangkap </guid>
<pubDate> Thu, 30 Nov 2017 00:56:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Proses penangkapan maling helm di kawasan Unmul. (Foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buronan-maling-helm-akhirnya-tertangkap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mqkgG4ve4H.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buronan Maling Helm Akhirnya Tertangkap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Selasa, (28/11) kampus dibuat geger dengan tertangkapnya maling helm yang ternyata sudah lama ada dalam daftar pengejaran Satgas Keamanan Unmul. Warga kampus sontak berkerumun, memadati pos jaga samping gedung rektorat petang itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selama ini pelaku telah lama diintai, nomor kendaraannya pun sudah masuk dalam daftar maling helm yang kami cari. Saya tidak tahu pasti, entah dari sebulan lalu atau dari kapan itu masuk daftar. Yang jelas, tadi dia di sana sempat ngambil (helm) cuma buru-buru ketahuan,&rdquo; papar Ali Jabar petugas keamanan.</p><p style="text-align: justify;">Dari informasi yang dihimpun <em>Sketsa</em>, sekitar pukul 16.00 Wita ketika orang-orang melaksanakan salat Ashar, pria berperawakan tinggi itu tertangkap di musala rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui pelaku kabur dari pengejaran pihak keamanan yang bertugas di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), saat tertangkap basah saat hendak melancarkan aksinya. Ia lantas melarikan diri hingga ke musala rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Tim Satgas Keamanan Kampus yang sebelumnya telah mendapat laporan, sigap mengecek keadaan di sekitar tempat yang dimaksud.</p><p style="text-align: justify;">Ali berhasil menciduk pelaku. Ia mengatakan, saat itu pelaku tengah berada di musala dan terlihat sempat memarkirkan motornya di parkiran musala rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya dibantu juga tadi sama teman-teman (Satgas) FKIP dan mahasiswa. Pelaku pas ditanya alasannya habis salat,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pelaku beserta kendaraannya kemudian diamankan terlebih dahulu di pos keamanan untuk diintrogasi oleh petugas keamanan hingga pukul 16.36 Wita. Sebelumnya mahasiswa yang emosi sempat menghujani bogem mentah kepada pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Pelaku juga sempat melawan ketika diringkus dan menendang salah satu mahasiswa. Tak hanya sampai di situ, mahasiswa dan beberapa orang lain yang masih naik pitam sempat terlihat beberapa kali melampiaskan kekesalannya. Upaya pengerusakan dengan cara menendang-nendang badan kendaraan bermotor merek Scoopy merah bernopol KT 6293 IL milik pelaku yang masih terparkir di depan pintu masuk Pos Satgas Keamanan tak terhindarkan.</p><p style="text-align: justify;">Sketsa sempat ingin memasuki ruang introgasi, namun dihalau petugas keamanan dengan alasan pelaku sedang tidak mengenakan busana kecuali pakaian dalam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di FKIP tadi sempat mau ditangkap, kuncinya dicabut tapi dia berhasil lari. Dia punya dua kunci motor ganda. Barang bukti yang didapat itu ada motornya dan plastik sampah. Helm tidak dia bawa karena ketahuan jadi tidak sempat,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pelaku ini sudah sering berkeliaran di sini, dan saya saat tidak mengenakan seragam keamanan, sempat berpapasan dengan pelaku. Dan saat ini masih ada dua pelaku lain yang kami cari. Bisa dilihat di daftar kami, ada sekitar tiga nomor plat kendaraan yang kami himpun diduga milik kawanan pencuri yang sering ke sini,&rdquo; ungkap Hasan selaku Kepala Satgas.</p><p style="text-align: justify;">Menurut petugas keamanan, kinerja para pelaku selama ini lihai mengelabuhi petugas keamanan yang hilir-mudik berpatroli di kawasan Unmul. Para pencuri helm tersebut memiliki kawanan setiap bekerja. Salah seorang dari mereka bertugas mengambil helm, dan satu yang lain bertugas melarikannya. Tak ingin larut dijebak, para petugas keamanan telah berkoordinasi untuk melakukan pengintaian di beberapa titik lokasi sering terjadinya kehilangan.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, beberapa bulan lalu Hamzah Nasir Sekretaris Kabinet BEM KM Unmul menjadi salah satu korban. Hamzah mengaku telah kehilangan satu buah tas miliknya yang berisi laptop, surat-surat berharga seperti SIM dan lainnya saat ia tinggal hendak berwudhu di masjid Al-Fatihah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika saya balik tas saya sudah tidak ada, saya cari ke depan sudah tidak ada. Ini jaket saya sudah terhambur di parkiran, saya bingung ke mana. juga ada uang BEM KM di tas laptop saya sekitar lima juta habis pencairan dana dari Rektor juga raib. Tidak tahu mungkin diincar? Lapor polisi ya gak ada hasil, cuma dikasih surat keterangan hilang aja,&rdquo; ungkapnya saat ditemui di Gedung Student Center.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini turun, pelaku telah dibawa menuju Kapolresta Samarinda Ulu untuk diproses lebih lanjut. Pelaku diangkut bersama barang bukti berupa satu buah motor dan didampingi beberapa petugas keamanan Unmul. <strong><em>(myg/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dituduh Kongkalikong dengan Miftah, DPM FKM Terancam Dibekukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituduh-kongkalikong-dengan-miftah-dpm-fkm-terancam-dibekukan/baca </link>
<guid> dituduh-kongkalikong-dengan-miftah-dpm-fkm-terancam-dibekukan </guid>
<pubDate> Thu, 30 Nov 2017 01:21:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Miftah diduga melanggar AD/ART FKM Unmul pasal 17 ayat 3. DPM FKM pun mengakui telah melakukan perubahan di luar mubes yang terjadi secara tidak sengaja. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituduh-kongkalikong-dengan-miftah-dpm-fkm-terancam-dibekukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/87baOezjte.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dituduh Kongkalikong dengan Miftah, DPM FKM Terancam Dibekukan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dari pemberitaan yang diturunkan <em>Sketsa</em> sebelumnya, yakni konferensi pers yang digelar timses paslon 1 pada 18 November, laporan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Miftah Cawapres BEM KM Unmul disebutkan berasal dari laporan lima UKM internal FKM.</p><p style="text-align: justify;">Lima UKM tersebut telah menggugat DPM FKM, bahkan membentuk aliansi Mosi Tidak Percaya kepada DPM FKM atas tindakan inskonstitusional.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana yang ditulis dalam press release, Miftah diduga melanggar AD/ART FKM Unmul pasal 17 ayat 3. DPM FKM pun mengakui telah melakukan perubahan di luar mubes yang terjadi secara tidak sengaja.</p><p style="text-align: justify;">Dari situ, muncul tudingan kongkalikong antara DPM FKM dengan Miftah demi memuluskan langkah maju Pemira. Semua hal yang terakumulasi itu, mengerucut pada kabar DPM FKM yang terancam dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">Tak tinggal diam, gelombang dukungan juga datang dari Keluarga Besar Mahasiswa FKM (KBM FKM). Ramai-ramai mereka duduk berhampar, mengaji bersama pada Kamis (23/11) dalam bingkai acara FKM Bertilawah.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, menanggapi gejolak yang saat ini terjadi di FKM, Miftah sebagai yang tergugat pun angkat bicara. Melalui akun pemenangannya, Miftah bicara lewat empat video yang masing-masing bedurasi satu menit.</p><p style="text-align: justify;">Dalam klarifikasinya, Miftah memaparkan kronologis berkas yang dianggap cacat. Pertama, pada tanggal 31 Oktober secara resmi Miftah telah menanggalkan jabatannya sebagai Presiden FKM, surat pernyataan pengunduran diri telah dilampirkan kepada DPM KM Unmul sebagai syarat untuk diproses lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, Miftah mengklarifikasi pelanggaran Pasal 17 ayat 3 AD/ART KBM FKM yang dilakukan dirinya tidaklah benar. Sebab dalam prosesnya, ia menyatakan telah mengikuti aturan tataran universitas TAP DPM KM dan KPPR.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, pihak penggugat tidak seharusnya merepresentatifkan dirinya sebagai perwakilan dari KBM FKM. Sebab dalam AD/ART KBM FKM tertera bahwa &ldquo;Anggota KBM FKM bisa memberikan keterangan tentang situasi tertentu lewat dari &frac12; n + 1 dari jumlah semua mahasiswa yang ada di KBM FKM&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Miftah menegaskan bahwa ia sama sekali tidak sedang bermasalah, baik di tataran prodi, fakultas, maupun universitas.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Ketua DPM FKM Herlanda Agatha Putra Damara menyebut rilis yang diterbitkan aliansi tidaklah sah. Ia pun menyayangkan langkah aliansi yang menabrak aturan dengan melangkahi prosedural yang mestinya ditaati.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rilis yang dikeluarkan aliansi ini tidak sah. Diskusi ini diakomodir oleh BEM, yang keluarkan rilis harusnya BEM. Itulah kenapa saya enggak mau tanda tangan. Mereka juga menyalahi aturan. Laporan ke birokrat harus melalui BEM. Tapi ini mereka enggak. Langsung ke birokrat. Kan nggak tepat. Menyalahi AD ART juga,&quot; tukasnya.<strong><em>&nbsp;(ann/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gugatan Ditolak, Timses Paslon 1 Bertindak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gugatan-ditolak-timses-paslon-1-bertindak/baca </link>
<guid> gugatan-ditolak-timses-paslon-1-bertindak </guid>
<pubDate> Thu, 30 Nov 2017 03:02:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber Foto: Timses Paslon 1) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gugatan-ditolak-timses-paslon-1-bertindak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Cu8VSd5Wgj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gugatan Ditolak, Timses Paslon 1 Bertindak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tahapan Pemira belum selesai. Meski proses pemungutan dan perhitungan suara usai dilakukan Senin (27/11) kemarin, masih ada masa gugatan yang lumrahnya berlangsung selama dua hari. Sivitas mau tak mau harus melalui ini.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, pada 19 November lalu timses paslon 1 melakukan gugatan terhadap KPPR &nbsp;yang dianggap melanggar Pasal 7 ayat 3 dan Pasal 18 ayat 5 TAP DPM KM Nomor 2 Tahun 2017. Berisi tentang prosedur penyeleksian berkas dan melaporkan Miftah Cawapres paslon 2, atas tuduhan kecacatan berkas pengunduran diri dari jabatannya selaku Presiden BEM FKM yang mana telah melanggar Pasal 5 ayat 5 dan 6 di TAP yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Gugatan tersebut sempat membuat dua kubu timses bentrok saat hendak mendengarkan hasil putusannya. Sivitas ikut-ikutan heboh. Pengumuman terus diundur sampai akhirnya Panwas mengumumkannya melalui media sosial karena khawatir adu jotos terjadi lagi. Dalam putusan bernomor 2 Tahun 2017 itu, Panwas menolak semua gugatan yang diajukan paslon 1 dan menuangkannya dalam lima butir rasionalisasi.</p><p style="text-align: justify;">Merasa ada asas-asas yang terlewati dan sejumlah fakta yang diabaikan Panwas, Andi Muhammad Akbar ketua timses paslon 1 melayangkan gugatannya berupa pernyataan sikap timses paslon 1. Di dalamnya memuat bantahan dari lima poin yang telah dipaparkan Panwas sebagai alasan penolakan. Tak tanggung-tanggung, pernyataan sikap tersebut diurai dalam 15 halaman dengan melampirkan bukti-bukti berupa foto surat sampai tangkapan gambar percakapan.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir lembar pernyataan sikap tersebut, timses paslon 1 menyatakan sikapnya, pertama, mengimbau kepada seluruh pendukung paslon 1 untuk menjaga kondusifitas Unmul. Kedua, mosi tidak percaya terhadap independensi Panwas dan KPPR Pemira BEM KM Unmul, ketiga, menolak hasil keputusan Panwas Nomor 2 Tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, mengutuk keras tindakan keberpihakan Panwas dan KPPR Pemira BEM KM Unmul 2017. Dan terakhir, meminta DPM KM Unmul, KPPR, dan Panwas untuk mengadakan bedah aturan terbuka yang disaksikan oleh seluruh mahasiswa Unmul dengan fasilitator akademisi hukum.</p><p style="text-align: justify;">Oleh timses paslon 1, pernyataan sikap tersebut telah disebarluaskan ke sejumlah media sosial. Lini masa sivitas Unmul belakangan memang dipenuhi riuh perjalanan pesta Pemira. Kemunduran atau kemajuan dalam berdemokrasi? Mari melihat Pemira bekerja! <strong>(<em>aml/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertarungan Pemira di Fakultas Kedokteran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertarungan-pemira-di-fakultas-kedokteran/baca </link>
<guid> pertarungan-pemira-di-fakultas-kedokteran </guid>
<pubDate> Thu, 30 Nov 2017 18:59:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Adheya Putrindashafa, Presiden BEM FK terpilih. (Sumber foto: Maharani RF) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertarungan-pemira-di-fakultas-kedokteran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5YyrtO05ac.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertarungan Pemira di Fakultas Kedokteran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Masih dalam suasana pesta demokrasi, Jumat (10/11) lalu Fakultas Kedokteran (FK) gelar Pemira Presiden BEM FK. Cukup berbangga, fakultas calon dokter ini jauh dari penyakit aklamasi sebagaimana yang dialami sejumlah fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM FK Andi Alifka beberkan prosesi Pemira di kampus yang kelak melahirkan calon-calon dokter itu. Berdasarkan susunan acara yang sudah ditetapkan DPM FK, tahap pertama adalah pencalonan diri, lalu verifikasi berkas tahap satu, dilanjutkan verifikasi tahap dua. Setelah berkas disepakati, masing-masing paslon diberi kesempatan berkampanye, mengikuti debat kandidat hingga tiba hari pemungutan serta perhitungan suara.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran calon Presiden BEM FK dibuka Senin (25/9) lalu, namun hingga batas akhir pendaftaran belum ada paslon yang mendaftar, DPM FK memutuskan untuk memperpanjang masa pendaftaran. Hal tersebut berdampak pada perubahan timeline yang sudah ditetapkan. Akan tetapi, DPM FK berhasil kantongi dua paslon yang akan berlaga dalam Pemira BEM FK kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dilakukan verifikasi berkas, tercatat dua paslon yang maju yakni, Amalia Rizkiannur Putri dengan nomor urut 1 dan Adheya Putrindashafa nomor urut dua. Kemudian, dilakukan kampanye selama satu minggu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Antusias dari tiap mahasiswa itu bagus, di mana kami melihat dari sesi tanya jawabnya, ada timbal balik, saling mengoreksi baik dari pasangan calon dan mahasiswanya,&rdquo; ujar Andi saat ditemui <em>Sketsa</em>, Senin (27/11).</p><p style="text-align: justify;">Lalu debat kandidat Rabu (8/11), DPM FK hadirkan tiga panelis yakni Wakil Dekan FK bidang Akademik Endang Sawitri, Presiden BEM FK 2017 Evan Faishal Mahadinata dan Presiden BEM KM 2017 Norman Iswahyudi.</p><p style="text-align: justify;">Debat kandidat dibagi menjadi empat tahap yaitu penyampaian visi misi dan program kerja unggulan, kedua sesi tanya jawab antara juri dengan masing-masing calon, ketiga sesi tanya jawab antara mahasiswa dengan masing-masing calon, dan terakhir <em>closing statement</em>.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki masa tenang, semua atribut yang berhubungan dengan kampanye dibersihkan dari area kampus FK. Sehari setelah masa tenang, Jumat (10/11) dilakukan pemungutan dan perhitungan suara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sangat bangga dengan mahasiswa FK, walau sesibuk apapun dengan akademik yang berbeda-beda, terutamanya dari tiap angkatan untuk menyatukan jadwal itu susah sekali. Tapi alhamdulillah suara semua dapat terkumpul,&rdquo; ungkap Andi. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Presiden Terpilih BEM FK</strong></p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari inovasi untuk melakukan perubahan di BEM FK ke arah yang lebih baik, serta mendapat dukungan dan restu dari kedua orang tuanya, Adheya Putrindashafa mahasiswi Pendidikan Dokter Umum 2015 memutuskan untuk maju pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Dheya sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa ia tak asal maju dalam pemira, ada analisa SWOT (<em>strengths, weakness, opportunities, and threats</em>) yang ia perhatikan terlebih dahulu, apa kekuatan, ancaman, kelemahan, serta peluangnya. Dari analisa tersebut ia juga bertukar pikiran dengan beberapa teman-teman dan seniornya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita mau melakukan perubahan kan, kalau bisa kan dari tangan kita sendiri. Kenapa harus nunggu orang lain,&rdquo; ucapnya saat ditemui <em>Sketsa</em> Senin (27/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perhelatan Pemira BEM FK tahun ini, Dheya merasa bangga sebab antusias mahasiswa FK meningkat. Terbukti pada saat dilakukan pemungutan suara tercatat 358 mahasiswa yang memilih dari 360 kertas suara yang disediakan oleh DPM FK. Itu artinya hanya 2 mahasiswa yang memilih golput.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Visi saya, intinya itu menjadikan KM FK (Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran) Unmul yang mandiri, kritis dan berdaya saing sebagai agen <em>representative</em>,&rdquo; beber dara asal Berau ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, di FK ada kriteria yang harus dimiliki seorang dokter seperti menjadi <em>leader</em>, dan komunikator. Inilah visi yang akan Dheya terapkan. Mengenai misinya, Dheya memiliki enam misi unggulan.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, revitalisasi peran dan fungsi BEM FK Unmul. Kedua, meningkatkan kualitas kaderisasi yang lebih terstruktur dan bertingkat. Ketiga, mewujudkan BEM FK Unmul sebagai wadah pengembangan dan aktualisasi diri setiap insan dalam KM FK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian yang keempat meningkatkan aksi dan langkah konkret sebagai implementasi dari seriap rencana strategis dalam mewujudkan visi. Kelima, meningkatkan eksistensi BEM FK Unmul, baik di tatanan internal, universitas, masyarakat dan nasional. Dan yang terakhir, meningkatkan peran sebagai agen penyokong ekseistensi FK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Mengeyam pendidikan di FK tidaklah mudah. Cara unik Dheya menyeimbangkan waktu antara kuliah dan organisasi yaitu dengan menulis kegiatan apa saja yang hendak ia kerjakan. &ldquo;Manajemen waktu aja, saya memang tipe orang yang terstuktur banget,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menutup perbincangan, Dheya mengaku bersyukur atas dukungan yang diterimanya. &ldquo;Motivasi untuk tetap berkontribusi yang pasti dukungan KM FK, maksudnya saya bisa kayak gini sekarang karena banyak orang yang dukung saya di belakang saya,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>mrf/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masterpiece Berpolemik, FIB dan Kawasan Hiburannya Apa Kabar? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masterpiece-berpolemik-fib-dan-kawasan-hiburannya-apa-kabar/baca </link>
<guid> masterpiece-berpolemik-fib-dan-kawasan-hiburannya-apa-kabar </guid>
<pubDate> Thu, 30 Nov 2017 19:54:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana hiburan malam di sekitar kampus FIB (Sumber foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masterpiece-berpolemik-fib-dan-kawasan-hiburannya-apa-kabar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mQUaUjKKzh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masterpiece Berpolemik, FIB dan Kawasan Hiburannya Apa Kabar?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kehadiran Masterpiece sebagai tempat hiburan karaoke keluarga menerima tentangan dari sejumlah kalangan mahasiswa dan warga. Tergabung dalam Aliansi Warga dan Kampus, mereka menilai bangunan tersebut melanggar Perda nomor 5 pasal 9 ayat 2 karena keberadaannya yang dekat dengan kawasan pendidikan dan tempat ibadah. Namun, bagaimana dengan nasib kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang dikelilingi tempat hiburan malam atau biasa disebut &ldquo;<em>Chinatown</em>&rdquo;nya Samarinda?</p><p style="text-align: justify;">Ditemui Selasa malam (28/11), Yaris Eko Nurcahyono salah satu anggota Aliansi Warga dan Kampus berkomentar soal keberadaan FIB yang juga bermasalah tersebut. Ia menyebutkan bahwa dulunya ada kesalahan dalam penempatan tatanan wilayah kota. Dalam hal ini, perencanaan kota meskipun ia tak tahu pasti soal mana yang lebih dahulu berdiri.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, jika melihat dari sudut pandang keberadaan hiburan yang telanjur hadir di kawasan pendidikan, maka seharusnya pihak kampus mencari solusi yang pas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harusnya ada solusi tepat untuk ini. Entah kampusnya dipindahkan ke Gunung Kelua (GK) atau tempat itu yang disterilkan. Kita juga belum tahu,&rdquo; imbuh mahasiswa FKIP PPKN 2013 itu.</p><p style="text-align: justify;">Dari banyaknya kampus di Indonesia, Unmul menjadi salah satu kampus yang berhadapan langsung dengan tempat hiburan. Ia menambahkan bahwa sebaiknya kawasan pendidikan steril dari tempat hiburan &ldquo;Masalahnya enggak etis gitu loh,&rdquo; cetusnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> mencoba menelisik lebih lanjut soal keberadaan hiburan malam apa saja yang ada di sekitar kampus FIB. Jika kita berangkat dari kampus FIB, dengan jarak kurang lebih 100 meter akan menemukan tempat karaoke dengan plang yang disponsori minuman beralkohol.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh dari sana terdapat panti pijat, tempat <em>billiard</em> dengan suasana remang remang malam dihiasi dengan warna-warna mencolok. Meskipun hanya beroperasi pada malam hari, hal ini juga menuai tanggapan mahasiswa FIB yang juga sering berkegiatan pada malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Ketika <em>Sketsa</em> berkunjung ke FIB malam Selasa (28/11) kemarin, Panji Asuhan mahasiswa Sastra Indonesia 2012, tak ingin berkomentar banyak mengenai ini. Ia mengaku bahwa bangunan-bangunan tersebut sudah ada sejak sebelum FIB. &ldquo;Dulu kan pas SMP suka main bulu tangkis, jadi sering lewat sini dan bangunan itu memang sudah ada,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia tak terlalu ambil pusing soal keberadan hiburan malam ini, &ldquo;Aku sih enggak masalah, kecuali mereka baru bangun mungkin harus dipermasalahkan,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak senada dengan Panji, ditemui terpisah Suryani mahasiswa Sastra Inggris 2015 menyayangkan kehadiran bangunan tersebut. Ia mengaku merasa resah dan terganggu karena kampusnya terkenal dengan kawasan yang tak seharusnya berada di sekitar kampus, &ldquo;Jadi kadang aku itu malu, pas mau undang teman ke FIB mereka malah bilang &apos;Oh yang dekat dengan tempat prostitusi itu, ya&apos; jadi kesannya itu kayak gimana kan,&rdquo; keluhnya. <strong>(<em>fqh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 3 Mahasiswa Terjerat Narkoba, Masjaya: Saya Baru Tahu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/3-mahasiswa-terjerat-narkoba-masjaya-saya-baru-tahu/baca </link>
<guid> 3-mahasiswa-terjerat-narkoba-masjaya-saya-baru-tahu </guid>
<pubDate> Fri, 01 Dec 2017 01:15:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga mahasiswa Unmul yang tertangkap hendak pesta ganja (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/3-mahasiswa-terjerat-narkoba-masjaya-saya-baru-tahu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eKoaS6pI3E.jpg" />
					</figure>
			                <h1>3 Mahasiswa Terjerat Narkoba, Masjaya: Saya Baru Tahu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sivitas Unmul baru-baru ini dikejutkan dengan kabar penangkapan tiga orang mahasiswa yang dibekuk saat akan berpesta ganja. Dua diantaranya mengaku sebagai mahasiswa semester satu Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi, sedang satu diantaranya menyebut berasal dari Fakultas Hukum dan tengah berada di semester tiga. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kasus ini tentu mencoreng nama baik Unmul yang sudah mengantongi akreditasi A dalam upayanya membangun kampus berkelas internasional suatu hari nanti.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Selasa (28/11) Rektor Masjaya mengaku belum mengetahui kabar tersebut. &ldquo;Belum, baru dengar ini,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mau masuk sini (Unmul), itu harus bebas narkoba. Jadi kalau mau masuk sini, yang pakai narkoba enggak cocok,&rdquo; imbuhnya kemudian.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Masjaya mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada tiga pelaku berdasarkan peraturan akademik.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, akademisi Fakultas Hukum Herdiansyah Hamzah mengatakan hukum berlaku secara <em>general</em>. Dengan berprinsip <em>equal before the law</em>, berarti tidak ada perbedaan perlakuan hukum meski bersatus sebagai pelajar atau mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau dia mahasiswa atau anak pejabat sekalipun, tetap sama di mata hukum. Soal status dia sebagai mahasiswa atau masih menempuh studi, itu hanya bisa dijadikan pertimbangan meringankan bagi hakim di pengadilan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait vonis hukum yang akan diberikan, Herdi menambahkan, itu merupakan kewenangan penuh hakim untuk memutuskan. Mengingat narkoba adalah tindak pidana khusus yang masuk ke dalam kejahatan luar biasa, perlu adanya hukuman yang memberikan efek jera.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Universitas hanya bisa mengusahakan agar hak-haknya dipenuhi sebagai mahasiswa. Misalnya meminta penangguhan penahanan agar yang bersangkutan tetap bisa kuliah sambil mengikuti proses hukum,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Peran aktif orang di sekitar pun bisa menjadi perlindungan utama dalam menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Bagi Herdi, sistem deteksi perlu diperkuat dengan sinergisitas semua unsur mulai mahasiswa, dosen, staf, hingga orang tua.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perlu juga membangun dinamika dan iklim akademis yang masif. Jadi, energi mahasiswa bisa digunakan untuk hal positif, seperti diskusi, dan adanya perpustakaan yang memadai,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akui Lakukan Gubahan AD-ART di Luar Mubes, DPM FKM: Enggak Ada Niat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akui-lakukan-gubahan-ad-art-di-luar-mubes-dpm-fkm-enggak-ada-niat/baca </link>
<guid> akui-lakukan-gubahan-ad-art-di-luar-mubes-dpm-fkm-enggak-ada-niat </guid>
<pubDate> Fri, 01 Dec 2017 01:42:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Herlanda Agatha Putra Damara, Ketua DPM FKM (Sumber: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akui-lakukan-gubahan-ad-art-di-luar-mubes-dpm-fkm-enggak-ada-niat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5FmTzn9NCQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akui Lakukan Gubahan AD-ART di Luar Mubes, DPM FKM: Enggak Ada Niat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Diterpa isu bakal dibekukan dan pergolakan dengan aliansi gabungan lima UKM internal Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) karena tudingan kongkalikong demi memuluskan langkah Miftah dalam Pemira dan membuat keputusan sepihak di luar mubes, Ketua DPM FKM Herlanda Agatha Putra Damara, akhirnya angkat bicara.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui Senin (27/11), Herlan memulai klarifikasi dengan dugaan kecacatan surat pengunduran diri Miftah. Ia membenarkan bahwa pada 31 &nbsp;Oktober Miftah telah memberikan surat pengunduran diri, yang mana surat itu kemudian dititipkan kepada Sekretaris Kabinetnya. Hal yang disayangkan, Sekab BEM FKM justru mengonfirmasi surat kepada anggota DPM FKM yang lain, bukan kepada Herlan langsung selaku ketua.</p><p style="text-align: justify;">Setelah diperiksa, surat tersebut ternyata belum dibubuhi tanda tangan Ketua DPM FKM. Kemudian, anggota DPM FKM meminta untuk dibuatkan surat kembali. Surat kedua dibuat pada tanggal 5 November. Secara bersamaan yakni pada tanggal 6 November, Herlan menandatangani dua surat sekaligus, yakni surat tanggal 31 Oktober dan tanggal 5 November tersebut, lalu diproses.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, dugaan pelanggaran pasal 17 ayat 3 tentang pengukuhan dan pengunduran diri melalui ketetapan, Herlan mengaku bahwa DPM FKM belum pernah sebelumnya membuat surat ketetapan sehingga harus dirancang secara rinci melalui sidang paripurna. Pihak DPM FKM pun telah berupaya bekerja cepat, sehingga surat ketetapan keluar pada tanggal 8 November.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Herlan, DPM FKM juga tak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan Miftah dan tidak mempermaslahkan tanggal yang tertera di surat Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em> Herlan mengaku, sebelumnya DPM FKM tidak ingin memberikan klarifikasi apa pun, karena menurutnya, pernyataan yang DPM FKM berikan akan selalu dianggap keberpihakan, sementara dari DPM FKM sendiri dinilainya sudah bersikap netral.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sudah menjalankan mekanisme kami. Masalah surat itu diterima atau ditolak, itu urusan KPPR. Kalau terjadi kecurangan silakan lapor ke Panwas. Kami enggak ada masalah dengan suratnya Miftah,&rdquo; tegas Herlan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perubahan AD-ART di Luar Mubes</strong></p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, mengenai perubahan AD-ART yang dilakukan tanpa sengaja di luar mubes, Herlan mengakui kebenaran hal ini. Pada tanggal 6 November, DPM FKM membuka usulan amandemen AD-ART dan melakukan sosialiasi ke seluruh UKM dan kelas. Tak disangka, salah satu anggota DPM FKM yakni si pemegang dokumen melakukan <em>editing</em> pada pasal 27 bagian struktural dengan mengubah tulisan &ldquo;Pembantu Dekan III&rdquo; menjadi &ldquo;Wakil Dekan I&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai perubahan ini, anggota DPM FKM tersebut tidak mengetahui adanya larangan mengubah di luar mubes. Padahal, ia sendiri mengubah kalimat tersebut karena menyesuaikan dengan kondisi riil di FKM yang saat ini tidak lagi memiliki Pembantu Dekan III.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dokumen tersebut dibagikan via<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://bit.ly&source=gmail&ust=1512131196728000&usg=AFQjCNHlCwgpjAvrl41KNwCF7txwa9JUSA" href="http://bit.ly/" target="_blank">bit.ly</a>, barulah anggota lainnya menyadari adanya perubahan pada pasal 27. Pihak DPM FKM segera meralat dan membagikan dokumen yang asli. DPM FKM sebenarnya ingin menyoalisasikan ulang, namun terhambat masalah waktu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak ada niat sebenarnya untuk mengubah substansial di luar mubes, tapi karena yang pegang <em>file</em> ini enggak ngerti, jadi dia ubah. Niatnya bagus sebenarnya, tapi kan enggak boleh,&rsquo;&rsquo; tutur Herlan.</p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa hari, datang surat gugatan dari aliansi lima UKM bahwa DPM FKM melanggar aturan AD-ART, yakni melakukan perubahan di luar mubes. Herlan mengatakan, ia bisa saja menolak gugatan itu, pasalnya terdapat beberapa kekurangan di dalamnya. Tetapi tidak dia lakukan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Herlan menjelaskan, jalur koordinasi UKM berlaku untuk semua jenis koordinasi, bukan hanya perkara gugatan harus melalui BEM terlebih dahulu kemudian berlanjut ke DPM.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi aliansi lima UKM tersebut justru langsung menggugat DPM FKM. Pembuatan aliansi pun tanpa sepengetahuan BEM FKM, dan tidak mencakup semua UKM, sehingga dirasa ada unsur diskriminasi dan ada proses yang terlangkahi.</p><p style="text-align: justify;">Herlan menambahkan, dalam AD-ART KBM FKM, dijelaskan bahwa UKM berfungsi untuk menampung minat dan bakat. Maka ketika mereka melakukan penggugatan apalagi sampai meminta DPM FKM dibubarkan, otomatis aliansi tersbut telah menyalahi wewenang ini.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Tupoksinya mereka itu menampung minat mahasiswa dan jalur koordinasi harus ke BEM. Ini jelas menyalahi aturan, hanya saja dari kami yang tetap meminta maaf. Karena kalau sama-sama keras kepala enggak bakal bisa&rdquo;, ucap mahasiswa perminatan Kesehatan Lingkungan itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Langkah Dinginkan FKM</strong></p><p style="text-align: justify;">Guna menetralisir suasana FKM yang kian memanas, DPM FKM meminta BEM FKM untuk mengumpulkan seluruh UKM dan menggelar Forum Ormawa yang juga kebetulan merupakan salah satu proker BEM FKM. Sebelum acara forum dimulai, telah disetujui bahwa agenda yang akan dibahas adalah klarifikasi DPM terkait perubahan AD-ART di luar mubes.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, forum yang diharapkan bisa menyelesaikan kesalahpahan malam itu, justru tidak berjalan kondusif. Dari penuntut berteriak-teriak dan mebuat salah satu anggota DPM FKM kesal dan terpancing. Pembahasan menjadi panjang, keluar dari isu kesepakatan, sampai akhirnya merembet ke pembahasan surat pengunduran diri Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Para penggugat menuntut untuk melihat surat, sedangkan Herlan menolak. Karena dirasa orang-orang itu tidak punya wewenang. Namun, karena sudah telanjur kesal, anggota DPM FKM akhirnya memperlihatkan surat.</p><p style="text-align: justify;">Dari surat tersebut, penggugat mulai memprotes banyak hal dan menjadikan surat tersebut sebagai barang bukti. DPM FKM juga telah menjelaskan bahwa mereka hanya menjalankan mekanisme. Karena merasa terdesak oleh para ketua lembaga, keluarlah pernyataan dari anggota DPM FKM bahwa Miftah telah melanggar pasal 17 ayat 3.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, aliansi lima UKM menuntut untuk dibuatkan notulensi agar ada pernyataan lanjutan bahwa Miftah telah melanggar pasal tersebut kemudian ditandatangani oleh aliansi ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itulah kenapa ada dua <em>press release</em>, yang pertama ditandatangani oleh semua UKM karena sesuai dengan apa yang dibahas. Yang kedua, DPM FKM enggak mau tanda tangan karena melenceng statement keluar dari anggota dalam keadaan terdesak,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, <em>press release</em> kedua dianggap tidak sah karena yang menginisiasi acara adalah BEM FKM, sehingga BEM FKM pula yang berhak membuat <em>release</em>. Memiliki pandangan yang sama dengan DPM FKM, BEM FKM pun turut enggan menyepakati release tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Herlan menganalogikan hal ini dengan sebuah seminar, tentulah yang berhak menandatangani sertifikat adalah pihak penyelenggara, bukan peserta. Dan posisinya waktu itu BEM sebagai penyelenggara, dan UKM sebagai peserta seminar.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, hasil diskusi forum menegaskan bahwa DPM FKM telah melakukan perubahan di luar mubes dan disetujui oleh semua UKM. DPM FKM pun meminta maaf, sebagian menerima sedangkan sisanya menuntut agar DPM FKM dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">Herlan menolak tegas. Menurutnya, yang berhak membekukan organisasi kemahasiswaan adalah birokrat. Sebelum ke birokrat, harus memberikan pertanggungjawaban DPM FKM ke Keluarga Besar Mahasiswa FKM (KBM-FKM) terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Tak dinyana, aliansi lima UKM kembali membuat surat gugatan pembekuan DPM FKM dengan ditujukan langsung ke birokrat. Hingga pada Senin (20/11), DPM FKM turun mengklarifikasi ke birokrat agar jangan sampai tidak tahu permasalahannya tapi mengabulkan pembekuan.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Setelah mengklarifikasi gugatan, pihak birokrat tidak memberi kejelasan apakah DPM akan dibekukan atau tidak. Pihak birokrat mengarahkan dan meminta DPM untuk mengkaji ulang masalah dan menentukan sikap,&rdquo; terang Herlan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dipertimbangkan, sebagai bentuk netralitas dan keprofesionalitasan, DPM FKM memilih untuk tidak akan memberi pernyataan &nbsp;maupun komentar mengenai permasalahan di Pemira universitas. DPM FKM hanya akan memberikan penjelasan untuk kepentingan penyelidikan kepada pihak yang berwenang.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari kemuadian, birokrat kembali mempertemukan semua lembaga yang merupakan ajuan dari BEM FKM. Dikumpulkanlah seluruh lembaga, dan DPM menyatakan sikap untuk tidak memberi komentar apa pun. Ternyata, sikap yang diambil DPM tersebut tidak diterima dan tetap dituntut agar dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">Di forum yang difasilitasi oleh birokrat tersebut, diperoleh dua kesimpulan, yakni DPM FKM dinyatakan bersalah dan penyelesaian masalahnya melalui mubes atau langsung kepada birokrat.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, birokrat juga memberikan beberapa rekomendasi. Pertama, penyelesaian masalah melalui mubes. Kedua, sebagai bagian dari tugas, DPM FKM harus menjalankan mubes. Ketiga, pengurus DPM FKM 2017 atau demisoner tidak boleh menjadi pengurus DPM 2018. Keempat, pemilihan ketua DPM FKM ditentukan melalui mubes. Dan terakhir, meminta jaminan kepada semua pihak untuk menjaga kondusifitas FKM.</p><p style="text-align: justify;">Dari lima rekomendasi itu, Herlan bersama pihaknya menolak poin ketiga dan keempat karena mubes telah digelar Sabtu (27/11). Permasalahan DPM FKM sendiri dibahas di Sidang Pleno IV. Hasilnya, DPM FKM dinyatakan bersalah dengan klasifikasi kesalahan sedang.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, sanksi yang diterima DPM FKM ialah pemotongan dana oleh kemahasiswaan, harus membuat Lembar Pertanggungjawaban oleh demisioner selama 6 bulan, dan beberapa sanksi lain yang sifatnya membangun.</p><p style="text-align: justify;">Mubes berjalan lancar selama dua hari, yakni sejak 27-28 November. Tidak sedikitpun membahas tentang pelanggaran yang dilakukan aliansi lima UKM. Herlan bersyukur atas berlangsungnya mubes dan terselesaikannya semua masalah yang ada di tubuh ormawa FKM.</p><p style="text-align: justify;">Herlan menyebut apa yang dilalui merupakan bentuk budaya kritis mahasiswa yang hidup lagi di FKM. Hanya saja, tetap harus memperhatikan tepat atau tidak gugatan yang dilayangkan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia mengatakan aliansi ini tidak seharusnya merepresentatifkan diri sebagai perwakilan KBM-FKM.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan hubungan Miftah dan DPM FKM dikatakannya baik-baik saja. &ldquo;Iya, baik-baik saja. Miftah juga datang sewaktu mubes kemarin. Full dua hari dia hadir sebagai peserta penuh,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Miftah yang ditemui setelah proses penghitungan suara juga menyampaikan hal senada dengan Herlan. Miftah tak mau terlalu memusingkan gugatan aliansi UKM yang menyasar dirinya. Pasalnya, ia menganggap orang-orang dalam aliansi UKM adalah seniornya yang patut dihargai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka senior yang sudah mengajari saya dari maba. Sehingga saya yakin perhatian yang mereka berikan hari ini merupakan perhatian yang besar dan harus saya hargai. Saya ambil sisi positifnya. Hubungan profesional ini untuk di kampus, kalau di luar kami berteman,&rdquo; ujar Miftah. <strong>(<em>ann/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> unmulaktivis, Pergerakan atau Popularitas? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmulaktivis-pergerakan-atau-popularitas/baca </link>
<guid> unmulaktivis-pergerakan-atau-popularitas </guid>
<pubDate> Fri, 01 Dec 2017 02:38:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar akun Instagram unmulaktivis (Sumber: Instagram) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmulaktivis-pergerakan-atau-popularitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3GBi6M0AWE.png" />
					</figure>
			                <h1>unmulaktivis, Pergerakan atau Popularitas?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Daripada akun unmulcantik, unmulganteng, unmulhitz yang mematikan jiwa intelek dan kritis mahasiswa terhadap bau materialistik dan ketenaran belaka!&rdquo; kata admin unmulaktivis saat diwawancara <em>Sketsa</em> melalui <em>Direct Message</em> (DM) <em>Instagram</em>.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang belakangan ramai diperbincangkan, Unmul Aktivis merupakan akun <em>Instagram</em> khusus membahas tokoh-tokoh aktivis di Unmul. Akun tersebut baru muncul medio tahun ini, tepatnya pada 3 Agustus lalu jika dilihat dari 3 unggahan perdananya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk nge<em>branding</em> para organisatoris agar mahasiswa Unmul melihat bahwa aktivis itu adalah sebuah kebanggaan,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pantauan <em>Sketsa</em> pada (14/11), unmulaktivis sudah punya pengikut cukup banyak, yakni 4358. Sedangkan untuk angka yang diikuti sebanyak 4955, dan jumlah unggahan 132. Pengikutnya sendiri kebanyakan berasal dari kalangan mahasiswa Unmul, sebagian lagi dari birokrat dan dari luar Unmul, bahkan ada mahasiswa dari Makassar dan Malang yang dikatakan admin sempat mengajak diskusi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Siapa Admin unmulaktivis?</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi melalui DM pada Senin (13/11) kemarin, admin menolak mengungkap identitasnya. Dia beralasan hal tersebut memang sengaja dirahasiakan dan sudah menjadi kebijakan akun. Namun, ia mengaku dirinya adalah mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, admin membantah bagian dari Pusdima seperti yang marak diisukan saat Pemira FEB beberapa waktu lalu. &ldquo;Bukan, bahkan enggak ada nama mereka di tim kami,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Awal Mula Lahirnya unmulaktivis</strong></p><p style="text-align: justify;">Admin mengungkapkan awal mula akun unmulaktivis dibuat dengan didasari keprihatinannya pribadi tentang kondisi mahasiswa Unmul yang kurang berperan aktif sesuai dengan tugasnya sebagai agen-agen perbaikan dengan jiwa dan ilmu yang dimiliki. Secara kebetulan, admin yang diwawancara Sketsa, adalah yang pertama kali berinisiatif membuat akun @unmulaktivis di antara sekian banyak admin yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, admin unmulaktivis lainnya telah melalui tahap rekruitmen oleh admin utama. Akun @unmulaktivis memang terdiri dari beberapa tim yang tidak disebutkan berapa jumlahnya. Tim itu antara lain berupa tim analisa dan tim diskusi strategi.</p><p style="text-align: justify;">Tim tersebut dimaksudkan guna memaksimalkan kinerja akun. Para anggota tim yang direkrut berasal dari aktivis-aktivis gerakan ekstra kampus berbagai elemen, sebagian bertugas sebagai analisa gerakan internal kampus, analisa tokoh kampus, dan bagian penentuan capaian bulanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita berencana terus berintegrasi, jadi tentu yang menjalankan akun ini adalah orang-orang yang paham lapangan. Nantinya kita pasti bakal lulus, jadi kemungkinan akan merekrut kembali, entah kapan,&rdquo; ucap admin diikuti emoji tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, admin unmulaktivis menyebut akun ini independen, soal operasional mereka menggunakan kantong pribadi dan tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka juga sering mengadakan pertemuan yang sifatnya fleksibel, tergantung analisa internal. &ldquo;Karena kebaikan butuh pengorbanan, yang kami butuh hanya komitmen,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Produk Akun unmulaktivis</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak ada jadwal khusus akun unmulaktivis dalam setiap mengunggah baik itu profil, kutipan, maupun gambar tertentu. Namun, admin tak mau sembarangan dalam memilih bahan atau tokoh untuk dimuat. Terkadang ada yang diwawancara terlebih dahulu, ada yang mengajukan diri kemudian dianalisa, dan ada pula yang langsung diputuskan untuk dimuat.</p><p style="text-align: justify;">Selain beirisi tentang tokoh-tokoh kampus, akun unmulaktivis juga mengunggah gambar berupa kutipan yang dinamai catatan seorang aktivis. Menurutnya, kutipan itu adalah bagian dari <em>branding</em> sekaligus penyadaran tentang aktivis dan opini yang bermanfaat dibanding dengan akun lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, juga aktif merepons hal-hal yang terjadi di Unmul, khususnya dalam kegiatan mahasiswa. Mulai dari melakukan poling saat Pemira, hingga ikut berkomentar mengenai kericuhan yang sempat terjadi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>unmulaktivis di Mata Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Leonardo Taruk berkomentar soal unmulaktivis. Dia mengatakan akun unmulaktivis yang mengikutinya duluan, kemudian dia mengikuti balik dan sudah mengetahui akun tersebut beberapa bulan terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, keberadaan akun unmulaktivis sangat baik, karena ia dan mahasiswa lain bisa lebih mengenal siapa saja aktivis Unmul dan mengetahui berbagai kegiatan di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, teman-teman di fakultas bukan hanya tau aktivis masing-masing fakultas tapi tau juga yang ada di Unmul,&quot; kata mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Leonardo berharap ke depan akan semakin banyak lagi aktivis yang bisa dikenal dan menginspirasi. Dia menambahkan agar kegiatan-kegiatan dan prestasi yang diperoleh mahasiswa Unmul untuk di <em>posting</em> juga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Teman -teman yang berprestasi di <em>publish</em> juga biar teman-teman tahu kalo di Unmul ini banyak mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik maupun non akademik,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Leonardo, Antung Yuliana Wardhani Putri justru berbeda pendapat. Mahasiswi Administrasi Perkantoran itu awalnya melihat unmulaktivis netral dalam unggahannya. Namun, semuanya berubah setelah Pemira 2018. @unmulaktivis memihak ke salah satu paslon.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jujur awalnya itu akun netral-netral aja, yang di <em>publish</em> pun kegiatan-kegiatan kampus dan organisasi-organisasi ekstra,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga mendapatkan <em>block</em> dari akun @unmulaktivis lantaran memberikan komentar berupa kritikan terhadap unggahan @unmulaktivis tentang kericuhan (20/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu aku komen tentang video kerusuhan 20 November yg di posting di akun unmulaktivis kemarin. Tapi setelah di <em>block</em>, udah enggak tau lagi gimana perkembangan akun itu,&quot; ungkap Antung.</p><p style="text-align: justify;">Tak mau ambil pusing, Antung bersikap biasa saja terkait <em>block</em> yang didapatkannya. Saat ditanya mengenai unggahan akun @unmulaktivis yang bebebrapa kali mematikan kolom komentar, Antung menanggapi dengan sah-sah saja, namun dirinya menyayangkan jika hal tersebut dilakukan untuk hal yang belum pasti.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setuju. Kalau yg memang di publikasikan itu seperti hasil survei yang memang hasilnya mutlak. Enggak setujunya kalau postingan yang masih simpang siur, kolom komentar pun mati, lalu stigma-stigma miring pun muncul,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai harapannya untuk akun unmulaktivis, Antung mengatakan tidak ada harapan untuk akun tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya ampun, <em>no hope</em> buat akun itu, tutup akun aja sih kayaknya. Ada dan tidak adanya juga tidak ada pengaruh apa-apa untuk Unmul,&quot; tutupnya. <strong>(<em>wil/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisruh Pemira, yang Curang Siapa sih? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kisruh-pemira-yang-curang-siapa-sih/baca </link>
<guid> kisruh-pemira-yang-curang-siapa-sih </guid>
<pubDate> Fri, 01 Dec 2017 14:24:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerisuhan yang terjadi pada saat Debat Kandidat Pemira 2018 Sabtu (18/11) lalu. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kisruh-pemira-yang-curang-siapa-sih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Xxdv0vGUrr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisruh Pemira, yang Curang Siapa sih?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Tudingan kecurangan yang ditujukan kepada Paslon 2 bersama dengan KPPR dan Panwas mewarnai Pemira BEM KM Unmul tahun ini. Seperti yang publik ketahui bersama, tudingan kecurangan ini bermula dari permasalahan administrasi terkait surat pengunduran diri Miftahul Mubarok, Paslon nomor 2 (Aldo-Miftah). Dalam beberapa berita tentang perkembangan pemira yang diterbitkan oleh teman-teman <em>Sketsa</em>, Miftah menyatakan bahwa dirinya telah mengikuti prosedur yang ada dan tidak melanggar. Jikalau sudah begini, mau percaya yang mana? Siapa yang salah? Kalau saya berpendapat, tidak ada yang salah.</p><p style="text-align: justify;">Kalau kita buka aturan TAP DPM KM Nomor 2 Tahun 2017 yang mengatur tentang Pemira BEM KM Unmul, pasal 5 ayat (6) bunyinya adalah sebagai berikut :</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Wajib melampirkan surat pernyataan pengunduran diri<strong>&nbsp;</strong>yang ditandatangani dan &nbsp;distempel oleh ketua organisasi yang bersangkutan, apabila pasangan/salah satu dari pasangan calon adalah pengurus dari DPM KM Unmul, BEM KM Unmul, DPM &nbsp;Fakultas, BEM Fakultas dan partai politik.&quot;</em></p><p style="text-align: justify;">Miftah yang mencalonkan diri, lantas digugat oleh aliansi 5 UKM di fakultasnya karena pengunduran diri dari jabatannya melanggar prosedur yang termaktub dalam pasal 17 ayat (3) AD/ART Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang berbunyi <em>&ldquo;Pemberhentian Presiden dan Wakil Presiden BEM FKM UNMUL dikukuhkan dalam Ketetapan DPM FKM UNMUL dan disahkan oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat.&rdquo;</em>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sehingga, menurut mereka surat pengunduran diri yang Miftah serahkan kepada KPPR tidak sah, karena belum mendapat ketetapan dan belum disahkan oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Yang diangkat pun menjadi Presiden pengganti Miftah belum disahkan. Tidak bisa hanya serta merta menyerahkan surat pengunduran diri saja, lantas dianggap berhenti dan terangkatlah pengganti. Implikasi dari tidak sahnya surat pengunduran diri tersebut adalah diragukan hak dan kewenangan &ldquo;ketua organisasi&rdquo; yang menandatangi surat pengunduran diri Miftah tersebut. Otomatis syarat pencalonan pasal 5 ayat (6) tersebut diragukan telah terpenuhi.</p><p style="text-align: justify;">Cuma kalau kita buka lagi TAP DPM KM Nomor 2 Tahun 2017 masih mengatur hal yang sama yakni Pemira Pasal 17 ayat (4):</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Surat pernyataan pengunduran diri (apabila termasuk anggota Partai Politik, DPM KM Unmul, BEM KM Unmul, DPM Fakultas, dan BEM &nbsp;Fakultas), dan surat cuti (apabila termasuk pengurus UKM Unmul atau lembaga kemahasiswaan tingkat jurusan/program studi)&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Maka Miftah telah memenuhi syarat hanya dengan mengajukan surat pengunduran diri. Tidak ada ditentukan harus ditandatangani dan distempel oleh ketua organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Nah sekarang siapa yang salah? Timses Paslon 1 yang menggugat Miftah, Miftah yang memberikan surat pengunduran diri, atau kah aturannya? Repot nih, nggak ada titik temunya. Kalau misalnya <em>statement</em> Miftah kita berlakukan pasal 5 ayat (6), ya kemungkinan besar Miftah salah. Jikalau <em>statement</em> paslon 1 kita berlakukan pasal 17 ayat (4) ya udah melenceng jauh. Yang diminta benar-benar adalah surat pengunduran diri semata. Tidak diatur harus ada apa saja di dalam surat pernyataan pengunduran diri tersebut. Seperti ketika ayah kita nitip belikan rokok. Ya sudah rokok saja.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya peristiwa diperkarakannya berkas Miftah ini, saya pun sebenarnya penasaran juga dengan berkas pasangan calon yang lain. Apakah sudah benar-benar sesuai dengan bunyi pasal 5 ayat (6) TAP DPM KM Nomor 2 Tahun 2017 atau tidak, kebetulan si Miftah berkasnya ada temuan dan jadi masalah. Kecuali Aldo, karena Aldo setahu saya sudah habis masa jabatan sebelum mencalonkan diri di Pemira. Langkah tepat yang diambil oleh orang tua kita, memfasilitasi memediasi serta memberikan rekomendasi dengan asas non intervensi kepada Panwas. Dan sudah keluar keputusan Panwas. Namun, tudingan kecurangan masih saja ada dan ditujukan kepada Paslon 2, KPPR dan Panwas. Saya pribadi, justru mengira yang curang itu adalah timses Paslon 1 dengan Ketua Panwas.</p><p style="text-align: justify;">Mengapa? Karena ada aturannya di TAP Panwas Nomor 01 Tahun 2017 &nbsp;tentang Mekanisme Pelaporan Dan Penindaklanjutan Pelanggaran Pemilihan Raya diktum pertama angka 5 huruf d, bahwa <em>&ldquo;Waktu pelaporan pada pukul 08:00-12:00 WITA dan 14:00-17:00 WITA pada hari Senin-Jumat di Sekretariat DPM KM Universitas Mulawarman&rdquo;</em>. Dari berita-berita yang diterbitkan oleh teman-teman <em>Sketsa</em> yang saya baca, mereka ajukan laporan pelanggaran tanggal 18 November 2017 (hari Sabtu). Jelas melanggar aturan yang ada ini, juga membuat kisruh dan berakibat batalnya debat kandidat. Lebih kaget lagi saya ketika Panwas menerima laporan pelanggaran tersebut. Bahkan ketua Panwas menjeda sementara acara debat kandidat. Perbuatan menjeda itu yang kalau dilihat di aturan tentang penyelenggaraan Pemira, nggak ada sama sekali diatur. Ada apa sebenarnya?</p><p style="text-align: justify;">Padahal seyogyanya Panwas lah yang membuat aturan, Panwas juga harusnya lebih tahu terkait mekanisme pelaporan yang ada. Apalagi sampai ada pengkajian lebih lanjut, sangat tidak rasional menurut saya. Mengapa? Padahal jika kita tengok Keputusan Panwas Nomor 01 Tahun 2017, diktum kedua angka 1 bunyinya adalah <em>&ldquo;Pengawas Pemira mengkaji setiap laporan pelanggaran yang diterima&rdquo;</em>. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah diterima laporan pelanggaran yang tidak sesuai tata cara pelaporan? Mari kita analogikan sebagai berikut :</p><p style="text-align: justify;">Ada sebuah perpustakaan bernama perpustakaan &ldquo;X&rdquo;. Perpustakaan &rdquo;X&rdquo; buka di hari Senin sampai dengan Jumat. Pukul 08:00-21:00 WITA. A adalah seorang mahasiswa, meminjam buku di perpustakaan &ldquo;X&rdquo;. Ketika meminjam, A diberitahu kapan ia seharusnya mengembalikan buku yang ia pinjam itu. Jangka waktu peminjaman adalah 2 minggu, jam pengembalian adalah jam 08:00-21:00 WITA, hari pengembalian Senin sampai dengan Jumat (karena perpustakaan &ldquo;X&rdquo; buka dari Senin sampai dengan Jumat) dan tentunya buku dikembalikan ke perpustakaan &ldquo;X&rdquo;, bukan perpustakaan &ldquo;Y&rdquo; atau &ldquo;Z&rdquo;. Pertanyaannya adalah apakah A akan diterima &ldquo;secara baik&rdquo; mengembalikan buku yang ia pinjam jika lewat dari waktu 2 minggu? Bisa jadi, tapi A pasti dapat hukuman atas perbuatannya. Apakah akan diterima jika A mengembalikan buku pukul 23:00 WITA? Tentu tidak, karena perpustakaan &ldquo;X&rdquo; sudah tutup. Apakah akan diterima jika A mengembalikan buku pada hari Sabtu atau Minggu? Tentu tidak. Karena perpustakaan &ldquo;X&rdquo; buka dari hari Senin sampai dengan Jumat. Bagaimana pula jika &ldquo;X&rdquo; mengembalikan buku yang ia pinjam ke perpustakaan &ldquo;Y&rdquo; atau &ldquo;Z&rdquo;? Jelas keliru bukan? Tidak dapat diterima. A baru dapat diterima buku yang ia kembalikan ketika semua tata cara atau prosedur pengembalian sesuai dengan arahan perpustakaan &ldquo;X&rdquo;. Sama halnya dengan melaporakan laporan pelanggaran, harus sesuai dengan tata cara atau prosedur yang dibuat oleh Panwas. Yakni <em>&ldquo;Waktu pelaporan pada pukul 08:00-12:00 WITA &nbsp;dan 14:00-17:00 WITA pada hari Senin - Jumat di Sekretariat DPM KM Universitas Mulawarman&rdquo;.</em>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jadi yang curang dan memihak sebenarnya siapa? Ataukah ada hal-hal lain yang menyebabkan diterimanya laporan pelanggaran tersebut yang tidak sesuai dengan tata cara pelaporan? Berprasangka baik saja. Saya sendiri bersikap, semua keributan dan kericuhan ini terjadi karena adanya kekeliruan aturan. Masing-masing pihak punya dasar pemikirannya sendiri. Kita lihat saja akhirnya. Semoga Pemira ini selesai dengan tenram dan aman, tidak ada lagi kericuhan di kampus kita.</p><p style="text-align: justify;"><em>Melius Est Acciepere Quam Facere Injuriam</em><br><em>(Lebih baik mengalami ketidakadilan, daripada melakukan ketidakadilan)</em><br><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Muhamad Faisal Wibawa Kadept. Riset dan Kerjasama Pusdima 2017</strong><br></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rizaldo-Miftah Terpilih, Timses Yani-Jusman Kena Sanksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizaldo-miftah-terpilih-timses-yani-jusman-kena-sanksi/baca </link>
<guid> rizaldo-miftah-terpilih-timses-yani-jusman-kena-sanksi </guid>
<pubDate> Sat, 02 Dec 2017 01:37:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengumuman hasil penetapan bakal calon terpilih BEM KM Unmul (Sumber foto: Instagram/pemiraunmul2017) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizaldo-miftah-terpilih-timses-yani-jusman-kena-sanksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Esn4HltUqR.png" />
					</figure>
			                <h1>Rizaldo-Miftah Terpilih, Timses Yani-Jusman Kena Sanksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Rangkaian Pemira akhirnya berakhir setelah Kamis, (30/11) bertempat di Gedung Rektorat lantai 1 tatkala diikrarkan penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2017 yang jatuh kepada Rizaldo-Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, timses paslon 1 dikabarkan akan mengajukan gugatan pada masa gugatan yang berlangsung. Ketua Panwas Azhar Karim membenarkan hal tersebut. Namun, hingga hari H, timses paslon 1 dikatakannya justru tidak ada kabar dan tidak jadi memberikan gugatan hingga waktu penutupan pada pukul 17.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Malahan, timses paslon 2 yang mengajukan gugatan kepada Panwas. Isi gugatan tersebut ialah tudingan kampanye di luar jadwal halal berkampanye.</p><p style="text-align: justify;">Adanya poster yang masih terpampang di fakultas-fakultas hingga pada 20 November, penggunaan <em>twibbon</em> oleh ketua timses paslob 1 Andi Muhammad Akbar, dan postingan testimoni tokoh pada akun <em>Instagram</em> Episentrum Perubahan pada 21 November.</p><p style="text-align: justify;">Mengacu pada bukti-bukti yang ada, timses paslon 1 dinyatakan bersalah dan dikenakan sanksi pengurangan suara berjumlah 100 suara.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Sekretaris Panwas Wahyu Armadiyanti menjelaskan total pengurangan suara kepada paslon 1 jika diakumulasikan sebanyak 600 suara. 100 suara karena kampanye di luar waktu kampanye, dan 500 suara karena tidak mengikuti debat yang juga berasal dari ajuan timses paslon 1.</p><p style="text-align: justify;">Penetapan Rizaldo-Miftah sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM terpilih, sekaligus secara resmi menandai Panwas dan KPPR dibebastugaskan. Rangkaian Pemira akan dilanjutkan Kongres Keluarga Mahasiswa Unmul (KM) pada Sabtu, 9 Desember mendatang. <strong>(<em>nhh/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Punya Haters, unmulaktivis Berlalu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-punya-haters-unmulaktivis-berlalu/baca </link>
<guid> tak-punya-haters-unmulaktivis-berlalu </guid>
<pubDate> Sat, 02 Dec 2017 03:16:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar akun Instagram unmulaktivis (Sumber: Instagram) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-punya-haters-unmulaktivis-berlalu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JIv8TGhx9Y.png" />
					</figure>
			                <h1>Tak Punya Haters, unmulaktivis Berlalu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> unmulaktivis bukan akun sembarang akun. Demikian kiranya yang menggambarkan akun yang belakangan ramai diperbincangkan sivitas Unmul ini. Menurut penuturan admin, yang membuat akun unmulaktivis berbeda dengan akun lain adalah komitmen kuat dan fokus bergerak pada hal-hal penyadaran soal idealisme mahasiswa. Mereka (para admin) terbuka untuk orang-orang yang suka dengan tulisan, <em>quote</em>, opini, maupun yang mencari inspirasi dari tokoh mahasiswa kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em> saat diwawancara melalui <em>Direct Message</em> (DM) <em>Instagram</em>, admin menyebut hal lain yang juga membuat akun unmulaktivis diminati adalah gelombang peminat yang begitu deras dan respons baik yang diterimanya. &ldquo;Banyak yang suka terhadap para admin @unmulaktivis yang <em>kece</em> dan tidak membuat bosan di setiap unggahan <em>instastory</em>nya meskipun tidak ada yang tahu siapa saja adminnya,&rdquo; ucap admin.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, admin yang mengaku pendiri unmulaktivis itu mengatakan jika menyukai pribadi seseorang hanya akan membuat kecewa, tetapi tidak dengan ketika menyukai pemikiran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menyukai watak dan pemikiran akan melahirkan pemikiran-pemikiran dan ide-ide walau sang pemikir telah tiada,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama lebih dari tiga bulan terakhir sejak muncul pertama kali, unmulaktivis belum menemui hambatan berarti. Bahkan menurutnya, hingga saat ini belum ada haters yang menjangkiti akun tersebut. Malah banyak yang memberikan respons positif dan mengungkapkan apresiasi melalui pesan DM. &ldquo;Terakhir ada anak Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) pengin bergabung untuk kerja sama, katanya mereka mau buat untagaktivis tapi masih bingung,&rdquo; aku admin.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tudingan untuk unmulaktivis</strong></p><p style="text-align: justify;">Nama unmulaktivis sempat melambung tatkala Pemira FEB. Sejumlah pihak menyebut, unmulaktivis tidak netral, karena berpihak kepada salah satu paslon, dilihat dari unggahan <em>instastory</em>nya. Hal itu cepat dibantah, menurut admin, saat pemira FEB mereka &nbsp;sudah mengunggah dua kali masing-masing paslon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semuanya pasti kita <em>post</em> biar adil. Apalagi karena satu tim memohon, maka kami juga <em>post</em> tim lainnya agar adil. Selain itu, tokoh-tokoh mereka juga lumayan <em>branding</em> di kampusnya, jadi poin menginspirasinya masih ada,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemira BEM KM Unmul yang sempat memanas hingga pecah bentrok, unmulaktivis tak mau ketinggalan. &ldquo;Terkait isu ya, yang sedang hangat di Unmul itulah isu kami,&rdquo; jawabnya diikuti emoji tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, salah satu unggahan unmulaktivis yang paling banyak menarik perhatian sivitas &nbsp;adalah saat melakukan dua kali<em>&nbsp;polling</em> di <em>instastory</em> mengenai survei tentang pemenang Pemira BEM KM Unmul, yang mana hasil pertama dimenagkan oleh Yani-Jusman sedangkan yang kedua dimenangkan oleh Rizaldo-Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Sontak, kedua unggahan tersebut dibanjiri tanda suka dan komentar meski belakangan kolom komentar dimatikan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, akun <em>Instagram</em> bernama beraw_anto menyebut &nbsp;unmulaktivis akun provokatif, apalagi saat kirsuh Pemira pada 20 November lalu.</p><p style="text-align: justify;">Namun video yang memuat adegan-adegan kekerasan yang sempat diunggah dihapus tanpa sebab.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Akun itu provokator. Kemaren <em>repost</em> video pendukung nomor 2 waktu kejadian di Pemira,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, unmulaktivis menurutnya kini mulai bersikap wajar meskipun lagi-lagi, masih banyak kesalahan yang belum dibenahi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kadang salah-salah dan <em>typo</em>. Kalo saya buat penilaian dari 1 s/d 10 masih 7,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya hanya berharap unmulaktivis semakin baik dan tidak jadi provokator yang nantinya merusak persatuan sivitas utamanya antar sesama mahasiswa. <strong>(<em>wil/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penjaranya Zaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/penjaranya-zaman/baca </link>
<guid> penjaranya-zaman </guid>
<pubDate> Sat, 02 Dec 2017 14:47:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah karya berjudul 'Penjaranya Zaman' Ditulis oleh Tufik Noor mahasiswa Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan 2015 (Sumber Foto: Koleksi Penulis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/penjaranya-zaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L1b4jqxprV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penjaranya Zaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: left;">Kerasnya kehidupan<br>Tergeletaknya kemiskinan<br>Mengoyakan setiap pemikiran<br>Tanpa ampun siap diterjang</p><p style="text-align: left;">Gelapnya zaman<br>Tanpa pintu kebangkitan<br>Penuh gelisah akan kedzaliman<br>Pemikiran yang muda enggan untuk datang</p><p style="text-align: left;">Kesunyian waktu dalam tindakan<br>Bisingnya tanpa harapan<br>Semua menghilang dari tangan<br>Senyap akan waktu yang terbuang</p><p style="text-align: left;">Lamunan masa lalu menjadi sarapan<br>Menanti terbukanya berubahan<br>Harapan dari zaman<br>Tak ingin hampa akan kehancuran</p><p style="text-align: left;"><br></p><p style="text-align: left;"><em>Ditulis oleh Tufik Noor mahasiswa Ilmu Kehutanan, Fakultas Kehutanan 2015</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seperti Hujan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/seperti-hujan/baca </link>
<guid> seperti-hujan </guid>
<pubDate> Sat, 02 Dec 2017 17:57:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi berjudul Seperti Hujan oleh Marini Juni Ananda Basrimas, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP 2017. (Sumber foto: cdn2.tstatic.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/seperti-hujan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CrJHLOrWch.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seperti Hujan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: left;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ajari aku menjadi angin..</span></p><p style="text-align: left;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">A</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">gar aku bisa mengudara..</span></p><p style="text-align: left;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Lalu, akan aku sampaikan rindu kepada langit..</span></p><p style="text-align: left;">Ia membalas dengan setetes air,</p><p style="text-align: left;">Kemudian turun menjadi hujan...</p><p style="text-align: left;">Tetapi aneh, dengan manusia? Ia mengatakan bahagia dengan adanya hujan, ia merasa bersyukur dengan turunnya hujan, hingga mengatakan sangat menyukai hujan. Tapi, masih saja mereka berkomentar dan berceloteh. Bahkan, selalu menghindar dari hujan. Tak sedikit pula yang selalu marah bajunya basah akibat terkena hujan, marah tidak bisa keluar rumah, marah karena pakaian yang ia jemur tidak menjadi kering, hingga kesal terjadi banjir.</p><p style="text-align: left;">Sayang.. itu semua hanya pernyataan palsu manusia saja.</p><p style="text-align: left;">Ia berkata begitu bersyukur tapi, nyatanya dibelakang ialah hanya sebatas kata.</p><p style="text-align: left;">Mereka hanya menjadikan hujan sebagai objek yang bisa mendukungnya saat risau,</p><p style="text-align: left;">Lalu muncul sebuah kalimat di status media sosial. Dan hanya sebagai pendukung objek foto untuk mendukung pernyataannya dibalik status yang mereka buat.</p><p style="text-align: left;">Kemudian dimana letak sebenarnya kata menyukai hujan itu?</p><p style="text-align: left;">Ya, manusia memang sudah terlatih berpura-pura dihadapan orang lain, sering memalsukan sikap dan katanya menjadi sesuatu yang manis untuk didengar. Tetapi, tidak saat dirasakan. Namun, bagaimana jika kita coba mendengar beberapa pernyataan manusia yang memang benar menyukai hujan? Dan jawaban mereka adalah kami sangat merindukan hujan? Kalian tahu siapa mereka? Ya, mereka adalah orang-orang yang memang sangat jauh dari kasat mata kita, mereka yang sangat menyukai hujan. Karena untuk mendapatkan setetes air saja, mereka harus berjuang!</p><p style="text-align: left;">Lalu, bagaimana tanggapan hujan ?</p><p style="text-align: left;">Ia tidak sama sekali peduli dengan apa yang dibicarakan manusia tentangnya. Ia tidak peduli ia disukai atau tidak saat ia datang. Bahkan, yang kecewa atau menyesalinya. Ia tetap dengan pendiriannya. Ia akan turun untuk mereka yang membutuhkannya tanpa peduli siapa yang tidak mengharapkannya. Karena, masih banyak makhluk selain manusia yang sangat merindukannya yaitu, hewan dan tumbuhan.</p><p style="text-align: left;">Jika hujan sendiri datang menjadi bencana? Maka, hujan akan ingin mempertanyakan kembali kepada manusia. Mengapa bencana itu bisa datang, dan mengapa engkau sering sekali menyalahkan ku? Bukan kah engkau selama ini tidak pernah bersyukur dan menyadari atas kesalahan mu?</p><p style="text-align: left;">Kita harus belajar menjadi hujan, tidak perlu memikirkan orang yang tidak menyukai kita atau membenci kita. Tetapi, kita harus berpikir tentang orang-orang yang menghargai keberadaan kita sebagai manfaat bagi mereka. Karena, membuat bahagia orang lain adalah salah satu manfaat sebagai hujan dan sebuah berkah dari Tuhan.</p><p style="text-align: left;">Hujan akan tetap turun meski ia dibenci dan tidak disukai. Maka, jadilah hujan. Kita akan datang memberi manfaat kepada orang-orang yang membutuhkan kita.</p><p style="text-align: left;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Jika, kita menjadi bencana bagi mereka yang membenci. Salahkan saja, mengapa mereka harus membenci kita?!!</span></p><p style="text-align: left;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Ditulis oleh Marini Juni Ananda Basrimas, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP 2017.</em></strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Atensi Demokrasi Farmasi dalam Laga Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/atensi-demokrasi-farmasi-dalam-laga-pemira/baca </link>
<guid> atensi-demokrasi-farmasi-dalam-laga-pemira </guid>
<pubDate> Sat, 02 Dec 2017 18:25:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana malam hari Pemira Farmasi. (Foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/atensi-demokrasi-farmasi-dalam-laga-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BY0BpFcjNr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Atensi Demokrasi Farmasi dalam Laga Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Aroma pesta demokrasi masih tercium di Fakultas Farmasi. Pasalnya, kemarin (30/11) baru saja digelar pemungutan suara secara konvensional di halaman samping Gedung MPK Unmul. Dibuka sejak pukul 8 pagi, satu persatu mahasiswa mulai memenuhi TPS.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat dari awal pendaftaran hingga tahap verifikasi berkas terdapat tiga paslon gubernur dan wakil gubernur. Di antaranya ialah Rafika Hasdina-Raymon Simanullang, Wahyu Ikhsanul M-Yonita Yuliani, dan M Fajar Atma D-Arief Risky Nugroho masing-masing sebagai paslon nomor urut 1, 2 , dan 3.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Ketua KPPR Rana Rahmi mengatakan bahwa tahun ini ada peningkatan sadar demokrasi mahasiswa yang signifikan. &quot;Dilihat dari kampanye kemudian debat kandidat, peningkatannya kelihatan banget, kalau tahun lalu debat kandidat kami sepi massa, tapi periode ini membludak,&quot; ungkap mahasiswa 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPM Farmasi Muhammad Tommy Maulana yang menceritakan bahwa hari Minggu bukanlah menjadi alasan untuk bermalasan dalam berdemokrasi. Alih-alih ada beberapa orang meremehkan debat yang dilaksanakan pada Minggu (26/11) lalu di salah satu ruang kelas Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Wah, debat kandidatnya hari Minggu nih pasti sepi,&quot; gumamnya meniru gaya bicara seseorang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi dari Farmasi buktikan kemarin, walaupun waktu kita padat, kuliah kita padat, kita masih bisa jalankan demokrasi,&quot; imbuhnya menegaskan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Selisih Minim, Persaingan Sengit Paslon 1 dan 2</strong></p><p style="text-align: justify;">Malam itu (30/11) dilakukan perekapan suara setelah ditutupnya TPS pukul 18.00 Wita oleh KPPR. Menurut pantauan <em>Sketsa</em> pada pukul 19.30 Wita, ruangan telah dipenuhi oleh DPM, Panwas, saksi, masing-masing paslon dan timses, serta beberapa mahasiswa umum.</p><p style="text-align: justify;">Setengah jalan telah berlangsung, perolehan suara antara paslon 1 Rafika Hasdina-Raymon Simanullang dengan paslon 2 Wahyu Ikhsanul M-Yonita Yuliani nampak kejar-kejaran. Suasana malam itu senyap dan menegangkan. Di sudut ruangan terlihat beberapa mahasiswa yang mengintip di jendela dari luar ruangan demi melihat sengitnya perolehan suara sementara dari jagoannya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Riuh suara tepuk tangan dan teriakan bahagia menandakan berakhirnya rekapitulasi kertas suara dari dua kotak suara. Diperoleh hasil paslon 1 berjumlah 207 suara, paslon 2 dengan 210 suara, dan paslon 3 mengantongi 151 suara, dengan total keseluruhan 6 suara tidak sah. Praktis, suara terbanyak sementara diraih paslon 2 Wahyu Ikhsanul M-Yonita Yuliani dengan masa gugatan selama dua hari, terhitung sejak 2 hingga 4 Desember mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Ilham Ramadhani Ketua DPM &nbsp;mengungkapkan dari total mahasiswa Farmasi berjumlah 724 orang, peraihan suara telah sesuai dengan target yang telah ditentukan. &quot;Tahun ini udah mencapai target, tahun lalu 500 lebih dikit, tahun ini hampir 550,&quot; pungkasnya. <em><strong>(snh</strong></em><strong>/</strong><em><strong>adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib 3 Mahasiswa yang Terciduk dan Tudingan Ngaku-Ngaku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-3-mahasiswa-yang-terciduk-dan-tudingan-ngaku-ngaku/baca </link>
<guid> nasib-3-mahasiswa-yang-terciduk-dan-tudingan-ngaku-ngaku </guid>
<pubDate> Sun, 03 Dec 2017 01:09:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Narkoba (Sumber: rmolsumsel.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-3-mahasiswa-yang-terciduk-dan-tudingan-ngaku-ngaku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/luSjWPfErb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib 3 Mahasiswa yang Terciduk dan Tudingan Ngaku-Ngaku</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Usai terciduk dan digiring ke hotel prodeo akibat perbuatannya, tiga pria yang tersandung kasus narkotika itu menyebut identitasnya sebagai warga Unmul. Dua diantaranya mengaku sebagai mahasiswa aktif Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) dengan inisial AD dan MH, sedangkan satunya lagi Fakultas Hukum (FH) dengan inisial MSA. Jika terbukti benar, Rektor Masjaya tak segan-segan menindak tegas.</p><p style="text-align: justify;">Dekan FKTI Nataniel Dengen mengaku sudah mendengar desas-desus soal itu. Namun, sejauh ini baginya itu hanya kabar burung. Karena belum pasti kebenarannya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, FKTI belum mencari tahu kebenaran data terkait dua orang yang mengaku mahasiswa semester 1 tersebut, lantaran kesibukan lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya kita mau ngecek, tapi belum sempat. Masih ada <em>event</em> yang harus kita selesaikan. Jadi, mungkin minggu depan baru kita bisa cari tahu kebenaran informasi tersebut,&rdquo; terangnya saat ditemui Sketsa, Rabu (29/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Diakuinya, belum ada laporan resmi dan koordinasi dalam bentuk apapun dengan pihak kepolisian. Sebab itu, Nataniel enggan berbicara banyak.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, langkah yang bakal ditempuh Nataniel bersama pihaknya ialah melakukan pembahasan sesuai aturan akademik yang berlaku. Termasuk melakukan koordinasi langsung dengan jajaran universitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cari tahu dulu kejelasannya, benar mahasiswa kami atau bukan. Jika memang benar mahasiswa kami, akan ditelusuri lagi. Apakah benar sebagai pelaku atau korban,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Nataniel berupaya melakukan asas praduga tak bersalah. Menurutnya, bisa jadi mahasiswa yang ditangkap dengan status mahasiswa FKTI justru korban.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin mereka dipancing, atau gimana. Bisa saja ketika kumpul dengan teman-temannya yang menggunakan, ketika diciduk ya diangkut semua,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Dekan FH Mahendra Putra Kurnia mengatakan Unmul dan FH termasuk yang tidak bisa mentolerir kasus narkotika.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu fakultas yang ikut terseret, FH dikatakannya telah melakukan pengecekan kebenaran data mahasiswa bersangkutan. Anehnya, tidak ditemukan nama MSA sebagai mahasiswa FH, seperti yang tertulis dalam Berita Acara Pelaporan (BAP) Kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika dia teregristrasi dan terdaftar pasti ada di dalam sistem SIA. Ini sudah 2 hari kami mencari dengan berbagai sistem kombinasi dan memang tidak ada,&rdquo; terang Mahendra.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, kata Mahendra, apabila MSA memang tidak terdaftar, pihaknya akan memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian bahwa tersangka bukanlah mahasiswanya. Sebaliknya, jika nama tersebut ternyata terdaftar sebagai mahasiswa FH, ia akan mendukung semua upaya dan proses yang akan dilakukan oleh pihak berwajib.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya berharap semoga bukan. Harapan saya dia hanya mengaku-ngaku saja,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>nhh/adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gunung Steling: Penguat Persaudaraan Pendaki Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/gunung-steling-penguat-persaudaraan-pendaki-sketsa/baca </link>
<guid> gunung-steling-penguat-persaudaraan-pendaki-sketsa </guid>
<pubDate> Sun, 03 Dec 2017 02:01:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Para kru Sketsa ketika berhasil menuju puncak Bukit Stelling Selili. (Sumber Foto : Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/gunung-steling-penguat-persaudaraan-pendaki-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZxT5IgMz2T.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gunung Steling: Penguat Persaudaraan Pendaki Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Rabu (29/11) nampaknya menjadi hari yang spesial bagi segenap awak Sketsa. Pasalnya Sketsa beramai-ramai mencoba &ldquo;menaklukkan&rdquo; Gunung Steling yang terletak di wilayah Samarinda, bagian dari Kecamatan Samarinda Ilir. Untuk dapat menikmati pemandangan Sungai Mahakam nan luas melalui Gunung Steling, Sketsa harus menempuh berbagai lika-liku. Mulai dari medan yang cukup licin, terjal serta curam.<br><br>Menuju kawasan Gunung Steling, bisa dilakukan dengan berkendara yakni melewati Kelenteng Thien Le Khong atau daerah Pelabuhan Samarinda, kemudian melewati Jembatan Selili, menuju persimpangan jalan Gurami &ndash; jalan Lumba-Lumba dan belok kanan masuk jalan Lumba-Lumba.<br><br>Bermula saat awak Sketsa berkumpul di Sekretariat di Gedung Student Center guna membahas dan mempersiapkan perlengkapan serta konsumsi. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 Wita. Beberapa awak Sketsa masih berdebat, apakah akan tetap mendaki atau beralih ke tempat lain, mengingat kala itu cuaca sedikit mendung.<br><br>Setelah melalui berbagai perdebatan kecil, akhirnya diputuskan untuk tetap mendaki Gunung Steling. Iring-iringan kendaraan terlihat di jalan. Koordinasi tanpa henti terus dilakukan melalui <em>chat LINE</em> agar tidak ada satu pun yang tersesat. Meskipun sekali lagi, ketersesatan adalah hal yang sulit dihindari mengingat beberapa motor justru terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil.<br><br>Kurang lebih sekitar 20 menit, seluruh awak Sketsa akhirnya tiba di tempat tujuan dengan selamat. Tepatnya di SDN 028 dan SDN 014 yang terletak di sisi dalam gang menuju jalan setapak ke Gunung Steling. Masih dengan semangat yang tak luntur, awak Sketsa tak sabar ingin segera mendaki. Bahkan jika warga sekitar melihat rombongan Sketsa, tidak ada yang menyangka bahwa mereka akan pergi mendaki gunung, mengingat pakaian yang digunakan lebih cocok dipakai untuk acara santai ketimbang naik gunung. <br><br>Perjalanan pun dimulai. Langkah demi langkah terus dilalui oleh awak Sketsa. Sekalipun medan awal yang sudah begitu terasa curamnya, namun tetap tak menyurutkan semangat mereka. Kembali terpecah menjadi beberapa bagian, awak Sketsa kini mulai menapaki perjalanan mendakinya yang pertama. Diiisi dengan berbagai sahutan, teriakan, jeritan, bahkan swafoto adalah hal yang mengisi seluruh rangkaian pendakian. Walau waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 Wita, seluruh awak Sketsa<em>&nbsp;</em>masih terbawa suasana mendaki. <br><br>Ternyata tidak hanya awak Sketsa yang mendaki sore itu, sepanjang perjalanan kerap ditemui beberapa warga yang juga ternyata penasaran dengan keindahan yang akan disajikan oleh Gunung Steling. Medan yang cukup berat, tanah yang licin juga becek, serta hari yang kian menggelap tetap setia menemani pendakian Sketsa<em>&nbsp;</em>kala itu. Tidak ada yang tahu pastinya pemandangan seperti apa yang akan mereka lihat, namun berbekal keyakinan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil, maka diteruskanlah pendakian itu. <br><br>Kurang lebih 45 menit mendaki, akhirnya apa yang dicari nampak di depan mata. Sorak-sorai begitu riuh terdengar kala satu persatu pendaki Sketsa mulai menginjakkan kakinya pada tanah yang agak lapang dan langsung disuguhkan oleh pemandangan indah Sungai Mahakam. Ada yang mengeluh letih, ada juga yang langsung berswafoto ria menghadap Sungai Mahakam beserta sekitarnya. Ada pula yang langsung duduk terdiam sembari mengucap syukur karena berhasil melewati rintangan yang sudah tersaji. <br><br>Tak berselang beberapa lama, kloter berikutnya pun muncul. Tikar, atau lebih tepatnya spanduk bekas pun digelar selebar mungkin agar bisa menjadi alas yang nyaman untuk duduk. Masih dalam suasana haru, Khajjar Rohmah Ketua Umum LPM Sketsa 2017 memutuskan untuk mengabaikan keinginan berfotonya dan memilih untuk menyusun makanan agar dapat dinikmati. Berbagai macam hidangan pun tersaji, mulai dari nasi, udang goreng tepung, urap, telur rebus, kerupuk, dan sambal. Ada pula beberapa makanan ringan, minuman soda, hingga buah-buahan pun tak luput. <br><br>Dimulai dengan doa, para pendaki yang kelelahan ini larut dalam makanannya masing-masing. Semua fokus dengan apa yang di hadapan mereka, sembari melakukan proses oper-mengoper kerupuk, sambal, serta abon ikan khas buatan ibunda Jati Dwi Juwitaningrum Redaktur Pelaksana LPM Sketsa 2017. Mulai dari pergi, dalam perjalanan, tiba di gunung hingga makan bersama tidak luput dari canda dan tawa. Meski gurat kelelahan nampak jelas terlihat namun gurauan khas zaman sekarang tetap terlontar satu sama lain. <br><br>Makan sudah, minum sudah, melahap makanan ringan juga sudah. Kini saatnya bagi para pendaki pemula ini untuk mengabadikan momen bersejarah mereka dari ketinggian. Keriuhan kembali tersaji. Satu persatu pendaki Sketsa nampaknya tak ada yang ingin melewatkan kebahagiaan ini. Mereka berlomba-lomba mencari <em>spot</em> terbaik agar hasil yang tercipta baik pula. Tak luput beberapa awak Sketsa yang mengabadikan moment kepada pengikut <em>Instagram</em> mereka melalui fitur <em>instastory</em>.<br><br>Setelah dirasa cukup untuk mengabadikan momen, saatnya para pendaki Sketsa untuk pulang. Berbenah hingga mengumpulkan sampah agar tak ada yang tersisa. Karena datang dalam kondisi bersih, begitu pula jika kembali, harus dalam kondisi bersih pula. Jika perjalanan pergi ditemani nasi bungkus, maka pulang hanya ditemani bungkusnya saja, tanpa nasi alias sampah. Perjalanan naik atau pun turun rasanya sama-sama berat. <br><br>Jika tadi dipusingkan dengan keluhan letih mendaki, sekarang dipusingkan kembali dengan seruan licin dan gelap. Ya, gelap karena matahari sudah kembali ke peraduan, terbukti dari berbagai macam cahaya senter ponsel yang dihidupkan guna menerangi jalan. Saling berpegangan dan menyemangati satu sama lain adalah kuncinya. Perjalanan turun dari Gunung Steling juga diwarnai beberapa insiden, mulai dari terperosoknya Amelia Rizky Ketua Redaksi LPM Sketsa 2018 hingga ketakutan Mayang Sari Reporter LPM Sketsa akan ketinggian. <br><br>Waktu yang dihabiskan juga tak terlalu lama, mengingat awak Sketsa sepertinya sudah terbiasa dengan medan yang ada di depan mata. Akhirnya Sketsa kembali ke titik awal dengan selamat dan lengkap. Ramai-ramai saling menanyakan satu sama lain apakah ada yang terluka atau tidak. Ramai-ramai juga saling membagikan air putih yang tersisa, sebelum benar-benar pulang ke rumah. <br><br>Bukan Gunung Rinjani, bukan Puncak Jaya Wijaya, bukan juga Gunung Everest. Hanyalah Gunung Steling dengan segala keindahannya. Gunung Steling memang nampak tidak setinggi gunung-gunung tadi, namun dalam menaklukkannya sungguh diperlukan kegigihan dan kesabaran. Hal inilah yang Sketsa coba perlihatkan, bahwa untuk mempererat persaudaraan, bisa ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya adalah mendaki. <br><br>Keluhan, keletihan, serta gurauan senantiasa terus diperlihatkan oleh pendaki Sketsa. Sebuah perjalanan yang tidak mengabiskan banyak biaya, tidak membutuhkan banyak persiapan, namun menghasilkan banyak kenangan. Kenangan indah akan perjuangan mendaki bersama. Kenangan indah akan saling berpegangan serta menguatkan satu sama lain. Sungguh sebuah perjalanan yang sangat sederhana namun bermakna. Karena setinggi apapun itu, ketika ditempuh bersama keluarga, akan menjadi indah bukan? <strong><em>(sut/els)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepala yang Ingin Diperbaiki Marlina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/kepala-yang-ingin-diperbaiki-marlina/baca </link>
<guid> kepala-yang-ingin-diperbaiki-marlina </guid>
<pubDate> Sun, 03 Dec 2017 17:53:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster Film Marlina, Si Pembunuh dalam Empat Babak yang tayang pada 16 November 2017 ( Sumber Foto: manginfo.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/kepala-yang-ingin-diperbaiki-marlina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/smHXofRq8P.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kepala yang Ingin Diperbaiki Marlina</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Reaksi orang-orang di Sumba, selain mual selebihnya biasa-biasa saja, ketika melihat Marlina dengan amarah di dada menenteng kepala Markus yang baru saja dipenggalnya semalam karena telah memperkosa dirinya.</span></p><p style="text-align: justify;">Sumba yang terletak di Nusa Tenggara Timur adalah lanskap alam yang menyenangkan. Di sana bukit-bukit bersanding dengan serasi, seolah-olah tinggal tunjuk mana bukit yang mau kau daki. Namun, di sana sesuatu berjalan amat pelik. Kesenjangan seperti memiliki denyut yang bisa kau rasakan seperti ketika menaruh telapak tanganmu ke dada kiri.</p><p style="text-align: justify;">Apabila kau perempuan dan apalagi jika kau mengalami penindasan, buang jauh-jauh rasa ragu. Sebab sudah tidak ada tempat, beri keberanianmu makan. Itu yang diperlihatkan Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak kisah seorang janda yang ternaknya dirampok dan diperkosa dalam waktu satu malam.</p><p style="text-align: justify;">Terdiri dari 4 bagian besar--babak-babak yang memberi pilu. Setiap babak memperlihatkan situasi Marlina yang tidak biasa namun kita tahu itu ada. Dirinya adalah korban pemerkosaan yang mencoba melawan dan berani. Ia gambaran bagaimana pilunya menjadi korban pemerkosaan jika dengan memenggal kepala orang yang memerkosamu kau masih sangat mungkin dituduh bersalah.</p><p style="text-align: justify;">Marlina membawa kepala Markus dengan niatan sebagai bukti lapor kepada polisi. Sayang sekali cuma sebatas niat karena selanjutnya yang terjadi adalah familier belaka. Polisi meragukan kesaksian korban, proses menindaklanjuti aduan pemerkosaan berjalan lambat. Berbagai macam dalih disampaikan seakan-akan korban pemerkosaan masih memang mempunyai waktu hidup tenang setelah apa yang mereka alami.</p><p style="text-align: justify;">Padahal untuk menuju kantor polisi korban pemerkosaan seperti Marlina perlu mengumpulkan keberanian terlebih dahulu. Komnas Perempuan pada pertengahan 2016 melaporkan temuannya bahwa sebanyak 25.213 responden yang mengikuti survei secara daring, 6,5 persen (1.636 orang) di antaranya mengaku pernah diperkosa. Dari jumlah itu sebanyak 93 persen mengatakan tidak pernah melaporkan kejahatan seksual tersebut karena merasa takut dengan akibat-akibat yang mungkin akan timbul. Menurut Komnas Perempuan ini adalah refleksi atas rendahnya kepercayaan rakyat terhadap lembaga-lembaga penegakan hukum di negara ini dalam menyelesaikan kasus kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Pergolakan batin Marlina terlihat saat bagaimana ia menikmati tusuk satenya dengan gugup. Sementara kantor polisi yang berjarak setengah hari dari rumahnya berada tepat di sebelah warung makan itu.</p><p style="text-align: justify;">Tak begitu jelas Mouly Surya menggambarkan latar waktu Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. Beberapa kali ada penggunaan ponsel, tapi di kantor polisi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dicatat masih menggunakan mesin ketik. Kesenjangan di Sumba seperti moda transportasi yang harus menunggu truk lewat tiap satu jam sekali betul masih relevan hingga hari ini atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Selain menyoal <em>rape culture</em> di negara ini, <em>Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak</em> mempertonjokan dengan geli tipe maskulinitas dewasa ini. Bahwa pria dengan kuasa--yang sebetulnya tidak pernah jadi miliknya--bisa seenaknya membebankan perkara dan salah kepada perempuan. Cukuplah kepala Markus yang ia penggal, selebihnya barangkali Marlina melalui kisahnya ingin memperbaiki kepala yang masih berpikir begitu. <strong><em>(wal/fqh)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mimpi Seorang Putra Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/mimpi-seorang-putra-kampus/baca </link>
<guid> mimpi-seorang-putra-kampus </guid>
<pubDate> Sun, 03 Dec 2017 19:32:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rohman Hidayat, Putra Kampus Unmul 2017(Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/mimpi-seorang-putra-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uR3UPzyU1j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mimpi Seorang Putra Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Muda dan berprestasi tentu menjadi keinginan dan kebanggaan semua orang. Apalagi jika prestasi tersebut menjadikan kita sebagai ikon di kalangan mahasiswa. Bermodal mimpi yang besar serta keberanian untuk memulai, bukan suatu hal yang mustahil untuk dapat diraih. Rohman Hidayat Putra Kampus 2017 menjadi salah satu generasi muda yang telah berani mewujudkan mimpinya.</span></p><p style="text-align: justify;">Pria kelahiran Sekurou Jaya, 20 September 1998 ini mengaku sejak SMP hingga SMA hanya aktif mengikuti OSIS dan ekstrakulikuler voli. Namun, ia memiliki mimpi lain yang besar. Ia ingin merasakan menjadi seorang duta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang awalnya dari mimpi, pengin banget ngerasain seperti apa rasanya pakai selempang. Selain harus <em>good looking</em>, kudu pinter juga,&rdquo; tuturnya ketika dihubungi melalui pesan <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Berkat keseriusan dalam mewujudkan keingian tersebut, Rohman telah mengantongi banyak prestasi dalam ajang duta. Beberapa gelar yang berhasil ia sabet seperti Duta Wisata Kabupaten Paser 2015, Duta Wisata Berpenampilan Terbaik Kalimantan Timur 2015, Putra Kampus 2017, dan <em>The Best Catwalk</em> Duta Peduli AIDS PKBI Kaltim 2017.</p><p style="text-align: justify;">Rohman memiliki alasan tersendiri untuk tertarik terjun di kegiatan duta. Ia menilai ini sebagai bentuk tantangan kepada diri sendiri, khususnya dalam mengasah keterampilan, juga meningkatkan kualitas diri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mengambil kesempatan yang ada, untuk melatih mental dan menambah ilmu,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kesuksesannya hingga kini rupanya tak lepas dari jatuh bangun dan anggapan miring orang-orang sekitar. Jalan yang berliku tidak hanya datang sekali, Rohman juga pernah mendapatkan cemoohan serta kalimat yang menjatuhkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahkan, dulu dari guru saya sendiri, cuma saya enggak peduli. Saya jadikan motivasi untuk bangkit dan pembuktian kalau saya bisa. Mereka yang jatuhkan kita belum tentu bisa melakukan apa yang kita lakukan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini pernah gagal saat mengikuti Duta Wisata di tahun 2014, karena belum cukup umur. Namun, tidak menjadikannya patah arah. Ia mempersiapkan diri untuk ikut kembali di tahun berikutnya. Berkat usahanya, ia dinyatakan lolos dalam ajang itu. Sejak itu, semakin tinggilah rasa ingin terus belajar mengenai banyak hal dan mengambil kesempatan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Saat mengalami kegagalan, Rohman selalu berdoa agar dikuatkan diri dan mentalnya. &ldquo;Orang tua dan sahabat saya selalu mendukung saya kembali. Kegagalan yang saya alami, saya jadikan pembelajaran, karena saya percaya rezeki sudah diatur Tuhan dan tidak akan tertukar,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ingin memberikan yang terbaik untuk orang sekitar merupakan motivasi utama bagi Rohman. Membuat orang lain bahagia dan bangga akan kehadirannya, terutama orang tua dan keluarga, semakin memacu Rohman untuk mengajak teman-teman generasi muda lainnya untuk menjadi apa yang dinginkan, asal memiliki mimpi.</p><p style="text-align: justify;">Kini setelah menyandang predikat sebagai Putra Kampus 2017, Rohman bersama rekan Putra Putri Kampus (Papika) lainnya berusaha menjalankan tugasnya dengan baik. &ldquo;Kami akan melakukan yang terbaik terutama sebagai perantara antara mahasiswa dan birokrat. Harapannya bisa bekerjasama untuk mewujudkan mimpi menjadikan Unmul sebagai universitas berstandar Internasional&ldquo; pungkasnya. <strong>(<em>adn/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjalan Menuju Mata Mu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/perjalan-menuju-mata-mu/baca </link>
<guid> perjalan-menuju-mata-mu </guid>
<pubDate> Sun, 03 Dec 2017 21:44:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi berjudul Perjalan Menuju Mata Mu oleh King Dores. (Sumber foto: 3.bp.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/perjalan-menuju-mata-mu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xhwERddJL2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perjalan Menuju Mata Mu</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">di hitam bola mata mu</span></p><p>aku tersesat,</p><p>di ufuk barat putih mata mu,</p><p>aku terbenam.</p><p>Dan di dalam darah mu,</p><p>nafasku berjalan sempoyongan.</p><p><br></p><p>Nampaknya,</p><p>Jarak terjauh</p><p>Yang pernah ketempuh</p><p>Adalah perjalanan mataku menuju matamu</p><p><br></p><p>Mata mu adalah ruang,</p><p>Yang di dalamnya tidak terdapat apa-apa,</p><p><br></p><p>Kecuali tanda tanya</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh King Dores, mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP 2013.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosok Anggrelia Anugerah, Tak Ragu Coba Hal Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/sosok-anggrelia-anugerah-tak-ragu-coba-hal-baru/baca </link>
<guid> sosok-anggrelia-anugerah-tak-ragu-coba-hal-baru </guid>
<pubDate> Mon, 04 Dec 2017 00:23:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anggrelia Anugerah, Putri Kampus 2017 yang tak ragu meski sempat menerima anggapan miring. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/sosok-anggrelia-anugerah-tak-ragu-coba-hal-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x7gZMZIy8E.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sosok Anggrelia Anugerah, Tak Ragu Coba Hal Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Ada banyak kisah inspiratif anak muda yang berani wujudkan mimpinya di sekitar kita. Di Unmul, ada sosok Anggrelia Anugerah. Dinobatkan sebagai Putri Kampus 2017, gadis yang akrab disapa Lia ini juga telah mengantongi banyak prestasi bahkan hingga ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan cerita Putra Kampus 2017 Rohman Hidayat, sejak SMP Lia sudah ingin mengikuti ajang Duta Wisata. &quot;Dari SMP memang pengin ikutan Duta Wisata aja, enggak mau yang lain. Kesampaiannya pas baru SMA, itu pun pas sudah lulusan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Berawal dari mengikuti ajang Duta Wisata Bontang, kini beberapa gelar berhasil ia raih. Di antaranya Duta Wisata Bontang 2015, Wakil 1 Duta Wisata Kalimantan Timur 2015, Wakil 1 Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2016, Putri Pariwisata <em>Best Presentation&nbsp;</em>2016, Juara Lomba Debat Ilmiah <em>Echoporia</em>, Juara 2 Lomba Debat Ilmiah Pandu Mulawarman 2017, dan Putri Kampus Unmul 2017.</p><p style="text-align: justify;">Terinspirasi dari senior di Duta Wisata yang pernah ia temui sebelumnya, Lia termotivasi ingin menjadi seperti mereka, &ldquo;<em>Goals</em>nya pemuda banget, punya 3B yaitu <em>Brain, Beauty, Behavior</em>,&rdquo; terang perempuan kelahiran Bontang, 8 Juli 1997 ini.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya soal hobi, ia sering merasa bingung. &ldquo;Hobinya klasik sih sebenarnya, nyoba hal-hal baru dan jalan-jalan,&rdquo; ungkap perempuan yang juga pernah mewakili Indonesia dalam Ajang <em>Festival of Roses&nbsp;</em>di Pasadena, USA itu.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya prestasi ini diraih dengan segala usaha yang begitu keras dan proses yang tidak instan. Perjalanan yang Lia lewati ternyata tidak mulus, kegagalan dalam sebuah kompetisi, diremehkan, bahkan dicemooh pernah ia alami.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Waktu kita mengusahakan kebenaran memang enggak mudah. Ya memang pada saat dikatain memang sakit, tapi aku enggak mau larut dalam kesedihan,&rdquo; tutur Lia.</p><p style="text-align: justify;">Sempat merasa putus asa, namun segera sadar bahwa bukan mereka yang menentukan masa depannya. Ia memutuskan untuk tidak akan membalas apa yang orang lain katakan, dan berusaha bangkit sebab ia percaya bahwa Tuhan punya rencana.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan pernah puas dengan apa yang sudah kita capai, namun jangan pernah tinggi hati atas semua yang sudah kita raih,&rdquo; pesan Lia.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi Akuntansi 2015 ini percaya bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Sebab itu, dara ini memiliki keinginan untuk terus naik tingkat dan mencoba hal baru sesuai passionnya demi mengejar mimpi.</p><p style="text-align: justify;">Perihal Unmul, Lia merasa bahwa Unmul sudah banyak berkembang di bawah kepemimpinan Masjaya. Setelah menjabat sebagai Putri Kampus 2017, Lia bersama dengan teman-teman Putra Putri Kampus dan juga bekerjasama dengan pihak lain ingin membuat program kerja yang tidak hanya memperkenalkan Unmul, tapi juga bisa meningkatkan SDM-nya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena Unmul masih perlu meningkatkan kualitas SDM terutama mahasiswanya. Harapannya, semoga Unmul bisa terus menjadi lebih baik dalam seluruh aspek kependidikannya, terlebih prestasi mahasiswanya,&rdquo; tutup Lia.<strong>&nbsp;(</strong><em><strong>adn/adl</strong></em><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dana Mendadak Bengkak, BEM FIB Curiga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-mendadak-bengkak-bem-fib-curiga/baca </link>
<guid> dana-mendadak-bengkak-bem-fib-curiga </guid>
<pubDate> Tue, 05 Dec 2017 01:27:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus Fakultas Ilmu Budaya Unmul yang diambil pertengahan Agustus 2017 (Sumber Foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-mendadak-bengkak-bem-fib-curiga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ws48hZQ4k7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dana Mendadak Bengkak, BEM FIB Curiga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong> Dana kemahasiswaan di Fakultas Ilmu dan Budaya (FIB) pada pertengahan tahun 2017 tiba-tiba bengkak. Perkara itu tidak diketahui oleh para lembaga mahasiswa di sana sebelum digelar audiensi. FIB 2017 ini rupanya menerima Rp1 milyar dari rektorat, yang mana 5 persen dari angka itu akan dibagi kepada mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari hitung-hitungan tersebut, BEM FIB mengetahui mahasiswa akan menerima dana sebesar Rp50 juta yang akan dibagi-bagi kepada tiap UKM dan lembaga. Tetapi, setelah diadakan audiensi terkait dana kemahasiswaan pada 23 Oktober lalu, dana mahasiswa tiba-tiba bertambah Rp6 juta sehingga totalnya berubah menjadi Rp56 juta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalian dikasih lebih kok malah protes,&rdquo; ujar Irwanto, Presiden BEM FIB menirukan nada bicara Moch. Siddik, Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) sewaktu audiensi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam audiensi tersebut dipaparkan pula alokasi anggaran kemahasiswaan di FIB. Untuk lembaga (DPM, Hima Sasindo, Hima Sasing, Hima Etnomusikologi, LDF Al-Farra, PMK) dan UKM (Mustar, K.Sus, Mahibe, dan Summia) masing-masingnya menerima dana Rp2,5 juta. Sedangkan BEM FIB mendapat kucuran dana paling besar. Melalui PKKMB BEM FIB dianggarkan menerima Rp2,5 juta dan untuk Festival Budaya dan Seminar mendapat Rp8,5 juta. Total BEM FIB mendapat suntikan dana Rp11 juta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di luar dari dana tersebut ada anggaran sebesar Rp20 juta untuk prestasi mahasiswa. Menurut Irwanto, dalam audiensi alokasi anggaran itu dijelaskan dana prestasi mahasiswa baru dapat terserap habis apabila mahasiswa FIB berhasil menghasilkan tiga emas untuk fakultas. Tahun ini sudah berjalan sebelas bulan dan FIB belum mendapatkan emas satu pun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Irwanto mengatakan apabila 2017 berakhir lalu dana prestasi mahasiswa tak tersentuh maka dana tersebut akan dikembalikan ke pusat. &ldquo;Hangusnya (dana prestasi mahasiswa) itu langsung ke pusat. Entah ke rektorat atau Dikti atau seperti apa, pokoknya langsung ke pusat,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Irwanto menyimpan curiga terkait pembengkakan dana kemahasiswaan ini. BEM FIB telah berusaha untuk meminta transparansi dana kepada pihak fakultas, namun diarahkan untuk pergi berurusan dengan pihak keuangan di rektorat. Ketika di rektorat Irwanto mengatakan pihaknya kembali diminta menanyakan hal tersebut kepada fakultas. Ia menyayangkan sikap lempar-lemparan antara fakultas dan rektorat. Kendati peristiwa begini wajar ditemui pergerakan mahasiswa manakala menuntut transparansi uang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain persoalan pembengkakan dana, BEM FIB juga sempat bermasalah dengan pihak keuangan di fakultas karena urusan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Irwanto menjelaskan anggaran PKKMB semula tak mau dicairkan oleh fakultas, sehingga mau tidak mau BEM FIB menggunakan kas lembaga guna menjalankan proker tersebut. Tak lama setelahnya pihak fakultas luluh dan mulai mengganti anggaran PKKMB. Tetapi, dana tidak cair berdasar laporan pertanggungjawaban PKKMB melainkan dari sodoran dua program kerja lain yakni <em>Open House</em> dan Hari Kartini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Persoalan transparansi dana ini masih ingin dikebut oleh Irwanto, meski ia sebentar lagi akan turun dari puncak jabatan Presiden BEM FIB. Ia berjanji akan tetap mengawal persoalan ini. &ldquo;Saya pasti akan mengawal terus, meskipun kepengurusan saya akan demisioner,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>erp/wal/aml</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudah Kaleidoskop, Gelora Perbaikan Tak Tuntas Proker! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-kaleidoskop-gelora-perbaikan-tak-tuntas-proker/baca </link>
<guid> sudah-kaleidoskop-gelora-perbaikan-tak-tuntas-proker </guid>
<pubDate> Wed, 06 Dec 2017 01:27:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama Presiden BEM KM Unmul 2017 beserta jajaran menteri dalam acara Kaleidoskop (Sumber: Instagram.com/hamzah.nasir) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-kaleidoskop-gelora-perbaikan-tak-tuntas-proker/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uAj4U7p9ZO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudah Kaleidoskop, Gelora Perbaikan Tak Tuntas Proker!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pentas bertajuk &ldquo;Kaleidoskop&rdquo; pada Sabtu (24/11) lalu di Rumah Jabatan Walikota menandai semakin dekatnya akhir masa jabatan Norman-Bhakti sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul. Sebagaimana yang juga lumrah dilakukan kabinet-kabinet sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sktesa</em>, Wakil Presiden BEM KM Unmul Bhakti Muhammad Zuar menuturkan bahwa agenda tersebut selain menutup masa kepemimpinan Norman-Bhakti, juga menjadi ajang penghargaan kepada staf BEM KM Unmul atas kerja keras dan kontribusinya satu periode kemarin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita kan memulai kabinet ini dengan cara yang baik. Insyaallah kita akan mengakhirinya dengan cara yang baik dan meninggalkan kesan yang baik juga,&rdquo; tutur Bhakti.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Bhakti menyebut Kabinet Gelora Perbaikan berhasil merampungkan 90% program kerja. Kendati demikian, sejumlah proker belum terlaksana hingga hari ini. Yakni Ngadu, <em>Community Development</em>, dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Bahkan, beberapa baru digarap sepekan ini, satu di antaranya proker Comdev.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, di akhir ini sebenarnya kita banyak menambah agenda kerja tambahan agar tidak terjadi kekosongan. Halo Rektor bukan termasuk proker yang belum selesai terus dikerjakan,&rdquo; ucap Norman Iswahyudi.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi orang nomor satu di BEM KM membuat Norman menemukan banyak hal baru. Merambah dunia organisasi yang dimulai dari BEM fakultas selama 3 tahun hingga sampai level BEM universitas menurutnya adalah dua hal yang berbeda. Tidak sekadar menjadi pemimpin yang menjalankan proker, tetapi harus mampu beradaptasi sebagai lembaga yang memiliki jaringan luas.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan rekannya, Bhakti lebih dahulu menjadi bagian dari BEM KM Unmul 2016 sebagai menteri. Menurutnya, tidak ada kata libur selama bergabung dan menjadi bagian BEM KM Unmul. Ia bertekad membawa pencapaian dari apa yang belum diraih pada tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan panjang BEM KM Unmul tentu melalui berbagai kendala. Terlebih kala menghadapi karakter tiap orang yang berbeda-beda. Baik Norman maupun Bhakti mengaku tak bisa berjalan sendiri, meskipun jalan mereka banyak diwarnai selisih namun berhasil diatasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya dan dia sama-sama egois. Walaupun bukan hal yang mudah, kita sudah saling memahami selama perjalanan ini. Kita saling <em>calm down</em>, apabila salah satu ada yang keras.&rdquo; kata Norman.</p><p style="text-align: justify;">Searah dengan Norman, Bhakti juga menjelaskan bahwa ia dan Norman sudah memiliki porsi kerjanya masing-masing dan berupaya mengkoreksi diri. &nbsp;Terlebih terdapat tujuan yang sama diantara mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Watak tidak harus disamakan. Tetapi, kita tetap haru satu hati, satu frekuensi, dan satu tujuan,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sivitas masih menanti proker-proker Gelora Perbaikan tunai semuanya. Agar menjadi pembeda dengan rezim skala besar yang berkuasa, agar tak hanya menguap dalam janji-janji kampanye semata. <strong>(<em>arr/nhh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Digusur, KSR Diminta Setor Uang 300 Juta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/digusur-ksr-diminta-setor-uang-300-juta/baca </link>
<guid> digusur-ksr-diminta-setor-uang-300-juta </guid>
<pubDate> Thu, 07 Dec 2017 01:17:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi terkini kesekretariatan KSR Unmul yang baru saja dibongkar. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/digusur-ksr-diminta-setor-uang-300-juta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lbEikVuy3I.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Digusur, KSR Diminta Setor Uang 300 Juta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Anda agaknya terheran-heran saat melewati jalan depan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.</span></p><p style="text-align: justify;">Pasalnya, lebih dari sepekan terakhir bangunan berwarna oranye yang merupakan sekretariat UKM Korps Sukarela (KSR) tersebut kini telah rata dengan tanah. Beberapa waktu lalu sebelum ini, KSR memang sempat dikabarkan akan pindah sekre guna melaksanakan amanat pihak rektorat yang diketahui akan menggunakan lahan tersebut untuk membangun gedung perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, waktu itu KSR tetap berdiri dan beraktivitas sebagaimana biasa. Sampai akhirnya, niat pihak rektorat itu tunai sepekan lalu. Walhasil, KSR terpaksa mengalihkan pusat aktivitas keorganisasian mereka ke Gedung Student Center (SC) sebagaimana UKM tataran universitas lainnya</p><p style="text-align: justify;">Efek pembongkaran juga langsung terasa. Ukuran sekre yang kini lebih kecil, membuat mereka harus putar otak menyimpan peralatan yang sebenarnya butuh ruang memadai. Belum lagi efektivitas yang dirasa terbatas jika dibanding dengan sekre sebelumnya hingga sejumlah peralatan yang rusak akibat penggusuran.</p><p style="text-align: justify;">Ditelusuri, pembongkaran sekretariat KSR adalah langkah awal dari keputusan pihak rektorat untuk membangun gedung laboratorium di atas lahan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, berdasar aspek historis dan lainnya, pihak KSR mengaku tidak begitu saja menerima keputusan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu saja awalnya kami menolak. Sempat beberapa kali kami menyambangi langsung Pak Encik (Wakil Rektor III) bahkan Pak Masjaya (Rektor Unmul), dan mendapat tawaran lahan baru yang resmi. Tapi, hingga sekarang tidak juga terdapat kejelasan,&rdquo; ujar Ketua KSR Dody Suharlan saat ditemui <em>Sketsa</em> pada Senin (4/12) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini, anggota KSR kembali mendatangi pihak rektorat guna memperoleh kejelasan nasib sekretariat. Namun, bukan solusi yang didapat, mereka malah diminta untuk mengumpulkan Rp300 juta jika ingin memperoleh sekretariat yang memadai.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Dody, pengumpulan anggaran bukanlah menjadi masalah utama bagi KSR. Mereka lebih membutuhkan kepastian lahan yang terus dijanjikan pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kami mau buat di sembarang tempat sudah dari dulu kami bisa lakukan. Tapi, kami tidak mau karena ingin tempat yang resmi. Kemudian masalah pengumpulan dana, kami hanya merasa konyol, karena awalnya kami yang diberikan win-win solution pengadaan sekretariat, apalagi KSR sendiri membawa nama Unmul untuk menolong masyarakat,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkannya, sekretariat KSR di depan FMIPA itu bahkan umurnya jauh lebih tua daripada gedung Student Center. Pun telah banyak melakukan aksi dan pertolongan, termasuk menolong seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan beberapa waktu silam. <strong><em>(nis/dan/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MSA Dipastikan Bukan Mahasiswa FH Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/msa-dipastikan-bukan-mahasiswa-fh-unmul/baca </link>
<guid> msa-dipastikan-bukan-mahasiswa-fh-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 07 Dec 2017 02:46:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi penggrebekan narkoba (Sumber: poskotanews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/msa-dipastikan-bukan-mahasiswa-fh-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lvGPld6v9P.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MSA Dipastikan Bukan Mahasiswa FH Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>MSA, menjadi satu di antara tiga mahasiswa Unmul yang terciduk aparat saat hendak berpesta ganja Selasa, (14/11) lalu. Hal ini diketahui dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diterbitkan Polresta Samarinda pada tanggal yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari dua rekannya yang saat ini tengah ditelusuri identitasnya oleh Nataniel Dengen Dekan Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI), tempat keduanya berkuliah, MSA justru tak ditemukan identitasnya di SIA Fakultas Hukum (FH). Sebagaimana terlampir di BAP yang menyatakan identitas MSA sebagai mahasiswa FH Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika dia teregristrasi dan terdaftar pasti ada di dalam sistem SIA. Ini sudah 2 hari kami mencari dengan berbagai sistem kombinasi dan memang tidak ada,&rdquo; ucap Mahendra Putra Kurnia Dekan FH.</p><p style="text-align: justify;">Kejanggalan dan harapan muncul bersamaan. Terang saja, kasus ini tak hanya menyeret nama individu, melainkan institusi tempatnya berlindung. Mahendra amat berharap MSA terbukti bukan bagian dari FH dan hanya sekadar mengaku-ngaku.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya dari kalangan birokrat, mahasiswa FH Unmul pun tidak ada yang mengenali sosok berinisial MSA tersebut. Dikabarkan berasal dari angkatan 2016, melalui tiap perwakilan kelas, tak satu pun ada yang mengatakan kenal atau minimal pernah dengar.</p><p style="text-align: justify;">Amar Priansyah mahasiswa semester tiga FH Unmul mengaku tidak mengenal sama sekali mahasiswa berinisial MSA. Tegas dikatakannya bahwa tidak pernah ada mahasiswa berinisial tersebut di kelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari semenjak semester 1 sampai sekarang nama tersebut tidak ada di kelas kami, ya kalaupun ada pastinya kan sudah heboh,&rdquo; ujar Amar.</p><p style="text-align: justify;">Selain Amar, salah seorang mahasiswa FH lainnya Ahmad Imam Syamsudin angkat bicara. Ia geram dan menyayangkan beredarnya kabar mengenai tertangkapnya mahasiswa Unmul dalam pesta narkoba. Terlebih salah satunya mengatakan kalau berasal dari FH.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mendengar kabar itu membuat saya jengkel bukan kepalang awalnya. Soalnya, saya bersama rekan yang aktif dalam organisasi sedang mencoba menaikkan akreditasi FH melalui kegiatan kemahasiswaan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan sumber terpercaya, diketahui, MSA adalah mahasiswa FH Universitas Tujuh Belas Agustus Samarinda dan telah terjadi kesalahan pengetikan dalam BAP Kepolisian. <strong>(<em>cup/adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SIA Bermasalah, Nilai sampai Kelas Hilang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sia-bermasalah-nilai-sampai-kelas-hilang/baca </link>
<guid> sia-bermasalah-nilai-sampai-kelas-hilang </guid>
<pubDate> Fri, 08 Dec 2017 02:08:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi SIA (Sumber: solopos.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sia-bermasalah-nilai-sampai-kelas-hilang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JlUyZY8AGE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SIA Bermasalah, Nilai sampai Kelas Hilang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sistem Informasi Akademik (SIA) Unmul bermasalah lagi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang merupakan salah satu fakultas di Unmul yang kini dapat mengakses SIA <em>online</em>, tengah mengalami eror sejak dua pekan terakhir. Terbukti beberapa mahasiswa FEB mengeluhkan nilai yang tak kunjung muncul dalam portal SIA.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Susahnya kalau portal eror begini, input nilai dari dosen jadi tertunda. Terkadang kami ragu mau menanyakan nilai UTS kami. Saat kami bertanya pun dosen hanya menyuruh kami menunggu nilainya muncul di portal,&rdquo; keluh salah satu mahasiswa jurusan Manajemen 2016, Devi Mu&rsquo;tazilah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Waktu perbaikan nilainya cuma sebentar, jadi kami enggak sempat (memperbaiki nilai) karena tabrakan dengan mata kuliah lain,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui oleh <em>Sketsa</em> pada Jumat (24/11) lalu, Isai Julianto Mangele, staf IT Sub Bagian Mahasiswa dan Akademik Rektorat, membenarkan ia medapatkan laporan terkait SIA yang eror.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak cuma FEB, ada tiga yang melapor dari fakultas. Ada dari FIB (Prodi Sastra Inggris dan Sastra Indonesia) dan dari FKTI. Ternyata waktu dicek memang semuanya, tapi kebetulan yang lagi ngerasa cuma dua itu,&rdquo; ucap Isai kepada<em>&nbsp;Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Isai menambahkan, &ldquo;Reportnya saya baru tahu kemarin. Ada yang lapor bukan soal nilai, tapi kelasnya hilang,&quot; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan oleh Isai bahwa dalam sistem SIA terbagi menjadi tiga bagian yaitu administrator, operator, dan<em>&nbsp;programmer.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Programmer</em> adalah yang membuat sistem, Sub Bagian Mahasiswa dan Akademik Rektorat adalah administrator, dan operator adalah prodi atau fakultas masing-masing. Isai &nbsp;pun menjelaskan bahwa selaku administrator mereka hanya menerima laporan saja sedangkan yang bertugas memperbaiki segala gangguan SIA adalah <em>programmer</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Admin dan operator adalah <em>end user&nbsp;</em>yang nggak bisa ngapa-ngapain sistem. Jadi, kalau ada ganggungan kita lapornya ke <em>programmer</em>. Nanti dia yang perbaiki,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya perihal tindak lanjut dari eror SIA ini, Isai mengatakan bahwa memang sedang <em>on progress</em> dan harus segera ditangani, &ldquo;Sedang <em>on progress</em> tapi belum bisa karena <em>programmer</em>nya sedang ada<em>&nbsp;project</em>,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Hidayatul Mutakhir, programmer sistem SIA, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Setiap <em>Sketsa</em> menyambangi Gedung Rektorat Hidayat selalu tidak ada dan pesan yang dikirim oleh <em>Sketsa</em> lewat pesan<em>&nbsp;Whatsapp</em> tidak pernah dibaca.</p><p style="text-align: justify;">Dari informasi yang didapat di lapangan, SIA di FEB sudah kembali baik dan nilai-nilai mahasiswa yang sebelumnya tidak muncul di SIA kini sudah dapat diakses. <strong>(<em>rrd/cin/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lima Rekomendasi Beasiswa yang Bisa Diburu Para Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lima-rekomendasi-beasiswa-yang-bisa-diburu-para-mahasiswa/baca </link>
<guid> lima-rekomendasi-beasiswa-yang-bisa-diburu-para-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 08 Dec 2017 02:45:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lima-rekomendasi-beasiswa-yang-bisa-diburu-para-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rGDTXn0VD4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lima Rekomendasi Beasiswa yang Bisa Diburu Para Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Meski telah resmi diterima di berbagai perguruan tinggi, namun banyak mahasiswa yang tak ragu menjadi pemburu beasiswa. Mulai dari alasan untuk menutup biaya UKT, meringankan beban orang tua, hingga beragam alasan lainnya. Bahkan tak jarang membuat mahasiswa ketagihan untuk gencar berburu beasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ada berbagai program beasiswa yang ditawarkan, baik dari pemerintah ataupun lembaga lain yang peduli terhadap dunia pendidikan. Berikut ini, <em>Sketsa</em> menghimpun beberapa rekomendasi beasiswa yang bisa diikuti mahasiswa, termasuk bagi mahasiswa Unmul untuk tahun 2017 sampai 2018. Ada apa saja?</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Beasiswa Bankaltim Prima</strong></p><p style="text-align: justify;">Beasiswa Bankaltim Prima adalah salah satu bagian dari program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) BPD Kaltim pada bidang pendidikan. Kegiatan ini merupakan sumbangsih nyata BPD Kaltim sebagai <em>agent of development</em> yang turut memberikan perhatian besar pada pengembangan kualitas sumber daya manusia yang tersebar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.</p><p style="text-align: justify;">Beasiswa Bankaltim Prima dikhususkan bagi mahasiswa semester 4 dari seluruh program studi S1/D4 di 10 (Sepuluh) Perguruan Tinggi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Djarum Beasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Djarum Beasiswa rutin ditawarkan bagi mahasiswa S1 di tanah air. Berbeda dari beasiswa lainnya, beasiswa ini khusus ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menjalani kuliah S1 pada semester IV. Beasiswa Djarum telah banyak bekerjasama dengan sejumlah universitas di Indonesia sebagai mitranya. Nah, biasanya beasiswa ini dibuka awal April (tentatif).</p><p style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman merupakan salah satu yang telah bekerja sama dengan Djarum Foundation. Selain bantuan finansial, beberapa program pengembangan diri yang ditawarkan beasiswa ini diantaranya meliputi <em>Nation Building</em>, <em>Character Building</em>, <em>Leadership Development</em>, <em>Competition Challenge</em>, <em>International Exposure</em>, serta <em>Community Empowerment</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Beasiswa S1 Tanoto Foundation</strong></p><p style="text-align: justify;">Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menempuh studi S1 maupun S2 di sejumlah perguruan tinggi mitra Tanoto Foundation. Beasiswa ini diberikan bagi mahasiswa berprestasi, dan memiliki potensi kepemimpinan namun mengalami kendala ekonomi. Beasiswa ini terbuka bagi berbagai disiplin ilmu, asalkan universitas tersebut terdaftar sebagai mitra Tanoto Foundation.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE)</strong></p><p style="text-align: justify;">Beasiswa ini adalah jembatan bagi berbagai perusahaan dan individu dalam menyalurkan sumbangan mereka kepada kandidat dan program-program peningkatan <em>soft skill</em> yang tepat. Selain itu, KSE juga mendorong dan turut mempersiapkan penerima beasiswa menjadi lulusan yang memiliki integritas, berwawasan kebangsaan, cinta pada tanah air melalui berbagai program-program pembinaan. Beasiswa KSE telah berkembang dengan memberikan dukungan kepada lebih dari 20.000 mahasiswa dari 30 Perguruan Tinggi Negeri. Ada empat program beasiswa yang ditawarkan KSE yakni, beasiswa reguler, beasiswa unggul, <em>technology for</em> Indonesia dan <em>academy entrepreneurs</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya memberikan beasiswa, KSE juga memberikan pelatihan kepemimpinan, akademi kewirausahaan, teknologi untuk indonesia dan seminar</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Beasiswa Kaltim Prima Coal (KPC)</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu perusahaan swasta yang turut membantu perkembangan pendidikan, adalah Pt. Kaltim Prima Coal. Membuka beasiswa KPC , bantuan dana ini ditujukan bagi masyarakat Kutai Timur dan Kalimantan Timur. Beasiswa disediakan bagi PNS, mahasiswa, tenaga profesional, ataupun tokoh masyarakat dibuka dengan berbagai program untuk mengabdikan ilmunya untuk perkembangan dan kemajuan daerah KUTIM, seperti program beasiswa D3, beasiswa S1, beasiswa S2, serta beasiswa S3.</p><p style="text-align: justify;">PT Kaltim Prima Coal (KPC) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan dan pemasaran batubara untuk pelanggan industri, baik pasar ekspor maupun domestik.</p><p style="text-align: justify;">Selamat mencoba! <strong>(<em>dan/els/fir/dyh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Samarinda Waspada Siklon Dahlia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/samarinda-waspada-siklon-dahlia/baca </link>
<guid> samarinda-waspada-siklon-dahlia </guid>
<pubDate> Sat, 09 Dec 2017 01:24:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sutrisno Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda (Sumber foto: Maharani Ramadhanty F) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/samarinda-waspada-siklon-dahlia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2iAHo4fES3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Samarinda Waspada Siklon Dahlia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Penghujung November hingga saat ini beberapa wilayah di Indonesia sedang diterpa berbagai bencana alam yang disebabkan kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah. Mulai dari banjir, longsor, angin kencang, hujan deras, hingga gelombang tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut datang bukan tanpa sebab. Semua kondisi demikian disebabkan oleh cuaca ekstrim yang berbentuk hujan lebat disertai angin kencang juga gelombang laut yang tinggi. Hal ini berawal dari aktifnya Siklon Tropis Cempaka dan Siklon Tropis Dahlia di Samudera Hindia sebelah selatan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sebagian warga awam agaknya masih dibingungkan pasal Siklon Tropis Dahlia ini. Sutrisno Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda menjelaskan bahwa Siklon Tropis Dahlia &nbsp;adalah kondisi cuaca buruk di mana hal ini disertai tiupan angin kencang dan curah hujan yang tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Kepada awak <em>Sketsa</em> yang berkesempatan mengunjungi langsung kantor BMKG Samarinda Kamis (7/12), ia pun berujar bahwa Siklon Tropis Dahlia saat ini berada di daerah sebelah selatan Pulau Jawa. Salah satu daerah yang tak luput dari Siklon Tropis Dahlia ialah Cilacap dan sebelah tenggara Yogyakarta.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, untuk penduduk Pulau Kalimantan tampaknya bisa bernapas lega. Hal ini dikarenakan penyebab Siklon Tropis Dahlia justru bergerak ke arah selatan sehingga pergerakannya justru menjauhi Pulau Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari terhindarnya Kalimantan dari Siklon Tropis Dahlia, BMKG Samarinda selaku pihak yang terus memantau pergerakan cuaca mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada akan potensi cuaca buruk. Terutama warga Samarinda yang tinggal di daerah rawan genangan dan lereng perbukitan.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Untuk warga Samarinda dan sekitarnya, diharapkan untuk selalu &nbsp;hati-hati akan efek dari cuaca buruk. Seperti banjir dan longsor,&rdquo; ujar Sutrisno.</p><p style="text-align: justify;">BMKG Samarinda juga kini mempermudah akses untuk prakiraan cuaca kepada seluruh warga dengan cukup mengakses <em>website</em> resmi BMKG.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Herlan, mahasiswa Program Studi Geografi 2015 angkat bicara. &ldquo;Saat ini adalah puncak dari tingginya curah hujan yang terjadi di beberapa daerah termasuk Kalimantan,&rdquo; ujarnya &nbsp;saat ditanyai <em>Sketsa</em> via <em>WhatsApp</em> Rabu (6/10).</p><p style="text-align: justify;">Meningkatnya curah hujan yang akan diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun nanti diharapkan juga dapat meningkatkan kewaspadaan warga Samarinda. &ldquo;Sebagai mahasiswa juga masyarakat, kita harus selalu hati-hati. Selain itu juga terus melakukan sosialisasi ke warga sekitar mengenai bencana alam tersebut,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tetap sehat menghadapi cuaca ekstrim, berikut Sketsa sajikan tips-tipsnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Makan makanan yang bergizi</strong></p><p style="text-align: justify;">Hal yang wajib dilakukan adalah sebelum beraktivitas usahakan untuk mengisi perut guna memenuhi nutrisi dan energi untuk beraktivitas. Mengatur pola makan yang benar juga perlu untuk menyesuaikan asupan makanan dengan tepat waktu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Perbanyak minum air putih</strong></p><p style="text-align: justify;">Sekitar 80 persen tubuh manusia terdiri dari air, perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap kebutuhan airnya terpenuhi. Air putih juga bermanfaat bagi kesehatan seperti menjaga keseimbangan tubuh, menetralisir racun dan menambah energi. Terutama saat musim pancaroba, jangan lupa untuk selalu menyediakan air saat beraktivitas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Olahraga yang teratur</strong></p><p style="text-align: justify;">Meskipun keadaan cuaca tidak baik, perlu adanya waktu untuk berolahraga. Kurang lebih 30 menit untuk menggerakkan tubuh agar tidak kaku sehingga tubuh kembali segar untuk menjalani aktivitas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Istirahat yang cukup</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat menghadapi cuaca yang ekstrim, sangat dianjurkan untuk istirahat dengan cukup. Untuk yang sering begadang sebaiknya mengurangi kebiasaan ini. Tidur tepat waktu agar keesokan harinya dapat bangun dengan sehat dan segar, minimal dapat tidur selama 7 jam sehari. Istirahat juga dapat mengontrol stres, hati, pikiran dan masalah sejenak.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Konsumsi Vitamin</strong></p><p style="text-align: justify;">Makan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, diperlukan juga mengkonsumsi vitamin untuk menyeimbangkan nutrisi dalam tubuh. Selain itu memakan buah-buahan dan sayur-sayuran juga untuk melengkapinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Membawa barang yang diperlukan</strong></p><p style="text-align: justify;">Perubahan cuaca saat musim pancaroba dapat terjadi kapan saja tidak mengenal waktu. Kamu bisa membekali diri dengan payung atau jas hujan saat hujan datang agar baju tidak basah dan lembab karena akan menjadi sumber penyakit, serta obat-obatan yang diperlukan. Juga barang-barang lainnya yang bisa digunakan untuk menghadapi cuaca ekstrim.</p><p style="text-align: justify;"><strong>7. Menjaga kebersihan</strong></p><p style="text-align: justify;">Kesehatan sejatinya akan diperoleh jika mampu merawat diri dengan baik, salah satunya menjaga kebersihan. Tentunya pola hidup sehat juga diimbangi dengan menjaga kebersihan, seperti tidak sembarangan makan jajanan di luar rumah, membawa bekal, makan dan minum yang higienis, serta menjaga kebersihan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Nah, setelah mengetahui cara menghadapi perubahan cuaca seperti saat ini, maka mulai dari sekarang berhati-hati dan selalu jaga kesehatan. Karena cuaca ekstrim penyebab penyakit bisa datang menyerang siapa saja dan di mana saja. Kesehatan itu mahal harganya! <strong>(<em>mrf/sut/wil/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BPJS Gelar Tablig Akbar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bpjs-gelar-tablig-akbar/baca </link>
<guid> bpjs-gelar-tablig-akbar </guid>
<pubDate> Sun, 10 Dec 2017 01:42:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster publikasi yang menampilkan Berri El-Makky sebagai pemateri (sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bpjs-gelar-tablig-akbar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Jx8vGkums6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BPJS Gelar Tablig Akbar</h1>
			              </header>
			              <p>Minggu (3/12), Aula Serbaguna Rektorat Lantai 4 menjadi saksi agenda Tablig Akbar Kajian Studi Islam Bina Persaudaraan di Jalan Sambaliung (KSI BPJS) yang menghadirakan pembicara Ust. Berri El-Makky, Founder Riil Hijrah. Bertajuk &ldquo;Let&rsquo;s Move On, KarenaMu Aku Hijrah&rdquo;, agenda ini dihadiri tak kurang dari 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa/i se-Kota Samarinda dan juga siswa/i SMA di Kota Samarinda.</p><p>Agenda yang disponsori oleh Distro Republic Inspiring, Rabbani, Hotel Jamrud, dan Via.com ini merupakan agenda besar pertama yang dilaksanakan 4 lembaga dakwah fakultas yang mengelilingi GOR 27 Sepetember Unmul.</p><p>&ldquo;BPJS (Bina Persaudaraan di Jalan Sambaliung) itulah kepanjangannya. Jadi BPJS merupakan wadah dakwah bersama yang merupakan gabungan dari Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (FK) Unmul; KMM Asy-Syifa, Lembaga Dakwah Fakultas Teknik (FT) Unmul; Gamamus Teknik, Lembaga Dakwah Fakultas Hukum; LD Al-Midzan; serta Lembaga Dakwah Fakultas Kesehatan Masyarakat; SKM Al-Kautsar,&rdquo; ujar Rifki Risdya Pratama, Ketua Umum KMM Asy-Syifa.</p><p>Salah satu inisiator KSI BPJS ini pula, Rizaldy Dwi Putra; Ketua Umum SKM Al-Kautsar, mengemukakan bahwa terbentuknya forum BPJS ini adalah untuk dapat membantu memperluas cakupan kegiatan dakwah bersama terutama di sekitar kompleks Jalan Sambaliung, yang diimplementasikan dengan kegiatan yang positif, bermanfaat, dan sama-sama memudahkan kegiatan kebaikan di masing-masing fakultas maupun skala Universitas dengan saling bersinergis satu sama lain.</p><p>&ldquo;Antusias peserta dalam menghadiri acara ini sangat baik terbukti dari kehadiran peserta sekitar lebih dari 200 orang. Harapannya 4 lembaga dakwah dalam BPJS ini bisa tetap konsisten untuk menjalankan agenda yang positif ini.&rdquo; tutur Rahaji Purnama, ketua panitia KSI BPJS.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Ariestya Romadhan Laksono Pratama Panitia Tabligh Akbar Kajian Studi Islam Bina Persaudaraan di Jalan Sambaliung (KSI BPJS)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merayakan Kebangkitan HMPKn </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/merayakan-kebangkitan-hmpkn/baca </link>
<guid> merayakan-kebangkitan-hmpkn </guid>
<pubDate> Sun, 10 Dec 2017 02:11:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana lomba Debat Ilmiah untuk mahasiswa FKIP. (Foto: Anggie Octa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/merayakan-kebangkitan-hmpkn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QCVMemn6vd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merayakan Kebangkitan HMPKn</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Hari Kebangkitan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan atau yang disingkat Harkit HMPKn, resmi dihelat Senin (4/12) lalu. Bertempat di Gedung DPM-Pemdes, <em>Grand Opening</em> dari agenda ini dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Panitia Harkit HMPKn Andi Musliminadi mengungkapkan Harkit merupakan bentuk peringatan sebuah keberhasilan. &ldquo;Tahun 2011 senior kami sekaligus kader HMPKn meraih juara 1 lomba Debat Nasional se-Indonesia di Universitas Negeri Malang. Jadi, Harkit ini digelar untuk memperingati keberhasilan mereka,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini adalah tahun kelima bagi HMPKn menyelenggarakan Harkit, sejak 2013 lalu pertama kali digelar. Rutin digelar tiap tahunya pada bulan November atau Desember, kali ini Harkit HMPKn mengusung tema &ldquo;Dengan Semangat Hari Kebangkitan HMPKn, Mari Kita Tingkatkan Kognisi untuk Membangun Generasi Kritis Penuh Solusi, Cerdas, dan Berintegritas&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Desi Aprianti koordinator acara menambahkan alasan tema ini dipilih. &quot;Kami ingin Harkit menjadi wadah untuk menciptakan mahasiswa yang tidak hanya kritis tapi juga penuh solusi,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa cabang lomba diadakan untuk menambah semarak. Di antaranya, Lomba Orasi Mahasiswa kampus Banggeris, Lomba Poster <em>Online</em> Mahasiswa se-Unmul, Debat Ilmiah untuk mahasiswa FKIP, Lomba Futsal Mahasiswa Banggeris, dan terakhir adalah Lomba Tumpeng untuk seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).</p><p style="text-align: justify;">Harkit mendapatkan <em>respons</em> yang baik, terbukti tahun ini partisipan lomba mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya tanggapannya mengenai Harkit, salah satu mahasiswi turut mengapresiasi jalannya acara meski diguyur hujan. &quot;Saya bahkan sempat terjebak hujan sama teman,&quot; ujar Jeremia Hasiholan mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2017.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Arif Budiman pun menerima baik acara ini. &quot;Seru, walaupun lomba debat hanya se-FKIP, tapi atmosfernya panas luar biasa. Apalagi saat ada peserta yang saling menjatuhkan satu sama lain,&rdquo; tutur mahasiswa 2017 ini.</p><p style="text-align: justify;">Digelar selama lima hari, acara ini tak lepas dari kendala. Kekurangan dana, sulitnya mencari peserta, hingga minimnya kesiapan panitia dalam mempersiapkan acara.</p><p style="text-align: justify;">Perlombaan ini pun turut diikuti oleh internal panitia. Dalam lomba debat, ketua panitia dan koordinator acara turut berkompetisi. &ldquo;Karena ini acara kita, mengambil peserta dari prodi lain bukan berarti mahasiswa PKn harus vakum&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua Umum HMPKn Wisnu Rian Dani katakan Harkit tahun ini sudah maksimal. &ldquo;Harapannya panitia semakin solid. Semakin banyak peserta dan ada peningkatan serta perbaikan di tiap tahunnya,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian Harkit resmi ditutup lewat <em>Grand Closing</em> Sabtu tadi (9/12) di Aula Sekolah Guru Olahraga (SGO) kampus Pahlawan. Bangkit Pkn! <strong><em>(bip/gie/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kamu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kamu/baca </link>
<guid> kamu </guid>
<pubDate> Sun, 10 Dec 2017 18:03:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah karya puisi oleh Esty Pratiwi, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2017. (sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kamu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HC9lcKhfOs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kamu</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Mataku nanar menatap bayangmu</span><br>Menjauh dan ingin ku rengkuh<br>Genggam hangat sangat candu<br>Saat senyum itu tertanam dalam kalbu</p><p>Ini kah rindu?<br><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Saat hasrat memiliki layu</span><br>Seperti dongeng putri malu<br>Tersirat tangis terbelenggu<br>Kelopak sayup disertai sinar harap direlungku</p><p><strong><em>Ditulis oleh Esty Pratiwi, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda di GOR 27, Orang Tua Mahasiswa: Kami Bosan dan Gerah! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-di-gor-27-orang-tua-mahasiswa-kami-bosan-dan-gerah/baca </link>
<guid> wisuda-di-gor-27-orang-tua-mahasiswa-kami-bosan-dan-gerah </guid>
<pubDate> Sun, 10 Dec 2017 18:50:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana Wisuda Gelombang IV Universitas Mulawarman di Gelora 27 September Samarinda. (Sumber foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-di-gor-27-orang-tua-mahasiswa-kami-bosan-dan-gerah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mYCKtaLoy9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda di GOR 27, Orang Tua Mahasiswa: Kami Bosan dan Gerah!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada Sabtu (9/12), Unmul kembali menggugurkan kewajibannya sebagai institusi pendidikan, meluluskan mahasiswa. Suasana pagi yang cerah menyambut mereka yang rapi dibalut pakaian khas wisuda dengan toga di kepala. Keluarga, kerabat, dan sahabat turut merayakan momen kelulusan dengan berduyun-duyun menuju GOR 27 September dengan air muka gembira.</p><p style="text-align: justify;">Mendekati pukul 9 pagi, GOR 27 makin sesak. Ada 1.184 mahasiswa duduk menanti untuk prosesi pemindahan tali toga, dan ada ribuan orang tua duduk menanti prosesi yang akhirnya tiba hari itu.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, rupanya keluhan tetap dirasakan. Orasi ilmiah yang terlalu lama dan tidak dipahami hadirin, hingga gedung yang panas, membuat suasana wisuda tidak kondusif.</p><p style="text-align: justify;">Seperti halnya yang dirasakan Erison Sinaga, orang tua dari Martua Tri Januar Sinaga prodi Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).</p><p style="text-align: justify;">Erison datang jauh-jauh dari Tanah Grogot ke Samarinda khusus untuk menghadiri wisuda anak pertamanya itu. Sayangnya, ia merasa acara tahunan tersebut banyak kurangnya. Mulai dari susunan acara hingga fasilitas penunjang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terlalu lama, kita kan bosan. Kita orang tua enggak ngerti orasi tadi. Maunya orasinya dibuat yang umum-umum aja lah, dipersingkat yang penting intinya masuk. Akhirnya makan waktu kami juga padahal kami sudah lapar. Fasilitas kurang memadai juga, kan kami gerah,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Erison berpesan agar ke depan, acara wisuda dievaluasi, terutama dalam penyampaian orasi yang dinilainya terlalu lama. Mengingat hal yang terpenting adalah informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya keluhan tak hanya datang dari orang tua mahasiswa yang mengaku tak paham isi orasi ilmiah. Senada dengan Erison, Ufi Septi, mahasiswi asal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pun meresahkan hal yang sama.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Acaranya bagus aja, cuma orasinya tadi terlalu lama. Di dalam kan panas. Saran, lebih diperbanyak lagi sarana dan prasarananya. Sambutan juga kalau bisa jangan terlalu lama, banyak yang enggak betah kalau panas,&rdquo; kata lulusan prodi Pendidikan Matematika ini.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai acara, Rektor Masjaya mengatakan Orasi Ilmiah yang diadakan tiap wisuda merupakan bentuk motivasi dan membangun relasi Unmul dengan universitas lain demi sinergisitas dunia pendidikan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini menjadi motivasi kepada Unmul untuk berkembang dan juga sebagai bentuk membangun akses kerja sama kita,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi keluhan soal minimnya fasilitas, Masjaya mengatakan apa yang dimiliki Unmul saat ini harusnya disyukuri. Ia menyayangkan masih adanya keluhan padahal menurutnya pemenuhan fasilitas sudah diupayakan dan untuk meningkatkan dibutuhkan dana yang tidak sedikit.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di mana kekurangannya? Nanti uang kuliah dinaikkan mahasiswa marah sama saya. Kalau untuk kegerahan ya mau gimana, ini kita juga sudah sewa semua,&quot; sesal Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Dibanding Universitas Padjajaran (Unpad), Unmul, kata Masjaya jauh lebih beruntung. Pasalnya, dalam perbincangannya dengan Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad, Unpad bahkan tidak memiliki GOR. Alhasil, pelaksanaan wisuda hanya dilangsungkan di sebuah gedung yang berkapasitas maksimal 500 orang sehingga acara terpaksa berlangsung selama 2 sampai 4 hari.</p><p style="text-align: justify;">Wisuda Gelombang IV ini memang menghadirkan Rektor Unpad Bandung Tri Hanggono Achmad. Ia memapar orasi bertema &quot;Strategi Menggali Keunggulan Lokal dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa untuk Pembangunan Berkelanjutan melalui Pendidikan Transformatif&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, ia turut menyampaikan bagaimana peranan semua pihak demi terciptanya sebuah pembangunan dan kemajuan perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk mewujudkan gagasan pendidikan perguruan tinggi yang transformatif, strategi yang dapat ditempuh antara lain meningkatkan kemitraan antara pelaku akademik, bisnis, masyarakat, pemerintah dan media yang saling berbagi penggunaan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Seremoni wisuda dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Unmul, dilanjutkan pembacaan daftar nama lulusan terbaik tingkat universitas oleh Wakil Dekan I Mustofa Agung Sardjono.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa nama, di antaranya Nurhasanah dari program Diploma Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Vera Rahmawati dari program Sarjana Fakultas Pertanian (Faperta), dan Endah Wulandari program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pembacaan janji lulusan dipandu oleh Vera Rahmayanti dari Faperta dan sambutan wisudawan disampaikan oleh Celine Oktavia Putri dari Fakulas Teknik.</p><p style="text-align: justify;">FKIP menjadi fakultas dengan jumlah wisudawan terbanyak di gelombang IV ini, yakni sebanyak 293 jenjang studi S1. Sedangkan, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menjadi fakultas dengan jumlah paling sedikit, yakni 4 dari jenjang studi S1.</p><p style="text-align: justify;">Meski banyak kekurangan, Masjaya tetap berharap kepada wisudawan yang lulus dari universitas terakreditasi A mampu berkontribusi akif lagi positif di lingkungannya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pencapaian akreditasi ini jangan hanya berhenti di institusi. Dengan kesadarannya juga harus mampu berkontribusi dengan mendalami ilmu yang telah dipelajari dan menerapkannya,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>wil/ann/adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dicurigai Korupsi oleh BEM FIB, Siddik: Itu Fitnah! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dicurigai-korupsi-oleh-bem-fib-siddik-itu-fitnah/baca </link>
<guid> dicurigai-korupsi-oleh-bem-fib-siddik-itu-fitnah </guid>
<pubDate> Mon, 11 Dec 2017 01:18:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembengkakan dana kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) membuat BE  FIB curiga. (Ilustrasi: VoxEurop.eu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dicurigai-korupsi-oleh-bem-fib-siddik-itu-fitnah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/huXox6d8AC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dicurigai Korupsi oleh BEM FIB, Siddik: Itu Fitnah!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Pembengkakan dana kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang semula Rp50 juta menjadi Rp56 juta membuat BEM FIB curiga. (Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-mendadak-bengkak-bem-fib-curiga/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-mendadak-bengkak-bem-fib-curiga/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> Jumat (8/12), Moch. Siddik, Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) FIB angkat bicara. Dikatakannya, tudingan BEM FIB dalam berita tersebut fitnah.</p><p style="text-align: justify;">FIB, kata Siddik mendapatkan dana sebesar Rp1 milyar dari rektorat, yang mana 5 persen dari dana tersebut akan dibagi kepada mahasiswa yaitu sebesar Rp50 juta. Kemudian, Rp50 juta tersebut dipecah lagi untuk dua jenis. Rp35 juta untuk lembaga kemahasiswaan dan Rp15 juta untuk mahasiswa berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">Siddik pun membenarkan perkara pembengkakan dana kemahasiswaan sebesar Rp6 juta. Dana itu didapat dari hasil pemangkasan dana operasional fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sudah berkorban operasional. Kami pangkas, kami kasih ke dana mahasiswa. Mereka itu seharusnya bersyukur,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia menyebut penambahan tersebut terwujud, seperti DPM FIB yang semula hanya mendapat Rp1 juta kini menjadi Rp2,5 juta. Sedangkan kenaikan pesat didapat mahasiswa berprestasi, yakni dari Rp5 juta untuk menjadi Rp20 juta.</p><p style="text-align: justify;">Kendati sudah disiapkan Rp20 juta, dana mahasiswa berprestasi tahun ini nyatanya tak terpakai, sebab tidak ada prestasi yang diraih mahasiswa FIB. Maka, dana tersebut akan kembali ke pusat, ke Kementerian Keuangan. Walhasil, tahun depan tidak akan ada lagi anggaran untuk dana mahasiswa berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun depan kita tidak adakan lagi dana prestasi, kalau ada mahasiswa prestasi nanti kita pikirkan cari duitnya gimana nanti,&quot; kata Siddik.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, tahun ini FIB menargetkan meraih 4 emas dalam segala kompetisi. Seorang mahasiswa yang berprestasi nantinya akan diberikan Rp5 juta, sehingga 4 emas untuk 4 orang maka terserap dana Rp20 juta seperti yang dianggarkan.</p><p style="text-align: justify;">Siddik kecewa. Baginya, mahasiswa harusnya termotivasi meningkatkan prestasi dengan adanya dana ini, tapi realitanya malah sebaliknya. Prestasi nihil, dana tak terserap.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun lalu tidak dianggarkan ternyata ada mahasiswa berprestasi, tahun ini kita anggarkan justru tidak ada,&rdquo; keluhnya. <strong><em>(erp/wal/dor/asr/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bantah Tahan Dana PKKMB FIB, Siddik: Tahun Depan Urus Sendiri! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-tahan-dana-pkkmb-fib-siddik-tahun-depan-urus-sendiri/baca </link>
<guid> bantah-tahan-dana-pkkmb-fib-siddik-tahun-depan-urus-sendiri </guid>
<pubDate> Mon, 11 Dec 2017 01:43:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) FIB bantah tudingan BEM FIB yang menyebut pihaknya tidak mencairkan dana PKKMB. (Sumber foto: satubanten.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantah-tahan-dana-pkkmb-fib-siddik-tahun-depan-urus-sendiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i8vbnZYzg2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bantah Tahan Dana PKKMB FIB, Siddik: Tahun Depan Urus Sendiri!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) FIB Moch. Siddik kembali membantah tudingan BEM FIB yang menyebut pihaknya tidak mencairkan dana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan malah menggantinya dengan program kerja lain yakni <em>Open House.</em></p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-mendadak-bengkak-bem-fib-curiga/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-mendadak-bengkak-bem-fib-curiga/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Siddik mengurai kronologi perkara ini dari sudut pandangnya. Ia mengatakan, saat audiensi berjanji akan menambah dana kemahasiswaan sebesar Rp2,5 juta. Saat itu, BEM FIB mengajukan penambahan yaitu agenda <em>Open House.&nbsp;</em>Siddik lantas membantah jika dikatakan dana <em>Open House</em> adalah dana pengganti PKKMB. Keduanya dibiayai terpisah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah saya tidak ngasih? Dana <em>Open House&nbsp;</em>sendiri, PKKMB sendiri. Dana PKKMB saya kasih, dana <em>Open House</em> juga saya kasih, sekarang yang saya tidak kasih di mananya?&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di pertengahan wawancara, Marni, Staf Pembantu BPP membawa setumpuk berkas dan memperlihatkan kepada <em>Sketsa</em> bukti pencairan dana PKKMB beserta <em>Open House&nbsp;</em>dalam bentuk fotokopi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam berkas PKKMB terlampir fotokopi berupa bukti penerimaan dana yang diterima oleh Awaliyah Nur Annisa selaku Sekretaris Panitia PKKMB sebesar Rp2,5 juta pada 24 Agustus 2017, sedangkan dana <em>Open House&nbsp;</em>diterima oleh Widya Atilah selaku Wakil Ketua BEM FIB sebesar Rp2,5 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kalau anak-anak ngomong tidak dikasih itu bohong, ini semua punya anak-anak,&rdquo; ucap Marni seraya menyusun kembali berkas.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Nasib Pendanaan BEM FIB</strong></p><p style="text-align: justify;">Siddik mengatakan segera akan melakukan pertemuan bersama pengurus baru BEM FIB untuk membahas dana kemahasiswaan. Adapun, polanya akan berubah yang mana dana tersebut akan diserahkan kepada BEM FIB untuk mengelolanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pokoknya terserah Rp50 juta mau dikemanakan, misalkan mau DPM berapa kamu kasih, BEM berapa, Hima berapa, Sastra Indonesia berapa, Sastra Inggris berapa, terserah mau diatur seperti apa,&rdquo; ujar Siddik.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Siddik membenarkan tahun depan PKKMB akan diambil oleh pihak fakultas termasuk dananya, namun kepanitiaan tetap dipercayakan kepada BEM FIB. Sebab itu, PKKMB tidak akan masuk dalam dana kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Betul kita ambil alih, kita yang biayai, tapi tetap mereka yang melaksanakan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Adelia Putri selaku Bendahara Panitia PKKMB membenarkan bahwa pihak fakultas memberikan dana PKKMB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada dikasih anggarannya, sesuai dengan yang kita mau,&quot; ucapnya. <strong><em>(erp/wal/dor/asr/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Hari Anti Korupsi, Gubernur Menutup Mata terkait Kebutuhan Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-hari-anti-korupsi-gubernur-menutup-mata-terkait-kebutuhan-masyarakat/baca </link>
<guid> aksi-hari-anti-korupsi-gubernur-menutup-mata-terkait-kebutuhan-masyarakat </guid>
<pubDate> Mon, 11 Dec 2017 02:36:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Hari Anti Korupsi oleh BEM FEB Unmul. (Sumber foto: Dok. Penulis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-hari-anti-korupsi-gubernur-menutup-mata-terkait-kebutuhan-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3CW9VHr5WA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Hari Anti Korupsi, Gubernur Menutup Mata terkait Kebutuhan Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa!</p><p style="text-align: justify;">Korupsi adalah musuh dalam pembangunan yang mencekik kehidupan rakyat. Korupsi juga menjadi penyakit para penguasa yang masih menjabat sampai hari ini. Kaltim merupakan provinsi terkaya di Pulau Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kayanya Sumber Daya Alam (SDA) di Kaltim, tidak berbanding lurus dengan <span>Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (</span>APBD) Kaltim. Memang, sumber APBD Kaltim bersumber mayoritas dari dana perimbangan dari pusat ke daerah. APBD Kaltim yang sudah diketok palu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim dan ditandangani oleh Gubernur Kaltim sebesar Rp8,541 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar Rp293,39 miliar atau 3,32 persen dari APBD 2017 setelah perubahan sebesar Rp8,834 triliun.</p><p style="text-align: justify;">Dana itu terbagi di seluruh bidang. Namun, ada yang mengganjal dari APBD Kaltim 2018. Pos dana hibah dan pos dana belanja pegawai lebih dari 2 triliunan secara total jika dikalkulasikan kedua pos ini. Ini lebih besar dari kebutuhan masyarakat yaitu pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Ada apa dengan postur APBD Kaltim kita?</p><p style="text-align: justify;">Dalam momen Hari Anti Korupsi tanggal 9 Desember 2017 semangat pengawalan dan perlawanan terhadap korupsi harus terus dilakukan. Kita percaya, bahwa APBD Kaltim untuk kebutuhan masyarakat. Jangan sampai ada penyelewengan yang mengakibatkan korupsi dana APBD Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Dengan dasar di atas, BEM FEB Unmul menyampaikan 3 tuntutan:</p><p style="text-align: justify;">1. Pemprov Kaltim harus menggunakan APBD Kaltim tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">2. Pemprov Kaltim harus menutup ruang penyelewengan dana APBD untuk dikorupsi oleh pejabat.</p><p style="text-align: justify;">3. Memberantas dan menindak tegas pelaku korupsi di Kaltim yang merugikan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Narasi-narasi perjuangan takkan habis jika masih ada detak nafas beserta langkah kaki yang terus ingin melakukan perbaikan demi Kaltim tercinta.</p><p style="text-align: justify;">Teruslah melawan korupsi di daerah Kaltim. Karena masyarakat sudah murka dengan tingkah laku penguasa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Freijae Rakasiwi Gubernur BEM FEB 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kemeriahan dan Keceriaan Engineering Fair </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/kemeriahan-dan-keceriaan-engineering-fair/baca </link>
<guid> kemeriahan-dan-keceriaan-engineering-fair </guid>
<pubDate> Mon, 11 Dec 2017 18:48:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana diskusi publik dalam Engineering Fair 2017 yang di adakan oleh BEM FT (sumber foto: Novita Rahman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/kemeriahan-dan-keceriaan-engineering-fair/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ciVapMO2Ou.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kemeriahan dan Keceriaan Engineering Fair</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memperingati Dies Natalis Fakultas Teknik (FT), BEM Teknik bersama hima-hima mengadakan perayaan besar bernama Engineering Fair Sabtu (2/12) lalu. Menghadirkan Lisa Hasliana dari Pemprov Kaltim dan Goenoeng Djoko Hadi, Kabid. Minerba ESDM Kaltim di kursi narasumber. Tampak di halaman parkir FT berdiri tenda-tenda dan lalu lalang panitia mengatur kelancaraan acara.</span></p><p style="text-align: justify;">Santi selaku ketua panitia memaparkan jika ia dan rekan-rekannya hanya membutuhkan waktu satu bulan dalam mempersiapkan perhelatan akbar ini. Tahun lalu event serupa juga digelar, namun bertajuk Seminar Nasional Teknik (SEMNAS TEK) dan Awarding Night Faculty of Engineering (ANFE). Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini ditambahkan expo, bazar dari masing-masing prodi dan sponsor hingga kontes band.</p><p style="text-align: justify;">Seperti event-event kebanyakan, masalah pendanaan bukanlah masalah baru. Selain pendanaan, masalah lainnya adalah mundurnya jadwal kegiatan. BEM Teknik dan Hima tentu mencoba yang terbaik meminimalisasi kecacatan pada event kemarin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masa iya kami menghilangkan 3 tenda. Itu pertimbangan kami (panitia), untuk mengundur,&quot; ungkap mahasiswi Teknik Pertambangan itu.</p><p style="text-align: justify;">Sementara banyaknya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga kemahasiswaan FT di samping event ini, Santi mengambil kebijakan untuk tidak mengurangi expo. Karena ia ingin mempersatukan antar lembaga dan membuatnya semakin solid. Masing-masing prodi dan lembaga kemahasiswaan memamerkan hasil karya mereka dan berbagai penghargaan kepada peserta yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">Engineering Fair diawali dengan Diskusi Publik dengan tema &ldquo;Optimalkan Potensi Daerah dalam Menjawab Permasalahan dan Akselerasi Pembangunan di Kalimantan Timur&rdquo;. Berdasarkan penuturan Santi, tema ini dipilih karena kondisi Kalimantan yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusianya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan berlanjut pada penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Tari Dayak. Penampilan pemenang kontes band, <em>jump style</em>, dan penampilan spesial dari Not Kacang sebagai <em>guest star.&nbsp;</em>Malam harinya ditutup oleh <em>Awarding Night Faculty Of Engineering</em> (ANFE) untuk insan maupun instansi yang berperstasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acara ini terbilang sukses dengan terpenuhnya kuota peserta yang berasal dari dalam dan luar Samarinda,&rdquo; aku Santi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menarik, memberi gambaran pekerjaan di masa depan. Semisal potensi di Kalimantan seperti apa,&rdquo; ucap Ajeng Nuris Rahmadiati mahasiswi Teknik Kimia yang antusias Engineering Fair. <strong><em>(bip/pil/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Deret Kritik dalam Evaluasi Kinerja BEM KM Unmul 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/deret-kritik-dalam-evaluasi-kinerja-bem-km-unmul-2017/baca </link>
<guid> deret-kritik-dalam-evaluasi-kinerja-bem-km-unmul-2017 </guid>
<pubDate> Tue, 12 Dec 2017 00:26:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terlihat Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2017 Norman-Bhakti bersalaman dengan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM terpilih Rizaldo-Miftah. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/deret-kritik-dalam-evaluasi-kinerja-bem-km-unmul-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GCy7Ri8qYN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Deret Kritik dalam Evaluasi Kinerja BEM KM Unmul 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Masa bakti kabinet Gelora Perbaikan mengomando BEM KM Unmul resmi berakhir Sabtu (9/12) kemarin. Tiga kali ketukan palu oleh presidium sidang saat pembacaan kosiderans menandai bahwa Laporan Pertanggungjawaban Norman Iswahyudi dan kabinet kerjanya resmi diterima.</p><p style="text-align: justify;">Itulah salah satu agenda dari rangkaian Kongres KM yang dihelat DPM KM Unmul di ruang sidang Rektorat lantai 3. Selain beberapa BEM fakultas yang memang wajib hadir, beberapa UKM tingkat universitas turut memantau jalannya sidang. Lesehan Cendekia, Pusdima, Korps Sukarela, hingga LPM Sketsa adalah beberapa di antaranya.</p><p style="text-align: justify;">Meski akhirnya Laporan Pertanggungjawaban diterima, bukan berarti kabinet Gelora Perbaikan suci dari cela. Kenyataan yang ada, justru mayoritas peserta sidang yang memberi pandangan umum lebih banyak menyuarakan kritik ketimbang pujian. Satu-persatu kekurangan di kabinet kerja dikuliti secara detail oleh pemberi pandangan umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cenderung tidak mewadahi seluruh BEM fakultas. Kesannya seperti masing-masing BEM jalan sendiri-sendiri,&rdquo; kritik Ibnu Gozali dari BEM FKIP. Tak cukup satu, Ibnu justru memberi pandangan minor yang jumlahnya justru banyak dan berderet. Mulai kajian dari tingkat fakultas yang tidak ter<em>-follow up</em> dan kritikan mainstream yakni kurangi event, perbanyak diskusi.</p><p style="text-align: justify;">Lebih parah, Ibnu menganggap Garuda Mulawarman yang seharusnya digunakan BEM KM Unmul sebagai corong utama advokasi seluruh BEM di Unmul, tahun 2017 justru geraknya redup, bahkan hampir mati. Mirip dengan kata hidup segan mati tak mau. Dalam jejak pendapat dengan pihak rektorat, usulan lebih sering ditolak karena kajian yang tidak matang, termasuk kasus UKT saat audiensi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kajian yang kurang matang, sehingga saat ditawarkan selalu mental,&rdquo; serangnya.</p><p style="text-align: justify;">Aditya Ferry Noor, Ketua BEM FEB yang baru saja demisioner juga memberi pandangan serupa. Meski diakuinya Norman adalah salah satu sahabat baiknya sejak bangku SMP, namun tetap saja Ferry memberi banyak nilai minor dalam perjalanan kabinet Gelora Perbaikan.</p><p style="text-align: justify;">Ferry memandang tidak adanya perbedaan antara gerak advokasi antar BEM KM Unmul dan di tataran fakultas. Lalu, banyaknya hal-hal strategis yang malah tidak ter-<em>follow up</em>, hingga saran darinya agar Garuda Mulawarman lebih mengajak praktisi dalam memperdalam kajian isu. Ferry juga menyorot betapa tidak cermatnya BEM KM Unmul dalam menentukan prioritas isu yang harusnya di kawal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya BEM KM Unmul menyorot isu Setya Novanto terkait korupsi e-KTP di skala nasional, padahal di Kaltim pun juga ada pejabat yang melakukan tindakan korupsi serupa. Justru hal itu yang tidak disorot oleh BEM KM Unmul,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, Norman dan kabinet tidak diberikan kesempatan untuk menanggapi kritik. Akibatnya, komunikasi hanya satu arah. Norman hanya diberikan kesempatan menyampaikan <em>closing statement</em> hanya memberi jawaban dan tanggapan seadanya terhadap pandangan umum dari para delegasi BEM fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang benar, komunikasi kami dengan beberapa BEM fakultas masih banyak yang tidak terjalin dengan maksimal. Kami tidak menjalinnya dengan terpaksa, tapi begitulah kondisinya,&rdquo; ucap Norman.</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang mengikuti sidang hanya melakukan satu hal pasti: mendengarkan paparan dengan masygul tanpa bisa meminta jawaban atas sejumlah kritikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sadar bahwa perjalanan satu periode ini tidak mampu memuaskan segala pihak, tapi dalam menjalankan amanah yang singkat ini, kami telah menjalankan dengan sungguh-sungguh,&rdquo; imbuhnya Norman saat <em>closing statement</em> hampir berakhir.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, pukul 14.28 Wita, DPM KM Unmul secara resmi melantik Rizaldo-Miftah selaku Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk melanjutkan estafet kepemimpinan BEM KM Unmul 2018. <strong><em>(dan/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maklumat Penting dari Kongres KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maklumat-penting-dari-kongres-km-unmul/baca </link>
<guid> maklumat-penting-dari-kongres-km-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 12 Dec 2017 00:31:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Norman-Bhakti mendatangi Rizaldo-Miftah dan saling memeluk. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maklumat-penting-dari-kongres-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MlaBSOokat.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maklumat Penting dari Kongres KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Norman Iswahyudi dan Bhakti Muhammad Zuar berdiri berdampingan di atas mimbar. Keduanya tampak tenang, sesekali saja Norman terlihat mengatupkan kedua bibirnya lebih dalam daripada yang dilakukan Bhakti. Di bawah mimbar telah berjejer sebanyak 14 lain yang termasuk dalam Badan Pengurus Harian BEM KM Unmul 2017.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melewati 400 hari masa kerja, tiba waktu bagi kabinet Gelora Perbaikan untuk membacakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dalam Kongres KM Unmul yang digelar pada Sabtu (9/12) kemarin. Tak tanggung-tanggung LPJ dibagikan dalam dua bagian seukuran kamus tebal. Sebagian itu adalah aksi-aksi jalanan dan respons tanggap dalam mengawal dan mengadvokasi permasalahan di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Aksi Bela Rakyat 121 pada awal tahun disebut Norman sebagai parlemen jalanan yang &ldquo;viral&rdquo; hingga ke media nasional. Saat itu aksi dilakukan untuk menolak kenaikan BBM, tarif dasar listrik serta harga cabai yang dinilai mencekik rakyat. Aksi 121 pecah karena aparat terbukti memukuli dan menangkap sejumlah mahasiswa, termasuk saat itu Norman. Untuk ranah kampus, Norman bangga atas keberhasilan membuat KKN 43 yang semula diwajibkan membayar 350 ribu, menjadi gratis untuk semua jenis KKN.</p><p style="text-align: justify;">Singkat saja usai pembacaan LPJ, presedium tetap yang dipimpin oleh Mujihat (FKIP), Nazaruddin Hasbi (FKIP), dan Adheya Putrindahshafa (FK) kemudian mempersilakan kepada forum untuk menyampaikan pandangan umumnya.</p><p style="text-align: justify;">Abdul Azis, Wakil Ketua BEM FKTI 2017, angkat suara dengan mengatakan BEM KM Unmul tahun ini lemah dalam berkoordinasi dengan BEM-BEM fakultas, khususnya dalam pola pergerakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gerakan kampus terpecah, padahal ini seharusnya menjadi landasan bagi BEM KM Unmul untuk berbenah,&rdquo; kata Azis.</p><p style="text-align: justify;">Dwi Luthfi, Ketua Komisi A DPM KM Unmul lebih menyoal kepada kontrak politik Norman-Bhakti saat kampanye Pemira 2016 lalu. Beberapa dari janji itu baru dikerjakan di masa akhir jelang lengser kepemimpinan. Sebut saja aplikasi Ngadu yang baru Kamis pekan lalu diresmikan oleh Wakil Rektor III, Encik Akhmad Syaifudin.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari segala kritik tersebut, LPJ BEM KM Unmul 2017 tetap disahkan. Norman dalam sepatah dua patahnya berkata bahwa perpisahan ataupun pergantian kepemimpinan ini bukan sebuah akhir. &ldquo;Tapi mari terus kita menebarkan gelora-gelora perbaikan di mana pun kita berada,&rdquo; ucap Norman.</p><p style="text-align: justify;">12 menit setelah pengesahan LPJ, pukul 14.31 Wita dilakukan proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul terpilih oleh DPM KM Unmul. Rizaldo dan Muhammad Miftahul Mubarok yang mengikuti jalannya kongres sejak awal beriringan maju ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Alquran di atas kepala dan bendera merah putih di sisi kanan, Rizaldo-Miftah mengikuti pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin Dwi Luthfi. Sumpah terdiri dari dua alinea. Alinea pertama sumpah berisi memenuhi kewajiban yang mencakup baik dan adil, sesuai AD/ART KM Unmul, berpedoman Pancasila dan Tridarma Perguruan Tinggi. Alinea kedua sumpah berisi menjalankan kewajiban dengan kesungguhan, berbakti kepada universitas, dan mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan.</p><p style="text-align: justify;">Begitu usai dilantik, Norman-Bhakti mendatangi Rizaldo-Miftah dan saling memeluk. Momen itu sekaligus menandai usainya suksesi.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 14.44 Wita, sidang kembali dilanjutkan dengan pembacaan LPJ dari DPM KM Unmul. Alif Mustofa selaku ketua merasa senang bisa membuat Lokakarya Pemira Online pada 15 Mei lalu. Hasilnya adalah proses pemilihan Pemira yang dilakukan secara <em>e-voting</em>. Lebih-lebih ada peningkatan jumlah suara dibanding Pemira tahun sebelumnya. Dari yang hanya 3.733 suara menjadi 4.532 suara.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, dalam pembacaan LPJ DPM KM Unmul tidak ada ruang yang diberikan kepada forum untuk memberikan pandangan umum terkait kinerja DPM KM Unmul setahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 15.01 Wita LPJ berakhir dan dilakukan pengesahan. Selanjutnya, dilakukan pembacaan sumpah bagi anggota DPM KM Unmul 2018 hasil delegasi tiap fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Kongres KM kemudian dilanjutkan dengan pembahasan amandemen AD/ART KM Unmul. Sebelum ditutup dengan sidang terakhir berupa rekomendasi untuk Kongres KM Unmul. <strong><em>(wal/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rupa-Rupa Korupsi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/rupa-rupa-korupsi-mahasiswa/baca </link>
<guid> rupa-rupa-korupsi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Tue, 12 Dec 2017 00:43:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berikut delapan rupa-rupa korupsi yang jamak dilakukan oleh mahasiswa. (Sumber Ilustrasi: assetsearchblog.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/rupa-rupa-korupsi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XxuLE5XYGH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rupa-Rupa Korupsi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA &ndash;</span></strong><span>&nbsp;Tak perlu jauh-jauh melihat Ketua DPR RI Setya Novanto atau atau Wakil Ketua DPRD Kaltim Dody Rondonuwu yang kini bermasalah dengan komisi anti rasuah. Disadari atau tidak, mahasiswa nyatanya punya praktik korupsinya sendiri. Korupsi, menurut definisi turunan dari bahasa Inggris <em>corruption</em>, adalah perilaku menguntungkan diri sendiri, kebusukan, ketidakjujuran, tidak bermoral, dan penyimpangan dari kesucian.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span><strong><span><span>1.<span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></span></span></strong><strong><span><em>Mark Up</em> Anggaran dalam Kegiatan</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Nyaris setiap agenda mahasiswa kerap menggelembungkan dana yang dibutuhkan. Nominal itu dilampirkan dalam proposal. Yang mana pencairan akan didapat tidak mencapai anggaran yang terlampir, bisa jadi setengahnya atau malah lebih rendah lagi. Apalagi kalau pihak yang diajukan proposal sedang seret, ayat-ayat krisis sudah pasti dibacakan. Alasan yang paling sering digunakan adalah antisipasi kalau-kalau harga yang nantinya ditemukan di pasar jauh lebih tinggi meski kenyataannya tetap membeli jenis barang dengan harga yang lebih murah. Dan, ya perilaku <em>mark up</em> adalah perilaku yang paling dekat dengan korupsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span><strong><span><span>2.<span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></span></span></strong><strong><span>SPJ Proker Bodong</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Merasa dipersulit dengan lembar SPJ yang berwarna-warni itu? Kehilangan nota asli untuk dilaporkan? Tempat membeli tidak punya stempel? Walhasil, memanipulasi SPJ jadi kebiasaan yang (terpaksa) harus dilakukan. Kadang, tak juga terpaksa. SPJ sengaja dimanipulasi bahkan diarahkan langsung oleh pihak yang berwenang untuk masalah pencairan dan pertanggungjawaban dana yang terpakai. Manipulasi absensi, penggandaan dana tertentu agar tidak kena pajak, dan beragam kebiasaan lain yang sudah tahu larangan, tapi tetap dilakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span><strong><span><span>3.<span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></span></span></strong><strong><span>Titip Absen</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Dosenmu melakukan absen panggil? Atau memberlakukan sistem dua absensi? Atau absen biasa sehingga membuatmu lebih leluasa titip absen karena kesiangan atau sedang aksi demonstrasi di simpang empat Lembuswana? Secara moralis, kita tentu sepakat bahwa titip absen adalah perilaku yang tidak dibenarkan. Tapi tetap ada dalih yang dianggap kuat untuk alasan titip absen. Mulai dari dosen yang tidak begitu penting dihadiri&mdash;cukup baca buku sudah bisa sendiri, hingga menghadiri rapat atau nongkrong di kafe.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span><strong><span><span>4.<span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></span></span></strong><strong><span>Datang Terlambat</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Telat atau ngaret adalah budaya korupsi yang menjarah waktu. Dalam satu kesepakatan&nbsp;</span><span lang="EN-US">pertemuan,&nbsp;</span><span>jika ada&nbsp;</span><span lang="EN-US">satu pihak&nbsp;</span><span>yang&nbsp;</span><span lang="EN-US">ngaret berarti telah melalaikan waktu yang disepakati. Ini akan membuat orang lain merasa dirugikan sehingga waktu yang semula bisa dimanfaatkan dengan baik, terpaksa diundur. Kebiasaan ngaret ini telah menyebar hingga nyaris ke semua sendi pertemanan dan lingkup kehidupan mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span><strong><span><span>5.<span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></span></span></strong><strong><span>Tidak Mengerjakan Tugas</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain merugikan diri sendiri karena akan kehilangan nilai, tidak mengerjakan tugas juga berarti mengabaikan kewajiban yang semestinya ditunaikan. Perilaku ini juga salah satu rupa-rupa korupsi di kalangan mahasiswa. Akibat mengabaikan kewajiban tugas dapat berdampak mahasiswa bersangkutan akan mengulang mata kuliah, buntut lebih parah masa kuliah bisa jadi lebih lama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span><strong><span><span>6.<span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></span></span></strong><strong><span>Plagiat Tugas</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Segala bentuk plagiarisme adalah perbuatan yang dilarang. Tak terkecuali tugas kuliah, terlepas dari yang diplagiat bersedia atau tidak. Namun, masih ada sejumlah dosen yang abai dengan kebiasaan ini, akibatnya plagiat tugas jadi lahan basah untuk plagiat tetap membudaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span><strong><span><span>7.<span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></span></span></strong><strong><span>Nyontek Saat Ujian</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Perilaku tidak jujur dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu tentu sangat erat dengan tindak korupsi. Nyontek di kalangan mahasiswa mau tidak mau harus diakui sebagai salah satu yang termasuk. Perkara nyontek di mata mereka yang masih berusaha jujur, adalah praktik licik dengan beragam metode. Menanggulangi ini bisa dilakukan oleh pengawas ujian yang mengawas ruang ujian dengan sigap.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span><span>8.<span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></span></span></strong><strong><span>Numpang Nama Saat Kerja Kelompok</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Tidak berkerja apa-apa, tahu-tahu ingin sekali namanya terpampang dalam tugas kelompok. Perilaku macam ini kerap ditemui di kelas manapun. Dalih yang disampaikan cukup beragam seperti sibuk bekerja, tidak mengerti materi sampai yang paling remeh--tapi ampuh-- menggunakan dalih pertemanan sebagai senjata. Perilaku tidak jujur semacam ini membuat mahasiswa menjadi lebih leha-leha dan mengabaikan kewajibannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN-US">Itulah delapan rupa-rupa korupsi yang jamak dilakukan oleh mahasiswa. Daftar ini tentu masih bisa ditambah dengan beragam kasus lainnya. Tapi hal remeh-temeh di atas kadung banyak sudah terjadi dan dianggap sebagai sebuah hal yang biasa. Perkaranya kita tahu itu salah, tapi apakah kita mau sadar dan berbenah? <strong>(<em>aml/wal</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan: Melawan dengan Sadar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/16-hari-anti-kekerasan-terhadap-perempuan-melawan-dengan-sadar/baca </link>
<guid> 16-hari-anti-kekerasan-terhadap-perempuan-melawan-dengan-sadar </guid>
<pubDate> Tue, 12 Dec 2017 12:04:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kekerasan dan pelanggaran HAM terhadap perempuan. (Sumber foto: sumutpos.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/16-hari-anti-kekerasan-terhadap-perempuan-melawan-dengan-sadar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tZztlN33nE.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan: Melawan dengan Sadar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kesengsaraan rakyat di bawah kediktatoran rezim Trujillo di Dominika lebih dari 30 tahun tidak bisa terbendung lagi. Pemerintahan yang menghabisi siapa saja yang menentangnya, rakyat disiksa bahkan dibunuh tanpa alasan yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini lah yang mendorong gerakan perlawanan dari rakyat tertindas, tidak terkecuali dengan keterlibatan kaum perempuan di dalamnya, seperti Patria Marcedez Mirabal, Minerva Mirabal, dan Maria Teresa Mirabal (Mirabal bersaudara).</p><p style="text-align: justify;">Perlawanan yang berhadapan langsung dengan kediktatoran Republik Dominika ini pun harus berujung pada kematian Mirabal bersaudara, mereka diculik dan dibunuh tepatnya 25 November 1960. Seperti bara kecil yang dilempar ke dalam gudang jerami kering, kematian Mirabal bersaudara dengan cepat menyulut kemarahan rakyat, semakin besar dan terus meluas.</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, rezim Trujillo dipaksa lengser. Kematian Mirabal bersaudara ini telah menjadi simbol perlawanan kaum perempuan yang populer di negeri-negeri Amerika Latin. Kemudian, dalam Kongres Perempuan Amerika Latin yang pertama 1981, untuk pertama kalinya 25 November dideklarasikan sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, tanggal 25 November juga dipilih sebagai tanggal dimulainya kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) hingga tanggal 10 Desember yang diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional.</p><p style="text-align: justify;">Kampanye internasional yang berjalan selama 16 hari tersebut, menekankan kekerasan terhadap perempuan sebagai salah satu bentuk pelanggaran HAM serta momentum kemanusiaan lainnya. Aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women&rsquo;s Global Leadership Institute tahun 1991, yang disponsori oleh <em>Center for Women&rsquo;s Global Leadership</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kampanye 16 HAKTP kemudian menjadi momentum bagi seluruh perempuan di dunia yang berani untuk melawan. Namun, hampir keseluruhan kampanye ini hanya memohon kepada negara melalui kebijakannya untuk menjawab persoalan kekerasan seksual yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kekerasan</strong><strong>&nbsp;Seksual dan Pelanggaran HAM di Indonesia</strong></p><p style="text-align: justify;">Sejarah berkali-kali menunjukkan betapa kekerasan seksual dan pelanggaran HAM (yang sampai hari ini tidak ada kejelasan penyelesaiannya) justru dilakukan oleh negara. Hingga hari ini, kasus kekerasan seksual dan pelanggaran HAM yang terjadi pada tahun 1965, di Aceh, di Papua, di Timor Leste, di Jakarta pada Mei 1998 dan di berbagai tempat lainnya. Hingga kematian Marsinah, tidak ada satupun yang bisa diselesaikan oleh negara.</p><p style="text-align: justify;">Satu-satunya alasan kenapa persoalan ini begitu sulit untuk diungkapkan, karena pelaku dibalik kejahatan kemanusiaan tersebut memiliki kaitan erat dengan lingkaran kekuasaan negara dan menyeret aparatur keamanan negara. Uniknya di negeri ini, para pelaku kejahatan HAM diberi ruang untuk menduduki jabatan menteri, menjadi ketua partai, bahkan diberi penghargaan HAM.</p><p style="text-align: justify;">Benar apa yang dikatakan oleh Widji Thukul, penguasa di negeri ini pandai bermain akrobatik, tubuhnya mampu dilipat-lipat yang akhirnya pantat dan kemaluannya mampu dijilat-jilat. Sudahlah, kebohongan-kebohongan di negeri ini, tidak akan mampu menutupi kepahitan hidup rakyat akibat kebengisan penguasa yang serakah. Kenyataannya adalah, kekerasan seksual dan pelanggaran HAM tersebut hingga kini masih terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Catatan Akhir Tahun 2016 yang dikeluarkan Komnas Perempuan juga turut menunjukkan beragam bentuk kekerasan seksual yang dialami perempuan di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Di antaranya, pemerkosaan sebanyak 2.399 kasus (72%), pencabulan mencapai 601 kasus (18%), dan pelecehan seksual mencapai 166 kasus (5%). Kekerasan ini juga turut melibatkan orang-orang terdekat seperti keluarga, pasangan dan wilayah privat lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Biadabnya kasus kekerasan seksual dengan beragam bentuknya tersebut, membuat negara seolah-olah hadir menjadi penjaga moral melalui kebijakannya. Dengan memberi hukuman yang lebih berat bagi si pelaku, seperti kebijakan Perpu kebiri. Tapi karena kebiri juga dianggap sebagai bentuk pelanggaran HAM, kini kembali dengan arahan untuk memaksimalkan hukum yang sudah ada. Di lain hal, terdapat tuntutan pengesahan UU Penghapusan Kekerasan Seksual serta mempermudah proses pelaporan kasus bagi korban kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Sembari semua kebijakan yang membuat negara seolah-olah sebagai tempat untuk menyelesaikan persoalan kekerasan seksual dan pelanggaran HAM, pada saat yang sama negara juga turut menarik subsidi, menurunkan upah buruh, menerapkan sistem kerja kontrak dan <em>outsourcing</em>, menetapkan PP 78 tentang pengupahan, menaikkan tarif daya listrik, menggusur lahan-lahan petani dan kaum miskin kota atas nama pembangunan untuk kepentingan umum. Akibat dari kebijakan tersebut, justru akan semakin meningkatkan angka kekerasan dalam rumah tangga ataupun kekerasan seksual terhadap mereka yang rentan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melawan dengan Sadar</strong></p><p style="text-align: justify;">Persoalan kekerasan terhadap perempuan di negeri ini, harus dilihat sebagai satu kesatuan dengan struktur sosial kehidupan manusia hari ini. Hukum-hukum sosial masyarakat menunjukkan hubungan produksi yang saling menindas. Kondisi tersebut akan sejalan dengan interaksi produktif antara manusia dan alam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sederhananya, kita sedang berada pada situasi di mana minoritas orang pemilik modal memiliki kuasa dalam segala aspek mengatur kehidupan mayoritas manusia yang hanya memiliki tenaganya untuk dijual agar bisa makan dan bertahan hidup. Selama sistem yang mengakibatkan kemiskinan ini terjaga, selama itu pula akan tetap ada kekerasan terhadap perempuan dan pelanggaran HAM.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimanakah agar kita ikut mengambil peran dalam perubahan sejarah selanjutnya? Jawabannya adalah dengan tidak mengulangi kesalahan sebelumnya. Jika kita masih berharap kepada elit politik dan anggota-anggota dewan perwakilan rakyat hari ini, agar bisa menyelesaikan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan pelanggaran HAM, berarti kita memberi ruang bagi rakyat untuk di tipu berkali-kali. Tidak ada perubahan yang didapat dengan menitipkan nasib, perubahan hanya akan lahir atas usaha dan pengorbanan dari mereka yang sadar, yakni kaum perempuan itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, kita membutuhkan perempuan yang sadar dengan ketertindasannya. Perjuangan untuk membangun kesadaran perempuan ini bisa dibangun melalui kelompok-kelompok belajar perempuan. Khususnya dari sektor mahasiswa, yang mempunyai waktu belajar lebih banyak dan dekat dengan akses ilmu pengetahuan.</p><p style="text-align: justify;">Kekerasan terhadap perempuan dan pelanggaran HAM juga tidak bisa dihapuskan dengan perjuangan sendiri-sendiri. Karena itu, kita membutuhkan gerakan perempuan yang terorganisir, dan menyatukan diri dalam perjuangan sektor tertindas lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Selamat Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Mari melawan dengan sadar.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Hema Malini Situmorang, Anggota Lingkar Studi Kerakyatan.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Identitas MSA dan Ancaman Pasal Berlapis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/identitas-msa-dan-ancaman-pasal-berlapis/baca </link>
<guid> identitas-msa-dan-ancaman-pasal-berlapis </guid>
<pubDate> Wed, 13 Dec 2017 01:15:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi penangkapan pengguna narkoba. (Sumber: seputarmalang.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/identitas-msa-dan-ancaman-pasal-berlapis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dKMyhyzhPS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Identitas MSA dan Ancaman Pasal Berlapis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Penangkapan tiga orang mahasiswa saat hendak mengonsumsi barang haram pada (14/12) lalu, sempat menjadi teka-teki terkait kebenaran data yang didapat dari Berita Acara Pemerikasaan (BAP) Kepolisian yakni mengenai kejelasan status salah satu di antara ketiganya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam berita yang diturunkan Sketsa sebelumnya, diketahui bahwa MSA, tidak ditemukan dalam data SIA Fakultas Hukum (FH). Didukung dengan pernyataan angkatan 2016 yang mengaku tidak mengenali MSA di lingkungan kampusnya.</p><p style="text-align: justify;">Terungkap, bahwa MSA memang bukan merupakan mahasiswa dari kampus Unmul, melainkan salah satu universitas swasta di Samarinda yakni Universitas Tujuh Belas Agustus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya memang benar (bukan mahasiswa Unmul). Semester tiga sama saya,&quot; ungkap Ika, salah satu rekan dekatnya.</p><p style="text-align: justify;">Ika mengaku sudah lama mengenal sosok MSA. Bahkan, mereka sudah bersama-sama sejak mendaftarkan diri masuk ke perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ika, MSA merupakan sosok yang baik. Meski tak bisa dipungkiri, kesan pertama bagi orang yang belum terlalu mengenalnya akan berpikir dia adalah anak yang nakal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau pertama kali lihat, belum terlalu kenal lihat dia itu kayak nakal. Tapi kalau sudah kenal dekat dia orangnya baik, <em>humble</em> juga,&quot; terang Ika.</p><p style="text-align: justify;">Mengetahui salah satu kawan baiknya tertangkap, tentu awalnya membuat Ika kaget. Informasi itu pertama kali ia dengar dari kekasih MSA.</p><p style="text-align: justify;">Meski kaget, Ika tidak terlalu heran dengan kasus yang menimpa MSA. Lantaran latar belakang MSA yang berasal dari keluarga <em>broken home</em> dan ayahnya yang juga merupakan pengguna. Ika menilai MSA merupakan korban dari masalah ini.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi angkatan 2016 itu masih menutupi kasus tersebut kepada pihak universitas. Sebagai orang terdekat, ia mengatakan bahwa ia bersama teman-temannya akan membantu kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini tinggal tunggu keputusan. Katanya kena tiga lapis, yaitu melapor, memiliki barang, dan memakai,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Ika beserta kawan-kawannya memiliki firasat MSA hanya tersandung satu lapis, yakni memakai.</p><p style="text-align: justify;">Besar harapan Ika, agar MSA dapat segera dibebaskan dari dekaman jeruji besi. Terlebih, MSA masih mempunyai masa depan yang panjang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Insyaallah dia bebas, atau rehab,&quot; harapnya. <strong>(<em>adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Strategi Kesiapan Kerja Lulusan Unmul Lewat Job Fair 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/strategi-kesiapan-kerja-lulusan-unmul-lewat-job-fair-2017/baca </link>
<guid> strategi-kesiapan-kerja-lulusan-unmul-lewat-job-fair-2017 </guid>
<pubDate> Wed, 13 Dec 2017 02:16:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama dalam acara Job Fair 2017 (Sumber: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/strategi-kesiapan-kerja-lulusan-unmul-lewat-job-fair-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IYvef6XQtS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Strategi Kesiapan Kerja Lulusan Unmul Lewat Job Fair 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dalam rangka menutup tahun 2017, Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang khusus bergerak pada pengembangan <em>soft skill</em> calon alumni Unmul: Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa) terus berupaya ciptakan berbagai terobosan. Kegiatan <em>Job Fair</em> 2017 menjadi salah satu cita-cita yang akhirnya kali ini dapat terwujud.</p><p style="text-align: justify;">Agenda yang dilaksanakan dua hari sejak Senin (11/12) kemarin mengusung tema <em>&ldquo;Career and Entrepreneurship Festival.&rdquo;</em> Auditorium dipilih sebagai tempat pelaksanaan dengan berbagai kegiatan. Adapun rincian kegiatannya dengan mengadakan konsultasi karier dan usaha, pentas seni mahasiswa, festival kewirausahaan mahasiswa, testimoni mahasiswa dan alumni, serta presentasi perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang sudah UPT Perkasa lakukan sepanjang tahun,&rdquo; ucap Kepala UPT Perkasa Uni Sagena.</p><p style="text-align: justify;">Kepala UPT sekaligus dosen FISIP yang akrab disapa Unis ini turut menyampaikan tujuan kegiatan tersebut dalam paparan sambutannya. Mulai dari agar mahasiswa siap memasuki dunia kerja, menyiapkan <em>soft skill</em>-nya, hingga pembawaan emosional mahasiswa di dunia kerja.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu menjadi deretan sebab yang menguatkan agar ide kegiatan <em>Job Fair&nbsp;</em>2017 ini akhirnya dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada pula mahasiswa Unmul yang merupakan penerima bantuan kompetisi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tingkat nasional. Kami harapkan banyak mahasiswa yang bisa hadir untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan-perusahaan yang sudah hadir,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di momen lain, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin juga memberi apresiasi terhadap pelaksanaan <em>Job Fair</em> 2017. Ia memuji UPT yang baru dibentuk sejak 2015 dan berada di bawah pengawasan WR III ini diisi orang-orang progresif serta memiliki visi pandang ke depan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami menyadari bahwa apa yang dilakukan UPT Perkasa ini jika dibandingkan dengan anggaran yang diberikan, itu jauh lebih besar aktifitasnya,&rdquo; ucapnya dan kemudian langsung disambut tepuk tangan meriah dari para peserta yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">Encik juga mengapresiasi kehadiran beberapa mahasiswa Unmul yang berhasil menang dalam kompetisi PMW. Pihaknya berkomitmen agar lebih banyak lagi mahasiswa Unmul yang mendapat penghargaan serupa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada sejumlah mahasiswa yang menunjukkan kreasi ketika mereka memenangkan kontes kompetisi bisnis mahasiswa Indonesia. Kami akan berusaha sedemikian rupa agar program PMW itu bisa bergulir pendanaannya. Mohon doanya,&rdquo; sampainya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk tindak lanjut, WR III akan mendorong kegiatan <em>Job Fair&nbsp;</em>dilaksanakan lebih rutin lagi. Bahkan bisa saja tidak dilaksanakan sekali setahun, tapi empat kali sesuai dengan program wisuda. Tujuannya adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan wirausaha setelah lulus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini upaya kami agar bagaimana ke depan, supaya kegiatan-kegiatan seperti ini (<em>Job Fair</em>) bisa berjalan sebagaimana ritme wisuda. Dan juga nanti, kita berharap dalam setiap wisuda, tidak semata-mata ada orasi ilmiah, tapi juga orasi wirausaha,&rdquo; gagasnya sesaat sebelum mengakhiri sambutannya. <strong style="">(<em>bip/dan/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sekre KSR Digusur, Encik: Bangunan Itu Bukan Sekretariat Resmi Mereka! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sekre-ksr-digusur-encik-bangunan-itu-bukan-sekretariat-resmi-mereka/baca </link>
<guid> sekre-ksr-digusur-encik-bangunan-itu-bukan-sekretariat-resmi-mereka </guid>
<pubDate> Thu, 14 Dec 2017 03:07:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor III, Encik Akhmad Syaifudin saat ditemui awak Sketsa pada Senin (11/12) lalu. (Sumber foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sekre-ksr-digusur-encik-bangunan-itu-bukan-sekretariat-resmi-mereka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iyiqjSCW7a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sekre KSR Digusur, Encik: Bangunan Itu Bukan Sekretariat Resmi Mereka!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Bangunan sekretariat itu (di depan FMIPA) bukanlah bangunan resmi untuk KSR (Korps Sukarela). Jadi bangunan itu dulunya adalah bekas perpustakaan,&rdquo; ungkap Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin. &ldquo;Kalau (bangunan yang dibongkar) itu disebut sekretariat KSR, itu perlu diluruskan bahwa itu bukan sekretariat yang resmi. Resminya di SC,&quot; lanjutnya menjelaskan.</p><p style="text-align: justify;">Demikian jawaban Encik saat ditemui Sketsa di halaman Auditorium pada Senin (11/12). Kini, bangunan di depan FMIPA Unmul sudah dibongkar. Tak lagi menyisakan satu pun tanda-tanda bangunan kokoh. Tempat yang dalam beberapa tahun terakhir memang dihuni KSR kini hanya tersisa puing runtuhan bangunan saja.</p><p style="text-align: justify;">Dalam beberapa waktu lalu, KSR telah berupaya melakukan audiensi agar bangunan yang mereka anggap sekretariat itu tidak dibongkar. Pun demikian, upaya itu tak kuasa membendung rencana pihak rektorat, pembongkaran tetap dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Encik memberikan konfirmasi lebih lanjut. Ia mengatakan, untuk UKM tingkat universitas, sudah disediakan ruangan khusus dan semuanya terpusat khusus di Student Center (SC) setinggi tiga lantai. Dan di SC-lah sekretariat resmi KSR, bukan yang di depan FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan diakuinya, pihak rektorat tidak serta-merta membongkar bangunan itu. Sebelum upaya pembongkaran bangunan terlaksana, sudah disampaikan peringatan agar pihak yang menempati bangunan itu untuk meninggalkan bangunan. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maka kami berikan peringatan kepada kawan-kawan yang ada di sana untuk mencari lokasi. Jadi, ada proses yang sudah ditempuh oleh bagian WR (Wakil Rektor) IV untuk memasilitasi itu. Sekarang sudah dilakukan pembongkaran,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengapa KSR menempati bangunan itu dalam beberapa tahun terakhir, Encik mengaku tidak tahu-menahu alasan pastinya. Ia hanya menduga berbagai alasan, salah satunya ruangan itu kosong, dan KSR nyaman mengoperasikan bangunan itu untuk menyimpan barang-barang. Dan parahnya, itu berlangsung bertahun-tahun.</p><p style="text-align: justify;">Encik pun membocorkan, setelah bangunan tersebut dibongkar, lahan tersebut akan difungsikan sebagai masterplan proyek dari bantuan lunak <em>Islamic Development Bank</em> (IDB).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kita sebagai penerima pinjaman lunak dari IDB, ada keperluan untuk membangun berbagai fasilitas semisal gedung perkuliahan dan sebagainya. Wilayah itu termasuk lokasi yang bakal di bangun melalui pinjaman IDB,&rdquo; bocornya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam perencanaan yang ada di IDB, wilayah itu memang sudah di clear-kan untuk dibangun lagi,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>dan/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Soal Rp300 Juta, Encik: Saya Tidak Pernah Minta! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-rp300-juta-encik-saya-tidak-pernah-minta/baca </link>
<guid> soal-rp300-juta-encik-saya-tidak-pernah-minta </guid>
<pubDate> Thu, 14 Dec 2017 03:15:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Encik Akhmad Syaifudin membantah jika pihaknya meminta nominal satu sen pun kepada pihak KSR. (Sumber foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-rp300-juta-encik-saya-tidak-pernah-minta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rF6hwBeNqS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Soal Rp300 Juta, Encik: Saya Tidak Pernah Minta!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pembongkaran sekretariat Korps Sukarela (KSR) adalah langkah awal dari keputusan pihak rektorat untuk membangun gedung laboratorium di atas lahan di depan gedung FMIPA. Beberapa waktu lalu anggota KSR sempat mendatangi pihak rektorat guna memperoleh kejelasan nasib sekretariat. Namun, bukan solusi yang didapat, mereka malah diminta untuk mengumpulkan Rp300 juta jika ingin memperoleh sekretariat yang memadai.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/digusur-ksr-diminta-setor-uang-300-juta/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/digusur-ksr-diminta-setor-uang-300-juta/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Encik Akhmad Syaifudin Wakil Rektor (WR) III bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini membantah jika pihaknya meminta nominal satu sen pun kepada pihak KSR.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak ada urusan dengan itu. Segala hal yang menyangkut keuangan itu saya tidak ada. Kalau misalnya ada yang menyebut sejumlah uang, itu bukan dari kami, WR III. Kami tidak pernah meminta itu,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Di luar hal itu, Encik membenarkan dirinya pernah dikunjungi pihak KSR untuk beraudiensi. Inti bahasan, pihak KSR bermohon agar minta dibuatkan sekretariat baru. Namun, karena pola kerja WR III tidak spesifik ke sektor pembangunan, maka ia menyarankan pihak KSR agar langsung menuju rektor.</p><p style="text-align: justify;">Efek pembongkaran sekretariat lama KSR, ukuran sekre kini lebih kecil. Sekretariat KSR kini bertempat di gedung Student Centre membuat mereka harus putar otak menyimpan peralatan yang sebenarnya butuh ruang memadai. Encik pun menyarankan agar barang yang dimiliki KSR harus dipilah-pilah dulu untuk agar bisa ditampung di workshop milik Unmul di depan klinik milik Fakultas Kedokteran.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;(Pilah) mana yang barang siap digunakan, mana yang jarang dipakai, mana yang tidak terpakai. Itu yang siap digunakan kita simpan di SC. Barang yang mungkin sekali-sekali dipakai atau tidak dipakai sama sekali dalam waktu yang cukup lama, itu disimpan di workshop. Di situ ada beberapa tempat kosong yang boleh kita pinjamkan,&rdquo; sarannya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal apakah nanti KSR akan dibuatkan sekretariat pengganti setelah bangunan di depan FMIPA dibongkar, Encik justru mendorong konsep berkeadilan bagi semua UKM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Satu kata kunci: KSR adalah UKM tingkat universitas, ya. Artinya, sama dengan UKM lain juga. Ini juga semuanya harus agar mendapatkan perhatian. Kalau UKM KSR dibangunkan sekretariat, nanti UKM lain bagaimana? Kecemburuan sosial jadi salah satu yang saya khawatirkan,&rdquo; pandangnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski kemungkinan kecil, Encik menyebut masih ada kemungkinan permohonan sekretariat baru yang diminta KSR terkabul. Tapi harus memenuhi sebuah syarat mutlak: usulan tersebut harus disetujui rektor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kondisinya mereka bermohon, kami tampung dan salurkan aspirasinya ke WR IV. Karena WR IV lah yang merencanakan, mengatur pembiayaan, dan semuanya. Pembangunan di Unmul ini wilayahnya di WR IV atas instruksi Pak Rektor. Kalau Pak Rektor bilang boleh, maka boleh. Itu saja,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>dan</em>/<em>els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lubang Maut Kaltim dan Pelanggaran HAM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lubang-maut-kaltim-dan-pelanggaran-ham/baca </link>
<guid> lubang-maut-kaltim-dan-pelanggaran-ham </guid>
<pubDate> Fri, 15 Dec 2017 02:15:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi kolam bekas lubang tambang batu bara di Desa Sumbersari, Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. (Sumber foto: Kaltim.tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lubang-maut-kaltim-dan-pelanggaran-ham/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZxQvRz6iJb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lubang Maut Kaltim dan Pelanggaran HAM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dilansir dari <em>CNN Indonesia</em>, lubang hasil galian perusahaan tambang di Kalimantan Timur sejak 2011 sampai 2016 menyebabkan 27 korban meninggal karena terjatuh ke dalam lubang. Data terbaru dari <em>Tempo</em> menyebutkan seorang gadis bernama Novita Sari, 18 tahun, ditemukan tak bernyawa karena tenggelam di lubang tambang batu bara milik PT. Gunung Bayan Pratama Coal di Desa Belusuh, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Minggu (25/06/17) lalu. Jumlah korban genap 28.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan lebih lanjut oleh Dinamisator Jaringan Tambang Kalimantan Timur Pradarma Rupang, rupanya saat itu Novita hendak bertamasya dengan temannya ke kebun binatang di Kem Baru. Kebun binatang yang mereka tuju itu ternyata sudah tidak ada karena dipindahkan oleh pengelolanya ke Batu Kajang.</p><p style="text-align: justify;">Rupang juga menuturkan, lubang tambang PT. Gunung Bayan Pratama Coal memiliki kedalaman 40 meter. Meski di pinggir kolam terdapat plang bertuliskan, &ldquo;Dilarang mendekat, bermain, berenang, memancing, dan beraktivitas di dalam dan di sekitar kolam tambang.&rdquo; Namun warga sekitar tidak mengindahkan imbauan pihaknya, warga kerap memanfaatkan area lubang untuk bermain dan rekreasi. Ditambah tidak adanya penjaga yang bisa melarang warga masuk.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menerima banyak aduan mengenai perusahaan tambang Kaltim yang abai terhadap lubang tambang yang dibiarkan terbuka.</p><p style="text-align: justify;">Menurut penuturan Komisioner Komnas HAM Siti Nurlaila, lubang tambang memakan korban karena berada di sekitar pemukiman warga. Dari 12,7 juta <em>hektare</em> luas Kaltim, terdapat area pertambangan seluas 7,2 juta <em>hektare</em>. Sekitar 4.464 bekas lubang tambang dari total 1.488 izin usaha pertambangan di Kaltim hingga kini dibiarkan terbuka.</p><p style="text-align: justify;">Komnas HAM pun mendata, sebanyak 17 perusahaan tambang yang area tambangnya menelan korban. Di antaranya adalah PT. Kidatin, PT. Muliana Jaya, PT. Multi Harapan Utama, KSU Wijaya Utama, PT. Bukit Baiduri Energi, PT. Insani Bara Perkasa, PT. Hymco Coal, PT. Panca Prima Mining, dan PT. Energi Cahaya Utama Industritama.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, PT. Graha Benua Etam, PT. Cahaya Energi Mandiri, PT. Lanna Harita Indonesia, PT. Transisi Energi Satunama, CV. Atap Tri Utama, CV. Panca Bara Sejahtera, PT. Insani Bara Perkasa dan PT. Bumi Energi Kaltim.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pelanggaran HAM</strong></p><p style="text-align: justify;">Perusahaan-perusahaan tambang tersebut telah melanggar aturan mengenai jarak minimal area pertambangan. Berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 4/2014 tentang Parameter Ramah Lingkungan mengatur jarak minimal pertambangan dengan permukiman minimal 500 meter.</p><p style="text-align: justify;">Selain melanggar peraturan itu, Komnas HAM menilai bahwa perusahaan telah melanggar Undang-Undang nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Sub Komisi Penanganan Komnas HAM Siti Noor Laila, prinsip HAM yang telah dilanggar dalam kasus ini adalah Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Hak Asasi Manusia, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Konvensi Internasional Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.</p><p style="text-align: justify;">Setidaknya, Komnas HAM telah menemukan empat bentuk pelanggaran HAM. Beberapa hak dasar warga yang dilanggar yakni hak untuk hidup, hak atas lingkungan yang sehat dan bersih, hak atas rasa aman, serta hak untuk memperoleh keadilan.</p><p style="text-align: justify;">Komnas HAM berdalih sudah meminta kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk melakukan moratorium pemberian izin tambang baru, khususnya di kota-kota yang memiliki masalah lahan tambang terbanyak seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Penajem Utara.</p><p style="text-align: justify;">Komnas HAM juga mendesak Kepolisian Daerah Kalimantan Timur untuk menuntaskan proses penyelidikan terkait kasus lubang bekas tambang maut itu, termasuk memproses hukum perusahaan yang mengabaikan kewajibannya hingga berbuah kematian. <strong><em>(cin/nhh/fqh/els/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sidang Umum FISIP, Tidak Lagi Berhari-hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sidang-umum-fisip-tidak-lagi-berhari-hari/baca </link>
<guid> sidang-umum-fisip-tidak-lagi-berhari-hari </guid>
<pubDate> Sat, 16 Dec 2017 02:35:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana Sidang Umum Pengukuhan Resmi Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP beserta anggota serta Ketua DPM FISIP 2018. (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sidang-umum-fisip-tidak-lagi-berhari-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MsLLfhB4t8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sidang Umum FISIP, Tidak Lagi Berhari-hari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Jumat (12/8) lalu, tampak lahan parkir Guest House Unmul penuh dengan kendaraan yang terparkir rapi. Saat itu tengah berlangsung agenda Sidang Umum Pengukuhan Resmi Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP beserta anggota serta Ketua DPM FISIP periode 2018.</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai sekitar pukul 10.00 Wita, terlambat dua jam dari jadwal awal. Kendati demikian, acara tetap berjalan lancar. Berbeda dari sidang umum sebelumnya, sidang kemarin hanya berlangsung hingga pukul 22.30 Wita. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang bisa memakan waktu sampai tiga hari tiga malam. Hal tersebut dikarenakan pembahasan AD/ART yang berjalan lancar tanpa adanya amandemen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk tahun ini karena sudah ada regulasi baru terkait amandemen AD/ART yang telah dipikir 30 hari sebelum sidang umum, jadi kemarin tidak ada yang tidak amandemen dari teman-teman lembaga. Jadi sidang umum kemarin tidak ada pembahasan sama sekali,&rdquo; ungkap Stenly Robert Zeke Ketua DPM FISIP 2017 saat ditemui<em>&nbsp;Sketsa,</em> Rabu (13/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sidang umum saat itu berlangsung tertutup bahkan awak <em>Sketsa</em> juga tidak dipebolehkan meliput secara langsung. Stenly mengungkapkan sidang berlangsung tertutup untuk lembaga dan acara yang memang hanya untuk internal FISIP saja. &ldquo;Misalnya terbuka untuk umum Guest House itu tidak akan cukup tempatnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat empat sidang pleno yang menjadi pokok pembahasan. Sidang pleno pertama membahas mengenai agenda pembacaan tata tertib sidang umum, dan pemilihan presidium tetap. Sidang kedua adalah pembacaan amandemen dari lembaga internal FISIP terkait AD/ART, GBHO serta MPM FISIP. Oleh sebab tidak adanya amandemen menyisakan pengesahan AD/ART saja.</p><p style="text-align: justify;">Sementara sidang ketiga pembacaan laporan pertanggung jawaban sekaligus demisioner Presiden dan Wakil BEM FISIP serta Ketua DPM FISIP periode sebelumnya. Sidang keempat merupakan sesi pengesahan Presiden BEM FISIP dan Wakil Presiden BEM FISIP terpilih yakni Andi Muhammad Akbar prodi Pembangunan Sosial 2015 dan Yohanes Richardo N.Y prodi Administrasi nergara 2015. Disusul pengesahan Ketua DPM FISIP terpilih Septian Perdana Putra prodi Ilmu komunikasi 2015, dilanjutkan sesi pendelegasian anggota DPM FISIP perwakilan dari setiap Hima.</p><p style="text-align: justify;">Sidang umum ditutup dengan sambutan dari Presiden BEM FISIP 2018 Andi Muhammad Akbar dilanjutkan pembicaraan mengenai rekomendasi dari setiap lembaga serta membahas BEM FISIP dan DPM FISIP satu tahun ke depan. <strong><em>(ubg/fir/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FH Bermasalah, BPPR Berat Sebelah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fh-bermasalah-bppr-berat-sebelah/baca </link>
<guid> pemira-fh-bermasalah-bppr-berat-sebelah </guid>
<pubDate> Sat, 16 Dec 2017 02:49:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Screenshot snapgram akun unmulaktivis terkait pernyataan sikap timses paslon Presiden BEM FH Adi Ma'ruf. (Sumber: instagram.com/unmulaktivis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fh-bermasalah-bppr-berat-sebelah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kSVKGIMQI5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FH Bermasalah, BPPR Berat Sebelah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Gema Pemira Fakultas Hukum (FH) baru saja terdengar. Tertinggal cukup jauh dari fakultas lain yang lebih dulu menyelenggarakan, Pemira FH justru dirundung kabar soal pelanggaran BPPR terhadap asas keadilan dan tudingan kena intervensi.</p><p style="text-align: justify;">Paslon Adi-Ma&apos;ruf mengaku ditolak berkasnya secara sepihak oleh panitia BPPR Pemira FH. Bersama barisan timses dan simpatisannya mereka menilai, alasan penolakan tersebut tidak dilandasi dasar hukum yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga menimbulkan ketidakadilan dalam proses demokrasi mahasiswa di FH.</p><p style="text-align: justify;">Tak terima diperlakukan tak adil, timses Adi-Ma&apos;ruf lantas membuat pernyataan sikap yang disampaikan dalam pesan <em>broadcast,</em> kemudian dibagikan ke sejumlah grup dan media.</p><p style="text-align: justify;">Isi pernyataan sikap yang juga ditembuskan kepada Dekan FH itu ditulis dan disebarkan 14 Desember malam. Dimulai dengan tulisan &quot;Mosi Tidak Percaya BPPR Fakultas Hukum Unmul&quot; yang dicetak kapital semuanya.</p><p style="text-align: justify;">Mosi tersebut mengurai sedikitnya 12 hal. Pertama, tentang tidak adanya klausa yang jelas terkait persyaratan surat-menyurat yang dalam hal ini surat persetujuan cuti paslon dari organisasinya yang wajib ditandatangani Presiden BEM FH.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, BPPR dinilai telah lalai dalam melaksanakan tugas karena tidak sesuai dengan waktu yang disepakati. BPPR dianggap telah menghilangkan kesempatan memperbaiki kekurangan berkas administrasi paslon Adi-Ma&rsquo;ruf.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahwa penolakan berkas verifikasi oleh BPPR sangat tidak berdasar karena alasan tidak memiliki surat koordinasi yang ditandatangani Presiden BEM Fakultas Hukum Unmul,&quot; demikian bunyi poin pernyataan yang ketiga.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, timses menyebut telah berupaya membuat janji dengan Presiden BEM FH untuk menandatangani surat koordinasi cuti paslon dari keanggotaannya di LDF Al-Mizan--sebagai lembaga kemahasiswaan yang berada di bawah naungan BEM FH. Namun, Presiden BEM FH melanggar janji dan pergi dari kampus tanpa konfirmasi yang membuat timses tidak bisa mendapatkan tanda tangannya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, timses menyebut sudah menghubungi Presiden BEM FH kembali melalui telepon untuk menuju kampus dan menandatangani surat cuti paslon Adi-Ma&rsquo;ruf. Sialnya, nomor telepon sudah tidak aktif lagi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam hemat kami, hal itu menegaskan bahwasannya sudah tidak ada itikad baik lagi dari pihak Presiden BEM FH untuk mempermudah proses pelengkapan berkas paslon Adi-Ma&rsquo;ruf,&quot; tulis timses.</p><p style="text-align: justify;">Akibat tak kunjung mendapatkan tanda tangan Presiden BEM FH, timses Adi-Ma&apos;ruf lantas menyambangi Dekan FH sebagai pemegang kekuasaan tertinggi guna meminta surat permohonan cuti sebagaimana yang disyaratkan BPPR.</p><p style="text-align: justify;">Dalam poin ketujuh, timses menuliskan dekan telah mengesahkan paslon Adi-Ma&rsquo;ruf telah cuti dari jabatannya di LDF Al-Mizan dan memenuhi syarat sebagai capres dan cawapres BEM Hukum dengan dikeluarkannya surat resmi tanpa lampiran yang telah ditandatangani Presiden BEM FH.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah mendapatkan legitimasi dari dekan, nyatanya BPPR tetap menolak dan menyatakan paslon Adi-Ma&apos;ruf tidak memenuhi persyaratan sebagai capres dan cawapres BEM FH.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena harus mendapatkan tanda tangan Presiden BEM FH terlebih dahulu baru bisa mendapatkan surat resmi dari dekan,&quot; bunyi poin kedelapan.</p><p style="text-align: justify;">Rentetan hal tersebut membuat timses menilai BPPR tidak mengindahkan intruksi dekan terkait surat resmi yang telah dikeluarkan. Adapun sikap menggugurkan paslon karena alasan tidak mendapatkan tanda tangan Presiden BEM FH, dikatakan timses sebagai kelalaian Presiden BEM FH sendiri pada poin kesebelas.</p><p style="text-align: justify;">Dan, dalam poin kedua belas, timses tegas menuding, BPPR tidak independen dalam melaksanakan tugasnya karena mendapatkan intervensi dari Panwas hingga akhirnya keputusan menggugurkan berkas pencalonan Adi-Ma&apos;ruf diambil.</p><p style="text-align: justify;">Buntut dua belas poin tersebut, timses Adi-Ma&apos;ruf menuntut lima hal. Pertama, menolak digugurkannya berkas paslon Adi-Ma&apos;ruf sebagai capres dan cawapres BEM FH.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, meminta tanggung jawab Presiden BEM FH yang karena kelalaiannya mengakibatkan berkas paslon ditolak. Kemudian, menuntut diberhentikannya proses Pemira sampai ada solusi dari penyelesaian permasalahan ini.</p><p style="text-align: justify;">Lalu yang keempat, menuntut BPPR dan DPM FH menunda penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM FH sampai dengan adanya solusi dari permasalahan ini. Dan terakhir, menuntut dilakukannnya audiensi bersama seluruh paslon, timses, dan dosen. Yang mana jalannya audiensi dipimpin langsung oleh Dekan FH.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan sikap tersebut yang ditutup nama Muhammad Luqman selaku ketua timses tersebut terbilang cukup viral. Sementara itu hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak-pihak lingkaran Pemira FH. <strong><em>(aml/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Akan Terlupa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tak-akan-terlupa/baca </link>
<guid> tak-akan-terlupa </guid>
<pubDate> Sat, 16 Dec 2017 18:13:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah karya puisi oleh Taufik Noor, mahasiswa Ilmu Kehutanan, Fahutan 2015. (sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tak-akan-terlupa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Knq2daOyBv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Akan Terlupa</h1>
			              </header>
			              <p>Wahai para pemuda</p><p>Izinkan aku memperbincangkan tentang peradaban</p><p>Tanpa harus kulerai kenangan dari bahumu</p><p>Meskipun, ini hanya kata-kata yang tak lebih jingga dari sang senja</p><p><br></p><p>Kenangan perjuangan berputar dalam kepalaku</p><p>Andai diriku mampu membaca maksud dari waktu</p><p>Tak harus kembali pada masa-masa itu</p><p><br></p><p>Saat ingatan tetesan darah mereka berhenti</p><p>Di waktu ini, aku tertawa, kau terluka</p><p>Menyerana dalam duka masa lalu</p><p><br></p><p>Sekarang, aku tak ingin hempasan maut</p><p>Karena perputaran waktu</p><p>Perpindahan zaman pun terlewatkan</p><p>Serta sejarah mereka kembali dilupakan</p><p><br></p><p>Telah tiba setiap omong kosong tak berguna</p><p>Berjuang dari mulut tapi menghancurkan dari tindakan</p><p><br></p><p>Zaman yang pernah kau geluti</p><p>Sekarang akan menjadi kepingan memori</p><p>Hamparan langit dan miliaran bintang pada masa itu</p><p>Tak akan cukup menampung angannya kemerdekaan hakiki</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Taufik Noor, mahasiswa Ilmu Kehutanan, Fahutan 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tolak Draf Permenristekdikti tentang Ormawa, Jangan kebiri Kebebasan Ormawa! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tolak-draf-permenristekdikti-tentang-ormawa-jangan-kebiri-kebebasan-ormawa/baca </link>
<guid> tolak-draf-permenristekdikti-tentang-ormawa-jangan-kebiri-kebebasan-ormawa </guid>
<pubDate> Sat, 16 Dec 2017 18:49:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi rancangan peraturan (Sumber: tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tolak-draf-permenristekdikti-tentang-ormawa-jangan-kebiri-kebebasan-ormawa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jitArvGiVJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tolak Draf Permenristekdikti tentang Ormawa, Jangan kebiri Kebebasan Ormawa!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&quot;Kita mensahkan kejahatan dan karena perbuatan kita itu, maka kita pun menjadi yang terjahat di antara orang-orang yang berbuat jahat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kampus memang menjadi tempat untuk berlatih, menempa diri, melakukan kegiatan ilmiah berbasis program akademik, berorganisasi dan menciptakan pemimpin di masa depan. Tak heran, tantangan kedepan semakin rumit sehingga kampus menjadi sasaran empuk para penguasa dengan intervensi entah itu melalui peraturan, kebijakan dan menerapkan biaya mahal. Dengan intervensi itu, banyak menghambat kebebasan kampus yang seharusnya menjadi wadah untuk selalu memberikan solusi terbaik bagi negeri ini.</p><p style="text-align: justify;">Kampus adalah tempat yang potensial bagi pengembangan wacana dan gerakan pemikiran. Selain karena sebagai wadah berkumpulnya para cendikia, mahasiswa memang kelompok yang bergairah dengan eksistensi dan aktualisasi diri dan Kampus merupakan pengontrol pemerintah yang selalu berdiri di tengah untuk memberikan kritik dan solusi secara ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">Tentu laboratorium pemimpin negara yaitu kampus tak terlepas dari perhatian pemerintah. Nampaknya, pemerintah sangat serius menangani arus pemikiran, ideologi dan gerakan di kampus yang dianggap membahayakan. Dengan upaya yang dilakukan mahasiswa melalui gerakan ilmiah, pengkaryaan maupun gerakan sejati mahasiswa yaitu parlemen jalanan. Sikap mahasiswa yang selalu kritis terhadap problematika bangsa menjadi &quot;ketakutan&quot; pemerintah. Ini membuat rezim sekarang kalang kabut, dengan melakukan intervensi yang tak masuk diakal.</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari keluarnya wacana pemilihan Rektor yang dipilih oleh Presiden sampai terbitnya Perpu Ormas yang secara jelas meredam kebebasan masyarakat dan gerakan organisasi. Puncak dari intervensi pemerintah yang tak tanggung-tanggung membuat usulan Permen Ormawa terbaru dengan isinya poin-poin kebiri kebebasan organisasi kemahasiswaan yang menggantikan Kepmendikbud Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah hari ini yang di pimpin oleh Presiden Joko Widodo selalu memberikan sensasi yang menimbulkan spekulasi bahkan perpecahan yang berujung perlawanan publik terkait kebijakan yang akan dikeluarkan. Kepanikan rezim hari ini sangat terlihat jika terkait yang ingin melalukan upaya-upaya kritis terhadap kebijakan pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Draf tersebut dibuat oleh kementerian yang berdalih perbaikan sistem, namun nyatanya poin-poin peran ormawa pun dikebiri. Hadirnya draft ini memang secara yuridis belum memiliki kekuatan hukum dan belum disahkan. Tentu belum dapat di terapkan dalam lingkungan organisasi mahasiswa, namun draft ini jika disahkan dan diterapkan maka secara substansi akan mengancam keberadaan organisasi kemahasiswaan dengan dipersempit ruang geraknya sampai tataran teknis. Sehingga suara-suara mahasiswa diperhambat dengan aturan yang tidak sama sekali ada urgensi apapun.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Organisasi mahasiswa merupakan sekumpulan mahasiswa yang membentuk sebuah kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi Kemahasiswaan terdiri DPM tingkat Universitas/Fakultas, BEM Universitas/Fakultas, Himpunan mahasiswa Jurusan dan Unit kegiatan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Karena Kampus memiliki otonomi tersendiri, tentu memiliki kewenangan pengaturan sepenuhnya ada di tangan pemimpin perguruan tinggi yang dituangkan dalam Statuta (UU No. 12 Tahun 2012). Dalam Statuta Universitas Mulawarman tahun 2004 pasal 82 ayat 4 tentang Organisasi Kemahasiwaan adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa kearah perluasan wawasan dan peningkatan kecendikiawan serta integritas kepribadian manusia pancasila yang cerdas, berdasarkan prinsip memanusiakan manusia sesuai dengan harkat, martabat dan hakikat manusia sebagai masyarakat akademik.</p><p style="text-align: justify;">Organisasi mahasiswa merupakan wadah para mahasiswa untuk berproses dalam pembelajaran, berkumpul, menemukan ide-ide kreafif untuk minat bakat mahasiswa. Tentu didalam organisasi mahasiswa pula lah kita belajar bagaimana menyelesaikan problematika kampus dengan pola-pola advokasi yang dirumuskan dalam lingkaran kecil organisasi serta selalu memberikan solusi terbaik berupa kajian untuk merespon kebijakan nasional. Di dalam aktivitas perguruan tinggi, kegiatan ormawa pun tidak bisa terlepaskan kerena selalu berkaitan. Karena apa, kegiatan kemahasiswaan sendiri lahir dari tempaan di organisasi dan bisa menjadi pendukung perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas maupun akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penerapan di kampus, tentu setiap organisasi kemahasiswaan memiliki struktur kepengurusan sebagai bentuk representatif dan bentuk pendelegasian tugas dari 4 rumpun (internal, jaringan relasi, pengkaryaan dan pergerakan) yang tercakup dalam organisasi kemahasiswaan tersebut, serta visi dan misi bersama yang hendak dicapai untuk mewujudkan cita-cita organisasi tersebut dan sebagai wadah proses penempaan dan mengeluarkan gagasan kritis mahasiswa yang merupakan kaum garda terdepan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Masuk dalam poin pembahasan, terkait draf permen usulan tentang Ormawa. Pedoman Organisasi Kemahasiswaan sudah diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organsisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi. Ini merupakan langkah pemerintah untuk memperjelas landasan gerak organisasi kemahasiswaan tanpa ada intervensi sesuai dengan kebutuhan yang ada di Perguruan Tinggi. Secara rinci Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatur perihal organisasi kemahasiswaan baik dari segi kedudukan, fungsi, dan tanggung jawab serta hal lain untuk menunjang organisasi kemahasiswaan yang ada di perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pemerintah hari ini tanpa ada urgensi yang jelas dan tidak dilibatkannya mahasiswa dalam perumusan ini yang menyebabkan tidak jelasnya dasar lahirnya permen ini. Saya menduga, &quot;kebiri&quot; kampus oleh rezim adalah kelakuan yang ingin berkuasa tanoa ada kritikan dari gerakan mahasiswa. Ada beberapa poin kejanggalan dari permen ini dan kenapa kita harus menolak usulan draft permen Ormawa ini.</p><p style="text-align: justify;">✔ Pertama, pemerintah semacam paranoid terhadap gerakan mahasiswa sehingga berupaya mengebiri gerakan mahasiswa melalui draf usulan terbaru Permen Ormawa. Lebih baik, pemerintah fokus membenahi sistem perguruan tinggi dengan mengeluarkan produk hukum tanpa perlu mengebiri kegiatan ormawa sampai tataran teknis.</p><p style="text-align: justify;">✔ Kedua, organisasi kemahasiswaan pada awalnya diatur pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organsisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi karena untuk menunjang peningkatan kapasitas demi memberikan nilai positif bagi Perguruan Tinggi. &nbsp;Didalam pedoman tersebut, jelas poin organisasi kemahasiswaan yang tertera pada Pasal 2 yang berbunyi &ldquo;Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk Mahasiswa dengan memberikan peranan dan keleluasaan lebih besar kepada Mahasiswa&rdquo; prinsip inilah yang tidak diatur didalam draft usulan Permenristekdikti seakan menghapus peran Mahasiswa. Ketiadaan pasal ini membuat dasar gerak mahasiswa atas organisasinya menjadi sangat lemah. Dan marwah Ormawa sendiri pun hilang, jelas ini adalah upaya pemerintah merampas kebebasan mahasiswa. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">✔ Ketiga, tentu bentuk upaya pembungkaman terjadi Draft Peraturan Menristekdikti secara tidak langsung mempersempit ruang gerak Mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri setiap Mahasiswa. Pemerintah hal ini terbukti didalam fungsi Organisasi Kemahasiswaan berbeda jauh dari regulasi sebelumnya yang telah diatur sebelumnya. Tentu dengan disahkan nya draft Peraturan Menteri ini akan menunjukkan bahwa seakan-akan pemerintah mencoba mempersempit ruang Mahasiswa dalam menjadi pengawas tidak langsung pemerintah yang sedang menjabat. Karena seperti yang diketahui bahwa dalam Pasal 12 dan Pasal 13 draft Permenristekdikti secara jelas melarang dan mempersempit ruang gerak mahasiswa untuk menyatakan pendapat nya dalam menyampaikan aspirasi karena seluruh kegiatan mahasiswa harus mendapat persetujuan tertulis Pemimpin Perguruan Tinggi dan Mahassiwa dilarang untuk melakukan tindakan yang mengarah pada tindakan kekerasan fisik dan sebagainya yang sejatinya Mahasiswa merupakan representatif masyarakat secara umum.</p><p style="text-align: justify;">✔ Keempat, draft Permenrisktekdkti ini juga Bertentangan dengan UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi sebagaimana pada UU Nomor 12 pasal 77</p><p style="text-align: justify;">PendidikanTinggi, bahwa &ldquo;Mahasiswa dapat membentuk organisasi kemahasiswaan&quot;. Artinya mahasiswa memiliki kewenangan penuh untuk membuat dan menentukan organisasi yang akan dibentuknya. Berbeda halnya dengan ketentuan yang terdapat pada Pasal 7 ayat (1) Draft Permenristekdikti tentang Organisasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi. Bahwa &ldquo;Pembentukan Organisasi Kemahasiswaan menjadi kewenangan pemimpin Perguruan Tinggi sesuai dengan peraturan Perguruan Tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Pasal ini menunjukkan adanya pembungkaman bahwa kebebasan dalam membentuk suatu organisasi yang memang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar</p><p style="text-align: justify;">Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sulit untuk dimungkinkan. Lebih jauhnya Pemerintah secara tak langsung &quot;mengatur secara mendalam&quot; organisasi kemahasiswaan agar turut pada otoritas yang berlaku dengan dalih meningkatkan kontrol terhadap organisasi kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">Parahnya, upaya pemerintah tersebut lebih menekankan aturan sampai tataran teknis. Seharusnya itu adalah kewenangan Perguruan tinggi melalui statuta atau produk hukum yang lain. Tentu ini mempersempit ruang gerak kebebasan mahasiswa dalam aktivitas organisasi di dalam kampus.</p><p style="text-align: justify;">Hal konyol ini jangan sampai terjadi, suara perlawanan harus terus disuarakan, karena Ormawa sebagai pusat berkumpul berbagai pemikiran harus diberikan kebebasan dalam menentukan arah dan gerak organisasinya.</p><p style="text-align: justify;">Maka yang harus dilakukan, bagaimana Menteri harus melakukan Revisi Kepmendikbud Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi tanpa mencabut dan sesuai dengan nilai-nilai yang diterapkan dalam organisasi dengan dasar UU Perguruan Tinggi. Dan mahasiswa indonesia harus tetap berdiri pada poin penolakan Draft ini karena akan menimbulkan pergejolakan lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Berhentilah bermain sandiwara dengan memainkan kebijakan salah kaprah, ini adalah kemunduran bangsa dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh para penguasa orde baru yang jelas tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Kampus adalah tempat merdekanya cara berfikir. Tidak boleh dipasung. Memasung gerakan kampus adalah merencanakan kemunduran bangsa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Freijae Rakasiwi Gubernur BEM FEB Unmul 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Satu Paslon Kurang Berkas, Pemira FIB Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/satu-paslon-kurang-berkas-pemira-fib-aklamasi/baca </link>
<guid> satu-paslon-kurang-berkas-pemira-fib-aklamasi </guid>
<pubDate> Sat, 16 Dec 2017 18:55:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Pemira (Sumber: luthfiizzaty.wordpress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/satu-paslon-kurang-berkas-pemira-fib-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vQt51e3g5w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Satu Paslon Kurang Berkas, Pemira FIB Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Lain lubuk lain ikannya. Lain FH, lain FIB. Meski sama-sama bermasalah dengan berkas pencalonan paslon Pemira, di FIB, Pemira berakhir aklamasi karena paslon dinyatakan tak lengkap berkas administrasi.</p><p style="text-align: justify;">Ketua BPPR FIB Putera Tiya Ilahi membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, paslon Ricky-Ayu gagal mengumpulkan 150 KTM dan tidak melampirkan KHS dan transkrip nilai sampai batas waktu yang ditentukan. Walhasil, paslon ini dinyatakan gugur.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka kekurangan 20 KTM lagi. BPPR sudah memberikan keringanan untuk segera melengkapi hingga pukul 23.59 tanggal 29. Mengingat, 29 sampai 30 November itu adalah masa kampanye. Besoknya, ketika dicek, mereka juga belum melampirkan KHS dan transkrip nilai,&quot; terang Putera.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, kata Putera, Pemira FIB terpaksa berakhir aklamasi karena yang mendaftar hanya dua paslon. Yakni Awaliah Nur Annisa-Aslam Cahya Putra dan Ricky Laurie-Ayu Indar.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Putera mengaku telah melakukan sejumlah upaya untuk menghindari kemungkinan aklamasi. Satu di antaranya yakni dengan memperpanjang masa pendaftaran calon yang mulanya 13 menjadi 27 November. Sayangnya, sampai masa akhir pendaftaran, jumlah pendaftar tak juga bertambah.</p><p style="text-align: justify;">Upaya lain yang akhirnya coba dilakukan meski aklamasi ialah bedah gagasan paslon tunggal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Namun, karena yang bersangkutan memiliki agenda dan kesibukan masing-masing serta kesulitan untuk menentukan waktu pelaksanaan, bedah gagasan dibatalkan,&rdquo; ucap Putera.</p><p style="text-align: justify;">Kepada<em>&nbsp;Sketsa</em>, Putera mengungkap sejumlah kendala BPPR FIB dalam menyelenggarakan Pemira. Dibentuk sejak 6 November oleh DPM FIB, perkara SDM hingga sempitnya waktu pelaksanaan dikeluhkannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di BPPR sendiri hanya ada enam orang, termasuk ketua dan sekretaris. Dari DPM sebenarnya sudah berusaha mengajak teman-teman lain di FIB untuk bergabung dengan BPPR,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Permasalahan lain adalah persiapan yang kurang matang diakibatkan jangka waktu yang sempit, mengingat KM FIB sudah harus menyelanggarakan Kongres pada 16 Desember sekaligus pelantikan presiden dan wakilnya yang terpilih,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>asr/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengumuman Magang Sketsa #11 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pengumuman-magang-sketsa-11/baca </link>
<guid> pengumuman-magang-sketsa-11 </guid>
<pubDate> Sun, 17 Dec 2017 01:23:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengumuman Anggota Magang Sketsa #11 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pengumuman-magang-sketsa-11/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e6fAmHLk3Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengumuman Magang Sketsa #11</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah melakukan seleksi berkas pada Senin (04/12) hingga Minggu (10/12) dan sesi wawancara berakhir Kamis (14/12), LPM Sketsa Unmul telah menerima 33 anggota baru.&nbsp;</p><p><br></p><p align="center" style="text-align: center;"><strong>DAFTAR ANGGOTA MAGANG SKETSA 11</strong></p><p align="center" style="text-align: center;"><strong>LPM SKETSA UNMUL</strong></p><p align="center" style="text-align: center;"><strong>&nbsp;</strong></p><table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"><tbody><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">NO.</p></td><td valign="top" width="236"><p align="center" style="text-align: left;">NAMA</p></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FAKULTAS</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">BIDANG</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">1.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Syalma Namira</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">2.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Esty Pratiwi l</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FIB</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">3.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Christnina Maharani</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FEB</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">4.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Eno Framita</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">5.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Marini Juni Ananda Basrimas</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">6.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Ernita Febriyana</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">7.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Siti Istaqul Mutafsiroh</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">8.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Selpia</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FKIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">9.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Karmila</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">10.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Aulia Ayu Andilla</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FKIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">11.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Putri Ajeng Ngabito</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">12.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Khusnul Khotimah Alawiyah Ismail</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FKIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">13.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Annisa A&rsquo;yun Nursania</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">14.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Yasmin Medina Anggia Putri</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FIB</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">15.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Kiki Risky Sri Atina</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">16.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Lutfiyah Dita Prameswari</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FKIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">17.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Siti Fitri Aribah Nakhat</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">18.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Laila Nur Hikmah</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FIB</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Reporter/Fotografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">19.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Milana Pertiwi</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FIB</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Fotografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">20.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">M. Abdan Kherul Baid</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FKIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Fotografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">21.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Yulia Cahyani Putri</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FIB</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Fotografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">22.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Andi Muhammad Rifky Pasya A.</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Fotografer/Videografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">23.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Ihsanul Amiin</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FIB</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Fotografer/Videografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">24.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Anis Alimah Shalihah</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Videografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">25.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Firman Rosabi</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FKIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Videografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">26.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Sutoyo</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FKIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Videografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">27.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Natasya Putri Juliana</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Videografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">28.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Gia Arta Ristiana</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Videografer</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><div style="text-align: left;">&nbsp;29.</div></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Dian Adi Probo P.</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Desainer Grafis</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">30.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Aulia Agustini</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FIB</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">BIP</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">31.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Ratih Puspa Ayudia</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Litbang</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">32.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Askiah Zulfadhilah</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Litbang</p></td></tr><tr><td valign="top" width="45"><p align="center" style="text-align: left;">33.</p></td><td style="text-align: left;" valign="top" width="236"><div style="text-align: left;">Laili Mulia Anugraheni</div></td><td valign="top" width="181"><p align="center" style="text-align: left;">FISIP</p></td><td valign="top" width="154"><p align="center" style="text-align: left;">Litbang</p></td></tr></tbody></table><p style="text-align: left;"><br></p><p style="text-align: justify;">Selamat kepada para pendaftar yang telah dinyatakan lolos seleksi berkas dan wawancara. Selamat bergabung bersama LPM Sketsa Unmul.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Setelah dari Dermaga Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/setelah-dari-dermaga-ini/baca </link>
<guid> setelah-dari-dermaga-ini </guid>
<pubDate> Sun, 17 Dec 2017 02:01:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Wahid Tawaqal, Ketua Umum LPM Sketsa Unmul 2018. (Ilustrasi: wall-fix.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/setelah-dari-dermaga-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FdazwLcPU2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Setelah dari Dermaga Ini</h1>
			              </header>
			              <p>Setelah dari dermaga ini</p><p>&nbsp;ingin kuluruhkan badan</p><p>&nbsp;dan kuserahkan padamu</p><p>&nbsp;dalam bahasa</p><p>&nbsp;yang dimengerti ketidakmengertiannya.</p><p><br></p><p>&nbsp;Masa muda merenggut waktu</p><p>&nbsp;lewat perencanaan, penugasan</p><p>&nbsp;itu semua lumpur</p><p>&nbsp;tetapi mengulang untuk terus</p><p>&nbsp;mengulang dirinya.</p><p><br></p><p>&nbsp;Di pusat tak bernama</p><p>&nbsp;lengang di seabrek dada</p><p>&nbsp;menetes sunyi</p><p>&nbsp;sebuah bulan hari lima belas</p><p>&nbsp;yang masih belajar percaya</p><p>&nbsp;pada kepercayaan.</p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><p><br></p><!--[endif]--><br><strong><em>Ditulis oleh Wahid Tawaqal, Ketua Umum LPM Skesta Unmul 2018</em></strong>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Brain Sketsa ke Kaltim Post </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/brain-sketsa-ke-kaltim-post/baca </link>
<guid> brain-sketsa-ke-kaltim-post </guid>
<pubDate> Sun, 17 Dec 2017 02:08:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sketsa memberikan kenang-kenangan kepada Iza Zakaria selaku Redaktur Kaltim Post </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/brain-sketsa-ke-kaltim-post/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xAy5SRD41v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Brain Sketsa ke Kaltim Post</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Rabu (13/12) awak Sketsa<em>&nbsp;</em>melakukan kunjungan ke kantor media Kaltim Post dalam rangka menjalankan salah satu program kerja Sketsa yakni <em>Bulid Relation&nbsp;</em>atau yang disingkat Brain.</span></p><p style="text-align: justify;">Kunjungan kali ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai ilmu jurnalistik sekaligus silahturahmi ke sesama media di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kunjungan kemarin, Sketsa bertemu dengan Iza Zakaria, selaku Redaktur Kaltim Post dan Pemimpin Redaksi <em>Prokal.co</em>.</p><p style="text-align: justify;">Iza sudah belasan tahun berkecimpung dalam bidang jurnalistik. Awak Sketsa tidak melewatkan kesempatan ini dengan banyak bertanya. Beragam pertanyaan untuk pengembangan Sketsa pun mucul saat sesi diskusi kemarin, salah satunya mengenai judul berita.</p><p style="text-align: justify;">Iza menjelaskan bahwa terdapat perbedaan gaya bahasa antara berita di media cetak dan media online. Membuat judul dengan senasaional merupakan salah satu cara menarik minat pembaca berita terutama di media online.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya berita, Iza pun memberikan beragam tips dan saran mengenai berita agar bisa dikonsumsi secara masif, yakni membuat konten berita yang ringan dan sedang hangat di perbincangkan di Unmul hingga membuat survei yang menarik karena kebanyakan pembaca saat ini lebih tertarik kepada berita yang ringan tidak melulu serius kontennya.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa terasa waktu menunjukan pukul 17 lewat, pertemuan berakhir. Sebelum itu, tak lupa Sketsa memberikan kenang-kenangan kepada Kaltim Post sebagai bentuk terima kasih atas ilmu yang telah diberikan. <strong><em>(fir/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ayah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ayah/baca </link>
<guid> ayah </guid>
<pubDate> Sun, 17 Dec 2017 17:52:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Taufik Noor, mahasiswa Ilmu Kehutanan 2015. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ayah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ayxbbhNBKp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ayah</h1>
			              </header>
			              <p>Masih jelas terlukis di pikiranku</p><p>Tawa yang penuh akan kasih sayangmu</p><p>Jemari kokohmu, menggengamku erat saat itu</p><p>Membangunkanku yang terjatuh manja didekatmu</p><p><br></p><p>Usiaku telah bertambah karena waktu</p><p>Sedang usiamu kian hari kian menua</p><p>Tubuh ringkihmu mulai layu termakan masa</p><p><br></p><p>Ayah...</p><p>Kini kau telah dipanggil yang Maha Kuasa</p><p>Kau sudah terlelap di dalam sana</p><p>Dihimpit papan dan ditemani gelap gulita</p><p><br></p><p>Ayah...</p><p>Aku tak dapat lagi menatap senyum indahmu</p><p>Tak mampu merasakan pelukan hangatmu</p><p>Dan tak lagi dibelai manja akan jemarimu</p><p><br></p><p>Ayah...</p><p>Terima kasih untukmu</p><p>Tanpamu dan petuahmu</p><p>Aku hanya seorang anak tanpa arah</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Taufik Noor, mahasiswa Ilmu Kehutanan 2015</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Student Day Hidup Lagi, Encik: Kami Mau Bantu Aktivis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/student-day-hidup-lagi-encik-kami-mau-bantu-aktivis/baca </link>
<guid> student-day-hidup-lagi-encik-kami-mau-bantu-aktivis </guid>
<pubDate> Sun, 17 Dec 2017 18:36:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat edaran WR III Encik Akhmad Syaifudin kepada seluruh Dekan dan Wakil Dekan III di lingkungan Unmul. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/student-day-hidup-lagi-encik-kami-mau-bantu-aktivis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/s7BHspurLE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Student Day Hidup Lagi, Encik: Kami Mau Bantu Aktivis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kebijakan <em>student day</em> bakal kembali dihidupkan. Sebagai salah satu program kerja Rektor Unmul Masjaya, <em>student day</em> memang sempat berjalan di sejumlah fakultas maupun universitas. Namun belakangan, agenda yang ditujukan untuk aktivitas non akademik mahasiswa ini vakum.</p><p style="text-align: justify;"><em>Student day</em> rencananya bakal digulirkan lagi awal 2018. Yang mana, kegiatan tersebut akan dikoordinatori secara lebih serius oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemarin itu bukan vakum, tapi hanya diwajibkan dua kegiatan di fakultas dan dua di UKM,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Baik BEM, Hima, maupun UKM tingkat universitas dan fakultas telah dimintai komitmen menyelenggarakan <em>student day</em> setiap Sabtu. Hal ini dipertegas Encik melalui surat edaran bernomor 555/UN17.19/KM/2017 pada 6 Desember lalu yang ditujukan kepada seluruh Dekan dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni fakultas di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Surat tersebut memuat empat poin arahan, dan poin keempat adalah kewajiban lembaga kemahasiswaan untuk membuat komitmen tertulis mendukung program <em>student day</em>. Komitmen tersebut harus ditandatangani pimpinan lembaga dan Wakil Dekan III, kemudian diserahkan ke bagian Kemahasiswaan Unmul paling lambat 20 Desember. Adapun, setiap kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan hari Sabtu, sudah dihitung <em>student day</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seluruh lembaga kemahasiswaan kita minta komitmen sekaligus pendataan soal tanggal kegiatan, tempat pelaksanaan, berapa lama, dan jenis kegiatannya agar kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu. Nantinya birokrat akan memfasilitasi dalam bentuk peminjaman ruangan, juru kunci, maupun kebersihan,&quot; papar Encik.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Encik membantah jika Sabtu dikatakan hari libur. Sabtu, kata Encik, diisi <em>student day</em> untuk mahasiswa beraktivitas luar studi. Karena Senin hingga Jumat sudah digunakan berkuliah, praktikum dan lain sebagainya. Sabtu diharapkan menjadi waktu buat mahasiswa melakukan kegiatan organisasi dan pengembangan minat bakat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hal ini coba diatur oleh Rektor sembari diberi fasilitas&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya, ada tujuan lain di balik program <em>student day</em>, yakni upaya birokrat mengurangi dilema bagi aktivis. &quot;Agar kegiatan organisasi tidak memotong jadwal perkuliahan mereka. Selain itu, pesan dari orang tua kan berkuliah. Supaya fokus,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Perkara <em>student day</em>, menurut Encik bukan lagi perkara setuju atau tidak. Tetapi tentang peran sivitas dalam menyukseskan program rektor tersebut dengan menginplementasikannya di fakultas masing-masing. <strong>(<em>mer/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Dana, Mahasiswa Penjaskesrek Olahraga Pakai Kardus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca </link>
<guid> minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus </guid>
<pubDate> Mon, 18 Dec 2017 00:48:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Penjaskesrek saat berpraktik mata kuliah olahraga Anggar dengan menggunakan kardus. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jFKYzdWD6r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Dana, Mahasiswa Penjaskesrek Olahraga Pakai Kardus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Jika pemerintah meminta rakyat mengonsumsi keong sawah, mengurangi konsumsi nasi, dan menanam cabai sendiri karena mahalnya harga pangan, birokrat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meminta mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesegaran dan Rekreasi (Penjaskesrek) berpraktik mata kuliah olahraga Anggar pakai kardus.</p><p style="text-align: justify;">Walhasil, mahasiswa memodifikasi sejumlah kardus menjadi alat pelindung pengganti dan rotan sebagai pedang atau biasa disebut sable. Hal ini menurut mahasiswa Penjaskesrek cukup mengancam keselamatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan rotan kan kalau dikenain itu sakit. Terus kardus itu kan licin, takutnya kalau kita tusuk larinya ke atas dan mengenai dagu atau muka,&rdquo; ucap Aprilia Sari, mahasiswi Penjaskesrek saat ditemui Sketsa Rabu (6/12).</p><p style="text-align: justify;">Menyoal perintah untuk kreatif, dikatakan Aprilia dimaksudkan prodi agar mahasiswa dapat menerapkannya pada sekolah-sekolah yang minim fasilitas ketika mereka terjun mengajar kelak. Sebab tak ada jaminan semua sekolah memiliki peralatan olahrga yang layak.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Penjaskesrek (HMPJKR) Andre Nufadli mengaku banyak menerima aduan dan keluhan tentang minimnya fasilitas. Aduan tersebut sudah ditampung dan disampaikan kepada Kaprodi Penjaskesrek agar dicarikan solusi.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan praktik menggunakan kardus, disebut Andre tidak lain merupakan imbas dari tujuan prodi, yakni pendidikan, bukan prestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk mata kuliah Anggar itu masuk mata kuliah pilihan bergandengan dengan mata kuliah gulat. Kita sudah ke Kaprodi dan responsnya baik,&quot; ucap Andre.</p><p style="text-align: justify;">Selain Anggar, ada pula mata kuliah Renang yang lagi-lagi membebani mahasiswa. Unmul yang tidak memiliki kolam renang sendiri, terpaksa harus menyewa kolam renang di GOR Segiri.</p><p style="text-align: justify;">Dalam satu kali menyewa, mahasiswa diharuskan membayar sebesar Rp8 ribu ditambah biaya parkir Rp2 ribu untuk lima belas kali pertemuan dalam selama satu semester.</p><p style="text-align: justify;">Akreditasi A, nyatanya tak menjamin kesediaan fasilitas belajar mengajar yang layak di Unmul. Birokrat kampus meminta mahasiswa lebih kreatif menghadapi ini, sementara sejumlah pihak menilai pembangunan gedung rektorat untuk hal-hal yang kurang perlu justru dilakukan. Dua di antaranya yakni pengadaan sofa tamu dan penambahan tulisan Rektorat Unmul di depan gedung rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa menanti fasilitas layak untuk setidaknya bisa percaya bahwa Unmul mampu berkelas internasional. <strong>(<em>nvt/mer/myg/els/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Praktik Pakai Kardus, Andre: Kita Harus Jalani </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/praktik-pakai-kardus-andre-kita-harus-jalani/baca </link>
<guid> praktik-pakai-kardus-andre-kita-harus-jalani </guid>
<pubDate> Mon, 18 Dec 2017 01:03:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi olahraga Anggar. (Sumber: student.unud.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/praktik-pakai-kardus-andre-kita-harus-jalani/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/22QvKSEf4F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Praktik Pakai Kardus, Andre: Kita Harus Jalani</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Hasrat untuk berkuliah dengan fasilitas lengkap nan memadai masih menjadi dambaan seluruh mahasiswa Unmul, tak terkecuali mahasiswa Pendidikan Kesehatan, Jasmani dan Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">Diminta praktik mata kuliah olahraga Anggar menggunakan kardus dan membayar Rp10 ribu untuk lima belas kali pertemuan mata kuliah Renang di GOR Segiri, nyatanya membuat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Penjaskesrek (HMPJKR) tak mau pasrah.</p><p style="text-align: justify;">Langkah untuk mengadvokasi fasilitas pernah dilakukan HMPJKR bekerja sama dengan prodi dalam hal pendataan peralatan yang diperlukan.</p><p style="text-align: justify;">Hasil data lalu diberikan kepada bagian keuangan yang kemudian memasukannya dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB). Realisasinya baru bisa terlaksana pada semester berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menyiasatinya, mahasiswa Penjaskesrek terpaksa memberlakukan iuran setiap semester demi perkuliahan agar tetap berjalan. Tentu dengan besaran yang tidak menentu, tergantung dari harga alat yang akan digunakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya keberatan, tapi kalau tidak ada alatnya juga bingung. Tidak bisa jalan perkuliahan,&rdquo; ucap Andre Nufadli, Ketua HMPJKR.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Andre menyebut mereka berhasil membeli matras berukuran kecil pada semester tiga. Barulah semester berikutnya ada enam buah matras gulat yang diberikan dekan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada banyak lagi kok, ada takraw, ada raket, itu yang baru direalisasikan sama dekan,&rdquo; ungkap mahasiswa angkatan 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Andre mengaku kreativitas yang diimbaukan birokrat kepada mahasiswa memang perlu. Sebab harga peralatan yang mahal, sementara anggaran sebegitu minim.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semisal anggar, harga stik dan alat pengamanny bisa sampai jutaan rupiah. Bahan yang ada kita modifikasi. Kita tetap harus jalani,&quot; tandasnya. <strong>(<em>nvt/mer/myg/els/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Habibi, Sosok Inspiratif yang Tidak Menyerah di Tengah Kekurangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/habibi-sosok-inspiratif-yang-tidak-menyerah-di-tengah-kekurangan/baca </link>
<guid> habibi-sosok-inspiratif-yang-tidak-menyerah-di-tengah-kekurangan </guid>
<pubDate> Mon, 18 Dec 2017 01:47:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhammad Habibi nampak tersenyum setelah menyelesaikan Sidang Pendadaran di FISIP. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/habibi-sosok-inspiratif-yang-tidak-menyerah-di-tengah-kekurangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l5AQBVpXK9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Habibi, Sosok Inspiratif yang Tidak Menyerah di Tengah Kekurangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ada sebuah ungkapan yang berbunyi, &rdquo;Kalau semua ranting pohon di dunia ini dijadikan pulpen, dan seluruh air di laut dijadikan sebagai tintanya belum cukup untuk menuliskan ilmu yang diberikan oleh Tuhan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Begitu luasnya ilmu pengetahuan sehingga terkadang seseorang tidak akan merasa cukup jika hanya menguasai satu bidang keilmuan semasa hidupnya. Seperti yang dialami Muhammad Habibi.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Habibi adalah seorang mahasiswa <em>double degree</em> dengan semangat yang tak pernah luntur. Habibi berhasil menjadi wisudawan dengan mengambil dua program studi, Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 2012 dan Prodi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2014.</p><p style="text-align: justify;">Saat diwawancarai oleh Sketsa Sabtu (16/12) kemarin, Habibi mengungkapkan beberapa alasannya mengambil dua program studi di tahun yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Alasan pertama yakni waktu, menurut Habibi waktu yang digunakan untuk jam kuliah tentu saja berbeda dengan di sekolah dulu. Alasan waktu ini yang membuat ia berpikir mengapa tidak mengambil dua program studi sekaligus.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, tentu tidak sedikit mahasiswa yang merasakan salah jurusan. Ia juga merasakan hal yang demikian, Habibi merasa jurusan di Akuntansi kurang sesuai dengan passionnya. Habibi mengaku lebih menyukai dunia politik dan pemerintahan. Hal tersebut yang memperkuat Habibi untuk mengambil kembali Prodi Ilmu Pemerintahan setelah dua tahun menempuh pendidikan yang bergulat dengan keuangan.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, yaitu semangat untuk terus belajar dan rasa penasaran tentang hal-hal yang terjadi dalam dunia perpolitikan. Dalam masa-masa mengemban dua prodi ini, Habibi merasa harus belajar terus mengenai ilmu yang ia rasa sangat penting.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam Kybernologi (Ilmu Pemerintahan) ilmu dijelaskan oleh Taliziduhu Ndraha yang menyebut bahwa Ilmu Pemerintahan adalah ibu dari semua ilmu,&rdquo; ucap pria asal Gresik ini.</p><p style="text-align: justify;">Di balik cerita bahagia yang dibagi Habibi kepada Sketsa, rupanya ia memiliki cerita yang kelam. Awal September 2017 lalu, Habibi mengalami kecelakaan cukup parah. Habibi harus kuat tatkala mengetahui ia harus kehilangan kakinya.</p><p style="text-align: justify;">Habibi menceritakan 4 September lalu, ia dalam perjalanan dari Sangatta Kota di mana Habibi tumbuh besar dan menuju Samarinda Kota tempat ia menuntut ilmu. Tidak seperti biasanya, di mana ia akan bepergiaan pada pagi hari, namun kala itu ia baru akan memulai perjalanan siang hari pukul 11.30 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya banyak hal janggal terjadi selama perjalanan, seperti diingatkan untuk berhenti sejenak, namun dengan beberapa pertimbangan ia tetap melanjutkan perjalanan hingga ke Samarinda dengan menempuh jarak sekitar 145 km.</p><p style="text-align: justify;">Di perbatasan Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur ia melihat seorang anak berkendara dengan kecepatan tinggi dari arah yang berlawanan dan hilang kendali saat menabrak jalan rusak. Tepat saat itu pula, motor yang dikendarai si anak terlempar tepat ke arah Habibi dan &nbsp;membuat tulang di sekitar engkel kakinya remuk.</p><p style="text-align: justify;">Selama 28 hari Habibi dirawat dan menjalani sebanyak tiga kali operasi. Namun, nahas, kaki Habibi tidak berhasil diselamatkan dan harus menjalani amputasi pada 17 September lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat bersyukur dapat tetap hidup, dapat tetap menghirup udara dunia. Di setiap langkah, saya selalu bersyukur,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu motivasi Habibi untuk tetap semangat adalah apa yang telah dimulai maka selesaikanlah, motivasi yang diajarkan oleh kedua orang tuanya dan tak lupa untuk tetap bersyukur.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah kekurangannya, masih ada orang yang lebih parah dan mereka tetap semangat untuk terus bergerak, terus berjuang demi apa yang telah diimpikan, dan Tuhan tidak akan pernah memberika ujian kepada hambanya yang tidak mampu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya percaya saya bisa dengan kondisi ini dan saya bisa selesaikan apa yang saya mulai,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya kepada orang-orang, agar bisa menerima kekurangan dan jadikan kekurangan itu sebagai cara atau kelebihan untuk mencapai cita-cita,&rdquo; tutup Habibi. <strong>(<em>mrf/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Menuju World Class University Lewat PPI Goes to Campus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/unmul-menuju-world-class-university-lewat-ppi-goes-to-campus/baca </link>
<guid> unmul-menuju-world-class-university-lewat-ppi-goes-to-campus </guid>
<pubDate> Mon, 18 Dec 2017 02:13:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana acara PPI Dunia Goes To Campus bertempat di Gedung Hexagonal Fakultas Teknik Unmul. (Sumber foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/unmul-menuju-world-class-university-lewat-ppi-goes-to-campus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lfYse38X5G.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Menuju World Class University Lewat PPI Goes to Campus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &ldquo;Dengan mengucap basmalah mari kita buka acara hari ini,&rdquo; diiringi empat ketukan jari pada <em>microphone</em>, secara resmi acara PPI Dunia <em>Goes to Campus</em> resmi dibuka oleh Aditya Irawan, salah satu staf Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, mewakili Encik Ahmad Syaifudin yang tidak dapat hadir pada pembukaan acara tersebut. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sabtu pagi (16/12) Gedung Hexagonal Fakultas Teknik Unmul dipadati oleh mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan. Mereka telah siap mengikuti rangkaian acara PPI <em>Goes to Campus</em> yang diadakan oleh Buddy Program, di bawah naungan UPT Layanan Internasional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kan <em>workshop</em> IELTS, saya ada kepikiran untuk ke luar negeri,&rdquo; papar salah satu peserta, Kristi Damayanti yang berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2014. Ia melanjutkan, &ldquo;Saya berharap (dari acara ini) bisa dapat apa yang dibutuhkan, jadi apa yang saya targetkan itu kena.&rdquo; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">PPI <em>Goes to Campus</em> dikemas dalam sebuah rangkaian <em>Workshop</em>&nbsp;<em>International English Language Testing System</em> (IELTS), simulasi tes IELTS, dan Seminar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia. <em>Workshop</em> PPI <em>Goes to Campus</em> menghadirkan tiga orang pemateri yaitu Steven Guntur, Koordinator PPI Dunia 2015-2016, Rahmah Rasyidah, Koordinator Aliansi Keputrian Timur Tengah dan Afrika, dan Intan Irani, Koordinator PPI Dunia 2016-2017.</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai pukul 8.30 Wita, kemudian acara diambil alih oleh Steven Guntur sebagai pemateri simulasi IELTS. Sebelum masuk ke materi Steven mengajak para peserta untuk mencari partner untuk menanyakan apa yang ingin mereka lakukan di masa depan dalam Bahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">Steven mengungkapkan bahwa IELTS merupakan standar yang digunakan Universitas di luar negeri untuk menerima mahasiswa asing. Dalam penyampaiannya, Steven sesekali memberikan tips dan trik cara mudah melewati ujian berbasis Bahasa Inggris ini. Setelah menyampaikan materi IELTS, dibantu oleh para panitia, ia segera memulai simulasi IELTS yang berisi materi listening dan reading.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan penyampaian Keorganisasian PPI Dunia oleh Intan Irani yang menceritakan pengalamannya selama berkuliah di Milan dan sekaligus menjadi koordinator PPI Dunia. Secara gamblang ia menyampaikan bahwa ada 54 PPI Negara yang ikut tergabung dalam keorganisasian tersebut. Dalam salah satu program kerjanya ia pernah sekali ingin menyelamatkan salah satu Sanggar Wayang Golek yang hampir punah keberadaannya. Para peserta sangat antusias untuk bertanya seputar PPI Dunia kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">Pada sesi terakhir, ketiga <em>Keynote Speakers</em> yaitu Steven Guntur, Rohmah Rasyidah dan Intan Irami berbagi pengalamannya ketika mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Tak jarang mereka mencurahkan isi hatinya kepada para peserta tentang perbedaan situasi yang membuat mereka harus berusaha dengan keras demi beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda dengan Indonesia. Tak lupa mereka memberikan tips untuk dapat lolos mendapatkan beasiswa ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Tujuan dari acara ini adalah kita mau buat suatu gerakan yang sesuai dengan visi Unmul itu sendiri yaitu menuju World Class University,&rdquo; ungkap Revina Rosalina Sitorus, Koordinator Acara PPI <em>Goes to Campus</em>.</p><p style="text-align: justify;">Selain untuk mengejar visi Unmul, Rosalina menjelaskan bahwa dengan diadakannya PPI Goes to Campus, ia mewakili <em>Buddy Student</em>, berharap mahasiwa Unmul tidak akan kalah saing dengan para tenaga kerja dari Negara ASEAN di tengah-tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sedang berlangsung sekarang ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa banyak yang tidak percaya diri, minder karena bahasa Inggrisnya enggak punya <em>skill</em> dan <em>softskill</em>. Maka dari itu kami atas nama Buddy mencoba untuk membantu teman-teman di lingkungan Unmul,&rdquo; ungkap Rosalina kepada Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Intan Irina pun memberikan komentarnya terhadap acara ini, &quot;Ini pertama kalinya PPI Dunia ke Kalimantan, ternyata mereka sangat antusias dan haus akan informasi terlebih lagi soal beasiswa dan cara-cara mendapatkannya. Dan jika mereka sering ikut seminar semacam ini, mereka akan lebih <em>confident</em>.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain Steven Guntur mengatakan acara ini terbilang sukses, &quot;Mengingat waktu persiapan yang kurang dari sebulan dan jumlah panitia yang minim. Namun acara ini <em>more than that we expect</em>.&rdquo; Senanda dengan Irina, menurutnya para peserta pun sangat antusias mengikuti acara ini. &quot;Karena ini musim liburan namun bisa ratusan yang datang bahkan ada yang datang dari Palu, itu keren sih, mengharukan&quot; ujarnya. <strong>(<em>bip/rrd/fqh/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Parkiran Puskom FKTI Amburadul, Pelintas: Mengganggu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/parkiran-puskom-fkti-amburadul-pelintas-mengganggu/baca </link>
<guid> parkiran-puskom-fkti-amburadul-pelintas-mengganggu </guid>
<pubDate> Tue, 19 Dec 2017 01:16:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tampak motor mahasiswa FKTI yang terparkir di atas badan jalan di depan Gedung Pusat Komputer. (Sumber: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/parkiran-puskom-fkti-amburadul-pelintas-mengganggu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LRKHApfkXe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Parkiran Puskom FKTI Amburadul, Pelintas: Mengganggu!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp; Makin banyak mahasiswa, maka makin banyak pula jumlah kendaraan di kampus. Sebagai sebuah konsekuensi logis makin banyak kendaraan, maka makin diperlukan lahan parkir yang representatif. Tentu saja dengan tetap menjamin aspek keamanan dan kenyamanan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini yang nampaknya dilematis bagi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) yang melaksanakan salah satu kegiatan perkuliahan di Gedung Pusat Komputer (Puskom) Jalan Barong Tongkok, tepat di samping Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).</p><p style="text-align: justify;">Terpantau dalam dua bulan terakhir, puluhan motor tampak parkir memadati daerah belokan perlintasan muka Gedung Student Center. Pengendara yang lewat mesti hati-hati karena badan jalan yang sudah sempit makin terhimpit parkiran motor di sisi kanan dan kiri jalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terganggu. Harus lebih hati-hati. Karena posisi kendaraan yang parkir di kanan kiri jalan sampai jalur tikungan. Rawan dan bahaya,&rdquo; ucap Siti Aisyah, mahasiswi Statistika FMIPA 2016 saat diwawancara <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir kendaraan tentu bukan kebijakan yang tepat. Bahkan, tak sedikit mahasiswa kehilangan helm di lokasi ini akibat tidak adanya petugas keamanan yang berjaga.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Erwansyahalah, mahasiswa jurusan Ilmu Komputer FKTI 2017 mengaku area parkir kampusnya itu memang sangat terbatas dan keamanan yang jauh dari kata terjamin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terbatas, apalagi kalau lagi banyak yang praktikum. Di sini juga sering kecurian helm. Bagian situ tuh,&rdquo; ujarnya sambil menunjuk ke arah tikungan jalan Gedung Student Center-FMIPA kepada <em>Sketsa</em> saat ditemui di Puskom, Kamis (14/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, fasilitas pendukung perkuliahan di Gedung Puskom pun dinilai tidak memadai. Hal ini diungkap Gadis Erliza Nurani mahasiswa Teknik Informatika.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em> Gadis mengungkapkan, toilet gedung kuliahnya itu tidak dialiri air. Sehingga mahasiswa kerap menggunakan toilet lain yang ada di musala terdekat. Sayangnya, kata Gadis, belum ada gerakan dari mahasiswa kelasnya untuk mengadukan ini kepada birokrat. Adapun, BEM FKTI telah melakukan upaya monitoring kampus. Yakni sebuah pertemuan antara BEM FKTI, para ketua tingkat dengan dosen dan pejabat kampus membahas fasilitas kampus dan tenaga&nbsp;kerja.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi angkatan 2016 itu pun menyayangkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;UKT-nya Rp4 juta, apalagi yang kena golongan paling tinggi, Rp8 juta loh itu,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Fakta mengenai parkir amburadul dan ketiadaan air di toilet ini menambah deret panjang pekerjaan rumah pejabat Unmul yang belum terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari akreditasi A yang sudah diraih hingga upaya perbaikan yang terus digaungkan, sivitas Unmul, utamanya mahasiswa tetap berharap bisa bekuliah dan beraktivitas dengan nyaman di kampus hijau. <strong>(<em>arr/rrd/adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Demi Akreditasi Mahasiswa Dipaksa Bungkam? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/demi-akreditasi-mahasiswa-dipaksa-bungkam/baca </link>
<guid> demi-akreditasi-mahasiswa-dipaksa-bungkam </guid>
<pubDate> Wed, 20 Dec 2017 01:46:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Dekanat FKIP Unmul. (Sumber: kaskus.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/demi-akreditasi-mahasiswa-dipaksa-bungkam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dvIpTpAep4.png" />
					</figure>
			                <h1>Demi Akreditasi Mahasiswa Dipaksa Bungkam?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Derita mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang mengambil mata kuliah olahraga Anggar. Mereka terpaksa menggunakan kardus selama praktik dan diharuskan membayar Rp10 ribu untuk lima belas kali pertemuan mata kuliah renang di Gor Segiri.</p><p style="text-align: justify;">Himpunan Mahasiswa Pendidikan Penjaskesrek (HMPJKR) tak mau pasrah dengan keadaan. HMPJKR bekerja sama dengan prodi mengambil tindakan dengan langkah advokasi.</p><p style="text-align: justify;">(Baca,<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/praktik-pakai-kardus-andre-kita-harus-jalani/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1513772770516000&amp;usg=AFQjCNGN85tlF2IwZbOr5uGy6uAc7ue4rg" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/praktik-pakai-kardus-andre-kita-harus-jalani/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/praktik-pakai-kardus-andre-kita-harus-jalani/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/praktik-pakai-kardus-andre-kita-harus-jalani/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Andre Nufadli, Ketua HMPJKR Senin (18/12) kemarin sore bertandang ke sekretariat LPM Sketsa. Ia kembali angkat suara perihal praktik anggar yang menggunakan rotan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut penuturan Andre, ia dan HMPJKR memang pernah mengadvokasikan soal pengadaan sarana praktikum. Aspirasi itu ditampung baik oleh Nur Jamal selaku Kaprodi Penjaskesrek dan segera menjalin kerja sama dengan sesama kaprodi lain guna mengajukan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak hal yang memang harus dipenuhi baru tahun ini. Yang kemudian pasti banyak kekurangan, anggaran tahun ini dianggarkan itu baru bisa direalisasikan di semester selanjutnya, bahkan itu belum tentu bisa didapatkan,&rdquo;ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Andre menjelaskan saat ini Penjaskesrek tengah mencoba membenahi akreditasi. HMPJKR bersama Kaprodi Penjaskesrek telah menghimpun dan merekapitulasi data-data mahasiswa yang berprestasi, sebagai data penunjang akreditasi. Penjaskesrek sendiri tercatat masih berakreditasi B.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya proses penilaian akreditasi ini, Andre khawatir permasalahan praktik anggar yang menggunakan rotan akan memengaruhi penilaian akreditasi. Kekhawatiran itu sebelumnya disampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah Anggar, Muhammad Syukron Fauzi yang memanggil Andre untuk menghadap dirinya. Fauzi kepada Andre mempersoalkan berita praktik anggar yang minim fasilitas dan mengapa bisa sampai mencuat ke media.</p><p style="text-align: justify;">(Baca,<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1513772770517000&amp;usg=AFQjCNG7YYE7qKH6yypQytH-6Bicm_3YIA" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> telah berupaya memburu konfirmasi dari Fauzi pada Sabtu (9/12) namun gagal. Melalui pesan <em>Whatsapp</em> percakapan reporter <em>Sketsa</em> dengan salah satu mahasiswa yang menjadi perantara komunikasi, dosen yang bersangkutan enggan diwawancarai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bapak ndak bisa, bilang aja bapak masih sibuk,&rdquo; isi dari percakapan <em>Whatsapp</em> itu.</p><p style="text-align: justify;">Andre menjelaskan bahwa mata kuliah Anggar baru pertama kali dilaksanakan di tahun ajaran ini, sebelumnya tidak pernah. Mata kuliah Anggar tetap berjalan walaupun dengan fasilitas praktik yang belum memadai. Hingga berita ini diturunkan, <em>Sketsa&nbsp;</em>kembali berupaya meminta konfirmasi dari Fauzi. <strong>(<em>myg/els/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merger Akper dengan Unmul, Fakultas Kedokteran: Mau Tidak Mau Kami Menerima </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merger-akper-dengan-unmul-fakultas-kedokteran-mau-tidak-mau-kami-menerima/baca </link>
<guid> merger-akper-dengan-unmul-fakultas-kedokteran-mau-tidak-mau-kami-menerima </guid>
<pubDate> Fri, 22 Dec 2017 02:01:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akademi Keperawatan Kaltim akan bergabung dengan Fakultas Kedokteran Unmul. (Sumber foto : pendidikandokter.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merger-akper-dengan-unmul-fakultas-kedokteran-mau-tidak-mau-kami-menerima/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4awBgSIDEQ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Merger Akper dengan Unmul, Fakultas Kedokteran: Mau Tidak Mau Kami Menerima</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Berembus kabar akan bergabungnya Akademi Keperawatan (Akper) Pemprov Kaltim dengan Fakultas Kedokteran (FK) Unmul, namun hingga saat ini diturunkan belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai hal ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari Kaltim Post Jumat (15/12) lalu, bahwa pelimpahan tersebut belum terlaksana hingga Desember ini. Akper Pemprov Kaltim kembali terancam tidak bisa menerima mahasiswa baru tahun mendatang setelah sebelumnya juga mengalami hal yang sama, hal tersebut tentu membawa kerugian bagi Akper sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Pelimpahan yang harusnya selesai pada Desember tahun ini tak kunjung membuahkan hasil, sebab proses pengurusan sertifikat dan penyerahan aset tanah yang berbelit. Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjanjikan awal Desember ini akan terlaksana, namun memasuki penghujung tahun nampaknya masih mengambang.</p><p style="text-align: justify;">Kasi Kemahasiswaan Akper, Iwan Samsugito bahkan harus berkonsultasi ke DPRD Kaltim guna mempercepat proses pelimpahan. Namun Ketua Komisi VI justru melihat bahwa Pemprov sendiri yang menggampangkan pelimpahan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kesiapan Unmul menerima Akper Pemprov menjadi prodi D-3 Keperawatan di bawah naungan FK telah disampaikan Masjaya Rektor Unmul sejak 10 Mei 2016 silam. Saat ini di FK terhitung memiliki 3 atau 4 prodi yang sedang berjalan. Yakni, Pendidikan dokter, Pendidikan Profesi Dokter (dokter muda/co-ass), Prodi Kedokteran Gigi, dan Profesi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Umum.</p><p style="text-align: justify;">Menilik dari sisi mahasiswa FK, Muhammad Imaduddin Nur Ichsan mahasiswa angkatan 2015 menilai bahwa penggabungan Akper Pemprov menjadi bagian dari FK Unmul merupakan tindakan yang belum tepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya. Sangat belum tepat. Dekanat kurang mendengar aspirasi mahasiswa mungkin? Apa nggak tambah banyak yang ngeluh nantinya,&rdquo; beber Ichsan.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan Ichsan bukannya tidak berdasar, pasalnya dari FK sendiri masih banyak sekali yang perlu dibenahi sehingga untuk pembentukan Prodi Keperawatan baru menurut Ichsan sebaiknya ditunda dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun masih merasa kurang paham dengan penggabungan ini, karena status akreditasi FK yang masih B hanya boleh menerima 150 mahasiswa. Di sisi lain, untuk menunjang tercapainya akreditasi A bukan hanya melibatkan akademik, namun juga harus melibatkan sisi kemahasiswaan. Sedangkan, dana untuk organisasi mahasiswa saja sulit untuk cair.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun penargetan akreditasi A akan dilaksanakan pada 2018 mendatang, namun tidak serta merta membentuk keperawatan sebagai prodi baru di FK. Sedangkan untuk prodi yang berjalan masih banyak kekurangannya, seperti PSKG (Kedokteran Gigi) yang baru saja diresmikan awal 2017 ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukannya terlalu naif kalau join dengan Akper provinsi? Belum lagi dengan sistem pembelajaran PBL (<em>Problem Based Learning</em>) yang selalu saja dikeluhkan di tingkat Program Profesi Dokter atau yang kita kenal dokter muda,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya dari segi fasilitas FK masih memiliki banyak kekurangan. Seperti air bersih dan kursi. Meskipun sudah ada kursi baru, namun saat semua angkatan kuliah di saat yang bersamaan, mahasiswa harus mengangkut kursi dari satu tempat ke tempat lain. Sedangkan untuk air bersih masih terus diupayakan.</p><p style="text-align: justify;">&lsquo;&rsquo;Menurutku sih, sebagai mahasiswa, FK belum mampu. Terlihat memaksakan. Entah tujuannya apa,&rdquo; pungkas mahasiswa Pendidikan Dokter tersebut. Terlepas dari itu semua Ichsan berharap hal ini telah menjadi bahan pertimbangan dekanat secara matang dan FK segera mendapat akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Namun suara lain justru datang dari mahasiswa Akper sendiri. Ketika diwawancara seputar tanggapan akan penggabungan ini, Aulya Karimah mengaku bahwa sah-sah saja jika terjadi penggabungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cukup mengejutkan memang, namun sebagai mahasiswa kita harus tetap mengikuti regulasi yang berlaku,&rdquo; tutur mahasiswa Akper 2016 ini. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa dengan bergabungnya dua perguruan tinggi ini diharapkan akan menambah kualitas di bidang masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Ketika penggabungan ini benar-benar terlaksana dalam waktu dekat, Aulya menuturkan bahwa akan terjadi proses adaptasi besar-besaran nantinya. &ldquo;Tentu akan sangat berbeda nantinya. Saya dan teman-teman harus beradaptasi ulang, yang semula Akper menjadi Unmul,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ika Fikriah selaku Dekan FK ketika dimintai konfirmasi via telepon tak bisa berkomentar banyak karena itu menjadi urusan pihak Kemenristekdikti dan Rektor. &ldquo;Kami dari FK hanya menerima, tentang pemindahan itu selanjutnya menjadi urusan rektor,&rdquo; tutup Ika. <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">(<em>ann/sut/els</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ibu Bangsa dalam Cita Membangun Generasi Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ibu-bangsa-dalam-cita-membangun-generasi-indonesia/baca </link>
<guid> ibu-bangsa-dalam-cita-membangun-generasi-indonesia </guid>
<pubDate> Sat, 23 Dec 2017 01:11:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kongres Perempuan Indonesia Ketiga. (Sumber foto: satuislam.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ibu-bangsa-dalam-cita-membangun-generasi-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mxvMoopnj7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ibu Bangsa dalam Cita Membangun Generasi Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Tepat 89 tahun lalu, berlangsung sebuah peristiwa istimewa bagi kalangan perempuan Indonesia. Peristiwa yang menjadi tonggak sejarah tercetusnya gagasan untuk menjadikan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Indonesia. Telah tercatat dalam sejarah, pada hari yang begitu gemuruh, dimulai pada 22 Desember hingga 25 Desember 1928 berlangsung kongres yang dihadiri oleh perempuan dari berbagai penjuru Nusantara. Sebuah pertemuan yang mewadahi kaum perempuan untuk saling berdikusi dan berbincang perihal nasib dan kedudukan kaum perempuan dalam berbagai sektor terutama pendidikan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan kognisi serta mengangkat derajat kaum perempuan yang ketika itu masih dipandang rendah.</p><p style="text-align: justify;">Kegigihan perempuan&ndash; yang sebagiannya juga menjadi ibu&ndash; di kongres tersebut membuktikan bahwa perempuan Indonesia sudah berdaya sejak zaman pra-kemerdekaan. Mereka memiliki cara berpikir lebih maju serta memiliki semangat untuk berkontribusi bagi kehidupan berbangsa dan berupaya agar kaumnya menjadi lebih cerdas, berani, serta bermartabat namun tetap menjaga jati diri sesuai dengan fitrahnya. Mereka yakin, jika kaum perempuan maju, maka maju pulalah Indonesia, hingga bangsa ini akan terbebas dari segala bentuk penjajahan. Lalu, dari rahim mereka terlahir generasi merdeka yang akan memimpin bangsa dan negara.</p><p style="text-align: justify;">25 tahun kemudian, terhitung sejak perhelatan akbar kaum perempuan tersebut digelar, Presiden Soekarno menerbitkan dekrit Presiden No. 316 Tahun 1953 yang menetapkan Hari Ibu Nasional jatuh pada 22 Desember. Hari yang kemudian dimanfaatkan sebagai momentum spesial untuk memberikan ucapan dan ungkapan cinta kepada ibunda.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan Hari Ibu di Indonesia sesungguhnya mengandung makna yang jauh lebih mendalam dari sekadar romantisme perayaan belaka. Pun mayoritas orang Indonesia sepakat dengan sebuah slogan yang mengatakan bahwa &ldquo;<em>Every day is mother&rsquo;s day</em>, setiap hari adalah Hari Ibu&rdquo;. Pada hakikatnya, Hari Ibu bukan hanya diperuntukkan bagi para ibu dalam arti harfiah saja, melainkan juga untuk seluruh perempuan Indonesia, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi kaum perempuan Indonesia untuk meneruskan semangat dan kegigihan kaumnya terdahulu.</p><p style="text-align: justify;">Semangat dan kegigihan pada kaum perempuan yang menjelma menjadi sosok ibu membuktikan bahwa perempuan adalah makhluk mulia yang berdaya dan mampu melakukan banyak hal. Namun, seorang ibu tidak boleh melupakan tugas utamanya sebagai pendidik. Disematkan gelar ibu karena ada generasi yang harus ia besarkan. Generasi yang apabila dibesarkan dan dididik dengan cara&ndash;cara yang tepat akan menghasilkan generasi berkualitas yang siap bermanfaat bagi lingkungan sekitar, serta siap memimpin bangsa dan negara.</p><p style="text-align: justify;">Tujuh puluh dua tahun setelah Indonesia merdeka, akses pendidikan memang telah merata dan perlakuan pada perempuan pun membaik. Apa yang dahulu dituntut oleh kaum perempuan memang telah terwujud. Namun, bukannya tidak ada lagi <em>problem</em>, <em>human trafficking</em>, kekerasan dalam rumah tangga, hingga pelecehan dan kekerasan seksual masih marak terjadi. Pun sedang hangat kembali isu LGBT (<em>Lesbian, Gay, Bisexual&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;Transgender</em>) yang jelas&ndash;jelas tidak dibenarkan dan akan merusak mata rantai generasi.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan zaman <em>now</em> harus mampu menjadi garda terdepan dalam memerangi segala bentuk perilaku maupun tindakan yang merusak kaumnya. Sebab merusak satu perempuan berarti merusak satu ibu, dan dapat dikatakan pula akan merusak satu generasi yang lahir dari rahim ibu. Jadilah perempuan zaman <em>now</em> yang siap menjadi Ibu Bangsa, tanggap dan tidak menutup mata pada permasalahan perempuan zaman <em>now&nbsp;</em>pula.</p><p style="text-align: justify;">Kepentingan akan kualitas seorang ibu sangat besar dan harus turut pula menjadi perhatian bersama. Karena dari ibu berkualitas, akan hadir generasi yang juga berkualitas untuk bangsa ini. pendidikan dan kesehatan menjadi isu penting yang harus disuarakan perempuan zaman sekarang. Ibu yang terdidik, cerdas, serta kokoh jiwanya akan menjadi benteng kuat dalam membangun dan mempersiapkan generasi. Ibu yang sehat akan memiliki kekuatan dalam mengawal pertumbuhan anak. Ibu yang sehat akan melahirkan generasi kuat. Salah satu parameter perhatian pemerintah terhadap kesehatan para Ibu bisa dilihat dari Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan. Data kementerian kesehatan pada 2016 tercatat 305 Ibu meninggal per 100.000 kelahiran hidup. Angka yang terbilang masih tinggi dan sepatutnya dapat ditekan lebih rendah lagi.</p><p style="text-align: justify;">Sudah saatnya perempuan menyadari peran strategis mereka sebagai Ibu Bangsa yang akan mencetak generasi Indonesia yang kokoh jiwa raganya lagi bermartabat mulia. Kaum perempuan harus kembali bangkit dan berdaya, bukan untuk bersaing dan mengalahkan kaum pria, namun menjadi salah satu bagian sayap yang akan saling mengokohkan demi menyongsong cita&ndash;cita Jayakan Indonesia!</p><p style="text-align: justify;">Selamat Hari Ibu, untuk seluruh Ibu dan calon Ibu di penjuru Nusantara!</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Jamiah,&nbsp;</strong></em><strong><em>Wakil Gubernur BEM Faperta Unmul 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Ibu di Tanah Kepulangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/suara-ibu-di-tanah-kepulangan/baca </link>
<guid> suara-ibu-di-tanah-kepulangan </guid>
<pubDate> Sat, 23 Dec 2017 01:27:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Susiswati Mansyur, ibu dari Monika Putri Wibisono. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/suara-ibu-di-tanah-kepulangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/96FydcpHEX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Ibu di Tanah Kepulangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Telepon itu datang pada malam hari ketika Susiswati Mansyur sedang berada di rumah. Badan dan tempatnya berpijak terkesiap. Sebagai ibu mengetahui kabar bahwa anaknya di tanah rantau sedang dirawat di rumah sakit, segalanya mendadak jadi gaduh.</p><p style="text-align: justify;">Susiswati menangis untuk rasa rindu yang dibayar dengan kabar sulungnya yang dirawat inap, padahal tidak pernah sebelumnya. Anaknya sempat berpesan kepada <em>Bude</em>-- kakak perempuan Susiswati yang tinggal di Samarinda-- untuk tidak memberi tahu kabar sakit ini kepada ibunya. Tapi jelas <em>Bude</em> menolak. Susiswati segera mengemas barangnya, meninggalkan rumahnya di Tangerang Selatan, pergi menuju Samarinda, untuk menjenguk langsung Monika, anaknya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&ldquo;Kita Orang Tua Ini Khawatir&rdquo;</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Monika Putri Wibisono itu anak dengan pendirian yang keras. Dia enggak bisa berdasar maunya orang tua, dia harus maunya sendiri. Sejak tamat SD, Monika sudah di pesantren dan jauh dari rumah. Dia bahkan sempat kuliah di Bandung, di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) jurusan Parawisata&mdash;</em>selama dua tahun<em>. Tapi, merasa gak cocok dan lebih minat dengan Komunikasi. Saya bilang, kalau begitu harus benar-benar jangan setengah-setengah jalaninnya.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Namanya orang tua itu pasti selalu rindu dan kangen. Kadang kalau di telepon enggak diangkat, di WA enggak dibalas. Mungkin dia lagi sibuk, tapi tetap saya kesal dan khawatir.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Akhirnya saya telepon lagi Budenya buat nanyain Monika.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Kekhawatiran terbesar saya itu dengan anak saya di tanah rantau itu dua: pergaulan dan kesehatan. Pergaulan di Samarinda rasanya kan sudah mirip-mirip dengan Jakarta. Itu saya takut. Saya minta anak-anak supaya tetap menjaga salatnya. Salat jangan ditinggalin itu pesan paling utama. Kalau salat bagus, ke depan semua kegiatan dia pasti ikut bagus. Agama yang akan menjaga dia.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Kesehatan juga utama. Kalau sudah jatuh sakit pasti kita orang tua ini khawatir.</em></p><p style="text-align: justify;">Kejadiannya pertengahan November tahun lalu, Monika terpaksa beristirahat di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda. Susiswati, ibunya sudah datang untuk menemani dan merawat Monika. Kawan-kawannya di Ilmu Komunikasi, Unmul juga banyak yang ikut menjenguk.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu Monika sudah memasuki perkuliahan semester lima. Sejak jatuh sakit, ia sudah tidak ada muncul lagi di kampus. Monika memaksimalkan waktunya untuk sembuh. Ia mengidap penyakit <em>idiopathic thrombocytopenic purpura</em> (ITP) di mana autoimun mengalami kelainan yang berdampak kepada trombosit. Kondisi ini menyebabkan tubuh Monika saat itu mudah mengalami memar. Merasa tak kunjung membaik, Susiswati membawa Monika pulang. Selama pulang, Monika sempat dirawat di RSUP Persahabatan dan RS Hermina Tangerang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&ldquo;Cepat Selesai, Cepat Pulang&rdquo;</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Dengan sakitnya yang begitu, kuliahnya harus pindah. Karena sakitnya Monika ini membutuhkan waktu penyembuhan yang panjang dan harus ada pengawasan dari dokter. Inginnya saya dia tetap ada dekat dengan orang tuanya. Tapi Monika menolak, dia bilang tinggal berapa tahun lagi kuliahnya akan selesai.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Dia keras dengan itu, saya pun jadi berpikir ulang. Akhirnya setelah konsultasi dengan dokter, dokter bisa meyakinkan saya bahwa Monika bisa sehat-sehat di sana. Saya menyetujui dia untuk lanjut, yang penting dia bertanggung jawab dengan maunya dia.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Sekarang Monika lagi menyusun skripsi. Sedih saya ketika dia ada masalah, misalnya dalam menyusun skripsi, tapi gak bisa ketemu. Saya pasti selalu ngerasa rindu. Maunya semakin cepat Monika lulus berarti semakin bagus.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Cepat selesai, cepat pulang.</em></p><p style="text-align: justify;">Selain Monika yang merantau, Susiswati memiliki dua anak gadis lain yang juga merantau. Winfika Wibisono Putri mengambil kuliah di Fakultas Farmasi Universitas Brawijaya, Vennisa Wibisono Putri berada di Pondok Pesantren Gontor kelas 3&mdash;setara kelas 9.</p><p style="text-align: justify;">Susiswati mengaku tak pernah punya rencana untuk melepas anak-anaknya berada di tanah rantau. Persoalannya kondisinya telanjur begitu. Vennisa digodok di pesantren agar memiliki bekal agama yang kuat. Winfika diterima lewat jalur undangan di Brawijaya. Sementara Monika keluar dari UPI, pergi ke tanah yang lebih jauh, Unmul untuk belajar komunikasi. Di antara ketiga gadisnya yang paling mudah dijenguk adalah si bungsu Vennisa, sedangkan yang sudah kuliah ini jauh lebih sulit. Susiswati merasa bahwa anak di zaman sekarang sudah jauh berbeda dengan anak di zaman dulu. Anak sekarang mempunyai pilihannya sendiri dan berani bertanggung jawab atas pilihannya.<strong> (<em>wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hangat Para Ibu di Tanah Rantau yang seperti Ibu Sendiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/hangat-para-ibu-di-tanah-rantau-yang-seperti-ibu-sendiri/baca </link>
<guid> hangat-para-ibu-di-tanah-rantau-yang-seperti-ibu-sendiri </guid>
<pubDate> Sat, 23 Dec 2017 01:54:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi ibu (Sumber: tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/hangat-para-ibu-di-tanah-rantau-yang-seperti-ibu-sendiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/b5TOHl8GfT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hangat Para Ibu di Tanah Rantau yang seperti Ibu Sendiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Hari ini--bahkan sejak pagi, lini masa memuat foto para ibu dan ucapan manis dari sang anak di aneka platform media sosial. Lebih nyata dari itu, di pusat keramaian, di lampu merah, sejumlah orang tampak membagi-bagikan bunga atau selebaran merayakan Hari Ibu yang jatuh hari ini, 22 Desember.</p><p style="text-align: justify;">Kasih ibu sepanjang masa. Sosok ibu, siapapun dia, selalu menyimpan kehangatannya lewat berbagai cara. Bagi sebagian anak rantau dan hidup ngekost, sosok ibu kost adalah sosok pengganti ibu kandung. Sebagian yang lain menganggap ibu kost adalah sosok menyeramkan, apalagi kalau terlambat membayar tagihan bulanan.</p><p style="text-align: justify;">Namun Pitriana, seorang ibu rumah tangga dengan empat orang anak itu bukan ibu kost biasa. Ia mengaku amat menyayangi anak-anak kostnya seperti anak sendiri. Karena itu Pitriana akrab dikenal sosok yang baik, ramah, dan perhatian di mata anak kost yang khusus muslimah itu.</p><p style="text-align: justify;">Tak jarang ia membagi apa yang dimilikinya kepada anak-anak kost, biasanya makanan. Ia berkeyakinan, apa yang ia miliki hanya titipan dan ada hak orang lain dari yang Maha Kuasa. Ia pun mewajibkan anak-anak kostnya untuk mengaji setiap dua kali seminggu demi memperhatikan akhlak anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">Kost yang sudah berdiri sejak satu setengah tahun yang lalu itu membuat Pitriana cukup khatam soal karakter anak-anak kost. Pun suka duka menjadi ibu kost sudah dicecapnya banyak.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, ia mengungkapkan selalu berusaha menjadi sosok ibu yang baik dan pengertian kepada penghuni kostnya, sebagai pengganti ibu kandung yang jauh di kampung halaman.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ibu berusaha mengakrabkan diri dengan cara rajin bercengkerama, mendatangi kamar mereka satu-satu kalau jarang terlihat keluar kamar. Karena orang tuanya kan menyerahkan ke ibu, jadi itu juga tanggung jawab yang berat buat ibu,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi ibu rumah tangga dan usaha kost-kostan, rupanya tak membatasi gerak Pitriana berorganisasi. Ia kini menjabat Ketua Umum Persaudaraan Muslimah (Salimah) wilayah Samarinda Utara. Kegiatannya meliputi perbaikan bacaan Al-quran hingga kajian keislaman rutin bulanan.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir perbincangan ia berpesan kepada semua ibu untuk memperhatikan aspek agama dalam diri anak-anak sebelum aspek lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai ibu kita harus meningkatkan ilmu pengetahuan agama untuk mendidik anak-anak kita agar mereka saleh dan saleha. Selain ilmu pengetahuan, ilmu agama jangan sampai ditinggalkan&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kotijah, Dosen yang Membuka Rumah untuk Ditinggali Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Sudah sepuluh tahun Kotijah mengizinkan mahasiswanya yang kurang mampu untuk tinggal serumah. Sudah banyak dan silih berganti. Mahasiswa sudah dianggap seperti anak sendiri, layaknya Patriana kepada anak-anak kost.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti ibu dan bapak cuma bedanya saya tidak melahirkan gitu aja, cuma tidak bayar makan semua sama-sama dan berbagi,&rdquo; ucap dosen Fakultas Hukum itu.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab belum dikaruniai anak, sementara sang suami yang bekerja di luar Kalimantan dan hanya bisa sesekali pulang saat musim libur tiba, menjadi sekian alasan Kotijah membuka pintu rumahnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kamu jadi mahasiswa saya, kamu lulus pun sudah kami hitung kapan kamu harus lulus dan akan kami persiapkan dengan matang seperti bayi,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Baik Patriana maupun Kotijah, sama-sama menggambarkan betapa hangat kasih sayang seorang ibu kepada anak. Tentu saja ucapan atau kado yang diberikan dan upaya yang dilakukan tidak akan mampu membalas kasih dan perjuangan seorang ibu yang demikian. Dan tidak pula perjuangan ibu cukup diperingati sehari.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, Selamat Hari Ibu. Salam hangat dari kami, para anak-anak yang merantau untuk seluruh ibu dan perempuan Indonesia. <strong>(<em>ubg/dor/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Monolog Kecil untuk Ibu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/monolog-kecil-untuk-ibu/baca </link>
<guid> monolog-kecil-untuk-ibu </guid>
<pubDate> Sat, 23 Dec 2017 01:55:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mother and daughter are walking on the rail. (Ilustrasi: 7attitudes.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/monolog-kecil-untuk-ibu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dAyzqh2wW9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Monolog Kecil untuk Ibu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Bagaimana aku harus memulainya<br>Bagaimana aku menghapus rasa malu ini<br>Udara canggung terus mengalir<br>Ingatan senyummu membuka monolog ini</p><p style="text-align: justify;">Dengan memohon-mohon padamu<br>Aku meminta mainan saat aku kecil<br>Dan aku menganggap seolah itu milikku<br>Aku berpikir itulah caraku menerima cintamu</p><p style="text-align: justify;">Apa yang lebih dari kata &quot;aku mencintaimu&quot;?<br>Namun semua tak pernah kukatakan padamu<br>Karena kau selalu dekat padaku<br>Sekarang aku ingin mengembalikannya</p><p style="text-align: justify;">Walau aku sering menyakitimu<br>Tanpa kata kau terus melindungiku<br>Dan kini aku paham<br>Arti doamu dalam diam</p><p style="text-align: justify;">Meskipun dunia menekanku<br>Meskipun perbuatanku seringkali salah<br>Meskipun aku merasa kesepian<br>Kau selalu menunjukkanku cinta yang tak berubah</p><p style="text-align: justify;">Meskipun aku merindukanmu<br>Meskipun aku tidak mendengar suaramu<br>Meskipun binar matamu memudar<br>Walau belum sempurna, aku ingin menyampaikannya</p><p style="text-align: justify;">Ibu, aku sangat mencintaimu</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mahmudhah Syarifatunnisa, Manajemen FEB 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ombak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ombak/baca </link>
<guid> ombak </guid>
<pubDate> Sat, 23 Dec 2017 16:35:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi ombak (Sumber: bengkuluekspress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ombak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FGSdGulk1V.png" />
					</figure>
			                <h1>Ombak</h1>
			              </header>
			              <p>Gelombang dayu pernah kita arungi, seolah tak peduli hempasan angin menerpa tubuh mungil ini.</p><p>Kau berhenti mengarungi ombak karena pelabuhan kita berbeda, berkata tak ingin mengarungi deras ombakku lagi.</p><p>Datangi pelabuhan yang kau dambakan, berlabuhlah dan bersandar agar kau tak terkena percikkan ombakku yang ganas ini.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Es</em></strong><span><span><strong><em>ty Pratiwi, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2017</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangan Samiye, Ibu dalam Cengkeram Ekonomi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/perjuangan-samiye-ibu-dalam-cengkeram-ekonomi/baca </link>
<guid> perjuangan-samiye-ibu-dalam-cengkeram-ekonomi </guid>
<pubDate> Sat, 23 Dec 2017 16:49:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi ibu dan anak. (Sumber: Thayyiba.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/perjuangan-samiye-ibu-dalam-cengkeram-ekonomi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OQoN6DMlv4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangan Samiye, Ibu dalam Cengkeram Ekonomi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pagi itu, hujan baru saja reda. Aroma basah masih tercium dari jalan aspal yang belum mengering. Sementara mentari yang semakin meninggi di awal hari itu cukup menghangatkan. Namun kehangatan lain terasa di depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sosok Samiye, yang berjuang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.</p><p style="text-align: justify;">Samiye merupakan salah satu <em>Cleaning Service</em> (CS) di Unmul sejak 19 tahun silam. Almarhum suaminya juga berprofesi yang sama, bahkan pernah diangkat menjadi kepala satpam Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sehari-hari, Samiye berangkat sejak pukul setengah enam pagi dari kediamannya di Jalan PM. Noor. Ia punya semangat tinggi, walau usia tak muda lagi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau pagi nyapu di sepanjang jalan FEB, FPIK, FKIP. Sampai jalan setapak yang sering dijakan rute jogging di belakang gedung FKM,&quot; terangnya saat ditemui <em>Sketsa</em> Rabu, (20/12).</p><p style="text-align: justify;">Meski merasakan berjuang sendiri tanpa ditemani suami, Samiye nyatanya mampu membesarkan kedua buah hatinya. Anak pertamanya telah berkeluarga, dan si bungsu baru saja menyelesaikan tahap pendadaran di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kebahagiannya bertambah sejak kehadiran sang cucu yang kini berusia dua tahun. Siang hari usai bekerja, Samiye dengan senang hati kembali ke rumah untuk menjaga cucunya.</p><p style="text-align: justify;">Bicara soal pendapatan, gaji yang diterima wanita asal Madura tersebut, hanya mampu mencukupi kebutuhan konsumsi sehari-hari, bahkan kurang. Namun tetap ia bersyukur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya enggak cukup, kadang anakku ngasih Rp200 atau Rp300 ribu,&rdquo; ujar Samiye sembari tersenyum kecil.</p><p style="text-align: justify;">Di usia senja, Samiye bahkan enggan untuk berhenti atau beralih dari pekerjaannya. Alasan utamanya ialah ketakutan tidak terpenuhinya kebutuhan sehari-hari apabila ia berhenti.</p><p style="text-align: justify;">Sosok Samiye ialah satu dari sekian banyak ibu-ibu di Indonesia yang berjuang demi memenuhi kebutuhan hidup dalam cengekeram ekonomi yang kian menghimpit. Kepada seluruh ibu, selamat kau tak terganti. <strong>(<em>erp/adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Cinta untukmu, Ibu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-cinta-untukmu-ibu/baca </link>
<guid> aksi-cinta-untukmu-ibu </guid>
<pubDate> Sun, 24 Dec 2017 00:36:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi yang didedikasikan untuk para Ibu spesial Hari Ibu, Jumat (22/12) bertempat di depan Lembuswana. (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-cinta-untukmu-ibu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K7Pot6IbU5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Cinta untukmu, Ibu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ibu sebagai pendidikan pertama bagi buah hatinya. Bagaikan sekolah, siswa yang lulus dengan baik tentu ditempa oleh guru yang baik pula. Begitulah ibu ia begitu menentukan sikap baik/buruk buah hatinya. Buah sikap budi pekerti tentu ditanam oleh benih-benih kasih sayang, perhatian, juga pelajaran keimanan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalanannya, ibu selalu disebut dalam kalimat utama sosok berpengaruh dalam perbaikan generasi bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Apabila baik generasi mudanya, maka baik pula negaranya. Artinya, generasi muda di sini adalah anak yang dituntut untuk cerdas, baik cerdas secara pendidikan, emosional, sosial maupun secara keagamaan. Ibu memanglah bukan sosok sempurna, tetapi bagaimanapun ia seharusnya mampu menjalankan fungsinya sebagai manajer dalam rumah tangga. Ibu selalu dituntut agar mampu mengatur fungsi manajemen keuangan, dapur, pendidikan bagi buah hati, kesehatan dan rencana jangka panjang keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Sejak adanya buah hati dalam kandungan, ibulah yang harus berusaha keras menjaga hingga buah hati bisa melihat dunia luas. Saat menginjak dunia, ibulah yang bertugas menjaga, merawat dan mendidik buah hati hingga buah hatinya siap menghadapi tantangan dunia dengan bekal sikap kebajikan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, hari ini sebuah fakta menunjukkan bahwa keselamatan bagi anak menjadi hal yang mengiris hati. Menurut data <span>Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (</span>KPID) kota Samarinda, dari Januari hingga akhir tahun 2017 terdapat sekitar 300 kasus yang berkaitan dengan anak yang didominasi oleh kasus narkotika dan asusila. Bahkan saat ini Samarinda menempati peringkat tertinggi kasus anak se-Kaltim dan menempati peringkat tiga nasional setelah Jawa Barat dan Papua.</p><p style="text-align: justify;">Angka di atas hanyalah hitungan matematis yang terdata oleh lembaga, tentunya di luar dari data tadi masih terdapat kasus lain yang serupa. Saat kita menggali akar permasalahan kasus ini kita akan menemukan banyak hal, dari pergaulan yang tidak baik, maraknya pornografi, anak yang masih labil, juga karena keluarga yang kurang memperhatikan perkembangan buah hatinya.</p><p style="text-align: justify;">Kini perkembangan teknologi memang tak mampu terelakkan. Semua kalangan tak asing lagi dengan <em>gadget</em> canggih termasuk anak-anak dan juga balita. Kemudahan mengakses berbagai hal tentu menjadi ancaman tersendiri bagi penggunanya. Apalagi bagi anak yang dibebaskan menggunakan <em>gadget</em>-nya dalam hal apapun tanpa pengawasan. Kita juga menemukan fakta bahwa bentuk kasih sayang orangtua seperti kasih sayang yang dititipkan. Dititipkan lewat<em>&nbsp;babysitter</em> maupun membuat mereka bahagia dengan bermain <em>gadget</em> canggihnya.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, BEM FEB Unmul menyampaikan tiga himbauan diantaranya;<br>1. Membekali anak dengan ilmu-ilmu agama yang benar sejak dini.<br>2. Senantiasa mengawasi anak di bawah umur dalam penggunaan <em>gadget</em>.<br>3. Menjadikan rumah sebagai tempat ternyaman bagi anak untuk berbagi dan menceritakan masalahnya.<br>4. Pembagian peran antara ayah dan ibu terhadap pola asuh anak.<br>5. Menciptakan hubungan yang demokratis antara anak dan orangtua (keluarga).<br>6. Menanamkan sifat mandiri dan bertanggungjawab pada anak sejak dini.</p><p style="text-align: justify;">BEM FEB Unmul juga menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemkot Samarinda, sebagai berikut;<br>1. Pemkot harus serius menjadikan Samarinda sebagai kota layak anak.<br>2. Menindak tegas para pelaku kekerasan anak maupun perdagangan anak di Samarinda.<br>3. Mendesak Pemkot bersama kepolisian untuk memperketat keamanan dan ketertiban untuk masyarakat Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Kami sayang ibu.<br>Kami cinta ibu, karena kebahagiaan ibu adalah kebahagiaan kami.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release dari Departemen Pemberdayaan Perempuan BEM FEB Unmul</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Spasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/spasi/baca </link>
<guid> spasi </guid>
<pubDate> Sun, 24 Dec 2017 01:41:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi galau. (Sumber: batamnews.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/spasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gEyJhINlgY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Spasi</h1>
			              </header>
			              <p>Seperti pohon yang layu redup merana<br>Kering di musim kemarau berkepanjangan</p><p>Tumbang menghalau jalan<br>Jiwa pun bisa menggetas patah</p><p>Tumpukan tugas terpaan rutinitas menumpulkan pikiran</p><p>Penemuan terjebak dalam hitam<br>Kosong lengking pantulan<br>Dari kebuntuan</p><p>Hati sayu, jiwa lemas, dilema lalu lalang<br>Melanda<br>Hidup dicuri oleh kedangkalan<br>Hingga tak bermakna</p><p>Ku butuh jeda<br>Jeda untuk menghela nafas</p><p>Helaan panjang menyeruakkan rasa hampa dalam-dalam<br>Memaksa hingga tak tersirat<span>&nbsp;</span><br>dalam artian</p><p dir="ltr">Manusia itu tulisan<br>Ia bermakna karena adanya jeda<br>Spasiku hidup agar aku terbaca</p><p><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><span><span><strong><em>Marini Juni Ananda Basrimas, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2017</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ibu, Ekologi dan Kapitalisme </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ibu-ekologi-dan-kapitalisme/baca </link>
<guid> ibu-ekologi-dan-kapitalisme </guid>
<pubDate> Sun, 24 Dec 2017 01:48:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu gambaran dari hubungan antara perempuan dengan ekologi dalam cengkraman kapitalisme. (http://validnews.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ibu-ekologi-dan-kapitalisme/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XQqvkMDud1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ibu, Ekologi dan Kapitalisme</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Peringatan Hari Ibu yang ditetapkan pada tahun 1959 berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 merupakan refleksi dari kongres 22 -25 Desember 1928. Dalam kata kongres tersebut yang artinya bergerak, berarti sesuatu yang aktif. Kita maknai bahwa pertemuan perempuan untuk merumuskan agenda gerakan bersama yang sudah direduksi jadi hari ibu. Pada kongres kaum ibu yang memasukkan dirinya secara penuh dalam perjuangan di wilayah publik dengan memberikan peran kaum ibu untuk perjuangan kemerdekaan, akses pendidikan bagi kaum perempuan, kesehatan, hak-hak buruh perempuan, pernikahan dini dan lainnya. Tidak berbicara soal peran domestik kaum perempuan yang hanya macak, masak dan manak. Hanya seputar sumur, kasur dan dapur. Tetapi kini peringatan hari ibu justru banyak diarahkan kepada hal-hal yang bersifat domestik seperti lomba rias, memasak, dll.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 1947, Soekarno dalam Sekolah Politik Perempuan di Yogyakarta pernah mengatakan bahwa ibu atau perempuan bukan hanya sekedar menciptakan peradaban dalam biologis. Makna hal yang kodrati menjadi bias ketika pergerakan perempuan hanya urusan domestikasi, yang mana dalam hal itu urusan berbagi peran. Hal itu juga sudah dibahas mendalam dalam emansipasi wanita yang sekarang kita kenal dengan kesetaraan gender. Dipertegas juga dalam kalimat Soekarno di buku Sarinah, tentang kewajiban wanita dalam perjuangan Rupublik Indonesia. &ldquo;Wanita di dalam revolusi kita ini harus bersatu aksi dengan laki-laki, dan wanita pun bersatu aksi dengan wanita pula.&rdquo; Yogyakarta 3 November 1947.</p><p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Rusaknya Ekosistem &nbsp;dalam Kehidupan Manusia</strong></p><p style="text-align: justify;">Ibu adalah seorang perempuan yang telah melahirkan seseorang dan sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami. Perempuan mempunyai rahim yang menjadi bagian dari sistem reproduksi wanita dalam mengandung dan melahirkan. Perempuan yang sangat erat kaitan dalam keberlangsungan anak yang dilahirkan. Mulai dari pertumbuhannya yang memerlukan makanan dari sumber daya alam yang ada hingga hal lainnya dalam urusan rumah tangga.</p><p style="text-align: justify;">Diibaratkan oleh Renal (2008), perempuan itu adalah bumi. Bumi adalah Ibu Pertiwi yang menempatkan kedudukan bumi sebagai bumi kerahiman yang penuh kasih. Ia menjadi pelindung bagi segenap isinya termasuk manusia di dalamnya. Sebagaimana dalam ekologi Marx juga di jelaskan manusia adalah bagian dari alam. Sumberdaya alam tersusun oleh komponen biotik dan abiotik, dalam hal ini tanah merupakan bagian dari abiotic. Artinya penyusun dari ekosistem itu sendiri adalah manusia sebagai bagian dari komponen biotik.</p><p style="text-align: justify;">Diilustrasikan oleh Candraningrum (2014), tanah itu ibu <em>&ldquo;Tedhak Siti&rdquo;</em>, yang dihargai dan dihormati, sebagai wujud ibu yang lain. Setelah keluar dari rahim ibu, anak-anak dilepaskan menuju rahim tanah, rahim bumi. Bumi sebagai organisme dan makhluk hidup.</p><p style="text-align: justify;">Alam sebagai pengejawantahan prinsip feminim sengaja dimatikan dan seakan tak berdaya. Kita dapat lihat dalam siklus ekologik yang kian rusak. Alam sudah terdegradasi dan mengalami ketidakseimbangan dalam penghidupan mahkluk hidup. Dalam konteks ekologi, interaksi merupakan saling ketergantungan antara organisme dengan lingkungannya. Dalam hal ini berarti alam selalu berhubungan. Keberlangsungan hidup yang lestari berkelanjutan dapat diwujudkan. Kita lihat di dalam perempuan yang dianggap sebagai pemelihara alam yang memiliki keahlian emproduksi dan mereproduksi. Tetapi sejak adanya industri yang menghadirkan mesin, saat ini kondisi perempuan kehilangan peran produktifnya. Akumulasi kapital menciptakan kategorisasi pekerjaan yang semakin terfragmentasi dan rumit. Perempuan atau masyarakat yang melakukan aktivitas tani tidak dapat dilakukan lagi untuk kehidupannya. Disebabkan oleh pembukaan lahan untuk industri kehutanan, perkebunan, pertambangan dan pertanian komersial sehingga ruang produktivitas kaum perempuan dan masyarakat lokal mengalami penyempitan kuasa dalam hal lahannya. Peran perempuan tergantikan oleh mesin produksi yang pada dasarnya juga sangat mempengaruhi rusaknya ekosistem. Berdasarkan pengertian ekologinya, perempuan dan alam adalah hubungan yang tidak dapat dipisahkan</p><p style="text-align: justify;">Revolusi industri di dunia yang pada awalnya didasarkan dalam pergantian tenaga manusia dengan tenaga mesin, dimulai dari sejak 1760 dengan munculnya konteks <em>Home Industri</em> hingga ke manufaktur. Bersamaan pula dengan revolusi agraria pada pertengahan abad-18 dalam hal penataan tanah. Era ini sebelumnya pekerjaan dilakukan masing masing individu di rumahnya, berlanjutnya tahun 1764 oleh James Watts di Inggris. Temuan James saat itu merupakan tenaga pendorong utama dalam mesin penggerak pada pertanian. Lalu dilanjutkan perkembangan era industrialisasi yang pesat hingga berpengaruh pada sosial politik dan ekonomi. Perkembangan industri menekankan suatu kebutuhan bahan dalam temuan temuan untuk meningkatkan produksi. Ilmu pengetahuan seakan berubah haluan dalam paradigmanya, seakan melegalkan hal yang merusak ekologi dengan dalih secara ilmiah. Pardigama ilmu pengetahuan yang dituntut untuk memuaskan kapitalis dalam hal memenuhi kebutuhan bahan baku dalam mesin produksi, mempercepat proses dengan menggunakan mesin hingga merubah pola pikir kita menjadi manusia yang serba cepat, pragmatis tanpa melihat dampak kemudian hari. Perempuan dalam hal ini sangat terkesampingkan dari peran sebelumnya dalam kehidupan. Begitupula dalam konteks pemahaman perempuan dalam belajar memahami sesuatu yang dibutuhkan kapitalis.</p><p style="text-align: justify;">Krisis lingkungan hidup dan sumber daya alam tidak bisa dilepaskan dari ketidakadilan dan ketimpangan struktur penguasaan sumber daya alam. Tentunya dikuasai oleh korporasi dan difasilitasi oleh negara melalui berbagai kebijakan. Ini semakin diperparah dengan sama sekali tidak merefleksikan sisi pandang perempuan. Ide pembangunan telah menggeser kedaulatan perempuan dalam mengelola sumber daya alam dan menentukan pangan telah membuat pandangan perempuan tentang kehidupan menjadi kabur, bahkan oleh perempuan sendiri. (Khalid 2014)</p><p style="text-align: justify;">Hal nyata dalam konteks kekinian di Kalimantan dalam hal ini kawasan hutan dan perairan digunakan untuk industri pertambangan seperti batubara dan sebagainya. Secara gamblang juga kita lihat hadirnya Hutan Tanaman Industri (HTI) yang menopang kebutuhan bahan baku untuk proses produksi era perpanjangan revolusi industri. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terbaru 2017 menyatakan areal hutan produksi di Indonesia kini sebesar 68,84 juta hektar yang merupakan hutan konversi, produksi terbatas serta HTI. Adanya hutan produksi yang lahir dari pendekatan ilmu pengetahuan yang pada etikanya sesuatu yang merusak disahkan untuk melakukan suatu degradasi. Hingga lahan banyak yang dikonversi ke industri yang bersifat ekstraktif yang dengan fluktuasi perbaikannya sangat panjang atau bahkan tidak dapat diperbaharui seperti batubara dan migas. Berbagai macam eksploitasi alam terang-terangan dilakukan khususnya Kalimantan, hingga munculnya ke konversi lahan untuk HTI. Hal ini memperjelas ilmu reduksionis adalah asal mula krisis ekologis yang kian meningkat. Karena menyangkut perubahan alam sedemikian rupa sehingga proses-proses organiknya dan pengaturan serta kemampuan melakukan permudaan dirusak. Laju deforestrasi ini sebenarnya suah jelas kita lihat dalam kehidupan ini seprti dalam hal mitigasi iklim, bencana alam dan sulitnya memperoleh air bersih di era penuh keilmuan dan teknologi ini. Dalam ekosistem kehidupan makhluk, bukan hanya flora dan fauna yang terancam tetapi kehidupan manusia juga. Data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) juga terdapat sekitar 82,5 % kehancuran ekologi, perampasan lahan dan konflik sumberdaya alam disebabkan oleh korporasi, pemerintah dan aparat keamanan. Perempuan merupakan kelompok yang paling rentan dari berlangsungnya krisis ekologi, dikarena pembangunan yang saat ini digaungkan adalah pembangunan yang tidak ekologis. Paradigma-paradigma pembangunan yang tidak ekologis</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perkembangan Kaum Ibu untuk Ekologi</strong></p><p style="text-align: justify;">Perempuan dalam memenuhi kebutuhannya sebelum revolusi industri dengan bercocok tanam dalam pertanian yang sekaligus menjadi cerminan bahwa perempuan juga sekaligus menjadi sejarah penemu dalam konsep pertanian. Ekonomi subsisten, yang memproduksi dan mereproduksi kekayaan secara kemitraan dengan alam. Di samping itu juga dengan perkembangan domestikasi perempuan juga berperan sebagai perusak ondisi ekologis suatu wilayah yang tak dapat dikontrol,</p><p style="text-align: justify;">Rusaknya ekologi dipengaruhi oleh Ibu dalam keluarganya dan kehidupan sosialnya. Samarinda khususnya, kondisi perkotaan tata kotanya tidak tertata dengan logika ekologi yang seimbang. Banyaknya bangunan yang tidak memperhatikan amdal secara wujud nyata yang terdekat kita lihat adalah tercemarnya sumber vital hidup yaitu air. Air ataupun sungai adalah sumber kehidupan. Sub Daerah Aliran Sungai (DAS), Sungai Karang Mumus yang panjangnya sekitar 34 km mengelilingi liku Samarinda dari hulu hingga hilir Sungai Mahakam saat ini diperkosa secara massal oleh masyarakat samarinda dan dilegalkan oleh penguasa kebijakan. Air Karang Mumus yang dikonsumsi sebagai bahan baku air minum, mandi, jalur transportasi dagang, serta tempat pembuangan sampah warga. Sungai Karang Mumus yang merupakan kumpulan dari beberapa sumber mata air dan air hujan. Banyaknya perempuan yang membuang sampah ke sungai sudah menjadi kebiasaan dipertontonkan anaknya. Bahkan dalam kehidupan sosialnya menjadi suatu hal yang lumrah. Padahal Samarinda melahirkan ribuan wisudawan mahasiswa/i di tiap tahunnya dari berbagai disiplin keilmuan. Seperti jurusan Kesehatan Masyarakat, Tehnik Lingkungan, Pertanian, Kehutanan dan Sosial Budaya yang harusnya dapat lebih peka terhadap lingkungan. Seolah ilmu pengetahuan yang didapat di perkuliahan tidak telihat dalam dunia nyata untuk bermasyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan merupakan ahli dalam hal pengetahuan holistis dan ekologis mereka. Terutama tentang proses alam reduksionisme yang menyeluruh dapat tercapai ketika alam dikaitkan dengan sebuah pandangan tentang ekonomi. Uang menjadi satu-satunya ukuran nilai dan kekayaan.</p><p style="text-align: justify;">Konsep pertanian ilmiah membuat posisi perempuan menjadi sangat rentan terhadap akses dan ketersediaan pangan bahkan dapat berpotensi terjadinya kelaparan. Dalam banyak kasus, bagaimanapun hierarki kelas, kasta, ras dan gender masih dipertahankan oleh sebagian orang. Melalui kontrol diferensial atas dan akses ke pangan (Goody 1982 dalam Counihan, 1998). Alhasil, perempuan memiliki keterbatasan akses terhadap pangan karena terbentur pelembagaan hierarki berdasarkan klasifikasi gender, kelas, dan lainnya. Ditambahkan Lewin (1943), bahwa perempuan sebagai <em>&ldquo;gatekeeper&rdquo;&nbsp;</em>pangan didalam rumah tangga. Sementara perempuan mungkin memiliki tanggung jawab atas penyediaan pangan, &ldquo;Bertanggung jawab tapi tidak memiliki kontrol atas pangan itu sendiri&rdquo; yang mungkin sebenarnya berada di tangan laki-laki (Counihan, 1998).</p><p style="text-align: justify;">Peran perempuan yang sangat cepat mempengaruhi sumber daya alam, mulai dari usahanya dalam mempertahankan keberlangsungan ekologi dari kaum kapitalis yang semakin memberanguskan sumber daya alam. Kita lihat kenyataan-aksi penyelematan lingkungan hidup seperti yang dilakukan Wangari Maathai, pelopor gerakan penanaman pohon secara serentak dan seluruhnya dikerjakan oleh perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Di India kita mengenal gerakan yang diinisiasi oleh perempuan Chipko, sebuah gerakan yang lahir dari aksi penyelamatan pohon-pohon keramat yang hendak ditebang dengan cara memeluknya. Gerakan ini tercatat sebagai gerakan penyelamatan lingkungan hidup pertama di dunia dan menjadi<em>&nbsp;b</em><em>ooming</em>. Sebab tedapat ekologi dan keberanian perempuan mempertahankan sesuatu yang penting yang dalam penilaian konteks kulturalistik dan keramat, yakni pohon Khejri, sebagai simbolisasi penting dari etika kerahiman. Di Indonesia kita lihat ibu-ibu Rembang yang di Jawa Tengah yang berusaha berjuang mempertahankan kehidupannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peran Ibu dalam hal ekologi sangat berpengaruh mulai dari hal terkecil dalam rumah tanngga hingga ke edukasi terhadap keluarga dan keturunannya sebagaimana keluarga adalah struktur terkecilnya. Ibu sebagai pengontrol ekologi dalam kehidupan yang berdampingan antara manusia dengan tumbuhan dan hewan. Peran ibu dalam konteks ilmu atau edukasi kepada anaknya sangat penting seperti menjaga lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan saat ini harus melek politik, advokasi ekologi, dan progresif untuk untuk keberlangsungan hidup. Baik itu kaum ibu maupun mahasiswi, harus membuka ruang bersama dengan lelaki. Karena lelaki dan perempuan merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan untuk kemajuan pergerakan bersama. Perempuan yang melek politik dam arti sebagai formulasi terstruktur dalam sistem keberpihakan masyarakat. Penyadaran yang hakiki dengan tidak hanya ruang diskusi, seminar dan talkshow seperti agenda-agenda organisasi jaman <em>now</em>, yang banyak berkedok publik untuk popularitas sedang hal yang substansi tak terjamah. Advokasi ekologi yang progresif dalam arti mengejawantakan solusi dalam bentuk aksi nyata tidak hanya konteks teoritik tanpa ada penyadaran dalam konteks perwujudan praktek dalam kehidupan tatanan masrayakat.</p><p style="text-align: justify;">Perlu adanya restorasi dalam lintas sektor dalam di jaman <em>now</em>, mulai dari restorasi ekosistem, sosial dan ekonomi. Mari kita andil mempercepat pemulihan alam ini agar kita tetap hidup berdampingan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wahai kaum intelektual, kamu belajar dari alam, bukan alam yang kamu ajari.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Ditulis oleh Fitriyani Sinaga, Mahasiswa Fakultas Kehutanan.</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KITA yang Mengganti Gelora Perbaikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kita-yang-mengganti-gelora-perbaikan/baca </link>
<guid> kita-yang-mengganti-gelora-perbaikan </guid>
<pubDate> Sun, 24 Dec 2017 03:21:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018. (Sumber: instagram.com/bemkmunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kita-yang-mengganti-gelora-perbaikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lO8ff7wvXS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KITA yang Mengganti Gelora Perbaikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&quot;Satu aja sih yang buat beda. Sekre sekarang di lantai 2, lebih harus olahraga naik tangga. Kalau di fakultas dulu sekre di lantai 1 jadi enak kalau kosong langsung ke sekre,&quot; kelakar Muhammad Miftahul Mubarok saat ditanya kesannya menempati kantor sekaligus status baru sebagai Wakil Presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Norman-Bhakti akhirnya benar-benar berakhir setelah beragam postingan pamitan memenuhi akun <em>Instagram&nbsp;</em>milik BEM KM Unmul, pasca pengesahan Rizaldo-Miftah sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul yang baru mulai tergantikan nuansanya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini ditandai munculnya postingan baru khas Rizaldo-Miftah. Mulai dari momen pelantikan, tulisan &quot;Mari Berlayar bersama Nahkoda Baru&quot;, visi misi, ucapan hari ibu, dan terbaru, sekitar pukul 19.30 Wita tadi, filosofi logo kabinet mereka, Kolaborator Cinta untuk Asa Indonesia (KITA) itu diuraikan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Miftah berbagi cerita tentang kesan awal menghuni kantor barunya, di Gedung Student Center (SC). Ia bahkan sudah menempati SC sepekan terakhir.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Stay</em> di SC udah dari tanggal 17 ke atas deh kalau enggak salah, sebelum tanggal 17 Kak Aldo duluan sih yang ke SC. Soalnya aku PBL 2 (Pengalaman Belajar Lapangan--kegiatan mirip KKN versi FKM),&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski menyandang status baru sebagai Wakil Presiden BEM KM Unmul, rupanya tak begitu banyak mengubah kesan Miftah dalam menjalani hari-hari di sekretariat yang baru. Selain tantangan yang jauh lebih berat dan tumpukan agenda BEM KM Unmul yang sudah di depan mata.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena aku anak BEM KM dari tahun 2015 pas kepengurusan Kak Mujahid sampai kepengurusan Kak Teguh di 2016, kesannya kayak balik ke rumah lama yang sempat ditinggalkan karena <em>ngabdi</em> di fakultas tahun 2017,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab &quot;kembali ke rumah&quot; ini pulalah yang membuat Miftah tak kesulitan beradaptasi. Ditambah lagi dengan orang-orang yang disebutnya tim transisi rata-rata teman karibnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Paling Kak Aldo yang harus ditanya gimana kesannya karena dia baru pindah sekre,&quot; ujarnya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Pergantian kepengurusan biasanya diiringi pergantian atribut yang menjadi ciri khas tiap kepengurusan. BEM KM Unmul 2018 punya logo sendiri yang memuat filosofi harapan di balik bentuk dan warnanya.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, bentuk <em>love</em> yang melambangkan rasa cinta terhadap Unmul dan Indonesia. Kemudian api, menggambarkan asa, yang berarti semangat.</p><p style="text-align: justify;">Lalu ada 3 lingkaran, yang menunjukkan kolaborasi 3 elemen, yaitu mahasiswa, dosen/birokrat/pemerintah, dan rakyat. Yang mana lingkaran tersebut membentuk huruf U dan M yang berarti Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya Burung Enggang, menggambarkan ciri Kalimantan, yang berarti pergerakan ini berasal dari Mulawarman, Kalimantan, untuk Indonesia. Terakhir, huruf U, melambangkan huruf pertama Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya warna. Kuning, menunjukkan arti warna dari Universitas Mulawarman. Biru, berarti kekeluargaan, dan merah marun, yang melambangkan pengabdian.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, visi yang diusung Rizaldo-Miftah adalah satu padu Unmul dalam aksi Kita. Sedangkan misinya ada empat, yakni kolaborasi semangat pengabdian mahasiswa, intensif menjalin relasi dan kemitraan, terpadunya pelayanan advokasi isu, dan akselerasi iklim prestasi mahasiswa yang apresiatif.</p><p style="text-align: justify;">30 ribu mahasiswa yang dipimpin Rizaldo-Miftah menitip harap untuk mampu memperjuangkan kepentingan mahasiswa dalam setahun ke depan. Tidak hanya mahasiswa organisatoris, tetapi juga mahasiswa umum yang sering dikenai stigma apatis. Mereka tak mau hanya kenyang janji dan kalimat manis dalam visi misi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga Rizaldo dan Miftah dapat menjalankan tugasnya sesuai visi misi yang dibawa dan agar kehadiran BEM KM bisa lebih dirasakan lagi sama mahasiswa umum, terutama FISIP,&quot; ucap Maghfirah Nur Ade Suciani mahasiswi Hubungan Internasional FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga mereka bisa menjaga hubungan yang sinergis dengan lembaga yang ada di kampus dan semakin menciptakan inovasi baru yang berguna untuk semua mahasiswa tanpa terkecuali,&quot; harap Dede Farida mahasiswi tingkat akhir Pembangunan Sosial. <strong>(<em>aml</em>/<em>adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masterpiece Menuju Terang, BPPTSP Akui Kesalahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masterpiece-menuju-terang-bpptsp-akui-kesalahan/baca </link>
<guid> masterpiece-menuju-terang-bpptsp-akui-kesalahan </guid>
<pubDate> Sun, 24 Dec 2017 19:19:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana diskusi yang digagas oleh mahasiswa Konsentrasi Hukum Perdata FH 2014 bertempat di Aula FH pada Rabu (20/12). (Sumber foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masterpiece-menuju-terang-bpptsp-akui-kesalahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FkQ1JHlo93.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masterpiece Menuju Terang, BPPTSP Akui Kesalahan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tudingan pelanggaran Perda Nomor 5 Tahun 2013 oleh Aliansi Kampus dan Warga kepada pihak Masterpiece kini mulai menemui titik terang setelah dua bulan terakhir bergulir.</p><p style="text-align: justify;">Bangunan yang berlokasi di Jalan Muhammad Yamin tersebut kembali dibahas secara akademis di Gedung Aula Fakultas Hukum (FH) Unmul pada Rabu (20/12). Diskusi tersebut digagas oleh mahasiswa Konsentrasi Hukum Perdata Kelas A 2014 FH bertajuk &ldquo;Mencari Solusi Hukum Atas Keberadaan Masterpiece di Jalan Muhammad Yamin Kota Samarinda.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sontak, isu ini langsung menarik perhatian ratusan mahasiswa FH. Total 173 lebih peserta hadir, termasuk beberapa dosen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penting bagi segenap mahasiswa FH untuk mendapat informasi agar bisa membuat analisa yang baik dan benar. Harapannya, kita bisa menghasilkan rekomendasi agar tuntas secara aspek hukum,&rdquo; pesan Dekan FH Mahenda Putra Kurnia dalam kata sambutannya sebelum membuka sesi diskusi.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya, diskusi dimulai. Penuturan pihak Masterpiece, Aliansi Kampus dan Warga, serta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPPTSP) kota Samarinda membuat banyak pihak akhirnya mengetahui duduk perkara yang dipermasalahkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mari kita berdiskusi seperti mengosongkan gelas dan mengisinya dengan hal yang bermanfaat,&rdquo; kata Ketua Panitia, Rillo Probokusumo.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Suara dari Mereka yang Bersengketa</strong></p><p style="text-align: justify;">Mula-mula pihak Masterpiece menyebut pihaknya sudah melakukan perizinan dengan mengisi beragam <em>form</em> rekomendasi beberapa dinas, dan warga setempat.</p><p style="text-align: justify;">Masterpiece juga menggelar rapat bersama warga sekitar, dan hasilnya tak ada keberatan. Kemudian urusan berlanjut ke Dinas BPPTSP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi setelah bangunan jadi, banyak yang kontra, tapi mereka tidak langsung datang ke kami. Yang saya baca, banyak mahasiswa dan masyarakat yang resah,&rdquo; terang <em>legal officer</em> Masterpiece Guntur Rahman.</p><p style="text-align: justify;">Setelah menuai banyak penolakan secara langsung maupun ujaran di media, Guntur berinisiatif mendatangi Norman Iswahyudi selaku koordinator Aliansi Kampus dan Warga dan Pusdima Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ini karaoke keluarga. Tidak ada alkohol, tidak ada <em>live music</em>, tidak ada <em>ladies</em>, tidak ada perjudian. Para RT juga tidak ada yang kontra. Kalau ada silakan ditunjukkan,&rdquo; tantang Guntur.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Yuli Fitranto, warga RT 23 dan tergabung dalam aliansi kembali mengeluarkan tudingan pelanggaran Perda Nomor 5 Tahun 2013 yang telah dilakukan Masterpiece.</p><p style="text-align: justify;">Lebih spesifik, titik tekan yang paling pihaknya permasalahkan yakni jarak Masterpiece yang harusnya radius 300 meter dari pemukiman, tempat ibadah, sarana pendidikan, dan kantor. Tetapi oleh Masterpiece aturan ini tak diindahkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena bicara hukum, kita harus mengkaji situasi yang ada. Perihal jarak inilah yang jadi keresahan dari sebagian masyarakat. Maka akhirnya kami membentuk aliansi,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pola gerak aliansi pun lebih memilih langkah-langkah <em>soft</em>, tak pernah demonstrasi. Yuli pun menyatakan tidak serta-merta menolak investasi Masterpiece, tapi menolak hal yang tak sesuai dengan peraturan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Dari sudut pandang lain, Dinas BPPTSP Kota Samarinda yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Ahmad Nawawi menyatakan Masterpiece tidak bermasalah dalam hal perizinan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang mengikat kalau karaoke keluarga tidak boleh ada minuman beralkohol hingga <em>live music</em>. Jadi selama ini Masterpiece sudah benar, kami persilakan untuk dijalankan,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Nawawi, dulu pernah ada kasus serupa. Ada pihak yang ingin membuka tempat karaoke di dekat Masjid Raya, namun karena banyaknya penolakan dari masyarakat sekitar, akhirnya tempat karaoke itu urung beroperasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan, Bias, dan Tidak Percaya</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah semua pihak yang terlibat selesai bicara, peserta diskusi diberikan waktu menanggapi. Febri, salah satu peserta memberi pandangan. Dia mengkritisi tidak hadirnya Norman Iswahyudi sebagai salah satu pemateri, padahal posisinya sebagai koordinator aliansi. Febri juga mengkritisi beberapa statement Norman yang seolah-olah memprovokasi keadaan.</p><p style="text-align: justify;">Dia juga memandang Masterpiece sudah melakukan langkah benar dengan rapat bersama warga sekitar dan meminta rekomendasi sebelum membangun. Febri juga tak keberatan Masterpice berdiri di lokasi sekarang, karena fungsinya karaoke keluarga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam Permen juga dijelaskan. Bila seiring berjalan waktu, Masterpiece menyediakan<em>&nbsp;ladies</em>, miras, sudah ada yang mengatur dicabut izinnya. Jadi kita tidak perlu mempermasalahkannya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan lain datang dari Aditya Ferry Noor yang memandang banyak izin bangunan tempat hiburan di Samarinda tak sesuai Perda. Mahasiswa FEB itu khawatir permasalahan tersebut menjadi stigma buruk di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun mengungkapkan sempat mendengar <em>statemen</em> dari sekretaris kota yang akan meninjau ulang perihal izin tempat hiburan di Samarinda. &ldquo;Sekretaris kota mengatakan ke depan akan dilakukan moratorium,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Isu moratorium dari sekretaris kota itu rupanya tidak dipercayai utuh pihak BPPTSP: Ahmad Nawawi. Diakuinya, dulu pernah ada rapat menyeluruh dengan semua SKPD se-Samarinda dan walikota menyampaikan sebuah moratorium.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi walikota sempat ngomong ini terakhir kita tidak akan mengeluarkan moratorium izin lagi,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal jarak Masterpiece yang menurut aliansi tak sesuai perda, Nawawi membantah. Kendati begitu, ia mengakui kesalahan pihaknya dalam pengukuran lokasi Masterpiece dengan Masjid Babussalam dan kantor BPK yang jaraknya memang di bawah radius 300 meter.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kita ini manusia, Pak, kadang-kadang bisa khilaf,&rdquo; kata Nawawi.</p><p style="text-align: justify;">Nawawi lantas menawarkan pencerahan. &ldquo;Kuncinya di pasal 9 ayat 4. Kalau memang benar nantinya melanggar, kita kasih waktu 5 tahun. Saya balik tanya ke Masterpiece, Anda siap berapa tahun? Kalau sanggup 5 tahun, silakan pindah di zona yang lebih aman. Kan begitu,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Waktu diskusi yang semakin mendekati akhir membuat moderator bersiap menutup rangkaian diskusi. Namun tepat sebelum ditutup, pihak Masterpiece memotong.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mohon maaf sebentar, ini kan diskusi terbuka untuk mencari solusi. Apakah kita harus mengevaluasi Perda Nomor 5 Tahun 2013, atau Pemkot Samarinda harus membuat zona untuk penempatan karaoke keluarga itu?&rdquo; keluh Guntur yang merasa diskusi tampak bias dan belum ada adanya solusi konkret.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi tak juga membuahkan titik temu. Akademisi FH Warkhatun Najidah akhirnya buka suara menawarkan ide sebagai solusi secara hukum bagi Masterpiece.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita cari dulu kesalahannya di mana. Yang dilanggar itu apa, uji administrasi atau uji pokok, bisa direvisi. Insyaallah untuk Samarinda lebih baik, dosen-dosen mau untuk berpikir bersama,&rdquo; gagasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian, semua pihak sepakat dan diskusi berakhir. Walhasil, pertemuan tersebut belum melahirkan solusi apa-apa atas prahara Masterpiece. Saat ini semua pihak masih bekerja, sembari menunggu hasil kajian para akademisi FH tersebut. <strong>(<em>dan/erp/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Murder On The Orient Express: Kereta Mewah Saksi Pembunuhan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/murder-on-the-orient-express-kereta-mewah-saksi-pembunuhan/baca </link>
<guid> murder-on-the-orient-express-kereta-mewah-saksi-pembunuhan </guid>
<pubDate> Sun, 24 Dec 2017 20:14:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster film Murder On The Orient Express. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/murder-on-the-orient-express-kereta-mewah-saksi-pembunuhan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QHpsPABC8j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Murder On The Orient Express: Kereta Mewah Saksi Pembunuhan</h1>
			              </header>
			              <p>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Murder On The Orient Express (2017)</p><p>Genre &nbsp; &nbsp;<span>&nbsp;</span>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Crime, Drama, dan Misteri</p><p>Sutradara<span>&nbsp;</span><span>&nbsp;</span>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Kenneth Branagh</p><p>Penulis Skenario : Agatha Christie, dan Michael Green</p><p>Produser<span>&nbsp;</span><span>&nbsp;</span>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Mark Gordon, Ridley Scott, Simon Kinberg</p><p>Produksi &nbsp;<span>&nbsp;</span>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Twentieth Century Fox Film Corporation, Genre Films, Kinberg &nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Genre dan Mark Gordon Company</p><p>Pemain &nbsp;<span>&nbsp;</span>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Johnny Depp, Kenneth Branagh, Daisy Ridley, Penelope Cruz,<span>&nbsp;</span><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Michelle Preiffer, Judi Dench, Josh Gad dan Lucy Boynton</p><p style="text-align: justify;">Film Murder on the Orient Express menceritakan seorang bernama Hercule Poirot, seorang detektif asal Belgia yang memiliki kumis keriting dan selalu bersifat penasaran. Film yang diadaptasi dari novel karya Agatha Christie ini sudah tidak diragukan lagi jalan ceritanya. Agatha Christie sendiri sudah menelurkan banyak kisah detektif dengan tokoh andalannya Hercule Poirot. Masih dengan tokoh yang sama, kali ini cerita pembunuhan ber<em>setting</em> di kereta mewah bernama Orient Express dengan tujuan London. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada delapan saksi yang disinyalir menjadi pembunuh. Guru, janda kaya, dokter berkulit hitam, professor rasis, sang putrid dan pelayannya, misionaris, hingga sekretaris korban. Korban adalah seorang penjual barang antik palsu bernama Rachett yang diketahui memang memiliki banyak musuh. Berpacu bersama waktu serta badai salju mulai yang menutup rel kereta, detektif Poirot harus menemukan pelakunya sebelum kereta tiba di pemberhentian selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengambil latar tahun 60-an, Murder on the Orient Express tidak hanya menjual sisi misteri dan kriminal saja. Film yang disutradarai serta turut andil berperan sebagai Hercule Poirot, Kenneth Branagh juga menawarkan sisi drama yang humanis. Satu persatu terduga pembunuhan dibuka sisi lainnya, termasuk sang detektif sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Akting para pemeran yang rata-rata masuk sebagai nominator Golden Globe ini terbilang manpu mengaduk emosi penonton. Johnny Depp yang terbiasa berperan &apos;gila&apos;, kali ini jauh lebih kalem walaupun menyebalkan sebagai sang korban, Rachett. Jangan lupakan peran Michelle Pfeiffer sebagai hands yang menggoda.</p><p style="text-align: justify;">Sisi humor dapat dilihat dari sekretaris Rachett yang dengan apik diperankan oleh Josh Gad. Meskipun masih terkesan black comedy, Penelope Cruz mampu keluar dari zona aman perannya. Terbiasa berperan sebagai wanita<span>&nbsp;</span><em>sexy</em><span>&nbsp;</span>dalam beberapa film, kini Penelope didapuk menjadi missionaris yang religious dan tertutup. Selain adaptasi dari novel, Murder on the Orient Express juga remake dari film dengan judul yang sama pada tahun 1974.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Monika Wibisono Putri Ilmu Komunikasi 2014</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rilis Buku Demam di Kota Zeyn, Pandu: "Jangan Jadi Mereka!" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/rilis-buku-demam-di-kota-zeyn-pandu-jangan-jadi-mereka/baca </link>
<guid> rilis-buku-demam-di-kota-zeyn-pandu-jangan-jadi-mereka </guid>
<pubDate> Mon, 25 Dec 2017 00:45:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Acara peluncuran buku kedua Pandu Pratama Putra di Cafe D'Puncak Sabtu (23/12) kemarin. (Foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/rilis-buku-demam-di-kota-zeyn-pandu-jangan-jadi-mereka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r3Tk00OjJN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rilis Buku Demam di Kota Zeyn, Pandu: "Jangan Jadi Mereka!"</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Menciptakan sebuah karya fiksi tidak dapat dipandang sebelah mata. Ada proses pemikiran panjang di dalamnya. Lebih-lebih bagi mahasiswa jurusan Sastra, mampu menjadi kumpulan karya dan bisa dibukukan kemudian diterbitkan tentu menjadi sebuah kebanggaan.</p><p style="text-align: justify;">Karya itu mampu menjawab dan mempraktikkan apa yang telah dipelajari selama kuliah. Hal itu seolah menjadi tujuan tersendiri bagi sastrawan muda. Tak banyak dari mereka yang berani mengambil jalur indie untuk menerbitkan karyanya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang berani itu ialah Pandu Pratama Putra. Mahasiswa jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini baru saja meluncurkan buku keduanya berjudul &quot;Demam di Kota Zeyn&quot;. Bertempat di Cafe D&apos;Puncak, acara yang dilaksanakan pada Sabtu malam (23/12) kemarin ini diisi dengan diskusi buku dan beberapa penampilan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perilisan ini, Pandu melibatkan beberapa rekannya untuk turut memeriahkan. Di antaranya pembacaan puisi oleh lima mahasiswa Sastra Indonesia yaitu Wahid Tawaqal, Panji Asuhan, Irwan Syamsir, Ari La Kasipahu serta Anna Wandira.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, ada juga persembahan alat musik tradisional sampek yang dibawakan oleh Aldi, mahasiswa jurusan Etnomusikologi.</p><p style="text-align: justify;">Meski sebelumnya telah menerbitkan buku &quot;Jomblo Ngenes&quot; dengan bantuan penerbit mayor, menjadi penulis indie kali ini dikatakannya menjadi tantangan tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sesi diskusi buku, tak jarang Pandu membeberkan perjuangannya. Merasakan menjadi penulis indie yang dilakukannya seorang diri, dari masa pembuatan cerpen hingga menerbitkan lalu malam itu meluncurkannya.</p><p style="text-align: justify;">Demam di Kota Zeyn merupakan kumpulan dari 12 cerpen yang berangkat dari keresahan Pandu atas isu gelap sosial yang sering terjadi di Samarinda. Seperti tentang penghianatan, kekejaman, penipuan, dan cinta. Cerpen-cerpen yang disajikan menarik dengan <em>ending</em> tak tak terduga dan <em>mindblowing</em>. Pandu sengaja membuat tokoh-tokohnya untuk tidak ditiru sebagaimana kebanyakan cerpen.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya berharap sih nanti yang baca sadar akan sekitar dan tidak meniru tokoh-tokoh dalam cerpen yang saya buat,&quot; ujar lelaki asli Samarinda tersebut sambil tertawa kecil.</p><p style="text-align: justify;">Lelaki kelahiran 1996 ini merasa senang dan puas dengan peluncuran bukunya, meskipun tak semua kawannya dapat hadir. &quot;Kelihatan sih ceruknya, dan itu yang saya cari dan memang kelihatan siapa-siapa aja yang datang, dan setidaknya ini tetap memuaskan hati saya,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Pengunjung yang datang tak hanya dari lingkaran FIB. Malam itu nampak hadir pula Patria Borneo dari Universitas Nahdatul Ulama.</p><p style="text-align: justify;">Ia datang demi menyaksikan karya Pandu. &quot;Saya udah ngikutin karyanya Pandu dari pertama. Jadi ini emang niat buat datang dan <em>support&nbsp;</em>dia juga,&quot; terangnya dengan bangga. <strong><em>(fqh/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Student Day Diwajibkan, Fasilitas Jadi Keluhan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/student-day-diwajibkan-fasilitas-jadi-keluhan/baca </link>
<guid> student-day-diwajibkan-fasilitas-jadi-keluhan </guid>
<pubDate> Mon, 25 Dec 2017 01:43:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Student Day Illustration. (Ilustrasi: collegecures.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/student-day-diwajibkan-fasilitas-jadi-keluhan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rd5xtLAhkC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Student Day Diwajibkan, Fasilitas Jadi Keluhan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah sebelumnya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syifudin mengeluarkan surat edaran bernomor 555/UN17.19/KM/2017 perihal poin-poin wajib bagi ketua lembaga yang mana salah satunya tentang kewajiban mendukung program <em>Student Day</em>, reaksi mahasiswa bermunculan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sejauh ini kami belum menyepakati, masih harus dibicarakan dengan seluruh lembaga dan alumni,&rdquo; ujar Wakil Gubernur BEM FKIP Muhammad Arief.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut ketika diwawancara melalui pesan <em>WhatsApp</em> Jumat (15/12) lalu, ia juga menambahkan bahwa sebelum adanya program <em>Student Day</em>, di FKIP tak akan memberikan dampak besar buat mahasiswa. &ldquo;Karena FKIP sudah lumayan tertib, jadi dirasa dampaknya tidak terlalu besar,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Arief, Wakil Presiden BEM Fakultas Pertanian (Faperta) Jamiah, mengungkapkan program <em>Student Day</em> belum berjalan efektif. &ldquo;Bahkan masih banyak yang belum tahu apa itu <em>Student Day</em>,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di saat FKIP dan Faperta masih merundingkan pelaksaan kebijakan <em>Student Day</em>, pernyataan lain justru datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Gubernur BEM FEB Freijae Rakasiwi menegaskan pihaknya tidak menyepakati <em>Student Day</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan <em>Student Day</em> yang mengambil waktu di akhir pekan, akan membuat agenda-agenda yang ada bertabrakan. Menurut Freijae, hal ini yang membuat pelaksanannya dirasa tidak maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Freijae menyebut jika kebijakan ini tetap akan dijalankan, maka harus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai pula. &ldquo;Tahun lalu terkena masalah dipeminjaman gedung,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Presiden BEM Fakultas Teknik (FT) Yoga Pratama Khatulistiwa menyebut urusan <em>Student Day</em> ini malah belum dibicarakan dengan pihak fakultas tentang apakah wajib atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Belum ada dibicarakan, tapi untuk <em>weekend&nbsp;</em>di Teknik kebanyakan ada yang praktikum dan banyak kegiatan mahasiswa kok dari berbagai ormawa di Teknik,&quot; pungkasnya. <strong><em>(sut/nhh/els/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sapa Aku dalam Rindu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sapa-aku-dalam-rindu/baca </link>
<guid> sapa-aku-dalam-rindu </guid>
<pubDate> Mon, 25 Dec 2017 02:07:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Marini Juni Ananda Basrimas. (Sumber foto: google.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sapa-aku-dalam-rindu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4VkDZWpNu2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sapa Aku dalam Rindu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ketika pagiku telah menjadi senja, senjaku menjadi gelap...<br>Putih menjadi hitam. Hitam tanpa bayangan.. Gelap tanpa ada rasa..<br>Seakan cahaya hilang tenggelam.. <br>Seperti lorong kosong...Kelam gelap gulita.. <br><br>Aku keluar, dari lorong yang tak berpenghuni.<br>Berharap ada cahaya, mengembalikan bayangan..<br>Memandang ke ujung langit...<br>Hai kau burung terbang bebas, tanpa pembatas.. <br>Aku ingin berbicara..<br>Sampaikanlah ribuan makna cinta yang tak bisa aku definisikan, <br>Kepada langit.. <br><br>Tak ada syair yang bisa aku uraikan,,<br>Aku tak pandai menulis, bibirku tak pandai dalam berbicara..<br>Tetapi, hatiku ingin mengungkapkan..<br>Tolong Sampaikan...!!Sampaikan rasa rinduku yang tak mampu aku katakan langsung kepadanya..<br>Bahwa aku sangat merindukan seseorang di atas sana..<br>Aku tak pernah mengerti, <br>bagaimana rasa ini akan terobati..<br>Dia menghilang tanpa pamit,<br>Aku bertanya tak ada satu jawaban...<br>Mengapa?? <br><br>Malam itu, kau berbicara cinta kepada ku..<br>Dipangkuan mu, kau memeluk ku..<br>Seakan dirimu tak ingin melepaskan ku,<br>dan kau selalu berkata jangan pernah menangis sayang..<br>Aku tak mengerti makna yang kau sampaikan saat itu..<br>Aku hanya, membalaskan kata cinta mu, dengan senyum manis ku.. <br><br>Kala itu...Saat pertama kali kau ajarkan aku untuk bisa bersepeda, setiap pagi kau sudah menungguku di depan pintu..<br>Rasanya setiap aku membuka mata dari nyenyaknya malam, yang aku cari selalu adalah kamu,<br>Yaaaa.. pastinya untuk menemaniku bersepeda, lagi dan lagi..<br>Romantis sekali, tidak pernah ada kata lelah saat kau menemaniku..<br>Saat aku harus merasakan jatuh pun, kau hanya tersenyum dan selalu mengatakan jangan menangis sayang,, jika kau menangis luka mu akan menertawakan mu..Karena, kau kalah dari dia!<br>Terimakasih....<br>Tak ada yang bisa menghapus air mataku saat itu kecuali engkau..<br>Siapa lagi jika bukan dirimu wahai Ayah, kekasih yang tak pernah menghianati...<br>Waktu berjalan terlampau begitu cepat..<br>Lantas memisahkan kita, tanpa tersadar..<br>Hingga tak ada yang lebih tangguh aku lakukan, selain kekuatan doa..<br>Ayah, kehadiranmu terasa begitu singkat di hidupku..<br>Kini aku telah menjadi wanita dewasa, yang selalu berharap bisa bersender,<br>di bahumu saat aku pilu.. <br>Bisakah kau malam ini datang kepadaku..<br>Bisikkan kata cinta, seperti malam itu..<br>Tak kah kau merindukan ku yah,??? <br><br>Aku selalu berharap,<br>Akan ada merpati yang datang mengirimkan sepucuk surat dari langit, <br>Tentang dirimu...<br>Lagi-lagi, aku hanya memeluk bayangan wajah tampan mu,<br>Yang setidaknya bisa membuat sepiku sedikit berlalu, meskipun sedih semakin membiru..<br><br>Karena, &ldquo;Kepergianmu membuatku mengerti bahwa rindu yang paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang telah tiada, saat telah kembali bersamanya.Kepergianmu mengajarkan aku untuk selalu percaya bahwa tuhan selalu ada untuk mendengarkan segala doa dan harapan.&rdquo;<br>Ayah aku titipkan &lsquo;&rsquo;Salam Rindu dan Cintaku kepada langit melalui angin..<br>Berikan balasan mu melalui hujan, agar aku tahu bahwa kau juga merindukan ku..</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Ditulis oleh Marini Juni Ananda Basrimas, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP 2017.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Awal Jabatan Rizaldo dan Rekrutmen Menteri BEM KM Unmul 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/awal-jabatan-rizaldo-dan-rekrutmen-menteri-bem-km-unmul-2018/baca </link>
<guid> awal-jabatan-rizaldo-dan-rekrutmen-menteri-bem-km-unmul-2018 </guid>
<pubDate> Mon, 25 Dec 2017 02:43:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akun Official BEM KM Universitas Mulawarman. (Sumber: https://www.instagram.com/bemkmunmul/) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/awal-jabatan-rizaldo-dan-rekrutmen-menteri-bem-km-unmul-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EW1tVJjR2i.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Awal Jabatan Rizaldo dan Rekrutmen Menteri BEM KM Unmul 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;Saya merasa masih asing. Karena baru kali ya. Masih berupaya adaptasi,&quot; ucap Rizaldo yang kini telah menempati Gedung Student Center (SC) sebagai kantor baru dengan status baru, Presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Aldo merasa &quot;rasa asing&quot; itu karena ia yang tidak pernah bergabung di BEM KM Unmul sebelumnya. Berbeda dengan saat ketika menjabat Gubernur BEM FKIP, ia yang bisa langsung bergerak karena sudah memahami medan. &quot;Karena ikut terlibat menjadi Badan Pekerja Harian (BPH) di kepengurusan sebelumnya,&quot; imbuh Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Menjalani hari-hari dengan suasana baru dan harus cepat adaptasi, membuat Aldo berpikir perlunya agenda khusus, yakni menyambangi sekretariat UKM di SC hingga BEM dan UKM fakultas. Sebab menurutnya, hubungan emosional perlu dijalin dalam rangka kerja bersama yang sinergis untuk setahun ke depan. Ia pun menggagas konsolidasi UKM sebagai agenda terdekat yang juga akan digarap BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Agenda Terdekat BEM KM Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Selayaknya kepengurusan organisasi kepemimpinan sejenis BEM, agenda utama yang dilakukan yakni membuka <em>open recruitment&nbsp;</em>bagi staf. Untuk BEM KM Unmul 2018, oprec akan dimulai esok, Senin, 25 Desember 2017.</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk posisi menteri kabinet, gamblang disebut Rizaldo sudah dikantonginya sejumlah nama-nama. &quot;Tinggal beberapa lagi yang belum,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Wakil Presiden BEM KM Unmul Miftah menyebut <em>open recruitmen</em>t yang akan dilakukan adalah dengan cara <em>tracking of record.</em></p><p style="text-align: justify;">&quot;Artinya siapa-siapa aja yang bakal kita butuhkan di tim tahun ini itu dilihat dari niat, kapasitas, kapabilitas, dan komitmennya. Untuk nama nanti ditunggu aja pas <em>launching</em>,&quot; ucapnya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Miftah menyebut bersama Rizaldo di awal kepengurusan ini ia akan merampungkan urusan internal. Mulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga SOP tata kelola admistrasi yang ingin dirapikan.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa program pun, kata Miftah, sudah mulai dimatangkan perkara teknis dan konsepnya termasuk program unggulan yang mereka bawa saat kampanye, yakni Kopi Mulawarman dan Olimpiade Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena ini yang juga harus disusun cepat langkah-langkahnya. Doakan aja cepat dapat gambaran pasti supaya cepat juga digarap,&quot; pungkasnya. <strong><em>(aml/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jiwa Seorang Mahasiswa untuk Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/jiwa-seorang-mahasiswa-untuk-bangsa/baca </link>
<guid> jiwa-seorang-mahasiswa-untuk-bangsa </guid>
<pubDate> Mon, 25 Dec 2017 14:59:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bersama mahasiswa, rakyat kuat. (Sumber ilustrasi: pinterest.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/jiwa-seorang-mahasiswa-untuk-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u22WdECNdj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jiwa Seorang Mahasiswa untuk Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa adalah seorang yang berperan penting untuk bangsa dan negara. Ia mengorbankan jiwa raganya hanya untuk bangsa ini sejahtera, hidup yang damai, dan menciptakan solidaritas yang tinggi, sehingga lahirlah suatu bangsa yang besar. Bangsa yang selalu menjaga rakyatnya di setiap masalah. Semangat yang kokoh, jiwa yang mulia terletak pada jiwa sejati seorang mahasiswa. Masa depan bangsa tergantung pada jiwa-jiwa mahasiswa yang cerdas dan inovasi, baik secara segi kualitas maupun kuantitas. Seorang mahasiswa memposisikan dirinya sebagai pejuang tanpa kenal lelah, mengorbankan seluruh jiwa raganya hanya untuk bangsa dan negara ini. Semangat itu lahir dari generasi ke generasi sehingga tidak bisa diragu-ragukan lagi perjuangannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kebanyakan mahasiswa di Universitas Mulawarman khususnya di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tidak menyadari perannya sebagai Mahasiswa. Mahasiswa di FIB lebih dikenal KHDP (Kuliah Hanya Pulang dan Pergi). Hal ini dapat kita renungi bersama bahwa mahasiswa kurang peka terhadap lingkungan yang terjadi atau mungkin kurang peduli terhadap sekitarnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mereka cenderung fokus pada<span>&nbsp;</span><em>study-</em>nya saja. Namun sebaliknya, mahasiswa yang kuat di bidang organisasi juga dianggap tidak baik. Karena mereka menganggap sering meninggalkan mata kuliah demi kegiatan organisasi. Sebelum penjelaskan yang lebih luas marilah kita menyadari pentingnya berorganisasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Organisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba ilmu di kampus. Terlebih untuk bekal dan kehidupannya kelak. Organisasi sebetulnya sangat penting untuk kebaikan kita sebagai mahasiswa. Namun, kesadaran berorganisasi itu sangat minim. Akhir-akhir ini mahasiswa kurang berkontribusi dalam berorganisasi, hal tersebut mulai nampak di sudut-sudut kampus. Padahal, dengan berorganisasi kita mampu menjadi seorang pemimpin yang bijaksana dan disegani oleh orang banyak, tidak ceroboh dalam menentukan sikap karena di sanalah tersemayam kaum intelektual yang cerdas dalam menghadapi tantangan zaman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa dituntut agar lebih cerdas dalam menyikapi persoalan-persoalan yang terjadi di sekitar, tidak hanya sekadar duduk dan mendengarkan dosen memberi perkuliahan, tetapi mahasiswa juga bisa merasakan kepuasan menjadi seorang pemimpin pada sebuah organisasi. Dalam berorganisasi mahasiswa bisa mengenal dunia kampus lebih luas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Misalnya saja kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk itulah perlu adanya kesadaran jiwa, marilah sama-sama membuka mata hati kita sebagai mahasiswa. Begitu penting peran mahasiswa untuk bangsa ini, kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperjuangkan hak-hak rakyat?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kesadaran lahir ketika ada kemauan yang kuat, sehingga menyebarkan semangat yang tak lekang oleh zaman, mari membahu, mari membangun untuk negeri kita tercinta (Indonesia). Apalah arti seorang mahasiswa jika kita diam diri melihat carut marutnya negeri ini. Mari kita lantangkan suara, bungkam semua kejahatan yang ada. Bersama mahasiswa, rakyat kuat.</span></p><p style="text-align: justify;"><em><strong><br></strong></em><span><strong><em>Ditulis oleh Irwanto Iwan, Presiden BEM FIB 2017.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Problema Jaminan Tes Bebas Narkoba </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/problema-jaminan-tes-bebas-narkoba/baca </link>
<guid> problema-jaminan-tes-bebas-narkoba </guid>
<pubDate> Mon, 25 Dec 2017 16:59:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi tes bebas narkoba melalui tes urin (Sumber foto: tabloidjubi.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/problema-jaminan-tes-bebas-narkoba/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vHUNzRqg0L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Problema Jaminan Tes Bebas Narkoba</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sebelum resmi berstatus mahasiswa Unmul, seluruh mahasiswa baru (maba) diwajibkan mengikuti tes bebas narkoba di Klinik Fakultas Kedokteran (FK) selama beberapa hari, menyesuaikan jadwal pengurusan administrasi perkuliahan lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Tes tersebut juga sempat menuai polemik. Sejumlah maba dikabarkan nyaris gagal kuliah karena tak mampu membayar tes bebas narkoba yang dibebankan kepada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Yolanda, staf administrasi Klinik FK mengatakan, tes bebas narkoba merupakan bentuk jalinan kerja sama dengan pihak ketiga. Klinik FK hanya berperan sebagai penyedia tempat dan melayani tes kesehatan biasa seperti tensi darah, pengukuran tinggi dan berat badan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang jelas untuk tes narkobanya itu dari tim Rumah Sakit Atma Husada. Kami penyedia tempat saja,&quot; kata Yolanda.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun belum memastikan apakah kerja sama berupa tes ini akan kembali dilakukan terhadap maba 2018 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Nurwahyudi, mahasiswa Fakultas Teknik 2017 mengurai alur tes bebas narkoba yang pernah dijalaninya. Pertama, mengisi formulir biodata yang telah disediakan. Formulir tersebut lalu dikumpulkan dengan batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, mahasiswa bersangkutan mengantre sesuai nomor urut pemeriksaan dan dilanjutkan membayar biaya sebesar Rp150 ribu di loket kasir. Usai dipanggil sesuai nomor antre, dilakukan tes urin di ruang dokter dan hasilnya bisa diketahui dalam 30 menit.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau aturan itu mau enggak mau kita sebagai mahasiswa baru ngikutin saja,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kabar diringkusnya tiga mahasiswa oleh pihak berwajib saat hendak berpesta ganja membuat tes bebas narkoba seolah tak efektif. Dinyatakan bersih saat mendaftar Unmul, namun ketika sudah mendapatkan gelar mahasiswa tak pernah ada jaminan. Nurwahyudi mengatakan, penyalahgunaan narkoba bergantung pada individu masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebanyak apapun aturan kalau dari mereka sendiri tidak bisa menjaga pergaulan, pasti akan terbawa juga,&quot; tutupnya. <strong>(<em>cup/adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rizaldo-Miftah Bicara Program Warisan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizaldo-miftah-bicara-program-warisan/baca </link>
<guid> rizaldo-miftah-bicara-program-warisan </guid>
<pubDate> Tue, 26 Dec 2017 01:13:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aplikasi Ngadu, salah satu program kerja warisan Norman-Bhakti. (Sumber: instagram.com/bemkmunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizaldo-miftah-bicara-program-warisan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4fBvh4nh4y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rizaldo-Miftah Bicara Program Warisan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Community Development (Comdev) dan Ngadu adalah dua program kerja unggulan era Norman-Bhakti yang belum berjalan maksimal. Hal ini diakui Norman, sebab baru dimulai pengerjaannya jelang akhir kepengurusan. Walhasil, dua program ini diserahkan kepada Rizaldo-Miftah, sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul terpilih.</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancaranya bersama <em>Sketsa</em> pada Kamis (16/11), Norman menyebut baik dua program tersebut perlu dilanjutkan mengingat manfaat dan proses yang waktu itu nyaris selesai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini mahasiswa tidak tahu harus ngadu ke mana, yang terpilih nanti tinggal melanjutkan, enggak perlu riset dari awal. Insyaallah lebih mudah,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Rizaldo mengaku belum melakukan pembicaraan detail dengan Norman-Bhakti mengenai masukan, saran, evaluasi, maupun program warisan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Belum ada. Saya masih mengupayakan bisa segera bicara langsung dengan mereka berdua,&quot; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, Rizaldo mengaku memang ingin memfokuskan dua hal dalam kinerja kabinetnya, yakni komunikasi dan pelayanan. Hal itu didasari penambahan dua kementerian baru di tubuh kabinet BEM KM Unmul yang 2018.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Miftah mengurai singkat pemahamannya tentang Comdev dan Ngadu. &quot;Comdev, ini ranahnya ke bentuk apresiasi kelompok atau komunitas. Ini bakal lebih diperdalam lagi lingkup keaktifannya supaya enggak hilang di tengah jalan,&quot; papar Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Untuk Ngadu, lanjutnya, akan coba dipermanenkan di <em>Google Play Store</em> agar lebih mudah diakses secara luas. Ngadu juga akan dibarengi sosialisasi yang lebih masif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dua program ini kita lanjutin pasti. Karena dari kacamata saya pribadi pun belum maksimal, makanya mau dilanjutin biar lebih mantap,&quot; tandasnya. <strong>(<em>aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resah Hak Suara Dikebiri, Mahasiswa FH Ajukan Petisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resah-hak-suara-dikebiri-mahasiswa-fh-ajukan-petisi/baca </link>
<guid> resah-hak-suara-dikebiri-mahasiswa-fh-ajukan-petisi </guid>
<pubDate> Tue, 26 Dec 2017 01:32:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi solidaritas mahasiswa Fakultas Hukum Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resah-hak-suara-dikebiri-mahasiswa-fh-ajukan-petisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AL9ZYJQRna.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resah Hak Suara Dikebiri, Mahasiswa FH Ajukan Petisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Gelombang massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unmul nampak memadati halaman dekanat fakultas guna menggelar aksi solidaritas, pada Kamis (21/12) lalu. Sebelum aksi, aliansi ini telah membuat petisi dan ditandatangani kurang lebih 230 mahasiswa FH. Petisi tersebut beirisi beberapa poin &nbsp;yang berisi sejumlah keinginan yang mewakili aspirasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Aksi solidaritas tersebut berangkat dari keresahan, yang menganggap sudah terlalu lama merasakan ketidakadilan dengan dikebirinya hak suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH. Hal ini didasari dengan kenyataan dalam &nbsp;beberapa tahun terakhir Presiden dan Wakil Presiden BEM FH terpilih selalu melalui proses aklamasi. Sehingga dinilai tidak dapat memberikan keadilan yang dapat dirasakan mahasiswa Hukum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aksi ini bertujuan untuk memperjuangkan hak mahasiswa dalam Pemira. Siapa pun yang naik menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM FH akan kami terima. Asalkan dilakukan pemilihan secara langsung dan sesuai dengan prosedural pemira yang diatur oleh Unmul,&rdquo; ujar Shofyan Irsyadi Maulana Langgunu selaku koordinator aksi.</p><p style="text-align: justify;">Shofyan berharap dengan adanya aksi ini dapat menggugah pihak petinggi kampus agar dapat memperhatikan keadilan di kalangan mahasiswa. Dalam lembaran surat yang diedarkan, disebutkan bahwa mahasiswa FH merasakan keresahan atas kinerja BEM FH dan DPM FH yang dinilai tidak progresif untuk mengembangkan pemberdayaan sumberdaya mahasiswa dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu bentuk keresahan yang paling dirasakan berkenaan dengan Pemira di internal FH yang saat ini tengah berlangsung. Massa aksi memandang bahwa penyelenggaraannya tidak dilakukan secara transparan dan profesional sebagaimana seharusnya. Dalam prosesnya terdapat berbagai kekurangan yang berpotensi merugikan mahasiswa, yakni tidak adanya transparansi terkait aturan baku yang menjadi acuan dalam pelaksanaan Pemira. Penetapan pasangan calon terpilih tahun 2017 dilakukan secara aklamasi, namun pemilihan ini tanpa disertai dasar pertimbangan yang benar menurut ketentuan peraturan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Saat yang bersamaan Shofyan menambahkan jika ada tiga hal yang menjadi tuntutan mereka, yakni pertama meminta untuk Dekan FH Unmul tidak mengeluarkan surat keterangan terlebih dahulu sampai permasalahan ini selesai. Kedua, merestrukturisasi sistem dari organisasi kemahasiswaan di FH dan yang ketiga diadakannya pemira ulang dengan 2 paslon yang ada ataupun mengadakan kembali yang tahapannya dimulai dari awal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Secara garis besar itu sih, yang jelas kita ingin berpesta demokrasi,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam prosesnya, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam massa simpatisan aksi solidaritas menyampaikan orasinya. Tampak pihak birokrat &nbsp;turut menyaksikan aksi tersebut. Setelah kurang lebih 30 menit penyampaian orasi, Mahendra Putra Kurnia selaku Dekan FH Unmul menyampaikan tanggapan atas penyampaian orasi beserta isi dari petisi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seperti yang telah saya sampaikan kepada para pihak yang terkait, &nbsp;kita akan mencoba untuk melakukan pembahasan ulang terkait dengan masalah aturan Pemira. Berkaca dari peristiwa tahun ini, semoga ke depannya bisa menjadi sebuah titik tolak untuk mendapatkan demokrasi itu, bukan hanya di fakultas tapi juga di seluruh lingkungan Universitas Mulawarman,&quot; papar Mahendra di depan massa.</p><p style="text-align: justify;">Menindaklanjuti aksi tersebut, Mahendra mengundang 10 perwakilan massa ke ruang rapat Dekanat FH untuk melakukan pertemuan, guna membicarakan lebih lanjut terkait petisi yang diserahkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih atas aksi pada hari ini, semoga apa yang kita lakukan hari ini adalah hal yang &nbsp;tidak sia-sia. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,&quot; tutup Mahendra. Usai mendengarkan penjelasan Mahendra, massa pun membubarkan diri saat menjelang waktu salat zuhur tiba.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Mahendra merasa sudah terbiasa dengan adanya aksi seperti ini. Dalam beberapa tahun terakhir ia merasa hampir empat kali terlibat. Menurutnya ini merupakan sebuah risiko dari jabatan yang kini diamanahkan kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak pernah punya urusan secara pribadi dengan siapa pun yang berdemo hari ini. Tidak menjadi suatu masalah, jangan khawatir. Tapi kita coba selesaikan secara profesional dan kelembagaan, itu yang saya harapkan,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>cup/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Parkir Semrawut dan Toilet Tak Ada Air, Ini Kata WD II FKTI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/parkir-semrawut-dan-toilet-tak-ada-air-ini-kata-wd-ii-fkti/baca </link>
<guid> parkir-semrawut-dan-toilet-tak-ada-air-ini-kata-wd-ii-fkti </guid>
<pubDate> Tue, 26 Dec 2017 02:12:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ruang Laboratorium Praktikum Komputer. (Sumber: Youtube Channel FTIK Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/parkir-semrawut-dan-toilet-tak-ada-air-ini-kata-wd-ii-fkti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yrt4eR3LvO.png" />
					</figure>
			                <h1>Parkir Semrawut dan Toilet Tak Ada Air, Ini Kata WD II FKTI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dalam berita yang diturunkan <em>Sketsa</em>, pada Senin (18/12), tentang parkiran gedung Laboraturium Pusat Komputer (Puskom) Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) yang menganggu dan membahayakan pengguna jalan, akhirnya membuat Wakil Dekan II FKTI Bidang Umum dan Keuangan, Dyna Marisa Khairina angkat bicara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita masih belum punya gedung sendiri. Jadi, di sini untuk perkuliahan dan dekanat, di sana (Puskom) untuk praktikum,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab keterbatasan gedung, kegiatan perkuliahan terpaksa dilakukan terpisah, tidak hanya di Puskom, tapi juga di Gedung MPK dan gedung IKA. Hal ini dikeluhkan Dyna. Menurutnya, karena gedung tidak satu kompleks, ia jadi susah mengontrol kondisi kelayakan tiap gedung.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya terkait gerakan yang dilakukannya untuk mengatasi masalah parkiran, dikatakannya ia telah menginstruksikan petugas kebersihan di Lab Puskom, &ldquo;Sudah dua bulan yang lalu saya instruksikan untuk bisa kontrol parkiran,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Fasilitas dan Pegawai Sama Terbatas</strong></p><p style="text-align: justify;">Diterangkan Dyna, gedung utama (dekanat) FKTI tidak memiliki petugas keamanan dengan jumlah cukup. Sedangkan Puskom hanya memiliki petugas kebersihan saja, yang tugasnya merangkap petugas keamanan.</p><p style="text-align: justify;">Selain masalah keamanan dan parkiran, Dyna mengaku baru tahu masalah toilet yang tidak ada air. Ia baru tahu saat mengonfirmasinya ke staf kebersihan lewat <em>WhatsApp</em> setelah sebelumnya membaca berita di halaman <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Saya langsung WA petugas kami, saya tanya sama petugas kebersihan airnya lancar aja kah,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tak ia sangka. Pasalnya, pembaharuan fasilitas di Puskom berupa pengadaan tandon dan pipa telah dilakukan sejak Puskom digunakan untuk <em>Computer Based Test</em> (CBT).</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, perkara parkiran dan tidak ada air ini masih menjadi keluhan mahasiswa FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Erwansyahalah, mahasiswa jurusan Ilmu Komputer FKTI 2017 mengeluhkan area parkir kampusnya itu memang sangat terbatas dan keamanan yang jauh dari kata terjamin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terbatas, apalagi kalau lagi banyak yang praktikum. Di sini juga sering kecurian helm. Bagian situ tuh,&rdquo; ujarnya sambil menunjuk ke arah tikungan jalan Gedung Student Center-FMIPA kepada <em>Sketsa</em> saat ditemui di Puskom, Kamis (14/12) lalu. <strong>(<em>rrd/arr/fir/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sorot Problematika Pendidikan Kaltim 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sorot-problematika-pendidikan-kaltim-2017/baca </link>
<guid> sorot-problematika-pendidikan-kaltim-2017 </guid>
<pubDate> Tue, 26 Dec 2017 16:04:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa sebagai kaum intelektual seharusnya menjadi penggerak dalam perjuangan perbaikan pendidikan. Sebuah opini dari Idet Arianto Putra, Mahasiswa FKIP 2015. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sorot-problematika-pendidikan-kaltim-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sb15YkizOz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sorot Problematika Pendidikan Kaltim 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa!<br>Hidup Pendidikan Indonesia!<br><br>Salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia, sebagaimana termuat di dalam Pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan nasional ini, pendidikan merupakan salah satu &lsquo;jembatan emas&rsquo; yang dianggap tepat untuk dilalui agar dapat mencapai tujuan tersebut. Hal ini menjadi alasan utama, mengapa pendidikan menjadi salah satu sektor yang sangat diperhatikan dalam agenda pembangunan suatu bangsa dan negara.<br><br>Sebagaimana sebuah jembatan, pendidikan harus diupayakan sedemikan rupa agar menjadi alternatif penyebrangan yang baik serta dapat mengantarkan orang mencapai tujuan dengan selamat. Sebagaimana jembatan, pendidikan juga terdiri dari berbagai komponen pembentuk. Jika untuk membuat jembatan diperlukan material dasar seperti pasir, batu, semen, beton. Maka begitu juga dengan pendidikan. Pendidikan membutuhkan komponen pembentuk atau komponen yang memungkinkan terjadinya suatu (proses) pendidikan, seperti guru, siswa, kurikulum, media pembelajaran, dan lain-lain. Antara jembatan dan pendidkan ini, keduanya membutuhkan sokongan dana. Dana dalam bentuk yang lebih umum, yakni anggaran dimana melalui suatu proses perencanaan yang matang dan sistematis.<br><br>Sejatinya, pendidikan bukan sekadar hak, tetapi juga merupakan kewajiban warga negara. Pasal 28C ayat 1 UUD 1945 secara jelas mengatakan, bahwa: &ldquo;Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia&rdquo;. Hal ini dipertegas lagi dalam pasal 31 ayat 1 UUD 1945 yang mengatakan, bahwa: &ldquo;Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan&rdquo;. Kemudian, terkait pendidikan sebagai kewajiban, pasal 31 ayat 2 UUD 1945 menegaskan, bahwa setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.<br><br>Pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan wajib memastikan bahwa pendidikan terselenggara dengan baik. Membiayai pendidikan adalah salah satu tanggung jawab pemerintah yang harus dilaksanakan. Hal ini secara eksplisit diatur di dalam pasal 31 ayat 4 UUD 1945, yaitu: &ldquo;Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang kurangnya 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional&rdquo;. Selain itu, Pasal 49 ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) secara tegas mengatur bahwa: &ldquo;Dana pendidikan selain gaji pendidikan dan biaya pendidikan kedinasan, minimal wajib dialokasikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)&rdquo;.<br><br>Problematika Pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun ini banyak sekali menuai respon negatif, terutama pada pendidikan dasar dan menengah, baik negeri maupun swasta.</p><p style="text-align: justify;">Pada tanggal 2 Mei 2017, telah menjadi saksi carut marutnya pendidikan di Kaltim. Betapa tidak, Hari Pendidikan Nasional diwarnai dengan aksi tuntutan pencairan gaji guru honorer dan Tunjangan Penghasil Pegawai (TPP) PNS yang belum terbayarkan selama 5 bulan.<br><br>Ini akibat sejak diberlakukannya peralihan kewenangan pengelolaan pendidikan SMA/SMK di Kaltim, dari kabupaten/kota ke provinsi yang tidak berjalan mulus sehingga menyengsarakan sekolah terutama guru. Tidak hanya itu, kegelisahan dan keresahan para guru maupun penggiat pendidikan ialah dana bosda yang belum kunjung cair. Salah kaprahnya perencanaan Pemprov Kaltim dalam penyusunan anggaran, kemudian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi yang dinilai telah gagal mengelola pendidikan di Kaltim. Terakhir, Pemprov telah mengkhianati nilai-nilai pendidikan selama ini karena parahnya koordinasi dengan DPRD sehingga anggaran terkesan lambat diketok palu.<br><br>Kekecewaan guru dan mahasiswa memuncak pada tanggal 22 Mei 2017. Guru dari perwakilan Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur bersama elemen mahasiswa mengadakan aksi kembali di depan Kantor Gubernur Kaltim untuk menagih janji Pemprov dalam hal ini oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim untuk segera mencairkan gaji yang telah dijanjikan pada aksi 2 Mei 2017. Aksi diwarnai ditolaknya semua guru untuk masuk ke dalam kantor Gubernur, namun perwakilan aksi diterima untuk audiensi di dalam bersama perwakilan Pemprov. Aksi ditutup dengan Pemprov dan Kadisdikbud Kaltim menemui massa aksi dan berjanji untuk segera mencairkan hak guru dan sekolah. Namun, ditanggal yang sama Kepala Dinas Pendidikan &amp; Kebudayaan Kaltim mengeluarkan Surat No. 900/6795/DISDIKBUD.Ib/2017 yang ditujukan kepada Pimpinan Utama Bank Kaltim perihal permohonan pemblokiran rekening kepada 13 orang perwakilan guru yang mengikuti aksi hingga audiensi. Betapa mirisnya pendidikan di Kaltim saat ini.<br><br>Diakhir tahun 2017, tentunya problematika pendidikan ini menjadi evaluasi kita bersama untuk perbaikan pendidikan menuju tahun 2018. Jangan sampai problematika-problematika diatas terulang kembali. Apalagi 2018 roda pemerintahan Kaltim hadir dengan wajah baru. Karena itu Jaminan Pendidikan Nasional harus benar-benar dijamin dan terealisasi, dengan tidak mengkhianati Undang-Undang (UU) dan tentunya mengalokasikan 20% APBN/APBD untuk kesejahteraan pendidikan, karena sejatinya pendidikan merupakan cerminan masa depan bangsa. Jika hari ini pendidikan Kaltim berkualitas maka sumber daya manusianya ke depan juga akan berkualitas.<br><br>Kalimantan Timur sebenarnya sudah cukup untuk membangun sebuah listrik bertenagakan air mata, kesedihan bidang pendidikannya sudah sangat cukup untuk itu. Kita tahu negeri ini banyak penguasa yang haus dengan kekuasaan, penguasa yang selalu mengatasnamakan kesejahteraan pendidikan tetapi sekolah yang selalu jadi korban dan ketika guru menuntut haknya mereka selalu bersolek di ketiak UU yang mereka buat.</p><p style="text-align: justify;"><br>Indonesia sekarang sedang terbelenggu dalam kegelapan, yang katanya bertanah air satu namun mereka selalu berdiri di atas penderitaan pendidikan. Yang katanya berbangsa satu namun mereka selalu mengutamakan kepentingan pribadi dari pada kepentingan bidang pendidikan. Yang katanya berbahasa satu namun mereka selalu mendustakan dan mengingkari janji untuk kesejahteraan pendidikan.<br><br>Setiap terjadinya penindasan hanya sedikit yang kritis, di antara yang kritis hanya sedikit yang peduli. Di antara yang peduli hanya sedikit yang bergerak.Di antara yang bergerak hanya sedikit yang berjuang dan yang berjuang itu adalah kita mahasiswa intelektual yang akan memperjuangkan perbaikan pendidikan.<br><br>&nbsp;Salam Cinta, Salam Juang!<br>&nbsp;Karena dengan cinta kita akan berjuang!<br><br>&nbsp;Hidup Mahasiswa!<br>&nbsp;Hidup Pendidikan Indonesia!</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Idet Arianto Putra, Mahasiswa FKIP 2015.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masalah Parkir dan Air, WD II FKTI: Kendalanya Anggaran! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masalah-parkir-dan-air-wd-ii-fkti-kendalanya-anggaran/baca </link>
<guid> masalah-parkir-dan-air-wd-ii-fkti-kendalanya-anggaran </guid>
<pubDate> Tue, 26 Dec 2017 17:32:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa motor mahasiswa yang diparkir di jalan dan dianggap menganggu.(Foto: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masalah-parkir-dan-air-wd-ii-fkti-kendalanya-anggaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ih5tVRwjXn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masalah Parkir dan Air, WD II FKTI: Kendalanya Anggaran!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Masalah parkir yang mengganggu di depan gedung Pusat Komputer (Puskom) Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) hingga ketiadaan air di toilet membuat Wakil Dekan II FKTI Bidang Umum dan Keuangan, Dyna Marisa Khairina bergerak.<br><br>Meski baru mengetahui kabar ini pasca pemberitaan yang diturunkan <em>Sketsa</em>, Dyna rupanya telah melakukan audiensi dengan BEM FKTI, staf kebersihan dan keamanan, serta sejumlah mahasiswa FKTI pada November lalu guna membahas beberapa hal.<br><br>Dalam audiensi tersebut, Dyna menginstruksikan para petugas tidak hanya membersihkan, tapi juga mengontrol parkiran sekaligus keamanan di Puskom. Ia pun telah mencanangkan penambahan staf keamanan tahun depan.<br><br>&ldquo;Saya sudah audiensi dengan BEM FKTI. Saya sampaikan wacana kami untuk penambahan staf keamanan di tahun 2018 nanti,&rdquo; ucapnya.<br><br>Rencana penambahan staf itu, kata Dyna, sebenarnya sudah lama ingin dilakukan. Namun, kendala anggaran membuat wacana itu baru memungkinkan mewujud tahun depan.<br><br>Kendala lain yang datang ialah status kepemilikan Puskom yang bukan milik FKTI. Hal ini membuat kebijakan-kebijakan yang hendak dikeluarkan, termasuk memperluas parkiran, berbenturan.<br><br>Menghadapi beragam aduan dan masalah FKTI, Dyna memilih bersikap terbuka. &quot;Kalau kami diajak mahasiswa audiensi lagi ya, siap saja,&quot; pungkasnya.<br><br>Sementara itu, dari sisi BEM FKTI, Dina Fadhiellah, selaku Ketua BEM FKTI yang baru saja dilantik 9 Desember lalu mengaku belum mengetahui rinci program kerja bernama Monitoring Kampus--proker yang fokus pada fasilitas kampus-- karena merupakan proker dari kepengurusan sebelumnya. <br><br>&quot;Yang saya tahu Monitoring Kampus itu audiensi antara birokrat dengan BEM dan mengundang lembaga mahasiswa serta perwakilan dari kelas di FKTI,&quot; kata Dina.<br><br>Lebih lanjut ia menjelaskan, Monitoring Kampus sekaligus menjadi ajang bagi DPM dan BEM dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada birokrat yang sebelumnya ditampung.<br><br>&ldquo;Jadi, itu bekerja sama dengan DPM. Di situ ada namanya Forum Sharing Aspiration (FSA) terkait aspirasi mahasiswa tentang apa yang kurang di kampus. DPM nanti menyampaikan ke BEM, BEM yang ngadain Monitoring Kampus,&rdquo; tandasnya. <strong>(</strong><em><strong>rrd</strong></em><strong>/</strong><em><strong>arr</strong></em><strong>/</strong><em><strong>fir</strong></em><strong>/</strong><em><strong>aml</strong></em><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Terang Pemira FH </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-terang-pemira-fh/baca </link>
<guid> menanti-terang-pemira-fh </guid>
<pubDate> Wed, 27 Dec 2017 01:01:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ucapan selamat kepada paslon Cipta-Juno atas terpilihnya mereka secara aklamasi dari pihak BPPR. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-terang-pemira-fh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S6nUN94KyK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Terang Pemira FH</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Ujung Pemira FH masih buram. Dekan FH Mahendra Putra Kurnia belum bisa mengambil keputusan penyelesaian masalah, akankah Pemira dilanjutkan atau ada kebijakan lain. Sebab, Pemira FH tahun ini memang ikut menyeret keterlibatan birokrat dalam prosesnya.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi sempat dilakukan guna merespons pernyataan sikap yang sempat dikeluarkan tim sukses Adi-Ma&apos;ruf. Dalam kesempatan itu hadir pula Mahendra. Sayangnya, tak ada keputusan yang didapat.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Adi Nurhamidi, capres BEM FH mengungkapkan kekesalannya. Ia melihat banyak kejanggalan dalam rentetan Pemira FH. Mulai kepanitiaan hingga keputusan-keputusan sepihak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Struktur panitia hampir semua masih maba. Mereka tidak becus memeriksa berkas. Kemudian muncul syarat baru yang tidak ada dalam persyaratan, yaitu surat cuti. Pemeriksaan yang selalu molor, kami dianggap cabut berkas dan masih banyak lagi,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kekesalan Adi semakin menjadi-jadi saat BPPR memasang ucapan selamat kepada paslon Cipta-Juno atas terpilihnya mereka secara aklamasi. Padahal, kata Adi saat itu belum ada keputusan resmi dari Mahendra. Menurutnya, keputusan BPPR tersebut tidak dapat dibenarkan.</p><p style="text-align: justify;">Melihat hal itu, Adi lantas menghubungi Mahendra. Dalam percakapan itu poin yang ditangkapnya adalah Mahendra tidak akan mengeluarkan SK apabila masih terdapat pertentangan dalam proses Pemira ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski masih berkutat dengan proses penyelesaian Pemira, Adi mengaku bersyukur dan mengapresiasi mahasiswa yang peduli dengan kondisi krisis demokrasi di FH. Terbukti dari aksi damai dan mediasi yang digelar bersama Mahendra pada Kamis, (21/12) oleh Aliansi Mahasiswa FH.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka sangat peduli dengan krisis demokrasi di kampus. Tapi, kami belum tahu pasti apa saja hasilnya, karena ketika itu kami hanya menyaksikan dari kejauhan,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>asr</em><em>/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kemelut Pemira FH, Fiksi Hukum, dan Tudingan Tak Tahu Aturan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemelut-pemira-fh-fiksi-hukum-dan-tudingan-tak-tahu-aturan/baca </link>
<guid> kemelut-pemira-fh-fiksi-hukum-dan-tudingan-tak-tahu-aturan </guid>
<pubDate> Wed, 27 Dec 2017 01:41:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Pemira (Sumber: persma-agrica.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemelut-pemira-fh-fiksi-hukum-dan-tudingan-tak-tahu-aturan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sw7DnmQNlK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kemelut Pemira FH, Fiksi Hukum, dan Tudingan Tak Tahu Aturan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&quot;Kelakuan begitu mau tau AD/ART. Wajar kalau kalian tidak tahu, karena tidak hadir mubes. Ke mana kalian sewaktu mubes?&quot; ucap Adi Nurhamidi, capres BEM FH memeragakan gaya bicara Rizaldy, anggota Panwas Pemira BEM FH yang juga Presiden BEM FH 2016.</p><p style="text-align: justify;">Dalam ilmu hukum dikenal istilah <em>fiksi hukum</em>, di mana setiap orang dianggap tahu akan adanya peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh negara melalui lembaga legislatif, dengan syarat telah dilakukan sosialisasi atau publikasi mengenai peraturan baru tersebut sejak tanggal ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, berbeda dengan yang terjadi dalam Pemira FH. Saat diwawancara <em>Sketsa</em> pada Senin (25/12), Adi mengaku menjadi pihak yang paling disalahkan karena tidak tahu aturan yang disepakati saat Musyawarah Besar (Mubes) Keluarga Mahasiswa (KM) FH Unmul yang di dalamnya juga memuat aturan tentang Pemira padahal aturan tersebut tidak pernah disosialisasikan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Adi menjelaskan dengan analogi negara. Negara merumuskan aturan tanpa kehadiran rakyat Indonesia melainkan dengan perwakilan rakyat atau disingkat DPR/MPR. &quot;Lantas bagaimana rakyat Indonesia bisa tahu jika negara telah membuat UU? Jawabannya adalah ada pihak yang melakukan sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat di Indonesia dan dimasukan dalam lembaran negara,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut kacamata Adi, logika yang digunakan mahasiswa fakultasnya terbalik. Bahwa setiap orang dianggap tahu aturan jika ikut mubes dan yang tidak hadir dipaksa tahu atas dasar <em>fiksi hukum</em>, sementara tidak ada sosialisasi atau publikasi sama sekali.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Asal tahu saja syarat <em>fiksi hukum</em> itu ada sosialisasi aturan atau hasil mubes tersebut. Kami malah disalahkan karena tidak hadir mubes, kami hadir walaupun hanya separuh kegiatan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, Dekan FH Mahendra Putra Kurnia, dikatakan Adi juga telah memperingatkan penyelenggara Pemira bahwa tidak ada keterkaitan antara kehadiran mubes dengan pengetahuan soal aturan. <strong>(<em>asr/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Menegakkan Demokrasi di Kampus Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-menegakkan-demokrasi-di-kampus-hukum/baca </link>
<guid> upaya-menegakkan-demokrasi-di-kampus-hukum </guid>
<pubDate> Wed, 27 Dec 2017 02:06:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Atmosfer demokrasi di kampus penegak hukum. (Sumber foto: http://pijarnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-menegakkan-demokrasi-di-kampus-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tT5GA1wA46.png" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Menegakkan Demokrasi di Kampus Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Adi Nurhamidi bersama tim sukses dan simpatisannya mantap berupaya mendapatkan solusi dari kemelut Pemira FH ini. Semua itu dilakukan untuk menyelamatkan FH dari kemungkinan aklamasi seperti tahun-tahun sebelumnya dan &nbsp;beberapa fakultas yang sudah-sudah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada intinya, kedua belah pihak tentu tidak dengan aklamasi. Saya sebagai mahasiswa juga ingin merasakan atmosfer demokrasi di kampus para penegak hukum,&rdquo; kata Adi.</p><p style="text-align: justify;">Selain memantapkan internal pendukung, kata Adi, ia pun berupaya terus mendesak birokrat untuk segera turun tangan dengan mengambil keputusan strategis mengatasi konflik Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita desak. Karena selama ini hanya melakukan mediasi-mediasi yang tidak berujung,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2015 itu juga akan menagih janji birokrat yang menyatakan tidak akan mengeluarkan SK selama belum terpenuhi kesepakatan seluruh pihak terkait Presiden dan Wakil Presiden BEM FH terpilih nantinya, baik menang secara demokratis maupun aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Fiat justitia ruat caelum&nbsp;</em>yang berarti keadilan harus ditegakkan meskipun langit akan runtuh,&quot; tandas Adi. <em><strong>(asr/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Damai dan Suka Cita Natal di Perantauan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/damai-dan-suka-cita-natal-di-perantauan/baca </link>
<guid> damai-dan-suka-cita-natal-di-perantauan </guid>
<pubDate> Wed, 27 Dec 2017 17:54:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Natal (Sumber: biggrovetavern.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/damai-dan-suka-cita-natal-di-perantauan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WXkmTey4ug.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Damai dan Suka Cita Natal di Perantauan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menutup satu tahun, Desember menjadi salah satu bulan yang diharapkan dapat menjadi akhir yang manis. Terlebih bulan ini bertepatan dengan perayaan hari besar umat kristiani, Hari Raya Natal yang riang disambut dengan suka cita. Harapan serta keinginan menjadi pribadi yang lebih baik tak lupa dipanjatkan.</p><p style="text-align: justify;">Natal menjadi salah satu waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga memperingati kelahiran Yesus Kristus. Berbagi cerita dan hanyut dalam suasana damai saling mengasihi dalam momen satu tahun sekali.</p><p style="text-align: justify;">Natal yang diperingati tiap 25 Desember kali ini dirasakan berbeda oleh Herlina Leto. Pasalnya, dua tahun kemarin mahasiswi Pendidikan Guru SD (PGSD) FKIP ini hanya melewatkan Natal di kamar asramanya, menghabiskan waktu dengan menonton drama atau film kesukaannya. Dengan beberapa pertimbangan, Leto di tahun ini juga memilih untuk tidak pulang ke Nunukan, daerah asalnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, rasa senang tetap menyelimuti perayaan Natal kali ini. Leto dapat merayakan Natal bersama sang adik yang baru berkuliah di Unmul. Keduanya pergi bersama untuk beribadah saat kebaktian malam pada 24 Desember. Rasa rindu menikmati Natal sedikit terobati bersama adiknya. Meski keinginan besar untuk dapat merayakan bersama keluarga besar tak bisa ditutupi. Walaupun demikian, ia tetap bersyukur Natal kali ini dapat ia rasakan dengan damai. Leto memaknai Natal adalah sebagai saat yang indah untuk berkumpul dengan keluarga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari bahagia yang harusnya dirayakan bersama keluarga, karena ini hari kelahiran Tuhan Yesus,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Walau demikian ia tetap semangat mengejar cita-cita di perantauan demi menyelesaikan pendidikan agar dapat secepatnya berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya, Leto bukan satu-satunya mahasiswi yang merayakan Natal di rantau. Ada sekitar empat orang rekannya yang lain yang juga merayakan Natal di asrama mahasiswa di Banggeris. Akan tetapi, mereka memilih untuk merayakan bersama keluarga masing-masing di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Damai Natal juga dirasakan Riris Imelda. Mahasiswa perantau asal Medan yang memilih untuk melanjutkan pendidikan di Unmul ini harus menahan keinginannya untuk menikmati Natal bersama keluarga. Walau terpisah jarak cukup jauh, Riris tetap mensyukuri momen Natal yang dirasakannya bersama orang tua sambungnya di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, berbeda rasa perayaan Natal jika tanpa bersama orang tua kandung. Namun hal tersebut tidak jadi persoalan. Keberkatan Natal tetap ia rasakan dan diselimuti rasa suka cita.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makna Natal itu membuat kita menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya,&rdquo; ungkap mahasiswi prodi Sastra Indonesia tersebut. <strong>(<em>ubg/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aborsi, Mahasiswi Tega Buang Janin di Kloset </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aborsi-mahasiswi-tega-buang-janin-di-kloset/baca </link>
<guid> aborsi-mahasiswi-tega-buang-janin-di-kloset </guid>
<pubDate> Thu, 28 Dec 2017 01:58:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi aborsi (Sumber: news.okezone.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aborsi-mahasiswi-tega-buang-janin-di-kloset/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c4x2vaDQok.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aborsi, Mahasiswi Tega Buang Janin di Kloset</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Janin tak berdosa itu ditemukan di antara kotoran dan air yang meluber di lantai toilet. Dalam toilet kamar lantai 2 kostnya di kawasan Pramuka 17, TS (inisial pelaku), tega membuang janinnya sendiri ke dalam kloset. Janin hasil hubungan gelap itu ditemukan penjaga kost saat membersihkan toilet di salah satu kamar di lantai 1 kost, pada Selasa, (26/12) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya, penjaga kost membersihkan kamar kost, kemudian kamar mandi. Ia pun terkejut ketika menyadari sesuatu yang tampak mencurigakan di samping kloset, dan setelah diamati, ternyata janin bayi.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan ke lokasi sekaligus mengamankan TS dan pacarnya yang diduga ayah si calon bayi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Penjaga kost yang temukan orok itu. Saat itu dia hendak membersihkan salah satu kamar kost di lantai 1,&quot; ucap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara, Iptu Wawan Gunawan, Rabu (27/12).</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman berita <em>online</em> Tribun Kaltim, TS yang merupakan seorang mahasiswi semester 7 itu mengaku malu jika perbuatannya diketahui orang tuanya. Walhasil, ia memilih menggugurkan bayinya dengan menenggak 16 jenis pil penggugur kandungan yang ia beli <em>online</em> seharga Rp838 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Pil tersebut, kata Iptu Wawan, dikonsumsi TS sejak 23 Desember. Ada yang diminum setiap setengah jam sekali, per tiga jam sekali, dan setiap hari. Itu demi menggugurkan si calon bayi yang sudah dalam kandungan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sejak Agustus, TS tidak lagi datang bulan, karena malu dan takut dengan orang tuanya, dia mencari di Internet obat penggugur kandungan. Dia memang beberapa kali berhubungan badan di luar nikah dengan pacarnya, salah satunya dilakukan di salah satu hotel melati,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Iptu Wawan juga mengurai kronologi penemuan janin TS. TS diketahui tinggal di kamar kost lantai 2 hari itu buang air di kamar mandi kostnya. Saat itu juga janin bayinya keluar di kloset, yang membuatnya langsung menyiramkan air hingga janin itu masuk ke saluran pembuangan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pipa kloset di kamar mandi TS ternyata tersambung dengan kloset di bawah kamarnya, yang membuat janin tersebut keluar dari kloset di kamar kost lantai 1, saat terjadi penyumbatan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, dia buang oroknya lewat kloset kamarnya, ternyata keluar di kloset bawah kamarnya,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, TS dan pacarnya masih berstatus terperiksa. &quot;Jika nantinya ditetapkan sebagai tersangka, maka akan dijerat UU kesehatan dan tindak pidana aborsi,&quot; tandasnya. <strong>(<em>aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maling Helm Kembali Beraksi, Gubernur BEM dan Pihak Keamanan Farmasi Bungkam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maling-helm-kembali-beraksi-gubernur-bem-dan-pihak-keamanan-farmasi-bungkam/baca </link>
<guid> maling-helm-kembali-beraksi-gubernur-bem-dan-pihak-keamanan-farmasi-bungkam </guid>
<pubDate> Thu, 28 Dec 2017 02:03:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaku pencurian helm yang tertangkap kamera cctv di Fakultas Farmasi Unmul. (Sumber: @windahuhui) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maling-helm-kembali-beraksi-gubernur-bem-dan-pihak-keamanan-farmasi-bungkam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H8QjG8SUWo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maling Helm Kembali Beraksi, Gubernur BEM dan Pihak Keamanan Farmasi Bungkam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sosok pemuda tertangkap kamera pengintai saat melancarkan aksinya mencuri helm di Fakultas Farmasi. Foto pemuda tersebut beredar luas di dunia maya dan menuai beragam tanggapan dan komentar dari warganet setelah tersebar di grup <em>Facebook</em> Bubuhan Samarinda dan akun<em> Instagram</em> Samarinda Etam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (14/12) pukul 08.15 Wita. Salah satu yang ikut menyebarkan informasi ini adalah Aditya Ferry Noor. Dalam akun <em>Facebook</em> pribadinya ia menulis, &ldquo;Maling helm di Fakultas Farmasi. Ciri-ciri seperti yang terlihat dalam video. Apabila ada yang merasa mengenali mohon bantuannya segera ditangkap dan dilaporkan ke pihak yang berwajib. Bantu sebarkan untuk kebaikan kita bersama,&rdquo; tulisnya.</p><p style="text-align: justify;">Pencurian helm memang bukan perkara baru di Unmul. Pelakunya bahkan tak jarang oknum mahasiswa. Beberapa waktu lalu, sivitas Unmul sempat bernapas lega karena salah satu maling helm yang selama ini diintai, berhasil diringkus. Namun, sindikatnya yang lain siapa yang tahu.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Gubernur BEM Farmasi Ikhsanul Muttaqin enggan memberikan komentar, &ldquo;Maaf lagi sibuk praktikum,&rdquo; balasnya singkat.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui <em>Sketsa</em> Jumat (22/12), petugas keamanan Fakultas Farmasi pun enggan berkomentar. &ldquo;Tanya saja ke pos satpam rektorat, semua urusan keamanan Farmasi di situ semua,&rdquo; ucapnya. <strong><em>(aml/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Andil Mahasiswa Menuju Prodi Terakreditasi A </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/andil-mahasiswa-menuju-prodi-terakreditasi-a/baca </link>
<guid> andil-mahasiswa-menuju-prodi-terakreditasi-a </guid>
<pubDate> Thu, 28 Dec 2017 18:37:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Akreditasi (Sumber: harianhaluan.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/andil-mahasiswa-menuju-prodi-terakreditasi-a/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PZze1oSCBD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Andil Mahasiswa Menuju Prodi Terakreditasi A</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mendekati momen perayaan usia yang tak lagi muda, datang kabar menggembirakan dan menjadi hadiah manis bagi Unmul di tahun ini. &nbsp;Selasa (13/6) lalu, bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Unmul resmi menyandang predikat universitas terakreditasi A. Tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika, sebab Unmul menjadi universitas &nbsp;kedua di Indonesia bagian timur setelah Universitas Hasanuddin yang memperoleh akreditasi tertinggi.</p><p style="text-align: justify;">Namun di tengah kabar baik ini, pro dan kontra justru hadir di internal Unmul. Tak sedikit yang mempertanyakan kelayakan akreditasi A. Sebab secara umum, masih banyak program studi (Prodi) yang berstatus akreditasi B. Unmul pun menargetkan keseluruhan Prodi menjadi akreditasi A pada 2018.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mencapai target tersebut, ramai-ramai Prodi melakukan program peningkatan akreditasi, yang di dalamnya melibatkan mahasiswa. Salah satunya Prodi Manajemen, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Prodi yang kini masih berakreditasi B itu melibatkan Aditya Ferry Noor, Ketua BEM FEB 2017.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sebenarnya terpilih karena kebetulan ketua prodi itu dosen pembimbing skripsi,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Minggu (24/12).</p><p style="text-align: justify;">Ferry juga menyebutkan bahwa sebenarnya dalam tim akreditasi terdiri dari banyak anggota. Hampir semua dosen di Prodi terlibat, namun untuk mahasiswa sendiri hanya ada tiga orang termasuk dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, menyusun akreditasi Prodi tidaklah mudah. Banyak proses dan data-data yang harus dilengkapi, serta indikator penilaian yang harus dipenuhi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biasanya peran Prodi untuk mendongkrak akreditasi A itu contohnya dengan meningkatkan kinerja dosen, publikasi jurnal ilmiah berstandar, serta penelitian dan pengabdian dan lain-lain,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Program ini sudah berjalan sekitar tiga bulan lalu. Sedang Ferry baru mulai bergabung sejak awal Desember karena baru saja purna dari amanahnya di BEM FEB. Soal tugas, Ferry mendapat bagian dalam penginputan data, namun juga bisa turun pada tugas lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya menginput data, kadang kalau ada program pengabdian masyarakat saya juga turun ke lapangan,&rdquo; ujar mahasiswa angkatan 2013 ini.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, perkembangan menuju peningkatan akreditasi sudah mulai merambah pada banyaknya data yang dirapikan dan ke depannya akan dilakukan program-program penunjang akreditasi. Adapun, target penyelesaiannya hingga akhir semester depan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alasannya saya terlibat, karena ini termasuk bagian kontribusi kita untuk Unmul, kalau masalah dibayar atau enggak bukan itu tujuannya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya di FEB, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) rupanya tengah disibukkan hal serupa. Prodi Pembangunan Sosial juga kini tengah melakukan program menuju peningkatan akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Ferry yang diminta secara langsung untuk bergabung ke dalam tim akreditasi, Muhammad Faridzul Rifqi justru dihubungi melalui pesan <em>Facebook</em>. Mahasiswa angkatan 2015 itu diminta menghadap ke Prodi dan diminta menjadi anggota tim tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena himpunan saya HIMAPSOS (Himpunan Mahasiswa Pembangunan Sosial) juga berharap bisa bergabung dalam &nbsp;akreditasi makanya saya terima tawaran itu,&rdquo; jelas Rifqi.</p><p style="text-align: justify;">Bersama tiga mahasiswa lainnya, Rifqi bertugas melengkapi lampiran dan membuat laporan dari setiap kegiatan tiga tahun belakangan. Seperti kegiatan mahasiswa, kuliah kunjungan, dan kuliah umum.</p><p style="text-align: justify;">Proses pengerjaan pun dilakukan terhitung sejak (3/8) lalu, dan telah rampung sejak bulan November saat ada tim yang datang untuk mengecek berkasnya. Diperkirakan sekitar bulan Maret, jika seluruh standar sudah di&nbsp;<em>upload</em> dan dikirimkan, barulah diterima jawaban kapan kiranya tim pemeriksa akan datang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk sekarang sudah tidak lagi (mengerjakan). Paling dihubungi misalnya ada berkas yang kurang atau ada yang hilang. Tapi kalau ada revisi, ya kami dipanggil kembali untuk mengerjakan itu,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Rifqi mengatakan bahwa dirinya sukarela dalam membantu kegiatan ini. Namun yang jelas selama prosesnya, perkara amunisi nutrisi dan vitamin dijamin selama pengerjaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk imbalan saya tidak tahu dan tidak mengharapkan karena ini juga dalam bentuk proses pembelajaran, bagaimana kinerja bintang akreditasi di Prodi,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, selama proses pengerjaan berkas, dikatakan Rifqi memiliki banyak kendala.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan Prodi masih sangat minim dalam hal peningkatan mutu dan <em>lifeskill</em> dari mahasiswanya. Dan, belum adanya laboraturium bagi mahasiswa Pembangunan Sosial juga menjadi faktor dalam arah praktiknya selain dari KKN,&rdquo; tukasnya. <strong>(<em>wil/adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesaksian Teman Kost TS dan Wujud Bayi dalam Kloset </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-teman-kost-ts-dan-wujud-bayi-dalam-kloset/baca </link>
<guid> kesaksian-teman-kost-ts-dan-wujud-bayi-dalam-kloset </guid>
<pubDate> Fri, 29 Dec 2017 02:16:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi bayi meninggal (Sumber: seruji.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-teman-kost-ts-dan-wujud-bayi-dalam-kloset/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/op7Y2XN9Kp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesaksian Teman Kost TS dan Wujud Bayi dalam Kloset</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kasus janin yang dibuang TS di kloset kamarnya pada Selasa (26/12), rupanya sampai ke telinga Leni Sari, salah seorang penghuni kost yang lain. (Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aborsi-mahasiswi-tega-buang-janin-di-kloset/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aborsi-mahasiswi-tega-buang-janin-di-kloset/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, ia membenarkan kejadian tersebut sekaligus mengurai kronologi yang juga ramai di kalangan penghuni kost di kawasan Pramuka 17 itu.</p><p style="text-align: justify;">Letak kamar TS, kata Leni, berada di lantai 2. Saluran pipa toilet kamarnya tersambung dengan toilet kamar di lantai bawahnya. &quot;Setiap kamar kost saluran pipanya sama seperti itu,&quot; kata Leni.</p><p style="text-align: justify;">Saat malam hari setelah pulang bekerja, penjaga kost masuk ke kamar di lantai 1 yang sedang direnovasi. Dirinya menemukan kejanggalan lantaran saluran di kamar mandinya saat itu dalam kondisi kering.</p><p style="text-align: justify;">Penjaga kost kemudian keluar untuk mengecek saluran karena ia menyumbat saluran tersebut dengan kain. Setelah kain dibuka, muncul kepala bayi dan penjaga kost menduga itu berasal dari kamar lantai atas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena bingung harus bagaimana dengan jasad bayi, bapak penjaga kost akhirnya menghubungi pihak kepolisian untuk segera ditangani,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Leni mengatakan jasad yang ditemukan berwujud bayi usia 7 bulan dengan organ tubuh lengkap namun tampak kurus dan kehitaman. <strong>(<em>nhh/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wajah Baru Klinik Unmul, Evi: Kami Tidak Dikenal Sivitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-klinik-unmul-evi-kami-tidak-dikenal-sivitas/baca </link>
<guid> wajah-baru-klinik-unmul-evi-kami-tidak-dikenal-sivitas </guid>
<pubDate> Sat, 30 Dec 2017 01:50:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poliklinik Fakultas Kedokteran yang kini berganti nama menjadi Klinik Universitas Mulawarman. (Foto: Suti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-klinik-unmul-evi-kami-tidak-dikenal-sivitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yTEhHWa5OC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wajah Baru Klinik Unmul, Evi: Kami Tidak Dikenal Sivitas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Berembus kabar menyebutkan Poliklinik, salah satu fasilitas pelayanan milik Fakultas Kedokteran (FK) tutup. Poliklinik yang memang berada dalam satu komplek dengan FK itu tercatat sudah berdiri sejak enam tahun silam dengan nama Poliklinik Fakultas Kedokteran karena statusnya yang masih belum jelas.</p><p style="text-align: justify;">Seiring berjalannya waktu, Poliklinik kini berganti nama menjadi Klinik Universitas Mulawarman. Dan tanpa tedeng aling-aling dikabarkan tutup. Kabar tersebut langsung dibantah Kepala Klinik Evi Fitriany.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau untuk ditutup itu tidak pernah. Kita buka setiap hari kerja, tidak hanya kalau ada maba saja. Klinik ini kurang tersosialisasikan makanya kurang dikenal,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui di ruangannya pada Rabu (27/12), Evi mengatakan saat ini Klinik Unmul bahkan tengah menjalin kerja sama dengan asuransi kesehatan ternama di Indonesia, yakni BPJS sejak dua tahun terakhir. Hal itu dimaksudkan sebagai aksi nyata dari Unmul dan FK memberikan pelayanan kesehatan bagi sivitas dan mereka yang membutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga menerima pasien BPJS,&rdquo; kata Evi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, klinik yang buka pukul 8 hingga 16.00 Wita itu pun punya andil dalam memberikan Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (PJKN) selaku FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) BPJS. Kesemuanya merupakan rangkaian sistem rujukan pelayanan kesehatan yang ada dan diakui di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, selain melayani pasien BPJS, sebagai umumnya diketahui, klinik juga difungsikan sebagai tempat cek kesehatan bagi para mahasiswa tahun ajaran baru, utamanya tes bebas narkoba.</p><p style="text-align: justify;">Karena pengunjung yang membludak saat tahun ajaran baru itulah, Evi menduga, umumnya sivitas Unmul berpikir kalau klinik hanya buka saat-saat tertentu saja. <em><strong>(mrf/sut/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kenali dan Wasapadai Difteri! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kenali-dan-wasapadai-difteri/baca </link>
<guid> kenali-dan-wasapadai-difteri </guid>
<pubDate> Sat, 30 Dec 2017 02:33:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Difteri penyakit mewabah di Indonesia yang patut kamu kenali. (Sumber foto: potretnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kenali-dan-wasapadai-difteri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4KIjpdPCv9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kenali dan Wasapadai Difteri!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Penyakit Difteri saat ini sedang mewabah di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, penyakit ini bahkan sampai dapat merenggut nyawa. Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus Difteri yang sudah dilaporkan seluruh dunia pada 2016 silam, meliputi 3.353 kasus difteri dari 2011 hingga 2016. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.535 orang penderita Difteri tersebut, 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak mempunyai riwayat imunisasi yang lengkap.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa,&nbsp;</em>Kabag Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Yadi mengungkapkan bahwa Difteri merupakan infeksi bakteri yang menyerang saluran pernapasan. Disebabkan oleh bakteri <em>Corynebacterium diphtheriae</em> yang meluap melalui udara maupun cairan tubuh yang terkontaminasi, sehingga sangat rentan menular.</p><p style="text-align: justify;">Bakteri ini menyebabkan penyakit karena menghasilkan racun bernama toksin Difteri yang akan membunuh sel-sel sehat di sekitarnya. sehingga dari sel-sel mati ini akan menumbuhkan lapisan tipis berwarna putih keabuan yang disebut pseudomembran yang merusak saluran pernapasan atau menyerang jaringan saraf yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Yadi, penyebaran Difteri di Kaltim terdapat 17 penderita sebagaimana informasi dari Dinas Kesehatan. Pada kasus suspek di Balikpapan tersebut secara gejala fisik mengarah kepada gelaja Difteri, namun hasil pemeriksaan laboratorium adalah negatif. Sebagai praktisi laboratorium, ia mengatakan bahwa kemungkinan disebabkan karena pengambilan sampel dengan cara pengerokan pada <em>pseudomembran</em> (lapisan tipis berwarna putih keabu abuan yang timbul terutama di daerah mukosa hidung, mulut sampai tenggorokan) yang tidak maksimal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kadang agak susah mengambilnya karena bagian bakteri ada di bawah permukaan membran, jadi tidak terambil. Sehingga hasil pada saat pemeriksaan laboratorium itu negatif,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun sangat mudah menyebar, Difteri dapat dicegah dengan pemberian vaksin DT (Difteri Tetanus). &nbsp;Vaksin tersebut akan membentuk antibodi terhadap toksinnya. &ldquo;Tubuh kita membutuhkan antibodi terhadap toksinnya,&rdquo; ucap Yadi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan pemberian vaksin DT akan membuat seseorang kebal terhadap Difteri. Vaksin DT telah disebarluaskan di seluruh Indonesia. Sebagaimana dilansir <em>Alodokter.com</em>, vaksin DT &nbsp;termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Perlindungan tersebut umumnya dapat melindungi anak terhadap Difteri seumur hidup</p><p style="text-align: justify;">Di lansir dari <em>Halosehat</em>, bagi beberapa orang Difteri bisa merenggut nyawa. Bahkan setelah diobati pun, 1 dari 10 penderita Difteri biasanya meninggal dunia. Namun jika tidak diobati, jumlah kematian bisa meningkat menjadi 1:2. Oleh karena itu, dilakukan tindak pencegahan dan segera periksakan ke dokter saat gejalanya muncul.</p><p style="text-align: justify;">Penting sekali untuk kita ketahui apa saja gejala awal dari penyakit ini agar tahu tindakan apa yang harus segera diambil. Berikut adalah gejala penyakit difteri dikutip dari laman <em>Halosehat</em>.</p><p style="text-align: justify;">1. Peradangan pada selaput hidung dan tenggorokan</p><p style="text-align: justify;">Peradangan ini diawali dengan serak demam dan hidung berair. Untuk mengetahuinya kita harus ke dokter karena sanggat sulit diketahui dengan kasat mata.</p><p style="text-align: justify;">2. Demam tinggi</p><p style="text-align: justify;">Kita akan merasakan demam tinggi pada tubuh. Jika demam tak kunjung sembuh, segera ke dokter.</p><p style="text-align: justify;">3. Hidung berair</p><p style="text-align: justify;">Hidung yang terjangkit penyakit difteri sering mengeluarkan cairan beda dengan flu.</p><p style="text-align: justify;">4. Nyeri saat menelan</p><p style="text-align: justify;">Difteri menyerang bagian faring sehingga menyebabkan nyeri ditenggorokan saat kita menelan makanan .</p><p style="text-align: justify;">5. Sulit bernapas</p><p style="text-align: justify;">Difteri membuat korbannya kesulitan bernapas karena ada selaput yang menutupi bagian belakang tenggoroka. Akibatnya banyak orang yang meninggal karena kondisi ini.</p><p style="text-align: justify;">6. Selaput berwarna putih abu-abu</p><p style="text-align: justify;">Orang yang terjangkit difteri biasanya memiliki selaput berwarna putih abu-abu di dinding belakang tenggorokan yang menghalangi jalannya pernapasan.</p><p style="text-align: justify;">7. Bengkak pada leher</p><p style="text-align: justify;">Jika mengalami bengkak pada leher, kemungkinan besar penyakitnya sudah ganas dan harus segera untuk ditangani dengan cepat.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu beberapa gejala penyakit Difteri. Jika kamu mengalami hal seperti di atas, segera periksa ke dokter sebelum terlambat, ya! (<strong><em>omi/mad/snh/adl</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Mobile, Akselerasi Unmul Ranah Digital </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-mobile-akselerasi-unmul-ranah-digital/baca </link>
<guid> unmul-mobile-akselerasi-unmul-ranah-digital </guid>
<pubDate> Sat, 30 Dec 2017 03:33:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Spanduk lomba desain logo "Aplikasi Unmul Mobile". (Foto: Anisa Nur Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-mobile-akselerasi-unmul-ranah-digital/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uNi1mnWhV7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Mobile, Akselerasi Unmul Ranah Digital</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -&nbsp;</strong></span><span>Baru-baru ini Unmul mengumumkan dibukanya lomba desain untuk pembuatan logo &quot;Aplikasi Unmul Mobile&quot;. Melalui spanduk yang terpasang di sekitaran kampus, tertulis lomba ini akan berakhir pada 31 Desember besok. Aplikasi Unmul Mobile merupakan gebrakan baru di tengah canggihnya teknologi di dunia perkuliahan. Aplikasi ini ditujukan agar dapat memudahkan mahasiswa untuk mengakses nilai, jadwal, serta hal-hal yang berkaitan dengan kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditemui Jumat (29/12) siang, Bohari Jusuf selaku Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat mengatakan bahwa Unmul Mobile lahir atas kerja sama dengan perusahaan operator telekomunikasi selular, Telkomsel. Bohari masih merahasiakan aplikasi yang tengah dalam tahap pengerjaan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rahasia dulu dong. Yang jelas isinya kalau mau tahu buka aja Unpad (Universitas Padjajaran) Mobile. Udah persis sama kayak itu,&rdquo; tuturnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bohari mengaku bahwa ia hanya memberikan gambaran fungsi dari aplikasi Unmul Mobile, untuk wujudnya ia masih belum tahu karena semua tergantung pihak pembuat. Aplikasi ini diharapkan selesai pada Januari mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mereka terjemahkan hasilnya seperti apa, saya kan enggak tahu. Saya hanya beri arahan. Maunya mahasiswa, dosen, karyawan, alumni, bahkan orang tua mahasiswa boleh akses ke situ,&rdquo; terang Bohari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain Unmul Mobile, sebelumnya ada beberapa aplikasi serupa, yaitu Lapor dan Ngadu Mulawarman. Namun Bohari menampik hal itu bukan milik Unmul secara umum. &ldquo;Lapor itu punya kementerian, Ngadu punya BEM KM. Enggak ada hubungannya dengan Unmul secara institusi,&rdquo; paparnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejauh ini, Unmul Mobile rencananya akan menampilkan nilai dan jadwal mahasiswa. Untuk mengakses, sivitas Unmul dianjurkan terlebih dahulu men-<em>download</em> aplikasinya dan membuat akun di aplikasi tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang pertama, mahasiswa bisa masuk, dosen bisa masuk, alumni bisa masuk, bagian kedua bisa bikin grup Unmul Mobile. Bisa pasang pengumuman juga, jangan di&nbsp;</span><span>Busam</span><span>&nbsp;saja. Tapi ini khusus untuk publikasi seputar Unmul,&rdquo; jelas pria berkacamata itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disinggung mengenai Sistem Informasi Akademik (SIA), Bohari menjelaskan bahwa Unmul Mobile berbeda dengan SIA. Menurutnya, SIA &nbsp;agak sulit diakses jika melalui <em>mobile</em>, namun dengan hadirnya Unmul Mobile, diharapkan dapat mempermudah jalur akses.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sumber datanya sama seperti di SIA, tapi khusus untuk <em>mobile</em>. Itu di dalam pikiran kita ya, bentuknya belum tahu. Ada penarikan data di SIA, jadi apa yang ada di SIA tampil di Unmul Mobile,&rdquo; terang Bohari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam rangka menggencarkan publikasi</span><span>, Unmul membuka lomba desain untuk <em>launching</em> logo Unmul Mobile. Bagi yang memenangkan lomba ini, akan mendapatkan hadiah dari Telkomsel.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Telkomsel mau sediakan hadiah katanya, cuma saya enggak tahu ada peminatnya atau tidak,&rdquo; terang Bohari sambil tertawa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain Unmul, beberapa universitas lain juga menjalin kerjasama dengan Telkomsel untuk membuat aplikasi ini. Di antaranya Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Bina Nusantara. Unmul menjadi satu-satunya universitas di Kalimantan yang tengah mencoba mengikuti langkah beberapa universitas sebelumnya. Nama aplikasi yang digunakan pun berbeda, tergantung dari keinginan masing-masing u<span>niversitas.&nbsp;</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adanya Unmul Mobile ini diharapkan dapat meningkatkan Unmul di &nbsp;</span><span>Webometric</span><span>. &ldquo;Harapannya, dengan adanya Unmul Mobile untuk meningkatkan peringkat Unmul di&nbsp;</span><span>Webometric. Peringkat</span><span>&nbsp;universitas berdasarkan aktivitas digital, salah satunya ya lewat Unmul Mobile,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span><span><strong style="">(<em>adn/adl</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kembali/baca </link>
<guid> kembali </guid>
<pubDate> Sat, 30 Dec 2017 17:21:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pulang (Sumber: kompasiana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Spthp4qgSl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kembali</h1>
			              </header>
			              <p>Senja mengetuk untuk menyelimuti<br>Hati yang sendiri teriris oleh angin malam<br>Sendiri ditinggalkan rintih kesakitan<br>Ia datang dan berkata &ldquo;sudah saatnya kah?&rdquo;<br>Suara riuh dedaunan mengejek cengeng diri<br>Apakah aku sudah tak bisa kembali?<br>Dipojok terdiam ditemani diriku yang lain<br>Ia datang dan berkata &ldquo;sudah saatnya kah?&rdquo;</p><p>Setelah selesai, gelarku sastra<br>Hanya bisa melukis isi hati yang lara<br>Tanpa keinginan untuk berkarya<br>Aku hanyalah makhluk biasa<br>Kadang rindu datang isengnya<br>Sedikit menapar menyisahkan luka<br>Aku ingin katakan tapi dia lupa<br>Saat rindu mampir banjir air mata</p><p>Sebotol anggur menemani gelap<br>Berdua saja menunggu datangnya mentari<br>Asal bisa bertatap lagi<br>Aku ingin kembali bisa ber-memori<br>Jahatnya kesendirian menusuk relung hati<br>Membuat ku berpikir &ldquo;inikah saatnya kembali?&rdquo;<br>Tapi apa aku siap? Meninggalkan mimpi<br>Kembali bertemu yang telah pergi</p><p>Aku sendiri,<br>Aku sakit,<br>Aku rindu, rindu ingin kembali</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>M. Akmal Farhan N, mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya 2015</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektor dan WR IV Temui IDB di Jeddah, Ini Hasilnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dan-wr-iv-temui-idb-di-jeddah-ini-hasilnya/baca </link>
<guid> rektor-dan-wr-iv-temui-idb-di-jeddah-ini-hasilnya </guid>
<pubDate> Sun, 31 Dec 2017 01:23:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kunjungan Rektor dan WR IV Unmul ke Jeddah, Arab Saudi. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dan-wr-iv-temui-idb-di-jeddah-ini-hasilnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RNtQcVRokD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektor dan WR IV Temui IDB di Jeddah, Ini Hasilnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Lewat akun <em>Facebook</em>-nya pada Minggu (17/12) lalu, Wakil Rektor IV bidang Pengembangan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unmul Bohari Yusuf mengunggah beberapa foto menarik. Dirinya beserta Rektor Unmul Masjaya tampak tengah berada di kantor pusat <em>Islamic Development Bank</em> (IDB) di Jeddah, Arab Saudi.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Bohari menjelaskan tujuan utama kepergiannya dan Rektor yakni menindaklanjuti komunikasi antara penerima loan--termasuk Unmul dan tiga universitas lainnya--dengan IDB. &nbsp;&ldquo;Dari tanggal 15 sampai 24 Desember,&quot; kata Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Bohari menyebutkan, ada sejumlah pihak yang berangkat. Tak cuma Unmul, Universitas Jember, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Negeri Malang masuk dalam rombongan. Kemudian, ada pula dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kemenristek Dikti, serta Kementerian Keuangan. Adapun, biaya keberangkatan menuju Jeddah ditanggung sepenuhnya oleh pihak Kementerian Keuangan, bukan kas Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bappenas ikut karena mereka yang menyetujui terjadinya loan ini. Dari Kemenkeu ikut karena mereka yang tanda tangan loan agreement itu. Yang membayar cicilan juga mereka. Dikti ikut sebagai institusi induk pendidikan tinggi,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama bertemu pihak IDB, inti bahasan adalah finalisasi semua rencana dalam mempergunakan loan. Pihak IDB yang memiliki kewenangan untuk setuju atau tidak terhadap usulan pengadaan <em>equipment</em>, tender, konsultan pengawas, dan semua hal lainnya yang direncanakan Unmul, khususnya urusan pembangunan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua persoalan itu dibahas. Jadi kemarin sudah tuntas,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Bohari lantas mengurai contoh salah satu item yang dibahas, yakni pengadaan alat atau <em>equipment</em>. Unmul, kata Bohari, diberi dua pilihan: lelang internasional atau nasional. Unmul mulanya memilih nasional, namun karena IDB tidak setuju dan memilih pengadaan alat dari internasional, Unmul mesti manut.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya akan ada tidaknya pembahasan lanjutan mengenai ini, ditegaskannya tidak ada. Sebab, pembahasan keseluruhan telah mencapai <em>No Objection Letter&nbsp;</em>(NOL) dan disetujui IDB seluruhnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada lagi karena kemarin sekali ketemu langsung tuntas. Tinggal implementasi,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>dan/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perihal Cinta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/perihal-cinta/baca </link>
<guid> perihal-cinta </guid>
<pubDate> Sun, 31 Dec 2017 17:28:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kehidupan cinta (Sumber: hadiah.me) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/perihal-cinta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7aRnagJepY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perihal Cinta</h1>
			              </header>
			              <p>Percayalah apa yang ia kata walau di mulutnya keluar burung gagak, rengkuhlah ketika dia memberimu sayap walau dilapisi duri-duri galak.</p><p>Tangkaplah isyaratnya walau jalannya berkelok dan curam. &nbsp;Dan ketika ia membisikmu, &nbsp;dengarkanlah walau itu hanya angin yang sekadar datang.</p><p>Bertahanlah walau kadang ia melupakan, sebagaimana ia menjadikanmu hiasan di kala malam. Kemudian ketika mentari datang ia mencari butir berlian &nbsp;untuk menggantikan.</p><p>Istirahatlah di dalam buaiannya, ia tetap cinta walau kadang ada derita.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Esty Pratiwi, Mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2017</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resolusi Pembangunan Fisik Unmul 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resolusi-pembangunan-fisik-unmul-2018/baca </link>
<guid> resolusi-pembangunan-fisik-unmul-2018 </guid>
<pubDate> Sun, 31 Dec 2017 20:01:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resolusi-pembangunan-fisik-unmul-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ux8ezTNba4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resolusi Pembangunan Fisik Unmul 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Momen pertemuan bersama pihak IDB di Jeddah, Arab Saudi pada 15 hingga 24 Desember lalu membuat Unmul kian optimis mewujudkan pembangunan fisik bakal terlaksana awal 2018. Unmul yang kala itu diwakili Rektor dan Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf telah mengantongi putusan kunci.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dan-wr-iv-temui-idb-di-jeddah-ini-hasilnya/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-dan-wr-iv-temui-idb-di-jeddah-ini-hasilnya/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Insyaallah mulai 2018 akan dibangun untuk sektor fisiknya. Kita tunggu satu bulan ke depan akan diumumkan,&rdquo; kata Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, Unmul jauh-jauh hari telah mencanangkan tujuh masterplan pembangunan fisik, yakni ICT Center untuk Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, <em>Outdoor Learning Space</em>, <em>Science Learning Center</em>, dan <em>Integrated Laboratory</em>. Kesemuanya bahkan dibuatkan miniatur yang dapat dilihat di Gedung Rektorat lantai 3.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Bohari menyebut, tujuh masterplan tersebut belum bisa dipastikan akan digarap bersamaan atau bertahap. Namun yang pasti, itu semua ada dalam satu paket perencanaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekali tender semuanya. Setelah tanda tangan kontrak, 22 bulan harus selesai semua pembangunannya. Ini tinggal pengumuman kontraktornya saja yang belum,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, kontraktor terpilih belum bisa diumumkan karena belum ada kesepakatan kontrak hitam di atas putih. Menurut hematnya, semua kegiatan pembangunan termasuk pengadaan alat dan akan rampung pada 2020.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alatnya kan lumayan banyak, karena yang mau dibangun itu laboratorium. Jadi itu alatnya canggih-canggih. Itu butuh waktu satu tahun lah. Kalau normal, 2020 selesai,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>dan/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Urusan Aset Beres, Unmul dan Akper Pemprov Siap Satu Atap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/urusan-aset-beres-unmul-dan-akper-pemprov-siap-satu-atap/baca </link>
<guid> urusan-aset-beres-unmul-dan-akper-pemprov-siap-satu-atap </guid>
<pubDate> Mon, 01 Jan 2018 00:57:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi bergabungnya Akper Pemprov Kaltim dengan FK Unmul. (Sumber: elshinta.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/urusan-aset-beres-unmul-dan-akper-pemprov-siap-satu-atap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9EZyIuqJFD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Urusan Aset Beres, Unmul dan Akper Pemprov Siap Satu Atap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Isu merger Akademi Keperawatan (Akper) Pemprov Kaltim di bawah naungan Fakultas Kedokteran (FK) menjadi ihwal tersendiri bagi kalangan FK dan Rektorat. Penggabungan yang belum pasti kapan akan terlaksana ini tuai tanggapan pro dan kontra.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi hal ini, Abdunnur selaku Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan memberikan tanggapannya. Ia menjelaskan, program merger ini termasuk dalam program dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).</p><p style="text-align: justify;">Bukan persoalan baru, sebelumnya beberapa perguruan tinggi negeri lainnya juga sudah diserahterimakan dari pemerintah daerah mengenai merger ini. Akper yang awalnya dibina oleh pemerintah daerah mengikuti program dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri), akan berpindah ke program Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">Melihat keuntungan yang nantinya dapat diperoleh, Unmul dapat menambah program studi (Prodi) baru, yaitu D-3 Keperawatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Unmul yang juga perguruan tinggi tertua berakreditasi A dan menjadi universitas unggulan juga menjadi indikator penting dalam merger ini,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Prodi baru ini, Abdunnur menilai potensi SDM bidang keperawatan khususnya di daerah kabupaten/kota sangat diperlukan. Dikarenakan masih jenjang D-3, Akper akan bergabung dengan fakultas kesehatan yang ada di Unmul. Proses penggabungannya pun dilihat dari beberapa indikator. Seperti kecocokan fakultas, kualifikasi dosen, serta jumlah dosen dan mahasiswanya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kuota mahasiswa, ia menjelaskan bahwa tergantung dari kuota per prodi, dan disesuaikan dengan kebutuhan prodi itu sendiri serta rasio dosennya. Pihak Unmul tidak ingin menerima kuota mahasiswa yang berlebihan yang mempengaruhi rasio.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu akan menurunkan nilai akreditasi, dan juga memengaruhi kualitas pengajaran,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">SDM yang ada di Akper, baik dosen maupun tenaga pengajar lainnya juga direncanakan dipindahkan ke Unmul. Namun, harus tetap mengikuti kualifikasi yang diterapkan, antara lain syarat menjadi dosen harus lulusan S2. Jika hanya lulusan S1 atau masih melanjutkan studi S2, akan diberi alternatif dipindahkan ke bagian administrasi atau menjadi pegawai daerah.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, kendala lain yang harus diselesaikan adalah soal kepemilikan aset Akper. Karena berbeda program kementerian (Mendagri dan Menristekdikti), sertifikat kepemilikan aset harus dipisah. Seperti gedungnya pun sertifikatnya harus dipisah, mengingat saat ini aset Akper masih menyatu dengan rumah sakit umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang lagi proses, <em>on-going</em> pemerintah daerah melalui aset daerah mengurus ke Badan Pertanahan Nasional (BPN),&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Adheya Putrindashafa, Presiden BEM FK turut bersuara. Ia mengaku telah mendengar isu merger Akper Pemprov di bawah naungan FK sejak setahun lalu. Dheya sempat mengonfirmasikan ini kepada salah satu dosen. Namun jawaban yang ia peroleh tak jauh berbeda dengan tanggapan Dekan FK yang melimpahkan sepenuhnya kewenangan di tangan rektor.</p><p style="text-align: justify;">( Baca: &nbsp;<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merger-akper-dengan-unmul-fakultas-kedokteran-mau-tidak-mau-kami-menerima/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1514807035848000&amp;usg=AFQjCNFjQ4n1z9U6PBici4pyYG_cTKGJVg" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merger-akper-dengan-unmul-fakultas-kedokteran-mau-tidak-mau-kami-menerima/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merger-akper-dengan-unmul-fakultas-kedokteran-mau-tidak-mau-kami-menerima/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merger-akper-dengan-unmul-fakultas-kedokteran-mau-tidak-mau-kami-menerima/baca</a><span>&nbsp;</span>)</p><p style="text-align: justify;">Akreditasi FK yang masih B dianggap memengaruhi jumlah maksimal mahasiswa, Dheya menilai bergabungnya Akper belum tentu mengganggu akreditasi fakultas. Ia menjelaskan kualitas perguruan tinggi negeri diukur dari akreditasi yang terbagi menjadi dua, yaitu akreditasi prodi dan institusi. Sedangkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sebagai accesor-nya.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Misalnya, ada fakultas A ingin bergabung dari fakultas B. Ini enggak serta merta menjadikan akreditasi fakultas B jadi turun, karena itu enggak berkesinambungan. Akreditasi untuk prodi pendidikan dokter ya sendiri, akreditasi untuk keperawatan ya sendiri. Dan itu diurus oleh masing-masing prodi, &rdquo; terang mahasiswi angkatan 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Pihak kemahasiswaan FK pun belum mengkaji baik buruknya dampak penggabungan ini. Namun Dheya memastikan, dengan penggabungan ini kegiatan berorganisasi mahasiswa akan semakin dinamis. Serta akan terjadi penyesuaian besar-besaran dalam organisasi, karena ada konstitusi hukum yang mengatur organisasi kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">Akan halnya dengan dana organisasi kemahasiswaan yang sulit cair, Dheya belum berani berkomentar banyak namun ia &nbsp;positif pihak dekanat akan lebih bijak menangani hal itu. <strong>(<em>ann/cin/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Status Gedung Tak Jelas, Sugiarta: Itu Punya Orang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/status-gedung-tak-jelas-sugiarta-itu-punya-orang/baca </link>
<guid> status-gedung-tak-jelas-sugiarta-itu-punya-orang </guid>
<pubDate> Mon, 01 Jan 2018 23:15:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua gedung di depan Klinik FK yang terlihat tua tersebut yang diketahui sebagai workshop. (Foto: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/status-gedung-tak-jelas-sugiarta-itu-punya-orang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ny0YDVjS16.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Status Gedung Tak Jelas, Sugiarta: Itu Punya Orang</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Unmul sebagai universitas terbesar di Kalimantan Timur wajar memiliki wilayah kampus yang luas. Dari empat kampus yang dimiliki Unmul, kampus utama bertempat di Gunung Kelua dengan luas sekitar 70 hektare memuat banyak gedung seperti rektorat, perpustakaan, gedung 13 fakultas, dan lain-lain.<br><br>Di antara sekian banyak gedung, rupanya masih ada gedung yang tidak jelas identitasnya. Yakni dua gedung yang terletak di depan Klinik Fakultas Kedokteran Unmul, samping eks Indomaret Unmul. Kedua gedung tua tersebut ada namun tidak diketahui peruntukannya. Tidak ada pula papan atau media lain yang menjelaskan fungsi dari gedung tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dua gedung yang tak jelas fungsinya tersebut berdiri tegak dengan dinding yang masing-masing dicat warna krem dan abu-abu. Gedung krem bernomor gedung A24 dan gedung abu-abu bernomor A19. Tak nampak ada kegiatan dalam gedung-gedung tersebut kecuali di luar gedung yang disibukkan dengan kegiatan jual-beli para Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan pembeli.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Rabu (27/12), Sugiarta selaku Kepala Bagian Umum dan Hukum Tata Laksana Unmul menjelaskan, &ldquo;Itu kan <em>workshop,</em> itu gudang perlengkapan. Jadi barang barang bagus ada di dalam situ dan barang yang buruk juga ada di dalam situ,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta memaparkan bahwa setiap bulan diadakan kegiatan penghapusan barang bekas dari gudang tersebut. Kegiatan penghapusan berupa pelelangan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Barang bekas perlengkapan kampus akan dibeli pihak eksternal maupun internal kampus dan dana dari hasil pelelangan akan dikembalikan ke kas negara.</p><p style="text-align: justify;">Lain cerita dengan Gedung Metro yang berada di pinggir jalan sebrang Fakultas Kehutanan, sebelum Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI). Gedung tersebut tampak kumuh dikarenakan catnya yang berwarna hitam dan terlihat tidak dikelola dengan baik. Diakui Sugiyarta bahwa gedung tersebut masih belum menjadi hak milik Unmul dan sedang dalam tahap proses untuk menjadi milik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu sementara ini masih milik orang luar,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta menjelaskan bahwa sertifikat tanah Unmul baru ia dapatkan dan lepas dari kepemilikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) pada 2015 lalu. Sedangkan masih ada beberapa gedung yang belum jadi hak milik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain Metro, masih ada dua gedung yang masih belum menjadi hak milik Unmul yaitu gedung Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan Gedung Ikatan Alumni Kehutanan. (<strong><em>fir/rrd/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Terima 50 Juta Dollar AS, WR IV Tepis Curiga Korupsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-terima-50-juta-dollar-as-wr-iv-tepis-curiga-korupsi/baca </link>
<guid> unmul-terima-50-juta-dollar-as-wr-iv-tepis-curiga-korupsi </guid>
<pubDate> Tue, 02 Jan 2018 01:23:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: internasional.kompas.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-terima-50-juta-dollar-as-wr-iv-tepis-curiga-korupsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zqgkME7E1K.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Terima 50 Juta Dollar AS, WR IV Tepis Curiga Korupsi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Tak satu sen pun 50 juta dollar AS yang diberikan IDB masuk rekening Unmul. Hal ini disampaikan Bohari Yusuf, Wakil Rektor Bidang Pengembangan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat yang pada 15 Desember lalu mendampingi Rektor dalam pertemuan bersama IDB di Jeddah, Arab Saudi.</p><p style="text-align: justify;">Seluruhnya, kata Bohari, masuk dalam <em>special account</em> yang disimpan di Bank Indonesia. Adapun jika Unmul ingin menggunakan harus diketahui pihak IDB.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Bohari mengungkapkan, ia menangkap curiga: kalau-kalau dana bantuan tersebut jadi lahan basah untuk disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun golongan alias korupsi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah ini uang besar nih, sangkanya ada di kantung saya itu duit, padahal saya lihat saja tidak pernah. Semua di rekening khusus,&rdquo; kelakarnya.</p><p style="text-align: justify;">Karena kesadaran itulah, untuk menghindari prasangka yang bukan-bukan, Unmul menetapkan sistem pengawasan ketat. Semua proses pembangunan semisal evaluasi kontraktor dan sebagainya harus melewati persetujuan dua institusi: Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Tinggi (Kajati).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baru-baru kita baru ekspose hasil Pokja mengevaluasi kontraktor di depan Kajati dan BPKP. Kalau mereka tidak setuju, kita tidak jalan. Kita sudah teken kontrak bahwa proyek ini didampingi Kajati dan BPKP,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>dan/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minimnya Pengajar di Kampus Pendidik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minimnya-pengajar-di-kampus-pendidik/baca </link>
<guid> minimnya-pengajar-di-kampus-pendidik </guid>
<pubDate> Wed, 03 Jan 2018 00:50:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prodi Penjaskesrek Unmul kini kurangi jumlah mahasiswa masuk demi seimbangkan dengan tenaga pengajar. (Sumber foto:old.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minimnya-pengajar-di-kampus-pendidik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/22vfDlyAT5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minimnya Pengajar di Kampus Pendidik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menjadi salah satu fakultas yang cukup besar, tentu cukup kompleks pula problematika yang dialami kampus FKIP. Masalah yang juga turut dialami fakultas lain di Unmul ialah minimnya jumlah tenaga pengajar. Hal ini menyebabkan tidak seimbangnya dengan jumlah mahasiswa yang masuk tiap tahun. Salah satunya di Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek), tercatat sebanyak 12 dosen yang menjadi pengajar aktif di Penjaskesrek dengan rincian sebanyak tujuh dosen tetap, dan lima dosen kontrak.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa tahun belakangan, Penjaskesrek mengurangi jumlah mahasiswa baru. Pada 2016, prodi ini menerima mahasiswa sebanyak empat kelas. Namun, pada 2017 terjadi pengurangan dengan hanya menerima dua kelas. Bahkan 2013 lalu, Penjaskesrek sempat menerima mahasiswa sampai tujuh kelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dua angkatan setelahnya tidak lagi sampai tujuh kelas,&rdquo; ungkap Nurjamal, Kepala Program Studi (Kaprodi) Penjaskesrek.</p><p style="text-align: justify;">Begitupun dengan proses pembelajaran, menurutnya tidak efektif bila diikuti oleh banyak mahasiswa dalam satu ruangan. Di Penjaskesrek sendiri, angkatan 2013 berjumlah sekitar kurang lebih 245 mahasiswa yang dalam satu ruang kelas bisa mencapai 30 hingga 40 mahasiswa. &nbsp;Sedangkan mahasiswa angkatan 2017 hanya 87 orang dalam satu angkatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau begitu terus rasio kita bisa mantap, fasilitas dan dosen pun bisa tenang. Dulu satu bola bisa dimainkan (untuk) 20 orang, sekarang hanya 4-5 orang saja, apalagi bola itu termasuk barang habis,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Nurjamal, Dekan FKIP Muhammad Amir Masruhim juga tak memungkiri adanya ketidakseimbangan antara dosen dan mahasiswa. Untuk menutupi &nbsp;dan mengimbangi ketimpangan tersebut, Amir mengontrak sebanyak 56 tenaga pengajar di FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika ini masih terjadi ketimpangan, tentunya dapat mempengaruhi akreditasi,&rdquo; jelasnya.<em><strong>&nbsp;(myg/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FKIP Berbenah, Soal Anggaran hingga Infrastruktur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-berbenah-soal-anggaran-hingga-infrastruktur/baca </link>
<guid> fkip-berbenah-soal-anggaran-hingga-infrastruktur </guid>
<pubDate> Wed, 03 Jan 2018 01:07:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung baru dengan tiga lantai yang menjadi salah satu fasilitas untuk Prodi Penjaskesrek. (Foto: Mayang Sari) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-berbenah-soal-anggaran-hingga-infrastruktur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6NYDUgIsu0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FKIP Berbenah, Soal Anggaran hingga Infrastruktur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) belajar dari tahun sebelumnya dalam pengelolaan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Tentunya hal ini dimaksudkan agar tepat guna dalam proses penyerapannya. Terlebih FKIP menjadi salah satu fakultas yang memiliki mahasiswa terbanyak. Harapannya penyerapan anggaran di tiga kampus FKIP bisa seimbang. Begitu juga dengan fasilitas yang menjadi prioritas utama dari masing-masing prodi, dapat mengajukan penganggaran primer terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Perihal pembahasan RAB 2019, digelar pertemuan antara jajaran FKIP dengan Wakil Rektor IV, juga dihadiri oleh Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unmul. Dilaksanakan pada 16 hingga 18 Desember di Balikpapan, pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas cara untuk meninimalisir penyalahgunaan anggaran seperti tahun-tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Disampaikan Amir, kini FKIP tidak lagi menggunakan sistem dari atas ke bawah, melainkan mendengar dari bawah kemudian di presentasikan ke masing-masing unit di atas. Mulai dari semua kepala lab, prodi, hingga jurusan menyampaikan tentang apa saja yang akan dilakukan dan menjadi skala prioritas untuk pengembangan fakultas ke depan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sekarang sedang <em>bottom to up</em> bukan lagi <em>top to down</em>, jadi semuanya diusulkan oleh masing-masing unit. Berdasarkan dengan kebutuhan masing-masing unit dan kesanggupan fakultas, tapi itu berlaku 2019, kalau 2018 masih fakultas yang ambil alih,&rdquo; terang Amir.</p><p style="text-align: justify;">Ia menilai adanya faktor penghambat seperti masalah daya serap fakultas yang mengalami banyak pergeseran, menjadi alasan utama perubahan mekanisme pengelolaan yang tadinya dikontrol dari atas ke bawah. &nbsp;Kendala lainnya ialah karena faktor kebutuhan salah satu prodi yang lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah atas dasar itu, kita coba ubah. kalau itu tetap terus dilakukan kita terlihat tidak professional. Kalau kita berangkat dari bawah ke atas ya mungkin ada pergeseran nanti, tetapi tidak begitu banyak dibandingkan dengan dari atas ke bawah,&rdquo; ucap orang nomor satu di FKIP ini.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara soal Penjaskesrek, Amir mengakui bahwa terjadi ketimpangan kemampuan &nbsp;fakultas &nbsp;yang masih jauh dari yang diharapkan. Untuk itu, ia mengimbau agar prodi dapat mengusulkan kebutuhan yang menjadi skala prioritas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita coba berikan anggaran. Kalau memang itu harus jalan dan tidak bisa dihindari, ya harus melakukan suatu rekayasa (alternatif) dalam hal duplikasi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Praktik yang seharusnya dilengkapi dengan alat pendukung diakui masih terkendala dana. Ini yang membuat pengajar memutar otak, memilih untuk mencari alternatif lain. Hal ini dilakukan demi tetap berjalannya proses praktik. &nbsp;Meski diakui Amir, fakultas tetap memberikan sesuai dengan kemampuan.</p><p style="text-align: justify;">Disampaikan oleh Amir, kini FKIP tak lagi mengejar kuantitas, namun membangun dari segi kualitas. Selain itu, kini infrastruktur berupaya untuk dimaksimalkan. Tak lain ini diupayakan demi tercapainya output yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Bicara soal prasarana, Amir menanggapi perihal gedung baru yang berdiri di samping masjid FKIP sejak 2016. Untuk informasi, gedung biru bertingkat tiga itu diperuntukkan untuk seluruh sivitas akademika. Tidak seperti anggapan lain yang menyatakan bahwa gedung ini milik Penjaskesrek. Meskipun, lantai satu ditempati sebagai Laboratorium Penjaskesrek dan lantai tiga digunakan sebagai tempat berkegiatan Penjaskesrek ini.</p><p style="text-align: justify;">Gedung baru lantai tiga itu, disampaikan Amir, merupakan milik semua. Namun saat ini, lantai satu telah dimanfaatkan sebagai perpustakaan fakultas dan lab untuk Penjaskesrek. Sedang di lantai dua digunakan untuk prodi. Ini merupakan semata-mata keputusan Amir berdasarkan skala prioritas. Tanpa ada maksud mengistimewakan, melainkan berdasarkan kebutuhan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana caranya itu bisa berjalan, ya tergantung kebijakan fakultas. Sambil juga membantu universitas, supaya aset-aset olahraga yang ada di Unmul bisa diperkenankan untuk dipergunakan,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(myg</em></strong><strong><em>/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sibuk Kuliah dan Praktikum, Pemira FMIPA Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sibuk-kuliah-dan-praktikum-pemira-fmipa-aklamasi/baca </link>
<guid> sibuk-kuliah-dan-praktikum-pemira-fmipa-aklamasi </guid>
<pubDate> Thu, 04 Jan 2018 01:51:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul. (Sumber: fmipa-unmul.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sibuk-kuliah-dan-praktikum-pemira-fmipa-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jXdO1N1tUZ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sibuk Kuliah dan Praktikum, Pemira FMIPA Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Diam-diam, FMIPA telah menggelar Pemira pada pertengahan Desember lalu. Pemira memenangkan aklamasi pasangan Donny Damara-Filza Sigit.</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancara melalui <em>WhatsApp</em>, Ketua DPM FMIPA Ghifary Matara menjelaskan fenomena aklamasi di FMIPA sudah lumrah sejak 2016. Hal ini disebabkan padatnya aktivitas akademik mahasiswa FMIPA sehingga minat berpolitik dan berorganisasi sangat kurang.</p><p style="text-align: justify;">Pada 14 Desember, tenggat akhir pendaftaran calon yang kemudian ditambah sehari, nyatanya tetap tak ada calon yang mendaftar.</p><p style="text-align: justify;">Perkara hasil Pemira yang tak diumumkan sebagaimana fakultas lain, dibantah Ghifary. Dikatakannya, publikasi akan dilakukan ketika seluruh rangkaian Mubes lembaga kemahasiswaan FMIPA rampung. Mubes yang waktunya bersamaan dengan Pemira, membuat lembaga lebih memilih mengurus lembaganya ketimbang urusan BEM FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami bukan tidak mau mempublikasikan,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Ghifary, Donny Damara Ketua BEM FMIPA terpilih mengatakan aklamasi yang terjadi pada pemira FMIPA memang dikarenakan intensitas kuliah dan praktikum di FMIPA begitu tinggi. Sebenarnya, banyak yang ingin mencalonkan diri dan berpotensi namun terkendala jadwal perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Donny menambahkan, pergerakan mahasiswa FMIPA sebenarnya potensial dan terbilang aktif. &quot;Karena secara dasar mereka dituntut untuk berpikir kritis dan pastinya ilmiah. Lagi-lagi hal itu terhambat dengan aktivitas kuliah dan praktikum yang padat,&quot; tukasnya. <strong>(<em>nhh/gie/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aspirasi Penjaskesrek yang Mengendap di Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aspirasi-penjaskesrek-yang-mengendap-di-fakultas/baca </link>
<guid> aspirasi-penjaskesrek-yang-mengendap-di-fakultas </guid>
<pubDate> Thu, 04 Jan 2018 02:29:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: littlevillagemag.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aspirasi-penjaskesrek-yang-mengendap-di-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3fZkE9x4HI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aspirasi Penjaskesrek yang Mengendap di Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dinginnya suhu <em>Air Conditioner</em> (AC) menyambut kedatangan awak<em>&nbsp;Sketsa</em> saat memasuki Laboratorium Penjaskesrek Rabu (13/12) siang.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui mahasiswa Prodi Penjaskesrek memodifikasi sejumlah kardus menjadi alat pelindung pengganti dan rotan sebagai pedang. Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Penjaskesrek (HMPJKR) Andre Nufadli mengaku banyak menerima aduan dan keluhan tentang minimnya fasilitas. Aduan tersebut sudah ditampung dan disampaikan kepada Kaprodi Penjaskesrek agar dicarikan solusi.</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1515069803807000&amp;usg=AFQjCNHk2zp0MqT5V8NKmouOmSIAtYEqpw" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-dana-mahasiswa-penjaskesrek-olahraga-pakai-kardus/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Nurjamal, Kepala Program Studi (Kaprodi) Penjaskesrek mengatakan ia telah menerima aspirasi mahasiswanya. Kini pihaknya menjadikan aspirasi tersebut sebagai prioritas utama yang sedang disorot.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah semenjak periode Prof. Amir ini di setiap semester itu sudah ada mengucur bantuan-bantuan sarana-prasarana perkuliahan. Cuma kita skala prioritasnya, yang prioritas dulu. Kalau mata kuliah Anggar itu memang masih tergolong baru di kurikulum kita,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan sebagai unsur pendukung, peralatan yang digunakan mahasiswa untuk praktikum pun masih sangat standar. Hal itu ia akui berlandaskan orientasi pengajaran kepada mahasiswa yang berpatok pada pembelajaran, bukan berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pembelajaran dengan berprestasi itu beda. Kalau sifatnya pembelajaran itu cukup mengenal tekniknya dalam keilmuan itu dalam pembelajarannya,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun teknik-teknik dasar dari penerapan cabang olahraga (Cabor) itu jika sudah profesional harus menyesuaikan dengan alat-alat yang sesuai standar. Terkait pengadaan barang, Nurjamal merasa bersyukur saat pihak fakultas sudah menganggarkan. Perlu diketahui, 16-18 Desember lalu FKIP telah mengadakan rapat pertemuan guna merumuskan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) tahun 2019. Untuk RAB 2018 sendiri sudah dianggarkan awal 2017 lalu dan pengajuan bahan ajar dari 2016 sudah terpresentase dengan baik, yakni sekitar di atas 80 persen.</p><p style="text-align: justify;">Nurjamal menunjuk salah satu matras yang tersusun di sudut ruangan, ia mengatakan bahwa satu buah matras tipis tersebut nominalnya bisa mencapai Rp900 ribu. Nurjamal sendiri memaklumi kondisi FKIP yang memiliki 17 prodi. Jadi wajar jika FKIP memiliki dana banyak, pun setara dengan jumlah prodi yang dibiayai.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Insyaallah, kardus dan semacamnya itu akan hilang dengan sendirinya nanti setelahnya (secara pelan-pelan). Sarana yang ada di Anggar itu belum ada, ini baru tahap pengusulan dana. Senjatanya masih pakai rotan, masih terbatas tapi secara menyeluruh hampir 80 persen sekarang sudah ter-<em>cover</em> sarana kita. Semoga semester ganjil berikutnya sudah terpenuhi,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, fasilitas lain yang sedang diperjuangkan adalah pemanfaatan lahan di GOR 27 September. Hal itu pun telah diketahui oleh Dekan dan permohonan pengajuannya kepada Rektor telah disampaikan. Melalui bagian Rumah Tangga Unmul, pihak Rektor menunggu jadwal guna menyesuaikan input jadwal penggunaan GOR 27 setiap dua kali dalam sepekan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak Rektor kemarin (menyuruh) coba lampirkan jadwalnya terus disesuaikan dengan Rumah tangga. Kita kemarin dikasih <em>space</em> waktu satu hari dalam seminggu, tapi setelah melihat aktivitas perkuliahan kita itu jadi kalau permohonannya itu bisa dua hari (untuk) pemanfaatan ruangan GOR 27,&rdquo; jelasnya kemudian.</p><p style="text-align: justify;">Nurjamal beranggapan bahwa jika sudah berada di dalam GOR, dalam satu <em>range&nbsp;</em>jam pelajaran itu bisa meng-<em>cover</em> tiga aktivitas praktik matakuliah sekaligus yang terlaksana. Di sana, ada mahasiswa yang tengah main bulu tangkis, tenis meja, pun senam. Mengingat tempatnya yang cukup luas untuk berkegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menilai, alasan mengapa mata kuliah Anggar kurang sarana karena merupakan kategori mata kuliah pilihan. Walaupun ada dalam kurikulum, mata kuliah ini hanya bisa diambil jika sks mahasiswa tersebut cukup, kelas akan dijalankan. Adapun mata kuliah pilihan sendiri banyak pilihannya, seperti Gulat, Anggar, dan Tinju. Anggar sendiri sudah berjalan dua semester dalam pelaksanaannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin juga kurang lebih masih seperti itu, menggunakan rotan dan Kardus. Cuma kalau silat itu sudah ada <em>body protector</em>-nya. Karena kapasistasnya masih pilihan, jadi masih yang wajib-wajib dulu yang dipenuhi. Kami di Prodi sebatas pengusul, nanti disposisinya dari kewenangan fakultas,&rdquo; ujarnya. <strong>(<em>myg/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kaleidoskop Perjalanan Unmul 2017  dari Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/kaleidoskop-perjalanan-unmul-2017-dari-sketsa/baca </link>
<guid> kaleidoskop-perjalanan-unmul-2017-dari-sketsa </guid>
<pubDate> Thu, 04 Jan 2018 04:02:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat tahun baru 2018 pembaca! Ada banyak kejadian yang menghiasi perjalanan Unmul selama tahun 2017 kemarin dan bisa dibilang penting. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/kaleidoskop-perjalanan-unmul-2017-dari-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yKUMJxvz6A.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kaleidoskop Perjalanan Unmul 2017  dari Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent;">SKETSA &ndash;</strong><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Selamat tahun baru 2018 pembaca! Ada banyak kejadian yang menghiasi perjalanan Unmul selama tahun 2017 kemarin dan bisa dibilang penting. Hal-hal itu ada yang menjadikan Unmul bergejolak dan bangga.&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Sketsa&nbsp;</em><span style="background-color: transparent;">merangkumkan kejadian yang terjadi di Unmul itu dengan runutan bulan sebagai berikut:</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Januari</strong><br>Sehari sebelum 1 Januari 2017, sivitas Unmul dibuat geger gara-gara postingan grup Facebook Busam Samarinda yang berisi ajakan pesta seks di malam pergantian tahun. Parahnya, yang menulis postingan itu adalah akun Mujahid BEM pun dengan foto profil Mujahid. Sebagaimana diketahui, Mujahid ialah Presiden BEM KM Unmul 2014 yang dikenal santun dan religius. Usut punya usut, ternyata akun tersebut palsu adanya. Tak ingin menimbulkan polemik lebih panjang, Mujahid buru-buru mengklarifikasi kebenaran postingan tersebut di akun Facebook pribadinya.</p><p style="text-align: justify;">Sejurus dengan kabar Mujahid, Januari rupanya menjadi bulan awal kejahatan media sosial yang mana setelahnya makin gencar dan makin mudah ditebak juga. Sejumlah akun-akun palsu bermunculan hingga menelan korban. Saat itu muncul akun palsu pejabat Universitas Mulawarman, Wakil Rektor III Encik Akhmad Syaifudin, hingga Rektor Masjaya. Targetnya rata-rata mahasiswa baru. Motifnya sama, minta dikirimi sejumlah uang ke rekening tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, mahasiswi FISIP berinisial D harus menerima hukuman skorsing akibat status Facebook yang ditulisnya. Hukuman ini menjadi akhir dari perjalanan panjang kasus D sejak akhir 2016. Dalam status Facebook itu D menulis kalimat bernada kesal atas kekecewaannya terhadap birokrat FISIP yang mendepak salah seorang dosen yang dia nilai berkapasitas. D bahkan sempat diancam akan dikasuskan ke pihak yang berwajib, namun urung setelah birokrat FISIP dan rektorat menghelat rapat tertutup.</p><p style="text-align: justify;">Masalah KKN Revolusi Mental (RM) yang tak kunjung selesai pun masih harus diurus di awal tahun yang baru. Pencairan, transparansi, dan administrasi masih dituntut sekumpulan mahasiswa yang menganggap birokrat penanggung jawab KKN RM ingkar kepada apa yang telah disepakati.</p><p style="text-align: justify;">Januari berlalu dengan beragam aksi demonstrasi dengan massa besar-besaran. Mulai aksi guru honorer bersama BEM FKIP Unmul hingga aksi serentak nasional bertajuk Aksi Bela Rakyat 121 yang dilakukan BEM KM Unmul dan BEM Seluruh Indonesia. Aksi Bela Rakyat berlangsung cukup dramatis, baik di Unmul maupun di Jakarta sebagai pusat aksi, di mana ada penculikan, represivitas aparat terhadap mahasiswa, dan sejumlah kenangan-kenangan lain yang masih tersimpan dalam memori pelaku-pelakunya waktu itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Februari&nbsp;</strong><br>Isu tak sedap dari Fakultas Hukum perihal dugaan perpeloncoan dalam ajang Masa Penyambutan Mahasiswa Baru (MPMB) dan Latihan Kepemimpinan (LK) akhirnya mencapai puncak dengan dikeluarkannya Instruksi Rektor bernomor 19/UN17.19/KM/2017 pada pertengahan Februari 2017 tentang pelarangan intimidasi maba saat proses pengenalan kampus dan pengamanan kegiatan kemahasiswaan. Kabar pelonco ini juga sudah bergulir sejak akhir 2016.</p><p style="text-align: justify;">Kabar gembira lainnya, yakni ditelurkannya kebijakan penurunan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk mahasiswa angkatan 2012 yang dituangkan dalam surat edaran rektor nomor 502/UN17.15/KU/2017. Kendati membawa angin segar, kebijakan ini nyatanya sempat berpolemik. Bermula dari lambatnya pemberitahuan yang akhirnya membuat sejumlah mahasiswa membayar dengan nominal biasa, ditambah keluhan mahasiswa yang harus bolak-balik rektorat mengurus pemotongan karena informasi simpang siur serta rumitnya administrasi. Meski begitu, perkara ini berhasil diselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda nasib dengan angkatan 2012, Februari terasa kelabu bagi sejumlah mahasiswa Fakultas Farmasi. Pasalnya, ajuan penurunan UKT mereka ditolak Dekan Farmasi Laode Rijai lewat sepucuk surat yang isinya memilukan. Di surat itu tertulis PHK, pensiun, dan penurunan pendapatan dari suatu usaha oleh suatu keluarga&mdash;yang merupakan alasan ajuan penurunan-- merupakan keadaan normal dan Farmasi Unmul tidak bertanggungjawab atas hal tersebut. Sayangnya, kala itu isu ini tak diadvokasi lebih jauh oleh Faqur Rahman Gubernur BEM Farmasi waktu itu. Ia malah menyebut masalah UKT tersebut adalah urusan dari kepengurusan BEM Farmasi sebelum dirinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Maret</strong><br>Sivitas Unmul dibuat terkejut oleh ulah salah seorang mahasiswi FEB berinisial LN yang harus diamankan pihak berwajib karena kedapatan menyiarkan film yang ditontonnya di salah satu bioskop di pusat perbelanjaan terkemuka di Samarinda ke aplikasi Bigo Live miliknya. LN, dilaporkan salah satu media jaringan nasional ke Polda Metro Jaya. Tak berlangsung lama dari pelaporan itu, Polresta Samarinda langsung mendatangi rumah LN dan melakukan penangkapan atas tuduhan pelanggaran UU ITE.</p><p style="text-align: justify;">Nahas juga menghampiri Bendahara FISIP Muchtar Zuhriyanto atas tragedi konsumsi basi yang dia siapkan untuk kegiatan pengaderan Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi. Dirinya yang juga dituding menyalahgunakan wewenang itu dimutasi Dekan FISIP Muhammad Noor ke kampus Pemerintahan Integratif (PIN) setelah sebelumnya diberi peringatan keras.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti di kasus D yang disikapi Noor dengan menjatuhi hukuman skorsing hingga memutasi Muchtar, Februari, Noor juga tercatat men-<em>drop out</em> (DO) ratusan mahasiswa. Hal itu dilakukannya didasari pedoman dan aturan Unmul serta kondisi angkatan 2014 ke atas yang statusnya abu-abu dibuktikan dengan minimnya kehadiran dan SKS yang ditempuh. &nbsp;Noor memilih DO sebagai solusi.</p><p style="text-align: justify;">Maret berakhir menggantung. Angkatan 2014 yang sudah tak sabar KKN, menanti tak pasti. Kabar simpang siur dengan maraknya informasi membingungkan bermunculan dari tiap sumber, membuat LP2M bahkan sempat menutup ruang untuk mahasiswa umum kecuali telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. BEM KM Unmul juga menjadi pihak yang kala itu ikut mengupayakan dengan beragam audiensi dan langkah strategis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>April</strong><br>Sebagai sebuah entitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mahasiswa, KKN dan kegiatan pengabdian serupa mendapat tempat istimewa untuk disiapkan sematang mungkin karena berbeda dengan perkuliahan sehari-hari. Bayangan akan hidup di sebuah tempat baru dengan sekelompok teman yang nantinya bersama-sama melaksanakan program kerja membuat antusias mahasiswa Unmul untuk KKN masih cukup tinggi. Ini dibuktikan dengan gelombang massa yang secara berkala terus memadati kantor LP2M jauh sebelum jadwal KKN diumumkan.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, LP2M sebagai penyelenggara KKN dinilai tak siap dan cenderung keteteran padahal sudah ke 43 kalinya melaksanakan. LP2M memberikan informasi saling berbeda, kebijakan yang lamban dan kadang berubah-ubah, sistem portal yang bermasalah, penetapan jenis, hingga isu mengistimewakan segelintir mahasiswa membuat persiapan dan pelaksanaan KKN 43 dinilai amburadul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mei</strong><br>Rasa kesal yang tak terbendung membuat akun Facebook bernama Alim dan Bersahaja yang belakangan diketahui mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian, mengunggah gambar meme mirip tampilan website Telkomsel yang diretas oknum dan lebih dulu heboh. Alim menujukan kekesalannya itu kepada senior yang menyuruhnya menulis laporan dengan tulis tangan. Ia mengganggap tulis tangan adalah hal pekerjaan sia-sia karena tidak memanfaatkan teknologi yang ada. Jadilah kata-kata makian tersebar dan menghebohkan Unmul. Adapun, Kaprodi THP Hudaida Syahrumsyah ketika itu berupaya melacak, bahkan dia mengancam tidak akan mengeluarkan nilai mahasiswa THP jika tidak ada yang mengaku siapa balik akun Alim dan Bersahaja.</p><p style="text-align: justify;">Mei yang juga dirayakan sebagai peringatan Hari Buruh, Unmul memilih mengeluarkan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sejumlah titik. Sebuah kebijakan yang lagi-lagi mengundang kontroversi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juni&nbsp;</strong><br>Tepat 13 Juni 2017 bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Unmul resmi menyandang status universitas terakreditasi A berdasarkan hasil penilaian tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Meski telah mencapai gemilang, rupanya tak serta merta menjadikan sivitas semuanya larut dalam gembira. Sejumlah pihak menilai Unmul sebenarnya belum layak, mengingat fasilitas yang buruk dan prodi akreditasinya saat itu masih B bahkan C. Namun, kado yang sudah diterima tiga bulan sebelum hari jadi itu nyatanya tetap disyukuri dan dibanggakan ke mana-mana.</p><p style="text-align: justify;">Saat Unmul tengah merayakan pencapaian tertinggi, tiba-tiba kabar pungutan liar datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tak tanggung-tanggung, lima prodi terendus melakukan praktik ini. Masih ditambah borok &nbsp;oknum dosen yang terang-terangan menjual modul. Rizaldo, yang kala itu masih menjabat Gubernur BEM FKIP berkomitmen mengawal kasus ini sampai tuntas. Dan, benar saja. BEM FKIP berhasil mendesak Dekan FKIP Muhammad Amir Masruhim mengeluarkan edaran untuk pengembalian hak mahasiswa dan menindak tegas pelaku pungli yang jelas merugikan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juli</strong><br>Keresahan mahasiswa semester delapan soal UKT ditangkap BEM KM Unmul. Resah yang dimaksud adalah besaran UKT yang harusnya turun karena tidak lagi menempuh perkuliahan seperti biasa, kecuali mengurus skripsi. BEM KM Unmul saat itu mengomando untuk ramai-ramai mahasiswa semester delapan menunda pembayaran UKT. Dukungan mengalir, termasuk gambar meme berisi seruan soal UKT sembari aksi-aksi terus dilancarkan.</p><p style="text-align: justify;">Ada tiga opsi yang ditawarkan saat audiensi pertama, yakni pemotongan tiap golongan UKT, pembayaran per-SKS, atau pemangkasan 50 persen. Audiensi ini gagal, namun berhasil dimenangkan saat massa menggelar aksi di muka Rektorat. Saat turun aksi, massa membawa tiga tuntutan utama, yakni penolakan bayar UKT penuh, pembebasan UKT bagi mahasiswa pendadaran periode Juli, dan validasi ulang bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi 2013. Aksi terbilang sukses, sebab semua tuntutan dipenuhi kecuali tolak bayar UKT penuh karena dinilai tidak logis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Agustus</strong><br>Bulan kemerdekaan, dilalui Unmul dengan kabar korupsi yang dilakukan dua petinggi fakultas. Adalah GH, mantan Dekan Faperta yang ditangkap bersama Bendahara Faperta yang waktu itu masih berstatus aktif pada 25 Juli. Menyusul sehari kemudian CDB, mantan Dekan Fahutan juga diamankan. Ketiganya diamankan karena dugaan korupsi dana penelitian yang bersumber dari PT. Turbalindo dan PT. Berau Coal.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, antrean pembuatan KTM yang mengular juga jadi fenomena. Tradisi ini terkesan tertinggal jika dibanding universitas lain yang KTM-nya jauh lebih maju dan punya fungsi lebih dari sekadar identitas kemahasiswaan. Apalagi masa berlaku KTM yang hanya satu tahun di Unmul, membuat pengurusan KTM dinilai membebani. Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, La Hasan mengatakan pihaknya sudah pernah mengajukan gagasan agar KTM bisa berfungsi sebagai ATM namun belum ada respons dari pihak IT. Sedangkan ICT Unmul menganggap perkara ini bukan kewenangan IT, melainkan kesanggupan atasan dan pihak ketiga seperti bank.</p><p style="text-align: justify;"><strong>September</strong><br>Yang patah tumbuh, yang hilang berganti. Ribuan mahasiswa Unmul di wisuda bulan ini, sementara ribuan lainnya baru saja memasuki masa-masa awal perkuliahan dengan ditandai ajang Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), yang sebelumnya bernama Percepatan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB). Meski berganti nama, tak ada pembenahan berarti dari masalah-masalah yang kerap timbul dalam gelaran ini. Ketertiban PKKMB kembali tak mampu ditangani, hingga keterlibatan militer untuk kedua kalinya ditolak keras dan disuarakan di depan Gelora 27 September.</p><p style="text-align: justify;">September dan 2017 yang merupakan bulan dan tahun politik Kaltim, tanpa disangka menyeret nama Abdul Hamid. Mahasiswa Fakultas Hukum itu dituduh melanggar asas netralitas kampus dengan membuat video dukungan berdurasi tiga menit kepada Rita Widyasari sebagai salah satu kandidat calon Gubernur Kaltim. Video itu viral karena mengambil latar dan melibatkan mahasiswa FH sebagai narasumber di dalamnya. Dalam kesaksiannya, Hamid membantah. Perkara ini akhirnya diselesaikan tertutup oleh jajaran Dekanat FH.</p><p style="text-align: justify;">Dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), gema Pemira terdengar agak sumbang. FKIP menjadi fakultas kedua yang berpesta setelah FEB. Sayangnya, antusiasme partisipan merosot gara-gara cuaca yang muram. Meski begitu, FKIP berhasil lolos dari belenggu aklamasi dengan memenangkan pasangan Mujihat-Arif yang unggul sekitar 1000 suara dari rivalnya, Dodi-Ayu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Oktober</strong><br>Tak ada yang spesial dari Oktober selain perayaan Pemira di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Keduanya memiliki kontroversinya masing-masing. Seperti diketahui, laga Pemira FEB cukup sengit dengan menandingkan pasangan Freijae-Sukardi dan Suwondo-Praja yang pada akhirnya dimenangi Freijae-Sukardi 679 suara, sementara Suwondo-Praja harus pasrah dengan perolehan 489 suara. Sedangkan Pemira FPIK berakhir aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Pemira FEB mulai memanas manakala tim sukses Freijae-Sukardi mengadukan lawannya, Suwondo-Praja atas tudingan melanggar etika kampanye karena mencatut foto Dekan FEB Syrifah Hudayah dalam atribut kampanye. Dua timses saling serang. Tensi makin meninggi saat aturan mengenai larangan BPH BEM dan DPM jadi timses dikeluarkan DPM FEB.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Pemira FPIK juga sempat mencuri perhatian setelah pengunduran diri salah satu calon bernama Lakiki gara-gara masalah internal yang tidak disebutkan. Kabar itu buru-buru ditepis Risvan, ketua tim suksesnya. Perkara calon Pemira FPIK hingga kini tak terurai, namun Pemira FPIK resmi berakhir aklamasi tatkala ditetapkannya Sandra Rohman Agustin sebagai Ketua BEM FPIK dalam Sidang Umum Keluarga Mahasiswa (Sukma).</p><p style="text-align: justify;"><strong>November</strong><br>Musim Pemira benar-benar tiba. Sedikitnya ada sembilan fakultas berpesta. Yakni Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Farmasi, Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), dan Fakultas Teknik (FT). Dari sembilan fakultas tersebut, empat di antaranya yakni FISIP, FKM, FKTI, dan FIB berakhir aklamasi. Sedangkan FH hingga kini masih bermasalah karena hal-hal yang belum selesai.</p><p style="text-align: justify;">Di bulan ke sebelas ini pula, Pemira BEM KM Unmul dihelat. Rupa-rupa pertikaian antar timses dipertontonkan. Bermula dari tudingan Miftah cacat berkas, bentrok saat jelang Debat Kandidat yang terpaksa batal dan tidak pernah diadakan, kemudian berakhir dengan kericuhan di muka Gedung MPK saat putusan Panwas tentang Miftah hendak dibacakan. Korban berjatuhan. Puluhan orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Rektor sampai ikut-ikutan menyelesaikan. Bersama jajarannya dan pihak-pihak di lingkaran Pemira, dia mengadakan rapat tertutup yang sebenarnya tidak menghasilkan apa-apa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selama nyaris sebulan, lini masa diramaikan pemandangan saling serang dua kubu. Dua-duanya mengklaim diri sebagai korban dan berkali-kali membagikan kronologi versi masing-masing. Pemira BEM KM Unmul kali itu memang cukup nyentrik jika dibandingkan Pemira tiga tahun terakhir yang cenderung datar tak bergairah, bahkan hanya menyajikan kontestasi petarung satu warna dengan angka partisipan terus merosot. Kendati molor dari <em>timeline</em> yang ditetapkan DPM KM Unmul, Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018 disahkan jua. Dan, pertarungan itu dimenangi Rizaldo-Miftah dengan 3410 suara, sedangkan lawannya, Hariyani-Jusman tak sampai separuh, 1122 suara.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa pekan usai pemungutan suara dan masa gugatan, Kongres KM digelar. Waktunya Norman-Bhakti beserta jajaran melaporkan tanggung jawab mereka selama 400 hari bekerja. Mayoritas perwakilan lembaga mahasiswa datang membawa kritik dan mengaku tak puas dengan kinerja kabinet Gelora Perbaikan. Bersamaan dengan itu pula, Rizaldo-Miftah ditetapkan secara resmi sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018.</p><p style="text-align: justify;">November kian ramai dengan kemunculan akun Instagram unmulaktivis yang agaknya sulit dikatakan tidak mencuri perhatian. Akun yang dibuat pada 3 Agustus ini makin eksis di tengah riuh Pemira BEM KM Unmul dengan membuka poling dan menyebarkan video maupun pernyataan, setelah sebelumnya banyak me-<em>review&nbsp;</em>sosok-sosok aktivis Unmul yang lolos kualifikasi di mata para admin.</p><p style="text-align: justify;">Pro dan kontra rupanya tak hanya hinggap di unmulaktivis, tetapi juga Masterpiece. Bangunan karaoke keluarga megah bernuansa hitam yang berdiri di muka Unmul Jalan M. Yamin itu menuai reaksi keras dari Aliansi Warga dan Kampus karena dituduh melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan Kota Samarinda. Sampai saat ini kasus Masterpiece masih terus bergulir meski tidak seintensif Oktober, ketika masih hangat-hangatnya diperdebatkan.</p><p style="text-align: justify;">Kejutan lain di bulan November adalah kabar terciduknya tiga mahasiswa Unmul saat hendak berpesta ganja di sebuah kawasan perumahan di Jalan Wahid Hasyim. Belakangan diketahui satu di antaranya bukan mahasiswa Unmul sedang dua yang lain belum berhasil diidentifikasi pihak FKTI sebagai fakultas yang disebut-sebut asal dua mahasiswa tersebut. Adanya kasus ini membuat efektivitas tes bebas narkoba dipertanyakan. Meski begitu, Rektor Masjaya menyatakan akan memberi sanksi tegas sesuai aturan akademik yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Desember</strong><br>Desember datang dengan semangat baru. Akhir tahun tampaknya ingin ditutup manis oleh tiga wakil rektor dengan kerja-kerjanya. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Ahmad Syaifudin berupaya menerapkan kembali student day sebagai prasyarat untuk para ketua lembaga kemahasiswaan yang baru diangkat. Ia bermaksud membantu meringankan aktivis agar lebih fokus kuliah sekaligus mendorong minat dan bakat mahasiswa Unmul dari segi non akademik.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf menelurkan kebijakan aplikasi bernama Unmul Mobile guna mengakselerasi Unmul di ranah digital hingga yang terbaru, keberangkatannya bersama Rektor Masjaya ke Jeddah, Arab Saudi saat menghadiri pertemuan bersama IDB dan membawa pulang 50 juta Dollar AS yang akan mewujud tujuh bangunan fisik. Agenda pembangunan akan dimulai 2018.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan Abdunnur yang menyatakan siap satu atap dengan Akademi Keperawatan (Akper) Pemprov ketika nantinya resmi bergabung dengan FK mengingat ada beberapa keuntungan yang akan diperoleh Unmul dari merger. Adapun, di sisi mahasiswa yang dalam hal ini Presiden BEM FK Adheya Putrindashafa, turut mengamini kabar ini.</p><p style="text-align: justify;">Gelar akreditasi A yang coba dibuat pantas rupanya masih saja bercela. Parkiran gedung Pusat Komputer (Puskom) FKTI yang semrawut, ketiadaan air di toilet Puskom yang memaksa mahasiswa mencari musala atau tempat lain, hingga praktik olahraga anggar pakai kardus yang terpaksa dilakoni mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP karena keterbatasan dana fakultas adalah tiga hal yang setidaknya mampu menjadi autokritik sivitas, utamanya birokrat soal akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">Akhir 2017 mahasiswi Unmul kembali harus berurusan dengan pihak berwajib. Kali ini karena kasus aborsi yang terungkap saat yang bersangkutan membuang janinnya ke dalam kloset kamar kostnya di kawasan Pramuka 17. Mahasiswi berinisial TS itu kini telah diamankan bersama sang pacar yang diduga ayah dari janin tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Demikianlah tahun 2017 berlalu bagi Unmul. Persoalan yang hadir pada tahun lalu hendaknya menjadi refleksi baik untuk jalan tahun ini. <em>Sketsa</em> pun dalam banyak peliputan tahun lalu selalu terbuka dan menyediakan hak jawab kepada narasumber ataupun pihak-pihak yang membutuhkan--pun juga hingga saat ini dan seterusnya. Lembar halaman 2018 baru saja dibuka, semoga terus berjalan gerakan dan kritik yang membangun itu. Agar 2018 menjadi tahun baik bagi Unmul sebagaimana harapan selalu ditanamkan. <strong>(<em>aml/myg/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Petani di Bawah Payung Hukum Negara Agraris </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-petani-di-bawah-payung-hukum-negara-agraris/baca </link>
<guid> nasib-petani-di-bawah-payung-hukum-negara-agraris </guid>
<pubDate> Thu, 04 Jan 2018 17:04:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: jitunews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-petani-di-bawah-payung-hukum-negara-agraris/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tUGFnsB5AM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Petani di Bawah Payung Hukum Negara Agraris</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Indonesia yang dijuluki sebagai negara agraris ternyata menyimpan potret tragis bagi para petani. Kesejahteraan hidup mereka hingga kini masih banyak yang belum mendapatkan kelayakan. Kontras, peran dan upaya mereka dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui hasil pangan, sedang mereka harus berpikir keras demi dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Masih jelas ingatan tentang sembilan petani perempuan yang melakukan aksi cor kaki sebagai wujud protes pada 2016 lalu. Mereka tidak menerima adanya pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Tak berhenti sampai di situ, aksi kedua kembali dilakukan setahun berikutnya. Mula-mula aksi ini diikuti oleh sepuluh orang yang kemudian jumlahnya terus bertambah. Mirisnya, aksi ini bahkan sampai merenggut nyawa salah satu petani.</p><p style="text-align: justify;">Pembangunan pabrik semen ini dinilai merugikan masyarakat di sekitar pegunungan Kendeng. Mereka menyatakan, Pegunungan Kendeng adalah lumbung pangan milik bersama dan menjadi sumber mata air. &quot;Adanya galian-galian pabrik semen, membuat banyak daerah kekeringan. Kalau pabrik semen terus ada, kami tidak bisa berbuat apa-apa, lalu kami makan dari mana?&rdquo; ujar Deni Yuliantini, salah satu petani dari Grobogan seperti dilansir dari laman bbc.com.</p><p style="text-align: justify;">Keprihatinan ini turut dirasakan berbagai pihak. Menyikapi hal ini, Rusdiansyah Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul mengatakan adanya kebijakan yang kurang tepat bagi para petani.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagaimanapun, lahan perlu dilindungi selama kita masih perlu makan. Hal yang sama terjadi di tempat kita. Lahan kita semena-mena dirusak oleh pertambangan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Aktivitas pasca tambang dan produksi semen dapat mengakibatkan terjadinya pengupasan lahan, penutupan lahan, serta berkurangnya daerah resapan. Hal ini berimbas pada sektor pertanian yang tidak dapat terlepas dari penggunaan air.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semakin berkurang daerahnya, maka akan mengurangi debit air dalam tanah. Polusi, debu, bisa berdampak pada iklim mikro. Bagi petani ini sangat berpengaruh pada produktivitas, karena dapat menyebabkan serangan hama yang meningkat,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Perlindungan terhadap masyarakat kecil khususnya para petani dianggapnya masih belum ada. Jika ada, keberpihakan terhadap mereka dianggap masih lemah. Hal ini kembali pada kepemilikan modal. Siapa yang kaya, dia yang berkuasa. Akibatnya, regulasi perlindungan lahan untuk petani tidak maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Ia menilai, adanya perbedaan kepentingan antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah memandang fenomena ini dari sisi ekonomi, yang berbeda dengan masyarakat sekitar. Lahan tersebut dianggap telah menyangkut keberlangsungan hidup mereka. Namun faktanya, kini banyak ditemukan lahan pertanian disulap menjadi ladang industri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Petani terpaksa harus menjual sawah karena dipengaruhi oleh keberadaan industri, sehingga laju perubahan alih fungsi juga sangat luar biasa. Sementara sektor pertanian dipaksa harus mengembangkan pertanian di luar Jawa, padahal kondisinya tidak sama dengan di sana (Jawa),&quot; ungkapnya prihatin.</p><p style="text-align: justify;">Rusdiansyah juga menyayangkan predikat sebagai negara agraris bertolak belakang dengan kemampuan para petani dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Tanpa adanya ekspor dari luar, ia yakin Indonesia sebenarnya mampu untuk memenuhi kebutuhan di rumahnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Sigit Untoro Ketua BEM Faperta juga menilai hukum di Indonesia masih lemah dalam membela masyarakat kecil. &quot;Apa yang terjadi di Kendeng sebenarnya dikarenakan oleh payung hukum yang lemah, tidak mampu melindungi para petani dan rakyat-rakyat kecil lainnya. Hukum di Indonesia nampaknya masih miring dan memihak pada yang berada,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sigit menambahkan, perenggutan lahan petani ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia. Kejadian serupa pernah terjadi di Yogyakarta, para petani juga memperjuangkan lahannya agar tidak digusur dan dijadikan bandara. Sebagai salah satu penggerak dari kalangan mahasiswa, ia akan berupaya untuk terus memperjuangkan hal yang berkaitan dengan pertanian. <strong>(<em>adn/jey/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mempertanyakan Nasib PKL di Tangan Kabinet Kita Mulawarman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mempertanyakan-nasib-pkl-di-tangan-kabinet-kita-mulawarman/baca </link>
<guid> mempertanyakan-nasib-pkl-di-tangan-kabinet-kita-mulawarman </guid>
<pubDate> Fri, 05 Jan 2018 01:00:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mempertanyakan-nasib-pkl-di-tangan-kabinet-kita-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vMm0lr34pm.png" />
					</figure>
			                <h1>Mempertanyakan Nasib PKL di Tangan Kabinet Kita Mulawarman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;<em>Food Court Area</em> (FCA) yang berada di belakang Gedung Student Center (SC) dan area gedung perlengkapan Unmul masih dan akan terus membutuhkan perhatian khusus. Kawasan yang menjadi pusat lokasi PKL berdagang yang dinaungi BEM KM Unmul itu diakui membuat PKL lebih tertib, kendati masih saja ada beberapa PKL yang berjualan selain di dua kawasan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, sejak berakhirnya masa kepengurusan Teguh-Dimas dan Norman-Bhakti, FCA area gedung perlengkapan merasa tak diurusi. Mereka berharap tidak hanya jadi objek program kerja dan diperhatikan hanya saat menjabat, tetapi berlanjut siapapun presiden BEM KM-nya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui selagi berjualan, salah satu PKL bernama Dori Ramadhani menjelaskan, para pedagang sudah dibina dan diwadahi sebaik mungkin namun akhir-akhir ini kurang mendapat perhatian. Dia mengeluhkan lapak gedung perlengkapan cenderung sepi dibanding belakang SC.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang sepi di sini. Dapatnya turun terus,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Presiden BEM KM Unmul Rizaldo mengatakan, BEM KM saat ini belum fokus mengurus hal tersebut sebab masih ada agenda awal yang mesti dikerjakan seperti <em>open recruitment</em> dan konsolidasi bersama UKM. Namun, hal pertama yang nantinya akan dilakukan adalah mendata ulang identitas seluruh PKL yang berjualan di Unmul kemudian menampung masalah yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami coba identifikasi masalahnya dulu. Kami juga masih mendalami secara teknis mengenai PKL di Unmul ini,&quot; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan keamanan kampus, Rizaldo menyebut dua kawasan FCA yang ada tengah berpolemik. Bahwa ada wacana mengenai masyarakat luar yakni PKL, suatu saat akan dilepas dan dilarang berjualan di area Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Rizaldo mengaku berupaya memperjuangkan nasib PKL yang telah dibina kementerian BEM KM Unmul sejak dua tahun terakhir. Hal ini dilakukannya dengan melakukan pertemuan bersama Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada rencana dari WR II untuk melakukan lokalisasi PKL dalam satu wilayah. Dan ini yang akan di follow up oleh BEM KM,&quot; tandasnya. <strong>(<em>arr/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kiprah Wangsakerta Setahun Pertama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kiprah-wangsakerta-setahun-pertama/baca </link>
<guid> kiprah-wangsakerta-setahun-pertama </guid>
<pubDate> Fri, 05 Jan 2018 12:45:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perwakilan UKM Marching Band Wangsakerta Mulawarman (MBWM) sukses meraih medali. (Sumber: UKM Wangsakerta) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kiprah-wangsakerta-setahun-pertama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KV76r3vbc9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kiprah Wangsakerta Setahun Pertama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Tak hanya belajar dan meraih gelar, mahasiswa juga memerlukan wadah untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Aktif bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi pilihan untuk mengisi masa perkuliahan dengan kegiatan positif. Marching Band Wangsakerta Mulawarman (MBWM) salah satunya.</p><p style="text-align: justify;">Terbentuk pada 9 Maret 2017 lalu, baru-baru ini MBWM sukses menorehkan prestasi. Hal itu dibuktikan oleh MBWM dalam Tenggarong Open Drumband Marching Band (TROMBA) 2017.</p><p style="text-align: justify;">TROMBA 2017 merupakan kompetisi <em>drum band</em> dan <em>marching band</em> pertama yang diadakan di Tenggarong. Digelar selama dua hari pada 23-24 Desember 2017 di Ladang Budaya, lomba ini diikuti oleh peserta dari beberapa kota di Kalimantan Timur. Di antaranya Tenggarong, Samarinda, dan Balikpapan.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat empat kategori lomba yang digelar, yakni <em>Street Parade</em>, <em>Individual Brass</em> &amp; <em>Percussions</em>, <em>Drum Battle</em>, dan Konser. Masing-masing kategori dapat diikuti oleh tingkat junior maupun senior atau <em>open class</em>.</p><p style="text-align: justify;">MBWM tergabung dalam tingkat senior/<em>open class</em>, dengan mengirimkan empat orang perwakilan. Empat orang tersebut ialah Dedek Arindawan (Magister Pendidikan Biologi FKIP, 2017) pada kategori <em>Individual Brass &amp; Percussions</em>, Shofyan Irsyadi Maulana Langgunu (FH 2014) pada Divisi <em>Brass</em>, Iqbal Nurrahman (FEB 2017) dan Juniardi (Faperta 2017) pada Divisi <em>Percussions</em>.</p><p style="text-align: justify;">Meski baru berumur sembilan bulan, MBWM berhasil membawa pulang empat medali dari masing-masing perwakilannya. Dedek mendapatkan medali emas (Juara 1) dan Shofyan mendapatkan medali perak (Juara 2) dalam kategori lomba <em>Individual Brass</em>. Sedangkan Nurrahman mendapatkan medali perak (Juara 2) dan Juniardi mendapatkan medali perunggu (Juara 3) dalam kategori lomba <em>Individual Percussions</em>.</p><p style="text-align: justify;">Di awal berdirinya, MBWM telah berhasil mengantongi prestasi. Tentunya, masih panjang perjalanan dan &nbsp;prestasi lainnya yang diharapkan ke depannya dapat diraih. <strong>(<em>bip/rrd/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membina atau Membinasakan PKL </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membina-atau-membinasakan-pkl/baca </link>
<guid> membina-atau-membinasakan-pkl </guid>
<pubDate> Fri, 05 Jan 2018 13:19:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: banjarmasin.tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membina-atau-membinasakan-pkl/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Sv4GZJzIjI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membina atau Membinasakan PKL</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ada gula, ada semut. Demikian agaknya pribahasa yang tepat untuk menggambarkan keberadaan mahasiswa dan PKL, kerumunan penjual yang memang lazim ditemukan di keramaian, tak terkecuali dalam lingkungan institusi pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Namun belakangan, para PKL yang berjualan di <em>Food Court Area</em> (FCA) samping bekas Indomaret mengeluhkan tak lagi diperhatikan BEM KM Unmul, pihak yang sebelumnya membina mereka dengan beragam program kerja edukatif. Pun dagangan kian sepi pembeli, sehingga untung merosot tajam.</p><p style="text-align: justify;">Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM KM Unmul 2016 Freijae Rakasiwi mengatakan pembinaan PKL sebenarnya sudah lama dicanangkan. Akhir tahun 2015 bahkan, sempat dikeluarkan surat edaran larangan berjualan bagi PKL di dalam Unmul. Melihat adanya PKL yang berjualan di sembarang tempat membuat Unmul semrawut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tugasnya kami dulu mengadvokasi mereka (PKL) atas dasar surat itu. Agar mereka tetap dapat berjualan. Saat itu kami melakukan pendataan ulang ke semua pedagang,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Freijae menambahkan, saat itu ia bersama BEM KM Unmul lebih ke arah mengadvokasi hal-hal yang berkaitan dengan pihak rektorat. Sedangkan pembinaan para PKL dilakukan Kementerian Sosial Masyarakat. Sebab itu, pembinaan dikatakannya tidak begitu progresif karena fokus utama adalah perizinan.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Gubernur BEM FEB itu mengaku selalu turun ke FCA untuk memantau perkembangan PKL dan berkomunikasi mendengar keluhan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, hal lain yang juga dilakukan yakni pertemuan rutin, bekerja sama dengan pihak ketiga yang ahli, serta melakukan pembinaan agar dapat menumbuhkan kesadaran tentang kebersihan kepada para pedagang.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, FCA terbagi menjadi dua lokasi, yakni di samping bekas Indomaret dan belakang Gedung Student Center (SC). Keluhan pedagang di FCA samping Indomaret tentang tidak diperhatikan, dianggap Freijae wajar. Ia mengakui intensitas bertemu dengan PKL lebih banyak di belakang Gedung Student Center.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pembinaannya sama, cuma untuk tingkat kooperatif memang minim untuk di sana,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecemburuan PKL Indomaret dan Tudingan BEM KM Unmul Pilih Kasih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecemburuan-pkl-indomaret-dan-tudingan-bem-km-unmul-pilih-kasih/baca </link>
<guid> kecemburuan-pkl-indomaret-dan-tudingan-bem-km-unmul-pilih-kasih </guid>
<pubDate> Fri, 05 Jan 2018 13:39:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: arsip.muriannews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecemburuan-pkl-indomaret-dan-tudingan-bem-km-unmul-pilih-kasih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NUK6kpGzBE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kecemburuan PKL Indomaret dan Tudingan BEM KM Unmul Pilih Kasih</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Agenda membina PKL era Teguh-Dimas rupanya berlanjut dalam program kerja kabinet Gelora Perbaikan yang digawangi Norman-Bhakti, dan diurusi oleh Kementerian Sosial Masyarakat (Sosmas). Di era ini, pembinaan nampak diupayakan lebih eksis dan kekinian.</p><p style="text-align: justify;">Menteri Sosmas BEM KM Unmul 2017 Kwartanti Fajriatin Budiman menyebut, pembinaan PKL mula-mula dilakukan dengan merapikan lahan FCA di belakang Gedung Student Centre (SC). Kemudian, pembuatan paguyuban, pemberian alat kebersihan, pembuatan akun media sosial khusus, hingga mendekorasi agar mahasiswa tertarik berbelanja di lapak yang mereka namakan Unmul Corner itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang semakin ramai. Para mahasiswa juga banyak yang sudah tahu Unmul Corner di samping SC,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal perhatian yang diberikan BEM KM Unmul kepada PKL di samping bekas Indomaret, diakui Kwartanti berbeda. Selain terhalang izin, ia juga khawatir jika sewaktu-waktu lahan tersebut dibongkar pihak rektorat. Dan ketika itu terjadi, ia berharap ada solusi berupa relokasi PKL ke tempat yang layak dan permanen.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami belum mendekorasi yang di sana karena bukan lahan permanen untuk para PKL,&quot; jawabnya. &quot;Pemberdayaan berupa publikasi dan pemberian alat kebersihan tetap kita berikan. Saat Ramadan juga kita ikut sertakan karna bazar Ramadannya di sana,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">PKL tak ingin hanya jadi objek program kerja selama kabinet tertentu memimpin, kemudian tak diurusi di kabinet selanjutnya. Kepada <em>Sketsa</em>, Dori Ramadhani, PKL di samping bekas Indomaret mengeluh tak lagi diperhatikan BEM KM Unmul sementara dagangannya kian hari kian sepi. Ia merasa tak seberuntung PKL di belakang Gedung SC, yang ramai dikunjungi sebab lokasinya jauh lebih menarik. Dori bersama PKL menanti langkah &quot;pembinanya&quot; untuk lekas membina dan memerhatikan kembali. <strong>(<em>fqh/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kriminalisasi Petani dan Tugas Gerakan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kriminalisasi-petani-dan-tugas-gerakan-mahasiswa/baca </link>
<guid> kriminalisasi-petani-dan-tugas-gerakan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jan 2018 04:22:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tagih Pencabutan Izin Pabrik Semen, Ratusan Petani Kendeng Demo di Kantor Gubernur Jateng. (Sumber foto: kbr.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kriminalisasi-petani-dan-tugas-gerakan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ik775wgXVJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kriminalisasi Petani dan Tugas Gerakan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Kali ini kasus kriminalisasi kembali dialami oleh rakyat yang tengah mempertahankan ruang hidupnya. Joko Prianto, seorang aktivis lingkungan yang mempertahankan lahannya dari pembangunan pabrik semen telah dikriminalisasikan oleh kuasa hukum pabrik PT. Semen Indonesia. Pada Kamis 28 Desember 2017 lalu. Kasus kriminalisasi yang dialami oleh Joko Prianto memasuki tahap baru, Kepolisian Daerah Jawa Tengah telah melimpahkan berkas perkara Joko Prianto pada Jaksa Penuntut Umum Jawa Tengah dalam pelimpahan tahap II.</p><p style="text-align: justify;">Kasus kriminalisasi yang dialami oleh Joko Prianto&mdash;alias Print (nama panggilan dari Joko Prianto) erat kaitannya dengan posisinya sebagai koordinator dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), yaitu aliansi yang dibangun untuk menolak pembangunan pabrik semen. Isu pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng ini merupakan isu yang mendapat cukup banyak perhatian khalayak nasional maupun internasional dalam beberapa tahun terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Print dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen yang diancam hukuman maksimal 6 tahun penjara. Dokumen yang dimaksud adalah dokumen yang diberikan warga ke Mahkamah Agung (MA) dalam rangka Peninjauan Kembali (PK) terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan di Kabupaten Rembang. Putusan PK pada tanggal 5 Oktober 2016 memenangkan warga dan memutuskan izin lingkungan pabrik tersebut dicabut. Namun, alih-alih mematuhi putusan MA, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru mengeluarkan SK baru Nomor 660.1/30 tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik PT. Semen di Rembang. Hal ini semakin memperjelas keberpihakan dari pemerintah Jawa Tengah.</p><p style="text-align: justify;">Dalam dokumen yang diberikan warga ke MA, diduga banyak nama-nama fiktif yang ada di dalamnya. Hal ini menjadi dalih kuasa hukum PT. Semen Indonesia untuk mengkriminalisasi Print. Padahal dokumen yang dimaksud telah diperiksa oleh Hakim PTUN Semarang pada tahun 2015 dan diperkuat dengan putusan MA yang memenangkan masyarakat Rembang. Artinya yang dilakukan Print bukanlah pelanggaran hukum.</p><p style="text-align: justify;">Polda Jawa Tengah tampak begitu responsif memproses laporan ketika yang melaporkan adalah pihak PT. Semen Indonesia. Padahal, JMPPK telah berkali-kali melaporkan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak PT. Semen Indonesia kepada Polda Jawa Tengah, di antaranya laporan kegiatan ilegal PT. Semen Indonesia pada 8 Februari 2013, laporan perusakan dan pembakaran aset milik masyarakat penolak pabrik semen berupa tenda, mushola, beserta isinya pada 10 Februari 2017, serta pelaporan terhadap kesaksian palsu dalam sidang MA yang telah dilaporkan sebanyak dua kali pada tanggal 17 Maret 2016 dan 23 Februari 2017. Namun, semua laporan yang dibuat masyarakat tersebut belum ditindaklanjuti oleh Polda hingga saat ini. Keadaan ini semakin menunjukkan watak sebenarnya dari pemerintah dan kepolisian sebagai media yang digunakan oleh pemilik modal untuk memuluskan kepentingannya dalam membangun pabrik semen.</p><p style="text-align: justify;">Sudah banyak sekali fakta-fakta yang ditemukan untuk mencegah dibangunnya pabrik semen di Pegunungan Kendeng. Mulai dari Pegunungan Kendeng sebagai wilayah resapan air, akan terganggunya ekosistem karst jika pabrik semen terbangun, hingga produksi semen yang masih melebihi kapasitas, dan lain sebagainya. Seperti dilansir <em>Tempo.co</em>, industri semen sesungguhnya telah melampaui kapasitas kebutuhan dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor. Tahun 2017 kemarin, kapasitas berlebih tersebut mencapai 30 persen. Pembangunan pabrik semen ini tentunya akan lebih banyak merugikan petani maupun alam. Banyak petani yang lahannya juga akan digusur.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi penggusuran lahan petani untuk pembangunan ini secara umum terjadi di banyak daerah di Indonesia. Dalam tulisan ini, penulis akan lebih fokus pada persoalan mendasar penggusuran lahan dan kriminalisasi petani, serta tugas mendesak dari gerakan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Akar Persoalan Penggusuran &nbsp;Lahan</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, fenomena penggusuran lahan petani adalah benturan antara perkembangan modus produksi kapitalis dengan modus produksi feodal yang lama. Perkembangan modus produksi kapitalis senantiasa membutuhkan lahan dan tenaga kerja upahan untuk dieksploitasi. Tujuan utamanya adalah untuk proses pelipatgandaan (akumulasi) modal agar laku diperdagangkan di pasar. Namun, dalam proses akumulasi kapital ini, kapitalis yang memiliki modal dan alat produksi yang memiliki ambisi untuk terus meluaskan nilai lebih atau keuntungannya, berhadapan dengan modus produksi feodal, di mana masih terdapat petani dan para pekerja bebas yang juga sebagai produsen komoditi (padi, sayur, buah-buahan, dsb). Hal ini tentu tidak berkesesuaian dengan modus produksi kapitalis. Pada akhirnya, para kapitalis harus menghancurkan modus produksi lama ini, salah satunya dengan melepaskan petani dari ikatannya terhadap tanah agar terbentuk lapisan kelas pekerja upahan yang bekerja untuk kepentingan industri kapitalis. Setelah produksi kapitalis ini berdiri di atas kakinya sendiri, kapitalis tidak hanya mempertahankan kondisi ini, tapi memperluasnya secara terus menerus diperbagai belahan dunia.</p><p style="text-align: justify;">Proses inilah yang dikatakan Marx seorang pemikir dari Jerman sebagai akumulasi primitif, yaitu proses historikal perceraian produsen dari alat-alat produksi. Dikatakan &lsquo;primitif&rsquo; karena ia merupakan cara pra-sejarah kapital untuk memulai proses akumulasinya. Periode awal ini terjadi di Inggris pada abad ke 16, di mana lahan petani digusur oleh penguasa-penguasa lokal untuk kemudian diubah menjadi ladang penggembalaan domba yang menghasilkan industri wol ketika harga wol dunia saat itu sedang meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perkembangannya, karena motif dasar dari industri kapitalis yang dikuasai oleh segelintir orang itu bar-bar alias tidak terencana, sehingga rawan terjangkit krisis ekonomi. Barang-barang yang diproduksi di Eropa tidak akan laku jika hanya dipasarkan di Eropa, bahan-bahan atau produk yang laku dipasaran juga tidak hanya terdapat di Eropa tetapi dibelahan dunia lain. Hal inilah yang membuat kapitalis melakukan ekspansi, eksploitasi, dan akumulasi ke perbagai belahan dunia agar krisis mereka dapat diselamatkan. Mereka tidak segan-segan melakukan penjajahan dan mengobarkan perang seperti Perang Dunia I maupun Perang Dunia II.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia, kolonialisme Belanda melakukan ini dengan menggusur petani agar menjadi pekerja upahan untuk memproduksi rempah-rempah yang menguntungkan di pasar dunia saat itu. Sayangnya, kolonialisme Belanda masuk ke Indonesia tidak sepenuhnya menghancurkan sisa-sisa feodalisme. Mereka bekerja sama dengan kalangan feodal seperti raja-raja dan kalangan bangsawan untuk mendapatkan legitimasi dalam menghisap masyarakat Indonesia pada saat itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan perkembangan kapitalisme di Eropa yang sepenuhnya menghancurkan sisa-sisa feodalisme seperti revolusi besar Prancis pada abad ke 18. Inilah yang mengakibatkan hingga saat ini masih banyak sisa-sisa budaya feodal di Indonesia seperti budaya patron, korupsi yang merajalela, dsb. Bahkan, banyak pula kalangan feodal yang bertransformasi menjadi kapitalis, selain memiliki tanah yang besar juga memiliki banyak perusahaan. Krisis ekonomi kapitalis yang menyebabkan akumulasi primitif inilah akar persoalan penggusuran lahan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Akumulasi Primitif Hari &nbsp;Ini</strong></p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, fenomena akumulasi primitif masih sering terjadi di Indonesia, seiring dengan semakin banyaknya komoditi yang diproduksi oleh industri kapitalis, serta posisi Indonesia sebagai negara penghasil bahan mentah dan setengah jadi dengan industrinya yang masih terbelakang untuk kepentingan pasar dunia, terus mendorong terjadinya perampasan lahan petani dan kaum miskin kota. Pembangunan pabrik semen sendiri adalah bagian dari akumulasi primitif di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi masa pemerintahan Jokowi-JK sangat masif dalam kebijakan pembangunan infrastruktur yang abai terhadap hak-hak rakyat. Pemerintah selalu berdalih bahwa pembangunan ini untuk kesejahteraan rakyat dan diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Masyarakat yang menolakpun dicap melawan pembangunan. Namun, hal ini tidak sejalan melihat tingginya fenomena penggusuran lahan yang banyak merugikan petani maupun alam akibat pembangunan. Perusahaan yang akan dibangun pun tidak mungkin dapat menyerap semua pengangguran yang diakibatkan oleh penggusuran lahan. Apalagi perusahaan-perusahaan yang banyak menggunakan mesin berteknologi tinggi (seperti perusahaan tambang), yang tidak banyak membutuhkan tenaga kerja. Petani yang digusur lahannya pun tidak mempunyai banyak kapasitas untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sepanjang tahun 2017, Catatan Akhir Tahun Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terdapat 659 konflik agraria dengan luasan 520.491,87 hektare lahan dan melibatkan sebanyak 652.738 kepala keluarga. Jumlah ini terus meningkat dibandingkan 2 tahun sebelumnya, yaitu 252 konflik pada tahun 2015 dan 450 konflik pada tahun 2016.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan begitu, terdapat 1.361 konflik agraria selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Adapun pada tahun 2017 mayoritas konflik muncul dari sektor perkebunan (208), properti (119), infrastruktur (94), pertanian (78), kehutanan (30), pesisir dan kelautan (28) dan pertambangan (22). Hal inilah yang mengakibatkan setidaknya 570 ribu petani berada di bawah garis kemiskinan, tingkat kemiskinan di pedesaan juga naik dari 14,09% pada September 2015, menjadi 14,11% pada Maret 2016 dan akan terus meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Tingginya konflik agraria ini sejalan dengan ketimpangan penguasaan lahan di Indonesia. Data Badan Pertahanan Nasional (BPN) tahun 2016 menunjukkan bahwa 56% aset berupa properti, tanah dan perkebunan dimonopoli oleh 0,2% penduduk di Indonesia. Hal itu berbanding terbalik dengan sangat banyaknya kaum tani yang sangat sedikit memiliki tanah. 26,14 juta rumah tangga tani memiliki lahan rata-rata hanya 9,89 hektare per keluarga. Sedangkan kira-kira 14,25 juta rumah tangga tani lainnya malah memiliki lahan di bawah 0,5 hektare perkeluarga.</p><p style="text-align: justify;">Aktor dari perampasan lahan kinipun juga semakin beragam dibandingkan masa feodal dulu ketika kaum tani berkontradiksi dengan tuan-tuan tanah tradisional feodal. Laporan <span>Kuasa Pengguna Anggaran (</span>KPA<span>)</span> menyebutkan bahwa ada lima besar aktor yang terlibat dalam konflik agraria saat ini, yaitu kapitalis swasta, pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), TNI dan Polri.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Tugas Gerakan &nbsp;Mahasiswa&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak heran untuk selamat dari krisis ekonomi, kapitalis mendirikan perbagai perusahaan baru yang berkonsekuensi dengan semakin tergusurnya lahan-lahan petani. Mereka melakukan perbagai cara untuk memuluskan kepentingannya, termasuk bekerja sama dengan pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan sebagainya yang notabene memiliki relasi yang lebih dekat dengan kapitalis daripada rakyat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lewat aparatus kekuasaanya, mereka melakukan intimidasi, refresi, dan bentuk kekerasan lainnya untuk melemahkan perjuangan petani dalam mempertahankan lahan. Bila ini tidak cukup, kriminalisasipun akan dilakukan kepada para aktivis lingkungan. Hal inilah yang dialami oleh Joko Prianto alias Print. Apa yang dialami oleh Print adalah gambaran umum bagi petani yang mempertahankan lahannya di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa bulan lalu misalnya, 10 petani di Sukabumi dikriminalisasi terkait kasus pengrusakan kantor PT. Surya Nadi Cipta (SNP). Di Kalimantan Timur juga terjadi hal serupa, di mana 4 orang petani Muara Jawa dikriminalisasi dengan tuduhan penyerobotan lahan PT. Perkebunan Kaltim Utama (PKU) milik Menteri Luhut Binsar Padjaitan. Padahal, yang sedang dilakukan oleh petani tersebut adalah upaya untuk mempertahankan lahan yang telah direbut terlebih dahulu oleh perusahaan. Data dari DPP Serikat Petani Indonesia (SPI) menyebutkan bahwa selama tahun 2017 terdapat 117.054 petani yang dilanggar hak asasinya.</p><p style="text-align: justify;">Tingginya angka kekerasan kepada petani pejuang lingkungan ini mendesak setiap elemen gerakan rakyat untuk membangun solidaritas terhadap penindasan di lintas sektor, termasuk dari sektor mahasiswa. Mahasiswa sendiri akan mengalami penindasan yang sama dengan petani. Petani yang kehilangan lahannya mayoritas akan menjadi kelas pekerja dan atau jika tidak terserap oleh industri dan manufaktur yang ada akan menjadi pengangguran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula mahasiswa, mayoritas kelulusannya pun akan menjadi kelas pekerja, sebab tidak akan ada banyak lowongan bagi mahasiswa untuk menjadi kapitalis baru ataupun manager dari sebuah perusahaan. Jika tidak mampu terserap oleh industri yang ada mahasiswa juga akan menjadi kaum penganggur. Kondisi kelas pekerja ini juga sangat memprihatinkan karena mayoritas pekerja di Indonesia berstatus tenaga kerja kontrak (<em>outsourching</em>). Solidaritas Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) pada aksi pasung semen petani Kendeng di Istana Negara bulan Maret 2017 lalu mengungkapkan bahwa, para buruh yang bekerja di PT. Semen Indonesia mendapat status kerja yang tidak jelas, upah lembur yang tidak dibayar, bahkan juga PHK.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, aliansi strategis dari kaum tertindas untuk mewujudkan kesejahteraannya adalah sesama kaum tertindas itu sendiri. Pengalaman perjuangan petani Kendeng menunjukkan bahwa jalur litigasi saja tidaklah cukup, karena penguasa akan melakukan perbagai cara untuk mempertahankan kepentinganya. Patut dicatat pula bahwa kemenangan-kemenangan yang didapat oleh petani Kendeng selama ini bukanlah belas kasihan dari penguasa, tetapi karena solidaritas yang begitu kuat dari perbagai elemen gerakan rakyat baik nasional maupun internasional. Solidaritas sesama kaum tertindas inilah yang juga perlu terus dibangun. Pengalaman gagalnya upaya kriminalisasi 26 aktivis buruh pasca mogok nasional buruh tahun 2015 lalu menunjukkan keberhasilan dari solidaritas yang terbangun ini.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa sebagai bagian dari sektor rakyat tertindas yang notabene memiliki banyak waktu untuk belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan sepanjang sejarah punya peran besar dalam mempelopori terjadinya perubahan sosial. Oleh sebab itu, tugas kita saat ini adalah memperkuat kampanye dan solidaritas terhadap penindasan di lintas sektor. Membuat tulisan dan publikasi ilmiah baik cetak maupun <em>online</em>, melakukan diskusi dan mimbar-mimbar bebas di perbagai kampus, serta terlibat langsung bersama rakyat untuk membangun demokrasi yang sejati, hingga mendorong terciptanya sistem ekonomi yang demokratis dan terencana yang dibangun oleh rakyat tertindas itu sendiri. Hanya dengan demikian, solidaritas akan menang melawan kriminalisasi, dan demokrasi akan menang melawan tirani.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis Angga Kusuma, &nbsp;Anggota Lingkar Studi Kerakyatan</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Giur Pungli dalam Kuliah Luar Kelas Penjaskesrek </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/giur-pungli-dalam-kuliah-luar-kelas-penjaskesrek/baca </link>
<guid> giur-pungli-dalam-kuliah-luar-kelas-penjaskesrek </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jan 2018 05:26:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Uji Keterampilan Prodi Penjaskesrek di GOR 27 September. (Sumber foto: old.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/giur-pungli-dalam-kuliah-luar-kelas-penjaskesrek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Rx8RenzNG1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Giur Pungli dalam Kuliah Luar Kelas Penjaskesrek</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dalam menyiasati kurangnya dana, acap kali dilakukan pengumpulan uang dalam bentuk iuran. Dalam pelaksanaanya, iuran tersebut menjadi rawan sebagai gerbang tindak kecurangan, salah satunya pungutan liar (pungli).</p><p style="text-align: justify;">Nurjamal Ketua Program Studi Penjaskesrek, mengaku sempat mendengar isu pungli di prodi yang ia pimpin. Ia heran dan sempat marah. Sehingga memanggil salah seorang mahasiswanya untuk menemuinya. Namun ternyata itu tidak benar terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Kini, setiap kali Nurjamal berkesempatan masuk ke kelas, ia mengimbau untuk segera melaporkan jika ada hal aneh terkait pungli meski dengan embel-embel ancaman apa pun.</p><p style="text-align: justify;">Ia menerangkan, asal mula kabar itu karena adanya ketidakberesan perihal nilai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada mata kuliah yang lulus hanya dua orang. Kami telusuri dan ternyata ada upaya transaksi (pungli), tapi tidak terjadi. Itu (tindakan) personal, bukan membawa kebijakan fakultas apalagi prodi,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Nurjamal menjelaskan, itu merupakan kebijakan di luar standar sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjamin pungli di FKIP, khususnya Prodi Penjaskesrek sudah tidak ada lagi. Hal tersebut merupakan pelanggaran yang tidak mengindahkan kebijakan fakultas dan akan langsung ditindak. Jika mahasiswa masih mengeluarkan dana untuk urunan membeli suatu peralatan, sepatutnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu. Di antaranya dengan menyebarkan pemberitahuan dan menanyakan kesediaan dan kesanggupan dari mahasiswa. Jika tidak sanggup, tidak ada paksaan terhadap mahasiswa. Pasti akan langsung dirapatkan bersama oleh pihak fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Sarana lain yang harus menggunakan fasilitas dan kegiatan luar yang tak dimiliki Unmul adalah kolam renang. Mahasiswa diharuskan untuk praktik renang di luar, seperti di GOR Stadion Segiri. Bahkan ke tempat lain yang memiliki sarana lengkap seperti kolam renang di Hotel Mesra.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah dihubungi dekan kemarin untuk dimintai rekapitulasi dana yang dikeluarkan anak-anak di Hotel Mesra. Insyaallah akan diganti,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ini diakui sebagai kekurangan yang tengah dialami.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&quot;Kalau ada kesan memaksakan dan mengarah ke indikasi pungli, laporkan saja pasti ditindaklanjuti,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(myg/els/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Solanin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/solanin/baca </link>
<guid> solanin </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jan 2018 05:39:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Berasbulog. (Ilustrasi: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/solanin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AIYEPsSrt4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Solanin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Aku bersender di bawah awan, cahaya siang dari bakaran yang ku isap sama seperti kemarin. Kulihat ada kursi tergeletak di depan pintu solanin.</p><p style="text-align: justify;">Di depan nya ada musang resah mencari jalan keluar. Kepalaku dipenuhi reruntuhan. Terlihat ulin yang sudah rapuh, aku pergi berlari tak bertujuan.</p><p style="text-align: justify;">Kilau nya membuat ku kelabu, kebingungan merasuk hingga kerongkongan. Jiwa ku pergi tak bertenaga lagi.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku ada di mana ?</p><p style="text-align: justify;">Aku siapa ?</p><p style="text-align: justify;">Dan mengapa ?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Berasbulog</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Halal Haram LGBT di Mata Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/halal-haram-lgbt-di-mata-mahasiswa/baca </link>
<guid> halal-haram-lgbt-di-mata-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jan 2018 11:36:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LGBT alias Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender sudah ada di Indonesia sejak 1960-an. (Sumber ilustrasi suffolklgbtnetwork.org.uk/index.php) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/halal-haram-lgbt-di-mata-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3cFJhnWxOR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Halal Haram LGBT di Mata Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> - Omong-omong soal LGBT yang kini tengah ramai diperbincangkan. Setelah seorang wanita yang mengira dua pria di atas motor adalah pasangan homoseks ternyata saudara kandung, hingga perdebatan panas di meja acara <em>Indonesia Lawyers Club</em> kian memantik hawa pro dan kontra menyikapi fenomena LGBT.</span><br><span><br>LGBT alias Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender sudah ada di Indonesia sejak 1960-an. Kemudian terus berkembang pada 80-an, 90-an, dan meledak pada era milenium 2000. 2017, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak melakukan uji materi terhadap Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ketiga pasal tersebut mengatur tentang kejahatan terhadap kesusilaan.</span><br><span><br>Sebagai sebuah fenomena, pro dan kontra wajar terjadi. Dua pihak saling adu argumentasi. Tidak hanya melibatkan pemuka agama maupun tokoh adat. Fenomena LGBT juga membuat pakar kesehatan, pengajar, LSM, pegiat HAM, dan segenap elemen masyarakat bersuara, tak terkecuali mahasiswa.</span><br><span><br>Monica Maulyda, mahasiswi Ilmu Komunikasi ini mengaku kontra LGBT. Menurutnya, LGBT adalah penyimpangan agama, menjijikkan, sekaligus sumber penyakit.</span><br><span><br>&quot;<em>Big no</em>! Karena melenceng dari apa yang ada, yang harusnya wanita dengan lelaki, kenapa diubah-ubah lagi. Dan sumber penyakit sih, karena mereka melakukan seks melalui dubur jadi bisa menularkan penyakit karena kotor,&quot; ucapnya.</span><br><span><br>LGBT yang kerap diberi embel-embel dan mengatas namakan Hak Asasi Manusia (HAM), bagi Monica tetap harus memperhatikan kerugian yang dialami lebih banyak orang, terutama di Indonesia yang mayoritas muslim. Sehingga bagi Monica, kaum LGBT tidak bisa diterima walau dengan dalih HAM sekalipun.&nbsp;</span><br><span><br>&quot;Semua orang punya hak, tapi jika sesuatu ngasih dampak buruk, belum lagi dampak sosial yang ditimbulkan itu sangat besar. Akan ricuh di mana-mana, apalagi kita mayoritas Muslim,&quot; imbuhnya.</span><br><span><br></span>Sementara itu, Yuliani Saputri mahasiswi Sosiologi berpendapat lain. Menurutnya, LGBT sama seperti kaum heteroseksual yang sudah sepatutnya diperlakukan sama dan mendapatkan hak yang juga sama tanpa diskriminasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;LGBT adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang punya hak-haknya sebagai warga negara, termasuk hak untuk hidup dan mengekspresikan orientasi seksual mereka yang tidak bisa kita paksa. Karena setiap manusia orientasi seksualnya beda-beda,&quot; kata Putri.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Putri menjelaskan, homoseksualitas yang sebelumnya dikategorikan gangguan jiwa sudah dibantah, dibuktikan dengan dikeluarkannya keputusan dari organisasi kesehatan sedunia atau W<em>orld Health Organization</em> (WHO) pada 17 Mei 1990.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, didukung aspek hukum yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) di Indonesia edisi II dan III tahun 1983 dan 1993 disebutkan bahwa homoseksualitas bukan penyakit kejiwaan, melainkan varian biasa dari orientasi seksual manusia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;PPDGJ ini menjadi acuan para medis, seperti dokter, psikolog, dan psikiater di Indonesia sampai sekarang,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Memosisikan diri sebagai pihak yang pro LGBT menurut Putri bukan sesuatu yang keliru, meski saat ini cenderung dipandang sinis masyarakat. &quot;Semua manusia terlahir dengan martabat dan hak yang setara. Orientasi seksual dan identitas gender merupakan integral dari martabat dan kemanusiaan masing-masing manusia dan tidak dapat dijadikan dasar melakukan diskriminasi atau kekerasan,&quot; tandasnya. <strong><em>(snh/aml/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Negeri Api </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/negeri-api/baca </link>
<guid> negeri-api </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jan 2018 12:10:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa kabar Negerimu? Negeriku sangat kacau(Sumber ilustrasi: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/negeri-api/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ma3vqtXkVp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Negeri Api</h1>
			              </header>
			              <p>Apa kabar Negerimu?</p><p>Negeriku sangat kacau</p><p>Kami disini sangat gelisah</p><p>Kami butuh kepadaman</p><p><br></p><p>Wahai kaum militer</p><p>Dergamamu sangat licik</p><p>Berkicaulah sampai dunia lelah</p><p>Mereka yang paham akan tertawa</p><p><br></p><p>Sosok wanita inspirasi</p><p>Telah gagal mengibarkannya</p><p>Sungguh sangat hipokrit</p><p>Zona nyaman ternyata jahuarinya</p><p><br></p><p>Apa salah kami?</p><p>Kami sangat mencintai validitas</p><p>Kami tidak butuh pencitraan</p><p>Kami tidak butuh drama</p><p><br></p><p>Yang kami butuh kejujuran</p><p>Yang kami butuh keragaman</p><p>Yang kami butuh kesaksamaan</p><p>Dan kami menjunjung tinggi toleransi</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Murdiana, Mahasiswi Sastra Indonesia FIB 2015</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rapuh yang Ternilai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rapuh-yang-ternilai/baca </link>
<guid> rapuh-yang-ternilai </guid>
<pubDate> Sun, 07 Jan 2018 04:20:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: baritopost.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rapuh-yang-ternilai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p7587JOqaD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rapuh yang Ternilai</h1>
			              </header>
			              <p>Bentuknya seperti kertas<br>Katanya, berharga?<br>Tak elakkah kau melihatnya?<br>Begitu menyayat relung hati</p><p>Kau rusak dia, kau lecehkan dia<br>Kau tak anggap dia jika ia kecil<br>Kau sanjung jika ia besar<br>Rendahkah ia jika berbeda?</p><p>Logam kau anggap tak ada harganya<br>Tanpa ia tak ada 1 juta<br>Kepingannya berbunyi beralun piano<br>Kau anggap seperti petasan</p><p>Bagaimana jika dari emas?<br>Apakah kau melakukan hal yang sama?<br>Pastinya tidak<br>Kau sayang dengan penampilan bukan perjuangannya</p><p>Pernah kah kau berfikir?<br>Berapa banyak darah kering di medan perang?<br>Ingin berjasa<br>Ingin memberi arti</p><p>Kau hanya menyiakannya seperti sampah<br>Peluh keringat selalu menetes<br>Mengalir tak tau arah<br>Inikah sikapmu terhadap mereka?</p><p>Jasa mereka tak kau kenang<br>Kau hanya kenang pemberian kekasih<br>Sejarah hanyalah teori belaka<br>Yang hanya sebatas kata</p><p>Itu pun hanya di buku sejarah<br>Yang tak kau sentuh apalagi dipandang<br>Hingga kusam sampai rapuh<br>Di tempat yang sama</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Frilia Dwi Wulandari, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2017</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Say Goodbye to Semester Ganjil, Waktunya Berlibur! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/say-goodbye-to-semester-ganjil-waktunya-berlibur/baca </link>
<guid> say-goodbye-to-semester-ganjil-waktunya-berlibur </guid>
<pubDate> Sun, 07 Jan 2018 04:46:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: z3news.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/say-goodbye-to-semester-ganjil-waktunya-berlibur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eK5SDOSSnw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Say Goodbye to Semester Ganjil, Waktunya Berlibur!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Memasuki awal tahun 2018, berarti lembaran baru siap dimulai. Begitu pula dengan kegiatan perkuliahan. Setelah menuntaskan Ujian Akhir Semester (UAS), kini mahasiswa tengah mempersiapkan rencana untuk mengisi masa liburan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa mahasiswa tentu memaknai masa libur mereka dengan kegiatan yang berbeda-beda. Bagi mahasiswa perantau, tentu hal ini menjadi momen yang sangat ditunggu. Mengingat masa libur tentu akan menjadi waktu yang tepat untuk kembali pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama sanak saudara.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan mahasiswa yang berdomisili di Samarinda tempat mereka berkuliah. Sebagian besar mereka mengisi waktu libur dengan berbagai kegiatan produktif. Mulai dari berorganisasi di kampus, menghabiskan waktu di perpus, menjelajahi mal, hingga bekerja <em>part-time</em> demi menambah uang jajan. Tidak sedikit pula yang memaknai liburan mereka dengan berlibur ke luar kota.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diungkapkan oleh Neneng Diana, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Neneng mengaku bahwa masa liburannya diisi dengan berkegiatan di kampus. &quot;Waktu libur saya pakai untuk berorganisasi di kampus,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Neneng menambahkan bahwa waktu libur yang diberikan oleh fakultas ia gunakan sebaik-baiknya dengan menambah ilmu di organisasi. &quot;Saya lebih memilih mengaktifkan diri di kegiatan himpunan,&quot; pungkas mahasiswi prodi Ekonomi Syariah itu.</p><p style="text-align: justify;">Lain Neneng, lain pula Khairunnisa Rengganis. Salah satu mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi ini punya cara tersendiri dalam mengisi masa liburannya. Mahasiswi yang kerap disapa Ninis ini memilih bekerja selama masa liburannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya mengisi waktu luang saya pada saat libur dengan bekerja,&quot; beber mahasiswa angkatan 2016 ini. Ketika ditanya mengenai alasannya, Ninis mengaku bahwa ia ingin masa liburnya diisi dengan kegiatan positif dan tentunya menghasilkan pundi-pundi rupiah.</p><p style="text-align: justify;">Selain beberapa kegiatan di atas, <em>Sketsa</em> juga telah menghimpun beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk menghabisakan masa liburan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Travelling</strong><br>Siapa yang tidak menyukai <em>travelling</em>? Dari yang berusia muda hingga yang tak muda lagi, dari kalangan <em>public figure</em> hingga masyarakat biasa semua menyukai <em>travelling</em>, tanpa kecuali mahasiswa. Tak jarang dari mereka menjadikan <em>travelling&nbsp;</em>sebagai hobi. Mahasiswa yang gemar <em>travelling</em> tentu harus mencari waktu yang tepat agar kegemaran mereka ini dapat terlaksana dengan baik tentunya. Salah satu <em>timing</em> yang pas untuk <em>travelling</em> ialah di masa liburan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Membaca Buku</strong><br>Buku adalah jendela dunia. Perumpamaan tersebut tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Mahasiswa yang gemar membaca tentu akan menjadikan buku sebagai pelarian mereka dalam membunuh waktu. Tak sedikit mahasiswa kerap memadati perpustakaan guna mengisi liburan mereka dengan menambah ilmu baru nan bermanfaat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Berjualan</strong><br>Bagi mahasiswa yang ingin mempertebal dompet mereka, maka berjualan bisa menjadi salah satu alternatif. Kini mahasiswa juga tidak perlu takut kegiatan berjualan mereka akan mengganggu akademik, karena bisa dilaksanakan pada saat libur perkuliahan guna mengisi waktu luang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Mengikuti Kursus atau Training</strong><br>Sebagai mahasiswa yang baik, tentu harus dibekali dengan <em>skill</em> tertentu. Bagi sebagian mahasiswa yang masih bingung bagaimana caranya menghabiskan masa liburan dengan efektif dan efisien, hal ini tentu bisa dicoba. Mengikuti kursus atau <em>training</em> dalam jangka waktu tertentu akan mengasah <em>soft skill</em> agar lebih baik lagi. Dan tentunya tidak akan mengganggu jika dilaksanakan jika memasuki masa libur seperti ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Menulis</strong><br>Dunia tulis menulis tentu adalah dunia yang menarik untuk ditekuni. Sebagian besar orang tentu gemar menuangkan ide kreatif mereka dalam bentuk tulisan. Cara ini bisa dicontoh bagi mahasiswa yang ingin menghabiskan masa liburannya. Menulis bisa dari berbagai hal, mulai dari cerpen, puisi, berita, novel, dan lainnya yang tentunya akan meningkatkan kemampuan diri.</p><p style="text-align: justify;">Selain rekomendasi kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan mahasiswa, <em>Sketsa</em> juga memiliki beberapa tempat yang bisa dijadikan rekomendasi untuk tempat mengisi masa libur panjang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Tepian Mahakam</strong><br>Tepian Mahakam merupakan tempat langganan nongkrongnya kaum muda-mudi di kota Samarinda. Puncaknya adalah di sore dan malam hari, di mana para pengunjung mulai berdatangan ke Taman Tepian Mahakam. Ada yang ingin berolahraga, berjualan, hingga sekadar duduk bersantai ditemani sejuknya angin dari Sungai Mahakam. Selain itu terdapat pula taman hiburan atau area permainan yang disediakan untuk anak-anak dan keluraga.</p><p style="text-align: justify;">Di sepanjang jalan Gajah Mada hingga jalan Slamet Riyadi, pengunjung bisa menemuka jajanan khas Samarinda yang tentunya tidak membuat dompet menangis. Pemerintah juga cukup memperhatikan warganya, ketika perayaan tahun baru kemarin, berbagai macam acara telah di persiapkan di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur tersebut. Seperti acara doa bersama menjelang tahun baru bersama Gubernur Kalimantan Timur, karaoke bersama, dan festival kembang api.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Tranz Cafe</strong><br><em>Cafe</em> yang terletak di jalan MT. Haryono ini menyuguhkan sudut pemandangan seperempat bahkan setengah kota Samarinda yang dinikmati dari atas ketinggian. <em>Cafe</em> yang mulai beroperasi sejak 21 Maret 2015 ini memang terletak di atas puncak kota Samarinda. Memang butuh perjuangan untuk bisa sampai ke <em>cafe</em> ini, namun pengunjung dijamin tidak akan menyesal setelah melihat indahnya pemandangan kota dari Tranz Cafe.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Hotel Midtown</strong><br>Malam tahun baru kemarin, Hotel Midtown sukses menggelar acara tahun baru dengan tema <em>&quot;Superhero Come to Midtown&quot;</em>. Diisi dengan berbagai Hiburan seperti <em>Cosplay</em>&nbsp;<em>Drama Superhero</em>, salah satu tokoh pahlawan Jepang Kamen Rider, Sulap, Taman Bermain untuk anak- anak, <em>Stand Up</em> Komedi, Akustik, hingga menyediakan hadiah utama berupa <em>doorprize</em>. Hotel yang masih terbilang baru ini terletak di tengah kota Samarinda, beralamat di jalan Hasan Basri No. 58, Hotel Midtown bisa jadi rekomendasi untuk yang ingin berlibur dengan menginap di hotel karena letaknya yang strategis. Selain berada di tengah kota, Hotel Midtown juga dekat dengan KFC Drive Thru, Pizza Hut, dan Mal Lembuswana.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Warunk Upnormal</strong><br>Untuk yang sekadar ingin makan bersama dengan teman-teman maupun geng <em>squad</em>-nya, Warunk Upnormal bisa menjadi salah satu pilihan. Warunk Upnormal yang beralamat di jalan Juanda nomor 222 ini adalah cabang ke-39 dari 44 cabang Warunk Upnormal di seluruh Indonesia. Dengan kapasitas hingga 250 kursi, pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai macam fasilitas unik seperti<em>&nbsp;free wifi</em>, berbagai <em>games</em> seru, hingga ratusan colokan listrik yang menjadi daya tarik mereka. Selain itu Warunk Upnormal juga menyediakan <em>private room</em> dan puluhan menu yang kekinian. Tertarik berkunjung?</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Jembatan Mahkota 2</strong><br>Semenjak resmi dibuka, jembatan ini ramai di kunjungi warga Samarinda. Jembatan Mahkota II Yang menjadi penghubung Kelurahan Sungai Kapih Kecamatan Sambutan, dengan Kelurahan Simpang Pasir Kecamatan Palaran, selalu ramai dikunjungi warga sekitar maupun warga Samarinda yang rumahnya jauh. Terlebih kini Jembatan Mahkota II telah diberi Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) standard dan &nbsp;dipasang 12 sensor lampu. <strong>(<em>sut/omi/fir/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menelanjangi Urusan Seksual Orang Lain dengan Kampanye Celup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menelanjangi-urusan-seksual-orang-lain-dengan-kampanye-celup/baca </link>
<guid> menelanjangi-urusan-seksual-orang-lain-dengan-kampanye-celup </guid>
<pubDate> Sun, 07 Jan 2018 11:25:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampanye Celup (Sumber foto: indowarta.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menelanjangi-urusan-seksual-orang-lain-dengan-kampanye-celup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YsYDyaFr2a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menelanjangi Urusan Seksual Orang Lain dengan Kampanye Celup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span><span>- Media sosial sempat ramai dengan istilah Kampanye Celup. Apa sih Celup? Mengapa disebut Celup? Ternyata, Celup merupakan singkatan dari Cekrek, Lapor, Upload.</span></p><p style="text-align: justify;">Celup digagas oleh sekumpulan mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya. Mereka berpikir kampanye ini bisa meminimalisir tindak asusila yang dilakukan di ruang-ruang publik.</p><p style="text-align: justify;">Menurut infografis yang disajikan <em>Tirto.id</em> pada Jumat (5/1), menyebutkan bahwa sepanjang 2017 warga semakin sering menggrebek dan mempersekusi urusan seksual orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai Februari, ketika polisi merazia kos di Purwakarta dan mengamankan empat pasangan yang dituduh mesum. Kemudian Mei, 141 pengunjung Atlantis Gym &amp; Sauna Jakarta Utara ditangkap polisi. Mereka ditelanjangi, diperiksa, dan fotonya disebarluaskan ke media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke November. Pasangan muda-mudi di Cikupa, Tanggerang ditelanjangi dan diarak berkeliling karena dituduh berbuat mesum. Dan terakhir, Desember, Celup mulai dipropagandakan.</p><p style="text-align: justify;">Marlina Ambarwati, mahasiswi Fakultas Hukum memandang Celup salah kaprah dalam memahami undang-undang sebagai landasan berkampanye. Undang-undang tentang upaya menghalau tindakan asusila tersebut berfokus pada anak, yang dalam peraturan adalah orang dengan usia di bawah 18. Sedangkan kampanye Celup hampir seluruhnya menyasar orang di atas 18.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tentu hal ini memperkuat bahwa landasan yang digunakan oleh kampanye Celup tidaklah tepat,&quot; &nbsp;kata Ambar.</p><p style="text-align: justify;">Lain hal dengan pornografi. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, ketentuan berbagai hal yang berbau pornografi tidak hanya berlaku bagi anak-anak saja. Ketentuan tersebut bersifat umum dan mutlak.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Antara UU ITE dan Kampanye Celup</strong></p><p style="text-align: justify;">Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) secara tegas menyebutkan bahwa foto yang diambil melalui kamera ponsel dapat dikatakan sebagai informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik apabila masih berbentuk elektronik (jika belum dicetak).</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu menurut Pasal 1 angka 1 dan angka 4 UU ITE menyebut orang yang mengambil gambar/memfoto secara diam-diam dapat disebut sebagai pencipta.</p><p style="text-align: justify;">Secara lebih detail, dijelaskan dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Hak Cipta, pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pencipta, si pengambil foto memiliki hak cipta yang memberi sejumlah hak eksklusif kepada dirinya untuk memperbanyak, pengumuman termasuk perubahan atas gambarnya sendiri dan melarang orang lain melaksanakan tindakan-tindakan tersebut tanpa seizinnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati punya hak, masih ada batas penggunaan hak cipta atas potret diam-diam tersebut. Artinya, orang yang mengambil potret Anda yang sedang pacaran, harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari Anda. Hal ini diatur dalam Pasal 19 ayat (1) UUHC.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk memperbanyak atau mengumumkan Ciptaannya, Pemegang Hak Cipta atas Potret seseorang harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari orang yang dipotret, atau izin ahli warisnya dalam jangka waktu 10 tahun setelah orang yang dipotret meninggal dunia,&quot; demikian bunyi Pasal 19.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak selalu orang yang difoto akan setuju fotonya diumumkan atau disebarkan tanpa diminta persetujuannya. Apalagi, kalau fotonya digunakan untuk hal-hal yang enggak diinginkan,&quot; imbuh Ambar.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Ambar menerangkan, apabila pasal tersebut dilanggar, maka pelaku dapat dijerat Pasal 72 ayat 5 UUHC dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun dan/atau denda paling banyak Rp150 juta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, intinya engak boleh asal sembarangan foto, apalagi kalau yang difoto enggak terima,&quot; tandasnya.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>asr/aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rindu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rindu/baca </link>
<guid> rindu </guid>
<pubDate> Sun, 07 Jan 2018 11:45:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Muhammad Ridduan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rindu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WKiishSWdI.png" />
					</figure>
			                <h1>Rindu</h1>
			              </header>
			              <p>Langit hitam membeku malam<br>Kaki beradu menapak bumi<br>Di tengah sepi aku teringat</p><p>Di sini perjaka masih sepi<br>Masih sendiri meratap nasib</p><p>Asing di tengah ramai langit malam<br>Andai ia dapat berkata<br>Rindu ini masih terjaga</p><p>Benih yang kau tanam<br>Kini telah berbuah<br>Di tanah hati kering keronta</p><p>Bukan aku tak mampu<br>Menahan rindu<br>Namun rasa ini hampir membunuh<br>Kau dimana<br>Ku merindu</p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Ridduan, mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer FKIP 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jatuh Bangun Yafet, Penerima Beasiswa Rp87 Juta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/jatuh-bangun-yafet-penerima-beasiswa-rp87-juta/baca </link>
<guid> jatuh-bangun-yafet-penerima-beasiswa-rp87-juta </guid>
<pubDate> Mon, 08 Jan 2018 12:47:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dwiyafet Pramma, penerima Beasiswa Unggulan (BU) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/jatuh-bangun-yafet-penerima-beasiswa-rp87-juta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y3S67KFlAQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jatuh Bangun Yafet, Penerima Beasiswa Rp87 Juta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tanpa mengeluarkan dana sepeser pun, tentu menjadi sebuah kebanggaan. Ada berbagai cara untuk dapat meringankan beban orang tua dengan menjadi mahasiswa, salah satunya dengan memanfaatkan jalur beasiswa yang tersedia.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana perasaanmu jika menjadi penerima beasiswa puluhan juta rupiah? Inilah yang dirasakan Dwiyafet Pramma, mahasiswa Unmul yang berhasil mendapatkan dana beasiswa dengan jumlah sebesar Rp87 juta.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Ekonomi Pembangunan FEB ini berhasil mendapatkan beasiswa dari program Beasiswa Unggulan (BU) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Yafet, sapaan akrabnya menjadi salah satu perwakilan dari Unmul yang beruntung dari 1600 penerima beasiswa se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari situs resmi<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id&source=gmail&ust=1515501102277000&usg=AFQjCNFnwB7pUGu7-7-WmgEJhm5WHVmN9w" href="http://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/" target="_blank">beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id</a>, Program Beasiswa Unggulan mempunyai visi untuk melahirkan insan cerdas dan kompetitif yang dapat berkontribusi kepada daya saing bangsa. Sedangkan tujuan utama dari program Beasiswa Unggulan adalah melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di perguruan tinggi dalam dan/atau luar negeri sesuai dengan Permendikbud No. 95 Tahun 2013. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>S</em><em>ketsa</em>, Yafet mengatakan bahwa pejuangan untuk mendapatkan beasiswa tidaklah mudah. Sebelum akhirnya memutuskan untuk berkuliah, Yafet pernah bekerja di perusahaan perbankan milik PT. Bank Central Asia Tbk, Balikpapan pada 2016 silam. Setelah 8 bulan, ia memutuskan untuk berhenti.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan lainnya dimulai ketika akhir Agustus 2017, Yafet mencoba mendaftarkan diri di Unmul melalui jalur SMBPTN.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya, Yafet tertarik untuk mencoba lewat jalur Beasiswa Bidikmisi. Namun, akibat kesalahan penulisan nama pada Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK), ia gagal mendaftar.</p><p style="text-align: justify;">Yafet mengaku sempat<em>&nbsp;down</em>, karena tidak tahu bagaimana caranya agar bisa mendapatkan dana demi membayar UKT. Beruntung, saat itu Yafet mendapatkan informasi mengenai BU melaui pesan <em>broadcast</em> di sebuah grup beasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ia bergegas melengkapi semua data persyaratan beasiswa. Menurutnya, tantangan tersulit dalam persyaratan tersebut adalah ketika membuat tulisan esai bertemakan &quot;Aku Generasi Unggul Kebanggan Bangsa Indonesia&quot;. Tidak hanya itu, salah satu syarat lainnya ialah membuat proposal pengajuan beasiswa yang umumnya sulit didapatkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya mencoba belajar dari pengalaman dari orang lain. Di esai saya mengaitkan permasalahan ekonomi dengan beberapa permasalahan sosial yang terjadi di Kelurahan Gersik,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Memilih beasiswa Kategori Masyarakat Berprestasi, kepada <em>Sketsa</em> Yafet berdalih jika prestasinya tidak begitu istimewa. Ia mengatakan beasiswa tidak hanya menilai dari banyaknya prestasi yang didapat, melainkan pertimbangan dari aspek lainnya, seperti pengalaman organisasi, sertifikat seminar, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Yafet turut mengingatkan untuk jangan malas ikut kegiatan organisasi di sekolah atau di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Selama proses penerimaan beasiswa, Yafet harus melalui beberapa tahap. Seperti registrasi, seleksi administrasi dan wawancara. Diakuinya sesi wawancara adalah yang paling menegangkan. Bagaimana tidak, Yafet diwawancara oleh panitia BU melalui aplikasi <em>video-call Skype</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya soal gugup yang harus dihadapinya, namun sinyal yang buruk serta kualitas suara yang tidak jernih menjadi penghambat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saat itu saya gugup tapi tetap bersemangat. Dan parahnya, sebelum wawancara, saya sudah mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang kemungkinan akan ditanyakan, tapi semua tidak ditanyakan. Saya justru disuruh untuk bernyanyi sambil bermain gitar,&quot; ucapnya diselingi tawa.</p><p style="text-align: justify;">Pengumuman nama penerima beasiswa akhirnya keluar pada September 2017. Namun, Yafet harus menelan pil kekecewaan karena ia dinyatakan tidak lolos seleksi. Kembali bersedih, Yafet berusaha bangkit dan memilih tak berhenti. Ia kembali mendaftarkan diri di &nbsp;Beasiswa Alam Aksra, dan upayanya kali ini berbuah manis. Ia dinyatakan lolos.</p><p style="text-align: justify;">Perlahan, kegembiraan itu seakan berubah menjadi dilema. Bagai petir di siang bolong, 1 November 2017, pihak BU mengirimkan surel yang berisi ia diterima dan harus melakukan tanda tangan kontrak di Hotel Kartika Chandra Jakarta pada tanggal 9 November.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rasanya, semua kelihatan enggak mungkin. Tapi saya memutuskan untuk tanda tangan kontrak ke Jakarta. Puji Tuhan semua berjalan lancar dan saya resmi menjadi <em>Awardee</em> Beasiswa Unggulan,&quot; kata mahasiswa asal Penajam ini.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, ini bukanlah sebuah kebanggaan untuk disombongkan. Ia ingin membagikan makna di balik cerita yang ia alami.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seburuk apapun jalanmu, jangan pernah takut melangkah. Karena setiap langkah yang baik akan membawa kita pada tujuan yang baik,&quot; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyayangkan, mahasiswa Unmul tidak ada yang mencoba untuk mendaftar di beasiswa ini. Yafet menilai, Unmul sangat tertinggal jauh dibandingkan rekan-rekan dari Universitas Lampung dan Universitas Lambung Mangkurat yang memiliki cukup banyak penerima BU.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin ada teman-teman yang merasa enggak mampu, enggak ada biaya untuk kuliah, jangan pernah berhenti percaya. Tuhan selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Intinya, tetap percaya pada setiap kemungkinan,&quot; tutupnya. <strong>(<em>els/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul, Asa Baru, dan Nakhoda Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-asa-baru-dan-nakhoda-baru/baca </link>
<guid> unmul-asa-baru-dan-nakhoda-baru </guid>
<pubDate> Tue, 09 Jan 2018 12:31:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Unmul, Masjaya saat melantik Pejabat Kampus baru. (Sumber: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-asa-baru-dan-nakhoda-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E1MCHIFaK0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul, Asa Baru, dan Nakhoda Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Menyandang status universitas dengan akreditasi A, jelas mendongkrak semangat &nbsp;Unmul untuk berbenah. Unmul gencar bertransformasi, baik itu di bidang akademik maupun non akademik. Seperti baru-baru ini, Rektor Masjaya resmi melantik dan melakukan serah terima jabatan pejabat baru Unmul pada Jumat (5/1) lalu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://unmul.ac.id&source=gmail&ust=1515585701455000&usg=AFQjCNFasEZ1creol4V04PN4Sq4UMxzf3A" href="http://unmul.ac.id/" target="_blank">unmul.ac.id</a>, Masjaya melakukan pelantikan dan serah terima jabatan untuk Dewan Pertimbangan, Wakil Direktur, Wakil Dekan dan Badan Pengelola Usaha Unmul. Sesuai dengan surat keputusan rektor, mereka resmi menjabat sejak 1 Januari 2018.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang berlangsung di Aula Serbaguna Rektorat lantai 4 ini diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK). Dalam sambutannya, Masjaya berharap para pejabat baru ini mampu mengamalkan serta mengimplementasikan dengan baik sumpah jabatan.</p><p style="text-align: justify;">Afif Ruchaemi resmi dilantik hari itu sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Ia menuturkan, prodi diharap turut mengantongi akreditasi A. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Untuk ke depannya, universitas dan kami Dewan Pertimbangan menginginkan agar akreditasi A bisa dipertahankan. Bukan hanya universitas, tetapi program studinya juga bisa A,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Berikut nama pejabat yang telah dilantik dan &nbsp;melakukan sumpah jabatan:<br>Afif Ruchaemi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan<br>Helminuddin sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan<br>Ratna Shanti sebagai anggota Dewan Pertimbangan<br>Sutadji sebagai anggota Dewan Pertimbangan<br>Sukisno S Riadi sebagai anggota Dewan Pertimbangan<br>Bahri Arifin sebagai anggota Dewan Pertimbangan<br>Krishna Purnawan Candra sebagai Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Sekolah Pascasarjana<br>Marjenah sebagai Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan, Sekolah Pascasarjana<br>Nur Arifudin sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Fakultas Hukum<br>Rika Erawaty sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Fakultas Hukum<br>Dina Lusiana Setyowati sebagai Pejabat Pengganti Antar Waktu Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Fakultas Kesehatan Masyarakat<br>Sigit Artrisdianto Wibowo sebagai Kepala Badan Pengelola Usaha<br>Saleh Usman sebagai Wakil Kepala Badan Pengelola Usaha. <strong>(<em>fir/dyh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Absen Hilang, Dosen Beri Nilai E </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/absen-hilang-dosen-beri-nilai-e/baca </link>
<guid> absen-hilang-dosen-beri-nilai-e </guid>
<pubDate> Wed, 10 Jan 2018 12:32:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar kronologi hilangnya nilai yang ideal. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/absen-hilang-dosen-beri-nilai-e/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Jx4eW9Qtmr.PNG" />
					</figure>
			                <h1>Absen Hilang, Dosen Beri Nilai E</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Setiap fakultas memiliki cara tersendiri dalam hal penanganan absensi mahasiswanya. Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) absensi diambil dan dikembalikan kepada jurusan masing-masing dengan penerapan yang berbeda. Namun, nahas mahasiswa yang mengambil mata kuliah Aplikasi Komputer dan Sistem Informasi Akuntansi harus menelan kekecewaan lantaran nilai yang diterima adalah 10 alias E karena absen yang tiba-tiba hilang. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">BW, inisial Ketua Tingkat (Kating) mata kuliah Aplikasi Komputer menjelaskan bahwa mata kuliah Aplikasi Komputer diajarkan oleh dua dosen, yakni berinisial R dan ISK.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada<em>&nbsp;Sketsa</em>, BW coba menguraikan kronologis hilangnya absensi mata kuliah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pada 23 Oktober 2017 lalu, kata BW adalah hari Ujian Tengah Semester mata kuliah ini. Itu artinya berakhir sudah pertemuan dengan dosen pertama, R. Pertemuan berikutnya digantikan oleh dosen kedua, ISK. Perkuliahan pun sempat tertunda kerena ISK sedang berada di luar kota.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan kedua pada 6 November 2017, ISK kembali tidak hadir namun meminta mahasiswa untuk mengisi absensi. Setelah semua mahasiswa menandatangani absen, BW pun mengembalikannya ke jurusannya, Akuntansi. Pertemuan ketiga berlangsung pada 13 November 2017, ketika BW bermaksud mengambil absen di jurusan, ternyata absen sudah raib.</p><p style="text-align: justify;">Pihak staf jurusan mengatakan kemungkinan absen dibawa oleh dosen sebelumnya, R. BW lalu menemui R, namun dia mengaku tidak membawa absen mata kuliah tersebut. BW akhirnya melapor kepada ISK.</p><p style="text-align: justify;">Mengetahui absen hilang, ISK mengambil langkah tegas. BW dan teman-temanya diberi waktu seminggu untuk mencari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita buat kesepakatan, apabila absen sampai minggu depan belum kalian temukan, maka saya akan memberikan nilai 20 (dan itu akan dipotong setengah oleh sistem menjadi 10) dengan catatan tidak ada perkuliahan lagi sampai UAS kalian cukup mengumpul 2 tugas yang sudah saya berikan,&rdquo; ujar BW menirukan ucapan ISK.</p><p style="text-align: justify;">ISK pun mengatakan apabila mereka tidak puas dengan nilai yang diberikan dan ingin melaporkan hal ini kepada Dekan FEB. ISK menawarkan solusi untuk datang bersama-sama menghadap dekan. ISK memang dikenal sebagai dosen dengan pribadi yang tegas dan disiplin.</p><p style="text-align: justify;">Seminggu berlalu, absen tersebut masih belum ditemukan keberadaannya. Beruntung hari itu ISK kembali tidak dapat mengajar sehingga BW kembali memiliki waktu untuk mencari. Dengan demikian, BW telah menghabiskan waktu dua minggu untuk mencari absensi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semingguan itu lemari di jurusan sudah dibongkar dan tetap enggak ada. Enggak lama, dari jurusan mengatakan sudah selesai. Saya kira sudah ketemu dan diberikan ke dosen, ternyata, kami dibuatkan absen baru,&rdquo; jelas BW.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, perkuliahan berjalan kembali namun ISK enggan menggunakan absen baru. ISK bersikukuh ingin menggunakan absen yang lama dan kembali menegaskan akan memberikan nilai 20 yang akan dibagi 2 jika absen lama tetap tidak ditemukan.</p><p style="text-align: justify;">ISK menjelaskan bahwa hilangnya absen merupakan hal yang lumrah terjadi. Biasanya absen akan dibuang oleh kakak tingkat yang Tidak Boleh Ujian (TBU) dengan mengorbankan seluruh pengampu mata kuliah. Namun faktanya di kelas itu tidak ada mahasiswa yang TBU. Ia berdalih seharusnya kating bisa menjaga absen kelas, karena itu merupakan tanggung jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau menjaga itu artinya sejak kami mengambil dan mengembalikan absen. Setelah itu bukan tanggung jawab kating lagi. Terus bapaknya bilang kalau itu sudah risiko menjadi kating. Bapaknya enggak mau terima alasan,&rdquo; ucap BW.</p><p style="text-align: justify;">Ia tak patah arang. Dia terus berupaya mencari absen, bahkan telah mendatangi Wakil Dekan I, Fesilitas Defung. Awalnya Defung berniat membantu dengan meminta BW untuk menuliskan kronologis kejadian, kemudian ia sendiri akan berunding dengan prodi mengenai hal ini. Namun, setelah beberapa hari Defung tidak dapat ditemui karena bertugas di luar kota. Hingga seminggu kemudian, Ike Nilawati, salah satu rekan BW menemui Defung.</p><p style="text-align: justify;">Dari pertemuan itu, Defung mengatakan bahwa ini merupakan tanggungan prodi. Defung akhirnya lepas tangan menangani kasus ini. Ia menyarankan untuk melaporkan hal ini ke prodi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keke bilang di grup kalau Bu Defung sudah lepas tangan dengan kasus ini. Dari prodi kami disarankan untuk tetap mencari karena katanya itu salah kami,&rdquo; sesal BW.</p><p style="text-align: justify;">Disela-sela waktu mencari, BW kerap meminta kepada ISK agar kelasnya tidak diberikan nilai 10. ISK akhirnya menyuruh BW menggunakan absen baru agar segera ditandatangani sesuai dengan jumlah pertemuan dan mengambil DPNA.</p><p style="text-align: justify;">Daftar hadir tersebut ditandatangani agar mereka mendapat nilai 10. Nilai tersebut bukan karena tidak mengikuti perkuliahan, akan tetapi karena tidak lulus mata kuliah. Terhitung sudah ada lima kali perkuliahan. ISK kembali menegaskan bagi yang ingin mendapat nilai 10 harus mengumpul tugas. Sedangkan yang tidak mengumpulkan tugas tidak akan diberi nilai sama sekali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya datang lagi, bapaknya bilang masalah itu sudah selesai. &lsquo;kamu mau saya keluar sendiri atau saya keluarkan&rsquo; bapaknya bilang gitu ke saya. Diusir dengan cara seperti itu,&rsquo;&rsquo; ujar BW.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pada 4 Januari lalu, nilai mata kuliah Aplikasi Komputer telah keluar. Dan kelas BW sama rata mendapat nilai 10. Sementara daftar hadir baru dan DPNA masih berada di tangan BW.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai upaya telah dilakukan BW dan teman-temannya. Begitu pula BEM FEB beniat menjembatani, apabila usaha berunding tetap tak membuahkan hasil, mereka akan melakukan aksi yang berisikan tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">BW juga telah menyampaikan keluhannya pada agenda Bincang dengan Dekan FEB Syarifah Hudayah Senin (8/1) lalu. BW kembali diminta menuliskan surat resmi kronologis hilangnya absen. Dalam surat tersebut BW yang mewakili rekan-rekannya menyampaikan tiga buah tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, mereka berharap mendapat perkuliahan yang sesuai dengan jatah serta menjalani UAS sebagai mekanisme kampus dan mendapatkan nilai sesuai dengan kemampuan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, pihak kampus dapat memberikan solusi terbaik karena nilai dari suatu mata kuliah dapat menentukan IP dan jumlah SKS yang dapat kami ambil di semester selanjutnya. Dan ketiga, pihak kampus terkhusus jurusan Akuntansi, dapat memperbaiki sistem pengambilan absen bagi mahasiswa, sehingga kejadian masalah mengenai absen yang hilang tidak terulang kembali.</p><p style="text-align: justify;">Di saat yang bersamaan, salah satu mahasiswa terkait yang tidak ingin disebutkan namanya memberikan pendapatnya. &ldquo;Jujur saja saya kecewa. Tidak seharusnya dosen menyamaratakan nilai kami semua. Toh absen itu hilang bukan di tangan kami ataupun kating,&rdquo; ujar mahasiswa angkatan 2016 ini.</p><p style="text-align: justify;">Ketika <em>Sketsa</em> menyambangi langsung prodi Akuntansi, beberapa staf administrasi Prodi Akuntasi mengatakan bahwa absen diambil dan dikembalikan oleh kating di tempat yang sudah disediakan.</p><p style="text-align: justify;">Para staf ini juga menambahkan bahwa sistemasi yang mereka miliki sedikit berbeda dengan prodi lain seperti Manajemen. Di mana prodi Manajemen pengambilan absen haruslah mencatat nama, nomer telepon, hingga menyerahkan KTM sebagai bukti.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan prodi Akuntasi, proses pengambilan dan pengembalian absen ini diserahkan sepenuhnya kepada kating. &ldquo;Kami bahkan hafal wajah-wajah kating di sini jika ada yang ingin mengambil absen,&rdquo; papar salah satu staf administrasi prodi Akuntansi yang tidak ingin disebutkan namanya.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu semua, hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan mengenai bagaimana nasib absen yang hilang juga nasib para mahasiswa yang memeroleh nilai 10. Syarifah belum dapat dimintai keterangan karena mengaku masih memiliki kesibukan. Sedangkan ISK sendiri hanya membaca pesan daring yang dikirim awak <em>Sketsa</em> saat meminta waktu wawancara. <strong>(<em>ann/sut/els</em>)</strong></p><p><br></p><p>---------------------</p><p>UPDATE</p><p><em>Setelah mempertimbangkan Redaksi Sketsa memutuskan untuk mengganti inisial narasumber dan nama dosen bersangkutan.</em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lingkungan Terdekat Sudah Tak Bersahabat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/lingkungan-terdekat-sudah-tak-bersahabat/baca </link>
<guid> lingkungan-terdekat-sudah-tak-bersahabat </guid>
<pubDate> Thu, 11 Jan 2018 12:48:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press Release oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FKIP UNMUL 2018 tentang kekerasan anak dan perempuan. (Sumber ilustrasi: BEM FKIP UNMUL) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/lingkungan-terdekat-sudah-tak-bersahabat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DIMy3WzKIs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lingkungan Terdekat Sudah Tak Bersahabat</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Ketika berbicara tentang perempuan dan anak, rasanya banyak sekali keunikan dan hal menarik di dalamnya. Tapi sayangnya, kemirisan pun tak lelah berdampingan dengan mereka. Mengapa? Karena kekerasan tak henti-henti menghantui para perempuan dan anak negeri ini. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya datang dari orang tak dikenal tapi malah secara sadar datang dari mereka orang terdekat. Bukankah orang terdekat harusnya menjadi garda terdepan, ternyaman dan teraman dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kejahatan dan kekerasan yang kapan dan di mana saja bisa terjadi?</p><p style="text-align: justify;">Ini terbukti dari fakta isu kekerasan pada perempuan dan anak selama ini yang tak pernah surut. Catatan Tahunan (CATAHU) 2017 Komnas Perempuan membeberkan bahwa terdapat sebanyak 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan di seluruh Indonesia. Kekerasan ranah personal masih menempati posisi teratas semisal kekerasan fisik, psikis, seksual, dan kekerasan ekonomi. Jenis kekerasan ranah personal pada persentase tertinggi adalah kekerasan fisik sebesar 42% (4.281 kasus), diikuti kekerasan seksual 34% (3.495 kasus), kekerasan psikis 14% (1.451 kasus) dan kekerasan ekonomi 10% (978 kasus).</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dalam kasus kekerasan pada anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat selama kurun waktu lima tahun antara 2012 - 2016, kasus kekerasan anak mencapai 23.858, baik anak sebagai korban maupun pelaku. Komisioner KPAI Jasa Putra memaparkan tiga ranking teratas dari puluhan ribu kasus kekerasan anak, yang pertama adalah persoalan anak berhadapan hukum, kedua pengasuhan alternatif, dan terakhir pendidikan. Paparnya dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat (22/07/2017).</p><p style="text-align: justify;">Kenapa perempuan dan anak tak henti-hentinya menjadi korban?</p><p style="text-align: justify;">Malang sungguh malang, apa yang sebenarnya terjadi pada negeri ini, apakah hati nurani sudah tak mampu menjadi penahan diri bahwa kejahatan yang mereka lakukan sama saja merusak rumah sendiri?</p><p style="text-align: justify;">Apakah mereka lupa bahwa pemimpin yang berdiri di atas sana tak lepas dari seorang perempuan? Apakah mereka lupa bahwa tak akan ada ayah dan sanak saudara mereka tanpa perempuan? Apakah mereka juga lupa bahwa anak adalah anugrah yang dititipkan Tuhan untuk diajarkan dan dipahamkan? Rasanya susah ketika kepala dan hati sudah keras membatu dibutakan dengan kesenangan pribadi semata.</p><p style="text-align: justify;">Makin tahun grafik kasus kekerasan yang menimpa mereka pun semakin meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Pola serta tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak juga semakin kompleks dan beragam, bahkan lebih cepat dari kemampuan negara untuk merespon. Faktor agama dan budaya patriarki yang kental rasanya menjadi momok terjadinya kekerasan. Tapi ternyata tak hanya itu, emosional karena tekanan kebutuhan hidup juga menjadi salah satu faktor yang berakibat pada pelampiasan untuk menyakiti orang lain. Rangsangan kekerasan efek dari tontonan di media sosial atau televisi juga bisa menjadi inspirasi terjadinya tindak kekerasan.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, ada di mana pemerintah sekarang ketika kasus demi kasus terus mengalir?</p><p style="text-align: justify;">Jelas dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak telah menegaskan bahwa negara menjamin hak-hak anak, melindungi dari kekerasan dan diskriminasi.</p><p style="text-align: justify;">Bukankah juga pada tahun 2016 keluar perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak? Dimana dalam Perppu ini juga mengatur tiga sanksi tambahan, yakni kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik, serta pemasangan alat deteksi elektronik.</p><p style="text-align: justify;">Namun rasanya tujuan penjeraan yang melandasi dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) kebiri tidak menyasar akar permasalahan munculnya kekerasan seksual, yakni keinginan untuk mendominasi dan menundukkan anak dan perempuan melalui manifestasi instrumen budaya patriarki.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini pemerintah harus bisa sigap membangun infrastruktur hukum dan kebijakan pro keadilan gender yang bisa dilakukan dengan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) penghapusan kekerasan seksual, RUU pekerjaan Rumah Tangga, dan RUU buruh migran. Selain itu, perlu adanya pemberlakuan sistem peradilan pidana terpadu untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Bukan lagi sanksi kebiri. Di mana anggaran ekonomi untuk penerapan kebiri pun terbilang cukup tinggi, harusnya anggaran ini justru bisa dialokasikan untuk visum dan berfokus pada pemulihan korban.</p><p style="text-align: justify;">Apakah hari ini kita hanya diam menjadi pembaca dan penonton yang tak mau tahu dengan kondisi yang terjadi?</p><p style="text-align: justify;">Bukan waktunya berdiam diri, bukan waktunya berpangku tangan dan hanya berharap dalam hati agar terhenti. Gerakan untuk melindungi dan peduli kepada mereka harus terus dilakukan. Karena perlindungan bukan hanya dimunculkan dari diri mereka sendiri, tapi datang dari kita semua. Sayangi dan jaga keluarga dari paparan bentuk kejahatan dan kehidupan tak layak. Bekali dengan pemahaman agama dan imunitas terhadap gejala-gejala tak wajar. Karena lingkungan terdekat sudah tak bersahabat.</p><p style="text-align: justify;">Ajakan pada masyarakat untuk lebih peduli pada isu perempuan dan anak sebagai solidaritas dan keberpihakan perlawanan atas pelanggaran yang terjadi juga harus terus digalakkan. Bersinergi untuk berbenah sehingga 2018 bisa menjadi senyuman untuk perempuan dan anak Indonesia dapat beraktivitas layak seperti yang lainnya tanpa dihantui rasa ketakutan akan sebuah kekerasan.</p><p style="text-align: justify;"><br><strong><em>Ditulis oleh Puji Sri Rahayu&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FKIP UNMUL 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Genjot Prodi Menuju Akreditasi A, Ketua LP3M: Kita Kurang Kritik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/genjot-prodi-menuju-akreditasi-a-ketua-lp3m-kita-kurang-kritik/baca </link>
<guid> genjot-prodi-menuju-akreditasi-a-ketua-lp3m-kita-kurang-kritik </guid>
<pubDate> Thu, 11 Jan 2018 13:34:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua LP3M, Agus Sulistyo Budi. (Sumber Foto: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/genjot-prodi-menuju-akreditasi-a-ketua-lp3m-kita-kurang-kritik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gsrqjxGBJH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Genjot Prodi Menuju Akreditasi A, Ketua LP3M: Kita Kurang Kritik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Akreditasi kerap dijadikan alat ukur untuk menilai kualitas lembaga. Usai mengantongi akreditasi A sejak 2017, Universitas Mulawarman merancang langkah selanjutnya. Salah satunya yakni dengan menargetkan beberapa program studi (prodi) di Unmul yang berakreditasi B agar menjadi A. Hingga kini baru Prodi Peternakan yang mendapatkan akreditasi A itu.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Agus Sulistyo Budi mengungkapkan, persiapan dalam meraih akreditasi A untuk prodi ada di lembar borang berupa 100 poin yang harus diikuti. Selain itu, penting juga kerja sama antara dosen dan mahasiswa untuk mencapai hasil yang baik. Target yang diupayakan ialah 10 dari 88 prodi di Unmul bisa meraih akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang kita lagi menggenjot prodi dan terus mendampingi,&rdquo; ujarnya saat ditemui awak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini LP3M tengah mendampingi tiap prodi dalam proses mencapai akreditasi dan memberikan pembinaan. LP3M sebagai perpanjangan tangan rektor bertugas untuk menjaga stabilitas kekurangan di tiap prodi, mengenai aturan yang perlu diperbaiki. Menurutnya, kendala yang dihadapi saat ini ialah kurangnya kesadaran untuk mengumpulkan bahan-bahan dan kritik membangun.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Sekretaris LP3M Hamdi Mayulu yang ditemui di ruangannya mengungkapkan prodi Unmul hanya ingin optimal dan mendapat akreditasi A, namun tidak ingin melewati proses. Hamdi menambahkan, banyak prodi yang gugur pada lama studi mahasiswanya dan yang tertahan masa studinya. Hal ini menjadi penyebab prodi susah untuk meningkatkan akreditasinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak prodi yang kalah di lama studi. Harus dibudayakan mahasiswa bisa lulus cepat, kalau lama kapan kita bisa mencapai akreditasi unggul,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang tertera pada UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tahun 2003 pasal 67, 68 dan 69, prodi yang tidak terakreditasi bisa dituntut, sehingga tiap prodi harus terakreditasi. Meskipun akreditasi Unmul sudah A, tetap menjadi permasalahan jika prodi tidak segera ikut mendapatkan akreditasi A juga. Sebab, prodi berakreditasi B atau C akan membuat sulit mahasiswanya untuk menempuh pendidikan lanjutan, termasuk jika syarat utamanya mengharuskan berasal dari prodi berakreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa kelemahan yang dimiliki oleh prodi di Unmul yaitu pangkalan data yang terinterkoneksi dengan data Pendidikan Tinggi (Dikti). Dalam hal ini, koneksi IT belum sesuai dengan yang ada di Jakarta melalui jalur <em>online</em>. Jika sesuai rencana, tahun ini akan dibenahi yang diupayakan oleh WR I, II dan WR dan jajaran lainnya. Mengingat ke depannya akreditasi akan diakses secara <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, mahasiswa nanti akan dapat nomor ijazah secara <em>online</em>, apabila namanya tidak ada di pangkalan data, berarti kalian tidak akan terkoneksi dengan nomor ijazah itu. Insyaallah tahun ini akan lebih baik,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, semua dapat dicapai jika ada penghargaan terhadap mutu. Selain itu, yang perlu dibangun dan dibangkitkan di setiap prodi ialah kerja keras dalam melewati berbagai proses. Proses pengajuan akreditasi sendiri harus melalui LP3M dan mendapatkan pengantar dari rektor dan paraf dari WR I yang sebelumnya telah diulas oleh LP3M.</p><p style="text-align: justify;">Ada pemahaman pejabat di tingkat fakultas yang berpatok pada Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) sehingga tidak perlu ke LP3M. Namun hal ini keliru, sebab LAM-PTKes dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi &nbsp;(BAN-PT) keduanya penilai secara eksternal sedangkan secara internal LP3M yang bertugas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di fakultas ada gugus penjamin mutu sedangkan di prodi ada unit jaminan mutu yang tidak dipahami pimpinan yang harus diluruskan,&rdquo; pungkas Hamdi.<strong>&nbsp;(<em>mrf/wil/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ancaman untuk Prodi Kedaluwarsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancaman-untuk-prodi-kedaluwarsa/baca </link>
<guid> ancaman-untuk-prodi-kedaluwarsa </guid>
<pubDate> Fri, 12 Jan 2018 12:14:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: studentvoice.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancaman-untuk-prodi-kedaluwarsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CgMaO5BYbj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ancaman untuk Prodi Kedaluwarsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam wawancara bersama <em>Sketsa</em> pada Senin (8/1) lalu, Sekretaris LP3M Hamdi Mayulu tak hanya mengungkap bagaimana LP3M menggenjot prodi agar mencapai akreditasi A. Ia juga memapar fakta bahwa ada 14 prodi yang hampir menuju masa bernama tenggang kedaluwarsa akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">Dua yang diingatnya yakni Prodi Akuntasi yang saat itu memiliki jangka waktu 10 hari dan Ilmu Administrasi Bisnis 23 hari lagi. Prodi tersebut diharuskan memperpanjang status kedaluwarsanya dengan memberikan data kepada LP3M yang berupa borang dan prestasi mahasiswa, lalu diteruskan ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data yang ditunjukkan Hamdi, ada sekitar 51 prodi di Unmul yang berakreditasi B dari 88 prodi yang ada, sedang sisanya masih C. Namun, prodi Unmul yang terdaftar di BAN-PT hanya 69, sedangkan 19 prodi lainnya sebenarnya juga sudah terakreditasi tetapi beda mekanisme yakni ikut serta dengan izin menteri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika ada prodi yang meminta izin ke menteri langsung dihitung itu akreditasi C, disamakan. Tetapi dia harus punya ketentuan yaitu setelah dua tahun harus mengajukan ke BAN-PT atau ke LAM-PTKes,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ganjaran untuk Prodi Kedaluwarsa</strong></p><p style="text-align: justify;">Adapun, konsekuensi yang diterima prodi jika akreditasinya kedaluwarsa adalah tidak bisa menerima mahasiswa baru. Selain itu, prodi juga tidak bisa meluluskan mahasiswanya hingga dilarang melakukan proses belajar mengajar. Sedangkan bagi prodi yang sudah mengajukan data namun sudah hampir kedaluwarsa, kata Hamdi, tidak masalah. Sebab datanya sedang diproses dan tinggal menunggu tim visitasi datang mencocokkan data.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Salah satu cara yang sering ditempuh jika akreditasi prodi sudah kedaluwarsa itu WR I kirim surat ke ke BAN-PT bahwa ini dalam proses,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Hamdi menyebutkan, prodi akan kena sanksi jika dalam mengajukan peningkatan akreditasi tidak terjadi perubahan atau justru sama saja, maka prodi tersebut bisa ditutup. Untuk itu Hamdi &nbsp;mengingatkan agar prodi bisa menjaga kualitas mutu dan kurikulum dijadikan sebagai prioritas utama. Yang mana setiap kurikulum memiliki sasaran jelas dan mata kuliah yang diajarkan dapat menghasilkan mahasiswa yang dibutuhkan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi yang didapat dari LP3M sudah ada beberapa prodi yang menyetor data ke LP3M seperti prodi S2 Pertanian, Fisika, S1 Biologi, dan beberapa prodi dari FISIP salah satunya Ilmu Komunikasi. Diakui Hamdi, FISIP merupakan salah satu fakultas yang sangat mendukung kegiatan ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dekan FISIP juga hadir untuk mengecek dan mencermati borang prodi bersama LP3M,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, menurut Rencana Strategis (Renstra) dari Dikti, yang menjadi sasaran akreditasi adalah mutu. Satu hal yang dikhawatirkan Hamdi adalah jika prodi di Unmul belum mencapai mutu, sedangkan Renstra untuk mutu akan berakhir pada 2019 mendatang. <strong>(<em>mrf/wi/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membawa Unmul Terbang ke Eropa dan Amerika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/membawa-unmul-terbang-ke-eropa-dan-amerika/baca </link>
<guid> membawa-unmul-terbang-ke-eropa-dan-amerika </guid>
<pubDate> Sat, 13 Jan 2018 11:51:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nora Saldia dan Nor Anisa dua mahasiswi Hubungan Internasional 2014. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/membawa-unmul-terbang-ke-eropa-dan-amerika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZyP8T0YZ8W.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membawa Unmul Terbang ke Eropa dan Amerika</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Gaung nama Unmul belum terdengar sekencang universitas-universitas ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan lainnya. Terlebih soal prestasi, mahasiswa-mahasiswa dari universitas ternama seperti tidak pernah absen dalam <em>check list</em> lomba-lomba bergengsi, delegasi, konferensi dan lainnya. Namun, bukan berarti Unmul selalu berada di belakang. 2017 lalu, Unmul berhasil menggapai akreditasi A pun begitu mahasiswanya. Banyak prestasi yang diraih mahasiswa Unmul baik dalam skala nasional ataupun internasional.</p><p style="text-align: justify;">Nora Saldia dan Nor Anisa adalah dua mahasiswi Hubungan Internasional angkatan 2014 yang berhasil membawa nama Unmul terbang menyeberangi samudera dari Samarinda ke Benua Eropa dan Amerika.</p><p style="text-align: justify;">Nora Saldia atau biasa disapa Nora datang sebagai salah satu delegasi yang mewakili Indonesia dalam <em>The International Green Economic</em>&nbsp;<em>Congress&nbsp;</em>yang diadakan pada 2-4 November 2017 di Belgrade, Serbia. Acara ini diadakan oleh Organisasi <em>Networked of Serbia</em> sebagai forum diskusi multidimensi untuk diskusi dan debat terkait <em>green economic</em> atau ekonomi hijau<em>.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Seluruh peserta yang jumlahnya 300 orang dari 91 negara berbeda mengikuti rangkaian acara selama tiga hari berturut-turut. Agenda hari pertama adalah mendengarkan para pembicara menyampaikan langkah-langkah untuk mencapai <em>sustainable &nbsp;development</em>, di hari kedua para peserta melakukan debat sekaligus menyampaikan solusi dalam mewujudkan ekonomi hijau, dan di hari ketiga diadakan <em>delegation networking</em> untuk mempererat hubungan antar peserta dan <em>closing &nbsp;ceremony&nbsp;</em>pada malam harinya. Seluruh agenda kegiatan dilakukan di<em>&nbsp;Serbian Chamber of Commerce Building</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ternyata langkah Nora menuju Serbia hampir batal. Hal ini dikarenakan kekhawatiran yang ia dapatkan dari orang tuanya. Mahasiswa asal Riau ini mengatakan bahwa orang tuanya khawatir karena ia pergi sendiri dan ini merupakan pertama kalinya bagi Nora menginjakkan kaki ke Benua Eropa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hampir tidak jadi berangkat. Karena aku sendiri dari kampus apalagi ini pertama kalinya aku pergi ke Eropa yang butuh waktu perjalanan 22 jam. Tapi di satu sisi aku pengin banget ke Eropa jadi aku bilang aku enggak takut kok walau sebenarnya aku takut juga,&rdquo; ujar Nora.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Nora bertolak ke Serbia menggunakan biaya sendiri karena ketika meminta bantuan dari universitas, pihak Unmul menyatakan sedang tutup buku.</p><p style="text-align: justify;">Nora berpesan kepada mahasiswa Unmul untuk jangan takut mencoba walaupun popularitas Unmul tidak sebesar universitas ternama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Peluang itu sama untuk setiap orang, kita nggak harus menang atau harus lolos. Walaupun kita nggak sebesar mereka di luar sana apa salahnya untuk mencoba,&rdquo; ujar mahasiswa semester tujuh ini.</p><p style="text-align: justify;">Selain mendapat pengalaman, Nora mengakui ia mendapat banyak kenalan dari negara lain, bahkan sempat ditawari pekerjaan oleh salah satu temannya di Singapura.</p><p style="text-align: justify;">Lain cerita dengan Nor Anisa yang mendapat kesempatan hadir di acara <em>World Bank Youth Summit</em> di Washington DC, Amerika Serikat. Kegiatan tahunan World Bank digelar selama dua hari pada 4-5 Desember 2017. Mengusung tema yang berbeda di setiap tahunnya dan tahun ini mengangkat tema <em>Technology and Inovation for Impact</em>. Peserta yang hadir dalam acara ini kurang lebih terdapat 300 peserta. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa, konsultan perusahaan, dosen, dan masyarakat umum.</p><p style="text-align: justify;">Hari pertama peserta melakukan registrasi dan mendengarkan para pembicara dari CEO Google, Microsoft, Youtube dan vendor dari perusahaan sosial media. Berlanjut hari kedua Anisa mengikuti <em>workshop&nbsp;</em>yang bertema <em>&ldquo;Transforming The Jobs And Skills Tomorrow, Leveraging Technology for Financial Inclusion, Igniting Youth Entrepreneurship&rdquo;.</em></p><p style="text-align: justify;">Anisa mengungkapkan, &ldquo;Aku memilih materi digital ekonomi, karena aku pikir saat ini kita masuk di era globalisasi, bukan hanya komunikasi saja yang menggunakan teknologi tetapi secara ekonomi juga.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Membutuhkan dana yang terbilang besar untuk sampai ke luar negeri. Anisa mendapatkan dengan bantuan proposal yang diberikannya kepada Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah penerbangan dan juga visa ditanggung semua oleh mereka,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak memiliki pengalaman perjalanan ke luar negeri untuk pertama kalinya tanpa seorang teman ataupun keluarga yang menemani, impian Anisa pergi ke Amerika akhirnya terwujud.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku keterima dua konferensi, pertama di Ceko dan Amerika. Karena cita-citaku ingin ke Amerika maka aku memprioritaskan ke Amerika dulu,&rdquo; ucap gadis yang akrab disapa Ica ini.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em> Anisa mengaku mendapatkan informasi mengenai konferensi tersebut dari laman sosial media seperti Facebook dan juga membuka halaman tentang beasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Memiliki impian ke luar negeri pasti menjadi impian semua orang dan kendala yang menjadi penghambat pasti akan datang. &ldquo;Beberapa orang bilang bikin visa itu susah, nanti mereka tidak percaya sama kamu karena belum pernah keluar negeri. Yaudah, aku beranikan diri mengajukan visa ke kedutaan dan visaku diterima selama 5 tahun,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Hambatan lain datang silih berganti. Dalam keadaan berpergian seorang diri, rasa takut mulai menyelimutinya. Di terpa aura dingin saat dijumpai di pendopo Unmul pada Jumat (11/01) pagi, Anisa menggambarkan perasaannya saat ingin berangkat ke Amerika, &ldquo;Aku takut aja, walau aku senang tapi itu jauh loh. 20 jam perjalanannya rasa khawatir pasti ada.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Anisa sempat menceritakan pengalaman ketika pertama sampai di negeri Paman Sam, bagaimana ia kekurangan uang saat naik taksi dari bandara namun karena kebaikan hati sang supir ia dimaklumi. &nbsp;<strong><em>(rrd/dor</em></strong><strong><em>/els</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teruntuk Peri Bahagia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/teruntuk-peri-bahagia/baca </link>
<guid> teruntuk-peri-bahagia </guid>
<pubDate> Sat, 13 Jan 2018 12:25:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: pinterest.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/teruntuk-peri-bahagia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fJ3zVVp68B.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teruntuk Peri Bahagia</h1>
			              </header>
			              <p>Seorang bocah kecil mengadu padaku<br>Dia sangat kebingungan, ketakutan, bahkan sangat rapuh<br>kenapa kau biarkan saja<br>kenapa kau bisa bisanya tak hiraukan dia<br>kau bahkan hanya diam saja<br>Seolah olah kau tak mendengar jeritannya<br>sampai sampai aku pun tak tau<br>harus menjelaskan kemana perginya peri bahagia<br>Apakah peri bahagia hanya mau singgah ke istana?<br>ataukah peri bahagia tak mendengar lagi tangisannya<br>aku saja yang tak bersamanya dapat merasakannya<br>tangisan tulus seorang bocah yang sangat memohon<br>sangat meminta ampun pada dunia yang keras ini<br>memang dunia ini kejam<br>namun apakah peri bahagia tak mengenal ampun<br>sampai sampai dia tak mau mampir pada tangisan bocah itu<br>Aku harap peri bahagia mau mampir pada tangisan bocah itu.</p><p><span><strong><em>Ditulis oleh Lova Daniel Simatupang, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2017</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jelang Terpidana Mati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/jelang-terpidana-mati/baca </link>
<guid> jelang-terpidana-mati </guid>
<pubDate> Sun, 14 Jan 2018 04:33:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/jelang-terpidana-mati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EKE5EgJcTl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jelang Terpidana Mati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Terpidana mati,<br>Telah tau pasti,<br>bahwa esok hari,<br>dia akan pergi...<br>akan mati...<br>terpidana mati<br>telah tau pasti<br>ke&apos;esokan hari<br>dia akan kembali<br>dan menjadi, raga yang tlah mati...</p><p style="text-align: justify;">lalu ia bertasbih,<br>memohon ampunan,<br>atas dosa pada diri,,<br>lalu ia bertasbih<br>menyesali,<br>perbuatan yang terjadi,,</p><p style="text-align: justify;">celakakah untuk kita,,<br>yang tak tau kapan pergi,<br>berbuat semaunya seolah abadi..<br>celakakah untuk kita<br>yang tiada peduli,<br>kapan akan pergi, kapan akan mati...</p><p style="text-align: justify;">sedikit riuh dan risau di hati<br>sang terpidana mati<br>takut dan rapuh diri<br>menjelang waktu pergi.<br>Terpidana mati,<br>merangkul hati, merangkul diri,<br>agar siap untuk pergi,<br>agar siap untuk mati.<br>telah cukupkah hukuman dan penyesalan ini?<br>ataukah taubat yang tiada henti?<br>hingga kakinya bengkak dan uratnya mati,<br>bersujud mencari sedikit ridho dari sang rabbi<br>telah cukupkah agar dapat menghadap ilahi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><span><em><strong>Syarif Fauzan Khairullah, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2015</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Last Key: Penantian Lama dari Teror Pertama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-last-key-penantian-lama-dari-teror-pertama/baca </link>
<guid> the-last-key-penantian-lama-dari-teror-pertama </guid>
<pubDate> Sun, 14 Jan 2018 05:45:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Insidious: The Last Key merupakan seri terakhir dari tetralogi film Insidious. (Sumber poster: IDNTimes) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-last-key-penantian-lama-dari-teror-pertama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tYPooG0egC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>The Last Key: Penantian Lama dari Teror Pertama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Insidious: The Last Key (2018)<br>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Supernatural, Horor<br>Sutradara &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Adam Robitel<br>Penulis Skenario &nbsp;: Leigh Whannell<br>Produser &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Jason Blum, Oren Peli dan James Wan<br>Produksi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Blumhouse Productions, Stage 6 Films<br>Distributor &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Universal Pictures<br>Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Lin Shaye, Angus Sampson, Leigh Whannell, Spencer Locke, Caitlin Gerard dan Bruce Davidson</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &ldquo;Alamat itu adalah tempat tinggal lamaku. Kusebut tempat tinggal karena aku sama sekali tidak memiliki kenangan indah di dalamnya. Tempat itu sama sekali bukan sebuah rumah!&rdquo; Ujar Elise Rainier (Lin Shaye) kepada kedua rekannya, Tucker (Angus Sampson) dan Specs (Leigh Whannell).</p><p style="text-align: justify;">Elise kembali menerima panggilan dari seorang pria yang memintanya mengusir arwah jahat yang bersemayam di rumah. Sebagai cenayang kondang, tentu saja dengan ringan tangan Elise bersedia membantu. Namun tatkala pria tersebut menyebutkan alamat rumahnya, seketika Elise tertegun. Alamat itu adalah tempat tinggal masa kecilnya yang pernah ia tinggali bersama orangtua dan adiknya di daerah New Mexico.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya Elise enggan menerima panggilan itu dan langsung menutup telepon. Terlalu banyak luka dan pengalaman traumatis yang ia alami di sana, mulai dari perlakuan kejam ayahnya yang tidak percaya dengan kemampuan <em>sixth-sense</em> Elise, ibunya yang meninggal dengan cara tak wajar, hingga pertama kalinya Elise bertemu dengan sosok arwah jahat yang sangat kuat.Tapi secepat Elise menutup telepon, secepat itu pula ia berubah pikiran. Bertiga dengan rekannya yang setia sekaligus konyol, mereka berangkat menuju New Mexico.</p><p style="text-align: justify;">Selain menyoal tentang keselamatan kliennya, Elise masih dihantui oleh kenangan sosok yang sering ia temui saat dikurung oleh ayahnya di ruang bawah tanah. Sosok dengan suara anak laki-laki yang meminta Elise untuk membuka pintu dengan sebuah kunci, sambil mengatakan bahwa Elise adalah anak yang sangat spesial, dan hanya ia yang mampu membukanya. Terpengaruh dengan bujuk rayu, Elise membuka pintu itu, yang ternyata mengundang masuk arwah jahat yang sangat berbahaya ke dunia. Dan kini Elise harus kembali ke rumah itu untuk menuntaskan apa yang telah ia mulai.</p><p style="text-align: justify;"><em>Insidious: The Last Key&nbsp;</em>merupakan seri terakhir dari tetralogi film <em>Insidious</em>. Adanya cerita <em>flashback</em> dari Elise yang kelam menjadikan film ini seru untuk ditonton, namun tidak berarti melulu menegangkan karena diselingi kelakukan konyol kedua rekan Elise serta adegan haru saat Elise bertemu kembali dengan adiknya setelah sekian tahun.</p><p style="text-align: justify;">Meski film <em>Insidious: The Last Key</em> ini masih mempertontonkan seputar hal supranatural, bukan Insidious namanya kalau tidak membuat penonton terkejut ditengah-tengah penayangan. Selain itu terdapat pula pesan moral &nbsp;yang dapat kita ambil antara Elise dan kedua orangtuanya diakhir film.</p><p style="text-align: justify;"><em>Insidious: The Last Key</em> merupakan kisah tentang masa lalu Elise, film ini dikisahkan ber<em>setting</em> sebelum film <em>Insidious (2010)</em> pertama. Berbeda dari film sebelumnya, di mana penonton dibuat menjerit-jerit dengan kehadiran sosok iblis berwajah merah atau Bride in Black, film ini akan mengenalkan sosok iblis baru yang tak kalah menyeramkan yakni <em>Key Face.</em></p><p style="text-align: justify;">Sudah satu minggu sejak<em>&nbsp;Insidious: The Last Key</em> tayang di bioskop dan sampai sekarang di setiap studio kursi selalu penuh, bahkan orang-orang sampai beramai-ramai mengantre dari siang agar dapat kebagian tiket. <strong><em>(nis/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hujan dan Kamu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/hujan-dan-kamu/baca </link>
<guid> hujan-dan-kamu </guid>
<pubDate> Sun, 14 Jan 2018 11:06:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: pinterest.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/hujan-dan-kamu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U1yzFo5qhJ.png" />
					</figure>
			                <h1>Hujan dan Kamu</h1>
			              </header>
			              <p>Menyingsing lagi sang sejuk berlapis mendung<br>Pelupuk yang tak gentar dengan embun dalam kantung<br>Gelegarnyapun kembali sebagai sapaan yang menggantung</p><p>Ia kemudian lekat menapak dan turun perlahan<br>Lambat, menggembirakan hati yang sejak lama tertegun<br>Kebiasaannya adalah membuat ritme senada ketika turun<br>Bak poles bening permata dalam untaian; menyilaukan</p><p>Adalah hujan<br>Panggilan lain dari bongkahan berlian<br>Berharga bagai emas kebanggan<br>Seperti perwujudannya dirimu yang telah lama aku idam-idamkan</p><p>Seolah candu<br>Hujan lagi-lagi mengantarku, untuk mengalir mengingatmu</p><p>Karena kamu tahu,<br>Jatuhmu padaku itu adalah anugerah<br>Titik teduh sebagai penyegar dahaga<br>Kamu yang selalu kutunggu walau tanpa rasa<br>Karena sungguh, bagiku kau adalah pembawa bahagia</p><p>Ini bukanlah tentang bekuan<br>Bukan jugalah tentang keterikan<br>Ini hanyalah kisah hujan tentangmu yang menghanyutkan</p><p><span><strong><em>Ditulis oleh Anisa Amalia, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2016</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menguatkan Jalinan Kerja Sivitas lewat Brain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/menguatkan-jalinan-kerja-sivitas-lewat-brain/baca </link>
<guid> menguatkan-jalinan-kerja-sivitas-lewat-brain </guid>
<pubDate> Sun, 14 Jan 2018 12:25:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seluruh awak Sketsa berfoto dengan WR IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf. (Sumber: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/menguatkan-jalinan-kerja-sivitas-lewat-brain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R4RajX6OaG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menguatkan Jalinan Kerja Sivitas lewat Brain</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjalin hubungan kerja sama. Salah satunya dengan mengadakan kunjungan dan saling bertukar pikiran. Senin (8/1) lalu, awak <em>Sketsa&nbsp;</em>berkumpul dan bersiap untuk datang berkunjung ke salah satu Wakil Rektor Unmul dalam rangka Brain. Brain merupakan singkatan dari <em>Build Relation</em>, yang menjadi kegiatan kunjungan <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Datang sekitar pukul 15.00 Wita, 16 awak <em>Sketsa</em> disambut oleh Sekretaris Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf. Satu per satu masuk ke dalam ruang kerja Bohari yang didominasi warna kuning dan cokelat. Sesampainya di dalam, Bohari mempersilakan semua awak <em>Sketsa</em> untuk duduk.</p><p style="text-align: justify;">Diiringi lantunan instrumen musik yang disetel melalui komputer, pertemuan dibuka oleh Wahid Tawaqal selaku Ketua Umum LPM Sketsa. Ia memperkenalkan diri dengan dilanjutkan oleh anggota lainnya. Usai seluruh anggota memperkenalkan diri, perbincangan dengan Bohari dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Bekerja di bidang terkait kerja sama, Bohari menjelaskan bahwa Unmul telah menjalin kerja sama dengan pihak eksternal. Tidak hanya di lingkar universitas di Indonesia, tetapi bahkan sampai universitas di luar negeri. Selain itu, Unmul juga banyak menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">Banyak hal yang menjadi perbincangan dalam pertemuan saat itu. Di antaranya seputar kerja sama Unmul dalam pertukaran pelajar. Salah satunya adalah pertukaran pelajar mahasiswa FKIP ke Negeri Gajah Putih.</p><p style="text-align: justify;">Bohari juga menjelaskan bagaimana usahanya dalam mengupayakan Unmul meraih akreditasi A. Salah satunya dengan meningkatkan fasilitas, seperti perbaikan koneksi internet dan juga kerja sama dengan pihak eksternal untuk membangun<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://wifi.id&source=gmail&ust=1516018680571000&usg=AFQjCNGGQkME1UInUANkk--ESbMyABqHIw" href="http://wifi.id/" target="_blank">wifi.id</a><span>&nbsp;</span>di beberapa fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Bohari juga menceritakan Unmul saat ini dalam proses merilis salah satu aplikasi inovasi untuk mahasiswa, yakni Unmul Mobile. Unmul Mobile merupakan gebrakan baru di tengah canggihnya teknologi di dunia perkuliahan. Aplikasi ini ditujukan agar memudahkan mahasiswa untuk mengakses nilai, jadwal, serta hal-hal yang berkaitan dengan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Tak terasa, selama lebih dari satu jam perbincangan berlangsung. Sebelum menutup pertemuan siang itu, Sketsa memberikan kenang-kenangan kepada Bohari sebagai tanda terima kasih atas waktu yang disediakan. Sebelum akhirnya agenda ditutup dengan sesi foto bersama. <strong>(<em>rrd/fir/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dinamika Pilkada Kaltim di Mata Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-pilkada-kaltim-di-mata-mahasiswa/baca </link>
<guid> dinamika-pilkada-kaltim-di-mata-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 15 Jan 2018 12:15:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dinamika Pilkada di Kaltim memunculkan berbagai pendapat dari kalangan mahasiswa. (Ilustrasi: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-pilkada-kaltim-di-mata-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r24njlivAw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dinamika Pilkada Kaltim di Mata Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dinamika pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kaltim jelang pendaftaran bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim memunculkan berbagai pendapat dari kalangan mahasiswa. Persaingan bakal calon untuk berebut kursi nomor satu dan dua di Kaltim saat ini bahkan sudah terasa tensi panasnya. Namun, beberapa mahasiswa Unmul memandang Pilkada Kaltim tahun 2018 cukup dinamis karena banyak figur yang telah mencari dukungan ke masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Dwi Luthfi, mahasiswa Akuntansi FEB 2014 menganggap dinamika politis selalu berlangsung dinamis. Bahkan di Kaltim, telah terjadi beragam kemungkinan seperti beberapa figur yang terjerat kasus sebelum masa pemungutan suara berlangsung. Termasuk, hal menarik lain seperti banyaknya figur yang mencalonkan diri dengan <em>background</em> telah menjadi kepala daerah di beberapa kabupaten/kota.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mengetahui bahwa ada beberapa calon gubernur yang telah (serta pernah) menjabat di pemerintahan Kaltim sebelumnya,&rdquo; pandangnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Aditya Ferry Noor memberi pandangan berbeda. Ia melihat, walau beberepa pasangan calon telah dan pernah menduduki kursi eksekutif, belum tentu mampu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena masih belum jelasnya program kerja serta visi dan misi para calon,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini visi dan misi para pasangan calon masih belum terlihat semuanya. Sehingga mantan Presiden BEM FEB 2017 ini menganggap mahasiswa masih belum dapat melihat masa depan Kaltim ketika salah satu calon telah terpilih. Namun, ia berharap agar calon gubernur yang terpilih kelak bersih dari korupsi, dapat mengelola infrastruktur, menekan angka kriminalitas, pengelolaan SDA dan SDM, serta mengutamakan kualitas pendidikan di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Untuk poin terakhir yang diutarakan Ferry, Ajeng Ratmawati turut mengamini bahwa pendidikan kualitas di Kaltim harus diutamakan. Mahasiswi FKIP prodi Bahasa Inggris ini memandang masih ketimpangan pendidikan diberbagai daerah masih sangat mudah dirasakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pendidikan di Kaltim ini masih belum merata di berbagai daerah. Mulai dari infrastruktur, tenaga pengajar, dan lain-lain,&rdquo; tanggapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya tentang bakal calon yang akan dipilih, Ferry dan Ajeng kompak mengatakan belum menentukan pilihan karena masih belum mengetahui <em>background</em> dan visi-misi calong gebernur dan wakil gubernur nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Sedang Dwi Luthfi sudah condong pada pasangan yang mantap diusung Gerindra, PKS, dan PAN: Isran-Hadi. Namun ia mengakui, pilihannya masih bisa berubah sebelum melakukan pemungutan suara. <strong>(<i>ajy</i>/<i>dan</i>/<i>els</i>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Enam Rekomendasi dan Aksi BEM KM Unmul Mengawal Pilkada Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-rekomendasi-dan-aksi-bem-km-unmul-mengawal-pilkada-kaltim/baca </link>
<guid> enam-rekomendasi-dan-aksi-bem-km-unmul-mengawal-pilkada-kaltim </guid>
<pubDate> Tue, 16 Jan 2018 12:06:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul menyuarakan sikap politisnya dalam mengawal pilkada serentak di Kaltim. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-rekomendasi-dan-aksi-bem-km-unmul-mengawal-pilkada-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YSdOZjZAGV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Enam Rekomendasi dan Aksi BEM KM Unmul Mengawal Pilkada Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Terbitnya Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur membuat Komisi Pemiilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan tanggal 27 Juni 2018 sebagai momen pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak se-Indonesia, termasuk Kaltim. Banyak orang atau organisasi kemudian menyuarakan sikap politisnya. BEM KM Unmul menjadi salah-satunya.</p><p style="text-align: justify;">Lembaga eksekutif mahasiswa tertinggi se-Unmul itu melalui akun LINE resminya pada 3 Januari menyebarkan <em>press release</em> deklarasi sikap. Isinya memberikan enam butir rekomendasi kriteria pemimpin yang ideal memimpin Kaltim. Di antaranya berintegritas dan visioner terkait perencanaan pembangunan, menjadi <em>problem solver</em> yang dapat mengurangi kesenjangan ekonomi, dan <em>solidarity maker</em> yang menyinkronkan peraturan daerah ke semua kabupaten/kota di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Sedang tiga sisanya ialah mengedepankan <em>political capital</em> dan mengutamakan masyarakat dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan masyarakat, siap memberikan jaminan kepada masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya, dan terakhir bersih dari kasus korupsi serta berkomitmen dalam pemberantasan korupsi di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Presiden BEM KM Unmul Rizaldo menuturkan keterlibatan lembaga semisal BEM KM Unmul dalam menyikapi fenomena pilgub amat penting. Karena kelak kontestasi pilgub akan memengaruhi hajat hidup rakyat, dan mahasiswa adalah bagian dari rakyat. Lalu, sifat <em>civil society</em> dan partisipasi politik membuat BEM KM Unmul bersiap mengawal jalannya pilgub Kaltim dengan independen dan netral.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diminta atau tidak, mahasiswa memang sudah semestinya berperan dalam proses pengawalan pilkada. Melalui pilkada, kita menghendaki terpilihnya kepala daerah yang kompeten, legitimit, dan amanah,&rdquo; tanggapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi komitmen BEM KM Unmul dalam mengawal jalannya pilkada Kaltim sampai ditetapkannya gubernur dan wakil gubernur terpilih, Rizaldo mengatakan BEM KM Unmul siap memberi komitmen. Kemudian memastikan proses demokratisasi berjalan dengan baik hingga selesai. Walau rancangan dalam mengawal pilkada belum benar-benar selesai pihaknya rancang secara utuh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang masih susun renstra (rencana strategis) gerakan dalam pengawalan pilkada,&rdquo; ucapnya saat ditemui pada Rabu (10/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu langkah yang telah berjalan yakni Aksi Kawal Pilgub Kaltim yang dilakukan aliansi BEM se-Unmul pada Kamis (11/1) lalu di Kantor KPU Provinsi Kaltim. Setelah aksi dan audiensi, ajuan yang diusulkan BEM se-Unmul diterima KPU Kaltim. Namun belum bisa memastikan menerima seluruh usulan karena harus diketahui empat komisioner KPU lain lewat sidang pleno.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa ajuan dari mahasiswa yakni meminta KPU menyosialisasikan semua informasi tentang penyelenggaraan pilkada, wajib menjaga kekondusifan dan bertanggung jawab terhadap pilkada. Serta mengakomodir mahasiswa yang berhalangan memilih di daerah asalnya agar tetap dapat menggunakan hak suaranya di tanah rantauan. <strong>(<em>els/dan/ajy/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Portal SIA Unmul Tampilan Baru, Mahasiswa Kebingungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/portal-sia-unmul-tampilan-baru-mahasiswa-kebingungan/baca </link>
<guid> portal-sia-unmul-tampilan-baru-mahasiswa-kebingungan </guid>
<pubDate> Wed, 17 Jan 2018 13:19:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar portal SIA Unmul yang baru. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/portal-sia-unmul-tampilan-baru-mahasiswa-kebingungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jHHjsOOR09.png" />
					</figure>
			                <h1>Portal SIA Unmul Tampilan Baru, Mahasiswa Kebingungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sudah menjadi kebiasaan umum, selepas masa ujian akhir semester (UAS) dan akan memasuki semester baru mahasiswa mengakses portal Sistem Informasi Akademik (SIA). Baik untuk melihat nilai mata kuliah, melakukan registrasi atau menyusun Kartu Rencana Studi (KRS). Mengawali tahun ini, portal SIA Unmul mengalami perubahan baik dari segi tampilan maupun konten yang ditambahkan di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari belakangan ramai mahasiswa Unmul membicarakan terkait perubahan portal. Sebagian besar kebingungan dengan sistem baru ini. Berbagai cara mereka lakukan untuk dapat mengetahui lebih jelas terkait informasi mengakses portal Unmul. Mulai dari bertanya melalui pesan <em>chatting</em>, hingga mengunggah tangkapan layar saat membuka portal SIA di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Ulfah Resti Inayah, salah satu mahasiswi FMIPA ini baru mengetahui adanya perubahan pada portal SIA ketika salah satu temannya mengakses portal SIA (<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://sia.unmul.ac.id&source=gmail&ust=1516280993963000&usg=AFQjCNEYgBhhKqZzgArzMWd5-lzYE8UGzg" href="http://sia.unmul.ac.id/" target="_blank">sia.unmul.ac.id</a>). Namun pada tampilan tersebut dituliskan pengalihan laman dengan memberikan tautan<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://sia-dev.unmul.ac.id&source=gmail&ust=1516280993963000&usg=AFQjCNH0CZSkdVtZt_ngUcJVyiHuBqgmoQ" href="http://sia-dev.unmul.ac.id/" target="_blank">sia-dev.unmul.ac.id</a>.</p><p style="text-align: justify;">Ulfah memaklumi kebingungan yang ia dan mahasiswa lainnya rasakan. Menurutnya masih dibutuhkan proses sosialisasi agar semua mahasiswa bisa paham dengan sistem yang diterapkan tersebut. Diakui Ulfah, belum ada sosialisasi dari pihak kampus maupun universitas perihal portal SIA yang baru ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Butuh sosialisasi buat teman-teman mahasiswa terutama mahasiswa baru, enggak masalah kalo emang diubah untuk ke depannya lebih baik. Kalau bisa ditampilkan dengan keadaan yang membuat mahasiswa lebih mengerti lagi, yang penting jangan menyusahkan mahasiswa,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em> saat ditemui Senin (15/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari terakhir Ulfah membuka portal SIA untuk mengecek nilainya, namun sedikit merasa kecewa karena terlebih dahulu harus mengisi kuesioner penilaian terhadap dosen. Namun langkah ini disambut baik oleh Ulfah. Ia manganggap positif hal tersebut karena dosen pengajar bisa mengetahui penilaian dari mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">FMIPA selalu memberikan kuesioner secara acak kepada beberapa mahasiswanya. Artinya tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk memberikan penilaian. Melalui adanya kuesioner di portal SIA, menjadikan penilaian ini menjadi wajib dan merata ke tiap mahasiswa di Unmul. &nbsp;Untuk itu menurutnya Portal SIA saat ini jauh lebih baik di mana terdapat kolom kritik di setiap nama dosen pengampu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertanyaannya cukup bisa mewakili dari setiap kegelisahan-kegelisahan mahasiswa terhadap cara mengajar dosen,&rdquo; ungkap mahasiswa Satatistika angkatan 2016 ini.</p><p style="text-align: justify;">Adapun kendala yang dihadapi Ulfah saat mengakses portal SIA yang baru ini adalah perbedaan saat mengakses melalui laptop dan ponsel. Tampilan layar yang kecil di layar ponsel membuat kesulitan untuk &nbsp;dapat mengisi kuesioner. Ia juga tidak bisa melihat nilai Indeks Prestasi (IP) semester satu dan dua, melainkan hanya nilai per mata kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Di fakultas lainnya seperti FISIP, mahasiswa juga banyak mengeluh akibat portal SIA Unmul yang berubah. Bukan semakin baik, melainkan semakin rumit bagi mahasiswa yang ingin melihat nilai akademiknya.</p><p style="text-align: justify;">Tak adanya sosialisai dari pihak SIA Unmul, menimbulkan kebingungan yang dirasakan oleh mahasiswa akibat perubahan dari portal Unmul. Hal ini tak luput jadi perhatihan dari kalangan sivitas akademika, begitu pula yang dirasakan oleh Dian Isfiana prodi Ilmu Pemerintahan 2016. Meski begitu, diakui Dian bahwa portal Unmul memang terlihat lebih rapi daripada portal Unmul sebelumnya,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya bagus sih, portalnya itu diubah jadi kelihatan lebih rapi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai tanggapannya tentang perubahan portal SIA Unmul, Dian menilai langkah untuk mengakses kini menjadi lebih rumit. &ldquo;Setuju saja dengan perubahan ini, cuma kendalanya &nbsp;untuk mengecek nilai itu mungkin diperbaiki kali ya, jadi mahasiswa juga lebih gampang, enggak rumit,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini, melalui <em>official account</em>-nya BEM FEB telah membagikan informasi tentang perubahan sistem portal SIA Unmul. Dalam tulisan <em>broadcast</em>-nya terdapat muatan terkait dengan <em>link</em> portal SIA baru yang bisa diakses oleh mahasiswa Unmul. <em>Broadcast</em> tersebut juga menyebarkan kuesioner <em>online</em> yang ditujukan kepada SIA Unmul, yang berisikan keluhan terkait portal SIA yang baru. <strong>(<em>mrf/wil/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Portal Baru Bikin Bingung, Ini Kata Staf SIA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/portal-baru-bikin-bingung-ini-kata-staf-sia/baca </link>
<guid> portal-baru-bikin-bingung-ini-kata-staf-sia </guid>
<pubDate> Thu, 18 Jan 2018 04:13:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tampilan baru portal SIA, penambahan item direspons positif. (Sumber foto: portal SIA) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/portal-baru-bikin-bingung-ini-kata-staf-sia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c16IT8V0Xo.png" />
					</figure>
			                <h1>Portal Baru Bikin Bingung, Ini Kata Staf SIA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Adanya perubahan tampilan pada portal SIA menuai berbagai tanggapan. Bagi mahasiswa, SIA menjadi vital terkait perkuliahan. Di antaranya untuk melakukan registrasi, menyusun Kartu Rencana Studi (KRS), dan mengetahui nilai mata kuliah. Melalui portal juga mahasiswa dapat menentukan jumlah satuan kredit semester (SKS) yang dibebankan tiap semesternya. Beberapa merespons positif dengan tampilan baru SIA. Namun tak sedikit juga yang masih bingung dan merasa rumit.</p><p style="text-align: justify;">Bambang Setiawan selaku staf SIA FKIP memberikan penjelasannya kepada <em>Sketsa</em> mengenai adanya perubahan dari portal SIA. Ia menyatakan sejauh ini pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi dari pihak rektorat. Informasi perubahan sistem yang baru pada portal Unmul ini grup WhatsApp yang beranggotakan operator SIA. Ia juga membenarkan bahwa pihaknya belum dapat memberikan sosialisasi ke mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita cuma tahu <em>launching</em>-nya tanggal 8 Januari untuk tampilan baru. Kami bisa membuka tampilannya saja, tapi tidak bisa melihat ke dalam karena adanya keterbatasan apa saja yang bisa dibuka,&rdquo; katanya saat ditemui Senin (15/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Melengkapi tampilan terbarunya, portal SIA kini ditambah dengan menu prestasi ekstrakurikuler. Dijelaskan Bambang, menu prestasi ini bisa diisi oleh mahasiswa apabila mempunyai prestasi di bidang ekstrakurikuler.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti ada bagian validasinya di fakultas untuk validasi berkas yang mahasiswa input. Walaupun kalian input banyak, tapi nanti tetap melampirkan bukti seperti sertifikat, piagam dan persyaratannya,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Prestasi ekstrakurikuler di portal SIA ini baru dirapatkan pada Jum&rsquo;at (12/1) lalu oleh para staf SIA. Adanya ini merupakan program dari kemahasiswaan, bukan bidang akademik. Menu ini juga bukan milik SIA, melainkan hanya dititipkan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum melihat Kartu Hasil Studi (KHS), mahasiswa diwajibkan untuk mengisi kuesioner. Tujuannya adalah untuk menilai kinerja dosen mata kuliah masing-masing dengan memilih nama dosen. Setelah itu, barulah mahasiswa dapat melihat nilai tiap mata kuliahnya.</p><p style="text-align: justify;">Mundurnya rilis portal SIA Unmul dikatakan Bambang karena pembuatan kuesioner yang ditujukan kepada dosen mata kuliah. Program tersebut merupakan permintaan dari forum Wakil Dekan I FKIP dan Wakil Rektor I.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tanggal 8 Januari harusnya bisa mengurus KRS dan sudah bisa registrasi. Tapi tertunda karena permintaan dari Wakil Dekan I FKIP dan Wakil Rektor I untuk dibuatkan kuesioner untuk evaluasi kinerja dosen, tapi tidak diberitahu pengumumannya,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski belum ada sosialisasi dan membuat banyak mahasiswa kebingunan, namun tidak sedikit yang memberikan apresiasi. Salah satunya Purwati Dwi Handayani, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul ini mengatakan perubahan yang dilakukan sudah bagus. Bahkan terbilang sudah mengikuti perkembangan teknologi dan mode.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya setuju dengan perubahan portal yang baru, terlihat lebih menarik. Kalau sebelumnya terkesan kaku dan formal,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati dinilai sudah cukup baik dalam perkembangannya, namun masih ada beberapa hal yang menjadi catatan dari tampilan portal SIA saat ini. Salah satunya, tidak terteranya Kartu Hasil Ujian (KHS) mahasiswa. Hal ini megakibatkan mahasiswa menjadi bingung sebab tidak dapat melihat hasil ujian. <em><strong>(nvt/mrf/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Manuver Politis Pra Penutupan Pendaftaran Bacalon Gubernur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/manuver-politis-pra-penutupan-pendaftaran-bacalon-gubernur/baca </link>
<guid> manuver-politis-pra-penutupan-pendaftaran-bacalon-gubernur </guid>
<pubDate> Thu, 18 Jan 2018 12:35:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Empat calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berlaga dalam Pilkada Kaltim. (Sumber: Kaltim Post) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/manuver-politis-pra-penutupan-pendaftaran-bacalon-gubernur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oFdJOw4sjQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Manuver Politis Pra Penutupan Pendaftaran Bacalon Gubernur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Penuh warna dan drama! Barangkali itu adalah kalimat yang pas menggambarkan dinamika pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kaltim. Beberapa drama berunsur manuver politis terjadi sebelum bakal calon resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim. Bahkan drama meruncing saat tenggat waktu pendaftaran calon akan ditutup Rabu (10/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Walikota Balikpapan Rizal Effendi yang diisukan berpasangan dengan Syahrie Ja&rsquo;ang justru jadi &lsquo;korban politik&rsquo; pada hari-hari terakhir pendaftaran. Rizal Effendi tersisih sementara Syahrie Ja&rsquo;ang menggandeng Awang Ferdian. Padahal, kontestasi Pilkada baru memasuki tahap pendaftaran bakal calon, belum sampai tahap pelaksanaan pemungutan suara yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> Jumat (12/01) lalu menyambangi pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosail dan Ilmu Politik Unmul, Budiman untuk mengetahui pandangan terkini terhadap dinamika Pilkada Kaltim. Menurut pandangan Budiman, pertarungan antar bakal calon lebih didominasi &nbsp;kepentingan elite dalam skala nasional ketimbang mendengar usulan dari masyarakat dan partai politik (parpol) di tingkat daerah.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, masuk akal saat manuver politik seketika berubah dinamis saat pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur resmi dibuka oleh KPU Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa yang terjadi di Pilkada Kaltim saat ini cenderung adalah adanya pertarungan elite dari pusat dengan orientasi ke depan adalah tabungan untuk pilpres 2019,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, menurutnya perlu adanya desentralisasi parpol agar tiket untuk berlaga di pilkada ditentukan oleh perwakilan parpol daerah, bukan justru diputuskan oleh elite nasional. Karena elite nasional tidak mengenal kapasitas setiap calon di daerah secara teknis.</p><p style="text-align: justify;">Budiman juga menyinggung tiap calon yang maju dalam kontestasi pilkada harus memikirkan prioritas pembangunan Kaltim ke depan pasca tambang yang terus menyusut jumlahnya. Sebuah tantangan yang tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Budiman memandang Pilkada Kaltim sebelum mendaftar ke KPU sebagai dinamika politik yang kurang lebih sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Di mana parpol yang merasa mampu akan mencalonkan kadernya. Sedang parpol yang tidak mampu akan mencari orang yang mempunyai setidaknya kapabilitas dan kapasitas serta moda sosial.</p><p style="text-align: justify;">Partai-partai di daerah coba menyaring calon yang memiliki potensi untuk bisa menyejahterakan rakyat. Ada beberapa kelompok di luar parpol yang mencoba memperkenalkan dirinya karena merasa mampu mencalonkan diri sendiri atau menyejahterakan masyarakat. Kita bisa lihat itu dalam konteks individu seperti Kapolda Kaltim (Safaruddin), Rusmadi (Wongso), dan Isran Noor.</p><p style="text-align: justify;">Namun terkadang, apa yang dibayangkan dan diinginkan masyarakat atau parpol tadi berbanding terbalik dengan munculnya empat pasangan calon yang resmi mendaftar ke KPU Kaltim).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang terjadi di Kaltim dan Indonesia saat ini adanya pertarungan di elite pusat, bukan pertarungan elite daerah dan bukan keinginkan oleh masyarakat daerah,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang terjadi hari ini di Kaltim sebab adanya pertarungan elit dari pusat dengan orientasi ke depan itu semua menjadi tabungan untuk Pilpres 2019 mendatang. Di Kaltim yang jadi keinginan rakyat dan parpol seperti Demokrat, PKB, dan PPP adalah Syahrie Ja&rsquo;ang dan Rizal Effendi. Akan tetapi sebelum penutupan berakhir, yang terjadi adalah Syahrie Ja&rsquo;ang akhirnya bersanding dengan Awang Ferdian.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, melihat fenomena yang ada, maka perlu desentralisasi parpol. Artinya tiket untuk berlaga di daerah seharusnya ditentukan oleh perwakilan parpol daerah, jangan nasional. Karena elite di nasional tidak terlalu melihat serta mengenal kapasitas dan kapabilitas calon-calon di daerah.</p><p style="text-align: justify;">Sementara parpol dan masyarakat di daerah lebih paham tentang calon yang bisa memimpin di daerahnya. Dengan sistem paket-paket (oleh elite nasional) ini, itu yang sekarang jadi persoalan besar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya, berpasangannya Ja&rsquo;ang dan Awang Ferdian bukan menaikan elektabilitas, tapi menurunkan,&rdquo; jawab Budiman.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena sebelumnya, apa yang diinginkan masyarakat daerah bisa terlihat. Ada Rita Widyasari, Isran Noor, Syahrie Ja&rsquo;ang, Rizal Effendi, lalu beberapa orang yang didorong oleh orang lain. Rusmadi didorong Awang Faroek. Ada pula orang yang mendorong dirinya seperti Safaruddin.</p><p style="text-align: justify;">Prediksi awal Budiman, jika Rita Widyasari tidak mencalonkan diri menjadi gubernur, maka peluang terbesar untuk menang adalah Syahrie Ja&rsquo;ang dan Rizal Effendi. Itu jika dilihat dari geopolitik. Hampir 70 persen pemilih di Kaltim diwakili oleh Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara. Artinya, siapa yang bisa menguasai tiga (wilayah) ini, itu yang berpeluang menang. Dengan Ja&rsquo;ang dan Rizal berkolaborasi, otomatis bisa ditebak itu (siapa pemenangnya). Itu dari segi geopolitis. <strong>(<em>dan/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dianggap Langgar Aturan, Aliansi Kirim Surat Kecil untuk Mujihat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dianggap-langgar-aturan-aliansi-kirim-surat-kecil-untuk-mujihat/baca </link>
<guid> dianggap-langgar-aturan-aliansi-kirim-surat-kecil-untuk-mujihat </guid>
<pubDate> Fri, 19 Jan 2018 04:13:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar isi surat kecil untuk BEM FKIP Unmul. (Sumber: Dodi Wahyudi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dianggap-langgar-aturan-aliansi-kirim-surat-kecil-untuk-mujihat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FEsX5h8BcD.png" />
					</figure>
			                <h1>Dianggap Langgar Aturan, Aliansi Kirim Surat Kecil untuk Mujihat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kinerja BEM FKIP di kepengurusan yang baru telah berlangsung lebih dari 70 hari. Di bawah kepemimpinan Mujihat dan Muhammad Arif Tirtana selaku Gubernur dan Wakil Gubernur, berbagai program kerja (proker) telah dijalankan. Lokakarya menjadi salah satu proker kepengurusan sebelumnya yang di tahun ini tetap dijalankan. Namun, baru-baru ini mencuat sebuah surat yang juga disebarluaskan melalui pesan broadcast oleh aliansi yang menamakan diri &ldquo;Peduli Lokakarya&rdquo;. Surat tersebut dikirim oleh Ketua Aliansi Peduli Lokakarya, Dodi Wahyudi, yang juga rival Mujihat-Arif saat pertarungan Pemira FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Dalam surat tersebut aliansi menyebut adanya kejanggalan dalam Badan Pengurus Harian (BPH) BEM kabinet Sinergi Kebaikan, serta kurang telitinya keputusan hasil Lokakarya Lembaga se-FKIP. Selain itu, disebutkan pula DPM FKIP tidak tegas menyikapi masalah atas pengunduran diri dua anggota DPM FKIP, yaitu Abdul Basyid Pendidikan Ekonomi 2015 memiliki jabatan sebagai Wakil Ketua II, dan Muhammad Azhari Pendidikan Sejarah 2015 sebagai Kepala Dinas Media Informasi yang alasannya ingin mengabdi dan berkontribusi di BEM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Alasan ini dinilai aliansi logis bahkan melanggar etika berorganisasi sebab mempermainkan kepercayaan warga FKIP kepada mereka yang sebelumnya duduk di kursi legislatif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini mencontohkan kalau tidak pahamnya saudara dalam lembaga tertinggi dalam berorganisasi di FKIP dan dalam surat pengunduran diri yang tidak masuk di logika harusnya bukan dari DPM yang mengeluarkannya, melainkan keputusan ini secara sepihak tanpa adanya musyawarah.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sangat tidak profesionalitas sekali dan lantas gimana kesepakatan di SUKM yang sudah diamandemen, sungguh lucunya?&rdquo; Demikian kutipan isi surat dari aliansi.</p><p style="text-align: justify;">Kecacatan lain yang ditangkap aliansi adalah manakala diangkatnya Muhammad Alif Irbath Pendidikan Luar Sekolah 2017 sebagai Kepala Bidang Advokasi di BEM FKIP. Alif diketahui merupakan mahasiswa baru dan ini kembali dianggap mencederai aturan mengenai jenjang anggota dan diputuskan sepihak oleh Mujihat-Arif.</p><p style="text-align: justify;">Gara-gara itu semua, aliansi lantas mengajukan tuntutan untuk dilakukannya audiensi terbuka di depan mahasiswa FKIP dan BEM FKIP harus menjelaskan mengenai pengunduran diri dua anggota DPM FKIP, pemaparan DPM FKIP dalam pengunduran anggota tersebut, BEM FKIP membuka hasil Lokakarya, dan mengadakan audiensi terkait pemaparan boleh tidaknya mahasiswa baru menjadi BPH di BEM, serta menuntut DPM dan BEM bekerja sesuai foksinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Respons Mujihat atas Surat</strong></p><p style="text-align: justify;">Terbitnya surat tersebut nyatanya tak membuat pihak BEM FKIP diam. Gubernur BEM FKIP Mujihat tampak membalas melalui pesan <em>broadcast</em>. Dalam pesan itu, Mujihat memapar satu demi satu tuntutan yang diajukan aliansi.</p><p style="text-align: justify;">Dia menjelaskan penyusunan jajaran BPH BEM FKIP mengarah dalam dua aspek besar, yakni Hak Asasi dan AD/ART Keluarga Mahasiswa (KM) FKIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, atas hak asasi yang menyebutkan semua berhak maju menjadi kepala dinas dengan kapasitas yang dimilikinya, merujuk pada permasalahan dari Muhammad Alif Irbath. Mujihat menerangkan jika ditinjau secara historis, Alif telah mengikuti dua masa kepengurusan yaitu Kabinet Generasi Pemersatu dan Kabinet Kolaborasi Harmoni.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, sebelumnya Alif berasal dari prodi Pendidikan Geografi dan sudah berjalan selama tiga semester, namun karena permasalahan finansial dan dari tuntutan orang tua Alif harus pindah ke prodi Pendidikan Luar Sekolah dan ketika diangkat menteri terdata sebagai mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, tuntutan yang dilayangkan kepada Abdul Basyid dan Muhammad Azhari diungkapkan oleh Mujihat bahwa pengunduran diri tersebut murni dilakukan oleh keduanya karena ingin menjadi eksekutor di bidang pergerakan, bukan legislator. Ia juga menambahkan, keduanya sadar akan pentingnya pergerakan dan perubahan tidak akan didapat hanya dari amandemen serta kritikan yang dititipkannya semakin menguatkan niat bergabung di BEM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, atas AD/ART KM FKIP Unmul telah dijelaskan pada Bab IV Bagian 2 tentang tata kerja DPM FKIP pasal 13 serta Bab V Bagian 1 tentang tata kerja BEM FKIP pasal 27.</p><p style="text-align: justify;">Pada Bab IV pasal 13 berbunyi &ldquo;Anggota DPM FKIP berhenti sebagai anggota DPM FKIP sebelum periodenya berakhir karena: Atas permintaan secara tertulis kepada pimpinan DPM dan disetujui.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Serta pada Bab V pasal 27 berbunyi &ldquo;Gubernur BEM FKIP mempunyai hak prerogatif dalam mengangkat dan memberhentikan pengurus BEM FKIP.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Mujihat juga menjelaskan mengenai bagaimana sistem Lokakarya yang berjalan sesuai dengan inisiasi secara musyawarah. Antara lain bertujuan membahas masalah yang berkaitan dengan keahlian sekaligus mencari solusi serta menyelaraskan dan membangun pondasi konsep lembaga kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa FKIP angkatan 2017 yang hendak bergabung dengan BEM FKIP tidak dilarang dan atau diwajibkan melampirkan berkas-berkas tertentu.</p><p style="text-align: justify;">BEM FKIP pun kata Mujihat, telah melakukan pertemuan dengan lembaga se-FKIP dan membahas ulang terkait pemahaman tentang Lokakarya tertanggal 4 Januari 2018. Dari pertemuan tersebut, tidak ada yang memepermasalahkan mengenai hal ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan ini menyatakan bahwa 76 hari kinerja BEM FKIP Unmul tetap dapat dilanjutkan tanpa mencederai siapapun serta dengan adanya surat ini mengajak untuk bergabung dalam keluarga BEM FKIP Unmul sebagai mitra kritis serta eksekutor,&rdquo; tutup Mujihat dalam pesan <em>broadcast</em>-nya. <strong>(<em>cin/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kirim Surat Kaleng, Aliansi Mahasiswa Ungkap Kesalahan Kabinet BEM FKIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kirim-surat-kaleng-aliansi-mahasiswa-ungkap-kesalahan-kabinet-bem-fkip/baca </link>
<guid> kirim-surat-kaleng-aliansi-mahasiswa-ungkap-kesalahan-kabinet-bem-fkip </guid>
<pubDate> Fri, 19 Jan 2018 12:51:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Aliansi Peduli Lokakarya, Dodi Wahyudi. (Sumber: instagram.com/didowahyudi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kirim-surat-kaleng-aliansi-mahasiswa-ungkap-kesalahan-kabinet-bem-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3eUfvvOYl2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kirim Surat Kaleng, Aliansi Mahasiswa Ungkap Kesalahan Kabinet BEM FKIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sejumlah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Pendidikan yang tergabung dalam Aliansi Peduli Lokakarya, Senin (8/1) kemarin mengirimkan surat kaleng yang ditujukan kepada Gubernur BEM FKIP, Mujihat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketua Aliansi Peduli Lokakarya Dodi Wahyudi mengatakan aliansi yang beranggotakan perwakilan mahasiswa dari beberapa prodi ini berdiri karena melihat minimnya kesadaran dan kepedulian mahasiswa dalam membangun organisasi di FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sini kita belajar untuk peka terhadap kebijakan lembaga dan birokrasi kampus. Siapa saja boleh ikut karena tujuannya untuk belajar bersama-sama,&rdquo; ucap mahasiswa yang menempuh pendidikan di Prodi Penjaskesrek 2015.</p><p style="text-align: justify;">Untuk ikut terlibat dalam aliansi ini cukup mudah, yakni dengan mengikuti diskusi forum secara rutin dan yang aktif atau paling sering terlibat diskusi itulah yang memperlihatkan keseriusan ingin belajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin memberi tahu bahwa ada kesalahan di pengurusan BEM Kabinet Sinergi ini,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Dodi berkesempatan memaparkan isi tuntutan yang dituangkan dalam surat kaleng tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Poin pertama, Aliansi Lokakarya menuntut audiensi terbuka di depan mahasiswa FKIP untuk menjelaskan pengunduran diri saudara Abdul Basyid Pendidikan Ekonomi 2015 sebagai Wakil Ketua II DPM FKIP sekarang sebagai Kepala Dinas Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Muhammad Azhari Pendidikan Sejarah 2015 sekarang sebagai Kepala Dinas Media Informasi.</p><p style="text-align: justify;">Poin kedua, menuntut pemaparan DPM FKIP dalam pengunduran diri saydara Abdul Basyid dan Muhammad Azhari menjadi Kepala Dinas di BEM FKIP karena berkontribusi atau mengabdi.</p><p style="text-align: justify;">Poin ketiga, menuntut BEM FKIP agar membuka hasil lokakarya dan mengadakan audiensi terbuka seluruh mahasiswa FKIP tentang Muhammad Alif Irbath Pendidikan Luar Sekolah 2017 sebagai Kepala Bidang Advokasi. Mampu memberikan pemaparan dan kenapa harus mahasiswa baru. Dan terakhir menuntut DPM FKIP dan BEM FKIP bekerja sesuai tupoksinya.</p><p style="text-align: justify;">Aliansi yang terdiri dari lintas generasi ini berhasil mengantongi respons yang memuaskan. Namun, di samping dukungan ada saja yang merendahkan hingga meremehkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pasti ada respons yang seperti itu, tetapi kami terus memberikan kesadaran bahwa ada yang salah di dalam kepengurusan mereka,&rdquo; tegas mahasiswa asal Paser tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya aliansi ini, Dodi menyatakan banyak menerima pola pemikiran baru dan telah banyak mengurangi tingkat apatisme mahasiswa terhadap organisasi kampus.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, langkah yang telah berjalan yakni pembuatan link tentang penyadaran dan pandangan kesalahan atau keganjilan yang dilakukan Kabinet Sinergi tentang etika berorganisasi dan hasil lokakarya akan disusul oleh kuesioner mengenai dua organisasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depannya masih persiapan pembuatan kuesioner tentang BEM dan DPM&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Di samping kisruh antara antara BEM FKIP dan DPM FKIP dengan Aliansi Peduli Lokakarya, di luar hal tersebut hubungan mereka tetap berjalan dengan baik. <strong>(<em>adl/arr/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lokakarya Tuai Kritik, Mujihat: Tidak Faedah! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lokakarya-tuai-kritik-mujihat-tidak-faedah/baca </link>
<guid> lokakarya-tuai-kritik-mujihat-tidak-faedah </guid>
<pubDate> Fri, 19 Jan 2018 13:40:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gubernur BEM FKIP Unmul, Mujihat. (Sumber: instagram.com/mujihat_) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lokakarya-tuai-kritik-mujihat-tidak-faedah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IcReNdNii0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lokakarya Tuai Kritik, Mujihat: Tidak Faedah!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Setelah melalui pesta demokrasi, kini lembaga ekskutif di tiap fakultas siap mengemban amanah untuk periode satu tahun lamanya. Sama halnya dengan suasana politik di BEM FKIP Unmul. Mulai bergerak menjalankan beberapa tugas utama yang dirumuskan dalam program kerja (proker), usai dilantik sejak 28 Oktober 2017 lalu oleh DPM FKIP. Lokakarya menjadi salah satu yang kembali diupayakan BEM FKIP di bawah komando Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKIP untuk kembali ditingkatkan.</p><p style="text-align: justify;">Baru beberapa bulan kembali dijalankan, beredar pesan yang menanggapi tidak sehatnya Lokakarya BEM FKIP. Pesan ini disebarkan melalui <em>broadcast</em> media sosial yang dituliskan oleh Aliansi Peduli Lokakarya. Berjudul Surat Kecil Untuk BEM FKIP Unmul, pesan ini memaparkan beberapa keganjilan dari Lokakarya, hingga meminta penyampaian kejelasan secara terbuka.</p><p style="text-align: justify;">Tak tinggal diam, BEM FKIP mengambil langkah yang sama. Membalas beredarnya pesan dari aliansi tersebut. Melalui Catatan Kecil untuk Kawan Berpikirku dengan mengatasnamakan Mujihat dan Muhammad Arif Tirtana selaku Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKIP. Mengawali pesan ini, tertulis bahwa dengan adanya berbagai intervensi yang diarahkan kepada BEM FKIP tidak akan menghalangi keharmonisan dan menghalangi tindakan produktif serta kreatif BEM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa</em> pada Selasa (16/1) kemarin, Mujihat menilai aliansi ini bukan bukti dari mahasiswa secara keseluruhan. Meski Aliansi Peduli Lokakarya yang didirikan oleh Dodi Wahyudi mengatakan aliansi yang beranggotakan perwakilan mahasiswa dari beberapa prodi ini berdiri karena melihat minimnya kesadaran dan kepedulian mahasiswa dalam membangun organisasi di FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pandangan Mujihat, Lokakarya sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi dan dihadiri oleh perwakilan seluruh himpunan mahasiswa (hima) di FKIP. Ia juga menambahkan, hubungan BEM FKIP dengan seluruh hima baik-baik saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lokakarya ini berlaku di semua himpunan. Ada beberapa bidang atau dinas yang diberlakukan, di antaranya kaderisasi, sosial, minat bakat, dan keperempuanan,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam bidang kaderisasi, Mujihat memberikan pemahaman soal ini. Ia menyatakan bahwa mahasiswa angkatan 2017 tidak bisa langsung ke BEM FKIP tanpa mengabdi di hima. Namun, dengan catatan adanya sertifikat atau tanda bukti telah mengikuti pelatihan kepemimpinan selama di hima, atau <em>track record</em> yang dapat diperlihatkan seperti sertifikat, dan bukti lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mensosialisasikan kembali terkait Lokakarya di bagian kaderisasi, karena kita kekurangan kader di BEM. Ada yang memiliki pemahaman bahwa 2017 tidak bisa langsung ke BEM, harus mengabdi dahulu ke himpunan, sebenarnya tidak seperti itu. Ada catatan yang sudah disepakati seluruh lembaga pimpinan se-FKIP pada saat Lokakarya 2017,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, tempat pertama untuk membentuk kepemimpinan dan mengenalkan dunia organisasi yaitu di hima. Sebab BEM merupakan wadah bekerja secara profesional, bukan lagi tempat kaderisasi dan mengajarkan bagaimana berorganisasi yang baik dan benar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya Lokakarya dalam bidang ini, bertujuan untuk menciptakan sinergisitas antara BEM FKIP dengan hima. Sebab, menurutnya yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa ialah hima prodi sebagai perwakilan tiap mahasiswa di kelas. Semata-mata ini dilakukan untuk membangun komunikasi, koordinasi, dan lainnya yang bersifat membangun FKIP. Ia juga meyakini orang-orang yang tergabung dalam Lokakarya telah paham tentang jalannya program ini.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi beredarnya surat tersebut, Mujihat menilai ini menjadi bagian dari dinamika politik di dunia kampus, di mana akan ada satu sisi yang berseberangan dan memberikan kritik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Coba ke BEM, kita berbincang-bincang. Bukan dengan menyebarkan <em>broadcast</em> seperti itu, karena akan membuat internal BEM FKIP tidak baik di mata sekitar, karena hal itu tidak benar,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi soal bagi Mujihat ialah dengan adanya isu ini berkaitan dengan muruah BEM FKIP. Semula yang inginnya melakukan kerja sama, bukan berupaya saling menghancurkan. BEM FKIP dinilai sebagai ujung tombak peradaban di FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika memainkan isu seperti itu, tidak ada faedahnya. Tidak penting bagi BEM, hanya mengkritik tapi tidak membangun dengan memberikan solusi,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan dalam menyusun Badan Pengurus Harian (BPH) dirasa Mujihat telah sesuai AD-ART dan hak veto sebagai gubernur terpilih. Jika ada permasalahan soal angkatan BPH yang masih angkatan 2017, hal ini bukan menjadi soal bagi BEM FKIP. Sebab yang bersangkutan yaitu Muhammad Alif Irbath, bukan dari angkatan 2017, melainkan dari angkatan 2016 yang sebelumnya telah berpindah jurusan karena adanya permasalahan finansial.</p><p style="text-align: justify;">Jika benar ada keganjilan seperti yang telah diedarkan, Mujihat menjamin tentu akan menerima panggilan dari DPM FKIP. Menurutnya, yang seharusnya menjadi wadah untuk memberikan kritik adalah DPM FKIP, karena DPM FKIP merupakan perwakilan dari mahasiswa.<br><br>&ldquo;Mengatasnamakan aliansi, sedangkan ada DPM. Lalu itu untuk apa? Seharusnya paham fungsi lembaga di fakultas,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, belum ada pertemuan yang dilakukan dengan pihak aliansi. Kendala masih dalam masa libur semester, beberapa mahasiswa memilih untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Mengenai inisiasi untuk melakukan pertemuan, Mujihat mengaku BEM FKIP akan menerima siapapun yang ingin datang dan menyampaikan kritik atau persoalan yang ingin disampaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita melayani hal seperti ini, ini bukan hal yang <em>urgent</em> dan dibutuhkan mahasiswa, karena sifatnya mengkritik. Kalau memang ingin membangun, silakan sertakan dengan solusi. Kami <em>welcome</em> saja kepada siapapun,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>adl/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Research Award, Langkah LP2M Mendorong Peningkatan Penelitian di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/research-award-langkah-lp2m-mendorong-peningkatan-penelitian-di-unmul/baca </link>
<guid> research-award-langkah-lp2m-mendorong-peningkatan-penelitian-di-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jan 2018 04:32:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua LP2M Susilo saat berfoto dengan Rektor Unmul Masjaya. (Sumber: unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/research-award-langkah-lp2m-mendorong-peningkatan-penelitian-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I0A57qlYhw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Research Award, Langkah LP2M Mendorong Peningkatan Penelitian di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Seminggu yang lalu, baliho bergambar tiga dosen penerima LP2M Research Award 2017 terpampang di simpang tiga depan halaman Gedung Rektorat Unmul. Pemberian <em>award</em> oleh LP2M itu sebagai bentuk apresiasi bagi dosen se-Unmul yang giat melakukan penelitian.</p><p style="text-align: justify;">Pengumuman LP2M Research Award merupakan salah satu <em>item</em> yang turut disampaikan dalam acara <em>International Conference on Tropical Studies and Its Application</em> (Ictrops). Kegiatan berskala internasional itu dilaksanakan Unmul di <em>Grand Ballroom</em> Hotel Aston pada akhir November 2017 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga dosen yang meraih peringkat terbaik dalam tiga kategori <em>award</em> antara lain Esti Handayani Hardi dari FPIK sebagai juara ilmu eksakta. Sementara lainnya Rizky Yudaruddin dari FEB sebagai juara ilmu sosial dan RR Dirgarini NS sebagai juara dosen pemula.</p><p style="text-align: justify;">Ketua LP2M Susilo saat ditemui <em>Sketsa</em> pada (15/1) lalu, mengatakan bahwa pemberian <em>award</em> telah terlaksana dua kali, setelah sebelumnya digelar pada 2016. Ajang ini khusus untuk menghargai dosen yang telah melakukan beragam penelitian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu ini untuk Unmul, dan sudah direstui rektor,&rdquo; sampainya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Susilo, ini merupakan salah satu upaya LP2M dalam menumbuhkan budaya meneliti di kalangan dosen. Pengelompokkan kategori &ndash; eksakta, sosial, dan pemula &ndash; merupakan langkah agar kompetisi di setiap kelompok berjalan. Muaranya ialah untuk meningkatkan hasil penelitian di Unmul secara keseluruhan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Salah satu faktor dari (peningkatan) akreditas adalah jumlah penelitian,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain akreditasi, banyak hal positif dari peningkatan jumlah penelitian. Posisi universitas di kancah nasional dan internasional hingga banyaknya paten yang diterima juga ditentukan oleh banyaknya jumlah penelitian yang dihasilkan suatu universitas.</p><p style="text-align: justify;">Melalui pemberian <em>award</em> bagi peneliti di Unmul pula, Susilo berupaya mendorong para dosen untuk meningkatkan jumlah penelitian. Kemudian hasilnya didaftarkan ke LP2M agar bisa masuk nominasi yang berhak menerima <em>award</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Partisipasi lebih banyak, kalau sekarang masih belum banyak,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat disinggung mengenai pelaksanaan <em>award</em> secara berkesinambungan oleh LP2M, Susilo mengamini hal itu. Sebagai upaya pemerataan, pemenang di dua edisi terakhir tidak boleh ikut lagi dalam nominasi <em>award</em> berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga pemenangnya pasti berbeda terus,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>dan</em>/<em>nhh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ke Mana Larinya Semua Hasil Penelitian di Unmul? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ke-mana-larinya-semua-hasil-penelitian-di-unmul/baca </link>
<guid> ke-mana-larinya-semua-hasil-penelitian-di-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jan 2018 04:47:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua LP2M Susilo. (Sumber: unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ke-mana-larinya-semua-hasil-penelitian-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N3g0tSUJyq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ke Mana Larinya Semua Hasil Penelitian di Unmul?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dalam dua tahun terakhir &ndash; 2016 dan 2017, jumlah penelitian ilmiah di Unmul tampak meningkat pesat. Indikator tersebut terlihat dari selalu masuknya Unmul dalam 50 besar institusi dengan jurnal ilmiah terbanyak se-Indonesia yang terindeks <em>Scopus</em>. Sebuah kondisi yang belum pernah terjadi sejak 55 tahun lalu Unmul berdiri, dan baru di era Rektor Masjaya prestasi itu bisa diraih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita (Unmul) masuk di peringkat ke 32 adalah hal produktifitas pembuatan jurnal internasional. Peningkatan itu cenderung naik karena kami terus memberi stimulan kepada para penulis buku, para penulis jurnal, hingga prodi,&rdquo; ungkap Rektor Masjaya dalam satu momen saat ditemui <em>Sketsa</em> pada (27/4) tahun 2017 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Di balik gemilangnya prestasi Unmul, banyak mahasiswa Unmul tidak mengetahui ke mana hasil penelitian itu diarsipkan. Lalu apa pengaruh jumlah penelitian tersebut bagi Unmul sebagai universitas pertama di Kalimantan yang kini menyandang akreditasi A ini? Ketua LP2M Susilo saat ditemui <em>Sketsa</em> pada (15/1) lalu menyampaikan transparansi perihal ke mana larinya semua hasil penelitian di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau penelitian di Unmul mengikuti apa yang diarahkan oleh Kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi),&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Semua hasil penelitian di Unmul muaranya akan menjadi produk yang akan dijual ke perusahaan. Dan untuk mencapai titik itu, para dosen harus terlebih dahulu melakukan penelitian, kemudian penelitiannya masuk ke jurnal atau artikel, lalu jadi buku atau masuk hak paten.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga kalau sudah paten, bisa masuk di produksi massal,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Guna mendorong peningkatan jumlah penelitian, apalagi sampai menghasilkan produk, LP2M menyiasatinya dengan berbagai inovasi. Salah satunya ialah memberikan <em>award</em> bagi dosen yang giat melakukan penelitian di lingkungan sivitas akademik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">(Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/research-award-langkah-lp2m-mendorong-peningkatan-penelitian-di-unmul/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/research-award-langkah-lp2m-mendorong-peningkatan-penelitian-di-unmul/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Susilo lalu mengatakan, jika akhirnya hasil penelitian dipakai oleh masyarakat, itu akan lebih baik lagi. Ia lalu memberi contoh penelitian yang bisa dipakai masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untuk kategori ilmu sosial, jika konsep suatu penelitian dipakai oleh pemerintah daerah (Pemda) dan disahkan DPRD, maka itu sudah masuk produk. Sedang dalam kategori ilmu eksakta, misalnya produk obat yang dibuat dan telah paten, maka bisa dijual dan juga di produksi massal. Itu ujung dari suatu penelitian. Namun diakui Susilo, Unmul masih belum maksimal dalam hal itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di Unmul masih belum banyak (penelitian yang jadi produk), tapi arahnya akan ke sana semua nanti,&rdquo; akunya. <strong>(<em>dan/nhh/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penghianat Cinta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/penghianat-cinta/baca </link>
<guid> penghianat-cinta </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jan 2018 05:35:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/penghianat-cinta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IvEvMMqrGx.png" />
					</figure>
			                <h1>Penghianat Cinta</h1>
			              </header>
			              <p>Kupanjatkan do&rsquo;a pada yang kuasa<br>Doakan napas kerinduan<br>Berharap tuhan menyatukan<br>Perjaka sepi pada sang rembulan</p><p>Akulah cinta tanpa kepastian<br>Berharap perawan mengisi malam<br>Atau bahkan hanya melukis senyum</p><p>Sudahkah kau bernyayi<br>Mengutarakan syair-syair cinta<br>Atau hanya sekedar mendengar<br>Alunan seruling cinta</p><p>Aku benci amarah dusta<br>Mengapa kau semaikan dalam rajutan cinta<br>Menjadi duri dalam hati<br>Aku jatuh dalam amarah<br>Rasa yang kau berikan<br>Perlahan jadi menyakitkan</p><p>Taukah kau wahai<br>Penghianat cinta<br>Hati perjaka kini luka<br>Sakit namun tak berdarah.</p><p><strong><em>Ditulis oleh <strong><span>Muhammad Ridduan, mahasiswa P</span></strong></em></strong><strong><em>endidikan Ilmu Komputer FKIP 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Potensi Fluktuasi dalam Anggaran Kemahasiswaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potensi-fluktuasi-dalam-anggaran-kemahasiswaan/baca </link>
<guid> potensi-fluktuasi-dalam-anggaran-kemahasiswaan </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jan 2018 11:27:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Daya serap UKM dari bulan Januari-Agustus 2017. (Sumber: Putera Tiya Ilahi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potensi-fluktuasi-dalam-anggaran-kemahasiswaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xG10JJjKcJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Potensi Fluktuasi dalam Anggaran Kemahasiswaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Anggaran selalu menentukan sekaligus paling sensitif untuk dibicarakan. Banyak pejabat rata-rata enggan atau melempar urusan ini kepada pihak lain jika ada pihak yang menanyakan. Uang pula yang mengakibatkan tak sedikit pejabat publik terjerembab lalu mendekam dalam sel tahanan.</p><p style="text-align: justify;">Minimnya anggaran lembaga kemahasiswaan juga mendera Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas. Mereka yang bermarkas di Gedung Student Center itu mendapat anggaran yang nominalnya berbeda-beda. Pun anekdot sistem pencairan yang seolah &lsquo;gali lubang tutup lubang&rsquo; kerap mewarnai agenda demi agenda para organisatoris ini, lebih-lebih &nbsp;saat mendekati agenda. Mau tak mau, program kerja berjalan dengan dana hasil jerih payah di luar anggaran yang diterima dari bagian keuangan rektorat.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> berupaya mengonfirmasi ini kepada sejumlah pihak. Dimulai dengan penelusuran ke bagian keuangan yang mendapatkan penolakan. &ldquo;Kami tidak bisa diwawancara, biar pun urusan teknis. Kami enggak mau sebelum kalian ketemu pimpinan,&rdquo; ucap salah satu pegawai perempuan di ruangan sudut tempat biasa bendahara UKM menerima dan melaporkan keuangan UKM.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, <em>Sketsa</em> menemui Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan. Ketika itu Abdunnur menolak halus. &ldquo;Saya sebenarnya bisa saja berkomentar, tapi saya tidak mau melangkahi. Temui WR III dan WR IV. Kalau saya ini hanya yang membelanjakan,&rdquo; kata Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Di hari yang sama, <em>Sketsa</em> menemui WR III dan WR IV namun tak menemui hasil. Oleh sekretaris masing-masing keduanya dikatakan sibuk dan belum bisa ditemui.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mekanisme, Indikator Perolehan, dan Fluktuasi Nominal Penerimaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Senin, 8 Januari, <em>Sketsa</em> berhasil menemui Bohari Yusuf Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat namun ia pun enggan berkomentar karena menurutnya anggaran kemahasiswaan bukan kewenangannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke Pak Encik,&rdquo; katanya singkat.</p><p style="text-align: justify;">Kamis, 11 Januari, usai pertemuan di ruang tamu rektor Wakil Rektor III Encik Akhmad Syaifudin bersedia diwawancara. Ketika ditanya perihal mekanisme anggaran, Encik balik mengeluhkan kinerja UKM.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita jangan bicara mengenai nominal tetapi dilihat dulu ada berapa UKM yang sudah masuk. Dari tiap UKM tersebut akan mendapatkan nominal tergantung dari manfaat program kerja dan daya serap tahun lalu, serta usulan-usulan berdasarkan program kerja tahun ini,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Indikator tersebut kata Encik, juga berfungsi tidak hanya sebagai penentu nominal, tetapi kemungkinan naik atau turunnya penerimaan. Kendati demikian, peluang untuk naik sangat besar, sebaliknya turun nyaris tidak ada. Kenaikan pernah terjadi pada 2015, yang menurut Encik terjadi karena keinginan meningkatkan kinerja. Namun sayangnya, tidak berbanding lurus dengan angka prestasi yang dicapai.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, jika terjadi penurunan daya serap tahun ini, maka tahun depan yang dilakukan adalah penarikan komitmen dengan besaran dana stagnan. &quot;Selama ini yang turun itu karena tidak diserap. Tahun lalu seingat saya ada tiga UKM yang tidak menyerap. Tahun ini mereka berjanji artinya tahun ini dananya tidak naik atau turun. Karena kita masih berharap mereka bisa,&rdquo; kata Encik.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai mekanisme menganggarkan, seluruh UKM diminta merumuskan seluruh program kerja dan kebutuhan berdasarkan prioritas. Kemudian, usulan tersebut dipertimbangkan menurut indikator untuk diperoleh besaran dana. Dan, Musyawarah Besar (Mubes) adalah perkara pertama yang mesti jadi prioritas. Sebab jika tidak, maka tidak berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mubes itu harus. Kalau mubes tidak diprioritaskan berarti tidak memprioritaskan keberlanjutan UKM,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>aml/erp/pil/wal/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM Minim Prestasi, Encik: Saya Malu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-minim-prestasi-encik-saya-malu/baca </link>
<guid> ukm-minim-prestasi-encik-saya-malu </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jan 2018 11:52:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-minim-prestasi-encik-saya-malu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zCYDYZLfZ6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKM Minim Prestasi, Encik: Saya Malu!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp; Secara persentase, anggaran untuk lembaga kemahasiswaan dialokasikan sebesar lima persen dari anggaran yang dimiliki Unmul. Adapun, dana yang diterima tiap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unmul variatif, berkisar antara Rp3 juta hingga Rp80 juta-an.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Angka itu mesti diakui unggul jauh jika dibandingkan dengan yang diterima UKM di Universitas Negeri Semarang. Melalui Wakil Rektor (WR) III-nya, diketahui Encik UKM tersebut hanya menerima jatah berkisar Rp5 juta dan paling tinggi Rp7 juta. Tentu ini belum termasuk perhitungan mengenai beda harga dan beda-beda yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Fakta ini membuat WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin malu, bahkan agak berang. Adanya pemberian dana di tiap tahunnya kurang lebih sama, namun tidak diimbangi dengan peningkatan prestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Malu saya. Kalian di sini dapat berapa? Ada yang 10, 28, 40, 50 (juta). Tapi prestasi tidak ada, terus bagaimana? Itu yang harusnya dipahami. Jadi, jangan tanya soal nominal dulu, tapi lihat kerjanya dulu,&rdquo; kata Encik menekan.</p><p style="text-align: justify;">Sadar meresahkan, Encik lantas membuat keputusan bersama para dekan yang melahirkan SOP khusus guna mengatur alokasi dana kemahasiswaan. 50 persen dari dana tersebut wajib digunakan untuk dana prestasi, sementara sisanya dibebaskan untuk program kerja, pendelegasian, maupun kepanitiaan. Bagi Encik, selain minim prestasi, UKM juga masih kurang kreatif menghimpun dana. Terkesan berharap pada anggaran kemahasiswaan semata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang penting itu bukan nilai, tetapi kemampuan kita untuk berkreasi mencipatkan peluang agar bagaimana tidak tergantung dengan pendanaan, kita yang harus cari. Kreatif,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Hanna Pertiwi Menteri Hubungan Luar BEM KM Unmul 2017 tak setuju jika UKM dikatakan tidak kreatif mencari dana. Menurutnya, justifikasi semacam itu tidak dapat menggeneralisasikan bahwa semuanya sama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi FKIP itu mengaku dalam berbagai kesempatan mengisi agenda kemahasiswaan, ia sering menyampaikan soal <em>sponsorship</em> atau kehumasan. Bahwa memang harus kreatif mencari dana kegiatan. Hal ini pula yang coba dilakukannya dalam setiap organisasi yang dia ikuti untuk menutupi kekurangan dana. Hanna mengibaratkan birokrat sebagai Bapak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pendapatan utama kita memang dari mereka, tapi kita juga cari uang dari luar,&rdquo; kata Hanna.</p><p style="text-align: justify;">Hanna melihat jatah yang diberikan rektorat sering tidak cukup. Justru di situ letak tantangannya, mahasiswa dituntut pintar-pintar memutar uang. Menurut Hanna cara yang digunakan bisa &nbsp;dengan berjualan atau usaha lain sesuai kemahiran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin rektorat harus mengadakan kelas untuk menjadi <em>creative person or creative&nbsp;</em>UKM,&rdquo; imbuhnya seraya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Dalam berbagai kesempatan mengisi agenda itu pula, Hanna kerap mendengar keluhan dari rekan sesama organisasinya. Ada yang baru cair dananya saat penghujung periode dan rupa-rupa keterlambatan pencairan anggaran lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dalam aktivitasnya mengunjungi sejumlah instansi saat menjalin hubungan kerja sama, Hanna mengaku pernah mendapatkan pertanyaan &lsquo;Kampus enggak kasih uang kah?&rsquo; melihat banyaknya tumpukan proposal di meja mereka yang mengatasnamakan organisasi kemahasiswaan Unmul. <strong>(<em>aml/erp/pil/wal/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Problema Daya Serap dan Lambannya Pencairan Anggaran Kemahasiswaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/problema-daya-serap-dan-lambannya-pencairan-anggaran-kemahasiswaan/baca </link>
<guid> problema-daya-serap-dan-lambannya-pencairan-anggaran-kemahasiswaan </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jan 2018 12:07:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKM Mulawarman Chess Club saat mengikuti Lomba Catur Nasional di Surabaya. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/problema-daya-serap-dan-lambannya-pencairan-anggaran-kemahasiswaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7ClBLX0tgK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Problema Daya Serap dan Lambannya Pencairan Anggaran Kemahasiswaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sendatnya alur komunikasi, perjalanan tahap demi tahap yang lamban, dan birokrasi yang agaknya berbelit antara birokrat dengan mahasiswa perihal anggaran kemahasiswaan, membuat sejumlah lembaga kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bingung sekaligus resah berkepanjangan.</p><p style="text-align: justify;">Alif Mustofa Ketua DPM KM Unmul 2017 mengatakan setiap awal tahun selalu ada pertemuan dengan birokrat. Tujuannya adalah untuk membahas anggaran kemahasiswaan. Namun, setelah itu rentang waktu pertemuan kembali untuk membahas evaluasi daya serap anggaran bersama bendahara kemahasiswaan terbilang cukup lama. Evaluasi baru dilakukan sebulan sebelum tutup buku.</p><p style="text-align: justify;">Alif berdalih rentang waktu selama itu membuat sejumlah UKM kebingungan. Laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan surat pertanggungjawaban (SPJ) yang diajukan nasibnya jadi tidak jelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi teman-teman UKM ini setidaknya yang mau kegiatan mengajukan proposal lalu SPJ-an, tapi enggak tahu kelanjutannya bagaimana dengan birokrat,&rdquo; ujar Alif.</p><p style="text-align: justify;">DPM KM Unmul pada 2017 menerima kucuran anggaran Rp55 juta dan hingga akhir kepengurusan yang terserap hanya Rp39 juta. Dana paling banyak terserap, kata Alif, saat pelaksanaan Pemira 2018 yang menghabiskan dana hingga Rp31 juta. Alif mengakui Rp16 juta dana anggaran yang tersisa terjadi karena kurangnya kreativitas anggota DPM KM Unmul sendiri dalam memaksimalkan anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, program kerja DPM KM Unmul 2017 meliputi Pemira, Kongres KM, penjaringan, evaluasi caturwulan BEM KM Unmul, serap aspirasi, dan badan legislasi. DPM KM Unmul pun punya program nasional seperti BEM KM Unmul, bernama Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) yang tahun ini rencananya akan diselenggarakan di Bandung dan Manado.</p><p style="text-align: justify;">Alif mengatakan untuk skala regional FL2MI belum berjalan, namun sejauh ini sudah ada deklarasi FL2MI regional untuk Kaltim&ndash;Kaltara. Perjalanan dinas yang dilakukan dari FL2MI ini pun akan masuk dalam anggaran kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kalau BEM dan DPM biasanya banyak porsi perjalanan dinasnya untuk relasi,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Merasa Anggaran Kurang, Tapi Tak Habis hingga Gagal Juara</strong><br><br>Kegelisahan yang sama juga disampaikan Rizwan Fahrony sebagai Ketua Bina Prestasi UKM Mulawarman Chess Club (MUCC/Catur) 2017. Ia merasa dana kemahasiswaan yang diterima UKM Catur sebesar Rp23 juta masih kurang, ditambah lagi lambannya proses pencairan dana dari rektorat setelah menyelesaikan LPJ.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan DPM KM Unmul yang orientasinya penyelenggara legislasi dan UKM relasi, UKM Catur sebagai UKM prestasi memang acap mengirim anggotanya mengikuti perlombaan baik di level regional hingga nasional. Dan dana yang dibutuhkan untuk itu pun seringnya tidak kecil.</p><p style="text-align: justify;">Rizwan mengisahkan akhir April sampai awal Mei tahun lalu, UKM Catur mengirimkan satu tim yang berisi empat orang dan dua anggota individu untuk mengikuti kejuaraan yang digelar di Surabaya. Dalam satu kali perjalanan itu menghabiskan dana sekitar Rp14 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak juara karena kecapekan dan tidak ada yang menjadi official. Karena kekurangan orang jadi apa-apa di sana kami semua yang ngurus,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rizwan, dana anggaran UKM Catur yang disediakan tahun lalu cuma cukup sekali mengirim anggota ke kejuaraan nasional, padahal idealnya dua kali. Keterlibatan pertama ditujukan untuk mencari pengalaman, keterlibatan kedua baru dimaksimalkan membawa pulang gelar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini malah enggak ada pengalaman, tiba-tiba datang langsung nyari juara,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Rizwan mengenai kurangnya anggaran agaknya kontradiktif karena dari Rp23 juta yang disediakan, UKM Catur hanya memakai Rp20 juta. Bahkan dalam proses pergantian kepengurusan Desember lalu&mdash;yang menjadikan Rizwan kini Bendahara Umum, tidak dilaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) sekadar cukup musyawarah sederhana.</p><p style="text-align: justify;">Usut punya usut, hal tersebut terjadi karena anggota UKM Catur tidak lagi kuat untuk menalangi biaya Mubes. Ditarik jauh musababnya kembali lagi pada proses pencairan anggaran yang lamban. Kemudian menjadi terputar-putar di sanalah urusan anggaran kemahasiswaan ini. <strong>(<em>erp/wal/aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Coretan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/coretan/baca </link>
<guid> coretan </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jan 2018 12:30:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Esty pratiwi Lubarman, mahasiswi Sastra Indonesia. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/coretan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8bxSaZ6nub.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Coretan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ketika jiwa butuh Si teduh<br>Takdir menghapus jejaknya<br>Terlihat &nbsp;sajak yang penuh peluh<br>Rindu membantu mengingatnya</p><p style="text-align: justify;">Setiap goresan bait tak lagi berlogika<br>Menerawang malam penuh angan<br>Menjelajahi &nbsp;setiap kesunyian<br>Belaian angin menuliskan kesendirian di sela-sela hurufnya</p><p><em><strong>Ditulis oleh Esty Pratiwi Lubarman, mahasiswi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya 2017.&nbsp;</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mempertanyakan Pencairan Anggaran dan Nasib UKM Pasif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mempertanyakan-pencairan-anggaran-dan-nasib-ukm-pasif/baca </link>
<guid> mempertanyakan-pencairan-anggaran-dan-nasib-ukm-pasif </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jan 2018 12:40:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi berita oleh Rizky Rachmadiani. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mempertanyakan-pencairan-anggaran-dan-nasib-ukm-pasif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Fd6XIvEgMW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mempertanyakan Pencairan Anggaran dan Nasib UKM Pasif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Layaknya hukum alam yang senantiasa berkebalikan, demikian pula situasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unmul: aktif dan pasif. UKM yang pasif ini awalnya juga berkomitmen, namun dalam perjalanannya ternyata lebih sering tidak aktif. Sekretariat kosong, kegiatan nihil.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak dianggarkan,&rdquo; tegas Wakil Encik Akhmad Syaifudin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni saat ditanya perihal anggaran UKM yang pasif.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya pada Kamis (11/1), Encik tidak hanya menegaskan nasib anggaran UKM pasif, tetapi juga UKM yang sebenarnya aktif namun anggarannya rendah sebab daya serap yang juga rendah. Rendahnya anggaran yang dikeluhkan mahasiswa dimengerti Encik. Namun, pasifnya sejumlah UKM membuat dirinya kecewa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa yang siap berkegiatan kami dorong. Kalau ada kesulitan coba bertanyalah pada pembina. Kalau pembina tidak sanggup, konsultasi ke kami. Jadi, jangan diam saja lalu pasif,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Encik menduga, salah satu penyebab UKM pasif adalah karena salah menempatkan prioritas anggaran. Akibatnya, kegiatan sering minim dana, kemudian anggota perlahan bubar jalan. Sedangkan perkara lambatnya pencairan yang juga dikeluhkan UKM dijawab Encik dengan tudingan lambatnya UKM menyetor SPJ.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau baru setor SPJ hari ini terus nagih uang besok, etis enggak itu?&rdquo; ucapnya penuh penekanan.</p><p style="text-align: justify;">Selama menjabat Wakil Rektor, Encik mengaku terus menerus dibuat kesal dengan lembaga kemahasiswaan yang terlambat menyetor SPJ. Padahal persoalan ini melibatkan sistem. Lebih-lebih saat ini ada mekanisme mengenai tenggat waktu dan nominal sekali pencairan yang ditetapkan Direktorat Jenderal Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) membuat proses anggaran UKM Unmul mau tidak mau harus taat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebetulnya kalau mahasiswa tertib SPJ bisa kita kasih semua di awal. Misalkan kegiatan A dengan anggaran Rp4 juta. Kalau mahasiswa tertib menganggarkan dan melaporkan, bisa dua minggu setelah selesai acara lengkap semuanya. Ini enggak. Semuanya dibikin kalang kabut. Bagian keuangan tidak mau tahu. Kalau pengurusan SPJ terlambat, maka kinerja kemahasiswaan juga terhambat, begitu juga sub-sistem lain. Intinya jika SPJ cepat, maka dana juga cepat dicairkan,&rdquo; beber Encik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Student Day, Dukungan Encik untuk UKM</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana berita yang diturunkan Sketsa pada 17 Desember 2017, Student Day hidup lagi. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali vakumnya iklim non akademis dan mengakomodir penyelenggaranya yang kerap terkendala jadwal perkuliahan. Maksud tersebut akhirnya dituangkan dalam surat edaran bernomor 555/UN17.19/KM/2017 pada 6 Desember.</p><p style="text-align: justify;">Encik sadar kegiatan kemahasiswaan kerap kali berbenturan dengan ketersediaan fasilitas di hari Sabtu karena tidak ada petugas dan faktor lain. Ia berharap kebijakan ini mampu terlaksana sesuai cita-cita dan mencegah pasifnya UKM sebagai basis minat dan bakat mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sebenarnya risau, maka perlu kami minta komitmen mahasiswa mendukung Student Day dan sekaligus juga merangsang kemampuan untuk mereka berprestasi,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>aml/erp/pil/wal/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Malam Sendu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/malam-sendu/baca </link>
<guid> malam-sendu </guid>
<pubDate> Sun, 21 Jan 2018 04:46:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Malam Sendu, sebuah puisi dari Aulia Agustini, Mahasiswi Sastra Indonesia, FIB 2016. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/malam-sendu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PaZvQmSoDz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Malam Sendu</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malam terlihat sendu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wajahnya menghitam</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa bintang.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gadis manis telah duduk</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di bawahnya</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menengadah ke langit</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menatap sendu &nbsp;kesenduan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di dalam hati ia berkata,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Adakah penghapus kesenduan malam ini?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu angin datang dan berbisik,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sang sendu sedang bersendu di dalam kesenduan&rdquo;</span><span><br></span><span>lalu bertiup mengejutkan kelopak matanya</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menumpahkan sendunya.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bulan menatapnya sendu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun malu lalu, menyembunyikan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wajahnya di dalam tangannya</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bulan pun mendekat dan memeluknya</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan sinarnya yang sendu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun semakin malu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum akhirnya hilang</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bersama kesenduan-kesenduan malam itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong><span>Ditulis oleh Aulia Agustini, Mahasiswi&nbsp;</span></strong></em><span><em><strong>Sastra Indonesia, FIB 2016.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> A Taxi Driver: Kebesaran Hati Seorang Supir Taksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/a-taxi-driver-kebesaran-hati-seorang-supir-taksi/baca </link>
<guid> a-taxi-driver-kebesaran-hati-seorang-supir-taksi </guid>
<pubDate> Sun, 21 Jan 2018 04:56:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film asal Korea Selatan "A Taxi Driver" ini diadaptasi dari kisah nyata yang terjadi di Gwangju. (Sumber poster: soompi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/a-taxi-driver-kebesaran-hati-seorang-supir-taksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eHaK3ekHn1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>A Taxi Driver: Kebesaran Hati Seorang Supir Taksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: A Taxi Driver (2017)<br>Genre: History, Drama, Action<br>Sutradara: Jang Hoon<br>Produser: Park Un-Kyoung, Choi Ki-Sup<br>Produksi: The Lamp<br>Distributor: Showbox<br>Pemain: Song Kang Ho, Thomas Kretschmann, Ryu Jun Yeol, Yoo Hae Jin</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>SKETSA</strong> - Film yang diadaptasi dari kisah nyata yang terjadi di Gwangju, Korea Selatan ini merupakan salah satu film sejarah terbaik. Konflik yang terjadi di tahun 1980 seakan mengisyaratkan bahwa Korea Selatan pernah memiliki masa kelam. Bermula dari cerita Kim Man-Soeb (Song Kang Ho) seorang supir taksi yang sedang membutuhkan uang untuk membayar uang sewa yang sudah menunggak. Di sisi lain, ia juga ingin membelikan sepatu untuk anak perempuannya yang sudah rusak. Namun sayang, bukannya mendapatkan uang dari pekerjaannya, Man-Soeb malah menerima sial. Spion depan taksinya menabrak tumpukan kayu akibat ia berhenti mendadak ketika seorang demonstran lewat.</p><p style="text-align: justify;"><br>Singkat cerita, Man-Seob akhirnya bertemu dengan seorang jurnalis Jerman Jurgen Hinzpeter (Thomas Kretschmann). Jurgen Hinzpeter yang memiliki nama samara Peter ini berniat untuk meliput kisruh yang terjadi di Gwangju. Dengan iming-iming uang senilai 1.00.000 won, Man-Seob akhirnya melakukan beragam cara untuk mengantarkan Peter ke Gwangju.</p><p style="text-align: justify;"><br>Saat sampai di Gwangju, Man-Seob dan Peter bertemu dengan rombongan mahasiswa yang akan melakukan aksi. Salah satu dari mahasiswa tersebut bernama Gu Jae Shik (Ryu Jun Yeol), ia adalah satu-satunya mahasiswa yang dapat berbicara bahasa inggris. Akhirnya, Peter ikut dengan rombongan itu. Melihat keadaan Gwangju yang sangat menakutkan, Man-Seob memilih untuk kembali ke Seoul. Dalam perjalanan menuju Seoul, Man-Seob bertemu dengan seorang nenek yang mencari anaknya yang ikut ditindak oleh militer. Ia kemudian mengantarkan nenek itu ke rumah sakit dan di sana ia dipertemukan kembali oleh Peter dan Jae Shik.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Namun sayang, kebaikan Man-Seob malah menerima perlakuan tidak mengenakkan. Ketika ia dihadapkan dengan permasalahan dari rekan-rekannya sesama supir taksi. Mereka menilai Man-Seob lari dari tanggung jawab sebagai supir taksi. Ini dianggap membuat jelek citra supir taksi di Korea. Sempat adu baku hantam, beruntung, salah satu supir taksi yang bernama Hwang Tae Sool (Yoo Hae Jin) membela Man-Seob.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Kisruh yang terjadi di Gwangju merupakan kisruh antara militer dan masyarakat, di mana masyarakat menginginkan Gwangju menganut sistem demokrasi. Pembantaian pun terjadi di mana-mana, para demonstran secara brutal ditembak. Sebagian mereka meninggal, dan yang mengalami luka berat akan dibawa ke rumah sakit dengan bantuan supir taksi setempat. Peter pun menjadi buronan oleh pemerintah setempat karena berani meliput kisruh di Gwangju. Ketika sedang melarikan diri, Jae Shik yang ikut membantu Peter ditangkap oleh aparat dan dibunuh.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Man-Seob diam-diam pergi meninggalkan Gwangju untuk kembali ke Seoul karena teringat akan putrinya. Sebelum sampai di Seoul, Man-Seob singgah di sebuah desa kecil untuk beristirahat. Saat sedang makan di sebuah kedai, Man-Seob menguping pembicaraan warga setempat seputar kisruh Gwangju. Mereka mengatakan bahwa gangster menyerang militer dengan brutal, dan demonstran tidak dapat dikendalikan. Militer banyak yang meninggal sementara demonstran hanya sedikit yang luka. Mendengar berita yang tidak benar itu, hati nurani Man-Seob tergerak. Ia kemudian menghubungi putrinya bahwa ia belum bisa pulang dan kembali ke Gwangju.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Man-Seob kembali ke Gwangju untuk membantu Peter yang sedang terancam agar Peter dapat menyiarkan berita yang benar ke seluruh dunia. Sebagai orang asing, Peter dapat membuat alibi agar ia bisa keluar masuk Gwangju, namun karena konflik yang terjadi daerah itu dan ia menjadi buronan membuat perjalanan lebih terasa berat.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Peter masih mengingat kebaikan Man-Seob dan ingin kembali bertemu dengannya. Sayang, Man-Seob tidak pernah memperkenalkan dirinya dengan namanya yang asli. Ia menggunakan nama Kim Sa-Bok, salah satu merk rokok ketika Peter meminta kontaknya dulu. Selang 20 tahun, Peter kembali ke Korea. Ia berusaha kembali mencari sosok yang selalu membantunya dahulu. Lantas, berhasilkan Peter menemukan jejak keberadaan Man-Seob?<br><br></p><p style="text-align: justify;">Temukan jawabannya dalam akhir ceritanya. Film ini juga cukup menguras emosi penonton, karena memperlihatkan pembantaian yang dilakukan. Serta kesedihan akan kehilangan anggota keluarga karena memperjuangkan hak masyarakat.<strong><em>&nbsp;(and/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Berlarut-Larut, Dekan FH Ancam Bekukan BEM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-berlarut-larut-dekan-fh-ancam-bekukan-bem/baca </link>
<guid> pemira-berlarut-larut-dekan-fh-ancam-bekukan-bem </guid>
<pubDate> Sun, 21 Jan 2018 11:38:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekan Fakultas Hukum, Mahendra Putra Kurnia. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-berlarut-larut-dekan-fh-ancam-bekukan-bem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PkRx9fg2el.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Berlarut-Larut, Dekan FH Ancam Bekukan BEM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Gantung. Demikian kata yang kiranya tepat menggambarkan gelaran Pemira FH Unmul kini. Pada Jumat (12/1) di Gedung B lantai 3, terselenggara audiensi untuk yang ketiga kali. Audiensi tersebut merupakan respons birokrat FH terhadap aksi demonstrasi yang dilakukan aliansi mahasiswa FH pada Kamis, 21 Desember 2017 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya menghadirkan perangkat Pemira seperti dua paslon, BPPR, Panwas, DPM FH, dan aliansi mahasiswa FH, audiensi tersebut juga dihadiri Dekan FH Mahendra Putra Kurnia, Wakil Dekan I Nur Arifudin, dosen Tata Negara Insan Tajali Nur, dan seorang staf akademik sebagai notulen. Semuanya mengikuti penuh jalannya audiensi sejak pukul 16.00 hingga 20.00 Wita. Adapun, agendanya yakni pemaparan dari masing-masing perangkat Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika pemaparan dari BPPR, kami mengambil beberapa poin. Itu fatal banget,&rdquo; kata Adi Nurhamidi capres yang bertarung dalam Pemira BEM FH saat diwawancara <em>Sketsa</em> Senin, (15/1).</p><p style="text-align: justify;">Poin yang dimaksud Adi, yakni pertama, BPPR tidak memberikan aturan yang sesuai &ndash;ada yang tidak tertulis-- di AD/ART dan mengakui itu dengan berkata hanya mengambil garis-garis besarnya saja. Kedua, BPPR mengaku tidak berkoordinasi dengan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, ketika pasangan Adi-Ma&rsquo;ruf hendak mengantar berkas terpaksa diundur karena tidak ada ruangan. &ldquo;Kan lucu, padahal ini agenda besar kemahasiswaan,&rdquo; imbuh Adi.</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan BPPR, pengakuan DPM FH pun dirasa Adi janggal. Utamanya mengenai TAP DPM FH yang mengatur Pemira FH dan kaitannya dengan Mubes. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemelut-pemira-fh-fiksi-hukum-dan-tudingan-tak-tahu-aturan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemelut-pemira-fh-fiksi-hukum-dan-tudingan-tak-tahu-aturan/baca</a>). Sementara dari aliansi mahasiswa FH dikatakan Adi cenderung diplomatis.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Adi juga menguraikan bagaimana Mahendra berupaya memimpin forum dan mengupayakan penyelesaian. &ldquo;Sebernarnya kesalahan ini sangat jelas terlihat. Jujur saja, saya melihat ini dari disiplin ilmu yang saya pahami. Saya ini orang hukum. Kalau saya iyakan ini maka akan menjadi beban moral bagi saya,&rdquo; ucap Adi menirukan ucapan Mahendra.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, tepatnya usai salat Magrib, audiensi berlanjut dengan dua pilihan opsi yang ditawarkan Mahendra kepada BPPR. Pertama, dilakukan Pemira ulang. Kedua, Pemira aklamasi, tapi konsekuensinya BEM FH dibekukan. Opsi itu harus dijawab selambat-lambatnya Senin, 15 Januari. Forum ketika itu menurut Adi condong untuk memilih opsi Pemira ulang.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, saat dikonfirmasi, Hardjuno cawapres dari pasangan yang turut bersaing enggan menanggapi. &ldquo;Nanti ya, ini mau ke Balikpapan. Lagi enggak mau ngomong di media,&rdquo; ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.</p><p style="text-align: justify;">Adapun Mahendra, saat dikonfirmasi pada tenggat waktu putusan BPPR pun menolak berkomentar. &ldquo;Mohon maaf, saya menolak untuk diwawancara soal Pemira di fakultas saya karena masih dalam proses penyelesaian,&rdquo; jawabnya singkat. <strong>(<em>aml/erp/pil/wal/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perangkat Pemira Inginkan Aklamasi, Dekan FH: Saya Tidak Ikhlas! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perangkat-pemira-inginkan-aklamasi-dekan-fh-saya-tidak-ikhlas/baca </link>
<guid> perangkat-pemira-inginkan-aklamasi-dekan-fh-saya-tidak-ikhlas </guid>
<pubDate> Sun, 21 Jan 2018 12:00:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Adi Nurhamidi calon Presiden BEM FH. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perangkat-pemira-inginkan-aklamasi-dekan-fh-saya-tidak-ikhlas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OdaRJVK05T.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perangkat Pemira Inginkan Aklamasi, Dekan FH: Saya Tidak Ikhlas!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sebagaimana berita yang telah diturunkan <em>Sketsa</em> sebelumnya, audiensi ketiga yang dihelat guna memperoleh kepastian Pemira FH gagal. Forum yang khusus diagendakan membahas pandangan masing-masing pihak itu hanya menghasilkan dua opsi bagi BPPR. Bersikeras aklamasi dengan konsekuensi BEM FH dibekukan atau berbesar hati mengakui kesalahan dan menggelar tahapan Pemira ulang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sempat bekeras juga kami. Sebenarnya sudah ada kesepakatan untuk memperbaiki kesalahan. Semua sadar ini salah. Tapi, mereka (BPPR) bilang akan diperbaiki di periode berikutnya, ya, oke. Tapi, jangan sampai kesalahan yang jelas sekarang ini kita ikhlaskan,&rdquo; ucap Adi Nurhamidi calon Presiden BEM FH menguraikan suasana audiensi.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Adi menyebutkan DPM FH pun bersikap sama meski kemudian menolak dengan mengatakan semuanya&mdash;termasuk dekan&mdash;harus menghormati proses yang ada. Paslon Cipta-Juno telah ditetapkan BPPR menang aklamasi, maka keputusan itu mau tidak mau mesti dihormati.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, BPPR bersikeras mengakhiri Pemira dengan aklamasi. Berbekal amanat dari Dekan FH, tegas mereka sampaikan penolakannya terhadap opsi Pemira ulang. &ldquo;&rsquo;Keputusan diberikan Pak Dekan sama BPPR dan saya sudah memutuskan untuk aklamasi dan presidennya yang ada di sini,&rsquo; Begitu kata BPPR,&rdquo; kata Adi lagi. Sayangnya, saat hendak dikonfirmasi perihal ini pesan hanya dibaca dan tidak ada respons sama sekali dari BPPR setelah berkali-kali coba dihubungi.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke pasangan Cipta-Juno. Keduanya mengaku tak masalah jika dilakukan Pemira ulang. Namun, kemudian dipatahkan sendiri karena khawatir pendukung dan simpatisan mereka kecewa. Bahkan, mereka memprediksi akan ada gerakan yang lebih besar jika Pemira benar diulang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai, Pak, teman-teman yang ngusung kami yang sudah terpilih tiba-tiba saya enggak terpilih kan jadinya kecewa, Pak. Dan jangan heran kalau ada hal-hal yang lebih besar,&rdquo; sergah Juno.</p><p style="text-align: justify;">Ketika itu, forum sebenarnya mulai menyepakati Pemira ulang termasuk aliansi mahasiswa FH dan Mahendra. Suasana sempat memanas, karena baik BPPR, Panwas, maupun DPM tetap tidak setuju, sampai akhirnya Mahendra kembali buka suara. Adi menirukan kalimat-kalimat yang diucapkan Mahendra.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya menggunakan logika ilmu saya, ini jelas salah. Tapi saya enggak mau menggunakan itu, saya menggunakan hati nurani saya sebagai orang tua dan saya tidak ikhlas. Saya benar-benar tidak ikhlas jika proses ini berlangsung! Cari saja di Google kalau orang tua itu tidak ikhlas apa akibatnya,&rdquo; tirunya.</p><p style="text-align: justify;">Sampai berita ini diturunkan, Mahendra belum berhasil dikonfirmasi. Terakhir kali dihubungi pada Senin (15/1) lalu, ia hanya membalas melalui pesan singkat. &ldquo;Mohon maaf, saya menolak untuk diwawancara soal Pemira di fakultas saya karena masih dalam proses penyelesaian,&rdquo; jawabnya. <strong>(<em>aml/erp/pil/wal/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Doa-Doa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/doa-doa/baca </link>
<guid> doa-doa </guid>
<pubDate> Sun, 21 Jan 2018 12:23:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: depokpos.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/doa-doa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IjwCgRSpNs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Doa-Doa</h1>
			              </header>
			              <p>sayang,<br>doaku tak luas,<br>tak juga banyak ayat-ayatnya.<br>Tetapi disini teduh,<br>disini sebaik-baiknya tempat<br>menceritakan mu denganNya.</p><p>Dan ketika kita sedang jauh-jauhnya,<br>kuharap doa-doa ini adalah jembatan<br>aku ingin dia mampu,<br>menghubungkan detak jantungku dengan denyut nadimu<br>dibelantara rindu yang semakin hari semakin</p><p>Asu..</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>King Dores, mahasiswa H</span>ubungan Internasional FISIP 2013.<br></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ratna Nirmala, Guru Besar Unmul Bidang Pertanian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/ratna-nirmala-guru-besar-unmul-bidang-pertanian/baca </link>
<guid> ratna-nirmala-guru-besar-unmul-bidang-pertanian </guid>
<pubDate> Mon, 22 Jan 2018 01:45:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Guru Besar Fakultas Pertanian Unmul, Ratna Nirmala. (Sumber foto: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/ratna-nirmala-guru-besar-unmul-bidang-pertanian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WXZL5gUv0L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ratna Nirmala, Guru Besar Unmul Bidang Pertanian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>&ldquo;Bukannya tidak punya motivasi, tapi karena dulu tidak diarahkan jadi kami tidak mengerti,&rdquo; ucap wanita itu memulai kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran merupakan pondasi awal dalam menapaki jenjang pendidikan hingga tingkat teratas. Begitulah kiranya kalimat yang tepat untuk menggambarkan sosok Kartini inspiratif, Ratna Nirmala yang telah memikul gelar guru besar di bahunya. Menjadi guru besar tidaklah mudah, tentunya banyak lika-liku yang dilalui. Awalnya wanita kelahiran 1948 ini tak ada keinginan untuk menjadi guru besar, pun meraih gelar doktor saja enggan. Namun berkat adanya tawaran dan kesempatan serta dorongan orang-orang terdekatnya membuat Ratna yakin untuk serius meraih gelar doktor hingga guru besar.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan Ratna dalam menjejaki perguruan tinggi dimulai dari tanah kelahirannya yakni Samarinda. Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Unmul menjadi pilihannya saat itu. Dari sana lah ia mulai tertarik dengan dunia tanaman. Ketertarikannya terlihat saat awak <em>Skestsa&nbsp;</em>berkesempatan menyambangi kediaman Ratna di jalan Dayak Kenyah. Kediaman Ratna yang terasa asri, terlebih halaman rumahnya yang dipenuhi tanaman hias hingga tanaman obat-obatan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah meraih sarjana muda pertanian pada 1975, Ratna bekerja sebagai asisten dosen sembari menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh Sarjana Pertanian pada 1980. Tak hanya sampai di situ, ketertarikan Ratna terhadap dunia tanaman membuatnya ingin melanjutkan kembali pendidikan pada 1982 di Institut Pertanian Bogor bidang Agronomi sub bidang Fisiologi Tanaman dan berhasil memperoleh Magister Sains pada 1985.</p><p style="text-align: justify;">Profesor alias Guru Besar merupakan gelar akademik terhormat yang sangat diidamkan kaum muda. Tanggung jawab seorang profesor pun semakin tinggi. Profesor berperan bukan hanya sebagai tenaga pengajar, namun juga berperan dalam menghasilkan suatu temuan baru yang dapat menjadi hak paten. Tentunya menjadi profesor bukanlah hal yang mudah. Kemampuan, semangat, ketelitian, dan kesabaran merupakan hal yang tidak bisa terpisahkan oleh para ilmuwan yang menekuni bidangnya agar bermanfaat bagi masyarakat, begitupun dengan Ratna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harus mendalami ilmu saya, jika saya tidak mendalami apa yang akan saya sampaikan kepada mahasiswa,&rdquo; ungkapnya sembari tersenyum.</p><p style="text-align: justify;">Setelah memperoleh gelar Magister Sains, Ratna kembali ke tanah kelahirannya untuk bekerja di Faperta Unmul. Lima tahun berselang, Ratna melanjutkan pendidikan kembali di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan bidang Fisiologi Tumbuhan. Singkat kisah, ia meraih gelar doktor pada 1999 dan mengajukan guru besar hingga resmi mendapatkan pengakuan dari pemerintah sebagai guru besar pada 2005 silam. Tak lupa, Ratna juga diamanahkan menjadi pendiri dan pengelola Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman yang pertama di Unmul pada 1989.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini walau masih dalam skala kecil, Ratna sedang berupaya untuk mengkormersialkan bibit yang dihasilkan seperti pisang, tomat, anggrek, dan beberapa macam tanaman obat-obatan. Ini merupakan ranahnya sebagai guru besar dalam membangun Faperta menjadi lebih baik lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ingin merealisasikan apa yang ingin menjadikan amanah yang diletakkan di bahu saya ini agar dapat merealisasikan untuk mencapai ke tingkat komersial,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di penghujung baktinya pun ia tetap mendapat dorongan untuk melanjutkan penelitian. Pikirnya, seorang yang masih kuat tapi tidak digunakan umpama pisau yang tak diasah akan menjadi tumpul. &ldquo;Satu November ini saya sudah pensiun, cuma teman-teman dorong saya karna dibilang masih energik jadi saya coba-coba kalau memang masih ada kesempatan,&rdquo; tutupnya.<em>&nbsp;</em>(<strong><em>omi/snh/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengulik Prestasi Esti Handayani, Sang Pemenang LP2M Research Awards 2017 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/mengulik-prestasi-esti-handayani-sang-pemenang-lp2m-research-awards-2017/baca </link>
<guid> mengulik-prestasi-esti-handayani-sang-pemenang-lp2m-research-awards-2017 </guid>
<pubDate> Mon, 22 Jan 2018 04:42:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Esti Handayani, dosen FPIK yang meraih penghargaan LP2M Research Awards 2017. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/mengulik-prestasi-esti-handayani-sang-pemenang-lp2m-research-awards-2017/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pciGQhtCtt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengulik Prestasi Esti Handayani, Sang Pemenang LP2M Research Awards 2017</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Awal November 2017, Esti Handayani datang ke<span>&nbsp;</span><em>Grand Ballroom</em><span>&nbsp;</span>Hotel Aston di Samarinda. Tidak sendiri, dia merupakan adalah satu dari ratusan dosen yang sengaja datang ke lokasi itu. Mereka semua berniat menghadiri hajatan level internasional yang dihelat Unmul bertajuk<span>&nbsp;</span><em>International Conference on Tropical Studies and Its Application</em><span>&nbsp;</span>(Ictrops).</p><p style="text-align: justify;">Selain untuk menghadiri Ictrops, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang akrab disapa Esti ini juga ingin mendengar nominasi juara<span>&nbsp;</span><em>Research Award&nbsp;</em>2017 yang akan diumumkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Keinginan itu wajar dirasa Esti karena dua hal: dia satu dari banyak dosen yang masuk seleksi LP2M, serta nominasi juara memang disampaikan saat agenda Ictrops.</p><p style="text-align: justify;">LP2M<span>&nbsp;</span><em>Research Award</em><span>&nbsp;</span>merupakan penghargaan tertinggi yang diberi Unmul bagi dosen terbaik berdasarkan banyaknya jumlah penelitian dalam tiga kategori: juara ilmu eksakta, sosial, dan dosen pemula. Walau saat itu dirinya tidak yakin juara, tapi singkat cerita, Esti justru pulang menggondol salah satu kategori: juara ilmu eksakta.</p><p style="text-align: justify;">Esti adalah satu dari tiga dosen yang meraih penghargaan LP2M<span>&nbsp;</span><em>Research Awards.&nbsp;</em>Kepada<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>,<em>&nbsp;</em>dia bercerita telah mulai melakukan penelitian sejak tahun 2011. Sampai tahun ini, dia konsisten melakukan penelitian setiap tahun. Hebatnya, setiap tahun pula penelitiannya selalu mendapat predikat<em>&nbsp;grand</em><span>&nbsp;</span>dari Dikti.</p><p style="text-align: justify;">Dosen kelahiran Lampung yang belum lagi menginjak usia 40 tahun ini sudah melakukan beragam penelitian. Bahkan, banyak penelitiannya yang telah diakui di skala nasional hingga internasional. Sehingga gelar juara yang dia dapat dari LP2M jadi salah satu penghargaan berlabel prestisius ke sekian yang pernah dia cicip.</p><p style="text-align: justify;">( Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/research-award-langkah-lp2m-mendorong-peningkatan-penelitian-di-unmul/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/research-award-langkah-lp2m-mendorong-peningkatan-penelitian-di-unmul/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai tahun ini saya mempunyai tiga paten dan satu hak cipta. Untuk buku, ada dua yang sudah terbit dan publikasi internasional sekitar dua belas artikel,&rdquo; ungkit perempuan yang berpakaian serba merah muda itu saat ditemui pada Rabu (17/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Khusus penghargaan LP2M<span>&nbsp;</span><em>Research Awards</em><span>&nbsp;</span>yang ia peroleh, dia berucap,<span>&nbsp;</span><em>award</em><span>&nbsp;</span>itu terbuka secara umum. Semua dosen di Unmul bisa mendaftar ke LP2M. Seleksi dimulai dengan mendaftar secara<span>&nbsp;</span><em>online</em><span>&nbsp;</span>dan penyerahan berkas. Ada beberapa komponen penilaian untuk berkas yang diserahkan, antara lain penelitian, pengabdian masyarakat dan inovasi yang dihasilkan seperti paten.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Esti, hadirnya LP2M<span>&nbsp;</span><em>Research Awards&nbsp;</em>bisa menjadi motivasi agar para dosen di Unmul tidak hanya mengandalkan proyek kerja sama dengan dinas ataupun kabupaten. Jika dilihat dari segi finansial, proyek kerja sama memang cukup menjanjikan. Namun dari segi<span>&nbsp;</span><em>track record</em>,<em>&nbsp;</em>itu tidak berarti apa-apa. Karena untuk menilai<span>&nbsp;</span><em>grade&nbsp;</em>sebuah universitas yang dilihat adalah publikasi dan penelitian. Dengan kata lain, dosen Unmul sendiri yang dapat meningkatkan<span>&nbsp;</span><em>grade</em><span>&nbsp;</span>tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di tahun 2014 kemarin dapat<span>&nbsp;</span><em>award&nbsp;</em>dari Riset Inovatif-Produktif (Rispro). Itu penelitian yang dibiayai oleh Menteri Keuangan, (nilainya) sebesar Rp1,5 miliar,&rdquo; terang dosen yang kini aktif di UPT Layanan Internasional serta membantu LP2M dalam bidang Penguatan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat ini.</p><p style="text-align: justify;">Khusus di awal tahun 2018 ini, dia serta timnya diminta lagi untuk membantu mengelola program Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 44. Hal itu tergolong wajar karena tahun 2017 lalu, dia beserta tim mengelola KKN Desa Sejahtera Mandiri (DSM) bekerjasama dengan Kementrian Sosial. &nbsp;Hasilnya: meraih penghargaan KKN paling kreatif dan inovatif dari kementerian.</p><p style="text-align: justify;">Untuk ruang lingkup penelitian, Esti konsisten di bidang budidaya perairan. Itu disiplin ilmu yang terbilang paralel saat dirinya menempuh S2 dan S3 di Institut Pertanian Bogor: Jurusan Perikanan konsentrasi Budidaya Perairan.</p><p style="text-align: justify;">Banyak hal kemudian dirinya lakukan untuk menangani kegagalan sistem budidaya di Kalimantan. &nbsp;Identifikasi yang ditemukan adalah bahwa ikan-ikan ini memiliki masalah kesehatan dan masalah lingkungan. Termasuk juga melakukan identifikasi dan pengamatan terhadap bakteri-bakteri yang ada di dalam tubuh ikan. Baru kemudian dirinya menghasilkan obat dan antibakteri alami.</p><p style="text-align: justify;">Selain melakukan penelitian atau menulis jurnal internasional, perempuan yang mulai berkiprah menjadi dosen Unmul sejak 2006 ini juga menjadikan Desa Teluk Dalam di Tenggarong Seberang sebagai desa binaan untuk mengaplikasikan produk bionium, hasil penelitian yang dilakukannya.</p><p style="text-align: justify;">Produk bioimun terbuat dari ekstrak tanaman yang berfungsi mengendalikan penyakit pada ikan. Bisa pula digunakan penduduk setempat agar ikannya tumbuh dengan cepat. Penelitian Esti tentang produk bioimun sendiri bahkan telah mendapat paten pada tahun 2015. Saat ini proses pengajuan sedang diupayakan untuk didanai sebagai perusahaan muda, agar kelak bisa dibantu dalam proses izin, distribusi, dan berbagai hal lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Konsisten melakukan penelitian setiap tahunnya merupakan sebuah motivasi tersendiri bagi Esti. Sebelum menjadi dosen di Unmul, dirinya lebih dulu menjadi dosen di Universitas Diponegoro (Undip). Baginya, mahasiswa Unmul tidak berbeda dari segi kualitas dan kemampuannya dengan mahasiswa Undip. Hanya saja, mahasiswa perlu panutan yang memotivasi diri mereka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka harus tahu bahwa mereka memiliki dosen-dosen yang mempunyai kapasitas nasional maupun internasional,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain untuk mahasiswa, dirinya juga memotivasi diri sendiri untuk membangun sistem yang lebih sehat di Unmul. Esti menambahkan, deretan penghargaan yang dirinya raih selama ini memang jadi sebuah<span>&nbsp;</span><em>reward&nbsp;</em>baginya<em>,</em><span>&nbsp;</span>tapi terpenting ialah mempertanggungjawabkan statusnya sebagai pendidik juga peneliti.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saatnya sekarang<span>&nbsp;</span><em>wake up.&nbsp;</em>Bangun Unmul supaya bisa dikenal lebih luas. Harapan saya ke depan makin banyak lagi dosen Unmul yang berkiprah di nasional maupun internasional,&quot; tutupnya. (<strong><em>nhh</em>/<em>dan/adl</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SIA Terbaru, Terkesan Memaksakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sia-terbaru-terkesan-memaksakan/baca </link>
<guid> sia-terbaru-terkesan-memaksakan </guid>
<pubDate> Mon, 22 Jan 2018 09:48:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Adanya perubahan dalam sistem SIA kali ini diapresiasi meski diakui masih memliki kekurangan. (Sumber foto: sia.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sia-terbaru-terkesan-memaksakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yZmjkuAaKT.png" />
					</figure>
			                <h1>SIA Terbaru, Terkesan Memaksakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Perkembangan zaman yang telah dihadapi saat ini, membuat kita harus menyesuaikan teknologi yang berkembang dengan harapan agar dapat lebih efisien dan efektif dalam melakukan sesuatu. Tentu, hari ini jelas semua tatanan sistem berbasis teknologi untuk memudahkan pelayanan publik dan membangun sistem informasi yang berkualitas.</p><p style="text-align: justify;">Perguruan tinggi seluruh Indonesia pun berlomba-lomba untuk membangun sistem berbasis <em>online</em> semua. Mulai dari profil universitas, pelayanan akademik, penginputan KRS, sampai pengurusan tugas akhir. Tak terkecuali Unmul. Kampus dengan Akreditasi A. Terus berbenah memperbaiki sistem untuk meningkatkan kualitas. Beberapa pekan terakhir, mahasiswa disibukkan dengan masa-masa registrasi semester genap tahun ajaran 2017/2018. Berjalan seperti biasa semua registrasi dan penginputan mata kuliah berbasis <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ada perbedaan di awal tahun ini, mahasiswa dikejutkan dengan imbauan pergantian link alamat akses yang dulunya memakai <a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en-GB&q=http://sia.unmul.ac.id&source=gmail&ust=1516699232729000&usg=AFQjCNEuswPtrqbVn7WevzkpZ2KiUW5bhw" href="http://sia.unmul.ac.id" target="_blank">sia.unmul.ac.id</a>. Lah, kok bisa berubah? Belum ada sosialisasi kepada mahasiswa dan dosen. Jelas, ini hal yang baru bagi sivitas akademika Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya di semester genap tahun 2018 ini, Sistem Informasi Akademik (SIA) yang dulunya dipegang oleh masing-masing fakultas akhirnya disatukan dalam satu alamat <a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en-GB&q=http://sia-dev.unmul.ac.id&source=gmail&ust=1516699232729000&usg=AFQjCNFCpRTGk77AmPhSEN1vpD2pAz-v5g" href="http://sia-dev.unmul.ac.id" target="_blank">sia-dev.unmul.ac.id</a>. Dengan memberikan penambahan serta menyinkronkan semua sub menu di dalamnya. Hal yang baru dalam sistem ialah penerapan penilaian dosen berupa evaluasi kesiapan mengajar, metode pembelajaran oleh mahasiswa yang telah melakukan kegiatan bersama di perkuliahan, sehingga mahasiswa dapat memberikan nilai terhadap dosen yang bersangkutan. Ini merupakan satu langkah lebih maju dengan merujuk pada salah satu syarat untuk menuju akreditasi masing-masing fakultas dengan menilai kinerja dosen yang mengajar. Dan poin evaluasi ini merupakan poin kritis yang akan disampaikan langsung di sistem tersebut sehingga ini merupakan untuk memperbaiki sistem perkuliahan yang dirasakan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Selain ada menu evaluasi dosen, SIA ini juga mengakomodir prestasi mahasiswa dan aktivitas mahasiswa dalam berorganisasi untuk dijadikan sebagai SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Tentu ini kesempatan emas mahasiswa karena sangat penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas dan ini bisa menjadi daya tarik untuk bergabung dengan organisasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sistem transisi ini tentu tak luput dari kelemahan dan kekurangan dari pembaharuan portal SIA yang diterapkan oleh Unmul. Tujuannya memang jelas agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mudah diakses oleh mahasiswa secara keseluruhan. Namun SIA ini masih banyak kelemahan dan perlu di tingkatkan secara berkelanjutan menyesuaikan kebutuhan mahasiswa dan dosen.</p><p style="text-align: justify;">Namun hingga hari ini, SIA Unmul yang terbaru belum sepenuhnya layak untuk digunakan dan terdapat banyak kendala pengaksesan oleh mahasiswa. Berangkat dari keresahan mahasiswa, BEM FEB Unmul membuat <em>polling</em> tentang respons mahasiswa terhadap SIA Unmul terbaru, yang telah ditanggapi sebanyak 298 mahasiswa (hingga hari Sabtu, 20 Januari 2018).</p><p style="text-align: justify;">Banyak sekali keluhan yang dirasakan mahasiswa terkait penerapan SIA baru ini. Pertama, banyak yang menyayangkan terlalu dini untuk diterapkan saat ini di saat masa-masa pengurusan registrasi dan penginputan KRS. Sehingga dampaknya membuat semua fakultas gaduh. Kedua, banyak sekali menu-menu yang tidak ada seperti menu tugas akhir, menu transkrip nilai dan tidak terinputnya data pribadi di awal kita saat registrasi di semester sebelumnya. Ketiga, banyak mata kuliah belum muncul semua yang sesuai dengan silabus akademik fakultas. Dan terakhir, jika mahasiswa belum membayar UKT maka belum bisa mengakses portal akademik yang baru dan belum bisa melihat menu yang ada di portal.</p><p style="text-align: justify;">Pembaharuan sistem ini terkesan dipaksakan diterapkan di waktu yang tidak tepat yang berakibat belum siap dalam melayani sivitas akademika yaitu dosen dan mahasiswa. Seharusnya, di saat seperti ini mahasiswa dapat tenang dalam menginput mata kuliah dan melalukan registrasi. Pihak Unmul seharusnya dapat memikirkan risiko yang terjadi ketika SIA akademik yang menyangkut hajat sivitas akademika.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penerapan beberapa hari terakhir banyak mengalami kendala dan memakan waktu yang lama saat mengisi sistem baru ini. Hingga saya menulis tentang SIA, memang seluruh fakultas dapat mengakses sistem baru ini tidak ada kendala yang berarti. Tetapi, lain halnya di &nbsp;Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang justru tidak cocok dengan sistem dari SIA terbaru ini, karena FEB sudah memiliki sistem yang diperbarui sejak setahun yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dampaknya harus menyesuaikan kembali dengan SIA baru. Di FEB sudah menerapkan penginputan nilai dari setelah UTS dan UAS. Penginputan dua kali dalam satu semester ini merupakan terobosan dari FEB. Mahasiswa biasanya sudah bisa melihat nilai hasil pembelajarannya, namun saat SIA terbaru diterapkan prosesnya membingungkan dan mempersulit mahasiswa yang berdampak pada pengurusan KRS semester genap tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula dengan mahasiswa yang akan menyusun skripsi dan tugas akhir, mereka dibuat kebingungan dengan perubahan SIA ini. Mereka tidak dapat melakukan penginputan judul dan sebagainya serta tidak dapat mengunggah <em>file</em> berkas kedalam portal baru. Meskipun pada akhirnya dapat diakses di portal yang lama setelah mendapatkan imbauan dari bagian akademik.</p><p style="text-align: justify;">SIA dengan sistem terbaru ini merupakan suatu terobosan yang berani oleh Unmul. Transformasi sistem ini harus perlu ditingkatkan kembali dengan kondisi akademik di Unmul, tetapi sangat disayangkan waktu penerapan SIA terbaru ini tidak tepat karena akan berujung pada gejolak kebingungan dalam masa uji coba sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari semua ini, patut diapresiasi dengan diperbaharui SIA Unmul yang harapannya dapat lebih memudahkan dalam pengurusan akademik dibanding sebelumnya. Ini merupakan langkah nyata yang dilakukan oleh semua pihak yang mendukung dalam proses akademik dengan tujuan Unmul layak dikatakan akreditas A dikancah regional maupun nasional.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Mofid Baidowi, Kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FEB Unmul 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Legawa dan Kecewa di Pemira FH </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/legawa-dan-kecewa-di-pemira-fh/baca </link>
<guid> legawa-dan-kecewa-di-pemira-fh </guid>
<pubDate> Mon, 22 Jan 2018 12:54:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Dekanat Fakultas Hukum Unmul. (Sumber foto: fh.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/legawa-dan-kecewa-di-pemira-fh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TF9YO1aKG3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Legawa dan Kecewa di Pemira FH</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dua bulan Pemira FH bergulir dan hingga kini belum menemui kejelasan, sosok Sebastian Bani Presiden BEM FH 2017 tak banyak kelihatan. Ia sempat muncul dalam audiensi ketiga kisruh Pemira FH yang digelar Jumat, 12 Januari lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi <em>Sketsa</em>, Basten, begitu ia disapa, menegaskan dirinya tidak mempunyai wewenang dalam mencampur urusi masalah Pemira yang tengah berlangsung. Bagi Basten masalah Pemira justru telah selesai ketika DPM FH bersama BPPR menyampaikan putusan hasil Pemira yang menunjuk paslon Cipta-Juno sebagai pasangan terpilih secara aklamasi. Ia mengatakan dirinya dalam geliat Pemira FH ini tidak sedang memihak siapa pun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnya ada kesadaran dari semua pihak kalau memang semua mau membangun Fakultas Hukum,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Terhitung sejak Desember tahun lalu, audiensi penyelesaian Pemira FH sudah berlangsung sebanyak tiga kali dan solusi tak kunjung didapat. Pertama, audiensi gugatan pasangan Adi-Ma&rsquo;ruf sebagai buah tuntutan dari gugatan yang disebarluaskan pada 14 Desember. Audiensi kedua antara aliansi mahasiswa FH bersama Mahendra Putra Kurnia, Dekan FH pada 21 Desember. Lalu audiensi ketiga diadakan 12 Januari lalu antara seluruh perangkat Pemira dengan birokrat FH.</p><p style="text-align: justify;">Basten melihat semua pihak dalam hal ini mestinya bisa legawa. Menurutnya jika urusan Pemira ini terus berlanjut tanpa kejelasan maka akan menghambat jalan BEM FH ke depannya. Sebab dari segi masa jabat, waktu satu periode bisa terpotong beberapa bulan dan ia menyayangkan jika hal tersebut harus sampai terjadi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Opsi Memakan Waktu Lagi</strong></p><p style="text-align: justify;">Adi Nurhamidi, capres yang akan bertarung juga menyayangkan kisruh Pemira FH karena belum memperoleh kejelasan. Adi yang mula-mula menggugat karena berkasnya ditolak oleh BPPR&mdash;dengan penjelasan yang dianggapnya tak logis, berharap Dekan FH Mahendra mampu mengambil langkah konkret.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Dekan) malah masih memberi opsi kepada BPPR. Itu artinya dikasih waktu berpikir lagi. Harusnya dengan waktu yang panjang itu sudah (bisa) selesai karena memakan waktu, tenaga, dan pikiran kita juga,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak tinggal diam, Adi berupaya mencari tahu apa gerangan hasil keputusan yang diambil BPPR dan diajukan kepada Mahendra. Ia lantas menemui Wakil Dekan I Nur Arifudin namun belum ada keputusan yang diterima oleh Arifudin. Dua hari kemudian, Adi bermaksud menemui Mahendra, namun didapati sedang rapat membahas Pemira FH bersama jajaran birokrat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnya kan Senin (15 Januari) sudah ada keputusan, ini molor banget. Dan kayaknya akan mundur sampai semester depan di bulan Februari karena mepet dengan waktu UAS dan liburan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Cipta calon yang juga bertarung di Pemira FH tidak merespons tawaran wawancara. Pun hingga kini Mahendra tidak menghiraukan upaya <em>Sketsa</em> untuk mengonfirmasi. Sedangkan Arifudin, disambangi di ruangannya pagi tadi sedang tidak berada di tempat. Sekretarisnya memberitahu bahwa Arifudin sedang di Semarang. <strong>(<em>aml/erp/pil/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mutualisme dalam Kerja Sama Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mutualisme-dalam-kerja-sama-unmul/baca </link>
<guid> mutualisme-dalam-kerja-sama-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 23 Jan 2018 04:51:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pihak-pihak yang menjalin kerja sama dengan Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mutualisme-dalam-kerja-sama-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R0LrruLyzW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mutualisme dalam Kerja Sama Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><span>&nbsp;</span><strong>-</strong><span>&nbsp;</span>Kesuksesan Unmul hingga memperoleh akreditasi A tak hanya diraih berkat kerja sama antar sivitas akademika. Ada andil pihak ketiga yang turut serta dalam pembangunan Unmul melalui jalinan kerja sama. Pihak ketiga diharapkan menjadi penyokong langkah ke depan dalam menyiapkan cita-cita menjadi<span>&nbsp;</span><em>world class university</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf mengatakan hingga tahun 2018 Unmul telah menjalin kerja sama ke berbagai pihak yang menjadi salah satu parameter Unmul dalam menyandang akreditasi A. &quot;Semakin banyak kerja sama, semakin bagus. Itu lihat saja di depan banyak logo-logo instansi yang kerja sama dengan Unmul,&quot; ucapnya dengan bangga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam <em>website</em><span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://unmul.ac.id&source=gmail&ust=1516769057036000&usg=AFQjCNETCZ1s_952A0dNOzAa1_ennmqIxg" href="http://unmul.ac.id/" style="" target="_blank">unmul.ac.id</a>, ada lima kategori kerja sama yang dilakukan Unmul sejak tahun 2014. Di antaranya adalah kerja sama perguruan tinggi, pemerintah, industri, beasiswa, dan internasional. Tujuan dari kerja sama ini tak lain ditujukan untuk para sivitas akademik Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kategori perguruan tinggi atau berkaitan dengan pendidikan, Bohari menuturkan bahwa banyak kerja sama yang dilakukan Unmul dengan pihak luar yang bertujuan untuk kepentingan mahasiswanya. Bahkan Unmul digadang-gadang akan bekerja sama dengan salah satu universitas di negeri ginseng, Korea.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ini kita lagi proses menjemput yang dari Korea. Jadi tahun ini mereka kita jemput ke sini untuk belajar budaya, tahun depan kita yang ke sana. Dan itu mereka yang membiayai,&quot; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa fakultas &nbsp;juga gencar menjalin kerja sama, seperti FKIP dengan<span>&nbsp;</span><em>The Southeast Asian Ministers of Education Organization<span>&nbsp;</span></em>(SEAMEO)<span>&nbsp;<span>&nbsp;</span></span>dan Fakultas Kedokteran yang menjalin kerja sama dengan Osaka University, Jepang. Selain itu, ada beberapa dosen dikirim untuk<span>&nbsp;</span><em>training</em><span>&nbsp;</span>di Jepang, Perancis, dan Jerman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unmul tidak hanya menjalin kerja sama dengan instansi pendidikan saja, namun juga instansi non-pendidikan. Bahkan<span>&nbsp;</span><em>brand<span>&nbsp;</span></em>ternama turut membuka ruang untuk membangun kerja sama dengan Unmul. Beberapa instansi tersebut antara lain Telkomsel, Garuda Indonesia, Pupuk Kaltim, dan Kaltim Prima Coal (KPC).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikatakan Bohari, hasil dari jalinan kerja sama Unmul dengan Telkomsel berupa pembangunan gazebo di sekitar perpustakaan Unmul, menara telekomunikasi, dan yang akan diluncurkan terdekat ini adalah aplikasi Unmul Mobile.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untungnya bagi Unmul, jaringan Telkomsel terjamin,<span>&nbsp;</span><em>wifi<span>&nbsp;</span></em>yang dipasang di seluruh fakultas dan kelas, Unmul juga nambah fasilitas. Kalau untung bagi Telkomsel, banyak mahasiswa yang membeli produk Telkomsel misal kuota sama<span>&nbsp;</span><em>voucher wifi</em>,&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bohari juga memaparkan hasil kerja sama Unmul dengan Garuda Indonesia berupa potongan harga untuk pembelian tiket penerbangan bagi dosen maupun mahasiswa Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Cukup menunjukkan KTM saja, mahasiswa sudah memperoleh diskon. Tapi pembeliannya masih melewati<span>&nbsp;</span><em>outlet</em><span>&nbsp;</span>resmi Garuda,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kerja sama yang terjalin tidak hanya &nbsp;dengan instansi pemerintah. Beberapa perusahaan swasta seperti PT. Pupuk Kaltim juga turut digandeng Unmul untuk terlibat dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keuntungan untuk kita agar mahasiswa bisa KKN disana, misal KKN Tematik ataupun PKL. Bagaimana mahasiswa bisa PKL ke Pupuk Kaltim kalau tidak ada kerja sama,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ada pun kerja sama dengan KPC berupa riset yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa Unmul pada lubang bekas tambang di daerah Sangatta. Sebagai bentuk saling menguntungkan, dosen atau mahasiswa yang melakukan penelitian tersebut akan dibayar oleh KPC sebagai imbalan.</span></p><p style="text-align: justify;">Sedang dalam waktu dekat ini, Unmul akan merilis aplikasi Unmul Mobile yang juga merupakan kerja sama dengan Telkomsel. &ldquo;Insyaallah<span>&nbsp;</span><em>launching<span>&nbsp;</span></em>aplikasinya akan dilaksanakan tanggal 10 Februari mendatang,&rdquo; tutupnya<strong><em>.</em><span style="font-style: italic;">&nbsp;</span>(<em>nhh/arr/cin/mer/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Andai BPPR Memilih Opsi Pembekuan BEM FH </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/andai-bppr-memilih-opsi-pembekuan-bem-fh/baca </link>
<guid> andai-bppr-memilih-opsi-pembekuan-bem-fh </guid>
<pubDate> Tue, 23 Jan 2018 11:51:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi BEM FH Unmul yang terancam dibekukan. (Sumber: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/andai-bppr-memilih-opsi-pembekuan-bem-fh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U7vl4wmkUO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Andai BPPR Memilih Opsi Pembekuan BEM FH</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong><strong>&nbsp;</strong>Dua bulan lebih Pemira FH bergulir tanpa kejelasan. Kekisruhan ini ditanggapi oleh Dekan FH, Mahendra Putra Kurnia dengan memberi dua opsi kepada BPPR: &nbsp;Pemira ulang atau BEM FH dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">Adi Nurhamidi, capres yang hendak bertarung menyatakan menolak opsi pembekuan. Menurutnya hal itu akan merugikan fakultas. Jika BEM sebagai wadah berorganisasi mahasiswa tak berjalan artinya tidak ada kegiatan. Iklim ilmiah dan kritis yang mestinya tumbuh justru lesu sebelum berkembang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau pembekuan semoga jangan sampai satu periode. Kalau bisa hanya sebatas untuk perbaikan, mungkin perbaikan panitia BPPR. Pembekuan sementara untuk membuat Pemira baru lagi,&rdquo; ucap Adi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam audiensi ketiga pada Jumat (12/1) lalu, Mahendra sempat menyampaikan ide untuk melakukan uji publik apabila BPPR bersikukuh dengan aklamasi--yang mana konsekuensinya pembekuan BEM FH. Uji publik bertujuan mencari tahu apa benar pasangan Cipta-Juno merupakan pilihan mayoritas mahasiswa FH. Jika iya berarti Cipta-Juno unggul, namun jika hasil uji publik bicara sebaliknya berarti ada &ldquo;masalah&rdquo; lain.</p><p style="text-align: justify;">Bila nanti hasilnya BEM FH terpaksa dibekukan satu periode, artinya ini akan mengulang sejarah muram pada 2012 dan 2013 silam. Masa di mana BEM FH mengalami lelapnya yang panjang. Pembekuan organisasi sekelas BEM tentu akan membawa dampak. Dalam hal ini, yang paling akan merasakan kerugiannya adalah mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Aditya Ferry Noor, Ketua BEM FEB 2017 melihat apabila BEM FH betul dibekukan, maka mahasiswa dijamin akan kehilangan organ yang berfungsi memperjuangkan kesejahteraan mereka. Sebaliknya dekan dan jajarannya merasa lebih tenang karena tiada lagi organ yang mengkritisi kebijakan dekanat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keputusan ini (pembekuan) menurut saya tidak adil dan cenderung mematikan peran kritis mahasiswa,&rdquo; jelas Ferry.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa yang mengamati perpolitikan di kampus, Ferry melihat pilihan Pemira ulang lebih dapat menjawab keresahan seluruh sivitas di FH. Dengan demikian akan tersaji pertarungan antar calon, yang turut mengembalikan &ldquo;<em>fairness&nbsp;</em>dan spirit demokrasi di kampus FH.&rdquo;<em>&nbsp;</em><strong>(<em>aml/erp/pil</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melihat Eksistensi Guru Besar di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-eksistensi-guru-besar-di-unmul/baca </link>
<guid> melihat-eksistensi-guru-besar-di-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 23 Jan 2018 12:54:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala Bagian Kepegawaian Unmul, Anwar Alo. (Sumber: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-eksistensi-guru-besar-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T5zdbl8XzQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melihat Eksistensi Guru Besar di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Profesor atau guru besar merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi. Adalah gelar terhormat yang didambakan sebagian besar tenaga pendidik. Kehadiran profesor pun sangat diidamkan sebab mampu memengaruhi akreditasi perguruan tinggi tersebut. Tak terkecuali bagi Unmul, universitas tertua di Kalimantan yang berhasil meraih akreditasi tertinggi tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Unmul setidaknya mengantongi sebanyak 54 guru besar atau profesor dari jumlah total tenaga pengajar 934. Jika dipersentasekan angka ini menyentuh 5,78 persen. Sementara itu, penyumbang gelar guru besar terbanyak berasal dari Fakultas Kehutanan (Fahutan), dengan rincian sebanyak 16 profesor dari Fahutan, 10 profesor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 8 profesor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), 5 profesor berasal dari Fakultas Pertanian (Faperta), 10 profesor dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 2 profesor dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), 2 profesor dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan 1 profesor berasal dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa,&nbsp;</em>Kepala Bagian Kepegawaian Unmul, Anwar Alo menegaskan bahwa jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lainnya, angka 5,78 persen dari total keseluruhan dosen itu masih terbilang minim. Ia berharap Unmul bisa mencapai angka persen nyaris sempurna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita mau ya, 90 persen. Di sini banyak dosen dipacu untuk menuntaskan pendidikan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menjadi meraih gelar profesor pun tak mudah, ada beberapa persyaratan yang harus ditunaikan. Di antaranya tentu bergelar doktor, telah melalui 3 tahun setelah menyelesaikan strata 3, konsentrasi yang diambil pun harus berkesinambungan, dan menyelesaikan beberapa karya ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, usai mendapatkan gelar profesor harus tetap mengabdikan ilmunya pada perguruan tinggi. Tak heran, jika gelar profesor hanya patut diberikan pada dosen yang memiliki dedikasi tinggi terhadap perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 49 ayat 2, menjelaskan tentang kewajiban khusus profesor yakni menulis buku dan karya ilmiah serta menyebarluaskan gagasannya untuk mencerahkan masyarakat. Profesor juga harus memiliki karya ilmiah berstandar internasional atau karya monumental lainnya yang sangat istimewa dalam bidangnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Syarat guru besar ialah setiap tahun harus menulis buku internasional. Kalau tidak dilaksanakan, tunjangan akan di-<em>stop,</em>&rdquo; tutupnya. (<strong><em>snh/omi/adl</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Ilegal, Diduga dari Bubuhan Sakit Hati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-ilegal-diduga-dari-bubuhan-sakit-hati/baca </link>
<guid> aliansi-ilegal-diduga-dari-bubuhan-sakit-hati </guid>
<pubDate> Wed, 24 Jan 2018 04:11:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Advokasi BEM FKIP sebut Aliansi Peduli Lokakarya sebagai aliansi ilegal(Sumber Ilustrasi:https://scontent-lga3-1.cdninstagram.com/vp/3ac62291dc7a359e6cc28dc98a0f908a/5AEC5A52/t51.2885-15/e35/c0.60.480.480/25036479_147810719335570_6052840978677497856_n.jpg </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-ilegal-diduga-dari-bubuhan-sakit-hati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/riyOglvABZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Ilegal, Diduga dari Bubuhan Sakit Hati</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Merasa janggal dengan kinerja kabinet BEM di fakultasnya, beberapa mahasiswa FKIP sepakat bergabung dan membentuk aliansi. Menamakan diri Aliansi Peduli Lokakarya, aliansi ini tidak serta-merta membuat BEM FKIP bergejolak. Beberapa hari sebelumnya, pihak aliansi kembali menyebarkan pesan <em>broadcast</em> balasan atas jawaban yang diberikan Gubernur BEM FKIP Mujihat. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons balik dari BEM FKIP terkait <em>broadcast</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Staf Advokasi BEM FKIP Muhammad Wawan Adi Saputra, menanggapi jika terbentuknya aliansi ini bukan hal legal di FKIP. Pasalnya, bila sesuai aturan, jika hendak mengkritik kinerja BEM maka harus melalui Himpunan Mahasiswa (Hima) lalu ke DPM FKIP. Tentu tidak bisa sembarangan membentuk aliansi.</p><p style="text-align: justify;">Wawan membenarkan <em>broadcast</em> balasan dari Mujihat yang menyatakan adanya tuduhan intervensi, karena aliansi ini tidak membawa nama Hima melainkan hanya nama perseorangan. &ldquo;Otomatis, pasti ada tuduhan pemecah belah masyarakat FKIP,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Tujuan Lokakarya dibentuk tak lain agar semua lembaga di FKIP dapat mengikuti aturan. Bila dilihat dari tuntutan aliansi, antara lain mengenai Alif Irbath BPH BEM 2017, mundurnya dua staf DPM, dan kinerja BEM yang dinilai cacat.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, jika menilik dari segi historis, Alif pernah mengikuti kepanitiaan BEM dan melalui LK BEM sebanyak dua kali. Hanya saja saat itu Alif sempat tidak melanjutkan perkuliahannya. Jadi menurutnya, Alif sudah mumpuni dalam bidang advokasi, dan tidak masalah bila Alif menjabat sebagai BPH BEM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Tertulis dalam aturannya, pengurus yang ingin mengikuti BEM harus mempunyai sertifikat LK dan PAMB Prodi. Wawan juga membenarkan bila Alif memiliki sertifikat tersebut karena telah dua kali mengikuti LK di Himpunan Mahasiswa Geografi (Himapgeo) dan Pendidikan Non Formal (PNF).</p><p style="text-align: justify;">Wawan menduga terbentuknya aliansi ini ada kaitannya dengan Pemira FKIP yang berlangsung tahun lalu. Sebab terbentuk dari beberapa orang timses dari kubu saingan Mujihat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengar-dengar di sini disebut aliansi dari bubuhan sakit hati, soalnya yang berkoar-koar itu-itu &nbsp;saja,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Wawan juga memaparkan, sejauh ini BEM FKIP belum memiliki rencana untuk melakukan pertemuan dengan pihak aliansi. Meski disadari jika ini terjadi maka akan berdampak pada <em>branding</em> aliansi<em>.</em> Ia menambahkan jika BEM FKIP akan melakukan sosialisasi dengan aliansi, maka itu sama saja menganggap aliansi tersebut benar adanya dan aliansi akan terus mengkritik, serta makin tidak jelasnya tugas DPM FKIP ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa BEM enggak mau dipertemukan ya biar enggak disahkan aliansi itu ada di sini,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, sempat diadakan pertemuan dengan seluruh lembaga Hima di FKIP. Dalam pertemuan tersebut membahas soal Lokakarya. Namun saat itu tidak ada suara protes terkait program Lokakarya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya Hima bisa menuntut mereka (aliansi). Karena mereka juga bawa nama pendidikan, pasti juga &nbsp;lembaga lain akan berpikir ini Hima-nya belum kasih tau tentang Lokakarya mungkin,&rdquo; pungkasnya.<em>&nbsp;<strong>(cin/adl</strong><strong>/els</strong></em><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SIA Baru Bikin Bingung, La Hasan: Wajar! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sia-baru-bikin-bingung-la-hasan-wajar/baca </link>
<guid> sia-baru-bikin-bingung-la-hasan-wajar </guid>
<pubDate> Wed, 24 Jan 2018 07:35:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) La Hasan. (Sumber: Maharani R.F.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sia-baru-bikin-bingung-la-hasan-wajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SM8VNn929Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SIA Baru Bikin Bingung, La Hasan: Wajar!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mahasiswa Unmul tengah menikmati masa libur akhir semester ganjil, namun beberapa tengah disibukkan untuk menyambut semester selanjutnya. Mulai dari menyelesaikan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mendekati batas akhir, hingga menyusun Kartu Rencana Studi (KRS). Meski begitu, masih banyak mahasiswa yang kebingungan dengan sistem portal SIA yang baru. Minimnya sosialisasi menjadi penyebab mahasiswa mengalami kendala saat mengakses.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menjawab kegelisahan mahasiswa tersebut, <em>Sketsa</em> menemui Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) La Hasan di ruangannya, Selasa (23/01). Guna mengonfirmasi terkait perubahan portal SIA Unmul yang baru.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai perubahan tampilan portal SIA, La Hasan tak bisa berkomentar banyak. Ia menyebutkan masalah teknis itu adalah ranahnya <em>programmer</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">La Hasan menyebut bahwa portal SIA kali ini tidak jauh berbeda dengan tampilan portal yang lama, hanya saja ada tambahan menu prestasi ekstrakurikuler yang baru dicanangkan pada semester ganjil 2017/2018.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada yang berubah, sama saja seperti yang dulu-dulu,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa diwajibkan untuk mengisi prestasi ekstrakurikuler pada menu Prestasi Ekstrakurikuler. Hal ini bertujuan untuk mendata mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang non akademik.</p><p style="text-align: justify;">Diungkapkan La Hasan, bahwa portal SIA Unmul yang baru masih dalam tahap uji coba untuk 3 fakultas, yaitu Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya ini kan percobaan dulu, karena ada beberapa fakultas yang belum siap. Seperti Kedokteran, lalu FKIP yang saking banyaknya mahasiswa, jadi belum siap,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya telah dilakukan sosialisasi dengan mengundang masing-masing lembaga kemahasiswaan. Meskipun dilakukan uji coba bagi tiga fakultas tersebut, namun portal ini dapat diakses oleh seluruh fakultas. Tidak menutup kemungkinan apabila program ini berjalan lancar, maka semester genap 2017/2018 akan diberlakukan sistem ini untuk seluruh fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kita tidak kesulitan lagi, karena di setiap fakultas akan ada operator yang menginput data tersebut dalam bentuk laporan,&rdquo; terangnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan tangan terbuka, ia mempersilakan mahasiswa untuk datang menemui BAAK jika menemukan kendala dalam mengakses portal SIA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Operator kami siap menjelaskan terkait keluhan dan masalah yang dihadapi oleh beberapa mahasiswa, bahkan operator SIA fakultas,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">La Hasan menerangkan bahwa sejauh ini ada banyak mahasiswa yang telah melapor ke BAAK terkait portal Unmul yang baru. Beberapa bahkan tidak dapat mengakses sebelum diterapkannya sistem portal SIA yang baru. Meski banyak kekurangan, ia menilai aplikasi pada sistem masih menggunakan tahap awal, sehingga wajar jika masih perlu adanya perbaikan ke depannya. <strong>(<em>mrf/wil/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Petugas Kebersihan Itu Bernama Pakde </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/petugas-kebersihan-itu-bernama-pakde/baca </link>
<guid> petugas-kebersihan-itu-bernama-pakde </guid>
<pubDate> Wed, 24 Jan 2018 12:02:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hidayat Sutisna, sosok petugas kebersihan di Unmul yang akrab disapa pakde. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/petugas-kebersihan-itu-bernama-pakde/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8wy58w6egN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Petugas Kebersihan Itu Bernama Pakde</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Senin sore tidak lama setelah memarkir kendaraan di MPK, pria yang ingin <em>Sketsa&nbsp;</em>temui tampak berjalan kaki di muka Gedung Rektorat. Gaya berjalannya santai tapi bungkuk, sambil menyampirkan jaket kulit berwarna hitam di bahunya. Ia sudah ingin pulang, jam kerjanya telah usai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau di wawancara? Aduh, besok saja. Pukul 11 saya <em>stand by&nbsp;</em>di depan Audit,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ponselnya hilang jadi ia tidak memberikan nomor apa-apa. Hanya janji bahwa ia akan ada di depan Auditorium besok siang.</p><p style="text-align: justify;">Betul saja, Selasa siang, 23 Januari, pria tua itu dengan seragam hitam dan topinya yang sewarna sedang baring-baring santai di bawah pepohonan rindang depan Auditorium beralaskan karung beras. Sudah serasa vakansi. Tak jauh dari tempatnya berbaring ada tumpukan daun jatuh dan sampah yang dibakar ditujukan untuk menghalau nyamuk siang hari. Ia tidak sendirian, ada dua kawannya Hidayatullah dan Didit yang usianya mungkin sama seperti usia anaknya--sedangkan kini usianya 69 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Pakde, begitu dia disapa, sedang menggunakan waktu istirahatnya hari itu. Ia sebulan ini tengah dipindah tugas oleh <em>Bumitaka,&nbsp;</em>tempat petugas kebersihan seperti dirinya bernaung, untuk jadi tim pembersih di Unmul Gunung Kelua (GK). Ya, Pakde sedikit-sedikit terkenang akan kedatangannya pertama kali di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, 2012 pertama kalinya ia masuk jadi bagian Unmul. Ditugaskan untuk jadi penjaga kebersihan di Gedung MPK. Tidak berlangsung lama karena lima bulan setelahnya Pakde mulai meninggalkan GK dan ditempatkan di Kampus Flores, FIB. Terhitung dari 2013 hingga sekarang ia masih aktif bertugas di FIB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebulan saja di sini, nanti bulan depan ke FIB lagi,&rdquo; kata Pakde yang belakangan diketahui memiliki nama asli Hidayat Sutisna. Banyak orang memang lebih sering memanggilnya dengan sebutan Pakde, bukan dengan nama asli. Bahkan dua kawannya, Hidayatullah dan Didit baru itu mengetahui nama Pakde adalah Hidayat Sutisna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah, Pakde. Namaku itu Hidayat, Pakde,&rdquo; kata Hidayatullah menyahuti fakta kemiripan namanya dengan Pakde.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum menjadi petugas kebersihan di Unmul, Pakde lama memiliki pengalaman dengan menjadi petugas kebersihan di Pasar Segiri Samarinda. Ia berperan dalam menciptakan suasana kampus yang bersih dan asri dari FIB hingga Gunung Kelua. Pagi pukul 6 ia sudah bergegas melaksanakan tugasnya dengan menyapu sampah-sampah yang berserakan di tiap sudut kampus.</p><p style="text-align: justify;">Di FIB ia ditugaskan untuk menyapu halaman kampus. Di Gunung Kelua ia bersama kawan-kawannya selain menyapu dedaunan gugur di halaman Audit, juga berkeliling menggunakan mobil bak untuk membersihkan sudut kotor GK yang lain. Saat pakde dan kawan-kawannya ini mulai lelah, mereka akan beristirahat di tepi lapangan Audit seperti siang bolong Selasa itu. Pepohonan rindang audit dengan sendirinya menjadi <em>base camp&nbsp;</em>mereka. Pakde dipancing untuk mengeluh, tapi ia tidak melakukannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita enggak diperintah kerjaan, harusnya kita yang memerintah kerjaan. Kalau diperintah kerjaan itu sakit, kalau kita yang perintah enggak karena kita yang atur kerjaan,&rdquo; ujar Pakde.</p><p style="text-align: justify;">Pakde bercerita dia menikmati pekerjaannya karena salah satunya hadir para rekan yang membersamainya selama bekerja. &nbsp;&ldquo;Semua kerjaan itu capek, cuma suka dukanya sama teman. Sendau gurau sambil ketawa,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pakde punya lima orang anak dan enam cucu, istrinya telah meninggal. Ia juga tidak memilih tinggal bersama salah satu anaknya, Pakde malah memiliki tempat inapnya sendiri di FIB. Ia menginap di ruangan Magister Manajemen, di sana ia melepaskan penat selepas bekerja sebelum esok kembali turun dengan sapu.</p><p style="text-align: justify;">Di balik semangatnya dalam menjaga lingkungan kampus agar tetap bersih, Pakde sangat menyayangkan sikap mahasiswa hari ini yang masih acap buang sampah sembarangan. Sedih ia manakala membersihkan kampus dengan temuan bekas tisu, botol bekas berhamburan, hingga puntung rokok berceceran, padahal tak jauh dari situ tempat sampah telah disediakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa kok ngalah-ngalahin anak TK,&rdquo; ujar Pakde.</p><p style="text-align: justify;">Pakde mengaku enggan menegur mahasiswa. Karena ia mengganggap mahasiwa sebagai seorang yang sudah dewasa dan sudah sepatutnya memiliki kesadaran soal lingkungan. &ldquo;Mereka kan sudah dewasa dan bisa berpikir,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya jenis sampah apa yang paling membuat Pakde jengkel saat dibersihkan, ia menjawab plastik pentol.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah bumbunya terhambur. Aduh!&rdquo; keluhnya disertai tawa dari rekan-rekannya.&nbsp;<strong>(<em>rrd/wal/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akankah FH Menyongsong Pemira Ulang? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akankah-fh-menyongsong-pemira-ulang/baca </link>
<guid> akankah-fh-menyongsong-pemira-ulang </guid>
<pubDate> Wed, 24 Jan 2018 12:42:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Adi tak sepakat dengan persepsi yang menyebut Pemira adalah tentang menang atau kalah. Menurutnya, Pemira bukan pertandingan. (Sumber foto: nusantaranews.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akankah-fh-menyongsong-pemira-ulang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ty4U0UOKOr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akankah FH Menyongsong Pemira Ulang?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Pak Mahendra aja bilang kalau dia orang BPPR dia pasti akan memilih opsi Pemira ulang karena memang lebih masuk akal, ini juga terjadi saat Pemira (BEM) KM. Pada saat itu mereka diberi opsi, Pak Mahendra juga yang ikut menyelesaikan,&rdquo; kata Adi Nurhamidi capres yang akan bertarung.</p><p style="text-align: justify;">Buat Adi pilhan paling logis dan bijaksana saat ini ialah Pemira ulang. Pun begitu dengan rivalnya dalam Pemira FH, Cipta yang hadir dalam audiensi ketiga, Jumat (12/1) lalu. Cipta mengaku tak masalah jika Pemira ulang dilakukan. Dengan begitu pertarungan akan lebih adil karena ada rentetan seperti debat kandidat, kampanye, bertarung gagasan dan visi misi, hingga pemungutan suara yang menunjukkan angka dukungan.</p><p style="text-align: justify;">Hal berbeda justru disampaikan Juno, cawapres Cipta. Juno mempertanyakan bagaimana nasib pendukung ia dan Cipta jika dilakukan Pemira ulang. Juno merasa ia dan Cipta telah ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM FH 2018 terpilih. Ucapan selamat pun telah dipublikasikan tim perangkat Pemira, salah satunya melalui baliho yang menggantung di kampus FH.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia khawatir pendukungnya marah atau kecewa. Kecewanya itu seolah-olah kayak akan timbul masalah baru gitu. Mungkin dia khawatirnya kalau Pemira lagi nanti enggak kondusif, mungkin ada pembakaran atau apa,&rdquo; ujar Adi.</p><p style="text-align: justify;">Adi tak sepakat dengan persepsi yang menyebut Pemira adalah tentang menang atau kalah. Menurutnya, Pemira bukan pertandingan. Dan kalaupun Pemira ulang jadi dilaksanakan, dari situ yang terlihat bukan lagi siapa yang menang dan kalah, tetapi yang dipilih dan tidak. Saat ditanya perihal hubungannya dengan perangkat Pemira dan kubu lawan, Adi mengaku baik-baik saja sebagaimana biasa. Kendati secara kelembagaan memang tampak saling serang.</p><p style="text-align: justify;">Ketika hendak memburu konfirmasi dekan FH hari ini, Mahendra Putra Kurnia masih abstain menjawab. Ia tak mengindahkan pesan yang dikirim <em>Sketsa&nbsp;</em>terkait putusan apa yang dipilih oleh BPPR atas dua tawarannya tempo hari. Apakah jadi aklamasi dan pembekuan ataukah memilih menyongsong Pemira ulang. <strong><em>(aml/erp/pil</em></strong><strong><em>/wal</em></strong><strong><em>/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PPL ke Thailand dan Filipina, FKIP Kirim 9 Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ppl-ke-thailand-dan-filipina-fkip-kirim-9-mahasiswa/baca </link>
<guid> ppl-ke-thailand-dan-filipina-fkip-kirim-9-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 25 Jan 2018 03:51:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Lambang Subagiyo. (Foto: Nawwarhayyu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ppl-ke-thailand-dan-filipina-fkip-kirim-9-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rukwMET1JZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PPL ke Thailand dan Filipina, FKIP Kirim 9 Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Sketsa -&nbsp;</strong>Guru sejatinya adalah panutan bagi anak didiknya. Ikut berperan besar dalam proses pembentukan karakter anak bangsa. Karena guru adalah sumber ilmu yang nantinya akan terus menerus dipergunakan sepanjang hidup. Pentingnya peran guru ini membuat Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul terus berusaha memperbaiki kualitas mahasiswanya sebagai calon pendidik.</p><p style="text-align: justify;">FKIP telah menandatangani <em>MoU&nbsp;</em>dengan <em>The &nbsp;Southeast Asian Ministers of Education Organization&nbsp;</em>(SEAMEO) untuk pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) internasional. SEAMEO berpusat di Thailand dengan anggota aktif berjumlah tiga puluh dua universitas. Dengan program <em>Sea Teacher,&nbsp;</em>Unmul melalui FKIP mengirim mahasiswanya ke dua negara, Thailand dan Filipina.</p><p style="text-align: justify;">Tahap seleksi pun dilakukan guna menyaring mahasiswa yang nantinya akan mengikuti PPL ini. Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Lambang Subagiyo menjelaskan terdapat delapan prodi yang mengikuti seleksi. Antara lain prodi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Sosial, Bahasa Inggris, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidilan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dari prodi tersebut menyeleksi mahasiswa yang berminat untuk mengikuti PPL. Kemudian diseleksi oleh fakuktas dan tahap akhir akan dievaluasi oleh pihak SEAMEO. FKIP berhasil meloloskan sembilan mahasiswanya untuk program <em>Sea Teacher.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;</em>Sebenarnya lolos semua, cuman yang paling dibutuhkan hanya sembilan. Dan itu diatur oleh SEAMEO sesuai yang dibutuhkan oleh universitas atau yang lowong,&quot; jelas Lambang.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, program ini merupakan program mandiri untuk mahasiswa. Walau begitu pihak FKIP memberikan bantuan sebesar Rp5 juta kepada masing-masing mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebelumnya kita telah diberikan kurikulum dan konten di sana. Sehingga RPP dan persiapan lainnya telah disiapkan dari Indonesia,&quot; paparnya mengenai persiapan PPL.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan PPL yang berlangsung selama sebulan ini kurang lebih sama dengan PPL biasa. Dibimbing mentor dan guru pamong serta memiliki jam mengajar sebanyak dua puluh jam sehari. Hanya saja mereka wajib membuat video pembelajaran dan kegiatan selama di dua negara tersebut. Di samping harus membuat laporan juga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya ini sudah tahun ke dua. Karena dalam setahun dua kali PPL. Tapi Unmul baru tahun ini ikut, jadi kita telat setahun. Kalau kita bisa mendanai maka berangkat dua tahun sekali. Kalau tidak, minimal setahun sekali,&quot; ujar Lambang saat ditanya mengenai konsistensi FKIP dalam program <em>Sea Teacher</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya kerja sama dengan SEAMEO ini, Lambang menjelaskan pula bahwa fakultasnya sedang menyiapkan rekognisi internasional pada tahun 2024. FKIP yang telah mengirimkan mahasiswanya ke luar negeri bisa dikatakan telah memiliki standar internasional. Yang nantinya lulusan mereka bisa mengajar tidak hanya taraf nasional namun juga internasional. (<strong><em>n</em></strong><strong><em>hh</em></strong><strong><em>/m</em></strong><strong><em>er</em></strong><strong><em>/els</em></strong>).</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panggung Baru FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panggung-baru-fib/baca </link>
<guid> panggung-baru-fib </guid>
<pubDate> Thu, 25 Jan 2018 04:25:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Panggung baru untuk mahasiswa FIB. (Foto: Maharani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panggung-baru-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tYInASKoVv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Panggung Baru FIB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Maksimalnya proses belajar mengajar di kampus tak lepas dari terpenuhinya fasilitas. Tak hanya melulu soal perkuliahan, mahasiswa juga membutuhkan untuk penunjang kegiatan lainnya. Kehadiran panggung bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul baru-baru ini seakan membawa angin segar. Sebab, sudah sering terdengar keluhan mahasiswa yang harus mengadakan acara di luar kampus karena FIB tidak punya panggung.</p><p style="text-align: justify;">Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FIB 2017 Ahmad Juanda mengaku mulanya tidak mengetahui adanya rencana pembuatan panggung ini. Ia hanya tahu akan dibangun sekretariat untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lembaga kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin sempat dipanggil Pak Natsir Wakil Dekan II FIB. Dapat infonya itu sekre dan penambahan raungan kelas. Tapi, pas direalisasikan ada tambahan panggung yang juga sangat berguna sekali,&rdquo; ujar pria yang akrab disapa Juan ini.</p><p style="text-align: justify;">Juan menilai adanya pembangunan panggung tersebut dimaksudkan untuk menunjang program <em>student day</em> dan memberi tambahan fasilitas kepada anggota UKM, di mana sebelumnya mereka hanya menggunakan panggung kecil berbentuk level yang jumlahnya terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Irwanto Presiden BEM FIB 2017 menjelaskan asal muasal panggung telah didirikan sejak 2017. Sebagai lembaga yang berperan dalam menampung keluhan dan aspirasi mahasiswa, Irwanto bersama BEM FIB menerima masukan mahasiswa, salah satunya dari UKM &nbsp;FIB yang menginginkan fasilitas panggung. Usulan tersebut lantas diteruskan kepada pihak birokat kampus.</p><p style="text-align: justify;">Irwanto mengatakan panggung sebenarnya akan diresmikan pada tahun kepengurusannya. Namun, karena terhalang kondisi yang tidak memungkinkan, peresmian diundur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin di kepengurusan selanjutnya yang akan meresmikan panggung ini,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, peran birokrat, kata Irwan, hanya sebatas membangun. Sedangkan penggunaan dan hal lainnya diserahkan kepada mahasiswa, termasuk mempermak tampilan panggung tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Panggung ini akan diberi nama sesuai dengan <em>basic</em>-nya kampus FIB, yaitu sastra,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Presiden BEM FIB 2018 Awaliyah Nur Annisa tengah berusaha memperjelas Standar Operasional Prosedur (SOP) peminjaman panggung kepada mahasiswa FIB. Agar tidak perlu mencari tempat di luar kampus lagi apabila mengadakan kegiatan yang berbasis penampilan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya menargetkan dinding belakang yang di dekat panggung itu dipercantik. Akan ada mading karya khusus FIB, pengadaan<em> green zone</em> FIB, dan banyak lainnya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran panggung ini juga turut disambut baik mahasiswa FIB, khususnya anggota UKM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keberadaan panggung ini, ya jelas disyukuri. Tapi kalau untuk teater, ini kurang cocok karena kurang tinggi, bentuknya juga,&quot; kata Muhammad Andi Fitrahman Ketua UKM Teater Mahibe FIB. <em><strong>(adn/dor/els/fer/mrf/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Peresmian “Bioskop” Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-peresmian-bioskop-unmul/baca </link>
<guid> menanti-peresmian-bioskop-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 26 Jan 2018 04:57:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber foto: folkspopuli.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-peresmian-bioskop-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uPeif3WwbI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Peresmian “Bioskop” Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Unmul dalam waktu dekat akan resmi memiliki r<span>uang dengan fasilitas ala bioskop bernama &lsquo;ruang sinema&rsquo;</span>. Pengerjaan ruangan yang berlokasi di lantai III Perpustakaan Unmul itu pun sudah hampir rampung.</p><p style="text-align: justify;">Progres selanjutnya ialah melengkapi beberapa kekurangan lain. Kemudian tinggal menunggu kesiapan pihak rektorat serta Perpustakaan Unmul untuk meresmikan serta memublikasikan ruang sinema tersebut kepada sivitas akademika.</p><p style="text-align: justify;">Saat <em>Sketsa&nbsp;</em>mengonfirmasi peresmian ruang tersebut, Kepala Perpustakaan Unmul Supadi belum berkenan menyampaikan kepastian tanggal. Selain tanggal yang belum pasti, pihaknya masih berkoordinasi dengan rektorat guna merumuskan momen yang pas untuk peresmian ruangan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekalian pemutaran film perdana,&rdquo; katanya menyebut bayangannya tentang konsep peresmian ruangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pengerjaan ruangan tersebut juga terbilang cepat. Diakui Supadi, pengerjaan telah di mulai sejak Oktober atau November 2017 lalu. Sekarang masuk proses <em>finishing</em>, bahkan perangkat seperti <em>sound system</em> pun sudah ada. Hanya saja, saat ini kekurangan terbesar ruang tersebut ialah masih belum kedap suara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk sementara hanya ruangan (sinema) itu dulu. Nanti akan bertahap. Anggaran (mengelola perpustakaan) ini cukup kecil. Kalau semua anggaran dialihkan ke situ, nanti untuk yang lain tidak jalan. Karena ruangan itu sifatnya hanya penunjang saja, pembiayaan utama ya biaya operasional perpustakaan,&rdquo; ceritanya saat ditemui Selasa (23/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ruang yang memiliki daya tampung maksimal 70 kursi tersebut rencananya bisa diakses secara umum, termasuk mahasiswa. Karena gagasan awal pihak Perpustakaan Unmul membuat ruangan tersebut agar bisa digunakan dalam berbagai hal. Selain berfungsi untuk pemutaran film, kegiatan seperti bedah buku hingga bedah film pun bisa dilakukan di ruangan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jika telah diresmikan, birokrasi semisal izin peminjaman ruang tetap dilakukan di Perpustakaan Unmul. Namun saat disinggung apakah ruangan tersebut nantinya akan dikenakan tarif, Supadi mengatakan pihak rektorat yang memiliki kewenangan untuk menentukan apa ada penyewaan atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena tujuannya (pengadaan ruangan) memang hanya untuk melayani mahasiswa. Tapi karena perguruan tinggi ini kan sekarang BLU (Badan Layanan Umum), jadi tidak terlepas dari dana juga karena universitas sudah harus mandiri,&rdquo; sebutnya. <strong>(<em>dan/erp/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Kaltim dalam Pusaran Pilkada </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mahasiswa-kaltim-dalam-pusaran-pilkada/baca </link>
<guid> mahasiswa-kaltim-dalam-pusaran-pilkada </guid>
<pubDate> Fri, 26 Jan 2018 06:48:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: jawapos) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mahasiswa-kaltim-dalam-pusaran-pilkada/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/59JfdYLmeB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Kaltim dalam Pusaran Pilkada</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sekira lima bulan lagi, Kaltim bakal memilih gubernur dan wakil gubernur baru. Pengganti Awang Faroek Ishak-Mukmin Faisal (alm). Saat ini sudah ada empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum. Yakni Isran Noor-Hadi Mulyadi, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat, Rusmadi-Safaruddin, dan Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini mereka terus melakukan konsolidasi. Menyiapkan amunisi. Mengukuhkan satu per satu simpul-simpul massa. Mereka semua sudah sangat siap bertarung di Pilkada.</p><p style="text-align: justify;">Peta kekuatan politik di Pilkada Kaltim kali ini cukup unik. Kekuatan tiap pasangan calon relatif sama. Tidak ada yang begitu mendominasi. Tidak ada yang begitu percaya diri bakal menang mudah. Semua harus berkeringat. Semua harus berkorban pagi, siang, dan malam agar menang.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, riuh-riuh Pilkada ini sebenarnya untuk apa? Apakah hanya sekadar untuk menang lalu berkuasa? Atau sekadar mengganti Awang Faroek Ishak yang sudah tua dan karena dia juga sudah tidak bisa maju Pilkada untuk periode ketiga lantas menyodorkan anaknya? Tentu tidak, Pilkada ini tujuannya jauh dari itu.</p><p style="text-align: justify;">Pilkada ini dilakukan demi cita-cita mulia. Menjadikan Kaltim lebih sejahtera, adil, berdaulat, dan bermartabat. Amanat reformasi untuk perbaikan menyeluruh di berbagai bidang, mulai politik, hukum, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lainnya. Belum lagi, Pilkada hingga saat ini masih menjadi legitimasi paling efektif untuk menemukan pemimpin paling ideal. Itu jika Pilkada berlangsung demokratis, independen, dan jauh dari politik uang.</p><p style="text-align: justify;">Di titik inilah peran mahasiswa dibutuhkan. Sebagai pengawal cita-cita reformasi, mahasiswa tidak boleh diam. Harus ambil peran. Keterlibatannya dalam mengawal Pemilu wajib hadir paling depan. Aktif bukan pasif.</p><p style="text-align: justify;">Dalam konteks ini, penulis sepakat dengan pernyataan Eep Saefulloh Fatah. Dia mengatakan, mahasiswa sebaiknya berada pada posisi masa bodoh dengan ada tidaknya pemilu, namun masa bodoh yang dia maksud dalam artian siapa calonnya. Mahasiswa, kata dia, harus berada dalam posisi menyiapkan agenda besar, yakni &ldquo;menyiapkan kampus sebagai kantung-kantung oposisi permanen&rdquo;. Oposisi yang dimaksud bukan oposisi politis, tapi oposisi ide.</p><p style="text-align: justify;">Penting memastikan posisi mahasiswa dalam gelaran Pemilu. Entah itu dalam momentum Pilkada yang kini ada di depan mata, maupun Pilpres dan Pileg tahun depan. Mahasiswa harus muncul sebagai oposisi, tapi tidak dengan isu politis melainkan ide. Karena dengan isu politis akan terbuka peluang kepentingan, dan tiap kepentingan pasti akan dilawan dengan kepentingan. Segera ketika mahasiswa memunculkan isu politis, lawan kepentingan akan mengeluarkan isu tandingan. Padahal dalam konteks politik, paradigmanya &ldquo;lawan dan kawan&rdquo;, &ldquo;menang atau kalah&rdquo;. Paradigma ini akan selalu ada, dan sangat disayangkan jika mahasiswa bermain dan berada di posisi tersebut. Karena cepat atau lambat mahasiswa akan berhadap-hadapan dengan tim sukses tiap kandidat yang merasa dirugikan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini penulis berharap, mahasiswa dalam pusaran Pilkada kali ini tampil sebagai ujung tombak gerakan moral. Gerakan yang menawarkan ide-ide untuk memastikan keadilan dan kemakmuran rakyat menjadi prioritas yang mesti ditunaikan. Pun jika gerakan ini terpaksa ditanggalkan, dan mahasiswa memilih gerakan politik, maka gerakan politik mahasiswa haruslah berbeda dengan gerakan politik partisan yang menjilat kekuasaan.</p><p style="text-align: justify;">Penting dicatat, gerakan politik mahasiswa itu harus bersumber dari aspirasi dan keinginan rakyat. Sehingga, mahasiswa mulai sekarang semestinya membuka mata dan telinga selebar-lebarnya. Lihat dan dengarkan masalah rakyat di akar rumput. Kemudian angkat dan jadikan isu-isu populis dalam pusaran Pilkada.</p><p style="text-align: justify;">Lalu setelah itu apa? Sampai detik ini aksi massa masih menjadi satu-satunya gerakan yang paling efektif mendorong perubahan dengan sangat baik. Mahasiswa dalam momentum Pilkada kali ini tidak bisa hanya duduk di balik meja, hadir dalam seminar dan diskusi, serta membuat status di media sosial. Seperti yang banyak dilakukan mahasiswa &ldquo;zaman <em>now</em>&rdquo;. Mahasiswa harus turun ke jalan. Menghimpun massa. Mendesak dan memaksa kehendak rakyat yang dia bawa kepada penguasa atau calon penguasa dalam momentum Pilkada.</p><p style="text-align: justify;">Tentu dengan kalkulasi aksi yang jelas. Aksi yang memang disiapkan agar berdampak perubahan. Bukan aksi yang sekadar menggugurkan kewajiban, mengisi euforia politik, atau sekadar aktualisasi demi eksistensi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Ibrahim, Wakil Presiden BEM KM Unmul 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nyaris Kelar, “Bioskop” Unmul Berbayar? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyaris-kelar-bioskop-unmul-berbayar/baca </link>
<guid> nyaris-kelar-bioskop-unmul-berbayar </guid>
<pubDate> Fri, 26 Jan 2018 07:09:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor I Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono. (Sumber: Eka Rizki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nyaris-kelar-bioskop-unmul-berbayar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0VGgsDby37.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nyaris Kelar, “Bioskop” Unmul Berbayar?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Hampir rampungnya pengerjaan &lsquo;ruang sinema&rsquo; turut ditanggapi Wakil Rektor I Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono. Akan tetapi, Mustofa belum bisa memberi kepastian tanggal peresmian ruang tersebut karena belum mendapat laporan terbaru dari Kepala Perpustakaan Unmul Supadi.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-peresmian-bioskop-unmul/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-peresmian-bioskop-unmul/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Ruang yang terletak di lantai III Perpustakaan Unmul itu saat ini telah memasuki tahap akhir pengerjaan. Masih ada beberapa hal yang belum dilengkapi sebelum akhirnya diresmikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perkembangan terbaru belum terlaporkan. Sehingga saya tidak tahu apakah (ruang sinema itu) sudah siap atau belum untuk dioperasikan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Pemanfaatan ruang tersebut bisa dipakai untuk banyak hal, seperti pemutaran video dan sarana kuliah umum. Mustofa bahkan menawarkan agar ruang tersebut kelak berfungsi untuk menampilkan laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam bentuk video.</p><p style="text-align: justify;">Di Universitas Gadjah Mada (UGM), ujarnya, laporan KKN tidak dalam bentuk buku laporan, tapi dalam bentuk film. Setiap kelompok harus membuat film. Fungsinya selain meningkatkan kreativitas, juga menjadi sarana untuk memperkenalkan beragam lokasi KKN saat mahasiswa melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berpikir, kalau memanfaatkan ruang sinema, KKN-nya nanti tidak lagi bentuk laporan fisik, tapi bentuk (video) digital. Bahkan (hal tersebut) lebih menarik dan bisa menjadikan orang lebih kreatif,&rdquo; gagasnya.</p><p style="text-align: justify;">Gagasan Mustofa bukanlah keputusan yang multak dijalankan, namun harus melalui proses, lalu disetujui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M). Gagasan apa pun, selama tidak melanggar aturan, ada kemungkinan gagasan tersebut bisa diwujudkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia pun mendukung pengadaan fasilitas tersebut, meski secara spesifik belum diketahui menggunakan anggaran perpustakaan atau kerja sama. Namun, ia berpesan agar manfaat dan tujuan pengadaan ruangan itu harus jelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau sama sekali <em>free</em>, mohon dipahami. Kalau tidak ada perawatan, lama-lama akan rusak juga. Yang penting rasional,&rdquo; sebutnya saat dikonfirmasi apakah kelak ruangan tersebut akan berbayar atau tidak. <strong>(<em>erp/dan/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lamin Yupa, ‘Warga’ Baru SC Ilegal? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lamin-yupa-warga-baru-sc-ilegal/baca </link>
<guid> lamin-yupa-warga-baru-sc-ilegal </guid>
<pubDate> Fri, 26 Jan 2018 12:16:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rumah Lamin UKM Yupa yang terletak di samping Gedung SC. (Sumber foto: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lamin-yupa-warga-baru-sc-ilegal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3lzhbshtWJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lamin Yupa, ‘Warga’ Baru SC Ilegal?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Penghuni Gedung Student Center (SC) agaknya sulit untuk tidak curi-curi pandang ke arah sebuah bangunan yang baru berdiri di sisi timur markas UKM tingkat universitas itu. Mereka bertanya-tanya&mdash;lebih-lebih yang kebetulan melintas&mdash; gedung apa gerangan yang sudah semenjak sebulan ini tampak sibuk disegerakan perampungannya. Belakangan diketahui, bangunan tersebut milik UKM Teater Yupa.</p><p style="text-align: justify;">Selasa, 23 Januari, <em>Sketsa</em> menemui Hadi Cahyo, Koordinator Divisi Humas Yupa. Mahasiswa FISIP itu mengatakan, bangunan yang bernama Lamin Yupa tersebut merupakan program kerja (proker) periode 2015-2016 yang kala itu diketuai Tirta Wahyuda. Gagasan itu akhirnya tercetus gara-gara Yupa kehilangan gudang saat pembangunan Fakultas Farmasi bersamaan dengan lenyapnya sekretariat UKM Pramuka, gudang UKM Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa), dan Korps Sukarela (KSR). Ketiadaan gudang yang semula berfungsi tempat menyimpan peralatan, membuat Yupa terpaksa mengalihfungsikan sekretariat jadi gudang.</p><p style="text-align: justify;">Sejak itu hingga awal 2018, proses pembangunan terus diupayakan. Kepengurusan Yupa berganti, program lantas dilanjutkan oleh Divisi Rumah Tangga, bahkan dijadikan janji 30 hari kepengurusan 2018.</p><p style="text-align: justify;">Selain proker, Lamin Yupa juga dimaksudkan jadi tempat melakukan diskusi dan gelaran-gelaran kecil hingga menyambut tamu dari luar, utamanya rekan-rekan yang bergerak dalam dunia seni pertunjukan peran. Mengingat Yupa kerap menggelar <em>event</em> skala provinsi maupun nasional dan tak jarang ditunjuk jadi tuan rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proker kami tahun ini ada sepuluh. Tiganya itu nasional. Jadi, nanti tamu-tamu kita jamu di sini. Karena organisasi-organisasi teater itu pasti punya tempat khusus kayak gini,&rdquo; kata Cahyo.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, proses pengerjaan Lamin sudah mencapai 60 persen, di mana atap, dinding, hingga listrik sudah terpasang. Tinggal dilakukan <em>finishing&nbsp;</em>berupa penambahan ornamen khas Dayak dan beberapa tambahan lain untuk kian mempercantik Lamin. Tampak anggota Yupa juga sudah melakukan aktivitas di sana.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Proses Perizinan hingga Penggunaan Dana Pribadi Alumni</strong></p><p style="text-align: justify;">Memanfaatkan lahan di sekitar lingkungan SC, tentu harus diketahui pihak birokrat Unmul, yang dalam hal ini Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Cahyo, Yupa sudah mengurus perizinan penggunaan lahan untuk membangun Lamin kepada Encik. Proses penyelesaiannya pun memakan beberapa periode kepengurusan. Dimulai sejak Yupa diketuai Ave Valensia pada 2016. Saat itu, mulai diajukan proposal untuk melihat respons birokrat kampus namun mandek hingga satu tahun lamanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hingga akhirnya, pada periode kepengurusan Irwan Wahyudin tahun 2017, Yupa berhasil melakukan pertemuan bersama Encik dan Rektor Masjaya dan mengantongi izin membangun. Ketika itu, baik Encik maupun Masjaya, kata Cahyo hanya berpesan untuk mengikuti SOP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka bilang enggak papa deh, yang penting kalian ngikutin SOP, gedungnya bagus, jalanin aja, sudah. Kita mulai pembangunan pondasi pas kepengurusan yang sekarang. Ketuanya Nur Rahma,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Cahyo mengungkapkan, ketika pertemuan berlangsung, birokrat tak mampu menjanjikan dana. Namun, itu tak jadi masalah buat Yupa. Mereka menggunakan anggaran UKM sembari menggalang dana dari anggota luar biasa&mdash;sebutan alumni di Yupa&mdash;untuk menutupi dana pembangunan. Dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp10 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang jelas, ini non dana dari birokrat sama sekali. Kami bilang, Pak, kami tidak minta dana yang penting izin bapak bolehkan. Bapaknya bilang, ya, monggo, Nak. Itu aja,&rdquo; jelas Cahyo.</p><p style="text-align: justify;">Saat benar-benar rampung, Lamin rencananya akan diresmikan langsung oleh Encik. &ldquo;Belum tahu kapan. Yang jelas, kita tunggu semua selesai baru diresmikan. Kita sudah datangin Pak Encik katanya &lsquo;oke siap nanti saya yang resmikan&rsquo;,&rdquo; tandasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Encik membantah telah memberi izin pembangunan Lamin Yupa tersebut. &ldquo;Saya belum ada terima laporan. Urusan perizinan yang begitu itu urusan Pak Wakil Rektor IV, bukan urusan saya,&rdquo; jawabnya saat ditemui usai acara pelantikan pengurus lembaga kemahasiswaan Kamis (25/1) kemarin. <strong>(<em>aml/wil</em>/<em>fir/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Cuma Melantik, Ada Hal Lain yang Dibidik Masjaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-cuma-melantik-ada-hal-lain-yang-dibidik-masjaya/baca </link>
<guid> tak-cuma-melantik-ada-hal-lain-yang-dibidik-masjaya </guid>
<pubDate> Fri, 26 Jan 2018 12:26:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana acara pelantikan pengurus lembaga kemahasiswaan di Aula Serbaguna Rektorat Lantai IV. (Sumber foto: Shafira Pandu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-cuma-melantik-ada-hal-lain-yang-dibidik-masjaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cpC0coEaXl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Cuma Melantik, Ada Hal Lain yang Dibidik Masjaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kamis (25/1) siang, dilakukan pelantikan pimpinan lembaga kemahasiswaan di Aula Serbaguna Rektorat Lantai IV. Selain diminta wajib mengenakan almamater, banyak dari pimpinan lembaga datang menggunakan pakaian dinas harian, sudah tentu ditujukan untuk menunjukkan identitas mereka.</p><p style="text-align: justify;">Para pimpinan lembaga kemahasiswaan ini diatur untuk berbaris. Barisan paling depan dan kanan diisi DPM KM Unmul, kemudian diikuti BEM KM Unmul, dan seterusnya ke kiri hingga membentuk barisan baru adalah unit kegiatan mahasiswa (UKM).</p><p style="text-align: justify;">Adapun, yang baru dan berbeda dari pelantikan tahun ini yaitu dilantiknya pimpinan lembaga mahasiswa pascasarjana. Ia sekaligus menjadi menutup barisan kedua dan paling kiri. Barisan ketiga hingga seterusnya diisi oleh pimpinan lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Prosesi pelantikan dipimpin langsung Rektor Masjaya. Disaksikan oleh dekan fakultas beserta wakil dekan kemahasiswaan dan alumni, kepala BAK, wakil rektor III bidang kemahasiswaan dan alumni, direktur pascasarjana, dan masih banyak lagi. Masjaya sebelumnya sudah menandatangani surat putusan yang isinya memberhentikan para pimpinan lembaga 2017 dan akan melantik pimpinan lembaga terpilih 2018.</p><p style="text-align: justify;">Setiap pimpinan lembaga hanya diperbolehkan memimpin dalam kurun satu periode saja. Total 32 pimpinan lembaga tingkat universitas diberhentikan dan dilantik baru di antaranya DPM KM Unmul, BEM KM Unmul, 29 UKM, dan pascasarjana.</p><p style="text-align: justify;">Sesudah melantik, mengajak sumpah, dan menyaksikan penandatanganan komitmen para pimpinan lembaga kemahasiswaan, Masjaya mulai menyampaikan beberapa hal. Bahwasannya pelantikan siang kemarin adalah wujud dari kebersamaan. Ia mengisahkan saat dirinya masih menjabat Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di era Rektor Zamruddin Hasid. Pelantikan lembaga mahasiswa kala itu belum bisa dilakukan serentak. Dikarenakan peralihan pucuk pimpinan tiap lembaga selalu berbeda-beda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam setahun bisa ada tiap bulan pelantikan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan baru ditetapkan setelah Masjaya naik sebagai rektor. Pada 2015 seluruh lembaga kemahasiswaan diminta melakukan prosesi peralihan pada Oktober-November. Pada 18 Januari 2016 &nbsp;pertama kalinya pelantikan pengurus lembaga mahasiswa dilakukan bersama-sama. Tahun berikutnya, 9 Februari 2017 pelantikan mengajak DPM dan BEM di fakultas untuk dilantik bersama. Dan tahun ini pelantikan mulai melibatkan pimpinan lembaga mahasiswa pascasarjana.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menuntut Prestasi dan Inovasi</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Prestasi sangat kami tunggu,&rdquo; kata Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Sekiranya November tahun lalu, Masjaya mendapat kiriman buku dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Buku itu tebalnya kurang lebih 500 halaman. Yang membuat Masjaya tercengang ialah isi buku tersebut. Isinya penuh dengan catatan prestasi dan inovasi dari mahasiswa UGM. Masjaya mendambakan hal seperti itu juga ada di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Di mana lembaga mahasiswa mampu untuk aktif bergerak memperoleh prestasi dan menciptakan terobosan. Agar pada akhir tahun nanti prestasi dan inovasi tersebut dapat dibukukan pula. Ia jelas berkata dari segi infrasturuktur Unmul memang terbatas, tetapi tidak ingin begitu dalam hal prestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pembuktian dari akreditasi A yang kita dapat adalah dengan prestasi dan inovasi,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya turut mengulas kebijakan Student Day yang ia anggap baik untuk iklim ilmiah di Unmul. Bahkan sekali-kali ia ingin rektorat bisa mengadakan kegiatan di gedung Student Center. Masjaya lalu bertanya, &ldquo;Apa di sana memiliki ruangan?&rdquo; Kemudian dijawab oleh mahasiswa &ldquo;ada&rdquo; dengan sedikit gemuruh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau enggak bagus (ruangannya) nanti kita perbaiki,&rdquo; ucap Masjaya yang membuat mahasiswa kembali sedikit gemuruh. <strong>(<em>wal/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjelang Kenangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/menjelang-kenangan/baca </link>
<guid> menjelang-kenangan </guid>
<pubDate> Sat, 27 Jan 2018 06:44:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: jaipurbeat.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/menjelang-kenangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W0u3P0Cwhy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menjelang Kenangan</h1>
			              </header>
			              <p>Sesuatu yang indah adalah sesuatu yang selalu terkenang<br>Manakala diingat selalu meninggalkan harapan untuk kembali<br>Tetapi, apakah sesuatu yang indah akan selamanya terkesan bahagia?<br>Rasa dan kefaktaannya, sepertinya tidak, mestinya terkesan haru juga.</p><p>Dunia, dunia adalah wadah sekalian perasaan dan harapan<br>Bertebaran dan tumbuh dimana-mana<br>Maka sangat wajar jika ada perasaan dan harapan yang sama di setiap tempat<br>Karena segala peristiwa adalah sebuah kejadian yang diulang dengan motif berbeda.</p><p>Sekarang orang sibuk berlomba<br>Demi diri maupun demi sebuah kelompok<br>Tanpa menengok di belakang bahu<br>Bagaimana jiwa akan menopang kegelisahan.</p><p>Aku merasa gerah di malam yang hening<br>Dan aku merasa kedinginan di siang yang terik<br>Orang-orang berteriak di Taman surga<br>Dan orang-orang terdiam di Kamar neraka.</p><p>Kupandangi dua jendela yang berdampingan<br>Namun pemandangan yang kuamati sangat berbeda<br>Sisi kiri terlihat orang-orang berkelahi dengan binatang agar bisa menuju sebuah istana<br>Sedangkan sisi kanan terlihat orang-orang saling berkelahi di dalam istana.</p><p>Aku terlalu polos memahami semantik ini<br>Karenanya aku hanya bisa menangis di depan pintu istana itu<br>Dan harus pasrah terseret roda kebodohan<br>Menuju istana berdalam neraka.</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Muhammad Andi Fitrahman, mahasiswa <span>Sastra Indonesia FIB 2016.</span></span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/antara/baca </link>
<guid> antara </guid>
<pubDate> Sat, 27 Jan 2018 11:58:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/antara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yGZwzlzA3z.png" />
					</figure>
			                <h1>Antara</h1>
			              </header>
			              <p>Hari ini tak tampak petang<br>Sama seperti kemarin<br>Sehelai milikmu gugur dipunggungku<br>Tidak di pundakku</p><p>Jemariku memang sudah penuh<br>Sama seperti kemarin<br>Rona bibirmu mendekap di kening<br>Tapi tidak di bibirku</p><p>Sorot malam yang sendu, yang masih berpikir<br>Kepada sela yang juga terlihat tak sudi<br>Mengantar samarnya bayang yang masih sedikit sudi<br>Dan melukis; kau layu, lalu semu</p><p><strong><em>Ditulis oleh Sintya Alfatika Sari, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dia/baca </link>
<guid> dia </guid>
<pubDate> Sat, 27 Jan 2018 12:08:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: themiscellany.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KfW3XW0Je2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dia</h1>
			              </header>
			              <p>Dia, orang yang lengkap fisiknya<br>Tiada yang kurang padanya<br>Semuanya dia punya<br>Tiada cacat yang nampak padanya</p><p>Tapi seiring berjalannya masa<br>Ada yang berbeda dengannya<br>Ada apa dengan dirinya<br>Mengapa cacat timbul padanya</p><p>Dia tak dapat melihat padahal memiliki mata<br>Dia punya hati tapi tak dapat merasa<br>Dia tak dapat mendengar padahal memiliki telinga<br>Dia punya mulut tapi tak dapat berbicara</p><p>Ada apa dengannya, Tuhan?</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Anissa Dwi Aprilia, mahasiswa <span>Sastra Inggris FIB 2016.</span></span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rindu dan Kecewa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rindu-dan-kecewa/baca </link>
<guid> rindu-dan-kecewa </guid>
<pubDate> Sun, 28 Jan 2018 03:59:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rindu-dan-kecewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wBvvUM50T4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rindu dan Kecewa</h1>
			              </header>
			              <p>Rindu<br>Menerjang embun bersama mentari<br>Membekas dalam harapan<br>Menatap jiwa penuh kekosongan</p><p>Akan kah engkau kembali<br>Mengobati rasa ini<br>Rasa berselimut duka<br>Membakar hingga tak tersisa</p><p>Inilah ujungku dalam cerita<br>Maju mundur bersama alurnya<br>Membuka hati yang hampa<br>Tetapi tertutup dengan kata kecewa</p><p><strong><em>Ditulis oleh Taufik Noor, mahasiswa Ilmu Kehutanan Fahutan 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bisikan Alam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bisikan-alam/baca </link>
<guid> bisikan-alam </guid>
<pubDate> Sun, 28 Jan 2018 04:08:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: pixarbay.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bisikan-alam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9FGOqhwD6N.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bisikan Alam</h1>
			              </header>
			              <p>Di bawah sinar rembulan yang tersipu malu<br>Alam seolah olah berkata padaku<br>Coba pandangi semesta ini<br>Apa mungkin Tuhan menciptakan manusia<br>Hanya untuk terpenjara dalam satu ruangan, membanting tulangnya,<br>Kemudian lupa untuk menikmati hidupnya<br>Kurasa kau dikirim ke dunia ini untuk tujuan yang lebih besar dari itu<br>Kurasa kau dikirim ke dunia ini bukan hanya terjebak dalam rutinitas semu itu<br>Beranikan diri untuk melihat keluar<br>Karena hidup pun hanya sekali<br>Jangan hidup dimana ketakutanmu menguasaimu<br>Maka jangan hanya terjebak dalam duniamu saja<br>Jadi, luangkanlah waktumu sejenak<br>Nikmati senyum kecil di dalam harimu<br>Bersyukurlah, entah apa pun itu<br>Akhir sebuah perjalanan kehidupan adalah kembali pada tanah jua</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Lova Daniel Simatupang, mahasiswa <span>Sastra Indonesia FIB 2017.</span></span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> La Sina, Dulu Cleaning Service, Kini Siap-Siap Guru Besar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/la-sina-dulu-cleaning-service-kini-siap-siap-guru-besar/baca </link>
<guid> la-sina-dulu-cleaning-service-kini-siap-siap-guru-besar </guid>
<pubDate> Sun, 28 Jan 2018 07:22:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok La Sina, pernah jadi cleaning service, sekarang akan menyongsong gelar guru besar. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/la-sina-dulu-cleaning-service-kini-siap-siap-guru-besar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7BOO830F29.jpg" />
					</figure>
			                <h1>La Sina, Dulu Cleaning Service, Kini Siap-Siap Guru Besar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> La Sina sedang duduk santai di dalam ruang berukuran 4x3 meter saat ditemui <em>Sketsa,</em> Selasa, (23/1) di rumahnya di Jalan Delima Dalam. Ruang itu sengaja difungsikan sebagai tempat kerja, termasuk menjamu beberapa mahasiswa yang sedang ia bimbing skripsinya.</p><p style="text-align: justify;">Setiap bagian ruang didominasi cat warna jingga, tampak selaras dengan baju yang ia kenakan malam itu. Di sisi-sisi ruangan tertumpuk beberapa buku dengan judul berbagai disiplin ilmu hukum hasil karyanya. Paling mencolok -- dan mencuri perhatian-- ialah terpajangnya dokumentasi ia bersama Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.</p><p style="text-align: justify;">Pria kelahiran Buton, 1961 ini sekarang sedang mempersiapkan diri jadi dosen bertitel &lsquo;guru besar&rsquo; berikutnya yang dimiliki Unmul dengan <em>background</em> dari Fakultas Hukum (FH).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya. Sekarang saya sedang berusaha memenuhi persyaratan, dan menyusun jurnal (internasional terindeks <em>Scopus</em>). Insyaallah akhir 2018 atau awal 2019 titel (guru besar) itu sudah pada saya,&rdquo; bocornya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, ia mengampu jabatan Ketua Program Pascasarjana FH sejak 2014. Sebelumnya, ia menjabat dekan FH pertama terhitung sejak periode 2005-2009 dan 2009-2013 sejak FH resmi berdiri jadi fakultas sendiri yang mana sebelumnya menjadi satu dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.</p><p style="text-align: justify;">La Sina, begitu ia disapa, memiliki jejak mentereng sebagai akademisi FH. Namun, dibalik berbagai torehan yang ia ukir, terselip banyak perjuangan keras. Bahkan saat era kampus Unmul masih &lsquo;hutan rimba&rsquo; tahun 1980-an, ia pernah bekerja sebagai <em>cleaning service</em> di FKIP Gunung Kelua dengan golongan 1B.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kuliah di Fakultas Hukum Untag (Universitas 17 Agustus) dan menyelesaikan sarjana saya pada tahun 1987. Sambil kuliah, saya kemudian melamar kerja di Unmul, dan 1 April 1982 saya memulai pekerjaan saya dangan tugas memasak air panas, menyapu, dan bersih-bersih di FKIP,&rdquo; ucapnya sembari mengenang memori masa mudanya sekitar 40 tahun silam.</p><p style="text-align: justify;">Sejak itu, rintisan karier terus dilanjutkan, La Sina terus melangkah maju. Ia diikutkan pendidikan satpam, dan kemudian diangkat jadi kepala satpam berstatus PNS di Gedung Rektorat. Rentetan karier La Sina naik tahun 1994 saat ia diminta menjadi bagian dari tim pembinaan aparatur negara Unmul. Bekal sarjana hukum di Untag membuatnya diangkat ke Bagian Kepegawaian yang saat itu dikepalai (almarhum) Hasan Said.</p><p style="text-align: justify;">Terus berkembang, tahun 1996 La Sina kembali dipromosikan menjadi sekretaris Korpri Unmul. Lalu naik lagi jadi Kepala Sub Bagian Akademik di FPIK tahun 2000. Pada tahun yang sama, La Sina menimba ilmu lebih dalam dengan kembali kuliah S2 di UGM dan lulus tahun 2002. Setelah lulus, ia mengajukan permohonan pindah tugas ke FISIP sebagai dosen.</p><p style="text-align: justify;">Dari langkah inilah cikal-bakal FH mulai berdiri. Ilmu Hukum yang saat itu menjadi salah satu prodi di FISIP kemudian diperjuangkan La Sina untuk bisa berdiri sendiri menjadi sebuah fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berjuang dan kelola terus menerus hingga akhirnya bisa mandiri dan berpisah lalu menjadi fakultas pada tahun 2003,&rdquo; ungkapnya bersemangat sembari menyodorkan tiga carik kertas berisi <em>curriculum vitae</em> miliknya.</p><p style="text-align: justify;">La Sina berkisah, setelah berhasil memperjuangkan FH jadi fakultas yang otonom, ia dipercaya menjadi dekan. Menginjak usia 44, ia resmi terpilih menjadi dekan dua periode sedari 2005-2009 dan 2009-2013. Sebelum resmi menanggalkan jabatan, ia berinisiatif membuat konsep program S2 Hukum dan mengajukan proposal langsung ke rektor Unmul saat itu: Zamruddin Hasid.</p><p style="text-align: justify;">Singkat kisah, bersama rektor, ia berangkat ke Jakarta agar proposal S2 Hukum diterima. <em>Ending</em> usulan itu akhirnya menuai keberhasilan. Pasca demisioner dari jabatan dekan FH, ia kembali diberikan amanah sebagai Ketua Program Pascasarjana.</p><p style="text-align: justify;">Berkaca pada rekam jejak karier yang dahulu pernah jadi <em>cleaning service</em>, La Sina berucap kalau ia tak punya bayangan jika kinerjanya akan bermuara pada jabatan dekan selama dua periode.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak sama sekali, dulu yang saya tahu hanya bekerja di bawah perintah,&rdquo; sahutnya lugas.</p><p style="text-align: justify;">Setelah panjang mengulik dan menceritakan masa lalunya, La Sina mulai berbicara tentang masa depan. Menanggapi Unmul yang sudah meraih akreditasi A, ia berpesan agar prestasi itu jangan terlalu dibangga-banggakan. Karena salah sedikit, bisa jatuh, dan kalau jatuh pasti malu. Baginya, yang paling penting ialah mempertahankan capaian itu agar Unmul tetap eksis dengan akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya&nbsp;<em>Sketsa&nbsp;</em>tentang moto hidup, akademisi yang pernah menjejakkan kaki di lima negara ini mulai berkata bijak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hargailah orang lain jika ingin dihargai. Curigailah diri sendiri sebelum mencurigai orang lain,&rdquo; sebutnya sembari mengembangkan raut wajah untuk tersenyum.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya pesannya untuk memotivasi mahasiswa Unmul, La Sina kembali memutar memori masa lalunya, bahkan sedikit mengulik masa lalu sebelum dia bekerja di FKIP Gunung Kelua.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat berharap mahasiswa dapat terdorong dari informasi yang <em>Sketsa</em> gali saat ini. Saya merantau ke Samarinda saat masih SMP kelas 3 menggunakan kapal layar selama 14 hari tanpa orang tua. Melanjutkan pendidikan di SMP 17 dan SMA 1. Pada usia 21, saya sudah menjadi ketua RT. Dengan kata lain, berjuanglah jangan sampai putus asa. Semoga pengalaman pahit saya bisa dijadikan contoh,&rdquo; tutupnya.&nbsp;<strong>(<em>dan/nul/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kata Mentari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kata-mentari/baca </link>
<guid> kata-mentari </guid>
<pubDate> Sun, 28 Jan 2018 07:33:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kata-mentari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uLxk4Mrols.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kata Mentari</h1>
			              </header>
			              <p>Matahari mulai menyusuri langit, &quot;cepat kejar dunia&quot;. Binatang dan manusia sibuk mencari asupan. Tetes kepiluan mulai bertebaran.</p><p>Sinarnya menyadarkan kemunafikan, suara Si besar terdengar dibalik keringat. &quot;Dasar benalu, &quot; bisik mentari.</p><p>&quot;Harus berdasi biar dipandang, &quot; kata Si Tua. Tuhan berbisik lewat suara langit mengatakan &quot; kuatlah&quot;.</p><p><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><span><em><strong>Esty Pratiwi Lubarman, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2017.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sabtu Hanya Bermain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sabtu-hanya-bermain/baca </link>
<guid> sabtu-hanya-bermain </guid>
<pubDate> Sun, 28 Jan 2018 11:52:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu permainan yang dimainkan Sketsa saat Family Time di Halaman Auditorium Unmul. (Sumber: Shafira Pandu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sabtu-hanya-bermain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YAuiS2JETj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sabtu Hanya Bermain</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Suasana kampus Unmul Gunung Kelua pada Sabtu pagi kemarin memberikan ruang bagi lengang untuk bertahan lebih lama. Orang-orang melewati kampus seperti distrik yang tak menarik dan kau tidak perlu singgah apabila tak mempunyai urusan.</p><p style="text-align: justify;">Tapi tidak dengan <em>Sketsa</em>, yang lebih punya urusan pagi kemarin. Kami mengadakan kegiatan piknik kecil-kecilan di halaman Auditorium. <em>Backdrop-backdrop</em> bekas kegiatan digelar untuk dijadikan alas duduk. Masing-masing yang datang diwajibkan untuk membawa makanan ringan, sebelum nanti dimakan bersama-sama.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan piknik ini dinamai <em>Family Time</em> (Fame). Tujuan dilakukannya kali ini adalah untuk mengakrabkan diri dengan anggota 11 yang baru saja bergabung dengan <em>Sketsa</em>. Ariani Maya Aprilia Tinambunan membuka kegiatan. Ia memberitahu bahwa fame kali ini isinya adalah: bermain.</p><p style="text-align: justify;">Gim pertama adalah permainan konsentrasi yang diberi nama Hitam Hijau. Shafira Panduwinata sebagai koordinator menjelaskan gim ini dimainkan oleh dua orang yang saling berhadapan. Tangan kiri mesti dilipat dan dijatuhkan ke siku kanan, sementara tangan kanan membentang ke depan. Tangan kiri berarti hijau dan tangan kanan adalah hitam. Setiap operator permainan menyebut &ldquo;hi-&ldquo; apa saja, maka gerak perpindahan wajib menyesuaikan dengan arahan yang keluar.</p><p style="text-align: justify;">Selain konsentrasi, kunci agar tidak kalah dari permainan ini: kau tidak boleh melihat gaya si operator. Itu mudah mengganggumu. Empat orang ditemukan kalah dalam permainan ini. Mereka yang kalah diganjar untuk mengacungkan jempol di jalan selama 30 detik. Sialnya, kampus sepi karena setelah 30 detik tidak ada kendaraan yang lewat.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke permainan kedua: Serbet Air. Masih gim berpasangan, bedanya kali ini lebih menonjolkan kerja sama tim, keseimbangan, dan kecepatan. Serbet dipegang oleh dua orang lalu satu gelas plastik berisi air dituangkan dan ditaruh di atas serbet.</p><p style="text-align: justify;">Kelihatannya mudah sampai ternyata kau sadar tak sabar dan itu air di dalam gelas itu tumpah berkali-kali. Kali ini, yang kalah diminta untuk mengacungkan jempol lagi dipinggir jalan. Hukumannya masih sama karena yang sebelumnya belum ada masuk <em>Instagram Stories</em>.</p><p style="text-align: justify;">Permainan ketiga adalah Benar-Benar-Salah. Permainan konsentrasi yang masih melibatkan tim, setiap tim diminta berbaris dan menyesuaikan arahan dari operator. Aturan mainnya sederhana cukup ikuti rumus yang disampaikan operator, lalu sesuaikan dengan arahan yang diminta. Arahan dari operator cuma mundur dan maju, tapi rumusnya membuat repot. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika rumus operator adalah benar-salah-benar dan arahan yang diberikan adalah maju-mundur-maju. Maka mestinya sebagai pemain yang harus dilakukan adalah mundur-maju-mundur. Rumus dan arahan selalu berbeda dalam tiap satu kesempatan. Dua orang ditemukan kalah dalam permainan ini dan sebagai hukumannya mereka diminta berjaga untuk permainan petak umpet.</p><p style="text-align: justify;">Permainan terakhir adalah Karet. Bukan, bukan diminta untuk menyadap pohon karet. Permainan tim ini mengharuskan sebuah tim memindahkan karet dari sedotan masuk ke dalam batang kecil yang telah dipacak di tanah dengan jarak satu depa. Satu orang bertugas memindahkan karet tersebut sedangkan sisanya memegang badan kawannya agar tidak jatuh.</p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak ada hukuman untuk yang terakhir ini. Perut keburu lapar dan kami segera menyantap makanan yang sudah dibawa. Beberapa sudah ada yang mengincar makanan yang dibawa oleh teman yang lain. Senda gurau yang berisi ulasan permainan hingga pengalaman meliput ini dan itu. Setelah panjang tertawa, kami berkemas lalu pulang dengan akhir pekan yang masih tersisa untuk diri sendiri dan tentu saja tugas liputan (dan menyiapkan sajian istimewa yang akan kami suguhkan untuk pembaca <em>Sketsa</em> akhir Januari ini). <strong>(<em>wal/aml</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Giur Kompensasi Predikat Guru Besar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/giur-kompensasi-predikat-guru-besar/baca </link>
<guid> giur-kompensasi-predikat-guru-besar </guid>
<pubDate> Mon, 29 Jan 2018 11:07:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Abdunnur Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan. (Sumber: Uswatun Hasanah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/giur-kompensasi-predikat-guru-besar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lkIt7AQp3W.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Giur Kompensasi Predikat Guru Besar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kehadiran guru besar atau lebih dikenal dengan sebutan profesor di perguruan tinggi tentu memengaruhi akreditasi, tak terkecuali bagi Unmul. Memiliki gelar tinggi ini tentu diimbangi dengan peran serta kewajiban lebih berat dibanding gelar dosen biasa. Profesor harus membina dosen muda dalam bidang keilmuannya dan menghasilkan buku maupun jurnal minimal 1 kali dalam 2 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Perguruan tinggi memiliki stratifikasi jabatan fungsional. Mulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala dan yang tertinggi ialah profesor. Tentunya dengan adanya stratifikasi tersebut akan berpengaruh terhadap remunerasi dan tunjangan yang diterima.</p><p style="text-align: justify;">Remunerasi merupakan jumlah total insentif yang diterima oleh pegawai sebagai imbalan dari jasa yang telah dikerjakannya. Sedangkan tunjangan, sebagaimana tertuang jelas pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Nomor 20 tahun 2017 terdapat dua jenis tunjangan bagi profesor, yakni tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan profesor. Jika di total, maka seorang profesor akan mendapatkan 3 jenis kompensasi sekaligus termasuk remunerasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tunjangan sertifikasi dosen dan tunjangan kehormatan guru besar itu dibayar APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), kalau remunerasi dibayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dari universitas, sehingga kita akan membayar kalau ada kinerjanya,&rdquo; papar Abdunnur Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan kepada <em>Sketsa</em> (26/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Di balik giurnya kompensasi yang diberikan, ada pil pahit yang harus siap diterima jika profesor tak memenuhi kewajibannya. Pemberhentian sementara terhadap tunjangan kehormatan jadi pilihan jika tidak dapat menghasilkan karya tulis ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, untuk memantau kinerja profesor, Menristekdikti mengeluarkan surat edaran kepada seluruh perguruan tinggi pada 2017 lalu untuk mengumpulkan daftar guru besar. Namun Abdunnur menyayangkan hingga saat ini belum ada keputusan resmi atas pemberhentian sementara terhadap tunjangan kehormatan profesor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Guru besar yang tidak memiliki kinerja, walaupun guru besar bisa saja tidak mendapatkan remunerasi. Kalau tunjangan sertifikasi dosen dan tunjangan kehormatan tetap dapat, belum ada <em>punishment</em>. Padahal pemerintah bilang kalau kewajibannya tidak terpenuhi tidak bisa dibayarkan harusnya. Harusnya,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyatakan jika data berupa daftar guru besar tersebut telah dikumpul, namun hanya sebagai <em>database</em>. Bukan untuk dieksekusi sebagai bentuk tindak lanjut. (<strong><em>snh/omi/adl</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Perempuan Samarinda Rilis Aksi Pencerdasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aliansi-perempuan-samarinda-rilis-aksi-pencerdasan/baca </link>
<guid> aliansi-perempuan-samarinda-rilis-aksi-pencerdasan </guid>
<pubDate> Tue, 30 Jan 2018 09:49:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Perempuan Samarinda bersama Komunitas Perempuan Indonesia Sehat (KPIS) Samarinda serta berbagai lembaga eksternal maupun internal Kampus Unmul. (Sumber foto: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aliansi-perempuan-samarinda-rilis-aksi-pencerdasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PQ480yFbmi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Perempuan Samarinda Rilis Aksi Pencerdasan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pada Minggu, 28 Januari 2018 pukul 06.00-10.00 telah terselenggara aksi pencerdasan dan galang petisi oleh Aliansi Perempuan Samarinda yang diinisiasi oleh Komunitas Perempuan Indonesia Sehat (KPIS) Samarinda serta keterlibatan dari berbagai lembaga eksternal maupun internal Kampus Unmul, seperti LKPI, KMM Al Jazaari, BEM FAPERTA UNMUL, BEM FKM UNMUL, LD MBU FPIK, BEM FEB UNMUL, GARAP KALTIM, PUSDIMA UNMUL, LDF An Nuur, FSLDK KALTIM-KALTARA, KAMMI KALTIM-KALTARA, KAMMI Samarinda, KAMMI UNMUL, BEM FKIP UNMUL, LDKm Al hijrah, NAPAS Samarinda, BEM KM UNMUL, BMI Samarinda, Insan Kamil, GAMAMUS Teknik, LDK CESIMA UWGM dan DPM FKIP UNMUL.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam aksi pencerdasan, kami juga menggalang petisi untuk mengetahui pandangan masyarakat Samarinda mengenai permasalahan saat ini. Telah terkumpul sebanyak 427 suara dari masyarakat yang bersedia mengisi petisi ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aksi pencerdasan ini merupakan bentuk kegelisahan kami mengenai permasalahan moral yang ada saat ini, khususnya pornografi, <span>lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT)</span> dan miras atau minuman keras.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pornografi sangat merusak moral, bahkan otak secara biologis. Kerusakannya 2 kali lebih merusak dibandingkan NAPZA pada otak manusia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Untuk LGBT, kami menolak perilaku LGBT tersebut karena tidak sesuai dengan fitrah manusia dan merupakan kelainan psikologis. Namun, di sini kami tidak ingin mendiskriminasi individunya. Kami menolak perilaku LGBT-nya dengan harapan LGBT ini bisa melakukan terapi. Selain itu, perilaku LGBT juga berdampak pada penyebaran penyakit menular seksual.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Miras sudah sangat jelas merugikan tubuh. Harapannya miras ini bisa dihentikan peredarannya. Miras menimbulkan dampak negatif bagi berbagai organ dalam tubuh manusia. Selain itu dapat mengganggu pikiran dan menghilangkan akal.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ketiga hal di atas memiliki andil yang besar dalam kerusakan moral bangsa. Seperti yang kita ketahui bahwa kondisi bangsa hari ini menentukan kondisi bangsa di masa depan. Kami tidak ingin Indonesia kehilangan generasi penerus yang berkualitas dari permasalahan moral seperti ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh <strong><em>Nur Ahlina Hanifah,&nbsp;</em></strong>perwakilan Aliansi Perempuan Samarinda.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kompetisi Robotik, Orcaella Siap Lawan 90 Universitas Dunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kompetisi-robotik-orcaella-siap-lawan-90-universitas-dunia/baca </link>
<guid> kompetisi-robotik-orcaella-siap-lawan-90-universitas-dunia </guid>
<pubDate> Wed, 31 Jan 2018 06:36:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim Orcaella akan ambil bagian lagi di Indonesia Chem-E- Car Competition (ICECC), 25-28 Maret di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). (Sumber foto: Maharani Ramadhanty) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kompetisi-robotik-orcaella-siap-lawan-90-universitas-dunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JssAW1O3mk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kompetisi Robotik, Orcaella Siap Lawan 90 Universitas Dunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Senin (29/1) pukul 14.00 Wita, setelah salat zuhur, Muhammad Adam Rizky Syawalian kembali menuju Laboratorium Kimia Fakultas Teknik Unmul. Saat memasuki ruangan, ia tidak sendirian, beberapa rekan sudah mondar-mandir dengan kesibukkan masing-masing. Ada yang memakai baju santai termasuk dirinya, ada pula yang berseragam putih jas laboratorium.</p><p style="text-align: justify;">Saat banyak mahasiswa Unmul asyik liburan semester, ia serta rekan tak jemu-jemu menyambangi laboratorium. Hari ini, kemarin, beberapa hari lalu, dan dua bulan ke depan pun akan terus demikian.</p><p style="text-align: justify;">Bulat sudah tekad ia serta rekan untuk menggadai libur semester kali ini demi proyek mobil kimia yang mereka garap demi ikut dua ajang lomba <em>Chem-E-Car</em> berskala internasional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari pagi sampai malam. Sampai ada yang menginap pun tidak masalah. Setiap hari persiapan, jadi liburan semester ini benar-benar seperti kuliah rasanya,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Adam, begitu ia akrab disapa, berbagi cerita ke <em>Sketsa</em> tentang proyek yang kini Orcaella --nama tim ini-- garap. Orcaella akan ambil bagian lagi di Indonesia <em>Chem-E- Car Competition</em> (ICECC), 25-28 Maret di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Lalu di tanggal 28-30 Maret, Orcaella akan langsung terbang ke Negeri Jiran mengikuti Malaysia <em>Chem-E- Car Competition</em> (MCECC).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kita buat dua mobil,&rdquo; kata Adam. &ldquo;Tahun lalu (2017 juga) ikut di ITS karena untuk pertama kali Unmul ikut lomba itu. Tahun ini akan coba di dua lomba karena jadwalnya berbarengan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Belajar dari Tahun Lalu</strong></p><p style="text-align: justify;">2017 lalu, Orcaella jadi tim pertama dari Unmul yang bisa ikut kontes mobil kimia berunsur robitik di ajang ICECC. Lawan tangguh semisal UGM, UI, ITB, dan ITS, sang tuan rumah siap menggilas Unmul yang berniat menorah tinta emas.</p><p style="text-align: justify;">Di hari <em>race</em>, semua tim bersiap untuk menang, namun saling adu mobil kimia bukan untuk cepat-cepatan, tapi mencapai ketepatan. Juri dan penyelenggara lempar dadu guna menentukan jarak tempuh, dan jarak 13 meter akhirnya tersepakati. Semua tim diberikan waktu untuk mengukur jalannya mobil kimia mereka agar berhenti tepat di jarak yang ditentukan juri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi tantangannya adalah kita harus menghitung takaran bahan kimia untuk membuat mobil itu berhenti tepat di jarak 13 meter,&rdquo; sebut Adam.</p><p style="text-align: justify;">Tim yang membawa maruah Unmul ini mampu menyita atensi seluruh tim peserta saat berhasil mengunci peringkat 4 besar di <em>race</em> pertama. Jarak 9 meter dari 13 meter berhasil ditempuh. Tim dari ITB pun ada di bawah Orcaella, bahkan keberhasilan itu kian berkesan saat mengungguli torehan sang juara ICECC tahun 2016: UGM.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun kisah manis di <em>race</em> pertama harus berakhir kecut di race kedua. Mobil kimia rakitan Adam dan tim mereka harus tercecer hingga ke peringkat 10. Orcaella meratapi nasib dan harus puas dengan hasil tersebut, sedang ITS --yang juga tuan rumah-- keluar sebagai kampiun.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nama ITS yang &ldquo;Amat&rdquo; Superior</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena musuh kita tim dari ITS,&rdquo; kata Adam dengan gimik kagum bercampur segan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian mengorek lebih jauh keterangan Adam perihal kelebihan mobil kimia milik ITS yang tidak dimiliki Unmul. Selain faktor <em>human error</em> ITS yang cenderung minim, jawaban yang keluar dari mahasiswa angkatan 2013 ini justru mengejutkan dan terkesan menggelitik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi bodi mobil mereka itu akrilik, sedang mobil kita bahan dasarnya karton yang dilapis-lapis. Kabel dan solder mereka bagus sekali, sedang kita pakai solder yang manual.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Maklum, ITS adalah kampus yang amat &ldquo;diwanti-wanti&rdquo; Adam sebagai kompetitor terberat pada ajang ICECC 2018. Alasannya jelas, mereka adalah juara bertahan pada tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, prestasi ITS diajang internasional juga mengerikan. Terbaru, ITS sukses meraih predikat mentereng, juara 1 lomba mobil kimia yang tergelar di Amerika Serikat sebagai negara pelopor lomba serupa yang kemudian diikuti berbagai negara lain di dunia-- Desember 2017 lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu mereka cuma berselisih 2 sentimeter dari garis<em>&nbsp;finish</em>,&rdquo; heran Adam.</p><p style="text-align: justify;">Sontak, prestasi terbaru ITS itu kian membuat nama kampus tersebut amat superior. Hal lain yang menjadi kekuatan utama ITS adalah segala macam bahan yang ada di mobil mereka. Adam pun mengakui mantapnya mobil mereka dengan satu kata takjub: <em>wow</em>. Keperkasaan tim ITB itu membuat ada ia dan tim untuk bisa <em>break the limit</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada kata sudah untuk (mempersiapkan) keakuratan. Sampai H-1 pun kita terus mencoba untuk benar-benar akurat,&rdquo; ujarnya mengucap tekad.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Asa Tahun Kedua Orcaella Menantang Dunia</strong></p><p style="text-align: justify;">Ikut sertanya Orcaella dalam MCECC di Negeri Jiran amat diperhitungkan Adam dan tim. Alasan level lomba yang kian meningkat adalah landasan utamanya. Bahkan dibanding keikutsertaan di ICECC 2017 lalu, ajang ECECC 2018 di Malaysia akan menyajikan peserta yang jumlahnya hampir tiga kali lipat lebih banyak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun lalu saya dengar itu 70 universitas dari seluruh dunia. Tahun ini saya dengar sampai 90.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar inilah, Adam dan tim rela menggadai waktu libur semester agar persiapan kian matang menuju perlombaan. Saat ini progres rakitan mobil kimia mereka sudah mencapat 70 persen dan untuk persiapan keakuratan terus menerus diperhitungkan.</p><p style="text-align: justify;">Mobil kimia yang akan diterjunkan untuk dua lomba tersebut juga berbeda. Khusus pada ICECC 2018, tim telah merakit mobil dengan unsur elektro kimia. Mobil rakitan Adam dan tim terbilang rumit karena harus menghentikan dan menggerakkan mobil dengan kombinasi dua reaksi kimia: <em>iodine clock</em> dan baterai penggerak berbahan dasar kimia.</p><p style="text-align: justify;">Sedang mobil bertenaga tekanan yang akan dilombakan pada ECECC 2018 tergolong mobil paling simpel. Campuran antara H2O2 dan zat katalis akan menghasilkan tekanan yang akan membuat turbin bergerak, dan secara otomatis membuat mobil kimia dapat berjalan maju.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mobil untuk lomba di ITS itu berhenti berkat reaksi kimia. Kalau mobil untuk lomba di Malaysia itu sampai gas benar-benar habis,&rdquo; bocornya.</p><p style="text-align: justify;">Meski terus berproses mempersiapkan mobil kimia, ada satu masalah klasik yang membayangi partisipasi Orcaella dalam dua ajang tersebut: anggaran. Alasan klasik ini pula yang jadi kendala besar tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">Meski bantuan dari birokrat di fakultas semisal dekanat, prodi, hingga hima (Himatekim) pun ada bentuknya, namun semua bantuan tersebut belum menutupi operasional tahun lalu yang bahkan mencapai defisit.</p><p style="text-align: justify;">Karena itulah, Adam memiliki harapan agar birokrat mempermudah bantuan anggaran agar kelak persiapan dan hasil akhir yang diraih tim pada tahun-tahun mendatang bisa lebih maksimal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misal di ITK yang kampus Teknik-nya tergolong baru, kepala tim mereka baru mempresentasikan rencana saja, sudah diberi anggaran Rp8 juta,&rdquo; sebutnya memperjelas maksud &lsquo;mempermudah&rsquo; tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ia berpendapat, jika ke depan anggaran telah dipermudah, Orcaella siap dan tak ragu untuk ikut ambil bagian dalam ajang <em>Chem-E- Car&nbsp;</em>diberbagai negara semisal Thailand, Australia, hingga Hong Kong. <strong>(<em>dan/mrf/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membaca Diskriminasi Seorang Kaprodi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca </link>
<guid> membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi </guid>
<pubDate> Wed, 31 Jan 2018 12:33:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diduga adanya tindakan diskriminasi antara kaprodi dengan mahasiswa. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NzE3dGWxAc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membaca Diskriminasi Seorang Kaprodi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ketika keluar dari ruang Sistem Informasi Akademik (SIA), yang ada di kepala Pingkan, bukan nama sebenarnya, hanya satu: menemui dosen pengampu mata kuliah yang memberinya nilai E. Ia masih terguncang berat.</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa itu terjadi sekitar akhir Desember 2017, ketika Pingkan hendak mengurus transkrip nilai untuk memenuhi syarat magang di sebuah instansi. Ia ingat betul sudah mengumpul tugas UAS, menandatangani lembar DPNA sewaktu menyerahkan tugas, nilai UTS-nya pun termasuk unggul di kelas dengan angka 90. Ia juga rutin hadir sesuai jadwal perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, kenapa bisa nilai mata kuliah itu tertulis 0? Seolah-olah aku enggak kuliah, enggak ikut teori,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Pingkan mendatangi SIA dengan maksud ingin memastikan kebenaran nilai itu, setelah sebelumnya berkali-kali mengecek sendiri di portal dan bagian akademik. Awalnya ia mengira nilai 0 hanya kesalahan sistem. Ia menuturkan, mata kuliah itu memang sempat bermasalah.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada Juli 2017, ada tujuh mahasiswa yang tugasnya hilang dan terancam dapat nilai jelek, termasuk Pingkan. Namun setelah ditelusuri ternyata tugas tujuh mahasiswa itu ada di tumpukan tugas kelas lain, termasuk tugas Pingkan. Kendalanya saat itu Pingkan tidak mengecek langsung, ia sedang menjalani masa KKN di luar Samarinda. Kabar bahwa tugasnya telah ditemukan itu disampaikan oleh kawannya yang menetap di Samarinda. Betapa terkejut ketika nilai keluar, Pingkan tahu bahwa hanya dia seorang yang mendapati nilai E.</p><p style="text-align: justify;">Di SIA, Pingkan mengaku dilayani dengan cara yang kurang ramah. Tiap pertanyaan yang ia sampaikan dijawab ketus. Saat minta untuk diperlihatkan data nilainya di monitor, nama Pingkan tidak ada. Ternyata oleh petugas SIA yang dicek itu mata kuliah semester empat, padahal mata kuliah yang dimaksud Pingkan ada di semester enam dan ketika dicek menunjukkan huruf E dan angka 0.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, map yang dibawa Pingkan sempat terjatuh dari tangannya. Hal tersebut direspons keras oleh petugas SIA dengan memarah-marahi Pingkan dengan sebutan tidak sopan. Petugas tersebut berkata, &ldquo;Tidak usah banting-banting kalau tidak terima.&rdquo; Perdebatan antara Pingkan dan petugas SIA saat itupun tak terelakkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Urusan Nilai Mahasiswa Tidak Lebih Penting daripada Reputasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam gelisah, Pingkan menerima pesan <em>WhatsApp</em> yang dikirim kaprodinya dalam sebuah grup mata kuliah, yang sebelumnya jadi media koordinasi kepanitiaan inti salah satu mata kuliah dan Pingkan tergabung di dalamnya. Pesan itu ia terima tepat sehari setelah berurusan dengan SIA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bilangin ke temanmu yang bernama Pingkan untuk segera menghadap saya!&rdquo; kata Pingkan sambil memperlihatkan tangkapan layar pesan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Besoknya, Pingkan benar menemui kaprodi. Di situ ia kembali jadi bulan-bulanan. Kaprodi menuding Pingkan mahasiswa tidak sopan dan menyebut Pingkan bikin masalah dengan empat orang dosen. Tak cuma itu, ia juga mengatakan telah menerima aduan tiga staf SIA perihal perilaku Pingkan di ruang SIA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kaprodiku bilang, &lsquo;Saya ini udah bagus ya, reputasinya sama SIA. Saya tidak mau hubungan saya dengan SIA jadi tidak baik gara-gara mahasiswa berkelakukan tidak sopan&rsquo;. Kok ini jadi diperlebar gini masalahnya? Padahal aku cuma mau mengurus nilaiku yang dapat E. Lagian waktu aku datang itu (petugas) SIA sendirian, enggak ada orang,&rdquo; kata Pingkan.</p><p style="text-align: justify;">Desember berlalu, tahun berganti, sementara Pingkan masih kepikiran. 11 Januari, setelah mempersiapkan mental dan waktu yang tepat, ia memutuskan untuk menemui dosen pengampu mata kuliah yang bermasalah itu. Ia berharap ada titik terang untuk permasalahannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku bawa dua temanku yang kami sama-sama ngumpulin tugas, mereka jadi saksi. Akhirnya aku dikasih kesempatan buat nyari tugasku di ruang kaprodi. Dosenku itu juga baik. Kita saling bicara dan saling menerima kalau memang ada kesalahan. Beliau juga kaget, kok bisa aku dapat 0,&rdquo; kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati sudah memperoleh izin, Pingkan masih merasa khawatir. Ia lantas memberitahu sikap kaprodi tempo hari kepada dosen ini. Menangkap kegelisahan tersebut, sang dosen langsung menghubungi salah seorang staf kaprodi untuk mengonfirmasi agar Pingkan diberi izin mencari tugas di sana.</p><p style="text-align: justify;">Selepas bertemu dosen itu, Pingkan dan dua temannya bergegas menemui kaprodi. Waktu itu mereka bertolak dari salah satu rumah sakit di Samarinda, karena dosen Pingkan kebetulan juga bekerja di situ. Teman Pingkan tiba lebih dulu di kampus dan langsung menuju ruang kaprodi. Sementara Pingkan datang kemudian, kaprodi tiba-tiba muncul dan langsung berkata, &ldquo;Pingkan (menyebutkan nama lengkap Pingkan), kamu mengulang untuk mata kuliah ini (menyebut mata kuliah).&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku enggak terima dan aku jelaskan aku udah dapat izin. Aku ngerasa dihalangi buat nyari tugas. Kalau tadi pas nyari tugasku enggak ketemu, aku ikhlas dapat E, tapi ini nyari aja belum gitu loh. Tapi kaprodi tetap nolak dengan alasan nanti SIA ribet lagi nginput nilai,&rdquo; keluhnya dengan suara bergetar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Temanku ada yang dengar salah satu staf kaprodi waktu itu bilang, &lsquo;Mungkin udah dibuang kali tugasnya&rsquo;. Padahal dari akademik bilang nilai ini masih bisa diselamatkan, banyak juga kasus kayak gini,&rdquo; lanjut Pingkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengulang dan Solidaritas dari Kawan-Kawan</strong></p><p style="text-align: justify;">Perkara ini membawa Pingkan lebih dekat ke arah depresi. Tampak ada relasi kuasa yang begitu terjal antara seorang mahasiswa dengan jabatan struktural seperti kaprodi. Ia tak cuma bingung, tapi juga takut. Selama beberapa hari Pingkan memutuskan untuk mengurung diri. Pingkan menceritakan masalah ini kepada orang tuanya di tanah kepulangan agar sekiranya turut membantu menyelesaikan masalah yang didera sulungnya ini.</p><p style="text-align: justify;">Orang tua Pingkan yang khawatir menelepon kaprodi dan hanya mendapatkan jawaban tentang anaknya yang bermasalah&mdash;sebagaimana yang disampaikan kepada Pingkan dan dosen pengampu--dan tidak ada tawar-menawar lagi, bahwa sudah jelas Pingkan harus mengulang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku udah enggak bisa ngapa-ngapain lagi. Aku mau ngajuin skripsi, tapi aku takut dimarahin kaprodi lagi. Kan malu. Aku ngerasa dianggap &nbsp;yang paling nakal, padahal ini kan cuma masalah biasa, bukannya nge-<em>drugs</em>, <em>free sex</em> atau apa,&rdquo; tutur Pingkan.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, Pingkan cuma bisa pasrah. Meski merasa hilang semangat kuliah, ia mengaku sudah mengurus KRS dan terpaksa memasukkan mata kuliah bermasalah itu untuk diulang. Namun hingga wawancara bersama dilaksanakan, ia belum kunjung meminta tanda tangan kaprodinya.</p><p style="text-align: justify;">Dukungan moril dari teman-teman dan orang terdekat Pingkan terus mengalir. Bahkan ada salah seorang temannya yang bersolidaritas dengan ikut mengulang mata kuliah dan beberapa yang lain menawarkan beragam bantuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku berharap akan ada pertemuan antara aku, kaprodi, SIA, bagian akademik, dan dosen. Aku mau masalah ini selesai tanpa ada yang jadi korban,&rdquo; katanya. <em><strong>(aml/wal/adl)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Nasib Lembaga Legislatif Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-nasib-lembaga-legislatif-fakultas/baca </link>
<guid> menanti-nasib-lembaga-legislatif-fakultas </guid>
<pubDate> Thu, 01 Feb 2018 12:46:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dwi Luthfi, Ketua DPM KM Unmul 2018. (Sumber: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-nasib-lembaga-legislatif-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/77V0R2yD5x.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Nasib Lembaga Legislatif Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Euforia Pemira fakultas maupun universitas telah lama berlalu. &nbsp;Kini sebagian besar fakultas telah memiliki susunan kepengurusan baru, baik itu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Namun di balik cerita Pemira, ternyata masih ada beberapa fakultas yang belum melakukan pergantian kepengurusan DPM.</p><p style="text-align: justify;">Dwi Luthfi Ketua DPM KM<em>&nbsp;</em>membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan ada beberapa fakultas yang belum melakukan pergantian kepengurusan sebab alasan tertentu di masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Luthfi mengaku telah melakukan koordinasi dengan DPM fakultas bersangkutan. Dari 14 fakultas di Unmul, yang belum memiliki kejelasan mengenai transisi kepemimpinan adalah Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kehutanan (Fahutan), Fakultas Farmasi, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).</p><p style="text-align: justify;">Dari fakultas tersebut, FH dinilai sebagai yang kurang aktif dan jarang memberikan respons dalam sebuah grup LINE yang beranggotakan seluruh ketua lembaga. Terlebih hingga saat ini belum ada komunikasi lanjutan terkait kondisi DPM FH.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang paling minimalis merespons itu dari Fakultas Hukum, terlebih pasca ada masalah Pemira yang berbuntut hingga sekarang, kalau menurut saya masih belum jelas ya,&rdquo; ungkap Luthfi saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>Selasa (30/1), lalu.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, FMIPA memiliki sistem sendiri dalam pergantian di tiap periodenya. Pemira dapat dilaksanakan jika tiap organisasi kemahasiswaan di fakultas ini telah menyelesaikan sidang pergantian kepengurusan. Seperti diketahui, akhir dari Pemira FMIPA ini berujung aklamasi. Hingga saat ini Luthfi belum menerima kabar dilaksanakannya rapat paripurna.</p><p style="text-align: justify;">Adanya tuntutan Surat Keputusan (SK) dari fakultas dalam rangka pelantikan lembaga kemahasiswaan, membuat DPM FMIPA secara formalitas menyerahkan nama ketuanya. Luthfi juga menambahkan, ia tidak tahu apakah yang menghadiri pelantikan pada Kamis (24/1) lalu, merupakan ketua DPM FMIPA yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terakhir sekitar dua minggu yang lalu, itu belum ada paripurna untuk penentuan posisi struktur di DPM FMIPA. Tapi secara formalitas anggotanya pernah cerita ke saya, jika sudah disodorkan ke fakultas ketuanya siapa,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak jauh berbeda dengan FMIPA, Farmasi juga telah tuntas soal Pemira. Meski sidang terhitung lama sejak sebulan ditetapkan hasil Pemira. Bukan tanpa sebab, alasan akademik menjadi salah satu yang menjadikan proses ini berjalan molor.</p><p style="text-align: justify;">Luthfi menuturkan ketika meminta data untuk SK pelantikan, salah satu anggota DPM Farmasi terkejut. Sebab saat itu belum ada yang mengisi posisi ketua DPM. Usut punya usut, DPM Farmasi lakukan perekrutan anggota DPM selang dua hari usai pelantikan di laksanakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya belum tahu siapa ketua baru yang menggantikan, soalnya di grup (<em>LINE</em>) juga tidak ada <em>invite&nbsp;</em>ketua baru dari Farmasi,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Lain cerita dengan DPM di Fahutan. Sejak dua tahun belakangan, ada satu kegiatan yang tidak berjalan berkaitan dengan syarat menjadi anggota Dewan Perwakilan Sylva Mulawarman (DPSM). Di mana harus terlebih dulu mengikuti salah satu pengaderan, dan selama selama dua tahun ini pengaderan tersebut tidak berjalan.Alhasil hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai ketua DPSM.</p><p style="text-align: justify;">Awal Januari, Luthfi mengunjungi sekretariat DPSM dan sempat berbincang terkait tindak lanjut DPSM. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kapan Pemira akan dilaksanakan, dan ada peraturan yang akan diubah menyesuaikan kondisi di Fahutan. Berdasarkan konfirmasi yang diterima Luthfi, Februari ini Fahutan akan memiliki ketua DPSM yang baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi sampai sekarang ketua itu saya kurang tahu, mungkin Suharno saja dan tidak memiliki anggota atau seperti apa. Tidak ada fungsionaris lain selain Suharno,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Langkah yang telah ditempuh DPM KM sejauh ini berupa pemberian saran dan pembicaraan dengan DPM di empat fakultas tersebut, mengenai penyebab macetnya perputaran organisasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Aturan dasar mengenai sanksi yang belum terdefinisi dengan jelas membuat DPM fakultas &nbsp;yang juga belum melakukan periodesasi tidak menerima tindakan apapun. Melihat hal ini, Luthfi mengembalikan sanksi &nbsp;kepada aturan di masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, saya belum terlalu tahu semua aturan yang ada di fakultas. Ini menjadi garapan ke depannya untuk kita menyesuaikan aturan-aturan yang ada di fakultas,&rdquo; ujar mahasiswa FEB ini.</p><p style="text-align: justify;">Terkait perbedaan dampak yang dirasakan tiap fakultas, namun hal yang pasti adalah masa bakti yang akan terpotong dengan lambatnya DPM terganti. Selain itu, hal yang seharusnya dilakukan DPM untuk menjalankan fungsinya kepada lembaga eksekutif juga terhambat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau DPM belum ada yang baru, ya pemberian interpelasi atau keterangan akan macet dan sayang kalau BEM-nya itu tidak ada yang mengawasi. Sehingga harus ada pembenahan aturan,&rdquo;pungkasnya. <strong>(<em>wil/arr/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fokus Pelayanan Teknologi, FEB Siapkan 20 Titik Wi-Fi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fokus-pelayanan-teknologi-feb-siapkan-20-titik-wi-fi/baca </link>
<guid> fokus-pelayanan-teknologi-feb-siapkan-20-titik-wi-fi </guid>
<pubDate> Fri, 02 Feb 2018 12:35:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala IT FEB Unmul Rizky Yudaruddin. (Foto: Eka Rizki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fokus-pelayanan-teknologi-feb-siapkan-20-titik-wi-fi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PMP2Bv1sks.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fokus Pelayanan Teknologi, FEB Siapkan 20 Titik Wi-Fi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Perlahan namun pasti, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul, secara bertahap meningkatkan fasilitas kampus khususnya jaringan internet. Terbukti sejak akhir 2016 lalu hingga saat ini, terdapat penambahan <em>Wireless Fidelity (Wi-Fi)&nbsp;</em>di beberapa titik.</p><p style="text-align: justify;">Kepala IT FEB Unmul Rizky Yudaruddin mengatakan selama Syarifah Hudayah menjabat Dekan FEB, tampak upaya yang berfokus pada peningkatan teknologi. Syarifah ingin semua civitas academica FEB dapat mengakses internet dengan mudah. Bahkan, saat ini setiap organisasi kemahasiswaan yang memiliki sekretariat dan ruang-ruang dosen diberikan masing-masing satu <em>Wi-Fi</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Beliau (dekan) minta dari saya adalah kita ingin semua mahasiswa, dosen dan tenaga administrasi dapat mengakses internet secara adil dan merata,&rdquo; ujarnya saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>Senin (30/1).</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, beberapa ruang kelas telah disediakan <em>Wi-Fi, &nbsp;</em>bahkan kantin difasilitasi dua <em>Wi-Fi</em>. Rizky mengungkapkan jika anggaran telah siap, rencananya akan kembali dipasang sekitar 20 <em>Wi-Fi&nbsp;</em>pada 2018.</p><p style="text-align: justify;">Selain masalah anggaran, faktor lain yang menghambat penambahan jumlah <em>Wi-Fi</em> adalah tegangan listrik yang belum stabil. Terbukti salah satu <em>Wi-Fi</em> yang terletak di gedung tingkat 3 FEB Unmul rusak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu kenapa ibu dekan, menargetkan tahun 2018 ini adalah memasang gardu listrik, karena kuncinya di situ sebenarnya, kalau listrik stabil baru kita mau ganti alat itu,&rdquo; ucap pria yang meraih juara Sosial LP2M <em>Researcher Awards</em> 2017 Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat kampus ramai, mahasiswa kerap kesulitan mengakses <em>Wi-Fi</em> yang tersedia. Seperti yang dialami Wahyu Kuncoro mahasiswa jurusan Manajemen 2016. Ia mengaku kesulitan mengakses internet khususnya pada siang hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya bagus-bagus aja sih, lumayan kencang juga. Cuma kadang kalau udah siang jaringannya makin lemot, terus kadang masuk tapi enggak konek internetnya,&rdquo; ujar Wahyu.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi keresahan tersebut, Rizky mengatakan keramaian bukan penyebab akses jaringan internet jadi lambat. Tapi masalahnya ada pada saluran. Ditambahkan Rizky setiap <em>Wi-Fi&nbsp;</em>hanya mampu diakses 15 perangkat, lebih dari itu, wajar jika melambat.</p><p style="text-align: justify;">Solusinya, kata Rizky, akan diperbanyak titik <em>Wi-Fi&nbsp;</em>yang dapat diakses mahasiswa. Ibarat tandon air yang membuka banyak saluran agar tidak perlu mengantre mengambil air, dengan memperbanyak titik-titik <em>Wi-Fi</em>, mahasiswa tidak perlu lagi berkumpul pada satu titik <em>spot</em>&nbsp;<em>Wi-Fi</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau semakin banyak titik, di sini macet, ya tinggal pindah aja,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(erp/cin/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kucing yang Meminta Makan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kucing-yang-meminta-makan/baca </link>
<guid> kucing-yang-meminta-makan </guid>
<pubDate> Fri, 02 Feb 2018 13:53:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: global.liputan6.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kucing-yang-meminta-makan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YprESBKSFP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kucing yang Meminta Makan</h1>
			              </header>
			              <p>Ia mengintai<br>Perlahan masuk ke kamar<br>Melihat heran, menggeleng kepala<br>Seperti ada sesuatu yang ia tahu,<br>Ini waktu untuk makan.</p><p>Melompat adalah cara yang tepat<br>Mengendus, mengganggu<br>Namun tidak selalu berhasil.<br>Hanya gorden teman yang<br>Bisa membantu.</p><p>Menarik,<br>Mencakar,<br>Sambil berucap,<br>Bangunlah aku lapar<br>Meow!</p><p><strong><em>Ditulis oleh Aulia Agustini, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhirnya Menahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/akhirnya-menahun/baca </link>
<guid> akhirnya-menahun </guid>
<pubDate> Sun, 04 Feb 2018 05:14:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/akhirnya-menahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fLpNXzpvv3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhirnya Menahun</h1>
			              </header>
			              <p>Waktu itu Rabu, aroma angin sedang beda<br>Aku juga beda, karena punya tugas baru<br>Membahagiakanmu, sesederhana itu</p><p>Waktu itu Februari, aku sedang semangat<br>Semangat bertemu kamu yang lain<br>Sambil membuat cerita baru bersama</p><p>Dia bilang, aku harus belajar<br>Kamu bilang, yang penting bersenang-senang<br>Ayo, kita harus memilih jalan<br>Lambat atau cepat semuanya diatur waktu</p><p>Dia bilang, aku harus mendengarkan<br>Aku juga merekam kata-kata<br>Lalu ditulis, hingga ke tangan-tangannya</p><p>Sayang, ini semakin rumit<br>Aku jenuh, dan dia penuh peluh<br>Kamu bosan, tapi tak ingin ditinggal</p><p>Sayang, dia semakin tidak adil<br>Rantingnya dipatah, imannya goyah<br>Yang lain disuruh keluar, aku pilih diam</p><p>Aku diatur waktu<br>Semakin kurang melepas rindu<br>Semakin jarang bertemu ibu</p><p>Aku diatur Tuhan<br>Jika tidak beriman, pergilah<br>Jika tidak berani, putus asa lah</p><p>Aku berhasil belajar<br>Kata dia, delapan bulan bukan barang baru<br>Bisa disingkirkan atau disimpan buat besok kalau tidak bosan</p><p>Aku berhasil mengajar<br>Kamu senang dan berbintang<br>Kamu paham lalu tinggal kenang</p><p>Waktu itu Kamis, aroma angin sedang sama<br>Bedanya, bulan sedang marah<br>Tapi kami sumringah</p><p>Hari ini Februari, sayang<br>Dia berubah, aku belum pindah<br>Kamu imamnya, dan kita masih butuh kesempatan sekali lagi.</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Yunisa Wahyuni, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2015.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selamat Datang, Sketsa 11! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/selamat-datang-sketsa-11/baca </link>
<guid> selamat-datang-sketsa-11 </guid>
<pubDate> Sun, 04 Feb 2018 12:11:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sesi foto bersama seluruh anggota Sketsa dengan anggota baru Sketsa 11. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/selamat-datang-sketsa-11/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I0lh75uxTR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Selamat Datang, Sketsa 11!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Suasana Sabtu pagi di kampus Unmul Gunung Kelua terlihat lengang. Sementara matahari masih terlihat malu-malu. Suasana libur semester ganjil masih lekat, tak heran belum banyak mahasiswa yang beraktivitas seperti biasanya.</p><p style="text-align: justify;">Sabtu (3/2) pukul 7 pagi, para awak <em>Sketsa&nbsp;</em>sudah memadati Student Center lantai tiga. Mereka mengenakan pakaian dinas harian dan dinas lapangan. Hari itu hari istimewa.</p><p style="text-align: justify;">Satu jam kemudian, tampak beberapa orang lain dengan berpakaian warna-warni, berdatangan dan mengantre mengisi presensi. Selesai mengantre, mereka diberi pin bertuliskan &ldquo;Anggota Magang&rdquo;. Benar, mereka adalah generasi ke sebelas LPM Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Dengan raut ceria, mereka berkumpul dalam agenda Grand Opening LPM Sketsa, sebagai tanda selamat datang dan bergabung di organisasi yang dulunya bernama UKM Jurnalistik ini. Diisi dengan materi kepemimpinan dan organisasi serta beberapa permainan. Tentu saja agenda ini dimulai seremoni sambutan Ketua Umum LPM Sketsa Wahid Tawaqal dan laporan ketua panitia William Maliki.</p><p style="text-align: justify;">Materi pertama mengenai kepemimpinan, disampaikan oleh Surahman--yang juga salah satu pendiri LPM Sketsa. Atensi Sketsa 11 menyimak hingga akhir sama sekali tak padam meski di tengah paparan listrik sempat padam beberapa menit.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke materi kedua tentang organisasi yang disampaikan oleh Hanna Pertiwi. Hanna, begitu ia akrab disapa, tak lain juga pernah menjadi anggota dari LPM Sketsa pada 2013 hingga 2014 sebagai fotografer. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bergiliran Sketsa 11 mengangkat tangan tatkala diberikan waktu untuk bertanya oleh moderator sekaligus pemandu acara, Ayu Indar.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, sesi permainan dipandu oleh Eka Rizki Prabowo. Permainan pertama bernama: sambung nama. Eka menjelaskan game ini dimulai dengan menyebutkan nama diri sendiri sebagai orang pertama, kemudian orang kedua menyebutkan nama orang pertama, berikut namanya sendiri, dan terus begitu sampai ke orang terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Mula-mula Sketsa 11 memperkenalkan diri masing-masing. Terlihat gampang pada permulaannya, namun menuju pertengahan mulai terasa sulit karena terlalu banyak nama yang harus disebutkan. Tapi, di situ letak tantangannya.</p><p style="text-align: justify;">Tak cuma Sketsa 11, Sketsa 8, 9, dan 10 juga berkenalan yang diwarnai renyah tawa. Hingga waktu istirahat dan makan siang tiba.</p><p style="text-align: justify;">Usai beristirahat, ada sesi mengisi biodata diri yang dinamai Bidadari diselingi pemberitahuan jawaban psikotes yang pada saat wawancara diajukan kepada Sketsa 11 dipandu oleh Shafira Panduwinata, Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, berlanjut ke permainan kedua: sarung nama. Jadi, para anggota dibagi dua kubu. Nantinya setiap kubu harus berbaris membentuk saf, kemudian sarung menjadi pembatasnya, yang berada di barisan depan akan menebak nama lawannya dengan cepat. &nbsp;Permainan ini diikuti oleh seluruh angkatan Sketsa. Gelak tawa memenuhi ruangan dalam permainan. Beberapa anggota yang belum mengetahui siapa nama temannya kini harus &ldquo;terpaksa&rdquo; saling mengenal agar tidak mengalami kekalahan.</p><p style="text-align: justify;">Permainan berakhir dan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, menandakan kegiatan ini berada di penghujung. Sebelum berakhir, semua menyempatkan diri untuk berfoto bersama dan mengambil video pendek dengan meneriakkan jargon &ldquo;Semangat Berbagi dan Menginspirasi!&rdquo; memenuhi seluruh ruangan.</p><p style="text-align: justify;">Selamat datang dan bergabung keluarga baru kami. Selamat, selamat, dan selamat! <strong>(<em>nis/mer/fqh/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilan 1990: Visualisasi Romansa Muda 90-an </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/dilan-1990-visualisasi-romansa-muda-90-an/baca </link>
<guid> dilan-1990-visualisasi-romansa-muda-90-an </guid>
<pubDate> Sun, 04 Feb 2018 12:54:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dilan 1990 Official Poster. (Sumber: teen.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/dilan-1990-visualisasi-romansa-muda-90-an/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NZGezj79hT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilan 1990: Visualisasi Romansa Muda 90-an</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: Dilan 1990 (2018)<br>Sutradara: Fajar Bustomi<br>Produser: Ody Mulya Hidayat<br>Skenario: Pidi Baiq<br>Pemain: Iqbaal Ramadhan, Vanesha Prescilla, Gusti Rayhan, Stefhanie Zamora Husen, Yoriko Angeline, Zulfa Maharani Putri, Giulio Parengkuan, Andyros Aryanto, Omara Estegal, Refal Hady, Adhisty Zara<br>Distribusi: Falcon Pictures, Maxima Pictures<br><br></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Jangan rindu. Berat. Kau takkan kuat. Biar aku saja.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Kini kata-kata di atas tidak asing lagi kita dengar. Sejak 25 Januari 2018, masyarakat Indonesia dapat menikmati kisah fenomenal Dilan dan Milea di bioskop seluruh Indonesia. Film ini sendiri melibatkan Pidi Baiq yang merupakan penulis novel <em>Dilan 1990</em> sebagai penulis skenario, sementara filmnya disutradarai oleh Fajar Bustomi, yang juga pernah menyutradarai film <em>Surat Kecil Untuk Tuhan</em>.</p><p style="text-align: justify;">Diawali dengan narasi dari Milea dewasa yang disuarakan oleh Sissy Prescilla dengan latar belakang Jakarta tahun 2014. Di sinilah kisah Dilan dan Milea dimulai. Suatu pagi dalam perjalanan menuju sekolah, Milea sedang berjalan kaki ketika Dilan datang menghampirinya dengan motor legendarisnya. Dilan lalu menyapa dan meramalkan bahwa hari itu mereka akan bertemu di kantin. Meskipun pada akhirnya mereka tidak bertemu di kantin seperti yang diramalkan Dilan.</p><p style="text-align: justify;">Hari berikutnya, Dilan kembali mengikuti Milea saat berjalan pulang dari sekolah. Ia menawarkan diri untuk menemani Milea naik angkot. Meski Milea sempat menolak, namun ia tetap membiarkan Dilan menemaninya naik angkot. Dalam adegan ini, Dilan kembali menggoda Milea dengan gombalannya yang khas dan kaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Demikianlah gombalan yang dilontarkan Dilan yang membuat seluruh penonton tertawa dan meringis malu-malu. Hal ini juga membuat Milea membandingkan Dilan dengan Beni, pacarnya yang berada di Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Tidak berhenti sampai di situ, Dilan kembali mengirimkan Milea surat sebelum kelas dimulai. Dengan penasaran Milea lalu membuka surat tersebut. Isinya; <em>&ldquo;Pemberitahuan, sejak sore tadi, aku sudah mencintaimu</em>.<em>&rdquo;</em> Hal ini kemudian membuat Milea semakin tidak bisa melupakan kesan dari seorang Dilan.</p><p style="text-align: justify;">Di dalam film ini, kita akan disuguhkan banyak sekali gombalan manis ala Dilan, serta tingkah lakunya yang brutal sebagai panglima perang geng motor SMA-nya juga tingkah konyolnya di depan Milea. Akan tetapi, hubungan mereka tidak selalu berjalan mulus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa <em>scene</em> yang bisa dibilang sebagai daya tarik film ini. Pertama, ketika hari ulang tahun Milea. Dilan memberikan Milea sebuah kado yang dibungkus plastik, rupanya hadiah itu adalah sebuah Teka-Teki Silang (TTS).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu, cuma TTS. Tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Kedua, ketika Milea pergi untuk melihat babak penyisihan cerdas cermat di mana Dilan ikut mewakili kelasnya bersama teman-temannya. Sadar akan kehadiran Milea, Dilan kembali bertingkah konyol. Setiap kali pertanyaan selesai diucapkan, Dilan selalu tepat membunyikan bel sehingga berkesempatan untuk menjawab. Namun, bukannya menjawab dengan benar, ia justru menjawab &rsquo;<em>tidak tahu&rsquo;</em>&nbsp; yang sontak membuat seisi ruang aula menjadi penuh gelak tawa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, adalah ketika Dilan dan Milea akhirnya jalan bersama dengan motor legendaris milik Dilan. Di sepanjang perjalanan, Milea selalu dibuat tertawa sembari bingung bagaimana Dilan bisa membuatnya begitu merasa bahagia saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Bila kita mendalami setiap <em>scene</em> dalam film ini dengan baik, maka kita akan mendapatkan kesan roman anak muda tahun 90-an secara natural dan tidak dibuat-buat. Kedua pemeran utama Dilan dan Milea (Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla) berhasil membuat tokoh novel fenomenal karangan Pidi Baiq ini mengalir sesuai dengan semestinya. Bahkan sebelum film ini dirilis, masyarakat sudah mengantisipasi karakter Iqbaal yang dianggap tidak cocok memerankan Dilan karena imej manis dan imut yang melekat pada dirinya. Tetapi hal ini dapat ditepis oleh Iqbaal yang sukses memerankan Dilan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang sedikit mengurangi esensi dari film ini, di mana tata sinematografinya kurang sesuai dengan keadaan pada tahun 1990. Beberapa tempat juga tidak terlihat seperti ada pada latar belakang tahun 1990. Terlepas dari kekurangan tersebut, film ini sukses membuat penonton <em>baper</em> dan tertawa ketika menyaksikan tingkah manis serta konyol Dilan yang tidak terlupakan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam waktu 8 hari sejak pertama kali resmi dirilis, dilansir dari akun <em>official</em> Instagram Falcon Pictures, film Dilan 1990 telah berhasil memboyong 2.595.000 penonton. Beberapa netizen juga mengaku bahwa mereka menonton film ini hingga berkali-kali. &nbsp; &nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi FEB 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jurmansyah, dari Cleaning Service, S2, sampai Jadi Sekretaris Wakil Dekan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/jurmansyah-dari-cleaning-service-s2-sampai-jadi-sekretaris-wakil-dekan/baca </link>
<guid> jurmansyah-dari-cleaning-service-s2-sampai-jadi-sekretaris-wakil-dekan </guid>
<pubDate> Sun, 04 Feb 2018 23:54:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jurmansyah sekretaris Wakil Dekan II FISIP Unmul. (Foto: Shafira) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/jurmansyah-dari-cleaning-service-s2-sampai-jadi-sekretaris-wakil-dekan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Xj3A4LJRse.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jurmansyah, dari Cleaning Service, S2, sampai Jadi Sekretaris Wakil Dekan</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit- sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Berikut merupakan pribahasa yang cocok untuk perjalanan karier Jurmansyah. Pernah bekerja sebagai petugas kebersihan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul, kemudian lulus S2 di tempatnya bekerja. Kini Jurmansyah menjabat sebagai sekretaris Wakil Dekan II FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Senin (29/1) di ruang Wakil Dekan II FISIP, Jurmansyah tengah duduk sendirian di ruangan bergaya minimalis tersebut. Saat itu, ia mengenakan kemeja batik coklat menyambut awak <em>Sketsa</em> dengan senyum ramah.</p><p style="text-align: justify;">Jurmansyah mulai menceritakan pengalaman hidupnya yang mengantarkannya menjadi seperti sekarang. Awal kisah ketika Jurmansyah menyelesaikan pendidikan menengah atas tahun 2004, ia ingin melanjutkan kuliah di Unmul namun urung dilakukannya, karena orang tuanya tidak mampu membiayai kuliah. Jadwal perkuliahan di Unmul saat itu juga tidak menentu membuatnya tidak bisa kuliah sambil bekerja.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya ia memilih berkuliah di Universitas 17 Agustus dan mengambil jurusan hukum. Ia menjalani kuliah dari pagi hingga siang, sore hingga malam ia lanjutkan untuk bekerja. Saat itu Jurmansyah bekerja di salah satu <em>mall</em> sebagai penjaga toko <em>handphone.&nbsp;</em>Ia berhasil menyelesaikan studi S1 tahun 2010.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya masa-masa terberat adalah ketika menyelesaikan skripsi S1<em>.&nbsp;</em>Akan tetapi, Jurmansyah tetap berusaha hingga akhirnya lulus setelah mendapatkan judul skripsi dari permasalahan di tempatnya bekerja. &ldquo;Habis dari situ akhirnya langsung enggak sampai 5 bulan lulus,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menjadi <em>Cleaning Service</em> di Tempat Bekerja dan Lulus S2</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah lulus S1, Jurmansyah bekerja berbagai macam pekerjaan seperti menjaga toko <em>handphone</em>, penyapu jalanan, hingga menjadi pelayan di warung makan. Namun, pada tahun 2013 ia mendapat tawaran pekerjaan di FISIP Unmul sebagai petugas kebersihan. Ia bergegas melamar dan diterima.</p><p style="text-align: justify;">Jurmansyah ditugaskan membersihkan ruang kelas program S2. Selama bekerja, terbesit niat untuk melanjutkan pendidikannya. Tahun 2014, ia memberanikan diri izin ke atasannya untuk dapat berkuliah dan mendapat izin melanjutkan pendidikan S2 di FISIP jurusan Administrasi Negara.</p><p style="text-align: justify;">Meski semester 3 Jurmansyah mendapatkan beasiswa Kaltim Cemerlang, namun semester 4 ia harus menjual motornya demi membayar biaya kuliah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah itu saya mengikuti seminar hasil dan langsung cepat pendadaran, dengan jangka waktu kuliah 1 tahun 11 bulan saya lulus, di bulan Juni,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya apa yang memotivasinya lulus S2 dengan cepat, Jurmansyah mengaku tingginya biaya kuliah yang memotivasinya. Karena semakin mengulur waktu, maka akan menambah banyak biaya lagi. Jurmansyah akhirnya di wisuda juli 2017 kemarin.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Diangkat Jadi Sekretaris Wakil Dekan II</strong></p><p style="text-align: justify;">Lulus S2, Jurmansyah tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di FISIP. Namun, siapa sangka, nasib baik menghampiri dirinya. Nur Fitriyah selaku Wakil Dekan II FISIP menawarkannya bekerja sebagai sekretarisnya.</p><p style="text-align: justify;">Sesaat sebelum diangkat, ada aturan baru yang menyatakan bahwa sekretaris harus pegawai honorer bukan Pegawai Negri Sipil (PNS). Sekretaris Nur Fitriyah sebelumnya berstatus PNS, sehingga dipindahtugaskan dan Jurmansyah berkesempatan mengisi posisi tersebut. Mulai 1 januari lalu ia sudah didapuk menjadi sekretaris Wakil Dekan II FISIP. Jika dulu Jurmansyah bekeja dengan peluh keringat, kini ia bekerja di ruangan dingin dan nyaman.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah mendapat pekerjaan yang layak, tak membuat Jurmansyah merasa puas diri. Anak keenam dari tujuh bersaudara ini mengaku bila ada kesempatan ia ingin melanjutkan pendidikan S3. Ia bercita-cita menjadi dosen dan motivator.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita boleh lahir dalam keadaan miskin, tapi kita jangan mati dalam keadaan miskin, dan tetap semangat terus, lakukan yang terbaik untuk menggapai mimpi,&rsquo;&rsquo; tutupnya. <strong><em>(fir/nis/mla/nnd/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melaju ke Akreditasi A, WR I Upayakan Penambahan Anggaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melaju-ke-akreditasi-a-wr-i-upayakan-penambahan-anggaran/baca </link>
<guid> melaju-ke-akreditasi-a-wr-i-upayakan-penambahan-anggaran </guid>
<pubDate> Mon, 05 Feb 2018 00:15:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sertifikat Akreditasi yang diberikan kepada Perpustakaan Unmul yang kini menyandang predikat tertinggi. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melaju-ke-akreditasi-a-wr-i-upayakan-penambahan-anggaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HILROC1fiw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melaju ke Akreditasi A, WR I Upayakan Penambahan Anggaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Notifikasi <em>WhatsApp&nbsp;</em>di ponsel Supadi pada Rabu pagi, 24 Januari 2018 berbunyi seperti biasa. Sekilas tidak ada yang istimewa, namun saat pesan itu dibaca, gurat gembira sempurna mengembang di wajahnya.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang baru 19 bulan menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Unmul ini mendapat kabar--yang sebenarnya telah ia tunggu sejak Oktober 2017 lalu--bahwa Perpustakaan Nasional RI resmi memberi nilai tinggi secara de jure kepada Perpustakaan Unmul dalam bentuk sertifikat akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Supadi menyatakan sertifikat akreditasi A dengan nomor 00035/<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=id&q=http://LAP.PT/XII.2017&source=gmail&ust=1517873181752000&usg=AFQjCNFboAhIpJN8Cj-ktGKhWLutFT0Q_g" href="http://LAP.PT/XII.2017" target="_blank">LAP.PT/XII.2017</a> telah keluar. Ia kemudian memanjatkan rasa syukur dan mengakui lonjakan signifikan dari C menuju A tidak lepas dari kerja keras segenap staf di perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Meski cukup mengejutkan, prestasi ini tak lantas membuat Supadi berhenti dengan berpuas diri. Ia dan seluruh staf-nya berupaya untuk mengejar target &nbsp;yang lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mau mengejar lagi ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu ISO 9001. Itu standar internasional,&rdquo; katanya mengucap target harapan ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Kabar gembira ini juga langsung ia sampaikan kepada Wakil Rektor I Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono. Ditemui <em>Sketsa</em> dalam wawancara perihal adanya ruang sinema di perpustakaan, Agung menukas cepat ketika disinggung soal pencapaian akreditasi Perpustakaan Unmul. Ia mengaku telah menerima kabar soal hasil akreditasi yang semula C loncat ke peringkat tertinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kira B, ternyata bisa sampai A, walau dengan anggaran yang serba terbatas,&rdquo; ujarnya kagum.</p><p style="text-align: justify;">Setelah resmi mendapat akuan dari Perpustakaan Nasional RI, ia akan menyampaikan hasil tersebut pada WR II dan rektor. Agung bahkan siap mengusulkan prestasi Perpustakaan Unmul ini ke Rektor Masjaya agar diberikan <em>reward</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat universitas dapat akreditasi A, yang bersusah payah untuk mencapai predikat itu adalah LP3M (Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu). Lalu kita beri tambahan anggaran sebagai apresiasi,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Gebrakan yang dilakukan Perpustakaan Unmul dipandang Agung bisa jadi momentum tepat untuk mengimbau kepada seluruh civitas academica agar memperhatikan kembali pengembangan perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, selama ini perhatian terhadap perpustakaan cenderung berkurang. Meskipun saat ini kecanggihan teknologi sudah amat maju, namun upaya menggaungkan kembali manfaat perpustakaan sebagai <em>heart of university</em> harus tetap dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ingin mengembalikan muruah perpustakaan sebagai bagian yang penting dalam pengembangan universitas,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>erp</em>/<em>dan</em>/<em>nhh</em>/<em>epl</em>/<em>ysm/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Layar Akreditasi A Perpustakaan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-layar-akreditasi-a-perpustakaan-unmul/baca </link>
<guid> di-balik-layar-akreditasi-a-perpustakaan-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 05 Feb 2018 00:21:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berbagai inovasi dilakukan sebagai bentuk pengembangan dari Perpustakaan Unmul, salah satunya Ruang Difabel. (Sumber foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-layar-akreditasi-a-perpustakaan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WqYa6LVyQL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Layar Akreditasi A Perpustakaan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Lonjakan akreditasi Perpustakaan Unmul yang semula C langsung menuju A ikut mengagetkan banyak pihak di civitas academica Unmul, termasuk Mustofa Agung Sardjono Wakil Rektor I Bidang Akademik.</p><p style="text-align: justify;">Sejak tampuk kepemimpinan Kepala Perpustakaan Unmul resmi dipimpin Supadi pada Juli 2016 lalu, beberapa perubahan dan inovasi terus dilakukan. Komponen-komponen untuk menunjang peningkatan akreditasi jadi salah satu fokus utamanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kontrak kerja dengan rektor waktu itu ada 8 poin, di antaranya akreditasi perpustakaan. Ini &nbsp;bagian dari 8 poin kerja,&rdquo; aku Supadi.</p><p style="text-align: justify;">Pasca tanda tangan hitam di atas putih resmi dibubuhkan dalam kontrak kerja, beberapa inovasi &lsquo;di balik layar&rsquo; bermunculan. Upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan civitas academica ke perpustakaan terus dilakukan, juga turut menerapkan prinsip 5S yakni senyum, salam, sapa, sopan, dan santun sebagai penunjang pelayanan prima.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pengadaan Galeri Rimba Ilmu sebagai ornamen hias, ruang khusus bagi penyandang disabilitas, hingga pengerjaan Ruang Sinema yang akan diresmikan beberapa waktu ke depan adalah beberapa bukti gebrakan baru demi menunjang fasilitas memadai di Perpustakaan Unmul ini.</p><p style="text-align: justify;">Data kunjungan yang dikelola bagian TI Perpustakaan Unmul menunjukkan angka yang terus membaik. Kunjungan pemustaka paling banyak terjadi pada Oktober 2017 yang jumlahnya mencapai angka 9.204.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Unmul dari rentang Juni 2016 hingga Desember 2017 mencapai angka 74.970 pemustaka. Lalu dari angka tersebut, jika dihitung rata-rata, maka kunjungan per bulan mencapai 4.165 pemustaka. Meski jumlah sebenarnya lebih dari itu, karena banyak pengunjung datang ke perpustakaan namun tidak mengisi presensi kunjungan.</p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk meningkatkan akreditasi yang saat itu masih C, pembenahan terhadap sembilan komponen standar penilaian terus ditingkatkan, berupa pelayanan, kerja sama, koleksi, pengadaan materi perpustakaan, dan anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan empat sisanya yakni komponen sumber daya manusia, ruang dan sarana prasarana, perawatan koleksi perpustakaan, dan manajemen perpustakaan. Sebelum tahun 2017 menapaki akhir, kesembilan komponen itu terus ditingkatkan.</p><p style="text-align: justify;">Waktu berjalan cepat, hingga akhirnya tiba pada 28-30 Oktober 2017. Tim asesor kemudian datang dan meng-<em>upgrade</em> Perpustakaan Unmul lewat sembilan komponen utama tersebut. Hasil akhir penilaian mengerucut ke akreditasi A yang kini resmi disandang Perpustakaan Unmul secara de jure.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Target kami kemarin itu (saat tanda tangan kontrak adalah) B, tapi alhamdulillah bisa melampaui target jadi A,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>dan</em>/<em>nhh</em>/<em>erp</em>/<em>ysm</em>/<em>epl/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudah Terakreditasi A, Perustakaan Unmul Belum Nyaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-terakreditasi-a-perustakaan-unmul-belum-nyaman/baca </link>
<guid> sudah-terakreditasi-a-perustakaan-unmul-belum-nyaman </guid>
<pubDate> Mon, 05 Feb 2018 00:24:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski telah raih akreditasi tertinggi, namun sayang pemustaka masih kurang merasa terpuaskan. (Sumber foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-terakreditasi-a-perustakaan-unmul-belum-nyaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gJH0d4l54l.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudah Terakreditasi A, Perustakaan Unmul Belum Nyaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Senin pukul 09.30 Wita, halaman Perpustakaan Unmul lengang. Puluhan unit kendaraan bermotor hingga mobil yang biasa membuat sesak tiap jengkal lapangan parkir, hari itu tampak beberapa saja, jumlahnya pun tak seberapa. Pemandangan itulah yang dilihat tim <em>Sketsa</em> saat datang dan menyambangi perpustakaan yang baru saja menyandang akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum masuk, secarik kertas yang sengaja ditempel staf perpustakaan di pintu kaca langsung menyita perhatian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tanggal 29 Januari hingga 1 Maret, Perpustakaan Unmul tidak melayani peminjaman buku dan pembuatan kartu anggota perpustakaan,&rdquo; bunyinya. Pengerjaan<em>&nbsp;stock opname</em> untuk semua buku tahun ini kembali dilakukan lagi sejak terakhir tahun 2012 silam.</p><p style="text-align: justify;">Agaknya pengumuman itu jadi musabab utama lapangan parkir tadi lengang dan pengunjung perpustakaan hari ini minim.</p><p style="text-align: justify;">Seorang satpam berseragam putih setia mengawasi ruang loker barang pengunjung sambil juga menonton televisi. Loker penyimpanan barang terbagi dua jenis di ruang itu. Loker kayu warna cokelat yang usianya kian menua, dan loker anyar berwarna biru yang spesifikasinya laksana di sekolah-sekolah negara barat: ukuran minimalis, berpintu, dan memiliki kunci.</p><p style="text-align: justify;">Suasana di lantai satu lengang. Selain bukan untuk ruang baca, fungsi pelayanan di lantai itu memang hanya melayani pembuatan dan perpanjangan kartu anggota, penyerahan karya tulis ilmiah, hingga pembuatan surat keterangan bebas pustaka.</p><p style="text-align: justify;">Lantai dua yang biasa dipusatkan sebagai ruang baca, hari itu hingga beberapa hari ke depan akan steril sementara dari mahasiswa. Sebagai gantinya, lima komputer bertengger di atas meja dan semuanya difungsikan pegawai perpustakaan sebagai sarana melakukan <em>stock opname</em> bagi semua jenis buku. Alhasil, perombakan besar-besaran sangat terlihat di lantai dua.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya, <em>Sketsa</em> naik lagi ke lantai tiga perpustakaan. Ruang Skripsi dan Ruang Baca sengaja dibuat terpisah. Saat memasuki dua ruang tersebut, satu kata sudah cukup untuk menggambarkan aura di lantai tiga: panas dan gerah.</p><p style="text-align: justify;">Minimnya kipas angin, dan tidak adanya pendingin ruangan membuat beberapa mahasiswa yang khusyuk menadaburi skripsi, pakem memilih bangku paling dekat dengan kipas angin demi mengurangi aura panas. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagian atap di situ bocor,&rdquo; sahut seorang staf perpustakaan di Ruang Skripsi sambil menunjuk titik plafon yang tampak berlubang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat hujan, kami sering taruh ember disitu agar air hujan tidak menggenang lantai,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Itu jadi masalah berikutnya di Ruang Skripsi, padahal lokasi itu dan titik lain yang juga bolong plafonnya sangat dekat dengan rak-rak skripsi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cara Mahasiswa Unmul dan Luar Memandang Perpustakaannya</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Sejauh ini koleksi buku yang dicari dari Perpustakaan Unmul lumayan lengkap sih,&quot; terang Fajar Krisna Pratama, mahasiswa FISIP Unmul 2016. Ia betah saat berada di perpustakaan, tapi kurang nyaman dengan suhu udara yang cenderung panas.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Fajar, Nurlita Ramdhan, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat turut mengeluhkan ruangan yang panas saat siang hari. Perihal ragam koleksi buku, Nurlita merasa masih kurang lengkap, khususnya tentang <em>basic</em> ilmunya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin salah satunya dengan menambah koleksi bukunya,&quot; ucapnya saat menyebut usulan untuk Perpustakaan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain di Unmul, <em>Sketsa</em> turut mengulik keterangan mahasiswa pada tiga perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya tentang pelayanan perpustakaan universitas di kampus mereka.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Prodi Matematika, Kamal Khairuddin Sukandar mengaku sering berkunjung ke perpustakaan ITB. Kamal menyebut tempat membaca yang nyaman dan koneksi internet yang tinggi jadi dua dari beberapa keunggulan perpustakaan di kampusnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perpustakaan Pusat ITB telah berhasil menciptakan suasana nyaman untuk mahasiswa belajar, membaca buku, berdiskusi dan lain sebagainya,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara lain cerita dari perpustakaan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Rusmanto Manullang, mahasiswa Prodi Departemen Manajeman Hutan menuturkan bahwa di perpustakaan IPB tersedia banyak hal. Selain bahan bacaan, koperasi, IPB <em>Store</em>, musala, hingga <em>lift</em> ada sebagai fasilitas penunjang.</p><p style="text-align: justify;">Keunggulan lainnya adalah literatur <em>online</em> bisa didapat secara cepat, lengkap dan terdata dengan rapi. Bangunan yang mudah dijangkau, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta fasilitas ruangan yang memadai untuk belajar secara mandiri ataupun kelompok.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perpustakaan dibuka dari jam 8 pagi dan tutup jam setengah 9 malam,&quot; tutur Rusmanto.</p><p style="text-align: justify;">Jasmine Nadhira juga memberi keterangan tentang perpustakaan di kampusnya, Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menyebut ruang-ruang belajar menjadi keunggulan perpustakaan kampusnya. Selain akses jurnal dan skripsi yang mudah, hadirnya kursi dan meja belajar di sepanjang perpustakaan turut mempermudah pengunjung, terutama mahasiswa semester akhir seperti dirinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Yap</em>. Dibuktikan dengan selalu penuhnya ruang-ruang belajar mulai dari jam buka hingga jam tutup perpus,&quot; tukas mahasisiwi Hubungan Internasional semester 8 ini saat ditanya terkait keberhasilan Perpustakaan UGM membuat betah para mahasiswanya. <strong>(<em>nhh</em>/<em>epl</em>/<em>ysm</em>/<em>dan</em>/<em>erp/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Putar Otak Demi Tarik Perhatian Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/putar-otak-demi-tarik-perhatian-mahasiswa/baca </link>
<guid> putar-otak-demi-tarik-perhatian-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 05 Feb 2018 00:53:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Supadi Kepala Perpustakaan Unmul. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/putar-otak-demi-tarik-perhatian-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uap7PIYfaa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Putar Otak Demi Tarik Perhatian Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;G<em>ini</em>, mahasiswa sekarang seperti sudah merasa terpenuhi melalui <em>smartphone</em>, melalui internet. Jadi, <em>ngapain</em> ke perpustakaan?&rdquo; tanya Supadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita harus cari alternatif agar mahasiswa berkunjung ke perpustakaan,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Itulah kalimat pembuka yang diucapkan Kepala Perpustakaan Unmul tersebut saat menanggapi banyaknya mahasiswa yang enggan berkunjung ke perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang juga memimpin Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Kalimantan Timur ini lalu menyebut banyak hal yang dirinya ingin lakukan setelah perpustakaan mendapat akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Meraih predikat ISO 9001, sebuah standar kepuasan pengunjung berstandar internasional jadi target berikutnya yang ingin dikejar. Tetapi, faktor keterbatasan anggaran yang dikelola Perpustakaan Unmul jadi salah satu kendala mempercepat raihan target itu.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> melakukan wawancara khusus dengan Supadi tentang beragam hal. Juga tentang target-target lain yang dia patok agar Perpustakaan Unmul di masa datang tidak berfungsi sebagai sarana edukasi saja, tapi juga sarana rekreasi.</p><p style="text-align: justify;">Berikut petikan wawancara lengkap <em>Sketsa</em> bersama Kepala Perpustakaan Unmul Supadi pada Selasa (23/1) lalu:</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Apa yang akan dilakukan Perpustakaan Unmul setelah mendapat akreditasi A?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Kami akan mengadakan validasi atau stock opname<em>&nbsp;</em>dulu. Buku (di perpustakaan) akan kita tata ulang lagi. Selama ini sudah dari tahun 2012 tidak di stock opname. Kita sesuaikan, kita validasi dan akan diletakkan di tempat deposit. Kemudian untuk publikasi-publikasi supaya masuk, saya akan usahakan nanti.</p><p style="text-align: justify;">Fasilitas selama ini kan belum ada AC, siapa tahu pak rektor akan memberikan bantuan untuk pemasangan AC. Itu bagian dari kenyamanan pengunjung. Kemudian saya ingin mengadakan dan membentuk UKM Literasi. Karena di sini (Unmul) belum ada. Di (Universitas Syiah Kuala) Aceh, ada itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>UKM untuk skala universitas atau fakultas?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Universitas. Jadi seperti UKM-UKM yang lain. Di dalamnya ada literasi pergerakan mahasiswa. Jadi dirancang supaya mahasiswa bergerak di bidang literatur. Bagaimana meningkatkan minat baca, menerapkan penelitian, hingga belajar budaya-budaya melalui literasi. Banyak lomba-lomba semacam membuat karangan, sajak, serta pidato, dan itu dilaksanakan oleh UKM. Jadi nanti kita akan ada anggaran literasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Regulernya perpustakaan buka sampai jam berapa?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Jam buka rencana sampai jam 8 malam setiap hari.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Senin sampai Sabtu?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Senin sampai Jumat.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Sabtu dan Minggu ditutup?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Sabtu dan Minggu rencana buka tapi teman-teman (pegawai) sepertinya tidak bersedia, karena banyak yang sudah berkeluarga.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Apa saja fasilitas-fasilitas di perpustakaan ini yang sudah diperbarui atau baru saja dibuat?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Tadi baru rapat dan mau fokus (mengerjakan) stok opname dulu di tanggal 29. Stok opname itu untuk penataan ulang seluruh isi. Jadi buku-buku di <em>input&nbsp;</em>data lagi, mungkin sekitar satu bulan. Mahasiswa masih libur tapi pelayanan di sini (perpustakaan) tetap.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian fasilitas-fasilitas yang kami berikan, ada pelayanan ruang skripsi, ruang jurnal, ruang majalah, kemudian ruang-ruang pertemuan untuk diskusi itu kami siapkan. Dan mungkin untuk <em>WiFi</em> siap 24 jam.</p><p style="text-align: justify;">Pelayanan di beberapa gazebo banyak dipakai, untuk pelayanan bersifat mandiri, perpanjang peminjaman buku mandiri. Kemudian kita buka koleksi-koleksi melalui <em>online</em> juga bisa melalui <em>web&nbsp;</em>perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Meminjam buku bisa secara <em>online</em>?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau <em>minjam</em> secara <em>online</em> belum bisa, tapi perpanjang secara <em>online</em> bisa. Kami belum punya alatnya karena mahal sekali.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Perpustakaan Unmul akan mengarah ke level internasional, bagaimana proses menuju itu?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Karena anggaran kita yang memberikan pak rektor, jadi kita hanya mengajukan sekian untuk perpustakaan. Tapi kalau mampunya Unmul memberi anggaran ke perpustakaan segitu, ya kita belum bisa berbuat banyak. Kita baru memiliki visi ke sana (level internasional). Tapi kemarin, alhamdullilah untuk akreditasi sudah tercapai standar nasionalnya (Unmul mendapat) akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Siapa yang menilai?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Kemarin asesor datang bulan Oktober 2017 akhir tanggal 28 dan 29. Seluruh Indonesia yang didatangi asesor. Setelahnya secara menyeluruh akan dirapatkan dan disidangkan. Tapi kalau di sini (Perpustakaan Unmul), nilainya memang sudah cukup untuk akreditasi A. Itu tolak ukurnya dari perpustakaan. Kita akan mengacu ke ISO 9001 yang standar internasional dalam pelayanan dan kepuasan pemakai.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>ISO 9001 itu standar atau apa?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">ISO 9001 itu standar kepuasan pemakai. Tapi kalau standar internasional, kami sudah memakai standar itu untuk penyusunan koleksi. Jadi seandainya ke Australia, Inggris, atau Amerika, itu susunan sama.</p><p style="text-align: justify;">Misal buku untuk Ilmu Pemerintahan koleksinya di nomor 360, <em>sampean</em> ke Amerika sana ya tetap sama. Agama itu susunan bukunya di 297, <em>sampean</em> ke Inggris, Eropa sana <em>lah</em> 297 juga, sama.</p><p style="text-align: justify;">Karena dasar pedomannya sama, memakai acuan standar DDC (<em>Dewey Decimal Classification</em>).<em>&nbsp;</em>Itu sudah standar internasional. Kalau tidak <em>makai</em> itu, nanti orang, contoh mahasiswa Australia mungkin <em>nyari</em> buku tentang Kalimantan Timur harus di (bagian rak) budaya. Budaya di mana tempatnya? Harus tau. Jadi seluruh Indonesia bahkan sama juga apalagi yang kalau pakai DDC.</p><p style="text-align: justify;">Unmul adalah universitas terbesar se-Kaltim. Tapi realitanya masih banyak mahasiswa jarang berkunjung ke Perpustakaan Unmul maupun fakultas. Bagaimana Anda melihat fenomena ini? Apa yang salah?</p><p style="text-align: justify;">Jadi <em>gini</em> ya. Mahasiswa sekarang kayak sudah merasa terpenuhi melalui <em>smartphone</em>, melalui internet. Jadi <em>ngapain</em> ke perpustakaan? Kita harus cari alternatif agar mahasiswa berkunjung ke perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, paling tidak ruangan nanti kita kasih senyaman mungkin dengan sarana-prasarana yang menunjang. <em>Nah</em>, akan kita lengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang kalau mahasiswa tinggal di perpustakaan itu rasanya nyaman. Berarti mereka akan datang lagi.</p><p style="text-align: justify;">Untuk penambahan koleksi selama ini memang dari anggaran Unmul cukup sedikit, jadi guna memenuhi seperti yang diharapkan mahasiswa kayaknya juga susah karena setiap mahasiswa beda-beda (<em>background</em> program studinya).</p><p style="text-align: justify;">Paling, kita ya cukup tambah berapa judul buku. Banyak buku juga sumbangan dari mahasiswa dan kami juga sekarang memberatkan ke perpustakaan fakultas. Makanya, kami juga mengadakan lomba perpustakaan antar fakultas supaya di sana juga ramai dan supaya mahasiswa pada datang di perpustakaan fakultas masing-masing.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Sejak Anda memimpin Perpustakaan Unmul, anggarannya benar minim?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Selama 2 tahun ini masih hampir sama cuma. Kemarin itu Rp504 juta anggarannya. Jadi itu yang separuh untuk pembayaran tenaga honor. Jadi kami operasional cuma sekitar Rp250 juta aja.</p><p style="text-align: justify;">Tapi mulai 2018 ini karena tenaga honor sudah diupayakan rektorat, jadi kami ada tambahan untuk operasional <em>full</em> sekitar Rp504 juta. Itu yang difungsikan untuk berkegiatan, pengadaan koleksi, kegiatan operasional, kegiatan seminar, perbaikan koleksi, atau pengembangan SDM.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Ruang sinema itu biaya dari Rp504 juta tadi atau memang <em>pure</em> dari rektorat?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Itu bagian dari itu juga.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Visi perpustakaan Unmul telah mengarah pada standar internasional. Apa kelak ada rencana perombakan dekorasi ruangan?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk jangka panjang sudah ada bocoran dari Wakil Rektor IV. Kami menginginkan perubahan, tapi kami tidak memiliki kewenangan. Tapi, gedung ini rencananya mau ditingkat lagi jadi inovasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Dari WR IV sudah ada rancangan?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Konsepnya itu kalau mau tahu, silakan temui WR IV. Apakah perpustakaan nanti mau dipindah, ditukar di rektorat atau kami masih di sini, kami belum tahu. Tapi perpustakaan memang mau dibedah di sana.</p><p style="text-align: justify;">Konsep perpustakaan nanti tidak harus besar, yang penting sarana dan prasarana kita lengkap. Yang penting <em>server</em> kita nanti kuat. Kami hanya menyediakan fasilitas.</p><p style="text-align: justify;">Perpustakaan pun menyediakan fasilitas hiburan. Salah satunya, taman perpustakaan dibentuk untuk tempat olahraga dan bersenang-senang dengan keluarga. Perpustakaan sekarang tidak hanya untuk membaca. Konsepnya tempat hiburan, rekreasi bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><strong><strong>Meski sudah akreditasi A, Unmul dan perpustakaan tetap tidak boleh puas. Apa kekurangan saat ini yang perlu segera dibenahi?</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;">Sekarang kita memberikan pelayanan yang baik, tapi kalau pemakai tidak puas, sama saja. Semua itu ibaratnya, antara pemberi dan yang diberi itu sama-sama puas. Makanya kami mengejar ISO 9001 ini adalah konsep untuk standar yang diakui secara internasional tentang kepuasan pemakai.</p><p style="text-align: justify;">Terus terang, koleksi kurang karena koleksi yang <em>e-book, e-journal</em> dan majalah-majalah itu yang perlu ditingkatkan. Kami hanya sekadar mengajukan, tapi yang berwenang menentukan adalah rektor.</p><p style="text-align: justify;">Nanti bisa memberikan suntikan dana untuk melengkapi fasilitas dan sarana prasarana. Pokoknya sedikit-sedikit saya ajukan pengadaan meja, kursi, dan rak lagi karena semua sudah lama-lama. Tapi alhamdullilah dalam dua tahun ini pelan-pelan ada tambahan sarana prasarana.<strong><strong><strong>&nbsp;(<em>ysm</em>/<em>dan</em>/<em>nhh</em>/<em>erp</em>/<em>epl/adl</em>)</strong></strong></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><strong>&nbsp;</strong></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Internship, Dua "Oppa" Menjelajah Unmul dan Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/internship-dua-oppa-menjelajah-unmul-dan-samarinda/baca </link>
<guid> internship-dua-oppa-menjelajah-unmul-dan-samarinda </guid>
<pubDate> Tue, 06 Feb 2018 22:44:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kang Hyun Gyu dan Lee Dong Young dari Dong-A University. (Foto: Fajar Tri Mahardika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/internship-dua-oppa-menjelajah-unmul-dan-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Uod1Q5nk7Z.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Internship, Dua "Oppa" Menjelajah Unmul dan Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&mdash; Tidak mudah bagi semua mahasiswa untuk dapat mengikuti program pertukaran pelajar antarnegara. Namun, kali ini ada dua mahasiswa asal Korea Selatan yang datang ke Unmul dalam rangka <em>internship.</em> Mereka adalah Kang Hyun Gyu dan Lee Dong Young dari Dong-A University.</p><p style="text-align: justify;">Senin (29/1) lalu di Gedung Magister Pertanian, mereka mengadakan <em>Korean Class Culture&nbsp;</em>serta diskusi mengenai kultur dan budaya Korea. Diskusi dibuka oleh Lee mengenai budaya-budaya yang ada di Korea, seperti makanan khas, lokasi yang terkenal di Korea, kehidupan perkuliahan, masa kemiliteran, hingga gejolak perpolitikan di Korea.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mereka juga memberi materi seputar bahasa Korea untuk pemula. Dimulai dengan perkenalan huruf Korea atau yang disebut Hangul, terlihat peserta sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Dilanjutkan dengan percakapan dasar bahasa Korea, meliputi perkenalan, sapaan, ucapan terima kasih, permintaan maaf dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai bagaimana orientasi mahasiswa baru (maba) di Korea, Kang menjelaskan masa orientasi maba dijalani dengan mengadakan pesta kecil serta minum-minum bersama para senior. Lee juga menambahkan jika budaya minum-minum di Korea adalah hal lumrah, serta acara pesta tersebut diselingi tentang membahas kehidupan perkuliahan dan hal lain seputar kampus.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai kemiliteran, Lee mengungkapkan jika pria Korea di sana wajib militer selama dua tahun lamanya. Selama masa kemiliteran itu dilewati dengan penuh latihan fisik dan arti bela negara.</p><p style="text-align: justify;">Setelah diskusi selesai, awak <em>Sketsa&nbsp;</em>berkesempatan menemui Kang Hyun Gyu dan Lee Dong Young di ruang sekretariat UPT. Layanan Internasional. Dengan Rohman Hidayat sebagai pendamping dan juga penerjemah wawancara kali ini, mereka mengaku senang bisa berpartisipasi dalam program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Diawali dari antusiasme Kang yang menceritakan pengalamannya ketika di Jepang, ia bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang juga mendapat kesempatan pertukaran pelajar. Hal inilah yang membuat ia tertarik dan penasaran bagaimana jika ia juga memiliki kesempatan yang sama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat gembira sekali, karena ini merupakan kesempatan saya untuk belajar tentang kebudayaan negara lain, saya juga berpikir positif kalau saya pernah ke Indonesia dan mencoba kebudayaan mereka,&rdquo; tutur Kang.</p><p style="text-align: justify;">Lee juga mengaku sangat senang ketika datang ke Samarinda, orang-orang di sekelilingnya sangat ramah. &ldquo;Orang-orang di sini sangat rendah hati dan ramah, saya sangat berterima kasih (karena keramahannya),&rdquo; papar Lee.</p><p style="text-align: justify;">Kang menceritakan pengalaman <em>culture shock-</em>nya dengan budaya Indonesia yang berbeda jauh dengan budaya Korea. &ldquo;Jadi ketika saya makan di sebuah warung makan, saya sempat menggunakan kamar kecil yang ada di sana. Tetapi saya kaget jika orang Indonesia membersihkan kotoran setelah buang air dengan menggunakan air, karena di Korea saya terbiasa menggunakan tisu,&rdquo; ungkap Kang dengan tawa.</p><p style="text-align: justify;">Hal lain yang juga mereka alami yakni tidak biasa melihat orang-orang yang makan sambil merokok, atau merokok setelah makan. Hal ini sangat banyak mereka jumpai di Samarinda dan itu membuat mereka kaget.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetapi saya suka sekali makanan di sini. Saya sudah mencoba beberapa makanan Indonesia seperti bakso, sate, ayam bakar, nasi goreng, sayur nangka, dan nasi kuning. Dan saya paling suka sate,&rdquo; tambah Lee.</p><p style="text-align: justify;">Beradaptasi di tempat dan negara yang berbeda tidaklah mudah, itu sebabnya UPT. Layanan Internasional Unmul sebagai mitra kerja sama program pertukaran pelajar memberikan fasilitas berupa pendamping untuk mendampingi mereka selama berkuliah di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pendamping mahasiswa Korea, Rohman Hidayat menuturkan sebagai pendamping dia juga harus melayani apa saja kebutuhan mereka selama ada di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi kita sebagai pendamping memang bertugas untuk mendampingi mereka selama dibutuhkan. Ya kita layani mereka dengan baik, karena ibaratnya kalau kita melayani mereka dengan baik maka ketika kita di sana, mereka juga akan melayani dengan baik,&quot; ucap Rohman yang juga Putra Kampus Unmul tersebut. <strong><em>(cin/dyh/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sadar Persaingan MEA, FEB Buka Kelas Bahasa Inggris </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sadar-persaingan-mea-feb-buka-kelas-bahasa-inggris/baca </link>
<guid> sadar-persaingan-mea-feb-buka-kelas-bahasa-inggris </guid>
<pubDate> Wed, 07 Feb 2018 12:06:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa kelas bahasa Inggris di FEB Unmul. (Sumber: Ayu Indar) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sadar-persaingan-mea-feb-buka-kelas-bahasa-inggris/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4l5pDdHcob.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sadar Persaingan MEA, FEB Buka Kelas Bahasa Inggris</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>&ndash;</strong> Ancang-ancang persaingan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kian terasa. Mau tidak mau, semua mesti siap. Salah satu yang menjadi urgensi tentu saja kemampuan berbahasa. Khususnya, bahasa Inggris sebagai bahasa universal dan kunci berkomunikasi.</p><p style="text-align: justify;">Dibukanya lapangan pekerjaan antar negara Asia Tenggara dalam MEA menambah tantangan bagi para pencari kerja Indonesia, sebagian besar ialah mahasiswa <em>fresh graduate</em>. Mereka harus siap untuk bersaing dengan negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura dan Malaysia yang notabene menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Realita ini kemudian merangsang Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Untuk membuka sebuah kelas baru khusus berbahasa Inggris bernama Kelas Bahasa Inggris (KBI).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;KBI itu kami buat sebagai konsekuensi tuntutan zaman,&rdquo; ucap Felisitas Defung Wakil Dekan I FEB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kelas ini diisi oleh &nbsp;enam belas mahasiswa. Bertempat di gedung ITC lantai tiga, dengan fasilitas AC dan <em>Wi-Fi</em>. Semua mahasiswa yang mengikuti kelas ini memiliki syarat wajib untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp3 juta.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Defung menjelaskan bahwa KBI dibuka melihat tuntutan salah satu barometer kualitas lulusan perguruan tinggi adalah bahasa Inggris, sekarang mahasiswa Unmul harus melewati <em>English Proficiency Test</em> (EPT) sebagai salah satu syarat kelulusan. Alasan kedua, ia melihat potensi persaingan global antara mahasiswa lulusan Unmul dengan orang-orang dari luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai kita hanya jadi penonton di rumah kita,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dibuka pada 2017 lalu, kelas ini membutuhkan waktu persiapan setahun sebelum penerimaan mahasiswa baru. Namun, tidak sembarang mahasiswa dapat menikmati kelas khusus ini. Program Studi Manajemen menjadi yang pertama berkesempatan menikmati KBI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Para calon mahasiswa KBI harus melewati tahap seleksi terlebih dahulu. Proses seleksi dilakukan dengan melihat kemampuan berbahasa Inggris mereka melalui TOEFL.</p><p style="text-align: justify;">Herning selaku Penanggung Jawab KBI menjelaskan, mereka telah bekerja sama dengan beberapa fakultas, salah satunya FMIPA. Lebih lanjut ia mengungkapkan, akan segera melakukan kerja sama dengan pihak luar Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pasti harapannya berkelanjutan, bukan hanya setahun. Kalau bisa <em>long lasting</em>,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, adanya kelas ini disambut antusias oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pribadi merasa bangga sekaligus beruntung bisa lolos masuk ke kelas berbahasa Inggris. Tidak semua orang mau keluar dari zona nyaman dan mendapat keberuntungan seperti saya,&rdquo; ucap Reny salah satu mahasiswa KBI.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai wadah, kendala tak lepas dari upaya akan selalu menyertai mereka yang belajar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya pribadi kemampuan bahasa Inggrisnya masih dasar. Jadi mau tidak mau, mengerti maupun tidak tetap harus mengerti. Harapannya juga ini berkelanjutan, bukan hanya setahun,&quot; tuturnya. <strong>(<em>rrd/dor/mer/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tampilan dan Rancangan Pelayanan Baru FEB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tampilan-dan-rancangan-pelayanan-baru-feb/baca </link>
<guid> tampilan-dan-rancangan-pelayanan-baru-feb </guid>
<pubDate> Thu, 08 Feb 2018 04:38:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FEB kini memiliki tampilan baru di halaman belakang Central Business FEB (CBF). (Foto: Eka Rizki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tampilan-dan-rancangan-pelayanan-baru-feb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N5RLliNj2D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tampilan dan Rancangan Pelayanan Baru FEB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA &ndash;</span></strong><span>&nbsp;Ada yang menarik dari halaman belakang <em>Central Business&nbsp;</em>FEB (CBF). Kolam yang dulunya kurang terawat, kini dipercantik dengan dibangunnya taman mahasiswa. Terdapat pendopo kecil di tengah kolam yang kerap digunakan mahasiswa sebagai tempat diskusi maupun sekadar menjadi objek mengambil gambar.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditemui di ruang dekan, Syarifah Hudayah Dekan FEB memberikan konfirmasi. Syarifah mengatakan pihaknya secara bertahap tengah melakukan perbaikan fasilitas, salah satunya dengan membuat taman mahasiswa. Tentunya sesuai dengan kemampuan anggaran serta ketentuan aturan yang berlaku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya taman ini diiharapkan dapat menciptakan kenyamanan mahasiswa dan dosen untuk menunjang kegiatan belajar maupun diskusi. Pembangunan taman dimulai sejak 2017, dan kini telah memasuki tahap perampungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini sudah selesai tinggal merapikan sama pemerataannya. Karena juga sering musim hujan, kita juga lihat kondisi dan situasi,&rdquo; ujar Syarifah saat ditemui Jumat (2/2) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya mengandalkan inovasi dalam pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan fasilitas juga tidak bisa diabaikan. Tercatat sudah delapan kelas yang dilakukan pemeliharaan fasilitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Beberapa gazebo kami perbaiki, lebih ke pemeliharaan aja bukan pembangunan. Jadi bertahap-tahap kita perbaiki, ataupun kalau ada kursi yang rusak kita ganti sesuai aturan &nbsp;dan ketentuan yang ada,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain pembangunan taman, FEB juga kini membuka pelayanan ujian untuk mendapatkan sertifikat akuntan publik di <em>Test Centre Certified Public Accountant</em> (TC CPA). TC CPA sudah rampung sejak setahun lalu, dan direncanakan tahun ini akan dibuka untuk umum.&nbsp;</span>Tidak hanya itu,<span>&nbsp;galeri Pasar Modal juga akan dibuka untuk umum bagi mahasiswa yang ingin menanam atau melihat seputar saham.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditemui bersamaan dengan Syarifah, <span>Felisitas Defung selaku Wakil Dekan I mengaku TC CPA dan galeri Pasar Modal sudah dibuka sejak awal tahun ini.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Galeri dan CPA secara resminya baru dibuka Januari lalu dan terbuka untuk umum. Kami kerja sama dan ada <em>fee-</em>nya, sedangkan galerinya itu gratis,&rdquo; ungkap Defung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, FEB juga berencana tahun ini akan menjalin kerja sama dengan Balai Bahasa dalam pengadaan <em>Test Of English as a Foreign Language</em> (TOEFL). Dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan mahasiswa tidak perlu menempuh jarak jauh untuk melakukan tes TOEFL.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Syarifah mengatakan jika pihaknya akan menyediakan tempat dan fasilitas, yakni ruang laboratorium bahasa Inggris berkapasitas kurang lebih 40 orang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi lihat nanti persiapannya, beberapa fasilitas harus kami lengkapi dulu. Baru nanti menyurat ke rektor dan bekerja sama dengan Balai Bahasa,&rdquo; ujar Syarifah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Defung turut menegaskan jika FEB hanya sebagai penyedia tempat untuk melaksanakan tes TOEFL, sedang soal-soal yang digunakan tetap berasal dari Balai Bahasa.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tesnya nanti disini, cuma yang merancang soal-soalnya tetap dari Balai Bahasa. Kan antreannya panjang kalau di Balai Bahasa. Anak angkatan 2016 harus wajib lulus TOEFL, fakultas lain sudah mewajibkan, FEB &nbsp;saja yang masih toleransi,&rdquo; akunya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menuturkan jika tes TOEFL hasil kerja sama Balai Bahasa dapat terealisasikan, nantinya akan dikenai biaya bagi setiap mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, pasti. Kalau di Balai Bahasa bayar tesnya Rp75 ribu mungkin kalau kami <em>charge&nbsp;</em>Rp25 ribu totalannya jadi Rp100 ribu. Itu juga kami pikirkan sih, karena <em>kan</em> kenyamanan fasilitasnya,&rdquo; terangnya. <strong><em>(asr/erp/cin)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Pemuasan Aspek Fasilitas di FEB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-pemuasan-aspek-fasilitas-di-feb/baca </link>
<guid> upaya-pemuasan-aspek-fasilitas-di-feb </guid>
<pubDate> Thu, 08 Feb 2018 06:09:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Syarifah Hudayah Dekan FEB dan Felisitas Defung Wakil Dekan I. (Foto: Eka Rizki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-pemuasan-aspek-fasilitas-di-feb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qrk0SA6jPC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Pemuasan Aspek Fasilitas di FEB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Permasalahan fasilitas di lingkungan fakultas masih jamak ditemukan. Meski terus mengupayakan adanya pembaruan dan peningkatan sebagai bentuk evaluasi. Namun nyatanya, terkadang hal ini terhalang oleh kendala yang menghambat proses perbaikan tersebut, seperti yang terjadi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).</p><p style="text-align: justify;">Di samping perbaikan taman dan pengadaan laboratorium bahasa Inggris, nyatanya masih ada beberapa kendala yang dihadapi mengenai sarana belajar, yakni pemasangan TV LCD (<em>liquid-crystal display</em>), dan AC (<span><em>Air Conditioner</em>)</span>.</p><p style="text-align: justify;">Wacana perbaikan fasilitas kelas dengan pemasangan TV LCD, Syarifah Hudayah Dekan FEB membenarkan. Dikatakannya, saat ini proses proses sedang berjalan. Kemungkinan untuk uji coba akan dilakukan dengan pemasangan di beberapa kelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita masih proses komunikasi dan melihat kemungkinannya. Masih kita pelajari, dan belum mengambil keputusan,&rdquo; jelas Syarifah.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya itu, AC yang tidak berfungsi terpasang di beberapa kelas juga menambah daftar kendala. Syarifah menjelaskan jika listrik fakultas masih terbatas dan belum mampu jika ditambah dengan AC.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ini juga masih mengurus penambahan travo ke PLN, sudah<em>&nbsp;</em>kita ajukan suratnya ke rektor untuk penambahan voltase listrik tadi. Mudah-mudahan disetujui, kami juga mau AC itu hidup,&rdquo; jelas Syarifah.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, kabar pembangunan Gedung <em>Economic Center</em> (EC) masih simpang siur. Syarifah mengungkapkan tidak tahu-menahu, sebab pembangunan EC berasal dari universitas. EC sendiri sudah ada sebelum Syarifah menjabat dekan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami masih minta surat kelayakan gedung itu, bisa ditempati atau tidak, karena kita juga harus berhati-hati. Nanti kalau kita sudah dapat surat itu, nanti kita pikirkan lagi ke depannya mau dipakai buat apa pemanfaatannya,&rdquo; papar Syarifah.</p><p style="text-align: justify;">Terkait <em>flash lounge</em> yang ada di dekat <em>Economic Center</em> (EC), Syarifah mengonfirmasi jika itu sudah tidak ada lagi. Karena sudah habis masa kontrak dan belum ada perpanjangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ada pengajuan proposal dan lain-lain, kita pelajari lagi. Tempat ini jadi permasalahan lagi nantinya, jadi kami pastikan kelayakan tempatnya juga,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Felisitas Defung Wakil Dekan I FEB menjelaskan perlunya kehati-hatian FEB dalam mengambil langkah terkait EC.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Flash lounge</em> jadi satu sama gedung itu (<em>Economic Center</em>). Gedungnya masih direnovasi jadi enggak bisa diperpanjang. Nanti kalo ada apa-apa dengan yang mengontrak yang bertanggung jawab kan kita juga. Maka dari itu kami harus berhati-hati,&rdquo; ujarnya menambahkan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tahun ini Syarifah mengaku akan fokus pada pemeliharaan ruang kelas dan ruang dosen, &quot;Yang bocor-bocor kita lihat yang mana, itu nanti kita perbaiki dan kita mulai pemeliharaannya. Mudah-mudahan juga dosen dan mahasiswa merasa nyaman,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(asr/erp/cin/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kursi DPM 4 Fakultas Kosong, Ini Rupa-Rupa Alasannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kursi-dpm-4-fakultas-kosong-ini-rupa-rupa-alasannya/baca </link>
<guid> kursi-dpm-4-fakultas-kosong-ini-rupa-rupa-alasannya </guid>
<pubDate> Thu, 08 Feb 2018 12:02:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kursi-dpm-4-fakultas-kosong-ini-rupa-rupa-alasannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1hqe5DKheg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kursi DPM 4 Fakultas Kosong, Ini Rupa-Rupa Alasannya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Perjalanan lembaga eksekutif di lingkungan kampus semestinya diiringi pula oleh peran dan fungsi lembaga legislatif. Namun kenyataannya, jangankan untuk menjalankan fungsinya, kepengurusan dan kejelasan status internal di beberapa DPM fakultas Unmul masih belum terdengar gaungnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Dwi Luthfi Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM)&nbsp;</span><span>menanggapi adanya beberapa DPM fakultas yang belum berganti struktur kepengurusan. Di&nbsp;</span><span>antaranya Farmasi, Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kehutanan (Fahutan), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>(Baca:&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-nasib-lembaga-legislatif-fakultas/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1518176562973000&amp;usg=AFQjCNF6GCoWhhfnMlw050FXIAW4vAUZqw" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-nasib-lembaga-legislatif-fakultas/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-nasib-lembaga-legislatif-fakultas/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-nasib-lembaga-legislatif-fakultas/baca</a><span>)</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><span>Sketsa</span></em><span>&nbsp;berupaya menghubungi ketua DPM Farmasi Akhmad Fahri. Namun ia tidak dapat melakukan wawancara dengan alasan belum bisa dalam waktu dekat ini.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Nanti saya kabari konfirmasi lagi ya,&rdquo; tulisnya saat dihubungi pada Kamis (1/2) lalu melalui pesan LINE.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Setelah itu, pesan yang dikirim</span><em>&nbsp;Sketsa</em><span>&nbsp;tidak menerima respons lagi.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span><span>Tak berhenti sampa di situ, <em>Sketsa</em> berupaya menggali informasi melalui salah satu lembaga kemahasiswaan di Farmasi. Yusri Miftahul Rizki Ketua&nbsp;</span><span>Himpunan Mahasiswa S1 Farmasi (HimapS1),</span><span>&nbsp;berikan sedikit tanggapannya&nbsp;</span><span>saat ditemui&nbsp;</span><span>Minggu (4/2) lalu.</span></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span><span><span>Menurutnya niat untuk mengganti struktur di tubuh DPM sudah ada sejak lama, namun terkendala waktu.</span></span></span></span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah lama DPM ingin mengganti struktur, tapi memang kondisi di Farmasi yang lumayan padat sehingga belum bisa mengganti struktur mereka,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kesibukan padat yang dimaksud adalah kondisi yang umum terjadi di Farmasi, seperti kuliah, praktikum dan ujian. Selain itu, alasan lain yang dinilai yang membuat pergantian ini semakin mundur ialah adanya gabungan Dies Natalis Farmasi di pertengahan semester dengan program kerja gabungan antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), HimapS1 dan Himpuanan Mahasiswa D3 Farmasi (HimapD3).</p><p style="text-align: justify;">Jabatan ketua DPM Farmasi saat ini dijabat oleh Akhmad Fahri yang terpilih dua hari sebelum pelantikan seluruh lembaga kemahasiswaan (25/1) lalu. Hingga kini diupayakan agar segera dilakukan musawarah besar (Mubes) antara BEM Farmasi dan DPM Farmasi. Namun kepastian waktu belum bisa diketahui mengingat padatnya jadwal akademik di Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">Yusri hanya bisa berharap agar DPM dapat melaksanakan semua tanggung jawabnya. Karena ia juga mengaku bingung, kapan kepengurusan yang baru akan berjalan</p><p style="text-align: justify;">Hal yang tak jauh berbeda datang dari Fahutan. Kepengurusan DPM atau yang disebut dengan Dewan Perwakilan Sylva Mulawarman (DPSM) masih belum jelas.</p><p style="text-align: justify;">Melalui pesan LINE, Ketua Lembaga Dakwah Mahasiswa Al-Fath, Muhammad Dicky Rahman mengatakan belum bergantinya struktur kepengurusan DPSM Fahutan disebabkan tidak adanya angkatan 2015 dan 2016 yang mengikuti Inisiasi--ajang pengaderan untuk menjadi anggota DPSM Fahutan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendalanya memang di AD/ART Sylva untuk menjadi anggota DPSM harus mengikuti Inisiasi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dicky, sapaan akrabnya, mengatakan belum adanya dampak yang diterima oleh setiap UKM di Fahutan akibat lambatnya pergantian kepengurusan DPSM. Karena pendanaan dan kegiatan UKM masih diajukan ke birokrat.</p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya soal&nbsp;</span><span>keaktifan Suharno selaku Ketua DPSM Fahutan, Dicky mengatakan bahwa Suharno sedang sibuk urusan akademik.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bang Suharno sebenarnya enggak susah ditemui, beliau ada saja di kampus. Tapi memang jarang kelihatan karena sedang fokus mengerjakan urusan akademik di laboratorium,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya, Dicky mengaku akan menunggu anggota DPSM untuk melakukan pergantian kepengurusan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih menunggu dari teman-teman DPSM, saya rasa Bang Suharno dan teman-teman DPSM pasti ingin mempercepat dari pergantian kepengurusan DPSM sendiri,&rdquo; ujar mahasiswa Prodi Ilmu Kehutanan ini.</p><p style="text-align: justify;">Karena tidak adanya angkatan 2015 dan 2016, Dicky berkata struktur DPSM kemungkinan akan dijalankan oleh angkatan 2014.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan dua fakultas sebelumnya, Ketua DPM FH Rusdian menyatakan bahwa mereka telah melakukan periodesasi sejak November 2017.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tanggal 26 November sudah diadakan Mubes dan pemilihan Ketua DPM,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Disinggung soal pendapat Ketua DPM KM Dwi Luthfi yang menyebutkan DPM FH kurang aktif dalam menjalin komunikasi terkait kejelasan struktur baru, Rusdian enggan menanggapi.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, Ketua DPM FH yang dihubungi melalui pesan WhatsApp hanya membaca pesan yang dikirim oleh <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, FMIPA menyatakan telah memiliki ketua DPM yang baru<em>.&nbsp;</em>Donny Damara selaku Presiden BEM FMIPA menuturkan bahwa ketua DPM FMIPA telah dilantik. Ketua DPM yang baru ialah Adi Buchori Ramadhan dan hadir saat pelantikan tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya kemarin yang datang Ketua DPM yang sebetulnya hasil paripurna mereka (internal DPM FMIPA),&quot; terang Donny</p><p style="text-align: justify;">Ketua Himpunan Mahasiswa Statistik, Dicky Adetya, juga turut menimpali. Ia menyatakan bahwa ketua DPM FMIPA yang baru telah dilantik, &quot;Sudah dilantik, bersamaan dengan pelantikan ketua BEM yang baru,&quot; jelasnya. <strong>(<em>wil/erp/arr/nhh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Pertama Kuliah, Prodi PPKn Gelar Kuliah Umum tentang Bela Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/hari-pertama-kuliah-prodi-ppkn-gelar-kuliah-umum-tentang-bela-negara/baca </link>
<guid> hari-pertama-kuliah-prodi-ppkn-gelar-kuliah-umum-tentang-bela-negara </guid>
<pubDate> Fri, 09 Feb 2018 04:17:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kuliah umum mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Unmul di aula kampus FKIP Banggeris. (Sumber: Dyah Hariyani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/hari-pertama-kuliah-prodi-ppkn-gelar-kuliah-umum-tentang-bela-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ECNmSqV4vf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Pertama Kuliah, Prodi PPKn Gelar Kuliah Umum tentang Bela Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Masa liburan telah usai, mahasiswa memasuki semester baru dengan semangat yang baru pula. Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Unmul tak mau menyia-nyiakan waktu begitu saja. Meski biasanya hari pertama kuliah ada yang memilih tidak hadir karena menganggap dosen pun tak hadir, berbeda dengan mahasiswa Prodi PPKn. Di hari pertama kuliah, Senin, 5 Februari mereka menggelar kuliah umum.</p><p style="text-align: justify;">Mengundang pemateri-pemateri yang kompeten di bidangnya, aula kampus FKIP Banggeris ramai dipadati mahasiswa hari itu. Tak hanya mahasiswa, dosen, alumni, guru-guru PPKn se-Samarinda juga tampak hadir mengisi kursi-kursi.</p><p style="text-align: justify;">Kuliah umum yang mengangkat tema &quot;Peran Strategis Dosen, Guru, dan Mahasiswa dalam Penguatan Pancasila dan Bela Negara&quot; itu dihadiri oleh Sekjen Asosiasi Pengurus Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KNI) Provinsi Kalimantan Timur, Prof. Sapriya yang juga bicara sebagai pemateri dan dibuka langsung oleh Dekan FKIP Prof. Amir Masruhim.</p><p style="text-align: justify;">Tiga pemateri dihadirkan. Selain Sapriya, ada pula Mursidi Muslim, yang merupakan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim dan Letkol Mohamad Jamaluddin Malik dari Kasiter Korem 091/ASN.</p><p style="text-align: justify;">Tidak saja hanya berisi penyampaian materi, kuliah umum juga dirangkaikan dengan agenda pelantikan pengurus-AP3KNI wilayah Kaltim. Peningkatan akreditasi prodi PPKn menuju A juga tak luput dari tujuan diselenggarakannya kuliah umum ini.</p><p style="text-align: justify;">Prof. Sapriya dalam pemaparannya mengatakan, betapa penting peran mahasiswa, guru, dan dosen dalam artian sebagai pendidik atau calon pendidik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita perlu kesadaran tentang pentingnya bela negara dengan aspek sikap dan kesadaran yang harus ditumbuhkan dan ditanamkan khususnya pada mahasiswa alumni, guru, dan dosen dalam ranah pendidikan,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dihadiri sekitar 400 peserta, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (HMPKN) Wisnu Rian Dani menyebut keberhasilan acara ini tidak lepas dari koordinasi yang baik di internal HMPKN dan juga komunikasi yang baik dengan prodi. Meski ada kesulitan dalam proses pelaksanaan, semua bisa teratasi, sebab segala rencana yang akan dilakukan selalu dikomunikasikan &nbsp;dengan prodi.</p><p style="text-align: justify;">Wisnu berharap, kuliah umum mampu menjadi pijakan bagi HMPKn untuk memulai agenda selanjutnya bernama Gebyar <em>Civic</em> pada April mendatang yang rencananya akan mengundang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI Mahfud MD.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Prodi PPKn Suryaningsih yang juga bertindak sebagai ketua panitia kuliah umum mengatakan agenda ini dimaksudkan untuk memberi semangat mahasiswa PPKn khususnya, sebelum melakukan aktivitas perkuliahan di kelas di hari pertama kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Meski tidak wajib, nyaris semua angkatan prodi PPKn hadir. &quot;Tidak ada penekanan, semuanya hati nurani. Kita bersinergi apa pun profesinya,&quot; tandasnya. <strong>(<em>bip/dyh/gie/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diserang Aliansi, DPM FKIP: Semoga Sadar! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diserang-aliansi-dpm-fkip-semoga-sadar/baca </link>
<guid> diserang-aliansi-dpm-fkip-semoga-sadar </guid>
<pubDate> Fri, 09 Feb 2018 04:46:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Najar Ruddin Nur R  Ketua DPM FKIP Unmul. (Sumber: Ariani Maya Aprilia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diserang-aliansi-dpm-fkip-semoga-sadar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kuaY6X3tYv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diserang Aliansi, DPM FKIP: Semoga Sadar!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sempat berselisih dengan saling lempar argumen, polemik Lokakarya di FKIP beberapa waktu belakangan cukup menarik perhatian. Belum lama menjalani kepengurusan yang baru, BEM FKIP yang di nakhodai Mujihat diserang dengan tuntutan dari mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Lokakarya. Mengkritik dan menilai adanya kejanggalan, aliansi ini bahkan mengirim surat kaleng kepada Mujihat dan turut menyebarkannya melalui pesan <em>broadcast</em>. Merasa tak ada masalah, Mujihat menanggapinya santai.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai lembaga eksekutif yang namanya juga ikut terseret, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP melalui Ketua Najar Ruddin Nur R akhirnya angkat bicara perihal aturan keanggotaan di dalam struktur BEM dan DPM yang menjadi buntut permasalahan dari aliansi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau di BEM FKIP kita bisa menggunakan AD/ART dan TAP DPM. Terkait permasalahan dua anggota yang mundur dan mengabdi ke BEM itu sejujurnya secara AD dan ART sudah jelas, sesuai dengan aturan administrasi,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada<em>&nbsp;Sketsa</em>, Najar juga menjelaskan soal mundurnya dua anggota DPM FKIP (Abdul Basyid dan Muhammad Azhari) yang kemudian menjabat menjadi Badan Pengurus Harian (BPH) BEM FKIP. Menurutnya, itu bukan masalah. Sebab, aturan dalam AD/ART menjelaskan bahwa jika dalam masa kepengurusan ada anggota dewan ingin mengundurkan diri maka dapat mengajukan atau menulis surat pengunduran diri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Secara administrasi, mereka sudah jelas. Kita juga sudah proses sesuai aturan,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai BPH BEM Kabinet Sinergi ada yang berasal dari angkatan 2017, bagi Najar, tidak ada kriteria khusus yang menentukan siapa yang bisa duduk menjadi BPH BEM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Pengangkatan Muhammad Alif Irbath Pendidikan Luar Sekolah 2017 sebagai Kepala Bidang Advokasi dilakukan melalui hak pilih prerogatif Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKIP. Dan itu sah.</p><p style="text-align: justify;">Surat kaleng yang berupa <em>broadcast</em> pun dianggap Nazar tidak sama sekali memengaruhi kondisi internal DPM. &quot;Memang ada anggota (DPM) yang mempertanyakan terkait angkatan 2017 itu, tapi kami memahami kembali secara AD/ART dan TAP maupun Lokakarya kita maknai bahwa itu tidak ada masalah,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lokakarya yang berlangsung pada saat dirinya sedang KKN, diakui Najar membuat dia jadi tidak bisa mengomunikasikan Lokakarya dengan jelas apakah hasilnya bisa langsung diterima atau tidak. Dan, menurutnya, tidak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jelas Lokakarya yang kemarin itu masih kurang sempurna. Ke depannya Lokakarya ini harus benar-benar dibenahi. Ada hal yang tidak jelas dalam pemberian sanksi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Disebut tidak tegas dalam menghadapi persoalan antara BEM FKIP dengan aliansi yang diketuai Dodi Wahyudi itu, Najar menjawab DPM FKIP sudah bekerja sesuai aturan, yakni AD/ART maupun TAP DPM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika ada yang bilang seperti itu semoga saja sadar. Bukan tidak tegas, tapi kita tidak mau sembarang memutuskan,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>adl/arr/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FH Mengambang, Aliansi Mahasiswa FH Bersuara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fh-mengambang-aliansi-mahasiswa-fh-bersuara/baca </link>
<guid> pemira-fh-mengambang-aliansi-mahasiswa-fh-bersuara </guid>
<pubDate> Fri, 09 Feb 2018 06:19:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Ilustrasi: Tribunnews) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fh-mengambang-aliansi-mahasiswa-fh-bersuara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UQ7QNgdEI6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FH Mengambang, Aliansi Mahasiswa FH Bersuara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dua bulan lebih berselang, Pemira FH belum juga terang. Tak hanya dua paslon dan perangkat Pemira yang menanti kelanjutan pesta demokrasi ini, dari pihak aliansi pun demikian.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, Aliansi Mahasiswa FH, merupakan sebuah kelompok yang ikut terlibat dalam beragam pertemuan maupun aksi-aksi yang berkenaan dengan Pemira FH. Mereka menjaga agar aklamasi tidak terjadi dan menghendaki rangkaian Pemira FH sesuai aturan.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Fauzi, mahasiswa Hukum angkatan 2014 yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa FH mengeluhkan mandeknya Pemira. Pasalnya, Dekan FH Mahendra Putra Kurnia baru menawarkan opsi dan belum kunjung mengambil keputusan konkret.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya, dekan segera memutuskan apakah BEM, termasuk UKM dibekukan atau dilakukan Pemira ulang,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Fauzi, permasalahan Pemira FH tidak sebaiknya dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan seperti ini. Dia mengaku khawatir, perkara ini bakal berdampak ke Pemira selanjutnya. Otomatis, usaha dari Aliansi Mahasiswa FH akan sia-sia jika tuntutan mereka terhadap proses keadilan Pemira FH tidak direalisasikan.</p><p style="text-align: justify;">Fauzi menambahkan, Aliansi Mahasiswa FH berusaha untuk menghindari terjadinya aklamasi dalam Pemira FH kali ini, sebagaimana yang lumrah terjadi dalam gelaran-gelaran Pemira sebelumnya. Terlebih lagi, kata Fauzi, pihaknya melihat ada yang salah dalam prosedur pelaksanaannya sehingga berniat menghindari aklamasi lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami atas nama Aliansi Mahasiswa FH jelas menuntut dengan jalur keadilan yang menurut kami tepat di antara kedua opsi tersebut, yaitu Pemira ulang. Tapi semuanya tergantung keputusan dari birokrat. Intinya, kami berharap kesalahan yang ada (aklamasi) tidak dibiarkan begitu saja,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Fauzi juga menanggapi ancaman dibekukannya BEM FH. Secara personal, ia tidak masalah jika memang dibekukan karena hak prerogatif kampus. Menurutnya, yang terpenting sekarang adalah masalah Pemira FH dapat terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah dibekukan atau siapa yang terpilih, bagi saya apa pun hasilnya tidak masalah, asalkan Pemira kali ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan prinsip keadilan dan keterbukaan,&rdquo; tutup Fauzi. <em><strong>(pil/aml/adl)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Pemira FH Tidak Jelas, Mahasiswa Sarankan Pemira Ulang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-pemira-fh-tidak-jelas-mahasiswa-sarankan-pemira-ulang/baca </link>
<guid> nasib-pemira-fh-tidak-jelas-mahasiswa-sarankan-pemira-ulang </guid>
<pubDate> Fri, 09 Feb 2018 06:35:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Hukum hingga kini belum juga temukan titik akhir polemik Pemira. (Foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-pemira-fh-tidak-jelas-mahasiswa-sarankan-pemira-ulang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/17tT7do8b4.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Pemira FH Tidak Jelas, Mahasiswa Sarankan Pemira Ulang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pemira Fakultas Hukum (FH) masih tanpa kepastian. Belum ada keterangan resmi dari Mahendra Putra Kurnia selaku dekan, apakah keputusan yang diambil Pemira ulang atau justru membekukan BEM Hukum.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa kali <em>Sketsa&nbsp;</em>berusaha menemui Mahendra di ruangannya, tetapi ia lebih sering tidak di tempat. Pun demikian saat coba dimintai keterangannya melalui pesan daring, Mahendra tak kunjung merespons. Sekretaris Dekan, Alif Utomo, memberi keterangan bahwa Mahendra sedang sibuk mengurus peningkatan akreditasi FH. Sebab itu, Mahendra jadi banyak mengikuti rapat, sebelum nanti sekitar Maret tim asesor akreditasi datang menyambangi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Wakil Dekan I, Nur Arifuddin menolak berkomentar. Ia lebih mengarahkan untuk bertemu langsung saja dengan Mahendra. Walhasil, Pemira FH masih tetap mengambang. Padahal, semestinya keputusan sudah didapat saat tenggat waktu BPPR melaporkan opsi yang dipilih kepada Mahendra 15 Januari.</p><p style="text-align: justify;">Situasi Pemira seperti ini membuat mahasiswa Hukum sendiri resah. &ldquo;Kalau menurut saya Pemira ulang, karena kemarin itu sistemnya tidak <em>fair</em> gitu. Biar adil daripada dibekukan mending langsung Pemira ulang,&rdquo; ucap Santi, bukan nama sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Santi mengaku ditarik KTM-nya oleh seorang teman yang mengikuti organisasi. KTM itu digunakan untuk mendukung pasangan calon yang bahkan tidak pernah ia kenal dan ketahui. Kejadian terjadi pertama kali pada 2016 dan terulang lagi pada Pemira FH kali ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya, Pemira di FH ke depannya itu harus lebih terbuka, kalau ini kan kayak kita tidak tahu siapa-siapa saja calonnya, terus tahu-tahu sudah ada presidennya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Segendang sepenarian, Ilham, bukan nama sebenarnya, mengatakan sejak ia berkuliah di FH sistem Pemira yang berjalan belum pernah ideal. Tradisi aklamasi, menurut Ilham, membuat Pemira FH ada, tapi terasa sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Bila BEM FH sampai dibekukan, akan tercipta kekosongan. Kekosongan itu, kata Ilham, berupa tidak adanya lembaga mahasiswa sebagai mitra yang akan mengkritik akademik dan dekanat. Namun bila dibekukan adalah jalan yang dipilih, menurut Ilham perlu ada evaluasi yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyorot pokok soal di mana persyaratan pencalonan di Pemira FH yang bisa berubah-ubah. Menurutnya, Pemira FH bisa diperbaiki dengan syarat pencalonan yang jelas. Baginya ini penting agar mahasiswa yang memiliki bakat kepemimpinan bisa menyalurkan bakatnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebaiknya Pemira ulang dilakukan dengan cara yang benar. Kalau dibekukan sebetulnya percuma,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ilham menuturkan bahwa pembahasan Pemira di kalangan mahasiswa biasa di FH masih kerap dibahas dalam satu obrolan lepas. Namun sama saja, mereka belum mengetahui keberlanjutan Pemira FH sudah sampai mana. <em><strong>(erp/wal/aml/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Jiwa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/suara-jiwa/baca </link>
<guid> suara-jiwa </guid>
<pubDate> Sat, 10 Feb 2018 04:43:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: suaraliterasiperawatindonesia.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/suara-jiwa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cjwXvNRNs7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Jiwa</h1>
			              </header>
			              <p>Beradu ego, bertukar tawa<br>Menggebu-gebu api keinginan<br>Bertolak pinggang meluluhkan lawan<br>Siapa Kuasa dia yang leluasa</p><p>Derita yang tak berduka<br>Meradangi kokohnya Kuasa<br>Gelisah tiba di jiwa-jiwa yang salah<br>Siapa berani dia &lsquo;kan berdiri</p><p>Tertiup angin menerpa dedaunan<br>Menggoyang-goyang namun tak goyah<br>Menyusup dalam akar-akarnya<br>Tetap ingat akan pohonnya<br>Siapa yang tahu dia &lsquo;kan bersatu</p><p>Aku ini jiwamu<br>Yang terlupa<br>Tapi selalu ada</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Muhammad Andi Fitrahman, mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2016.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siswi Jepang Ini Bukan Manusia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/siswi-jepang-ini-bukan-manusia/baca </link>
<guid> siswi-jepang-ini-bukan-manusia </guid>
<pubDate> Sat, 10 Feb 2018 06:36:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Saya edisi 2015 (Kiri) Saya versi terbaru 2016 (Kanan). (Sumber foto: bbc.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/siswi-jepang-ini-bukan-manusia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vz0esijwiC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siswi Jepang Ini Bukan Manusia</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;</strong>&ndash; Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi selalu mengalami kemajuan dan semakin canggih. Salah satunya <em>Computer-Generated Imagery</em> (CGI) yang banyak digunakan dalam industri animasi. CGI dapat membuat efek visual komputer yang tampak nyata seperti aslinya. Efek CGI terbilang sukses jika yang melihat tidak bisa membedakan apakah adegan ataupun karakter tersebut nyata atau hanya sekadar efek visual komputer.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2015 silam, dua orang pasangan seniman asal Jepang mengejutkan warganet dengan tersebar luasnya foto seorang gadis berambut pendek dengan pakaian sekolah khas Negeri Sakura tersebut. Mereka adalah Teruyuki Ishikawa dan Yuka Ishikawa, atau dikenal sebagai Telyuka. Mereka telah berhasil menciptakan karakter CGI gadis sekolah yang diberi nama &ldquo;Saya&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Karakter Saya diperkenalkan ke publik melalui website <em>telyuka.com</em> pada 2015 dan diposting kembali pada 2016 dengan beberapa perubahan. Saya sontak menjadi seorang selebritas Jepang. Berbeda dengan selebritas lain, Saya adalah selebritas yang unik karena ia adalah hasil dari sebuah produk lab komputer Tokyo.</p><p style="text-align: justify;">Saya memiliki paras yang khas Perempuan Jepang. Dengan tampilan rambut pendek berponi, mata kecokelatan, kulit putih susu, dan bintik matahari di sekitar hidung dan pipinya, Saya benar-benar tampak layaknya manusia sungguhan. Helai demi helai rambut hingga seragam sekolah yang dipakai dari leher hingga kaki Saya dibuat dengan sangat detail. Warganet dibuat bingung apakah Saya adalah seorang manusia sungguhan atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tak melihat apa pun melainkan seorang perempuan sungguhan dalam gambar ini,&rdquo; ucap salah seorang pengguna <em>Twitter</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>bbc.com</em>, Yuka Ishikawa mengungkapkan bahwa Saya terinspirasi dari gadis-gadis yang ia lihat di area Shibuya yaitu daerah <em>hangout</em> favorit para remaja perempuan Tokyo. Ekspresi wajah, gerak-gerik, dan kepribadian Saya merefleksikan seorang gadis yang berumur 17 tahun, walaupun secara spesifik Saya tidak mempunyai umur pasti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia (Saya) sopan dan baik, seorang murid dengan etika dan moral yang kuat,&rdquo; ucap Yuka Ishikawa.</p><p style="text-align: justify;">Yuka menambahkan, &ldquo;Kami juga fokus terhadap karakter Jepang yang <em>kawaii</em> atau keimut-imutan. Saya adalah representasi dari <em>kawaii&nbsp;</em>yang modern.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pasangan Ishikawa telah memulai proyek ini sejak tahun 2015. Pada awalnya, Saya hanyalah sebuah proyek sampingan yang akan dibuat sebagai karakter dalam sebuah film pendek. Melihat respons positif ketika Saya dikenalkan ke publik, mereka memutuskan untuk sepenuhnya mengembangkan Saya. Sejauh ini selain menyebarkan foto Saya, mereka juga telah membuat video tentang Saya dengan gerakan dan efek visual yang sangat halus.</p><p style="text-align: justify;">Pasangan Ishikawa berharap untuk ke depannya Saya bisa berinteraksi dengan manusia seperti memberikan dukungan emosional kepada mereka yang membutuhkan. <strong>(<em>rrd</em></strong><strong><em>/els</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhir Kisah Presensi Akuntansi yang Hilang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhir-kisah-presensi-akuntansi-yang-hilang/baca </link>
<guid> akhir-kisah-presensi-akuntansi-yang-hilang </guid>
<pubDate> Sat, 10 Feb 2018 11:41:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: lpmvisi.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhir-kisah-presensi-akuntansi-yang-hilang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0a36itCZyu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhir Kisah Presensi Akuntansi yang Hilang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Peristiwa hilangnya presensi mata kuliah Aplikasi Komputer dan &nbsp;Sistem Informasi Akuntansi jurusan Akuntansi FEB yang dialami mahasiswa angkatan 2016 akhirnya menemui titik terang. Sebelumnya, <em>Sketsa</em> telah mengonfirmasi Wakil Dekan I FEB Fesilitas Defung, namun enggan berkomentar karena masalah ini sudah dilimpahkan kepada prodi yang bersangkutan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en-GB&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/absen-hilang-dosen-beri-nilai-e/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1518348809263000&amp;usg=AFQjCNGahYDOds-jgiKnN_ULikBuv1yx9g" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/absen-hilang-dosen-beri-nilai-e/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/absen-hilang-dosen-beri-nilai-e/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/absen-hilang-dosen-beri-nilai-e/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruang prodi, Iskandar, salah satu staf mengatakan keputusan yang diambil dalam rapat internal prodi Akuntansi adalah ujian ulang agar mahasiswa bisa memperoleh nilai. Adapun, mengenai teknis perkuliahan dan ujian akan dibahas oleh dosen dan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, nanti itu akan ada pertemuan antara dosen dengan mahasiswa &nbsp;tanggal 30 Januari. Perkuliahan dilanjutkan, waktunya ditentukan kebijakan dari fakultas baru kemudian diujikan,&rdquo; terangnya Jumat, (26/1).</p><p style="text-align: justify;">Perihal tuntutan yang diajukan mahasiswa terkait perbaikan sistem pengambilan presensi, Iskandar menyebut sudah dipikirkan. Rencananya, akan dilakukan absen harian, sehingga absen langsung dikumpul, berbeda dengan sistem sebelumnya yakni per semester.</p><p style="text-align: justify;">Iskandar berpesan pada mahasiswa untuk ikut berperan menjaga presensi, karena itu merupakan bagian dari administrasi, agar masalah hilang presensi begini tidak terjadi lagi di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Intinya saling membantu kedua belah pihak,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Kini, mahasiswa yang mendapat nilai E bisa bernapas lega. Ujian ulang yang jadi satu dari tiga tuntutan sudah terwujud, meski ada embel-embel syarat nilai maksimal yang ditetapkan oleh ISK, salah satu dosen mata kuliah Aplikasi Komputer dan Sistem Informasi Akuntansi.</p><p style="text-align: justify;">Saat hendak dikonfirmasi perihal ini, ISK hanya menjawab singkat. &quot;Sudah selesai,&quot; tandasnya lalu menutup sambungan telepon.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, BW, salah satu ketua tingkat (Kating) kelas Akuntansi 2016 tidak merespons tawaran wawancara. <strong>(<em>asr/ann/sut/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membicarakan LPM Sketsa dalam Hari Pers Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/membicarakan-lpm-sketsa-dalam-hari-pers-nasional/baca </link>
<guid> membicarakan-lpm-sketsa-dalam-hari-pers-nasional </guid>
<pubDate> Sat, 10 Feb 2018 11:43:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Pers Nasional (HPN) ke-72 (Desain oleh Riski Eka) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/membicarakan-lpm-sketsa-dalam-hari-pers-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UTyErHSLKc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membicarakan LPM Sketsa dalam Hari Pers Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>Kemampuan menulis itu sebuah rahmat. Bergabung dengan komunitas pers itu kebahagiaan.</em>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selamat Hari Raya untuk seluruh insan pers di Indonesia! 72 tahun sudah kita (mungkin) ada. Mesti diakui, asal-usul dan sejarah Hari Pers Nasional (HPN) hingga kini acap dipertanyakan, karena memang masih samar, bahkan <em>debatable</em>. Akuntabilitas dan transparansi dari kegiatan ini juga terus-menerus dikritisi dan harus diperbaiki. Kendati demikian, secara faktual dapat dilihat, HPN telah menjelma peristiwa besar tahunan sekaligus refleksi bagi para pegiat pers itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak rangkuman sejarah mengenai HPN yang mungkin Anda baca sejak kemarin sampai hari ini. Ucapan beragam bentuk berseliweran dengan gayanya masing-masing. Tetapi tulisan ini berupaya mengajak Anda bicara, memaknai HPN dari sudut pandang lain yang jauh lebih sederhana, nyata, dan dekat dengan kehidupan pers di Unmul, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa. Tentu saja dengan tidak meninggalkan sejarah 9 Februari 72 tahun silam.</p><p style="text-align: justify;">LPM Sketsa termasuk satu di antara yang mengaku komunitas pers. Saat ini, LPM Sketsa menjadi satu-satunya lembaga pers mahasiswa tingkat universitas di Unmul. Bagaimana eksistensinya, Anda yang menilai.</p><p style="text-align: justify;">Kerja-kerja pers sejujurnya tidak hanya cukup pada mencari, menulis, dan menyebarluaskan berita. Lebih dari itu, pers punya tanggung jawab mengedukasi, menciptakan perubahan, dan memastikan orang-orang di sekitarnya tidak anti kritik dengan caranya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Siapa saja termasuk Anda mungkin pernah jadi narasumber LPM Sketsa. Entah hasilnya berita &quot;baik&quot; atau &quot;buruk&quot;. Anda boleh jadi senang ketika diberitakan baik. Sebaliknya, Anda mungkin berang ketika diberitakan buruk. Tidak perlu tersipu-sipu mengakui itu. Sampai di sini, perlu diketahui LPM Sketsa telah berupaya membuang jauh-jauh stigma lawas cenderung oportunis: <em>bad news is a good news</em>. Tapi, siapa peduli.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan, LPM Sketsa berupaya skeptis, berimbang, verifikasi, dan memerhatikan kode etik jurnalistik yang mengikat. Ada pertimbangan-pertimbangan sebelum akhirnya berita sampai di tangan Anda, wahai pembaca sekalian. Kerap kali berhadap-hadapan dengan sesama organisasi mahasiswa maupun birokrat menjadi konsekuensi logis yang mau tidak mau harus diterima dari kerja-kerja ini.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan LPM Sketsa selama lebih dari satu dekade tak dapat dimungkiri telah banyak menelurkan beragam persepsi di mata civitas academica Unmul. Bukan sekali dua kali menerima amarah, intimidasi berbagai bentuk, bahkan yang paling ngeri, sumpah serapah dan ancaman di akhirat gara-gara berita. Dikatakan kurang bahan sampai tidak punya kerjaan selain bergosip dan mencari-cari salah pihak lain. Ada beberapa yang kemudian anti, tapi rupanya masih ada juga yang berempati. Luar biasa.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian dari semua ini, yang sebenarnya patut disayangkan adalah sikap anti kritik yang datang dari mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan. Sayang sekali. Keresahan ini datang tidak hanya sebagai insan pers, tapi sebagai mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang mestinya menjadi manusia sadar sekaligus mitra kritik birokrat dan pemerintah, lantas akan menjadi sangat-sangat lucu jika memilih bersikap anti kritik lalu menyerang media yang memberitakan. Sepanjang tahun 2017 hingga awal 2018 misalnya, LPM Sketsa telah menerima sebanyak sembilan ajuan keberatan terhadap berita yang diturunkan. Tidak masalah, karena memang menjadi hak narasumber. Sayangnya, tidak semuanya dilandasi keberatan yang objektif.</p><p style="text-align: justify;">Tidak cukup sampai di situ, realita ini membuktikan bahwa belum banyak yang memahami bagaimana pers bekerja, termasuk kalangan mahasiswa. Ini menjadi tugas besar buat LPM Sketsa.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Kepada Siapa LPM Sketsa Berpihak</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Silakan bikin berita, tapi tolong kalau kami, jangan diberitakan jelek. Kita kan sesama mahasiswa. Kita kan satu atap. LPM Sketsa ini sebenarnya berpihak ke siapa, mahasiswa kan?&quot;</p><p style="text-align: justify;">LPM Sketsa sangat dapat dipastikan independen. Bisa dijamin. Sebab LPM Sketsa tidak terikat, menghamba, atau berjalan di bawah komando konglomerasi sebagaimana media mainstream di luar sana. Awak LPM Sketsa tidak digaji, tidak pula mendapatkan untung dalam bentuk lain. Semua semata-mata dilakukan sebagai tanggung jawab sebagai insan pers yang berusaha menjaga kewarasan serta idealisme. Jadi, jika ditanya memihak siapa, jawabannya jelas. Tidak memihak.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang kita tahu, pers menempati pilar keempat demokrasi, di mana pers berarti turut andil dalam menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara terjalin harmoni. Otokritik senantiasa mengalir dalam tiap gerak LPM Sketsa. Sehingga, menjadi tidak anti kritik itu harus agar proses dialektika berjalan. Apa jadinya jika yang disajikan hanya berita yang baik-baik? Mungkin, Anda harusnya hidup di zaman Orde Baru kalau maunya begitu.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Amelia Rizky Yunianty, Ketua Redaksi LPM Sketsa 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dimas Ronggo, Antara Kuliah, Kerja, dan Organisasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/dimas-ronggo-antara-kuliah-kerja-dan-organisasi/baca </link>
<guid> dimas-ronggo-antara-kuliah-kerja-dan-organisasi </guid>
<pubDate> Sat, 10 Feb 2018 12:37:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru, salah satu pendiri Lingkar Karya Pemuda Inspiratif Foundation (LKPI Foundation). (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/dimas-ronggo-antara-kuliah-kerja-dan-organisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kFzNruxal3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dimas Ronggo, Antara Kuliah, Kerja, dan Organisasi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Sketsa -&nbsp;</strong>Suasana lenggang dan sepi terlihat di halaman parkir Perpustakaan Unmul. Ditemani cuaca yang mendung, sekitar pukul 17.30 Wita, seorang laki-laki berkulit sawo matang, berbadan tinggi tiba di parkiran perpustakaan. Di salah satu gazebo yang kosong, laki-laki yang saat itu mengenakan jaket hijau tua tersenyum ramah menyapa awak <em>Sketsa</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dimas Ronggo Gumilar Prabandaru, akrab disapa Dimas Ronggo oleh kawan-kawannya. Karena dirasa banyak nama Dimas, sehingga penambahan Ronggo menjadikan panggilan yang beda di kalangan kawan-kawannya. Dimas memulai kisah hidupnya di Samarinda sebagai anak rantauan dari Nunukan, Kalimantan Utara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saat itu ia menempuh pendidikan di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA). Kenaikan kelas 3, ia pindah ke SMA Negeri 14 Samarinda. Dimas merupakan bungsu dari 3 bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki. Memiliki selisih umur 13 dan 15 tahun dengan kedua kakaknya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saat ini dirinya sedang menempuh studi S2 di Universitas Mulawarman, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik konsentrasi Kebijakan Publik. Dimas sendiri merupakan lulusan Sarjana Hukum di kampus yang sama tempatnya mengenyam studi S2. Tak selaras memang dengan jurusan yang saat ini sedang ditekuninya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenapa saya nggak lanjut di hukum? Karena mungkin kesempatan yang Allah berikan di Fisipol, dengan berbagai hal yang tak terduga,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hal yang tak disangka Dimas adalah saat mendapat beasiswa dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk studi S2-nya. Selain itu, ada faktor lain yang mengharuskan laki-laki kelahiran Pati, Jawa Tengah ini untuk tetap melanjutkan pendidikan di Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya pilih untuk menggundurkan diri dari calon mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM),&quot; tutur laki-laki yang memiliki senyum khas ini.</p><p style="text-align: justify;">Pimpinan di tempat ia bekerja mengizinkan untuk lanjut studi dengan catatan pekerjaan di Samarinda tetap <em>mobile.&nbsp;</em>Dimas bekerja di Kementrian Pertahanan Provinsi Kalimantan Timur bidang Strategi Pertahanan. Tak hanya kuliah dan bekerja, ia juga aktif terlibat di beberapa organisasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rupanya keaktifannya dalam organisasi saat masih aktif menjadi mahasiswa Hukum terbawa hingga menjadi mahasiswa pascasarjana kini. Ia menguraikan satu per satu organisasi yang saat ini sedang diembannya. Dimulai dari Forum Alumni Parade Cinta Tanah Air tingkat Kaltim. Kemudian, Ikatan Alumni LDF Al-Mizan dan perkumpulan Ikatan Mahasiswa Jawa. Dari tiga organisasi tersebut Dimas mendapat amanah sebagai ketua umum. Tak cukup tiga organisasi, Dimas juga tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) yang memang baru dibentuk. Pengurus HMP dilantik pada bulan Januari, dan lagi Dimas mendapat kepercayaan sebagai Ketua Bidang Kajian Strategis (Kastrat).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi ini kepala cenat-cenut juga mikirin ke sana kemari, liburan tapi tak terasa seperti liburan. Tapi rasanya <em>enjoy</em> aja, jangan buat amanah organisasi itu menjadi beban. Kalau jadi beban, selesai sudah,&quot; ucap Dimas lalu tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Hari semakin sore dan awan yang semula mendung mulai menurunkan airnya secara perlahan. Gerimis menuju senja menemani suasana sore itu. Beberapa kali di tengah wawancara Dimas melontarkan candaannya kepada awak <em>Sketsa.&nbsp;</em>Menciptakan suasana yang terasa begitu akrab seperti lama tak berjumpa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya memang orangnya kayak gini, jangan terlalu kaku lah. Cukup di kantor saya kaku,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Laki-laki yang menuju usia ke-24 ini meyakini satu hal. Bahwa di organisasi pasti ada kebaikan-kebaikan yang bisa diberikan dan juga kebermanfaatan. Baginya, organisasi bukan hanya sekadar aktif, tapi juga sebagai wadah kepedulian dengan lingkungan sekitar pula. Berangkat dari pemikirannya tersebut, Dimas bersama dengan salah satu sahabat terbaiknya membuat suatu komunitas sosial. Dinamai Lingkar Karya Pemuda Inspiratif Foundation (LKPI Foundation). Bergerak di bidang pembinaan dan pengembangan diri anak, khusus bagi SMA di seluruh Samarinda yang jauh dari perkotaan. Sesuai dengan visi LKPI yaitu mewujudkan kesetaraan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang jauh dari perkotaan.</p><p style="text-align: justify;">Sasaran LKPI Foundation saat ini masih SMA Negeri 14 Samarinda. Yang memang merupakan almamater Dimas Ronggo saat masih berseragam putih abu-abu. Dengan membuka sistem <em>volunteer</em>, sekitar 8 hingga 10 relawan aktif yang berasal dari masyarakat umum bergabung dengan LKPI Foundation. Relawan-relawan ini membina murid yang berjumlah 176. Dari LKPI Foundation sendiri memang membatasi jumlah anggota. Karena asam garam saat berorganisasi yang mana banyak orang yang mendaftar tapi hanya sebagian kecil yang menggerakan organisasi. Pengalaman itu yang membuat Dimas menerapkan kebijakan pembatasan anggota di LKPI Foundation.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa penghargaan sudah pernah diraih SMA Negeri 14 Samarinda. Antara lain, juara 3 lomba Cerdas Cermat Empat Pilar seleksi Kabupaten Kota, juara 3 debat ilmiah se-Kaltim yang diadakan Bankaltim, dan juara 3 lomba debat ilmiah yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (HMPKN).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tentunya ini merupakan sebuah kenangan luar biasa bagi Dimas dan kawan-kawan di LKPI Foundation. Bahwa hadirnya mereka tidak hanya menghadirkan fisik tapi menghadirkan kepedulian dan kebermanfaatan bagi orang lain. Saat ini LKPI Foundation masih fokus membina siswa-siswa di SMA Negeri 14 Samarinda. Tapi tak menutup kemungkinan ke depannya LKPI Foundation akan bekerja sama dengan SMA lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Mimpi terbesar LKPI Foundation adalah membangun sekolah yang tidak hanya fokus dalam proses pembelajaran saja. Tetapi juga memberikan pengembangan diri pada anak dan juga pasca adalah pembinaan. Karena misi terbesar LKPI adalah karakter <em>building</em> atau pembangunan karakter anak.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya bagaimana caranya memanajemen waktu, Dimas memberikan sedikit petuah. &quot;Manajemen itu bukan persoalan bagaimana mengatur semau kita, tapi bagaimana kita hari ini bisa menempatkan segalanya,&quot; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Begitupun hal yang dilakukannya untuk berkumpul dengan sahabat dan kawannya. Dengan cara sering berkegiatan sosial, semisal santunan anak yatim dan buat agenda edukasi ke kampung di daerah pelosok Samarinda. Dan terkadang masih sempat untuk membuat agenda-agenda <em>refreshing</em> seperti <em>camping&nbsp;</em>atau ke pantai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tergantung prioritas agenda. Kalau pas lagi luang ya pasti saya luangkan buat <em>refresh</em> bareng teman-teman di <em>weekend.</em>&quot;</p><p style="text-align: justify;">Diakui laki-laki yang memiliki hobi basket ini, dalam <em>handphone</em>-nya terdapat empat puluh tiga grup <em>WhatsApp</em> dan dua puluh sembilan grup<em>&nbsp;Line</em>. Mulai dari grup berisi alumni SD, SMA, organisasi, sahabat-sahabat SMA yang akrab, sahabat dekat sewaktu S1, teman-teman S2, LKPI, FA PCTA dan sebagainya yang tak bisa disebutkan satu persatu oleh Dimas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>But always make a spare time</em> menghubungi orang tua. Wajib minimal dua kali per pekan telepon. Kalau sekadar sms atau <em>WhatsApp</em> seringnya sama Ibu dan kakak,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Seorang Dimas Ronggo memiliki enam mimpi dalam hidupnya. Kuliah cepat, organisasi hebat, ibadah taat, kerja dapat, nikah tepat, dan bahagia dunia akhirat. Dari enam mimpi tersebut masih tersisa dua mimpi yang belum terlaksana di hidupnya. Nikah tepat dan bahagia dunia akhirat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau masalah nikah jangan ditanyalah, saya masih sendiri. Doakan saja,&quot; pungkas Dimas sambil diiringi tawa diantara gerimis senja sekaligus menutup perjumpaan sore itu ketika azan Magrib berkumandang. <strong>(<em>nhh/erp/omi/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Untuk Perairan Indonesia, Himasuperindo Gelar Mukernas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/untuk-perairan-indonesia-himasuperindo-gelar-mukernas/baca </link>
<guid> untuk-perairan-indonesia-himasuperindo-gelar-mukernas </guid>
<pubDate> Sat, 10 Feb 2018 13:40:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelantikan dan Sumpah Jabatan Badan Eksekutif Pusat (BEP) HIMASUPERINDO Periode 2018-2019. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/untuk-perairan-indonesia-himasuperindo-gelar-mukernas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a57dP5inwj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Untuk Perairan Indonesia, Himasuperindo Gelar Mukernas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Ruang Serbaguna Rektorat lantai 4 pada Kamis (8/2) lalu tampak dipadati para tamu undangan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas). Saat itu digelar Pelantikan dan Sumpah Jabatan Badan Eksekutif Pusat (BEP) <span style="background-color: transparent;">Himpunan Mahasiswa Sumber daya Perairan Indonesia (Himasuperindo) p</span><span style="background-color: transparent;">eriode 2018-2019, dilanjutkan seminar nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Acara yang diadakan oleh Himasuperindo ini digelar selama empat hari sejak Kamis (8/2) hingga hari ini, Minggu (11/2). Kegiatan ini juga merupakan bagian dari agenda penyambutan ulang tahun</span><strong style="background-color: transparent;">&nbsp;</strong><span style="background-color: transparent;">Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, Unmul didaulat menjadi tuan rumah pada ajang Mukernas. Tak tanggung-tanggung, Mukernas dihadiri dua puluh delegasi dari tujuh universitas terkemuka di Indonesia. <span style="background-color: transparent;">Antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Patimura.</span></p><p style="text-align: justify;">Diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, Mukernas juga disiasati untuk menjadi ajang mengenalkan budaya Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya dengan memanjakan tamu undangan dengan penampilan tarian Jepen khas Kaltim. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan sambutan oleh Ketua Panitia Irene Gloria Hutapea dan Bobby Johanes Naibaho Ketua Himpunan Mahasiswa Sumber daya Perairan (Himasuper) FPIK. Diikuti oleh Rifqi Farhan Presiden terpilih Himasuperindo yang merupakan mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap dengan adanya Mukernas ini ke depannya Himasuperindo tidak hanya sebatas merencanakan, namun bekerja keras untuk mewujudkannya. &ldquo;Kita di sini berkumpul untuk sumber daya perairan. Untuk kita, dan yang terpenting untuk bangsa kita,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK Muhammad Syahrir juga turut berikan sambutannya. &ldquo;Belajar itu tidak hanya di dalam kelas saja, tetapi pengetahuan kita bisa peroleh dari semacam seminar. Banyak belajar dan mengingat, banyak juga yang akan dipahami,&rdquo; pesannya. &nbsp; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, Iwan Suyatna Dekan FPIK turut berharap dengan adanya Mukernas kali ini dapat membawa keberuntungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap dengan diadakannya Mukernas di Kaltim ini menjadi pintu masuk selanjutnya untuk bisa bekerja sama, melakukan kegiatan lainnya di Kaltim,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Iwan juga mengatakan bahwa Kaltim merupakan daerah <em>Tropical Rainforest&nbsp;</em>(hutan tropis lembab) dan menjadi Pola Ilmiah Pokok (PIP). FPIK menduduki peringkat ke dua atas pemanfaatan hutan tropis lembab setelah Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Himasuperindo memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga ekosistem dan populasi ikan, karena masih banyak orang melakukan penangkapan dengan cara yang tidak ramah lingkungan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni saat itu disampaikan oleh Aditya Irawan selaku perwakilan. Tak berlangsung lama, Encik Akhmad Syaifudin datang dan &nbsp;memberikan sambutannya. Usai berikan sambutan, ia membuka secara resmi rangkaian acara Mukernas dan pelantikan BEP dengan pemukulan gong.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengakhiri prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional dengan mengangkat tema &ldquo;Konservasi Pesut Mahakam dari Sudut Pandang Perikanan&rdquo;. Dimulai pada pukul 13.00 Wita, agenda yang telah dipersiapkan sejak November 2017 lalu ini bertujuan untuk mengenalkan salah satu ciri khas Kaltim, yakni ikan pesut kepada peserta.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat tiga narasumber dalam seminar ini, yakni Iwan Suyatana, dengan <em>keynote speaker</em> oleh Syafei Sidik yang merupakan guru besar FPIK Unmul dan Danielle Kreb dari Yayasan Konservasi <em>Rare Aquatic Species of Indonesia</em> (RASI).</p><p style="text-align: justify;">Irene Gloria Hutapea mengatakan bahwa seminar kali ini dirancang berbeda dari seminar sebelumnya. &ldquo;Yang menarik adalah biota pesut. Karena pesut itu satu-satunya kita yang punya, dan universitas lain belum tentu kenal dengan biota tersebut,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, salah satu peserta delegasi dari Universitas Gadjah Mada Aldi Alfariz Indrawan mengaku senang mengikuti seminar nasional ini.<em>&nbsp;</em>&ldquo;Keren banget, karena saya baru mengerti ada orang asing seperti Danielle Kreb yang begitu mahir berbahasa Indonesia, tersanjung saja sama tema dan pembicaranya,&rdquo; akunya. <strong>(<em>bip/omi/ fir/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Dalam Mesin Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/di-dalam-mesin-waktu/baca </link>
<guid> di-dalam-mesin-waktu </guid>
<pubDate> Sun, 11 Feb 2018 05:33:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Malahira Nur Pratama) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/di-dalam-mesin-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Yp3hwSCmUQ.png" />
					</figure>
			                <h1>Di Dalam Mesin Waktu</h1>
			              </header>
			              <p>Aku adalah sebagian dari apa yang tidak mungkin aku pahami.<br>Menjadi kacau merupakan kepatutan yang wajar.<br>Seperti berlian atau sinar-sinar dari pantulan yang tidak jelas.<br>Menangkup semua gelisah bahkan juga air mata dalam senyap.</p><p>Aku sedang mencari ruang waktu yang berlalu.<br>Saat beberapa kepala penuh ego.<br>Memaksamu untuk menjadi korban mereka.</p><p>Bahkan hari-hari telah berlalu sebelum saat ini.<br>Ketika khawatir yang penuh telah mengudara dan bertengger di daun telingamu.</p><p>Khawatir dari sosok yang kau sebut sayang.<br>Yang kau bilang adalah sebagian dari yang besarang sebelum ada banyak keputusan.</p><p>Aku bahkan selalu bisa membaca.<br>Warna-warna penuh kata dan tanda.<br>Apapun seperti hari atau detik.<br>Lamunan di wajahmu yang unik.<br>Ialah separuh dari berbisik.<br>Ambil apa yang bisa kau sedihkan.<br>Hantui lah tapi jangan pernah takut.</p><p>Nampak sudah apa yang berlaku.<br>Ialah beban juga segunduk kata.<br>Wanita kuat telah menjadi lebih.<br>Aura juga kata-kata hati.</p><p>Sekarang aku berada di dalam mesin waktu.<br>Ingin aku memutar garis dan kembali pada hari saat kau minta aku kembali.<br>Saat kau bilang akan memutuskan hal yang besar.<br>Aku hanya bisa jadi sandaran bangkumu.<br>Aku bahkan tidak bisa memaksamu untuk tetap mengikuti jejak.</p><p>Namun aku ingin marah dengan segudang orang-orang yang berteriak bahagia dengan keputusan maumu.<br>Sedang mereka sekarang tidak pernah memperdulikan letihmu.<br>Bahkan sebagian mulai tak acuh pada setiap pintamu.</p><p>Percayalah bahwa akan selalu ada kasih yang memelukmu dalam gaduh.<br>Yang akan menyandarkan berapa pun gelisahnya untuk menampung gelisahmu.<br>Percayalah bahwa mungkin yang lain bisa miliki kata-katanya.<br>Tapi kau pemilik yang punya kata-kata.</p><p>Lalu aku mengurungkan niat.<br>Dan keluar dari dalam mesin waktu.<br>Sebab aku tahu kau mampu.<br>Lagi pula tanganku masih sanggup memelukmu.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Malahira Nur Pratama, mahasiswi Ilmu Pemerintahan FISIP 2014.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suka Duka Mahasiswa Unmul PPL di Filipina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suka-duka-mahasiswa-unmul-ppl-di-filipina/baca </link>
<guid> suka-duka-mahasiswa-unmul-ppl-di-filipina </guid>
<pubDate> Sun, 11 Feb 2018 12:02:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Regita Dewi Pramesti mahasiswi Prodi Pendidikan Biologi yang berhasil lolos seleksi PPL internasional di Filipina. (Foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suka-duka-mahasiswa-unmul-ppl-di-filipina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hQxxf1FNia.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suka Duka Mahasiswa Unmul PPL di Filipina</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Melakukan Program Pengamalan Lapangan (PPL) ialah sebuah kewajiban bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). &nbsp;Hal ini dirasakan ketika menginjak semester akhir. PPL biasa dilakukan serentak di seluruh sekolah di kota Samarinda.</p><p align="center" style="text-align: justify;">Bagaimana jika ada kesempatan PPL di salah satu negera di Asia Tenggara?</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ppl-ke-thailand-dan-filipina-fkip-kirim-9-mahasiswa/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ppl-ke-thailand-dan-filipina-fkip-kirim-9-mahasiswa/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya FKIP telah menandatangani <em>MoU&nbsp;</em>dengan <em>The Southeast Asian Ministers of Education Organization&nbsp;</em>(SEAMEO) untuk pelaksanaan PPL internasional. SEAMEO berpusat di Thailand dengan anggota aktif berjumlah tiga puluh dua universitas. Dengan program <em>Sea Teacher,&nbsp;</em>Unmul melalui FKIP mengirim mahasiswanya ke dua negara, Thailand dan Filipina.</p><p style="text-align: justify;">Dari sembilan mahasiswa yang berhasil lolos, salah satunya ialah Regita Dewi Pramesti, mahasiswi Prodi Pendidikan Biologi. Ia bersedia membeberkan kisahnya kepada <em>Sketsa</em><em>&nbsp;</em>mengenai pengalaman yang saat ini tengah dijalaninya di Filipina.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya karena aku <em>emang</em> malas <em>banget</em> ikut PPL di Indonesia. Karena takut muridnya pada gangguin gitu,&rdquo; ucapan gadis asli kota Samarinda ini.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa dasar dirinya berkata seperti itu. Ketika semasa Sekolah Menengah Pertama (SMP), sering ia menyaksikan mahasiswa yang sedang PPL di sekolahnya diganggu oleh murid-murid. Ada saja gangguan yang dialami saat sedang mengajar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tiba-tiba ada program PPL ke luar negeri. Nah<em>,</em> langsung pengin banget ikut PPL internasional ini,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kesempatan tidak datang dua kali, begitulah yang tebersit di benak perempuan yang akrab disapa Tata ini. Tata langsung mencoba peruntungannya untuk mengajar di negeri tetangga. Berbekal semangat dan mengejar resolusi diri. Tata keluar dari zona nyaman dan memperlancar bahasa Inggris yang dirasa masih kurang. Tata mengikuti tahap seleksi dan bersaing dengan mahasiswa dari 8 program studi lainnya. Bagai gayung bersambut, Tata rupanya lolos bersama 8 mahasiswa lainnya mewakili Unmul untuk mengikuti PPL internasional dalam program <em>Sea Teacher i</em>ni.</p><p style="text-align: justify;">Minggu (21/1) lalu, Tata beserta rombongan berangkat menuju Filipina dan Thailand. Setibanya di Manilla yang merupakan ibu kota Filipina, perjalanan dilanjut ke Kota Payambang, Provinsi Pangasinan. Yang memiliki jarak kurang lebih seratus sembilan puluh kilometer.</p><p style="text-align: justify;">Beda negara beda juga budayanya, mungkin kalimat itu langsung dirasakan oleh Tata. Semisal makanan, karena muslim di Filipina minoritas makanan halal susah ditemukan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu alternatifnya, Tata memanfaatkan makanan yang dijual restoran cepat saji <em><span>McDonalds (McD)</span>.</em> Selain itu, di sana juga tidak banyak makanan yang bercitarasa pedas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untung aja di <em>dormitory</em><em>&nbsp;</em>(kostel) aku sekarang ada kompor, jadi bisa masak,&rdquo; ungkap perempuan yang hobi menonton film.</p><p style="text-align: justify;">Dia juga menambahkan, kesulitan awalnya dalam mengajar yakni membuat <em>lesson map</em>. Dalam bahasa indonesia dikenal dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan (RPP). RPP merupakan pedoman mengajar menggunakan bahasa asing dan penambahan istilah Biologi dalam bahasa asing pula.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Teman-teman aku semuanya pada pengin balik ke Indonesia. Namun, teringat pesan orang tua, mereka mau aku supaya tidak malu-malu lagi dan bisa <em>survive</em> di negeri orang,&rdquo; ucap gadis berhijab ini saat diwawancara melalui via Line.</p><p style="text-align: justify;">Untuk kegiatan PPL-nya, Tata mengajar di <em>State University Integrated High School</em><em>.</em> Kegiatan PPL internasional di Filipina tidaklah lama, kurang lebih empat pekan. Di setiap pekannya memiliki agenda yang berbeda-beda. Pekan pertama adalah mengobservasi, pekan kedua menjadi asisten guru. Kemudian pekan ketiga mengajar dengan diawasi oleh <em>supervisor</em> atau nama lainnya guru Pamong, dan pekan keempat evaluasi.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan PPL lokal yang biasa dilakukan oleh mahasiswa FKIP, selama empat pekan di Filipina, Tata memiliki jatah mengajar selama satu jam. Kegiatan mengajar dimulai dari Senin hingga Jumat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk suasana kelasnya, murid terhitung aktif dalam mengikuti pelajaran dan <em>E</em><em>nglish</em><em>-</em>nya cukup fasih. Cuma aku takutnya belum maksimal dalam penyampaian,&rdquo; tutupnya. (<strong><strong style=""><em>nhh/mer/els</em></strong></strong><em>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Obat Kematian adalah Hidup dalam Pelarian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/obat-kematian-adalah-hidup-dalam-pelarian/baca </link>
<guid> obat-kematian-adalah-hidup-dalam-pelarian </guid>
<pubDate> Sun, 11 Feb 2018 12:50:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maze Runner: The Death Cure (2018) Official Poster. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/obat-kematian-adalah-hidup-dalam-pelarian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MFlX7e1KG2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Obat Kematian adalah Hidup dalam Pelarian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: Maze Runner: The Death Cure (2018)<br>Genre: History, Drama, Action<br>Sutradara: Wes Ball<br>Produksi: Gotham Group, Tample Hill Entertainment, Oddball Entertainment<br>Distributor: 20th Century Fox<br>Pemain: Dylan O&apos;Brien, Kaya Scodelario, Thomas Brodie-Sangster, Dexter Darden, Nathalie Emmanuel, Giancarlo Esposito, Aidan Gillen, Walton Goggins, Ki Hong Lee, Jacob Lofland, Katherine McNamara, Barry Pepper, Will Poulter, Rosa Salazar, and Patricia Clarkson.</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> WCKD masih percaya bahwa sekumpulan anak muda yang mereka kurung dalam labirin adalah obat yang mereka cari selama ini. Sementara <em>Right Arm,&nbsp;</em>kelompok sayap kanan menjadi oposisi yang menentang praktik tak berperikemanusiaan yang dilakukan WCKD. Di titik ini, harapan menjelma sebagai tragedi.</p><p style="text-align: justify;">Thomas (Dylan O&rsquo;Brien) masih dalam pelarian yang panjang. Sekuel terakhir, <em>Maze &nbsp;Runner: The Death Cure&nbsp;</em>tidak lain adalah penumpasan janji Thomas belaka, terhadap kawan seperjuangannya di labirin, Minho (Ki Hong Lee) yang ditangkap oleh WCKD. Keinginan Thomas ini tentu saja banyak disokong oleh tokoh di sekelilingnya.</p><p style="text-align: justify;">Perisitiwa pertama dibuka dengan perampokan gerbong kereta yang berisi para tahanan WCKD. Meski penuh risiko, perampokan itu berjalan cukup rapi. Perencanaan disusun matang-matang, berbulan-bulan&mdash;meskipun tetap perlu dipikir dua kali hitungan jarak dan kecepatan saat gerbong berisi tahanan itu bisa berhenti persis di titik Newt (Thomas Brodie Sangster) menunggu sebagai tukang las. Perampokan itu berhasil, namun Minho yang dicari tidak ada di sana. Karena meskipun hitungannya jago, mereka salah pilih gerbong tahanan.</p><p style="text-align: justify;">Thomas tak mau menyerah, ia bersikeras akan menjemput Minho meski tanpa bantuan siapa-siapa. Tipikal tokoh utama keras kepala dan boleh ditebak ia masih disokong oleh tokoh-tokoh di sekelilingnya. Selanjutnya ketegangan demi ketegangan hadir dan yang tidak kalah banyak adalah permintaan untuk &ldquo;ditinggalkan&rdquo;&mdash;karena sudah mau koit, namun kesetiakawanan masih lebih di atas segalanya.</p><p style="text-align: justify;">Bisa dibilang tidak ada khayalan mengerikan dalam narasi distopia <em>Maze &nbsp;Runner: The Death Cure&nbsp;</em>ini<em>.&nbsp;</em>Tahu-tahu saja dunia hancur disebabkan oleh wabah zombie&mdash;kendati di serial ini zombie disebut Crank. Namun, yang membedakan film garapan Wess Ball ini dengan distopia zombie lainnya ialah pemaknaannya terhadap pelarian dan harapan sebagai tragedi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam tiga sekuel <em>Maze Runner,</em> semakin sering karakternya berlari semakin jelas penjelasan itu. Pelarian di sini menjadi anomali karena ditujukan untuk membangun sebuah kenyataan baru, yang boleh jadi lebih memiliki harapan dibanding &ldquo;harapan&rdquo; itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kenyataan selalu bermuka dua: jahat dan baik, manis dan pahit, luka dan bahagia. Lari dari kenyataan selalu dianggap sebagai pilihan seorang pengecut, jauh gagah apabila berani menghadapi kenyataan sekalipun sudah babak belur. Pelarian jarang sekali dilihat sebagai cara lain bertahan hidup. Seseorang yang baru patah hati lantas memilih perempuan atau laki-laki sebagai pelarian, sebenarnya tengah menyelamatkan hari-harinya yang muram.</p><p style="text-align: justify;">Ava Paige (Patricia Clarkson), Janson (Aidan Gillen), serta Teresa (Kaya Scodelario) adalah kelompok WCKD yang tidak henti percaya pasti ada obat yang mampu menghentikan virus <em>flare.&nbsp;</em>Virus yang memakan otak, mematikan, dan menghidupkan kembali manusia dengan kemampuan kanibalisme yang bisa bikin kencing di celana. WCKD tidak boleh berhenti percaya akan kesembuhan. Bila obat berhasil ditemukan sekalipun dengan cara mengeksploitasi manusia, maka peradaban baru bisa dibangun.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, kelompok sayap kanan, <em>Right Arm&nbsp;</em>sudah pasrah bahwa virus <em>flare</em> tidak mungkin ada obatnya. Yang dibutuhkan oleh manusia akhir zaman seperti mereka justru adalah nomadik dan mencari suaka di manapun letaknya. Akhir zaman diasumsikan sebagai paradoks dari awal zaman. Pelarian kemudian dapat dimaknai sebagai penyesuaian terhadap kenyataan yang kalah. Di titik itu, harapan telah memiliki tunas. <em><strong>(wal/els)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melawan Kebiri Demokrasi Lewat MoU TNI dan Polri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melawan-kebiri-demokrasi-lewat-mou-tni-dan-polri/baca </link>
<guid> melawan-kebiri-demokrasi-lewat-mou-tni-dan-polri </guid>
<pubDate> Sun, 11 Feb 2018 13:18:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar isi kesepahaman antara Kepolisian dan TNI. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melawan-kebiri-demokrasi-lewat-mou-tni-dan-polri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fWAoIhlfYT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melawan Kebiri Demokrasi Lewat MoU TNI dan Polri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Rezim Jokowi jelang 20 tahun reformasi, membawa Indonesia dalam situasi darurat demokrasi. Ditandatanganinya nota kesepahaman atau <em>memorandum of understanding</em> (MoU) antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ketika terjadi unjuk rasa dan mogok kerja menimbulkan poin kritik yang kian memperkuat asumsi ini.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan ini disuarakan keras oleh segenap mahasiswa, baik secara nasional maupun Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Idet Arianto Putra, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul menilai MoU Polri dan TNI tersebut sebagai pengkhianatan reformasi yang telah menghapuskan dwifungsi ABRI. Idet melihat ada upaya pengembalian dwifungsi, hanya saja dialihkan menjadi dwifungsi Polri. Hal ini nampak jelas tatkala aparat mulai masuk ke ruang-ruang politik.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, sejak awal sudah ada ketetapan dari MPR RI yang memecah ABRI menjadi TNI dan Polri. Dan tupoksinya sendiri adalah TNI merupakan pertahanan negara sedangkan Polri merupakan pengamanan dan penjaga ketertiban masyarakat. Dengan adanya MoU ini, kata Idet, justru memperlihatkan bahwa beda TNI dan Polri hanyalah warna seragam semata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ada MoU yang mengatakan TNI terlibat dalam pengamanan dan ketertiban unjuk rasa dan mogok kerja, menurut saya itu membungkam atau membatasi hak suara masyarakat khususnya pada mahasiswa,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Idet menuturkan, adanya MoU ini dikhawatirkan akan memberikan tekanan kepada mahasiswa dan masyarakat sipil dalam menyampaikan aspirasi. Sebab, masyarakat akan dihadapkan dengan kedisiplinan dan kekerasan yang biasa dihadapi TNI. Ini tentunya memberikan ketakutan tersendiri bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Takutnya saat aksi, kita tidak lagi berhadapan dengan polisi. Tapi berhadapan dengan senjata maupun tank itu yang ditakuti. Ini juga berseberangan dengan tugas dan fungsi TNI pada pasal 7 ayat 3 UU nomor 34 tahun 2017 tentang tugas TNI yang sudah ditetapkan dalam ayat-ayatnya,&rdquo; jelas mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia ini.</p><p style="text-align: justify;">Kendati diterbitkan sebagai perpanjangan dari nota kesepahaman serupa pada 2013, Idet beranggapan MoU ini kembali dimunculkan karena ketakutan rezim setelah beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini seperti adanya penangkapan aksi-aksi mahasiswa di Jakarta hingga insiden &lsquo;Kartu Kuning&rsquo; yang dilakukan Zaadit Taqwa, Presiden BEM UI.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya melihat gerakan dua puluh tahun reformasi ini mulai terbaca dari mahasiswa. Ini sudah sangat jelas terbaca dengan momentum kemarin tiga tahun Jokowi-JK. Jadi rezim kembali lagi ingin melibatkan TNI untuk penertiban masyarakat,&rsquo;&rsquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Idet, rezim Jokowi kini tengah khawatir karena banyak yang mencekal dan bilang gagal. Tahun pertama pemerintahan Jokowi sudah diwarnai aksi-aksi mahasiswa yang mengkritisi. Mujahid, Presiden BEM KM Unmul 2015 kala itu mencoret gambar Jokowi dengan tulisan &lsquo;JOKOWI BOHONG&rsquo; di kantor DPRD Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Puncaknya, pada tahun ketiga Jokowi berkuasa, dihelat aksi serentak oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI). Sebanyak empat mahasiswa ditangkap sementara ratusan lain mengaku direpresi. Semua ini dinilai Idet sebagai bentuk kekhawatiran rezim sehingga berpikir perlu meletakkan militer dan aparat dalam setiap kedudukan dan kebijakan, termasuk dua perwira Polri yang menjadi Plt gubernur dan sejumlah militer yang mengundurkan diri sebelum waktunya untuk ikut bertarung dalam panggung politik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kira ini sudah disiapkan untuk mengatur eskalasi mereka agar mendapat dua bangku presiden dua kali periode dengan mengandalkan militer,&rdquo; ucap mahasiswa angkatan 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gerakan BEM KM Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Resah, BEM KM Unmul memutuskan bergerak dengan mengadakan diskusi internal, kemudian menggelar konsolidasi bersama seluruh BEM fakultas pada Rabu, (7/2) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, konsolidasi tak dihadiri semua BEM fakultas. Tercatat hanya ada tujuh BEM yang hadir, yakni BEM FKIP, FEB, Faperta, FKM, Teknik, FKTI, dan Farmasi serta beberapa mahasiswa umum yang juga ikut hadir.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada alasan pasti yang diterima Idet perihal absennya tujuh BEM fakultas yang lain. Idet mengakui jika undangan konsolidasi memang disebar umum, tidak khusus secara lembaga. Kendati demikian, ia yakin, Walau tak hadir, mahasiswa parlemen jalanan akan merespons kabar MoU ini.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh yang hadir ketika itu membuat pernyataan sikap akan isu ini. Hasil dari konsolidasi tersebut memutuskan akan ada aksi pada Jumat 9 Februari di kantor DPRD Kaltim. Dan sehari sebelumnya, Kamis, 8 Februari akan ada teknis lapangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai wajah Kalimantan Timur, BEM KM Unmul ingin menunjukkan taring di isu nasional tanpa ada instruksi terlebih dahulu dari pusat,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>ann/dor/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Negeriku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/negeriku/baca </link>
<guid> negeriku </guid>
<pubDate> Sun, 11 Feb 2018 13:28:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/negeriku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lAYZxYQxRh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Negeriku</h1>
			              </header>
			              <p>Negeriku<br>Negeriku NKRI<br>Banyak yang bilang harga mati<br>Namun kekuasaan bagai tak tahu diri</p><p>Wahai negeri pribumi<br>Sikap tak acuh kian terjadi<br>Hukum pun tak terlewati<br>Kolusi jadi bukti, korupsi tiada yang peduli</p><p>Banyak kalangan bawah tak dianggap<br>Uang negara pun dilahap<br>Rakyat kian melarat<br>Namun prihatin tak berucap</p><p><strong><em>Ditulis oleh Taufik Noor, mahasiswa Ilmu Kehutanan Fahutan 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konflik antara Profesi Bagaimana Nasib Para Pasien </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/konflik-antara-profesi-bagaimana-nasib-para-pasien/baca </link>
<guid> konflik-antara-profesi-bagaimana-nasib-para-pasien </guid>
<pubDate> Sun, 11 Feb 2018 22:52:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Baru-baru ini sedang hangat dibicarakan di sosial media terkait kesalahpahaman antara profesi apoteker dan dokter. (Sumber desain: hukumonline.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/konflik-antara-profesi-bagaimana-nasib-para-pasien/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cor9tCGAy0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konflik antara Profesi Bagaimana Nasib Para Pasien</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Semakin berkembanganya zaman, isu-isu tentang kesehatan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup manusia maupun mahkluk hidup yang menempati bumi. Ada perubahan iklim yang ekstrim, gaya hidup yang tidak sehat, mutasi genetik serta berbagai ancaman lainya yang dapat menimbulkan berbagai macam jenis penyakit baru.</p><p style="text-align: justify;">Kecepatan penyebaran penyakit di dunia sangatlah mudah tersebar. Melihat dari sejarah di masa lampau yang terjadi di benua Eropa sebuah penyakit mampu membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi, ini menjadi salah satu bukti bahwa kemungkinan penyakit sebagai senjata biologis di masa depan bisa saja terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Menurut World Health Organization (WHO), diperkirakan 55 juta orang meninggal di dunia tahun 2011. Dua pertiganaya disebabkan oleh penyakit yang tidak menular, seperti penyakit <em>kardiovaskular</em>, kanker, diabetes dan penyakit paru kronik. Sisanya disebabkan oleh infeksi menular, masalah materal (ibu), perinatal (bayi/anak), nutrisi dan kecelakaan lalu lintas. Sementara untuk di Indonesia, menurut Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Nila F. Moeloek, SpM(K) penyakit paling banyak terjadi di tahun 1990 antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), TB, diare, stroke dan kecelakaan lalu lintas. Namun, pada tahun 2015 terjadi perubahan menjadi stroke, kecelakaan lalu lintas, penyakit jantung iskemik, kanker dan diabetes, pola hidup yang tidak sehat adalah salah satu pencetus dari penyakit-penyakit tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kesehatan merupakan hak asasi manusia yang harus diwujudkan dalam berbagai macam upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan yang berkualiatas dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini yang mendasari upaya-upaya pemerintah dalam meningkatkan kualiatas kesehatan masyarakat Indonesia. Segala sesuatu yang berkaitan dengan tenaga kesehatan, hal-hal yang mencakup tugas dan wewenang bagi tenaga kesehatan dan segala hal yang berkaitan dengan kesehatan telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Di berbagai belahan dunia, khususnya negara maju di dunia, selain bersaing dalam perekonomian, persenjataan, kesejahteraan termasuk kesehatan. Saling berupaya untuk meningkatkan kesehatan dengan pengembangan-pengembangan obat dan alat medis, salah satu contoh negara dengan perkembangan medis yang pesat adalah Rusia. Di mana seluruh ketenagakerjaan yang berhubungan dengan kesehatan maupun ketenagakerjaan teknik dan robotik dikerahkan untuk mengupayakan dalam menciptakan, mengembangkan dan efektivitas dari penggunaan obat dengan menggunakan teknologi yang maju, tanpa memandang keprofesian dari masing-masing bidang, perbedaan keahlian di masing-masing di satukan untuk mencapai tujuan yang sama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini sedang hangat dibicarakan di sosial media terkait kesalahpahaman antara profesi apoteker dan dokter yang menimbulkan berbagai macam komentar-komentar negatif. Seperti kasus yang terjadi di sebuah situs web konsultasi antara dosen dan pasien secara <em>online,</em> yang menjadi awal mula terjadinya kesalahpahaman antara tugas apoteker dan tugas profesi dokter. Di mana masing-masing tugas telah di atur dalam Undang-Undang RI. Kurangnya dasar dan pemahaman tentang masing-masing tugas inilah yang menyebabkan singgung menyinggung antara kedua profesi ini, sedangkan segala hal yang berkaitan tentang kedua profesi ini telah nyata tercantum dalam UU No 29 dan UU No 51.</p><p style="text-align: justify;">Ketika pasien sedang berjuang untuk mempertahankan hidupnya, negara di dunia berlomba dalam menemukan jenis pengobatan dan teknologi pengobatan yang canggih. Namun, realita yang kita temuka di negara ini, para profesi yang telah tercetak dengan pemikiran dan intelektual yang luas justru masih disibukkan dengan perdebatan tentang persoalaan batasan-batasan wilayah pelaksaan kegiataan dalam dunia kesehatan, yang muncul terus-menerus dalam kolom komentar menuangkan segala opini namun tidak tepat dalam penggunaan bahasa yang sepantasnya dikeluarkan oleh seorang profesi-profesi yang berperan penting dalam kesehatan masyarakat yang siap di terjang ancaman penyakit kapan saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya untuk memecahkan masalah lama yang sering terulang ini, dilakukan rapat terbuaka antara Ikatan Apoteker Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia. Agar dapat diselesaikan secara tepat dan transparan. Perlu adanya musyawarah dan ketegasan tentang undang-undang tentang tenaga medis agar masalah seperti ini jangan sampai terulang kembali.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Via Alvionita, Mahasiswa Farmasi Unmul</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> LKBH: Laboraturium Mahasiswa Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lkbh-laboraturium-mahasiswa-hukum/baca </link>
<guid> lkbh-laboraturium-mahasiswa-hukum </guid>
<pubDate> Sun, 11 Feb 2018 23:05:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum (FH) Unmul. (Foto: Putera Tiya Ilahi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lkbh-laboraturium-mahasiswa-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WMOyd2zLlw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>LKBH: Laboraturium Mahasiswa Hukum</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Meski telah berdiri sejak 2003, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum (FH) Unmul<strong>&nbsp;</strong>belum banyak dikenal civitas academica secara luas. Lembaga yang terdiri dari 40 orang konsultan hukum (dosen), 16 advokat dan 24 paralegal&mdash;sebutan untuk anggota mahasiswa--- nyatanya telah banyak melibatkan diri dalam beragam kasus baik dalam maupun luar kampus.</p><p style="text-align: justify;">Orang-orang yang datang ke LKBH beragam. Mulai dari mahasiswa, masyarakat, hingga birokrat. Berbeda dari LBH-LBH kebanyakan, LKBH memang menjadi wadah pembelajaran mahasiswa FH untuk mampu mempraktikkan keilmuannya secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">Adi Nurhamidi, salah satu paralegal mengaku senang bisa bergabung dengan LKBH. &ldquo;Iya, LKBH ini kayak tempat konsultasi psikolog di FISIP. Jadi, bermanfaat juga waktunya. Menerapkan ilmu,&rdquo; kata mahasiswa angkatan 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, sesuai namanya, LKBH juga melayani konsultasi dan pendampingan gratis untuk yang kurang mampu. Untuk mahasiswa, bahkan hanya perlu melampirkan KTM. Adapun, salah satu kasus dari mahasiswa yakni perkara Masterpiece yang juga sempat hangat dan belum menemui ujung hingga kini.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, ada pula kasus yang berbayar, tergantung dari kasusnya. Anggarannya dialihkan untuk menyelesaikan kasus yang lain. Sebab, pendaftaran perkara itu juga dibarengi dengan membayar pajak yang tidak sedikit yakni berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makanya kalau ke persidangan itu harus siap mental dan finansial. Kami sempat dapat klien korban korupsi yang lebih memilih LKBH dibanding LBH lain karena menurutnya LBH lebih ke profit,&rdquo; beber Adi.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Adi menyebutkan ada beragam kasus yang tengah ditangani LKBH FH Unmul. Mulai kasus dosen Fahutan yang jadi korban penipuan, hingga kasus tersangka tindak pidana korupsi oleh mantan dekan Fahutan berinisial CDB yang kini sedang berada dalam tahap pelimpahan berkas ke pengadilan. (<strong><em>aml/pil/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bayar Bandwidth Hingga Rp2,9 M, Akses Internet Lancar? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bayar-bandwidth-hingga-rp29-m-akses-internet-lancar/baca </link>
<guid> bayar-bandwidth-hingga-rp29-m-akses-internet-lancar </guid>
<pubDate> Sun, 11 Feb 2018 23:49:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bohari Yusuf, Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bayar-bandwidth-hingga-rp29-m-akses-internet-lancar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hJPhrBcXjR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bayar Bandwidth Hingga Rp2,9 M, Akses Internet Lancar?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Entah mayoritas civitas academica menyadari atau tidak, Unmul sejak tahun 2014 lalu&ndash;saat rektor Unmul masih Zamruddin Hasid&ndash;telah memakai sistem data transfer atau <em>bandwidth</em> untuk memperlancar akses internet. Anggaran untuk membayar sistem itu pun sekilas terdengar fantastis, Rp2,3 miliar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan itu, koneksi internet di Unmul harusnya bisa lancar dinikmati. Tapi meski <em>bandwidth</em> sudah ada, kelancaran akses khususnya di area <em>hotspot</em> internet gratis yang bisa diakses dengan NIM dan <em>password</em> portal masih lamban. Kenapa begitu?</p><p style="text-align: justify;">Bohari Yusuf, Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat menyebut, lambannya akses internet terjadi karena instalasi di banyak unit-unit seperti beberapa UPT dan fakultas tidak disesuaikan untuk menunjang fasilitas <em>bandwidth</em> yang telah tersedia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belikan akses poin sekitar Rp6 juta untuk yang bagus. Contoh di FMIPA (akses internet lancar karena) &nbsp;dibelikan kabel FO (fiber optik),&rdquo; ujarnya saat ditemui <em>Sketsa</em> Senin (5/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bohari kemudian beristilah, akses internet menggunakan <em>bandwidth</em> ini laksana &lsquo;jalan tol&rsquo; yang bisa dilewati kendaraan&ndash;analogi akses internet. Tujuannya agar koneksi internet bisa lebih lancar dan ujungnya akan menunjang kecepatan akses. Ia pun kembali berujar dengan analogi, jika semua telah memakai &lsquo;Ferarri&rsquo; maka jangan ada lagi yang memakai &lsquo;becak&rsquo; di jalan tol.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itulah, pihaknya mendorong semua UPT dan fakultas di Unmul untuk menyesuaikan instalasi penunjang koneksi internet yang pas agar fasilitas <em>bandwidth</em> yang telah dibayar mahal-mahal tersebut bisa dinikmati oleh semua kalangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sudah menyediakan jalan tol (<em>bandwidth</em>), tinggal unit-unit mau lewat jalan tol atau tidak?&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Upaya (dan Wacana) Tambah Kapasitas <em>Bandwidth</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Tahun 2018 ini, Unmul bersiap untuk membayar <em>bandwidth</em> dengan nominal biaya yang lebih besar lagi, Rp2,9 miliar. Hal itu terjadi karena jumlah permintaan penambahan kapasitas yang diajukan Unmul terus meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada tahun 2014, Unmul membayar Rp2,3 miliar untuk <em>bandwidth</em> dengan ukuran 123 <em>megabyte</em>. Lalu saat Masjaya resmi menjabat posisi rektor, dilakukan proses tawar-menawar yang akhirnya disepakati dan Unmul mendapat 400 <em>megabyte</em>, tapi tetap membayar dengan nominal yang sama: Rp2,3 miliar.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian saat persiapan Unmul menuju akreditas A tahun 2017, kapasitas <em>bandwidth</em> kembali ditambah menjadi 1 <em>gigabyte</em>. Dari kapasitas itulah muncul nominal Rp2,9 miliar harus dibayar Unmul ke Telkom.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun ini rencana akan ada penambahan kapasitas <em>bandwidth</em> lagi menjadi 1,3 <em>gigabyte</em>,&rdquo; ungkit Bohari mencanangkan target di tahun 2018.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Bandwidth</em></strong><strong>&nbsp;Rp2,9 Miliar Itu Murah?&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Fasilitas <em>bandwidth</em> dengan ukuran 1 <em>gigabyte</em> jadi salah satu prasyarat yang harus dipenuhi suatu universitas di Indonesia jika ingin masuk kategori &lsquo;universitas besar&rsquo;. Untuk membayarnya, anggaran senilai Rp2,9 miliar harus disiapkan Unmul untuk menunaikan prasyarat tersebut. Nilai itu besar atau justru kecil?</p><p style="text-align: justify;">Jika Unmul dibandingkan dengan Universitas Negeri Malang (UM) misalnya, maka perbedaannya akan mulai terlihat. UM yang jumlah mahasiswanya kurang-lebih sama dengan Unmul, membayar Rp6 miliar untuk menerapkan <em>bandwidth</em> untuk kapasitas 2,6 <em>gigabyte</em>.</p><p style="text-align: justify;">Jika dibanding lagi dengan Universitas Brawijaya (UB), nominal anggaran untuk membayar <em>bandwidth</em> saja di kampus tersebut bahkan mencapai Rp10 miliar. Kasarnya, nominal tersebut tiga kali lipat lebih banyak dan mahal dari nominal terbesar yang pernah dibayar oleh Unmul untuk fasilitas <em>bandwidth</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita itu paling murah dan uang kita hanya segitu (Rp2,9 miliar). Pembayarannya pakai APBN, bukan penggunaan uang UKT,&rdquo; seloroh Bohari. <strong>(<em>cin</em>/<em>mla/dan</em>/<em>ajy</em>/<em>fir</em>/<em>sut/adl</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teknologi SSO untuk Solusi Akses Internet, Unmul Masih Ragu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teknologi-sso-untuk-solusi-akses-internet-unmul-masih-ragu/baca </link>
<guid> teknologi-sso-untuk-solusi-akses-internet-unmul-masih-ragu </guid>
<pubDate> Mon, 12 Feb 2018 00:09:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tawaran SSO punya pola akses yang mirip-mirip dengan wifi.id. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teknologi-sso-untuk-solusi-akses-internet-unmul-masih-ragu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q5QAHdhlQA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teknologi SSO untuk Solusi Akses Internet, Unmul Masih Ragu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sejak tahun 2017 lalu, Unmul telah diimingi PT. Telkom untuk menjalin kerja sama perihal percepatan akses internet. Bentuknya ialah pemasangan teknologi <em>Single Sign On</em> (SSO) di berbagai titik se-Unmul agar kelak bisa dinikmati semua civitas academica, tanpa terkecuali.</p><p style="text-align: justify;">SSO sendiri punya pola akses yang mirip-mirip dengan <em>wifi.id</em>. Cukup dengan membeli voucer senilai Rp30 ribu per bulan, maka pengguna akan mendapat kuota yang jumlahnya <em>unlimited</em>. Bahkan voucer SSO juga bisa dipakai se-Indonesia selama masih berdekatan dengan fasilitas <em>wifi corner</em>.</p><p style="text-align: justify;">Namun hingga saat ini, Unmul belum memberikan kepastian sikap dan masih sebatas menimbang-nimbang tawaran dari Telkom tersebut. Bukan tanpa alasan, Unmul masih ragu karena untuk menerapkan SSO, Telkom meminta jaminan agar teknologi itu minimal diakses oleh 5 ribu pengguna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktu ditawari, kita tanya apa bisa satu-satu orang, dan dia (Telkom) bilang &lsquo;tidak bisa&rsquo; minimal 5 ribu orang. Bisa saja satu orang tapi harganya mahal,&rdquo; sebut Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf kepada <em>Sketsa</em> Senin (5/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Jika nanti sepakat mengambil tawaran Telkom dan kemudian menerapkan SSO, teknologi tersebut bisa jadi <em>back up</em> untuk kian memperlancar akses internet di Unmul. Sebelumnya, kampus tertua di Kaltim tersebut telah pula menggunakan sebuah sistem data transfer atau <em>bandwidth&nbsp;</em>untuk menunjang fasilitas internet sejak 2014 lalu.</p><p style="text-align: justify;">( Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bayar-bandwidth-hingga-rp29-m-akses-internet-lancar/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bayar-bandwidth-hingga-rp29-m-akses-internet-lancar/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bayar-bandwidth-hingga-rp29-m-akses-internet-lancar/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Meski dalam proses menimbang, pihak rektorat telah melihat tawaran SSO &nbsp;itu sebagai peluang emas dan telah menyampaikan ke semua fakultas. Bahkan sudah ada tiga fakultas yang menyetujui jika teknologi SSO diterapkan di Unmul, yakni FMIPA, FKTI, dan Fakultas Teknik.</p><p style="text-align: justify;">Bohari menyebut, tidak ada unsur paksaan karena pembayaran langsung dilakukan oleh mahasiswa selaku pengguna ke pihak Telkom melalui pembelian voucer. Dan jika merujuk pada hitungan matematis, harusnya gabungan seluruh mahasiswa dari tiga fakultas tersebut jumlahnya mencapai 6 ribuan mahasiswa. Itu berarti telah melampaui kuota minimal yang diinginkan Telkom.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi Bohari mengaku pesimis jika semua mahasiswa di tiga fakultas itu akan membeli voucer SSO, karena memang sifatnya tidak ada paksaan. Namun jika antusiasme dan jumlah mahasiswa selaku mayoritas pengguna SSO dapat melebihi 5 ribu, pihak Unmul siap mengambil tawaran itu secepatnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau sekarang dipasang juga tidak ada masalah. Asal Unmul dapat menjamin 5 ribu pengguna. Kalau tidak tercapai, bisa rugi,&rdquo; ujarnya realistis. <strong>(<em>fir</em>/<em>mla</em>/<em>dan</em>/<em>ajy</em>/<em>cin</em>/<em>sut/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Pesimis Pasang SSO, Mahasiswa Justru Antusias </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-pesimis-pasang-sso-mahasiswa-justru-antusias/baca </link>
<guid> unmul-pesimis-pasang-sso-mahasiswa-justru-antusias </guid>
<pubDate> Mon, 12 Feb 2018 00:27:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tawaran akses internet melalui SSO disambut baik mahasiswa. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-pesimis-pasang-sso-mahasiswa-justru-antusias/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XmVZOD7jLu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Pesimis Pasang SSO, Mahasiswa Justru Antusias</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Telkom Indonesia tahun 2017 lalu telah menawarkan Unmul untuk kerja sama pengadaan teknologi <em>Single Sign On</em> (SSO). Cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan akses menggunakan <em>wifi.id</em>, bisa diakses seluruh civitas academica selama bersedia membeli voucer internet seharga Rp30 ribu per bulan dengan kuota <em>unlimited</em>.</p><p style="text-align: justify;">Jika tawaran tersebut diambil, maka Telkom Indonesia siap memasang SSO di berbagai titik se-Unmul. Namun Unmul masih ragu bersikap dan menimbang-nimbang beberapa hal sebelum mengambil tawaran tersebut. Salah satu alasannya, Unmul harus bisa menjamin ada minimal 5 ribu pengguna jika SSO diberlakukan.</p><p style="text-align: justify;">( Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teknologi-sso-untuk-solusi-akses-internet-unmul-masih-ragu/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teknologi-sso-untuk-solusi-akses-internet-unmul-masih-ragu/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teknologi-sso-untuk-solusi-akses-internet-unmul-masih-ragu/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi keraguan Unmul terhadap tawaran Telkom Indonesia, <em>Sketsa</em> kemudian menjaring tanggapan dari tiga mahasiswa yang kuliah di tiga kampus berbeda: Gunung Kelua, Pahlawan, dan Flores.</p><p style="text-align: justify;">Hasilnya, tiga mahasiswa tersebut sangat antusias menanggapi kabar tersebut. Bahkan ketiganya optimistis, jika SSO diterapkan di Unmul, maka penggunanya akan melampaui 5 ribu orang.</p><p style="text-align: justify;">Gresiandre Putra menyebut, jika diterapkan, SSO akan sangat menguntungkan bagi mahasiswa yang memiliki kebutuhan intens akan internet. Perihal sistem voucer yang kelak harus dibayar tiap pengguna, ia mengaku hal itu sah-sah saja. Maka, SSO ia harapkan bisa jadi salah satu solusi memperlancar akses internet di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Asalkan ada sosialisasi yang dilakukan dan merata persebarannya, saya rasa 5 ribu pengguna bukan angka yang sulit untuk didapatkan,&rdquo; pikir mahasiswa FKIP Prodi Bahasa Inggris 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Realitanya kini, jangankan sosialisasi, informasi tentang tawaran kerja sama Telkom Indonesia ke Unmul tersebut pun saat ini masih terbatas karena hanya diketahui segelintir pihak saja. Nazwa, mahasiswi FEB Prodi Akuntansi 2016 pun baru mengetahui informasi tersebut saat ditanyai <em>Sketsa</em>. Namun jika kelak SSO diterapkan, ia masih bingung dengan mekanisme pembayaran yang harus dilakukan oleh tiap pengguna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>WiFi</em> ini sebenarnya penting sekali ya. Karena di FEB sendiri dosen kerap menugaskan mahasiswa untuk mencari bahan pembelajaran di internet, termasuk jurnal,&rdquo; sebutnya saat ditanya pentingkah adanya fasilitas <em>hotspot</em> internet di area kampus.</p><p style="text-align: justify;">Perihal tawaran kerja sama dari Telkom Indonesia di atas, Safna Naida Choirani memandang peluang itu sebaiknya diambil untuk memaksimalkan pelayanan kepada mahasiswa maupun civitas academica. Mahasiswa FIB Prodi Sastra Inggris 2016 ini menganggap, keberadaan SSO bisa jadi solusi karena penyediaan fasilitas internet yang disediakan Unmul belum merata ke semua titik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya merasa Unmul belum sepenuhnya memfasilitasi akses internet. Hanya beberapa fakultas yang menyediakan akses <em>WiFi corner</em> dan untuk Unmul keseluruhan belum,&rdquo; tanggapnya. <strong>(<em>sut</em>/<em>ajy</em>/<em>dan</em>/<em>fir</em>/<em>mla</em>/<em>cin/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melihat Dua Sisi Universitas Asing Bagi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-dua-sisi-universitas-asing-bagi-mahasiswa/baca </link>
<guid> melihat-dua-sisi-universitas-asing-bagi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Tue, 13 Feb 2018 02:44:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rencana berdirinya universitas asing di Indonesia menuai pro dan kontra. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-dua-sisi-universitas-asing-bagi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BD2U00cUCX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melihat Dua Sisi Universitas Asing Bagi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA<em>&nbsp;</em>&ndash;</strong> Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berencana membuka izin beroperasi Perguruan Tinggi Asing (PTA) di Indonesia. Sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mengatur akses masuk PTA ke Indonesia. Peluang ini tentu tak lepas dari dampak positif dan negatif.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>menemui beberapa mahasiswa Unmul untuk menanggapi kebijakan pemerintah tersebut. Ada yang menyambut baik, namun ada juga yang menilai keputusan ini masih kurang tepat.</p><p style="text-align: justify;">Desi Puspitasari, mahasiswi Ilmu Administrasi dan Bisnis mengaku setuju dengan rencana hadirnya universitas asing di Indonesia. Ia beranggapan bahwa akan memudahkan peminat PTA yang di Indonesia agar tidak jauh ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya setuju saja, karena dengan adanya PTA di Indonesia kita sudah tidak perlu lagi buat pergi ke luar negeri untuk kuliah. Kan sudah dibawa ke sini kampusnya,&rdquo; ujarnya saat ditemui Sketsa Sabtu (10/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Disinggung soal biaya yang tentunya lebih mahal dari PTN di Indonesia, Desi menyebut hal ini bukan menjadi masalah. Terutama bagi mereka yang tergolong mampu dan memiliki kemauan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi biarpun <em>ngeluarin&nbsp;</em>biaya lebih mahal, untuk mereka yang mempunyai kemampuan <em>financial&nbsp;</em>cukup dan kemauan, tidak akan ada masalah,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Desi, rekan satu jurusannya Vrisqi Revika berpendapat lain. Ia kurang setuju dengan rencana yang dibuat oleh Kemenristekdikti, menurutnya langkah tersebut kurang bijak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencana yang dibuat itu masih kurang bijak, menurut saya. Karena dengan masuknya PTA ke Indonesia akan mengurangi minat pelajar Indonesia ke PTN yang sudah ada,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Vrisqi menilai dengan masuknya PTA akan turut membawa beberapa dampak kurang baik. &nbsp;&ldquo;Kalau ada PTA masuk Indonesia, tidak menutup kemungkinan Warga Negara Asing (WNA) akan banyak berdatangan masuk ke perguruan tinggi tersebut,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut tentu berpengaruh terhadap persaingan dalam pendidikan dan dunia kerja, menambah kekhawatiran bagi segilintir mahasiswa di Indonesia. Vrisqi bahkan menyatakan untuk lebih mengutamakan perbaikan bagi univerisitas dalam negeri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Daripada menyetujui masuknya PTA mengapa pemerintah tidak menambah fasilitas atau kebijakan baru untuk seluruh PTN. Cara itu juga dapat digunakan untuk menarik minat pelajar Indonesia,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>ycp/mrf/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Universitas Asing Jadi Pecut Tingkatkan Mutu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/universitas-asing-jadi-pecut-tingkatkan-mutu/baca </link>
<guid> universitas-asing-jadi-pecut-tingkatkan-mutu </guid>
<pubDate> Tue, 13 Feb 2018 02:50:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor I Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/universitas-asing-jadi-pecut-tingkatkan-mutu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ph9PMbUH6O.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Universitas Asing Jadi Pecut Tingkatkan Mutu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Berdasarkan pernyataan dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), tahun ini direncanakan sejumlah universitas asing akan beroperasi di Indonesia atau disebut Perguruan Tinggi Asing (PTA). Kabar ini tentu menuai pro dan kontra di tengah masyarakat, terlebih di lingkungan civitas academica.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa menilai, berdirinya universitas asing akan menggeser eksistensi perguruan tinggi dalam negeri. Namun, di sisi lain ada yang menilai berdirinya universitas asing dapat menjadi pecut bagi perguruan tinggi dalam negeri untuk mengembangkan kualitasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Jumat (8/2) lalu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono mengatakan adanya PTA di Indonesia dapat mendorong Unmul agar mampu berkompetisi. &ldquo;Secara institusi saya tidak berani mengatakan, karena posisi saya sebagai WR I. Tapi kalau secara pribadi, saya merasa justru ini jadi suatu cambuk bagi kita untuk berusaha. Bahwa kita tidak kalah dengan universitas luar,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu alasan beroperasinya PTA &nbsp;ialah untuk memudahkan mahasiswa. Dalam hal ini, mendapatkan kesempatan belajar di universitas ternama tanpa perlu jauh-jauh ke luar negeri. Agung turut mendukung alasan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Daripada mereka harus ke sana (luar negeri) dan memperhitungkan biaya tinggal dan sebagainya, lebih baik masuk universitas asing dalam negeri. Tapi bisa jadi kalau ujian dia harus ke sana,&rdquo; papar Agung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Agung menilai unsur keadilan tetap harus diberlakukan. Tidak boleh ada keistimewaan kepada universitas asing yang justru membebani universitas di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya untuk masuk ke universitas asing tersebut tentu akan memakan biaya yang cukup besar, seleksinya pun akan ketat. &ldquo;Selama ini ingin <em>go international</em>, sedangkan Unmul apa? Kita cuma di Samarinda aja, ya enggak lah. Kalau bisa, ada Unmul nanti di London, New York, Sidney. Kan hebat juga begitu, masa kita enggak ingin begitu,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menilai kebijakan ini harus dilihat dari sisi positif, agar seluruh universitas dalam negeri dapat berbenah dan lebih meningkatkan mutu. &ldquo;Gantian kita akan masuk ke negara mereka. Maksud saya, orientasinya harus ke sana. Kalau sudah takut duluan, ya repot,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, diakui Agung belum ada pembahasan dan rencana untuk mendiskusikan lebih lanjut. Sebab Samarinda tidak menjadi lokasi beroperasinya universitas asing. Pun jika ada, Agung mengatakan &nbsp;bahwa akan sama saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kecuali ada hal-hal yang tidak adil. Misalnya mereka masuknya mudah, diberi bantuan oleh kementrian, dikasih beasiswa lebih banyak daripada yang dalam negeri. Kalau mereka menunjukkan diri tidak boleh, seandainya kita tidak boleh ke tempat lain juga, bagaimana?&rdquo; &nbsp;tanyanya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun jika nanti ada yang mendaftar di universitas asing atau tidak, Agung merasa itu bukan ranah Unmul. &ldquo;Kalau mereka enggak mampu bersaing, ya pasti <em>close</em>,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>adn/snh/ycp/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Lamin Yupa dan Kebijakan yang Membayangi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-lamin-yupa-dan-kebijakan-yang-membayangi/baca </link>
<guid> nasib-lamin-yupa-dan-kebijakan-yang-membayangi </guid>
<pubDate> Tue, 13 Feb 2018 12:57:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lamin yang dibangun oleh UKM Yupa. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-lamin-yupa-dan-kebijakan-yang-membayangi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Eu9iF3FaZB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Lamin Yupa dan Kebijakan yang Membayangi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Meski mengaku telah mengurus perizinan sejak tiga tahun terakhir, melakukan pertemuan khusus bersama Rektor Masjaya dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin, hingga akhirnya mengantongi izin, bangunan Lamin milik UKM Teater Yupa ternyata ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana berita yang telah diturunkan <em>Sketsa</em> sebelumnya, Encik membantah telah memberikan izin dengan menyebut perkara itu bukan wewenangnya, melainkan Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf.</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lamin-yupa-warga-baru-sc-ilegal/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1518612868512000&amp;usg=AFQjCNF11UYLwIk1enOIN3TUIOhzujynqA" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lamin-yupa-warga-baru-sc-ilegal/baca" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lamin-yupa-warga-baru-sc-ilegal/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lamin-yupa-warga-baru-sc-ilegal/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi<em>&nbsp;Sketsa</em> pada Senin (5/2), Bohari mengaku didatangi sejumlah pengurus UKM Teater Yupa, tak lain membahas perizinan Lamin.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seminggu yang lalu mereka ke sini, ramai-ramai. Mereka baru minta izin,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Bohari menjelaskan, tanah yang saat ini digunakan Yupa adalah tanah negara. Yang mana, ada prosedur dan aturan yang mesti ditaati ketika hendak mendirikan bangunan di atasnya, tidak bisa asal bangun tanpa sepengetahuan pihak yang berwenang, yang dalam hal ini Rektor Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi Lamin Yupa yang nyaris rampung, Bohari tak peduli. Baginya, aturan tetap aturan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Biarpun sudah telanjur dibangun, tetap harus kembali ke aturan. Saya minta ke rektor melalui wakil rektor III, tinggal dari situ disetujui atau tidak,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Maju Kena Mundur Kena</strong></p><p style="text-align: justify;">Persoalan Lamin rupanya tak berhenti pada legal atau ilegal semata. Tidak berarti jika legal Yupa lega, tidak pula jika ilegal Yupa sengsara. Pasalnya, kata Bohari, jika nantinya status Lamin diputuskan legal, kepemilikan akan jatuh ke tangan Unmul dan digunakan untuk kegiatan secara umum, bukan lagi atas nama Yupa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita akan proses. Kalaupun disetujui maka dia (Yupa) tidak boleh ngapa-ngapain lagi. Itu Unmul yang perbaiki dan itu menjadi aset nya Unmul. Mungkin nanti akan dibongkar atau direnovasi,&quot; tegas Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, perkara Yupa akan dijatuhi sanksi atau tidak, dikatakan Bohari akan ditindaklanjuti oleh rektor. <strong>(<em>fir/aml/wil/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Titik Terang 4 Kursi Ketua DPM Fakultas Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/titik-terang-4-kursi-ketua-dpm-fakultas-unmul/baca </link>
<guid> titik-terang-4-kursi-ketua-dpm-fakultas-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 13 Feb 2018 12:58:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketidakjelasan struktur DPM beberapa fakultas di Unmul kini telah temukan titik terang. (Sumber ilustrasi: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/titik-terang-4-kursi-ketua-dpm-fakultas-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/adratdw0pe.png" />
					</figure>
			                <h1>Titik Terang 4 Kursi Ketua DPM Fakultas Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Berangkat dari pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM), Dwi Luthfi mengenai ketidakjelasan struktur DPM beberapa fakultas di Unmul. Berangsur-angsur telah menemukan kejelasan perihal pengisi jabatan ketua DPM fakultas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kursi-dpm-4-fakultas-kosong-ini-rupa-rupa-alasannya/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kursi-dpm-4-fakultas-kosong-ini-rupa-rupa-alasannya/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA, Donny Damara menyatakan bahwa Ketua DPM FMIPA telah berganti dan telah dilantik pula.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai Ketua DPM FMIPA yang baru memang benar adanya setelah Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Sri Wahyuningsih, mengonfirmasikan kepada <em>Sketsa</em>. Wakil Dekan I FMIPA menyatakan bahwa Adi Buchori Ramadhan memang Ketua DPM FMIPA yang baru dan telah dilantik saat pelantikan tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sudah, ketuanya Adi Bochari,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Sri mengatakan bahwa di FMIPA sendiri nantinya akan ada pelantikan kembali yang akan langsung dilantik oleh Dekan FMIPA, Eng. Idris Mandang. Pelantikan dilakukan pada Sabtu (10/2) pagi. Seharusnya pelantikan dilakukan seminggu sebelumnya, namun keberadaan dekan FMIPA di luar kota terpaksa pelantikan harus diundur.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemarin mereka minta saya aja yang melantik. Cuma saya nggak enak, kan ada pak dekan,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa alasan BEM FMIPA minta untuk dipercepat soal pelantikan ini. Karena pada hari Sabtu tersebut mereka telah memiliki agenda dan bertabrakan dengan agenda pelantikan. Oleh Sri, BEM diminta untuk memundurkan waktu kegiatan agar bisa dilaksanakan setelah pelantikan yang akan dipimpin langsung oleh dekan.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai sistem pemilihan DPM di FMIPA, Sri mengatakan dirinya tidak ikut campur dalam hal tersebut. Sepenuhnya mahasiswa yang memilih. Dia sebagai dosen dan pembina kemahasiswaan tidak ikut campur siapa ketua DPM, BEM, dan HMJ.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya nggak pernah ikut campur bahwa yang ketuanya harus si A, si B, nggak peduli saya itu,&quot; ucap Sri.<strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak berbeda jauh dengan FMIPA, rupanya Farmasi telah punya ketua DPM baru. Meskipun sebelumnya Yusri Miftahul Rizki yang merupakan Ketua HimapS1, menyebutkan bahwa belum ada pergantian ketua, Yusri kemudian meralat pernyataannya dengan mengirim pesan singkat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akhmad Fahri itu yang baru ketua DPM-nya. Nanti setelah pelantikan sama dekan, baru berjalan seperti biasa,&rdquo; tulisnya pada Senin (5/2).</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>kemudian menemui Adam M. Ramadhan Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Farmasi. Saat ditemui di ruangannya, Adam menjelaskan alasan di balik lambatnya proses pergantian kepengurusan di Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya memasuki peralihan semester setelah habis ujian hingga Januari yang merupakan masa-masa pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Banyak mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 yang akan mengisi bangku kepengurusan DPM teralihkan waktunya untuk urusan akademik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, perihal pergantian ketua DPM Farmasi, Adam membenarkan sudah terpilih ketua baru. Untuk pelantikan di fakultas belum dilaksanakan karena terkendala waktu. Target awalnya pada Desember 2017 atau Januari 2018 tapi urung dijalankan hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini untuk DPM-nya sudah terpilih, pada waktu sebelum pelantikan di universitas. Tepatnya di Januari di minggu pertama,&rdquo; terang Adam saat ditemui <em>Sketsa</em> pada Selasa (6/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Karena sebelum pelantikan yang dilakukan rektor, dua hari sebelumnya pihak DPM Farmasi baru melakukan suksesi sehingga belum ada SK-nya.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya Adam melakukan komunikasi dengan beberapa pihak di rektorat. Hasilnya untuk pelantikan di rektorat diperbolehkan tidak ada SK asalkan ada legalitas yang menjamin dari pihak fakultas, sehingga pelantikan dapat berjalan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak apa-apa, yang penting ada legalitas dari fakultas bahwasannya beliau ini adalah yang benar sebagai ketua, wakil atau bendahara dan sekretaris di DPM,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Mulai beberapa minggu yang lalu Adam meminta agar DPM Farmasi segera melakukan finalisasi terhadap bidang maupun komisi di internal DPM Farmasi. Untuk pelantikan sendiri rencananya akan dilakukan pada Sabtu (10/2) mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini DPM Farmasi sudah dijalankan oleh pengurus yang baru sambil menunggu waktu pelantikan. Selain itu DPM Farmasi juga melakukan finalisasi pengurus berupa <em>open recruitment&nbsp;</em>anggota.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, <em>Sketsa&nbsp;</em>bertandang ke fakultas Hukum untuk menemui Dekan FH, Mahendra, guna mengonfirmasi DPM Fakultas Hukum yang diketahui sudah melakukan periodisasi sejak November 2017 lalu nyatanya tidak membuahkan hasil.</p><p style="text-align: justify;">Sekretaris Dekan Fakultas Hukum, Alif Utomo yang menerima kedatangan <em>Sketsa&nbsp;</em>mengatakan, &quot;Mohon maaf, Bapak belum bisa memberikan <em>statement &nbsp;</em>tentang DPM ataupun Pemira,&quot; terang Alif.</p><p style="text-align: justify;">Alif menjelaskan bahwa para pimpinan di Fakultas Hukum sedang mengurus persiapan akreditasi fakultas sehingga Dekan sulit ditemui untuk sementara waktu.</p><p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana dengan Fahutan? Sempat dikabarkan menghilang oleh Syahrir selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kehutanan, Suharno Ketua Dewan Perwakilan Slyva Mulawarman (DPSM) Fahutan angkat bicara.</p><p style="text-align: justify;">Suharno mengatakan ia sering berkomunikasi dengan Syahrir terkait Pemira di Fahutan. Rabu lalu, ia telah menemui Syahrir untuk mengklarifikasi dirinya yang sulit ditemui.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah Pemira, sebetulnya kita sama WD III itu sering konfirmasi, kalau setiap WD III manggil, saya selalu datang gitu, cuman saya sudah klarifikasi juga ke dia kenapa hilang seperti ini kemarin. Artinya ada kesalahan gitu, dia juga minta maaf ke saya gitu,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sistem Pemira di Fahutan berbeda dengan Pemira di fakultas lain, Suharno mengatakan di Fahutan, sebelum mengadakan Pemira harus mengadakan Sidang Umum untuk menentukan Ketua DPSM yang baru, setelah itu baru bisa melaksanakan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Suharno berkata, lambatnya turun Surat Keputusan (SK) di Fahutan menjadi penghambat untuk melanggengkan Pemira. Seharusnya SK sudah dapat diberikan pada Maret atau April, namun SK tersebut baru diterima pada September.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi saya berpikir bulan sembilan dikasih SK, tiga bulan masa mau mengadakan Pemira, sedangkan Pemira diadakan harus ada sidang dulu. Jadi Pemira Fahutan diselenggarakan oleh terpilihnya Ketua DPSM baru,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Suharno mengatakan untuk perihal waktu mengadakan Sidang Umum masih dalam tahap komunikasi dengan Syahrir, namun seluruh UKM di Fahutan meminta untuk menyelenggarakan Sidang Umum pada pertengahan Februari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bulan Januari bulan libur sama ujian, kan kalau kita mengadakan Pemira pada bulan itu gak bisa juga, harus ada sidang dulu. Sedangkan sidang gak cukup kalau mahasiswanya ujian dan sebagainya pasti tidak ada yang datang, pada langsung pulangan mereka,&rdquo; kata Suharno.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Minim Anggota</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat ini DPSM beranggotakan 5 orang, minimnya anggota disebabkan tidak terselenggara kegiatan<strong>&nbsp;</strong>Inisiai sejak tahun 2016. Dalam peraturan AD/ART menjelaskan syarat bergabung menjadi anggota<strong>&nbsp;</strong>DPSM adalah harus mengikuti kegiatan bernama Inisiasi, tidak terselenggaranya Inisiasi disebabkan<strong>&nbsp;</strong>tidak mendapatkan izin oleh Dekan Fahutan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadinya yang boleh ikut DPSM tahun kemarin itu hanya angkatan 2012, 2013 dan 2014 saja,&rdquo; ucap<strong>&nbsp;</strong>Suharno.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kedepannya pasti berubah yang ada di AD/ART, mungkin ada, cuma sifatnya (berubah) bukan<strong>&nbsp;</strong>seperti Inisiasi sebelumnya,&rdquo; tambah Suharno.</p><p style="text-align: justify;">Suharno tidak membenarkan pernyataan Wakil Dekan III Fahutan, Syahrir, terkait lambatnya<strong>&nbsp;</strong>pergantian struktur LEM Slyva Fahutan akan menghambat UKM untuk melakukan kegiatan. Ia<strong>&nbsp;</strong>berkata, selama LEM Slyva masih ada tetap disahkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan teman-teman UKM tetap jalan, tetap disahkan, asalkan ada wakil dekan III, mungkin anggaran dari kemahasiswaan masih ada, ya masih disah kan,&rdquo; tutupnya.<strong>&nbsp;(<em>nhh/erp/wil/arr/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Napas Gerakan Mahasiswa Unmul Melawan MoU TNI-Polri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/napas-gerakan-mahasiswa-unmul-melawan-mou-tni-polri/baca </link>
<guid> napas-gerakan-mahasiswa-unmul-melawan-mou-tni-polri </guid>
<pubDate> Wed, 14 Feb 2018 12:53:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> konsolidasi yang digalang oleh BEM KM Unmul di halaman Student Center. (Sumber: Hilda Annisa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/napas-gerakan-mahasiswa-unmul-melawan-mou-tni-polri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/koabmSICnE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Napas Gerakan Mahasiswa Unmul Melawan MoU TNI-Polri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> 23 Januari 2018 lalu TNI dan Polri menerbitkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) &quot;Perbantuan Tentara Nasional Indonesia Kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam Rangka Memelihara Ketertiban Masyarakat&quot;. Isinya, tentang kerja sama dalam rangka pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang mana mencakup bagaimana menghadapi unjuk rasa, mogok kerja, kerusuhan massa, konflik sosial serta mengamankan kegiatan masyarakat maupun pemerintah dalam negeri yang dianggap rawan kerusuhan.</p><p style="text-align: justify;">MoU yang ditandatangani Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto itu sontak menuai polemik di berbagai kalangan, terutama mahasiswa yang sejatinya elemen paling akrab dengan aksi-aksi jalanan.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM FISIP Unmul Andi Muhammad Akbar mengatakan kerja sama ini mengingatkan kembali akan adanya dwifungsi ABRI saat orde baru. &ldquo;MoU ini justru kembali mengingatkan kita akan trauma yang dulu terjadi. Kita bisa lihat kasus 1965, kasus buruh, daerah operasi militer di Aceh, Papua, Trisakti, Semanggi, itu kan aktor-aktor yang melakukan pelanggaran HAM pada saat itu kan militer dan itu menjatuhkan banyak sekali korban,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini bukan hanya sekadar tindakan represif negara terhadap aparat sipil, terapi juga mencederai demokrasi yang &nbsp;sudah kita bangun sampai saat ini,&rdquo; imbuh mahasiswa Pembangunan Sosial 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Akbar, Sukardi Wakil Gubernur BEM FEB turut menentang adanya MoU ini. Meski menurutnya ada poin bagus, khususnya dalam konteks sosial yang membantu ketika Polri tidak siap. Tapi yang dilihatnya patut dipermasalahkan adalah poin perbantuan TNI dalam hal penanganan unjuk rasa dan mogok kerja. Hal ini dinilai Kardi sebagai bentuk kemunduran demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika ruang demokrasi ditutup akan menimbulkan problematika khususnya pada tataran mahasiswa. Sedangkan mahasiswa adalah perpanjangan tangan dari masyarakat,&rdquo; jelas Kardi.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Kardi mengaku mencium bau politik Pilpres 2019 dalam penerbitan MoU tersebut. Dalam sudut pandangnya, ia melihat Jokowi sama sekali tidak ingin terlibat bahkan bertatap muka dengan mahasiswa ketika sedang demonstrasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jokowi memang anti kritik,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penggerak eksekutif mahasiswa, Kardi merasa sadar harus turut menghidupkan budaya diskusi dan mengawal isu yang memberatkan rakyat. Ia pun terlibat dalam konsolidasi yang digalang oleh BEM KM di halaman Student Center pada Rabu (7/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsolidasi ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kami sebagai mahasiswa. Sejatinya mahasiswa itu adalah agen perubahan, agen perbaikan negara dan bangsa ini,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>ann/fer/dor/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Mobile Resmi Rilis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-mobile-resmi-rilis/baca </link>
<guid> unmul-mobile-resmi-rilis </guid>
<pubDate> Thu, 15 Feb 2018 05:13:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rilis aplikasi Unmul Mobile. (Sumber foto: Tribun Kaltim/Rafan Dwinanto) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-mobile-resmi-rilis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AIMp5sOolf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Mobile Resmi Rilis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong> Gedung Auditorium Universitas Mulawarman pada Senin (12/2) lalu tampak lebih ramai. Beberapa pejabat kampus terlihat berdatangan memasuki gedung. Nuansa merah dominan menghiasi, serta jajaran kursi yang tersusun rapi. Alunan lagu dibawakan sembari menungggu mulainya jalan acara.</p><p style="text-align: justify;">Hari itu dilaksanakan peresmian aplikasi Unmul Mobile yang diprakarsai Unmul dengan salah satu operator telekomunikasi selular, Telkomsel.</p><p style="text-align: justify;">Acara dibuka dengan pembawaan tarian oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Fakuktas Ekonomi dan Bisnis. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hyme Unmul. Kemudian pembacaan doa yang dipimpin oleh Fauzi Cahyama Ramadhan dari Pusat Studi Mahasiswa (Pusdima) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan pertama oleh Rizaldo Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul. Setelah itu dilanjutkan oleh Mulya Budiman selaku General Manager Sales Telkomsel Region Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian di tengah acara ditayangkan video profil Unmul dan Telkomsel. Setelahnya dilanjutkan kembali dengan sambutan oleh Meiliana selaku Ketua Harian Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul. Dan sambutan terakhir dibawakan oleh Rektor Unmul, Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Tiba dipuncak acara yakni peresmian aplikasi Unmul Mobile. Secara bersamaan Rektor, Ketua Harian IKA Unmul, Presiden BEM KM dan perwakilan dari pihak Telkomsel bersama naik ke atas panggung. Terdapat meja dengan lampu sirine di atas meja tersebut. Dengan menghitung mundur, lampu sirine ditekan bersama dan sekaligus menandai bahwa Unmul Mobile telah diresmikan.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa bulan sebelum peresmian dilakukan, terdapat sayembara logo yang diperuntukkan bagi para mahasiswa Unmul untuk aplikasi ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pemenang sayembara tersebut jatuh kepada Iin Muthmainnah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulliah, awalnya tidak menyangka ya. Ini sebenarnya iseng-iseng berhadiah,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Berawal dari informasi lomba di spanduk depan Gedung Rektorat, Iin mencoba mengikuti perlombaan logo tersebut. Ia merasa bangga dan diapresiasi atas kemenangannya ini. Karena karyanya bisa dipakai untuk aplikasi yang nantinya akan digunakan oleh seluruh civitas academica.</p><p style="text-align: justify;">Dalam desain logonya ada enam komponen, ia mencoba menjelaskan satu persatu. Pertama daun, menggambarkan fleksibel karena dapat beradaptasi dengan alam sekitar. Hubungannya dengan Unmul Mobile adalah memuat informasi berita secara faktual, yang ada di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Lalu ada <em>gadget</em>, mengambarkan simbol mobilitas. <em>Gadget</em> merupakan sebuah fitur berteknologi tinggi yang dapat diandalkan keberadaannya, untuk memenuhi kebutuhan manusia di era digital saat ini. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan mahasiswa dan civitas academica bisa menemukan informasi terkini secara praktis dan mudah.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga ukiran dayak. Karena termasuk budaya lokal Kalimantan, Iin khawatir apabila &nbsp;budaya-budaya di Kalimantan tidak diangkat. Nantinya budaya lokal ini akan tergerus oleh jaman. Apalagi Unmul sebagai institusi pendidikan terdepan yang ada di Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Keempat yaitu signal, penyebar luasan informasi yang dapat diakses di mana saja. Selain itu, pemilihan warna kuning menyala. Karena warna tersebut merupakan salah satu warna panji dari Universitas Mulawarman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, warna hijau menjadi simbol pembaharuan, tumbuhan, dan kreatifitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya teman-teman mahasiswa, bisa meng-<em>install</em> aplikasi ini. Karena aplikasi ini sangat informatif sekali,&rdquo; tutur Iin.</p><p style="text-align: justify;">Harapan besar juga datang dari Mulya Budiman selaku General Manager Telkomsel. Ia berharap agar ini dapat mendatangkan manfaat, &quot;Aplikasi ini bisa digunakan ke arah yang positif, dan mahasiswa bisa masif menggunakan produk Telkomsel,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa alasan, Telkomsel merupakan satu-satunya perusahaan telekomunikasi yang masih milik negara. Tak menutup kemungkinan akan ada kerja sama lainnya yang akan terjalin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk aplikasi ini pertama yang bekerja sama dengan universitas untuk wilayah Kalimantan,&rdquo; &nbsp;terangnya. <strong>(<em>nhh/erp/mpr/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagaimana Pendidikan Sejarah Merespons Museum Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bagaimana-pendidikan-sejarah-merespons-museum-samarinda/baca </link>
<guid> bagaimana-pendidikan-sejarah-merespons-museum-samarinda </guid>
<pubDate> Thu, 15 Feb 2018 11:41:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Museum Samarinda masih menanti untuk diresmikan. (Sumber foto: Tribun Kaltim) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bagaimana-pendidikan-sejarah-merespons-museum-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yuYlhFlO5a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bagaimana Pendidikan Sejarah Merespons Museum Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Total 11 pembangunan infrastruktur diresmikan oleh Pemkot Samarinda pada Kamis, pekan lalu (8/2). Beberapa di antaranya sudah lebih dulu dinikmati oleh warga kota seperti Jembatan Mahkota II, flyover, dan Taman Samarendah. Namun, beberapa juga belum yakni Tourist Information Center dan Museum Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini&nbsp;</span><span><em>soft launching</em></span><span>-nya, baru gedung saja,&rdquo; kata Muhammad Faisal, Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda seperti dilansir dari</span><span>&nbsp;Tribun Kaltim.&nbsp;</span><span>Faisal menargetkan&nbsp;</span><span>grand opening&nbsp;</span><span>untuk dua fasilitas tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan momentum Festival Mahakam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Museum Samarinda merupakan kabar baik bagi kondisi museum di Indonesia, terlebih lagi untuk Kalimantan Timur (Kaltim). Berdasarkan catatan Asosiasi Museum Indonesia (AMI), per Januari 2016 total ada 428 museum di Indonesia. Kaltim sendiri menyumbang dengan enam museum.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak yang turut meresmikan berharap dengan adanya museum kota, sejarah Samarinda sebagai kota lebih dapat dijelaskan.&nbsp;</span><span>&quot;Jadi &nbsp;bukan Kotamadya &nbsp;Samarinda, &nbsp;tetapi Kota Praja Samarinda, &nbsp;hingga akhirnya berubah menjadi Kota &nbsp;Samarinda dan sejarah tersebut harus dicantumkan &nbsp;termasuk siapa walikota pertamanya,&quot; kata Awang dikutip dari&nbsp;</span><span>Kaltim Prov</span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jamil, Ketua prodi Pendidikan Sejarah menjelaskan bahwa perkembangan sebuah kota ataupun daerah amat perlu untuk dicatat dan direkam. Arsip itu kelak dapat dimanfaatkan untuk membuat wisata alam, bahari, atau budaya sekalipun. Pendirian museum kota ini berguna sebagai &ldquo;display dan edukasi untuk generasi berikutnya&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Karena sejarah itu perlu nanti diperlihatkan sebagai suatu situs dan kemudian dipelajari lebih lanjut,&rdquo; kata Jamil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dunia sejarah mengenal tiga dimensi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Menurut Jamil, Museum Samarinda bisa dipakai untuk memperlihatkan keadaan kota di masa lampau hingga cetak biru kota ideal di masa depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perkembangan dari daerah-daerah bisa diperlihatkan, bahkan di situ sebetulnya nanti tidak hanya sekadar pajangan, jadi nanti ada yang dikembangkan dalam bentuk suatu kerterbaruan dari yang lalu dan kemudian,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati belum bisa dikunjungi, Yeremia Ledi, Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) mengaku bahagia dengan pendirian Museum Samarinda. Ia merasa dengan banyaknya peninggalan-peninggalan dari berbagai peristiwa yang ada di Kaltim, sudah sepatutnya sebagai ibu kota provinsi juga memiliki museum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sarana edukasi bagi seluruh masyarakat Kaltim, khususnya di Samarinda untuk mengetahui bahwasannya begitu banyak sejarah-sejarah di sini yang tidak diketahui oleh masyarakat,&rdquo; kata Ledi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ledi juga berharap ada penawaran ataupun kesempatan yang diberikan oleh Pemkot Samarinda untuk mau bekerja sama dengan HMPS. Semisal dengan membuka kegiatan edukasi sebagai pemandu museum atau membuat kegiatan yang bisa lebih meramaikan museum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kegiatan seperti yang ada di museum-museum di Pulau Jawa yang dikenal dengan &lsquo;Night at The Museum&rsquo;. Malam museum ini kita akan menjelajah museum malam hari dengan peserta yang datang dari berbagai kalangan,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><span><em><strong>(mla/wal/adl)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Tolak MoU, Rizaldo: MoU berpotensi Melanggar Hak Asasi Warga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-mou-rizaldo-mou-berpotensi-melanggar-hak-asasi-warga/baca </link>
<guid> aksi-tolak-mou-rizaldo-mou-berpotensi-melanggar-hak-asasi-warga </guid>
<pubDate> Thu, 15 Feb 2018 12:32:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jumat (9/2) lalu Aliansi Garuda Mulawarman gelar aksi pencerdasan di perempatan depan Mall Lembuswana tolak MoU yang telah disepakati TNI dan Polri. (Foto: Hilda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-mou-rizaldo-mou-berpotensi-melanggar-hak-asasi-warga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hDqtco2BwK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Tolak MoU, Rizaldo: MoU berpotensi Melanggar Hak Asasi Warga</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Jumat (09/2) lalu Aliansi Garuda Mulawarman gelar aksi pencerdasan di perempatan depan Mall Lembuswana guna menanggapi nota kesepahaman yang telah disepakati TNI dan Polri. Secara bergantian perwakilan BEM masing-masing fakultas memberikan orasinya diselingi lagu khas perjuangan mahasiswa dan iringan bendera lembaga. Selain itu, hal yang cukup menarik perhatian lain adanya teatrikal yang ditampilkan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Selasa (<span>23/1) lalu TNI dan Polri menerbitkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). <span>MoU yang ditandatangani Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto itu sontak menuai polemik di berbagai kalangan, terutama mahasiswa yang sejatinya elemen paling akrab dengan aksi-aksi jalanan.</span></span><br><br><span>(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melawan-kebiri-demokrasi-lewat-mou-tni-dan-polri/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melawan-kebiri-demokrasi-lewat-mou-tni-dan-polri/baca</a> dan <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/napas-gerakan-mahasiswa-unmul-melawan-mou-tni-polri/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/napas-gerakan-mahasiswa-unmul-melawan-mou-tni-polri/baca</a>)</span></p><p style="text-align: justify;">Aksi yang kurang lebih dihadiri oleh 80 mahasiswa ini merupakan aksi untuk memobilisasi massa agar tergerak untuk melakukan penolakan. Selain itu, belum sampainya <em>draft&nbsp;</em>MoU di meja Istana menjadi ihwal tersendiri sehingga aksi tidak terjadi di Kantor DPRD.</p><p style="text-align: justify;">Adapun tuntutan yang disampaikan pada aksi kali ini adalah pertama, menolak dengan tegas TNI untuk terlibat dalam aksi dan mogok kerja. Kedua, mendesak Presiden untuk membatalkan MoU, karena melanggar TAP MPR Nomor 6 tahun 2000 dan Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui setelah bubarnya massa aksi, Rizaldo Presiden BEM KM Unmul, membeberkan dua permasalahan dalam MoU. Pertama, permasalahan formil yang kemudian terbagi menjadi tiga poin.</p><p style="text-align: justify;">Poin pertama, jika dilihat dari segi hukum, TNI memang dapat memberikan bantuan kepada Polri yang diatur dalam undang-undang. Perbantuannya pun harus melalui undang-undang di TNI. Sementara yang terjadi adalah, TNI dan Polri melakukan kesepakatan hanya berdasarkan MoU, bukan melalui perundang-undangan.</p><p style="text-align: justify;">Poin kedua, kewenangan dan tanggung jawab pengerahan dan kekuatan TNI berada pada Presiden. Namun, Undang-Undang TNI tidak memberikan tugas dan kewajiban pengerahan kekuatan kepada panglima.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemaren kan panglima yang melakukan kesepakatan. Yang kita takutkan, bahwa panglima ke depan yang justru bisa memberikan pengarahan. Sedangkan yang diatur tadi tidak,&rdquo; tutur Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Poin ketiga, dalam hal pengerahan kekuatan TNI, Presiden harus mendapat persetujuan dari DPR. Sedangkan MoU sendiri dilakukan tanpa melalui pertimbangan DPR sehingga dinilai tidak sesuai prosedur yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan kedua ialah terkait dengan substansi. Adanya MoU memperlihatkan akan penguatan militerisme, yaitu suatu tindakan/gerakan yang dilakukan militer untuk memberangus suara-suara yang kontra terhadap rezim. Tindakan ini bertentangan dengan semangat penghapusan dwifungsi ABRI yang diperjuangkan mahasiswa pada masa reformasi 20 tahun silam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan berarti kita menolak militer ya, tapi menolak militerisme. Penolakan ini adalah karena campur tugas antara militer dan sipil. MoU ini juga berpotensi melanggar hak asasi warga negara terkait kebebasan berpendapat,&rdquo; jelas Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Aldo mengatakan esensi aksi kali ini adalah memobilisasi pencerdasan masyarakat. Sehingga masyarakat dan pemuda mampu merasakan euforia penolakan dari suara mahasiswa berhubung MoU TNI-Polri sendiri belum disahkan oleh Presiden.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti di <em>Mata Najwa</em> kan dibantah. &lsquo;Kebijakannya kan belum disahkan kenapa kalian protes?&rsquo; loh tidak. Justru karena belum disahkan kita bersuara agar mampu memobilisasi massa dalam pencerdasan,&rdquo; terang Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Aldo tak menampik akan membawa massa yang lebih besar jika MoU TNI-Polri disahkan oleh Presiden. Tuntutan yang dilakukan juga akan mengarah pada perubahan kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya aksi, Aldo berharap masyarakat mengetahui bahwa mahasiswa Indonesia bagian timur memiliki suara. Jangan sampai MoU disahkan karena memang semangat reformasi itu harus dikuatkan dan dijalankan ke depan. Jangan sampai ini terciderai terlebih ini adalah momen 20 tahun reformasi.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Entah mungkin karena ada upaya pemerintah pusat untuk membendung gerakan mahasiswa di tahun ini, atau memang ada kaitan politis yg dibawa karena berhubungan dengan plt dari pilkada di Sumatera dan Jabar,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu massa aksi, Freijae Rakasiwi, Gubernur BEM FEB mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata daerah dan dukungan terhadap kawan mahasiswa yang berada di pusat. Mahasiswa yang akrab disapa Pije ini pun berharap pasca aksi akan ada &lsquo;bola salju&rsquo; dan memanaskan aksi mahasiswa seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ahmad Rifa&rsquo;i Koordinator Lapangan aksi merasa bahwa aksi ini sudah cukup berhasil. &ldquo;Saya rasa apa yang disampaikan dari mahasiswa, saya lihat juga sudah berhasil. Jika saya juga lihat kembali, terkait perhatian masyarkat ke apa yang disampaikan kemahasiswa juga &nbsp;itu dapet sih,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Idet sendiri mengaku terkendala hujan dan masalah penyuratan ke kepolisian sebelum adanya aksi. Mengenai akan adanya aksi lanjutan, sebagai Aliansi Garuda Mulawarman, Idet yakin akan terus mengawal perkembangan isu MoU. <strong><em>(ann/fer/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Himaster dalam Monev PHBD </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-himaster-dalam-monev-phbd/baca </link>
<guid> program-himaster-dalam-monev-phbd </guid>
<pubDate> Fri, 16 Feb 2018 02:55:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himaster) yang mengikuti Monev 2017. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-himaster-dalam-monev-phbd/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XmNPIlwLZP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Himaster dalam Monev PHBD</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA - &nbsp;</span></strong><span>Akhir tahun lalu tepatnya<span>&nbsp;</span></span><span>pada 8-9 November 2017,<span>&nbsp;</span><span>Unmul menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan</span></span><span>&nbsp;Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Hibah Bina Desa (PHBD). Program yang diadakan oleh Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) ini bertujuan untuk membina masyarakat desa dengan melibatkan mahasiswa sebagai mediasinya. Dalam seleksi program ini, Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himaster) sebagai perwakilan Unmul berhasil terpilih. Setelah setahun sebelumnya, tepatnya 2016 Himaster lolos seleksi PHBD.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Saat itu ada tiga Universitas yang mengikuti Monev 2017 di Unmul, yaitu ITK Balikpapan, Universitas Palangkaraya, dan Universitas Mulawarman. Himaster adalah satu-satunya lembaga kemahasiswaan Unmul yang lolos dalam program ini.</span> Mereka mengirimkan tim yang beranggotakan 15 orang, dan para peserta harus mengirimkan proposal dengan memenuhi ketentuan dan panduan. Untuk lolos seleksi ini, Unmul harus bersaing dengan 70 universitas se-indonesia yang diikuti kurang lebih 2400 peserta.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dwi Sinyin Andini anggota Himaster yang mengikuti acara tersebut menceritakan program yang mereka lakukan. &ldquo;Program kami pada kompestisi PHBD ialah mengubah urin dan feses sapi menjadi pupuk cair dan padat. Desa yang menjadi tempat untuk praktik ini adalah Desa Muang Dalam,&rdquo; terangnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain sebagian besar penduduknya memelihara sapi, mata pencaharian warga desa tersebut adalah bertani, terutama jagung. Hal ini dinilai sebagai peluang. Himaster berupaya untuk mengubah dan mengolah urin dan feses sapi tersebut menjadi berguna bagi pertanian. &ldquo;Kita memiliki gagasan untuk menyangkut pautkan keduanya, yaitu mengubah feses dan urin sapi menjadi pupuk cair dan padat yang dapat berguna bagi jagung,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, limbah jagung dapat diolah kembali untuk menjadi pakan sapi, sehingga menciptakan mutualisme antar keduanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Inovasi dalam program ini menerima respons positif. Bahkan mereka ditantang untuk membuat SPR (Sentra Peternakan Rakyat). &ldquo;Tanggapan mereka (evaluator) sangat bagus ya. Bahkan kita ditantang, bisa enggak Unmul buat SPR. Kalau bisa, itu luar biasa sekali,&rdquo; ujar Abdul Uan Suwandi anggota Himaster. Hingga kini, Himaster tengah berupaya untuk mencapai rencana jangka panjang itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apa yang telah dilakukan Himaster rupanya tak lepas dari kendala. Salah satunya adalah mendapatkan kepercayaan masyarakat di Desa Maung Dalam. Mulanya, masyarakat Muang Dalam sangat pesimis dengan program yang ditawarkan. Karena sebelumnya ada juga mahasiswa Unmul yang menawarkan program kepada mereka, namun tidak terlaksana dengan baik dan tak ada pertanggungjawaban lebih lanjut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Himaster terus meyakinkan kembali warga Muang Dalam. Berkat upayanya, kini warga Muang Dalam senang dengan program tersebut. Bahkan, warga meminta bantuan untuk membuat produk pupuk khas daerah mereka sendiri dan meminta mahasiswa untuk mendisain kemasan produk mereka.</span></p><p style="text-align: justify;">Ke depannya Himaster berencana untuk mengembangkan program mereka dan berharap dapat terus bekerja sama untuk membantu masyarakat, khususnya daerah Muang Dalam.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>ajy/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Evaluasi FEB dengan Ubah Sistem Presensi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/evaluasi-feb-dengan-ubah-sistem-presensi/baca </link>
<guid> evaluasi-feb-dengan-ubah-sistem-presensi </guid>
<pubDate> Fri, 16 Feb 2018 03:11:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Felisitas Defung, Wakil Dekan I Bidang Akademik FEB. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/evaluasi-feb-dengan-ubah-sistem-presensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4KVpaAHqQm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Evaluasi FEB dengan Ubah Sistem Presensi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Menilik kasus hilangnya presensi pada November lalu,<strong>&nbsp;</strong>Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengubah bentuk daftar presensi untuk mahasiswanya. Dari yang sebelumnya satu semester per halaman, menjadi tiap pertemuan per halaman.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Felisitas Defung selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik FEB mengatakan, salah satu keuntungan sistem presensi saat ini dapat mengantisipasi kehilangan. Selain itu dapat menjadikan &nbsp;presensi lebih valid, karena dapat menghindari mahasiswa yang tumpang tindih (titip absen).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang terlihat merepotkan, tetapi akan lebih efektif. Hanya saja, petugas rekapitulasi absen akan kerja ekstra, karena penginputan yang dilakukan setiap hari setelah jam perkuliahan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, FEB menggunakan format presensi satu semester per halaman karena dapat memudahkan petugas jurusan untuk mengatur presensi tiap kelas dan menghemat kertas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi ruginya bisa liat aja kemarin gimana, kan ngerepotin dari ujung ke ujung dan memakan waktu. Itu salah satunya mengantisipasi kejadian itu,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia tidak dapat memastikan bahwa sistem baru ini dapat terus berlanjut. Maka dari itu, nantinya akan dilakukan tahap evaluasi. Jika berjalan baik, FEB akan mempertahankan pola presensi tersebut. Defung mengatakan sistem ini itu bukan hal yang baru, beberapa universitas yang ia tahu juga per lembar dalam setiap pertemuan.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini FEB sedang dalam tahap perbaikan KRS hingga 15 Februari kemarin, sehingga format presensi yang terdapat di Sistem Informasi Akademin (SIA) bisa langsung dicetak. Defung mengatakan fitur SIA memiliki format presensi tiap pertemuan, per tiga pertemuan, per bulan, ataupun per semester. Sehingga pihak pegawai jurusan sendiri memilih untuk menggunakan yang mana.</p><p style="text-align: justify;">Kedepannya, Defung bercita-cita untuk menerapkan sistem presensi menggunakan sistem <em>finger print</em>. Menurutnya, sistem tersebut tidak merepotkan petugas akademik fakultas. Meskipun ia belum bisa mewujudkannya dalam waktu dekat ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Universitas lain yang sekelas kita atau yang di atas, seperti Universitas Airlangga (Unair) sepertinya sudah <em>finger print</em>. Jadi langsung terekam ke data absensi SIA,&rdquo; jelasya.</p><p style="text-align: justify;">Defung menegaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) perihal mekanisme pengambilan presensi kehadiran, diserahkan sepenuhnya oleh masing-masing pegawai Program Studi (Prodi). Ia mengatakan hanya memastikan keamanan, ketertiban, serta kenyamanan dalam mekanisme tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sudah menegur terkait kejadian kemarin. Jadi harapannya ada perubahan, masing-masing bisa belajar dari kasus kemarin,&rdquo; tutupnya, <strong>(<em>erp/cin/fqh/adl</em>)</strong>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Advokasi untuk Pingkan dan Pengakuan Pengurus Hima Soal Kaprodi Diskriminatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/advokasi-untuk-pingkan-dan-pengakuan-pengurus-hima-soal-kaprodi-diskriminatif/baca </link>
<guid> advokasi-untuk-pingkan-dan-pengakuan-pengurus-hima-soal-kaprodi-diskriminatif </guid>
<pubDate> Fri, 16 Feb 2018 03:22:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/advokasi-untuk-pingkan-dan-pengakuan-pengurus-hima-soal-kaprodi-diskriminatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EamRfqL8kI.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Advokasi untuk Pingkan dan Pengakuan Pengurus Hima Soal Kaprodi Diskriminatif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menanggapi masalah terkait nilai E yang mendera Pingkan, mahasiswi sebuah program studi (prodi) di salah satu fakultas terbesar di Unmul, Ketua Himpunan Mahasiswa (hima) prodi Pingkan, Damar, bukan nama sebenarnya, mengaku kaget.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1518835203242000&amp;usg=AFQjCNGnDsVUSZI3qEpQjXDMUBAVR98e_g" href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca" target="_blank"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga gimana ya, dibilang kaget juga iya, kok ada gitu nah hal-hal yang begini. Cuma kembali lagi ke kaprodi sendiri gimana tanggapannya,&rdquo; ujar Damar.</p><p style="text-align: justify;">Namun, setelah mengetahui hal ini, Damar bersama hima berniat akan melakukan advokasi untuk Pingkan. Tentu saja setelah mendapatkan izin dari yang bersangkutan, mau atau tidak. Upaya advokasi, nantinya akan berjalan dalam beberapa tahap.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama, memang harus ada sebuah forum yang mempertemukan antara mahasiswa, dosen, dan kaprodi. Ya, memang agak susah sih bentuk forumnya, itu juga sebagai klarifikasi antara pihak kaprodi dan mahasiswa tersebut,&rdquo; terang Damar.</p><p style="text-align: justify;">Perihal advokasi terkait permasalahan nilai, Damar akan berencana menemui Pingkan untuk mengetahui kronologi pasti dari permasalahan ini. Selanjutnya, ia akan menemui dosen pengampu dan juga kaprodi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dari hima ibaratnya memfasilitasi terlebih dahulu dengan melakukan sebuah forum. Yang memang ingin dicapai adalah sebuah jalan tengah yang tidak merugikan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam catatan hima, kaprodi yang sama pernah melakukan diskriminasi lain terhadap mahasiswa. Sekretaris Jenderal (Sekjen) hima, Aditya, bukan nama sebenarnya, menerangkan bahwa saat kegiatan pra PAMB fakultas ada beberapa mahasiswa baru yang mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari kaprodi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada beberapa mahasiswa baru yang merasa keberatan dengan UKT-nya. Dia akhirnya menghadap kaprodi,&rdquo; ujar Aditya.</p><p style="text-align: justify;">Aditya menceritakan bahwa mahasiswa tersebut menemui kaprodi untuk menerangkan bahwa ia tidak sanggup membayar UKT. Malang, yang ia dapati malah cercaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang enggak sanggup bayar, ya keluar aja cari kampus lain,&rdquo; ucap Aditya mengingat-ingat perkataan kaprodi tempo hari.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya mahasiswa angkatan 2016, mahasiswa angkatan 2017 juga pernah mendapati hal itu. Aditya merasa hal tersebut tidak etis, mengingat kaprodi yang dianggap sebagai orang tua di kampus seharusnya bisa memberikan bantuan bukan menyudutkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia menganalogikan sebuah barang, jadi kalau tidak sanggup beli barang ini ya, beli aja yang kualitasnya lebih rendah. Seharusnya dari kita ya, setiap orang berhak mendapatkan pendidikan. Ini kenapa seperti dijual belikan, ketika kita enggak punya uang ya, enggak bisa belajar,&rdquo; kesalnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun, kejadian permasalahan nilai mahasiswa seperti yang dialami Pingkan, dikatakannya baru pertama kali diterima hima. Aditya berusaha melihat permasalahan ini dari dua sisi. Jika dari sisi mahasiswa, menurutnya, Pingkan mestinya berhak mendapatkan haknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari mahasiswa dia sudah kerjakan kewajibannya cuma dari pelayanannya dapat yang buruk, dapat E. E itu kan tidak pernah masuk,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dari kaprodi, kata Aditya, bisa jadi melihat mahasiswa ini tidak tanggap. &ldquo;Karena itu di semester ganjil, tapi diurus di semester 6. Cuma ya, harus ditanggapi apalagi menyangkut nilai terlebih lagi dia membayar UKT. Cuma dari kaprodi kaget nih kalau dengar <em>statement</em>-nya, lebih mementingkan citranya ke SIA agak lucu aja gitu. Dia lebih mementingkan rasa tidak enaknya ke SIA ketimbang nilai dari mahasiswa ini apalagi stres kepanjangan,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, kaprodi yang bersangkutan belum berhasil dikonfirmasi. <strong>(<em>adn/wal/aml/adl</em><u style="">)</u></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Attitude, Serangan Balik, dan Pupus Harapan untuk Nilai E Pingkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/attitude-serangan-balik-dan-pupus-harapan-untuk-nilai-e-pingkan/baca </link>
<guid> attitude-serangan-balik-dan-pupus-harapan-untuk-nilai-e-pingkan </guid>
<pubDate> Fri, 16 Feb 2018 03:24:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Pingkan dan Kaprodi. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/attitude-serangan-balik-dan-pupus-harapan-untuk-nilai-e-pingkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fpys2z39Y2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Attitude, Serangan Balik, dan Pupus Harapan untuk Nilai E Pingkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong><strong>-</strong><span>&nbsp;</span>Menindaklanjuti perkara nilai E yang jatuh sepihak kepada salah satu mahasiswi Unmul, Pingkan, ketua prodi (kaprodi) dari prodi tempat Pingkan berkuliah akhirnya angkat bicara. Dalam berita yang diturunkan<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>sebelumnya, kaprodi, dideskripsikan Pingkan diskriminatif, tidak memberi izin dirinya mencari tugas, hanya marah-marah.</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<span>&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/membaca-diskriminasi-seorang-kaprodi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya, Selasa, (13/2) kaprodi Susi, bukan nama sebenarnya, memberikan klarifikasi. &ldquo;Dia (Pingkan) mengetahui nilainya itu sudah menjelang satu semester, padahal untuk komplain nilai itu tidak harus menjelang satu semester. Dia lalui, dia sadar baru dia komplain. Yang namanya komplain nilai itu tidak boleh dalam satu semester, tapi beberapa hari setelahnya,&rdquo; terang Susi.</p><p style="text-align: justify;">Susi balik menuding, perkara nilai E tersebut merupakan kelalaian Pingkan sendiri. Saat mengetahui alasan Pingkan baru komplain nilai setelah satu semester berlalu karena tidak tahu, Susi merasa sebagai mahasiswa seharusnya ia selalu memeriksa nilai setiap saat karena itu merupakan kepentingannya bukan lagi menggantungkan nasib kepada kaprodi yang juga punya banyak urusan lain.</p><p style="text-align: justify;">Setelah ditelusuri, ternyata nilai Pingkan memang tidak ada waktu itu. Susi mengaku tidak paham apakah Pingkan berbohong atau jujur, sebab enam temannya yang lain bisa lulus sementara ia tidak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena dia ngotot ternyata enggak bisa, ya sudah enggak bisa. Akhirnya jalan keluarnya adalah mengulang. Rupanya dia sakit hati karena mengulang. Mahasiswa lain tidak ada<span>&nbsp;</span><em>tuh</em><span>&nbsp;</span>yang sakit hati ketika disuruh mengulang karena murni kesalahan tidak ada pada dosen, tidak ada pada akademik,&rdquo; ujar Susi.</p><p style="text-align: justify;">Ketika keputusan akhir bahwa harus mengulang mata kuliah tersebut, Pingkan, dikatakan Susi berteriak kepadanya dengan nada tidak sopan. Hal itu didengar pula oleh beberapa orang di ruang kaprodi. &ldquo;Oh ya kalau memang enggak boleh ya sudah Bu, enggak papa,&rdquo; ucap Susi meniru perkataan Pingkan. &ldquo;Wajarkah dia mengatakan itu pada ibunya?&rdquo; kata Susi lagi.</p><p style="text-align: justify;">Perihal ketidaksopanan Pingkan saat berada di ruang Sistem Informasi Akademik (SIA) ternyata dibenarkan pula oleh beberapa pihak dari SIA, yang kemudian melapor ke meja Susi. Kejadian jatuhnya map dari tangan Pingkan dinilai Susi merupakan sikap membangkang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia melemparkan, menjatuhkan barang-barang dengan sengaja dan mengempaskan pintu SIA. Itu bukan satu orang yang bersaksi, empat orang bersaksi,&rdquo; kata Susi sembari menyebutkan nama-nama saksi.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui Susi, Pingkan rupanya sudah punya catatan masalah soal nilai di semester sebelumnya dengan beberapa dosen. Orang tua Pingkan pun sudah bicara dengan Susi melalui telepon untuk mengonfirmasi sikap anaknya yang dinilai tidak memiliki etika. &ldquo;Kami tidak pernah mempersulit anak-anak kami sendiri, tidak pernah. Tapi ketika berhubungan dengan etika,<span>&nbsp;</span><em>attitude</em>, tanyakanlah kamu sebagai mahasiswa,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Susi menganggap pihaknya tidak memiliki alasan apa pun untuk mempersulit urusan mahasiswa. Meski begitu, mahasiswa juga harus sadar menjaga sopan santunnya kepada staf akademik, dosen, dan orang yang lebih tua di kampus. &ldquo;Tinggal mahasiswanya saja lagi tahu diri atau enggak,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya perihal reputasinya di mata SIA yang berupaya ia jaga sampai membiarkan Pingkan dapat nilai E, Susi membantah. Ia merasa reputasi dan hubungannya dengan SIA selama ini selalu baik. Susi sudah menawarkan kepada Pingkan jika tidak suka dengan aturan di prodinya, maka silakan cari universitas lain. Hal itu juga telah Susi sampaikan ketika ditelepon orang tua Pingkan. Susi kembali menegaskan hal yang ia kecewa dari Pingkan ialah etika.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Satu saja Pingkan itu, enggak ada<span>&nbsp;</span><em>attitude</em>. Itu saja,&rdquo; ujar Susi.</p><p style="text-align: justify;">Kabar permasalahan Pingkan ini akan diadvokasi oleh Himpunan Mahasiswa (Hima), Susi justru merasa langkah tersebut akan semakin memperburuk citra Pingkan. &ldquo;Tambah jelek loh nanti dia itu, kan sudah disuruh<span>&nbsp;</span><em>tuh</em><span>&nbsp;</span>mengulang, stop. Iya kan? Kalau misalnya mau dibawa ke Hima itu juga luar biasa loh. Mau bawa ke Hima mau diapain? Jalan tengahnya sudah jelas. Dia mengulang,&rdquo; pungkasnya. <strong>(</strong><strong><em>adn/wa</em></strong><strong><em>l/aml/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Problematika Money Politic pada Pesta Demokrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/problematika-money-politic-pada-pesta-demokrasi/baca </link>
<guid> problematika-money-politic-pada-pesta-demokrasi </guid>
<pubDate> Sat, 17 Feb 2018 00:02:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber : https://tirto.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/problematika-money-politic-pada-pesta-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rFMwRHMZ46.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Problematika Money Politic pada Pesta Demokrasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dewasa ini politik uang atau yang biasa dikenal dengan istilah <em>money politic&nbsp;</em>sangat marak terjadi. Dari pemberitaan-pemberitaan yang disuguhkan oleh media massa baik cetak maupun elektronik mengabarkan bahwa masyarakat dan para peserta pemilu atau pemilukada melakukan hal tersebut. Jelas ini menjadi problematika tersendiri bagi iklim demokrasi negara bahkan sampai daerah secara spesifik. Asas pemilu tentang langsung, bebas, rahasia, jujur dan adil tak terimplementasikan dengan semestinya dalam pesta demokrasi lima tahunan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cita-cita mulia mendapatkan pemimpin jujur, adil, berwibawa dan amanah menjadi mimpi yang tak pernah terwujud. Bagaimana tidak, setiap rupiah untuk dana membeli suara yang dikeluarkan oleh politisi peserta pemilu dan pilkada pasti sudah ada estimasi untung ruginya. Akhirnya kita biasa menganalogikan mereka seperti pedagang yang hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan modal yang telah dikeluarkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian setelah mereka menduduki kursi jabatan politik pesta demokrasi tersebut, yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana meraih proyek dan upeti dari saudagar-saudagar (pengusaha) yang mereka keluarkan izin usahanya. Proses tender proyek pembangunan tidak lagi efektif karena adanya praktik menyuap para penguasa. Dana yang didapat oleh penguasa tersebut untuk mengembalikan modal pemilu atau pilkada dan untuk digunakan sebagai pemilu/pilkada periode selanjutnya. Akhirnya ini menjadi semacam penyakit kanker yang menjalar dan menggerogoti tubuh negara atau daerah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setidaknya ada tiga faktor penyebab terjadinya politik uang/<em>money politic</em> dalam pesta demokrasi di Indonesia. Pertama, kurangnya pendidikan politik pada masyarakat; Kedua, kepercayaan masyarakat&nbsp;</span><span>(<em>public trust</em>);</span><span>&nbsp;dan ketiga, tingkat kemiskinan di Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, kurangnya pendidikan politik atau bahkan tidak adanya pendidikan politik yang didapat oleh masyarakat akan menyebabkan kurangnya pengetahuan dan motivasi akan pesta demokrasi secara langsung.&nbsp;</span><span>Kesadaran berpolitik masyarakat perlu diberikan dari berbagai pihak salah satunya adalah partai politik. Pemilu dan pemilukada tidak serta merta membuat masyarakat langsung ikut berpartisipasi, apa lagi tidak sedikit dari rakyat Indonesia yang tidak mengenyam pendidikan.&nbsp;</span><span>Hal ini sangat berdampak buruk karena masyarakat tidak tahu penting dan manfaatnya pemilu/pilkada dan mekanismenya secara jelas sesuai aturan perundang-undangan serta dampak yang ditimbulkan apabila pemilu dan pemilukada tersebut tak berjalan sebagaimana mestinya. Saat itulah politisi-politisi yang memiliki integritas rendah, bermain dan menghalalkan segala cara termasuk membeli suara masyarakat dengan sejumlah uang tertentu atau barang tertentu yang masuk dalam kategori <em>money politic</em>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, kepercayaan publik (<em>public trust</em>) sejalan dengan kurangnya pendidikan politik, problematika partai politik di negeri ini membuat masyarakat mulai &nbsp;gerah dan mulai menunjukan ketidakpercayaannya &nbsp;terhadap partai politik. Lunturnya kepercayaan publik (<em>public trust</em>) terhadap partai politik akibat dari kompleksnya permasalahan yang ditimbulkan oleh partai politik baik permasalahan internal partai dan kasus-kasus anggota partai politik seperti korupsi, prostisusi, narkotika dan tindakan-tindakan amoral lainnya. Akibatnya timbul keputusasaan dan pembiaran terhadap pemilu dan politik oleh masyarakat yang menimbulkan stigma bahwa semua politisi dan semua tokoh sama saja. Akhirnya partisipasi dalam Pemilu dan Pemilukada menjadi rendah atau bahkan baru mau memilih apabila ada yang mau memberi imbalan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, tingginya angka kemiskinan di Indonesia membuat politik uang (<em>money politic</em>) tumbuh subur di setiap saat pemilu dan pemilukada berlangsung. Tingginya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam skala premier seperti sandang, pangan dan kesehatan yang lebih layak membuat mereka bingung dan berusaha banting tulang untuk memenuhinya. Belum lagi akses masyarakat pada lapangan kerja dan pendidikan yang peluang mendapatkannya sangat kecil. Pemberian sejumlah uang atau barang tertentu sulit untuk ditolak sebagian masyarakat walaupun harus menggadaikan hak suara mereka saat pemilu dan pemilukada berlangsung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berangkat dari hal tersebut upaya penanggulangan secara preventif dan persuasif yaitu, pendidikan politik menjadi penting untuk dilaksanakan. Pendidikan politik adalah salah satu instrumen penting dalam kehidupan demokrasi negara.&nbsp;</span><span>Berdasarkan &nbsp;pasal 1 angka 4 Undang-Undang No 2 tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 tahun 2008 tentang Partai Politik mendefinisikan bahwa &nbsp;pendidikan politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya pada pasal 34 ayat 1 sampai dengan ayat 4 mengatur tentang pendidikan politik secara materil yang harus dilaksanakan oleh partai politik yang mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang penghitungannya berdasarkan jumlah perolehan suara dan mendapatkan bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN)/Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diberikan secara proporsional. Dari regulasi tersebut jelas terlihat bahwa kewajiban partai politik bukan hanya mencari suara sebanyak-banyaknya tetapi juga melakukan proses edukasi yang mendalam dan sitematis kepada masyarakat yang kemudian hari akan menjadi pemilih atau konstituennya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengantisipasi kurangnya pendidikan dari partai politik maka Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (</span><span>KPUD) dapat menjadi pusat informasi pendidikan politik seputar pemilu yang dapat dijadikan rujukan oleh semua kalangan masyarakat. Oleh karenanya lembaga ini perlu menyusun <em>grand design</em> untuk aktivitas sosialisasi pendidikan pemilih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara represif, telah diatur sanksi pidana bagi pemberi dan penerima suap politik dalam Pemilu/Pilkada. Berdasarkan Pasal 187A (1) Undang-Undang Republik Indonesia &nbsp;Nomor 10 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang menyatakan bahwa &ldquo;Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan &nbsp;atau &nbsp;memberikan uang &nbsp;atau &nbsp;materi &nbsp;lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu, atau tidak memilih calon tertentu sebagaimana dimaksud pada Pasal 73 ayat (4) dipidana &nbsp;dengan &nbsp;pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan &nbsp;denda &nbsp;paling sedikit Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) &nbsp;dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah)&rdquo;.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Juncto</span><span>&nbsp;pasal 187A ayat (2) menyatakan bahwa &ldquo;Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menerima pemberian atau janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1)&rdquo;.&nbsp;</span><span>Juncto</span><span>&nbsp;pasal 149 ayat 1 KUHP menyatakan &quot;Barang siapa pada waktu diadakan pemilihan berdasarkan aturan-aturan umum, dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, menyuap seseorang supaya tidak memakai hak pilihnya atau supaya memakai hak itu menurut cara tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling besar empat ribu lima ratus rupiah.&rdquo;&nbsp;</span><span>Juncto</span><span>&nbsp;pasal 149 ayat 2 &rdquo;Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih, yang dengan menerima pemberian atau janji, mau disuap&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Manakala upaya penaggulangan baik secara preventif persuasif maupun secara represif tersebut dapat dilaksanakan, maka akan menjadi jalan menuju demokrasi yang bersih dan menghasilkan pemimpin yang berintegritas. Para pemimpin hasil pesta demokrasi lima tahunan itulah yang kemudian akan membawa nasib negara atau daerah ke arah yang lebih baik atau bisa jadi malah ke arah yang tidak diinginkan. Oleh karenanya hal tersebut menjadi penting untuk diperhatikan oleh semua pihak baik partai politik, KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan semua pihak yang terlibat serta masyarakat itu sendiri yang memiliki peran besar dalam menentukan calon pemimpin mereka di era yang akan datang.</span></p><p dir="ltr"><em><strong><span>Ditulis oleh Muhammad Gatot Subratayuda,&nbsp;</span></strong></em><span><em><strong>Wakil Presiden BEM KM Unmul 2014.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aku dan Payung Jingga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/aku-dan-payung-jingga/baca </link>
<guid> aku-dan-payung-jingga </guid>
<pubDate> Sat, 17 Feb 2018 05:20:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/aku-dan-payung-jingga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3KyJK9Xrus.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aku dan Payung Jingga</h1>
			              </header>
			              <p>Mengartikan malam selalu tentang sepi<br>Awan kelabu tak luput ikut berarti<br>Sendiri merenungi sesal<br>Kecil hati untuk mengingatmu<br>Tak berani ingin terlalu berlebih<br>Meski hasrat terus memaksa untuk memiliki</p><p>Waktu memang memakan segalanya<br>Sederet pemahaman kisah semu kau lahap<br>Sampai kau pergi dengan hati yang buta<br>Membuatku bisu untuk berbicara</p><p>Rintik hujan turun bersama rindu<br>Tak lupa kutitipkan lirihan namamu<br>Tidak jelas kemana akan terbawa<br>Sekedar melewatimu atau singgah menyapa</p><p>Jika gerimis ini berubah hingga membasahimu<br>Berbaliklah, lambaikan tanganmu<br>Dan tersenyumlah<br>Aku disini dengan payung jingga<br>Masih menyimpan memori penuh romansa</p><p><strong><em>Ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, Mahasiswi Akuntansi FEB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rajutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rajutan/baca </link>
<guid> rajutan </guid>
<pubDate> Sat, 17 Feb 2018 05:58:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rajutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qBJKrmE6WH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rajutan</h1>
			              </header>
			              <p>Dimana kau sekarang?, Ketika rindu datang dan aku sendirian. Kusulam janji hingga terlihat harapan.</p><p>Esok pagi rindu menghampiri lagi dan kau belum pulang. Kurajut mentari terlihat nasib malang, hingga aku jadi pemuram.</p><p>Nuansa pilu dalam tubuhku melekat hingga terikat. Kujawab tangis ketika rindu datang &quot;dimana Rindu,&quot; katanya.</p><p>Inikah setiap sulaman kata yang pernah kau ucapkan, ketika setiap jahitannya menimbulkan kepercayaan dan ketika selesai hanya kau jadikan pajangan sayang.</p><p><em style=""><strong>Ditulis oleh <span>Esty Pratiwi Lubarman, Mahasiswi Sastra Indonesia FIB 2017.</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Makanan ‘Panas’ di Meja Ujian Skripsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/makanan-panas-di-meja-ujian-skripsi/baca </link>
<guid> makanan-panas-di-meja-ujian-skripsi </guid>
<pubDate> Sat, 17 Feb 2018 12:36:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi meja dosen penguji. (Sumber: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/makanan-panas-di-meja-ujian-skripsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yZ5Y0zmoTU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Makanan ‘Panas’ di Meja Ujian Skripsi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Fenomena pemberian buah tangan pada saat seminar tugas akhir menjadi pemandangan biasa bahkan jadi kebiasaan di sejumlah fakultas di Unmul. Mahasiswa-mahasiswa tak ragu&mdash;meski ada juga yang terpaksa--merogoh kocek dalam-dalam demi menyajikan paling tidak menu makanan dengan harga cukup mahal di meja dosen penguji dan pembimbingnya sebagai bentuk rasa terima kasih hingga berharap nilai baik.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini kemudian seakan menjadi tren dan budaya di lingkungan pendidikan. Ada rasa kurang afdal jika tidak membawa buah tangan saat seminar. Padahal, seminar tugas akhir apa pun namanya sama saja dengan rangkaian kegiatan perkuliahan biasa, yang mana masih mengikat dosen dan mahasiswa pada hak dan kewajiban masing-masing. Namun, tak dapat dimungkiri, fenomena ini terus disaksikan setiap hari, setiap tahun.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan dokumen yang diupload oleh Nurul Park dalam situs<span>&nbsp;</span><em>Scribd</em><span>&nbsp;</span>tentang Gratifikasi Dosen, disebutkan penilaian ujian skripsi bisa dimasukkan dalam kategori penerimaan &lsquo;uang partisipasi&rsquo; yang dalam hal ini berbentuk makanan atau barang. Pemberian ini berpotensi melanggar aturan hukum, yakni larangan pemberian gratifikasi kepada penyelenggara negara, pegawai negeri sipil, dan aparatur sipil negara dan dosen termasuk di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, tulisan tersebut menyebutkan, pemberian barang dari seorang mahasiswa kepada dosen dianggap pola korupsi di dunia pendidikan sebagaimana isu yang sempat mengemuka dalam ajang<span>&nbsp;</span><em>Anti Corruption Summit&nbsp;</em>yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada 2016 silam.</p><p style="text-align: justify;">Secara etika dan moralitas akademik, pemberian uang partisipasi tersebut tidak dapat dibenarkan. Pemberian yang dilakukan mahasiswa kepada dosen tergolong korupsi skala kecil. Kendati demikian, jika dilakukan berulang, jumlahnya akan membesar dan telah jauh menyimpang dari moralitas akademik yang semestinya dijaga dosen dan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sanksi dari Uang Partisipasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, tidak semua perilaku gratifikasi bisa dijerat pasal perundang-undangan. Dosen yang belum PNS termasuk yang sulit dijerat. Kemudian, patut juga dicatat pelaku yang melaporkan gratifikasi pada tenggang waktu yang ditentukan dikecualikan dari ancaman pidana. Pada praktiknya, ada pula batas-batas minimal nilai gratifikasi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan karakteristik dan bentuk-bentuk gratifikasi yang tidak wajib dilaporkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Membebani sih. Tapi ya gimana, kan yang lain itu aku lihat pada bawain makanan gitu. Ada<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en-GB&q=http://J.CO&source=gmail&ust=1518934076121000&usg=AFQjCNHzbi84bGIcJfvU-XqzAvkoJUxwZg" href="http://j.co/" target="_blank">J.CO</a>, rumah makan Torani, dan banyak lah yang mahal gitu kan. Tapi itu buat terima kasih tapi enggak enak juga, kalau kosong gitu mejanya,&rdquo; kata Milea, bukan nama sebenarnya, mahasiswi FISIP.<span>&nbsp;</span><strong>(</strong><strong><em>aml/els</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosok Yusriansyah: Lulus Cepat dengan Prestasi Mengkilap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/sosok-yusriansyah-lulus-cepat-dengan-prestasi-mengkilap/baca </link>
<guid> sosok-yusriansyah-lulus-cepat-dengan-prestasi-mengkilap </guid>
<pubDate> Sun, 18 Feb 2018 04:20:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok Yusriansyah (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/sosok-yusriansyah-lulus-cepat-dengan-prestasi-mengkilap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Jex2RSUHHj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sosok Yusriansyah: Lulus Cepat dengan Prestasi Mengkilap</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Gimik Yusriansyah ramah ketika ditanyai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;hari Rabu, 12 Februari 2018 tentang pengalaman masa studinya di Fakultas Ilmu Sosial (FISIP) Unmul. Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan angkatan 2014 ini punya dua kelebihan yang sangat diidamkan mahasiswa lain: lulus cepat dan prestasi akademik mengilap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia telah selesai pendadaran pada 22 Januari lalu dan lulus dengan&nbsp;</span><span>range</span><span>&nbsp;waktu&ndash;dari awal masuk kuliah sampai pendadaran&ndash;cukup cepat: 3,7 tahun. Sedang untuk prestasi akademik, ia punya pengalaman mentereng. Dirinya pernah ikut di 25 kategori lomba se-Indonesia, termasuk jadi delegasi ke luar negeri selama masih aktif jadi mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari berbagai lomba yang Yusri&ndash;sapaan akrabnya&ndash;ikuti, debat adalah kategori yang paling dominan mengantarnya ke berbagai kota. Sedang sisanya adalah delegasi belajar, pidato, dan berbagai lomba lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Paling sering ikut lomba debat. Lomba terakhir yaitu lomba (diskusi) Parade Cinta Tanah Air,&rdquo; ucapnya. &ldquo;Kemudian pada November kompetisi tentang Starting Line (Camp Indonesia). Saya jadi delegasi dari Kaltim bersama 2 orang yang juga mahasiswa Unmul dan di kirim ke Jakarta,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari deretan pengalaman lombanya, pemuda kelahiran 13 Oktober 1996 itu menyebut lomba Diksusi Parade Cinta Tanah Air Tingkat Nasional oleh Kementrian Pertahanan RI Tahun 2017 di Cibubur, Jakarta adalah kategori lomba yang paling sulit. Dia kemudian menyebut alasan mengapa lomba tersebut jadi sulit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setiap provinsi sudah mempersiapkan orang-orang yang memang handal dalam bidangnya. Jadi, mungkin agak sulit sih untuk kita bersaing di dalamnya. Tapi, saya dan tim yang menjadi perwakilan Kaltim berhasil mendapat peringkat ke-4,&rdquo; ungkitnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum mengikuti berderet lomba berunsur&nbsp;</span><span>speaking,</span><span>&nbsp;lomba pertama yang ia ikuti justru adalah berunsur tulisan, yakni esai. Namun, ia terus mengembangkan dirinya lagi dan berusaha keluar dari zona nyaman. Setelahnya ia mulai mengikuti lomba debat, akhirnya lomba itu jadi kategori tersering yang terus diikuti.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ikut lomba ke luar kota, anak rantau asal Kutai Timur tersebut mengaku tidak pernah mendapat kesulitan dalam hal dispensasi kuliah. Yusri malah mengatakan perizinan di FISIP terbilang mudah, salah satu alasannya karena didukung penuh oleh para dosen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dosen yang tanda tangan di KRS saya itu adalah dekan (Muhammad Noor). Jadi beliau sangat merekomendasikan untuk ikut lomba kayak&nbsp;</span><span>gitu</span><span>. Untuk masalah izin sebenarnya sih&nbsp;</span><span>gak</span><span>&nbsp;ada yang mempersulit sejauh ini untuk saya pribadi,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Batu Kerikil Menuju Sukses</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam perjalanan tentu tak selalu jalan mulus, Yusri pun juga pernah mengalami. Ada beberapa tantangan yang ia temukan saat mengikuti lomba ke berbagai kota, salah satunya soal pendanaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat pertama kali akan mengikuti lomba, ia mengaku kesulitan saat mengajukan permohonan dana ke pihak fakultas. Bahkan ajuannya pernah ditolak mentah-mentah. Ia lalu berpikir, hal itu wajar karena saat itu dirinya belum terlalu dikenal, maka upaya meyakinkan birokrat pun terkesan sangat sulit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yusri lalu melakukan percobaan kedua untuk kategotri lomba berbeda. Juga hasilnya sama: ditolak. Namun pada percobaan kedua itu&ndash;dan setelah ada upaya memohon, ajuan yang ia dan tim usulkan akhirnya dibantu, tapi hanya setengah dari nominal ajuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat saya dan teman-teman saya akan ikut National Political Debate Competition di Universitas Negeri Semarang tahun 2016, birokrat terus bertanya soal kesiapan dan keyakinan kita. Bahkan mereka sudah ber-</span><span>negatif</span><span>&nbsp;</span><span><em>thinking</em></span><span>&nbsp;duluan. Mereka kira, kita mau cari jalan-jalannya saja. Untungnya permohonan kami di&nbsp;</span><span>acc</span><span>&nbsp;walaupun hanya dibantu Rp3 juta dari Rp6 juta yang kita ajukan,&rdquo; ceritanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski hanya dibantu setengah dari ajuan, ia dan tim tetap berangkat ke Semarang. Kenekatan dan usahanya akhirnya berbuah manis, Yusri dan tim berhasil meraih Juara 1 di akhir edisi lomba debat. Prestasi itu belakangan diketahui Muhammad Noor&ndash;Dekan FISIP&ndash;saat dekan FISIP Universitas Padjajaran mengucapkan selamat kepadanya melalui grup obrolan Forum Dekan FISIP skala nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi setelah kita dapat&nbsp;</span><span><em>reward</em></span><span>&nbsp;itu, proses pengajuan dana jadi lebih gampang karena sudah ada nama khususnya di tingkat fakultas,&rdquo; lontarnya bersemangat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Rahasia Mengapresiasi Diri</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap orang tentu memiliki potensi untuk mengikuti kompetisi, namun kurangnya informasi jadi salah satu alasan sehingga sulit untuk ikut berbagai perlombaan. Menurutnya, banyak mahasiswa kurang berani untuk mencoba. Ia meyakini bahwa setiap kompetisi membutuhkan proses panjang yang harus dilewati. Kemudian untuk menjadi seorang pemenang, maka dibutuhkan usaha untuk mencoba.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya mengatakan bahwa penyebab ia lulus cepat adalah karena ketanggapannya dalam menyelesaikan setiap tugas kuliah. Ia lalu membocorkan salah satu tips unik yang sering dipakai untuk mengapresiasi diri sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya ketika saya sudah menyelesaikan satu pekerjaan atau mendapat prestasi, saya akan membawa diri saya untuk bersenang-senang seperti membeli es krim,&rdquo; ujarnya sembari tertawa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya memang perlu mengapresiasi diri sendiri bahkan memberikan penghargaan atas apa yang telah dicapai agar membuat diri menjadi lebih bersemangat. Sayangnya, hal sederhana seperti itulah yang sering dilewatkan kebanyakan mahasiswa.&nbsp;</span><strong><span>(</span><em><span>yun</span><span>/</span><span>est</span><span>/</span><span>nit</span><span>/</span></em><span><em>dan/adl</em></span></strong><span><strong>)</strong></span></p><p dir="ltr"><span>Rentetan prestasi Yusriansyah:</span></p><ol><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 National Political Debate Competition di Universitas Negeri Semarang Tahun 2016</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Delegated Youth Excursion In Malaysia and Singapore, January 2016</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 Lomba Diskusi Parade Cinta Tanah Air Provinsi Kalimantan Timur, Kementrian Pertahanan RI Tahun 2017</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Peringkat 4 Lomba Diksusi Parade Cinta Tanah Air Tingkat Nasional, Kementrian Pertahanan RI Tahun 2017</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 2 Lomba Menulis Artikel Parade Cinta Tanah Air yang di selenggarakan Oleh Kementrian Pertahanan dan Keamanan tahun 2014</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Delegasi Kalimantan Timur dalam ajang Starting Line Camp Indonesia Kategori Student Patner Regional II oleh Line Indonesia</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 Lomba Debat Mahasiswa, Mulawarman Festival Tahun 2015</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Harapan 2 Lomba Debat Mahasiswa Tingkat Nasional, Universitas Sriwijaya, Palembang Sumatera Selatan Tahun 2016</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Harapan 2 Lomba Debat Mahasiswa Tingkat Nasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2017</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>TOP 4 Lomba Debat Mahasiswa Tingkat Nasional, di Institute Teknologi Kalimantan Tahun 2017</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>TOP 10 Lomba Karya Tulis Ilmiah, dalam rangka Pekan Ilmiah Nasional, di Universitas Sumatera Utara Tahun 2016</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 3 Orasi Ilmiah Gerakan Pemuda Dayak Tahun 2016 se-Kalimantan Timur</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 Lomba Debat Mahasiswa STT Migas Balikpapan Tahun 2017 Tingkat Kalimantan Timur</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 Lomba Debat Mahasiswa HMJ Manajemen Tingkat Regional Kalimantan Timur Tahun 2016</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 Lomba Debat Mahasiswa Ecophoria tahun 2015</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 2 Lomba Debat Mahasiswa Ecophoria Tahun 2016</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 3 Lomba Pidato Pendidikan Tingkat Regional tahun 2015</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 3 Lomba Pidato Kesehatan oleh BEM FKM Unmul Tahun 2015</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 Lomba Pidato Kepemimpinan &ldquo;Pekmafis Unmul&rdquo; Tahun 2014</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 Lomba Debat Politik &ldquo;Pekmafis Unmul&rdquo; Tahun 2014</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Harapan II Lomba Makalah Quran MTQ Kabupaten Kutai Timur</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>TOP 6 Esai &ldquo;Hak Politik&rdquo; di Universitas Negeri Semarang</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>TOP 10 Esai &ldquo;Pendidikan &ldquo; di Universitas Syiah Kuala</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara 1 Pentas Seni Khas Dalam Ajang SocioPreneur Camp di Parung, Bogor Tingkat Nasional Tahun 2016</span></p></li><li dir="ltr"><p dir="ltr"><span>Juara Umum Sociopreneur Camp Tingkat Nasional Tahun 2016</span></p></li></ol>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Kota di Kala Senja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dilema-kota-di-kala-senja/baca </link>
<guid> dilema-kota-di-kala-senja </guid>
<pubDate> Sun, 18 Feb 2018 04:35:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: mariogatravel.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dilema-kota-di-kala-senja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tPrCR6Lzf1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Kota di Kala Senja</h1>
			              </header>
			              <p><span>Hamparan tepian sungai mahakam matahari senja</span><br><span>Masih saja sesekali kapal pencari rupiah melintas</span><br><span>Entah minyak bumi atau batu bara yang dibawa</span><br><span>Duduk ditepi jalan menjajakan dagang demi sekarung beras</span><br><span>Bagai sudah tak tersadar bahwa matahari pun sudah akan tenggelam</span></p><p><span><span>Kereta beroda empat lalu lalang tiada ada hentinya</span><br><span>Melintas dari kiri kekanan tak terhitung berapa jumlahnya<span>&nbsp;</span></span><br><span>Para pemusik cilik bersuara indah menjajakan suaranya</span></span></p><p><span><span><span>Seakan tak peduli bahwa telah berkumandang adzan</span><br><span>Dengan peluh di dahi mereka lelah bekerja<span>&nbsp;</span></span></span></span><br><span><span><span>Tapi apa daya seorang penguasa menunggu mereka di&nbsp;</span><span>trotoar jalan</span></span></span></p><p><span><span><span><span>Hari berganti dari terang benderang menjadi gelap bercahayakan hanya lampu lampu taman</span></span></span></span><br><span><span><span><span>Namun kehidupan tetap pada kokohnya sikap</span></span></span></span></p><p><span><span><span><span><span>Yang ramai bahkan semakin ramai dikala usai adzan</span><br><span>Indah hidup dikota dengan segala yg gemerlap</span><br><span>Inipun semua nikmat dari tuhann</span><br><span>Yang diharap tak didapati kesedihannya</span></span></span></span></span></p><p><span><span><span><span><span><strong><em>Ditulis oleh D<span>iana Noviantin, Mahasiswi Sastra Inggris FIB 2016.</span></em></strong></span></span></span></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengaplikasikan Ilmu di Kelas Melalui Bina Desa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengaplikasikan-ilmu-di-kelas-melalui-bina-desa/baca </link>
<guid> mengaplikasikan-ilmu-di-kelas-melalui-bina-desa </guid>
<pubDate> Sun, 18 Feb 2018 12:03:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM Faperta beserta Himpunan Mahasiswa berfoto bersama setelah menjalankan Program Bina Desa. (Sumber foto: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengaplikasikan-ilmu-di-kelas-melalui-bina-desa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eg5PtPuLdS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengaplikasikan Ilmu di Kelas Melalui Bina Desa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ibarat haus akan hal baru, inovasi memang perlu untuk dilakukan. Seperti yang dicanangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (Faperta). Tidak hanya melaksanakan program kerja (proker) yang mengarah di sekitar kampus, sejak setahun terkahir BEM Faperta telah melakukan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagai bentuk implementasi dari yang telah diterima di bangku perkuliahan. Mereka menyebutnya dengan Bina Desa.</p><p style="text-align: justify;">Program Bina Desa ini menyasar ke dua lokasi, yakni Kecamatan Anggana, Kutai Lama dan Desa Kersik, Marangkayu. Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Senin (12/2) lalu, Sigit Untoro Ketua BEM Faperta menceritakan awal mula berdirinya program ini. Kepengurusan BEM Faperta tahun lalu menjadi inisiator Bina Desa ini. BEM tak sendirian, mereka juga turut menggandeng Himpunan Mahasiswa (Hima) di Faperta untuk turut berpartisipasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun 2016 dan tahun-tahun sebelumnya itu dulu binaan dari Himpunan Mahasiswa, terus kerja sama akhirnya gabung jadi satu,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski belum lama berjalan, namun Bina Desa dari BEM Faperta tidak ragu untuk memperluas daerah binaan. Sigit menyatakan tengah berencana untuk menambah tempat baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita menargetkan satu lagi, yaitu di Jembayan dalam, jauh sih. Jadi fokus untuk di tahun 2018 ini bakal ada tiga, bisa jadi nambah lagi kalau punya lima,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dilakukan Bina Desa tak lain adalah dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat, sejauh ini telah dilakukan dalam bentuk pelatihan. Seperti yang dilakukan pada 2017 lalu, Kecamatan Anggana lebih ke pembinaan soal pertanian, seperti padi, jagung, dan hasil tani lainnya. Sedang untuk Desa Kersik, telah dilakukan pelatihan ternak cacing. Ini dibutuhkan oleh pakan-pakan ternak, seperti pakan ayam, bebek dan ikan.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah dilakukan kerja sama dengan beberapa Hima, namun Sigit merencanakan tahun ini akan merangkul lebih banyak Hima. &ldquo;Jadi biar ada saling merasakan barangkali ada ilmu yang bisa ditularkan ke desa-desa,&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Adanya program ini, tentu tak lepas dari tujuan yang ingin dicapai melalui upaya yang telah dilakukan. &ldquo;Bina desa kita membina apa yang menjadi kebutuhan desa kita coba penuhi sebisanya,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan hal lainnya yang ingin diraih ialah memperjuangkan potensi yang ada di daerah tersebut, terlebih soal pertanian.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara soal anggaran, Bina Desa ini menggunakan dana yang sudah dialokasikan dari kemahasiswaan, yaitu dengan menggunakan dana berkisar Rp 6-7 juta. Hingga kini, Bina Desa ini masih dilakukan oleh BEM dan Hima di Faperta. Belum ada campur tangan dari birokrat dalam proses pembinaannya. &ldquo;Dekan sementara itu tahu baru yang di Anggana. Karena dekan pertanian lebih sering ke Anggana. Di sana dekan pun juga punya kelpompok tani binaan sendiri,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Terhitung sejak satu bulan diresmikannya kepengurusan BEM yang baru Januari lalu, langkah yang telah dilakukan Sigit bersama BEM Faperta adalah melakukan pendekatan dengan para petani. Harapan ke depannya dapat menghasilkan sebuah produk yang dapat dipasarkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya satu sih, kita menghasilkan satu produk. Minimal tahun 2018 ada produk satu, tetapi bisa berkelanjutan. Dalam artian tidak berhenti dari situ saja, tapi dari tahun ke tahun harus punya inovasi,&rdquo; jelasnya.<strong><em>&nbsp; (anm/nnd/nhh/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Arah Audiensi FKIP Bahas Budgeting dan Persoalan Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-arah-audiensi-fkip-bahas-budgeting-dan-persoalan-kampus/baca </link>
<guid> dua-arah-audiensi-fkip-bahas-budgeting-dan-persoalan-kampus </guid>
<pubDate> Tue, 20 Feb 2018 01:21:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana audiensi antara lembaga kemahasiswaan FKIP Unmul dengan birokrat FKIP. (Foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-arah-audiensi-fkip-bahas-budgeting-dan-persoalan-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c194xdOewF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Arah Audiensi FKIP Bahas Budgeting dan Persoalan Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-</strong> Selasa (13/2) lalu, Ruang Micro Teaching 1 FKIP Unmul dominan diisi mahasiswa mengenakan almamater Unmul. Pukul 14.00 Wita mereka terlihat berkumpul dan duduk rapi. Siang itu diagendakan audiensi antara lembaga kemahasiswaan FKIP Unmul dengan birokrat FKIP.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dihadiri oleh perwakilan lembaga se-FKIP, antara lain BEM FKIP, DPM FKIP, LDK FKIP, serta gabungan himpunan program studi (prodi) FKIP. Sementara dari pihak birokrat, dihadiri dekan dan seluruh jajaran wakil dekan beserta Kasubag Keuangan. Dua pokok utama yang dibahas pada pertemuan hari itu, yaitu soal <em>budgeting</em> dan keamanan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Selang tiga puluh menit, acara mulai masuk pembahasan utama. Arif Tirtana Wakil Gubernur BEM FKIP selaku moderator mempersilakan jajaran birokrat. Hanafi selaku Kasubag Keuangan FKIP memaparkan data anggaran dana. Diketahui, jumlah uang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) FKIP secara keseluruhan sebesar Rp17,6 miliar. Dengan rincian, Rp4 miliar dialokasikan untuk pascasarjana dan Rp12,7 miliar (pagu minimal, bisa naik turun) untuk program sarjana.</p><p style="text-align: justify;">Melalui dana Rp12,7 miliar tersebut, PNBP khusus untuk dana kemahasiswaan dikenakan sebesar 5% &nbsp;atau sebesar Rp635 juta. Dana inilah yang kemudian digunakan untuk asuransi, Pemira, dan kegiatan pendidik. Total dana untuk kegiatan kemahasiswaan sebesar Rp390 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang jelas, laporan pertanggungjawaban dari uang yang digunakan harus dikembalikan. Karena bisa saja ada prodi yang program berbeda, tapi dananya sama dan semuanya mau dijalankan,&quot; ujar Muhammad Amir Masruhim, Dekan FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dibahas juga terkait asuransi di FKIP. Seperti diketahui, FKIP memiliki jaminan asuransi bagi mahasiswanya, terlebih diperuntukkan jika ada mahasiswa yang mengalami kecelakaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini inisiatif fakultas. Karena banyaknya kecelakaan yang terjadi. Kalau memang mau dihapus, ya kita menunggu saja informasinya. Padahal ini program yang terpuji untuk kemanusiaan,&rdquo; terang Masrur Yahya, Wakil Dekan II.</p><p style="text-align: justify;">Dari hasil audiensi tersebut, disepakati BEM FKIP akan mengadakan survei untuk mengetahui perkembangan asuransi ini. Jika tidak memberikan pengaruh yang besar, maka akan dihapuskan.</p><p style="text-align: justify;">Didiskusikan juga program yang dicanangkan pihak rektorat tahun lalu, yakni <em>Student Day</em> setiap hari Sabtu. Dalam hasilnya, disepakati bahwa agenda ini dapat dijalankan dengan catatan, apabila ada kegiatan yang penting untuk dilaksanakan, maka diperbolehkan menggunakan ruangan pada hari Minggu.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah jalannya audiensi, Mujihat selaku Gubernur BEM FKIP turut menyampaikan pendapatnya. Menurutnya, alangkah baiknya jika dana yang dimiliki fakultas dialokasikan untuk pengadaan bis di FKIP. Sebab menurutnya, FKIP sering mengadakan kegiatan dan mengundang tamu dari luar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Malu kita pak, fakultas kita besar mahasiswanya banyak tapi kita tidak punya bis,&rdquo; serunya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini, dekan FKIP menyatakan sudah memiliki cita-cita sejak lama untuk memiliki bis untuk FKIP. Namun, seiring berjalannya waktu ada banyak kebutuhan lain yang dinilai lebih mendesak dipenuhi ketimbang membeli bis.</p><p style="text-align: justify;">Mendekati pukul 16.00 Wita, moderator mengarahkan pembahasan ke permasalahan keamanan kampus. Dari beberapa laporan mahasiswa yang menjadi peserta audiensi, diketahui beberapa fasilitas kampus seperti LCD yang menjadi prasarana belajar hilang. Menanggapi hal ini, dekan FKIP menyatakan akan meminta kembali komitmen mengenai kinerja dari pihak keamanan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi usai audiensi, Nazar Ruddin menyatakan akan mengambil beberapa langkah selanjutnya. &ldquo;Senin (19/2) akan memberikan nota kesepakatan kepada dekan dan jajarannya, selain itu akan mengadakan rapat paripurna terkait <em>budgeting</em> dan pembagiannya, setelah itu mengadakan konsolidasi dengan lembaga se-FKIP,&rdquo; tuturnya.&nbsp;<strong>(<em>adl/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FISIP Jadi Arena Airsoft Gun, Halimin: Mereka Tanpa Izin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-jadi-arena-airsoft-gun-halimin-mereka-tanpa-izin/baca </link>
<guid> fisip-jadi-arena-airsoft-gun-halimin-mereka-tanpa-izin </guid>
<pubDate> Wed, 21 Feb 2018 06:48:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Halimin, Kepala Bagian Umum FISIP. (Sumber: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-jadi-arena-airsoft-gun-halimin-mereka-tanpa-izin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LScY8yA8Wc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FISIP Jadi Arena Airsoft Gun, Halimin: Mereka Tanpa Izin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Minggu (11/2) lalu, <em>Sketsa</em> secara tidak sengaja mendapati ada kejanggalan di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul. Kampus yang harusnya sepi dari aktivitas civitas academica&ndash;karena memang akhir pekan, justru hari itu riuh, bahkan terdengar bising. Setelah diamati, ternyata ada orang yang memanfaatkan area sekitar Gedung Dekanat FISIP sebagai arena bermain <em>airsoft gun</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> berupaya mengonfirmasi pihak birokrat terkait untuk mengetahui lebih jauh tentang fenomena tersebut. Halimin, Kepala Bagian Umum FISIP bersedia memberi keterangan. Ia menyebut, larangan sebenarnya sudah sejak dulu disampaikan, namun kejadian tersebut masih terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah lama, tapi masih saja ada yang melakukan. Mereka melakukannya tanpa izin juga,&rdquo; ucapnya Selasa (13/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Acap kali kecolongan, kali ini birokrat FISIP telah menyiapkan langkah awal untuk mengantisipasi hal tersebut. Caranya dengan menempelkan kertas imbauan berbunyi &lsquo;larangan bermain <em>airsoft gun&nbsp;</em>di lingkungan FISIP Unmul&rsquo; di beberapa titik.</p><p style="text-align: justify;">Sekumpulan orang yang agaknya terhimpun dalam komunitas tersebut kadang sekali dua kali memanfaatkan area FISIP sebagai arena mereka bermain <em>airsoft gun</em>, namun tak pernah berizin pada pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">Kelakuan tersebut diakui Halimin memang sulit dicegah. Selain faktor komunitas pemain <em>airsoft gun</em> itu dilakukan oleh orang luar&ndash;bukan mahasiswa, pihaknya pun belum pernah bisa bertemu muka secara langsung untuk menyampaikan larangan tersebut. Sehingga imbauan dan hukuman sulit untuk diberikan ke komunitas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana untuk menindaklanjuti kalau komunitasnya saja kita tidak tahu. Seandainya saja kita tahu,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Karena permainan tersebut menggunakan senjata dan memuntahkan peluru, maka rawan terjadi kerusakan fasilitas semisal pecahnya kaca dan rusaknya fasilitas kampus lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai kena lampu dan segala macam itu kan, lampunya pecah. Kena lampu,&rdquo; geramnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, Halimin pun mengeluhkan perihal pelor-pelor yang berserakan setelah pertarungan tersebut dilakukan. Sehingga hal tersebut berimbas pada terganggunya ketertiban hingga kebersihan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku memang tidak ada aturan spesifik semisal peraturan dekan yang dikeluarkan untuk mengatur hal tersebut. Namun jika pun tak diatur, ia menyebut kampus tidak semestinya dijadikan tempat untuk bermain airsoft gun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi di sini (FISIP) kan tidak boleh dijadikan ajang tembak-tembakan seperti begitu. Ini kan kampus,&rdquo; tekannya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui komunitas mana yang memanfaatkan area kampus FISIP sebagai ajang bermain airsoft gun. <strong>(<em>dan/arr/sut/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Komentar Komunitas Lain Soal Airsoft Gun di Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/komentar-komunitas-lain-soal-airsoft-gun-di-kampus/baca </link>
<guid> komentar-komunitas-lain-soal-airsoft-gun-di-kampus </guid>
<pubDate> Wed, 21 Feb 2018 06:56:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: braito.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/komentar-komunitas-lain-soal-airsoft-gun-di-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MuKHVHXQiK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Komentar Komunitas Lain Soal Airsoft Gun di Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Beberapa sudut dinding di kampus FISIP Unmul kini telah ditempeli selebaran berisi pelarangan bermain <em>airsoft gun</em>. Imbauan itu merupakan respons dari ketidaknyamanan pihak dekanat FISIP saat mengetahui ada komunitas <em>airsoft gun&nbsp;</em>tertentu yang memanfaatkan area civitas academica mereka untuk bermain airsoft gun.</p><p style="text-align: justify;">(Selengkapnya baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-jadi-arena-airsoft-gun-halimin-mereka-tanpa-izin/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-jadi-arena-airsoft-gun-halimin-mereka-tanpa-izin/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Bahkan tak hanya pihak dekanat, beberapa mahasiswa pun tak jarang melihat segerombolan oknum yang kerap mengisi halaman FISIP untuk dijadikan arena bermain di akhir pekan. <em>Sketsa&nbsp;</em>lalu mengonfirmasi beberapa pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">Tegar Aulia Ramadhan, salah satu mahasiswa FISIP prodi Psikologi angkatan 2015 yang juga menjadi ketua komunitas SDS (<em>Springer Detachment</em> Samarinda)&ndash;salah satu komunitas <em>airsoft gun</em> di Samarinda&ndash;mengaku bukan dari komunitasnya yang dimaksudkan dalam imbauan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tahu ada yang kerap bermain (<em>airsoft gun</em>) di FISIP, namun itu bukan dari komunitas kami. Itu dari komunitas lain,&rdquo; bantah Tegar pada <em>Sketsa</em> hari Kamis (15/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Saat disinggung perihal tempat yang kerap dijadikan arena bermain, Tegar menyebut SDS kerap memakai arena khusus di Jalan A.W. Syahranie, salah satu pabrik di Loa Bakung, hingga Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS).</p><p style="text-align: justify;">Ia menegaskan, cara SDS memilih tempat bermain melalui beberapa pertimbangan. Mulai dari pemilihan lokasi yang terbilang cukup aman dari <em>civilian</em> hingga berbagai proses perizinan.</p><p style="text-align: justify;">Selain faktor <em>background</em>-nya sebagai mahasiswa FISIP, Tegar mengaku kurang setuju jika lingkungan kampus dijadikan arena bermain. Ia mengerti situasi dan kondisi kampus yang nyaris setiap hari dikunjunginya. Oleh karena itu, Tegar beserta jajaran SDS pun keberatan jika ada komunitas yang menggunakan area kampus sebagai arena bermain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami (SDS) sebenarnya juga kurang sepakat dengan hal ini. Karena SDS mayoritas diisi oleh mahasiswa, jadi kami paham bahwa sesungguhnya lingkungan kampus itu tidak sepenuhnya kosong, sekalipun saat <em>weekend</em>,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Tegar menyebutkan bahwa komunitas yang akhir-akhir ini memilih FISIP sebagai arena bermain <em>airsoft gun</em> yakni dari 9Force, SS1 Samarinda, serta Area 541. Ia menambahkan, saat bermain, ketiga klub tersebut kadang sendiri-sendiri, kadang pula bergabung dengan klub lain.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Peringatan Saja Sudah Cukup?</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Tegar, Galang Vilmantara&ndash;kerap disapa Galang, mahasiswa prodi Hubungan Internasional ini juga mengaku hobi bermain <em>airsoft gun</em>. Ketika Sketsa berusaha menggali keterangan lebih lanjut terkait pelarangan ini, Galang malah tak habis pikir dengan komunitas yang menjadikan kampus sebagai area bermain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya pribadi justru bingung, karena bisa-bisanya ada yang menjadikan area kampus menjadi area bermain <em>airsoft gun</em>,&rdquo; jelas mahasiswa angkatan 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Galang mengaku pernah melihat beberapa oknum yang bermain di FISIP sekitar dua bulan lalu&ndash;Desember. Ia menilai hal ini tidak dapat dibenarkan. Galang bertutur, imbauan yang kini terpampang itu sudah cukup untuk mengimbau para komunitas airsoft gun agar tidak akan bermain lagi di area kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Para pemain <em>airsoft gun</em> tentunya harus tahu mana tempat yang digunakan untuk menuntut ilmu, dan mana tempat yang pantas dijadikan area bemain,&rdquo; papar mahasiswa lain dari Prodi Ilmu Komunikasi, Reza Febriandi.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Galang, Reza juga mengaku para pemain ini cukup diberi peringatan. Karena para pemain <em>airsoft gun</em> juga pasti memiliki alasan mengapa menjadikan kampus sebagai area bermain, sekalipun hal tersebut dilakukan bukan saat jam perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu yang bermain harus diberi peringatan, mengingat ini adalah area kampus,&rdquo; tutup Reza.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini <em>Sketsa</em> terus berupaya mengonfirmasi langsung ke komunitas terkait guna memperoleh keterangan lebih dalam, serta keterangan pihak fakultas selaku pembuat larangan. <strong>(<em>sut/arr/dan/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Oknum dan Pemberi Izin Tidak Jelas, Apa Langkah Birokrat Fakultas? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/oknum-dan-pemberi-izin-tidak-jelas-apa-langkah-birokrat-fakultas/baca </link>
<guid> oknum-dan-pemberi-izin-tidak-jelas-apa-langkah-birokrat-fakultas </guid>
<pubDate> Wed, 21 Feb 2018 07:01:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: wallpaperswide.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/oknum-dan-pemberi-izin-tidak-jelas-apa-langkah-birokrat-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OWoIVsbjSk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Oknum dan Pemberi Izin Tidak Jelas, Apa Langkah Birokrat Fakultas?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Berdasar ketidaktahuan dari pihak dekanat FISIP tentang komunitas mana yang sengaja main <em>airsoft gun</em> di area kampus mereka, <em>Sketsa</em> pun tertarik melakukan penelusuran lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Dari informasi yang berhasil dihimpun, akhirnya diketahui bahwa beberapa komunitas tersebut memang &lsquo;diberi izin&rsquo; oleh salau satu pegawai di kampus FISIP. Benarkah?</p><p style="text-align: justify;">Pegawai berinisial AM kemudian disebut oleh salah satu komunitas <em>airsoft gun</em> sebagai pihak dari dekanat FISIP yang mengusus, dan kemudian memberi izin ke beberapa komunitas.</p><p style="text-align: justify;">Karenanya, upaya konfirmasi ke pihak AM pun coba dilakukan untuk mengetahui perihal benar memang memberi izin atau justru tidak ada. Namun konfirmasi yang dilakukan <em>Sketsa</em> ke AM sejak Sabtu lalu, 17 Februari, sampai berita ini ditulis pun belum kunjung mendapat respons balasan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kembali melakukan tinjauan ulang ke pihak dekanat FISIP, dan lagi-lagi, pegawai berinisial AM pun tak ada sama sekali terdaftar sebagai salah satu pegawai di dekanat FISIP. Kejelasan status AM pun belum bisa diungkap.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Semua Kembali ke Pihak Dekanat FISIP</strong></p><p style="text-align: justify;">Kembali ditemui di ruangannya, Kepala Bagian Umum FISIP Halimin tidak membenarkan bahwa AM merupakan pegawai di kampus FISIP. Bahkan ia mengaku, tak ada satu pun stafnya di FISIP yang namanya identik dengan inisial si AM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kecuali kalau dia pakai (inisial AM itu sebagai) nama samaran,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Halimin kembali bertutur, proses lebih lanjut jika bertemu dengan komunitas tersebut memang belum dirumuskan. Namun jika kelak ada momen untuk bertemu, ia akan mempertanyakan secara tegas perihal izin yang dipakai untuk main <em>airsoft gun</em> di kampus FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini siapa? Komunitas mana? Seandainya ada izinnya, tolong perlihatkan izinnya ke saya!&rdquo; tantangnya.</p><p style="text-align: justify;">Halimin sangat yakin komunitas yang bersangkutan tidak memiliki izin sama sekali. Pasalnya dulu sejak kursi dekan FISIP masih diduduki Adam Idris (dekan FISIP sebelum Muhammad Noor), memang saat itu ada komunitas tertentu yang mengajukan surat ke dekan FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Tujuan surat tersebut jelas: meminta izin agar bisa menggunakan area kampus FISIP sebagai arena bermain <em>airsoft gun</em>. Namun permohonan hanya sebatas permohonan karena Dekan FISIP Adam Idris saat itu menolak ajuan tersebut dan tetap tidak memberi izin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Suratnya pernah (masuk). Antara tahun 2012 atau 2013, tapi surat itu ditolak. Sudah dibalas untuk ditolak. Setelah itu tak ada lagi,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>arr/sut/dan/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terakreditasi A, Prodi Pendidikan Fisika Unmul Optimis Tembus ASEAN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terakreditasi-a-prodi-pendidikan-fisika-unmul-optimis-tembus-asean/baca </link>
<guid> terakreditasi-a-prodi-pendidikan-fisika-unmul-optimis-tembus-asean </guid>
<pubDate> Wed, 21 Feb 2018 12:42:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Zeni Haryanto, Kaprodi Fisika FKIP Unmul. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terakreditasi-a-prodi-pendidikan-fisika-unmul-optimis-tembus-asean/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YCndwOHhBu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terakreditasi A, Prodi Pendidikan Fisika Unmul Optimis Tembus ASEAN</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kabar baik datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) khususnya Program Studi Fisika yang kini telah terakreditasi A sejak 6 Februari lalu. Civitas academica Unmul patut berbangga.</p><p style="text-align: justify;">Zeni Haryanto selaku Kaprodi Fisika mengakui tak ada kegiatan spesial dalam memperoleh akreditasi A. Hanya saja pihaknya sadar bahwa ada kekurangan pada akreditasi sebelumnya yang terjadi 4 tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">Zeni bercerita semenjak ditetapkan menjadi kaprodi pada 2016 lalu, ia telah menganalisa dan mempelajari kembali berkas serta jurnal-jurnal. &ldquo;Seharusnya empat tahun ya, cuma karena kaprodinya beda dan kali ini kita dan teman-teman telaah lagi,&rdquo; jelasnya ketika ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>Senin (19/2).</p><p style="text-align: justify;">Pada awal 2017 ia mencanangkan mendapat akreditasi A. Langkah awal yang ia lakukan adalah mengumpulkan karya ilmiah dan menambah buku meskipun tak bisa dengan instan, kemudian ia melibatkan mahasiswanya untuk mewujudkan keinginannya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, ia juga mengumpulkan jurnal-jurnal ilmiah internasional. &ldquo;Itu sudah dari dulu hingga di ujung-ujung, jadi kita tinggal melaporkan yang ada saja, dan saya rasa masih kurang tapi <em>alhamdulillah&nbsp;</em>sudah dinilai A,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Zeni juga menyebutkan bahwa di Unmul ada prosedur-prosedur yang harus dilalui, seperti pihaknya yang mendapat pendampingan dari LP3M, lalu membuat borang sesuai dengan standar yang kemudian diajukan ke fakultas yang mana akan diperiksa terlebih dahulu oleh Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF).</p><p style="text-align: justify;">GPMF memberikan masukan-masukan kepada prodi setelah diperbaiki, lalu diteruskan lagi di Universitas. &ldquo;Sudah ada perbaikan dari Universitas baru kita kirim ke Jakarta. Itu dari sisi borang,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya berhenti pada pengakuan dari nasioal, ia pun menargetkan Prodi Pendidikan Fisika bisa mendapatkankan rekognisi<em>&nbsp;</em>dalam kancah ASEAN pada tahun 2024.</p><p style="text-align: justify;">Keberhasilan yang diraih Prodi Pendidikan Fisika juga berkat dari keterlibatan mahasiswa di dalamnya. Menanggapi prodinya telah mendapat Akreditasi A, <em>Sketsa&nbsp;</em>menemui Eka Yuliana mahasiswa prodi Pendidikan Fisika 2016.</p><p style="text-align: justify;">Eka mengatakan hasil yang tidak sia-sia dan berbuah manis atas perjuangan dari dosen dan mahasiswa yang mempersiakan kenaikan akreditasi, ia merasa senang dan bangga terhadap perolehan status akreditasi Prodi Pendidikan Fisika menjadi A.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya pastinya senang karena status akreditasi prodi naik jadi A. Jadi kebanggaan tersendiri aja, perjuangan dosen-dosen dan teman-teman buat mempersiapkan akreditasi kemarin enggak sia-sia dan berbuah manis,&rdquo; ungkapnya bangga.</p><p style="text-align: justify;">Eka berharap kedepannya Prodi Pendidikan Fisika dapat meningkatkan semangat agar mencetak mahasiswa yang profesional dan sebagai penopang Unmul yang sudah memiliki akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga kitanya tidak terlena sama akreditasi A ini, harusnya ini bisa jadi pelecut semangat mahasiswa Fisika. Dan saya berharap prodi ini bisa mencetak mahasiswa yang profesional dan mempu bersaing di mana pun. Dan pastinya semoga jurusan lain juga bisa menyusul untuk akreditasi A untuk menopang Unmul yang sudah akreditasi A,&rdquo; tutupnya. <strong>(</strong><strong><em>dap/fqh/mrf/ubg/els</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akreditasi Kedaluwarsa, Bagaimana Nasib Angkatan Tua? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akreditasi-kedaluwarsa-bagaimana-nasib-angkatan-tua/baca </link>
<guid> akreditasi-kedaluwarsa-bagaimana-nasib-angkatan-tua </guid>
<pubDate> Wed, 21 Feb 2018 12:55:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekanat FISIP Unmul. (Sumber: kukuh.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akreditasi-kedaluwarsa-bagaimana-nasib-angkatan-tua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iRcUS2z1Pi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akreditasi Kedaluwarsa, Bagaimana Nasib Angkatan Tua?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA &ndash;<span>&nbsp;</span></span></strong><span>Tahun 2018 menjadi momok bagi mahasiswa angkatan tua,<span>&nbsp;</span><span>&nbsp;</span>terlebih bagi angkatan tahun ajaran 2011. Nyaris memasuki 7 tahun masa studi, tak sedikit dari mereka yang telah memiliki kesibukan lain di luar dunia kampus. Meski begitu, sebagian besar juga tengah berusaha menuntaskan persyaratan akhir perkuliahan, yaitu skripsi. Tak terkecuali bagi beberapa mahasiswa program studi (prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memasuki masa akhir studi, mahasiswa Ilkom kini terlihat memadati ruang seminar. Seolah &lsquo;berlomba&rsquo; untuk bisa menuntaskan pendidikan sedini mungkin agar tidak melampaui tenggat waktu yang ditentukan, yakni Juni nanti.</span></p><p style="text-align: justify;"><em><span>Sketsa</span></em><span><span>&nbsp;</span>berupaya menggali informasi dengan menghubungi Ketua Program Studi (kaprodi) Ilkom, Hairunnisa. Ditemui di ruangannya, ia membenarkan bahwa saat ini prodi yang dinaunginya sedang gencar melakukan dua hal: pengerjaan borang untuk akreditasi serta persiapan proses skripsi mahasiswanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbicara soal akreditasi, Hairunnisa menambahkan bahwa saat ini akreditasi Ilkom berstatus kedaluwarsa. &ldquo;Untuk saat ini, Ilkom tidak memiliki akreditasi, karena masa berlakunya habis,&rdquo; tuturnya saat ditemui (14/2).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akreditasi yang kedaluwarsa lantas tidak membuat kegiatan Ilkom terhenti. Ia mengatakan bahwa untuk mengajukan seminar proposal dan seminar hasil masih bisa dilakukan. &ldquo;Saat ini kalau mau mengajukan seminar (proposal dan hasil) masih bisa, namun untuk pendadaran kami stop dulu. Terkecuali mahasiswa tersebut ingin lulus tanpa adanya akreditasi tercantum,&rdquo; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya seputar target menuju akreditasi A, wanita yang akrab disapa Bu Nisa ini mengaku belum ada jalan untuk menuju kesana. &ldquo;Saat ini kami belum memiliki kelengkapan alat yang mumpuni jika ingin mengejar akreditasi A,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya prodi yang tengah memperjuangkan nasib akreditasi, ada juga yang tengah berusaha menuntaskan status sebagai mahasiswa atau mahasiswi. Mereka juga gencar ke sana-kemari mengurus skripsi yang tengah digarap.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Misla Dewi salah satunya. Mahasiswi angkatan 2011 ini turut hilir mudik dalam menyelesaikan skripsi. Menapaki tenggat waktu yang tersisa beberapa bulan lagi, mau tak mau membuat Dewi&ndash;sapaan akrabnya&mdash;harus bekerja keras jika tidak ingin di<span>&nbsp;</span><em>drop-out</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masa studi yang terbilang cukup lama ditempuh Dewi bukanlah tanpa alasan. Berkecimpung dengan pekerjaan, membuatnya harus pandai membagi waktu antara bekerja dengan skripsi perkuliahan. Hal ini yang membuat Dewi memutuskan untuk menuntaskan masa studi lebih lama dibandingkan dengan yang lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi akreditasi Ilkom, Dewi menilai bahwa akreditasi merupakan suatu hal yang sangat penting. &ldquo;Akreditasi itu perlu sekali. Terutama untuk menunjang jenis pekerjaan yang seperti saya lakoni, yakni bidang pemerintahan,&rdquo; paparnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait dengan nasibnya yang nyaris di ujung tanduk, Dewi menambahkan bahwa saat ini merupakan saat yang cukup menguras tenaga. Ia harus bolak-balik dari tempat kerja ke kampus guna menyelesaikan skripsinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengaku bahwa tekanan kerap ia dapatkan dari beberapa pihak. &ldquo;Tentu ada (tekanan) karena saya sudah di semester akhir,&rdquo; ujar mahasiswi yang saat ini menjadi<span>&nbsp;</span>staf administrasi di salah satu rumah sakit Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akreditasi Ilkom yang kedaluwarsa lantas tak membuat Dewi berkecil hati. Ia berujar bahwa saat ini tengah benar-benar menyusun skripsinya hingga akhir namun masih memenuhi persyaratan agar tidak di<span>&nbsp;</span><em>drop-out</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Dewi berpesan agar akreditasi yang sedang dikejar Ilkom ini agar bisa lebih baik lagi dari sebelumnya. &ldquo;Semoga hasil yang didapatkan nanti lebih baik, agar mahasiswa lebih mudah jika ingin mencari pekerjaan,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span><strong>(<em>omi/rrd/sut/tia/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Sarang Parkir Liar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/unmul-sarang-parkir-liar/baca </link>
<guid> unmul-sarang-parkir-liar </guid>
<pubDate> Wed, 21 Feb 2018 23:40:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Ilustrasi: http://www.jejamo.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/unmul-sarang-parkir-liar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/na7dHf5aHR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Sarang Parkir Liar</h1>
			              </header>
			              <p>Status baru Universitas Mulawarman sebagai perguruan tinggi terakreditasi A memang menjadi sebuah lompatan besar untuk memcerminkan PTN di Kalimantan memiliki daya saing dengan PTN yang lain sejak Juni 2017.</p><p>Awal tahun 2018 kampus kita mulai melakukan perubahan-perubahan yang mengundang daya tarik khalayak publik, mulai dari transformasi sistem akademik yang terpusat (SIA DEV) , peluncuran Unmul Mobile dan peningkatan sarana prasarana di setiap fakultas, terutama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.</p><p>Terobosan-terobosan baru terus dilakukan oleh pihak universitas. Namun hal-hal yang bersinggungan dengan civitas academica belum sepenuhnya diselesaikan, sehingga banyak celah kekurangan yang terus menghantui universitas.</p><p>Kita sebagai mahasiswa yang menjadi mitra kritis pemangku kebijakan kampus, masih banyak hal-hal yang harus di selesaikan oleh pihak birokrat. Menyangkut kenyamanan civitas academica, baik itu dalam hal keamanan dan kenyamanan di dalam kampus.</p><p>Keamanan dan kenyamanan dalam aktivitas di kampus memang harus jadi prioritas utama, sebagai tanggung jawab dari birokrat dan mahasiswa itu sendiri dengan kesadaran patuh dalam aturan. Masalah keamanan kampus menjadi momok bagi universitas dan setiap tahun selalu saja menjadi pekerjaan rumah. Mahasiswa selalu saja merasakan kehilangan barang pribadinya.</p><p>Celakanya, tidak ketatnya keamanan kampus menjadi korban ganasnya &quot;Jukir&quot; liar di Samarinda. Merujuk pada judul tulisan saya di atas, tentu menjadi pertanyaan di benak civitas akademica, &quot; kok ada parkir liar di Unmul? Tidak nampak tempat parkir liar. Semua keliatan baik-baik saja&quot;.&nbsp;</p><p>Memang secara keseluruhan bisa dibilang baik baik saja, tetapi apabila ditelaah lebih jauh terdapat ruas jalan yang menjadi gerbang utama yang menghubungkan dengan jalan M.Yamin masih dijadikan tempat parkir oleh pengendara mobil yang sembarangan memarkir mobil di perlintasan jalur menuju gerbang Unmul.</p><p>Ini menandakan bahwa masih renggangnya peraturan parkir di ruas jalan. Sebenarnya universitas melarang keras dan sudah terlihat himbauan dilarang parkir sampai jam 6 sore. Sangat disayangkan, kampus terbaik di Kalimantan dijadikan ladang parkir yang dikelola oknum dari luar universitas.</p><p>Hal sepele tetapi akan berdampak besar jika dibiarkan berlarut-larut , Memang sudah ada bentuk preventif dengan memberikan peringatan larangan, tetapi hal itu masih belum &nbsp;efektif dan belum memberikan efek jera kepada pelaku. Terlihat bahwa spanduk yang telah dipasang di pagar untuk peringatan larangan parkir telah raib entah kemana. Hal tersebut menjadi sia-sia dan parkir liar akan terulang kembali.</p><p>Seyogianya pihak keamanan dan ketertiban Unmul dapat memberikan solusi terkait hal ini. Salah satunya ialah memberikan peraturan baku yaitu tidak boleh parkir di wilayah Unmul. Memang ini adalah hal sepele, namun kalau dibiarkan secara terus menerus maka akan membuat kenyamanan para pengguna jalan di Unmul terganggu.</p><p>Sudah selayaknya Unmul berbenah mulai dari hal kecil seperti ini, sekelas kampus akreditasi A mempunyai tanggung jawab yang besar untuk dapat membangun dan memperbaiki kualitas. Baik dalam hal akademik, fasilitas maupun finansial.</p><p><br></p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Mofid Baidowi, Kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FEB Unmul 2018</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gertak Skorsing Bagi Aktivis Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gertak-skorsing-bagi-aktivis-kampus/baca </link>
<guid> gertak-skorsing-bagi-aktivis-kampus </guid>
<pubDate> Thu, 22 Feb 2018 12:00:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat skorsing dua mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Hasanuddin (Unhas) Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fikqri. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gertak-skorsing-bagi-aktivis-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LQiFR9WL06.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gertak Skorsing Bagi Aktivis Kampus</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menjadi aktivis kampus bukanlah hal yang mudah. Apalagi aktivis yang kritis. Selalu mengkritik apa saja yang terjadi di kampusnya. Berperan aktif mengamati perkembangan di universitas tempatnya menimba ilmu.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Baru-baru ini dua mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Hasanuddin (Unhas) yakni Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fikqri mendapat skorsing karena menempelkan poster yang bertuliskan &ldquo;Kampus Rasa Pabrik&rdquo; di area sekitar kampus. Tindakan mereka dinilai melanggar peraturan kampus. Hukuman tersebut tertuang <span>dalam Surat Keputusan Rektor Unhas Nomor 1595/UN4/05.10/2013.&nbsp;</span>Tak tanggung-tanggung, mereka mendapat skorsing selama dua semester.</p><p style="text-align: justify;">Beruntung, Kamis (08/2) lalu, hukuman skorsing keduanya resmi dicabut. Komisi Disiplin Unhas melakukan sidang banding dan mengeluarkan pernyataan bahwa keduanya kini bebas dari hukuman skorsing.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbanding terbalik dengan Ketua Umum BEM UI Zaadit Taqwa yang dengan lancang memberikan kartu kuning kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo. Pemberian kartu kuning saat itu diperlihatkan langsung saat Jokowi tengah memberikan pidato dalam acara <span>Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia (UI), Jumat (02/1) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Zaadit beralasan jika dirinya memberikan peringatan karena masih banyak problematika yang ditanggung rakyat. Bahwasanya program kerja orang nomer satu di Indonesia ini belum sepenuhnya berjalan baik. Aksi Zaadit lantas viral di media sosial, namun Zaadit tidak mendapatkan hukuman ataupun skorsing seperti dua mahasiswa Unhas.</p><p style="text-align: justify;">Senin (19/2) sore, awak <em>Sketsa</em> menemui Aditya Ferry Noor aktivis kampus yang juga aktif dalam berbagai organisasi. Baik di dalam dan di luar kampus. Ferry mengungkapkan bahwa wajar seorang mahasiswa bersikap demikian. Di samping tugas mahasiswa menuntut ilmu, mahasiswa juga berperan penting dalam perkembangan sebuah bangsa. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Wajar mereka berbuat seperti itu, karena dapat kabar kalau di sana kasusnya sudah parah banget, harusnya pihak birokrat paham dan terbuka. Artinya ada sebabnya kenapa mahasiswa nya seperti in,&quot; ujar Gubernur BEM FEB tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">Ferry menjelaskan bahwa ada penyebab mengapa mahasiswa Unhas berprilaku vandal, yakni pihak birokrat yang anti kritik. Mahasiswa Prodi Manajemen ini juga menyatakan bahwa melihat birokrat yang seperti itu sudah seharusnya mahasiswa ambil sikap. Menurutnya, dalam menyikapi keresahan tersebut sebaiknya mahasiswa bermusyawarah terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak yang mengaku sebagai mahasiswa tapi ujung-ujungnya adalah provokator sehingga berdampak pada mahasiswa lainnya. Hal ini yang harus dijaga dan diperhatikan mahasiswa jangan sampai terjadi seperti itu,&quot; tutupnya. <strong><em>(fir/ubg/tia/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lahirnya Geofisika sebagai Prodi Baru di FMIPA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lahirnya-geofisika-sebagai-prodi-baru-di-fmipa/baca </link>
<guid> lahirnya-geofisika-sebagai-prodi-baru-di-fmipa </guid>
<pubDate> Fri, 23 Feb 2018 11:43:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unmul (sumber: www.fmipa.unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lahirnya-geofisika-sebagai-prodi-baru-di-fmipa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ml8OunnXg9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lahirnya Geofisika sebagai Prodi Baru di FMIPA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jumat (9/2) lalu, melalui laman resminya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul mengumumkan berdirinya program studi (prodi) baru. Kali ini, FMIPA menambah daftar di fakultasnya dengan prodi Geofisika. Kehadiran prodi baru ini tentu disambut baik kalangan civitas academica, terlebih FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Sejak tiga tahun belakangan, secara berturut-turut fakultas ini berhasil mendirikan prodi baru. Dimulai dari 2015 dengan berdirinya prodi Pascasarjana Kimia. Disusul setahun berikutnya dengan berdirinya prodi Matematika setelah proposal pengajuan disetujui oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti).</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2017 menjadi tahun ketiga proposal pengajuan prodi diterima oleh Kemenristekdikti, dan akhirnya menerima SK dari Menteri Pendidikan Nomor: 2/KPT/I/2018 tentang Program Studi Geofisika pada 12 Januari 2018 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kepala prodi (kaprodi) Fisika, Suhadi Mulyono saat ditemui di ruangannya Selasa (20/2) lalu mengatakan pihaknya sudah memperjuangkan prodi Geofisika sejak 2015 silam. Kepada <em>Sketsa</em>, Suhadi mengaku dulu sempat ada konsentrasi illegal dari prodi Fisika, yakni konsentrasi Geofisika. Konsentrasi Geofisika pada saat itu tidak memiliki dasar hukum, namun sejak dirinya diangkat menjadi kaprodi Fisika pada 2015 lalu, ia membubarkan konsentrasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, konsentrasi ilegal dapat memberikan dampak buruk. Selain memicu aksi-aksi, dampak lainnya adalah membuat nama mahasiswa yang sudah lulus tidak tercantum dalam data pusat Kementerian Pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita melakukan sesuatu yang ilegal, namanyakan pembunuhan publik. Selain itu memang besar minatnya jurusan Geofisika dari teman-teman. Ini masing-masing dari dosen sangat kuat untuk mendirikan prodi Geofisika di Jurusan Fisika FMIPA Unmul,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski terdengar hampir sama, namun Fisika dengan Geofisika mempelajari substansi ilmu yang berbeda. Fisika mempelajari meteri dan interaksi, sedangkan Geofisika adalah disiplin ilmu tentang kebumian. Diakui Suhadi, memang harus memiliki kekuatan politik agar prodi Geofisika dapat berdiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah pergantian rektor, dekan, dan ketua jurusan. Dulu banyak sekali ilegal-ilegal itu, ada mahasiswa lulus tapi enggak tercatat di kementerian. Berkat usaha serta dukungan politik dari birokrat (setelah pergantian jabatan) akhirnya proposal disetujui dan lahirlah geofisika,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak lantas diterima, Suhadi kembali mengenang proposal pengajuan yang sempat ditolak. Pengajuan proposal bukanlah perkara mudah. Perjuangan sejak 2015 sampai 2016, lalu masuk 2017, sudah 3 kali proposal prodi Geofisika ditolak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak mudah memang. Hingga akhirnya pada tahun 2018 SK Menteri keluar. Memang teman-teman dari Fisika inilah yang berjuang,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini kaprodi Geofisika belum ditetapkan, alasannya karena masih dalam proses persiapan dan masih mencari kandidat yang cocok. Begitu pula dengan kurikulum, kantor, para staf hingga sarana dan prasarana yang dalam persiapannya memerlukan waktu sekitar sebulan. Suhadi belum bisa memberikan gambaran kapan semua persiapan rampung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Insyaallah bulan Juli nanti kita sudah punya mahasiswa baru prodi Geofisika 2018. Kuota jumlahnya 40 mahasiswa. Dari kami para dosen berharap hanya dibuka untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukannya enggak mau buka mandiri, itu kan harapannya ketua jurusan. Namun, kalau mau dikasih jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) ya enggak apa-apa. Tapi jangan banyak-banyak tapi ya mahasiswanya,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(yun/nnd/els/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar KKN 44, Esti: Tahun Ini Ada Perubahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-44-esti-tahun-ini-ada-perubahan/baca </link>
<guid> kabar-kkn-44-esti-tahun-ini-ada-perubahan </guid>
<pubDate> Fri, 23 Feb 2018 12:24:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Tim Pengembangan Program KKN Esti Handayani Hardi saat ditemui Sketsa di ruangannya. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-44-esti-tahun-ini-ada-perubahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a50zYurwLA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar KKN 44, Esti: Tahun Ini Ada Perubahan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Unmul sebagai sebuah perguruan tinggi jelas menganut asas Tri Dharma, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan keilmuannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini Unmul akan melepas mahasiswa KKN ke-44 kalinya. Seperti tahun sebelumnya, KKN tetap dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unmul. Antusias, mahasiswa yang akan mengikuti KKN tahun ini bahkan sudah membentuk kelompok dan menentukan daerah.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari lalu, tepatnya Senin (19/2), LP2M mengeluarkan surat edaran kepada seluruh dekan fakultas mengenai informasi KKN. Tertulis bahwa mahasiswa yang akan mengikuti KKN telah memenuhi persyaratan akademik masing-masing fakultas, yakni telah mengambil 110 SKS serta minimal meraih IPK 2.00. Proses pendaftaran KKN tetap dilakukan secara <em>onli</em><em>ne.&nbsp;</em>KKN akan berlangsung selama kurang lebih 60 hari kerja terhitung sejak 1 Juli hingga 31 Agustus mendatang. Jenis KKN yang dikelola tahun ini ada 4, yakni KKN Reguler, KKN Kompetensi, KKN Tematik, dan KKN Profesi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Ketua Tim Pengembangan Program KKN Esti Handayani Hardi menyebutkan KKN akan ada perubahan dari tahun sebelumnya. Jika 2017 lalu mahasiswa dapat mencari kelompok dan menentukan desa sendiri, maka tidak untuk tahun ini. Anggota kelompok seluruh jenis KKN akan diacak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada banyak pertanyaan &lsquo;bagaimana jika kami bikin kelompok sendiri, Bu?&rsquo; Kami tidak memfasilitasi yang itu,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Esti yang juga merupakan Pimpinan Redaksi Mulawarman University Press (MUP) menerangkan bahwa langkah tegas ini hasil berkaca dari tahun sebelumnya, yakni KKN Tematik Desa Sejahtera Mandiri (DSM) yang dirasa membuahkan hasil. KKN Tematik DSM adalah bentuk KKN yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI sebagai bentuk dorongan melalui program pengabdian mahasiswa untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Desa-desa itu inginnya seperti itu, mahasiswa membantu mempercepat perekonomian desa, membantu evaluasi pembangunan,&quot; ujar wanita berkacamata itu.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini LP2M berupaya untuk lebih memusatkan pada sumber daya mahasiswa yang dibutuhkan desa, sehingga KKN akan fokus pada program desa. Saat ini para tim pengembangan program KKN sedang dalam proses mengkaji potensi di masing-masing kabupaten agar dapat merencanakan program yang akan dibawa oleh mahasiswa KKN.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Esti, dalam borang pendaftaran akan tertera tabel yang mendeskripsikan desa, potensi yang dimiliki, dan luas wilayah, serta program studi (prodi) yang sesuai dengan potensi desa tersebut. Sehingga mahasiswa hanya bisa memilih desa sesuai dengan prodi yang tercantum. Tak hanya itu, dalam tabel prodi nantinya akan diberi batas kuota, jika kuota telah terpenuhi, praktis mahasiswa tak dapat memilih desa itu lagi.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, hal yang baru selain sistem pendaftaran ialah laporan dan catatan harian kegiatan KKN akan berbasis <em>online</em> pula.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau jauh dari internet catat saja, nanti kalau sudah bisa buka internet langsung <em>input</em> semua,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Esti menyebutkan pada 1 Maret mendatang pihaknya akan memberikan informasi resmi sekaligus pembukaan pendaftaran KKN Tematik yang terdiri dari KKN Kebangsaan, KKN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan KKN DSM. Sedangkan KKN reguler baru akan dibuka pada April mendatang.<em>&nbsp;(<strong>snh/fqh/dor/</strong></em><strong><em>adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Elegi Kesenyapan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/elegi-kesenyapan/baca </link>
<guid> elegi-kesenyapan </guid>
<pubDate> Sat, 24 Feb 2018 11:50:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Maharani Saskia Puteri, Mahasiswi Sastra Inggris 2015. (Sumber ilustrasi: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/elegi-kesenyapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7lN8UchSNm.png" />
					</figure>
			                <h1>Elegi Kesenyapan</h1>
			              </header>
			              <p>Aku kira, selagi pertemuan ada, rindu akan menghapus jejaknya satu-persatu. Namun aku mencoba menolak untuk menerima saat kudapati merindu justru sebegitu biru. Aku mulai mempertanyakan romansa temu-rindu yang orang-orang janjikan. Kemudian keheranan, apa benar sesuatu itu tidak melulu mutlak atau ini hanya perihal meniadakan.</p><p>Bukan, bukan. Dengan bagaimana aku bercanda, aku bukan ingin terdengar sama. Pada satu dua waktu, riangku terlampau apik hingga tiga empat waktu menjadi perkara menggelitik. Sulit, sungguh. Dan, oh! Masihkah kau menolak tahu barang sedikit tentang kelabu?</p><p>Aku kira, sekarang bukan perihal mengatakan dan mendengarkan. Tidak ada yang lebih nyaman daripada memilih untuk berdiam. Aku tidak sebegitu patuhnya pada segala saran dan tuntutan. Menggeser sedikit beban, memang, namun kali ini bukan main-main ketika aku memilih terlena dalam diam.</p><p>Masih, masih. Masih kau perhatikan sorot jauh mataku. Berharap lima enam kesempatan singgah walau malah tujuh delapan bebas lepas. Aku belum serius ketika mengatakan aku tidak apa-apa. Dalam jawabku, ada tanya bahwa benarkah ini perihal berdialog atau sekadar tolak ukur pasti tidaknya suatu perasaan.</p><p>Aku kira, ini bukan tentang berbagai barangkali pun penyelesaian misteri. Tapi kali ini mengenai memahami. Aku dan kamu, melalui jari-jari yang terpaut, sering utuh walau kadang mencipta sendu. Sejauh itu, apa lantas menemukan titik temu?</p><p>Apapun taksiranmu, aku pastikan abu-abu.</p><p>Selagi kau masih terpaku, membisu, menolak tahu tentang sebab lidah-lidah yang kelu.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Maharani Saskia Puteri, Mahasiswi&nbsp;</em><em>Sastra Inggris 2015&nbsp;</em></strong><em><strong>Fakultas Ilmu Budaya</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Padman Challenge, Kampanye Kritik Sosial Mengenai Menstruasi di India </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/padman-challenge-kampanye-kritik-sosial-mengenai-menstruasi-di-india/baca </link>
<guid> padman-challenge-kampanye-kritik-sosial-mengenai-menstruasi-di-india </guid>
<pubDate> Sat, 24 Feb 2018 11:58:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Padman Challenge. (Sumber foto: wionnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/padman-challenge-kampanye-kritik-sosial-mengenai-menstruasi-di-india/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FIn66GpgPw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Padman Challenge, Kampanye Kritik Sosial Mengenai Menstruasi di India</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&mdash; Akhir-akhir ini, jika kalian mengikuti perkembangan di media sosial dan menemukan sebuah foto seseorang dengan memegang sebuah pembalut wanita, jangan heran sebab ini adalah tantangan yang bernama <em>Padman Challenge</em>. Tantangan ini merupakan kritik sosial tentang menstruasi yang dianggap tabu dan sebagai bentuk kampanye terhadap mahalnya pajak bagi pembalut di India.</p><p style="text-align: justify;">Di India, menstruasi merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan, karena darah yang mengalir keluar itu kotor dan wanita tersebut dianggap tidak bersih. Bahkan, mereka mempercayai mitos jika seekor sapi disentuh oleh wanita yang sedang menstruasi, sapi tersebut tidak akan menghasilkan susu dan mandul. Karena mitos-mitos itulah banyak perempuan India tidak mendapatkan hak untuk menjalani menstruasi secara sehat.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman web <em>theasianparent.com,&nbsp;</em>kata <em>padman&nbsp;</em>sendiri berasal dari judul film terbaru asal India yang bertajuk <em>Pad &nbsp;Man&nbsp;</em>yang dibintangi oleh Akshay Kumar. Skenario film tersebut berasal dari sebuah buku biografi inspiratif karangan Twinkle Khanna berjudul <em>The Legend of Lakshmi Prasad</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>The Legend of Lakshmi Prasad b</em>ercerita tentang seorang pria bernama Arunachalam Muruganantham yang berusaha menciptakan pembalut higienis dengan harga murah untuk para perempuan yang tinggal di pedesaan. Arunachalam tergerak hatinya saat melihat sang istri mengumpulkan koran dan kain bekas untuk digunakan selama masa haid.</p><p style="text-align: justify;">Meski selalu dikucilkan oleh orang-orang sekitarnya dan bahkan dimusuhi oleh keluarganya sendiri, Arunachalam terus mengembangkan penemuannya hingga akhirnya ia bisa menciptakan mesin pembuat pembalut yang bersih, higienis dan murah untuk para perempuan India. Selain merupakan terobosan untuk mengatasi masalah kesehatan wanita, penemuan Arunachalam juga membuka lapangan pekerjaan baru. Karyanya tersebut juga membuat para ilmuwan terus berlomba untuk menciptakan inovasi baru.</p><p style="text-align: justify;">Aksi kampanye ini disambut hangat oleh warganet India, tak terkecuali di kalangan artis. Dimulai saat Akshay Kumar meng-<em>upload&nbsp;</em>fotonya melalui media sosial Instagram dengan memegang pembalut melalui Instagram, serta menandai beberapa artis India lainnya antara lain Deepika Padukone dan Alia Bhatt. Dalam setiap postingannya, selain menandai orang yang ingin ditantang mengikuti <em>Padman Challenge,</em> para artis ini juga menyertakan <em>caption&nbsp;</em>yang serupa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, ini adalah pembalut di tanganku. Tidak perlu malu untuk mengakuinya, ini adalah hal yang alami! Menstruasi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Artis-artis Bollywood yang telah mengikuti <em>challenge&nbsp;</em>ini antara lain Aamir Khan, Shah Rukh Khan, Salman Khan, Sonam Kapoor, dan lain sebagainya. Hingga saat ini, foto bertema <em>Padman &nbsp;Challenge&nbsp;</em>telah dibagikan sebanyak 25.000 postingan di Instagram.</p><p style="text-align: justify;">Adanya aksi <em>Padman Challenge&nbsp;</em>ini mungkin akan merubah pikiran masyarakat tentang segala hal tentang menstruasi, dan menstruasi adalah bagian dari pertumbuhan wanita dalam menghasilkan keturunan. Tentunya kesadaran untuk memakai pembalut yang berkaitan erat dengan kebersihan dan kesehatan bagian intim wanita saat menstruasi terus digalakkan mengingat sisi positifnya yang menarik. Tertarik mencobanya? <strong><em>(cin/aul/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepalaku adalah Sebuah Kota yang Selalu Banjir oleh Hujanmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kepalaku-adalah-sebuah-kota-yang-selalu-banjir-oleh-hujanmu/baca </link>
<guid> kepalaku-adalah-sebuah-kota-yang-selalu-banjir-oleh-hujanmu </guid>
<pubDate> Sun, 25 Feb 2018 05:55:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh King Dores, Mahasiswa Hubungan Internasional 2013 (Sumber ilustrasi: kalynovych.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kepalaku-adalah-sebuah-kota-yang-selalu-banjir-oleh-hujanmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7AjlJfYzku.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kepalaku adalah Sebuah Kota yang Selalu Banjir oleh Hujanmu</h1>
			              </header>
			              <p>Malam ini tidak ada bintang satupun,<br>barangkali langit menyembunyikannya<br>seperti jarak yang menyembunyikanmu sejuta kilometer lebih jauh dari kenangan.<br>Malam ini langit runtuh membawa hujan<br>turun di beranda rumah tanpa aba-aba,<br>mataku masih terjaga mengawasi luapan air yang mengalirkan nama-namamu<br>dan Kepalaku adalah sebuah kota yang selalu di banjiri oleh hujanmu<br>Bagaimana aku bisa melupakan hujan dimatamu malam itu<br>bagaimana kamu bisa melupakan banjir yang menenggelamkan kelaki-lakianku malam itu.</p><p><strong><em>Ditulis oleh King Dores, Mahasiswa Hubungan Internasional 2013 FISIP</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senjaku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/senjaku/baca </link>
<guid> senjaku </guid>
<pubDate> Sun, 25 Feb 2018 11:42:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Taufik Noor mahasiswa Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan 2015. (Sumber ilustrasi: maxresdefault) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/senjaku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/79orocHdgy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senjaku</h1>
			              </header>
			              <p>Kala langit berselimut rindu<br>Menerjang jemari dalam kedinginan<br>Kaki pun melangkah bersama harapan<br>Mengubah yang semu menjadi kenyataan</p><p>Belati rembulan menusuk di dada<br>Menggantikan mentari dikala sunyi nya<br>Senjaku tererai dalam kegelapan<br>Menelan hati yang terbuai akan perasaan</p><p>Aku pilu<br>Aku pilu terdiam seribu bahasa<br>Kekosongan melanda dalam kesepian<br>Menggores hati bersama dengan pikiran</p><p><strong><em>Ditulis oleh Taufik Noor mahasiswa Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjadi Relawan, Jalan Terbaik Dekat dengan Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menjadi-relawan-jalan-terbaik-dekat-dengan-masyarakat/baca </link>
<guid> menjadi-relawan-jalan-terbaik-dekat-dengan-masyarakat </guid>
<pubDate> Sun, 25 Feb 2018 12:02:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini yang ditulis oleh Sariyanti, Staff Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM FKM UNMUL 2018. (Sumber gambar: relawanindonesia.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menjadi-relawan-jalan-terbaik-dekat-dengan-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EAf5iSyl9Y.png" />
					</figure>
			                <h1>Menjadi Relawan, Jalan Terbaik Dekat dengan Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Ada banyak kita temukan berbagai macam bentuk organisasi di kalangan mahasiswa. Dengan kegiatannya masing-masing yang pasti semuanya memiliki tujuan untuk kebaikan. Mahasiswa memiliki idealismenya sendiri yang menuntun mereka untuk mengikuti organisasi yang mereka inginkan tanpa terpengaruh oleh orang lain.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Bangsa dan negara perlu adanya kontribusi mahasiswa untuk melakukan perubahan dan perbaikan di lingkungan sosial masyarakat, bisa dibilang mahasiswa adalah orang yang memiliki kesadaran dan kepekaan yang tinggi terhadap keadaan yang terjadi di lingkungan sosial masyarakat. Dari sekian banyaknya organisasi kemahasiswaan, ada salah satunya yang membuat mahasiswa dekat kepada masyarakat dan memiliki kepekaan terhadap masalah lingkungan, yaitu organisasi kerelawanan. Tidak dipungkiri menjadi seorang relawan membuka jalan untuk dekat dengan lingkungan sosial masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Di Universitas Mulawarman sendiri dapat ditemukan organisasi berbasis kerelawanan beberapa contoh di antaranya seperti Bina Desa Unmul, Unmul Mengajar dan Unmul Cinta Lingkungan, organisasi-organisasi itu organisasi sosial yang luas di tingkat universitasnya sendiri. Masih ada lagi organisasi relawan pengabdian masyarakat di setiap fakultas yang memiliki desa binaan sendiri dengan tujuan membantu membangun desa tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai seorang mahasiwa, haruslah berani untuk melakukan aksi nyata di luar kehidupan kampus, seperti turun ke jalan untuk melakukan aksi. Karena mahasiswa sebagai ujung tombak masyarakat yang menyampaikan keluhan dan kegelisahan rakyat dan turun ke masyarakat langsung untuk mengerti keadaan mereka dan membantu mereka mengatasi permasalahannya. &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Percayalah tidak ada ruginya jika dirimu menjadi seorang relawan yang sukarela berkorban fisik dan pikiran. Berusaha untuk melakukan aksi perubahan dengan membawa solusi kebaikan untuk lingkungan sosial sehingga menjadi semakin dekat jalannya ke masyarakat. Selain itu, sebagai relawan juga menjadi ajang pembelajaran dan pengalaman kalian agar tidak kaku lagi saat berada di masyarakat contohnya bila nanti kalian Kuliah Kerja Nyata (KKN), akan lebih mudah dijalani karena kalian telah terbiasa dengan lingkungan sosial masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Sangat menyenangkan menjadi seorang relawan, bisa dekat dengan masyarakat menciptakan hubungan yang membawa kebaikan dan kebahagian. Ketika melihat anak-anak atau masyarakat merasa bahagia dan tersenyum kau seperti sudah melakukan hal yang sangat besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Relawan seperti tangan-tangan malaikat yang merangkul masyarakat membawa pada suatu perubahan perbaikan, tak ternilai karena begitu berharga. Terkhusus mahasiswa anak rantau yang mungkin merindukan keluarga yang berbeda kota dan jauh, ikutlah menjadi relawan kalian akan punya keluarga baru nantinya. Yang merasa bosan di kost, ikutlah aksi kebaikan menjadi seorang relawan yang memiliki ke bermanfaatan untukmu dari pada hanya diam merenung kesepian di kamar kost kalian.</p><p style="text-align: justify;">Lingkungan sosial masyarakat membutuhkan kalian wahai mahasiswa untuk menjadi agen perubahan perbaikan, lantas mengapa dari sekian banyaknya mahasiswa hanya sedikit hatinya yang terketuk untuk menjadi seorang relawan. Seringkali terdengar alasan, aku memiliki amanah di tempat lain yang harus lebih prioritas, banyak tugas kuliah, ingin fokus pada pendidikan dan belajar saja.</p><p style="text-align: justify;">Seorang mahasiswa tidak selamanya hanya menikmati dunia kampus, apalagi hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang). Mahasiswa bukan pelajar sekolah yang tugasnya hanya belajar dan belajar. Kata maha yang ada di depan kata siswa sebagai bukti bahwa kalian memiliki posisi lebih tinggi dari seorang siswa, sikap dan pola pikir mahasiswa dibutuhkan untuk perbaikan bangsa dan negara. Ilmu yang kalian dapat di bangku kuliah untuk dibagi dan diterapkan ke masyarakat langsung jangan kalian simpan saja. Jangan mau hanya terkurung dalam zona nyaman kalian saja, keluar dan coba mengerti keadaan di luar sana.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa ketahuilah kalian adalah harapan bangsa dan negara ini, kalianlah yang akan memimpin negara ini pada akhirnya. Kalian para mahasiswa memiliki kekuatan untuk merubah bangsa ini menjadi lebih baik lagi, tunggu apa lagi jangan pernah menolak aksi kebaikan ini. Ingat peran mahasiswa adalah untuk pengabdian kepada masyarakat.</p><p>Bijaklah dalam memilih organisasi, carilah organisasi yang membawamu menjadi seorang yang lebih bermanfaat, memberimu ilmu dan pengalaman.</p><p align="center" style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Sariyanti, Staff Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM FKM UNMUL 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mau Sampai Kapan Unmul Jadi Sarang Maling dan Begal? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mau-sampai-kapan-unmul-jadi-sarang-maling-dan-begal/baca </link>
<guid> mau-sampai-kapan-unmul-jadi-sarang-maling-dan-begal </guid>
<pubDate> Mon, 26 Feb 2018 04:48:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Ilustrasi: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mau-sampai-kapan-unmul-jadi-sarang-maling-dan-begal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EZ4iyM0rVr.png" />
					</figure>
			                <h1>Mau Sampai Kapan Unmul Jadi Sarang Maling dan Begal?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sebuah kampus tentu harus didukung dengan seluruh komponen yang ada di dalamnya. Mulai dari civitas academica, fasilitas, anggaran, dan tentu keamanan kampus. Kenyamanan dan jaminan keselamatan berada di kampus menjadi tolak ukur untuk menunjang kegiatan akademik dan non akademik di kampus. Kita ketahui bersama, Unmul mempunyai 5 wilayah teritorial untuk mengakomodir 37 ribu mahasiswa dalam menimba ilmu di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Banyaknya jumlah mahasiswa berbanding lurus dengan jumlah masalah yang selalu berbaris rapi datang silih berganti. Terutama masalah keamanan kampus. Masalah ini setiap hari menjadi kegelisahan mahasiswa Unmul dalam melakukan aktivitas di lingkungan kampus. Betapa tidak, setiap hari diwarnai dengan rasa ketakutan yang membuat diri ini semakin was-was. Selama 4 tahun terakhir, masalah keamanan kampus berlarut-larut belum tuntas juga, bahkan pihak kampus tidak serius menangani masalah keamanan ini.</p><p style="text-align: justify;">Keamanan kampus memang masalah yang belum mampu diselesaikan. Angka kriminalitas dan pengangguran yang kian tinggi menyebabkan kasus kehilangan helm, tindak kejahatan dan kriminalitas terjadi di kampus. Banyaknya jumlah civitas academica yang banyak menjadi santapan empuk para pelaku kejahatan dan maling. Setiap hari, informasi kehilangan selalu saja menghiasi medsos mahasiswa. Tak heran, kasus kehilangan sudah menjadi kejadian rutin di kampus ini. Setiap hari mahasiswa dan civitas academica kehilangan barang berharganya mulai dari helm, laptop, motor, dompet dan barang berharga lainnya. Kasus kehilangan ini mahasiswa tinggal &ldquo;menunggu giliran saja&rdquo; untuk merasakan keganasan dari maling yang ada di Unmul. Jika dihitung materil, kasus kehilangan barang ini kerugiannya mencapai ratusan juta.</p><p style="text-align: justify;">Sungguh berbahaya dan mengkhawatirkan kondisi keamanan di kampus Unmul ini, yang kini menjadi lahan basah dan santapan empuk para pelaku kriminal. Terakhir, kita digegerkan adanya begal di kampus ini. Pada Jumat, 23 Februari 2018 kejadian memprihatinkan menimpa 2 mahasiswi FPIK Unmul yang sedang melakukan perjalanan di sekitar kawasan Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Pelaku begal mencoba merampas tas dan handphone milik mahasiswi tersebut sehingga terjatuh dan dilarikan kerumah sakit. Kondisi ini menyadarkan kita bahwa kampus tidak aman bagi civitas academica. Dan kampus terkesan pasrah dan tidak ada langkah yang agresif untuk menyelesaikan masalah keamanan minimal mengurangi kasus kehilangan dan kriminal di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Jelas, ini tidak bisa dibiarkan saja. Kejadian ini mengingatkan kita di tahun 2015 pernah mempunyai catatan kelam dalam kasus tindak kejahatan. Tak tanggung-tanggung, kasus pembacokan 2 mahasiswa Fakultas Farmasi pada bulan April 2015 dan 1 mahasiswa Fakultas Kehutanan pada 28 Desember 2015 menjadi catatan penting bahwa Kampus Mulawarman sudah tak aman lagi.</p><p style="text-align: justify;">Mau sampai kapan keamanan kampus seperti ini? Sudah cukup derita yang dialami oleh mahasiswa dibegal, dibacok maupun kehilangan barang pribadinya. Dan ini bisa menjadi tekanan bagi psikis mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selama 4 tahun terakhir, cukup miris dengan kondisi Unmul yang belum memiliki sistem keamanan kampus yang jelas bahkan Unmul belum punya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku untuk sistem keamanan satu atap dari universitas sampai fakultas-fakultas dan tidak sinergis 37 ribu mahasiswa Unmul masih belum berada dalam jaminan keamanan yang kampus yang tak penuh.</p><p style="text-align: justify;">Sistem keamanan yang tak jelas merupakan faktor terjadinya kasus kejahatan di Unmul. Akses jalan umum yang begitu terbuka dan banyak jalan yang bias dimasuki secara leluasa. Ditambah lagi penerangan di malam hari yang tak kunjung terang, kurangnya tenaga personil satpam di setiap fakultas, sehingga para pelaku kejahatan dan kriminal sangat leluasa melakukan aksinya.</p><p style="text-align: justify;">Angin segar memang terjadi di bulan Maret 2016, saat Unmul menerapkan portal masuk dengan pola menggunakan tiket masuk. Tetapi, hanya seminggu saja bertahan dan ketidaksanggupan satuan petugas (satgas) untuk menerapkan secara preventif dengan mempersempit ruang gerak dan meminimalisir masuknya para pelaku kejahatan sehingga terobosan baru itu pun terhenti.</p><p style="text-align: justify;">Jelas, tindakan kriminalitas yang terjadi di Unmul menjadi sorotan dan pekerjaan rumah bagi pimpinan kampus. Seharusnya pihak kampus harus memprioritaskan permasalahan keamanan ini, sebab sudah banyak korban di kalangan mahasiswa. Diperparah lagi, portal belum berfungsi sesuai rencana diawal, pos keamanan fakultas pun tidak optimal, tidak adanya kantong parkir massal, SDM satgas keamanan sangat minim, dan diperparah lagi patroli tidak masif dilakukan. Dengan deretan kekurangan tersebut, jelas memperpanjang nafas Unmul sebagai kampus sarang maling dan sarang begal.</p><p style="text-align: justify;">Keamanan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam sebuah kampus. Karena indikator kenyamanan dan pelayanan kampus terletak pada sektor keamanan kampus. Jika keamanannya sudah salah kaprah, maka akan banyak lagi korban yang berjatuhan. Hari ini konsep keamanan kampus sudah kehilangan arah, mengabaikan hal detail seperti ini akan berujung pada stigma negatif di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Kampus sebagai tempat menuntut ilmu yang seharusnya memiliki suasana yang aman dan kondusif. Sekarang, kampus menjadi tempat bagi para civitas academica yang merasa was-was dan enggan untuk berlama-lama berada di kampus. Hal ini tentu saja merupakan suatu kondisi yang harus diubah dengan fokus menyelesaikan upaya perbaikan sistem keamanan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Mulailah gelisah, ungkapkanlah dengan kemarahan. Permasalahan keamanan harus tuntas tahun ini, jangan lagi ada korban yang berjatuhan lagi. Sudah cukup mahasiswa mengalami kerugian dengan hilangnya barang. Sudah jelas, hari ini kampus telah gagal mentransformasikan kegelisahan mahasiswa dengan kebijakan maupun perbaikan keamanan kampus. Celakanya, Unmul sudah akreditasi A, dan permasalahan keamanan kampus terus menghantui perkembangan kampus ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kondisi sekarang, patut dipertanyakan komitmen birokrat kampus menyelesaikan masalah yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Mau sampai kapan Unmul jadi sarangnya maling dan pelaku begal?</p><p style="text-align: justify;"><em><strong><br></strong></em><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Freijae Rakasiwi, Gubernur BEM FEB Unmul&nbsp;</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FEB Tuan Rumah Simposium Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-tuan-rumah-simposium-nasional/baca </link>
<guid> feb-tuan-rumah-simposium-nasional </guid>
<pubDate> Mon, 26 Feb 2018 13:02:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Irwansyah, Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan FEB Unmul sekaligus ketua panitia Simposium Nasional Akuntansi (SNA). (Sumber: Hilda Annisa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-tuan-rumah-simposium-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/txv5Arh2Mo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FEB Tuan Rumah Simposium Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> September mendatang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul akan kedatangan 800 hingga 1000 akuntan pendidik dari seluruh Indonesia. Kedatangan tersebut dalam rangka mengikuti Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXI 2018. Tahun ini, FEB berkesempatan menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan acara nasional tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Irwansyah Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan sekaligus ketua panitia SNA mengatakan, SNA merupakan wadah bergengsi eksklusif untuk mempresentasikan hasil riset terbaik dalam bidang akuntansi para peneliti, pendidik, mahasiswa, dan praktisi dari seluruh Indonesia di bawah naungan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).</p><p style="text-align: justify;">Agenda yang akan berlangsung pada 5-7 September di lingkungan kampus Unmul ini mengangkat tema &quot;Peran Akuntan Pendidik dengan Semangat Ruhui Rahayu Mewujudkan Pembangunan Ekosistem Indonesia yang Berkelanjutan&quot;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti kita kegiatannya diskusi ilmiah, <em>paper</em>, dan meng-<em>update</em> ilmu akuntansi terkini,&rdquo; ujar Irwansyah memaparkan rangkaian kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, kegiatan lain yang akan dilaksanakan adalah mengkaji isu. Di antaranya Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal (AKPM), Akuntansi dan Keprilakuan (AKMK), Sistem Informasi, Pengauditan dan Etika Profesi (SIPE), Perpajakan (PPJK), Akuntansi(AKSR), Pendidikan Akuntansi (PAK) dan <em>Corporate Governance</em> (CG), Akuntansi Keuangan (ASPAK), Akuntansi Manajemen (ASPAM), Sistem Informasi dan Auditing (ASPSIA), dan <em>Good Governance</em> (ASPGG).</p><p style="text-align: justify;">Menjadi acara besar dalam kelas nasional, SNA tentunya membutuhkan jalinan kerja sama yang tentunya melibatkan berbagai pihak. Seperti mahasiswa FEB, dosen, pegawai rektorat, hingga Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Daerah (Pemda), Pemerintah Kota (Pemkot) dan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencananya SNA ini dibuka nanti sama Menristek Dikti (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) Pak Mohamad Nasir, yang juga sebagai <em>keynote speaker</em>. Dan dihadiri juga oleh Wakil Menteri Keuangan, Pak Mardiasmo,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan, banyak keuntungan yang dapat diperoleh jika mengikuti SNA, khususnya mahasiswa. Antara lain dapat menambah pengalaman menjadi LO, juga sebagai ajang promosi kampus karena menjadi tuan rumah SNA dan membantu mahasiswa untuk menampilkan <em>paper</em>-nya di SNA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Target kami mudah-mudahan mahasiswa akuntansi ada yang lolos paper-nya dan pengalaman dua tahun ini, mahasiswa akuntansi selalu ada yang lolos di SNA,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Irwansyah mengatakan, persiapan SNA sudah dimulai sejak 2016 silam. Ia bersama beberapa panitia melakukan presentasi di Lampung terkait kesiapan untuk menjadi tuan rumah SNA XXI. Setelah itu, 2017 lalu ia bersama panitia berangkat ke Jember untuk melihat seperti apapersiapan yang harus dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk anggaran ada dari fakultas, dari <em>sponsorship</em>, dan dari IAI,&rdquo; terangnya saat ditanya terkait sumber dana. <strong>(<em>ann/erp/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Syukuran Akreditasi dan Rencana Prodi Bahasa Indonesia FKIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/syukuran-akreditasi-dan-rencana-prodi-bahasa-indonesia-fkip/baca </link>
<guid> syukuran-akreditasi-dan-rencana-prodi-bahasa-indonesia-fkip </guid>
<pubDate> Tue, 27 Feb 2018 06:10:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus FKIP Unmul. (Sumber: Bontang Post-Procal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/syukuran-akreditasi-dan-rencana-prodi-bahasa-indonesia-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xKKfFjrYtV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Syukuran Akreditasi dan Rencana Prodi Bahasa Indonesia FKIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Jumat (23/2) lalu menjadi hari yang mengesankan bagi seluruh jajaran program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mereka mengadakan acara syukuran dan jalin keakraban di kampus FKIP Pahlawan. Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas naiknya akreditasi prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, yang semula C meningkat menjadi B. Sesuai hasil penilaian prodi ini berhasil meraih 339 poin. Pasalnya, jika prodi ini tidak segera menaikkan standar akreditasinya, maka ke depan prodi ini tidak akan menerima angkatan baru lagi.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang dilaksanakan sejak pagi dimulai dengan kegiatan senam pagi bersama, dan penyampaian sambutan dari ketua prodi (kaprodi) Pendidikan Bahasa Indonesia Syaiful Arifin dan Dekan FKIP Muhammad &nbsp;Amir Masruhim. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Syaiful berbagi kebahagiaannya. Menurutnya perjuangan yang mereka lakukan dalam hal ini adalah dengan bekerja. &nbsp;&ldquo;Waktu itu ya semua sama-sama bekerja sama dan akhirnya hasilnya ini,&rdquo; ungkapnya yang telah menjabat kaprodi sejak 2016 silam.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa dan dosen antusias menyambut acara ini. Dilaksanakan di depan aula kampus FKIP Pahlawan juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dengan dosen. Diakui Syaiful, perhelatan acara seperti ini merupakan pertama kalinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada ide, ya sudah kita kumpul sama-sama. Kita cuma bersyukur dan senang makanya enggak ada kegiatan resmi apa apa,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini juga sebagai tolak ukur bagi Syaiful untuk program ke depan berdasarkan respons mahasiswa dan dosen. Ia juga telah merencanakan, di tahun 2019 nanti akan bersiap untuk memperbaiki kekurangan dan mematangkan persiapan untuk kembali meningkatkan akreditasi, menjadi A. &ldquo;Akan datang kita (akreditasi ) A, biar mahasiswa saya bisa mudah ikut seleksi apa saja,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Euforia kebahagiaan ini juga turut dirasakan mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, salah satunya Nurul Hidayah, &ldquo;Perasaannya yang pastinya bersyukur kepada Allah karena kita masih diberi kesempatan untuk bisa menata Pendidikan Bahasa Indonesianya lebih baik lagi,&rdquo; kata mahasiswi angkatan 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Senangnya ijazah kita terselamatkan, &nbsp;karena kalau masih C itu prospek kerja ke depannya enggak jelas, &nbsp;enggak akan dijamin, enggak akan dipercaya juga oleh lembaga atau instansi lain,&rdquo; &nbsp;katanya. Ia berharap dengan berakreditasi B, prodi tidak berbangga diri tapi lebih menata lagi untuk mencapai akreditas A. <strong>(<em>asr/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kunjungan Produksi ke Tepian TV </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/kunjungan-produksi-ke-tepian-tv/baca </link>
<guid> kunjungan-produksi-ke-tepian-tv </guid>
<pubDate> Tue, 27 Feb 2018 12:23:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Build Relation (Brain) ke salah satu stasiun televisi Samarinda, Tepian TV. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/kunjungan-produksi-ke-tepian-tv/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TDXmtzXJKT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kunjungan Produksi ke Tepian TV</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Menjalin relasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu hal yang penting dalam &nbsp;sebuah organisasi. Tak terkecuali dengan LPM Sketsa Unmul. Dalam rangka menjalankan salah satu program kerja, Kamis (22/2) lalu awak&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;berkunjung ke Tepian Cable Network alias Tepian TV. Kegiatan tersebut ialah&nbsp;</span><span>Build Relation&nbsp;</span><span>atau yang disingkat Brain. Brain ke pihak eksternal kali ini bertujuan untuk menggali ilmu dan&nbsp;</span><span>sharing</span><span>&nbsp;mengenai sistem produksi di televisi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekitar pukul 16.30 Wita, awak Sketsa tiba di kantor Tepian TV yang berlokasi di Jalan Gunung Merapi nomor 30.&nbsp;</span>Kedatangan tersebut<span>&nbsp;disambut hangat oleh Pimpinan Redaksi Tepian TV Jahruni atau yang akrab disapa Roni. Ia mempersilakan rombongan masuk ke ruang rapat. Cat putih mendominasi isi ruangan, di tengah-tengah terdapat meja panjang dengan kursi-kursi di sekelilingnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Brain dibuka oleh Wahid Tawaqal selaku Ketua Umum LPM Sketsa, dilanjutkan dengan perkenalan oleh seluruh anggota. Usai sesi perkenalan, Roni memulai pertemuan dengan memaparkan profil Tepian TV dari sejarahnya hingga alur produksi. Kurang lebih 20 menit, Roni selesai memaparkan profil melalui layar proyektor dan dilanjutkan dengan sesi diskusi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;tak ingin melewatkan kesempatan ini. Terlebih, Sketsa juga telah mulai merambah ke dunia produksi bernama&nbsp;</span><span>Sketsa Production</span><span>. Adalah karya jurnalistik melalui channel youtube yang bertujuan memberikan sajian informasi dalam bentuk visual dan audio. Bermuara dari pertanyaan yang dilontarkan awak&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;mengenai narasumber. Roni menjelaskan bahwa &nbsp;membangun kedekatan dengan narasumber itu penting sebelum memulai program. Selain itu membagi tips untuk memilih program ringan yang bisa menarik perhatian civitas academica, ketimbang isu berat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak terasa waktu menunjukkan pukul 17.30 tanda pertemuan itu harus segera berakhir. Brain ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada Tepian TV sebagai bentuk terima kasih, tak lupa sesi foto menghiasi perpisahan itu. (</span><span><strong><em>snh/adl</em></strong></span><span>)</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Mahasiswa Unhas Diskorsing, Bukti Birokrat Anti Kritik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-mahasiswa-unhas-diskorsing-bukti-birokrat-anti-kritik/baca </link>
<guid> dua-mahasiswa-unhas-diskorsing-bukti-birokrat-anti-kritik </guid>
<pubDate> Tue, 27 Feb 2018 22:27:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi poster yang menyebabkan dua mahasiswa Unhas diskorsing. (Sumber ilustrasi: online24jam.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-mahasiswa-unhas-diskorsing-bukti-birokrat-anti-kritik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sOhHLLc4AC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Mahasiswa Unhas Diskorsing, Bukti Birokrat Anti Kritik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- <span>Berawal dari keresahan terhadap sistem ekonomi pasar bebas &lsquo;Neoliberalisme&rsquo;,</span> baru-baru ini dua mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Hasanuddin (Unhas) yakni Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fikqri mendapat hukuman skorsing karena menempelkan poster yang bertuliskan &ldquo;Kampus Rasa Pabrik&rdquo; di area sekitar kampus.</p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari laman web <em>news.okezone.com</em>, kejadian tersebut bermula saat Rezki Ameliyah dan mahasiswa lainnya melakukan kegiatan diskusi panjang yang mereka sebut dengan Posfordis atau Ekonomi Pasca Industri. Selesai diskusi, kedua mahasiswa HI <span>menuangkan aspirasi dalam secarik poster dan menempelkannya di sejumlah titik kampus.&nbsp;</span></span>Tindakan mereka dianggap melanggar peraturan kampus. Hukuman tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Unhas Nomor 1595/UN4/05.10/2013. Keduanya lantas mendapat skorsing selama dua semester.</p><p style="text-align: justify;">Beruntung, Kamis (08/2) hukuman skorsing keduanya resmi dicabut. Komisi Disiplin Unhas melakukan sidang banding dan mengeluarkan pernyataan bahwa keduanya kini bebas dari hukuman skorsing.</p><p style="text-align: justify;">Jika hanya dengan menempelkan poster dua mahasiswa Unhas mendapat hukuman skorsing, bagaimana nasib Ketua Umum BEM UI Zaadit Taqwa yang dengan lancang memberikan kartu kuning kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo, Jumat (02/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu Jokowi tengah memberikan pidato dalam acara Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia (UI). Aksi Zaadit lantas viral di media sosial, namun Zaadit tidak mendapatkan hukuman ataupun skorsing seperti dua mahasiswa Unhas.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui <em>Sketsa</em> diruangannya, Wakil Rektor Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono menyatakan apabila yang dilakukan dua mahasiswa Unhas tersebut bukan ranahnya untuk memberikan pernyataan. Namun ia tetap berkomentar kerena kejadian tersebut tengah ramai diperbincangkan dan menarik perhatiannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apabila saya yang di sana, saya akan melakukan apa yang tidak merugikan mahasiswanya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga beranggapan bahwa dalam situasi tersebut harus sikapi dengan baik. Mahasiswa tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Pihak birokrat juga harus melihat apa yang sebenarnya menyebabkan mereka berbuat demikian. Begitu pula mahasiswa tidak dapat mencap birokrat tidak bekerja dengan baik. <strong><em>(fir/ubg/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> RUU KUHP Picu Kisruh Aturan Hukum Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruu-kuhp-picu-kisruh-aturan-hukum-indonesia/baca </link>
<guid> ruu-kuhp-picu-kisruh-aturan-hukum-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 28 Feb 2018 11:43:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Pidana (RUKHP). (Sumber: suaradewan.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruu-kuhp-picu-kisruh-aturan-hukum-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Byvixv59h5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>RUU KUHP Picu Kisruh Aturan Hukum Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Beberapa waktu terakhir, media kembali menyoroti hukum di Indonesia. Kali ini mengenai pasal penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden (wapres) yang terdapat dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Hukum Pidana (RUKHP). Meski masih dalam bentuk rancangan draft, namun adanya pasal ini sudah menuai pro dan kontra.</p><p style="text-align: justify;">Ada yang menilai pasal ini akan menjadi &ldquo;tameng&rdquo; bagi penguasa untuk dapat melindungi diri, sedang ada juga yang menganggap bahwa pasal ini harus ada. &ldquo;Jangan kita menjadi sangat liberal, harus tetap ada itu (pasal penghinaan presiden dan wapres), tetapi akan kami <em>soft down</em> (pelaksanaannya),&rdquo; kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly seperti yang dikutip dari laman <em>kompas.com.</em></p><p style="text-align: justify;">Diketahui pasal ini sebelumnya pernah masuk dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), namun berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pasal ini dibatalkan karena bertentangan dengan semangat demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini, Ivan Zairani Lisi, Dosen Ahli Hukum Pidana Fakultas Hukum (FH) mengatakan bahwa usulan kebijakan terkait adanya pasal ini sudah lama dicanangkan. Namun, tak kunjung-kunjung mendapat kepastian dan terus menjadi rancangan.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Ivan, KUHP berasal dari peninggalan kolonial Belanda, baik itu aturan, asas, dan juga nilai. Meski begitu, dalam prosesnya akan diubah ke arah nasional, dengan menggali nilai hukum di masyarakat untuk mengkikisi aturan hukum yang tidak sesuai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belanda sudah merubah, sedangkan kita masih mempertahankan. Jadi KUHP ini juga masuk ke dalam kitab hukum pidana yang berlaku untuk daerah jajahan Hindia Belanda. Di situ sudah ada aturan tentang penghinaan terhadap presiden,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang tertulis dalam RUKHP dalam Bab II tentang Tindakan Pidana Terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden, pasal 239 mengatakan setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambarsehingga terlihat oleh umum, atau mendengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi, yang berisi penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden dengan maksud agar isi penghinaan diketahui atau lebih diketahui umum.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, saat ini penghinaan kadang dianggap sebagai salah satu bentuk ekspresi menyampaikan kritik. Menurut Ivan, jika seseorang bermaksud mengkritik, maka yang dinilai adalah substansi kinerja presiden atau wapres. Sedangkan jika disampaikan dengan cara yang tidak baik ataupun hal lain yang tidak ada kaitannya dengan hal tersebut, maka sebagian besar itu dapat dikategorikan adalah penghinaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak sekali saat ini anekdot dan gambar-gambar di media sosial saat ini yang merendahkan presiden, secara filosofis orang berekspresi itu harus dibatasi, agar bentuk kritikan itu tidak jatuhnya menjadi negatif (penghinaan),&rdquo; terangnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>UU MD3, Kebutuhan atau Kepentingan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Permasalahan hukum tak hanya satu atau dua, hal kontroversi lainnya ialah tentang revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD atau disingkat UU MD3. Sama halnya dengan pasal penghinaan presiden, pro dan kontra juga mengiringi adanya revisi UU MD3.</p><p style="text-align: justify;">Adanya revisi ini, dinilai akan menjadikan pemangku kekuasaan akan menjadi kebal dan anti terhadap kritik, terlebih terhadap pasal di dalamnya yang memberikan kewenangan atau otoritas kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak yang dianggap merendahkan kehormatan DPR.</p><p style="text-align: justify;">Banyak suara yang menentang adanya kebijakan ini, salah satunya di Samarinda. Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pejuang Demokrasi Kaltim (GMPDK) menggelar aksi Senin (26/2) kemarin. Dengan merangkul seluruh mahasiswa di Samarinda, mereka melancarkan titik aksi di Gedung DPRD Kaltim. Mirisnya, aksi yang dilaksanakan ini berakhir tidak kondusif, bahkan terkesan ricuh.</p><p style="text-align: justify;">Namun suara lain datang dari Ketua Badan Legislasi DPR Supratman, dilansir melalui laman <em>bbc.com</em>, ia menganggap bahwa pasal ini bukan untuk memberikan batasan atau ruang kepada DPR untuk menjadi anti kritik, namun untuk menjaga martabat negara.</p><p style="text-align: justify;">Abdul Hamid, salah satu mahasiswa Fakultas Hukum menilai bahwa dari segi manfaat, sejatinya UU dibuat untuk rakyat. Artinya, jika substansial UU MD3 ridak merugikan masyarakat, maka ia merasa tidak ada yang perlu dipersoalkan. Meski begitu, ia merasa ada beberapa pasal yang terkesan menjadi pelindung bagi oknum di DPR.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pasal 122 huruf K, saya pribadi mendukung, untuk menjaga kewibawaan para wakil kita di parlemen, tapi sepanjang mereka menjalankan tugas sesuai SOP, tanpa menutup ruang kebebasan berpendapat dan harus siap menerima kritik dari seluruh elemen tanpa menjadikan pasal sebagai alat untuk membungkam suara masyarakat,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan, bahwa ketika anggota parlemen sedang menjalankan tugas konstitusional, yang bersifat kenegaraan maka mereka mempunyai hak untuk dilindungi dengan pasal 122 huruf K. Namun, tidak jika tugas tersebut di luar tugas kenegaraan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai masyarakat awam, saya menunggu dulu UU MD3 dijalankan, apakah sesuai dengan kebutuhan atau hanya untuk kepentingan segelintir golongan,&rdquo; ujarnya. <strong><em>(adl/adn/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Staf Tata Usaha FISIP Molor Jam Istirahat, Mahasiswa Jengkel </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/staf-tata-usaha-fisip-molor-jam-istirahat-mahasiswa-jengkel/baca </link>
<guid> staf-tata-usaha-fisip-molor-jam-istirahat-mahasiswa-jengkel </guid>
<pubDate> Thu, 01 Mar 2018 11:40:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tampak depan ruang Tata Usaha (TU) Dekanat FISIP. (Foto: Wiliam Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/staf-tata-usaha-fisip-molor-jam-istirahat-mahasiswa-jengkel/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2AODC0ZF6z.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Staf Tata Usaha FISIP Molor Jam Istirahat, Mahasiswa Jengkel</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong><span></span></strong><strong><span>SKETSA -&nbsp;</span></strong><span>&nbsp;Birokrasi pelayanan kampus bikin kecewa lagi. Kerumunan mahasiswa di depan ruang Tata Usaha (TU) Dekanat FISIP pada Selasa, (27/2) kemarin agaknya menegaskan itu. Dari pintu ruangan terpampang tulisan &lsquo;Istirahat jam 12.00 sampai dengan jam 13.00&rsquo;. Namun, hingga pukul 13.34 Wita, tak satu pun petugas terlihat. Sementara, puluhan mahasiswa dengan beragam keperluan sedang terburu-buru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bahkan, ada mahasiswa yang sampai meninggalkan proyektor pinjaman di gagang pintu TU kemudian pergi dengan raut wajah kesal. Beberapa menit kemudian, ada petugas berseragam yang mengantar berkas dan saat menengok ke dalam tak ada orang, berkas itu ia geletakkan begitu saja di lantai depan ruang TU. Adapun, yang lain memilih mondar-mandir dan sesekali menoleh jika ada yang datang dari arah pintu dekanat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Achmad Fahriannur, menjadi satu di antara mereka yang sabar menunggu. Ketua tingkat kelas Psikologi 2016 itu mengaku hendak meminjam proyektor untuk perkuliahannya yang sudah dimulai pukul 13.00. Kepada <em>Sketsa</em>, Rian mengatakan, kelalaian TU seperti ini bukan sekali dua kali dia alami.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Banyak mahasiswa yang jengkel dengan keadaan ini. Harusnya TU ini bisa lebih memperhatikan pelayanannya karena ini sangat penting dan juga sangat berkaitan dengan kegiatan perkuliahan kita di kelas. Diharapkan ke depan jangan kayak gini lagi lah,&rdquo; kesalnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Bagian Tata Usaha FISIP Halimin mengatakan, ia dan para petugas TU sedang mencari makan. &ldquo;Sebentar, ini kami masih cari makan. Kami makan siang dulu. Tunggu saja dulu di situ sebentar,&rdquo; jawabnya singkat. <strong>(<i>aml/adl</i>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penjambretan di Unmul, Korban: Kami Trauma! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penjambretan-di-unmul-korban-kami-trauma/baca </link>
<guid> penjambretan-di-unmul-korban-kami-trauma </guid>
<pubDate> Thu, 01 Mar 2018 12:26:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Penjambretan (Sumber: Intim Post) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penjambretan-di-unmul-korban-kami-trauma/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HV42N1U0eC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penjambretan di Unmul, Korban: Kami Trauma!</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Universitas Mulawarman (Unmul) belakangan ini sedang dirundung kegelisahan. Bagaimana tidak, jika kampus yang diharapkan menjadi tempat nyaman dan aman untuk menuntut ilmu, kini bergeser menjadi sarang kriminalitas. Bahkan tidak sedikit mahasiswa Unmul yang menjadi korban dari kasus tersebut, mulai dari pencurian, hingga kasus yang baru-baru ini terjadi yakni penjambretan.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari kegelisahan tersebut,<span>&nbsp;</span><em>Sketsa&nbsp;</em>berkesempatan mewawancarai salah satu mahasiswa yang menjadi korban penjambretan di jalan sekitaran<span>&nbsp;</span><em>h</em><em>omestay&nbsp;</em>sebelum Gedung Pascasarjana, Jumat (23/2) lalu. Ialah Yulianti yang pagi itu bersama dengan temannya melintasi jalan tersebut dengan perasaan seperti biasa, tidak menyangka bahwa akan dipepet oleh dua orang laki-laki tak dikenal.</p><p style="text-align: justify;">Yulianti bersama dengan temannya, Rafikah saat itu tengah berada di atas motor melintasi jalan sekitaran homestay sebelum Gedung Pascasarjana untuk pulang ke asrama mereka. &ldquo;Kejadian ini terjadi sekitar pukul 9.30. Saat itu kami sedang melintas di depan<span>&nbsp;</span><em>homestay</em><span>&nbsp;</span>sebelum Gedung Pascasarjana. Di situlah kami tiba-tiba dipepet motor Jupiter oleh sang pelaku,&rdquo; terang Yulianti kepada<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>, Senin (26/2)</p><p style="text-align: justify;">Yulianti yang saat itu dalam posisi dibonceng juga menambahkan bahwa pelaku tiba-tiba mendekat dan langsung menjulurkan tangan untuk merebut<span>&nbsp;</span><em>handphone</em><span>&nbsp;</span>yang berada dalam genggamannya. Menanggapi desas-desus yang beredar mengenai dirinya yang bermain<span>&nbsp;</span><em>handphone</em>, Yulianti berujar bahwa hal itu tidaklah benar. Ia hanya memegang, tidak memainkan seperti apa yang telah berembus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat itu saya langsung berteriak. Dan tentunya saya juga ngotot mempertahankan<span>&nbsp;</span><em>handphone</em><span>&nbsp;</span>saya, sehingga terjadilah adegan perebutan di atas motor,&rdquo; papar mahasiswi FPIK tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Yulianti juga menambahkan bahwa setelah peristiwa rebut-rebutan berhasil digagalkan olehnya, pelaku yang mungkin merasa tidak puas lantas langsung menyerempet motor Yulianti hingga terjatuh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berdua terjatuh dan langsung ditolong orang sekitar. Kebetulan setelah itu kami dibawa ke pos satpam terdekat guna dimintai keterangan,&rdquo; imbuh mahasiswi prodi Agrobisnis Perikanan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Yulianti juga menambahkan bahwa setelah itu ia dan temannya dibawa ke Rumah Sakit Umum A.W Syahranie guna pemeriksaan lebih lanjut, dan hasilnya mengatakan bahwa mereka hanya luka ringan.</p><p style="text-align: justify;">Meski sempat terjadi perebutan di atas motor, namun Yulianti beserta temannya Rafikah tidak dapat mengenali wajah pelaku dengan jelas. Yulianti hanya dapat mengidentifikasi motor yang digunakan serta mengatakan pelaku tersebut masih berkisar usia muda. Yulianti juga menambahkan bahwa tidak ada keretakan yang terjadi pada tulang ekornya, seperti yang sedang beredar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya peristiwa ini, tentu mengakibatkan trauma tersendiri bagi para korbannya, tak terkecuali Yulianti. &ldquo;Agak trauma jika ada motor yang berada sangat dekat dengan kami, karena selalu teringat kejadian tersebut, mengingat insiden ini adalah yang pertama bagi kami,&rdquo; pungkas Yulianti.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan keamanan kampus yang nampaknya makin rentan, Yulianti mengusulkan agar dipasangi CCTV di daerah rawan-rawan kasus criminal. &ldquo;Tidak bisa juga melarang atau menyalahkan, karena jalanan Unmul juga lumrah dipakai masyarakat umum. Intinya lebih berhati-hati dan mawas diri terhadap sekitar,&rdquo; tutup Yulianti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kasus penjambretan yang menimpa mahasiswa Unmul, Sugiarta selaku Kepala Bagian Hukum, Tatalaksana dan BMN ikut angkat bicara.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya Selasa siang (27/2) Sugiarta mengatakan bahwa pihak keamanan kampus akan memaksimalkan dalam proses penjagaan gerbang dan lebih meningkatkan durasi patrolinya. &ldquo;Iya, sementara ini kita mengerahkan petugas keamanan untuk rutin berpatroli. &nbsp;Sekarang ketika pagi ada beberapa petugas keamanan yang sudah menjaga pintu masuk,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk jumlah personil keamanan Ada 21 orang, dan dibagi menjadi tiga shift, satu regu jaga diisi oleh dua orang. &ldquo;Sekiranya dibutuhkan minimal sepuluh personil, jadi yang jaga &nbsp;ATM Center 2 orang, FPIK 2 orang, Masjid Al &ndash; Fatihah 2 orang, sudah 6 orang ditambah 2 orang untuk di gerbang M. Yamin sama di simpang 4 jalan Ki Hajar Dewantara,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sugiyarta menghimpun 7 orang satpam untuk berpatroli setiap harinya, mereka memberi laporan dalam grup<span>&nbsp;</span><em>Whatsapp&nbsp;</em>keamanan kampus, ia juga menyebutkan bahwa ada ratusan kali laporan yang masuk di grup tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Untuk konsep keamanan kampus kedepannya Sugiarta mengaku bekerjasama dengan BEM KM &ldquo;Nanti konsep kita akan disamakan dengan konsep BEM KM, jadi nanti konsep kita belum tentu sama seperti konsep BEM,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk konsep keamanan, Sugiarta telah membuat rancangan gerbang mana saja yang akan dilalui oleh mahasiswa. &ldquo;Mungkin saya mau arah masuk itu di Fakultas Perikanan dan ATM Center. Arah keluar di area Masjid Al-Fatihah sama di M. Yamin,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sugiarta juga merasa bahwa personil keamanan saat ini masih kurang. &ldquo;Maka salah satu jalannya kita harus tambah personil,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>sut/mer/mrf/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> IYCF Bali 2018: Rembuk Pemuda Nasional, Membangun Indonesia Melalui Kolaborasi dan Kontribusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/iycf-bali-2018-rembuk-pemuda-nasional-membangun-indonesia-melalui-kolaborasi-dan-kontribusi/baca </link>
<guid> iycf-bali-2018-rembuk-pemuda-nasional-membangun-indonesia-melalui-kolaborasi-dan-kontribusi </guid>
<pubDate> Fri, 02 Mar 2018 04:21:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua mahasiswa Unmul terpilih sebagai delegasi Indonesian Youth Collaboration Forum (IYCF) 2018. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/iycf-bali-2018-rembuk-pemuda-nasional-membangun-indonesia-melalui-kolaborasi-dan-kontribusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PEV08Aec0K.jpg" />
					</figure>
			                <h1>IYCF Bali 2018: Rembuk Pemuda Nasional, Membangun Indonesia Melalui Kolaborasi dan Kontribusi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indonesian Youth Collaboration Forum</span><span>&nbsp;(IYCF) 2018 merupakan sebuah wadah kolaborasi pemuda Indonesia yang diinisiasi oleh KOMA Youth Collaboration untuk menampung aspirasi pemuda dari 34 provinsi di Indonesia. <span>IYCF</span>&nbsp;</span><span>2018 hadir sebagai transformasi ruang aspirasi yang menghubungkan pemuda dengan pemerintah melalui proses analisis yang kuat serta data yang akurat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aspirasi yang selama ini hanya disalurkan secara konvensional (tanpa data dan proses analisis) di media sosial dan aksi unjuk rasa di jalan seringkali tak berujung pada solusi yang tepat. Pemuda Indonesia yang saat ini sangat lekat dengan perangkat teknologi informasi sudah saatnya untuk menyampaikan aspirasi melalui wadah yang terintegarasi dengan proses analisis dan data yang akurat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>IYCF</span><span>&nbsp;2018 mengusung tema &ldquo;Rembuk Pemuda Nasional, Membangun Indonesia Melalui Kolaborasi dan Kontribusi&rdquo;. Pemuda dari 34 provinsi di Indonesia akan berembuk untuk menganalisis kebijakan pemerintah dengan 10 isu utama yang berasal dari 10 prioritas pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah tahun 2018. Isu utama tersebut meliputi: (1) Pendidikan, (2) Kesehatan, (3) Pembangunan Perumahan dan Permukiman, (4) Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata, (5) Ketahanan Energi, (6) Ketahanan Pangan, (7) Penanggulangan Kemiskinan, (8) Infrastruktur, Konektivitas, dan Kemaritiman, (9) Pembangunan Wilayah, (10) Politik, Hukum, Pertahanan dan Keamanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Luaran yang dihasilkan dari proses analisis kebijakan yang dilakukan berupa rekomendasi pengembangan kebijakan yang mewakili setiap isu utama. Rekomendasi tersebut nantinya akan langsung diteruskan ke pemerintah untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam proses pengembangan kebijakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>IYCF</span><span>&nbsp;juga bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Pemerintah Provinsi Bali, Unicef Indonesia, <em>kitabisa.com</em>, XL&nbsp;</span><span>Future Leader</span><span>&nbsp;dan Japfa Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Skema Seleksi Delegasi&nbsp;</span><span>IYCF:</span><span>&nbsp;<br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>1. Tahap 1 : Biodata &amp; Esai&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>a. Biodata berisi identitas pribadi, prestasi dan kontribusi yang telah dilakukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>b. Esai terdiri atas 2 topik yakni rekomendasi kebijakan dan rencana aksi (maksimal 1 halaman)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>2. Tahap 2 :&nbsp;</span><span>Video Challenge Social Media</span><span>&nbsp;(1 minutes)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Calon Delegasi wajib membuat video singkat berdurasi satu menit yang menjelaskan tentang rencana aksi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>3. Tahap 3 :&nbsp;</span><span>Interview</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>4. Pengumuman Akhir&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>5. Konfirmasi Kehadiran &amp; Persiapan Keberangkatan&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>170 delegasi dari 34 provinsi Dewan Perwakilan Pemuda Nasional terpilih. Lima perwakilan dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan dua di antaranya mahasiswa aktif Unmul. Ialah Mita Sari (jurusan Peternakan Fakultas Pertanian) dengan membawa isu ketahanan pangan, yaitu tentang peternakan di Kalimantan Timur. Dengan rekannya Olli Chandra (jurusan Teknik Informatika FKTI) membawa isu seputar politik dan hukum mengenai pencerdasan Pemilu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan&nbsp;</span><span>Indonesian Youth Collaboration Forum ini di laksanakan di Shunda Hotel Denpasar Utara, Bali pada tanggal 23-25 Februari 2018 dan dibuka secara resmi oleh Kemenpora Bali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan Indonesian Youth Collaboration Forum 2018</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>1. Forum Millenial</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Forum Millenial merupakan forum diskusi yang membahas tema &ldquo;Kontribusi Pemuda dalam Pembangunan Nasional&rdquo;. Pertemuan ini menghadirkan tokoh inspiratif untuk berbagi cerita dan pengalaman mereka dalam perjalanan memberikan kontibusi bagi bangsa dan negara. Peserta Forum Millenial yang merupakan 170 delegasi perwakilan provinsi masing-masing dapat mengajukan pertanyaan yang akan dijawab langsung oleh tokoh inspiratif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>2. Sarasehan Wakil Rakyat</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sarasehan Wakil Rakyat merupakan pertemuan antara delegasi dan wakil rakyat dengan pembicara utama yakni tokoh dari unsur legislatif dan eksekutif. Pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas arah kebijakan pembangunan nasional dan letak peran pemuda untuk</span><span>&nbsp;aktif berkontribusi terhadap 10 isu utama di daerah perwakilan masing-masing delegasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>3. Pengukuhan Dewan Perwakilan Pemuda Nasional</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengukuhan Dewan Perwakilan Pemuda Nasional merupakan agenda penobatan 170 delegasi provinsi masing-masing sebagai anggota Dewan Perwakilan Pemuda Nasional Angkatan I Tahun 2018. Program Pengukuhan juga akan ditandai dengan Penandatanganan Pakta Integritas sebagai komitmen delegasi untuk bersedia melaksanakan Aksi Pemuda Nasional di daerah perwakilan masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>4. Sidang Fraksi</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sidang Fraksi merupakan pertemuan Dewan Perwakilan Pemuda Nasional dari 34 provinsi untuk mediskusikan 10 isu utama. Setiap isu utama akan dibahas oleh masing-masing 17 Dewan Perwakilan Pemuda Nasional dalam ruang Fraksi. Selama sidang fraksi, pertemuan</span><span>&nbsp;akan dipimpin oleh dewan pimpinan fraksi yang akan memastikan alur pembuatan rekomendasi fraksi berjalan dengan baik dan menghasilkan rekomendasi yang berisi dan dijadikan acuan untuk pembuatan rencana aksi pemuda nasional di sidang majelis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>5. Sidang Majelis</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sidang Majelis merupakan pertemuan 170 Dewan Perwakilan Pemuda Nasional dari 34 provinsi untuk mediskusikan 10 isu utama. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasikan Rekomendasi &amp; Rencana Aksi Pemuda Nasional yang menunjukkan pernyataan posisi pemuda terhadap masing-masing isu utama. Selama majelis, pertemuan akan dipimpin oleh dewan pimpinan majelis yang akan memastikan alur pembuatan rekomendasi dan rencana aksi pemuda nasional berjalan dengan baik. Agenda terakhir dari Sidang Majelis adalah pemilihan Ketua Dewan Perwakilan Regional masing-masing regional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>6. Pembacaan Deklarasi IYCF 2018</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembacaan Deklarasi IYCF 2018 merupakan pembacaan hasil sidang majelis yang terdiri dari Rekomendasi Kebijakan dan Rencana Aksi Pemuda Nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>7. Penyerahan Rekomendasi IYCF 2018</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rekomendasi IYCF 2018 akan diserahkan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>8. Malam Apresiasi Budaya &amp; Penganugerahan Pemenang</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini adalah penutup rangkaian kegiatan IYCF 2018 yang berisi penampilan budaya dari beberapa daerah Indonesia serta penganugerahan pemenang delegasi terbaik rekomendasi yang berisi dan dijadikan acuan untuk pembuatan rencana aksi pemuda nasional di sidang majelis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>9. Buku kumpulan esai semua peserta ber-ISBN</span></p><p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah kegiatan IYCF 2018 ini kami semua sudah berkomitmen untuk merealisasikan Proyek Aksi Pemuda Nasional</span><span>&nbsp;di Kaltim.&nbsp;</span><span>R</span><span>ekomendasi kebijakan, aspirasi pemuda&nbsp;</span><span>Indonesia di IYCF&nbsp;</span><span>2018 juga akan dituangkan dalam bentuk deklarasi pemuda nasional dan rencana aksi pemuda. Rencana aksi tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata yang akan dilakukan pemuda Indonesia untuk menopang proses pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kami juga kebetulan sudah bertemu dengan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (Komisi 2 DPR RI) saat berada di Bali dan telah melakukan pembicaraan mengenai proyek aksi yang akan kami laksanakan di Kaltim.</span></p><p><br></p><p><span><em><strong>Ditulis oleh <span>Mita Sari</span>, salah satu delegasi <span>Indonesian Youth Collaboration Forum</span><span>&nbsp;(IYCF) 2018</span>.&nbsp;</strong></em><br></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Darurat Museum Kampus Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/darurat-museum-kampus-unmul/baca </link>
<guid> darurat-museum-kampus-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 02 Mar 2018 11:24:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tampak depan Museum Kayu yang berlokasi di Kebun Raya Unmul Samarinda. (Foto: Fajar Mahardika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/darurat-museum-kampus-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/56hMBBEKu2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Darurat Museum Kampus Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Peresmian Museum Samarinda yang dilaksanakan awal Februari lalu kembali membuka diskursus lawas tentang seberapa vital keberadaan sebuah museum sebagai sarana pendidikan dan kebudayaan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman web<em>&nbsp;Tirto&nbsp;</em>pada 13 November 2016 menurunkan sebuah laporan yang isinya menyatakan Indonesia tengah darurat museum. Antara jumlah penduduk dan jumlah museum yang ada di negeri ini, angkanya tidak sebanding. Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa, Indonesia hanya memiliki 428 museum (menurut catatan Asosiasi Museum Indonesia (AMI) yang terakhir melakukan penginputan per Januari 2016).</p><p style="text-align: justify;">Sementara di negara maju seperti Amerika Serikat ada 35 ribu museum untuk penduduk berjumlah 320 juta jiwa. Sehingga wajar apabila kehadiran Museum Samarinda disambut kordial oleh warga kota, pun begitu dengan civitas academica yang konsen ilmunya adalah sejarah.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/bagaimana-pendidikan-sejarah-merespons-museum-samarinda/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/bagaimana-pendidikan-sejarah-merespons-museum-samarinda/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/bagaimana-pendidikan-sejarah-merespons-museum-samarinda/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Dari 428 museum yang ada, turut masuk di dalamnya tidak hanya museum kota, tetapi juga museum-museum yang berada di lingkungan kampus. Sejumlah universitas ternama tercatat sudah memiliki museum. Temanya beragam dan cukup spesifik.</p><p style="text-align: justify;">Di Universitas Indonesia ada Museum Anatomi, sedangkan Universitas Gadjah Mada hadir dengan Museum Biologi dan Museum Situs Majapahit. Lalu ada Museum Geoteknologi Mineral dari Universitas Pembangunan Nasional.</p><p style="text-align: justify;">Untuk Museum Pendidikan ada dua. Satu di Universitas Negeri Yogyakarta dan satu lainnya di Universitas Pendidikan Indonesia. Juga ada Universitas Airlangga yang saat ini memiliki dua museum yakni Museum Kesehatan dan Museum Etnografi. Serta tak ketinggalan dari tanah Papua, ada Museum Loka Budaya milik Universitas Cendrawasih.</p><p style="text-align: justify;">Unmul hingga hari ini juga memiliki museum kampusnya sendiri. Dalam catatan AMI, Kalimantan Timur memiliki enam museum dan satu di antaranya disumbangkan oleh Unmul. Museum itu diberi nama Museum Kayu. Letaknya berada di dalam lingkungan hutan pendidikan, Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS).<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mampusnya Museum Kampus</strong></p><p style="text-align: justify;">Sausan Atika Maesara seorang mahasiswa dari Universitas Wageningen, Belanda menulis dalam web <em>Kompasiana,&nbsp;</em>ia menceritakan pengalamannya berkunjung ke <em>Universiteit Museum Utrecht.&nbsp;</em>Museum Kampus Utrecht ini memiliki enam ruangan dengan satu taman botani. Guna membantu memahami koleksi museum, disediakan monitor di tengah ruangan yang bertugas untuk memberi penjelasan kepada para pengunjung.</p><p style="text-align: justify;">Seperti di salah satu ruangan bernama Kabinet Bleauland. Ruangan ini didedikasikan untuk penelitian yang dilakukan oleh Jon Bleauland, alumni Universitas Utrecht yang tersohor. Penelitian Bleauland memberi pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu kedokteran di Utrecht.</p><p style="text-align: justify;">Di ruangan disediakan sebuah monitor, berisi tayangan yang memperlihatkan dialog interaktif antara dua orang yang menjelaskan sejarah Bleauland. Juga perkembangan penelitian di masa kini hingga potensi penerapan teknologi baru di masa depan. Monitor itu turut menjelaskan penelitian di bidang kedokteran yang dilakukan Universitas Utrecht.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Sausan metode penyampaian menggunakan teknologi seperti itu membuat tujuan museum universitas lebih bisa tercapai: menyalurkan perkembangan ilmu pengetahuan terhadap masyarakat luas, utamanya ilmu pengetahuan di bidang-bidang yang menjadi fokus universitas.</p><p style="text-align: justify;">Keberadaan Museum Kayu di Unmul pun telah sejalan dengan visi yang selama ini terus digaungkan. Pengharapan tinggi untuk menjadi universitas berstandar nasional dengan implementasi tridarma yang bertumpu pada sumber daya alam, secara khusus hutan tropis lembap--atau oleh Rektor Masjaya sering dilafalkan dalam bahasa Inggris <em>tropical rain forest</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau Unmul kan (visinya berkaitan dengan) hutan, harapannya tidak hanya generasi kita yang di sini saja yang tahu, tapi harus bisa menjadikan rujukan nasional dan dunia,&rdquo; ucap Jamil, Ketua Prodi Pendidikan Sejarah.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Jamil, Museum Kayu dapat menjadi salah satu media bagi Unmul untuk menyampaikan dan memberikan edukasi seputar hutan tropis lembap kepada khalayak luas. Ditambah lagi, Kalimantan Timur telah terkenal dengan kekayaan dan keragaman kayunya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sayangnya Museum Kayu beserta KRUS keseluruhan tidak lagi dapat diakses sebagai tempat wisata, terhitung sejak Maret 2017 hingga hari ini. Saat ditemui <em>Sketsa</em>, Ariyanto, manager pengelolaan kawasan KRUS untuk tahun lalu mengakui bahwa museum kayu terbengkalai dan tidak terawat. Fungsi Museum Kayu sebagai sarana pendidikan dan edukasi lumpuh hingga waktu yang belum ditentukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baru dibuka museum kayu apabila telah siap dibuka semuanya (KRUS),&rdquo; kata Ariyanto. <strong><em>(mla/wal/ajy/mer/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KRUS Tenggelam, Turut Bersamanya adalah Museum Kayu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/krus-tenggelam-turut-bersamanya-adalah-museum-kayu/baca </link>
<guid> krus-tenggelam-turut-bersamanya-adalah-museum-kayu </guid>
<pubDate> Fri, 02 Mar 2018 11:41:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tampak jalan menuju Museum Kayu yang dipenuhi semak-semak. (Foto: Fajar Mahardika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/krus-tenggelam-turut-bersamanya-adalah-museum-kayu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FyOZ5rXREh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KRUS Tenggelam, Turut Bersamanya adalah Museum Kayu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Satpam yang bertugas jaga di Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) terlebih dahulu memberikan informasi mengenai tiga hal. Pertama, tidak ada sama sekali orang yang berada di dalam KRUS. Kedua, ular yang dulunya kecil kini mungkin sudah dewasa. Ketiga, jika kawanan beruk lewat, lebih baik kabur daripada sembunyi.</p><p style="text-align: justify;">Sejak KRUS dinyatakan tidak aktif sebagai tempat wisata pada Maret 2017, perlahan-lahan kondisi KRUS semakin tidak terurus. Pihak pengelola dalam hal ini yang berasal dari Fakultas Kehutanan (Fahutan), kala itu mengeluarkan surat edaran kepada warga yang bermukim di KRUS. Isi surat tersebut menginginkan warga untuk pergi dan mengosongkan KRUS.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita enggak mau <em>ngeyel</em>. Nanti kalau gitu, kitanya yang dicap gimana-gimana. Paham aja kan KRUS mau dibaikin, nanti kalau sudah baik kan kita bisa usaha lagi,&quot; kata Retno, salah satu warga yang tinggal di KRUS<em>,&nbsp;</em>April tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<a href="https://sketsaunmul.co/reportase/dilema-tinggalkan-krus-dan-mitra-setia/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/reportase/dilema-tinggalkan-krus-dan-mitra-setia/baca" style="">https://sketsaunmul.co/reportase/dilema-tinggalkan-krus-dan-mitra-setia/baca</a>&nbsp;dan <a href="https://sketsaunmul.co/reportase/putus-hubungan-dinas-pariwisata-dan-krus/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/reportase/putus-hubungan-dinas-pariwisata-dan-krus/baca" style="">https://sketsaunmul.co/reportase/putus-hubungan-dinas-pariwisata-dan-krus/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Pada masanya tempat seluas 300 hektare itu adalah wisata favorit. Warga kota yang butuh piknik datang berbondong-bondong ke KRUS, menikmati keindahan hutan dan menjajal beragam permainan rekreasi. Kini itu semua tinggal kenangan.</p><p style="text-align: justify;">Ariyanto, pengelola kawasan KRUS tahun 2017 menyebut KRUS tidak pernah kehilangan fungsi aslinya sebagai hutan pendidikan. Siapa pun masih bisa melakukan penelitian dan praktikum di KRUS. Kegiatan itu masih terus berlangsung hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang perlu ditekankan adalah fungsi utama KRUS itu sebagai hutan pendidikan. Wisata hanya fungsi tambahan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Salah seorang mahasiswa angkatan 2013 yang namanya enggan disebut, mengamini perkataan Ariyanto. Mahasiwa ini mengaku kerap melakukan praktikum dan penelitian di KRUS. Ia juga mengaku skripsi yang tengah digarap mengambil lokasi penelitian di kawasan KRUS. Alasan utamanya karena lokasi penelitian menjadi tidak begitu jauh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau sampai harus bermalam berarti malamnya kamping. Paginya baru praktikum,&rdquo; ucapnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengabaikan Koleksi Museum Kayu</strong></p><p style="text-align: justify;">Pengnonaktifan KRUS sebagai wisata sayangnya tidak dibarengi dengan pemeliharaan fasilitas. Ketiadaan pengunjung membuat aset-aset wisata di KRUS menjadi usang&mdash;komedi putar tidak lagi terlihat lucu tetapi menyeramkan. Museum Kayu adalah satu di antara sekian banyak yang terbengkalai.</p><p style="text-align: justify;">Ariyanto mengatakan koleksi Museum Kayu tetap ada di dalam gedung dua tingkat itu. Dalam keadaan tidak pernah disentuh atau dirawat oleh siapa pun. Koleksi Museum Kayu terdiri dari bermacam-macam kayu semisal kayu ulin, piringan dari kayu hingga motif-motif kayu olahan.</p><p style="text-align: justify;">Ada herbarium yaitu koleksi spesimen tumbuhan yang diawetkan dan ada fosil. Semua koleksi tersebut tentu membutuhkan perawatan yang intens. Jadi semakin miris karena kunci pintu dari Museum Kayu disebut Ariyanto telah hilang.</p><p style="text-align: justify;">Ariyanto tak terlalu merepotkan nasib koleksi kayu yang bakal dihajar rayap. Sebab, katanya, koleksi yang ada di Museum Kayu juga tersedia di laboraturium milik fakultas. &ldquo;Tidak terlalu merepotkan, karena kayu tidak lapuk, dan masih bisa diganti. Untuk fosil pasti awet,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia lantas mengurai masalah Museum Kayu dari segi ekonomis. Penjualan tiket seharga Rp2 ribu per orang pernah diandalkan untuk menutupi biaya operasional gaji bagi pengelola. Bila dihitung secara kasar nyaris tidak ada untung, kalau tidak dikatakan rugi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Artinya dari segi ekomonis sudah tidak layak. Tapi dipertahankan untuk pendidikan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ariyanto tengah berupaya menyusun rencana pengelolaan KRUS untuk beberapa tahun ke depan. Ia ingin agar KRUS aktif lagi sebagai tempat wisata. Dalam pencanangan itu, Museum Kayu sendiri bisa dikelola oleh salah satu lab di Fahutan atau bisa diserahkan sekalian kepada pihak swasta yang mengajak bekerja sama.</p><p style="text-align: justify;">Putu Supadma Rudana, Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), pernah berkata di hadapan para ibu negara dalam rangkaian Spouse Program KTT ASEAN, 18 November 2011 silam. Isi pernyataan Rudana itu dikutip kapital dalam laman AMI, yakni &ldquo;Meluhurkan museum, memuliakan kebudayaan.&rdquo; <strong><em>(ajy/mer/wal/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kenangan dan Kenyataan di KRUS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kenangan-dan-kenyataan-di-krus/baca </link>
<guid> kenangan-dan-kenyataan-di-krus </guid>
<pubDate> Fri, 02 Mar 2018 11:58:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dari sisi luar gedung, Museum Kayu terlihat terbengkalai. (Foto: Fajar Mahardika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kenangan-dan-kenyataan-di-krus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ng2oHtM5ab.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kenangan dan Kenyataan di KRUS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Pukul 5 subuh di dalam bus perjalanan dari Sangatta menuju Samarinda. Ninda Khalifatunnisa sulit untuk menutupi perasaan antusiasnya dalam mengikuti tur studi SMP-nya kali ini. Ia beserta rombongan hendak mengunjungi Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), tempat wisata kesohor yang setahun belakangan sonder wisatawan.</p><p style="text-align: justify;">Sejak dibuka sebagai tempat wisata pada 2001, KRUS masuk sebagai tempat favorit yang ramai dikunjungi oleh warga kota. Jika Bogor bangga dengan Kebun Raya Bogor, maka Samarinda bersyukur telah memiliki KRUS. Koleksi flora dan faunanya banyak dan beragam. Selain berbagai macam pepohonan, flora di sini juga punya koleksi bunga langka seperti anggrek hitam. Ditambah dengan 24 jenis satwa termasuk yang dilindungi seperti buaya, orang utan, monyet ekor panjang, burung merak dan masih banyak lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Fasilitas yang disediakan tak kalah menunjang. Ada taman hiburan anak, panggung pertunjukan, bianglala, komedi putar, delman, akuarium ikan, Museum Kayu, dan masih banyak lagi. Wajar bila wisatawan yang pernah berkunjung memiliki ingatan khusus tentang KRUS. Sekalipun secuil dan samar, ingatan itu tetap menjadi benang cerita yang dikenang. Sebagaimana Ninda yang masih ingat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang pertama aku kunjungin itu yang koleksi-koleksi ikan di akuarium. Terus lihat orang utan, terus terakhir ke Museum Kayu,&rdquo; kata Ninda.</p><p style="text-align: justify;"><strong>(Baca:&nbsp;</strong><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/krus-tenggelam-turut-bersamanya-adalah-museum-kayu/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/krus-tenggelam-turut-bersamanya-adalah-museum-kayu/baca</a><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Yang Terjadi Sesudahnya</strong></p><p style="text-align: justify;">KRUS terkini adalah distopia. Sudut-sudut fasilitas yang dulu dibanggakan dan ramai oleh wisatawan kini hanya memperlihatkan kemurungan. Sepeda-sepeda bebek ditaruh di darat, danau dipenuhi daun kering yang basah lalu menghitam, rumput tinggi, dan bianglala yang tak pernah berputar.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang Ninda ingat tentang pengalamannya di KRUS pada hari itu, kondisi riilnya telah berubah drastis pada hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Akuarium ikan sama tidak terawatnya dengan fasilitas yang lain. Belasan akuarium tidak berisi air, kalaupun ada warna airnya tak normal alias keruh. Dalam air keruh itu tidak ada ikan yang ada hanya jentik nyamuk.</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancara bersama <em>Sketsa</em>, April 2017 lalu, Dekan Fakultas Kehutanan, Rudianto Amirta mengatakan KRUS memang tak memiliki izin konservasi. Pada April 2015 sebagian satwa yang dilindungi mulai ditarik dari KRUS. Dibawa ke Berau oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Satwa di KRUS yang kena angkut antara lain beruang, uwa-uwa, dan orang utan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Amirta menjelaskan peraturan izin konservasi ini baru diterapkan. Sebelumnya BKSDA malah jadi pihak yang menitipkan satwa ke KRUS. Ketika itu BKSDA merasa tak cukup mampu menampung semua satwa yang ada. Belum sempat menemukan penggantinya, KRUS sudah dinyatakan non-aktif sebagai tempat wisata.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/darurat-museum-kampus-unmul/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/darurat-museum-kampus-unmul/baca</a></strong><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;">Museum Kayu tidak kalah tragis. Dari jauh bangunan museum memberi kesan lengang yang hening. Jembatan kayu yang menjadi kekhasan saat menuju museum telah dipenuhi dengan rumput yang merambat hingga bagian muka bangunan.</p><p style="text-align: justify;">Ada dua pendopo yang perlu dilewati untuk tiba di Museum Kayu. Pendopo pertama relatif aman, tiba di pendopo kedua tampak badan jembatan mengalami penyempitan&mdash;karena terganggu rumput. Di pendopo kedua ini terdapat pagar yang digembok, tanda yang menjelaskan museum terisolir.</p><p style="text-align: justify;">Ariyanto, pengelola kawasan KRUS tahun lalu berujar koleksi kayu tetap ditaruh di dalam gedung. Dalam keadaan tidak ada yang merawat. <em>Sketsa&nbsp;</em>pun masuk lebih dalam, berusaha memastikan sendiri kondisi ruangan di dalam museum. Pemandangan yang tersaji agak kontras. Dari sisi luar gedung, Museum Kayu terlihat terbengkalai sedangkan di dalam ruangan koleksi museum tertata rapi sesuai dengan penempatan. Namun tidak dengan kondisi koleksi kayu yang berdebu. Bahkan, di lantai dasar, satu koleksi kayu terlihat mulai disantap rayap.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Museum Kayu bersih, terawat, sampingnya waktu itu masih rumput-rumput ilalang. Jadi kita pakai jembatan untuk bisa sampai,&rdquo; kata Ninda mengenang. <strong><em>(ajy/wal/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tantangan Debat Kandidat Cagub di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tantangan-debat-kandidat-cagub-di-unmul/baca </link>
<guid> tantangan-debat-kandidat-cagub-di-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 03 Mar 2018 11:35:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senin (19/2) lalu, BEM KM Unmul melakukan kunjungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Sumber foto: Dok. BEM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tantangan-debat-kandidat-cagub-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oKwfTwLNZp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tantangan Debat Kandidat Cagub di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Maret adalah bulannya politik, terutama di Kalimantan Timur yang sebentar lagi akan melaksanakan pemilihan gubernur. Saat ini sudah masuk bulan kampanye di mana masing-masing paslon kandidat calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) mempromosikan visi misi mereka kepada masyarakat. Namun, apa kabar dengan mahasiswa Unmul? Apakah mahasiswa Unmul telah mengenal cagub dan cawagub Kaltim?</p><p style="text-align: justify;">Sebagai lembaga tertinggi mahasiswa, BEM KM Unmul turut andil dan berperan aktif dalam membahas isu mengenai pemilihan gubernur (pilgub). BEM KM menantang para kanidat cagub dan cawagub untuk memaparkan visi misi mereka di Unmul. Dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengkritisi visi misi dari para kanidat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami menantang dan mengajak seluruh calon untuk datang ke Unmul. Menyampaikan visi misi dan ide serta gagasan bagi Kaltim lima tahun ke depan,&rdquo; ujar Presiden BEM KM Unmul, Rizaldo yang dikutip dalam laman web <em>Sapos</em> pada Sabtu (10/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya wacana, Senin (19/2) lalu BEM KM Unmul melakukan kunjungan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyampaikan keinginan mereka sekaligus menjalin silahturahmi kepada KPU. Hal yang paling menarik perhatian adalah KPU Kaltim memperbolehkan pihak BEM KM Unmul untuk melakukan debat pilgub.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam notulensi kunjungan BEM KM Unmul ke KPU kemarin menyatakan, BEM KM Unmul bisa mengundang paslon dengan syarat tetap berkoordinasi dengan pihak KPU Kaltim untuk melakukan debat kandidat. Namun, debat tersebut harus disesuaikan dengan jadwal masing-masing paslon.</p><p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi <em>Sketsa</em> pada Rabu (28/2) melalui <em>Whatsapp&nbsp;</em>mengenai progres wacana pilgub di Unmul, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul, Idet Arianto Putra mengaku bahwa rekomendasi dari KPU mengenai debat pilgub ini belum mendapat persetujuan dan masih dalam tahap proses sehingga belum bisa menjelaskan lebih jauh. &nbsp;&ldquo;Untuk yang rekomendasi dari KPU ini belum di-<em>acc</em>, jadi mau di-<em>up</em> dulu,&quot; jelasnya. <em><strong>(fir/nnd/eno/sit/tia/mio/ita/els)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 23:55 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/2355/baca </link>
<guid> 2355 </guid>
<pubDate> Sat, 03 Mar 2018 12:01:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: tellthelordthankyou.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/2355/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lMVZTerSuW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>23:55</h1>
			              </header>
			              <p>Gemamu menghantui bayang-bayangku.<br>Rancu aku mencoba untuk tidak melirik<br>Engkau dengan nafas yang sengal.<br>Serdadu di belakangku bahkan<br>Iri menatap ratu merindu qolbu.<br>Aku disini terdiam meratap rindu<br>Nama siapa yang akan menjadi tujuanku<br>Dimana harus kuletakkan<br>Remah-remah hati yang membisu ketika<br>Engkau enggan untuk bertamu.</p><p>Fatamorgana di hidupmu tidak<br>Indah seperti mimpi-mimpiku.<br>Tersungkur aku di liang<br>Ragamu ketika aku berlari tak tentu<br>Arah. Bahkan kamu<br>Harusnya tak berpaling, namun<br>Indahnya desiran nafasmu<br>Nampikan sisa kesedihanku.<br>Aku mau lari<br>Namun kau menepi<br>Dari jauh aku berdoa<br>Anganku tolong jangan dipermainkan.</p><p>Pupuskah sudah jari-jarimu<br>Untunglah kalau begitu.<br><br>Tidak kah kau tau aku disini<br>Rancu untuk menjauh<br>Aku jadikan jatuh cinta sebagai cara bunuh diri</p><p><strong><em>Ditulis oleh Anissa el-Qowiyyu, Mahasiswi Sastra Inggris FIB 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pintu Sekre </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/pintu-sekre/baca </link>
<guid> pintu-sekre </guid>
<pubDate> Sat, 03 Mar 2018 12:01:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasihnya tak pernah tersampaikan dan pintu Sekretariat menjadi rekaman atas kisah tersebut. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/pintu-sekre/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dZR1M68mLs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pintu Sekre</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Panggilaku Bunga, alumni Fakultas Ekonomi yang dulu ingin menjadi HRD teladan. Saat itu, ketika menjadi mahasiswa baru, aku memilih masuk kelembagaan kampus di fakultasku yaitu BEM. Namun, kali ini aku ingin menceritakan tentang pintu sekretariat BEM-ku.</span></p><p>Kenapa aku menceritakan pintunya? Bukan anggotanya? Bukan kinerjanya? Bukan ruangannya?</p><p>Bukan. Ia menjadi saksi bisu kisahku saat itu. Terutama dengan sosok pria yang juga setara denganku, pria yang ramah, pria yang pernah membuatku berbunga-bunga, dan pria yang pernah membuatku kecewa karena telah menaruh hati padanya.</p><p>-----</p><p>Walau hanya menjadi pintu, aku sangat menyukai pekerjaanku, menjaga ruangan sekre saat tidak ada orang di dalamnya. Dan aku juga suka saat melihat aktivitas para anggota yang beragam. Ada yang bermain gitar, ada yang mendengarkan musik melalui handphone-nya, ada yang saling bermain game dengan smartphone mereka di tangan masing-masing, ada yang bergosip, ada yang numpang mengerjakan tugas, dan ada pula yang saling jatuh cinta dengan saling melirik walau jarak duduk mereka cukup renggang.</p><p>Oh, seseorang yang bernama Bunga itu datang kepadaku. Dengan khasnya sebelum dia masuk ruangan, bergelayutan di tubuhku sambil melepas sepatunya, kemudian memanggil satu nama anggota dengan nada seperti orang mabuk.</p><p>&ldquo;Oh, Tangkai! Mau numpang meja belajarmu bentar!&rdquo;</p><p>Orang yang dipanggil Tangkai pun hanya mendongakkan kepalanya dan menatap Bunga dengan cengo. Dipanggil Tangkai pun karena punya badan yang tinggi dan kurus, kadang aku merasa kasihan dengan badan kurusnya yang jarang makan nasi itu.</p><p>&ldquo;Nggak boleh! Pake mejamu sendiri sana!&rdquo; seru Tangkai.</p><p>&ldquo;Ih! Cuma numpang bentar! Bentaaaar aja kok, ya?&rdquo;</p><p>&ldquo;Nggak!&rdquo;</p><p>Yah, begitulah pertengkaran mereka yang berlangsung selama sepuluh menit, hanya karena satu meja lipat milik Tangkai.</p><p>-----</p><p>Sekitar tujuh bulan semenjak Bunga dan Tangkai resmi menjadi staf BEM, mereka pun semakin akrab dengan cara mereka, bertengkar. Mulai dari air minum Bunga yang dihabiskan oleh Tangkai, perkara rebutan meja lipat, saling menuduh jika jadwal piket mereka tiba, dan lain sebagainya. Namun, aku suka memandang mereka yang bertingkah demikian, layaknya para pasangan yang menikmati hubungan mereka.</p><p>Tapi suatu ketika aku menangkap sorot mata Bunga yang berbeda dari biasanya, dan tindakan yang dilakukan oleh Bunga selalu tertuju pada Tangkai. Kemungkinan Bunga menaruh hati pada Tangkai.</p><p>Dan aku juga melihat hal yang sama pada Tangkai, matanya selalu berbinar kala Bunga datang mengunjungi sekre, dan reaksinya pun berlebihan ketika Bunga memanggil namanya.</p><p>&ldquo;Oi! Bunga!&rdquo; seru Tangkai sambil melepas sepatunya. Tetapi Bunga hanya menatap sesaat, lalu melanjutkan membaca komik di tangannya.</p><p>Tangkai yang tidak suka mendapat reaksi demikian, langsung menghampiri Bunga dan merampas komik dari tangan Bunga.</p><p>&ldquo;Kenapa sih?! Ganggu mulu!&rdquo; seru Bunga sambil mencoba mengambil kembali komik dari tangan Tangkai.</p><p>&ldquo;Bagus kamu ya, buang muka ke aku!&rdquo; amuk Tangkai dengan memegang kepala Bunga.</p><p>&ldquo;Rese! Sini komikku!&rdquo;</p><p>&ldquo;Jangan buang muka lah! Nanti aku nggak ada temen berantem lagi.&rdquo;</p><p>&ldquo;Apaan dah? Ribut! Sana kamu!&rdquo;</p><p>Kemudian, Tangkai meninggalkan Bunga. Dan sesaat, aku melihat sedikit senyuman dari sudut bibir Tangkai, begitu pun dari Bunga.</p><p>-----</p><p>Aku masih ingat, saat itu hari Kamis pukul 8 malam dan para anggota BEM baru saja berhambur keluar setelah rapat koordinasi penyambutan mahasiswa baru. Aku juga ingat itu adalah jadwal piket Bunga dan Tangkai. Biasanya, mereka bertengkar dalu soal siapa yang mengumpulkan sampah tisu, namun kali ini mereka berdua terlihat akrab dan terus membersihkan ruangan tanpa bersuara. Setelah Tangkai selesai menyapu ruang depan, dia menaruh sapu di balik tubuhku dan mengambil tasnya untuk bergegas pulang.</p><p>&ldquo;Tangkai! Tunggu bentar!&rdquo; seru Bunga yang segera mengambil tasnya, lalu menyusul Tangkai yang sedang mengikat tali sepatunya didekatku.</p><p>&ldquo;Ada apa?&rdquo; tanya Tangkai sambil menatap Bunga.</p><p>&ldquo;Gini, aku mau bilang sesuatu. Sebenernya udah lama aku su&mdash;&ldquo;</p><p>&ldquo;Tangkai, pulang yuk?&rdquo; sosok wanita cantik itu datang menghampiri Tangkai, kemudian dia menggandeng lengan Tangkai.</p><p>&ldquo;Ayo, sayang,&rdquo; sahut Tangkai kepada wanita itu yang tak lain adalah kekasihnya. Seingatku, wanita itu dari UKM Tari, dan dia juga populer di kampus.</p><p>&ldquo;Bunga, kami pulang dulu, besok aja kalo mau ngomong,&rdquo; ujar Tangkai pada Bunga yang menatapnya sendu. Bunga hanya membalasnya dengan mengangguk.</p><p>Selepas Tangkai pergi, kulihat bulir air mata mengalir di pipi Bunga. Aliran itu makin deras seiring suara tangisan Bunga yang semakin nyaring namun tertahan.</p><p>-----</p><p>Empat tahun berlalu semenjak hari wisuda Bunga dan Tangkai, ruangan sekre berubah drastis dilihat dari ukurannya yang diperlebar dan aroma cat putih yang masih baru. Di dinding dekatku terpajang beberapa foto keanggotaan, termasuk foto saat beberapa anggota seangkatan Bunga dan Tangkai baru saja menyelesaikan acara yusidium mereka.</p><p>Walau aku sudah cukup lama menjadi penjaga ruang sekre dan beberapa kali melakukan perbaikan pada engselku, entah apa yang ada dipikiran sang dekan hingga ia tidak pernah memindahkan posisiku. Mungkin aku dirasa masih dapat dipercaya untuk tetap menjaga ruangan sekre BEM ini.</p><p>Hari itu, sekre sedang tidak ada orang dikarenakan masa liburan semester genap. Seseorang memegang lengan gagangku dengan lembut, dan mendorongku perlahan. Sosok wanita dengan pakaian kerja yang anggun melirik ke dalam ruangan sekre dengan hati-hati, mengamati sudut-sudut dinding dan juga foto-foto yang tergantung. Kemudian, wanita itu tersenyum kecil.</p><p>Kupikir ia mencoba masuk, tetapi ia malah bergelayut di tubuhku dengan pandangan yang terus memandang ke ruangan sekre. Ah, aku jadi rindu Bunga, pun rindu dengan kelakuannya.</p><p>&ldquo;Bunga?&rdquo;</p><p>Wanita yang dipanggil Bunga tadi tercengang melihat sosok yang memanggilnya tadi. Pria tinggi dan kurus, berambut klimis, memakai kemeja hijau tua yang dipadukan dengan celana panjang berwarna khaki. Sungguh, dia tampan dengan pakaian itu.</p><p>Dan aku masih mengingat wajahnya, itu adalah Tangkai.</p><p>Kulihat tatapan Bunga seperti pandangan orang yang sangat merindukan Tangkai. Tangkai hanya terkekeh melihat reaksi Bunga yang cukup lama memandangnya.</p><p>&ldquo;Sudah lama nggak lihat kamu. Sudah nikah, ya?&rdquo; tanya Tangkai dengan santai.</p><p>Kini aku menjadi saksi bisu yang kesekian kalinya, menyaksikan dua insan bertemu dan memori lama mereka terputar kembali dalam ingatan mereka masing-masing. Rona kemerahan perlahan muncul di pipi mereka.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Mahmudah Syarifatunnisa, mahasiswi Manajemen FEB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SWK, Agenda Perdana LPM Sketsa Sambut Sketsa 11 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/swk-agenda-perdana-lpm-sketsa-sambut-sketsa-11/baca </link>
<guid> swk-agenda-perdana-lpm-sketsa-sambut-sketsa-11 </guid>
<pubDate> Sat, 03 Mar 2018 12:57:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seluruh Panitia berfoto dengan peserta SWK, Sketsa 11. (Sumber: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/swk-agenda-perdana-lpm-sketsa-sambut-sketsa-11/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AUMN0s2HDH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SWK, Agenda Perdana LPM Sketsa Sambut Sketsa 11</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Usai Open Recruitment dan melakukan Grand Opening, anggota magang LPM Sketsa atau yang disebut Sketsa 11 kembali mengikuti rangkaian kegiatan menarik lainnya. Sekolah Wartawan Kampus (SWK), merupakan agenda baru dan perdana digelar pada 24-25 Februari lalu bertempat di Guest House Unmul. Mengambil konsep sekolah, para anggota magang diberikan materi secara intensif dan juga praktik.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 9 pagi, acara dimulai dengan dipandu MC oleh Maharani Ramadhanty Fitria. Rangkaian pembukaan acara dimulai dengan penyampaian sambutan oleh Ketua Panitia SWK, Fadiah Adlina dan Wahid Tawaqal Ketua Umum LPM Sketsa sekaligus membuka rangkaian SWK. Tak lupa, untuk mendapat keberkahan acara, pagi itu diawali dengan pembacaan doa oleh Eka Rizki Prabowo.</p><p style="text-align: justify;">Selepas itu, penyampaian materi pertama oleh Ketua LPM Sketsa Unmul 2016, Raden Roro Mira Budiasih. Datang dengan memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) LPM Sketsa, Roro, sapaan akrabnya membawakan materi mengenai LPM se-Indonesia dan LPM Sketsa dengan luwes. Hal ini juga disambut baik oleh peserta.Terbukti dari antusiasme mereka dalam menyimak juga mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh pemateri.</p><p style="text-align: justify;">Hari semakin siang, setelah melaksanakan ibadah dan makan, acara kembali dilanjutkan. Sketsa 11 kembali menyiapkan diri untuk menggali ilmu berikutnya, yang disampaikan oleh Ketua LPM Sketsa 2017 Khajjar Rohmah. Meski sudah memasuki jam tidur siang, namun seluruh murid tetap mengikuti materi Tata Cara Wawancara dan Membangun Relasi dengan penuh minat. Beragam pertanyaan kembali diluncurkan dari para peserta.</p><p style="text-align: justify;">Dua jam berlalu begitu saja tanpa terasa. Setelah melaksanakan ibadah dan rehat sejenak, kegiatan lain menanti. Ini menjadi salah satu yang ditunggu-selain waktu makan-yaitu games. Safira Panduwinata sebagai pemantik dalam games ini. Terdapat sekitar 3 games yang dimainkan, mulai dari tebak gambar, hingga games yang diberi nama diam tanpa kata. Tentu saja bukan diam dalam arti sebenarnya, hanya tidak mengeluarkan suara lebih tepatnya. Ariani Maya Aprilia menjadi salah satu peraga yang fenomenal, tak satupun yang dapat menebak ucapannya.</p><p style="text-align: justify;">Sore itu, Wahid Tawaqal selaku Ketua Umum memberikan materinya seputar feature. Jenis penulisan ini juga menarik rasa ingin tahu peserta. Di akhir penyampaiannya, ia memberikan tugas kepada seluruh peserta, untuk membuat sebuah tulisan feature tentang teman sesama anggota Sketsa 11.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke malam hari, malam minggu ala peserta SWK diisi dengan diskusi mengenai isu-isu terkini yang sedang santer terdengar dan cukup lazim dialami oleh setiap jurnalis. Yaitu diskusi mengenai Ancaman Kerja Jurnalis dan Hak Jawab. Atmosfer diskusi semakin terasa jika diiringi perdebatan atau perbedaan argumentasi kecil di dalamnya. Darul Asmawan sebagai moderator jalannya diskusi membawakan tugasnya dengan profesional. Tak ketinggalan juga Amelia Rizky dan Wahid Tawaqal yang menyampaikan pemikiran kritisnya.</p><p style="text-align: justify;">Para anggota magang Sketsa 11 juga mengikuti jalannya diskusi dengan baik. Mereka begitu antusias menyampaikan argumen terhadap isu yang dibahas. Mulai dari Christnina Maharani hingga Andi Muhammad serta Esty juga seakan tidak ingin tinggal diam dalam menanggapi isu-isu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jam dinding yang semakin bergerak menandakan sekolah di hari Sabtu harus berakhir. Beranjak menuju kamar yang sudah disediakan oleh panitia, masing-masing murid Sketsa 11 kini bersiap untuk menjemput mimpi mereka masing-masing dalam tidurnya. Sembari menyiapkan tenaga untuk bersekolah lagi esok hari.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki Minggu pagi, satu persatu dari mereka bangun hingga membersihkan diri masing-masing. Setelahnya bergiliran untuk menuju ke Aula Guest House kembali untuk mengisi perut yang kosong agar siap menerima asupan materi terakhir yang akan disampaikan oleh Ketua LPM Sketsa Unmul periode 2011, Ibrahim. Peserta terlihat khusyuk mendengarkan. Nampak tidak satupun dari mereka melepaskan pandangannya dari sang pemateri.</p><p style="text-align: justify;">Hari semakin beranjak siang seiring dengan nyaris berakhirnya seluruh rangkaian SWK. Tak ketinggalan, pengumuman &nbsp;peserta terbaik dan juga penulisan feature terbaik yang jatuh kepada Khusnul Khotimah serta Chrisnina Maharani. Senyum tulus mengiringi ke duanya karena sudah berhasil menjadi yang terbaik.</p><p style="text-align: justify;">Belum lengkap rasanya jika tidak ditutup dengan foto bersama. Merapatkan barisan serapi mungkin agar terlihat apik dalam <em>frame</em> kamera, murid Sketsa 11 beserta seluruh jajaran panitia bersedia memasang senyum juga pose terbaik, dan <em>cekrek</em>!</p><p style="text-align: justify;">Akhir kata, sekolah yang diselenggarakan oleh LPM Sketsa Unmul berjalan sebagaimana mestinya. Menemui kendala di pertengahan acara itu hal yang lumrah, namun semua itu tergantung dari cara menyelesaikannya. Sampai jumpa di Sekolah Wartawan Kampus LPM Sketsa Unmul 2019 berikutnya! <strong><em>(sut/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rindu Ibu dan Ayah Di Tanah Perantauan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rindu-ibu-dan-ayah-di-tanah-perantauan/baca </link>
<guid> rindu-ibu-dan-ayah-di-tanah-perantauan </guid>
<pubDate> Sun, 04 Mar 2018 04:34:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber Ilustrasi : (Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rindu-ibu-dan-ayah-di-tanah-perantauan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N9IC4hajCJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rindu Ibu dan Ayah Di Tanah Perantauan</h1>
			              </header>
			              <p><br>Rindu membasahi pipiku, <br>Saat jauh darimu Ibu,<br>Saat jauh darimu Ayah,<br>Terucap kasih sayangmu saat berpisah denganku,<br><br>Jauh di tanah perantauan,<br>Takkan mampu melupakanmu,<br>Ibu malaikat tanpa sayapku<br>Ayah pahlawan bagiku,<br><br>Begitu berat, <br>Jauh di tanah perantauan,<br>Namun rindu selalu menghampiriku,<br>Akankah kita akan bertemu,<br><br><br>Terhampar luas dan waktu,<br>Memeluk erat kenangan di pikiranku,<br>Untuk melepaskan kerinduanku,<br>Setiap doamu mengiringi perjalananku,<br><br>Terbesit pertanyaan dipikiranku,<br>Akankah rindumu tetap bersamaku,<br>Saat ku jauh darimu,<br>Saat diriku tak bersamamu,<br><br>Oh&hellip; IBU<br>Oh&hellip; Ayah engkaulah jantungku<br><br>Yang selalu kujaga,<br>Takkan kubiarklan rindu melemahkanku,<br>Saat ku jauh di tanah rantau pendidikan ku,<br>Hilangkan kegelisahan dan keraguanmu,<br><br>Untukmu Ibu dan Ayah,<br>Rinduku bersama ditanah perantauan.<br><br></p><p><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Ditulis oleh Dodi Wahyudi, mahasiswa PJKR, FKIP 2015.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jangan Menumpahkan Cantikmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/jangan-menumpahkan-cantikmu/baca </link>
<guid> jangan-menumpahkan-cantikmu </guid>
<pubDate> Sun, 04 Mar 2018 12:22:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Vicky Renaldi, mahasiswa Sastra Indonesia 2015 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/jangan-menumpahkan-cantikmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Hbo1XhO2H3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jangan Menumpahkan Cantikmu</h1>
			              </header>
			              <p>Jangan cantikmu tumpah<br>Dipandangi lepas<br>Mereka lompat-lompat dalam tatapan<br>Memburu kejar<br>Mili jejakmu<br>Melirik ganas lebih sekilas<br>Lesak haus syahwat<br>Kemudian lesatkan ke tandas</p><p>Maka butakan dengan kain pembatas<br>Hingga matanya tak lolos leluasa</p><p>Kekang tak juga<br>Menjerat yang bebas<br>Agar tak melandas<br>Melara hatimu</p><p>Ku bergerak menyeru-deru<br>Mengguna kain batasmu<br>Agar tak kandas dirimu<br>Bila cantikmu tak meruah<br>Tak dipandangi lepas</p><p><strong><em>Ditulis oleh Vicky Renaldi, mahasiswa Sastra Indonesia 2015</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Unmul Berhasil Menjadi Presiden Hima Se-Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/mahasiswa-unmul-berhasil-menjadi-presiden-hima-se-indonesia/baca </link>
<guid> mahasiswa-unmul-berhasil-menjadi-presiden-hima-se-indonesia </guid>
<pubDate> Sun, 04 Mar 2018 12:29:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rifqi Farhan, Presiden Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan Indonesia (Hima Superindo). (Foto: Aisyah Ariyanti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/mahasiswa-unmul-berhasil-menjadi-presiden-hima-se-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gKOdKcf9BW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Unmul Berhasil Menjadi Presiden Hima Se-Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> - Rifqi Farhan, Mahasiswa Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan 2015 berhasil terpilih menjadi Presiden Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan Indonesia (Hima Superindo).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikutip dari laman web <em>Tribun Kaltim</em>, Hima Superindo merupakan organisasi tingkat nasional. Organiasi yang terbentuk pada 21 Januari 2012 di Universitas Brawijaya ini fokus pada pengelolaan perairan yang berkelanjutan. Kini Hima Superindo memasuki usianya yang ke enam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alhamdulillah sampai sekarang ada 22 universitas yang bergabung menjadi anggota aktif, &ldquo; ungkap Rifqi saat d<span>itemui awak <em>Sketsa</em> di gazebo depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Rabu (14/02) lalu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya Rifqi sudah mengenal Hima Superindo sejak berstatus sebagai mahasiswa baru. Namun saat itu ia belum memutuskan untuk bergabung. Alasannya, Rifqi mengaku belum memiliki keberanian mengikuti organisasi tingkat nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Belum berani, padahal <em>kepengen</em>. Masih ada tugas, kesibukan organisasi juga masih,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga September tahun lalu di Institut Pertanian Bogor (IPB), Rifqi memutuskan untuk ikut dalam acara Rehabilitasi Nasional (Rehabnas) Lamun di Kepulauan Seribu, Jakarta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masih di tahun yang sama, tepatnya November, pria jangkung ini terpilih menjadi presiden secara musyawarah di Universitas Brawijaya. Rifqi mengaku ia tidak merasa terbebani dengan menjadi Presiden Hima Superindo.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya mendapat dukungan dari rekan-rekan satu jurusannya, Rifqi juga mendapat restu dari kedua orang tuanya. Bagi orang tua Rifqi, hal yang terpenting adalah Rifqi mampu membagi waktu dengan baik, antara kuliahnya dan organiasi yang tengah digelutinya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rifqi tak menampik selain harus cakap membagi waktu, menjadi presiden dari organisasi berskala nasional tentu memerlukan banyak biaya. Inilah salah satu masalah yang cukup membuatnya risau.</span></p><p style="text-align: justify;">Diakui Rifqi kegiatan-kegiatan Hima Superindo sering dilaksanakan di luar kota, namun dalam jarak waktu yang lama sehingga Rifqi memiliki waktu untuk mengumpulkan dana.</p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kita sudah tahu bulan sembilan ke kepulauan Riau, bulan sebelas nanti ke Yogyakarta. Ya untung aja masih ada jangka waktu untuk mencari dana,&rdquo; terang Rifqi yang tahun lalu menjabat sebagai Ketua HMJ Manajemen Sumber Daya Perairan.</span></p><p style="text-align: justify;">Pria berkacamata ini mengaku suka bertemu dengan orang-orang baru, sebab itu kesulitan yang dialaminya adalah jarak yang menyebabkan ia tak bisa sering-sering bertemu dan berbicara langsung dengan anggotanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang sebenarnya kita enggak pernah ketemu, tapi pas ketemu <em>seneng</em>. Itu sih menurut saya, itu hal yang menyenangkan,&rdquo; ungkap alumnus SMA Negeri 1 Samarinda itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tiga forum nasional yang menjadi agenda rutin Hima Superindo yakni Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas), Kegiatan Mahasiswa Rehabilitasi Nasional (Rehabnas) dan terakhir Musyawarah Nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa waktu lalu, Hima Superindo berkesempatan mengadakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Unmul. Mukernas kali ini dalam rangka pelantikan Badan Eksekutif Pusat sekaligus membahas program kerja selama setahun ke depan.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain Mukernas di Unmul, Hima Superindo juga menggelar Rehabnas di Universitas Maritim Raja Ali Haji Kepulauan Riau dan Musyawarah Nasional di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.</p><p style="text-align: justify;"><span>Pokok utama Hima Superindo adalah Kegiatan Mahasiswa Rehabilitasi Nasional. Namun, hingga kini Hima Superindo belum menjadi organisasi yang legal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang jadi <em>concern</em> dari kita sendiri yaitu legalitas. Kita masih diusahakan untuk adanya pengakuan, naungan dari pemerintah. Kemarin itu hampir, cuma terkendala yang lagi ramai dibicarakan sekarang, itu tadi draft proposal yang ormawa,&rdquo; jelas pria yang hobi baca buku sejak kecil itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menjadi kapten kapal adalah cita-cita Rifqi saat duduk di bangku sekolah dasar. Beranjak dewasa keinginannya tak hanya sebatas itu. &ldquo;Kalau sekarang <em>pengennya&nbsp;</em>menjadi orang yang apa sih yang bisa kita lakukan untuk orang lain, bukan orang lain yang sekarang ada, maksudnya juga untuk cucu-cucu kita,&quot; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rifqi berpesan untuk menjaga kekeluargaan antar anggota Hima Superindo serta menghindari voring ketika menggelar rapat bersama, menurutnya lebih baik bermusyawarah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Air itu enggak bakalan bertambah ataupun berkurang, tapi kualitasnya semakin hari semakin berkurang dan peran mahasiswa sebenarnya untuk mengingatkan, menyadarkan, menginformasikan tentang bagaimana sih mengembalikan kondisi air. Setidaknya tidak menambah buruk, hal kecilnya yaitu menjaga kebersihan. Karena air milik kita semua,&rdquo; pesan Rifqi sekaligus menutup wawancara hari itu. <strong><em>(asr/els)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Tak Ambil Tindakan, Penyatuan Rumpun Fakultas Hanya Wacana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-tak-ambil-tindakan-penyatuan-rumpun-fakultas-hanya-wacana/baca </link>
<guid> unmul-tak-ambil-tindakan-penyatuan-rumpun-fakultas-hanya-wacana </guid>
<pubDate> Mon, 05 Mar 2018 01:21:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Rektorat Universitas Mulawarman. (Sumber foto: korankaltim.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-tak-ambil-tindakan-penyatuan-rumpun-fakultas-hanya-wacana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ax4M3aF9U3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Tak Ambil Tindakan, Penyatuan Rumpun Fakultas Hanya Wacana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Secara keseluruhan Universitas Mulawarman membagi fakultas ke dalam tiga rumpun, yakni ilmu alam, ilmu sosial, dan ilmu humaniora. Namun, pernahkah terpikir bahwa suatu saat Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Farmasi akan berdiri dalam satu fakultas yang sama?</p><p style="text-align: justify;">Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unmul, Bernatal Saragih mengatakan bukan tidak mungkin penyatuan fakultas tersebut akan terlaksana. Pasalnya, dari Kemenristekdikti wacana ini sudah lama dicanangkan. &ldquo;Penyatuan rumpun fakultas ini sebenarnya masih berupa bisik-bisik dari Kementerian karena belum ada peraturan maupun undang-undangnya, dan setahu saya perguruan tinggi di Indonesia masih belum ada yang menerapkan sistem ini,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Bernatal, penyatuan rumpun fakultas ini bertujuan untuk dua hal, yakni efisiensi dana dan efektifitas kerja. &ldquo;Faperta memiliki beberapa cabang ilmu yang serupa dengan Fakultas Kehutanan dan Fakultas Perikanan. Kalau ketiga fakultas tersebut digabungkan, tentunya tunjangan akan berkurang dan uang negara akan semakin sedikit terpakai,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun di balik efisiensi itu, tak urung ada juga kerumitan. Seperti keharusan menyusun UTK (Urusan Tata Kelola). Belum lagi penyatuan fakultas secara otomatis akan mengubah struktural dekanat, sehingga semakin banyak perihal yang harus ditanggung apabila penyatuan fakultas terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Bernatal juga menerangkan bahwasanya awal mula memang Fakultas Kehutanan (Fahutan), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) serta Fakultas Pertanian (Faperta) adalah satu fakultas. Namun, ketiganya dipecah menjadi 3 dan berdiri menjadi 3 fakultas hingga kini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketiga fakultas tersebut adalah bukti tidak mudah menyatukan fakultas. Bernatal meyakini itu hanyalah sebuah wacana dan dirasanya tidak akan dilakukan oleh Unmul. Kalaupun akan dilakukan tentu tidak dalam waktu dekat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Butuh proses lama, dan Unmul sejauh ini sama sekali belum ada wacana, apalagi tindakan berupa sosialisasi dan sebagainya. Itu hanya wacana dari Kemenristekdikti,&quot; ungkapnya memberi kepastian.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, proses hingga beberapa fakultas bisa bersatu membutuhkan alur yang panjang. Mula-mula Wakil Rektor <span>Bidang Pengembangan dan Kerjasama Unmul&nbsp;</span>akan berdiskusi bersama Wakil Rektor B<span>idang Administrasi dan Keuangan</span> yang membawahi ranah pengelolaan organisasi. Kemudian hasil diskusi tersebut akan diperbincangkan bersama bagian komisi organisasi untuk selanjutnya dibawa ke rapat pleno hingga akhirnya Rektorat memberikan keputusan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi keputusan tersebut akan dikirim ke Kementerian sebelum akhirnya dapat dilaksanakan sebagai program. Namun, menurut Bernatal, meskipun ada urgensi wajib dari Kemenristekdikti, ia optimis bahwa Unmul telah memiliki kesiapan untuk penyatuan rumpun fakultas ini. <strong><em>(dyh/nis/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FH Resmi Dibekukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca </link>
<guid> bem-fh-resmi-dibekukan </guid>
<pubDate> Mon, 05 Mar 2018 03:24:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa melakukan aksi di depan dekanat FH setelah SK Dekan FH keluar. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bC4QaDkzIF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM FH Resmi Dibekukan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> Matahari menyingsing saat gerombolan yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Untuk Fakultas Hukum menggelar aksi di muka dekanat FH pada Kamis (1/3). Aksi itu tidak lain merupakan tindak lanjut dari putusan yang keluar pasca kisruh Pemira FH.</p><p style="text-align: justify;">Mundur dua hari sebelumnya, pada Selasa (27/2), Mahendra Putra Kurnia selaku Dekan FH mengeluarkan sebuah surat putusan. Keputusan dekan ini turun setelah dua bulan Pemira FH menggantung tanpa kejelasan, setelah berkali-kali pula diadakan audiensi. Mahendra dalam audiensi terakhir secara tegas memberi dua pilihan kepada BPPR: Pemira ulang atau BEM FH dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-berlarut-larut-dekan-fh-ancam-bekukan-bem/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-berlarut-larut-dekan-fh-ancam-bekukan-bem/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-berlarut-larut-dekan-fh-ancam-bekukan-bem/baca</a> dan <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/perangkat-pemira-inginkan-aklamasi-dekan-fh-saya-tidak-ikhlas/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/perangkat-pemira-inginkan-aklamasi-dekan-fh-saya-tidak-ikhlas/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/perangkat-pemira-inginkan-aklamasi-dekan-fh-saya-tidak-ikhlas/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Muasal persoalan ini sebenarnya dipicu dari hasil Pemira FH yang berakhir dengan aklamasi. DPM FH melalui BPPR telah menetapkan pada 21 Desember 2017, bahwasanya pasangan Cipta Primadasa dan Hardjuno sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM FH 2018. Namun, penetapan ini memperoleh keberatan dari pasangan calon Adi Nurhamidi dan Mush&rsquo;ab Al-Ma&rsquo;ruf. Tak cuma itu, penolakan juga dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Fakultas Hukum.</p><p style="text-align: justify;">Lantas dengan turunnya surat bernomor 34/KM/2018 ini menjawab akhir persoalan dari Pemira FH. Bahwa Dekan FH bulat memutuskan untuk menolak hasil dari Pemira FH 2017. Dalam surat itu menetapkan enam poin keputusan.</p><p style="text-align: justify;">Antara lain yang pertama menolak hasil Pemira FH yang diselenggarakan oleh DPM FH dan BPPR. Alasannya karena Pemira FH &ldquo;tidak sesuai dengan asas dan norma yang berlaku dalam hal penyelenggaraan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa&rdquo;. Kedua meniadakan kepengurusan BEM FH 2018 sampai terpilih Presiden dan Wakil Presiden BEM secara demokratis. Dengan kata lain, BEM FH secara resmi dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">Lalu yang ketiga menugaskan Wakil Dekan I, Nur Arifudin untuk melakukan telaah akademik dan penyempurnaan terhadap aturan penyelenggaran Pemira di FH. Keempat menugaskan Wakil Dekan I kembali untuk berkoordinasi dengan mahasiswa dan setiap elemen lembaga kemahasiswaan dalam hal belum terbentuknya BEM FH periode 2018.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, keputusan tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkan, 27 Februari. Dan yang terakhir keputusan dapat diperbaiki sebagaimana mestinya jika ditemukan kekeliruan.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Respons Setelah BEM FH Resmi Dibekukan&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita tidak dapat menutup mata dan telinga dengan semua kejadian ini, kita butuh organisasi BEM agar kegiatan-kegiatan dapat dijalankan kembali sesuai kepentingan dan kebutuhan sebagai mahasiswa. Seperti yang kita ketahui BEM adalah tonggak pelaksana kegiatan-kegiatan yang bersifat kemahasiswaan.&rdquo; Demikian bunyi selebaran yang dibagikan dalam aksi di depan dekanat FH.</p><p style="text-align: justify;">Selain imbauan, selebaran itu juga berisi tuntutan. Massa aksi menyuarakan tiga tuntutan yakni: (1) berikan kejelasan terkait kekosongan pemerintahan BEM FH, (2) berikan hak dan kebebasan kepada mahasiswa untuk berorganisasi, dan (3) meminta birokrasi bersifat netral dan tidak ikut serta mengintervensi kegiatan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Janganlah menjadi mahasiswa yang apatis tetapi berdirilah sebagai mahasiswa yang peduli terhadap pembatasan ruang gerak organisasi yang saat ini terjadi di FH. Sebagaimana kita ketahui bahwa mahasiswa dituntut untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan,&rdquo; tulis isi lain dari selebaran tersebut. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/wal/els</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Kamisan Kaltim Beraksi di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kamisan-kaltim-beraksi-di-unmul/baca </link>
<guid> aksi-kamisan-kaltim-beraksi-di-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 05 Mar 2018 03:36:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi kamisan yang dilakukan di sekitaran GOR 27 September. Sumber Foto (Aulia Agustini/LPM) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kamisan-kaltim-beraksi-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J44SpK4ZP5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Kamisan Kaltim Beraksi di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Langit cerah tanpa awan kelam turut menyertai puluhan massa aksi yang berkumpul di halaman GOR 27 September Unmul pada Sabtu, (3/3) lalu. Aksi Kamisan Kaltim&ndash;begitulah komunitas massa aksi itu kerap disebut&ndash;kembali menyuarakan tuntutannya lagi, kali ini dengan tema aksi: Penyelamatan Karst dan Kawasan Pesisir.</p><p style="text-align: justify;">Atribut serba hitam mulai dari baju, celana, hingga payung kompak dikenakan massa. Mereka hadir untuk memenuhi undangan dari panitia pelaksana Seni, Kreativitas, Olahraga, dan Bazar (Skrobaz) yang dihelat BEM FPIK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Memang, ada dua hal tak biasa dari gelaran Aksi Kamisan Kaltim minggu itu. Satu, kegiatan tersebut terlaksana hari Sabtu&ndash;padahal biasa hari Kamis. Dua, massa aksi menyampaikan orasi rutinannya di GOR 27 September Unmul, yang biasanya selalu di depan Kantor Gubernur Kaltim</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bunyi-bunyi Orasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Semua berdiri. Satu dua tangan kiri peserta terangkat, beberapa lainnya sengaja menundukkan kepala, segelintir lainnya konsisten memegang payung hitam. Itulah bentuk khidmat dari para massa aksi saat serempak menyanyikan lagu Darah Juang sekitar pukul empat sore, tanda awal penyampaian bunyi-bunyi orasi telah dimulai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini kita pakai baju hitam, artinya kita sedang berkabung kawan-kawan,&rdquo; tekan Muhammad Alif Sayahrizan, perwakilan BEM FPIK dalam orasinya di atas panggung sebagai orator pembuka.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyoroti potensi bentang alam karst, yakni batuan kapur yang menyimpan cadangan air di Sangkulirang-Mangkulihat yang wacananya akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan pabrik semen. Jika benar pabrik semen akan beroperasi di tempat tersebut, maka kerusakan ekosistem lingkungan, pun ketersediaan air akan sangat terancam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan hanya hutan, bebatuan, perairan, hingga keindahan alam di sekitarnya yang akan hancur, tapi juga udara segar yang dinikmati penduduk di sana,&rdquo; timpal Ihsan Hidayat, perwakilan Mapala Plankthons pada kesempatan berikutnya saat menyampaikan orasi.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya orasi yang jadi &lsquo;jualan&rsquo; utama dalam rangkaian agenda Aksi Kamisan Kaltim. Pembacaan puisi, lagu-lagu berunsur kritikan ala Iwan Fals, hingga musikalisasi puisi terus dialunkan saat kilau sinar matahari perlahan berubah dari kuning jadi jingga.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Orasi Kunci</strong></p><p style="text-align: justify;">Orasi yang dikemukakan Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Pradarma Rupang lebih dalam menjurus ke akar permasalahan. Ia menyatakan, Kaltim hanyalah dianggap limbah pembuangan oleh Jakarta, oleh Pulau Jawa. Hal tersebut sudah terjadi sejak zamanpemerintahan Soeharto hingga sekarang, katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam orasinya, ia juga mengungkapkan bahwa izin tambang, khususnya di Kalimantan jumlahnya sangat luar biasa. Dari sebelas ribu izin tambang di Indonesia, 25 persennya ada di Kalimantan, dan lebih dari 50 persen izin tambang di Kalimantan itu berasal dari Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat pertambangan batu bara, justru korban (berguguran akibat lubang tambangnya) adalah anak-anak yang saat ini justru banyak tinggal di kota. Ada 28 korban sampai tahun 2018 ini. Dan terbesar ya berasal dari Samarinda,&rdquo; tuturnya di atas panggung dengan lantang.</p><p style="text-align: justify;">Hening sejenak. Empat detik kemudian, ia melanjutkan kata-katanya. &ldquo;Ironisnya, pemerintah tidak punya jaminan bahwa korban-korban itu akan berhenti (berguguran).&rdquo; Saat menyinggung pabrik semen, Rupang menguraikan bahwa informasi yang beredar bahwa saat ini negara sedang defisit semen. Namun realita lainnya justru mengungkapkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan 75 ton semen per tahun, yang mana terbesar nomor lima di dunia setelah Cina, India, Amerika Serikat, dan Iran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lantas ke mana nilai sebanyak itu? Indonesia dipaksa untuk memenuhi kebutuhan dunia!&rdquo; seruaknya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kata Korlap Aksi, Luvi</strong></p><p style="text-align: justify;">Lepas Rupang berorasi, panggung diisi dengan penampilan musikalisasi puisi. Selesai itu, usai sudah. Aksi resmi ditutup dengan satu lagu serupa yang tadi juga dinyanyikan saat pembukaan: Darah Juang.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> saat aksi kelar, Luvi selaku korlap aksi menyebut bahwa bentang karst bisa dibilang sebagai cagar budaya yang menyimpan tanda-tanda pra sejarah zaman dulu. Dan bentang karst tersebut bisa dijadikan cagar budaya internasional oleh UNESCO.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun sayangnya, pemerintah hanya mengakomodir sebagian hektare saja dari bentang karst di Sangkulirang-Mangkalihat yang luasnya mencapai 1,8 hektare untuk dilindungi. Kemudian separuhnya yang tidak dilindungi justru dijadikan sebagai tempat eksploitasi tambang seperti tambang pasir, batu bara, dan sekarang ingin pula dijadikan pabrik semen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan kenyataan seperti itu, UNESCO sempat memberikan ultimatum bahwa tidak akan dijadikan cagar budaya jika ada eksploitasi yang dilakukan di sekitar bentang karst,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Orasi yang dilakukan sore itupun dilakukan bukan hanya untuk menolak dengan tegas pertambangan di Indonesia, khususnya di Kaltim. Namun juga sebagai pernyataan tegas bahwa produksi semen jika direalisasikan, maka akan sangat berpengaruh buruk terhadap masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita menolak pabrik semen!&rdquo; tegas Luvi menyebut tuntutan utama. <strong><em>(aul/ubg/dan/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajian Makanan Saat Seminar Tugas Akhir, Mahasiswa Terbebani tapi Diam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sajian-makanan-saat-seminar-tugas-akhir-mahasiswa-terbebani-tapi-diam/baca </link>
<guid> sajian-makanan-saat-seminar-tugas-akhir-mahasiswa-terbebani-tapi-diam </guid>
<pubDate> Mon, 05 Mar 2018 12:08:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu ruang seminar di FISIP Unmul. (Sumber: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sajian-makanan-saat-seminar-tugas-akhir-mahasiswa-terbebani-tapi-diam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k3JuMXsAxC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sajian Makanan Saat Seminar Tugas Akhir, Mahasiswa Terbebani tapi Diam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp;<em>Haikal</em>, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) saat ditemui <em>Sketsa</em> pada Senin, (19/2) lalu, mengaku setuju dengan adanya pemberian makanan di meja dosen penguji dan pembimbing saat seminar tugas akhir. Sikap itu didasari peserta seminar yang di kampusnya hanya melibatkan dosen semata. Walhasil, pemberian buah tangan sejenis makanan dirasa <em>Haikal</em> tidak memberatkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seminar itu kan waktunya juga terbilang lama. Selain itu juga sebagai salah satu pemberian kita, kapan lagi kita bisa memberikan makanan seperti itu (kepada dosen),&rdquo; kata mahasiswa Prodi Teknik Informatika 2014 itu.</p><p style="text-align: justify;">Kendati setuju, diakui <em>Haikal</em> buah tangan memang memberatkan kaum mahasiswa. Ia punya teman yang bercerita sampai harus mengeluarkan Rp700 ribu hanya untuk memenuhi ruang-ruang kosong di atas meja seminar.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/makanan-panas-di-meja-ujian-skripsi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/makanan-panas-di-meja-ujian-skripsi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan <em>Haikal</em>, <em>Nana</em>, mahasiswi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pun memilih setuju. Namun, lagi-lagi fakta bahwa praktik korupsi skala kecil itu memberatkan diamini<em>&nbsp;Nana</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dosen aja enggak apa-apa. Tapi kemarin pas seminar proposal (Sempro) dan seminar hasil (Semhas) &nbsp;itu teman saya sempat kasih ke staf-nya juga. Itu sampai tiga belas nasi kotak kalau enggak lima belas kotak,&rdquo; ungkap <em>Nana</em>.</p><p style="text-align: justify;">Parahnya, buah tangan yang diberi kawan <em>Nana</em> tersebut bukan murni dari keinginannya sendiri, melainkan permintaan staf prodi walau tak ikut menguji.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dia bilang, &lsquo;Nanti kalau maju siapkan ini ya, kan penguji sama pembimbing ada lima, jadi sediakan lima kotak&rsquo; begitu,&quot; kata <em>Nana</em>.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui <em>Sketsa</em>, <em>Nana</em> tengah mengurus keperluan tugas akhirnya di Dekanat FKIP. <em>Nana</em> tidak tahu pasti apa alasan di balik permintaan tersebut. Namun, berita acara pasca seminar yang tak kunjung keluar atau bahkan tidak boleh diambil sebelum nasi kotak tunai diberikan. Akhirnya, <em>Nana</em> dan seluruh mahasiswa FKIP terutama prodi PGSD merasa memberi buah tangan saat seminar tugas akhir baik kepada dosen maupun staf prodi adalah wajib.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Membebani. Karena berita acaranya enggak keluar. Mereka bilang, &apos;Belikan lagi buat staf itu, tambahannya gitu,&apos;&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Ketua Prodi (Kaprodi) PGSD Muhammad Ilyas membantah pihaknya &nbsp;disebut meminta makanan seminar dari mahasiswa. Menurutnya, perilaku staf yang demikian ialah bercanda yang dianggap serius oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak benar. Kalau basa-basi mungkin, tapi dianggap serius. Itu perasaan mereka saja. Enggak ada itu (berita acara) ditahan. Masalah serius kalau itu. Enggak ada,&rdquo; bantahnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa mau menyiapkan boleh, tidak menyiapkan tidak apa-apa, terserah mereka saja,&rdquo; timpalnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari sudut Unmul yang lain, <em>Jesica</em> mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ketika itu baru saja menuntaskan Sempro-nya. Ia lega, meski harus repot menghidangkan sajian-sajian di meja para dosennya.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan itu dianggap <em>Jesica</em> sudah jadi budaya di FISIP, yang mana jika tak dilakukan mahasiswa yang bersangkutan akan dicap tak tahu etika dan gagal menyenangkan hati dosennya. Seperti salah satu dosen yang mendadak uring-uringan jika tak disediakan ikan kakap khas rumah makan Torani dan bingka pisang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pas seminar, teman saya enggak bawa dua menu itu, terus dia (dosen) kayak enggak <em>mood&nbsp;</em>gitu lah, pas nguji dia bilang, &lsquo;Enggak ada, Nak, semangatku kalau enggak ada bingka pisang. Nanti kalau seminar sama saya selanjutnya bawa, ya&rsquo; sedangkan itu harganya lumayan mahal,&rdquo; terang <em>Jesica</em> menirukan perkataan temannya melalui pesan suara melalui aplikasi LINE.</p><p style="text-align: justify;">Perihal gratifikasi dan indikasi korupsi skala kecil atas praktik ini, mahasiswi angkatan 2014 itu berharap adanya imbauan resmi dari Rektor Masjaya agar tak ada lagi keresahan mahasiswa yang merasa terbebani tapi cuma bisa diam. Meski membawa hidangan adalah wujud memuliakan, tapi buat apa kalau berangkat dari keterpaksaan. <strong>(<em>wil/fer/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pentingnya Mengumpulkan KRS Tepat Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pentingnya-mengumpulkan-krs-tepat-waktu/baca </link>
<guid> pentingnya-mengumpulkan-krs-tepat-waktu </guid>
<pubDate> Tue, 06 Mar 2018 05:36:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Staf Akademik FIB, Marsend Tolanda. (Foto: Putera Tiya Ilahi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pentingnya-mengumpulkan-krs-tepat-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ACNgcfggYR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pentingnya Mengumpulkan KRS Tepat Waktu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) lantai 1 tampak lengang. Hanya tampak sesekali orang hilir mudik sambil mendekap berkas. Kesunyian itu tampak wajar saat proses perkuliahan tengah berlangsung. Salah seorang mahasiswi bernama Mayang (bukan nama sebenarnya) tampak membawa berkas ditangannya menuju akademik. Rupanya ia hendak mengumpulkan KRS. Namun, saat menemui petugas akademik program studi yang ditempuh Mayang, yang didapatinya adalah amarah sang petugas. KRS-nya tidak diterima seraya petugas tersebut mengatakan, &ldquo;Mayang, kamu cuti saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya bukan tanpa alasan petugas tersebut melontarkan kekesalan, sebab waktu pengumpulan KRS telah lama berakhir sejak 26 januari lalu. Dan bahkan belakangan ini diperpanjang hingga 5 Februari dan masa perbaikan KRS hingga 15 Februari. Namun kemarahan ini juga sekaligus mengundang tanya, seberapa pentingkah proses penginputan dan pengumpulan KRS?</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruang Sistem Informasi Akademik (SIA), tiga staf akademik FISIP bergantian menerangkan. &ldquo;Pengumpulan KRS itu bertujuan untuk absensi, DPNA, dan KHS. Kalau mahasiswa tidak input, otomatis namanya tidak akan terdata,&rdquo; ujar Mosiah.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, masih banyak mahasiswa yang baru mengurus KRS ke SIA. &ldquo;Saya itu bingung dengan mahasiswa, namanya juga KRS, Kartu Rencana Studi, seharusnya direncanakan dari awal. Hal ini selalu saja terjadi setiap tahunnya. Seharusnya kami sudah mengurus hal lain tapi sampai sekarang data KRS mahasiswa masih terus kami cocokkan,&rdquo; jawab staf akademik FISIP Astuti seraya menunjukkan tumpukan berkas di mejanya.</p><p style="text-align: justify;">Pencocokan data KRS yang dimaksud adalah data <em>online&nbsp;</em>serta data manual yang mahasiswa serahkan ke akademik. Bahkan, antara kedua data tersebut masih banyak yang tidak sama. Itulah mengapa, saat pengumpulan KRS di akademik, petugas meminta nomor ponsel dicatat di data sistem registrasi (Sireg) agar mahasiswa dapat dihubungi apabila datanya tidak sama.</p><p style="text-align: justify;">Perihal mahasiswa yang diminta cuti karena terlambat mengumpulkan KRS, menurutnya itu adalah salah mahasiswa sendiri karena menyepelekan KRS. &ldquo;Walaupun kenyataannya sampai sekarang masih kami layani dengan catatan ada ijin dari atasan. Kecuali mahasiswa tersebut sudah dalam masa-masa pertengahan kuliah dan akan ujian sedangkan belum mengurus KRS sama sekali, baru kami suruh cuti.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan FISIP yang masih menggunakan data manual dan harus meminta tanda tangan dosen serta mengumpulkan KRS ke akademik beberapa kali dikeluhkan mahasiswa. Berbeda halnya dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah menggunakan sistem <em>online</em> secara keseluruhan sehingga mahasiswa tidak perlu mengurus ke ruang SIA.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara menurut Yamin, salah satu staf akademik lainnya, hal itu bukan tidak mungkin. &ldquo;FISIP masih mengikuti alur dari universitas dan tim IT berasal dari rektorat, tidak seperti FEB yang memiliki tim IT sendiri. Sejujurnya kami ingin sistem seperti itu, yang <em>low paper</em>. Tapi mahasiswa harus benar-benar teliti dalam pengisiannya. Intinya, sistem itu bisa dilaksanakan, namun ini tergantung lagi dengan kebijakan Fakultas. Saya berharap dengan ini mahasiswa sadar dan tidak lagi menyepelekan yang namanya KRS,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sistem penginputan KRS di FIB pun setali tiga uang. Staf akademik FIB, Marsend Tolanda menjelaskan KRS cetak tetap diperlukan sebagai syarat mahasiswa terdaftar secara resmi di perkuliahan. &ldquo;Karena tetap KRS harus ada persetujuan dari dosen penasihat, untuk mengetahui mata kuliah yang diambil dan bagaimana perkuliahannya,&rdquo; terang Marsend.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan sistem yang demikian berfungsi memonitor apakah mahasiswa memang mengurus KRS atau tidak. Selama KRS belum dikumpulkan, maka KRS belum disetujui walaupun yang bersangkutan telah menginput di SIA.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Marsend mengatakan bahwa mahasiswa yang KRS-nya terkendala harusnya bisa memaksimalkan peran dosen penasihat, tidak hanya sekadar meminta tanda tangan saja. Diakuinya, FIB belum ada niat untuk beralih ke sistem <em>online&nbsp;</em>yang telah diterapkan FEB. &ldquo;Tergantung dari fakultasnya, karena perlu biaya besar,&rdquo; tutup Marsend. <strong>(<em>nis/pil/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Diundang Raker BEM KM Unmul, DPM KM Unmul ‘Bikin’ Kartu Kuning </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-diundang-raker-bem-km-unmul-dpm-km-unmul-bikin-kartu-kuning/baca </link>
<guid> tak-diundang-raker-bem-km-unmul-dpm-km-unmul-bikin-kartu-kuning </guid>
<pubDate> Tue, 06 Mar 2018 09:32:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Postingan bernada tudingan dari akun Instagram DPM KM Unmul. (Sumber: Tangkapan layar Instagram Story DPM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-diundang-raker-bem-km-unmul-dpm-km-unmul-bikin-kartu-kuning/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1udbpnfNE0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Diundang Raker BEM KM Unmul, DPM KM Unmul ‘Bikin’ Kartu Kuning</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>&ldquo;Di situ titik nadi saya juga agak sedikit sentimen!&rdquo; kesal Dwi Luthfi Ketua DPM KM Unmul saat mengurai alasan di balik postingan yang diunggah akun <em>Instagram&nbsp;</em>DPM KM Unmul Sabtu, (10/2) lalu. Diakui Luthfi, postingan itu idenya, kemudian dikoordinasikan kepada seluruh anggota DPM KM Unmul, disetujui, dan langsung dieksekusi.</p><p style="text-align: justify;">Petang itu, sekira pukul 18.00 Wita, muncul postingan bernada tudingan &lsquo;Menuju Kartu Kuning untuk Presiden BEM KM Unmul 2018&rsquo; diikuti tagar #EksekutifManja yang di posting akun <em>Instagram</em> DPM KM Unmul lewat fitur <em>Instagram Story&nbsp;</em>(<em>Instastory</em>). Para pengikut di luar internal dua kubu lembaga tinggi kemahasiswaan ini sontak bertanya-tanya, ada apa.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya, <em>Instastory&nbsp;</em>itu tercipta lantaran kekecewaan DPM KM Unmul karena tidak diundang dalam agenda rapat kerja (Raker) BEM KM Unmul yang dihelat di Gedung Rektorat pada Sabtu pagi, (10/2).</p><p style="text-align: justify;">Adapun, aturan tentang kewajiban BEM KM Unmul mengundang DPM KM Unmul dalam raker tertuang dalam TAP DPM KM 2016 mengenai Prosedur Hubungan Kerja Sub Pelaporan Kerja. Di dalamnya juga memuat keharusan bagi BEM KM Unmul menyerahkan draf program kerja kepada DPM KM Unmul pra Raker.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aturan ini yang menurut Luthfi telah dilanggar Presiden BEM KM Unmul Rizaldo, sehingga laik diberi &ldquo;kartu kuning&rdquo; sebagaimana Presiden Jokowi diberi kartu kuning oleh Ketua BEM Universitas Indonesia Zaadit Taqwa yang sempat viral beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Secara prinsip, bagaimana kami mau mengawasi kalau tidak terlibat dalam penyusunan program. Bahkan saya bisa jamin, kalau itu (proker) betul-betul sudah disahkan dan (BEM KM Unmul) memang menutup diri dari kami memberi masukan,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Luthfi mengaku sampai pada Jumat malam jelang Raker, pihaknya tak kunjung mendapati undangan. Padahal, beberapa waktu sebelumnya ia sempat berupaya menanyakan meski tidak secara tersirat mengatakan DPM KM Unmul harus diundang. Luthfi tahu Raker akan digelar dari hasil bertanya kepada sejumlah pengurus BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelumnya saya bertanya ke eksekutif, kapan Raker? Tapi saya tidak memberitahukan karena orientasinya saya cuma untuk menyesuaikan waktu sidang DPM untuk membuat rancangan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK). Jadi belum ada mengarah ke sana,&rdquo; bebernya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Tagar Sangar #EksekutifManja</strong></p><p style="text-align: justify;">Satu yang kemudian mencuri perhatian dari postingan <em>Instastory&nbsp;</em>DPM KM Unmul ialah tagar #EksekutifManja. Bagi Luthfi, itu wajar dan pantas. Sebab, DPM KM Unmul tidak harus selalu mengingatkan BEM KM Unmul untuk melakukan ini dan itu. Mestinya, ada inisiatif untuk bertanya, baik atas nama lembaga maupun personal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masa mau apa-apa harus dikasih tahu dulu. Itu saya bilang mereka itu manja sekali,&rdquo; ujar Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Kekecewaan Luthfi lantas merembet pada agenda-agenda bersama antara DPM KM Unmul dengan BEM KM Unmul selanjutnya, jika BEM KM tak merespons surat kiriman DPM KM tentang beberapa aspek, termasuk Raker yang diantar langsung oleh Luthfi ke sekretariat BEM KM Unmul pada Senin, (12/2). Surat itu memuat imbauan untuk BEM KM Unmul menindaklanjuti &lsquo;teguran&rsquo; DPM KM Unmul paling lambat 2x24 jam yang mana capaiannya adalah Raker harus melibatkan DPM KM Unmul dan jika tidak, proker BEM KM Unmul tidak diakui.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bisa jamin Revatur dan Kongres pun tidak akan terlaksana. Bahkan akan jadi Kongres Luar Biasa (KLB) nanti, karena itu prinsip. Legislatif memang yang notabenenya perwakilan konstituen fakultas harus hadir dalam keterlibatan pemberian pandangan, masukan buat BEM KM,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, kemunculan <em>Instastory</em> kartu kuning DPM KM Unmul tak dimungkiri Luthfi menuai beragam pro dan kontra. &ldquo;Ada yang menanggapi itu tidak etik, tidak sopan. Ya lebih tidak sopan mana, kalau kita juga tidak di undang dalam Raker. Itu kan juga jauh lebih tidak sopan gitu kan, tidak etis secara kelembagaan,&rdquo; tegas Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Luthfi menyebut, dari beragam respons yang masuk lebih banyak positif ketimbang negatif. Ia pun menganggap peristiwa ini sebagai momentum pembelajaran dan menyadari peran dari legislatif penting terlihat yang mana beberapa tahun sebelumnya cenderung bergeming di belakang eksekutif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin eksekutif jangan terlalu di atas angin, ya. Karena <em>stories</em> itu bertepatan dengan <em>live iNews</em> mereka, &ldquo;Intinya ini wujud ekspresi bahwasanya legislatif yang memang mitra kritis eksekutif harus bersuara,&rdquo; tandasnya.<strong>&nbsp;(<em>wil/aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Uraian Kronologi Kartu Kuning Versi Rizaldo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uraian-kronologi-kartu-kuning-versi-rizaldo/baca </link>
<guid> uraian-kronologi-kartu-kuning-versi-rizaldo </guid>
<pubDate> Tue, 06 Mar 2018 10:09:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden BEM KM Unmul, Rizaldo. (Sumber foto: Korankaltim.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uraian-kronologi-kartu-kuning-versi-rizaldo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zZPH3t22uP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Uraian Kronologi Kartu Kuning Versi Rizaldo</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ditemui pada Rabu (14/2), Presiden BEM KM Unmul 2018 Rizaldo menguraikan kronologi peringatan kartu kuning yang mengarah kepada dirinya. Dikatakan Aldo, berawal pada Selasa (30/1) pukul 20.00, Dwi Luthfi, Ketua DPM KM Unmul menanyakan kapan gerangan diadakan konsolidasi UKM di Student Center melalui pesan <em>WhatsApp.&nbsp;</em>Pesan itu dibalas Aldo keesokan harinya, pukul 08.00 dengan mengatakan konsolidasi sudah diatur BEM KM Unmul dan diselenggarakan saat hari aktif kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa pesan setelahnya, Aldo menanyakan apakah saat Rapat Kerja (Raker) BEM KM Unmul hanya dihadiri oleh anggota BEM KM atau harus mengundang DPM KM Unmul. Sebab, rencananya Rabu, 7 Februari Raker akan digelar. Pesan itu dibalas Luthfi pukul 12.00, sembari mengonfirmasi tanggal 7 Februari, berhubung dari DPM ingin membuat GBHK (Garis Besar Haluan Keorganisasian).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tanya lagi, &lsquo;Raker BEM KM gimana? Internal aja kah?&rsquo; karena pertanyaan sebelumnya belum dijawab. Beliau bilang &lsquo;Sebaik mungkin dalam penyusunan program kerja kan mengikutsertakan pandangan semua pihak. DPM KM saja raker itu diparipurnakan dengan mengundang semua teman UKM, BEM, dan DPM,&rsquo;&rsquo; jelas Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian Aldo membalas, di era BEM KM sebelumnya Raker hanya diadakan secara internal. Belum pernah ada raker BEM KM yang terbuka dengan mengundang anggota UKM, BEM, serta DPM. &ldquo;Luthfi menjawab, &lsquo;Iya, minimalis&rsquo;. Obrolan hari itu pun berakhir,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sepengetahuan BEM KM Unmul, Raker memang diadakan secara internal. Hal itu dikarenakan anggota BEM KM Unmul cukup banyak, serta hal yang menjadi pembahasan bukan hanya soal program kerja, namun juga <em>grand design</em> BEM KM Unmul ke depan akan dibahas di sana.</p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa hari, tepatnya Selasa (06/2) pukul 20.00, Luthfi kembali menanyakan kapan BEM KM akan Raker. Dibalas Aldo, Sabtu. Luthfi bertanya lagi, &lsquo;Sabtu ini? Cepat juga&rsquo; yang kemudian diblas Aldo, &lsquo;Gelabakan. Sistem kebut semalam. Harus cepat diselesaikan&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Beliau bilang, &lsquo;Jangan juga dipaksakan, Pak. Paham aja kah itu anggota perahu berlayar ke mana? Dan selama berlayar mau ngapain aja?&rsquo; Saya jawab &lsquo;Ya justru itu dibahas nanti pas raker. Kalau BPH (Badan Pengurus Harian) sudah saya kasih semangat,&rdquo; ujar Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pada Sabtu (10/2), pukul 00.28 dini hari, Luthfi menanyakan Aldo kenapa belum ada undangan raker ke DPM KM Unmul dan meminta untuk segera dikirimkan undangan serta <em>draft</em> raker. Aldo kaget, kenapa hal itu baru ditanyakan sekarang. Sedangkan pada obrolan-obrolan sebelumnya hanya menanyakan kapan BEM KM Raker. Luthfi menjelaskan, bahwa pertanyaan kapan Raker kemarin sebagai orientasi pembuatan GBHK oleh DPM. Luthfi pun menambahkan, apakah DPM tidak dianggap sebagai anggota legislatif?</p><p style="text-align: justify;">Hal yang kemudian ditanyakan Aldo, mengapa DPM KM merasa tidak dianggap, sedangkan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dari surat saja DPM KM tidak ada mengirimkan. Ditanggapi Luthfi, di luar itu, proker BEM KM Unmul disahkan oleh DPM KM Unmul. Untuk apa bersurat, draft itu dikabarkan langsung rancangannya, dan kabarkan ke mahasiswa. Luthfi pun mengaku sudah memberitahu Faisal (Sekretaris Kabinet BEM KM Unmul), namun belum dijawab. Luthfi kembali meminta dikirimkan undangan <em>online</em> dan draft Raker agar anggota DPM KM Unmul dapat hadir.</p><p style="text-align: justify;">Aldo pun menegaskan, harusnya ada surat resmi dari DPM KM Unmul yang menjelaskan hal itu tertuang dalam TAP DPM KM Unmul bagian mana dan menyertakan untuk meminta BEM KM Unmul mengundang anggota DPM KM Unmul sesuai dengan pasal sekian. Kesal karena persiapan untuk Raker dan <em>live&nbsp;</em>di <em>I-News</em> esok harinya, ditambah Luthfi yang memaksa meminta undangan. Aldo pun mengatakan DPM KM Unmul tidak professional. Luthfi bersikeras bahwa TAP tersebut ada dalam TAP 2015.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bilang, &lsquo;Anda tanya semua anggota BEM KM nggak ada yang tahu itu ada di TAP apa. Kami nggak tahu karena nggak pernah dikasih tahu sama yang buat TAP. Masa iya anggota DPR buat undang-undang rakyat yang disuruh tanya ke kantor, Pak, DPR ada buat UU apa, Pak? Kan nggak mungkin. Harusnya UU itu disosialisasikan,&rsquo;&rsquo; cecar Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Berusaha melobi, Luthfi kembali meminta draft serta undangan minimal <em>via online</em>. Undangan resmi bisa menyusul kemudian. Karena yang memiliki draft adalah ART (Administrasi Rumah Tangga). Aldo mengatakan kemungkinan ART BEM KM sudah tidur sehingga tidak bisa mengirimkan saat itu juga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;&rsquo;Prinsip! Nggak dianggap itu barang nanti. Bangunkan!&rsquo; beliau bilang seperti itu. Saya bilang saya sibuk. Tunggu besok. Beliau bilang &lsquo;Jangan besok <em>gimana</em> sih&rsquo;. Saya sudah kesal, saya balas aja &lsquo;Apa sih!&rsquo;&rsquo; ungkap Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Luthfi kemudian meminta agar draft dan undangan <em>online</em> dikirim ketika subuh. Permintaan itu kemudian ditolak tegas oleh Aldo karena tidak ada pemberitahuan secara kelembagaan. Aldo pun siap menghadap jika dipanggil oleh DPM KM Unmul. Jawaban itu selanjutnya dibalas Luthfi dengan mengatakan bahwa BEM KM &lsquo;hitung-hitungan&rsquo; dan kena SP 2. Jawaban Luthfi tak digubris oleh Aldo. Selang beberapa menit kemudian, Aldo melihat status <em>WhatsApp</em> Luthfi &ldquo;Menuju Kartu Kuning untuk Presiden BEM KM Unmul 2018&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Melihat hal itu, Aldo langsung memberitahu Wakil Presiden BEM KM Unmul Miftah dan memintanya agar jangan panik. Aldo menjelaskan itu merupakan masalah personal, kalaupun dipanggil, Aldo tak ragu menyambangi DPM KM, dan mantap berpikir DPM KM lah yang salah.</p><p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian, Luhtfi mengirimkan TAP yang mengatur ke dalam sebuah grup dan marah-marah di grup. Terang saja, perdebatan kembali terjadi. Dan benar, di dalam TAP itu terdapat tiga poin yang mengatur. Pertama, bahwa draft raker BEM KM Unmul harus diserahkan ke DPM KM Unmul maksimal 5x24 jam. Kedua, harus mengundang DPM KM Unmul. Dan, ketiga, draft tersebut harus disahkan oleh DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau secara hukum, BEM KM Unmul memang salah karena tidak mematuhi aturan. Tapi, posisinya kita nggak tahu tentang aturan itu. Besoknya, buat status secara kelembagaan. Luthfi mengatakan, kalau BEM KM keberatan silakan buat begituan juga. Nggak, saya nggak gubris. Kita fokus aja. Emang lagi hangat-hangatnya kartu kuning,&rdquo; ujar Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Berikutnya, pada Senin (12/2), DPM KM Unmul menyurati BEM KM Unmul yang memuat tiga hal. Pertama, tidak mengakui proker BEM KM Unmul sebelumnya bahwa tidak adanya keterlibatan DPM KM Unmul dalam pembahasannya. Kedua, memberikan batas waktu yakni selama 2x24 jam selambat-lambatnya pada Selasa, (13/2) untuk memberikan tanggapan. Ketiga, jika dalam batas waktu yang ditentukan tidak memberikan tanggapan, maka DPM KM Unmul akan bersidang dan memberikan sanksi.</p><p style="text-align: justify;">Jika dilihat dari poin ketiga surat, Aldo mengangap pemberian sanksi sebenarnya sudah diatur. Mulai dari SP 1, SP 2, dan seterusnya. Hal yang disayangkan Aldo adalah kenapa DPM KM justru bertindak di media sosial. Perkara ini bisa dinilai sebagai pencemaran nama baik, namun dari Aldo tak ingin mempermasalahkan lebih lanjut mengenai ini.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi surat tersebut, BEM KM Unmul lantas mengambil langkah untuk segera melakukan kunjungan pada Jumat, (16/2) dalam rangka menyampaikan proker untuk disahkan.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Isi TAP DPM &nbsp;KM yang Jadi Perkara</strong></p><p style="text-align: justify;">TAP DPM KM mengenai prosedur hubungan kerja BEM KM Unmul dengan DPM KM Unmul mengandung empat poin. Yang pertama, TAP DPM KM Nomor 1 tahun 2016 mengatur hubungan kerja antara DPM KM Unmul dengan BEM KM Unmul pada bab 2 tentang pelaporan proker pasal 3 yang terbagi lagi menjadi empat poin.</p><p style="text-align: justify;">Poin pertama, proker dibahas dalam Raker BEM KM Unmul. Selanjutnya, draft kerja BEM KM Unmul diserahkan kepada DPM KM Unmul selambat-lambatnya selama 5x24 jam sebelum Raker dilaksanakan. Kemudian, draft proker yang diserahkan ke DPM KM Unmul berupa <em>soft file</em> dan <em>hard file</em>. Terakhir, BEM KM Unmul harus mengundang DPM KM Unmul dalam rapat program kerja selama satu periode kepengurusan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Aldo, dari kepengurusan sebelumnya, anggota BEM KM Unmul memang tidak tahu menahu tentang TAP ini. Pun DPM KM Unmul tidak pernah menyosialisasikan. Sejak 2016 hingga 2017 Raker, kata Aldo, juga tidak prnah mengundang DPM KM Unmul. Hanya draftnya saja yang dibawa ke DPM KM untuk disahkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahunnya Norman begitu. Dan itu nggak dipermasalahkan, entah karena DPM tahun itu juga nggak tahu terkait draft ini atau seperti apa. DPM juga nggak tahu TAP yang ada di lembaga mereka,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Aldo menilai, peristiwa ini merupakan kelalaian DPM KM Unmul. Adapun, Luthfi juga sempat menyinggung agar jangan konservatif dan kesalahan senior kepengurusan lama jangan diikuti. Sementara Aldo kembali menegaskan, BEM KM Unmul bukan ingin mengikuti kesalahan yang sama, hanya saja mereka tidak mengetahui. Lebih lanjut, Aldo balik membalas soal &lsquo;hanya mengikuti senior&rsquo;, Luthfi juga dulu Ketua Komisi Internal DPM KM Unmul yang ia sendiri pun tidak mengetahui hal ini.</p><p style="text-align: justify;">Perihal tagar Eksekutif Manja yang ditujukan ke muka kabinetnya, Aldo menerangkan jika dalam setiap hubungan BEM KM Unmul dan DPM KM Unmul sudah semestinya DPM KM Unmul yang mengirimkan surat terlebih dahulu. Kalaupun terjadi sebaliknya, justru akan terlihat sebagai tindakan khilaf BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Aldo yang sebelumnya menjabat Gubernur BEM FKIP mengatakan, setiap akan ada kongres atau evaluasi, DPM fakultas akan segera mengirim surat sebelum pelaksanaan dan menjelaskan hal tersebut tertuang dalam TAP sekian dan sekian. Menurutnya, mekanisme yang benar berjalan seharusnya begitu. Meskipun, secara konstitusi di AD-ART memang harus inisiatif BEM KM Unmul, namun bentuknya tertuang dalam TAP internal kelembagaan DPM KM Unmul yang menyangkut kerja BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah sepantasnya, DPM KM Unmul yang selalu menyosialisasikan ke BEM KM Unmul. Karena kalau kita yang inisiatif, jujur saja kita khilaf ini. Kita nggak tahu. Bahkan, karena sibuknya BEM persiapan Raker, kita nggak tahu prosedurnya seperti itu. Padahal, di fakultas kita sudah seperti itu. Di universitas juga harusnya begitu,&rdquo; balas Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kerja BEM KM Unmul yang dikatakan lambat, ditanggapi Aldo santai. Baginya, interpretasi setiap orang berbeda-beda, apalagi saat ini adalah masa transisi. Dan ia memerhatikan kerja BEM KM Unmul dinamisnya seperti itu, meskipun ia juga mengakui jika kinerja memang masih kurang maksimal. Terlebih saat harus merampungkan Badan Pengurus Harian (BPH) yang memakan waktu kurang lebih sebulan setelah pelantikan BPH lengkap. Sejak awal target publis, rencana kerja Aldo-Miftah adalah per tiga bulan. Walaupun ia telah memetakan kerja di awal dan beberapa telah dirampungkan.</p><p style="text-align: justify;">Akan halnya hubungannya dengan Luthfi, disebut Aldo baik saja. Kendati demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada obrolan lanjutan secara pribadi antar keduanya. &ldquo;Baik saja hubungannya, cuma mungkin secara kelembagaan kita harus menjaga jarak lah ya,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>ann/aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aroma ‘Panjat Sosial’ DPM KM Unmul hingga Persoalan Antar Individu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aroma-panjat-sosial-dpm-km-unmul-hingga-persoalan-antar-individu/baca </link>
<guid> aroma-panjat-sosial-dpm-km-unmul-hingga-persoalan-antar-individu </guid>
<pubDate> Tue, 06 Mar 2018 11:46:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Kartu Kuning untuk Presiden BEM KM Unmul 2018. (Sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aroma-panjat-sosial-dpm-km-unmul-hingga-persoalan-antar-individu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lkKxOTxBG4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aroma ‘Panjat Sosial’ DPM KM Unmul hingga Persoalan Antar Individu</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kecaman atas postingan <em>Instastory</em> DPM KM Unmul tampak pula dalam <em>Instastory</em> balasan Muhammad Miftahul Mubarok, Wakil Presiden BEM KM Unmul 2018. Ia membalas dengan gambar serupa namun menghapus tagar #EksekutifManja dengan sapuan garis tebal warna merah dan menyematkan tulisan, &ldquo;Tiati ces buat <em>statement</em> manjanya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Miftah mengurai peristiwa kartu kuning ini dari sudut pandangnya. Mulanya, kata dia, postingan akun DPM KM Unmul itu lebih dulu di posting di fitur <em>Story</em> WhatsApp dalam akun pribadi milik Dwi Luthfi, Ketua DPM KM Unmul. Bedanya, tak ada tagar di sana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya nggak tahu terjadi apa di antara mereka berdua di percakapan media sosial, sampai akhirnya keluar <em>statement</em> Luthfi jam setengah satu pagi gitu di <em>Story</em> WA,&rdquo; terang Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Belakangan diketahui, postingan tersebut ternyata bermuara dari tidak diundangnya DPM KM Unmul dalam Rapat Kerja (Raker) BEM KM Unmul tempo hari.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Rupa-Rupa Cacat Serangan DPM KM Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, kata Miftah, BEM KM Unmul tidak pernah ingin melupakan peran DPM KM Unmul sebagai pihak yang mengawasi kinerja mereka. Adapun, jadwal kerja yang telah mereka susun&mdash;karena tidak tahu DPM KM Unmul harus diundang&mdash;yakni Raker dulu, baru setelah itu hasilnya akan diserahkan ke DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang jadi permasalahan itu adanya TAP 01 bahwa DPM KM itu wajib datang saat Raker dan mengevaluasi kinerja BEM dan BEM harus melampirkan 5x24 jam draft Rakernya. Nah, itu yang tidak kami dapatkan dari DPM KM tahun ini. Karena pertama, mereka tidak ada sosialisasi, kedua, dokumen TAP itu juga nggak ada di sekre. Jadi kami nggak tahu,&rdquo; jabar Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Ketidaktahuan berujung tak mengundang itu rupanya makin kuat tatkla Rizaldo menanyakan kehadiran DPM KM Unmul dalam Raker BEM KM tahun lalu&mdash;yang ternyata juga absen dari batang hidung DPM KM Unmul. &ldquo;Maka waktu itu juga, tanpa bermaksud ngikutin tahun lalu ya, tapi dengan tidak ada sosialisasi dan TAP itu di sekre, jadilah kami tidak mengundang,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika Miftah meminta TAP tersebut untuk dikirimkan ke sekretariat BEM KM Unmul, yang ia dapati justru tagar #EksekutifManja. Hal ini ia sayangkan. Menurutnya, DPM KM Unmul harusnya menjalin komunikasi keorganisasian, baik dalam sosialisasi TAP maupun teguran. Lebih-lebih, ia dan Rizaldo menyebut diri sebagai &lsquo;orang baru&rsquo; yang mestinya mendapatkan pemberitahuan dari DPM KM Unmul mengenai hal-hal yang mungkin mereka tidak tahu.</p><p style="text-align: justify;">Sampai pada Senin (12/2) malam, saat wawancara dilakukan, BEM KM Unmul belum menyerahkan draft program kerjanya sampai surat resmi dari DPM KM Unmul datang dan baru saja diantar Luthfi petang hari itu. Surat itu terdiri dari surat pemberitahuan dan TAP. Disebutkan, selama 2x24 jam harus ada tindakan BEM KM Unmul. Jika lebih dari 2x24 jam tidak ada respons maka akan diberi sanksi.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, BEM KM Unmul diakui Miftah tetap salah. Lebih jauh, ia melihat peristiwa ini bukan permasalahan lembaga, tapi sentimen antar pribadi. &ldquo;DPM KM tidak cari sensasi, tapi personal, iya,&rdquo; tandasnya. (<strong><em>aml/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tetua BEM KM Unmul Sikapi Kartu Kuning DPM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tetua-bem-km-unmul-sikapi-kartu-kuning-dpm-km-unmul/baca </link>
<guid> tetua-bem-km-unmul-sikapi-kartu-kuning-dpm-km-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 06 Mar 2018 11:56:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Kartu Kuning. (Sumber ilustrasi: kantorberitapemilu.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tetua-bem-km-unmul-sikapi-kartu-kuning-dpm-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T1U40aMWs3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tetua BEM KM Unmul Sikapi Kartu Kuning DPM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; &rdquo;Kartu Kuning&rdquo; ala DPM KM Unmul rupanya tidak hanya menyentil BEM KM 2018 tapi juga para alumninya. Salah satu yang ketika itu turut memberikan reaksi adalah Bhakti Zuar, Wakil Presiden BEM KM Unmul 2017. Pada hari yang sama, Bhakti terlihat memosting ulang <em>Instastory&nbsp;</em>DPM KM Unmul tersebut dalam akun <em>Instagram&nbsp;</em>pribadinya. Dalam <em>Instastory</em>nya, Bhakti menambahkan tulisan &ldquo;<em>Goks, menurut gw @dpmkmunmul salah satu lembaga yang santun, mau ngasih kartu kuning aja harus buat pemberitahuan macam ini</em>&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Rabu (14/02), Bhakti menganggap peristiwa kartu kuning ini unik. Mahasiswa Teknik itu merasa perlu memosting ulang <em>Instastory&nbsp;</em>tersebut kendati tak mendapatkan balasan apa pun dari DPM KM Unmul. Sebaliknya, para pengikutnya di Instagram justru banyak yang mempertanyakan ada apa sebenarnya di balik balas-balasan <em>Instastory</em> ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekelas DPM KM mau ngasih kartu kuning ke Presiden BEM KM Unmul. Ada apa nih?. DPM zaman saya kan udah banyak kritikan, mungkin harus lebih <em>ego public</em>, mungkin transparansi soal KM Unmul kah,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Bhakti mengatakan kartu kuning dari DPM KM Unmul adalah sebuah usaha untuk menggiring opini publik sebelum mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi di antara dua organisasi ini. Terkait BEM KM Unmul disebut Eksekutif Manja, Bhakti menpertanyakan apa dasar dari argumen tersebut dan ia mengaku sedang menunggu informasi terkait masalah yang terjadi di keduanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam kejadian ini Bhakti berfokus pada pola komunikasi antara DPM KM Unmul dan BEM KM Unmul. Apakah sudah ada koordinasi secara administratif di balik tegur menegur lewat <em>Instastory&nbsp;</em>yang cukup menghebohkan media sosial beberapa waktu lalu<em>.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa saja mereka (DPM KM Unmul) pasang <em>Snapgram</em> tapi sudah mengajukan surat resmi kepada BEM KM,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Muhammad Teguh Satria Presiden BEM KM Unmul 2016 ikut angkat bicara. Walau sudah tak berkecimpung di dunia politik kampus, Teguh mengaku tahu perkara kartu kuning tersebut. Menurutnya, kejadian ini adalah wajar karena seharusnya dinamika legislatif dan eksekutif memang seperti itu. Berbeda dengan Bhakti yang langsung bereaksi dengan memosting ulang <em>Instastory</em> DPM KM Unmul, Teguh memilih tidak merespons apa-apa. Ia merasa bahwa menegur lewat <em>Instagram</em> adalah konfrontatif dan cukup mengejutkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga ini awal yang baik untuk proses <em>check and balances</em> roda eksekutif-legislatif mahasiswa Unmul ke depan,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, menyebut BEM KM Unmul sebagai Eksekutif Manja, menurut Teguh adalah subjektif karena belum ada klarifikasi maupun rasionalisasi duduk permasalahan. Menurutnya, sifat DPM KM Unmul yang seperti ini adalah tantangan bagi BEM KM Unmul untuk menjawab tudingan dan justifikasi dengan kinerja efektif. Teguh sangat mendukung keduanya untuk melakukan gebrakan-gebrakan baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pikir BEM dan DPM sudah <em>start</em> dengan baik sejauh ini,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>rrd/aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanggapan terhadap Rapat Paripurna DPM KM Unmul 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapan-terhadap-rapat-paripurna-dpm-km-unmul-2018/baca </link>
<guid> tanggapan-terhadap-rapat-paripurna-dpm-km-unmul-2018 </guid>
<pubDate> Tue, 06 Mar 2018 12:01:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat tanggapan terhadap Rapat Paripurna DPM KM Unmul 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapan-terhadap-rapat-paripurna-dpm-km-unmul-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I0kHYcgDPr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tanggapan terhadap Rapat Paripurna DPM KM Unmul 2018</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p><p style="text-align: justify;">Tulisan ini merupan respon dari hasil sidang Paripurna DPM KM Unmul 2018 ke-VIII yang dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Februari 2018. Tulisan ini dibuat dengan tujuan memperjelas fakta yang terdapat di lapangan, sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara DPM KM dengan BEM KM Unmul 2018.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>DUDUK &nbsp;PERMASALAHAN</strong></p><ol><li style="text-align: justify;">Bahwa pada tanggal 10 Februari 2018 BEM KM Unmul Kabinet Kita Mulawarman mengadakan kegiatan Rapat Kerja yang dilaksanakan di ruang Aula Serbaguna Rektorat lantai 4 Unmul dalam rangka memaparkan program kerja selama satu tahun kepengurusan.</li><li style="text-align: justify;">Bahwa dalam Rapat Kerja tersebut dihadiri oleh undangan yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni selaku pembuka acara dan sekaligus melantik Badan Pengurus Harian BEM KM Unmul 2018.</li><li style="text-align: justify;">Bahwa pada pukul 14:16 WITA salah satu BPH BEM KM membagikan gambar <em>screenshot</em> dari Instagram bertuliskan, &ldquo;Menuju Kartu Kuning untuk Presiden BEM KM UNMUL 2018&rdquo; beserta tagar dengan tulisan, &ldquo;#EKSEKUTIFMANJA&rdquo; dan men-<em>tag</em> beberapa akun Instagram DPM Fakultas yakni DPM FISIP, DPM FPIK, DPM FKTI, DPM FIB, DPM FK, DPM FKM, DPM FEB, DPM FKIP, DPM Faperta, DPM Famul, dan DPM FT, juga men-<em>tag</em> akun Instagram BEM KM Unmul.</li><li style="text-align: justify;">Bahwa setelah dikonfirmasi langsung kepada Ketua DPM KM yakni Sdr. Dwi Luthfi, munculnya postingan tersebut dilatarbelakangi karena tidak diundangnya badan legislatif mahasiswa yakni DPM KM Unmul dalam Rapat Kerja tersebut.</li><li style="text-align: justify;">Bahwa dengan tidak diundangnya DPM KM Unmul dalam agenda Rapat Kerja tersebut, telah melanggar TAP DPM KM Nomor 01 Tahun 2016 tentang Prosedur Hubungan Kerja Dewan Perwakilan Mahasiswa Dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman. BAB II tentang Pelaporan Program Kerja Pasal 3 huruf d. Tidak hanya itu, tetapi melanggar pula huruf b dan c Pasal 33 tersebut. Karena Draft Rapat Kerja tidak diserahkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam TAP itu.</li><li style="text-align: justify;">Bahwa terhadap pernyataan DPM KM tersebut, BEM KM menyatakan bahwa sama sekali tidak mengetahui perihal adanya TAP DPM KM yang mengatur tentang adanya prosedur hubungan kerja antara BEM KM dengan DPM KM.</li><li style="text-align: justify;">Bahwa pengurus BEM KM 2018 telah bertanya kepada pengurus BEM KM 2017 terkait undangan kepada DPM KM dalam agenda Rapat Kerja BEM KM Unmul. Pengurus tahun 2017 mengaku juga tidak mengundang DPM KM dalam agenda Rapat Kerja di periode 2017 dan tidak mengetahui adanya TAP yang mengatur prosedur hubungan kerja antara BEM KM dengan DPM KM.</li><li style="text-align: justify;">Bahwa pada tanggal 12 Februari 2018, DPM KM Unmul mengirimkan surat pemberitahuan hasil sidang Paripurna ke-VIII yang pada intinya memuat beberapa poin pernyataan yakni:</li><li style="text-align: justify;">Tidak mengakui pengesahan program Kerja BEM KM Unmul sebelum adanya keterlibatan anggota DPM KM Unmul dalam pembahasan terlebih dahulu.</li><li style="text-align: justify;">Memberikan batas waktu selama 2x24 jam yakni selambat-lambatnya pada Selasa, 13 Februari 2018 untuk memberikan tanggapan.</li><li style="text-align: justify;">Jika dalam batas waktu yang sudah ditentukan tidak kunjung memberikan tanggapan, maka DPM KM Unmul akan kembali bersidang untuk memberikan sanksi.</li><li style="text-align: justify;">Bahwa berdasarkan surat pemberitahuan dari DPM KM tersebut, telah direspon oleh BEM KM Unmul 2018 yang pada intinya akan segera mengadakan kunjungan kepada DPM KM dengan waktu yang akan diinformasikan secepat-cepatnya.<br><br></li></ol><p style="text-align: justify;"><strong>PERMASALAHAN HUKUM</strong></p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan duduk permasalahan di atas, ada beberapa permasalahan hukum yang timbul:</p><ol><li style="text-align: justify;">Ketidaktahuan pengurus BEM KM terhadap TAP Nomor 01 tahun 2016 dapat berakibat dijatuhkannya sanksi kepada BEM KM Unmul 2018.</li><li style="text-align: justify;">TAP Nomor 01 tahun 2016 dapat diduga tidak diinformasikan secara semestinya oleh DPM KM kepada BEM KM periode 2016 setelah disahkan, yang mengakibatkan ketidaktahuan pengurus BEM KM setelah periode 2016.</li><li style="text-align: justify;">DPM diduga bertindak tidak professional dengan membuat postingan yang mengakibatkan persepsi miring terhadap kepengurusan BEM KM Unmul 2018.<br><br></li></ol><p style="text-align: justify;"><strong>DASAR HUKUM YANG DIGUNAKAN</strong></p><p style="text-align: justify;">TAP DPM KM Nomor 01 Tahun 2016 Tentang Prosedur Hubungan Kerja Dewan Perwakilan Mahasiswa Dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SUMBER INFORMASI LAIN YANG DIGUNAKAN</strong></p><ol><li style="text-align: justify;">Keterangan Sdr. Norman Iswahyudi Presiden BEM KM Unmul 2017</li><li style="text-align: justify;">Keterangan Sdr. Hamzah Nasir Sekretaris Kabinet BEM KM Unmul 2017<br><br></li></ol><p style="text-align: justify;"><strong>ANALISIS HUKUM TERKAIT PERMASALAHAN</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahwa melihat dari permasalahan yang timbul karena dugaan kelalaian dalam hal administrasi kerja BEM KM Unmul 2018, maka perlu kemudian melokalisir masalah dan memfokuskan analisis dengan sudut pandang administrasi. Alat bukti berupa surat, dan peraturan terkait, merupakan alat bukti yang menjadi rujukan utama dalam mencari kebenaran dan keadilan serta solusi pada permasalahan ini.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>KETIDAKTAHUAN BEM KM 2018 TERHADAP TAP DPM KM NOMOR &nbsp;01 TAHUN 2016</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam negara hukum, dikenal adanya istilah <em>fictie&nbsp;</em>hukum. Yakni, semua orang dianggap tahu terhadap peraturan yang telah diundangkan dalam lembaran negara. Jadi, seseorang tidak diperkenankan untuk mengelak ketika melanggar hukum dengan mengatakan, &ldquo;saya tidak tahu ada peraturan itu&rdquo; jika suatu peraturan sudah diundangkan dalam lembaran negara. Adanya <em>fictie</em> hukum membuat semua warga negara tunduk terhadap aturan apapun meskipun di luar sepengetahuannya. Mungkin <em>fictie</em> hukum inilah yang dianggap oleh DPM KM Unmul sebagai asas yang telah dilanggar BEM KM Unmul ketika tidak mengundang DPM KM Unmul dalam Rapat Kerja yang dilaksanakan pada 10 Februari 2018 lalu. Jika kita lihat TAP DPM KM Nomor 01 Tahun 2016 yang mengatur hubungan kerja antara DPM KM Unmul dengan BEM KM Unmul pada BAB II tentang Pelaporan Program Kerja Pasal 3 dengan bunyi sebagai berikut:</p><ol><li style="text-align: justify;">Program kerja dibahas dalam Rapat Kerja BEM KM Unmul</li><li style="text-align: justify;">Draft Program Kerja BEM KM Unmul diserahkan kepada DPM KM Unmul selambat-lambatnya 5x24 jam sebelum Rapat Kerja dilaksanakan.</li><li style="text-align: justify;">Draft program kerja yang diserahkan kepada DPM KM Unmul berupa <em>softfile</em> dan <em>hardfile.</em></li><li style="text-align: justify;">BEM KM Unmul mengundang DPM KM Unmul dalam Rapat Kerja pembahasan program kerja selama 1 periode kepengurusan.</li></ol><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul dalam melaksanakan Rapat Kerja dengan tidak mengundang DPM KM Unmul maka dianggap (oleh DPM KM) telah melanggar pasal 3 huruf d TAP DPM KM Nomor 02 Tahun 2016 di atas. Selain itu, dengan ketidaktahuan akan adanya TAP DPM KM ini, maka ketentuan sebagaimana disebutkan dalam huruf b dan c juga tidak diserahkan sebagaimana mestinya.</p><p style="text-align: justify;">Jika memang terbukti bahwa kelalaian ini, adalah suatu kelalaian yang kemudian terbukti serta dapat dipertanggungjawabkan oleh BEM KM Unmul, maka sanksi yang didapat sesuai dengan bunyi pasal 11 TAP DPM KM Nomor 01 Tahun 2016 adalah berupa surat peringatan.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>TAP NOMOR 1 TAHUN 2016 TIDAK DIINFORMASIKAN DENGAN SEMESTINYA</strong></p><p style="text-align: justify;">TAP DPM KM Nomor 01 Tahun 2016 disahkan pada tanggal 1 Maret 2016. Yang artinya bahwa sejak tanggal tersebut sampai dengan hari ini, ada tiga periode kepengurusan kabinet BEM KM Unmul yang seharusnya mengetahui akan adanya TAP DPM KM Nomor 01 Tahun 2016 tersebut, yakni Kabinet Eksperia periode 2016, Kabinet Gelora 2017, dan Kabinet Kita Mulawarman 2018. Setelah mengulik keterangan para pengurus tahun 2017 yakni Sdr. Norman dan Sdr. Hamzah Nasir, keduanya menyatakan bahwa dalam Rapat Kerja periode 2017, tidak mengundang DPM KM. Sdr. Norman selaku Presiden BEM KM Unmul 2017 pun yang ditemui pada 13 Februari 2018 pukul 17:00 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyatakan bahwa tidak mengetahui perihal adanya TAP DPM KM yang mengatur prosedur hubungan kerja antar DPM KM dengan BEM KM. Sudah ada dua periode kepengurusan yang kemudian tidak mengetahui dalam perjalanan kabinetnya, yakni periode kepengurusan 2017 dan 2018. Kami menduga bahwa TAP DPM KM Nomo 01 Tahun 2016 ini, tidak diinformasikan pula dengan semestinya kepada pengurus BEM KM di tahun 2016.</p><p style="text-align: justify;">Jikalau memang diinformasikan kepada pengurus tahun 2016, paling tidak di tahun 2017 ada yang mengingatkan untuk mengundang DPM KM dalam agenda Rapat Kerja. Kenyataannya pengurus tahun 2017 juga tidak mengundang DPM KM. Kerena notebenenya, BPH di tahun 2016 ada yang kembali menjadi BPH di tahun 2017. Jikalau memang <em>urgent</em> apalagi terkait peraturan yang dibuat oleh lembaga tertinggi di kampus Unmul, tidak mungkin luput dari perhatian mantan BPH BEM KM 2016, yang menjadi BPH BEM KM kembali di tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">Dugaan kami ini akan terbukti benar, jikalau DPM KM tidak mampu memberikan data arsip surat keluar perihal pemberitahuan karena telah disahkannya TAP DPM KM Nomor 01 Tahun 2016 kepada BEM KM periode 2016. Dalam kelembagaan, pastilah hal <em>urgent</em> seperti pemberitahuan adanya produk hukum baru, disampaikan secara bersurat kepada lembaga terkait, apalagi yang menjadi subjek hukum dalam TAP DPM KM tersebut.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>TIDAK PROFESSIONALNYA DPM KM UNMUL</strong></p><p style="text-align: justify;">Postingan yang dibuat oleh DPM KM tertanggal 10 Februari 2018, cukup membuat pengurus BEM KM mengernyitkan alis. Hal ini sangatlah tidak professional dilakukan oleh sebuah lembaga tertinggi organisasi kampus.</p><p style="text-align: justify;">Dalam TAP Nomor 01 Tahun 2016 dapat kita amati secara seksama jika sanksi yang dijatuhkan kepada BEM KM telah jelas prosedurnya. Sanksi yang diterapkan dijatuhkan berupa sanksi yang sifatnya administratif bukan sifatnya lewat media informasi kreatif apalagi sampai membuat presepsi miring bagi yang melihatnya. Penanggung jawab media sosial DPM KM menunjukkan sikap yang tidak professional dengan diunggahnya postingan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">DPM telah melakukan kesalahan fatal, yakni menindak dugaan pelanggaran dengan memposting sesuatu yang sifatnya dapat mencemarkan nama baik Presiden BEM KM Unmul 2018 serta seluruh pengurus BEM KM Unmul 2018, padahal ada aturan yang telah mengatur mekanisme penindakan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan BEM KM Unmul. Dapat pula kita tarik kesimpulan, sedari awal DPM KM tidak berniat untuk menjalankan aturan dengan semestinya, tetapi hanya memanfaatkan momentum semata karena sedang heboh-hebohnya <em>Freeze Mob</em> kartu kuning di kalangan Mahasiswa Indonesia.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>PERMINTAAN BEM KM UNMUL</strong></p><p style="text-align: justify;">Meminta DPM KM harus membuktikan bahwa TAP DPM KM Nomor 01 Tahun 2016 telah diinformasikan kepada publik, dalam hal ini BEM KM Unmul periode 2016 dengan memperlihatkan bukti surat keluar perihal pemberitahuan telah disahkannya DPM KM Nomor 01 Tahun 2016.</p><ol><li style="text-align: justify;">Meminta DPM KM &nbsp;Unmul untuk meminta maaf di semua media sosial BEM KM atas postingan yang telah dibuat tanggal 10 Februari 2018 yang sifatnya dapat mencemarkan nama baik Presiden BEM KM Unmul 2018.</li><li style="text-align: justify;">Meminta DPM KM mengirimkan surat permohonan maaf kepada BEM KM Unmul secara kelembagaan terhadap peraturan yang tidak professional di media sosial. Sekaligus surat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi perbuatan untuk yang keduakalinya.</li><li style="text-align: justify;">Meminta DPM KM agar memberikan sanksi kepada penanggung jawab media sosial DPM KM Unmul sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di lingkup DPM KM Unmul.</li></ol>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhir Seteru Kartu Kuning DPM KM versus BEM KM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhir-seteru-kartu-kuning-dpm-km-versus-bem-km/baca </link>
<guid> akhir-seteru-kartu-kuning-dpm-km-versus-bem-km </guid>
<pubDate> Tue, 06 Mar 2018 12:07:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua DPM KM Unmul bersama Wakil Presiden BEM KM Unmul. (Sumber: Instagram DPM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhir-seteru-kartu-kuning-dpm-km-versus-bem-km/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x8JS3F1QkV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhir Seteru Kartu Kuning DPM KM versus BEM KM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Melalui akun Instagram resminya, DPM KM Unmul mengumumkan kunjungan BEM KM Unmul ke sekretariat mereka pada Jumat, 16 Februari. Dalam unggahan itu disebutkan, agenda yang dibahas ialah koordinasi dan pembahasan mengenai bahan pertimbangan yang diajukan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, poin-poin yang diajukan BEM KM Unmul tersebut selanjutnya akan dirapatkan kembali di jajaran DPM KM Unmul. Poin-poin tersebut juga ikut diunggah bersama surat pemberitahuan dari DPM KM Unmul dan surat masuk dari BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapan-terhadap-rapat-paripurna-dpm-km-unmul-2018/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapan-terhadap-rapat-paripurna-dpm-km-unmul-2018/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan tersebut, Wakil Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Miftahul Mubarok juga menyerahkan draft Program Kerja BEM KM Unmul kepada Ketua DPM KM Unmul Dwi Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selama pertemuan, baik kedua belah pihak sangat intens dan bertukar pandangan mengenai situasi saat ini. Komunikasi lembaga ke depan akan dilancarkan serta beberapa catatan evaluasi khususnya antar kedua lembaga tinggi yang akan segera dibenahi bersama, hingga ke depan jalannya roda pemerintahan dapat sinergis bermanfaat,&quot; tulis postingan yang diunggah pada Senin, 19 Februari itu. <strong><em>(aml/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Tolak UU MD 3, Presiden BEM FISIP Kena Tembak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-uu-md-3-presiden-bem-fisip-kena-tembak/baca </link>
<guid> aksi-tolak-uu-md-3-presiden-bem-fisip-kena-tembak </guid>
<pubDate> Wed, 07 Mar 2018 12:24:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden BEM FISIP Unmul Andi Muhammad Akbar terkena luka tembak. (Sumber: GMNI Komisariat FISIP Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-uu-md-3-presiden-bem-fisip-kena-tembak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fuUY6oBNfA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Tolak UU MD 3, Presiden BEM FISIP Kena Tembak</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA &ndash;</span></strong><span>&nbsp;Lengan kanan Presiden BEM FISIP Unmul Andi Muhammad Akbar bolong. Nahas, kemarin, Selasa, 5 Maret ia bersama tiga orang massa aksi yang lain menerima tindakan represif dari aparat berupa tembakan peluru karet yang dimuntahkan tanpa tedeng aling-aling.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika itu, pukul 10.00 Wita, Akbar dan mereka yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Demokrasi (GMPD) tengah melakukan aksi lanjutan &lsquo;Tolak UU MD 3&rsquo; di muka Kantor DPRD Provinsi Kaltim bersama sejumlah tuntutan. Di antaranya, menuntut pasal 73 agar dikembalikan menjadi versi sebelum revisi, penghapusan pasal 224, 245, dan butir k dalam pasal 122, serta mendesak DPRD Provinsi Kaltim untuk menolak UU MD 3 dan presiden tegas dalam melakukan revisi terbatas terhadap pasal-pasal sebagaimana tuntutan pertama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi tersebut semula berjalan damai, namun pada pukul 13.45 kondisi tiba-tiba berubah ricuh. Semuanya diduga bermula ketika tiga massa aksi ditarik paksa oleh aparat kepolisian menjauh dan keluar dari barisan lalu diamankan di pos jaga pintu masuk kantor DPRD. Akbar, ketika itu bermaksud hendak menjemput mereka. Namun, belum sampai langkahnya di depan pos, peluru karet lebih dulu bersarang di lengannya dan meninggalkan bekas memar di bagian kulit bekas tembakan. Represifitas yang kian menjadi-jadi, membuat suasana makin tidak kondusif. Massa lalu membubarkan diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Peluru itu dibeli dari pajak rakyat,&rdquo; tulis akun bernama Pasaribu Idris dalam kolom komentar unggahan kronologi penembakan yang di posting oleh akun GMNI Komisariat FISIP Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malamnya, sekira pukul 21.00 Wita, GMPD melaporkan perkara ini ke Polresta Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi tak lantas padam meski warna memar masih belum juga redam. Senin, 12 Maret mendatang, GMPD rencananya akan kembali menggelar aksi di tempat yang sama. Tuntutan bertambah satu, yakni mengecam tindakan represifitas aparat kepada masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;UU MD 3 ini justru mencacatkan kemajuan bangsa dan demokrasi itu mengalami kemunduran,&rdquo; bunyi kalimat seruan aksi lanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Musllan, Ketua Himpunan Mahasiswa Pembangunan Sosial FISIP, yang juga salah satu massa aksi membenarkan kabar tersebut. Bersama pihaknya, ia mengecam tindakan represi aparat yang dinilainya sudah lari dari fungsi yang semestinya. <br><br>&quot;Kami tidak takut dan tidak akan pernah takut dengan siapa pun, karena gerakan kami adalah gerakan yang memang memperjuangkan rakyat dan sistem demokrasi kita. Kami akan melanjutkan gerakan ini dengan yang lebih besar lagi untuk menuntut keadilan dan hak-hak demokrasi yang seluas-luasnya,&quot; tukasnya.<br><br>1945, kata Musllan, <em>founding father</em> Indonesia telah melalui perdebatan panjang untuk menentukan ke mana arah bangsa Indonesia. Apakah demokrasi, kerajaan, atau feodalisme, dan semunya bersepakat demokrasi. Namun, 20 tahun reformasi, sistem demokrasi justru kian dikebiri.<em><strong>&nbsp;(</strong></em></span><em><strong><span>aml/adl</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengimani Pedoman Etika Sivitas Akademika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengimani-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca </link>
<guid> mengimani-pedoman-etika-sivitas-akademika </guid>
<pubDate> Thu, 08 Mar 2018 11:48:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pedoman Etika Sivitas Akademika dan Tenaga Kependidikan Universitas Mulawarman. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengimani-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eKovYGkEQ7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengimani Pedoman Etika Sivitas Akademika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Rektor Masjaya merasa perlu mengatur etika civitas academica Unmul yang mana keinginan itu telah diejawantahkan dalam wujud &apos;PEDOMAN ETIKA SIVITAS AKADEMIKA DAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN&apos; dan telah disahkan sejak 27 Desember 2017 lalu.</p><p style="text-align: justify;">(Bit.ly/PedomanEtikaSivitas)</p><p style="text-align: justify;">Lembaga, menurut pedoman, hanya dapat dibangun manakala semua komponen civitas academica juga memiliki karakter dan etika yang baik dalam penyelenggaraan proses pendidikan. Pemikiran tersebut yang kemudian melandasi pengerjaan Pedoman Etika Sivitas Akademika.</p><p style="text-align: justify;">Terdiri dari 36 halaman, pedoman dengan 9 BAB dan 32 pasal itu memuat etika dosen, pegawai, dan mahasiswa mengenai kehidupan akademik, perilaku, hingga pergaulan termasuk pelanggaran dan sanksi yang diklasifikasi menjadi kategori ringan, berat, dan sangat berat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahwa untuk melaksanakan tugas dan kegiatan akademik dibidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maka sivitas akademika dan tenaga kependidikan sebagai insan akademik, memiliki kewajiban dan dibatasi oleh larangan, disamping wajib memiliki integritas, dedikasi dan rasa tanggungjawab kepada almamater dan masyarakat akademik,&quot; bunyi salah satu tujuan pedoman.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk etika mahasiswa, diatur dalam Pasal 10 Etika Akademik, yakni:</p><p style="text-align: justify;">1. Menyadari dengan sepenuh hati bahwa dalam menjalankan hak dan kewajibannya, mahasiswa bertanggungjawab kepada diri sendiri, orangtua, masyarakat, pendidik, almamater, dan juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.<br>2. Menyadari dengan sepenuh hati bahwa mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan bangsa.<br>3. Melakukan hak dan kewajiban akademik maupun non-akademik dengan ikhlas, penuh semangat dan tanggung jawab.<br>4. Menaati dan menghormati semua peraturan yang ditetapkan oleh universitas, fakultas, dan unit-unit di bawahnya.<br>5. Mengerahkan semua kemampuannya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang ilmu yang ditekuninya.<br>6. Menjunjung tinggi kejujuran dan kehormatan dirinya dengan tidak melakukan perbuatan yang tercela seperti menyontek, melakukan plagiat, memalsu tanda tangan, mengubah nilai.<br>7. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berbicara maupun menulis dalam setiap kegiatan akademik maupun non-akademik.<br>8. Menampilkan sikap dan perilaku ilmiah, rasional dan santun dalam menyampaikan pandangan dan pendapat pada waktu perkuliahan, seminar dan kegiatan akademik lainnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Lalu, Pasal 11 Etika Berperilaku, antara lain:</p><p style="text-align: justify;">1. Berpikir dan berperilaku yang lurus, bersih, teliti, cermat, kreatif, inovatif, dan idealis berlandaskan kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.<br>2. Memiliki integritas kepribadian yang baik dan simpatik sesuai dengan kedudukannya sebagai mahasiswa.<br>3. Berpenampilan yang baik sesuai dengan kaidah-kaidah kesopanan dan kepatutan sebagai seorang mahasiswa.<br>4. Berbusana yang baik, bersih, sopan, dan pantas sesuai dengan norma umum, dan ketentuan yang diatur oleh universitas atau fakultas.<br>5. Berperilaku adil, demokratis, dan objektif, serta menghargai perbedaan dan tidak diskriminatif.<br>6. Mempunyai sikap yang tegas dan berani yang didasari oleh nilai-nilai agama, ilmu pengetahuan, dan norma-norma luhur yang berlaku.<br>7. Bersikap kritis, rasional, ilmiah dan profesional dalam menerima pengetahuan baru dan bersifat terbuka terhadap perubahan.<br>8. Dapat bekerjasama dengan sesama mahasiswa, pegawai dan dosen serta dengan mahasiswa dari universitas lain dan masyarakat umum.<br>9. Bersikap dewasa dalam berpikir dan bertindak dengan mempertimbangkan kemaslahatan bagi dirinya dan lingkungannya.<br>10. Menghargai waktu, kesehatan dan keselamatan serta lingkungannya.<br><br></p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Pasal 12 Etika Pergaulan, di antaranya:</p><p style="text-align: justify;">1. Saling menghormati dan menghargai sesama mahasiswa.<br>2. Mahasiswa senior wajib membimbing dan memberi contoh bagi mahasiswa yang lebih junior.<br>3. Saling membantu sesama mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.<br>4. Bersikap jujur dan saling mempercayai dalam bekerja sama dengan sesama mahasiswa.<br>5. Berperilaku dan berbicara yang ramah, sopan, dan santun terhadap dosen dan pegawai serta dalam bergaul dengan sesama mahasiswa dan masyarakat umum.<br>6. Bersikap terbuka dan lapang dada terhadap pertanyaan, saran, pendapat, dan kritik dari civitas academica.<br>7. Memiliki empati, tenggang rasa dan jiwa sosial terhadap sesama mahasiswa.<br>8. Bersikap membantu, santun dan ramah terhadap tamu universitas atau fakultas.<br>9. Bersikap dan berperilaku yang baik dalam berhubungan dan bekerja sama dengan masyarakat atau institusi di luar universitas baik pada tingkat daerah, nasional, maupun internasional.<br>10. Menjaga nilai-nilai moral yang luhur dalam berkreasi dan berinovasi baik dalam bentuk ekspresi ilmiah, inovasi teknologi, wirausaha maupun seni budaya.<br>11. Menjaga nilai-nilai moral yang luhur dalam mengajukan pendapat, berargumentasi, dan dalam membela hak-hak orang lain.<br>12. Bersikap sabar, dewasa, dan intelek dalam menghadapi kritikan, ejekan, cemoohan atau hinaan dari pihak-pihak lain.<br>13. Bersikap aktif, ulet dan kreatif di dalam menjalankan organisasi atau kegiatan ekstrakurikuler di dalam maupun di luar kampus.<br>14. Menjaga nilai-nilai moral yang luhur dalam memperjuangkan keadilan, perdamaian, persamaan hak, persatuan bangsa, hak asasi manusia, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pelanggaran Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pasal 20: Pelanggaran Ringan</strong></p><p style="text-align: justify;">1. Meninggalkan tugas kewajibannya sebagai mahasiswa tanpa izin atau terlambat hadir pada suatu kegiatan akademik tanpa alasan yang dibenarkan.<br>2. Memakai kaos oblong, sendal, berambut tidak rapi dan pakaian yang tidak pantas di dalam kampus.<br>3. Memakai riasan wajah (<em>make up</em>) dan perhiasan yang berlebihan bagi mahasiswi ke dalam kampus.<br>4. Makan, minum, dan bersenda gurau di dalam ruang kuliah atau laboratorium pada saat proses pembelajaran berlangsung.<br>5. Memakai topi dan kacamata gelap tanpa sebab yang dibenarkan di dalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung atau pertemuan formal lainnya.<br>6. Menggunakan <em>handphone</em> pada saat proses pembelajaran berlangsung.<br>7. Mengaktifkan dan menggunakan laptop yang tidak berkaitan dengan proses pembelajaran berlangsung.<br>8. Membaca buku, majalah, surat kabar atau bacaan lainnya di dalam rapat atau pertemuan formal.<br>9. Becakap-cakap atau bersenda gurau yang mengganggu proses pembelajaran atau pertemuan formal.<br>10. Menjalankan kendaraan di dalam kampus di atas 30 km/jam, membunyikan klakson yang berlebihan, serta memarkir kendaraan pada tempat yang tidak dibenarkan sehingga mengganggu atau membahayakan pengguna jalan lain.<br>11. Usul terkait penggunaan <em>handphone/smartphone</em> di dalam kelas.</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Pasal 21: Pelanggaran Berat</strong></p><p style="text-align: justify;">1. Menentang, melawan dan berlaku tidak sopan terhadap dosen dan Tenaga Kependidikan.<br>2. Membeli atau mengubah nilai hasil ujian.<br>3. Mencontek atau bekerja sama dalam kuis/ujian.<br>4. Melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap sesama mahasiswa atau orang lain.<br>5. Melontarkan kata-kata jorok, kasar, ejekan, cemoohan, hinaan, teriakan dan kata-kata sejenisnya yang bernada merendahkan kehormatan dan martabat, baik secara lisan maupun tulisan terhadap orang lain.<br>6. Memfitnah, menghasut atau menggunjing sesama mahasiswa atau terhadap orang lain.<br>7. Melakukan intimidasi dan ancaman balk lisan maupun tulisan terhadap sesama mahasiswa atau orang lain.<br>8. Mengakses, menyimpan, membawa, menonton, dan membaca hal-hal yang berindikasi pornografi.<br>9. Memakai busana yang tidak sopan, tidak rapi, dan yang melanggar etika sosial, moral dan kepribadian.<br>10. Membawa, menyebarluaskan, dan menggunakan obat terlarang dan minuman keras. (sama dengan pasal 23 ayat 7 sehingga perlu diputuskan akan masuk kategori berat atau sangat berat)<br>11. Melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang mengganggu kegiatan akademik dan ketentraman kampus.<br>12. Mencabut, menebang pohon dan merusak taman serta membuang sampah sembarangan di lingkungan kampus.<br>13. Melakukan demonstrasi di dalam kampus tanpa izin pimpinan fakultas atau universitas.<br>14. Menjadikan gedung pusat kegiatan mahasiswa sebagai tempat tinggal untuk menginap tanpa alasan yang dibenarkan.</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Pasal 22: Pelanggaran Sangat Berat</strong></p><p style="text-align: justify;">1. Melakukan perbuatan asusila dan kriminal di dalam kampus atau di luar kampus.<br>2. Menghina dan menghujat sesama mahasiswa, dosen, pimpinan universitas, pimpinan fakultas, Tenaga Kependidikan, dan orang lain.<br>3. Membeli dan mengubah nilai, memperjualbelikan skripsi, tesis atau disertasi.<br>4. Melakukan pelecehan seksual dan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap sesama mahasiswa atau orang lain.<br>5. Melakukan dan menyebarluaskan hal-hal yang bersifat pornografi.<br>6. Membawa senjata api, senjata tajam, dan benda lainnya yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.<br>7. Membawa, menyebarluaskan, dan menggunakan obat terlarang dan minuman keras.<br>8. Melakukan konspirasi dengan sesama sivitas akademika atau pihak lain yang mengandung unsur kolusi, korupsi dan nepotisme.<br>9. Melakukan kerja sama dengan sesama sivitas akademika atau pihak lain dalam tindak kejahatan, provokasi untuk menimbulkan kekacauan di dalam atau di luar kampus, dan kegiatan makar yang membahayakan keselamatan negara.<br>10. Menggunakan fasilitas fakultas, universitas atau lembaga untuk kepentingan pribadi atau dengan bekerja sama dengan orang lain untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok atau untuk melakukan makar.<br>11. Melakukan demonstrasi di dalam kampus yang bersifat anarkis, menghujat, mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas universitas dan orang lain.<br>12. Menyebarluaskan informasi yang bersifat rahasia profesi dan institusi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, sanksi, diatur dalam Pasal 24 yang terbagi menjadi ringan, berat, dan sangat berat. Sanksi ringan berlaku bagi seluruh civitas academica yang melanggar pedoman berupa: (a) teguran lisan dan atau tertulis, (b) pernyataan permintaan maaf secara lisan dan atau tertulis, dan (c) dikeluarkan dari ruang rapat, ruang kuliah atau ruang pertemuan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, sanksi berat bagi mahasiswa yaitu: (a) larangan untuk mengikuti kuliah, ujian atau kegiatan akademik lain dari mata kuliah tertentu selama satu semester, (b) larangan untuk mengikuti semua kegiatan akademik selama satu semester.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, sanksi sangat berat bagi mahasiswa dapat berupa: (a) dilarang mengikuti semua keglatan akademik selama satu tahun (dua semester) atau diberhentikan sebagai mahasiswa, (b) mengganti kerugian kepada pihak yang dirugikan, (c) dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Diakui, civitas academica Unmul belum banyak mengetahui keberadaan pedoman ini. Kendati telah disusun berdasarkan 18 butir aturan skala nasional.</p><p style="text-align: justify;">Risa Rismawanti, mahasiswi Pembangunan Sosial mengaku setuju meski mulanya mengaku tak tahu ada pedoman semacam ini di Unmul. Menurutnya, sekarang Unmul sudah memiliki pedoman sangat jelas untuk civitas academica.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Peraturannya relevan dan banyak pelanggaran yang tertera dalam peraturan tersebut sering kita rasakan sebagai mahasiswa. Misalnya, dosen yang mempersulit tugas akhir atau bimbingan, sering mengubah jam kuliah, maupun petugas akademik yang mempersulit mahasiswa dalam urusan akademik. Itu hanya contoh beberapa hal yg sering kita rasakan sebagai mahasiswa,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Risa berharap pedoman tersebut dilaksanakan secara nyata di lingkungan kampus. Apabila ada yg melanggar harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan sampai aturan ini hanya menjadi sebuah bacaan belaka tanpa tindakan nyata,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan Risa, Maghfirah Nur Ade Suciani mahasiswi Hubungan Internasional pun mengaku tak tahu soal pedoman etika. Ketiadaan sosialisasi membuat ia justru baru tahu saat diwawancara <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang tersebar hanya <em>broadcast-</em>an tentang tata cara memguhubungi dosen yang benar. Itu saja. Semoga sanksi-sanksi yg disebutkan benar-benar diterapkan,&quot; tutupnya. <strong><em>(aml/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melawan Gratifikasi yang Mengakar dan Mendarah Daging </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melawan-gratifikasi-yang-mengakar-dan-mendarah-daging/baca </link>
<guid> melawan-gratifikasi-yang-mengakar-dan-mendarah-daging </guid>
<pubDate> Fri, 09 Mar 2018 11:25:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sri Murlianti, salah satu dosen FISIP. (Sumber foto: dok. pribadi Sri Murlianti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melawan-gratifikasi-yang-mengakar-dan-mendarah-daging/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z0StUKA0ps.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Melawan Gratifikasi yang Mengakar dan Mendarah Daging</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA &ndash;&nbsp;</span></strong><span>Hari itu, Sri Murlianti ingat betul ia pernah membaca surat edaran tentang larangan bagi dosen menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun, termasuk uang-uang mahasiswa berwujud makanan di atas meja seminar. Perilaku itu haram, manakala masih ada benang akademis antara dosen dengan mahasiswa sebagai dua pihak yang masing-masing punya kewajiban mengajar dan hak mendapatkan pengajaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diakui Sri, surat edaran tersebut memang tak memuat spesifik gratifikasi yang dimaksud. Tapi, dosen Pembangunan Sosial FISIP itu yakin benar, ada pasal yang tegas berbunyi dan harusnya tak multitafsir: segala bentuk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari dulu, Sri dikenal sebagai dosen yang paling kontra dengan pemberian makanan saat seminar dari mahasiswa. Bahkan, Sri melarang setiap mahasiswa bimbingannya untuk memberi dalam bentuk apa pun. Tak peduli itu makanan berat, ringan, mahal, atau murah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Larangan itu berkali-kali disampaikan Sri dalam grup&nbsp;</span><span><em>Facebook</em>&nbsp;</span><span>dan&nbsp;</span><em><span>WhatsApp&nbsp;</span></em><span>mahasiswa bimbingannya. Dalam berbagai kesempatan di kelas, ia tak lupa menyampaikan hal serupa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pernah ada mahasiswa nekat bawa makanan. Makanannya saya tinggal. Saya bilang kalau tidak ya tidak! Itu sebenarnya kayak</span><span>&nbsp;<em>shock therapy</em></span><span>&nbsp;biar besok-besok enggak ada lagi, tapi tetap saja ada beberapa kejadian, walaupun enggak semua. Yang ngomong begitu cuma saya, sepertinya (satu-satunya di FISIP),&rdquo; ucapnya saat ditemui di Ruang Prodi Pembangunan Sosial, Rabu, (28/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walau sudah begitu, rupanya masih saja ada mahasiswa yang melanggar alias ngotot memberikan. Keadaan menjadi tidak menyenangkan saat Sri bukan duduk sebagai dosen pembimbing, tapi penguji. Ia jadi tidak punya kontrol lebih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak mungkin saya ngomong ke pembimbingnya. Jadi, ketika saya nguji di meja situ ada makanan, saya enggak bisa komen,&rdquo; tukasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Paket Sembako sampai Menghilang Demi Seminar</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Betapa terkejut Sri saat mendapati isi kiriman mahasiswa bimbingannya adalah paket sembako. Sebelumnya, mahasiswa itu sudah ditolak untuk tidak memberi apa pun. Berkali-kali ditolak Sri, ia tak goyah, tetap ngotot, dan bilang kiriman itu dari orang tuanya dari kampung halaman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ukuran kardus yang cukup besar, Sri sempat mengira isinya mungkin cendera mata atau barang kerajinan etnis. Tetapi saat dibuka, isinya justru cukup membuat kesal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya merasa tersinggung, dilecehkan saya bilang. Jadi, waktu itu saya suruh bawa Bu Ratna ke panti asuhannya Bunda Utari, yang melihara anak korban pelecehan satu kardus itu,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bimbingan selanjutnya lain lagi. Setelah menerima surat bimbingan, mahasiswa itu tak pernah muncul sampai satu tahun lamanya, sementara Sri menjalani hari-hari seperti biasa. Suatu hari, mahasiswa itu muncul lagi. Setelah ditanya ke mana, rupanya ia memilih bekerja dan menunda skripsi demi mampu mencukupi hidangan meja seminar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi saya bilang ke bimbingan saya, &lsquo;Kalian belajar sungguh-sungguh, bisa melakukan apa yang kita diskusikan, tidak gampang tersinggung dan putus asa karena saya orangnya galak, itu saja sudah oke, enggak perlu kamu bawa apa-apa,&apos;&rdquo; kenang Sri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Sri, seminar tugas akhir tak ada bedanya dengan proses belajar mengajar harian di kelas. Bahkan di kelas, hingga dua jam, tidak ada pemberian makanan atau minuman. Fokus yang jadi pecah sebelum seminar juga disayangkan Sri karena mahasiswa lebih sibuk mengurus konsumsi ketimbang skripsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Belum lagi kalau misalnya makanan sudah siap semua baru ujiannya enggak jadi,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><br></strong><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Masalah Budaya dan Perlawanan Demi Kemanusiaan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disadari Sri, terutama di FISIP banyak mahasiswa yang hidupnya pas-pasan, bahkan untuk makan saja susah, apalagi yang jauh dari orang tua. Menurut Sri, yang menjadi pokok persoalan gratifikasi ini adalah budaya. Dan jika sudah bicara budaya, maka itu &nbsp;berarti bicara perkara yang sulit untuk diubah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau di sini (FISIP) berat, karena kebanyakan</span><span>&nbsp;</span><span>problemnya karena enggak enak. Kalau sudah enggak enak itu artinya&nbsp;</span><span><em>culture</em>&nbsp;</span><span>yang bicara, kalau&nbsp;</span><span><em>culture</em></span><span>&nbsp;ya susah,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, kata Sri, persoalan budaya bisa diatasi jika ada kesadaran bersama dan kepekaan terhadap suatu masalah. Karena akan mudah mengubah sesuatu kalau dilakukan bersama-sama, baik dari birokrat, dosen, serta mahasiswa itu sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, tak heran jika gratifikasi terus mendarah daging. Tak cuma mahasiswa yang ngotot, beberapa dosen pun ternyata diketahui ikut melanggengkan budaya ini. Ada yang sengaja meminta disediakan menu khusus bahkan ada yang menghindar jadi penguji kalau tahu Sri adalah pembimbing dari mahasiswa. Karena sudah pasti tidak akan ada apa-apa yang disajikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi kalau saya sendiri&nbsp;</span><span><em>stay</em></span><span>&nbsp;di situ, karena ini ilmu sosial. Kita harus menghidupkan kemanusiaan, inti sosial itu kemanusiaan,&rdquo; jawabnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Menengok Aturan Konsumsi Seminar di Kampus Lain&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan FISIP, Fakultas Hukum (FH) Unmul justru punya aturan tegas yang melarang mahasiswa memberikan makanan terhadap dosen saat seminar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di Hukum itu ada aturan tegas melarang, tetapi beberapa dosen juga masih menerima, kemarin juga masih ada. Tetapi aturan legalnya kan ya enggak boleh,&rdquo; ungkap Sri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bergeser ke Pulau Jawa, tepatnya ke Universitas Gadjah Mada (UGM), kampus yang menjadi tempat Sri mengenyam pendidikan ini ternyata punya aturan yang lebih jelas pun tegas. UGM melarang mahasiswanya memberikan apa pun kepada dosen saat seminar, bahkan yang mengurus konsumsi adalah pihak kampus, sehingga tidak membebani mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau di UGM itu konsumsi yang mengurusi kepegawaian, itu&nbsp;</span><span><em>including</em></span><span>&nbsp;di Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), tetapi bukan makan besar kaya gitu, menunya Aqua gelas sama&nbsp;</span><span><em>snack</em>&nbsp;</span><span>dua macam. Jadi mahasiswa itu mau pendadaran atau seminar enggak mikir itu, mikir skripsinya,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berkaca dari FH dan UGM, Sri berharap FISIP bisa memberi contoh untuk fakultas lainnya. Perlu ada aturan yang jelas soal gratifikasi, bukan hanya selebaran dan edaran dari birokrat yang belum tentu dibaca semua dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun, dari sisi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) aturan mengenai gratifikasi sudah ada. Surat edaran mengenai larangan menerima hadiah bagi dosen yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan, terdiri dari tiga poin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Edaran tersebut secara garis besar melarang dosen menerima dan/atau meminta hadiah/gratifikasi/pemberian apa pun dari mahasiswa, dan sebaliknya. Jika melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dikeluarkan di Jakarta, pada 23 Februari 2017.&nbsp;</span><span><em><strong>(wil/aml/adl)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aplikasi Unmul Mobile Banyak Kekurangan, Mahasiswa Uninstall </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aplikasi-unmul-mobile-banyak-kekurangan-mahasiswa-uninstall/baca </link>
<guid> aplikasi-unmul-mobile-banyak-kekurangan-mahasiswa-uninstall </guid>
<pubDate> Sat, 10 Mar 2018 11:55:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Logo Unmul Mobile. (Sumber: logo unmul mobile-imgrum.org.jpg) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aplikasi-unmul-mobile-banyak-kekurangan-mahasiswa-uninstall/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OlmFnqPk45.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aplikasi Unmul Mobile Banyak Kekurangan, Mahasiswa Uninstall</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>-<strong>&nbsp;</strong>Awalnya kehadiran Unmul Mobile disambut antusias oleh warga Unmul. Namun, berselang satu bulan semenjak resmi <em>launching,</em> banyak keluhan dari pengguna aplikasi Unmul Mobile, sebagian besar dikeluhkan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung <em>digital education</em> berbasis mobile, Unmul Mobile masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satu mahasiswi Faperta, Annisa Yunita, mengeluhkan aplikasi Unmul Mobile sering mengalami <em>force close</em> atau sering terhenti tiba-tiba. Hingga akhirnya Annisa memutuskan untuk mencopot pemasangan aplikasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama saya pikir karena <em>handphone&nbsp;</em>saya yang enggak beres, sampai saya harus menghapus <em>cache data.&nbsp;</em>Ternyata memang dari bawaan aplikasinya yang sering tertutup sendiri,&rdquo; terang mahasiswi jurusan Peternakan angkatan 2017 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain sering <em>force close,&nbsp;</em>kesulitan saat <em>login&nbsp;</em>juga dialami oleh mahasiswi Manajemen FEB 2016, Diana Affiana Ningsih. Meski pihak birokrat sudah mensosialisasikan mengenai fitur-fitur dan kegunaan Unmul Mobile, namun Diana mengaku belum pernah mendengar adanya sosialisasi di kampusnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari FKIP, salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris 2015, Gresiandre Fitrahinanda Putra juga merasa sosialisasi Unmul Mobile di FKIP masih kurang, sehingga eksistensinya pun masih redup. Meski sering mengalami <em>force close,&nbsp;</em>Andre masih menggunakan aplikasi sembari menunggu pembaruan aplikasi.<em>&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Hal yang sama juga dilontarkan dari mahasiswa Manajemen FEB 2016, Ahmad Fauzan Lukmana. Ia mengaku masih kesulitan mengakses beberapa fitur aplikasi Unmul Mobile, antara lain fitur jadwal dan pencarian nama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kadang kalau kita mau buka jadwal malah <em>error&nbsp;</em>keterangannya, terus juga kalau kita mau cari nama pengguna malah keluar sendiri (aplikasinya),&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Fauzan mengaku masih ada kelebihan di dalam aplikasinya, salah satunya fitur peta kampus yang membantunya mengetahui letak fakultas-fakultas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa mahasiswa yang tidak mengunduh aplikasi Unmul Mobile turut bersuara. Salah satunya diungkapkan oleh mahasiswi Teknik Informatika FKTI 2016, Dian Fitriani. Dian mengaku tidak memasang aplikasi Unmul Mobile karena merasa tidak begitu memberi manfaat. Menurutnya lebih baik memperbaiki dan memperbaharui <em>website</em> serta portal resmi Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika aksesnya di <em>web </em>enggak bisa, baru (aplikasinya) disarankan, tapi enggak bakalan semua mahasiswa harus <em>download&nbsp;</em>aplikasinya,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dian juga menambahkan apabila banyak yang mengakses aplikasi tersebut, sebaiknya team IT yang bertugas bisa memperbaharuinya, karena digunakan sekelas universitas. Dian pun merasa lebih nyaman jika mengakses melalui <em>website</em> ketimbang memakai aplikasi. Menurutnya akses data di <em>website</em> tidak akan tersendat karena tidak banyak yang mengakses pada waktu bersamaan. <strong><em>(cin/asr/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Ini, Puisi Begitu Dihargai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/hari-ini-puisi-begitu-dihargai/baca </link>
<guid> hari-ini-puisi-begitu-dihargai </guid>
<pubDate> Sat, 10 Mar 2018 12:26:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi penulis. (Sumber: Soviet Art, USSR culture) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/hari-ini-puisi-begitu-dihargai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LvdFcFYFE5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Ini, Puisi Begitu Dihargai</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: left;">Hari ini, puisi begitu dihargai</p><p>Semenjak siang, seorang tukang puisi baru saja diberi gelar jabatan sebagai sastrawan</p><p>Oleh anak sekolahan. Tukang puisi yang kerjanya hanya mengurus puisi-puisi yang belum jadi milik orang lain itu diundang ke sebuah tempat yang di mana pernah ditulis dalam puisi yang berjudul &ldquo;Kepada <em>Instastory&nbsp;</em>yang Agung&rdquo;.</p><p>Ia dikeroyok oleh empat perempuan berhijab yang diutus untuk menuliskan sebuah biografi, dan terpilihlah si tukang puisi</p><p>Panjang lebar ia menjelaskan, dan panjang lebar juga harapan untuk si pemberi utusan.</p><p>Empat anak sekolah yang kepingin menjadi penulis. Namun, masih malu-malu untuk eksis</p><p>Matahari yang menepi ke barat itu sebelumnya bersembunyi di balik ketiak awan-awan. Pekat. Gelap</p><p>Dan celana hitam yang dikenakan tukang itu menjadi becek penuh desas-desus puisi yang minta disentuh ketika malam sudah mulai berani menunjuk kema(l)uannya</p><p>Malam yang seperti malam kemarin, ditemani aroma hujan yang sangat dicintai oleh orang-orang galau. Ia kembali menjadi tukang di sebuah tepi sungai yang semerbak aromanya</p><p>Mula-mula malu-malu. Hanya berniat untuk mencari ilmu baru, tapi setelah itu ia ditunjuk untuk menjadi seorang yang berilmu dengan disodorkan sepiring hangat pisang keju berlapis susu</p><p><em>Coba kita malam ini menulis puisi di sini. Sebab kita berada di antara ketenangan dan hingar-bingar &nbsp;yang syahdu untuk berduaan</em>, orang itu berbahagia</p><p>Tukang puisi yang sebenarnya masih malas untuk menguli, mau tidak mau harus membangunkan Ima dan Ji. Kemudian tercetuslah sebuah puisi</p><p align="center"><em>Di &nbsp;Antara Pisang Keju</em></p><p align="center"><em>&nbsp;</em></p><p align="center"><em>Di &nbsp;antara pisang yang pasrah direndam</em></p><p align="center"><em>Kemudian &nbsp;ia melemas dan lemah diperas</em></p><p align="center"><em>Dan &nbsp;dibunuh besi berjari tiga</em></p><p align="center"><em>&nbsp;</em></p><p align="center"><em>Kisah-kisah &nbsp;para yang terbang</em></p><p align="center"><em>Kemudian &nbsp;berbicara dengan seenak sempoyongan, ada yang terselip di antara telu tengah</em></p><p align="center"><em>&nbsp;</em></p><p align="center"><em>Di &nbsp;antara pisang yang bermesraan dengan sapi-sapi</em></p><p align="center"><em>Tak &nbsp;bisa bersandar, bajuku sudah terlalu hitam untuk menjadi sesuatu yang legit nan &nbsp;genit</em></p><p align="center"><em>&nbsp;</em></p><p align="center"><em>Ada &nbsp;seseorang membaca puisi di dalam telingaku</em></p><p align="center"><em>Yang &nbsp;kiri berbicara rindu. Yang kanan berbicara abu-abu</em></p><p align="center"><em>&nbsp;</em></p><p align="center"><em>Aku &nbsp;dibujuk untuk menikmati yang tenggelam</em></p><p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p><p>Tukang puisi kemudian hanyut bersama puisi-puisi yang direnovasi akibat tidak mulusnya pondasi</p><p>Ia kemudian mengingat sesuatu,</p><p><em>besok harus menjadi kuli lagi pagi-pagi</em></p><p>Setiba di muka rumah, tukang puisi itu menyelutuk</p><p><em>Sialan, padam lagi</em></p><p><em></em><strong><em>Ditulis oleh Panji Aswan, Mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2012.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Sebelum Mati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/suara-sebelum-mati/baca </link>
<guid> suara-sebelum-mati </guid>
<pubDate> Sun, 11 Mar 2018 12:28:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: jompoint.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/suara-sebelum-mati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mUZrBrJVyB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Sebelum Mati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu itu bagaimana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana apanya?&rdquo; suara berat seorang laki-laki menyahutku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan aku tidak tahu wajahmu, tolong tunjukkan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan, nanti kamu rindu,&rdquo; jawabnya lagi sembari terkekeh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan aku belum tahu raut senyummu, tampakkanlah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin lain kali,&rdquo; suaranya melembut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, bukannya kita sudah lama berteman? Kenapa kamu belum pernah memegang tanganku ataupun menyentuh kepalaku sedikitpun?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau aku katakan &lsquo;aku tidak suka menyentuh perempuan&rsquo;, sama saja aku mengelak,&rdquo; lalu dia diam sejenak. &ldquo;Dan maaf belum bisa menyentuhmu hingga saat ini,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau begitu, mari kita jalan-jalan suatu hari nanti.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf, aku tidak bisa memenuhi keinginanmu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena aku sudah senang ketika kita berdua duduk bersama dan bercerita di ruangan ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lalu aku mendengar suara kursi yang sedikit bergeser, kupikir dia sedang memperbaiki letak duduknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan, apakah kamu sehat-sehat saja saat ini?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehat, dan sekarang aku masih bisa menemanimu berbicara,&rdquo; ia menjawabku santai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lalu, kapan aku bisa melihat wajahmu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin nanti, tapi lebih baik kamu jangan melihat wajahku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah, padahal kita kan sedang berdua saja, kenapa sangat sulit untuk melihatmu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hmm...&rdquo; ia menggumam, mengisyaratkan sedang berpikir kata apa yang lebih cocok untuk ia ucapkan. &ldquo;Entahlah, aku pun tidak tahu, mungkin aku malu,&rdquo; jawabnya kemudian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi hanya mendengar suaramu saja aku sudah bosan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bosan? Bagaimana jika kamu sudah tidak bisa mendengar suaraku lagi?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tunggu, itu tidak mungkin.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sangat mungkin,&rdquo; balasnya dengan nada sangat yakin. Aku berusaha mencerna apa kalimat-kalimat yang ia lontarkan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita berteman, bukan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, lalu kenapa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa sekarang kau menakutiku? Tidak mendengar suaramu lagi? Maksudnya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku hanya bertanya,&rdquo; jawabnya dengan suara yang sedikit melemah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetapi...&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku hanya memastikan, jika aku tidak ada...&rdquo; suaranya perlahan tidak terdengar oleh runguku. Aku berusaha mencari keberadaannya, aku yakin ia masih berada didekatku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hei, kamu dimana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Heh? Aku didekatmu,&rdquo; terdengar ia sedikit bingung dengan pertanyaanku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf, ulangi kalimatmu tadi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku hanya ingin tahu apa kamu memiliki teman selain aku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hah?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setidaknya, aku berharap kamu bisa berteman selain denganku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Eh? Aku sudah nyaman berbicara denganmu. Kamu kenapa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin setelah hari ini aku tidak bisa menemanimu lagi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maksudmu apa? Kamu mau kemana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf, aku tidak bisa memberitahumu,&rdquo; suaranya kembali melemah, hampir tidak terdengar olehku.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, aku mendengar suara kursi tergeser disusul suara langkah kaki yang terdengar menjauh dengan tempo yang lambat, hingga derapnya lenyap dalam keheningan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hei, apa kamu masih disana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sunyi. Tidak ada jawaban. Aku mulai panik karena tidak ada suara laki-laki tadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hei! Tolong jawab aku! Jangan tinggalkan aku! Kumohon...&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">-----</p><p style="text-align: justify;">Ramai beberapa polisi mengelilingi satu sisi di rumah lapuk itu, dan mereka sedang menyelidiki penyebab wanita yang ditemukan sudah tidak bernyawa dan kulitnya mulai terlihat bercak-bercak kebiruan. Wanita itu ditemukan bersandar pada kusen jendela yang tua dan sama lapuknya, dan tangannya memegang sebuah kunci yang terlihat kuno. Pakaiannya yang lusuh pun basah kuyup oleh derasnya hujan yang masuk melalui jendela di sebelahnya yang terbuka. Walau hujan lebat turut mengguyur mayat wanita tadi, tidak menyurutkan para polisi tadi untuk menghentikan penyelidikan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya para polisi, pihak rumah sakit dan warga sekitar juga turut menyaksikan proses penyelidikan mayat wanita yang ditemukan oleh seorang petani yang kebetulan lewat disana. Terdengar sedikit percakapan warga-warga tadi yang terdengar riuh dan kacau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukannya itu si pelayan gereja?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kasihan, padahal dia buta.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa dia tidak punya keluarga?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia cantik, tapi nasibnya malang benar.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah berapa lama dia mati disana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sesungguhnya dia tidak punya teman kecuali dengan Nenek Patricia.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sungguh, tidak adakah yang mengaku kerabatnya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah lama tidak keluar rumah, mengapa malah menjadi mayat?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dan beberapa celetukan serupa yang terus mereka tanyakan, namun entah siapa yang dapat menjawab itu semua.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Mahmudah Syarifatunnisa, mahasiswi Manajemen, FEB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FKM Ajak Menangani Api dan Menyelamatkan Lewat Simulasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkm-ajak-menangani-api-dan-menyelamatkan-lewat-simulasi/baca </link>
<guid> bem-fkm-ajak-menangani-api-dan-menyelamatkan-lewat-simulasi </guid>
<pubDate> Mon, 12 Mar 2018 11:28:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: dok. FKM) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkm-ajak-menangani-api-dan-menyelamatkan-lewat-simulasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vS5dk2TAhw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM FKM Ajak Menangani Api dan Menyelamatkan Lewat Simulasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Dalam rangka memperingati bulan Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) mengadakan Perayaan Bulan K3 (PBK3). Rangakaian acara PBK3 diisi dengan beragam perlombaan serta mini <em>training&nbsp;</em>oleh Pemadam Kebakaran (PMK) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Ada empat jenis lomba yang memeriahkan PBK3, yaitu poster, menulis esai, fotografi, dan ranking satu. Peserta dibuka tidak hanya untuk kalangan mahasiswa FKM, tetapi juga untuk umum, di antaranya siswa SMA. Meski begitu, partisipasi untuk lomba ranking satu minim, bahkan tidak ada peserta yang mendaftar. Terpaksa lomba ini batal diadakan yang direncakan digelar pada Minggu (11/3). Pendaftaran lomba berakhir pada Sabtu (10/3), dan akan menjalani masa penilaian dari 11 hingga 16 Maret, ditutup pengumuman pemenang &nbsp;pada 17 Maret mendatang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain dimeriahkan dengan berbagai lomba, ada juga mini<em> training</em> yang diadakan bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran lomba di Aula FKM lantai dua.</p><p style="text-align: justify;">Mini <em>training</em> yang mengangkat tema &ldquo;Wujudkan Zero Accident Melalui Peningkatan Budaya K3 Demi Terbentuknya Masyarakat yang Berkarakter&rdquo; ini dimulai pada pukul 08.30 Wita. Dibuka dengan pembacaan tilawah, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan dari Leonardo Ketua Panitia, Muhammad Alam Nugraha Presiden BEM FKM, dan Risva selaku Dekan FKM.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelatihannya, kegiatan ini membahas seputar penyelamatan dari bencana kebakaran. Diisi oleh Aspiani selaku Inspektur Rescue Damkar Samarinda dan Suntoro selaku staf PMI Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Leonardo mengatakan, PMK dan PMI saling berhubungan dalam melakukan penyelamatan korban kebakaran. Oleh sebab itu BEM FKM memilih PMK dan PMI untuk mengisi materi mini <em>training</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat pemadam kebaran memadamkan api pasti ada korbannya. Nah, di situ PMI yang bergerak menyelamatkan korban-korban,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pelatihan dimulai dengan pemberian materi pertama &ldquo;<em>Fire Fighting</em>&rdquo; oleh Aspiani. Menjelaskan seputar kebakaran baik itu dari akibat, pencegahan, dan cara bertindak ketika menghadapi api saat terjadi kebakaran. Selepas materi selesai peserta di bawa turun dari aula menuju ke lapangan parkir untuk melakukan simulasi cara memadamkan api.</p><p style="text-align: justify;">Pelatihan kedua dilanjutkan pukul 13.30 WITA dengan materi kedua &ldquo;<em>Rescue</em>&rdquo;, berupa simulasi evakuasi darat yang dibimbing langsung oleh Suntoro beserta rekannya dari PMI Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seluruh rangkaian acara mini training berjalan lancar dan berakhir pukul 16.00 Wita. Dihadiri oleh sekitar 50 peserta, Kaamilah Bilqis, Ketua Acara PBK3, mengaku jumlah peserta hanya berhasil memenuhi 70% dari total target 70 orang peserta. <em><strong>(bip/rrd/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Creativpreneur 2018: Menuju Entrepreneur Muda untuk Kaltim Hebat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/creativpreneur-2018-menuju-entrepreneur-muda-untuk-kaltim-hebat/baca </link>
<guid> creativpreneur-2018-menuju-entrepreneur-muda-untuk-kaltim-hebat </guid>
<pubDate> Mon, 12 Mar 2018 11:48:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Talkshow Nasional Mulawarman Youth Entrepreneur (MYE). (Sumber foto: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/creativpreneur-2018-menuju-entrepreneur-muda-untuk-kaltim-hebat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IrbhSLsppD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Creativpreneur 2018: Menuju Entrepreneur Muda untuk Kaltim Hebat</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Perkembangan dunia bisnis yang kian pesat mendorong jiwa-jiwa pengusaha muda untuk ikut berkembang menciptakan suatu peluang usaha yang kreatif dan inovatif. Oleh sebab itu, Minggu 11 Maret kemarin, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mulawarman <em>Youth Entrepreneur</em> (MYE) menghadirkan kembali <em>Talkshow&nbsp;</em>Nasional. <em>Talkshow&nbsp;</em>kali ini mengangkat tema &ldquo;Menumbuhkan Mental Pengusaha Berjiwa Kreatif, Inovatif, dan Berwawasan Menuju Kaltim Hebat untuk Indonesia.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Lantai 4 Gedung Rektorat Unmul ini dibuka oleh perwakilan Alumni MYE yaitu Fadil, dengan diiringi empat ketukan tangan pada mimbar yang disambut hadirin dengan tepuk tangan yang meriah. Acara ini juga diikuti dengan <em>launching&nbsp;</em>Kepengurusan MYE 2018.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini sekaligus memberikan penghargaan kepada <em>entrepreneur</em> muda yang sukses dengan rintisan bisnis mereka. Andi Faedal, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, salah satu penerima penghargaan membagikan kesannya kepada awak <em>Sketsa</em>. &ldquo;Senang dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada saya dan Tim Salty,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Andi juga menyampaikan harapannya kepada pengusaha muda di luar sana untuk tetap semangat dalam menjalankan sebuah usaha, karena sukses membutuhkan proses meskipun harus jatuh dan bangun. &ldquo;Jangan bosan ikut lomba, dan jangan lupa bangun relasi yang baik,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Talkshow&nbsp;</em>ini dipandu oleh Hanna Pratiwi sebagai moderator. Dengan gaya bicara serta gestur yang bersahabat, acara menjadi lebih asyik dan santai. Dua pemateri awal, yakni Nuriyya, <em>Owner Addict Shop</em> dan Gina Suwarni yang merupakan <em>Fashion Designer &amp; Creation.</em> Mereka berdua adalah <em>entrepreneur</em> muda asal Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nuriyya dan Gina membagikan banyak strategi bisnis yang menarik serta motivasi agar<em>&nbsp;</em>diterapkan <em>entrepreneur</em> muda yang sedang menggeluti usahanya. Antusiasme peserta dibuktikan dengan adanya sesi tanya jawab yang interaktif. Gina berkesempatan membagikan kesan, pesan serta harapannya kepada <em>Sketsa</em> mengenai <em>talkshow</em> kali ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acara ini keren <em>abis</em>, di tempat ini kita bisa berbagi pengalaman tentang membuka usaha yang diharapkan mampu menginspirasi anak anak muda yang barusan datang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Setelah sesi pertama, <em>talkshow</em> di lanjutkan dengan bermain <em>game</em> antara peserta yang membuat seisi ruangan gaduh tertawa bersama. Setelah bermain <em>game</em> dan istirahat dilanjutkan penampilan <em>Stand Up Comedy.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Talkshow</em> kedua disampaikan <em>Selebgram</em> asal Samarinda, Alfy Saga. Pada sesi terakhir, panitia memberikan penghargaan kepada <em>creativpreneur</em> muda yang beruntung dilanjutkan dengan sesi foto bersama pemateri dan peserta yang sekaligus menutup acara ini.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Muhammad Anwar Ibrahim selaku Ketua Panitia pelaksana mengungkapkan makna di balik tema <em>talkshow</em> nasional kali ini. &ldquo;Karena Kalimantan Timur ini memiliki potensi yang sama di pulau Jawa, dan selain itu juga saat ini semangat untuk berusaha pada pemuda sangat besar sekali maka dari itu kami ingin membangun mental para pemuda,&quot; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Anwar juga mengungkapkan agar pemuda Kaltim mampu setara atau melebihi pemuda dari daerah lain. &quot;Semoga temen-temen yang sudah menghadiri mendapatkan ilmu dan dapat mengaplikasikan ilmu itu di kehidupan, dan jangan takut untuk berusaha,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(bip/fir/nul/nin/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eksistensi BEM bagi Mahasiswa Fakultas Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/eksistensi-bem-bagi-mahasiswa-fakultas-hukum/baca </link>
<guid> eksistensi-bem-bagi-mahasiswa-fakultas-hukum </guid>
<pubDate> Mon, 12 Mar 2018 13:37:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini yang ditulis Muhamad Faisal Agusti Aris Wibawa, Sekretaris BEM KM Unmul 2018. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/eksistensi-bem-bagi-mahasiswa-fakultas-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8WbfADnRGh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Eksistensi BEM bagi Mahasiswa Fakultas Hukum</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Anda yang membaca opini ini, entah tak sengaja mengklik&nbsp;</span><span><em>link</em></span><span>-nya, atau sengaja memang membuka karena ingin tahu isinya, &nbsp;saya yakin Anda semua tahu dan kenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), terutama yang ada di fakultas Anda sendiri. Walaupun tidak terdaftar sebagai anggota di dalamnya, paling tidak Anda paham atau tahu apa saja yang dilakukan oleh BEM di fakultas sejak masih mahasiswa baru (maba).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Siapa yang tidak mengenal BEM fakultas? Lembaga itu telah mengenalkan eksistensinya sejak Anda masih maba, melalui kegiatan Masa Pengenalan Mahasiswa Baru (MPMB). Walaupun ada beberapa mahasiswa yang enggan mengikuti adat istiadat MPMB ini, tetap akan tahu dengan eksistensi BEM di fakultas masing-masing dengan segala <em>event</em> dan kegiatan pergerakan mahasiswanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan hanya sebagai lembaga yang terbentuk atas rasa solidaritas dan kepedulian mahasiswa, BEM ini siap menampung segala bentuk aspirasi mahasiswa, mengeksekusi dan mengadvokasi segala bentuk permasalahan yang timbul, juga membantu dalam pemenuhan kebutuhan mahasiswa. Sekaligus menjadi &ldquo;wajah&rdquo; fakultas itu sendiri. Bisa dibayangkan, seberapa besar peran BEM bagi fakultas dan mahasiswa. Di Unmul sendiri, ada 14 fakultas yang memiliki permasalahan dan dinamika mahasiswa yang berbeda-beda. Secara ideal perlu atau tidaknya eksistensi BEM itu sendiri di masing-masing fakultas, sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Pasti perlu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudah masuk bulan Maret, namun BEM di fakultas saya sendiri (Fakultas Hukum) masih belum ada. Berawal dari kisruh Pemira yang berujung aklamasi, sampai dikeluarkannya SK dekan yang menyatakan ditiadakannya BEM Fakultas Hukum untuk sementara waktu. Ironis memang, bagaimana bisa sebuah kampus yang harusnya bidang keilmuannya bersinergis dengan demokrasi, lantas memilih jalan aklamasi. Paling tidak berusaha secara maksimal, menciptakan suatu formula yang dapat menumbuhkan iklim demokrasi mahasiswanya di kampus sendiri. Dari SK dekan yang saya baca, BEM Hukum hanya akan ditiadakan sampai kemudian terp</span><span>ilih Presiden dan Wakil Presiden BEM Hukum secara demokratis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Efektivitas Pemira Ulang BEM Hukum</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Entah jika dilaksanakan Pemira ulang, bagaimana dengan efektivitas pergerakan BEM Hukum ini nantinya, juga manfaat yang dibawa kepada para mahasiswa Fakultas Hukum. Belum lagi lobi-lobi para pemangku jabatan Badan Pengurus Harian (BPH), agenda&nbsp;</span><span><em>Open Recruitmen</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>Upgrading</em></span><span>, O</span><span><em>pen House</em></span><span>,&nbsp;</span><span>Rapat Kerja. J</span><span>ikalau ada, semuanya tidak memakan waktu sebentar. Apalagi di bulan Mei, Insyaallah sudah memasuki bulan &nbsp;suci ramadan yang siap disambut dengan ujian semester dan liburan. Jika dilaksanakan pemira ulang, mereka (BEM FH) mempunyai masa jabatan untuk kemudian dimaksimalkan selama kurang lebih enam hingga tujuh bulan, itu pun jika agenda-agenda yang saya sebutkan sebelumnya lancar tanpa kendala apapun, termasuk Pemira ulang itu sendiri. Mesti kerja ekstra keras memang. Melihat dari sisi keefektifan ini, saya rasa wacana untuk kemudian mengadakan pemira ulang, perlu dipertimbangkan kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Urgensi Eksistensi BEM Hukum Sendiri bagi Mahasiswa Hukum</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi mahasiswa ilmu hukum, pasti akrab dengan &ldquo;tiga nilai-nilai dasar hukum&rdquo;, yakni Kepastian Hukum, Keadilan, dan Kebermanfaatan, atau yang biasa dikenal dengan Tujuan dari Hukum. Diperkenalkan oleh Gustav Radbruch seorang Filsuf Hukum dan Ahli Hukum dari Jerman. Dan sampai dengan sekarang mendarah daging oleh mereka yang mempelajari ilmu hukum. Ketiga nilai-nilai dasar ini, tidak selalu berjalan beriringan. Kadang kala ketika salah satunya ada, namun mengenyampingkan keberadaan yang lainnya. Contohnya saja, dengan Kepastian Hukum. Kepastian Hukum memandang bahwa adanya aturan-aturan sebagai wujud hukum itu sendiri sebagai nilai yang utama agar memberikan kejelasan bagi khalayak dan dapat memberikan perlindungan hukum. Adakah kemudian memberikan rasa keadilan ataupun kebermanfaatan bagi orang banyak, bukan sesuatu nilai yang utama. Secara kasar dapat kita katakan &ldquo;urusan belakang&rdquo; bagi Kepastian Hukum. Dapat kita contohkan seperti berikut :</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dua orang mahasiswa A dan B adalah sahabat baik. Mereka adalah dua orang mahasiswa perantauan yang berkuliah di Universitas Mulawarman, Samarinda. Sehari-hari A dan B selalu berjalan kaki menuju kampusnya. Suatu hari, A membeli sebuah sepeda motor bekas. Dengan sepeda motor bekas itu, ia berharap tidak lagi jalan kaki ke kampus. Ia juga bisa membonceng B untuk pergi ke kampus bersama. Motor itu juga bisa mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari. Akhirnya, keduanya bersepakat membuat sebuah aturan dalam hal mengatur penggunaan sepeda motor itu untuk keperluan sehari-hari. Untuk uang bahan bakar, mereka patungan dengan ketentuan harga per liternya yang dibeli dan dibagi dua. A adalah seorang mahasiswa yang aktif di organisasi kampusnya, sedangkan B lebih fokus pada akademiknya. Hampir setiap hari, A yang paling sering menggunakan motor. Maklum, agenda organisasi si A padat sekali. Sedangkan si B memakai motor jikalau hanya sekadar untuk pergi ke perpustakaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selang waktu berjalan, si B mengeluh kepada si A dan merasa ada ketidakadilan yang terjadi terhadap aturan yang mereka buat. B merasa uang sakunya terkuras, karena A sering bepergian menggunakan motor yang pastinya wara wiri memerlukan bahan bakar. B juga berpikir bahwa jumlah uang yang ia keluarkan untuk patungan bahan bakar motor tidak sebanding dengan penggunaannya terhadap motor tersebut. Apalagi bahan bakar jenis Premium sedang langka di Samarinda dan jika harus membeli Pertalite, apalagi Pertamax lumayan mahal (nyentil dikit). A membela diri dan berdalih jika wajar ia yang menggunakan motor lebih sering, karena sedari awal ia lah yang membeli motor tersebut. A merasa aturan yang telah mereka buat bersama sudah adil dan menyatakan bahwa, aturan tetaplah aturan dan B harus patuh terhadap aturan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memang keberadaan BEM fakultas itu sudah saya ulas sebelumnya saat di awal membuka opini ini. Pasti perlu. Anda pun pasti setuju. Namun, beda kasus menurut saya dengan fakultas saya sendiri. Memang perlu perhatian dan pemikiran lebih. Tidak praktis. Perlu dipertanyakan lagi urgensinya BEM FH disaat-saat menanti kejelasan seperti ini. Bukan tanpa tujuan saya menjelaskan sedikit tiga nilai-nilai dasar yang disampaikan oleh Radbruch tersebut di atas, disertai dengan contohnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya ingin kemudian menganalogikannya agar pembaca opini ini dapat sepemahaman dengan yang saya pikirkan. Saya menganalogikan BEM Hukum sebagai Kepastian Hukum dalam penjelasan saya di atas. Mengapa? Keberadaan BEM Hukum itu sendiri, niscaya perlu untuk kemudian mengayomi masyarakat kampusnya. Juga manajemen dinamika organisasi-organisasi yang ada di internal fakultas. Namun dengan adanya BEM Hukum, saya rasa selama ini belum dapat memberikan keadilan dan kebermanfaatan bagi mahasiswa fakultas hukum. Saya pribadi selama empat tahun di fakultas hukum ini, pastilah sudah mengalami dan mendengar opini-opini dari teman-teman lain terkait kebijakan yang diterapkan oleh BEM Hukum. Yang pastinya banyak kritikan. Ada rekam jejak digital pula yang pernah diangkat menjadi berita &nbsp;oleh teman-teman&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;terkait kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh BEM Hukum itu sendiri. Ya, sebenarnya bukan BEM Hukum yang jadi fokus kritikan. BEM Hukum hanya lembaga, tapi yang menjadi fokus kritikan adalah oknum di dalamnya. Fakultas Hukum tetap butuh BEM, namun isinya perlu di&nbsp;</span><span><em>refresh</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Silakan saja jikalau diadakan Pemira ulang yang diinisiasi oleh pihak birokrat jika dikhawatirkan asas dan norma kemudian dapat dilanggar jika diserahkan kembali ke mahasiswa. Namun perlu banyak sekali pertimbangan yang lebih komprehensif. Jikalau untuk di waktu sekarang ini, saya rasa kurang tepat jika kebijakan yang diambil oleh birokrat adalah Pemira ulang. Lebih baik ditiadakan dulu sementara waktu. Khawatir berimplikasi terhadap eskalasi pergerakan BEM Hukum itu sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam hal ini, tidak hanya berbicara ada atau tidak adanya BEM di tahun ini, namun kontribusi apa, dan manfaat apa yang bisa BEM Hukum berikan kepada mahasiswanya di tahun ini. Hal itu tidak dapat dikesampingkan. Dan yang terpenting adalah, serta tidak boleh terlupa, Pemira Fakultas Hukum adalah pesta demokrasi mahasiswa Fakultas Hukum. Dan memang seyogyanya dikelola langsung oleh mahasiswa. Apalah daya keadaannya demikian. Ngenes, kan? Dengan berbagai dinamika yang ada di Pemira tahun ini, saya merasa senang bahwa ternyata mahasiswa yang ada di kampus saya sudah mulai bangkit dari sikap apatis dan hedonis terhadap lingkungannya. Akhir kata, saya pribadi selaku rakyat Fakultas Hukum menginginkan kepastian terhadap BEM Fakultas Hukum, bukan hanya sekedar BEM Hukum sebagai BEM yang ada di fakultas, namun BEM &nbsp;yang dapat memberikan rasa keadilan dan kebermanfaatan bagi seluruh rakyat Fakultas Hukum.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hidup Mahasiswa!</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Ditulis oleh Muhamad Faisal Agusti Aris Wibawa, Sekretaris Kabinet BEM KM Unmul 2018</strong><br></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Audiensi Aliansi Perempuan Samarinda bersama Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/audiensi-aliansi-perempuan-samarinda-bersama-komisi-iv-dprd-provinsi-kaltim/baca </link>
<guid> audiensi-aliansi-perempuan-samarinda-bersama-komisi-iv-dprd-provinsi-kaltim </guid>
<pubDate> Tue, 13 Mar 2018 11:28:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Perempuan Samarinda bersama Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/audiensi-aliansi-perempuan-samarinda-bersama-komisi-iv-dprd-provinsi-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YSP9VnXhYB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Audiensi Aliansi Perempuan Samarinda bersama Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan Aliansi Perempuan Samarinda bersama Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim pada Senin, 12 Maret pukul 12.00-13.30 WITA berjalan dengan baik. Perwakilan aliansi menyampaikan pandangan, tuntutan, dan saran mengenai penyikapan yang perlu diberikan oleh pemerintah terkait bahaya pornografi, LGBT, dan miras. Para dewan juga memberikan sambutan yang baik dan siap merumuskan regulasi yang tepat dalam menyikapi permasalahan sosial yang kini marak terjadi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Selain itu, perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak. Seperti pemaksimalan pendidikan dalam tatanan keluarga dan sekolah, media yang memberikan konten-konten yang sehat, pemerintah dengan<span>&nbsp;</span>alat kuasanya dalam mengontrol negara, dan masyarakat yang lebih luas untuk menciptakan<span>&nbsp;</span>lingkungan yang aman dan memberikan pengaruh baik bagi generasi muda demi masa depan<span>&nbsp;</span>bangsa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam hal ini, sebagai masyarakat berdemokrasi, kami telah menyampaikan beberapa tuntutan yang patut untuk dijadikan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan oleh<span>&nbsp;</span>pemerintah, sebagai berikut:</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">1. Optimalisasi UU Pornografi sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberantas pornografi di Indonesia<br><br>2. Memberikan fasilitas dalam melakukan upaya preventif untuk kasus<span>&nbsp;</span>kekerasan perempuan dan anak yang masih marak terjadi hingga hari ini</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">3. Sebagai masyarakat yang menganut nilai-nilai Pancasila, agama, dan norma, kami menolak perilaku dan pergerakan LGBT di Indonesia</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">4. Pemerintah memberikan ketegasan dalam penolakan LGBT yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, agama, dan norma di masyarakat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">5. Pemerintah memaksimalkan peran dalam upaya preventif dan kuratif bagi permasalahan LGBT.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">6. Miras dan sejenisnya dilarang peredarannya, tidak hanya sekadar diawasi atau dikendalikan karena mengingat efek merusak secara biologis maupun psikologis hingga berdampak pada moral bangsa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim memiliki pandangan dan keprihatinan yang sama mengenai permasalahan yang saat ini dihadapi seperti pornografi, LGBT, dan miras. Harapannya ke depan kerja sama yang lebih sinergis antara pemerintahan terkait dan masyarakat dalam menghadapi permasalahan sosial yang mendegradasi moral bangsa sesuai dengan perannya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release oleh Nur Ahlina Hanifah, Aliansi Perempuan Samarinda.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> WD I FKIP Benarkan Wacana Penggabungan KKN dan PPL </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wd-i-fkip-benarkan-wacana-penggabungan-kkn-dan-ppl/baca </link>
<guid> wd-i-fkip-benarkan-wacana-penggabungan-kkn-dan-ppl </guid>
<pubDate> Tue, 13 Mar 2018 11:35:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Dekan (WD) I Bidang Akademik FKIP, Lambang Subagiyo. (Foto: Anisa Nur Adnin dan Maharani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wd-i-fkip-benarkan-wacana-penggabungan-kkn-dan-ppl/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7CneXjHBjM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>WD I FKIP Benarkan Wacana Penggabungan KKN dan PPL</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Wacana penggabungan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL) oleh FKIP Unmul kian santer dibicarakan mahasiswa FKIP. Bukan teknis yang paling sering dibahas, namun justru perihal benar atau tidaknya wacana penggabungan itu akan dilaksanakan pihak birokrat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Simpang-siurnya informasi ini akhirnya diklarifikasi oleh Wakil Dekan (WD) I Bidang Akademik FKIP, Lambang Subagiyo. Dalam keterangannya kepada <em>Sketsa</em>, ia menyebut bahwa wacana penggabungan KKN dan PPL tersebut memang benar adanya dan akan segera direalisasikan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sampai saat ini pihaknya masih dalam tahap merancang program tersebut sembari menunggu persetujuan dari beberapa pihak, yakni Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), WD II, dan Dekan FKIP Muhammad Amir Masruhim. Selain itu, perkara anggaran yang juga masih dirumuskan, membuat sosialisasi pun belum dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sementara kan alokasi (anggaran KKN) ke LP2M. Di LP2M itu kalau bisa kami tarik dan dilakukan (pemakaian anggarannya) di FKIP. Khusus FKIP saja, sesuai peminatnya. Kalau misal pendaftarnya 50, ya 50. Kalau 1000 ya kita kasih 1000. FKIP berkeinginan seperti itu dan sedang kami rintis,&rdquo; katanya saat ditemui pada Kamis, (8/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Lambang optimis, persiapan akan rampung sebelum pelaksanaan KKN pada Juli mendatang. Dengan demikian, penggabungan tersebut kelak akan mempermudah mahasiswa. Ia menyebut, penggabungan tersebut merupakan salah satu inovasi yang coba dilaksanakan pada tahun 2018 ini. Dengan mengintegrasi KKN dan PPL, diharapkan akan mempercepat kelulusan bagi mahasiswa FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Penggabungan ini pun sifatnya hanya mempermudah saja. Mahasiswa FKIP hanya diberikan pilihan untuk ikut program KKN dari fakultas, atau jika mau, pun juga bisa memilih program KKN yang dilaksanakan LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Efektifnya kan KKN di sekolah itu, PPL (juga) di sekolah itu. Jadi satu,&rdquo; tambahnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Wacana Penggabungan KKN dan PPL Muncul?</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biar efektif. Kalau ikut sana (KKN-nya LP2M sekitar) 3 bulan, ikut sini (PPL-nya FKIP pun sekitar) 3 bulan. Toh di sekolah ketika PPL disuruh jaga parkir lagi, disuruh bina OSIS. Ini kan bukan PPL sudah plusnya di situ, plusnya yang kita arahkan ke KKN,&rdquo; paparnya saat mengurai alasan di balik wacana penggabungan KKN dan PPL tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Lambang memaparkan, saat memilih suatu sekolah untuk jadi lokasi PPL, maka KKN cukup dilakukan di sekolah dan lingkungan sekitar situ saja. Nilai tambah lainnya, jika biasanya tiap kelompok harus menyediakan posko saat pelaksanaan KKN, maka dengan penggabungan itu tak lagi memerlukan pengadaan posko. Soal pembimbing kelompok KKN dan PPL nantinya akan dibedakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untungnya banyak. Lebih cepat, lebih hemat,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Wacana ini rupanya ditanggapi positif oleh mahasiswa FKIP, salah satunya Renny Sepriana, mahasiswi Prodi Pendidikan Biologi 2015. &ldquo;Memang sih banyak positifnya. Lebih cepat, lebih hemat. Tapi kalau memang penggabungan, secepatnya diinformasikan agar mahasiswa yang mau daftar KKN enggak bingung,&rdquo; tanggapnya. <strong>(<em>adn</em>/<em>mrf</em>/<em>dan/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul dalam Seleksi Masuk PTN Tahun Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-dalam-seleksi-masuk-ptn-tahun-ini/baca </link>
<guid> unmul-dalam-seleksi-masuk-ptn-tahun-ini </guid>
<pubDate> Wed, 14 Mar 2018 13:46:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa baru Unmul. (Sumber: procal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-dalam-seleksi-masuk-ptn-tahun-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XtOl6wz9LT.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Unmul dalam Seleksi Masuk PTN Tahun Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - 2018, Unmul harus siap terima mahasiswa baru lagi. Berdasarkan data 2017, Unmul menyiapkan sebanyak 5.331 kursi. Yang kemudian terbagi dalam perebutan tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN).</p><p style="text-align: justify;">Untuk setiap jalur penerimaan masuk PTN, pemerintah telah menetapkan besaran alokasi daya tampung. Untuk SNMPTN dan SBMPTN masing-masing paling sedikit 30 persen dari alokasi PTN yang ada. Sedangkan SMMPTN paling banyak 30 persen.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, belum diketahui pasti berapa jumlah kursi yang disiapkan Unmul. Meski begitu, setiap tahunnya, Unmul tampak berupaya menurunkan angka penerimaan guna menyeimbangkan jumlah dosen dan mahasiswa, serta peningkatan mutu pembelajaran. Sejak 2016, Unmul menerima 5.509 pendaftar, kemudian 2017 turun menjadi 5.331. Untuk 2018, diprediksi juga akan turun.</p><p style="text-align: justify;">Bagi sekolah dengan akreditasi A dan B memperoleh kuota 50-70 persen. Sedangkan, akreditasi C hanya memperoleh 20 persen. &ldquo;Sekolah tanpa akreditasi hanya 10 persen, misalkan ada 100 yang daftar hanya diterima 10. Itu hanya daftar belum tentu lulus, beda dengan tahun lalu,&rdquo; kata Muhammad Ihwan, Kepala Sub Bagian Humas dan Protokol Unmul, 1 Maret 2016.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, berdasarkan data Panitia Seleksi SNMPTN dan SBMPTN, dikutip dari Tirto.id, jumlah pendaftar SNMPTN pada 2018 tercatat sebanyak 590.830 siswa, naik 13 persen dari jumlah pendaftar tahun lalu yakni sebanyak 523.077 siswa.</p><p style="text-align: justify;">Angka pendaftar SNMPTN dari data tersebut rupanya mengalami penurunan jika dibanding 2-3 tahun sebelumnya. Pada 2015, jumlah pendaftar menembus 852.093 siswa, dan 2016 sebanyak 645.202 siswa. Jumlah pendaftar sebanyak ini harus bersaing ketat, seperti pada tahun lalu hanya 101.906 siswa yang lulus SNMPTN.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk SBMPTN, tampak preferensi atau minat para lulusan SMA atau sederajat terhadap PTN. Tahun lalu, total daya tampung untuk SBMPTN mencapai 128.244 kursi, mencakup 63.685 kursi di ilmu sains teknologi dan 64.559 kursi untuk ilmu sosial humaniora.</p><p style="text-align: justify;">Tren jumlah pendaftar SBMPTN pun terbilang fluktuatif. Pada tahun ajaran 2014-2015, dari total 1,43 juta lulusan SMA atau sederajat di Indonesia, sebanyak 53 persen (764.185 orang) tercatat mendaftar SBMPTN. Tahun ajaran berikutnya, jumlah peserta SBMPTN turun menjadi 51 persen (721.326 orang) dari total 1,42 juta lulusan SMA.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pada tahun ajaran 2016-2017, siswa yang tertarik mendatar studi ke PTN kembali meningkat. Hal itu tercermin dari jumlah peserta SBMPTN pada tahun lalu yang mencapai 63 persen (797.023 orang) dari total 1,26 juta lulusan SMA atau sederajat. Peningkatan ini memang lumrah karena studi menunjukkan minat pada PTN bagi siswa masih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semakin hari kita harus mengarah ke kualitas. Penerimaan yang tanpa tes itu jalur undangan dibatasi berdasarkan akreditasi sekolah. Kalau dulu kan siswa kelas tiga berhak mendaftar semua. Sekarang enggak. Tahun ini kita upayakan lebih baik,&quot; tandas Ihwan. <strong>(<em>aml/wil/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Daya Pikat Unmul, PTN, dan Potret Persiapan Calon Maba 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/daya-pikat-unmul-ptn-dan-potret-persiapan-calon-maba-2018/baca </link>
<guid> daya-pikat-unmul-ptn-dan-potret-persiapan-calon-maba-2018 </guid>
<pubDate> Wed, 14 Mar 2018 13:55:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi ujian masuk perguruan tinggi. (Sumber: republika.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/daya-pikat-unmul-ptn-dan-potret-persiapan-calon-maba-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ukzdyc9MP5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Daya Pikat Unmul, PTN, dan Potret Persiapan Calon Maba 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Tahun ini, rangkaian SNMPTN sudah digelar sejak 13 Januari hingga 8 Mei mendatang. Sedangkan SBMPTN, pada 5 April hingga 3 Juli.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jadwal SNMPTN 2018:</strong>&nbsp;<br>&bull;13 Januari 2018-10 Februari 2018: Pengisian dan verifikasi PDSS<br>&bull;21 Februari 2018-6 Maret 2018: Pendaftaran<br>&bull;17 April 2018: Pengumuman hasil seleksi<br>&bull;8 Mei 2018: Pendaftaran ulang di PTN masing-masing</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jadwal SBMPTN 2018:</strong>&nbsp;<br>&bull;5 April 2018-27 April 2018: Pendaftaran online<br>&bull;8 Mei 2018: Pelaksanaan tes<br>&bull;9-11 Mei 2018: Ujian keterampilan<br>&bull;3 Juli 2018: Pengumuman hasil seleksi.</p><p style="text-align: justify;">Rumintang Marsella Pangaribuan, atau yang akrab disapa Sella, mengaku tengah disibukkan dengan kegiatan jelang ujian nasional yang disiapkan sekolahnya, salah satunya Program Intensif Belajar (PIB) di sela-sela waktu belajar.</p><p style="text-align: justify;">Siswi kelas XII SMA 2 Sangatta Utara itu pun kini tengah jalani simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang telah masuk simulasi tahap tiga. Sella mengungkapkan, dia tidak punya persiapan khusus untuk ujian selain yang disediakan sekolah, selain belajar mandiri di rumah dan dari laman Quipper.</p><p style="text-align: justify;">Setelah lulus, Sella lebih memilih masuk Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). Pilihannya jatuh kepada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dengan memilih jurusan Akuntansi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tertarik masuk STAN sejak naik kelas XII. Karena kebetulan pernah ada sosialisasi gitu tentang berbagai macam PTN/PTS/PTK. Apalagi soal jurusan Akuntansi, karena suka banget sama Akuntansi,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan Sella, Gevian Ichsandrie Arif, siswa kelas XII SMA Negeri 11 Bandung rupanya juga tengah sibuk menjalani serangkaian <em>Try Out</em> dan simulasi jelang pelaksanaan UNBK.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Gevian juga memilih ikut les di luar jam pelajaran yang tidak jauh dari sekolahnya sekaligus mempersiapkan diri untuk SBMPTN. Selain itu, Gevian juga belajar dari buku-buku yang membahas soal ujian seperti Seri Pendalaman Materi (SPM).</p><p style="text-align: justify;">Soal pilihan saat lulus, Gevian mengaku memilih masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan yang jadi incarannya adalah Universitas Padjajaran (Unpad). Dia memilih jurusan Sastra Inggris.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Soalnya katanya sih lulusan Unpad sudah terjamin buat kerjanya dan suka ada beasiswa juga di tengah semester. Karena emang skill aku di Inggris,&quot; ungkap Gevian kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>melalui pesan LINE.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Gevian juga punya pilihan cadangan ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang masuk dalam daftar pilihan ketiga. &quot;Pilihan ketiga swasta Univeristas Katolik Parahyangan (Unpar),&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati minat lulusan SMA untuk masuk berbagai PTN di Indonesia tinggi, bukan berarti PTS sepi peminat. Justru, saat ini semakin banyak bermunculan PTS dengan standar kualitas dan akreditasi yang tidak kalah saing dengan PTN.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari Tirto.id, beberapa PTS yang telah mengantongi reputasi sangat baik dengan akreditasi A. Misalnya Universitas Mercubuana Jakarta, Universitas Kristen Petra, Universitas Gunadarma Jakarta, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Universitas Atmajaya Jakarta dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, berdasarkan data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT), jumlah PTS yang terakreditasi A mencapai 27 universitas. Sedangkan, akreditasi B sebanyak 397 universitas, dan akreditasi C sebanyak 715 universitas.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat ada PTS yang mengantongi akreditasi A dan juga bersertifikasi internasional di antaranya seperti Binus University, yakni untuk program studi manajemen (SI, S2, S3), teknik industri S1, sistem komputer S1, dan teknik sipil S1.</p><p style="text-align: justify;">Ardiyansyah, pengamat pendidikan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, kepada Tirto.id mengatakan, PTS kini sudah semakin mampu bersaing dengan PTN, sehingga dapat membuat calon mahasiswa tertarik untuk mendaftar ke PTS.</p><p style="text-align: justify;">Faktor-faktor dari PTS soal waktu belajar yang lebih fleksibel atau sesuai dengan kebutuhan calon mahasiswa jadi keunggulan PTS. Sehingga mahasiswa yang bisa kuliah sambil bekerja. Fasilitas kampus yang semakin lengkap juga jadi daya tarik PTS. Legalitas atau akreditasi kampus swasta yang sudah hampir sama dengan PTN, sehingga memenuhi syarat yang diminati calon mahasiswa. Bahkan, biaya kuliah di beberapa PTS juga kini relatif lebih terjangkau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan ada PTS yang berani membuka cicilan bagi calon mahasiswa yang berpenghasilan rendah. Bisa dikatakan PTS menjadi diminati karena lebih merakyat, baik dari sisi waktu maupun biaya,&rdquo; tutur Ardiyansyah. <strong>(<em>aml/wil/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tolak Sistem KKN Baru, Ketua LDF Arahkan Kader Lakukan Hal Kontroversial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-sistem-kkn-baru-ketua-ldf-arahkan-kader-lakukan-hal-kontroversial/baca </link>
<guid> tolak-sistem-kkn-baru-ketua-ldf-arahkan-kader-lakukan-hal-kontroversial </guid>
<pubDate> Thu, 15 Mar 2018 11:03:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isi broadcast dalam grup bernama Ikhwan Muda 2015 yang ditulis sang Ketua LDF An-Nur. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-sistem-kkn-baru-ketua-ldf-arahkan-kader-lakukan-hal-kontroversial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7YV5wq85OT.png" />
					</figure>
			                <h1>Tolak Sistem KKN Baru, Ketua LDF Arahkan Kader Lakukan Hal Kontroversial</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><strong>&nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Sebuah&nbsp;</span><em><span>broadcast</span></em><span><em>&nbsp;</em>serius berjudul &lsquo;Arahan Khusus&rsquo; sengaja ditulis oleh Denny Maulida di grup WhatsApp Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) An-Nur FEB Unmul. Isi&nbsp;</span><span><em>broadcast</em></span><span>&ndash;dalam grup bernama Ikhwan Muda 2015&ndash;yang ditulis sang Ketua LDF tersebut kemudian jadi &lsquo;Arahan Khusus&rsquo; yang kontroversial dan patut dipertanyakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana tidak, isi&nbsp;</span><span><em>broadcast</em></span><span>&nbsp;tersebut menginstruksikan agar semua kader laki-laki di LDF An-Nur, khususnya angkatan 2015 untuk melakukan manipulasi berjamaah terkait responden survei KKN yang disebar BEM KM Unmul melalui media sosialnya sejak Senin, 12 Maret lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Manipulasi yang dimaksud ialah menginstruksikan kepada para kader melakukan hal kontroversial. Yaitu dengan memilih &apos;tidak setuju&apos; untuk pilihan KKN Non Acak dan Kompetensi dihapuskan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Instruksi Denny kepada kader-kadernya tersebut merupakan bentuk reaksi ketidaksepakatan yang &lsquo;diam-diam&rsquo; dirinya lakukan&ndash;karena instruksi itu baru terpantau di grup WhatsApp LDF&ndash;dalam menyikapi pembaharuan konsep KKN yang dilakukan oleh Tim Pengembangan Program KKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memang, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (LP2M) melalui Tim Pengembangan Program KKN telah melakukan beberapa pembenahan untuk menyongsong pelaksanaan KKN ke-44 tahun 2018.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;telah mengeluarkan laporan tertanggal 23 Februari tentang perkembangan KKN terbaru. Isinya, Ketua Tim Pengembangan Program KKN, Esti Handayani Hardi menyebutkan KKN tahun 2018 akan ada perubahan dari tahun sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang paling mencolok, jika 2017 lalu mahasiswa dapat mencari kelompok dan menentukan destinasi desanya sendiri, maka hal itu tidak akan terjadi untuk tahun ini. Anggota kelompok untuk seluruh jenis KKN akan diacak oleh LP2M.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ada banyak pertanyaan &lsquo;bagaimana jika kami bikin kelompok sendiri, Bu?&rsquo; Kami tidak memfasilitasi yang itu,&quot; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Selengkapnya:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-44-esti-tahun-ini-ada-perubahan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-44-esti-tahun-ini-ada-perubahan/baca</a> )</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diakhir&nbsp;</span><span><em>broadcast</em></span><span>-nya, Denny menutup tulisannya dengan dua kata simpel: semoga dimudahkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga tulisan ini dibuat,&nbsp;</span><em><span>Sketsa</span></em><span><em>&nbsp;</em>berupaya melakukan konfirmasi langsung ke Denny perihal motif dibalik penyebaran&nbsp;</span><span>broadcast</span><span>&nbsp;tersebut.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>dan</span><span>/</span><span>erp/adl</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut isi&nbsp;</span><span><em>broadcast</em></span><span>&nbsp;lengkapnya:</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Arahan Khusus</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>Untuk semua kader FEB 2015 bisa ini kuisioner KKN ini.</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>1. &ldquo;Tidak setuju&rdquo; KKN Non Acak dihapuskan</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>2. &ldquo;Tidak setuju&rdquo; KKN Kompetensi dihapuskan</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>Nb: khusus antum saja</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>Semoga dimudahkan</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>Ttd</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>Denny Maulida</span></em><span><em>&nbsp;</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dituding Ubah Statuta, Masjaya: Itu Desakan Kemenristekdikti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-ubah-statuta-masjaya-itu-desakan-kemenristekdikti/baca </link>
<guid> dituding-ubah-statuta-masjaya-itu-desakan-kemenristekdikti </guid>
<pubDate> Fri, 16 Mar 2018 12:16:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prof. Adam Idris dan Rektor Masjaya (Sumber foto: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-ubah-statuta-masjaya-itu-desakan-kemenristekdikti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pIPPqOgKvF.png" />
					</figure>
			                <h1>Dituding Ubah Statuta, Masjaya: Itu Desakan Kemenristekdikti</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pertemuan para petinggi Unmul bertajuk Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) rampung digelar di Hotel BlueSky Balikpapan pada Kamis (8/3) lalu. Namun, rapat yang melibatkan Rektor Unmul Masjaya, wakil rektor, beberapa dekan, dewan pengawas, serta dewan pertimbangan Unmul itu menuai kritik dari salah satu senat di Unmul, Prof. Adam Idris.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu agenda pertemuan ini membahas Statuta&ndash;di organisasi kemahasiswaan, Statuta ini laksana AD/ART&ndash;Unmul tersebut dipertanyakan keabsahannya oleh Prof. Adam&ndash;sapaan akrabnya, salah satu senat yang tak diundang berpartisipasi dalam rapat tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Prof. Adam mendapat informasi bahwa rektor, wakil-wakilnya, serta beberapa guru besar dan dosen melakukan rapat guna membahas Statuta. Namun tidak semua guru besar dan anggota senat di undang ke rapat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Karena itulah, melalui keterangannya di <em>BeritaInspirasi,</em> guru besar sekaligus Dekan FISIP periode 2011-2015 itu menuding, ada transparansi yang ditutup-tutupi oleh Rektor Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut, untuk mengubah Statuta harus melibatkan para senat karena mengubah peraturan dasar pengelolaan Unmul itu tidak bisa sembarangan. Harus ada aturan-aturan yang dipatuhi untuk mengubah draf Statuta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang membuat Statuta itu urusan komisi organisasi senat universitas, kemudian dibawa ke (rapat) pleno senat,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari Humas Unmul, ada tiga bahasan pokok dari rapat yang tergelar di Balikpapan tersebut: pembahasan internal Statuta, penyampaian arahan oleh Dewan Pengawas Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU), dan penandatanganan kontrak kinerja pimpinan civitas academica Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proses ini (pembahasan Statuta) yang dianggap terkesan diatur untuk kepentingan memenangkan rezim yang sekarang ini. Susah untuk ditepis,&rdquo; selisik Adam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Klarifikasi Rektor Masjaya</strong></p><p style="text-align: justify;">Dituding menyalahi aturan dalam pembahasan Statuta, dua hari kemudian&ndash;Sabtu (10/3), Rektor Masjaya menyebut hal tersebut hanya salah paham belaka. Pertemuan yang terhelat di Balikpapan beberapa hari lalu adalah bentuk desakan dari Biro Hukum Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertemuan di Balikpapan tidak ada hubungannya dengan pemilihan rektor. Hanya semata-mata desakan Biro Hukum Kemenristekdikti karena Unmul tidak memiliki Statuta (yang) sesuai dengan PP dan Permen,&rdquo; terangnya, kembali dikutip dari <em>BeritaInspirasi</em>.</p><p style="text-align: justify;">Orang yang saat ini mengemban tampuk kekuasaan tertinggi se-Unmul ini pun kembali menyebut, hasil koreksi yang dilakukan oleh biro hukum kementerian tersebut akan diserahkan kembali ke komisi organisasi senat universitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah ini hasil koreksi akan dibahas dan difinalisasi di komisi organisasi sebagai usulan yang akan disampaikan kepada senat universitas untuk masukan hingga penetapannya,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini dituliskan, Sketsa masih berupaya melakukan konfirmasi ke berbagai pihak untuk memperjelas informasi tersebut. <em><strong>(dan/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Derita Budak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/derita-budak/baca </link>
<guid> derita-budak </guid>
<pubDate> Sat, 17 Mar 2018 05:34:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: www.merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/derita-budak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mCnLDZvFBp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Derita Budak</h1>
			              </header>
			              <p>Pagi itu tangan dan kakinya terikat,<br>rantai dengan 50 kilogram besi yang mengikat,<br>tubuhnya menggigil dan menggeliat,<br>sungguh dimatanya hanya cerminan derita yang tersirat.</p><p>lelah ia lelah terkurung dirumah majikan yang jahat,<br>satu kesalahan cukup bisa mendapatkan hukuman berat,<br>hingga usang dan kumuh wajahnya dan melarat,<br>dikucilkan, dibiarkan di gubuk tak terlihat,</p><p>adakah ia makan dan minum?<br>mungkinkah hanya hujan dan serangga dan buah yang membusuk,<br>yang tak sengaja jatuh dari tepi gubuk,</p><p>tangan kakinya melepuh, merapuh karena dingin dan panas yang menyeluruh,<br>pagi siangnya tiada pelindung, karena tempat tinggalnya beratapkan ranting daun dengan pohon yang lapuk.</p><p>Siapakah penyelamatnya dalam keadaan sedemikian,.<br>mungkinkah kematian adalah jawaban,.<br>agar derita usai dan terselesaikan,<br>berdoa hati sang budak,<br>harap sang budak,<br>di sela,<br>Derita Budak</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Syarif Fauzan Khairullah, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2015.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Para Pengguna Cadar di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-para-pengguna-cadar-di-unmul/baca </link>
<guid> suara-para-pengguna-cadar-di-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 17 Mar 2018 11:38:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-para-pengguna-cadar-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H6pkddXyMu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Para Pengguna Cadar di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Diskriminasi terhadap kaum perempuan yang mengenakan cadar di institusi pendidikan kembali mencuat. Menyusul keluarnya larangan penggunaan cadar di lingkungan kampus--dengan kedok pembinaan--dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.</p><p style="text-align: justify;">Suasana gaduh, banyak pihak lantas memberikan komentar dan mengecam aturan ini. Menyadari polemik yang terjadi, belakangan Rektor Yudian Wahyudi lewat surat tanggal 10 Maret 2018 memutuskan mencabut larangan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selesai satu, mengemuka lagi yang lain. Kali ini muncul temuan serupa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi di Sumatra Barat. Kebijakannya mirip-mirip, yakni mengimbau dosen dan mahasiswinya untuk tidak mengenakan cadar di lingkungan akademik. Larangan itu tertuang dalam surat edaran tertanggal 20 Februari 2018 yang ditandatangani dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Bukittinggi.</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja, hal seperti ini menyesakkan bagi mereka yang telah memutuskan menggunakan cadar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi itu juga salah satu ujian untuk yang memakai cadar, karena tidak semua orang bisa menerima keputusan yang kita buat,&rdquo; kata Wahyuni Safiri, salah satu mahasiswi pemakai cadar di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi angkatan 2015 ini menjelaskan ada banyak perbedaan pendapat soal cadar, bahkan oleh para alim ulama sekalipun. Tetapi Yuni mengaku heran dengan keputusan untuk melarang, dengan dalih mengimbau, untuk melepaskan cadar. Sebab menurutnya setiap orang punya pilihan dan haknya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Yuni telah menggunakan cadar hampir setahun terakhir ini. Ia menilai tidak ada yang salah dengan penggunaan cadar di kampus. Selain untuk menjaga diri, mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini juga merasa telah menemukan ketenangan dengan menggunakan cadar.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang terjadi di UIN Sunan Kalijaga dan IAIN Bukittinggi, untungnya tidak terjadi di Unmul. Sejauh ini, kata Yuni, ia tidak pernah menerima tindakan diskriminasi di kampus sejak memutuskan untuk bercadar. Namun, ia tak menampik akan anggapan miring di luar kampus yang masih acap terdengar di telinganya</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu menjadi salah satu dukanya, seperti dikatain kalau bercadar ke Arab saja, bercadar enggak boleh salah, seperti ninja atau teroris. Jadi dipandang sebelah mata,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Setali tiga uang dengan Yuni, Nurtiaz Mumtaziah Ramadhan atau biasa disapa Tiaz, mengaku belum pernah menerima perlakuan diskriminatif di lingkungan kampus Unmul. Tiaz adalah mahasiswa baru 2017 yang memutuskan mengenakan cadar sejak masuk di dunia perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Keputusannya ini memperoleh dukungan penuh dari sang ayah. Namun, Tiaz tetap harus berjuang menghadapi keluarga besarnya yang lain--yang masih belum terbiasa dengan keputusan Tiaz menggunakan cadar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kakek, nenek, dan umi tidak setuju saya pakai cadar. Karena saat itu sedang gencar-gencarnya dibilang teroris, tapi saya tetap <em>keke</em><em>u</em><em>h</em> sama pendirian saya. Satu-satunya yang mendukung abi saya,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Meski bercadar sudah menjadi keputusannya, Tiaz mengaku kurang begitu bisa bersosialisasi. Dalam artian, ia kurang bisa menonjolkan diri di hadapan umum. Segala tindakan yang ingin ia lakukan, kembali ia pikirkan, apakah sudah sesuai atau tidak dengan penampilannya yang menggunakan cadar.<strong>&nbsp;(<em>adl</em></strong><strong><em>/nit/wal/aml</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aku Diam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/aku-diam/baca </link>
<guid> aku-diam </guid>
<pubDate> Sat, 17 Mar 2018 11:49:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/aku-diam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CneR6HPVk0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aku Diam</h1>
			              </header>
			              <p>Sekali lagi aku diam<br>Ku rebahkan jiwa kepada nada dikala malam<br>Alunan yang menyenangkan<br>Kupeluk rembulan bersama kepiluan.</p><p>Sekali lagi aku diam<br>Ku sibakkan rambut mendengarkan kenangan<br>Pemusik yang sering membuat hati terusik<br>Membawakan syahdu violin bersama luka berlusin-lusin.</p><p>Sekali lagi aku diam<br>Ku kupas tembok kenangan bersama sepi<br>Kutarik nafas berulang-ulang<br>Fatamorgana kutemukan.</p><p>Sekali lagi aku diam<br>Ketika &nbsp;rindu tak pernah tertuntaskan<br>Angin malam membawa potongan-potongan gambaran<br>Aku sibuk menyusun nya kembali, &nbsp;bersama perih yang tak kunjung pergi.</p><p>Sekali lagi aku diam<br>Menatap kegelapan bersama kesuraman<br>Menyusuri memori &nbsp;bersama alat musik dawaian<br>Mencumbu mesra lagu yang pernah kau mainkan.</p><p>Sekali lagi aku diam<br>Ketika ingatan semakin memerah<br>Ku obati tapi semakin parah<br>Kepeluk dan kurengkuh dalam peluh</p><p>Sekali lagi aku diam<br>Saat setiap mimpi sulit ditafsirkan<br>Ramalan kebahagiaan mulai bertebaran<br>Saat itu aku hanya percaya Tuhan</p><p>Sekali lagi aku diam<br>Ketika kasih tak lagi menuntut sabar<br>Si Sayang asik mengalunkan melodi kepada malam<br>Dan aku sendirian bersandar pada rembulan</p><p>Sekali lagi aku diam<br>Ketika violin itu dimainkan</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Esty Pratiwi L, mahasiswi Sastra Indonesia, FIB 2017.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Politisasi Statuta Unmul dan Over Otoritas Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/politisasi-statuta-unmul-dan-over-otoritas-rektor/baca </link>
<guid> politisasi-statuta-unmul-dan-over-otoritas-rektor </guid>
<pubDate> Sat, 17 Mar 2018 12:11:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Armin Beni Pasapan, Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Samarinda. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/politisasi-statuta-unmul-dan-over-otoritas-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PusXoYlEP6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Politisasi Statuta Unmul dan Over Otoritas Rektor</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Statuta menurut Peraturan Pemerintah RI No 4 tahun 2014 adalah peraturan dasar Pengelolaan Perguruan Tinggi yang digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di perguruan tinggi. Secara rinci dapat dikatakan bahwa Statuta adalah pedoman yang paling dasar dalam penyelenggaraan kegiatan yang digunakan sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan program dan penyelenggaraan kegiatan fungsional sesuai dengan tujuan perguruan tinggi yang bersangkutan.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Statuta berisi dasar yang dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum, peraturan akademik dan prosedur operasional yang berlaku di perguruan tinggi yang bersangkutan. Artinya, Statuta perguruan tinggi adalah pedoman yang sangat strategis dalam mengatur penyelenggaraan perguruan tinggi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dalam konteks organisasi mahasiswa contohnya <span>Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (</span>GMKI). Secara nasional, GMKI mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART), namun di tingkat cabang setanah air juga memiliki aturan atau pedoman dasar khusus di cabang yang dinamakan Statuta Cabang. Urgensinya adalah untuk mengatur internal cabang, karena tidak semua cabang memiliki dinamika organisasi yang sama. Masing-masing memiliki analisis SWOT cabangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perguruan tinggi pun sama, karena perguruan tinggi merupakan organisasi. Secara nasional, perguruan tinggi diatur dalam UU No.12 tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi yang turunannya adalah PP No.4 tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Perguruan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi. Dalam setiap Perguruan Tinggi juga memiliki Statuta yang secara umum mengatur jalannya sistem pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Jika dikaitkan dengan Statuta Universitas Mulawarman, yang merupakan aturan atau pedoman dasar di dalam lingkungan Universitas Mulawarman. Seperti paparan di atas, Statuta memiliki peran yang sangat strategis. Oleh karena itu, perlu disusun sebaik mungkin sesuai dengan pedoman penyusunan Statuta Perguruan Tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman sebagai kampus terbesar di Kalimantan yang memiliki kurang lebih 1.200 tenaga pengajar tetap hingga honor dan kurang lebih 37.816 jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan, mulai dari program sarjana hingga doktor, Unmul harusnya memiliki Statuta yang baik. Diketahui bersama, ternyata Statuta Unmul telah kadaluarsa, karena Statuta terakhir adalah Statuta tahun 2004.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, akhir-akhir ini universitas terbesar di Kalimantan ini menjadi sorotan banyak kalangan, termasuk kalangan mahasiswa, dosen sampai kalangan guru besar. Sorotan tersebut adalah soal dugaan kesalahan mekanisme pada perubahan Statuta Unmul. Melihat hal ini mahasiswa juga harus pro aktif melihat problematika ini. Tahun 2017, Universitas Mulawarman menyandang Akreditasi A, dan itu merupakan prestasi Rektor Prof. Masjaya, M.Si yang menjadikan Unmul sebagai kampus kedua di Indonesia Timur yang memiliki Akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Namun hemat saya, akreditasi ini kontradiksi dengan Statuta Unmul yang diduga pada tahun 2017 berbentuk draft kasaran yang belum disepakati dan masih dalam proses penyusunan. Namun, diduga diakali demi mencapai prestasi Akreditasi A. Padahal, melalui banyak pendapat kalangan, terutama mahasiswa juga menyebutkan Akreditasi tersebut belum layak diberikan pada kampus yang masih tidak aman, fasilitas yang tidak memadai dan akreditasi prodi serta fakultas yang tidak menyentuh angka 5 persen memiliki Akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Kembali pada ribut-ribut soal perubahan Statuta UNMUL yang menuai polemik baru jelang Pemilihan Rektor Juni mendatang untuk Periode 2018-2022. Melalui berbagai media <em>online</em> dan cetak tentang pelanggaran yang dilakukan Rektor Unmul 2014-2018, sembari mempelajari mekanisme perubahan Statuta dan keterlibatan guru besar dalam lingkungan Unmul, saya memiliki opini yang melihat keotoriteran seorang Pimpinan Universitas dan politisasi Statuta Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dapat dilihat dalam cara pembahasan dan pengambilan keputusan terkait Statuta Unmul yang tidak demokratis. Sebagai universitas yang baru memiliki 52 guru besar, harusnya melibatkan seluruh guru besar dalam menggagas Statuta Unmul ini. Sebab, melihat peranan guru besar yang sangat penting dalam suatu perguruan tinggi khususnya di Unmul. Tidak hanya itu, bahkan harusnya berdasarkan mekanisme perubahan Statuta, harus juga diturunkan ke dalam seluruh fakultas, tenaga pengajar dan juga sosialisasi kepada mahasiswa. Agar dalam Statuta tersebut menampung seluruh aspirasi yang memihak kepada seluruh bagian dalam Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sikap otoriter Rektor Unmul juga tidak hanya soal Statuta, beberapa di antaranya adalah soal memasukkan pameran Alutista Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kampus, yang sangat bertentangan dengan semangat reformasi melalui SKB 3 Menteri yang menghapuskan militerisme dalam kampus.</p><p style="text-align: justify;">Melihat sikap otoriter ini, mahasiswa harus angkat bicara demi terciptanya demokrasi di dalam kampus. Kembali menyoal Statuta Unmul, hal ini disinyalir kuat dengan kepentingan politik menuju Pemilihan Rektor Juni mendatang. Kepentingan itu diduga berasal dari keinginan Prof. Masjaya untuk maju kedua kalinya memimpin Universitas Mulawarman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu konten perubahan Statuta itu adalah dengan tidak adanya hak suara guru besar dalam Pemilihan Rektor, dan hanya didasarkan pada perwakilan Senat Fakultas sebanyak 3 (tiga) suara termasuk dekan di dalamnya yang memiliki 1 (satu) suara. Sudah menjadi rahasia bersama bahwa hampir seluruh dekan fakultas merupakan &ldquo;orang&rdquo; atau &ldquo;pegangan&rdquo; rektor. Artinya seluruh suara dekan pasti akan mengarah pada rektor. Pun dalam perubahan atau acara yang diagendakan sebagai Workshop Statuta Unmul di Balikpapan juga tidak melibatkan seluruh guru besar yang ada di Universitas Mulawarman. Semua terlihat ditutup-tutupi, bahkan lebihnya adalah dugaan lebih banyak yang diundang dalam agenda di Balikpapan itu adalah kubu rektor untuk mengamankan Statuta tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa yang tidak apatis dengan berbagai keadaan di lingkungan kampus, turut prihatin dengan sikap rektor yang cenderung mempolitisasi Statuta Unmul demi kepentingan calon tunggal atau aklamasi dalam Pemilihan Rektor melihat banyaknya calon kuat yang juga akan bersaing adu program dalam Pemilihan Rektor Unmul 2018.</p><p style="text-align: justify;">Berarti ada proses <em>lobby to lobby</em> yang berjalan demi memuluskan Statuta Unmul. Ini bukan menjadi rahasia kecil lagi, melainkan rahasia besar melihat banyaknya guru besar dan beberapa mahasiswa yang mengungkapkan kejanggalan dan keresahannya dalam agenda yang terlaksana di Balikpapan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, suara kecil mahasiswa ini seharusnya menjadi kritik membangun bagi rektor agar kembali menginstropeksi diri dalam mengambil segala tindakan agar bijak dalam memberikan keputusan. Persoalan siapapun yang akan menjadi calon-calon rektor itu harus dilakukan dengan cara yang mengedepankan sistem demokrasi yang dianut Bangsa Indonesia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa tidak memiliki hak suara dalam pemilihan tersebut, maka inilah yang dilakukan untuk memberikan pendapat. Berharap bahwa tidak ada lagi ke otoriteran dalam kampus, cukup itu terjadi pada rezim orde baru yang mematikan seluruh sistem demokrasi. Dan meminta kepada setiap pihak-pihak yang berwenang untuk segera memproses dan mengusut tuntas politisasi Statuta tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh <span>Armin Beni Pasapan,&nbsp;</span></em></strong><strong><em>Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Samarinda</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesawat di Langit Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pesawat-di-langit-samarinda/baca </link>
<guid> pesawat-di-langit-samarinda </guid>
<pubDate> Sun, 18 Mar 2018 04:16:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Salmi Mardani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pesawat-di-langit-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zerbYGOgJt.png" />
					</figure>
			                <h1>Pesawat di Langit Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p>Tatkala petir tanpa kilat menggemparkan hutan putih<br>Gemuruh menembus awan-awan di angkasa<br>Menusuk hingga sanubari<br>Mencari relung paling dalam<br>Membisikkan angin kerinduan</p><p>Melayang... Bergema...<br>Menggemparkan Sang pecinta kerinduan<br>Terbang tinggi mengintari lautan tak berwarna<br>Menembus buih-buih se sukanya<br>Menjadi ikan terbesar di samudera belantara<br>Menelan ratusan pecinta perjalanan</p><p>Berkelana mengintari hutan tak berpenghuni<br>Terbang kesana kemari<br>Mengepakkan sayap menuju tempat persinggahan</p><p>Inginku berada dalam burung raksasa itu<br>Menyaksikan indahnya hutan putih<br>Menuju kampung halamanku...</p><p><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><strong><em>Salmi &nbsp;Mardani, mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aku Ingin Mati Ketika Kau Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/aku-ingin-mati-ketika-kau-kembali/baca </link>
<guid> aku-ingin-mati-ketika-kau-kembali </guid>
<pubDate> Sun, 18 Mar 2018 12:26:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Aulia Agustini, mahasiswi Sastra Indonesia FIB 2016. (Sumber foto; istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/aku-ingin-mati-ketika-kau-kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AFmba05T0Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aku Ingin Mati Ketika Kau Kembali</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kamu begitu dekat sehingga aku merasa jauh</span><br><span>Bersamamu adalah bahagia yang semu</span><br><span>Membuatku bimbang dan jenuh.</span><br><span>Melewati hari bersamamu</span><br><span>Bagai mengunyah namun tak bergigi</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari hari yang begitu indah</span><br><span>Telah sirna dalam hubungan ini</span><br><span>Tawa bahagia yang bertebaran</span><br><span>Adalah sepi yang berkepanjangan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan aku ingin mati ketika kau kembali</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Aulia Agustini, mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya 2016.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Guru Besar Protes Statuta, Ketua Forum Dekan Paparkan Aturan Hukum Penjelas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guru-besar-protes-statuta-ketua-forum-dekan-paparkan-aturan-hukum-penjelas/baca </link>
<guid> guru-besar-protes-statuta-ketua-forum-dekan-paparkan-aturan-hukum-penjelas </guid>
<pubDate> Sun, 18 Mar 2018 12:35:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Forum Dekan se-Unmul Muhammad Noor. (Sumber foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guru-besar-protes-statuta-ketua-forum-dekan-paparkan-aturan-hukum-penjelas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/46XWdbaIWK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Guru Besar Protes Statuta, Ketua Forum Dekan Paparkan Aturan Hukum Penjelas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Deretan tudingan ramai dilancarkan beberapa guru besar Unmul, salah satunya oleh Prof. Adam Idris kepada Rektor Masjaya lewat beberapa media di Kaltim dalam kurun seminggu terakhir. Itu adalah buntut dari rapat pembahasan Statuta Unmul di Swiss-Belhotel Balikpapan yang tidak melibatkan seluruh guru besar selaku bagian dari anggota senat pada Kamis malam, 8 Maret 2018.</p><p style="text-align: justify;">( Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-ubah-statuta-masjaya-itu-desakan-kemenristekdikti/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-ubah-statuta-masjaya-itu-desakan-kemenristekdikti/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Rabu (14/3) lalu, Ketua Forum Dekan se-Unmul Muhammad Noor, memberikan pandangannya terhadap rapat pembahasan Statuta Unmul di Balikpapan tersebut. Noor yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan bahwa pertemuan itu bukan dipelopori oleh Unmul, melainkan undangan dari Biro Hukum Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu yang mengundang, yang punya <em>gawi</em> (Bahasa Banjar yang artinya &lsquo;kerja&rsquo;) itu (Biro Hukum) Kemenristekdikti. Mulai malam Jumat itu sampai pukul 24.00 Wita kami membahas Statuta itu. Besoknya pukul 08.00 sampai 17.00 Wita kami membahas (Statuta) lagi,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Karena rapat itu diinisiasi pihak kementerian, sehingga Unmul tak memiliki kewenangan untuk menentukan berapa banyak jumlah forum yang bisa terlibat dalam rapat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnya dia (Biro Hukum Kemenristekdikti) ingin mengundang empat orang saja, karena yang membiayai kan dia. Mengundang dari Unmul ini (hanya) empat orang. Bapak tidak tahu siapa yang seharusnya diundang. Tapi, rektor minta ditambah lah, termasuk dewan pertimbangan, para dekan, dan para dekan pun hanya bapak berempat yang hadir,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bapak hadir pun karena kebetulan menjadi Ketua Forum (Dekan se-Unmul),&rdquo; tambahnya kemudian.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tentang &nbsp;Statuta yang Sudah Kedaluwarsa</strong></p><p style="text-align: justify;">Alasan bahasan tentang Statuta Unmul kemudian muncul di rapat tersebut karena &lsquo;peraturan dasar pengelolaan Unmul&rsquo; itu sudah kedaluwarsa sejak 2004 silam. Artinya sudah hampir 15 tahun Statuta Unmul tak kunjung diperbaharui, padahal jangka waktu berlakunya telah lama sekali habis.</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar itulah, maka dalam rapat internal di Balikpapan pula, pihak Dewan Pengawas (Dewas) memberi wanti-wanti kepada Unmul. Pesannya ialah meminta agar universitas yang baru meraih akreditasi A tersebut untuk berhati-hati saat melaksanakan pemilihan rektor (Pilrek) jika Statuta yang sudah kedaluwarsa tersebut tak segera diperbaharui.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena Pilrek itu menganut pada Statuta. Kalau Statuta itu kedaluwarsa, bagaimana melakukan Pilrek? Tapi dia (Dewas) tidak menyampaikan boleh atau tidak boleh, hanya hati-hati karena Statuta (yang ada) itu sudah kedaluwarsa,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Noor yang saat ini juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menyebut bahwa jika telah terbahas dan disepakati pun, Statuta baru itu tak otomatis bisa langsung dipakai. Masih ada jeda waktu enam bulan sebelum Statuta baru itu benar-benar bisa dipergunakan sebagaimana mestinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Artinya pelaksanaan pilrek (mendatang) bisa saja tidak menggunakan aturan yang itu (baru), tapi kita tetap menggunakan aturan yang lama. Sekalipun disampaikan oleh Dewas itu: kalau aturan itu sudah kadaluwarsa, kenapa rektor-rektor yang lalu (sebelum Masjaya) tidak membuat Statuta?&rdquo; ujarnya sembari balik bertanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Guru &nbsp;Besar Otomatis Jadi Senat dalam Aturan Hukum?</strong></p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan riset yang dilakukan tim liputan <em>Sketsa</em>, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, pasal 41 ayat 3 memang secara eksplisit menjelaskan bahwa keanggotaan senat terdiri dari guru besar, pimpinan universitas, para dekan, wakil dosen, dan unsur lain yang ditetapkan senat.</p><p style="text-align: justify;">Artinya, jika berlandaskan pada aturan di atas, maka rapat Statuta yang terbahas di Balikpapan lalu adalah sebuah pelanggaran. Jika membahas Statuta, maka memang harus melibatkan semua keanggotaan senat karena Statuta adalah peraturan dasar untuk mengelola suatu universitas.</p><p style="text-align: justify;">Namun ternyata, ada payung hukum terbaru yang diterbitkan pemerintah, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi. Dalam PP ini, khususnya di pasal 29 ayat 4 menjelaskan bahwa keanggotaan senat adalah perwakilan dosen dari berbagai disiplin ilmu yang ada di suatu universitas. Tidak ada disebut bahwa guru besar secara otomatis menjadi anggota senat dalam PP tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian aturan itu diperjelas lagi dalam lampiran Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014. Dalam lampiran ini&ndash;di BAB II Statuta bagian A nomor 4: Sistem Pengelolaan di poin B nomor 3&ndash;juga eksplisit menyebutkan bahwa anggota senat terdiri dari pimpinan perguruan tinggi, wakil pimpinan perguruan tinggi, pimpinan fakultas atau jurusan, pimpinan LP2M, dan pimpinan unit penunjang atau unit pelaksana teknis bidang akademik. Di lampiran penjelas ini pun tak sama sekali menyebut bahwa guru besar otomatis senat.</p><p style="text-align: justify;">Dengan hadirnya PP Nomor 4 Tahun 2014 dan Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014 ini, maka otomatis gugurlah penggunaan PP Nomor 60 Tahun 1999 tersebut sebagai aturan hukum dalam menjalankan dan mengelola sebuah perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang jelas, di aturan lama itu jelas betul mengatakan bahwa guru besar itu otomatis menjadi senat. Sementara yang baru tidak,&rdquo; sebut Noor.</p><p style="text-align: justify;">Tindakan ini pun juga berkaca pada banyaknya perguruan tinggi se-Indonesia yang telah menerapkan PP Nomor 4 Tahun 2014 tersebut dalam pengelolaan perguruan tinggi. Karena ada aturan baru tersebut, maka Statuta di setiap universitas se-Indonesia harus disesuaikan dengan aturan hukum terbaru itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi sudah hampir semua perguruan tinggi yang sudah menyusun Statuta baru, sudah mengikuti aturan seperti itu. Tidak lagi menganggap bahwa guru besar itu otomatis menjadi anggota senat universitas,&rdquo; terang Noor.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dalam lampiran Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014 juga disebutkan bahwa ada sembilan mekanisme penetapan Statuta dalam sebuah perguruan tinggi negeri. Dan dalam proses tersebut, langkah yang dilakukan Unmul sekarang baru menapaki langkah nomor empat.</p><p style="text-align: justify;">Masih ada lima langkah lanjutan lagi untuk bisa merevisi sebuah Statuta universitas. Artinya, masih panjang proses yang harus dilewati sebelum akhirnya menteri terkait menetapkan Statuta Unmul yang kelak akan diperbaharui.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita (Unmul) baru langkah nomor empat ini. Nah langkah nomor lima, perguruan tinggi akan menyempurnakan. Menyempurnakan itu kan artinya kita <em>bakalan</em> rapat dengan senat. Setelah disempurnakan dan diperbaiki, kita akan mengusulkan kembali. Sampai langkah nomor sembilan menteri mengesahkan Statuta itu,&rdquo; ujarnya menyebut rentetan mekanisme. <strong>(<em>dan</em>/<em>pil</em>/<em>gie</em>/<em>asr</em>/<em>len/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keamanan Kampus Kian Rawan, Aliansi Mahasiswa Kembali Serbu Rektorat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keamanan-kampus-kian-rawan-aliansi-mahasiswa-kembali-serbu-rektorat/baca </link>
<guid> keamanan-kampus-kian-rawan-aliansi-mahasiswa-kembali-serbu-rektorat </guid>
<pubDate> Mon, 19 Mar 2018 06:06:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Jaringan Advokasi Mahasiswa Unmul menuju gedung Rektorat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keamanan-kampus-kian-rawan-aliansi-mahasiswa-kembali-serbu-rektorat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cwd7pSl02B.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keamanan Kampus Kian Rawan, Aliansi Mahasiswa Kembali Serbu Rektorat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Mulawarman menyerbu Gedung Rektorat Unmul pada Kamis (15/3) lalu. Mengusung tema &lsquo;Unmul Darurat Keamanan&rsquo;, massa aksi menggelar aksi teatrikal sembari membawa empat tuntutan utama, yakni (1) mempertanyakan kejelasan <em>Standar</em><em>d</em><em>&nbsp;Operational &nbsp;Prosedur</em> (SOP) keamanan kampus, (2) mendesak rektor untuk menambah dan memaksimalkan fasilitas keamanan kampus, (3) meminta kejelasan fungsi portal di tiga titik akses masuk Unmul, dan (4) menuntut transparansi anggaran keamanan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Aksi dimulai sejak pukul 08.00 Wita dengan melakukan <em>long</em><em>&nbsp;</em><em>mar</em><em>ch</em> dari halaman Fakultas Komputer dan Teknik Informatika (FKTI) ke halaman Gedung Rektorat. Saat tiba, massa aksi yang berjumlah 86 mahasiswa langsung disambut Rektor Unmul Masjaya dan Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Belakangan diketahui, BEM KM Unmul telah membuat janji jauh-jauh hari dengan rektor untuk audiensi, meski tanpa menginformasikan akan adanya aksi. Setelah orasi dilontarkan, seluruh massa aksi dipersilakan memasuki ruang audiensi tanpa kecuali.</p><p style="text-align: justify;">Setelah audiensi, aksi berlanjut dengan <em>long</em><em>&nbsp;</em><em>ma</em><em>rch</em> dan aksi teatrikal lagi di simpang antar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Lembaga Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Presiden BEM KM Unmul Rizaldo memaparkan keresahannya yang menjadi dasar tuntutan. Aldo, sapaan akrabnya, menyebut bahwa Unmul tidak memiliki standar pelaksaan satpam yang satu atap. Maksudnya, tidak ada kesamaan antara satpam Unmul dan satpam di masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu kemudian menyebabkan pelaksanaa pengamanan tidak berjalan dengan kompak. Sehingga, Jaringan Advokasi Mulawarman ingin menyatukan kembali kualitas petugas keamanan dengan diterimanya tuntutan-tuntutan ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rektor harus membuat Standar Satpam Indonesia (SSI). Jadi merata, petugas keamanan yang ada di Unmul secara kualitas,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Jaringan Advokasi Mulawarman menyayangkan pengesahan SOP keamanan yang baru disahkan pada 2017 lalu. Menurut Aldo, sebuah kampus harusnya memiliki SOP keamanan sejak tahun pertama berdirinya kampus tersebut. Selain itu, Unmul juga dirasa tidak transpan anggaran dan tidak melibatkan mahasiswa dalam proses pembuatan SOP itu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam mengawal isu ini, Jaringan Advokasi Mulawarman telah menyepakati akan melakukan bedah SOP dengan pihak rektorat pada Selasa, 20 Maret mendatang. &quot;Kita sudah buat janji kemarin, Selasa,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait tuntutan poin dua, yakni mendesak rektor dalam menambah fasilitas keamanan, dikatakan Rizaldo, bukan hanya fasilitas seperti CCTV, namun juga petugas keamanan di Unmul yang dirasa beberapa tidak menjaga kualitas sesuai dengan standar yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak keluhan seperti di FIB, ada jam dimana satpam itu tidak ada di kampus. Itu kan jadi keresahan, padahal tugas satpam ini selalu terisi <em>shift</em>-nya selama 24 jam,&quot; ungkap mahasiswa FKIP angkatan 2013 ini.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan Abdunnur mengapresiasi tuntutan mahasiswa yang mempertanyakan keamanan kampus dan kejelasan tentang tindak lanjutnya. Namun secara eksplisit, ia menyanggah tudingan bahwa mahasiswa tidak dilibatkan dalam membuat SOP keamanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka mempertanyakan, mengapa tidak melibatkan mahasiswa kata presidennya (BEM KM Unmul Rizaldo)? Padahal konsep itu dibuat oleh presiden (BEM KM Unmul) sebelumnya,&rdquo; lugasnya.</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar pertanyaan seputar keamanan itulah, saat audiensi, pihak rektorat memberikan SOP keamanan ke mahasiswa untuk dikoreksi berdasar kajian kritis mahasiswa. Itu artinya, tuntutan pertama massa aksi telah dikabulkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Intinya kan sepakat bahwa mahasiswa menuntut keamanan kampus level A, karena Unmul akreditas A. Akreditasi meningkat, keamanan kampus juga harus meningkat. Setuju kan? &lsquo;Oke&rsquo; kata mereka. UKT tidak meningkat juga ya? &lsquo;Enggak, Pak&rsquo; kata mereka. Ya sudah,&rdquo; tambahnya dengan intonasi suara yang santai. (<strong><i>snh</i></strong><strong>/<i>dan/aml</i></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketua Dewan Pertimbangan Unmul Sebut Penetapan Statuta Belum Final </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-dewan-pertimbangan-unmul-sebut-penetapan-statuta-belum-final/baca </link>
<guid> ketua-dewan-pertimbangan-unmul-sebut-penetapan-statuta-belum-final </guid>
<pubDate> Mon, 19 Mar 2018 11:43:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prof. Afif Ruchaemi selaku Ketua Wantimbang (Sumber foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-dewan-pertimbangan-unmul-sebut-penetapan-statuta-belum-final/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RGaOUCjpZ6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketua Dewan Pertimbangan Unmul Sebut Penetapan Statuta Belum Final</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Dalam unggahan berita di Humas Unmul tanggal 8 Maret 2018, disebutkan bahwa ada tiga agenda yang terlaksana di Hotel Blue Sky Balikpapan, salah satunya adalah Statuta Unmul. Masih dari sumber yang sama, disebutkan pula bahwa Dewan Pertimbangan turut memberikan paparan atau presentasi secara internal terkait Statuta Unmul tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karenanya,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>kemudian mengonfirmasi Prof. Afif Ruchaemi selaku Ketua Dewan Pertimbangan di tengah ramainya isu Statuta Unmul yang sudah menyebar luas di media massa. Prof. Afif mengamini bahwa Dewan Pertimbangan memang melakukan presentasi saat rapat internal tersebut berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa Dewan Pertimbangan presentasi di sana? Karena saat sebelum ke sana, Dewan Pertimbangan diberi tugas oleh ketua penyusun Statuta yaitu WR (Wakil Rektor) II untuk me-</span><span>review</span><span>&nbsp;ataupun mengoreksi (Statuta),&rdquo; sebutnya saat ditemui pada Jumat (16/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disebutkan Prof. Afif, ada dua kali rapat dalam momen berdekatan yang tergelar di Balikpapan. Pertama adalah rapat internal yang tergelar hari Rabu-Kamis, 7-8 Maret di Hotel Blue Sky. Selain Dewan Pertimbangan, hadir pula rektor beserta para wakilnya, ketua komisi organisasi, ketua forum dekan se-Unmul, Dewan Pengawas, &nbsp;serta ketua lembaga. Dan di momen itulah Dewan Pertimbangan menyampaikan presentasinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rabu dan Kamis adalah rapat internal kita. Bahkan malamnya rapat dengan Dewan Pengawas. Jadi sorenya itu rapat internal kita membahas Statuta. Artinya Dewan Pertimbangan presentasi itu di Rabu dan Kamis,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, kedua adalah rapat yang terlaksana pada Kamis malam, 8 Maret di Swiss-Belhotel. Rapat inilah yang diinisiasi oleh Biro Hukum Kemenristekdikti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kamis malam di Swiss-Belhotel. Hanya karena yang melaksanakan itu Kemenristekdikti, yang diundang ini sedikit. Hanya 24 oran</span><span>g.</span><span>&nbsp;Yang diundang di situ Dewan Pertimbangan, ketua komisi organisasi, sekretarisnya, ada forum dekan dengan sekretarisnya, rektor, dan para WR. Ketua lembaga juga diundang,&rdquo; jelasnya lagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tentang Statuta yang Sama Sekali Belum Final</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat diminta menanggapi&nbsp;</span><span><em>statement</em></span><span>&nbsp;Prof. Adam Idris yang menyebut rapat di Balikpapan adalah pelanggaran, Prof. Afif menyatakan tidak ingin mengomentari hal itu karena bukan ranahnya. Namun yang jelas, ia memberi sebuah penekanan bahwa hasil pembahasan Statuta di Balikpapan tersebut sama sekali belum final.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat selesai rapat dengan Biro Hukum (Kemenristekdikti), jelas bahwa itu setelah&nbsp;</span><span><em>dibaiki</em></span><span><em>&nbsp;</em>lagi, (maka) akan dirapatkan di komisi organisasi. Secepatnya nanti akan ada. Kemudian hasilnya dirapatkan di pleno senat. Di situlah semua guru besar ada. Jadi hasil di Balikpapan itu belum final,&rdquo; bocornya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Langkah demi langkah tersebut dilakukan karena merujuk pada aturan yang tercantum dalam lampiran Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014 tentang Pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi. Berdasarkan aturan itu, pertemuan bersama Biro Hukum Kemenristekdikti terhitung sebagai langkah nomor empat dari sembilan langkah yang harus dilalui sebelum Statuta bisa ditetapkan secara final.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, langkah nomor lima yang harus dilalui ialah &lsquo;penyempurnaan&rsquo; kembali Statuta. Dalam aturan di atas, makna dari kata penyempurnaan inilah yang akhirnya bisa melibatkan para senat dalam pembahasan Statuta universitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pun setelah rapat nomor lima selesai, masih ada empat tahap lagi sampai akhirnya pada tahap nomor sembilan, yakni menteri resmi menetapkan Statuta sebagai pedoman umum bagi sebuah universitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi hasil di Balikpapan itu bukan final. Karena nanti dari sini itu jelas-jelas harus ada rekomendasi dari senat. Senat itu guru besar semua ikut. Dari hasil itu, kita pleno lagi. Jadi belum final,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat disinggung&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;tentang adanya pembahasan yang membatasi jumlah guru besar di tiap fakultas dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) mendatang, Prof. Afif hanya menjawab dengan sebuah kalimat pendek dan tegas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu belum final,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, saat kembali ditanya perihal pembatasan itu terbahas di sana, ia hanya menyebut satu kata singkat: &ldquo;Iya.&rdquo;&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>pil</span><span>/</span><span>dan</span><span>/</span><span>asr</span><span>/</span><span>gie</span><span>/</span><span>len/adl</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketua LP2M Pastikan KKN 44 Tak Ada Kendala Perihal Anggaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-lp2m-pastikan-kkn-44-tak-ada-kendala-perihal-anggaran/baca </link>
<guid> ketua-lp2m-pastikan-kkn-44-tak-ada-kendala-perihal-anggaran </guid>
<pubDate> Mon, 19 Mar 2018 11:55:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua LP2M, Prof. Susilo memastikan program KKN tahun 2018 tidak lagi terkendala dengan masalah anggaran. (Sumber foto: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-lp2m-pastikan-kkn-44-tak-ada-kendala-perihal-anggaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jeaB6PsmKy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketua LP2M Pastikan KKN 44 Tak Ada Kendala Perihal Anggaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ditariknya bantuan oleh beberapa pemda ke Unmul dalam bentuk bantuan anggaran untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2017 lalu membuat pihak rektorat dan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (LP2M) sempat kelimpungan. Namun, LP2M pastikan masalah dana tidak akan berpengaruh besar bagi pelaksanaan KKN ke-44 tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya pada Rabu (14/3) lalu, Ketua LP2M, Prof. Susilo memastikan program KKN tahun 2018 tidak lagi terkendala dengan masalah anggaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah pendanaan, kita (LP2M) tidak ada masalah sudah,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, tahun 2017 lalu, hampir berlakunya kebijakan penarikan biaya senilai Rp350 ribu per mahasiswa yang melaksanakan KKN ke-43 sempat menuai protes dari banyak pihak. Paling getol menyuarakan aspirasi penolakan kebijakan itu adalah BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pada akhirnya, kebijakan penarikan biaya yang dibuat oleh Rektor Masjaya justru ditarik sendiri olehnya dengan didasari oleh banyak pertimbangan.</p><p style="text-align: justify;">Nampaknya tahun ini pemda kembali tidak memberikan bantuan ke Unmul. Potensi penarikan nominal senilai Rp350 ribu ke setiap mahasiswa kemungkinan akan terjadi lagi di tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Namun saat <em>Sketsa</em> kembali menyinggung perihal penarikan biaya tersebut bagi mahasiswa yang melaksanakan KKN 44, Prof. Susilo berujar hal tersebut tak akan terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Akademisi asal FKIP yang berstatus guru besar ini memastikan bahwa penarikan bantuan anggaran dari pemda tak akan berpengaruh secara signifikan lagi di tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah tidak ada masalah,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut, kelak mahasiswa yang mendapat lokasi KKN yang cenderung jauh dari Samarinda, maka biaya keberangkatan akan menjadi beban bagi mahasiswa dan kelompok KKN yang bersangkutan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kalau mahasiswa yang mau KKN-nya jauh, tetap mengeluarkan anggaran lebih. Persis seperti tahun kemarin.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Perihal kuota KKN tahun ini, meski tidak disebutkan secara eksplisit, namun Prof. Susilo menjamin bahwa tak akan ada mahasiswa yang gagal melaksanakan KKN karena kehabisan kuota di setiap jenis yang telah ditawarkan LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua mahasiswa KKN yang lewat sini (LP2M) akan ditampung, tidak ada yang ditolak. Jadi tidak ada mahasiswa yang ke sini, kemudian kuota KKN-nya kurang, itu tidak ada. Selagi mereka daftar <em>loh</em> ya. 6 ribu pun saya tampung di LP2M. Berapa ribu pun akan kami tampung,&rdquo; paparnya. <strong>(<em>dan</em>/<em>snh</em>/<em>adl</em>/<em>fqh</em>/<em>dor/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tahun 2018, LP2M Sediakan Dua Kuota KKN Secara Gratis ke Thailand </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tahun-2018-lp2m-sediakan-dua-kuota-kkn-secara-gratis-ke-thailand/baca </link>
<guid> tahun-2018-lp2m-sediakan-dua-kuota-kkn-secara-gratis-ke-thailand </guid>
<pubDate> Tue, 20 Mar 2018 11:44:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelepasan Mahasiswa KKN bersama LP2M Unmul. (Sumber foto: unmul.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tahun-2018-lp2m-sediakan-dua-kuota-kkn-secara-gratis-ke-thailand/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4vT4BJ31g5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tahun 2018, LP2M Sediakan Dua Kuota KKN Secara Gratis ke Thailand</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tahun 2018 ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) memunculkan salah satu jenis Kuliah Kerja Nyata (KKN) baru, yakni KKN International. LP2M nantinya akan memberangkatkan perwakilan mahasiswa Unmul untuk melaksanakan KKN ke Negeri Gajah Putih, Thailand.</p><p style="text-align: justify;">Seperti KKN Kebangsaan, kuota pendaftar yang akan diterima untuk jenis KKN ini hanya lima mahasiswa saja. Namun, dari lima tersebut, dua orang di antaranya akan dibiayai secara penuh oleh pihak LP2M alias gratis.</p><p style="text-align: justify;">Rincian tanggungan biaya bagi dua orang terpilih tersebut meliputi pengurusan paspor, biaya hidup, dan transportasi dengan nominal mencapai Rp47 juta. Sisanya, mahasiswa akan menggunakan biaya mandiri terlepas dari tanggungan LP2M. Informasi biaya lebih lengkap dapat dilihat di website <em>kkn.unmul.ac.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Biaya mandiri tersebut pun juga boleh dicari oleh mahasiswa yang terpilih lewat pihak ketiga atau donatur sebagai penyokong bantuan pembiayaan. Contohnya, mahasiswa bisa mengajukan permohonan bantuan ke wakil rektor III atau ke fakultas masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita (LP2M) boleh <em>ngirim</em> lima orang. Cuma yang gratis dua orang saja,&rdquo; ucap Esti Handayani Hardi, Ketua Tim Pengembangan Program KKN.</p><p style="text-align: justify;">Peluang mendapatkan pembiayaan penuh dari program KKN Internasional ini pun masih terbuka. Pasalnya antusias mahasiswa Unmul dalam memilih program tersebut saat ini masih cukup sedikit, mengingat salah satu syaratnya adalah harus memiliki skor minimal 450 dari tes <em>T</em><em>est&nbsp;</em><em>of E</em><em>nglish as a&nbsp;</em><em>F</em><em>oreign&nbsp;</em><em>L</em><em>anguage</em> (TOEFL).</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, akan ada perbedanya antara program kerja KKN Internasional dengan jenis KKN lainnya. Itulah tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang mendaftar pada KKN jenis ini. Tujuannya agar mahasiswa dapat mengenali budaya yang ada di Thailand sembari juga berkesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia di thailand.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Indonesia bukan satu-satunya negara yang akan mengikuti program tersebut. Dua negara di Asia Tenggara lainnya, Vietnam dan Filipina juga turut ambil bagian dalam program <em>Summer School</em><em>&nbsp;</em>yang dilaksanakan Thailand sekitar bulan Juli sampai Agustus 2018 mendatang<em>.</em></p><p style="text-align: justify;">Program semacam pengabdian masyarakat ke luar negeri tersebut rupanya bukan hal baru untuk Unmul. Dulunya program tersebut juga telah rutin terselenggara, tapi dikelola dan dijalankan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan International sejak 2013 silam.</p><p style="text-align: justify;">Namun untuk tahun ini, LP2M telah menyodorkan ajuan ke UPT. Layanan Internasional untuk mengonversi program tersebut menjadi program KKN yang terbuka bagi calon mahasiswa yang melaksanakan KKN tahun 2018 ini.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan LP2M untuk menampung semua jenis KKN merupakan bentuk kerja sama untuk memfasilitasi kegiatan dari UPT-UPT atau lembaga tertentu yang memiliki program bersifat pemberdayaan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang semua jenis KKN berada di bawah arahan LP2M. Dari proses pendaftaran dan seleksi itu dari LP2M,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Thailand adalah salah satu target lokasi tujuan KKN Internasional khususnya di daerah Thung Khru, Bangkok serta Provinsi Nan di Thailand. Pendaftaran untuk jenis KKN ini mulai dibuka dari tanggal 26 Maret hingga 4 April mendatang. Mahasiswa Unmul yang tertarik bisa melakukan pendaftaran langsung di Kantor LP2M. <strong>(<em>fqh</em></strong><strong>/<em>adl</em>/<em>dan</em>/<em>snh</em>/<em>dor/els</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menggugat Pedoman Etika Sivitas Akademika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menggugat-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca </link>
<guid> menggugat-pedoman-etika-sivitas-akademika </guid>
<pubDate> Tue, 20 Mar 2018 12:40:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kekecewaan mahasiswa mengenai Pedoman Etika Sivitas Unmul. (Sumber: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menggugat-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g7Q7cDzHkg.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Menggugat Pedoman Etika Sivitas Akademika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong><span>&nbsp;</span>Pedoman Etika Sivitas yang diterbitkan Rektorat Unmul pada akhir Desember tahun lalu rupanya menuai kecewa di kalangan organisatoris mahasiswa. Pedoman tersebut dinilai membatasi gerak dan cenderung general untuk diterapkan kepada seluruh mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<span>&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengimani-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca" rel="nofollow" target="_blank"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengimani-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengimani-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Freijae Rakasiwi mengatakan, pihaknya telah menerima pedoman 36 halaman itu sejak Januari--yang juga telah disosialisasikan di fakultasnya sebulan setelahnya. Namun, saat ditelaah bersama, ternyata ada tiga poin yang menurut Freijae bermasalah dan mesti direvisi.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, soal aksi demonstrasi di lingkungan kampus yang harus berizin. Kemudian, pembatasan jam malam dan yang terakhir, larangan berkegiatan di luar jam aktif perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tiga itu menjadi titik poin inti. Saya sudah sampaikan di depan dekan, dan guru besar saat<span>&nbsp;</span><em>roadshow</em>,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Tak sekadar menolak, bersama pihaknya, Freijae telah melakukan pengkajian mendalam selama tiga hari, khusus membahas pedoman ini. Tak mau buang waktu, hanya selang beberapa hari setelah<span>&nbsp;</span><em>roadshow</em>, revisi pedoman berhasil dirumuskan.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, berkas revisi itu belum bergerak ke mana-mana. Rencananya, kata Freijae, revisi itu akan diserahkan langsung kepada Komisi Etik Universitas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita<span>&nbsp;</span><em>nunggu</em><span>&nbsp;</span>nih. Kami tantang Pak WR III dan Pak Rektor untuk mengadakan forum terbuka membahas pedoman etika sivitas ini,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Ihwal Penolakan Tiga Poin</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Aksi demonstrasi itu haknya mahasiswa berkespresi. Kalau negosiasi kita<span>&nbsp;</span><em>deadlock</em>, apakah ada jaminan tuntutan kita dipenuhi? Kalau<span>&nbsp;</span><em>deadlock</em>, pasti bakal aksi,&quot; ujar Freijae mengurai alasan demi alasan penolakan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, perihal pembatasan jam aktivitas malam di kampus, menurutnya juga berkaitan dengan sistem keamanan di Unmul. Jika ingin diterapkan, Unmul harus aman dulu. Banyak UKM memilih menginap untuk menjaga peralatan, sebab khawatir akan hilang jika ditinggal pulang.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini makin jadi kemelut karena perbedaan cara pandang definisi &quot;jam malam&quot; di antara birokrat dan mahasiswa. Jam malam menurut birokrat berarti tidak ada sama sekali kegiatan baik agenda, event, maupun aktivitas di sekretariat di atas pukul 22.00. Sedangkan bagi mahasiswa, jam malam berarti tidak ada kegiatan, tapi aktivitas tetap ada, bahkan sulit untuk dihilangkan. Mengingat, pagi hingga siang bahkan sore waktu dihabiskan untuk kegiatan perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Solusinya ya tetap ada jam malam, tapi keamanan juga harus terjamin. Nah, ini juga muaranya aturan tidak boleh pengaderan di kampus, tidak boleh menginap,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Belum tuntas pembahasan<span>&nbsp;</span><em>student day</em>, muncul lagi larangan berkegiatan di luar jam kuliah. Inilah yang bagi Freijae jadi dasar penolakan poin larangan. Ia membenarkan bahwa dalam aturan akademik batas kegiatan ialah pukul 22.00. Sayangnya, aturan mengenai itu belum disosialisasikan di seluruh fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya ada dilihatkan sama Pak Encik sebulan lalu, bahwasanya jam 22.00 itu tidak boleh ada aktivitas di kampus. Tapi itu kan tidak disosialisasikan ke seluruh fakultas dan ke teman-teman UKM juga belum. Kayaknya kalau teman-teman UKM tahu, pasti juga nolak,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Freijae mengatakan, penolakan-penolakan itu belum termasuk keganjilan lain yang juga ditemukan dalam pedoman. Mulai jenis-jenis pelanggaran yang hanya berangkat dari asumsi, hingga tidak adanya aturan yang jelas mengenai posisi pimpinan fakultas dan universitas, apakah termasuk dosen atau siapa dari objek-objek sasaran pedoman itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harusnya diperjelas. Di situ juga enggak ada sanksi selain akademik. Siapa penindak juga enggak jelas, yang tahu cuma dekan sama rektor aja,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Bau Pembatasan dan Cacat Prosedur</strong></p><p style="text-align: justify;">Sepengetahuan Freijae, pedoman etika sebenarnya sudah dibahas sejak 2016. Namun, baru akhir 2017 rampung. Meski begitu, pembatasan jam pakai gedung di kampus sejak 2016 sudah mampu dibacanya sebagai awal mula pembatasan gerak lain di kemudian hari, dan terbukti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di FEB sendiri, gedung hanya boleh dipinjam hingga pukul 18.00, sedangkan untuk hari Minggu, tidak boleh sama sekali. &quot;Usut punya usut muaranya dari sini,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Freijea juga menduga, lahirnya pedoman tidak lain sebagai produk serupa yang sempat ditolak habis-habisan gerakan mahasiswa se-Indonesia, yakni draf Ormawa. Sebuah draf yang diklaim berisi kebiri atas hak-hak demokrasi mahasiswa. Draf ini sempat ramai dibahas di tataran nasional, tepatnya saat peristiwa &apos;Kartu Kuning dari Zaadit Taqwa untuk Jokowi&apos;.</p><p style="text-align: justify;">Dalam salah satu episode Mata Najwa, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir membantah mengetahui perihal draf tersebut. Hingga kini, tak diketahui kelanjutan draf fenomenal itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Belum sampai di meja saya,&quot; jawab Nasir saat ditanya Najwa.</p><p style="text-align: justify;">Tidak dilibatkannya mahasiswa dalam proses perumusan pedoman tersebut juga disayangkan mahasiswa angkatan 2014 ini. &quot;Kebiasaan universitas kan memang kalau sudah jadi semua baru dilempar, baru nanti digodok lagi, baru itu kita sibuk di situ, ada lagi yang baru kan gitu. Ini penyakit lama universitas,&quot; pungkasnya.<span>&nbsp;</span><strong><em>(nnd/aml/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Para Dekan Sikapi Sajian Panas di Atas Meja Ujian Skripsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/para-dekan-sikapi-sajian-panas-di-atas-meja-ujian-skripsi/baca </link>
<guid> para-dekan-sikapi-sajian-panas-di-atas-meja-ujian-skripsi </guid>
<pubDate> Wed, 21 Mar 2018 21:08:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana ruang seminar. (Sumber: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/para-dekan-sikapi-sajian-panas-di-atas-meja-ujian-skripsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/04hBYQxS7V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Para Dekan Sikapi Sajian Panas di Atas Meja Ujian Skripsi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong></span><span><strong>&ndash;</strong> &ldquo;Namanya anak-anak ya, mereka&nbsp;</span><span>nyiapkan&nbsp;</span><span>saja. Selama dia (mahasiswa) ikhlas, enggak ada masalah,&rdquo; kata Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Rusdiansyah saat ditemui&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>, Senin (19/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena sajian makanan di atas meja ujian kini sudah jadi budaya dan dianggap biasa. Padahal, perilaku ini termasuk gratifikasi dan korupsi skala kecil yang mestinya tak boleh ajek di lingkungan universitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Faperta, konsumsi seminar tugas akhir tak pernah diatur untuk jadi sesuatu yang harus dipenuhi mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap saja membawa. Kendati begitu, Rusdiansyah tak mau kompromi, kecuali yang dibawa hanya minuman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi kalau buah tangan enggak boleh, dilarang, apalagi sampai kasih amplop. Haram hukumnya! Dia boleh kasih, tapi nanti setelah (lulus) ujian. Itu sebenarnya terserah dosennya lagi, tapi kalau saya enggak mau terima,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum adanya aturan yang jelas perihal ini membuat celah masih ada. Kepada&nbsp;</span><span><em style="">Sketsa</em></span><span>,</span><span>&nbsp;</span><span>ia mengaku kini tengah menyiapkan regulasi pemberian buah tangan, etika mahasiswa, hingga tata cara dalam seminar tugas akhir dengan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Faperta untuk ikut mengontrol. Meski sejauh ini pihaknya juga belum pernah menerima aduan keberatan dari mahasiswa menyoal konsumsi seminar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia menyebut akan tegas terhadap mahasiswa maupun dosen yang melanggar regulasi tersebut. Bahkan, ia tak segan untuk mencabut bimbingan mahasiswa tersebut. Sedangkan untuk dosen yang kedapatan meminta apa pun kepada mahasiswa akan langsung diberikan Surat Peringatan (SP) I, yang mana bisa menunda kenaikan pangkat dosen dan tidak diizinkan membimbing selama enam bulan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya sudah bilang ke mahasiswa, kalau ada yang meminta, laporkan saja ke saya atau PD I,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>FISIP</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak jauh berbeda dengan Rusdiansyah, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Muhammad Noor, tak menampik pemberian konsumsi hingga buah tangan saat seminar tugas akhir masih sering terjadi di Unmul, termasuk di institusi yang dia pimpin.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diakuinya, sebagai dosen ia pun merasa risih dan berulang kali menyampaikan bahwa itu tidak wajib. Namun, di sisi lain, merasa tak tega jika menolak pemberian mahasiswa tersebut. &ldquo;Secara aturan, tidak ada ketentuan yang mengikat bahwa mereka (mahasiswa) harus menyiapkan. Barangkali terpengaruh oleh kebiasaan hingga adat ketimuran yang menyajikan sesuatu kalau ada tamu, itu saja sebetulnya,&rdquo; ucapnya Rabu, (28/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Noor yang juga pernah memimpin Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN) itu mengatakan, di PIN, tidak ada mahasiswa yang menyediakan konsumsi saat seminar seperti di FISIP Gunung Kelua. Yang menyiapkan justru dari pihak lembaga.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Niat untuk mengatur regulasi yang tegas perihal ini sebenarnya pernah ada. Bahkan, sudah disampaikan di hadapan jajaran pejabat FISIP. Namun, untuk membuat aturan yang jelas, menurut Noor butuh kajian mendalam serta pertemuan dengan beberapa pihak, yang hingga kini belum berhasil dirampungkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak menutup kemungkinan di FISIP akan berlaku peraturan yang serupa dengan kampus lain. Ini bisa jadi wacana menarik ke depan. Karena kami ada atau tidaknya konsumsi tetap menyelenggarakan seminar. Ini kewajiban kami,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>FH</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selangkah lebih maju dari Faperta dan FISIP, Fakultas Hukum (FH) sudah punya aturan yang jelas tentang larangan bagi mahasiswa memberikan apa pun kepada dosen saat seminar. Hal ini disampaikan langsung oleh Dekan FH Mahendra Putra Kurnia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditemui di ruangannya Kamis, (1/3), Mahendra menyebutkan aturan tersebut tertuang dalam pedoman aturan skripsi, yang di dalamnya memuat&nbsp;</span><span>manual mutu</span><span>&nbsp;pelaksanaan skripsi dari awal pengajuan judul hingga selesai sidang skripsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Manual mutu sendiri berisi tulisan bahwa mahasiswa tidak atau dilarang menyediakan apa pun namanya dalam &nbsp;bentuk makanan atau minuman pada saat ujian atau benda-benda lain yang sekiranya memengaruhi laku subjektif atau objektif dari dosen yang menjadi penguji.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aturan tersebut telah diketahui oleh hampir semua kalangan di FH. Sebab sebelumnya, kata Mahendra sudah dilakukan sosialisasi lisan maupun tulisan dan ditampilkan juga di&nbsp;</span><span><em>website</em>&nbsp;</span><span>fakultas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tegas, untuk membuat aturan ini berjalan dengan baik, Mahendra sebelumnya juga sudah memberi pemahaman kepada semua dosen dan penguji, sehingga jika ada mahasiswa yang&nbsp;</span><span>ngotot&nbsp;</span><span>memberi harus ditolak pemberiannya dan disuruh membawa kembali sajian atau buah tangan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, kita dengan tegas menerapkan itu untuk S1 dan S2, dan sudah berjalan sekitar dua tahun. Bisa dicek, bahkan 98 persen keberhasilan dari aturan itu,&rdquo; terang Mahendra.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sejak adanya aturan ini, mahasiswa FH merasa tidak terbebani lagi oleh &lsquo;rasa tidak enak&rsquo; jika tidak membawa konsumsi saat seminar. Apalagi, pelayanan staf dinilai bergantung pada harga konsumsi yang dibawa. Jika mahal, maka mudah. Sebaliknya, jika murah, maka bersiaplah dipersulit.<br><br>&quot;Saya sangat setuju dengan aturan ini. Karena gratifikasi jangan sampai terjadi. Adanya pemberian buah tangan membuat secara sadar atau tidak membuat kita dipaksa belajar bergratifikasi untuk memuluskan urusan sejak dari berkuliah,&quot; kata Faishal Alwan Yasir, mahasiswa Hukum, angkatan 2013.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>wil/fer/aml</em></strong><span><strong><em>/adl</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Statuta Berpolemik, Abdunnur: Tidak Ada Kaitannya dengan Pilrek! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/statuta-berpolemik-abdunnur-tidak-ada-kaitannya-dengan-pilrek/baca </link>
<guid> statuta-berpolemik-abdunnur-tidak-ada-kaitannya-dengan-pilrek </guid>
<pubDate> Fri, 23 Mar 2018 08:26:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua tim penyusun Statuta Unmul sekaligus Wakil Rektor II Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan Abdunnur. (Foto: Kristinina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/statuta-berpolemik-abdunnur-tidak-ada-kaitannya-dengan-pilrek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W6nbPraOjv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Statuta Berpolemik, Abdunnur: Tidak Ada Kaitannya dengan Pilrek!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong></span><span>Ketua tim penyusun Statuta Unmul sekaligus Wakil Rektor II Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan Abdunnur turut memberikan klarifikasi perihal rapat di Balikpapan. Ditemui&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Kamis (15/3) lalu, ia menyebut bahwa pertemuan itu adalah&nbsp;</span><em><span>workshop</span></em><span>&nbsp;bimbingan teknis tentang Statuta yang diselenggarakan Biro Hukum Kemenristekdikti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita (Unmul) yang diundang, bukan pelaksananya,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga mengungkapkan, bahwa awalnya Biro Hukum Kemenristekdikti hanya mengundang empat orang saja. Empat orang yang dimaksud ialah rektor, sekretaris senat, ketua komisi organisasi, dan ketua tim Statuta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tetapi rektor berupaya dan meminta dan saya berusaha bicara kepada Biro Hukum untuk mengundang lebih banyak. Akhirnya hadir Dewan Pengawas, Dewan Pertimbangan, dan beberapa dekan,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kedaluwarsanya Statuta Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai kedaluwarsanya Statuta Unmul sejak tahun 2004 silam, Biro Hukum Kemenristekdikti mengambil inisiatif bahasan, dan meminta agar hal ini segera ditindaklanjuti. Pertemuan di Balikpapan tempo hari adalah tahap keempat dari sembilan tahap yang harus dilalui sesuai dengan arahan Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejak 2015 sampai sekarang, perjalanan Unmul dalam memperbaharui Statuta baru sampai pada tahap keempat. Artinya berdasarkan aturan di atas, masih ada lima tahap lagi yang&ndash;bukan harus lagi, tapi&ndash;wajib ditempuh Unmul sebelum menteri terkait membubuhkan tanda tangan dan Statuta baru bisa dipakai kelak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Ada sembilan tahap, dan kemarin (di Balikpapan itu) sudah sampai tahap ke empat, jadi masih pertengahan. Setelah dari Biro Hukum, kemudian asistensi, dan selanjutnya adalah&nbsp;</span><span><em>review</em></span><span>. Namun, semua aturan yang kita sampaikan mungkin tidak sesuai dengan aturan menteri, sehingga diberikan masukan-masukan, dan akhirnya dikoreksi,&rdquo; sebutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-dewan-pertimbangan-unmul-sebut-penetapan-statuta-belum-final/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-dewan-pertimbangan-unmul-sebut-penetapan-statuta-belum-final/baca</a> )</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga menjelaskan, bahwa dokumen yang diajukan Unmul hasil garapan tim penyusun Statuta tersebut tidak langsung disetujui. Bahkan dokumen dari tim penyusun Statuta tersebut mendapatkan revisi yang cukup banyak dari Biro Hukum Kemenristekdikti, termasuk yang direvisi adalah keterlibatan &lsquo;guru besar&rsquo; yang saat ini ramai dipersoalkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebetulnya, dari dokumen Statuta yang kita (Unmul) ajukan itu, 70 persen direvisi oleh Biro Hukum. Direvisi karena tidak sesuai (antara PP) dengan (Statuta) yang kita usulkan, termasuk soal keterlibatan guru besar (secara otomatis). Itu karena adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2014,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pasca&nbsp;</span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;tersebut, masih ada lima tahap ke depan yang akan dijalankan sesuai Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014. Termasuk salah satu dari lima tahap yang akan dijalankan tersebut adalah pembahasan draf Statuta bersama seluruh keanggotaan besar, termasuk 52 guru besar di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, tidak lantas setelah Statuta ini rampung otomatis dapat digunakan. Hal itu mengingat adanya jeda waktu enam bulan sebelum Statuta dapat digunakan sesuai aturan yang berlaku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Korelasi Statuta dengan Pilrek</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur menegaskan, bahwa pembahasan mengenai kedaluwarsanya Statuta tidak ada kaitannya dengan pemilihan rektor (Pilrek) yang akan diselenggarakan medio 2018 mendatang. Untuk Statuta itu sendiri harus melewati finalisasi di sidang pleno terlebih dahulu, sebelum kelak mendapat persetujuan oleh kementerian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kementerian tidak akan mengesahkan (Statuta) kalau tidak ada kesepakatan di pleno,&rdquo; ujarnya. &ldquo;Di beberapa universitas di Indonesia juga banyak yang belum, namun Unmul adalah yang terparah, karena sudah kedaluwarsa selama 14 tahun.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk memperbaharui Statuta Unmul yang telah dianggap &lsquo;mati&rsquo; sebanyak tiga kali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami memikirkan Unmul ke depannya. Jadi, mau siapapun nanti rektornya ke depan, ini (Statuta) sudah ada. Ada&nbsp;</span><em><span>output</span></em><span>&nbsp;produk yang dihasilkan di penghujung kami menjabat, itu saja sebetulnya. Kalau ini tidak ada, berarti kami sama saja dengan yang lalu,&rdquo; tegasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai pilrek yang juga disinggung-singgung baik di media cetak maupun elektronik, dirinya mencoba memberikan pemahaman atas hal tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama ini kita tidak merespons, karena media komunikasi kami ada di senat. Apa pun yang kita sampaikan, media pasti menjadikan sesuatu menjadi menarik. Namun yang disayangkan adalah ketika publik tidak paham. Masyarakat bisa saja menilai bahwa &lsquo;ada perang guru besar di Unmul&rsquo;, namun tidak melihat substansinya,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan, bahwa sebelumnya rektor juga meminta masukan untuk meluruskan berita tersebut, dan setelah dirundingkan, akan diterbitkan&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>&nbsp;yang akan dibuat oleh Bohari Yusuf, Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat. Hal ini tidak bertujuan untuk mendapat dukungan, namun agar publik mengetahui prosedur yang rektor lakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di luar masyarakat sudah menilai, sehingga harus ada klarifikasi untuk meluruskan,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>len</span><span>/</span><span>dan</span><span>/</span><span>pil</span><span>/</span><span>asr</span><span>/</span><span>gie</span><span>/</span><span>ycp/adl</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Spanduk Protes BEM KM Dicabut, Unmul Anti Kritik? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/spanduk-protes-bem-km-dicabut-unmul-anti-kritik/baca </link>
<guid> spanduk-protes-bem-km-dicabut-unmul-anti-kritik </guid>
<pubDate> Sat, 24 Mar 2018 02:18:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Koordinator Keamanan Unmul. (Foto: Fajar Mahardika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/spanduk-protes-bem-km-dicabut-unmul-anti-kritik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dpZIx71dxD.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Spanduk Protes BEM KM Dicabut, Unmul Anti Kritik?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Beberapa waktu yang lalu, mahasiswa Unmul dihantui keresahaan sebab tindak kriminal yang terjadi di lingkungan Unmul. Mulai dari pencurian helm sampai penjambretan. Bahkan, baru-baru ini terjadi pencurian sepeda di sekitar Fakultas Kehutanan.</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul tidak tinggal diam. Sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mereka merasa Unmul mulai tidak aman. Tepat pada 25 Februari lalu, pukul 23.00, BEM KM Unmul memasang baliho di empat titik sekitaran Gunung Kelua dengan maksud untuk mengkritik dan menyadarkan pihak rektorat akan tindakan kriminal yang masuk ke Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Menurut mereka seharusnya pimpinan Unmul segera bersikap tegas pada tindakan kriminal yang terjadi. Namun, hingga saat ini pihak rektorat masih belum angakat suara terkait kejadian ini. Mahasiswa pun menuntut rektor untuk menindak lanjuti masalah ini.</p><p style="text-align: justify;">Usaha BEM KM Unmul mengkritik pimpinan rektorat sia-sia, setelah tahu bahwa baliho yang mereka pasang sudah dilepas keesokan harinya. Kemudian pihak BEM KM Unmul pun meminta audiensi bersama untuk membahas tentang keamanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penyebab baliho BEM KM dilepas oleh satpam. Kami menyimpulkan bahwa rektor anti kritik,&rdquo; ucap Suwondo selaku Menteri Kebijakan BEM KM Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari pihak keamanan Unmul sendiri mengakui bahwa mereka memang telah mencabut baliho milik BEM. Namun, mereka sempat membiarkan baliho tersebut selama satu jam. Pihak keamanan sadar baliho itu ditujukan kepada pemimpin mereka, karena itulah mereka membiarkanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Hasan, selaku Koordinator Keamanan Unmul, mereka sangat terbuka menerima kritik. Ditambahkannya, jika mahasiswa ingin mengkritik, harus berkoordinasi terlebih dahulu kepada pihak terkait agar bisa saling memahami.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Hasan mengatakan, pihak BEM KM Unmul tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada mereka tentang pemasangan baliho tersebut. Sedangkan pencabutan baliho dilakukan karena dianggap merusak lingkungan Unmul. Mengingat, baliho itu diikat di antara pohon dan tidak dipasang di tempat yang seharusnya.</p><p style="text-align: justify;">Hasan sangat menyayangkan tindakan tersebut, setidaknya BEM KM Unmul bisa melakukan koordinasi terlebih dahulu kepada pihak keamanan dan rektorat. Hasan bercerita bahwa ketika Norman menjabat sebagai Presiden BEM KM Unmul 2017, mereka pernah menjalin koordinasi dan saling bertukar pendapat dengan pihak keamanan. Namun, sekarang hubungan antara BEM KM Unmul dan pihak keamanan mulai renggang. Ia berharap agar Presiden BEM KM Unmul sekarang bisa memperkuat hubungan BEM KM Unmul dan pihak keamanan lagi.</p><p style="text-align: justify;">Ia sangat berharap bahwa mahasiswa bisa membantu mereka untuk menjaga keamanan kampus. Ia juga berharap mahasiswa mau kooperatif. Jika terjadi sesuatu di lingkungan Unmul harap segera melapor ke pihak keamanan. Karena mereka selalu siap membantu mahasiswa yang membutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukannya keamanan itu tidak ada, kami ada dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan di lingkungan Unmul ini,&rdquo; tutup Hasan. <strong>(<em>nhh/adi/ajy/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Singgasana Dunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/singgasana-dunia/baca </link>
<guid> singgasana-dunia </guid>
<pubDate> Sat, 24 Mar 2018 03:47:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Confused Art Painting. (Sumber: steemit.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/singgasana-dunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wezeh8fmkE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Singgasana Dunia</h1>
			              </header>
			              <p>Di sepanjang khayalan</p><p>Aku si penatap wajah<br>Wajah wajah badui<br>Wajah wajah merpati<br>Wajah wajah pembesuk birahi<br>Wajah wajah si tumit tinggi</p><p>Aku si penikmat sasana<br>Sasana mati<br>Sasana adipati<br>Sasana bawang putih<br>Sasana pemeluk alibi</p><p>Aku si pengelana tawa<br>Tawa kasih<br>Tawa sumbangsih<br>Tawa menghakimi<br>Tawa kosong tak terhenti</p><p>Tapi siapa kau?</p><p>Di penghujung malam</p><p>Aku bukan si penatap wajah<br>Aku bukan si penikmat sasana<br>Aku bukan si pengelana tawa</p><p>Aku tak dapat berprasangka<br>Aku kosong tanpa terka<br>Aku senyap dalam rana</p><p>Siapa kau?</p><p>Gairahku mencari wajah<br>Desisku tak dapat meraba sasana<br>Siangku memenggal tawa</p><p>Tapi kau,<br>Kau berselimut asa<br>Kau lihai meraut wajah<br>Kau Si raja sasana<br>Kau Sang dewa pengelana</p><p>Siapakah kau?<br>Kau yang tak dapat kukira,<br>Dari singgasana dunia.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Suryani Thamrin, mahasiswi Sastra Inggris FIB 2015</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajak Dalam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-dalam/baca </link>
<guid> sajak-dalam </guid>
<pubDate> Sat, 24 Mar 2018 10:58:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Broken City" Illustration by LCruz. (Sumber: ArtPal.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-dalam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XSjhao6JDS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sajak Dalam</h1>
			              </header>
			              <p>Jika tak lalu dandang di air, di gurun dirangkakkan<span><br>Dalam lautan dapat diduga, dalam hati siapa tahu<br>Dalam sudah ke ajukan, dangkal sudah ke seberang<br>Di sini orang awam mau merengkuh dada saat yang dahulu mendapatkan, yang kemudian ketinggalan.&nbsp;</span><br><span>Negeriku air mata kami yang selalu berjuang peristiwa berdarah<span>&nbsp;</span><br>Kini generasimu bersembunyi di balik daun sehelai<br>Saat menakik darah di batu selalu tidak menyehatkan para si bungsu<br>Harapan yang dulu hanya dongeng di kegelapan.&nbsp;</span><br><span>Sekali merengkuh dayung, dua, tiga pulau terlampaui<br>Tapi sekarang dedap di bawah cengkering para bermuka merah<br>Ia datang sebagai sang perubahan meneteskan darah seperti delima merekah dalam tubuhnya<br>Kini dalam dua tengah tiga, saat karam berdua, basah seorang tak lagi berbuat adil<br>Lihat wahai si bungsu para si penguasa jejeran di atas awan, mereka tak pernah melihat bintang-bintang yang dulu yang selalu ada mengindahkan malam<br>Sekarang mereka duduk berkisar, tegak berpaling<br>Dulu elok kata-katanya saat di podium sedangkan para jutawan bersuka ria, lihat si bungsu yang selalu meneriakkan kebenaran, itu orang gila.</span></p><p><span><strong><em>Ditulis oleh Irwanto, Presiden BEM FIB Unmul 2017</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prof. Adam Sebut Tiga Saran untuk Menekan Kecurigaan Statuta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prof-adam-sebut-tiga-saran-untuk-menekan-kecurigaan-statuta/baca </link>
<guid> prof-adam-sebut-tiga-saran-untuk-menekan-kecurigaan-statuta </guid>
<pubDate> Sun, 25 Mar 2018 01:12:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prof. Adam Idris berikan tiga saran untuk menekan kecurigaan terhadap statuta. (SUmber foto: Internet) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prof-adam-sebut-tiga-saran-untuk-menekan-kecurigaan-statuta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IoK86ajbsD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prof. Adam Sebut Tiga Saran untuk Menekan Kecurigaan Statuta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Satu, jika memang tidak ada kaitannya dengan pemilihan rektor (Pilrek), maka sebaiknya pembahasan mengenai statuta ditunda sementara sampai selesai Pilrek. Tujuannya untuk meminimalisir timbulnya kecurigaan,&rdquo; ucap Prof. Adam Idris.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kedua, jika menganggap pembuatan statuta adalah desakan, maka pasal 30 (di statuta lama) ditaati, silakan libatkan semua guru besar. Dan ketiga, jika memang ada pembatasan, maka pembatasannya harus jelas. Bagi fakultas yang memiliki guru besar lebih dari 20 persen misalnya, maka keterlibatan guru besar bisa dibatasi menjadi maksimal 20 persen saja,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Itulah tiga saran utama yang dikemukakan Prof. Adam sebagai salah satu senat di Unmul, terkait pembahasan draf statuta yang dilaksanakan di Balikpapan saat ditemui <em>Sketsa</em> pada Senin (19/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Rektor Unmul Masjaya telah sedikit memberi klarifikasi di media, bahwa rapat internal dan <em>workshop</em> yang dilakukan di Balikpapan tidak ada hubungannya dengan Pilrek. Orang nomor satu se-Unmul ini menyebut bahwa tudingan yang menyebut dirinya menyalahi aturan dalam pengubahan statuta itu hanya salah paham belaka.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-ubah-statuta-masjaya-itu-desakan-kemenristekdikti/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-ubah-statuta-masjaya-itu-desakan-kemenristekdikti/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-ubah-statuta-masjaya-itu-desakan-kemenristekdikti/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul periode 2011-2015 ini kembali menilai, jika tidak ada kaitannya dengan Pilrek, maka seharusnya melalui mekanisme perumusan statuta yang ada. Prosedur mekanisme yang dimaksud, yakni dengan terlebih dulu melalui rapat senat komite organisasi, lalu dibawa ke rapat pleno universitas. Setelah selesai, baru kemudian draf statuta boleh dikirim ke kementerian.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, yang terjadi sekarang ini justru sebaliknya. Tidak ada pembicaraan mengenai hal ini di komite organisasi dan di senat, tapi kemudian tiba-tiba muncul pembahasan mengenai statuta di Balikpapan.</p><p style="text-align: justify;">Guru besar dari FISIP ini menyebut, ada dua aspek yang harus diperhatikan dalam membuat aturan perundang-undangan, yakni aspek formil dan materil. Aspek formil tersebut mencakup bagaimana mekanisme yang perlu dilakukan, juga siapa saja lembaga yang berwenang. Sedangkan aspek materil, menyangkut substansinya.</p><p style="text-align: justify;">Kaitannya dengan statuta, ia menilai aspek formilnya yang tidak memenuhi standar. Selain itu, ia juga tidak setuju pada salah satu pasal yang konon diubah dalam statuta, yaitu dalam kriteria keanggotaan senat. Dirinya ketahui, adanya pembatasan keanggotaan senat yang dirancang pihak rektorat dalam pasal tersebut dan baginya, hal itu tidak memiliki dasar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak setuju karena tidak semua guru besar dilibatkan. Dari aspek formilnya saja sudah tidak memenuhi karena yang hadir di Balikpapan bukan komite organisasi dan bukan senat universitas,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian saat ditanya <em>Sketsa&nbsp;</em>mengenai adakah dasar hukum seluruh anggota senat harus ikut membahas Statuta, Prof. Adam berujar bahwa jelas dasar hukumnya sudah terdapat di dalam statuta lama.</p><p style="text-align: justify;">Jika akhirnya keterlibatan guru besar benar-benar dibatasi dalam keanggotaan senat, maka menurutnya, harus ada alasan yang jelas terkait berapa orang perwakilan tiap fakultas yang seharusnya berwenang menghadiri pembahasan statuta sebagai senat.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pertemuan membahas statuta di Balikpapan bersama Biro Hukum Kemenristekdikti yang memberikan pembatasan guru besar untuk terlibat dalam keanggotaan senat, Ketua Dewan Pertimbangan Unmul Prof. Afif Ruchaemi pun membenarkan adanya pembahasan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun dengan tegas, guru besar asal Fakultas Kehutanan dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unmul periode 2010-2014 itu menyebut bahwa draf statuta yang dibahas di Balikpapan tersebut belumlah final. Ia berujar, finalisasi terhadap penetapan Statuta harus dilakukan melalui sembilan tahap sesuai arahan Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat selesai rapat dengan Biro Hukum (Kemenristekdikti), jelas bahwa itu setelah dibaiki lagi, (maka) akan dirapatkan di komisi organisasi. Secepatnya nanti akan ada (rapat komisi organisasi). Kemudian hasilnya dirapatkan di pleno senat. Di situlah semua guru besar ada. Jadi hasil di Balikpapan itu belum final,&rdquo; bocornya.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-dewan-pertimbangan-unmul-sebut-penetapan-statuta-belum-final/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-dewan-pertimbangan-unmul-sebut-penetapan-statuta-belum-final/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-dewan-pertimbangan-unmul-sebut-penetapan-statuta-belum-final/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Meski melalui sembilan tahapan seperti yang disebutkan di Permendikbud tersebut, Prof. Adam masih menyinyalir bahwa ditahap nomor yang pertama pun, ia merasa bahwa tak ada pelibatan anggota senat sama sekali dalam perumusan Statuta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini,&rdquo; ujarnya sambil menunjuk mekanisme penyusunan Statuta nomor satu di dalam Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014. &ldquo;Perguruan Tinggi menyusun Statuta Perguruan tinggi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Siapa perguruan tinggi itu? Perguruan tinggi (di Permendikbud) itu susunannya ada senat, ada pemimpin perguruan tinggi. Yang terjadi sekarang ini adalah, dia (pimpinan perguruan tinggi) saja yang menyusun, senat tidak dilibatkan. Bagaimana? Mekanismenya sudah salah dari awal,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(gie/dan/asr/pil/len/adl)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MulawarAman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/mulawaraman/baca </link>
<guid> mulawaraman </guid>
<pubDate> Sun, 25 Mar 2018 04:54:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gelora 27 September Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/mulawaraman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wVZotRYQpi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MulawarAman</h1>
			              </header>
			              <p>Bahagia itu sederhana<br>Seperti melihat huruf A di dada kampus Mulawarman tercinta</p><p>Kebanggaan itu nyata<br>Namun tak sesuai dengan realita<br><br>Oh mengapa?<br>Mulawarman banyak begalnya<br>Oh mengapa?<br>Mulawarman tidak dijaga<br>Kurang SDM katanya<br>Oh mengapa?<br>Dari tas, laptop, HP, helm, bahkan AC dan sepeda<br>Sirna entah kemana<br>Oh mengapa?<br>Banyak mata disudut sana<br>Seperti buta tak berguna<br>Oh mengapa?<br><br>Sedih itu sederhana<br>Seperti melihat A hanya sebuah huruf belaka</p><p><strong><em><span>Ditulis oleh Sulistianoto Theo Ciptono, mahasiswa&nbsp;</span>Sastra Inggris, FIB 2015.<br></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dekan FKIP Sebut Integrasi KKN dan PPL Bisa Terjadi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fkip-sebut-integrasi-kkn-dan-ppl-bisa-terjadi/baca </link>
<guid> dekan-fkip-sebut-integrasi-kkn-dan-ppl-bisa-terjadi </guid>
<pubDate> Sun, 25 Mar 2018 15:10:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul Prof. Amir Masruhim. (Sumber foto: Anisa Nur Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fkip-sebut-integrasi-kkn-dan-ppl-bisa-terjadi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IO9qMQUtoz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dekan FKIP Sebut Integrasi KKN dan PPL Bisa Terjadi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul Prof. Amir Masruhim turut menanggapi perihal wacana penggabungan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Ditemui <em>Sketsa</em> pada Jumat (16/3) lalu, ia menyebut bahwa integrasi antara KKN dan PPL di FKIP belum bisa dipastikan terlaksana di tahun ini atau tahun depan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi rencana (integrasi KKN dan PPL) itu saya tidak tahu apakah bisa jadi. Dan kalau jadi, apakah bisa diterapkan tahun ini atau tahun depan,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Akademisi yang telah hampir tiga tahun menjabat sebagai dekan FKIP ini menyebutkan, progres dari integrasi dua program tersebut masih dalam tahap proposal permohonan yang telah diajukan ke pihak rektorat. Kepada <em>Sketsa,</em> Prof. Amir tak keberatan memperlihatkan proposal pengajuan berjudul &lsquo;Proposal PPL-KKN Terintegrasi FKIP Unmul Tahun 2018&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baru kita masukkan proposalnya (ke rektorat). Hasilnya seperti apa? Kita belum tahu. Kita enggak tahu apakah disetujui, dan (kalau) disetujui, (akan dilaksanakan) tahun ini atau tahun depan. Kan KKN sebentar lagi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, untuk realisasi integrasi dua program tersebut, FKIP saat ini masih belum mau terlalu ngebet. Tapi kelak, tujuan ke depan memang akan diintegrasikan. Niat mengelola program KKN di bawah naungan fakultas ini muncul karena merujuk pada beberapa fakultas di Unmul yang juga sudah melaksanakan KKN di luar naungan LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau (fakultas) Farmasi bisa, (fakultas) Teknik bisa, FKIP juga bisa. Cuma WR (Wakil rektor) I tidak mau terlalu tergesa-gesa,&rdquo; sampainya.</p><p style="text-align: justify;">Prof. Amir menekankan, kunci dari integrasi program ini adalah kesiapan, terutama kesiapan dari pihak fakultas dalam hal penyusunan teknis, landasan hukum, dan hal-hal lainnya. Kalau kelak tahun ini belum siap, maka kemungkinan akan dijalankan tahun depan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, jika ada konfirmasi cepat dari pihak rektorat untuk menerima, kemudian merestui usulan proposal tersebut, pihak FKIP akan segera membuat teknis, menelaah, dan akhirnya merundingkan kembali dengan beberapa pihak. Untuk kemudian melakukan sosialisasi langsung ke mahasiswanya yang akan melaksanakan KKN.</p><p style="text-align: justify;">Dan saat pemangku jabatan tertinggi se-FKIP ini baru <em>ngeh</em> bahwa pelaksanaan KKN tahun ini akan dilaksanakan Juli mendatang, ia malah balik menyebut kalau kemungkinan integrasi tersebut bisa saja terjadi tahun 2018 ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau tahun ini kayaknya bisa, tergantung dari rektor. Supaya semakin cepat, (makin) bagus. Jadi saya bisa sosialisasi terhadap mahasiswa,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Prof. Amir, salah satu alasan yang membuat pihaknya ingin menggabung KKN dan PPL adalah untuk mempersingkan masa studi mahasiswa. Hal itu pun sejalan dengan keinginan Rektor Unmul Masjaya agar mahasiswa Unmul bisa lulus dengan masa studi yang terbilang cepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Antara PPL dengan KKN, banyak mahasiswa FKIP itu program kerjanya mengajar. Kalau (sama-sama) <em>ngajar</em>, kenapa tidak disatukan? Bisa mempercepat kelulusan, meningkatkan kecerdasan, SKS (Satuan Kredit Semester) berkurang,&rdquo; tambahnya. <strong>(<em>adn</em>/<em>dan/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Susilo: Niat Ajukan Petisi Hingga Pertanyakan Jeda Waktu Statuta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/susilo-niat-ajukan-petisi-hingga-pertanyakan-jeda-waktu-statuta/baca </link>
<guid> susilo-niat-ajukan-petisi-hingga-pertanyakan-jeda-waktu-statuta </guid>
<pubDate> Mon, 26 Mar 2018 11:30:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prof. Susilo Guru besar dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). (Foto: Khusnul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/susilo-niat-ajukan-petisi-hingga-pertanyakan-jeda-waktu-statuta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SDYIwYFNYT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Susilo: Niat Ajukan Petisi Hingga Pertanyakan Jeda Waktu Statuta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span>&nbsp;&ndash; Pasca rapat statuta di Balikpapan antara Unmul dan Biro Hukum Kemenristekdikti dipermasalahkan Prof. Adam Idris dan Prof. Zamruddin Hasid, Prof. Susilo pun turut bersuara di media. Ia bahkan berniat untuk menggalang petisi dan menyampaikan protes ke kementerian untuk menolak hasil dari <em>workshop</em> di Balikpapan.</span></p><p style="text-align: justify;"><em><span>Sketsa</span></em><span>&nbsp;pun mengonfirmasi&nbsp;</span><span>langsung Prof. Susilo perihal tindak lanjut dari wacana penggalangan petisi tersebut. Ujarnya, niatan untuk menggalang petisi muncul karena dalam rapat di Balikpapan tempo hari lalu, ia mendengar selentingan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bunyi selentingan tersebut adalah bahwa hasil pembahasan statuta bersama Biro Hukum Kemenristekdikti tidak akan dibawa ke rapat yang melibatkan seluruh anggota senat: rapat pleno. Atas dasar itulah, wacana penggalangan petisi mencuat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun saat ini ia mengaku, penggalangan petisi masih urung dilakukan. Guru besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini memilih menundanya, karena ada janji dari pihak rektorat untuk menggelar rapat pleno yang mengundang seluruh anggota senat dalam waktu dekat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang kita tunggu karena pleno belum. Ini kan janji, artinya di <em>press release</em> menyatakan &lsquo;akan ada pleno bahwa kalau statuta yang baru pun muncul, maka belum akan digunakan&rsquo;. Itu kan janji, kita belum tahu pasti (ke depannya). Kalau sampai tidak terjadi pleno, ya sudah, kita ke kementerian,&rdquo; paparnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu, setelah melakukan telaah terhadap Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014, terutama tentang sembilan tahap untuk menetapkan statuta baru pasca telah mati pada 2004 silam, ia menyebut bahwa rapat di Balikpapan adalah langkah yang benar dan memang tidak melanggar aturan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sudah benar (sesuai Permendikbud) kalau memang sebelum pleno (bersama seluruh senat) sudah dikritisi oleh Biro Hukum Kemenristekdikti di Balikpapan itu. Cuma permasalahan yang kemarin kan, jangan dari kesepakatan yang di Balikpapan itu, langsung dibawa ke kementerian. Ke sini (Unmul) dulu,&rdquo; pandangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menyikapi protes yang sempat disampaikan Prof. Adam dalam Permendikbud tentang seluruh anggota senat yang harus dilibatkan sejak tahap pertama dari sembilan tahap penetapan statuta, Prof. Susilo tidak sependapat dan memandang hal tersebut tidak mesti dilakukan dalam perumusan statuta baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau tahap itu begini. Ada senat komisi, komisi organisasi. Senat itu kan ada senat pleno (senat keseluruhan), kalau senat komisi organisasi, senat yang lain tidak harus tahu. Misal begini, saya anggota senat akademik, saya tidak harus tahu perjalanan senat komisi organisasi. Nanti kalau senat pleno, baru saya bisa masuk ke situ untuk mengkritisi hasil senat komisi organisasi tadi,&rdquo; jabarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, meski Unmul baru melewati empat dari sembilan tahapan seperti yang disebutkan di Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014, Prof. Adam masih menengarai bahwa ditahap nomor yang pertama pun, ia merasa bahwa tak ada pelibatan anggota senat sama sekali dalam perumusan statuta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siapa perguruan tinggi itu? Perguruan tinggi (di Permendikbud) itu susunannya ada senat, ada pemimpin perguruan tinggi. Yang terjadi sekarang ini adalah, dia (pimpinan perguruan tinggi) saja yang menyusun, senat tidak dilibatkan. Bagaimana? Mekanismenya sudah salah dari awal,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prof-adam-sebut-tiga-saran-untuk-menekan-kecurigaan-statuta/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prof-adam-sebut-tiga-saran-untuk-menekan-kecurigaan-statuta/baca</a> )</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Menanggapi Pernyataan Rektor Masjaya&nbsp;</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Prof. Susilo mengaku senang pasca pihak rektorat memberi pernyataan bahwa <em>workshop</em> di Balikpapan kemarin bukan sebuah proses final dari penyepakatan statuta. Karena memang kritiknya beberapa waktu lalu di media, bahwa hasil pertemuan tersebut jangan sampai dijadikan keputusan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi, ia menyelipkan sedikit kritik di balik alasan Rektor Masjaya yang sempat menyampaikan pernyataan di media bahwa rapat tersebut bentuk desakan dari Biro Hukum Kemenristekdikti.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau alasannya didesak Kemenristekdikti, jangan kata &lsquo;didesaknya&rsquo; yang jadi pertanyaan, tapi kenapa didesak? Iya kan? Kalau didesak di akhir, ini sudah mau pemilihan rektor, kenapa tiba-tiba desakan itu jadi alasan. Orang didesak itu artinya tidak bekerja,&rdquo; kritiknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pun saat menyinggung keterlibatan guru besar yang tak lagi eksplisit disebutkan dalam PP Nomor 4 dan Permendikbud Nomor 139&ndash;keduanya di tahun yang sama: 2014, Prof. Susilo mengamini dan tak mau melawan aturan hukum itu. Namun ia menyebut, masih ada peluang untuk memasukkan seluruh guru besar di Unmul untuk terlibat dalam keanggotaan senat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di PP 4 memang menghilangkan secara otomatis, tetapi metode mengatakan perwakilan ini urusan universitas masing-masing. Tidak diatur di dalam Permen. Sehingga kalau kita sepakat, guru besar semua ikut sebagai perwakilan, tidak apa. Iya kan? Asal sepakat. Kalau tidak sepakat, ya tidak apa,&rdquo; katanya.<strong>&nbsp;</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Secara personal, menurutnya keterlibatan guru besar sebagai anggota senat sangat penting karena perannya sangat besar bagi universitas. Selain itu, peran guru besar dalam menunjang akreditasi pun tak bisa ditutupi. Bahkan Prof. Susilo secara eksplisit menyebut salah satu kampus di Samarinda sebagai contohnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;IAIN Samarinda itu punya guru besar hanya satu, mau pensiun lagi. Dia mau jadi UIN (Universitas Islam Negeri) tidak bisa, karena tidak ada guru besarnya. Unmul yang sudah 52 guru besarnya, masa sih disia-siakan,&rdquo; kuaknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Pertanyakan Tenggang Waktu Enam Bulan</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Muhammad Noor selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik<span>&nbsp;&nbsp;</span>(FISIP) sekaligus Ketua Forum Dekan se-Unmul menyebut bahwa jika telah terbahas dan disepakati pun, statuta baru itu tidak <span>&nbsp;</span>otomatis bisa langsung dipakai. Masih ada jeda waktu enam bulan sebelum statuta baru itu benar-benar bisa digunakan sebagaimana mestinya. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Artinya pelaksanaan Pilrek (mendatang) bisa saja tidak menggunakan aturan yang itu (statuta baru), tapi kita tetap menggunakan aturan yang lama,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>(Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guru-besar-protes-statuta-ketua-forum-dekan-paparkan-aturan-hukum-penjelas/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guru-besar-protes-statuta-ketua-forum-dekan-paparkan-aturan-hukum-penjelas/baca</a> )</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal itu, Prof. Susilo pun mempertanyakan landasan hukum di balik jeda waktu enam bulan tersebut. Sampai saat wawancara bersama <em>Sketsa</em> dilakukan, ia pun masih belum menemukan adanya jeda enam bulan itu diatur secara eksplisit dalam sebuah landasan hukum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu aturan di mana? Itu yang saya cari. Tertulisnya apa? Jangan-jangan hanya <em>ngomong</em> begitu,lalu begitu statuta turun, justru tidak mengaku lagi. Rentang enam bulan setelah di SK-kan itu aturannya ada tidak? Jadi itu yang harus dikantongi, supaya teman-teman tidak lari dari <em>track</em>-nya. Tidak ada yang bisa menjamin kalau hanya lisan,&rdquo; tanyanya tiga kali sembari berargumen.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sepemahamannya, aturan seperti jeda waktu enam bulan itu biasanya ada di dalam batang tubuh statuta yang kelak jika disahkan, maka akan jadi Permen. Memang, saat statuta telah diperbaharui dan akhirnya dibubuhi tanda tangan menteri, maka otomatis akan menggugurkan statuta lama.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu, jika statuta baru telah ditetapkan menjadi sebuah Permen, maka akan memiliki landasan hukum yang kuat dan mengikat. Termasuk bagi Unmul yang kelak akan memperbaharui statuta dan nantinya peraturan dasar pengelolaan universitas itu akan dijadikan Permen.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu kan (aturan jeda waktu) muncul setelah Permen muncul. Pertanyaan saya, kalau Permen-nya muncul, dan di klausulnya tidak ada menyebut seperti itu (jeda waktu enam bulan), ya sudah, akan langsung dipakai itu (yang baru),&rdquo; selisiknya. <strong>(<em>dan</em>/<em>nul</em>/<em>asr</em>/<em>gie</em>/<em>len</em>/<em>pil/adl</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengukur Kemampuan Berbahasa Inggris Lewat ESA TOEFL 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mengukur-kemampuan-berbahasa-inggris-lewat-esa-toefl-2018/baca </link>
<guid> mengukur-kemampuan-berbahasa-inggris-lewat-esa-toefl-2018 </guid>
<pubDate> Tue, 27 Mar 2018 11:14:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar ESA TOEFL 2018 dengan tema “Begin Your Journey with Deluxe Compass”. (Foto: Dok. ESA Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mengukur-kemampuan-berbahasa-inggris-lewat-esa-toefl-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4QC6EDw6QJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengukur Kemampuan Berbahasa Inggris Lewat ESA TOEFL 2018</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sebelum resmi menerima gelar sarjana, mahasiswa Unmul wajib melewati salah satu syarat kelulusan yaitu melakukan tes <em>Test &nbsp;of English as Foreign Language</em> (TOEFL). Melihat hal ini, English Student Association<em>&nbsp;</em>(ESA)<em>&nbsp;</em>bekerja sama dengan UPT. Balai Bahasa mengadakan sebuah simulasi tes TOEFL.</p><p style="text-align: justify;">ESA TOEFL 2018 merupakan kali ke-4 ESA mengadakan tes TOEFL sejak tahun 2015. Mengangkat tema &ldquo;<em>Begin Your Journey with Deluxe Compass</em>&rdquo; ESA ingin membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum menghadapi dunia kerja selepas kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti yang diketahui, TOEFL sangat dibutuhkan baik di kampus ataupun di perusahaan,&rdquo; ucap Rizka Haniyanti Lestari, selaku Ketua Panitia ESA TOEFL 2018.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai ketua panitia, Rizka menginginkan mahasiswa sadar bahwa Bahasa Inggris itu penting. Oleh karena itu, penting juga bagi mahasiswa mengetahui sejauh mana kemampuan berbahasa Inggrisnya.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah peserta yang mengikuti ESA TOEFL 2018 sebanyak 100 orang. Jumlah ini memenuhi target yang diinginkan oleh ESA sendiri. Bahkan ada beberapa peserta yang terpaksa mereka tolak karena mendaftar ketika pendaftaran ditutup. Rata-rata peserta adalah Mahasiswa Unmul, namun juga ada non-mahasiswa dan siswa SMA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya target kami 150, walaupun banyak yang daftar tetapi mereka daftar ketika sudah tutup. Kami merasa 100 orang ini sudah cukup memenuhi target,&rdquo; ucap Rizka.</p><p style="text-align: justify;">ESA TOEFL 2018 diadakan selama dua hari, yakni pada Sabtu dan Minggu, 24-25 Maret 2018. Agenda di hari pertama adalah seminar dan <em>workshop&nbsp;</em>yang terdiri dari tiga materi yaitu <em>reading&nbsp;</em>oleh Chriss Asanti, <em>structute &amp; written&nbsp;</em>oleh Irsanti Hermagustiana, dan <em>listening&nbsp;</em>oleh Ichi Ahada. Seminar dan <em>workshop</em> ini adalah amunisi para peserta sebelum menghadapi tes TOEFL pada hari berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Seminar ESA TOEFL 2018 diadakan di lantai dua Balai Kota Samarinda. Seminar dimulai pukul 08.00 WITA dengan rangkaian pembukaan acara yaitu pembacaan tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian sambutan-sambutan oleh Ketua Panitia, Ketua ESA, dan Wakil Dekan III Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP), serta pembacaan doa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelum masuk ke dalam acara inti, para peserta disuguhkan materi pengenalan divisi-divisi dan program-program ESA yang disampaikan oleh Ketua ESA 2018 yaitu Nesya Aqidatul Izza. Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, masuklah pada acara inti yaitu penyampaian materi oleh tiga dosen dengan masing-masing materinya. Di setiap akhir penyampaian materi seluruh peserta diberikan waktu 15 menit untuk menjawab 25 pertanyaan sesuai dengan materi yang telah disampaikan.</p><p style="text-align: justify;">Acara besar ESA TOEFL 2018 adalah tes TOEFL yang diadakan pada Minggu (25/03). Tes diadakan di Balai Bahasa, Jalan Pulau Flores, Samarinda. Registrasi tes dibuka pukul 07.30-08.00 wita. Tes TOEFL terdiri dari tiga bagian sama seperti materi-materi yang telah disampaikan pada seminar di hari sebelumnya yaitu tes <em>reading, structure &amp; written,&nbsp;</em>dan <em>listening</em>. Hasil tes akan diumumkan paling cepat seminggu setelah tes diadakan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu persyaratan kelulusan, mahasiswa Unmul dituntut untuk mendapatkan skor minimal 400. Agar bisa mendapatkan hasil terbaik, Nesya selaku Ketua ESA mengatakan bahwa dalam melewati tes TOEFL mahasiswa harus percaya diri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita harus percaya sama diri kita sendiri biar nggak <em>nervous</em>. Kalau sudah <em>nervous</em> mengerjakannya jadi keteteran. Jadi, seminar ini diadakan biar ada penggambaran dan nggak <em>nervous</em> ketika mengerjakan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Nesya berharap setelah acara ESA TOEFL 2018 berakhir banyak pencapain yang dapat diraih oleh seluruh peserta. <strong><em>(bip/rrd/tia/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kontroversi Statuta Unmul, Zamruddin: Bahaya! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kontroversi-statuta-unmul-zamruddin-bahaya/baca </link>
<guid> kontroversi-statuta-unmul-zamruddin-bahaya </guid>
<pubDate> Tue, 27 Mar 2018 11:45:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prof. Zamruddin Hasid. (Sumber foto: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kontroversi-statuta-unmul-zamruddin-bahaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n77kuPgMEr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kontroversi Statuta Unmul, Zamruddin: Bahaya!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><strong>&nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Prof. Zamruddin Hasid sedang menunggu di ruang kerjanya ketika akhirnya disambangi&nbsp;</span><em><span>Sketsa</span></em><span><em>&nbsp;</em>pada Selasa, 20 Maret lalu. Guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul yang identik memakai peci saban hari saat beraktivitas di kampus, hari itu memakai peci lagi, warna abu-abu bercampur kuning emas. Ia pun tampak santai saat ditanya tentang isu yang berembus di media-media Kaltim beberapa waktu lalu: statuta Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai satu dari tiga guru besar yang getol mempertanyakan kejelasan statuta di media, Prof. Zamruddin menceritakan banyak hal perihal statuta Unmul. Dan tentu saja, pernyataan keberatannya terkait pembatasan keanggotaan guru besar sebagai anggota senat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ayal, pembatasan itu akhirnya membuat ia merasa risau kalau-kalau memang statuta yang dibahas di Balikpapan akan benar-benar telah disahkan tanpa melalui mekanisme rapat pleno senat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Katanya, setelah di Balikpapan, (statuta) disahkan, langsung dibawa ke Jakarta. Senat tidak pernah tahu isinya apa itu. Yang krusial itu adalah, peraturan mengenai anggota senat, guru besar. Dulunya kan mulai zaman Belanda, guru besar otomatis masuk. Karena itu penting. Guru besar itu adalah pangkat tertinggi dari (para pengajar di) universitas,&rdquo; katanya dengan intonasi bicara yang cukup cepat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembatasan terhadap keterlibatan guru besar sebagai anggota senat ia anggap sebagai hal yang sangat sensitif. Bahkan menurutnya, kemunculan kata-kata yang kalau ia tak salah ingat, dalam pasal 30 yang berbunyi &lsquo;guru besar tidak otomatis menjadi anggota senat&rsquo; itu sangat spektakuler. Sangat bahaya sekali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sepanjang yang ia ketahui, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, hingga Universitas Sebelas Maret (UNS) pun tak berani mengganggu keterlibatan guru besar sebagai anggota senat. Hal itu akan membuat para guru besar marah, dan ujungnya akan berdampak pada kinerja rektor dalam suatu univeritas yang akan terus diganggu oleh guru besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, kejadian yang ada di Unmul terkait statuta laksana menginjak-injak harga diri para guru besar. Tapi, akademisi FEB yang telah menulis dua buah buku ini bertukas, dirinya tidak sepenuhnya menolak pembatasan itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun jika niatan untuk membatasi keterlibatan guru besar itu dilakukan, maka harus dibahas dulu dalam rapat pleno bersama seluruh anggota senat, termasuk bersama 52 guru besar se-Unmul. Di situlah forum paling pas untuk mengetok palu terkait dibatasi atau tidaknya keterlibatan guru besar dalam keanggotaan senat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun di sisi lain, saat&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menyinggung tentang statuta yang tak kunjung diperbaharui saat ia menjabat sebagai Rektor Unmul periode 2010-2014&ndash;padahal statuta sudah kedaluwarsa sejak 2004, Prof. Zamruddin menampik kalau statuta pada era dirinya menjabat sudah kedaluwarsa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya itu bukan kedalurawsa, tidak ada. Selama belum ada aturan baru, kita pakai yang lama. Artinya, menyesuaikan dengan kondisi,&rdquo; realisasinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana bunyi-bunyi konfirmasi berikutnya? Berikut wawancara khusus&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;bersama Rektor Unmul periode 2010-2014 Prof. Zamruddin Hasid:</span></p><p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Klarifikasi Rektor Masjaya tentang rapat di Balikpapan yang tidak ada hubungannya dengan Pilrek Unmul. Dan itu adalah desakan dari Biro Hukum Kemenristekdikti karena</span><span>&nbsp;</span></strong><span><strong>Unmul tidak memiliki Statuta sesuai dengan PP &amp; Permen. Bagaimana pandangan Anda?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jadi yang namanya statuta itu dokumen yang sangat penting. Kalau di negara itu dulu namanya GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara). Itu senat yang susun. Ada namanya komisi organisasi di dalam (senat) situ. Banyak yang harus didiskusikan, lalu ke fakultas meminta masukan-masukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga, dibuatnya harus bagus, jangan muncul begitu saja. Kita tahu-tahunya kan, sudah di Balikpapan (rapat statuta). Saya juga sebagai anggota senat universitas, tidak pernah lihat barangnya (rancangan statuta baru) itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seharusnya mekanismenya, harus dari komisi organisasi. Lalu ada rapat demi rapat, baru kemudian dibawa ke pleno, (di sana) dibahas dan didiskusikan, baru dibawa ke Jakarta. Jadi panjang ceritanya. Tapi kita tahunya, setelah di Balikpapan muncul diskusi yang tidak-tidak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Katanya, setelah di Balikpapan, (statuta) disahkan, langsung dibawa ke Jakarta. Senat tidak pernah tahu isinya apa itu. Yang krusial itu adalah, peraturan mengenai anggota senat, guru besar. Dulunya kan mulai zaman Belanda, guru besar otomatis masuk. Karena itu penting. Guru besar itu adalah pangkat tertinggi dari (para pengajar) universitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Makanya ada tunjangan kehormatan, karena dihormati betul guru besar itu. Cuma (sekarang mau) dipangkas. Dan tidak pernah didiskusikan. Padahal itu harus kita diskusikan bersama, karena itu sangat sakral itu konstitusi. Itu yang dipersoalkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apapun rapat yang membahas statuta Unmul, maka harus melibatkan seluruh anggota senat. Apakah seharusnya seperti itu?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memang harus begitu, karena ini produk senat. Semua peraturan, sekecil apapun yang mengatur lembaga ini (Unmul), harus ke senat. Baik universitas maupun fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apa landasan hukum tentang senat harus dilibatkan dalam pembahasan statuta?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itu sudah aturan norma. Karena semua produk-produk hukum, baik itu statuta, harus senat yang buat. Tidak bisa lagi dibantah itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dalam rapat pembahasan statuta, apakah semua anggota senat harus dilibatkan, atau komisi organisasi dulu yang harus mengurus itu?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Komisi organisasi itu tukangnya. Artinya, dia menggodok dan mempersiapkan drafnya itu &nbsp;dengan meminta masukan dari semua pihak, termasuk dari fakultas. Makanya, fakultas harus tahu. Ini, fakultas tidak sama sekali. Jangankan dosen, guru (besar yang menjadi anggota) senat pun tidak tahu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya guru besar harus tahu persis isinya itu. Memang saya jarang ikut rapat, tapi yang rajin ikut rapat pun tidak pernah tahu yang mana barangnya itu. Lalu muncul kata-kata, kalau tidak salah di pasal 30, &lsquo;guru besar tidak otomatis menjadi anggota senat&rsquo;. Itu sangat spektakuler, sangat bahaya sekali itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Unhas (Universitas Hasanuddin) saja, Unibra (Universitas Brawijaya), tidak berani menyentuh persoalan itu karena sangat sensitif sekali. Marah guru besar itu. Ini (sekarang di Unmul) guru besar diinjak-injak harga dirinya itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya juga punya forum nasional (guru besar) di Jakarta yang ditakuti presiden. Jadi kalau ada apa-apa, kita maju. Adanya tunjangan kehormatan karena mereka (forum guru besar) maju. Itu yang dipersoalkan di pasal 30 itu, kenapa diam-diam mau mengubah tanpa sepengetahuan guru besar. Mestinya kan, didiskusikan, dibicarakan baik-baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karena ada pengalaman dulu saat saya masih menjadi rektor tahun 2014, waktu ada wacana bahwa akan dibatasi anggota senat dari guru besar kalau di universitas itu sudah terlalu banyak guru besarnya. Maksudnya sudah berlimpah, jadi susah mengatur fungsi dan segala macamnya kan. Tapi kan hal seperti itu harus dibicarakan, apakah sepakat atau tidak? kalau tidak sepakat, tidak usah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang saya cek, Unhas, Unibra, tidak berani menyentuh persoalan itu. Unhas itu sudah 315 jumlah guru besarnya, Unibra hampir 400, itu semua masuk. Mulai zaman PTN (Perguruan Tinggi Negeri) biasa, BLU (Badan Layanan Umum), sampai sekarang BHP (Badan Hukum Pendidikan), tetap tidak ada. Berani menyentuh itu, rektornya akan diganggu pasti. Itu sensitif sekali. Berani (diubah) dan tidak didiskusikan, maksudnya, sepakati dulu, baru dituliskan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau misal ada perubahan mata kuliah dan mahasiswa tidak tahu, pasti marah kan. Itu menyangkut nilai mahasiswa. Nah ini yang dia juga harus pahami, Masjaya. Ini sudah dua kali, sebelumnya remunerasi. Itu masalahnya dulu (remunerasi) juga muncul karena tidak dibahas di senat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bagaimana Anda menyikapi PP Nomor 4 Tahun 2014, khususnya guru besar yang tidak lagi otomatis menjadi anggota senat?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya sudah baca, ini multitafsir. Di aturan itu tidak ada menyebutkan dibatasi, tidak ada. Jadi, terserah mau dibatasi, dimasukkan, itu tidak jadi masalah. Di PP 4 itu tidak menyebutkan secara langsung (guru besar dibatasi).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wakil dosen itu guru besar, lektor kepala. Dua itu kan, karena kalau lektor tidak bisa. Kalau lektor kepala dibatasi terlalu banyak. Untuk guru besar, Unmul cuma 52. Tahun depan pensiun 5, tahun depannya 20, jadi kalau dibatasi susah. Lama-lama habis, dan itu mau dibatasi, tidak bisa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>PP 60 Tahun 1999 spesifik menyebut guru besar otomatis senat, di PP 4 Tahun 2014 sudah tidak ada lagi. Bagaimana Anda memandang itu dari perspektif guru besar?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Artinya memberi peluang bagi suatu universitas untuk memberlakukan aturan sendiri kan. Kita bisa membahas, mau dibatasi atau tidak. Makanya, UNS tidak membatasi, Unibra tidak membatasi, itu yang saya cek. Kemudian Unhas tidak membatasi karena risiko.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada yang membatasi, dia masukan di statuta, dibatasi jumlahnya empat (guru besar per fakultas) kalau tidak salah, cuma dia punya guru besar hanya 10 (di universitasnya). Dari sembilan fakultas, hanya dua fakultas yang punya guru besar. Tapi kan dia hitung total kan. Kalau sembilan (fakultas) dengan jatah empat, berarti dia perlu 36 guru besar. Karena hanya ada 10, maka diambil semua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kenapa guru besar dimasukan? Karena diperlukan pemikirannya untuk memajukan universitas. Dari situlah pemikiran-pemikiran muncul, karena yang jadi guru besar itu kebanyakan adalah yang sudah punya pengalaman. Pernah jadi rektor, DPR, dekan, di situ mereka diperlukan untuk berbicara. Karena itulah tidak dibatasi. Kalau dibatasi, lektor kepala belum bisa, karena rata-rata tidak punya pengalaman apa-apa. Pintar, tapi tidak tahu kemana arahnya universitas ini kan, kebijakan apa? Apa esensialnya? Nah di situlah peran guru besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau itu dibahas, tak bisa dibatasi.&nbsp;</span><span>Gak</span><span>&nbsp;perlu. Memang di aturan itu memberi peluang untuk boleh dibatasi atau tidak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Statuta Unmul sudah kedaluwarsa sejak 2004, mengapa sejak tahun itu tak kunjung diperbaharui termasuk saat Anda menjadi Rektor Unmul?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudah ada upaya ke situ kan. Ini kan lama prosesnya. Pertama kita buat dulu ada OTK (Organisasi dan Tata Kerja). Sebenarnya draf itu sudah ada waktu saya. Sebenarnya itu bukan kedalurawsa, tidak ada. Selama belum ada aturan baru, kita pakai yang lama. Artinya, menyesuaikan dengan kondisi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita bekerja itu kan bertahap. Akreditasi itu kan mulai tidak terakreditasi, itu tugas rektor untuk mempersiapkan segala macam, baru naik ke C. Setelah C, ke B. Dan B ke A. sama seperti kita ingin membuat bangunan, itu harus mulai dari fondasi, dinding, kerangka atas, atap. Itu cara kita berpikir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama juga dengan ini statuta, sudah ada dulu konsepnya sudah dibuat tapi ya kerja hati-hati. Dan dilanjutkan oleh Masjaya lagi. Jangan ada kata-kata kedaluwarsa, tidak boleh. Karena peraturan itu, sampai sekarang masih dipakai aturan (PP Nomor 60) karena belum ada yang baru. Sebelum yang baru datang, aturan lama yang dipakai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tapi kan yang terbaru di PP 4 Tahun 2014?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini saja tahun 2014 kan, belum dipakai-pakai juga. Artinya itu bukti bahwa</span><span>&nbsp;ada masa di mana faktor ini belum cocok untuk dipakai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Waktu saya masih rektor, menteri sudah mengarahkan untuk boleh membatasi kalau jumlah guru besar sudah terlalu banyak, minimal 25 persen (dari seluruh jumlah tenaga pengajar di suatu universitas). Katakan dosen kita 1000, maka minimal guru besar kita 250, maka itu baru diadakan pembatasan. Itu pun harus dibicarakan, bukan semata-mata ditulis di statuta. Itu diskusikan di fakultas, dibawa ke komisi organisasi, baru dibawa ke rapat pleno. Itu (akan ada) perdebatan bisa jadi kan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seharusnya 250 guru besar tidak dibatasi kalau semua guru besar tidak mau. Karena ini ada keistimewaan, kenapa guru besar itu otomatis diperlukan pemikirannya, ketajamannya, kemampuan dia mengendalikan lembaga itu. Sehingga bahaya kalau hanya sedikit guru besarnya (yang dilibatkan dalam anggota senat).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lektor kepala pintar, doktor baru misalnya, tapi dia tidak punya kemampuan melihat ke depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Di Permendikbud 139 menyebutkan tahapan untuk perumusan Statuta, dan sekarang masih tahap nomor empat, dan setelahnya akan dirapatkan di pleno senat.</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi masalahnya, kenapa komisi organisasi tidak tahu. Itu sudah diloncati kan. Semua guru (besar yang terlibat dalam anggota) senat tidak tahu. Mestinya senat sudah tahu isinya. Artinya, itu ditulis misalnya guru besar dibatasi, itu sudah diperdebatkan. Jangan setelah muncul (di media) baru diperdebatkan, seolah-olah disembunyikan. Itu yang berbahaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalaupun nantinya dipilih, pasti semua guru besar tidak mau. Gengsi kan. Buat apa kita berebut jabatan (senat)? Misal kalau di FEB ada 10 (guru besar), kemudian tiga (jatah jadi anggota senat), kan malu kita. Iya kalau menang, kalau kalah? Kita ini kan sudah terhormat, dihargai di tingkat nasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau&nbsp;</span><span>toh</span><span>&nbsp;mau, dilihat nanti dibatasi kalau sudah terlalu banyak kan. Sekarang kan 52 (guru besar di Unmul) itu terlalu kecil, kita masih 5 persen (dari seluruh tenaga pengajar di Unmul). Unhas itu 16 persen baru, dia itu 315 guru besarnya. Mulai zaman PTN biasa tidak pernah disentuh, jadi BLU juga, sampai sekarang BHP pun tidak dibatasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(di sana) Ada Majelis Wali amanah kan, baru Senat Akademik, guru besar semua, 80. Kemudian ada Dewan Guru Besar, 315 masuk semua. Ini tak ada satu pun guru besar dibuang, ini kan (di statuta Unmul) dibuang guru besar itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan disayangkan lagi dengan lektor kepala yang di statuta (Unmul) itu kan disebutkan bahwa bagi fakultas yang tidak punya guru besar, akan diganti oleh lektor kepala.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu buktinya, dia (Rektor Masjaya) mengangkat Dewan Pertimbangan itu semuanya orang penting (dan guru besar). Itu bukti bahwa guru besar itu sangat diperlukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Konfirmasi Pak Abdunnur, perumusan statuta sudah dijalankan sejak 2015 sampai sekarang. Tapi masih dalam tahap perancangan.</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memang lama. Karena sumber daya manusia kita terlalu banyak pekerjaan yang harus dibenahi. Menyusun OTK saja, dua sampai tiga tahun. Belum lagi saya dari kemarin mengangkat akreditasi dari C ke B. Kalau C kan, kasihan mahasiswa, tidak bisa diterima. Saya kerja keras, dua tahun menggarap itu karena waktu itu butuh dinilai oleh tim dari ITB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Adanya pembatasan tiga guru besar bagi tiap fakultas dan dua untuk wakil dosen, kata pihak rektorat, hal itu merujuk pada beberapa universitas yang juga menerapkan itu. Pandangan Anda?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itu kan, di sana sudah dibicarakan. Ini kan tidak ada kesepakatan. Kan harus berdebat kita. Jangankan guru besar, mahasiswa saja kalau haknya diambil bagaimana? Harusnya dibicarakan. Mungkin kalau kita sepakat dua, tiga, atau empat. Kalau di Banten saya tanya, ada empat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guru besar itu kalau sudah jadi senat, dia tidak bicara fakultas lagi, tapi semua&ndash;keseluruhan dan kemajuan. Jadi, Banten perlu 36 (guru besar), karena empat kan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Intinya boleh? Tapi harus ada bahasan menyeluruh.</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Iya. Apa sih untung ruginya kalau kita membatasi kan? Ruginya tidak ada karena guru besar tidak digaji kan? Tapi dia tetap dapat tunjangan kehormatan. Ini seharusnya (guru besar itu) dimanfaatkan otaknya itu, bukan dibuang. Untung ruginya apa? Dari untung ruginya sudah kelihatan kan. Belum lagi bicara hak-hak untuk memajukan universitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jadi, guru besar itu tidak bicara fakultas lagi kalau di rapat senat itu, bicara Unmul secara keseluruhan. Bagaimana pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan bagus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Menanggapi suara-suara di media yang mempertanyakan rapat di Balikpapan, rektor telah memberikan jawaban lewat&nbsp;</span><span><em>press release</em></span></strong><span><strong>. Tanggapan Anda?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itu kan hak dia untuk menjelaskan. Salah atau benar, biar dia yang tanggung dosanya nanti. Tapi kenyataannya sudah terbalik kan. Dibicarakan dengan Biro Hukum (Kemenristekdikti), baru dibawa ke rapat pleno. Mestinya tuntas di komisi organisasi, pleno berkali-kali, sepakat, baru dibawa ke sana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Prof. Susilo sempat ingin menggalang petisi untuk menolak hasil rapat di Balikpapan. Hal itu akan benar-benar dilaksanakan jika tak ada pleno lanjutan dari pihak rektorat. Tanggapan Anda?</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saya kira, hak pribadi semua guru besar begitu semua, berbeda-beda. Ada yang begitu tapi tidak dikeluarkan, tapi saya pikir, semua guru besar pasti galau karena hak kehormatan itu tiba-tiba dicabut tanpa diberitahu. Artinya, ini terulang kedua kalinya adanya keputusan rektorat tanpa melibatkan senat. Dulu remunerasi, ini kedua lagi ini, pembatasan.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>dan</span><span>/</span><span>nnd</span><span>/</span><span>pil</span><span>/</span><span>len</span><span>/</span><span>gie/adl</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagi Keceriaan dalam Dirgahayu Unmul Mengajar 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/berbagi-keceriaan-dalam-dirgahayu-unmul-mengajar-2018/baca </link>
<guid> berbagi-keceriaan-dalam-dirgahayu-unmul-mengajar-2018 </guid>
<pubDate> Tue, 27 Mar 2018 22:45:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dirgahayu Gerakan Unmul Mengajar 2018. (Sumber foto: Dok. Unjar Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/berbagi-keceriaan-dalam-dirgahayu-unmul-mengajar-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1c6YJkVq3K.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Berbagi Keceriaan dalam Dirgahayu Unmul Mengajar 2018</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Sabtu, 24 Maret 2018, Gerakan Unmul Mengajar (Unjar) mengunjungi salah satu sekolah dasar di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Muara Kaman dalam rangka memperingati Dirgahayu Gerakan Unmul Mengajar yang ke-5.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Dirgahayu Unjar yang ke-5 kali ini diadakan dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya. Di mana tahun sebelumnya mengadakan banyak perlombaan untuk siswa sekolah dasar se-Samarinda, dan kali ini Gerakan Unmul Mengajar memilih untuk mengadakan Dirgahayu bersama adik-adik di SDN 026 Fillial Muara Kaman.</p><p style="text-align: justify;">SDN 026 Fillial Muara Kaman merupakan salah satu sekolah di Kecamatan Muara Kaman yang memiliki fasilitas yang terbilang sangat tidak memadai. Bangunan sekolahnya hanya terbuat dari kayu dan tidak di cat.</p><p style="text-align: justify;">Hanya ada 5 ruang kelas yang di sekat menggunakan triplek. Dinding yang membatasi setiap ruang kelas hanya separuhnya saja, sehingga ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, anak-anak dapat melihat teman-temannya di kelas sebelah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sekolah itupun belum teraliri listrik. Tenaga pengajar di sana hanya tersedia 4 orang. Namun, di tengah keterbatasan fasilitas, para siswa di sana tetap semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Beberapa dari mereka harus menempuh perjalanan yang jauh. Siswa yang rumahnya terbilang jauh terkadang di antar jemput oleh bus perusahaan sawit yang berada di sekitar sekolah. Namun, tak jarang bus perusahaan tidak menjemput mereka.</p><p style="text-align: justify;">Dirghayu Unjar yang diadakan di SDN 026 Fillial Muara Kaman di awali dengan senam bersama adik-adik di sana. Dilanjutkan dengan kegiatan perkenalan dan pendekatan diri para pengajar. Setelah itu, adik-adik diajak kembali keluar kelas dan mengikuti berbagai macam lomba untuk memeriahkan acara Dirgahayu Unjar.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa lomba seperti makan kerupuk, balap karung dan joget balon. Raut wajah adik-adik di sana terlihat sangat antusias untuk berkompetisi dengan teman-temannya. Walaupun terik matahari sangat menyengat kulit, tetapi mereka tetap berlarian mengikuti perlombaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pengajar yang tadinya terlihat kelelahan pun kembali bersemangat mengikuti lomba bersama adik-adik di sana. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue Dirgahayu Unjar ke-5 dan pembagian hadiah kepada adik-adik yang memenangkan lomba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap dengan diadakannya Dirgahayu Gerakan Unmul Mengajar yang ke-5 di SDN 026 Filial Muara Kaman, selain bentuk rasa syukur bahwa Unjar telah mengabdi dalam masyarakat selama lima tahun, adik-adik di sekolah ini semakin bertambah semangat dalam belajar dan juga memberi pemahaman kepada mereka bahwa mereka tidak diabaikan meskipun dengan kondisi sekolah mereka,&rdquo; terang Project Officer Gerakan Unmul Mengajar 2018, Leoni Irmayana Astuti.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press Release oleh Gerakan Unmul Mengajar 2018.<br>Ditulis oleh Claudia Meirossa, Kepala Bidang Team Creative Unjar 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dituding Lakukan Manipulasi Data, Denny: Itu Kesalahan Teknis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-lakukan-manipulasi-data-denny-itu-kesalahan-teknis/baca </link>
<guid> dituding-lakukan-manipulasi-data-denny-itu-kesalahan-teknis </guid>
<pubDate> Wed, 28 Mar 2018 11:04:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Denny Maulida beri klarifikasi soal arahan yang ia sebar di grup. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dituding-lakukan-manipulasi-data-denny-itu-kesalahan-teknis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IGnx8FL8F3.png" />
					</figure>
			                <h1>Dituding Lakukan Manipulasi Data, Denny: Itu Kesalahan Teknis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Denny Maulida angkat bicara perihal <em>broadcast</em> kontroversial yang ia kirim ke grup &lsquo;Ikhwan Muda 2015&rsquo;, grup khusus bagi anggota Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) An-Nur FEB Unmul angkatan 2015.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Jumat (16/3) lalu, Denny membenarkan bahwa <em>broadcast&nbsp;</em>tersebut ditulis langsung olehnya. Akan tetapi, ia menyebut bahwa dirinya tidak sama sekali memakai <em>background</em>-nya sebagai ketua LDF pada penyebaran <em>broadcast</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu benar dari aku, Denny Maulida. Tapi itu bukan dari ketua LDF An-Nur, karena <em>broadcast-</em>nya tidak tercantum ketua LDF An-Nur,&rdquo; ujarnya meluruskan.</p><p style="text-align: justify;">Denny mengatakan, tindakan tersebut sebagai kontribusi kecilnya untuk memperjuangkan KKN Non Acak dan Kompetensi agar tidak dihapus oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dalam KKN 2018 ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan kalau dirinya hanya menyebarkan <em>broadcast&nbsp;</em>tersebut ke anggota kelompoknya saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu salah satu bentuk kontribusi (kelompok KKN) kita untuk mengadakan KKN Kompetensi, dan tidak mengatasnamakan LDF An-Nur. Karena tidak ada kata-kata LDF di<em>&nbsp;broadcast</em> itu, dan itu saya sebar hanya ke beberapa orang,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi memang tidak tahu kenapa akhirnya sampai terangkat, karena memang kalau di<em>&nbsp;broadcast</em>-nya khusus &lsquo;kamu aja&rsquo; yang hanya sama-sama aku KKN-nya,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Jurusan Manajemen angkatan 2015 tersebut mengaku telah membentuk kelompok KKN, dan berencana mengambil jenis KKN Kompetensi. Namun setelah mendengar informasi yang kabarnya jenis KKN Non Acak dan KKN Kompetensi akan dihapuskan oleh LP2M, ia langsung menceritakan kepada seniornya yang mengikuti KKN tahun 2017 silam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka (seniornya) permasalahannya sama. Kemarin (KKN 2017) juga Non Acak dan Kompetensi dihapus juga. Cuma langsung di advokasi langsung oleh BEM KM, lalu dibatalkan,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Rabu (14/3) lalu, muncul sebuah <em>broadcast</em> di grup &lsquo;Ikhwan Muda 2015&rsquo; yang memberi instruksi untuk memilih &lsquo;tidak setuju&rsquo; untuk pilihan KKN Non Acak dan Kompetensi dihapuskan pada survei KKN yang dibuat BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Isi <em>broadcast&nbsp;</em>tersebut ditulis langsung oleh Denny Maulida, Ketua LDF An-Nur FEB Unmul untuk kadernya terkhusus angkatan 2015 yang akan mengikuti KKN tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">(Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-sistem-kkn-baru-ketua-ldf-arahkan-kader-lakukan-hal-kontroversial/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-sistem-kkn-baru-ketua-ldf-arahkan-kader-lakukan-hal-kontroversial/baca )&nbsp;</a></p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya <em>Sketsa&nbsp;</em>terkait alasan menyebarkan pesan <em>broadcast&nbsp;</em>di grup WhatsApp &lsquo;Ikhwan Muda 2015&rsquo; tersebut, ia mengatakan itu sebuah kesalahan teknis saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya itu kesalahan teknis saja. Tapi itu <em>gak</em> masalah, salah sebar,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>erp</em>/<em>dan/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketua Tim Pengembangan KKN Tanggapi Broadcast Kontroversial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-tim-pengembangan-kkn-tanggapi-broadcast-kontroversial/baca </link>
<guid> ketua-tim-pengembangan-kkn-tanggapi-broadcast-kontroversial </guid>
<pubDate> Wed, 28 Mar 2018 11:18:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Tim Pengembangan KKN Esti Handayani Hardi. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketua-tim-pengembangan-kkn-tanggapi-broadcast-kontroversial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YFyKmGTjmi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketua Tim Pengembangan KKN Tanggapi Broadcast Kontroversial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash;<strong>&nbsp;</strong>Beredarnya <em>broadcast</em> kontroversial yang disebar Denny Maulida ke grup &lsquo;Ikhwan Muda 2015&ndash;grup WhatsApp LDF An-nur angkatan 2015&ndash;turut ditanggapi Ketua Tim Pengembangan KKN Esti Handayani Hardi. Melalui keterangannya pada <em>Sketsa</em>, Esti&ndash;sapaan akrabnya&ndash;menanggapi hal itu dengan santai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya <em>gak</em>&nbsp;<em>papa&nbsp;</em>sih, kami juga menerima masukan seperti itu. Silakan saja kami juga dievaluasi, tapi bagaimana mengevaluasi kalau programnya belum jalan?&rdquo; ujarnya saat ditemui Rabu, (21/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pembenahan yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melalui Tim Pengembangan KKN untuk menyongsong pelaksanaan KKN ke-44 tahun 2018 membuat sebagian mahasiswa kecewa.</p><p style="text-align: justify;">Hingga Denny Maulida, salah satu mahasiswa yang akan mengikuti KKN tahun ini akhirnya nekat menyebar &lsquo;Arahan Khusus&rsquo; ke grup LDF An-nur angkatan 2015 untuk mengisi kuesioner survei BEM KM Unmul dengan memilih &lsquo;tidak setuju&rsquo; KKN Reguler Non Acak dan KKN Kompetensi dihapuskan.</p><p style="text-align: justify;">Esti mengatakan, mungkin ada pihak-pihak yang merasa dirugikan, terutama mahasiswa yang ingin mengambil KKN Kompetensi di instansi. Ia menegaskan, jika mahasiswa ingin melaksanakan KKN di instansi, silakan untuk mengikut Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang disediakan oleh fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berikan kami alasan yang kuat, kenapa kamu (mahasiswa) harus KKN di instansi, di mana pengabdian masyarakatnya?&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, dari evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, program KKN yang akan diterapkan LP2M tahun ini adalah yang terbaik. Hal itu jika merunut pada pelaksanaan KKN tahun lalu yang membebaskan mahasiswa untuk membuat kelompok dan program kerjanya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sejak Februari sudah <em>roadshow</em> ke kabupaten-kabupaten untuk menampung semua informasi tentang kompetensi desa, permasalahan desa, dan wujud peranan Unmul untuk membangun kemandirian desa itu bagaimana,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Esti menyesalkan atas ketakutan-ketakutan mahasiswa yang berlebihan. Ia mengatakan, seharusnya mahasiswa fokus pada program KKN yang ditawarkan, ketimbang memikirkan sesuatu yang bahkan belum terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya <em>Sketsa</em> terkait langkah yang akan diambil ketika terjadi hal serupa, Esti mengatakan hanya fokus pada pengembangan peranan Unmul untuk memajukan desa. Ia berharap mahasiswa dapat memilih informasi dengan lebih cermat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya lihat dulu bagaimana hasilnya, alasan-alasan yang mereka utarakan itu dapat diterima atau tidak. Diterima dalam arti (alasan) secara akademisi, bukan emosional,&rdquo; tutupnya, saat ditanya tanggapan terkait hasil survei BEM KM Unmul kelak. <strong>(<em>erp</em>/<em>dan/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Press Release yang Meluruskan Tudingan Tiga Guru Besar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/press-release-yang-meluruskan-tudingan-tiga-guru-besar/baca </link>
<guid> press-release-yang-meluruskan-tudingan-tiga-guru-besar </guid>
<pubDate> Thu, 29 Mar 2018 04:50:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press Release yang dikeluarkan Unmul tanggapi desas-desus statuta. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/press-release-yang-meluruskan-tudingan-tiga-guru-besar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hD3mh1j03V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Press Release yang Meluruskan Tudingan Tiga Guru Besar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> &ldquo;Sehubungan dengan berita terkait Proses Perubahan Statuta Universitas Mulawarman dan adanya informasi yang kurang berimbang yang disampaikan melalui beberapa media&nbsp;</span><span>online</span><span>&nbsp;dan media cetak, bersama ini kami selaku Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Universitas Mulawarman, bertindak atas nama Lembaga Universitas Mulawarman, bermaksud menyampaikan penjelasan sekaligus klarifikasi sebagai berikut&hellip;..&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itulah bunyi pembuka tanggapan Unmul secara kelembagaan melalui draf sebanyak empat lembar berjudul &lsquo;</span><span>Press Release</span><span>&nbsp;Terkait Informasi Perubahan Statuta Universitas Mulawarman&rsquo;.&nbsp;</span><span><em>Press release</em></span><span>&nbsp;itu adalah hasil dari rapat antara rektor, wakil rektor, beserta seluruh dekan se-Unmul. Dan kemudian hasilnya dibuat, ditandatangani, dan diarsipkan oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf pada Rabu, 14 Maret 2018.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Press release</em></span><span>&nbsp;tersebut keluar untuk menanggapi tudingan-tudingan yang dialamatkan kepada tiga guru besar Unmul&ndash;Prof. Adam Idris, Prof. Zamruddin Hasid, dan Prof. Susilo&ndash;terkait pembahasan dan&ndash;konon&ndash;kepada Prof. Masjaya selaku Rektor Unmul terkait penetapan statuta secara sepihak di beberapa media se-Kaltim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum akhirnya&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>&nbsp;tersebut ada dalam genggaman&nbsp;</span><em><span>Sketsa</span></em><span>, tim liputan pun melakukan diskusi dan adu argumentasi panjang dengan Bohari Yusuf&ndash;pihak yang mengarsipkan draf&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>. Draf&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>&nbsp;tersebut dibuat agar jika ada media yang masih mempertanyakan, maka draf itu menjadi klarifikasi atas semua hal yang bersangkutan tentang statuta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam&nbsp;</span><em><span>press release</span></em><span><em>&nbsp;</em>tersebut, setidaknya ada empat poin utama yang kesemuanya menjelaskan proses perumusan statuta, pembahasan substansi keterlibatan guru besar yang diperdebatkan, hubungan statuta dengan pemilihan rektor, dan tentu saja: klarifikasi Unmul terhadap pernyataan tiga guru besar di media.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Poin A: Informasi Terkait Proses</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tersebutkan, bahwa statuta yang saat ini berlaku di Unmul adalah yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 091/0/2004, dan sekarang sudah berusia 14 tahun. Statuta itu pun seharusnya sudah harus diubah setidak-tidaknya sejak perubahan status Unmul dari PTN Satker biasa menjadi PTN yang menerapkan PK-BLU (PTN-BLU) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 51/KMK.05/2009, Tanggal 27 Februari 2009.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga pada tanggal 23 April 2015, terbit Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Unmul. Hingga OTK baru tersebut diterbitkan, statuta masih belum mengalami perubahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, sejak diterbitkannya OTK baru tersebut, maka Kemenristekdikti memberi &lsquo;</span><span><em>warning</em></span><span>&rsquo; kepada Unmul untuk segera membuat Perubahan Statuta, karena sudah dianggap tidak sesuai dengan kondisi saat itu. Pada saat yang bersamaan periodisasi rektor Unmul berganti dan dijabat oleh Prof. Masjaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejak tahun 2015 pembahasan tentang perubahan statuta Unmul sudah mulai dilakukan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akhirnya pengubahan statuta mulai dilakukan dengan mengacu pada mekanisme perubahan statuta&ndash;sebanyak sembilan langkah&ndash;di Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014. Dalam pembahasan awal perubahan statuta, melibatkan tim penggarap statuta yang diketuai Abdunnur, Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan bersama Prof. Rahmat Soe&rsquo;oed selaku Ketua Komisi Organisasi. Kemudian dilakukan<em>&nbsp;</em></span><span><em>r</em><em>eview</em></span><span>&nbsp;lagi oleh Ketua Dewan Pertimbangan, Prof. Afif Ruchaemi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga saat ini, dari sembilan langkah yang harus di tempuh, posisi statuta Unmul baru pada langkah keempat&ndash;sedang menunggu hasil telaah dari Biro Hukum Kemenristekdikti. Jadi masih cukup jauh dari final karena masih ada lima langkah lagi sebelum menuju ke langkah nomor sembilan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah mendapatkan telaahan dari Biro Hukum Kemenristekdikti, maka Unmul akan melakukan penyempurnaan kembali melalui rapat Komisi Organisasi senat universitas, yang selanjutnya akan dilakukan rapat pleno senat (langkah lima).&rdquo; &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Poin B: Terkait Substansi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Inilah poin utama dari semua tuntutan, keanggotaan senat. Disebutkan dalam&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>, awalnya draf perubahan statuta disampaikan oleh Unmul ke Kemenristekdikti masih berpedoman pada PP Nomor 60 Tahun 1999. Isinya mencantumkan dengan tegas bahwa semua guru besar otomatis anggota senat. Rincian ajuan draf yakni anggota senat terdiri atas dua wakil dosen non guru besar, &lsquo;guru besar&rsquo;, rektor, wakil rektor, dekan, Ketua LP2M, dan pimpinan unit pelaksana pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun dari usulan tersebut, setelah ditelaah lebih mendalam, Biro Hukum Kemenristekdikti memberi revisi menyeluruh sebanyak 70 persen dari draf yang diajukan Unmul, termasuk poin keterlibatan guru besar. Rincian revisi keanggotaan senat yang dirumuskan oleh Biro Hukum Kemenristekdikti adalah sebagai berikut:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>(1)</span><span>&nbsp;</span><span>&nbsp;Anggota senat terdiri atas:</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>a. wakil dosen dari setiap fakultas;</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>b. rektor;</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>c. wakil rektor;</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>d. dekan;</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>e. direktur pascasarjana; dan</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>f. ketua lembaga</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>(2)&nbsp;</span><span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span><span>Anggota senat yang berasal dari wakil dosen dari setiap fakultas sebagaimana</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>a. ... (...) orang wakil dosen yang profesor; dan</span></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>b. ... (...) orang wakil dosen yang bukan profesor.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Revisi di atas muncul karena Biro Hukum Kemenristekdikti merujuk pada PP Nomor 4 Tahun 2014, khususnya Pasal 29 ayat 4. Dan sebagai bahan pembanding, beberapa universitas negeri berbasis Badan Layanan Umum (BLU) yang merevisi statuta sejak 2012, sudah mengikuti ketentuan dari Biro Hukum Kemenristekdikti tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Empat di antaranya adalah Universitas Halu Oleo, Universitas Negeri Medan, Universitas Jendral Soedirman, dan Universitas Negeri Gorontalo yang memberi batasan hanya lima senat per fakultas dengan rincian tiga guru besar dan dua wakil dosen. Lalu tiga universitas yang hanya memberi empat wakil dosen per fakultas yang dua di antaranya untuk guru besar adalah Universitas Bengkulu, Universitas Andalas, dan Universitas Lampung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari butir-butir tersebut di atas, dibuktikan bahwa Unmul tidak pernah mengusulkan sebagaimana yang diduga oleh setidak-tidaknya tiga guru besar tersebut, melainkan sebaliknya, Unmul mengusulkan semua guru besar menjadi anggota senat. Biro Hukum Kemenristekdikti kemudian mengoreksi berdasarkan PP Nomor 4 Tahun 2014 dan Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Poin C: Hubungan Perubahan Statuta dengan Pemilihan Rektor</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Disebutkan<span>&nbsp;bahwa terlaksananya perubahan statuta adalah sebuah keniscayaan, tidak dapat lagi</span><span>&nbsp;</span><span>ditunda karena merupakan &lsquo;</span><span><em>warning</em></span><span>&rsquo; dari Kemenristekdikti pada bulan Desember 2017. Sehingga tidak ada kaitannya sama sekali</span><span>&nbsp;</span><span>dengan rencana Pilrek 2018.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bahwa Rektor Unmul tidak pernah memberikan arahan apapun kepada tim statuta</span><span>&nbsp;</span><span>atau Komisi Organisasi untuk mengatur komposisi senat. Terbukti dimana usulan tim,</span><span>&nbsp;</span><span>semua guru besar menjadi anggota senat.&rdquo;</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, argumen itu diperkuat lagi oleh <em>press release</em> yang mengatakan &ldquo;Bahwa proses perubahan statuta diperkirakan akan memakan waktu yang masih</span><span>&nbsp;</span><span>cukup lama, sementara Pilrek sudah<em>&nbsp;</em></span><span><em>fixed</em>&nbsp;</span><span>waktunya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan kalaupun statuta dapat disahkan sebelum Pilrek 2018,</span><span>&nbsp;</span><span>kemungkinan besar statuta belum dapat diterapkan. Hal itu mengingat kebiasaan, peraturan perundangan memerlukan waktu</span><span>&nbsp;</span><span>penyesuaian&ndash;sosialisasi&ndash;setidak-tidaknya 6 bulan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan kelak, siapa pun yang terpilih menjadi Rektor Unmul tahun 2018, harus menerapkan statuta</span><span>&nbsp;</span><span>baru tersebut selanjutnya dan menjadi pedoman tata kelola Unmul.</span><span>&nbsp;</span><span>Jadi, dalam&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>&nbsp;menekankan bahwa sangat tidak beralasan mengaitkan perubahan statuta dengan Pilrek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Poin D: Klarifikasi Terkait Pernyataan di Media</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Proses perubahan statuta Unmul tidak dilakukan mendadak menjelang Pilrek, melainkan berproses sejak tahun 2015.&rdquo;</span><span>&nbsp;</span><span>Itulah kalimat pembuka di poin D.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian, disebutkan bahwa proses perumusan statuta akan tetap berjalan sesuai dengan mekanisme dan tahapan&ndash;baru tahap 4 dari 9 tahapan&ndash;dengan melibatkan Komisi</span><span>&nbsp;</span><span>Organisasi dan seluruh anggota senat.</span><span>&nbsp;</span><span>Dan sebenarnya, dalam ajuan draf statuta ke Kemenristekdikti pun, Rektor Masjaya sangat berharap dalam perubahan statuta ini,</span><span>&nbsp;</span><span>semua guru besar masuk sebagai anggota senat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, Unmul juga menampik kecurigaan beberapa guru besar bahwa istilah &lsquo;mengamankan sekutu&rsquo; adalah berlebihan karena kemungkinan besar perubahan statuta tidak akan digunakan dalam pilrek Unmul 2018.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian,&nbsp;</span><em><span>press release</span></em><span><em>&nbsp;</em>tersebut juga mengutip bahwa</span><em><span>&nbsp;</span><span>statement</span></em><span>&nbsp;tentang anggota senat kurang atau lebih 25 persen dari jumlah dosen untuk menjadi pertimbangan dalam menyusunan komposisi senat adalah<em>&nbsp;</em></span><span><em>statement</em></span><span>&nbsp;yang tidak ada dasar hukumnya.</span><span>&nbsp;</span><span>Bahkan di dalamnya juga mempertanyakan mengapa Prof. Susilo&ndash;salah satu guru besar yang bersuara di media&ndash;tidak mendebat Biro Hukum Kemenristekdikti saat dilakukan&nbsp;</span><span><em>workshop</em>&nbsp;</span><span>di Balikpapan, walau belakangan diketahui&nbsp;</span><em><span>Sketsa</span></em><span>&nbsp;bahwa yang bersangkutan memang hadir saat rapat internal (Rabu-Kamis), namun izin ke Jakarta saat&nbsp;</span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;bersama Biro Hukum Kemenristekdikti (Kamis malam).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada&nbsp;</span><em><span>workshop</span></em><span>&nbsp;tersebut pula, sesungguhnya Biro Hukum hanya mengundang rektor, sekrertaris senat, ketua Komisi Organisasi dan ketua Tim Penyusun Statuta, tapi Rektor Masjaya mendesak untuk menghadirkan berbagai unsur yang terkait dengan statuta (rektor, sekretaris senat, wakil rektor, Komisi Organisasi, ketua lembaga, forum dekan, Ketua SPI, seluruh Dewan Pertimbangan, dan kepala biro). Hal tersebut dilakukan dengan alasan bahwa pembahasan statuta tidak hanya terkait senat melainkan banyak substansi penting lainnya, khususnya substansi akademik.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>dan</span><span>/</span><span>gie</span><span>/</span><span>pil</span><span>/</span><span>len/adl</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Guru Besar Unmul dalam Aturan Pemerintah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-guru-besar-unmul-dalam-aturan-pemerintah/baca </link>
<guid> nasib-guru-besar-unmul-dalam-aturan-pemerintah </guid>
<pubDate> Thu, 29 Mar 2018 05:12:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prof. Susilo. dan Prof. Zamruddin Hasid turut memberikan pandangannya soal aturan mengenai nasib guru besar. (Sumber foto: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-guru-besar-unmul-dalam-aturan-pemerintah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kG2ybr7s8Q.png" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Guru Besar Unmul dalam Aturan Pemerintah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2014, ditambah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 139 Tahun 2014 sebagai aturan penjelas, membuat nasib semua guru besar di setiap universitas kian jelas: tidak lagi terlibat menjadi anggota senat secara otomatis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi aturan tersebut, Rektor Unmul periode 2010-2014, Prof. Zamruddin Hasid turut memberikan pandangannya. Guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu menganggap, keluarnya aturan hukum itu tidak otomatis mematikan peran guru besar untuk tetap terlibat dalam keanggotaan senat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Artinya, memang tidak lagi memberi kesempatan otomatis untuk menjadi senat, namun dua aturan di atas tidak secara eksplisit membatasi keterlibatan guru besar sebagai anggota senat. Sehingga, jumlahnya entah dibatasi atau diakomodir secara keseluruhan, masih bisa diatur dalam statuta universitas, termasuk statuta Unmul terbaru kelak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di dalam PP menyebutkan bahwa anggota senat adalah memiliki wakil dari dosen. Wakil dosen itu guru besar dan lektor kepala. Kalau lektor itu tidak bisa. Peraturan seperti ini bisa memberi peluang bagi universitas untuk melakukan aturan sendiri,&rdquo; sebutnya saat ditemui&nbsp;</span><em><span>Sketsa</span></em><span>&nbsp;pada Selasa (20/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pandangan Prof. Zamruddin Hasid tersebut serupa dengan yang dipahami oleh guru besar lain asal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Susilo. Guru besar sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (LP2M) ini pun menyebut akan tetap menaati aturan yang ada, karena aturannya memang sudah seperti itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun yang ia pahami, hakikat dari dosen itu terdiri dari empat tingkatan, yakni asisten ahli, lektor, lektor kepala, dan guru besar. Sehingga status guru besar adalah pangkat tertinggi dari perpangkatan yang disandang dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi yang disebut dosen, guru besar ada di dalamnya,&rdquo; katanya pada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (19/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Prof. Susilo juga menyebut, karena pentingnya guru besar untuk juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan, maka menurutnya agar sebaiknya dalam hakikat wakil dosen di PP Nomor 4 Tahun 2014 tersebut, guru besar seluruhnya saja dilibatkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena jumlahnya (di Unmul) kecil (hanya 52), ya sudah, semuanya saja lah. Nanti kalau jumlahnya ratusan, itu baru dibatasi. Semangat aturan itu karena guru besar bukan &lsquo;selain dosen&rsquo;, sehingga tidak disebut, karena itu pangkat,&rdquo; pandangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dulunya, memang PP Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, pasal 41 ayat 3 secara eksplisit menerangkan bahwa keanggotaan senat terdiri dari guru besar&ndash;dan memang di situ guru besar ditulis pada nomor pertama, pimpinan universitas, dekan, wakil dosen, dan unsur lain yang ditetapkan senat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, sejak PP Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi mencuat, tidak ada lagi poin yang menyebutkan bahwa seluruh guru besar di seluruh universitas otomatis masuk dalam kategori keanggotaan senat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masih dalam PP terbaru itu, di pasal 29 ayat 4 tidak disebutkan bahwa guru besar otomatis menjadi anggota senat, tetapi perwakilan dosen dari berbagai disiplin ilmu di universitas lah yang menjadi anggota senat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014 tentang Pedoman statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi pun kembali memperjelas bahwa anggota senat terdiri dari pimpinan perguruan tinggi, wakil pimpinan perguruan tinggi, pimpinan fakultas atau jurusan, pimpinan LP2M, dan pimpinan unit penunjang atau pelaksana teknis bidang akademik. Juga tak ada disebutkan bahwa guru besar otomatis menjadi anggota senat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, dengan adanya PP Nomor 4 Tahun 2014 dan Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014 itu, secara otomatis PP Nomor 60 Tahun 1999 pun tidak berlaku lagi sebagai aturan untuk mengelola suatu perguruan tinggi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dan untuk menentukkan nasib guru besar dalam suatu universitas, maka pembaharuan statuta adalah kuncinya. Tentu perubahan tersebut harus berpedoman pada dua peraturan terbaru di atas. Dan jika demikian, maka akan ada dua pilihan yang bisa diambil: memasukan keseluruhan guru besar dalam anggota senat, atau justru membatasinya.<em><strong>&nbsp;</strong></em></span><em><strong><span>(</span><span>ysm</span><span>/</span><span>dan</span><span>/</span><span>nnd</span><span>/</span><span>ycp</span><span>/</span><span>nul</span></strong></em><span><em><strong>/adl)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Inovasi Baru Unmul Sambut Mahasiswa Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inovasi-baru-unmul-sambut-mahasiswa-baru/baca </link>
<guid> inovasi-baru-unmul-sambut-mahasiswa-baru </guid>
<pubDate> Fri, 30 Mar 2018 05:42:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> M.Ikhwan, Kepala Sub Bagian Humas Rektorat Unmul. (Foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inovasi-baru-unmul-sambut-mahasiswa-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rLoHRgbvk3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Inovasi Baru Unmul Sambut Mahasiswa Baru</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> Musim penerimaan mahasiswa baru kian terasa. Unmul sebagai salah satu univesitas negeri di Kalimantan Timur menjadi pilihan siswa sekolah menengah atas dari Kaltim mapun di luar daerah. Setelah menerima akreditasi baru, Unmul melakukan inovasi baru dalam hal penerimaan mahasiswa baru, yakni dengan Unmul Mobile.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perbedaan penerimaan mahasiswa baru tahun lalu dan tahun ini ialah sudah ada pola kerja sama Unmul dan Telkomsel yakni aplikasi Unmul Mobile. Di mana siswa dapat melihat informasi penerimaan mahasiswa baru melalui aplikasi tersebut. Diharapkan dengan adanya inovasi ini calon mahasiswa baru lebih mudah mencari informasi lewat Unmul Mobile, semua informasi sudah tersedia di aplikasi,&rdquo; ucap Robby Adithya selaku Staf Humas Unmul ketika ditemui <em>Sketsa</em> pada Selasa (20/3) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Unmul juga melakukan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) serta Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) pada beberapa daerah di Kaltim, yakni Samarinda, Tenggarong, Bontang, Nunukan, Sanggata, Berau, Sendawar, Long Bagun, dan di wilayah Paser.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai pada 9 Februari, bertempat di SMA 2 Tenggarong yang menjadi tempat sosialisasi pertama yang kemudian dilanjutkan ke sembilan daerah lain. Sosialisasi dipimpin oleh tim yang terdiri dari 5 orang dari Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Humas, dan LP2M.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin, agak terlambat sosialisasinya karena pihak atas belum menyetujui, jadi kita tidak bisa bertindak kalau belum disetujui, Jadi sosialisasinya terkait pengisian PDSS, di sekolah baru siswanya mendapat <em>username</em> dan <em>password</em> untuk <em>login,</em>&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tahun ini, pola penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN merupakan hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik dan biaya ditanggung oleh pemerintah. SBMPTN merupakan hasil ujian tulis berbasis cetak (UTBC) dan ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan serta biaya disubsidi oleh pemerintah. Untuk SMPTN dilaksanakan sendiri oleh PTN dan biaya dibebankan kepada pesertanya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk kuota penerimaan mahasiswa baru, tahun ini Unmul mengambil kebijakan untuk mengurangi kuota mahasiswa. &ldquo;Setiap tahun terdapat pengurangan kouta pendaftaran bagi mahasiwa baru di Unmul, kini kouta SNMPTN minimal 30%, SBMPTN minimal 30% dan SMMPTN maksimal 30%. Ke mana 10%-nya? Karena SNMPTN dan SBMPTN ini minimal maka boleh lebih dari 30%. Mandiri tidak boleh lebih dari 30%,&quot; ujar M.Ikhwan selaku Kepala Sub Bagian Humas Rektorat Unmul. <strong><em>(fir/omi/sii/nit/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jeritan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/jeritan-mahasiswa/baca </link>
<guid> jeritan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 31 Mar 2018 07:25:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/jeritan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HUxzOOXw1c.png" />
					</figure>
			                <h1>Jeritan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p>Wahai Sang pengagas ilmu<br>Pandanglah rumah ilmu kami<br>Penuh lubang dan hampir roboh<br>Kokoh dari luar namun rapuh dalam amanah</p><p>Kewajiban telah kami lakukan<br>Mengapa ilmu tak kami dapatkan<br>Amanah yang diberikan<br>Semestinya harus dijalankan<br><br>Wahai para pendidik<br>Dengarkanlah&hellip; bukan niat kami menyalahkan<br>Kami hanya mencari keadilan<br>Jika tak pernah memberikan<br>Bagaimana cara kami mendapatkan<br><br>Ilmu yang kami cari<br>Mengapa hanya kau simpan dalam diri<br>Masa depan kami bukan ajang coba-coba<br>Yang dapat dijalankan semaunya<br><br>Bagaimana kami dapat berkualiatas<br>Jika tak pernah bertemu dalam kelas<br>Karena kami membayar, bukan untuk ilmu yang terbatas<br><br>Agar masa depan bangsa dapat gemilang<br>Maka pendidik pun harus ikut berjuang<br>Jika mahasiswa berilmu tinggi<br>Itu karena dosen yang berkontribusi.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Ridduan, mahasiswa Pendidikan Komputer, FKIP 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Sajak Tentang Cinta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tiga-sajak-tentang-cinta/baca </link>
<guid> tiga-sajak-tentang-cinta </guid>
<pubDate> Sat, 31 Mar 2018 07:54:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: kemonbaca.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tiga-sajak-tentang-cinta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hp28YeKkzB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Sajak Tentang Cinta</h1>
			              </header>
			              <p>/I<br>/Mencintaimu!/</p><p>Mencintaimu adalah sebuah pantai:<br>Semakin menujumu akan semakin dalam</p><p>Hanya ada dua pilihan,<br>aku mengarungimu, atau aku menyelam bersamamu<br>dan tak terlihat lagi</p><p>/II<br>/Cinta!/</p><p>Aku tidak bisa mengguncang<br>geliat hatimu dengan sedahsyat kata</p><p>Aku tidak bisa pula menggoyang<br>isi rasa-rasamu dengan rayu-layu belaka</p><p>:bukankah, mendatangimu di singgasana<br>&nbsp;menemui ratu dan raja<br>&nbsp;adalah cinta juga?</p><p>/III<br>/Kita!</p><p>Kita tidak perlu berandai untuk mengapung,<br>terbang, pun jatuh</p><p>Yang kita perlukan adalah dua pasang saksi mata<br>:Pihakmu dan pihakku</p><p><strong><em>Ditulis oleh Panji Aswan, mahasiswa <strong><em>Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya.</em></strong><br></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cadar dalam Aturan Kampus Mulawarman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cadar-dalam-aturan-kampus-mulawarman/baca </link>
<guid> cadar-dalam-aturan-kampus-mulawarman </guid>
<pubDate> Sat, 31 Mar 2018 08:02:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: alamiry.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cadar-dalam-aturan-kampus-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/suR7QrTKaE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cadar dalam Aturan Kampus Mulawarman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><span><strong>SKETSA</strong>&nbsp;</span></span><span><span>&ndash;&nbsp;</span></span><span><span>Bertahun-tahun&nbsp;</span></span><span><span>menjadi dosen,&nbsp;</span></span><span><span>Nurhasanah belum&nbsp;</span></span><span><span>pernah men</span></span><span><span>emukan&nbsp;</span></span><span><span>mahasiswa di kelasnya&nbsp;</span></span><span><span>ada yang&nbsp;</span></span><span><span>mengenakan cadar</span></span><span><span>.</span></span><span><span>&nbsp;A</span></span><span><span>lih-alih</span></span><span><span>&nbsp;t</span></span><span><span>ak bersinggungan</span></span><span><span>, saat ini&nbsp;</span></span><span><span>ia membimbing satu mahasiswa&nbsp;</span></span><span><span>berpakaian tertutup dengan&nbsp;</span></span><span><span>cadar&nbsp;</span></span><span><span>menutupi bagian wajah</span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>B</span></span><span><span>agi Nurhasanah,&nbsp;</span></span><span><span>tidak ada persoalan</span></span><span><span>&nbsp;atas hal itu</span></span><span><span>&mdash;memakai cadar seyogianya adalah</span></span><span><span>&nbsp;pilihan. Bahkan, jika&nbsp;</span></span><span><span>nanti</span></span><span><span>&nbsp;ia menemukan di kelas</span></span><span><span>nya</span></span><span><span>&nbsp;saat mengajar ada</span></span><span><span>&nbsp;yang mengenakan cadar,&nbsp;</span></span><span><span>itu</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>pun&nbsp;</span></span><span><span>tak akan jadi gangguan.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Untuk mahasiswa yang ia&nbsp;</span></span><span><span>bimbing ini misalnya,&nbsp;</span></span><span><span>ia</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>tidak menemukan masalah berarti</span></span><span><span>&nbsp;dalam kapasitasnya sebagai dosen pemb</span></span><span><span>imbing. Lebih dari itu, ia&nbsp;</span></span><span><span>balik berpesan kepada mahasiswa bimbingannya untuk menguatkan kajian terhadap dua hal.&nbsp;</span></span><span><span>Pertama, mengerti akan dalil bercadar dalam Islam.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Kedua, harus mempunyai analisis akademik.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>(Baca:&nbsp;</span></span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-para-pengguna-cadar-di-unmul/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1522569518910000&amp;usg=AFQjCNFzZeX20zKdTgviqeObLo_XTELVmQ" href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-para-pengguna-cadar-di-unmul/baca" target="_blank"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-para-pengguna-cadar-di-unmul/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-para-pengguna-cadar-di-unmul/baca</a></span><span><span>)</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Artinya,&nbsp;</span></span><span><span>mahasiswa bersangkutan</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>telah paham&nbsp;</span></span><span><span>ketika ditanya pihak akademi</span></span><span><span>k</span></span><span><span>&nbsp;terkait penggunaan cadar</span></span><span><span>nya. Mahasiswa&nbsp;</span></span><span><span>bisa</span></span><span><span>&nbsp;menjawab&nbsp;</span></span><span><span>lebih kuat dengan tak hanya mengandalkan dalil saja.&nbsp;</span></span><span><span>Mengingat kampus adalah lingkungan yang tidak condong pada ajaran agama tertentu.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Maka d</span></span><span><span>engan&nbsp;</span></span><span><span>menambah&nbsp;</span></span><span><span>landasan&nbsp;</span></span><span><span>aturan yang jelas</span></span><span><span>, keputusan menggunakan cadar tentu&nbsp;</span></span><span><span>lebih bisa</span></span><span><span>&nbsp;di</span></span><span><span>terima</span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Saya juga bilang ke beliau, kalau ada kenapa-napa segera komunikasik</span></span><span><span>an ke saya. Kalau masih bisa di</span></span><span><span>-</span></span><span><span>handle</span></span><span><span>&nbsp;prodi, prodi akan bantu,&rdquo;&nbsp;</span></span><span><span>kata dosen sekaligus sekretaris prodi Ilmu Pemerintahan ini</span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><span><span>Tidak Ada&nbsp;</span></span><span><span>Diskriminasi&nbsp;</span></span></strong><span><span><strong>Cadar dalam Aturan</strong></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>IAIN Bukittinggi mempersoalkan penggunaan cadar bagi civitas academica di dalam kampusnya. Surat yang keluar tertanggal 20 Februari 2018 itu menuntut perempuan untuk &ldquo;memakai pakaian agak longgar, jilbab tidak tipis dan tidak pendek, tidak bercadar/masker/penutup wajah, memakai sepatu dan kaos kaki&rdquo;.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Di Unmul,&nbsp;</span></span><span><span>diskriminasi&nbsp;</span></span><span><span>seperti itu untungnya tidak terjadi. A</span></span></span><span><span>turan berpakaian jauh lebih luwes. Dalam&nbsp;</span></span><span><span>Pedoman Etika Sivitas Akademika Universitas Mulawarman</span></span><span><span>,&nbsp;</span></span><span><span>etika berpakaian mahasiswa lebih ditekankan kepada pe</span></span><span><span>nampilan baik sesuai dengan kaidah-kaidah kesopanan dan kepatutan.&nbsp;</span></span><span><span>Selain itu berbusana yang baik, bersih, sopan, dan pantas sesuai dengan norma umum, berikut ketentuan yang diatur oleh universitas atau fakultas.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Wakil Rektor III, Encik Akhmad Syaifudin dalam wawancaranya dengan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mengamini itu. &quot;Kami tidak pernah mengatur penggunaan cadar di Unmul,&quot; katanya.</span></span><span><span>&nbsp;<strong>(<em>ann/adl</em></strong></span></span><span><span><strong><em>/wal/aml</em>)</strong></span></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kita Punya Kelas Tidak Anti Terhadap Cadar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kita-punya-kelas-tidak-anti-terhadap-cadar/baca </link>
<guid> kita-punya-kelas-tidak-anti-terhadap-cadar </guid>
<pubDate> Sat, 31 Mar 2018 08:09:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: ngopibareng.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kita-punya-kelas-tidak-anti-terhadap-cadar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IrdgJO8qjB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kita Punya Kelas Tidak Anti Terhadap Cadar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><span><strong>SKETSA</strong></span></span><span><span>&nbsp;&ndash; &nbsp;IAIN Bukittinggi memilih menonaktifkan Hayati Syafri, sorang dosen yang dinilai pihak kampus tidak efektif dalam mengajar karena gaya berpakaiannya yang mengenakan cadar. Ini memunculkan satu pertanyaan: benarkah dengan mengenakan cadar &nbsp;praktik perkuliahan di kelas bisa jadi buyar?</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Karena selama ini, kalau kita mendapati yang pakai cadar tuh enggak pernah loh merugikan sekitarnya. Justru bisa menjadi hal positif,&rdquo; kata Nurhasanah, dosen Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Satu kata kunci yang bisa menjelaskan mengapa seorang perempuan muslim</span></span><span><span>, pada akhirnya&nbsp;</span></span><span><span>memilih menggunakan cadar adalah hijrah. Hijrah, dalam pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah perubahan yang meliputi sikap, tingkah laku, dan sebagainya ke arah yang lebih baik. Dalam konteks Islam, hijrah berarti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintai-Nya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dalam satu hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Muhammad pernah bersabda bahwasanya, &ldquo;Seorang muslim ialah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.&quot;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurut Nurhasanah, menutup aurat saja sudah perjuangan, apalagi kemudian memutuskan mengenakan cadar. Terlepas dari perbedaan fiqih yang menyatakan wajib, sunah atau mubah, penggunaan cadar hendaknya dilandasi dengan pemahaman yang benar. &nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Bukan kemudian pakai cadar itu cuma karena kekinian,&rdquo; jelasnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Oleh sebab itu, ujar Nurhasanah,&nbsp;</span></span><span><span>kampus seharusnya mampu memberikan ruang apresiasi kepada muslimah yang ingin lebih taat kepada agamanya.</span></span><span><span>&nbsp;Apresiasi itu kudu terejewahtah hingga ke ruang kelas.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Tidak Ada Bedanya</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Saya tahu mahasiswa yang memperhatikan dan saya tahu yang tidak.</span></span><span><span>&nbsp;Dan dia (mahasiswa bercadar) memperhatikan.</span></span><span><span>&rdquo;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Sementara itu, Dahri Dahlan, dosen Fakultas Ilmu Budaya merasa penggunaan cadar sama sekali tidak mengganggu kegiatan mengajarnya di kelas. Baginya cadar hanya gaya berpakaian. Alih-alih mempersoalkan cadar</span></span><span><span>&nbsp;mahasiswanya</span></span><span><span>, seorang dosen jauh lebih terganggu apabila ada mahasiswa bercerita atau bermain ponsel saat waktu perkuliahan.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Lebih lanjut ia mengatakan, perlu dipahami bahwa cadar adalah kultur. Ia merupakan bagian dari kebudayaan. &ldquo;Kita orang-orang budaya tidak syok dengan perubahan, karena itu sesuatu yang niscaya. Orang lain boleh ribut di luar sana, di sini kita baik-baik saja,&rdquo; ungkapnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Dosen lain,&nbsp;</span></span><span><span>Masitah dari Pendidikan Biologi, juga mengajar mahasiswa yang menggunakan cadar. Ia juga sama tidak mempersoalkan, sebab menurutnya memakai cadar adalah soal pilihan.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Kendala yang ia alami juga tidak ada. Selama&nbsp;</span></span><span><span>ini&nbsp;</span></span><span><span>Masitah dengan&nbsp;</span></span><span><span>mahasiswi</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>yang&nbsp;</span></span><span><span>bercadar tetap dapat berkomunikasi dan mengikuti kegiatan di kelas dengan baik.&nbsp;</span></span><span><span>Hal ini berbanding terbalik dengan ketakutan yang menyebut penggunaan cadar mengganggu perkuliahan.&nbsp;</span></span><span><span><strong>(<em>ann</em><em>/adl/wal/aml</em>)</strong></span></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM Band Unmul Tampilkan Ampar-Ampar Pisang di Indonesia Drumer Perkusi Festival 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/ukm-band-unmul-tampilkan-ampar-ampar-pisang-di-indonesia-drumer-perkusi-festival-2018/baca </link>
<guid> ukm-band-unmul-tampilkan-ampar-ampar-pisang-di-indonesia-drumer-perkusi-festival-2018 </guid>
<pubDate> Sat, 31 Mar 2018 08:35:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster Indonesia Drum & Perkusi Festival 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/ukm-band-unmul-tampilkan-ampar-ampar-pisang-di-indonesia-drumer-perkusi-festival-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9JSda3HLen.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKM Band Unmul Tampilkan Ampar-Ampar Pisang di Indonesia Drumer Perkusi Festival 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Band dipercaya kembali membawa nama harum Unmul dan Kalimantan dalam ajang Indonesia Drumer Perkusi Festival (IDP Fest) untuk yang ketiga kali sejak tiga tahun ajang ini dihelat. Untuk 2018, IDP berlangsung mulai 29 Maret hingga 1 April di Teater Kecil, Plaza Teater Kecil dan Plaza Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai namanya, IDP Fest merupakan ajang nasional yang mempertemukan para musisi alat musik drum dan perkusi tanah air. Baik tampil unjuk kebolehan maupun berkompetisi. Personil UKM Band sendiri telah berangkat sejak Rabu, 28 Maret dengan mengirimkan enam anggota terbaiknya.</p><p style="text-align: justify;">Mereka adalah Heru Prasetyo pada <em>drum</em>, Gregorius pada sape dan klantang, Ahmad Leo pada gendang pasak, Fajar Sianturi pada <em>snare</em> dan <em>effect cymbal</em> dan suling, Hardhanu pada djimbe, dan Tri Yoga Dirga pada bass. Mereka tampil dengan mengusung konsep &quot;etnik perkusi&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Konsep tersebut diwujudkan dengan menampilkan lagu Ampar-Ampar Pisang khas Kalimantan dalam alunan melodi dari alat musik perkusi dan sape sembari mengenalkan bahasa Banjar. Agar tampil maksimal, UKM Band mengaku telah melakukan persiapan sejak awal Maret lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kendati telah tiga kali mengikuti IDP Fest, keikutsertaan UKM Band tahun ini terasa lebih mendebarkan. Pasalnya, dua tahun terakhir UKM Band hadir sebagai tamu dan mengisi acara. Namun tahun ini, mereka datang sebagai peserta. Melawan regu-regu perkusi dari Yogyakarta, Padang, Tegal, dan sejumlah wilayah lain.</p><p style="text-align: justify;">Tak tanggung-tanggung, IDP Fest pun kini diadopsi menjadi program kerja tetap UKM Band demi prestasi dan nama harum. Untuk kali pertama berkompetisi di IDP Fest, mereka menargetkan bisa lolos ke tahap final dan membawa pulang piala ketika kembali ke Kota Tepian. <strong>(<em>bip/rrd/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bad Genius: Pahlawan atau Pecundang? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/bad-genius-pahlawan-atau-pecundang/baca </link>
<guid> bad-genius-pahlawan-atau-pecundang </guid>
<pubDate> Sat, 31 Mar 2018 09:50:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: allsharedhd.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/bad-genius-pahlawan-atau-pecundang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n46HSKBBOS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bad Genius: Pahlawan atau Pecundang?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sudah bukan mejadi rahasia umum lagi bahwa Negeri Gajah Putih, Thailand kini banyak mengasilkan produk-produk unggulnya. Tidak terkecuali dalam kancah perfilman. Negara Seribu Pagoda ini tak berhenti mengahsilkan film-film berkualitas yang mampu memuaskan hasrat para penikmatnya.</p><p style="text-align: justify;">Kali ini datang dari film bergenre kehidupan anak SMA. Ialah <em>Bad Genius</em>. Sebuah film berkisahkan kehidupan kompleks remaja sekolahan. Sebagai seorang pelajar, tentu memiliki beban dan tanggung jawab tersendiri dalam persoalan nilai. Dan hal inilah yang sedang dialami para pelakon dari <em>Bad Genius</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dalam film, Lynn diceritakan sebagai seorang pelajar yang sangat jenius. Ia memenangkan segala jenis perlombaan, mulai dari Matematika, hingga Sains. Kisah ini terinspirasi dari problematika kehidupan nyata yang dialami hampir seluruh pelajar dari belahan bumi manapun: menyontek.</p><p style="text-align: justify;">Siapa sangka, Lynn yang sangat jenius ternyata punya cara tersendiri untuk memanfaatkan kepintarannya. Bagi Lynn, sekolah bukan hanya tempat untuk belajar, namun juga menjadi tempat untuk menghasilkan uang. Tentunya dengan cara menjual hasil jawaban ujian ke teman-teman lain yang membayarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kesemua ini tentu tidak serta merta terjadi. Awalnya Lynn hanya berniat untuk membantu salah seorang kawannya yakni Grace yang kerap mengalami kesulitan dalam belajar. Namun ternyata &lsquo;niat baik&rsquo; Lynn justru dimanfaatkan oleh sang sahabat, dengan cara menyebarluaskan metode Lynn ini.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya hanya kepada sang pacar Grace, namun lambat laun kian meluas hingga nyaris ke seluruh penjuru siswa. Sehingga transaksi jual beli jawaban pun tak terhindarkan nyaris di setiap ujian. Tentu ini sangat menguntungkan bagi siswa yang memiliki nilai di ujung tanduk.</p><p style="text-align: justify;">Namun bukan berarti hal ini tIdak membawa beban bagi Lynn sendiri. Memiliki saingan siswa lelaki yang juga sama jeniusnya hingga ambisi untuk masuk ke perguruan tinggi favorit. Tentu kesemuanya harus dilalui Lynn agar bisa menjadi seorang yang jenius, namun di sisi lain juga <em>bad.</em></p><p style="text-align: justify;">Hingga pada akhirnya apakah Lynn mampu mengalahkan saingannya, atau justru memutuskan untuk bekerja sama dalam transaksi jual-beli jawaban? Lantas, apakah Lynn berhasil masuk ke perguruan tinggi favorit? Lalu bagaimana dengan aksi yang dilakukan Lynn dan kawan-kawan?</p><p style="text-align: justify;">Apakah akan terendus oleh berbagai pihak? Atau justru sebaliknya? Temukan jawaban lengkapnya dalam film <em>Bad Genius</em> yang berdurasi sekitar 120 menit ini. kamu akan dibawa merasakan sensasi gugupnya bertukar jawaban alias menyontek. <strong><em>(sut/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bimbang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bimbang/baca </link>
<guid> bimbang </guid>
<pubDate> Sun, 01 Apr 2018 05:55:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bimbang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Cewqxsjm3M.png" />
					</figure>
			                <h1>Bimbang</h1>
			              </header>
			              <p>Tak selincah ikan berenang di lautan<br>Tak selihai burung menari di udara<br>Bak terlalu dalam tuk diselami<br>Dan terlampau jauh tuk ditelusuri</p><p>Padahal,<br>Kurangkai ia seindah bunga<br>Lalu ku gantung setinggi langit<br>Agar sang surya kagum<br>Dan gumpalan awan iri</p><p>Bimbang,<br>Ingin berdiam diri, namun mendapati diri akan sendiri<br>Ingin pula pergi, namun sedah berjala sejauh ini</p><p><strong><em><span>Ditulis oleh Riska Fitriani, mahasiswi Manajemen, FEB 2017.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyoroti Keamanan Unmul dan Upaya yang Dilakukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyoroti-keamanan-unmul-dan-upaya-yang-dilakukan/baca </link>
<guid> menyoroti-keamanan-unmul-dan-upaya-yang-dilakukan </guid>
<pubDate> Sun, 01 Apr 2018 11:43:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jaringan Advokasi Mulawarman lakukan bedah Standar Operational Prosedur (SOP) Keamanan pada Selasa (20/3) di Gedung Rektorat Unmul Lantai 3. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyoroti-keamanan-unmul-dan-upaya-yang-dilakukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HBLh4XmHFt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyoroti Keamanan Unmul dan Upaya yang Dilakukan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pembegalan di lingkungan Unmul beberapa waktu yang lalu kembali marak terjadi. Sejumlah korban berjatuhan, berseliweran dari pesan-pesan&nbsp;<em>broadcast</em>. Salah satu korban bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit. Banyak pula kesaksian beberapa mahasiswa yang diganggu di sekitar kampus. Pelaku pembegalan kerap beraksi dengan memepeti motor korbannya hingga korban terjatuh. Modus tersebut dilakukan untuk mengambil barang korban. Tak jarang,pelaku pembegalan nekat membawa senjata tajam guna melancarkan aksinya. Tak peduli waktu, siang, malam, atau pagi hari.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Rabu (14/3) lalu, Koordinator Keamanan Unmul, Hasan menuturkan bahwa kejadian semacam ini mulai terjadi sejak 2005 hingga pada akhirnya sempat meredam, dan kembali marak pada awal 2018. Upaya demi upaya dilakukan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kewaspadaan. Hasan juga menyebar sebanyak 21 patroli khusus untuk mengamankan kampus di Gunung Kelua. Dikatakan Hasan, pembegalan biasa terjadi di daerah-daerah yang memang sepi kendaraan lalu lalang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sering terjadinya kejadian itu di (Fakultas) Kehutanan juga (Fakultas) Pertanian,&quot; ungkap pria kelahiran Ambon tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyatakan bahwa beberapa dari pihak keamanan ditempatkan untuk menjaga area masuk kampus Unmul Gunung Kelua dan menutup jalur masuk pelaku pembegalan. Perlu diketahui, penjagaan bukan hanya dilakukan di daerah kampus Unmul Gunung Kelua saja. Di beberapa titik kampus Unmul seperti di Jalan Flores, Jalan Banggeris, dan Jalan Pahlawan pun diperketat.</p><p style="text-align: justify;">Hasan juga meminta kerja sama dengan pihak mahasiswa umum dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) baik tingkat Unmul maupun fakultas, demi terciptanyakeamanan kampus yang nyaman untuk bersama.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, menyinggung perihal aksi menulis keresahan pada spanduk beberapa hari lalu oleh sejumlah oknum dirasa cara yang kurang tepat oleh Hasan. Menurutnya, jika ada kekurangan yang ada pada petugas keamanan maka segera melapor pada pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cukup baik, tapi caranya yang salah. Silakan Anda koordinasi dengan saya apabila memang selaku keamanan tidak ada tindakan,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Pun pihak keamanan menerima dengan terbuka kritik dan saran dari mahasiswa. Hasan juga berpesan kepada mahasiswa apabila mahasiswa menemui orang-orang yang mencurigakan di sekitar kampus agar jangan ragu dan takut untuk segera melapor.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bedah SOP Keamanan, Sepakat Terapkan Arah Keluar-Masuk</strong></p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa hari usai melancarkan aksi &lsquo;Unmul Darurat Keamanan&rsquo; pada Kamis (15/3) lalu , Jaringan Advokasi Mulawarman lakukan bedah <em>Standar Operational Prosedur&nbsp;</em>(SOP) Keamanan pada Selasa (20/3). Bertempat di Gedung Rektorat Unmul Lantai 3, agenda ini dihadiri oleh jajaran birokrat kampus, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) dan sejumlah perwakilan BEM fakultas. Di antaranya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Pertanian (Faperta), dan Fakultas Teknik (FT).</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dimulai pukul 10.47 Wita dibuka langsung oleh Abdunnur selaku Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan. Dilanjutkan dengan pemaparan hasil bedah SOP oleh Suwondo selaku Menteri Kebijakan Kampus. Dalam paparannya, Suwondo mengatakan bahwa pihak rektorat perlu meninjau SOP di bagian tujuan, sarana penunjang, teknis, dan uraian tugas pada satuan petugas (Satgas) agar lebih direalisasikan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, hal lain yang disorot ialah soal transparansi anggaran dan administrasi, serta penambahan fasilitas yang wajib dimiliki Satgas sebagai penunjang keamanan. &quot;Ini perlu menjadi salah satu upaya, karena keperluan Satgas juga harus menjadi utama dalam pengamanan kampus,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah berlangsungnya kegiatan tersebut, ada proses negosiasi antara pihak rektorat dan mahasiswa. Massa yang tergabung dalam Jaringan Advokasi Mulawarman menawarkan solusi untuk tiga permasalahan di kampus, yakni pos portal yang kembali dioperasikan, adanya lahan parkir massal, dan aturan terkait jam malam.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi pembuatan dan pengoperasian portal kembali, melalui Abdunnur pihak rektorat menawarkan untuk adanya rencana pembuatan pos portal di beberapa titik, seperti di jalan samping Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan BNI. Dalam pembahasannya, forum menyepakati untuk menerapkan aturan arah keluar-masuk, di mana arah keluar satu-satunya di jalan samping FPIK dan arah masuk di jalan samping BNI. Sedangkan jalan di samping Masjid Al Fatihah akan diberlakukan sistem buka-tutup pada hari-hari tertentu, seperti Jumat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;(Pos) Gelatik dan Perjuangan, kan, tidak bisa kita apa-apain (masih digunakan untuk umum). Kita ingin mengubah pos keamanan masuk dan keluar. Alternatifnya pintu M. Yamin, (Fakultas) Perikanan, BNI dan Masjid Al Fatihah,&quot; terang Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk penempatan lahan parkir massal, forum menyepakati bahwa ada dua titik lahan parkir yang berlokasi di depan Perpustakaan Unmul dan depan Gedung MPK. Dengan adanya lahan parkir massal ini diharapkan agar mahasiswa tidak lagi parkir di sembarang lahan yang membuat kampus menjadi kumuh. Tentunya dengan hal ini Unmul ingin menciptakan sistem keamanan yang lebih baik dari sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Pihak rektorat dan Jaringan Advokasi Mulawarman yang tergabung dalam forum tersebut telah menyepakati untuk melakukan percobaan untuk memberlakukan sistem arah keluar-masuk dan lahan parkir massal selama sepekan dimulai sejak Senin (26/3) lalu. Beberapa hari belakangan, rencana tersebut tengah diupayakan untuk diterapkan. Portal di samping Masjid Al Fatihah ditutup serta adanya pengalihan jalur dengan tulisan penanda arah. Percobaan ini dilakukan untuk melihat respons mahasiswa sebelum benar-benar resmi diberlakukan. <strong>(<em>cin/</em></strong><strong><em>snh/ubg/tim1</em></strong><strong><em>/aml</em></strong><strong><em>/adl</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Soal Ruang Sinema, Supadi: Gratis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-ruang-sinema-supadi-gratis/baca </link>
<guid> soal-ruang-sinema-supadi-gratis </guid>
<pubDate> Sun, 01 Apr 2018 11:48:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ruang sinema Unmul. (Sumber: Khusnul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-ruang-sinema-supadi-gratis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cRM4XgJsW8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Soal Ruang Sinema, Supadi: Gratis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><span><strong>SKETSA</strong></span></span><span><span>&nbsp;&ndash;&nbsp;</span></span><span><span>Rabu</span></span><span><span>, 14&nbsp;</span></span><span><span>Maret</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>lalu</span></span><span><span>, Ru</span></span><span><span>ang Sinema&nbsp;</span></span><span><span>diresmikan&nbsp;</span></span><span><span>Rektor Masjaya. Pe</span></span><span><span>ngerjaan</span></span><span><span>&nbsp;ruangan yang</span></span><span><span>&nbsp;berada di lantai III Perpustakaan Unmul itu pun k</span></span><span><span>ini</span></span><span><span>&nbsp;telah</span></span><span><span>&nbsp;rampung</span></span><span><span>&nbsp;100&nbsp;</span></span><span><span>persen dan siap beroperasi.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Supadi, Kepala Perpustakaan Unmul mengatakan,</span></span><span><span>&nbsp;pada Jumat, 23 Maret lalu&nbsp;</span></span><span><span>diadakan seminar perfilman&nbsp;</span></span><span><span>oleh&nbsp;</span></span><span><span>K</span></span><span><span>omunitas&nbsp;</span></span><span><span>F</span></span><span><span>ilm Samarinda&nbsp;</span></span><span><span>di&nbsp;</span></span><span><span>Ruang</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Sinema</span></span><span><span>. Menurutnya, ini adalah momen yang pas, mengingat Maret adalah bulan di mana Hari Film Nasional diperingati.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Sebenarnya tanggal 16</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Maret</span></span><span><span>,&nbsp;</span></span><span><span>namun</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>karena ada kesalahan teknis malah mundur-mundur, jadi akhirnya tanggal 23&nbsp;</span></span><span><span>Maret</span></span><span><span>,&rdquo; ungkap</span></span><span><span>nya</span></span><span><span>&nbsp;saat ditemui&nbsp;</span></span><span><span>Sketsa</span></span><span><span>&nbsp;pada</span></span><span><span>&nbsp;Senin (19/03).</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Ketika ditanya bagaimana tanggapan rektor beserta wakilnya, Supadi mengungkapkan ketika pertama kali rektor melihat Ruang Sinema,&nbsp;</span></span><span><span>orang&nbsp;</span></span><span><span>nomor</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>satu</span></span><span><span>&nbsp;di&nbsp;</span></span><span><span>Unmul</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>itu</span></span><span><span>&nbsp;tampak kaget dan takjub.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Ruangan ini merupakan sebuah inovasi edukasi</span></span><span><span>. B</span></span><span><span>ukan untuk hiburan semata</span></span><span><span>,</span></span><span><span>&nbsp;namun bisa digunakan sebagai sarana penyokong kegiatan belajar dan mengajar</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>bagi</span></span><span><span>&nbsp;civitas academica Unmul.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Tidak menyangka kalau ada ruang ini, jadi bayangannya kemarin hanya duduk-duduk di situ</span></span><span><span>,&rdquo; kata&nbsp;</span></span><span><span>Supadi</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>sambil m</span></span><span><span>enunjuk</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Ruang</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Serbaguna</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Perpustakaan</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Unmul</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Lantai</span></span><span><span>&nbsp;III. &ldquo;K</span></span><span><span>ag</span></span><span><span>et ya, akhirnya bisa mewujudkan</span></span><span><span>&nbsp;ruangan seperti ini yang</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>bisa dimanfaatkan untuk civitas academica. Jadi beliau sangat senang dan memberikan apresiasi atas inovasi ini,&quot; imbuhnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain sebagai sarana pendidikan khususnya perfilman, Ruang Sinema nantinya bisa difungsikan sebagai ruang seminar, lokakarya hingga dosen-dosen pengampu yang memiliki materi berkaitan tentang perfilman.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Supadi berharap civitas academica Unmul lebih kreatif membuat sesuatu yang bisa mengembangkan dan memanfaatkan Ruang Sinema secara maksimal. <span><span><span><span><span>Selain itu, Supadi juga memberi jalan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) agar laporan profil KKN masing-masing kelompok mahasiswa nantinya bisa ditampilkan di Ruang Sinema.</span></span></span></span></span></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Mereka ditugaskan untuk membuat profil di mana mereka KKN. Di sana (daerah tempat mahas</span></span><span><span>iswa KKN) akan menghasilkan apa?</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>A</span></span><span><span>tau kita bisa melihat potensi yang ada di</span></span><span><span>sana</span></span><span><span>. Jadi dari profil kita tahu, oh daerah ini menghasilkan ini,&rdquo; jelasnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Diungkapkan Supadi</span></span><span><span>,</span></span><span><span>&nbsp;Wakil I Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) berencana akan membuka kelas sinematografi dan menampilkannya di Ruang Sinema. Kabarnya dekan-dekan fakultas sudah banyak yang datang berkunjung, bahkan ada beberapa yang langsung memesan untuk bisa menggunakan ruang tersebut.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Jika ada mahasiswa yang ingin menggunakan Ruang Sinema, Supadi berujar untuk langsung datang ke perpustakaan.&nbsp;</span></span><span><span>Lalu</span></span><span><span>,&nbsp;</span></span><span><span>untuk</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>mekanisme</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>peminjaman</span></span><span><span>, p</span></span><span><span>ihaknya&nbsp;</span></span><span><span>bukan&nbsp;</span></span><span><span>memberlakukan hitungan&nbsp;</span></span><span><span>per&nbsp;</span></span><span><span>hari</span></span><span><span>,&nbsp;</span></span><span><span>melainkan</span></span><span><span>&nbsp;per&nbsp;</span></span><span><span>jam.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kan misalnya nonton film, kan dua jam. Jadi kita batasi waktu saja,&rdquo; terangnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;">Ketika disinggung Ruang Sinema yang belum memiliki SOP namun sudah akan dipinjam Komunitas Film Samarinda, maka untuk sementara, ia menyebut akan menggratiskan biaya peminjaman ruangan bagi komunitas tersebut. Bahkan, ia berniat untuk menggratiskan biaya peminjaman bagi seluruh civitas academica, tanpa terkecuali.</p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Jadi ya gratis. Kalau misalnya bayar, sebenarnya kasihan juga</span></span><span><span>. M</span></span><span><span>emang fasilitas di sini&nbsp;</span></span><span><span>untuk mereka.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Jadi,</span></span><span><span>&nbsp;kenapa harus&nbsp;</span></span><span><span>bayar</span></span><span><span>? Ada petugas yang merawat. J</span></span><span><span>adi nanti kami usulkan anggaran u</span></span><span><span>ntuk perawatan,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span></span><strong><span><span>(</span></span><em><span><span>nul</span></span><span><span>/</span></span><span><span>els</span></span><span><span>/</span></span></em></strong><span><span><strong><em>dan/aml</em>)</strong></span></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teater Yupa Tampilkan Pentas Pamit "Prita Istri Kita" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/teater-yupa-tampilkan-pentas-pamit-prita-istri-kita/baca </link>
<guid> teater-yupa-tampilkan-pentas-pamit-prita-istri-kita </guid>
<pubDate> Mon, 02 Apr 2018 11:48:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teater Yupa Unmul Tampilkan Pentas Pamit "Prita Istri Kita". (Foto: Fajar Mahardika) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/teater-yupa-tampilkan-pentas-pamit-prita-istri-kita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VpDDNEcFSE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teater Yupa Tampilkan Pentas Pamit "Prita Istri Kita"</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&mdash; Suasana gedung Student Center (SC) yang beralamat di Jalan Barong Tongkok Selasa (27/3) kemarin terlihat ramai. Puluhan orang memenuhi aula lantai satu guna menyaksikan pementasan yang diselenggarakan oleh Teater Yupa Unmul. Pementasan yang dimulai tepat pukul 20.00 WITA membawakan naskah monolog berjudul <em>Prita Istri Kita</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menceritakan tentang seorang istri bernama Prita Kartika yang bosan dengan kehidupan pernikahannya yang serba kekurangan. Prita selalu berangan-angan mempunyai kehidupan yang layak bersama mantan pacarnya. Prita selalu mengkhayalkan hal tersebut ketika sang suami sedang bekerja. Namun, sudah selayaknya tugas istri, ia harus tetap melayani suaminya saat pulang kerja.</p><p style="text-align: justify;">Prita yang diperankan oleh Rizka Julianti dibawakan dengan sangat apik. Penjiwaan Rizka dalam menggambarkan karakter seorang istri yang penat dengan sifat suaminya yang lemah dan iri hati terhadap tetangganya terlihat tampak nyata. Didukung dengan pencahayaan serta lagu yang jenaka, sukses menarik penonton menikmati alur cerita. Gaya Prita yang merutuki foto suaminya membuat penonton yang hadir terhibur hingga tergelak.</p><p style="text-align: justify;">Andi Agung Setiawan selaku sutradara menjelaskan ini adalah pementasan kedua yang pernah disutradarainya. Naskah <em>Prita Istri Kita</em> merupakan pentas pamit yang akan dibawakan saat Festival Monolog Mahasiswa Nasional (STIGMA) kelima yang diadakan di Universitas Negeri Malang (UNM) awal April nanti.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setiap orang kan punya rahasia-rahasia gelap. Cuma prosesnya beda dan ini kita perluaskan. Kali ini si Prita mencoba mengeluarkan (rahasia), biasanya kita cuma pendam aja rahasia gelap itu, dari dia benci suaminya itu. Tapi, sebenarnya itu bukan benci, tapi itulah bentuk kasih sayang ke suaminya,&quot; jelas Andi ketika ditanya apa alasannya untuk menampilkan naskah <em>Prita Istri Kita</em>.</p><p style="text-align: justify;">Antusiasme penonton ditanggapi positif olehnya. Andi berterima kasih dan bersyukur penonton yang datang juga banyak pada malam itu. Namun, Andi menuturkan jika ia masih belum puas dengan garapannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya belum puas. Saya merasa ada tempat yang masih bisa saya naikkan lagi atau saya bisa angkat lagi. Walau banyak tepuk tangan yang meriah, saya menganggap itu biasa aja, pasti aku akan dapat lebih dari yang ini,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Andi juga berharap dapat memboyong seluruh piala di festival nanti demi mengangkat nama baik serta mengukir prestasi yang menjadi kebanggaan untuk universitas maupun Teater Yupa.</p><p style="text-align: justify;">Dari salah satu penonton, Hanny Aliya, mengaku ini pertama kalinya ia menonton pertunjukan monolog. Hanny merasa kagum dengan pemain monolog yang sangat menarik baginya. Ia takjub dengan emosi dan gestur tegas yang ditampilkan sangat jelas oleh sang aktris, ditambah dengan efek-efek suara yang sangat mendukung penampilan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cukup puas, cuma sayangnya sih ada<em>&nbsp;noise&nbsp;</em>dari luar, walaupun tidak terlalu. Bukan kesalahan dari pihak teater sih. Memang ada dari pihak luar juga menyalakan lagu <em>techno</em> di belakang panggung,&quot; ungkapnya. <strong><em>(cin/ycp/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pahami Statuta Secara Komprehensif, Bukan Hanya Soal Pilrek </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pahami-statuta-secara-komprehensif-bukan-hanya-soal-pilrek/baca </link>
<guid> pahami-statuta-secara-komprehensif-bukan-hanya-soal-pilrek </guid>
<pubDate> Mon, 02 Apr 2018 12:41:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhamad Muhdar, pakar hukum sekaligus dosen dari Fakultas Hukum (FH) Unmul (Foto: Kristinina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pahami-statuta-secara-komprehensif-bukan-hanya-soal-pilrek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sVNzm9Auel.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pahami Statuta Secara Komprehensif, Bukan Hanya Soal Pilrek</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Benar saja.<em>&nbsp;</em>Toh kalau mau <em>adain</em> rapat, tidak ada larangan. Lagian yang mengundang juga bukan pihak rektorat, tapi dari Biro Hukum (Kemenristekdikti),&rdquo; kata Muhamad Muhdar pada Rabu, (28/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Itulah tanggapan pakar hukum sekaligus dosen dari Fakultas Hukum (FH) Unmul saat ditanya <em>Sketsa</em>, perihal apakah rapat yang membahas Statuta di Balikpapan beberapa waktu lalu dapat dibenarkan secara aspek hukum.</p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian menyebut, hadirnya PP Nomor 4 dan Permendikbud Nomor 139&ndash;keduanya keluar tahun 2014&ndash;adalah sebuah mandatori hukum. Sehingga, dimasukkan atau tidaknya seluruh guru besar dalam keanggotaan senat di statuta terbaru kelak, itu tergantung dari kebutuhan Unmul sebagai sebuah organisasi pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau guru besar tidak diikutkan, saya pikir ini kebutuhan organisasi,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Katanya, guru besar sama aja dengan dosen yang lain, namun hanya berbeda level akademis saja. Bahkan secara eksplisit, ia menyebut bahwa tertampung atau tidaknya seluruh guru besar dalam anggota senat bukanlah hal yang sangat krusial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebutuhan kita (Unmul) kan, apakah kemanfaatan dan peran guru besar juga diperlukan dalam senat atau tidak? Misalnya apa yang dihasilkan oleh guru besar, kalau seandainya mereka tidak jadi anggota senat, memangnya kenapa? Kalau ada di sana (senat) kenapa? Artinya, apa dampak positif dan negatifnya jika ada di sana atau di luar itu. Saya kira tidak ada yang krusial soal ini,&rdquo; terangnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Status Statuta, Kedaluwarsa?</strong></p><p style="text-align: justify;">Beredarnya informasi tentang statuta Unmul yang disebut sudah kedaluwarsa sejak 2004 pun ditanggapi Muhdar dari perspektif hukum. Baginya, statuta tahun 2004 bukan berarti telah kadaluwarsa. Karena UUD-nya Unmul itu belum dicabut, berarti peraturan dasar pengelolaan Unmul tersebut masih terus berlaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak berarti bahwa (statuta) itu sudah kedaluwarsa ya, itu statuta 2004. Artinya, kalau belum dicabut juga masih berlaku (sampai sekarang),&rdquo; pandangnya.</p><p style="text-align: justify;">Aturan itu pun harus disesuaikan sembari mengikuti perkembangan dari aturan hukum di atasnya. Tapi jika benar-benar sudah kedaluwarsa, maka segala peraturan yang tertera di dalamnya bisa gugur dan implikasi hukumnya sangat berat.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, jika statuta disebut kedaluwarsa, itu berarti seluruh &nbsp;produk hukum yang dibuat pada tahun 2004 hingga sekarang bisa dikatakan gugur. Dan hal tersebut merupakan kasus yang berat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Statuta itu UUD-nya (Unmul). Kalau UUD-nya itu tidak memenuhi kekuatan hukum, apa implikasi hukum atau aturan yang pernah diterbitkan di bawahnya? Peraturan rektor, pemilihan dekan. Itu akan menyoal ke urusan-urusan keuangan, implikasi-implikasinya. Jadi masalah itu,&quot; paparnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Statuta Bukan Hanya Pilrek</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini seolah-olah yang dibicarakan ini hanya pemilihan rektor (Pilrek),&rdquo; ungkitnya mengomentari tudingan-tudingan beberapa guru besar yang menengarai pengubahan statuta dilakukan untuk memuluskan jalan bagi Prof. Masjaya untuk maju dan terpilih lagi dalam ajang Pilrek Unmul medio 2018 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Muhdar, banyak hal yang harus dipersoalkan dalam batang tubuh statuta Unmul, jangan hanya getol membahas isu pilrek. Sehingga baginya, tidak benar bahwa statuta hanya dipandang sempit ke permasalahan Pilrek saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan hanya dipersoalkan guru besar dibatasi, tapi mulailah komprehensif kepada (keseluruhan isi) statuta itu,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut, meski di beberapa universitas seperti Universitas Hasanuddin dan Universitas Brawijaya turut memberi kesempatan bagi guru besar untuk terlibat penuh dalam keanggotaan senat, namun aspek hukum tidak bisa membenarkan jika tak ada landasan argumentasi yang kuat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan kita ikut-ikuti orang <em>gitu</em>. Praktik di tempat lain mungkin seperti itu, tapi satu yang saya pegang, harus dipastikan kalau melibatkan semua guru besar apa soalnya? Kalau kita pakai perwakilan lima orang apa masalahnya? Hukum akan membungkus itu kalau ada argumentasi yang mapan. Kalau hanya di sana praktikkan, (sedangkan) kita tidak, (alasan) itu kurang kompak,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, memang harus ada diskusi secara luas dan menyeluruh sebelum akhirnya statuta disepakati. Bahkan menurutnya, statuta ini sebenarnya tidak boleh hanya ditafsirkan otoritas senat saja, tetapi juga harus melibatkan semua <em>stakeholder</em> walaupun kapasitasnya beda.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menyelipkan sedikit saran kepada semua guru besar di Unmul jika kelak statuta baru telah disahkan, dan semua guru besar kembali lagi masuk secara otomatis dalam keanggotaan senat universitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saran saya, guru besar yang akan datang kalau memang semuanya diikutkan, ya namanya guru besar harus membuat produk yang besar, pemikirannya harus besar. Kalau guru kecil macam saya ini hanya dituntut supaya berpikir besar, Kan begitu,&rdquo; realistisnya. <strong>(<em>ycp</em>/<em>dan</em>/<em>pil</em>/<em>gie</em>/<em>len</em>/<em>adl</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><u>&nbsp;</u></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FKIP Pangkas Dana Kegiatan Mahasiswa untuk Program Asuransi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-pangkas-dana-kegiatan-mahasiswa-untuk-program-asuransi/baca </link>
<guid> fkip-pangkas-dana-kegiatan-mahasiswa-untuk-program-asuransi </guid>
<pubDate> Mon, 02 Apr 2018 23:40:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Dekan (WD) III FKIP Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Masrur Yahya. (Foto: Anisa Nur Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-pangkas-dana-kegiatan-mahasiswa-untuk-program-asuransi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/orKk51JFGi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FKIP Pangkas Dana Kegiatan Mahasiswa untuk Program Asuransi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;</strong>&ndash;<strong>&nbsp;&nbsp;</strong>Sejak 2017, pihak dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah memberlakukan program kartu jaminan asuransi bagi seluruh mahasiswanya. Program tersebut guna membantu mahasiswa yang memiliki masalah kesehatan. Bahkan, kartu asuransi tersebut dapat digunakan di setiap rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Wakil Dekan (WD) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Masrur Yahya memberikan gambaran menyeluruh tentang program asuransi yang telah berjalan tersebut. Ia menyebut, kartu itu berlaku selama satu tahun. Lalu, kartu tersebut bisa dipakai oleh setiap mahasiswa untuk membayar biaya pengobatan kesehatan apapun, termasuk kecelakaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apapun penyebabnya, ya pihak asuransi akan mendanai kepada mahasiswa yang kena musibah,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun hal yang harus dilakukan mahasiswa saat akan menggunakan kartu tersebut yakni dengan mengisi <em>form</em> yang tersedia di ruang WD III. Lalu <em>form</em> tersebut dibawa ke rumah sakit dan ditandatangani oleh pihak rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan benar berobat di rumah sakit yang dituju.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya dana asuransi bukan berasal dari dana kegiatan kemahasiswaan. Namun. karena dana yang dianggarkan harus 5 persen, maka dana asuransi tersebut akhirnya dimasukkan ke dalam anggaran kemahasiswaan. Masrur pun menjelaskan perinciannya panjang lebar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena itu awalnya asuransi tidak masuk dalam anggaran kegiatan kemahasiswaan yang sedang berjalan ini, itu <em>full</em> dana kemahasiswaan dari PNBP. Itu langsung, karena ada turun dana dari BOPTN. Itu kan dana BOPTN yang saya ambilkan kemaren. Sekarang karena tahun anggaran kemaren itu tidak sampai 5 persen, maka saya tidak bisa lakukan karena sedikit, dan itu tetap bisa jalan. Sekarang ini karena sudah harus 5 persen dari anggaran total dari sekian, maka muncullah pemikiran bahwa kita ambilkan anggaran ini untuk asuransi karena faktor kembali ke mahasiswa itu sendiri,&rdquo; jabarnya.</p><p style="text-align: justify;">Masrur menambahkan jika ada mahasiswa yang tidak ingin melanjutkan program asuransi dapat mengajukan nama untuk tidak melanjutkannya. Namun di sisi lain, masih banyak mahasiswa yang ingin melanjutkan program asuransi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harus berpikir (untuk) semua mahasiswa (FKIP). Semua harus sehat, semua harus terjamin. Kalau Anda tidak mau (ikut program asuransi), ya silahkan. Tidak akan kita laporkan ke pihak asuransi,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya <em>Sketsa</em> mengenai mekanisme penggunaan kartu asuransi serta adanya keluhan sulitnya proses pengurusan, Masrur menyebut justru mahasiwa kurang aktif mempertanyakan mekanisme pengurusan kartu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa sulit? Kenapa enggak telepon kami ke sini? BEM itu yang bikin salah-salah. Arif (Wakil Gubernur BEM FKIP) sudah minta kontak nomor pihak asuransi. Kalau ada apa-apa, langsung ketemu,&rdquo; cecarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan keberlanjutan program asuransi tahun ini masih akan berlanjut. Walaupun pelaksanaannya sedikit molor karena adanya hasil audiensi yang mengeluhkan terkait asuransi tersebut.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Asuransi Memangkas Dana Organisasi?</strong></p><p style="text-align: justify;">Adanya keluhan terkait dana kemahasiswaan yang digunakan untuk asuransi, Masrur beralasan program asuransi muncul sebagai sikap menjunjung rasa kemanusiaan jika ada mahasiswa yang menderita penyakit. Terlebih jika mahasiswa tersebut jauh dari orang tuanya.</p><p style="text-align: justify;">Dampak program tersebut bisa dirasakan oleh seluruh mahasiswa FKIP tanpa terkecuali. Sehingga, jauh lebih adil ketimbang anggaran tersebut dialihkan untuk kegiatan-kegiatan organisasi. Alasannya sederhana, tidak semua mahasiswa ikut merasakan kegiatan organisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya itu pertama ya, banyaknya mahasiswa yang tidak merasakan kegiatan (organisasi). Terus terang saja, mahasiswa yang aktif melaksanakan kegiatan itu-itu saja. Berapa persen (mahasiswa) yang terlibat dalam kegiatan itu?&rdquo; ujar Masrur.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kegiatan mahasiswa yang terkendala karena dana kemahasiswaan dialihkan untuk asuransi, Masrur menegaskan setiap lembaga sudah memiliki porsinya masing-masing. Selain itu, adanya asuransi ini agar semua mahasiswa merasakan dampak dari anggaran kemahasiswaan, baik yang terlibat maupun tidak terlibat dalam sebuah organisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang sekarang beraktivitas (di organisasi), <em>monggo</em>. Tapi dalam satu kelas, berapa orang sih yang ada kecenderungannya pengin berorganisasi? Yang merasakan kegiatan itu walaupun proposalnya sampai sekian juta, apa sih kegiatannya yang dilakukan? Betul-betul bermakna kah bagi organisasi itu?&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Masrur pun membeberkan jika ia pernah diundang mahasiswa untuk memberi sambutan. Dengan anggaran sebanyak Rp25 juta, Masrur akhirnya setuju memberi sambutan sebagai wakil dekan. Masrur kecewa karena dalam laporan pertanggungjawaban tertulis peserta acara sebanyak 400 orang. Namun, peserta yang hadir pada saat acara berlangsung tidak sampai 50 orang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi ya itu urusanmu sama yang Maha Kuasa. Saya ini kan mendistribusi (anggaran) sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) saya. Ini dananya, bagaimana cara saya membagi dan itu harus habis,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Masrur tidak melarang adanya kegiatan mahasiswa, namun yang perlu diingat adalah jangan sampai mahasiswa melakukan kegiatan yang melampaui batas <em>budgeting</em>. <strong>(<em>adn</em>/<em>dan</em>/<em>mer</em>/<em>ann</em>/<em>nul</em>/<em>est/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di FEB Unmul, Pertamina Sebut Alasan Konkret di Balik Naiknya Harga BBM Non Subsidi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi/baca </link>
<guid> di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi </guid>
<pubDate> Tue, 03 Apr 2018 12:28:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Alicia Irzanova, Head Section Communication and Relation Pertamina Kaltim. (Sumber: Dok. Panitia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rO0dBBuv7J.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di FEB Unmul, Pertamina Sebut Alasan Konkret di Balik Naiknya Harga BBM Non Subsidi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><span><strong>SKETSA</strong></span></span><span><span>&nbsp;&ndash;&nbsp;</span></span><span><span><em>Head Section Communication and Relation&nbsp;</em></span></span><span><span>Pertamina Kaltim, Alicia Irzanova&nbsp;</span></span><span><span>mengajak masyarakat, Pertamina, dan mahasiswa untuk bersa</span></span><span><span>tu dan sama-sama memahami musabab dari</span></span><span><span>&nbsp;kenaikan harga minyak dunia bagi Indonesia secara menyeluruh.&nbsp;</span></span><span><span>Hal itu disampaikannya saat&nbsp;</span></span><span><span>menjadi pemateri dalam</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>&lsquo;Selasar Dedikasi&rsquo;</span></span><span><span>&nbsp;BEM FEB&nbsp;</span></span><span><span>Unmul dengan tema</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>&lsquo;Benarkah BBM Subsidi Dibatasi&rsquo; di Ruang 14&nbsp;</span></span><span><span>pada Rabu, 28 Maret 2018 lalu</span></span><span><span>.</span></span><span><span>&nbsp;Alicia pun memperjelas alasan di balik kenaikan harga BBM non subsidi oleh Pertamina.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Kalau sudah bicara perusahaan migas, kita tidak bisa bicara satu negara atau satu wilayah lagi. Karena migas itu adalah komoditi internasional</span></span><span><span>, sehingga&nbsp;</span></span><span><span>(harga BBM)&nbsp;</span></span><span><span>kita</span></span><span><span>&nbsp;dipengaruhi oleh global,</span></span><span><span>&rdquo;</span></span><span><span>&nbsp;katanya</span></span><span><span>&nbsp;memberi pengantar di bagian awal presentasi</span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Sebelum memulai&nbsp;</span></span><span><span>presentasi</span></span><span><span>&nbsp;lebih jauh, Alicia mengajak hadirin&nbsp;</span></span><span><span>untuk berpikir lewat sebuah&nbsp;</span></span><span><span>pertanyaan</span></span><span><span>&nbsp;mendasar</span></span><span><span>:&nbsp;</span></span><span><span>k</span></span><span><span>etika menjadi komoditas global, pasar persaingan bebas, harga ditentukan oleh&nbsp;</span></span><span><span>apa</span></span><span><span>?</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Mekanisme pasar</span></span><span><span>,&rdquo; sahut Muhammad Zainy, peserta sekaligus Kepala Departemen Kajian &nbsp;dan Aksi Strategis&nbsp;(Kastrad) BEM FEB lugas.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Seperti apa itu?</span></span><span><span>&rdquo;&nbsp;</span></span><span><span>tanya</span></span><span><span>&nbsp;Alicia lagi.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Terjadinya antara permintaan dan penawaran</span></span><span><span>,&rdquo; lanjut Zainy.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Alicia mengamini</span></span><span><span>&nbsp;jawaban tersebut da</span></span><span><span>n kemudian melanjutkan presentasi</span></span><span><span>.&nbsp;</span></span><span><span>Ia</span></span><span><span>&nbsp;menyebut</span></span><span><span>,</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>tuntutan zaman akhirnya mendorong&nbsp;</span></span><span><span>pemerintah&nbsp;</span></span><span><span>mengeluarkan kebijakan&nbsp;</span></span><span><span>untuk melepas harga minyak ke pasar dunia</span></span><span><span>.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Dampaknya jelas, Pertamina yang wajib menaati regulasi tersebut, saat ini tak punya kuasa untuk mengatur harga minya dunia.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Kita tidak bisa mengatur yang namanya harga minyak dunia itu. Negara besar seperti Amerika</span></span><span><span>&nbsp;Serikat</span></span><span><span>&nbsp;pun mungkin mereka enggak tahu bagaimana caranya bisa mengatur itu. Mungkin bisa mencoba suatu strategi, tapi belum tentu i</span></span><span><span>tu strategi yang pasti berhasil,&rdquo; paparnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>H</span></span><span><span>arga&nbsp;</span></span><span><span>minyak dunia</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>yang&nbsp;</span></span><span><span>terbentuk</span></span><span><span>&nbsp;secara alami</span></span><span><span>&nbsp;akibat adanya&nbsp;</span></span><span><span><em>supply</em>&nbsp;<em>and</em>&nbsp;<em>demand</em></span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>dalam skala global&nbsp;</span></span><span><span>pun&nbsp;</span></span><span><span>membuat fluktuasi harga jadi hal yang&nbsp;</span></span><span><span>sulit, bahkan hampir mustahil untuk b</span></span><span><span>isa dihindari</span></span><span><span>&nbsp;oleh semua negara di dunia</span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Dua garis ini&nbsp;</span></span><span><span>(</span></span><span><span><em>supply and demand</em></span></span><span><span>)&nbsp;</span></span><span><span>bukan kita yang menentukan. Satu negara pun tidak bisa menentukan. Itu adalah a</span></span><span><span>gregat dari keseluruhan global,&rdquo; tambahnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Alasan Pertamina Naikkan Harga</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Kebutuhan BBM di&nbsp;</span></span><span><span>Indonesia yang&nbsp;</span></span><span><span>mencapai sekitar 1 juta barel per hari</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>menjadi alasan paling dasar yang mendorong</span></span><span><span>&nbsp;Pertamina selaku&nbsp;</span></span><span><span>perusahaan berbasis&nbsp;</span></span><span><span>BUMN&nbsp;</span></span><span><span>untuk</span></span><span><span>&nbsp;terus konsisten bekerja keras.&nbsp;</span></span><span><span>Namun</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>langkah&nbsp;</span></span><span><span>menyedot migas</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>di&nbsp;</span></span><span><span>berbagai</span></span><span><span>&nbsp;titik&nbsp;</span></span><span><span>se-Indonesia</span></span><span><span>, ditambah ekspansi eksplorasi migas&nbsp;</span></span><span><span>Pertamina&nbsp;</span></span><span><span>ke-13 negara&nbsp;</span></span><span><span>pun masih belum mampu</span></span><span><span>&nbsp;memenuhi kebutuhan dalam negeri.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Inilah masalah level hulu yang sudah dialami&nbsp;</span></span><span><span>perusahaan plat merah tersebut</span></span><span><span>&nbsp;dalam beberapa tahun ke belakang.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Indonesia yang kebutuhannya sekitar 1 juta barel per hari, produksi dari seluruh kilang kita itu tidak cukup. Kita harus impor</span></span><span><span>,&rdquo; kata Alicia.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Melihat fakta bahwa&nbsp;</span></span><span><span>saat ini&nbsp;</span></span><span><span>impor menjadi solusi untuk mencukupi kebutuhan BBM di dalam negeri, maka imbasnya&nbsp;</span></span><span><span>akan</span></span><span><span>&nbsp;berdampak pada biaya&nbsp;</span></span><span><span>impor</span></span><span><span>&nbsp;yang</span></span><span><span>&nbsp;lebih mahal</span></span><span><span>&nbsp;jika harga minyak dunia mulai merangkak naik.</span></span><span><span>&nbsp;Naiknya biaya&nbsp;</span></span><span><span>impor pun menimbulkan masalah di</span></span><span><span>&nbsp;level hilir yang akhirnya saat ini dirasakan oleh masyarakat: harga BBM non subsidi dinaikkan.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Hal yang dialami Pertamina justru kontradiktif&nbsp;</span></span><span><span>jika dibandingkan&nbsp;</span></span><span><span>dengan s</span></span><span><span>alah satu produsen migas&nbsp;</span></span><span><span>asal Belanda, Shell. Naiknya harga minyak dunia tidak menjadi kerugian&nbsp;</span></span><span><span>sama s</span></span><span><span>ekali&nbsp;</span></span><span><span>bagi perusahaan tersebut,&nbsp;</span></span><span><span>bahkan</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>bagi Shell, hal itu&nbsp;</span></span><span><span>justru menjadi keuntung berkali-kali lipat</span></span><span><span>&nbsp;bagi perusahaan tersebut</span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Alasannya jelas, Shell dengan teknologinya mampu memproduksi minyak lebih banyak dari kebutuhan negaranya&ndash;Belanda</span></span><span><span>&ndash;dan menjadi produsen migas global</span></span><span><span>. Sedang Indonesia, jangankan jadi produsen global, untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri pun produ</span></span><span><span>ksi migas Pertamina masih kewalahan</span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Semakin tinggi harga, semakin mereka</span></span><span><span>&nbsp;(Shell)</span></span><span><span>&nbsp;senang. Karena mereka produsen, mereka punya&nbsp;</span></span><span><span>surplus</span></span><span><span>&nbsp;dari penjualan mereka. Kalau kita</span></span><span><span>&nbsp;(Pertamina)</span></span><span><span>, kita tidak punya&nbsp;</span></span><span><span>surplus</span></span><span><span>&nbsp;dari penjualan kita. Semakin tinggi harg</span></span><span><span>a, semakin kita harus mengimpor,&rdquo; bocor Alicia.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Bahkan secara eksplisit, Alicia menyebut sebuah musuh besar yang harus bersama-sama dihadapi oleh masyarakat, Pertamina, pemerintah, termasuk mahasiswa.&nbsp;</span></span><span><span>Musuh&nbsp;</span></span><span><span>dari kenaikan harga BBM tersebut ialah&nbsp;</span></span><span><span>harga minyak dunia yang terbentuk dari permintaan dan p</span></span><span><span>enawaran global.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Bukan pemerintah musuhnya mahasiswa, bukan Pertamina juga, tapi kita harus bersatu karena musuh kita itu dari luar (I</span></span><span><span>ndonesia)</span></span><span><span>&nbsp;sebenarnya. Kita harus menguatkan ini supaya bisa menghadapi fluktuasi harga minyak dunia. Jangan sampai&nbsp;</span></span><span><span>kita dipecah-pecah karena itu,&rdquo; sebutnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Meski terjepit dengan keadaan, Pertamina masih terus berupaya melakukan prod</span></span><span><span>uksi migas secara maksimal agar&nbsp;</span></span><span><span>kebutuhan dalam negeri harus tercuku</span></span><span><span>pi dulu, sebelum akhirnya Pertamina</span></span><span><span>&nbsp;bisa menjadi produsen migas di kancah global layaknya Shell.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pertamina ialah&nbsp;</span></span><span><span>melakukan pengembangan&nbsp;</span></span><span><span>teknologi di berbagai kilang</span></span><span><span>&nbsp;dan mungkin dua di antaranya&nbsp;</span></span><span><span>akan</span></span><span><span>&nbsp;dilaksanakan</span></span><span><span>&nbsp;di Kaltim. Saat ini di Balikpapan sudah berjalan,&nbsp;</span></span><span><span>sedang</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>di Bontang masih dalam kajian.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Kita harus tetap optimis karena kita sudah p</span></span><span><span>unya rencana jangka panjang,&rdquo; katanya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><span><span>Tantangan&nbsp;</span></span><span><span>Menembus Daerah</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Ter</span></span></strong><span><span><strong>tinggal</strong></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Ini juga jadi tantangan bagi Pertamina. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita tidak ingin sendirian maju. Kita mau&nbsp;</span></span><span><span>(membantu)&nbsp;</span></span><span><span>teman-teman kita di daerah Timur (Indonesia), atau di Kalimantan yang kondisinya jauh tertinggal</span></span><span><span>. S</span></span><span><span>ehingga Pertamina diberi tugas untuk menyediakan BBM di sana dengan ha</span></span><span><span>rapan terjadinya BBM satu harga,&rdquo; papar Alicia.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Dalam versi Pertamina, ada empat fa</span></span><span><span>ktor internal yang mempengaruhi</span></span><span><span>&nbsp;harga BBM. Salah satu di antaranya ialah keterbatasan infrastruktur&nbsp;</span></span><span><span>jalan raya&nbsp;</span></span><span><span>di Indonesia yang membuat biaya distribusi ke seluruh daerah jadi cukup sulit, terutama untuk daerah tertinggal. Alicia pun kembali membuka cerita di balik upaya Pertamina menembus daerah tertinggal tersebut.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Ke Long Apari itu kita harus pakai kapal, perjalanan sampai empat hari. Harus melewati sungai yang arusnya deras di Riam. Kalau ke Wamena dan Kerayan, karena tidak ada jalan, jadi harus pakai pesawat. Pakai pesawat itu mahal banget. Jadi untuk biaya angkut 1 liter</span></span><span><span>&nbsp;(saja)</span></span><span><span>, kita harus keluarkan uang Rp38 ribu. Itu untuk 1 liter, padahal harganya berapa? Rp7 sampai Rp8 ribu, tapi biaya ang</span></span><span><span>kutnya sampai segitu,&rdquo; ungkapnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Tapi tak&nbsp;</span></span><span><span>a</span></span><span><span>pa</span></span><span><span>, itu kan saudara-saudara kita juga, harus kita bantu. Kalau di&nbsp;</span></span><span><span>kota</span></span><span><span>&nbsp;memang tidak besar biaya angkutnya, tapi kalau ke sana memang, seperti itulah yang dihadapi. Itu cukup membebani tapi jangan</span></span><span><span>&nbsp;ditangisi. Ini faktor internal,&rdquo; tambahnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Hadirnya&nbsp;</span></span><span><span>beberapa masalah di&nbsp;</span></span><span><span>faktor internal, ditambah dengan faktor eksternal, yakni harga minyak dunia membuat Pertamina ada dalam posisi yang dilematis. Tak menaikkan harga, maka risikonya rugi besar di keuangan perusahaan dan negara. Namun, jika tidak dinaikkan maka&nbsp;</span></span><span><span>akan</span></span><span><span>&nbsp;memberi efek besar dan luas bagi masyarakat dan peningkatan inflasi pasti akan terjadi.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Maka, jalan tengan yang saat ini diambil pemerintah&ndash;walau belakangan, kebijakan tersebut mulai dikurangi dan dialihkan ke sektor lain&ndash;ialah menomboki biaya atau subsidi terhadap harga-harga BBM yang beredar di masyarakat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Salah satu yang bisa dilakukan pemerintah adalah&nbsp;</span></span><span><span><em>nombokin</em></span></span><span><span>. Jadi misalnya harga Rp8 ribu, dijual hanya Rp7 ribu, nanti Rp1 ribu pemerintah yang&nbsp;</span></span><span><span><em>tombokin</em></span></span><span><span>. Lebih baik uang (tombokan) itu kita pakai untuk men</span></span><span><span>y</span></span><span><span>ejahterakan t</span></span><span><span>eman-teman kita&nbsp;</span></span><span><span>di&nbsp;</span></span><span><span>perbatasan tadi,&rdquo; katanya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Tanya dari Beberapa Mahasiswa</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Beberapa peserta langsung sigap mengangkat tangan saat sesi tan</span></span><span><span>ya</span></span><span><span>&nbsp;jawab diberikan. Kesempatan interaksi dibuka moderator, dan kemudian sesi interaktif seketika dimulai.&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Pertanyaan tentang alasan harga minyak dunia harus dilempar ke pasar dunia ditanggapi dengan&nbsp;</span></span><span><span>lugas</span></span><span><span>&nbsp;dari Alicia</span></span><span><span>:&nbsp;</span></span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Kita hanya sebagian kecil dari sistem (dunia). Jadi ki</span></span><span><span>ta tidak bisa mengatur (harga) pasar.&rdquo;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Saat pertanyaan tentang apakah Premium masih akan diproduksi oleh Pertamina melihat daya beli masyarakat kecil yang kurang mampu membeli Petralite dan Pertamax dimunculkan, Alicia memberi jawaban&nbsp;</span></span><span><span>panjang lebar.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Premium itu kita tidak bicara harga. Karena harga&nbsp;</span></span><span><span>P</span></span><span><span>remium (di Indonesia) itu sebenarnya tidak segitu (di harga pasar dunia). Itu cuma&nbsp;</span></span><span><span>ditombokin</span></span><span><span>, dan yang menomboki itu Pertamina. Kalau kita bilang&nbsp;</span></span><span><span>P</span></span><span><span>remium&nbsp;</span></span><span><span>akan</span></span><span><span>&nbsp;dihilangkan, itu bukan karena harganya, tapi karena teknologinya sudah tidak masuk lagi. Produsen mobil pun, sudah minta&nbsp;</span></span><span><span>(Pertamina untuk memproduksi)&nbsp;</span></span><span><span>BBM-nya itu yang&nbsp;</span></span><span><span>E</span></span><span><span>uro 4 dan</span></span><span><span>&nbsp;Euro</span></span><span><span>&nbsp;5. Jadi (</span></span><span><span>P</span></span><span><span>remium) itu sudah jauh banget ketinggalan. Itu bukan masalah harga, ini kita bicara masalah teknologi dan kualitas. Kita dapat P</span></span><span><span>remium itu malah&nbsp;</span></span><span><span>susah</span></span><span><span>. Kalau di dalam negeri kita kurang&nbsp;</span></span><span><span>P</span></span><span><span>remium, kita mau impor malah&nbsp;</span></span><span><span>susah</span></span><span><span>. Di&nbsp;</span></span><span><span>(pasar)&nbsp;</span></span><span><span>dunia ini oran</span></span><span><span>g sudah tidak ada pakai P</span></span><span><span>remium,&rdquo; paparnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Saat ditanya tentang&nbsp;</span></span><span><span>cara</span></span><span><span>&nbsp;menyiasati</span></span><span><span>&nbsp;kekurangan BBM di dalam negeri,&nbsp;</span></span><span><span>Pertamina&nbsp;</span></span><span><span>mengatasinya dengan dua kali impor.</span></span><span>&nbsp;</span><span><span>Pertama,&nbsp;</span></span><span><span>impor&nbsp;</span></span><span><span>minyak jadi dari produsen migas</span></span><span><span>.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>D</span></span><span><span>an kedua,&nbsp;</span></span><span><span>impor&nbsp;</span></span><span><span>minyak mentah dari 13 negara tempat Pertamina melakukan ekspansi eksplorasi</span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Malaysia saja, mungkin mereka hanya butuh 30 persen dari keseluruhan produksi mereka</span></span><span><span>&nbsp;(untuk kebutuhan dalam negeri)</span></span><span><span>. Artinya, keuntungan dari 70 persen sisanya bisa mereka pakai untuk menombok</span></span><span><span>i yang 30 persen itu. Apalagi Ci</span></span><span><span>na, orangnya banyak banget. Kalau mau disubsidi, bisa bangkrut negaranya</span></span><span><span>,&rdquo; jawabnya saat ditanya tentang komparasi fenomena pengelolaan BBM di berbagai negara.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Yang paling gila itu Singapura</span></span><span><span>. Produksi kilang mereka itu mungkin 10 kali lipat dari kebutuhan</span></span><span><span>&nbsp;(negara)</span></span><span><span>&nbsp;mereka, tapi mereka tidak mau menomboki. Biar saja itu yang dibakar itu dengan harga sebenarnya. Tapi mereka mengajak untuk menca</span></span><span><span>ri energi yang lebih efisien. Anak kecil di sana kalau keluar ruangan, memat</span></span><span><span>ikan lampu sudah jadi kebiasaan,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</span></span></span><strong><span>(</span><span><span><em>dan/aml</em></span></span></strong><span><span><strong>)</strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FKIP Wacanakan Gabung KKN dan PPL, Ketua LP2M: Harus Ada Dasar Hukumnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-wacanakan-gabung-kkn-dan-ppl-ketua-lp2m-harus-ada-dasar-hukumnya/baca </link>
<guid> fkip-wacanakan-gabung-kkn-dan-ppl-ketua-lp2m-harus-ada-dasar-hukumnya </guid>
<pubDate> Wed, 04 Apr 2018 02:18:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua LP2M, Prof. Susilo. (Sumber foto: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-wacanakan-gabung-kkn-dan-ppl-ketua-lp2m-harus-ada-dasar-hukumnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lujSSlPMMZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FKIP Wacanakan Gabung KKN dan PPL, Ketua LP2M: Harus Ada Dasar Hukumnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; FKIP melalui Wakil Dekan (WD) I menyatakan telah menjalin kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) untuk menggabungkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Program Pengalaman Lapangan (PPL).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, ditemui <em>Sketsa</em> pada Rabu (14/3) lalu, Prof. Susilo selaku Ketua LP2M mengaku bahwa belum ada komunikasi resmi. Ia menyebut bahwa belum mendapat kepastian jawaban ketika dirinya bertanya prihal dasar hukum, naskah akademik, serta aturan bagaimana menggabungkan KKN dan PPL.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Umpama di sekolah berapa hari? Yang dihitung KKN itu berapa hari? Kan itu harus jelas. Ini etika SKS (Satuan Kredit Semester). Yang jelas PPL itu punya SKS juga, dan kalau dicampur yang hari dan waktunya sama (dengan KKN) ya tidak bisa dong. Kegiatannya satu, tapi dinamainya dua kan tidak bisa,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya wacana penggabungan KKN dan PPL di FKIP dibenarkan oleh Wakil Dekan (WD) I Bidang akademik FKIP, Lambang Subagiyo. Melalui keterangannya kepada <em>Sketsa</em>, ia menyebut bahwa wacana penggabungan KKN dan PPL akan segera direalisasikan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fkip-sebut-integrasi-kkn-dan-ppl-bisa-terjadi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fkip-sebut-integrasi-kkn-dan-ppl-bisa-terjadi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Namun, sampai saat ini FKIP masih dalam tahap merancang program sembari menunggu persetujuan dari beberapa pihak. Di antaranya Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), WD II, dan Dekan FKIP Muhammad Amir Masruhim.</p><p style="text-align: justify;">Prof. Susilo menyebut, jika ingin membuat formula KKN, harus ada naskah akademiknya. Lalu, jika memang ingin dilaksanakan fakultas, Fakultas Kedokteran (FK) dan Farmasi adalah contohnya. Namun, pihak fakultas tersebut mendanai program KKN-nya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dua fakultas di atas memang menjalankan KKN sendiri, namun telah memiliki dasar hukum yang jelas, yakni SK Rektor. Kalau kelak FKIP ingin melakukan hal serupa, maka harus terlebih dahulu mengurus dasar hukum semisal SK Rektor, karena saat ini FKIP belum memiliki itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau tidak ada dasar hukumnya, kasihan yang ikut program itu. Tidak diakui oleh rektorat, tidak diakui oleh LP2M. Kan repot juga. Saya sudah bicara dengan dekan FKIP, kalau mau menggabung dan membuat formulasi KKN sendiri, silakan. Tapi harus ada dasar hukumnya. Kalau mau seperti Farmasi dan Kedokteran tidak ada masalah,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Prof. Susilo menjelaskan, dua fakultas tersebut telah punya aturan tertulis yang konkret dalam melaksanakan KKN yang telah mereka kelola dan jalankan. Sehingga, FKIP pun harus punya aturan tertulis sendiri jika ingin mengintegrasikan KKN dan PPL. Perihal pembekalan KKN, masih LP2M yang bertanggung jawab untuk membekali.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mekanisme Pengatutan Anggaran KKN</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika FKIP ingin mengikuti jejak FK dan Farmasi, maka FKIP harus menyiapkan anggarannya sendiri. LP2M tidak akan memfasilitasi masalah anggaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Begini, dana yang dari rektorat, itu untuk dana yang dilaksanakan di LP2M. Kalau di fakultas, mahasiswanya yang bayar sendiri (ke fakultas). Jadi kalau FKIP mau, silakan saja jalan. Tapi kalau mau mengambil dana dari LP2M, tidak bisa,&rdquo; terang Prof. Susilo.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan ibaratnya anggaran satu pintu melalui LP2M. Jika semua anggaran KKN diberi ke LP2M, lalu FKIP meminta anggaran, maka akan kacau urusannya. Sebab itu, Prof. Susilo menyampaikan ke Dekan FKIP jika ingin KKN dari fakultas, maka tidak perlu mengurus anggaran ke LP2M, langsung saja ke rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Karena fakultas yang menyelenggarakan KKN tidak boleh mengambil anggaran yang dialokasikan rektorat untuk LP2M, Farmasi dan Kedokteran mengambil bayaran sendiri per mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau yang laksanakan FKIP, yang tanda tangan itu saya, nanti yang diperiksa BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) itu saya. Tidak adil,&rdquo; tegasnya. <strong><em>(dan/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BBM Naik Tiap Saat, Masyarakat Resah dan Gelisah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bbm-naik-tiap-saat-masyarakat-resah-dan-gelisah/baca </link>
<guid> bbm-naik-tiap-saat-masyarakat-resah-dan-gelisah </guid>
<pubDate> Wed, 04 Apr 2018 04:59:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Freijae Rakasiwi (sumber foto: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bbm-naik-tiap-saat-masyarakat-resah-dan-gelisah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XFd6Ywopwg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>BBM Naik Tiap Saat, Masyarakat Resah dan Gelisah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&quot;Fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bukan saja memperbesar beban masyarakat pada umumnya tetapi juga bagi dunia usaha pada khususnya dan akan mengakibatkan kesenjangan pada masyarakat.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah kembali berulah menerapkan kebijakan yang membuat masyarakat panik, dan gelisah. Selama awal Februari hingga akhir Maret masyarakat merasa was-was di tengah himpitan kesenjangan ekonomi saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Betapa tidak, di awal tahun, masyarakat sudah disuguhkan dengan naiknya harga beras, tanggal 24 Februari 2018 secara resmi Pertamina menerapkan harga BBM Non Subsidi naik karena fluktuasi minyak mentah dunia. Untuk ketiga kalinya. Akhir Maret 2018, pemerintah kembali menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Kenaikan itu sebesar Rp 200 per liter dan berlaku di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Jelas, ini tamparan keras buat masyarakat. Biaya hidup membengkak dan pengeluaran semakin banyak. Ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah yang menerapkan harga BBM Non Subsidi disesuaikan dengan harga minyak mentah dunia. Pemerintah tak mampu lagi menyubsidi semua jenis BBM yang dirasakan masyarakat dengan alasan tidak tepatnya sasaran subsidi dan terjadi efisiensi anggaran dengan dialihkan ke pos anggaran infrastruktur.</p><p style="text-align: justify;">Diperparah lagi, pemerintah tidak menambah anggaran subsidi untuk BBM Subsidi sehingga hutang kepada pertamina pun tak terelakan sebanyak 24 Triliun. Ini menjadi akar penyebab kelangkaan BBM jenis premium maupun solar di seluruh indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Penyesuaian harga BBM Non Subsidi merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus naik dengan harga US$ 65 per barel. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Akibat naiknya harga minyak dunia ini, kerugian biaya yang diderita Pertamina sampai Februari 2018 sebesar Rp 3,9 triliun.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, saat ini kita semua melihat betapa sulitnya kehidupan masyarakat di tengah melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan kesehatan. Sementara Lapangan kerja semakin sempit dan kesempatan berusaha semakin sulit. Kebutuhan operasional sehari-hari kian membengkak, jelas masyarakat semakin sengsara dengan dipaksa membeli BBM jenis Non Subsidi karena langkanya BBM Subsidi di pasaran.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM tentu berdampak buruk bagi masyarakat, terutama rakyat miskin. Harga-harga tentu akan berpengaruh. Akibatnya, daya beli masyarakat merosot. Jumlah penduduk miskin makin besar. Sebab, transportasi dan belanja BBM telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Kenaikan harga BBM menyumbang inflasi sebanyak 1,5%. sehingga harga-harga kebutuhan pokok menjadi naik dan daya beli masyarakat menjadi merosot.</p><p style="text-align: justify;">Dengan dasar diatas, BEM FEB Unmul menyatakan Sikap:</p><p style="text-align: left;">1. Menolak Kenaikan Harga BBM yang menyengsarakan rakyat.<br>2. Menuntut Pemerintah untuk menjaga ketersediaan BBM Subsidi rakyat.<br>3. Menuntut Pemerintah untuk mendistirbusikan BBM Subsidi ke seluruh SPBU Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Setiap kali ada kenaikan harga BBM, masyarakat selalu menolak karena akan menimbulkan dampak buruk. Mengingat keberadaannya yang begitu penting, maka apapun kondisi atau sesuatu yang timbul dari BBM akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat, termasuk tarifnya dan akan memberikan <em>multiplayer</em> efek yang begitu besar bagi semua sektor kehidupan.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah sama sekali tidak berpihak kepada rakyat, selalu menerapkan kebijakan salah kaprah. Kesejahteraan rakyat menjadi pilar utama dalam sebuah kebijakan, bukan dinomor duakan. Teruslah menguggat, nyanyikan melodi perlawanan, bahwa rakyat tidak sepakat BBM naik!</p><p style="text-align: justify;">Hidup Rakyat Indonesia!</p><p style="text-align: justify;">Salam,</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dedikasi untuk Indonesia&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ditulis oleh: Freijae Rakasiwi, Gubernur BEM FEB Unmul 2018 pada <span>29 Maret 2018.</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FK, Satu dari Beberapa Fakultas yang Terapkan Program KKN di Luar LP2M </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fk-satu-dari-beberapa-fakultas-yang-terapkan-program-kkn-di-luar-lp2m/baca </link>
<guid> fk-satu-dari-beberapa-fakultas-yang-terapkan-program-kkn-di-luar-lp2m </guid>
<pubDate> Thu, 05 Apr 2018 04:49:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: edunews.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fk-satu-dari-beberapa-fakultas-yang-terapkan-program-kkn-di-luar-lp2m/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FpDIFff7H4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FK, Satu dari Beberapa Fakultas yang Terapkan Program KKN di Luar LP2M</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Meski Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (LP2M) ditunjuk sebagai lembaga yang menaungi pelaksanaan KKN, namun hal ini tidak berlaku di semua fakultas, yakni Fakultas Teknik (FT), Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran (FK). Beberapa bahkan telah melaksanakan KKN terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya pada Rabu (14/3) lalu, Esti Handayani Hardi selaku Ketua Tim Pengembangan KKN mengaku belum mendengar secara pasti perihal fakultas apa saja yang memilih melaksanakan KKN dengan kebijakan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya cuma dengar-dengar gitu aja. Katanya ada, tapi kalau dari fakultas ya itu hak prerogatif dekan dan stafnya untuk tidak melibatkan LP2M dalam proses KKN,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada juga disampaikan Firman, satu dari beberapa orang yang juga terlibat di dalam tim pengembangan KKN LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita tidak punya otoritas untuk ikut mencampuri urusan dapur mereka (fakultas lain yang menggelar KKN sendiri). Disediakan wadah ini (melalui LP2M) biar bisa join bareng, tapi mereka punya kebijakan sendiri,&rdquo; imbuh Firman.</p><p style="text-align: justify;">Meski terus berlangsung setiap tahun, namun aturan dan kebijakan KKN dari LP2M tidak selalu sama di setiap pelaksanaannya. Sama halnya dengan KKN ke-44 tahun ini, ada beberapa poin perubahan, di antaranya, tidak ada lagi pilihan jenis KKN Mandiri dan Kompetensi.</p><p style="text-align: justify;">Jenis KKN Regular tahun ini ditetapkan melalui sistem acak bagi semua mahasiswa yang mendaftar, tanpa terkecuali. Bekal semantara yang bisa disiapkan mahasiswa hanya memilih kota atau kabupaten pilihan yang akan menjadi lokasi, untuk selanjutnya rekan-rekan satu kelompok akan diacak dan ditentukan oleh pihak LP2M.</p><p style="text-align: justify;">(Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-44-esti-tahun-ini-ada-perubahan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-44-esti-tahun-ini-ada-perubahan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya LP2M yang mengambil langkah baru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) juga dikabarkan akan menerapkan kebijakan baru. Beredar kabar bahwa KKN dan PPL akan digabung yang sudah dibenarkan WD I bahkan dekan FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tanggapan saya sebagai pengelola KKN, menurut saya ketika PPL dan KKN digabung tidak bijak. Itu dua mata kuliah berbeda. Masa iya dua mata kuliah berbeda <em>output</em>-nya (jadi) satu kegiatan. Setiap mata kuliah pasti punya panduan pengajarannya,&rdquo; terang Esti.</p><p style="text-align: justify;">(Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wd-i-fkip-benarkan-wacana-penggabungan-kkn-dan-ppl/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wd-i-fkip-benarkan-wacana-penggabungan-kkn-dan-ppl/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">(Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fkip-sebut-integrasi-kkn-dan-ppl-bisa-terjadi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fkip-sebut-integrasi-kkn-dan-ppl-bisa-terjadi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;"><strong>FK Terapkan KKN yang Dikelola Fakultas</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;KKN fakultas, fokusnya ke kedokteran kesehatan,&rdquo; ujar Endang Sawitri, Wakil Dekan I FK.</p><p style="text-align: justify;">Sejak tahun 2013, FK memutuskan untuk memilih melaksanakan KKN secara mandiri. Dalam artian, fakultas mengatur segala hal berkaitan dengan KKN mahasiswanya, hal ini berarti tidak mengikuti kebijakan dari LP2M.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu alasannya, karena waktu yang diperlukan jika mengikuti kebijakan KKN dari LP2M dirasa tidak efisien, mengingat kurikulum FK berbeda dengan fakultas lainnya. Tahun ketiga di semester genap, FK menjalankan program KKN dan diusahakan dalam satu angkatan mengikuti KKN. Tidak bergantung dengan syarat SKS seperti dari LP2M.</p><p style="text-align: justify;">Alasan lainnya ialah karena FK lebih mengutamakan untuk membangun masyarakat sehat. Seluruh program kerja yang dijalankan berkaitan dengan kedokteran dan kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau misal bergabung dengan di sana (LP2M), programnya kan harus secara integrasi, macul,</p><p style="text-align: justify;">dan sebagainya. Sementara program di kami lebih mengedepankan membangun masyarakat yang sehat. Sehingga kalau mereka di tematik-kan, akan menjadi fokus,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, FK yang mengatur program KKN bagi mahasiswanya. Baik itu dari perencanaan lokasi, menghubungi seluruh tokoh daerah, membentuk kepanitiaan, hingga membagi kelompok pun diatur oleh pihak fakultas. Sejauh ini, Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi lokasi KKN bagi mahasiswa FK. <strong>(<em>adl/dan/snh/fqh/dor/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> LP2M Perjelas “Proker Titipan” yang Diberikan ke Setiap Kelompok KKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lp2m-perjelas-proker-titipan-yang-diberikan-ke-setiap-kelompok-kkn/baca </link>
<guid> lp2m-perjelas-proker-titipan-yang-diberikan-ke-setiap-kelompok-kkn </guid>
<pubDate> Thu, 05 Apr 2018 11:21:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Tim Pengembangan Program KKN, Esti Handayani Hardi. (Sumber foto: Dok. pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lp2m-perjelas-proker-titipan-yang-diberikan-ke-setiap-kelompok-kkn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/v6RbNRV3V2.JPG" />
					</figure>
			                <h1>LP2M Perjelas “Proker Titipan” yang Diberikan ke Setiap Kelompok KKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash;<strong>&nbsp;</strong>Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-44 Unmul tinggal beberapa bulan lagi. Berdasarkan keputusan yang telah disepakati, seluruh jenis KKN tahun ini bersistem acak. Diberlakukannya kebijakan ini didasari pada keberhasilan KKN Desa Sejahtera Mandiri (DSM), tentunya pola KKN DSM juga akan disamakan dengan KKN Reguler.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa,&nbsp;</em>Ketua Tim Pengembangan Program KKN, Esti Handayani Hardi menyebutkan LP2M berupaya untuk memusatkan pada potensi desa yang ada. Program kerja (Proker) yang diminta desa dari kegiatan KKN ialah adanya <em>website</em> desa, <em>mapping social</em>, pengelolaan administrasi desa, dan pembuatan peta desa.</p><p style="text-align: justify;">Adapun <em>website</em> nantinya akan dipegang oleh desa, sedangkan <em>mapping social</em> berisi tentang identifikasi potensi, profil dan sejarah desa, tata letak desa, dan sebagainya. Dengan adanya proker tersebut, LP2M mengacak mahasiswa berdasarkan latar belakang bidang keilmuan. Seperti pada pembuatan peta desa dengan skala yang benar dibutuhkan mahasiswa dari Fakultas Teknik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kayak <em>gini</em> (pembuatan peta desa) kan enggak semua (mahasiswa) punya keahlian. Saya ingin menjanjikan, (tapi) saya bergantung dengan mahasiswanya. Maka dibaginya anak Teknik ada di semua desa, cuma karena jumlahnya sedikit, jadi enggak (merata ke) semua desa,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Empat proker di atas itulah yang nantinya harus digaungkan mahasiswa di lokasi KKN-nya. Dikatakan Esti, setiap kelompok akan wajib menghasilkan 3 buku yang berisi poin-poin proker. Di antaranya buku tentang <em>mapping social</em>, buku pengelolaan administrasi desa, dan buku peta desa. Dengan adanya buku itu diharapkan bisa menjadi dasar acuan untuk pihak ketiga dalam pembangunan desa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya pemerintah mau mengembangkan jalan, sudah ada nih petanya. Jalan mana yang harus dibikin? Misalnya untuk menghubungkan jalan ini (daerah A) dengan ini (daerah B), sudah ada nih petanya. Ini <em>loh</em> pembuatan jalan, aksesnya belum ada,&rdquo; ucap akademisi asal FPIK itu.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya proker tersebut, bukan menjadi alasan bagi mahasiswa untuk mengatakan proker itu sebagai beban, sebab terdapat <em>benefit-</em>nya. Buku itu nantinya akan di jual kepada pemerintah kabupaten atau kota. Sehingga memberikan fasilitas kepada mahasiswa selama kegiatan KKN berlangsung. Sejauh ini kabupaten atau kota yang menerima ialah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Kartanegara (Kukar)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makanya (proker) ini yang kita jual ke kabupaten desa. Kayak di Kubar, mereka (pemerintah daerah) mau memfasilitasi penjemputan, pengantaran, tempat tinggal, dan mereka hidup di Kubar <em>udah</em> ditanggung. Dengan cara kita menghasilkan ini, jadi dia menganggung mahasiswa,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, ikhwal alokasi anggaran penerbitan buku proker itu nantinya berasal dari buku pedoman KKN yang dibeli mahasiswa secara <em>online</em>.<em>&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Buku untuk pegangan mahasiswa KKN nanti anak-anak bisa beli secara <em>online</em>, tapi nanti dananya dialihkan untuk pencetakan buku,&rdquo; imbuhnya. <strong>(<em>snh</em>/<em>dan</em>/<em>adl</em>/<em>fqh</em>/<em>dor/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyikapi KKN Reguler Acak dari Berbagai Perspektif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyikapi-kkn-reguler-acak-dari-berbagai-perspektif/baca </link>
<guid> menyikapi-kkn-reguler-acak-dari-berbagai-perspektif </guid>
<pubDate> Thu, 05 Apr 2018 11:24:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa KKN Unmul. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyikapi-kkn-reguler-acak-dari-berbagai-perspektif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ks79vqJEIu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyikapi KKN Reguler Acak dari Berbagai Perspektif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jika dikomparasi antara sistem KKN ke-44 tahun 2018 dan KKN ke-43 tahun 2017 yang dilaksanakan LP2M Unmul, maka akan terlihat beberapa perubahan. Jika pada KKN ke-43 mahasiswa dapat melaksanakan KKN di instansi pemerintahan, tahun ini jenis KKN tersebut tidak ada lagi dalam pilihan yang ditawarkan LP2M.</p><p style="text-align: justify;">Pada KKN tahun lalu pun, mahasiswa masih bebas memilih jenis KKN Reguler Non Acak dan bebas memilih kelompok serta menentukan sendiri desa, kota, atau kabupatennya. Namun, tahun ini mahasiswa yang memilih jenis KKN Reguler akan diacak semua anggota kelompok oleh LP2M secara menyeluruh, tanpa terkecuali.</p><p style="text-align: justify;">Tak ayal, KKN ke-44 menuai cukup banyak tanggapan berbau pro dan kontra dari kalangan mahasiswa. Alasannya jelas, program yang dijalankan oleh LP2M tahun ini, terutama jenis KKN Reguler cukup mengagetkan dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Shintya Wahyuni, mahasiswi FISIP Prodi Pembangunan Sosial 2015 pun angkat bicara menanggapi perubahan sistem KKN ini. Ia justru menganggap, sistem mengacak seluruh anggota kelompok yang diterapkan LP2M justru memberi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa yang akan melaksanakan KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku pikir ada tantangan <em>ketemu</em> orang baru dan dapat <em>temen</em>, serta dapat ilmu baru dengan jurusan yang beda. Jadi bisa tahu jurusan-jurusan lain, jadi kita lebih tertantang lagi,&rdquo; katanya. &ldquo;Jika harus pilih kelompok sendiri atau acak, (saya) pasti akan memilih acak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Shintya menjelaskan, pemilihan sistem acak untuk KKN Reguler ini pasti sudah mengevaluasi mengenai KKN sebelumnya. Baginya, mungkin sistem ini sudah yang terbaik. Setelah dilaksanakan tahun ini pun akan ada evaluasi lagi untuk KKN pada tahun mendatang agar sistemnya lebih baik lagi. Bahkan secara pribadi, ia tak mempermasalahkan jika kelak LP2M menitipkan proker di kelompoknya selama proses KKN berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sepakat saja jika ada proker titipan, berarti kan kita sedikit banyaknya dibantu,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Ketua Tim Pengembangan Program KKN Esti Handayani Hardi mengatakan LP2M berupaya untuk memusatkan pada potensi desa yang ada. Program kerja (Proker) yang diminta desa dari kegiatan KKN ialah adanya <em>website</em> desa, <em>mapping social</em>, pengelolaan administrasi desa, dan pembuatan peta desa.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lp2m-perjelas-proker-titipan-yang-diberikan-ke-setiap-kelompok-kkn/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lp2m-perjelas-proker-titipan-yang-diberikan-ke-setiap-kelompok-kkn/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada waktu berbeda, Muhamad Abdul Kahar, mahasiswa FIB Prodi Sastra Inggris 2015 pun tak mempermasalahkan sistem KKN Reguler yang mengacak seluruh anggota kelompok.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya terima-terima saja dengan sistem KKN 44 acak karena tujuan mereka (LP2M) baik (untuk) mensejahterakan desa. Sekali pun peraturan KKN sebelumnya ataupun KKN 44 di tahun ini tetap acak saya tetap akan memilih KKN Reguler. Dan saya pun tetap akan memilih acak,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Niatan LP2M yang akan memberlakukan proker titipan pada KKN tahun ini pun tak dirisaukan sama sekali oleh Kahar. Kompak dengan pola pikir Sintya, beberapa perubahan dalam KKN edisi ke-44 justru dipandang Kahar sebagai tantangan baru sebagai mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ide yang bagus, jadi tantangan juga. Jadi istilahnya kita membuat proker dan terbantu juga dengan proker titipan yang mereka sediakan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dua tanggapan positif dua mahasiswa di atas ditanggapi sedikit berbeda oleh mahasiswi FKTI Prodi Ilmu Komputer 2015, Eka Wulan Mei Prima. Ia mengatakan ada hal yang tidak disetujuinya dengan sistem acak, yakni permasalahan teman kelompok.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak semua dari kita bisa langsung bergaul dengan orang yang tidak kita kenal. Kemarin kita sudah persiapan punya kelompok sendiri untuk di luar Samarinda. Setidaknya itu mengurangi beban kita (agar) tidak memikirkan bagaimana kita di sana (lokasi KKN). Sudah jauh dan tidak mengenal anggota kelompoknya,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun demikian, perempuan yang akrab disapa Wulan ini mengakui ada bagian yang ia setujui dari sistem KKN acak ini. Dengan pembagian kelompok yang sama rata, ia menganggap bahwa hal tersebut akan meminimalisir rasa iri antara kelompok yang diacak LP2M dan kelompok yang memilih anggotanya sendiri. <strong>(<em>dor</em>/<em>adl</em>/<em>dan</em>/<em>snh</em>/<em>fqh/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Setahun Berjalan, Program Asuransi FKIP Gagal? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/setahun-berjalan-program-asuransi-fkip-gagal/baca </link>
<guid> setahun-berjalan-program-asuransi-fkip-gagal </guid>
<pubDate> Fri, 06 Apr 2018 11:15:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gubernur BEM FKIP Unmul, Mujihat. (Foto: Mahameru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/setahun-berjalan-program-asuransi-fkip-gagal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/569axpvKos.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Setahun Berjalan, Program Asuransi FKIP Gagal?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setahun berjalan, pengadaan asuransi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dianggap tak menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Beberapa masalah mulai dirasakan mahasiswa. Mulai dari transparansi dana, hingga proses pencairan asuransi yang panjang. Sempat dibahas mengenai kebijakan asuransi pada audiensi sebelumnya, hingga kini kejelasan asuransi belum menemui titik terang.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-arah-audiensi-fkip-bahas-budgeting-dan-persoalan-kampus/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-arah-audiensi-fkip-bahas-budgeting-dan-persoalan-kampus/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM FKIP, Mujihat menjelaskan asuransi adalah program Wakil Dekan III FKIP, Masrur Yahya. Program asuransi ini berguna ketika ada mahasiswa yang sakit atau kecelakaan agar segera mendapat jaminan pengobatan. Dana alokasinya diambil dari dana kemahasiswaan dengan total Rp175 juta. Dilihat dari programnya, Mujihat mengatakan sebenarnya asuransi merupakan wacana yang bagus dalam membantu mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kartu asuransi ini pun langsung dibagikan kepada mahasiswa kala itu, namun tidak pernah disosialisasikan. Pemahaman yang ada di kalangan mahasiswa FKIP adalah begitu ada yang sakit, maka tidak perlu repot dalam urusan biaya.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, dalam pelaksanaannya justru menimbulkan pertanyaan besar di kalangan mahasiswa. Mujihat pun pernah merasakan sulitnya proses pencairan dana asuransi kala ia sakit pada Februari 2018 lalu. Selain cabang asuransi yang tidak ada di Samarinda, rumah sakit tempatnya dirawat juga tidak bekerja sama dengan asuransi tersebut. Ditambah lagi <em>hotline</em> asuransi yang tidak pernah mengangkat telepon.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Seharusnya yang begitu sakit langsung berhubungan dengan Asyki&ndash;nama perusahaan asuransi&ndash;tetapi saya tidak merasakan apa yang kita inginkan. Seharusnya memberikan kemudahan tetapi ini mengurusnya mati-matian karena cabangnya tidak ada. Kita telepon tidak diangkat, makanya sangat kecewa,&rdquo; tutur Mujihat saat ditemui <em>Sketsa</em> pada Rabu (28/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Fakta di lapangan yang dialami Mujihat agaknya kontradiktif dengan pernyataan Masrur Yahya. Sebelumnya, Wakil Dekan (WD) III FKIP itu menyebut, kartu asuransi tersebut bisa dipakai oleh setiap mahasiswa untuk membayar biaya pengobatan kesehatan apa pun, termasuk kecelakaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa pun penyebabnya, ya pihak asuransi akan mendanai kepada mahasiswa yang kena musibah,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-pangkas-dana-kegiatan-mahasiswa-untuk-program-asuransi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-pangkas-dana-kegiatan-mahasiswa-untuk-program-asuransi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Selain Mujihat, beberapa mahasiswa FKIP yang sakit juga tidak mendapatkan manfaat dari adanya asuransi. Bahkan dana asuransi sebesar Rp175 juta dipandang Mujihat justru sangat berguna jika dipakai untuk kegiatan di himpunan ataupun prodi untuk mendukung kenaikan akreditasi prodi.</p><p style="text-align: justify;">Perjanjian asuransi untuk satu tahun dan tidak berkelanjutan seperti BPJS yang bisa dilanjutkan pun juga disoroti Mujihat. Selama menjadi mahasiswa FKIP, asuransi tersebut hanya berlaku selama satu tahun. Jika sudah sampai tenggat masa berlaku kartu, maka sudah tidak dapat digunakan. Hal yang juga menimbulkan kebingungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misal, kuliah kurang lebih 4 tahun. Kalau dipergunakan selama 1 tahun, potensi menghamburkan dana dari sekian ribu mahasiswa dan dalam satu tahun kita program, kan ini kalkulasi dana Rp175 juta per tahun. Dan dalam satu tahun (jika) tidak ada mahasiswa yang sakit, maka dana menjadi banyak terbuang,&rdquo; ujar Mujihat.</p><p style="text-align: justify;">Saat audiensi pada Februari lalu, masalah manfaat asuransi sebenarnya sudah diangkat di forum. Namun, harus ditunda terlebih dahulu karena dari BEM FKIP ingin melakukan pendataan kepada mahasiswa, melalui survei yang sekarang masih berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Mujihat menekankan jika sudah mendapatkan titik temu, ia akan segera mengadakan audiensi. Ia turut prihatin sebab dana fakultas yang dibagi ke mahasiswa untuk kegiatan berorganisasi justru dipotong dengan program yang belum jelas prosedurnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita sangat memperjuangkan itu dana Rp175 juta untuk mahasiswa. Kita ingin memudahkan mahasiswa jika masih dilanjutkan program ini kita akan bertemu di tempat dan di waktu yang berbeda. Ini dana mahasiswa. Bersangkutan dengan mahasiswa karena ini uang mahasiswa. Karena kita dibingungkan sebuah program yang tak jelas keberadaannya,&rdquo; tambahnya dengan intonasi suara yang tegas. <strong>(<em>ann</em>/<em>mer</em>/<em>nul</em>/<em>est</em>/<em>dan</em>/<em>adn/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Larangan Sponsor dan Beasiswa dari Perusahaan Rokok dan Alkohol Masuk Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/larangan-sponsor-dan-beasiswa-dari-perusahaan-rokok-dan-alkohol-masuk-unmul/baca </link>
<guid> larangan-sponsor-dan-beasiswa-dari-perusahaan-rokok-dan-alkohol-masuk-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 06 Apr 2018 12:53:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. (Sumber: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/larangan-sponsor-dan-beasiswa-dari-perusahaan-rokok-dan-alkohol-masuk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eqbqQnf0Va.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Larangan Sponsor dan Beasiswa dari Perusahaan Rokok dan Alkohol Masuk Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Ini sudah keputusan. Melarang,&rdquo; tegas Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin kepada<em>&nbsp;Sketsa</em> saat dikonfirmasi perihal peraturan rektor tentang Pelibatan Pihak Ketiga dalam Pendanaan Kegiatan Kemahasiswaan dan Beasiswa yang telah disahkan pada akhir 2017 silam.</p><p style="text-align: justify;">Substansi dari peraturan rektor tersebut ialah memberi larangan bagi pihak ketiga yang ingin memberi beasiswa atau sponsor dari rokok, minuman keras, maupun sejenisnya di lingkungan civitas academica Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dikeluarkannya aturan ini, jelas berarti bahwa pihak rektorat telah menutup celah bagi yayasan ataupun perusahaan jenis tersebut untuk memberi bantuan kepada mahasiswa dalam bentuk apa pun. Termasuk juga mewanti-wanti mahasiswa agar tidak lagi mencari sponsor dari perusahaan rokok, minuman keras, dan sejenisnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga berharap, mahasiswa jangan memancing lah, ya. Minta bantuan dukungan ke<em>&nbsp;sponsorship&nbsp;</em>yang seperti itu,&rdquo;sebut akademisi asal Fakultas Pertanian itu.</p><p style="text-align: justify;">Encik kemudian menuturkan, aturan itu muncul karena pertimbangan rektor bahwa tujuan adanya perguruan tinggi adalah untuk membentuk karakter serta pola pikir yang ideal dan benar. Sehingga, jika Unmul atau mahasiswanya sebagai gambaran dari kaum terdidik telah melakukan itu, maka sama saja telah memberi contoh yang sifatnya &lsquo;merusak&rsquo; bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau misalnya (mahasiswa) sekarang ini kegiatannya di <em>support</em> oleh yang begini-begini, ini kan tak nyaman. Kita ini kan di dunia pendidikan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Encik memberi sebuah pengecualian. Ia mengatakan, Unmul secara prinsipnya tidak menghalangi mahasiswa untuk mendapatkan rezeki jika kelak mendapat beasiswa dari yayasan hukum semisal perusahaan rokok. Namun kalau pihak rektorat diminta untuk mengesahkan, maka Unmul tidak akan memberikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi begini, Anda mendaftar<em>&nbsp;daring&nbsp;</em>ke yayasan <em>online</em>. Yayasan itu <em>background</em>-nya perusahaan rokok. Terus diterima, diberi yayasan itu berupa beasiswa. Kalau misalnya kami (Unmul) tidak tahu, itu tidak termasuk dalam aturan ini. Nah kalau yanyasan itu meminta ke kami misalnya &lsquo;Pak, ini mahasiswa mau kami kasih beasiswa, tolong disahkan&rsquo;, kami tidak mau mengesahkan itu, karena ada perintah rektor di sini. Seperti itu,&rdquo; katanya memberi analogi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kalau mahasiswa istilahnya diberi tanpa sepengetahuan pihak rektorat secara resmi, itu kan rezeki mahasiswa. Kami prinsipnya tidak menghalangi. Tetapi kalau kami diminta mengesahkan, kami tidak akan mengesahkan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski dalam aturan tersebut menyebut bahwa peraturan larangan ini akan berlaku sejak ditetapkan, namun Encik menyebut, prosesnya tak langsung begitu saja diterapkan. Sampai saat ini, sosialisasi terhadap aturan tersebut terus dilakukan, termasuk menyampaikannya dalam berbagai kesempatan bertemu antara dirinya dan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya di akhir tahun 2017 silam, Rektor Masjaya bersama seluruh anggota senat menggelar rapat pleno untuk membahas beberapa hal, termasuk mengesahkan aturan ini.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman Humas Unmul, peraturan yang tertuang dalam Keputusan Rektor Nomor 2230/DT/217 tersebut memang lebih mengatur tentang pelarangan pendanaan kegiatan kemahasiswaan dan penerimaan atau penyaluran beasiswa yang berasal dari perusahaan rokok, minuman keras, atau sejenisnya di lingkungan Unmul. <strong>(<em>dan/cin/fqh/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dukung Aturan Larang Sponsor dari Rokok dan Miras Ormawa: Ekstrem dan Unfaedah! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dukung-aturan-larang-sponsor-dari-rokok-dan-miras-ormawa-ekstrem-dan-unfaedah/baca </link>
<guid> dukung-aturan-larang-sponsor-dari-rokok-dan-miras-ormawa-ekstrem-dan-unfaedah </guid>
<pubDate> Sat, 07 Apr 2018 03:41:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM dan DPM KM Dukung Aturan Larang Sponsor dari Rokok dan Migas, Namun Pertanyakan Sosialisasi Konkret dari Rektorat. (Sumber Foto: Faqih Hendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dukung-aturan-larang-sponsor-dari-rokok-dan-miras-ormawa-ekstrem-dan-unfaedah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tIPNHhjkMa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dukung Aturan Larang Sponsor dari Rokok dan Miras Ormawa: Ekstrem dan Unfaedah!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Telah disahkannya Keputusan Rektor Nomor 2230/DT/217 tentang pelarangan pendanaan kegiatan kemahasiswaan dan penyaluran beasiswa yang berasal dari perusahaan rokok, minuman keras, atau sejenisnya di lingkungan Unmul ditanggapi positif oleh beberapa pihak.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul Rizaldo menuturkan, jika hal tersebut memang sudah pernah disampaikan secara langsung oleh Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin. Namun informasi tersebut hanya sebatas pemberitahuan secara lisan.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, terkait pelarangan sponsor dari perusahaan rokok dan alkohol ini, Unmul juga sudah menutup ruang dan tidak lagi menerima bantuan beasiswa atau anggaran kegiatan lainnya dari perusahaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Rizaldo memaparkan alasan pelarangan tersebut antara lain dampak buruk yang ditimbulkan jika perusahaan rokok tersebut terus <em>branding</em> dan memberikan sponsor untuk anggaran kegiatan kemahasiswaan. Ia juga mengungkapkan beberapa universitas di Indonesia telah menolak beasiswa dari perusahaan rokok masuk ke lingkungan kampus mereka.</p><p style="text-align: justify;">Alasan lainnya adalah kebijakan-kebijakan dari perusahaan tersebut serta pertimbangan keuntungan yang diperoleh jika melakukan suatu kebijakan. Karena berasal dari perusahaan swasta, pihak ketiga tersebut jelas memikirkan keuntungan yang tidak hanya berupa uang, tetapi juga pengaruh dan nama baik perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perusahaan rokok yang memberikan beasiswa ini minta feedback yang cukup ekstrem, berupa pemasangan iklan rokok. Sedangkan kontribusi beasiswanya tidak mempresentasikan kebutuhan mahasiswa secara skala besar,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Rizaldo tidak dapat menjelaskan apakah sudah ada sosialisasi aturan tersebut secara resmi atau tidak dari pihak rektorat ke mahasiswa secara menyeluruh.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai terpisah, Ketua DPM KM Unmul, Dwi Luthfi turut memberikan komentarnya kepada <em>Sketsa</em> terkait aturan di atas. Ia mendukung penuh pelarangan tersebut mengingat hal ini telah dirancang dalam fakta yuridis, salah satunya bekerja sama dalam hal pendanaan dengan perusahaan rokok dan miras.</p><p style="text-align: justify;">Kata, Luthfi, beberapa waktu lalu telah diadakannya rapat pimpinan lembaga bersama Alumni Encik Akhmad, WR III Unmul. Ia bersama kawan-kawan lembaga lainnya dituntut pandai mengelola dan mencari pendanaan di luar angaran rektorat dan tidak bekerja sama dengan perusahaan rokok dan alkohol. Menurutnya, masih banyak pos dan sumber pembiayaan lain yang masih bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Luthfi pun turut menyampaikan bahwa kedua item tersebut tidak memiliki faedah yang baik bagi mahasiswa. Rokok dan miras secara prinsip sudah merusak diri. Ia berpendapat, hadirnya aturan tersebut bukan menjadi masalah besar. Mahasiswa juga perlu mencoba untuk menghilangkan ketergantungan terhadap kedua barang tersebut dari semua aspek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak elok sekali kita punya prestise dan <em>award</em> terhadap produk yang hakikatnya merusak,&rdquo; timpalnya melalu pesan daring.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut, pemerintah sudah berpikiran ke depan untuk membuat regulasi tersebut. Mungkin di beberapa aturan lain yang sudah legal pun, sudah menyarakan hal yang sama seperti aturan yang dibuat Unmul tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya secara pribadi yakin dari pemerintah pusat sudah ada mengabarkan soal itu ke semua pihak institusi, utamanya kampus dan lembaga pendidikan lain,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, ia berpendapat bentuk sosialisasi peraturan ataupun produk hukum dari pihak rektorat masih belum baikdan menyeluruh. Contohnya pada Pedoman Sivitas Akademika yang sempat dijanjikan akan dibahas (pleno) secara bersama dengan organisasi mahasiswa tingkat universitas sebelum disahkan, namun hingga saat ini belum ada kelanjutannya. <strong>(<em>cin/fqh/dan/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wacana Student Loan untuk Mahasiswa Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wacana-student-loan-untuk-mahasiswa-indonesia/baca </link>
<guid> wacana-student-loan-untuk-mahasiswa-indonesia </guid>
<pubDate> Sat, 07 Apr 2018 03:51:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: in4-link.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wacana-student-loan-untuk-mahasiswa-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/05pMjPGJYJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wacana Student Loan untuk Mahasiswa Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><span>&nbsp;</span>&ndash; Menempuh pendidikan hingga meraih gelar sarjana merupakan impian banyak orang. Namun sayang, hingga kini masih banyak yang belum bisa menjejal pendidikan hingga bangku perkuliahan. Sebagian besar alasannya karena terkendala biaya. Fenomena ini yang kemudian ditarik oleh Presiden Indonesia Jokowi, untuk memberikan bantuan dengan membantu mahasiswa kurang mampu dengan meminta perbankan Indonesia menyediakan model kredit atau pinjaman yang disebut dengan &ldquo;<em>student loan</em>&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam rapat terbatas mengenai Peningkatan Sumber Daya Manusia Indonesia di Istana Negara pada Kamis (15/3) lalu, Jokowi mengatakan ingin menerapkan sistem ini di Indonesia.<span>&nbsp;<span>&nbsp;</span></span><em>Student loan</em><span>&nbsp;</span>bukanlah sebuah konsep baru di dunia pendidikan, tetapi merupakan konsep yang sudah diterapkan di beberapa negara<em>,<span>&nbsp;</span></em><span>salah satunya di<span>&nbsp;</span></span>Amerika Serikat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya membaca informasi di AS, nilai<span>&nbsp;</span><em>outstanding</em><span>&nbsp;</span>seluruh kredit pendidikan telah melampaui portal<span>&nbsp;</span><em>outstanding</em><span>&nbsp;</span>pinjaman kartu kredit atau<span>&nbsp;</span><em>credit card loan</em>. Kaget saya membaca itu,&quot; papar Jokowi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya produk kredit pendidikan di Indonesia, Jokowi meyakini hal ini akan menggeser proporsi kredit konsumtif ke produktif sekaligus memberikan nilai tambah kepada visi ke depan yakni pendidikan.</span><span>&nbsp;</span><span>Konsep<span>&nbsp;</span><em>student loan</em><span>&nbsp;</span>membuat mahasiswa dapat menikmati pendidikan tingkat tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya dari kantong sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan menerima<span>&nbsp;</span><em><span>student loan</span></em><span>, sebenarnya mahasiswa tidak benar-benar berkuliah secara gratis. Sebelum aktif berkuliah, mahasiswa bersangkutan terlebih dahulu menandatangani kontrak dengan bank, dan menyatakan diri bersedia untuk melunasi pinjaman setelah ia lulus. Segala beban biayanya yang dipinjamkan ke mahasiswa selama ia kuliah nantinya harus dibayar kembali (langsung lunas atau dicicil) setelah ia menyelesaikan pendidikan dan bekerja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari<span>&nbsp;</span><em>Bisnis.com</em>, Jokowi mengemukakan produk kredit pendidikan bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan daya saing industri, baik di perbankan maupun non perbankan di Indonesia. Jokowi meminta para bankir untuk selalu melakukan inovasi dan terobosan, salah satunya dengan segera meluncurkan produk kredit pendidikan di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tolong inovasi ini dijadikan perhatian serius. Kalau tidak ambil, inovasi ini akan diambil orang lain,&rdquo; tekannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, dikutip dari<span>&nbsp;</span><em>Kumparan.com<span>&nbsp;</span></em>Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Muhammad Nasir, mengatakan pemerintah telah mengkaji soal<em><span>&nbsp;</span>student loan<span>&nbsp;</span></em>dengan bank-bank. Agar ke depan, mahasiswa tidak kesulitan dalam menyelesaikan pendidikan. Ia juga mengatakan<span>&nbsp;</span><em>student loan</em><span>&nbsp;</span>nantinya akan diserahkan kepada Menko Perekonomian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nasir berharap dengan adanya<span>&nbsp;</span><em>student loan</em>, dapat berpengaruh terhadap percepatan masa studi mahasiswa, &quot;Banyak mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir, untuk mempercepat kelulusan terhambat dia tidak punya uang. Uang praktik, untuk riset. Nah kalau ada dana jangka pendek itu untuk menyelesaikan, ya lebih baik.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesuai pernyataan Jokowi,<span>&nbsp;</span><em>student loan</em><span>&nbsp;</span>ditujukan agar pendidikan tinggi dapat menjangkau semua kalangan, terutama ekonomi kelas bawah. Meski demikian, dalam perkembangannya program ini menghasilkan sejumlah risiko ekonomis, sebab nilai total utang yang menumpuk tiap tahunnya membengak.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>fqh/rrd/adl</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perempuan yang Sedang Dirindukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/perempuan-yang-sedang-dirindukan/baca </link>
<guid> perempuan-yang-sedang-dirindukan </guid>
<pubDate> Sat, 07 Apr 2018 05:30:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/perempuan-yang-sedang-dirindukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EQBPLz2cKT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perempuan yang Sedang Dirindukan</h1>
			              </header>
			              <p>Mendengar lagu lama yang sedang diputar di radio<br>Membuatku tersenyum seketika<br>Sama seperti saat melihat mu sejak sekian lama</p><p>Baru sebentar dunia ku teralih<br>Waktu sudah mulai marah<br>Memang Ia lah musuh paling abadi dalam sejarah<br><br>Baru kulepas tumpukan rindu dibelakang pundakku<br>Lalu kupikul kembali<br>Biar kubawa sampai ke persimpangan jalan<br>Hingga kita bertemu lagi<br><br>Nanti, di titik temu lainnya<br>Dimana Waktu tak berdaya<br>Hanya kita berdua<br>Mengalihkan masing-masing dunia</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Sulistianoto Theo Ciptono, mahasiswa&nbsp;</span>Sastra Inggris, FIB 2015.<br></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajak Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-malam/baca </link>
<guid> sajak-malam </guid>
<pubDate> Sat, 07 Apr 2018 11:24:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber Foto : Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/neGCLzofEl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sajak Malam</h1>
			              </header>
			              <p><span style="font-size: 12px;">Di sudut kota malam,</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Hiruk pikuk kendaraan lalu lalang</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Wanita yang kau sebut jalang</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Kau jamah dengan telanjang.</span></p><p><br></p><p><br></p><p><span style="font-size: 12px;">Di sudut ibu kota malam,</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Gedung gedung terus menjulang</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Ditengah hidup yang miring</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Sikecil mencari jalan tikus demi mengisi piring</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Demi membasahi kerongkongan yang kering</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Bukan kau tolong, malah kau todong.</span></p><p><br></p><p><br></p><p><span style="font-size: 12px;">Disudut ibu kota malam,</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Bayi bayi lahir dari rahim ibu tak bersuami</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Ia tak kau anggap suci</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Buta kau caci, tuli kau maki</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Rusak tak kau perbaiki</span></p><p><span style="font-size: 12px;">Yang tak sejalan kau hakimi sendiri.</span></p><p><span style="font-size: 12px;"><em><strong>Ditulis oleh M</strong></em><em><strong>arliana Nely, mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK 2016</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilai Sistem Arah Masuk-Keluar di Kampus Unmul Gunung Kelua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilai-sistem-arah-masuk-keluar-di-kampus-unmul-gunung-kelua/baca </link>
<guid> menilai-sistem-arah-masuk-keluar-di-kampus-unmul-gunung-kelua </guid>
<pubDate> Sat, 07 Apr 2018 12:28:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Portal Keluar Masuk Unmul (Sumner foto: sketsaunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilai-sistem-arah-masuk-keluar-di-kampus-unmul-gunung-kelua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U2voRkZX9A.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilai Sistem Arah Masuk-Keluar di Kampus Unmul Gunung Kelua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Uji coba pemberlakuan sistem arah masuk-keluar di kampus Unmul Gunung Kelua telah dilaksanakan sepanjang kegiatan perkuliahan yakni sejak 26-30 Maret. Sistem itu dijalankan sebagai hasil dari rembuk pihak rektorat dengan Jaringan Advokasi Mulawarman pada 20 Maret.</span></p><p style="text-align: justify;">Saat sistem ini diterapkan, belum semua mahasiswa mengetahuinya. Yunisa Wahyuni, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik mengaku sempat salah jalan saat hendak melintas di simpang tiga Bank BNI. Posisinya, ia mau keluar sementara jalur tersebut digunakan sebagai pintu masuk.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana tertuang dalam surat edaran tanggal 23 Maret dengan nomor 1414/UN17/LK/2018 yang menyatakan bahwa Jalan Muara Kaman (simpang tiga Bank BNI) dipilih sebagai jalur masuk dan Jalan Gunung Tabur (simpang Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) sebagai pintu keluar.</p><p style="text-align: justify;">Pekan lalu saat uji coba ini mulai diterapkan, sosialisasi yang dilakukan masih terbatas. Yang dialami Yuni misalkan, ia hanya menerima foto surat yang dikirim berantai melalui pesan instan tanpa dibarengi pemberitahuan yang jelas dari fakultas. Meski begitu, ia setuju dengan diberlakukannya sistem ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya jadi beberapa teman juga suka bingung dan salah jalan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Niati Nor, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, melihat uji coba pekan lalu belum sepenuhnya efektif. Ia masih menemukan mahasiswa yang masuk melalui jalur keluar dan memilih keluar pada jalur yang semestinya masuk. Ketidakpatuhan ini menurutnya bukan karena ketidaktahuan, tetapi abai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka lebih mementingkan jalur mana yang lebih dekat masuk ke kampus,&rdquo; ujar Nor.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai solusi, ia menyarankan agar universitas membangun tempat jaga di area masuk dan keluar. Guna memudahkan petugas jaga memantau tindak-tanduk indisipliner dari mahasiswa ataupun orang asing yang masuk ke Unmul. Terlepas dari itu, ia pun setuju dengan adanya penerapan sistem ini.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan Nurul, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Ia beranggapan penerapan sistem arah masuk-keluar tidak berdampak signifikan. Langkah menutup jalur di portal Masjid Al-Fatihah hanya akan mengurangi jumlah kendaraan yang memasuki jalur tersebut. Sebaliknya, jumlah kendaraan yang melintasi kawasan FPIK justru semakin banyak. Nurul juga menemukan mahasiswa yang masih memilih masuk melalui pintu keluar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika penanganannya diperbaiki lagi insyaallah (setuju), tapi jika masih sama seperti yang sekarang saya tidak setuju,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(wal/ubg/dyh/ayn/aml)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Berjaya dalam Ajang Debat Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-berjaya-dalam-ajang-debat-nasional/baca </link>
<guid> unmul-berjaya-dalam-ajang-debat-nasional </guid>
<pubDate> Sun, 08 Apr 2018 06:00:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peris Ardianto dan Anwar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Nur Jannah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).(Sumber foto: Peris Ardianto) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-berjaya-dalam-ajang-debat-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BXaGGSTyMg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Berjaya dalam Ajang Debat Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Prestasi seorang mahasiswa tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga bisa dilihat dari segala hal di luar dari pada itu. Selain menjadi kebanggaan untuk diri sendiri, capaian prestasi tentu dapat membawa nama baik universitas. Apalagi jika sampai ke kancah yang lebih tinggi. Ialah Peris Ardianto dan Anwar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Nur Jannah yang merupakan mahasiswi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang baru saja pulang dengan meraih gelar Juara Lomba Debat Nasional di Universitas Borneo Tarakan (UBT).</p><p style="text-align: justify;">Rintik hujan mewarnai sore itu, pada Selasa (3/4) <em>Sketsa&nbsp;</em>menemui Peris Ardianto di kantin FEB. Pria yang akrab disapa Peris ini kemudian menceritakan bagaimana proses yang ia lalui bersama timnya hingga bisa menjuarai Lomba Debat Nasional itu.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya Peris mendapatkan informasi <em>broadcast</em> tentang lomba tersebut dari adik rekan satu timnya, &nbsp;Anwar, yang kebetulan berkuliah di UBT. Lomba ini sendiri diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan (Himajep) UBT. Bertajuk <em>Micro Macro Competition</em>, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Terhitung sejak 15 hingga 17 Maret dengan rincian Seminar Nasional (15 Maret), Lomba Debat Nasional (15-16 Maret), dan <em>Field Trip</em> (17 Maret).</p><p style="text-align: justify;">Dengan tema &lsquo;Kontribusi Pemuda dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional yang Berdaya Saing&rsquo;, Peris dan tim mula-mula harus mengirimkan tulisan esai berdasarkan waktu yang telah ditentukan, serta dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp90 ribu untuk satu tim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada tahap awal, kita ikut seleksi esainya. Setelah dinyatakan lolos, ada tahap konfirmasi selama satu minggu, apakah kita bisa langsung berangkat ke sana. Alhamdulillah Unmul masuk dan kita langsung berangkat,&rdquo; cerita Peris.</p><p style="text-align: justify;">Usai seleksi awal berdasarkan tulisan esai, terpilih sebanyak 16 tim. Selain dari Unmul, ada juga tim dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang mewakili Kalimantan, Universitas Muhammadiyah Pare-Pare (Umpar), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Univeritas Borneo Tarakan (UBT) selaku tuan rumah.</p><p style="text-align: justify;">Sesampainya di Tarakan, dilaksanakan <em>technical</em><em>&nbsp;meeting</em> dan pembagian mosi pada sore harinya. Peris dan tim memilih nama &lsquo;Beastudi Etos Samarinda&rsquo; sebagai nama tim. Bukan tanpa alasan, sebab ketiganya merupakan penerima beasiswa Etos.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mendapat bagian kontra dengan mosi Perdagangan Lintas Batas yang ada di Kaltara pada babak penyisihan,&rdquo; kata Peris.</p><p style="text-align: justify;">Dalam babak penyisihan di hari pertama, hanya ada empat tim yang bertanding. Tim dari UNJ dan Umpar tidak dapat mengikuti akibat jam penerbangan pesawat yang ditunda. Saat itu, Peris bersama timnya bersaing dengan tim Manajemen dari UBT. Kemenangan berhasil dikantongi Tim Beastudi Etos Samarinda. Mereka lolos dan berhasil melaju ke babak selanjutnya hingga babak semifinal.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut di babak semifinal, tim Peris kembali mengulang kesuksesan. Mereka berhasil mengalahkan tim tuan rumah, dari Fakultas Pertanian (Faperta) UBT hingga akhirnya dinyatakan lolos ke babak final.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di tahap penentuan ini, mereka berhadapan dengan tim dari Unlam. Memegang argumen pro terhadap mosi Peran Pemuda Kontributif dalam Meningkatkan Ekonomi yang Berdaya Saing, perjuangan mereka berujung manis, Juara Lomba Debat Nasional berhasil mereka raih, sedang juara dua dan tiga &nbsp;masing-masing diraih oleh Unlam dan UNJ.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah kita menang atas mereka, hebatnya Unlam berhasil mengalahkan IPB dan UNJ. Bangga, bisa mengharumkan nama kampus,&rdquo; ungkapnya dengan bahagia.</p><p style="text-align: justify;">Menutup rangkaian kegiatan lomba, seluruh tim yang telah bertanding melakukan <em>field trip</em> pada hari terakhir di Hutan Mangrove. Tak lupa membeli aneka buah tangan untuk dibawa selepas kembali ke kampung halaman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Terhalang Masalah Dana</strong></p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Peris, perjalanan mereka dalam meraih juara bukan tanpa kendala. Bahkan mulanya mereka sempat berpikir untuk mengurungkan niat mengikuti lomba karena kekurangan dana. Terlebih dua kawannya, &nbsp;Anwar Nur Jannah di tidak mendapatkan bantuan dana dari birokrat kampus.</p><p style="text-align: justify;">Sedang Peris masih beruntung, ia masih menerima dukungan finansial dari program studinya, Ekonomi Pembangunan. &ldquo;Alhamdulillah jurusan saya membantu saya dalam pendanaan ini. Tapi dari jurusan Anwar dan Jannah, sepeser pun tidak dapat dana sama sekali. Jadi kita ragu mau berangkat atau gimana, kami bertanya kok <em>nggak</em> ada <em>support</em> sama sekali dari fakultas?&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Peris menyesalkan hal tersebut. &nbsp;Ia juga mempertanyakan soal transparansi dana kemahasiswaan dari rektorat yang katanya ada, tetapi ketika mahasiswa ingin mengajukan justru tidak memberikan tanggapan. Ia menilai, kalangan birokrat fakultas menduga mahasiswa yang berangkat mengikuti lomba hanya untuk jalan-jalan saja, padahal menurutnya mereka berusaha untuk membawa harum nama kampus.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai upaya dilakukan termasuk mengajukan proposal ke fakultas, namun hasilnya tetap nihil. Bahkan mereka sempat meminjam uang ke orang lain, hingga Nur Jannah menggunakan dana pribadinya untuk berangkat. Dan menurutnya, ini dapat menghambat mahasiswa dalam berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saking enggak ada dananya, kami sempat minjam-minjam ke orang lain. Bagaimana pun caranya biar kita bisa berangkat. Saling membantu ajalah, kan miris pergi berangkat bawa nama kampus pakai dana pribadi,&rdquo; sesal Peris.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Peris, prestasi merupakan salah satu poin penting untuk meningkatkan akreditasi fakultas maupun universitas. Ia turut &nbsp;berharap ke depannya pengajuan dana mahasiswa dapat dipermudah, karena banyak mahasiswa yang mempunyai potensi tetapi masih terkendala dana. <strong style="">(<em>syl/wil/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> A Quiet Place: Diam Untuk Hidup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/a-quiet-place-diam-untuk-hidup/baca </link>
<guid> a-quiet-place-diam-untuk-hidup </guid>
<pubDate> Sun, 08 Apr 2018 11:52:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster film A Quite Place (Sumber: movieden.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/a-quiet-place-diam-untuk-hidup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sqS5F286VY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>A Quiet Place: Diam Untuk Hidup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: left;">Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: A Quiet Place (2018)<br>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Horor, Drama, Thriller<br>Rilis &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 3 April 2018 (Indonesia)<br>Studio &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Paramount Pictures, Official Site<br>Sutradara &nbsp; : John Krasinski<br>Produser &nbsp; &nbsp;: Michael Bay, Andrew Form, Bradley Fuller, John Krasinski<br>Skenario &nbsp; &nbsp;: John Krasinski, Scott Beck, Bryan Woods<br><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">P</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">emain &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Emily Blunt, John Krasinski, Millicent Simmonds, Noah Jupe,&nbsp;</span><br><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Cade&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Woodward, Evangelina Cavoli, Ezekiel Cavoli</span><br>Durasi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 90 menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Beberapa hari terakhir, publik Indonesia kembali disuguhkan salah satu film <em>Hollywood</em> bergenre horor dan <em>thriller</em>.<em>&nbsp;A Quiet Place</em> yang tayang perdana pada 3 April 2018 di bioskop Indonesia ini langsung menarik atensi para pecinta film horor. Bahkan di akun Instagram media <em>online</em> <em>@infia_showbiz</em> trailernya dapatkan komentar beragam dari warganet yang penasaran.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;If they hear you, they hunt you.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Kalimat ini jadi <em>tagline</em> film<em>&nbsp;A Quiet Place,&nbsp;</em>bisa gambarkan jika sedikit saja membuat suara maka sosok makhluk misterius akan datang menyerangan. Berbeda dengan dengan film bergenre horor dan <em>thriller</em> lainnya yang suguhkan tampilan visual yang mengerikan,<em>&nbsp;A Quiet Place</em> akan berikan sensasi kesunyian sekaligus ketegangan yang bisa sewaktu-waktu muncul.</p><p style="text-align: justify;">Sejak awal <em>scene</em> ditampilkan suasana kota, jalanan, rumah yang tampak sepi dan lengang layaknya kota mati. Tidak dijelaskan dari mana makhuk misterius itu berasal, yang jelas seluruh penduduk hampir musnah akibat ulah mahkluk misterius itu. Munculnya makhluk misterius yang terpotong-potong dalam film buat rasa penasaran penonton akan sosoknya. Namun, rasa penasaran itu akan terjawab jika sudah menonton.</p><p style="text-align: justify;">Film ini berkisah tentang sebuah keluarga yang terpaksa harus hidup di daerah terpencil dan dalam keadaan sunyi. Demi bisa bertahan hidup mereka harus mampu berkomunikasi dalam keheningan. Saking heningnya hampir tidak ada dialog antara pemain, lebih banyak menggunakan bahasa isyarat. Sehari-hari mereka berjalan tanpa alas kaki di atas jalan pasir sehingga tidak menimbulkan suara, sedikit saja ada suara makhluk misterius itu akan datang.</p><p style="text-align: justify;"><em>A Quiet Place&nbsp;</em>sendiri disutradarai oleh John Krasinski yang sekaligus berperan sebagai seorang ayah bernama Lee Abbott. Kemudian sosok ibu diperankan oleh Emily Blunt sebagai Evelyn Abbott. Uniknya John Krasinski dan Emily Blunt adalah sepasang suami istri di dunia nyata, dan ini merupakan film pertama kolaborasi mereka. Sehingga tidak sulit bagi mereka membuat <em>chemistry</em> yang kuat sebagai sepasang suami istri. Sebelumnya John Krasinski pernah menjadi sutradara film<em>&nbsp;Brief Interviews with Hideous Men</em> (2009) dan<em>&nbsp;The Hollars</em> (2016), keduanya drama komedi yang jauh beda dengan<em>&nbsp;A Quiet Place</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lalu ada pula anak-anak Lee Abbott dan Evelyn Abbott yaitu si sulung Millicent Simmonds sebagai Regan Abbott, Noah Jupe sebagai Marcus Abbott, dan Cade Woodward si bungsu Beau Abbott. Satu yang menarik, demi mendukung suasana hening Regan Abbott yang berperan sebagai anak yang tuli, di kehidupan aslinya memang seorang tuna rungu, sehingga satu-satunya komunikasi yang dilakukan menggunakan bahasa isyarat, terutama dalam proses <em>shooting</em>.</p><p style="text-align: justify;">Di balik sisi horor dan <em>thriller</em>, <em>A Quiet Place</em> juga sarat akan kisah drama perjuangan keluarga Lee Abbott yang harus hidup dan bertahan dari serangan makhluk misterius yang bisa muncul kapan saja. Sisi emosional kian menyentuh, tatkala melihat perjuangan seluruh anggota keluarga saling menjaga dan melindungi satu sama lain serta kasih sayang dan sikap rela berkorban yang dibangun, juga diperlihatkan dinamika yang terjadi antara ayah dan anak di tengah bayang-bayang serangan makhluk misterius.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Lee Abbott dari radio dan media massa yang tersisa, serangan makhluk misterius itu sudah terjadi di mana-mana. Hampir dua tahun lamanya Lee Abbott dan keluarganya harus hidup membisu demi hindari serangan mahkluk misterius yang diketahui buta namun punya pendengaran yang tajam itu.</p><p style="text-align: justify;">Hingga bencana pun datang, dimulai dari si bungsu Beau Abbott yang harus meninggal karena kepolosannya menghidupkan mainan pesawat terbang. Ditambah lagi, Evelyn Abbott yang saat itu sedang dalam keadaan hamil dan mempersiapkan persalinanya di tengah serangan makhluk misterius tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Film yang skenarionya ditulis oleh John Krasinski serta Scott Beck dan Bryan Woods ini bisa buat penonton seisi bioskop ikut terbius menjadi diam dan membisu karena jalan cerita dan suasana yang disajikan. Meski minim dialog, <em>A Quiet Place</em>&nbsp; kaya akan bahasa isyarat. Kata-kata yang diucapkan para pemeran digantikan dengan suara langkah kaki, derit kayu dan gemericik air.</p><p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan John Krasinski mampu membuat 90 menit film ini menjadi tontonan yang menarik, tidak bertele-tele, lebih fokus dalam mempertahankan sebuah keluarga. Di hari keempat penanyangannya di Indonesia, <em>A Quiet Place</em> mendapatkan rating 8,3/10 dari IMDb. Film ini cocok bagi kamu yang suka film horor tapi isinya bukan hantu melulu, mau coba rasakan sensasi kesunyian malam bioskop? Ayo segera tonton! <strong style="">(<em>wil/fqh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Baru untuk Sarjana FEB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-baru-untuk-sarjana-feb/baca </link>
<guid> gelar-baru-untuk-sarjana-feb </guid>
<pubDate> Mon, 09 Apr 2018 03:48:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Dekan I Bidang Akademik FEB, Felisitas Defung. (Foto: Eka Rizki P) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-baru-untuk-sarjana-feb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JeulircOsO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Baru untuk Sarjana FEB</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong></span><span>Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) secara resmi mengeluarkan surat keputusan bernomor 257/M/KPT/2017 tentang perubahan nama program studi (prodi) perguruan tinggi beserta gelarnya. Aturan ini secara resmi telah diedarkan sejak September 2017.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini berarti, mahasiswa lulusan perguruan tinggi akan mendapatkan gelar sesuai dengan prodi yang dipilih. Menindaklanjuti adanya aturan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul mencoba untuk menerapkannya pada awal tahun ini. Berdasarkan beberapa nama prodi &nbsp;yang tercantum dalam edaran yang dikeluarkan, nantinya FEB akan mengubah gelar lulusannya, menyesuaikan dengan nama prodi. Salah satunya prodi Manajemen yang semula &nbsp;memiliki gelar S.E (Sarjana Ekonomi), kini harus berubah menjadi S.M(Sarjana Manajemen).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai hal ini, Wakil Dekan I Bidang Akademik FEB, Felisitas Defung turut angkat bicara. Ditemui&nbsp;</span><em><span>Sketsa</span></em><span>&nbsp;di ruangannya pada Selasa (3/4) lalu, ia berkomentar menanggapi aturan tersebut. Ia mengatakan bahwa perubahan gelar beberapa prodi seperti Manajemen, merupakan hal yang sah-sah saja. Tidak banyak perubahan, hanya saja dengan adanya perubahan gelar ini akan lebih difokuskan berdasarkan prodi yang diambil. Selain itu, dengan adanya perubahan gelar sesuai dengan nama prodi ini, tentunya akan memudahkan untuk diketahui orang lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menilai jika gelar sebelumnya, yakni S.E dianggap terlalu general. &ldquo;Orang akan bertanya terlebih dahulu mengenai gelar tersebut, apakah Manajemen atau Ekonomi,&rdquo; imbuhnya &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait dengan perubahan yang tengah dijalankan FEB ini, Defung mengatakan bahwa pada awal-awal digunakannya perubahan gelar mungkin masih terasa berat diucapkan. Kebanyakan orang telah terbiasa dengan pelafalan S.E ketimbang S.M.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya rasa ini tidak apa-apa. Dulu kan juga sempat terjadi hal serupa, Drs atau Dra berubah menjadi sarjana. Begitu berjalan orang akan terbiasa. Karena levelnya tetap sama,&rdquo; pungkasnya.<em><strong>&nbsp;</strong></em></span><span><em><strong>(erp/ann/sut/adl)</strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahkamah Konstitusi Bakal Jegal Pasal Kontroversial UU MD3 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahkamah-konstitusi-bakal-jegal-pasal-kontroversial-uu-md3/baca </link>
<guid> mahkamah-konstitusi-bakal-jegal-pasal-kontroversial-uu-md3 </guid>
<pubDate> Mon, 09 Apr 2018 11:34:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Mahkamah Konstitusi. (Sumber foto: internet) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahkamah-konstitusi-bakal-jegal-pasal-kontroversial-uu-md3/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/V1LSo7ogaE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahkamah Konstitusi Bakal Jegal Pasal Kontroversial UU MD3</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Kendati telah berlaku, nasib UU MD3 akan jauh lebih ditentukan dari hasil sidang uji materi yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Setelah disahkan medio Februari lalu, telah masuk tiga perkara pengujian UU MD3 di dapur MK.</p><p style="text-align: justify;">Masing-masingnya diajukan oleh Forum Kajian Hukum dan Konstitusi, Partai Solidaritas Indonesia, dan dua mahasiswa Universitas Indoensia Zico LD Simanjuntak dan Josua Satria Collins. Dalam berkas perkara, para pemohon menggugat di antaranya Pasal 73 ayat (3), ayat (4) huruf a dan c, dan ayat (5), Pasal 122 huruf k, dan Pasal 245 ayat (1) UU MD3.</p><p style="text-align: justify;">Para pemohon menyebut bahwa pasal-pasal dalam UU MD3 tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum, perlakuan tidak adil di hadapan hukum bagi masyarakat, dan pelanggaran hak asasi manusia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau MK konsisten dengan keputusan terdahulunya (tahun 2015), saya optimis gugatan terhadap perubahan UU MD3 itu dikabulkan, terutama terhadap Pasal 245,&rdquo; kata Herdiansyah Hamzah, pakar hukum dari Fakultas Hukum, Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pasal 245 ayat (1) memuat aturan bahwa setiap anggota DPR memiliki hak imunitas. Anggota DPR yang diperiksa karena dugaan tindak pidana baru boleh dilakukan pemeriksaan jika telah mendapat izin dari presiden dan Majelis Kehormatan Dewan (MK). Pasal ini disinyalir mengancam kepastian hukum yang adil.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2015, MK telah memutuskan bahwa pemeriksaan anggota DPR hanya perlu izin dari presiden. Izin dari MKD pada waktu itu diputuskan untuk dicopot. Salah satu alasannya, menurut hakim MK saat itu Wahiduddin Adams, karena pemberian izin dari MKD sarat akan kepentingan. Mengingat isi dari MKD adalah anggota dewan itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dasar putusan MK ketika itu adalah bahwa perlakuan setiap warga negara di hadapan hukum harus sama (<em>equality before the law</em>) dan tidak boleh dibeda-bedakan (non-diskriminasi),&rdquo; kata Hamzah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Salah Kaprah Imunitas</strong></p><p style="text-align: justify;">Di transit Passo, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pada 25 Maret atau tepat 10 hari setelah UU MD3 berlaku terjadi kecelakaan maut yang melibatkan anggota DPRD Maluku Tengah, Jimmy Sitanala.</p><p style="text-align: justify;">Mobil yang ia tumpangi bersama Stella Matitaputty, pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku, menabrak seorang pengendara motor. Dalam kecelakaan itu pengendara motor tewas di tempat setelah terseret 25 meter. Belakangan menurut keterangan saksi, Jimmy adalah orang yang berada di balik kemudi.</p><p style="text-align: justify;">Namun demikian, Jimmy masih belum tersentuh. Polisi menahan untuk meminta keterangannya karena menganggap Jimmy dilindungi oleh hak imunitas yang terkandung dalam Pasal 245 ayat (1).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saat ini kami belum memeriksa, Jimmy G Sitanala cuma wajib lapor. Kami hanya mengikuti aturan yang baru, yaitu Undang-Undang MD3. Akan tetapi kami akan merampungkan berkas dan pengumpulan bukti-bukti dan memeriksa dua saksi. Setelah bukti-bukti mengarah kepada Jimmy kami akan menatapkan sebagai tersangka dan akan menyurati MKD untuk meminta izin pemeriksaan terhadap Jimmy,&quot; kata Kasat Lantas Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Bambang Surya Wiharga dikutip dari <em>detik.com</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kasus ini, Herdiansyah menyebut bahwa langkah yang ditempuh Polres Ambon &ldquo;menyesatkan bagi publik dan perlu diluruskan&rdquo;. Ia mengatakan ketentuan Pasal 245 mengenai pemeriksaan seizin presiden dan pertimbangan MKD hanya berlaku bagi anggota DPR dan bukan DPRD.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketentuan mengenai DPRD, diatur secara eksplisit dalam rezim UU Pemerintahan Daerah,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Semestinya sidang lanjutan uji materi UU MD3 diadakan pada Selasa, 3 April 2018 kemarin. Namun DPR maupun pemerintah meminta kepada MK untuk mengatur jadwal ulang menjadi Rabu, 11 April 2018.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga memohon untuk penundaan sidang karena kami masih memerlukan waktu untuk melakukan koordinasi dan penyusunan keterangan,&rdquo; kata Ninik Hariwanti, Direkur Litigasi Kementerian Hukum dan HAM mewakili pemerintah seperti dilaporkan <em>Antara</em>.</p><p style="text-align: justify;">Selagi MK menggodok UU MD3, pasal-pasal kontroversial di dalamnya masih akan terus berlaku. Dalam hukum acara MK, ada empat tahap persidangan yakni pemeriksaan pendahuluan, pemeriksaan persidangan, rapat permusyawaratan hakim, dan pembacaan putusan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biasanya sidang paling lama itu di tahap pemeriksaan persidangan, karena harus memeriksa alat bukti dan mendengarkan keterangan pemerintah, keterangan DPR, keterangan ahli, hingga keterangan pihak terkait,&rdquo; ujar Hamzah. <strong><i>(wal/els)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bicara Gerakan dan Masa Depan dalam Konsolidasi BEM se-Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bicara-gerakan-dan-masa-depan-dalam-konsolidasi-bem-se-unmul/baca </link>
<guid> bicara-gerakan-dan-masa-depan-dalam-konsolidasi-bem-se-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 09 Apr 2018 12:38:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Para pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Unmul tengah menjalani agenda penting. (Foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bicara-gerakan-dan-masa-depan-dalam-konsolidasi-bem-se-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8MxHIqUEsC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bicara Gerakan dan Masa Depan dalam Konsolidasi BEM se-Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sekelompok pria dengan almamater Unmul sedang makan siang, sementara jam sudah menunjukkan pukul 17.08 Wita. Mereka tampak tergesa menuntaskan makannya karena agenda akan lanjut lagi. Tanda-tanda waktu istrahat sudah habis pun terdengar dari suara kursi yang ditarik dan keriuhan dalam ruangan.</p><p style="text-align: justify;">Hari itu, Sabtu 8 April di Ruang Chairil Anwar Fakultas Ilmu Budaya (FIB), para pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Unmul tengah menjalani agenda penting. Mereka duduk melingkar untuk saling mendengarkan kritik hingga merancang gerakan bersama. Papan tulis dipenuhi daftar isu hasil ajuan masing-masing BEM sesuai kajian keilmuannya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, pertemuan di FIB sebenarnya adalah yang kedua kali, setelah pertemuan perdana digelar Minggu (1/4) di Ruang Rapat Rektorat lantai 3. Waktu itu forum bernama Diskusi dan Konsolidasi Terbuka Pimpinan Lembaga Eksekutif Se-Unmul tentang Masa Depan Pergerakan Mahasiswa dihadiri semua pimpinan eksekutif, termasuk BEM FISIP dan BEM Teknik yang selama ini dikenal kontra dengan BEM KM Unmul. Adapun, di pertemuan kedua, hanya dihadiri 10 BEM. Sedang FPIK, FISIP, dan Teknik absen.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi dimoderatori Sukmawati, Menteri Kolaborasi Mahasiswa. &quot;Agenda ini merupakan salah satu program unggulan dari Kabinet Kita Mulawarman yang awalnya bernama Prasasti Kita. Bentuknya seperti rapat kerja atau mubes namun dalam bentuk yang santai,&quot; terang Sukma.</p><p style="text-align: justify;">Selama dua hari pertemuan, beragam hal berhasil dirumuskan. Di antaranya penarikan komitmen BEM fakultas, isu-isu yang hendak dikawal, hingga penunjukan kepala gerakan Jaringan Advokasi Mulawarman (Jarvo) dan Garuda Mulawarman (Garmul). Berdasarkan hasil keputusan forum terpilih Mush&apos;ab Al Ma&apos;ruf sebagai Komandan Jarvo dan Freijae Rakasiwi sebagai Jenderal Garmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;InsyaAllah ke depannya kita fokus kawal pemilihan rektor. Retor terpilih akan kita ajukan kontrak politik, sambil terus mengawal isu-isu UKT dan keamanan,&quot; ucap Ma&apos;ruf.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Freijae mengaku amanah barunya kini terbilang berat mengingat isu-isu yang akan dikawal sangat banyak. Kendati demikian, ia akan melakukan tiga langkah dalam waktu dekat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pertama akan mengkomparasikan isu, kemudian mengonsolidasikan struktur Garmul mulai dari koordinator isu dan sebagainya. Terakhir, membangun opini dan kesadaran mahasiswa Unmul supaya melek isu,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan berakhir dengan sesi pemberitahuan hasil konsolidasi lewat fitur <em>Live Instagram</em> BEM KM Unmul oleh Presiden BEM KM Unmul Rizaldo. <strong><em>(fqh/aml/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lagi, Satu Pohon dan Tiang Listrik di Unmul Tumbang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-satu-pohon-dan-tiang-listrik-di-unmul-tumbang/baca </link>
<guid> lagi-satu-pohon-dan-tiang-listrik-di-unmul-tumbang </guid>
<pubDate> Mon, 09 Apr 2018 13:00:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senin (9/4) pagi, pohon aren tumbang di bagian belakang gedung kampus FMIPA. (Foto: Wahid Tawaqal) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-satu-pohon-dan-tiang-listrik-di-unmul-tumbang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kEtaaHMIjp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lagi, Satu Pohon dan Tiang Listrik di Unmul Tumbang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Senin pagi tadi (9/4) pohon aren tumbang di bagian belakang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Rebahnya pohon itu menarik lintasan kabel di dekatnya hingga satu tiang listrik di Jalan Long Apan ikut roboh. Pagar pembatas yang kejatuhan juga menjadi miring. Untungnya kejadian ini tidak sampai memakan korban.</p><p style="text-align: justify;">Bagian rumah tangga rektorat adalah yang pertama kali menerima laporan dari insiden ini. Selanjutnya rumah tangga mengontak PLN untuk menangani persoalan tiang listrik. Pukul setengah 10 pohon dan tiang listrik diketahui roboh, tak berselang lama listrik padam.</p><p style="text-align: justify;">Supervisor Rayon Kota PLN yang bertugas, Muhammad Anwar mengatakan pemadaman hanya dilakukan di kawasan Unmul dan diupayakan agar hanya sampai sore. Betul saja, pukul 3 sore listrik mulai kembali menyala.</p><p style="text-align: justify;">Kawasan Unmul, kata Anwar, memang rawan akan ancaman pohon tumbang. Ia mengklaim dalam sebulan di Unmul minimal ada satu gangguan listrik terjadi akibat dari pohon tumbang. Dilematis bagi PLN karena untuk menebang pohon yang dinilai menganggu lintasan kabel perlu dulu berunding tentang kampus Unmul sebagai <em>kampus &nbsp;hijau</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dari peristiwa tadi tiang, listrik yang roboh perlu diganti dengan pemasangan tiang baru. Jelang pukul 1 siang, tiang datang dari PLN. Sedikitnya ada empat pohon terpaksa ditebang sebagai kompensasi aman dari pemasangan tiang listrik ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak tahu bagaimana nanti dengan pagar,&rdquo; ucapnya saat disinggung pagar yang miring karena ketiban tiang.</p><p style="text-align: justify;">Bila PLN fokus mengurusi alur listrik yang terganggu, urusan mana pohon yang perlu ditebang dilakukan oleh rumah tangga rektorat. Setidaknya ada 12 pegawai dari rumah tangga turun ke lokasi kejadian untuk menebang pohon dengan parang dan gergaji mesin.</p><p style="text-align: justify;">Supardin, salah satu staf rumah tangga berkali-kali berujar, &ldquo;Kami tidak hanya duduk di (balik) meja, tapi juga menebang pohon.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Supardin, anggota rumah tangga tidak ada yang mengetahui dengan pasti teknik menebang pohon, yang mereka lakukan hanya pekerjaan spontan belaka. Asalkan ada yang bisa pegang parang dan gergaji mesin, pemotongan pohon sudah bisa dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang penting tidak menghalangi arus lalu lintas,&rdquo; ujar Supardin.</p><p style="text-align: justify;">Pohon yang selesai ditebang itu bersama-sama mereka angkat dan lempar ke luar pembatas jalan. Selama proses penanganan, Jalan Long Apan juga diblokir. Pantauan <em>Sketsa</em> hingga sore tadi jalan tersebut masih diberi batas garis berwarna hitam kuning.</p><p style="text-align: justify;">Penutupan jalur ini otomatis mengubah rute mereka yang masuk melalui gerbang Jalan M. Yamin dan ingin menuju ke FISIP dan Faperta. Lusiana Afriyani, mahasiswa FISIP terpaksa berputar menuju kampusnya karena penutupan jalur tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga jalan yang ditutup itu cepat dibuka karena kita repot kalau untuk ke FISIP harus mutar-mutar lagi,&rdquo; ujarnya. <strong><i>(syl/wal/els)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konsolidasi BEM se-Unmul, Seragamkan Gerak Satukan Persepsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-bem-se-unmul-seragamkan-gerak-satukan-persepsi/baca </link>
<guid> konsolidasi-bem-se-unmul-seragamkan-gerak-satukan-persepsi </guid>
<pubDate> Tue, 10 Apr 2018 11:40:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Forum Diskusi dan Konsolidasi Terbuka untuk Seluruh Pimpinan Lembaga Eksekutif se-Unmul di Ruang Chairil Anwar, FIB, Minggu, (8/4). (Sumber: Muhammad Miftahul Mubarok) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-bem-se-unmul-seragamkan-gerak-satukan-persepsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z1Ehqgdeep.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konsolidasi BEM se-Unmul, Seragamkan Gerak Satukan Persepsi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &quot;Kita jangan latah dan terbawa arus lah soal Pilpres ini. Katanya kita garda terdepan!&quot; cerkas Freijae Rakasiwi, Gubernur BEM FEB dalam forum Diskusi dan Konsolidasi Terbuka untuk Seluruh Pimpinan Lembaga Eksekutif se-Unmul di Ruang Chairil Anwar, FIB, Minggu, (8/4).</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan itu dilontarkan Freijae saat menanggapi isu-isu yang akan disepakati dalam eskalasi pengawalan Garuda Mulawarman sektor nasional. Sebab, sebagaimana diketahui, kebijakan-kebijakan yang ditelurkan era Jokowi-Jk cukup banyak menuai respons kontra dari kalangan mahasiswa. Persoalan Pilpres yang juga sarat kepentingan kubu-kubu yang berseteru tak diinginkan Freijae menodai idealisme gerakan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Hari itu, seluruh pimpinan BEM se-Unmul memang tengah berkumpul guna menguatkan dan menyepakati gerakan bersama. Mereka duduk melingkar, saling bertukar pikiran. Sesekali pekikan &apos;Hidup Mahasiswa&apos; bergemuruh.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bicara-gerakan-dan-masa-depan-dalam-konsolidasi-bem-se-unmul/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bicara-gerakan-dan-masa-depan-dalam-konsolidasi-bem-se-unmul/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Usai diskusi sekira pukul 19.13 Wita, <em>Sketsa</em> menemui Rizaldo selaku Presiden BEM KM Unmul dan Wakil Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Miftahul Mubarok. Rupanya, forum ini merupakan salah satu program kerja unggulan yang dijanjikan keduanya saat kampanye, yakni Prasasti Kita. Tujuannya, untuk merumuskan narasi gerakan yang disepakati bersama BEM fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Kendati program kerja BEM KM Unmul, Rizaldo membantah bahwa mekanisme dalam diskusi dan konsolidasi dikoordinir oleh pihaknya. BEM KM Unmul, kata Rizaldo, hanya menjalankan peran sebagai fasilitator untuk memberi ruang bagi BEM fakultas bersuara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Artinya, pergerakan ini nantinya tidak hanya atas nama BEM KM Unmul, tetapi juga seiring dengan BEM yang ada di seluruh fakultas,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita maunya dua arah, antara BEM KM dan BEM fakultas tanpa paksaan dan berasal dari kesadaran. BEM KM juga harus turun ke bawah untuk menanyakan apa yang kurang dengan gerakan BEM KM Unmul,&rdquo; timpal Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, konteks gerakan yang dibahas mendalam ialah Jaringan Advokasi Mulawarman (Jarvo) dan Garuda Mulawaraman (Garmul). Dua gerakan yang sudah tak asing di telinga mahasiswa organisatoris yang mana beranggotakan sejumlah BEM fakultas. Meski begitu, rupanya ada perbedaan wajah Jarvo dan Garmul di era Rizaldo-Miftah, yakni dalam hal komposisi. Jarvo dan Garmul rencananya akan dibuka untuk seluruh mahasiswa Unmul, tidak ada syarat harus terdaftar sebagai anggota di BEM fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rencananya nanti akan ada rekrutmen,&rdquo; ujar Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi dan konsolidasi bertema &quot;Satukan Misi untuk Wujudkan Mulawarman yang Bersinergi&quot; itu juga menghasilkan sederet daftar isu yang akan dikawal bersama baik regional maupun nasional. Isu-isu yang masuk tak lain ialah berasal dari kajian keilmuan fakultas masing-masing.<br><br>Isu-isu tersebut, nantinya akan ditindaklanjuti dengan proses klasifikasi menggunakan<br>sistematika <em>input</em>, proses, <em>output</em>, dan <em>outcomes</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Isunya banyak, jadi kita akan susun renstra (rencana strategis) jangka panjang, mengengah, dan pendek. Yang kita tahu isu ini tidak akan selesai di tahun 2018 saja, artinya bahan ini akan kita tinggalkan bagi generasi setelah kita nanti,&rdquo; jelas Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Seminggu sebelumnya, tepatnya pada Minggu (1/4) di Ruang Rapat Rektorat lantai 3 merupakan hari pertama konsolidasi digelar. Waktu itu yang dibahas ialah komitmen. Semua BEM fakultas hadir, tanpa kecuali. Sayangnya, tiga di antaranya belum memberikan komitmen dan sikap yang jelas terhadap keterlibatannya bersama Jarvo dan Garmul hingga pertemuan kedua usai. Mereka adalah BEM FISIP, FPIK, dan Teknik. <strong>(<em>adl/aml/fqh/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kontroversi Puisi “Ibu Indonesia”, BEM FIB Gelar Diskusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kontroversi-puisi-ibu-indonesia-bem-fib-gelar-diskusi/baca </link>
<guid> kontroversi-puisi-ibu-indonesia-bem-fib-gelar-diskusi </guid>
<pubDate> Wed, 11 Apr 2018 10:59:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana diskusi yang digelar Di Halaman Auditorium Unmul (Sumber foto: Dok. Bem FIB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kontroversi-puisi-ibu-indonesia-bem-fib-gelar-diskusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ceTIavOE1m.png" />
					</figure>
			                <h1>Kontroversi Puisi “Ibu Indonesia”, BEM FIB Gelar Diskusi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Puisi &ldquo;Ibu Indonesia&rdquo; karya Sukmawati Soekarnoputri menjadi sorotan hingga viral beberapa waktu terakhir. Karya dari anak presiden pertama Republik Indonesia ini dinilai menyinggung isu SARA dengan melecehkan agama Islam. Puisi tersebut ia bacakan pada momen 29 Tahun Anna Avantie Berkarya dalam ajang Indonesia Fashion Week, Kamis (29/3) lalu.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>dream.co.id</em>, Sukmawati membacakan puisi tersebut untuk menyesuaikan tema pada pagelaran tersebut, yakni Cultural Identity. Namun sayang, puisi tersebut justru mengundang banyak kecaman. Tak hanya itu, beberapa pihak bahkan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib agar terus dilanjutkan dengan proses hukum.</p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa hari sejak pembacaan puisi tersebut, Rabu (4/4) Sukamawati mengadakan jumpa pers. Dalam pertemuannya dengan media, ia menyampaikan permohonan maaf bahkan hingga meneteskan air mata. Ditulis oleh laman <em>dream.co.id</em>, Sukmawati mengatakan bahwa puisi Ibu Indonesia tersebut merupakan refleksi dari keprihatinannya terhadap Indonesia. Ia juga menyatakan melalui puisi tersebut adalah bentuk penghormatan kepada ibu pertiwi Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Komentar-komentar dari berbagai kalangan membuat semakin heboh kasus ini. Dilansir dari <em>detik.com</em> bahwa para ulama, artis hingga para sastrawan pun ikut berkomentar. Tetapi kebanyakan sastrawan mengatakan puisi merupakan pengalaman puitis personal. Kebanyakan dari mereka mengatakan puisi yang dibawakan Sukmawati bisa saja merupakan pengalaman pribadinya.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin ketinggalan, sebagai fakultas yang mempelajari soal sastra dan budaya, BEM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul menggelar diskusi terbuka membahas isu hangat tersebut. Dipandu oleh Pandu Pratama Putra sebagai moderator, agenda ini bertempat di halaman Auditorium Unmul dan diisi oleh dua pemateri dari dua bidang berbeda. Pertama, Yuli Wulandari, Ketua Departemen Keperempuanan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) komisariat Unmul. Ia menyampaikan pendapatnya dari segi keperempuanan dan agama Islam. Sedang pemateri kedua, Dahri Dahlan, Kaprodi Sastra Indonesia FIB Unmul, menilai puisi tersebut dengan sudut pandang kesusastraan.</p><p style="text-align: justify;">Yuli menyebutkan, sebagai umat muslim tak perlu menjadi reaktif akan isu tersebut. Perlu adanya kajian mendalam dan menekankan sikap toleransi terhadap perbedaan di masyarakat sekitar. Ia berpendapat bahwa umat muslim di Indonesia dibuat kembali menanggung luka setelah sebelumnya menjalani proses penyembuhan dari kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Umat muslim seperti membuka kembali luka yang hampir sembuh karena ada kuman-kuman yang masuk ke luka itu,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Yuli, Dahri Dahlan menyebut bahwa puisi tidak layak untuk diangkat ke jalur hukum. Jika masalahnya ada dalam puisi, maka hakimi puisi dengan bidang yang sesuai seperti kesusastraan. Bukan ilmu hukum, ilmu agama atau ilmu apa pun.Ia juga menilai puisi Sukmawati tersebut jelek, karena terlalu apa adanya dan tidak ada pesan tersembunyi di balik kata-katanya. Menurutnya puisi ini akan lebih bermasalah jika pada kata &apos;cadar&apos; dan &apos;azan&apos; tidak diselipkan kata &apos;-mu&apos; dibelakang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Puisi yang bagus itu tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi ini cukup menarik antusias para peserta diskusi. Sejumlah pertanyaan disampaikan kepada pemantik dan juga para peserta diskusi. Meski sempat berpindah tempat akibat turunnya hujan namun tak menyurutkan semangat para peserta diskusi untuk mengikuti diskusi tersebut. <strong><em>(fqh/dor/epl/pia/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Tolak Kenaikan BBM, Massa Segel Kantor Pertamina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-kenaikan-bbm-massa-segel-kantor-pertamina/baca </link>
<guid> aksi-tolak-kenaikan-bbm-massa-segel-kantor-pertamina </guid>
<pubDate> Wed, 11 Apr 2018 12:07:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Para Aktifis Kampus menggelar demo di depan TBMM (Sumber Foto: Eka Rizky/Lpm) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-kenaikan-bbm-massa-segel-kantor-pertamina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DbFCHmVW7t.png" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Tolak Kenaikan BBM, Massa Segel Kantor Pertamina</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Meski langit pada hari itu nampak mendung, namun tak menyurutkan semangat puluhan massa aksi pada Rabu (4/4) lalu. Mereka berkumpul di halaman Auditorium Unmul lengkap dengan mengenakan almamater, dengan satu tujuan, menyuarakan tuntutan atas penolakan fluktuasi BBM. Aksi kali ini dipimpin oleh Tobi Setiawan yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) selaku koordinator lapangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada empat poin tututan aksi yang dibawa saat itu, yakni turunkan harga BBM, distribusikan secara penuh BBM subsidi, turunkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) untuk stabilkan BBM, dan yang terakhir membentuk tim Pansus polemik BBM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Massa aksi berangkat pukul 11.25 Wita menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melalui jalan Pramuka. Bentuk protes ditunjukkan dengan mematikan mesin motor dari gerbang keluar Unmul menuju Pramuka dan berjalan sembari mendorongnya. Sedang di barisan depan, terlihat massa yang menggotong keranda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berlangsung lama, ketika rombongan aksi berada di depan Indomaret, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Rizaldo, berlari menuju mobil&nbsp;</span><span><em>pick-up</em></span><span>&nbsp;sembari menginstruksikan kepada massa aksi untuk langsung menyalakan kendaraan masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Langsung jalan&nbsp;</span><span>aja</span><span>, ini jam berapa sudah,&quot; seru Rizaldo mempercepat gerak massa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Massa aksi tiba sampai di kantor DPRD saat waktu menunjukkan pukul 11.50. Tanpa basa-basi, aksi langsung dimulai dengan penyampaian orasi oleh Tobi. Dilanjutkan oleh Gubernur BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Mujihat, yang menuntut untuk bertemu dengan anggota DPRD. Namun sayang, permintaannya itu tidak dapat dikabulkan, tak seorang pun perwakilan dari DPRD muncul untuk menunjukkan muka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak lama diketahui bahwa tidak ada anggota DPRD yang turun pada hari itu. Sontak massa aksi langsung melakukan pemblokiran jalan tepat di depan kantor yang beralamat di Jalan Teuku Umar. Kurang dari sepuluh menit memblokir jalan, massa aksi kembali ke depan gerbang DPRD karena menyebabkan kemacetan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berhenti sampai di situ, Tobi lantas membagikan pembersih telinga kepada anggota aksi. Kemudian Rizaldo menginstruksikan untuk mengorek telinga menggunakan pembersih telinga dan melemparnya ke depan kantor DPRD.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Silakan angkat korek telinga, bahwa DPRD telinganya kotor. Silakan korek kuping kalian lalu lempar ke depan kantor DPRD. Ingat teman-teman bagaimana bisa hari ini Rabu, hari dinas, anggota DPRD tidak ada di kantor,&quot; ujar Rizaldo dengan suara lantang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum pergi meninggalkan kantor DPRD, massa melakukan aksi bakar ban dan mengelilinginya dengan menyanyikan lagu Buruh Tani. Lantunan &lsquo;Jokowi bohong&rsquo; juga diteriakkan sambil mengangkat keranda mengelilingi kobaran api dengan mengenakan atribut topeng Jokowi dan Jusuf Kalla.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lokasi aksi kemudian berpindah ke Terminal BBM (TBMM) Pertamina Samarinda yang berada di Jalan Cendana. Sesampainya di sana, massa langsung berbaris di depan pagar TBMM Pertamina Samarinda Kedatangan mereka saat itu membuat kaget para pegawai Pertamina. Kehadiran rombongan ini juga menarik perhatian warga. Gubernur BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Freijae Rakasiwi, bahkan sempat menaiki truk Pertamina yang melintas di depan kantor Pertamina.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi di lokasi kedua ini dibuka oleh Menteri Sosial dan Politik BEM KM, Idet Arianto Putra, sembari berjalan di atas pagar. Aksinya ini membuat rekan massa aksi lainnya merasa khawatir. Aksi kemudian dilanjut oleh Freijae dengan melantangkan sumpah mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Hari ini kami resmi menyegel Pertamina. Kita memberi waktu tenggat 1x24 jam. Jika tidak disediakan&nbsp;</span><span>premium</span><span>&nbsp;maka kami akan menyegel kantor Pertamina. Pertamina harus menyediakan&nbsp;</span><span>premium</span><span>&nbsp;di seluruh Samarinda,&quot; seru Gubernur BEM FEB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak jauh berbeda dengan situasi saat di kantor DPRD, pihak Pertamina juga tidak turun untuk menemui hingga rombongan aksi mengikat pagar Pertamina dengan rantai besi. Setelah menunggu cukup lama, Vano, selaku perwakilan dari Pertamina akhirnya menemui massa aksi. Vano mengatakan kepada massa aksi, bahwa Humas Pertamina telah menghadiri undangan diskusi dari BEM FEB Unmul terkait mekanisme BBM non Subsidi. Vano juga mengatakan ada delapan SPBU yang akan menyuplai&nbsp;</span><span>Premium</span><span>&nbsp;yaitu, di Jalan Teluk Lerong, Slamet Riyadi, Wahid Hasyim, Kebaktian, Sentosa, Pemuda, Bukit pinang, dan Sungai Kunjang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama ini tidak terkontrol sehingga banyak oknum-oknum penyetok yang menghabiskan&nbsp;</span><span>stok</span><span>&nbsp;(</span><span>Premium</span><span>),&rdquo; ujar Vano.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak puas hanya berbicara di luar, para mahasiswa aksi ini meminta Pertamina untuk menjelaskan terkait kenaikan BBM di dalam kantor. Namun pihak Pertamina tidak dapat memenuhi permintaan tersebut, dikarenakan harus bersurat terlebih dahulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kecewa permintaan tidak dipenuhi, Mujihat meluapkannya dengan berbicara pada media-media yang hadir saat itu. Rizaldo pun membaca secarik kertas yang berisi ungkapan kekecewaan dan keresahan atas fluktuasi BBM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalimantan Timur hari ini, bahkan Indonesia kawan-kawan sekalian, sudah mampu membuat minyak berbahan bakar air mata,&rdquo; ungkap Rizaldo sebelum mengakhiri aksi kali itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi kemudian ditutup dengan dengan membakar keranda yang bertuliskan &ldquo;Matinya nurani pemerintah Indonesia terhadap rakyat kecil&quot;. Massa mengitari keranda tersebut sambil menyanyikan lagu Darah Juang. Pukul 13.52 Wita massa aksi secara bersama meninggalkan Pertamina dan kembali ke kampus. <strong><em>(</em></strong></span><span><strong><em>nhh/erp/ubg/pia/ayd/adl</em></strong></span><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FKIP Luncurkan Survei Program Asuransi Demi Tentukan Sikap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkip-luncurkan-survei-program-asuransi-demi-tentukan-sikap/baca </link>
<guid> bem-fkip-luncurkan-survei-program-asuransi-demi-tentukan-sikap </guid>
<pubDate> Thu, 12 Apr 2018 06:53:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hasil Survei Program Asuransi akan Tentukan di Mana Kaki BEM FKIP Berpijak. (Sumber: Aliansi Garuda Mulawarman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fkip-luncurkan-survei-program-asuransi-demi-tentukan-sikap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tpIFEiLokw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM FKIP Luncurkan Survei Program Asuransi Demi Tentukan Sikap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kurang puas dengan program asuransi yang telah berjalan setahun, BEM FKIP mulai merancang beberapa langkah. Salah satunya dengan membuat &lsquo;Survei Asuransi Mahasiswa FKIP Unmul&rsquo; yang sudah sekitar dua minggu lebih diedarkan.</p><p style="text-align: justify;">Langkah membuat survei daring tersebut ditujukan untuk mengumpulkan beragam aspirasi mahasiswa di FKIP terhadap program asuransi gagasan Wakil Dekan III FKIP Masrur Yahya.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/setahun-berjalan-program-asuransi-fkip-gagal/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/setahun-berjalan-program-asuransi-fkip-gagal/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Dalam survei tersebut, disebutkan bahwa sebagian alokasi anggaran kemahasiswaan dipakai pihak Dekanat FKIP untuk membiayai program asuransi. Dari keseluruhan anggaran kemahasiswaan yang mencapai Rp635 juta, angka Rp175 juta harus teralokasi untuk program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah selesai. Tinggal dikalkulasikan dan diberikan ke pihak (dekanat) fakultas,&rdquo; terang Muhammad Arif selaku Wakil Gubernur BEM FKIP ketika dikonfirmasi Sketsa pada Rabu (04/4).</p><p style="text-align: justify;">Arif mengatakan, pihaknya telah menerima sekitar 10 aduan mahasiswa yang kesulitan menggunakan kartu asuransi. Selain itu, ada pula aduan dari berpuluh-puluh mahasiswa yang kebingungan karena tidak tahu cara menggunakan kartu tersebut untuk membayar biaya pengobatan.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi 2015 ini berujar, sikap BEM FKIP terkait menerima atau menolak program asuransi, akan ditentukan oleh hasil survei tersebut. Jika mayoritas mahasiswa menolak, maka akan menolak. Jika mayoritas mahasiswa tetap menginginkan program itu ada, BEM FKIP pun akan mendukung, namun dengan beberapa catatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika mahasiswa FKIP tetap setuju akan diadakannya asuransi, maka BEM FKIP juga akan mendukung. Tetapi dengan catatan, pihak fakultas mau menyosialisasikan dan memberikan bukti nyata ketika ada teman atau saudara kami di FKIP yang mengalami musibah,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Seminggu sebelum keterangan Arif yakni pada Rabu (28/3), Gubernur BEM FKIP Mujihat menyebut bahwa hasil dari survei tersebut akan menjadi landasan untuk BEM FKIP bersikap dalam forum audiensi bersama pihak dekanat kelak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita melakukan survei dan kita akan angkat ke audiensi (terkait hasil) survei ini. Jika sudah mendapatkan titik temu, kita adakan audiensi. Komplain nanti pas audiensi, dengan adanya bukti dan data data yang kita dapatkan supaya status audiensi jelas,&rdquo; sebutnya. <strong>(<em>dan/ann/mer/nul/est/adn/els</em>)</strong><br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Asuransi Masih Belum Jelas Kegunaannya, Mahasiswa FKIP: Hilangkan Saja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-asuransi-masih-belum-jelas-kegunaannya-mahasiswa-fkip-hilangkan-saja/baca </link>
<guid> program-asuransi-masih-belum-jelas-kegunaannya-mahasiswa-fkip-hilangkan-saja </guid>
<pubDate> Thu, 12 Apr 2018 07:10:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: kampusundip.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-asuransi-masih-belum-jelas-kegunaannya-mahasiswa-fkip-hilangkan-saja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sFM5XQhLtv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Asuransi Masih Belum Jelas Kegunaannya, Mahasiswa FKIP: Hilangkan Saja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pengadaan program asuransi bagi mahasiswa FKIP memunculkan kontradiksi pendapat antara Wakil Dekan III FKIP Masrur Yahya dan Gubernur BEM FKIP Mujihat. Di sisi lain, sebagian besar mahasiswa FKIP mendukung untuk menghilangkan program asuransi yang berjalan namun tidak sesuai dengan harapan.</p><p style="text-align: justify;">Dodi Wahyudi, mahasiswa Prodi Penjaskesrek 2015 harus menelepon <em>hotline</em> asuransi ketika sakit. Dodi mengaku jika ia tidak mendapatkan apa-apa dari adanya asuransi karena tidak adanya sosialisasi perihal pamakaian kartu asuransi secara teknis.</p><p style="text-align: justify;">Melihat perbedaan perspektif antara Masrur Yahya dan Mujihat tentang program asuransi, Dodi menilai pengadaan program dari Wakil Dekan III FKIP tersebut sebenarnya bagus, hanya saja dalam pelaksanaannya yang kurang.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-pangkas-dana-kegiatan-mahasiswa-untuk-program-asuransi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-pangkas-dana-kegiatan-mahasiswa-untuk-program-asuransi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Jika ada sosialisasi teknis yang jelas tentang bagaiamana alur pencairan dan dana yang digunakan dari mana, sebagai mahasiswa FKIP, ia akan mempertimbangkan kembali terkait layak tidaknya asuransi ini dilanjutkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cukup disayangkan dana yang begitu besar malah bisa dipermainkan tanpa kejelasan dari mana dana itu didapat dan seharusnya BEM FKIP tegas menyikapi masalah ini. Kalau tidak setuju harus memiliki data mahasisa yang keberatan dan rasionalisasi yang jelas dalam tuntutan,&rdquo; jabarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Vita Fransisca Bahy, mahasiswi Prodi Pendidikan Fisika 2015 juga tidak merasakan adanya manfaat dari program asuransi di FKIP. Ia terang-terangan mengatakan untuk menghilangkan program asuransi jika prosesnya menyulitkan mahasiswa. Meskipun ia setuju dengan pendapat Masrur Yahya, namun melihat pernyataan dari Mujihat, sangat tidak efektif jika pelaksanaanya mempersulit mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/setahun-berjalan-program-asuransi-fkip-gagal/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/setahun-berjalan-program-asuransi-fkip-gagal/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sekalipun Vita telah mengisi survei dari BEM FKIP terkait keefektifan asuransi, Vita menilai adanya survei tersebut tidak memberikan dampak positif atau pengaruh konkret.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah pernah mengisinya. Tetapi tidak ada dampak positif atau pengaruhnya untuk saya, begitu pun teman-teman saya yang lain rasakan,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Setali tiga uang, Reni Yuniar mahasiswi Pendidikan Ekonomi 2016 mengaku jika ia belum mengisi, bahkan ada kemungkinan untuk tidak mengisi survei tersebut. Namun, melihat pro-kontra Masrur Yahya dan Mujihat, ia berpendapat jika dana organisasi kemahasiswaan tidak akan terpangkas lebih banyak lagi jika memang telah diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan. Sebab setiap program yang telah berlaku maupun yang akan diberlakukan harusnya telah dipikirkan guna serta manfaat ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika benar dana tersebut tidak bisa digunakan seefisien mungkin, baiknya dihilangkan sebab tidak banyak yang benar-benar menggunakan asuransi tersebut,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Rizka Hayati bersyukur karena tidak perlu merasakan sakit terlebih dahulu untuk mengetahui kartu asuransi tersebut bisa digunakan atau tidak. Mahasiswi Biologi 2015 ini sudah cukup mendengar dari teman-temannya bahwa asuransi tersebut tak dapat digunakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meninjau pendapat dari Masrur Yahya, Rizka memastikan ia tidak mengetahui adanya form khusus yang harus diisi untuk penggunaan asuransi karena tidak adanya sosialisasi tentang cara penggunaan serta rumah sakit mana saja yang bekerja sama dengan pihak asuransi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun gagasan dari Mujihat, Rizka yakin ada banyak mahasiswa FKIP yang merasakan hal yang sama. Kendati belum mengisi survei, Rizka setuju untuk menghilangkan asuransi selama tidak ada kejelasan dalam penggunaannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lebih baik dana asuransi tersebut digunakan ke hal yang lebih bermanfaat,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>ann/dan/mer/nul/est/and/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 5 Kriteria Rektor Ideal Versi KBM FT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/5-kriteria-rektor-ideal-versi-kbm-ft/baca </link>
<guid> 5-kriteria-rektor-ideal-versi-kbm-ft </guid>
<pubDate> Thu, 12 Apr 2018 11:21:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi 'panggung rakyat' oleh BEM FT Unmul. (Sumber: Yoga Pratama Khatulistiwa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/5-kriteria-rektor-ideal-versi-kbm-ft/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3HLJyjYd4L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>5 Kriteria Rektor Ideal Versi KBM FT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>- Petang tadi pukul 15.00 Wita, simpang Auditorium Unmul dipadati ratusan mahasiswa Fakultas Teknik (FT). Rupanya sedang ada aksi &apos;panggung rakyat&apos; sebagai langkah ormawa FT mengawal ajang pemilihan rektor (pilrek). Mulai orasi, pembacaan puisi, hingga penampilan akustik ditampilkan.</p><p style="text-align: justify;">Kompak, seluruh lembaga kemahasiswaan FT yang terhimpun dalam forum Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FT yakni 8 himpunan, 4 UKM, dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) serta BEM FT selaku penyelenggara terlibat. Secara bergantian mereka saling mengisi celah, ketika sebagian harus menunaikan agenda praktikum. Mereka juga berjalan kaki dari FT menuju titik aksi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami ingin menyuarakan aspirasi kami terkait bagaimana kriteria rektor ideal menurut kami untuk rektor terpilih nanti siapa pun dia. Kami pun di sini tidak mendukung siapa-siapa,&quot; terang Yoga Pratama Khatulistiwa, Ketua BEM FT.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, kriteria ideal rektor yang diinginkan KBM FT lewat orasi selebaran yang dibagikan ada lima, yakni pertama, rektor harus selalu aktif di kampus, kedua, rektor harus loyal dengan kegiatan maupun aktivitas mahasiswa yang berpegang teguh dengan tridarma perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Lalu ketiga, rektor harus saling terbuka dengan mahasiswa baik dalam pendanaan maupun kegiatan yang dilakukan, keempat sinergisitas rektor dengan elemen civitas academica, dan terakhir, rektor harus memegang amanah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita juga maunya yang tidak membatasi gerak mahasiswa, tidak cuma Unmul yang akreditas A, kita mau fasilitas yang juga A, dan dari segi pelayanan, dan keamanan kampus,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kajian, kata Yoga, telah berlangsung selama dua pekan meliputi aturan hingga yang dirasakan dan diharapkan kepada pundak rektor baru.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami juga<span>&nbsp;</span><em>pengen</em><span>&nbsp;</span>punya taring sendiri lah,&quot; ujar Yoga.</p><p style="text-align: justify;">Pada pertemuan pimpinan lembaga eksekutif se-Unmul, kawal pilrek adalah salah satu isu yang sepakat akan dikawal bersama Jaringan Advokasi Mulawarman (Jarvo). Saat ditanya mengapa tidak melakukan aksi bersama Jarvo, Yoga menyebut belum bisa memastikan komitmen BEM FT di aliansi tersebut. Sebab, menurutnya aksi hari ini tak terikat dengan Jarvo.</p><p style="text-align: justify;">&quot;BEM FT adalah milik KBM FT dan kami tidak bisa menyatakan sikap sendirian. Kami juga tidak mau terikat, karena kalau terikat di aliansi artinya kan harus ikut terus-terusan, nah itu yang tidak bisa kami janjikan,&quot; pungkasnya.<strong><span>&nbsp;</span>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Baru 108 Hari Kerja, Menteri Jakpus BEM KM Unmul Mundur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/baru-108-hari-kerja-menteri-jakpus-bem-km-unmul-mundur/baca </link>
<guid> baru-108-hari-kerja-menteri-jakpus-bem-km-unmul-mundur </guid>
<pubDate> Thu, 12 Apr 2018 11:35:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suwondo, Menteri Kebijakan Kampus (Jakpus) BEM KM Unmul 2018 yang mengundurkan diri dari jabatannya. (Sumber: Instagram BEM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/baru-108-hari-kerja-menteri-jakpus-bem-km-unmul-mundur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OgA5hTvN6u.png" />
					</figure>
			                <h1>Baru 108 Hari Kerja, Menteri Jakpus BEM KM Unmul Mundur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Angin pergerakan memang tak selalu sejuk. Ada kalanya tiup-tiup angin seolah hendak mengupas daging, merontokkan tulang, menguliti hati, hingga akhirnya mematikan langkah. Akan tetapi, Suwondo, Menteri Kebijakan Kampus (Jakpus) BEM KM Unmul 2018 bukan jebrol gara-gara itu.</p><p style="text-align: justify;">Senin 26 Maret lalu, Suwondo mengajukan pengunduran diri dari jabatannya. Keinginan itu ia sampaikan kepada Wakil Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Miftahul Mubarok. Kemudian, dua hari selepas itu, muncul gambar ucapan terima kasih untuk Wondo, sapaan akrabnya, di akun Instagram BEM KM Unmul atas kontribusi selama 108 hari kerja bersama Kabinet Kita Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alasan utama saya keluar dari BEM KM adalah keluarga. Kalau ada berkembang alasan yang selain itu, itu cuma rumor,&rdquo; ucapnya saat ditemui Rabu, (4/4).</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, ibunda Wondo belum lama ini berpulang setelah sebelumnya sakit. Kenyataan ini membuat Kementerian Jakpus terpaksa pincang selama hampir satu bulan. Tak lama berselang, kondisi kesehatan sang ayah ikut memburuk. Waktu itu Wondo mulai mempertimbangkan keberlanjutannya di BEM KM Unmul. Sebab mau tidak mau, ia harus merawat dan untuk itu waktunya berorganisasi jadi terkuras.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktu itu saya tanyakan kembali apakah perlu ada Plt karena saya belum tahu ibu sembuhnya kapan. Ternyata, seiring berjalannya waktu saya masih bertahan dan berusaha memaksimalkan peran. Saya sempat ikut di pengawalan keamanan dan di pertengahan itu bapak sakit-sakitan. Jadi saya harus bantu beliau buat nutupin kehidupan sehari-hari. Untuk sekarang saya bantu dengan wirausaha,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak kurang dari seminggu waktu Wondo menimbang-nimbang sampai akhirnya bulat mengundurkan diri. Selama seminggu itu pula ia membuka angkringan bersama teman-temannya sembari menentukan sikap dari beberapa tawaran pekerjaan yang datang. Dan sebelum semuanya makin terbengkalai, ia telah mempersiapkan staf Jakpus untuk menangani program kerja kelak jika ditinggal dirinya, yakni pengawalan isu keamanan dan pemilihan rektor (Pilrek), terlepas dari isu-isu insidental seperti KKN, kebijakan kampus, dan UKT.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul, Rizaldo, kata Wondo sempat kaget meski akhirnya menerima juga keputusannya ini. Kepada Wondo, Rizaldo mengatakan akan segera mencari pengganti dan melakukan <em>reshuffle</em> kabinet. Adapun, saat ini Plt Menteri Jakpus dijabat oleh Mush&rsquo;ab Al Ma&rsquo;ruf, yang sebelumnya menjabat Dirjen Jakpus.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, internal Kementerian Jakpus jelas merasa kehilangan. &ldquo;Mereka sempat ada yang menitikkan air mata karena mungkin merasa baru memulai hubungan yang baik, baru jalan, tiba-tiba ditinggal sama bapaknya. Banyak yang mereka <em>sharing</em>-kan sampai dua hari itu mereka datang terus ke angkringan,&rdquo; kenang Wondo.</p><p style="text-align: justify;">Mundurnya menteri rumpun pergerakan BEM KM Unmul sebenarnya bukan perkara baru. Sebelumnya, di Kabinet Gelora Perbaikan Norman-Bhakti, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Indra Cahya Pramukti pun hengkang dari BEM KM Unmul pada awal April 2017 bertepatan dengan hiruk pikuk jelang KKN karena alasan akademis perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keluar dari Kepanitiaan Eco Summit</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya di BEM KM Unmul, Wondo juga melepaskan diri dari kepanitiaan acara Eco Summit BEM FEB, yang mana ia menjabat sebagai ketua panitia. Keputusan itu ia sampaikan langsung di muka para panitia, saat rapat. Jajaran panitia sempat meminta Wondo bertahan, namun ia tolak dengan alasan yang sama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, saya bukan memilih salah satunya. Saya enggak mau ada yang kemudian beranggapan saya keluar dari BEM KM biar fokus di BEM FEB atau kepanitiaan Eco Summit atau sebaliknya, tapi ini memang berkaitan dengan finansial saya,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Wondo mengaku ingin tetap berkontribusi di BEM FEB meski tak<br>semaksimal dulu. Posisinya di BEM FEB sebagai staf Departemen Hubungan dan Diplomasi Eksternal dirasanya masih bisa dipertahankan sambil jalan. Untuk saat ini, ia ingin fokus berkarier sebagai wiraswasta.<br><br>&ldquo;Karena saya juga sudah semester 6, saya coba mengembangkan ilmu yang saya punya di ekonomi dengan berwirausaha dan kesempatan tawaran kerja. Saya masih menunggu untuk dipanggil. Itu yang akan saya persiapkan setelah ini,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyikapi Pengunduran Diri Suwondo dari Sudut Pandang Pimpinan Lembaga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyikapi-pengunduran-diri-suwondo-dari-sudut-pandang-pimpinan-lembaga/baca </link>
<guid> menyikapi-pengunduran-diri-suwondo-dari-sudut-pandang-pimpinan-lembaga </guid>
<pubDate> Thu, 12 Apr 2018 11:42:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suwondo, Menteri Kebijakan Kampus (Jakpus) BEM KM Unmul 2018 yang mengundurkan diri dari jabatannya. (Sumber: Instagram BEM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyikapi-pengunduran-diri-suwondo-dari-sudut-pandang-pimpinan-lembaga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0ZYnv9eZyH.png" />
					</figure>
			                <h1>Menyikapi Pengunduran Diri Suwondo dari Sudut Pandang Pimpinan Lembaga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Waktu bergulir tergesa hari itu, menyulap senja menjadi malam yang hadir terlampau awal saat <em>Sketsa</em> menemui Presiden BEM KM Unmul, Rizaldo bersama wakilnya, Muhammad Miftahul Mubarok usai agenda diskusi dan konsolidasi pimpinan lembaga eksekutif mahasiswa se-Unmul. Dalam remang pencahayaan di gazebo halaman FIB, Rizaldo dan Miftah mengurai pengunduran diri Suwondo, Menteri Kebijakan Kampus (Jakpus) tepat pada 108 hari kerjanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untung ini terjadi pas masih di awal ya, belum terlalu jauh. Sebenarnya dari awal sudah kelihatan pas Wondo itu di lobi dan dia langsung mengiyakan. Kan kalau lobi-lobi BPH (Badan Pengurus Harian) itu kita kasih kesempatan buat ketemu orang tua dulu, istikharah dulu. Nah, Wondo itu enggak, &lsquo;Saya siap, Kak&rsquo;. Saya tanyakan lagi, &lsquo;Kamu enggak perlu waktu berpikir dulu? Betulan enggak mau pulang dulu ke rumah?&rsquo;&rdquo; ungkap Rizaldo memeragakan percakapannya dengan Wondo dua bulan silam.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Miftah mengaku kaget saat pertama kali dimintai pandangan oleh Wondo atas keputusannya ini. Menurutnya, keputusan mundur lebih karena tawaran pekerjaan. Apalagi, tawaran pekerjaan ini ialah di instansi negeri yang mengharuskan Wondo bekerja sejak pukul 8-16 petang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu pasti sangat menguras waktunya juga untuk di Jakpus. Padahal, Jakpus ini harus lari kencang di awal, supaya nanti advokasi ini selesai saat Pilrek selesai. Jadi rektor baru, catatan yang baru sudah dikasih ke rektor baru juga,&rdquo; kata Miftah. &ldquo;Selama dua minggu dia enggak ada kabar, dia juga enggak pernah nongol di grup, dan sebenarnya itu karena enggak enak,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia ini juga punya target tahun 2019 harus sudah punya pendamping untuk merawat bapaknya. September sudah ketemu orang tua perempuan. Kita enggak bisa menahan lagi kalau sudah begitu,&rdquo; timpal Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Rizaldo dan Miftah, Freijae Rakasiwi Gubernur BEM FEB, pimpinan organisasi Wondo di fakultas pun hanya bisa menerima keputusan stafnya, yakni mundur dari BEM KM Unmul yang juga mewakili nama BEM FEB dan kepanitaan Eco Summit. Alih-alih menghalangi, bagi Freijae, setiap orang memiliki masalah dan kemauan yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dari saya, jujur sangat menyayangkan sebenarnya. Tapi, itu tergantung keputusan pribadi. Kita hanya bisa memaklumi dan itu sah-sah aja. Saya pikir ini jalan terbaik,&rdquo; ujar Freijae.</p><p style="text-align: justify;">Perihal menteri bagian advokasi BEM KM Unmul yang dua tahun terakhir mundur, menurut Freijae--yang juga pernah menjabat Menteri BEM KM Unmul era Teguh-Dimas&mdash;amat disayangkan. Angin advokasi yang kencang menuntut menteri advokasi tanggap mengonsolidasikan pengawalan isu di fakultas, di BEM KM Unmul, di tataran rektorat, dan menginformasikan ke mahasiswa umum dalam waktu yang bersamaan agar tak terhempas, kemudian memilih keluar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Advokasi memang butuh orang yang fleksibel, harus gesit menganalisa masalah, baik insidental maupun taktis. Kemudian, bisa mengondisikan diri sendiri dalam mengatur waktu bersama keluarga, kuliah, organisasi, dan diri sendiri. Itu tergantung kemauan sih. Yang terpenting adalah mahasiswa tahu kita bergerak, kita tidak diam,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>aml/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Bungkam Pentolan Garuda Mulawarman dalam Selasar Dedikasi bersama Pertamina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-bungkam-pentolan-garuda-mulawarman-dalam-selasar-dedikasi-bersama-pertamina/baca </link>
<guid> di-balik-bungkam-pentolan-garuda-mulawarman-dalam-selasar-dedikasi-bersama-pertamina </guid>
<pubDate> Fri, 13 Apr 2018 05:52:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertamina Sambangi FEB Unmul, Pentolan Aliansi Garuda Justru Tak Bersuara. (Sumber: Aliansi Garuda Mulawarman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-bungkam-pentolan-garuda-mulawarman-dalam-selasar-dedikasi-bersama-pertamina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/73jBrL7dwn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Bungkam Pentolan Garuda Mulawarman dalam Selasar Dedikasi bersama Pertamina</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebagaimana berita yang telah diturunkan <em>Sketsa</em> sebelumnya yakni pada Rabu, 28 Maret 2018 lalu, dalam agenda Selasar Dedikasi BEM FEB hadir perwakilan Pertamina Alicia Irzanova membahas alasan di balik kenaikan harga BBM non-subsidi.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/event/di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi/baca">https://sketsaunmul.co/event/di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Namun, sejak awal hingga akhir diskusi, para pentolan Aliansi Garuda Mulawarman yang hadir justru tak sama sekali angkat bicara.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM FEB sekaligus Jenderal Garuda Mulawarman Freijae Rakasiwi hadir dan Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul Idet Arianto Putra, misalnya, hanya hadir menyimak. Padahal, Aliansi Garuda Mulawarman tercatat sudah mengawal isu kenaikan harga BBM non-subsidi Kaltim sejak beberapa minggu sebelum diskusi dengan Pertamina ini dilakukan. Walhasil, diskusi berjalan biasa saja tanpa tuntutan-tuntutan yang kerap getol diteriakkan Garuda Mulawarman di jalanan. Sementara Presiden BEM KM Unmul Rizaldo tak tampak hadir.</p><p style="text-align: justify;">Namun uniknya, satu minggu usai Selasar Dedikasi di FEB, Rabu, 4 April 2018, Aliansi Garuda Mulawarman kembali menggelar aksi massa terkait BBM non-subsidi di dua titik. Titik pertama di Gedung DPRD Kaltim dan titik kedua di Terminal BBM Pertamina Samarinda. Pentolan aliansi yakni Freijae, Idet, dan Rizaldo komplit hadir beraksi dan menyampaikan tuntutannya ke Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-kenaikan-bbm-massa-segel-kantor-pertamina/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-kenaikan-bbm-massa-segel-kantor-pertamina/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Rabu petang (4/4) usai aksi, Freijae menyebut bahwa alasan dirinya tidak menyampaikan argumen saat Selasar Dedikasi adalah karena merasa kecewa. Gubernur FEB Unmul ini juga menyebut, dirinya sengaja menulis &lsquo;jangan naikkan harga BBM&rsquo; di plakat yang diserahkan ke Pertamina sebagai ekspresi kekecewaan berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makanya saya tidak ngomong dan anak-anak (internal FEB) yang disuruh ngomong, dan saya juga tidak ikut berfoto dengan Pertamina,&rdquo; tambahnya sembari menyebut beragam kekecewaan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain Freijae, Idet yang juga dikonfirmasi menyebut bahwa kehadirannya di Selasar Dedikasi BEM FEB bukan untuk mewakili aspirasi Aliansi Garuda Mulawarman, melainkan BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ditanya kenapa tidak menyampaikan argumen pada saat itu, pertama karena terbatasnya waktu peserta diskusi yang boleh menanggapi. Kedua, melihat argumen dan pertanyaan yang diajukan teman-teman (forum) itu sadah cukup mewakili pertanyaan yang lain,&rdquo; pikirnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Rizaldo, menyampaikan bahwa dirinya berhalangan hadir dan keterwakilan BEM KM Unmul secara kelembagaan telah ia minta agar diwakili oleh Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul Idet.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di tempat juga Menteri Sospol saya hadir, sesuai arahan saya pribadi. Dengan menyimak apa-apa saja yang dibahas di agenda tersebut. Saya ketika itu sedang menjadi narasumber di salah satu lembaga Unmul,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Rizaldo menambahkan, &ldquo;Jauh sebelum terlaksananya Selasar Dedikasi, yang menjadi narsumber tersebut (Alicia Irzanova) sudah pernah menelepon saya untuk tidak melakukan aksi demonstrasi terkait BBM. Beberapa waktu setelah terlaksananya Selasar Dedikasi pun juga saya diajak ketemu dengan beliau di salah satu rumah makan.&quot; <strong>(<em>dan/erp/fir/nnd/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Audiensi KKN 44 di FEB, antara KKN Kompetensi dan Pesuruh Musiman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-kkn-44-di-feb-antara-kkn-kompetensi-dan-pesuruh-musiman/baca </link>
<guid> audiensi-kkn-44-di-feb-antara-kkn-kompetensi-dan-pesuruh-musiman </guid>
<pubDate> Fri, 13 Apr 2018 13:46:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: detak-unsyiah.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-kkn-44-di-feb-antara-kkn-kompetensi-dan-pesuruh-musiman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TaqUqrtzdv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Audiensi KKN 44 di FEB, antara KKN Kompetensi dan Pesuruh Musiman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; 44 kali KKN berjalan di Unmul, nyatanya belum menjamin ketiadaan polemik dan kebingungan. Tahun ini, dengan jenis KKN yang dikerucut menjadi reguler untuk semua peserta justru melahirkan resah di beberapa fakultas. Upaya-upaya pun dilakukan untuk mengatasi ini.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, santer dikabarkan sekelompok mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) akan melakukan unjuk rasa di depan dekanat pada Senin, 2 April. Namun, hari itu aksi batal. Sebagai gantinya, audiensi bersama Wakil Dekan I FEB Felisitas Defung digelar membahas dua pokok permasalahan KKN 44. Pertama, kuota kota lokasi KKN yang sudah penuh dan hanya menyisakan Mahakam Ulu (Mahulu). Dan, kedua ialah tuntutan diberlakukannya KKN jenis tematik kompetensi sebagaimana tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kondisinya hari ini mahasiswa FEB itu jumlahnya 550 yang sudah mendaftar, tapi teman-teman yang belum mendaftar ini mayoritas adalah yang tidak bisa ditempatkan di Mahulu. Makanya hari ini kita ingin mencoba diskusi dan mendengarkan atau mengaspirasikan kepada Bu Defung yang akan kita perjuangkan sama-sama ke LP2M,&rdquo; kata Freijae Rakasiwi Gubernur BEM FEB membuka sesi audiensi.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan itu langsung ditanggapi Defung. Ia sedikit meluruskan bahwa dirinya bukan dalam posisi menjelaskan teknis dan memberi solusi atas polemik KKN sebab yang mengelola adalah LP2M. Dalam kesempatan itu, ia hanya menjelaskan apa yang ia ketahui berdasarkan komunikasi dengan LP2M terutama perihal jenis KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama kali dapat kabar tentang perubahan pola KKN ini, kami memang dapat surat, tapi saya tidak menyangka bahwa akan ada <em>chaos</em> setelah itu. Saya pribadi juga merasakan kekhawatiran, perubahan ini jangan sampai membuat anak-anak kita tidak tertampung,&rdquo; ujar Defung.</p><p style="text-align: justify;">Kekhawatiran itu berbalas janji &lsquo;garansi&rsquo; dari pihak LP2M. Bahwa tidak akan ada satu pun mahasiswa Unmul yang gagal KKN tahun ini gara-gara kehabisan kuota. Soal tidak ada jenis lain, tidak bisa pilih anggota kelompok sendiri, dan tidak bisa menentukan lokasi kecamatan sendiri. Menurut LP2M ini adalah hasil pertimbangan dari umpan balik yang diberikan desa dan lembaga usai KKN 43 dan coba ditunaikan di KKN 44 kini.</p><p style="text-align: justify;">LP2M melalui Esti Handayani, dikatakan Defung juga menjanjikan bahwa mahasiswa FEB tidak akan berkompetisi dengan mahasiswa fakultas lain untuk dapat kuota di kabupaten. Sebab, kini komposisi mahasiswa KKN di suatu kabupaten ditentukan oleh permintaan kabupaten bukan semata &lsquo;siapa cepat dia dapat&rsquo;. Itu pun masih akan diupayakan LP2M, terutama untuk lokasi yang jauh dari Samarinda dalam hal penyediaan fasilitas KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya kabupaten ini butuh berapa orang anak fakultas ekonomi, itu yang di slotkan untuk anak FEB, jadi tidak ada diambil oleh fakultas lain. Kemudian, bagaimana dengan misalnya sudah penuh dari FEB, disarankan Anda mengisi CV yang katanya di halaman depan <em>website form</em>, itu diisi dan di <em>submit</em> tapi itu akan diakamodir ketika yang lain penuh. Nah mengenai kenapa diacak, ini saya terus terang tidak melihat masalah apa-apa, hanya kalian tidak bisa leluasa memilih teman, ini <em>challenge</em> sebenarnya,&rdquo; terang Defung.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Defung mengatakan, pun jika jenis tematik kompetensi tahun ini kembali diadakan, sistemnya akan sama: sesuai kebutuhan kantor atau lembaga. Kendati demikian, berdasarkan pengalaman beberapa tahun yang lalu, Defung mengaku pelaksanaan KKN tak maksimal karena adanya kelas sore di FEB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsen dari mahasiswa KKN itu ke masyarakat bukan di kantor. Kalau dulu memang mahasiswa kita banyak kelas sore karena kerja dan seterusnya. Kemudian dihadirkan KKN kompetensi dengan misalnya Senin sampai sekian di kantor, kemudian sore hari kembali ke posko dan itu kontrolnya tidak maksimal mungkin. Tapi, saya tetap menyarankan ada perwakilan yang membicarakan ini ke LP2M untuk pertemuan baik-baik, walaupun dari fakultas akan tetap bicarakan dari sisi institusinya mengenai masalah ini,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Suara Baru dan Membandingkan KKN FEB dengan Fakultas Lain</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, ada tiga fakultas di Unmul yang pelaksanaan KKN-nya tidak bergabung LP2M. Mereka adalah Fakultas Teknik, Kedokteran, dan Farmasi. Pelaksanaan KKN tiga fakultas ini memang dikelola langsung oleh fakultas dengan mengelompokkan mahasiswa dan menempatkannya di lokasi tertentu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, yang jadi permasalah kita di FEB adalah kalau tiga fakultas ini kan memang sedikit mahasiswanya, sedangkan FEB mayoritas, kita ada 723 mahasiswa. Maka solusi kita adalah KKN kompetensi atau penambahan kouta di tiga kota besar, Balikpapan, Samarinda, dan Kukar,&rdquo; kata Freijae lugas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengenai Mahulu, saya memahami ketakutannya. Mungkin ada baiknya dari pihak LP2M untuk mengekspos Mahulu ini seperti apa kan tidak mesti di dekat perbatasan, Mahulu mungkin di sebelah dikitnya Kubar,&rdquo; kata Defung.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi berlanjut dengan komentar mahasiswa. Pemaparannya tak jauh-jauh dari keluhan <em>server</em>, penambahan kuota, hingga biaya hidup di lokasi KKN yang jauh dari Samarinda. Komentar berbeda datang dari salah sau mahasiswa FEB, Suwondo. Ia mengatakan, harusnya LP2M telah melakukan uji coba server agar lebih siap, bukannya menjadikan mahasiswa sebagai kelinci percobaan setiap tahun. Ia juga menyebut, fakultas harus punya kewenangan mengatur KKN jenis tematik kompetensi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami siap untuk menjadi garda terdepan terkait perjuangan KKN kompetensi bisa dikelola fakultas kembali. Jangan salahkan kami jika ini menjadi isu besar di Unmul, kemungkinan Pak Susilo (Ketua LP2M) saya jamin bisa turun,&rdquo; ancamnya.</p><p style="text-align: justify;">Dahlia, mahasiswa lain turut bersuara. Ia menyayangkan ketiadaan asuransi bagi mahasiswa KKN tahun ini yang langsung dibalas tegas Defung. &ldquo;KKN setiap tahun ada yang namanya asuransi, sedangkan tahun ini sama sekali ada walaupun tahun sebelumnya membayar Rp25 ribu-Rp30 ribu. Kenapa harus ada, karena untuk meminimalisir sesuatu yang tidak diinginkan,&rdquo; kata Dahlia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang bilang tidak ada siapa? Karena sekarang tidak boleh dipungut dari mahasiswa. Saya tidak yakin asuransi tidak ada, itu jelas tidak masuk akal kalau tidak ada,&rdquo; jawab Defung.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jadi Pesuruh Musiman dalam KKN Kompetensi</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemikiran saya baru terbuka setelah saya mencari definisi KKN yang sebenarnya dan sejarahnya sampai diberlakukan di Indonesia, karena ketika mengetahui isu KKN kompetensi tahun ini dihapuskan, saya juga sempat menolak,&rdquo; cerkas Praja.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan itu cukup menohok. Pasalnya, sejak awal diskusi hanya berkutat pada tuntutan diberlakukannya kembali KKN tematik kompetensi. Namun, Praja menjelaskan pengalaman seniornya yang hanya jadi pesuruh selama menjalani KKN kompetensi di salah satu instansi. Ia malah mengusulkan PPL untuk mewadahi praktik keilmuan mahasiswa FEB sebagai jalan tengah, bukan KKN tematik kompetensi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, benar saja kalau KKN kompetensi ini dihapuskan ini menurut saya, untuk pengabdian ke masyarakatnya timpang karena kita hanya memikirkan program kerja yang mem-<em>branding&nbsp;</em>ketimbang masyarakatnya. Sedangkan tujuan dari KKN sendiri adalah pengabdian masyarakat,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan itu ditanggapi Suwondo. &ldquo;PPL oke, tapi jangan sampai PPL dilaksanakan KKN juga dilaksanakan. Itu kita rumuskan nanti, enggak usah bayang-bayang terlalu jauh. Untuk saat ini kita tetap menuntut,&rdquo; kata Suwondo sengit.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Praja rupanya diamini Defung. Ia bercerita, bahwa pada 2016 ada mahasiswa yang disuruh jadi sipir tahanan dan jaga saat lebaran. Itu belum termasuk laporan mahasiswa yang jadi tukang fotokopi di instansi. Dari kasus-kasus ini Defung melihat ada celah untuk instansi ongkang-ongkang kaki, sebab pekerjaannya dikerjakan oleh mahasiswa KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makanya saya bilang, mestinya Anda KKN sudah ada di Tridarma itu. Pendidikan, Anda sudah dapatkan dengan kuliah, kemudian penelitian dengan skripsi dan ini terakhir dengan pengabdian kepada masyarakat. Negara melalui kampus hanya meminta dua bulan. Bayangkan kalau Anda harus wajib militer seperti di Korea, mereka itu dua tahun,&rdquo; ujar Defung.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir sesi, Defung berpesan, tuntutan mahasiswa ini akan dikomunikasikan kembali dengan pihak LP2M. Tetapi, jika mahasiswa sudah telanjur memilih gara-gara takut kehabisan kuota KKN tahun ini dan memilih Mahulu atau wilayah lain yang sulit dijangkau namun tidak bisa dibatalkan, Defung meminta untuk berpikir &lsquo;<em>lets do it only two month</em>&rsquo; . Berpikir bahwa tidak akan selamanya di sana, berpikir bahwa ini tantangan untuk membangun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hape canggih dibawa ke Mahulu masih ada aja lah siynal, masih ada lah internet, masih bisa lah <em>posting-posting</em> di Instagram. Kalau nanti ternyata Anda tidak bisa berkomunikasi justru itulah momennya untuk belajar, kan kalian tidak sendirian, loh &lsquo;nanti teman sekelompok saya enggak kenal&rsquo;, justru itulah <em>challenge</em>-nya, justru itulah seninya. Anda membangun, katanya berjuang demi rakyat, jadi harus <em>fight</em>,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>erp/aml/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjemputmu dari Aksi Massa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/menjemputmu-dari-aksi-massa/baca </link>
<guid> menjemputmu-dari-aksi-massa </guid>
<pubDate> Sat, 14 Apr 2018 06:02:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: soloposfm.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/menjemputmu-dari-aksi-massa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7VddWGK1QJ.png" />
					</figure>
			                <h1>Menjemputmu dari Aksi Massa</h1>
			              </header>
			              <p>Sebelum terlelap tanpa izin pada terang lampu kamar.<br>Engkau berkata esok harus turun kumpul.<br>Bersenda gurau dengan mereka yang gemar bergurau.<br>Sambil membawa gambar-gambar dan tulisan-tulisan angkara.</p><p>Aku menolaknya dan memintamu tidak turunkan kaki.<br>Sebab lebih buruk mimpi engkau kenapa-kenapa.<br>Ketimbang naiknya harga minyak.<br>Tapi kau tak bisa berbuat lebih.<br>Ingin hidupmu untukku.<br>Tapi kaki-kakimu terpenjara dalam jabatan.<br>Terpenjara dalam amanah.<br>Terpenjara dalam sumpah.</p><p>Kupaksa kau untuk kujemput dalam setengah teriakan mereka.<br>Kau setuju dan hilang setelahnya ditelan lilin-lilin.</p><p>Esok.<br>Setengah hati kau berangkat.<br>Sedang aku sudah memutari berkali-kali tempat kau dengan mereka berteriak-teriak, nanti.<br>Memastikan khawatir tidak terlalu besar.<br>Memastikan jalanmu aman.</p><p>Tapi aku benci harus mengakui.<br>Penjaga keamanan negeri dimana-mana.<br>Mereka menikmati secangkir kopi di warung.<br>Tapi mata mereka mengawasi yang jauh.</p><p>Kesana lagi.<br>Penjaga ketertiban negeri berkumpul.<br>Melaksanakan instruksi pimpinannya.<br>Melakukan persiapan jika ada mulut-mulut sampah.<br>Yang mengganggu.</p><p>Padahal kau jauh di sana.<br>Masih menunggu yang tinggi dengan teknis-teknisnya yang nakal.<br>Yang gemar telat dan suka basa-basi.<br>Yang hobi lupa dengan agama yang tidak mengajarkannya untuk tidak tepat waktu.<br>Sambil tanganmu tentu tak berhenti.<br>Menerima dan membaca pesan-pesanku untuk mengurungkan diri.</p><p>Tapi.<br>Lagi-lagi kau bilang tak bisa.</p><p>Aku lalu menuju tempat orang-orang bersujud.<br>Tidak jauh dari sana.<br>Menunggu kabarmu tuk dijemput.<br>Karena kau bilang telah bergerak.<br>Tanpa kau sadar.<br>Tangan-tanganku bergetar kuat.<br>Tak karuan-menunggu.</p><p>Hingga panggilan memintaku mengambil penyuci.<br>Sejenak berusaha tenang bersama di bawah doa.<br>Lantas pada bagian akhir kulekaskan.<br>Berdiri dari barisan dan menuju tempat kendara.<br>Sebab pesan terakhirmu yang lambat kubaca.<br>Segera membuatku tak bisa mencium aroma.<br>Tidak bisa merasakan detaknya detik yang menyetak roma.</p><p>&ldquo;Mereka menjadi api. Memanas seperti distrik 12.&rdquo;<br>Kau ada di antaranya.</p><p>Berulang-ulang angka tentangmu kutekan.<br>Tak ada jawaban.<br>Sampai akhirnya kau menepi, tapi tak jauh.</p><p>&ldquo;Keluar dari sana. Aku ambil.&rdquo;<br>&ldquo;Tak bisa. Aku ditahan.&rdquo;<br>&ldquo;Siapa yang berani? Jika terjadi sesuatu. Tak ada segan untuk mereka.&rdquo;</p><p>Lantas kau diam dengan suara aneh yang tidak pernah kau dengar.<br>Kau menyingkir segera.<br>Menutup kuping meski banyak yang meminta.<br>Keluar dari sarang-sarang bedebah.<br>Kuhampiri dengan roda-roda yang kau peluk.</p><p>Kuminta kau melepas yang kau kenakan dan kau banggakan itu.<br>Kuberikan kau penutup yang kupakai.<br>Menyamarkan dirimu dengan pakaian lain.<br>Kau masukkan yang kau banggakan itu ke dalam tas.</p><p>Kita tinggalkan aksi massa.</p><p>Kau memelukku erat dalam kata.<br>Menciumku dalam penuh sergah maaf.</p><p>&ldquo;Aku tak tahu kalau kau seserius itu. Tegas.&rdquo;<br>Lantas aku meminta maaf atas suara-suara.<br>&ldquo;Tak apa.&rdquo;<br>Siang jadi bukti untukmu.<br>Bahwa aku yang separuh.<br>Jadi sempurna karena kau.</p><p><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><strong><em>Malahira Nur Pratama, mahasiswi Ilmu Pemerintahan, FISIP 2014.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tidak Cuma Nyinyir, Ini Aksi Warga Balikpapan Atasi Bencana Tumpahan Minyak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tidak-cuma-nyinyir-ini-aksi-warga-balikpapan-atasi-bencana-tumpahan-minyak/baca </link>
<guid> tidak-cuma-nyinyir-ini-aksi-warga-balikpapan-atasi-bencana-tumpahan-minyak </guid>
<pubDate> Sat, 14 Apr 2018 12:02:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepulan asap hitam akibat bocornya pipa milik Pertamina di Teluk Balikpapa. (Sumber foto: Sheravim/Antara) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tidak-cuma-nyinyir-ini-aksi-warga-balikpapan-atasi-bencana-tumpahan-minyak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZNF1BWzcm0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tidak Cuma Nyinyir, Ini Aksi Warga Balikpapan Atasi Bencana Tumpahan Minyak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Balikpapan yang dikenal sebagai &ldquo;Kota Minyak&rdquo; benar-benar &ldquo;ditumpahi&rdquo; minyak pada 31 Maret lalu. Tumpahan minyak tersebut sempat menghebohkan warga Balikpapan karena tercium bau gas yang menyengat. Setelah ditelusuri, ternyata bau minyak tersebut berasal dari perairan laut Teluk Balikpapan. Bahkan, bau minyak pun tercium oleh warga Balikpapan Baru yang tinggal sekitar 4 kilometer dari perairan. Tidak hanya mengeluarkan bau menyengat, tumpahan minyak tersebut juga mengakibatkan terjadinya kebakaran besar di laut.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari<em>&nbsp;Tirto.id</em>, Kepala Seksi Operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas 1 Balikpapan, Octavianto melalui pesan singkat video <em>WhatsApp</em> menginformasikan tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) terpantau sejak Sabtu (31/3) pagi di area perairan Teluk Balikpapan dan selanjutnya secara tidak terduga terjadi kebakaran sekitar pukul 11.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>Jawapos</em>, kebakaran tersebut menyebabkan dua kapal nelayan dan satu kapal kargo pengangkut batu bara, Ever Judger, ikut terbakar di tengah lautan.</p><p style="text-align: justify;">Dari tragedi tersebut dilaporkan sebanyak 20 orang selamat, satu orang mengalami luka bakar, dan lima orang ditemukan tewas. Lima korban tewas adalah warga Balikpapan yang pergi ke Teluk Balikpapan untuk memancing. Dari lima korban, seorang di antaranya merupakan nelayan profesional dan empat lainnya merupakan orang yang hobi memancing.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas tumpahan minyak mencapai 7.000 hektare. Hal itu mengakibatkan pantai di sisi Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) tercemar hingga 60 kilometer.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penyebab Tumpahan Minyak</strong><br><br>Dikutip dari <em>bbc.com</em>, tumpahan minyak di Teluk Balikpapan pada 31 Maret lalu diakibatkan oleh pipa Pertamina yang putus di kedalaman 20 meter dari permukaan laut. Pipa tersebut menjalar dari Lawe-lawe Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menuju Balikpapan.<br><br>Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Ade Yaya, kepada wartawan <em>bbc</em> mengatakan, pipa pertamina patah dan kini tengah diperbaiki. Pipa berdiameter 20 inci dengan tebal 12 milimeter itu terputus karena adanya tekanan ekstrem di dalamnya. Akibat dari putusnya pipa tersebut, minyak mentah (<em>Crude Oil</em>) tumpah ke Teluk Balikpapan.<br><br>Mengutip dari data yang diperoleh <em>kaltim.tribunnews.com</em>, penyebab putusnya pipa bukanlah karena operasional Pertamina. Sempat beberapa kali membantah, pihak PT Pertamina Refinery Unit 5 (RU V) Balikpapan akhirnya mengakui minyak yang tumpah tersebut adalah miliknya.<br><br>&quot;Minyak mentah milik Pertamina,&quot; ujar Togar MP, <em>General Manager</em> (GM) Pertamina RU V.<br><br>Sebelumnya, Togar MP berkali-kali membantah minyak yang tumpah itu berjenis <em>Marine Fuel Oil</em> dan tidak mereka produksi di kilang RU V.<br><br><strong>Aksi Nyata Warga Membersihkan Minyak dari Teluk Balikpapan</strong><br><br>Berita mengenai tumpahan minyak di Teluk Balikpapan menuai banyak reaksi. Tidak terkecuali masyarakat yang tergabung dalam berbagai komunitas dan instansi perusahaan. Mereka ikut serta dalam membantu membersihkan tumpahan minyak yang mencemari pantai sekitar.<br><br>Rabu (4/4) Laskar Pemuda Adat Dayak Kaltim-Kaltara (LPADKT-KU) berkolaborasi dengan Forum Duta Wisata Balikpapan (FDWB) menggelar acara &ldquo;Balikpapan <em>Oil Clean Up</em>&rdquo; dengan mengajak seluruh komunitas dan instansi perusahaan untuk bergabung. Sekitar 70 komunitas dan instansi perusahaan terlibat. Mereka memberikan dukungan dalam bentuk tim personil dan alat bantuan serta konsumsi. Setelah dibekali penyuluhan <em>Health</em>, <em>Safety and Environment</em> (HSE) oleh Pertamina, maka pembersihan dimulai dari membersihkan area sekitar Cafe Kilang Minyak sebagai <em>muster point</em>.<br><br>Teguh, Wakil Kepala Cabang IV LPADTKT-KU Balikpapan sekaligus <em>team leader</em> dari acara ini, saat diwawancara oleh <em>Sketsa</em> mengatakan bahwa ia cukup menyesalkan terjadinya insiden tersebut.<br><br>&ldquo;Sebagai warga Kota Balikpapan, saya pribadi cukup menyesalkan insiden tersebut, sampai menimbulkan korban jiwa dan pencemaran lingkungan,&rdquo; tuturnya. &quot;Harus dilakukan investigasi yang jelas sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi oleh instansi-instansi yang terkait,&rdquo; imbuhnya.<br><br>Lebih lanjut, Teguh mengatakan bahwa kontribusi serta sensitivitas warga Balikpapan mengenai insiden ini juga sangat membantu aksi pembersihan ini. &ldquo;Mereka mau turun langsung, tidak seperti beberapa orang yang nyinyir di media dan menyudutkan instansi terkait dengan meng-<em>copy paste</em>, namun tidak melakukan aksi nyata,&rdquo; tukasnya.<br><br>Terakhir, dirinya menegaskan bahwa aksi lapangan ini bukanlah untuk mencari sensasi belaka, namun sebagai bentuk sikap yang nyata. &ldquo;Urgensi kami adalah membantu dalam membersihkan pantai serta biota laut kami sesegera mungkin dari polusi ini agar cepat terpulihkan. Karena itu, musibah ini harus kita sikapi dengan bijak dan dewasa,&rdquo; tutupnya.<br><br>Hingga berita ini diturunkan investigasi terhadap penyebab bocornya pipa Pertamina masih dilakukan oleh pihak kepolisian Balikpapan. Sejauh ini mereka telah memeriksa 22 orang saksi mata. Mengacu Pasal 99 Ayat 1-3, pelaku pencemaran lingkungan akan terancam hukuman pidana penjara hingga sembilan tahun. Tak hanya itu, mereka juga didenda maksimal Rp9 miliar. <strong>(<em>rrd/len/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Counting Seasons </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/counting-seasons/baca </link>
<guid> counting-seasons </guid>
<pubDate> Sat, 14 Apr 2018 12:14:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: de.aliexpress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/counting-seasons/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zSa4IXtCSY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Counting Seasons</h1>
			              </header>
			              <p>Summer comes,<br>you are gone</p><p>Autumn comes,<br>and you still not here</p><p>Winter comes,<br>I still think about you</p><p>Then Spring comes,<br>I miss you a lot</p><p>Until Winter back,<br>you never come back</p><p><span><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><strong><em>Nur Elisha, mahasiswi&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>Sastra Inggris, FIB 2015.</em></strong></span><br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Facebook, Blokir atau Tidak? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/facebook-blokir-atau-tidak/baca </link>
<guid> facebook-blokir-atau-tidak </guid>
<pubDate> Sun, 15 Apr 2018 09:11:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisruh kebocoran data Facebook oleh Cambridge Analytica (foto: pusulaswiss.ch) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/facebook-blokir-atau-tidak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LXo7Pd4pKa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Facebook, Blokir atau Tidak?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Siapa yang tak kenal dengan Facebook, setelah pertama kali diluncurkan pada 4 Februari 2004 di Amerika Serikat, Facebook sukses jadi salah satu layanan jejaring sosial terbesar di dunia. Tak terkecuali di Indonesia, bahkan menurut data We Are Social dan Hootsuite, jumlah pengguna Facebook di tanah air pada 2017 mencapai 111 juta dan berada di posisi keempat dibawah Amerika Serikat (219 juta), India (213 juta) dan Brasil (123 juta) di posisi ketiga.</p><p style="text-align: justify;">Media sosial besutan Mark Elliot Zuckerberg ini akhirnya membuka kantor perwakilan Facebook di Indonesia, tepatnya pada 14 Agustus 2017, tiga hari jelang peringatan Proklamasi Indonesia. Hampir sama dengan media sosial lainnya Facebook memiliki beberapa fitur di antaranya bisa berbagi atau mengunggah foto, video, tulisan di linimasa, terhubung dan menambahkan teman, dan terus berkembang hingga untuk bisnis sekalipun.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memiliki akun facebook, pengguna harus mendaftar terlebih dahulu melalui laman facebook.com, dan mengisi beberapa informasi yang diminta. Seperti nama lengkap, email, password, nomor handphone, tanggal lahir, jenis kelamin serta melalui verifikasi email. Setelah itu pengguna bisa menggunakan Facebook.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kebocoran Data Pengguna Facebook</strong></p><p style="text-align: justify;">Banyaknya informasi pribadi yang dibagikan saat menggunakan Facebook dan media sosial lainnya membuat data tersebut rentan disalahgunakan atau bahkan tersebar luas. Baru-baru ini Facebook diterpa kasus kebocoran data penggunanya. Ada sekitar 87 juta data pengguna Facebook yang bocor, di mana 70 juta di antaranya merupakan netizen Amerika Serikat (AS).</p><p style="text-align: justify;">Indonesia juga terkena imbas dari kebocoran data ini, jadi salah satu pengguna terbesar Facebook di dunia, sekitar 1 juta data pengguna Indonesia juga tersebar. Dilansir dari laman inet.detik.com Skandal terkuak sejak data 87 juta pengguna Facebook yang sebagian besar berada di Amerika Serikat, termasuk di Indonesia, telah bocor dan disalahgunakan oleh konsultan politik Donald Trump ketika pemilihan Presiden 2016, Cambridge Analytica.</p><p style="text-align: justify;">Lantas bagaimana data pengguna Facebook bisa tersebar? Rupanya Kebocoran berawal dari aplikasi kuis berjudul &quot;This is Your Digital Life&quot; yang dirancang peneliti Inggris, Aleksander Kogan. Namun, karena lemahnya perlindungan data Facebook, kuis yang awalnya dikembangkan untuk penelitian itu tidak hanya mengambil data pengguna, tetapi juga data milik teman-temannya. Data inilah yang kemudian disalahgunakan oleh Cambridge Analytica untuk keperluan bisnis.</p><p style="text-align: justify;">Karena kasus ini CEO Facebook, Mark Zuckerberg dipanggil menghadap Parlemen AS dan dicecar berbagai pertanyaan oleh para senator. Dan sejak skandal ini terkuak, berbagai kritik datang menghujani Zuckerberg. Krisis kepercayaan pun berkembang di antara pengguna, pengiklan, karyawan, dan investor terhadapnya dan Facebook.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu adalah kesalahan saya, dan saya minta maaf. Saya yang memulai Facebook, saya menjalankannya, dan saya bertanggung jawab atas yang terjadi saat ini,&rdquo; kata Zuckerberg di hadapan 40 anggota senator yang hadir dalam rapat parlemen tersebut, dikutip dari laman inet.detik.com pada Sabtu (14/4).</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu menurut Zuckerberg, data yang diambil bukanlah data yang bersifat pribadi, melainkan data yang diatur untuk umum oleh pengguna Facebook. Seperti hari ulang tahun, halaman yang disukai, jaringan pertemanan, dan informasi yang yang diatur untuk dilihat publik, hal ini memungkinkan Cambridge Analytica meraup banyak data jika pengguna menggunakan pengaturan publik di akunnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, sejak Senin (9/4) Facebook telah mengirimkan peringatan kepada lebih dari 87 juta penggunanya yang terkena dampak kebocoran Cambridge Analytica. Akan muncul link bertuliskan &ldquo;go to apps and websites&rdquo; pada akun yang tidak dicuri datanya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, akun yang datanya telah dicuri, akan muncul tombol, &ldquo;see how you&apos;re affected&rdquo;, pengguna diharapkan menekan link tersebut untuk mendapatkan info selanjutnya. Fitur ini dapat menunjukkan aplikasi apa saja yang selama ini dipakai oleh pengguna dan informasi apa saja yang diakses oleh aplikasi-aplikasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ancaman Blokir dari Menkominfo</strong></p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kasus kebocoran data pengguna Facebook, pemerintah Indonesia pun tidak tinggal diam. Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pemerintah melayangkan Surat Peringatan pertama (SP I) tertulis kepada Facebook pada 5 April 2018 lalu. Isinya agar Facebook memberikan data pengguna yang bocor dan meminta audit aplikasi yang dikambangkan oleh mitra Facebook bahkan menutup aplikasi personality test yang berhubungan dengan kasus Cambridge Analytica.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah akhirnya dapatkan dua surat jawaban dari Facebook, namun jawaban yang diberikan pihak Facebook kurang memadai dan data yang diminta tidak disertakan. Hal ini yang membuat Facebook kembali dapatkan SP II, hingga kini Kemenkominfo masih menunggu kabar dari Facebook.</p><p style="text-align: justify;">Jika masih sama, maka Facebook terancam akan diblokir seperti pendahulunya yaitu Telegram, Vimeo, dan Tumblr. Ketentuan mengenai kemanan data pribadi sendiri sudah diatur, ketentuan itu tertuang dalam pasal 28 (c) Peraturan Menteri Kominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang perlindungan data pribadi dalam sistem elektronik.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman tribunnews.com Rudiantara selaku Mentri Kominfo mengatakan tak segan memblokir Facebook jika memang diperlukan. Tentunya mekanisme ini harus melalui prosedur dan aturan yang berlaku di Indonesia. &ldquo;Jika pemerintah harus blokir, akan diblokir,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pihak kepolisian akan segera melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan masih melakukan koordinasi dengan Kemenkominfo, hingga akan memanggil perwakilan Facebook untuk dimintai keterangannya. Kasus ini juga tak lepas dari perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari kompas.co Ketua Komisi Pertahanan DPR RI Abdul Kharis Almasyari mengatakan pimpinan Facebook Asia Tengggara akan menjelaskan soal kebocoran 1 juta data pengguna Facebook di Indonesia ke DPR. &ldquo;Sebelumnya, kami ingin pastikan dulu bocornya,&rdquo; kata Kharis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.</p><p style="text-align: justify;">Kita tunggu saja bagaiman kelanjutan dari kasus ini dan apa langkah yang akan diambil pemerintah, masih pakai Facebook? Lantas, apakah kamu setuju Facebook diblokir atau tidak?<strong><em>&nbsp;(wil/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gebyar Civic Education 7, HMPKN Adu 200 Peserta Soal Negara Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/gebyar-civic-education-7-hmpkn-adu-200-peserta-soal-negara-hukum/baca </link>
<guid> gebyar-civic-education-7-hmpkn-adu-200-peserta-soal-negara-hukum </guid>
<pubDate> Sun, 15 Apr 2018 12:31:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rangkaian GCE 7, program kerja milik Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (HMPKN) FKIP Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/gebyar-civic-education-7-hmpkn-adu-200-peserta-soal-negara-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q1wVAwzbzT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gebyar Civic Education 7, HMPKN Adu 200 Peserta Soal Negara Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -<span>&nbsp;</span></strong>Panggung utama Gebyar Civic Education (GCE) sudah sepi. Waktu itu jam menunjukkan pukul 12.00 Wita, setelah sejak pagi panggung yang terletak di aula kampus Unmul Banggeris tersebut ramai dipadati peserta dan jadi pusat helatan penutupan agenda GCE 7.</p><p style="text-align: justify;">GCE, adalah program kerja milik Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan (HMPKN) FKIP yang telah rutin digelar sejak enam tahun silam. Adapun tahun ini, adalah kali ketujuh dengan mengangkat tema &quot;Gelorakan GCE 7 sebagai Peran Negara Hukum dalam Bingkai NKRI.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian GCE 7 dimulai dengan <em>Grand Opening</em>, pelaksanaan lomba-lomba,<em>&nbsp;field trip</em>, dan terakhir, <em>Grand Closing</em>. Semua itu berlangsung sejak 6-14 April.</p><p style="text-align: justify;">Tujuannya, tak lain sebagai sarana mengembangkan potensi generasi muda dalam bidang pendidikan kewarganegaraan sekaligus sebagai pengenalan identitas negara Indonesia yang notabene negara hukum. Agar tak menjemukan, GCE dikemas dengan lomba-lomba edukatif.</p><p style="text-align: justify;">Lomba-lomba tahun ini pun bertambah, yang sebelumnya empat, di GCE 7 jadi enam dan melibatkan sekitar 200 peserta dari sejumlah wilayah di Kaltim. Ada Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), Lomba Cerdas Cermat (LCC), Debat SMP, Debat SMA, Debat Mahasiswa, Pidato SMP, dan Pidato SMA.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Antusias peserta sangat besar. Tahun ini juga HMPKN menjadi tuan rumah Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) se-Kalimantan,&quot; kata Wisnu Rian Dani, Ketua HMPKN saat ditemui Sketsa usai acara Grand Closing GCE 7.</p><p style="text-align: justify;">Kendati sedemikian bergelora, rupanya ada satu hal rutin dalam GCE yang tahun ini hilang. &quot;Seharusnya GCE selalu ditutup dengan seminar nasional, namun karena diambil alih oleh prodi, sehingga kemungkinan akan diselenggarakan terpisah. Nantinya akan mengundang Pak Mahfud MD,&quot; imbuh Wisnu.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Wisnu, tak ada kendala berarti yang ditemuinya bersama HMPKN dalam perjalanan pelaksanaan GCE 7 kecuali tempat pelaksanaan lomba yang terpisah namun acara harus diselenggarakan bersamaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Panitia harus kita bagi karena dalam satu hari ada dua lomba di tempat yang berbeda. Tapi, syukurnya bisa diatasi dengan kerja sama yang maksimal. Kalau untuk dana, kita dapat bantuan dari berbagai pihak termasuk juga prodi sangat mendukung,&quot; pungkasnya.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>bip/</em><em>dyh/anm/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kemelut Registrasi Kartu Perdana di Kalangan Mahasiswa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemelut-registrasi-kartu-perdana-di-kalangan-mahasiswa-unmul/baca </link>
<guid> kemelut-registrasi-kartu-perdana-di-kalangan-mahasiswa-unmul </guid>
<pubDate> Sun, 15 Apr 2018 12:57:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: labana.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemelut-registrasi-kartu-perdana-di-kalangan-mahasiswa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K6dkmrtdxi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kemelut Registrasi Kartu Perdana di Kalangan Mahasiswa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sesuai dengan peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) No. 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Kemenkominfo serta peraturan No. 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, Kemenkominfo memberlakukan registrasi untuk pengguna kartu SIM prabayar baru dan registrasi ulang untuk kartu SIM prabayar lama dengan menggunakan data nomor NIK dan nomor KK.</p><p style="text-align: justify;">Namun, banyak masyarakat merasa keberatan dengan ketentuan dalam Peraturan Menkominfo No.14 Tahun 2017 tentang Registrasi kartu SIM prabayar, yaitu pembatasan satu nomor NIK hanya digunakan untuk mendaftar tiga nomor seluler saja.</p><p style="text-align: justify;">Pada 28 Februari kemarin merupakan batas terakhir dalam registrasi ulang, dengan tambahan waktu tenggang 30 hari setelahnya. Jika dalam masa tenggang tidak juga melakukan registrasi, maka akan dilakukan pemblokiran dalam melakukan telepon atau mengirim SMS pada hari ke-30. Apabila tetap tidak melakukan registrasi ulang dalam 15 hari berikutnya, pemblokiran akan berlanjut pada panggilan/sms masuk. Dan apabila dalam waktu 15 hari berikutnya tetap tidak melakukan registrasi ulang maka, akan dilakukan pemblokiran layanan internet atau pemblokiran total.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, berita ini mendapat banyak pro dan kontra dari masyarakat. Dari sisi kontra, terutama dari para pedagang konter (<em>outlet</em>) seluler, dan juga dari kalangan mahasiswa yang merupakan pengguna internet aktif dan hanya memerlukan kartu data internet yang disediakan oleh pihak operator seluler.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk kartu buat telepon atau SMS sih registrasi ulang, tapi buat yang kartu kuota aku <em>nggak</em> ada <em>regis</em>,&rdquo; jawab Yulia Anggraini, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">Yuli juga menjelaskan terkadang ia mendapat pesan dari Kominfo untuk registrasi pada kartu kuota tapi lebih sering tidak. Mengenai keaktifan kartu kuota, Yuli menuturkan data internet yang tersedia tetap dapat dipakai walau tidak melakukan registrasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetep bisa dipakai kok kartunya biarpun <em>nggak</em> registrasi dulu, Cuma ya nggak bisa buat nelpon sama SMS,&rdquo; jelas mahasiswi Pendidikan Komputer 2016 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Masih satu anggapan dengan Yuli, Anggi Saufika mahasiswi Sastra Inggris FIB 2017 juga mengatakan bahwa ia tidak perlu melakukan registrasi untuk kartu data. Anggi juga menambahkan, karena kartu data tetap bisa digunakan tanpa harus registrasi terlebih dulu. Anggi bahkan mengabaikan pesan masuk dari Kominfo tentang peringatan waktu registrasi.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Muhammad Reza Munandar memaparkan keluhan cara registrasi tersebut dianggap kurang efisien, ditambah kebutuhan mahasiswa akan data internet semakin besar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena aku biasanya pake kuota yang kalo sudah habis beli baru lagi, rasaku adanya registrasi itu kan mau nggak mau kita beli paket internet dari servis operatornya. Cuma harga dari operatornya lebih mahal ketimbang beli nomor baru,&quot; papar mahasiswa Manajemen 2016 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya kurang efisien, salah satu mahasiswi dari Peternakan Faperta 2017, Asri Yulistyowati Wibowo, mengeluhkan ketidakamanan dari registrasi ulang itu sendiri. Ia juga meragukan keamanan data penduduk yang dibutuhkan oleh operator yang kemungkinan akan disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Nggak</em> ada cara efektif selain itu, kah? Dari Kemkominfo ini ada kerjasama juga nggak dengan kantor kependudukan? Secara, data semua WNI ada di kependudukan, dari akte kelahiran, KK, dan lainnya,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Asri juga menjelaskan beberapa sisi positif yang didapat dengan melakukan registrasi ulang, yang diantaranya nomor kartu seluler tidak diblokir oleh pihak operator. Hanya saja, ia menganggap hal tersebut tidak menutupi SMS penipuan akan tetap masuk, dan juga data kependudukan yang dikirim pun malah tidak aman. <strong>(<em>cin/ycp/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apa Kabar Dasar Hukum Ormawa dalam Menjalankan Sistem  Pemerintahan Kampus KM Unmul? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/apa-kabar-dasar-hukum-ormawa-dalam-menjalankan-sistem-pemerintahan-kampus-km-unmul/baca </link>
<guid> apa-kabar-dasar-hukum-ormawa-dalam-menjalankan-sistem-pemerintahan-kampus-km-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 16 Apr 2018 12:26:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Najar Ruddin Nur R, Ketua Umum DPM FKIP Unmul 2018. (Sumber: Najar Ruddin Nur R) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/apa-kabar-dasar-hukum-ormawa-dalam-menjalankan-sistem-pemerintahan-kampus-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4D7oQFkbrw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Apa Kabar Dasar Hukum Ormawa dalam Menjalankan Sistem  Pemerintahan Kampus KM Unmul?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Anggaran Dasar-Aturan Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (AD-ART KM Unmul) sudah mengatur sistem pemerintahan organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Mulawarman dengan fungsi Kekuasaan Legislatif, Eksekutif dan Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Mengacu pada Anggaran Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman pada <em>BAB VII: Aturan Tambahan Pasal 30</em> &ldquo;Setiap anggota KM Unmul dianggap telah mengetahui dan harus menaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KM Unmul&rdquo;. Sangat jelas dan tegas pedoman Ormawa harus diketahui dan ditaati oleh setiap mahasiswa dalam demokrasi di kampus. Faktanya sejauh ini, masih banyak mahasiswa Unmul menaatinya, apalagi untuk menaati. Hal sangat sakral, tapi begitu saja dibiarkan. Mungin, hanya ketika Pemira Unmul baru semua elemen mencari dasar hukum tersebut dan saling memperdebatkan.</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya pemerintahan kampus mengajarkan kita untuk hidup berdemokrasi dalam pembelajaran studi organisasi. Pernahkah kita untuk memikiran hal ini demi perbaikan sistem pemerintahan kampus? Jawabannya &ldquo;Hanya segelintir orang saja yang mau memperbaikinya dan peduli pada sistem pemerintahan kampus&rdquo;. Perlunya wawasan untuk mengubah sistem yang ada, baik secara internal universitas dan eksternal kampus. Coba lihat teman-teman yang di pulau Jawa, betapa demokratisnya mereka menjalankan pemerintahan kampus. Mereka melahirkan orang-orang yang hebat setelah menikmati hiruk pikuknya dunia kampus, tidak hanya menjabat di kampus tapi menjabat dalam sistem pemerintahan yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kalimantan, khususnya Samarinda mempunyai beberapa kampus besar seperti Unmul yang sekarang sudah memiliki akreditasi A. Tapi seyogianya, akreditasi A belum memberikan pengaruh besar kepada Ormawa kampus, khususnya dunia legislatif yang hari ini masih minim dipandang oleh mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Legislatif memang tidak seperti eksekutif yang selalu bergerak taktis dan dinamis, tapi legislatif sangatlah berbeda karena memiliki fungsi legislasi dalam pembuatan produk hukum yang ada. Mati surinya marwah legislatif karena bingung dengan fungsinya dan anggota yang tidak paham dengan fungsinya mengakibatkan kurang produktifnya legislatif dalam Ormawa. Secara politis, legislatif memiliki peran sangat penting dalam menjalankan sistem pemerintahan kampus yang demokrasi, karena legislatif bergerak berdasarkan hukum.</p><p style="text-align: justify;">Resahnya fakultas-fakultas dengan sistem yang ada dan bingungnya fakultas dalam bergerak secara sinergi, sehingga tumpang tindihnya sistem organisasi. Beberapa fakultas memang ada yang sedikit kurang aktif dengan keberadaan Ormawa Unmul dalam konstruktivisme dunia legislatif. Kejenuhan dengan sistem yang ada, maka saya mengajak mahasiswa Unmul untuk lebih memahami sejauh mana sih penting AD-ART KM Unmul di mata mahasiwa? Revitalisasi akan terjadi tapi perlu waktu untuk perubahan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Revitalisasi bisa saja mengarah pada beberapa hal, seperti penerapan sistem politik kampus dengan adanya AD-ART KM Unmul, pola rekruting semua anggota Ormawa tingkat universitas, fakultas, jurusan bahkan program studi, Pemira yang hari ini masih kurang demokratis dari sisi menyikapinya, maupun tentang sistem Garis Besar Haluan Kerja Organisasi (GBHO) Unmul. Statuta yang seharusnya mengatur secara dasar dalam tata pemerintahan kampus. Tapi nyatanya masih jauh yang diharapkan.</p><p style="text-align: justify;">Refleksi perlu dilakukan oleh semua elemen dalam kampus agar menghasilkan solusi-solusi untuk perbaikan sistem pemerintahan kampus. Perguruan Tinngi memang bukan sebuah Negara yang harus mengatur segalanya yang ada di dalamnya. Tapi perguruan tinggi adalah tempat lahirnya kaum intelektual mampu melanjutkan peradaban yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Jika memang harus adanya UUD Mahasiswa KM Unmul, maka perlu adanya tingkatan peraturan, pihak yang membuat UUD, bahkan tim khusus yang menkajinya hari ini. Refrensi-refrensi bisa kita lihat kepada teman-teman yang sudah menerapkan system UUD Mahasiswa. Reformasi sistem tata pemerintahan kampus akan terjadi jika narasi ini bukan sekedar narasi, tapi narasi yang akan diperjuangkan. Sungguh indahnya, jika <em>output</em>/pasca dari kampus bisa memahami sistem pemerintahan yang sebenarnya.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Najar Ruddin Nur R, Ketua Umum DPM FKIP Unmul 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengulas Teknik Pengumpulan Data bersama BPS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mengulas-teknik-pengumpulan-data-bersama-bps/baca </link>
<guid> mengulas-teknik-pengumpulan-data-bersama-bps </guid>
<pubDate> Mon, 16 Apr 2018 12:41:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul lakukan kunjungan ke BPS Provinsi Kalimantan Timur. (Sumber: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mengulas-teknik-pengumpulan-data-bersama-bps/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CR1jcLCahY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengulas Teknik Pengumpulan Data bersama BPS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span><span>&nbsp;</span><strong>-<span>&nbsp;</span></strong>Setelah beberapa kali melakukan kunjungan sekaligus menjalin relasi dengan beberapa pihak eksternal dalam rangka menjalankan program kerja Brain (<em>Build Relation</em>), kali ini awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa<span>&nbsp;</span></em>berkesempatan untuk mengunjungi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (10/4) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sekitar pukul 09.00 Wita, awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa<span>&nbsp;</span></em>tiba di gedung kantor BPS Provinsi yang beralamat di<span>&nbsp;</span><a href="https://maps.google.com/?q=Jalan+Kemakmuran+nomor+4&entry=gmail&source=g">Jalan Kemakmuran nomor 4</a>. Kedatangan tersebut disambut hangat oleh Margaret Mariana atau yang akrab disapa Ana selaku Sub Tata Usaha Kepegawaian. Ia mempersilakan rombongan untuk masuk ke ruang rapat. Di dalam terdapat meja-meja panjang mengisi bagian tengah ruangan dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Pantulan cahaya lampu warna kuning menerangi ruangan dengan nuansa cokelat muda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Brain kali ini diisi Chairil selaku Kepala Seksi Integrasi dan Data dan Achmad Zaini selaku Kepala Bagian Tata Usaha BPS. Kegiatan dibuka oleh Ana, dan dilanjutkan perkenalan oleh seluruh anggota. Usai sesi perkenalan, Khairil memulai pertemuan dengan membahas cara pengumpulan dan pengolahan data untuk memperoleh berita yang baik. Dimulai dari perencanaan isu terkini di sekitar kampus, lalu merancang pertanyaan yang merujuk pada isu yang akan diteliti, dan diperoleh data-data baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Kemudian data-data tersebut diolah dan dianalisis hingga menjadi sebuah berita yang layak dikonsumsi untuk pembaca.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa<span>&nbsp;</span></em>sangat antusias dan mengikuti jalannya diskusi yang berlangsung selama satu jam tersebut. Beberapa pertanyaan pun dilontarkan, di antaranya seputar cara pengumpulan data survei yang representatif dan memaksimalkan sebaran kuesioner untuk mencapai target data yang diinginkan. Sesi pertanyaan juga diselingi dengan<span>&nbsp;</span><em>sharing<span>&nbsp;</span></em>pengalaman, baik dari awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa<span>&nbsp;</span></em>maupun dari pihak BPS Provinsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Materi selanjutnya dilanjutkan oleh Zaini. Ia membahas tentang peran BPS dalam menyiapkan data, serta bagaimana angka-angka statistik bisa menghitung kemungkinan jangka panjang ke depan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sekitar pukul 12.30 Wita, kegiatan Brain hari itu berakhir. Seperti biasa, pertemuan ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada BPS Provinsi sebagai bentuk terima kasih. Tak lupa sesi foto &nbsp;bersama Zaini sebagai dokumentasi kegiatan yang dihiasi dengan wajah sumringah seluruh awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>cin</em>/<em>adl</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecam Pembekuan BEM FH, Alumni FH Ancam Mundur Dekan Mahendra </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecam-pembekuan-bem-fh-alumni-fh-ancam-mundur-dekan-mahendra/baca </link>
<guid> kecam-pembekuan-bem-fh-alumni-fh-ancam-mundur-dekan-mahendra </guid>
<pubDate> Mon, 16 Apr 2018 13:54:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertemuan alumni FH yang difasilitasi oleh Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) FH Unmul pada Sabtu, 14 April di d'Lawyers Café. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecam-pembekuan-bem-fh-alumni-fh-ancam-mundur-dekan-mahendra/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XcS8AaFWJp.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Kecam Pembekuan BEM FH, Alumni FH Ancam Mundur Dekan Mahendra</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sekira pukul 17.26 Wita, Hardjuno Yudho keluar dari ruangan organisasi kemahasiswaan FH dengan membawa selembar kertas bertulis tangan dan selembar daftar hadir di tangan kanannya.</p><p style="text-align: justify;">Dua lembar kertas tersebut rupanya bukan kertas sembarangan. Keduanya merupakan bukti telah terselenggaranya pertemuan alumni FH yang difasilitasi oleh Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) FH Unmul pada Sabtu, 14 April di d&apos;Lawyers Caf&eacute;. Juno, yang juga cawapres BEM FH waktu itu turut hadir sebagai yang diminta menjelaskan duduk perkara mengapa BEM FH bisa sampai dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan tersebut memang membahas SK pembekuan BEM FH bernomor 34/KM/2018 yang dikeluarkan dan ditetapkan Dekan FH Mahendra Putra Kurnia pada 27 Februari sebagai jawaban atas kebuntuan hasil Pemira FH 2018. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan yang berakhir pukul 18.00 Wita itu menghasilkan dua kesimpulan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bisa di lihat di sini ada dua hasil. Pertama, dekan harus mencabut SK pembekuan bernomor 34/KM/2018. Dan yang kedua, apabila dekan tidak segera menandatangani SK BEM terpilih, maka silakan mengundurkan diri sesuai komitmennya,&quot; kata Juno membacakan isi berita acara saat ditemui <em>Sketsa</em> Minggu, (15/4).</p><p style="text-align: justify;">Berita acara tersebut masih berupa tulisan tangan. Di akhir, ada tanda tangan Yulianto selaku Ketua DPO yang juga merupakan Presiden BEM FH pertama tahun 2000.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Juno, ada dua pertimbangan sebelum akhirnya dua kesimpulan itu ditetapkan. Pemira FH beberapa waktu lalu, kata dia, sebenarnya sudah menemukan presiden dan wakil presiden BEM FH terpilih berdasarkan hasil Pemira yang ditetapkan oleh DPM FH.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, sebelum BEM FH dibekukan, Mahendra diketahui sempat mengeluarkan pernyataan siap mundur dari jabatannya jika kelak menandatangani SK presiden BEM FH terpilih. Keputusan Mahendra membekukan BEM FH ini dinilai alumni tak bijak. Mengingat, fungsi BEM yang begitu penting dalam kehidupan sebuah fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dekan bertahan di keputusannya membekukan. Nah, kalau sampai dia menandatangani SK BEM, maka katanya dia siap mundur. Itu yang dianggap oleh alumni. Bahwa, apabila dekan tidak bisa menjalankan tugas dan fungsinya ya silakan mengundurkan diri sesuai komitmennya kemarin itu,&quot; cergas Juno.</p><p style="text-align: justify;">Berita acara tersebut telah diserahkan kepada Mahendra hari ini Senin, (16/4) untuk kemudian dinanti jawabannya tiga hari kemudian.<br><br>&quot;Kita tunggu tanggapan dulu dari dekan. Seandainya enggak diterima, kembali ke DPO lagi akan bagaimana menyikapinya. Mungkin akan ada pertemuan lagi, mungkin ya. Kita enggak tahu juga karena kita beda ranah dengan alumni,&quot; ujar Juno.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Alumni FH Adalah <em>Backing</em>-an Cipta-Juno?</strong><br><br>Berdasarkan daftar hadir yang diperlihatkan Juno kepada <em>Sketsa</em>, sedikitnya ada 15 alumni yang kala itu hadir. Beberapa di antara mereka adalah mantan presiden BEM FH terdahulu yang kesemuanya kini telah bergelar SH di belakang namanya.<br><br>Kendati diundang dalam pertemuan, Juno membantah dikatakan mendapat <em>backing</em>-an dari alumni dan para seniornya pada pertarungan Pemira FH. Bagi Juno, pertemuan tersebut semata-mata membahas keberlangsungan BEM &nbsp;FH yang juga menjadi tanggung jawab presiden BEM FH yang dulu-dulu.<br><br>&quot;Kalau dibilang <em>backing</em>-an, jelas enggak ya. Buat apa sih kita pakai <em>backing-backing-</em>an. Yang hadir ini presiden-presiden BEM FH terdahulu, kecuali tidak ada garis yang menghubungkan FH dengan mereka, itu baru. Pertemuan ini memang karena banyaknya pertanyaan di alumni dan Pemira sudah terlalu lama juga,&quot; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cipta-Juno Tak Terima Kekalahan?</strong><br><br>Tak cuma soal kasak-kusuk punya backing-an gara-gara hadir pertemuan, perihal &apos;tak terima kekalahan di Pemira&apos; pun dibantah Juno.<br><br>&quot;Sekarang pertanyaannya gini, yang menang itu siapa sekarang?&quot; ucapnya memulai penjelasan soal menang-kalah di Pemira FH.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, Mahendra pernah menawarkan dua opsi dalam audiensi ketiga Pemira FH, yakni Pemira ulang atau BEM FH dibekukan. Waktu itu, kubu Cipta-Juno memang getol menolak Pemira ulang namun tak pernah memberikan komentar setiap tawaran wawancara <em>Sketsa</em> datang.<br><br>Dalam wawancara kali ini, Juno akhirnya buka suara. &quot;Kami menolak Pemira ulang itu karena pasangan Adi-Ma&apos;ruf saat verifikasi kan mencabut berkas, karena dianggap tidak lolos berkas oleh BPPR. Hari itu dia cabut berkas, besoknya melakukan gugatan. Nah, dasar dia menggugat itu di mana? Berarti kan dia sedang tidak mengikuti kompetisi? Kan sudah cabut berkas, terus apa yang mau diproses lagi?&quot; cecar Juno.<br><br>Lebih lanjut Juno mengatakan, dari sederet audiensi yang tak kunjung menemui hasil, ia dalam audiensi ketiga nyaris setuju pada opsi Pemira ulang namun bersyarat.<br><br>&quot;Kalau berkas mereka (Adi-Ma&apos;ruf) di BPPR masih ada, saya mau Pemira ulang, tapi kan enggak ada. Karena kan mereka minta Pemira ulang dengan pasangan yang ada sebelumnya. Nah, saya minta kalau mau begitu, buktikan berkas masih ada di BPPR. Kalau berkas kami jelas masih ada,&quot; tantangnya.<br><br>&quot;Kita juga minta keadilan di sini. Ada yang menang, terus yang kalah cabut berkas kemudian menggugat dan minta Pemira ulang. Kalau secara logika, menurut saya ini tidak logis,&quot; imbuhnya.<br><br>Bagi Juno, Pemira adalah ajang kompetisi. Yang mana sudah pasti ada menang ada kalah. &quot;Dari hasil BPPR, kami yang menang. Maka kami akan terus meminta hasil kemenangan kami itu. Artinya, kami yang akan mengisi BEM,&quot; pungkasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Mahendra enggan memberikan tanggapan apa pun terkait Pemira FH. Termasuk pertanyaan soal apakah lembar berita acara sudah ada di mejanya atau belum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maaf sebelumnya, sebagaimana yang sudah-sudah. Sejauh permasalahan mengenai Pemira, saya tidak akan mengeluarkan <em>statement&nbsp;</em>apa pun,&quot; jawabnya singkat. <strong>(<em>aml/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kolaborasi PKM untuk Warga Kampung Pulung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kolaborasi-pkm-untuk-warga-kampung-pulung/baca </link>
<guid> kolaborasi-pkm-untuk-warga-kampung-pulung </guid>
<pubDate> Tue, 17 Apr 2018 11:11:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kali ini menyasar ke salah satu kampung di sudut kota, tepatnya di Kampung Pulung, Bukit Pinang, Samarinda. (Foto: Diyah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kolaborasi-pkm-untuk-warga-kampung-pulung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LmHYjUzRky.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kolaborasi PKM untuk Warga Kampung Pulung</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menjadi salah satu ajang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk berbagi dan berkreasi. PKM kali ini menyasar ke salah satu kampung di sudut kota, tepatnya di Kampung Pulung, Bukit Pinang, Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kampung Pulung, ada alasan di balik nama kampung tersebut. Masyarakat yang menetap di Kampung Pulung sehari-sehari bekerja sebagai pemulung, hingga akhirnya kampung yang semula bernama Kampung Pinang berganti menjadi Kampung Pulung. Hal ini juga yang menjadi tujuan dari PKM yang baru dibuka pada Kamis (12/4) lalu bersama para warga, yakni memberdayakan masyarakat tersebut agar dapat berkembang menjadi lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Ainur Basirah Mulya, Ketua PKM mengatakan penyusunan proposal telah dilakukan sejak setahun lalu. Ada lima aspek yang ditekankan, di antaranya bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan seni. Semuanya berkolaborasi dengan mahasiswa Unmul dan pihak lain yang terkait dengan rumpun kelimuan dari kelima aspek tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Di bidang pendidikan nanti mau bekerjasama dengan BEM FKIP. Sabtu dan Minggu dipakai untuk ibu-ibu di sini pelatihan mengolah sampah, rencananya teman-teman FEB yang akan mengawal proses pelatihan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada juga disampaikan Ricky Prayanto, Ketua Divisi Sosial Masyarakat (Sosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). &ldquo;Ke depannya kita mau ajarkan mengolah sampah. Ibu-ibunya (di Kampung Pulung) cuma mulung aja, mereka senang karena dibayar. Padahal hasilnya enggak seberapa. Nah, kita ini maunya lebih dikreasikan lagi,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Ricky, program ini akan mereka jalankan selama dua bulan, terhitung dari Mei hingga Juni. Sejauh ini kerja sama dari BEM FEB hanya melalui divisi Sosmas yang beranggotakan tiga orang.</p><p style="text-align: justify;">Sedang dari sisi lingkungan, akan bekerjasama dengan BEM Fakultas Pertanian. Untuk mengajarkan cara menanam sayuran di <em>polybag</em>, yang juga akan berkolaborasi dengan Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Kaltim. Selain itu, KOPHI Kaltim juga akan membina dalam bidang seni.</p><p style="text-align: justify;">Ainur yang merupakan mahasiswi dari Fakultas Kedokteran ini nantinya akan memberikan penyuluhan bidang kesehatan. Fokus utamanya adalah seputar Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Cara agar program dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di antaranya dengan melakukan pendekatan dengan mengetahui kebiasaan dan ikut berbaur dengan hal tersebut. Salah satunya adalah kebiasaan lambe.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contohnya kalau saya ada program kerja namanya sore nge-lambe. Lambe itu singkatan dari Langkah Cepat Hidup Bersih dan Sehat. Kami memanfaatkan ibu-ibu di sini yang suka ngerumpi, kita akan isi rumpinya dengan materi yang bagus, misalnya menu makanan sehari-hari yang harus ada,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan pertama kalinya Kampung Pulung menerima bantuan. Empat tahun yang lalu, kampung ini menerima binaan dari Beastudi Etos, khusus untuk memberikan bimbingan belajar untuk sekitar dua puluh anak di Kampung Pulung. Habis masa program yang dijalankan Beastudi Etos, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Kaltim melanjutkan dalam pemberian bantuan dan pembinaan kepada masyarakat hingga akhirnya diserahkan kepada PKM agar lebih fokus untuk dijalankan. Rencananya program belajar mengajar akan dilanjutkan oleh PKM setiap Senin dan Kamis.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung nama Kampung Hepar di dalam proposal pengajuan PKM untuk tempat belajar anak-anak di Kampung Pulung, Ainur menjelaskan maksud nama tersebut. &ldquo;Kenapa namanya Hepar, karena kebetulan ketua timnya saya dan dari kesehatan. Biasanya bisa lolos PKM pendanaan itu kalau judulnya berkaitan dengan ilmu yang digeluti oleh si ketua. Hepar itu bahasa kedokteran, artinya hati. Jadi itu pemaknaannya kita di sini itu ya kerja dengan hati. Tapi bisa juga kepanjangannya <em>Healty</em>, <em>Colour</em><em></em>&nbsp;<em>Up</em>&nbsp;<em>and Recreation</em>,&rdquo; jelas Ainur.</p><p style="text-align: justify;">Ke depannya, program PKM akan selesai dalam target hitungan tiga bulan. &ldquo;Dalam artian semua luaran yang direncakan dalam proposal harus sudah terjadi, seenggaknya 70%. Misal perekonomian meningkat, itu ada di dalam proposal kami, itu harus sudah terlaksana,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Budi Yamin, salah stau masyarakat di Kampung Pulung merasa senang dengan adanya PKM di daerahnya. &ldquo;Kalau kita sih sejujurnya senang. Saya kan selama ini belum pernah nyentuh masalah daur ulang, biasanya ya gitu-gitu aja. Kapan lagi, kan? Kalau enggak ada gagasan dari adek-adek mahasiswa,&rdquo; ucapnya antusias.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang telah tinggal di Kampung Pulung sejak tahun 1995 ini berharap dengan adanya bantuan berupa binaan dari PKM ini dapat berlanjut. &ldquo;Mudahan ini dilanjut aja terus, enggak berhenti di tengah-tengah. Kita sudah antusias, kalau sampai di tengah jalan, wah gimana ya,&rdquo; harapnya. <strong><em>(dyh/nnd/ycp/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tentangan Demi Tentangan untuk Pedoman Sivitas Akademika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tentangan-demi-tentangan-untuk-pedoman-sivitas-akademika/baca </link>
<guid> tentangan-demi-tentangan-untuk-pedoman-sivitas-akademika </guid>
<pubDate> Tue, 17 Apr 2018 11:27:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keberadaan Pedoman Etika Sivitas yang telah disahkan Rektor dinilai mahasiswa cacat prosedur. (Sumber foto: berita-sulsel.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tentangan-demi-tentangan-untuk-pedoman-sivitas-akademika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FwMkuxl4Mb.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Tentangan Demi Tentangan untuk Pedoman Sivitas Akademika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Keberadaan Pedoman Etika Sivitas yang telah disahkan Rektor Masjaya pada 27 Desember 2017 dinilai mahasiswa cacat prosedur. Aturan yang semestinya dibahas lalu disosialisasikan, justru sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Pun pada pasal 21 butir ke-13 yang menyebutkan bahwa melakukan demonstrasi tanpa seizin pihak kamus termasuk kategori pelanggaran berat buat mahasiswa. Hal ini dinilai bentuk kebiri gerakan dalam berekspresi dan menyampaikan pendapat. Tapi, itu baru salah satu.</p><p style="text-align: left;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengimani-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengimani-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, <em>Sketsa</em> juga telah mewawancara Freijae Rakasiwi selaku Gubernur BEM FEB, sebagai salah satu BEM yang telah mengkaji pedoman ini.</p><p style="text-align: left;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menggugat-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menggugat-pedoman-etika-sivitas-akademika/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Presiden BEM KM Unmul, Rizaldo pun menyayangkan proses publikasi pedoman yang &quot;terbalik.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Persoalannya adalah SK ini sudah diterbitkan, sudah disahkan, baru disosialisasikan. Ketika sosialisasi itu kita langsung merespons beberapa aturan yang menurut kita tidak tepat, jadi jatuhnya pada usulan tawaran revisi,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Rizaldo mengatakan, Encik berkata akan ke fakultas dulu baru kemudian ke lembaga kemahasiswaan tingkat universitas untuk sosialisasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi sampai sekarang itu belum diagendakan. Kita masih menunggu untuk proses revisi yang relevan yang tidak merugikan civitas terkait,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun di tubuh BEM KM Unmul sendiri, konsolidasi terkait pedoman ini sudah beberapa kali dilakukan dan akan terus direspons berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menentang Aturan dalam Pedoman</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya lupa di pasal mana ada poin yang mengatur larangan kegiatan malam, menginap di sekre, dan juga mengenai demonstrasi harus izin itu,&quot; ujar Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Poin yang dimaksud Aldo adalah poin 11, 13, dan 14 masih di pasal 21. Yang bunyinya masing-masing adalah, (11) Melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang mengganggu kegiatan akademik dan ketentraman kampus. (13) Melakukan demonstrasi tanpa seizin pimpinan fakultas atau universitas. (14) Menjadikan gedung pusat kegiatan mahasiswa sebagai tempat tinggal untuk menginap tanpa alasan yang dibenarkan.</p><p style="text-align: justify;">Aldo menilai tiga hal tersebut adalah aspek yang berkaitan dengan kehidupan mahasiswa, terutama yang berorganisasi. Tiga hal tersebut tak seharusnya dibatasi atau yang lebih parah, masuk dalam kategori pelanggaran.</p><p style="text-align: justify;">Malahan, di era kepemimpinannya, Aldo mengaku punya rencana menghidupkan suasana malam di Unmul yang telah lama meredup.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Justru sebaliknya, di zaman saya ini, saya ingin menghidupkan nuansa kegiatan malam untuk membangkitkan kembali ruh, gerakan-gerakan atau aktivitas mahasiswa di malam hari. Entah berdiskusi, bedah buku, apa pun. Bahkan, ide-ide gerakan itu kadang muncul dini hari.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pengalamannya menjabat Gubernur BEM FKIP 2017, aturan jam malam pun pernah diwacanakan. Aturan ini bermuara dari keinginan kampus membuat fakultas jadi otonom. Waktu itu di FKIP, aktivitas ormawa hanya diperbolehkan sejak pukul 6.00 pagi hingga 18.00 sore. Namun, berhasil ditolak saat audiensi menjadi pukul 22.00 malam dengan catatan wajib bersurat.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu di Fakultas Teknik, Fakultas Kehutanan, dan Fakultas Kedokteran, sepengetahuan Aldo, aturan jam malam benar-benar diterapkan. Sedangkan fakultas lain masih ada yang bebas menginao atau beraktivitas sampai jam berapa pun di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sampaikan atas nama BEM KM Unmul kita menolak. Saya sudah teruskan juga ke BEM fakultas dan mereka juga menolak. Jadi, kalau nanti diminta pendapat, kita sampaikan kita menentang aturan ini,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tak Merata dan Setengah-Setengah</strong></p><p style="text-align: justify;">Pedoman Etika Sivitas diketahui Aldo mulai dikerjakan sejak pertengahan 2017 dan disempurnakan pada 2018. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin sendiri yang mengepalai tim pembuatan pedoman tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, bagi Aldo, aturan yang dimuat dalam pedoman tersebut tidak berlaku secara merata. Sebut saja aturan jam malam yang ada namun seolah tiada. Pun pihak kampus tampak membiarkan mahasiswa yang masih beraktivitas di kampus pada malam hari. Aturan dalam pedoman dirasa tak total alias setengah-setengah dijalankan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya pernah sampaikan di forum pimpinan kampus, kalau sampai aturan ini diterapkan ke semua lembaga mahasiswa fakultas, saya yakin yang menentang aturan ini adalah orang-orang yang menghuni Student Center (SC). Bisa goyang ini SC.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Lebih-lebih, menurut Aldo, belum semua fakultas tahu mengenai adanya pedoman ini. Sebab, baru lima fakultas yang disambangi tim Encik dan mengonfirmasi kepada dirinya terkait rancangan evaluasi dari sosialisasi tersebut yakni FISIP, FKIP, FEB, FKTI, FPIK. Sisanya? Belum jelas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya begitulah. Kalau berbicara mengenai komitmen, aturan ini ternya tidak diimplementasikan secara total,&quot; cergas Aldo.</p><p style="text-align: justify;">Meski menentang dan menganggap pedoman etika cacat prosedur, mahasiswa Pendidikan Sejarah ini melihat upaya revisi dari tim pembuat pedoman dengan mendengarkan masukan-masukan saat sosialisasi. Dan lagi-lagi, itu akan dimaksimalkan demi terciptanya pedoman etika yang tidak membebani salah satu elemen civitas academica Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita sudah agendakan untuk konsolidasi semua fakultas terkait ini. Ketika semua lembaga, termasuk kita di universitas sudah mendapat sesi sosialisasi,&quot; tandasnya. <strong><em>(aml/nnd/kky/arr)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usut Buram KKN 44, Jarvo Lakukan Audiensi dengan LP2M </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usut-buram-kkn-44-jarvo-lakukan-audiensi-dengan-lp2m/baca </link>
<guid> usut-buram-kkn-44-jarvo-lakukan-audiensi-dengan-lp2m </guid>
<pubDate> Wed, 18 Apr 2018 11:44:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jaringan Advokasi (Jarvo) Unmul menyambangi Kantor LP2M Unmul. (Foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usut-buram-kkn-44-jarvo-lakukan-audiensi-dengan-lp2m/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RW7ptrtb8L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usut Buram KKN 44, Jarvo Lakukan Audiensi dengan LP2M</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Senin, 16 April kemarin nampaknya seluruh kawasan Samarinda kota diguyur hujan. Beruntung hujan mulai mereda ketika beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Advokasi (Jarvo) Unmul menyambangi Kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kunjungan Jarvo Unmul kali ini dalam rangka audiensi untuk menindaklanjuti isu KKN 2018 ke-44 yang sempat meresahkan. Ditemani Komandan Jarvo, Ma&apos;ruf, mereka akhirnya digiring ke ruang rapat lantai 3.</p><p style="text-align: justify;">Setelah menunggu selama 15 menit, Esti Handayani Hardi selaku Ketua Tim Pengembangan Program KKN bersama timnya memasuki ruang rapat. Audiensi dibuka oleh Sekretaris LP2M, Prof. Enos Tangke Arung. Di depan peserta audiensi, Prof. Enos menjelaskan tahun ini pihaknya mencoba menghapus sistem birokrasi lama menjadi sistem berbasis <em>online.</em></p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa alasan, pergantian sistem ini dianggap mempermudah mahasiswa dalam melakukan pendaftaran KKN dan juga menghindari hal-hal yang tidak <em>fair</em>. Kendati demikian, masalah yang dihadapi pun sama merepotkannya, seperti <em>server</em> dan sistem yang macet.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Prof. Enos juga menyebutkan ada banyak mahasiswa yang datang untuk menghindari lokasi KKN yang jauh, namun di samping itu, Prof. Enos tetap antusias dan menginginkan mahasiswa Unmul agar mandiri dan sportif. Ia sedikit menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu mengunjungi pelosok Kalimantan. Ia pun kaget ketika kegiatan selesai, ia mendapati papan bertuliskan &lsquo;KKN UGM&apos; dan ia heran kepada mahasiswa Unmul yang tak ingin ke pelosok tanah ibunya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau jadi mahasiswa bagus, tapi rakyatnya sediri enggak tahu, kan aneh dan lucu,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, ketika mendapat lokasi KKN di desa, mahasiswa lebih dihargai oleh masyarakat di sana ketimbang di kota. Diakui Prof. Enos, mahasiswa tak bisa mengandalkan biaya KKN yang berasal dari potongan UKT. Oleh sebab itu, ia berpesan agar BEM KM Unmul mengajukan usul kepada rektorat prihal UKT khusus KKN untuk menanggung semua kebutuhan KKN. Ia pun berharap, tahun depan pihaknya bisa mendorong semua fakultas untuk bisa bergabung dengan LP2M guna menyelenggarakan KKN serentak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap teman-teman BEM bisa menyuarakan UKT khusus KKN kepada pihak rektorat,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian Wakil Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Miftahul Mubarok mengajukan beberapa pertanyaan, di antaranya server yang sering <em>down</em> sehingga membuat para mahasiswa kebingungan, kuota KKN per fakultas, model KKN, kejelasan kuota lokasi KKN yang sudah penuh atau belum, lokasi penempatan KKN yang belum jelas, transparasi dana KKN yang diberikan kepada mahasiswa, serta sosialisasi KKN yang dirasa masih kurang.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Esti, ia mengaku sejak Februari lalu timnya telah meracang&mdash;program KKN&mdash;dengan berdiskusi bersama LP2M dari universitas lain dan 10 kota/kabupaten yang bersangkutan. Berdiskusi langsung dengan Balai Pendidikan Masyarakat Desa (BPMD) serta kepala desa untuk menanyakan masalah, potensi serta peluang yang ada di desa masing-masing secara umum. Kemudian para peserta mengembangkan program yang telah dirancang oleh LP2M sehingga peserta KKN tidak lagi membuat program sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebutkan bahwa fakultas satu dengan yang lain tak akan berebut kuota desa yang disediakan, sebaliknya, mahasiswa hanya bersaing dengan fakultas yang sama. Selanjutnya, sistem <em>floating</em> yang dibuat sekadar mempermudah pembagian mahasiswa ke masing-masing desa dengan dasar menentukan kriteria masalah dan potensi yang akan dihadapi oleh 7-10 orang sesuai kebutuhan desa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika daftar kota/kabupaten sudah hilang, LP2M membuka base 2 dengan mengisi CV yang telah disediakan di situs <em>kkn.unmul.ac.id</em>. Data terakhir yang disampaikannya ada sekitar 190 mahasiswa yang telah mendaftar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami menjamin semua mahasiswa yang berhak untuk mengambil dan mengikuti mata kuliah KKN akan terakomodir namun lokasinya tidak bisa dipilih, kami yang akan mengacak, kecuali Samarinda<span lang="EN-US">&mdash;tidak masuk dalam daftar</span>,&rdquo; tekannya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, hal ini akan didiskusikan kembali bersama 9 kabupaten, jika disetujui maka akan dimasukan kedalam KKN <span>Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (</span>PUPR) yang bekerjasama dengan kementrian PUPR yang akan menentukan desa-desa yang terpilih sebagai desa PUPR.</p><p style="text-align: justify;">Esti bersama Prof. Susilo dan Prof. Enos sepakat untuk tema tahun ini adalah Peningkatan Peranan Unmul dalam Kemandirian Desa melalui KKN. Program ini akan dirancang untuk lima tahun ke depan dan ia ingin tahun ini lebih <em>systemable,</em> sebab pada tahun sebelumnya ia tak mendapat <em>output</em> apapun dari mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun memastikan bahwa tahun ini pihaknya akan adil dan tidak mamfasilitasi hal-hal yang menyangkut perpindahan lokasi KKN. Sejak awal dibukanya pendaftaran sudah ada sekitar 250 mahasiswa yang memohon untuk pindah lokasi khususnya ke Samarinda. Namun, ada pengecualian terhadap 2 mahasiswa yang memiliki penyakit khusus masing-masing dari FMIPA dan FPIK. Nantinya pihak LP2M akan mengeluarkan SK khusus supaya tidak menyalahi SOP dan aturan yang sudah mereka buat.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menampik tudingan tidak siap ketika jadwal pendaftaran yang dimundur hingga 29 April. Esti menegaskan pada saat itu LP2M sedang membereskan semua pendaftaran KKN Tematik yang membutuhkan seleksi ketat. Pun agar para mahasiswa yang telah mendaftar tidak kebingungan ketika mereka dinyatakan lolos atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Sejak pertama kali pendaftaran dibuka, <em>server</em> yang disediakan tidak mendapat masalah berarti. Namun, tepat tengah malam hingga Jum&apos;at <em>server</em> mengalami masalah. Kumudian pihaknya langsung mencari akar permasalahan yang ternyata berada dibagian IT. Beruntung <em>server</em> kembali aktif Jum&apos;at malam. <strong><em>(fqh/snh/adl/dor/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Euforia Hadapi Tes Masuk PTN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/euforia-hadapi-tes-masuk-ptn/baca </link>
<guid> euforia-hadapi-tes-masuk-ptn </guid>
<pubDate> Thu, 19 Apr 2018 13:02:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber ilustrasi: jpnn.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/euforia-hadapi-tes-masuk-ptn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c5FRx5p7Yx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Euforia Hadapi Tes Masuk PTN</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA -</span></strong><span>&nbsp;Selasa (17/4) kemarin menjadi hari yang mendebarkan bagi sebagian siswa SMA se-Indonesia. Hari itu merupakan pengumuman hasil tes jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). P</span><span>ukul 17:00 WIB pengumuman&nbsp;</span><span>calon mahasiswa yang lulus di 85 perguruan tinggi negeri (PTN) melalui web&nbsp;</span><em><span>pengumuman.snmptn.ac.id</span></em><span><em>&nbsp;</em></span><span>dibuka secara serentak. Tampilan kotak warna hijau dengan tulisan lulus SNMPTN tentunya menjadi harapan bagi mereka.&nbsp;</span><span>Unmul sebagai &nbsp;PTN terbesar di Kalimantan Timur tentunya ikut menjaring calon mahasiswanya baru melalui jalur ini.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hafidhah Faras Shakinah, salah satu nama yang masuk ke dalam daftar yang lulus SNMPTN di Unmul. Perempuan yang akrab disapa Faras ini merupakan siswi dari SMA N 3 Samarinda.</span><span>&nbsp;Ia dinyatakan lulus di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik. Faras hanya memilih Teknik Geologi sebagai satu-satunya jurusan saat pendaftaran Maret lalu. Begitu pula dengan PTN, ia hanya memilih Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena hanya diperbolehkan di Unmul. Jadi saya fokuskan saja sekalian. Awalnya sempat mikir milih Unmul atau universitas lain, tapi karena menurut saya emang udah bagus dan udah akreditasi A jadi saya milih Unmul,&quot; ujarnya melalui aplikasi LINE.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal yang sama juga bagi Muthia Nurul Maisyah. Siswi SMA Negeri 2 Muara Badak ini dinyatakan lolos SNMPTN. Ia mengaku senang ketika mengetahui bahwa sebentar lagi akan menjadi mahasiswi&nbsp;</span><span>Ilmu Hubungan internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)&nbsp;</span><span>di Unmul. &quot;Senang, <span>terharu juga bisa di terima di Unmul,&quot; katanya.&nbsp;</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya dari SMA, beberapa siswa SMK juga mengikuti jalur SNMPTN. Resi Adesona, siswi dari SMK Negeri 14 Samarinda ini menjadi salah satunya. Sesuai pilihannya, ia lulus di jurusan Bimbingan Konseling di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Resi mengungkapkan perasaannya ketika dinyatakan lolos seleksi, &ldquo; Perasaannya, entahlah antara syok, senang, gak nyangka. Ini <em>mah</em> rasanya lebih dari ditembak gebetan&rdquo; ungkapnya senang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SBMPTN, Langkah Kedua Menembus PTN</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) menjadi langkah selanjutnya bagi mereka yang dinyatakan tidak lulus di SNMPTN. Jalur tes tertulis ini akan dilaksanakan pada 8 Mei mendatang. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, SBMPTN akan dilaksanakan bersamaan dengan daftar ulang bagi calon mahasiswa baru yang lulus SNMPTN.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa waktu lalu, panitia pusat mengeluarkan peraturan baru terkait sistem penilaian SBMPTN tahun ini.</span><span>&nbsp;Sistem penilaian baru tersebut terdiri dari 3 tahap. Yang pertama, skor 1 untuk seluruh jawaban benar, dan skor 0 untuk jawaban yang salah atau tidak diisi. Kedua, para peserta akan menganalisis jawaban dari tingkat kesulitan soal menggunakan pendekatan Teori Respons Butir. Dan yang terakhir, soal dengan kategori sulit mendapat bobot lebih tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beragam tanggapan muncul dari calon peserta SBMPTN. Ikha Patricia, mengaku hanya sedikit mengetahui mengenai perubahan itu.</span><span>&nbsp;Bagi Ikha, perubahan sistem seperti ini cukup menyulitkan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sistem SBMPTN 2018 kini agak sulit, soalnya main poin dan katanya yang menyeleksi itu langsung dari pusat. Untuk sistem yang sekarang kita harus benar-benar mempersiapkannya dengan serius dan maksimal,&quot; keluhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Berbeda, <span>Adelia Noor Fadila siswi dari SMAN 5 Samarinda menilai baik sistem baru tersebut.&nbsp;</span><span>&quot;Sebenarnya bagus aja sih, &nbsp;<em>gak&nbsp;</em>ada nilai minus lagi kan, jadi kita bisa jawab soalnya tanpa mikirin nilainya bakal dikurangin. Cuma karena ada tingkatan nilainya gitu tetap harus belajar lebih giat lagi biar dapat skor yang tinggi,&quot; terangnya.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>fir/ysm/ayd/pia/sii/nit/rth</span></strong></em><span><em><strong>/adl)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senjakala PMII, Indonesia dan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/senjakala-pmii-indonesia-dan-unmul/baca </link>
<guid> senjakala-pmii-indonesia-dan-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 20 Apr 2018 12:17:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agus, Ketua Cabang PMII Kota Samarinda. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/senjakala-pmii-indonesia-dan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p8o6WsKXgz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senjakala PMII, Indonesia dan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>58 tahun silam, tepatnya pada 17 April 1960 di Surabaya, lahir sebuah organisasi kemahasiswaan dengan membawa bendera keagamaan, bernama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman <a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en-GB&q=http://pmii.or.id&source=gmail&ust=1524312571818000&usg=AFQjCNFT9PkMS_uZGWuSCu0T8KY68R1W3g" href="http://pmii.or.id/" target="_blank"><em>pmii.or.id</em></a><span>,&nbsp;</span>lahirnya PMII kala itu berawal dari keinginan kuat kaum muda dan mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendirikan sebuah organisasi kemahasiswaan yang menaungi mereka secara nasional. Kendati sudah ada beberapa organisasi yang berafiliasi, rupanya dianggap belum mampu membendung hasrat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Terjadinya perpecahan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan NU juga jadi salah satu faktor pendorong terbentuknya PMII. Kemudian, sepakat mengusung ideologi ahlussunnah waljama&apos;ah atau senantiasa tegak di atas Islam berdasarkan Al-Quran dan hadis. Tujuannya ialah membentuk pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah Swt, berbudi luhur, cakap, dan bertanggung jawab serta setia memperjuangkan cita-cita kemerdekaan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya sebagai wadah memperjuangkan aspirasi kaum muda, PMII belakangan juga dimaksudkan sebagai alat memperkuat partai politik NU, yang mana anggota PMII diarahkan sebagai kader muda. Tak terima, PMII pada 1973 akhirnya mendeklarasikan diri untuk independen terhadap NU. Selang setahun kemudian, NU pun memutuskan untuk melepaskan diri dari identitas partai politik dan tidak lagi ikut-ikut politik hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana organisasi nasional yang melekatkan Indonesia di belakang namanya, PMII juga sama. Ada kaki-kaki PMII baik regional daerah maupun perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada 16/4, Agus, Ketua Cabang PMII Kota Samarinda menyebutkan, cabang PMII bermacam-macam. Jika di tingkat pusat namanya Pengurus Besar (PB-PMII), di tingkat provinsi Pengurus Koordinator Cabang (PKC-PMII), di tingkat kota Pengurus Cabang (PC-PMII), di tingkat perguruan tinggi disebut komisariat, dan di tingkat fakultas disebut rayon.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di Unmul sendiri ada 10 rayon. Ada FHUT, Faperta, FISIP, FMIPA, FKIP, FKTI, FIB, FEB, FH, dan FT. Kalau saya sendiri dulu awalnya dari rayon Kehutanan, kemudian menjadi Ketua Komisariat PMII Unmul dari tahun 2015,&rsquo;&rsquo; terang Agus.</p><p style="text-align: justify;">Di usianya yang menginjak lebih dari setengah abad, PMII telah memiliki sedikitnya tiga ratus cabang di berbagai daerah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di Samarinda dan Unmul alhamdulillah ada peningkatan. Dulu hanya ada beberapa rayon saja, tapi hari ini sudah ada 10. Ini bukti bahwa PMII tidak redup dari organisasi lainnya. PMII termasuk organisasi terbesar,&rsquo;&rsquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Eksistensi dan Kontribusi PMII</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Soal kasus penistaan agama, kami tetap tidak akan melewati NU sebagai yang menaungi. Makanya perlu ada beberapa pertimbangan dan juga pernyataan sikap,&quot; kata Agus.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut ia mengatakan, PMII, sebagai organisasi yang berlandaskan Islam, termasuk organisasi yang akan bersikap keras atas kasus-kasus berbau agama, sebut saja kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) hingga puisi kontroversial milik Sukmawati Soekarnoputri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita pun harus mengamati betul-betul apakah memang orang itu menistakan agama atau tidak. Kita jangan terlalu cepat merespons tanpa kita diskusikan. Jika benar menistakan maka, akan betul-betul kita perjuangkan,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam keseharian, PMII Kota Samarinda dan Komisariat Unmul kerap menggelar diskusi maupun agenda yang fokusannya penguatan ilmu keislaman dan moralitas.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dilakukan sebagai wujud kontribusi PMII dalam memajukan kaum muda Islam lewat pendidikan karakter yang sarat nuansa keagamaan.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti sampai di situ, PMII pun acap kali menyoroti kinerja pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemarin yang betul-betul diperjuangkan oleh jajaran pusat sampai daerah juga adalah persoalan UU MD 3 yang memang kita ketahui akan mempersulit lagi ruang gerak mahasiswa. Maka dari itu PMII juga menyuarakan aspirasi itu,&quot; bebernya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Asa untuk PMII</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam menyambut hari jadi PMII ke-58, Komisariat PMII Unmul dan kampus lain di Samarinda berencana mengadakan harlah di Masjid Al-Fatihah Unmul pada 21 April mendatang. Acara juga sekaligus dirangkaikan dengan Gerakan Unmul Mengaji.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya berharap, PMII tetap berkibar. Sebab, tantangan PMII ke depan akan semakin berat. Kita memperjuangkan dan mengawal NKRI dari gerakan-gerakan yang ingin mengganti ideologi negara ini dengan ideologi yang lain,&rsquo;&rsquo; tandasnya. <strong>(<em>nnd/asr/yun/eno/aul/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Because You </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/because-you/baca </link>
<guid> because-you </guid>
<pubDate> Sat, 21 Apr 2018 05:51:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: johaneybesiata.devianart.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/because-you/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZvUp8CI6Th.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Because You</h1>
			              </header>
			              <p>Everyday will be brighter with me around<br>But when it is going dim, I can only look down,<br>My looking is going forward<br>Because you look at me.</p><p>I believe in you with all my heart,<br>But what do I do when it&apos;s torn apart?<br>My faith will be stronger<br>Because you frustrated me</p><p>Because you...<br>Because of you...</p><p><span><strong><em>Ditulis oleh M. Deva Douhan, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2015.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memaknai Emansipasi dari Kartini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memaknai-emansipasi-dari-kartini/baca </link>
<guid> memaknai-emansipasi-dari-kartini </guid>
<pubDate> Sat, 21 Apr 2018 12:01:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Malpaleni Satriana, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memaknai-emansipasi-dari-kartini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HhCy7tVcSR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memaknai Emansipasi dari Kartini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&ldquo;Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam,&rdquo; ungkap salah satu perempuan hebat Indonesia, Raden Ajeng Kartini.</p><p style="text-align: justify;">Kartini, namanya tertulis indah dalam catatan sejarah bangsa Indonesia. Menjadi salah satu pejuang Indonesia, terutama perannya dalam memperjuangkan emansipasi kaum perempuan. Ia memberi harapan dan cahaya bagi perempuan tanah air agar mendapat pendidikan dan kesempatan untuk berkarya, tanpa membeda-bedakan dengan apa yang didapat oleh kaum pria pada masanya.</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan hari ini, tiap 21 April diperingati sebagai hari Kartini yang menjadi momen untuk kembali menghargai jasanya. <em>Sketsa&nbsp;</em>menemui beberapa perempuan yang juga menjadi bagian dari civitas academica Unmul. Salah satunya Malpaleni Satriana, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Malpa, Hari Kartini dapat dimaknai sebagai bentuk pergerakan pendidikan dan emansipasi perempuan yang sudah selayaknya untuk dirayakan dengan kontribusi secara intelektual untuk mengenang jasa seorang Kartini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di mata saya, seorang kartini sekarang dapat dikenang melalui tulisan-tulisannya yang menggambarkan sosok wanita yang cerdas dan berintelektual,&rdquo; ucapnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di tengah kesibukannya sebagai dosen yang mendidik sejumlah mahasiswa, Malpa yang merupakan dosen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini juga tengah mengasuh anaknya yang masih berusia tiga bulan. Tentunya ada suka duka dalam pembagian perannya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dukanya belum ada aturan untuk wanita karir yang bisa disepakati tentang pengasuhan dan pendidikan anak sesuai dengan kebutuhan anak,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun di sisi lain, ia mampu mengawasi perkembangan anak setiap saat. Terlebih di tengah maraknya kasus penculikan, pedofilia, dan kejahatan lainnya yang menyasar ke anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya merasa bersyukur dan beruntung karena dikelilingi dengan orang yang mampu mentoleransi, mendukung dan membantu saya,&rdquo; tutur dosen pengampu mata kuliah Metode Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini ini.</p><p style="text-align: justify;">Malpa berharap mahasiswi Unmul dapat berkembang menjadi &nbsp;perempuan yang cerdas dan berpendidikan tinggi. Sebab nantinya akan menghasilkan anak-anak yang cerdas pula. &ldquo;Wanita yang sukses adalah wanita yang mampu menjalani peran sebagai ibu, istri, sekaligus menjadikan dirinya berarti untuk orang lain, itu baru kartini <em>zaman now</em>,&rdquo; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Malpa, Irma Surayya Hanum, selaku dosen pengampu mata kuliah Filsafat di FIB juga turut memaknai Hari Kartini. Baginya, Hari Kartini merupakan pengingat bahwa sosok perempuan itu tidak lagi sebagai perempuan yang berada dalam penindasan kelompok laki-laki.</p><p style="text-align: justify;">Seperti apa yang diperjuangkan Kartini, perempuan mempunyai hak untuk menerima dan menerima pendidikan. Perempuan juga mempunyai hak untuk menjadi mengatur dirinya sendiri bukan diatur oleh kekuasaan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, perempuan bukan tugasnya terus harus di dapur, masak, melahirkan, mengurus anak, mengurus suami. Tidak diciptakan hanya sekadar untuk itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai perempuan, ia juga mengajak kepada perempuan lainnya untuk tidak takut dan ragu untuk menunjukkan dirinya. &ldquo;Tunjukkan dirimu dengan kemampuanmu dan perempuan itu mampu. Kita tidak lagi harus dibatasi atau harus merasa terbatasi,&rdquo; tegasnya. <strong>(<em>epl/ysm/nul/mrf/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Latihan Kepemimpinan Sylva Indonesia 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/latihan-kepemimpinan-sylva-indonesia-2018/baca </link>
<guid> latihan-kepemimpinan-sylva-indonesia-2018 </guid>
<pubDate> Sun, 22 Apr 2018 06:29:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: Sylva Indonesia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/latihan-kepemimpinan-sylva-indonesia-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Fgd882YEm9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Latihan Kepemimpinan Sylva Indonesia 2018</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menggalang Kepemimpinan Rimbawan Muda Untuk Memproteksi Hutan Tersisa di Indonesia&rdquo; menjadi tema yang di usung oleh Sylva Indonesia (SI) di tahun 2018 ini. Berangkat dari menurunnya luas hutan di Indonesia tiap tahun dengan tingkat laju kerusakan yang mencapai 2 juta hektar per tahun. Keadaan ini merupakan kemunduran Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdampak pada Sumber Daya Alam (SDA) khususnya hutan Indonesia. Saat ini, luas hutan yang dimiliki Indonesia berkisar &plusmn;120 juta hektar. Sehingga saat ini Indonesia membutuhkan SDM yang mampu mengelola hutan secara adil, lestari, dan berkelanjutan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam bidang kehutanan yaitu hutan lestari dan masyarakat sejahtera. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>SI sebagai organisasi profesi kehutanan yang telah berdiri sejak tahun 59 tahun yang lalu. Dengan tetap konsisten untuk membangun dan meningkatkan kualitas rimbawan melalui pengembangan karakter kepemimpinan mahasiswa kehutanan Indonesia di setiap tahun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Latihan Kepemimpinan Sylva Indonesia (LKSI) 2018 ini diikuti oleh sekitar 300 Mahasiswa dari 47 perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam Tubuh Sylva Indonesia termasuk 42 Universitas yang ditetapkan sebagai Pengurus Cabang Sylva Indonesia (PCSI) dan 5 universitas sebagai Pengurus Cabang Persiapan Sylva Indonesia (PCPSI) dan Mahasiswa dari berbagai fakultas di Unipa serta perguruan tinggi yang ada di Manokwari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>LKSI ini juga merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mana memberikan ruang belajar mahasiswa ditengah masyarakat papua secara langsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketidakhadiran Sekjen SI tidak mengubah kehikmatan dan tidak berpengaruh pada berlangsungnya agenda. dengan semangat juang ketulusan, Panitia Sylva Unipa melaksanakan tugasnya di agenda LKSI kali ini dengan dengan lancar dan sangat memuaskan. Sylva Unipa yang saat ini dipimpin oleh Ade Olivias Samber sebagai Unit Pelaksana Tugas (UPT) LKSI di rakernas SI 2017 lalu. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari, Papua Barat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&nbsp; &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tujuan dari diadakannya LKSI 2018 ini yaitu:</span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membangun dan mengembangkan karakter kepemimpinan pada mahasiswa Kehutanan.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendorong terciptanya pemimpin yang mampu memberikan solusi terhadap masalah di sektor kehutanan</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membangkitkan perjuangan Sylva Indonesia dalam upaya melindungi hutan di Indonesia.&nbsp;</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&nbsp;Kegiatan ini juga dihadiri oleh:</span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor Universitas Papua oleh Ir.Jacob Manusawai,M.H Papua</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dekan Fakultas kehutanan Unipa oleh Ir. Bernadus B.Rettop.M.Si</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KLHK RI diwakili oleh Bapak Djoko Tri widodo</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DIRJEN KSDA E KLHK diwakili oleh Dr.widada, MM</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DPR RI oleh Robert. J Kardinal pada Komisi 4 DPR RI</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DUTA BESAR Inggris untuk Indonesia</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DUTA BESAR Norwegia untuk Indonesia</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dewan Kehutanan Nasional</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akademisi Kehutanan Universitas Papua</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Ikatan Alumni UNIPA</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Ikatan Rimbawan dan Alumni Fahutan UNIPA</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gubernur Papua Barat</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bupati Manokwari</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bupati Pegunungan Arfak</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Manokwari&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Taman Nasional Teluk Cendrawasih</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yayasan Paradisea</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KAMUKI</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bentara Papua</span><span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KOMMARI PAPUA</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PERDU</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>LP3BH</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>SMK Kehutanan Manokwari</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Seminar Nasional LKSI</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda pertama LKSI diselenggarakan di Gedung Mansinam Manokwari pada 16 maret 2018. Dibuka dengan Seminar Nasional LKSI oleh Kepala Pusdiklat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta penandatangann Nota Kesepahaman Magang Nasional Sylva Indonesia oleh Fitriyani Sinaga selaku Ketua Dewan Perwakilan Sylva Indonesia dengan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. &nbsp;kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya dengan workshop latihan kepemimpinan,&nbsp;</span><span>Training of Tarainer, Fieldtrip</span><span>&nbsp;dan Malam Rimbawan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seminar Nasional ini menghadirkan 11 pemateri nasional yang berasal dari masing-masing lembaga yaitu dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Akademisi Kehutanan UNIPA, DPR RI, NGO, dan Duta Besar Luar Negeri. Pemabahasan dalam seminar ini adalah situasi kehutanan Indonesia saat ini dan peran rimbawan muda untuk melindungi dan mengelola hutan Indonesia serta komitmen Internasional dalam manjaga hutan Indonesia untuk kestabilan iklim dunia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kehiatan ini berlangsung selama 6 hari, Mahasiswa Kehutanan seluruh indonesia yang mengikuti kegiatan ini juga dituntut agar mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam LKSI kepada masyarakat serta meningkatkan kompetensi diri dalam menghadapi permasalahan yang ada di masyarakat dalam sektor kehutaan sebagai solusi. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Fieldtrip</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pasca pemberian materi dan TOT dihari sebelumnya, SI melakukan&nbsp;</span><span>Fieldtrip</span><span>&nbsp;ke Mokwam, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat pada tanggal 19 -20 Maret 2018. Fieldtrip ini bertujuan untuk memperlihatkan beberpa spot wisata alam dan kearifan lokal yang ada di Papua Barat. Perjalanan menuju hutan sekitar 5 jam dengan medan yang sangat curam dan jalanan terjal. Dalam Fieltrip kali ini tertuang didalamnya kegiatan studi lapangan,&nbsp;</span><span>camping ground</span><span>, Pengamatan berbagai Keanekaragaman hayati seperti burung intar, kupu-kupu dan satwa serta flora lainnya. SI juga turut melakukan bakti sosial dengan mngunjungi para warga dan salah satu sekolah dasar di desa Kwau dengan memberikan beberapa buku dan alat tulis untuk tingkat SD, SMP dll. Dilanjutkan dengan diskusi dan berbagai informasi dengan pengelola Hutan Mokwam oleh Bapak Hans bersama warga setempat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Malam Rimbawan</span></strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>21 Maret 2018, menjadi penutup dari rangkaian agenda LKSI 2018, dalam agenda ini turut menghadirkan segenap sivitas akademika Unipa, serta Ikatan Alumni Kehutanan Unipa. Penutupan LKSI ini sekaligus mempererat kekerabatan dan penanaman harapan-harapan Positif Sylvais untuk keberlangsungan generasi dan hutan yang lestari. Acara ini dilangsungkan di lapangan terbuka, bertempat di depan Aula Utama Fakultas Kehutanan Unipa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini, Sylva Indonesia dapat melahirkan pemimpin yang bertanggung jawab dan mengaktualisasikan Nilai Dasar Rimbawan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong><span>Ditulis oleh Fitriyani Sinaga&nbsp;</span></strong></em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ketua Dewan Perwakilan Sylva Indonesia.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Absennya Tiga BEM Fakultas dalam Konsolidasi BEM se-Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-absennya-tiga-bem-fakultas-dalam-konsolidasi-bem-se-unmul/baca </link>
<guid> di-balik-absennya-tiga-bem-fakultas-dalam-konsolidasi-bem-se-unmul </guid>
<pubDate> Sun, 22 Apr 2018 11:12:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi dan konsolidasi pimpinan BEM se-Unmul di Ruang Chairil Anwar, FIB. (Foto: Faqihendry) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-absennya-tiga-bem-fakultas-dalam-konsolidasi-bem-se-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LdTh9Afmet.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Absennya Tiga BEM Fakultas dalam Konsolidasi BEM se-Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-</strong> Sebagaimana diketahui, Sabtu 8 April kemarin, BEM KM Unmul menggelar diskusi dan konsolidasi pimpinan BEM se-Unmul di Ruang Chairil Anwar, FIB. Sayangnya, tak semua perwakilan BEM fakultas hadir. BEM FISIP, BEM FT, dan BEM FPIK adalah tiga yang absen.</p><p style="text-align: justify;">(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-bem-se-unmul-seragamkan-gerak-satukan-persepsi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-bem-se-unmul-seragamkan-gerak-satukan-persepsi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Ketiganya kompak mengatakan kala itu memiliki agenda lain di waktu yang bertepatan dengan pelaksanaan diskusi dan konsolidasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Waktu itu kami memang sedang ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Anggota BEM FISIP hanya bisa dihitung jari juga membuat kami tidak bisa membagi siapa yang pergi ke undangan BEM KM itu,&quot; ujar Richardo Ricard, Wakil Presiden BEM FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Richardo, Ketua BEM FT Yoga Pratama Khatulistiwa pun sama. Ia mengaku sudah konfirmasi kepada Sukmawati, Menteri Kolaborasi Mahasiswa BEM KM Unmul perihal ketidakhadiran BEM FT di pertemuan kedua karena ada kegiatan lain yang lokasinya jauh dari Samarinda. Hal itu ia sampaikan saat pertemuan perdana konsolidasi dan diskusi pimpinan BEM se-Unmul di Rektorat Unmul, Minggu, (1/4).</p><p style="text-align: justify;">Karena kalah suara, pertemuan kedua tetap dilangsungkan tanpa kehadiran BEM FT. &quot;Pertemuannya itu bersamaan sama agenda perekrutan BEM FT yang posisinya ke arah Balikpapan. Enggak ada yang bisa mewakili untuk hadir di FIB,&quot; sergah Yoga.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, alasan absennya BEM FPIK dikatakan Ketua BEM FPIK Mohammad Alif Syahrizan, dikarenakan saat itu ia tengah mengikuti aksi serentak Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia untuk memperingati Hari Nelayan Nasional di Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebetulan ada undangan delegasinya untuk menghadiri aksi tersebut, dan saya mewakili perikanan Unmul,&rdquo; terangnya saat ditemui Jumat (20/4) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Sementara bersamaan dengan hari itu juga, wakilnya tidak dapat diturunkan sebab memiliki jadwal praktium. Namun, Alif mengatakan telah menyampaikan permohonan maaf dan izin kepada pihak BEM KM Unmul sebab tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sikap Mengambang Ketiga Fakultas&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Baik BEM FISIP maupun BEM FT, rupanya tak hanya dikenal sama-sama kerap kontra dengan BEM KM Unmul. Keduanya pun sama-sama belum bisa memastikan sikap soal bergabung atau tidak dalam Jaringan Advokasi Mulawarman (Jarvo) dan Garuda Mulawarman (Garmul). Alasannya kompak, harus berkoordinasi dulu di internal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami juga harus koordinasi di internal, di forum MPM (Majelis Perwakilan Mahasiswa) seperti apa. Agar nanti ketika kami mengambil keputusan itu tidak hanya dari BEM, tapi seluruh mahasiswa FISIP,&quot; ucap Richardo.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Richardo mengatakan perbedaan kebutuhan tiap fakultas hingga jurang pemikiran yang terjal antara BEM FISIP dengan BEM KM Unmul menjadi faktor bergabung harus dipertimbangkan.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa prodi Administrasi Negara itu mencontohkan BEM KM Unmul yang melibatkan militer saat ajang penerimaan mahasiswa baru dua tahun terakhir. Dan itu dirasanya bertentangan dengan yang dipahami BEM FISIP bahkan sumpah mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nah ketika gabung, otomatis kita dianggap menyetujui itu. Jangan sampai aliansi ini tidak sejalan dengan kita. Kita patut waspada,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Yoga juga sama. Namun, menurutnya, selain masih harus berkoordinasi dalam forum Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FT, ia menganggap BEM FT tak bisa terikat dalam satu aliansi tertentu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami juga tidak mau terikat, karena kalau terikat di aliansi artinya kan harus ikut terus-terusan. Nah, itu yang tidak bisa kami janjikan,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Yoga, tujuan setiap BEM fakultas dan BEM KM Unmul harus selaras demi menghindari perpecahan di kemudian hari saat memutuskan satu payung aliansi. Kendati demikian, ia mengaku tak menutup diri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya enggak tahu ya ini dinamakan konsisten atau enggak. Tapi, kalau memang ada hal yang secara bersama kita suarakan, ya kenapa enggak,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak jauh berbeda dengan BEM FISIP dan BEM FT, BEM FPIK mengaku masih harus mempertimbangkan terkait isu yang akan diangkat nantinya di internal. Mereka memilih untuk mengkaji dan menyamakan persepsi terlebih dahulu dengan pemahaman BEM FKIP terkait urgensi mengangkat isu tersebut. Namun, Alif menyatakan pihaknya siap menghadiri jika ada undangan pembahasan atau diskusi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan saya anti terhadap BEM KM dan pergerakannya, tetapi saya melihat dulu. Ketika ada isu yang mau diangkat atau diaspirasikan, kami kaji dulu. Kalau menurut kami sesuai, maka kami siap mengawal,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menilai memang perlu adanya pertemuan semacam konsolidasi tersebut tersebut menjadi sebuah wadah penyatuan pemikiran agar nantinya tercipta satu pemikiran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harapkan memang seperti itu. Nanti muaranya akan menemukan titik tengah dari permasalahan kenapa sering bertentangan dengan BEM fakultas,&rdquo; ujarnya. <strong>(<em>aml/adl/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perbedaan Sistem Arah Masuk-Keluar di Gunung Kelua dari Sebelumnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perbedaan-sistem-arah-masuk-keluar-di-gunung-kelua-dari-sebelumnya/baca </link>
<guid> perbedaan-sistem-arah-masuk-keluar-di-gunung-kelua-dari-sebelumnya </guid>
<pubDate> Sun, 22 Apr 2018 11:26:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu rute pintu keluar di Jalan Muara Kaman. (Sumber: Agustini Aulia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perbedaan-sistem-arah-masuk-keluar-di-gunung-kelua-dari-sebelumnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C6dVle8PkA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perbedaan Sistem Arah Masuk-Keluar di Gunung Kelua dari Sebelumnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><span><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong></span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Setelah uji coba 26-30 Maret, lalu jeda satu pekan di minggu pertama April, pada tanggal 9 sistem jalur masuk-keluar di Unmul kembali berlaku. Ada sedikit perubahan di pemberlakuan yang kedua ini.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sebelumnya sistem jalur masuk-keluar digagas dalam pertemuan pihak rektorat dengan Jaringan Advokasi Mulawarman. Saat itu jalur masuk-keluar dicoba selama satu minggu, persisnya di pekan terakhir Maret. Setelah uji coba pertama, tak tunggu lama pihak rektorat segera mengevaluasi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;S</span></span><span><span>etelah dievaluasi hasilnya sistem ini tidaklah efekti</span></span><span><span>f. S</span></span><span><span>ebab terlalu padat pengguna jalan</span></span><span><span>&nbsp;maka di</span></span><span><span>ubah jalurnya</span></span><span><span>,</span></span><span><span>&quot;&nbsp;</span></span><span><span>kata&nbsp;</span></span><span><span>Rahardiono Erwin</span></span><span><span>,</span></span><span><span>&nbsp;Kepala Sub Tata Usaha&nbsp;</span></span><span><span>kepada<em>&nbsp;</em></span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ketika uji coba pertama hanya ada dua jalur yang dibuka sebagai arah masuk dan keluar. Di Jalan Muara Kaman (simpang tiga Bank BNI) sebagai arah masuk, sementara Jalan Gunung Tabur (simpang empat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) dipakai untuk rute keluar. Terjadi penumpukan kendaraan di dua titik tersebut.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>(Baca:&nbsp;</span></span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&amp;q=https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menilai-sistem-arah-masuk-keluar-di-kampus-unmul-gunung-kelua/baca&amp;source=gmail&amp;ust=1524482063946000&amp;usg=AFQjCNGtdBwlG5nbMEPF3nLmgzsqFVqBFg" href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menilai-sistem-arah-masuk-keluar-di-kampus-unmul-gunung-kelua/baca" target="_blank"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menilai-sistem-arah-masuk-keluar-di-kampus-unmul-gunung-kelua/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menilai-sistem-arah-masuk-keluar-di-kampus-unmul-gunung-kelua/baca</a></span><span><span>)</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sadar akan hal itu, rektorat merespons. Tak cuma mengubah rute, tetapi juga menambah jalur baru. Rahardiono mengatakan Jalan Tanah Grogot (simpang tiga Masjid Al-Fatihah) yang pada penerapan pertama portalnya ditutup, kali ini dibuka sebagai jalur masuk bersama dengan Jalan Gunung Tabur. Menjadikan ada dua titik masuk. Sedangkan Jalan Muara Kaman dialihkan sebagai satu-satunya arah untuk keluar kendaraan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rahardiono pun menjelaskan, jalur masuk-keluar ini belum secara resmi diterapkan. Pemberlakuan ini hanya uji coba lanjutan dari yang sebelumnya. Hal lain yang membedakan adalah masa penerapannya berlangsung lebih lama yakni satu bulan.</span></span><span></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;K</span></span><span><span>ita menginginkan kerja</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>sama dengan B</span></span><span><span>EM</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>f</span></span><span><span>akultas dan B</span></span><span><span>EM</span></span><span><span>&nbsp;KM&nbsp;</span></span><span><span>Unmul. B</span></span><span><span>ersama untuk memantau dan meninjau terkait apakah ini sudah baik atau tidak untuk diterapkan ke&nbsp;</span></span><span><span>depannya</span></span><span><span>,</span></span><span><span>&quot;&nbsp;</span></span><span><span>pungkas Rahardiono</span></span><span><span>.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span><strong>(<em>dyh/aul/wal/aml</em>)</strong></span></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sensasi Bekerja di Bawah Tekanan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/sensasi-bekerja-di-bawah-tekanan/baca </link>
<guid> sensasi-bekerja-di-bawah-tekanan </guid>
<pubDate> Sun, 22 Apr 2018 12:24:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster FilmThe Devil Wears Prada. (Sumber: reviewmantra.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/sensasi-bekerja-di-bawah-tekanan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NOKpd39B8r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sensasi Bekerja di Bawah Tekanan</h1>
			              </header>
			              <p>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: The Devil Wears Prada (2006)<br>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Komedi, drama<br>Studio &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 20th Century Fox<br>Sutradara : David Frankel<br>Produser &nbsp;: Wendy Finerman<br>Cast &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Anne Hathaway, Merry Streep, Emily Blunt, Stanley Tucci, Simon Baker, Adrian Grenier<br>Durasi &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 120 menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kita harus bisa berkorban untuk dapat pekerjaan yang kita mau. Tapi perlu dipikirkan juga, apakah benar pekerjaan itu yang kita mau? Apakah pengorbanan kita sebanding dengan apa yang akan kita dapat? Lalu, bagaimana kalau kita banyak berkorban untuk sesuatu yang sebenarnya tidak kita mau? Film ini menggambarkan kehidupan kerja yang tak seindah dan tak semudah ekspektasi kalian.</p><p style="text-align: justify;">Film yang dirilis tahun 2006 ini bercerita tentang kisah Andrea Sachs (Anne Hathaway) atau biasa dipanggil Andy, merupakan calon wartawan yang baru lulus dari Northwestern University. Meskipun ia mengejek kedangkalan industri <em>fashion</em>, ia mendapatkan pekerjaan di mana &ldquo;satu juta perempuan akan rela membunuh untuk itu&rdquo;, yaitu sebagai asisten pribadi junior Miranda Priestly (Meryl Streep), kepala editor majalah <em>Runway Fashion</em>. Andy berencana satu tahun bersama Miranda dengan harapan nantinya akan mendapatkan pekerjaan sebagai reporter atau penulis di tempat lain.</p><p style="text-align: justify;">Masalahnya, Miranda adalah seorang editor dan juga pimpinan kantor majalah <em>Runway Fashion</em> yang sangat dikenal di dunia publikasi hingga memimpin kantor majalah tersebut menjadi sukses. Tentu saja, sifatnya yang kejam, sinis, dan sangat perfeksionis akan hal-hal detail serta mudah mengambil keputusan tanpa memperhitungkan keberadaan orang lain sudah menjadi santapan sehari-hari bagi Andy dan karyawan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Andy yang baru bekerja dan tidak terlalu mengerti <em>fashion</em>, akhirnya menjadi asisten dari editor yang sangat perfeksionis soal fashion itu. Tak pelak, Andy akhirnya harus pontang-panting untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan Miranda, seperti mengantarkan anak-anak Miranda ke sekolah, membelikan kopi untuk Miranda, dan waktu makan siang yang diterima Andy hanya 15 menit di luar Sabtu dan Minggu. Miranda berkilah hal tersebut ia lakukan kepada Andy karena menurutnya Andy tidak memiliki rasa fashion, dilihat dari cara berpakaiannya yang tidak <em>stylish</em> sama sekali. Mau tidak mau, Andy harus memperbaiki selera dan pengetahuannya tentang <em>fashion</em>, sehingga pantas menjadi asisten Miranda.</p><p style="text-align: justify;">Film ini diangkat dari novel laris karangan Lauren Weisberger yang terbit pada tahun 2003 dengan judul yang sama. Uniknya, Lauren pernah bekerja dalam industri <em>fashion</em>, sehingga sangat terasa aura industri <em>fashion</em>-nya hingga diangkat menjadi film. Walau termasuk film lawas, namun adegan demi adegan dibuat modern dan tampak tak termakan oleh zaman. Juga terlihat bagaimana imajinasi sang sutradara David Frankel yang menyatukan berbagai elemen sumber daya manusia, teknologi, penokohan, serta adegan dalam konflik. Jika melihat sekilas dalam <em>trailer</em>-nya, pemilihan latar yang meliputi lokasi syuting, pengaturan waktu dalam film ini terasa hidup, dan dialog yang diatur secara sempurna oleh sang sutradara.</p><p style="text-align: justify;">Film ini sesungguhnya dapat menjadi sebuah motivasi bagi para pelamar dan tentu saja pekerja yang mungkin sedang masuk ke dalam gua penuh singa. terlihat dari karakter Andy (di awal hingga sebelum akhir) itu sangatlah luar biasa. Ia tentu tak lupa untuk tetap menjadi &apos;baik&apos;. Selain itu, tersirat amanat bahwa kita harus bisa memilih apa yang baik dan menolak yang tak sesuai dengan diri kita. Tapi kisahnya sedikit melupakan bahwa di dunia kerja itu memang sangatlah keras.</p><p style="text-align: justify;">Selain disuguhi wejangan-wejangan, mata kita juga dapat menyaksikan &apos;peragaan busana&apos; berbagai artis didalamnya. Dapat dibilang film ini mahal dibagian kostumnya, terlihat dari setiap kostum yang dipakai. <em>Overall</em>, film ini tak begitu jelek namun mungkin<br>terlalu tinggi bila dikatakan luar biasa. <strong>(<em>cin/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Literasi Melalui Hari Buku Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tingkatkan-literasi-melalui-hari-buku-internasional/baca </link>
<guid> tingkatkan-literasi-melalui-hari-buku-internasional </guid>
<pubDate> Mon, 23 Apr 2018 12:31:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 23 April menjadi perayaan Hari Buku Internasional. (Sumber foto: instagram.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tingkatkan-literasi-melalui-hari-buku-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uLRyGZsxP8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Literasi Melalui Hari Buku Internasional</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&mdash; 23 April menjadi perayaan Hari Buku Internasional yang telah ditetapkan sejak 1995. Hari Buku Internasional juga diikuti dengan Hari Hak Cipta Sedunia. Bahkan, 23 April juga bertepatan dengan lahir dan meningggalnya beberapa sastrawan terkenal.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pada 1923 terdapat sebuah festival di Catalunya untuk memperingati hari kematian Saint Georgia. Ia adalah seorang tentara atau santo militer yang melindungi umat Kristen di Yunani. Saat itu juga identik dengan pemberian buku, bunga mawar dan kegiatan lain yang berkaitan dengan buku.</p><p style="text-align: justify;">Gagasan untuk mengadakan festival buku ternyata berasal dari seorang penulis asal Valencia, Vicente Clavel Andres, ia bermaksud mengadakan festival untuk menghormati meninggalnya Miguel de Cervantes Saavedra yang meninggal tepat pada tanggal dan bulan yang sama seperti Saint Georgia, namun dengan tahun yang berbeda. Cervantes dikenal sebagai novelis dengan salah satu karyanya yakni Don Quixote de la Mancha (Don Kisot) yang menjadi salah satu novel dari daftar &ldquo;Buku terbesar di Dunia Barat&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, berdasarkan sistem Kalender Gregorian yang digunakan Spanyol dan Kalender Julian yang dipakai Inggris, William Shakespare juga meninggal tepat pada tanggal tersebut. Tak hanya itu, 23 April juga merupakan tanggal kelahiran para penulis besar dunia seperti Maurice Druon, Haldor K. Laxness, Vladimir Nabokov, dan Manuel Mejia Vallejo pada tahun yang berbeda-beda.</p><p style="text-align: justify;">Sejak 2001, UNESCO menggandeng organisasi internasional yang mewakili tiga sektor industri perbukuan yakni sektor penerbit, penjual buku, dan perpustakaan secara khusus akan memilih suatu kota yang setiap tahunnya akan menjadi Ibu Kota Buku Dunia. Kota yang terpilih akan memegang predikat sebagai Ibu Kota Buku Dunia selama setahun ke depan. Dan pada tahun ini Kota Yunani di Athena telah terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia yang ke-18.</p><p style="text-align: justify;">Dengan merayakan Hari Buku Internasional, kita dapat merasakan beberapa manfaat. Pertama, kita bisa mengetahui bahwa menulis buku itu tidaklah mudah. Ya, kita akan mengerti bagaimana sulitnya menulis buku.</p><p style="text-align: justify;">Ada buku yang dilahirkan hanya memakan waktu pendek dan ada juga buku yang ditulis dalam jangka waktu yang lama. Dalam pembuatannya, setiap buku memiliki kesulitan masing-masing. Dengan merayakan Hari Buku Internasional, kamu bisa lebih mengapresiasi kerja keras para penulis.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, kita bisa merasakan seberapa menariknya membaca buku. Di era modern saat ini, masyarakat semakin jauh dari kebiasaan membaca buku. Banyak yang lebih menginginkan sumber informasi disajikan dalam bentuk audio visual.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ada sensasi berbeda yang akan kamu rasakan dengan membaca buku. Sensasi itu ialah informasi yang kamu dapatkan dalam sebuah buku jauh lebih jelas ketimbang berasal dari sebuah tontonan atau gambar.</p><p style="text-align: justify;">Dan, ketiga, kita bisa mengetahui sejarah lahirnya Hari Buku Internasional. Bahkan, dengan mempelajari sejarah itu, kamu tahu perjalanan kegiatan literasi dari zaman dahulu hingga saat ini. Selain ketiga manfaat itu, kiranya banyak manfaat lain yang bisa kamu rasakan sendiri.<strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Cara Sederhana Merayakan &nbsp;Hari Buku</strong></p><p style="text-align: justify;">Dilansir melalui <em>quipper.com</em> ada empat cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk merayakan Har Buku Internasional. Pertama, kita bisa menegaskan diri untuk tidak membeli buku-buku bajakan. Kita harus bisa menyisakan sedikit uang jajan untuk membeli buku-buku resmi.</p><p style="text-align: justify;">Harga buku orisinal pun tak terlalu mahal, kisarannya antara Rp40 ribu hingga paling mahal sekitar Rp100 ribuan. Jadi, kita tidak akan rugi mengeluarkan kocek seharga itu.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, kita bisa mencari buku-buku dari penulis-penulis yang kurang dikenal secara publik. Ternyata banyak penulis-penulis indie yang namanya tidak begitu terkenal. Nah, kamu bisa mencari penulis-penulis itu sebagai pilihan.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, kita juga bisa membeli buku asli untuk disumbangkan ke perpustakan di sekolah-sekolah, yayasan panti asuhan, atau bahkan ke komunitas pecinta buku. Dengan menyumbangkan buku, secara tidak langsung kita sudah mendukung kegiatan literasi untuk lebih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, kita pun bisa mengikuti seminar atau pelatihan menulis buku. Dengan mengikuti kegiatan tersebut, kamu bisa mengetahui bagaimana proses pembuatan sebuah buku. Sehingga, bisa lebih menghargai kerja keras penulis buku lebih dari sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Dan, masih banyak cara kreatif lain untuk merayakan Hari Buku Internasional. Intinya, kegiatan tersebut untuk mengajak masyarakat untuk membaca dan menghargai karya asli para penulis, baik dalam negeri maupun luar negeri.<strong><em>&nbsp;(arr/fqh/adn/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Arah Gerakan Baru Legislatif di Ormawa KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/arah-gerakan-baru-legislatif-di-ormawa-km-unmul/baca </link>
<guid> arah-gerakan-baru-legislatif-di-ormawa-km-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 24 Apr 2018 02:54:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Najar Ruddin Nur R,  Ketua DPM FKIP Unmul 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/arah-gerakan-baru-legislatif-di-ormawa-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C0CoWZG83e.png" />
					</figure>
			                <h1>Arah Gerakan Baru Legislatif di Ormawa KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Keresahan lembaga legislatif sebenarnya sudah lama ada di Universitas Mulawarman (Unmul), faktanya bisa dilihat dari kondisi anggota dewan yang masih dualisme dan trilisme dalam menjabat di Ormawa. Lembaga legislatif bingung dengan arah geraknya karena pedoman yang masih mendasar dan pengalaman-pengalaman para senior yang belum tertuang, hingga hari ini masih menjadi wacana ke depan perihal arah pemerintahan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Saya yakin dengan keresahan bersama lembaga legislatif harus punya arah baru untuk Unmul. Lima tahun menuju reformasi merupakan <em>tagline</em> besar mengubah sistem pemerintahan kampus Unmul. Artinya setiap tahun harus mempunyai target penyelesaian masalah legislatif demi beberapa subjek yang terkait seperti eksekutif, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), maupun Himpunan Mahasiswa (Hima).</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2018, wacana bersama harus terwujud untuk mengkaji sistem pemerintahan kampus Unmul. Kajian harus mempunyai refrensi autentik dari universitas lain, diskusi dengan senior, alumni, maupun aktivis kampus baik dari Unmul maupun dari luar. Agar gagasan yang kita bawa hari ini tidak menjadi retorika belaka.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2019, saatnya untuk publik menguji pedoman yang sudah dibuat baik revitalisasi AD-ART KM Unmul atau UUD Mahasiswa yang hari ini menjadi wacana besar di Unmul. <em>Judicial review</em> harus dilakukakan untuk mendukung gagasan yang ada bersama semua civitas academica Unmul. Produk hukum yang harus dibuat harus satu kesatuan, artinya aturan tersebut harus kompleks dan mengikat sampai ke bawah, baik dari tingkat universitas, fakultas, jurusan atau program studi.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2020, saatnya untuk penerapan produk hukum yang ada serta membenahi perangkat keanggotan yang ada demi kepemahaman teknis menjalankan produk hukum. Jika gagal, maka perlu banyak sosialiasi di seluruh elemen mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2021, saatnya mengevaluasi pedoman yang sudah ada secara besar, sasarannya agar melihat apa saja yang kurang dari atauran yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2022, implikasi seutuhnya pedoman Ormawa yang ada di KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan legislatif sebagai penentu arah sistem pemerintahan kampus sekarang ini yang didukung oleh gerakan eksekutif, UKM, maupun komunitas. <em>Range time</em> yang sudah jelas dan harus mempunyai target permasalahan yang harus diselesaikan, mau sampai kapan Unmul seperti ini terus. Semua pimpinan kampus saatnya berpikir reformasi dalam gebrakan arah baru agar tidak menjadi sebuah wacana hari ini saja.</p><p style="text-align: justify;">Saya berwacana, di Unmul sendiri mempunyai UUD Mahasiswa KM Universitas Mulawarman yang merupakan rumusan dari Statuta Unmul. Hak dan kewajiban mahasiswa ada dalam UUD Mahasiswa. Kedudukan, makna, fungsi serta motivasi harus ada dalam UUD Mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Najar Ruddin Nur R, &nbsp;Ketua DPM FKIP Unmul 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Momentum Hari Kartini dalam Srikarsinah dan Seminar Keperempuanan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/momentum-hari-kartini-dalam-srikarsinah-dan-seminar-keperempuanan/baca </link>
<guid> momentum-hari-kartini-dalam-srikarsinah-dan-seminar-keperempuanan </guid>
<pubDate> Tue, 24 Apr 2018 12:39:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemilihan Srikarsinah, salah satu ragkaian acara memperingati Hari Kartini oleh BEM FIB Unmul. (Sumber: Yasmin Mediana) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/momentum-hari-kartini-dalam-srikarsinah-dan-seminar-keperempuanan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W5PSMKJpK9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Momentum Hari Kartini dalam Srikarsinah dan Seminar Keperempuanan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong></span><span>Raden Ajeng Kartini. Salah satu pelopor dan pejuang emansipasi di Indonesia yang tak dapat dipandang sebelah mata. Berjuang demi menyadarkan bahwa perempuan adalah makhluk yang tidak bisa direndahkan. Salah satu cara untuk mengenang&nbsp;</span><span>dan menghargai sosoknya ialah melalui momentum Hari Kartini yang diperingati tiap 21 April. Seperti yang dilakukan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul, yang menggelar rangkaian acara,</span><span>&nbsp;mulai dari pemilihan Srikarsinah dan berakhir dengan seminar keperempuanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menteri Keperempuanan BEM FIB,<span>&nbsp;</span><span>Suryani Thamrin&nbsp;</span></span><span>mengatakan, Srikarsinah merupakan singkatan dari tiga nama perempuan pejuang di Indonesia, yakni Srikandi, Kartini, dan Marsinah.&nbsp;</span><span>Pemilihan Srikarsinah ini bertujuan untuk memberikan edukasi. Selama pelatihan, enam peserta yang mengikuti ajang pemilihan ini dibekali mandat yang bertujuan untuk dapat memperkuat karakter mereka. Dan diharapkan ke depannya mdapat menyebar inspirasi dan menjadi contoh bagi perempuan-perempuan di FIB lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum akhirnya terpilih, para peserta mengikuti semi-karantina selama 2 hari. Mereka diberikan pelatihan&nbsp;</span><em><span>public speaking</span></em><span>, &nbsp;kepribadian, kemudian dilanjutkan dengan<em>&nbsp;</em></span><span><em>Focus Group Discussion</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di situ mereka diasah pemikirannya, bagaimana caranya mereka berpikir dan akhirnya peduli dengan permasalahan-permasalahan perempuan. Terutama untuk di FIB sendiri,&rdquo; ujarnya kepada<span>&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (18/4)</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya Srikarsinah yang terpilih, diharapkan nantinya dapat mendukung program kerja Kementerian Keperempuanan dan dapat memberikan masukan apabila terdapat pergerakan baru yang lebih&nbsp;</span><span><em>fresh</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa yang sudah Srikandi, Kartini dan Marsinah perjuangkan itu mohon kita teruskan. Menjadi perempuan yang dapat berkontribusi terhadap pergerakan keperempuanan,&quot; harapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><span>S</span></em><span><em>ketsa</em>&nbsp;</span><span>berkesempatan menemui Mercy Oct Venny, Srikarsinah FIB 2018. Ia bercerita, mulanya ia merasa tidak yakin mengikuti pemilihan ini karena merasa kurang pecaya diri.&nbsp;</span><span>Bermula dari keisengannya melihat program-program yang ditawarkan, ia pun merasa tertantang dan memberanikan diri untuk mendaftar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span>Mercy menilai pemilihan ini bisa menjadi ajang untuk menggali potensi perempuan.&nbsp;</span>Sebagai Srikarsinah, Mercy berharap dapat menjadi perempuan yang menginspirasi. &ldquo;Saya ingin menyadarkan perempuan, bahwa di dunia ini kita harus berpendidikan, harus cerdas,&rdquo;&nbsp; kata mahasiswa Sastra Inggris 2017 ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai menggelar pemilihan sosok Srikarsinah, rangkaian agenda ditutup dengan seminar keperempuanan&nbsp;</span><span>pada Sabtu, (21/4). Bertempat di Ruang Serbaguna Rektorat lantai 4, seminar yang mengusung tema Potret Perempuan sebagai Pilar Perbaikan ini&nbsp;</span><span>menghadirkan Sulastri, Dewan Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FKIP Unmul 2017, serta Irma Surayya Hanum selaku dosen FIB sebagai pemateri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ditemui<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>,<span>&nbsp;</span><span>Sulastri menjelaskan bahwa perayaan Hari Kartini merupakan pengingat bahwa perempuan punya suara yang harus di dengar. Karena perubahan tidak bisa hanya dilakukan laki-laki, tetapi perempuan &nbsp;juga andil di dalamnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Ini juga sebagai momentum untuk kita para perempuan Indonesia untuk semakin tahu bagaimana perempuan dulu berjuang,&quot; pungkasnya. <strong style="">(<span style="font-style: italic;">epl/ysm/nul/mrf</span></strong><strong style=""><em>/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Empeka: Kami Berhak Merdeka! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/empeka-kami-berhak-merdeka/baca </link>
<guid> empeka-kami-berhak-merdeka </guid>
<pubDate> Tue, 24 Apr 2018 12:43:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pidato penguatan politik perempuan dari Putria Kalua selaku Ketua Empeka dalam aksi memeriahkan Hari Kartini. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/empeka-kami-berhak-merdeka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f5ehmvMDQr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Empeka: Kami Berhak Merdeka!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Beberapa mahasiswa Unmul menggelar sederet aksi sebagai bentuk apresiasi dan memeriahkan Hari Kartini. Seperti yang dilakukan Embrio Perempuan Merdeka (Empeka). Komunitas yang telah berdiri tepat pada Hari Kartini setahun lalu ini mengangkat tema Malam Mimbar Perempuan Samarinda Merebut Kesetaraan dalam gelarannya pada Sabtu, (21/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di halaman parkir Perpustakaan Unmul, Empeka menghadirkan beberapa rangkaian acara, yaitu pembacaan surat kartini secara estafet dari anggota Empeka, pidato penguatan politik perempuan dari Putria Kalua selaku Ketua Empeka.</p><p style="text-align: justify;">Ada juga orasi dari organisasi yang hadir dengan diselingi penampilan seni dari pengisi acara. Salah satu organisasi yang ikut berorasi adalah Jaringan Kerja Mahasiswa Kerakyatan (JKMK)-federasi mahasiswa kerakyatan-yang menjadi tim kerja Empeka dan pendukung kesetaraan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>(22/4) <em>&nbsp;</em>Putri menjelaskan makna dari &nbsp;tema yang diusung merupakan bentuk penguatan dan pembuktian mereka sebagai organisasi perempuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berhak untuk merdeka,&rdquo; tegas Putri.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya Empeka, mereka ingin mematahkan anggapan miring tentang organisasi atau pergerakan perempuan. Bahwa tidak benar jika organisasi perempuan hanya sebagai pemecah belah gerakan, atau sebagai organisasi yang eksklusif karena di dalamnya hanya perempuan saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sebagai organisasi perempuan sedang berjuang untuk mewujudkan demokrasi yang sejati, di mana tidak ada lagi penindasan dan pengkelas-kelasan,&rdquo; ucapnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Acara yang digelar ini merupakan langkah untuk memperjuangkan kebebasan perempuan dan sebagai bentuk menolak keras kontrol terhadap tubuh perempuan, poligami, serta diskriminasi terhadap perempuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perempuan harus lahir sebagai perempuan, bukan menjadi perempuan, perempuan harus merebut kemerdekaannya, merdeka dalam pikiran, merdeka dalam gerak dan merdeka dalam segala hal,&rdquo; katanya. <strong>(<em>mrf/adl</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Indonesia Darurat: Komunitas-Komunitas Menyimpang ini Makin Berani Unjuk Gigi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/indonesia-darurat-komunitas-komunitas-menyimpang-ini-makin-berani-unjuk-gigi/baca </link>
<guid> indonesia-darurat-komunitas-komunitas-menyimpang-ini-makin-berani-unjuk-gigi </guid>
<pubDate> Wed, 25 Apr 2018 06:29:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perilaku menyimpang kini semakin marak dan berbgai macam di media sosial (sumber foto: politico.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/indonesia-darurat-komunitas-komunitas-menyimpang-ini-makin-berani-unjuk-gigi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LEEudFx8So.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Indonesia Darurat: Komunitas-Komunitas Menyimpang ini Makin Berani Unjuk Gigi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Disadari atau tidak, percaya atau tidak, saat ini kita telah memasuki akhir zaman. Terbukti dari banyaknya peristiwa dan fenomena-fenomena ganjil yang marak terjadi. Sudah banyak ramalan-ramalan, maupun pesan-pesan yang disampaikan terkait fenomena-fenomena sebagai pertanda akan datangnya hari akhir.</span></p><p style="text-align: justify;">Tanda-tanda tersebut seperti banyaknya terjadi pembunuhan, pemimpin negara yang membela orang yang zalim, peperangan, hingga kasus penyimpangan sosial. Khusus penyimpangan sosial yang kini sedang melanda Indonesia. Semakin hari, kelompok penyimpangan tersebut semakin banyak, beragam dan makin berani menunjukkan aksinya di depan publik.</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak contoh kasus penyimpangan sosial di Indonesia, seperti kelompok pedofil, kelompok pecinta ibu hamil, kelompok jarik ibu-ibu, kelompok pecinta kaos dalam anak-anak hingga yang baru terungkap adalah komunitas menyimpang dari komunitas <em>swinger</em> atau komunitas berganti pasangan untuk berhubungan seks.</p><p style="text-align: justify;">Parahnya lagi, komunitas-komunitas ini bukan lagi mempromosikan komunitas menggunakan media sosial. Faktanya, media sosial bisa diakses oleh siapa saja dan kapan saja. Hal ini menjadi taktik mereka agar semakin gencar melakukan promosi. Kurangnya pengawasan, bisa jadi keluarga Anda yang terjerumus ke dalam komunitas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kita ambil contoh kasus pecinta ibu-ibu hamil dan pecinta kain jarik wanita, pelaku menggunakan media sosial untuk saling berinteraksi hingga memuaskan nafsu mereka. hal yang paling berbahaya, penggunaan media sosial yang bebas, lalu pelaku mencuri foto dari korban dan menyebarkannya lalu menjadi konsumsi publik.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari situs <em>Merdeka.com</em>, polisi menemukan ada kelompok grup <em>WhatsApp &apos;Sparkling&apos;</em> yang isinya adalah pasangan suami istri yang kerap bertukar pasangan saat berhubungan intim. Mereka berhasil ditangkap di Malang, Jawa Timur.</p><p style="text-align: justify;">Tiga pasangan yang diamankan itu ialah THD (53 tahun) dan istrinya RL (49) warga Keputih Surabaya, SS (47) dan istrinya DS (29) warga Lawang Malang, dan WH (51) bersama istrinya AG (30), juga warga Lawang Malang. Kepada polisi, para pelaku mengaku tidak malu lagi menunjukkan penyimpangan mereka di depan umum. Para pelaku bahkan terang-terangan mempromosikan grup <em>fanpage</em> mereka di <em>Facebook</em>.</p><p style="text-align: justify;">Selain membahayakan, aksi bejat tersebut dinilai merusak moral masyarakat sekaligus sarana penyebaran penyakit. Meski pelaku mengaku, jika anggota yang ingin bergabung haruslah berstatus suami-istri yang sah. Namun tetap saja, perilaku menyimpang mereka sangat bertentangan dengan norma-norma di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Guru Besar Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, Wimpie Pangkahila menjelaskan fenomena yang bagi sebagian besar orang aneh itu. Menurut dia, salah satu penyebab adanya <em>swinger</em> atau orang yang melakukan tukar pasangan seksual adalah ketidakpuasan dalam hubungan suami istri.</p><p style="text-align: justify;">Tidak berbeda dengan pelaku penyimpangan lainnya, pelaku pedofilia tak segan menggunakan media sosial sebagai cara untuk menuntaskan hasrat birahi mereka. Para pelaku mengaku mengambil foto-foto anak-anak yang menjadi korban lewat media sosial. Para pelaku pedofil biasanya menyembunyikan identitas asli mereka. Itu sebabnya, jangan terlalu sering mengekspos privasi Anda ke dalam media sosial. Niat Anda mungkin ingin berbagi, namun, Anda tidak akan tahu ada banyak pelaku-pelaku menyimpang di luar sana.</p><p style="text-align: justify;">Korban-korban dari kasus-kasus penyimpangan di atas bukan hanya anak-anak, melainkan orang dewasa, terutama wanita. Sudah seharusnya kita mengambil tindakan untuk mengantisipasi dan mulai waspada akan kehadiran mereka. Jika semakin dibiarkan, tentu generasi penerus kita yang akan menjadi korban selanjutnya. Tidak menutup kemungkinan, yang menjadi korban akan menjadi pelaku lagi di masa depan. <span style="background-color: transparent;">Masyarakat Indonesia diminta untuk berlaku bijak dalam menggunakan media sosial.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Jika menemukan ada anggota keluarga maupun orang terdekat Anda yang mengalami penyimpangan seksual, jangan pernah menghakimi, membuli apalagi meninggalkan mereka. Lapor pada pihak berwajib dan dampingi mereka hingga sembuh.<br><br><em><strong>Ditulis oleh Nur Elisha mahasiswi Sastra Inggris 2015, Fakultas Budaya Universitas Mulawarman<br></strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemikiran Kartini untuk Perempuan Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemikiran-kartini-untuk-perempuan-masa-kini/baca </link>
<guid> pemikiran-kartini-untuk-perempuan-masa-kini </guid>
<pubDate> Wed, 25 Apr 2018 11:44:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kartini, sosoknya yang identik dengan emansipasi terhadap perempuan.(Sumber foto: duniapendidikanpalu.blogspot) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemikiran-kartini-untuk-perempuan-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/niVD73c4vI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemikiran Kartini untuk Perempuan Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA &ndash;&nbsp;</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">54 tahun yang lalu, Soekarno menetapkan 21 April sebagai hari untuk memperingati perjuangan sosok Raden Ajeng Kartini. Sejak saat itu juga, setiap tahun selalu ada bentuk perayaan untuk mengenang Kartini. Namun pernahkah terbesit di pikiran kita, mengapa hanya Kartini yang dikenal sebagai pahlawan Indonesia yang identik dengan emansipasi terhadap kaum perempuan? Padahal ada banyak daftar nama pejuang emansipasi untuk perempuan lainnya. Sebut saja Dewi Sartika, dan Nyi Siti Walidah Ahmad Dahlan.</span></p><p style="text-align: justify;">Haris Retno Susmiyati, salah satu dosen di Fakultas Hukum (FH) mengatakan ada beberapa hal yang menurutnya menjadi alasan Kartini ditetapkan sebagai tokoh emansipasi pada 2 Mei 1964.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, salah satunya dilatarbelakangi pemikiran dan perjuangan Kartini terhadap kaum perempuan. Dengan penanya, Kartini menggambarkan penderitaan perempuan di Jawa dan menggagas pembebasan untuk kaum perempuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kartini merupakan sosok perempuan yang berani. Berani berbeda untuk sesuatu yang diyakini. Dia keturunan ningrat dan memiliki jaringan politik yang luar biasa. Ia juga bersahabat dengan orang-orang penting di Belanda,&rdquo; ujarnya pada Senin (23/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Retno juga mengungkapkan nilai lebih lainnya yang dimiliki sosok Kartini, yakni memiliki pemikiran yang melampaui zamannya. Wawasan dan pikirannya terbuka, tidak terpaku pada masanya saja, ia ikut memikirkan masa depan perempuan di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Kartini juga memotivasi serta menginspirasi perempuan untuk kritis terhadap hal-hal yang di sekitarnya. Ia juga giat menggencarkan bahwa perempuan harus mendapatkan pendidikan yang tinggi, karena baginya anak yang berkualitas dihasilkan oleh perempuan yang cerdas. Tak dapat dimungkiri, lepasnya belenggu yang berujung pada kebebasan perempuan termasuk dalam menerima pendidikan saat ini adalah salah satu hasil perjuangan Kartini.</p><p style="text-align: justify;">Sudah sepatutnya gagasan yang lahir dari pemikiran Kartini dijadikan rujukan bagi perempuan Indonesia masa kini dalam bersikap dan meletakkan konsep emansipasi perempuan pada kedudukan yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masa muda hanya sekali. Perempuan harus menggunakan waktu muda untuk meningkatkan kapasitas diri agar tidak akan bisa dilecehkan atau dipandang rendah,&rdquo; pungkas Retno.<strong>(<em>epl/ysm/nul/mrf</em></strong><strong><em>/adl</em></strong><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertamina dan Gubernur BEM FEB Lakukan Pertemuan Terbatas, Apa yang Dibahas? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas/baca </link>
<guid> pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas </guid>
<pubDate> Thu, 26 Apr 2018 05:54:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi. (Sumber: volkerballueder.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZxP8Quzw3v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertamina dan Gubernur BEM FEB Lakukan Pertemuan Terbatas, Apa yang Dibahas?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Saya tidak ngomong dan anak-anak (internal FEB) yang disuruh ngomong. Saya juga tidak ikut berfoto dengan Pertamina,&rdquo; kata Gubernur FEB, Freijae Rakasiwi alias Pije usai aksi massa menyegel kantor Pertamina pada 4 April lalu.</p><p style="text-align: justify;">Konteks pernyataan di atas sedang membicarakan kejadian satu pekan sebelumnya. Ada perbedaaan karena faktanya saat hari aksi Pije tidak bungkam. Jenderal Aliansi Garuda Mulawarman itu berorasi dan dengan lantang berkata mahasiswa telah &ldquo;resmi menyegel Pertamina&rdquo; ketika aksi.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, sikap protes keras Pije berubah lain manakala acara Selasar Dedikasi saat terbuka ruang diskusi langsung bersama dengan Pertamina pada Rabu, 28 Maret. Pije yang biasanya getol, dalam diskusi itu justru tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Kendati belakangan ia menyebut bahwa bungkamnya adalah bentuk ekspresi kecewa terhadap Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-bungkam-pentolan-garuda-mulawarman-dalam-selasar-dedikasi-bersama-pertamina/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-bungkam-pentolan-garuda-mulawarman-dalam-selasar-dedikasi-bersama-pertamina/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Ia mengganggap Pertamina dan Komisi II DPRD lambat menanggapi tuntutan aksi massa mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM non-subsidi dan kelangkaan Premium edisi pertama, 19 Maret silam di Kantor DPRD Kaltim. Setelah aksi pertama Pije tidak melihat perubahan signifikan terhadap SPBU di Samarinda. Ia menyebut hanya dua atau tiga SPBU yang menjual Premium dengan harga normal.</p><p style="text-align: justify;">Pije juga menilai Pertamina tidak memiliki sikap atas penyikapan kenaikan harga bahan bakar di Kaltim. Sehingga seakan-akan Pertamina pasrah dengan keadaan dan tidak ada upaya signifikan untuk mengatasi masalah tersebut. Kekecewaan itu yang melatarbelakangi Pije akhirnya diam saat Selasar Dedikasi bersama Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, deretan kekecewaan itu kontradiktif kala Pije justru melakukan pertemuan terbatas bersama perwakilan Pertamina di D&rsquo;Orange Caf&eacute; Samarinda pada Rabu malam, 28 Maret, tepat selepas berakhirnya Selasar Dedikasi bersama Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan tersebut, Pije mengatakan bahwa ia sama sekali tidak membahas perihal kenaikan harga BBM non-subsidi, termasuk tidak pula dirinya mengutarakan setumpuk kekecewaan kepada pihak Pertamina. Jika bukan itu, lantas<br>apa yang dibahas?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma bahas Pertamina akan mengadakan kegiatan PGTC (<em>Pertamina Goes to Campus</em>) dan Blok Mahakam. Itu saja, selebihnya enggak ada,&rdquo; kata Pije.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Yang Hilang dari Pernyataan Pije</strong></p><p style="text-align: justify;">Pije tidak datang sendiri. Ia datang sebagai Gubernur dari lembaga BEM FEB dan ditemani oleh dua orang anggota dari kabinetnya yakni, Yasmin dan Saiful (bukan nama sebenarnya).</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Pije tentang pertemuan dengan Pertamina berbeda dengan pernyataan Saiful. Awalnya, Saiful enggan memberi keterangan terkait pertemuan itu dan lebih memilih berargumen yang aman-aman saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak bisa jawab ya. Silakan ditanyakan ke humasnya (Eco Summit) langsung,&rdquo; katanya saat ditemui, Minggu (8/4).</p><p style="text-align: justify;">Koordinator Humas Eco Summit, Anwar (nama samaran), enggan memberi keterangan karena ia sendiri tidak ikut dalam pertemuan itu. Akhirnya setelah berulang kali diburu pertanyaan sama, Saiful melunak dan mau menyebut lebih lebar isi bahasan pertemuan dengan Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang itu (<em>Eco Summit</em>) dibahas. Kak Pije bahas PGTC dan Blok Mahakam, aku bahas <em>Eco Summit</em>,&rdquo; bongkarnya.</p><p style="text-align: justify;">Yasmin, anggota lain yang bersama dengan Pije malam itu, mengatakan Pije tidak berbohong saat menyebut pembahasan yang digali adalah PGTC dan Blok Mahakam. Namun, sebenarnya ada satu topik yang tercecer dan sengaja tidak disebut oleh Pije.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahas proposal <em>Eco Summit</em>. Temanya itu &lsquo;Nasionalisasi Aset Blok Mahakam untuk Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Timur&rsquo;.&rdquo; <strong>(<em>dan/erp/nhh/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Drama Pije dalam Membahas Eco Summit Bersama Pertamina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-pije-dalam-membahas-eco-summit-bersama-pertamina/baca </link>
<guid> drama-pije-dalam-membahas-eco-summit-bersama-pertamina </guid>
<pubDate> Thu, 26 Apr 2018 06:10:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: sepulsa.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-pije-dalam-membahas-eco-summit-bersama-pertamina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0eUU2ZOyYY.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Drama Pije dalam Membahas Eco Summit Bersama Pertamina</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pada malam 28 Maret di D&rsquo;Orange Caf&eacute;, ada tujuh orang yang terlibat dalam pertemuan khusus antara BEM FEB dengan Pertamina. Freijae Rakasiwi selaku Gubernur BEM FEB ditemani oleh dua orang stafnya, sedangkan dari pihak Pertamina ada Alicia Irzanova yang merupakan <em>Head Section Communication and Relation</em> dan Didi Andrian Indra, staf bagian <em>Communication and Relation</em>. Dua orang lagi ialah yang magang di Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pernyataannya, Pije mengatakan pertemuan khusus itu bertujuan untuk membahas <em>Pertamina Goes to Campus</em> (PGTC) dan Blok Mahakam saja. Di luar itu tidak ada lagi. Ia sama sekali tidak menyiratkan adanya kepentingan lain yang ikut dibahas di sana. Meski enggan berterus terang, Pije lupa bahwa ia sejatinya tidak sendirian di sana.</p><p style="text-align: justify;">Raden Roro Mira Budiasih, mahasiswa FISIP angkatan 2013 termasuk di antara yang ikut dalam pertemuan terbatas malam itu. Roro diajak karena statusnya yang pernah magang di Pertamina. Malam itu Roro banyak menyimak jalan diskusi antara Pije yang ditemani dua stafnya dengan Alicia atau akrab disapa Alice.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Roro pembahasan terkait Blok Mahakam tidak banyak diulas, bahkan tidak sampai lima menit. Blok Mahakam lebih mirip sebagai bahasan yang diselipkan di tengah topik utama. Begitu pula dengan poin PGTC, Pertamina hanya meminta masukan untuk kegiatan acaranya. Dalam komunikasi itu Pertamina tidak hanya meminta masukan ke BEM FEB saja, tapi juga ke Roro.</p><p style="text-align: justify;">Kerja sama PGTC niat awalnya direncanakan bersama BEM KM Unmul dan tidak diarahkan kepada BEM FEB. Pertemuan Pertamina dengan BEM KM Unmul baru berlangsung sehari selepas pertemuan dengan Pije. (Catatan: Sketsa juga menelusuri pokok pertemuan terbatas BEM KM Unmul dengan Pertamina di laporan berikutnya)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma cuap-cuap pengantar. Baru tanya soal proposal dan bagaimana kerja sama mereka terkait acara Eco Summit,&rdquo; kata Roro.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Lebih dalam lagi pertemuan terbatas itu membahas pengajuan proposal dari BEM FEB terkait education trip ke Pertamina sekaligus meminta bantuan sponsor untuk acara <em>Eco Summit</em> yang mulai dilangsungkan sejak April ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku kesal dia bilang bahas PGTC dan Blok Mahakam. Jelas-jelas bahas <em>Eco Summit</em> dan minta &lsquo;bantuan&rsquo; ke Pertamina,&rdquo; cecar Roro.</p><p style="text-align: justify;">Staf BEM FEB, Saiful, bukan nama sebenarnya, menyebut bahwasanya yang<br>membahas <em>Eco Summit</em> lebih banyak dilakukan oleh Saiful sementara Pije hanya<br>mengulas PGTC dan Blok Mahakam. Namun, Roro memberi keterangan sebaliknya.<br><br>&ldquo;Yang vokal untuk minta bantuan <em>sponsorship</em> ke Pertamina itu Pije,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pengajuan proposal dari BEM FEB untuk <em>education trip</em>, Pertamina mengaku terbuka bila ada yang ingin tahu tentang Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan Depot LPG di Balikpapan. Pije awalnya meminta <em>trip</em> ke Pertamina di satu hari yang telah dipatok, namun ditolak oleh Pertamina dan diminta untuk ganti hari.</p><p style="text-align: justify;">Roro menyebut untuk trip ke Pertamina, Pije ingin membawa 150-an peserta. Namun, saat itu Alice merasa keberatan karena seragam keamanan untuk trip tidak mencukupi. Maksimalnya mentok hanya untuk orang 100 orang peserta saja. Jumlah 150-an peserta dianggap terlalu berlebihan.</p><p style="text-align: justify;">Alice kemudian memberi solusi agar trip diganti di hari lain, disediakan kesempatan untuk <em>education trip</em>, dan makan siang serta makanan ringan juga ikut ditanggung. Namun setelah semua fasilitas yang ditawarkan itu, Pije saat pertemuan tersebut masih belum menyebut dengan jelas perihal timbal balik apa yang bisa didapatkan Pertamina jika memfasilitasi <em>education trip</em> yang diajukan.</p><p style="text-align: justify;">Kalkulasi anggaran yang disodorkan BEM FEB untuk <em>education trip</em> di dalam<br>proposal berjumlah Rp4 juta, untuk makan siang dan makanan ringan bagi 150-an peserta pun disetujui Pertamina. Walau mungkin anggaran Rp4 juta itu tidak ada apa-apanya bagi Pertamina, menurut Roro, minimal harus ada timbal balik positif yang bisa diberikan oleh Pije dan BEM FEB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertamina juga ada kerjaan lain, <em>edu trip</em> itu sudah cukup memakan waktu kami,&rdquo; kata Roro menirukan ucapan Didi Andrian Indra.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Antara Pije di Kafe dan Cetak Wajahnya di Koran</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain Roro, ada juga Gita Widhani, anggota magang di bagian Comrel Pertamina yang turut duduk satu meja dengan Pije di D&rsquo;Orange Caf&eacute; malam itu. Setali tiga uang dengan Roro, kesaksian Gita juga menerangkan bahwa poin pembahasan pertemuan itu ialah PGTC dan <em>Eco Summit</em>.</p><p style="text-align: justify;">Gita mengatakan alasan pihak Pertamina berangkat menuju Samarinda&ndash;dari kantor Pertamina di Balikpapan-- bukan cuma untuk Selasar Dedikasi, menemui Pije cs, dan membahas <em>Eco Summit</em>. Tapi juga untuk bertemu pewakilan BEM KM Unmul dan BEM Polnes membahas PGTC, hingga <em>follow up</em> proposal oleh Pertamina terhadap kegiatan Pekan IT yang akan dilaksanakan FKTI Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk Pije, Gita heran dengan cara Gubernur BEM FEB itu bersikap. Di satu sisi meminta bantuan proposal ke Pertamina untuk kegiatan <em>Eco Summit</em>, namun di sisi yang lain justru ikut demo dan menuntut Pertamina atas kenaikan harga BBM<br>non-subsidi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebetulnya jika dipahami dalam perspektif politik, sifat Pije ini laksana sedang bermain &lsquo;politik dua kaki&rsquo; terhadap dua lembaga: Pertamina dan Aliansi Garuda Mulawarman. Sebelah kakinya menapak ke Pertamina untuk meminta bantuan, sebelah kaki lainnya memijak ke Aliansi Garuda Mulawarman untuk meneriakkan tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Garuda Mulawarman sendiri adalah nama lain dari aliansi BEM se-Unmul. Fokus geraknya yakni mengawal isu di tataran eksternal kampus Unmul, baik isu skala Kaltim secara regional ataupun isu skala Indonesia secara nasional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kalau yang kita lihat dari Pije pas di D&rsquo;Orange itu, dia kan memihak Pertamina ya. Dia memasukkan proposal, terus dia antusias sama PGTC juga,&rdquo; kata Gita.</p><p style="text-align: justify;">Sepekan berlalu setelah pertemuan tersebut, Gita melihat ada wajah Pije tercetak di surat kabar. Foto itu bersanding dengan berita yang mengangkat aksi Aliansi Garuda Mulawarman di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina pada Rabu, 4 April lalu. Tanpa perlu ada di lokasi aksi, pihak Pertamina yang hadir dalam pertemuan terbatas malam itu pun bisa mengetahui bahwa Pije hadir dalam barisan massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Gita segera melaporkan itu kepada Didi. Didi membalas kepada Gita.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana ya, Git, cara enaknya ngomong?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Pije setelah kembali dikonfirmasi ulang, masih belum mau mengakui bahwasanya <em>Eco Summit</em> adalah kepentingan yang ia bawa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak ada,&rdquo; tulis Pije singkat.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tampaknya itu tidak menjadi soal berlebihan bagi Pertamina. Sebab informasi yang diperoleh <em>Sketsa</em> dari internal BEM FEB mengatakan pihak Pertamina telah memberikan bantuan dana dengan nominal di atas Rp15 juta.</p><p style="text-align: justify;">Ketika informasi itu hendak dikonfirmasi ke Pije pada Selasa (24/4), ia enggan memberitahukan nominal pasti yang diberikan pihak Pertamina. Begitu pun saat <em>Sketsa&nbsp;</em>mengonfirmasi Didi pada hari yang sama, ia juga enggan memberi bocoran terkait nominal bantuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami support kegiatan <em>Eco Summit</em>, tapi untuk nominal kayaknya agak enggak etis ya kalau di-<em>share</em>. Ya intinya kami <em>support</em> ke event tersebut,&rdquo; ujarnya. <strong>(<em>dan/erp/nhh/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membahas Eco Summit dengan Pertamina, Pije: Saya Kaget, tapi Ini Memang Benar Apa Adanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membahas-eco-summit-dengan-pertamina-pije-saya-kaget-tapi-ini-memang-benar-apa-adanya/baca </link>
<guid> membahas-eco-summit-dengan-pertamina-pije-saya-kaget-tapi-ini-memang-benar-apa-adanya </guid>
<pubDate> Thu, 26 Apr 2018 06:25:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Freijae Rakasiwi, Gubernur BEM FEB Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membahas-eco-summit-dengan-pertamina-pije-saya-kaget-tapi-ini-memang-benar-apa-adanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zMq6pD6LaK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membahas Eco Summit dengan Pertamina, Pije: Saya Kaget, tapi Ini Memang Benar Apa Adanya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Usai menunaikan salat asar di musala S2 FEB Unmul pada Rabu (11/4), Gubernur BEM FEB Freijae Rakasiwi alias Pije, tetap bersikukuh dan enggan mengakui ada pembahasan<em>&nbsp;Eco Summit&nbsp;</em>dalam temu bersama Pertamina. Dua pekan berlalu sejak hari pertemuan tersebut dan upaya konfirmasi kali ketiga dari <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pije kembali mengatakan, bahwa tujuan pertemuannya dengan pihak Pertamina adalah membahas <em>Pertamina&nbsp;</em><em>Goes to Campus</em> (PGTC) dan Blok Mahakam. Ia juga menambahkan akan tetap lantang menyuarakan fluktuasi harga BBM. Pije tetap menuntut pemerintah atas naiknya harga bahan bakar minyak dan mendorong Pertamina untuk dapat menyediakan Premium di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak menutup-nutupi, cuma kita bahasnya Blok Mahakam, dan Blok Mahakam memang termasuk dalam kerja sama. Jadi makanya kita, saya bilang, cuma membahas Blok Mahakam dan ada effort ke PGTC. Itu saja, selebihnya enggak ada sama sekali,&rdquo; kata Pije.</p><p style="text-align: justify;">Saat <em>Sketsa</em> menyodorkan hasil wawancara yang menyatakan bahwa benar ada topik <em>Eco Summit</em> yang dibahas oleh Pije dengan Pertamina. Topik itu meliputi permohonan bantuan sponsor acara hingga <em>education trip</em> sebagaimana diceritakan gamblang oleh dua orang anggota magang Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-pije-dalam-membahas-eco-summit-bersama-pertamina/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-pije-dalam-membahas-eco-summit-bersama-pertamina/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Pije spontan membalas &lsquo;gak usah disebar&rsquo; saat ia membaca hasil wawancara tersebut pertama kali. <em>Sketsa</em> mengizinkannya membaca teks hasil wawancara lebih dahulu untuk menegaskan hal yang ditutup-tutupi sejak awal oleh Pije.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berita apa ini? Tapi kalau aku enggak mau sebar, enggak disebar berarti ya,&rdquo; kata Pije.</p><p style="text-align: justify;">Saat membaca berita itu, Pije mengerutkan dahi dan sambil tersenyum sesekali menyeletuk, &ldquo;Heh bisanya.&rdquo; Ia perlu membaca hingga dua kali sebelum menyusun ulang pernyataan berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Usai membaca, Pije mengatakan bahwa Blok Mahakam merupakan rangkaian dari <em>education trip</em> ke Pertamina, dan diajukan ke Pertamina sebelum aksi bersama Aliansi Garuda Mulawarman terlaksana. Tercatat telah ada dua aksi yang dilakukan yakni pertama pada 19 Maret dan kedua pada 4 April.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Pije berdalih bahwa dirinya sejak awal tidak menutupi adanya pembahasan <em>Eco Summit</em> dan kembali menekankan bahwa tujuan pertemuan dengan pihak Pertamina semata-mata membahas Blok Mahakam dan PGTC. Ia juga menampik politik dua kaki yang tengah dilakukannya. Antara proposal kegiatan kepada Pertamina dan aksi menolak kenaikan harga BBM di Aliansi Garuda Mulawarman.<br><br>&ldquo;Kalau dari saya memang ini case yang berbeda. Kalau kita kan ini cuma <em>education trip</em> (ke Pertamina), kalau kita tetap lantang menyuarakan gak masalah toh. Kita kan sebagai mahasiswa tetap lantang menyuarakan,&rdquo; bantah Pije.</p><p style="text-align: justify;">Pije tetap membenarkan penyataan Roro dan Gita, dua anggota Pertamina yang <em>Sketsa</em> konfirmasi sebelumnya. Bagi Pije itu bukan masalah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kaget, tapi ini memang benar apa adanya. Enggak masalah kalau dari saya, itu kan tanggapan dari mereka, kalau dari saya ini beda kasus,&rdquo; kata Pije. <strong>(<em>erp/dan/nhh/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sukardi Akui Keterlibatan Pertamina di Eco Summit, Namun Tampik Pije Lakukan Politik Dua Kaki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sukardi-akui-keterlibatan-pertamina-di-eco-summit-namun-tampik-pije-lakukan-politik-dua-kaki/baca </link>
<guid> sukardi-akui-keterlibatan-pertamina-di-eco-summit-namun-tampik-pije-lakukan-politik-dua-kaki </guid>
<pubDate> Thu, 26 Apr 2018 07:28:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: migasreview.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sukardi-akui-keterlibatan-pertamina-di-eco-summit-namun-tampik-pije-lakukan-politik-dua-kaki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UlSOlyw3rU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sukardi Akui Keterlibatan Pertamina di Eco Summit, Namun Tampik Pije Lakukan Politik Dua Kaki</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sukardi berjalan sendiri mendatangi Sketsa usai rapat terbatas BPH BEM FEB berakhir Minggu sore (15/4). Sosok Gubernur BEM FEB Freijae Rakasiwi alias Pije ada di sana, namun sebagai Wakil Gubernur Kardi cukup percaya diri untuk datang sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kosongnya suasana kantin FEB karena memang tak ada jam kuliah dan aktivitas kantin pada semestinya, membuat deretan kursi lowong di kantin mudah dipilih sesuai kemauan untuk lokasi wawancara. Usai bersalaman, Kardi langsung duduk dan bersiap meluruskan beberapa hal yang sudah diberitakan Sketsa terkait pertemuan terbatas Pije dan dua stafnya dengan pihak Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">Memang sebelumnya, saat <em>Sketsa</em> meminta keterangan ke Pije terkait adanya bahasan <em>Eco Summit</em> antara panitia pelaksana dan Pertamina, gubernur BEM FEB tersebut menampik adanya bahasan <em>Eco Summit</em>. Padahal, dua anggotanya di internal BEM FEB justru mengakui adanya bahasan itu.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas/baca</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>Terbatas, Apa yang Dibahas?</strong></p><p style="text-align: justify;">Namun setelah <em>Sketsa</em> memperlihatkan adanya keterangan dua anggota Pertamina yang menyatakan sebaliknya, Pije akhirnya sedikit melunak dan membocorkan pembahasan lain yang pihaknya lakukan bersama pihak Pertamina selain Blok Mahakam dan PGTC.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membahas-eco-summit-dengan-pertamina-pije-saya-kaget-tapi-ini-memang-benar-apa-adanya/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membahas-eco-summit-dengan-pertamina-pije-saya-kaget-tapi-ini-memang-benar-apa-adanya/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Diakui Kardi, dirinya sudah membaca hasil wawancara yang dikirimkan <em>Sketsa</em> secara langsung ke Pije tersebut. Atas dasar itulah, Kardi ingin meluruskan beberapa hal, termasuk menyebut bahwa pertemuan tersebut adalah permintaan dari pihak Pertamina, bukan dari pihak BEM FEB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka (pihak Pertamina) yang menginginkan ketemu pasca (Selasar Dedikasi) itu. Jadi yang hadir kemarin Pije dan dua orang panitia inti dari <em>Eco Summit</em> ke D&rsquo;Orange,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sembari wawancara, Kardi sedari awal sudah meletakkan gawai miliknya di atas meja. Posisi layar gawai mengarah ke bawah, sedang posisi casing belakang mengarah ke atas. Selain pihak <em>Sketsa</em>, Kardi diam-diam juga merekam pembahasan dalam sesi wawancara ini.</p><p style="text-align: justify;">Berikut hasil wawancara Sketsa bersama Wakil Gubernur BEM FEB Sukardi:</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apakah Anda sudah diperlihatkan oleh Pije tentang hasil wawancara <em>Sketsa</em> yang membahas terkait pertemuan dirinya dengan Pertamina?</strong></p><p style="text-align: justify;">Sudah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana Anda menyikapi pertemuan dua anggota dan Pije terkait pertemuan di D&rsquo;Orange Caf&eacute; yang diberitakan Sketsa?</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengenai itu memang sebenarnya sangat pas sekali. Kemarin itu kami ingin bertemu di Pertamina, bukan di D&rsquo;Orange. Kami kemarin siangnya sudah ingin ketemu, tapi dikonfirmasi<em>&nbsp;reschedule</em> bertepatan dengan kemarin kami mengundang beliau menjadi pemateri Selasar Dedikasi. Mereka yang menginginkan ketemu pasca itu (Selasar Dedikasi) untuk bertemu. Jadi yang hadir kemarin Pije dan dua orang panitia inti <em>Eco Summit</em> ke D&rsquo;Orange.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jadi tanggapan menyeluruh terkait berita itu seperti apa?</strong></p><p style="text-align: justify;">Jadi kalau saya menanggapi berita yang disampaikan Pije, beritanya belum keluar ya?</p><p style="text-align: justify;"><em>(Catatan: Pernyataan ini diminta Sketsa saat berita tentang isi bahasan Pije dan dua stafnya ke pihak Pertamina belum secara resmi dinaikkan ke website Sketsa)</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>Beritanya belum keluar.</strong></p><p style="text-align: justify;">Jadi saya tahu informasinya memang ada isu-isu yang negatif terhadap Pije selaku gubernur, karena memang ini menyangkut panitia <em>Eco Summit</em>. Jadi kalau saya melihat, yang disampaikan Pije adalah memang benar, artinya pengajuan proposal itu memang sudah jauh-jauh hari sebelumnya ada aksi itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kapan kira-kira?</strong></p><p style="text-align: justify;">Sudah sebulan yang lalu kami rencanakan. <em>Stadium General &amp; Field Trip</em> (SGFT) namanya, itu sudah jauh-jauh hari kami rencanakan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berarti Maret ya?</strong></p><p style="text-align: justify;">Iya, Maret sudah persiapan, kami SGFT-nya di Pertamina, jadi pasti akan ke Pertamina. Memang dan kemarin bertepatan dengan informasi BBM naik. Jadi namanya kita mahasiswa yang hari ini harus selalu mengontrol kebijakan-kebijakan pemerintah, harus wajib memberikan respons-respons terhadap kenaikan BBM ini dan kelangkaan, dan kami sorot itu lebih ke kelangkaan.</p><p style="text-align: justify;">Jadi kemarin Aliansi Garuda Unmul sudah aksi sebanyak dua kali ke Pertamina dan pemerintah. Jadi hal wajar yang memang tanggung jawab kita sebagai mahasiswa, karena memang kita menuntut kelangkaan BBM non-subsidi. Jadi kami menuntut Pertamina mengawasi ketersediaan BBM agar tetap ada. Memang yang bermasalah adalah penetap-penetap.</p><p style="text-align: justify;">Jadi hal wajar karena Pertamina kita mengajukan proposal adalah wajib, karena saya rasa itu adalah CSR (<em>Corporate Social Responsibility</em>) dari Pertamina. CSR pendidikan yang memang harus perusahaan-perusahaan yang mengeksplorasi sumber daya alam Indonesia harus ada CSR.</p><p style="text-align: justify;">Makanya namanya semua BEM-BEM pasti begitulah. Artinya selalu mencari sponsor, bantuan dan bertepatan memang kami ingin SGFT ke Pertamina sudah jauh-jauh dikonsep, memang betul-betul proposalnya pas ketika ada isu ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jika seandainya Pije mengakui adanya bahasan <em>Eco Summit</em>, maka ada kemungkinan citranya dipandang buruk oleh Aliansi Garuda Mulawarman. Alasannya sederhana, dia menuntut ke Pertamina, tapi di sisi lain mengajukan proposal <em>Eco Summit</em> ke sana. Namun jika Pije menutupi itu, maka dampaknya akan seperti sekarang, dirasakan oleh internal BEM FEB, terutama keberlangsungan acara <em>Eco Summit</em> yang bisa saja batal dibantu oleh pihak Pertamina. Bagaimana Anda secara kelembagaan BEM FEB memandang keputusan Pije sehingga akhirnya ia lebih memilih untuk menutupi adanya bahasan <em>Eco Summit</em> dengan Pertamina saat dikonfirmasi Sketsa beberapa hari yang lalu?</strong></p><p style="text-align: justify;">Jadi mengenai perihal itu memang kami sudah berkomitmen bahwa sudah menjalin komunikasi dengan Pertamina sebelum adanya aksi. Artinya itu dua hal yang berbeda mengenai acara mahasiswa dengan penanggapan isu dan kebijakan. Artinya tidak bisa semena-menanya untuk menyalahkan kami, karena sudah jauh- jauh hari sudah dipersiapkan teman-teman acara ini, dikonsep sedemikian rupa mengenai semua proposal apa pun itu.</p><p style="text-align: justify;">Artinya ini bukan hal mengambil momen, tapi momen yang kemudian datang dan isu ini kenanya ke kami, pas banget. Jadi kalau Pije, kami sudah menguatkan bahwa ini wajar, karena tanggung jawab kita sebagai mahasiswa adalah menyikapi permasalahan tentang kelangkaan BBM. Tapi di lain sisi, kami punya event yang sudah dirancang konsep dan pengajuan tetap ke Pertamina, karena sudah jauh-jauh hari menjalin komunikasi. Hal wajar.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian menjadi permasalahan adalah memang harus ada tanggapan-tanggapan yang tidak semena-menanya kami selalu disudutkan, karena hal wajar, karena yang mengambil kebijakan sebenarnya di pemerintahan.</p><p style="text-align: justify;">Pertamina ini bagaimana kami nekan, mengevaluasi. Artinya harus ada kontrol dari Pertamina untuk menjaga stok yang ada di SPBU-SPBU, itu sebenarnya. Kami bukan mengambil momen, ataupun memanfaatkan Pertamina, tidak. Kami tidak memanfaatkan Pertamina, hanya saja itu pas banget dengan kami mengajukan proposal, karena Pertamina sendiri yang kita menginginkan datang tapi mereka yang ada pasca Selasar Dedikasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tidak ada masalah teman-teman mempersiapkan <em>Eco Summit</em> dan mengajukan proposal ke Pertamina. Cuma yang jadi menarik adalah Pije justru menutupi bahasan ini ke <em>Sketsa</em>, dia hanya bilang PGTC dan Blok Mahakam.</strong><br><br>Benar memang jadi Pije berbicara mengenai nasionalisasi aset. Dia berbincang dengan pihak Pertamina mengenai itu (Blok Mahakam) dan PGTC, karena memang dari pihak Pertamina ada program itu di kampus, ada lomba-lomba juga, dia menawarkan <em>business plan</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tapi PGTC niat awalnya untuk BEM KM Unmul?</strong></p><p style="text-align: justify;">Ya untuk BEM KM, tapi mereka juga menyampaikan ke BEM FEB. Artinya BEM FEB juga bisa mewadahi dan ada tim-timnya untuk ikut lomba itu business plan, katanya. Karena kemarin saya tidak hadir di D&rsquo;Orange Caf&eacute; bersama pihak Pertamina itu. Memang juga kami menyampaikan tentang itu proposal SGFT juga tentang <em>education trip</em> ke Pertamina.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana secara pribadi, bukan kelembagaan, Anda memandang pernyataan Pije tersebut, menyatakan tidak ada pembahasan Eco Summit ke media?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau saya memandang pribadi, saya mengatakan Pije memang memandang itu adalah pembahasan nasionalisasi aset dan PGTC. Selebihnya dia menguatkan juga, ada anak-anak acara yang membahas <em>education trip</em>, jadi enggak masalah Pije benar arahannya. Memang kesepakatan untuk bertemu membahas perihal itu (<em>Eco Summit</em>).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Walaupun setelah fiksasi ingin dibantu, tanggal 4 April Pije aksi lagi, Anda<br>tetap bilang itu tidak apa?</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak masalah. Itu kan tanggung jawab kita loh, jadi ini jangan dipolarisasi, karena ini berbenturan memang dengan isu yang paling hangat. Ini terkait kelangkaan BBM dan di lain sisi mengonsep (<em>Eco Summit</em>) jauh-jauh hari sebelum adanya (aksi BBM) ini.</p><p style="text-align: justify;">Jadi ini salah satu bentuk memandang kami memanfaatkan Pertamina, ini pemikiran yang salah. Ini sudah kami rancang jauh-jauh hari konsep ini. Yang jadi permasalahan media adalah banyak orang-orang yang kemudian ingin membenturkan dua sisi kami BEM FEB. Misalnya dalam hal ini, gubernur saya difokuskan terhadap permasalahan isu dan berita ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dalam perspektif politik, sifat seperti ini secara tersirat ataupun langsung adanya bahasa-bahasa politik dua kaki, artinya juga mengamankan kepentingan golongan di BEM FEB tapi juga membersihkan nama ataupun dianggap tetap memperjuangkan aspirasi di Aliansi Garuda Mulawarman.&nbsp;</strong><strong>Menurut Anda, apakah sifat politik dua kaki yang dilakukan pimpinan Anda, layak dilakukan oleh seorang pejabat yang diamanahkan sebagian mahasiswa FEB untuk sebagai mengemban amanah sebagai gubernur BEM FEB satu periode, layakkah dia melakukan itu?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau dibilang layak, jadi saya memahami begini. Kita sebagai mahasiswa ketika ada permasalahan ataupun ada isu ataupun ada kebijakan yang tidak pro dengan rakyat atau mahasiswa, harus paling depan menyikapi itu. Karena kita sebagai mahasiswa yang sudah diikrarkan untuk selalu memiliki tiga fungsi mahasiswa sosial kontrol terhadap pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Salah sekali kalau mahasiswa yang hari ini tidak ada penyikapan terhadap itu, maka saya katakan mahasiswa adalah tidak sadar. Tapi yang dikatakan politik dua kaki saya tidak sepakat. Jadi begini, yang pertama adalah saya bilang semua, organisasi, apa pun acara itu selalu ingin mencari sponsor di luar.</p><p style="text-align: justify;">Ranahnya adalah Pertamina, yang diisukan adalah kami selalu mencari peluang dalam kesempatan daN kesempitan, tidak begitu. Saya katakan, sudah jauh-jauh hari sudah kami rancang, sudah kami buat proposal sedemikian rupa. Yang jadi permasalahan adalah pas ada isu ini, Pije ketemu dengan Pertamina, kami dikatakan politik dua kaki, tidak gitu loh.</p><p style="text-align: justify;">Yang jadi permasalahan teman-teman persepsinya adalah munafik orang yang mengatakan kalau misalkan tidak mencari bantuan sponsor keluar untuk membantu kegiatan organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Jadi saya tidak menyatakan dia dikatakan politik dua kaki, tidak. Yang menjadi permasalahannya adalah sikap orang-orang yang selalu memandang kami ini melakukan politisasi dalam hal-hal kegiatan kami, tidak seperti itu. Karena memang ini acara besar, kami butuh dana, butuh bantuan sponsor yang luar biasa juga untuk men-<em>support</em> acara kami.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dalam Rakerwil BEM KM hari Sabtu, salah satu statement Jahroni Pimpinan Redaksi Tepian TV, dia bilang kalau mahasiswa tangan kirinya pegang TOA tapi tangan kanannya meminta proposal ke perusahaan-perusahaan sama saja mahasiswa menggadaikan idealisme. Apakah Anda sepakat dengan itu?</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak sepakat. Karena saya katakan, kita wajar berpikir realistis. Kita butuh relasi, jadi masalah adalah kampus selalu juga membatasi dan tidak terlalu men-<em>support</em>. Saya tidak katakan tidak selalu, tapi membantu mahasiswa juga dipersulit dalam hal anggaran untuk event-event, biasanya itu jadi permasalahan juga.</p><p style="text-align: justify;">Makanya kami dituntut mahasiswa juga untuk kreatif mungkin untuk mencari dana di luar. Artinya kita berpikir, semua BEM semua organisasi seperti itu, jadi orang yang mengatakan itu adalah karena kami mengambilnya CSR-nya saja, bukan untuk kepentingan individu.</p><p style="text-align: justify;">Tapi untuk kepentingan event atau kelembagaan untuk menyukseskan atau tetap eksistensinya agenda-agenda yang kemudian berbasis keilmiahan itu dan kalau dikatakan itu tidak semerta-merta juga kami sepakat, karena ini tergantung situasi dan kondisi yang kemudian selalu dibenturkan hal ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pasca pertemuan (di D&rsquo;Orange Caf&eacute;) tersebut, tanggal 28 Maret malam, Pertamina fixed ingin membantu <em>Eco Summit&nbsp;</em>dengan nominal bantuan kisaran Rp15 sampai Rp17 juta, itu betul? Dan bagaimana sikap Pertamina dan BEM FEB setelah <em>Sketsa</em> mendapat informasi ini dan menuangkannya dalam bentuk berita? Ada konfirmasi lanjutan? Betul informasi itu? Dan lanjutan informasinya seperti apa?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau informasinya, Pertamina ingin membantu <em>field trip</em> nanti, karena itu kan jauh-jauh hari sudah dicanangkan. Tapi belum secara konkretnya berapa, tapi ada kisaran Rp10 juta untuk <em>field trip</em> itu, <em>field trip</em> aja. Karena field trip mereka yang menyiapkan untuk fasilitas konsumsi dan semacamnya.</p><p style="text-align: justify;">Jadi mengenai berita ini, saya rasa, media memang adalah bentuk pengawasan tapi kalau ini dikatakan politik dua kaki, ini saya tidak sepakat, karena ini adalah dua hal yang berbeda. Kemudian satunya untuk kepentingan rakyat, karena mahasiswa ingin turun menyikapi itu, di satu sisi lain adalah bentuk kreativitas kami untuk sebagian anak organisatoris yang menjalankan amanah untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa dengan acara-acara yang kami lakukan.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya butuh anggaran dan sponsor untuk membantu menyukseskan acara. Karena hari ini saya melihat organisasi-organisasi yang ada di Unmul dan di luar, semuanya mencari relasi dengan bentuk bantuan <em>sponsorship</em>, saya tidak menutup kemungkinan seperti itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dan konfirmasi lanjutan setelah pemberitaan ini dengan Pertamina bagaimana<br>teman-teman di Pije ataupun di BEM FEB?&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau ini belum ada konfirmasi lanjutan tapi insyaallah akan di-support tentang SGFT.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana keberlangsungan Eco Summit jika misal Pertamina menarik bantuannya untuk kegiatan sebentar lagi akan dilaksanakan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau itu kami sudah pikirkan tapi kami tetap berpikir positif. Kami sudah kuatkan di internal kami. Kami sekreatif mungkin untuk punya cara plan A, B, C. Kalaupun tidak dibantu, kami sudah menyiapkan itu dengan bantuan-bantuan yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Kami akan selalu men-<em>support</em>, alumni-alumni juga membantu nanti, tapi kami berpikir positif Pertamina akan membantu karena sudah kami jalin relasi dengan baik. Karena ini adalah salah satu program kerja CSR dari Pertamina dan salah bentuk kami artinya ada saling keuntungan di masing-masing institusi ini. <strong>(<em>erp/dan/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bertemu Pertamina, Rizaldo Diminta Menghentikan Aksi Kenaikan Harga BBM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bertemu-pertamina-rizaldo-diminta-menghentikan-aksi-kenaikan-harga-bbm/baca </link>
<guid> bertemu-pertamina-rizaldo-diminta-menghentikan-aksi-kenaikan-harga-bbm </guid>
<pubDate> Thu, 26 Apr 2018 11:54:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: en.tempo.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bertemu-pertamina-rizaldo-diminta-menghentikan-aksi-kenaikan-harga-bbm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AHa4Y8h7cb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bertemu Pertamina, Rizaldo Diminta Menghentikan Aksi Kenaikan Harga BBM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Selain ikut dalam pertemuan Pertamina bersama Pije dan dua stafnya di D&rsquo;Orange Caf&eacute;, Gita Widhani juga hadir saat pertemuan di El Barilto Resto and Caf&eacute; dengan Rizaldo alias Aldo, Presiden BEM KM Unmul. Pertemuan itu terlaksana pada Kamis, 29 Maret atau tepat sehari setelah pertemuan Pertamina dengan BEM FEB.</p><p style="text-align: justify;">Gita yang merupakan anggota magang di Pertamina bagian <em>Communication and Relation</em> (Comrel) menceritakan sejumlah poin yang dibahas Pertamina bersama Aldo. <em>Pertamina Goes to Campus</em> (PGTC) jadi satu poin yang dibahas. Bahwa Pertamina hendak menggandeng BEM KM Unmul untuk menyukseskan acara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain PGTC, pertemuan itu juga membahas isu kenaikan harga BBM non-subsidi. Bahasan yang sehari sebelumnya tidak dibahas oleh Pije, Jenderal Aliansi Garuda Mulawarman, ketika bertemu dengan Pertamina. Saat pertemuan dengan Aldo, pihak Pertamina sudah mengetahui rencana akan kembali digelarnya aksi untuk menuntut pemerintah dan Pertamina guna menurunkan harga BBM non-subsidi.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-pije-dalam-membahas-eco-summit-bersama-pertamina/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/drama-pije-dalam-membahas-eco-summit-bersama-pertamina/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Sehari sebelumnya dalam agenda Selasar Dedikasi, Pertamina terlibat dalam diskusi yang diselenggarakan BEM FEB. Pihak Pertamina diwakili oleh Alicia Irzanova alias Alice selaku <em>Head Section</em> Comrel Pertamina Kaltim dan Didi Andrian Indra sebagai staf Comrel. Poin Pertamina dalam diskusi itu ialah memberikan pemahaman bahwa Pertamina tidak punya andil apa-apa dalam menurunkan harga BBM. Karena bagi Pertamina, kenaikan harga bahan bakar bergantung dengan harga minyak dunia.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/event/di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi/baca">https://sketsaunmul.co/event/di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekalipun kamu itu demo sampai ke presiden, Presiden Indonesia pun tidak bisa menurunkan harga minyak karena yang menentukan harga minyak itu dunia,&rdquo; kata Alice kepada Aldo dalam pertemuan itu. Tetapi, Aldo, kata Gita, tetap bergeming dan tetap ingin menjalankan aksi.</p><p style="text-align: justify;">Gita beranggapan sifat ngotot Aldo muncul karena Aldo berhalangan saat Selasar Dedikasi. Aldo memang tidak hadir, pada hari itu ia mengutus Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul Idet Arianto Putra untuk menyimak poin bahasan. Atas hal itu, Gita menduga Aldo belum memiliki pemahaman menyeluruh tentang alasan di balik kenaikkan harga BBM non-subsidi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dalam keterangannya kepada Sketsa, Kamis (5/4) lalu, Aldo mengakui bahwa dirinya pernah ditelepon oleh pihak Pertamina agar tidak lagi menggelar aksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jauh sebelum terlaksananya Selasar Dedikasi, yang menjadi narasumber tersebut sudah pernah menelepon saya untuk tidak melakukan aksi demonstrasi terkait BBM. Beberapa waktu setelah terlaksananya Selasar Dedikasi pun juga saya diajak ketemu dengan beliau di salah satu rumah makan,&rdquo; ujar Aldo.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-bungkam-pentolan-garuda-mulawarman-dalam-selasar-dedikasi-bersama-pertamina/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-bungkam-pentolan-garuda-mulawarman-dalam-selasar-dedikasi-bersama-pertamina/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Gita mengaku tak tahu-menahu perbincangan telepon yang dimaksud Aldo. Namun menurutnya, pertemuan yang tempo hari lalu berlangsung di El Barilto mestinya bisa dijadikan momen untuk mencari solusi bersama. Gita pikir jika solusi sudah ditemukan, maka tak perlu lagi ada aksi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan terbatas itu, Alice sempat mau mencoba membuat kesepakatan dengan Rizaldo. Ia mengatakan bila pada Senin, 2 April distribusi BBM lancar, maka Aldo cs sebaiknya tidak melakukan aksi. Namun, Aldo tidak langsung menerima dan menjawab diplomatis bahwa bisa saja aski tetap dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Benar saja, belum sampai satu minggu usai pertemuan dengan Pertamina, 4 April 2018, Aliansi Garuda Mulawarman kembali menggelar aksi menolak kenaikkan BBM non-subsidi. Massa aksi menyampaikan tuntutannya di dua lokasi yakni Gedung DPRD Kaltim dan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Samarinda di Jalan Cendana. Aldo ada dalam barisan massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Gita menyoroti lokasi aksi di TBBM yang menurutnya berbahaya. Idealnya TBBM memang harus steril dari aksi bakar-bakar, namun massa aksi hari itu tidak mengindahkan hal tersebut. Sebelum aksi ditutup sebuah keranda dengan tulisan &ldquo;matinya nurani pemerintah Indonesia terhadap rakyat kecil&rdquo; dibakar dan mahasiswa mengitarinya sembari menyanyikan lagu Darah Juang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai distribusi TBBM itu tidak lancar, dihentikan gara-gara anak-anak bakar itu. Jadi, jengkel, kalau mau demo, jangan juga di depan TBBM,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Selepas diskusi di El Barito berakhir dan Aldo beranjak pulang, Gita sempat bertanya ke Alice bagaimana jika Aldo cs jadi melakukan aksi. Alice menjawab, &ldquo;Ya sudah, Git, gimana lagi. Kalau kita sudah bicarakan baik-baik, kita kasih pengertian, tapi mereka masih enggak bisa paham, enggak bisa mengerti, ya sudah. Mau diapakan lagi. Kalau mau demo, ya silakan.&rdquo; <strong>(<em>dan/erp/nhh/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertemuan dengan Pertamina: Rizaldo Menggantung PGTC dan Tekad Menjalankan Aksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-dengan-pertamina-rizaldo-menggantung-pgtc-dan-tekad-menjalankan-aksi/baca </link>
<guid> pertemuan-dengan-pertamina-rizaldo-menggantung-pgtc-dan-tekad-menjalankan-aksi </guid>
<pubDate> Thu, 26 Apr 2018 12:05:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rizaldo, Presiden BEM KM Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-dengan-pertamina-rizaldo-menggantung-pgtc-dan-tekad-menjalankan-aksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p10KsykFod.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertemuan dengan Pertamina: Rizaldo Menggantung PGTC dan Tekad Menjalankan Aksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Bahwa ada pertemuan terbatas antara BEM KM Unmul dengan pihak Pertamina, tidak dibantah oleh Rizaldo yang menjabat sebagai presiden. Rizaldo tidak datang sendiri, ia ditemani dua orang anggotanya Menteri Hubungan Luar (Hublu) Wahidatul Jannah dan salah seorang staf Hublu.</p><p style="text-align: justify;">Aldo, begitu dia disapa, mengatakan inti pertemuan itu ialah membicarakan tentang kerja sama antara Pertamina dengan BEM KM Unmul dalam menggelar <em>Pertamina Goes to Campus</em> (PGTC). Beberapa tahun ke belakang, Pertamina memang cukup rutin menggelar PGTC di kampus-kampus. Tak hanya di Unmul, PGTC juga dilaksanakan di Politeknik Negeri Samarinda. Tahun ini BEM Polnes ikut digandeng Pertamina guna menjalankan acara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah jelas kerja sama itu, Rizaldo tidak langsung mengiyakan tawaran Pertamina. Ia lebih tepatnya belum bisa memutuskan apakah akan mengambil tawaran itu atau tidak. Sebab BEM KM Unmul sendiri sudah punya jadwal padat dari April sampai Mei mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Betul-betul padat (agenda), tapi mereka (Pertamina) tetap memaksa,&quot; ujarnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (11/4).</p><p style="text-align: justify;">Baru beberapa hari usai pertemuan, BEM KM Unmul melalui Wahidatul Jannah secara tersirat menyatakan menolak tawaran tersebut. Jannah memberikan konfirmasi lebih terang terkait agenda BEM KM Unmul yang sudah penuh sampai Mei.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Merespons itu Pertamina melalui Didi Andrian Indra Kusuma, staf <em>Communication and Relation</em> menyebut kalau pihaknya kini mulai <em>move on</em> dari BEM KM Unmul, dan sedang mencari organisasi lain di Unmul untuk bekerja sama menyelenggarakan PGTC. Hingga hari ini PGTC belum jelas kapan diselenggarakan di Unmul, tetapi yang jelas acara ini mundur dari waktu yang diniatkan Pertamina sebelumnya yaitu 25 April.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belum ada (penyelenggara). Fokus ke penyelenggaran di kampus lain dulu,&rdquo; terang Didi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Aksi adalah Kunci</strong></p><p style="text-align: justify;">Aldo menyebut bahwasanya tidak ada bahasan mendalam mengenai kenaikan BBM non-subsidi. Tapi, ada pertanyaan yang dilontarkan Alicia Irzanova, <em>Head Section</em> Comrel Pertamina, yang bingung kenapa Aldo masih hendak menjalankan aksi. Sampai muncul tuduhan bahwa gerakan mahasiswa di Unmul tengah ditunggai oleh partai politik tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak lama setelah pertemuan dengan Pertamina tanggal 29 Maret, BEM KM Unmul ujungnya tetap turun bergabung dalam aksi yang dihelat Aliansi Garuda Mulawarman&ndash;Aliansi BEM se-Unmul&ndash;pada 4 April di depan Gedung DPRD Kaltim, termasuk pula ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Samarinda di Jalan Cendana.</p><p style="text-align: justify;">Aldo mengatakan hari itu tujuan utama aksi sebenarnya menyasar Gedung DPRD Kaltim. Dalam teknis lapangan sebelum aksi, bahkan tidak ada rencana untuk menyambangi Pertamina. Aldo menjelaskan massa aksi ingin bertemu langsung dengan ketua ataupun wakil ketua DPRD Kaltim karena Ketua Komisi II Edy Kurniawan tidak bisa merealisasikan tuntutan yang telah disepakati secara bersama.</p><p style="text-align: justify;">Sebab menurut pandangan di tataran aliansi mahasiswa, pasca aksi tanggal 19 Maret hingga aksi kedua pada 4 April, stok Premium di berbagai titik SPBU se-Samarinda tetap masih langka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya komunikasi ke intel juga. (Intel bilang) &lsquo;Saya sudah maksimal, mas. Saya sudah di DPRD Kaltim, sudah ke protokoler, ke humas, katanya enggak ada sama sekali anggota DPRD&rsquo;. Saya bilang, &lsquo;Kalau memang enggak ada Komisi II, kita minta wakil atau ketuanya cukup&rsquo;. &lsquo;Enggak ada&rsquo; katanya (si intel),&rdquo; ujar Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Malam harinya selepas aksi, Rizaldo sempat menghadiri undangan ulang tahun Yos Sutomo. Di acara itu ia malah melihat Ketua DPRD Kaltim M. Syahrun hadir untuk menyampaikan sambutan. Padahal, yang bersangutan sama sekali tak muncul saat Aliansi Garuda Mulawarman melakukan aksi di Gedung DPRD Kaltim siang harinya.</p><p style="text-align: justify;">Kecewa karena parlemen sama sekali tidak ada di gedungnya itu yang kemudian menggerakkan massa aksi ke TBBM. Dan di sanalah Pertamina dikejutkan. Gita Widhani, anggota magang Comrel menyoroti aksi demonstrasi yang dilakukan Aldo dkk. Pertamina mengatakan bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk menentukan harga bahan bakar. Fluktuasi BBM bergantung pada harga minyak dunia.</p><p style="text-align: justify;">Selangkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bertemu-pertamina-rizaldo-diminta-menghentikan-aksi-kenaikan-harga-bbm/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bertemu-pertamina-rizaldo-diminta-menghentikan-aksi-kenaikan-harga-bbm/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Menurut Aldo aksi demonstrasi adalah identitas mahasiswa. Aksi demontrasi mencuat bukan hanya selalu tentang suatu persoalan yang belum menemukan titik terang. Apalagi ketika menggarap sebuah isu, aksi demonstrasi perlu dilakukan untuk menekan pemerintah ataupun lembaga agar mempercepat proses kebijakan atas tuntutan yang diberikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rasionalisasi apa pun yang saya sampaikan (terkait) kenapa kami harus demonstrasi pasti enggak bakal diterima. Karena mereka sudah memandang jelek yang namanya demonstrasi,&rdquo; ucap Aldo. <strong>(<em>nhh/dan/erp/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertamina Persilakan Mahasiswa Lakukan Aksi, Namun Menyayangkan Saat Aksinya di TBBM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-persilakan-mahasiswa-lakukan-aksi-namun-menyayangkan-saat-aksinya-di-tbbm/baca </link>
<guid> pertamina-persilakan-mahasiswa-lakukan-aksi-namun-menyayangkan-saat-aksinya-di-tbbm </guid>
<pubDate> Thu, 26 Apr 2018 12:16:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Didi Andrian Indra Kusuma, staf bagian Communication and Relation (Comrel) Pertamina. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-persilakan-mahasiswa-lakukan-aksi-namun-menyayangkan-saat-aksinya-di-tbbm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kz4A72SBqj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertamina Persilakan Mahasiswa Lakukan Aksi, Namun Menyayangkan Saat Aksinya di TBBM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Rizaldo mengkau sempat dihubungi oleh Alicia Irzanova, <em>Head Section Communication and Relation</em> (Comrel) agar mahasiswa tidak melakukan aksi demonstrasi terkait kenaikan harga BBM. Telepon itu diakui oleh Didi Andrian Indra Kusuma, staf bagian Comrel.</p><p style="text-align: justify;">Didi tidak bisa memberi jawaban gamblang mengenai hal itu karena memang bukan ia yang menelepon. Namun bagi Didi, harus ada perspektif yang disamakan terlebih dahulu oleh kedua pihak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi perspektifnya harus dibenahi dulu. Harus disamakan antara batasan larangannya pihak Rizaldo dengan batasan larangan pihak kami (Pertamina),&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Didi mengatakan Pertamina tidak melarang adanya aksi massa yang dilakukan mahasiswa, termasuk yang dilakukan oleh Aliansi Garuda Mulawarman. Ia menganggap mahasiswa memang punya andil dalam menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak melarang aksi, Didi tetap mengomentari aksi massa kedua tanggal 4 April lalu yang dilakukan Aliansi Garuda Mulawarman di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Samarinda di Jalan Cendana. Ia agak menyayangkan aksi tersebut karena tidak memikirkan hal-hal yang lebih besar seperti keamanan dari aktivitas di TBBM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami agak menyayangkan bahwa aksi yang digelar kemarin agak memblokade, kemudian juga ada aksi bakar-bakaran di depan (TBBM). Daerah tersebut rawan bencana, apalagi kebakaran. Karena ada aksi bakar-bakaran tersebut bisa saja ada mata-mata api mental ke tangki, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-dengan-pertamina-rizaldo-menggantung-pgtc-dan-tekad-menjalankan-aksi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-dengan-pertamina-rizaldo-menggantung-pgtc-dan-tekad-menjalankan-aksi/baca</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kala Pertamina Bertemu Dua Eksekutif Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya perihal pertemuan Pertamina dengan Pije dan dua stafnya di D&rsquo;Orange Caf&eacute;, Didi mengungkapkan bahwa pihaknya tidak membuat janji secara khusus dengan Pije. Melainkan Pertamina memiliki janji temu dengan panitia <em>Eco Summit</em> guna membahas <em>sponsorship</em>. Didi mengatakan pertemuan dengan BEM FEB sebagian besar berkutat di pembahasan <em>Eco Summit</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat itu kami mengajak Yasmin (nama samaran) bertemu guna membahas lebih lanjut mengenai event-event-nya yang cukup sesuai dengan program Pertamina. Kami tidak menyangka bahwa ada gubernur BEM FEB saat itu. Berhubung sudah ada (Pije), maka kami ajak pula (berdiskusi),&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Pasca bertemu Pije, esok harinya pihaknya bertemu dengan Rizaldo dan dua rekannya. Pertemuan dilakukan di El Barilto Resto and Caf&eacute;. Pertemuan itu ditujukan untuk <em>Pertamina Goes to Campus</em> (PGTC). Ketika PGTC rampung dibahas, obrolan ternyata melebar ke pembahasan terkait BBM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika diskusi (PGTC) selesai, kami masuk ke diskusi yang lebih serius. Rizaldo membawa tema diskusi tentang harga Pertalite yang naik,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pertamina Tak Pedulikan Indikasi &ldquo;Politik Dua Kaki&rdquo; Pije&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain menanggapi terkait <em>Stadium General &amp; Field Trip</em> (SGFT) yang diajukan BEM FEB, Pertamina pun menanyai bahasan lain yang ingin didiskusikan. Saat itulah bahasan mengenai peluang memberi bantuan terkait Eco Summit muncul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya kami hanya membahas itu saja (SGFT). Tapi gubernur BEM FEB Unmul membuka peluang ketika kami tanya mengenai apa yang dibutuhkan. Karena surat yang diajukan hanya terkait dengan SGFT,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Didi tak tertarik menanggapi sikap Pije yang terkesan melakukan &lsquo;politik dua kaki&rsquo;. Di satu sisi melakukan aksi menuntut terkait BBM, namun di satu sisi lain juga meminta bantuan untuk SGFT dan <em>Eco Summit</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Niat kami murni untuk mendukung gerakan mahasiswa. Jadi kami melihat <em>event</em> yang digelar (<em>Eco Summit</em>) memiliki tujuan yang jelas dan programnya pas dengan kami. Jadi kami tidak memandang Pije sebagai Gubernur BEM FEB Unmul lagi, namun kami memandang event ini sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatan kita,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>len/dan/erp/nhh/sut/alm/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selain Tanggapi Rizaldo, Tiga Pentolan Aliansi BEM se-Unmul Sebut Pije Tidak Lakukan “Politik Dua Kaki” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selain-tanggapi-rizaldo-tiga-pentolan-aliansi-bem-se-unmul-sebut-pije-tidak-lakukan-politik-dua-kaki/baca </link>
<guid> selain-tanggapi-rizaldo-tiga-pentolan-aliansi-bem-se-unmul-sebut-pije-tidak-lakukan-politik-dua-kaki </guid>
<pubDate> Fri, 27 Apr 2018 07:54:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga Pentolan Aliansi BEM se-Unmul sepakat sebut Pije lakukan politik dua kaki. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selain-tanggapi-rizaldo-tiga-pentolan-aliansi-bem-se-unmul-sebut-pije-tidak-lakukan-politik-dua-kaki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hkTS4mnX2r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Selain Tanggapi Rizaldo, Tiga Pentolan Aliansi BEM se-Unmul Sebut Pije Tidak Lakukan “Politik Dua Kaki”</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Kalau dikatakan keras kepala, sangat disayangkan sekali pihak Pertamina berbicara seperti itu kepada presiden (BEM KM Unmul Rizaldo),&rdquo; kata mantan Komandan Jaringan Advokasi Mulawarman dan Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul Idet Irianto Putra saat ditemui Senin (16/4).</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan mahasiswa bukan tidak tahu bahwa harga BBM bergantung dengan harga minyak dunia. Namun, dua aksi yang dilakukan oleh Aliansi Garuda Mulawarman yang menolak kenaikan harga BBM non-subsidi, disebut Idet telah melalui proses berpikir. Perlu diskusi, konsolidasi, pengkajian dan itu semua menurutnya tidak bisa seenaknya dicap keras kepala. Ia menjelaskan aksi mahasiswa itu sah dan dilindungi oleh konstitusi, bahwa pendapat siapa pun di depan umum, tak bisa dibatasi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan terbatas antara BEM KM Unmul dengan Pertamina, Alicia Irzanova, <em>Head Communication and Relation&nbsp;</em>Pertamina sempat menantang Rizaldo. Pertemuan itu terlaksana Kamis, 29 Maret, Alice mengatakan bila pada Senin, 2 April distribusi BBM lancar, maka Aldo cs sebaiknya tidak melanjutkan aksi. Meski akhirnya menolak, upaya ini dicium Idet bahwa jangan-jangan ada &lsquo;permainan&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berarti secara tersirat dari Pertamina sudah ada stok Premium, namun kenapa dibatasi? Secara logika, kita melihat Premium ini sudah ada, cuma ditahan-tahan,&rdquo; kata Idet.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bertemu-pertamina-rizaldo-diminta-menghentikan-aksi-kenaikan-harga-bbm/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bertemu-pertamina-rizaldo-diminta-menghentikan-aksi-kenaikan-harga-bbm/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Saat disinggung terkait pertemuan terbatas lain yang melibatkan Pertamina dengan Freijae Rakasiwi alias Pije, Idet mengaku tak mau ikut campur. Ia menyebut, hal itu menyangkut urusan rumah tangga Pije di internal BEM FEB. Idet juga tak menganggap sifat Pije yang meminta bantuan ke Pertamina sembari menuntut Pertamina lewat Aliansi Garuda Mulawarman sebagai bentuk dari &lsquo;politik dua kaki&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;FEB yang ke sana bertemu dengan Pertamina, entah dia membahas PGTC (<em>Pertamina Goes to Campus</em>) kemudian Blok Mahakam ataupun <em>Eco Summit</em>, itu terserah mereka,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Komandan Jaringan Advokasi Mulawarman</strong></p><p style="text-align: justify;">Komandan Jaringan Advokasi Mulawarman dan Menteri Kebijakan Kampus BEM KM Unmul Mush&rsquo;ab Al Ma&rsquo;ruf menganggap tak ada korelasi antara pembahasan PGTC dan aksi kenaikan harga BBM yang dibahas Rizaldo dan Pertamina. Menurutnya itu tidak perlu dipermasalahkan.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, ia berpandangan fungsi pemerintah adalah sebagai pelayan masyarakat dan mahasiswa bekerja untuk jadi pengawal kebijakan pemerintah. Sehingga wajar apabila mahasiswa turun aksi untuk menekan pemerintah jika kebijakan yang dibuat, ujung-ujungnya merugikan masyarakat. Termasuk konteksnya kebijakan menaikkan harga BBM yang berdampak pada maslahat rakyat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Supaya cepat mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang memang harus berpihak ke masyarakat itu sendiri,&rdquo; katanya, Selasa (17/4).</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi persoalan Pije yang terkesan menutup-nutupi <em>Eco Summit</em> saat temu dengan Pertamina, menurut Makruf itu adalah hak Pije dalam berbicara. Sebagaimana dua anggota magang Pertamina juga memberi kesaksian bahwa ada <em>Eco Summit</em> dalam pertemuan itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kedua <em>statement</em> itu memang beda, berbeda jauh sekali. Jadi saling mematahkan,&rdquo; ujar Makruf.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, ia tak juga melihat manuver Pije ini sebagai politik dua kaki. Makruf menjelaskan aksi demonstrasi itu bukan kepentingan pribadi atau perorangan, tetapi rakyat. Mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat harus bersuara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetapi ketika bahas event, itu beda lagi. Itu memang kontennya berbeda,&rdquo; tambah Ma&rsquo;ruf.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Korlap Aksi BBM Jilid II</strong></p><p style="text-align: justify;">Toby Setiawan, Wakil Presiden BEM FKTI sekaligus yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) saat aksi mahasiswa kenaikan harga BBM pada 4 April lalu, mengaku tidak tahu pertemuan terbatas antara Pije, Rizaldo, dan Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selaku korlap aksi, saya tidak mengetahui ada percakapan sebelumnya. Karena (aksi BBM) ini betul-betul suatu keresahan yang timbul di masyarakat dan saya ingin memberikan solusi untuk mereka,&rdquo; ungkapnya, Selasa (17/4).</p><p style="text-align: justify;">Namun satu yang Toby pahami bahwa pertemuan ini dilakukan antar lembaga, bukan atas nama Aliansi Garuda Mulawarman. Ia menegaskan tidak ada sangkut pautnya antara pilihan mengikuti aksi idengan obrolan Rizaldo dan Alicia Irzanova. Posisinya dalam aksi tersebut diniatkan sebagai salah satu cara untuk menyuarakan keresahan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena memang tugas saya menjadi mahasiswa bisa memberikan solusi-solusi untuk masyarakat,&rdquo; ujar Toby. &ldquo;Karena memang kebutuhan masyarakat adalah Premium harus ada dan (BBM) non subsidi bisa turun, itu sih. Kalau memang itu terpenuhi dari masyarakat, mungkin kami tidak akan aksi. Namun faktanya adalah belum ada, maka dari itu kami turun aksi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti Idet dan Ma&rsquo;ruf, ia juga tak menilai Pije sebagai Gubernur BEM FEB sedang melakukan politik dua kaki. Menurutnya politik dua kaki Pije baru berlaku apabila proposal <em>Eco Summit</em> diberikan ketika kenaikan harga BBM terjadi dan mahasiswa sedang getol-getolnya menjalankan aksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini posisinya berbeda. Ini (Pije) sudah tahu, tapi mengajukan proposal dulu, belum tahu kebutuhan masyarakat,&rdquo; ucap Toby.</p><p style="text-align: justify;">Toby berujar, jika dipandang dari aspek anak organisatoris, kebutuhan dana memang sangat diperlukan untuk menyokong suatu kegiatan berskala besar. Sehingga meminta proposal ke berbagai lembaga atau instansi menurutnya adalah hal yang wajar. Namun harus pula hati-hati jika kelak dirasa ada hal yang menyimpang saat mengajukan proposal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang bertabrakan (kepentingan), ya sudah, tarik proposal, minta ke yang lain. Kalau memang betul-betul yang kita minta proposal tersebut menyimpang dari hal-hal yang sebenarnya harus dilakukan,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>len/dan/erp/nhh/syl/sut/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Ketua BEM Tak Permasalahkan Pije dan Rizaldo, Walau Dua di Antaranya Tidak Tahu Apa itu Politik Dua Kaki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-ketua-bem-tak-permasalahkan-pije-dan-rizaldo-walau-dua-di-antaranya-tidak-tahu-apa-itu-politik-dua-kaki/baca </link>
<guid> tiga-ketua-bem-tak-permasalahkan-pije-dan-rizaldo-walau-dua-di-antaranya-tidak-tahu-apa-itu-politik-dua-kaki </guid>
<pubDate> Fri, 27 Apr 2018 08:04:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sigit Untoro (Gubernur BEM Faperta), Mujihat, (Gubernur BEM FKIP), dan Alam Nugraha (Presiden BEM FKM) berikan tanggapan perihal pertemuan dengan Pertamina. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-ketua-bem-tak-permasalahkan-pije-dan-rizaldo-walau-dua-di-antaranya-tidak-tahu-apa-itu-politik-dua-kaki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QzaBQo99Pd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Ketua BEM Tak Permasalahkan Pije dan Rizaldo, Walau Dua di Antaranya Tidak Tahu Apa itu Politik Dua Kaki</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pertemuan Rizaldo dan Freijae Rakasiwi bersama Pertamina terjadi manakala mahasiswa sedang tegang-tegangnya. Problem ketersediaan stok bahan bakar di SPBU dan kenaikan harga BBM belum selesai, hawa pergerakan tengah panas, dan di momen itu mereka justru bertemu.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini mendapat tanggapan dari para pimpinan BEM Fakultas. Nama-nama seperti Sigit Untoro (Gubernur BEM Faperta), Mujihat, (Gubernur BEM FKIP), dan Alam Nugraha (Presiden BEM FKM) adalah tiga yang bersuara.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Sigit Untoro, isi obrolan Aldo dengan Pertamina masih sesuai konteks. Yang disampaikan Aldo tidak lain adalah hasil dari konsolidasi BEM se-Unmul. Sewaktu aksi pertama kali kenaikan BBM non-subsidi, Aliansi Garuda Mulawarman menyambangi DPRD Kaltim dan ditanggapi dengan berbagai alasan. Termasuk saat Pertamina menjelaskan alasan di balik terlambatnya pengiriman Premium ke Samarinda dikarenakan cuaca yang ekstrem sehingga menyebabkan kelangkaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya itu tidak masuk akal, kenapa bisa sampai langka (Premium). Sedangkan untuk BBM yang lain, Pertamax dan Pertalite masih lancar-lancar saja,&quot; kata Sigit.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM Faperta ini menjelaskan kenaikan harga BBM non-subsidi yang disebabkan harga minyak dunia, pemerintah Indonesia seolah-olah sengaja membiarkan harga BBM ini naik dan tidak ada upaya untuk membantu rakyat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Padahal di Nawacita Jokowi itu, dia berjanji tidak akan pernah menaikkan BBM. Tapi nyatanya, ya, seperti itu,&quot; tutur Sigit.</p><p style="text-align: justify;">Maka ganjil bagi Sigit jika Pertamina meminta aksi mahasiswa tidak dilanjutkan karena, baik presiden, gubernur atau bahkan pejabat, tidak ada yang memiliki wewenang untuk menghentikan aksi demonstrasi. Aksi yang dilakukan oleh Aliansi Garuda Mulawarman kemarin telah dijamin oleh konstitusi.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-dengan-pertamina-rizaldo-menggantung-pgtc-dan-tekad-menjalankan-aksi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertemuan-dengan-pertamina-rizaldo-menggantung-pgtc-dan-tekad-menjalankan-aksi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk menanggapi pertemuan terbatas antara Pertamina dengan Pije, Sigit menilai kedua pihak sama saja, saling menutup-nutupi. Akan lebih mudah diketahui kebenarannya jika terdapat pihak ketiga. Tetapi, Sigit menganggap yang dilakukan Pije juga bukan praktik politik dua kaki.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kalau di sini beda, enggak ada hubungannya dengan politik dua kaki. Cuma yang pelakunya ini sama, tapi programnya beda. Karena sudut pandang saya, ini beda pembahasan, enggak ada hubungannya dengan aksi,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tak Paham dengan Istilah Politik Dua Kaki</strong></p><p style="text-align: justify;">Mujihat tidak banyak memberi komentar terkait pertemuan antara Aldo dan Pertamina. Ia setuju dengan apa yang dikatakan Aldo. Menurutnya mahasiswa memang harus menjadi ujung tombak bagi masyarakat. Perihal aksi memang telah menjadi idealisme mahasiswa yang memiliki peran kontrol sosial untuk mengawal jalannya roda pemerintahan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk temu antara Pertamina dengan Pije, Mujihat tidak memberi tanggapan soal politik dua kaki yang mungkin dilakukan Gubernur BEM FEB tersebut. Sebetulnya ia sendiri baru mendengar istilah itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia coba mengarahkan ke sektor pembahasan lain. Ia menceritakan pengalamannya saat hadir di salah satu kegiatan FEB yang juga mengundang komisi II DPRD Kaltim sebagai salah satu pemateri. Setelahnya Mujihat dengan beberapa kawan melakukan obrolan kecil untuk bertukar pikiran terkait masalah agenda-agenda organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Mujihat mengaku di situ sudah mendapat informasi bahwa BEM FEB telah bekerja sama dari awal sebelum aksi tolak kenaikan harga BBM terlaksana. Mujihat memandang persoalan ini dari dua sisi, kerja sama dan aksi. Baginya siapa pun itu pasti butuh keluar untuk melakukan kerja sama. Sedangkan aksi, hal ini memang merupakan idealisme mahasiswa jika terjadi hal-hal yang genting dan darurat sebagai penyampai aspirasi rakyat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau memang ada masalah kerja sama antar instansi dan lain sebagainya. Ya tetap, silakan saja, terserah organisasi mahasiswa yang sekarang. Adapun masalahmu, saya enggak tahu kalau ada masalah-masalah apa pun itu,&quot; jelas Mujihat.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan jika bentuk kerja sama itu adalah untuk kegiatan terbesar dalam sebuah organisasi, Mujihat mempersilakan untuk melakukannya. Sebab ia sendiri tidak ingin mencampurkan antara idealisme dengan kerja sama.</p><p style="text-align: justify;">Alam Nugraha juga tak banyak berkomentar terkait pertemuan Aldo dan Pertamina. Apa yang telah diutarakan Aldo dalam pemberitaan Sketsa disetujui saja oleh Alam. Lalu untuk Pije, ia juga sama mengatakan tidak ada sangkut pautnya antara aksi dengan event.</p><p style="text-align: justify;">Alam menuturkan aksi yang dilakukan oleh Aliansi Garuda Mulawarman memiliki landasan yang jelas, yaitu keresahan masyarakat terkait kelangkaan BBM non-subsidi. Menurutnya apa yang dilakukan Pije bukan sebuah masalah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sama saja misalnya kita aksi di rektorat, aksi di dekanat, kita teriak ke dekan, WD. Besoknya bisa saja kita minta proposal dana dan lain-lain,&quot; ujar Alam.</p><p style="text-align: justify;">Saat diminta tanggapan mengenai politik dua kaki Pije, seperti Mujihat, ia juga tidak mengetahui istilah tersebut. Sehingga ia tidak bisa memberikan pernyataan terkait arti dari istilah politik dua kaki. <strong>(<em>nhh/dan/erp/syl/len/sut/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Presiden BEM FISIP Sebut Pije Munafik, Presiden BEM Teknik Memilih Tak Berkomentar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/presiden-bem-fisip-sebut-pije-munafik-presiden-bem-teknik-memilih-tak-berkomentar/baca </link>
<guid> presiden-bem-fisip-sebut-pije-munafik-presiden-bem-teknik-memilih-tak-berkomentar </guid>
<pubDate> Fri, 27 Apr 2018 08:12:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden BEM FISIP dan Presiden BEM Teknik pun ikut bersuara. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/presiden-bem-fisip-sebut-pije-munafik-presiden-bem-teknik-memilih-tak-berkomentar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cyHK0ha40A.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Presiden BEM FISIP Sebut Pije Munafik, Presiden BEM Teknik Memilih Tak Berkomentar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Menanggapi fenomena pra hingga pasca pertemuan terbatas antara Pije, Rizaldo, dan pihak Pertamina, dua presiden BEM fakultas yang tidak mendeklarasikan diri terlibat dalam Aliansi Garuda Mulawarman juga memberi pandangan.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar menyebut Pije munafik, sedangkan Yoga Pratama Khatulistiwa, Presiden BEM Teknik lebih memilih tidak berkomentar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai sesama aktivis pergerakan mahasiswa, saya kecewa,&rdquo; ungkap Akbar memulai komentarnya ke Pije.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial 2015 itu berujar bahwa hal ini sama sekali tidak bisa dibenarkan dalam gerakan mahasiswa karena akan mencoreng kemurnian dari niat mahasiswa itu sendiri. Namun, Akbar tidak menyebut yang dilakukan Pije sebagai politik dua kaki.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau pandangan aku pribadi itu sama sekali tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan akan menguntungkan beberapa pihak saja,&rdquo; ucapnya. &ldquo;Itu sebenarnya bukan politik dua kaki, tapi aku memandangnya sebagai kemunafikan Pije.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia meneruskan komentarnya dengan menyebut gerakan yang dibangun oleh teman-teman di BEM FEB harusnya dibangun tanpa embel-embel kepentingan golongan. Namun dengan adanya temu Pertamina dan pembahasan proposal <em>Eco Summit</em>, Akbar menyesalkan tindakan itu menjadi noda dari perjuangan BEM FEB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di satu sisi berteriak tentang isu kerakyatan, tapi orientasinya justru keuntungan untuk kelompok mereka sendiri. Saya berharap kami dan teman-teman lain ke depannya tidak akan terlibat dalam konspirasi menjijikkan ini,&rdquo; ujar Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Suara lain datang dari kampus Teknik. Yoga Pratama Khatulistiwa, Presiden BEM Teknik mengaku tidak bisa berkomentar banyak. Ia hanya berujar bahwa BEM Teknik tidak ingin ada keberpihakan kepada &lsquo;blok&rsquo; manapun. Oleh karena itu, Yoga tidak ingin menanggapi hal ini dengan gegabah.</p><p style="text-align: justify;">Namun ketika dimintai pendapat soal politik dua kaki yang dilakukan Pije, Yoga menjawab bahwa itu tidak demikian. Ia melihat posisi Pije hanya terapit pada situasi dan kondisi yang momentummnya bersamaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jikalau <em>Eco Summit&nbsp;</em>mungkin selisih waktunya agak lama dengan demo kemarin, ya pasti tidak akan muncul istilah semacam ini,&rdquo; ujar Yoga pada Sketsa, (24/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pertemuan Pije dengan Pertamina, Yoga kembali tak mau terlalu ikut campur. Ia tak mau menanggapi Pije yang tak menyebutkan adanya bahasan <em>Eco Summit</em> saat bertemu dengan Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya <em>no comment</em> kalau soal itu,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>sut/nhh/dan/erp/syl/len/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pakar Politik Unmul Mengecam Pije, Memuji Aldo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pakar-politik-unmul-mengecam-pije-memuji-aldo/baca </link>
<guid> pakar-politik-unmul-mengecam-pije-memuji-aldo </guid>
<pubDate> Fri, 27 Apr 2018 12:49:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pakar politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Budiman. (Foto: Darul Asmawan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pakar-politik-unmul-mengecam-pije-memuji-aldo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/93FpLv4ieH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pakar Politik Unmul Mengecam Pije, Memuji Aldo</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Peristiwa di lingkungan eksekutif mahasiswa terkait isu BBM, salah satunya tentang pertemuan terbatas Freijae Rakasiwi, Rizaldo, dan pihak Pertamina disikapi oleh pakar politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Budiman. Ia memberi gambaran politis yang komprehensif bagi dua mahasiswa yang menjabat gubernur BEM FEB dan presiden BEM KM Unmul tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasisiwa itu konsepnya harus kritis. Dalam artian, betul-betul menyuarakan aspirasi rakyat. Kenapa banyak aktivis dipandang sebelah mata? Karena banyak terindikasi, aktivis bersuara untuk mendapatkan fulus,&rdquo; katanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Budiman itu tertuju kepada Pije yang menuntut Pertamina, tetapi di sisi lain menyodorkan proposal kegiatan. Hakikat kata fulus menurut Budiman tak melulu uang, tapi bisa diartikan sebagai adanya &lsquo;kepentingan&rsquo;. Sehingga ia menyebut, dalam konteks garis perjuangan sebagai mahasiswa yang kritis, bergerak demi fulus itu seharusnya tidak dibenarkan. Itu tidak etis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam politik, (sifat Pije) ini dibahasakan bunglon politik. Artinya di satu sisi sebagai pembela rakyat, tapi di sisi lain ternyata ada kepentingan,&rdquo; katanya kepada Sketsa, Senin (23/4).</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya apakah Pije laksana sedang bermain politik dua kaki terhadap Pertamina dan Aliansi Garuda Mulawarman, Budiman langsung menyambar dengan dua kata sergahan. &ldquo;Hah, bisa,&rdquo; ucapnya sembari tertawa kecil.&ldquo;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dalam konteks ini, ada dua organisasi yang berbeda. BEM dan Aliansi. Tapi kan tidak bisa dipisahkan orangnya itu. Artinya, dalam garis perjuangan, ini sangat patut disayangkan sebenarnya,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Jika dilihat dari tindakan Pije, ada dua hal yang dapat disimpulkan Budiman. Pertama, Pije berdiri untuk membela rakyat. Kemudian kedua, ia menyunggi kepentingan ke dalam pusaran Pertamina untuk menyukseskan acara Eco Summit.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Ini tidak bisa dipisahkan, orangnya sama kok,&rdquo; kata dosen sekaligus ketua Prodi Pemerintahan Integratif tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Budiman menerangkan hakikat dari politik dua kaki sebetulnya identik dengan satu kata: keuntungan. Maksudnya, saat melakukan tindakan yang satu, dia untung.&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kemudian saat bertindak yang satunya lagi, juga untung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dari sisi rakyat, Pije untung karena seolah-olah ia satu barisan dengan mahasiswa lain yang membela kepentingan rakyat. Ketika mengajukan proposal pun, seolah-olah Pije hanya membawa kepentingan kampus dan mahasiswa untuk menyukseskan acara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Dari segi etika politik, pelanggaran dia. Artinya, seorang pejuang itu, harus konsisten dan punya komitmen. Ketika dia melakukan dua hal yang berbeda, apalagi bertolak belakang, kita bisa simpulkan, dia tidak konsisten dan dia tidak punya komitmen,&rdquo; ujar Budiman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Budiman juga menilai, langkah Pije merupakan hal yang tidak sah dilakukan oleh mahasiswa yang bertitel pejabat tertinggi BEM fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Ada beberapa keraguan orang terhadap aktivis. Baik itu aktivis mahasiswa atau LSM (lembaga swadaya masyarakat). Dengan adanya (pertemuan terbatas) itu, makin mempertegas kecurigaan-kecurigaan yang ada terhadap aktivis-aktivis mahasiswa. Di mana sisi agen of change-nya di sini?&rdquo; paparnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Namun demikian, beberapa pentolan Aliansi Garuda Mulawarman dan ketua BEM fakultas yang dinta keterangan oleh Sketsa lebih menganggap tindakan Pije sebagai hal yang wajar. Hal ini makin membuat Budiman tidak habis pikir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selain-tanggapi-rizaldo-tiga-pentolan-aliansi-bem-se-unmul-sebut-pije-tidak-lakukan-politik-dua-kaki/baca" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selain-tanggapi-rizaldo-tiga-pentolan-aliansi-bem-se-unmul-sebut-pije-tidak-lakukan-politik-dua-kaki/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dan&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-ketua-bem-tak-permasalahkan-pije-dan-rizaldo-walau-dua-di-antaranya-tidak-tahu-apa-itu-politik-dua-kaki/baca)“Bah," style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-ketua-bem-tak-permasalahkan-pije-dan-rizaldo-walau-dua-di-antaranya-tidak-tahu-apa-itu-politik-dua-kaki/baca)</a></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Bah, itu sama saja pembelaan dalam arti kepentingan sebenarnya. Ini kan (sifatnya) pribadi. Itulah yang membedakan sebenarnya antara pejabat publik dan individu. Artinya, pejabat publik itu, banyak hal harus dijaga. Pije kan dalam konteks ketua BEM, adalah pejabat publik yang mewakili mahasiswa,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dengan statusnya sebagai gubernur BEM FEB sekaligus Jenderal Aliansi Garuda Mulawarman, Pije memiliki pengaruh yang besar dalam aksi massa kenaikan BBM tempo hari. Menurut Budiman, Pije bisa saja mempengaruhi internal aliansi untuk menyetop gerakan manakala proposal kegiatan telah masuk dan dikabulkan oleh Pertamina. Kendati, Pije mungkin tidak bergerak sampai sejauh itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Artinya ini tidak bisa dibedakan posisi dia di aliansi dan posisi dia di BEM FEB,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Bagi Budiman praktik politik dua kaki saat masih menjadi mahasiswa adalah ironi. Menurutnya tindakan mencari keuntungan di dua sisi seperti yang dilakukan Pije, bisa membuka pintu gerbang untuk menuju tindakan yang paling dibenci oleh rakyat di negeri ini: korupsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Ingat, bibit-bibit korupsi, itu dimulai dari awal perjuangan sebenarnya. Ketika sudah melakukan tindakan (politik dua kaki) itu, setidaknya kita bisa melihat ke depannya bagaimana. Sangat jarang ada orang yang bisa berkomitmen pada garis-garis perjuangan,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Bagaimana Komitmen Semestinya Digigit</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sikap Aldo yang menolak tawaran Head Section Comrel Pertamina, Alicia Irzanova agar tidak melakukan aksi massa dalam pertemuan terbatas diapresiasi oleh Budiman. Secara eksplisit, ia memuji sifat presiden BEM KM Unmul tersebut sebagai mahasiswa yang menjunjung tinggi komitmen dalam garis pergerakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Itu baru namanya komitmen. Itu baru pejuang, punya komitmen dan integritas. Artinya, meski mau melakukan kegiatan di kampus, tapi tetap menunjukan daya kritisnya,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Meski harga minyak dunia telah diserahkan pemerintah ke mekanisme pasar, namun gerakan-gerakan mahasiswa masih tetap logis dilakukan. Ia mengambil contoh sifat PDIP yang di era kepemimpinan SBY menjadi partai yang paling getol menolak kenaikan harga BBM. Namun saat rezim partainya yang berkuasa, justru PDIP mingkem tak bersuara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dalam posisi seperti ini, peran BEM baik tataran fakultas ataupun universitas dalam menyuarakan aspirasi rakyat terkait kenaikan harga BBM sangat dibutuhkan. Sehingga, harga minyak yang telah dilepas pemerintah ke mekanisme pasar bukan jadi alasan bagi mahasiswa khususnya BEM untuk tidak menyuarakan aspirasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Jadi kalau BEM bergerak, itu memang sudah sewajarnya dan seharusnya. Ingat, lembaga yang saat ini dipercaya rakyat siapa? Mahasiswa sebenarnya. Itu wajar. Yang tidak wajar itu kayak (sifat Pije) tadi,&rdquo; sebutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dan untuk mengantisipasi politik dua kaki kembali terjadi di tataran mahasiswa, Budiman berpesan agar mahasiswa sebaiknya sudah paham dan menghindari konflik kepentingan saat menjabat sebagai pengurus BEM. Aktivis mahasiswa, pejabat BEM, menurutnya harus satu kata dengan perbuatan. Saat mahasiswa yang dipercaya sebagai agen perubahan memiliki suara kritis yang bercabang, itu jadi persoalan serius. Boleh jadi di detik itu rakyat telah kehilangan harapan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Makanya dalam konteks ini dibutuhkan komitmen dan integritas untuk menyatakan satu kata dengan perbuatan itu tadi. Karena berat jadi mahasiswa dan aktivis itu, harus konsisten dari awal sampai akhir,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(dan/erp/nhh/len/sut/syl/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pedasnya Kritik Pakar Hukum dan Pakar Sosial Unmul kepada Pije, Mahasiswa, dan BEM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pedasnya-kritik-pakar-hukum-dan-pakar-sosial-unmul-kepada-pije-mahasiswa-dan-bem/baca </link>
<guid> pedasnya-kritik-pakar-hukum-dan-pakar-sosial-unmul-kepada-pije-mahasiswa-dan-bem </guid>
<pubDate> Fri, 27 Apr 2018 13:35:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Herdiansyah Hamzah, akademisi Fakultas Hukum dan Sri Murlianti, dosen FISIP. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pedasnya-kritik-pakar-hukum-dan-pakar-sosial-unmul-kepada-pije-mahasiswa-dan-bem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fQGWWOrpyc.png" />
					</figure>
			                <h1>Pedasnya Kritik Pakar Hukum dan Pakar Sosial Unmul kepada Pije, Mahasiswa, dan BEM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mengajukan proposal kegiatan yang lazimnya dilakukan oleh banyak organisasi lintas kampus ke instansi jadi problem besar di masa sekarang. Problem itu juga berlaku bagi BEM baik level fakultas atau universitas yang notabene merupakan organisasi gerakan.</p><p style="text-align: justify;">Sebab rentan untuk muncul konflik kepentingan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Freijae Rakasiwi alias Pije yang didakwa oleh pakar politik dan dosen Unmul, Budiman sebagai rupa politik dua kaki.</p><p style="text-align: justify;">Herdiansyah Hamzah, akademisi Fakultas Hukum melihat guna menghindari konflik kepentingan yang suatu saat bisa saja terjadi, organisasi manapun hendaknya perlu menegaskan prinsipnya terhadap banyak hal. Salah satu di antaranya adalah tentang &lsquo;kemandirian&rsquo; dalam berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proposal ke Pertamina itu menjadi benalu bagi organisasi (BEM FEB). Protes kenaikan BBM akan mentah jika pada saat yang bersamaan justru menerima bantuan dari Pertamina,&rdquo; pandangnya.</p><p style="text-align: justify;">Hamzah menganggap bahwa segala kemungkinan bisa saja terjadi antar pihak yang bertemu. Karena biasanya, pertemuan terbatas hanya dilakukan oleh para pimpinan atau elite organisasi tanpa melibatkan yang lain. Bahkan, bisa saja terbuka ruang bagi para elite organisasi tersebut untuk melakukan &lsquo;transaksi&rsquo; yang tidak diketahui pihak lain.</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar itu, ia menganggap, pertemuan terbatas yang dilakukan Pije dan Rizaldo wajar apabila memunculkan kecurigaan demi kecurigaan oleh pihak manapun di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pakar-politik-unmul-mengecam-pije-memuji-aldo/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pakar-politik-unmul-mengecam-pije-memuji-aldo/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Sedangkan terkait pencarian dana untuk kegiatan kemahasiswaan, Sri Murlianti, dosen ilmu sosial memandang siapa pun mahasiswanya harus bijak dalam menyikapi langkah pengajuan proposal ke instansi atau korporasi. Sri menganggap ketika mahasiswa mulai memohon bantuan melalui proposal, secara otomatis independensi mahasiswa akan berkurang.</p><p style="text-align: justify;">Maka jalan paling bija untuk mengadakan kegiatan mahasiswa adalah dengan pendanaan mandiri mahasiswa. Misalnya ia mencontohkan bisa mencari anggaran lewat cara sosiopreneurship atau bahkan kalau perlu lewat urunan baik alumni ataupun pengurus. Dua cara itu bagi Sri adalah lumrah dilakukan oleh mahasiswa yang sudah memiliki idealisme dan keberpihakan tegas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kritik kepada Pije dan Kawan Seperjuangannya</strong></p><p style="text-align: justify;">Sri sudah mengenal Pije dan cukup tahu rekam jejak gubernur BEM FEB itu. Sejak awal mengenal Pije, Sri menilai Pije tidak pernah memiliki pijakan ideologi yang jelas. Pije sebatas yang Sri lihat hanya &ldquo;demo-demo yang bisa temporal yang tidak jelas pijakan ideologisnya&rdquo;. Salah satunya aksi tolak kenaikan harga BBM non-subsidi 4 April lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sri mengamati Pije kerap terombang-ambing antara ingin menggenapkan pandangan awam tentang idealisme mahasiswa, tetapi di sisi lain juga mau memanfaatkan banyak koorporasi yang ada di Kaltim untuk kegiatan mahasiswa. Bagi Sri, hal tersebut sangat mengecewakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau sikap elite mahasiwa seperti ini, dia (Pije) hanya jadi macan ompong di hadapan koorporasi,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sri berpendapat, baik mahasiswa biasa ataupun petinggi BEM idealnya harus menjadi corong aspirasi bagi masyarakat kecil yang tak mampu meneriakkan suara dan tuntutannya secara konkret terhadap pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sikap Pije sangat mengecewakan karena seharusnya dia bergandengan dengan banyak lapisan masyarakat yang sedang memperjuangkan ruang hidup yang lebih adil untuk masyarakat Kaltim, bukan jadi cukong proposal. BEM bukan <em>event organizer</em>,&rdquo; pandangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya sikap Pije dan lembaganya yang mengajukan proposal ke Pertamina tak dianggap sebagai masalah oleh tiga ketua BEM dari kampus berbeda, yakni Sigit Untoro dari BEM Faperta, Mujihat dari BEM FKIP, dan Alam Nugraha dari BEM FKM.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-ketua-bem-tak-permasalahkan-pije-dan-rizaldo-walau-dua-di-antaranya-tidak-tahu-apa-itu-politik-dua-kaki/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-ketua-bem-tak-permasalahkan-pije-dan-rizaldo-walau-dua-di-antaranya-tidak-tahu-apa-itu-politik-dua-kaki/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Bahkan selain tiga ketua BEM fakultas di atas, kawan seperjuangan Pije di Aliansi Garuda Mulawarman juga memandang sikap Pije tak perlu dipermasalahkan. Mereka menganggap sifat gubernur BEM FEB yang melakukan aksi BBM dan mengajukan proposal ke Pertamina adalah dua substansi yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selain-tanggapi-rizaldo-tiga-pentolan-aliansi-bem-se-unmul-sebut-pije-tidak-lakukan-politik-dua-kaki/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selain-tanggapi-rizaldo-tiga-pentolan-aliansi-bem-se-unmul-sebut-pije-tidak-lakukan-politik-dua-kaki/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi itu, Sri balik memberi kritik pedas kepada mahasiswa yang menganggap sifat Pije sebagai &lsquo;hal yang bisa dibenarkan&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini namanya komplotan mahasiswa <em>menye-menye</em>. Benar substansi berbeda, tetapi sikap yang begini, ini menggerogoti kemandirian berpikir, apalagi sikap dan keberpihakan. Tidak mungkin mahasiswa bisa punya kekuatan melawan, kalau pada saat yang sama mengemis bantuan untuk bisa berkegiatan. Ini yang saya katakan tidak punya pijakan ideologi dalam berkegiatan,&rdquo; serang Sri.</p><p style="text-align: justify;">Sri menyebut mahasiswa harus pula memahami bagaimana persekongkolan kapitalisasi perminyakan di Indonesia atau bahkan kancah dunia. Baginya, kalau mahasiswa menguasai ideologi kapitalis yang bersemayam di belakang Pertamina, seharusnya mahasiswa tak sudi meminta bantuan ke Pertamina.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solusi Dana Bagi Organisasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Baik Herdiansyah Hamzah hingga Sri Murlianti memberi saran yang cukup telak jika didengar oleh para mahasiswa organisatoris yang doyan melempar proposal ke berbagai instansi atau korporasi. Keduanya secara garis besar menyebut, harus ada upaya konkret untuk mencari dana sembari menghindari konflik kepentingan di kemudian hari, terutama bagi BEM sebagai organisasi gerakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebaiknya pendanaan organisasi dilakukan secara mandiri tanpa mengemis dari perusahaan-perusahaan. Jangan menggadai prinsip hanya demi sesuap nasi yang justru melemahkan gerakan,&rdquo; kata Hamzah.</p><p style="text-align: justify;">Lebih detail Sri menyebutkan ragam cara untuk berdikari yang bisa dicoba suatu organisasi. Ia tak jauh-jauh, mengambil contoh zaman ketika dia masih mahasiswa. Di mana pundi-pundi dicari melalui mengamen, jualan kue, jualan buku dan bagi hasil dengan toko buku, hingga menjaga parkir tempat-tempat ibadah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu kami lakukan untuk menjaga muruah pembelaan terhadap masyarakat kecil. Kalaupun ada bantuan dari koorporasi, lebih aman bantuan yang sudah langsung ke lembaga universitas yanng telah diposkan untuk dana kegiatan mahasiswa,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>dan/nhh/erp/sut/len/syl/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pije Akhirnya Konfirmasi Ada Bahasan Eco Summit, Lalu Sebut Sifatnya Bukanlah Politik Dua Kaki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pije-akhirnya-konfirmasi-ada-bahasan-eco-summit-lalu-sebut-sifatnya-bukanlah-politik-dua-kaki/baca </link>
<guid> pije-akhirnya-konfirmasi-ada-bahasan-eco-summit-lalu-sebut-sifatnya-bukanlah-politik-dua-kaki </guid>
<pubDate> Fri, 27 Apr 2018 13:58:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gubernur BEM FEB Freijae Rakasiwi alias Pije. (Sumbe: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pije-akhirnya-konfirmasi-ada-bahasan-eco-summit-lalu-sebut-sifatnya-bukanlah-politik-dua-kaki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/55699YQvSS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pije Akhirnya Konfirmasi Ada Bahasan Eco Summit, Lalu Sebut Sifatnya Bukanlah Politik Dua Kaki</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Gubernur BEM FEB Freijae Rakasiwi alias Pije akhirnya mengakui ada <em>Eco Summit</em> saat ia dan dua stafnya melakukan pertemuan terbatas dengan Pertamina. Setelah kali ke sekian dikonfirmasi, dan sebelum-sebelumnya selalu menjawab &ldquo;enggak ada&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> pertama kali mengonfirmasi Pije tentang pertemuannya dengan Pertamina pada Rabu, 4 April 2018. Ketika itu, ia hanya menjelaskan inti pertemuan hanya membahas kegiatan <em>Pertamina Goes to Campus</em> (PGTC) dan Blok Mahakam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk konfirmasi pertama itu saya tidak mau (menyebut secara teknis). Di awal, memang kita sebelum aksi dan segala macamnya, kita sudah mengantarkan proposal SGFT (<em>Stadium General &amp; Field Trip</em>) ke Pertamina,&rdquo; kata Pije pada Selasa, 24 April atau dua puluh hari setelah pernyataannya kali pertama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia mulai mengalirkan isi bahasan yang sebelumnya tak pernah mau disebut olehnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah selesai pembacaan teknis SGFT, terus Pertamina itu nanya ke kita, &lsquo;Ada lagi enggak yang mau dibantu?&rsquo; Saya terus iya, saya sudah jelaskan bahwa <em>Eco Summit</em> itu gini, dan begini-begini. &lsquo;Ada lagi enggak yang mau dibantu?&rsquo; Ya, sudah. Ya kalau bisa, agenda kita ini bang, dan dananya sekian-sekian. Baru yang kita kasih itu proposal SGFT,&rdquo; kata Pije.</p><p style="text-align: justify;">Memang, saat pertama kali dikonfirmasi pada 4 April silam, Pije mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak membahas perihal kenaikan harga BBM non-subsidi saat berlangsungnya pertemuan terbatas dengan pihak Pertamina di D&rsquo;Orange Caf&eacute;.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertamina-dan-gubernur-bem-feb-lakukan-pertemuan-terbatas-apa-yang-dibahas/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Raden Roro Mira Budiasih, anggota pasca magang Pertamina mengatakan bahwa Pije di pertemuan itu paling vokal untuk meminta bantuan <em>sponsorship</em> ke Pertamina. Menanggapi pernyataan Roro, Pije menolak disebut paling vokal. Diskusi itu hanya mengalir sebagaimana harusnya-- antara Pije dan dua stafnya bersama dengan pihak Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">Pije berdalih tidak menyebut bahasan <em>Eco Summit</em> sejak awal saat dikonfirmasi Sketsa karena kegiatan tersebut hanyalah sub kegiatan dari SGFT. Artinya, kegiatan SGFT adalah kegiatan utama, sedang <em>Eco Summit</em> hanyalah rangkaian saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi rangkaian <em>Eco Summit</em>-nya itu, kita sudah jelaskan ke Pertamina. Dia tanya apa aja rangkaiannya? Oke kita sampaikan rangkaiannya apa saja. Bukan bahas <em>Eco Summit</em>-nya, tapi kita bahas rangkaian <em>Eco Summit</em>-nya. Kita tidak membahas secara detail, itu hanya rangkaiannya saja. Dan kita lebih fokus ke ranah SGFT,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jadi, Politik Dua Kaki atau Dua Substansi yang Berbeda?</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebetulnya masalah ini, ini dua hal yang berbeda. Jadi masalah ini karenanmasalah acara (SGFT dan <em>Eco Summit</em>) dan untuk memperpanjang nafas perjuangan di gerakan mahasiswa. Saat pertemuan dengan Pertamina itu, saya masih belum menjadi (jenderal) Aliansi Garuda,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Pije bersikeras sifat yang dilakukannya bukan politik dua kaki. Katanya, ini merupakan polemik yang berbeda. Sebab kenaikan harga bahan bakar tersebut sifatnya insidental, maka saat pengajuan sponsorship ke Pertamina, ia sejatinya dalam posisi tidak tahu-menahu BBM akan naik atau tidak. Pije berujar, BEM FEB dalam hal ini rekan-rekan panitia sudah jauh-jauh hari merancang SGFT dan <em>Eco Summit</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kareana saat ini Blok Mahakam dikelola oleh Pertamina-- sebelumnya dikelola Total E&amp;P Indonesie-- maka agenda SGFT memang sudah ditargetkan dari awal untuk ke sana. Pije pun kembali menekankan bahwa rencana tersebut sudah digarap jauh-jauh hari sebelum isu BBM mulai diadvokasi Aliansi Garuda Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita bertamu di sana. Kita enggak ngemis loh. Otomatis (karena) kita bertamu, kita dijamu di sana,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kedatangan Pije bertemu dengan Pertamina memang dilematis. Di satu sisi pihaknya menunggu <em>follow up sponsorship</em>, di sisi lain isu kenaikan dan kelangkaan BBM sedang memanas. Sehingga jika dikatakan politik dua kaki, Pije menganggap dirinya tidak melakukan hal itu. Lagi, ini kasus yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Namun ketika tiga dosen dari tiga disiplin ilmu yang berbeda mengecam tindakannya, Pije menyikapi terbuka bahwa dosen itu sah-sah saja untuk menilai hal ini.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pakar-politik-unmul-mengecam-pije-memuji-aldo/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pakar-politik-unmul-mengecam-pije-memuji-aldo/baca</a> dan <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pedasnya-kritik-pakar-hukum-dan-pakar-sosial-unmul-kepada-pije-mahasiswa-dan-bem/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pedasnya-kritik-pakar-hukum-dan-pakar-sosial-unmul-kepada-pije-mahasiswa-dan-bem/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Pije justru menilai idealismenya masih terjaga itu sebabnya ia terlibat dalam aksi BBM jilid II di Terminal Bahan Bakar Minyak. Kehadirannya dalam barisan massa aksi ia anggap bukan prakti politik dua kaki, melainkan justru mematahkan persepsi politik dua kaki tersebut. Kecuali kalau dirinya tidak ikut dalam aksi BBM yang kedua, baru ia sepakat dikatakan berpolitik dua kaki.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini pertemuannya (dengan Pertamina) saja yang kondisinya enggak pas, makanya beritanya jadi politik dua kaki. Menurut saya, ini kasus yang berbeda. Kita tetap lantang menyuarakan kesalahan Pertamina dan kita tetap menjaga tujuan dari agenda kita sendiri, jadi seimbang lah,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>syl/dan/erp/nhh/sut/len/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Back for me </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/back-for-me/baca </link>
<guid> back-for-me </guid>
<pubDate> Sat, 28 Apr 2018 10:55:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Aldino Ade Sofyansyah, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2015. (sumber ilustrasi: fineartamerica) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/back-for-me/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/57CexRtb7i.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Back for me</h1>
			              </header>
			              <p>Being with you is wonderful<br>All my love is belong to you<br>Can I make you feel happy?<br>Know that we are separate</p><p>For the rest of my life<br>Only you that make me happy<br>Remembering you is a dumb<br>Making my heart break again<br>Easy to leaving you,<br>but hard to forget you</p><p><span><strong><em>Ditulis oleh Aldino Ade Sofyansyah, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2015</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cinta Dalam Do’a </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/cinta-dalam-doa/baca </link>
<guid> cinta-dalam-doa </guid>
<pubDate> Sat, 28 Apr 2018 11:29:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi yang ditulis oleh Hotimatul Hasanah, mahasiswi Akuntansi FEB 2015. (Sumber foto: dok. penulis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/cinta-dalam-doa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W2QWXqDhLi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cinta Dalam Do’a</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: left;">Teruntuk kamu di Kota Malang. . . . .<br>Datanglah, meski bukan sebagai hujan<br>Jadi teman bercerita saja rasanya sudah cukup<br>Luka, airmata, dan bahagia menulis kisah-kisah kita<br>Masihkah harus kuhitung jarak,<br>Sedangkan detak jantungmu masih terasa dalam dadaku<br>Bila suatu pagi kau mendengar batu menangis,<br>Ingatlah aku, yang selalu diam mencintaimu<br><br>Teruntuk kamu yang jauh di sana. . . . .<br>Beri aku waktu menghitung jarak yang berjarak ini<br>Sebelum berjalan menembus batas waktu<br>Dalam kesedihan ini akan kubangun rumahku<br>Dan kutanam wajahmu diseluruh penjuru<br>Aku cemburu pada angin yang mengusap rambutmu<br>Sementara bait puisi yang ku syairkan,<br>Tak dapat menyentuh hatimu<br>Benarkah kunci hati yang patah,<br>Tak dapat membuka pintu hatimu kembali<br>Waktu telah mengubah segalanya<br>Tiap detik kita menjadi orang yang berbeda<br>Aku takut dalam hari-hariku tak pernah kujumpa dirimu lagi<br>Sedangkan tanganku masih terus terangkat<br>Hingga dia yang Maha tau mendengar do&rsquo;aku<br>Bukan karena pergimu aku rindu<br>Tetapi karena tak dapat kuubah waktu haluanku mencintaimu</p><p style="text-align: left;">Bagi perempuan, isyarat adalah harapan<br>Dan ketidakpastian adalah penderitaan<br>Cobalah sadarkan dirimu, buka sedikit ruang dihatimu<br>Kalau kau tanya seberapa besar rasa cintaku<br>Ia tak pernah lebih dari seujung kuku<br>Tidak besar memang, tapi juga tidak ada habisnya<br>Memilikimu adalah kebutuhan bukan keinginan<br>Andai kamu tau, aku bosan merindu sendiri<br>Maka aku menemuimu, dalam puisi berkali-kali</p><p style="text-align: left;">Kalau kamu membaca ini<br>Kamu pasti mengerti rasanya rindu.</p><p><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><span lang="EN-US"><strong><em>Hotimatul Hasanah, mahasiswi Akuntansi FEB 2015</em></strong></span></p><p style="text-align: left;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Avengers: Infinity War, Kejutan Babak Akhir Superhero </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/avengers-infinity-war-kejutan-babak-akhir-superhero/baca </link>
<guid> avengers-infinity-war-kejutan-babak-akhir-superhero </guid>
<pubDate> Sun, 29 Apr 2018 07:22:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/avengers-infinity-war-kejutan-babak-akhir-superhero/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Sk8aksxGVy.png" />
					</figure>
			                <h1>Avengers: Infinity War, Kejutan Babak Akhir Superhero</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Avengers, Infinity War</span><br><span>Rilis &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 25 April 2018 (Indonesia)</span><br><span>Sutradara &nbsp; : Anthony Rusoo dan Joe Russo</span><br><span>Serial Film &nbsp;: The Avengers</span><br><span>Musik &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Alan Silvestri</span><br><span>Skenario &nbsp; &nbsp; : Stephen McFeely, Christopher Markus</span><br><span>Pemeran &nbsp; &nbsp; :&nbsp;</span><span>Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Mark Ruffalo, Chris Evans, Scarlett Johansson, Benedict Cumberbatch, Don Cheadle, Tom Holland, Chadwick Boseman, Paul Bettany, Elizabeth Olsen, Anthony Mackie, Sebastian Stan, Danai Gurira, Letitia Wright, Dave Bautista, Zoe Saldana, Josh Brolin, dan Chris Pratt.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong></span><span>&nbsp;Film pertarungan para superhero resmi tayang! Siap-siap berebut kursi untuk menyaksikan salah satu film incaran saat ini, <em>Avengers: Infinity War</em>. Film sekuel ketiga dari The Avengers dan kelanjutan dari <em>Avengers: Age of Ultron&nbsp;</em>yang tayang pada 2015 lalu ini telah lama dinanti-nanti oleh para penikmat film, khususnya penggemar setia The Avengers.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Munculnya <em>Avengers:&nbsp;</em><em>Infinity War</em> di layar lebar menandakan 10 tahun Marvel Cinematic Univers (MCU) meramaikan perfilman Hollywood sekaligus pelepas dahaga selama tiga tahun bagi <em>Avengers Fans</em>. Di kanal Youtube, melalui Marvel Entertainment, <em>official trailer</em> pertama telah dilihat hingga 179 ribu kali. Di Indonesia, <em>Avengers: Infinity War&nbsp;</em>resmi dirilis pada 25 April lalu. Selama beberapa hari, sosial media ramai oleh postingan dari warganet yang memamerkan foto tiket maupun <em>meme-meme</em> berisikan larangan untuk tidak membocorkan jalan cerita <span><em>Avengers: Infinity War.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Avengers: Infinity War</em></span><span>&nbsp;kembali menceritakan berkumpulnya para superhero seperti Iron Man, Captain America, Thor, Black Widow, Hulk, Barton, Scarlet Wicth, Sam Wilson, War Mechine</span><span>, dan Vision.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Captain America didapuk sebagai pemimpin dari kumpulan manusia super ini. Namun, dalam serial <em>Captain America: Civil War</em>, terjadi pecah kongsi, yang membuat Tony Stark-Iron Man- mengambil alih pimpinan The Avengers. Sementara Steve Roger-Captain America- meninggalkan The Avengers dengan membawa beberapa pasukan. Dari series ini, muncul superhero baru yaitu Spider Man, Ant Man, Winter Solder, dan Black Panther.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ditinggal beberapa personilnya, membuat musuh yang paling ditakuti berani untuk menampakan diri, Thanos, sang penguasa jahat se-galaksi. Ia datang dengan membawa misi untuk menciptakan perdamaian. Namun, sesuai dengan versinya, yakni dengan cara mengumpulkan keenam <em><span>Invinity Stone</span></em><em>s</em> yang tersebar, di antaranya: <em>P</em><em>ower Stone</em> yang memiliki kekuatan untuk menambah kekuatan. <em>S</em><em>pace Stone</em>, memiliki kekuatan untuk berpindah ruang. <em>Reality Stone</em>, memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keadaan. <em>Time Stone</em>, memilki kekuatan untuk mempengaruhi waktu. Dan terakhir, <em>Mind Stone&nbsp;</em>yang dapat mempengaruhi pikiran.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demi menjaga batu tersebut agar tidak jatuh ke tangan yang salah, pertikaian pun tak dapat dihindari, baik di bumi hingga planet lainnya. Mengingat pasukan The Avengers yang menipis, mereka menerima tambahan berupa amunisi baru dari Doctor Strange yang diperankan oleh Benedict Cumberbacth dan Guardian of Galaxy yang beranggotakan Star Lord, Gamora, Drax, Rocket, Mantis, dan Groot si manusia pohon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span>Film yang disutradarai oleh &nbsp;Anthony Rusoo dan Joe Russo ini</span> tidak hanya menggambarkan soal pertempuran saja, beberapa juga menampilkan tingkah konyol dari Iron Man, Hulk, dan Star Lord hingga tingkah kekanakan dari Spider Man. Untuk memperkuat film dengan genre&nbsp;</span><span>superhero ini</span><span>, <em>s</em></span><span><em>cene</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang menampilkan adegan pengorban turut hadir untuk menyetuh empati penontonnya. Bahkan, ada beberapa hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya turut hadir menjadi pemanis dalam film ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Marvel Cinematic Univers (MCU) dikenal selalu konsiten untuk terus menambah rasa penasaran penikmatnya, dengan&nbsp;</span><span>post credit</span><span>&nbsp;di bagian akhir film untuk memainkan asumsi dan membuat rasa penasaran dan tidak sabar untuk menanti <em>series</em> selanjutnya.<em><strong>&nbsp;(</strong></em></span><em><strong><span>mer/adl</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Hardiknas dengan Nobar, Kemendikbud Panen Kritikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-hardiknas-dengan-nobar-kemendikbud-panen-kritikan/baca </link>
<guid> sambut-hardiknas-dengan-nobar-kemendikbud-panen-kritikan </guid>
<pubDate> Mon, 30 Apr 2018 12:11:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mendikbud gelar nonton bareng (nobar) film 'Dilan' dan 'Yowis Ben'. (Sumber foto: dakwahmedia.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-hardiknas-dengan-nobar-kemendikbud-panen-kritikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uctGcUj8Ji.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Hardiknas dengan Nobar, Kemendikbud Panen Kritikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Belum lama ini siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) usai melaksanakan Ujian Akhir Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Beragam tanggapan dari para pelajar usai berkutat dengan soal ujian viral di sosial media. Ada yang merasa lega, namun ada juga yang melampiaskannya dengan memberikan celetukan dan keluhannya. Yang paling menarik perhatian ialah keluhan <em>&lsquo;nyeleneh&rsquo;</em> yang tak urung membuat siapa saja tergelitik membacanya.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah euforia selepas ujian nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) juga tak mau ketinggalan. Terbukti dari adanya postingan foto berupa ajakan nonton bareng (nobar) film yang sempat hits beberapa saat lalu, yakni <em>Dilan 1990</em> dan <em>Yowis Ben</em>. Dilansir dari <em>detik.news</em>, akun ofisial Kemendikbud melalui aplikasi Instagram memosting ajakan nobar sebagai bentuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Tuai Kritikan Warganet</strong></p><p style="text-align: justify;">Di antara dua film yang ditawarkan, pilihan film <em>Dilan 1990&nbsp;</em>memang lebih menarik perhatian khalayak. Sempat digadang-gadang menjadi film tersukses sejak dirilis 25 Januari lalu, film ini menyasar penonton remaja dan dewasa. Begitu disiarkan melalui media sosial, tak sedikit warganet yang terkejut dan menumpahkan<strong>&nbsp;</strong>kritik atas ide Kemendikbud yang dianggap tidak mendidik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagian besar warganet mengutarakan kekecewaan mereka dengan dalih bahwa film <em>Dilan 1990</em> sebenarnya tidak mendidik. Warganet berpendapat film tersebut lebih banyak menampilkan adegan pacaran dan berkelahi ketimbang memberikan nilai pendidikan kepada penontonnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dimungkiri memang sebagian besar adegan dalam film <em>Dilan 1990</em> lebih banyak menyuguhkan adegan romantisme ala anak SMA. Hal ini dianggap tidak etis dan tidak tepat oleh sebagian besar warganet, mengingat nobar ini bertujuan untuk memperingati Hardiknas.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang kurang menyetujui adanya ajakan ini ialah Ayu Erika Putri. Pelajar asal Bontang ini mengatakan ketidaksetujuannya jika dua film tersebut menjadi tawaran film Kemendikbud.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sangat disayangkan, bahwa sahnya seorang pelajar diajak nonton film <em>Dilan</em>. Padahal isi filmnya hanya berisi tentang kisah remaja yang sedang jatuh cinta dan kisah remaja yg sedang menikmati masa muda mereka,&rdquo; ujarnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Dalih Berupaya Menghargai Karya Anak Bangsa</strong></p><p style="text-align: justify;">Ada alasan di balik niatan nobar dua film ini di momen Hardiknas<strong>.&nbsp;</strong>Melalui laman berita <em>detik.news</em>, Kemendikbud berdalih menonton <em>Dilan 1990</em> dan <em>Yowis Ben</em> dapat membuat masyarakat, khususnya pelajar lebih menghargai film-film nasional.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang benar ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, yaitu nonton bareng film Indonesia, untuk lebih mencintai dan menghargai film karya anak bangsa dengan cara nobar<em>&nbsp;</em>film Indonesia,&quot; ucap Kasubbag Layanan Informasi Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Anandes Langguana dalam wawancaranya, Kamis (19/4/2018).</p><p style="text-align: justify;">Anandes mengutarakan bahwa pemilihan film tersebut karena masih memiliki korelasi dengan momentum Hardiknas. Terlebih lagi film <em>Dilan 1990</em> merupakan film yang paling banyak meraup penonton sepanjang sejarah penayangannya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Anandes menjelaskan bahwa ada makna penting yang bisa diambil dalam film. Yakni adanya sinergitas yang dibangun oleh para bintang laga dalam film untuk membangun suasana pendidikan yang baik. Selain itu Anandes juga menambahkan bahwa <em>Dilan 1990</em> mengajarkan adanya pendidikan karakter di setiap sekolah yang semakin mendongkrak sinergitas tadi. <strong><em>(sut/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 15 Peserta Menghilang dalam Lomba Lintas Alam Pramuka Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/15-peserta-menghilang-dalam-lomba-lintas-alam-pramuka-unmul/baca </link>
<guid> 15-peserta-menghilang-dalam-lomba-lintas-alam-pramuka-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 30 Apr 2018 12:42:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu peserta Lomba Lintas Alam Gugus Depan Universitas Mulawarman (LLAGUM) mendapat penanganan medis. Sumber:  Info Taruna Samarinda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/15-peserta-menghilang-dalam-lomba-lintas-alam-pramuka-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jxE0C3XINK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>15 Peserta Menghilang dalam Lomba Lintas Alam Pramuka Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - 15 orang peserta Lomba Lintas Alam Gugus Depan Universitas Mulawarman (LLAGUM) menghilang. Mereka diduga tersesat saat melintasi salah satu garis rute, yakni di Jalan Batu Cermin, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara. Total peserta sebanyak 59 sangga. Satu sangga berisi masing-masing 5 peserta.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, rute yang ditempuh peserta dimulai dari GOR 27 September Unmul, Jalan Perjuangan, Gg. Ahim, Perumahan Sempaja Lestari, Simpang Jalan Wahid Hasim II, Jalan Batu Cermin, dan berakhir di Buper L2 Teluk Dalam, Kabupaten Kutai Kartanegara. Keseluruhan rute sepanjang 20 kilometer itu ditempuh peserta dengan berjalan kaki melewati 5 titik pos panitia.</p><p style="text-align: justify;">Menghilangnya 15 peserta ini baru diketahui malam harinya sekitar pukul 19.30 WITA, Minggu, (29/4), sementara lintas alam sudah dimulai sejak pukul 7.30 WITA.</p><p style="text-align: justify;">Kabar ini diketahui dari pesan <em>broadcast</em> yang disebarluaskan Alluvia Haliza, mahasiswi Universitas Widyagama dalam sebuah grup bernama Krepa Smada (Kelompok Remaja Pecinta Alam SMAN 2 Samarinda) yang merupakan salah satu kelompok pecinta alam di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pesan tersebut diuraikan pula kronologi kejadian. Mulanya, pada pukul 11.30 pagi, pos bayangan atas nama Asriani menemukan 3 sangga yang tersesat masih dapat melanjutkan perjalanan sesuai rute yang ditentukan panitia. Kemudian, pukul 16.00, ditemukan 7 sangga yang lain tersesat di kawasan tambang dan langsung dievakuasi ke Pos II Batu Cermin dan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, pada pukul 16.30, tidak ada lagi peserta yang melintasi Pos II. Sehingga Pos II menginformasikan ke Pos sebelumnya dan Pos III namun waktu itu belum mendapat info lanjutan. Detik itu juga, Pos Bayangan yang berisi 4 orang panitia melakukan pencarian ke Batu Cermin dalam hingga simpang menuju Ambalat.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 18.00, ditemukan 1 sangga yang tersesat di kawasan tambang batu bara di seputaran Berambai oleh karyawan tambang. Kelimanya diantar 5 sepeda motor ke Pos II Batu Cermin dalam kondisi selamat. Kemudian, pukul 19.30, akhirnya seluruh pos menyatakan bahwa sebanyak 3 sangga tersesat dan belum ditemukan. Pukul 23.30, Pusdalops mendatangi TKP, guna berkoordinasi perihal penanganan dan pendataan.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 03.15 dini hari, 5 peserta dalam keadaan sakit telah dievakuasi ke Buper L2 Teluk Dalam. Namun, hingga hari beranjak siang, 15 peserta belum juga ditemukan.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 10.38, awak <em>Sketsa</em> berupaya menghubungi Umar Dani selaku Ketua Umum UKM Pramuka Unmul dan Muhammad Nurul Hidayat, Ketua Panitia LLAGUM. Namun, tak mendapatkan respons. Nomor ponsel keduanya pun non aktif.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> lalu menghubungi Adi Nugroho, salah satu anggota tim SAR gabungan yang berada di lokasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sudah melakukan pencarian sejak tadi malam dengan berjalan kaki, menggunakan trail, dan mobil <em>offroad</em>. Tapi, sampai saat ini memang belum ada perkembangan,&quot; balas Adi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pukul 10.42 pagi.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari postingan Facebook Berita Terkini Samarinda, pada pukul 16.00, tim SAR gabungan berhasil menemukan 15 peserta dan langsung melakukan penanganan medis.</p><p>Kabar ini dibenarkan Adi. Kepada <em>Sketsa</em>, ia mengatakan 15 peserta ditemukan di dekat lokasi pertambangan PT. Perdana Karya daerah L2 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. 11 di antaranya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dan 4 lainnga ke Rumah Sakit Umum AM Parikesit.</p><p>&quot;Semuanya selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">LLAGUM XXIV, merupakan agenda lomba-lomba dari UKM Pramuka Unmul yang melibatkan sejumlah gugus depan (Gudep) se-Kaltim. Ada tujuh cabang yang dilombakan, yakni lintas alam, film pendek, miniatur pionering kreasi, cerdas cermat, teknologi tepat guna, musik perkusi, dan maket bumi perkemahan.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema &quot;Melangkah ke Depan, Membangun Kerja Sama untuk Pramuka yang Inovatif,&quot; agenda ini berlangsung sejak 26-30 April, berpusat di GOR 27 September dengan klasifikasi 30 sangga peserta putra dan 29 sangga peserta putri. <strong><em>(arr/aml/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagi  “Spirit of Indonesia” dalam Roadshow KAMI Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/berbagi-spirit-of-indonesia-dalam-roadshow-kami-indonesia/baca </link>
<guid> berbagi-spirit-of-indonesia-dalam-roadshow-kami-indonesia </guid>
<pubDate> Tue, 01 May 2018 07:25:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: UPT Perkasa Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/berbagi-spirit-of-indonesia-dalam-roadshow-kami-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2ab9OJCAyR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagi  “Spirit of Indonesia” dalam Roadshow KAMI Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> GOR 27 September Unmul terlihat seperti diselimuti &ldquo;lautan kuning&rdquo;. Ratusan mahasiswa Unmul kenakan almamater, mengantre menunggu giliran masuk ke dalam gedung. Mereka tengah melakukan registrasi <em>offline&nbsp;</em>acara <em>roadshow</em> seminar motivasi dari KAMI Indonesia. Unmul menjadi universitas ke-14 dan Samarinda adalah kota ke-7 dari roadshow dengan tema &ldquo;<em>Spirit of Indonesia</em>&rdquo; ini.<em>&nbsp;</em> Digelar secara gratis pada Rabu (10/4) lalu, semakin menambah animo mahasiswa untuk turut menghadiri seminar.</p><p style="text-align: justify;">Mengundang enam narasumber kompeten nasional, yaitu H. Dede Yusuf Macan Effendi Ketua Komisi IX DPR RI, Komjen Pol Heru Winarko selaku Kepala BNN, Abraham Samad Ketua KPK Periode 2011-2015, Syarkawi Rauf sebagai Ketua KPPU, Tubagus Dedi S Gumelar yang merupakan seniman dan anggota DPR RI 2009-2014. Dihadiri kurang lebih ada seribu mahasiswa, 700 di antaranya merupakan mahasiswa bidikmisi. Mereka memenuhi kursi yang telah disusun di depan panggung hingga ke tribune.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai sekitar pukul 09.30 Wita, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penayangan video <em>profile</em> KAMI Indonesia, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Rizaldo selaku Presiden BEM KM Unmul mengonfirmasi terkait ketidakhadiran beberapa narasumber hari itu. Sebab Dede Yusuf, Heru Winarko, dan Syarkawi Rauf tak nampak pada pelaksanaan acara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak Rauf tadi malam konfirmasi ada agenda ke Malang <em>kah</em>, kalau Pak Dede baru tadi pagi bilang enggak bisa,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian dilanjutkan sambutan dari M. Asri Anas selaku CEO Kami Indonesia, Mahyudin Wakil Ketua MPR RI, dan Encik Ahmad Syaifuddin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menggantikan Masjaya yang tidak dapat hadir.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki pukul 11.00 Wita, momen yang paling ditunggu-tunggu tiba. Dosen Hubungan Internasional, Uni Sagena atau yang biasa disapa Unis selaku moderator membuka dan mempersilakan pemateri pertama, Asri Anas.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai CEO KAMI Indonesia, Asri Anas menjelaskan singkat seputar KAMI Indonesia. Dalam pemaparannya, ia mengatakan bahwa pada 2030, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Situasi ini bisa menguntungkan, tetapi di satu sisi juga bisa merugikan negara. Oleh karena itu, dengan tema yang diangkat kali ini, diharapkan generasi milenial Indonesia saat ini &nbsp;memiliki semangat yang akan melahirkan jiwa pemimpin.</p><p style="text-align: justify;">Materi selanjutnya diisi oleh Abraham Samad. Sosok mantan ketua KPK ini menegaskan bahwa melawan korupsi tidak cukup hanya dengan pendekatan hukum saja, harus juga dengan cara yang luar biasa. Ia memaparkan tahapan melawan korupsi ialah dengan melakukan pendekatan hukum, pencegahan, dan terakhir cara luar biasa, yaitu dengan cara integritas. Cara integritas yang dapat dilakukan melalui pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Usai itu, Tubagus Dedi S Gumelar atau akrab dengan nama panggung Mi&rsquo;ing, lanjut mengisi panggung. Dikenal sebagai komedian yang kini banting setir jadi politikus, Mi&rsquo;ing mengaku sering diremehkan. Apalagi dia juga hanya lulusan SMK, sedangkan anggota DPR lainnya kebanyakan berasal dari orang-orang berpendidikan tinggi. Menanggapi hal ini, Mi&rsquo;ing mantap mengatakan bahwa untuk menjadi pemimpin itu juga memerlukan persiapan mental, karena jika hanya mengandalkan kecerdasan tidak cukup.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum memasuki penghujung acara, Unis membuka sesi tanya-jawab. Terlihat antusias para mahasiswa, &nbsp;namun karena keterbatasan waktu Unis hanya memilih tiga orang &nbsp;penanya yang beruntung. Berakhir pada pukul 13.00, para pemateri bergegas meninggalkan gedung karena harus melanjutkan mengisi acara di Universitas 17 Agustus (Untag). Mereka tak menutup diri jika diajak berfoto oleh mahasiswa yang ingin megabadikan momen langka tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>usai acara<em>,&nbsp;</em>Asri Anas berpesan, &ldquo;Untuk adik-adik mahasiswa, tantangan kita ke depan semakin berat dan yang bisa mengubah kualitas kita adalah kita sendiri. Itulah mengapa KAMI Indonesia ingin menjadi bagian dari satu perubahan yang lebih baik untuk Indonesia,&rdquo; tegasnya.&nbsp;<strong><i>(bip/rrd/adl)</i></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senjakala Perayaan Hari Buruh Sedunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/senjakala-perayaan-hari-buruh-sedunia/baca </link>
<guid> senjakala-perayaan-hari-buruh-sedunia </guid>
<pubDate> Tue, 01 May 2018 13:56:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: poskotanews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/senjakala-perayaan-hari-buruh-sedunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nGE3qK47mK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senjakala Perayaan Hari Buruh Sedunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tanggal 1 Mei memang bukan hari yang sunyi. Pada hari ini, tepatnya sejak 1889, kaum buruh di berbagai belahan dunia bersuara, keluar dari pabrik, dan turun ke jalan memperingati Hari Buruh Sedunia atau <em>May Day</em>.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya, tanggal 1 Mei diperingati perayaan tahunan untuk menyambut datangnya musim semi di belahan bumi utara. Namun, pada abad ke-19, <em>May Day</em> mempunyai arti baru. Yaitu peringatan Hari Buruh untuk memperjuangkan hak para pekerja di seluruh dunia.</p><p style="text-align: justify;"><em>May Day</em> akhirnya bertalian dengan hari buruh lahir di Amerika Serikat. Ketika itu buruh laksana robot yang dipaksa bekerja tanpa diimbangi dengan upah layak. Mereka harus mengerahkan tenaga dan waktu selama 19 hingga 20 jam dalam sehari untuk berkutat pada pekerjaannya.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan untuk mengurangi jam kerja perhari menjadi 8 jam adalah tujuan utama dari Serikat Buruh Nasional (NLU) di Amerika Serikat yang merupakan bibit dari Pekerja Federasi Amerika (AFL) sebagai kelompok buruh pada saat itu. Mereka melakukan unjuk rasa dan mogok kerja.</p><p style="text-align: justify;">Pengurangan jam ini disuarakan habis-habisan karena kondisi kerja yang buruk pada masa Revolusi Industri telah menyebabkan ribuan laki-laki, perempuan, dan anak-anak meninggal.</p><p style="text-align: justify;">Pada 1 Mei 1886, lebih dari 300 ribu pekerja (40 ribu dari Chicago) dari 13 ribu bisnis memutuskan untuk mogok kerja. Jumlah pemogok kerja pada hari-hari berikutnya bertambah mencapai 100 ribu pekerja.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>online Tempo</em>, unjuk rasa yang berlangsung damai itu berubah ricuh saat terjadi insiden di Gedung Reaper McCormick pada 3 Mei 1886. Hari itu aktivis buruh bersama ribuan masa mengadakan rapat dengan rentetan literatur bahasa Inggris, Jerman, dan lainnya. Literatur tersebut akhirnya mendorong konfrontasi kepada polisi dan pemerintah atas buruknya kondisi kerja. Akibatnya bentrok antar pekerja Chicago dan satuan polisi tak terhindarkan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, pada 4 Mei 1886 diadakan pertemuan umum untuk memprotes bentrok yang terjadi di hari sebelumnya. Saat itu, August Spies kemudian Albert Parsons menjadi pembicara. Tapi, tiba-tiba suasana yang sedang tenang mendadak panik, karena kerumunan pekerja dibubarkan paksa oleh polisi. Saat satuan polisi maju, seseorang tiba-tiba melemparkan bom rakitan yang terbuat dari dinamit dan diisi dengan kepingan tajam logam menyasar barisan mereka. Nahas, empat orang tewas dari barisan para buruh dan beberapa dari polisi. Kekacauan tidak terhindarkan, akibatnya sekitar tujuh polisi dan delapan warga sipil meninggal hari itu.</p><p style="text-align: justify;">Kerusuhan Haymarket tersebut memunculkan gelombang penindasan pada skala nasional di Amerika Serikat. Pada Agustus 1886, delapan orang yang dicap anarkis dihukum 15 tahun penjara dalam sidang kontroversial meskipun tidak ada bukti yang mengaitkan terdakwa dengan pemboman tersebut. Akhirnya empat di antaranya dihukum gantung, satu bunuh diri dan tiga lainnya diampuni enam tahun kemudian.</p><p style="text-align: justify;">Pada 1890, koalisi partai sosialis dan buruh di Eropa menyatakan demonstrasi untuk menghormati &ldquo;Haymarket Martir&rdquo;. Hari itu sebanyak 300 ribu orang melakukan unjuk rasa pada Hari Buruh di London.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan 1 Mei akhirnya dianut oleh banyak pemerintahan di seluruh dunia, tepatnya dalam Konferensi Internasional Sosialis pada tahun 1889, sebagai Hari Buruh Internasional. Kini <em>May Day</em> adalah hari libur nasional di lebih dari 66 negara. Perayaan tahunan ini mengingat perseteruan antara pemilik modal dan buruh. Serta perjuangan untuk memastikan praktik kerja yang adil bagi semua pekerja.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Peringatan Hari Buruh di Indonesia</strong></p><p style="text-align: justify;">Buruh adalah kelas dominan. Sebab siapa saja yang tak memiliki alat produksi, mendapat gaji, dan bekerja pada pihak tertentu adalah buruh. Meski begitu, hingga kini problematika buruh di tanah air tak juga usai. 1 Mei rutin digelar, rutin pula disuarakan tuntutan-tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Di antara tuntutan yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan ketenagakerjaan buruh ialah soal kelayakan upah, pemutusan hubungan kerja (PHK), sistem kontrak (<em>outsorcing</em>), pemenuhan dan kesejahteraan hidup, pelecehan seksual, cuti haid dan melahirkan bagi buruh perempuan, hingga jaminan berupa tunjangan sosial dan kesehatan. Belum lagi soal persaingan di dunia kerja yang saat ini tak sedikit diisi oleh buruh asing. Semuanya jelas menjadi kekhawatiran para buruh di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perayaan Hari Buruh Internasional hari ini, dilansir dari laman<span><em>&nbsp;</em></span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://liputan6.com&source=gmail&ust=1525268443262000&usg=AFQjCNEher7utcdgwBZyx_BnMA7L7TLhoQ" href="http://liputan6.com/" target="_blank"><em>liputan6.com</em></a>, ada sekitar 150 ribu buruh yang tergabung dalam aksi di depan Istana Negara. Bukan dengan tangan kosong, ada tiga tuntutan yang dibawa dalam aksi ini, yakni, (1) Turunkan harga beras, listrik, BBM dan bangun ketahanan pangan dan energi, (2) Tolak upah murah, cabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan menambah item kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi 84 item, dan (3) Tolak tenaga kerja asing (TKA) buruh kasar dari China serta cabut Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 terkait TKA. <strong>(<em>adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bangkitlah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bangkitlah/baca </link>
<guid> bangkitlah </guid>
<pubDate> Wed, 02 May 2018 11:39:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Taufik Noor (foto: koleksi pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bangkitlah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kYOY9H7oFZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bangkitlah</h1>
			              </header>
			              <p>Saat ilmu kian diacuhkan<br>Terabaikan!<br>Sirna dari kehidupan</p><p>Seharusnya kau harus tahu<br>Kakek sejarah pernah ada<br>Membungkam luka demi cita-cita</p><p>Namun, kenapa kau tak punya perasaan?<br>Pengetahuan tak kau pedulikan<br>Beribu buku kau biarkan</p><p>Wahai remaja zaman<br>Bangkit!<br>Bangkit dari tidurmu</p><p>Janganlah kau hanya terdiam<br>Bagai kebodohan tak kau lawan</p><p>Zaman bagaikan kuburan<br>Hilang semua wawasan<br>Sirna karena teracuhkan</p><p>Wahai kau anak bangsa<br>Munculkanlah kembali harapan</p><p>Tentang indahnya ilmu pendidikan</p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Taufik Noor, mahasiswa Fakultas Kehutanan 2015</strong></em>&nbsp;</p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertama di Kalimantan, IMORI Chapter Kaltim Gelar Seminar dan Pelatihan Tingkat Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/pertama-di-kalimantan-imori-chapter-kaltim-gelar-seminar-dan-pelatihan-tingkat-nasional/baca </link>
<guid> pertama-di-kalimantan-imori-chapter-kaltim-gelar-seminar-dan-pelatihan-tingkat-nasional </guid>
<pubDate> Wed, 02 May 2018 11:44:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama setelah seminar nasional (foto: IMORI Chapter Kaltimi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/pertama-di-kalimantan-imori-chapter-kaltim-gelar-seminar-dan-pelatihan-tingkat-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YlbC7tC54W.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertama di Kalimantan, IMORI Chapter Kaltim Gelar Seminar dan Pelatihan Tingkat Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Selasa (1/5), Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) Chapter Kaltim<strong>&nbsp;</strong>mengadakan Seminar dan Pelatihan Pelatih Mental Olahraga Tingkat Nasional yang diadakan di Lantai 4 Gedung Rektorat Unmul. Meski diadakan pada tanggal merah bertepatan Hari Buruh Internasional, peserta tetap antusias mengikuti seminar. Hal itu terlihat dari penuhnya kursi yang telah disediakan oleh panitia.</p><p style="text-align: justify;">Seminar yang mengangkat tema &ldquo;Peran Penting Akademisi Dalam Memajukan Prestasi Keolahragaan Nasional&rdquo; ini mengundang tiga pembicara yakni Syahrial Bakhtiar selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (DPP ISORI), Dr. Miftakhul Jannah selaku Ketua Umum Asosisasi Pelatih Mental Olahraga Indonesia (APMOI), dan Dr. Junaedi selaku Ketua Umum Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PP KORI) DKI Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Ariful Anam selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa ini adalah acara kedua di Indonesia dan pertama di Kalimantan. Acara pertama diselenggarakan pada tahun 2017 di Jakarta dan pada tahun ini IMORI Chapter Kaltim diberi kesempatan oleh IMORI Pusat untuk menjadi tuan rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acara ini baru dua kali diselenggarakan di Indonesia,&rdquo; ucap Arif.</p><p style="text-align: justify;">Selain seminar, rangkaian acara selanjutnya adalah Pelatihan Pelatih Mental Olahraga yang akan diadakan pada 2-3 Mei di tempat yang sama seperti seminar. Dijelaskan oleh Arif, pelatihan akan dibimbing oleh Dr. Miftakhul Jannah bersama tujuh rekannya yang berasal dari Yogyakarta, Surabaya, dan Gorontalo.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah peserta Seminar dan Pelatihan Pelatih Mental Olahraga Tingkat Nasional keseluruhan adalah 107 peserta yang berasal tidak hanya dari Samarinda maupun Kaltim. Ada peserta yang berasal dari Manado dan Palu. Para peserta pun tidak hanya terdiri dari mahasiswa namun guru, pelatih, dan bahkan dokter spesialis (psikolog).</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Ramli Buhari Sekretaris Prodi Penjaskesrek yang juga hadir pada seminar berharap animo para peserta tidak turun saat pelatihan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acara ini bagus karena dimulai dengan seminar yang mendukung pelatihan besok. Semoga peserta dapat menyimak dan antusiasmenya jangan cuma di hari ini,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Syahrial Bakhtiar yang sempat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>sebelum meninggalkan ruang seminar juga berharap agar pelatih mental di Kaltim dapat bertambah. Ia menjelaskan, agar Kaltim dapat mencetak atlet-atlet cemerlang maka dibutuhkan penanganan sejak dini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dimulai dari usia dini, usia tiga tahun. Harus diberi pembelajaran keterampilan gerak massa agar mereka senang dan bisa ikut dalam kegiatan olahraga ketika dewasa kelak,&rdquo; ujarnya. <strong>(<em>bip/rrd</em></strong><strong><em>/els</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Makna Di Balik Tema Hari Pendidikan Nasional 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/makna-di-balik-tema-hari-pendidikan-nasional-2018/baca </link>
<guid> makna-di-balik-tema-hari-pendidikan-nasional-2018 </guid>
<pubDate> Wed, 02 May 2018 12:05:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua Program Studi PG PAUD FKIP Unmul, Budi Rahardjo. (Sumber foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/makna-di-balik-tema-hari-pendidikan-nasional-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zXxU0NPLTz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Makna Di Balik Tema Hari Pendidikan Nasional 2018</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati oleh seluruh warga Indonesia pada 2 Mei setiap tahunnya. Pemilihan Hardiknas yang jatuh pada 2 Mei karena tanggal tersebut bertepatan dengan hari lahir tokoh pendidikan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara. Ia adalah sosok yang memperjuangkan pendidikan Indonesia pada zaman penjajahan Belanda.</p><p style="text-align: justify;">Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melaksanakan Peringatan Hardiknas 2018 serentak di seluruh Provinsi di Indonesia dengan mengusung tema &ldquo;Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Senin (30/4) kemarin, Ketua Program Studi PG PAUD FKIP, Budi Rahardjo mengungkapkan pendapatnya tentang makna tema Hardiknas tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Pendidikan memiliki peran penting dalam membangun dan melestarikan budaya. Di mana Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam dan menjadi kekayaan budaya tersendiri. Namun, jika tidak dapat dikelola dengan baik justru bisa berubah menjadi sumber konflik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain pembangunan infrastruktur, pendidikan juga harus mendukung keberagaman kebudayaan. Sehingga dengan penguatan pendidikan secara tidak langsung akan berdampak pula pada majunya kebudayaan Indonesia. Tampaknya inilah yang ingin dicapai melalui tema Hardiknas pada tahun ini,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup singkat, Budi juga menambahkan pesan kepada calon pendidik. Menurutnya guru professional adalah guru yang memiliki pondasi karakter yang kuat, karena secerdas apapun seseorang itu tidak akan terlihat jika ditutupi oleh karakter yang buruk.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perbaiki jiwa. Jadikan jiwa kita benar-benar menjadi &ldquo;jiwa pengajar&rdquo; dan jangan menjadikan siswa sebagai sasaran ladang untuk berbisnis. Karena sebaik baiknya manusia adalah manusia yang mampu bermanfaat bagi yang lainnya. Dan, Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional untuk kalian para pendidik dan generasi emas Indonesia,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(nul/ysm/ycp/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenalkan Dunia Kedokteran Melalui ADDAMS dan TEMBUS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/mengenalkan-dunia-kedokteran-melalui-addams-dan-tembus/baca </link>
<guid> mengenalkan-dunia-kedokteran-melalui-addams-dan-tembus </guid>
<pubDate> Wed, 02 May 2018 12:15:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama para peserta ADDAMS dan TEMBUS di FK Unmul (Foto: koleksi pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/mengenalkan-dunia-kedokteran-melalui-addams-dan-tembus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tpierl0KZD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenalkan Dunia Kedokteran Melalui ADDAMS dan TEMBUS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Orang bijak mengatakan usaha yang maksimal akan mendatangkan hasil yang besar. Sejalan, ada banyak hal disekitar kita yang menjadi bukti dari ungkapan tersebut. Salah satunya ialah yang dirasakan oleh mahasiswa Kedokteran. Tidak hanya ketika dalam masa belajar, masuk ke Fakultas Kedokteran saja sudah harus melalui seleksi yang ketat. Belum lagi bicara soal dana pendidikannya yang terbilang besar. Meski nanti hasilnya sepadan dengan upaya yang telah dikerahkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Merasa perlu untuk memberi gambaran tentang dunia pendidikan kedokteran, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) menggelar A Day as Mulawarman Medical Student (ADAMMS) dan Try Out Bersama Masuk FK Unmul (TEMBUS).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini proker baru, untuk memperkenalkan sekaligus meningkatkan eksistensi FK Unmul. Jadi kan, adik-adik di SMA ini masih banyak yang tidak tahu kalau di Unmul ada kedokteran, ragu-ragu juga mau coba kedokteran di Unmul,&rdquo; ujar Jesicca Manaek Manika selaku ketua panitia.</p><p style="text-align: justify;">Diikuti oleh 107 peserta siswa/i dari seluruh Kalimantan Timur, kedua agenda ini</p><p style="text-align: justify;">dilaksanakan secara bertahap. ADDAMS dilaksanakan pada Sabtu (14/4) lalu. Sesuai dengan kepanjangannya, para peserta dibawa ke dunia kedokteran dengan diajak berkeliling ke ruangan FK. Selain itu, ada juga praktik sederhana seperti penanganan ketika ada orang yang mengalami mimisan atau pingsan. ADDAMS merupakan program lanjutan, sebelumnya sudah pernah dilaksanakan pada Dies Natalis Unmul ke-15 pada dua tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan TEMBUS merupakan agenda perdana yang digelar seminggu sesudah ADDAMS, yakni pada (21/4). Mengangkat tema PULMO (Push Your Limit to Become a Medical Student), kegiatan ini berisi tes, sosialisai, pembahasan soal, dan pembagian tips untuk bisa menembus persaingan berkuliah di fakultas yang lulusannya sering disebut-sebut sebagai idaman para mertua.</p><p style="text-align: justify;">Jessica mengatakan, kuota untuk calon mahasiswa FK baik dari jalur Selekasi NasionalMasuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) terbilang sedikit.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;SNMPTN kuotanya saya kurang tau, kalau SBMPTN yang saya tahu hanya 40 mahasiswa daya tampungnya tahun ini. Menurut data tahun lalu, dari 40 yang diterima itu yang telah mengikuti tes dari sekitar 1100 atau sampai 1200 calon mahasiswa. Jadi bener-bener harus <em>push your limit</em>,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Cristina Ayusari Selpia, siswi dari SMA Katolik Adisucipto Balikpapan mengaku terbantu dengan adanya agenda ini. &ldquo;Dari awal ingin berkuliah di jurusan kesehatan, namun kedokteran menjadi opsi pertama. Sudah dapat gamabaran soal-soal SBMPTN nanti. &ldquo; ujar Para peserta. <em><strong>(bip/rrd/fir/mer/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Milad ke-13, LDK FISIP Hadirkan Syakir Daulay </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/milad-ke-13-ldk-fisip-hadirkan-syakir-daulay/baca </link>
<guid> milad-ke-13-ldk-fisip-hadirkan-syakir-daulay </guid>
<pubDate> Wed, 02 May 2018 12:24:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyerahan dan foto bersama Syakir Daulay </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/milad-ke-13-ldk-fisip-hadirkan-syakir-daulay/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ANmYHFet8b.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Milad ke-13, LDK FISIP Hadirkan Syakir Daulay</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Gedung&nbsp;</span><span>Dekanat</span><span>&nbsp;lantai 3 FEB pada Sabtu, (28/4) lalu tampak dipenuhi peserta seminar nasional mulai siswa hingga mahasiswa. Adalah pagelaran seminar nasional yang diprakarsai Lembaga Dakwah Kemahasiswaan (LDK) FISIP Unmul.</span></span><br><span><span><br></span><span>Seminar nasional ini merupakan r</span><span>angkaian agenda dari Islamic&nbsp;</span><span>Social</span><span>&nbsp;</span><span>Moment</span><span>&nbsp;(ISM) dalam rangka milad ke-13 LDK FISIP. Acara dibuka oleh dekan FISIP yang diwakilkan oleh Pembantu Dekan III Erwin&nbsp;</span><span>Resmawan</span><span>.</span><span><br></span><span><br></span><span>Adapun, tema yang diangkat dalam seminar nasional yakni &quot;Sukses Muda Al</span><span>a&nbsp;</span><span>Gen Z.&quot; Tak tanggung-tanggung, Syakir Daulay yang merupakan seorang aktor, pengusaha muda dan hafiz Alquran didaulat sebagai pemateri. Syakir, sapaan akrabnya, membawakan materi mengenai kepemudaan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dalam pemaparannya, Syakir berkisah ia yang sedari kecil dididik dekat dengan nilai agama, sehingga pada umurnya yang mulai beranjak dewasa, ia tak terpengaruh pada hal-hal yang membinasakan. Ia juga mengurai kiat-kiat menghadapi era teknologi, bagaimana memanfaatkan teknologi tanpa diperbudak oleh teknologi itu sendiri.</span><span><br></span><span><br></span><span>Di sisi lain, bukan pertama kalinya bagi Syakir, pemuda asal Aceh ini menginjakkan kaki di Samarinda. Sebelumnya, ia sempat datang ke Kota Tepian bersama &nbsp;keluarganya. Namun di kedatangannya kali ini, Syakir diundang sebagai pembicara.</span><span><br></span><span><br></span><span>&ldquo;Alhamdulillah senang banget bisa jadi pembicara di sini, panitia baik semua. Acara juga kondusif, seru banget acaranya,&rdquo; ujarnya ketika ditemui<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan.&nbsp;</span><span><br></span><span><br></span><span>&ldquo;Semoga kapan-kapan bisa main ke Unmul lagi. Kalau ada acara seperti ini lagi, yuk, teman-teman yang lain ikutan. Karena ini acaranya&nbsp;</span><span>inspiratif</span><span>, seru dan enggak&nbsp;</span><span>ngebosenin</span><span>,&rdquo; imbuhnya lagi.&nbsp;</span><span><br></span><span><br></span><span>Selain Syakir, LDK FISIP juga menghadirkan pemateri yang juga pengusaha, yakni Imam&nbsp;</span><span>Abdurahchman</span><span>. Seorang pemilik usaha kuliner Ayam&nbsp;</span><span>Surasama</span><span>, Roti Gembong Legenda, Tahu Tembak, dan&nbsp;</span><span>Bithel</span><span>&nbsp;Online Shop.&nbsp;</span></span><span><span></span></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Imam menjelaskan seputar k</span><span>ewirausahaan</span><span>&nbsp;, tentang bagaimana memanfaatkan peluang-peluang usaha yang ada di sekitar selagi muda. Selain itu, yang tak kalah menarik, Imam juga memaparkan berbagai karakteristik generasi mulai dari tahun 1960-an dengan sebutan&nbsp;</span><span>Baby&nbsp;</span><span>Boomers</span><span>, generasi 1990-an&nbsp;</span><span>millenial</span><span>, hingga pada generasi Z.</span><span><br></span><span><br></span><span>Terpisah, ketua panitia ISM Ali Imron mengaku puas dengan antusias peserta. Tercatat peserta yang hadir sekitar 254. Meski sempat khawatir sebab menempatkan&nbsp;</span><span>guest</span><span>&nbsp;</span><span>star</span><span>&nbsp;</span><span>di awal acara. Namun dikatakan Ali, sekitar 80 persen penonton masih mengikuti hingga akhir acara.</span><span><br></span><span><br></span><span>Lebih lanjut Ali mengatakan, seminar nasional ini diharapkan mampu memberi ilmu yang bermanfaat bagi peserta maupun panitia. &quot;Kita panitia juga sama-sama mencari ilmunya. Bukan hanya sekadar mengundang dan selesai begitu saja,&quot; tuturnya.</span><span><br></span><span><br></span><span>Mengawali agenda milad</span><span>&nbsp;ke</span><span>-13<span>&nbsp;</span></span><span>LDK FISIP ini, tentu akan ada rangkaian lanjutan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, LDK FISIP kembali mengadakan bakti sosial (</span><span>Baksos</span><span>) pada Sabtu, (5/5)&nbsp;</span><span>mendatang di UPTD Panti Sosial Tresna&nbsp;</span><span>Werdha</span><span>&nbsp;Nirwana Puri. Sedangkan pada 13 Mei akan dihelat agenda temu alumni guna mengeratkan silaturahmi sekaligus menutup rangkaian ISM 2018.<strong><span>&nbsp;</span><em>(</em></strong></span><em><strong><span>snh</span><span>/</span></strong></em><span><em><strong>adl/aml)</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pije Gelar Konferensi Pers guna Tanggapi Tudingan-tudingan Negatif ke BEM FEB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pije-gelar-konferensi-pers-guna-tanggapi-tudingan-tudingan-negatif-ke-bem-feb/baca </link>
<guid> pije-gelar-konferensi-pers-guna-tanggapi-tudingan-tudingan-negatif-ke-bem-feb </guid>
<pubDate> Thu, 03 May 2018 12:49:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pije Gelar Konferensi Pers guna Tanggapi Tudingan-tudingan Negatif ke BEM FEB. (Sumber: Eka Riski) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pije-gelar-konferensi-pers-guna-tanggapi-tudingan-tudingan-negatif-ke-bem-feb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9CrxKQdB9g.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pije Gelar Konferensi Pers guna Tanggapi Tudingan-tudingan Negatif ke BEM FEB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Gubernur BEM FEB Unmul Freijae Rakasiwi alias Pije bersama wakilnya Sukardi dan ditemani 30 anggota internal BEM berkumpul di kantin FEB untuk menggelar konferensi pers pada Minggu sore, 29 April lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini kita ingin melakukan klarifikasi terikait isu-isu yang beredar di Unmul terkait kerja sama BEM FEB Unmul dengan Pertamina Balikpapan,&rdquo; kata Pije.</p><p style="text-align: justify;">Awan mendung yang menghasilkan hujan dan listrik yang tiba-tiba padam sempat sedikit jadi batu sandungan. Pernyataan sikap yang sedianya dimulai pukul 16.00 Wita, akhirnya mundur dan terlaksana sekitar pukul 16.30 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Meski tampak mendominasi, Pije juga membagi kesempatan pada beberapa pihak di internal BEM FEB untuk menyuarakan pandangan dalam konferensi pers tersebut. Mulai dari Sukardi, hingga Saipul, Yasmin, dan Anwar&ndash;tiga nama samaran&ndash;juga diberi kesempatan bicara.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pije</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini, BEM FEB Unmul sebagai garda terdepan gerakan mahasiswa di FEB tentu memiliki visi, misi, dan program kerja. Kami sadar BEM FEB Unmul merupakan BEM yang paling aktif dan produktif,&rdquo; papar Pije lantang.</p><p style="text-align: justify;">Dilandasi kesadaran itulah, pihaknya terniat untuk memberikan wadah dan mengapresiasi para mahasiswa di seluruh Indonesia dan regional Kaltim untuk berkompetisi dan berprestasi. Hal di atas mendasari munculnya sebuah solusi dalam bentuk program kerja bernama <em>Eco Summit</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaan tahun 2017, <em>Eco Summit</em> memiliki beberapa rangkaian, salah satunya yakni <em>Stadium General and Field Trip</em> (SGFT). Berkaca pada konsep dan evaluasi SGFT tahun lalu, 2018 ini, BEM FEB akhirnya memilih Pertamina Balikpapan sebagai tempat SGFT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan [rencana ke] Pertamina tahun ini adalah merupakan wacana dari tahun lalu, dan baru terealisasi untuk dijalankan pada kepengurusan tahun ini,&rdquo; aku Pije.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi pernyataan awal dirinya ke<em>&nbsp;Sketsa</em>, Pije menyebut pihaknya membahas Blok Mahakam dan PGTC. Blok Mahakam sendiri menjadi tema besar dari dari SGFT, dan SGFT merupakan rangkaian dari <em>Eco Summit</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pije pun mengklaim, di dalam surat dan bundel proposal yang diajukan, tidak ada satu pun, proposal kegiatan <em>Eco Summit</em> secara keseluruhan. Proposal yang dikirimkan ke Pertamina tersebut hanya kebutuhan untuk SGFT saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan kita, saat pertemuan di D&rsquo;Orange [Caf&eacute;] itu, adalah membahas SGFT, PGTC [<em>Pertamina Goes to Campus</em>], baru kita membahas hal-hal lain. Jadi itu klarifikasi dari kami,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait aksi pun, Pije menyebut pihaknya memiliki pijakan dasar, yakni keresahan masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan tergabungnya BEM FEB pada aksi pertama tanggal 19 Maret dan kedua pada 4 April ke dalam aliansi BEM se-Unmul yang mengawal isu eksternal kampus: Aliansi Garuda Mulawarman (Garmul).</p><p style="text-align: justify;">Pihaknya murni membawa kepentingan masyarakat karena saat itu BBM subsidi sedang langka dan harga BBM non-subsidi merangkak naik. Aksi tersebut mencoba untuk mendorong agar Premium tidak langka dan menuntut pemerintah pusat untuk mengkaji terkait kebijakan menaikan harga BBM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jujur, kami tidak ada kepentingan apa pun dalam aksi itu [selain keresahan rakyat],&rdquo; tekan Pije. &ldquo;Sekali lagi kami tegaskan, aksi di TBBM itu mendorong distribusi Premium yang saat itu langka. Dan terbukti, pasca aksi itu, bisa dilihat, delapan SPBU [di Samarinda] saat ini menyediakan Premium dan ada SPBU yang khusus [menyediakan pelayanan bagi] angkutan kota [membeli] Premium dan tidak ada antre panjang lagi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pije pun merasa sangat sedih melihat pemberitaan yang menyebut bahwa pihaknya dituding munafik dan segala macamnya terkait aksi yang menyuarakan tuntutan masyarakat. Ia berkata, tergabungnya BEM FEB dalam Garmul dan Jaringan Advokasi Mulawarman (Jarvo) adalah bukti bahwa pihaknya serius mengawal isu-isu yang ada di kampus maupun regional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahwa hari ini kami bergerak merupakan tanda pengabdian kami pada masyarakat. Kami tidak diam, dan kami tidak munafik. Kami akan selalu bergerak untuk rakyat,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sukardi, Yasmin, Saiful, dan Anwar</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam pernyataannya, Sukardi alias Kardi menyebut, program <em>Eco Summit</em> yang dibuat secara megah dan nasional tersebut, tentu membutuhkan dana dan <em>support&nbsp;</em>yang luar biasa. Atas dasar itu, pihaknya dituntut untuk mencari alternatif finansial untuk mendukung berjalannya kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Secara tegas, Kardi menampik terkait istilah politik dua kaki. Karena baginya, secara muruah gerakan, BEM FEB selalu menyikapi isu-isu yang tidak pro terhadap rakyat, juga menyikapi kalau ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang kemudian meresahkan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keresahan masyarakat hari ini adalah nilai perjuangan BEM FEB Unmul sebagai motor terdepan dalam mengevaluasi pemerintah. Isu yang disandarkan kepada kami adalah munafik dalam hal gerakan atau politik dua kaki, itu tidak benar sama sekali,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Kardi juga mengatakan, pihaknya memilih SGFT ke Pertamina bukan hanya untuk jalan-jalan saja, tapi untuk pencerdasan. Pihaknya pun diakuinya tidak mengambil momentum, artinya momentum itu datang pas ketika datangnya <em>Eco Summit</em> dan kenaikan harga BBM.</p><p style="text-align: justify;">Lepas Kardi berargumen, Yasmin yang notabene koordinator acara <em>Eco Summit</em> melanjutkan dengan pernyataan yang lebih teknis terkait rekam jejak persiapan kepanitiaan<em>&nbsp;Eco Summit</em>. Di antaranya pembentukan kepanitiaan inti <em>Eco Summit&nbsp;</em>tanggal 22 Desember 2017. Tanggal 31 Januari, <em>launching</em> kepanitiaan sekaligus disepakati BEM FEB akan berkunjung ke Pertamina Balikpapan untuk SGFT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu rekomendasi dari kepanitiaan tahun lalu, karena tahun lalu, kami ingin pergi ke Pertamina, namun tidak kesampaian. Akhirnya [hajat itu] kami laksanakan di tahun ini,&rdquo; kata Yasmin.</p><p style="text-align: justify;">Pada 6 Maret 2018, pihak BEM FEB pergi kunjungan ke Balikpapan untuk mengantar proposal ke dua perusahaan, salah satunya adalah ke Pertamina. Namun proposal baru bisa masuk satu hari setelahnya karena saat mengunjungi kantor Pertamina pukul 16.30 Wita, kantor sudah tutup.</p><p style="text-align: justify;">Pasca melakukan<em>&nbsp;follow up</em>, tanggal 15 Maret, pihak Pertamina akan memberi keputusan di 20 Maret. Namun pada 22 Maret, pihak BEM FEB diberikan kontak email Pertamina untuk mengirim proposal ulang ke kontak tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian 26 Maret, pihak Pertamina mengatur janji bertemu tanggal 28 Maret malam karena sorenya pihak Pertamina memberi pemaparan terkait alasan di balik kenaikan harga BBM non-subsidi dalam agenda diskusi BEM FEB, Selasar Dedikasi.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/event/di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi/baca">https://sketsaunmul.co/event/di-feb-unmul-pertamina-sebut-alasan-konkret-di-balik-naiknya-harga-bbm-non-subsidi/baca</a></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemudian bertemu di D&rsquo;Orange Caf&eacute; dan fokusannya membahas terkait proposal <em>Eco Summit</em>. Karena memang tujuan kami ingin field trip ke sana [Pertamina] sekaligus tujuan utama kami yakni mencerdaskan teman-teman yang ikut <em>field trip</em> tersebut,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Estafet kesempatan bicara setelahnya beralih ke Saiful, Ketua Panitia <em>Eco Summit</em>. Ia menegaskan, fokus bahasan ketika D&rsquo;Orange Caf&eacute; adalah untuk kegiatan SGFT, bukan kegiatan lain-lainnya. Juga lebih berfokus mengenai hal apa saja yang akan dipersiapkan saat SGFT di Balikpapan. Lalu, hal terkait keberangkatan dan kepulangan, serta fasilitas-fasilitas yang akan didapatkan ketika SGFT.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai <em>Eco Summit</em>, Saifut tidak menyebut rinci, namun ia menyebut bahwa pihak Pertamina menanyakan terkait ada hal lain yang bisa dibantu. Dan kala pertanyaan itu muncul, saat itulah pembahasan meningkat dari hanya membahas SGFT menjadi lebih berfokus pada rangkaian-rangkaian acara <em>Eco Summit</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berani pastikan bahwa fokusan terkait pertemuan tersebut terkait SGFT dan juga nasionalisasi aset Blok Mahakam,&rdquo; konkret Saiful.</p><p style="text-align: justify;">Satu orang lagi yang dapat kesempatan bicara ialah Anwar, koordinator humas <em>Eco Summit</em>. Ia berujar kalau nasionalisasi aset Blok Mahakam itu terjadi sebelum kenaikan harga BBM non-subsidi serta kelangkaan BBM subsidi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, ketika isu nasionalisasi aset itu mulai muncul, kami sudah melakukan perumusan. Apakah kami akan melaksanakan diskusi dengan pihak Pertamina selaku yang bertanggung jawab mengelola aset Blok Mahakam tersebut atau tidak,&rdquo; papar Anwar.</p><p style="text-align: justify;">Pasca nasionalisasi aset, muncul isu kenaikan harga BBM non-subsidi serta kelangkaan BBM subsidi, khususnya di Samarinda. Maka dari itu, Anwar menyebut bahwa tujuan utama SGFT adalah untuk mencerdaskan mahasiswa yang ikut dalam SGFT terkait pengelolaan aset Blok Mahakam yang sekarang dikelola Pertamina.</p><p style="text-align: justify;">Anwar menekankan, pihaknya sudah merumuskan hal itu secara matang, dan tujuan melaksanakan SGFT demi pencerdasan. Pihaknya pun juga ikut menyuarakan hak-hak rakyat, ikut pula memperjuangkan apa yang diperjuangkan oleh Garmul. Sehingga ia menyebut bahwa pihaknya bukan berarti munafik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seberapa jelek apa pun opini yang ditudingkan kepada BEM FEB Unmul, kami akan tetap ikut menyuarakan [aspirasi rakyat] sesuai dengan jaminan dari gubernur kami. Kami akan tetap fokus mengkaji, mengawal, serta menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia, khususnya permasalahan ekonomi,&rdquo; jabarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak membawa kepentingan apa pun, karena kami memang diajarkan untuk bergerak sesuai dengan hati nurani kami untuk memperjuangkan hak rakyat,&rdquo; tambah Anwar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penutup</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penutup dari saya untuk mengakhiri klarifikasi. Ada empat momen: aksi pertama [19 Maret], Selasar Dedikasi, pertemuan dengan Pertamina, dan momen aksi kedua [4 April] memang itu sangat berdekatan,&rdquo; kata Pije saat mengambil alih kesempatan bicara untuk menutup konferensi pers.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, Pije menyebut bahwa tudingan-tudingan negatif terhadap terhadap BEM FEB, itu tidak benar dan merupakan opini publik kepada lembaganya. Ia pun mengucap terima kasih kepada mahasiswa dan civitas academica di Unmul yang telah memberikan kritik, masukan, dan saran.</p><p style="text-align: justify;">Pije pun mengaku bahwa sebagai bagian dari badan eksekutif mahasiswa, tentu gerak-gerik BEM FEB sangat diperhatikan oleh khalayak publik. Oleh karena itu, segenap keluarga besar BEM FEB Unmul 2018 ingin menegaskan bahwa tudingan-tudingan negatif yang beredar itu tidak benar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa pun opininya, apa pun risiko yang kami hadapi, kami siap dan kami akan terus turun ke jalan. Dan <em>May Day</em>, Hardiknas, kita akan turun ke jalan, meski <em>Eco Summit</em> tetap berjalan,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kontrol kami, tegurlah kami jika salah. Tegurlah kami jikalau benar. Dan kami tegaskan, kami akan tetap satu jalan, satu visi, satu misi kami bahwa kami akan terus bergerak dan kami tidak akan berkhianat dan munafik dalam gerakan,&rdquo; tandasnya. <strong>(<em>dan/erp/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagaimana Unmul Menunaikan Hak Disabilitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bagaimana-unmul-menunaikan-hak-disabilitas/baca </link>
<guid> bagaimana-unmul-menunaikan-hak-disabilitas </guid>
<pubDate> Fri, 04 May 2018 11:59:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: lensabanyuwangi.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bagaimana-unmul-menunaikan-hak-disabilitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JoXF8a9hRw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bagaimana Unmul Menunaikan Hak Disabilitas</h1>
			              </header>
			              <div class="fr-element fr-view" contenteditable="true" dir="auto" spellcheck="true"><p style="text-align: justify;"><span><span><span><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp;</span></span><span><span>Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesbilitas pada bangunan gedung dan lingkungan, setiap bangunan dan gedung diharuskan memiliki fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas dan lansia. Unmul, sebagai salah satu instansi pendidikan tak luput dari kewajiban untuk menerapkan peraturan ini.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Di</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>lingkungan Unmul sendiri sudah ada beberapa gedung yang menerapkan fasilitas yang memudahkan para difabel unt</span></span><span><span>uk beraktivitas. Salah satunya&nbsp;</span></span><span><span>P</span></span><span><span>erpustakaan Unmul yang menyediakan jalan landai bagi pengguna kursi roda dan menyediakan ruang&nbsp;</span></span><span><span>baca&nbsp;</span></span><span><span>khusus difabel yang berada di lantai 1.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Supadi, Kepala Perpustakaan Unmul&nbsp;</span></span><span><span>menjelaskan</span></span><span><span>&nbsp;ruang khusus difabel&nbsp;</span></span><span><span>di</span></span><span><span>bentuk sejak tahu</span></span><span><span>n 2015.&nbsp;</span></span><span><span>Menyusul setelah&nbsp;</span></span><span><span>dikeluarkannya&nbsp;</span></span><span><span>P</span></span><span><span>eraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 46 tahun 2014 untuk melakukan pendidikan, pelajaran, dan pelayanan khusus.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Menurut Supadi a</span></span><span><span>da&nbsp;</span></span><span><span>atau&nbsp;</span></span><span><span>tidaknya peraturan</span></span><span><span>&nbsp;tersebut</span></span><span><span>, fasilitas khusus untuk difabel</span></span><span><span>&nbsp;akan tetap dibangun karena i</span></span><span><span>a melihat ini sebagai sebuah</span></span><span><span>&nbsp;kebutuhan.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Sejak berdiri 3 tahun lalu,&nbsp;</span></span><span><span>r</span></span><span><span>uangan difabel kini telah mengalami perubahan. Ruang khusus yang berukuran 3x4 meter tersebut kini</span></span><span><span>&nbsp;telah</span></span><span><span>&nbsp;dilengkapi sofa, ac, dan komputer yang terhubung dengan internet. Penambahan korden berwarna krem membuat ruang ini lebih nyaman dari sebelumnya.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Supadi menjelaskan bahwa b</span></span><span><span>uku-buku yang tersedia di ruang khusus masih tergolong umum. Kalaupun buku yang diinginkan tidak terdapat pada rak, pengunjung disabilitas dapat memberitahu petugas untuk membantu mencarikan di tempat lain.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Untuk sementara hanya bisa menyediakan buku dan&nbsp;</span></span><span><span>komputer u</span></span><span><span>ntuk menelusur. Kami juga ingin mendata terlebih dahulu ada berapa mahasiswa yang menyandang disabilitas. Apakah sudah perlu adanya koleksi-koleksi seperti<span>&nbsp;</span><em>braille</em>, untuk sekarang belum ada. Harganya mahal kan itu, kalau enggak ada mahasiswanya tapi kita sediakan jadinya mubazir,&rsquo;&rsquo; terang Supadi.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Penambahan&nbsp;</span></span><span><span>f</span></span><span><span>asilitas seperti li</span></span><span><span>ft dan lain-lain yang mana&nbsp;</span></span><span><span>dibutuhkan</span></span><span><span>&nbsp;bagi difabel saat ini masih dipertimbangkan. Karena harus melihat keadaan apakah su</span></span><span><span>dah diperlukan atau tidak.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span>Menurutnya, hingga saat ini pengunjung disabilitas masih tergolong jarang terlihat. Kalaupun ada, umumnya mereka masih mampu untuk berjalan hingga lantai 2. Meski begitu, para petugas&nbsp;</span></span><span><span>perpustakaan&nbsp;</span></span><span><span>tetap siaga untuk membantu keperluan mereka.&nbsp;</span></span><span><span><strong>(<em>ann</em><em>/sii/gia/wal/aml</em>)</strong></span></span></span></p></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Disabilitas di Unmul, Belum Berjalan Sampai ke Batas, Berlayar Sampai ke Pulau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/disabilitas-di-unmul-belum-berjalan-sampai-ke-batas-berlayar-sampai-ke-pulau/baca </link>
<guid> disabilitas-di-unmul-belum-berjalan-sampai-ke-batas-berlayar-sampai-ke-pulau </guid>
<pubDate> Fri, 04 May 2018 12:19:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu fasilitas untuk disabilitas di FH Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/disabilitas-di-unmul-belum-berjalan-sampai-ke-batas-berlayar-sampai-ke-pulau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zSYU6Rb1nO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Disabilitas di Unmul, Belum Berjalan Sampai ke Batas, Berlayar Sampai ke Pulau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Dokter</span><span>&nbsp;</span><span>yang memeriksa tes kesehatan mengatakan Gio sebaiknya pindah jurusan. Jurusan Teknik Elektro dianggap si dokter tidak cocok untuk seorang yang terlahir seperti Gio. Belum saja masuk kuliah, sudah ada yang ingin membuatnya patah.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ade Giovani terlahir dengan kedua tangan di mana tangan kirinya lebih pendek dari tangan kanannya. Di tangan kanan ia punya empat jari, sedangkan di kiri ada tiga. Ucapan dokter itu sekadar angin lalu. Gio kenyataannya lebih bertekad untuk membuktikan bahwa ia bisa tetap kuliah di jurusan yang ia mau.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hingga&nbsp;</span><span>hari</span><span>&nbsp;ini, hampir dua tahun berkuliah, tidak ada masalah berarti yang dia hadapi. Perkara praktikum bisa diatasi dengan lancar. Kendati ada kesulitan ketika harus menulis laporan tulis tangan berlembar-lembar, namun itu bukan soal besar. Entah nanti&nbsp;</span><span>bagaimana&nbsp;</span><span>dengan kerja lapangan khas anak Teknik, ia belum tahu kesulitannya bakal seperti apa.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>WHO mendefinisikan disabilitas sebagai keterbatasan atau ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas dengan cara atau dalam rentang yang dianggap normal oleh manusia, umumnya karena penurunan kemampuan. Para penyandang disabilitas ini memiliki hak yang sama dengan orang lain pada umumnya.&nbsp;</span><span>Begitu pun untuk urusan memperoleh pendidikan di berbagai jenis dan jenjang. Negara melalui konstitusi telah menjamin dan mengakui hak penyandang disabilitas dalam memperoleh layanan pendidikan. UUD 1945, UU No</span><span>.</span><span>&nbsp;39 Tahun 1999 tentang HAM, UU No</span><span>.</span><span>&nbsp;8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, UU No</span><span>.</span><span>&nbsp;20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah sederet peraturan pemerintah maupun peraturan menteri yang menjamin disabilitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Abdul Kadir, kepala subbagian registrasi dan statistik mengatakan, Unmul terbuka untuk menerima m</span><span>ahasiswa disabilitas tetapi</span><span>&nbsp;jarang sekali ada pelajar disabilitas memilih Unmul sebagai PTN tujuan. Lebih sering Unmul hanya melayani pendaftaran ujian masuk semisal dalam ujian SBMPTN.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kadir menguraikan sejak 2016</span><span>&nbsp;pelajar disabil</span><span>i</span><span>tas sudah ada yang mendaftar mengikuti ujian SBMPTN di Unmul. Namun pada tahun itu tidak ada mahasiswa yang mendaftar</span></span><span>. Pada&nbsp;</span><span>SBMPTN&nbsp;</span><span>2017 ada tujuh pelajar mengikuti ujian di Unmul, dikatakan Kadir, dua di antaranya berhasil</span><span>&nbsp;masuk</span><span>&nbsp;di Unmul. Tahun ini ia ditunjuk lagi jadi Panitia Lokal (Panlok) SBMPTN&nbsp;</span><span>2018. D</span><span>an cuma ada satu pelajar difabel yang mendaftar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau untuk daftar (PTN) ke</span><span>&nbsp;mana, kita tidak tahu,&rdquo; ujar Kadir</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di server SBMPTN yang ia perlihatkan, memang tak tampak pilihan universitas para peserta. Yang tertera bagi pelajar disabilitas hanya pilihan kebutuhan khusus seperti tuna daksa, tuna netra, atau tuna rungu. Tugas Unmul sebagai panlok Samarinda cukup memastikan kebutuhan khusus difabel itu terpenuhi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Biasanya, kata Kadir, ia kembali akan menghubungi kontak si pelajar guna memastikan ulang apa benar yang bersangkutan berkebutuhan khusus, lantaran tak jarang calon mahasiswa sekadar keliru sewaktu mengisi data. Apabila sudah terkonfirmasi, dari Unmul selanjutnya akan mencari pendamping sekaligus pengawas dari Sekolah Luar Biasa terdekat untuk menemani peserta selama proses ujian SBMPTN. Sambil memastikan ruangan ujian ada di lantai pertama gedung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kerapian sistem SBMPTN dalam mendata dan memperlakukan penyandang disabilitas, tidak menjamin hal tersebut terejawantah dalam lingkungan kampus yang sebenarnya. Poin penting itu malah cenderung diabaikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Paling tidak Unmul ketahuan sama sekali tidak memiliki data mahasiswanya yang menyandang disabilitas.&nbsp;</span><span>Gio dan sekian mahasiswa disabilitas lain tidak diketahui dan kebutuhan khusus apa yang mereka perlukan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kadir berdalih, khusus mengenai pendataan</span><span>,</span><span>&nbsp;itu mudah bagi pihaknya kerjakan. Ia tinggal menambahkan pilihan disabilitas dalam data registrasi mahasiswa. Ia balik bertanya, apakah setelah dibuat kolom demikian mahasiswa sudi mengisi dengan benar.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kadir juga berpendapat mahasiswa yang masuk di Unmul dalam keadaan normal, lantas dalam perjalanan masa studi akibat satu dan lain hal, mahasiswa itu mengalami kecacatan fisik, bagi Kadir itu tak cukup cocok disebut &ldquo;mahasiswa disabilitas&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;D</span><span>ia bukan disabilitas karena dalam perjalanan kuliah dia mengalami.&nbsp;</span><span>D</span><span>ia normal, artinya kita&nbsp;</span><span>e</span><span>nggak ta</span><span>h</span><span>u</span><span>,&rdquo; ujarnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hal&nbsp;</span><span>demikian ini berarti&nbsp;</span><span>dialami oleh Muhammad Habibi, yang terpaksa kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan sepeda motor</span><span>. H</span><span>abibi sudah diwisuda pada Desember 2017 lalu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sejak dulu Unmul selalu terbuka untuk menerima mahasiswa disabilitas, tapi cara dan fasilitasnya tidak tampak seramah itu juga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>K</span><span>etidakramahan itu tercermin dari aksesbilitas untuk disabilitas.&nbsp;</span><span>Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesbilitas</span><span>&nbsp;mengatur&nbsp;</span><span>bahwa&nbsp;</span><span>setiap bangunan dan gedung diharuskan memiliki fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas dan lansia.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Fasilitas itu meliputi ukuran dasar ruang, lift, ram, toilet, westafel, perabotan, rambu dan marka, perlengkapan dan peralatan kontrol, dan masih ada lagi yang lain. Dari sekian&nbsp;</span><span>fasilitas tersebut,</span><span>&nbsp;lebih banyak yang tidak tersentuh oleh bangunan-bangunan di Unmul.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Misalkan saja&nbsp;</span><span>fasilitas&nbsp;</span><span>ram, dari 14 fakultas di Unmul hanya Fakutas Hukum yang cukup melek dengan aksesbilitas sedangkan sisanya lebih tak acuh. Padahal hampir semua fakultas memiliki tangga sejak hendak memasuki lantai pertama gedung.&nbsp;</span><span>J</span><span>omplang&nbsp;</span><span>sekali&nbsp;</span><span>dengan tersedianya jalur landai yang ramah bagi disabilitas.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Di FISIP</span><span>&nbsp;dari 16 tangga normal di empat</span><span>&nbsp;gedung tidak ada yang memiliki ram. Dengan kontur kampus yang menanjak, FISIP sama sekali tidak ramah disabilitas. Kalaupun ada yang bisa disebut jalan landai maka itu terletak di gedung S2 Administrasi dan itu sama sekali tidak memadai</span><span>&nbsp;bagi disabilitas</span><span>. Faperta juga sama. Dari 20 jumlah tangga yang diperkirakan petugas jaga keamanan, Ahmad Suryanto, tidak ada satu</span><span>&nbsp;</span><span>pun yang menyediakan ram.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>FEB dan Farmasi sama saja, tanpa akses disabilitas sama sekali.&nbsp;</span><span>Sementara&nbsp;</span><span>FK sebagai kampus yang menggodok calon dokter, tidak&nbsp;</span><span>pula</span><span>&nbsp;ditemui fasilitas untuk&nbsp;</span><span>penyandang disabilitas.&nbsp;</span><span>Sekadar&nbsp;</span><span>ada&nbsp;</span><span>lorong</span><span>&nbsp;yang memiliki jalur landai tetapi sama sekali tidak memenuhi standar penerapan ram yang ha</span><span>rus memiliki marka, pagar, dan memiliki kemiringan</span><span>&nbsp;7 derajat. Pun demikian dengan&nbsp;</span><span>kampus kesehatan lain seperti Kesmas. D</span><span>ari tiga gedung tidak ada satu&nbsp;</span><span>pun jalan sondai</span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>FPIK sama tidak memiliki jalan landai. Sedangkan di Fahutan ada jalan pantai</span><span>&nbsp;</span><span>yang tersedia di pintu masuk bagian belakang dekanat, meski belum sesuai dengan standar penerapan. Pintu belakang dekanat itu terhubung dengan dua sisi area parkir untuk mobil dan motor</span><span>,</span><span>&nbsp;sekaligus jadi penghubung antara dekanat dengan gedung C sebagai perkuliahan. Jika diperhatikan letak jalur&nbsp;</span><span>pantai</span><span>&nbsp;ini&nbsp;</span><span>juga&nbsp;</span><span>salah kap</span><span>rah. Lantaran&nbsp;</span><span>akses menuju pintu belakang dekanat tetap perlu meloncati jendulan jalan yang tidak nyaman bagi pengguna kursi roda.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kampus di seberangnya, yaitu FKTI dari dua lantai gedung tidak ada ram untuk difabel. Pergi ke FMIPA juga mirip-mirip. Bangunan kampusnya menjulang hingga empat lantai tetapi tak satupun titik yang menyediakan ram, begitu juga dengan dekanatnya. Namun demikian, ada jalan cukup sondai untuk menuju selasar kampus yang memiliki meja dan kursi. Sementara di sekretariat mahasiswa, jalurnya begitu&nbsp;</span><span>curam</span><span>&nbsp;dan lebih berfungsi sebagai jembatan ketimbang&nbsp;</span><span>diaku-akui sebagai ram</span><span>. Di Green House FMIPA memiliki jalur landai, tapi&nbsp;</span><span>seperti juga kebanyakan,</span><span>&nbsp;belum memenuhi standar penerapan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>FIB dan FT sama tidak konsennya untuk penyediaan fasilitas bagi disabilitas. Tidak ada ram di k</span><span>edua kampus ini. Di Teknik kirai</span><span>&nbsp;landai&nbsp;</span><span>cuma&nbsp;</span><span>ada di bangunan lab</span><span>.</span><span>&nbsp;</span><span>Tampak didesain untuk memudahkan kegiatan masuk-keluar barang di</span><span>&nbsp;dalam lab</span><span>, ketimbang layanan untuk difabel.</span><span>&nbsp;Sementara di FIB, meski teritorinya tak begitu luas tetap ada tangga-tangga kecil saat hendak menuju kelas,&nbsp;</span><span>dan di sana tidak ada ram sama sekali.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>FKIP sebagai kampus dengan cakupan paling luas&nbsp;</span><span>tampil b</span><span>erbeda-beda dalam prinsip penyediaan akses bagi difabel. Di kampus Gunung Kelua, ruang kelas FKIP sama sekali tidak memiliki jalan landai. Ini sama dengan kampus Pahlawan, di mana tangga jauh lebih digunakan di koridor kelas.&nbsp;</span></span><span>Amat berbeda dengan apa yang tersedia di kampus Banggeris. Kendati belum sesuai standar penerapan, ada 9 titik jalur landai yang bisa digunakan oleh penyandang disabilitas, khususnya bagi pengguna kursi roda. 9 titik landai ini saling terhubung di koridor kelas, untuk bisa sampai di titik satu perlu lebih&nbsp;</span><span>dulu&nbsp;</span><span>menyeberangi selokan kecil.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dari semua fakultas di Unmul, k</span><span>esadaran terkait&nbsp;</span><span>aksesbilitas&nbsp;</span><span>paling kuat&nbsp;</span><span>agaknya&nbsp;</span><span>muncul di FH.&nbsp;</span><span>Untuk t</span><span>iga gedung</span><span>&nbsp;yang berdiri,</span><span>&nbsp;disediakan tiga ram khusus&nbsp;</span><span>untuk&nbsp;</span><span>disabilitas. Dua&nbsp;</span><span>ram&nbsp;</span><span>di antaranya&nbsp;</span><span>bahkan sudah&nbsp;</span><span>s</span><span>esuai standar penerapan seperti pemberian marka difabel, pagar, dan kemiringan 7 derajat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun, satu ram yang ada di dekanat FH keluar sedikit dari standar penerapan. Ram di dekanat berada di titik 11 derajat, lebih miring 4 derajat ketimbang standar kemiringan seharusnya. Rika Erawaty, wakil dekan bidang umum dan keuangan, berujar itu dikarenakan tangga masuk dekanat lebih tinggi daripada dua bangunan lainnya. Sehingga dilakukan penyesuaian beberapa derajat untuk kecocokan estetik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ram di FH juga belum lama ada, baru sekitar empat pekan terakhir ini. Pada saat rapat peraturan daerah (Raperda), FH yang bekerja sama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim menyusun perda tentang pemenuhan hak disabilitas. Dalam rapat itu sempat ditanya apakah gedung fakultas mereka sudah ramah disabilitas atau belum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kita memperjuangkan akses teman-teman disabilitas, tapi kita juga bel</span><span>um ada akses buat mereka</span><span>,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;kata Rika.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rita menyebut wacana aksesbilitas di FH baru dimulai awal tahun ini.&nbsp;</span><span>Ide pembuatan ram&nbsp;</span><span>murni</span><span>&nbsp;berasal dari</span><span>&nbsp;kesadaran f</span><span>akultas</span><span>, tanpa ada perintah dari rektorat&mdash;sebab selama ini memang tidak ada.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Proyek</span><span>&nbsp;keseluruhan&nbsp;</span><span>dana menghabiskan Rp</span><span>115 juta. Tidak cuma&nbsp;</span><span>untuk membuat ram saja</span><span>, tapi&nbsp;</span><span>ada tembok nama&nbsp;</span><span>FH, penamaan gedung A dan gedu</span><span>ng B,&nbsp;</span><span>serta&nbsp;</span><span>penamaan gedung&nbsp;</span><span>dekanat.&nbsp;</span><span>Kalau untuk j</span><span>alan landai saja</span><span>,</span><span>&nbsp;</span><span>Rika berkisar&nbsp;</span><span>tidak sampai m</span><span>enghabiskan Rp</span><span>20 juta.&nbsp;</span><span>Rika cuma bisa berkisar karena LPJ dari permak fasilitas ini belum sepenuhnya ia terima.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara ini aksesbilitas di FH yang tersedia cuma ram saja, belum melengkapi akses untuk fasilitas disabilitas lain semisal toilet khusus. Ke depan, kata Rika, mungkin akan dilanjut. Bangunan FH yang hanya tiga lantai belum masuk kriteria sebagai bangunan yang boleh membuat lift. Lift hanya diizinkan untuk gedung empat lantai ke atas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;</span><span>Walaupun akses ke lantai 2 dan 3 itu tidak ada, paling tidak jika&nbsp;</span><span>ada&nbsp;</span><span>tamu disab</span><span>ilitas kita yang turun ke bawah</span><span>,&rdquo; ujarnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rika menjelaskan pelayanan untuk mahasiswa difabel nanti bisa dipusatkan ke lantai satu saja. Mulai dari proses perkuliahan hingga pertemuan yang hendak dilakukan dengan dosen. Karena menurut Rika, h</span><span>ak atas pendidikan itu tidak terbatas p</span><span>ada orang-orang tertentu saja, k</span><span>aum difabel juga berhak.</span><span>&nbsp;Biarpun saat ini belum ada mahasiswa disabilitas di kampus Hukum, tapi yang namanya menjaga komitmen untuk pendidikan itu adalah sebuah keharusan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ketika gedung itu tidak ramah disabilitas bagaimana mereka mau kuliah?&rdquo;</span><span>&nbsp;ujar Rika.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Ruang Baca Difabel</strong></p><p style="text-align: justify;"><span><span>P</span><span>ada awal 2016 di salah satu sudut lantai satu Perpustakaan Unmul, diresmikan sebuah ruangan yang diberi nama Ruang Baca Difabel.</span><span>&nbsp;</span><span>Sesuai namanya, ruang 3x4 meter itu diperuntukkan untuk mahasiswa difabel yang ingin berkunjung ke perpustakaan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Supadi, Kepala Perpustakaan Unmul m</span><span>enjelaskan ruang khusus difabel</span><span>&nbsp;</span><span>dibentuk sejak tahun 2015. Menyusul setelah dikeluarkannya Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 46 tahun 2014 untuk melakukan pendidikan, p</span><span>elajaran, dan pelayanan khusus</span><span>&mdash;belakangan Permendikbud ini dicabut dan diganti oleh Permenristekdikti No. 46 Tahun 2017.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Supadi&nbsp;</span><span>berkata&nbsp;</span><span>ada atau tidaknya peraturan tersebut, fasilitas khusus&nbsp;</span><span>difabel</span><span>&nbsp;akan tetap dibangun karena ia melihat ini sebagai sebuah kebutuhan. Sejak</span><span>&nbsp;diresmikan,</span><span>&nbsp;Ruang&nbsp;</span><span>B</span><span>aca&nbsp;</span><span>D</span><span>ifabel&nbsp;</span><span>telah mengalami&nbsp;</span><span>beberapa&nbsp;</span><span>perubahan.&nbsp;</span><span>Kini r</span><span>uang khusus tersebut telah dilengkapi sofa,&nbsp;</span><span>AC</span><span>, dan komputer yang terhubung dengan internet. Penambahan&nbsp;</span><span>go</span><span>rden berwarna kre</span><span>m me</span><span>nambah kesan nyaman dari ruangan ini</span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Supadi menjelaskan bahwa buku-buku yang tersedia di ruang khusus&nbsp;</span><span>ini&nbsp;</span><span>masih tergolong umum.&nbsp;</span><span>Semisal ada</span><span>&nbsp;buku yang diinginkan tidak terdapat pada rak, pengunjung d</span><span>isabilitas dapat memberitahu pustakawan&nbsp;</span><span>untuk membantu mencarikan di tempat lain.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;</span><span>Kami juga ingin mendata terlebih dahulu ada berapa mahasiswa yang menyandang disabilitas. Apakah sudah perlu adanya koleksi-koleksi seperti<span>&nbsp;</span><em>braille</em>, untuk sekara</span><span>ng belum ada. Harganya mahal</span><span>&nbsp;itu, kalau enggak ada mahasiswanya tapi kita sediakan jadinya mubazir,&rsquo;&rsquo; terang Supadi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Wacana adanya buku khusus berisi aksara<span>&nbsp;</span><em>braille</em><span>&nbsp;</span>telah lama diniatkan bahkan sejak 2016. Saat itu Unis Sagena, direktur Perpustakaan Unmul&mdash;kini menjabat Kepala UPT. Perkasa, dalam wawancaranya kepada&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>,&nbsp;</span><span>Maret 2016 mengatakan sedang berusaha mengumpulkan buku-buku yang bisa digunakan kaum difabel.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pihaknya kala itu sudah menyurati instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk menyumbangkan buku dengan tulisan<span>&nbsp;</span><em>braille</em>.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unis saat itu berpandangan Unmul harus sudah melek dengan fasilitas kaum difabel. Tidak mesti menunggu datangnya mahasiswa difabel dulu baru mulai menyediakan fasilitas, tetapi sediakan fasilitas dulu agar kaum difabel tak sungkan untuk belajar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurut</span><span>&nbsp;Supadi</span><span>, hingga saat ini pengun</span><span>jung disabilitas masih terbilang sedikit. Kalaupun ada</span><span>&nbsp;mahasiswa difabel,</span><span>&nbsp;umumnya mereka masih mampu untuk berjalan hingga&nbsp;</span><span>ke&nbsp;</span><span>lantai 2.&nbsp;</span><span>Benar saja Ade Giovani, mahasiswa 2016 dari Teknik Elektro dan seorang penyandang disabilitas malah baru mengetahui adanya ruang baca khusus ini.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Gio tak tahu karena hal seperti ini entah disosialisasikan sampai fakultas atau tidak. Namun soal sebenarnya adalah sulit untuk&nbsp;</span><span>menyangkal jika fasilitas bagi&nbsp;</span><span>difabel&nbsp;</span><span>di Unmul masih&nbsp;</span><span>amat&nbsp;</span><span>kurang. Terutama di fakultas tempat</span><span>&nbsp;Gio</span><span>&nbsp;bernaung</span><span>&nbsp;yaitu Fakultas Teknik yang</span><span>&nbsp;tak memberikan</span><span>&nbsp;aksesbilitas</span><span>&nbsp;bagi penyandang disabilitas,&nbsp;</span><span>seperti</span><span>&nbsp;tangga landai atau toilet khusus.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Gio bercerita seorang kawannya yang difabel di bagian kaki.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;</span><span>Itu mungkin bisa dibikinkan kayak jalan khusus buat dia masuk.&nbsp;</span><span>A</span><span>da sebagian jalan yang berlubang, ada tangga. Nah kalau saya li</span><span>h</span><span>at teman saya yang kakinya itu, dia agak kesulitan. Pelan gitu,&rdquo; jelas Gio.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Penyandang disabilitas seperti Gio membutuhkan dukungan dari universitas. Jika fasilitas tidak bisa disediakan, kebutuhan lainnya adalah beasiswa bagi&nbsp;</span><span>penyandang disabilitas</span><span>. Hal mengenai beasiswa ini tertuang dalam Permenristekdikti No. 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus di Perguruan Tinggi.&nbsp;</span></span><span>Permen ini, tulis Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad dimaksudkan agar para mahasiswa disabilitas dapat memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga kaum difabel dapat belajar dan mencapai prestasi akademik yang optimal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepala Hukum Tata Laksana, Sugiarta mengakui terkait tidak adanya arahan khusus ke fakultas untuk menyediakan fasilitas disabilitas. Menurutnya, itu lebih kepada kesadaran dan kewajiban masing-masing fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pada kenyataaannya rektorat pun tidak jauh beda dengan fakultas.</span><span>&nbsp;Hanya ada satu ram yang ditaruh di pintu masuk gedung belakang. Ram itu akan mengantarkan para penyandang disabilitas ke elevator yang telah lama rusak.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh, itu mau diperbaiki, sudah ada anggarannya,&rdquo; kilah Sugiarta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengklaim sudah ada teknisi yang bekerja memperbaiki lift. Lift rektorat terakhir beroperasi, menurut Sugiarta, pada 2017 awal. Ketika itu lift rusak karena mahasiswa yang memakainya terjebak setelah mati listrik. Sebab mahasiswa itu panik jadi akhirnya dicungkil.</span><span><span></span></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sugiarta mengatakan sejak dulu hingga sekarang Unmul selalu terbuka menerima mahasiswa disabilitas. Cuma permasalahannya tidak ada pelajar difabel yang mendaftar ke Unmul. Seperti&nbsp;</span><span>ada yang&nbsp;</span><span>belum berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau.</span><span>&nbsp;</span><span><strong>(<em>wal/ann/ycp/sii/gia/aml</em>)</strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Gebrak dan Garuda Mulawarman dalam Hardiknas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-gebrak-dan-garuda-mulawarman-dalam-hardiknas/baca </link>
<guid> aksi-gebrak-dan-garuda-mulawarman-dalam-hardiknas </guid>
<pubDate> Mon, 07 May 2018 12:31:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi gabungan Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) dalam rangka Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional di Kantor Gubernur Kaltim. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-gebrak-dan-garuda-mulawarman-dalam-hardiknas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tQB9f8BmqJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Gebrak dan Garuda Mulawarman dalam Hardiknas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sekitar pukul 11.30 Wita, pagar Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada hari Rabu (2/5) terlihat tertutup. Di depannya terlihat beberapa aparat keamanan sedang berjaga. Tak berselang lama, puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) datang dan berkumpul di depan kantor. Sembari membentangkan spanduk, mereka mulai berorasi. Gabungan 24 organisasi internal dan eskternal ini melakulan aksi dengan menuntut dua isu besar, yaitu hak buruh dan pendidikan. Aksi ini merupakan dalam rangka memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).</p><p style="text-align: justify;">Ada 5 poin tuntutan soal pendidikan dalam aksi ini, di antaranya stop liberalisasi dan komersialisasi di dunia pendidikan, berikan pendidikan gratis, demokratis, ilmiah, dan bervisi kerakyatan, tingkatkan kuantitas, kualitas, dan kesejahteraan tenaga pendidik (honorer), pemerataan infrastruktur pendidikan ke daerah pelosok, dan yang terakhir pencabutan kebijakan <em>student loan</em>.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Faridzul Rifqy selaku koordinator lapangan memulai orasi. Dengan lantang ia membahas persoalan pendidikan saat ini. Ia juga memberikan kesempatan pada tiap perwakilan organisasi untuk turut menyampaikan suaranya.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah penyampaian orasi, salah seorang perwakilan dari kantor datang dan turun mendekati Rifqy, sapaan akrabnya, untuk berbicara. Usai percakapannya dengan perwakipan tersebut. Rifqy kembali mengambil alih, &ldquo;Hanya 15 orang dari kita yang diizinkan untuk masuk, katanya kami diizinkan untuk beraksi. Tapi kenapa untuk masuk ke dalam masih dibatasi. Ayo maju teman-teman!&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun demonstrasi terus berjalan, ditambah dengan aksi bakar ban oleh massa. Pihak aparat turut melakukan negosiasi, bahkan alot hingga berujung ricuh. Aparat dan massa terlibat saling dorong. Akibatnya ada massa yang mengalami luka sobek di bibir dan goresan di pipi. Tak ingin terus dalam situasi memanas, akhirnya pihak Kantor Gubernur Kaltim menurunkan tiga orang perwakilan untuk menemui massa. Salah satunya dari Dinas Pendidikan. Dari pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk pemerataan infrastruktur pendidikan di pelosok, saat ini tengah dalam tahap penyelidikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ingin diikutsertakan dalam kegiatan pencapaian tuntutan yang kita bawa,&rdquo; jelas Rifqy pada awak <em>Sketsa</em>. Ia juga menambahkan, jika dalam waktu 2 minggu belum memperoleh tindak lanjut, ia bersama rekan-rekanya di Gebrak akan kembali melancarkan aksi lanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Gebrak, Aliansi Garuda Mulawarman yang merupakan gabungan dari BEM fakultas di Unmul juga menggelar aksi dalam rangka memperingati Hardiknas. Berdasarkan pesan <em>broadcast</em> yang tersebar, aksi yang akan dilakukan aliansi ini bersamaan dengan waktu dan tempat yang digelar Gebrak. Namun di pagi harinya, diputuskan untuk mengganti titik aksi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa</em> selepas aksi, Jenderal Aliansi Mulawarman Freijae Rakasiwi, atau yang biasa disapa Pije, menjelaskan bahwa situasi dan tuntutan yang mereka bawa membuat mereka mengubah haluan, dari rencana semula melakukan aksi di Kantor Gubernur menjadi Dinas Pendidikan &ldquo;Iya sebenarnya ingin bareng dengan Gebrak juga, cuma karena melihat substansi isu yang kita bawa, jadi diputuskan untuk ke Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada 3 tuntutan yang dibawa saat itu, yaitu menyejahterakan guru honorer, menyiapkan dan menfasilitasi pendidikan pedalaman, dan mendesak pemerintah untuk memberikan transparansi anggaran pendidikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari tiga tuntutan yang kita bawa, ada yang sudah terjawab,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Pije menjelaskan, angka gaji guru honorer yang sempat 3 bulan tidak menerima gaji, saat itu mengalami kendala di administrasi pendataannya. Sedangkan poin kedua dalam tuntutan, dikatakan bahwa 20% anggaran APBD Kaltim untuk pendidikan pasca revisi perubahan anggaran tahun 2018 akan dikebut oleh dinas di provinsi. Serta poin transparansi anggaran telah menerima jawaban dari Dinas Pendidikan di mana anggaran yang dimiliki senilai Rp600 miliar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ke depannya, akan diadakan forum audiensi membahas lebih lanjut soal isu pendidikan yang akan diangkat. Pije juga menjelaskan pada forum nanti dia juga akan menambah tuntutan mengenai edukasi pendidikan tentang <em>student loan</em>. <strong>(<em>ycp/ysm/nhh/nul/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tambang dan Sawit Merugikan, Petani dan Nelayan Blokade Sungai Dondang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tambang-dan-sawit-merugikan-petani-dan-nelayan-blokade-sungai-dondang/baca </link>
<guid> tambang-dan-sawit-merugikan-petani-dan-nelayan-blokade-sungai-dondang </guid>
<pubDate> Mon, 07 May 2018 13:10:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Spanduk raksasa bertuliskan “Tambang Tunggangi Pilkada Serentak” membentang di sisi jembatan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara. (Sumber: Andi Muhammad Rifky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tambang-dan-sawit-merugikan-petani-dan-nelayan-blokade-sungai-dondang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c9Y9xmaEmC.png" />
					</figure>
			                <h1>Tambang dan Sawit Merugikan, Petani dan Nelayan Blokade Sungai Dondang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Spanduk raksasa bertuliskan &ldquo;Tambang Tunggangi Pilkada Serentak&rdquo; membentang di sisi jembatan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara. Pembentangan spanduk ini ialah bagian dari rangkaian Pesta Laut yang diprakarsai oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim pada Sabtu, (5/5).</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya dari Walhi dan Jatam, aksi blokade sungai Dondang ini pun turut melibatkan petani dan nelayan anti mafia tambang di kawasan tersebut serta sejumlah organisasi seperti LSM dan LBH. Sedikitnya 50 perahu dikerahkan untuk menghalangi jalan kapal tongkang yang membawa batubara lalu lalang di sungai Dondang.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00&ndash;11.00 Wita tersebut, berhasil menahan sekira 8&ndash;10 kapal. Kapal tak bisa melintas di bawah jembatan yang juga beberapa kali ditabrak ponton itu.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, jembatan Dondang adalah kawasan distribusi pengangkutan batubara dan sawit berlangsung. Itulah sebabnya, kawasan ini dipilih sebagai titik aksi simbolik blokade Kaltim terhadap eksploitasi sumber daya alam.</p><p style="text-align: justify;">Dinamisator Jatam Kaltim Pradama Rupang mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan rakyat atas tambang dan sawit yang merugikan sekaligus ditujukan pada kontestasi Pilkada Kaltim yang saat debat 25 April lalu tak secara detail menyinggung masalah lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini sebenarnya rangkaian dari kasus advokasi warga di tiga kecamatan sejak 2012. Seharusnya ada kebijakan pemerintah yang stop mengeruk sumber daya alam seperti tambang dan sawit yang harusnya dinikmati masyarakat Kaltim, tidak lagi masyarkat di luar sana,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Rupang mengatakan, calon kepala daerah yang ada, tak satupun memberikan harapan bagi upaya keselamatan rakyat dan lingkungan. Apalagi, adanya celah praktik-praktik ijon politik, di mana ada pengusaha yang menjadi donatur pencalonan calon gubernur. Biasanya agar pengusaha mendapat balasan dengan kemudahan bisnis mereka nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga, kata Rupang, aksi blokade sungai ini akan terus dilakukan hingga ada perhatian dari pemerintah dan juga para kandidat untuk menjawab persoalan lingkungan yang dialami oleh koalisi petani dan nelayan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">&quot;Pada pemilu ini, tidak ada yang berbicara masalah krisis masyarakat ini (lingkungan),&quot; katanya kepada Kaltim Post.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Rukka, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Maju Bersama berharap aksi ini mampu memberi &quot;gertak&quot; bagi empat cagub dan cawagub yang kelak memimpin Kaltim agar memperhatikan masyarakat terutama petani dan nelayan yang tidak menikmati hasil tambang dan sawit, kecuali penderitaan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemerintah harus memperhatikan rakyat. Seperti kasus ini, kita lapor pemerintahan tetapi tindakannya tidak ada, tidak ditanggapi. Kayak tidak ada pemerintahan di sini,&quot; ujar Rukka.</p><p style="text-align: justify;">Protes Rukka ini bukan tak berdasar. Pasalnya, lahan seluas 600 hektare milik Kelompok Tani Maju Bersama yang diketuai Rukka diserobot korporasi yang salah satunya dimiliki pemerintah pusat. Lahan ini jadi bagian dari 2 ribu hektare tanah enam kelompok tani di Muara Jawa, Loa Janan, dan Sangasanga.</p><p style="text-align: justify;">Anggota kelompok tani pun mulai beralih profesi. Ada yang jadi tukang ojek, buruh bangunan, atau bekerja di kebun sawit. Namun sayangnya, peralihan ini tak memberi angin segar bagi kehidupan perekonomian warga terdampak tambang dan sawit. Yang terjadi justru nestapa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hidup kami tidak seperti dulu. Anak-anak banyak putus sekolah karena orang tua tidak lagi sanggpup membiayai sekolah,&quot; ucap Rukka. <strong>(<em>anm/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Hari Buruh dalam Tuntutan dan Aksi Solidaritas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringatan-hari-buruh-dalam-tuntutan-dan-aksi-solidaritas/baca </link>
<guid> peringatan-hari-buruh-dalam-tuntutan-dan-aksi-solidaritas </guid>
<pubDate> Mon, 07 May 2018 13:25:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi yang dilakukan aliansi Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). (Sumber: Yuli) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringatan-hari-buruh-dalam-tuntutan-dan-aksi-solidaritas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zwPyVbEHmc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Hari Buruh dalam Tuntutan dan Aksi Solidaritas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Rabu (2/5) pagi sekitar pukul 10.41 WITA, puluhan massa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) tiba di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan membawa bendera masing-masing lembaga, mereka berkumpul dalam rangka aksi memperingati dua hari besar di awal Mei ini, Hari Buruh pada 1 Mei lalu, dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati tiap 2 Mei. Dipimpin oleh Faridzul Rifqi selaku koordinator lapangan, aliansi ini merupakan gabungan dari 24 organisasi eksternal maupun internal di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Setibanya di sana, masing-masing perwakilan dari lembaga berorasi sampaikan tuntutan seputar ketenagakerjaan dan pendidikan yang masih terus menjadi persoalan di Kaltim. Ditemui pasca aksi, Rifqi menyatakan aksi mereka cukup berjalan lama, hingga hampir mendekati pukul 2 siang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami memberikan ruang kepada perwakilan tiap organisasi untuk menyampaikan orasi politiknya. Sambil menunggu perwakilan dari kantor gubernur. Informasi dari protokolnya, mereka (pejabat dinas) kemarin sedang melakukan riset ke Mahulu,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Mengangkat isu buruh, Gebrak membawa sebanyak empat belas tuntutan. Dijelaskan Rifqi, tuntutan yang paling substansial soal ini adalah cabut Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tentang Pengupahan dan hentikan politik upah murah serta tolak Peraturan Presdien (Perpres) No. 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.</p><p style="text-align: justify;">Situasi aksi cukup ramai, meski menutup sebagian badan jalan, namun tidak menimbulkan kemacetan yang parah. Pasukan Polisi dan Satpol PP turut mengamankan jalannya aksi. Para massa berorasi dengan menaiki pilar pagar. Di tengah-tengah aksi, massa membakar ban di depan kantor gubernur sebagai bentuk matinya demokrasi di Indonesia. Teriakan tuntutan dan lagu Buruh Tani digaungkan sembari mengitari ban yang terbakar.</p><p style="text-align: justify;">Meski berjalan kondusif, namun demonstrasi sempat memanas lantaran akhirnya pihak dari kantor gubernur meminta 15 orang perwakilan untuk masuk ke dalam kantor melakukan audiensi dan massa aksi lainnya tetap berada di luar pagar. Akibatnya, salah satu massa terluka karena terkena pukulan dan cakaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami menolak, karena kami terdiri dari 24 organisasi, yang dikasih masuk cuma 15 organisasi. Alasannya kemarin kami menyalahi SOP. Padahal aksi-aksi sebelumnya diperizinkan untuk masuk ke dalam dan boleh melakukan audiensi dengan melibatkan seluruh massa aksi, itu yang menyebabkan kemarin aksi dorong-dorongan,&rdquo; jelas Rifqi.</p><p style="text-align: justify;">Ketika situasi sudah mulai stabil, turun tiga perwakilan dari kantor gubernur yaitu Kabag. Kesejahteraan, Penjaminan Guru dari Dinas Pendidikan dan Dinas Ketenagakerjaan. Karena tidak memperoleh izin untuk membawa seluruh massa untuk masuk ke dalam, akhirnya bersama tiga perwakilan tersebut mereka berkumpul menyampaikan aspirasi dan duduk lesehan sampai hampir menutup separuh jalan. Dan dari pertemuan tersebut disepakati bahwa aspirasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya sekadar melontarkan orasi di depan kantor gubernur pada hari itu saja, Gebrak berencana akan menggelar aksi lanjutan jika dalam jangka waktu tertentu pemerintah tidak dapat memberikan tindak lanjut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami memberikan jangka waktu dua minggu, apakah tuntutan kami bisa direalisasikan atau dikomunikasikan ke dinas-dinas terkait. Apabila tidak, maka kami akan menghimpun dan mengumpulkan massa untuk melakukan aksi lanjutan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sambil menanti proses dari tuntutan yang dibawa, Gebrak berupaya untuk menghubungi buruh untuk nantinya diajak menjadi bagian dari massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Aliansi Garuda Mulawarman juga turut memperingati Hari Buruh dengan menggelar aksi solidaritas pada Senin (30/5) lalu. Dihadiri sekitar ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Buruh, mereka berkumpul bersama kurang lebih sepuluh anggota dari Aliansi Garuda Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami melaksanakan aksi solidaritas aja kemarin bersama para buruh. Di segiri,&rdquo; ujar Freijae Rakasiwi, Jenderal Aliansi Garuda Mulawarman. <strong>(<em>cin/adl/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar KKN 44: Yang Sakit Tak Dipersulit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-44-yang-sakit-tak-dipersulit/baca </link>
<guid> kabar-kkn-44-yang-sakit-tak-dipersulit </guid>
<pubDate> Tue, 08 May 2018 12:47:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertemuan LP2M bersama perwakilan BEM KM Unmul guna membahas kelanjutan KKN 44 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-44-yang-sakit-tak-dipersulit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6fMMQJRpjo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar KKN 44: Yang Sakit Tak Dipersulit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong><span>&nbsp;</span>Setelah menanti beberapa pekan usai pendaftaran yang dilakukan secara online, akhirnya 3 Mei lalu Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) mengumumkan lokasi KKN melalui website resminya,<span>&nbsp;</span><a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?hl=en&q=http://kkn.unmul.ac.id&source=gmail&ust=1525869699126000&usg=AFQjCNFUwAG6c3OCc3uIjzwuuIW4B0SnHg" href="http://kkn.unmul.ac.id/" target="_blank">kkn.unmul.ac.id</a>. Selang tiga hari, yakni pada Senin (7/5), LP2M memberikan pembekalan kepada seluruh peserta KKN.</p><p style="text-align: justify;">Pembekalan mahasiswa KKN 44 diberikan per-fakultas dan dibagi beberapa sesi sesuai urutan nomor. Berbeda dengan pelaksanaan pembekalan KKN 43 yang pembagiannya berdasarkan lokasi KKN.</p><p style="text-align: justify;">Siang kemarin, Senin, (7/5), pukul 13.20 Wita, di ruang rapat LP2M lantai dua dilakukan pertemuan antara pihak LP2M dengan beberapa calon mahasiswa KKN yang menderita sakit. Pertemuan itu dihadiri Ketua LP2M Susilo, Ketua Tim Pengembangan Program KKN Esti Handayani, perwakilan BEM KM Unmul, serta dua mahasiswa bersama orang tuanya.</p><p style="text-align: justify;">Di dekat Esti ada setumpuk berkas yang tak lain adalah surat keterangan sakit dan beberapa lampiran diagnosis dokter. Kata Esti, ada sekitar 15 mahasiswa yang telah mengumpulkan surat keterangan sakit, tapi hingga kemarin hanya dua mahasiswa yang hadir, sedang yang lain masih belum ada konfirmasi lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan isi dari surat pernyataan yang wajib diisi untuk pendaftaran, tertulis poin yang menyebutkan bahwa mahasiswa calon peserta KKN memiliki kesehatan jasmani dan rohani serta bersedia untuk ditempatkan di mana saja. Bagi calon peserta KKN yang memiliki catatan kesehatan, ada dua opsi yang bisa dijadikan pilihan. Yakni menunda &nbsp;KKN di tahun ini dan melaksanakannya &nbsp;di tahun selanjutnya, atau mengambil KKN Penyetaraan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita ini ada ruang, yaitu KKN Penyetaraan. Alternatifnya cari kegiatan yang bisa disetarakan dengan KKN, nanti koordinasikan dengan fakultasnya,&quot; kata Susilo.</p><p style="text-align: justify;">Susilo menyarankan ini kepada Hartuti, salah satu mahasiswi yang hadir saat itu bersama ayahnya. Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini melampirkan surat keterangan sakit dari dokter, bersamaan dengan keinginan sang ayah yang mengharapkan lokasi Hartuti dipindahkan, dari yang berdasarkan sistem ditempatkan di Mahakam Ulu, menjadi ke lokasi yang lebih mudah dijangkau. Ini semua agar kondisi fisik Hartuti bisa dipantau.</p><p style="text-align: justify;">KKN Penyetaraan ini pun sudah diatur dalam SK Rektor. Di sana dijelaskan bahwa pengecualian ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang tidak bisa mengikuti KKN karena suatu hal, maka dapat melakukan koordinasi dengan meminta persetujuan dari pihak fakultas untuk pengajuan kegiatan kemasyarakatan. Selanjutnya, melaporkan kegiatan tersebut ke LP2M untuk diverifikasi terkait kesesuaian kegiatan dengan indikator penilaian KKN.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Penyetaraan itu sah dan ada aturannya. Semua bisa mengambil. Ini kita memberi pilihan bagi yang tidak bisa mengambil pilihan yang lain,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Jangankan yang sakit, mahasiswa sehat pun tak sedikit yang mengeluhkan soal lokasi yang terbilang jauh, termasuk orang tua mereka. Hal ini ditangkap LP2M dengan berupaya menerapkan asuransi dan monitoring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Insyaallah kalian aman, karena ke sana juga bareng-bareng dan Pak Susilo juga selalu koordinasi dengan pihak daerah,&rdquo; ujar Esti.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Esti mengatakan, selama ini ada tiga desa di Berau yang tidak pernah dijadikan lokasi KKN. Hingga masyarakat di sana memohon agar dapat dibantu pengembangan desanya. Mahasiswa sebagai kaum muda yang sering disebut<span>&nbsp;</span><em>agent of change,<span>&nbsp;</span></em>diharapkan dapat memberikan manfaat dan membawa kontribusi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya tanah Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, yang bisa memberikan masukan itu melalui mahasiswa dengan ilmu dan pengetahuan lebih, nanti dibekali juga dari kami,&quot; pungkas Esti. (<strong><em>adl/snh/fqh/dor/dan/aml)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kontroversi Impor Dosen Asing, Sutadji: Tidak Mungkin Masuk Unmul! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kontroversi-impor-dosen-asing-sutadji-tidak-mungkin-masuk-unmul/baca </link>
<guid> kontroversi-impor-dosen-asing-sutadji-tidak-mungkin-masuk-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 10 May 2018 13:10:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebijakan impor dosen asing di Indonesia. (Sumber: Kaskus) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kontroversi-impor-dosen-asing-sutadji-tidak-mungkin-masuk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XcUkggk1cd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kontroversi Impor Dosen Asing, Sutadji: Tidak Mungkin Masuk Unmul!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tak hanya di sektor industri, pro dan kontra soal tenaga kerja asing rupanya menjangkiti dunia pendidikan tanah air. Ketimpangan antara jumlah dosen ahli dengan program studi serta kualitas lulusan jadi alasan di balik kebijakan impor dosen asing.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah dosen di seluruh Indonesia saat ini diperkirakan ada sebanyak 277 ribu orang. Dari angka ini, mereka yang berstatus sebagai profesor hanya sebanyak 5.400 orang. Namun, tak semuanya bertaraf internasional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu pun yang kelas dunia tidak semua,&rdquo; kata Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti dikutip dari Tirto.id.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, program studi di sejumlah universitas atau perguruan tinggi di Indonesia saat ini sebanyak 22 ribu. Idealnya, jumlah dosen setingkat profesor setara dengan angka tersebut. Namun, lagi-lagi standar itu belum berhasil diwujudkan.</p><p style="text-align: justify;">Menanggulangi ketimpangan ini, Kemenristekdikti berencana akan mendatangkan 1.000 dosen dari luar negeri. Namun, Ali mengatakan pihaknya baru bisa mendatangkan sekitar 200 dosen asing pada tahun 2018 ini. Para dosen itu akan difokuskan pada program studi yang terkait dengan sains dan teknologi, termasuk di dalamnya ilmu perikanan dan pertanian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk sekarang fokusnya (dosen) di bidang sains dan teknologi, tapi tidak menutup kemungkinan nanti merambah pada ilmu sosial juga,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Ali mengatakan tak semua dosen luar negeri bebas masuk mengajar di Indonesia. Hanya mereka yang bertaraf internasional yang akan diterima. Begitupun halnya dengan dosen Indonesia yang hendak mengajar di luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Ali mengatakan, tak ada angka pasti untuk berapa jumlah ideal dosen bertaraf internasional di sebuah universitas atau perguruan tinggi. Yang jelas, setiap kampus berhak mengusulkan permintaan tenaga pengajar bertaraf internasional. Nantinya, Kemenristekdikti yang akan mengkaji pantas atau tidak pengajar yang diajukan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu diusulkan apa yang mereka butuhkan, kami cek, kami negosiasi,&rdquo; katanya. &ldquo;Umumnya dari usulan saja [tidak ada masukan dari Kemenristekdikti].&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Respons Dosen Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu kan belum jelas realisasinya. Tidak dibicarakan juga di kita. Menurut saya, ini baru polemik, bukan fakta. Lagian tidak mungkin Unmul menggaji dosen asing. Orang UKT mahasiswanya saja rendah, mau gaji pakai apa?&quot; kata Prof. Sutadji, pengajar FISIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Anggapan bahwa tenaga asing yang bekerja di Indonesia pasti bergaji tinggi mungkin saja benar. Pasalnya, penghasilan dosen bertaraf internasional diperkirakan mencapai Rp52 juta per bulan. Hal ini dirasa Ali wajar. Sebab, dari sekitar 30 dosen yang merupakan warga negara asing, biasanya penghasilan mereka mencapai Rp20 juta per bulan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lagi pula Rp52 juta itu ada plafon maksimum. Itu kan tergantung usulan perguruan tinggi serta negosiasi. Dengan kualitas profesor kelas dunia, itu tidak timpang,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Perkara setuju atau tidak soal kebijakan ini, Sutadji enggan menjawab lugas. &quot;Menurut saya, ini (dosen) tidak mungkin masuk Unmul. Tapi kalau memang ini untuk pengembangan, kita ngikut saja. Tapi tetap harus ada dasar aturannya dulu. Itupun harus dianalisis,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ali mengklaim rencana menghadirkan dosen asing bakal membuat dosen lokal senang. Sebab mereka bisa berkolaborasi melakukan penelitian, membangun jaringan, saling bertukar informasi seputar sains, teknologi, dan membuat inovasi baru.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Tirto.id, Ali mengungkapkan saat ini sudah ada sekira 70 proposal dari berbagai perguruan tinggi yang masuk Kemenristekdikti. Beberapa di antara proposal itu dikirimkan UI, UGM, dan ITB. Unmul? <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM KM Unmul Hadirkan Nostalgia Dalam Tempo Doeloe Mulawarman 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/bem-km-unmul-hadirkan-nostalgia-dalam-tempo-doeloe-mulawarman-2018/baca </link>
<guid> bem-km-unmul-hadirkan-nostalgia-dalam-tempo-doeloe-mulawarman-2018 </guid>
<pubDate> Fri, 11 May 2018 11:37:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul hadirkan Tempo Doeloe Mulawarman 2018 yang dikemas dalam rangkaian Talkshow & Open House BEM KM. (Foto: Putera Tiya Illahi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/bem-km-unmul-hadirkan-nostalgia-dalam-tempo-doeloe-mulawarman-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bn2q4Hekje.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM KM Unmul Hadirkan Nostalgia Dalam Tempo Doeloe Mulawarman 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Minggu (5/5) pekan lalu, BEM KM Unmul menghelat Tempo Doeloe Mulawarman 2018 yang dikemas dalam rangkaian Talkshow &amp; Open House BEM KM, serta perlombaan tradisional yang juga menghadirkan bazar. Agenda ini merupakan program kerja dari Kementerian Apresiasi Kreatifitas dan Potensi Mahasiswa (Akpom) BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Talkshow dengan tema &ldquo;Boedaya Etam Djaman Doeloe&rdquo; digelar di aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda. Talkshow dibuka dengan penyampaian materi oleh Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul, Nasrullah tentang kebudayaan dan demografi pemuda masa kini, khususnya generasi millennial. Materi selanjutnya disampaikan oleh Atik Sulistyowati dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim mengenai tugas dari dinas yang bersangkutan dalam memayungi kebudayaan.</p><p style="text-align: justify;">Di momen yang sama, perlombaan tradisional seperti Enggrang, Hadang, Bentengan, Karet, dan Tarik Tambang. Selain itu juga ada bazar yang diisi oleh komunitas seperti Vespa dan sepeda Ontel. M. Habil selaku ketua panitia menyampaikan acara yang dilaksanakan hingga 6 Mei tersebut merupakan ajang perdana silaturahmi mahasiswa Unmul dan luar serta bernostalgia kembali, khususnya permainan yang jaya di masa 90an.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin ada yang terlupakan dari masa tersebut, seperti permainannya,&rdquo; terangnya. Lebih lanjut, Habil mengatakan acara ini mencoba menjawab persoalan pemuda sekarang yang mulai tergerus nilai-nilai kebudayaanya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan terpisah, Wakil Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Miftahul Mubarok menjelaskan Tempo Doeloe Mulawarman 2018 merupakan <em>refreshing</em> bagi BEM KM di tengah hiruk-pikuknya agenda pergerakan mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Latar belakangnya Hari Pendidikan Nasional, selain kita juga melakukan advokasi masalah pemerataan pendidikan,&rdquo; ungkap Miftahul.</p><p style="text-align: justify;">Seusai Talkshow, <em>Open House</em> BEM KM Unmul juga dilaksanakan di aula Rumah Jabatan Walikota Samarinda dalam rangka presentasi capaian kerja BEM KM Unmul selama 154 hari dan pengenalan kembali Badan Pengurus Harian. <strong>(<em>bip/pil/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Subuh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/subuh/baca </link>
<guid> subuh </guid>
<pubDate> Sat, 12 May 2018 11:23:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: artikel.masjidku.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/subuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M7FbIQGfrY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Subuh</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; line-height: 1.618; text-align: inherit;">Demi hamba yang mendengarkan panggilan yang baik,</span></p><p>Yang mengantuk yang basah wajahnya,</p><p>yang kedinginan seraya giginya bergetar,</p><p>yang bersujud dan memohon pertolongan,</p><p><br></p><p>Demi fajar yang warnanya gelap,</p><p>Demi semboyan gema dalam gemerlap</p><p>terukir fakir miskin yang mendengkur dalam laparnya,</p><p>yang terlelap yang melepas payah dalam mimpi angannya.</p><p><br></p><p>sudahkah kamu salat subuh?</p><p>sudahkah kamu sembahyang subuh?</p><p>sudahkah kamu bersyukur di kala terbangun saat subuh?</p><p><br></p><p>lalu mengapa jua kamu masih tertidur,.</p><p>mengapa kamu hanya terbangun lalu kembali tidur.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Syarif Fauzan Khairullah, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2015.&nbsp;</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Untukmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/untukmu/baca </link>
<guid> untukmu </guid>
<pubDate> Sat, 12 May 2018 11:43:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber ilustrasi: tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/untukmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PesCN2DfSa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Untukmu</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kau tahu hatiku sudah berserakan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hancur lebur berantakan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kau tahu dulu tiang-tiang kokoh</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang menyanggah hati ini dengan tegar</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjadikan tameng-tameng</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melawan rasa yang ada hingga aku kebal</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak peduli &hellip;</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kau datang dengan membawa secercah cahaya bagiku</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penyegar dahaga di padang gurun</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mungkin bagimu tidaklah penting&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tetapi bagiku tidak&hellip;</span><span><br></span><span>Kau membuat aku merasa dan merindu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tetapi rasa sakit terus kau torehkan</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kau tau dengan sisa kekuatan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku mengais-ngais kepingan-kepingan yang hancur</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berusaha membuatnya utuh kembali</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berusaha bangkit dari angan-angan akan dirimu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kuucapkan terima kasih atas luka yang kau beri</span></p><p><br></p><p><br></p><p><span><em><strong>Ditulis oleh Sri Wahyuni, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.&nbsp;</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rasaku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rasaku/baca </link>
<guid> rasaku </guid>
<pubDate> Sun, 13 May 2018 11:56:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi berjudul "Rasaku" yang ditulis oleh Pinkan Damopolii, mahasiswi Kesehatan Masyarakat 2014.(Sumber: newlovewallpapers.in) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rasaku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BIigw0KCYe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rasaku</h1>
			              </header>
			              <p>Ku bawa semuanya ketika aku berbaring, <br>Kenangan, kebahagiaan, kesedihan..<br>Namun hal itu juga yang membuatku tersenyum<br>Tertawa, menangis, menjerit, terluka dalam sunyi.<br>Menjadi satu dalam satu rasa, rasa rindu untukmu<br>Tenggelam menyatu dalam mimpiku, temani malam-malamku.<br>Ku berharap menemukan dirimu dalam dunia nyataku<br>Bukan hanya bayangan di sudut mataku</p><p><strong><em>Ditulis oleh Pinkan Damopolii, mahasiswi Kesehatan Masyarakat, Kesmas 2014.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengubah Pola Hidup Sehat Remaja dengan Botol Tenbler </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mengubah-pola-hidup-sehat-remaja-dengan-botol-tenbler/baca </link>
<guid> mengubah-pola-hidup-sehat-remaja-dengan-botol-tenbler </guid>
<pubDate> Sun, 13 May 2018 12:17:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim Tentrepreneur bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup. (Foto: dok. Tentrepreneur) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mengubah-pola-hidup-sehat-remaja-dengan-botol-tenbler/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H2ASjy8R3g.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengubah Pola Hidup Sehat Remaja dengan Botol Tenbler</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sampah di Samarinda semakin hari semakin bertambah akibat banyaknya penggunaan barang sekali pakai, contohnya kantong plastik makanan maupun minuman dalam kemasan. Maka dari itu, tim Tentrepreneur mengajak masyarakat untuk menjalankan pola hidup hemat dan sehat. Tentrepreneur terdiri dari 10 anggota, di antaranya Yohana Sinaga, Siti Khadijah Albar, Reza Riady, Ditha Dwi Jayanti, Fhatur Rizki, Tino Aji Wiranata, Siti Aisyah Ramdhani, Tathok Dimas Hudayana, Vegi Anggreani dan Muhammad Fadhil Muntashir.</span><span>&nbsp;Mereka merupakan mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk memenuhi mata kuliah Kewirausahaan di semester 6, mereka harus menentukan produk yang dibuat dan dipresentasikan di kelas, serta sesuai dengan kriteria dari sisi lingkungan dan <em>preneurship</em>. Awalnya mereka berunding produk apa yang akan dibuat dan dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama remaja masa kini.</span><span>Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menjual produk tumbler, dengan nama Tenbler.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berupa botol minuman yang bisa dibawa ke mana saja dengan pemakaian ulang namun tetap ramah lingkungan. Harga yang ditawarkan berkisar</span><span>&nbsp;Rp 20.000 untuk Tenbler yang polos, sedangkan harga Rp 25.000 untuk Tenbler yang sudah di <em>costum</em> atau di desain sesuai keinginan pembeli.&nbsp;</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berkembangnya model tumbler, sekarang berbagai usia pun bisa menggunakan. Tidak hanya anak-anak saja, remaja hingga orang dewasa yang bekerja di luar rumah pun memerlukannya.&nbsp;</span><span>Manfaat Tenbler itu sendiri yaitu menghemat biaya pengeluaran. Tentu saja, sebab masyarakat di luar sana masih sering membeli minuman kemasan ketika berada di luar rumah. Bayangkan saja dalam sehari kita membeli minuman kemasan sebanyak 1 hingga 2 botol. Jika harganya Rp 5.000, berarti dalam 1 hari kita menghabiskan Rp 5.000 hingga Rp 10.000 untuk mengonsumsi air. Dalam seminggu, dapat dibayangkan telah berapa banyak uang yang harus dikeluarkan hanya untul mengonsumsi minuman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun kendala yang dialami dalam penjualan Tenbler ini, antara lain harus menunggu stok yang tersedia, di karenakan pembelian dari luar pulau dengan mencari harga termurah tetapi tetap dengan kualitas yang baik. Kendala lainnya yaitu sulitnya mencari kertas stiker untuk <em>custom</em> desain yang ditempel pada Tenbler harus benar-benar bisa menempel. <span>Sekarang tim Tentrepreneur sudah menerima pesanan hingga lebih dari 20 tenbler, sudah termasuk permintaan custom desain.</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan menjual produk Tenbler, bisa menyadarkan masyarakat untuk lebih hemat dan mengurangi jumlah sampah botol plastik yang telah menjadi salah satu sebab kerusakan dan pencemaran lingkungan. Salah satu cara mengurangi sampah plastik dengan cara menggunakan Tenbler. Bisa juga menjadi pola gaya hidup dengan membiasakan menggunakan Tenbler, apalagi dengan menggunakan Tenbler terlihat keren dan kekinian. Misi dari tim Tentrepreneur, yaitu kami ingin menciptakan gaya hidup anak muda maupun dewasa perkotaan yang cinta dengan lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Tim Tentrepreneur, mahasiswa Fakultas Teknik Unmul.&nbsp;</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teror Bom di 3 Gereja Surabaya, Samarinda Berstatus Siaga 1 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teror-bom-di-3-gereja-surabaya-samarinda-berstatus-siaga-1/baca </link>
<guid> teror-bom-di-3-gereja-surabaya-samarinda-berstatus-siaga-1 </guid>
<pubDate> Sun, 13 May 2018 13:22:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda Seberang pada 11 November 2016 silam. (Sumber foto:merdeka.com/nur aditya) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teror-bom-di-3-gereja-surabaya-samarinda-berstatus-siaga-1/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kpoFJ1gslc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teror Bom di 3 Gereja Surabaya, Samarinda Berstatus Siaga 1</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Belum habis peristiwa penembakan di Rutan Mako Brimob Jakarta beberapa waktu lalu jadi buah bibir, pagi tadi terjadi insiden ledakan bom yang menyasar tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Peristiwa ini dibenarkan Polda Jawa Timur.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada tiga lokasi. Di gereja Jalan Arjuna 21, di Jalan Diponegoro, di Gereja GKI, dan di gerha Santa Maria Tak Bercela,&quot; kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dikutip dari <em>Tirto.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Frans dalam keterangannya kepada awak media, bom pertama kali meledak di gereja Santa Maria Tak Bercela sekira pukul 6.30 WIB.</p><p style="text-align: justify;">Setelah ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela, kata Frans, bom selanjutnya meledak di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro pada pukul 07.15 dan disusul ledakan di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pada pukul 07.53.</p><p style="text-align: justify;">Frans menambahkan, setelah peristiwa peledakan, di tempat kejadian perkara (TKP) polisi berhasil meledakkan (disposal) satu bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya dan dua bom Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.</p><p style="text-align: justify;">Akibat peristiwa ini, 10 orang tewas dan 41 orang lainnya luka-luka.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Doa dari Samarinda dan Kaltim Siaga 1</strong></p><p style="text-align: justify;">Beragam respons dari peristiwa ledakan bom ditunjukkan oleh warganet sejak pagi hingga malam ini. Seruan untuk tidak membagikan gambar korban hingga tagar <em>#KamiTidakTakut</em> berseliweran di aneka platform media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Di Samarinda, aksi solidaritas juga mengalir. Selain doa bersama, masyarakat melakukan orasi perdamaian, deklarasi melawan teroris dan kampanye perlawanan di media sosial. Kegiatan tersebut berlangsung malam ini di depan Kantor Gubenur Kaltim sejak pukul 19.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, warga Kota Samarinda juga sempat mengalami tragedi serupa. Teror bom molotov mendera jemaat Gereja Oikumene, Samarinda Seberang pada 11 November 2016 silam yang menewaskan 1 anak dan melukai 3 anak lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Usai kabar bom Surabaya pagi tadi, Polda Kaltim langsung menetapkan status siaga 1. Keamanan titik wilayah Samarinda yang memiliki banyak gereja diperketat. Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto tak mau buang waktu dan lantas menggelar rapat koordinasi dengan jajarannya, menginstruksikan peningkatan pengamanan dari kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya, kita tadi langsung melakukan penebalan kegiatan pengamanan dan penjagaan. Kita upayakan meningkatkan siaga di mako-mako kepolisian di tiap wilayah,&quot; kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Ade Yaya Suryana, dikutip dari <em>merdeka.com</em>, Minggu, (13/5).</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Ade menerangkan, Kapolda meminta masyarakat Kaltim untuk tidak takut menghadapi aksi teror. &quot;Kita imbau masyarakat untuk tidak takut, tidak boleh takut. Karena ketakutan dan kepanikan adalah tujuan mereka (teroris),&quot; ujar Ade.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita sudah intensif melakukan penjagaan, menjaga situasi kondusif di Kaltim. Jangan sampai kejadian di Jakarta, dan hari ini di Surabaya, juga terjadi di Kaltim. Itu yang kita lakukan,&quot; pungkasnya. <strong><em>(aml/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prahara Bom Bunuh Diri di Mata Provokator Perdamaian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prahara-bom-bunuh-diri-di-mata-provokator-perdamaian/baca </link>
<guid> prahara-bom-bunuh-diri-di-mata-provokator-perdamaian </guid>
<pubDate> Mon, 14 May 2018 12:35:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Bom Bunuh Diri. (Sumber: jalandamai.org) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prahara-bom-bunuh-diri-di-mata-provokator-perdamaian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LtqHwuUtMb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prahara Bom Bunuh Diri di Mata Provokator Perdamaian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Prahara bom bunuh diri yang dilakukan keluarga Dita Supriyanto di tiga gereja Surabaya pada Minggu (13/5) hingga ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo dini hari tadi, Senin, (14/5) membuat Demisioner Ketua Klinik Etik dan Hukum FH Unmul sekaligus kader perwakilan Kaltim dalam ajang Interfaith Youth Camp Ambon (provokator perdamaian) 2018, Febrianus Felis turut angkat bicara. Alih-alih intoleransi antar umat beragama, Felis menilai, peristiwa tersebut adalah murni tindakan terorisme.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan sampai peristiwa teror ini membuat masyarakat yang pluralis menjadi curiga berlebihan akibat direduksinya isu teror menjadi isu intoleransi keagamaan oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa,&quot; katanya saat dihubungi <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Felis menerangkan, segenap aparat keamanan, pemerintah, serta masyarakat, bahkan Unmul sebagai institusi pendidikan, perlu menyikapi persoalan ini secara serius dan tegas. Harus diusut tuntas siapa dalang di balik peristiwa biadab ini. Sebab, kata Felis, tak ada jaminan teror bom tak terulang kembali di kemudian hari. Dan, jika pemerintah masih tenang-tenang saja, bukan tidak mungkin Samarinda dan Kaltim menjadi sasaran teror berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Menyoroti kinerja Pemprov Kaltim, Felis menyayangkan tidak adanya langkah dari pemerintah untuk bersolidaritas dengan menggandeng masyarakat untuk menyatakan sikap bersama. Pemprov bagi Felis, menunjukkan sikap acuh tak acuh. Padahal, 2016 silam, Samarinda pernah mengalami peristiwa serupa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita perlu menyiapkan strategi dengan melibatkan peran serta dari masyarakat dan pemuda untuk mendukung stabilitas keamanan Bumi Etam. Tapi, tidak ada tanda-tanda (Pemprov Kaltim) untuk turut merespons peristiwa ini, minimal menggandeng organisasi mahasiswa maupun masyarakat kota Samarinda,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana yang telah banyak dikampanyekan, Felis pun mengimbau kaum muda untuk bijak dalam menanggapi tragedi ledakan bom. Jangan sampai perspektif yang dibangun di lingkaran mahasiswa dan pemuda terhadap tindakan terorisme terjebak pada isu-isu keagamaan, karena hanya akan memperkeruh suasana. Pemuda harus menjadi garda terdepan untuk terus melakukan perlawanan kepada terorisme menyebar melalui tulisan, maupun doktrinisasi kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut mahasiswa Hukum Unmul itu mengatakan, pentingnya menjaga kekondusifan dengan setidaknya tidak ikut-ikutan menyebar hoaks maupun seruan ketakutan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemuda dan mahasiswa juga harus terus melakukan kegiatan yang tujuannya merawat kebhinekaan dan menjaga tali silaturahmi antar umat beragama agar tidak mudah terprovokasi ketika ada isu terorisme, radikalisme.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nilai-nilai pluralisme, Pancasila, dan kebangsaan harus terus ditanamkan dan diperkuat lewat berbagai agenda akademik maupun non akademik. Karena nilai-nilai Pancasila adalah nilai fundamental untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mitha Sari, mahasiswi Faperta Unmul yang juga perwakilan Kaltim dalam ajang Interfaith Youth Camp 2018 turut menyampaikan rasa dukanya atas tragedi bom yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Duka Surabaya adalah duka kita semua, bangsa Indonesia. Perdamaian tidak dapat dicapai melalui kekerasan, hanya dapat dicapai melalui pemahaman. <em>So, nothing can bring you peace but yourself.</em> Tidak ada yang bisa membawamu menuju ketenangan melainkan dirimu sendiri,&quot; tandasnya. <strong><em>(mer/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Refleksi 20 Tahun Reformasi dalam KOPI Mulawarman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/refleksi-20-tahun-reformasi-dalam-kopi-mulawarman/baca </link>
<guid> refleksi-20-tahun-reformasi-dalam-kopi-mulawarman </guid>
<pubDate> Tue, 15 May 2018 14:24:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senin (1/5) lalu Kajian Obrolan Pergerakan dan Advokasi Isu (KOPI) Mulawarman menggelar diskusi. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/refleksi-20-tahun-reformasi-dalam-kopi-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VfC3WWXSof.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Refleksi 20 Tahun Reformasi dalam KOPI Mulawarman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - 20 tahun silam, menjadi saksi peristiwa bersejarah di depan Universitas Trisakti, sebagai titik penting dalam menumbangkan pemerintahan otoriter di masa Orde Baru. Tragedi berdarah, pada 12 Mei 1998 yang mengakibatkan empat mahasiswa Universitas Trisakti gugur setelah ditembak aparat lantaran terlibat bentrok dalam aksi demonstrasi untuk melengserkan Soeharto dari tahtanya sebagai Presiden RI.</p><p style="text-align: justify;">Memperingati itu, Senin (1/5) lalu Kajian Obrolan Pergerakan dan Advokasi Isu (KOPI) Mulawarman menggelar diskusi dengan edisi spesial bertema &ldquo;Potret Pergerakan Mahasiswa untuk Menjawab Dinamika Demokrasi dalam 20 Tahun Reformasi&rdquo;. Acara yang digelar di Aula Rektorat Unmul Lantai 4 ini menghadirkan Jamil sebagai pembicara dari aktivis 1998 Kalimantan Timur (Kaltim) dan Muslimin sebagai Ketua Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen (STIEM) Samarinda. Turut pula mengundang beberapa lembaga eksternal, di antaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Imdonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Imdonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pelajar Islam Indonesia (PII), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), HMDI, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), BEM Universitas se-Samarinda, dan BEM se-Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dipandu Idet Arianto Putra, diskusi dibuka dengan pemutaran video pergerakan mahasiswa dalam menyambut momentum 20 tahun reformasi. Sesi diskusi membahas seputar lahirnya reformasi di Kaltim pada 1998. Kajian pertama dibawakan oleh Jamil. Dalam paparannya, Jamil mengatakan bahwa lahirnya reformasi di Kaltim didasari atas aksi yang dilakukan mahasiswa di Jakarta serta kasus korupsi sebesar 27 milyar yang sempat terjadi di Bumi Etam.</p><p style="text-align: justify;">Suara lain datang dari perwakilan HMI, yang menyebutkan reformasi berawal dari keresahan masyarakat dan mahasiswa yang menginginkan hak-haknya dilindungi oleh negara. Sehingga akan sangat mengerdilkan jika menganggap bahwa mahasiswa merupakan anak kandung maupun anak tiri dari reformasi. Menurutnya, mahasiswa merupakan ibu kandung sebab mahasiswa yang melahirkan reformasi.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi kemudian dilanjutkan dengan mengkaji bagaimana perbandingan pergerakan mahasiswa pada masa lalu dan kini. Rizaldo, Presiden BEM KM Unmul menuturkan bahwa sistem pendidikan saat ini mengukung serta membatasi semangat dan kebebasan berpendapat mahasiswanya. Meski mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Topik diskusi menarik lainnya ialah maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke wilayah Indonesia serta melemahnya nilai tukar rupiah di momentun 20 tahun reformasi ini menjadi kajian terakhir sekaligus pentutup dalam diskusi kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Fahrian selaku Ketua Panitia saat ditemui <em>Sketsa</em> mengatakan, KOPI Mulawarman dengan edisi spesial kali ini bertujuan untuk menyatukan tujuan dalam pergerakan menuju momentum 20 tahun reformasi. Dengan adanya diskusi ini, Fahri berharap semua lembaga yang hadir dapat membersamai terkait tuntutan resolusi dari hasil diskusi pada Senin lalu. Selain itu, KOPI Mulawarman kali ini sebagai penggagas dari berbagai pembahasan yang akan dikupas untuk mewujudkan pergerakan yang satu tujuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pasca KOPI Mulawarman, kemungkinan akan ada pembahasan mengenai pergerakan yang akan dilakukan, dan hal ini tentu akan terkait dengan pembahasan internal yang lebih lanjut antara pimpinan setiap lembaga dan anggotanya,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>len/syl/snh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berangkat dari Keprihatinan, Pulang bawa Strategi dan Rencana Sosial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berangkat-dari-keprihatinan-pulang-bawa-strategi-dan-rencana-sosial/baca </link>
<guid> berangkat-dari-keprihatinan-pulang-bawa-strategi-dan-rencana-sosial </guid>
<pubDate> Fri, 18 May 2018 12:53:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Acara Temu Kebangsaan Orang Muda 2018 yang diadakan di Cico Resort, Bogor. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berangkat-dari-keprihatinan-pulang-bawa-strategi-dan-rencana-sosial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fLdtTD9DoB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berangkat dari Keprihatinan, Pulang bawa Strategi dan Rencana Sosial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Begitu banyak permasalahan sosial serta budaya yang terjadi di Indonesia. Pendidikan, lingkungan, media, serta korupsi merupakan masalah-masalah krusial yang penting untuk dipecahkan. Masalah ini mendorong berbagai kaum muda dari berbagai lintas suku dan agama untuk mewujudkan solusi atas kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Katarina Falmapita dan Stanis Deri Burin, merupakan dua mahasiswa Unmul yang menjadi bagian dari kaum muda yang merasakan keprihatinan akan masalah-masalah di atas. Pada akhir bulan April, tepatnya 27-29 April, mereka berangkat mewakili Kalimantan Timur dalam Temu Kebangsaan Orang Muda 2018 yang diadakan di Cico Resort, Bogor.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Acara ini dimaksudkan untuk menjadi ruang pertemuan aktor gerakan orang muda untuk mendiskusikan dan menemukan solusi mengenai kondisi tantangan bangsa Indonesia saat ini dan masa depan, konsolidasi potensi, dan menyusun strategi kerja bersama di antara berbagai potensi orang muda.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan ini, dibentuklah forum <em>group discussion</em> yang bertujuan untuk mendiskusikan empat lingkup masalah krusial yang kini melanda Indonesia. Kepada <em>Sketsa</em>, Rina&mdash;sapaan akrabnya, menuturkan bahwa kegiatan ini didominasi oleh diskusi, <em>sharing</em>, serta membahas kegiatan yang akan ditindaklanjuti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada Temu Kebangsaan ini, kami tidak hanya bicara soal intoleransi atau keberagaman saja. Tetapi ada masalah yang lebih krusial yang sedang melanda negeri ini. Hal inilah yang mendasari terbentuknya FGD-FGD untuk menyusun kerja nyata setelah acara ini berakhir. Masing-masing FGD tersebut membahas serta menyusun rancangan tindak lanjut (RTL) sesuai dengan bidangnya masing-masing. Contohnya, seperti yang saya ikuti, yaitu FGD Orang Muda dan Media. FGD ini membahas bagaimana gelombang informasi yang bertubi-tubi dan banyaknya <em>hoax</em>, membuat orang muda harus lebih cerdas dalam menerima maupun memproduksi informasi,&rdquo; lanjut Deri.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Rina dan Deri, tujuan dari acara ini adalah mengumpulkan orang-orang muda yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda untuk bertindak sebagai generasi yang peka terhadap kondisi negara dan menjadi inspirasi bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat perpecahan umat antar agama saat ini, kami peserta Temu Kebangsaan Orang Muda semakin semangat dan saling berpegangan tangan untuk membangun negeri dengan menjunjung tinggi kebhinekaan. Kami yakin bahwa dengan penanaman nilai solidaritas di antara kami, maka akan menjadi benih terbentuknya Indonesia yang damai dalam perbedaan,&rdquo; kata Rina.</p><p style="text-align: justify;">Setali tiga uang dengan Rina, Deri menyebutkan bahwa hal ini juga bertujuan untuk menyatukan persepsi di antara masing-masing individu yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan latar belakang yang berbeda-beda serta keberagaman yang ada, di sini kami ingin membentuk opini dan membangun perspektif untuk menyusun eskalasi-eskalasi pergerakan yang konkrit dengan tidak lagi memandang suku apa dan agama apa, namun sebagai satu kesatuan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai Alumni Temu Kebangsaan Orang Muda 2018, mereka memiliki tugas dan strategi besar, salah satunya yaitu membuat Temu Kebangsaan Orang Muda di Kalimantan Timur. Hal ini didasari oleh rancangan tindak lanjut yang mereka buat ketika mereka mengikuti acara ini.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pandangan mereka, Anak muda harus mengambil peran penting dalam tuntutan ini, jiwa toleransi dan mencintai keberagaman harus di kumandangkan oleh aktor-aktor muda. Penyambung lidah kedamaian keseluruh lapisan suku, agama, dan budaya dalam masyarakat. Sehingga pada akhirnya bangsa Indonesia bisa mengikis permasalah-permasalahan yang sedang melanda masyarkat Indonesia saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan mengikuti Temu Kebangsaan Orang Muda 2018 dan melihat permasalah yang ada mendorong kami untuk mengadakan kegiatan serupa. Tak cuma itu saja, ada beberapa hal konkrit yang ingin kami wujudkan di Kalimantan Timur khususnya kota Samarinda, yaitu salah satunya membuat Temu Kebangsaan Orang Muda di Kalimantan Timur. Harapannya, ilmu dan pelajaran yang kami dapat menjadi manfaat serta cerminan bagi orang-orang muda saat ini untuk lebih peka terhadap masalah-masalah di lingkungan kita saat ini,&rdquo; tutup mereka. <strong>(<em>len/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wiji Thukul di Kisah Menhir dan Orde Baru Pelenyap Jagoan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/wiji-thukul-di-kisah-menhir-dan-orde-baru-pelenyap-jagoan/baca </link>
<guid> wiji-thukul-di-kisah-menhir-dan-orde-baru-pelenyap-jagoan </guid>
<pubDate> Mon, 21 May 2018 14:21:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kelik Ismunandar alias Menhir, mahasiswa Sejarah 1993, Universitas Sebelas Maret yang mengawal Wiji Thukul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/wiji-thukul-di-kisah-menhir-dan-orde-baru-pelenyap-jagoan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/unyLckRSoy.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wiji Thukul di Kisah Menhir dan Orde Baru Pelenyap Jagoan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Diskusi Indonesia Cemas&mdash;pelesetan dari Indonesia Emas&mdash;digelar di rumah Widji Thukul, di kampung Jagalan, Solo. Diskusi itu tak berjalan hingga selesai, Thukul keburu kabur dikawal Menhir ke kampung sebelah. Gara-gara aparat merangsek masuk menyetop alur diskusi dan memburu Thukul. Thukul telah mengakrabi kucing-kucingan bersama aparat sejak 1995.</p><p style="text-align: justify;">Ketika itu sajak-sajaknya sudah mengganggu kuping rezim. Kepenyairannya dikenal memiliki keberpihakan yang jelas: pada rakyat miskin dan buruh-buruh yang terpinggirkan. Tak mengandalkan kata-kata, Thukul juga membangun relasi dengan gerakan mahasiswa pada saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Di Solo, ia memiliki kedekatan dengan para aktivis dari organisasi ekstra kampus, Ikatan Mahasiswa Solo (IMS). Pada 1994 IMS melebur ke dalam Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) di bawah organisasi payung Partai Rakyat Demokratik (PRD), di mana Thukul ada di dalamnya sebagai aktivis.</p><p style="text-align: justify;">Dalam setiap gerakan yang Thukul ada di sana, mahasiswa betul-betul hendak menjaga Thukul dari penangkapan aparat. Ibaratnya Thukul adalah obor gerakan sehingga jangan sampai ia dibekap. Beberapa mahasiswa lantas diplot khusus untuk menjaga Thukul, salah satunya Kelik Ismunandar alias Menhir, mahasiswa Sejarah 1993, Universitas Sebelas Maret.</p><p style="text-align: justify;">Tugas Menhir adalah menemani dan mengamankan Thukul dalam masa pelarian. Jika Thukul ditangkap, Menhir harus menjadi saksi dan memberi kabar kepada kawan yang lain. Menhir juga yang membawa Thukul pergi dari gerebek aparat saat diskusi Indonesia Cemas. Mereka hanya berdua, kabur tanpa sepeda motor, hanya berlari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kudatuli dan Perburuan</strong></p><p style="text-align: justify;">Meletusnya Peristiwa 27 Juli 1996 atau dikenal juga dengan Kudatuli membangkitkan gairah rezim dalam memburu aktivis PRD. Pemerintah Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto menuding aktivis PRD sebagai penggerak kerusuhan. Catatan Komnas HAM menyebut dalam peristiwa itu ada lima orang meninggal dunia, 149 orang&mdash;sipil maupun aparat&mdash;luka-luka, dan 136 orang ditahan.</p><p style="text-align: justify;">Hari pasca Kudatuli adalah masa pelarian bagi aktivis PRD dan organisasi di bawahnya. Mereka mulai diburu. Wiji ada di Solo dan cuma berdiam diri di rumah. Menhir sama cemasnya, ia berkomunikasi dengan keluarga Thukul bahwasanya selepas magrib, ia akan datang dengan sepeda motor, Wiji sebaiknya juga ikut. Mereka akan memulai pelarian, keluar dari Solo pergi ke Karanganyar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami singgah di salah satu rumah anggota SMID di Karanganyar tanpa diketahui oleh orang tuanya kawan bahwa sesungguhnya kami sedang dalam pelarian,&rdquo; kata Menhir kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Mereka hanya semalam di Karanganyar, selepas itu mereka balik lagi ke Solo. Menhir mengantar Thukul ke rumah seorang kawan yang merupakan anggota Sanggar Suka Banjir (SSB), kelompok teater di mana Thukul juga berkesenian. Merasa cukup aman, Thukul pun ditinggal di sana sedangkan Menhir pergi bertemu dengan kawan lain untuk melakukan koordinasi lanjutan. Menyusun tindakan yang selanjutnya akan dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Pada waktu yang sama, polisi menggerebek rumah di mana Wiji Thukul terakhir kali diantar. Setelah digeledah tidak ditemukan siapa-siapa. Sebelum polisi hendak menyeruduknya, rupanya Wiji Thukul sudah memutuskan pergi sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah putus kontak dengan Thukul. Tidak tahu dia di mana,&rdquo; ujar Menhir.</p><p style="text-align: justify;">Menhir lantas melanjutkan pelariannya seorang diri. Tidak ada tempat yang benar-benar aman dalam kondisi pelarian seperti itu, begitu menurut Menhir. Ia ditangkap aparat pada pagi hari ketika keluar untuk pergi ke kampus dalam upaya melakukan koordinasi lanjutan. Menurutnya penangkapan itu lebih mirip penculikan, tidak ada saksi mata yang melihat ketika ia dibawa paksa oleh intel. Menhir ditahan di Korem Surakarta lalu dilimpahkan ke kepolisian wilayah Surakarta.</p><p style="text-align: justify;">Ia diburu pertanyaan seputar <em>&ldquo;kamu bawa ke mana Wiji Thukul?&rdquo;</em>, yang dijawabnya <em>&ldquo;tidak tahu&rdquo;</em>. Jawaban dari pertanyaan itu sebenarnya sudah dikantongi oleh aparat. Bahwa Thukul dijemput Menhir, pergi ke Karanganyar, dan balik lagi ke Solo. Menurut Menhir, rumah Thukul terindikasi sudah dipantau sebelum ia datang memboyong Wiji.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Malioboro dan Perjumpaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Memasuki Agustus 1996 sebuah kabar diterima oleh para aktivis di Solo bahwasanya Thukul akan muncul di Yogyakarta. Thukul dalam pesannya mengatakan hendak bertemu dengan istrinya, Dyah Sujirah alias Sipon. Pertemuan itu lantas dirancang oleh para aktivis yang tersisa di Solo.</p><p style="text-align: justify;">Skenarionya Sipon, tanpa gelagat aneh-aneh, akan berangkat dari Solo ke Yogya menaiki bus. Yang bertugas mengawal dan mengantar Sipon adalah Menhir. Menhir bernasib baik, ia hanya ditahan polwil Surakarta selama satu kali dua puluh empat jam. Selepas itu ia keluar dan kembali berada di garis pergerakan. Sedangkan yang akan menjemput Thukul di Yogya adalah Aboe, kawan aktivis Menhir.</p><p style="text-align: justify;">Menhir tidak langsung menjemput Sipon di rumahnya. Dalam koordinasi singkat, Sipon diminta pergi ke Pasar Klewer. Nanti di titik yang ditentukan sudah ada Menhir menunggu. Keduanya tidak boleh berinteraksi. Berjalan pun harus jauh-jauhan, Menhir berjalan jauh di depan dan Sipon mengikuti tanpa gelagat. Dua bis yang dinaiki menuju Solo, mereka pun tetap duduk berjauhan.</p><p style="text-align: justify;">Siang hari setibanya di Yogya, di Jalan Malioboro tempat di mana banyak hal terjadi, Thukul akhirnya bertemu dengan Sipon. Pertemuan itu bukan yang terakhir bagi sepasang suami-istri itu, tetapi yang terakhir untuk seorang Menhir. Kali itu Thukul memuji Menhir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya <em>to</em>, aku sudah menduga kamu akan bertahan di garis gerakan ini,&rdquo; ujarnya mengenang perkataan Thukul hari itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Reformasi dan Pelenyapan</strong></p><p style="text-align: justify;">Reformasi mewujud pada Mei 1998 lewat serangkaian aksi massa yang menggoyang kursi Soeharto. Rezim tua menyerah dan menyatakan mundur dari tampuk kekuasaan. Aksi massa tak cuma di Jakarta, di kota-kota lain jalan-jalan juga penuh dengan massa aksi. Di Solo, Menhir menjadi korlap aksi memimpin ribuan massa.</p><p style="text-align: justify;">Meski dalam kondisi di ujung tanduk, Orde Baru tetap semena-mena dengan melakukan penculikan dan pembunuhan kepada banyak aktivis. Solo setidaknya kehilangan tiga aktivis yang hilang dan meninggal.</p><p style="text-align: justify;">Leonardus Nugroho alias Gilang yang tewas beberapa hari setelah reformasi. Suyat hilang pada 13 Februari 1998. Terakhir, Wiji Thukul yang hilang di Jakarta pada akhir 1998. Thukul terlihat terakhir kali ada di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur. Total keseluruhan ada 13 aktivis yang dilenyapkan Orde Baru dan hingga dua puluh tahun kemudian seumpama bunga, bunga yang entah berada di mana dan bagaimana keadaannya. <strong>(<em>nnd/wal/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi 20 tahun Reformasi, Bukan Sekadar Seremoni </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-20-tahun-reformasi-bukan-sekadar-seremoni/baca </link>
<guid> aksi-20-tahun-reformasi-bukan-sekadar-seremoni </guid>
<pubDate> Tue, 22 May 2018 11:08:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul Rizaldo tengah melakukan negosiasi kepada pihak DPRD. (Sumber foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-20-tahun-reformasi-bukan-sekadar-seremoni/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tlDbQBQrXX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi 20 tahun Reformasi, Bukan Sekadar Seremoni</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Peringati 2 dekade reformasi, puluhan massa gelar aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (21/5) kemarin. Menurut pantauan <em>Sketsa&nbsp;</em>sekitar pukul setengah 4 sore, aparat nampak berupaya menutup pagar besi, pun massa yang tergabung dalam Aliansi Garda Kaltim terus melawan membuka pagar lantaran ingin menerobos masuk sembari melontarkan orasi. Di sudut lain, terlihat Presiden BEM KM Unmul Rizaldo tengah melakukan negosiasi kepada pihak DPRD.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat pukul 3.45 siang, pagar dibuka lebar diikuti puluhan massa yang masuk hanya hingga batas pos keamanan. Negosiasi alot terus berlangsung antara Rizaldo dan pihak DPRD, sempat terdengar pula suara-suara berintonasi tinggi tanda kemarahan dari pihak DPRD. Tak mau ambil risiko, Aldo mengomando massa untuk kembali mundur pukul 4.14 sore dilanjutkan orasi dari berbagai perwakilan lembaga tepat di depan pagar yang kembali ditutup rapat oleh aparat.</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Garda Kaltim yang terdiri dari BEM Se-Samarinda dan Lembaga Eksternal ini menyuarakan 4 tuntutan yakni mengembalikan stabilitas perekonomian negara, mewujudkan kedaulatan pangan dan energi, meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Indonesia dan Pendidikan yang terjangkau dan menegakkan demokrasi, menolak pembungkaman, menindak tegas pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan refresifitas terhadap masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Pribumi terjajah di tanah sendiri, begitulah kiranya ungkapan yang dirasa pas melihat kondisi kedaualatan pangan dan energi dalam negeri. Dikatakan Humas Aksi, Sigit Untoro, sebesar 85 persen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengelola gas energi dikuasai Tenaga Kerja Asing (TKA). Selain itu saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>pasca aksi, Sigit menyayangkan sikap pemerintah yang melakukan impor pangan besar-besaran.</p><p style="text-align: justify;">Terkait stabilitas perekonomian nasional, menurutnya kondisi saat ini tak jauh berbeda dengan kondisi di era 1998. &ldquo;Kalau pemerintah tidak konsisten dalam menstabilkan ekonomi, mau-tidak-mau kita akan memberi kartu merah kepada pemerintah,&rdquo; serunya.</p><p style="text-align: justify;">Masalah pendidikan yang mahal dengan adanya <em>Student Loan&nbsp;</em>dan munculnya Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) dan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) pun menjadi dasar untuk digaungkan tuntutan pada aksi ini. Dikatakan Sigit, UU MD3 dan RKUHP merupakan bentuk pemerintah yang antikritik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemerintah tidak bisa seenaknya mengeluarkan kebijakan tanpa ada persetujuan masyarakat, karena masyarakatlah yang menjadi korbannya, seharusnya pemerintah harus lebih bijak,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Aulia Furqon mengatakan bahwa pagelaran aksi ini sebelum telah melalui godokan dalam diskusi Kajian Obrolan Pergerakan dan Advokasi Isu (KOPI) Mulawarman pada Senin (14/5) lalu membahas gerakan perjuangan mahasiswa 20 tahun reformasi. Menurutnya, perlu disadari bahwa hingga saat ini negeri masih banyak lemahnya di berbagai sektor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Momen reformasi ini jangan jadikan sebagai seremonial belaka, tapi ada tingkat evaluasi bahwa negeri kita sekarang ini banyak kekurangan di seluruh sektor dari ekonomi tidak stabil hingga pangan bermasalah,&rdquo; tukasnya. <strong><em>(snh/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hangatnya Suasana Bukber dalam Perayaan Sketsa Sebelas Warsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/hangatnya-suasana-bukber-dalam-perayaan-sketsa-sebelas-warsa/baca </link>
<guid> hangatnya-suasana-bukber-dalam-perayaan-sketsa-sebelas-warsa </guid>
<pubDate> Sat, 26 May 2018 11:16:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seluruh awak Sketsa beserta alumni dan MPO melakukan foto bersama di akhir acara. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/hangatnya-suasana-bukber-dalam-perayaan-sketsa-sebelas-warsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M0grj6KxMc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hangatnya Suasana Bukber dalam Perayaan Sketsa Sebelas Warsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Minggu (20/5) sore, parkiran Gedung Student Center (SC) dipadati beberapa kendaraan mahasiswa yang berkegiatan di gedung tersebut. Tak terkecuali awak Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul yang juga memiliki agenda pada sore itu.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki usianya yang ke-11 pada 21 Mei, Sketsa mengadakan acara perayaan ulang tahun berupa syukuran dan buka puasa bersama anggota dan alumni, dengan tema &ldquo;Semasa Sketsa Sebelas Warsa&rdquo;. Dimulai pada 16.30 Wita di Aula Lantai 3 Gedung SC, acara ini berlangsung dengan lancar.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya acara dibuka oleh Ayu Indar dan Siti Istaqul selaku <em>Master of Ceremony&nbsp;</em>(MC), dilanjutkan dengan sambutan dari Marini Juni Ananda sebagai Ketua Panitia dan Wahid Tawaqal selaku Ketua Umum LPM Sketsa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, dilanjutkan dengan sesi permainan. &ldquo;Kan kemarin ada <em>dibagiin</em> kelompok teater, sudah pada siap belum?&rdquo; tanya <br>Syalma Namira, selaku koordinator acara yang kemudian mendapatkan sautan ketidaksiapan dari anggota yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">Sudah diduga oleh Syalma, permainan pun diganti menjadi permainan lainnya yaitu <em>eat bulaga</em>. Permainan yang terdiri dari dua regu, di mana satu regu sebagai penebak dan satu regu sebagai pemberi petunjuk dengan cara memberi <em>clue</em> benar, salah, dan &nbsp;bisa jadi secara bergantian. Game berakhir dimenangkan oleh regu pertama.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu ditampilkan sebuah video kaleidoskop yang berisi kumpulan foto kegiatan selama 11 tahun Sketsa berdiri. Baik alumni maupun anggota memperhatikan video dengan saksama. Tak jarang mereka tertawa kegirangan saat melihat isi video yang lucu. Melalui video ini semua anggota yang baru dapat melihat bagaimana kegiatan para alumni terdahulu dan sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Acara pun berlanjut pada sesi <em>Sharing</em>&nbsp;<em>and</em>&nbsp;<em>Caring&nbsp;</em>yaitu sesi berbagi cerita. Panitia sudah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk semua yang hadir. Mayang Indriani Risna Biru, salah satu Majelis Peritimbangan Organisasi (MPO) yang hadir, menjadi orang pertama yang harus menjawab pertanyaan yang sudah disediakan. &lsquo;Apa pernah terjebak cinta lokasi di Sketsa?&rsquo; tanya Siti Jubaidah, pemandu acara saat itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cinta lokasi sih tidak pernah,&rdquo; jawab sigkat Biru.</p><p style="text-align: justify;">Biru lalu menyebuttkan jika alasan awal dirinya masuk Sketsa karena ingin mencari pacar, tapi tidak pernah terjadi cinta lokasi dengan anggota lain. Anggota dan alumni lainnya mendengarkan jawaban Biru dengan sesekali tertawa. Dan pertanyaan berlanjut pada alumni yang lainnya dan beberapa anggota Sketsa. Puas dengar jawaban alumni dan anggota, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Putera Tiya Ilahi dan pemotongan tumpeng oleh Wahid Tawaqal.</p><p style="text-align: justify;">Detik-detik menunggu azan magrib berkumandang, awak Sketsa beserta alumni duduk melingkar sembari tim panitia konsumsi menggulirkan takjil. Azan tanda waktu berbuka pun terdengar, awak Sketsa beserta alumni pun menikmati takjil yang disuguhkan, dilanjutkan dengan salat berjamaah di musala Fakultas Kehutanan (Fahutan). Beberapa yang tidak menunaikan salat menunggu di aula, selagi menunggu mereka melakukan sesi foto pada bagian <em>photobooth</em> yang disediakan.</p><p style="text-align: justify;">Kembali setelah menunaikan salat magrib, acara berlanjut dengan makan bersama. Semua yang hadir kembali duduk melingkar, lingkaran kali ini lebih kecil dengan enam hingga tujuh orang per lingkaran dengan piring rotan beserta lauk-pauk di depan masing-masing. Menghabiskan makanan sambil bercerita terlihat menjadi kegiatan di setiap lingkaran. Suasana yang jarang terjadi sekalipun sehari-hari saat bersama di dalam sekretariat.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dilihat banyak piring sudah tidak berisi, MC kembali mengambil alih untuk melanjutkan acara. Meminta semua anggota yang hadir untuk mengambil nomor yang telah digulung oleh panitia secara bergantian. Nomor tersebut adalah undian dalam agenda tukar kado, masing-masing orang mendapatkan kado sesuai nomor yang didapat. Kado-kado tersebut berasal dari kado-kado yang sudah dikumpulkan oleh panitia dari semua anggota sebelum acara dimulai untuk kembali dibagikan kepada semua anggota.</p><p style="text-align: justify;">Setelah semua anggota mendapatkan kado, MC memerintahkan anggota dan alumni untuk membuka kado tersebut. Setelah kado dibuka, gelak tawa pun terdengar dari berbagai sisi ruangan. Tertawa karena melihat isi kado yang didapat sangat tidak biasa seperti kado pada umumnya dan tidak seperti ekspektasi yang diharapkan. Namun, anggota tetap menerimanya dengan sukacita dan penuh tawa.</p><p style="text-align: justify;">Sedang asyik membuka kado, tiba-tiba lampu aula padam. Proyektor menayangkan sebuah video rahasia yang telah dibuat dan disiapkan tim dokumentasi pada hari-hari sebelumnya. Tidak lagi memikirkan isi kado, kini semua mata tertuju pada video yang diputar. Video yang tidak ada pada susunan acara ini berisi tanya jawab kepada anggota Sketsa 9, 10, dan 11.</p><p style="text-align: justify;">Dari beberapa pertanyaan, ada satu pertanyaan yang mendapatkan jawaban sama dari beberapa anggota. &lsquo;Keluarga&rsquo; menjadi jawaban dari pertanyaan &lsquo;Apa makna Sketsa bagi anggota?&rsquo;. Tak hanya itu, Nawwar Hayyu Hastuty dari anggota Sketsa 10 juga menjawab bahwa dia merindukan anggota lain yang jarang menyambangi sekretariat. Selain itu ada beberapa pertanyaan lainnya menyebabkan suasana haru dan tawa pada aula malam itu.</p><p style="text-align: justify;">Setelah video selesai, dari sisi pintu aula berdiri dua perempuan yang salah satunya membawa kue dengan lilin angka 11 yang rupanya juga tidak ada di susunan acara. Lampu kembali dinyalakan dengan semua anggota sudah membentuk lingkaran kecil mengelilingi kue, lalu peniupan lilin oleh seluruh anggota. Setelah itu acara ditutup dengan sesi foto bersama sebelum pamit untuk pulang dengan penuh rasa bahagia. (<strong><em>ycp/cin/wil</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Sebelum Mati: Catatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/suara-sebelum-mati-catatan/baca </link>
<guid> suara-sebelum-mati-catatan </guid>
<pubDate> Sun, 27 May 2018 14:25:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: sains.kompas.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/suara-sebelum-mati-catatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W7nnmBKBgl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Sebelum Mati: Catatan</h1>
			              </header>
			              <p>Patricia masih sibuk membersihkan sisi kamar yang menghadap utara, setelah sebulan ditinggal pemiliknya meninggal. Tangan keriputnya terus menjelajah celah-celah berdebu di daerah bawah ranjang dengan menggunakan kemoceng, ia tak peduli dengan kepulan debu tebal yang terus menerpa wajahnya.</p><p>Saat ia membuka lemari yang bersebelahan dengan ranjang, ia melihat banyak sekali tumpukan buku-buku didalamnya, selain pakaian-pakaian yang terlipat rapi. Mulai dari buku tulis, dongeng anak, hingga novel masih tertata rapi di dalamnya, walaupun berdebu juga.</p><p>&ldquo;Wah, banyak sekali buku-buku cerita, pasti dia suka sekali membaca,&rdquo; gumam Patricia ketika melihat tumpukan buku-buku itu.</p><p>Patricia mengeluarkan buku-buku itu satu persatu. Namun, satu buku yang menarik netranya adalah buku catatan dengan sampul berbahan rajut berwarna coklat muda, dihiasi beberapa kancing dan satu hiasan kupu-kupu.</p><p>Kegiatan bersih-bersihnya ia hentikan, kemudian Patricia duduk di ranjang dan membuka halaman pertama buku tersebut.</p><p><em>Hari ketiga semenjak menginap di gereja.</em></p><p><em>Kali ini aku punya teman baru, yaitu Nenek Patricia! Aku senang mengobrol dengannya, bahkan aku banyak bercerita saat aku belum mengenal adanya Tuhan. Nenek Patricia mulai menuntunku untuk selalu beribadah, dan Nenek juga sangat suka dengan anak-anak, juga sangat suka hari Minggu.</em></p><p><em>Namun aku masih ragu untuk bertanya kepada Nenek, dimana ibuku? Bagaimana aku bisa menceritakan tentang ibu kepadanya? Aku bingung bagaimana aku harus memulainya.</em></p><p>Patricia tersenyum seusai membaca halaman tersebut, ia memutar kembali memorinya saat pertama kali ia berjumpa dengan anak itu, ia muncul dengan keadaan yang kelaparan dan lelah. Waktu itu, anak itu masih berusia 16 tahun dan dia cantik. Patricia pun menawarkan untuk tidur dengannya di basement gereja, dan Patricia juga menyediakan segala pakaian dan keperluan pribadi untuk anak itu.</p><p>Patricia kembali membuka halaman selanjutnya, halaman itu terlihat kotor menghitam akibat serpihan pensil.</p><p><em>Hari ke-35 semenjak menginap di gereja.</em></p><p><em>Padahal hari ini ulang tahunku, tapi tidak ada yang mengucapkan selamat kepadaku, malahan aku mendapat masalah hari ini. Wilbert malah mengambil novelku dan melemparkannya ke lumpur! Sungguh aku sangat benci kepada Wilbert!</em></p><p><em>Aku langsung menceritakannya kepada Nenek, tetapi Nenek malah berpesan kita tidak boleh dendam kepada orang lain. Lalu, kalau tidak boleh dendam, kita membiarkan diri kita tertindas dengan orang seperti Wilbert?</em></p><p>Wajah Patricia berubah menjadi tegang, ia ingat karena pengaruh omongannya tadi anak itu malah menutup diri dengan anak-anak seusianya.</p><p>Beberapa halaman lainnya, anak itu bercerita tentang kesehariannya, seperti membantunya memasak, ada seseorang yang disukainya, hal-hal yang disukai dan tidak disukainya, dan saat ia senang saat Patricia membelikannya gaun baru.</p><p>Lalu di catatan terakhir, ia hanya melihat catatan yang lebih pendek dari catatan lainnya. Saat catatan itu tertulis, anak itu sudah berumur 19 tahun, dan bercerita tentang ketertarikannya tentang merajut.</p><p><em>Hari ke-989 semenjak menginap di gereja.</em></p><p><em>Tadi sore aku melihat seorang ibu-ibu merajut di bangku taman depan gereja, aku menghampirinya dan dia mengajarinya padaku. Aku bertekad ingin membuat syal untuk Nenek Patricia dan memberikannnya saat natal nanti.</em></p><p>Patricia berpikir kembali, mungkin ini sebabnya anak itu bisa tertusuk gunting di matanya hingga buta, karena ketertarikannya ini anak itu terlalu bersemangat hingga gunting itu terpental dan ujungnya mendarat di matanya. Walau itu bukan darah daging Patricia, namun ia merasa anak itu adalah titipan Tuhan dan ia harus menjaganya, saat itu ia merasa sangat bersalah dan sangat takut kehilangannya.</p><p>Patricia menutup buku itu, dan menuju kepada tumpukan buku yang sedari tadi ia biarkan tertumpuk dibawah. Ia melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya, serta menurunkan beberapa buku yang masih ada di dalam lemari.</p><p>Ketika ia mengambil salah satu tumpukan baju, sesuatu juga ikut terjatuh dari bawah tumpukan baju tersebut. Sebuah buku catatan bersampul biru tua bermotif dengan bahan kertas yang lebih tebal. Patricia menaruh baju-baju tadi di lantai dan mengambil buku tersebut, dari halaman pertama isinya dituliskan dengan menggunakan huruf Braile.</p><p>Patricia kembali penasaran dengan buku itu, dan mencoba membacanya dengan meraba tulisan-tulisan itu dengan ujung jarinya sambil menutup matanya.</p><p><em>Hari kesepuluh setelah kembali ke gereja.</em></p><p><em>Aku sangat sedih saat aku terpaksa kehilangan penglihatanku, semua karena rajutan sialan itu! Aku gagal memberikan Nenek Patricia sebuah syal buatanku sendiri. Maafkan aku selalu merepotkanmu selama ini, Nek. Aku berjanji aku akan lebih baik lagi kepada Nenek.</em></p><p><em>Untungnya salah satu suster memberiku buku catatan ini, ia juga mengajariku tentang huruf-huruf Braile jadi aku tetap bisa menulis keseharianku.</em></p><p>Rasa sedih itu muncul lagi di benak Patricia setelah membaca catatan itu. Sejujurnya, tidak hanya buta saja yang dialami anak itu, karena matanya terinfeksi karena karat pada gunting itu yang akhirnya infeksi tersebut menjalar ke dalam otaknya. Dokter yang merawatnya memberitahukan bisa saja timbul kelainan lain di otak anak itu. Dan benar saja, anak itu terus saja berhalusinasi.</p><p>Air mata yang entah kapan sudah mengalir di pipinya ia hapus dengan punggung tangannya, bersedih terlalu larut pun juga tidak baik. Toh, setelah kejadian itu, anak itu masih bisa melakukan aktivitas, walaupun terbatas.</p><p>Patricia membalik dan membaca halaman demi halaman. Kesuraman makin terasa tiap halamannya. Padahal, setelah anak itu dijahili oleh Wilbert yang diceritakan sebelumnya, ia tidak pernah melihat anak itu bermain dengan teman seusianya dan memilih membaca buku atau membantu pekerjaan rumah. Namun, anak itu bercerita jika ia memiliki teman baru.</p><p><em>Hari ke-255 setelah kembali ke gereja.</em></p><p><em>Aku sangat bosan, jadi aku pergi ke bilik pengakuan. Kata Nenek, jika aku bercerita kesusahan yang kurasakan, maka Tuhan akan mendengarku. Tetapi ada suara laki-laki yang memanggilku dengan lembut, terdengar sangat dekat di telingaku. Dia bilang &ldquo;Jane, jangan merasa sendiri, aku akan mendengarkanmu&rdquo;.</em></p><p><em>Saat kutanya apakah dia ingin menjadi temanku, dia menjawab &ldquo;tentu saja!&rdquo; dengan suara yang keras dan membuatku kaget. Kurasa, aku bisa menceritakan apa saja kepadanya.</em></p><p>Dada Patricia semakin sesak, air mata yang sedari tadi ditahannya mulai meluncur kembali di pipinya. Patricia ingat ketika Jane duduk di salah satu bangku di dalam gereja dan bersenda gurau dengan &lsquo;seseorang&rsquo; dihadapannya, padahal anak itu duduk sendirian. Patricia takut jika infeksi di otaknya semakin menjadi dan Jane menjadi depresi karena penglihatannya yang tidak berfungsi lagi.</p><p>Sejujurnya, ia sangat menyayangi Jane, lebih dari ia mencintai kehadiran Tuhan. Kedatangan Jane di hari itu pun juga membuatnya terhibur walau suasana gereja cukup sepi, setidaknya itu mengurangi rasa kesendiriannya.</p><p>Patricia terus menjelajahi tiap cerita yang dituliskan oleh Jane, semua yang tertulis terus membuat Patricia berlinang air mata disertai perasaan yang amat bersalah.</p><p><em>Hari ke-346 setelah kembali ke gereja.</em></p><p><em>Temanku sangat baik hati, dia selalu mendengar kisahku dan selera humornya juga bagus. Tapi sampai sekarang aku belum tahu namanya, tiap kali aku bertanya namanya, dia malah jawab &ldquo;coba ditebak deh, namaku sangat bagus dan diambil dari Alkitab&rdquo; atau &ldquo;kalau begitu, beri aku nama&rdquo;. Hah, aku agak jengkel kalau dia tidak menurutiku, tetapi itu teman yang satu-satunya kupunya.</em></p><p><em>Hari ke-400 setelah kembali ke gereja.</em></p><p><em>Kemarin aku tidak sempat ke bilik pengakuan karena aku harus pergi mengontrol mataku ke dokter bersama Nenek. Aku bercerita sepanjang jalan dan aku selalu mendengar suara Nenek yang terengah-engah seakan Nenek lelah sekali. Andai saja aku bisa memijat kakinya sepulang dari dokter, tetapi kami terlalu lelah karena rumah dokter yang sangat jauh, bahkan kami harus menumpang traktor Paman Billy untuk kesana. Temanku bahkan menungguku sangat lama di dalam bilik, aku sangat menyesal.</em></p><p><em>Hari</em>&nbsp;<em>ke-418 setelah kembali ke gereja.</em></p><p><em>Nenek Patricia harus mengunjungi sanak saudaranya, jadi aku harus menjaga rumah sendirian. Jujur, awalnya aku sangat takut, temanku hanya mau bercerita di bilik pengakuan.</em></p><p><em>Mungkin hari ini adalah hal paling aneh sekaligus luar biasa, temanku mau menemaniku di rumah! Dia bilang hanya sampai Nenek pulang saja, setelah itu kita kembali bercerita di bilik pengakuan.</em></p><p>Hanya sampai situ, Patricia menutup buku catatan itu. Ia tak kuasa menahan rasa bersalah yang terus menusuk hatinya, ia peluk buku itu sangat erat dan menangis sejadi-jadinya. Ia tidak mau mengingat kejadian Jane yang ditemukan telah menjadi mayat di waktu itu.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Mahmudhah Syarifatunnisa, Mahasiswi Manajemen, FEB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konsisten Perjuangkan Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/konsisten-perjuangkan-indonesia/baca </link>
<guid> konsisten-perjuangkan-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 30 May 2018 03:09:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rizaldo, Presiden BEM KM UNMUL 2018. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/konsisten-perjuangkan-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9vPaxCpLok.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konsisten Perjuangkan Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Tahun 2018 adalah tahun paling bersejarah. Kita akan memperingati beberapa peristiwa besar yang pernah terjadi di dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara, yaitu 90 tahun Sumpah Pemuda, 75 tahun Proklamasi (9 Ramadhan 1439 H/17 Agustus 2018), 63 tahun KAA Bandung, 53 tahun Tragedi Nasional 1965, dan 20 tahun Reformasi Nasional Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Setelah 75 tahun merdeka, perdebatan tentang siapa yang lebih berperan dalam mencetuskan proklamasi: para pemuda atau pemimpin yang lebih senior seperti Soekarno, Hatta dan Soebardjo, sudah menjadi klise. Apakah kita merdeka berkat perjuangan sendiri atau suatu insidensi sejarah, kini tidak bergitu relevan. Jauh lebih penting untuk melihat faktor apa yang menyebabkan kita masih eksis dan bersatu seperti sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Ialah tentang apa kekuatan yang mendalam dan luar biasa sebagai <em>force profonde/forces that force</em> yang menyebabkan kita bertahan sebagai bangsa? Mengapa RIS (Republik Indonesia Serikat) hanya mampu bertahan setahun, setelah itu kenapa semuanya ingin kembali bersatu dalam wadah Republik Indonesia. Mengapa rakyat Aceh mau menyumbang pesawat terbang Seulawah bagi Republik Indonesia? Kenapa rakyat Sumatera Barat rela mengumpulkan iuran bagi republik yang masih muda usia ketika itu? Kenapa ribuan warga Surabaya rela mengorbankan jiwa-raganya melawan kembalinya penjajah?</p><p style="text-align: justify;">Sejarah telah menggambarkan posisi dan peran strategis pemuda sebagai tonggak berdirinya sebuah bangsa. Ikrar yang diucapkan para pemuda ini pula yang menciptakan ruh pada bangsa ini. Ketika momentum reformasi sudah kian menjauh, gerakan mahasiswa mengalami kelesuan. Begitu pula dengan kondisi bangsa. Peralihan gelombang sejarah bangsa ini dari era orde baru hingga era reformasi nampaknya masih belum mampu menjadi penyangga kepentingan rakyat, sebagaimana amanat UUD 1945 yang konsisten digunakan para elit, pemimpin, dan pemuda Indonesia sebagai dalil telah ikut serta dalam menjalankan roda kehidupan berbangsa dan bernegara.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun Indonesia sudah merdeka 73 Tahun, tujuan berbangsa dan bernegara disadari belum seluruhnya sesuai amanat Pembukaan UUD 1945. Tujuan melindungi tumpah darah Indonesia dan ikut menjaga ketertiban dan perdamaian di dunia memang sudah pernah tercapai. Namun itu dulu. Manakala Soekarno menggabungkan bangsa-bangsa terjajah, berunding dan menentukan sikap perlawanan secara kolektif terhadap kolonialisme. Di saat para kaum proletar, priyayi, borjuis, hingga pribumi ikut serta menumpahkan darah, keringat serta nyawanya untuk menggenggam bara api semangat akan kemerdekaan.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai usaha untuk membangkitkan gairah selalu berhenti pada realitas yang gamang. Jika kita analogikan dengan kondisi pemuda kita, kita akan menemukan sebuah jawaban kewajaran. Wajar gerakan tersebut tidak lagi memiliki elan vital, karena faktanya kondisi mengalami krisis hebat.</p><p style="text-align: justify;">Dengan melihat perjalanan bangsa di moment 20 tahun Reformasi ini, dapat dikatakan pula bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum negara Indonesia belum bangkit dan mandiri. Buktinya jumlah pengangguran masih tinggi, rakyat miskin di sana-sini, hingga kondisi negeri ini yang kian carut dalam berdemokrasi.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Realitas Gerakan Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagaimana realitas gerakan mahasiswa saat ini? Ada artikel yang cukup menarik dari Muhammad Al-Fayyadl berkaitan dengan masalah ini yang berjudul &ldquo;bunuh diri Kelas&rdquo;. Artikel ini juga senada dengan beberapa artikel lain yang melihat gerakan mahasiswa pada analisis struktural.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Fayyadl, realitas yang ada pada gerakan mahasiswa pascareformasi adalah krisis idealisme akibat infiltrasi kapital dan kekuasaan. Gerakan mahasiswa sejatinya adalah gerakan moral, menjadi larut oleh ekspresi kekuasaan dan kapital yang ada di Indonesia. Migrasi mahasiswa kepolitik, atau proyek-proyek yang berseliweran di sekitar gerakan mahasiswa menyebabkan dimensi politik menjadi lebih besar dari pada dimensi moral dari gerakan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, kerangka moral menjadi absurd. Independensi gerakan yang seharusnya menjadi pijakan eksistensial gerakan mahasiswa, kini dianggap tidak ada. Semua dianggap harus menginduk pada kekuasaan. Meminjam bahasa Fayyadl, gerakan mahasiswa gagap memetakan relasi kekuasaan dan struktural yang ada disekitarnya sehingga menyebabkan gerakan mahasiswa menjadi lebih akomodatif terhadap modal yang dulu ditentang habis-habisan pada medio 1998.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi badai apatisme dan pesimisme yang menerpa jiwa para pemuda yang sejatinya sedang di nanti-nanti kiprahnya sebagai aset rakyat yang menutup diri dari peran dalam persoalan realitas bangsa. Sifat indiviualis yang kian merekat hingga tindak pengorbanan yang enggan di lakukan untuk kepentingan masa depan bangsa. Terasa hilang ruh dan jatidiri seorang pemuda ketika mereka tidak lagi mau melakukan pengorbanan. Baik itu pengorbanan materi, waktu, tenaga, pikiran untuk merekonstruksi kembali masa depan bangsa ini. Hingga melemahnya daya kritis terhadap realitas ketimpangan yang terjadi.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Kontribusi Kita</strong></p><p style="text-align: justify;">Lihatlah negeri ini. Begitu indah untuk dinikmati. Bermacam-macam kepribadian manusia dengan keragaman suku, agama, ras, budaya ditambah kekayaan sumberdaya yang dikandung ibu pertiwi. Tapi, saat ini negeri ini sedang salah pengelolaaannya. Korupsi marak terjadi, perebutan kekuasaan, sumber daya alam dikeruk asing, ketimpangan terjadi begitu ekstrem, sedangkan masyarakat dibiarkan untuk saling berkonflik di dunia maya dan nyata.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, bangsa ini juga menghadapi berbagai dera cobaan. Setidaknya terdapat tiga masalah pokok bangsa, yakni: ancaman terhadap wibawa bangsa. Gagalnya untuk membangun titik temu yang disebabkan egoisme individu dan sektoral, serta melemahnya akal budi bangsa dan budaya kolektif yang ditunjukkan minimnya rasa empati, gotong royong, dan marak saling serang.</p><p style="text-align: justify;">Tidakkah tersayat hati dan pikiranmu wahai pemuda?</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, bangsa ini butuh orang-orang yang menyatakan siap dan memilih berjuang. Pemuda yang memiliki rasa kepekaan cinta memiliki bangsa. Karena reformasi hadir dengan semangat kebersamaan, kesetiakawanan, dan pengorbanan yang dibawa para pemuda di dalam lubuk sanubarinya. Mereka yang menyandang status sebagai mahasiswa, hadir tanpa sekat golongan, kepentingan hingga jalan perjuangan. Berani menyisihkan egonya untuk satu tujuan, yaitu perubahan.</p><p style="text-align: justify;">Jangan jadikan 20 tahun Reformasi sebagai sebagai formalisme berdemokrasi yang menyebabkan pikiran kita dikecewakan dengan ketidakoptimalan dan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan. Jangan jadikan 20 tahun Reformasi hanya sebagai parang tajam yang dinikmati oleh aktivis pergerakan untuk memotong dan menikmati kuenya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Mari kobarkan semangat cinta terhadap bangsa ini, kolaborasikan kebaikan yang ada di dalam hati nurani. Karena Indonesia masih punya asa yang mesti terus kita perjuangkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Betapa ingin kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Rizaldo, Presiden BEM KM UNMUL 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Lebih Dekat Persatuan Wartawan Indonesia Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mengenal-lebih-dekat-persatuan-wartawan-indonesia-kaltim/baca </link>
<guid> mengenal-lebih-dekat-persatuan-wartawan-indonesia-kaltim </guid>
<pubDate> Wed, 30 May 2018 10:14:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Awak Sketsa berfoto bersama Wiwid Marhaendra Wijaya, Sekretaris PWI. (Sumber foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mengenal-lebih-dekat-persatuan-wartawan-indonesia-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7p6T5gQnyF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Lebih Dekat Persatuan Wartawan Indonesia Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Langit Senin <span>(28/5)</span> pagi diselimuti awan mendung serta rintik hujan. Membuat siapa saja ingin kembali meringkuk di atas kasur sambil menarik selimut menepis udara dingin. T<span>etapi hal itu tak menyurutkan niat awak <em>Sketsa&nbsp;</em>untuk menjalankan kegiatan rutin di tiap bulannya, Brain. Sama seperti sebelumnya, melalui agenda ini <em>Sketsa</em> melakukan kunjungan ke berbagai lembaga atau organisasi untuk menjalin relasi dengan saling bertukar cerita dan pengalaman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kali ini,</span><span>&nbsp;awak <em>Sketsa&nbsp;</em>menyambangi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). <span>&nbsp;Dipimpin Wahid Tawaqal selaku Ketua Umum, rombongan beiringan memasuki kantor PWI.&nbsp;</span>Kedatangan ini disambut oleh Wiwid Marhaendra Wijaya, selaku Sekretaris PWI. Tampak antusias di wajah para awak <em>Sketsa</em> untuk menyambut ilmu baru di sana.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dipandu Wiwid, awak <em>Sketsa</em> berjalan memasuki sebuah ruangan yang dilapisi cat putih. Hawa dingin bertambah seketika saat memasuki ruangan. Agenda dimulai dengan sesi</span><span>&nbsp;perkenalan dari tiap anggota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilanjutkan dengan penjelasan terkait struktur kepengurusan di PWI yang memiliki masa kepengurusan selama lima tahun. Obrolan berlanjut, mulai dari membahas perbedaan anggota muda dan anggota biasa di PWI, kiat mengikuti uji kompetensi untuk wartawan, dan juga sharing terkait berita berimbang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wiwid juga merupakan wartawan di salah satu media online, yakni Viva Borneo. Tak sedikit ia membagi cerita dan masukan untuk awak <em>Sketsa&nbsp;</em>sebagai jurnalis kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai wadah persatuan wartawan, masih ada kota/kabupaten di Kalimantan Timur (Kaltim) yang belum tercatat di kantor PWI cabang Kaltim. Menurut, Wiwid hal tersebut dikarenakan persyaratan pembentukan cabang PWI cukup sulit, di antaranya harus ada tiga anggota biasa dan untuk menjadi anggota biasa bukan perkara mudah. Wiwid berharap ke depannya semua kota/kabupaten di Kaltim memiliki cabang PWI.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain memperoleh pengetahuan baru para awak <em>Sketsa</em> juga diberi masing-masing sebuah buku saku kode etik jurnalistik PWI.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>T</span><span>ak terasa, perbincangan tersebut mengantarkan hingga mendekati pukul 12 siang. Sebelum berakhir, kunjungan tersebut ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari LPM Sketsa kepada PWI dan foto bersama.&nbsp;</span><span><strong><em>(sii/adl)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FGEMAID, Mendekatkan Kaum Muda dengan Alquran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fgemaid-mendekatkan-kaum-muda-dengan-alquran/baca </link>
<guid> fgemaid-mendekatkan-kaum-muda-dengan-alquran </guid>
<pubDate> Wed, 30 May 2018 13:54:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana berlangsungnya lomba tartil yang merupakan rangkaian dari Fishery Go Event Moment and Islamic Day (FGEMAID) LD MB'U FPIK Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fgemaid-mendekatkan-kaum-muda-dengan-alquran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/V8S7usFPWB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FGEMAID, Mendekatkan Kaum Muda dengan Alquran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Lantunan ayat suci Alquran bergema di salah satu gedung bercat biru milik kampus perikanan. Rupanya sedang berlangsung cabang lomba tartil (seni membaca Alquran dengan tajwid dengan irama berulang) yang diikuti belasan peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Samarinda dan sekolah menengah atas atau sederajat. Dua hari sebelumnya telah berlangsung cabang lomba tahfiz Alquran (hafalan) dan ranking 1.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, para juri yang bertugas menilai performa peserta juga dari kalangan mahasiswa, salah satunya Muhammad Miftahul Ihsan, mahasiswa FKIP Unmul yang pada awal Mei lalu berhasil meraih juara 1 cabang lomba tilawah dalam ajang Olimpiade Quran Nasional yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Kerohanian Islam Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).</p><p style="text-align: justify;">Beragam cara memang dilakukan umat Islam guna menyemarakkan hari-hari di bulan suci. Apalagi pada bulan ini, kitab suci Alquran diturunkan dan pahala dilipatgandakan. Lembaga Dakwah Musala Bahrul &apos;Ulum (LD MB&apos;U) FPIK Unmul misalnya, menggelar <em>Fishery Go Event Moment and Islamic Day</em> (FGEMAID) LD MB&apos;U.</p><p style="text-align: justify;">Ada serangkaian agenda yang sudah disiapkan sejak 18 Mei hingga 2 Juni mendatang. Mulai dari seminar pemuda, lomba-lomba, kunjungan panti asuhan, <em>talkshow</em> dan sarasehan, <em>workshop</em> kader dan temu alumni, khataman Alquran, hingga <em>grand closing</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;FGMAID 2018 ini perdana. Ke depan insyaallah akan dilanjutkan, mungkin bisa juga di luar bulan Ramadan supaya generasi muda dekat dengan Alquran,&quot; kata Arif Fadillah, ketua panitia FGMAID LD MB&apos;U.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Maisaroh salah satu peserta tartil yang juga merupakan siswi kelas XII SMAN 1 Tenggarong Seberang berbagi kisahnya. &quot;Saya tahu lomba ini dari teman saya yang menyebarkan info di grup (media sosial) kami. Persiapannya sebentar, latihan cuma dua hari. Kemarin di sekolah juga ikut (tartil) dan alhamdulillah juara 1.&quot; <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bahaya Tembakau, Cegah Mulai Sekarang! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bahaya-tembakau-cegah-mulai-sekarang/baca </link>
<guid> bahaya-tembakau-cegah-mulai-sekarang </guid>
<pubDate> Thu, 31 May 2018 12:53:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: bisnis.tempo.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bahaya-tembakau-cegah-mulai-sekarang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bRa4M2cBxY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bahaya Tembakau, Cegah Mulai Sekarang!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Penggunaan tembakau terutama dalam bentuk rokok adalah salah satu penyebab kematian yang dapat di cegah di dunia. Itulah prinsip utama kami sebagai calon Sarjana Kesehatan Masyarakat, di mana mencegah lebih baik dari pada mengobati.</p><p style="text-align: justify;">Lebih dari 6 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat penggunaan tembakau di dunia, di prediksikan pada tahun 2030 akan terjadi peningkatan yaitu sebanyak 8 juta jiwa yang akan meninggal dunia akibat tembakau.</p><p style="text-align: justify;">Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) bertujuan untuk mendorong masyarakat agar mengurangi atau menghentikan konsumsi tembakau dalam bentuk apapun, terutama rokok.</p><p style="text-align: justify;">WHO juga mendesak negara-negara di dunia untuk melawan pertumbuhan rokok yang berbahaya bagi kesehatan diri sendiri dan orang di sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kebiasaan merokok di Indonesia memang sudah menjadi sesuatu yang begitu mengkhawatirkan. Bagaimana anak-anak usia sekolah dasar sudah banyak yang mengenal produk tembakau satu ini.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu sebagai mahasiswa yang peduli akan kesehatan Indonesia kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk bersama-sama menjauhi rokok, dan mulai berhenti untuk menghisap rokok, adapun cara untuk berhenti merokok:</p><p style="text-align: justify;">1. Motivasi, bulatkan tekad berhenti merokok.<br>2. Berhenti merokok seketika (total) atau melakukan pengurangan jumlah rokok yang di isap per hari secara bertahap.<br>3. Kenali waktu dan situasi di mana paling sering merokok.<br>4. Tahan keinginan merokok dengan menundanya.<br>5. Berolahraga secara teratur.<br>6. Minta dukungan dari keluarga dan kerabat.<br>7. Konsultasi dengan dokter (Kemenkes, 2015).</p><p style="text-align: justify;">Dengan berhenti merokok kamu tidak hanya menyelamatkan dirimu saja, namun kamu menjadi pahlawan untuk orang-orang di sekitarmu.</p><p style="text-align: justify;">Momentum HTTS tahun ini di sambut hangat oleh Aliansi Segitiga Kesehatan yg ada di Universitas Mulawarman (Unmul) beserta teman-teman kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMTK) dan Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) dengan membawa gerakan yang bernama &quot;Aliansi Kesehatan Kaltim&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Aliansi ini melakukan aksi pencerdasan di simpang 4 lembuswana sekaligus membagikan dan menukarkan takjil dengan rokok.</p><p><em style="font-weight: bold;">Ditulis oleh Muhammad Alam Nugraha, Presiden BEM FKM 2018.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Lahir Pancasila </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/hari-lahir-pancasila/baca </link>
<guid> hari-lahir-pancasila </guid>
<pubDate> Fri, 01 Jun 2018 07:26:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wisnu Rian Dani, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa PKN Unmul. (Sumber foto: dok. pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/hari-lahir-pancasila/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3nhSJY1Zvc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Lahir Pancasila</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pada tanggal 1 Juni masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Dan mulai tahun 2017, Presiden Joko Widodo menetapkan 1 Juni sebagai Hari Libur Nasional.</p><p style="text-align: justify;">Kenapa harus tanggal 1 Juni?</p><p style="text-align: justify;">Karena 1 Juni bermakna historis tinggi bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal itulah pertama kali kata Pancasila berkumandang di sidang BPUPKI. Kita ketahui bersama, bahwa Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Pancasila sebagai paradigma pembangunan, dan masih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Pancasila &nbsp;harus ada di hati bangsa Indonesia. Pancasila bukan untuk di hapal, tapi untuk di implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Masih relevankah Pancasila pada saat ini ?</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya semakin relevan. Tetapi kenyataannya pada saat ini kaum muda, para generasi harapan bangsa, terjadi fenonemena kemerosotan nilai-nilai luhur nasionalisme, patriotisme dan pancasilais. Sehingga banyak para generasi muda yang bersifat hedonisme dan pragtisme.</p><p style="text-align: justify;">Kita sebagai generasi muda terkadang tidak menyadari bahwa negeri kita sedang digerogoti secara perlahan oleh negara asing. Tidak kah kalian sadar, berapa banyak kekayaan sumber daya alam kita diambil dan dinikmati oleh bangsa asing?</p><p style="text-align: justify;">Kita masih dijajah di negeri kita sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kita masih belum merdeka di negeri kita sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kita masih belum menjadi tuan di negeri kita sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda adalah <em>agen of change</em>, pemuda adalah <em>social control</em>, pemuda adalah <em>iron stock</em>. Mari kita kembalikan lagi jiwa-jiwa pemuda pembawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Di tangan pemuda tergenggam arah dan tujuan bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Melalui refleksi peringatan hari lahir Pancasila ke-73 tahun ini, mari kita merevitalisasi semangat-semangat para pemuda untuk berkontribusi untuk perjuangan bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Mari kita BERSATU<br>&ldquo; Bersama Satu Tujuan&rdquo; untuk Indonesia lebih baik lagi.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah bangsa Indonesia adalah sejarah generasi mudanya. Jika generasi mudanya mati, maka matilah semua bangsa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salam Pancasila!</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Wisnu Rian Dani, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa PKN Unmul.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagaimana Progresifitas Pemuda dalam Mengobarkan Revolusi Pancasila Melalui Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bagaimana-progresifitas-pemuda-dalam-mengobarkan-revolusi-pancasila-melalui-revitalisasi-nilai-nilai-pancasila/baca </link>
<guid> bagaimana-progresifitas-pemuda-dalam-mengobarkan-revolusi-pancasila-melalui-revitalisasi-nilai-nilai-pancasila </guid>
<pubDate> Fri, 01 Jun 2018 10:36:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Monumen Pancasila Sakti. (Sumber foto: Babatpost.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bagaimana-progresifitas-pemuda-dalam-mengobarkan-revolusi-pancasila-melalui-revitalisasi-nilai-nilai-pancasila/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/StycP39aMi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bagaimana Progresifitas Pemuda dalam Mengobarkan Revolusi Pancasila Melalui Revitalisasi Nilai-nilai Pancasila?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dunia mengalami perkembangan begitu cepat, tanpa diimbangi dengan kemampuan manusia untuk beradaptasi. Hal demikian di satu sisi mengindikasikan suatu kemajuan, namun di sisi lain menimbulkan kerentanan bagi suatu bangsa. Kerentanan yang terjadi karena ketidakmampuan untuk mengendalikan perubahan sehingga menggerus apa yang menjadi inti karakter dan identitas bangsa Indonesia. Karakter dan identitas bangsa Indonesia adalah Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Perkembangan dunia yang begitu cepat (suka tidak suka, mau tidak mau) telah menggerus nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila yang dimaksud, baik itu nilai religiusitas yang menekankan etika dan moral dalam kehidupan mendapatkan suatu ancaman dari kebebasan tanpa batas yang semakin dominan dan eksesif. Begitupun dengan nilai kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan kegotongroyongan yang sedang menghadapi tantangan dari nilai-nilai baru, seperti individualis, konsumeris, asosial, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda hari ini yang umumnya sebagai generasi milenial secara tidak sadar teralienasi dari nilai-nilai Pancasila. Hal ini terjadi karena ketidaktahuan secara utuh mengenai nilai-nilai Pancasila dan bagaimana harus merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, menjadi tanggungjawab negara akan generasi penerus bangsa yang sudah mulai kehilangan arah pandang, keliru dalam berpikir, dan salah dalam bertindak.</p><p style="text-align: justify;">Negara Indonesia belum memiliki suatu instrumen sosialisasi dan internalisasi Pancasila yang baik kepada pemuda. Pada saat yang bersamaan pula generasi pemuda ini terpapar dengan nilai-nilai asing melalui media internet dan media sosial lainnya, yang notabene lebih menarik dan atraktif, dan sebagiannya tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Tendensi pemuda hari ini tidak bisa dilepaskan dari hal-hal yang bersifat instan, jalan pintas, mencari kemudahan, kesenangan, sehingga rentan sekali untuk terjerumus ke dalam paham-paham baru (liberalisme, kapitalisme, sekularisme, radikalisme) yang lebih seksi dan atraktif. Hal ini jika tidak dipandang sebagai suatu masalah yang krusial di negara Indonesia, maka tidak menutup kemungkinan ideologi Pancasila lambat laun mulai terkikis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan itu negara akan kehilangan rohnya.</p><p style="text-align: justify;">Apabila Pancasila sebagai karakter dan identitas bangsa mulai luntur, ini mengindikasikan bahwa negara Indonesia sedang sakit. Kondisi ini menunjukan negara Indonesia gagal. Negara gagal di sini tidak harus secara struktural negara itu bubar, akan tetapi negara gagal dipandang dari segi kualitas, yaitu sebagai negara yang tidak punya roh, karena kepribadiannya secara perlahan tergerogoti..</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini merupakan tahun politik, di mana secara lebih luas dalam masyarakat, harus ada institusi-institusi untuk lebih merekatkan persaudaraan antar rakyat khususnya di desa-desa, sebab akibat kegiatan Pilkada ini, tampak gejala retakan dalam persaudaraan antar masyarakat di daerah-daerah. Suasana persaingan yang mengarah pada pertarungan kekuasaan dengan melibatkan kelompok-kelompok dalam masyarakat, ternyata menimbulkan perpecahan dalam tubuh masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat terus-menerus dipengaruhi oleh kehidupan politik yang demi pencapaian kemenangan tanpa mempertimbangkan lagi akibat-akibat bisa terjadinya perpecahan dalam masyarakat. Oleh karena itu, kita sebagai pemuda harus menghidupkan institusi yang memperbanyak komunikasi, salah satunya misalnya institusi yang lebih banyak bersifat kebudayaan. Misalnya saja di pulau Jawa, ada pertunjukkan wayang kulit, masyarakat seakan mempersatukan diri dalam &lsquo;kenikamatan&rsquo; budaya. Mereka tidak ingat lagi perbedaan karena &lsquo;<em>politicking</em>&rsquo; berkadar tinggi yang melanda kehidupan mereka sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Dihadapkan dengan kemungkinan-kemungkinan terjadinya malapetaka baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana yang telah berkali-kali kita alami dalam sejarah Indonesia modern, untuk kesekian kalinya kita berpaling kembali kepada nilai-nilai yang telah kita miliki dalam Pancasila. Tentu hal ini bukan sekedar retorika, apalagi sekedar klise.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimanapun tantangan yang kita hadapi saat ini, yang berasal dari luar yang timbul karena persaingan global dewasa ini, harus bersandarkan kepada suatu dasar yang kepadanya bersandar gagasan politik, gagasan hukum, gagasan ekonomi, sosial, pertahanan keamanan. Artinya, bahwa ada kebutuhan terhadap satu ideologi. Dan ideologi satu-satunya yang kita miliki adalah Pancasila. Terlepas dari belum tercapai kepuasan sepenuhnya atau sikap skeptis yang mungkin saja ada terhadap Pancasila, tidak mungkin kita menyusun kembali suatu ideologi baru.</p><p style="text-align: justify;">Zaman boleh berubah tetapi nilai-nilai Pancasila baik itu nilai religiusitas, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, keadilan, tradisi gotong-royong, semangat kekeluargaan, tenggang rasa, dan sebagainya harus tetap relevan dan tumbuh sebagai karakter dan kepribadian bangsa Indonesia. Tentu upaya ini perlu mendapat tindakan kreatif-atraktif agar tertanam efektif pada semua <em>stakeholder</em> bangsa Indonesia, khususnya pemuda.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda Indonesia pernah besumpah kepada negara Indonesia akan bersatu dalam tumpah darah bangsa dan bahasa. Zaman boleh saja berganti, akan tetapi janji pemuda kepada negara Indonesia harus selalu menuntut bukti dan memastikan sumpah pemuda tetap relevan hingga saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Indonesia adalah keberagaman, Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang seharusnya saling menguatkan dan saling koheren dengan peradaban bangsa. Peran pemuda dengan semangat gotong-royong harus merawat keberagaman dan merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam lajunya perkembangan dunia. Nilai-nilai Pancasila harus dipahami secara utuh dan direalisasikan dalam segala bentuk aktivitas baik pemuda secara umum, maupun mahasiswa hari ini baik dalam lingkup akademik maupun non akademik. Misalnya, melalui diskusi tentang tindak lanjut dari nilai-nilai Pancasila di lingkup pemuda, mahasiswa maupun juga mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hal yang menyedihkan jika pemuda hari ini bersikap acuh tak acuh dan bahkan ikut mempertajam perpecahan, aktif menyebarkan ujaran kebencian, hanyut dalam <em>hoax</em> dan larut dalam propaganda politik murahan. Masa depan bangsa adalah milik kita para pemuda, jangan sampai hari ini kita pemuda hanya berpangku tangan dan menitipkan nasib bangsa Indonesia yang mulai terkikis nilai-nilai Pancasila, pada generasi tua. Jangan sampai pemuda terprovokasi dengan para berhala yang sedang sibuk berebut kuasa. Pemuda harus hadir dengan semangat revolusionernya dengan mengobarkan revolusi Pancasila melalui revitalisasi nilai-nilai. Pemuda harus menjadi pembawa damai bagi rakyat yang gelisah, menjadi penentu ketika solusi terhadap perpecahan dan konflik SARA hari ini terlihat buntu.</p><p style="text-align: justify;">Pengalaman ketertindasan, diskriminasi, dan eksploitasi memang pantas disesali dan dimusuhi. Namun, manusia tidaklah cukup sekadar untuk memerangi keburukan, melainkan menghadirkan kebaikan. Kebiasaan kita untuk mengutuk masa lalu dengan mengulanginya, bukan dengan melampauinya, sehingga membuat perilaku politik Indonesia tidak pernah melampaui fase kekanak-kanakannya. Untuk melampui masa lalu memerlukan konsepsi patriotisme yang lebih progresif. Patriotisme yang tidak cuma bersandar pada apa yang bisa dilawan, tetapi juga pada apa yang bisa ditawarkan. Program historisnya bukan hanya menjebol, melainkan juga membangun, memperbaiki keadaan negeri. Itulah tugas historis pemuda!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Febrianus Felis, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mulawarman</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pancasila: Jembatan Emas Kesejahteraan Rakyat Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pancasila-jembatan-emas-kesejahteraan-rakyat-indonesia/baca </link>
<guid> pancasila-jembatan-emas-kesejahteraan-rakyat-indonesia </guid>
<pubDate> Sat, 02 Jun 2018 11:14:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sukardi, Wakil Gubernur BEM FEB Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pancasila-jembatan-emas-kesejahteraan-rakyat-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t3y3CoAFNT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pancasila: Jembatan Emas Kesejahteraan Rakyat Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Bangsa Indonesia sudah seharusnya menjadikan Pancasila sebagai fondasi filosofis yang digali dari budaya dan kearifan lokal beragam suku bangsa yang mampu menjadi perekat solidaritas komunitas kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam bidang sosial, ekonomi, politik dan lain-lain melalui kesatuan politik hukum nasional. Bangsa Indonesia mengenal musyawarah sebagai nilai kearifan lokal yang bertumpu kepada nilai-nilai kebijaksanaan yang sarat dengan keyakinan religius. Bangsa Indonesia seharusnya mampu menjadi tenaga pendorong bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini.</p><p style="text-align: justify;">Transformasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat diejewantahkan dengan tetap memperhatikan gerak dinamis masyarakat Indonesia yang juga menghadapi pergaulan dengan dunia luar di era globalisasi saat ini. Adapun proyek penggalian budaya sebagai modal sosial bagi kemajuan bangsa Indonesia telah diejewantahkan dan mampu dirasakan oleh negara Malaysia dan Singapore.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Proyek Pluralisme Korporat mampu berjalan secara efektif di Malaysia yang semula mengalami konflik kesenjangan antar etnis, seperti Indonesia, meskipun tidak terlalu resisten seperti konflik yang terjadi di Indonesia, membawa bangsanya yang semula berkonflik di antara masing-masing etnis (Melayu, Tiong-Hoa, India, dan lain-lain) menuju kepada kesejahteraan bersama bangsa Malaysia yang ditopang oleh solidaritas bersama antar etnis tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Proyek Pluralisme Korporat melalui program-program andalan pemerintah melalui kebijakan baru ekonomi &ldquo;<em>New Economy Policy</em>&rdquo; mampu mengatasi problem bangsa yang terdiri dari berbagai etnis tersebut untuk saling bahu-membahu dalam suatu pola kehidupan politik koeksistensial (berbeda tapi mampu hidup berdampingan). Singapura juga melakukan hal yang sama dengan Malaysia, menggapai kemajuan bangsanya dengan proyek Pluralisme Korporat yang bersandar kepada budaya multikulturalisme.</p><p style="text-align: justify;">Penggalian nilai-nilai budaya multikulturalisme dilakukan melalui ajaran konfusian yang menjadi sandaran bagi mereka dalam membina hubungan yang harmonis sehingga segala program-program kebijakan pemerintah &ldquo;<em>Singapore 21</em>&rdquo; mampu didukung oleh segenap komunitas bangsanya yang meyakini dan percaya demi kemajuan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk Singapura yang mengandalkan sandaran etika konfusianisme yang cenderung &ldquo;familistik&rdquo; bukanlah tesis yang sepenuhnya tepat dikatakan sebagai kausa/akibat langsung dari kemajuan dan kemakmuran negara tersebut, menurut saya, baik Singapura maupun Malaysia yang sukses dengan program pluralisme korporat-nya masing-masing disebabkan karena kemampuan dan kerja keras dari para negarawan, politisi dan birokrat yang mampu menggali dan mengintgrasikan berbagai budaya-budaya yang berlainan dari berbagai etnis tersebut menjadi sarana integrasi nasional demi kemakmuran bangsanya.</p><p style="text-align: justify;">Kesuksesan pluralism korporat di Malaysia dan Singapura tersebut sebagai wadah pencairan berbagai etnis menunjukkan juga terintegrasinya nilai-nilai budaya masing-masing etnis ke dalam identitas budaya bangsa dan negara tersebut. Padahal apabila kita uraikan budaya-budaya yang membangun identitas nasional tersebut, misalkan etnis cina yang sangat kental sekali dengan budaya familistik yang terisolasi dari kohesi sosial mampu mencair dengan nilai budaya dari etnis lainnya menjadi identitas nasional yang menjadi modal kemajuan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan etnis cina di Indonesia yang masih memegang teguh atomisasi keluarga, klan dan kekerabatan sehingga mengabaikan pentingnya kohesi sosial dengan etnis lainnya dalam wadah-wadah asosiasional yang kemudian menjelma menjadi asosiasi negara. Hal ini juga tidak hanya dapat dituduhkan kepada etnis cina semata yang ada di Indonesia, akan tetapi juga terhadap eksklusivitas suku-suku bangsa lainnya yang masih merekatkan diri dengan pola kekerabatan secara darah dan klan &nbsp;sehingga merasakan acuh dan terasing dari pola-pola inklusivitas kehidupan komunitas bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia yang kental dengan budaya familistiknya cenderung menghasilkan dampak negatif dalam pembangunan nasional negeri ini, kecenderungan untuk melawan mainstream ikatan keluarga yang kuat dengan memperluas pandangan komunitas bangsa masih belum sampai kepada tatanan yang diharapkan. Rendahnya budaya nasionalisme yang menjadikan kesatuan visi kehidupan berbangsa dan bernegara menjadikan kondisi bangsa ini semakin terpuruk ke dalam jurang-jurang kesenjangan sosial yang semakin menganga.</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan Jepang yang patut kita jadikan cukup teladan dalam mengelola nilai-nilai budaya kekeluargaan dengan mana ranah kehidupan privat dan publik sedemikian sulitnya terjadi pemisahan secara tegas, sehingga selain peran keluarga sebagai asosiasi terkecil di Jepang, justru juga sangat membutuhkan peran negara dalam kemajuan perekonomian nasional dengan adanya sprit integrasi dari kewajiban-kewajiban yang bersandar kepada ikatan keluarga dengan kewajiban-kewajiban yang juga bersandar kepada visi memajukan negara (keluarga+negara= pertumbuhan ekonomi).</p><p style="text-align: justify;">Data dan fakta ini dapat kita pelajari dari apa yang telah digapai oleh Amerika Serikat dalam pertumbuhan ekonomi khususnya, dan solidaritas sukarela kehidupan sosial masyarakatnya (Amerika tidak seindividualistis yang kita bayangkan). Berkaca dari berbagai uraian kasus tersebut di atas, maka Bangsa Indonesia yang justru berlimpah dengan berbagai modal sosial yang berasal dari berbagai budaya (pluralisme dan multikulturalisme) dan agama Islam mayoritas justru masih belum mampu memaksimalkan segala potensi yang ada hingga saat ini, khususnya terhadap agama Islam, yang mana sebagai ajaran yang memliki modal sosial terbesar dalam komunitas Indonesia justru sudah seharusnya menanggung beban yang begitu berat dan mulia untuk mentransformasikan nilai-nilai etik profetiknya dalam kehidupan universal bangsa Indonesia, sehingga nilai-nilai etik Islam yang berskala universal mampu menjangkau seluruh umat manusia demi terwujudnya kemaslahatan bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Pancasila sebagai pengejawantahan berbagai modal sosial budaya, agama dan lain-lain hendaknya kembali dijadikan pedoman paradigma dalam menyusun segala kebijakan-kebijakan negara yang berorientasi demi pembangunan nasional, sehingga hasil kemajuan yang mampu tergapai tetaplah senapas dengan jiwa budaya bangsa kita sendiri yakni Pancasila, tentunya hal ini juga harus didukung oleh karakter para birokrat yang memilki kompetensi untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Perlunya penggalian karakter dari para negarawan yang berwatak Pancasilais semoga diharapkan mampu membawa Indonesia kepada &ldquo;jembatan emas&rdquo; kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Sukardi, Wakil Gubernur BEM FEB Unmul</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cukuplah Setya Novanto </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/cukuplah-setya-novanto/baca </link>
<guid> cukuplah-setya-novanto </guid>
<pubDate> Sat, 02 Jun 2018 11:44:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/cukuplah-setya-novanto/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gcwZKedtZ5.png" />
					</figure>
			                <h1>Cukuplah Setya Novanto</h1>
			              </header>
			              <p>Bella sayangku&hellip;<br>Bisakah kau lihat apa dibalik badai ini<br>Kini negaraku telah usang<br>Di tangan penguasa yang<br>Bertahtakan kekejian</p><p>Penguasa tak sepatutnya<br>Bersekutu dengan koperasi<br>Sehingga tak malu menjual Negara sendiri.<br>selama penguasa menuhankan harta benda<br>Negara akan selalu jadi tambang emas sang penguasa</p><p>Negara harusnya dicintai<br>Bukan tempat untuk memperkaya diri<br>Tokoh rakyat harusnya memperkokoh<br>Bukan menjadi raja yang merajalela.</p><p>Tahta tak selalu di atas kepala<br>Kadang terselip dalam hati<br>Jika mandat rakyak kau ingkari<br>Kadang berakhir dalam bui</p><p>Dengarkanlah wahai wakil rakyat<br>Cukuplah Setya Novanto jadi penjahat dramatis<br>Karna saat ini Negara semakin kritis dan terkikis.<br>Bella sayangku&hellip;.</p><p>Jangan kau biarkan lagi pendusta yang bertahta.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Ridduan, mahasiswa&nbsp;</em></strong><strong><em>Pendidikan Ilmu Komputer, FKIP&nbsp;</em></strong><strong><em>2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> John Tobing Serta Darah Juang yang Tak Akan Berhenti Dinyanyikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/john-tobing-serta-darah-juang-yang-tak-akan-berhenti-dinyanyikan/baca </link>
<guid> john-tobing-serta-darah-juang-yang-tak-akan-berhenti-dinyanyikan </guid>
<pubDate> Sat, 02 Jun 2018 11:44:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> John Tobing kala menyanyikan Darah Juang di depan simpatisan Aksi Kamisan Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/john-tobing-serta-darah-juang-yang-tak-akan-berhenti-dinyanyikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mqzwCIO681.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>John Tobing Serta Darah Juang yang Tak Akan Berhenti Dinyanyikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Terkejut pula John Tobing ketika diberi tahu oleh kawannya di Jakarta. Pada 2010, kejadian tersebut telah berlalu selama 12 tahun. Namun anehnya, belum pernah ia diberi tahu siapa pun tentang fakta yang satu ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kawannya itu bilang lagu yang melodinya dihasilkan dari petikan gitar John, telah ikut menumbangkan rezim otoriter Soeharto pada Mei 1998. Padahal ketika itu ia di Riau, tidak berada dalam barisan massa aksi. Namun, entah bagaimana ceritanya, lagu ciptaan John menjelma sulut yang membakar jiwa massa untuk menuntut Reformasi.</p><p style="text-align: justify;">Liriknya memang magis, bahkan hingga hari ini. Lagunya viral di kalangan generasi muda. Dalam massa orientasi kampus, lagu ini adalah lagu yang wajib dihafal oleh para mahasiswa baru. Dalam setiap aksi, lagu ini nyaris tak pernah absen dikumandangkan. Demikian pula dengan sekolah, menurutnya, lagu ini juga harus sudah diajarkan.</p><p style="text-align: justify;">John yakin generasi muda yang menyanyikan lagunya pasti tergerak. Sebab ada tugas yang tidak pernah selesai bagi mereka untuk negara ini. Simak saja liriknya:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka dirampas haknya/tergusur dan lapar/Bunda relakan darah juang kami/untuk membebaskan rakyat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka berjanji darah dan juangnya untuk berjuang. Dia pakai untuk membebaskan ketertindasan dan keterpurukan massa terkecil,&rdquo; ujar John kepada Sketsa di depan Kantor Gubernur. Usai Aksi Kamisan Kaltim yang memaknai ulang 20 tahun Reformasi (24/5).</p><p style="text-align: justify;">Massa terkecil yang dimaksud John ialah mereka yang cuplikan nasibnya diperlihatkan dalam lirik. Tentang anak kurus tak sekolah, desa yang tertindas, mereka yang haknya dirampas, tergusur, lalu lapar saban hari. Lagu<em>&nbsp;Darah Juang</em> mengajak siapa saja untuk terus berjuang, menurut daya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga sudah mencoba seperti lagu <em>Darah Juang</em>. Apa pun yang saya lakukan untuk mereka, untuk rakyat,&rdquo; ujar John.</p><p style="text-align: justify;">John mengungkapkan bagian akhir dari larik <em>Darah Juang</em>, sebetulnya tidak selesai hanya dengan &ldquo;berjanji&rdquo;. Larik itu hendaknya diperteguh lagi dengan menambahkan kata-kata &ldquo;berbakti&rdquo; dan &ldquo;mengabdi&rdquo;. Ia tak begitu peduli bila itu terkesan serupa dengan lirik <em>Padamu Negeri</em> ciptaan Kusbini. Di Aksi Kamisan Kaltim, John menyanyikan Darah Juang dengan versi yang seperti itu.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah penciptaan lagu <em>Darah Juang</em> memang tidak dikerjakan sendirian oleh John. Proses kreatif itu melibatkan kawan-kawan aktivis dari Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (KM UGM). Melodi cikal bakal <em>Darah Juang</em> dibuat oleh John, sedangkan syair ditulis oleh Dadang Juliantara. Budiman Sudjatmiko memberi kritik terlalu banyak kata &ldquo;Tuhan&rdquo;. Lebih getirnya ia menyarankan untuk mengganti menjadi &ldquo;Bunda&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bawa ke FKMY (Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta). Ada juga kritik terhadap syair, tapi yang jelas di sana <em>Darah Juang</em> pertama kali dijadikan sebagai judul,&rdquo; jelas John.</p><p style="text-align: justify;">Ia tak ingat pasti kapan bulannya di tahun 1991, tapi yang jelas proses pembuatan lagu<em>&nbsp;Darah Juang</em> tidak memakan waktu sampai satu bulan. John memang kerap mendaku bahwa dalam membuat lagu ia bisa menyelesaikannya dengan cepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang pun bisa jadi lagu, tapi enggak ada yang ngasih duit,&rdquo; ujarnya berkelakar.</p><p style="text-align: justify;">Dalam beberapa kesempatan diwawancara, John kerap mengatakan kepada media ia sudah membuat banyak lagu. Total ada 600 lagu&mdash;300 lagu berhasil tercatat dan 300 sisanya tidak. Sampai sejauh ini John sudah mengeluarkan dua album.</p><p style="text-align: justify;">Album pertamanya berjudul <em>Romantika Revolusi</em> berisi 9 judul lagu, termasuk di dalamnya lagu <em>Darah Juang</em>. Album kedua rilis tahun lalu, berkerja sama dengan komunitas musik Sande Monink. Album itu diberi judul <em>Bergeraklah Mahasiswa</em> berisi 10 lagu. Isinya mengisahkan kehidupan mahasiswa Indonesia yang menghadapi beragam tantangan: uang sekolah naik, dosen <em>killer</em>, hingga rektor yang korupsi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya itu ciptain lagu gampang, bung. Itu ada di dalam kaset (album Bergeraklah Mahasiswa), empat lagu saya bikin satu hari. Memang saya gampang bikin lagu,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati John telah banyak membuat lagu, <em>Darah Juang&nbsp;</em>tetap yang paling spesial di musik pergerakan. Lagu ini memiliki semacam magnet yang mampu membuat aksi massa terhimpun menjadi satu. John paham betul soal itu.</p><p style="text-align: justify;">Ketika perayaan <em>May Day</em>, 1 Mei lalu, ia datang untuk menyanyikan <em>Darah Juang</em> di depan Istana Merdeka. Berdiri di atas mobil, John menghadap massa aksi yang saat itu ribut masing-masing. Begitu ia mulai melantunkan melodi pertama <em>Darah Juang</em>, massa mulai diam. Melihat John dan ikut bernyanyi bersama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu saya merinding,&rdquo; kata John.</p><p style="text-align: justify;">Kini 20 tahun setelah rakyat membuat Soeharto lengser dari takhta. Lalu keran demokrasi mulai dibuka dan represivitas tentara berkurang. Namun tetap saja, bagi John, secara umum itu tak menunjukkan sikap bahwa Reformasi saat ini benar-benar ada. Perlakuan negara terhadap masyarakat menyangkut hak politik dan ekonominya, baginya itu yang tak jalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang enggak berkuasa, tetap enggak berkuasa. Yang sedikit berkuasa tambah besar kuasanya. Yang enggak punya uang sampai sekarang enggak punya uang. Yang punya uang sampai sekarang makin banyak uangnya,&rdquo; ucap John.</p><p style="text-align: justify;">Bagi John, ironi melagukan &ldquo;tanah airku&rdquo;, tapi sebagai rakyat kecil tak pernah mampu memiliki tanah sendiri. Maka untuk itulah, <em>Darah Juang</em> masih relevan di babak Reformasi dan tidak akan berhenti dinyanyikan. <em><strong>(wal/fqh)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berencana Ledakkan DPR RI, Aksi Terorisme Unri Dilakukan Alumni </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berencana-ledakkan-dpr-ri-aksi-terorisme-unri-dilakukan-alumni/baca </link>
<guid> berencana-ledakkan-dpr-ri-aksi-terorisme-unri-dilakukan-alumni </guid>
<pubDate> Sun, 03 Jun 2018 13:12:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pengamanan dari Densus 88. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berencana-ledakkan-dpr-ri-aksi-terorisme-unri-dilakukan-alumni/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l7UoqPkE6u.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berencana Ledakkan DPR RI, Aksi Terorisme Unri Dilakukan Alumni</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sabtu, (2/6) aksi terorisme kembali menyeruak ke permukaan. Kali ini bahkan terjadi di lingkungan kampus, tepatnya di Universitas Riau (Unri) dan dimotori tiga orang alumni. Beruntung, aksi peledakan yang rencananya akan dilakukan di Gedung DPR RI dan DPRD Provinsi Riau itu berhasil digagalkan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan, akan diledakkan di DPRD dan DPR RI,&quot; kata Kapolda Riau Irjen Pol. Nandang dalam keterangan pers di Pekanbaru, Sabtu malam.</p><p style="text-align: justify;">Dalam operasi, Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan seorang pelaku bersama dua bom pipa besi, bahan peledak jenis TATP siap pakai, bahan peledak pupuk KN03, sulfur, gula, dan arang, sepucuk senapan angin, dua busur panah, delapan anak panah, dan granat rakitan.</p><p style="text-align: justify;">Pelaku berinisial MNZ (33), yang tak lain adalah alumni Unri diamankan dari dalam Gedung Gelanggang Mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri. MNZ detik itu juga langsung ditetapkan statusnya sebagai tersangka.</p><p style="text-align: justify;">Penangkapan MNZ, kata Nandang, merupakan pengembangan atas keterangan dua orang terduga teroris yang diringkus sebelumnya, yakni berinisial RB alias D dan OS alias K. Keduanya juga merupakan mantan mahasiswa di univesitas yang sama dengan pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Nandang menyebut ketiga terduga tersebut merupakan alumni Jurusan Administrasi Pariwisata, Ilmu Komunikasi dan Administrasi Negara Unri pada tahun angkatan 2002, 2004, dan 2005.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengatakan MNZ memiliki kemampuan merakit bom TATP. Ia membagi keahliannya itu di tautan grup media sosial Telegram. Namun, Setyo tidak menjelaskan dari mana kemampuan tersebut didapat MNZ.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Dekan FISIP Unri Syafri mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi. &quot;Saya baru datang waktu itu,&quot; ujarnya dikutip dari Tirto.id.</p><p style="text-align: justify;">Syafri mengaku terkejut dengan adanya penggeledahan oleh petugas Densus 88 bersenjata lengkap. Sebab menurutnya tidak ada hal mencurigakan dalam gelanggang mahasiswa itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selama ini tidak ada mencurigakan di sana kami pun terkejut,&quot; ujarnya singkat.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM FISIP Unmul Andi Muhammad Akbar mengatakan aksi terorisme apa pun motifnya tak dapat ditoleransi. Teorisme, kata Akbar, adalah tindakan di luar batas yang menerabas nilai-nilai perikemanusiaan.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa menjadi agen penting untuk melawannya, bukan justru menjadi dalang atau korban tanpa disadari dengan melibatkan diri dalam aktivitas terkutuk ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa harus menyaring segala informasi yang dia terima. Termasuk ajakan atau doktrin, ya. Kampus juga harus menjadi contoh pengamalan nilai-nilai kebhinnekaan, tidak tutup mata,&quot; kata Akbar di sela-sela aksi lilin untuk korban teror di Surabaya dan Sidoarjo pada Sabtu malam, (5/5) di simpang empat mal Lembuswana. <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Toleransi di Ambon, Makna Nyata Pancasila </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/toleransi-di-ambon-makna-nyata-pancasila/baca </link>
<guid> toleransi-di-ambon-makna-nyata-pancasila </guid>
<pubDate> Mon, 04 Jun 2018 13:24:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana perayaan acara yang bertajuk “Cerita Orang Muda dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika” oleh Interfaith Youth Camp Ambon 2018. (Sumber: Shafira Panduwinata) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/toleransi-di-ambon-makna-nyata-pancasila/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fesokFea3l.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Toleransi di Ambon, Makna Nyata Pancasila</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Meski tengah menjalankan ibadah puasa, tak menyurutkan niat belajar dan berdiskusi kawula muda Samarinda. Jumat (1/6) pagi, mereka nampak berkumpul untuk mengikuti kegiatan dalam rangka memperingati hari lahirnya dasar negara Indonesia, Pancasila. Hal ini sebagai pengingat bahwa keberadaan Pancasila tak lepas dari peran rakyatnya.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai pada pukul 09.30 WITA, agenda yang bertempat di YouSpace ini berlangsung lancar. Para peserta berasal dari berbagai lembaga dan unit kegiatan kampus, seperti Gamadiksi Unmul (Keluarga Mahasiswa Bidikmisi Unmul) hingga KMKI (Keluarga Mahasiswa Katolik Indonesia). Kegiatan bertajuk &ldquo;Cerita Orang Muda dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika&rdquo; ini pertama kalinya dilaksanakan. Digagas oleh perwakilan <em>Interfaith Youth Camp Ambon 2018</em>, yang merupakan kegiatan perkemahan pemuda lintas agama se-Indonesia sebagai rangkaian tindak lanjut membawa toleransi dan perubahan di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara dibuka dengan pemutaran film dokumenter &ldquo;Provokator Perdamaian Ambon&rdquo;. Sebuah film yang menceritakan hubungan silaturrahmi antar umat beragama di Ambon. Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Ambon sempat disematkan julukan &ldquo;Kota Mati&rdquo;, akibat adanya pergerakkan provokator yang tidak ingin antar umat beragama saling berdamai.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan sesi sharing dengan narasumber Mita Sari, mahasiswi Fakultas Pertanian dan Febrianus Felis, mahasiswa Fakultas Hukum Unmul sebagai perwakilan Kaltim dalam Interfaith Youth Camp Ambon 2018. Hadir pula Haris Retno Susmiyati selaku dosen Fakultas Hukum Unmul. Dalam sesi ini, dibahas soal isu-isu perdamaian serta peran pemuda dalam revitalisasi nilai pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Peserta juga turut menyampaikan suaranya dalam dalam sesi selanjutnya, <em>forum group discussion</em>. Sebelum akhirnya acara ditutup dengan sesi foto bersama.</p><p style="text-align: justify;">Febrianus Felis selaku ketua panitia berharap agenda ini menjadi wadah fasilitasi generasi muda untuk menyampaikan aspirasinya terhadap Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan dari diskusi ini di hari Pancasila, nilai-nilai pancasila bisa dipahami secara utuh oleh generasi muda karena hari ini kita dihadapkan nilai-nilai baru, nilai-nilai asing&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Yulianti yang merupakan salah satu peserta mengaku mendapatkan perspektif baru tentang toleransi, &quot;Dengan adanya kegiatan ini, kita jadi lebih tahu makna toleransi itu seperti apa. Dari yang tidak tahu mengenai politik Pancasila, sekarang jadi paham apa itu makna Pancasila,&quot; tutur mahasiswi program studi Hubungan Internasional angkatan 2017 ini. <strong>(<em>bip/fir/syl/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terorisme di Sekretariat Organisasi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terorisme-di-sekretariat-organisasi-mahasiswa/baca </link>
<guid> terorisme-di-sekretariat-organisasi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 04 Jun 2018 13:34:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nampak gedung Gelanggang Mahasiswa FISIP Unri yang diberi garis polisi. (Sumber foto: sindonews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terorisme-di-sekretariat-organisasi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l4GbOjq26z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terorisme di Sekretariat Organisasi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu siang (2/6), Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 berhasil mengamankan empat bom berdaya ledak tinggi dan bahan-bahan perakit bom di lingkungan kampus FISIP Universitas Riau (Unri). Tim Gegana dari pihak kepolisian pun turut mengamankan kampus dengan memasang garis polisi di area kampus. Unri hari itu tiba-tiba mencekam, dipenuhi petugas bersenjata lengkap.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekitar pukul 13.30 WIB, Densus 88 menangkap pelaku berinisial MNZ setelah sebelumnya menangkap dua pelaku berinisial RB alias D dan OS alias K,&quot; ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto, dikutip dari <em>Kompas</em>.</p><p style="text-align: justify;">Setyo menerangkan, ketiganya adalah alumni Unri Jurusan Administrasi Pariwisata, Ilmu Komunikasi dan Administrasi Negara Unri pada tahun angkatan 2002, 2004, dan 2005. Mereka diringkus di gedung Gelanggang Mahasiswa FISIP Unri yang sejatinya merupakan sekretariat bersama organisasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Menurut keterangan Kapolda Riau, Irjen Pol. Nandang dalam keterangan pers di Pekanbaru, ketiga terduga teroris itu sengaja menggunakan kampus, terutama sekretariat organisasi mahasiswa untuk menutupi jejak mereka saat merakit bom.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kebetulan barang bukti ini dirakit di Sekretariat Kelembagaan Gelanggang Mahasiwa lantai 2. Mereka numpang tidur di mes Mapala Sakai selama sebulan (selama perakitan bom),&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini ketiga terduga telah diamankan di Mapolda Riau guna menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, termasuk afiliasi jaringan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>Tirto.id</em>, sebelumnya, Polda Riau sudah mulai mengintai keberadaan terduga teroris sejak dua pekan terakhir sebelum melakukan penggerebekan di Unri pada Sabtu siang.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, Polda Riau bersama dengan Densus 88 Antiteror berencana melakukan penggerebekan tersebut pada Jumat (1/6). Namun, penggerebekan itu urung dilakukan atas dasar beberapa pertimbangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Baru bisa dilakukan hari Sabtu,&quot; jawab Nandang.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum melakukan penggerebekan, polisi telah mengumpulkan data terkait siapa, bagaimana, dan bentuk aktivitas mencurigakan di perguruan tinggi negeri terbesar di Riau tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setelah memperoleh data awal akurat, tentang siapa, bagaimana, akan lakukan apa, sudah diketahui sedari awal, baru digerebek,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kasus terorisme memang tak lazim ditemukan di lingkungan kampus. Namun kasus Unri ini agaknya kian menegaskan bahwa aksi terorisme bisa dilakukan di mana saja. Baru-baru ini Badan Nasional Perguruan Tinggi (BNPT) merilis sederet nama kampus yang diduga terpapar paham radikalisme. Yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB). <strong><em>(aml/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BNPT Ungkap Kampus Terpapar Paham Radikal, Cendekiawan Muslim dan Ormawa Minta Pendidikan Kebangsaan Dihidupkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bnpt-ungkap-kampus-terpapar-paham-radikal-cendekiawan-muslim-dan-ormawa-minta-pendidikan-kebangsaan-dihidupkan/baca </link>
<guid> bnpt-ungkap-kampus-terpapar-paham-radikal-cendekiawan-muslim-dan-ormawa-minta-pendidikan-kebangsaan-dihidupkan </guid>
<pubDate> Tue, 05 Jun 2018 13:16:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi solidarisme tolak radikalisme dan terorisme di Indonesia. (Sumber: beritamoneter.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bnpt-ungkap-kampus-terpapar-paham-radikal-cendekiawan-muslim-dan-ormawa-minta-pendidikan-kebangsaan-dihidupkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5AqczOvEFy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BNPT Ungkap Kampus Terpapar Paham Radikal, Cendekiawan Muslim dan Ormawa Minta Pendidikan Kebangsaan Dihidupkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sejalan dengan kasus terorisme yang terjadi di Universitas Riau sepekan lalu, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Hamli beberapa hari sebelumnya mengeluarkan pernyataan kontroversial. Menurutnya, hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) kini sudah terpapar paham radikalisme yang menjurus terorisme.</p><p style="text-align: justify;">Ia menerangkan, pola penyebaran paham radikalisme yang berkembang di lingkungan lembaga pendidikan saat ini sudah berubah. Jika awalnya penyebaran paham tersebut dilakukan di lingkungan pesantren, saat ini, kampus negeri maupun swasta menjadi sasaran baru dan empuk bagi penyebar radikalisme.</p><p style="text-align: justify;">&quot;PTN itu menurut saya sudah hampir kena semua (paham radikalisme), dari Jakarta ke Jawa Timur itu sudah hampir kena semua, tapi tebal-tipisnya bervariasi,&quot; kata Hamli dalam sebuah diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/5) dikutip dari CNN Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan itu, BNPT membeberkan sederet nama kampus yang sudah disusupi paham radikal. Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB).</p><p style="text-align: justify;">&quot;PTN dan PTS yang banyak kena itu di fakultas eksakta dan kedokteran,&quot; ungkap Hamli.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nilai-Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan</strong></p><p style="text-align: justify;">Cendekiawan muslim Azyumardi Azra gamblang menyebut Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta sebagai tempat bersarang paham radikal. Ia meminta pemerintah lebih serius membenahi lingkungan kampus dengan meningkatkan peran pengajar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemerintah bisa melatih kembali tenaga pengajar soal nilai kebangsaan,&quot; kata mantan Rektor UIN Jakarta itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang paling utama yang bisa dilakukan negara adalah coba mengembalikan kurikulum kebangsaan atau kurikulum Pancasila sejak dasar sampai perguruan tinggi agar kita sadar perbedaan itu dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang mengancam,&quot; ujar Andi Muhammad Akbar Presiden BEM FISIP. <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Mengasuh Tujuh PTS untuk Meningkatkan Mutu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-mengasuh-tujuh-pts-untuk-meningkatkan-mutu/baca </link>
<guid> unmul-mengasuh-tujuh-pts-untuk-meningkatkan-mutu </guid>
<pubDate> Wed, 06 Jun 2018 13:35:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul yang didaulat sebagai pengasuh PTS yang berakreditasi C. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-mengasuh-tujuh-pts-untuk-meningkatkan-mutu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DICyqTaYsk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Mengasuh Tujuh PTS untuk Meningkatkan Mutu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sebanyak tujuh perguruan tinggi swasta (PTS) mengikuti kegiatan yang dituanrumahi oleh Unmul. Kegiatan ini berisikan program asuh perguruan tinggi unggul. Ini juga merupakan fokus dari Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu suatu perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Unmul yang setahun silam telah memperoleh akreditasi A, ditunjuk sebagai &ldquo;pengasuh&rdquo; yang akan membina perguruan tinggi berakreditasi C untuk memperbaiki mutu. Bertempat di Grand Ballroom Hotel Bumi Senyiur lantai II, kegiatan itu dilaksanakan dari 4-8 Juni.</p><p style="text-align: justify;">Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Unmul (LP3M) didaulat untuk menggagas kegiatan ini. Muatan di dalamnya akan berisi &ldquo;lokakarya penguatan implementasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI) dan magang untuk penguatan kapasitas institusi&rdquo;. Ketua LP3M, Agus Sulistyo Budi menerangkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja, tetapi juga akan tetap ada pendampingan dalam teknis pelaksanaan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum akhirnya diizinkan untuk menggelar acara ini, Unmul telah lebih dulu mengirim proposal ke Kemenristekdikti. Data dari kementerian itu menyebut ada 36 proposal dari berbagai universitas di Indonesia yang mengajukan kesediaan untuk melaksanaan program asuh bagi universitas. Namun hanya ada 29 proposal yang dinyatakan lolos dan Unmul termasuk di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">PTS yang terlibat dalam program asuh ini antara lain Universitas Kutai Kartanegara, Universitas Kalimantan Utara, Politeknik Malinau, Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur, Sekolah Tinggi Pertanian Berau, Sekolah Tinggi Manajemen Indonesia Samarinda, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Institusi yang terpilih dalam program asuh ini juga tidak sembarangan. Setidaknya perlu memenuhi beberapa syarat. Di antaranya perguruan tinggi bersangkutan berada di bawah naungan Kemenristekdikti, berakreditasi B atau C, berada dalam klaster 3 dan 4, tidak sedang bermasalah atau mendapat sanksi, tidak sedang mengajukan sebagai badan hukum, serta tidak mempunyai masalah hukum di internalnya.</p><p style="text-align: justify;">Agenda ini turut dihadari segenap pejabat Unmul, Gugus Jaminan Mutu Fakultas, narasumber dari LP3M, serta para rektor dari peserta perguruan tinggi asuh. Kegiatan yang dibuka sejak Senin itu dibuka dengan pembacaan naskah deklarasi budaya penjaminan mutu yang dipimpin oleh Rektor Unmul, Masjaya diikuti oleh para peserta. Serta penandatanganan kerja sama oleh Unmul dan PTS peserta perguruan tinggi asuh.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya menyampaikan agenda ini merupakan salah satu proses yang panjang dan baru pertama kali dihelat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tergantung dari hasil, ini nanti dievaluasi, ini kan program pemerintah. Kalau kita berhasil memberikan pembinaan asuh, maka saya pikir ini akan jalan terus,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>. <strong>(<em>wal/syl/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN PUPR Sarana Edukasi Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-pupr-sarana-edukasi-masyarakat/baca </link>
<guid> kkn-pupr-sarana-edukasi-masyarakat </guid>
<pubDate> Sat, 09 Jun 2018 11:19:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Enny Fathurachmi, Koordinator Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN PUPR. (Sumber foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-pupr-sarana-edukasi-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DBEuhswDdU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN PUPR Sarana Edukasi Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Melalui website resminya, Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) Unmul mengumumkan beberapa kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang termasuk KKN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). KKN ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kementerian PUPR dengan perguruan tinggi yang diharapkan dapat mewujudkan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan melalui program pemberdayaan masyarakat. Tercatat, ada 315 mahasiswa yang menjadi peserta KKN PUPR. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Usai satu bulan pembekalan untuk peserta KKN regular, pada Kamis (7/6) lalu &nbsp;LP2M kembali mengumpulkan para perserta KKN. Bertempat di Gedung Rektorat lantai empat, pertemuan ini merupakan bimbingan teknis KKN Tematik Infrastruktur Pemukiman, Program Pendampingan Saniatasi Masyarakat dan TPS 3R. Diberikan kepada beberapa kelompok yang berlokasi di daerah binaan Kementerian PUPR.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lokasi yang kalian pilih (KKN PUPR) bertepatan dengan lokasi asetnya Kementerian PUPR. Bedanya dengan tahun sebelumnya, tahun ini hanya mengangkat dua isu besar (sanitasi masyarakat dan TPS 3R),&rdquo; terang Enny Fathurachmi, Koordinator Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN, saat ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>(8/9) kemarin di ruangannya.</p><p style="text-align: justify;">Bimbingan teknis yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini berisi materi serta <em>sharing</em> dengan alumni peserta KKN PUPR tahun sebelumnya. Ini menjadi bekal pengetahuan para peserta dalam melaksanakan program nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Dihadiri perwakilan Kementerian PUPR, Raera Kusuma, mengenalkan program PUPR khususnya satuan kerja di Kalimantan Timur. Dalam penyampaiannya ia menyatakan bahwa PUPR hanya sebatas memfasilitasi, selebihnya memberdayakan masyarakat dalam pengelolaannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sama seperti KKN. Sebenarnya mahasiswa bukan membuat, tetapi mengajarkan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 14.00 Wita, acara kembali dilanjutkan setelah waktu istirahat dengan penyampaian materi. Dalam sesi ini, terdapat tiga pembicara, yakni Rahmat Ramadhan, Iwan serta Andre yang merupakan delegasi dari Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman dan Sanitasi Provinsi Kaltim. Dalam materi ini, dipaparkan bahwa sanitasi lingkungan masih memprihatinkan dan menjadi urgensi. Salah satunya fenomena buang air besar sembarangan yang masih banyak terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini, Enny yang merupakan Ketua Prodi dari program studi Hubungan Internasional FISIP berharap dengan KKN PUPR dapat memberikan dampak perubahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini akan mencemari. Dunia ini harus di <em>maintain</em>, kita punya tanggung jawab untuk masa depan,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Waktu pelaksanaan KKN Tematik PUPR ini juga berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan selama dua bulan penuh. Di tahun ketiga pelaksanaannya ini, pelaksanaan KKN PUPR di lokasi berlangsung hanya sekitar 48 hari, sedangkan 12 hari sisa dari pelaksanaan KKN terhitung sejak pembekalan tersebut digelar. <strong><em>(adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menikmati Sore Hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/menikmati-sore-hari/baca </link>
<guid> menikmati-sore-hari </guid>
<pubDate> Sun, 10 Jun 2018 11:59:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/menikmati-sore-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DCFfXkhQd2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menikmati Sore Hari</h1>
			              </header>
			              <p>Aku ingin merentangkan tanganku lebar-<br>lebar hingga kau bisa mengukurnya. Aku<br>senang ketika tanganmu melarikan jari-<br>jarinya untuk mengelusku lembut.</p><p>Aku ingin melompat setinggi-tingginya<br>tanpa omelan Ibuku. Beliau tahu, jatuh<br>lebih menyakitkan daripada tertusuk<br>jarum di kelas kesenian. Tapi, aku masih<br>ingin melompat.</p><p>Aku ingin terbang amat tinggi hingga<br>burung camar berkawan denganku. Aku<br>ingin mengajakmu serta untuk bermain<br>dengan mereka. Aku ingin terbang jauh,<br>hingga kota-kota menjadi taburan bintang<br>di tanah.</p><p>Engkau tertawa, terkesiap dengan angan-<br>anganku barusan. Kau tahu, aku paham<br>maksud tawamu.</p><p>Aku takut ketinggian.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fluktuasi Rupiah Jelang Lebaran, Perlukah Khawatir? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/fluktuasi-rupiah-jelang-lebaran-perlukah-khawatir/baca </link>
<guid> fluktuasi-rupiah-jelang-lebaran-perlukah-khawatir </guid>
<pubDate> Mon, 11 Jun 2018 12:10:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/fluktuasi-rupiah-jelang-lebaran-perlukah-khawatir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kbUyUfirFF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fluktuasi Rupiah Jelang Lebaran, Perlukah Khawatir?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Bulan suci Ramadan akan segera berakhir. Berganti dengan kemenangan dalam hari raya Lebaran yang tinggal menghitung hari. Menyambut momen ini, kebutuhan masyarakat semakin meningkat. Entah untuk membeli baju baru atau untuk membeli bahan makanan yang akan disajikan saat tamu dan rekan bertandang. Padahal, saat ini terjadi fluktuasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menyebabkan sejumlah dampak yang dirasakan masyarakat. Di antaranya mempengaruhi daya beli di pasaran serta meningkatnya harga jual barang pokok.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penyebab Fluktuasi Rupiah terhadap Dolar AS</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada Rabu (23/5), rupiah menyentuh angka 14.200 per dolar AS. Dikutip dari laman <em>m.liputan6.com</em>, dolar AS menguat pada perdagangan karena didorong oleh optimisme pelaku pasar akan rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS. Keyakinan tersebut karena data-data ekonomi AS menunjukkan perbaikan. Hal ini mendorong beberapa harga bahan pokok naik, dan menyebabkan penurunan daya beli.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari kemudian, tepatnya Senin (4/6), nilai rupiah menguat dengan angka 13.860 per dolar AS. Dolar AS merosot terhadap banyak mata uang utama karena adanya ketidakpastian atas pertemuan antara AS dan Korea Utara pada pekan ini. Namun, hal ini tidak berlangsung lama, dengan kembali melemahnya rupiah dengan angka 13.887 per dolar AS pada Jumat (8/6). Rupiah terus tertekan sepanjang momen Ramadan ini. Setelah mengalami tekanan yang cukup dalam sejak awal pekan, kini dolar AS menguat tipis pada perdagangan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perlukah Kita Khawatir?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kenaikan harga bahan makanan pokok adalah salah satu dampak yang paling di khawatirkan. Dikutip dari <em>bbc.com</em> pada Sabtu (9/6), beberapa bahan kebutuhan pokok diambil dari impor. Biaya impor akan menjadikan banyak bahan pokok seperti garam, gula, beras dan daging sapi menjadi mahal karena memiliki komponen impor yang cukup besar. Misalnya seperti bawang putih yang memiliki angka impor sebesar 85%, sedangkan untuk mengirim barang impor memerlukan dolar untuk membayar biaya akomodasi kapal asing.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>m.liputan6.com</em>, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah bersama-sama Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan menjaga mata uang rupiah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan fluktuasi yang menyerang rupiah.</p><p style="text-align: justify;">Bank Indonesia juga mengimbau agar masyarakat tidak khawatir dengan fluktuasi rupiah menjelang Lebaran, karena fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Mereka menegaskan pemerintah harus menjamin distribusi sembako agar pelemahan nilai tukar tidak berdampak masif. Maka, selama pasokan terjaga dengan baik, pelaku ekonomi diharapkan menjaga situasi kondusif agar tidak memberikan dampak negatif terhadap konsumen. Meskipun pelemahan rupiah kali ini akan berlangsung lama, namun berbagai event besar yang akan dilangsungkan di Indonesia seperti Asian Games dirasa dapat mendongkrak nilai tukar rupiah. <strong>(<em>len/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dedikasi Tiada Batas di dalam Abdi Kebermanfaatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dedikasi-tiada-batas-di-dalam-abdi-kebermanfaatan/baca </link>
<guid> dedikasi-tiada-batas-di-dalam-abdi-kebermanfaatan </guid>
<pubDate> Wed, 13 Jun 2018 10:30:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ricky Pariyanto, Kepala Departemen Sosial Masyarakat BEM FEB Unmul 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dedikasi-tiada-batas-di-dalam-abdi-kebermanfaatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZSNtxbx8fi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dedikasi Tiada Batas di dalam Abdi Kebermanfaatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&quot;Kita sebagai umat beragama bukan hanya untuk menjadikan diri baik, tapi juga bermanfaat bagi semua orang. Sayang jika hanya baik untuk diri tapi tidak bermanfaat bagi orang lain&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Pengabdian menjadi identitas mahasiswa untuk mengaplikasikan cita-cita tri dharma perguruan tinggi. Tentu, sehebat apa pun kita, pasti akan kembali ke masyarakat untuk mengabdi dan berperan sesuai dengan potensi yang dimiliki.</p><p style="text-align: justify;">Samarinda sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Timur memiliki daerah-daerah yang masih belum terselesaikan masalahnya. Baik dari akses jalan, kesejahteraan masyarakat, pendidikan maupun sarana prasarana penunjang daerah terpencil di ibu kota provinsi ini.</p><p style="text-align: justify;">Kita ketahui bersama, kesejahteraan maupun pembangunan infrastruktur belum secara penuh terdesentralisasi ke seluruh wilayah Samarinda. Daerah ibu kota masih ada saja wilayah yang belum dialiri listrik, hingga warga belum merasakan listrik seutuhnya. Akses jalan juga tidak beraspal, berlubang dan tidak ada penerangan jalan.</p><p style="text-align: justify;">Daerah dengan kondisi tersebut yakni Berambai, salah satu desa yg terletak di Sempaja Utara, Samarinda. Wilayah yang terletak di ujung Kota Samarinda ini dapat ditempuh dengan perjalanan kurang lebih 2 jam menggunakan transportasi darat.</p><p style="text-align: justify;">Infrastruktur jalan yang ada di Berambai masih sangat susah. Mobilitas dan akses jalan menjadi tantangan setiap warga yang harus dihadapi saat melewati jalan. Dengan tantangan itu dalam perjalanannya tidak jarang pengabdian mahasiswa harus menguras energi fisik yang banyak. Hal ini disebabkan karena akses jalan belum memadai atau masih rusak sehingga harus ekstra hati-hati setiap melewati jalan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun pengabdian mahasiswa selalu meninggalkan kisah menyedihkan karena harus menguras energi berlebih dengan membawa semangat pengabdian untuk melewati kerasnya medan menuju ke sana. Jalanan berbatu maupun berlumpur ketika hujan sama sekali tidak diperhatikan oleh pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan yang ditempuh tidak lantas membuat mereka surut semangat dalam menjalani tugas untuk bisa membantu sesama dan memberikan ilmu kepada anak-anak di desa tersebut. Pengabdian mereka sudah menjadi semangat bagi orang lain ketika melihat mereka harus berjuang menempuh medan yang sulit. Bukan hanya jalan saja menjadi kendala, bahkan terkadang mereka harus mempertaruhkan nyawa karena tidak jarang menemui hewan liar sehingga menjadi pemandangan biasa setiap melalui jalan yang mereka lewati.</p><p style="text-align: justify;">Cita-cita mulia pengabdian ini menjadi rangkaian perjalanan menuju kesejahteraan masyarakat Berambai. Tentu dengan adanya mahasiswa, dorongan untuk perbaikan, pengembangan wilayah maupun meningkatkan taraf hidup masyarakat akan menjadi tamparan bagi pemerintah untuk melipatgandakan aktivitas perbaikan di Berambai. Pendidikan yang menjadi kebutuhan utama pun sangat susah diakses, karena hanya SD dan SMP dengan kondisi yang mengkhawatirkan.</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan mahasiswa menjadi tumpuan untuk perubahan, karena sejatinya mahasiswa sebagai solusi untuk memberikan inovasi dan dorongan kepada pemerintah agar kesejahteraan masyarakat tidak lagi menjadi isapan jempol belaka.</p><p style="text-align: justify;">Selain di Berambai, kisah perjuangan untuk wilayah Berambai masih berlanjut. Mahasiswa terus menularkan energi pengabdian bersama almamater kebanggan. Samarinda pun juga memiliki masalah rumit terkait lingkungan, masyarakat pun masih saja ada yang bertempat tinggal di kawasan TPA (Tempat Pembungan Akhir), tepatnya di Bukit Pinang, Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Tentu, masyarakat masih bertarung dengan suasana bau yang menyengat dan sampah yang semakin menggunung. Jangankan untuk masuk ke dalamnya, lewat di depan jalan porosnya saja sudah sangat tercium aroma tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Bayangkan saja, Samarinda yang juga menyandang status sebagai ibu kota provinsi di Kaltim dengan bukti-bukti statistik yang menunjukkan bahwa kota ini memiliki ratusan ribu masyarakat yang menghuni di dalamnya. Ada banyak <em>restaurant</em> yang beroperasi siang dan malam, belum lagi sampah dari berbagai industri lainnya yang semuanya akan bermuara di kawasan TPA tersebut. Jika hanya satu sampah saja yang bergabung, akan menimbulkan bau amis yang sangat menyengat. Lalu, bagaimana dengan tempat yang sengaja memang dibuat untuk menjadi tempat pembuangan akhir dari gabungan sampah-sampah di kota ini? Saya rasa hati nurani kita yang bisa menjawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Kisah-kisah heroik dari seoarang mahasiswa di wilayah terpencil yang sulit akses jalannya, penerangan yang tidak ada sehingga menjadi gelap dan sinyal menjadi sebuah tantangan yang luar biasa bagi seorang mahasiswa. Merekalah orang yg layak menjadi inspirator bagi sebuah daerah, dengan keterbatasan mereka masih bisa berbuat, masih bisa berinovasi, masih berkreativitas di tengah keterbatasan. Merekalah sumber inspirasi perubahan bagi negara.</p><p style="text-align: justify;">Semangat mereka menjadi kekuatan bagi siapa pun yang melihat, kerja keras mereka menjadi penguat jiwa yang lemah, senyum mereka menjadi kekuatan bagi siapa saja. Merekalah aset yang akan memajukan daerah, dari tangan mereka akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang akan memajukan daerah bahkan negara.</p><p style="text-align: justify;">Dedikasi untuk Indonesia !</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Ricky Pariyanto, Kepala Departemen Sosial Masyarakat BEM FEB Unmul 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prahara Aksi Tolak Uang Pangkal Unnes </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prahara-aksi-tolak-uang-pangkal-unnes/baca </link>
<guid> prahara-aksi-tolak-uang-pangkal-unnes </guid>
<pubDate> Wed, 13 Jun 2018 23:08:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi mahasiswa Unnes yang menolak uang pangkal Kamis (7/6) pekan lalu berakhir ricuh. (sumber foto: Semarangpos) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prahara-aksi-tolak-uang-pangkal-unnes/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/apNMymS4E2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prahara Aksi Tolak Uang Pangkal Unnes</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA&nbsp;</span></strong><span>- Aksi mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang menolak uang pangkal pada Kamis (7/6) pekan lalu berakhir ricuh. Disinyalir mobil yang dikendarai Rektor Unnes, Fathur Rokhman, menabrak dan melukai beberapa mahasiswa yang berunjuk rasa ketika hendak keluar dari halaman rektorat. Tak pelak, kejadian tersebut menjadi viral di media sosial.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan <em>Semarangpos</em>, Fathur membenarkan bahwa ialah yang mengendarai mobil tersebut dan ada aksi penghadangan. Namun, ia membantah jika ada mahasiswa yang ditabrak. Fathur enggan bertemu dengan massa aksi karena mendapat ancaman verbal dan fisik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Fathur merasa cara penyampaian tuntutan massa aksi tidak akademis dan terkesan memaksakan kehendak. Fathur menduga sebagian dari mahasiswa hanya melakukan aksi simbolis dengan merebahkan tubuh di depan mobilnya agar terlihat tertabrak. Dia menduga aksi tersebut ditunggangi oleh oknum luar.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>T</span><span>erkait penetapan uang pangkal, Fathur menyatakan keputusan tersebut sudah sesuai dengan Permenristekdikti No. 39/2017, yang menyebutkan bahwa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berhak memungut uang pangkal dari mahasiswa jalur seleksi mandiri.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan kronologis yang tersebar di media sosial, dijelaskan bahwa mobil Rektor Unnes yang hendak keluar menolak tuntutan mahasiswa dan menerabas massa aksi yang menghadang. Dalam keterangan yang diterima <em>Tempo</em>, hal tersebut dibenarkan oleh Julio Harianja, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam barisan aksi.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Julio menyayangkan arogansi pihak kampusnya dan aparat keamanan. Ia dan mahasiswa lainnya merasa kesal karena terus-terusan dikelabui banyak mobil yang keluar dari halaman gedung rektorat. Ia bahkan mengakui salah satu temannya menjadi korban tabrakan terluka parah. Julio bahkan melihat ada oknum keamanan yang mendorong mahasiswi dengan tidak senonoh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami sudah memperingatkan, uang pangkal adalah pemicu konflik. Dalam Permenristek disebut tidak ada kewajiban memberlakukan uang pangkalan. Kami akan terus mengkampanyekan soal itu,&quot; tegas Julio.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, BEM KM Unmul mengadakan Aksi Jumatan pada (8/6) sebagai bentuk solidaritas terhadap kejadian yang menimpa mahasiswa Unnes. Aksi Jumatan dilaksanakan di depan gerbang Unmul. Adapun pernyataan yang disampaikan BEM KM Unmul adalah mendukung aksi yang dilakukan mahasiswa Unnes, menolak tindakan represif kampus, serta menuntut pihak birokrat Unnes untuk berdialog dengan mahasiswa Unnes sebagai bentuk transparansi kebijakan.<strong><em>(pil/els)</em></strong></span><span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-serbi Liburan Mahasiswa Rantau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-liburan-mahasiswa-rantau/baca </link>
<guid> serba-serbi-liburan-mahasiswa-rantau </guid>
<pubDate> Thu, 14 Jun 2018 11:07:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: kumparan.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-liburan-mahasiswa-rantau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OIXdQyHeQd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serba-serbi Liburan Mahasiswa Rantau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Libur panjang hari raya Idulfitri dan tahun ajaran baru menjadi momen yang di tunggu-tunggu banyak orang. Apalagi bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama keluarga tercinta. Mudik pun menjadi salah satu rutinitas di tiap tahunnya. Tak terkecuali bagi mahasiswa, terutama yang sedang menempuh pendidikan di tanah rantau dan jauh dari keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tak semua mahasiswa dapat merasakan pulang kampung untuk merayakan libur panjang ini. Beberapa alasan membuat mereka bertahan di Samarinda dengan menahan rindu untuk bertemu dengan keluarga. Salah satunya Alya Putrinya. Tak seperti setahun lalu, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini berkesempatan berkumpul dengan keluarganya di Balikpapan. Tetapi untuk tahun ini nampaknya ia akan melewati hari raya Lebaran di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencana Lebaran tahun ini di Samarinda aja. Mungkin nanti habis Lebaran baru pulang, kalau jadi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu alasan yang membuat Alya belum pulang kampung ialah orang tuanya yang masih mendapatkan tugas pekerjaan. Meskipun demikian, Alya mengaku tidak merasa kesepian karena beberapa kesibukan dan menyempatkan berkumpul dengan rekannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama awal Ramadan sampai pertengahan, masih UAS. Liburnya baru seminggu. Kegiatannya paling buka bersama dan tarawih bareng teman-teman,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, mahasiswi angkatan 2015 ini akan merayakan Lebaran dengan berkunjung ke rumah teman-temannya.</p><p style="text-align: justify;">Hampir serupa dengan dengan Alya, Yuanita Prastiwi juga akan merayakan Lebaran dan menikmati sisa waktu liburan di Samarinda. Tahun ini, ia tidak bisa pulang ke kampung halamannya, Jombang. Yuanita memilih tidak pulang kampung lantaran alasan akademik, dirinya telah menyelesaikan ujian pendadaran sejak 30 Mei yang lalu dan tinggal akan menunggu waktu wisuda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak pulang kampung, karena nunggu wisuda insyaallah 5 Juni nanti. Soalnya biaya pulang mahal, jadi sekalian,&rdquo; tulis Yuanita melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 2014 yang diterima di Unmul dengan beasiswa Bidikmisi ini akan merayakan Lebaran dengan sanak keluarganya di Samarinda. Hampir selama bulan puasa Yuanita disibukkan dengan urusan skripsi dan kegiatan organisasi Garap Kaltim&mdash;organisasi bidang pendidikan sejenis Unmul Mengajar di FKIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Yuanita mengungkapkan rasa rindunya untuk bisa pulang, namun karena tuntutan skripsi, ia harus bisa sedikit bersabar demi menuntaskan pendidikannya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Alya dan Yuanita, Yunita Ayu Prastiwi juga memilih untuk tidak mudik. Sebab mahasiswi Teknik Kimia angkatan 2017 ini harus bekerja. Yunita bekerja di salah satu <em>cafe</em> di daerah Dr. Sutomo sebagai seorang <em>waitress</em>. Bahkan ia telah bekerja sejak awal masuk kuliah di Unmul. Selepas berkuliah, biasanya sore menjadi waktu Yunita untuk bekerja.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum berkuliah, mahasiswi rantau asal Jakarta ini juga pernah bekerja sebagai <em>waitress</em> di Jakarta. Sehingga, saat berkuliah dia tak ragu untuk kembali bekerja. Hal ini dilkukan untuk memenuhi kebutuhannya selama berkuliah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alasannya karena butuh uang buat bayar UKT dan lainnya. Sudah ada pengalaman juga kerja sebelumnya,&rdquo; jelas Yunita.</p><p style="text-align: justify;">Karena sudah terbiasa bekerja, tidak ada kendala berarti yang dirasakan Yunita, terutama saat sedang berpuasa. Meskipun tidak pulang untuk Lebaran bersama keluarga, Yunita masih memiliki rencana untuk mudik bertepatan dengan kunjungan industri yang akan dia ikuti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada rencana nanti, sekalian kunjungan industri,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Lain cerita dengan Surya Saputra. Ia jauh lebih beruntung. Walaupun kepulangannya ke kampung halaman harus tertahan beberapa minggu karena beberapa agenda, hingga ia baru bisa mudik kemarin (14/6). Meskipun ia telah menyelesaikan UAS sejak tanggal 31 Mei yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya hal yang paling dirindukan adalah keluarga, karena hanya bisa bertemu sekali dalam setahun dalam momen hari raya Lebaran. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini mengabiskan waktu bersama keluarganya di Malinau. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Surya merayakan Lebaran bersama keluarganya di Yogyakarta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setahun sekali sih, cuma kadang-kadang ke Yogyakarta dan kadang-kadang ke Malinau. Kalau liburnya cepat ke Sangatta,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Biasanya, mahasiswa Akuntansi ini akan kembali ke Samarinda tiga hari menjelang masuk kuliah. Namun kali ini, ia harus kembali lebih cepat karena ada beberapa agenda yang akan dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Banyak hal bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu liburan. Berkumpul bersama keluarga, bekerja, menyelesaikan urusan akademik, atau menambah pengalaman dengan berbagai kegiatan lainnya. Nah, kalau kamu akan mengisi waktu liburan dengan kegiatan apa? Apa pun itu, gunakan waktu liburanmu untuk kegiatan yang positif ya! <strong>(<em>wil/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Kegiatan dalam Momen Ramadan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-kegiatan-dalam-momen-ramadan/baca </link>
<guid> semarak-kegiatan-dalam-momen-ramadan </guid>
<pubDate> Thu, 14 Jun 2018 11:14:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: vebma.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-kegiatan-dalam-momen-ramadan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yk2njzZNez.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Kegiatan dalam Momen Ramadan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Rangkaian kegiatan tetap dilakukan sejumlah mahasiswa meski tengah berpuasa, bahkan hingga pertengahan puasa sebelum masing-masing sibuk untuk pulang kampung. Di berbagai fakultas maupun organisasi mahasiswa, banyak diadakan serangkaian acara untuk mengisi waktu. Dari yang melibatkan mahasiswa hingga terbuka untuk umum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seperti halnya pada (30/5) lalu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menggelar acara bertajuk &ldquo;Rama dan Sastra Jilid II&rdquo; yang diadakan oleh angkatan 2015 dari jurusan Sastra Indonesia. Ini merupakan bentuk tugas akhir mereka untuk mata kuliah Kewirausahaan. Tujuan utama acara ini, yaitu untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan pada mahasiswa. Acara ini juga diisi dengan bazar yang menjual takjil untuk buka puasa, hiburan, dan ditutup dengan buka bersama seluruh angkatan 2015 Sastra Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Aslam Cahya Putra, selaku Ketua Panitia menyatakan bahwa ini merupakan acara yang rutin diadakan setiap tahunnya. Waktu untuk mempersiapkan acara ini pun terbilang cukup singkat, tidak sampai satu bulan. Mengenai pemilihan nama, pihak panitia memiliki alasan tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnya ramah dan sastra, jadi maksudnya ramah tamah di lingkungan kita yang anak sastra. Kenapa Jilid II? Karena sebelumnya, tahun lalu namanya juga Rama dan Sastra, jadi kita daripada capek-capek bongkar konsep, kita nerusin konsep yang kemaren aja jadi Rama dan Sastra Jilid II,&rdquo; jelas Aslam.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh rangkaian acara diambil alih sepenuhnya oleh angkatan 2015 dari jurusan Sastra Indonesia. Aslam juga menambahkan, terkait hal kepanitiaan mereka terbuka kepada siapapun yang ingin berpartisipasi. Dan terkait masalah dana, mereka memberlakukan open donation .</p><p style="text-align: justify;">Berbeda lagi dengan jurusan Hubungan Internasional (HI) yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Pada Sabtu (26/5), Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) mengadakan HI-Ramadan, yang merupakan Program Kerja (proker) Departemen Sosial. Berkolaborasi dengan Departemen Riset Kajian Strategis (Riskastra) dari Himahi sendiri, HI-Ramadhan dimulai dengan diskusi ilmiah mahasiswa dengan tema &lsquo;Analisis Faktor Perdamaian Perang Saudara Korea Utara dan Korea Selatan&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi yang awalnya untuk mahasiswa HI ini berganti menjadi untuk internal Himahi sendiri karena terkendala dosen pemateri yang tidak dapat hadir. Setelah acara diskusi, pukul 16.00 Wita acara berlanjut dengan pembagian takjil di perempatan Jl. Pangeran Suryanata. Sebanyak 25 takjil dibagikan kepada para pengguna jalan.</p><p style="text-align: justify;">Tak sampai di situ, setelah pembagian takjil, bersama salah seorang dosen, mereka mengunjungi Panti Asuhan Ruhamaa guna bersilaturahmi. Di sana mereka mendengarkan kultum yang dibawakan Rudini Da&rsquo;i pramuka, hingga berbuka bersama dan menunaikan tarawih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dana itu dari kita anggota (Himahi) iuran sama minta sumbangan juga ke mahasiswa HI,&rdquo; kata Ketua Departemen Sosial yang akrab disapa Etal itu saat ditanya perihal dana apa yang digunakan. Selain itu, buka puasa bersama menjadi pilihan mereka dalam mengisi Ramadan.</p><p style="text-align: justify;">Keluarga Mahasiswa Bidikmisi (Gamadiksi) Unmul juga tak ketinggalan adakan kegiatan di bulan Ramadaan tahun ini. Beberapa kali buka puasa bersama telah dilakukan dalam internal Gamadiksi sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau buka bersama per-departemen itu sekali, sementara buka bersama antara pengurus itu dua-tiga kali,&rdquo; ungkap Sarmidah yang merupakan salah satu anggota Gamadiksi. Mahasiswi FKTI itu juga menjelaskan bahwa banyaknya buka bersama yang dilakukan bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar departemen dan pengurus.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu mereka juga buka puasa bersama dengan mahasiswa bidikmisi pada (25/5) lalu. Midah mengungkapkan bahwa dengan diadakannya buka bersama itu diharapkan agar tidak ada lagi rasa sungkan antar mahasiswa bidikmisi. <strong>(<em>ycp/ysm/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Problem Klasik dalam Sistem Perekrutan Anggota Legislatif di FKIP Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/problem-klasik-dalam-sistem-perekrutan-anggota-legislatif-di-fkip-unmul/baca </link>
<guid> problem-klasik-dalam-sistem-perekrutan-anggota-legislatif-di-fkip-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 02 Jul 2018 09:42:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/problem-klasik-dalam-sistem-perekrutan-anggota-legislatif-di-fkip-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y1OSD08uxF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Problem Klasik dalam Sistem Perekrutan Anggota Legislatif di FKIP Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Regulasi yang digunakan dalam penjaringan anggota legislatif Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman (FKIP) Unmul menggunakan sistem delegasi lembaga Keluarga Mahasiswa FKIP (KM FKIP). Delegasi lembaga sebanyak dua orang per lembaga. Faktanya, beberapa tahun terakhir sebagian besar dari 21 lembaga mendelegasikan delegator yang pasif dan tidak paham apa itu legislatif. Selain itu, delegasi yang diberikan cukup aktif tapi <em>double job</em> di lembaganya, sepertinya menempati posisi strategis. Sehingga mempengaruhi struktural Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) itu sendiri dari segi kinerjanya. Akibatnya dari pola ini, DPM kurang berkembang dari segi legislasi dan pengawasan.</p><p style="text-align: justify;">Pola delegasi yang berdasarkan delegasi lembaga, sedangkan delegasi tersebut berasal dari mahasiswa prodi. Idealnya, <em>student government</em> antara legislatif dan eksekutif harus ada keterwakilan dari mahasiswa umum, agar terciptanya ruang demokrasi yang lebih baik. Secara kuantitas, Sumber Daya Manusia (SDM) FKIP cukup memadai untuk partisipasi dalam <em>student government</em> dan memberikan aspirasi yang efektif.</p><p style="text-align: justify;">Kekurangan SDM yang mau belajar di DPM inilah yang menjadi keresahan bersama. Jika SDMnya mau belajar dan independen (tidak merangkap jabatan), saya yakin DPM FKIP akan lebih baik. Jadi, sebuah reformasi secara bertahap coba saya sampaikan: Sistem delegasi lebih baik diinovasi menjadi sistem pemira legislatif. Secara umum, Pemira legislatif bisa keterwakilkan mahasiswa program studi dengan menggunakan kuota kursi. Diketahui FKIP mempunyai 16 program studi (prodi), jika 16 prodi maka kouta per prodi cukup dua kursi untuk menjadi anggota legislatif. Lalu bagaimana jika prodi tersebut hanya dua calon legislatif (caleg). Maka caleg tersebut akan diudung dalam Pemira legislatif di prodinya dengan minimal 50 suara yang mendukung. Jika tidak mencapai 50 suara, maka caleg tersebut akan diuji kelayakan oleh DPM. Tapi, jika tidak dengan caleg per prodi maka menggunakan delegasi kepada lembaga untuk mengirimkan minimal satu delegator.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan serentak dengan disebut Pemira eksekutif dan legislatif. Teknis pemilihan legislatif bisa membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Rencana Studi (KRS) untuk mengetahui mahasiswa tersebut dari prodi mana, lalu akan diberikan kertas suara caleg prodinya agar menghindari kecurangan dan kesalahan fatal dalam data mahasiswa aktif.</p><p style="text-align: justify;">Siapa yang akan berhak menjadi caleg mahasiswa prodi? Idelanya minimal semester 3 dengan dibuktikan KTM/KRS. Persyaratan bisa diatur dalam TAP PEMIRA BEM dan DPM. Artinya kursi yang ada di DPM maksimal 32 sebagai standarisasi SDM dari 16 prodi yang terwakili oleh mahasiswa yang amanah. 32 anggota legislatif yang terpillih akan dilantik secara resmi di Sidang Umum Keluarga Mahasiswa (SU KM). Pasca SU KM FKIP, selambat-lambatnya 14 hari pembentukan struktural DPM FKIP Unmul secara musyawarah. Idealnya, dalam musyawarah tersebut menggunakan uji kelayakan dari visi misi yang dibuat ketika masa caleg sebelumnya dan<em>&nbsp;free test</em> juga untuk mengatahui kapasitas anggota DPM tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah Pemira legislatif sudah ada wacana pada zaman Jumardi sebagai Ketua DPM KM Unmul 2013, hanya saja wacana tersebut tersampaikan dari mulut ke mulut saja. Belum ada niat untuk mendiskusikan dan mengkaji untuk keseimbangan dalam <em>student government</em>.</p><p style="text-align: justify;">Coba saya analisis dari beberapa sisi: 1) Ruang demokrasi akan terbuka luas untuk seluruh mahasiswa; 2) SDM DPM akan lebih bersih karena caleg tersebut benar-benar sudah diuji kelayakannya melalui Pemira; 3) Fungsi DPM akan lebih strategis dari segi legislasi dan pengawasan; 4) Aspirasi mahasiswa akan lebih maksimal tersampaikan kepada eksekutif untuk dieksekusi; 5) Arah perjuangan anggota legislatif lebih jelas memperjuangkan hak mahasiswa; dan 6) Kolektif dan kolegial akan tercipta dengan baik, sehingga tidak ada lagi <em>multi job</em> dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi.</p><p style="text-align: justify;">Secara asas Psikologis, Pemira legislatif sebagai solusi yang baik untuk FKIP saat ini dalam menjalankakn <em>student government</em>, karena ini menjadi keresahan bersama yang selalu menjadi problem dalam sistem delegasi (problem klasik).</p><p><strong><em>Ditulis oleh Najar Ruddin Nur R, Ketua DPM FKIP Unmul 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Tak Punya Hak Suara, BEM KM Unmul Bentuk Timsus Kawal Pilrek </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tak-punya-hak-suara-bem-km-unmul-bentuk-timsus-kawal-pilrek/baca </link>
<guid> mahasiswa-tak-punya-hak-suara-bem-km-unmul-bentuk-timsus-kawal-pilrek </guid>
<pubDate> Tue, 03 Jul 2018 13:09:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekrutmen Timsus Pemilihan Rektor Unmul. (Sumber: Instagram BEM KM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tak-punya-hak-suara-bem-km-unmul-bentuk-timsus-kawal-pilrek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LszN20UjIg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Tak Punya Hak Suara, BEM KM Unmul Bentuk Timsus Kawal Pilrek</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ajang Pemilihan Rektor (Pilrek) di depan mata. Lini masa tahapan hingga nama para bakal calon (bacalon) telah dipublikasi oleh Humas Unmul. Ada lima nama yang siap bersaing menuju pertarungan berebut tiga kursi calon rektor, pertarungan yang sebenarnya. Mereka adalah Dr. Asnar, M. Si (FKIP), Dr. Laode Rijai, M. Si (FKM), Prof. Dr. Masjaya, M. Si (FISIP), Ir. Sukartiningsih, M. Sc , Ph.D (Fahutan), dan Prof. Dr. Susilo, M. Pd (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, berdasarkan peraturan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri Pasal 9 butir (2) dan (3), ajang ini hanya melibatkan jajaran Senat dan Kemenristekdikti dalam rapat Senat tertutup. Mahasiswa tak punya bagian sama sekali kecuali hadir dalam pemaparan visi dan misi para bacalon yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada 9 Juli mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak punya hak suara, mahasiswa tetap merasa perlu ikut mengawasi. BEM KM Unmul, melalui Kementerian Kebijakan Kampus sejak 30 Juni hingga 2 Juli lalu membuka rekrutmen tim khusus (timsus) Pilrek 2018 guna memastikan Pilrek berjalan baik dan memastikan rektor terpilih benar-benar mampu bekerja nyata demi Unmul yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul Rizaldo menyayangkan Pilrek sebagai momentum pemilihan pemimpin kampus justru tak melibatkan mahasiswa. Padahal, saat Pilkada, menurutnya, semua elemen rakyat dilibatkan tanpa batasan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sungguh satu penyesalan. Hal ini membuat kita berupaya untuk memaksimalkan peran mahasiswa dalam mengawal Pilrek dengan membentuk Timsus Kawal Pilrek,&quot; tukasnya. <strong>(<em>aml/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peran dan Tujuan Timsus Kawal Pilrek 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peran-dan-tujuan-timsus-kawal-pilrek-2018/baca </link>
<guid> peran-dan-tujuan-timsus-kawal-pilrek-2018 </guid>
<pubDate> Wed, 04 Jul 2018 13:15:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: beritaunsoed.com/Marita Dwi Asriyani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peran-dan-tujuan-timsus-kawal-pilrek-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ASHIf5Oblu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peran dan Tujuan Timsus Kawal Pilrek 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &quot;Kita berupaya mampu memberikan pertimbangan-pertimbangan dan rekomendasi versi mahasiswa untuk menguatkan Senat agar lebih percaya diri mengeluarkan suaranya kepada calon yang pantas memimpin Unmul ke depan,&quot; kata Rizaldo, Presiden BEM KM Unmul memapar tujuan dibentuknya Timsus Kawal Pilrek 2018.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, mahasiswa tak punya hak suara dalam Pilrek. Sebab itu, pembentukan timsus ini dinilai Rizaldo mampu memberi ruang bagi mahasiswa meski tak banyak.</p><p style="text-align: justify;">Ia yakin, Timsus Kawal Pilrek mampu berperan untuk memantik pemahaman mahasiswa agar berani memberi peringatan kepada rektor terpilih jika kelak dirasa melenceng dari kebijakan maupun janji-janjinya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan publikasi yang diposting akun Instagram BEM KM Unmul, open recruitment Timsus Kawal Pilrek telah ditutup Senin (2/7). Sebanyak 25 pendaftar terjaring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sesuai ekspektasi kita. Kalau target saya 10-15 orang sebenarnya sudah cukup. Timsus ini kan salah satu fungsinya untuk menambah energi dan SDM. Jadi berapa pun jumlahnya, kita tetap jalan,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>aml/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Launching Hari Ini, Timsus Kawal Pilrek Agendakan Pertemuan Besok </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/launching-hari-ini-timsus-kawal-pilrek-agendakan-pertemuan-besok/baca </link>
<guid> launching-hari-ini-timsus-kawal-pilrek-agendakan-pertemuan-besok </guid>
<pubDate> Fri, 06 Jul 2018 13:30:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bakal calon Rektor Unmul periode 2018-2022. (Sumber: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/launching-hari-ini-timsus-kawal-pilrek-agendakan-pertemuan-besok/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bPWHie75iy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Launching Hari Ini, Timsus Kawal Pilrek Agendakan Pertemuan Besok</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mahasiswa tak ingin melepas begitu saja momentum Pemilihan Rektor (Pilrek) Unmul. Hari ini, Jumat, (6/7), BEM KM Unmul melaunching Timsus Kawal Pilrek 2018 yang berisikan 26 relawan dari berbagai fakultas di Unmul melalui akun Instagram.</p><p style="text-align: justify;">Mush&rsquo;ab Al Ma&rsquo;ruf, Menteri Kebijakan Kampus BEM KM Unmul menjelaskan timsus ini merupakan bagian dari peran yang ingin diambil mahasiswa untuk Pilrek. Dengan seruan-seruan di media tentang Pilrek, ia ingin mengemas agar mahasiswa mau bergerak satu poros.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa ada hak untuk mendorong supaya Pilrek ini menghasilkan seorang sosok pemimpin yang diharapkan mahasiswa,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ma&rsquo;ruf belum dapat menjelaskan secara terang apa saja yang akan dilakukan timsus tersebut. Ia mengatakan Timsus Kawal Pilrek 2018 berencana baru akan melakukan pertemuan perdana pada Sabtu, 7 Juli besok.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian agenda terdekat dari semarak Pilrek ini adalah penyampaian visi misi bakal calon rektor (bacalon) Rektor Unmul periode 2018-2022 yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 9 Juli.</p><p style="text-align: justify;">Ada lima bacalon yang nanti memaparkan visi-misinya. Mereka adalah Dr. Asnar, M. Si (FKIP), Dr. Laode Rijai, M. Si (FKM), Prof. Dr. Masjaya, M. Si (FISIP), Ir. Sukartiningsih, M. Sc , Ph.D (Fahutan), dan Prof. Dr. Susilo, M. Pd (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">Kelima nama itu akan berebut tiga kursi calon rektor pada hari yang sama. Sebelum akhirnya nanti diputuskan satu nama yang terpilih sebagai rektor Unmul dalam rapat senat tertutup. Menurut jadwal, Pilrek hari penentuan itu akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2018. <strong>(<em>wal/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Laga Visi Misi Bacalon Rektor Unmul Esok Hari, Timsus Kawal Pilrek Siap-Siap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/laga-visi-misi-bacalon-rektor-unmul-esok-hari-timsus-kawal-pilrek-siap-siap/baca </link>
<guid> laga-visi-misi-bacalon-rektor-unmul-esok-hari-timsus-kawal-pilrek-siap-siap </guid>
<pubDate> Mon, 09 Jul 2018 12:40:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda penyampaian Visi, Misi dan Program Kerja bacalon Rektor Unmul 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/laga-visi-misi-bacalon-rektor-unmul-esok-hari-timsus-kawal-pilrek-siap-siap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6AYFFP1bR2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Laga Visi Misi Bacalon Rektor Unmul Esok Hari, Timsus Kawal Pilrek Siap-Siap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pemaparan visi dan misi bacalon Rektor Unmul 2018-2022 batal berlangsung hari ini Senin, (9/7). Menurut Ketua Panitia Pilrek Unmul 2018 Muhammad Noor, Perwakilan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tak dapat hadir. Walhasil, agenda diundur besok, Selasa, (10/7). Hal itu disampaikan Noor saat mengisi sesi Kopi Mulawarman di Odah FEB Unmul, Sabtu, (7/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Timsus Kawal Pilrek 2018 tetap menggeliat. Usai melangsungkan pertemuan perdana pada Sabtu, (7/7) di Odah Faperta, kemudian dilanjutkan Kopi Mulawarman di Odah FEB, mereka telah merampungkan rumusan cara kerja hingga pembentukan struktur anggota yakni ketua, sekretaris, divisi humas &amp; acara, dan media.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami akan selalu mengadakan meet up guna mengawal sampai puncak pemilihan rektor. Besok kami juga akan hadir dalam rapat senat terbuka agenda penyampaian visi, misi, dan program kerja calon rektor Unmul,&quot; kata Anggi Wuri Octaviani, anggota timsus.</p><p style="text-align: justify;">Bersama timsus, Anggi yakin betul argumentasinya akan didengar dan dipertimbangkan Senat. Timsus yang datang dengan membawa kepentingan mahasiswa, bagi Anggi mampu menyumbang kontribusi untuk kampus lebih baik. Sebabnya, Senat tak boleh tutup telinga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena buat apa Pilrek diadakan tanpa tahu keinginan-keinginan dan harapan dari seluruh mahasiswanya terhadap kampusnya sendiri. Kami ada untuk kondisi kampus yang lebih baik. Kami akan terus meyakinkan agar suara kami sampai di pemilihan rektor nanti,&quot; cerkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Anggi sendiri merasa perlu bergabung dengan timsus untuk mengetahui mekanisme pemilihan rektor sekaligus menambah wawasannya. Di timsus, mahasiswi FIB itu jadi bagian dari divisi media.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya akan mencoba mendengar, membantu, dan menyampaikan apa-apa saja keinginan dan harapan dari seluruh mahasiswa Unmul terhadap rektor baru nanti. Agar rektor yang terpilih bisa amanah,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sistem KKN PPL Terintegrasi Tidak Jelas, Mahasiswa FKIP Gelar Audiensi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sistem-kkn-ppl-terintegrasi-tidak-jelas-mahasiswa-fkip-gelar-audiensi/baca </link>
<guid> sistem-kkn-ppl-terintegrasi-tidak-jelas-mahasiswa-fkip-gelar-audiensi </guid>
<pubDate> Mon, 09 Jul 2018 13:57:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi KKN PPL Terintegrasi FKIP Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sistem-kkn-ppl-terintegrasi-tidak-jelas-mahasiswa-fkip-gelar-audiensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w5TrABDzoo.png" />
					</figure>
			                <h1>Sistem KKN PPL Terintegrasi Tidak Jelas, Mahasiswa FKIP Gelar Audiensi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong><span>&nbsp;</span>Keresahan mahasiswa FKIP terhadap KKN PPL Terintegrasi yang pertama kali akan dilaksanakan tahun ini, melahirkan sebuah audiensi. Semula audiensi akan dilakukan di halaman dekanat FKIP, namun akhirnya dilaksanakan di ruang rapat lantai 3 dekanat FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi ini dihadiri oleh perwakilan kelompok KKN, Lembaga FKIP, Dekan FKIP Amir Masruhim, Wakil Dekan I Bidang Akademik Lambang Subagiyo, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Masrur Yahya serta staf UPT PPL FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi dibuka dengan pernyataan dari Gubernur BEM FKIP Mujihat terkait sistem baru pelaksanaan KKN PPL Terintegrasi, legalitas serta alokasi anggaran yang digunakan. Lambang Subagiyo merespons pernyataan Mujihat dengan mengatakan KKN ini sudah disahkan dan legal. Adapun untuk anggaran akan digunakan sebagai pembekalan, atribut, honor pembimbing maupun honor di desa (lurah dan RT) serta biaya transportasi.</p><p style="text-align: justify;">Pihak UPT PPL FKIP yang diwakilkan oleh Didik selaku pelaksana program juga menanggapi. Pihak UPT akan mengundang dan mengadakan koordinasi dengan pihak sekolah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalian terlalu berpikir pesimis. Mohon maaf, saya katakan di sini walaupun kalian (angkatan) pertama kami enggak akan mempermainkan kalian. Jangan berpikir kalian kelinci percobaan. Jangan ragu, jangan takut. Nanti permasalahan yang saudara masih bingung adanya di pembekalan,&rdquo; tutur Didik.</p><p style="text-align: justify;">Didik menambahkan akan ada lintas zona, di mana jika satu kecamatan tidak memiliki SMP atau SMA, maka lokasi PPL akan dipindah ke kecamatan terdekat yang memiliki SMP atau SMA. Pernyataan ini mendapat respons tidak sepakat dari kubu mahasiswa, yang menilai lintas zona hanya akan menyusahkan mobilitas dari posko ke lokasi PPL.</p><p style="text-align: justify;">Melihat suasana yang tidak kondusif, Amir mengambil alih dan mengatakan bahwa pelaksanaan KKN akan mengikuti lokasi PPL.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah audiensi saya akan memanggil ketua UPT PPL untuk menyamakan persepsi. Di mana pun kalian PPL, di situ kalian KKN. Apa yang diharapkan oleh Bapak termasuk kami di sini yang sudah dijalani, dan tidak diharapkan tunggu besok akan didapatkan jawabannya. Kami di pihak kalian,&rdquo; kata Amir.</p><p style="text-align: justify;">Amir pun menyarankan kepada mahasiswa untuk menyampaikan kepada lurah di daerah kelompok KKN masing-masing. Bahwasanya pelaksanaan KKN tahun ini berbeda dengan dulu. Ia mengatakan KKN tahun ini tidak lagi berdasarkan kebutuhan desa, melainkan kebutuhan masyarakat dan sesuai dengan kemampuan mahasiswa FKIP khususnya di bidang pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Namun ia tidak membatasi, bila ada mahasiswa mengajarkan keterampilan yang ia miliki di luar mengajar. &ldquo;Hal-hal yang memang menjanggal insyaallah bisa diselesaikan dengan musyawarah, mari bangun fakultas dengan baik,&rdquo; ucap Amir.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi ditutup dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara mahasiswa dan pihak birokrat kampus serta UPT PPL.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Belum Sepaham KKN PPL Terintegtasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditemui setelah audiensi, Amir kembali menegaskan tidak akan mengadakan lintas zona. Ia menolak apa yang sebelumnya disampaikan oleh UPT PPL FKIP. &ldquo;Enggak seperti yang terjadi dikatakan tadi, lintas zona itu tidak ada. Yang jelas pasti mereka tidak ada masalah karena sudah ada lokasi PPL-nya masing-masing di situlah dia KKN,&rdquo; kata Amir.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Mujihat sebagai Gubernur BEM, menyoroti komunikasi birokrat kampus dengan UPT PPL FKIP yang dinilainya sangat kurang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Antara pemahaman Pak Dekan dan masing-masing wakil dekan itu sangat berbeda jauh dengan apa yang ada dipikiran ataupun kebijakan dari UPT itu sendiri. Sehingga bertolak belakang, buktinya hari ini dengan diadakan audiensi yang kelihata adalah hal yang begitu berbeda,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sistem KKN PPL Terintegrasi yang diinginkan mahasiswa belum resmi diputuskan. Mujihat mengatakan birokrat kampus masih meminta waktu dan besok, Selasa 10 Juli 2018 adalah tenggatnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Besok terakhir untuk mengeluarkan kebijakan baru dengan menyamakan persepsi birokrat dengan UPT. Bila tidak keluar kami akan menuntut nota kesepahaman,&rdquo; jelas Mujihat.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, audiensi hari ini cukup menerangkan informasi yang sebelumnya tidak diketahui oleh mahasiswa. Nur Aprianti, salah satu mahasiswa FKIP yang mengikuti KKN tahun ini, akhirnya bisa memperoleh informasi yang lebih jelas setelah mengikuti audiensi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lebih baik seperti ini karena ada keterbukaan sehingga kita mahasiswa enggak bingung arahnya mau ke mana. Jika ada kesalahan itu bisa diperbaiki sedini mungkin jadi kesalahan-kesalahan itu tidak berlarut-larut,&rdquo; kata mahasiswa prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar tersebut.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>adn/syl/mer/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asnar Protes di Atas Podium, Rapat Senat Tertunda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asnar-protes-di-atas-podium-rapat-senat-tertunda/baca </link>
<guid> asnar-protes-di-atas-podium-rapat-senat-tertunda </guid>
<pubDate> Tue, 10 Jul 2018 06:57:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana Rapat Terbuka Senat, rangkaian Pilrek Unmul 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asnar-protes-di-atas-podium-rapat-senat-tertunda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mnb3w8tHPw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Asnar Protes di Atas Podium, Rapat Senat Tertunda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Rapat Senat Unmul Terbuka terpaksa ditunda selama dua jam dan dilakukan rapat tertutup pada pukul 10.15 Wita. Semua bermula saat Bakal Calon Rektor (Bacalon) Unmul urutan pertama, Asnar maju ke podium untuk membacakan visi misi. Di luar dari yang seharusnya, Asnar justru bermain lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ia tidak membacakan visi misi, melainkan ia memprotes tata tertib Sidang Rapat Senat. Hal pertama yang Asnar protes adalah sistem pemilihan rektor yang berdasarkan voting. Menurutnya voting adalah sifat yang keras hati.</span></p><p style="text-align: justify;">Ia lebih menyarankan agar pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat, kendati cara ini mungkin akan memakan waktu yang tidak sebentar. Namun demikian, cara ini menurutnya lebih menunjukkan sikap berbesar hati.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Untuk hari ini saya minta penyaringan ditunda. Kalau dipaksakan dilakukan saya akan gugat di PTUN,&rdquo; kata Asnar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tak cuma itu ia juga mempertanyakan tata tertib sidang Rapat Senat yang tidak memiliki sanksi. Menurut Asnar semua aturan perundang-undangan hendaknya memiliki sanksi. Itu sebabnya ia pikir apa yang dilakukannya di atas podium dengan tidak membacakan visi misi, tidak akan bisa dikenakan sanksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sementara pimpinan rapat, Ahmad Syafei Sidik yang menggantikan Ketua Senat Masjaya karena yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai rektor, tetap mengingatkan kepada Asnar untuk sebaiknya segera menyampaikan visi misi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dalam proses penyampaian visi misi, setiap Bacalon diberikan waktu 15 menit. Sedangkan Asnar lebih dari setengah waktu telah menggunakan waktunya untuk memprotes sistem pemilihan rektor.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Asnar juga memprotes tafsir aturan yang menyebut anggota senat tertua menjadi sekretaris sidang bisa digantikan oleh anggota tertua kedua. Dalam hal ini yang maju adalah Suyatno Wijoyo. Setelah anggota senat tertua yakni Daddy Ruhiyat berhalangan hadir karena menghadiri undangan dari Isran-Hadi, Gubernur Kaltim yang baru saja terpilih. Bagi Asnar cara seperti itu cacat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Setelah 15 menit habis, Asnar tidak turun dari podium. &ldquo;Saya tidak akan turun dari podium,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aksi itu ia lakukan sebagai protes lanjutan karena pimpinan rapat bergeming dari tuntutannya untuk menjalankan pemilihan rektor dengan cara musyawarah. Asnar tidak sendiri dalam melakukan aksinya, ia didukung oleh tokoh masyarakat, putra daerah, ormas, dan LSM yang hadir di Aula Rektorat Lantai IV.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Salah satu dari mereka yang mengenakan jas berwarna krem berteriak. &ldquo;Pokoknya Kaltim harus memimpin,&rdquo; katanya. &ldquo;Kami ini putra daerah tidak akan diam saja.&rdquo;<strong> (</strong><strong><em>wal/aml</em></strong><strong>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ricuh, Rapat Senat Hasilkan Tiga Nama Calon Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ricuh-rapat-senat-hasilkan-tiga-nama-calon-rektor/baca </link>
<guid> ricuh-rapat-senat-hasilkan-tiga-nama-calon-rektor </guid>
<pubDate> Tue, 10 Jul 2018 14:06:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana Rapat Senat Unmul yang ricuh di Rektorat lantai IV. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ricuh-rapat-senat-hasilkan-tiga-nama-calon-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LOk5zpHek6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ricuh, Rapat Senat Hasilkan Tiga Nama Calon Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sidang Rapat Senat Unmul dilanjutkan setelah dua jam mengalami skorsing akibat dari aksi penolakan yang dilakukan Asnar, bakal calon rektor (Bacalon) di atas podium. Sidang rapat diteruskan secara tertutup di Ruang Rapat Rektorat lantai III, termasuk penyampaian visi misi keempat bacalon rektor yang sebelumnya urung mendapat giliran.</p><p style="text-align: justify;">Rapat Senat dilanjut tanpa memenuhi tuntutan Asnar dan para pendukungnya yang rata-rata berasal dari tokoh masyarakat, putra daerah, ormas, hingga LSM. Awalnya tuntutan Asnar adalah meminta mekanisme voting dalam penyaringan bacalon rektor diubah menjadi musyawarah. Apabila hal itu tidak dituruti, ia meminta agar penyampaian visi misi ditunda 10 hari dari sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ditunda, aman sudah. Saya pulang,&rdquo; kata Asnar.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tuntutan itu bertambah tatkala Ketua Panitia Pilrek Muhammad Noor mencoba untuk memberikan pemahaman kepada Asnar dan para pendukungnya. Pendukung Asnar tegas mendesak agar satu kursi calon rektor diisi oleh putra daerah sedangkan dua sisanya boleh bebas siapa saja. Artinya mereka menuntut ada kekhususan untuk putra daerah Asnar maju langsung sebagai calon rektor.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan ini keras disuarakan dan apabila tidak diberikan kesempatan, maka pendukung Asnar mengancam akan berbuat onar. Akhirnya, Noor memfasilitasi pendukung Asnar untuk bertemu dengan perwakilan dari Kemenristekdikti yaitu Wisnu Sardjono Soenarso. Pendukung Asnar ingin meminta langsung peraturan khusus ini bisa diterima oleh Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan tertutup itu berlangsung selama lebih satu jam mulai dari pukul 1 siang. Setelah pertemuan selesai dan tuntutan disampaikan, Rapat Senat kembali berlanjut pada penyampaian visi misi bacalon. Hal ini ditentang kembali oleh pendukung Asnar. Asnar juga tidak diam. &ldquo;Ini tidak sah. Penyampaian visi misi tidak bisa dilakukan secara tertutup,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Para pendukung Asnar lantas menerobos masuk ke dalam ruang rapat dan mengintervensi jalannya sidang. Mereka baru keluar lagi dari ruang rapat ketika polisi mulai mengambil alih. Pendukung Asnar keluar, tetapi Asnar masih berada di dalam. Asnar menyusul keluar satu jam sesudahnya usai sempat digiring keluar.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kondisi kembali kondusif, menjelang pukul 5 sore di dalam ruang rapat mulai berjalan proses voting untuk menyaring tiga calon rektor yang akan masuk ke tahap pemilihan berikutnya. Pada saat yang sama di bawah, di muka gedung rektorat mahasiswa melakukan aksi.</p><p style="text-align: justify;">Rizaldo, Presiden BEM KM Unmul dalam aksinya mengatakan mahasiswa menolak adanya intervensi dan meminta panitia Pilrek dan senat untuk tetap teguh pada statuta Unmul dan aturan Kemenristekdikti. Juga mahasiswa merasa Pilrek telah cacat karena penyampaian visi misi dituntaskan dengan cara tertutup, dari yang awalnya terbuka dan bisa disaksikan oleh civitas academica Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 6 sore Sidang Rapat Senat Unmul dinyatakan selesai. Dari hasil voting tampak tiga calon rektor telah keluar. Masjaya unggul pertama dengan meraih suara anggota Senat sejumlah 60, menyusul Susilo dengan 19 suara, dan Laode Rijai sebanyak 5 suara. Sementara bacalon Sukartiningsih tidak memperoleh satu pun suara, begitu juga dengan Asnar. Dan hanya ada satu suara yang dinyatakan rusak. <strong>(<em>wal/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rapat Senat Ditunda hingga Dua Jam, BEM KM Unmul dan BEM Fakultas Lakukan Aksi Dadakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-ditunda-hingga-dua-jam-bem-km-unmul-dan-bem-fakultas-lakukan-aksi-dadakan/baca </link>
<guid> rapat-senat-ditunda-hingga-dua-jam-bem-km-unmul-dan-bem-fakultas-lakukan-aksi-dadakan </guid>
<pubDate> Tue, 10 Jul 2018 14:36:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana aksi dadakan yang dilakukan BEM KM Unmul beserta BEM Fakultas di depan Rektorat. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-ditunda-hingga-dua-jam-bem-km-unmul-dan-bem-fakultas-lakukan-aksi-dadakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JAwRBrrAJZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rapat Senat Ditunda hingga Dua Jam, BEM KM Unmul dan BEM Fakultas Lakukan Aksi Dadakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kericuhan yang terjadi diundur dalam agenda penyampaian visi misi bakal calon (Bacalon) rektor Unmul, membuat BEM KM Unmul dan perwakilan BEM Fakultas yang hadir, gemas. Pasalnya, kericuhan berbuah waktu pelaksanaan diundur dua jam kemudian.</p><p style="text-align: justify;">Sekira pukul 16.00 Wita, BEM KM Unmul dan sejumlah BEM Fakultas turun melakukan aksi gabungan di depan pintu Rektorat Unmul, menyuarakan kekecewaan yang mereka rasakan atas peristiwa yang tidak mencerminkan sikap sebagai universitas terbesar di Kaltim yang seharusnya dapat menjadi panutan dalam berpesta demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">Rizaldo, Presiden BEM KM Unmul dalam orasinya menyuarakan sejumlah tuntutan. Pertama, agar panitia pelaksana Pilrek tetap teguh terhadap aturan dan mekanisme yang berlaku sebagaimana tertuang dalam aturan Rektorat serta dari Kemenristekdikti Nomor 17 Tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, menurutnya, aturan tersebut tidak dijalankan sebagaimana mestinya akibat dampak turunan dari adanya perubahan aturan dari Peraturan Kemendikbud tahun 2016 menjadi Peraturan Kemenristekdikti Nomor 17 Tahun 2017, menyebabkan civitas academica termasuk mahasiswa tidak dilibatkan dalam pemilihan bacalon sehingga tidak adanya aspirasi mahasiswa yang terlibat.</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar itu, Rizaldo dan kawan-kawan menuntut panitia pelaksana Pilrek menjalankan mekanisme yang tetap melibatkan seluruh civitas academica, termasuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Suara minor lain juga dilontarkan oleh Gubernur BEM FEB, Freijae Rakasiwi. Ia menilai, alasan Asnar dan timnya &quot;menjual&quot; identitas putra daerah Kaltim tidak rasional. Sebab, lapisan civitas academica di Unmul tak hanya berasal dari Kaltim saja, namun bermacam-macam suku dan agama.</p><p style="text-align: justify;">Freijae juga mengatakan yang berhak memimpin Unmul pun tak harus berlatarbelakang asli Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semua orang yang merasa bertanggungjawab dalam memimpin sebagai rektor berhak mencalonkan diri untuk memimpin,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi berakhir sekitar pukul 17.30 Wita, namun massa aksi masih belum membubarkan diri hingga panitia pelaksana Pilrek mengumumkan tiga nama calon rektor dan menyatakan agenda hari ini selesai. <strong>(<em>cin/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BBM Kembali Naik, Masyarakat Tercekik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bbm-kembali-naik-masyarakat-tercekik/baca </link>
<guid> bbm-kembali-naik-masyarakat-tercekik </guid>
<pubDate> Wed, 11 Jul 2018 12:12:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kenaikan harga BBM. (Sumber: liputan6.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bbm-kembali-naik-masyarakat-tercekik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C5iJ6VKY5D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BBM Kembali Naik, Masyarakat Tercekik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi instrumen utama dalam kesejahteraan masyarakat. Jika pemerintah salah kaprah dalam mengelola, maka masyarakat akan sulit menggapainya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ketika masyarakat sedang tertidur dengan lelapnya, ada pula sebagian yang asyik dalam euforia piala dunia, namun pada saat itulah, gegap gempita suka cita tim andalan yang menang dirusak oleh pemerintah yang kembali menaikkan harga BBM non subsidi secara diam-diam.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tepat 1 Juli 2018, pemerintah melalui Pertamina kembali menaikkan harga BBM jenis pertamax. Pemerintah dengan alasan manisnya, beralasan kenaikan ini menyesuaikan kenaikan harga minyak dunia. Tentu, kebijakan ini terkesan diam-diam lantaran dilakukan tanpa terlebih dahulu disampaikan kepada publik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sudah 5 kali pemerintah menaikkan BBM secara diam-diam, apakah ini wajar? Jelas tidak wajar. &nbsp;Dalam kurun waktu 6 bulan yang lalu BBM jenis pertalite mengalami kenaikan yang sangat besar, dan sekarang kembaliharga BBM non subsidi kembali naik yakni pertamax, pertamax turbo, dexlite, dan pertamina dex, yang tentunya sangat memberatkan masyarakat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kenaikkan harga BBM ini berlaku di seluruh Indonesia, besaran kenaikkan nya sangat signifikan, dengan rata-rata kenaikan Rp600 per liter, bahkan hingga Rp1000 per liter menyesuaikan dengan provinsi masing-masing. Tentu, kebijakan mekanisme satu harga dan ditambah besaran pajak masing-masing daerah membuat masyarakat terkena imbasnya karena harus merasakan harga yang selalu naik dalam menjalani aktivitasnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kenaikan BBM non subsidi saat ini adalah akibat adanya liberalisasi harga BBM sesuai dengan mekanisme pasar. Liberalisasi ini sesungguhnya tidak cocok dengan landasan konstitusional di negeri ini yang mengatur bahwa minyak dan gas (migas) harus dikuasai negara termasuk penetapan harga BBM yang tidak diserahkan kepada mekanisme pasar.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Peran Pemerintah seolah menjadi pengikut yang hanya menetapkan dan menyesuaikan mekanisme pasar. Padahal, Indonesia adalah penghasil minyak, tetapi fakta di lapangan pemerintah melakukan liberalisasi migas sehingga &quot;kelatahan&quot; pemerintah mengorbankan kesejahteraan masyarakat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kenaikkan ini akan memicu kenaikan harga barang pokok, bahkan dapat memicu terjadinya inflasi. Kenaikan BBM non subsidi ini pun terjadi akibat dari buruknya kondisi makro ekonomi nasional, khususnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang sekarang telah mendekati Rp14.450 per dolar AS.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kebijakan menaikkan BBM tanpa sosialisasi ini merupakan sebagai bentuk kepanikan presiden Jokowi, dikarenakan pemerintah kesulitan membayar cicilan tagihan utang luar negeri yang telah jatuh tempo. Dengan jumlah utang negara yang sudah mencapai Rp5.425 triliun.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dan cara mudah pemerintah mencari uang untuk membayar utang yang telah jatuh tempo tersebut salah satunya ialah dengan menaikkan harga BBM tersebut. Pemerintah sudah tidak peduli terhadap kesengsaraan rakyat pada saat ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kondisi saat ini, masyarakat dihadapkan dengan pilihan konsumsi yang cukup berat, karena secara faktual alokasi BBM jenis premium yang semakin terbatas dan BBM non subsidi yang terus merangkak naik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kini semua lapisan masyarakat sedang menerima beban yang berat dari kebijakan pemerintah. Dengan kenaikan ini akan mengakibatkan daya beli menurun, ditambah harga barang-barang yang tinggi, dan pengangguran yang semakin meningkat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pemerintah secara berkelanjutan terus menyampaikan keberhasilan mengalihkan subsidi energi untuk membangun infrastruktur yang selalu diklaim sebagai belanja produktif. Padahal faktanya pemerintah lempar tanggung jawab pengalihan subsidi energi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke BUMN. Subsidi tetap berjalan atas nama BBM penugasan dan BBM satu harga dengan selisih harga jual yang ditanggung oleh Pertamina. Rapor di APBN terlihat bagus, tapi rapor keuangan Pertamina berbanding terbalik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tentu, gelombang kebijakan yang menyusahkan masyarakat sudah tak wajar. Dalam pengelolaan harga minyak seharusnya pemerintah menetapkan formulasi yang tepat dan tidak mengikuti arus kenaikan harga minyak. Dengan adanya kebijakan seperti ini, pemerintah malah memperparah jurang defisit neraca perdagangan dengan tidak diimbangi kondisi daya beli masyarakat yang hanya 23% dalam mengonsumsi pertamax.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kenaikan harga BBM saat ini menyebabkan dampak lain yang tidak langsung dirasakan oleh masyarakat namun tidak boleh dikesampingkan adalah terancam membengkaknya defisit APBN 2018. Saat ini, defisit APBN dipatok sebesar 2,19% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau kurang lebih Rp353 triliun.<br><br>Dalam menanggapi tren kenaikan harga minyak dunia, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikan harga BBM bersubsidi serta berencana untuk kembali mengintervensi pembentukan harga BBM non subsidi dengan alasan untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga tingkat inflasi. Kebijakan tersebut tentunya akan semakin menambah beban Pertamina yang selama ini juga masih menanggung kerugian dari penjualan BBM non subsidi jenis pertalite maupun pertamax.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Rakyat menjerit dengan kondisi ekonomi yang semakin mencekik. Maka dengan ini pemerintah harus kembali menurunkan BBM non subsidi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyediakan BBM premium.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di saat semua tim andalan gagal melaju ke babak selanjutnya dalam gelaran piala dunia yang membuat kecewa. Kekecewaan diperparah saat saya berangkat ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pagi tadi dan bertambah uang saya saat membayar. Ternyata, diam-diam harga pertamax sudah naik dari Rp8.900 menjadi Rp9.700. Saya semakin lemas dan tidak bersemangat kalau kita tahu angka utang luar negeri kita sudah menyentuh angka 356,9 miliar dolar AS, sementara rupiah makin melemah terhadap dolar, artinya utang luar negeri kita semakin besar karena dihitung dengan satuan dollar AS.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sudah saatnya kita lantang meyuarakan aspirasi dan keluhan masyarakat, Mahasiswa akan selalu menjadi garda terdepan dalam setiap hal yang tidak berpihak terhadap rakyat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Sungguh sulit untuk kita mencari alasan mengapa kita harus berjuang, tetapi lebih sulit mencari alasan untuk kita hanya diam ketika rakyat sedang menjerit dan tercekik oleh kebijakan yang tidak berpihak terhadap rakyat.&rdquo;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh <span>Muhammad Sukma P, Staf Departemen Advans BEM FEB Unmul.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konsolidasi  PKKMB 2018, Miftah: Yang Pasti Tidak Ada Militer dan Polisi Lagi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-pkkmb-2018-miftah-yang-pasti-tidak-ada-militer-dan-polisi-lagi/baca </link>
<guid> konsolidasi-pkkmb-2018-miftah-yang-pasti-tidak-ada-militer-dan-polisi-lagi </guid>
<pubDate> Thu, 12 Jul 2018 14:45:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB 2018 dijadwalkan terlaksana pada 16 Agustus mendatang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-pkkmb-2018-miftah-yang-pasti-tidak-ada-militer-dan-polisi-lagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OaCHEimcHq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Konsolidasi  PKKMB 2018, Miftah: Yang Pasti Tidak Ada Militer dan Polisi Lagi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-</strong> Menuju Agustus, pemilihan rektor (Pilrek) bukan satu-satunya hiruk-pikuk di Unmul. Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiwa Baru (PKKMB) 2018 mulai dibicarakan. Petang tadi, Kamis, (12/7), BEM KM Unmul, BEM fakultas, dan UKM Unmul melakukan pertemuan konsolidasi membahas persiapan hajatan akbar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Presiden BEM KM Unmul Muhammad Miftahul Mubarok mengatakan, akan ada yang berbeda dari PKKMB 2018. Catatan evaluasi dari ajang PKKMB beberapa tahun terakhir&mdash;sebelumnya disebut PAMB&mdash;membuat perencanaan kegiatan diupayakan agar tak lagi mengulang kesalahan yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, setidaknya tiga tahun terakhir mahasiswa baru dari FISIP dan FH langganan meninggalkan GOR 27 September sebelum acara berakhir, hingga melakukan aksi di depan GOR menolak keterlibatan aparat dalam helatan penerimaan mahasiswa baru. Ujung-ujungnya, muncul anggapan bahwa PKKMB selalu mempertontonkan kericuhan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini konsepnya berbeda. Yang paling penting poinnya adalah tak akan ada militer atau polisi lagi yang masuk saat PKKMB 2018 berlangsung nantinya,&quot; tegas Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menghalau kemungkinan kericuhan kembali terjadi, Miftah menilai konsolidasi hari ini adalah langkah tepat sebagai upaya memberi pemahaman kepada BEM fakultas dan UKM Unmul agar satu persepsi dan tak berselisih saat PKKMB yang dijadwalkan terlaksana pada 16 Agustus mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, BEM KM Unmul, kata Miftah, tahun ini dipercaya memimpin perumusan konsep acara hingga teknis yang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pengawas. Hal ini menyusul arahan langsung dari Kemenristekdikti yang tahun ini menaruh percaya pada BEM universitas untuk memegang konsep pengenalan kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi kita akan tetap rangkul mereka (BEM fakultas dan UKM Unmul) dalam perumusan konsep juga,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, untuk komposisi kepanitiaan PKKMB 2018 nantinya akan diisi oleh delegasi UKM Unmul sebanyak dua orang per UKM, perwakilan fakultas satu orang per fakultas, dan ditambah seleksi panitia dari <em>open recruitment</em>.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam konsolidasi tadi juga Miftah menerangkan bahwa tahun ini PKKMB berencana untuk mematenkan Prasasti Mulawarman sebagai nama kegiatan untuk pengenalan kehidupan kampus di Unmul. Setelah pada tahun lalu, nama Prasasti Mulawarman untuk pertama kalinya digunakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Konsep &nbsp;Segar PKKMB 2018</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika PKKMB sebelumnya nyaris selalu menghadirkan akademisi untuk memapar materi, bernuansa semi formal dalam ruangan, maka tidak dengan PKKMB 2018.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rapat Senat Terbuka tahun ini akan jadi acara pembuka menyambut mahasiswa baru 2018. Dengan begitu, konsep PKKMB akan formal untuk di awal karena rektor, para wakil rektor, dan para dekan pastinya akan menggunakan atribut senat,&quot; ujar Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Penampilan para UKM Unmul pun rencananya akan berlangsung di atas panggung, di luar GOR 27 September. Susunan kasarnya, pukul 8-10.00 Wita diisi Rapat Senat Terbuka, kemudian pukul 10.00-selesai penampilan UKM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini enggak ada pemateri. Jadi, setelah rapat (rapat Senat Terbuka) langsung <em>perform</em> teman-teman UKM,&quot; katanya. <strong><em>(aml</em></strong><strong><em>/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maba Unmul 2018 Tak Harus Tes Bebas Narkoba di Klinik Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-unmul-2018-tak-harus-tes-bebas-narkoba-di-klinik-unmul/baca </link>
<guid> maba-unmul-2018-tak-harus-tes-bebas-narkoba-di-klinik-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 13 Jul 2018 11:54:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Evi Fitriany, Kepala Klinik Unmul. (Sumber: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-unmul-2018-tak-harus-tes-bebas-narkoba-di-klinik-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TAXWnZnTVP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maba Unmul 2018 Tak Harus Tes Bebas Narkoba di Klinik Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mahasiswa baru yang telah dinyatakan diterima di Universitas Mulawarman (Unmul) masih harus melalui tes bebas narkoba dan tes kesehatan fisik. Pemberlakuan tes ini sudah diterapkan konsisten setidaknya sejak tiga tahun terakhir. Tiap tahunnya, kebijakan pelaksanaan tes berbeda-beda tergantung dengan siapa Unmul bekerja sama.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun-tahun sebelumnya, Unmul bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Atma Husada. Untuk tesnya, dilakukan di Klinik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak dua tiga tahun yang lalu kami sudah tidak melaksanakan tes narkoba, RS Atma Husada yang melaksanakan,&rdquo; ujar Evi Fitriany, Kepala Klinik Unmul, saat ditemui Senin, (9/7).</p><p style="text-align: justify;">Diakui Evi, sebenarnya sudah dari dulu Klinik Unmul bisa melaksanakan tes bebas narkoba sendiri, namun kebijakan Unmul menghendaki untuk dilakukan kerja sama. Seperti diketahui, 2017 lalu, hanya RS Atma Husada yang yang mengajukan permohonan kerja sama dengan Unmul. Otomatis, tes bebas narkoba harus dilakukan Atma Husada.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini berbeda. Unmul membebaskan mahasiswa baru untuk memilih tempat tes bebas narkoba seperti di Badan Narkotika Nasional (BNN), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie, RS Atma Husada, maupun di Klinik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pemeriksaan tes bebas narkoba di Klinik Unmul, kata Evi, sudah termasuk lengkap dan murah. Ada lima jenis panel yang digunakan untuk tes bebas narkoba. Dibandingkan dengan rumah sakit lain untuk lima panel tersebut bisa mencapai Rp250 ribu. Untuk pemeriksaan kesehatan fisik, Klinik Unmul mematok harga Rp50 ribu, sehingga total yang dibayarkan mahasiswa adalah Rp200 ribu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang pun saya rasa dengan lima panel itu cukup murah, cuma Rp150 ribu, Rp75 ribu untuk stiknya dan Rp75 ribu untuk pemeriksaannya,&rdquo; sebut Evi.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, Evi berharap agar civitas academica lebih memaksimalkan fasilitas yang ada di Unmul. Selain untuk mempermudah mahasiswa dalam mengakses lokasi, menurutnya dari segi pembiayaan juga tidak memberatkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita sendiri yang memeriksa lebih percaya kan. Karena kita juga mampu untuk melakukan pemeriksaan itu, kenapa tidak kita semua yang difasilitasi,&rdquo; sambungnya. <strong>(<em>wil/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengukur Efektivitas Tes Bebas Narkoba </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengukur-efektivitas-tes-bebas-narkoba/baca </link>
<guid> mengukur-efektivitas-tes-bebas-narkoba </guid>
<pubDate> Fri, 13 Jul 2018 12:31:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi tes narkoba. (Sumber: tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengukur-efektivitas-tes-bebas-narkoba/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iXBbliclMA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengukur Efektivitas Tes Bebas Narkoba</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Beberapa waktu lalu Unmul sempat dihantam kasus narkoba yang menjerat sejumlah mahasiswanya. Anggapan yang kemudian muncul adalah seberapa efektif tes bebas narkoba dilakukan kepada mahasiswa baru. Bukankah setelah dinyatakan negatif, narkoba bisa ia gunakan saat berstatus mahasiswa?</p><p style="text-align: justify;">Menurut Kepala Klinik Unmul Evi Fitriany, tes bebas narkoba cukup efektif sebagai <em>screening</em> awal. Kendati demikian, ia melihat pemeriksaan secara berkala tetap perlu, terutama bagi mereka yang dicurigai. Evi mengamini argumentasi &apos;pergaulan bisa mengubah mahasiswa menjadi pemakai narkoba.&apos;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maka dari itu perlu kerja sama dengan berbagai pihak. Dalam hal ini mungkin BNN, ada programnya dalam melakukan upaya-upaya penjaringan terhadap pengguna narkoba supaya bisa cepat lah direhabilitasi dan juga memutus rantai penyebarannya,&rdquo; kata Evi.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Evi menjelaskan, upaya penjaringan bisa dilakukan acak di komunitas-komunitas mahasiswa di Unmul. Sebab menurutnya, narkoba memiliki keterbatasan untuk dideteksi, tergantung jenisnya. Khusus pecandu, justru sebaliknya akan lebih mudah dideteksi karena tidak mungkin lepas, sehingga akan lebih mudah pula dalam proses penjaringannya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, dalam proses pemeriksaan kesehatan di Klinik Unmul, mahasiswa terus dipantau dan penjagaan diperketat. Misalnya, mahasiswa harus meninggalkan tas di luar ruangan. Hal ini berguna untuk menghindari kecurangan yang dilakukan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada beberapa kejadian ya, ada yang minta air urinenya ke orang lain dan bersedia membayar, gitu-gitu, terungkap lagi. Ada yang bawa urine dari rumah mungkin, ada cerita-cerita gitu lah,&rdquo; katanya. <strong>(<em>wil/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berobat Mudah dan Murah dengan BJPS Kesehatan di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berobat-mudah-dan-murah-dengan-bjps-kesehatan-di-unmul/baca </link>
<guid> berobat-mudah-dan-murah-dengan-bjps-kesehatan-di-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 14 Jul 2018 11:08:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Sumber: thetanjungpuratimes.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berobat-mudah-dan-murah-dengan-bjps-kesehatan-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bFKcpyStow.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berobat Mudah dan Murah dengan BJPS Kesehatan di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> World Health Organization (WHO) telah menyepakati tercapainya Universal Health Coverage (UHC) pada 2014 lalu. UHC merupakan sistem kesehatan yang berfungsi memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil dalam pelayanan kesehatan promotof, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau.</p><p style="text-align: justify;">UHC atau Jaminan Kesehatan Semesta dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI 2015-2019 telah diimplementasikan di Indonesia sejak 1 Januari 2014. Untuk itu, sampai dengan tahun 2019, Indonesia ditargetkan sudah mencapai UHC atau dengan kata lain, seluruh rakyat berkewajiban memiliki jaminan kesehatan nasional dengan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang terjangkau.</p><p style="text-align: justify;">Beresonansi dengan itu, mahasiswa pun diimbau menjadi anggota BPJS Kesehatan agar selama berkuliah pelayanan kesehatannya bisa terjamin, terkhusus mahasiswa rantau. Untuk civitas academica Unmul sendiri, ada keuntungan yang bisa didapat jika mendaftarkan kartu BPJS Kesehatan di Klinik Unmul. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/registrasi-bpjs-gratis-untuk-civitas-unmul/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/registrasi-bpjs-gratis-untuk-civitas-unmul/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dia (mahasiswa) BPJS-nya di sini, tentunya kalau rawat jalan sudah free jelas, obatnya, termasuk juga pelayanan gigi, sudah didapatkan,&rdquo; ujar Evi Fitriany, Kepala Klinik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pihak Klinik Unmul pun, kata Evi, sudah mengirimkan surat kepada pihak rektorat Unmul untuk memberikan imbauan kepada seluruh mahasiswa yang sedang berkuliah untuk segera memindahkan kepesertaan BPJS Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mereka ke Klinik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena jika belum terdaftar akan menyulitkan mahasiswa dan pihak Klinik dalam pembiayaan. Dan untuk mahasiswa rantau yang akan pulang kampung, nantinya akan tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di tempat asalnya, seperti di Puskesmas,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Demi memudahkan mahsiswa dalam proses pemindahan, pihak Klinik Unmul juga akan membantu proses administrasinya. Jadi, mahasiswa tingga menyerahkan berkas persyaratan berlaku untuk seluruh mahasiswa. (Baca: <a href="http://www.unmul.ac.id/announcement/himbauan-kepesertaan-bpjs-kesehatan-mahasiswa-baru-unmul-2018-2019-1527143276.html)">http://www.unmul.ac.id/announcement/himbauan-kepesertaan-bpjs-kesehatan-mahasiswa-baru-unmul-2018-2019-1527143276.html)</a></p><p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan, Klinik Unmul akan membuka layanan pembuatan. Karena sudah ada kerja sama dengan BPJS Kesehatan, maka mahasiswa yang bersangkutan tinggal memastikan apakah semua berkas sudah siap. Sehingga nantinya mahasiswa tidak perlu bingung ingin berobat ke mana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini fasilitas yang kita miliki untuk mahasiswa, apalagi yang sudah punya BPJS, sayang dari pada berobat di luar, bayar mahal. Mendingan fasilitas gratis yang sudah ada ini dimanfaatkan melalui BPJS,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>wil/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Balas Rinduku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/balas-rinduku/baca </link>
<guid> balas-rinduku </guid>
<pubDate> Sun, 15 Jul 2018 11:58:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/balas-rinduku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4EWDk5UjJz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Balas Rinduku</h1>
			              </header>
			              <p>Diam, lengang<br>Ku rebahkan jiwa kepada nada di kala malam<br>Alunan yang menyenangkan<br>Ku peluk rembulan bersama kepiluan</p><p>Rindu, tapi tak berujung temu<br>Pelupuk mata yang basah<br>Aku resah<br>Hanya isak terdengar</p><p>Terpejam sang malam selimuti aku<br>Coba tabahkan gundah resah dalam pilu<br>Dibelainya aku<br>Damai jiwaku di pangkuannya</p><p>Aku ditimang malam<br>Diobatinya kepiluan<br>Mataku melemah, sayup<br>Lelap setelahnya</p><p>Kini, mentari hadir singkirkan malam<br>Pertanda tangis telah usai<br>Bangkit jiwaku diterpa sengatan siang<br>Sudahi sepi, mari berkelana, katanya<br>Rindumu harus berbalas!</p><p><strong><em>Ditulis oleh Dita Oktaviani, mahasiswi Bimbingan Konseling Islam 2017, UIN Antasari Banjarmasin.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lynnea: Ketika Kecantikan Membawa Petaka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/lynnea-ketika-kecantikan-membawa-petaka/baca </link>
<guid> lynnea-ketika-kecantikan-membawa-petaka </guid>
<pubDate> Mon, 16 Jul 2018 12:52:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pentas tahunan UKM Teater Yupa, naskah karya Aisyah Nur Astri yang berjudul Lynnea. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/lynnea-ketika-kecantikan-membawa-petaka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PEdFC6krK4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lynnea: Ketika Kecantikan Membawa Petaka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>UKM Teater Yupa menggelar pentas tahunan, kali ini naskah yang ditampilkan merupakan karya Aisyah Nur Astri yang berjudul Lynnea. Pentas tahunan ini sekaligus menjadi puncak acara HUT ke-27 Teater Yupa.</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai dengan penampilan <em>band</em> yang membawakan berbagai macam lagu, dengan <em>lighting</em> apik serta lagu yang energik. Tak lama setelahnya pementasan dimulai. Penampilan dibuka dengan adegan Darcie (Suzy) yang ingin melompat untuk bunuh diri dari jembatan karena sering diolok oleh warga Lynnea.</p><p style="text-align: justify;">Penampilan Darcie dinilai kurang untuk standar kecantikan warga Lynnea. Namun ternyata Darcie tidak mati, ia menukar hidupnya untuk menjadi seseorang yang lain. Penukaran hidup Darcie tak lepas dari janjinya kepada Sang Peri, Darcie tidak boleh memiliki hubungan dengan orang-orang terdekatnya dahulu. Darcie berubah menjadi Rosa (Tri Wulansari), perempuan cantik yang selalu dipuja-puja.</p><p style="text-align: justify;">Di Lynnea, Rosa menjadi seorang superstar. Hal ini tidak terlepas dari tangan dingin Tuan Chonka CEO Pakis Entertaiment. Ketenaran Rosa membuat Donita, penyanyi sebelum Rosa menjadi tersingkir, Tuan Chonka lebih memilih Rosa. Donita kemudian ingin bunuh diri, melihat itu Rosa berusaha mencegahnya, namun Donita tidak terselamatkan.</p><p style="text-align: justify;">Di jembatan Rosa bertemu dengan Roni, sahabat. Rosa melanggar janjinya dan menyebabkan ibunya meninggal. Rosa tidak tahan dengan kehidupannya meskipun ia cantik namun ia tidak bahagia sebab tidak bisa bersama dengan orang yang ia sayangi. Rosa pun meninggal di konser terakhirnya sambil berkata, &ldquo;Semoga kau tenang di dunia yang lebih asli.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lynnea berasal dari bahasa Amerika dan Inggris yang memiliki arti air terjun. Aisyah Nur Astri selaku sutradara mengatakan filosofi pemilihan kata Lynnea ini memiliki maksud walaupun sesuatu itu jatuh, namun tetap indah.</p><p style="text-align: justify;">Di pentas ini Lynnea menggambarkan keadaan dunia maya saat ini. &ldquo;Saat ini kan Facebook, Instagram pasang foto selalu harus cari <em>angle</em> yang paling bagus, filter paling cantik, <em>make up</em> yang <em>full</em>,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang membedakan pentas tahunan ini dengan tahun sebelumnya adalah pentas tahun ini merupakan pentas perak Teater Yupa ke-25. Ia mengaku senang dengan penonton setia Teater Yupa dari tahun ke tahun.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Harapan ke depan pentas tahunan Yupa bisa menjadi pentas tahunan yang selalu dinantikan,&rdquo; ucapnya. <strong>(<em>adn/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 34 Proker BEM FKIP Unmul Belum Maksimal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/34-proker-bem-fkip-unmul-belum-maksimal/baca </link>
<guid> 34-proker-bem-fkip-unmul-belum-maksimal </guid>
<pubDate> Tue, 17 Jul 2018 14:13:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rapat Evaluasi Caturwulan Jilid II BEM FKIP Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/34-proker-bem-fkip-unmul-belum-maksimal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qBd99hbxDb.png" />
					</figure>
			                <h1>34 Proker BEM FKIP Unmul Belum Maksimal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sabtu, 14 Juli 2018 pukul 08.00 Wita, agenda Rapat Evaluasi Caturwulan Jilid II dimulai. Dihadiri oleh Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (DPM FKIP), Badan Pengurus Harian (BPH), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP beserta staf, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Hima PGSD), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Rekreasi (HMPJKR), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Komputer (Himapkom), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMPKN), Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (HMJ BASE), serta mahasiswa FKIP dari program studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Penjaskesrek, dan Kimia.</p><p style="text-align: justify;">Rapat Evaluasi Caturwulan dimakanai sebagai evaluasi kinerja BEM FKIP. Sidang berlangsung dinamis karena banyak kritikan, saran, serta masukan buat BEM. Beberapa dinas atau biro menjadi catatan merah karena tidak menjalankan program kerja (proker) dengan alasan masalah kader, waktu, dan kesibukan.</p><p style="text-align: justify;">Pembahasan dibagi per rumpun dari Sekretaris Kabinet Sinergi sampai Biro Medifo, eksternal, dan internal. Yang mendapat kritikan dan masukan adalah Biro Medifo, karena banyak proker yang belum dijalankan sesuai <em>timeline</em> maupun secara indikator, yang sejatinya &nbsp;di Revatur Jilid I sudah berjanji manis kepada DPM.</p><p style="text-align: justify;">Dari rumpun eksternal, ada tiga dinas yang menjadi sorotan, yaitu Advokasi, Dikstrat, dan Humas. Sebagian besar proker belum maksimal dan hampir tidak ada substansi. Jangankan itu, untuk mencapai indikator keberhasilan saja tidak sampai, apalagi dengan <em>timeline-</em>nya yang kurang sinkron.</p><p style="text-align: justify;">Dari rumpun internal, ada dua dinas menjadi sorotan yaitu Kaderisasi &amp; Pengembangan Sumber Daya Manusia (KPSDM) dan Minat Bakat Mahasiswa (MBM). Sangat jauh dikatakan baik karena tidak sesuai semua timeline, indikator, bahkan target. Apalagi perihal proker &nbsp;keilmiahan MBM yang masih wacana tanpa kepastian.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diskusi dengan ketua DPM, beliau mengatakan &ldquo;DPM sudah mengadakan Rapat Dengar Pendapat dua kali dan alhasil kurang progres.&rdquo; Saya pun bingung, tapi inilah fakta. Saya sangat kecewa dengan kinerja BEM hari ini, apalagi ditambah dua dinas yang tidak hadir dengan alasan logis tapi tidak solutif karena tidak melampirkan surat pelaksana tugas kepada stafnya. Saya berpikir positif saja, karena ini sebagai pembelajaran buat mahasiswa FKIP yang hari ini duduk di parlemen FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Saya berpesan karena sebentar lagi Pemira FKIP akan terlaksana di bulan September, maka mahasiswa FKIP harus cerdas dalam memilih gubernur mahasiswa dan walkil gubernur mahasiswa BEM FKIP Unmul yang berkualitas dalam kepemimpinannya agar bisa menglola FKIP lebih baik. Jika dipandang dari sisi politik maka ini adalah sebuah dinamika FKIP. Terakhir, Saya sangat mendukung sekali jika di Pemira nanti ada uji publik (diskusi terbuka) yang bertujuan untuk mencari pemimpin berkualitas. Artinya mahasiswa FKIP bisa mengawal ini, bahkan ada kontrak politik ketika kampanye. Maka harus ada langkah kongkrit buat jadi Gubernur FKIP&rdquo;. Salam Viva Legislativa.</p><p><strong><em>Ditulis oleh&nbsp;</em></strong><strong><em>Ahmad Abdul Aziz, mahasiswa PGSD FKIP 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penertiban Jalur Masuk dan Keluar Akan Berlaku Seterusnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penertiban-jalur-masuk-dan-keluar-akan-berlaku-seterusnya/baca </link>
<guid> penertiban-jalur-masuk-dan-keluar-akan-berlaku-seterusnya </guid>
<pubDate> Wed, 18 Jul 2018 12:51:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu jalur keluar kampus. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penertiban-jalur-masuk-dan-keluar-akan-berlaku-seterusnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TW2tiYDUAx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penertiban Jalur Masuk dan Keluar Akan Berlaku Seterusnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Jalur masuk-keluar yang kini diberlakukan di Unmul dianggap cukup memberikan efek. Khususnya untuk keamanan di dalam lingkup kampus Gunung Kelua.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Unmul, Sugiyarta mengatakan penetapan jalur ini berguna untuk mengontrol kendaraan yang masuk dan keluar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau penjahat itu mau keluar mikirlah, di sini satu jalur, di sana satu jalur akan keliatan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Penggunaan jalur keluar masuk ini hanya berlaku pada Senin hingga Jumat, tepatnya saat berada di jam kerja atau aktif perkuliahan. Sedangkan saat akhir pekan, jalur masuk dan keluar difokuskan pada satu jalur yakni Jalan Muara Kaman (simpang tiga Bank BNI).</p><p style="text-align: justify;">Awalnya penggunaan jalur satu arah ini masih sebatas uji coba pada 26-30 Maret lalu. Kemudian dilakukan lagi uji coba lanjutan selama sebulan dimulai pada 9 April.</p><p style="text-align: justify;">Setelah rangkaian percobaan itu, kini status jalur masuk-keluar mulai diterapkan hingga seterusnya. Salah satu alasannya, menurut Sugiy</p><p style="text-align: justify;">arta, pengguna jalan sudah mulai terbiasa dengan sistem tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang itu waktu awal kita masih sosialisasi, belum sadar mereka masih nabrak-nabrak gitu. Ya, sudah kita awasin. Tapi sekarang sudah bisa melihat rambu-rambu itu,&rdquo; kata Sugiyarta.</p><p style="text-align: justify;">Pemasangan rambu masuk dan keluar juga diletakkan di pintu gerbang utama di Jalan M. Yamin, namun pada kenyataannya masih ada pengguna jalan yang mengabaikan hal tersebut. Sugiyarta menanggapi hal itu dengan berkata pelaksanaan dan pengawasan harus bertahap.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belum kita tungguin, nanti kalau sudah kita tungguin sudah enggak (melanggar). Yang di sini (pintu masuk dari Jalan Pramuka dan Jalan Gelatik) sudah normal nih, nanti tak pindahin ke sana (Jalan M. Yamin) jadi <em>step by step</em>,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun pemasangan portal yang wacananya sudah diperam sejak 2016, dikatakan Sugiyarta, tetap akan berupaya dipasang dalam waktu ke depan. Sementara arah penetapan jalur masuk-keluar ini dirasa cukup.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan satpam yang mengawasi jalur masuk-keluar telah memiliki sertifikat agar dapat tanggap jika ada kasus yang mengancam keamanan.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, Sugiyarta menyadari masih ada ketidakpraktisan dalam sistem ini. Ia mengandaikan jika saja kartu mahasiswa sudah berisikan barcode dari salah satu bank, tentu akan lebih efektif sehingga tidak dua kali kerja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalah memang kita itu sebetulnya dengan SD Muhammadiyah,&rdquo; ucapnya merujuk SD Muhammadiyah yang telah memanfaatkan teknologi barcode. <strong>(<em>syl/adn/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aman, Guru Besar FMIPA yang Mengabdi Tanpa Batas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/aman-guru-besar-fmipa-yang-mengabdi-tanpa-batas/baca </link>
<guid> aman-guru-besar-fmipa-yang-mengabdi-tanpa-batas </guid>
<pubDate> Thu, 19 Jul 2018 12:23:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prof. Aman Sentosa Pangabean, Guru Besar FMIPA Unmul yang baru saja dikukuhkan pada Selasa (3/7) lalu. (Sumber: Syalma Namira) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/aman-guru-besar-fmipa-yang-mengabdi-tanpa-batas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DZREJVlJr7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aman, Guru Besar FMIPA yang Mengabdi Tanpa Batas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> &ldquo;Kalau saya hebat, berarti yang hebat adalah para dosenku, para guru-guruku, dan ibu bapakku yang telah melahirkan saya. Kalau saya mau dikatakan hebat, maka kau para murid ku dan anakku harus menjadi hebat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Begitulah filosofi orang hebat menurut Prof. Aman Sentosa Pangabean, salah satu guru besar dalam bidang ilmu kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pada Rabu (11/7), bertempat di ruangan yang sederhana awak <em>Sketsa&nbsp;</em>disambut dengan hangat oleh Prof. Aman. Terlihat banyak sekali tumpukan kertas menghiasi meja, dan ada juga berbagai macam jenis kopi terpampang.</p><p style="text-align: justify;">Namun jauh sebelum itu, sepak terjang perjalanan Prof. Aman cukup panjang. Di usianya yang kini menginjak kepala empat ini, banyak hal yang telah di laluinya sebelum menjadi seorang guru besar. Bahkan awalnya bukan guru besar yang menjadi pilihannya.</p><p style="text-align: justify;">Siapa sangka, saat belia yang terlintas di benak Prof. Aman adalah menjadi seorang sarjana hukum, selain itu seiring berjalannya waktu dan mengenal ibadah dirinya sempat berniat menjadi seorang pendeta dengan menempuh pendidikan di sekolah teologi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Niat tersebut sirna ketika memasuki bangku SMA dan mengenal ilmu kealaman atau sains. Dibesarkan di lingkungan keluarga yang mencintai rumpun ilmu sejenis, seperti matematika menjadi dasar Prof. Aman untuk menggali lebih dalam dan meneruskan &quot;warisan keluarga&quot; tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya saya dulu waktu kecil tidak mengerti mengenai guru besar, tetapi waktu kecil saya suka menulis nama saya menjadi Prof. Dr. Aman, saya tapi tidak paham maksudnya apa, tapi setelah saya kuliah saya baru paham maksud dari guru besar,&rdquo; ujar ayah dua anak itu.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan pendidikannya dimulai dengan menempuh kuliah S1 di Universitas Sumatera Utara (USU) dengan bidang ilmu yang diambil adalah kimia pada 1993 hingga 1998. Kemudian pada tahun 1999 hingga 2001 dia melanjutkan ke jenjang S2 Kimia Analitik di universitas yang sama. Hingga pada 2004 ia berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITS) dengan mengambil studi Spesiasi dan Pemisahan Analitik, ia pun mendapatkan gelar doktornya pada 2009.</p><p style="text-align: justify;">Saat berkuliah, Prof. Aman menerima beasiswa untuk menyelesaikan pendidikan magister dan doktornya. Selain itu, saat kuliah dia juga mengajar di Unmul pada 2001 yang merupakan awal mula berdirinya FMIPA Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hingga akhirnya Prof. Aman mendapatkan gelar Prof dan di kukuhkan menjadi guru besar pada Selasa (3/7) lalu. Ia menuliskan jurnal ilmiah dengan judul Perkembangan Kimia Analitik: Pengembangan Metode Analisis <em>Trace</em> dalam Perannya Mendukung Industrialisasi di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah mendapatkan gelar guru besar dan masih menjabat sebagai kepala Laboratorium Kimia Dasar FMIPA Unmul tetap membuatnya selalu konsisten untuk selalu melakukan penelitian. Baginya masih banyak penelitian yang ingin dia capai dan tidak akan ada habisnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga merasa dengan membimbing mahasiswa, memberikan terobosan baru untuk Unmul, mengembangkan ilmu kimia dalam dunia pendidikan maka akan memakmurkan Unmul kedepannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan saya menulis di dalam moto saya yaitu &lsquo;untukmu Universitas Mulawarman, untukmu bangsaku Indonesia, dan untukmu Tuhanku semua karya ini ku persembahkan&rsquo; karena memang akhirnya begitu, bagaimana caranya kita mengisi pembangunan, kalau saya memilih dengan mengabdi di bidang ilmu kimia di Universitas Mulawarman dan tentunya untuk bangsa Indonesia,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>fir/syl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisah di Balik Best Driver, Gim Berkendara Virtual di Jalanan Kota Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisah-di-balik-best-driver-gim-berkendara-virtual-di-jalanan-kota-samarinda/baca </link>
<guid> kisah-di-balik-best-driver-gim-berkendara-virtual-di-jalanan-kota-samarinda </guid>
<pubDate> Fri, 20 Jul 2018 11:48:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Roby Gunawan Baskoro, pencipta aplikasi gim Best Driver. (Sumber: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisah-di-balik-best-driver-gim-berkendara-virtual-di-jalanan-kota-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7nnLZzpYvA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisah di Balik Best Driver, Gim Berkendara Virtual di Jalanan Kota Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Nama Roby Gunawan Baskoro, belakangan ini wara-wiri di lini masa warga Samarinda terkini. Bahkan, ia beberapa kali jadi topik liputan di sejumlah televisi nasional sebagai pencipta aplikasi gim Best Driver. Sebuah gim yang dirancang khusus untuk berkendara taat aturan. Jika melanggar, otomatis gim berakhir.</p><p style="text-align: justify;">Tak seperti gim berkendara pada umumnya, Best Driver berlatar jalan asli Kota Samarinda termasuk nama jalan, ikon tempat, hingga rambu lalu lintas. Semua itu dipotret Roby lewat pengamatan langsung. Inilah daya pikat Best Driver. Tak kurang dari 50 ribu kali, gim ini sudah diunduh sejak dirilis perdana 2017 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Namun, siapa sangka Roby ternyata bukan mahasiswa dari kampus pulau Jawa. Ia warga asli Samarinda yang berkuliah di program studi Ilmu Komputer Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Roby mengatakan, Best Driver sebenarnya &ldquo;ide keceplosan&rdquo; yang akhirnya ia tuangkan dalam topik penelitian skripsi. Roby ingin mengubah paradigma mahasiswa yang menganggap skripsi sebagai persyaratan lulus menjadi persembahan mahasiswa kepada kampusnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kadang kan <em>mindset</em> mahasiswa enggak usah bikin skripsi susah karena bikin lama lulus, justru itu aku ingin mengubahnya. Apa sih ilmu yang kita dapat dari kuliah, lulus itu bonusnya. Jadi aku ingin mempersembahkan seluruh ilmuku,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Proses pembuatan Best Driver, kata Roby, memakan waktu empat bulan, tepatnya Juli hingga Oktober 2016. Adapun, seluruh proses pengerjaannya dilakukan sendiri oleh Roby.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku butuh waktu sebulan buat <em>ngerjain</em> naskah. Mending aku <em>ngerjain</em> aplikasi daripada <em>ngerjain</em> naskah. Makanya memerlukan waktu lama,&rdquo; kata Roby.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Roby menuturkan, Best Driver tak lepas dari beragam kendala. Karena butuh komputer dengan space tinggi, komputernya pernah tiba-tiba mati saat proses optimalisasi aplikasi. Padahal proses itu sudah dinanti selama 12 jam. Tak hanya saat proses pengerjaan, saat sidang pendadaran pun ia harus membawa CPU, monitor, dan seluruh perangkat lainnya dari rumah ke kampus.</p><p style="text-align: justify;">Roby yang kini berstatus karyawan di salah satu perusahaan ternama di Bontang mengaku ingin mengembangkan muatan aplikasi Best Driver. Sayangnya, keinginan itu masih sebatas rencana karena kendala waktu dan tidak tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang membantu. Roby berniat membentuk sebuah komunitas <em>game developer</em> skala kampus di fakultas yang menaunginya dulu, FKTI Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Penginnya merintis ya dari sini (bersama) mahasiswa-mahasiswa Unmul,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Best Driver awalnya hanya bisa diunduh melalui tautan dari <em>website</em>. Namun, jangan khawatir. Best Driver kini sudah bisa diunduh melalui Play Store dengan kata kunci &ldquo;Altway Best Driver&rdquo;. Sementara hanya tersedia di perangkat android. <strong>(<em>rrd/nnd/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rindu Untukmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rindu-untukmu/baca </link>
<guid> rindu-untukmu </guid>
<pubDate> Sat, 21 Jul 2018 11:46:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: riaurealita.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rindu-untukmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XuSf8mPSa3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rindu Untukmu</h1>
			              </header>
			              <p>Jika kesepian dengarlah suara<br>Jika tidak tersampaikan dengarlah nyanyian<br>Sambil meragu mengurungkan sayap<br>Sambil berkelana menunggangi kuda<br>Seperti halnya bukan yang cepat terlupakan<br>Menghilang dalam sunyi,<br>pantulan sinar yang dalam<br>Aksara indah antara rindu dan kematian.</p><p>Seribu malam aku bermimpi<br>Hanya kesedihan yang mengalir kini<br>Meneteskan air mata yang penuh emosi<br>Misalkan dapat lagi kembali,<br>walaupun begitu akankah sama lagi?</p><p>Karena sedih, pipi ini menjadi basah<br>Karena ingin menyampaikan sesuatu, suara ini menjadi serak<br>Sambil mencari bayangan melihat ke bawah<br>Diatas tanah yang berhiaskan bunga kenanga<br>Sambil tersandung memandang ke atas langit<br>Hanya untuk menyampaikan rindu<br>Pada dia yang mungkin kesepian.</p><p>Aku sendiri dan masih berdiri,<br>meski kilaunya kini telang hilang<br>Bahkan sekarang<br>makna yang menghubungkan kita pun telah menghilang<br>Bersama bisikan dalam palung kematian<br>Antara cinta dan pengorbanan.</p><p>Setiap malam aku bermimpi, dan melihatmu dalam kenangan ini<br>Sang kekasih yang hanya tinggal,<br>diatas sebuah tanah dan batu nisan.<br>Yang hanya akan kutemui pada hari penantian..</p><p><strong><em><span lang="IN">Ditulis oleh Putri Damayanti, mahasiswi Pembangunan Sosial, FISIP 2014.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mari Mengintip </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/mari-mengintip/baca </link>
<guid> mari-mengintip </guid>
<pubDate> Sun, 22 Jul 2018 11:27:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/mari-mengintip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CrL6I29Lhf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mari Mengintip</h1>
			              </header>
			              <p><span>Mari mengintip</span><br><span>Sejenak saja cobalah</span><br><span>Kenali aku sekali lagi</span><br><span>Dari sisi lain kita</span></p><p><span>Mari mengintip</span><br><span>Di hari-hari kita yang biasa</span><br><span>Pada waktu makan siang</span><br><span>Atau menjelang tidur malam</span></p><p><span>Mari mengintip</span><br><span>Di sela-sela sibukmu</span><br><span>Pada rutin setiap pagi</span><br><span>Atau pada senggang sore hari</span></p><p><span>Mari mengintip</span><br><span>Mari mengenal kita</span><br><span>Mulai dari lembar awal narasi</span><br><span>Hingga kini di tengah cerita</span></p><p><span>Mari mengintip</span><br><span>Lihat aku sekali lagi</span><br><span>Di depan televisi</span><br><span>Atau di luar jendela entah kemana</span></p><p><span>Mari mengintip</span><br><span>Semua kebiasaan lama</span><br><span>Semua hal yang baru</span><br><span>Kita temu jadi satu</span></p><p><span>Mari mengintip</span><br><span>Sesekali kala bosan</span><br><span>Sesekali tentangmu</span><br><span>Sesekali tentangku</span></p><p><span><strong><em>Ditulis oleh Mochamad Fernanda Fadhila, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2016.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asa Siswa SD di Hari Anak Nasional: "Bapak-Ibu Guru Jangan Galak-Galak" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/asa-siswa-sd-di-hari-anak-nasional-bapak-ibu-guru-jangan-galak-galak/baca </link>
<guid> asa-siswa-sd-di-hari-anak-nasional-bapak-ibu-guru-jangan-galak-galak </guid>
<pubDate> Mon, 23 Jul 2018 11:54:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teman-teman Adi yang sedang asyik bermain. (Sumber: Mahmudhah S) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/asa-siswa-sd-di-hari-anak-nasional-bapak-ibu-guru-jangan-galak-galak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XdDI1nu6ID.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Asa Siswa SD di Hari Anak Nasional: "Bapak-Ibu Guru Jangan Galak-Galak"</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Hai, namaku Christyan Tuna, aku biasa dipanggil Tyan. Saat ini aku kelas 6, aku sekolah di SD Negeri 006 Loa Janan Ilir, Samarinda. Setiap pagi aku pergi ke sekolah, aku harus bersiap lebih awal karena pelajaran dimulai pukul 7 pagi. Untuk itu aku selalu diantar Mamaku dengan menggunakan sepeda motor ke sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Aku tinggal dengan Mama dan Papa, aku juga punya kakak sekarang dia kelas 3 SMA. Kalau habis pulang sekolah biasanya aku main dulu dengan teman-teman, kami biasanya main bola di lapangan dekat rumah atau di halaman rumah.</p><p style="text-align: justify;">Aku juga punya cita-cita, kalau besar nanti aku mau jadi dokter. Mama dan Papa mendukung aku menjadi dokter dan mereka juga selalu memberi aku semangat. Di sekolah aku suka banget pelajaran IPA, aku suka dapat nilai yang bagus.</p><p style="text-align: justify;">Kamu mungkin bertanya, kenapa aku mau jadi dokter? Karena dokter itu bisa menolong orang yang sakit sampai dia bisa sembuh. Supaya aku bisa jadi dokter aku harus sekolah dan rajin belajar. Aku senang sekali bisa sekolah dan belajar bersama teman-teman.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, kadang kasihan juga kalau lihat teman-teman kayak aku yang enggak sekolah. Kadang aku kalau ke Samarinda Kota lihat mereka di jalan, ada yang jualan koran. Aku berharap semoga mereka bisa sekolah kayak aku supaya mereka bisa wujudkan cita-citanya juga.<strong>&nbsp;</strong></p><p align="center" style="text-align: center;"><strong>---</strong></p><p style="text-align: justify;">Hai, aku Andika Dwi Mulyono, panggilanku Adi. Aku tinggal di Kelurahan Lok Bahu, teman-temanku banyak yang beda umur dan lokasi sekolah denganku. Aku sekarang kelas 6 SD, jadi di antara kawanku aku yang paling tua.</p><p style="text-align: justify;">Kami punya cita-cita masing-masing kalau nanti sudah besar. April ingin kerja di kedutaan negara, Felis ingin jadi penyanyi, Didi ingin jadi wartawan, Nova ingin jadi montir, dan Ati ingin punya salon kecantikan. Aku sendiri ingin jadi supir taksi online. Soalnya asyik, Masku kan kerjanya jadi supir taksi online, setiap bawa penumpang itu dia sekalian jalan-jalan.</p><p style="text-align: justify;">Tapi dua temanku, Nova dan Ati punya masalah pelajaran di sekolah. Aku pernah lihat gurunya Nova datang ke rumahnya. Pertama kupikir cuma pengin mampir, tapi kok bisa sampai lima kali. Ternyata gurunya kasih lihat tugas yang Nova kerjain ke ibunya.</p><p style="text-align: justify;">Nova ini masih kelas 3B. Kalau masuk jam istirahat, Nova sering tetap disuruh di dalam kelas sama gurunya. Biar gurunya bisa ngajarin dia lagi. Kalau misalnya Nova masih enggak ngerti pelajarannya, guru itu suka bentak Nova. Kadang-kadang sampai bilang bodoh.</p><p style="text-align: justify;">Kalau Ati lain lagi. Aku dengar wali kelasnya pernah datang ke rumah dia pas habis magrib. Katanya bahas tentang Ati yang sering absen di kelas. Padahal setahuku, Ati adalah temanku yang paling bersemangat saat berangkat ke sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Didi temanku yang juga satu kelas sama Ati cerita ke aku. Kalau wali kelasnya terlalu galak saat mengajar. Gara-gara itu Ati jadi takut masuk kelas karena takut akan dimarahi kalau dia salah hitung.</p><p style="text-align: justify;">Kalau aku boleh bertanya, apakah guru-guru berpikir jika kami dibentak, maka kami akan langsung paham? Menurutku tidak, menurut teman-temanku juga tidak.</p><p style="text-align: justify;">Kami juga punya cita-cita yang ingin kami raih. Kami bersekolah agar kami belajar apa artinya disiplin, pintar, sopan, dan sabar. Jadi kalau aku bisa bicara ke ibu-bapak guru, aku mau bilang, &quot;Tolong, Pak, Bu. Ajari kami, tapi jangan galak-galak, ya.&quot; <strong>(</strong><strong><em>wil/cin/wal/aml</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Freeport Didapat Tidak Gratis, Hati Masyarakat Indonesia Teriris </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/freeport-didapat-tidak-gratis-hati-masyarakat-indonesia-teriris/baca </link>
<guid> freeport-didapat-tidak-gratis-hati-masyarakat-indonesia-teriris </guid>
<pubDate> Tue, 24 Jul 2018 12:19:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/freeport-didapat-tidak-gratis-hati-masyarakat-indonesia-teriris/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O5UB4UCDqP.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Freeport Didapat Tidak Gratis, Hati Masyarakat Indonesia Teriris</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>&quot;Bangsa yang besar adalah bangsa yang berdaulat di bidang energi dan ekonomi. Dengan kita berdaulat, maka rakyat akan menjadi pemenang di negara sendiri.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Polemik tarik ulur antara pemerintah dan PT Freeport Indonesia terkait permasalahan pelepasan saham telah menghasilkan kesepakatan pada Kamis, 12 Juli 2018. Proses pelepasan 51% saham PT Freeport Indonesia kepada pemerintah dapat dituntaskan, untuk mengakhiri tarik ulur yang sudah berlangsung puluhan tahun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan Freeport-McMoRan telah meneken pokok-pokok kesepakatan divestasi atau<em>Head of Agreement</em><span>&nbsp;</span>(HoA) saham PT Freeport Indonesia. Dalam kesepakatan ini Inalum akan menguasai 41,64% PT Freeport Indonesia. Langkah ini untuk menggenapi 51% kepemilikan saham oleh pihak nasional. Hasil ini tentu akan menjadi keuntungan besar bagi negara. Tetapi semua itu didapatkan tidaklah secara gratis. Diperlukan dana sekitar 55 triliun untuk divestasi saham Freeport dan membutuhkan waktu negosiasi kurang lebih 3,5 tahun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kewajiban divestasi 51% sebenarnya sudah diatur sejak PT Freeport Indonesia meneken Kontrak Karya yang kedua pada 1991, tetapi transisi kepemimpinan dan kebijakan membuat ketentuan tersebut membuat proses negosiasi antara kedua belah pihak menjadi lama. Bahkan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2014, mengubah kewajiban divestasi menjadi 30%.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian, kebijakan itu dianulir oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, dengan menerbitkan aturan baru yang menganulir kebijakan divestasi 30% dan kembali menyatakan divestasi 51% untuk Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sudah 51 tahun PT Freeport Indonesia menggali sumber daya alam Indonesia dengan potensi tambang emasnya yang besar untuk mensejahterakan masyarakat. Ini tak terlepas dari pemerintah yang masih mempermudah regulasi bagi pihak asing sehingga kita menjadi penonton dirumah sendiri. Hasilnya, jelas merugikan Indonesia dengan hanya memiliki saham di PT Freeport Indonesia sebesar 9,36%.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama ini, sumber daya alam kita tidak bisa mensejahterakan masyarakat karena pihak asing mengebiri. Jelas, pemerintah tidak pernah berdaulat dan selalu bertentangan dengan amanat konstitusi Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa &ldquo;Bumi dan air serta kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tentu, masih banyak catatan kritis dari kesepakatan divestasi saham 51% untuk pemerintah ini dan ternyata belum ada transparasi capaian kesepakatan secara detail terkait penentuan nilai dan pelepasan saham PT Freeport Indonesia yang membutuhkan dana sebesar 3,85 miliar dolar AS.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berikut catatan kritis dan sikap BEM FEB Unmul terkait divestasi saham sebagai berikut:</span></p><ol><li style="text-align: justify;"><span>Mendesak pemerintah untuk mentransparasikan capaian komitmen dan kesepakatan akan bentuk pengelolaannya yang sesuai dengan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas dan memberikan sanksi terkait pelanggaran lingkungan yang dilakukan PT Freeport Indonesia.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Menuntut pemerintah untuk konsisten memberikan PI 10% kepada masyarakat Papua.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus PHK 8.000 karyawan PT Freeport Indonesia dengan mendapatkan hak kerjanya kembali.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Menagih janji pemerintah untuk menjaga kedaulatan energi, migas dan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.</span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Ada fakta menarik terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia. Pertama, adanya HoA ini belum memastikan saham Freeport milik Indonesia. Pasalnya transaksi kedua belah pihak belum terealisasi. Belum adanya capaian kesepahaman, komitmen dan kesepakatan akan bentuk pengelolaannya sesuai IUPK. PT Freeport Indonesia bukan hanya harus melepaskan 51% sahamnya untuk dimiliki Indonesia.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun perlu ditegaskan, PT Freeport Indonesia juga harus menyepakati klausa kewajiban melakukan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri untuk peningkatan nilai tambah dan sepakat atas ketentuan fiskal dan perpajakan secara prevailing yang disyaratkan pemerintah. Namun, butir-butir tersebut belum dicapai dalam kesepakatan disvestasi termasuk pula masalah kepastian tenaga kerja yang di PHK akibat kasus operasional dan permasalahan kerusakan lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fakta kedua, belum jelasnya mekanisme penyerahan PI 10% kepada Papua. Karena perjanjian perpanjangan Kontrak PT Freeport Indonesia hanya tertulis pelepasan saham 51% yang akan diserahkan kepada PT. INALUM sebagai pelaksana. Secara sederhana, peralihan dari rezim kontrak karya ke rezim IUPK hanya menyebutkan perjanjian 51% kepada pemerintah sedangkan posisi PI 10% ke Papua bukan bagian dari isi kontrak PT Freeport Indonesia terbaru. PI hanya diatur dalam bentuk MoU, bukan terikat dalam bentuk peraturan perundang-undangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga hari ini, hasil kesepakatan antara PT Freeport Indonesia dan pemerintah masih terus dijalankan. Namun, pemerintah banyak sekali kebobolan dalam kesepakatan disvestasi kali ini. Kegagalan sebagai negara berdaulat terlihat dengan hasil menang dan kalah. Menang untuk PT Freeport Indonesia dan kalah untuk rakyat Indonesia. Jelas, pemerintah mengaburkan semangat kedaulatan dalam mengelola hasil kekayaan alam dari bumi pertiwi untuk menghapus kesenjangan yang terjadi di masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nasionalisasi harus terus digaungkan jika ingin rakyat sejahtera. Indonesia harus berani bersikap sehingga tidak lagi dipermainkan atau malah dirugikan!</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em><em><span>Siaran Pers BEM FEB Unmul terkait divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia yang ditulis oleh Freijae Rakasiwi, Gubernur BEM FEB Unmul 2018.</span></em></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masuk Etnomusikologi, Dian: Saya Dengar dari Soimah di Dangdut Academy </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masuk-etnomusikologi-dian-saya-dengar-dari-soimah-di-dangdut-academy/baca </link>
<guid> masuk-etnomusikologi-dian-saya-dengar-dari-soimah-di-dangdut-academy </guid>
<pubDate> Wed, 25 Jul 2018 14:06:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi ( Sumber: fib.uns.ac.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masuk-etnomusikologi-dian-saya-dengar-dari-soimah-di-dangdut-academy/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K8HS8teg2a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masuk Etnomusikologi, Dian: Saya Dengar dari Soimah di Dangdut Academy</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Namanya Dian Pratama. Ia adalah salah satu mahasiswa yang diterima di program studi Etnomusikologi FIB Unmul melalui jalur SBMPTN 2018. Kendati mengaku belum lama mengenal prodi ini, pemuda yang akrab disapa Dian itu mantap memilih Etnomusikologi sebagai disiplin ilmu yang bakal ia jalani.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku baru tahu ada prodi Etnomusikologi saat menonton ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di salah satu stasiun televisi swasta. &quot;Saya kan sering nonton Dangdut Academy, nah di situ <em>Ma&apos;e</em> Soimah pernah <em>nyebutin</em> jurusan Etnomusikologi,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari acara dangdut tersebut, ia penasaran lalu mencari informasi lebih lanjut tentang Etnomusikologi. Meski awalnya bingung, keyakinannya bertambah manakala majalah dinding sekolahnya memuat selebaran sosialisasi prodi Etnomusikologi FIB Unmul. Prodi Etnomusikologi ini sudah mulai menerima mahasiswa angkatan pertamanya pada tahun 2014.</p><p style="text-align: justify;">Dian yang memang sudah menyukai musik, ingin merambah kemampuannya di seni musik etnik. Sebab menurutnya, ia hanya memiliki modal vokal yang baik. Satu lagi alasan bagi Dian memilih Etnomusikologi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sudah lama menyukai musik tapi hanya vokal, maka dari itu saya masuk jurusan Etnomusikologi agar saya bisa bermain musik dan meninggikan musikalitas di dalam diri saya,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya, ada tujuan mulia yang ingin dicapai Dian selepas lulus nanti, yaitu menjadi guru seni di Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Barat, desa asalnya. Ia prihatin karena tidak ada satupun guru seni di desanya. Ia merasa ikut bertanggung jawab untuk melestarikan tradisi desanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapan saya, semoga jurusan Etnomusikologi lebih dikenal orang banyak. Agar tahu jurusan Etnomusikologi itu tidak hanya belajar musik saja, tapi banyak selain itu,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>unmul.ac.id</em>, ada tiga materi ujian yang harus dilewati calon maba Etnomusikologi yakni, tes musikalitas, praktik instrumen, dan pengetahuan dalam bentuk wawancara. Semuanya dilakukan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) pada Rabu, (18/7). Tercatat ada 10 peserta yang mengikuti tes tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk wawancara seputar pengetahuan musik dan ilmu kesenian, dilakukan langsung oleh Ketua Prodi Etnomusikologi Asril Gunawan. Kemudian, dilanjutkan dengan tes kemampuan pengenalan nada hingga uji kompetensi memainkan alat musik tradisional dan modern.</p><p style="text-align: justify;">Dekan FIB Mursalim berharap, prodi Etnomusikologi kelak mampu mencetak lulusan seni dan musik baik di bidang pendidikan, maupun praktisi yang mampu mangambil peran dalam pengembangan musik etnis khas Kaltim, melalui kajian-kajian ilmiah yang berkesinambungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tunjukkan kemampuan dan bakat ananda sekalian dalam ujian ini. Semoga akan muncul ilmuwan musik etnis yang mewakili Kaltim dan menyumbangkan prestasi bagi kekayaan khasanah Etnomusikologi nusantara,&quot; katanya. <strong>(<em>wil/aml/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berkenalan dengan Desainer si Opan Maskot Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berkenalan-dengan-desainer-si-opan-maskot-unmul/baca </link>
<guid> berkenalan-dengan-desainer-si-opan-maskot-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 26 Jul 2018 12:53:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemenang  Mulawarman Mascot Design Competition. (Sumber: Instagram Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berkenalan-dengan-desainer-si-opan-maskot-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1djvWlzFG7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berkenalan dengan Desainer si Opan Maskot Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Semula hanya jadi cadangan dan tak diunggulkan si empunya, tapi siapa sangka pilihan justru jatuh pada si Opan. Meski belum melakukan peluncuran secara resmi, akun Instagram milik Unmul telah mempublikasi pemenang <em>Mulawarman Mascot Design Competition</em> ini pada 18 Juli lalu.</p><p style="text-align: justify;">Adalah Muchlis Gustiawan seorang mahasiswa Administrasi Negara angkatan 2013 yang menciptakan karakter Opan. Ia bercerita bahwa Opan awalnya hanya menjadi desain cadangan. Dalam lomba maskot ini ia membuat dua desain; di sini ia lebih menjagokan desain burung enggang buatannya daripada Opan dengan karakter orang utan.</p><p style="text-align: justify;">Proses seleksi maskot Unmul ini cukup memakan waktu. Seleksi penilaian desain telah dimulai sejak April. Awalnya setiap peserta diperbolehkan mengirim hingga tiga desain, sedangkan keikutsertaan dibebaskan boleh sendiri atau dengan tim.</p><p style="text-align: justify;">Muchlis menyebut bahwa total desain calon maskot Unmul berjumlah 25 desain. Setelah melalui serangkaian seleksi juri, terpilihlah lima besar calon maskot yang akan bersaing. Rezeki si Opan, sebab ialah desain cadangan Muchlis yang ternyata masuk dalam daftar lima besar bersama dengan calon maskot Unmul lainnya seperti Si Bula, Ranmul, Endang, dan Beno.</p><p style="text-align: justify;">Keahlian desain Muchlis sudah diasahnya sejak duduk di bangku SMA. Bagi Muchlis, Opan adalah representasi keunggulan dan kebesaran Unmul sebagai universitas terbesar di Benua Etam. Ia menggunakan karakter orang utan karena selain merupakan satwa khas Kalimantan, keberadaannya juga menandakan keanekaragaman hutan Kalimantan. Bendera yang digenggam si Opan pun bertuliskan &ldquo;Pusat Unggulan Studi Tropis&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kompetisi ini para peserta yang bersaing tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen. Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat ataupun membuat Muchlis minder.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak memikirkan hasil akhir, tapi saya punya keinginan sebelum lulus dari kampus saya ingin memberikan karya terbaik saya untuk Unmul,&rdquo; kata Muchlis.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini info awal yang diterima Muchlis, dari terpilihnya Opan sebagai maskot ia akan menerima hadiah berupa uang senilai Rp 10 juta dan sebuah piagam penghargaan. Perihal akan diapakan hadiah ini, Muchlis sudah punya rencana untuk meneraktir teman-temannya yang sudah memberi semangat dan mendukungnya selama lomba. <strong>(<em>gie/fir/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dorong  UMKM Lewat Digitalisasi, FEB Unmul Gelar Semnas bersama Tiga Narasumber Ahli </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/dorong-umkm-lewat-digitalisasi-feb-unmul-gelar-semnas-bersama-tiga-narasumber-ahli/baca </link>
<guid> dorong-umkm-lewat-digitalisasi-feb-unmul-gelar-semnas-bersama-tiga-narasumber-ahli </guid>
<pubDate> Fri, 27 Jul 2018 12:49:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar Nasional dan Call  of Paper  dengan tema Digitalisasi UMKM di Era Globalisasi prodi Manajemen FEB Unmul. (Sumber: Syalma Namira) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/dorong-umkm-lewat-digitalisasi-feb-unmul-gelar-semnas-bersama-tiga-narasumber-ahli/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Q3TMlXz6bA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dorong  UMKM Lewat Digitalisasi, FEB Unmul Gelar Semnas bersama Tiga Narasumber Ahli</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Seiring berkembangnya teknologi, segala aspek kehidupan manusia ikut berkembang. Tak terkecuali pasar. Proses jual beli dengan cara konvensional mulai bergeser ke cara yang lebih modern. Konsumen di era globalisasi cenderung lebih tertarik melakukan transaksi secara <em>online</em> karena bisa dilakukan kapan dan di mana saja.</p><p style="text-align: justify;">Data dari <em>We are Social</em> menunjukkan angka pengguna internet di Indonesia pada Januari 2017 telah menyentuh angka 132.7 juta jiwa atau sekitar 51 persen dari total penduduk. Kenyataan masih ada sebagian penduduk yang belum tersentuh dunia digital meski dinilai memudahkan terutama dalam &nbsp;bisnis &nbsp;usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul, prodi Manajemen, menyelenggarakan Seminar Nasional dan <em>Call &nbsp;of Paper &nbsp;</em>dengan tema <em>Digitalisasi</em> UMKM di Era Globalisasi.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM FEB Freijae Rakasiwi mengatakan acara ini merupakan bentuk konkret dedikasi FEB dalam merespons teknologi yang sinkron dengan digitalisasi UMKM. Menurutnya, digitalisasi diperlukan agar UMKM menjadi lebih inovatif dan cepat berkembang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Digitalisasi UMKM supaya apa? Supaya ada inovasinya, supaya pemasarannya bagus, supaya pasar tertarik, dan <em>trust-</em> nya dari masyarakat juga ada untuk UMKM,&quot; kata Freijae.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Reza Munandar salah satu anggota HIMA Manajemen 2016 menyebut acara ini adalah berguna untuk meningkatkan akreditasi prodi manajemen menjadi A.</p><p style="text-align: justify;">Seminar Nasional dan <em>Call of Paper&nbsp;</em>&ldquo;Digitalisasi UMKM di Era Globalisasi&rdquo; terselenggara pada Kamis, (26/7) di Gedung Dekanat FEB lantai tiga. &nbsp;Seminar dimulai pukul 09.00 Wita dengan menghadirkan tiga narasumber ahli yakni Prof. Dr. Sudarmiantin, Msi selaku Guru Besar Universitas Negeri Malang, Ir. Erwinsyah, M.Si dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim, dan Gusfiannur selaku Ketua Komunitas Tangan di Atas (TDA) Kaltim dan <em>owner&nbsp;</em>Geprek Express. Acara berlanjut pada <em>call of paper&nbsp;</em>pukul 13.00 di mana para dosen dan akademisi menyampaikan hasil-hasil penelitiannya.</p><p style="text-align: justify;">Prof. Dr. Tetra Hidayati dosen FEB sekaligus ketua panitia menyatakan bahwa para narasumber terundang dipilih karena mereka menguasai ilmunya masing-masing di bidang bisnis. Masing-masing narasumber mewakili pemerintah, prakitisi, dan akademisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bu Sudarmiatin selama ini konsen terhadap <em>entrepreneurship</em>, sehingga menurut saya sudah tidak meragukan lagi pengalamannya. Kemudian, Mas Gusfianur kebetulan sudah menggeluti bidang bisnis yang berkaitan dengan digitalisasi sehingga saya kira bisa berbagi pengalamannya terkait proses bisnis digitalisasi. Pak Fuad dari Disperindagkop tentunya mempunyai kepentingan untuk memfasilitasi masyarakat samarinda terkait bagaimana melakukan perubahan-perubahan proses bisnis di samarinda,&rdquo; jelas Hidayati.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Hidayati, antusiasme acara ini sangat tinggi dibuktikan dengan adanya peserta yang datang dari luar kota seperti Balikpapan. Hidayati mengatakan bahwa pendaftar acara ada yang berasal dari Aceh dan Jakarta, namun batal datang karena harga tiket perjalanan yang mahal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Antusias peserta bisa dilihat sangat banyak tapi kalau nggak musim liburan pasti bisa lebih banyak dari ini,&rdquo; ujar Hidayati. <strong>(<em>bip/</em><em>rrd/syl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keadilan yang Ku Rindukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/keadilan-yang-ku-rindukan/baca </link>
<guid> keadilan-yang-ku-rindukan </guid>
<pubDate> Sat, 28 Jul 2018 11:17:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: news.detik.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/keadilan-yang-ku-rindukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xAy72QbnId.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keadilan yang Ku Rindukan</h1>
			              </header>
			              <p>Detik menghabiskan waktu<br>Garuda terbang meneriakkan jeritan<br>Detakan nafasnya pun mulai memekik<br>Mencari nafas yang dianggap suci<br>Menulusuri segala yang bernyawa<br>Demi untuk menyambung hidupnya.</p><p>Tapi kini semua berbeda<br>Nafas suci tidak lagi ada<br>Semua kering dan terasa sesak<br>Yang tersisa hanyalah manusia,<br>mausia yang penuh dengan keserakahan.<br>Yang meninggalkan segala dasar-dasarnya.</p><p>Jiwanya pun meronta-ronta<br>Menjerit marah di dalam tubuhnya<br>Menginginkan nafas suci untuk tidak hilang<br>Menginginkan nafas suci untuk tetap bertahan</p><p>Namun semua terasa sulit<br>Seperti impian, sekarang hanya menjadi sebuah harapan<br>Lihat saja, nafas suci terlihat seperti sebuah permainan<br>Tidak ada lagi kehidupan di dalamnya<br>Tidak ada lagi kemanusiaan di dalamnya<br>Tidak ada lagi nafas suci yang bermandikan keadilan<br>Membuat harapan berubah menjadi suram</p><p>Garuda pun menangis<br>Karena tidak bisa menyelamatkan kertas keadilan,<br>dari mereka yang tamak.<br>Palu sidang pun juga menangis<br>Karena tidak bisa menghentikan sebuah putusan.</p><p>Wahai nafas suci..<br>Apakah kau masih ada?<br>Atau kau masih bersembunyi di bawah ketakutan<br>Apa harus darah ku ini ku alirkan pada nadimu?<br>Sehingga kau mau menampakkan diri<br>Apa harus aku melukai matamu dengan cakarku ini?<br>Agar kau mau keluar dari ketidakpedulianmu<br>Apa harus aku memberikan sayapku ini?<br>Agar engkau kembali berdiri atas nama keadilan<br>Jika itu yang engkau inginkan, maka akan kuberikan<br>Karena aku ingin melihat keadilan<br>Yang selama ini ku rindukan.</p><p><strong><em><strong><em><span lang="IN">Ditulis oleh Putri Damayanti, mahasiswi Pembangunan Sosial, FISIP 2014.</span></em></strong></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Breakfast Club: Andil Orang Tua Mencipta Anak-Anak Nakal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-breakfast-club-andil-orang-tua-mencipta-anak-anak-nakal/baca </link>
<guid> the-breakfast-club-andil-orang-tua-mencipta-anak-anak-nakal </guid>
<pubDate> Sun, 29 Jul 2018 11:52:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> The Breakfast Club (Sumber: corporate.target.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-breakfast-club-andil-orang-tua-mencipta-anak-anak-nakal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m4rOXyXn3u.png" />
					</figure>
			                <h1>The Breakfast Club: Andil Orang Tua Mencipta Anak-Anak Nakal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : The Breakfast Club (1985)<br>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Komedi, Drama<br>Distribusi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Universal Pictures<br>Sutradara &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : John Hughes<br>Produser &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Ned Tanen, John Hughes<br>Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Judd Nelson, Emillio Esteves, Anthony Michael Hall, Molly Ringwald, Ally Sheedy. Paul Gleason, John Kapelos<br>Durasi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 97 menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong><em>&ldquo;We&rsquo;re all pretty &nbsp;bizzare. Some of us are just better at hiding it, that&rsquo;s all.&rdquo;</em> The Breakfast Club adalah salah satu film bertema remaja yang pernah menjadi <em>trendsetter</em> pada masanya. Duduknya John Hughes (penulis skenario Home Alone Series) di kursi sutradara sekaligus penulis skenario, film ini menjadi begitu konik dan membuat penontonnya merasakan emosi serta pesan yang ingin disampaikan dalam film ini.</p><p style="text-align: justify;">Film ini bercerita tentang lima anak yang harus menjalani &ldquo;jam tambahan&rdquo; di sekolah pada hari libur karena kenakalan serta ulah yang mereka lakukan. Mereka adalah John Bender, Andrew Clark, Brian Johnson, Claire Standish, dan Allison Reynolds. Mereka dikumpulkan dalam ruang perpustakaan dengan perintah tidak boleh berbicara, meninggalkan kursi mereka, dan tertidur, serta hukuman esai &nbsp;dari guru mereka, Mr. Richard Vernon. Mungkin hal ini terkesan biasa, namun latar belakang masing-masing karakterlah yang menjadi daya tarik dari film ini. John adalah preman sekolah, Andrew adalah atlit gulat di sekolah, Brian seorang kutu buku yang pintar, Claire adalah gadis paling populer dan kaya, dan Allison adalah seorang gadis misterius yang diabaikan di sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Film ini mengangkat isu-isu sosial di mana pada masa lalu para orang tua memaksakan anaknya untuk menjadi seperti yang mereka inginkan, sistem sekolah yang mengkotak-kotakkan status, serta persoalan-persoalan yang seringkali dialami remaja pada saat itu. Tiap pemain menjadikan diri mereka sebagai ikon dan cerminan para remaja pada tahun 1980-an.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa adengan yang boleh dibilang <em>memorable</em> di benak penonton. Terutama akting dari Judd Nelson sebagai John Bender sang preman sekolah. Salah satunya etika Bender yang bandel berulah dengan mengendurkan dan mengambil sekrup pintu ruang perpustakaan sehingga Mr. Vernon kewalahan dan tidak dapat mengawasi mereka. Hal ini membuat keempat anak lainnya terkejut dan mau tidak mau harus beralasan untuk menutupi ulahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika pengawasan dari Mr. Vernon menjadi kendur, mereka mulai bertingkah gila, dan akhirnya membuka masing-masing permasalahan mereka, salah satunya hubungan yang mereka jalani dengan keluarga mereka. Orang tua Allison mengabaikannya karena masalah pribadi keduanya, Ayah Andrew yang selalu mengkritik perjuangannya dalam pertandingan gulat dan selalu menekannya sebanyak mungkin, Ayah Bender yang secara verbal dan fisik memukuli dan memperlakukannya dengan kasar, Brian yang ditekan oleh orang tuanya untuk mencapai nilai-nilai tertinggi, dan Claire yang digunakan orang tuanya hanya untuk rujuk kembali ketika mereka berselisih dan terancam bercerai. Mereka menyadari bahwa dibalik semua perbedaan mereka, mereka menghadapi masalah yang hampir sama.</p><p style="text-align: justify;">Ketika hukuman mereka mendekati akhir, mereka setuju bahwa Brian-lah yang akan menulis esai untuk mewakili mereka semua. Setelah Brian selesai menulisnya, ia meninggalkannya di meja untuk dibaca Mr. Vernon.</p><p style="text-align: justify;">Kelima pemain berhasil menghidupkan karakter dengan sangat sempurna. Dengan naskah yang berbobot dan mempunyai <em>tone&nbsp;</em>yang bervariasi, meskipun syuting hanya dilakukan di lorong serta ruangan sekolah, namun mereka dapat menampilkan kegilaan hingga kegalauan yang dirasakan oleh setiap karakter.</p><p style="text-align: justify;">Lebih dari itu, pesan yang ingin disampaikan di dalam film ini adalah bagaimana menjadi remaja yang apa adanya. Sebab, apapun latar belakangnya, ketika dihadapkan pada sebuah tekanan dan masalah, semuanya akan berada pada keadaan yang sama. Semua permasalahan mengenai kekurangan pasti memiliki pemecahan, namun akan lebih baik apabila dapat diselesaikan bersama-sama dengan orang-orang yang mendukung kita.</p><p style="text-align: justify;"><em>Scene&nbsp;</em>favorit serta ikonik dari The Breakfast Club adalah <em>ending</em> dari film ini sendiri, adalah setiap karakter merasa tergugah dan puas setelah pertemuan tidak terduga mereka pada Sabtu pagi yang membosankan. Meski <em>jadul</em>, film ini masih cukup relevan <em>kok</em> untuk disaksikan sekarang. <strong>(<em>len/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Minggu Pagi Melawan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-minggu-pagi-melawan/baca </link>
<guid> aksi-minggu-pagi-melawan </guid>
<pubDate> Sun, 29 Jul 2018 12:17:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Minggu Pagi Melwan BEM FEB Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-minggu-pagi-melawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/btDmYRSqZD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Minggu Pagi Melawan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Salam Dedikasi!</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenaikan harga kebutuhan pokok yakni daging ayam dan telur bukan saja memperbesar beban masyarakat pada umumnya, tetapi juga akan berpengaruh terhadap pendapatan dan daya beli menurun khususnya. Dan akan mengakibatkan kesenjangan pada masyarakat&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Dalam satu pekan terakhir, masyarakat dibuat gelisah dengan kondisi perekonomian yang kian hari kian sulit. Di tengah pendapatan tidak naik signifikan, justru pengeluaran semakin bertambah seiring naiknya harga barang maupun pangan.</p><p style="text-align: justify;">Di Samarinda pun tak ketinggalan ikut merasakan kenaikan harga. Terutama daging ayam dan telur ayam. Melonjaknya harga daging ayam dan telur dipasar tradisional di Samarinda mulai membuat masyarakat resah. Selain harga semakin mahal, diperparah lagi pasokan daging ayam juga terus menipis. Ini berdampak sangat besar yang membuat para penjual daging ayam dan UMKM tutup karena tidak mampu lagi menanggung biaya bahan baku semakin membengkak.</p><p style="text-align: justify;">Parahnya, kelangkaan hingga melonjaknya harga daging ayam maupun telur di pasar menjadi keresahan dan belum direspons oleh Pemkot. Pasalnya, sampai saat ini Pemkot Samarinda belum ada mengambil langkah nyata menyelesaikan permasalahan kenaikan harga tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, kenaikan harga daging ayam di sejumlah pasar di Kota Samarinda bervariasi sehingga masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam. Untuk ukuran daging ayam kecil (ukuran 1 kilogram), semula dijual Rp25 ribu, namun kini naik menjadi Rp33 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk harga daging ayam ukuran besar dengan berat 2 kilogram semula dibanderol Rp60 ribu. Nah, kini harganya melonjak hingga Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per ekornya. Untuk telur harganya sudah meroket dengan harga Rp47-Rp55 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Sehubungan dengan masalah yang menghampiri masyarakat, harga daging ayam maupun telur sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan di Samarinda. Terkhusus untuk daging ayam. Kita ketahui bahwa apabila harga barang naik, maka jumlah barang yang diminta akan turun. Sebaliknya, apabila harga barang turun, maka jumlah barang yang diminta akan naik. Di dalam teori hukum penawaran barang pun sama. Apabila harga barang naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik pula. Sebaliknya, apabila harga barang turun, maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sepekan terakhir sumber kenaikan harga daging ayam maupun telur dapat disebabkan antara lain:</p><p style="text-align: justify;">1. Minimnya stok daging ayam maupun telur yang dijual di kalangan pedagang.</p><p style="text-align: justify;">2. Pengurangan distribusi anak ayam dari pusat ke daerah-daerah. Sehingga menyebabkan stok daging ayam menjadi berkurang.</p><p style="text-align: justify;">3. Harga pakan ayam yang naik. Ini disebabkan masalah pakan dan bibit ayam memang bergantung pada pasokan dari pemerintah pusat. Sehingga, ketika ada masalah atau pengurangan dari pusat, maka akan berdampak langsung pada masyarakat yang ada di tingkat kabupaten/kota.</p><p style="text-align: justify;">Daging ayam maupun telur sebagai salah satu bahan makanan pokok yang setiap hari dikonsumsi oleh masyarakat. Jelas, yang dirugikan dalam kenaikan harga ini adalah konsumen dan para pedagang yang akan merogoh kocek lebih dalam serta akan mengurangi pembelian dikarenakan pengeluaran membengkak. Dampak yang terjadi dari permasalahan kenaikan harga ayam sudah dirasakan oleh masyarakat, antara lain:</p><ol><li style="text-align: justify;">Menurunya pendapatan peternak ayam dan penjual daging ayam.</li><li style="text-align: justify;">Para peternak dan penjual akan mengalami kerugian bila ini terus terjadi.</li><li style="text-align: justify;">Permintaan akan daging ayam dan telurnya pasti akan mengalami penurunan yang cukup drastis.</li><li style="text-align: justify;">Harga makanan semakin naik sehingga para pelaku usaha terancam gulung tikar.</li><li style="text-align: justify;">Pengeluaran semakin membengkak, sehingga akan menyebabkan daya beli masyarakat akan turun.</li></ol><p style="text-align: justify;">Persoalan kenaikan harga daging ayam dan telur sudah membuat masyarakat gelisah. Namun, pemerintah diam seribu bahasa. Tidak ada pergerakan konkret yang signifikan untuk mengintervensi harga di pasar, terutama pemerintah kota Samarinda dalam hal ini walikota sebagai subjek pelaksana. Masyarakat sudah kecewa dengan gelombang permasalahan datang silih berganti, ini membuat kesejahteraan masyarakat akan semakin jauh dan malah semakin sulit.</p><p style="text-align: justify;">Dengan dasar di atas , BEM FEB Unmul menyampaikan 3 tuntuntan kepada pemerintah kota Samarinda sebagai berikut:</p><ol><li style="text-align: justify;">Mendesak Pemerintah kota Samarinda menstabilkan harga daging ayam dan telur di pasar.</li><li style="text-align: justify;">Menindak tegas para mafia penyelundupan daging ayam yang membuat harga semakin naik.</li><li style="text-align: justify;">Mendesak walikota Samarinda melakukan operasi pasar sampai harga daging ayam dan telur benar-benar turun dan stabil.</li></ol><p style="text-align: justify;">Stabilitas harga kebutuhan barang pokok menjadi instrumen kesejahteraan masyarakat. Harga barang pokok menjadi indikator pengeluaran dan pendapatan masyarakat. Namun, bulan Juli ini masyarakat dikagetkan dengan naiknya harga daging ayam dan telur.</p><p style="text-align: justify;">Setiap kali ada kenaikan harga daging ayam maupun telur yang menjadi kebutuhan pokok di masyarakat, masyarakat akan selalu menolak karena akan menimbulkan dampak buruk. Mengingat keberadaan&shy;nya yang begitu penting, maka apapun kondisi atau sesuatu yang timbul dari barang pokok tersebut akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat, dan akan memberikan<em>&nbsp;multi player efek</em> yang begitu besar bagi semua sektor kehidupan.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah sama sekali tidak berpihak kepada rakyat, selalu menerapkan pengelolaan harga yang salah kaprah, sehingga kesejahteraan rakyat menjadi pilar utama yang dikorbankan dalam sebuah kebijakan, bukan dinomorduakan. Teruslah menguggat, nyanyikan melodi perlawanan, bahwa rakyat tidak sepakat harga barang pokok daging ayam dan telur naik!</p><p style="text-align: justify;">Mari bapak walikota, kita bertemu dengan mahasiswa, masyarakat, pelaku UMKM, dan pedagang ayam untuk bapak cepat gerak menyelesaikan masalah kenaikan harga ini. Jangan bersembunyi lagi, Pak, dari kegelisahan masyarakat!</p><p style="text-align: justify;">Panjang umur perlawanan!<br>Hidup Rakyat Indonesia!</p><p style="text-align: justify;">Samarinda, 29 Juli 2018</p><p style="text-align: justify;">Salam,</p><p style="text-align: justify;">BEM FEB Unmul<br>&quot;Dedikasi Untuk Indonesia&quot;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lolos Program NIAPP, Dua Mahasiswa Unmul ke Australia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lolos-program-niapp-dua-mahasiswa-unmul-ke-australia/baca </link>
<guid> lolos-program-niapp-dua-mahasiswa-unmul-ke-australia </guid>
<pubDate> Sun, 29 Jul 2018 13:09:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mita Sari, mahasiswi Peternakan, Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lolos-program-niapp-dua-mahasiswa-unmul-ke-australia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z1GhMm2INd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lolos Program NIAPP, Dua Mahasiswa Unmul ke Australia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent;">SKETSA -</strong><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Dapat kesempatan berkunjung dan belajar ke negara lain merupakan salah satu impian banyak orang, tak terkecuali mahasiswa. Terlebih perjalanan tersebut tidak memungut biaya sama sekali alias gratis. Lalu bagaimana caranya?</span></p><p style="text-align: justify;">Indonesia Australia Pastoral Industry Program (NIAPP) merupakan sebuah <span>program kerja sama antara Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) dengan Northern Territory Cattlemens Association (NTCA) Australia. <span>Tujuannya adalah sebagai sarana program magang bagi mahasiswa peternakan Indonesia yang akan mempelajari sistem industri peternakan yang baik terutama sapi potong dari Australia.</span></span></p><p style="text-align: justify;">Mita Sari dan Alvarihi Debora Bahihi merupakan dua mahasiswi Unmul yang terpilih dan dapat kesempatan mengikuti program ini. Mahasiswi prodi Peternakan, Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul ini sebelumnya telah lewati serangkaian tes.</p><p style="text-align: justify;">Saat diwawancarai <em>Sketsa</em>, Mita telah berada di Australia. Dia pun menjelaskan proses yang dilaluinya sebelum terpilih berangkat ke Australia. Tahapan seleksi yang dilalui Mita bersama rekannya sangatlah ketat, dimulai dari seleksi administrasi hingga tahap wawancara oleh NTCA Australia.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dinyatakan lulus oleh panitia pelaksana, Mita dan peserta lainnya harus mengikuti karantina terlebih dahulu. Karantina dilaksanakan di Cianjur, Jawa Barat mulai dari 23-27 Juni 2018. Sebagai persiapan awal, para peserta diberi bekal terkait pengendalian ternak, kesejahteraan hewan, hingga sejarah program NIAPP.</p><p style="text-align: justify;">Masa karantina pun berakhir, tiba saatnya para peserta memuai perjalan ke Australia. Selama 10 minggu peserta akan melaksanakan petalihan dan magangnya di Northern Territory, Australia terhitung sejak 1 Juli hingga 5 September 2018 nanti.</p><p style="text-align: justify;">Mita pun merasa bangga bisa terpilih menjadi salah satu dari 20 peserta yang mengikuti program ini, terlebih lagi yang menjadi saingannya adalah mahasiswa dari universitas bergengsi di Indonesia. Seperti Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), dan sejumlah universitas lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perasaan saya terpilih program NIAPP ini saya sangat bersyukur, bangga, dan senang,&quot; ungkap Mita.</p><p style="text-align: justify;">Mita pun berharap setelah kepulangannya dari Australia, perjalannya akan terus berlanjut dan bisa berkontribusi memberikan dukungan terhadap persediaan pangan dalam negeri, industri peternakan, serta memanfaatkan SDM dan SDA berkualitas daya saing di pasar global.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Industri peternakan masa depan harus juga mempunyai pemahaman dan selalu tanggap terhadap perubahan global, antara lain perubahan iklim, ilmu pengetahuan dan teknologi, jaminan produksi peternakan yang bermutu, dan perkembangan pasar dan ekonomi global,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>nnd/syl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fans Games dan Status Iqbal Candra Pratama di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fans-games-dan-status-iqbal-candra-pratama-di-unmul/baca </link>
<guid> fans-games-dan-status-iqbal-candra-pratama-di-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 30 Jul 2018 12:45:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Iqbal Candra Pratama (Sumber: Instagram.com/iqbal_candra) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fans-games-dan-status-iqbal-candra-pratama-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qu1wXuh7pY.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Fans Games dan Status Iqbal Candra Pratama di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Perhelatan Asian Games 2018 tinggal 18 hari lagi dan sebuah foto atlet pencak silat bernama Iqbal Candra Pratama diunggah di akun Instagram resmi Unmul pada 10 Juli lalu. Takarirnya mengajak para pengikut akun Unmul untuk mendukung Iqbal agar menjadi atlet favorit Asian Games 2018. Di situ Iqbal disebut-sebut sebagai mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal adalah atlet pencak silat asal Kaltim berusia 22 tahun yang telah memiliki sederet prestasi mentereng. Iqbal sendiri muncul dalam unggahan tersebut dengan meninggalkan komentar: <em>bantu vote nya yah kak</em>. Jika &nbsp;melacak postingan Iqbal yang ada di Instagram, niscaya tidak akan menemukan jejak keberadaan Iqbal di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaannya kemudian, siapa sebenarnya Iqbal Candra? Komentar lain di akun Unmul masih di foto yang sama, dari Eko Jumaddin mahasiswa FKTI 2013 mengonfirmasi bahwa Iqbal merupakan mahasiswa Hubungan Internasional.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Iqbal sedang berada di Jakarta untuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dalam rangka persiapan Asian Games 2018. <em>Sketsa</em> mengontak Iqbal melalui pesan Instagram untuk mengonfirmasi statusnya sebagai mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh, dulu saya memang di Universitas Mulawarman, tapi saya sudah sekitar 2 apa 3 semester tidak bayar kuliah dan tidak kuliah sudah dua tahun,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal pertama kali masuk di Unmul pada tahun angkatan 2015. Ia terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Seiring berjalan waktu, profesinya sebagai atlet mulai membuat Iqbal mau tidak mau mesti mengorbankan kegiatan perkuliahannya.</p><p style="text-align: justify;">Ia cuma bisa mengikuti perkuliahan di semester ganjil karena pada waktu itu bertepatan dengan masa libur Pelatnas. Ketika memasuki semester genap, Iqbal kembali harus disibukkan dengan jadwal Pelatnas.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, lokasi Pelatnas juga tak pernah tetap. Acap berpindah dari daerah Jawa Barat, Solo hingga pemusatan latihan yang dilakukan di luar negeri. Dan di sinilah awal mula kerumitan statusnya di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mengajukan dispensasi, niat saya agar uang yang saya bayar buat kuliah tidak terbuang percuma. Paling tidak ada satu atau dua mata kuliah yang bisa lulus. Tapi tidak diterima, saya disuruh cuti,&rdquo; kata Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal kemudian menolak untuk cuti. Pelan-pelan ia mulai menarik diri mundur dari Unmul. Sudah tiga semester terakhir Iqbal tidak lagi membayar UKT. Sebelum masuk ke Unmul, Iqbal sempat berkuliah di Politeknik Negeri Samarinda, jurusan Teknik Kimia dan mendapat beasiswa di sana. Memasuki masa semester tiga ia juga memutuskan untuk cabut. Alasannya persis sama: susah memperoleh atau mengurus izin.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mendaftar di UMKT</strong></p><p style="text-align: justify;">Di tahun ajaran baru ini Iqbal kembali terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Ia terdaftar setelah diterima karena sederet prestasinya yang membanggakan di dunia atlet pencak silat.</p><p style="text-align: justify;">Ia pernah juara 1 untuk ajang Asean University Games 2016. Menjadi <em>runner-up</em> di Belgium Open masing-masing pada 2015 dan 2018. Saat Belgium Open 2017 Iqbal menempati juara 3. Kemudian baru-baru ini, di <em>Asian Games Invitation Tournament</em> 2018 ia mendapat juara 3.</p><p style="text-align: justify;">Di UMKT jurusan yang diambil Iqbal kali ini adalah Pendidikan Olahraga. Alasan Iqbal mendaftar di UMKT karena ia mengira statusnya sebagai mahasiswa di Unmul &ldquo;sudah tidak aktif&rdquo;. Selama ini yang dilakukannya sekadar tidak membayar UKT sampai mencapai tunggakan tiga semester.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya belum urus surat berhenti dari Unmul karena saya masih belum bisa balik ke Kaltim,&rdquo; kata Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Mosiah, staf SIA FISIP, mengkonfirmasi bahwa nama Iqbal Candra Pratama masih terdaftar sebagai mahasiswa Hubungan Internasional 2015 yang berstatus aktif. Mosiah menjelaskan walaupun mahasiswa belum mengurus administrasi dan tidak membayar UKT selama 4 semester, sistem pada portal tetap memberikan status aktif. Ketika semester keempat berakhir, baru sistem secara otomatis mengkategorikannya ke dalam status non-aktif.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kasus Iqbal berarti ia masih memiliki kesempatan satu semester lagi sebelum akhirnya memiliki status non-aktif. Mosiah menyarankan, terkait kepindahannya ke perguruan tinggi lain agar Iqbal mengurus administrasi kepindahan dirinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melaju ke Final Fans Games</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat foto dukungan terhadap dirinya diunggah oleh akun Instagram resmi Unmul, Iqbal mengaku tidak tahu-menahu. Tahu-tahu saja sudah dipromosikan, katanya. Yang diunggah di akun Unmul adalah dukungan periode pertama <em>Fans &nbsp;Games.&nbsp;</em>Di mana 100 nominator atlet favorit selama 16 hari bersaing untuk selanjutnya dipilih sebanyak 20 besar.</p><p style="text-align: justify;">20 besar itu terdiri dari 10 atlet pria dan 10 atlet wanita. Iqbal sendiri berhasil masuk ke dalam 10 besar atlet pria favorit Indonesia untuk Asian Games 2018. Selanjutnya ialah <em>Final Fans Games</em>&nbsp; yaitu voting final untuk mengetahui siapa yang lebih favorit dari 10 besar atlet terpilih.</p><p style="text-align: justify;">Sampai hari ini hasil voting untuk Iqbal telah mencapai 4.668. Ia berada di urutan kedua dengan mengungguli beberapa nama atlet lain seperti Rezaldi Hehanusa sebagai atlet sepak bola atau Daniel Wenas dari atlet basket. Iqbal hanya tertinggal dari atlet bulu tangkis Kevin Sanjaya dengan total dukungan yang masuk 5.510.</p><p style="text-align: justify;"><em>Fans Games&nbsp;</em>ini diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata. Dilaman resmi Kemenpar, tujuannya disebutkan &ldquo;untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia memberikan dukungan kepada para atlet yang akan berlaga di Asian Games sekaligus mempromosikan destinasi pariwisata unggulan di Indonesia&rdquo;. Bagi Anda yang ingin mengikuti <em>Fans Games&nbsp;</em>ini bisa berkunjung langsung ke laman: <em><a href="https://www.genpi.co/vote/asiangames">https://www.genpi.co/vote/asiangames</a></em>.</p><p style="text-align: justify;">Namun menjadi atlet favorit bukan fokus utama Iqbal saat ini. Penyelenggaraan Asian Games 2018 tinggal di depan mata. Ia telah menargetkan medali emas untuk Tanah Air. &quot;Yup, alhamdulillah sekarang sisa pemantapan teknik strategi dan mental saja,&quot; pungkasnya. <strong><i>(syl/wal)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Duta Damai Dunia Maya Melawan Terorisme Maya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/duta-damai-dunia-maya-melawan-terorisme-maya/baca </link>
<guid> duta-damai-dunia-maya-melawan-terorisme-maya </guid>
<pubDate> Tue, 31 Jul 2018 13:01:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2018. (Sumber: Armin Beni Pasapan) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/duta-damai-dunia-maya-melawan-terorisme-maya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qjD2oNcYJK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Duta Damai Dunia Maya Melawan Terorisme Maya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &quot;Data menunjukkan bahwa pelaku terorisme itu kebanyakan anak muda. Anak muda itu labil, gampang dipengaruhi tapi gampang juga mempengaruhi. Untuk itu program ini ada,&quot; kata Armin Beni Pasapan, salah satu Duta Damai Dunia Maya Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">26 Juli lalu, Armin bersama 59 pemuda terpilih lainnya dikukuhkan setelah sebelumnya diberi pelatihan di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan pada 23 Juli. Duta Damai Dunia Maya sendiri ialah program nasional yang dilakukan oleh bagian Pusat Media Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI yang menggandeng kaum muda untuk memerangi terorisme, kekerasan, intolerasi, hingga hoaks lewat media sosial. Saat ini sudah ada 720 Duta Damai Dunia Maya di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Tahap penjaringan dimulai sejak Mei, berupa administrasi dan wawancara. Syarat utamanya, kata Armin, harus punya tekad membangun negeri dengan semangat persatuan. 60 duta ini kemudian dibagi menjadi lima kelompok, yang masing-masing punya satu <em>website</em> untuk mengkampanyekan perdamaian. <em>Website</em> itu harus memuat konten yang terbit setiap Jumat dengan tema serta arahan dari Pusat Media Damai BNPT. Kontennya dapat berupa tulisan, poster, atau bahkan, <em>meme</em>. Kelimanya yakni, &nbsp;www.lamin.dutadamai.id, www.etam.dutadamai.id, www.pesutetam.dutadamai.id, www.kawalan.dutadamai.id, www.mahakam.dutadamai.id.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami ini sifatnya informatif, ya. Artinya, bukan dalam kapasitas penindakan, tapi lebih ke mencegah,&quot; jelas Armin.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Armin menerangkan, seorang Duta Damai Dunia Maya diharuskan memahami<em>&nbsp;framing</em> pemberitaan media dan aksi-aksi propaganda yang dilakukan kelompok intoleran, mengerti bahayanya, dan terpenting, setia dan cinta NKRI tertanam baik-baik dalam benak.</p><p style="text-align: justify;">Terorisme gaya baru yang kini lebih merambah media sosial, seperti menyebarkan ketakutan atau propaganda intoleransi kepada &nbsp;kelompok lain, menurut mahasiswa Hubungan &nbsp;Internasional itu mampu dijawab dengan program ini. &quot;<em>Silent majority</em>. Mereka (kelompok intoleran) sedikit tapi militan, terstruktur,&quot; cergasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya seperti apa situasi bisa dikatakan damai, Armin terdengar bingung. Setelah mengambil jeda sekian detik, ia mengatakan, &quot;Ya mungkin kita masih dalam konteks damai ya, di Indonesia. Tapi untuk momentum ke depan, pileg dan pilpres adalah momen paling kuat kelompok radikal masuk di dalamnya. Mereka akan mengacaukan, karena mereka anti demokrasi, anti pemerintahan. Kaltim sendiri masih dikategorikan aman, meskipun ada banyak juga dari mahasiswa yang sudah menyebarkan propaganda pemikiran ke yang lain. Inilah tantangan terbesar kita, selain menjaga kesolidan dalam komunitas duta damai.&quot; <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Duta Damai, Perangi Paham Radikalisme dan Terorisme di Dunia Maya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/duta-damai-perangi-paham-radikalisme-dan-terorisme-di-dunia-maya/baca </link>
<guid> duta-damai-perangi-paham-radikalisme-dan-terorisme-di-dunia-maya </guid>
<pubDate> Wed, 01 Aug 2018 12:59:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Duta Damai di Kalimantan Timur. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/duta-damai-perangi-paham-radikalisme-dan-terorisme-di-dunia-maya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LSNfhdEsgh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Duta Damai, Perangi Paham Radikalisme dan Terorisme di Dunia Maya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membentuk Duta Damai di Kalimantan Timur. Balikpapan menjadi kota ke-12 yang ikut dalam rangkaian duta penyebar pesan perdamaian. Bertempat di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, 60 peserta mengikuti pelatihan selama 4 hari dan dikukuhkan pada tanggal 26 Juli 2018.</p><p style="text-align: justify;">Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius menyebutkan saat ini terdapat 720 Duta Damai Dunia Maya di seluruh Indonesia, di mana 60 di antaranya adalah anak muda Kaltim yang baru saja dikukuhkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelatihan tersebut dihasilkan lima <em>website</em> Duta Damai Kaltim yang akan menjadi mitra strategis Pusat Media Damai (PMD) dalam menyebarkan konten perdamaian di dunia maya. Adapun lima <em>website</em> tersebut adalah: www.lamin.dutadamai.id, www.etam.dutadamai.id, www.pesutetam.dutadamai.id, www.kawalan.dutadamai.id, dan www.mahakam.dutadamai.id.</p><p style="text-align: justify;">Pelatihan Duta Damai Dunia Maya regional Kaltim diikuti oleh anak muda yang sebagian besar menyandang status mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, salah satunya Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah melaksanakan pengukuhan, Kepala BNPT mengumpulkan mahasiswa Unmul. Dalam pertemuan itu, Kepala BNPT berpesan agar peserta terus menyebarkan pesan perdamaian mengingat Unmul salah satu kampus yang besar dan rawan dimasuki paham radikalisme.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Duta Damai inilah yang menjadi perpanjangan tangan BNPT untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme melalui produk konkret yang dihasilkan, baik secara <em>online&nbsp;</em>maupun <em>offline</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh <span>Desy Alvionita,&nbsp;</span>Staf Biro Administrasi dan Rumah Tangga BEM FEB Unmul 2018.<br></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kiki Dance Challenge: Viral Namun Fatal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kiki-dance-challenge-viral-namun-fatal/baca </link>
<guid> kiki-dance-challenge-viral-namun-fatal </guid>
<pubDate> Thu, 02 Aug 2018 12:59:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Kiki Dance Challenge (Sumber: The Filipino Times) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kiki-dance-challenge-viral-namun-fatal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Mshjdc6KUf.png" />
					</figure>
			                <h1>Kiki Dance Challenge: Viral Namun Fatal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Banyak cara rela dilakukan oleh sesorang untuk menjadi viral di dunia maya, dari hal-hal unik hingga hal-hal berbahaya. Keselamatan diri seakan-akan menjadi nomor ke sekian demi menjadi topik perbincangan di dunia maya.</p><p style="text-align: justify;">Sosial media akhir-akhir ini ramai dibanjiri oleh video orang-orang menari di depan pintu mobil mereka yang sedang berjalan. Satu orang merekam dari dalam mobil dan lainnya menari di luar pintu diiringi oleh lantunan lagu musisi dunia, Drake, yang berjudul <em>In My Feelings.</em></p><p style="text-align: justify;">Tantangan viral terbaru ini dikenal dengan <em>In My &nbsp;Feelings Challenge</em> atau <em>Kiki Dance &nbsp;Challenge.&nbsp;</em>Kiki sendiri adalah sebuah nama yang menjadi potongan lirik lagu <em>In My Feelings &ldquo;&hellip;Kiki do you love me&hellip;&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Pelopor dari tarian <em>Kiki Challenge&nbsp;</em>adalah komedian TheShiggyShow. Dia mengunggah video sedang menari dengan latar lagu Drake. Di Instagram, unggahan ini sudah ditonton jutaan kali dan setelah itu banyak yang mulai mengikuti tantangan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tantangan ini kemudian mulai diikuti oleh selebriti lain di antaranya Ciara dan Russel Wilson, Kevin Hart, dan &nbsp;James Harden. Virus <em>Kiki Challenge &nbsp;</em>juga sampai ke Indonesia. Beberapa artis dan selebgram seperti Marion Jola dan Ria Ricis turut terjangkit virus ini.</p><p style="text-align: justify;">Tantangan ini lantas diikuti oleh warganet lainnya. Mereka merekam dan menggungah <em>Kiki Challenge</em> versi mereka. Namun, dari banyaknya unggahan video yang beredar di internet tidak semua orang melakukan tarian Kiki dengan mulus.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>The Guardian,&nbsp;</em>beberapa unggahan video menunjukkan ada yang tertabrak tiang pinggir jalan hingga terjatuh ketika keluar ataupun saat ingin masuk kembali ke dalam mobil. Paling parah adalah ketika tas seorang wanita dicuri ketika ia sedang melakukan <em>Kiki Challenge</em> dan lainnya adalah unggahan video yang memperlihatkan seorang pria tertabrak mobil ketika ia sedang menari.</p><p style="text-align: justify;">Viralnya <em>Kiki Challenge</em> ini menimbulkan banyak kontroversi karena dianggap berbahaya. Sejumlah negara telah melarang warga negaranya untuk melakukan tantangan ini.</p><p style="text-align: justify;">Polisi di seluruh dunia termasuk India, Spanyol, Amerika, Malaysia, dan Uni Emirat Arab telah memberi peringatan kepada warganya bahwa tantangan <em>Kiki Challenge</em> berbahaya. Siapa pun yang tertangkap basah melakukan tantangan tersebut akan dikenakan ancaman tuntutan kriminal.</p><p style="text-align: justify;">Di Florida, polisi akan mendenda pelaku <em>Kiki &nbsp;Challenge</em> sebesar US$ 1.000 atau setara Rp14,4 juta (Kurs: Rp14,4 ribu/US$).</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia sendiri pelaku <em>Kiki Challenge&nbsp;</em>akan dikenakan ancaman pidana denda Rp750 ribu kurungan maksimal tiga bulan.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari<em>&nbsp;CNN Indonesia,</em> hukuman ini adalah berdasarkan dari Pasal 283 UU tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan, &quot;Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).&quot; <strong>(<em>rrd</em></strong><strong><em>/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Aliansi Garuda Mulawarman Turunkan Harga Bahan Pokok </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-aliansi-garuda-mulawarman-turunkan-harga-bahan-pokok/baca </link>
<guid> aksi-aliansi-garuda-mulawarman-turunkan-harga-bahan-pokok </guid>
<pubDate> Fri, 03 Aug 2018 11:55:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana saat aksi Aliansi Garuda Mulawarman di Balai Kota Samarinda. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-aliansi-garuda-mulawarman-turunkan-harga-bahan-pokok/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BHz1ZHqCFR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Aliansi Garuda Mulawarman Turunkan Harga Bahan Pokok</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa!</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Garuda Mulawarman menggelar aksi untuk mendesak harga daging ayam dan telur yang melambung tinggi agar turun serta stabil. Aksi digelar di kantor DPRD Kota Samarinda dan Balai Kota Samarinda. Dua pekan terakhir, masyarakat dibuat resah karena kenaikan harga daging ayam dan telur ayam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain harga yang semakin mahal, jumlah pasokan daging ayam juga terus menipis. Ini pun berdampak pada penjual daging ayam dan UMKM yang tutup karena tidak mampu lagi menanggung biaya bahan baku yang semakin membengkak.</p><p style="text-align: justify;">Parahnya, DPRD maupun Wali kota sebagai pelaksana amanah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini justru lari dari kegelisahan masyarakat. Saat mahasiswa melakukan aksi di titik pertama yaitu kantor DPRD Kota Samarinda, tidak ada sama sekali anggota dewan yang menemui mahasiswa. Tentu, ini menjadi menambah daftar panjang dosa anggota DPRD yang selalu tidak bersuara lantang di saat masyarakat gelisah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jelas, dalam hal ini mahasiswa kecewa karena masyarakat selalu dirugikan. Sebagai pelaksana fungsi kontrol kepada pemerintah, DPRD pun tidak menjalankan fungsinya, malah membuat masyarakat kecewa. Hilang dari peredaran ketika harga kebutuhan masyarakat melambung tinggi, hingga membuat mahasiswa langsung bergegas menyampaikan aspirasi di Balai Kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa berkeinginan bertemu langsung dengan Wali Kota Samarinda, namun mahasiswa hanya bertemu staf ahli bidang ekonomi yang membidangi masalah harga kebutuhan pokok di pasar. Dalam aksi tersebut juga dibawa ayam yang merupakan sumbangan masyarakat yang gelisah, kemudian puncaknya mahasiswa menyembelih ayam itu sesuai syariat agama yang kemudian darahnya ditumpahkan ke foto wali kota dan ketua DPRD Samarinda yang gagal membayar ekspetasi masyarakat untuk menjaga kestabilan harga di pasar.</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Garuda Mulawarman menyampaikan 3 tuntuntan kepada Pemerintah Kota Samarinda sebagai berikut:</p><ol><li style="text-align: justify;">Mendesak Pemerintah Kota Samarinda menstabilkan harga daging ayam dan telur di pasar.</li><li style="text-align: justify;">Menindak tegas para mafia penyelundup daging ayam yang membuat harga semakin naik.</li><li style="text-align: justify;">Mendesak Wali Kota Samarinda melakukan operasi pasar sampai harga kebutuhan pokok benar-benar turun dan stabil.</li></ol><p style="text-align: justify;">Setelah menyampaikan tuntutan dan menyembelih ayam, mahasiswa kemudia berdialog dengan pemerintah Kota Samarinda untuk menyampaikan keresahan masyarakat terkait kenaikan harga dengan hasil sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">Pertama, kelangkaan harga daging ayam akibat adanya larangan pemerintah menggunakan AGP (merupakan antibiotik yang biasanya dicampur pada pakan ayam) untuk digunakan oleh peternak agar hasil ayam yang dipanen bisa lebih cepat besar dalam waktu singkat meski menggunakan pakan yg lebih sedikit. Sehingga setelah AGP tidak lagi beredar, peternak ayam merasa kurang diuntungkan. Pasalnya, ayam yang biasanya berusia 32 sampai 35 hari bisa dipanen dengan berat hidup hingga 1,8 kg, namun saat ini berkurang bobotnya menjadi 1,4 kg saja..</p><p style="text-align: justify;">Kedua, dengan hasil dialog bersama mahasiwa, pemkot memutuskan untuk melakukan intruksi langsung kepada para pedagang agar mengubah mekanisme harga penjualan ayam menjadi per kilogram ayam, bukan per ekor.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, Pemkot Samarinda melalui bulog akan melakukan pembekuan ayam untuk menjaga pasokan dan melakukan operasi pasar untuk membuat harga turun serta stabil.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir aksi, Aliansi Garuda Mulawarman memberikan kajian strategis yang telah digarap oleh BEM FEB Unmul untuk Pemkot Samarinda. Simak selengkapnya kajian, <a data-saferedirecturl="https://www.google.com/url?q=http://bit.ly/KajianHargaPangan&amp;source=gmail&amp;ust=1533381080854000&amp;usg=AFQjCNHZv0xk9ENjgMps6gS97HHF5Ct4Xg" href="http://bit.ly/KajianHargaPangan" target="_blank"></a><a href="http://bit.ly/KajianHargaPangan">http://bit.ly/KajianHargaPangan</a>.</p><p style="text-align: justify;">Stabilitas harga kebutuhan barang pokok menjadi instrumen kesejahteraan masyarakat. Harga barang pokok menjadi indikator pengeluaran dan pendapatan masyarakat. Setiap kali ada kenaikan harga daging ayam maupun telur yang menjadi kebutuhan pokok, masyarakat akan selalu menolak karena akan menimbulkan dampak buruk.</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan akan terus dilakukan untuk misi suci demi kesejahteraan masyarakat!</p><p style="text-align: justify;">Panjang umur perlawanan!<br>Hidup Rakyat Indonesia!</p><p style="text-align: justify;">Salam,<br>Aliansi Garuda Mulawarman</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Tak Harus Kau Ingat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/yang-tak-harus-kau-ingat/baca </link>
<guid> yang-tak-harus-kau-ingat </guid>
<pubDate> Sat, 04 Aug 2018 11:31:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Pinterest) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/yang-tak-harus-kau-ingat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/46CR8BiJtJ.png" />
					</figure>
			                <h1>Yang Tak Harus Kau Ingat</h1>
			              </header>
			              <p>Mengerti saja,<br>Bahwa kisah kita sudah terbalut kenang<br>Aku terlalu lelah<br>Hingga tak lagi punya tenaga<br>Mengangkat perasaan seorang diri<br>Membangun rasa kasih di hati<br>Dan tak bisa apa-apa ketika kamu memilih pergi</p><p>Kamu yang tidak selalu bahagia<br>Tapi juga tidak pernah cerita<br>Apa sebenarnya yang salah<br>Kamu tiba-tiba pergi kelana, buat jiwaku merana</p><p>Kukatakan lagi<br>Ketika kau tak lagi di sisi<br>Beberapa hal yang tak harus kau ingat seperti;<br>Aku pernah berdiri dalam kabut sorot matamu,<br>Namaku pernah menjadi bisik yang ragu kamu ucap,<br>Kisahku selalu terdengar senyap untuk kau dengar,<br>Ragaku pernah pulang dan pergi di lenganmu yang selalu longgar</p><p>Dan diantara indera lain,<br>Lisanmu jadi pembuat luka terhebat; <em>&ldquo;kamu bisa bahagia tanpaku.&rdquo;</em><br>Sudi berkata <em>&ldquo;tentu.&rdquo;</em><br>Dusta.<br>Telah kucoba sesaat<br>Dan tak ada lagi obat yang tepat<br>Karena &lsquo;kita&rsquo; punya makna yang terlalu kuat.</p><p>Selain kamu, harusnya aku yang tak seharusnya mengingatmu,<br>Namun apa daya sakit yang ku kenang selalu menang<br>Kalah akan rindu yang selalu malang melintang.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Anisa Amalia, mahasiswi <strong>Sastra Inggris FIB 2016.</strong></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Layar Lipat, Smartphone Geser Fungsi Gadget </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/layar-lipat-smartphone-geser-fungsi-gadget/baca </link>
<guid> layar-lipat-smartphone-geser-fungsi-gadget </guid>
<pubDate> Sun, 05 Aug 2018 09:54:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/layar-lipat-smartphone-geser-fungsi-gadget/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/buZIJqUENt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Layar Lipat, Smartphone Geser Fungsi Gadget</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Seiring berjalannya waktu teknologi terus-menerus mengalami perkembangan. Ada saja temuan teknologi terbaru di sekitar kita, salah satunya alat komunikasi telepon. Ponsel pintar (<em>s</em><em>martphone)&nbsp;</em>yang ada saat ini semakin canggih dan dilengkapi dengan berbagai fitur-fitur terbaru yang menarik.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah analisis pun memprediksi akan ada perubahan besar pada desain <em>smartphone&nbsp;</em>di masa yang akan datang.<em>&nbsp;S</em>alah satunya adalah dengan layar yang bisa dilipat. Desain <em>smartphone</em> layar lipat diprediksi akan menjadi tren berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan beberapa vendor sudah memiliki paten untuk <em>smartphone</em> layar lipat seperti Samsung, Apple, Huawei, LG, ZTE, Oppo, Xiaomi, dan bahkan Microsoft. <em>Smartphone</em> layar lipat ini tak hanya menawarkan tampilan layar lebih besar, tapi juga akan membunuh eksistensi tablet.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu vendor yang telah lebih dulu merilis <em>smartphone</em> layar lipat adalah ZTE dengan nama Axon M. Ini merupakan perangkat dengan dua layar yang disambungkan oleh engsel. Keberadaan engsel memudahkan pengguna untuk membuka atau melipat layar. Dua layar sama-sama berukuran 5,2 inci, saat dibuka, layar Axon M secara keseluruhan hampir seukuran sebuah tablet.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ada Huawei yang akan mengumumkan <em>smartphone&nbsp;</em>lipatnya pada November 2018. Saat ini Huawei tengah mempersiapkan pengembangan <em>smartphone</em> layar lipat yang akan segera terjun ke pasaran. Selangkah lebih cepat dari pada Samsung yang di rencarakan akan merilis pada awal 2019.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun belum dirilis, <em>smartphone&nbsp;</em>layar lipat milik Samsung sudah ramai dibicarakan yakni, Galaxy X. Bagian depan Galaxy X diklaim memiliki dua layar 3,5 inci, yang bisa diubah menjadi tablet ukuran 7 inci saat kedua layarnya dibentangkan. Bagian belakang perangkat juga memiliki layar 3,5 inci yang memungkinkan untuk dilihat, bahkan ketika dilipat ke bawah.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip laman <em>liputan6.com,</em> terdapat pemain besar lain yang akan segera merilis <em>smartphone&nbsp;</em>layar lipatnya seperti Apple yang berencana menghadirkan iPhone lipat, LG juga disebut-sebut akan meluncurkan smartphone lipat tahun depan, vendor <em>smartphone</em> asal Tiongkok, Oppo, mematenkan setidaknya dua desain perangkat dengan layar fleksibel. Kompetitor Oppo yaitu, Xiaomi juga menggarap teknologi <em>smartphone</em> layar lipat. Berdasarkan &nbsp;konten paten yang beredar, terungkap bahwa ponsel lipat Xiaomi memiliki dua layar yang bisa di satukan dengan cara dilipat. Kedua layar itu termasuk bagian untuk mengetik dan bisa di buka 160 derjat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana menurutmu, apakah ini merupakan salah satu inovasi teknologi yang sangat kamu tunggu-tunggu? Jika iya dan tertarik &nbsp;membeli, bersabarlah sedikit sampai ada rilis dari masing-masing vendor <em>smartphone&nbsp;</em>di atas. <em style="font-weight: bold;">(fir/wil)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul di Wakanda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-di-wakanda/baca </link>
<guid> unmul-di-wakanda </guid>
<pubDate> Sun, 05 Aug 2018 13:12:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan secara resmi Expo Wadah Edukasi Mahasiswa Baru (Wakanda) di halaman gedung MPK. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-di-wakanda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w42DgNCAbr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul di Wakanda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pukul 2 siang, Kamis (2/8) di bawah langit mendung, Presiden BEM KM Unmul, Rizaldo beserta perwakilan Bidang Kemahasiswaan Rektorat Unmul, Bibit Suhatmady membuka secara resmi Expo Wadah Edukasi Mahasiswa Baru (Wakanda) di halaman gedung MPK.</p><p style="text-align: justify;">Wakanda adalah wadah bagi mahasiswa baru (maba) untuk memperoleh informasi seputar kampus dan akademik. Expo ini termasuk dari rangkaian untuk menyambut maba-maba Unmul 2018.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nama Wakanda diambil dari film kekinian, Black Panther, untuk menarik perhatian para mahasiswa baru. Kalau dulu 2016 lagi ramai Pokemon, posko UKM diberi nama Pokemon,&rdquo; kata Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Dalam expo ini terdapat posko dari 14 unit kegiatan mahasiswa tingkat universitas. Sehingga para maba yang datang bisa mengenal lebih dekat setiap unit kegiatan yang sesuai dengan minat mereka.</p><p style="text-align: justify;">Posko-posko ini juga siap melayani kebutuhan-kebutuhan untuk maba seperti registrasi, pengisian dan cetak KRS, jasa foto almamater, serta pendaftaran mata kuliah agama. Expo Wakanda 2018 ini telah berlangsung sejak 1 Agustus dan berakhir pada 14 Agustus mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Rizaldo mengatakan senang melihat antusiasme para UKM dalam menyemarakkan expo ini. Sebab salah tujuan expo tidak lain adalah untuk ajang promosi bagi para UKM-UKM yang ada di Unmul. Dengan maba yang makin mengenal UKM, ia mengharapkan kaderisasi di organisasi bisa terus berjalan baik.</p><p style="text-align: justify;">Menyambung sambutan Rizaldo, dari Bidang Kemahasiswaan, Bibit Suhatmady mengajak elemen mahasiswa yang lebih dulu ada di kampus agar dapat merangkul mahasiswa baru. Supaya para maba ini juga mempunyai semangat berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Mohammad Reza Munandar selaku Ketua Panitia Wakanda menyebut antusiasme maba cukup besar terlihat dari pengunjung akun media sosial Wakanda. Per 5 Agustus, akun Wakanda 2018 di Instagram telah diikuti sebanyak 816 pengikut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tetapi di minggu ini kebanyakan mahasiswa baru masih di kota masing-masing, dan mungkin di minggu depan posko Wakanda akan jauh lebih ramai,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Reza menjelaskan halaman gedung MPK dipilih sebagai lokasi karena panitia hendak memusatkan dan memudahkan kegiatan pendaftaran para maba. Sebab, alur pendaftaran maba berpusat di rektorat meliputi validasi UKT sampai pembuatan kartu tanda mahasiswa (KTM). Di sisi lain, Reza senang melihat euforia posko UKM dalam menyambut bergabungnya para maba di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagus sekali, dari cara penyiapan posko dan memberikan edukasi bagi maba, terlepas ada beberapa UKM yang tidak berpartisipasi,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun acara peresmian Wakanda hari itu ditutup dengan pengguntingan pita berwarna merah putih oleh Bibit Suhamady. <strong>(<em>cin/wal/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dosen Ikuti Pekerti untuk Era Revolusi Industri 4.0 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dosen-ikuti-pekerti-untuk-era-revolusi-industri-40/baca </link>
<guid> dosen-ikuti-pekerti-untuk-era-revolusi-industri-40 </guid>
<pubDate> Mon, 06 Aug 2018 13:57:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelatihan dosen yang digelae oleh LP3M Unmul di Hotel Selyca. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dosen-ikuti-pekerti-untuk-era-revolusi-industri-40/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sUt60YWLLA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dosen Ikuti Pekerti untuk Era Revolusi Industri 4.0</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik (tendik), Unmul melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) menggelar pelatihan selama 4 hari di Hotel Selyca. Terhitung sejak 30 Juli hingga 2 Agustus.</p><p style="text-align: justify;">Pelatihan Pengembangan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) demikian nama kegiatan ini. Mengundang sebanyak 60 orang dosen yang berasal dari 14 fakultas sebagai peserta. Sekretaris LP3M, Surya Nur mengatakan sejak LP3M berdiri pada 2015 ini adalah kali kelima LP3M mengadakan Pekerti untuk tendik di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang belum melaksanakan Pekerti itu yang dipilih fakultas. Jadi (dosennya) ganti-ganti, enggak ada yang itu-itu. Kita total dosen 951 ditambah CPNS sekarang 27, nah itu kita rutin pengembangan kualitas pengajaran,&rdquo; kata Surya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk Pekerti ini 8 dosen ditunjuk sebagai instruktur pengajar. Di antaranya ada Lambang Subagyo, Endang Erawan, Sudarman, Surya Silli, Isna Yuniar Wardhani, Hamdi Mayulu, Endang Sawitri, dan Rahmat Bakhtiar. Para instruktur tersebut bertugas untuk menyampaikan materi sesuai tema. Adapun tema Pekerti tahun ini ialah: Membangun Keterampilan Pembelajaran Era Revolusi Industri 4.0.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengangkat tema tersebut, Pekerti ditujukan untuk persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data meliputi informasi dan operasi teknologi dan <em>big data analytics</em>.</p><p style="text-align: justify;">Isna Yuniar Wardhanih, salah satu instruktur menyebut demikian itu yang hendak dibagi kepada para tendik di Unmul. Supaya mahasiswa lebih pandai berkomunikasi menggunakan teknologi. Selain itu, pelatihan ini juga mengajarkan kepada dosen secara umum tentang bagaimana cara mengajar yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Isna mengatakan dosen yang tidak berasal dari ilmu keguruan cenderung hanya paham teori di jurusannya saja, dan sebaliknya belum begitu mengenal metode pengajaran. Di momen Pekerti ini para dosen kemudian dikenalkan lebih dalam.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan Pekerti tidak cuma berakhir dengan pelatihan saja, tetapi tendik juga diberi waktu dari 3-14 Agustus untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari. Kedelapan instruktur nantinya akan memonitor selama proses pembimbingan ini. <strong>(<em>wal/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Harmoni Indonesia: Bernyanyi Bersama Menyatukan Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/harmoni-indonesia-bernyanyi-bersama-menyatukan-bangsa/baca </link>
<guid> harmoni-indonesia-bernyanyi-bersama-menyatukan-bangsa </guid>
<pubDate> Tue, 07 Aug 2018 14:13:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gelaran Harmoni Indonesia 2018 di Gor 27 September Unmul. (Sumber: Maharani Ramadhanty Fitria) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/harmoni-indonesia-bernyanyi-bersama-menyatukan-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KUU4LnzJDg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Harmoni Indonesia: Bernyanyi Bersama Menyatukan Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Minggu (5/8) pukul 08.00 Wita tampak orang-orang berbaju merah putih memadati Gelora 27 September Unmul. Semua berkumpul bersama dalam rangka memeriahkan acara Harmoni Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Harmoni Indonesia merupakan bagian dari upaya memperingati Hari Kemerdekaan yang tahun ini akan menginjak usia ke-73 tahun. Tak cuma itu saja, Presiden Joko Widodo juga menggagas Harmoni Indonesia dalam rangka menyambut Asian Games 2018.</p><p style="text-align: justify;">Gelaran akbar ini melibatkan 7 juta mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Tanah Air. Tak hanya mahasiswa beralmamater kuning kebanggaan Universitas Mulawarman yang hadir, tapi ada juga mahasiswa universitas se-Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Timur menyampaikan beberapa patah kata sambutan sekaligus membuka acara Harmoni Indonesia. Tanda acara resmi dimulai dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul lagu wajib nasional seperti Garuda Pancasila, Rayuan Pulau Kelapa, Padamu Negeri, dan 17 Agustus.</p><p style="text-align: justify;">Maya Dewi Norani dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2016 mengisahkan pengalamannya mengikuti Harmoni Indonesia. Norani mengaku sampai dibuat merinding.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang pas di kuliah tidak ada upacara jadi jarang nyanyi lagu kebangsaan gitu. Jadi bikin merinding sedih gitu, aku terharu ikut acara ini,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Acara berakhir pada pukul 09.30 Wita ditandai dengan sesi foto bersama para tamu undangan dan para pengisi acara Harmoni Indonesia.<strong> (<em>mrf/fir/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memelihara dan Merayakan Kucing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/memelihara-dan-merayakan-kucing/baca </link>
<guid> memelihara-dan-merayakan-kucing </guid>
<pubDate> Wed, 08 Aug 2018 15:08:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kucing (Sumber: jatengpos.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/memelihara-dan-merayakan-kucing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zTSiA6dajt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memelihara dan Merayakan Kucing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Bagi para pencinta kucing, 8 Agustus adalah hari penting, sebab hari ini diperingati sebagai Hari Kucing Sedunia. Pada hari ini, kucing mendapat pengakuan sebagai hewan peliharaan tertua dan terpopuler di dunia.</p><p style="text-align: justify;">Menurut laman <em>Days of The Year</em>, Hari Kucing Sedunia pertama kali dicetuskan oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) dan beberapa kelompok hak asasi hewan pada 2002. Sementara itu, di Amerika Serikat, Hari Kucing diperingati secara nasional pada 29 Oktober, digagas oleh Celebrity Pet and Family Lifestyle Expert dan seorang penulis bernama Colleen Paige.</p><p style="text-align: justify;">Kucing memang populer. Saat ini diperkirakan ada 500 juta kucing bermain dalam rumah di seluruh dunia. Indira Apriliza atau Rara adalah salah satu mahasiswa Unmul yang juga pecinta kucing. Awal mula kecintaannya terhadap kucing justru dipicu dari kebosanannya terhadap suatu hobinya yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Sewaktu SMP, Rara remaja mulai merasa bosan bermain boneka Barbie. Ia mulai menganggap Barbie kaku dan tak bernyawa. Pada titik ini, kucing lantas muncul sebagai hewan yang Rara rasa lucu dan jauh lebih bisa diajak berinteraksi. Semenjak itu, Rara pun memutuskan untuk mulai memelihara kucing.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini rekor Rara memelihara kucing pernah mencapai 15 ekor. Namun karena ada banyak yang meminta, yang tersisa di rumahnya kini adalah 7 ekor. Kucing yang dipelihara Rara adalah jenis ras maine coon. Menurutnya merawat ras maine coon tidaklah susah karena termasuk jenis kucing yang mandiri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ngurusnya enggak ribet kayak anggora dan lainnya. Maine coon ini katanya dulu adalah kucing hutan jadi mandiri gitu, ukurannya gede jadi bisa dipakaikan baju bayi. Dan bulunya itu lembut banget jadi bikin gemes,&quot; kata mahasiswi Ilmu Komunikasi 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Kucing Rara acap kali mengenakan pakaian, untuk mengurangi rontoknya bulu kucing. Karena maine coon memang tergolong jenis kucing yang memiliki bulu tebal. Untuk perawatan, ia juga secara rutin memberi obat cacing kepada kucing-kucingnya setiap enam bulan sekali.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semuanya aku lakuin sendiri tanpa bantuan dokter karena biaya-biaya enggak kuat,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Agar kebutuhan nutrisi kucingnya terpenuhi, Rara menerapkan jam makan untuk piaraan kesayangannya. Yaitu pada pukul 8 pagi, 2 siang, dan 11 malam. Untuk urusan mandi, Rara mengurusnya setiap seminggu sekali. Agar tidak sakit kucingnya juga ia biarkan main dan atau memakan rumput sebagai penetralisir perut si kucing.</p><p style="text-align: justify;">Soal biaya, Rara biasanya merogoh kocek sebesar Rp800 ribu hingga Rp1 juta setiap bulannya untuk keperluan kucing. Ia merasa harga segitu sudah cukup, dan bagi penyayang kucing seperti dirinya itu tidak menjadi beban. Layaknya kucing lain yang sering bertingkah lucu, kucing milik Rara pun demikian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kucing-kucingku sering kasih ekspresi lucu terus pintar dia bisa minta makan, panggil mama sama ngetok pintu kamar, terus kalau digendong dia kayak bayi langsung ngantuk,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya bagaiamana tanggapan keluarganya soal peliharaan kucingnya itu, Rara mengaku mendapat dukungan dari orang tuanya. Bahkan kadang orang tuanya ikut membantu mengurus. Bertepatan dengan momen Hari Kucing Internasional ini Rara ingin agar ke depannya tidak ada lagi kucing yang disakiti.</p><p style="text-align: justify;">Untuk kucing yang terlantar ia berharap agar ada yang mau mengadopsi atau bahkan memberikan makanan bagi kucing liar di jalanan. Sebab memelihara kucing diklaim dapat meningkatkan kesehatan mental, menghilangkan stres, kecemasan, dan depresi dengan mengelus dan berinteraksi. Selamat Hari Kucing Sedunia! <strong>(<em>wil/aml/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kritik dan Pemuda yang Dirindukan Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kritik-dan-pemuda-yang-dirindukan-bangsa/baca </link>
<guid> kritik-dan-pemuda-yang-dirindukan-bangsa </guid>
<pubDate> Fri, 10 Aug 2018 12:27:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: jabar.pojoksatu.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kritik-dan-pemuda-yang-dirindukan-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ggq6F7jzz5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kritik dan Pemuda yang Dirindukan Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p>Katanya sih mereka calon pemimpin negeri<br>Semboyanya sih sudah ngambil sumpah suci<br>Lagu andalannya pun buruh tani<br>Tapi kok aneh ya<br>Yang kulihat bukan seperti itu<br>Tapi juga bukan seperti ini.</p><p>Kalau diibaratkan<br>Lengak-lengok kayak burung blekok<br>Jamanya ya pemuda yang merokok<br>Masuk sekolahanya pun pake sogok sogok<br>Pas udah belajar, yah cuma nglengak-nglengok.</p><p>Mau ujian serasa mati<br>Terima jawaban dengan senang hati<br>Yang jelas nanti dapat nilai tinggi<br>Kalo dilihat ajaran moral cuma lima senti.<br>Kalo begini siapa yang mau disalahkan?<br>Apa mereka yang membuat kebijakan?<br>Atau mereka yang menyalahgunakan jabatan?<br>Mau nyalahin sistem, semua bebas aturan<br>Kata ajaib sekarang cuma asal bapak senang.</p><p>Mana yang katanya mau revolusi?<br>Mereka diam membisu tanpa janji.<br>Kalo ditanya itu bagaimana?<br>Tanyakan saja bagaimana kondisi negeri ini...<br>Pada mereka yang merasa sebagai pemimpin negeri..<br>Mereka berfikir sebagai penyelamat negeri..<br>Nyatanya banyak yang menjadi sampah dalam negerinya sendiri..</p><p>Wahai para pemuda..<br>Bukankah banyak yang harus kau tangisi..<br>Bukankah kau bersumpah atas bumi pertiwi..<br>Aku rindu pada kalian yang terdahulu..<br>Pemuda yang tangguh dan siap mati demi negeri..<br>Pemuda yang bahkan tidak takut di caci maki<br>Pemuda penuh semangat dan berprestasi.</p><p><strong><em>Ditulis oleh <strong><em><strong><em><span lang="IN">Putri Damayanti, mahasiswi Pembangunan Sosial, FISIP 2014.</span></em></strong></em></strong></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Teknologi, Peringatan Bijak Berteknologi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-teknologi-peringatan-bijak-berteknologi/baca </link>
<guid> hari-teknologi-peringatan-bijak-berteknologi </guid>
<pubDate> Sat, 11 Aug 2018 12:35:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: advess.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-teknologi-peringatan-bijak-berteknologi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r1d4QMEMUw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Teknologi, Peringatan Bijak Berteknologi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Melesapnya pesawat N-250 Gatotkaca di langit Bandung pada 10 Agustus 1995 silam, tepatnya di bawah prakarsa BJ Habibie, menjadi titik mula Hari Teknologi Nasional (harteknas) diperingati. Selalu ada tema dan kota yang dipilih untuk merayakannya saban tahun.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan ini lahir berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 1995. Tak semata menyadari arti penting teknologi, harteknas juga bertujuan untuk menghargai keberhasilan putra-putri Indonesia dalam memanfaatkan, menguasai, dan mengembangkan pengetahuan dan teknologi. Peringatan ini juga dimaksudkan untuk memberi dorongan kepada rakyat agar bisa terus mengembangkan inovasi yang berguna bagi bangsa, bahkan seluruh dunia.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu pun yang diharapkan oleh seluruh civitas academica Unmul. Salah satunya Della Aswintha Asdedi, mahasiswi yang sejak SMA sudah tertarik terhadap hal yang berkaitan dengan IT sehingga memutuskan untuk masuk ke Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa Della harus ikut mengambil bagian dalam berkarya dan berkontribusi, serta memberikan solusi di masyarakat. Baik itu mengembangkan sistem yang sudah ada maupun yang baru sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat di masyarakat, Della mengungkapkan ada dua dampak yang bisa dirasakan: positif dan negatif. Bisa memberikan kemudahan dalam hidup manusia namun bisa juga berakibat buruk jika tidak digunakan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di Samarinda, dulunya untuk mencari ojek ataupun memesan barang dari luar kota masih sulit namun sekarang dengan adanya aplikasi seperti <em>e-commerce</em> hanya dengan bermodal hp apa pun dapat diperoleh dengan mudah,&quot; ujar Della.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, disadari Della tak jarang juga banyak oknum yang menyalahgunakan teknologi tersebut. Seperti <em>cyber bullying</em> atau penyebaran hoaks di media sosial, yang penggunanya kebanyakan remaja. Tidak hanya itu memperbaharui<em>&nbsp;</em>informasi lokasi, secara otomatis akan mudah tersebar dan diketahui banyak orang. Jika tidak berhati-hati hal ini bisa membuka pintu kesempatan untuk terjadinya tindak kriminalitas.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, mahasiswi prodi Ilmu Komputer 2015 ini berpesan kepada para pengguna teknologi agar menggunakan kemudahan yang ada dengan bijak dan cerdas. Jangan gunakan teknologi untuk menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Serta menggunakan teknologi untuk berkarya sehingga menghasilkan sesuatu yang positif.</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan Hari Teknologi Nasional, Della berharap agar perkembangan teknologi di Indonesia dapat semakin maju dan dapat menjadi solusi alternatif untuk memecahkan permasalahan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selain itu, generasi muda khusus di bidang IT pun dapat ikut serta, berperan aktif dalam berkarya dan berkompetisi dengan negara lain,&quot; harapnya. <strong>(<em>aml/wil/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selembar Kertas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/selembar-kertas/baca </link>
<guid> selembar-kertas </guid>
<pubDate> Sun, 12 Aug 2018 12:43:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: acehnews.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/selembar-kertas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ITYBIlOo0t.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Selembar Kertas</h1>
			              </header>
			              <p>terhantam keras dalam hati kecilnya<br>memaksanya menangis dalam dunia yang fana ini<br>berjalan tanpa ragu diatas batu yang cukup tajam berharap selembar kertas memberinya senyuman<br>dan berhenti sejenak menyaksikan mereka yang berlari ceria</p><p>air mata menetes perlahan dari matanya yang indah<br>bertanya, apakah aku bisa seperti mereka</p><p>aku harusnya mendapatkannya dengan semena mena<br>tak harus dengan keringat yang cukup deras mengalir di dahi ku</p><p>mereka tidak peduli<br>dan tak pernah peduli</p><p>selembar kertas berikan senyuman</p><p><strong><em>Ditulis oleh UKM Teater Fasotik, FISIP Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kemenristekdikti Surati Unmul: Pilrek Ditunda, Timsus Kecewa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemenristekdikti-surati-unmul-pilrek-ditunda-timsus-kecewa/baca </link>
<guid> kemenristekdikti-surati-unmul-pilrek-ditunda-timsus-kecewa </guid>
<pubDate> Sun, 12 Aug 2018 13:03:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Calon Rektor Unmul 2018 (Sumber: beritainspirasi.info) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemenristekdikti-surati-unmul-pilrek-ditunda-timsus-kecewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1PvGVptv3Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kemenristekdikti Surati Unmul: Pilrek Ditunda, Timsus Kecewa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Rangkaian tahapan Pilrek mestinya berakhir esok hari, Senin (13/8), dengan dilakukannya Rapat Senat Tertutup yang menghasilkan satu nama rektor Unmul terpilih periode 2018-2022.</p><p style="text-align: justify;">Namun, berdasarkan surat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bernomor 3447/A.A2/KP/2018, tertanggal 8 Agustus 2018 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Prof. Ainun Na&apos;im, waktu pelaksanaan diminta untuk ditunda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam surat yang kami terima terdapat dua poin utama yang disampaikan yakni, Kemenristek Dikti sedang melanjutkan proses Pilrek sesuai peraturan. Kedua, meminta kepada Unmul agar pelaksanaan Rapat Senat Tertutup dalam rangka Pilrek ditunda sampai dengan selesainya proses penelusuran rekam jejak calon Rektor,&rdquo; kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Unmul, Muhammad Ihwan, pada Kamis, (09/08) dikutip dari laman <em>unmul.ac.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Ihwan menerangkan, sesuai dengan peraturan Menristekdikti nomor 19 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada pasal 9 tertulis bahwa pemilihan dapat dilaksanakan paling lambat dua minggu sebelum berakhirnya masa jabatan pemimpin PTN yang sedang menjabat. Seperti diketahui, Rektor Unmul yang sedang menjabat saat ini ialah Prof. Masjaya, yang mana masa jabatannya akan berakhir pada 14 Oktober 2018.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, penundaan ini membuat Timsus Kawal Pilrek kecewa. &quot;Sangat disayangkan sekali, diinfokan secara tiba-tiba dengan alasan masih dalam penelusuran rekam jejak dari semua calrek yang terpilih. Karena semua jadwal yang sudah disusun akan terhambat juga karena penundaan ini,&quot; kata Anggi Wuri Octaviani, anggota Divisi Media. <strong>(<em>aml/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rizaldo Maklumi Penundaan Pilrek, Mahasiswa Anggap Poling Rektor BEM KM Unmul Tak Efektif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizaldo-maklumi-penundaan-pilrek-mahasiswa-anggap-poling-rektor-bem-km-unmul-tak-efektif/baca </link>
<guid> rizaldo-maklumi-penundaan-pilrek-mahasiswa-anggap-poling-rektor-bem-km-unmul-tak-efektif </guid>
<pubDate> Tue, 14 Aug 2018 11:03:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rizaldo, Presiden BEM KM Unmul 2018. (Sumber: glunis.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rizaldo-maklumi-penundaan-pilrek-mahasiswa-anggap-poling-rektor-bem-km-unmul-tak-efektif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l7RwdgKcTJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rizaldo Maklumi Penundaan Pilrek, Mahasiswa Anggap Poling Rektor BEM KM Unmul Tak Efektif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Berbeda dari pimpinan BEM FISIP dan BEM FEB yang mengaku kecewa atas ditundanya puncak hajatan pilrek, Presiden BEM KM Unmul Rizaldo memilih maklum. Ia yang sudah mendapatkan informasi langsung dari ketua panitia pilrek 2018 Muhammad Noor, tak lagi terkejut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena memang mesti sinkron dengan pihak Kemenristekdikti. Karena pihak Kemenristekdikti harus ada perwakilannya yang datang ke Unmul. Ini sudah dipaparkan di awal, ketika kita agendakan dialog serba-serbi Pilrek dengan beliau ketika itu,&quot; jelas Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, pilrek dipastikan mundur dari jadwal yang telah ditentukan setelah datangnya surat bernomor bernomor 3447/A.A2/KP/2018, pada 8 Agustus lalu. Dalam surat itu, Kemenristekdikti meminta pilrek ditunda karena belum selesainya proses penelusuran rekam jejak para calrek.</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul sejak Minggu, (12/8) mulai menyebarluaskan poling <em>online</em> rektor pilihan mahasiswa, setelah sebelumnya sempat melakukan survei <em>online</em> mengenai pilrek yang hasilnya belum dipublikasikan. Poling tersebut akan ditutup Jumat, (17/8).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Poling ini akan menjadi gambaran ke mana pilihan mahasiswa Unmul berlabuh. Hasil dari poling ini akan diserahkan ke senat. Sedangkan untuk survei menjelang pilrek kemarin hasilnya belum di <em>publish</em>. Rencananya mau di <em>combine</em> dengan aspirasi fakultas lainnya,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Cristina Sitorus, mahasiswi Pembangunan Sosial mengaku tak bersuara di poling. Mahasiswi asal Paser ini mengatakan, poling rektor pilihan tak sampai ke telinga mereka yang tak terlibat organisasi kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kurang pemberitahuan buat mahasiswa biasa, mungkin kalo anak UKM atau himpunan <em>easy to know it</em>,&quot; jawabnya saat ditanya via <em>direct messages</em> Instagram.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya perihal efektivitas poling, ia menjawab sangat tidak efektif. Ia pun setuju bahwa asumsi poling pilrek berkekuatan lemah. Pasalnya, yang keluar sebagai rektor terpilih adalah dia yang meraup suara terbanyak dalam Rapat Senat Tertutup meski kalah dalam poling. Begitupun sebaliknya. Sementara, dalam Rapat Senat Tertutup mahasiswa tak dilibatkan sama sekali. <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesan Usai PKKMB, Maba: Aih, Capek Kami! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesan-usai-pkkmb-maba-aih-capek-kami/baca </link>
<guid> kesan-usai-pkkmb-maba-aih-capek-kami </guid>
<pubDate> Wed, 15 Aug 2018 12:40:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana PKKMB Prasasti Mulawarman 2018 di Gor 27 September Unmul. (Sumber: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesan-usai-pkkmb-maba-aih-capek-kami/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p3ybAfHffw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kesan Usai PKKMB, Maba: Aih, Capek Kami!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &quot;<em>Aih</em> capek kami, disuruh pindah-pindah, kakaknya <em>ndak&nbsp;</em>jelas betul, kakak yang di depan bilang angkat kuning, kakak yang di dekat kami bilang hijau, kami bingung disuruh maju mundur bawa-bawa karton, mana banyak lagi yang pingsan soalnya panas. <em>Bote</em> aja kalau ada yang bilang tadi itu asik, <em>ndak</em> capek,&quot; keluh Achmad Rido, mahasiswa baru Bimbingan Konseling, FKIP mengungkap kesannya usai PKKMB pagi hingga petang tadi, Rabu, (15/8).</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, Rido juga mengeluhkan kurangnya persiapan panitia untuk melakukan konfigurasi di akhir acara. Menurutnya, maba justru dibuat bingung dan bosan karena terlalu lama berpindah posisi tanpa tahu harus bagaimana, sementara hari beranjak sore.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Panitianya kurang persiapan bah. Ada mungkin satu setengah jam bikin itu,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi, persoalan karton yang akhirnya banyak tak terpakai. Kakak-kakak senior, kata Rido, memerintahkan membawa karton berwarna hitam, putih, hijau, kuning, dan merah, sementara yang terpakai hanya kuning dan merah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi lapik (alas) duduk, terus dibuang,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Rido yang saat itu duduk di pinggiran pagar GOR 27 September juga mengaku tak terlalu memperhatikan penampilan para UKM.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami di dekat pagar aja sambil <em>nyender-nyender</em>, ngobrol-ngobrol. Yang kulihat itu cuma Pramuka sama KSR yang lainnya <em>ndak&nbsp;</em>terlalu jelas. Rencananya aku mau ikut KSR, soalnya aku di MAN dulu ikut PMR,&quot; ujar mahasiswa asal Maratua, Kabupaten Berau ini.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana PKKMB tahun-tahun sebelumnya, ajang penyambutan ini memang nyaris selalu memakan korban pingsan. Tahun ini kembali terjadi. Hal ini agaknya diperparah dengan kondisi cuaca yang panas di luar ruangan. Panitia bagian kesehatan tampak kewalahan menghalau korban.</p><p style="text-align: justify;">Rido sendiri mengaku tak sempat sarapan, karena diminta hadir di FKIP pukul 5 pagi. Kemudian ramai-ramai berjalan kaki menuju GOR 27 September. Beruntung, ia tak sampai pingsan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, besok, rencananya akan digelar PKKMB tingkat fakultas. Namun, Rido memilih tak hadir.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena teman-teman <em>ndak&nbsp;</em>ada yang ikut, kata kakak-kakaknya kalau mau ikut, ikut aja, asal ada teman satu prodi gitu lah. Ndak wajib, jadi aku sama teman-temanku <em>ndak</em> hadir lah besok. Biar aja,&quot; tandasnya seraya tertawa. <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sejumlah Hal Baru di Prasasti Mulawarman 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sejumlah-hal-baru-di-prasasti-mulawarman-2018/baca </link>
<guid> sejumlah-hal-baru-di-prasasti-mulawarman-2018 </guid>
<pubDate> Thu, 16 Aug 2018 13:05:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa baru Unmul yang ikuti PKKMB 2018 di Gor 27 September. (Sumber: Instagram Andi Muhammad Rifky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sejumlah-hal-baru-di-prasasti-mulawarman-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CdWJwyUzf1.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sejumlah Hal Baru di Prasasti Mulawarman 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sepanjang Rabu (15/8) kemarin Gelora 27 September dipadati oleh ribuan mahasiswa baru (maba). Mereka mengikuti kegiatan Prasasti Mulawarman yaitu percepatan adaptasi lingkungan kampus untuk tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">Para maba datang dari 14 fakultas, didampingi oleh mahasiswa tingkat atas dari organisasi fakultas. Para maba mengenakan almamater kuning milik Unmul disertai pita di lengan kanan yang menandakan kode warna masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Dibandingkan dengan gelaran tahun-tahun sebelumnya, Prasasti Mulawarman kali ini lebih berbeda. Pertama adalah dengan diadakannya Rapat Senat Terbuka Universitas Mulawarman. Maba dituntun masuk ke dalam gelora dan mengisi tiap tribun. Acara dibuka dengan laporan &nbsp;dari Wakil Rektor I bagian akademik, Mustofa Agung Sardjono.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu maba secara simbolik mengenakan alamamater Unmul; pertanda mereka telah diterima di Unmul sekaligus dimulainya kehidupan sebagai seorang mahasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu mars Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa, Masjaya selaku rektor dan ketua senat juga mengucap selamat datang kepada 5.314 maba yang berhasil masuk ke Unmul. Sekitar pukul 09.30 Wita, Rapat Senat Terbuka berakhir. Tak lama satu per satu kelompok senat mulai keluar dan pergi meninggalkan gor.</p><p style="text-align: justify;">Acara masih tetap berlanjut, kali ini diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa. Ada sambutan dari Ketua Panitia Prasasti, Muhammad Miftahul Mubarok dan Rizaldo selaku Presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya percaya hari ini dengan mencintai Unmul dan Indonesia tidak ada jalan pintas dan tidak ada cara mudah. Bangga dengan Unmul dan Indonesia maka berikanlah karya. Inilah yang harus kalian pikirkan bahwa karya bukan hanya tentang prestasi, tetapi tentang semua aksi nyata mahasiswa,&rdquo; kata Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki pukul 11.00 Wita mahasiswa yang di dalam gor mulai dituntun keluar. Di halaman gor sudah berdiri sebuah panggung dan papan bertuliskan nama tiap fakultas. Prasasti Mulawarman tahun ini mengambil pilihan untuk menggelar acara di halaman gor. Di mana para unit kegiatan mahasiswa (UKM) tingkat universitas akan memperkenalkan diri dan berunjuk gigi.</p><p style="text-align: justify;">Namun belum selesai acara terdapat fakultas yang menarik mabanya undur diri. Ada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik &nbsp;dan Fakultas Teknik yang memutuskan menarik mabanya dari gor. Seolah lazim bagi kedua fakultas ini untuk <em>walkout&nbsp;</em>saban tahun tiap helatan adaptasi tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">Catatan lainnya tahun ini yang berbeda adalah maba Fakultas Hukum (FH) mengikuti ajang PKKMB dari awal hingga akhir. Padahal berdasarkan rekam jejak, FH dikenal juga sebagai fakultas yang gemar menarik massanya pergi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara mahasiswa yang masih bertahan tetap terlihat antusias ketika menyaksikan penampilan tiap UKM. Akan tetapi, semakin lama suasana semakin tidak kondusif lantaran terik sengat matahari. Dengan suhu udara 33 derajat siang itu, banyak di antara maba mengalami drop.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keluhannya rata-rata pusing, pingsan, sama kepanasan,&rdquo; kata Abdulah Hakam, salah satu tim bantuan medis Azygos dari Fakultas Kedokteran.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, terik matahari tetap tidak menjadi penghalang. Acara tetap dilanjuktan hingga seluruh penampilan UKM selesai. Prasasti Mulawarman berakhir pada sore hari selepas diadakannya konfigurasi ribuan maba yang membentuk logo Unmul. <strong>(<em>fir</em><em>/gie/cin/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kantongi Izin dari Petinggi Fakultas, FISIP dan FT Cabut dari PKKMB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kantongi-izin-dari-petinggi-fakultas-fisip-dan-ft-cabut-dari-pkkmb/baca </link>
<guid> kantongi-izin-dari-petinggi-fakultas-fisip-dan-ft-cabut-dari-pkkmb </guid>
<pubDate> Thu, 16 Aug 2018 13:45:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua BEM FT Yoga Pratama Khatulistiwa dan Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kantongi-izin-dari-petinggi-fakultas-fisip-dan-ft-cabut-dari-pkkmb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CaN6ZHLyXL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kantongi Izin dari Petinggi Fakultas, FISIP dan FT Cabut dari PKKMB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kepergian FISIP dan FT usai seremoni PKKMB dalam Gor 27 September jelas mencuri perhatian. Sejumlah maba fakultas lain berseru, &quot;Uuuuuuu,&quot; mencemooh langkah mereka. Tak ada balasan, selain terus bergerak menuju kampus masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui petang tadi, Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar dan Ketua BEM FT Yoga Pratama Khatulistiwa mengklarifikasi peristiwa tersebut. Keduanya mengaku telah mengantongi izin dari birokrat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sudah koordinasikan dengan kepanitiaan PKKMB melalui ketua panitia PKKMB fakultas mengenai tenda, dan diiyakan. Karena jam 11 sampai jam 4 itu cuaca pasti sangat panas. Tentunya akan berdampak pada kesehatan maba yang akan mengikuti acara di fakultas besok harinya. Wakil Dekan I dan III juga mengetahui hal ini dan akhirnya mengizinkan kami keluar karena dianggap merugikan fakultas,&quot; terang Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Akbar mengatakan FISIP tidak akan <em>walkout</em> ketika PKKMB berjalan sesuai kesepakatan bersama, maba tidak jatuh sakit karena kesalahan panitia dan merasa nyaman selama acara. Kecuali perkara konfigurasi, kata Akbar, FISIP memang tidak setuju sejak awal karena merasa maba telah banyak mengeluarkan rupiah demi menyandang gelar mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Namun saat hari H, Akbar tak menemukan tenda yang dijanjikan panitia. Setelah mencoba bertanya ke panitia, penyebab tidak adanya tenda semata karena konfigurasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami tambah kesal, ternyata panitia lebih mementingkan konfigurasi ketimbang kesehatan maba. Mereka bilang kalau ada tenda, konfigurasi tidak bisa dilakukan,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Akbar, Yoga juga mendapatkan dukungan dari dekan FT melalui pesan singkat ketika maba FT tak mendapatkan tempat duduk yang cukup di dalam gor. Kemudian akhirnya diputuskan 50 orang maba sebagai perwakilan masuk ke dalam, sementara sisanya kembali ke kampus lalu dipulangkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari awal kita udah ikutin kemauan panitia. Belum setengah tujuh kami udah di gor, tapi pas mau masuk kita lihat kondisi, kalau kita masuk jalur evakuasi bakal ketutup, di atas juga sangat tidak nyaman,&quot; ujar Yoga.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, baik Akbar maupun Yoga sama-sama mengapresiasi kerja keras panitia PKKMB.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Wakil Presiden BEM KM Unmul Muhammad Miftahul Mubarok yang sekaligus ketua panitia PKKMB 2018 belum berhasil dikonfirmasi sejak dihubungi <em>Sketsa</em> pukul 9.50 pagi tadi. <strong>(<em>aml/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konsolidasi Dadakan di PKKMB: Cekcok dan Pengkhianatan Rektorat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-dadakan-di-pkkmb-cekcok-dan-pengkhianatan-rektorat/baca </link>
<guid> konsolidasi-dadakan-di-pkkmb-cekcok-dan-pengkhianatan-rektorat </guid>
<pubDate> Fri, 17 Aug 2018 12:54:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konsilidasi dadakan digelar di belakang panggung Prasasti Mulawarman. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-dadakan-di-pkkmb-cekcok-dan-pengkhianatan-rektorat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Yr0HzjMBxv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konsolidasi Dadakan di PKKMB: Cekcok dan Pengkhianatan Rektorat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Ketika memasuki waktu istirahat, salat, dan makan sebuah konsilidasi dadakan digelar di belakang panggung Prasasti Mulawarman. Terbatas hanya ada panitia PKKMB, perwakilan setiap unit kegiatan mahasiswa, dan pendamping maba tiap fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Ketua panitia PKKMB Muhammad Miftahul Mubarok langsung membuka permasalahan. Ia melaporkan bahwa sebelum masuk jam istirahat sempat terjadi cekcok antara panitia PKKMB dengan pendamping maba dari FKIP.</p><p style="text-align: justify;">FKIP mendesak agar seluruh mabanya diperbolehkan masuk kembali ke dalam Gor 27 September. Sebab terik matahari menyengat di atas kepala. Belum lagi banyak di antara maba yang tumbang karena tidak tahan dengan cuaca panas<em>.</em></p><p style="text-align: justify;">Sementara panitia memilih bersikeras bahwa gor harus steril karena sesuai rencana gor akan digunakan untuk ibadah salat zuhur.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ternyata yang ikut konsol sama yang hari ini mendampingi orangnya beda, makanya jangan enggak ikut konsol tapi sok-sok tahu di lapangan, kasihan juga teman-teman UKM,&quot; ungkap Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Walhasil sebagian maba FKIP itu akhirnya digiring ke sisi gor untuk berteduh. Sementara sebelumnya dua fakultas yaitu Teknik (FT), Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) telah lebih dulu memutuskan untuk menggiring mabanya ke fakultas masing-masing atau memperbolehkan pulang.</p><p style="text-align: justify;">Selain mengeluh dengan kinerja dan koordinasi pendamping maba tiap fakultas, Miftah juga mengatakan panasnya hari itu semestinya tidak menjadi alasan bagi fakultas untuk hengkang di tengah acara atau melipir masuk ke dalam Gor 27 September tanpa instruksi dari panitia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maba banyak yang pingsan pun alasannya ada dua, memang dia sakit atau paginya belum makan, itu aja sebenarnya,&quot; kata Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Suara lain juga muncul dari perwakilan UKM. Hadi Cahyo dari Teater Yupa mengatakan walau beberapa fakultas telah menarik diri dari agenda PKKMB, mereka berharap agenda tetap dilanjutkan serta menggiring para maba berteduh di manapun asalkan masih tetap di area agenda.</p><p style="text-align: justify;">Miftah kembali dengan menambahkan opsi riil demi kelanjutan acara PKKMB, yaitu tetap melanjutkan kegiatan di lapangan Gor 27 September dengan catatan tidak ada yang masuk ke dalam gor tanpa seizin panitia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengecap Rektor Gagal Mengurus PKKMB</strong></p><p style="text-align: justify;">Kecacatan yang terjadi pun tidak sepenuhnya berasal dari pihak fakultas, namun pihak birokrat juga turut andil. Miftah menyatakan BEM KM Unmul akan mengambil komitmen untuk menuntut persoalan di PKKMB kali ini. Sebab Rektor Masjaya dianggap gagal mengurus fakultas dalam menyukseskan kegiatan PKKMB.</p><p style="text-align: justify;">Miftah juga merasa ada pengkhianatan yang dilakukan oleh rektorat. Muasalnya karena selepas Rapat Terbuka Senat di dalam gor, alat-alat penunjang seperti <em>speaker</em><em>&nbsp;blower</em><em>,</em><em>&nbsp; speaker,&nbsp;</em>dan mikrofon dibawa pergi oleh petugas rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Miftah tindakan ini telah melanggar komitmen yang telah dilakukan antara panitia dan birokrat saat konsolidasi. Sebab birokrat sebetulnya tahu, bila saja hujan turun di hari PKKMB, Rabu (15/8) kemarin, maka acara akan kembali dilanjutkan di dalam Gor 27 September.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Komitmennya dari rektorat, enggak ada tuh. Kita cari orangnya di dalam enggak ada, kita telepon juga enggak diangkat, kita juga tanya satgas mereka juga enggak tahu katanya itu urusan humas atau perlengkapan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain dari pihak rektorat, pejabat fakultas seperti FISIP dan FT juga memperbolehkan BEM fakultas untuk menarik mabanya agar tidak mengikuti agenda ini. Padahal dari saat konsolidasi sebelum agenda berlangsung wakil dekan FISIP dan FT menyatakan tidak akan menarik diri dari agenda PKKMB.</p><p style="text-align: justify;">Namun keadaan berbalik 180 derajat ketika pagi harinya, dua fakultas itulah justru yang menarik diri. Hal ini membuat geram panitia PKKMB yang menilai petinggi rektorat dan fakultas melepas tanggung jawab atas agenda ini.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul Rizaldo juga menyebut karena agenda PKKMB 2018 bersamaan dengan agenda Rapat Senat Terbuka, akibatnya terjadi ketimpangan dalam pelaksanaan kedua agenda ini. Menurut Rizaldo agenda PKKMB, baik tahun ini ataupun tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tanda bahwa Rektor Masjaya gagal mengelola kepemimpinan tingkat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Konsolidasi dadakan itu berlangsung hampir satu jam. Setelah musyawarah dan menanyakan kembali komitmen perwakilan fakultas, bahwa mereka menyatakan diri siap untuk bertahan hingga akhir acara. Agenda PKKMB lantas kembali dilanjutkan. UKM-UKM silih berganti memperkenalkan diri, maba pun bertahan hingga acara benar-benar selesai. <strong>(<em>cin/fir/gie/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merasa Diabaikan untuk Lakukan MPMB, DPM FH Blokade Jalan, Kericuhan Tak Terhindarkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merasa-diabaikan-untuk-lakukan-mpmb-dpm-fh-blokade-jalan-kericuhan-tak-terhindarkan/baca </link>
<guid> merasa-diabaikan-untuk-lakukan-mpmb-dpm-fh-blokade-jalan-kericuhan-tak-terhindarkan </guid>
<pubDate> Fri, 17 Aug 2018 14:28:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar aksi bakar ban di Fakultas Hukum Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/merasa-diabaikan-untuk-lakukan-mpmb-dpm-fh-blokade-jalan-kericuhan-tak-terhindarkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yO6XqI8k9L.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Merasa Diabaikan untuk Lakukan MPMB, DPM FH Blokade Jalan, Kericuhan Tak Terhindarkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Setidaknya empat tahun terakhir, FH rutin meninggalkan PKKMB sebelum berakhir. Tak cuma <em>walkout</em>, beragam aksi yang acapkali menuai kericuhan sudah kadung melekat di diri fakultas beridentitas pita merah ini. Sebut saja menggunakan pakaian bebas saat 2014 hingga berteriak-teriak di dalam Gor 27 September.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, tahun ini FH termasuk salah satu fakultas yang tertib mengikuti PKKMB hingga akhir acara, walau akhirnya pergi juga ketika konfigurasi dirasa terlalu lama. Langkah yang juga dilakukan FPIK.</p><p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, kemarin, Kamis, (16/8), PKKMB tingkat fakultas digelar. FH, yang BEM-nya kini dibekukan, melangsungkan PKKMB fakultas di lantai 2 gedung rektorat dengan diwarnai kericuhan sebelum PKKMB dimulai. Jalan menuju FH diblokade, ban dibakar, orasi-orasi diteriakkan sejak pukul 10 pagi.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Ketua DPM FH Muhammad Faisal Fadhil alias Codet mengatakan, kericuhan itu terjadi karena DPM FH merasa diabaikan dan tidak dilibatkan untuk menggelar MPMB atau PKKMB fakultas sebagaimana lazimnya fakultas lain. Adu mulut antara DPM FH dan Dekan FH Mahendra Putra Kurnia pun tak terelakkan.</p><p style="text-align: justify;">Mahendra dinilai abai terhadap eksistensi lembaga internal mahasiswa FH. Pasalnya, Codet mengklaim telah berupaya menjalin komunikasi dengan birokrat FH mengenai PKKMB namun tak pernah mendapatkan respons.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami aksi karena beberapa kali melakukan mediasi dengan petinggi FH terkait MPMB (Masa Pengenalan Mahasiswa Baru) tapi tidak menemukan titik penyelesaian. Padahal, hampir dua bulanan kami sudah menawarkan solusi, mengirim proposal MPMB tapi tidak diindahkan juga oleh dekan kami. Tiba-tiba diadakan PKKMB,&rdquo; beber Codet kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, sikap Mahendra ini bisa menihilkan hak maba FH untuk berorganisasi. Sebab, syarat tergabung di ormawa FH menurut AD/ART KM FH adalah sertifikat MPMB, bukan PKKMB. MPMB adalah kegiatan yang dilaksanakan ormawa FH berdasarkan AD/ART KM FH, sedangkan PKKMB imbauan dari Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dasar kami menuntut ini untuk memperjuangkan hak mahasiswa baru, agar bisa berorganisasi. Kalau ada aturan dari Kemenristekdikti mestinya dimusyawarahkan dengan kami,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">&zwnj;Dalam aksinya, DPM FH bersama alumni menuntut supaya ada pembagian waktu pelaksanaan antara PKKMB fakultas dengan MPMB masing-masing satu hari.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami maunya PKKMB jalan, MPMB juga jalan. Yang kami harapkan PKKMB tidak dijalankan karena MPMB kami juga tidak berjalan, jadi adil. Karena solusi kami berbagi waktu, tidak diindahkan oleh dekan,&quot; cerkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi DPM FH ini adalah aksi kedua setelah sebelumnya melakukan aksi pada Senin, (13/8) di FH. Aksi kedua ini juga dihadiri Rektor Masjaya, menghasilkan empat keputusan.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, jika kedua belah pihak masih bersikeras dan dapat menimbulkan tidak kondusifnya kampus, maka baik PKKMB dan MPMB ditiadakan untuk sementara waktu sampai ada keputusan final. Kedua, diharapkan peran serta seluruh elemen FH Unmul dapat bersinergi membangun FH Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, ketiga, rektor telah menerima laporan terkait oknum dosen yang memprovokasi maba dan dengan seenaknya mengancam-ancam maba dengan ancaman DO. Dan, keempat, atas dasar pencemaran profesi advokat, maka alumni yang telah menjadi advokat akan melanjutkan itu ke ranah hukum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apabila besok PKKMB tetap berjalan maka teman-teman akan kembali aksi, karena teman-te<span style="background-color: transparent;">man sudah omongkan ini ke rektor juga bagaimana bagusnya,&quot; tegas Codet.</span></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Dekan FH Mahendra Putra Kurnia menjelaskan, kericuhan terjadi karena perbedaan pandangan antara mahasiswa dengan birokrat fakultas. Pelaksanaan kegiatan PKKMB ini, kata Mahendra, dilakukan berdasarkan surat edaran Kemenristekdikti yang mengimbau agar proses penyambutan maba dilakukan oleh akademik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini soal perbedaan pandangan, karena kami berpatokan dengan aturan Kemenristekdikti nomor 413/B-SE/VIII/2018 tentang pengenalan kehidupan kampus. Kami hanya patuh,&rdquo; jawabnya dikutip dari laman beritainspirasi.com. <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Malam Tadi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/malam-tadi/baca </link>
<guid> malam-tadi </guid>
<pubDate> Sat, 18 Aug 2018 13:12:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: pixabay.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/malam-tadi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8TVMwAitt7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Malam Tadi</h1>
			              </header>
			              <p>bisik bumi di malam ini<br>mencari arti dalam sunyi<br>bersenggama dengan ketidakwarasan<br>pondasi keluarga yang kurajut lagi<br><br>dan terjawab semua kersahanku<br>takkan pernah ada yang tertutup lagi<br>akan kuungkapkan semuanya di sini<br>di lingkaran sederhana</p><p><strong><em>Ditulis oleh UKM Teater Fasotik FISIP Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kontroversi Instagram Stories Goblok, Miftah: Yang Tersindir Itu Jelas Baper! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kontroversi-instagram-stories-goblok-miftah-yang-tersindir-itu-jelas-baper/baca </link>
<guid> kontroversi-instagram-stories-goblok-miftah-yang-tersindir-itu-jelas-baper </guid>
<pubDate> Sat, 18 Aug 2018 14:53:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar unggahan Insta Story Presiden BEM FISIP, Andi Muhammad Akbar. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kontroversi-instagram-stories-goblok-miftah-yang-tersindir-itu-jelas-baper/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DGujDOTAFV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kontroversi Instagram Stories Goblok, Miftah: Yang Tersindir Itu Jelas Baper!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Instagram Stories dengan isi tulisan &quot;goblok&quot; diunggah oleh akun pribadi Muhammad Miftahul Mubarok tepat di sela-sela agenda PKKMB universitas pada Rabu, (15/8) lalu. Miftah yang hari itu bertugas sebagai Ketua Panitia Prasasti Mulawarman seketika mendapat kecaman dari kalangan organisatoris fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Ada dua postingan Instagram Stories Miftah yang memicu kehebohan. Pertama, kata &quot;goblok&quot; dengan huruf kapital berwarna putih dengan latar hitam, muncul sekitar pukul 12.30 Wita. Kemudian yang kedua, berisi kalimat, &quot;Pra PKKMB h nah panas! Dasar lemah bulu! Salut untuk teman-teman @unmus.offc panas tak dijadikan alasan untuk menjadi be exellent! Good job bro angkat topi atas perjuangan kalian,&quot; muncul 14 menit sesudahnya yakni pukul 12.44 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Andi Muhammad Akbar termasuk salah satu yang menanggapi <em>stories</em> Miftah. Akbar merespons melalui akun pribadinya @amuhammad_akbar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sodara @muhammadmiftahul.mubarok wakil presiden BEM KM Unmul sekaligus ketua panitia Prasasti Universitas Mulawarman tahun 2018. Perjalanan agenda Prasasti Mulawarman telah usai, kami ucapkan selamat atas kesuksesan agendanya. Tapi menjustifikasi fakultas yang tidak ikut dalam agenda tersebut dengan kata-kata yang seperti di gambar adalah hal yang tak pantas, apalagi dilakukan oleh pimpinan BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Mari kita saling menghormati. Mari kita terbuka dan jujur atas beberapa kesepakatan yang dilanggar kepanitiaan,&quot; tulisnya.</p><p style="text-align: justify;">Unggahan <em>stories</em> juga muncul dari @pujangga_bertuah. Dody Kusuma, mahasiswa Administrasi Negara itu menulis, &quot;@prasatimulawarman2018 mabanya itu capek walll&quot; dan &quot;Duh kebanyakan baper gini dah jadi ngk rasional&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Komentar lainnya lagi datang dari Putri Wahyuningtyastiti, Ketua PKKMB Fakultas Teknik (FT). Ia kecewa sekaligus merasa fakultasnya lah yang dimaksud Miftah. Menurutnya, seorang Wakil Presiden BEM KM Unmul tak seharusnya melakukan hal demikian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kecewa. Kenapa harus terkeluar snapgram begitu? Ketika diprivasi itu mungkin buat beberapa orang, tapi masalahnya sg ini dekat dengan apa yang kami lakukan (<em>walkout</em>). Ya, kalau mau menjatuhkan orang lain tidak bisa begitu, harus dijaga penggunaan kata yang baik. Jangan karena punya jabatan, akhirnya bisa meremehkan yang lain,&quot; kata Putri.</p><p style="text-align: justify;">Jumat (17/8) malam kemarin, Miftah memberi konfirmasinya kepada <em>Sketsa</em>. Ia mengaku sudah banyak dimintai klarifikasi mengenai Instagram Stories-nya itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sebenarnya bingung apa yang harus diklarifikasi dari sg saya. Saya tidak mencatutkan sebuah nama, sebuah pihak, atau apa pun di situ. Yang ngerasa tersindir itu jelas baper. Jelas!&quot; ujar Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Miftah berujar kalaupun berniat menyindir, maka ia akan melakukannya detik itu juga. Sementara konteks yang terjadi FISIP dan FT telah <em>walkout</em> dari PKKMB pada pukul setengah 11 siang. Sedangkan postingannya yang bermasalah muncul dua jam setelahnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bisa aja padahal saya keluarkan jam setengah 11 kalau memang mau nyindir. Toh, semua orang tahu kok saya ini orangnya blak-blakan, kalau ngomong enggak pakai filter. Dan kalau misalnya ini sindiran, Pak Pres (Rizaldo) juga harusnya kesindir. Karena kak Aldo di dalam Gor aja, enggak keluar-keluar, dan saya yang di lapangan,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Anggapan soal <em>stories</em> &quot;goblok&quot; dan <em>stories</em> &quot;Unimus&quot; berkaitan dibantah Miftah. Menurutnya, dua <em>stories</em> itu berbeda dan dilatarbelakangi momentum yang juga berbeda. Saat ditanya siapa dan peristiwa apa sebetulnya yang ia maksud, Miftah enggan menjawab.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka kira <em>scene</em> 1 dan <em>scene</em> 2 itu berhubungan, padahal beda. Beda 14 menit malahan. <em>Scene</em> 1 untuk si A, dan <em>scene</em> 2 untuk si B. Yang di lapangan pasti tahu yang saya maksud. Momennya apa, siapa, dan saya marah kenapa. Beda sama yang enggak ada di lapangan, yang bisanya cuma ngerasa,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk <em>stories</em> kedua, Miftah menyebut ingin menunjukkan semangat di Unimus Merauke yang luar biasa, padahal sama-sama sedang melangsungkan acara di lapangan pukul 14 siang dengan suhu mencapai 35 derajat, lebih panas dari Unmul yang waktu itu bersuhu 33 derajat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sadar Menulis &quot;Goblok&quot; dan &quot;Lemah Bulu&quot;</strong></p><p style="text-align: justify;">Menurut Miftah, ada dua momen terjadi di lapangan Gor 27 September kemarin. Ia mengaku mengucapkan kata &quot;goblok&quot; hingga <em>&quot;bullshit&quot;</em> saat konsolidasi bersama UKM dan BEM fakultas waktu itu dengan benar-benar sadar dan punya maksud.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oh jelas, di tengah-tengah itu kata <em>&quot;bullshit&quot;</em> dan lain-lain itu udah keluar semua. Saya merasa tidak menyindir Teknik dan FISIP karena mereka enggak ada di lapangan, mereka sudah di kampus atas izin petinggi kampus mereka. Anehnya yang tersindir ini tuh orang-orang yang tidak ada di lapangan,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, kata Miftah, FISIP dan FT yang merasa tersindir adalah salah besar. Sebab, ia merasa tidak lagi memiliki urusan dengan kedua fakultas tersebut. Miftah pun mengaku sadar dengan tulisannya tersebut. Perihal jabatan sebagai wakil presiden BEM KM Unmul itu lain soal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya bilang ke panitia PKKMB dan fakultas bahwa jabatan saya sebagai wapres saya tinggal di sekre. Jabatan yang saya pegang adalah ketua panitia, pemimpin teknis di lapangan. Jadi ketika terjadi apa-apa, saya bertanggung jawab atas nama panitia, bukan BEM KM Unmul. Apalagi ini bukan acaranya BEM KM, kami hanya diminta bertanggungjawab,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski menuai kontroversi, Instagram Stories Miftah ditanggapi wajar oleh Gubernur BEM FEB Freijae Rakasiwi. Ia mengaku kaget, namun memilih tak ambil pusing. Mantan Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM KM Unmul 2015 ini juga menerangkan apa sebenarnya latar <em>stories</em> tersebut sebagai orang yang ada di lapangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Insta Story Miftah itu ada ketika ada fakultas yang di lapangan bergeser ke dalam gor saat penampilan UKM sebelum salat zuhur. Kita pun juga kecewa terkait pergeseran fakultas tersebut. Akibatnya agendanya molor satu jam dan tidak sesuai konsolidasi. Parahnya lagi, pihak rektorat pun telah membereskan <em>sound&nbsp;</em>di dalam gor saat maba bergeser ke dalam gor, di situ Miftah meledak-ledak sebagai ketua panitia,&quot; ucap Freijae. <strong>(<em>aml/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajak Toga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-toga/baca </link>
<guid> sajak-toga </guid>
<pubDate> Sun, 19 Aug 2018 11:47:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-toga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9ucE5Is2s0.png" />
					</figure>
			                <h1>Sajak Toga</h1>
			              </header>
			              <p>Kemarin kau masih seorang akademisi<br>Hari ini kau berhasil menjadi alumni<br>Esok hari semoga kau menjadi praktisi<br>Pergi jauh meninggalkan kampus ini</p><p>Berjabat tangan menandakan perpisahan<br>Kuserahkan seikat bunga sebagai kenangan<br>Aku berdiam diri menunggu senyuman<br>Sedangkan tatapan matamu tak bisa kulepaskan</p><p>Canda tawamu kini tak lagi kudengar<br>Keluh kesahku tak lagi kau pertanyakan<br>Kau beranjak menuju kampung halaman<br>Meninggalkan seorang gadis di perantauan</p><p>Hei pria wisudawan<br>Ajari aku agar tak larut dalam kesedihan<br>Bangunkan aku dari lamunan<br>Sebab merindukanmu sangat tidak menyenangkan</p><p>Pergilah demi impian<br>Jadilah praktisi yang handal<br>Semangatlah mengumpulkan uang panai<br>Untuk dia yang ingin kau halalkan</p><p><strong><em>Ditulis oleh Hotimatul Hasanah, Mahasiswi Akuntansi, FEB 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upacara Kemerdekaan RI di Unmul, dari Pakaian Adat sampai Gempa Lombok </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upacara-kemerdekaan-ri-di-unmul-dari-pakaian-adat-sampai-gempa-lombok/baca </link>
<guid> upacara-kemerdekaan-ri-di-unmul-dari-pakaian-adat-sampai-gempa-lombok </guid>
<pubDate> Sun, 19 Aug 2018 12:15:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana upacara dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia yang tahun ini menginjak usia ke-73. (Sumber: Syalma Namira) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upacara-kemerdekaan-ri-di-unmul-dari-pakaian-adat-sampai-gempa-lombok/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EKyhf5UZwL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upacara Kemerdekaan RI di Unmul, dari Pakaian Adat sampai Gempa Lombok</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&mdash; Jumat, 17 Agustus pukul 07.30 Wita, perwakilan mahasiswa Bidikmisi, mahasiswa berprestasi, mahasiswa Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN), pengajar dan pimpinan fakultas melaksanakan upacara dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia yang tahun ini menginjak usia ke-73.</p><p style="text-align: justify;">Ada yang berbeda pagi itu. Para petinggi Unmul tampak dibalut pakaian adat seperti para petinggi negeri yang melangsungkan upacara di Istana Negara. Di bawah komando Ryan Gusti Wijaya, mahasiswa PIN, upacara berlangsung khidmat.</p><p style="text-align: justify;">Tak semata agenda-agenda upacara seperti biasa, upacara bendera di Unmul juga menyelipkan agenda pemberian penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp150 juta kepada Prodi Pendidikan Biologi FKIP atas raihan akreditasi A. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik.</p><p style="text-align: justify;">Upacara kemudian dilanjutkan dengan amanat dari Rektor Masjaya yang bertindak sebagai inspektur upacara. Ia membacakan surat edaran dari Menristekdikti yang berisi pesan tentang usaha kaum intelektual menghadapi tantangan di era globalisasi, yakni dengan meningkatkan daya saing melalui prestasi kolektif warga universitas. Selain itu, peningkatan iptek untuk mengembangkan universitas yang lebih maju dan mengikuti arus perkembangan zaman, juga dianggap perlu.</p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk prestasi, Masjaya bersyukur atas prestasi-prestasi yang ditorehkan civitas academica untuk kemajuan Unmul, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Ia juga bangga atas akreditasi A yang telah diraih Unmul dan mengajak civitas academica untuk mempertahankan prestasi dan akreditasi agar dapat menjadi panutan bagi universitas lain terutama di wilayah Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Setelah Masjaya menyampaikan amanat, lagu-lagu kebangsaan pun dilantunkan oleh paduan suara dari mahasiswa PIN, seperti Hari Merdeka, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Padamu Negeri. Menariknya, saat lagu-lagu kebangsaan masih dinyanyikan, beberapa satgas yang berjaga di belakang barisan menyodorkan kardus yang terbuka atasnya bertuliskan &quot;Peduli Gempa Lombok&quot; kepada mahasiswa dan akademisi fakultas. Menariknya lagi, salah satu petugas upacara juga menyodorkan kardus tersebut ke arah Masjaya yang masih berdiri di atas mimbar. Masjaya lantas memasukkan beberapa lembar rupiah ke dalam kardus tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa, seremoni penutup, hingga barisan dibubarkan dan upacara dinyatakan selesai pukul 08.17 Wita. Setelah upacara berakhir, Muhammad Ikhwan selaku Kepala Sub Bagian Humas Unmul berkomentar perihal pemberian uang pembinaan bagi prodi-prodi yang telah mencapai akreditasi A. Ia berharap uang pembinaan itu dapat dijadikan motivasi bagi prodi-prodi lain agar dapat meningkatkan kualitasnya hingga mencapai target akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rp150 juta itu tadi memang janji pak rektor <em>reward &nbsp;</em>setiap program studi yang bisa mencapai akreditasi A, itu di luar <em>reward&nbsp;</em>sebelumnya untuk persiapan mereka membuat borang yang sekitar Rp25 juta,&quot; tuturnya. (<strong><em>cin/syl/aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB FH, Maba: Kami Sangat Ketakutan! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-fh-maba-kami-sangat-ketakutan/baca </link>
<guid> pkkmb-fh-maba-kami-sangat-ketakutan </guid>
<pubDate> Mon, 20 Aug 2018 11:55:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB tingkat universitas di GOR 27 September Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-fh-maba-kami-sangat-ketakutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/D2UpwxtiPe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB FH, Maba: Kami Sangat Ketakutan!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Suasana mencekam tiba-tiba menyelimuti pagi ketika PKKMB Fakultas Hukum (FH) yang terselenggara pada Kamis, (16/8) bahkan belum habis setengah jalan. Suara orang berteriak-teriak hingga asap dari ban yang dibakar seketika membuat ngeri para maba.</p><p style="text-align: justify;">Maya adalah salah satu saksi hidup peristiwa hari itu. Kepada Sketsa, ia mengurai kronologi kejadian. Menurut imbauan yang didapat Maya, PKKMB FH dimulai pukul 8 pagi di FH. Ia sendiri sudah tiba di jalan masuk menuju FH sejak pukul 7.36. Waktu itu jalan sudah diblokir. Maya bersama maba lainnya lantas diarahkan menuju halaman gedung MPK.</p><p style="text-align: justify;">Di MPK, acara berjalan baik. Para maba diminta memperkenalkan diri, mendengarkan cerita dari sejumlah kakak tingkat, kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok. PKKMB FH masih aman-aman saja sebelum akhirnya ricuh ketika memasuki sesi perkenalan kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Sirine meraung-raung dari kejauhan. Tiba-tiba ada sekelompok orang yang datang merisak, meminta maba untuk bubar. Belakangan diketahui, mereka adalah DPM FH dan alumni FH yang tadi memblokade jalan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalian akan bertemu dengan kami nanti!&quot; kata Maya menirukan suara itu.</p><p style="text-align: justify;">Suasana kian memanas. Petugas keamanan turun menindak. Sementara para dosen berupaya menenangkan maba sekaligus meredam keributan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami diminta berkumpul jadi satu terus menyanyi lagu Indonesia Pusaka tiga kali, Hari Merdeka satu kali,&quot; ujar Maya.</p><p style="text-align: justify;">Keadaan nyatanya tak kunjung membaik. Para maba akhirnya dipindahkan ke rektorat lantai 1. Kemudian, karena sebuah alasan yang tidak diketahui Maya, mereka dipindahkan lagi menuju lantai dua. Acara pun berlanjut meski masih menyisakan takut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ribut-Ribut Jilid 2</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika maba mulai merasa tenang, keributan datang lagi. Kali ini terjadi saat jam makan siang. Seseorang menerobos masuk sambil berteriak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya ini alumnimu, dek!&quot; Maya menirukan lagi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di sana terlihat beberapa teman menangis. Kami ketakutan setakut-takutnya. Apa yang akan terjadi pada kami setelah ini? Bagaimana kehidupan kuliah kami setelah ini?&quot; kata Maya resah.</p><p style="text-align: justify;">Beruntung, ribut-ribut jilid 2 ini berhasil ditangani cepat petugas keamanan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing dan motivasi oleh dosen FH. Meski begitu, acara berakhir lebih cepat.</p><p style="text-align: justify;">Maba dipulangkan. Mereka lalu menuju parkiran motor di belakang gedung MPK. Tak disangka, DPM FH dan alumni masih berada di sana. Mereka duduk-duduk di sekitar pintu keluar gedung MPK.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu membuat saya dan teman-teman merasa takut dan akhirnya motor kami harus diangkat oleh beberapa kakak-kakak untuk melewati depan Fakultas Farmasi yang menemani kami &nbsp;sampai benar-benar jalan,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di mata Maya, tindakan yang dilakukan oleh DPM FH dan alumni layaknya orang yang tidak memiliki adab. Bahkan, meski tujuannya baik yakni ingin memperjuangkan hak maba berorganisasi, ia tidak merasa sedikitpun terwakili. Karena bagi Maya, orang yang berilmu itu terlihat dari seberapa besar adabnya kepada orang lain.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kecewa aja sama sikap mereka yang bahkan membentak dosen hingga menangis,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Maya berharap, kejadian itu tak membuat nama FH tercoreng. Ia tak ingin kampusnya dicap sebagai pencetak mahasiswa tak beradab.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya berharap FH menjadi kampus yang nyaman untuk semua orang,&quot; tandasnya. <strong>(<em>wil/aml</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em style=""><strong>*Oleh Sketsa, Maya dibuat sebagai nama rekaan, guna melindungi serta menghindari adanya buntut lebih dari keterangan yang diberikan narasumber asli ini.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesaksian Maba FH Atas Kericuhan PKKMB Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-maba-fh-atas-kericuhan-pkkmb-fakultas/baca </link>
<guid> kesaksian-maba-fh-atas-kericuhan-pkkmb-fakultas </guid>
<pubDate> Mon, 20 Aug 2018 12:22:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekanat FH Unmul (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesaksian-maba-fh-atas-kericuhan-pkkmb-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZHtPY57P5H.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesaksian Maba FH Atas Kericuhan PKKMB Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pagi hari, 16 Agustus 2018, di grup percakapan mahasiswa baru (maba) Fakultas Hukum (FH) beredar kabar bahwasanya jalan menuju fakultas telah diblokade oleh sekelompok mahasiswa senior yang menolak berlangsungnya kegiatan PKKMB di fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Blokade itu dimulai sebelum pukul 7 dengan membakar ban. Semula info awalnya para maba diminta untuk berkumpul di FH pukul 7.30 untuk melanjutkan masa orientasi kampus. Tetapi selanjutnya, rencana terpaksa berubah setelah munculnya blokade.</p><p style="text-align: justify;">Mujib, bukan nama sebenarnya, adalah satu di antara sekian maba yang akan mengikuti kegiatan ini. Sehari sebelumnya ia juga ikut masa adaptasi tingkat universitas di Gor 27 September. Menjadi sejarah sebab tahun ini adalah kali pertama bagi FH mengikuti PKKMB universitas dan bisa bertahan hingga akhir acara.</p><p style="text-align: justify;">Lewat grup percakapan resmi yang berisi dosen-dosen, kata Mujib, maba diminta untuk beralih titik kumpul di gedung MPK. Di sanalah maba FH ini melaksanakan kegiatan PKKMB&mdash;untuk beberapa jam yang kondusif. Mujib bercerita di sana ia dan kawan-kawan maba lainnya sempat membuat yel-yel, memperkenalkan diri, dan memainkan games.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan PKKMB itu turut serta lembaga macam LKBH dan unit kegiatan mahasiswa seperti LDF Al-Mizan dan LKISH. Minus dua organisasi mahasiswa (ormawa) yaitu BEM FH&mdash;sedang dalam masa pembekuan&mdash;dan DPM FH.</p><p style="text-align: justify;">Khusus ormawa terakhir, Muhammad Faisal Fadhil, Ketua DPM FH mengakui kepada <em>Sketsa</em> pihaknya lah yang melakukan aksi blokade jalan tersebut. DPM FH menuding tak digubris birokrat FH untuk melaksanakan Masa Pengenalan Mahasiswa Baru (MPMB). Sebaliknya, mereka justru menyelenggarakan PKKMB, yang notabene anjuran dari Kemenristekdikti, lagi-lagi tanpa melibatkan DPM FH sebagai ormawa tertinggi di FH.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki pukul 10, kata Mujib, kelompok mahasiswa senior yang menolak PKKMB menyambangi mereka di gedung MPK. Kelompok mahasiswa itu datang dari arah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sembari menyembunyikan sirine toa dan berteriak meminta acara dibubarkan.</p><p style="text-align: justify;">Melihat itu dosen dan kelompok mahasiswa yang mendukung PKKMB, meminta maba untuk berkumpul menjadi satu. Lantas Mujib dan maba lain mulai bernyanyi lagu 17 Agustus, Padamu Negeri, dan lagu nasional lainnya sebagai upaya memicu semangat sekaligus menegaskan keinginan mereka untuk tetap bertahan di PKKMB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menandakan kami tidak ingin mereka ini ada di sini. Bahwa ini memang acara yang resmi. Baik menurut saya,&rdquo; kata Mujib.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kegaduhan itu maba dikerahkan untuk menuju ke gedung rektorat. Semula mereka di lantai satu, kemudian bergerak lagi ke lantai dua. Di momen ini, kata Mujib, keadaan kembali aman bahkan sempat ada pemaparan berupa materi bela negara.</p><p style="text-align: justify;">Saat hendak dilaksanakan salat zuhur, datang dua alumni FH.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fakultas Hukum itu bukan di sini, Fakultas Hukum itu ada di sana. Ini rektorat. Kalian ngapain di sini? Kalian ini masih maba enggak tahu sopan santun,&rdquo; kata Mujib mengulang kata-kata alumni siang itu.</p><p style="text-align: justify;">Selepas salat zuhur, Mujib dan kawan-kawan dikumpulkan lagi. Kali ini diberitahu bahwa jalan kegiatan PKKMB terpaksa diakhiri lebih cepat karena keadaan yang tidak kondusif. PKKMB yang semula henda dilaksanakan dua hari pada 16 dan 18 Agustus diputuskan untuk berakhir setengah hari itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tak Takut Ancaman Tak Bisa Berorganisasi di FH</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa dibayangkan psikis seorang mahasiswa (baru). Kita ini masih siswa SMA yang langsung di hadapkan dengan masalah orang dewasa. Tentu saja psikis teman-teman tidak baik,&quot; keluh Mujib.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, Mujib mengaku tidak sampai membenci alumni dan kakak tingkatnya, sekalipun menurutnya, sikap yang dipertontonkan oleh para seniornya itu tidak mencerminkan sesuatu yang baik. Berbeda dengan yang dilakukan oleh senior mereka di LKBH, LDF Al-Mizan, dan LKISH yang dianggap Mujib baik dan itu menerbitkan hormat dari para maba.</p><p style="text-align: justify;">Mujib merasa kegiatan PKKMB yang diikutinya, baik di tingkat universitas dan setengah hari di fakultas, seru dan menyenangkan. Dari PKKMB ia jadi bisa mengenal para UKM. Ia justru menyayangkan, mengapa tahun-tahun dulu FH selalu menarik mabanya keluar dari acara universitas.</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancaranya kepada <em>Sketsa</em>, Muhammad Faisal Fadhil, Ketua DPM FH menyebut ingin memperjuangkan hak maba dalam berorganisasi. Sebab, syarat untuk masuk ormawa di FH menurut AD/ART KM FH adalah harus memiliki sertifikat MPMB.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Mujib ia tidak terlalu merisaukan hal itu karena sudah mendengar kisah-kisah dari seniornya. Di mana para senior yang tidak mengikuti MPMB, nyatanya hingga hari ini bisa eksis menjadi bagian dari lembaga-lembaga di kampus. Mujib sendiri masih belum tahu akan mengikuti organisasi apa, tapi ia sudah punya niat untuk bergerak di fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ingin membenahi dulu fakultas saya,&rdquo; ujarnya. <strong>(<em>wal/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Organisasi Eksternal Masuk PKKMB, Apa yang Dilanggar? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/organisasi-eksternal-masuk-pkkmb-apa-yang-dilanggar/baca </link>
<guid> organisasi-eksternal-masuk-pkkmb-apa-yang-dilanggar </guid>
<pubDate> Wed, 22 Aug 2018 14:22:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa memegang spanduk selamat datang dari KAMMI Unmul di sela-sela PKKMB di GOR 27 September. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/organisasi-eksternal-masuk-pkkmb-apa-yang-dilanggar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RkK6oITbvQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Organisasi Eksternal Masuk PKKMB, Apa yang Dilanggar?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kehadiran organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dalam ajang PKKMB Unmul pada Rabu, (15/8) lalu membuat sejumlah organisasi internal Unmul gemas. Pasalnya, waktu itu KAMMI sebagai organisasi eksternal kampus ikut membaur dalam keramaian PKKMB, yang notabene ajang internal kampus.</p><p style="text-align: justify;">Mereka datang membawa spanduk bertuliskan selamat datang, hingga akhirnya diduga meminta sejumlah maba berfoto dengan membawa spanduk tersebut. Foto-foto itu cepat menyebar. Salah satu foto tampak diambil dari unggahan WhatsApp Stories milik Presiden BEM KM Unmul 2017, Norman Iswahyudi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar mengatakan, ia tak mempermasalahkan kehadiran KAMMI saat PKKMB karena FISIP menolak produk NKK-BKK yang mewariskan dikotomi ormawa internal dan eksternal kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi, yang perlu digarisbawahi adalah organisasi mahasiswa eksternal di Samarinda itu banyak. Kenapa komunikasi yang dibuka hanya ke satu organ. Mencari kader dan kampanye enggak apa-apa, tapi juga harus diperhatikan organisasi yang lain,&quot; kata Akbar yang juga merupakan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua BEM FT Yoga Pratama Khatulistiwa menyebut, kejadian KAMMI masuk PKKMB Unmul adalah ketidakadilan bagi organisasi mahasiswa lainnya. Sama seperti Akbar, Yoga pun tak mempermasalahkan ruang gerak organisasi mahasiswa manapun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di Teknik, kaderisasi kami beda. Mahasiswa langsung diarahkan masuk ke himpunan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Yoga mengatakan boleh saja bagi mahasiswa Teknik untuk bergabung dengan organisasi eksternal, dengan catatan tidak membawa kepentingan organisasi masuk ke dalam kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cuma untuk sekarang kalau mau bikin perkenalan organ eksternal bikin sendiri momennya, bukan maksa ada di PKKMB. Sekarang jangan dululah eksternal,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kehebohan lain datang dari postingan Facebook milik Armin Beni Pasapan, mahasiswa Hubungan Internasional, sekaligus kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Kecurigaan tentang KAMMI sebagai organisasi yang berkuasa di Unmul sehingga mendapatkan privilese untuk hadir di PKKMB juga diutarakan Armin.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hal-hal begini segera diklarifikasi dan minta maaf pada mahasiswa baru, civitas Unmul dan organisasi internal Universitas Mulawarman. Sejatinya kita harus fair dalam melaksanakan segala sesuatunya dengan tidak menghalalkan segala cara demi kelanggengan kekuasaan,&quot; tulisnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Armin, ini adalah sejarah pahit, mahasiswa baru dimanfaatkan untuk membawa eksternal kampus hadir dalam PKKMB yang merupakan agenda internal Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau hanya ucapan dijalan masih wajar, kalau sudah sampai begini. Kasus.&quot; Postingan itu juga diakhiri dengan tagar #2018GantiBemUnmul.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Presiden BEM KM Unmul sekaligus ketua panitia PKKMB, Muhammad Miftahul Mubarok mengaku telah menegur Ketua KAMMI Komsat Unmul, Febri Abdul Haminudin atas munculnya organisasi yang ia pimpin di acara ospek universitas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;&apos;Feb, kok bisa ada tuh spanduk KAMMI? Febri bilang, &quot;Tenang, Mif, aku udah dapat SOP dari temen-temen FKIP. Karena kamu bilang di SOP pas konsolidasi ketika konfigurasi dibilang kelar sama korlap, maka PKKMB bukan tanggung jawab panitia lagi,&apos; gitu kata Febri,&quot; terang Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, kata Miftah, KAMMI hanya bagi-bagi selebaran, sampai sejumlah maba meminta untuk foto bersama. &quot;Kak Febri, kita enggak foto-foto nih pake spanduk KAMMI? Gak enak nih masa grupnya KAMMI gak foto,&quot; ucap Miftah meniru penjelasan Febri kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">Sebatas yang Miftah ketahui, KAMMI memang telah memiliki grup untuk maba. Tujuan grup itu yang ia tahu sebagai ajang untuk berbagi. Kemunculan KAMMI di PKKMB lantas mengundang para maba untuk ikut berfoto, satu frame dengan spanduk yang dibawa KAMMI.</p><p style="text-align: justify;">&quot;(Foto) Itu memang setelah selesai konfigurasi,&quot; ujar Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, Miftah melihat kejadian seperti ini seharusnya tetap tidak boleh terjadi. Momen konfigurasi sore itu memang sudah di luar kegiatan PKKMB. Keberadaan massa di lapangan gor sepenuhnya dikembalikan kepada pendamping di fakultas. Menurut Miftah seharusnya para pendamping itulah yang lebih layak marah dan bukan panitia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cuma sampai sekarang belum ada tanggapan dari KAMMI sendiri. Malah saya yang dituduh,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berawal dari Diskusi <em>Online</em>, Bertemu di PKKMB</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu kepada <em>Sketsa</em>, Ketua KAMMI Komsat Unmul Febri A.H. menjabarkan rilis dari website kammikaltimkaltara.com yang berisi penjelasan soal kehadiran mereka di ajang PKKMB. Rilis itu diunggah pada hari ini, Rabu, (22/8).</p><p style="text-align: justify;">Di paragraf kedua tertulis, KAMMI punya visi melahirkan kader-kader pemimpin bangsa akan tetap konsisten dengan arah juang dalam setiap langkah perbaikan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Visi ini kemudian mewujud agenda-agenda bersama maba Unmul 2018 berupa diskusi online pada 2 Juni, 11 dan 27 Juli 2018 di WhatsApp dan PKKMB 15 Agustus, serta yang terbaru lomba peringatan HUT ke-73 Indonesia, 17 Agustus di Auditorium Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi online tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada maba mengenai dunia perkuliahan dan perjalanan sebagai mahasiswa nantinya. Sedangkan PKKMB dimaksudkan untuk KAMMI memberi sambutan sekaligus semangat kepada maba.</p><p style="text-align: justify;">Grup diskusi online inilah, kata Febri, yang kemudian menjadi cikal bakal kedekatan antara maba dengan para kader KAMMI hingga bertemu di PKKMB. Sebelumnya, KAMMI telah menyebar selebaran.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita buat sebaran aja kok. Yang mau gabung, alhamdullilah. Yang tidak, ya kita mencari-cari lagi, apa hal-hal yang dperlukan sebagai mahasiswa baru, untuk menunjang mereka di bangku kuliah ini. Dari hal itu, kita buat lagi agenda, kita sebar lagi,&quot; terang Febri.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, melalui rilis tersebut KAMMI Komsat Unmul menegaskan tidak ada satupun aturan yang mereka langgar ketika hadir di PKKMB, termasuk perkara foto maba bersama spanduk KAMMI.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sambut maba oleh KAMMI UNMUL selama PKKMB ini tidak ada kaitannya sedikipun dengan kepanitiaan acara. Penyambutan maba selama PKKMB 2018, KAMMI lakukan ketika acara telah resmi dibubarkan oleh panitia dan selama Maba perjalanan meninggalkan Gor 27 September.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Foto bersama maba memakai spanduk yang telah KAMMI sediakan, atas dasar suka rela maba sendiri. Sehingga tidak ada unsur paksaan sedikitpun. Kegiatan sambut maba di momen PKKMB 2018 ini, tidak ada sedikitpun aturan yang dilanggar dan etika yang disalahi oleh KAMMI Komsat Unmul,&quot; isi rilis tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sementara perihal selentingan mengenai privilese KAMMI di Unmul juga ditepis oleh Febri. &quot;Hak istimewa, tidak ada,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>aml/wal</em>)</strong></p><p><br></p><p><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Berita telah di update oleh Redaksi Sketsa pukul 23.18 Wita.</em></strong></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Pilrek Setelah Asnar Membawanya ke PTUN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-pilrek-setelah-asnar-membawanya-ke-ptun/baca </link>
<guid> nasib-pilrek-setelah-asnar-membawanya-ke-ptun </guid>
<pubDate> Fri, 24 Aug 2018 13:57:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Asnar saat enggan turun dari panggung usai penyampaian visi misi. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-pilrek-setelah-asnar-membawanya-ke-ptun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hEfE0SQxEn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Pilrek Setelah Asnar Membawanya ke PTUN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &ldquo;Untuk hari ini saya minta penyaringan ditunda. Kalau dipaksakan dilakukan saya akan gugat di PTUN,&rdquo; kata Asnar, bacalon rektor Unmul saat Rapat Senat Terbuka, Rabu, (10/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Perkataan itu rupanya tak sekadar gertak sambal. Asnar, diketahui telah mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Samarinda pada Selasa, (7/8). Gugatan itu dilayangkan Asnar karena gerah dengan kejanggalan Pilrek yang ia rasakan.</p><p style="text-align: justify;">Ia menolak mekanisme pemilihan rektor dengan sistem voting, tidak ada bab sanksi dalam tata tertib Rapat Senat, hingga tafsir aturan soal anggota senat tertua yang menjadi sekretaris sidang bisa digantikan oleh anggota senat tertua kedua ketika berhalangan hadir. Asnar juga keberatan Rapat Senat yang sempat tertunda dilanjutkan tertutup dan ia tidak merasa ikut dipanggil ke dalam ruang sidang.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil voting dalan Rapat Senat Tertutup, Asnar dan satu bacalon lain Sukartiningsih tak mengantongi satupun suara senat. Sehingga dari voting tersebut tiga nama yang diputuskan bakal berlaga sebagai calrek adalah petahana Masjaya (FISIP), Susilo (FKIP), dan Laode Rijai (Farmasi).</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, ketua panitia Pilrek Mohammad Noor mengatakan, gugatan ini tak akan mempengaruhi jalannya tahapan Pilrek yang sedang bergulir. Sebelum palu hakim diketuk, proses perjalanan Pilrek akan berlangsung seperti biasa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita lanjut terus. Lagian kan baru awal di PTUN. Baru persiapan pemeriksaan, belum ada keputusan akhir. Jadi tidak pengaruh ke tahapan,&quot; katanya kepada Tribunnews Jumat, (24/8).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena sudah bergulir Menurut saya tidak masalah. Kami akan hadapi,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Pilrek Unmul dipastikan mundur setalah datangnya surat dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bernomor 3447/A.A2/KP/2018, tertanggal 8 Agustus 2018. Padahal, menurut jadwal yang dirilis panitia Pilrek, nama rektor terpilih akan diumumkan pada 13 Agustus.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemenristekdikti-surati-unmul-pilrek-ditunda-timsus-kecewa/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kemenristekdikti-surati-unmul-pilrek-ditunda-timsus-kecewa/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam surat yang kami terima terdapat dua poin utama yang disampaikan yakni, Kemenristek Dikti sedang melanjutkan proses Pilrek sesuai peraturan. Kedua, meminta kepada Unmul agar pelaksanaan Rapat Senat Tertutup dalam rangka Pilrek ditunda sampai dengan selesainya proses penelusuran rekam jejak calon Rektor,&rdquo; ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Unmul, Muhammad Ihwan, pada Kamis, (9/08) dikutip dari laman <em>unmul.ac.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Ihwan menerangkan, sesuai dengan peraturan Menristekdikti nomor 19 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada pasal 9 tertulis bahwa pemilihan dapat dilaksanakan paling lambat dua minggu sebelum berakhirnya masa jabatan pemimpin PTN yang sedang menjabat. Seperti diketahui, Rektor Unmul yang sedang menjabat saat ini ialah Prof. Masjaya, yang mana masa jabatannya akan berakhir pada 14 Oktober 2018.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah pimpinan BEM fakultas mengaku kecewa. Presiden BEM FISIP bahkan menyebut Kemenristekdikti kurang persiapan dan Unmul tak punya taji memberi tenggat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Padahal, panitia Pilrek sudah menentukan jadwal yang kami rasa dalam menentukannya sudah berkoordinasi juga dengan pihak Kemenristekdikti,&quot; kata Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ihwan, penelusuran rekam jejak bukan hal sepele. Rekam jejak yang akan dilacak meliputi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), laporan dari Pusat Pelaporan dana Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), hingga rekam jejak akademis dan penelitian para calon.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pernah plagiat atau tidak, penelitiannya bagaimana, semua akan ditelusuri,&quot; tukas Ihwan.<strong>&nbsp;(<em>aml/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Temukan Banyak Kejanggalan, Asnar Gugat Pilrek ke Pengadilan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-banyak-kejanggalan-asnar-gugat-pilrek-ke-pengadilan/baca </link>
<guid> temukan-banyak-kejanggalan-asnar-gugat-pilrek-ke-pengadilan </guid>
<pubDate> Sat, 25 Aug 2018 11:39:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keberatan dengan hasil tahapan pilrek, Asnar menggugat ke PTUN Samarinda. (Sumber: kaltim.tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-banyak-kejanggalan-asnar-gugat-pilrek-ke-pengadilan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VfaDhizkjF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Temukan Banyak Kejanggalan, Asnar Gugat Pilrek ke Pengadilan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Rapat Senat Terbuka yang kemudian berlangsung tertutup 10 Juli lalu diwarnai kericuhan. Semua bermula ketika Asnar menyuarakan protesnya soal mekanisme Pilrek di hadapan para hadirin yang akan menyaksikan pemaparan visi misi lima bacalon rektor.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/ricuh-rapat-senat-hasilkan-tiga-nama-calon-rektor/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/ricuh-rapat-senat-hasilkan-tiga-nama-calon-rektor/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Protes Asnar rupanya berbuntut panjang. Pada Selasa, (7/8) lalu, ia mendaftarkan gugatan Pilrek ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Surat pleno senat yang memutuskan tiga besar calon rektor, itu yang kita gugat,&quot; katanya kepada wartawan Tribun Kaltim usai mendaftar gugatan.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman <em>kaltim.tribunnews.com</em>, Asnar mengurai hal-hal yang dirasanya janggal. Pertama, soal rapat senat yang tidak dipimpin langsung oleh sekretaris senat kemudian dipindah dari Aula Serbaguna rektorat lantai 4 ke Ruang Rapat lantai 3, serta format yang semula terbuka menjadi tertutup.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, saat proses pemungutan suara, Rapat Senat Tertutup itu menurut Asnar tak dihadiri perwakilan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) karena sudah tak berada di lokasi. Pemungutan suara sendiri baru dimulai pukul 17.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Untuk pemaparan visi dan misi bacalon, yang juga menjadi agenda rapat, tidak disaksikan oleh semua anggota Senat. Hal ini menjadi tanda tanya besar di benak Asnar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terus, apa dasar sebagian senat itu memilih calonnya kalau visi-misi tak mereka saksikan? Sama saja membeli kucing dalam karung,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Yang lebih aneh lagi, kata Asnar, ada pihak yang bukan anggota senat namun dibiarkan hadir mengikuti rapat tertutup waktu itu. Akademisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu juga mengklaim mendapat perlakuan diskriminatif saat penyampaian visi misi bacalon rektor.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dijadwalkan disertai dengan tanya jawab. Tapi, saya tak pernah dihubungi atau dipanggil untuk proses tanya jawab itu,&quot; katanya lagi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada banyak kejanggalan. Biar nanti semua terungkap di sidang,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu dosen Hukum, Herdiansyah Hamzah menjelaskan secara prinsip, alasan gugatan PTUN itu umumnya karena keputusan pejabat tata usaha negara (Pejabat TUN) yang bertentangan dengan aturan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Baik karena alasan formil (prosedural), ataupun alasan materil (subtansi). Oleh karena itu, gugatan yang dilayangkan ke PTUN, mesti mencakup salah salah satunya, baik formil ataupun materil,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Hamzah menyebut alasan gugatan PTUN juga dapat dilakukan jika terjadi penyalahgunaan wewenang dari pejabat TUN yang mengeluarkan keputusan. Misalnya jika bertentangan dengan prinsip atau asas-asas tata kelola pemerintahan yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, menurutnya ada yang &nbsp;perlu dikritik dari upaya gugatan PTUN yang dilakukan oleh Asnar ini, yaitu tidak dilakukannya upaya administratif. Baik itu berupa &quot;keberatan&quot; maupun berupa &quot;banding administratif&quot; terhadap keputusan senat universitas.</p><p style="text-align: justify;">Keberatan itu dilakukan kepada pejabat TUN yang mengeluarkan keputusan, sedangkan banding administratif dilakukan kepada atasannya, dalam hal ini Menristekdikti. <strong>(<em>aml/wal/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mulai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/mulai/baca </link>
<guid> mulai </guid>
<pubDate> Sat, 25 Aug 2018 12:01:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: pinterest) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/mulai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NmIaZ1p0H5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mulai</h1>
			              </header>
			              <p>Hal yang sama terus terulang setiap hari. Tak ubahnya dengan mesin, juga seperti radio tua<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;ayahmu yang rajin mendendangkan lagu sendu zaman mudanya.</span></p><p>Kadang, melihat balita belajar berjalan lebih mudah daripada maju, menghadapi kenyataan,<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dan memulai sesuatu dalam hidupmu.&nbsp;</span></p><p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Bukan pengecut, namun ragu. Kapan kau akan mulai?</span></p><p>Hingga ketika adikmu yang bungsu lulus sekolah, apakah kau masih berdiri di tanah yang<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;sama dengan aroma rempah yang sama?</span></p><p>Kawan, aku hanya ingin berpesan, bahwa kau masih punya alasan untuk hidup di dunia ini.&nbsp;</p><p>Jadi, mengapa kau tak maju dan ambil kesempatanmu saja?</p><p>Salam, Hati Nurani-mu.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nostalgia Sang Pahlawan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/nostalgia-sang-pahlawan/baca </link>
<guid> nostalgia-sang-pahlawan </guid>
<pubDate> Sun, 26 Aug 2018 12:55:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/nostalgia-sang-pahlawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZGoR1oxB0G.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Nostalgia Sang Pahlawan</h1>
			              </header>
			              <p>Dinginnya malam merasuk jiwa<br>melukis raga di langit kelam<br>Saat nelangsa memangsa asa<br>Tubuh ringkih itu bergelayut perlahan</p><p>Relung relung gaib membuka mata<br>Menyeruak bagaikan angin gurun<br>Menenggelamkannya dengan lembut</p><p>Tanah kering bebatuan<br>menjadi saksi bisu<br>betapa gagah beraninya ia<br>Mata merah seperti saga<br>menatap angkuhnya serdadu itu<br>Kilauan besi buat hatinya membaja<br>walau granat terus menggelegar</p><p>Dengan semangatnya. . .<br>Dengan cintanya. . .<br>Dengan keteguhan hatinya. . .<br>Ia terus bertahan dan berjuang<br>demi tanah air, tempatnya berpijak</p><p>Tetapi kini. . .<br>Kegamangan zaman terus mengusik<br>Ia berusaha kembali membela negerinya<br>Tentu bukan meruncingkan bambunya<br>tapi penglihatan dan hati nuraninya</p><p>Fajar menyingsing rekahkan kelana<br>Selingan kelabu kian menghilang . . .</p><p><strong><em>Ditulis oleh Selvi Dayanti, mahasiswi Sastra Inggris, FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jadilah “Mahasiswa” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/jadilah-mahasiswa/baca </link>
<guid> jadilah-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 27 Aug 2018 11:34:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Andi Muhammad Akbar, Presiden BEM FISIP UNMUL. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/jadilah-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vY1u207H9M.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jadilah “Mahasiswa”</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Kampus kini tampak lenggang, tak ada diskusi, bedah buku, nobar film perjuangan atau konsolidasi tentang kondisi negeri. Kampus kini menjalankan rutinitasnya dengan kaku. Kampus kini ramai oleh mereka yang sedang duduk santai untuk sekadar berkutat dengan tugas kuliah dan debat tentang event yang akan dilaksanakan. Tak ada silang pendapat antara mahasiswa dan dosen di dalam kelas, semua bungkam ketika fasilitas tak sesuai, tak ada protes tatkala dosen tak masuk dan tetap mengisi absensi pertemuan, tak ada yang bicara saat uang kuliah mahal.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Kampus kini kehilangan tajinya. Kini semua tunduk dan patuh atas apa yang terjadi. Kampus tak lagi menyediakan ruang untuk meningkatkan kepekaan sosial dan daya berpikir kritisnya. Tak ada lagi tempat dinamika ide dan gagasan. Hal ini tentunya mengamini apa yang telah ditulis oleh tim editorial <em>Berdikari Online</em> yang meyatakan bahwa, &ldquo;Kampus sudah meninggalkan peran klasik mereka: sumber atau pusat kritik. Peran kaum intelektual telah bergeser; dari pengkritik kapitalisme menjadi pengusung atau pelayan kapitalisme.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Sepinya suasana kampus dari kegiatan yang menumbuhkan pola berpikir yang kritis juga bukanlah tanpa alasan, corak kampus yang dibangun dari awal melalui pidato&ndash;pidato penyambutan mahasiswa baru oleh birokrasi kampus mulai dari jajaran rektorat hingga program studi yang menciptakan ilusi tentang tugas mahasiswa berhasil. Kuliah rajin, IPK tinggi, dan cepat selesai. Mahasiswa masa kini lebih senang terhadap dinamika kepanitiaan dibanding dinamika gagasan dan ide yang dibangun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di kehidupan kampus sekarang kita akan lebih banyak melihat organisasi yang membuat kegiatan bersifat event organizer dan talkshow yang agendanya memakan waktu yang lama. Dalam hal tersebut, mahasiswa tak punya waktu lagi untuk belajar, berdiskusi, membaca, bedah buku ataupun yang lainnya dalam rangka mengembangkan kapasitas berpikir. Tapi waktu yang ada digunakan untuk memikirkan kesuksesan sebuah acara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak ada perdebatan mengapa kesenjangan ekonomi makin besar, tak ada argumentasi mengapa kemiskinan semakin meningkat, pendidikan semakin mahal, hutang semakin banyak, korupsi merajalela, sumber daya alam dikuasai segelintir orang, tak ada pembicaraan tentang tanah petani yang digusur, terjadi pembungkaman demokrasi, atau upah buruh yang murah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kini hanya ada perdebatan tentang konsep kegiatan yang meriah, apa tema yang akan diangkat, bagaimana dekorasi panggung agar terlihat mewah, siapa pembicara terkenal yang akan diundang atau siapa saja dan berapa tamu yang akan diundang.</p><p style="text-align: justify;">Inilah yang menyebabkan kaum intelektual tak lagi menyadari perannya dalam masyarakat, ilmu pengetahuan yang didapat di ruang-ruang kuliah justru menjauhkan dirinya dari realitas masyarakat yang hari ini ada. Ia kini tak meyadari ada banyak problematika bangsa yang harus dianalisis secara radikal dan menentukan keberpihakannya dalam suasana kapitalistik yang menciptakan kemiskinan, kesenjangan dan mengoyak nurani kemanusiaan yang membutuhkan keberpihakan kaum intelektualnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah mahasiswa dari dulu adalah kekuatan pembaharu, pelopor dan pengubah. Hal tersebut tidak hanya ditujukan untuk dirinya tapi juga bagi bangsa dan negaranya. Tugas bersama adalah meyakinkan kepada mereka yang bilang bahwa tugas mahasiswa hanya kuliah, IPK tinggi, dan cepat jadi sarjana. Itu peran yang amat kecil dan sederhana bagi kita yang menyandang status maha.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saatnya mengeluarkan ide, gagasan, dan keberanian untuk bersama-sama mengambil jalan baru. Saatnya kita sama-sama memutus rutinitas membosankan ini. Mulailah langkah kecil dengan bergabung dengan organisasi yang ada di sekitarmu dan marahlah ketika organisasi yang kalian masuki hanya terus mengajarkan bagaimana menjadi kepanitiaan yang baik dan suksesi acara seremonial tanpa esensi pengetahuan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Belajar, berinteraksi, dan berpetualanglah melihat kondisi di sekitarmu. Ajari ibu dan bapak dosen untuk mendidik dengan benar bukan merasa pintar sendiri, debat jika keliru dan luruskan jikalau salah. Menyerulah, jika ada ketidakadilan yang terjadi. Menuntutlah jikalau itu menjadi hakmu dan tak diberikan. Tantanglah semua yang kamu anggap tidak benar. Beranikan dirimu untuk melawan kebijakan yang tak benar.</p><p style="text-align: justify;">Kampus akan jadi saksi perjalananmu. Ingatlah apa yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer seorang peraih nobel yang menggunakan sastra untuk melawan tirani dan menggambarkan penindasan bahwa, &ldquo;Sejarah dunia adalah sejarahnya anak muda, apabila angkatan muda mati rasa, maka matilah sejarah sebuah bangsa,&rdquo; atau resapi apa yang pernah ditulis oleh Bung Karno, seorang Proklamator yang sejak muda telah mendedikasikan hidup untuk negerinya bahwa, &ldquo;Kemerdekaan Bangsa Indonesia bukanlah tujuan akhir dari perjuangan bangsa ini, melainkan kemerdekaan adalah sebuah jembatan emas untuk kemudian di seberang jembatan itu kita membangun suatu tatanan masyarakat yang adil dan makmur, tanpa adanya penindasan manusia atas manusia dan penindasan bangsa atas bangsa.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Olehnya, kuliah itu tempatnya kaum intelektual. Membaca itu keharusan, diskusi, dan menulis itu wajib. Protes itu wajar, jangan takut. Hidup yang tak dipertaruhkan adalah hidup yang tak layak dijalani. Mari bergandengan tangan agar kekuatan muda yang progresif dan revolusioner seperti apa yang telah ditunjukkan oleh pejuang terdahulu kini hadir dalam setiap diri kita.</p><p style="text-align: justify;">Selamat datang Mahasiswa Baru Universitas Mulawarman tahun 2018. Selamat menempuh fase baru dalam hidup kawan-kawan. Gelorakan terus semangat untuk mencintai Indonesia dengan cara berjuang dan mengabdi untuk rakyat. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ingatlah bahwa seorang nahkoda yang hebat tidak lahir dari lautan tenang. Hari ini kamulah yang menentukan akan jadi apa dirimu di masa depan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andi Muhammad Akbar, Presiden BEM FISIP Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ENJ, Secuil Pengabdian untuk Negeri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enj-secuil-pengabdian-untuk-negeri/baca </link>
<guid> enj-secuil-pengabdian-untuk-negeri </guid>
<pubDate> Mon, 27 Aug 2018 12:39:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim Ekspedisi Nusantara Jaya 2018 Universitas Mulawarman. (foto: dok. pribadi ENJ) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enj-secuil-pengabdian-untuk-negeri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/apyrBz8AHX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>ENJ, Secuil Pengabdian untuk Negeri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>Memuja pulau..</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Nan indah permai..</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Tanah airku..</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Indonesia.<strong>.</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Potongan lirik lagu ciptaan Ismail Marzuki di atas membekas di hati peserta Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) Universitas Mulawarman 2018. ENJ merupakan salah satu program dari Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Maritim yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu ada juga lagu Rayuan Pulau Kelapa, yang mencerminkan Indonesia sebagai negara makmur dan subur dengan kekayaan alamnya. Baik yang terhampar di darat maupun yang tersebar di lautan. Oleh karena itu, sebagai anak bangsa kita harus bangga lahir dan hidup di Indonesia dengan segala keelokannya.</p><p style="text-align: justify;">Diketuai oleh Rahmad Maulana Nasution mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) 2017 dan Eggi Malisa yang merupakan mahasiswa Fakultas Matematika dam Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2016, waktu pengabdian terhitung dua puluh hari, sejak 10 hingga 30 Juli 2018. Persiapan dilakukan sejak bulan Ramadan lalu, yang merupakan masa liburan dan membuat mereka harus pintar membagi waktu agar dapat tetap berkoordinasi melalui aplikasi <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tiba pada saat keberangkatan, Selasa (10/7), peserta bersama pihak rektorat yang diwakili oleh Kartinah, selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan bersama suami dan Ardi, salah satu staf Wakil Rektor III, bersiap bersama menuju Pelabuhan Kenyamukan, Sanggatta. Keintiman sesama peserta sudah terbangun sejak saat itu, hingga 2 kapal KM. Putra Andalas berukuran sedang disiapkan untuk mengantar kami ke lokasi pengabdian.</p><p style="text-align: justify;">Setelah terombang-ambing selama 4 jam di laut lepas, pukul 16.30 tim ENJ Unmul 2018 tiba di lokasi pengabdian yakni Desa Pulau Miang Besar, Sangkulirang. Senyum mereka menyambut kami, muda-mudi memanggul tas hijau dengan baju abu-abunya. Tak jarang yang bertanya &ldquo;Dari Samarinda ya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Guna melancarkan jalannya program kerja yang telah disusun, hari kedua kedatangan, tim ENJ mengadakan rembuk warga yang dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua dari 3 RT di pulau Miang, tokoh warga, serta beberapa perwakilan warga. Seiring waktu, tiba saatnya untuk menjalankan tugas. Lima divisi yang telah dibentuk mulai bergerak. Divisi Pendidikan yang diketuai Junadi Muhammad, mahasiswa FKIP prodi PPKN 2017 ini sudah memulai kegiatannya sejak hari ketiga kedatangannya dengan kegiatan ENJ mengaji, yang merupakan pengajian bersama anak-anak desa.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pada Selasa (17/7) kegiatan berupa penyampaian materi Kemaritiman dan Pancasila, guna untuk mengajarkan kepada anak-anak di sana bahwa Indonesia merupakan negeri kepulauan yang kaya akan keanekaragaman hayati yang perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Divisi Kesehatan yang diketuai oleh Rahman Baidawi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat 2015 mengawali prokernya dengan terlibat menjadi tenaga bantuan di Posyandu desa serta sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 004 Pulau Miang pada Kamis (19/7).</p><p style="text-align: justify;">Ada juga Divisi Lingkungan. Ketua divisi yang berasal dari Fakultas Kehutanan (Fahutan)2014, Murang Harkanus beserta anggotanya mensosialisasikan pengolahan sampah yang dilengkapi kegiatan prakteknya. Ini bertujuan agar setiap warga, terutama ibu rumah tangga dapat mengerti tentang apa dan bagaimana pengelompokkan dalam mengelola sampah rumah tangga.</p><p style="text-align: justify;">Tim ENJ juga ikut terlibat dalam kegiatan senam yang diadakan tiap Minggu pagi serta kerja bakti tiap Jumat Pagi.</p><p style="text-align: justify;">Rasa lelah yang dirasakan tim ENJ selama menjalani kegiatan terbalaskan dengan suguhan keindahan bawah laut di sana. Canda tawa sambil menceburkan diri ke tengah asinnya air laut dan berenang bersama ikan-ikan karang. Keseruan tak berhenti sampai di situ, tak jarang tim ENJ harus mencari warga yang bersedia meminjamkan kamar mandinya ketika air di posko yang menjadi tempat tinggal kami habis. Rayuan dan gombalan menjadi jurus andalan untuk ikut mandi di rumah warga.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki minggu kedua dan ketiga, Divisi Sosial Budaya dipimpin oleh salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 2015, Awaliah Nur Annisa menjalankan proker divisinya, yakni Miang Membaca. Dibuat dengan tujuan meningkatkan minat baca khususnya pada anak-anak desa Pulau Miang melalui rumah baca yang didirikan di salah satu bangunan milik pemerintah desa. Di sana diisi dengan buku-buku hasil donasi yang telah dilakukan di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, masih ada satu divisi yang tak kalah penting. Yakni Hubungan Masyarakat dan media yang diketuai oleh Fadliansyah mahasiswa FMIPA 2015. Bertugas memotret seluruh kegiatan dengan total 26 kegiatan yang telah berjalan. Selain itu juga membuat cuplikan video dan film dokumenter kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Akhir dari seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Pentas Seni (pensi) yang diadakan pada Minggu (29/7) malam. Berisi penampilan dari adik-adik TK hingga SD yang turut memeriahkan pensi yang diadakan Tim ENJ. Tawa bahagia dan air mata haru bercampur jadi satu. Hingga kami, 24 peserta Tim ENJ menggemakan gedung Serbaguna Desa Pulau Miang dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Terbayang rasa bangga serta sedih yang sudah kami rasakan.</p><p style="text-align: justify;">Usai sudah 20 hari pengabdian tim ENJ 2018, tidak cukup rasanya membangun Indonesia dengan secuil pengabdian kami. Masih panjang perjuangan untuk membangun negeri. Tak hanya kami, kita semua harus berkontribusi.</p><p style="text-align: justify;">Penulis merupakan salah satu peserta yang terpilih bersama 23 mahasiswa Unmul lainnya yang diberangkatkan oleh Kemenko Maritim. Ini merupakan wujud aksi nyata untuk membangun pulau-pulau tertinggal di Indonesia.<strong><em>&nbsp;(arr/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyikapi Kisruh PKKMB, BEM FISIP Unmul Gelar Konferensi Pers </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyikapi-kisruh-pkkmb-bem-fisip-unmul-gelar-konferensi-pers/baca </link>
<guid> menyikapi-kisruh-pkkmb-bem-fisip-unmul-gelar-konferensi-pers </guid>
<pubDate> Tue, 28 Aug 2018 13:42:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FISIP Unmul angkat suara perihal kekisruhan PKKMB yang melibatkan fakultasnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyikapi-kisruh-pkkmb-bem-fisip-unmul-gelar-konferensi-pers/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1xRZCz59Ty.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyikapi Kisruh PKKMB, BEM FISIP Unmul Gelar Konferensi Pers</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - PKKMB berbuntut panjang. Senin, (27/8) kemarin BEM FISIP Unmul melakukan konferensi pers soal pernyataan sikap mereka terhadap agenda PKKMB dan <em>Insta Stories&nbsp;</em>Muhammad Miftahul Mubarok, Wakil Presiden BEM KM Unmul sekaligus ketua panitia PKKMB.</span></p><p style="text-align: justify;">Pernyataan sikap tersebut antara lain, (1) Meminta pertanggungjawaban kepanitiaan PKKMB atas ingkarnya terhadap beberapa kesepakatan yang telah disepakati, (2) Mengecam pernyataan saudara Muhammad Miftahul Mubarok selaku Wakil Presiden BEM KM UNMUL dan ketua panitia PKKMB.</p><p style="text-align: justify;">(3) Meminta kepada saudara Muhammad Miftahul Mubarok selaku wakil Presiden BEM KM Unmul sekaligus ketua panitia PKKMB meminta maaf secara terbuka di depan mahasiswa baru Universitas Mulawarman tahun 2018 terkhususnya seluruh lembaga dan mahasiswa FISIP terutama kepada mahasiswa baru FISIP angkatan 2018 dalam waktu 2 x 24 jam.</p><p style="text-align: justify;">(4) Mengecam tindakan tak beretika dan tak beradab Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang masuk tanpa izin dalam acara PKKMB yang sakral dan resmi di Universitas Mulawarman, dan</p><p style="text-align: justify;">(5) Meminta kepada BEM KM Unmul dan KAMMI untuk meminta maaf kepada seluruh organisasi internal, mahasiswa baru, dan seluruh civitas akademika yang ada di Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Konferensi pers dimulai pukul 15.00 Wita, pernyataan sikap dibacakan oleh Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar didampingi ketua-ketua himpunan dan UKM serta mahasiswa baru 2018 di pelataran pohon beringin.</p><p style="text-align: justify;">Menurut BEM FISIP, kepanitiaan PKKMB telah melanggar beberapa kesepakatan dalam dua kali konsolidasi bersama seluruh BEM fakultas. Kesepakatan yang dimaksud di antaranya, pertama, disediakannya tenda di halaman Gor 27 September.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam konsolidasi panitia menjanjikan akan ada tenda yang dipasang di halaman Gor, namun kenyataannya tidak ada. Yang lebih miris, ketika ada salah satu panitia ditanya mengapa tidak ada tenda, jawabannya karena mau ada konfigurasi. Pantia ternyata lebih mementingkan konfigurasi dibanding kesehatan maba,&quot; kata Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, daya tampung yang memadai untuk seluruh maba 2018. Hal ini mengacu pada realita bahwa ada sebagian maba Fakultas Teknik yang tidak bisa masuk ke dalam Gor 27 September karena tempat duduk sudah penuh sesak.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian yang ketiga, BEM FISIP telah menekankan kepada panitia untuk<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;menjadikan kenyamanan bagi maba FISIP sebagai perhatian utama, namun saat di lapangan justru terjadi sebaliknya.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami telah mempercayakan maba FISIP kepada panitia PKKMB. Namun kenyataannya, panitia tidak mampu bertanggungjawab atas maba kami sehingga masih banyak yang pingsan dan mengeluh panas serta pengap,&quot; lanjut Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Yang terakhir adalah soal organisasi yang hadir. Saat konsolidasi, kata Akbar, disepakati hanya BEM KM Unmul, UKM se-Unmul, dan BEM fakultas yang hadir dalam PKKMB. Namun kenyataannya, panitia memberi ruang bagi organisasi eksternal KAMMI untuk terlibat.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Nur Hariyani, Sekretaris Jenderal UKM Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang juga Presiden BEM FISIP 2017, kehadiran KAMMI telah mencederai kesepakatan konsolidasi. Menurutnya, FISIP akan memberi kritik yang sama kepada organisasi manapun yang melakukan hal serupa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;KAMMI harus meminta maaf secara terbuka kepada seluruh civitas Unmul karena dengan lancangnya membentangkan <em>banner</em> dan hadir di PKKMB tanpa ada surat pemberitahuan kepada lembaga di Unmul. Di mana etika organisasi dari KAMMI?&quot; pekiknya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menyikapi Insta Stories Miftah</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kata tersebut (goblok dan lemah bulu) sangat tidak etis dilontarkan oleh seorang pimpinan mahasiswa kampus. Pernyataan tersebut telah sangat melukai, melecehkan, dan menginjak-injak seluruh mahasiswa baru 2018 terkhusus FISIP karena telah menjustifikasi dan merendahakan kami,&quot; ujar Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Akbar menyebut, pernyataan Miftah itu lahir karena rasa tidak puas atas sikap FISIP yang melakukan <em>walkout</em>. Bagi Akbar, <em>walkout</em> mestinya disikapi bijak dan Miftah introspeksi atas kesepakatan yang dilanggar.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, FISIP yang juga telah mendapat persetujuan dari Wakil Dekan I Endang Erawan dan Wakil Dekan II Erwin Resmawan merasa terlegitimasi untuk pergi dari acara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahkan, setelah kami keluar dari Gor, saudara Miftah sempat berbincang dengan wakil dekan III beserta jajaran panitia PKKMB fakultas. Hal tersebut kami lakukan sebagai bentuk itikad baik dari jajaran kepanitiaan PKKMB FISIP. Namun, melihat status yang di update oleh saudara Miftah membuat kami kaget dan merasa sangat kecewa,&quot; tukas Akbar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Suara Maba FISIP</strong></p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&quot;Kami merasa kecewa sama bang Miftah karena sangat tidak pantas. Apalagi kami juga menjalani acara tersebut. Kami tidak mau disuruh panas-panasan karena kondisi maba itu tidak sama,&quot; Stefanus Kevin Wardhana maba Hubungan Internasional.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sangat kecewa sama PKKMB. Karena di sana teman-teman saya merasakan panasnya di luar. Dia bilang sangat kelelahan dan hampir tumbang. Kami diberi air hanya sedikit, kami mau pulang, dan dia bertahan sampai magrib untuk konfigurasi. Itu sangat tidak masuk akal, ini bukan hal baik. Kami ini maba harusnya didik, dibina dengan baik tapi malah disuruh panas-panasan. Konsumsi juga tidak layak sekali karena kami dapat nasi basi dan teman saya sakit karena makan nasi basi itu. Kami mohon untuk lebih baik lagi, kami tidak mau ini terjadi lagi kepada adik-adik kami tahun depan,&quot; Saydati Hastuti, maba Administrasi Negara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Konfigurasi lebih dipentingkan padahal bikkn susah maba, bayangkan aja kita disuruh bawa lima karton padahal yang dipakai cuma satu. Satu karton itu Rp5 ribu jadi totalnya Rp25 ribu. Kenapa gak disuruh bawa per fakultas satu karton aja biar efisian biar gak menyusahkan maba. Sangat disayangkan bahwa saudara Miftah belum terlalu mengeri betapa susahnya maba gara-gara konfigurasi,&quot; Aulia Cikita Perdani, maba Administrasi Negara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya termasuk yang sakit dan di ruang kesehatan itu full. Orang sakit itu bakal tambah sakit. Ke depan lebih diperhatikan lagi ruang kesehatannya,&quot; Firsty Aisyah Izzati, maba Administrasi Negara. <em></em><strong><em>(aml/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Maba, Suasana Berbeda hingga Cekcok di Masa Pengenalan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-maba-suasana-berbeda-hingga-cekcok-di-masa-pengenalan/baca </link>
<guid> cerita-maba-suasana-berbeda-hingga-cekcok-di-masa-pengenalan </guid>
<pubDate> Wed, 29 Aug 2018 12:56:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa baru (foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-maba-suasana-berbeda-hingga-cekcok-di-masa-pengenalan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HDlBUqZgEZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Maba, Suasana Berbeda hingga Cekcok di Masa Pengenalan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Usai melalui Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa (PKKMB) tingkat universitas di GOR 27 September Universitas Mulawarman pada (15/8) lalu, para mahasiswa baru (maba) memasuki kehidupan perkuliahannya. Dilanjut dengan PKKMB tingkat fakultas yang dilaksanakan hampir serentak pada 16 hingga 18 Agustus 2018. Hal ini tentunya melahirkan kesa tersendiri bagi mereka. Lantas, seperti apa ceritanya?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dekat dengan Kampus di Hari Pertama</strong></p><p style="text-align: justify;">Venira Putri, maba Fakultas Teknik (FT) ini membagi pengalaman yang ia dapatkan kepada awak <em>SKETSA.&nbsp;</em>Venira yang diterima di program studi Teknik Sipil ini menuturkan, ia merasa senang dengan penyambutan yang diberikan fakultas. Meski baru memasuki suasana kampus, namun diakuinya suasana ini tidak membuatnya canggung, justru kebalikannya. Ia merasa bersemangat, sebab diperkenalkan langsung dengan lingkungan kampus dengan berkeliling fakultas di hari pertama.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Jadi hari pertama kami kuliah bukan langsung belajar, kami diajak berkeliling dan mengenal kampus serta prodi kami. Saya merasa senang, karena diperkenalkan merasa lebih mengenal dan tahu tentang kampus teknik,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lingkungan yang Berbeda</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, bagi Cicilia Yolanda, Ananda Shafa&rsquo; Nabilah, Shofara Abilia dan Diana Putri, lingkungan fakultas yang baru mereka rasakan seminggu belakangan ini jauh berbeda. Perlu adaptasi kembali untuk menyesuaikan dan membawa diri. Namun perbedaan tersebut membuat ketiganya merasa nyaman dan semangat berkuliah.</p><p style="text-align: justify;">Cicilia Yolanda, mahasiswa program studi Ilmu Kedokteran 2018 yang sebelumnya merupakan seorang mahasiswa Teknik Kimia 2017 mengungkapkan, program studi yang saat ini ia tempuh sangat berbeda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Feel</em> yang aku rasain pas pertama kali masuk kedokteran itu beda banget, 180 derajat dengan yang aku rasain selama aku di Fakultas Teknik. Di Kedokteran ini sistem belajarnya ada sistem DKK, Diskusi Kelompok Kecil. Jadi kita belajarnya itu dengan <em>problem best learning</em>, dan setiap Jumat kita ada pleno,&quot;</p><p style="text-align: justify;">Meski dirasa berbeda, namun ia menikmatinya. &quot;Aku merasa lebih senang gitu, aku kayak <em>entering new world,&nbsp;</em>yang enggak pernah aku rasain sebelumnya,&quot; ungkap mahasiswa yang akrab disapa Cici ini.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Ananda Shafa&rsquo; Nabilah, mahasiswa program studi Pendidikan Sekolah Dasar (PGSD) 2018 juga merasakan perbedaannya, terutama jika dibandingkan dengan masa sekolah dulu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Senang banget, akhirnya pada titik ini kita bisa menginjakkan kaki di kampus, berdiri sebagai seorang mahasiswa. Kalau di SMA, jam kosong itu hukumnya sebenarnya haram. Tapi pas kuliah itu hal yang sering ditemui,&quot; kenangnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada juga cerita dari Diana Putri, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Suasana dan aturan yang berbeda dengan bangku sekolah, membuatnya merasa dunia kampus sebagai hal yang menarik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau di kuliah bisa baju bebas. Suasananya juga beda. Datang dan pulang kuliah sesuai dosennya. Selama seminggu kuliah sudah kerja kelompok, kita dituntut untuk mandiri. Dari siswa ke mahasiswa itu terasa banget bedanya,&quot; ucapnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memiliki Teman dari Berbagai Daerah</strong></p><p style="text-align: justify;">Memasuki bangku perkuliahan berarti membuka peluang untuk menjalin relasi lebih luas. Karena dari sini, dengan mudah mendapatkan banyak teman dari berbagai daerah. Ini juga berlaku bagi Risjan, mahasiswa progam studi Manajemen Sumber Daya Perairan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya dengan perkuliahan ini dia bisa mendapatkan teman dari beberapa daerah, bukan hanya di Kalimantan Timur saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak dapat teman dari berbagai daerah, yang ada di seluruh Indonesia. Ada yang dari Papua, Sumatera, Sulawesi. Pokoknya sangat menyenangkan,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cekcok di Masa Pengenalan</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dea Prida Oktavia, mahasiswa program studi Ilmu Hukum 2018 memiliki kesan yang cukup berbeda dari kebanyakan maba yang lain. Dea memiliki masalah pada saat PKKMB, baik tingkat fakultas maupun tingkat unversitas. Tapi beruntung Dea bisa mengikutinya dengan lancar hingga akhir acara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pokoknya awal masuk kuliah waktu PKKMB itu pertama kalinya FH buat ikut PKKMB universitas. Sempat ada cekcok gitu. Tapi Alhamdulillah kita bisa ikut sampai akhir. PKKMB fakultas juga sempat ada <em>something trouble</em> tapi Alhamdulillah bisa dilaksankan dengan baik,&quot; ungkapnya. <strong><em>(anm/rth/syl/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisruh PKKMB Belum Reda, BEM Fakultas Sebut Kepanitaan Ingkari Kesepakatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-pkkmb-belum-reda-bem-fakultas-sebut-kepanitaan-ingkari-kesepakatan/baca </link>
<guid> kisruh-pkkmb-belum-reda-bem-fakultas-sebut-kepanitaan-ingkari-kesepakatan </guid>
<pubDate> Thu, 30 Aug 2018 12:32:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana PKKMB Unmul di GOR 27 September. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-pkkmb-belum-reda-bem-fakultas-sebut-kepanitaan-ingkari-kesepakatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JERBqoQLfZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisruh PKKMB Belum Reda, BEM Fakultas Sebut Kepanitaan Ingkari Kesepakatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sepanjang empat tahun terakhir, PKKMB Unmul memamg tak pernah diikuti lengkap 14 fakultas sejak awal hingga akhir acara. Ada saja peristiwa, ada saja fakultas pergi, mencuri atensi. Tak terkecuali PKKMB tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Muhammad Miftahul Mubarok, ketua panitia PKKMB sekaligus Wakil Presiden BEM KM Unmul ada tiga fakultas yang melakukan walkout di awal, yakni FISIP, Teknik, dan Farmasi. Sementara yang bertahan hingga akhir ada FEB, FKIP (sebagian), FIB, FKTI, FKM, Faperta, Fahutan. Adapun, FH, FMIPA, FK, dan FPIK pergi pukul 17.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Beragam komentar mewarnai lini masa beberapa jam pasca PKKMB digelar. Realitas yang tak sesuai kesepakatan konsolidasi diklaim BEM FISIP dan BEM Teknik sebagai alasan kuat mereka walkout. Itu belum termasuk perlakuan panitia yang dirasa mereka tak mengenakkan.</p><p style="text-align: justify;">Putri Wahyuningtyastiti, ketua panitia PKKMB Teknik mengatakan, Miftah sempat menjanjikan soal tenda untuk PKKMB. Ketika konsolidasi, kata Putri, Miftah memohon dengan membawa jabatannya sebagai wapres untuk dikabulkan fakultas agar mengikuti PKKMB hingga akhir. Miftah waktu itu juga menyilakan BEM fakultas menarik maba ketika jalannya PKKMB dirasa tidak sesuai kesepakatan konsolidasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sebagai wapres BEM KM Unmul memohon. Ini demi Unmul satu,&quot; ujar Putri menirukan Miftah.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan titik air pun rupanya dikeluhkan BEM Teknik. &quot;Pas konsol dijanjikan akan ada 20 titik air, Miftah juga menjamin bersih. Tapi ketika kami survei subuh sebelum acara, hanya ada 2 titik air dengan 20 keran. Menurut kami anak Teknik, 20 titik air itu ya 20 sumber air dengan banyak keran. Bukan satu titik air satu keran,&quot; imbuh Putri.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Putri menyatakan kecewa karena tidak diperbolehkan membawa helm safety ke dalam Gor 27 September sedang Faperta masuk membawa caping. Ia menyayangkan panitia yang tidak tegas dan seolah pilih kasih.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pas konsol dibilang jam 8-10 sidang senat terbuka, resmi, formal, kami (panitia) punya SOP dan aturannya. Tapi yang kami temui, betapa kagetnya ketika kami masuk. Apakah ada privilise khusus mungkin karena fakultas sebelah itu membantu konfigurasi yang mengatur teknis itu dari mahasiswa sebelah sana,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Aswin Suwardana, anggota Kajian Aksi BEM Teknik mengkritik karton konfigurasi yang sia-sia. Menurutnya, maba sangat diberatkan untuk mencari karton warna hijau sesuai dengan logo Unmul. &quot;Ketupat mengarahkan maba disuruh deko sendiri gitu di sg. Masa maba-maba disuruh bayar dekonya lagi. Harga karton 5 itu Rp20 ribu, dikali 5431 maba sudah berapa uang terbuang?&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi soal fakultas walkout yang tidak diberi jatah konsumsi. Sepengetahuan Aswin, perkaea ini tak ada dalam kesepakatan konsolidasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak ada kesepakatan begitu bagi kami yang walkout. Konsumsi basi ini juga. Organisasi eksternal yang masuk ke lingkungan Prasasti juga. Sampai ke masalah teknis seperti proyektor buram dan sound system yang kurang keras. Itu semua harus dievaluasi,&quot; tegas Aswin.</p><p style="text-align: justify;">Aswin dan Putri berharap ada evaluasi mendalam dari panitia, mencari solusi bersama, ketimbang menyalahkan fakultas yang walkout. &quot;Kami meyanyangkan panitia yang men-judge kami yang WO. Tapi kami apresiasi kerja keras panitia. Kami tahu ini tidak mudah,&quot; kata Putri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang harus ada persiapan matang biar maba enggak ngerasa jadi sampah aja. Harusnya ada latihan atau gimana. Mereka itu maunya pulang. Evaluasi diri masing-masing apakah sudah sesuai,&quot; timpal Aswin.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar menginginkan perubahan konsep PKKMB tahun depan. Meski walkout sejak pukul 11 dan tidak sempat menyaksikan perkenalan UKM Unmul, Akbar tak merasa maba fakultasnya merugi. Ia punya rencana mengundang UKM Unmul untuk berkenalan langsung di FISIP, di hadapan maba FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;PKKMB ke depan harus diambil dari sudut lain. Selama ini yang ditampilkan cuma kemegahan semu, bukan sebenarnya. Unmul dengan akreditasi sangat baik, namun itu semua berbanding terbalik dengan situasi di fakultas. Kami sangat hargai teman-teman UKM universitas. Bjsa jadi akan kami undang untuk perkenalan di sini,&quot; tukasnya. <strong>(<em>wil/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> #SOSharks: Hentikan Kepunahan Hiu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosharks-hentikan-kepunahan-hiu/baca </link>
<guid> sosharks-hentikan-kepunahan-hiu </guid>
<pubDate> Fri, 31 Aug 2018 11:38:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tingginya konsumsi ikan hiu sebagai objek bisnis membuatnya semakin menuju kepunahan. (Sumber foto: Kumparan.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosharks-hentikan-kepunahan-hiu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NqmNnT1A49.jpg" />
					</figure>
			                <h1>#SOSharks: Hentikan Kepunahan Hiu!</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Populasi hiu di lautan kini semakin sedikit. Tingginya konsumsi ikan hiu sebagai objek bisnis membuatnya semakin diambang kepunahan. Dilansir dari <em>wwf.or.id</em>, Laporan TRAFFIC (<em>www.traffic.org</em>) selama tahun 2000-2010 menyebutkan bahwa Indonesia adalah penangkap hiu terbesar di dunia. Sebagian besar produk tersebut diekspor dalam bentuk sirip, minyak, dan kulit.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Penangkapan besar-besaran ini diakibatkan oleh tingginya permintaan pasar terhadap produk hiu, sehingga menyebabkan terganggunya keseimbangan rantai makanan dalam ekosistem laut dan berdampak negatif bagi ketahanan pangan Indonesia. Dengan kondisi hiu-hiu yang semakin kritis, maka sejak Januari 2018, WWF Indonesia membuat sebuah kampanye bernama #SOSharks atau <em>Save Our Sharks</em>, untuk menghentikan penjualan hiu di pasar swalayan, toko online dan restoran serta menghentikan promosi kuliner hiu di media massa. Selain itu, WWF Indonesia juga membuka partisipasi untuk mengisi petisi di <em>www.change.org/sosharks</em>.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang terjadi pada hiu di lautan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>wwf.or.id</em>, sirip hiu (atau terkadang bagian tubuh lainnya) didapatkan dengan memotong sirip mereka hidup-hidup atau biasa disebut dengan <em>Shark Finning</em>. Kemudian, hiu tanpa sirip tersebut dibuang kembali kelaut dalam keadaan masih bernyawa dan kemudian mati secara perlahan. Praktik yang keji tersebut dilakukan terhadap 38 juta hiu setiap tahunnya (Clarke, 2006) dari sekitar 26-73 juta hiu yang tertangkap dalam aktivitas perikanan dunia (Fordham, 2010). Ini berarti sekitar 1-2 individu hiu tertangkap setiap detiknya. Disisi lain, hiu adalah ikan yang perkembangbiakannya lambat serta menghasilkan sedikit anakan sehingga rentan terhadap eksploitasi berlebih.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai predator tingkat atas, hiu memastikan terkendalinya populasi ikan dan menjaga keseimbangan ekosistem. Ketika populasi hiu terancam, maka ekosistem di laut pun menjadi tidak stabil. Contohnya dengan peristiwa yang terjadi di Atlantik, di mana penurunan populasi 11 jenis hiu mengakibatkan meledaknya populasi 12 jenis ikan pari hingga 10 kali lipat, yang merupakan pemangsa jenis kerang-kerangan (<em>bivalvia</em>). Hilangnya bivalvia mengakibatkan tingkat kekeruhan air meningkat sehingga kemampuan fotosintesis lamun menurun. Hilangnya lamun menyebabkan ikan-ikan juga hilang atau tidak bertahan hidup, hingga kawasan itu disebut <em>dead zone</em>. Hilangnya spesies kerang menyebabkan bisnis kuliner dilokasi tersebut juga runtuh, sehingga perekonomian terganggu.</p><p style="text-align: justify;">Sandra Rokhmad Agustine, mahasiswi FPIK jurusan Sosial Ekonomi Perikanan 2015 memberikan pendapatnya mengenai kampanye #SOSharks atau seruan petisi yang diserukan oleh WWF Indonesia. Menurutnya, kampanye atau petisi ini sudah baik, namun untuk penerapannya masih terbilang cukup. Pasalnya, masyarakat kurang tahu dan masih kurang paham dengan kampanye dan petisi ini. Hal ini disebabkan oleh kurangnya publikasi kepada masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kampanye atau petisi yang dilakukan masih belum tersebar luas di masyarakat. Dan langkah nyata mereka belum memberi sebuah dampak,&rdquo; jawabnya ketika diwawancara <em>Sketsa</em> melalui pesan <em>Whatsapp</em>. Dirinya juga menuturkan bagaimana negatifnya kegiatan <em>Shark Finning</em> yang dilakukan sejumlah oknum untuk mendapatkan sirip ikan hiu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal tersebut dapat mengurangi populasi ikan hiu. Populasi hiu yang sehat menjadi jaminan terjaganya kelimpahan ikan-ikan konsumsi manusia,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penangkapan besar-besaran terhadap hiu menyebabkan terganggunya keseimbangan rantai makanan dalam ekosistem laut. Ikan-ikan karnivora yang biasanya dimangsa oleh hiu akan bertambah banyak sehingga ikan-ikan kecil akan menurun jumlahnya secara drastis. Akibatnya, alga yang biasa dimakan oleh ikan-ikan kecil akan bertambah banyak dan mengganggu kesehatan terumbu karang. Ketika terumbu karang rusak, ikan-ikan kecil terancam punah, demikianpun ikan-ikan besar. Dengan kata lain, berkurangnya populasi hiu dalam jumlah banyak akan berdampak negatif bagi ketahanan pangan.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, cara mendukung kampanye dan petisi #SOSharks ini adalah dengan menyebarluaskan kampanye ini dari mulut ke mulut atau media sosial, agar masyarakat dapat mengetahui kampanye yang menyerukan penghentian konsumsi sirip ikan hiu dan produk olahan hiu lainnya. &ldquo;Dengan demikian, secara tidak langsung para produsen dan penjual terdorong untuk menghentikan penjualan produk-produk yang berasal dari hiu, serta mendukung media massa untuk berhenti mempromosikan kuliner yang berasal dari hiu,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(len/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Awal Langkah Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/awal-langkah-baru/baca </link>
<guid> awal-langkah-baru </guid>
<pubDate> Sat, 01 Sep 2018 11:47:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/awal-langkah-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z0LTBveWdr.png" />
					</figure>
			                <h1>Awal Langkah Baru</h1>
			              </header>
			              <p>Terkesan indah saat telapak kaki ini tersentuh pada masa sekolah<br>Tak pernah terlintas sedikitpun badai yang akan menghadang di depan sana<br>Perjuangan menoreh pada langkah baru ku<br>Langkah menuju kampus impian, senyum bangga terlihat teruntuk Ayah dan Ibu</p><p>Dengan apa Aku berjalan nanti ? apakah Aku siap menghadapi kerasnya kehidupan<br>Benar jika tak seindah terbayang, kaki terkadang kaku<br>Mata terasa perih, melihat kenyataan tak seindah bayangan itu<br>Keras dalam bertahan, tegar dalam berjuang</p><p>Aku bukan sekedar siswa, kini Aku menjadi mahasiswa<br>Yang tak boleh merintih saat perih, yang berusaha keras dalam beringin<br>Ayah dan Ibu menjadi saksi bisu, perjuangan ini tak mudah<br>Berkali-kali air mata ini berlinang, berkali-kali pula hinaan datang</p><p>Tak peduli dari mana asal kita<br>Semua pemuda memiliki hak yang sama<br>Meraih pendidikan nyata dan menjadi agen perubahan Indonesia<br>Karena kita bisa, Aku bangga menjadi mahasiswa</p><p><strong><span lang="IN" style=""><em>Ditulis oleh Lestari Riski Saputri, mahasisiwi Ilmu Ekonomi, FEB 2017.</em></span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Harus Tetap Pada Jalur Perjuangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mahasiswa-harus-tetap-pada-jalur-perjuangan/baca </link>
<guid> mahasiswa-harus-tetap-pada-jalur-perjuangan </guid>
<pubDate> Sat, 01 Sep 2018 11:49:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sukardi, Wakil Gubernur BEM FEB Unmul 2018. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mahasiswa-harus-tetap-pada-jalur-perjuangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3x5ZEnTxoy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Harus Tetap Pada Jalur Perjuangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejarah dunia adalah sejarah anak muda, apabila anak muda mati rasa maka matilah sejarah sebuah bangsa,&quot; -Pramoedya Ananta Toer.</p><p style="text-align: justify;">Sejarah sudah mencatatkan bahwa perubahan-perubahan besar banyak diilhami oleh orang muda, begitu juga dengan perubahan yang terjadi di Indonesia, mulai dari memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sampai mempertahankan kemerdekaan. Mungkin masih segar diingatan kita bagaimana empat mahasiswa Trisakti harus meregang nyawanya demi mengobarkan semangat reformasi.</p><p style="text-align: justify;">Sarang-sarang pemuda tersebut sebagian besar tersebar di kampus. Kampus menjadi tempat bagi para mahasiswa untuk saling bertemu satu sama lain, membicarakan kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh para oligarki, membicarakan perjuangan melawan penindasan, membicarakan hak-hak asasi warganya, dan pada intinya kampus menjadi tempat bagi para mahasiswa untuk senantiasa menumbuhkan semangat kritis.</p><p style="text-align: justify;">Kampus tidak hanya tempat bagi para mahasiswa untuk merebut indeks prestasi yang setinggi-tingginya, tidak hanya tempat menemukan cinta sejati, tetapi kampus juga haruslah senantiasa menjadi tempat menumbuhkan semangat kritis, menumbuhkan semangat perlawanan, melawanan kelaliman yang dilakukan oleh penguasa kampus dan penguasa negeri ini yang kian hari lari dari semangat kemerdekaan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, perlahan demi perlahan semangat kritis mahasiswa kian hari kian luntur. Mahasiswa kini terjebak dalam romantisme hedon. Kehadiran teknologi semakin melahirkan sikap individualis, sikap acuh tak acuh, seakan-akan lupa akan apa yang menjadi tupoksinya. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh para penguasa negeri ini bak angin di padang rumput yang hanya lewat begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">Kejadian tersebut begitu nyata saya hadapi di kampus. Teman-teman begitu enggan bila diajak untuk diskusi, begitu enggan untuk menyuarakan pelanggaran-pelanggaran, meneriakan perubahan. Mereka lebih memilih diam, memilih terbawa arus yang nyata-nyatanya membawa mereka kedalam pembodohan, sistem yang tidak semestinya diami begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">Soe Hok Gie pernah berujar,&rdquo;Hidup ini hanya dua pilihan, menjadi manusia apatis atau mengikuti arus, namun saya memilih menjadi manusia merdeka&rdquo;. Soe Hok Gie adalah salah satu mahasiswa yang senantiasa merawat semangat kritisnya di saat teman-temanya terkooptasi oleh kekuasaan, dia senantiasa melancarkan perlawannya melalui tulisan-tulisannya.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang menjadi pilihan Soe Hok Gie seharusnya juga menjadi pilihan bagi kita mahasiswa. Tidak apatis apalagi mengikuti arus. Merdeka adalah pilihan yang nyata bagi kita mahasiswa. Dengan bersikap merdeka kita akan senantiasa berada dalam jalur perjuangan.</p><p style="text-align: justify;">Kalau bukan kita siapa lagi? Ini akan semacam pertanyaan refleksi bagi kita mahasiswa. Kita mahasiswa tidak dapat melawan takdir kita. Bahwasanya <em>agent of change</em> akan senantiasa melekat di pundak kita, control sosial sudah menjadi pekerjaan kita, <em>iron stock</em> adalah kita. Karena sejarah tidak pernah berbohong akan hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jas merah, jangan sekali kali melupakan sejarah. Oleh karena itu kita mahasiswa harus senantiasa menghargai sejarah sehingga dengan menghargai sejarah semangat untuk melahirkan perubahan akan senantiasa tertanam dalam sanubari kita. Dengan senantiasa belajar, kita yang terjabak dalam romantisme hedon perlahan demi perlahan akan keluar dari lingkaran tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Era milenial ini adalah era kita. Oleh karena itu mari senantiasa belajar dan berjuang. Mari kembali jadikan kampus sebagai dapur ilmiah, mari jadikan kampus sebagai tempat untuk berkumpul bersama dengan teman-teman seperjuangan yang rindu akan perubahan dan menjadikan kampus sebagai tempat untuk melahirkan sosok-sosok kritis, dan yang pastinya melahirkan para negarawan.</p><p style="text-align: justify;">Para pendahulu kita sudah mencatatkan hal tersebut dalam lembaran sejarah, mereka telah menunaikan tugasnya sebagai <em>agent of change</em>, control sosial, dan <em>iron stock</em>. Lantas pantaskah kita hanya berpangku tangan sembari menikmati sisa-sisa perjuangan mereka, menutup mata akan apa yang terjadi kita tanpa pernah berpikir untuk merubahnya.</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan memang tidak selalu sama karena lain zaman lain tantangannya namun, semangat mereka tetaplah menjadi landasan bagi kita yang masih mengemban nama sebagai mahasiswa sehingga kita dapat melanjutkan apa yang menjadi cita-cita mereka sekaligus menjadi cita-cita kita juga yakni, mewujudkan apa yang menjadi amanat konstitusional bangsa ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan terwujudnya seperti yang sudah saya sampaikan di atas niscaya di tahun 2045 di mana bangsa ini akan mencapai usia emasnya akan terwujud sebuah bangsa yang kita cita-citakan bersama yaitu sebuah bangsa yang betul-betul hadir buat rakyatnya, hadir buat kaum-kaum marginal sehingga terwujud pulalah sila ke-5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dan yang mempunyai beban untuk mengubah itu adalah kita, kita mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan sekarang kapan lagi? Mari mulai bertanggung jawab akan apa yang menjadi tugas kita. Jangan biarkan bangsa ini kehilangan agen perubahannya. Kehilangan sosok-sosok yang akan melanjutkan estapet perjuangan bangsa ini, dan membiarkan bangsa ini berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Sukardi, Wakil Gubernur BEM FEB Unmul 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berakhir Pekan di Waduk Panji Sukarame </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/berakhir-pekan-di-waduk-panji-sukarame/baca </link>
<guid> berakhir-pekan-di-waduk-panji-sukarame </guid>
<pubDate> Sun, 02 Sep 2018 11:25:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Waduk Panji Sukarame, referensi tempat untuk menikmati masa libur. (dok: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/berakhir-pekan-di-waduk-panji-sukarame/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cggBzuBB2y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berakhir Pekan di Waduk Panji Sukarame</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tak bisa dipungkiri jika kita sudah lelah dengan kesibukan sehari-hari, kita perlu penyegaran, dan salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan berlibur. Kalimantan Timur sendiri menyimpan anugerah panorama alam yang bikin takjub dan masih asri. Pilihan berlibur itu bisa tertuju pada wisata alam.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu wisata alam yang dapat dijadikan referensi adalah Waduk Panji Sukarame yang berlokasi di Jalan Waduk Panji Sukarame Tenggarong, yang hanya berjarak 600 meter sebelum Museum Kayu Tuah Himba. Waktu tempuhnya pun hanya sekitar 1 jam dari pusat Kota Samarinda atau sekitar 10 menit dari wisata Pulau Kumala Tenggarong.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>ksmtour.com</em>, awalnya waduk ini berasal dari sebuah telaga yang dibendung sebagai pengairan sawah-sawah milik penduduk. Pembendungan ini menciptakan panorama alam yang indah dengan dikelilingi rerimbunan hutan, dan seiring waktu dibangun sebagai wisata alam yang dilengkapi dengan wahana sepeda air, perahu bebek, arena bermain anak-anak, jembatan berwarna-warni, menara pandang, hingga <em>flying fox</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dengan luas wilayah sekitar lebih dari 32 hektare, Anda dimanjakan oleh pemandangan alam yang asri beserta air waduk yang tenang. Beberapa gazebo disediakan sebagai tempat rehat atau tempat berkumpul. Ada pula panggung tua yang masih berdiri kokoh di pinggir waduk. Namun yang ikonik dari waduk ini adalah jembatan yang berwarna-warni yang banyak dikunjungi untuk melakukan swafoto sambil berjalan-jalan santai, terlihat pula pria-pria dewasa serta beberapa anak memancing di bawah jembatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain pemandangan air waduk, ada pula Taman Anggrek Sendawar yang masih terawat dan memiliki 43 jenis anggrek dari berbagai daerah di Kalimantan. Bergeser sekitar 100 meter dari taman, ada pula kapal tua yang bernama Kapal Kartanegara yang sejarahnya adalah kapal pertama yang digunakan oleh masyarakat Kutai Kartanegara sebagai transportasi air. Sedangkan di luar lokasi waduk ada beberapa warung yang menjajakan makanan ringan dan minuman dingin serta suvenir khas Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, saat salah satu awak <em>Sketsa</em> berkunjung, wahana yang kini tersedia hanya ada sepeda air, perahu bebek, arena bermain anak-anak, serta jembatan warna-warni. Fasilitas bermain yang lainnya seperti <em>flying fox</em> pun sudah rusak dan tidak dikelola lagi, pun dengan menara pandang yang dibiarkan terbengkalai. Walaupun begitu, Waduk Panji Sukarame masih banyak dikunjungi baik oleh warga Tenggarong maupun luar Tenggarong, dan wahana lainnya pun masih dipelihara dan dirawat dengan apik.</p><p style="text-align: justify;">Jika Anda ingin berkunjung, Waduk Panji Sukarame buka setiap hari mulai dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 17.30 Wita. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu sebesar Rp7.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak, Anda dapat menjelajahi dan menikmati wahana yang tersedia. Selamat menikmati akhir pekan! (<strong><em>cin/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Searching: Penonton Jadi Detektif untuk Menemukan Margot yang Hilang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/searching-penonton-jadi-detektif-untuk-menemukan-margot-yang-hilang/baca </link>
<guid> searching-penonton-jadi-detektif-untuk-menemukan-margot-yang-hilang </guid>
<pubDate> Sun, 02 Sep 2018 11:34:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film Searching akan mengajakmu menjadi detektif. (foto: google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/searching-penonton-jadi-detektif-untuk-menemukan-margot-yang-hilang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qgGtseaQ3d.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Searching: Penonton Jadi Detektif untuk Menemukan Margot yang Hilang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Genre: Drama, Misteri, Thriller</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Sutradara: Aneesh Chaganty</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Penulis Skenario: Aneesh Chaganty, Sev Ohanian</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Produksi: Sony Pictures</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Rilis: 24 Agustus 2018</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Durasi: 102 Menit</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Bahasa: Inggriss</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><br></strong><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemain:</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>John Cho (David Kim)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Michelle La (Margot Kim)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Debra Messing (Detektif Rosemary Vick)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Sara Sohn (Pamela Nam Kim)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Steven Michael Eich (Robert Vick)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">David dan Pamela Kim merupakan pasangan suami istri yang memiliki seorang anak perempuan bernama Margot Kim. Keluarga Kim adalah sebuah keluarga yang melek teknologi dan gemar mengabadikan momen apa pun melalui video maupun foto. Semua kegiatan keseharian mereka direkam dan disimpan dalam <em>Personal Computer</em> (PC).</p><p style="text-align: justify;">Namun, David dan Margot harus kehilangan sosok ibu dalam keluarga kecil mereka. Pam meninggal karena sakit kanker.</p><p style="text-align: justify;">Sepeninggalan Pam, hubungan David dan Margot terlihat baik-baik saja. Sebagai seorang ayah David selalu menghubungi Margot melalui aplikasi pesan di smartphone dan tak jarang melakukan panggilan video.</p><p style="text-align: justify;">Pada suatu malam Margot melakukan panggilan telepon dan video dengan David. Sang ayah yang tertidur tak mendengar panggilan dari putrinya tersebut. David baru sadar pada keesokan hari ketika ia mengecek laptop dan mendapati panggilan tak terjawab dari Margot.</p><p style="text-align: justify;">Inilah awal David kehilangan Margot. Untuk menemukan putrinya David mencari Margot melalui teman-teman sekelasnya. Nahas, pencarian itu tidak membuahkan hasil hingga akhirnya David menghubungi kepolisian untuk membantunya menemukan putrinya yang menghilang. Berbagai investigasi telah dilakukan hingga 37 jam tanpa hasil.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pencariannya, David didampingi seorang detektif bernama Rosemary Vick. Untuk menemukan keberadaan Margot, David harus mengulik jejak digital putrinya di media sosial. Mulai dari search history, transaksi rekening sampai <em>live streaming</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pencarian jejak digital Margot menyadarkan David bahwa ia tidak benar-benar mengenal putrinya. David banyak menemukan fakta-fakta baru mengenai Margot. Margot rupanya mengalami kesedihan mendalam setelah ibunya meninggal dan ia banyak menuangkan curahan hatinya melalui video <em>live streaming</em>.</p><p style="text-align: justify;">Detektif Vick yakin kalau putri David sengaja menghilang karena urusan pribadinya di rumah. Namun David tidak puas dengan hasil pencarian Vick hingga akhirnya ia mencoba berinteraksi dengan beberapa teman Margot di sosial media. Perlahan tapi pasti, baik Vick maupun David mulai menemukan titik terang soal hilangnya Margot.</p><p style="text-align: justify;">Hasil penelusuran yang dilakukan David rupanya lebih cepat. Ia berhasil menemukan titik terakhir Margot terlihat sebelum hilang. Tempat tersebut menuju sebuah perbukitan dan danau di wilayah San Jose, California. Tempat tersebut sering terlihat menjadi latar belakang tempat Margot mengambil video <em>live streaming</em>. Vick pun bergegas untuk melacak lebih jauh tentang hasil penelusuran David.</p><p style="text-align: justify;">Pencarian terus dilakukan selama beberapa hari dengan bantuan bukti dan petunjuk yang berakar dari sosial media Margot hingga akhirnya kasus hilangnya Margot berhasil terpecahkan.</p><p style="text-align: justify;">Film Searching dikemas dalam alur cerita yang brilian. Film ini sangat cocok untuk kalian yang menyukai film thriller misteri atau teka-teki. Disepanjang film penonton seakan-akan diajak menjadi detektif dadakan yang bertugas untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya di balik hilangnya Margot.</p><p style="text-align: justify;">Sinematografi dari film Searching sangat sederhana dan latar tempat yang simpel. Secara visual film ini agak berbeda dari film-film lain. Film ini menggunakan sudut pandang monitor atau screencast. Searching meperlihatkan seluruh kejadian di desktop laptop David yang terekam tanpa jeda.</p><p style="text-align: justify;">Meski penuh teka-teki dan ketegangan, Chaganty mampu memberikan sedikit komedi yang bikin ngakak tapi enggak murahan. Film plot sederhana ini terasa lebih spesial karena mampu memanfaatkan semua sisi dari internet dengan cukup lengkap. Film Searching ditujukan untuk penonton 13 tahun ke atas dan bisa dikatakan pasarnya adalah kaum milenial. Mereka dapat dengan mudah terhubung dengan perilaku David karena ia ditampilkan menggunakan sosial media yang sudah menjadi makanan sehari-hari kaum milenial.</p><p style="text-align: justify;">Searching membuktikan bahwa film yang sederhana bisa memberikan efek yang luar biasa. Bahkan, tanpa harus menggunakan pemain terkenal. <strong><em>(rrd/aml)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Pelanggaran di Tengah Kasus Karhutla </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-pelanggaran-di-tengah-kasus-karhutla/baca </link>
<guid> polemik-pelanggaran-di-tengah-kasus-karhutla </guid>
<pubDate> Sun, 02 Sep 2018 11:45:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu titik Karhutla di Pontianak.(sumber foto: tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-pelanggaran-di-tengah-kasus-karhutla/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tIDr3T7Tcx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Pelanggaran di Tengah Kasus Karhutla</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih saja terus terjadi di wilayah Indonesia. Telebih di Kalimantan dan Sumatera, yang dikenal sebagai wilayah yang luas dengan hamparan hutannya. Selama lebih dari 20 tahun, bencana Karhutla seperti agenda tahunan bagi petani dan perusahaan. Demi mendapatkan lahan gambut dan meraup keuntungan melalui bubur kayu, minyak sawit, karet, atau peternakan skala kecil. Beberapa bulan terakhir, si jago merah kembali melahap beberapa titik di Kalimantan Barat (Kalbar). Suasana Kota Pontianak hingga saat ini masih diselimuti kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>Kompas.com</em>, Direktur Eksekutif Walhi Kalbar, Anton P Widjaya mengatakan, berdasarkan data titik api pada tanggal 14 Agustus 2018 yang di overlay dengan peta sebaran konsesi di Kalimantan Barat, dari 790 titik api terdapat 201 titik api berada di dalam konsesi. Sedangkan pada, Pantauan Satelit Modis pada Kamis 16 Agustus 2018 pukul 07.00 WIB, terpantau ada 1.061 titik panas.</p><p style="text-align: justify;">Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugardiman menyebutkan penyebab Karhutla di Kalimantan Barat (Kalbar) adalah masyarakat. Penyebab kebakaran dipicu oleh kebakaran lahan gambut yang diduga sengaja dilakukan untuk membuka lahan baru. Kebakaran hutan yang menyebabkan dampak pada kesehatan masyarakat terutama pada buruknya kualitas udara mengakibatkan masyarakat mengalami gangguan pernapasan.</p><p style="text-align: justify;">Kini KLHK mengambil langkah dengan menyegel lahan perkebunan sawit yang terbakar di 5 perusahaan Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Di antaranya adalah PT SUM, PT PLD, PT AAN, PT APL, dan PT RJP.</p><p style="text-align: justify;">Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, sejauh ini dilaporkan sudah empat korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang di terjadi di Kalbar sejak sebulan terakhir. Kronologsinya, peristiwa kebakaran pertama terjadi di Kabupaten Melawi yang menyebabkan Vito (7) dan kakaknya Rio (11) meninggal dunia akibat luka bakar. Kemudian, disusul seorang warga di Kabupaten Sambas, Jaidan (56) yang diduga meninggal akibat terpapar asap saat hendak memadamkan kebakaran di kebun miliknya. Peristiwa terakhir dialami Ensungga (69), warga Kabupaten Sintang yang meninggal dunia pada Minggu (19/8). Korban pamit berangkat ke kebun miliknya untuk memadamkan api, Namun, korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar pada Senin (20/8) pagi.</p><p style="text-align: justify;">Kini Polda dan Polres jajaran di Kalbar, mencatat ada 20 laporan kepolisian dengan total keseluruhan 27 tersangka. Dua diantaranya, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terpapar asap dan api.</p><p style="text-align: justify;">Sejak 2015, KLHK sudah memberikan sanksi administrasi kepada lebih dari seratus korporasi akibat Karhutla, termasuk ada yang dicabut izinnya. KLHK dan kepolisian juga telah mengajukan pidana pada puluhan kasus Karhutla termasuk kasus korporasi. Selain itu, KLHK telah mengajukan gugatan perdata pada 11 korporat yang bertanggung jawab atas Karhutla, dengan gugatan ganti rugi mencapai triliunan rupiah.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah parahnya kondisi hutan dan lahan Indonesia saat ini, khususnya Kalimantan, sekelompok masyarakat menggugat negara. Penggugat itu adalah, Arie Rompas, Kartika Sari, Fatkhurrohman, Afandi, Herlina, Nordin, Mariaty.</p><p style="text-align: justify;">Tak main-main, mereka menggugat Presiden Republik Indonesia, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Gubernur Kalimantan Tengah, dan Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah.</p><p style="text-align: justify;">Gugatan itu terdaftar di Pengadilan Tinggi (PT) Palangkaraya dengan nomor 118/Pdt.G/LH/2016/PN.Plk. Ketujuh nama di atas menilai Jokowi beserta jajaran pejabat di atas selaku penanggung jawab telah gagal memberikan kepastian hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat kepada seluruh rakyat Kalimantan Tengah (Kalteng).</p><p style="text-align: justify;">Pada 22 Maret 2017, gugatan mereka dikabulkan. PT Palangkaraya memutuskan:</p><p style="text-align: justify;">1. Menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum.</p><p style="text-align: justify;">2. Menghukum Tergugat I (Presiden) untuk menerbitkan peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang penting bagi pencegahan dan penanggulangan Karhutla, dengan melibatkan peran serta masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Jokowi turut dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum. Hal ini dikarenakan kasus Karhutla telah terjadi sejak tahun 2015, di mana saat itu merupakan masa awal Jokowi menjabat sebagai presiden.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tergugat I adalah Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. (Vide Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, di mana Tergugat I selaku pemegang kekuasaan pemerintahan mempunyai tanggung jawab dan kewajiban menjalankan amanat UUD dan peraturan perundang-undangan lainnya guna mewujudkan cita pendirian bangsa ini, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,&quot; demikian alasan majelis hakim sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Rabu (22/8).</p><p style="text-align: justify;">Pasal 17 UUD 1945 menyebutkan Presiden dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh para menteri dan setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam<br>&nbsp;pemerintahan. Sedangkan dalam pasal 3 UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara lebih lanjut disebutkan:</p><p style="text-align: justify;">Kementerian berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Pasal 7 ayat 2 UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, menyebutkan: <br>&nbsp;Presiden memegang tanggung jawab akhir atas penyelenggaraan urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.</p><p style="text-align: justify;">Berikut pertimbangan lengkap majelis terkait peran dan tanggung jawab Jokowi sehingga dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum:</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan ketentuan pasal di atas, negara memiliki peran besar untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan kerusankan hutan, sehingga Tergugat I (Presiden RI) sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi seharusnya melakukan berbagai upaya preventif dengan melibatkan para menteri untuk mengambil suatu langkah nyata dalam mencegah dan mengurangi kerusakan hutan terutama terkait pembakaran lahan dan atau hutan yang menimbulkan kabut asap.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga peristiwa atau kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah tidak terulang kembali, yang mana sungguh pun Tergugat I dalam jawabannya telah mendalilkan telah melakukan tindakan dimaksud, namun dalam kenyataannya peristiwa kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah selalu terulang kembali yaitu sejak tahun 1997 sampai dengan 2015.<em><br><br>&nbsp;</em>Sehubungan dengan hal tersebut maka menurut pendapat majelis hakim, Tergugat I belum secara optimal melakukan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan menimbulkan kabut asap khususnya di Kalimantan Tengah sebagaimana yang diamanahkan oleh UU.<em><br><br>&nbsp;</em>Sungguh pun Tergugat I dalam kapasitasnya selaku Presiden RI dalam melaksanakan tugasnya telah mendelegasikan kewenangannya tersebut kepada menteri terkait (Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV dan Tergugat V) namun dalam kenyataan Tergugat II, Tergugat III, Tergugat IV dan Tergugat V dalam kapasitasnya selaku menteri atau pembantu belum melaksanakan tugas dan kewajibannya secara optimal, khususnya yang terkait dengan pencegahan dan penanggulangan terjadinya peristiwa kabut asap khususnya di Kalteng sebagaimana yang diamanahkan oleh UU, meskipun berdasarkan bukti-bukti yang diajukan para tergugat sebenarnya para tergugat sudah ada melakukan upaya-uapaya pencegahan dan penanggulangan yang terkait dengan kabut asap di wilayah Kalteng.</p><p style="text-align: justify;">Namun upaya yang dilakukan para tergugat belum maksimal dan terlihat lamban. Lambatnya kinerja para tergugat dalam melakukan antisipasi meluasnya Karhutla di Kalteng menyebabkan kabut asap menyebar meluas hingga ke wilayah negara tetangga yaitu wilayah Singapura dan Malaysia. Selain itu juga menganggu aktivitas masyarakat, hingga menyebabkan korban meninggal dunia dan warga menderita ISPA. Sehubungan dengan terjadinya peristiwa tersebut menurut majelis hakim, Tergugat I s/d Tergugat V secara tanggung renteng harus mempertanggungjawabkan kinerjanya yang belum dilaksanakan secara maksimal tersebut.Oleh karenanya menurut majelis hakim terkait dengan penanganan peristiwa kabut asap yang menyelimuti Kalteng, Tergugat I s/d Tergugat V dapat dikualivisir telah melakukan perbuatan melawan hukum.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, Jokowi dkk dihukum untuk membuat sejumlah peraturan guna mencegah kebakaran hutan. Lalu apakah Jokowi dkk melaksanakan perintah dari pengadilan? Nampaknya hingga kini Jokowi dkk memilih belum langsung mematuhinya dan melakukan perlawanan hukum dengan mengajukan kasasi ke MA. Hingga kini, kasasi itu masih diperiksa di MA. <strong><i>(nnd/adl)</i></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 44 Usai, Esti: Laporan Akhir Ditiadakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-44-usai-esti-laporan-akhir-ditiadakan/baca </link>
<guid> kkn-44-usai-esti-laporan-akhir-ditiadakan </guid>
<pubDate> Mon, 03 Sep 2018 12:40:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Warih Arbi/LPM Profesi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-44-usai-esti-laporan-akhir-ditiadakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ag4C0dtdOn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 44 Usai, Esti: Laporan Akhir Ditiadakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul 44 telah usai, terhitung sejak 18 Agustus lalu. Kurang lebih delapan pekan masa mengabdi sebagai mahasiswa dilakukan, meski bukan berarti selepas itu pengabdian telah selesai. Program kerja yang dicanangkan sebagai wujud kepedulian mesti disetor ke LP2M dalam bentuk laporan kerja serta lembaran administratif.</p><p style="text-align: justify;">Dalam <em>website</em>&nbsp;<em>kkn.unmul.ac.id</em>, pada (2/7) dipaparkan format kepenulisan laporan akhir dari kegiatan KKN yang memuat empat bab. Di antaranya pendahuluan, gambaran umum, implementasi program kerja, dan penutup. Namun, pada postingan terbarunya pada Kamis (30/8) lalu, didapati informasi terbaru bahwa tidak ada laporan akhir yang harus dibuat. Ketua Tim Pengembangan Program KKN Esti Handayani Hardi mengatakan, bahwa penilaian dapat dilakukan berdasarkan laporan kegiatan mingguan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Laporan yang di upload tiap minggu itu sudah bisa untuk menilai kegiatan KKN,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkannya, penialaian KKN ini berasal dari tiga pihak, dengan pembagian 40% dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), 40% dari desa, dan sisa 20% dari pihak LP2M.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nasib Laporan KKN PUPR</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu kategori KKN tematik, yakni KKN yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki satu program khusus, yakni Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP). Untuk menuntaskan ini, peserta KKN perlu melakukan survei ke tiap RT untuk mendata seputar permasalahan sanitasi yang berada di desa tersebut. Sedangkan untuk kategori KKN reguler, memiliki tugas untuk membuat social mapping yang di dalamnya membahas berbagai aspek sosial desa.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi LP2M melalui <em>website&nbsp;</em>resminya, laporan akhir ditiadakan. Bagi mahasiswa yang sudah telanjur membuat, diarahkan untuk mengikuti format yang sebelumnya telah dijabarkan. Sedang bagi yang belum, diminta untuk membuat social mapping dengan menambahkan permasalahan serta potensi desa, saran serta solusinya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Esti, bagi mahasiswa KKN yang termasuk kategori PUPR dapat membuat laporan tersebut dari laporan hasil IMAP dengan permasalahan dan solusi yang dapat diberikan untuk desa tersebut. &ldquo;Tapi saran saya, biar lebih <em>smooth</em>, samakan dengan format <em>social mapping</em> yang ada di web,&rdquo; ujar Esti.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kelompok KKN PUPR juga diminta untuk melampirkan laporan keuangan. Dikonfirmasi terkait hal ini, Esti mengaku itu di luar urusan LP2M. &ldquo;Itu (dari) PUPR, bukan LP2M. Serahkannya ke pengelolanya. Bukan ke kami,&rdquo; jelasnya. <strong>(<em>adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Panas Pilpres 2019 Sasar Kaum Milenial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-panas-pilpres-2019-sasar-kaum-milenial/baca </link>
<guid> polemik-panas-pilpres-2019-sasar-kaum-milenial </guid>
<pubDate> Tue, 04 Sep 2018 12:24:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Budiman, seorang pakar politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-panas-pilpres-2019-sasar-kaum-milenial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WV0CPpmjFT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Panas Pilpres 2019 Sasar Kaum Milenial</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pertarungan pemilihan presiden tahun 2019 di Indonesia sejak diumumkan pada (10/08) lalu kian memanas, munculnya <em>hashtag #2019GantiPresiden&nbsp;</em>hingga adegan pelukan kedua calon presiden Jokowi-Prabowo adalah beberapa dari sederet isu-isu yang ramai diperbincangkan media saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, pertarungan pilpres 2019 juga akan menjadi pertarungan sengit wakil presiden, artinya wakil presiden masing-masing calon diharapkan mampu meningkatkan elektabilitas dari calon presiden tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Budiman, salah seorang pakar politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik turut menanggapi isu polemik pilpres 2019. Menurutnya, ketika Jokowi memilih K.H Ma&rsquo;ruf Amin untuk menjadi wakilnya, bukan tanpa alasan Jokowi pasti memiliki sebuah strategi yang ingin dicapai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang ingin ditempuh pasti apa? Ya.. kemenangan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari isu soal sentimen anti-Islam yang negatif, bagi Jokowi memilih Ketua Umum MUI Ma&rsquo;ruf Amin dinilai mampu meredam isu tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jokowi memilih Ma&rsquo;ruf Amin merupakan langkah taktis atau <em>by design</em> dari politik yang ada. &ldquo;Maksudnya <em>by design</em> ini rata-rata cawapres dari partai itu sama aja memelihara anak macan, artinya apa? Apabila yang dipilih Airlangga Hartarto, Ketua Partai Golkar, kalau yang dipilih Romahumrmuziy, Ketua P3, kalau yang dipilih adalah Muhaimin Iskandar Ketua PKB, mereka-mereka ini kan masih muda.&rdquo; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara Jokowi yang dianggap lebih berpotensi menang, otomatis di tahun 2019 yang menjadi wakil presiden adalah yang menjadi presiden 2024. Budiman menambahkan, &ldquo;Kalau yang dipilih yang muda kan beresiko, kalau yang dipilih dari partai kan beresiko, jadi kalau Mahfud MD terlempar di detik-detik terakhir wajar. Karena pertarungan 2019 adalah pertarungan 2024. Siapa yang menjadi wakil presiden itu yang bisa menjadi presiden 2024.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kalau K.H Makruf Amin yang dipilih sudah tua, kemungkinan pertarungan 2024 menjadi presiden sangat-sangat tipis. Partai-partai yang dipimpin oleh orang-orang muda ini berpeluang menjadi presiden 2024. <em>Start</em>-nya akan dari 0 nantinya,&rdquo; bebernya kepada awak <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Lain lagi dengan Prabowo, Budiman melihat Ketua Partai Gerindra tersebut pada Pilpres 2014 Prabowo-Sandiaga Uno yang dijual adalah isu-isu agama. &ldquo;Yang menjadi persoalan Prabowo 2014 berkompetisi pasti ia mengeluarkan banyak uang untuk kampanye.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Jika memaksakan memilih ulama sebagai calon wakil presiden atau memilih yang tingkat elektabilitasnya tinggi untuk dicalonkan seperti Ustad Abdul Somad maka pikiran yang rasional dan realistis adalah mencari orang yang mampu setidaknya membiayai kampanye Prabowo dan berpeluang untuk menang dengan membuat jargon-jargon baru atau strategi-strategi baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena sekarang yang ia pilih ada pengusaha, uangnya ada, isi tasnya banyak, mampu membiayai kampanyenya sendiri. Nah, tinggal bagaimana taktiknya untuk menarik simpati.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menurut kacamata Budiman, pilpres zaman sekarang sasaran pemilihnya adalah kaum milineal. Karena sasarannya yang merupakan pemilih pemula, kuncinya sekarang adalah mem<em>branding</em> diri para kandidat, bagaimana menyusun strategi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Salah satu strategi Prabowo-Sandiaga Uno adalah jargonnya ulama, jargonnya agama. Maka agar dia tidak ketinggalan, Sandiaga tiba-tiba menjadi santri milineal, pengusaha yang berhati agamawan. Itukan sebenarnya <em>branding,</em>&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>mrf/arr/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Iqbal Tiba di Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketika-iqbal-tiba-di-samarinda/baca </link>
<guid> ketika-iqbal-tiba-di-samarinda </guid>
<pubDate> Tue, 04 Sep 2018 12:37:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Iqbal Chandra Pratama, pesilat asal Kaltim yang berhasil merebut medali emas di ajang Asian Games 2018. (Sumber foto: Mahmudhah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketika-iqbal-tiba-di-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3MtxGKLxFC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Iqbal Tiba di Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&mdash;Iqbal Chandra Pratama, pesilat asal Kaltim yang berhasil merebut medali emas di ajang Asian Games 2018 baru saja tiba di kediamannya yang beralamat di Jalan Revolusi, Gang Sederhana, Karang Paci, Samarinda. Satu jam sebelumnya sejak pukul 09.00 Wita, warga sekitar sudah memadati Jalan Revolusi, terlihat pula siswa SD maupun SMP siap menyambut kedatangan sang atlet kebanggaan.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal datang dengan mobil atap terbuka dikawal oleh polisi dan aparat keamanan lainnya. Dalam barisan juga terlihat sejumlah pesilat dari Perguruan Tapak Suci&mdash;perguruan yang menaungi Iqbal&mdash;dan beberapa tokoh masyarakat mengarak Iqbal hingga ke rumahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika arak-arakan mendekat, rumah Iqbal sudah dipadati warga, termasuk pejabat pemerintahan dari DPRD Kaltim, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim, pejabat Kelurahan Lok Bahu, pejabat Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT), Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, dan awak pers. Tampak pula Walikota Samarinda Syaharie Jaang beserta sang istri, Puji Lestari Jaang, menyambut Iqbal tepat di teras rumah Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">Saat tiba, Iqbal langsung duduk diapit oleh Syaharie Jaang, ayahanda Iqbal, dua pelatih Iqbal, Ketua KONI Kaltim, dan Ketua IPSI Kaltim. Antusiasme warga semakin meriah tatkala mendengar Iqbal menyampaikan rasa bahagianya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iqbal enggak berpuas hati, tapi bahagia bisa membawa nama harum bangsa Indonesia. Untuk target selanjutnya masih ada kejuaraan nasional maupun internasional yang harus kita perjuangkan,&quot; tutur Iqbal.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tanggapan mengenai bonus yang ia terima, Iqbal dengan malu menjawab akan digunakan untuk menunaikan zakat terlebih dahulu, kemudian akan memberangkatkan haji untuk orang tua dan mertuanya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan lain juga tercetus dari ayahanda Iqbal, ia merasa bangga dengan Iqbal karena telah membanggakan nama Indonesia serta Kaltim dan cabang olahraga pencak silat.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai apresiasi pemerintah tentang atlet pencak silat, Iqbal menjawab pemerintah juga menyemangati dan mengapresiasi atlet pesilat karena pencak silat adalah olahraga dan budaya asli Indonesia. Iqbal juga bersemangat ingin memperkenalkan pencak silat di kancah internasional agar juga dikenal seperti bela diri terkenal lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Syaharie Jaang mengatakan akan memberikan <em>reward&nbsp;</em> untuk Iqbal berupa tanah untuk pembangunan rumah tinggal yang akan dimulai 7 September mendatang, yang pembangunannya bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum Pusat. Selain itu, pengangkatan menjadi pegawai negeri pun sudah diurus oleh Jaang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iqbal mau berlibur kan kita siapin, berlibur sama istrinya sekalian bulan madu &nbsp;juga kita udah siapin. Tapi itu urusannya sama Dinas Pariwisata,&quot; timpal Jaang.</p><p style="text-align: justify;">Jaang pun mengundang warga Samarinda untuk mengikuti agenda jalan santai sebagai penyambutan resmi Iqbal pada tanggal 7 September mendatang, yang rencananya akan dihadiri oleh sepuluh ribu warga Samarinda termasuk dari perguruan silat serta siswa sekolah dasar dan menengah. Tak ketinggalan ratusan hadiah pun telah dipersiapkan untuk meramaikan agenda jalan santai tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Iqbal juga senang dan terharu kedatangannya kali ini disambut bahagia oleh Walikota Samarinda dan aparat sipil lainnya. Iqbal juga berterima kasih kepada pelatihnya, Sofyan, yang telah sabar membimbing dan mengajarinya selama lebih dari satu dekade. Harapannya ke depan ia harus tetap berjuang dan terus berlatih, serta bersyukur atas hasil yang ia terima. Sekali lagi, selamat kepada Iqbal Chandra Pratama! <strong>(cin/aml)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lepas Rindu dengan Fame </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/lepas-rindu-dengan-fame/baca </link>
<guid> lepas-rindu-dengan-fame </guid>
<pubDate> Tue, 04 Sep 2018 13:56:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda FAME LPM Sketsa yang ditutup dengan foto bersama. (Sumber: Rizky Rachmadiani) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/lepas-rindu-dengan-fame/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ebvNWjQgtK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lepas Rindu dengan Fame</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sabtu (1/9) pagi lalu menjadi hari yang menggembirakan bagi awak Sketsa. Setelah masa libur semester berakhir, kini tiba saatnya untuk melepas rasa rindu. Salah satu agenda rutin tiap bulan yang dilakukan adalah <em>Family Time&nbsp;</em>(Fame), tujuannya agar semua aggota Sketsa semakin akrab dan sebagai wadah melepas penat.</p><p style="text-align: justify;">Fame kali ini tak kalah serunya dengan sebelumnya. <em>&nbsp;</em>Bertepat di halaman Student Center (SC)<em>&nbsp;</em>semuanya berkumpul membentuk barisa. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah senam, namun semuanya melakukan peregangan otot terlebih dahulu. Setelah selesai, senam pun dimulai yang dipandu oleh Shafira Panduwinata dan Ariani Maya Aprilia Tinambunan.</p><p style="text-align: justify;">Senam pertama diiringi dengan lagu &ldquo;<em>Tetew</em>&rdquo;. Lagu yang viral di <em>platform&nbsp;</em>media sosial TikTok ini pun menjadi daya tarik bagi siapa pun, tak ketinggalan alunan musik yang bergenre <em>Electronic &nbsp;Dance Music&nbsp;</em>(EDM) dapat membuat siapa saja untuk bergerak mengikuti pemandu senam. Seluruh awak Sketsa bergoyang dan menikmati musik yang diputar.</p><p style="text-align: justify;">Tak kalah heboh, senam yang kedua diiringi lagu yang cukup menggelitik &ldquo;Goyang Kewer-kewer&rdquo; namanya. Goyangan yang mempunyai ciri khas ini sontak menimbulkan gelak tawa di antara peserta saat mengikuti pemandu senam, tak jarang di antara peserta ada yang diam mematung, berjoget asal-asalan maupun bergoyang sesuai dengan goyangan aslinya.</p><p style="text-align: justify;">Senam pun berakhir dan cukup menghasilkan keringat, awak Sketsa pun ada yang kelelahan dan merasa lapar, dengan sigap Shafira Panduwinata mulai paham dengan kode-kode yang diberikan, ia pun memberitahu bahwa agenda selanjutkan yaitu bakar-bakar, lalu apa saja yang dibakar?</p><p style="text-align: justify;">Rupanya hidangan yang akan dibakar cukup bervariasi, ada tempe, ayam, dan daging sapi. Masing-masing dari anggota pun bergegas dan berbagi tugas untuk membuat bumbu, memotong tempe, membuat sambal, menusuk daging menyerupai sate, dan membalurinya dengan bumbu, tak ketinggalan ada juga yang menyiapkan tempat untuk membakar hidangan itu.</p><p style="text-align: justify;">Selama hidangan dibakar, semua bahu-membahu mengipas arang menggunakan kardus air mineral agar dapat membara dengan sempurna. Awalnya ada beberapa ayam dan tempe yang gosong karena keasyikan berbincang dan terlalu deras mengipas, namun setelah itu hasilnya lebih baik. Meskipun ditemani asap bakaran yang pekat dan membuat mata pedis, semuanya tetap menikmati karena dikerjakan bersama-sama.</p><p style="text-align: justify;">Setelah selesai, waktu yang ditunggu pun datang, yaitu menyantap hasil bakaran. Menggunakan alas kertas nasi yang digelar memanjang, cara ini mirip dengan &ldquo;ngeliwet&rdquo;. Nasi yang sudah ditata kemudian ditambah dengan daging sapi, ayam, dan tempe dengan merata agar semua kebagian. Tak lupa membaca doa yang dipimpin oleh Wahid Tawaqal, akhirnya semua pun menikmati santapan sederhana itu dengan penuh rasa syukur dan bahagia.</p><p style="text-align: justify;">Perut kenyang, bukan berarti agenda telah usai. Ternyata ada agenda berikutnya yaitu bermain <em>Werewolf&nbsp;</em>yang moderatori oleh Eka Rizki Prabowo. Cerita pun dimulai, kala malam datang rakyat diminta untuk tidur dan <em>Werewolf&nbsp;</em>dibangunkan dan siap memangsa siapa saja yang ia kehendaki. Permainan berjalan seru dan asyik, dengan saling tuduh menuduh siapa yang menjadi <em>Werewolf</em>-nya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga tak terasa permainan itu pun menyisakan 5 pemain, di antaranya. Amelia Rizky, Nawwar Hayyu Hastuty, Hilda Annisa Nur Firdausi, Suti Sri Hardiyanti, dan Rizky Rachmadiani. Dengan satu yang terbunuh oleh <em>Werewolf&nbsp;</em>yaitu Suti Sri Hardiyanti. Aksi tuduh-menuduh pun terjadi antara Hilda Annisa Nur Firdausi dan Rizky Rachmadiani yang dicurigai sebagai <em>Werewolf. &nbsp;</em>Dengan pertimbangan yang cukup memakan waktu maka terpilihlah Rizky Rachmadiani untuk dieksekusi. Ternyata dugaan para <em>villager&nbsp;</em>tepat maka permainan pun berakhir dengan menyisakan tawa serta senyuman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah bermain, semuanya melakukan foto bersama, posisi pun diatur ada yang duduk dan ada yang berdiri di bagian belakang, semua memasang pose senyum dan gaya bebas. Sebelum bergegas pulang seluruh awak Sketsa membereskan seluru sampah dan peralatan yang digunakan, lalu meninggalkan SC menuju rumah masing-masing. &nbsp;<strong>(<em>mrf/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transformers Pusdima Unmul Siap Melahirkan Generasi Cerdas 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/transformers-pusdima-unmul-siap-melahirkan-generasi-cerdas-2018/baca </link>
<guid> transformers-pusdima-unmul-siap-melahirkan-generasi-cerdas-2018 </guid>
<pubDate> Wed, 05 Sep 2018 11:16:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pusdima Unmul sukses menggelar agenda tahunan, Transformers. (foto: dok. Pusdima Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/transformers-pusdima-unmul-siap-melahirkan-generasi-cerdas-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HlbLh5lKoC.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Transformers Pusdima Unmul Siap Melahirkan Generasi Cerdas 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sabtu, 1 September 2018, GOR 27 September Unmul menjadi saksi perhelatan akbar Training Motivasi For Mahasiswa Sukses Berprestasi (Transformers) ke-9 yang diadakan oleh Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Unmul. Acara di buka langsung oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Dr. Ir. H Encik Akhmad Syaifudin, MP.</p><p style="text-align: justify;">Dalam agenda ini menghadirkan motivator muda Abdul Jabbar Jawwadurrahman, SE yang merupakan Mahasiswa Berprestasi Nasional dari Universitas Brawijaya sekaligus Founder Osis Nusantara. Hadir pula pemateri hebat lainnya, di antaranya Fahrizal Adnan, S.T, M.Sc (<em>Reasearch Assistant Faculty Of Science KMUTT Thailand</em>), Iqbal Suwandie Yushab S.H (Penerima Beasiswa LPDP Australia), Hana Rosyidah (Hafizah Quran), serta moderator oleh Freijae Rakasiwi (Gubernur BEM FEB Unmul).</p><p style="text-align: justify;">Training motivasi yang dihadiri oleh sekitar 2000 peserta ini merupakan agenda tahunan Pusdima Unmul yang berisi training motivasi untuk meningkatkan semangat mahasiswa baru, kiat-kiat menjadi mahasiswa berprestasi, serta gambaran kehidupan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Pembina Pusdima Unmul yang hadir dalam Transformers 9, Prof. Dr. Ir. H. Helminuddin, MM mengungkapkan bahwa sebagai pembina Pusdima Unmul, beliau sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras Pusdima dan panitia untuk menyukseskan agenda ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Transformers 9 merupakan bukti kontribusi nyata Pusdima Unmul untuk mempersiapkan Generasi Cerdas yang mampu mengharumkan nama Universitas Mulawarman melalui prestasi dan karya yang ditelurkan oleh alumni TRANSFORMERS Pusdima ini,&quot; ujar Rizaldy Dwi Putra Ketua Umum Pusdima Unmul 2018.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dengan agenda Transformers 9 telah lahir lebih dari 2000 Generasi Cerdas Universitas Mulawarman di tahun 2018 yang berkarakter islami, jujur dan berwawasan luas. Yang siap membawa nama Universitas Mulawarman lebih baik ke depannya dan mereka siap memimpin bangsa Indonesia,&rdquo; tutur Muhammad Risky Noprisal, Ketua Departemen KPSDM sekaligus Ketua Panitia Transformers 9.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh: Hana Hanifah Ishwari, Sekretaris Divisi Syiar Central Transformers 9</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Titik Terang tentang Laporan KKN PUPR </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/titik-terang-tentang-laporan-kkn-pupr/baca </link>
<guid> titik-terang-tentang-laporan-kkn-pupr </guid>
<pubDate> Thu, 06 Sep 2018 11:28:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana penjelasan dan bimbingan laporan KKN PUPR. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/titik-terang-tentang-laporan-kkn-pupr/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Nqo5ezbFH3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Titik Terang tentang Laporan KKN PUPR</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Buramnya kabar terkait laporan KKN PUPR akhirnya memperoleh titik terang usai pertemuan antara ketua atau perwakilan kelompok KKN PUPR dengan pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul pada Selasa, (4/9) lalu. Mahasiswa KKN jenis tematik ini akhirnya mendapat kepastian menyangkut segala hal penyusunan dan pegumpulan laporan. Sebelumnya, beragam informasi beredar soal pembuatan social mapping yang menjadi program KKN regular hingga perbedaan tenggat waktu pengumpulan laporan.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di lantai tiga gedung LP2M, Enny Faturachmi selaku Koordinator Dosen Pembina Lapangan (DPL) KKN memberikan penjelasan dan bimbingan penulisan laporan KKN PUPR yang digelar siang itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada hal yang berbeda dengan KKN PUPR ini dengan KKN lainnya,&rdquo; ujarnya membuka pertemuan.</p><p style="text-align: justify;">Enny mengatakan, tiap jenis KKN memiliki ciri khas dan memiliki nilai output tersendiri, tergantung pihak-pihak yang terlibat dalam perumusan hasil laporan. Untuk KKN tematik yang bekerja sama dengan Kementerian PUPR sendiri, kata Enny, memiliki konsekuensi berupa laporan keuangan. Ini menjadi laporan wajib lainnya untuk peserta KKN PUPR tahun ini, mengingat dana yang diperoleh adalah subsidi untuk proker.</p><p style="text-align: justify;">Tidak jauh berbeda dari pernyataan Esti saat ditemui beberapa hari sebelumnya, Enny mengatakan bahwa pembuatan <em>social mapping</em> dapat dielaborasikan dengan IMAP yang telah dikerjakan mahasiswa KKN PUPR.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hanya tinggal ditambahkan permasalahan sosial yang ada,&rdquo; terang Enny.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Enny juga menyampaikan laporan KKN PUPR mengikuti format laporan akhir yang sebelumnya telah di unggah di <em>website</em> LP2M. Dalam pertemuan tersebut, ketua program studi Hubungan Internasional itu memaparkan penjelasan poin per bab.</p><p style="text-align: justify;">Di bab satu, merupakan bagian pendahuluan, menyangkut terkait hal-hal normatif dan penjelasan secara umum tentang isi laporan. Dilanjutkan dengan bab dua, yakni gambaran umum. Di dalam bab dua ini, terdapat empat poin yang harus dijabarkan, yakni profil desa, potensi desa, masalah, serta rencana program.</p><p style="text-align: justify;">Melalui profil desa, mahasiswa menjelaskan seputar letak geografis, topografis, serta monografis, hingga data yang berhasil diperoleh. Sedangkan untuk potensi serta masalah, mahasiswa harus menelaah bagaimana kondisi di desa atau tempat KKN. Potensi apa yang dapat kiranya dikembangkan di desa tersebut. Kemudian, masalah dibagi lagi menjadi dua poin, dilihat dari segi infrastruktur dan sosial. Dan dalam rencana program, memuat program apa yang sedari awal telah direncanakan yang akan menjadi program kerja kelompok tersebut. Bab dua ini juga nantinya akan menjadi sumber data untuk pembuatan <em>table</em> matriks sebagai lampiran.</p><p style="text-align: justify;">Di bab tiga, ada implementasi program kerja. Di sini, mahasiswa diminta untuk mendeskripsikan realisasi program kerja, beserta kendala dan juga dokumentasi kegiatan. Di akhiri dengan bab penutup, yang berisi rekomendasi, atau saran yang dapat diberikan demi kemajuan dan perbaikan untuk desa yang menjadi tempat KKN.</p><p style="text-align: justify;">Batas pengumpulan laporan ini jatuh pada 12 September 2018. Dengan mengumpulkan dalam bentuk <em>hard file</em> dan <em>soft file</em>. &ldquo;Yang terlambat satu hari, saya kurangi poin nilainya lima,&rdquo; tegas Enny dan kemudian disambut sepakat mahasiswa yang hadir. <strong>(<em>adl/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siaran Pers BEM FEB UNMUL: Nilai Rupiah Melemah Tak Berdaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/siaran-pers-bem-feb-unmul-nilai-rupiah-melemah-tak-berdaya/baca </link>
<guid> siaran-pers-bem-feb-unmul-nilai-rupiah-melemah-tak-berdaya </guid>
<pubDate> Fri, 07 Sep 2018 12:31:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah. (Sumber ilutrasi: BEM FEB Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/siaran-pers-bem-feb-unmul-nilai-rupiah-melemah-tak-berdaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SbOpdK8tR3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siaran Pers BEM FEB UNMUL: Nilai Rupiah Melemah Tak Berdaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pelemahan mata uang Rupiah sudah menyentuh titik nadir. Keguncangan sentimen global membuat nilai tukar Rupiah babak belur sampai memasuki semester 3 tahun 2018. Terbaru, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) telah menembus angka Rp 15.029, pada Selasa (4/9/2018) malam. Tentu, ini menjadi raport merah untuk kestabilan fundamental perekonomian Indonesia, sebab Rupiah melemah ke level terlemah sejak September 2015.</p><p style="text-align: justify;">Penyebab melemahnya Rupiah antara lain kenaikan dan ekspektasi kenaikan f<em>ed fund rate&nbsp;</em>(suku bunga acuan Amerika Serikat), kekhawatiran dampak perang dagang AS versus Tiongkok, serta kenaikan harga minyak dunia pasca geopolitik yang masih memanas, ketidakpastian pasca-Brexit serta adanya krisis Argentina yang mengajukan pinjaman kepada IMF senilai USD 50 miliar atau 733 triliun.</p><p style="text-align: justify;">Dari sisi faktor internal, penyebab turunnya nilai tukar Rupiah adalah pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang kurang optimal dengan lambannya peningkatan konsumsi domestik. Kondisi ini selaras dengan kondisi defisit neraca perdagangan Indonesia karena melemahnya daya saing ekspor, berkurangnya cadangan devisa dalam tiga bulan terakhir dengan posisi terakhir di bulan Juni sebesar USD 118 miliar, serta pertumbuhan ekonomi yang masih tidak ideal disebabkan ketergantungan menggunakan bahan baku impor.</p><p style="text-align: justify;">Pelemahan Rupiah membuat masyarakat khawatir. Bukan tanpa alasan, setidaknya beberapa hal yang bisa berisiko jika Rupiah terus melemah. Pertama, jika pelemahan berlanjut, daya saing produk Indonesia baik domestik maupun ekspor akan mengalami pelemahan juga. Karena, saat ini beberapa sektor industri masih mengandalkan impor bahan baku dan barang modal.</p><p style="text-align: justify;">Untuk risiko kedua, pelemahan Rupiah bisa menjadi beban terhadap pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri pemerintah dan koorporasi semakin membesar. Dengan demikian risiko gagal bayar utang swasta akan naik, terlebih masih banyak perusahaan yang belum melakukan <em>hedging</em> atau lindung nilai.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan risiko ketiga adalah bisa mempengaruhi penyesuaian harga BBM. Indonesia sebagai negara <em>net</em> importir minyak mentah sangat sensitif terhadap pergerakan dolar AS. Akibatnya harga BBM berpotensi akan naik, karena transaksinya menggunakan mata uang US Dollar.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah lagi, anjloknya nilai Rupiah membuat perekonomian kita tidak stabil, sehingga akan terjadi <em>cost push inflation</em>, yaitu inflasi yang disebabkan oleh naiknya biaya faktor produksi seperti BBM. Tentu, ini menyebabkan biaya produksi lebih mahal sehingga profit semakin rendah dan perusahaan akan mengurangj produksi dan fatalnya akan mengurangi tenaga kerja maka akan menambah tingkat pengangguran.</p><p style="text-align: justify;">Jika Pemerintah Indonesia tidak tanggap dalam masalah ini, maka akan terjadi <em>multiplayer</em> efek yang buruk terhadap perekonomian nasional. Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, BEM FEB Unmul menyatakan sikap:</p><p style="text-align: justify;">1. Mendesak Pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar.</p><p style="text-align: justify;">2. Menuntut Pemerintah untuk stabilisasi utang negara dan impor agar nilai tukar rupiah tidak terdepresiasi di level paling terendah.</p><p style="text-align: justify;">3. Mendesak Pemerintah untuk segera meningkatkan kinerja ekspor, sebab akan mengapresiasi nilai tukar Rupiah.</p><p style="text-align: justify;">4. Mentuntut Pemerintah agar melakukan deregulasi dalam kemudahan berinvestasi, untuk mempertahankan iklim investasi Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">5. Mendorong Pemerintah untuk mengurangi kebiasaan membayar dengan uang tunai, dengan kebijakan tersebut akan dapat mengurangi jumlah peredaran uang, dengan uang beredar berkurang maka inflasi.</p><p style="text-align: justify;">Ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia dilihat dari stabilitas nilai mata uang. Nilai tukar mata uang salah satu variabel ekonomi makro yang fundamental, karena pergerakan nilai kurs dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Stabilitas yang menjadi kunci dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Rupiah yang terus merosot akan menambah beban utang bagi pemerintah, mengingat sebagian utang Indonesia ada di dalam bentuk mata uang asing.</p><p style="text-align: justify;">Anjloknya nilai Rupiah ini merupakan tamparan keras untuk perekonomian Indonesia terhadap sentimen global yang semakin sulit diprediksi. Pemerintah harus menemukan formulasi yang tepat karena melemahnya nilai tukar ialah suatu fenomena ekonomi yang sangat alamiah dan mengkhawatirkan.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Freijae Rakasiwi, Gubernur BEM FEB Unmul.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Deretan Beasiswa untuk Mahasiswa S1 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/deretan-beasiswa-untuk-mahasiswa-s1/baca </link>
<guid> deretan-beasiswa-untuk-mahasiswa-s1 </guid>
<pubDate> Fri, 07 Sep 2018 12:49:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa menjadi salah satu sasaran beasiswa dari berbagai instansi. (sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/deretan-beasiswa-untuk-mahasiswa-s1/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hQ33vqfe6V.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Deretan Beasiswa untuk Mahasiswa S1</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Meraih kesempatan menuntut ilmu setinggi-tingginya menjadi harapan dan mimpi banyak orang. Bahkan tak sedikit yang rela berjuang demi menempuh pendidikan. Era modern ini, memang sangat dibutuhkan pengetahuan untuk dapat menunjang kehidupan. Melihat hal ini, dengan adanya tuntutan &quot;sadar pendidikan&quot;, berbagai instansi maupun pemerintah terkait bersedia memberikan biaya dalam menempuh pendidikan. Melalui program beasiswa yang ditawarkan, banyak generasi Indonesia yang terbantu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada apa saja? Berikut beberapa di antaranya:</p><p style="text-align: justify;"><strong>A. Beasiswa Reguler S1 dari Yayasan Toyota Astra (YTA)</strong></p><p style="text-align: justify;">Beasiswa S1 Toyota Astra diselenggarakan oleh YTA dalam rangka untuk turut andil terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Di tahun 2018/2019 ini, YTA telah mengumumkan bahwa penerima beasiswa untuk S1 sebanyak 550 orang mahasiswa yang berasal dari 34 Perguruan Tinggi mitra Astra di seluruh Indonesia. Dengan bantuan biaya perbulannya yang mencapai Rp 250.000, pemengharapkan penerima beasiswa nantinya tidak lagi terhambat ataupun terlambat dalam membiayai kuliah yang sedang ditempuh.</p><p style="text-align: justify;">Persyaratan Beasiswa Toyota Astra 2018 untuk S1 sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">1. Merupakan warga negara Indonesia yang duduk di bangku Strata 1 (S1).</p><p style="text-align: justify;">2. Pendaftar mengambil salah satu dari 4 bidang studi berikut: Studi Teknik (Jurusan Arsitek, Elektro, Industri, Kimia, Lingkungan, Mesin, Teknologi Informasi/Teknik Informatika, Sipil), Studi MIPA, Studi Pertanian, atau Studi Kehutanan dan Perikanan.</p><p style="text-align: justify;">3. Pendaftar duduk di semester V atau VII pada Tahun ajaran ini (t/a 2018/2019).</p><p style="text-align: justify;">4. Minimal Indeks Prestasi pendaftar ialah 3,00 (IPK Sementara).</p><p style="text-align: justify;">5. Pendaftar bukan merupakan pekerja tetap serta bukan penerima beasiswa dari pihak lain.</p><p style="text-align: justify;">6. Permohonan beasiswa diajukan secara kolektif melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan tingkat universitas dengan <em>deadline</em> tanggal 30 September 2018.</p><p style="text-align: justify;">7. Pengumuman penerima beasiswa Toyota Astra akan diserahkan kepada masing masing Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan di tiap perguruan tinggi. Bagi penerima beasiswa wajib untuk melaporkan Indeks Prestasi tiap semesternya yang diajukan secara kolektif melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan yang bertujuan untuk bahan evaluasi Yayasan Toyota dan Astra.</p><p style="text-align: justify;"><strong>B. &nbsp;Beasiswa Bakti BCA 2018</strong></p><p style="text-align: justify;">Beasiswa ini telah dikembangkan sejak tahun 1999. Sama seperti beasiswa di atas, beasiswa ini ditawarkan bagi mahasiswa yang tengah menjalani masa studi S1. Dengan adanya program ini, diharapkan bisa meningkatkan motivasi belajar serta membantu menyelesaikan pendidikan. Beasiswa akan diberikan selama 2 semester.</p><p style="text-align: justify;">Syarat Pendaftaran Beasiswa Bakti BCA 2018 tertera di bawah ini:&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">1. Mahasiswa sedang menempuh kuliah program S1</p><p style="text-align: justify;">2. Semester yang ditempuh adalah semester V</p><p style="text-align: justify;">3. Mahasiswa berprestasi</p><p style="text-align: justify;">4. Mahasiswa berstatus belum menikah</p><p style="text-align: justify;">5. Maksimal berusia 21 tahun</p><p style="text-align: justify;">6. Tidak sedang menerima beasiswa dari perusahaan atau instansi lain</p><p style="text-align: justify;">7. Bersedia mengikuti proses seleksi</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Cara Mendaftar Bakti BCA 2018</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang akan melamar beasiswa Bakti BCA 2018 harus melengkapi seluruh dokumen yang diminta. Adapun dokumen tersebut adalah sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">1. Formulir pendaftaran yang sudah dilengkapi dan ditandatangani disertai dengan materai 6000 rupiah.</p><p style="text-align: justify;">2. Foto berwarna 4&times;6 cm. Foto ditempelkan pada kotak yang sudah tersedia pada formulir pendaftaran.</p><p style="text-align: justify;">3. Fotocopy KTP dan KTM</p><p style="text-align: justify;">4. Fotocopy transkrip Nilai Terakhir</p><p style="text-align: justify;">5. Fotocopy Kartu Keluarga</p><p style="text-align: justify;">6. Fotocopy slip gaji orang tua atau surat keterangan penghasilan</p><p style="text-align: justify;">Serta mendaftar melalui laman <a href="http://bit.ly//baktibca18">http://bit.ly//baktibca18</a></p><p style="text-align: justify;">Batas akhir pengumpulan berkas akan disesuaikan dengan fakultas masing masing.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>C. Beasiswa DataPrint</strong></p><p style="text-align: justify;">Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun ke delapan. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2017, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa. &nbsp;Untuk mengetahui varian produk DataPrint, anda dapat mengunjungi website resmi DataPrint di &nbsp;www.dataprint.co.id.</p><p style="text-align: justify;">Di tahun 2018 sebanyak 400 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah, sekolah atau perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. &nbsp;Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 400 ribu, Rp 600 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari penulisan essay, prestasi dan keaktifan peserta.</p><p style="text-align: justify;">Persyaratan Umum:</p><p style="text-align: justify;">1. &nbsp;Pelajar/mahasiswa aktif dari tingkat SMP/SMA hingga perguruan tinggi untuk jenjang D3/D4/S1</p><p style="text-align: justify;">2. &nbsp;Terlibat aktif di kegiatan atau organisasi sekolah/perguruan tinggi</p><p style="text-align: justify;">3. &nbsp;Tidak terlibat narkoba atau pernah melakukan tindak kriminal</p><p style="text-align: justify;">4. &nbsp;Tidak sedang menerima beasiswa dari perusahaan lain. Jika saat ini peserta masih menerima beasiswa dari sekolah/kampus &amp; pemerintah, peserta berhak mengikuti pendaftaran beasiswa dari DataPrint.</p><p style="text-align: justify;">5. Penerima beasiswa di periode 1 tahun 2018 tidak dapat menjadi penerima beasiswa di periode 2 tahun 2018.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peraturan Pendaftaran Beasiswa :</p><p style="text-align: justify;">1. &nbsp;Mengisi formulir registrasi di kolom Pendaftaran</p><p style="text-align: justify;">2. &nbsp;Satu nomor kupon yang terdapat di dalam produk DataPrint, hanya berlaku untuk satu kali registrasi.</p><p style="text-align: justify;">3. &nbsp;Pendaftaran tidak dipungut biaya.</p><p style="text-align: justify;">4. &nbsp;Isilah formulir dengan sebenar-benarnya dan selengkap-lengkapnya.</p><p style="text-align: justify;">5. Kolom NAMA, diisi dengan nama lengkap.</p><p style="text-align: justify;">6. Kolom KODE KUPON, diisi dengan kode yang tertera pada bagian belakang kupon asli (perhatikan logo program di depan kemasan. harus logo program 2018) yang ada di dalam produk DataPrint. Setelah Registrasi, simpan kupon untuk verifikasi jika kamu menjadi penerima beasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>D. Chulalongkorn University, Thailand&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri tapi di negara yang tidak jauh dari Indonesia? Saat ini Chulalongkorn University di Thailand yang saat ini menawarkan beasiswa pertukaran mahasiswa S1 yang bisa kamu ikuti. Beasiswa ini merupakan beasiswa penuh yang diberikan oleh Faculty of Communication Arts dan bersifat beasiswa penuh (<em>full scholarship</em>).</p><p style="text-align: justify;">Beasiswa dari Chulalongkorn Univeristy mencakup biaya seperti biaya kuliah, biaya hidup, dan juga penggantian tiket pesawat maksimal 9,500 Baht. Berminat mengikuti program beasiswanya? Berikut persyaratan yang harus kamu ikuti.</p><p style="text-align: justify;">Persyaratan :</p><p style="text-align: justify;">1. Merupakan mahasiswa S1 pada salah satu universitas ternama di negara-negara ASEAN</p><p style="text-align: justify;">2. Warganegara negara anggota ASEAN</p><p style="text-align: justify;">3. Untuk mahasiswa ASEAN yang sudah berkuliah di Thailand tidak bisa mengikuti beasiswa ini</p><p style="text-align: justify;">4. Persyaratan bahasa dengan TOEFL min 90 (iBT) atau IELTS min 6, hasil tes TOEFL/IELTS diambil dalam 2 tahun terakhir.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dokumen yang dibutuhkan:</p><p style="text-align: justify;">1. Formulir pendaftaran lengkap (Unduh)</p><p style="text-align: justify;">2. Statement of Purpose yang terdapat pada formulir pendaftaran</p><p style="text-align: justify;">3. Transkrip nilai terakhir disertai dengan IPK</p><p style="text-align: justify;">4. Satu pasfoto dengan ukuran 1 inch (tanpa topi, kacamata, dan editan komputer)</p><p style="text-align: justify;">5. Dua surat rekomendasi dari dosen/pembimbing</p><p style="text-align: justify;">6. Surat keterangan dari Universitas asal (University testimonial letter)</p><p style="text-align: justify;">7. Salinan sertifikat tes TOEFL/IELTS</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Cara Mendaftar :</p><p style="text-align: justify;">Kirimkan berkas dokumen yang sudah disebutkan pada alamat berikut ini :</p><p style="text-align: justify;">International Office</p><p style="text-align: justify;">Faculty of Communication Arts, Chulalongkorn University</p><p style="text-align: justify;">Mongkutsamawatiwong Building, 6th Floor</p><p style="text-align: justify;">254 Phayathai Road, Wangmai, Pathumwan</p><p style="text-align: justify;">Bangkok 10330 &ndash; Thailand</p><p style="text-align: justify;">Ada dua gelombang pendaftaran, untuk semester 1 (Agustus &ndash; Desember 2018) dimulai pada 1 Februari s/d 30 April 2018. Lalu untuk semester 2 &nbsp;(Januari-Mei 2019) 2 Juli s/d 30 September 2018.</p><p style="text-align: justify;">Info lebih lanjut, kamu bisa kunjungi situs:</p><p style="text-align: justify;">Email : inter.commarts@chula.ac.th</p><p style="text-align: justify;">Web : www.inter.commarts.chula.ac.th</p><p style="text-align: justify;">Kesempatan selalu ada. Tinggal kamu yang harus peka dan mau mencari tahu. Selamat berjuang! &nbsp;<em><strong>(rth/syl/adl)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rumahku, Rumahmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/rumahku-rumahmu/baca </link>
<guid> rumahku-rumahmu </guid>
<pubDate> Sat, 08 Sep 2018 11:34:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber Gambar: www.vemale.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/rumahku-rumahmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Wias2PZfSg.png" />
					</figure>
			                <h1>Rumahku, Rumahmu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Namanya Adyatama Barata. Bisa kau panggil Tama. Kuliah jurusan Teknik Sipil semester empat. Hobinya menelusuri alam, berkhayal, dan berbicara sendiri. Mempunyai kekasih bernama Chaaya Dafina. Katanya, perbedaan kota di antara keduanya membuat mereka menjalani suatu hubungan jarak jauh atau lebih dikenal dengan <em>Long Distance Relationship</em>. Sip.</p><p style="text-align: justify;">	Tak ada orang lain selain Chaaya yang membuat Tama mempunyai dua hobi terakhir tadi, berkhayal dan berbicara sendiri. Berkhayal bersama Chaaya seperti saat ini, &ldquo;rasanya kalau sekarang juga aku bisa, aku ingin bangun rumah di belakang rumahmu! Biar aku bisa temuin kamu setiap pagi,&rdquo; ucapnya sembari menggambar dua rumah, depan-belakang. &ldquo;Soalnya, kalau nunggu nanti, kita gak perlu ada di rumah yang berbeda, kan kita bakal serumah hehe.&rdquo; Kekasihnya hanya bisa senyum-senyum di balik ponsel. Sedangkan berbicara sendiri, adalah hobi yang dia lakukan ketika ia ingin sekali berbincang langsung dengan Chaaya. Seperti tadi malam, <em>tetap sama aku ya? Jangan kemana-mana, di situ aja</em><em>.</em> seraya melihat foto perempuan yang ada di layar ponselnya.</p><p style="text-align: center;"><strong>&hellip;</strong></p><p style="text-align: justify;">	Selama dua tahun mereka telah menjalani hubungan itu, jarak bukanlah masalah. Selama itu pula mereka hanya bisa bertemu melalui layar ponsel, karena memang mereka memiliki kesibukan serta urusan yang harus diselesaikan masing-masing. &nbsp;Untungnya mereka bisa saling memahami satu sama lain. Sebenarnya, Tama dan Chaaya adalah teman lama, sudah sedari mereka berada di satu SMP yang sama. &nbsp;Dua sejoli itu tak pernah lupa wajah mereka yang dulu pernah saling bertatapan&mdash;walau tanpa ada rasa di dalamnya. keduanya tak pernah lupa sifat dan tingkah laku mereka dulu, yang hingga sekarang hanya sedikit perubahan yang mereka rasakan.</p><p style="text-align: justify;">	Mungkin, kamu akan jenuh dengan hubungan seperti itu. Mungkin, jika kamu yang mengalaminya, hubungan itu sudah berakhir. Mungkin, kamu akan lebih memilih yang menarik di depan mata, bukan yang berada di balik layar ponsel. Mungkin, kamu akan mulai berpikir, hubungan seperti itu akan merepotkan, sulit dipertahankan, dan seperti hubungan sia-sia yang tak tahu ke mana arahnya. Mungkin. Tapi tidak bagi Tama dan Chaaya.</p><p style="text-align: justify;">	Nyatanya, rindu memang bagian dari cinta. Baru saja kemarin bertemu, hari ini sudah rindu lagi. Begitu seterusnya. Haruskah terus dituruti? Bukankah jika terus dituruti, akan timbul sikap egois?</p><p style="text-align: justify;">	Bukan berarti Chaaya tidak pernah terpengaruh dengan lontaran kata yang sering diucapkan orang mengenai hubungan jarak jauh. Sering. Apalagi Chaaya cantik, siapa yang tidak mau? Tetapi ia cepat-cepat sadar, bahwa hubungan juga tidak semudah hanya dengan sebuah pertemuan.</p><p style="text-align: justify;">...</p><p style="text-align: justify;">	Tama sedang memandang hasil gambaran dua rumah yang ia pajang di dinding kamarnya. Andaikan dia dan kekasihnya itu berada di kampus yang sama, atau setidaknya satu kota saja, mungkin ia tak membuat Chaaya menunggu pertemuan di antara mereka.</p><p style="text-align: justify;">	Tujuh hari lagi adalah ulang tahunnya yang ke dua puluh. Keinginan perempuan itu tak banyak, bisa bertemu dengan Tama akan menjadi salah satu kado istimewanya. Tentu Tama tak berpikir dua kali lagi, ini saatnya pertemuan itu akan menjadi nyata!</p><p style="text-align: justify;">	<em>&ldquo;Seperti perempuan pada umumnya, Chaaya suka sesuatu bernuansa warna merah muda, suka membaca novel remaja, suka dengan boneka, dan juga suka bila diberi bunga,&rdquo;</em> gumamnya. <em>&ldquo;Astaga...perempuan sekali, Cha,&rdquo;&nbsp;</em>ucapnya tersenyum. Dia jadi bingung, harus membeli yang mana. Membeli semua?</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Halo, sayang,&rdquo; Tama memulai pembicaraan dengan ponselnya&mdash;maksudnya, pacarnya.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Hey, kamu lagi ngapain?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Lagi ga mikirin kamu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Kok gitu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Soalnya lagi ngomong sama kamu, jadi udah ga mikirin.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Oh haha, aku mau gombal juga dong.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Gombal apa? Eh tadi aku bukan gombal tapi beneran tau!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Yaudah ini aku juga beneran. Cinta aku ke kamu itu bagai sebuah jam. Walau enggak terus kamu perhatikan, tapi dia akan terus berjalan sesuai tugasnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Hahaha. Belajar dari mana kamu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Ih diketawain, ga <em>sweet&nbsp;</em>emangnya ya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Yang <em>sweet</em> itu, yang ngomong barusan.&rdquo; Tama ini, benar-benar raja gombal! Tidak tahu sudah berapa triliun kata yang dia berikan buat kekasihnya. Sampai-sampai, Chaaya sering khawatir, dia mengatakan ini tidak hanya kepadanya, tetapi juga ke perempuan lain. Ya, itulah cinta. Khawatir ada di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Jangan senyum-senyum sendiri, senyumnya nunggu ada aku aja. Biar aku puas, biar aku tau, itu senyumnya gara-gara aku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Emang kamu jadi nemuin aku?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Iya. Tadi aku udah diskusi sama Tuhan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	Chaaya berdecak, &ldquo;terus Tuhan jawab apa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Katanya kamu suruh doain juga, biar semua lancar.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Amin.&rdquo;</p><p style="text-align: center;">&hellip;</p><p style="text-align: justify;">Ternyata hari begitu cepat bergulir, besok ia akan bertemu dengan perempuan yang telah menjadi tambatan hatinya. Senangnya Tama bukan main. Walaupun besok harus melewati perjalanan panjang, menggunakan pesawat terbang, kemudian untuk sampai ke rumahnya menggunakan bus yang akan memakan waktu seharian. &ldquo;Demi Chaaya, demi Chaaya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	Kado ulang tahun serta ucapan selamat ulang tahun yang ia tulis di kertas dan semuanya sudah selesai dibungkus. Semua perlengkapan yang harus dia bawa juga sudah ditaruhnya.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Keesokan hari...</strong></em></p><p style="text-align: justify;">	</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Safe flight</em>, Tama! Terus berdoa ya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Tunggu aku ya, Cha! <em>I love you!</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><em>	</em>&ldquo;<em>I love you more!&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;<em>I love you more more!</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Kapan selesainya?&rdquo; ucapnya seraya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Pokoknya lebih lebih lebih lebih sampai pulsa kamu habis.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Ih ka..&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	<em>*tut tut tut*</em></p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Keburu habis duluan pulsa aku,&rdquo; decak Chaaya.</p><p style="text-align: justify;">	Tama tertawa, karena pulsa Chaaya benar-benar habis. <em>Tunggu ya Cha, aku mau kamu bukan cuma jadi bayangan di hidupku, walaupun arti nama kamu itu bayangan, tapi kamu itu nyata buat aku</em><em>.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>	</strong>Pesawat yang ditumpanginya sudah terbang sedari tadi. Kira-kira satu jam setengah lagi dia sampai di kota kekasihnya. Ia melihat ke arah awan yang begitu indahnya, kemudian terbesit dalam benak, &ldquo;<em>ternyata jarak itu nyata</em>.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	Akhirnya, pesawat telah mendarat dengan selamat. Satu langkah lagi, Tama-Chaaya melepas sebuah kerinduan.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Aku sudah di bus. Kamu udah siap-siap kan? Udah cantik belum? Awas jelek!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Jadi kalau aku jelek kamu ga suka?&rdquo; jawab Chaaya&mdash;dengan nada merajuk.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Hahaha engga lah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Oh engga suka? Yaudah cari yang cantik aja, aku jelek.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Bukan gitu sayang. Engga lah, masa gara-gara kamu jelek aku jadi ga suka? Tapi kan kamu cantik. Jadi aku tambah suka.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Simpan dulu gombalannya, nanti ga liat aku senyum.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Nanti pas baru liat aku aja, kamu pasti udah senyum.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Ih pede.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Biarin yang penting bener. Yaudah ya, nanti aku kabarin kamu lagi kalau udah sampai. Daah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	Di perjalanan menggunakan bus, awan meneteskan air matanya. Mungkin ia ikut terharu karena dua sejoli ini akan bertemu?</p><p style="text-align: justify;">	Di tengah perjalanan, Hujan turun semakin deras, jalan yang berkelok-kelok membuat bus tidak terkendali. Licin, licin sekali, katanya! Dan kau tahu? Supir tidak bisa menghentikannya.</p><p style="text-align: justify;">	Pasrah. Tama pasrah. Tapi dia tak lupa untuk berdoa. Namun, jika nyawanya hanya berhenti sampai di sini, ia harap perempuan yang ia cintai bisa melihatnya, bisa memegangnya, dengan nyata.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Rem blong! Segera keluar!&rdquo; perintah sang supir. Untuk keluar ternyata nihil. Pintunya macet. Ia berusaha memecahkan kaca jendela bus, kemudian melempar kado Chaaya keluar. Kemudian.. Bus terbalik. Hancur.</p><p style="text-align: center;">...</p><p style="text-align: justify;">	Belum ada kabar dari Tama, waktu sudah semakin sore, dan seharusnya dia sudah sampai sekarang. Chaaya tak ada firasat buruk sedikit pun, dia kembali memandang wajahnya ke depan kaca, untuk memastikan penampilannya sudah menarik atau belum.</p><p style="text-align: justify;">	Jam berdetak lagi, bergerak maju, tapi tanda-tanda Tama belum datang juga.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Panggilan masuk : Tama</strong></em></p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Halo sayang, kamu di mana? Jam segini kok belum sampai?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Selamat sore, ini siapanya yang punya ponsel ya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Saya pacarnya, Pak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Pacar anda baru saja mengalami kecelakaan bus. Dia meninggal.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	<em>Meninggal?</em></p><p style="text-align: justify;"><em>	</em>&ldquo;Maaf Pak, mungkin salah orang, atau Bapak sedang mempermainkan saya? Ponsel pacar saya jangan diambil Pak. Dosa.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Saya tidak berbohong, Mbak. Tolong beritahu keluarga dan berikan identitas lengkap ke nomor ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	Chaaya terduduk. Masih tidak mempercayai. Dia...menangis. Menangis sejadi-jadinya. Bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai? Patah. Hancur. Bagaimana jika penyebab kematiannya karena ingin menemuinya?</p><p style="text-align: justify;">	Ia baru saja memberitahu kabar buruk tersebut pada Mama Tama. Perasaan bersalah itu, sampai kapan pun tak akan pernah hilang. Dia akan terus menjadi selimut yang menutupi pikiran Chaaya.</p><p style="text-align: justify;">	Itu dia, jasad kekasihnya. Ini benar, ini sungguhan, dia Tama, dia kekasih Chaaya. Dia tak merespon, dia diam, dia benar-benar tak bergerak, Ia tiada.</p><p style="text-align: justify;">	Chaaya sudah melihat Tama, Chaaya sudah memegangnya, bahkan memeluknya. Tapi yang ia peluk hanya raganya, bukan jiwanya. Seorang Adyatama Barata dan segala kata-kata manisnya, pergi, pergi seutuhnya, selamanya.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Maafkan Chaaya, Tante, Om. Karena Chaaya, Tama pergi selamanya,&rdquo; ucapnya melalui telepon.</p><p style="text-align: justify;">	Ada tangis yang beradu. Ada air mata yang terjun bebas tak terkendali di antara mereka. Dengan bijak, Papanya menjawab, &ldquo;kamu orang yang baik. Om tau itu. Sudah, nak. Sudah takdirnya Tama pergi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	Sebuah bingkisan kado, cukup besar. Milik Tama. Chaaya membukanya. Isinya, bola dunia dan sepucuk surat.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;<em>Happy birthday, Cha! Dengan segala kesukaanmu, mulai dari warna pink, novel, bunga, dan boneka, aku lebih memilih memberimu globe. Kenapa? Biar kamu bisa melihat seluruh dunia di bumi, dan melihat bahwa jarak dunia itu pendek, selagi aku dan kamu masih sama-sama di bumi. Masih bisa kita tempuh, kapan pun.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>	</em><em>Tetap bersamaku ya? Karena kamu nyata untukku, bukan bayangan.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>	</em><em>Aku mencintaimu. Kapan saja. Semoga suka dengan ini ya.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Adyatama Barata.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Nyatanya aku hanya bayangan untukmu, Tam. Aku sekadar bayangan...&rdquo; ucapnya lirih.</p><p style="text-align: justify;">.....</p><p style="text-align: justify;">	Keesokan harinya, Mama dan Papa Tama melihat jasad anaknya untuk terakhir kalinya, dan membuat suatu keputusan.</p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Tama akan dikubur di kuburan belakang dekat rumahmu, Cha,&rdquo; ucap Mamanya lemah. Membuat Chaaya terkejut. &ldquo;A..apa? Tante dan Om yakin?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	Mama mengangguk, &ldquo;Mama melihat dinding kamarnya, ada satu gambar yang ia bikin. Dia bilang, dia ingin punya rumah di belakang rumahmu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">	<em>Oh Tuhan.. Kata-kata yang pernah Tama ucapkan sebelumnya.</em></p><p style="text-align: justify;">	&ldquo;Mungkin itu permintaan terakhirnya, kamu bersedia kan?&rdquo; tanya Papanya. Chaaya mengangguk, bagaimana pun, itu adalah keinginan Tama.</p><p style="text-align: justify;">	Dikuburlah jasad Tama di kuburan belakang dekat rumah Chaaya. Itulah rumah baru Tama sekarang, sebuah kuburan. Setiap hari, mereka bisa bertemu, jika Chaaya berkenan. Mereka bertemu, meski sudah saling berbeda dunia.</p><p style="text-align: justify;">	<em>Tam</em><em>a,&nbsp;</em><em>sesungguhny</em><em>a&nbsp;</em><em>Ini</em><em>lah</em><em>&nbsp;jarak yang</em><em>&nbsp;</em><em>nyata</em><em>&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Tamat</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Sebuah cerpen karya&nbsp;</em></strong><strong><em>Briandena Silvania Sestiani,&nbsp;</em></strong><strong><em>mahasiswi</em></strong><strong><em>&nbsp;Fakultas Ekonomi dan Bisnis</em></strong><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>Prodi Akuntansi</em></strong><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>2018</em></strong>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyalakan Kesadaran Berwisata di Tanah Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/menyalakan-kesadaran-berwisata-di-tanah-kalimantan/baca </link>
<guid> menyalakan-kesadaran-berwisata-di-tanah-kalimantan </guid>
<pubDate> Sat, 08 Sep 2018 13:30:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Destinasi Wisata Pulau Beras Basah, Bontang, Kalimantan Timur. (Sumber foto: Nur Elisha) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/menyalakan-kesadaran-berwisata-di-tanah-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QrxV3hNWOA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyalakan Kesadaran Berwisata di Tanah Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; &nbsp;Manusia-manusia di kota adalah manusia-manusia yang sibuk. Acapkali kesibukan itu membuat mereka lelah, mereka kemudian membutuhkan penyegaran. Salah satu caranya adalah dengan berlibur. Namun, tidak semua dari mereka sadar dan mau melakukan hal itu. Termasuk di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau menurut aku, orang kita itu belum terbiasa buat berwisata. Kasarnya pikiran mereka kalau orang yang pergi wisata itu orang kaya,&rdquo; kata Saddam Husin, dalam salah satu nonton bareng <em>Does The Movie 3</em> dan diskusi parawisata di Salma Shofa, 10 Agustus lalu.</p><p style="text-align: justify;">Saddam mengatakan pemikiran seperti itu terbentuk karena mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa berwisata merupakan kebutuhan tersier, di mana seseorang baru melakukannya jika kebutuhan primer dan sekunder sudah terpenuhi.</p><p style="text-align: justify;">Pengurus Salma Shofa ini melihat potensi pariwisata sebagai sesuatu yang serius. Menurut Saddam, ada baiknya sebelum melirik destinasi wisata luar negeri, siapa pun orangnya sudah menelusuri lebih dulu wisata dalam negeri. Sebab, destinasi di luar tidak akan lebih menawan dari apa yang Tanah Air sajikan.</p><p style="text-align: justify;">Maka dalam hal ini, kata Saddam, masyarakat Samarinda setidaknya juga bisa menjadikan kota Samarinda sebagai destinasi pertamanya untuk berwisata.</p><p style="text-align: justify;">Segendang sepenarian dengan Saddam, perwakilan dari Komunitas Jelajah, Chiel Ipeth menilai sebagian besar masyarakat masih berpikir untuk berwisata membutuhkan biaya yang besar, padahal dengan bermodalkan niat dan bensin saja seseorang sudah bisa berkunjung ke tempat wisata. Untuk di Samarinda bisa mencobanya dengan pergi mendaki di Bukit Steling dan Bukit Batu Putih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari pada buang uang ke pulau orang mending ke pulau kita dulu, tidak usah jauh-jauh ke Tenggarong juga banyak destinasinya,&rdquo; tambah Ipeth. Adapun salah satu yang menarik di Tenggarong adalah wisata alam Waduk Panji Sukarame.</p><p style="text-align: justify;"><strong>(Baca:&nbsp;</strong><a href="https://www.sketsaunmul.co/life-style/berakhir-pekan-di-waduk-panji-sukarame/baca">https://www.sketsaunmul.co/life-style/berakhir-pekan-di-waduk-panji-sukarame/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Lain dengan Dwi Rahmawati, wartawan TVRI yang kerap bertugas meliput ke tempat-tempat wisata. &ldquo;Sebenarnya saya dulu sempat berpikiran nyinyir,&rdquo; kata Dwi.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengisahkan itu adalah fase ketika dirinya belum menjadi wartawan di bagian <em>human interest</em>. Pikiran Dwi cuma berisi keinginan untuk pergi ke pulau Jawa, Bali, dan kalau sudah itu baru ke luar negeri. Bahkan tak jarang ia membandingkan Samarinda dengan kota-kota yang sangat ingin dikunjunginya. Kemudian tampak jurang yang amat lebar antara kotanya kini dan apa yang menjadi keinginannya. Tidak sadar terjebak di rumput tetangga yang dianggap lebih hijau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku malu banget sempat berpikiran seperti itu, yang jelas sekarang udah enggak lagi,&rdquo; ucap Dwi.</p><p style="text-align: justify;">Ia sadar itu pikiran yang cenderung sempit. Samarinda dan Kalimantan Timur khususnya memiliki destinasi yang tidak kalah dengan kota-kota lain. Ia menyadari itu setelah melihat sendiri pesona alam Kalimantan Timur. Sebagai tambahan dia menyebut Pulau Beras Basah di Bontang sebagai salah satu destinasi yang harus didatangi masyarakat Kalimantan, sebelum menapakkan kaki berlibur ke luar pulau. <strong><em>(ycp/wal)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Nun: Teror Valak di Masa Lalu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-nun-teror-valak-di-masa-lalu/baca </link>
<guid> the-nun-teror-valak-di-masa-lalu </guid>
<pubDate> Sun, 09 Sep 2018 11:06:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster film The Nun (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-nun-teror-valak-di-masa-lalu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SJPRavhlVy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>The Nun: Teror Valak di Masa Lalu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: left;"><strong><a data-track="ga" href="https://www.kincir.com/film/nun"></a>Judul :&nbsp;</strong>The Nun (2018)<br><strong>Genre :</strong><span style="font-weight: bold;">&nbsp;</span>Horor<br><strong>Pemain :</strong><span style="font-weight: bold;">&nbsp;</span>Demi&aacute;n Bichir, Taissa Farmiga, Jonas Bloquet, Bonnie Aarons, Ingrid Bisu, Charlotte Hope, Sandra Teles, Lynette Gaza<br><strong>Sutradara :</strong><span style="font-weight: bold;">&nbsp;</span>Corin Hardy<br><span style="font-weight: bold;">Produser :&nbsp;</span>James Wan, Peter Safran<br><strong>Naskah :&nbsp;</strong>James Wan, Gary Dauberman<br><span style="font-weight: bold;">Perusahaan Produksi :&nbsp;</span>Atomic Monster Productions, New Line Cinema, The Safran Company<br><strong>Tanggal Rilis :</strong> 5 September 2018</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sosok Valak yang muncul pada film The Conjuring 2 sukses menarik perhatian para penonton. Kemunculannya pun mendapatkan reaksi yang beragam, bahkan hingga viral di berbagai media sosial, bentuknya bermacam-macam mulai dari meme hingga tutorial <em>make up</em> ala Valak.</p><p style="text-align: justify;">Sadar akan tingginya atensi para penonton, Valak akhirnya difilmkan untuk jawab rasa penasaran akan siapa sebenarnya sosok Valak itu. Sejak Rabu (5/9) lalu film besutan Corin Hardy ini resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia. Bukan dengan judul Valak, film ini justru diberi judul The Nun karena dinilai lebih menjual.</p><p style="text-align: justify;">The Nun membawa penonton ke masa lalu dan mengisahkan asal usul Valak itu sendiri. Dimulai dengan sebuah biara tua di Rumania yang telah lama ditinggalkan setelah terjadi peperangan pada tahun 1500an. Biara tersebut dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai &quot;rumah iblis&quot; sebab sering kali terjadi peristiwa berdarah yang tak masuk akal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Biara yang kendatinya merupakan tempat suci bagi umat Katolik itu, hendak disucikan kembali oleh para petinggi gereja dengan melakukan serangkaian ritual penyucian dan doa bersama. Namun naas, seorang suster bernama Victoria (Charlotte Hope) memutuskan untuk bunuh diri di biara itu dan menimbulkan keresahan di Vatikan.</p><p style="text-align: justify;">Pertinggi Gereja Katolik di Vatikan pun mengutus seorang pastor (Demian Bichir) untuk menyelidiki kasus ini. Namun, pastor tak sendiri ia bersama seorang calon biarawati bernama suster Irene (Taissa Farmiga). Penyelidikan keduanya dimulai, satu demi satu mengenai identitas sosok Valak dan misteri biara tua dalam film ini mulai terbongkar.</p><p style="text-align: justify;">Alur dalam film ini dikemas begitu rapi, Bonnie Arons, aktris yang didapuk memerankan karakter Valak berhasil memacu adrenalin penonton. Seperti yang diketahui Conjuring Series yang diproduseri oleh James Wan selalu sukses dengan <em>jumpscare</em>nya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula dengan film The Nun yang berhasil membuat seisi bioskop terus berpacu jantung karena <em>jumpscare</em> yang disajikan. Selain itu di film ini juga terdapat beberapa <em>plot twist</em> yang mengejutkan penonton. Valak sendiri bukanlah bualan dalam film belaka, melainkan sosok iblis yang cukup dikenal di dunia supranatural Eropa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jadi, tunggu apalagi segera ke bioskop terdekat dan siap-siap berolahraga jantung bersama sosok Valak, jangan lupa ajak keluarga dan sahabatmu. <strong>(<em>rth/sii/syl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rumah Dara: Ketika Baik Hati Menjadi Bencana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/rumah-dara-ketika-baik-hati-menjadi-bencana/baca </link>
<guid> rumah-dara-ketika-baik-hati-menjadi-bencana </guid>
<pubDate> Sun, 09 Sep 2018 13:31:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rumah Dara (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/rumah-dara-ketika-baik-hati-menjadi-bencana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pBruOfTDbd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rumah Dara: Ketika Baik Hati Menjadi Bencana</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Judul:</strong> Rumah Dara (2010)<br><strong>Genre:</strong> Horor/Slasher<br><strong>Sutradara:</strong> The Mo Brothers<br><strong>Produser:</strong> The Mo Brothers, Delon Tio, Greg Chew, Gary Goh, James Toh, Freedie Yeo<br><strong>Pemain:</strong> Shareefa Daanish, Imelda Therinne, Arifin Putra, Ruli Lubis, Julie Estelle, Ario Bayu, Sigi Wimala, Daniel Mananta, Mike Lucock, Dendy Subagil<br><strong>Sinematografi:</strong> Roni Arnold<br><strong>Distributor:</strong> Gorylah Pictures, Merah Production, Guerillas Visuals, Nation Pictures, Mediacorp Raintree Pictures<br><strong>Durasi:</strong> 95 Menit<br><strong>Tanggal Rilis:</strong> 22 Januari 2010 (Indonesia)</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Ketika Hollywood memiliki jawara film horor jagal seperti <em>The Texas Chainsaw Massacre</em> dan <em>Saw</em>, maka Indonesia memiliki Rumah Dara. Film yang memiliki semboyan &ldquo;<em>Horor menemukan seorang Ibu</em>&rdquo; ini disutradarai oleh Mo Brothers dan dibintangi oleh Shareefa Daanish dan Julie Estelle sebagai tokoh utama. Sebelum Rumah Dara tayang di Indonesia, terlebih dahulu tokoh Dara diperkenalkan dan populer lewat segmen film pendek &ldquo;<em>Dara</em>&rdquo; dalam film horor antologi &ldquo;<em>Takut: Faces of Fear</em>&rdquo; yang juga disutradarai oleh The Mo Brothers dan dirilis pada 2008 pada festival-festival film di seluruh dunia. Film pendek ini mendapat banyak respon positif hingga akhirnya Rumah Dara ditayangkan pertama kali di Singapura dengan judul &ldquo;<em>Darah</em>&rdquo; dan mendapat rating dewasa untuk adegan kekerasan dan sadis).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini sebelumnya juga telah diputar diberbagai festival film di dunia hingga tayang di Indonesia serempak pada 22 Januari 2010. Film ini juga menjadi film pertama Indonesia yang dicekal dan dilarang untuk tampil di Malaysia karena tema yang dianggap bertentangan dengan hukum sensor film Malaysia.</p><p style="text-align: justify;">Film ini dibuka dengan pemutaran sebuah video hitam putih yang misterius, yang dimana dalam video tersebut menunjukkan seorang perempuan dan ketiga anaknya. Selanjutnya, film berlanjut kepada Adjie dan Astrid (sedang hamil 8 bulan) yang akan segera berangkat ke Sydney, Australia, untuk memulai hidup baru. Bersama ketiga temannya, Eko, Alam, dan Jimmie, mereka pergi dari Bandung ke bandara di Jakarta. Dalam perjalanan, mereka berhenti sebentar di sebuah restoran tempat Ladya, adik Adjie, bekerja sebagai pelayan. Adjie ingin Ladya ikut pergi bersamanya, atau paling tidak menemaninya pergi ke bandara. Namun, Ladya menolaknya karena masih menyalahkan Adjie atas kematian orang tua mereka. Namun, setelah Astrid berbicara dengan Ladya, akhirnya Ladya mengalah dan memilih untuk ikut mengantar mereka ke bandara.</p><p style="text-align: justify;">Di dalam perjalanan, mereka tiba-tiba dikagetkan dengan kemunculan seorang gadis yang berdiri di tengah jalan dalam keadaan basah kuyup. Gadis tersebut mengaku telah dirampok. Merasa Iba, Astrid memperbolehkan gadis itu untuk ikut mereka dan mengantarnya pulang ke rumah. Gadis itu bernama Maya. Dalam perjalanan, Ladya memiliki firasat yang tidak enak mengenai Maya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mereka mengantarkan Maya, mereka bergegas untuk berangkat kembali. Namun Maya menahan mereka dan mengajak mereka masuk dulu untuk bertemu Ibunya yang bernama Dara. Setelah perkenalan singkat, Dara meminta mereka untuk tetap tinggal dan makan malam bersama. Dirinya juga memberikan ramuan yang dikatakannya akan menyehatkan bayi kepada Astrid.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, satu persatu dari mereka mengalami malam yang paling mencekam. Saat berusaha kabur, Maya datang dengan busurnya dan memanah panahnya hingga membuat telinga Eko berlubang. Ketika mereka lari ke hutan, Dara mengambil busurnya dan membuat Ladya tertusuk panah pada bahunya. Kemudian mereka terpisah karena dikejar oleh Adam. Nahas, Jimmie berhasil ditemukan oleh Adam dan kemudian lehernya dipatahkan. Eko mencoba mengalahkan Adam, namun Adam memukulnya dan kembali mengejar Ladya. Ketika Eko berusaha kabur, ia mencapai sebuah jalan kecil dan melihat cahaya mobil yang mendekatinya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, Astrid merasa kesakitan dibagian perutnya. Ternyata, ramuan yang diberikan Dara adalah ramuan yang bertujuan agar bayi lebih cepat lahir. Selanjutnya, air ketuban Astrid pecah, dan ia melahirkan bayinya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melahirkan, Astrid keluar untuk mencari Adjie, namun bertemu dengan Dara yang kemudian mengambil bayinya. Namun sayang, Astrid harus mati ditangan Dara.</p><p style="text-align: justify;">Adegan dalam film ini sangat penuh dengan tekanan yang mencekam, ketakutan, dan berbagai adegan sadis yang akan membuat orang-orang yang menontonnya juga merasakan hal yang sama. Didukung dengan letak pencahayaan yang remang dan fokus pada setiap tokoh, juga latar tempat yang sangat mendukung, membuat film ini membawa aura menakutkan hingga akhir filmnya. Didukung pula dengan musik yang menegangkan dan berbagai teriakan-teriakan yang dilontarkan setiap karakter, membuat karakter film jagal dalam Rumah Dara terasa sangat kental.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, ada satu adegan yang sangat disayangkan, yaitu adegan dimana para polisi datang dan membuat adegan lucu yang dirasa sangat tidak cocok dengan keadaan mencekam seperti yang ditonjolkan dalam film ini.</p><p style="text-align: justify;">Film ini tetap patut diancungi jempol karena berhasil memenangkan beberapa penghargaan, termasuk penghargaan Puchon Choice Feature di Korea Selatan dan membawa Shareefa Daanish keluar sebagai Aktris Terbaik.</p><p style="text-align: justify;">Apresiasi positif juga datang dari masyarakat sebab Mo Brothers sebagai sutradara dan produser berani mengambil genre film yang tidak biasa hadir di Indonesia, yaitu slasher. Pujian pun dilayangkan karena berhasil keluar dari stigma perfilman horor Indonesia yang tipikal dan diisi dengan humor tidak jelas dan seksualitas yang jelas-jelas lebih menonjol daripada genre horror yang digaungkan.</p><p style="text-align: justify;">Hingga film ini berakhir, penonton akan disuguhkan mimpi-mimpi buruk yang akan terus terbayang, seperti ketika Dara dan Ladya bertarung mempertahankan diri, dimana Dara dengan gagah dan mengerikan mengayunkan gergaji mesinnya yang besar untuk membunuh Ladya yang harus puas melawan dengan pedang yang ia tak sengaja dapat.</p><p style="text-align: justify;">Akhir kata, film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton penikmat film horor atau umum, namun tidak disarankan untuk orang yang memiliki lemah jantung, karena tentu saja, film ini sangat memacu adrenalin.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana nasib Ladya dan orang-orang lainnya yang menjadi korban? Semua akan terjawab ketika Anda berhasil mencapai <em>ending scene</em> dalam film ini. <strong>(<em>len/fqh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul jadi Tuan Rumah Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXI Tahun 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-jadi-tuan-rumah-simposium-nasional-akuntansi-sna-xxi-tahun-2018/baca </link>
<guid> unmul-jadi-tuan-rumah-simposium-nasional-akuntansi-sna-xxi-tahun-2018 </guid>
<pubDate> Mon, 10 Sep 2018 13:10:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXI di GOR 27 September Unmul. (Sumber foto: Mahmudhah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-jadi-tuan-rumah-simposium-nasional-akuntansi-sna-xxi-tahun-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UHFTNji36T.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul jadi Tuan Rumah Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXI Tahun 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&mdash; Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXI sukses digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa akuntansi dan akuntan seluruh Indonesia ini mengangkat tema &quot;Peran Akuntan Pendidik dengan Semangat Ruhui Rahayu Memacu Ekosistem Indonesia yang Berkelanjutan&quot;. Acara yang terlaksana pada 5-7 September 2018 ini diikuti sebanyak 650 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan telah terkumpul 119 <em>paper&nbsp;</em>serta 100 poster yang siap dipresentasikan.</p><p style="text-align: justify;">Simposium Nasional Akuntansi (SNA) adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) merupakan wadah silaturahmi para pemerhati Akuntansi Indonesia, serta wadah bergengsi eksklusif untuk mempresentasikan hasil riset terbaik dalam bidang akuntansi oleh para peneliti, pendidik, mahasiswa, dan praktisi dari seluruh Indonesia dan mancanegara.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai dengan mengadakan berbagai <em>workshop</em> pada hari pertama, dilanjutkan dengan pembukaan SNA XXI di GOR 27 September pada hari kedua. Dibuka dengan iring-iringan penyambutan para tamu pejabat, acara berlangsung dengan kondusif dan meriah. Selain itu, acara pembukaan juga dihadiri oleh banyak kalangan pejabat seperti perwakilan Gubernur Kaltim, birokrat Rektorat, seluruh Dekan Fakultas, Hadi Mulyadi selaku Wakil Gubernur terpilih, perwakilan Ketua Dewan Pengurus IAI Pusat, Ketua IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd), guru besar, para anggota senat, dan yang istimewa kali ini adalah dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.</p><p style="text-align: justify;">Acara pembukaan dimulai oleh penampilan dari Tim Tari Unmul yang membawakan tarian kolosal Legenda Danau Lipan. Selanjutnya sambutan-sambutan yang dibawakan oleh Dekan FEB Syarifah Hudayah, Ketua Panitia SNA XXI Irwansyah, Rektor Unmul Masjaya, Asisten II Gubernur Kaltim Ichwansyah, Ketua IAI KAPd Nunuy Nur Afiah, perwakilan Ketua Dewan Pengurus IAI Pusat Ainun Na&apos;im, serta Menristekdikti Mohamad Nasir sekaligus menyampaikan beberapa <em>keynote speech&nbsp;</em>berisi pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dalam pendidikan ilmu akuntansi agar tetap relevan dengan tuntutan di era Revolusi Industri 4.0.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, acara pun dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Mohamad Nasir dan dilanjutkan selingan hiburan penampilan Tari Jepen.</p><p style="text-align: justify;">Acara selanjutnya adalah Diskusi Panel yang mengangkat tema &quot;Sinergitas Akuntansi dan Teknologi dalam Pengembangan Ekosistem Berkelanjutan&quot; yang dimoderatori oleh Dekan I FEB Felisitas Defung serta pemateri oleh Hasan Fauzi dari Universitas Sebelas Maret dan Andreas Lako dari Universitas Katolik Soegijapranata. Uniknya, di tengah diskusi berlangsung diputar video yang berisi opininya mengenai ekonomi hijau berbasis teknologi oleh CEO Fintech Technology Academy Singapore, Noi Keng Koh, yang tidak dapat mengisi bangku pemateri karena suatu halangan.</p><p style="text-align: justify;">Seusai diskusi panel, acara dilanjutkan dengan ishoma dan <em>parallel session</em> serta <em>poster session</em> yang kembali digelar di Kampus FEB Unmul.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Agenda &nbsp;Penutupan yang Meriah</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada hari ketiga, agenda dimulai dengan <em>parallel session</em> dan <em>poster session</em> terakhir dan dilanjutkan dengan Forum Bidang Ilmu dan <em>launching</em> buku Akuntansi Hijau oleh Andreas Lako. Selepas shalat dan santap siang, penutupan SNA XXI digelar di Ruang Serbaguna Gedung Dekanat Lantai 3 FEB Unmul. Dibuka dengan sebuah puisi untuk Nunuy Nur Afiah, Ketua IAI KAPd periode 2016-2018, secara simbolis menyerahkan jabatannya kepada Dian Agustia sebagai Ketua IAI KAPd periode 2018-2020.</p><p style="text-align: justify;">Acara dilanjutkan dengan berbagai sambutan dan penyerahan penghargaan kepada <em>Best Paper</em> dan <em>Best Poster</em>. Gelar <em>Best Paper</em> diberikan kepada Sari Admini dan Sumiyana dari Universitas Brawijaya dan Universitas Gajah Mada, dan gelar <em>Best Poster</em> jatuh kepada Febriani Nur Khaerin dan Yana Ulfah dari Universitas Mulawarman. Penghargaan juga diberikan kepada Poster Favorit dari STIE Nusantara Sangatta dan Universitas Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Agenda dipungkas dengan presentasi dari Universitas Cendrawasih sebagai Tuan Rumah SNA XXII 2019 dengan menampilkan tarian khas daerah Papua yang dibawakan oleh mahasiswa-mahasiswi Papua yang berkuliah di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Penutupan ini ditutup dengan sesi foto bersama para peserta dan panitia lokal. Dilanjutkan dengan Wisata Mahakan bagi peserta yang telah membayar dan mengikuti syarat dan ketentuan yang telah ditentukan. <strong><em>(len/cin/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Aksara Pembakar Semangat Literasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hari-aksara-pembakar-semangat-literasi/baca </link>
<guid> hari-aksara-pembakar-semangat-literasi </guid>
<pubDate> Mon, 10 Sep 2018 13:21:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Aksara menjadi sarana mengajarkan generasi untuk gemar membaca. (sumber foto: jumpaonline.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hari-aksara-pembakar-semangat-literasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ONm90hxumn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Aksara Pembakar Semangat Literasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tahukah kamu bahwa ada peringatan Hari Aksara?</p><p style="text-align: justify;">Sabtu, 8 September 2018 kemarin diperingati sebagai Hari Aksara Internasional. Hari ini ditetapkan dari sebuah konferensi menteri-menteri negara anggota PBB pada tanggal 17 November 1965 di Teheran, Iran, UNESCO.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal yang melatarbelakangi adanya Hari Aksara Internasional ialah karena masih banyaknya masyarakat dunia yang tuna aksara. Indonesia telah melakukan gerakan pemberantasan buta aksara sejak tahun 1948. Bahkan, negara kita berhasil mendapatkan penghargaan &ldquo;Avicenna Award&rdquo; dari UNESCO pada tahun 1994.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, pada tahun 2004 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memasukan perencanaan Pemberantasan Buta Aksara ke dalam Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) pada tahun 2004-2009. Bahkan dikeluarkan sebuah keputusan mengenai Wajib Belajar Sembilan Tahun Buta Aksara. Hingga Indonesia kembali menyabet penghargaan, kali ini dari Laura Bush sebagai Duta Keaksaraan Internasional.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, apa sih aksara itu? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aksara adalah huruf. Namun, huruf yang dimaksud dalam peringatan Hari Aksara Internasional ini bukan hanya mengenai abjad A hingga Z.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam peringatan ini, aksara lebih menekankan pada upaya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca dan menulis, juga untuk menumbuhkan semangat literasi.</p><p style="text-align: justify;">Dibanding beberapa tahun yang lalu, Indonesia sudah cukup baik dalam penuntasan masyarakat tuna aksara. Dari hasil yang dicapai, sebanyak 97,93 persen masyarakat Indonesia telah berhasil diberaksarakan. Hal ini memberi kita gambaran bahwa pemerinta telah sadar mengenai pentingnya melek aksara.</p><p style="text-align: justify;">Untuk sekadar tahu baca dan menulis saja itu tidak akan memperkuat sebuah literasi. Maka dari itu masyarakat terutama anak-anak yang berada dijenjang pendidikan harus dibekali dengan kemampuan teknologi yang baik. Tidak bisa dimungkiri, bahwa di zaman milenial ini teknologi merupakan pendukung kemajuan suatu bangsa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>There is a reason it used to be a crime in the confederated states to teach a slave to read: literacy is power.&nbsp;</em>(Matt Taibbi)&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dari ungkapan di atas, dapat kita ketahui bahwa membaca itu sangat penting bagi perkembangan, salah satunya dengan melek aksara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Budaya membaca di Indonesia masih tergolong kurang baik. Generasi muda lebih senang bermain games ketimbang membaca buku. Bahkan dalam <em>mindset</em> anak muda zaman sekarang, orang yang membaca buku itu terkesan cupu.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda agar gemar literasi, kita harus bisa mengemasnya menjadi lebih menarik dan menggunakan teknologi sebagai perantara. <strong><em>(aul/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bersama IsDB, Unmul Segera Bangun 7 Gedung Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bersama-isdb-unmul-segera-bangun-7-gedung-baru/baca </link>
<guid> bersama-isdb-unmul-segera-bangun-7-gedung-baru </guid>
<pubDate> Tue, 11 Sep 2018 12:24:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menristekdikti Mohamad Nasir beserta jajarannya hadir langsung di acara Groundbreaking Unmul dari dana hibah Islamic Development Bank (IsDB). (Sumber: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bersama-isdb-unmul-segera-bangun-7-gedung-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/asML6HZCXI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bersama IsDB, Unmul Segera Bangun 7 Gedung Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Penantian tiga tahun <em>Project Implementation Unit</em> (PIU) IDB Unmul akhirnya terealisasi pada Kamis, (6/9). Menristekdikti Mohamad Nasir beserta jajarannya hadir langsung di acara <em>Groundbreaking</em> yang dilaksanakan di Jalan Sambaliung (seberang GOR 27 September). <em>Groundbreaking</em> ini sekaligus menandai akan dimulainya pembangunan fisik kampus Unmul di mana seluruh pendanaan berasal dari dana hibah Islamic Development Bank (IsDB).</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman resmi Kemenristekdikti, program bertajuk 4in1 IsDB Project-PIU tersebut akan membangun sedikitnya 7 infrasruktur, yaitu Laboratorium Riset Farmasi, <em>Science Learning Center</em>, Laboratorium Terintegrasi, ICT Center, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, serta renovasi lanskap dan trotoar di lingkungan kampus Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain pembangunan sarana dan prasarana fisik, proyek ini juga meliputi pembangunan sumber daya manusia dan penambahan perlengkapan penunjang perkuliahan (hard and soft program). Adapun, nilai proyek untuk hard program pembangunan infrastruktur di PIU Unmul mencapai USD29,5 juta atau senilai Rp 324,118 miliar. Sementara <em>soft</em> program untuk pengadaan barang dan peralatan dialokasikan sebesar USD12,83 juta.</p><p style="text-align: justify;">Selain Unmul, ada tiga universitas lain yang juga mendapatkan hibah dari IsDB ini, yakni Universitas Jember, Universitas Negeri Malang dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Namun, kerja keras yang dilakukan tim PIU Unmul berhasil menjadikan kampus terbesar di Kaltim ini menjadi yang pertama kali melakukan <em>Groundbreaking</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini adalah sebuah penantian panjang sejak 2015, dimulai saat diajukannya proposal dan hari ini pembangunan fisik akan dimulai. Ini kami lakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan publik di Unmul,&rdquo; ucap Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas, Bohari Yusuf sebagaimana dikutip dari laman resmi Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Rektor Unmul Masjaya, mengatakan dipercayanya Unmul menerima bantuan dari IsDB ini adalah hasil perjuangan dan komitmen Menristekdikti sebagai bentuk kepeduliannya kepada Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ucapkan terima kasih kepada Menristekdikti atas kepercayaan yang diberikan kepada Unmul menerima bantuan dari IsDB,&rdquo; tutur Masjaya pada sambutan singkatnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Head of Regional</em> HUB IsDB, Deni Ahmad Fauzi, menyampaikan sambutan mewakili <em>Resident Representative</em> IsDB Sout East Asia, Ibrahim Ali Shoukry menyatakan sebuah kehormatan bagi IsDB hadir di acara <em>Groundbreaking</em> Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami bangga ada di sini, sebagai salah satu mitra pembangunan yang memiliki sejarah kerja sama yang panjang dengan pemerintah Indonesia, IsDB telah mengambil peran aktif dalam meningkatkan kondisi sosio-ekonomi Indonesia sebagai negara anggota,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap, dengan project ini Unmul dapat menyediakan SDM yang dapat bersaing untuk meningkatkan ekonomi bangsa. Lebih lanjut Unmul diharap juga dapat menghasilkan riset yang berkualitas serta dapat berkontribusi untuk pembangunan masyakarat yang berkelanjutan di Kalimantan Timur,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menristekdikti, Mohamad Nasir pada sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan di empat universitas ini akan terus diawasi dan dipantau melalui e-monev Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Supaya project ini dikerjakan dengan baik, maka harus diawasi dengan baik, semua saling mendukung, diharapkan jangan ada masalah di kemudian hari,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada <em>Groundbreaking&nbsp;</em>ini, pemasangan tiang pancang pertama dilakukan bersama oleh Menristekdikti, Rektor Unmul, <em>Head of Regional</em> HUB IsDB, Deni Ahmad Fauzi, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Prof. Ainun Naim, Gubernur Provinsi Kaltim yang diwakili Asisten II Pemprov. Kaltim, Ichwansyah, Direktur Eksekutif PMU, Suseno Amin, Direktur Eksekutif PIU Unmul, Mustaid Yusuf, serta Direktur PT. Nusakontruksi Enjiniring, Tbk,. Budi Susilo Sadiman. <strong>(<em>ann/fir/bpf/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semangat Belajar dalam Keceriaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/semangat-belajar-dalam-keceriaan/baca </link>
<guid> semangat-belajar-dalam-keceriaan </guid>
<pubDate> Tue, 11 Sep 2018 13:05:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegiatan Goes to School Gerakan Unmul Mengajar di SDN 012 Loa Kulu. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/semangat-belajar-dalam-keceriaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Dh2GHdxXj7.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Semangat Belajar dalam Keceriaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sabtu, 7 September 2018, Gerakan Unmul Mengajar melaksanakan program <em>Goes to School </em>(GTS). Program ini bertujuan untuk memberikan semangat, motivasi, dan hal baru pada siswa yang diadakan di SDN 012 Loa Kulu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rintik hujan dan jalanan berbatu seakan menemani perjalanan kami menuju SDN 012 Loa Kulu, yang terletak di Desa Jembayan Dalam, Kecamatan Loa Kulu. Desa Jembayan Dalam ini merupakan desa binaan dari BEM Faperta Unmul 2018.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pada Jumat (6/9) malam, Gerakan Unmul Mengajar bekerja sama dengan BEM Faperta Unmul 2018 dan Gerakan Pemasarakatan Minat Baca (GPMB) mengadakan acara nonton bareng demi meningkatkan tali silaturahim dan menghibur masyarakat sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan <em>Goes to School&nbsp;</em>pun dimulai keesokan harinya, dimulai dengan senam pagi dan berbagai macam <em>ice breaking</em> yang belum mereka ketahui sebelumnya. Meski sinar matahari sangat terik, namun tidak melunturkan kegembiraan yang tercipta. Siswa-siwi SDN 012 Loa Kulu pun sangat aktif dan punya rasa ingin tahu yang besar dalam belajar, kedatangan kami pun mendapat sambutan yang hangat dari guru-guru.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu materi pelajaran yang diberikan adalah mengarah pada moral dan ahlak. Agar suasana lebih menyenangkan kegiatan diisi dengan kuis, senam, dan <em>story telling</em>. Selain itu GPMB juga memberikan donasi buku yang diserahkan langsung oleh Ibu Hj. Encik Widyani selaku Ketua dari GPMB kepada perwakilan guru SDN 012 Loa Kulu.</p><p style="text-align: justify;">Harapannya dengan adanya kegiatan <em>Goes to School</em> (GTS) bersama dengan Gerakan Pemasarakatan Minat Baca (GPMB) &nbsp;dan BEM Faperta Unmul 2018 ini agar siswa dan siswi di SDN 012 Loa Kulu semakin gemar membaca buku, tidak menghabiskan waktunya menatap layar ponsel.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sehingga dengan diadakannya GTS ini, mereka tidak hanya mendapat ilmu dari kakak Pengajar Muawarman dan Mahasiswa BEM Faperta tapi juga dapat membaca buku-buku dari perpustakaan keliling GPMB dan bisa membawa pulang satu atau dua buku cerita,&quot; terang <em>Project Officer</em> Gerakan Unmul Mengajar 2018, Leoni Irmayana Astuti.</p><p><strong><em>Press Release kegiatan Goes to School, Gerakan Unmul Mengajar.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nilai Rupiah Turun, Gubernur FEB: Saya Kecewa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nilai-rupiah-turun-gubernur-feb-saya-kecewa/baca </link>
<guid> nilai-rupiah-turun-gubernur-feb-saya-kecewa </guid>
<pubDate> Tue, 11 Sep 2018 13:08:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendapat Gubernur FEB terhadap menaiknya nilai tukar rupiah terhadap dollar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nilai-rupiah-turun-gubernur-feb-saya-kecewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LMXDPkbe5q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nilai Rupiah Turun, Gubernur FEB: Saya Kecewa</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pada beberapa waktu belakangan ini, kita mulai melihat bahwa mata uang dollar menguat dihadapan beberapa mata uang negara berkembang lainnya termasuk mata uang Indonesia yakni rupiah. Pada awal tahun 2018, rupiah terkadang selalu melemah hingga pada awal September sudah tembus ke angka Rp15.000 per 1 Dollar Amerika.</p><p align="justify">Melemahnya rupiah mampu menimbulkan beberapa dampak, seperti harga beberapa kebutuhan komoditas serta BBM akan naik. Segala cara dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk kembali menguatkan rupiah.</p><p align="justify">Meski Rupiah terus melemah, tetapi Indonesia masih aman dari krisis dikarenakan Indonesia masih mampu bertahan dibandingkan negara-negara berkembang yang mendapat ancaman dari menguatnya Dollar Amerika dengan beberapa mata uang negara berkembang.</p><p align="justify">Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Freijae Rakasiwi atau yang lebih akrab disapa Pije menganggap kekecewaannya atas melemahnya Rupiah dan mengkhawatirkan akan berdampak pada kondisi ekonomi di Indonesia.</p><p align="justify">&ldquo;Kalau melihat rupiah yang kembali melemah hari ini, tanggapan saya pribadi tentu jelas-jelas kecewa dan mengkhawatirkan dengan kondisi ekonomi kita. Meskipun fundamental kita tidak selemah di 1998 namun faktanya adalah kondisi keuangan hari ini, kondisi ekonomi kita memang beda. Tapi yang jelas untuk rupiah melemah ini karena banyak faktor dan tentu ini merupakan lampu merah buat perekonomian kita, seperti itu&rdquo; jelasnya.</p><p align="justify">Melihat pelemahan rupiah yang terus melemah hingga sekarang ini, Pije memprediksikan Rupiah akan terus melemah hingga menembus Rp16.000 sampai Rp17.000 per Dolar Amerika hingga akhir tahun apabila pemerintah tidak berusaha semaksimal mungkin untuk menguatkannya kembali.</p><p align="justify">&ldquo;Prediksi saya, sampai akhir tahun ataupun di bulan September ini kemungkinan besar Rupiah akan menembus sampai 16 ribu atau 17 ribu. Kalau melihat suku bunga acuan kita seperti ini, kalau melihat kinerja pemerintah masih seperti ini otomatis rupiah bakal sampai prediksi saya, begitu&rdquo;. Pungkas Pije.</p><p align="justify">Namun, ada beberapa kejanggalan yang membuat rupiah terus melemah hingga saat ini terutama di sektor ekspor dan impor. Pije menjelaskan bahwa ekspor barang dari dalam negeri melemah dibandingkan impor barang dari luar negeri sehingga walau pun pemerintah sedang giat ekspor barang ke luar negeri.</p><p align="justify">Pije juga menambahkan barang-barang produksi dalam negeri tersebut berasal dari barang impor yang dimana akan menambah produktivitas di pasar domestik. Tetapi disisi lain, akibat hal tersebut daya masyarakat akan membeli barang akan menurun dan berdampak pada produktivitas yang juga ikut menurun.</p><p align="justify">&ldquo;Itu bukan ekspor tapi impor yang meningkat, ekspor kita tidak terlalu meningkat gitu. Tapi dengan catatan gini, dari pemerintahan juga mencoba semaksimal mungkin dengan cadangan devisa Rp118 miliar. Meskipun anjlok jauh sekali, tapi saya yakin dan percaya usaha-usaha kecil menengah (UMKM) terus pengusaha-pengusaha kita bisa meningkatkan ekspor kita.&ldquo;Jelas Pije.</p><p align="justify">Menurutnya Ini adalah kesempatan besar yang dimiliki Indonesia. Meskipun disisi lain, kita juga harus memperhatikan kondisi keuangan negara dan kondisi nilai tukar rupiah terhadap Dollar. Jika kita menjual menggunakan Dollar, otomatis juga rupiah akan semakin mahal. Maka dari itu, &nbsp;pengeluaran Indonesia menjadi semakin membengkak seperti ini.</p><p align="justify">Dibalik kejanggalan atas melemahnya rupiah terhadap Dollar Amerika, Pije menambahkan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan secara individu sebelum pemerintah mengambil langkah untuk menguatkan mata uang rupiah terhadap Dollar Amerika.</p><p align="justify">&ldquo;Pertama, mendorong UMKM untuk bisa mengekspor barang-barangnya dan bisa meningkatkan produktivitas pasar domestik karena itu menjadi salah satu faktor internal. Pasar domestik di Indonesia sangat kurang sekali, sehingga impor dan ekspor kita itu jauh sekali sehingga neraca berjalan kita itu defisit tiga persen. Makanya ini menjadi salah satu hal yang kita harus perhatikan yang utama. Kedua, kita juga mendorong kepada masyarakat tentu upaya kita ya pribadi mendorong kepada masyarakat untuk selalu senantiasa menggunakan barang-barang dalam negeri, itu bisa menekan nilai tukar rupiah. Yang ketiga kami akan mencoba mendorong teman-teman atau pengusaha yang mempunyai Dollar segera tukarkan kepada rupiah, karena itu tadi itu yang menyebabkan rupiah kita akan semakin menguat dengan cara pengusaha-pengusaha kita yang punyai Dollar tentu harus menukarkannya ke rupiah&rdquo; tambahnya.</p><p align="justify">Setelah langkah individual dilakukan untuk menguatkan rupiah, Pije juga berharap pemerintah bisa &nbsp;menguatkan rupiah kembali. Tetapi Pije juga berharap masyarakat juga bisa membantu dengan mengurangi pembelian dan pemakaian barang impor dan mengurangi kebijakan membayar menggunakan uang tunai.</p><p align="justify">&ldquo;Kalau kita harapkan saya yang pertama adalah kurangi konsumsi barang-barang impor, itu yang pertama. Yang kedua adalah mengurangi kebijakan membayar dengan uang tunai seperti di siaran pers release BEM FEB Unmul ya... kita mencoba untuk bisa mengurangi kebijakan tunai. Dan yang ketiga adalah harapan saya pemerintah harus memperhatikan hutang luar negeri kita dan mematikan cadangan devisa kita dengan cara meningkatkan ekspor di dalam negeri, itu sih&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(anm</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>sii</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>gia</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gadis Risma: Jadi Seorang Atlet Itu Perjuangan Hidup dan Mati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/gadis-risma-jadi-seorang-atlet-itu-perjuangan-hidup-dan-mati/baca </link>
<guid> gadis-risma-jadi-seorang-atlet-itu-perjuangan-hidup-dan-mati </guid>
<pubDate> Wed, 12 Sep 2018 12:36:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gadis Risma Septiananda, mahasiswi Penjaskesrek 2016 sekaligus atlet handball. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/gadis-risma-jadi-seorang-atlet-itu-perjuangan-hidup-dan-mati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/D2bQfzx1ne.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gadis Risma: Jadi Seorang Atlet Itu Perjuangan Hidup dan Mati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sektor olahraga nasional santer diperbincangkan, baik di media sosial maupun keseharian. Tentu hal ini tak lepas dari peranan ajang olahraga terbesar se-Asia lalu; Asian Games, yang sukses terselenggara di dua kota besar Indonesia. Meski sudah resmi ditutup 2 September lalu, siapa sangka demamnya masih terasa.</p><p style="text-align: justify;">Euforia itu jelas menjangkiti atlet yang berlaga di Asian Games lalu. Unmul termasuk yang menyumbang beberapa mahasiswa untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, tak semata Iqbal Chandra, atlet pencak silat.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Gadis Risma Septiananda, mahasiswi Penjaskesrek 2016 sekaligus atlet cabang olahraga <em>handball</em> mengaku tidak pernah ada niat mendalami handball di benaknya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya mulai (main) <em>handball</em> tahun 2014. Saat itu masih kelas 3 SMA. Awalnya saya hanya ikut ajakan teman. Namun siapa sangka hingga kini menjadi cabor prestasi saya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, kata Gadis, ia hanya mengikuti kejuaraan antar sekolah. Lagi-lagi karena bujukan sang teman, yang saat itu kekurangan pemain dalam tim. Gadis lantas mengurai kisahnya hingga mewakili Indonesia dalam Asian Games. Seleksi demi seleksi dilakoninya hingga training selama tujuh bulan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Training di Jakarta 4 bulan, Bandung sekitar 2 bulan. Bahkan kemarin sempat training juga di Thailand selama 9 hari, dan terakhir di Vietnam selama 3 minggu lebih,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Susah senang, pahit manis telah dilaluinya demi mempersembahkan yang terbaik untuk bangsanya. Menangis di lapangan, fisik yang digodok habis-habisan, semuanya Gadis siapkan agar jadi yang terbaik di kejuaraan bergengsi lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Meski bukan cabor unggulan, kami mengerahkan seluruh kekuatan, pikiran, dan hati kami untuk mengharumkan Indonesia.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Gadis mengatakan ia bersyukur atas dukungan dari Unmul dan fakultasnya. Salah satu bentuknya perizinan tak dipersulit.</p><p style="text-align: justify;">Perihal situasi olahraga masa kini, bagi Gadis sudah jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Kepada para atlet muda ia berpesan untuk jangan cepat berpuas diri. Kerahkan seluruh jiwa raga demi mengharumkan nama bangsa di mata dunia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena jujur saja, menjadi seorang atlet itu perjuangan antara hidup dan mati, sehat dan juga sakit, semuanya harus dihadapi lahir dan batin, tentunya juga ikhlas. Meski cedera, meski lelah, semua harus tetap dilakukan demi nusa dan bangsa,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>sut/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dampak Positif Pelemahan Rupiah, Serta Solusi Penguatannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dampak-positif-pelemahan-rupiah-serta-solusi-penguatannya/baca </link>
<guid> dampak-positif-pelemahan-rupiah-serta-solusi-penguatannya </guid>
<pubDate> Thu, 13 Sep 2018 07:36:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isu melemahnya rupiah saat ini dinilai membawa dampak negatif bagi sebagian besar masyarakat. (sumber ilustrasi: m.timesbanyuwangi.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dampak-positif-pelemahan-rupiah-serta-solusi-penguatannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SYpylkkSkc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dampak Positif Pelemahan Rupiah, Serta Solusi Penguatannya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tentunya memberikan dampak. Dampak yang banyak diketahui dan tersebar luas di masyarakat sebagian besar hanya sebatas dampak negatifnya. Tapi jangan salah, &ldquo;melemahnya&rdquo; rupiah juga punya dampak positif <em>, wal</em>. Dalam opini ini, penulis akan membahas dampak-dampak positif dari pelemahan rupiah, plus solusi untuk penguatan rupiah.</p><p style="text-align: justify;">Sempat khawatir akan terulangnya krisis moneter 1998, depresiasi rupiah di tahun 2018 ini nyatanya bukan sinyal krisis. Melainkan sebuah kondisi normal baru (<em>new normal</em>). Menurut ekonom Chatib Basri, perekonomian dunia dalam 10 tahun terakhir berada dalam keadaan abnormal. Hal ini disebabkan kebijakan suku bunga rendah dari bank sentral AS. Kondisi <em>new normal</em> terjadi lantaran perekonomian AS membaik, sehingga suku bunga acuan Federal Reserve naik dan indeks dollar AS menguat. Kemudian, terjadi arus keluar modal asing dari negara berkembang kembali ke Negeri Paman Sam. Arus keluar modal asing (<em>capital outflow</em>) membuat valuta negara berkembang melemah, termasuk rupiah, karena dollar AS sangat dibutuhkan untuk membiayai defisit neraca berjalan.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apa dampak positif pelemahan rupiah? Pertama, kinerja ekspor akan meningkat. Ini jadi penyeimbang menurunnya performa impor di tengah pelemahan rupiah. Rupiah yang melemah membuat harga produk lokal lebih kompetitif (lebih murah) di pasar global, sehingga industri dalam negeri punya kesempatan untuk mendongkrak ekspor. Kompetitifnya harga produk dalam negeri sudah terlihat di kinerja ekspor Mei 2018. Pada bulan Mei, rata-rata harga agregat produk ekspor non migas mencapai USD 305,3 juta per ton. Jumlah tersebut turun 4,99% dibandingkan Mei 2017 yang mencapai USD 321,4 juta per ton. Sementara, komoditas non migas yang sejauh ini meningkat pesat antara lain besi baja, golongan barang bijih, kerak dan abu logam, lalu barang-barang rajutan dan komoditas timah.</p><p style="text-align: justify;">Pelemahan rupiah juga berdampak positif terhadap sektor pariwisata. Jika sebelumnya turis dari Amerika d membawa uang USD 1.000, jika di rupiahkan hanya mendapat &nbsp;Rp12 juta. Akibat adanya pelemahan rupiah, sekarang mereka bisa dapat Rp14.9 juta. Hal ini tentunya akan menarik minat turis asing yang berkunjung ke Indonesia. Mereka jadi memiliki daya beli yang lebih besar untuk berbelanja di Indonesia. Bersamaan dengan itu, sektor pariwisata kita juga jadi semakin ramai dikunjungi dan para turis menjadi semakin konsumtif dengan membeli berbagai macam barang, termasuk barang lokal Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi kalau mengutip statement dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, yang menyatakan secara tidak langsung pelemahan rupiah menyumbang penerimaan negara. Menurut Sri Mulyani, setiap rupiah melemah Rp100, maka pendapatan negara bertambah Rp4,7 triliun. Di sisi lain, belanja negara naik Rp3,1 triliun, Namun angkanya tidak mengkhawatirkan, karena penerimaan negara lebih besar. Dengan demikian, total neraca positif Rp1,6 triliun setiap kali rupiah melemah Rp100.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang mari kita membahas solusi penguatan rupiah. Jika melihat salah satu penyebab dollar AS mengalami apresiasi, yaitu naiknya suku bunga bank sentral AS (The Fed), langkah yang sama dilakukan oleh Bank Indonesia, yakni dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI <em>Rate</em>. Ini merupakan salah satu solusi untuk menguatkan rupiah. Tingkat suku bunga menentukan nilai tambah mata uang suatu negara. Semakin tinggi tingkat suku bunga mata uang, akan semakin tinggi juga tingkat permintaan terhadap mata uang tersebut. Yang berperan di sini adalah investor. Dalam keadaan normal, investor tentunya mengharapkan tingkat pengembalian yang tinggi dari investasinya, termasuk investasi mata uang. Jadi, kalau tingkat suku bunga rupiah naik, akan menarik investor untuk memindahkan aset investasinya ke mata uang rupiah karena mereka ingin mendapat keuntungan dari perubahan tingkat suku bunga tersebut. Jadi, semakin tinggi suku bunga rupiah, akan semakin tinggi juga permintaan terhadap rupiah.</p><p style="text-align: justify;">Selain menaikkan tingkat suku bunga, penguatan surplus perdagangan luar negeri juga bisa dijadikan salah satu solusi. Caranya adalah dengan membuat selisih ekspor lebih besar daripada impor. Dengan terjadinya penguatan surplus neraca perdagangan, secara umum menandakan bahwa perekonomian Indonesia lebih kuat dibanding perekonomian negara partner dagang. Sebagai dampaknya, nilai tukar rupiah cenderung menguat terhadap nilai tukar mata uang negara partner dagang, dalam hal ini Amerika.</p><p style="text-align: justify;">Pada intinya, pelemahan rupiah yang terjadi sekarang tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi perekonomian nasional. Pun juga jauh dari tanda-tanda akan terjadinya krisis moneter seperti di tahun 1998. Selain itu, pelemahan rupiah berdampak positif terhadap kinerja ekspor, sektor pariwisata, dan secara tidak langsung menyumbang penerimaan negara. Solusi-solusi yang bisa diambil diantaranya peningkatan suku bunga acuan, penguatan surplus perdagangan luar negeri, dll. Namun, tidak mungkin hanya dengan satu kebijakan bisa menguatkan rupiah secara signifikan. Perlu adanya perpaduan beberapa kebijakan, dan penyesuaian terhadap kondisi negara.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Praja Habib Pasangka, Mahasiswa FEB Unmul Angkatan 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cara Menikmati Akhir Pekan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/cara-menikmati-akhir-pekan/baca </link>
<guid> cara-menikmati-akhir-pekan </guid>
<pubDate> Fri, 14 Sep 2018 13:15:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/cara-menikmati-akhir-pekan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UXCSjsHqRi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cara Menikmati Akhir Pekan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Akhir pekan atau yang sering disebut weekend menjadi hal yang ditunggu banyak orang. Menikmati akhir pekan ibarat obat mujarab untuk mengembalikan semangat, terlebih bagi mereka yang memiliki banyak aktivitas. Setelah seminggu penuh beraktivitas padat, tentunya akhir pekan sangat memberikan pengaruh untuk mengistirahatkan diri. Tak terkecuali bagi mahasiswa, akhir pekan juga sangatlah dinanti setelah seminggu berkutat dengan tugas atau aktivitas lainnya. Memanfaatkan libur di akhir pekan pun dapat dilakukan dengan berbagai cara. Untuk kalian mahasiswa, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan saat akhir pekan tiba.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. <em>Quality Time</em></strong><br>Kalian para mahasiswa yang bukan perantau tentu bisa memanfaatkan akhir pekan dengan keluarga atau teman-teman terdekat. Sekadar makan bersama atau rekreasi bisa menjadi alternatif pilihan menghabiskan akhir pekan. Namun, bukan berarti anak kos juga tidak bisa melakukan hal ini. Berkumpul dengan teman-teman kampus di salah satu tempat juga bisa menjadi pilihan. Kalau mengikuti tren saat ini, nongki di Cafe, Angkringan ataupun Mal sudah bisa dikatakan sebagai <em>quality time</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. <em>Streaming</em> Drama atau Menonton Film</strong><br>Buat mahasiswa pecinta drama korea tentunya sudah memberikan jadwal akhir pekannya untuk menonton K-drama. Lost drama untuk akhir pekan sudah dipersiapkan, melepas penat setelah bertemu dengan berbagai tugas kuliah. Sama halnya dengan mahasiswa pecinta film. Beberapa rekomendasi film maupu animasi yang telah didapatkan, sengaja disimpan untuk dihabiskan di akhir pekan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Tata Ulang Kamar</strong><br>Hal ini biasa dilakukan oleh si pecinta kebersihan dan yang senang berganti nuansa kamar. Untuk para mahasiswa perempuan, sebagian dari mereka justru memanfaatkan akhir pekan untuk melakukan perombakan dengan kamar mereka. Mulai dari membersihkan kamar, mengubah beberapa posisi tempat tidur, lemari ataupun hiasan dinding. Tidak hanya merubah posisi, menambah hiasan di dinding juga bisa dilakukan. Dari kertas origami dan disulap menjadi berbagai bentuk, hingga pernak-pernik yang banyak dijual bisa menjadi pilihan untuk mempercantik kamar kalian.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Melakukan Kegiatan Sosial</strong><br>Bagi kalian yang aktif di organisasi kampus ataupun organisasi luar mungkin memiliki beberapa kegiatan sosial seperti berbagi dengan anak yatim ataupun kegiatan sosial lainnya. Akhir pekan tidak melulu harus dihabiskan dengan bersantai, kok! Selain menjadi pengalaman, dengan melakukan kegiatan sosial banyak manfaat dan hikmah yang bisa dijadikan pelajaran. Sekaligus menumbuhkan perasaan peka dan peduli terhadap sesama. Akhir pekan kalian akan terasa lebih bermakna karena bertemu dengan orang-orang baru dan bisa jadi menemukan pengalaman-pengalaman baru pula.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Mengerjakan Tugas</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagi beberapa mahasiswa, hari biasa dengan akhir pekan tidak ada bedanya. Tugas-tugas telah menanti untuk dikerjakan sehingga tidak ada waktu untuk bersantai. Bahkan mungkin beberapa jurusan ada yang mendapatkan jadwal kuliah tambahan di akhir pekan. Terkadang hanya memiliki beberapa jam saja untuk menikmati akhir pekan. Walau begitu tak perlu sedih, setidaknya sebelum kalian mengerjakan tugas atau laporan, sempatkan paling tidak satu jam untuk beristirahat. Untuk kembali menyegarkan pikiran agar bisa fokus saat mengerjakan tugas. Atau bisa juga menyelesaikan tugas bersama dengan teman di tempat yang nyaman, ini tentu akan membuat <em>mood</em> mengerjakan tugas terasa lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimanapun cara kita menghabiskan dan memanfaatkan akhir pekan, yang terpenting ialah selalu bersyukur. Walau sedikit waktu yang bisa kita dapatkan untuk beristirahat, tentu di balik itu semua ada hal baik yang akan datang. Karena terlalu lama bersantai dan tidak melakukan apapun juga bisa menjenuhkan. Maka dari itu, kelola dan manfaatkan dengan baik waktu kosong kita miliki. Selamat berakhir pekan! <strong>(<em>nhh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Peroleh Kejelasan Dana BOPTN dan UKT, Presiden BEM FISIP: Kami Kecewa! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-peroleh-kejelasan-dana-boptn-dan-ukt-presiden-bem-fisip-kami-kecewa/baca </link>
<guid> tak-peroleh-kejelasan-dana-boptn-dan-ukt-presiden-bem-fisip-kami-kecewa </guid>
<pubDate> Mon, 17 Sep 2018 11:58:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Spanduk protoes HIMAPSOS dan BEM FISIP berisikan kekecewaan terkait dana BOPTN dan UKT. (Sumber foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-peroleh-kejelasan-dana-boptn-dan-ukt-presiden-bem-fisip-kami-kecewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u2ivEpPn5L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Peroleh Kejelasan Dana BOPTN dan UKT, Presiden BEM FISIP: Kami Kecewa!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> &ldquo;Bentuk protes ini berangkat dari kekecewaan Himpunan Mahasiswa Pembangunan Sosial (HIMAPSOS) dan BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) atas aksi yang sebelumnya kita lakukan kepada Dekan FISIP yang tidak mendapatkan tanggapan,&rdquo; tutur Andi Muhammad Akbar, Presiden BEM FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Spanduk berisi pertanyaan terkait kemana larinya dana BOPTN dan UKT ini dipasang di depan kampus FPIK. Disampaikan bertepatan dengan momentum kedatangan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada (6/8) lalu di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini juga sebagai bentuk respons kedatangan Kemenristekdikti. Masalah yang kami bawa kemarin seputar fasilitas kursi yang kami gunakan dari APBD 2004, sedangkan sekarang sudah 2018. Dikemanakan dana yang lainnya untuk infrastruktur?&rdquo; tambah Muslan selaku Ketua HIMAPSOS yang ditemui bersamaan dengan Akbar.</p><p style="text-align: justify;">30 Agustus lalu, BEM FISIP menggelar aksi dengan membawa spanduk di depan kantor dekanat. Dekan FISIP Muhammad Noor saat itu turun menghadap massa. Tanpa bantuan pengeras suara, ia berkata dengan lantang menyampaikan ketidaknyamanannya melihat langkah aksi yang dipilih sebagai cara menyampaikan aspirasi. &ldquo;Kita berada di lingkungan manusia yang beradab, beretika, yang punya sopan santun,&rdquo; ujarnya membuka suara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama Anda menyuarakan dengan cara-cara seperti ini, sampai kapanpun saya tidak akan mau melayani. Saya ingin Anda melakukan hal-hal yang sesuai etika kita,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Akbar sontak membalas dengan mempertanyakan kelanjutan dari forum yang digelar oleh BEM FISIP yang juga membahas isu ini pada 30 Mei lalu. &ldquo;Pihak dekanat menjanjikan akan ada forum selanjutnya, tapi sampai tiga bulan ini belum ada. Artinya, siapa yang tidak punya etika, Pak?&rdquo; tanya Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Adu mulut pun tak terelakkan. Noor tetap bersikukuh tak akan menanggapi jika mahasiswa menggunakan cara aksi. &ldquo;Silakan saja jika kalian ingin tetap menggunakan cara seperti ini, kami tidak akan layani,&rdquo; tegasnya. Hari itu tidak ada keputusan. Noor memutuskan untuk masuk ke dalam gedung dekanat dan meninggalkan massa.</p><p style="text-align: justify;">Akbar menyatakan, jauh sebelum ini pihaknya telah beberapa kali mengajukan permohonan transparansi dana, baik untuk rektorat maupun Dekanat FISIP Juni lalu. Sampai saat ini, belum ada tanggapan yang diterima BEM FISIP dari pihak rektorat, sementara pihak dekanat memberikan respons namun menolak untuk memberitahukan distribusi anggaran fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Ke depannya akan dilakukan kembali <em>follow up</em> terhadap surat yang telah dibawa ke rektorat. Akbar mengatakan bahwa ini merupakan salah satu bentuk dari implementasi sistem keterbukan, dan mahasiswa berhak tahu aliran dana karena merupakan bagian dari civitas academica.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kita sangat kecewa, hasilnya nihil. Kita patut curiga, karena kita sudah mengajukan secara administratif bahkan diatur dalam UU Keterbukaan Publik, tapi kenapa ini selalu ditutupi oleh pimpinan-pimpinan kita,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat hal ini, Akbar berharap keterbukaan anggaran dapat diberikan. Selain itu, ia juga berharap anggapan miring seputar demonstrasi dapat segera diluruskan. <strong><em>(adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Duduki Ruang Sidang Paripurna, DPRD Kaltim Gelar Sidang Rakyat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/mahasiswa-duduki-ruang-sidang-paripurna-dprd-kaltim-gelar-sidang-rakyat/baca </link>
<guid> mahasiswa-duduki-ruang-sidang-paripurna-dprd-kaltim-gelar-sidang-rakyat </guid>
<pubDate> Mon, 17 Sep 2018 12:44:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Garda Kaltim yang berhasil menduduki Gedung DPRD Kaltim saat tengah melakukan aksi. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/mahasiswa-duduki-ruang-sidang-paripurna-dprd-kaltim-gelar-sidang-rakyat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p5XmET5EP0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Duduki Ruang Sidang Paripurna, DPRD Kaltim Gelar Sidang Rakyat</h1>
			              </header>
			              <p>Samarinda, Jumat 14 September 2018 Aliansi Garda Kaltim melakukan aksi peduli rupiah di Gedung Dewan Pereakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karang Paci. Aliansi Garda Kaltim terdiri dari 3 kampus yakni Unmul, UMKT dan Polnes. Aksi ini merupakan bentuk perlawanan dari mahasiswa terhadap kondisi perekonomian yang melemah dengan naik turunnya nilai tukar rupiah.</p><p>Aksi ini dimulai pukul 09.30 WITA. Massa aksi berkumpul di 3 kampus, lalu berangkat ke titik aksi. Ratusan mahasiswa mendesak anggota DPRD untuk bertemu dengan massa aksi. Miris, anggota DPRD tidak ada satu pun yang berada di tempat untuk bertemu langsung. Alhasil, mahasiswa meradang, dan mencoba masuk ke dalam Gedung DPRD Kaltim untuk menyampaikan orasi tuntutan. Massa aksi terus bergelombang datang, kekecewaan pun dilampiaskan massa aksi untuk menduduki ruang sidang paripurna DPRD.</p><p>Sejarah pergerakan mahasiswa Kaltim telah tercipta hari ini. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, mahasiswa bisa melakukan sidang rakyat dan menduduki ruang sidang parlemen Karang Paci. Ini membuktikan kekecewaan mahasiswa kepada wakil rakyat yang tidak menyuarakan aspirasi masyarakat, terutama terkait perekonomian yang melemah saat ini.</p><p>,Hasil sidang rakyat di ruang paripurna ialah mahasiswa mengesahkan keputusan bahwa pemerintah hari ini telah gagal mewujudkan kemandirian ekonomi. Tentu, &nbsp;hasil sidang rakyat ini merupakan rapor merah untuk perekonomian Indonesia.</p><p>Selanjutnya, hasil sidang rakyat akan langsung dibahas dengan pimpinan DPRD Kaltim untuk sama-sama menyuarakan kegelisahan sebagai solusi terbaik untuk kesejahteraan masyarakat.</p><p>Permasalahan ini menjadi tamparan keras bagi kondisi fundamental perekonomian yang terus menurun. Ini menyebabkan nilai tukar rupiah akan memunculkan beberapa dampak bagi perekenomian Indonesia.</p><p>Pertama, aliran modal asing yang keluar akan semakin meningkat. Kedua, daya saing produk Indonesia akan melemah baik domestik maupun ekspor. Hal ini diakibatkan biaya produksi yang meningkat akibat naiknya harga bahan mentah. Kenaikan ongkos produksi akan menimbulkan kenaikan harga jual dan ini akan memengaruhi pendapatan.</p><p>Ketiga, cicilan hutang luar negeri akan neningkat. Dan keempat sebagai negara importir minyak mentah yang sangat sensitif dengan pergerakan dolar, akan sangat berdampak pada harga BBM.&nbsp;</p><p>Pelemahan rupiah membuat masyarakat khawatir. Bukan tanpa alasan, setidaknya ada beberapa hal yang bisa berisiko jika rupiah terus melemah. Pertama, jika pelemahan berlanjut, daya saing produk Indonesia baik domestik maupun ekspor akan mengalami pelemahan juga. Karena, saat ini beberapa sektor industri masih mengandalkan impor bahan baku dan barang modal.</p><p>Untuk risiko kedua, pelemahan rupiah bisa menjadi beban terhadap pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri pemerintah dan korporasi semakin membesar. Dengan demikian risiko gagal bayar utang swasta akan naik, terlebih masih banyak perusahaan yang belum melakukan hedging atau lindung nilai.</p><p>Sedangkan risiko ketiga adalah bisa mempengaruhi penyesuaian harga BBM. Indonesia sebagai negara net importir minyak mentah sangat sensitif terhadap pergerakan dolar AS. Akibatnya harga BBM berpotensi akan naik, karena transaksinya menggunakan mata uang US dolar.</p><p>Dalam aksi ini, Aliansi Garda Kaltim menyampaikan 3 tuntutan:</p><p>1. Mendesak pemerintah untuk &nbsp;menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar.</p><p>2. Mendesak pemerintah untuk segera meningkatkan kinerja ekspor dan mengurangi impor agar mengapresiasi nilai tukar rupiah.</p><p>3. Menagih janji pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.Simak selengkapnya di kajian: <a href="http://bit.ly/KajianNilaiTukarRupiahUjung">http://bit.ly/KajianNilaiTukarRupiahUjung</a></p><p>Ujung tombak pertumbuhan ekonomi indonesia dilihat dari stabilitas nilai mata uang. Nilai tukar mata uang salah satu variabel ekonomi makro yang fundamental, karena pergerakan nilai kurs dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian Indonesia.</p><p>Stabilitas yang menjadi kunci dalam pertumbuhan ekonomi indonesia menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.&nbsp;</p><p>Bangkitlah mahasiswa, kemenangan semakin dekat! Kegelisahan secara kolektif akan menjadi sebuah pergerakan besar. Untuk menggugat, menggugat untuk kesejahteraan rakyat!</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Freijae Rakasiwi.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Karet, Komoditas Tiada Mati Namun Harga Fluktuasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/karet-komoditas-tiada-mati-namun-harga-fluktuasi/baca </link>
<guid> karet-komoditas-tiada-mati-namun-harga-fluktuasi </guid>
<pubDate> Tue, 18 Sep 2018 11:32:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber foto: google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/karet-komoditas-tiada-mati-namun-harga-fluktuasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TtU2mHR96L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Karet, Komoditas Tiada Mati Namun Harga Fluktuasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Konsumsi karet alam nasional di Indonesia hanya bisa menyentuh angka 20% dari total produksi karet yang sekitar 3 juta ton/tahun (Kementrian Perindustrian, 2017). Sisanya, sebesar 80% diekspor ke luar negeri dalam bentuk mentah. Hal ini sangat miris, mengingat masih banyaknya petani karet yang ada di beberapa wilayah Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Harga karet Indonesia terendah di tataran negara ASEAN, hanya sekitar Rp 4.000 &ndash; Rp 7.000 per-kg. Bandingkan dengan Malaysia dan Singapura yang bisa melebihi Rp 10.000 per-kg. Tren harga karet alam di Indonesia pun fluktuatif (cenderung menurun) selama 5 tahun terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Petani karet pernah merasakan masa jaya ketika harga karet sedang tinggi-tingginya, sampai menyentuh harga Rp15.000 per-kg sekitar tahun 2013. Namun, setelah itu, harga karet terus mengalami penurunan hingga yang terparah di kisaran Rp4.000 per-kg.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa penyebab mengapa harga karet trennya cenderung menurun, di antaranya ialah kurangnya akses informasi yang baik tentang potensi pertanian kepada para petani, dan peran tengkulak (broker).</p><p style="text-align: justify;">Kurangnya akses informasi yang baik tentang potensi pertanian menyebabkan kualifikasi hasil pertanian Indonesia selalu rendah. Terhalangnya informasi mulai dari informasi tentang waktu tanam yang tepat hingga info harga panen membuat proses pertanian di desa tidak melalui perencanaan yang matang.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, peran tengkulak/pengepul (broker) sangat besar dalam menekan harga komoditas pertanian di Indonesia, salah satunya karet alam. Karena rata-rata petani karet tidak memiliki akses pemasaran langsung, entah itu terkendala oleh infrastruktur yang belum memadai, atau ketertinggalan di bidang teknologi, yang membuat para petani harus menjual hasil panennya ke para pengepul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Harga jual dari petani sangat tergantung oleh harga yang ditentukan oleh para pengepul. Sering kali para petani harus menjual hasil panennya sedikit di atas harga perolehan produk (HPP). Sementara keuntungan besar akan lebih dirasakan oleh para pengepul setelah mereka menjual kepada pihak-pihak lain.</p><p style="text-align: justify;">Karet yang merupakan komponen utama pembuatan ban, adalah komoditas yang tidak akan &ldquo;mati&rdquo; selama kendaraan masih menggunakan ban karet. Oleh karena itu, penstabilan harga karet sangat dibutuhkan. Berdasarkan dua masalah di atas, langkah yang bisa diambil dalam upaya menstabilkan harga karet adalah menyediakan akses informasi yang memadai kepada para petani karet tentang potensi pertanian.</p><p style="text-align: justify;">Selain mempermudah akses informasi, tentunya harus ada program-program pembinaan yang berkelanjutan agar bisa terwujud inovasi yang meningkatkan kualitas karet yang diproduksi. Selain itu, mata rantai pemasaran hasil pertanian harus diperbaiki (memutus peran tengkulak). Hal ini diamini oleh salah satu narasumber di agenda Temu Fisik Forum Mahasiswa Ekonomi Indonesia tahun 2016 di Yogyakarta yang mengatakan harus adanya pemutusan rantai pemasaran hasil pertanian, yaitu di bagian tengkulak.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, petani akan lebih leluasa dalam memasarkan produknya kepada konsumen secara langsung dan penentuan harganya akan lebih tepat karena menyesuaikan kebutuhan pasar.</p><p style="text-align: justify;">Peran BUMDes/BUMK pun sangat penting dalam upaya menyejahterakan para petani khususnya petani karet. Jika melihat contoh beberapa BUMDes/BUMK yang sukses meningkatkan perekonomian lokal, tentu tercapainya kesejahteraan petani tidaklah mustahil. Beberapa BUMDes yang ada di daerah Jawa mampu membuktikan peran besar BUMDes/BUMK dalam memajukan perekonomian desa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok misalnya, dengan omset sebesar Rp 10,36 milyar dan laba bersih sekitar Rp 6,5 milyar sudah cukup membuktikan peran besar BUMDes/BUMK dalam rangka mensejahterakan masyarakat desa. Atau ada juga BUMDes Karya Jaya Abadi di Desa Amin Jaya yang menggunakan modal awalnya untuk membangun infrastruktur jalan menuju perkebunan warga dan setelahnya membentuk unit usaha jual beli TBS (Tandan Buah Segar) yang menghindarkan petani dari permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak.</p><p style="text-align: justify;">Lewat BUMDes/BUMK, para petani bisa memperoleh informasi yang diperlukan untuk meningkatkan kualifikasi hasil panen. Lewat BUMDes/BUMK para petani bisa memasarkan produknya secara lebih praktis tanpa harus melewati tengkulak/pengepul.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi lewat program-program pengembangan yang bisa dihasilkan lewat BUMDes/BUMK yang akan memberikan inovasi baru dalam pengolahan hasil pertanian. Bisa dilihat, peran BUMDes/BUMK bisa menutupi dua masalah utama yang mempengaruhi penentuan harga karet. Dengan optimalisasi peran BUMDes/BUMK, tingkat perekonomian desa/kampung akan semakin membaik dan para pelaku ekonomi di masing-masing desa/kampung pun akan lebih sejahtera</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Praja Habib Pasangka, Staf Departemen Harmonisasi Kampus BEM FEB Unmul</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masa Magang Telah Usai. Selamat Datang Keluarga Baru, Sketsa 11! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/masa-magang-telah-usai-selamat-datang-keluarga-baru-sketsa-11/baca </link>
<guid> masa-magang-telah-usai-selamat-datang-keluarga-baru-sketsa-11 </guid>
<pubDate> Wed, 19 Sep 2018 12:03:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berfoto bersama anggota Sketsa dalam agenda Journalistic Camp, Minggu (16/9). (Sumber foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/masa-magang-telah-usai-selamat-datang-keluarga-baru-sketsa-11/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9APkWezqkq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masa Magang Telah Usai. Selamat Datang Keluarga Baru, Sketsa 11!</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Terhitung sejak Desember 2017 lalu, masa magang yang dijalani Sketsa 11 telah usai. Dan pada Minggu (16/09) kemarin, saatnya mereka dikukuhkan melalui tradisi bernama <em>Journalistic Camp</em> (JC).</p><p style="text-align: justify;">Sabtu (15/09) pagi yang cerah menemani perjalanan peserta dan panitia menuju Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) yang dijadikan sebagai tempat JC. Penuh dengan barang bawaan tidak mengurangi rasa semangat Sketsa 11 untuk mengikuti rangkaian agenda JC hingga keesokan harinya.</p><p style="text-align: justify;">Sampai pada pukul 9.30, panitia dan peserta yang baru saja sampai di lokasi, melanjutkan persiapan upacara pembukaan. Rangkaian acara selanjutnya adalah perkenalan menggunakan nama suci yang telah diberikan panitia beberapa hari sebelumnya serta menyanyikan yel-yel tiap kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, peserta yang berjumlah 17 orang telah terbagi menjadi 3 kelompok warna. Kelompok <em>Cobalt&nbsp;</em>(Biru), <em>Fuchsia&nbsp;</em>(Pink), <em>Charcoal</em> (Abu-abu). Kelompok ini ditugaskan untuk membuat majalah sederhana serta melatih kerjasama tim selama JC berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum waktu makan siang tiba, peserta diajak untuk nonton sekaligus diskusi bersama film <em>The Bang Bang Club</em> karya Steven Silver. Film yang diangkat dari novel <em>Marinovich and Silva&nbsp;</em>ini menceritakan empat orang fotografer muda yang masuk ke dalam daerah pertempuran rasial dan kekerasan terkait pemilu bebas pertama di Afrika Selatan era 90-an. Mereka ikut terjun dalam konflik pasca <em>Apartheid</em> untuk mencari tahu sekaligus bercerita pada dunia keadaan yang sebenarnya terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi dibuka setelah 96 menit film diputar, yang dipimpin oleh Fadliah Adlina selaku Redaktur Pelaksana LPM Sketsa. Diskusi berjalan menarik, muncul pendapat yang tidak setuju terhadap aksi salah satu fotografer, Kevin Carter ketika memotret seorang gadis kelaparan yang di sampingnya ada burung bangkai menunggu gadis tersebut mati untuk dimakan. Namun, muncul pendapat setuju karena walau pekerjaan jurnalis foto harus memotret gadis tersebut tanpa menolong adalah sebuah keharusan dan patut diapresiasi karena foto tersebut akan memberi makna yang mendalam kepada dunia.</p><p style="text-align: justify;">Tiba pada saat presentasi majalah cetak yang telah dibuat masing-masing kelompok dengan nama majalah Detikcom, TirtoStill, dan Kompas.com. Setiap majalah berisi berita dari fakultas yang telah ditentukan panitia.</p><p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, panitia dan peserta bangun subuh untuk melaksanakan sholat Tahajjud dan dilanjut dengan agenda &ldquo;<em>heart to heart&rdquo;&nbsp;</em>yaitu sesi obrolan antara satu kelompok dengan dua orang panitia yang bertujuan untuk saling menceritakan pencapaian apa saja yang telah dilalui selama beberapa bulan belakangan.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya peserta bersih-bersih diri, untuk mengikuti agenda penjelajahan menyusuri pos-pos yang berisi berbagai tantangan di jalan sekitaran KRUS.</p><p style="text-align: justify;">Dan berakhirlah rangkaian acara JC dengan pembagian kartu pers yang dikalungkan oleh Ketua LPM Sketsa, Wahid Tawaqal. Akhirnya, magang telah usai! Selamat datang keluarga baru, Sketsa 11! <strong><em>(arr/pil/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagi Cerita di Buritan Cerita Pokja 30 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berbagi-cerita-di-buritan-cerita-pokja-30/baca </link>
<guid> berbagi-cerita-di-buritan-cerita-pokja-30 </guid>
<pubDate> Thu, 20 Sep 2018 12:20:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rabu, (19/9) LPM Sketsa Unmul kembali melakukan program kerja Build Relation (Brain). (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berbagi-cerita-di-buritan-cerita-pokja-30/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hBiGeXYwSW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagi Cerita di Buritan Cerita Pokja 30</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dinginnya suasana menembus tulang terasa hangat sore itu. Semburat silau matahari menembus celah kaca sedikit malu-malu. Rabu, (19/9) LPM Sketsa Unmul kembali melakukan program kerja Build Relation (Brain). Kali ini bertandang ke sekretariat Pokja 30, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di ranah pengawasan anggaran, kebijakan, pelayanan publik, perbaikan tata kelola, hingga fasilitator konflik di tengah masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 16.30 petang, Sketsa tiba dan langsung disambut oleh Bendahara Pokja 30, Oki. Setelah berkenalan, cerita dimulai dari awal mula Pokja 30 terbentuk. &quot;Sebenarnya pokja ini enggak ada makna apa-apa. Bukan dibentuk 30 orang atau apa. Tanggal terbentuknya 30 September 1999. Yang membentuk kebanyakan aktivis saat Orde Baru. Supaya diingat juga lah dan ada kekiri-kiriannya jadilah namanya Pokja 30,&quot; kata Oki seraya tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Oki menuturkan, Pokja awalnya didirikan sebagai wadah bagi para mantan aktivis yang perkuliahannya sudah berakhir sebagai wadah perjuangan lepas dari kampus. Sejak 1999 ada banyak pasang surut yang dihadapi. Pun beragam kasus yang ditangani.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya pernah ya waktu itu bawa berkas di kepala gara-gara dikejar beberapa warga saya nyebur di aliran air parit itu. Dari jam tiga sampai jam lima subuh&quot; kenang Oki yang diiringi gelak tawa. &quot;Saya juga pernah tuh sembunyi di kandang ayam, dikejar-kejar orang Australi,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini tak terhitung berapa jumlah pasti kasus yang sudah ditangani Pokja 30. Sejalan dengan itu pula, tak terhitung berapa kali mereka berurusan dengan pejabat tertentu hingga memperoleh tindakan intimidatif.</p><p style="text-align: justify;">Baik anggota maupun relawan Pokja 30 bekerja dengan sukarela sesuai dengan kecenderungan kerja masing-masing. Relawan dididik untuk terjun langsung di masyarakat tanpa menggurui dan sabar.</p><p style="text-align: justify;">Kunjungan ini banyak memberi Sketsa pelajaran baru, utamanya teknik bergerak ketika terbentur penolakan pihak-pihak tertentu untuk membuka akses informasi publik.</p><p style="text-align: justify;">Oki berpesan agar jangan takut untuk membeberkan fakta. Sebab fakta memang harus diangkat agar kejujuran tercipta. Agar tak ada ketimpangan, apalagi kerugian. Oki bersama Pokja 30 menyatakan siap membantu. &quot;Jangan kami-kami lagi yang terkenal, harus ada yang lain lagi lah. Sketsa harusnya bisa,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Cerita-cerita berakhir pukul 18, ditutup dengan sesi penyerahan cenderamata dan foto bersama. <strong>(<em>aul/ubg/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Untuk Mu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/untuk-mu/baca </link>
<guid> untuk-mu </guid>
<pubDate> Fri, 21 Sep 2018 12:30:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Ri Unni, Mahasiswi Manajemen, FEB UNMUL. (Sumber ilustrasi: tinybuddha.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/untuk-mu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UKIDwQGnfN.png" />
					</figure>
			                <h1>Untuk Mu</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: left;">Kau tau hatiku sudah berserakan<br>Hancur lebur berantakan<br>Kau tau dulu tiang-tiang kokoh<br>Yang menyanggah hati ini dengan tegar<br>Menjadikan tameng-tameng<br>Melawan rasa yang ada hingga aku kebal<br>Tak peduli &hellip;</p><p>Kau datang dengan membawa secercah cahaya bagiku<br>Penyegar dahaga di padang gurun<br>Mungkin bagimu tidaklah penting<br>Tetapi bagiku tidak&hellip;<br>Kau membuat aku merasa dan merindu<br>Tetapi rasa sakit terus kau torehkan</p><p>Kau tau dengan sisa kekuatan<br>Aku mengais-ngais kepingan-kepingan yang hancur<br>Berusaha membuatnya utuh kembali<br>Berusaha bangkit dari angan-angan akan dirimu<br>Kuucapkan terima kasih atas luka yang kau berperoleh</p><p><strong><em>Ditulis&nbsp;</em></strong><strong><em>oleh Ri Unni, Mahasiswi Manajemen, FEB UNMUL.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 60' </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/60/baca </link>
<guid> 60 </guid>
<pubDate> Sat, 22 Sep 2018 12:46:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> '60 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/60/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ai9rsIzwbg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>60'</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ku membiarkan kesepian merayap pelan-pelan dalam kelaminku.</span></p><p>membuatnya,</p><p>beranak hingga bercucu.</p><p><br></p><p>apa yang lebih sia-sia dari hidup tua yang lupa masa muda,</p><p>rambut beruban dengan tubuh renta tak setegap biasanya.</p><p>aku tak takut ajal,</p><p>Tapi, ketika duduk sendirian sambil memeluk lutut di pasar membuatku gusar.</p><p><br></p><p>Kesepian membuatku berjalan dalam lorong-lorong panjang,</p><p>tak ada perhentian bahkan persinggahan.</p><p>membuat malam-malam kehilangan tuhan.</p><p><br></p><p>yang kudengar hanya pertikaian tanpa persoalan,</p><p>asmara tanpa percintaan,</p><p>dan juga kritik sana-sini tanpa ada perubahan.</p><p><br></p><p>menua dengan kemacetan para budak dunia,</p><p>dan juga lawakan orang pintar yang menertawakan rencana-rencana.</p><p><em>Ditulis oleh Esty Pratiwi, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya 2017</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kau Jadi Puisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kau-jadi-puisi/baca </link>
<guid> kau-jadi-puisi </guid>
<pubDate> Sun, 23 Sep 2018 12:27:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kau-jadi-puisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oGs3oeFuum.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kau Jadi Puisi</h1>
			              </header>
			              <p>aku hanya perlu secangkir kopi</p><p>untuk menemaniku menulis puisi</p><p>menyeduh pilu</p><p>menggores luka</p><p>menajamkan huruf-hurufnya</p><p><br></p><p>kini memang kita begitu asing</p><p>dan telah memiliki senja masing-masing</p><p>begitulah keadaan</p><p>pandai memutar rupa-rupa kenangan</p><p>akhirnya kau jadi puisi</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Desy Alvionita, mahasiswi&nbsp;</em></strong><strong><em>Manajemen, FEB&nbsp;</em></strong><strong><em>2017.</em></strong><strong><em></em></strong><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perkuat Ciri Kampus dengan Seni Lukis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perkuat-ciri-kampus-dengan-seni-lukis/baca </link>
<guid> perkuat-ciri-kampus-dengan-seni-lukis </guid>
<pubDate> Sun, 23 Sep 2018 12:49:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berkat kekreatifan mahasiswa serta pengaplikasian produk budaya, kini Kampus FIB Unmul dihiasi mural yang berada di halaman parkir belakang kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perkuat-ciri-kampus-dengan-seni-lukis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9iFWYaGP5U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perkuat Ciri Kampus dengan Seni Lukis</h1>
			              </header>
			              <p align="justify"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang dinding area parkiran Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul. Dinding kosong yang dulunya biasa saja, kini tampil dengan mural karya mahasiswa Unmul.</p><p align="justify">Sebagai satu-satunya kampus budaya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB menyadari banyak mahasiswanya yang memiliki prestasi sehingga salah satu langkah untuk mengapresiasi mereka adalah dengan menampilkan karyanya di dinding fakultas.</p><p align="justify">&ldquo;Produk budaya sendiri memiliki 5 unsur yakni drama, tari, musik, kriya, dan lukis. Jadi, kami ingin mengapresiasi semua karya dari kelima unsur tersebut dijadikan satu dalam fakultas ilmu budaya,&rdquo; ujar Grifaldo Friski Wibowo selaku Kepala Kementerian Minat Bakat dan Seni Budaya yang ditemui bersama Awaliah Nur Annisa, Presidem BEM FIB.</p><p align="justify">Sejalan dengan adanya proker ini, pihak birokrat juga memiliki perencanaan yang sama sehingga prokernya berjalan dengan dukungan penuh oleh pihak birokrat. Melalui penuturan Grifaldo, mural yang dilukis berawal dari <em>Sketch Wall Competition</em> yang diadakan BEM. Terbuka untuk mahasiswa FIB hingga kategori umum, kompetisi mural tersebut diadakan melalui media sosial<em>&nbsp;</em>Instagram dan <em>broadcast&nbsp;</em>yang disebar lewat Line serta WhatsApp<em>&nbsp;</em>di mana peserta harus memposting karya dengan tema Corak Nusantara serta menandai akun Instagram<em>&nbsp;</em>BEM FIB dan Kementerian Minat Bakat dan Seni Budaya.</p><p align="justify">Melewati proses penyeleksian sesuai persyaratan, 10 peserta terpilih dari semula 14 peserta yang ikut. Peserta tidak hanya berasal dari FIB, namun dari fakultas lain bahkan terdapat satu mahasiswa yang berasal dari luar Unmul.</p><p align="justify">&ldquo;Awalnya kompetisi dibuka untuk lingkungan FIB, ternyata beberapa saja yang daftar jadi kami buka untuk Unmul. Bahkan ada anak ITS Surabaya yang kebetulan bisa dan sedang di Samarinda yang ikut,&rdquo; ujar Grifaldo.</p><p align="justify">Proses pengerjaan yang diperkirakan sebentar, ternyata cukup memakan waktu yang lama yakni sepuluh hari.</p><p align="justify">&nbsp;&ldquo;Ekspektasi kami sekitar tiga hari saja, tapi ternyata kurang lebih 10 hari. Karena ada beberapa yang terlambat dalam proses penggambaran seperti perlu penambahan warna pada beberapa corak,&rdquo; jelas Awaliah.</p><p align="justify">Selama seminggu, para artis&mdash;sebutan untuk orang yang melukis di dinding&mdash;bekerja sama dengan para peserta yang mengirim lukisannya di Instagram<em>.&nbsp;</em>Mereka juga diberi beberapa penghargaan atas karyanya yakni berupa sertifikat, uang pembinaan, dan hadiah atas <em>Sketch</em>&nbsp;<em>Wall Competition&nbsp;</em>tersebut.<strong><em>(arr/fqh)</em></strong></p><p align="justify"><strong>&nbsp;</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Study and Travelling, HMPS FKIP Unmul Kunjungi Situs Peninggalan Bersejarah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/gelar-study-and-travelling-hmps-fkip-unmul-kunjungi-situs-peninggalan-bersejarah/baca </link>
<guid> gelar-study-and-travelling-hmps-fkip-unmul-kunjungi-situs-peninggalan-bersejarah </guid>
<pubDate> Mon, 24 Sep 2018 12:54:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Study and Travelling merupakan program rutin Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) FKIP Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/gelar-study-and-travelling-hmps-fkip-unmul-kunjungi-situs-peninggalan-bersejarah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mTLaA3bqFE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Study and Travelling, HMPS FKIP Unmul Kunjungi Situs Peninggalan Bersejarah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>Study and Travelling</em> merupakan program rutin Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul. Kegiatan ini berupa jalan-jalan yang diiringi dengan belajar, khususnya untuk mengenal dan mendalami sejarah lokal yang ada melalui studi lapangan dengan mengunjungi situs jejak peninggalan bersejarah.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini bukan hanya sekedar berjalan-jalan biasa, kunjungan ketempat bersejarah ini dilakukan secara rutin. HMPS mengunjungi situs peninggalan jejak bersejarah pada sabtu 22 September 2018. Kegiatan ini berlangsung selama seharian penuh.</p><p style="text-align: justify;">HMPS kali ini mengunjungi situs-situs jejak peninggalan sejarah Belanda dan Jepang di kecamatan Loa Kulu kabupaten Kutai Kertanegara. Kegiatan ini dipandu langsung oleh seorang pemerhati dan pegiat sejarah lokal terkhusus Loa Kulu Supriyanto.</p><p style="text-align: justify;"><em>Study and Travelling</em> dimulai dengan mengunjungi Magazine sebagai gudang untuk menyimpan segala macam logistik dari persahaan Oost Borneo Maatschappij (OBM). Lubang tambang OBM aslinya ada 12 lubang, namun yang dapat dikunjungi hanya 3 lubang. Selain itu, kunjungan dilanjutkan ke Tugu Pembantaian, Lubang Sumur/Lubang Pembantaian, perumahan Belanda dan berbagai situs peninggalan sejarah lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Mendengar penjelasan singkat mengenai Loa Kulu masa Pendudukan Belanda yang dipaparkan oleh Supriyanto, bahwa Loa Kulu dulunya adalah sebuah kota yang cukup besar yang ditunjang dengan adanya perusahaan tambang batubara OBM.</p><p style="text-align: justify;">Begitu banyak situs jejak peninggalan Belanda dan Jepang yang terkubur di Loa Kulu, namun sangat disayangkan kurangnya perhatian dari warga yang kemudian juga pemerintah daerah setempat untuk merawat dan melestarikan situs-situs tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Semoga dengan adanya kegiatan Study and Travelling HMPS ini sebagai bentuk kepedulian untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mempertahankan sejarah lokal bisa di ikuti oleh generasi- generasi muda lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh Yeremia Ledi, Ketua Umum HMPS.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanah Kaya Katanya (Desa Mulawarman) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tanah-kaya-katanya-desa-mulawarman/baca </link>
<guid> tanah-kaya-katanya-desa-mulawarman </guid>
<pubDate> Tue, 25 Sep 2018 12:03:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tambang lenyapkan desa di Kutai Kartanegara. (Sumber foto: Dokumen penulis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tanah-kaya-katanya-desa-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iLc33awDzm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tanah Kaya Katanya (Desa Mulawarman)</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Bangga punya Indonesia, seperti kebanggan punya segalanya. Sabang sampai Merauke, bahkan dari Pulau Mias sampai Pulau Rote. Kekayaan Alam yang membentang begitu luas, Sumatera dengan luasannya, Jawa dengan kesuburannya, Kalimantan dengan energinya, Sulawesi dengan faunanya, Bali dengan wisatanya, NTT NTB dengan keindahan alamnya, Maluku dengan rempahnya, Papua dengan emasnya.</p><p align="center" style="text-align: justify;">Kita menanam apa saja di tanah mana saja di manapun berada yang ada di tanah Indonesia pasti tumbuh. Menanam Mangga di Indonesia pasti tumbuh, menanam Mangga di Eropa belum tentu tumbuh. Begitu kaya bukan Indonesia? Pertanyaannya kenapa Indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga seperti Singapura yang luasannya tidak ada apa-apana dengan Indonesia, bukannya kita puya segalanya?</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya Kalimantan Timur telah menjadi primadona sejak 2001 dengan emas hitamnya, belum lagi dengan sumur migasnya yang begitu besar sehingga migas Kaltim dinobatkan sebagai Migas No.1 se-Indonesia. Sama halnya Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim yang dinobatkan sebagai Kabupaten Terkaya se-Indonesia karena dengan kekayaan emas hitamnya bahkan hebatnya 43% luasan Kaltim merupakan kawasan tambang emas hitam. Di sisi lain mirisnya Kutai Kartanegara juga dinobatkan sebagai Kabupaten yang penduduknya rata-rata termiskin se-Indonesia. Kok bisa ya? Kita kaya tapi kok rakyat masih miskin, seperti ada yang salah. Siapa yang salah? Salahkah alamnya?</p><p style="text-align: justify;">Tepat 22 September 2018, kami dari pasukan sosial masyarakat Faperta Unmul berkunjung ke Desa Mulawarman, Kec. Tenggarong Seberang, Kab Kutai Kartanegara. Mengapa Desa Mulawarman? Kami merasa sebagai Mahasiswa Universitas Mulawarman, Desa Mulawarman merupakan desa kami sendiri karena sama-sama Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Desa Mulawarman berada di Kilometer (Km) 16. Sebelum masuk Desa Mulawarman kami disambut hangat dengan mesin-mesin raksasa yang sibuk menggali tanah untuk mencari yang namanya emas hitam. Sepanjang jalan menuju Desa Mulawarman debu-debu padang pasir dan asap pekat selalu menjadi pengiring sepanjang kami berjalan menikmati suasana perjalanan. Di sepanjang jalan kami sangat menikmati pemandangan alam yang begitu indah dengan kolam-kolam berwarna agak kehijauan yang membentang luas di antara jalan kami. Kolam-kolam indah tadinya kami pikir itu adalah sebuah anugerah atau sebuah mahakarya terbaik dari karya orang-orang yang bekerja di sana.</p><p style="text-align: justify;">Sampai di Desa Mulawarman, kami bertemu dengan kepala desa dan kami sempat mendengarkan cerita mendayu-dayu yang begitu nikmat untuk menjadi pemantik kami sebagai Mahasiswa Pertanian Unmul. Kepala Desa bercerita panjang kali lebar kali tinggi tentang sejarah Desa Mulawarman. Beliau mengatakan bahwa dulu Desa Mulawarman merupakan lumbung padi/beras yang ada di Kutai Kartanegara. Ada 818 KK, 2000-an penduduk dan ada 600-an Ha lahan sawah yang berproduksi aktif di Desa Mulawarman. Sejak 1980 desa ini menjadi lumbung beras terbaik yang ada di Kutai Kartanegara. Keren kan ya? Bahkan dulu Kaltim pernah berjaya swasembada pangan di tahun 2000 dan Kutai Kartanegara sebagai lumbungnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan cerita kepala desa tahun 2001 itulah awal mulanya Desa Mulawarman mengalami perubahan setelah ada izin tambang emas hitam. Di awal tahun 2001 belum terasa dampak dari tambang emas hitam ini karena lokasi penambangan masih jauh dari pemukiman. Ya wajar saja lah, apa yang dilihat itu yang dirasakan. Setelah 2-3 tahun penambangan ternyata warga sudah mulai merasakan sedikit demi sedikit terkait perubahan iklim yang ada di daerah tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dulunya airnya bersih, sekarang kotor dan keruh, tumbuhan-tumbuhan dulunya asri sekarang gersang itulah keluhan-keluhan yang sering dirasakan warga setempat. Bahkan mirisnya lagi yang perlu kita catat adalah tahun 2018 ini Desa Mulawarman tinggal 20%, sisanya 80% adalah milik tambang termasuk sawah produktif telah berevolusi menjadi kubangan tambang. Sedihnya lagi 20% Desa ini letak strategisnya seperti Pulau Kumala atau seperti Pulau Samosir. Pulau di tengah sebagai tempat pemukimannya dan laut/danau mengelilingi sebagai tambangnya.</p><p style="text-align: justify;">Cerita tentang sawah berevolusi menjadi kubangan tambang juga diikuti diberbagai daerah yang lain tapi tak seperih Desa Mulawarman. Sehingga dengan keadaan yag tidak bisa dipaksakan tersebut akhirnya berdampak pada penurunan produksi beras Kalimantan Timur, sedangkan pertumbuhan penduduk itu pasti. Akhirnya begitulah cerita singkat kenapa Kalimantan Timur sedang krisis pangan hingga saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Itulah sedikit cerita tentang suasana di Desa Mulawarman yang menjadi desa kebanggaan Mahasiswa Mulawarman. Banyak orang yang bilang bahwa Kalimantan Timur itu kaya, iya bahkan sangat kaya. Tapi sayang untuk memenuhi perutnya sendiri harus beli dari tetangga. Bukannya lahan kita luas? Bahkan sangat luas. Kita kaya dengan segala apa yang kita punya tapi entah tidak tahu bagian yang mana yang salah sehingga kita belum bisa mewujudkan kedaulatan pangan untuk Kalimantan Timur.</p><p align="center" style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Sigit Untoro, Gubernur BEM FAPERTA UNMUL 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Puisi Desy Alvionita Hasil Plagiat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/puisi-desy-alvionita-hasil-plagiat/baca </link>
<guid> puisi-desy-alvionita-hasil-plagiat </guid>
<pubDate> Wed, 26 Sep 2018 14:05:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi Desy Alvionita dianggap menjiplak karya Dedy Try Riyadi. | Sumber: Kompasiana </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/puisi-desy-alvionita-hasil-plagiat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xMVfNGak5p.png" />
					</figure>
			                <h1>Puisi Desy Alvionita Hasil Plagiat</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Berlatih Solmisasi</strong></p><p style="text-align: justify;">/do/</p><p style="text-align: justify;">dimuka cermin ku berdiri</p><p style="text-align: justify;">ingin menuntaskan cemas</p><p style="text-align: justify;">dan mulai bergegas</p><p style="text-align: justify;">perjalanan ini dimulai</p><p style="text-align: justify;">menggenggam pertanyaan sendiri</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;mampukah ku berjalan sampai batas paling nyeri ?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">aku tergugu</p><p style="text-align: justify;">ku tatap foto itu</p><p style="text-align: justify;">kemudian hening menetes dari mata yang terluka</p><p style="text-align: justify;">Puisi di atas ditulis oleh Desy Alvionita, mahasiswi Manajemen, FEB Unmul 2017.Kemudian dimuat oleh Lembaga Pers Mahasiswa Sketsa Unmul pada 15 September 2018. Ketika kita membaca puisi tersebut memang sangat menarik mulai dari judul dan pemilihan diksinya. Tapi judul beserta isi puisi tersebut pembaca tidak menemukan koherensinya<em>.&nbsp;</em>Penulis mungkin lagi mempraktikkan <em>Licentia Poetica</em> yang artinya sudah memiliki surat izin atas kebebasan seorang penulis (Puisi) untuk menyimpang dari kenyataan, dari bentuk, atau aturan konvensional untuk menghasilkan efek yang dikehendaki. Kebebasan yang digunakan penulis puisi di atas yaitu pada judul beserta isi yang tidak memiliki pertalian atau hubungan. Dari judul <em>Berlatih Solmisasi</em><em>&nbsp;</em>kita akan membayangkan si aku lirik dalam puisi akan berlatih tangga nada mulai dari<em>&nbsp;do&nbsp;</em>sampai ke<em>&nbsp;si.&nbsp;</em>Bahkan kalau kita merujuk pada judul tidak menutup kemungkinan bisa jadi dari<em>&nbsp;do&nbsp;</em><em>hingga&nbsp;</em>ke<em>&nbsp;do&nbsp;</em>kembali<em>.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Penulis sudah melakukan &nbsp;latihan tangga nada tersebut ia memulai kata /<em>do</em>/ pada baris pertama tetapi tidak meneruskan pada &nbsp;bait-bait selanjutnya dengan nada <em>sol&nbsp;</em>atau <em>si&nbsp;</em>nya. Sedangkan isi puisi bercerita tentang si aku lirik yang ingin menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Seakan, si aku lirik ragu akan pekerjaan yang telah ia kerjakan. Bahkan ia sempat bertanya dalam diri sendiri &ldquo;<em>mampukah ku berjalan sampai batas paling nyeri</em>?&rdquo; Ternyata memang benar aku lirik dalam puisi ini merasa ragu akan menyelesaikan apa yang sudah ia kerjakan ini dibuktikan dalam &nbsp;puisi pada baris kedelapan sampai kesepuluh berikut kutipanya: <em>aku &nbsp;tergugu/ku tatap foto itu/kemudian hening menetes dari mata yang terluka.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Sekarang coba kita lihat dengan judul puisi yang sama yang dimuat pada puisi mingguan Kompas bulan September 2016 yang ditulis oleh Dedy Try Riyadi pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, dan kini tinggal di Jakarta. Ia bergiat di Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSar Malam).</p><p style="text-align: justify;">Berikut kutipan puisinya:</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berlatih &nbsp;Solmisasi</strong></p><p style="text-align: justify;">/do/</p><p style="text-align: justify;">Seperti kau yang ingin</p><p style="text-align: justify;">Menuntaskan cemas,</p><p style="text-align: justify;">ia pun berhasrat</p><p style="text-align: justify;">menunaikan gegas</p><p style="text-align: justify;">perjalanan yang dimulai</p><p style="text-align: justify;">dengan pertanyaan sendiri</p><p style="text-align: justify;"><em>: mau</em>&nbsp;<em>dan</em>&nbsp;<em>mampukah</em>&nbsp;<em>kau</em></p><p style="text-align: justify;"><em>berjalan</em>&nbsp;<em>sampai</em>&nbsp;<em>batas &nbsp;paling nyeri?</em></p><p style="text-align: justify;">Pada puisi yang ditulis oleh Dedy Try Riyadi ada beberapa persamaan dengan puisi yang ditulis oleh <em>Desy Alvionita&nbsp;</em>mulai dari judul dan beberapa baris yang terdapat dalam puisi. Hanya saja puisi Dedy Try Riyadi sangat relevan antara judul beserta isi ia membagi puisinya berdasarkan not nada mulai dari <em>/do/,/re/,/mi/,/fa/,/so/,/la/,/ti/&nbsp;</em>(lihat lampiran). Penjiplakan yang dilalukan <em>Desy Alvionita</em> yaitu kata demi kata (<em>word of word</em>), di mana ia mengutip kata atau kalimat orang lain atau memparafrasekannya yang berasal dari satu sumber tanpa adanya perubahan. Adapun dilakukan perubahan tetapi esensinya tetap sama. Sekarang kita bandingkan puisi Desy Alvionita yang ditulis 2018 dan puisi Dedy Try Riyadi yang ditulis 2016, berikut perbandinganya:</p><p style="text-align: justify;">Pertama, judul puisi yang digunakan Desy Alvionita sama dengan judul puisi Dedy Try Riyajdi <strong><em>Berlatih Solmisasi,&nbsp;</em></strong>Kalimat yang digunakan pada baris ketiga Puisi Desy Alvionita yaitu: <em>ingin menuntaskan cemas</em>, sedangkan baris ketiga puisi Dedy Try Riyadi <em>Menuntaskan Cemas.&nbsp;</em>Desy Alvionita hanya menambah kata ingin dalam kalimatnya. Kalimat yang<em>&nbsp;</em>digunakan Dedy Try Riyadi pada baris kelima <em>menunaikan gegas,&nbsp;</em>sedangkan Desy Alvionita pada baris keempat<em>&nbsp;</em>menggunakan <em>dan mulai bergegas</em>. Selanjutnya,<em>&nbsp;</em>kalimat baris keenam yang digunakan Dedy Try Riyadi <em>perjalanan yang dimulai,&nbsp;</em>sedangkan Desy Alvionita pada baris kelima menggunakan kalimat <em>perjalanan ini dimulai</em>, Desy hanya memparafrasekan kata <em>yang</em> menjadi <em>ini&nbsp;</em>tetapi makna puisi tersebut tidak berubah. Dan pada baris ketujuh yang digunakan Dedy Try Riyadi <em>dengan pertanyaan sendiri,&nbsp;</em>sedangkan Desy Alvionita pada baris keenam menggunakan kalimat <em>menggengam pertanyaan &nbsp;sendiri</em>. Kemudian terakhir baris kedelapan yang digunakan Dedy Try Riyadi <em>: &nbsp;mau</em>&nbsp;<em>dan</em>&nbsp;<em>mampukah</em>&nbsp;<em>kau berjalan</em>&nbsp;<em>sampai</em>&nbsp;<em>batas paling nyeri?</em><em>, S</em>edangkan Desy Alvionita pada baris ketujuh menggunakan kalimat <em>&ldquo;mampukah ku berjalan sampai batas paling nyeri ?&rdquo;</em>.</p><p style="text-align: justify;">Jiplak menjiplak dalam dunia sastra khusunya puisi bukan hal baru. Hal demikian pernah dilakukan penyair ternama Indonesia Chairil Anwar sekaligus angkatan 45 dalam perpuisian Indonesia. Dalam puisinya K<em>arawang &nbsp;Bekasi&nbsp;</em>dituding menjiplak karya Archibald Mac Leish. Puisi Mac Leish itu berjudul <em>The Young Dead Soldiers Do Not Speak</em>.</p><p><em>Ditulis oleh Samsir Marangga, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Indonesia 2015</em></p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Lampiran Puisi Lengkap Dedy Try Riyadi:</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berlatih Solmisasi</strong></p><p style="text-align: justify;">/do/</p><p style="text-align: justify;">Seperti kau yang ingin</p><p style="text-align: justify;">Menuntaskan cemas,</p><p style="text-align: justify;">ia pun berhasrat</p><p style="text-align: justify;">menunaikan gegas</p><p style="text-align: justify;">perjalanan yang dimulai</p><p style="text-align: justify;">dengan pertanyaan sendiri</p><p style="text-align: justify;"><em>: mau</em>&nbsp;<em>dan</em>&nbsp;<em>mampukah</em>&nbsp;<em>kau</em></p><p style="text-align: justify;"><em>berjalan</em>&nbsp;<em>sampai</em>&nbsp;<em>batas paling nyeri?</em></p><p style="text-align: justify;">/re/</p><p style="text-align: justify;">Hanya kau, katanya, yang harus</p><p style="text-align: justify;">menjawab seluruh perjalanan</p><p style="text-align: justify;">dengan sepenuh kesanggupan.</p><p style="text-align: justify;">Ia hanya beringsut &ndash; menjauh sedikit</p><p style="text-align: justify;">pada sebuah sudut agar kau semakin</p><p style="text-align: justify;">mengerti</p><p style="text-align: justify;"><em>: hidup</em>&nbsp;<em>tak</em>&nbsp;<em>cukup</em>&nbsp;<em>dijalani</em></p><p style="text-align: justify;"><em>dengan</em>&nbsp;<em>bersungut-sungut.</em></p><p style="text-align: justify;">/mi/</p><p style="text-align: justify;">Jika kau &ndash; lagi-lagi &ndash; berhenti</p><p style="text-align: justify;">dan memikirkan untuk kembali</p><p style="text-align: justify;">pada awal perjalanan ini,</p><p style="text-align: justify;">ia</p><p style="text-align: justify;">justru menyesali keputusannya</p><p style="text-align: justify;">untuk bermimpi. Menaruh harapan</p><p style="text-align: justify;">sejauh-jauhnya ke sebuah ujung</p><p style="text-align: justify;">yang akan membuatnya bertarung</p><p style="text-align: justify;">dengan siapa pun.</p><p style="text-align: justify;">Termasuk dengan dirinya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">/fa/</p><p style="text-align: justify;">Kau inginkan fajar yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Fajar dengan seekor kucing meringkuk</p><p style="text-align: justify;">di atas keset di depan pintu</p><p style="text-align: justify;">dan tak mengganggu seekor burung coklat</p><p style="text-align: justify;">yang baru turun dari ranting jambu.</p><p style="text-align: justify;">Ia tahu, namun tak bias menjanjikan</p><p style="text-align: justify;">Hal semacam itu setiap pagi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kecupan penuh ragu di dahimu</p><p style="text-align: justify;">ia ingin buktikan &ndash; selalu ada cara berbeda</p><p style="text-align: justify;">untuk memulai hari denganmu.</p><p style="text-align: justify;">/so/</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan ini tidak ditentukan</p><p style="text-align: justify;">oleh siapa pertanyaan: siapa memulai</p><p style="text-align: justify;">dan mengakhiri? Juga bukan dengan</p><p style="text-align: justify;">&ndash; mengapa dimulai dan diakhiri?</p><p style="text-align: justify;">Seperti seorang berlatih solmisasi</p><p style="text-align: justify;">dari kunci nada paling rendah,</p><p style="text-align: justify;">sampai pada suaranya terasa tak sampai lagi,</p><p style="text-align: justify;">tapi ia tidak berhenti.</p><p style="text-align: justify;">Ia selalu melatih pita suaranya</p><p style="text-align: justify;">agar semakin merdu bernyanyi.</p><p style="text-align: justify;">Nanti.</p><p style="text-align: justify;">/la/</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan tanyakan berapa lama</p><p style="text-align: justify;">kau harus bertahan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia terdengar seperti suara</p><p style="text-align: justify;">manja di tengah pertempuran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan pula tanyakan kapan</p><p style="text-align: justify;">aku harus berhenti,&rdquo; pintanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia seperti nyeri. Bertubi-tubi.</p><p style="text-align: justify;">/ti/</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, yang kau bisa<br>&nbsp;hanya mengetuk dan bernyanyi,<br>&nbsp;bukan lagi mengutuk dan bermimpi.</p><p style="text-align: justify;">2016</p><p style="text-align: justify;">(Sumber puisi: <a href="https://puisikompas.wordpress.com/tag/dedy-tri-riyadi/)">https://puisikompas.wordpress.com/tag/dedy-tri-riyadi/</a>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Amula, Air Mineralnya Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/amula-air-mineralnya-unmul/baca </link>
<guid> amula-air-mineralnya-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 27 Sep 2018 12:21:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penampakan Amula, Air Minum Mulawarman yang diprakarsai oleh Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul. (Sumber foto: Siti Istaqul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/amula-air-mineralnya-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dJupLQ0SlZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Amula, Air Mineralnya Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong> Baliho di pertigaan jalur masuk Unmul samping BNI belakangan mencuri perhatian pengguna jalan. Di baliho itu terpampang gambar seorang pemuda tengah menenggak air mineral dalam kemasan dengan raut bahagia penuh kenikmatan. Di sisinya tertulis Amula, Air Minum Mulawarman yang diprakarsai oleh Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Selasa, (25/9), Sekretaris BPU Zainal Abidin menyebutkan, Amula merupakan salah satu usaha Unmul mempertebal pundi-pundi demi pengembangan kampus. Adapun, nama Amula dicetuskan oleh Rektor Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Soal kualitas, Amula rupanya berada di atas merek air mineral pada umumnya. &quot;Amula ini ph+8, kalau air minum yang bisa diminum ph 7 itu udah standar. Amula sedikit lebih naik. Kalau kata Fakultas Teknik naik satu tingkat itu berarti 10 kali bedanya,&quot; &nbsp;ujar Zainal.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Zainal mengungkapkan, produksi Amula disokong oleh civitas academica Unmul mulai produksi hingga pemasaran. Air Amula, kata Zainal, bersumber dari sungai Mahakam yang sudah diolah PDAM, kemudian diolah kembali di BPU bersama para ahli dengan teknologi khusus. BPU juga menggandeng laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan untuk meneliti dan menguji kualitas air.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau fasilitasnya ada, harus kita gunakan dengan baik,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, Amula hanya beredar di lingkungan kampus Unmul. Kendati demikian, Zainal optimis ke depan Amula juga bisa dipasarkan secara luas seiring dengan perizinan serta label yang harus dipenuhi air mineral komersial.</p><p style="text-align: justify;">Akhir September mendatang, BPU akan menggelar <em>launching</em> Amula. Akan ada logo resmi dan ketika itu Amula siap direguk civitas academica Unmul. (<strong><em>gia/sii/aml</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dari Hujan yang Jatuh di Bumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dari-hujan-yang-jatuh-di-bumi/baca </link>
<guid> dari-hujan-yang-jatuh-di-bumi </guid>
<pubDate> Fri, 28 Sep 2018 13:16:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi hujan. Sumber: Tribun Lutra </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dari-hujan-yang-jatuh-di-bumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vZe6TpE9NY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dari Hujan yang Jatuh di Bumi</h1>
			              </header>
			              <p>Ketika hujan turun</p><p>Ku kenang tempat ini,</p><p>banjir di jalan A.W Syahrani</p><p>Tempat segala tanda tanya tumpah meluap-luap</p><p>memenuhi jalan</p><p><br></p><p>Kau basah</p><p>Air pelan-pelan singgah di keningmu,</p><p>seperti mencari-cari telinga dan bertanya</p><p>&ldquo;siapkah kau menangis esok hari?&rdquo;</p><p><br></p><p>Bergetar tanganmu, kuat menggenggam</p><p>Dingin dan ketakutan</p><p>berharap jari-jari menjelma payung</p><p>Untuk air mata kita masing-masing</p><p><br></p><p>Hujan turun lebih cepat daripada waktu</p><p>Jatuh bertubi-tubi,</p><p>tepat di atas tubuh kita yang kemarau</p><p><br></p><p>Sore itu</p><p>Setelah hujan reda</p><p>Kulihat genangan air dan tanda tanya,</p><p>Dalam dan tenang</p><p>Kemudian langkah kita berhenti</p><p>demi sepi yang lebih panjang</p><p><br></p><p>Burung-burung terbang lebih tinggi</p><p>Bulan semakin dekat dengan matahari</p><p>Tetapi aku melihat cintaku,</p><p>Terkutuk terantai tanpamu</p><p><br></p><p>Demi hujan yang jatuh di bumi,</p><p>Akhirnya kau pergi</p><p>Dan aku hanya memiliki dua mata,</p><p>dengan seribu air matamu di dalamnya.</p><p><br></p><p><em>Ditulis oleh La Dores, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cinta dalam Doaku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/cinta-dalam-doaku/baca </link>
<guid> cinta-dalam-doaku </guid>
<pubDate> Sat, 29 Sep 2018 12:11:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber: dakwatuna.com </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/cinta-dalam-doaku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sUjhMqOAHk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cinta dalam Doaku</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Namamu yang selalu kusebut dalam doaku</span><br></p><p>Semoga kelak Allah menjodohkan kita</p><p>Kelak namamu lah yang tertulis di Lauhul Mahfudz</p><p>Semoga kelak kaulah yang menjadi imamku</p><p>Membimbingku menuju Surga-Nya</p><p><br></p><p>Aku menunggumu dalam diamku</p><p>Diam-diam aku mencintaimu</p><p>Mencintaimu tanpa harus mengurangi rasa cintaku terhadap Rabb-ku</p><p>Kamu tahu...</p><p>Kisah cinta Sayyidina Ali dan Sayyiditina Fatimah</p><p>Cinta mereka begitu sederhana,</p><p>Tanpa harus saling mengungkapkan</p><p>Tetapi Allah persatukan mereka</p><p><br></p><p>Biarlah rasa rindu ini</p><p>Rasa cinta ini</p><p>Tersampaikan kepada Sang Maha Pemilik Hati</p><p>Lewat doaku di sepertiga malam</p><p><br></p><p><em>Ditulis oleh Sri Wahyuni, mahasiswi Manajemen 2016 Fakultas Ekonomi dan Bisnis</em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MUTE-Rhythm Through Silence, Saat Keheningan Musik Merangkai Cerita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/mute-rhythm-through-silence-saat-keheningan-musik-merangkai-cerita/baca </link>
<guid> mute-rhythm-through-silence-saat-keheningan-musik-merangkai-cerita </guid>
<pubDate> Sun, 30 Sep 2018 12:04:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> MUTE-Rhythm Through Silence (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/mute-rhythm-through-silence-saat-keheningan-musik-merangkai-cerita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UnhywRtVZv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MUTE-Rhythm Through Silence, Saat Keheningan Musik Merangkai Cerita</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Judul</strong>: MUTE-Rhythm Through Silence<br><strong>Genre</strong>: Drama, musikal<br><strong>Distribusi</strong>: Juno Production (WRP Everyday)<br><strong>Sutradara</strong>: Nicholas Lim<br><strong>Produser</strong>: Sony Laksmana<br><strong>Pemain</strong>: Eya Grimonia, Kezia Amelia, Fendy Chow, Rebecca Tamara, Faradina Murti, Fadel Levy, Emeraldy Rafael, Joshua Otay, Uus, Hifdzi.<br><strong>Total Episode</strong>: 9 episode</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Industri kreatif Indonesia kini terus berbenah menuju kearah yang lebih positif dan berkualitas. Tak hanya dalam bidang musik dan film, beberapa <em>brand</em> besar di Indonesia mengeluarkan beberapa <em>web series</em> sebagai media untuk memasarkan produknya. Tak cuma sekadar cerita pasaran, beberapa <em>web series&nbsp;</em>mendapat sambutan positif dari kalangan penonton. Salah satunya<em>&nbsp;web series</em> MUTE-Rhythm Trough Silence.</p><p style="text-align: justify;">Nicholas Lim selaku penulis cerita sekaligus sutradara, menyuguhkan rangkaian cerita apik dan segar sehingga dapat dinikmati oleh kalangan muda. Mengangkat tema musik, <em>web series</em> ini berhasil menyuguhkan alunan musik yang indah sebagai <em>backsound</em> cerita di setiap episodenya. Suasana dan latar yang cantik ikut menguatkan tampilan visualisasi MUTE ini.</p><p style="text-align: justify;">Sang tokoh utama Melody (Eya Grimonia) mahasiswi yang pandai bermain biola, digambarkan sebagai sosok yang misterius dan begitu membatasi diri. Dia lebih senang menyendiri dan berlatih biola di tempat tersembunyi yang tidak diketahui banyak orang. Lain halnya dengan sosok Cheryl (Kezia Amelia) mahasiswi yang juga pandai bermain biola ini, memiliki paras yang cantik sehingga membuat dirinya begitu dikenal.</p><p style="text-align: justify;">Bermula pada sebuah grup musik kecil bernama <em>Innermost</em> yang ingin mengikuti <em>National Chamber Competition,</em> namun karena kekurangan personil salah satu anggota grup menemui Melody. Pertemuan ini kemudian yang akan mengantarkan Melody dengan berbagai kisah, seperti persahabatan, cinta, penghianatan, dan perjuangan.</p><p style="text-align: justify;">Bertemu dengan anggota-anggota <em>Innermost</em> yang berbeda karakter membuat Melody mencoba untuk membuka diri. Namun, niatan Melody semakin kuat dengan hadirnya Anthony (Fendy Chow). Tetapi, perkenalan Melody dengan Anthony justru membuat situasi tidak baik pada<em>&nbsp;Innermost</em>. Cerita masa lalu antara <em>Innermost</em> dan Anthony, membuat Melody sangat kecewa tatkala semuanya terungkap.</p><p style="text-align: justify;"><em>Web series</em> ini tidak terkesan serius karena diselingi dengan penampilan lucu dari Uus dan Hifdzi. Mereka berdua merupakan sosok yang digambarkan sebagai penggemar Cheryl dengan tingkah laku konyolnya. Selain itu dua pemeran utama yakni Melody dan Cheryl merupakan pemain biola asli, sehingga permainan keduanya sudah dipastikan bukanlah akting semata.</p><p style="text-align: justify;">MUTE hadir dengan penyampaian pesan dan jalan cerita yang berbeda. Hal ini bisa menjadi solusi dan alternatif bagi penggemar <em>web series</em> atau film yang membutuhkan sajian<em>&nbsp;extraordinary.&nbsp;</em>Di saat begitu banyaknya jalan cerita yang mengangkat kisah romantis dan drama kehidupan yang begitu-begitu saja. MUTE menyuguhkan romantisme dan drama kehidupan dari sisi musik yang menyejukan. <strong>(<em>n</em><em>hh/wil</em>).</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asah Kemampuan dan Prestasi di Mulawarman Festival dan Expo Unmul 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asah-kemampuan-dan-prestasi-di-mulawarman-festival-dan-expo-unmul-2018/baca </link>
<guid> asah-kemampuan-dan-prestasi-di-mulawarman-festival-dan-expo-unmul-2018 </guid>
<pubDate> Sun, 30 Sep 2018 13:11:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemotongan pita pembukaan Mulawarman Festival dan Expo Unmul 2018 oleh Rektor Unmul, Masjaya. (Foto: Andi Muhammad R.) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asah-kemampuan-dan-prestasi-di-mulawarman-festival-dan-expo-unmul-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aaysLPneWN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Asah Kemampuan dan Prestasi di Mulawarman Festival dan Expo Unmul 2018</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Sketsa</strong> &ndash; Mulawarman Festival 2018 resmi dibuka oleh Rektor Universitas Mulawarman, Masjaya beserta jajaran wakil rektor yang hadir pada Rabu, 26 September 2018 kemarin. Pembukaan acara ini juga dihadiri oleh beberapa dekan fakultas, perwakilan UKM serta perwakilan sponsor. Selain Mulawarman Festival, Unmul juga menggelar Expo Unmul 2018 dengan melibatkan 14 fakultas, namun hanya 12 fakultas yang mengisi stand di Expo Unmul 2018.</p><p style="text-align: justify;">Expo Unmul 2018 diselenggarakan dari tanggal 26 hingga 30 September 2018, sedangkan Mulawarman festival sendiri diselenggarakan dari tanggal 26 September hingga 28 Oktober 2018. Mulawarman festival diisi oleh beberapa kegiatan yakni Mulawarman Asyik, Workshop dan Negosiasi, Olimpiade Mulawarman, Diskusi Publik dan Mulawarman Award.</p><p style="text-align: justify;">Fahrian, selaku ketua panita Mulawarman Festival 2018 menjelaskan tentang kegiatan yang digagas oleh BEM KM Unmul terdapat beberapa kegiatan Mulawarman Festival yang telah diselenggarakan terlebih dahulu pada tanggal 15 September 2018.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya, kemarin itu Mulfest (Mulawarman Festival) sendiri sempat berlangsung dari tanggal 15 September terus dilanjutkan tanggal 22 September sampai 23 Sep-tember yang ada workshop lobi dan negosiasi. Tanggal 15 kemarin tuh ada agenda musik (Mulawarman Asyik) yang kontennya bersih-bersih kampus, senam bareng, panggung kita. Terus 22, 23 September itu agenda workshop lobi dan negosiasi yang dilaksanakan di rektorat lantai 4 yang menghadirkan pemateri nasional. Terus <em>opening ceremony</em>nya tanggal 26 kemarin,&rdquo; jelas Fahrian.</p><p style="text-align: justify;">Fahrian menambahkan untuk Olimpiade Mulawarman yang ada di Mulawarman Festival tahun ini dikemas sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya, yakni mengubah sistem Olimpiade Mulawarman per kontingen untuk setiap fakultas, fakultas mengirimkan wakil terbaiknya untuk berkompetisi di Olimpiade Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk Expo Unmul yang telah ditutup pada tanggal 30 September, Fachri menuturkan ada kegiatan yang telah terlaksana menjelang penutupan Expo Unmul 2018 ini, yakni jalan santai serta pembukaan salah satu usaha yang dikelola oleh BPU Unmul. Penutupan Expo Unmul 2018 diisi dengan final Akustik dan pengumuman juara perlombaan yang dilaksanakan selama acara Expo Unmul berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Expo Unmul merupakan acara yang diagendakan oleh rektorat serta Mulawarman Festival yang juga bagian dari serangkaian acara untuk memperingati Dies Natalis Univesitas Mulawarman yang ke 56 tahun. Setelah Expo Unmul ditutup, Mulawarman Festival akan terus berlanjut yakni Olimpiade Mulawarman dan diskusi publik yang akan digelar bulan Oktober mendatang bertempat di Gor 27 September serta Mulawarman Award yang juga akan digelar pada saat penutupan Mulawarman Festival 2018.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti kita juga ada lomba diskusi publik yang dilaksanakan di bulan Oktober juga yang nantinya agendanya di Gor 27, mungkin diskusi publiknya, lalu juga ada nanti Mulawarman Award yang ditutup <em>closing ceremony</em> nanti sebagai bentuk penghargaan,&rdquo; ungkap Fahrian.</p><p style="text-align: justify;">Fahrian berharap melalui Mulawarman Festival, prestasi yang didapat oleh mahasiswa bisa lebih terakomodir dan terus menghadirkan bibit-bibit prestasi yang lebih meningkat dari tahun sebelumnya serta mahasiswa lebih terasah dalam kemampuan mereka. Selain itu, prestasi yang didapat juga bisa dilihat lebih lanjut oleh pihak rektorat supaya prestasi yang didapatkan mahasiswa Unmul tidak hilang begitu saja. <strong><em>(anm/els)</em></strong></p><p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FEB Siap Berlaga dalam Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-siap-berlaga-dalam-pemira/baca </link>
<guid> feb-siap-berlaga-dalam-pemira </guid>
<pubDate> Mon, 01 Oct 2018 12:54:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber foto: DPM FEB) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-siap-berlaga-dalam-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DmfJKfRvgV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FEB Siap Berlaga dalam Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Aroma pesta demokrasi di penghujung tahun 2018 mulai terasa di berbagai fakultas, salah satunya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang tak lama lagi akan melaksanakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) bakal Gubernur BEM FEB.</p><p style="text-align: justify;">Runtutan <em>timeline</em> Pemira telah dilaksanakan, dimulai dengan pendaftaran bakal calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) BEM FEB terhitung sejak 11 hingga 15 September lalu. Ditemui Sketsa, Ketua DPM FEB Pandu Fazri Harmawan mengatakan sebanyak 8 calon yang mengambil berkas, hanya 2 calon yang mengembalikan berkas hingga ditetapkan sebagai pasangan calon (paslon).</p><p style="text-align: justify;">Pada 22 September lalu telah ditetapkan nomor urut paslon setelah pencabutan. Nomor urut 1 diduduki paslon Wahyu Kuncoro-Agustin Dwi Damayanti, dan Mohammad Reza Munandar-Mofid Baidowi sebagai paslon nomor urut 2.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini kedua paslon berupaya menarik atensi mahasiswa guna meraih suara pada laga Pemira mendatang. Masa kampanye ditutup dengan debat kandidat yang berlangsung Minggu (30/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ihwal kampanye, dikatakan Pandu bahwa masing-masing paslon mendapatkan dana kampanye sebesar Rp 300ribu, yang kemudian hari ini merupakan waktu pengumpulan laporan keuangan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Minimnya Animo Mahasiswa dalam Pemira</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dimungkiri, saat pesta demokrasi masih banyak mahasiswa yang tak acuh. Hal ini terlihat dari jumlah pemilih dalam laga Pemira di tahun-tahun sebelumnya. Begitu juga dengan Pemira FEB 2017 silam, tercatat hanya kurang lebih seribu pemilih dari total mahasiswa yang mencapai lima ribu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun lalu banyak sebenarnya yang tidak memilih. Sekitar seribu saja yang memilih,&quot; ucap Pandu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk gol pemilih tahun ini masih sama seperti tahun lalu yaitu dua ribu suara,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Pandu mengaku belum ada terobosan baru guna meraih antusias mahasiswa. Selama ini hanya berupa imbauan dari dekan dan beberapa tantangan yang diadakan pada pesta demokrasi mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nanti ada beberapa <em>challenge</em> yang akan diberikan agar menarik. Memang pusat utama kita itu kan maba ya, dan juga lebih ingin belajar apa sih yang ada di kampus, ini kan Pemira pertama mereka juga.&quot; tukasnya. <strong><em>(snh/nhh/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Rayakan Hari Jadi, Amula Resmi Beredar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-rayakan-hari-jadi-amula-resmi-beredar/baca </link>
<guid> unmul-rayakan-hari-jadi-amula-resmi-beredar </guid>
<pubDate> Wed, 03 Oct 2018 12:35:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Produk Air Minum Mulawarman (Amula) yang baru diluncurkan BPU Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-rayakan-hari-jadi-amula-resmi-beredar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vCmoPY9stD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Rayakan Hari Jadi, Amula Resmi Beredar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Minggu pagi (30/9) lalu, Air Minum Mulawarman (Amula) resmi diluncurkan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun ke-56 Universitas Mulawarman. Di kesempatan itu, Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul, selaku prakarsa Amula juga melaunching lima produk lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita ada 10 produk, baru 5 yang sudah jalan. Ada M-Dormitory, M-Printing, Amula, M-Marchandise dan M-Insurance,&quot; kata Zainal Abidin, Sekretaris BPU.</p><p style="text-align: justify;">Selain produk, BPU juga memperkenalkan logo resmi Amula yakni gambar gelombang berwarna putih dengan latar biru laut bertuliskan Amula di bagian tengah. Usai acara launching ini, Amula resmi diedarkan di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya udah mulai dijual di Unmul. Karena kalau mau dijual ke luar kita masih perlu satu perizinan lagi,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Amula tersedia dalam kemasan 330 ml, 600 ml, dan galon 19 liter. Adapun, untuk kemasan gelas, kata Zainal, masih dalam proses karena bahannya cukup mahal. Zainal berharap dengan jumlah civitas akademica Unmul yang banyak pemasaran Amula semakin luas dan dikenal masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Amula merupakan salah satu usaha Unmul mempertebal pundi-pundi demi pengembangan kampus. Adapun, nama Amula dicetuskan oleh Rektor Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Soal kualitas, Amula rupanya berada di atas merek air mineral pada umumnya. &quot;Amula ini ph+8, kalau air minum yang bisa diminum ph 7 itu udah standar. Amula sedikit lebih naik. Kalau kata Fakultas Teknik naik satu tingkat itu berarti 10 kali bedanya,&quot; kata Zainal saat ditemui (25/9).</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Zainal mengungkapkan, produksi Amula disokong oleh civitas academica Unmul mulai produksi hingga pemasaran. Air Amula, kata Zainal, bersumber dari sungai Mahakam yang sudah diolah PDAM, kemudian diolah kembali di BPU bersama para ahli dengan teknologi khusus. BPU juga menggandeng laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan untuk meneliti dan menguji kualitas air. <strong>(<em>gia/sii/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Animo Pesta Demokrasi FEB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/animo-pesta-demokrasi-feb/baca </link>
<guid> animo-pesta-demokrasi-feb </guid>
<pubDate> Thu, 04 Oct 2018 01:10:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kedua paslon Cagub dan Cawagub BEM FEB dalam debat kandidat. (foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/animo-pesta-demokrasi-feb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5X0rOE6j6o.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Animo Pesta Demokrasi FEB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tahapan Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) memasuki agenda debat kandidat. Dilaksanakan pada hari Minggu (30/9) lalu di Lantai 3 Dekanat FEB, debat kandidat mempertemukan 2 pasangan calon (paslon). Paslon nomor urut 1 Wahyu Kuncoro (Manajemen 2016) dan Agustin Dwi Damayanti (Akuntansi 2016), serta paslon nomor urut 2 Mohammad Reza Munandar (Manajemen 2016) bersama Mofid Baidowi (Ekonomi Islam 2016).</p><p>Acara debat kandidat yang dijadwalkan akan mulai pada pukul 08.00 Wita terpaksa molor dari jadwal dikarenakan keterlambatan paslon beserta timses dan juga menunggu masa yang belum hadir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan debat kandidat tahun sebelumnya, antusias penonton debat kali ini tergolong menurun, sesuai dengan absen, penonton hanya berjumlah 78 orang. Hal ini juga bisa dilihat dari halaman parkir Dekanat FEB yang tampak lengang dari kendaraan. Bahkan kursi penonton yang disediakan tak terisi penuh.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 09.10 WITA, acara debat kandidat Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) BEM FEB dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berlanjut dengan sambutan Ketua Badan Pekerja Pemilihan Umum Raya (BPPR) Yusuf, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa FEB (DPM FEB) Pandu Fazri. Debat kandidat juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB, Yunus Tete Konde.</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Menyaksikan Kelayakan Cagub dan Cawagub BEM FEB</strong></p><p style="text-align: justify;">Kardiono Cipta Kanda selaku moderator memulai sesi debat dengan pembacaan peraturan debat. Dalam sesi pertama, dipersilakan bagi kedua paslon untuk memaparkan visi dan misi serta program unggulan. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar paslon. Mulanya suasana debat belum memanas, pertanyaan-pertanyaan yang terlontar masih dapat dijawab dengan lugas oleh para paslon.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki sesi tanya jawab dengan ketiga panelis, yakni perwakilan dari kalangan akademisi oleh Agus Junaidi yang merupakan dosen Ilmu Ekonomi, Jahruni Pemimpin Redaksi Tepian TV sebagai perwakilan dari kalangan jurnalis dan Ridwan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi periode 2015-2016 sebagai perwakilan dari kalangan aktivis.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan pertama dilontarkan oleh Ridwan yang menginginkan kedua paslon untuk menjelaskan secara gamblang mengenai visi dan misi serta program unggulan mereka. Karena menurut Ridwan dengan mengusung program unggulan yang dimiliki kedua paslon, mahasiswa angkatan 2018 pun bisa mencalonkan diri sebagai Cagub dan Cawagub BEM FEB. Ridwan juga menyinggung progam unggulan paslon nomor urut 2 mengenai bentuk konkrit dari FEB Foundation.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini kemudian ditanggapi oleh Mofid Baidowi, selaku Cawagub nomor urut 2. Ia menjelaskan bahwa FEB Foundation merupakan bentuk kepedulian serta bantuan bagi mahasiswa FEB yang tidak mampu dalam pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), yang mana dalam pelaksanaannya akan mewadahi bantuan dari mahasiswa FEB lainnya untuk bersama-sama meringankan beban.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu momen menarik dalam sesi debat ini ialah saat pertanyaan diajukan oleh Jahruni, yang mampu mengubah situasi debat seketika menjadi gemuruh. Pertanyaan yang sangat mudah diajukan oleh Pemimpin Redaksi (Pimred) Tepian TV tersebut mengenai istilah dasar ekonomi. Seperti inflasi, bursa efek, valuta asing, pursda, obligasi dan semacamnya yang justru dari sebagian pertanyaan tersebut lebih banyak ditanggapi diam oleh kedua paslon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup sampai di situ, Jahruni juga menanyakan harga satu kilogram gula dan satu butir telur, macam-macam pasar tradisional di Samarinda, hingga jumlah perusahaan daerah di Kalimantan Timur yang tak sedikit jawaban paslon meleset, bahkan tak memberi jawaban.</p><p style="text-align: justify;">Jahruni juga mengungkit mengenai program unggulan kedua paslon yang sama-sama ingin meningkat budaya literasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalian sama-sama ingin meningkatkan budaya literasi. Sekarang saya tanya, berapa jumlah tulisan yang ditulis oleh BEM ke media lokal ?&quot; Tanya Jahruni.</p><p style="text-align: justify;">Agustin Dwi Damayanti, calon Wakil Gubernur nomor urut 1 menjawab kurang lebih 5 tulisan yang di muat ke media lokal.</p><p>Kemudian, Jahruni kembali menjawab, &quot;Selain Sketsa ya, seperti <em>Kaltim Post</em>, <em>Tribun News, Sapos</em> (Samarinda Post). Berapa (tulisan) yang sudah dikirim?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan Jahruni kembali mendapat respon diam yang dianggap oleh Pimred Tepian TV ini tidak ada. Dan pertanyaan terakhir Jahruni kepada kedua paslon berupa pertanyaan pilihan, yakni lebih memilih KKN atau BEM. Kedua paslon menjawab akan memilih KKN di Samarinda agar tetap bisa mengurus BEM. Oleh Jahruni ditanggapi jika dirinya ada diposisi mereka maka ia akan lebih memilih BEM ketimbang KKN. Karena baginya BEM adalah sebuah amanah yang mana artinya harus dituntaskan hingga akhir.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya kalian bisa melihat sendiri kualitas calon pemimpin kalian. Gunakan akal pikiran kalian saat memilih nanti,&quot; tutup Jahruni mengakhiri sesi tanya jawab dengan panelis.</p><p style="text-align: justify;">Setelah selesai dengan pertanyaan para panelis, audiens juga diberikan kesempatan untuk bertanya ke kedua paslon.</p><p style="text-align: justify;">Sesi akhir debat ditutup dengan <em>closing steatment</em> dari masing-masing paslon dan penandatanganan nota siap menang dan siap kalah. <br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemungutan Suara</strong></p><p style="text-align: justify;">Tentunya ajang pesta demokrasi menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa baru. Lantaran merupakan kali pertama mereka untuk menggunakan hak suaranya di lingkungan kampus. Salah satunya ialah Mila Wulandari, mahasiswa baru jurusan Akuntansi.<br><br>&quot;Bagus, karena ini mengajarkan kita untuk mengeluarkan hak demokrasi. Di sini kita diberi hak sebagai maba dalam memilih,&quot; ucapnya seraya menunjukkan cap tinta di kelingkingnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan pelaksanaan debat kandidat, Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tadinya dijadwalkan buka pukul 8.00 WITA terpaksa molor hingga 18 menit sebab keterlambatan kehadiran saksi dari kedua paslon di TPS. Hal ini membuat calon pemilih menunggu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pemungutan suara berakhir pukul 17.30 WITA, sementara perhitungan suara akan dilaksanakan setelah Salat Magrib di ruang 14 gedung FEB. Dilanjut dengan masa pengajuan keberatan pada 4 hingga 5 Oktober mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Adapun syarat untuk memilih yakni menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) terbaru. Pun jika KTM luput atau hilang bisa menggantinya dengan menunjukkan slip SPP. Ditemui <em style="">Sketsa</em> di sela kegiatan, Ketua BPPR Yusuf mengaku tak ada kendala yang begitu nampak selama ajang pemungutan suara. Hingga pukul 12.00 WITA, jumlah suara yang masuk kurang lebih sebanyak 600 dari total target 1500 suara.<br><br>Pukul 13.20 WITA, TPS dengan lima bilik lengkap dengan meja beserta taplak bermotif batik itu masih didominasi sejumlah mahasiswa berpakaian putih-hitam yang tidak lain ialah mahasiswa baru. Menurut Yusuf, persentase pemilih dari golongan mahasiswa baru dan lama sekitar 60 dan 40 persen. <em style=""><strong>(nhh/snh/adl/els)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Virus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/virus/baca </link>
<guid> virus </guid>
<pubDate> Fri, 05 Oct 2018 13:37:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Nawwar Hayyu Hastuty, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu  Komunikasi, 2016 (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/virus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EgiqcRUNQK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Virus</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: left;">Berawal dari sebuah pemakluman dan terbiarkan<br>Namun secara perlahan mulai melenakan nurani<br>Melangkah begitu halus bahkan gesekannya tak terdengar</p><p style="text-align: left;">Tanpa sadar susupan pengharapan dan kebahagian semu telah bersemayam<br>Semakin menancap kuat saat diri menerimanya tanpa syarat<br>Tapi disisi lain beriringan dengan rasa gundah<br>Lagi diri membiarkan keduanya jalan beriringan tanpa ada akhir yang terjelaskan</p><p style="text-align: left;">Terus melangkah bersama<br>Dan terus melanjutkan langkah</p><p style="text-align: left;">Hingga di pertengahan ada yang berbisik<br>Bisikan yang telah ditunggu akan kebutaan yang tak terbuka<br>Mengatakan tentang membuang dan menjauh<br>Karena sedari awal selayaknya tidak diberi tempat</p><p style="text-align: left;">Sebab hadirnya hanya akan merusak tatanan hati<br>Menimbulkan cahaya keabuan<br>Yang nantinya akan berjumpa dengan tebing curam tak berujung</p><p style="text-align: left;"><strong><em>Ditulis oleh Nawwar Hayyu Hastuty, Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kalah Telak dalam Perolehan Suara, Wahyu Akui Reza-Mofid Terbaik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kalah-telak-dalam-perolehan-suara-wahyu-akui-reza-mofid-terbaik/baca </link>
<guid> kalah-telak-dalam-perolehan-suara-wahyu-akui-reza-mofid-terbaik </guid>
<pubDate> Sat, 06 Oct 2018 11:56:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hasil rekapitulasi suara Pemira BEM FEB Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kalah-telak-dalam-perolehan-suara-wahyu-akui-reza-mofid-terbaik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OwIsbDlvRP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kalah Telak dalam Perolehan Suara, Wahyu Akui Reza-Mofid Terbaik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pemira bakal cagub dan cawagub BEM FEB 2018 tengah memasuki masa rekapitulasi suara pada Rabu (3/10). Bertempat di ruang 14 gedung FEB, acara ini dihadiri DPM FEB, BPPR, Panwas, saksi dan tim kemenangan masing-masing paslon.Nampak ketua DPM Pandu Fazri Harmawan dan ketua BPPR Yusuf secara bergantian membuka kertas suara. Lalu memperlihatkan kepada saksi yang kemudian diiringi riuhan massa serempak mengatakan &quot;Sah&quot;. Di tengah proses reapitulasi, jumlah suara dari paslon 1 Wahyu Kuncoro dan Agustin Dwi Damayanti tertinggal jauh dari paslon nomor urut 2, yakni Mohammad Reza Munandar bersama Mofid Baidowi. Hingga akhirnya pada pukul 22.45 Wita, ditetapkan pasangan Wahyu-Agustin meraih sebanyak 358 suara. Sedang Reza-Mofid berhasil mengungguli dengan mengantongi perolehan suara hampir dua kali lipat, yakni 649 suara. Dari hasil rekapitulasi ini juga tercatat ada 12 suara yang dianggap tidak sah.</p><p style="text-align: justify;">Berikut petikan wawancara <em>Sketsa</em> bersama cagub nomor urut 1, Wahyu Kuncoro pada Rabu (3/10) malam seusai perhitungan suara, sebelum masa pengajuan keberatan yang berlangsung pada 4 hingga 5 Oktober.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana tanggapan terkait hasil perhitungan tadi?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau perasaan sih biasa saja, karena namanya persaingan pasti ada yang kalah. Bagaimana kita juga harus bersifat profesional, kita harus mengakui kalau memang yang terpilih itulah yang terbaik, ya walaupun kita yang tidak terpilih sudah berakhir. Kita masih bisa bantu teman-teman yang terpilih sama-sama mengembangkan FEB ke depan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Langkah apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?</strong></p><p style="text-align: justify;">Itu kan ada waktu untuk gugatan, kalau itu biar saya serahkan sama tim sukses saya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Seandainya Anda kalah, apakah akan lanjut ke BEM?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau niat saya tetap lanjut ke BEM lagi, pengin membantu sebisa saya. Karena kita memang di sini bukan bawa nama individu, tapi kita sama-sama ingin membangun BEM. Jadi siapa pun pemimpinnya, kita harus dukung.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Seandainya Anda menang, apakah Anda akan menarik lawan untuk jadi Badan Pengurus Harian (BPH) Anda?</strong></p><p style="text-align: justify;">Oh tentu, karena di sini kita bukan melihat dari sebelah mana, tapi kita lihat dari sisi kemampuan dan kualitasnya. Kalau memang dari lawan memiliki kemampuan dan kualitas di posisi itu, ya kenapa tidak diangkat menjadi BPH.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya dengan cagub nomor urut satu, <em>Sketsa</em> menemui cagub paslon 2, Reza Munandar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana pendapat Anda terkait hasil perhitungan tadi?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau terkait perasaan, campur aduk. Ada senangnya, ada dukanya. Senangnya usaha kemarin yang dilakukan telah terbayar tuntas, meskipun ini belum final, tapi ini mungkin usaha yang telah kami lakukan. Dukanya akan ada amanah baru, kalau insya Allah bisa, ada tanggung jawab baru harus diselesaikan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana langkah yang akan diambil untuk selanjutnya?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kan ini belum final masih ada tahap-tahap selanjutnya. Tanggal 6 kita juga ada pemilihan tetapnya. Mungkin ke depannya kita susun hasil evaluasi kampanye kemarin akan dipertanggung jawabkan dan apa yang perlu disampaikan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apakah akan memasukkan gugatan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau masukkan gugatan, ini juga masih ada beberapa yang kami rangkum. Masih akumulasi hasil kampanye kemarin.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Seandainya Anda kalah, apakah masih akan tetap di BEM?</strong></p><p style="text-align: justify;">Yang namanya kontribusi bukan hanya berbicara mengenai peran, tapi aktor. Bagaimanapun aktornya kalau bisa memainkan peran pasti berguna juga. Jadi walaupun kalah atau tidak berhasil, kami tetap akan berkontribusi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Seandainya Anda menang, apakah akan menarik lawan menjadi BPH?</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya belum ada kepikiran juga, ini masih fokus terkait pemira termasuk tahap-tahap selanjutnya. Mungkin setelah penentuan pemenang calonnya baru kita proses, tapi kalau yang bisa berkompeten bisa masuk dalam BPH nanti insyaallah akan kami tarik. Tak pandang bulu juga siapa pun dia. Kalau dia berkompeten, mempunyai bidang dalam yang kami tempatkan nanti, insyaallah akan kami tarik.<strong> (<em>snh/erp/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aku adalah Aku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/aku-adalah-aku/baca </link>
<guid> aku-adalah-aku </guid>
<pubDate> Sun, 07 Oct 2018 11:36:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah karya sastra dari Taufik Noor, mahasiswa Fakultas Kehutanan. (sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/aku-adalah-aku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DtZpZ28eWd.png" />
					</figure>
			                <h1>Aku adalah Aku</h1>
			              </header>
			              <p>Aku pastilah aku</p><p>Yang berjuang hidup demi cemoohan</p><p>Hinaan kejam selalu mereka lontarkan</p><p>Atas diri yang lemah dan terpojokkan</p><p><br></p><p>Aku adalah aku</p><p>Bukan dia atau mereka</p><p>Yang kuat karena harta serta tahta</p><p>Dan menindas yang tak kuasa</p><p><br></p><p>Aku bukanlah dia</p><p>Karena aku berjuang demi hidup</p><p>Atas hidup yang tak lagi hidup</p><p>Yang nyaris tersiksa dengan kata siksaan</p><p><br></p><p>Aku pun bukan mereka</p><p>Yang hanya binasakan sebuah harapan</p><p>Hancurkan yang lemah dan tak ada tujuan</p><p><br></p><p>Namun, aku adalah aku</p><p>Yang selalu merintis kata menyerah</p><p>Agar hidupku tak akan gundah</p><p>Membiarkan apa kata dia dan mereka</p><p>Karena semangat hidupku selalu ada</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Taufik Noor, mahasiswa Fakultas Kehutanan 2015.&nbsp;</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Halal-Haram Djarum Beasiswa Plus, Rizaldo dan Birokrat Unmul Tak Sepaham </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-halal-haram-djarum-beasiswa-plus-rizaldo-dan-birokrat-unmul-tak-sepaham/baca </link>
<guid> polemik-halal-haram-djarum-beasiswa-plus-rizaldo-dan-birokrat-unmul-tak-sepaham </guid>
<pubDate> Mon, 08 Oct 2018 12:38:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beasiswa Djarum Foundation (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-halal-haram-djarum-beasiswa-plus-rizaldo-dan-birokrat-unmul-tak-sepaham/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H1owOaRqWq.png" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Halal-Haram Djarum Beasiswa Plus, Rizaldo dan Birokrat Unmul Tak Sepaham</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pada 12 September lalu, Djarum Beasiswa Plus 2018/2019 mengumumkan nama-nama mahasiswa yang kemudian berhak menerima tunjangan dana selama satu tahun penuh. Pengumuman itu dibuat tertutup, yang dapat melihat hasilnya hanyalah mereka yang memiliki kode registrasi. Meski demikian, dapat dipastikan tidak ada nama mahasiswa Unmul di sana.</p><p style="text-align: justify;">Unmul telah memutus kerja sama dengan Djarum Beasiswa Plus (DPB). Meski tampaknya DBP masih mencantumkan nama Unmul sebagai daftar mitra perguruan tinggi di laman resmi mereka. Penyudahan kerja sama dilakukan menyusul diberlakukannya peraturan Keputusan Rektor Nomor 2230/DT/217.</p><p style="text-align: justify;">Substansi dari peraturan rektor tersebut ialah memberi larangan bagi pihak ketiga yang ingin memberi beasiswa atau sponsor dari rokok, minuman keras, maupun sejenisnya di lingkungan civitas academica Unmul. Aturan rektor ini telah disahkan sejak akhir 2017 silam.</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancaranya dengan <em>Sketsa</em>, Rizaldo Presiden BEM KM Unmul 2018 mengatakan perusahaan rokok yang memberikan beasiswa ini meminta umpan balik cukup ekstrem.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berupa pemasangan iklan rokok sedangkan kontribusi beasiswanya tidak mempresentasikan kebutuhan mahasiswa secara skala besar,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Rizaldo mengaku informasi mengenai itu ia dapatkan dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin. Maksud umpan balik yang ekstrem itu, jelasnya, ada dalam momen penerimaan DBP. Ketika para birokrat Unmul diminta untuk memasang baliho.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang balihonya itu ada logo Yayasan Djarum, kalau orang lihat itu ya rokok, kemudian ada foto rektor mengucapkan selamat apa gitu saya lupa,&rdquo; ujarnya ditemui akhir Agustus.</p><p style="text-align: justify;">Bila itu yang terjadi maka akan muncul preseden lain. &ldquo;Sama saja kalau orang lihat: loh kok foto rektor ada logo rokok. Mereka mendukung rokok, mengiklankan rokok, mengkampanyekan dan mensosialisasikan rokok,&rdquo; kata Rizaldo menirukan perkataan Encik kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">Rizaldo memandang beasiswa rokok tak representatif bagi kebutuhan mahasiswa. Di Unmul setiap tahun mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa ini tak pernah lebih dari sepuluh mahasiswa, sedangkan yang mendaftar kisaran seratus. Bagi Rizaldo terang perkaranya bahwa antara penerima beasiswa dan umpan balik yang diinginkan oleh DBP tidak sebanding.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada atau tidaknya foto itu menurut saya pribadi substansinya adalah tetap Unmul mengkampanyekan rokok, meskipun dalam hal ini bentuknya yayasan. Tapi namanya yayasan rokok Beasiswa Djarum, orang tahunya pasti dari sana,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Baliho Mana yang Dibicarakan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin mengaku tak pernah mendapati nota kesepahaman seperti yang dibicarakan Rizaldo. Sekaligus ia menampik pernah berbicara demikian kepada Rizaldo. Seingat Encik yang ia sampaikan ke Rizaldo adalah tentang SK rektor terkait pelarangan dana kegiatan kemahasiswaan dan beasiswa yang bersumber dari perusahaan rokok dan minuman keras.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang saya sampaikan ke dia ini, SK ini, saya dilarang untuk menerima dan mendistribusikan itu,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Permintaan adanya baliho pada saat penerimaan DBP, Encik mengaku tidak tahu-menahu. Izin pemasangan baliho katanya berurusan dengan bagian humas. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf, mengatakan tidak pernah ada hal begitu. Ia tak pernah menemukan nota kesepahaman yang sesuai dengan penjelasan Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak tahu kalau zaman dulu, ya, tapi waktu saya enggak ada,&rdquo; ujar Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Encik ingat pernah terjadi kasus pemasangan baliho juga dan ketika itu dilakukan oleh Yayasan Djarum. Namun perlu dicatat deskripsinya berbeda dengan apa yang disampaikan Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Kejadian yang dimaksud Encik terjadi pada 2015. Saat itu muncul sebuah baliho yang isinya adalah pengumuman tentang DBP, terpampang di muka Fakultas Kehutanan. Encik kaget dan ketika ia coba telusuri rupanya tidak ada jejak surat yang pernah masuk dari Yayasan Djarum ke bagian kemahasiswaaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya itu juga enggak izin, mungkin itu kelanjutan MoU (<em>memorandum of understanding</em>) sebelumnya. Nah, lama-lama kok (Yayasan Djarum) bergerak ini kita enggak pernah tahu,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Penjelasan Encik baru serupa dengan Rizaldo ketika bicara manfaat yang dibawa DBP--sebagai jenama yang terafiliasi dengan rokok--ke Unmul, yang dianggap tidak sebanding. Jomplang antara penerima beasiswa dan total mahasiswa Unmul. Hal ini yang dibawa Encik ke senat komisi etika, yang selanjutnya menghasilkan aturan rektor tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Setelah SK rektor itu disahkan tidak ada lagi perusahaan rokok ataupun minuman keras yang datang ke Unmul, termasuk pula Yayasan Djarum. Pihak Djarum, kata Encik, memahami bahwa bagian kemahasiswaan telah dibatasi oleh peraturan rektor.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> empat kali menyambangi kantor Djarum di bilangan Suryanata untuk melakukan wawancara. Namun, Abdul sosok yang menjadi pembina DBP di Samarinda tak kunjung bisa ditemui hingga berita ini tayang. <strong>(<em>erp/yun/wal/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Communication Festival, Ajang Branding dan Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/communication-festival-ajang-branding-dan-karya-mahasiswa-ilmu-komunikasi/baca </link>
<guid> communication-festival-ajang-branding-dan-karya-mahasiswa-ilmu-komunikasi </guid>
<pubDate> Tue, 09 Oct 2018 12:05:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Malam Puncak Communication Festival 2018 oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/communication-festival-ajang-branding-dan-karya-mahasiswa-ilmu-komunikasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M73KfJEpzg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Communication Festival, Ajang Branding dan Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sabtu (6/10) malam lalu, lapangan basket FISIP Unmul nampak ramai dikunjungi. Cahaya lampu berpendar indah menghiasi sisi lapangan, dipercantik dengan hiasan balon berwarna merah di sepanjang jalan menuju lapangan. Spanduk bertuliskan &quot;Communication Festival 2k18&quot; menjelaskan acara yang sedang berlangsung. Ini merupakan malam puncak dari rangkaian kegiatan yang diisi dengan berbagai lomba oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) Unmul. Ada empat cabang lomba yang dilaksanakan untuk memeriahkan Communication Festival, yaitu <em>News Anchor</em>, <em>Opinion Writing</em>, <em>Marketing Public Relation</em>, <em>Digital Advertising</em>, dan <em>Photography</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tepat pukul 19.00 Wita acara dimulai dan dibuka oleh Presiden BEM FISIP Unmul, Andi Muhammad Akbar. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan alat musik tradisional sape&apos; oleh Aspy Nur Gusfrada. Semakin malam, pengunjung semakin banyak berdatangan, sambil disuguhi sajian penampilan musik. Mereka bersama-sama bersenandung mengikuti irama musik dan larut dalam keseruan acara.</p><p style="text-align: justify;">Hafidz selaku Ketua Panitia Communication Festival mengatakan acara ini bertujuan untuk membangun branding jurusan komunikasi, &ldquo;Tujuannya untuk branding Ilmu Komunikasi, makanya lomba yang diadakan berbau sesuai dengan ilmu kita,&quot;uarnya.</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> juga berkesempatan mewawancarai pemenang lomba <em>Digital Advertising</em>, Maghira. Dalam proses pembuatan video yang akhirnya meraih gelar juara tersebut dikatakan Maghira merupakan berkat bantuan dan kerja sama kelima rekannya. Ide dalam pembuatan video sendiri berasal dari orang-orang disekitar yang lebih mementingkan media sosial ketimbang buku yang memberikan wawasan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Idenya sendiri datang dari beberapa orang, kemudian kita satukan. Ceritanya tentang kita hidup di mana seseorang lebih mementingkan LINE, WhatsApp, ketimbang buku. Mereka jadi sibuk sendiri,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia bersama tim tidak menyangka akan memperoleh juara pertama. Salah satu rekannya, M. Fikri Al-Kautsar bahkan mengatakan bahwa mereka hanya akan memperoleh juara kedua, &quot; Firasat kita juara dua, tapi ternyata Alhamdulillah kita juara satu&quot;, ujarnya. Fikri menambahkan bahwa kelak mereka akan mengikuti kembali lomba-lomba yang berhubungan dengan pembuatan video atau perfilman.</p><p style="text-align: justify;">Perlu diketahui bahwa Communication Festival ini bukan pertama kali diadakan tahun ini, namun telah dimulai sejak tahun 2010 dengan nama Communication Fair, &quot;Untuk Communication Festival sendiri baru tahun ini, tapi pada saat 2010 itu sudah ada namanya Communication Fair. Namun, acara ini sempat hilang&quot;, ujar Arsyad Nurdi selaku ketua Himaksi. Menurutnya, tidak adanya kegiatan ini dimulai sejak 2011 hingga tahun lalu, membuat ia sebagai ketua Himaksi ingin kembali menghidupkan kegiatan ini.</p><p style="text-align: justify;">Arsyad begitu ia disapa berharap ke depannya kegiatan ini makin banyak lagi mahasiswa FISIP yang dapat berkontribusi secara secara aktif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti perlombaan yang diselenggarakan. &quot;Harapan ke depan makin banyak lagi mahasiswa FISIP yang ikut, bahkan sampai ke seluruh Unmul,&rdquo;pungkasnya. <strong>(<em>bip/</em><em>sii/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peduli Pesisir dengan Coral 12 dan Lokakarya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/peduli-pesisir-dengan-coral-12-dan-lokakarya/baca </link>
<guid> peduli-pesisir-dengan-coral-12-dan-lokakarya </guid>
<pubDate> Wed, 10 Oct 2018 12:36:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Pecinta Lingkungkan (Mapala) Plankthos dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) menggelar acara Cipta Orientasi Lingkungan atau yang disingkat Coral. (Foto: Andi Muhammad Rifky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/peduli-pesisir-dengan-coral-12-dan-lokakarya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/asy0KdrrzI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peduli Pesisir dengan Coral 12 dan Lokakarya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Rabu (3/10) lalu, Mahasiswa Pecinta Lingkungkan (Mapala) Plankthos dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) menggelar acara Cipta Orientasi Lingkungan atau yang disingkat Coral. Acara yang telah dilaksanakan ke 12 kalinya ini merupakan acara seminar yang memberi materi tentang alam kehidupan yang ada di laut dan sungai, terutama untuk peserta yang merupakan mahasiswa FPIK.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seminar ini dibuka oleh Dekan FPIK Iwan Suyatna. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur Mukransyah serta Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur Sahruni Ahmad.</p><p style="text-align: justify;">Ada 3 materi yang disampaikan kepada peserta seminar Coral 12. Penyampaian materi pertama dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur tentang tiga ekosistem pesisir. Dilanjutkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur tentang ekologi mangrove. Ditutup denga .ateri yang dibawakan salah satu dosen FPIK yang membahas tentang pemanfaatan mangrove.</p><p style="text-align: justify;">Seminar yang diselenggarakan oleh BEM FPIK dan Mapala Plankthos ini mengangkat tema tentang pelestarian dan pemanfaatan mangrove. Reynaldi Alfiansyach selaku ketua panitia Coral 12 mengatakan ada alasan dibalik pengambilan tema dari acara Coral tersebut. Di mana Coral bisa menciptakan regenerasi, supaya masyarakat mau berkegiatan di daerah pesisir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kami ingin menciptakan regenerasi agar masyarakat itu ada banyak orang yang berkegiatan tentang pesisir. Karena masyarakat ini tidak bisa sadar dengan satu kegiatan saja, butuh beberapa kegiatan yang berulang-ulang agar bisa tersadar karena pesisir ini penting,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Reynaldi juga menambahkan pentingnya kegiatan di pesisir ini untuk ikut mengkampanyekan mangrove. Kegiatan ini akan terus dilakukan sehingga masyarakat sadar akan pentingnya mangrove di daerah pesisir dan mau ikut terlibat untuk melestarikannya.</p><p style="text-align: justify;">Reynaldi juga mengajak para kelompok pecinta alam kampus untuk ikut serta mengkampanyekan ekosistem yang ada di pesisir terutama mangrove.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lokakarya di Desa Kersik, Bentuk Peduli Kondisi Pesisir</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah acara seminar ini, ada juga kegiatan lokakarya yang merupakan kegiatan sosial. Melalui lokakarya ini, masyarakat akan dibina dan mereboisasi mangrove di pesisir. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.</p><p style="text-align: justify;">Ada alasan tersendiri mengapa kegiatan lokakarya dilaksanakan di Desa Kersik. Reynaldi menyebutkan bahwa Desa Kersik merupakan desa yang tingkat abrasinya cukup cepat dan diperlukannya penopang, yakni mangrove. Hal ini akan membuat tingkat risiko abrasi di Desa Kersik akan berkurang. Sebelum lokakarya dilaksanakan di Desa Kersik, tim melakukan survei ke desa tersebut dan memang mangrove yang ada di Desa Kersik banyak yang hilang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lokakarya dilaksanakan pada 5 dan 6 Oktober 2018. Tim Mapala Plankthos berangkat menuju ke Desa Kersik, Marangkayu bersama peserta dan Mapala lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan lokakarya ini didukung oleh masyarakat Desa Kersik, serta organisasi yang ada di desa serta kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) yang ada di Desa Kersik.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan lokakarya diawali dengan diskusi malam bersama Pokmaswas tentang kondisi Desa Kersik yang dihadiri oleh peserta dan perwakilan Mapala. Di sini, mereka saling bertukar pikiran dan memberi solusi untuk penyelesaian masalah abrasi yang terjadi di Desa Kersik. Selain itu juga ada sosialisasi tentang melestarikan mangrove di pesisir kepada masyarakat yang hadir dalam diskusi malam tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Setelah diskusi malam, kegiatan berlanjut pada esok harinya, Sabtu (6/10) pagi dengan menanam bibit mangrove di Desa Kersik. Setelah itu ada seremonial dengan penanan pohon mangrove oleh perwakilan lembaga. Proses ini juga dibantu oleh masyarakat yang sebagian hadir, serta Sahabat Mangrove, organisasi di desa yang berfokus pada mangrove.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mangrove ditanam, akan ada pemantauan perkembangan mangrove yang telah ditanam di Desa Kersik. Reynaldi menjelaskan sudah ada jadwal untuk pemantauan mangrove yang telah ditanam tersebut. Jika sudah satu minggu, akan dipantau pertumbuhannya. Akan dilihat sejauh mana mangrove tersebut tumbuh hingga mangrove bisa dilepas. Setelah kegiatan lokakarya dilaksanakan, Reynaldi berharap pantai di Desa Kersik bisa terus diperbaiki dan banyak pencinta alam yang terlibat membantu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk harapannya Pantai Kersik ini bisa diperbaiki dan banyak lagi pencinta alam yang bisa melakukan kegiatan yang sama. Seperti tema kami ya <em>save mangrove for our generation</em>, jadi kami ingin meregenerasi organisasi dalam kesehariannya fokusnya berbeda, ikut pada kami yaitu pesisir. Jadi mereka tidak hanya untuk gunung, hutan. Mereka juga ikut fokus pada pesisir&rdquo;. paparnya. <em><strong>(bip/anm/adl/bip)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wajah Baru Rusunawa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-rusunawa-unmul/baca </link>
<guid> wajah-baru-rusunawa-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 10 Oct 2018 13:13:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rusunawa Unmul (Sumber: Eka Riski) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-rusunawa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dYYUPu7qKc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wajah Baru Rusunawa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sebagai mahasiswa Unmul, tahukah kamu bahwa Unmul menyediakan tempat tinggal yang relatif terjangkau untuk mahasiswa? Ialah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang terletak di sebelah Lapangan Sepak bola Kusetra, Kompleks Gunung Kelua.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, Rusunawa ini merupakan aset Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) yang kemudian diserahkan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Hingga akhirnya pada 2016 dilakukan serah terima dari Kemenristekdikti langsung ke Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pada 15 Mei 2018, Unmul menandatangani kontrak kerjasama antara PT. Mitra Tiga Barokah sebagai pihak ketiga dalam pengelolaan Rusunawa selama 10 tahun, dengan pembagian keuntungan 60 persen untuk pihak ketiga dan 40 persen untuk kas Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Rusunawa yang memiliki empat lantai ini dihuni oleh 130 mahasiswi Unmul yang datang dari berbagai macam fakultas dan hanya disewakan untuk mahasiswi. Husni Thamrin selaku pengelola Rusunawa ini menuturkan ada beberapa perbaikan yang dilakukan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak perubahan (pembenahan) yang kami lakukan. Terutama kamar mandi dan pengadaan air bersih,&rdquo; ungkap Husni saat diwawancarai <em>Sketsa</em> (26/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam laporan keuangan periode Mei hingga Juli, pihak ketiga telah menginvestasikan dana untuk merenovasi bangunan empat lantai ini sebesar 150 juta. Adapun renovasi yang dilakukan seperti perbaikan kamar mandi dan pengadaan sumur yang telah dilengkapi filter.</p><p style="text-align: justify;">Kamar yang berukuran 3,5 meter x 4 meter memiliki tarif 300 ribu per orang, dengan kapasitas maksimal empat orang per kamar. Dan difasilitasi kipas angin, kasur dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau sendiri (per kamar) paling murah 1 juta, kalau berdua bisa sampe 500 ribu, kalau berempat 300 ribu,&rdquo; ujar Alumni FMIPA Unmul tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan berbagai renovasi yang sudah dilakukan, Thamrin menuturkan bahwa sangat banyak benefit yang bisa didapatkan mahasiswa Unmul jika tinggal di rusunawa tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya teman-teman mahasiswa rugi jika tidak tinggal di sini. Kami sudah menyediakan Wi-Fi, keamanan 24 jam, kebersihan, dapur umum. Dan yang terpenting kami menyediakan berbagai pelatihan seperti pelatihan keagaaman dan juga kewirausahaan,&rdquo; imbuh Husni.</p><p style="text-align: justify;">Selama beberapa tahun belakangan, pihak ketiga selaku pengelola dan pihak yang dipercayakan untuk membenahi Rusunawa ini terus melakukan pembaharuan guna menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan dalam kontrak. Hal ini tentu ditujukan untuk semua kenyamanan penghuni.</p><p style="text-align: justify;">Thamrin yang juga ikut memantau kelangsungan Rusunawa ini mengatakan bahwa saat in mereka masih terus melakukan pembenahan termasuk dengan rencana penambahan kantin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk sekarang kantin belum ada, baru akan di buat,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>erp/sut/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Detik-Detik Penetapan Rektor dan Kado dari Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/detik-detik-penetapan-rektor-dan-kado-dari-mahasiswa/baca </link>
<guid> detik-detik-penetapan-rektor-dan-kado-dari-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 11 Oct 2018 11:53:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hadiah mahasiswa sambut pilrek hari ini. (foto: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/detik-detik-penetapan-rektor-dan-kado-dari-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Weztd8g0V9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Detik-Detik Penetapan Rektor dan Kado dari Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tak sampai sepuluh mahasiswa berbaris melakukan aksi di muka gedung rektorat pagi tadi. Spanduk dan jas almamater mereka basah terkena hujan. Puncak ajang pilrek akhirnya terselenggara hari ini, Kamis (11/10) setelah tertunda satu bulan dari waktu yang ditetapkan, 13 Agustus lalu.</p><p style="text-align: justify;">Barisan itu dipimpin Rizaldo, Presiden BEM KM Unmul. Aksi yang disebutnya aksi damai ini dilakukan tak lain sebagai bentuk konsistensi mahasiswa dalam mengawal proses demokrasi agar berjalan sesuai aturan. &quot;Kita mengevaluasi dari rapat senat terbuka kemarin. Kita sebagai elemen penting dalam kampus berupaya mengontrol jalannya pilrek meskipun tidak berada dalam ruangan,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut mahasiswa Pendidikan Sejarah ini menyebut, aksi ini juga bertujuan memberi kado bagi rektor terpilih sehingga perkara kuantitas massa aksi tak jadi prioritas.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Esensi utama kita hari ini adalah bertemu rektor terpilih dan mengikatnya dengan satu kontrak yang kami sebut kado aspirasi dari seluruh mahasiswa 14 fakultas. Meskipun kami sedikit tapi sudah mewakili ribuan mahasiswa Unmul,&quot; tandasnya. <strong><em>(aml/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pilrek Berakhir Aklamasi, Masjaya Pimpin Unmul Dua Periode </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pilrek-berakhir-aklamasi-masjaya-pimpin-unmul-dua-periode/baca </link>
<guid> pilrek-berakhir-aklamasi-masjaya-pimpin-unmul-dua-periode </guid>
<pubDate> Thu, 11 Oct 2018 12:09:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Unmul terpilih, Masjaya menemui mahasiswa yang sejak pagi menggelar aksi di depan Rektorat. (Sumber: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pilrek-berakhir-aklamasi-masjaya-pimpin-unmul-dua-periode/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xvIrl6LCjp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pilrek Berakhir Aklamasi, Masjaya Pimpin Unmul Dua Periode</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&quot;Hasil pemilihan hari ini di luar perkiraan kami karena ternyata aklamasi. Hari ini kami tetapkan Prof. Masjaya sebagai Rektor Unmul periode 2018-2022,&rdquo; beber Mohammad Noor, ketua panitia pilrek 2018 dalam keterangan konferensi persnya di Ruang Tunggu Tamu Rektor. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, di Aula Serbaguna Rektorat lantai 4, digelar rapat senat tertutup yang merupakan proses akhir penetapan rektor terpilih. Rapat ini seharusnya berlangsung 13 Agustus lalu, namun terpaksa tertunda atas instruksi Kemenristekdikti yang masih ingin mendalami rekam jejak para calon rektor.</p><p style="text-align: justify;">Rapat itu dihadiri sedikitnya 80 orang anggota senat dari total 87 anggota di lingkungan kampus Unmul Gunung Kelua. Kesepakatan voting, kata Noor, diambil setelah dua calrek lain yakni Susilo dan Laode Rijai menyatakan dukungannya kepada Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Tak berselang lama, mahasiswa yang sedari pagi menggelar aksi di muka gedung rektorat bergerak menaiki lantai tiga untuk menemui Masjaya. Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit dan diterima langsung oleh rektor terpilih, Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Di kesempatan itu, Presiden BEM KM Unmul dan sejumlah BEM fakultas membawa &quot;kado&quot; berupa 16 lembar aspirasi mahasiswa 14 fakultas untuk menjadi perhatian Masjaya bertugas di periode selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terima kasih, saya atas nama pimpinan Universitas Mulawarman mengapresiasi mahasiswa, saya tahu hatinya. Saya tahu bahwa demokrasi di kampus tidak boleh dinodai oleh orang luar. Saya berupaya kepemimpinan terbuka, makanya saya minta ke Pak wakil rektor III untuk menyampaikan kepada mahasiswa sebagai bagian dari kita bahwa hari ini akan diselenggarakan pilrek agar tidak seperti penjaringan kita kecolongan,&quot; ungkap Masjaya menanggapi Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya mengatakan, Unmul punya banyak persoalan dan akan ia selesaikan satu per satu secara bertahap. Ia meminta bantuan semua pihak, terutama mahasiswa sebagai elemen penting dan terdepan mengontrol roda pemerintahannya kelak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya di periode kedua ini bukan enak. Ini malah makin berat. Kita harus mempertahankan akreditasi dan hal-hal lain yang juga harus dibenahi dari banyak kekurangan kita, prestasi dan aktivitas mahasiswa kita. Jangan pernah bosan menyampaikan pendapat. Kita ini melompat, bukan jalan santai,&quot; tandasnya. <strong>(<em>aml/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pilrek Aklamasi, Anggota Senat: Ini yang Terbaik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pilrek-aklamasi-anggota-senat-ini-yang-terbaik/baca </link>
<guid> pilrek-aklamasi-anggota-senat-ini-yang-terbaik </guid>
<pubDate> Thu, 11 Oct 2018 12:35:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemilihan rektor Unmul yang berakhir aklamasi. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pilrek-aklamasi-anggota-senat-ini-yang-terbaik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KE0LYz3x4x.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pilrek Aklamasi, Anggota Senat: Ini yang Terbaik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Rapat Senat Tertutup hari ini, Kamis, (11/10) berakhir aklamasi. Sebabnya, dua calrek lain, yakni Susilo (FKIP) dan Laode Rijai (Farmasi) menyatakan dukungannya kepada petahana Masjaya. Singkatnya, tak ada pertarungan.</p><p style="text-align: justify;">Sutadji, salah satu anggota senat mengatakan, aklamasi yang terjadi tak membuat cacat demokrasi. Sebaliknya, keakraban civitas akademica Unmul akan menguat karena tidak ada lagi perseteruan antar pihak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini sebuah kesepakatan. Tidak perlu ada isu-isu negatif yang berkembang berbeda dengan keadaan sebenarnya. Hasil hari ini adalah pilhan terbaik dan kami, para anggota senat Unmul memiliki kedewasaan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, rektor terpilih Masjaya tak menyangka keputusan pilrek yang panjang berujung aklamasi. Menurutnya sebulan terakhir bukanlah proses main-main, tidak hanya kendati ia mengaku yakin menang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semalam saya kumpulkan 65 orang senat untuk hari ini. Tetapi kalau calon lain memutuskan mendukung saya mau diapa kan? Apakah karena semalam saya kumpulkan orang? Itu mereka juga belum tentu mendukung saya. pun saya kumpulkan 65 orang senat untuk hari ini,&quot; ucapnya saat ditemui masa aksi di ruang tamu rektor.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, sepanjang sejarah Unmul melangsungkan pilrek, baru kali ini seorang rektor terpilih secara aklamasi. Adapun, kepemimpinan Masjaya periode 2014-2018 akan berakhir Minggu, 14 Oktober untuk kemudian dilantik kembali Senin, 15 Oktober sebagai rektor Unmul periode 2018-2022, selamat bertugas kembali. <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pria di Alam Bawah Sadar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pria-di-alam-bawah-sadar/baca </link>
<guid> pria-di-alam-bawah-sadar </guid>
<pubDate> Fri, 12 Oct 2018 12:43:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Herman Mansa, Mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2014. (Sumber ilustrasi: artranked.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pria-di-alam-bawah-sadar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lYg0Ag0czJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pria di Alam Bawah Sadar</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: left;">&ldquo;<em>Pria di alam bawah sadar tetaplah pria yang bersandar&rdquo;</em></p><p>(1)</p><p>Kita yang belum mengatur tempat tidur asik bercerita di depan pelataran, bulan sebentar lagi jatuh dan suara sunyi sudah menjadi bunyi dari sekian banyaknya yang bersuara</p><p>Kau katakan bahwa selamanya akan seperti ini bila tidak ada yang saling bicara, lantas sedari tadi kita sedang apa?, Aku rasa aku tidak bergumam menanggapi malam</p><p>Semua cerita sudah tersampaikan lewat bahasa tubuh, dari ketenangan tubuhmu duduk di sampingku, dan kegilaan ku pada raut wajahmu</p><p>Malam ini aku tidak ingin berbagi hembusan nafas di bibirmu ataupun menjadi selimut satu sama lain, sangat sulit berbicara dalam bahasa lazim</p><p>(2)</p><p>Semalam kau memberi nama percakapan kita sebagai pertengkaran, bertengkar macam apa dengan bahasa tubuh?, Kita tidak sedang bermain drama atau mencontoh gerakan aktor televisi tanpa pengeras suara</p><p>Semalam aku pulang tanpa bau yang kau benci, tidak ada sisa pelukan sebangsamu yang tidak berhak mendekap ku tetapi melahap ku</p><p>Dirimu sedang kau simpan di mana?, Aku bertanya tanpa ingin mencari, mencari sesuatu yang sudah ada di dalam diri adalah kebodohan yang selalu dirawat seperti anak sendiri</p><p>Malam ini biar aku yang membuat kopi, kau duduk saja dan jangan lupa merapikan tempat tidur</p><p>(3)</p><p>Suara paling mengerikan yang pernah kudengar adalah suara dalam kepalaku, suara yang sewaktu-waktu mengambil posisi paling nyaman dalam diriku</p><p>Suara itu menguasai setiap degup jantung atau aliran darah di tubuhku</p><p>Aku tidak sempat berkenalan atau bertegur sapa, diriku kuistirahatkan dan suatu saat aku akan mengambilnya kembali</p><p>Suara itu adalah suara seorang pria berdasi yang telah lama kehilangan separuh dari sisa kesadarannya, mencari tempat bersandar di alam bawah sadar</p><p><strong><em>Ditulis oleh Herman Mansa, Mahasiswa Sastra Indonesia FIB 2014</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dekan FISIP Diduga Plagiat Skripsi Mahasiswa, MPM FISIP: Ini Memalukan! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan/baca </link>
<guid> dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan </guid>
<pubDate> Fri, 12 Oct 2018 12:52:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> MPM FISIP menggelar mimbar bebas bertajuk refleksi 56 tahun FISIP Unmul di halaman parkir kampus. (Sumber foto: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rAck3Fth8N.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dekan FISIP Diduga Plagiat Skripsi Mahasiswa, MPM FISIP: Ini Memalukan!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Menghitung hari jelang perayaan hari jadi yang ke-56 FISIP Unmul, kampus perjuangan justru diterpa kabar tak menyenangkan. Dekan FISIP Muhammad Noor, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Hairunnisa, dan salah seorang dosen program studi Administrasi Negara Hariati, ditengarai melakukan tindakan plagiarisme karya tulis milik mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kabar ini diketahui oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) FISIP usai melakukan dialog bersama ketua panitia agenda <em>Proceeding of the 2nd International Conference on Education and Islamic Culture Revitalizing the Role of Islamic Higher Education Towards Cultural Transformation and Radicalism Prevention</em> pada 2 Oktober lalu.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan kronologi tertulis yang dikirimkan Wakil Presiden BEM FISIP Unmul Yohanes Richardo kepada <em>Sketsa</em>, agenda tersebut dihelat pada 15 Februari 2018 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda. Tiga nama di atas berposisi sebagai peserta dan diberi kesempatan mempresentasikan tulisannya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, judul tulisan yang dimaksud, pertama, <span style="background-color: transparent;">EFFORST TO INCREASE MUZAKKI TRUST FUND MANAGEMENT FOR UMMAT (DPU) IN SOCIAL MARKETING ANALYSIS PERSPECTIVE oleh Hairunnisa dan Muhammad Noor, diduga plagiat dari skripsi berjudul ANALISIS SOCIAL MARKETING DANA PEDULI UMMAT (DPU) KALTIM DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MUZAKKI WILAYAH KOTA SAMARINDA milik mahasiswi berinisial AR Ilmu Komunikasi angkatan 2013.</span></p><p style="text-align: justify;">(Sumber : https:///iceisc.iainsamarinda.ac.id/dl/proceeding.pdf)</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, ADVERTISING REPRESENTATION &ldquo;INDONESIA ADALAH KITA&rdquo; IN MULTICULTURAL FRAME RELIGION IN INDONESIA oleh Muhammad Noor dan Hairunnisa diduga plagiat dari skripsi berjudul REPRESETASE AGAMA DALAM IKLAN INDONESIA ADALAH KITA DI NET.TV milik AP, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2013.</p><p style="text-align: justify;">Dan yang ketiga, MEMAHAMI ETIKA ISLAM PADA PROGRAM BERITA ISLAMI MASA KINI TRANS TV oleh Hariati dan Darmawati diduga plagiat dari skripsi berjudul STIMULUS KOGNITIF MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS MULAWARMAN DALAM MEMAHAMI ETIKA ISLAM PADA PROGRAM BERITA ISLAMI MASA KINI TRANS TV milik D, mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2012.</p><p style="text-align: justify;">(Sumber : ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id)</p><p style="text-align: justify;">Penyelidikan tim riset MPM FISIP yang mengkomparasikan karya asli dan dugaan plagiat, rupanya berbuah kecurigaan. Sejumlah kesamaan isi tulisan ditemukan. Bedanya, karya yang diduga plagiat sudah diubah ke dalam bahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menurut penjelasan ketua panitia penyelanggara konfrensi, setelah orang tua AR yang kebetulan dosen IAIN, merasa keberatan dengan plagiasi yang dilakukan, akhirnya orang tua AR meminta agar dalam karya tersebut juga dicantumkan nama AR. Namun atas permintaan Ibu Hairunnisa dan ibu Hariati akhirnya tulisan hasil <em>proceeding</em> oleh ketiga dosen tersebut dihapus dalam daftar. Alhasil 3 judul tulisan tersebut tak lagi dapat diakses,&quot; demikian bunyi kronologi.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Richard menegaskan, perbuatan yang dilakukan tiga nama tersebut telah mencoreng nama baik lembaga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak sepatutnya oknum yang harusnya menjadi guru kita melakukan tindakan yang tidak etis dan tidak beretika. Plagiat itu sangat melanggar. Ini jelas sangat memalukan. Karenanya kasus ini harus ditindaklanjuti sesuai aturan sesuai peraturan pendidikan nasional nomor 17 tahun 2010,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pagi tadi, Jumat (12/10), MPM FISIP menggelar mimbar bebas bertajuk refleksi 56 tahun FISIP Unmul di halaman parkir kampus. Dugaan plagiarisme ini jadi salah satu pokok pembahasan dalam orasi. Mereka juga membentangkan sejumlah spanduk di beberapa titik bertuliskan gugatan plagiat hingga ancaman pemecatan bagi tiga nama tergugat.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait hal ini, Noor mengaku tengah berada di luar kota.<br><br>&quot;Bapak lagi acara seleksi JPT Pratama di Balikpapan,&quot; jawabnya singkat. <strong><em>(aml/els)</em></strong></p><p><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Berita ini telah diperbaharui oleh Redaksi Sketsa 16 Oktober pukul 12.57 Wita.</em></strong><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dongeng yang Sangat Panjang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dongeng-yang-sangat-panjang/baca </link>
<guid> dongeng-yang-sangat-panjang </guid>
<pubDate> Sun, 14 Oct 2018 11:37:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Mochammad Fernanda Fadhila, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2016. (Sumber ilustrasi: learning-mind.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dongeng-yang-sangat-panjang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/P71TMsAkry.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dongeng yang Sangat Panjang</h1>
			              </header>
			              <p>Sampai mana aku sudah?<br>Tapak langkah sudah lelah<br>Waktu-waktu yang terbuang<br>Dan kisah-kisah yang hilang<br>Hidup itu meliputi pilihan-pilihan<br>Yang sekali diambil ia hilang<br>Maka sampai mana aku sudah?<br>Serak aku di halaman<br>Sesat aku di belantara hutan<br>Diantara kepingan kata yang belum selesai<br>Dan diantara kalimat penjelas yang belum sempurna</p><p><em><strong>Ditulis oleh Mochammad Fernanda Fadhila, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2016</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Gerakan Berbagi LPM Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/semarak-gerakan-berbagi-lpm-sketsa/baca </link>
<guid> semarak-gerakan-berbagi-lpm-sketsa </guid>
<pubDate> Mon, 15 Oct 2018 13:31:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama usai rangkaian kegaiatan Gerakan Berbagi. (foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/semarak-gerakan-berbagi-lpm-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BA4S82MqI9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Gerakan Berbagi LPM Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Langit kelabu menjadi atap bagi LPM Sketsa Unmul untuk memulai kegiatan Gerakan Berbagi Sabtu (13/10) yang dilaksanakan di MAN 2 Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan Berbagi tahun ini bertemakan Jurnalistik di Era Gen Z. Tidak hanya diisi dengan seminar jurnalistik, namun ada pula lomba-lomba seperti membaca berita, menulis berita, membaca puisi, dan lomba fotografi.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan dimulai selepas Zuhur, setelah semua kursi yang disediakan terisi penuh, acara dibuka oleh Annisa A&rsquo;yun Nursania dan Fernanda Fadillah. Kemudian di lanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Gerakan Berbagi, Khusnul Awaliyah dan sambutan dari Ketua Umum LPM Sketsa 2018, Wahid Tawaqal.</p><p style="text-align: justify;">Acara berlanjut dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Putera Tiya Ilahi. Setelah doa usai, penyampaian mengenai dasar Jurnalistik kembali disampaikan oleh Ketua Umum LPM Sketsa, yang lebih dikenal dengan panggilan Wawal.</p><p style="text-align: justify;">Agenda selanjutnya yakni worshop Jurnalistik yang di bawakan oleh Fadiah Adlina yang merupakan Redaktur Pelaksana Sketsa. Workshop ini memberikan materi tentang kepenulisan berita. Sesi sharing berlangsung dengan menyenangkan, terlihat dari respon aktif semua siswa dalam sesi tanya jawab.</p><p style="text-align: justify;">Selepas workshop, panitia lalu mengarahkan peserta untuk mengikuti lomba-lomba. Tersedia 3 kelas untuk tiga jenis lomba, yaitu menulis berita, membaca berita, dan membaca puisi. Sedangkan untuk lomba fotografi, setiap peserta dipersilakan mengambil gambar kegiatan yang dilakukan dari ketiga kelas tersebut dengan estimasi waktu tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Antusiasme siswa terhadap jurnalistik ternyata cukup besar, diketahui dari jumlah siswa yang mendaftar untuk berpartisipasi dalam lomba dan totalitas mereka untuk mengikuti lomba. Seperti lomba membaca berita di mana hampir semua peserta lomba menggunakan atribut layaknya pembaca berita sesungguhnya.</p><p style="text-align: justify;">Penjurian di lakukan langsung oleh awak <em>Sketsa</em> yang berpengalaman di bidang masing-masing lomba. Setelah penjurian yang cukup pelik, akhirnya sudah diputuskan siapa yang memenangkan lomba. Para pemenang lomba mendapatkan sebuah plakat, sertifikat, dan sebuah pin, sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang telah mengikuti lomba Gerakan Berbagi. Tak lupa <em>Sketsa&nbsp;</em>juga memberikan plakat kenang-kenangan untuk MAN 2. Setelah pengumuman pemenang, acara pun ditutup berfoto bersama. <em><strong>(ycp/fir/els)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Respons Plagiarisme Berlanjut, Jajaran Dekanat FISIP Gelar Pertemuan Tertutup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-respons-plagiarisme-berlanjut-jajaran-dekanat-fisip-gelar-pertemuan-tertutup/baca </link>
<guid> aksi-respons-plagiarisme-berlanjut-jajaran-dekanat-fisip-gelar-pertemuan-tertutup </guid>
<pubDate> Tue, 16 Oct 2018 12:08:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi BEM FISIP Unmul di depan Gedung Rektorat menuntut tuntas kasus plagiarisme. (Sumber: Amelia Rizky) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-respons-plagiarisme-berlanjut-jajaran-dekanat-fisip-gelar-pertemuan-tertutup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SseZLolMgz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Respons Plagiarisme Berlanjut, Jajaran Dekanat FISIP Gelar Pertemuan Tertutup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Aksi lanjutan dugaan plagiarisme yang dilakukan tiga oknum dosen dan pejabat struktural FISIP digelar BEM FISIP di muka gedung rektorat Unmul kemarin, Senin, (15/10). Kali ini mereka membawa satu replika kado dan satu amplop bukti dugaan plagiasi yang akan diserahkan kepada Rektor Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Hari itu, Masjaya tak ada di tempat karena agenda pelantikannya sebagai rektor Unmul terpilih di Jakarta. Massa aksi diterima Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Bohari Yusuf.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini saya terima ya, saya sebagai wakil rektor 4. Ini akan saya teruskan ke rektor untuk menindaklanjutinya karena sekali lagi, saya wr 4. Saya jangan didesak,&quot; jawabnya menanggapi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam aksi itu, tak hanya serah terima bukti, Bohari dan Abdunnur, Wakil Rektor II Bidang Keuangan yang juga hadir menyusul, menyepakati pembentukan tim investigasi.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, baik Abdunnur maupun Bohari belum bisa memastikan kapan tim ini terbentuk dan bekerja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini akan diteruskan ke rektor dulu untuk dibahas dulu. Pak Masjaya baru dilantik tanggal 22. Sebelum itu dipegang oleh Pjs (pejabat sementara), tetapi tidak bisa mengambil keputusan struktural. Pjs-nya siapa, kita sama-sama menunggu,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pertemuan Klarifikasi 3 Nama Terduga</strong></p><p style="text-align: justify;">Aksi di rektorat tuntas pukul 11.30 Wita. Massa aksi berkumpul lagi di kampus FISIP pukul 13.00 untuk mengikuti pertemuan tertutup membahas kasus ini yang menghadirkan sejumlah dosen saksi, dosen yang menggugat, serta mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Usai melakukan orasi di halaman depan gedung Dekanat FISIP, Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar dan Wakil Presiden BEM FISIP Yohanes Richardo bergerak menuju ruang rapat 2 di lantai 2 dekanat. Hanya ada dua orang perwakilan mahasiswa yang diperkenankan masuk.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan berlangsung sekitar tiga setengah jam, yakni mulai pukul 14.00 hingga 16.30. Satu jam pertama pertemuan, Dekan FISIP Muhamamd Noor tampak meninggalkan ruangan.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi usai pertemuan itu, Wakil Dekan I Endang Erawan yang didapuk sebagai pemimpin forum enggan berkomentar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maaf nak ya, nanti aja. Nanti kami akan undang tiga mahasiswa yang skripsinya diduga diplagiasi. Itu aja. Tidak ada apa-apa,&quot; jawabnya singkat seraya masuk lalu menutup ruangannya.</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan sejumlah dosen yang keluar dari ruangan, semua kompak tutup mulut. Beberapa di antara mereka bahkan bergegas menuruni tangga, menghindari kejaran awak media yang sejak tadi menanti dari luar.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&quot;Aduh saya enggak tahu, tanya Pak Endang aja ya,&quot; kata seorang dosen.</p><p style="text-align: justify;">&quot;No komen ya, saya tidak mau berkomentar, aduh maaf,&quot; ucap salah satu dosen yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Presiden BEM FISIP Andi Muhammad Akbar tegas menyebut akan tetap mengawal kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami terus mengawal agar (kasus plagiarisme) dapat terselesaikan sesuai aturan yang berlaku,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan itu disebut-sebut berakhir dengan kesepakatan damai dan kekeluargaan, tak akan berlanjut ke meja pengadilan. <strong>(<em>aml/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berkas Dugaan Plagiat Tiga Dosen FISIP Akan Diuji di Kemenristekdikti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berkas-dugaan-plagiat-tiga-dosen-fisip-akan-diuji-di-kemenristekdikti/baca </link>
<guid> berkas-dugaan-plagiat-tiga-dosen-fisip-akan-diuji-di-kemenristekdikti </guid>
<pubDate> Wed, 17 Oct 2018 13:59:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul. (Sumber: prokal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berkas-dugaan-plagiat-tiga-dosen-fisip-akan-diuji-di-kemenristekdikti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x0bAGdzjZn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berkas Dugaan Plagiat Tiga Dosen FISIP Akan Diuji di Kemenristekdikti</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kepada Bohari Yusuf, mahasiswa menyerahkan sebuah amplop berwarna cokelat berisi berkas yang disinyalir merupakan jurnal plagiat yang diolah oleh tiga dosen FISIP. Ada tiga jurnal yang dianggap hasil menjiplak.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga jurnal ini pernah diikutsertakan dalam konferensi internasional yang terlaksana di IAIN Samarinda, Februari silam. Semula jurnal tersebut dapat diakses sebelum akhirnya dihapus oleh pihak penyelenggara. Sementara menurut temuan dari tim Riset Agitasi dan Propaganda BEM FISIP dan MPM FISIP ada unsur plagiat terhadap jurnal karya dosen ini dengan skripsi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dekan FISIP Muhammad Noor, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Hairunnisa, dan dosen Administrasi Negara Hariati adalah tiga nama yang diduga melakukan plagiat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami melaporkan ini ke rektor dan Kemenristekdikti,&rdquo; kata Andi Muhammad Akbar, Presiden BEM FISIP.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dengan berkas di tangannya, Bohari sebagai Wakil Rektor IV akan menyampaikan kasus ini ke Masjaya selaku rektor. Sebelumnya dalam drama pemilihan rektor 2018, Masjaya berhasil menjemput periode keduanya usai namanya terpilih secara aklamasi. Masjaya dijadwalkan akan dilantik pada Senin (22/10) mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak Rektor membentuk tim, tentu saja dan ini plagiarisme ada tata cara untuk membuktikannya,&rdquo; ujar Bohari.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-respons-plagiarisme-berlanjut-jajaran-dekanat-fisip-gelar-pertemuan-tertutup/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-respons-plagiarisme-berlanjut-jajaran-dekanat-fisip-gelar-pertemuan-tertutup/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Bohari menerangkan berkas dugaan plagiat ini selanjutnya akan diuji menggunakan perangkat lunak yang bisa mengetahui kadar plagiat dan peranti lunak sejenis ini hanya dimiliki oleh Kemenristekdikti. Sehingga terpaksa, kata Bohari, kasus ini akan melibatkan Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kita akan bahas dulu di internal kita&mdash;di senat,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai peranti lunak yang bisa mendeteksi plagiat sebetulnya sudah digencarkan di Unmul. Untuk setiap karya skripsi mahasiswa pasti akan melalui proses saring dokumen. Ini dilakukan di samping mahasiswa juga tetap membuat &ldquo;pernyataan tidak plagiat&rdquo;. Dalam klaimnya, Bohari menyebut setiap prodi di Unmul sudah memiliki perangkat lunak seperti ini dan adaah tugas prodi untuk mengecek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada banyak sekali software ini untuk plagiat. Tapi ini sudah terjadi, harusnya pihak penyelenggara <em>conference</em> punya saringan itu juga,&rdquo; ucap Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Bohari enggan disebut sedang menyalahkan panitia penyelenggara. Dalam hal ini, ia merasa panitia konferensi internasional di IAIN tidak diwajibkan untuk mengecek kadar plagiarisme. Alih-alih membebankan pengecekan jurnal kepada panitia, lebih elok bagi Bohari sebagai peneliti yang diperlihatkan justru kejujuran intelektual.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga tentu saja tidak merepotkan panitia. Jadi saya bukan menyalahkan panitia,&rdquo; tegasnya. <strong>(<em>wal/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM Perintis yang Haus Prestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/ukm-perintis-yang-haus-prestasi/baca </link>
<guid> ukm-perintis-yang-haus-prestasi </guid>
<pubDate> Thu, 18 Oct 2018 13:10:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKM Marching Band Wangsakerta Mulawarman. (Sumber foto: Dok. penulis) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/ukm-perintis-yang-haus-prestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZQQnF1KrPT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKM Perintis yang Haus Prestasi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Bukan hal mudah bagi sebuah UKM yang baru terbentuk untuk bisa berprestasi, namun itu juga bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Dan Marching Band (MB) Wangsakerta Mulawarman telah membuktikan bahwa sebuah UKM baru sangat bisa meraih prestasi dan mengharumkan nama Universitas Mulawarman dibidang Marching Band.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Pada event tahunan Borneo Open Marching Band Competition (BOMBC) di GOR SEGIRI, Samarinda pada tanggal 31 Agustus hingga 2 September. MB Wangsakerta turun pada kategori <em>Drum Battle</em> tingkat <em>Open Class</em> dan bertanding melawan beberapa unit Marching Band yang ada di Kalimantan Timur.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Membawa tema <em>Ethnic</em> pada event kali ini menjadi tantangan tersendiri bagi band ini. Pada babak kualifikasi yang diselenggarakan pada hari Sabtu, MB Wangsakerta meraih peringkat ketiga dan bertanding melawan peringkat kedua pada esok harinya. Pada pertandingan melawan peringkat kedua kualifikasi, bukanlah halangan malah menjadi pemicu semangat tim untuk lebih maksimal dalam penampilan nanti.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Namun kemenangan belum berpihak sehinga MBWM harus mengakui kekalahan pertamanya, akan tetapi kekalahan ini membuat MBWM harus melawan peringkat ke empat kualifikasi. Berkat kerja keras tim serta bantuan dari beberapa konsultan pelatih, pada perebutan juara ketiga MBWM Berhasil meraih kemenangan. Dan bagi tim, ini adalah capaian terbaik MBWM karena pertama kalinya band ini ikut serta dalam event BOMBC.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Di tahun depan ada beberapa event bergengsi yang akan diikuti oleh MBWM dan yang terdekat adalah event<em>&nbsp;Kaltim Marching Day</em> (Kaltim Marching Day) di Balikpapan yang pada awal tahun ini section <em>Color Guard</em> MBWM berhasil menjadi juara umum. <em>InshaAllah</em> pada tahun depan MBWM akan turun di dua kategori KMD yakni <em>Color Guard Contest</em> dan <em>Drum Battle</em>.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Harapannya semoga dengan semakin banyaknya prestasi yang diraih MBWM, semakin meningkatkan semangat anggota untuk terus berlatih. Dan akhir-akhir ini rektorat sudah mau memperhatikan UKM yang ingin berkompetisi serta semoga tren positif ini terus berlanjut agar UKM lain dapat lebih berprestasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release oleh Alfin Pranata, Wakil KEtua Marching Band Wangsakerta Mulawarman.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecemasan Mahasiswi Rantau Saat Sulteng Diguncang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecemasan-mahasiswi-rantau-saat-sulteng-diguncang/baca </link>
<guid> kecemasan-mahasiswi-rantau-saat-sulteng-diguncang </guid>
<pubDate> Thu, 18 Oct 2018 13:33:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tenda pengungsian korban gempa Palu. (sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecemasan-mahasiswi-rantau-saat-sulteng-diguncang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E1xPpFxaqN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kecemasan Mahasiswi Rantau Saat Sulteng Diguncang</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Indonesia kembali berduka.Gempa dan tsunami yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 27 September 2018 lalu masih meninggalkan luka mendalam. Bencana ini turut mengundang empati dari berbagai pihak. Tak hanya itu, sanak keluarga tak luput daei rasa khawatir. Bagaimana tidak, pasalnya dua hingga tiga hari pasca bencana jaringan komunikasi tidak stabil hingga sempat terputus.</p><p>Kekhawatiran juga dirasak Ayu Ulfiani. Mahasiswi Psikologi 2018 Unmul asal Palu ini mendapat kabar duka tersebut dari saudara sepupunya yang berada di Makassar.</p><p>Ayu yang pada saat itu sedang memindahkan barang-barang ke indekos barunya, seketika kaget dan pikirannya buyar. Panik bertambah ketika Ayu berusaha menghubungi orang tuanya, namun telepon saat itu sedang berada di luar jangkauan. Kegelisahan semakin menjadi lantaran pesan <em>Whatsapp</em> tak kunjung mendapat centang dua.</p><p>Hingga akhirnya kabar baru Ayu terima pada Sabtu malam. Dalam percakapan singkat, mama Ayu yang menggunakan nomor telepon orang lain memberi kabar bahwa keluarga mereka baik-baik saja. &ldquo;Mama ndakpapa, ini hapenya lowbat. Yang penting mama ndakpapa ya nak. Kamu juga baik-baik ya,&quot; cerita Ayu, menirukan perkataan sang ibu.</p><p>Berbeda sehari dengan Ayu, Nadya Derta Kinanti yang juga mahasiswa Psikologi asal Palu baru menerima kabar dari keluarganya 3 hari setelah bencana. Pada hari kejadian, Nadya sedang mengikuti kegiatan perkemahan yang diselenggarakan oleh salah satu UKM kampus sehingga belum mengetahui kabar bencana tersebut.</p><p>Hari Sabtu seusai kemah, Nadya pulang ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Unmul. Saat itulah ia mendapat informasi dari kakaknya yang juga merantau ke Kalimantan, tepatnya tinggal di Kecamatan Sangkulirang. Ia mengatakan bahwa rumah mereka hancur dan roboh akibat gempa. Kecemasan Nadya semakin menjadi, langsung menghubungi orang tua. Tak jauh berbeda dengan Ayu, panggilan tak dapat dilakukan.</p><p>Tidak putus asa, Nadya terus mencoba menghubungi. Setiap satu jam sekali ia melakukan panggilan. Pikirannya kalut, bahkan hingga semalaman ia tidak tidur. Kelegaan baru menhampiri ketika panggilan Ayu terhubung dan masuk pada Minggu malam.&nbsp;</p><p>Dalam beberapa menit dalam percakapan, Ayu mendapat kabar bahwa keluarga baik-baik saja, meski beberapa keluarga besar ada yang meninggal.</p><p>&ldquo;Saya nyoba terus, tapi tetap enggak bisa tidur. Setiap satu jam saya coba nelepon. Dan itu&ndash;panggilan tehubung-pun cuma beberapa menit saja, soalnya langsung mati karena jaringan belum stabil. Setelah itu, dua hari lagi baru bisa dihubungi,&rdquo; terang Nadya.</p><p>Tidak seperti keluarga Ayu yang langsung dilarikan ke pengungsian, keluarga Nadya bersama tetangga-tetangganya harus membangun tenda pengungsian sendiri di depan rumah. Sebab relawan dan donasi belum datang saat itu.</p><p>Syukurnya terdapat kebun ubi di lingkungan sekitar yang bisa diambil untuk menjadi bahan makanan, sehingga memenuhi kebutuhan makanan hingga donasi sampai ke pemukiman mereka.</p><p>Letak rumah Ayu di Palu Timur dan Nadya di Palu Barat, kedua wilayah ini sama-sama tidak terkena tsunami, tetapi gempa berhasil meruntuhkan sebagian besar gedung-gedung yang berada di atasnya, termasuk rumah Ayu dan Nadya.</p><p>Diceritakan Ayu, rumahnya hancur berantakan. Beruntung, bagian ruang tamu masih dapat digunakan. Melalui aplikasi <em>Whatsapp</em>, adik Ayu menceritakan suasana gempa. Plafon rumah dan barang-barang berjatuhan, meja yang semula tertata di ruang tamu pindah ke depan WC. Sang adik mengaku merasakan pusing akibat goncangan gempa.</p><p>Lega ketika kakak kedua Ayu yang saat itu mendapat tugas menjaga stand dapat terhindar tsunami. &ldquo;Kakak saya sebenarnya jaga stand di Palu yang di pesisir pantai itu, tapi dia malah pergi dari situ dan kabur dari tugas. Ada hikmahnya juga dia kabur. Belum ajalnya karena rata-rata yang di pinggir pantai itu meninggal,&rdquo; ceritanya.</p><p>Perasaan lega yang sama juga dirasakan Nadya ketika kakak perempuan, adik bungsu dan satu keponakannya yang sempat terkurung dalam reruntuhan rumah berhasil selamat. Mereka dapat dievakuasi saat sang kakak ipar yang baru usai sholat magrib di masjid datang dan langsung mendobrak pintu.</p><p>&ldquo;Kakak saya sama adik, dan keponakan saya masih di dalam rumah terkurung dan enggak bisa keluar pas gempa. Suami dan anak pertamanya pergi salat magrib. Suaminya datang ngedobrak baru bisa keluar. Muka keponakan saya sampai di penuhi abu, tapi dia masih bisa senyum gitu,&rdquo; cerita mahasiswa semester 1 itu dengan mata berkaca-kaca.</p><p>Kesedihan Nadya bertambah ketika tahu mental adiknya sedikit terganggu akibat gempa. Saat sang adik mendengar orang yang lari ia turut lari sekalipun ketika bermain. Meski begitu, Nadya tetap bersyukur keluarganya hanya mendapat luka lecet dan tidak ada fisik yang terluka parah.</p><p>Meskipun rumahnya hanya tersisa tiang penyangga, Nadya tak terlalu kecewa sebab satu-satunya motor milik keluarganya masih bisa selamat.</p><p>Perataan dalam penyaluran donasi sangat diinginkan Nadya, &ldquo;Kedengarannya kemarin donasi udah banyak, harapannya pemerintah tidak menyalahgunakan itu. Maksudnya dapat digunakan sebaik mungkin dengan melihat yg benar-benar butuh,&rdquo; harapnya.</p><p>Pada 8 Oktober lalu, pihak rektorat Unmul mengumpulkan sekitar 20 mahasiswa yang berasal dari Sulteng untuk diberikan donasi sebagai bentuk belasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga mereka. <strong><em>(yun/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Beasiswa Djarum Plus dan Manfaatnya di Mata Beswan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/beasiswa-djarum-plus-dan-manfaatnya-di-mata-beswan/baca </link>
<guid> beasiswa-djarum-plus-dan-manfaatnya-di-mata-beswan </guid>
<pubDate> Fri, 19 Oct 2018 10:55:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu Mahasiswa Unmul  berhasil mendapat beasiswa dari Djarum Foundation, bagaimana pendapatnya? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/beasiswa-djarum-plus-dan-manfaatnya-di-mata-beswan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7cuZb2cNcA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Beasiswa Djarum Plus dan Manfaatnya di Mata Beswan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dalam wawancaranya dengan Sketsa, Rizaldo Presiden BEM KM Unmul 2018 mengatakan perusahaan rokok Djarum selaku perusahaan pemberi beasiswa, meminta umpan balik berupa pemasangan baliho saat penerimaan Djarum Beasiswa Plus (DBP).</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> lalu menemui Intan Purnama Sari, mahasiswi Fakultas Teknik 2015, sebagai salah satu penerima beasiswa ini. Intan mengatakan kalau hal tersebut sah saja jika menggunakan label DBP. Berbeda jika membawa embel-embel merek rokok, tentunya akan menjadi masalah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena di sini (Kalimantan Timur) orang itu masih awam tentang Djarum Foundation, jadi mereka menganggap &lsquo;oh Djarum, rokok ini&rsquo;, padahal lain, bukan hanya rokok,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dilansir dari laman Tiirto.id, dijelaskan bahwa pada 1997 silam, tepatnya saat masa krisis moneter di Indonesia, Djarum membeli saham Bank Central Asia (BCA) dari pemilik sebelumnya yaitu Liem Sioe Liong. Sektor perhotelan juga dirambah oleh dua bersaudara Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, dengan jalan membeli saham Hotel Indonesia Kempinski (Eks Hotel Indonesia).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam bidang perbankan dia (Djarum) investasi Bank BCA, kalau dalam bidang digital ada blibli.com, tiket.com dan yang terbaru minuman Yuzu,&rdquo; ujar mahasiswi penerima DBP.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Djarum dan Segudang Manfaatnya</strong></p><p style="text-align: justify;">Intan menyayangkan Unmul membatasi ruang gerak beasiswa tersebut kini, terutama setelah keluarnya aturan rektor tentang larangan perusahaan rokok, miras, dan sejenisnya masuk kampus. Meski begitu, ia setuju bahwa sponsor dari rokok dilarang.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Intan membantah kalau DBP dikata tak bermanfaat. Menurutnya, DBP justru beasiswa yang paling &lsquo;wah&rsquo; ketimbang beasiswa lain. Bahkan, di Pulau Jawa DBP tergolong beasiswa bergengsi. Pendaftar beasiswa ini sebanyak hingga 15000 mahasiswa dari seluruh Indonesia sementara yang dinyatakan diterima tak sampai setengahnya.</p><p style="text-align: justify;">Intan mengakui seleksi penerima beasiswa ini memang ketat. Adapun, syarat utamanya adalah mahasiswa yang telah mengikuti organisasi, kemudian seleksi berkas, setelah dinyatakan lolos seleksi berkas, dilanjutkan tes tulis. Kalau lulus maka akan lanjut ke tahap tes wawancara lalu dinyatakan lulus. Penerima DBP tahun 2017/2018 yang berasal dari Unmul sebanyak tiga dari sekitar seratus pendaftar. Intan mengatakan DBP tidak mematok kelulusan dengan kuota namun mengedepankan kualitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau yang lulus tes wawancara sepuluh orang ya semuanya lulus menjadi Beswan (sebutan penerima beasiswa DBP),&rdquo; tutup Intan.</p><p style="text-align: justify;">Selain mendapat uang sebesar Rp750 ribu per bulan, Intan mengatakan DBP juga memberikan pelatihan <em>soft skill&nbsp;</em>seperti <em>Character Building, Leadership Development, Public Speaking, Writing</em> dan <em>National Building</em>. Pelatihan yang diberikan dilaksanakan di kota yang berbeda yaitu Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Semarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu tiket sudah dibayarin, tidur di hotel, perlengkapan dikasih, jadi kita tinggal bawa diri aja. Jadi kita Beswan itu gak ada keluar uang sama sekali,&rdquo; ujar Intan.</p><p style="text-align: justify;">Program pelatihan di atas wajib diikuti oleh semua Beswan, Intan mengatakan DBP juga mengadakan program yang tak wajib diikuti, seperti <em>Writing Competition, Vlog Competititon</em> dan <em>Community Empowerment</em> atau seperti membina sebuah kelompok masyarakat. Dan yang terakhir, DBP akan mengirimkan delegasi sepuluh Beswan terbaik dari 500 Beswan di seluruh Indonesia untuk mengikuti International Exposure. <strong style="">(<em>erp/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anugerah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/anugerah/baca </link>
<guid> anugerah </guid>
<pubDate> Sat, 20 Oct 2018 12:10:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Sulistionoto Theo Ciptono, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2015. (Sumber foto: Dok. pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/anugerah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f4eCjPaNhY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anugerah</h1>
			              </header>
			              <p>jika Tuhan ada, maka kaulah bukti keberadaannya<br>sapaan, tatapan, senyuman<br>jarum waktu tak berdetik, jantung pun tak berdetak<br>pesona merajai lensa, mata beku dalam masa</p><p>jika Malaikat ada, melihatmu aku percaya<br>tertawa, jelita, dunia<br>sentuhan lembut menyambut hangat<br>terperangkap canda dalam surga realita</p><p>kaulah setengah samudra, setengah dirgantara<br>datang dengan sayap diantara daun-daun yang berguguran<br>melukis warna bahagia diatas kanvas kegundahan<br>sebuah kisah, Anugerah terindah seorang Pujangga</p><p><strong><em>Ditulis oleh Sulistionoto Theo Ciptono, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Venom, Sebuah Film Superhero yang Terasa Abu-Abu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/venom-sebuah-film-superhero-yang-terasa-abu-abu/baca </link>
<guid> venom-sebuah-film-superhero-yang-terasa-abu-abu </guid>
<pubDate> Sat, 20 Oct 2018 12:19:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Venom the Movie. (Sumber poster: venom.movie) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/venom-sebuah-film-superhero-yang-terasa-abu-abu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cwhcWiWfUx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Venom, Sebuah Film Superhero yang Terasa Abu-Abu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: Venom<br>Produser: Av Arad, Matt Tolmach dan Amy Pascal<br>Sutradara: Ruben Fleischer<br>Penulis: Scott Risenberg, Jeff Pinker, dan Kelly Marcel<br>Genre: Superhero, Action<br>Rumah Produksi: Columbia Pictures<br>Distribution: Sony Pictures<br>Tayang: 5 Oktober 2018</p><p style="text-align: justify;">Film bertema superhero selalu mengundang animo peminatnya di bioskop kesayangan. Terlebih akhir-akhir ini banyak film superhero &nbsp;yang menembus <em>box office</em>, terutama film-film besutan Marvel Studios. Venom sebenarnya juga superhero buatan Marvel, hanya saja hak cipta filmnya dipegang oleh Columbia Pictures yang didistribusikan oleh Sony Pictures Releasing. Jadi walaupun sama-sama superhero Marvel, tapi Venom tidak menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe.</p><p style="text-align: justify;">Film ini bukanlah debut perdana Venom dalam dunia layar lebar. Sebelumnya Venom pernah muncul di film <em>Spiderman 3</em>-nya Tobey Maguire dan menjadi salah satu <em>villain&nbsp;</em> yang ikonik. Namun berbeda dengan debutnya, Venom di film tunggalnya ini memiliki role sebagai <em>anti-hero</em>. Jika <em>v</em><em>illain &nbsp;</em>adalah antagonis, maka <em>anti-hero</em> adalah masuk klasifikasi protagonis. Berbeda dengan <em>hero&nbsp;</em>yang identik sebagai manusia sempurna yang sangat menjunjung tinggi kebenaran dan moralitas, a<em>nti-hero &nbsp;</em> lebih manusiawi, tidak sesuci <em>hero&nbsp;</em>ia masih mempunyai ego dan sifat jahat. Sederhananya, apabila <em>villain&nbsp;</em>diibaratkan hitam dan <em>hero</em><em>&nbsp;</em>putih, maka <em>an</em><em>ti-hero</em> itu abu-abu.<em>&nbsp;</em>&nbsp; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Venom sendiri adalah nama dari makhluk luar angkasa yang disebut <em>symbiote</em>. Makhluk ini tidak berbentuk selaykanya makhluk hidup pada umumnya, bisa dibilang mirip dengan ingus atau <em>slime</em> yang harus bertahan hidup dengan menumpang tubuh makhluk lain sebagai inangnya. Di film ini Venom menumpang tubuh Eddie Brock (Tom Hardy), seorang reporter investigasi di stasiun televisi MSNBC. Sebelum bertemu Venom, Eddie ditugaskan mewawancarai Dr. Cartlon Drake (Riz Ahmed) mengenai proyek roket miliknya. Eddie rupanya memiliki tendensi tidak suka kepada Dr. Cartlon.</p><p style="text-align: justify;">Malamnya, Eddie secara tidak sengaja menemukan akses rahasia kejahatan perusahhan Dr. Cartlon, Life Foundation melalui laptop kekasihnya, Anne Weying (Michelle Williams). Tak ayal Eddie pun dipecat dan ditinggal kekasihnya. Eddie yang depresi kemudian menerima tawaran Dr. Dora Skirth (Jenny Slate) pegawai Life Foundation yang kemudian memberinya akses kepada untuk masuk ke laboratorium mereka. Di dalam laboratorium inilah kemudian Eddie dirasuki oleh Venom yang kemudian menjadi partnernya menuntaskan masalah-masalah hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Film ini memang bukan yang terbaik yang bisa diharapkan dari Venom, tapi bukan film yang jelek juga. Plot dan konflik yang dibangun biasa saja, malah menyisakan bebrapa <em>plothole</em>, <em>&nbsp;</em>seperti alasan <em>symbiote&nbsp;</em>memilih inang yang cocok tidak jelas. Lalu motif kejahatan Riot, <em>symbiote&nbsp;</em>selain Venom yang menjadi musuh utamanya cukup membingungkan.</p><p style="text-align: justify;">Film ini tertolong dengan hubungan persahabatan Eddie dengan Venom yang cukup jenaka. Tom Hardy berhasil membangun karakter Eddie Brock yang <em>loveable</em> dan mengundag simpati. Selain itu beberapa humor yang diselipkan di beberapa adegan membuat film ini ringan untuk ditonton. (<strong><em>fer/aml</em>)</strong><strong><em>&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antologi Rasa: Antara Cinta dengan Persahabatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/antologi-rasa-antara-cinta-dengan-persahabatan/baca </link>
<guid> antologi-rasa-antara-cinta-dengan-persahabatan </guid>
<pubDate> Sun, 21 Oct 2018 12:39:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber foto: google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/antologi-rasa-antara-cinta-dengan-persahabatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hJ6wSeVArg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antologi Rasa: Antara Cinta dengan Persahabatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul : Antologi Rasa</p><p style="text-align: justify;">Penulis : Ika Natassa</p><p style="text-align: justify;">Penerbit : Gramedia Pustaka Utama</p><p style="text-align: justify;">Genre : Roman, persahabatan, dan metropop</p><p style="text-align: justify;">Kategori : Young adult</p><p style="text-align: justify;">Tahun terbit : 2011</p><p style="text-align: justify;">Tebal : 339 hlm</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kisah tentang cinta antar sahabat memang terdengar klasik dan takkan pernah ada habisnya. Menyimpan rasa dengan sahabat sendiri tentu menjadi momok menakutkan untuk sebagian orang. Alasannya beragam, mulai dari takut akan persahabatan yang hancur sampai takut akan menjadi canggung saat saling menyatakan perasaan satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">Antologi Rasa, mengemas kisah bertema klasik ini secara berbeda dari berbagai kisah cinta dengan sentuhan friendzone kebanyakan. Setting novel yang bertempat di kota metropolitan, menjadikan novel ini sangat khas dengan tokoh-tokohnya yang maju dan modern. Ika Natassa menceritakan si empat sekawan yakni Harris, Keara, Ruly, dan Denise yang sama-sama bekerja sebagai banker. Pernah ditugaskan bersama di suatu daerah, membuat keempatnya cepat akrab. Hingga pada akhirnya di antara mereka berempat mulai timbul perasaan satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">Walau akrab berteman, keempatnya memiliki sifat yang berbeda-beda. Harris yang tengil dan dicap sebagai womanizer kelas wahid, Keara yang dikenal sebagai independent woman dan begitu menyukai pesta. Ruly yang selalu dianggap sebagai good boy dan pengayom dan Denise yang sangat keibuan dan kalem.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Antologi Rasa, dikisahkan Harris yang mulai sadar jika ia memiliki perasaan dengan sahabatnya sendiri, Keara. Di luaran sana, ia bisa dengan mudah memilih perempuan mana saja untuk menjadi pendamping. Perempuan lain pun banyak yang berani untuk mengajaknya kencan lebih dulu. Namun, Harris tak peduli dengan semua itu. Baginya, hanya Keara lah yang pantas mendampinginya. Di sisi lain, Keara justru tak memiliki perasaan apa pun pada Harris. Ia malah menyukai teman yang lain, Ruly. Ruly yang pengayom dan baik hati mampu membuat Keara jatuh cinta. Berbeda lagi dengan Ruly. Ruly sudah lama menyukai Denise yang lemah lembut dan keibuan. Keara bukanlah tipe perempuan idamannya. Ia hanya menganggap Keara tak lebih dari seorang sahabat.</p><p style="text-align: justify;">Semua bermula saat Harris dan Keara pergi menonton laga F1 di Singapura. Rencana awal mereka yang harusnya pergi bertiga dengan Ruly, ternyata gagal karena Ruly yang tiba-tiba membatalkan kepergiannya. Keara sedikit kecewa, padahal ia sudah berharap dapat menghabiskan waktu dengan Ruly di Singapura. Dan sesuatu terjadi diantara Harris dan Keara di sana sampai membuat Keara marah besar dan tak terima. Harris bingung setengah mati dan berakhir dengan menyalahkan dirinya. Sesampainya mereka kembali dari Singapura, aura permusuhan begitu terasa. Harris sudah berkali-kali mengajak Keara bicara, namun Keara enggan menanggapi. Persahabatan mereka pun renggang sejak laga F1 itu. Ruly dan Denise yang tak tahu-menahu apa yang terjadi pun bingung dengan sikap Harris dan Keara yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apakah Harris dan Keara berbaikan? Apakah Ruly dan Denise akan melakukan sesuatu untuk memperbaiki itu? Dan apakah persahabatan mereka berempat masih tetap utuh meski saling menyimpan perasaan satu sama lain?</p><p style="text-align: justify;">Semua akan terjawab dalam novel Antologi Rasa yang akan diangkat menjadi film pada 2019 mendatang. Novel ini layak untuk dibaca karena akan banyak sekali hal tak terduga yang terjadi. Percintaan antar sahabat yang penuh dengan konflik ini mampu membuat pembaca geregatan di setiap halamannya. <strong><em>(ysm/aml)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pitch Perfect 3: Harmonisasi Humor dan Persaudaraan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/pitch-perfect-3-harmonisasi-humor-dan-persaudaraan/baca </link>
<guid> pitch-perfect-3-harmonisasi-humor-dan-persaudaraan </guid>
<pubDate> Sun, 21 Oct 2018 13:59:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber foto: google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/pitch-perfect-3-harmonisasi-humor-dan-persaudaraan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wVlrQa3SSj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pitch Perfect 3: Harmonisasi Humor dan Persaudaraan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: Pitch Perfect 3 (2017)</p><p style="text-align: justify;">Sutradara: Trish Sie</p><p style="text-align: justify;">Produser: Elizabeth Banks, Paul Brooks, Max Handelman</p><p style="text-align: justify;">Skenario: Kay Cannon</p><p style="text-align: justify;">Pemain: Anna Kendrick, Rebel Wilson, Anna Camp, Brittany Snow, Hailee Steinfeld, Ester Dean, Hana Mae Lee, Chrissie Fit, Kelley Jakle, Shelley Regner, Alexis Knapp, Ruby Rose, John Michael Higgins, Elizabeth Banks, Guy Burnett</p><p style="text-align: justify;">Produksi: Gold Circle Films, Brownstone Production</p><p style="text-align: justify;">Distribusi: Universal Pictures</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 21 Desember (Indonesia)</p><p style="text-align: justify;">Durasi: 93 menit</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Menggelitik, menghibur, dan menyentuh. Tiga kata ini sangat cocok untuk menggambarkan seri terakhir dari trilogi Pitch Perfect yang telah tayang sejak tahun 2012 silam. Menjalani hidup dengan keadaan dan kondisi yang berbeda-beda, The Bellas akhirnya bertemu kembali dalam sebuah reuni yang membawa mereka menuju petualangan baru dalam karier mereka sebagai grup <em>acapella</em>.</p><p style="text-align: justify;">Melalui koneksi Aubrey Posen (Anna Camp) yang ayahnya merupakan seorang kapten di Angkatan Darat Amerika, mereka berkesempatan untuk mengikuti tour USO yang diadakan di Spanyol bersama dengan tiga grup lainnya. Di sini, persaingan muncul dengan grup lainnya untuk menjadi penutup aksi DJ Khaled yang akan menjadi bintang utama di tour USO tahun ini. Bellas menjadi satu-satunya grup yang tidak menggunakan alat musik. Namun, hal ini tidak menyurutkan tekad mereka untuk menampilkan yang terbaik, meskipun penampilan pertama mereka menjadi kacau karena suara toa yang berbunyi dari pangkalan tentara. Merasa gagal menarik perhatian DJ Khaled, hingga akhirnya memutuskan untuk tampil habis-habisan dan mencoba berpenampilan &lsquo;seksi&rsquo; untuk menarik perhatian DJ Khaled dengan menerobos masuk ke pestanya.</p><p style="text-align: justify;">Disisi lain, Beca (Anna Kendrick) menarik perhatian produser DJ Khaled, Theo (Guy Burnett) karena kemampuannya bernyanyi dan menciptakan melodi. Diam-diam, Theo memberitahukan potensi Beca kepada DJ Khaled untuk dipertimbangkan. Namun, pesta mewah yang diadakan oleh DJ Khaled tersebut berakhir dengan kekacauan yang disebabkan oleh salah satu personel Bellas, Aubrey Posen. Momen inilah yang membuat penonton mengeluarkan gelak tawa, karena seperti yang diketahui, setiap personel Bellas selalu &lsquo;mahir&rsquo; menciptakan masalah.</p><p style="text-align: justify;">Kisah kali ini juga mengungkap jati diri Fat Amy (Rebel Wilson) yang memiliki seorang ayah kaya namun kriminal yang dipertemukan dalam perjalanan Bellas kali ini. Amy yang sangat merindukan sosoknya akhirnya saling berbagi rindu dengan ayahnya yang berjanji untuk berubah dan akan melindungi Amy lebih baik. Namun hal manis itu tak lama, sang ayah kembali berulah dan membuat Amy kecewa.</p><p style="text-align: justify;">Konflik lain dalam cerita ini juga digambarkan saat Bellas sedang menikmati waktu santainya di luar, tanpa Amy dan Beca, mereka didatangi beberapa orang yang mengaku sebagai penyelenggara tour dan meminta mereka untuk ikut bersama mereka. Tanpa curiga sedikitpun, mereka ikut dengan santai dan bersemangat. Saat keadaan mulai aneh, mereka baru menyadari bahwa mereka sedang diculik.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, kenapa Amy harus kembali kecewa dengan sang ayah? Dan, apa yang terjadi dengan Bellas selanjutnya? Kamu bisa temukan jawabannya dalam cerita film ini.</p><p style="text-align: justify;">Dalam seri terakhirnya ini, klimaks film tidak terletak pada kompetisi yang ada, namun terkhusus pada persaudaraan dan kekeluargaan para anggota Bellas sendiri. Tidak melulu diisi oleh adegan konyol dan haru dari personel Bellas, dua komentator a capella sarkas Gail (Elizabeth Banks) dan John Smith (John Michael Higgins) juga menambah bumbu-bumbu humor dalam film kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Kali ini, salah satu personel Bellas yaitu Stacie (Alexis Knapp) tidak ikut secara penuh karena dirinya sedang mengandung delapan bulan. Oleh sebab itu. film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga maupun teman-teman untuk mengisi akhir pekan. <em><strong>(len/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Selli untuk Berkontribusi dalam Ajang Papika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-selli-untuk-berkontribusi-dalam-ajang-papika/baca </link>
<guid> langkah-selli-untuk-berkontribusi-dalam-ajang-papika </guid>
<pubDate> Tue, 23 Oct 2018 13:42:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selli Widiyastuti, Putri Kampus Unmul 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-selli-untuk-berkontribusi-dalam-ajang-papika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zm7QVJUJJb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Selli untuk Berkontribusi dalam Ajang Papika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menjalani rutinitas kupu-kupu alias kuliah-pulang kuliah-pulang menjadi hal yang biasa, dan hingga kini dialami banyak mahasiswa. Namun, tak sedikit juga mahasiswa yang berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">Banyak jalan untuk meraih prestasi sebagai nilai lebih di kampus. Di antaranya bisa dengan aktif organisasi, mengikuti berbagai lomba, salah satu yang bergengsi di Unmul ialah pemilihan Putra-Putri Kampus (Papika).</p><p style="text-align: justify;">Selli Widiyastuti, terpilih menjadi Putri kampus dalam ajang Papika pada 12 Oktober lalu. Ada beberapa alasan yang mendorong Selli mengikuti ajang Papika, di antaranya untuk keluar dari zona nyaman dan dapat berkontribusi untuk Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Diakuinya, menyandang gelar Putri Kampus 2018 merupakan pengalaman luar biasa dan masih ada tugas dan peran yang belum ia ketahui. Dalam proses perjalanannya di Papika, ada masa karantina yang harus dilalui. Di sini, Selli menemukan banyak momen menyenangkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak hal yang saya dapatkan yaitu yang pertama lebih mengenal bagaimana karakter teman-teman, yang kedua bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru. Di antaranya seputar civitas academica, personal groming, beauty class, public speaking, manajemen waktu, dan banyak pelajaran lainnya,&quot; kata mahasiswi jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini.</p><p style="text-align: justify;">Tak melulu menyenangkan, ada juga hal sulit yang ditemui Selli pada saat karantina seperti menghilangkan pikiran negatif. Dalam hal ini berupa pemikiran yang tertuju pada kekurangan diri sendiri, dengan membandingkan diri dengan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selain itu adalah membagi waktu supaya bisa tetap menjalankan setiap kegiatan baik kuliah maupun organisasi dan Papika,&quot; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya sebatas gelar dan unjuk kebolehan diri, Selli menilai duta kampus merupakan bagian dari pergerakan mahasiswa. Sebab dituntut untuk dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lain, terutama dalam bertindak, bersikap dan berpikir.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya memandang paras cantik sebagai aspek penilaian, Selli mengatakan ada aspek lain yang menjadi kelebihannya, hingga akhirnya ia pantas menjadi putri kampus. Ia mengaku memiliki tingkah laku yang baik dalam melakukan hubungan sosial.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Contohnya saya mudah terbuka dan mudah bergaul. Saya juga selalu aktif pada saat diskusi baik di kelas pada saat perkuliahan maupun pada saat karantina,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ke depan, ada beberapa hal yang ingin dilakukan Selli dengan perannya sebagai putri kampus. Di antaranya dengan menjadi inspirasi mahasiswa lainnya, serta dapat berkontribusi lebih kepada Unmul dengan talenta yang ia miliki. <strong>(<em>adl/wal</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Visi Raja Kenalkan Unmul dengan Tropical Studies </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/visi-raja-kenalkan-unmul-dengan-tropical-studies/baca </link>
<guid> visi-raja-kenalkan-unmul-dengan-tropical-studies </guid>
<pubDate> Wed, 24 Oct 2018 13:04:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Andy Raja Nasution, dua dari kiri Putra Kampus Unmul 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/visi-raja-kenalkan-unmul-dengan-tropical-studies/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1XuNloadtC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Visi Raja Kenalkan Unmul dengan Tropical Studies</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Andy Raja Nasution, dinobatkan sebagai Putra Kampus 2018 saat <em>grand final</em> Papika 12 Oktober lalu. Berdiri di depan banyak pasang mata pada malam itu merupakan langkah pembuktiannya, mencoba mencetak prestasi dan membawa nama baik fakultasnya, Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Raja, tugas Papika tidak hanya sekadar bertugas sebagai MC dalam acara kampus. Lebih dari itu, Papika memiliki peran sebagai cerminan dari kepribadian untuk mahasiswa lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selain itu, Papika sendiri memiliki peran mengenalkan kampus kepada universitas luar yang belum mengetahui tentang Unmul,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyatakan, bahwa menjadi duta kampus merupakan bagian dari upaya pergerakan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, karena menjadi duta merupakan suatu dedikasi yang dapat kita berikan untuk kampus kita,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak ilmu yang ia dapat selama mengikuti rangkaian kegiatan Papika, salah satunya saat di karantina. Di sana, ia banyak belajar mengasah kepribadian diri sendiri, bekerja sama, <em>public speaking</em>, <em>attitude</em> dan <em>manner</em>, hingga bagaimana cara merawat diri agar dapat terlihat baik di depan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Sampai ke titik hingga akhirnya dinobatkan sebagai Putra Kampus bukanlah hal yang instan. Raja harus melalui seleksi berkas yang diikuti oleh 64 orang. Dilanjutkan dengan seleksi melalui tes tertulis, hingga tahap wawancara yang menyisakan 20 orang.</p><p style="text-align: justify;">Setelah karantina, 1 orang diseleksi kembali dan mengerucut menjadi 19 orang sampai <em>grand final</em>.</p><p style="text-align: justify;">Melewati banyak proses dan bertemu dengan teman baru, Raja tak merasa itu sebuah beban.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Atmosfernya biasa saja, tidak terlalu menegangkan. Karena kita semua akrab sebagaimana keluarga,&quot; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Tiap peserta Papika tentunya memiliki dan menyadari kelebihannya masing-masing. Ini juga yang dirasakan Raja, yang menilai dirinya memiliki sifat kepala dingin.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika terjadi suatu masalah, saya dapat memberikan solusi terbaik, karena solusi dengan kepala yang panas bukanlah solusi yang baik,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai duta kampus, Raja memiliki visi ke depan selama ia menjadi Putra Kampus. Selain menjalankan program kerja yang akan disusun, ia juga ingin mengenalkan Unmul ke universitas lainnya dengan membawa nilai lebih Unmul, yaitu &quot;Tropical Studies&quot;. <strong>(<em>els/adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Disiplin Sederhana Menjaga Diri dari Hoaks </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tiga-disiplin-sederhana-menjaga-diri-dari-hoaks/baca </link>
<guid> tiga-disiplin-sederhana-menjaga-diri-dari-hoaks </guid>
<pubDate> Thu, 25 Oct 2018 14:04:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga disiplin yang perlu dilakukan untuk menjaga diri dari hoaks. (Sumber foto: theindonesianinstitute.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tiga-disiplin-sederhana-menjaga-diri-dari-hoaks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Gv0QyprgD2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Disiplin Sederhana Menjaga Diri dari Hoaks</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18px;"><strong>SKETSA -</strong> Saat ini hoaks semakin meradang dalam tubuh masyarakat. Banyak hal yang digembar-gemborkan padahal tidak seperti kenyataannya. Sikap yang gegabah atau mungkin pengin lebih dahulu tahu, membuat seseorang lupa untuk memfilter suatu informasi baru yang didapatnya. Tanpa pertimbangan dan mencari sumber yang jelas berita tersebut langsung disebarluaskan saja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18px;">Dengan kemajuan teknologi, seseorang akan mudah mendapatkan berita dari berbagai sumber, terutama dari media sosial. Tetapi tidak semua berita dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa &nbsp;bahkan memiliki kepentingan sendiri dalam membuat informasi tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18px;">Dusta informasi dari hoaks ini bisa dihindari asal tahu dan mau melakukan disiplinnya. Secara sederhana, <em>Sketsa &nbsp;</em>membagikan tiga hal penting yang dapat digunakan untuk menjaga diri dari hoaks yang semakin hari semakin banyak beredar:</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 18px;">Skeptis dan Kritis</span></strong><br><span style="font-size: 18px;">Bersifat kritis dan skeptis terhadap satu pemberitaan dan topik yang sedang ramai dibicarakan itu perlu sekali. Misalnya dengan mengecek ulang foto yang beredar dalam sebuah berita. Hoaks yang kerap beredar sering kali berisi gambar atau video yang dimanipulasi untuk kepentingan tertentu. Anda dapat menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mencari tahu asalnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18px;"><strong>Perhatikan Sumber <br></strong>Setelah membaca suatu artikel apa pun itu di internet, coba lihat kembali dari mana sumbernya. Apakah itu situs cukup dipercaya? Atau berasal dari orang yang kredibel? Lihat juga jangan-jangan itu berasal dari situs berita parodi atau tulisan dari blog tidak jelas. Jika perlu, kamu harus tahu siapa penulis dari informasi yang kamu terima saja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 18px;"><strong>Saring Sebelum <em>Sharing</em></strong></span><br><span style="font-size: 18px;">Banyak membaca dan lebih bijak dalam menggunakan media sosial bisa sangat membantu untuk melindungi diri dari pengaruh hoaks yang berkembang. Membudayakan menyaring lebih dulu sebelum menjadi penyampai informasi. <strong><em>(aul/wal)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yakin Enggak Bakal Ketahuan Plagiat? Kini Hadir Alat Pendeteksi Plagiat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/yakin-enggak-bakal-ketahuan-plagiat-kini-hadir-alat-pendeteksi-plagiat/baca </link>
<guid> yakin-enggak-bakal-ketahuan-plagiat-kini-hadir-alat-pendeteksi-plagiat </guid>
<pubDate> Sat, 27 Oct 2018 10:49:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya kasus plagiasi yang dilakukan kaum intelektual acap kali membuat geregetan kaum intelektual. (Sumber ilustrasi: beritagar) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/yakin-enggak-bakal-ketahuan-plagiat-kini-hadir-alat-pendeteksi-plagiat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3id7gTGnZg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yakin Enggak Bakal Ketahuan Plagiat? Kini Hadir Alat Pendeteksi Plagiat</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sepandai-pandainya tupai meloncat, akan jatuh jua. Sepintar-pintarnya plagiator, lebih pintar lagi alat pendeteksi plagiat.</p><p style="text-align: justify;">Begitulah kasus ribut-ribut dugaan plagiat yang dilakukan tiga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Meski masih berbentuk dugaan, semua akan terbukti oleh sebuah teknologi masa kini; alat pendeteksi plagiat.</p><p style="text-align: justify;">Plagiat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri. Menguntungkan bagi pelaku plagiat (plagiator), namun merugikan bagi penulis asli yang telah berdarah-darah membuat karangannya sebagus mungkin.</p><p style="text-align: justify;">Maraknya kasus plagiasi yang dilakukan kaum intelektual acap kali membuat geregetan kaum intelektual &lsquo;jujur&rsquo; lainnya. Lalu bagaimana cara yang bisa kita lakukan untuk mengecek plagiarisme?</p><p style="text-align: justify;">Jawabannya adalah, aplikasi atau s<em>oftware</em> pendeteksi plagiat. Berikut ada beberapa aplikasi yang bisa mendeteksi plagiarisme.</p><ul><li style="text-align: justify;">Turnitin</li></ul><p style="text-align: justify;">Merupakan website yang populer di luar negeri bagi pengajar seperti guru, dosen, peneliti dan mahasiswa. Aplikasi ini bisa mengecek tingkat kesamaan dan keaslian tulisan yang kdikirim ke databasenya dengan tulisan yang telah ada di internet. Walaupun harus membayar ketika kita membuat akun turnitin, namun penulis bisa mengetahui bagian mana yang dianggap mirip dan sumber artikel dengan cepat dan mudah.</p><ul><li style="text-align: justify;">Viper</li></ul><p style="text-align: justify;">Viper merupakan aplikasi atau <em>software</em> online yang dapat diunduh dilaman website resminya. Layaknya mendaftar email, aplikasi ini mewajibkan penggunanya membuat akun melalui situs websitenya agar dapat menggunakan aplikasinya. Viper dapat men-<em>scan</em> tulisan bagian mana saja hasil plagiat beserta sumbernya. Sayangnya, aplikasi gratis ini hanya berjalan di system operasi windows, dan tidak untuk<em>&nbsp;mac, os/linux,&nbsp;</em>dan system operasi lainnya.</p><ul><li style="text-align: justify;">Tessy.id</li></ul><p style="text-align: justify;">Tessy atau <em>Test of text similarity</em> adalah karya asli buatan dosen dan dua mahasiswa asal Yogyakarta. &nbsp;Aplikasi ini memiliki tiga cara dalam mengetes plagiarisme; perbandingan dua karya tulis, tes berdasarkan kemiripan judul, dan <em>one to all to libraries</em> yang artinya satu karya tulis diperiksa melalui database perpustakaan universitas yang bekerjasama dengan Tessy ini.</p><p style="text-align: justify;">Hasil uji plagiarisme Tessy juga dapat disimpan dan dibaca menggunakan QR Code. Dibangun sejak 2008, aplikasi ini mendapat kepercayaan untuk bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 2017 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tiga alat pendeteksi plagiarisme di atas merupakan bagian kecil dari banyaknya alat sejenis yang ada di internet. Untuk itu, jangan coba-coba plagiat ya!</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sumpah Pemuda Pemersatu Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/sumpah-pemuda-pemersatu-bangsa/baca </link>
<guid> sumpah-pemuda-pemersatu-bangsa </guid>
<pubDate> Mon, 29 Oct 2018 12:12:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: harian.analisadaily.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/sumpah-pemuda-pemersatu-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p3FfGaNRvK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sumpah Pemuda Pemersatu Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> 28 Oktober 1928 menjadi bagian dari goresan tinta sejarah Indonesia dengan lahirnya sumpah pemuda. Tahun ini, genap 90 tahun sudah bukti semangat juang darah muda digaungkan. Meski bentuk perjuangan pemuda kini tak lagi sama dengan pejuang terdahulu, bukan berarti esensi sumpah pemuda hilang.</p><p style="text-align: justify;">Ika Wulandari, salah satu mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengutarakan pendapatnya tentang makna dari sumpah pemuda. Ia menilai ini merupakan bentuk dari menjaga negara. &quot;Sumpah pemuda adalah ikrar yang mewakili seluruh pemuda dan pemudi yang ada di Indonesia tentang kecintaan dan kesetiaan mereka dalam menjaga persatuan dan kesatuan negara Indonesia,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Nimas Ucik merupakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menilai rasa persatuan pemuda Indonesia saat ini terbilang tinggi. &quot;Saking tingginya, sampai kita enggak rela kalau saudara kita dalam kesusahan atau dalam masalah, pasti tanpa disuruh akan kita bantu bersama-sama. Hanya masalahnya banyak oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan persatuan kita sebagai arena untuk saling mengadu domba atau menyalahkan,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Nimas menambahkan, agar semangat persatuan semangat persatuan generasi muda dapat tergalakkan, maka harus saling menjaga tolerans, &quot;Di era sosial media saat in,i kita harus menjadi netizen yang pintar, jangan mudah terpengaruh,&rdquo; imbuhnya</p><p style="text-align: justify;">Ada juga Nur Bayiti Larasati, mahasiswa dari Fakultas Kehutanan yang menyatakan pemuda Indonesia harus menjadi sosok yang optimis dan tidak mudah menyerah. &quot;Harus terus berkarya sekaligus tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan antara satu dengan yang lain agar tidak terpecah belah,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sumpah pemuda menjadi pengingat bahwa generasi menjadi bagian dari perjuangan bangsa, menjadi tonggak untuk mempersatukan Indonesia, membangkitkan jiwa nasionalisme dan lebih mencintai tanah air. <strong>(<em>gia/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Imapa Unmul Jadi Relawan di Palu dan Donggala </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-imapa-unmul-jadi-relawan-di-palu-dan-donggala/baca </link>
<guid> cerita-imapa-unmul-jadi-relawan-di-palu-dan-donggala </guid>
<pubDate> Tue, 30 Oct 2018 13:54:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Imapa Unmul yang turut jadi relawan gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-imapa-unmul-jadi-relawan-di-palu-dan-donggala/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OriSeLJOVm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Imapa Unmul Jadi Relawan di Palu dan Donggala</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Duka belum sepenuhnya sirna. Luka dalam ingatan akibat peristiwa besar yang menghantam beberapa desa di Sulawesi Tenggara masih terasa, bahkan meninggalkan trauma mendalam. Bencana alam gempa dan tsunami menjadi momen menyedihkan bagi masyarakat Kota Palu serta Kabupaten Donggala. Peristiwa ini mengundang banyak simpati dan empati masyarakat Indonesia. Bantuan dan relawan silih berganti mengalir untuk membantu para korban. Tak terkecuali mahasiswa Unmul, yang turut andil membantu korban bencana dengan aksi galang dana.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya ialah perwakilan dari Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Imapa) Unmul, yang ikut terbang ke pulau Sulawesi untuk menjadi relawan di sana. Di antaranya ialah Mashuri, mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 2016 ini merupakan Kepala unit SAR Imapa. Ia menjelaskan, relawan dari Unmul dibagi menjadi 2 tim. Tim pertama terdiri dari 4 orang yang bertugas mencari informasi posko-posko tanggap bencana, kesehatan, juga posko korban bencana yang selamat di lokasi. Sementara itu, tim kedua berjumlah 7 orang yang bertugas membawa donasi dari pencinta alam Kaltim. Kebutuhan yang paling dibutuhkan saat itu ialah popok dan susu bayi. Tim kedua yang berangkat bertugas untuk melakukan trauma healing pasca bencana.</p><p style="text-align: justify;">Sesampainya di sana, semua terasa berbeda. Kota yang ramai benar-benar seperti kota mati. Pada malam hari, penerangan tidak benderang, bahkan gelap. Bau mayat menyerbak.</p><p style="text-align: justify;">Tim pertama kemudian membuat posko sendiri di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Mereka fokus pada pencarian dan evakuasi korban, sekaligus membuka jalur untuk tim kedua. Selama 10 hari pencarian korban dilakukan. Di sana mereka ergabung dan dibagi dalam tim beberapa relawan. Ada dari Manado dan Yogyakarta, begabung menjadi satu tim relawan pecinta alam. Pencarian korban di lakukan di tiga titik yaitu di Petobo, Balaroa, dan daerah pantai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya di tempatkan di titik daerah tsunami, yaitu di Hotel Mecure yang ambruk. Lantai satu di hotel itu sudah tidak ada. Ada sepuluh korban yang saya evakuasi dan kondisi terakhir sudah jadi tengkorak. Bahkan ada yang kepalanya di meja badannya di lantai. Di Balaroa malah banyak yang ditemukan cuma kaki, tangan. Ada yang utuh tapi kepalanya tidak ada,&quot; papar Mashuri, menceritakan mirisnya situasi di sana.</p><p style="text-align: justify;">Namun siapa sangka, pasca kejadian gempa dan tsunami yang besar di Kota Palu dan Donggala, gempa-gempa susulan masih saja menghantui. Relawan dari Imapa turut merasakan beberapa kali gempa itu. Dalam sehari bahkan bisa sampai 5 kali guncangan gempa terjadi. Hal ini tak menyurutkan semangat relawan untuk tetap membantu korban bencana di sana.</p><p style="text-align: justify;">Relawan dari Imapa tak hanya membawa diri. Bekal dari Unit SAR yang ada di Imapa juga dimanfaatkan di sana, yaitu pelatihan tanggap bencana seperti pencarian korban tenggelam, juga pencarian korban bencana.</p><p style="text-align: justify;">Mahsuri menambahkan berencana akan membuka kloter ketiga untuk menjadi relawan trauma healing di sana.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari Liputan6.com Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, tercatat sebanyak 2.081 korban. Jumlah yang tercatat per 25 Oktober 2018 itu, didapat dari beberapa lokasi seperti di Donggala, Palu, Sigi dan Moutoung.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perinciannya 171 di Donggala, 1.706 di Palu, 188 di Sigi, 15 di Moutoung dan 1 orang di Pasang Kayu,&quot; kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (26/10).</p><p style="text-align: justify;">Penanganan darurat dampak gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, terakhir ditetapkan hingga 26 Oktober 2018 kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Percepatan pemulihan dampak bencana terus dintensifkan, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan medis, perbaikan infrastruktur dasar, dan normalisasi kehidupan masyarakat. <strong>(<em>nnd/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mulfest 2018, Segar dan Terkenang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mulfest-2018-segar-dan-terkenang/baca </link>
<guid> mulfest-2018-segar-dan-terkenang </guid>
<pubDate> Wed, 31 Oct 2018 13:07:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Grand Closing Mulawarman Festival 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mulfest-2018-segar-dan-terkenang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nmGzmE2d1t.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mulfest 2018, Segar dan Terkenang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Mulawarman Festival (Mulfest) sudah berlangsung sejak September, berbarengan dengan peringatan dies natalis ke-56 Unmul. Sebagai ajang penutup tahunan bagi kabinet BEM KM Unmul, Mulfest acapkali berisi seminar nasional, lomba-lomba, dan dimeriahkan dengan sejumlah tenda-tenda jajanan makanan dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tidak begitu dengan Mulfest 2018 yang hadir dengan konten berbeda. Pertama, cabang perlombaan baik bidang olahraga, seni, atau sains kini digabung menjadi satu dan diberi nama Olimpiade Mulawarman dengan sistem kontingen per fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, ada Workshop Lobi &amp; Negosisasi, sebagai ajang pelatihan yang mendatangkan pemateri nasional, lalu ada pula Mulawarman Asik yaitu kegiatan bersih-bersih kampus Unmul yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Bersih-bersih Sedunia, kemudian terakhir adanya Mulawarman Award, sebagai momen apresiasi kepada mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan Unmul berprestasi yang dibagi lagi dalam sederet nominasi.</p><p style="text-align: justify;">28 Oktober kemarin, Gor 27 September hiruk pikuk memecah malam. Kerlap kerlip lampu menyambut para pengunjung di pintu masuk Gor. Delegasi lembaga BEM fakultas, UKM, beberapa dekan fakultas, hingga Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian juga turut hadir dalam grand closing Mulawarman Festival malam itu.</p><p style="text-align: justify;">Grand closing Mulfest dimulai dengan arak-arakan ala kerajaan Mulawarman. Tampak Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Ahmad Syaifudin didampingi Presiden BEM KM Unmul Rizaldo, Presiden BEM KM Unmul dan Hetifah.</p><p style="text-align: justify;">Arak-arakan itu lalu diakhiri dengan ditiupnya obor penutupan oleh Encik, pertanda ajang Mulawarman Festival resmi berakhir. Penghargaan juara juga sekaligus dibagikan kepada peserta lomba yang telah mengikuti Olimpiade Mulawarman 2018. Salah satunya Rozi Adam dari Fakultas Teknik angkatan 2017.</p><p style="text-align: justify;">Rozi berhasil meraih juara 1 pada perlombaan cabang olahraga catur, sudah dua kali ia mengikuti Mulawarman Festival sejak tahun lalu, namun pada 2017 ia hanya mampu meraih juara 3.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini Mulawarman Festival cukup bagus, penutupannya juga menarik dibanding sebelumnya. Semoga ke depannya lebih baik lagi, ucapnya saat ditemui Sketsa,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Raut bahagia pun terlihat dari wajah Lela Istiana Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2018. Tim Lela berhasil mendapatkan juara 2 pada lomba seni tari. Ia mengaku antusias mengikuti Mulawarman Festival. Bahkan, sebulan sebelum tampil mereka telah mempersiapkan untuk persembahan terbaiknya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Lela menyayangkan kurangnya perhatian mahasiswa turut andil dalam agenda ini. Lela berharap, Mulfest tahun depan bisa melibatkan lebih banyak mahasiswa, baik peserta maupun penonton.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya, dari beberapa acara lomba kemarin yang saya lihat itu penontonnya masih kurang banget. Ini kan acara besar, sayang gitu, kalo dari peserta sih rame yang ikut,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Fahrian, ketua panitia Mulawarman Festival 2018 mengungkapkan rasa bahagianya atas terselenggaranya Mulfest 2018. Ia juga mengatakan peserta tahun ini cukup antusias, dilihat dari 16 konten lomba yang disiapkan, ada sebanyak 750an peserta dari 14 fakultas turut andil di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hanya saja pada lomba KTI (Karya Tulis Ilmiah), peserta yang ikut masih sangat minim hanya diikuti 4 peserta. Paling banyak memang pada cabang olahraga yaitu basket dan futsal,&quot; terang Fahrian.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Fakultas Teknik 2016 itu berharap Mulfest selanjutnya bisa terselenggara secara lebih maksimal dengan menekan kendala yang jadi catatan di tahun ini. <strong>(<em>nnd/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semalam dalam Anugerah Sketsa Award </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/semalam-dalam-anugerah-sketsa-award/baca </link>
<guid> semalam-dalam-anugerah-sketsa-award </guid>
<pubDate> Thu, 01 Nov 2018 12:36:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Malam anugerah Sketsa Award 2018. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/semalam-dalam-anugerah-sketsa-award/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vGEfRZ70XL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semalam dalam Anugerah Sketsa Award</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Lalu lalang awak Sketsa yang bergaya bak aktris dan aktor tanah air terlihat di Gedung Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul samping Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Sabtu malam (27/10). Mereka berkumpul untuk acara Sketsa Award, sebuah malam penganugerahan bagi insan Sketsa atas kontribusinya selama setahun. Merupakan program kerja pamungkas divisi Redaksi.</p><p style="text-align: justify;">Saban tahun Sketsa Award selalu datang dengan tema-tema baru. Mulai dekorasi, busana, hingga sajian makanan diselaraskan dengan tema. Adapun, tahun ini tema yang diangkat adalah &lsquo;Film Indonesia&apos; sehingga para anggota Sketsa harus menggunakan kostum dan berkarakter layaknya aktris atau aktor dalam salah satu film Indonesia yang dipilihnya. Gedung IKA disulap seketika jadi bioskop. Semua makan <em>popcorn</em> dan kudapan lainnya biar makin menjiwai tema film.</p><p style="text-align: justify;">Sketsa Award malam itu dipandu oleh Mahmudhah Syarifatunnisa dan Andi Muhammad Rifky. Dua MC yang sudah jauh-jauh hari tercetus tanpa bantahan. Seremoni demi seremoni berjalan. Dimulai pembukaan, lalu sambutan dari ketua umum LPM Sketsa Unmul Wahid Tawaqal yang berkarakter sebagai Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Ditutup pembacaan doa oleh Fernanda Fadila yang bergaya ala Wiji Thukul dalam film Istirahatlah Kata-Kata.</p><p style="text-align: justify;">Acara lalu dilanjut dengan perkenalan karakter yang dibawakan. Ada yang berperan sebagai Dian Sastro dalam film Kartini, Ge Pamungkas di Comic 8: Casino Kings, Pevita Pearce di Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Revalina S. Temat di Perempuan Berkalung Sorban, Pandji Pragiwaksono di Insya Allah Sah, hingga Syahrini di film Bodyguard Ugal-Ugalan.</p><p style="text-align: justify;">Usai berkenalan, nominasi penghargaan dibacakan. Diselingi aneka pertunjukan, mereka yang meraih kemenangan dari nominasi yang ditetapkan itu antara lain, Reporter Terbaik Angkatan 9 diraih Fadiah Adlina, Reporter Terbaik Angkatan 10 Eka Rizki Prabowo, dan Reporter Terbaik Angkatan 11 Christinina Maharani.</p><p style="text-align: justify;">Syahdan, Layouter Terbaik jatuh kepada Fernanda Fadila, Fotografer Terbaik Andi Muhammad Rifky. Kemudian, Reporter Terprogresif Siti Istaqul Mutafsiroh, dan Reporter Terproduktif berdasarkan akumulasi data divisi Litbang diraih oleh Amelia Rizky Yunianty. Sementara, William Maliki meraih dua nominasi sekaligus, yakni Reporter Terkontributif dan Redaktur Tersipmantap.</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, malam itu juga menampilkan persembahan dari tiap angkatan. Mulai menyanyi bersama, teater, parodi, hingga permainan teranyar kini: Seberapa Greget Elo. Awak Sketsa juga dipertontonkan video khusus yang telah dipersiapkan divisi Publikasi dan Dokumentasi.</p><p style="text-align: justify;">Penampilan habis, pembacaan nominasi habis, makanan habis, acara Sketsa Award berakhir. Semua tersenyum dan pulang membawa anugerah. <strong>(<em>fir/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membongkar Dapur Produksi Radio Republik Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/membongkar-dapur-produksi-radio-republik-indonesia/baca </link>
<guid> membongkar-dapur-produksi-radio-republik-indonesia </guid>
<pubDate> Fri, 02 Nov 2018 13:01:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kunjungan Brain LPM Sketsa Unmul ke RRI Samarinda. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/membongkar-dapur-produksi-radio-republik-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8eSXPw0eZ7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membongkar Dapur Produksi Radio Republik Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Senin, 29 Oktober lalu, Sketsa melakukan program kerja Build Relation (Brain) ke kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda. Sekira pukul 14.30 Wita, rombongan Sketsa tiba di gedung biru putih.</p><p style="text-align: justify;">Setibanya di lokasi, awak Sketsa disambut lalu diarahkan masuk ke ruangan bertuliskan Ruang Rapat oleh seorang staf. Di dalam, tampak sejumlah karyawan RRI menunggu. Mewakili Kepala RRI yang berhalangan hadir karena sedang berada di luar Samarinda, Tauhid selaku Kabid Tata Usaha membuka kunjungan itu dengan sepatah dua patah kata. Perbincangan diawali dengan perkenalan para karyawan RRI dan anggota Sketsa yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi berlanjut, Tauhid menjelaskan tentang langkah-langkah kerja di RRI terutama dalam hal pemberitaan. Ia menjelaskan bahwa proses yang dijalankan hampir sama dengan Sketsa. Reporter terjun ke lapangan untuk mengonfirmasi sebuah isu, lalu ditulis dan diedit. Terakhir, baru disiarkan kepada para pendengar di manapun berada.</p><p style="text-align: justify;">RRI sendiri merupakan lembaga penyiaran milik negara yang berkomitmen menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan didasarkan pada data dan fakta yang ada. Adapun, jam siaran dumulai pukul 5 pagi hingga 12 dini hari. Tauhid juga menjelaskan bahwa RRI masih dapat tetap eksis karena dalam waktu yang sama, informasinya dapat diterima langsung oleh seluruh masyarakat bahkan menjangkau pelosok.</p><p style="text-align: justify;">&quot;RRI berkomitmen menyampaikan informasi yang berdasarkan oleh data. Semua informasi yang harus diketahui oleh masyarakat menjadi tanggung jawab RRI, termasuk tentang kepentingan publik,&rdquo; kata Tauhid.</p><p style="text-align: justify;">Tauhid mengambil jeda, lantas menyilakan Alfian dari Bagian Produksi untuk menjelaskan proses produksi berita di RRI. Sama dengan apa yang disampaikan oleh Tauhid mengenai tahap-tahap produksi, Alfian menambahkan bahwa RRI memprioritaskan penyampaian berita dengan cepat dan akurat agar masyarakat dapat menerima informasi sesegera mungkin.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Alfian, RRI memiliki program siaran langsung. &ldquo;Kami juga ada siaran langsung, jadi reporter laporan di tempat kejadian. Masyarakat bisa langsung tahu, seperti pada saat presiden Jokowi mendarat di Bandara APT Pronoto ketika akan mengesahkan bandara dan membuka Muktamar IDI,&rdquo; terangnya. Tidak hanya itu, platform RRI juga telah merambah ke media online dan aplikasi RRI Play yang menyediakan streaming untuk para pendengarnya.</p><p style="text-align: justify;">Subbagian Pemberitaan yang diwakili oleh Asti menyampaikan, informasi yang diberitakan RRI berdasarkan isu yang sedang hangat di masyarakat. Diskusi tentang kerja masing-masing antara RRI dan Sketsa begitu hangat dan mengalir.</p><p style="text-align: justify;">Mikrofon kembali di tangan Tauhid. Diskusi masuk pada sesi tanya jawab, salah seorang awak Sketsa bertanya mengenai prosedur untuk menjadi seorang penyiar di RRI. Tauhid menjawab untuk menjadi penyiar di RRI, dilihat dari segi potensi dan kemampuannya. Melalui perekrutan, penyiar akan diikutkan pembinaan penyiaran unggulan.</p><p style="text-align: justify;">Tauhid berharap awak Sketsa mendapat tambahan informasi dan pengetahuan selepas kunjungan ke RRI ini. Brain ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan foto bersama awak Sketsa dengan staf RRI.</p><p style="text-align: justify;">Meski seremoni pertemuan telah berakhir, langkah rombongan Sketsa masih terus bergerak maju mengitari kantor RRI. Oleh Alfian, rombongan dikenalkan satu demi satu ruangan. Sembari dijelaskan, rombongan Sketsa berkesempatan melihat tempat beraksinya penyiar RRI, di hadapan mikrofon, mixer dan monitor yang tertata strategis. Selain itu, terdapat ruang untuk penulisan berita yang akan disiarkan, juga ada ruang VIV yang berfungsi sebagai ruang tunggu narasumber yang akan melakukan siaran.</p><p style="text-align: justify;">Cahaya jingga menandakan waktu beralih menuju senja. Pukul 16.00 Wita, rombongan Sketsa baru benar-benar meninggalkan kantor RRI. <strong>(<em>yun/aml</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> NKRI Berkubu-Kubu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/nkri-berkubu-kubu/baca </link>
<guid> nkri-berkubu-kubu </guid>
<pubDate> Sat, 03 Nov 2018 10:29:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sumber gambar: faktapers.id </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/nkri-berkubu-kubu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NQntSto5YA.png" />
					</figure>
			                <h1>NKRI Berkubu-Kubu</h1>
			              </header>
			              <p>Kehilangan jati diri negara sejuta toleransi</p><p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kesatuan dan persatuan</span></p><p>Lenyap tinggal cerita</p><p>Menjelang pesta rakyat setengah dekade</p><p><br></p><p>Terlalu asik menikmati pilihan pribadi</p><p>Lupa jika semboyan berkata .. &ldquo;tetap satu jua&rdquo;</p><p>Berharap tanah air lekas maju</p><p>Bukan dengan berkoar saling membunuh</p><p>Cukup berpegang bahwa kita bangsa yang religi</p><p>Untuk kemenangan dua calon pemimpin negeri</p><p><br></p><p>Perbedaan tak apa</p><p>Namun tidak untuk perpecahan</p><p>Kubu-kubu yang bersaing sengit</p><p>Ego telah membutakan Pancasila</p><p><br></p><p><em>Ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2016</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gugur Bunga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/gugur-bunga/baca </link>
<guid> gugur-bunga </guid>
<pubDate> Sun, 04 Nov 2018 11:42:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari La Dores, mahasiswa Hubungan Internasional. Sumber foto: http://annisakamilia.blogspot.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/gugur-bunga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h5lCv1UVfZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gugur Bunga</h1>
			              </header>
			              <p>ku lihat matamu di tumbuhi gulma dan ilalang,</p><p>seperti bersembunyi dan melihat cinta yang habis di patuki burung pemakan bangkai,</p><p><br></p><p>kemudian harapan-harapan yang bergelantungan di tubuhmu</p><p>gugur satu persatu dari pepohonan</p><p>yang kita rawat dengan pelukan-pelukan dan air mata</p><p><br></p><p>di antara pohon-pohon mati yang di penuhi kata-kata yang tergeletak</p><p>kerinduan dan lengan-lengan kita saling berebut,</p><p>tentang siapa yang paling banyak mengumpulkan kesunyian ini.</p><p><br></p><p>kita tak lagi mengenal harum bunga-bunga musim semi</p><p>hanya bau busuk pada sajak yang menumbuhkan bunga</p><p>dan bunga yang kau petik adalah duka lara yang kau cincinkan di jari manismu.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh La Dores, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional 2013.&nbsp;</em></strong><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mubes LPM Sketsa 2018: Berjalan Jauh Bersama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-lpm-sketsa-2018-berjalan-jauh-bersama/baca </link>
<guid> mubes-lpm-sketsa-2018-berjalan-jauh-bersama </guid>
<pubDate> Mon, 05 Nov 2018 14:07:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama selepas Mubes LPM Sketsa. (sumber foto: dok.Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-lpm-sketsa-2018-berjalan-jauh-bersama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wLeU7dRG9v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mubes LPM Sketsa 2018: Berjalan Jauh Bersama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sabtu, 3 November 2018 pengurus LPM Sketsa berkumpul di aula lantai tiga Gedung Student Center. Dengan mengenakan pakaian batik, sejak pagi awak Sketsa tampak sibuk bersiap. Hari itu akan digelar agenda sakral sebagai penutup masa kepengurusan satu tahun terakhir, yakni Musyawarah Besar (Mubes).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pukul 09:00 WITA Annisa A&rsquo;yun Nursania selaku pembawa acara membuka dan membacakan sususan acara. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pembacaan doa. Setelah itu disusul dengan penyampaian sambutan dari Yasmin Medina Anggia Putri selaku ketua panitia dan Wahid Tawaqal selaku Ketua Umum.</p><p style="text-align: justify;">Setelah rangkaian pembukaan acara, dilanjutkan dengan Sidang Pleno I yang membahas Tata Tertib (Tatib) Mubes. Sidang ini dipimpin presidium sementara oleh Putera Tiya Ilahi sebagai presidium I, Hilda Annisa Nur Fidausi presidium II, dan Ratih Puspa Ayudia presidium III.</p><p style="text-align: justify;">Usai membahas Tatib Mubes, dilanjutkan dengan Sidang Pleno II. Sebelum itu, presidium sementara harus digantikan dengan presidium tetap yang akan memimpin sidang hingga akhir. Dalam hal ini, forum harus mengajukan nama-nama yang akan menjadi presidium tetap. Dari kesepakatan, muncul beberapa nama, dan dikerucutkan menjadi tiga nama yang terpilih, yaitu Syalma Namira, Maharani Ramadhanty Fitria, dan Yulia Cahyani Putri sebagai presidium tetap.</p><p style="text-align: justify;">Tiga kandidat tersebut diberi waktu berdiskusi, menentukan siapa yang akan menjadi presidium I, II, dan III. Hingga akhirnya ditetapkan Syalma Namira sebagai presidium I, Maharani Ramadhanty Fitria menjadi presidium II, dan Yulia Cahyani Putri presidium III. Setelah itu, sidang pleno II pun dimulai dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban dari masing-masing Badan Pengurus Inti (BPI) 2018 yang dilanjutkan dengan pemberian tanggapan, kritik, dan saran dari peserta Mubes, yang saat itu juga dihadiri oleh Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) kepada BPI.</p><p style="text-align: justify;">Mubes mengantarkan hingga beranjak malam. Memasuki waktu istirahat dan ibadah, sidang ditunda. Usai beristirahat dan perut sudah terasi, sidang dilanjutkan kembali dengan Sidang Pleno III membahas tentang Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART).</p><p style="text-align: justify;">Hari semakin gelap, malam semakin larut. Sidang Pleno III usai, pertanda rapat formatur akan digelar. Rapat diikuti Badan Pengurus Inti (BPI) 2018, anggota MPO, di antaranya Jati Dwi Juwitaningrum, Khajjar Rohmah, Achmad Syahrif, dan Monika Wibisono Putri. Serta dari alumni diwakili oleh Hafizdzaki Monocikadiwa. Selain itu, perwakilan dari tiga peserta Mubes, yakni Mayang Sari, Fadiah Adlina, dan Mochammad Fernanda Fadhila.</p><p style="text-align: justify;">Mereka bergegas menuju Sekretariat LPM Sketsa. Setelah satu jam, akhirnya rapat formatur rampung. Wahid Tawaqal membacakan susunan Badan Pengurus Inti periode 2018-2019 yang disambut dengan raut wajah tegang dari para peserta Mubes.</p><p style="text-align: justify;">Ia membacakan dimulai dari Ketua Produksi: Shafira Pandu Winata (FISIP 2016), Ketua Iklan dan Pemasaran: Mahameru Primantoro (FKIP 2015), Ketua Penelitian dan Pengembangan: Suti Sri Hardiyanti (FISIP 2016), Ketua Redaksi: Fadiah Adlina (FISIP 2015), Bendahara: Siti Istaqul (FISIP 2017), Sekretaris: Mahmudhah Syarifatunnisa (FEB 2016), dan Ketua Umum: Uswatun Hasanah (FISIP 2015).</p><p style="text-align: justify;">Dengan diumumkannya nama-nama kepengurusan BPI periode 2018/2019, maka berakhir sudah rangkaian panjang Mubes LPM Sketsa. Tak lupa, ditutup dengan mengambil gambar bersama seluruh dengan pengurus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada yang terpilih, diucapkan selamat bertugas dalam mengemban amanah. Harapan besar diberikan, agar bersama dengan seluruh anggota dapat jalan jauh ke depan. <strong><em>(mrf/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FIB, Fifi: Tidak Logis dan Transparan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-fifi-tidak-logis-dan-transparan/baca </link>
<guid> pemira-fib-fifi-tidak-logis-dan-transparan </guid>
<pubDate> Tue, 06 Nov 2018 13:01:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: boulevarditb.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-fifi-tidak-logis-dan-transparan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z6bDHjAyHv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FIB, Fifi: Tidak Logis dan Transparan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Unmul terus bergulir. Hingga kini beberapa fakultas masih menjalani rangkaian Pemira, salah satunya Fakultas Ilmu Budaya (FIB). &nbsp;Namun belakangan ini berembus kabar, Pemira FIB tak berjalan secara transparan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam unggahan Instagram Badan Pekerja Pemilihan Raya (BPPR) FIB, tercantum <em>timeline</em> Pemira FIB. Diawali dengan masa pendaftaran pada tanggal 2 hingga 4 November lalu yang merupakan tahapan awal Pemira, kemudian pengumuman hasil yang direncanakan pada tanggal 25 November mendatang. Namun, baru sampai tahap pendaftaran beberapa suara kontra bermunculan, salah satunya dari Fitriani Abidin.</p><p style="text-align: justify;">Pada Kamis, (1/11) lalu, Fifi-sapaan akrabnya-menanyakan perihal <em>open recruitment</em> (Oprec) untuk BPPR FIB ke Ketua DPM FIB. Lalu sehari sesudahnya, Jumat (2/11) &nbsp;Fifi diundang oleh Ketua DPM FIB ke dalam grup BPPR.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk publikasi dan pembentukan tim BPPR, saya sendiri tidak tahu. Maka dari itu saya menanyakan perihal Oprec panitia Pemira. Ketika saya masuk grup BPPR itu juga tahapan Pemira sudah dibuat,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi Sastra Inggris &nbsp;ini berkeinginan untuk terlibat dalam BPPR tak lain karena ingin merasakan menjadi bagian dari Pemira FIB. Namun sayang, selang beberapa hari setelah bergabung ke grup BPPR, ia dikeluarkan dari grup pada Minggu (4/11). Perlakuan ini terjadi tak lama setelah ia menyampaikan pendapatnya terhadap tenggat waktu pendaftaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak tahu apa penyebab saya dikeluarkan. Yang pasti setelah saya menyampaikan pendapat terhadap tenggat waktu pendaftaran yang menurut saya tidak logis dan realistis. Tidak lama setelah itu kehadiran saya dipermasalahkan oleh beberapa tim BPPR lainnya, dan selang beberapa menit saya dikeluakan dari grup tersebut oleh salah satu anggota BPPR,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Persiapan BPPR dinilai kurang matang karena tenggat waktu yang mepet. Salah satu syarat untuk maju sebagai Capres dan Cawapres &nbsp;dalam laga Pemira FIB ialah syarat administrasi dengan catatan memiliki IPK minimal 2,75.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jelas terlihat sangat tidak logis, jika ingin membuat transkip nilai dalam kurun tiga hari di waktu <em>weekend</em>,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain masa pendaftaran yang singkat, ada beberapa poin lain yang dinilai Fifi cacat dalam pelaksanaan Pemira FIB, di antaranya ialah kurangnya publikasi terkait <em>oprec</em> BPPR FIB, tidak adanya sosialisasi tahapan Pemira kepada UKM dan lembaga UKM FIB, serta tidak adanya transparansi terkait Pemira FIB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kini Fifi menunggu keputusan dari pihak DPM terkait kejelasan BPPR. Selain itu dia juga menuntut agar Pemira dihentikan dengan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama UKM dan lembaga lain yang ada di FIB. <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Terima Pemira FIB Disebut Cacat, Ketua BPPR Angkat Bicara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-terima-pemira-fib-disebut-cacat-ketua-bppr-angkat-bicara/baca </link>
<guid> tak-terima-pemira-fib-disebut-cacat-ketua-bppr-angkat-bicara </guid>
<pubDate> Tue, 06 Nov 2018 14:30:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Spanduk penolakan Mahasiswa FIB terkait Pemira FIB yang tidak transparan. (Sumber foto: instagram.com/fhiimaheswari) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-terima-pemira-fib-disebut-cacat-ketua-bppr-angkat-bicara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6lJIUUL9Of.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Terima Pemira FIB Disebut Cacat, Ketua BPPR Angkat Bicara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> Pemira FIB sudah berjalan sejak awal bulan ini. Seiring waktu, beredar isu terkait kejanggalan selama proses tahapannya. Bahkan kemarin, terpasang spanduk penolakan yang bertuliskan &ldquo;Kami tidak mau! Dipimpin oleh pemimpin dari Pemira yang cacat&rdquo; di salah satu sudut kampus FIB. Dugaan tidak adanya transparansi dalam Pemira ini mengundang perhatian.</p><p style="text-align: justify;">(Baca:<a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-fifi-tidak-logis-dan-transparan/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-fifi-tidak-logis-dan-transparan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Sebagai badan penting yang mengatur dan mengiringi proses Pemira, BPPR ikut terseret. Novianti selaku Ketua BPPR angkat bicara, ia mengatakan bahwa BPPR dibentuk oleh DPM FIB pada tanggal 15 Oktober lalu. Terkait bentuk publikasi dan pembentukan tim, Novi menyarankan untuk langsung meminta konfirmasi dengan DPM.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diakui Novi, syarat Pemira merupakan hasil kesepakatan dalam rapat BPPR dan telah menerima persetujuan dari seluruh anggota. Termasuk tenggat waktu pendaftaran yang dinilai singkat.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Tenggat waktu itu adalah <em>timeline schedule</em> yang harus dipatuhi dalam mengajukan diri.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Novi sendiri menambahkan bahwa sejak informasi tahapan Pemira ini dipublikasikan dalam akun instagram BPPR FIB pada Kamis (1/11) lalu, pihaknya tidak melihat adanya keluhan atau penolakan dari pihak manapun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terdapat beberapa fungsionaris organisasi, salah satunya Presiden BEM FIB ikut me-repost timeline Pemira. Namun, pada tanggal 4 November terjadi penolakan melalui komentar di akun Instagram BPPR, di antaranya oleh pihak-pihak yang sebelumnya sudah ikut me-<em>repost</em>. Berkaitan dengan hal itu juga dari pihak mahasiswa yang menanyakan kelengkapan berkas pendaftaran terlambat melakukan konfirmasi kembali kepada pihak BPPR,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kabar dikeluarkannya salah satu anggota BPPR yang baru bergabung, Novi mengatakan bahwa DPM-yang mengundang ke dalam grup-sebelumnya tidak melakukan konfirmasi dengan pihaknya jika akan mengundang orang baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita bukan lembaga anti kritik, namun sebagai penyelenggara Pemira, kami harus menjaga netralitas dari kepanitiaan ini,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Merujuk timeline Pemira FIB, pendaftaran dibuka pada 2 hingga 4 November lalu, disusul dengan verifikasi berkas dan pencabutan nomor urut pada Senin (5/11) kemarin. Dari hasil verifikasi tersebut, telah dinyatakan lolos satu pasangan calon atas nama Ricky Laurie dan Yudi Syahputra.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil rapat internal BPPR, akan diadakan kampanye akbar serta <em>fit&amp;proper</em> test untuk paslon yang sudah dinyatakan lolos seleksi berkas. Kampanye akbar dilakukan dalam rangka sosialisasi visi, misi serta program kerja unggulan paslon di depan seluruh mahasiswa FIB. Selain itu, <em>fit&amp;proper</em> test dilakukan untuk menguji kelayakan paslon yang akan dihadiri oleh tim panelis dari akademisi dan aktivis mahasiswa, juga mahasiswa FIB lainnya.<em>&nbsp;<strong>(adl/els)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akui Kesalahan, DPM FIB: Pemira Kacau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akui-kesalahan-dpm-fib-pemira-kacau/baca </link>
<guid> akui-kesalahan-dpm-fib-pemira-kacau </guid>
<pubDate> Wed, 07 Nov 2018 12:43:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: pewartanusantara.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akui-kesalahan-dpm-fib-pemira-kacau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ede1skriLv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akui Kesalahan, DPM FIB: Pemira Kacau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dugaan adanya kecacatan dalam demokrasi FIB turut menyeret Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB sebagai lembaga yang membentuk Badan Pekerja Pemilihan Raya (BPPR). Salah satu yang menjadi kejanggalan adalah tidak adanya transparansi terkait pembentukan panitia BPPR.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Faqih Hendrian selaku Ketua DPM tak memungkiri adanya beberapa kelalaian dalam pelaksanaan Pemira FIB ini. Ia mengatakan bahwa publikasi mengenai pembentukan BPPR hanya dilakukan secara lisan, dari mulut ke mulut. Saat pembentukan BPPR pun, Faqih hanya menerima nama-nama rekomendasi dari salah satu anggota DPM yang sekarang sudah tidak aktif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya telah memberikan amanah kepada salah satu anggota saya untuk mengajak anak-anak FIB menjadi BPPR secara lisan. Meski seharusnya berbentuk <em>open recruitment</em> tertulis, itu salah satu kesalahan saya,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kabar yang menyebut pihaknya tidak melakukan konfirmasi sebelum menambahkan anggota ke dalam grup BPPR, mahasiswa Sastra Inggris ini membenarkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya, karena kesalahan tidak membuka oprec untuk menjadi BPPR, sehingga ketika ada yang ingin menjadi anggota, saya anggap dia memiliki keinginan untuk ikut menyukseskan pemira tahun ini,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-terima-pemira-fib-disebut-cacat-ketua-bppr-angkat-bicara/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-terima-pemira-fib-disebut-cacat-ketua-bppr-angkat-bicara/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Koordinasi antara DPM dan BPPR tentu diperlukan agar terjalin kolaborasi yang menyukseskan Pemira FIB. Salah satunya dalam penentuan <em>timeline</em> Pemira. Tenggat waktu pendaftaran yang dinilai tak logis ini sebelumnya telah dilaporkan BPPR FIB ke DPM FIB. Namun dikatakan Faqih, terdapat perbedaan <em>timeline</em> antara yang dilaporkan dengan yang dipublikasikan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekadar klarifikasi, jadwal yang diberi ke saya bukan di tiga hari dan <em>weekend</em>. Saya bahkan tidak menerima laporan hasil perubahan dari BPPR. Laporan yang saya terima adalah laporan hasil BPPR yang menetapkan pendaftaran mulai dari 29 Oktober hingga 2 November 2018, itu yang saya sepakati,&quot; jelasnya</p><p style="text-align: justify;">Faqih juga mengakui bahwa Pemira ini tak sesuai yang diharapkan. &quot;Jujur saya orang yang awam tentang Pemira. Namun, Pemira kali ini berada di luar ekspektasi saya dan kacau,&quot; tutupnya. <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> "Diganggu", Sejumlah Mahasiswa Faperta Jadi Korban Kesurupan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diganggu-sejumlah-mahasiswa-faperta-jadi-korban-kesurupan/baca </link>
<guid> diganggu-sejumlah-mahasiswa-faperta-jadi-korban-kesurupan </guid>
<pubDate> Fri, 09 Nov 2018 13:19:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tragedi kerasukan sempat terjadi minggu lalu di kampus Faperta. (Sumber ilustrasi: https://kabar6.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diganggu-sejumlah-mahasiswa-faperta-jadi-korban-kesurupan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rbrvNukuvL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>"Diganggu", Sejumlah Mahasiswa Faperta Jadi Korban Kesurupan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Minggu (4/11) lalu Fakultas Pertanian (Faperta) digemparkan dengan tragedi kesurupan yang menimpa 4 mahasiswanya. Hal ini terjadi saat tengah dilaksanakan kegiatan malam keakraban (makrab). Tak hanya malam itu, korban terus bertambah hingga tiga hari berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Kabar ini berembus via pesan <em>WhatsApp</em> dan dibenarkan BA, salah satu anggota himpunan mahasiswa Faperta. &quot;Kejadiannya selang-seling, satu sadar satu lagi kena,&quot; ujar BA.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, salah satu penyebab dari kejadian ini karena lokasi kampus Faperta yang bersebelahan langsung dengan kuburan umum. Informasi ini ia ketahui dari salah satu dosen Faperta. &quot;Pas dibangun, ada 2 (jenazah) yang tersisa. Ini (kelas) berdiri di atas kuburan,&quot; ungkap BA.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">BA menjelaskan kronologi kesurupan yang menimpa korban pertama. Ia menuturkan saat itu korban memang sejak awal telah sakit, sehingga ditempatkan di ruang medis bersama petugas medis. Tak lama korban terlihat diam tak bergeming, dan sorot matanya kosong seperti sedang melamun. Lalu tiba-tiba saja korban memberontak. Selang berapa lama saat korban telah sadar, muncul korban lain hingga berjumlah empat korban. Mendengar ini, Wakil Dekan III Faperta langsung turun ke lokasi dan kegiatan dihentikan akibat kejadian ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada saat kejadian, ada beberapa pihak yang datang untuk menolong. Salah satunya pengurus dari Masjid Alfatihah dan ayah salah satu mahasiswa. Namun ada hal yang disayangkan BA, ialah tidak adanya petugas keamanan di sekitar Faperta. &quot;Adanya satpam Unmul, kan itu jauh. Di Faperta pada saat itu enggak ada,&quot; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, hal sama terjadi ke mahasiswa lainnya. Sampai Rabu, total ada sembilan mahasiswa Faperta yang menjadi korban kesurupan. Bahkan dua korban kesurupan mencoba untuk loncat dari atas gedung, beruntung berhasil dicegah oleh teman-teman korban.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini, Nurul Palopi Wakil Dekan II Faperta mengatakan bahwa masalah kesurupan di Faperta sudah diatasi oleh seorang dosen Faperta, Topan Andika.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nurul berharap masalah ini tidak terulang kembali. &quot;Semoga ke depan masalahnya tidak muncul lagi dan aktivitas sudah normal,&quot; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kejadian ini, beredar pesan berisi imbauan batas berkegiatan di kampus Faperta selambat-lambatnya selesai pada pukul 18.00 WITA. Pesan ini diduga dikirim oleh Nurul. Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada konfirmasi dari Nurul. <strong><em>(yun/sii/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Pahlawan, Pemuda yang Cerdas adalah Pahlawan Perkembangan Zaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-pahlawan-pemuda-yang-cerdas-adalah-pahlawan-perkembangan-zaman/baca </link>
<guid> hari-pahlawan-pemuda-yang-cerdas-adalah-pahlawan-perkembangan-zaman </guid>
<pubDate> Sat, 10 Nov 2018 11:59:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan untuk memperingati perjuangan arek-arek Suroboyo di tahun 1945. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-pahlawan-pemuda-yang-cerdas-adalah-pahlawan-perkembangan-zaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/G3EzQKezbw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Pahlawan, Pemuda yang Cerdas adalah Pahlawan Perkembangan Zaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia</em>&rdquo; &ndash; Ir. Soekarno.</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tujuh puluh tiga tahun berlalu, tepatnya di Kota Surabaya. Rakyat Indonesia kembali mengangkat senjata, membuktikan kekuatan bertempur melawan pasukan Britani Raya. Pertempuran yang kurang lebih menggugurkan enam ribu jiwa. Untuk mengenang pristiwa itu, saat ini kita peringati sebagai Hari Pahlawan Nasional setiap tanggal 10 November.</p><p style="text-align: justify;">Di era globalisasi pada saat ini, dengan teknologi yang serba canggih, tidak menutup kemungkinan untuk penjajahan terulang kembali. Tidak perlu senjata dan juga pertumpahan darah. Dengan kecerdasan seseorang dapat melakukan berbagai hal yang dia inginkan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki semangat dan ambisi yang kuat, kita memegang setir dalam pertahan dan kemajuan negara. Sebagai Agent of Change mahasiwa harus memiliki mental pahlawan di dalam dirinya. Kita harus sadar bahwa kemerdekaan itu bukan hanya kita bebas melakukan berbagai hal. Namun, kemerdekaan adalah kita bebas berdiri di atas kaki kita sendiri, berpikir dengan kepala sendiri dan mencintai negeri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Seiring berjalannya waktu, sebagian pemuda mulai lupa akan sejarah. Mereka lupa bahwa negeri ini berdiri di atas mayat dan darah. Dengan ambisi agar menjadi manusia yang modern mereka lupa bahwa mereka merupakan pelaku sejarah masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda yang cerdas adalah cita-cita negara. Seperti yang berbunyi dalam pembukaan UUD 1945 &ldquo;mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.&rdquo; Menuntut ilmu adalah kuncinya, khususnya seorang mahasiswa yang dianggap sebaga pemegangi setir dalam pertahanan dan kemajuan negara haruslah memiliki bekal yang cukup untuk bersaing dan bertahan di masa depan. Namun nyatanya, hegemoni teknologi menjadi virus yang berbahaya. Banyak waktu mahasiswa yang terbuang demi <em>gadget</em>nya.</p><p style="text-align: justify;">Menghargai pahlawan bukan hanya mengikuti upacara hari Senin dan juga upacara nasional lainnya. Atau menundukan kepala sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah tiada. Lepas dari itu semua, menghargai pahlawan sesungguhnya adalah bagaimana mempersiapkan diri untuk kemajuan negeri.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu virus yang berkembang melalui kemajuan teknologi adalah hoaks. Berbagai berita dapat kita akses dengan mudah begitupun pembuat berita dapat menyebarkan dengan cepat. Dengan ketergantungan teknologi yang telah menghegemoni kita pada saat ini, membuat bangsa ini rentan menjadi penjajah-penjajah baru di negeri sendiri. Menyebarkan berita tanpa adanya filter menyebabkan retaknya kesatuan di masyarakat. Seharusnya kita cukup cerdas dalam menangani hal demikian. Terlihat sepele tapi berdampak besar.</p><p style="text-align: justify;">Tidak salah memanfaatkan kemajuan zaman apalagi teknologi yang awalnya diciptakan untuk mempermudah urusan manusia. Namun, yang menjadi permasalahannya adalah kuatnya hegemoni teknologi membuat manusia percaya bahwa teknologi adalah dewa.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu sebagai generasi penurus bangsa, pemuda dan mahasiswa terkhususnya, mari bersama-sama menjaga satu-kesatuan negara ini dengan memanfaatkan kemajuan zaman dan teknologi yang canggih sebagai kecerdasan mempertahankan kemerdekaan.</p><p style="text-align: justify;">Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2018. Jadilah pahlawan di dalam arus zaman.<strong>(<em>aul/fqh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lagi, Pemira FKTI 2018 Berakhir Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-pemira-fkti-2018-berakhir-aklamasi/baca </link>
<guid> lagi-pemira-fkti-2018-berakhir-aklamasi </guid>
<pubDate> Sat, 10 Nov 2018 13:09:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Pemira. (Sumber ilustrasi: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-pemira-fkti-2018-berakhir-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R6Veeub9eO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lagi, Pemira FKTI 2018 Berakhir Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Sketsa</strong> - Pemira FKTI (Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi) Kamis (25/10) lalu berakhir aklamasi. Pemira FKTI hanya diikuti oleh satu pasangan yakni pasangan Haeryandy Pratama dan Joji Kuswanto sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FKTI 2018.</p><p style="text-align: justify;">Aklamasi tak dapat dihindarkan meski DPM FKTI sudah memberikan regulasi, namun masih belum bisa dipenuhi oleh beberapa calon walau tahun ini sudah ada keringanan yakni pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).</p><p style="text-align: justify;">Tercatat dari 2015 lalu, pemira FKTI sudah tiga kali berakhir aklamasi. FKTI hanya berhasil melakukan pemira tanpa aklamasi pada tahun 2016. Zawilhikam Mohammad selaku Ketua DPM FKTI menyayangkan pemira tahun ini yang kembali berakhir aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kalau tanggapan saya memang sangat disayangkan ya, walaupun aklamasi itu pemberhentian dari demokrasi. Hanya saja ada beberapa hal yang mungkin membatasi teman-teman, setelah kita lihat-lihat ternyata memang regulasi di FKTI masih terlalu memberatkan gitu untuk para calon-calon naik dan bersaing di ajang pemilihan ini,&quot; jelas Zawil.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Zawail, salah satu syarat yakni IPK menjadi masalah bagi calon pasangan, di mana tahun 2017 dan 2018 hanya satu calon saja yang memenuhi persyaratan walaupun IPK pada pemra 2018 sudah diringankan.</p><p style="text-align: justify;">IPK yang dulu dibebankan 3,5 diringankan jadi 3,25. Keringanan ini untuk uji coba apakah pasangan calon bisa memenuhi persyaratan. Namun pada kenyataannya, beberapa calon pasangan masih gagal memenuhi persyaratan terutama IPK calon pasangan masing-masing dan hanya satu pasangan yang lolos.</p><p style="text-align: justify;">Riski Maulana, selaku Ketua Panitia Pemira atau KPPR FKTI mengungkapkan permasalahannya ini ada pada mahasiswa yang kurang sadar. Meskipun panitia sudah mempersiapkan dengan maksimal, tetap saja hanya satu pasangan yang mau maju.</p><p style="text-align: justify;">Karena hanya satu pasangan yang maju, Riski beserta panitia pemira mengubah alur yang sebelumnya sudah direncanakan diubah dalam bentuk alur mekanisme aklamasi. Walaupun sistem verifikasi tetap sama dengan dua tahap tanpa mengikuti alur mekanisme aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum mengubah alur menjadi alur mekanisme aklamasi, Riski menjelaskan alur pemira FKTI 2018 ini. Berawal dari sosialisasi ke kelas-kelas yang ada di FKTI selama tiga hari dari 24 hingga 26 September, lalu membuka pendaftaran pada tanggal 1 sampai 5 Oktober di mana panitia menerima 13 pasangan mengambil berkas. Namun hanya ada 2 pasangan yang mengembalikan berkas.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pendaftaran, panitia melakukan verifikasi. Pada awlanya ada dua pasangan mengembalikan berkas. Setelah verifikasi tahap 1 dilaksanakan, hanya ada satu pasangan yang lolos verifikasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang masukkan berkas ada dua, kita verifikasi nih. Yang lolos cuma satu, satunya kami beri-tahu anda gagal gitu kan. Kami kasitahu bahwa tidak lolos verifikasi tahap satu, seperti itu,&quot; ungkap Riski.</p><p style="text-align: justify;">Riski menyebutkan pada tanggal 7 sampai 9 Oktober yang seharusnya melengkapi berkas ditambahkan menjadi pengambilan sekaligus melengkapi berkas. Pada akhirnya ada satu lagi pasangan yang mengambil dan melengkapi, namun pasangan tersebut melengkapi jauh dari kata cukup.</p><p style="text-align: justify;">Calon pasangan satu-satunya yang lolos verifikasi di tahap 1 juga sudah melengkapi pada tanggal 10 dan panitia melaksanakan verifikasi tahap 2. Pada saat verifikasi tahap 2, pasangan yang telah lolos pada tahap 1 ini yang lolos verifikasi tahap 2. Pada akhirnya panwas mengubah alur pemira jadi alur mekanisme aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Setelah diubah dalam mekanisme aklamasi, yang sebenarnya ada masa kampanye diubah menjadi masa pengenalan calon dan juga calon wajib masuk ke kelas-kelas di FKTI untuk memperkenalkan diri mereka. Setelah masa pengenalan, calon pasangan melakukan pengenalan akbar yang merupakan inovasi baru panwas.</p><p style="text-align: justify;">Pengenalan akbar dilaksanakan di luar ruangan yang dihadiri oleh wakil dekan serta mahasiswa. Calon pasangan yang lolos kemudian memperkenalkan diri, menyampaikan visi misi, dan sesi tanya jawab. Setelah pengenalan akbar, panwas menggelar acara bedah gagasan secara tertutup di dalam ruangan yang seharusnya debat kandidat.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pemira FKTI 2018 kembali aklamasi, Zawil akan meninjau ulang regulasi yang membuat mahasiswa yang sebelumnya ingin maju namun terkendala di regulasi. Zawil akan mengajak para ormawa yang ada di FKTI beserta beberapa perwakilan kelas untuk berdiskusi terkait regulasi untuk pasangan yang mau maju baik di BEM maupun DPM. <strong>(<em>anm/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rentang Kisah: Hidup Gita dalam Lembar Cerita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/rentang-kisah-hidup-gita-dalam-lembar-cerita/baca </link>
<guid> rentang-kisah-hidup-gita-dalam-lembar-cerita </guid>
<pubDate> Sun, 11 Nov 2018 10:19:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: mediapijar.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/rentang-kisah-hidup-gita-dalam-lembar-cerita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HemKietUvl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rentang Kisah: Hidup Gita dalam Lembar Cerita</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Judul Buku &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</span><span>: Rentang Kisah</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Penulis &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</span><span>&nbsp; &nbsp;&nbsp;</span><span>: Gita Savitri Devi</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Tebal Buku &nbsp; &nbsp; &nbsp;</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;</span><span>: 207</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Penerbit</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</span><span>: Gagas Media</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Tahun Terbit</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</span></strong><span><strong>: 2017</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di antara kalian tentunya sudah tak asing dengan sosok Gita Savitri Devi, bukan? Ya, seorang blogger, <em>youtuber</em>, serta</span><span>&nbsp;<em>influencer</em> ini&nbsp;</span><span>banyak menginspirasi anak muda Indonesia melalui konten-konten inspiratif miliknya di sosial media. Gita kerap membagikan kegiatannya selama berkuliah di Jerman. Tak hanya itu, ia juga cukup sering menyuarakan opininya mengenai topik yang sedang&nbsp;</span><span><em>trending</em></span><span>. Dari masalah berat seperti politik hingga hal ringan seperti pengembangan diri serta kecantikan, contohnya seputar&nbsp;</span><span><em>skincare</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rentang Kisah&rdquo; adalah debut perdana Gita dalam menulis buku. Buku yang terdiri 13 bab ini berisi curhatan-curhatan Gita selama SMA hingga akhirnya bisa menemukan<em>&nbsp;</em></span><span><em>passion</em></span><span>&nbsp;yang menuntunnya menjadi <em>influencer</em> sukses seperti saat ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada bab pembukaan, Gita menceritakan kisahnya selama SMA. Di mana ia merasa takut dan terkekang akan didikan ibunya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&quot;Kalau ditanya siapa orang paling berharga di dalam hidup kita? Sudah pasti kita akan menjawab orang tua, terutama Ibu. Ibu memang sudah seharusnya menjadi sosok paling dicintai dan dihormati. Namun, jika hal itu ditanyakan kepadaku saat remaja, jawabannya bukan Ibu.&quot;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gita kecil takut sekaligus membenci ibunya. Gita disibukkan dengan berbagai macam kursus sesuai arahan sang ibu. Hal ini membuatnya jarang bisa nongkrong bareng teman-temannya. Setelah lulus SMA, Gita yang merasa tidak memiliki kemampuan apapun sempat kebingungan dalam memilih jurusan kuliah. Hingga akhirnya ia terpikir untuk mengikuti&nbsp;</span><span><em>passion</em>-nya</span><span>&nbsp;yang menyukai gambar dan memutuskan memilih Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) di ITB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ternyata mencari passion itu susah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudah mantap memilih FSRD ITB tiba-tiba Gita goyah ketika ibunya bertanya, &ldquo;</span><span>Kau mau kuliah di ITB atau di Jerman?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah berpikir panjang Gita akhirnya melepaskan kesempatannya di FSRD ITB dan mengejar impiannya berkuliah di luar negeri, yaitu di Freie Universitat Berlin jurusan Kimia Murni.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai seorang remaja 18 tahun yang sudah harus merantau ke negeri orang, tentu bukan hal yang mudah. Di sana ia dituntut untuk hidup mandiri, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Belum lagi perbedaan bahasa sampai&nbsp;</span><span><em>culture shock</em>.</span><span>&nbsp;Namun, Gita berhasil melewati segala kesulitan yang dihadapinya selama kuliah di Jerman hingga tujuh tahun lamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain mengejar pendidikan, ternyata Jerman juga menuntun Gita menemukan jodohnya. Di sana, Gita bertemu dengan Paulus Andreas Partohap, yang kini telah resmi menjadi suaminya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjalani hubungan dengan Paul awalnya tidak mudah bagi Gita. Ia banyak menghadapi pertarungan batin. Salah satunya karena perbedaan agama, <span>Gita berasal dari keluarga penganut islam yang kuat dan Paul juga merupakan penganut kristen yang taat.</span> Di sisi lain, Gita merasa nyaman dengan Paul, tapi juga merasa hubungan yang mereka jalani tidak akan berujung kemana-mana.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gita menerima banyak saran dari rekan terdekatnya untuk mengakhiri hubungan dengan Paul. Gita tidak menggubris. Perlahan Gita mulai mengenalkan Paul dengan Islam. Paul yang awalnya keras selalu menolak untuk berdiskusi persoalan agama lambat laun menjadi lunak dan terbuka. Hingga akhirnya Paul memutuskan untuk mengucapkan kalimat syahdat atas kemauannya sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banyak <em>ngobrolin&nbsp;</em>Islam dengan Paul &nbsp;menyadarkan Gita bahwa ia belum banyak mengenal agamanya sendiri. Sejak itu Gita mulai mencoba untuk mendalami lagi agamanya sendiri. Gita mulai mengikuti&nbsp;</span><span><em>liqo</em></span><span>, membaca buku atau tulisan Islam di internet, dan menonton kajian ustaz favoritnya, Nouman Ali Khan, di <em>Youtube</em>. Sedikit demi sedikit Gita mulai menyuntikkan napas Islam ke dalam apapun yang ia kerjakan. Gita yang dulu sempat menutup aurat saat SMA namun melepasnya saat kuliah di Jerman. Ia merasa menyesal atas keputusannya dulu, dan kini mantap untuk menutup kembali auratnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semoga kali ini untuk selama-lamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Buku &ldquo;Rentang Kisah&rdquo; cocok dibaca bagi kalian yang ingin mengetahui kisah sosok Gita Savitri Devi lebih dalam. Gita adalah seorang yang berkepribadian&nbsp;</span><span>introvert</span><span>&nbsp;namun hal tersebut tampak samar ketika Gita tampil di depan kamera dan juga orang banyak. Sebagai seseorang yang juga introver, penulis merasa tulisan Gita dalam Rentang Kisah sangat menginspirasi diri untuk keluar dari zona nyaman. Gita tampil layaknya seekor bunglon. Di depan kamera ataupun orang-orang Gita bisa menjadi pembicara yang aktif, kritis, dan inspiratif. Namun di belakang kamera, Gita tetap seorang introvert yang doyan menyendiri di kamar seharian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain mengungkap kisah seorang Gita, buku ini juga menyadarkan pembacanya bahwa hidup itu tak selamanya mulus, tak semua yang kita inginkan itu dapat terwujud, Tuhan punya caranya sendiri untuk membuat hidup kita berarti. Membaca buku ini mengajarkan kita untuk belajar ikhlas, bersyukur, dan sabar dengan proses kehidupan yang kita jalani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Buku ini benar-benar ringan untuk dibaca. Cerita yang Gita sampaikan dalam bukunya benar-benar mengalir dan sangat mudah dipahami. Bahasanya yang digunakan tidak berat sehingga cerita yang disampaikan tidak sulit untuk dicerna.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kekurangan dari buku ini adalah tidak dicantumkannya nama tempat dalam beberapa foto yang ditempatkan di halaman sebelum judul bab, sehingga akan menimbulkan rasa penasaran pembaca. Pembahasan dalam buku ini juga kurang panjang sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengkhatamkannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rentang kisah merupakan buku yang menceritakan kisah hidup Gita, bagaimana kita memandang kisahnya menginspirasi atau biasa saja tergantung perspektif masing-masing pembaca menilai sosok penulis tersebut.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>rrd/adl</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Listrik Tak Stabil, UKM Unmul Alami Ledakan Listrik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/listrik-tak-stabil-ukm-unmul-alami-ledakan-listrik/baca </link>
<guid> listrik-tak-stabil-ukm-unmul-alami-ledakan-listrik </guid>
<pubDate> Mon, 12 Nov 2018 13:40:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Listrik padam yang terjadi di Gedung SC meresahkan UKM yang menetap di sana (sumber foto: Batamnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/listrik-tak-stabil-ukm-unmul-alami-ledakan-listrik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7amFpuSNkU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Listrik Tak Stabil, UKM Unmul Alami Ledakan Listrik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Beberapa laporan datang dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Gedung Student Center. Akhir-akhir ini telah terjadi ledakan listrik di dalam ruangan sekretariat. Tegangan arus listrik yang tak stabil diduga menjadi penyebab utama dari ledakan tersebut, dan hal ini dirasakan oleh UKM di lantai tiga. Salah satu UKM yang kesekian kali mengalami ini ialah UKM Pramuka.</p><p style="text-align: justify;">Melalui grup UKM Unmul, Irwan selaku Bendahara Umum UKM Pramuka mengeluhkan kondisi listrik di sekretariatnya. Dalam kurun waktu terakhir, sudah terjadi lima kali ledakan. Kejadian ledakan pertama terjadi sekitar dua bulan lalu, di mana lampu sekretariat meledak dan tak lama disusul dengan charger ponsel. Lampu sekretariat yang tiba-tiba meledak tersebut membuat panik anggota yang berada di dalam ruangan. Di waktu yang bersamaan, menurut penuturan Irwan hal serupa terjadi di sekretariat lain, yakni Keluarga Mahasiswa Bidik Misi (Gamadiksi). Setelah kejadian itu, arus litrik kembali normal.</p><p style="text-align: justify;">Namun di awal bulan, ledakan listrik kembali terjadi di sekretariatan UKM Pramuka. Hal ini juga dialami dengan UKM lainnya yang berada di lantai tiga. Dikatakan Irwan, akibat ledakan tersebut seluruh lampu di lantai tiga Gedung Student Center telah diganti akibat mengalami ledakan. Saat itu dua buah lampu UKM Pramuka secara bersamaan meledak, selang lima belas menit kemudian diikuti meledaknya cas laptop.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu paling parah karena dua lampu sekaligus dan cas laptop. Hangus,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Diakui beberapa peralatan yang rusak dan terjadi tidak sekali dua kali ini harus mereka tanggung sendiri. Sejauh ini, UKM Pramuka sudah menyampaikan hal ini kepada pembina dan telah diteruskan ke Wakil Rektor III, bahkan sejak tiga bulan lalu. Namun hingga kini masih belum menerima respons. <em><strong>(adl/fqh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Ayah, Berikut Ungkapan Hati Mereka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-ayah-berikut-ungkapan-hati-mereka/baca </link>
<guid> hari-ayah-berikut-ungkapan-hati-mereka </guid>
<pubDate> Tue, 13 Nov 2018 09:30:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Ayah bersama anak-anaknya. (Sumber ilustrasi: tribunnews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-ayah-berikut-ungkapan-hati-mereka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aNDMRR3VEe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Ayah, Berikut Ungkapan Hati Mereka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tahukah kalian jika 12 November lalu merupakan hari yang istimewa? Tentu saja, selain sosok Ibu yang diperingati setiap 22 Desember, Indonesia juga menetapkan tanggal tersebut sebagai peringatan Hari Ayah. Tak jauh berbeda dengan Hari Ibu, Hari Ayah juga diperuntukkan untuk seluruh ayah yang ada di nusantara. Sebuah bentuk pernghargaan akan kehadiran seorang Ayah yang sama berjasanya dengan sosok Ibu.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, bagaimana ungkapan-ungkapan dari seorang Ayah di hari spesialnya ini? Kali ini awak <em>Sketsa</em> berkesempatan untuk berbincang khusus dengan beberapa civitas akademika, yang juga merupakan seorang ayah yang hebat. Ialah Hendra Kusdianto, salah safu petugas keamanan Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Hendra yang baru tujuh bulan menjadi bagian keamanan Unmul ini mengaku memiliki cara tersendiri dalam memposisikan dirinya sebagai seorang ayah. &ldquo;Saya selalu menyempatkan diri untuk bermain bersama anak ketika sedang <em>shift</em> pagi,&rdquo; ujarnya ketika diwawancara (12/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Hendra juga menambahkan bahwa ia selalu mengikuti perkembangan sang buah hati melalui istrinya. &ldquo;Saya selalu pantau, juga bertanya kepada istri, sudah sejauh mana perkembangan anak. Karena usia anak saya masuk dalam usia pertumbuhan (empat tahun), jadi saya juga berusaha untuk mengajarkan hal-hal <em>basic</em> seperti agama,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Hendra juga sempat menuturkan kalau sang anak kerap mencari-cari dirinya jika sudah seharian bekerja. &ldquo;Tentu saja anak bertanya-tanya. Bingung kenapa ayahnya kerja terus,&rdquo; imbuh ayah satu anak ini.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi hal tersebut, Hendra dengan sabar memberikan pengertian kepada anak, bahwa yang dilakukannya merupakan bagian dari pekerjaan. Pun serupa jika Hendra sedang tidak ada <em>shift</em>, ia selalu berusaha meluangkan waktu bersama sang anak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau tidak masuk (bekerja), saya mencoba untuk bermain dengan anak. Sederhana saja, seperti main sepeda bersama,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Lain Hendra Kusdianto, lain pula Adietya Arie Hetami. Adit sapaan akrabnya adalah seorang Dosen sekaligus Ketua Prodi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol). Jika Hendra memiliki seorang putri, maka Adit punya satu orang putra dan satu orang putri.</p><p style="text-align: justify;">Pria kelahiran tahun 1981 ini berujar bahwa jabatan yang saat ini ia emban sebisa mungkin tidak menjadi sebuah halangan untuknya dalam memposisikan dirinya sebagai seorang ayah. &ldquo;Sebagai seorang akademisi kan juga ada jadwalnya, jadi tidak terlalu menyita waktu,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Prodi Administrasi Bisnis ini juga menambahkan bahwa sebelum dan sesudah bekerja ia selalu menyempatkan diri untuk mengantar dan menjemput anak-anaknya bersekolah. &ldquo;Kalau <em>weekend</em> kan mereka libur, saya juga tentunya libur, jadinya saya manfaatkan di situ.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya seputar pendekatan yang dilakukannya sebagai seorang ayah, Pak Adit mengaku lebih suka dengan pendekatan umur. &ldquo;Karena anak saya yang pertama sudah menginjak remaja (SMP), jadinya lebih memberikan contoh. Pun sama halnya dengan si bungsu, saya mencoba memberikan contoh pula, sembari mengingatkan,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menutup perbincangan kala itu, Pak Adit memberikan jawaban mengenai arti seorang anak. &ldquo;Menurut saya, mereka adalah penerus generasi, selain itu juga mereka adalah orang yang akan selalu mendoakan kita (orang tua),&rdquo; tutupnya. <strong><em>(ycp/sut/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba Serbi Pemira FISIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-pemira-fisip/baca </link>
<guid> serba-serbi-pemira-fisip </guid>
<pubDate> Wed, 14 Nov 2018 15:03:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP beserta Ketua DPM FISIP periode 2019. (Sumber: Instagram Pemira FISIP) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-pemira-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UxRbFvLT1w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serba Serbi Pemira FISIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) belum lama ini telah lakukan Pemira untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden BEM serta Ketua DPM FISIP pada Rabu (7/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun tahapan Pemira dimulai dengan pendaftaran pada 8-22 Oktober, sekaligus pengumuman paslon. Akhirnya didapatkan 2 paslon BEM FISIP, yaitu nomor urut 1 Dandi Anggoro Aji (Ilmu Komunikasi 2016) dengan Santi (Administrasi Negara 2016) dan nomor urut 2 Randi Agust Manik (Ilmu Pemerintahan 2015) dengan Musllan (Ilmu Pembangunan Sosial angkatan 2015).</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan 4 calon Ketua DPM yaitu nomor urut 1 Dody Kusuma Prayuda (Administrasi Negara 2016), nomor urut 2 Raysha Rahma (Hubungan Internasional 2016), nomor urut 3 Dheo Sasongko Jati (Ilmu Pembangunan Sosial 2015), dan nomor urut 4 Firdaus Imam Santoso (Ilmu Komunikasi 2015).</p><p style="text-align: justify;">Kemudian masa kampanye dimulai pada 25-31 Oktober, 1 November debat kandidat, dan 7 November pemilihan sekaligus rekapitulasi suara. Berdasarkan hasil rekapitulasi dengan jumlah 890 suara pasangan Dandi-Santi pun terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP yang baru dengan jumlah 490 suara sedangkan pasangan Randi-Musllan hanya berhasil memperoleh 374 dan terdapat 26 suara tidak sah.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dari total 890 suara, Dody Kusuma Prayuda terpilih sebagai Ketua DPM FISIP dengan jumah 517 suara, namun harus dikurangi 150 suara menjadi 367 suara. Raysha Rahma mendapatkan 177 suara, Dheo Sasongko mendapatkan 99 suara, dan Firdaus Imam Santoso mendapatkan 55 suara dikurangi 150 suara menjadi minus 95 suara dan terdapat 42 suara tidak sah.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkan Samuel Gading dua calon Ketua DPM yang mendapatkan pengurangan 150 suara, yaitu calon nomor urut 1 dan 4 karena tidak mengikuti regulasi yang ditetapkan panitia. &quot;Jadi ada beberapa calon anggota DPM yang dikurangin, karena melanggar mekanisme kepanitiaan dengan tidak menghadiri debat kandidat,&quot; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Bertambahnya jumlah calon ternyata berpengaruh terhadap jumlah pemilih yang juga bertambah dari tahun sebelumnya. Namun meski demikian partisipasi mahasiswa dinilai masih rendah karena saat ini ada sekitar 5336 lebih mahasiswa aktif di FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menurut saya ini terjadi karena kurangnya kesadaran mahasiswa tentang keberadaan BEM dan DPM di fakultasnya. Mereka belum merasakan pentingnya keberadaan kedua lembaga tersebut,&rdquo; jelas Samuel, Ketua Panitia Pemira FISIP.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Visi Para Calon Terpilih</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Senin (12/11), Dody menyebutkan visinya yaitu &quot;Mengoptimalkan Peran DPM yang Aktif, Responsif dan Aspiratif Menuju FISIP Unmul yang Harmonis&quot;. Harapannya DPM ke depan mampu mewadahi dan mengayomi kebutuhan lembaga dan mahasiswa Fisip secara umumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya ingin membawa perbaikan dan memperkuat lembaga di FISIP dan juga sesuai dengan tagline yaitu ARAH (aktif, responsif, aspiratif, haromnis),&quot; tambah Dody.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Dandi-Santi sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP terpilih punya visi &ldquo;Menciptakan Generasi Kritis yang Menjunjung Tinggi Persatuan dan Pergerakan Mahasiswa FISIP Unmul&rdquo;. Dandi ingin FISIP menjadi fakultas yang tidak lagi dikenal khalayak dengan aksi-aksi jalannya saja namun budaya-budaya intelektualnya juga.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya hal tersebut bisa menjadi langkah awal mahasiswa FISIP untuk maupun mengembangkan pemikiran dan sikap yang lebih kritis lagi sehingga persatuan dan pergerakan di dalam FISIP akan terus berkembang. <strong>(<em>tia/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terancam Aklamasi, Pemira FT Diberhentikan Sementara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terancam-aklamasi-pemira-ft-diberhentikan-sementara/baca </link>
<guid> terancam-aklamasi-pemira-ft-diberhentikan-sementara </guid>
<pubDate> Thu, 15 Nov 2018 11:10:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terancam akan terjadi aklamasi, Pemira FT diputuskan untuk diberhentikan sementara. (sumber foto: Instagram BLM FT Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terancam-aklamasi-pemira-ft-diberhentikan-sementara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uJoHwhfN3K.png" />
					</figure>
			                <h1>Terancam Aklamasi, Pemira FT Diberhentikan Sementara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tak ingin ketinggalan dalam ramainya pesta demokrasi, Fakultas Teknik (FT) pun hampir tiba di tahap akhir pemira. Pendaftaran yang telah dibuka sejak tanggal 16-25 Oktober, mengalami perpanjangan selama tujuh hari hingga 2 November lalu. Kemudian, pada 3 November berdasarkan syarat AD/ART pasal 28, &nbsp;KPPR (Komisi Pelaksana Pemilihan Raya) menetapkan hanya satu paslon yang dinyatakan lolos verifikasi berkas dan memenuhi syarat, yaitu Santi &ndash; Lukman.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya satu paslon, pemira FT tahun ini terancam aklamasi. Meski begitu, Martin Joko Wicaksana selaku Ketua Umum Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) menampik bahwa keputusan aklamasi atau tidaknya belum mencapai keputusan final. Ia pun membeberkan bahwa saat ini pemira FT sedang diberhentikan sementara karena ada pembahasan yang harus dibicarakan lagi bersama Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Teknik (KBM FT), dan jika diperlukan, akan ada terus rapat lanjutan hingga keputusan benar-benar final baru kemudian dilanjutkan dengan pembahasan visi-misi dan penetapan calon..</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya pemberhentian sementara. Karena kita kalau aklamasi otomatis kita buat jadwal baru, berarti kita tidak sesuai <em>rundown</em> yang apabila ada lebih dari satu paslon. Nah jadi kita masih perlu rapat lagi kita sesuaikan dengan kabinetnya lagi. Nanti di situ pembahasan lagi mau visi misinya gimana sama nanti penetapannya,&rdquo; jelas Martin.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Martin, pembahasan pemira akan dilaksanakan pada Kamis (15/11) mendatang. Selama rapat, akan dilihat bagaimana kondisi pemira, seperti kapan dan bagaimana mekanisme pelaksanannya, dilakukan dalam kondisi tertutup atau terbuka. Dan jika memungkinkan akan dilakukan pembedahan visi-misi. Selain itu akan ada tanya jawab dengan KBM FT mengenai dana dan sisipan penyerapan aspirasi. Setelah penetapan visi-misi, barulah dilaksanakan rapat lanjutan mengenai penetapannya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan, selama rapat KBM FT, tak menutup kemungkinan jika paslon yang gagal dapat terpilih lagi untuk mencalonkan diri kembali. Jika terjadi demikian, maka nantinya akan ada perubahan jadwal pemira, bahkan bisa jadi ada pemira ulang.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Jika seperti itu nantinya ada pengaturan waktu ulang lagi tergantung dari rapat KBM FT maunya gimana. &nbsp;Karena rapat KBM FT ini termasuk rapat besarnya, di situ nanti di bahas sesuai AD/ART, kalau cuma ada satu ini (paslon) kita bahas lagi. Sebenarnya, maunya Teknik ini juga gak aklamasi supaya ada pesta demokrasi. Tapi entah kenapa tahun ini cuma sedikit. Kemarin yang ambil ada 7 yang kembalikan cuma dua,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(ann/fir</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BPPR FIB: Kami Bubar! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bppr-fib-kami-bubar/baca </link>
<guid> bppr-fib-kami-bubar </guid>
<pubDate> Thu, 15 Nov 2018 11:59:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unggah pernyataan sikap di media sosial, BPPR FIB membubarkan diri. (sumber foto: Instagram BPPR FIB Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bppr-fib-kami-bubar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/V5qfbmyXNN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BPPR FIB: Kami Bubar!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Menanggapi kekacauan Pemira di fakultasnya, BEM FIB menggelar rapat terbuka pada Selasa (6/11) lalu dengan mengundang lembaga mahasiswa FIB. Dalam pertemuan tersebut, kronologis dan kejelasan terkait isu Pemira yang beredar disampaikan dari beberapa pihak terkait, di antaranya DPM dan BPPR. Di akhir rapat tersebut DPM berjanji dalam waktu 1x24 jam akan memutuskan sikap terkait Pemira FIB dengan BPPR.</p><p style="text-align: justify;">Keesokan harinya DPM FIB mengeluarkan Ketetapan DPM yang memutuskan bahwa jadwal Pemira FIB ditunda sampai dengan tanggal 11 November. Selama lima hari penundaan tersebut BPPR membuat ulang jadwal Pemira yang disetujui DPM FIB Unmul dan DPM yang akan membuka pendaftaran Panitia Pengawas (Panwas). Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan tanggal 7 November. Namun dalam jeda waktu penundaan tersebut, BPPR mengambil langkah lain.</p><p style="text-align: justify;">Tak terima dan merasa diintervensi, melalui Instagram BPPR FIB Unmul pada Jumat (9/11) lalu, BPPR FIB mengunggah pernyataan sikap sebagai bentuk hak jawab dan berpendapat. Pernyataan tersebut berisi beberapa poin yang menjadi alasan BPPR FIB dalam memutuskan untuk membubarkan BPPR. Selang beberapa hari kemudian, tepatnya Senin (12/11) kemarin akun tersebut kembali mengunggah surat pernyataan sikap yang telah diperbaharui. Pihak BPPR menyatakan keberatan, menolak, dan mengutuk hasil keputusan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ada 11 poin yang dijabarkan dalam pernyataan sikap tersebut. Pertama, keberatan terhadap tudingan yang dilontarkan tentang tidak sahnya kepanitiaan BPPR. Kedua, membantah tuduhan cacat timeline dengan menggunakan hari <em>weekend</em> dan dianggap tidak rasional. Ketiga, menyayangkan intervensi dari salah satu menteri BEM KM Unmul dalam forum yang dibuat BEM FIB Unmul pada Rabu, 7 November.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, menyayangkan intervensi dari Presiden BEM FIB dalam akun sosial media resmi BPPR. Kelima, menyayangkan intervensi dekan dan alumni dalam pengambilan sikap DPM untuk memperpanjang dan mengubah <em>timeline</em>. Keenam, menolak forum yang tidak resmi dijadikan acuan ketetapan DPM yang sudah nyatanya bahwa Presiden BEM FIB sudah memposting <em>timeline</em> di awal <em>launching</em>, kemudian saat penutupan baru masuk protes dari Presiden BEM FIB dan mengundang melalui komentar di Instagram. Indikasi keberpihakan kepada calon dirasa lambat mengumpulkan berkas terlihat jelas dari keputusan yang diambil.</p><p style="text-align: justify;">Ketujuh, mengimbau untuk publik tahu bahwa forum yang tidak resmi ini tidak sehat karena isinya adalah mendesak dan mengintervensi keputusan BPPR. Delapan, mengimbau DPM agar segera ditindak terkait sikapnya yang tidak netral. Sembilan, mengimbau masyarakat FIB untuk tahu bahwa beberapa lembaga internal sudah tidak netral lagi karena telah hadir dalam forum dan mencoba megintervensi keputusan pihak BPPR FIB. Sepuluh, mengimbau bahwa mengubah timeline BPPR adalah hal yang illegal atau inkonstitusional dan cacat hukum yang dengan alasan merubah <em>timeline</em> dengan keputusan lembaga. Hal ini merupakan tindakan menggunakan jabatan dengan sewenang-wenang. Terkahir, mengimbau mahasiswa FIB untuk melakukan peninjauan kembali terkait Pemira tahun kemarin dikarenakan hal yang terjadi di tahun ini sama dengan tahun kemarin. Surat pernyataan tersebut akhirnya ditutup dengan pernyataan panita BPPR untuk membubarkan diri dari kepanitiaan BPPR. Bersamaan dengan postingan pertamanya dengan pernyataan sikap, BPPR FIB secara resmi dibubarkan oleh DPM FIB. <strong><i>(adl/wil)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selentingan Intervensi dan Rancangan Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selentingan-intervensi-dan-rancangan-pemira/baca </link>
<guid> selentingan-intervensi-dan-rancangan-pemira </guid>
<pubDate> Thu, 15 Nov 2018 12:33:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembubaran BPPR telah direncanakan sebelumnya. (sumber foto: prokal.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selentingan-intervensi-dan-rancangan-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H8xaZHHmvb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Selentingan Intervensi dan Rancangan Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Ditemui Sketsa pada Rabu (14/11) kemarin, Noviyanti yang sebelumnya menjadi Ketua BPPR ini mengakui, jauh-jauh hari sudah ada pembahasan terkait pembubaran BPPR, bahkan sebelum diadakannya rapat terbuka. Ia mengatakan bahwa keinginan tersebut muncul ketika DPM FIB juga mengeluarkan surat ketetapan berisi penundaan Pemira sebelum adanya rapat terbuka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya sebelum rapat terbuka kami sudah ingin bubar, tapi itu baru kami <em>publish</em> sebelum rapat terbuka,&rdquo; ujar Novi.</p><p style="text-align: justify;">Novi mengaku bahwa surat ketetapan tersebut dikeluarkan secara sepihak, tanpa adanya pembicaraan sebelumnya dengan pihak BPPR. Sampai akhirnya diadakan pertemuan kembali antara DPM dan BPPR sesuai janji DPM dalam rapat terbuka, dan akhirnya dikeluarkan kembali surat ketetapan yang telah disebutkan sebelumnya dengan disetujui BPPR.</p><p style="text-align: justify;">Dalam surat pernyataan sikap tersebut, terdapat beberapa pihak yang disebut memberikan intervensi. Di antaranya adalah dekan, Menteri BEM KM Unmul, dan alumni. Ketika dikonfirmasi langsung, Novi tidak dapat memberikan penjelasan terkait poin intervensi dari Menteri BEM KM Unmul. Sedangkan adanya campur tangan dari pihak alumni disebutkan Novi berdasarkan komentar dalam postingan media sosial BPPR. Sementara intervensi dekan, Novi mengklarifikasi bahwa itu hanya sebatas dengar-dengar saja, &ldquo;Dan itu belum dikonfirmasi kebenarannya,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Situasi FIB Pasca Bubarnya BPPR</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah BPPR FIB resmi dibubarkan, kini FIB tengah memulihkan kembali suasana kampus. DPM juga tengah berupaya menyusun kembali rancangan Pemira.Di antaranya ialah untuk pembentukan ulang BPPR dan Panwas yang sebelumnya belum dibentuk.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat ini belum pendaftaran (panitia), masih disiapin benar-benar agar tidak terjadi keributan lagi,&rdquo; kata Muhammad Faqih Hendryan, Ketua DPM FIB.</p><p style="text-align: justify;">Belajar dari kejadian sebelumnya, ada beberapa hal yang dijadikan catatan DPM untuk Pemira yang akan datang. Terutama soal sistem dan teknis yang bisadisinkronisasi dan diterima oleh seluruh civitas academica. Ia juga berharap Pemira dapat berjalan harmonis tanpa menimbulkan kekacauan yang menimbulkan keresahan di FIB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depannya juga nanti bisa adil kepada seluruh mahasiswa FIB, tidak merugikan atau menguntungkan satu pihak saja,&rdquo; ujarnya. <em><strong>(adl/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Deklarasi FKTI untuk Presiden BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/deklarasi-fkti-untuk-presiden-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> deklarasi-fkti-untuk-presiden-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 16 Nov 2018 11:53:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Deklarasi mahasiswa FKTI atas pemira BEM KM (Foto: Yoga) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/deklarasi-fkti-untuk-presiden-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7zdid5ZGK0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Deklarasi FKTI untuk Presiden BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p>Saat ini Pemilihan Raya (Pemira) BEM KM UNMUL sudah masuk pada tahap pengambilan berkas. Serta besarnya harapan untuk penyelenggaraan Pemira tahun ini merupakan hasil evaluasi dari Pemira di tahun sebelumnya agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah, kemudian mahasiswa Unmul bisa menikmati euforia pemira tahun ini dengan sukacita.</p><p>Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) menyambut Pemira BEM KM Unmul bukanlah sebagai perang demokrasi namun sebagai pesta demokrasi yang damai, aman, jujur dan adil.</p><p>Tentu dalam kesempatan ini FKTI salah satu kampus marjinal yang ada di unmul akan turut andil mengambil bagian dalam Pemira BEM KM tahun ini, dibuktikan dengan pembacaan deklarasi yang telah dilaksanakan pada 14 November 2018 di kampus FKTI serta mendapat dukungan dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FKTI dan 4 angkatan aktif mahasiswa FKTI yang telah menandatangani naskah deklarasi tanda bersepakat atas tiga poin, yaitu :</p><p>1. Mendukung sepenuhnya kebijakan ketua komisi penyelenggara pemilihan raya(KPPR) Unmul saudari Fatmawati Makmur dalam hal penyelenggaraan yang jujur, damai, dan adil</p><p>2. Kami seluruh mahasiswa siap menyukseskan Pemira BEM KM UNMUL 2018-2019</p><p>3. Mendukung penuh Hadi Yoga Fachrozi Madjid menjadi Presiden BEM KM UNMUL periode 2018/2019</p><p>Hal ini ditandai sebagai bentuk bangkitnya salah satu kampus marjinal di mana terkesan disikapi berbeda beberapa tahun terakhir. Besar keinginan dan harapan untuk lebih memperhatikan kampus marjinal yang juga berada di lingkungan Universitas Mulawarman yang sampai hari ini belum dirasakan khususnya di FKTI.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Hadi Yoga Fachrozi Madjid, Sekretaris Kabinet BEM FKTI 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dukungan Selasa Ilmiah untuk Penyintas Pelecehan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dukungan-selasa-ilmiah-untuk-penyintas-pelecehan-seksual/baca </link>
<guid> dukungan-selasa-ilmiah-untuk-penyintas-pelecehan-seksual </guid>
<pubDate> Fri, 16 Nov 2018 13:17:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Orasi di Simpang Tiga FKIP dalam agenda Selasa Ilmiah (Foto: Adel) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dukungan-selasa-ilmiah-untuk-penyintas-pelecehan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jUFb9deBOr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dukungan Selasa Ilmiah untuk Penyintas Pelecehan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Agni dan Baiq Nuril menjadi kesekian di antara penyintas lainnya. Nama keduanya kembali menguak kasus pelecehan seksual yang seolah tak kunjung ada habisnya. Ironisnya, kini kedua perempuan ini tengah berjuang untuk mencari bentuk keadilan atas tindakan asusila yang dialami.</p><p>Namun sayang, tak semua kasus para penyintas terselesaikan hingga tuntas. Kebanyakan di antaranya hanya melambung untuk akhirnya meluap dan terlupakan. Fenomena ini menjadi salah satu alasan bagi beberapa mahasiswa Unmul untuk tergerak melakukan aksi solidaritas melawan pelecehan dan kekerasan seksual pada Rabu, (14/11) lalu.</p><p>Sore itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam agenda Selasa Ilmiah berkumpul di simpang tiga kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Di sana mereka bersuara melalui orasi yang digaungkan. Selasa Ilmiah dibentuk atas inisasi gabungan dari beberapa organisasi internal maupun eksternal Unmul untuk membangun ruang diskusi dan kampanye solidaritas. Baru berjalan dua minggu, Selasa Ilmiah lahir sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan.</p><p>&ldquo;Banyak isu dan masalah yang lalu lalang tanpa solusi. Kita tidak bisa lagi berharap pada penyelesaian lewat mekanisme penitipan nasib, seperti mediasi dan lobi yang terus menerus dilakukan tanpa ada hasil memuaskan. Perubahan harus dilakukan oleh gerakan atau akar rumput itu sendiri,&rdquo; terang Diyat, salah satu mahasiswa Unmul yang juga merupakan anggota dari Lingkar Studi Kerakyatan (LSK) saat ditemui usai aksi.</p><p>Aksi hari itu diikuti oleh BEM FISIP, Himpunan mahasiswa FISIP, sedang eksternal Unmul berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat FISIP Unmul, Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI), Jaringan Kerja Mahasiswa Kerakyatan (JKMK)-Federasi Mahasiswa Kerakyatan (FMK), Lingkar Studi Kerakyatan (LSK), Sekolah Pembebasan Perempuan dan Anti Seksisme (Spark), dan Embrio Perempuan Kemerdekaan (Empeka).</p><p>Tema yang diangkat dalam mimbar bebas tersebut adalah tentang pelecehan seksual yang saat ini tengah hangat dibicarakan.</p><p>&ldquo;Ini untuk mendukung penyintas. Selain itu karena memang isunya sedang hangat. Isu kekerasan seksual ini juga tidak pernah terselesaikan secara mengakar,&rdquo; ujarnya.</p><p>Ditambahkan Diyat, dengan gerakan solidaritas bisa menguatkan penyintas dalam menguatkan posisinya. Gerakan solidaritas ini juga membuat korban-korban yang belum berani berbicara untuk membongkar kejahatan yang pernah mereka terima. Dengan menunjukan bahwa ada yang peduli dan berpihak kepada penyintas.</p><p>Melalui Selasa Ilmiah, puluhan mahasiswa ini menyerukan empat poin. Pertama, pecat dosen dan mahasiswa pelaku kekerasan seksual. Kedua, bangun solidaritas dan aksi massa untuk melawan kekerasan seksual dan memberikan dukungan yang nyata bagi penyintas. Ketiga, dorong kampus untuk memberikan penyelesaian dan solusi yang lebih transparan dan berpihak kepada penyintas. Keempat, dorong kampus untuk memberikan sanksi yang tegas dan terbuka kepada pelaku, baik dosen, mahasiswa, maupun siapa saja yang berada di wilayah kampus.</p><p>Ada dua contoh kasus pelecehan seksual yang dibawa dalam aksi tersebut. Ialah tindakan asusila yang dilakukan oleh salah satu dosen UGM dengan inisial EH yang kasusnya hingga kini masih dibungkam pihak universitas. Serta HS yang diduga sebagai pelaku tindak pelecehan seksual atas kasus Agni. EH kini masih bebas sedang HS dikabarkan akan melenggang wisuda.</p><p>&ldquo;Kenapa tuntutan kami terasa ekstrem? Agar tidak ada lagi calon-calon pelaku pelecehan dan kekerasan seksual yang baru. Kita harus memikirkan keberpihakan kita kepada para penyintas,&rdquo; tandas Diyat. <strong><em>(adl/fqh)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Kian Sepi, PR Besar untuk BEM Faperta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-kian-sepi-pr-besar-untuk-bem-faperta/baca </link>
<guid> pemira-kian-sepi-pr-besar-untuk-bem-faperta </guid>
<pubDate> Fri, 16 Nov 2018 22:20:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber foto: Anisa Nur Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-kian-sepi-pr-besar-untuk-bem-faperta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gVzrurg8G5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Kian Sepi, PR Besar untuk BEM Faperta</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Pemilihan Raya (Pemira) telah dilakukan di beberapa fakultas, salah satunya di Fakultas Pertanian (Faperta). Pada Pemira tahun ini pemilihan Gubernur BEM Faperta dan Ketua DPM dilakukan secara bersamaan. Pelaksanaan Pemira dimulai dari sosialisasi tanggal 5 Oktober hingga penetapan pada tanggal 8 November.</p><p style="text-align: justify;">Adapun pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Faperta yang mengambil berkas berjumlah lima paslon namun yang mengembalikan hanya dua pasangan. Setelah diverifikasi ternyata hanya satu pasangan saja yang lolos.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kemarin BEM-nya agak beda, ini melawan kotak kosong BEM-nya. Kalau yang 5 itu kurang tahu mereka ini sebenarnya memang niat maju atau tidak. Kemudian yang dua ini sudah mengembalikan tapi sayangnya yang satu tidak lengkap berkasnya,&rdquo; ujar Abdul Wahab selaku Ketua DPM Faperta.</p><p style="text-align: justify;">Wahab juga menjelaskan pasangan yang lolos adalah Hanif Sofyan-Maulida melawan kotak kosong, sehingga menjadikan pemira kurang meriah. Selain itu adanya <em>broadcast</em> gambar yang berisikan kotak kosong adalah pilihan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pelaksanaan karena melawan kotak kosong jadi, yang kampanye hanya satu dan agak kurang meriah sebenarnya. Tapi ada juga yang dari kotak kosong ini juga ada gerakan-gerakan bawah tanah semisal kita ini krisis kader, kotak kosong adalah pilihan,&rdquo; ucapnya Wahab serayal menunjukkan gambar yang tersebar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diakui Wahab, ia juga tidak tahu siapa yang pertama kali membuat namun sudah ramai disebarkan. Adapun jumlah pemilih sebanyak 592 dengan rincian 375 suara memilih Hanif-Maulida dan 192 memilih kotak kosong.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Wahab menyayangkan jumlah suara yang memilih kotak kosong cukup besar. Selain itu pemira tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. &ldquo;Untuk kesadaran masih kurang sih di Faperta, apalagi paslonnya hanya satu jadi minat mahasiswa untuk mencoblos pun agak berkurang di tahun ini. Tahun sebelumnya sekitar 700 dan tahun ini hanya 592 hampir 600 lah. Kalau kemarin kan 3 pasangan tapi dengan DPM,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa jurusan Agrobisnis ini berharap agar Gubernur BEM Faperta terpilih dapat merangkul keselurahan mahasiswa Faperta. &ldquo;Walaupun ada banyak yang memilih kotak kosong, harapannya gubernur dapat merangkul keseluruhan bukan hanya orang-orang yang memilih atau mendukung dia. Jadi jangan jadikan itu sebagai penjatuh mental tapi semangat untuk bisa membuktikan bahwa gubernur ini mampu memberikan yang terbaik,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Gubernur BEM Faperta terpilih Hanif Sofyan mengatakan akan melakukan perekrutan terlebih dahulu untuk langkah selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sih penginnya kaya mengadakan sensus gitu nah jadi nanti jelas apa yang mahasiswa mau jadi nanti BEM lebih dikenal oleh mahasiswa. Kami ingin kenalkan dulu sih BEM ini ke mahasiswa karena kan kalau BEM tingkat fakultas tu 70% edukasi, 30% aksi,&rdquo; terang mahasiswa jurusan Agrobisnis 2015.</p><p style="text-align: justify;">Terkait <em>broadcast</em> gambar yang mengatakan kotak kosong adalah pilihan, Hanif mengatakan ia tidak terlalu perduli, ia merasa hal itu wajar dalam sebuah demokrasi. Hanif juga mengatakan kurangnya peminat BEM menjadikan hal tersebut PR besar untuk masa kepemimpinannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk ke BEM sendiri kurang peminat untuk menjadi pemimpin, ketika ada yang menyalonkan kurang serius untuk masalah melengkapi administrasi kalau seandainya ini lebih dipersiapkan saya yakin ya bisa dua paslon didemokrasikan. Jadi PR besar sih sebenarnya supaya gimana mahasiswa tertarik ke BEM, ingin masuk ke kegiatan BEM jadi nantinya tahun depan banyak yang mau mengusulkan dirinya untuk jadi ketua BEM,&rdquo; jelas pria kelahiran Nanga Pinoh 12 Juli 1996.</p><p style="text-align: justify;">Ditanyai mengenai program, ke depannya Hanif akan mem-<em>branding-</em>kan karya-karya mahasiswa Faperta,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau lihat program saya yang agak unggul di <em>branding</em>. Jadi produk pertanian lebih dibrandingkan. Dari kita sendiri sudah banyak karya tapi kurang terkenal karyanya, yang saya pengen lakukan ya mengenalkan karya yang telah dilakukan oleh mahasiswa pertanian baik itu dari media tertulis maupun elektronik. Jadi pertanian lebih dikenal,&rdquo; pungkasnya (<strong><em>adn/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FMIPA Bersiap Menuju Pesta Demokrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fmipa-bersiap-menuju-pesta-demokrasi/baca </link>
<guid> fmipa-bersiap-menuju-pesta-demokrasi </guid>
<pubDate> Fri, 16 Nov 2018 22:33:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FMIPA tengah bersiap menuju pesta demokrasi kampus. (Sumber ilustrasi: google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fmipa-bersiap-menuju-pesta-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/knRtCOHBz1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FMIPA Bersiap Menuju Pesta Demokrasi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Akhir tahun merupakan waktu berpesta demokrasi bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Unmul. Hal ini ditandai dengan terselenggaranya Musyawarah Besar (Mubes) oleh UKM dan Himpunan Mahasiswa Jurusan, pun Pemilihan Raya (Pemira) ditingkat fakultas dan universitas. Mengejar keterlambatan dari fakultas lain, DPM FMIPA mulai menyiapkan penyelenggaraan untuk Pemira FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Persiapan Pemira FMIPA baru sampai pada tahap pembentukan Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR). Dikatakan oleh Adi Buchori Ramadhan, selaku Ketua DPM FMIPA bahwa Ketua KPPR akan ditetapkan dalam waktu dekat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk FMIPA sendiri, Minggu ini baru tahap Ketua KPPR-nya. Jadi kami dari FMIPA mengalami keterlambatan untuk pembentukan panitia KPPR,&rdquo; ujar mahasiswa yang akrab disapa Madan itu.</p><p style="text-align: justify;">Madan menegaskan bahwa KPPR tidak boleh terikat pada salah satu calon dan diwajibkan bersifat netral sebagaimana regulasi yang telah disepakati. Sementara itu, pembentukan BPPR akan menyusul seiring terbentuknya KPPR.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pembentukan KPPR, lembaga-lembaga di FMIPA akan dikirimi surat mengenai persyaratan calon Presiden dan Wakil Presiden BEM FMIPA. Sesuai rencana yang disampaikan oleh Madan, tahap selanjutnya yaitu pengumpulan dan verifikasi berkas para calon.</p><p style="text-align: justify;">Tidak berbeda jauh dengan tahapan yang dilakukan fakultas lain, FMIPA akan mengadakan debat kandidat apabila terdapat lebih dari 1 pasangan calon. Kemudian dilanjut dengan masa kampanye dan masa tenang. Berujung pada tahap pemungutan suara yang akan dilakukan sekitar akhir November.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai aturan dalam Pemira, pemimpin DPM itu menyatakan peraturan yang dipakai masih sama seperti peraturan pemira pada tahun lalu dan tidak ada perubahan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak dilakukan dalam waktu bersamaan, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM dilaksanakan lebih dulu, setelah itu baru diadakan pembentukan DPM. Berbeda dengan pemilihan BEM yang dilakukan dengan pemungutan suara, pembentukan DPM dilakukan dengan sistem pengiriman delegasi dari setiap HMJ.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistemnya, kalau dpm itu delegasi sesuai kesepakatan dari beberapa himpunan. Kalau kemarin kesepakatannya, setiap HMJ mengirim 3 delegasinya. Jadi DPM tidak dipilih oleh mahasiswa tapi delegasi. Nanti delegasi itu, masih dituntun sama DPM sebelumnya untuk mengadakan rapat paripurna. Pada rapat paripurna itu nanti akan dipilih ketua dan lain-lain,&rdquo; jelas Madan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Madan, golongan putih (golput) di pemira FMIPA 3 tahun belakangan berada dalam skala rendah.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Tak Ingin Aklamasi Terjadi Ketiga Kalinya</strong></p><p style="text-align: justify;">Madan berharap pada Pemira tahun ini Mahasiswa FMIPA dapat berpartisipasi dan turut bersaing. Pasalnya, 2 tahun ke belakang, pemimpin BEM FMIPA lahir dari Pemira yang aklamasi. Mahasiswa jurusan Fisika angkatan 2014 ini menilai bahwa aklamasi telah menciderai sistem demokrasi yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Minimal 2 paslon lah, kalau bisa jangan aklamasi. Saya merasa aklamasi itu membuat kepercayaan mahasiswa terhadap BEM itu kurang (karena hanya ada satu calon yang akan dipilih),&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditanyai soal penyebab aklamasi, Madan menyebutkan 2 faktor. Pertama, ada sebuah kebijakan di FMIPA yang masih simpang siur kepastiannya, yaitu mahasiswa baru tidak diperbolehkan mengikuti himpunan-himpunan jurusan. Kalau bergabung, dalam Surat Keputusan namanya tidak tercatat sebagai pengurus. Berdasarkan AD-ART himpunan, Madan berpendapat bahwa setiap mahasiswa sudah otomatis menjadi bagian dari himpunan di jurusannya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Penyebab kedua, berdasarkan hasil penelusuruan dan pengumpulan data yang dilakukan oleh DPM, beberapa mahasiswa baru sudah bergabung di BEM Universitas. Beberapa mahasiswa juga telah mengisi jabatan penting. Menurut Madan, selama 2 periode kebelakang, kaderisasi terhadap mahasiswa baru masih terbilang kurang.</p><p style="text-align: justify;">Sikap apatis dan kurangnya kesadaran mahasiswa juga menjadi salah satu kecacatan dalam Pemira. Sebagaimana yang Madan rasakan, masih banyak Mahasiswa FMIPA yang bersikap apatis terhadap demokrasi. Penyebabnya, mahasiswa di FMIPA lebih disibukkan dengan aktifitas akademik seperti pengerjaan laporan. Hal ini membuat banyak di antara mereka yang enggan untuk berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu strategi yang dilakukan sejak periode lalu untuk meminimalisir aklamasi yaitu, HIMA melakukan Mubes terlebih dahulu sebelum Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang saya lihat di fakultas lain itu mereka melakukan pemira dulu baru kongres, setelah kongres itu baru diikuti Mubesnya HMJ. Kalau di sini kita Mubes terlebih dahulu, salah satu strategi yang dicanangkan dari DPM periode lalu untuk meminimalisir aklamasi. Karena pada dasarnya, calon ketua himpunan tersandung mencalonkan jika dia masih menjabat di ketua himpunan,&rdquo; tutur Madan.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menambahkan, akan sangat tak elok apabila dilakukan Mubes Luar Biasa untuk menurunkan ketua himpunan yang ingin mencalonkan diri sebagai kandidat pemimpin BEM. Hal ini akan meninggalkan kesan bahwa ketua tersebut tidak bertanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">Madan berencana memberi penegasan dan menyatakan sikap bahwa aklamasi sangat mencoreng dan menciderai demokrasi apabila aklamasi terulang pada pemira mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Kabar burung yang diterima oleh Madan, ada beberapa jurusan mulai berkoalisi. &ldquo;Sebulan ini saya rasa beberapa jurusan sudah mulai koalisi antara satu jurusan dengan jurusan lain. Harapannya <em>sih</em> enggak ada aklamasi, persaingannya sudah mulai terlihat,&quot; ujarnya. <strong><em>(yun/sii/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepada yang Sama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kepada-yang-sama/baca </link>
<guid> kepada-yang-sama </guid>
<pubDate> Sat, 17 Nov 2018 09:47:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Nawwar Hayyu Hastuty, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 2016. (sumber foto: pinterest) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kepada-yang-sama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/njX7nyJ5se.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kepada yang Sama</h1>
			              </header>
			              <p>Tak peduli</p><p>Tak peduli dengan yang terjadi nanti</p><p>Suara rombeng mengenai diri tentu akan turut mewarnai</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p>Namun selama diri menapak tanah</p><p>Masih ada arah lain yang bisa dituju</p><p>Berkelana dari satu kepada yang satu</p><p>Bukan untuk terpaku</p><p><br></p><p>Alunan rasa kebenaranmu akan tetap ku dengar</p><p>Tapi langkahku tetap akan berkelana</p><p>&nbsp;Banyak persinggahan hidup yang belum ku sapa</p><p>Hingga suatu masa diri akan lelah dengan sendirinya</p><p><br></p><p>Terima kasih</p><p>Kepada penghakiman manusia</p><p>Yang juga sama tercabiknya</p><p><strong><em>Ditulis oleh Nawwar Hayyu Hastuty, Mahasiswi &nbsp;Ilmu Komunikasi FISIP 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pentingnya Kesehatan Mental untuk Milenial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pentingnya-kesehatan-mental-untuk-milenial/baca </link>
<guid> pentingnya-kesehatan-mental-untuk-milenial </guid>
<pubDate> Sat, 17 Nov 2018 12:46:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pentingnya-kesehatan-mental-untuk-milenial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZVHzzKlKVB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pentingnya Kesehatan Mental untuk Milenial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Seseorang dapat dikatakan sehat, apabila punya kondisi fisik dan mental yang baik. Pada kenyataannya, orang-orang lebih cenderung peduli terhadap kesehatan fisik ketimbang kesehatan mental. Padahal keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain dan harus seimbang. Di era milenial, penyakit mental lebih mudah dialami, namun kerap dianggap remeh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak faktor yang menyebabkan terganggunya kesehatan mental, yang paling besar adalah faktor lingkungan. Misalkan, orang tua yang mengalami depresi, kemungkinan besar anaknya juga akan depresi, baik secara keturunan maupun lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Faktor dari lingkungan itu lebih besar karena walau keturunan memengaruhi, tapi dia melihat orang tuanya depresi,&rdquo; ucap Elda Trialisa Putri, dosen Psikologi Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini merebaknya isu kesehatan mental, sangat dipegaruhi oleh kemajuan informasi. Seperti halnya saat seseorang melakukan kesalahan, komentar membanjiri media sosialnya. Tak jarang komentar negatif hingga hujatan pun diterima dan dapat berakibat stres.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini sering terjadi pada anak muda. Banyak persoalan yang menjadi akar munculnya depresi. Mulai dari persoalan kuliah, tugas yang menumpuk, tindakan <em>bully&nbsp;</em>yang diterima, hingga tekanan dari sosial media. Jika hal ini sudah terjadi, mereka akan mulai menarik diri dari lingkungan, tidak ingin bersosialisasi lagi, dan mudah menyerah bahkan putus asa. Bahkan parahnya, mereka dapat melakukan hal-hal nekat seperti melukai dirinya hingga bunuh diri.</p><p style="text-align: justify;">Diakatakan Elda, kesehatan mental ini perlu disosialisasikan secara luas, tidak hanya pada anak muda, tetapi semua orang. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar lingkungan bisa mendukung dan merangsang orang-orang untuk saling peka terhadap keadaan sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perbanyaklah sosialisasi secara tatap muka, kurangilah penggunaan <em>handphone&nbsp;</em>untuk menghindari terjadinya <em>cyberbullying</em>. Sampaikan perasaan langsung kepada yang bersangkutan, tetapi gunakan bahasa dan intonasi yang benar,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Rio, bukan nama sebenarnya, merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul yang pernah alami gangguan mental. Dia pun membagikan sedikit kisahnya dalam menghadapi gangguan mental yang sempat hampir buat dirinya kacau, dia pun berhasil bangkit.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya gangguan mental merupakan penyakit yang perlu mendapatkan perawatan baik dari diri sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Sempat melalui masa-masa sulit terhadap kondisi mental diakui Rio cukup berat. Ia sempat bingung ingin berbuat apa. Bahkan dia takut untuk membagikan hal ini kepada orang lain, sangkanya banyak yang tidak akan menerima kondisinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berat sih, jujur. Tidak tahu harus <em>ngapain</em>, tidak ada orang-orang yang bisa diandalkan. Kalau mau cerita ke keluarga juga rasanya enggak masuk akal,&rdquo; ucap mahasiswa angkatan 2017 itu.</p><p style="text-align: justify;">Gangguan mental yang dialami Rio awalnya hanya depresi biasa, namun berujung pada mental<em>&nbsp;breakdown</em>. Bahkan kondisi mental yang tidak siap dan datangnya berbagai masalah ikut memicu timbulnya tindakan nekat. Seperti keinginan untuk bunuh diri yang diawali dengan menyayat tangan dan tubuh. &ldquo;Pokoknya, lebih baik aku mati lah daripada nyusahin orang,&rdquo; jawabnya singkat.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ingin larut dalam kondisi tersebut, dia memutuskan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Namun Rio juga mencoba lakukan penyembuhan atas inisiatifnya sendiri, seperti meditasi. Menurutnya meditasi bisa membuat keadaannya jauh lebih baik dibandingkan setahun yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Rio berpesan untuk para pengidap gangguan mental lainnya agar mau melawan penyakit tersebut. Harus ada keinginan dari diri sendiri, selain itu terbuka pada orang sekitar juga dapat membantu meringankan masalah. Setidaknya harus ada kegiatan yang bisa membuat diri menjadi bahagia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertahankanlah apa yang sudah membuatmu lebih baik, jangan terlalu dipikirkan, walaupun itu agak susah sebenarnya,&rdquo; tukasnya. <strong>(<em>syl/rth/mer/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kendalikan TV dengan Gelombang Otak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/kendalikan-tv-dengan-gelombang-otak/baca </link>
<guid> kendalikan-tv-dengan-gelombang-otak </guid>
<pubDate> Sun, 18 Nov 2018 13:42:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/kendalikan-tv-dengan-gelombang-otak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UGXJhd7AqJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kendalikan TV dengan Gelombang Otak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Menonton televisi merupakan kegiatan sehari-hari yang kita lakukan ketika berada di rumah. Pada saat menggunakan televisi tentunya ada remot televisi berfungsi membantu kita mengatur televisi. Namun apa jadinya bila televisi yang anda miliki di rumah tidak perlu diatur menggunakan remot televisi tetapi menggunakan gelombang otak?</p><p style="text-align: justify;">Hal itulah yang sedang dikembangkan oleh salah satu perusahaan teknologi raksasa yakni Samsung. Dilansir dari <em><em>kompas.com</em></em>, Samsung menelurkan inovasi baru dalam pengembangan perangkat lunak. Vendor asal Korea Selatan ini menciptakan <em>software&nbsp;</em>yang bisa digunakan untuk mengontrol televisi dengan gelombang otak. Proyek ini bernama &quot;Project Pontis&quot; yang dikhususkan bagi para penderita <em>quadriplegia</em>, yakni kelumpuhan sebagian atau seluruh anggota badan akibat suatu penyakit atau cedera. Dengan begitu, pengguna dengan keterbatasan khusus tetap bisa memindah kanal televisi dan mengatur volume suara tanpa perlu remot pengendali, namun dengan memanfaatkan gelombang otak.</p><p style="text-align: justify;">Proyek ini pun dipegang oleh Samsung Swiss yang mengerjakan proyek tersebut pada tiga bulan lalu menggandeng Center of Neuroprosthetics of the Ecole Polytechnique F&eacute;d&eacute;rale de Lausanne (EPFL), sebuah lembaga yang fokus dalam neuroteknologi. Kemudian purwarupanya mulai dipamerkan saat gelaran Samsung Developer Conference yang berlangsung di San Fransisco akhir pekan lalu. &quot;Kami menciptakan teknologi yang lebih kompleks, yang lebih cerdas, tapi tak ketinggalan jika teknologi ini dibuat untuk berkomunikasi dengan manusia,&quot; papar Ricardo Chavarriaga, peneliti senior di EPFL saat konferensi para pengembang Samsung.</p><p style="text-align: justify;">Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat <em>software</em> kontrol televisi menggunakan gelombang otak adalah dengan mengumpulkan sampel bagaimana cara otak berperilaku ketika pengguna ingin melakukan perintah seperti memindahkan kanal atau memilih film. Samsung dan EPFL kemudian mengombinasikan indikator dari lingkungan dan juga pemindai otak untuk membangun model sekaligus mengaplikasikan <em>m</em><em>achine learning</em>. Sehingga, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Cnet, Senin (12/11), pengguna bisa menggunakan gerakan mata dan gelombang otak untuk memilih acara di televisi.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya Samsung berniat untuk mengaplikasikan <em>software</em> tersebut ke dalam <em>smartphone</em>, namun niat itu akhirnya diurungkan dan memutuskan untuk mengadopsinya ke televisi yang memiliki layar lebar. Selain itu, Martin Kathriner, Head of Public Affair Samsung Swiss mengatakan bahwa setiap rumah pasti memiliki televisi. Ia menambahkan bahwa televisi tersebut juga bisa digunakan sebagai <em>smart home hub&nbsp;</em>yang akan lebih menarik untuk teknologi gelombang otak. <strong>(<em>fir/fqh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sukses Gelar Pemira, BEM dan DPM FKM Batal Dibekukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sukses-gelar-pemira-bem-dan-dpm-fkm-batal-dibekukan/baca </link>
<guid> sukses-gelar-pemira-bem-dan-dpm-fkm-batal-dibekukan </guid>
<pubDate> Sun, 18 Nov 2018 22:44:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Paslon nomor urut 1 BEM FKM Unmul Winda Wulandari-Tiara Aurahuda dan paslon nomor urut 2 Bayu Rosandy-Rahman Baidawi. (Sumber foto; instagram DPM FKM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sukses-gelar-pemira-bem-dan-dpm-fkm-batal-dibekukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xYNDXGCL0X.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sukses Gelar Pemira, BEM dan DPM FKM Batal Dibekukan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tahun ini Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sukses gelar pemilihan umum raya (Pemira) bakal presiden dan wakil presiden BEM FKM periode 2018, setelah sebelumnya berlangsung aklamasi. Serangkaian <em>timeline&nbsp;</em>pemira satu persatu telah dilalui mulai sejak sosialisasi pada Senin (24/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran Capres dan Cawapres berlangsung pada 27 September hingga 4 Oktober. Ditemui <em>Sketsa,</em> Ketua DPM FKM, Fadly Hamzairi mengatakan bahwa jumlah pengambil dan pengembali berkas pendaftar sebanyak 2 pasangan hingga ditetapkan sebagai paslon pada 15 Oktober. Paslon nomor urut 1 diduduki oleh Winda Wulandari-Tiara Aurahuda dan paslon nomor urut 2 Bayu Rosandy-Rahman Baidawi.</p><p style="text-align: justify;">Masa kampanye berlangsung sejak 16 hingga 19 Oktober didahului dengan penyerahan dana kampanye sebesar Rp150ribu pada 14 Oktober. Memasuki agenda debat kandidat yang berlangsung pada Sabtu (20/10) lalu bertempat di Gedung Perpustakaan Unmul lantai 3. Sedang pesta demokrasi berlangsung pada 25 Oktober.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami targetkan untuk pemilih suara tahun ini 500 suara, hanya saja untuk suara yang masuk hanya 370 dari 617 suara,&rdquo; terangnya Fadly.</p><p style="text-align: justify;">Perolehan suara paslon 1 Winda Wulandari-Tiara Aurahuda meraih 148 suara sedangkan 213 suara untuk paslon nomor urut 2 Bayu Rosandy-Rahman Baidawi.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Ancaman Pembekuan</strong></p><p style="text-align: justify;">Aklamasi merupakan contoh gagalnya dalam penegakkan demokrasi. Tahun lalu pun Pemira FKM berlangsung aklamasi. Hingga jajaran birokrat turut mendukung sistem demokrasi yang ideal. Dikatakan Fadly, sempat mendapat ancaman pembekuan bila Pemira tahun ini kembali aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika tahun ini kami aklamasi, kami (DPM dan BEM) akan dibekukan, itu ancaman dari birokrat, jadi ya kami usahakan agar tidak aklamasi,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Langkah Presiden dan Wakil Presiden Terpilih</strong></p><p style="text-align: justify;">Sukses mangantongi 213 suara, kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>paslon nomor urut 2 Bayu Rosandy-Rahman Baidawi menjelaskan visi dan misi yang diusung saat kampanye. Di antaranya ialah melangkah dengan cahaya menuju FKM berprestasi dan penuh karya untuk membangun bangsa. Sedangkan misi yang digagas ialah Mentari, merupakan singkatan dari tiga poin, yang pertama menjadikan BEM FKM sebagai wadah dalam mengembankan sumber daya manusia dengan persatuan, kedua, tangguh aktif dan responsif dalam langkah mengawal isu dan pengabdian untuk bangsa, dan ketiga ialah implementasi nyata dalam mengembangkan potensi mahasiswa di bidang minat bakat, keilmiahan dan akademik.</p><p style="text-align: justify;">Pada poin pertama, dikatakan Bayu, sapaan akrabnya, bahwa BEM FKM memiliki tanggung jawab besar dalam persatuan yang ada di FKM. Melalui program unggulan Jembatan Persatuan, Bayu ingin BEM FKM sebagai wadah mahasiswa dalam menyatukan persatuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Insya Allah kita akan tarik komitmennya semua ketua UKM dan lembaga dengan menandatangani keputusan kita untuk menjunjung tinggi persatuan di FKM Unmul. Di mana setiap pengaderan atau <em>upgrading</em> harus disisipkan nilai-nilai persatuan biar tidak terjadi istilahnya sikut menyikut di dalam internal FKM,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Pun hal in merupakan keresahan Bayu yang disuarakan pada saat kampanye lalu. &ldquo;Bisa dilihat sendiri lah kenapa kita bisa berkata seperti itu, kita di sini sejak 2015 merasakan seperti itu. Persaingan itu pasti ada, tapi jangan sisipkan persaingan dengan nilai-nilai yang merasa bahwa lebih unggul dari yang lain sehingga menjelek-jelekkan yang lain,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, berkaca dari tahun sebelumnya Pemira BEM FKM yang berakhir aklamasi ini menjadikan langkah Bayu dan Rahman dalam fokus terhadap pembinaan kader. Menurutnya, mahasiswa FKM masih takut untuk menjadi pemimpin sebab tak ada massa di belakangnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ingin kasih tunjuk kepada mahasiswa FKM kalau ingin jadi pemimpin yang paling penting adalah ide dan gagasan, itu yang terlupakan di FKM hari ini. Waktu kampanye pun saya hanya berdua dan 1 ketua timses, dengan hanya bertiga kampanye dan ide gagasan, kami bisa menang 59%. Artinya bukan menjadi alasan lagi bagi mahasiswa untuk tidak berani menjadi pemimpin,&rdquo; ungkap mahasiswa 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Ihwal isu yang difokuskan di kepengurusan 2019 ini sama seperti sebelumnya yakni Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Unmul. Selain itu dikatakan Bayu, juga akan mengawal isu Rumah Sakit Islam sebab menurutnya, belum banyak tersentuh mahasiswa mengenai permasalahannya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara pada bentuk pengabdian BEM FKM sedikit berbeda dengan mengusung program kerja Pelangi (pengabdian lentera untuk negeri). Merupakan wadah untuk mempersiapkan kader-kader kesehatan di jenjang Sekolah Menengah Pertama untuk menjadi warna-warna di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Agar mereka mengerti persiapannya seperti apa, cara mencegah, cara menghadapi sebuah penyakit, dengan buku panduan yang dikeluarkan BEM FKM nanti,&rdquo; tukasnya. (<strong><em>snh/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Strategi dan Inovasi Pemira BEM KM Tahun Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/strategi-dan-inovasi-pemira-bem-km-tahun-ini/baca </link>
<guid> strategi-dan-inovasi-pemira-bem-km-tahun-ini </guid>
<pubDate> Tue, 20 Nov 2018 11:44:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosialisasi pemira BEM KM (Foto: KPPR Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/strategi-dan-inovasi-pemira-bem-km-tahun-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0XselcQk6v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Strategi dan Inovasi Pemira BEM KM Tahun Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pemira BEM KM Unmul siap menambah kemeriahan pesta demokrasi. Setelah melakukan pembentukan Komisi Pelaksana Pemilihan Raya (KPPR), tahapan pertama rangkaian Pemira ialah dengan melakukan sosialisasi Pemira BEM KM Unmul pada Selasa (13/11) lalu. Agenda yang difasilitasi oleh DPM KM Unmul ini dilaksanakan di Ruang Rapat lantai I Gedung Rektorat. Tujuan dari sosialisasi ini untuk menerangkan proses tahapan Pemira yang akan berlangsung hingga pertengahan Desember nanti.</p><p style="text-align: justify;">Penjelasan ini disampaikan langsung oleh Fatmawati Makmur selaku ketua KPPR. Usai pembeberan alur Pemira, ketua DPM KM Unmul Dwi Luthfi juga turut menjawab pertanyaan yang dilontarkan hadirin sosialisasi dan menjelaskan persyaratan serta beberapa revisi di Pemira kali ini. Berdasarkan <em>timeline</em> yang dibagikan akun Instagram ofisial Pemilihan Raya Presiden dan Wakil Presiden Unmul, usai melakukan sosialisasi, dilanjutkan dengan pendaftaran bakal calon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul pada 15-18 November lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, terpantau sejak Jumat (16/11) lalu dari publikasi KPPR, sudah ada delapan paslon yang mendaftar dan menerima berkas pencalonan dari KPPR. Dari delapan paslon tersebut, baru satu pasangan yang mengembalikan berkas kemarin, (19/11).</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan terpisah, Fatma menjelaskan susunan KPPR Unmul terbentuk dan disahkan pada (6/11) melalui sidang pleno DPM KM Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia membebarkan upaya-upaya yang tengah dan akan dilakukan KPPR untuk menghindari potensi kericuhan agar tidak mengulang kejadian seperti setahun lalu. Di antaranya dengan melakukan beberapa revisi aturan, khususnya terkait surat cuti pendaftar serta mengurangi keterlibatan pihak birokrat.</p><p style="text-align: justify;">KPPR juga berupaya membangun komunikasi dengan tiap DPM fakultas untuk menaikkan angka partisipan Pemira. Fatma berharap, Pemira tahun ini mempunyai atmosfer yang sama dengan penyelenggaraan yang ada di universitas di pulau Jawa. &ldquo;Saya selaku ketua juga berkomitmen, seluruh anggota KPPR netral dalam pesta demokrasi dan tidak terlibat kampanye paslon,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemira yang bakal dilaksanakan di akhir tahun ini memiliki beberapa perbedaan dari sebelumnya. Jika tahun lalu paslon harus melewati dua tahap verifikasi berkas yang sifatnya tertutup, Pemira kali ini hanya melewati satu kali verifikasi dengan mekanisme sidang pleno terbuka untuk seluruh mahasiswa Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, syarat dukungan KTM sebanyak 500 harus bisa didapat dari empat belas fakultas yang ada di Unmul. Dengan demikian, paslon yang mendaftar harus mendapat KTM yang sesuai dengan rasio jumlah minimum mahasiswa yang bisa didapat di fakultas agar mecapai angka persyaratan. &ldquo;Untuk presiden, berarti harus merupakan representatif dari seluruh fakultas itu,&rdquo; jelas Fatma.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan sistem sebelumnya, pemungutan suara tahun ini tetap menggunakan sistem <em>e-vote</em>. Fatma merasa format tersebut lebih efisien. Namun yang berbeda dalam sistem pemungutan suara Pemira kali ini ialah pemilih harus melewati tahap verifikasi ganda setelah login ke sistem ketika hendak memvoting. Tim khusus akan dibuat untuk menangani sistem e-vote menjamin kerahasiaan dan keamanan sistem.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dwi Luthfi selaku Ketua DPM KM mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan uji internal bersama Tim IT. &quot;Tim IT terdiri dari Perwakilan UPT. TIK, Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Developer, DPM KM, KPPR, serta Mahasiswa FKTI yang dipekerjakan. Dalam beberapa hari ke depan Panwas menyusul (masuk ke dalam tim),&quot; tulisnya melalui pesan <em>Whatsapp</em>.&nbsp;</p><p>Sementara itu, Zawilhikam Mohammad selaku Ketua IT e-voting Pemira sedikit menjelaskan verifikasi ganda yang dimaksud.&nbsp;</p><p>&quot;Jadi di TPS nanti <em>login</em> TPS terlebih dahulu, baru bisa <em>login</em> mahasiswa,&quot; ujarnya.&nbsp;</p><p>Alasannya untuk pengamanan dan asal mahasiswa yang memilih lebih terkoordinir. Ini juga akan memudahkan dalam mengelola data perekapan hasil voting. <strong>(</strong><strong><em>pil/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Anak Universal, Bukan Sebatas Merayakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-anak-universal-bukan-sebatas-merayakan/baca </link>
<guid> hari-anak-universal-bukan-sebatas-merayakan </guid>
<pubDate> Tue, 20 Nov 2018 12:27:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat Hari Anak Sedunia (Sumber Ilustrasi: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-anak-universal-bukan-sebatas-merayakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z1Fqx1BTAv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Anak Universal, Bukan Sebatas Merayakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong><em>&quot;Anak adalah pelita, dengannya cahaya kebanggaan dan arah menuju masa depan terpapar dengan gamblang dan jelas.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Setiap anak yang lahir ke dunia ini selalu membawa harapan besar. Jiwa-jiwa baru yang kelak akan menggerakkan roda perubahan dan kemajuan. Namun saat ini tak sedikit dari mereka yang terenggut haknya. Padahal seorang anak berhak untuk memperoleh hak untuk hidup, mengenyam pendidikan, bermain, serta mendapatkan perlindungan. Tapi di sudut lain, anak-anak masih kerap dijadikan sasaran eksploitasi, kekerasan, bahkan pelecehan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini masih terdapat negara-negara yang memiliki kualitas pendidikan rendah. yang tentunya berpengaruh terhadap perkembangan pengetahuan anak-anak di negaranya. Nigeria salah satunya. Dilansir dari liputan6.com para orang tua di Nigeria lebih menghendaki anak-anaknya untuk pergi berkebun dari pada bersekolah. Padahal, di usia mereka yang masih sangat belia, pendidikan merupakan modal utama. Begitu juga di Sudan Selatan. Negara yang baru merdeka dari Sudan ini menempati posisi terendah kualitas pendidikan dari seluruh negara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini disebakan karena, banyaknya bangunan sekolah yang telah hancur akibat perang. Namun kini Sudan Selatan sudah dapat sedikit bernapas lega. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerjasama dengan United Nations Children&rsquo;s Fund (UNICEF) untuk memberikan bantuan agar hak menempuh pendidikan dapat kembali dirasakan anak-anak di Sudan Selatan. Meski telah menerima bantuan, bukan berarti Sudan Selatan langsung lepas dari peredikat kualitas pendidikan rendah.</p><p style="text-align: justify;">Selain rendahnya kualiatas pendidikan, hal lain yang menjadi perhatian bagi permasalahan anak-anak ialah maraknya eksploitasi. Berdasarkan catatan UNICEF, setiap tahunnya ada 40.000 hingga 70.000 anak menjadi korban eksploitasi seksual anak. Bahkan ILO juga mencatat ada sebanyak 24.000 anak dilacurkan. Di Indonesia sendiri sebanyak 32 kasus trafficking dan eksploitasi anak terjadi di awal tahun 2018.</p><p style="text-align: justify;">Kasus-kasus eksploitasi yang terjadi pada anak di berbagai negara bermacam-macam bentuknya. Di Korea Utara, negara memaksa anak-anak bekerja di kebun milik negara untuk menyumbang perekonomian negara. Di Indonesia, bentuk eksploitasi yang sering kita temukan ialah dengan menyuruh mereka mengamen, berjualan bahkan mengemis. Sementara anak-anak lain seusianya tengah asyik belajar di bangku sekolah atau tengah menikmati permainan seru di rumahnya.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini merupakan Hari Anak Sedunia. Untuk pertama kalinya, Hari Anak Sedunia ini dicanangkan di Inggris pada 20 November 1954. Lalu akhirnya PBB mendeklarasikan hak anak pada 20 November 1959.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Semoga dengan selalu diperingatinya Hari Anak Sedunia, anak-anak di tiap belahan dunia dapat memperolah haknya tanpa terkecuali. Jangan sampai dunia sepi gelak tawa mereka. Diisi dengan wajah penuh peluh atau ketakutan akibat tak memperoleh perlindungan. Beban hidup tak sepadan dengan tubuh mungil mereka, yang masih akan terus tumbuh dan kelak lahir menjadi penerus bangsa dan membawa perubahan dunia. <strong><em>(sii/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penyintas Lain dan Pengakuan Pelaku Pelecehan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual/baca </link>
<guid> penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual </guid>
<pubDate> Tue, 20 Nov 2018 12:52:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembungkaman kasus pelecehan seksual (Sumber foto: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ldwr5w9qkc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penyintas Lain dan Pengakuan Pelaku Pelecehan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKESTA -</strong> Tindakan penyelesaian kasus asusila perlu ketegasan tanpa pandang bulu. Apalagi jika sudah menyangkut soal pelecehan dan kekerasan seksual. Akhir-akhir ini marak dukungan untuk Agni, mahasiswi yang mempertanyakan kejelasan penyelesaian kasus pelecehan yang dialaminya. Ada juga Baiq Nuril, yang dinyatakan sebagai terpidana atas pelecehan yang dilakukan rekannya sendiri. Keduanya merupakan penyintas dan pencari keadilan.</p><p style="text-align: justify;">Isu pelecehan dan kekerasan seksual seperti membuka kasus lainnya yang tak jauh berbeda. Beberapa waktu lalu, terungkap kasus pelecehan seksual dalam sebuah organisasi di Samarinda. Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian, beberapa waktu lalu mahasiswa Unmul lakukan aksi solidaritas dalam Selasa Ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;(Baca sebelumnya, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dukungan-selasa-ilmiah-untuk-penyintas-pelecehan-seksual/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dukungan-selasa-ilmiah-untuk-penyintas-pelecehan-seksual/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penyintas Lain di Samarinda</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya nama-nama mereka yang kini terendus media, Agni dan Baiq Nuril yang mengalami tindakan asusila. Di Samarinda, melalui akun Instagram Lingkar Studi Kerakyatan (LSK) pada Selasa (13/11) lalu, pihaknya menyatakan pernyataan sikap terbuka atas kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh tiga anggotanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelusuran yang dilakukan LSK sejak penerimaan laporan pada Minggu (4/11), diketahui nama-nama yang terlibat sebagai pelaku dalam kasus ini dengan inisial J seorang aktivis, NP aktivis dan wartawan, serta SP yang merupakan seorang wartawan. Dua di antaranya tercatat pernah menjadi mahasiswa Unmul, sedang satu masih aktif sebagai mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dengan tegas, tertulis dalam pernyataan sikap tersebut ketiganya menerima sanksi atas hal melenceng yang sudah dilakukan. Di antaranya ialah dengan memecat J dari anggota LSK, mencabut hak politik J, melarang pelaku terlibat dalam setiap agenda Organisasi Kaum Muda Sosialis, menuntut pelaku membayar biaya pengobatan dan perawatan penyintas, serta mendorong segala bentuk tindak kolektif: aksi massa, kampanye atau pembuatan petisi yang berisi pemecatan di tempat kerja para pelaku. Tindakan LSK ini bertujuan untuk menunjukkan keseriusan pihaknya dalam memerangi segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual, baik di dalam maupun di luar organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Diyat, selaku anggota LSK dan juga salah satu mahasiswa Unmul sedikit berbagi kronologis terungkapnya kasus ini kepada <em>Sketsa</em>. &ldquo;Penyintas melaporkan kasus kekerasan seksual oleh salah satu anggota kami. Dan ini seperti efek domino, atas laporan tersebut, kasus-kasus lain ikut terbuka. Akhirnya muncul tiga nama itu,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Diterangkan Diyat, J merupakan anggota aktif LSK, sedang NP alias Y, dan SM pernah terlibat aktif dalam kegiatan dan pembangunan LSK. Proses kajian pelecehan dan kekerasan seksual ini juga didukung dengan pengakuan salah satu pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui penyintas merupakan anggota LSK dan lebih dari satu. Salah satunya merupakan mahasiswi Unmul. &ldquo;Mulanya penyintas bercerita ke salah satu anggota lainnya. Dan kami rasa ini tidak bisa dibiarkan. Maka dari itu kami tegas dan tidak kompromi,&rdquo; ujar Diyat.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini beberapa pihak telah menawarkan <em>healing</em>, dan masih tengah dipertimbangkan organisasi. Dan atas permintaan penyintas, Diyat tidak bisa membagikan tindakan hukum yang akan diambil.</p><p style="text-align: justify;">Diyat menambahkan, dengan adanya pernyataan sikap terbuka dari LSK ini dapat menjadi pembelajaran bagi organisasi lain. &ldquo;Saya yakin bahwa kekerasan dan pelecehan seksual di lintas komunitas organisasi ini masih kerap terjadi. Harapannya juga korban mau berbicara. Dan reaksi kita jangan menjadikan penyintas sebagai pelaku juga,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pengakuan Salah Satu Pelaku</strong></p><p style="text-align: justify;">Di hari yang sama, tepatnya Selasa (13/11) lalu, akun <em>Facebook</em> Lingkar Studi Kerakyatan Kutai Timur turut mengunggah surat pernyataan terbuka LSK. Postingan ini turut mengundang komentar. Di antaranya berasal dari rekan para pelaku yang beberapa di antaranya tak percaya dan meragukan kebenaran isi surat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Merasa perlu meluruskan demi menghindari kesalahpahaman, salah satu pelaku dengan inisial J membuat surat pernyataan terbuka melalui akun <em>Facebook</em> miliknya. Melalui tulisannya itu, J menanggapi beragam tanggapan terhadap surat pemecatan yang dikeluarkan oleh Lingkar Studi Kerakyatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bermula dengan menjelaskan keinginan awalnya bergabung organisasi tersebut untuk belajar menggali teori-teori sosialis dan mengembangkan diri. Ia juga mengaku selama lima tahun belakangan sejak ia terlibat aktif dalam perjuangan yang beradasarkan teori dan praktek, ia berhasil mengubah dirinya. Hingga akhirnya ia melakukan kesalahan itu. Tindakannya tak selaras dengan teori-teori yang selama ini ia pelajari.</p><p style="text-align: justify;">J tak mengelak, bahwa tindakan itu bukan sebuah kekhilafan. Ia mengaku bahwa itu benar ia lakukan, secara sadar pula. &quot;Saya telah melakukan kesalahan besar dalam hidup saya. Saya adalah seorang yang seksis. Saya telah melecehkan seorang perempuan yang sedang serius belajar. Orang yang juga sangat percaya pada saya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dalam surat tersebut, J mengatakan berupaya menunjukkan keseriusan untuk memperbaiki diri. Ia juga menyampaikan pemohonan maaf kepada para penyintas dan bersedia bertanggungjawab terhadap semua pemulihan para penyintas, sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh organisasi. <strong><em>(adl/fqh)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar Hutan di Hari Pohon </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/kabar-hutan-di-hari-pohon/baca </link>
<guid> kabar-hutan-di-hari-pohon </guid>
<pubDate> Wed, 21 Nov 2018 12:44:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Upaya mempertahankan fungsi hutan di Hari Pohon Sedunia (Sumber Foto: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/kabar-hutan-di-hari-pohon/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FUG2XUGEsW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar Hutan di Hari Pohon</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> 21 November 1972 pertama kali diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada Julius Sterling Morton. Pria kebangsaan Amerika Serikat ini punya kecintaan pada alam hingga dia aktif mengampanyekan gerakan menanam pohon. Sejak saat itu bermunculan kebijakan menanam dan merawat pohon secara luas.</p><p style="text-align: justify;">Melalui peringatan Hari Pohon setiap tahun, diharapkan masyarakat akan sadar terhadap keberadaan pohon, hutan, dan pemukiman hutan pada tiap jengkal tanah yang dipijak. Namun, peringatan hanya peringatan, kenyataannya masih ada saja orang-orang yang merusak hutan dan untuk memperkaya diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>viva.com</em>, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyita enam unit truk bermuatan kayu jati yang diduga hasil dari penebangan ilegal di Desa Ronggo, Pati, Jawa Tengah (24/10) lalu. Sustyo Iriono selaku Direktur Pencegahan dan Pengamanan mengatakan bahwa Desa Ronggo menjadi salah satu pusat penampungan kayu ilegal di Jawa.</p><p style="text-align: justify;">Operasi penyitaan itu dilakukan di lima titik lokasi di Desa Ronggo. KLHK mendapat informasi adanya praktek pengepulan kayu jati ilegal itu dari Perhutani Jawa Tengah. &quot;Operasi ini hasil kolaborasi berbagai pihak,&quot; ujar Sustyo.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu KLHK turut menyebut kerugian negara akibat kejahatan lingkungan hidup mencapai Rp17,8 triliun. Jumlah kerugian yang cukup besar ini baru dari aksi penebangan liar atau Ilegal logging. Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani menyatakan, total kerugian itu berdasarkan hitung-hitungan kasus kejahatan lingkungan yang sudah berkekuatan hukum tetap atau incraht di pengadilan selama tiga tahun terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Sampai saat ini kata Ridho, aparatnya telah berhasil menindak sebanyak 533 kasus kejahatan lingkungan di Indonesia. Paling banyak kasus kejahatan lingkungan adalah peredaran tumbuhan dan satwa liar, illegal logging, serta aksi kejahatan akibat perambahan hutan, pencemaraan lingkungan serta kebakaran hutan. &quot;Temuan tertinggi berada di Pulau Kalimantan dan Sumatera,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada (19/11), Sketsa mendatangi Rustam Fahmy, Dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul, guna meminta tanggapan terkait kesadaran akan peran pohon di Indonesia. Menurutnya, sebuah pohon akan berkurang fungsinya jika tidak dalam satu kesatuan hutan. Di mana pada peringatan Hari Pohon Sedunia ini lebih menekankan upaya mempertahankan tutupan berhutan ketimbang mempertahankan pohon.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau untuk keadaan hutan di Indonesia saat ini itu luasnya mulai berkurang, disamping adanya para penebang liar, pembukaan lahan untuk pemukiman dan yang lainnya juga menjadi faktor berkurangnya luas hutan,&quot; papar Rustam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rustam juga menambahkan karena luas hutan yang berkurang, penebang liar juga mulai tak nampak lagi, seperti di wilayah Samarinda, hutan yang bisa dipanen pohonnya sudah tak ada. Meskipun ada hutan, tetapi akses menuju ke lokasi sangat sulit.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk manfaat, menurut Rustam pohon adalah sumber kehidupan. Di mana jika pohon tidak ada, maka tidak akan ada kehidupan di sekitarnya. &quot;Kita bisa bernapas karena ada oksigen, siapa yang bisa membuat oksigen? Hanya pohon, coba bayangkan jika tidak ada pohon di Bumi,&quot; ujar Rustam.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu manfaat pohon lainnya mulai dari manfaat ekonomi yang mana kayunya bisa diperjual belikan, sebagai penyerap gas rumah kaca, akar dari pohon dapat menahan air, menjadi bahan obat, dan sebagai aromatika. Selain itu, dosen yang sedang menempuh program Doktor di Tokyo University ini juga mengatakan bahwa lebih dari 60% hasil penelitian atas nama Unmul itu dari Fahutan, mulai dari penelitian manfaat hutan, manfaat kayu, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Dekan Fahutan, Rudianto Amirta tengah melakukan penelitian terkait daun hecaliptus guna dijadikan telon atau sejenis minyak kayu putih. Untuk idealnya, menurut Rustam pohon yang diolah dan digunakan untuk kawasan hutan tanaman industri adalah pohon yang berdiamerer 40 senti meter (cm) atau dalam kurun waktu 40 tahun. Sedangkan untuk hutan alam dalam 6 sampai 10 tahun sudah bisa ditebang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk terealisasinya pengolahan pohon, ideal untuk saat ini sudah mulai ketat ya, kalau dulu kan belum waktunya ditebang orang bisa curi-curi. Kalau sekarang itu sudah tidak bisa mereka begitu, banyak yang ngawasi soalnya,&quot; tutupnya. <strong><em>(ycp/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semangat Muda bersama Islam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/semangat-muda-bersama-islam/baca </link>
<guid> semangat-muda-bersama-islam </guid>
<pubDate> Wed, 21 Nov 2018 13:28:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mufath Islamic Fair. (Sumber: Instagram Mufath Islamic Fair) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/semangat-muda-bersama-islam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Kcajr8h6Im.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semangat Muda bersama Islam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Anak muda masa kini tidak hanya asyik bermain, bergaul dan belajar. Ada nilai-nilai agama yang tidak boleh dilupakan dalam mengiringi kesehariannya. Hal itu yang coba dibagikan oleh Lembaga Dakwah Musala (LDM) Al Fath Unmul. Dengan menyelengarakan seminar nasional yang bertema &ldquo;Sukses Muda Bersama Alquran&rdquo; yang merupakan dari rangkaian kegiatan <em>Mufath Islamic Fair</em>.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di Aula Hotel Radja, seminar yang dilaksanakan pada Jumat (16/11) lalu ini menghadirkan pembicara ternama. Di antaranya Syakir Daulay (Hafiz dan Qori), Maghfira M. Hussein (<em>Quran Reciter</em>, <em>Youtuber</em>), dan Alfina Nindiyani ( Penyanyi Cover, <em>Youtuber</em>). Nampak antusias para hadirin yang ikut tenggelam dalam keseruan acara. Riuh pujian dan tawa dari penonton meramaikan suasana. Pada akhir sesi, diadakan foto bersama peserta yang hadir dengan para pemateri, serta pembagian hadiah bagi para pemenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Muhammad Dicky Rahman selaku ketua LDM Al Fath mengatakan, tema kegiatan <em>Mufath Islamic Fair&nbsp;</em>adalah, &ldquo;Anak muda yang memiliki semangat menuntut ilmu, serta memaksimalkan Alquran. Bukan sekadar dibaca saja tapi juga di tadaburi, untuk mengambil hikmat yang ada di dalamnya. Sehingga dapat membawa diri masing-masing untuk sukses dengan usia muda. Sama seperti ketiga pemateri, karena kedekatanya dengan Alquran. Bisa sukses diusia muda&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dia juga menceritakan bahwa seminar nasional tersebut merupakan rangkaian akhir dari acara <em>Muftah Islamic Fair</em>. Adapun kegiatan awalnya adalah <em>grand</em>&nbsp;<em>opening</em> (7/11),yakni mengadakan <em>talk</em>&nbsp;<em>show</em> dengan tema &ldquo;<em>Generasi Qurani Kalimantan Timur</em>&rdquo;. Setelah itu, pada tanggal 8-14 November diadakan lomba MTQ khusus Pemuda untuk Pelajar SMA dan Mahasiswa Tingkat kalimantan Timur. Selanjutnya, Lomba Online tingkat nasional, kemudian diakhiri dengan seminar nasional sebagai bagian <em>closing ceremony.</em>&nbsp;<strong><em>(bip/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kurang Calon, Pemira FK Aklamasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kurang-calon-pemira-fk-aklamasi/baca </link>
<guid> kurang-calon-pemira-fk-aklamasi </guid>
<pubDate> Thu, 22 Nov 2018 13:27:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber gambar: Instagram DPM FK UNMUL) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kurang-calon-pemira-fk-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/40Xj3TuOqv.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Kurang Calon, Pemira FK Aklamasi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sepi dari pemberitaan, nyatanya tak buat Fakultas Kedokteran (FK) luput dari <em>euforia</em> Pemira. Pendaftaran pun telah dibuka sejak September lalu, namun Pemira FK masih sepi peminat bahkan terancam berakhir aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dibenarkan oleh Rachmad Musyaffa, Ketua Komisi Penyelengara Pemilihan Raya (KPPR). Dia pun memaparkan permasalahan yang tengah dihadapi KPPR yang menyebabkan Pemira FK terancam aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada terhambat dengan pelaksanaan waktu ujian, selain itu dari BEM sendiri kekurangan minat. Kemarin itu sebenarnya sudah dapat satu calon, terus kita kan mau cari satu calon lagi. Sekalinya terbatas oleh waktu oleh ujian. Kemudian kita punya acara-acara lain seperti Porseni, jadi waktu untuk publikasi ke angkatan lain agak terganggu. Makanya <em>ngaret</em> sampai sekarang,&rsquo;&rsquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, perpanjangan waktu pendaftaran telah dilakukan berulang kali, hanya saja tidak dipublikasikan melalui media sosial, melainkan sosialisasi perpanjangan waktu dilakukan langsung di kelas. Hal ini tergolong mudah dilakukan karena di FK sendiri satu angkatan hanya terdiri dari satu kelas.</p><p style="text-align: justify;">KPPR pun terus berupaya agar Pemira tidak berlangsung aklamasi. Kalau pun akhirnya akan aklamasi, maka pihak penyelanggara harus membuat ketetapan baru dan harus dilaporkan kepada wakil dekan sebagai <em>supervisor</em> jalannya Pemira. Dan ini merupakan sejarah baru bagi Pemira FK yang pertama kali berakhir aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat menghindari aklamasi. Kalau ada paslon, kita buat <em>timeline</em> kampanye dan lain-lain. Kalau nanti aklamasi, yah paling penggantian acara. Seperti di rektorat kemaren kan namanya bukan debat lagi, tapi namanya bedah gagasan,&rsquo;&rsquo; jelas mahasiswa program studi Kedokteran Umum ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah mengantongi nama satu paslon, namun Rachmad menolak untuk membeberkan nama paslon. Ia beranggapan, jika nama paslon tersebar dikhawatirkan paslon merasa terbebani. Sampai saat ini, paslon masih dalam tahap pengumpulan berkas. Jika berkas telah terkumpul, barulah KPPR mendokumentasikan dan mempublikasikan melalui media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kurangnya minat mahasiswa FK untuk maju dalam Pemira, diakui Rachmad mahasiswa FK sebenarnya aktif dalam organisasi dan kepanitiaan. Ia mencontohkan, pada bulan Desember nanti, FK akan menjadi tuan rumah dalam Musyawarah Wilayah 3 Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Sehingga mahasiswa FK sibuk dan fokus pada persiapan Musywil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa aktif di kepanitiaan, tapi untuk menjadi pemimpin belum ada yang mau karena tanggung jawabnya besar,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(ann</em>/<em>wil)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FKIP: Polemik KTM hingga Paslon </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkip-polemik-ktm-hingga-paslon/baca </link>
<guid> pemira-fkip-polemik-ktm-hingga-paslon </guid>
<pubDate> Thu, 22 Nov 2018 22:26:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gubernur FKIP terpilih, Idet Arianto Putra dan Ahmad Rifa’i. (Sumber foto BEM FKIP Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkip-polemik-ktm-hingga-paslon/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VrmPGXsuYB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FKIP: Polemik KTM hingga Paslon</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pesta demokrasi tak hanya sukses di beberapa fakultas, kampus para pendidik juga terbilang sukses dalam pelaksanaannya. Serangkaian <em>timeline&nbsp;</em>dimulai dari pembukaan pendaftaran pada 06-11 September, kemudian diperpanjang sampai 23 September, hingga menghasilkan dua paslon yang lolos verifikasi.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Kedua paslon ini ialah Wisnu Rian Dani dan Huzaifah Umar dengan nomor urut 1 serta Idet Arianto Putra dan Ahmad Rifa&rsquo;i dengan nomor urut 2. Sebelumnya, sempat terjadi pergantian calon wakil gubernur dari paslon dua, Randi Meika Permadi mengirim surat pengunduran diri kepada KPPR BEM FKIP. Ahmad Rifa&rsquo;i sebagai calon pengganti wakil gubernur nomor urut 2 dinyatakan lolos tahap verifikasi.</p><p style="text-align: justify;">Usai Pemira dilaksanakan, maka sesuai dengan ketetapan DPM FKIP Unmul No. 06 Tahun 2018 Bab VIII, pasal 32 ayat 2 dan 3, Idet dan Ahmad ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKIP Unmul dengan perolehan suara sebanyak, yakni 1.199 suara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa,&nbsp;</em>Gubernur BEM FKIP terpilih, Idet Arianto Putra, mengatakan <em>timeline&nbsp;</em>Pemira FKIP tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, ada konten yang berbeda pada Pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di tahun ini, ada konten yang berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu uji publik. Saat H-3 debat kandidat, mereka (KPPR) &nbsp;mengadakan uji publik di halaman FKIP Gunung Kelua,&rdquo; jelasnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Polemik Persyaratan Jumlah Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)</strong></p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Idet, selama Pemira FKIP berlangsung sempat turun surat gugatan saat penyampaian hasil verifikasi. Surat gugatan itu berisi mosi keberatan terhadap persyaratan jumlah KTM tiap paslon.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau melihat syarat dari pendaftar itu minimal 250 KTM, sempat ada yang keberatan dari tiga paslon saat itu terkait syarat KTM. Saya tidak ikut campur masalah itu, karena saya tidak merasa keberatan dengan syarat itu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, persyaratan mengenai jumlah KTM yang harus dipersiapkan telah disosialisasikan sebelumnya, sehingga seharusnya bukan menjadi masalah.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Itu sudah jauh hari disosialisasikan ke kelas-kelas, sampai diundang setiap lembaga saat penyampaian peraturan dan syarat-syarat yang ada di Pemira. Namun, mungkin ada lembaga yang tidak hadir, sehingga pada hari H baru mau menggugat,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Idet juga menambahkan, bahwa pada masa perpanjangan pendaftaran, hanya satu paslon saja yang mengambil mengambil berkas dan lolos verifikasi. Ada juga paslon yang gugur karena syarat KTM tidak memenuhi dan transkip nilai yang belum ditandatangani.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya ada tiga yang mengembalikan berkas, namun hanya saya yang berkasnya cukup (lolos verifikasi). Jadi setelah itu ada perpanjangan waktu sekitar 5 hari, kemudian ada yang lolos verifikasi satu paslon lagi, yaitu Wisnu dan Huzaifah,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(len/cin/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PHF, Ajang Kreativitas Mahasisawa FKM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/phf-ajang-kreativitas-mahasisawa-fkm/baca </link>
<guid> phf-ajang-kreativitas-mahasisawa-fkm </guid>
<pubDate> Thu, 22 Nov 2018 23:30:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama panitia PHF. (Sumber foto: dok. PHF) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/phf-ajang-kreativitas-mahasisawa-fkm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wMpH4O46Un.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PHF, Ajang Kreativitas Mahasisawa FKM</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sabtu malam (17/11), gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ramai oleh mahasiswa dengan setelan gaun dan kemeja rap, dengan setelan jas. Gedung didesain dengan konsep glamor menggunakan perpaduan warna emas, merah, dan hitam. Malam itu dilaksanakan perayaan malam puncak Public Health Festival (PHF) 2018 yang dikemas dalam acara Gala Night Party.&nbsp;</p><p>PHF merupakan salah satu dari acara terbesar milik BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman. Dibuka pada tanggal 27 Oktober, PHF berlangsung selama kurang lebih 3 minggu. Acara akbar ini diramaikan dengan rangkaian acara yang berskala lokal hingga skala nasional. Pekan pertama digunakan untuk lomba-lomba internal FKM, yang terdiri dari Healthy Food, Bakiak Race, Tarik Tambang, dan Karpet Ajaib.</p><p>Pekan selanjutnya, panitia menggelar Talkshow Kewirausahaan. Setelah itu, pada tanggal 8 &ndash; 10 November diramaikan oleh agenda nasional seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Lomba Debat Kesehatan Nasional, dan Seminar Kesehatan Nasional.</p><p>Dikatakan Tiara Urahuda selaku Ketua Panitia PHF 2018, acara ini FKM kedatangan tamu mahasiswa dari universitas lain seperti mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada dan universitas lainnya.</p><p>Hadir sejak tahun 2005 lalu, acara ini menjadi tahun keempat PHF dilaksanakan. Mengangkat tema <em>The</em><em>&nbsp;Greatest Love Of Public Health Party</em>, panitia berharap dapat mempersembahkan cinta terbaik untuk FKM.</p><p>&nbsp;&ldquo;Temanya itu <em>The Greatest Love Of Public Health Party</em>. Karena kita ingin mempersembahkan cinta terbaik kita untuk FKM dan diwujudkan di PHF ini,&rdquo; ujar Tiara.&nbsp;</p><p>PHF 2018 ditutup secara resmi dalam acara Gala Night Party oleh Staf Akademik FKM, Khusnun Nadia, SKM mewakili Dekan FKM yang berhalangan hadir. Meriah sorak-sorai mengiringi malam puncak yang diisi oleh agenda pembagian hadiah, penganugerahan mahasiswa juga dosen favorit, serta penampilan hiburan dari mahasiswa FKM dan UKM Unmul. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan spesial dari bintang tamu yang merupakan penyanyi solo bergenre musik folk, Rio Satrio.</p><p>Meskipun PHF telah ditutup, masih ada 1 agenda yang belum terlaksana. Disebutkan oleh mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan itu, agenda tersebut adalah &quot;Apa Kabar Dekan&quot; yang disingkat Akad. Sesuai dengan namanya, agenda ini akan menghadirkan Dekan dan Wakil-Wakil Dekan. Padatnya agenda dari birokrat, membuat panitia harus menyesuaikan dan memundurkan waktu pelaksanaan Akad.</p><p>Tiara menambahkan bahwa penyelenggaraan acara skala nasional panitia mendapat bimbingan dari salah seorang dosen. Selebihnya, acara ditangani sendiri oleh panitia.</p><p>&ldquo;Untuk acara kecil-kecilan kayak lomba internal dan workshop sama ini (Gala Night Party) kita benar-benar <em>handle</em> sendiri. Jadi, riweh ya riweh sendiri. Tapi untuk yang nasional itu ada dosen pembimbing dan itu dibimbing banget sama dosen sampai acara ini benar-benar terlaksana,&rdquo; ujarnya.</p><p>Terdapat beberapa perbedaan antara PHF tahun ini dengan PHF tahun lalu. Pertama, lomba skala nasional ditambah. Periode lalu, hanya ada Lomba Debat Kesehatan Nasional dan periode ini ditambah dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional. Kedua, PHF kali ini membuka kesempatan bagi mahasiswa FKM yang ingin bergabung dalam kepanitiaan dengan melakukan perekrutan. Berbeda dengan tahun lalu yang hanya melibatkan personil BEM FKM sebagai panitia. Antusias mahasiswa FKM dibuktikan dengan bertahannya sekitar 100 orang panitia hingga akhir acara. Dalam tahun ini juga mengalami peningkatan, salah satunya dari segi kuantitas peserta yang bertambah.</p><p>Ditanya soal harapan, Tiara ingin PHF selanjutnya dapat lebih bersinergi lagi. Khususnya dengan seluruh Ormawa dan juga mahasiswa yang ada di FKM. Ia juga berharap PHF selanjutnya diikuti lebih banyak peserta, serta lomba dapat lebih beragam. Menurutnya, tidak hanya mengenai keilmiahan saja tapi juga yang berkaitan dengan minat dan bakat lain.</p><p>Muhammad Alam Nugraha, Presiden BEM FKM saat ditemui wartawan <em>Sketsa</em> mengatakan bahwa tujuan dari PHF ini adalah sebagai wadah untuk membentuk mahasiswa FKM menjadi kreatif dan inovatif. Selain itu, PHF juga merupakan tempat penyaluran minat dan bakat untuk mahasiswa FKM.</p><p>Meski di tahun ini PHF tidak lagi masuk dalam kategori Proker Unggulan, acara tersebut sudah menjadi agenda terbesar rutin BEM FKM. &ldquo;Jadi di 2016 &ndash; 2017 itu dimasukkan dalam proker unggulan, 2018 tidak kami masukkan. Tapi bukan berarti tidak di masukkan, tidak dilaksanakan. Ini sudah jadi agenda rutin,&rdquo; kata pemimpin BEM yang sebentar lagi akan demisioner itu.</p><p>Melihat besarnya partisipasi mahasiswa dalam menjadi panitia PHF, Alam menilai bahwa sebenarnya mahasiswa itu tidak apatis, akan tetapi mereka hanya belum menemukan sebuah wadah yang nyaman untuk berkreasi.</p><p>Harapan Alam, PHF tetap menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan ide dan kreatifitas, pasalnya sebuah kabar burung yang ia terima menyatakan PHF mulai dilirik oleh birokrat fakultas.</p><p>&ldquo;PHF 2018 semoga agenda ini bisa tetap menjadi event tahunan BEM FKM. Karena sebenarnya ini (PHF) sudah dilirik sama fakultas. Sebetulnya dari dan untuk mahasiswa juga. Mahasiswa yang menyiapkan acara dan ini hasil jerih payah mahasiswa sendiri,&quot; harap Alam.&nbsp;</p><p>Namun ada hal yang ia takutkan jika kegiatan ini nantinya diambil alih oleh fakultas, yakni mahasiswa akan kehilangan kebebasan dalam menuangkan ide dan hanya akan menjadi pelaksana.</p><p>Terhadap kepengurusan BEM selanjutnya, Alam berharap BEM FKM tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal isu-isu kesehatan di Samarinda dan di Indonesia. &ldquo;Untuk mahasiswanya, jangan berhenti sampai disini. Tularkan ilmu-ilmu kalian kepada adik-adik kalian, sebagaimana seperti yang telah kami lakukan kepada kalian,&rdquo; tambahnya.<strong><em>&nbsp;(bip/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketimpangan Antusias Pemira Fahutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketimpangan-antusias-pemira-fahutan/baca </link>
<guid> ketimpangan-antusias-pemira-fahutan </guid>
<pubDate> Fri, 23 Nov 2018 11:21:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua DPSM Fahutan. (sumber foto: Rosmi Rahmah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketimpangan-antusias-pemira-fahutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pDnZJjVpSi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketimpangan Antusias Pemira Fahutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>- Pemira menjadi wujud regenerasi dan estafet kepemimpinan di lingkup mahasiswa. Sama dengan fakultas lainnya, Fakultas Kehutanan (Fahutan) juga turut menjaga demokrasi kampus dengan melaksanakan Pemira, meski diakui menemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Untuk tahun ini, Fahutan tercatat mengadakan dua kali Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini terjadi lantaran Suharto yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Sylva Mulawarman (DPSM) saat itu dikabarkan sulit untuk ditemui. Beberapa lembaga kemahasiswaan di Fahutan butuh kepastian dari fakultas atas hal ini. Sementara menurut Faiz Huda selaku Ketua DPSM saat ini, pihak fakultas lambat memberikan keputusan, dan berpengaruh terhadap terhambatnya proses penyelesaian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seharusnya November atau Desember tahun lalu sudah mengadakan sidang umum untuk pergantian kepengurusan, namun karena terhambat akhirnya tidak jadi. Akhirnya saya naik di bulan Februari tahun ini karena mahasiswanya sudah nuntut,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpilihnya Faiz sebagai ketua DPSM baru membuatnya harus cepat mengambi langkah untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Sylva selama enam bulan, terhitung sejak bulan Juni hingga November ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya naik lalu mengadakan Pemira. Yang terpilih Aulia Furqon dan Sopian Gunawan, Ketua dan Wakil Ketua LEM Sylva sekarang. Setelah itu kita adakan pleno kedua, karena tuntutan dari fakultas sebelum bulan Desember ini sudah harus terbentuk Ketua LEM Sylva yang baru,&rdquo;tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemira pertama tahun ini mendapatkan antusias cukup tinggi dari mahasiswa Fahutan. Tercatat sebanyak 70% mahasiswa ikut berpastisipasi. Jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berkisar 0,20%. Pemira kedua mulai berjalan sejak Oktober hingga November ini. Sejauh ini tahap Pemira Fahutan telah melakukan pengambilan dan pengembalian berkas pada Oktober lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat tiga pasangan calon yang telah mengumpulkan berkas. Namun setelah diverifikasi, dua paslon dinyatakan gagal. Penetapan satu calon akhirnya jatuh kepada paslon atas nama Rifqi sama Hamdi. Atas ketetapan ini, tidak ada pihak yang mengajukan keberatan selama tiga hari masa gugatan yang telah ditetapkan DPSM.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi nanti disahkan di konferensi, enggak bisa bulat keputusan dari DPSM atau dari panitia Pemira. Konferensinya insyaallah tanggal 23 November ini, dihadiri semua mahasiswa Fahutan,&quot; terang pria kelahiran Medan ini.</p><p style="text-align: justify;">Harapan Faiz, kelak nanti yang akan melanjutkan pergerakan DPSM Fahutan dapat menjadikan lebih baik dan menjaga apa yang sudah dibangun, &quot;Kita sudah membangun pondasi, dan kita sudah menyiapkan yang terbaik untuk Sylva Mulawarman, harapannya dijaga dan kalau bisa dimaksimalkan dan dilanjutkan lagi. Bukan di DPSM saja, dengan UKM juga. Karena misi DPSM itu besinergi dalam perubahan,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah menyambangi Sekretariat DPSM LEM Sylva, <em>Sketsa</em> mencoba mengunjungi Sekretariat LEM Sylva. Di sana <em>Sketsa</em> menemui Aulia Furqon, yang siap melepas masa kepemimpinannya bulan ini. Ia turut menyayangkan Pemira kedua yang menggambarkan minimnya animo mahasiswa dalam Pemira yang berakhir dengan aklamasi. Namun ia berharap tetap diadakan bedah gagasan, misalnya dengan penyampaian visi dan misi.</p><p style="text-align: justify;">Furqon mendukung alur baru yang dibuat dari DPSM saat ini, yakni dengan melakukan Pemira sebelum mengadakan konferensi. Sebelumnya terdapat kekosongan kepemimpinan akibat konferensi dilaksanakan sebelum Pemira. Menurutnya, setidaknya setelah konferensi pemimpin sudah ada yang ditetapkan, jadi bisa langsung menjakankan administrasi. Begitu juga dengan penguatan internal dapat berjalan lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Meski hanya menjabat selama enam bulan, bagi Furqon itu bukan masalah. Ia mengatakan bahwa ia bersama LEM Sylva tahun ini bertugas untuk memperbaiki dan mengabdi, bukan sekadar mengejar jabatan. &ldquo;Kita dalam enam bulan ini akselerasi dituntut untuk memperbaiki,&rdquo; tambahnya. <strong><em>(omi/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akbar-Rifai Lolos Verifikasi, KPPR Akan Buka Pendaftaran Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akbar-rifai-lolos-verifikasi-kppr-akan-buka-pendaftaran-kembali/baca </link>
<guid> akbar-rifai-lolos-verifikasi-kppr-akan-buka-pendaftaran-kembali </guid>
<pubDate> Sat, 24 Nov 2018 01:00:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana rapat pleno verifikasi berkas Pemira BEM KM Unmul. (Sumber: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akbar-rifai-lolos-verifikasi-kppr-akan-buka-pendaftaran-kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E5w6dtcwOE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akbar-Rifai Lolos Verifikasi, KPPR Akan Buka Pendaftaran Kembali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Usai mengumpulkan berkas pendaftaran, rangkaian Pemira BEM KM dilanjutkan dengan rapat pleno terbuka untuk verifikasi berkas yang dilaksanakan pada Jumat (23/11). Bertempat di Aula lantai 3 Gedung Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), verifikasi berkas bakal calon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM ini berlangsung sejak pagi hingga mendekati pukul 22.00 Wita. Rapat ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Acara dibuka oleh M. Enggi Sulaiman selaku divisi acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Tharunan Qalis Mula. Masuk ke acara inti, verifikasi berkas tiga pasangan calon (paslon).</p><p style="text-align: justify;">Berkas persyaratan yang harus dilengkapi paslon di antaranya formulir pendaftaran, surat pernyataan kesediaan calon, KRS, KTM asli dan fotocopy, surat keterangan sehat, pas foto menggunakan almamater sebanyak dua lembar, transkip nilai, naskah visi dan misi, daftar riwayat hidup, daftar anggota timses, fotocopy 500 KTM sesuai dengan jumlah tiap fakultas yang telah ditentukan, serta menyerahkan surat pernyataan yang memuat empat poin.</p><p style="text-align: justify;">Empat poin tersebut ialah tidak sedang terganggu jiwa dan ingatan, tidak sedang terlibat dalam kasus kriminal atau pidana, tidak menjadi pengurus partai politik, dan tidak akan lulus sebelum masa jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul berakhir.</p><p style="text-align: justify;">Berkas paslon Mujihat dan Muhammad Alam Nugraha menjadi yang pertama diverifikasi. Dari hasil verifikasi tersebut, terdapat beberapa berkas yang tidak lengkap, yaitu tidak menyerahkan KTM asli, surat keterangan sehat, kurang melengkapi jumlah pas foto, tidak mengisi naskah visi dan misi, cacat formil dalam daftar anggota timses, lantaran nama yang tertulis dalam daftar tidak disebutkan. Selain itu juga tidak mengumpulkan 500 KTM dari mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu kini giliran berkas pasangan calon kedua diverifikasi, Febri Abdul Haminudin bersama Sigit Untoro. Dalam hasil verifikasi, Febri dan Sigit melengkapi seluruh berkas yang menjadi syarat, dan berhasil mengumpulkan 661 KTM. Sayangnya, tidak memenuhi jumlah proporsional yang ditetapkan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) seharusnya 20, namun hanya terkumpul 19 KTM.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan verifikasi berkas pasangan calon Muhammad Akbar dan Akhmad Rifai, seluruh berkas dinyatakan lengkap. Paslon ini juga berhasil mengumpulkan 1285 KTM. Fatmawati selaku Ketua KPPR dan pimpinan sidang menyatakan bahwa pasangan Muhammad Akbar dan Akhmad Rifai lolos tahap verifikasi berkas.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai timeline di akun Instagram KPPR, hari ini direncanakan akan dilakukan pengundian nomor urut, jadwal kampanye serta pembagian dana kampanye. Namun karena ditetapkan satu pasangan calon yang berhasil lolos verifikasi, maka rencana itu batal dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui selepas penutupan rapat pleno, Fatma mengatakan selanjutnya akan kembali membuka pendaftaran. &quot;Pembukaan pendaftaran lagi, tiga sampai lima hari. Belum ditentukan mulai dari hari apa,&quot; ujar Fatimah.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di tempat yang sama, Dwi Luthfi selaku Ketua DPM KM menjelaskan alasan diadakannya rapat pleno terbuka untuk verifikasi berkas ini. &quot;Kita menginginkan tiap Pemira ada perkembangan signifikan positif, dan ingin mewujudkan Pemira yang substansial,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa referensi yang dipelajari dan dapat diadopsi dalam pelaksanaan Pemira kali ini. Di antaranya kampus lain dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> A Star Is Born: Siklus Bersinar dan Meredupnya Seorang Bintang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/a-star-is-born-siklus-bersinar-dan-meredupnya-seorang-bintang/baca </link>
<guid> a-star-is-born-siklus-bersinar-dan-meredupnya-seorang-bintang </guid>
<pubDate> Sat, 24 Nov 2018 11:43:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi A Star Is Born. (sumber gambar: Google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/a-star-is-born-siklus-bersinar-dan-meredupnya-seorang-bintang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AhNYKtJwL5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>A Star Is Born: Siklus Bersinar dan Meredupnya Seorang Bintang</h1>
			              </header>
			              <p>Sutradara: Bradley Cooper</p><p>Produser: Bradley Cooper, Todd Phillips, Bill Gerber, Jon Peters, Lynette Howell Taylor</p><p>Skenario: Eric Roth, Bradley Cooper, Will Fetters</p><p>Berdasarkan novel A Star Is Born oleh William A. Wellman, Robert Carson, Dorothy Parker dan Alan Campbell</p><p>Pemeran: Bradley Cooper, Lady Gaga, Andrew Dice Clay, Dave Chappelle, Sam Elliott</p><p>Perusahaan Produksi: Warner Bros. Pictures, Metro-Goldwyn-Mayer, Live Nation Entertainment, Gerber Pictures, Peters Entertainment, Joint Effort</p><p>Distributor: Warner Bros. Pictures</p><p>Tanggal Rilis: 31 Agustus 2018 (Festival Film Venesia), 5 Oktober 2018 (Amerika Serikat)</p><p>Durasi: 136 menit</p><p><strong>SKETSA &ndash;</strong><strong>&nbsp;</strong>Menjadi seorang idola dengan kehidupan yang sempurna seperti apa yang ditampilkan di layar kaca tidaklah menyenangkan. Kegelisahan, kerapuhan, dan rasa sakit menyelimuti dibalik tangkapan kamera yang memperlihatkan kemewahan.</p><p>Jack (Bradley Cooper) hidup dari panggung ke panggung demi menyalurkan bakat terpendamnya melantunkan nada-nada dan lirik-lirik yang diciptakannya. Sebagai seorang bintang, Jack memang selalu mampu memberikan yang terbaik kepada penggemarnya. Setiap pertunjukannya, selalu ramai ditonton oleh para penggemar.</p><p>Namun, pada satu sisi, Jack adalah sosok yang rapuh. Ia tidak pernah bisa berhenti dari kecanduan alkohol. Jerat yang tidak bisa dilepaskannya ketika ia masih punya kesempatan terbaik untuk berubah. Kakaknya, Bobby (Sam Elliott) pun tak mampu berbuat banyak. Sebagai sosok yang lebih dewasa, Bobby bahkan merasa ada yang hilang dari Jack.</p><p>Apalagi, bertambahnya usia, justru membuat Jack seperti semakin &apos;lepas kendali&apos;. Candunya dan cintanya kepada musik tidak pernah berhenti. Hanya saja, bukan gitar yang menjadi pendorongnya dalam melepaskan hasrat. Ada hal yang lebih dari gitar, panggung dan penonton yang seharusnya bisa membuat Jack melepaskan hasratnya, yakni cinta.</p><p>Kedatangan Jack di sebuah bar mengubah segalanya. Ia melihat &ldquo;masa depan&rdquo;. Masa depan yang bisa menjadi harapannya dalam melantukan candu menjadi sebuah nada-nada yang penuh cinta dan semangat. Candu untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi dari sekarang.</p><p>Masa depan itu bernama Ally (Lady Gaga). Seorang pegawai restoran yang menyalurkan bakatnya dengan bernyanyi di bar. Ally yang tidak pernah menyelesaikan lagunya selalu ragu tentang kemampuannya sendiri. Ia hanya mengadu pada nada-nada yang ada di kepalanya. Tak pernah ia lakukan secara serius. Akan tetapi Jack tak ingin kumpulan melodi tersebut hanya bersemayam di dalam pikiran Ally.</p><p>Jack yang seorang musisi membantu mewujudkannya dengan mengajak Ally mengarungi dunia bersamanya melalui tur konser musik yang diselenggarakannya. Dari sebuah konser dunia lahirlah seorang bintang yang ingin memperlihatkan &quot;dirinya&quot; kepada mata dunia. Dua karakter yang bertolak belakang dalam hal karier ini bertemu memperlihatkan kepada khalayak dua sisi yang saling berkesinambungan munculnya sosok bintang baru dan mulai redupnya sinar sosok bintang lama.</p><p>Hidup adalah nada-nada. Dari satu nada ke nada lainnya pasti berbeda, namun sebuah harmonisasi nada tetaplah harus dijaga, agar yang mendengarnya tak berpaling begitu saja. Begitulah gambaran cerita dari film <em>A Star is Born</em>. Bagaimana ketika &nbsp;seorang <em>r</em><em>ockstar</em> seperti Jack yang terbiasa diberikan tepuk tangan mendapatkan cemooh ketika ia diketahui memiliki permasalahan &quot;kecanduan alkohol&quot;.</p><p>Film yang diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama karya William A. Wellman ini mengajak dan mengedukasi penonton agar meningkatkan &quot;kepekaan&quot; terhadap orang-orang terkasih di sekitar kita, tidak semua orang yang terlihat keadaannya baik benar-benar &quot;merasa baik&quot; dan ketika depresi melanda, mereka membutuhkan kehadiran kita untuk merasakan hangatnya kasih dan merasa berharganya diri mereka. Kasus hilangnya kepercayaan dan &quot;nilai&quot; diri pada film ini, banyak membunuh &quot;jiwa&quot; setiap insan dewasa ini. Film yang diproduser sekaligus disutradai oleh sang bintang sendiri yakni Bradley Cooper ini memberi pesan yang dikemas melalui <em>scene-scene</em> yang membuat penonton hanyut dalam emosi dan seolah merasakan karena cerita yang diangkat pun seperti realita pada kehidupan sehari-hari. <strong><em>(syl/fqh)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajak Untukmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-untukmu/baca </link>
<guid> sajak-untukmu </guid>
<pubDate> Sun, 25 Nov 2018 12:37:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sajak-untukmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/P0HjleR4FK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sajak Untukmu</h1>
			              </header>
			              <p>Masih di sini untuk berharap<br>Pada raga yang sukar ditangkap<br>Rumit dan kalut untuk terungkap<br>Kepada jiwa yang sulit dihinggap</p><p>Ketakutanmu untuk mengukir kisah baru<br>Tertatih lalu tertegun dihantui masa lalu<br>Sehingga kau tutup rapat pintu masuk untukku<br>Berkali-kali aku berjuang mencoba mengetuk hatimu</p><p>Kau tak menyadari dan hanya termanggu<br>Tak peduliku akan kelamnya kisahmu dahulu<br>Karena rasaku adalah tentang dirimu di masa kini<br>Ini bukan tentang cinta dalam diam<br>Melainkan sebuah pengharapan untuk kau ketahui</p><p>Ambisi dan ego merupakan hal yang manusiawi<br>Yang nyatanya manusia membutuhkan pengakuan<br>Sebatas bait-bait sajak semoga mewakili<br>Ada hati yang tulus tengah menanti</p><p><strong><em>Ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, mahasiswa Akuntansi, FEB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tantangan dan Pesan Pendidik di Hari Guru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/tantangan-dan-pesan-pendidik-di-hari-guru/baca </link>
<guid> tantangan-dan-pesan-pendidik-di-hari-guru </guid>
<pubDate> Sun, 25 Nov 2018 13:04:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menjadi guru bukan sebatas mengajar, tapi niat mendidik dari awal (Sumber Foto: Adnin) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/tantangan-dan-pesan-pendidik-di-hari-guru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iYjoEYiQ2g.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tantangan dan Pesan Pendidik di Hari Guru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Guru sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Profesinya merupakan salah satu bentuk pengabdian, terutama dalam hal mendidik anak bangsa. Berkutat dengan pendidikan, tak melulu membuat seorang guru hanya sekadar masuk kelas, menyampaikan materi, dan selesai. Tugas guru lebih dari itu. Seorang guru mengajarkan lebih dari materi di buku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada peran orang tua yang harus dimiliki guru dalam menghadapi siswanya. &nbsp;Sekolah menjadi tempatnya menemukan kasih sayang dengan bentuk didikan yang lain dari para guru. Di sinilah kemampuan guru menghadapi berbagai karakter murid diuji. Namun bagi Ami, salah satu guru di SMP Negeri 3 Samarinda, ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan bijak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan tingkah laku anak yang beragam, membuat saya sebagai seorang guru harus lebih pandai bersikap. Lebih membuka wawasan ke depan untuk bisa mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik. Dan juga menjadi pelajaran ke kita, khususnya sebagai seorang pendidik,&quot; ujar guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, seorang guru harus memiliki niat yang kuat dalam mendidik generasi bangsa. &ldquo;Bagaimana caranya kita bisa menghadapi mereka (siswa) tanpa mengeluh. Di situ guru ditantang. Kalau memang gurunya menyerah, ya sudah enggak usah jadi guru.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tantangan lain bagi Ami ialah dalam menghadapi anak yang berasal dari keluarga<span>&nbsp;</span><em>broken home</em>, baginya sedikit sulit untuk dapat memberi tahu secara langsung. Pola pendekatan dalam menasihati harus hati-hati, karena mereka bisa saja berontak. Maka dari itu pendekatan harus dilakukan dengan membuatnya merasa diayomi, dan diperhatikan. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagi Ami menjadi guru tidak hanya sebatas mengajar saja, tetapi niat untuk mendidik yang harus dimunculkan sejak awal. &ldquo;Niatnya harus betul-betul dari hati karena pekerjaan seorang guru harus tulus, ikhlas, karena kita mau mendidik anak-anak, putra putri bangsa,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi seorang guru juga harus memiliki karakter. Beberapa di antaranya ialah niat yang kuat, ikhlas serta bertanggung jawab. &ldquo;Tanggung jawab ini berhubungan dengan kedisiplinan juga. Tidak hanya sebatas dengan diri sendiri, tapi juga siswa dan Tuhan,&quot; terang perempuan kelahiran Balikpapan 17 Desember 1973 ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi fenomena pelajar sekarang, Ami merasa pendidikan agama serta moral adalah hal yang terpenting agar siswa tersebut lebih kuat pribadinya. Dukungan orang tua, teman sebaya serta masyarakat di lingkungan sekitar juga dibutuhkan untuk membangun karakter anak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal yang penting diperhatikan khususnya bagi calon guru ialah &nbsp;terkait teknik memberikan pelajaran kepada siswa. &ldquo;Mereka mau dengar kalau kita bisa memberi contoh yang baik. Jadi kita tidak hanya berbicara saja, tapi juga dengan memberikan tindakan. Harus tegas dengan contoh yang baik,&rdquo; pungkasnya.<span>&nbsp;</span><em>(</em><strong><em>adn/adl</em></strong><em><strong>)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Taman Kesehatan, Kepedulian BEM FKM Unmul di Desa Tanjung Batu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/taman-kesehatan-kepedulian-bem-fkm-unmul-di-desa-tanjung-batu/baca </link>
<guid> taman-kesehatan-kepedulian-bem-fkm-unmul-di-desa-tanjung-batu </guid>
<pubDate> Sun, 25 Nov 2018 22:23:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peresmian Taman Kesehatan di Desa Tanjung Batu. (Sumber foto: Dok. BEM FKM Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/taman-kesehatan-kepedulian-bem-fkm-unmul-di-desa-tanjung-batu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E4i0QOe4YG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Taman Kesehatan, Kepedulian BEM FKM Unmul di Desa Tanjung Batu</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Minggu, 25 November 2018 tepatnya di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Taman Kesehatan BEM FKM UNMUL 2018 telah diresmikan bersama Pemerintah Desa Tanjung Batu yang diwakili oleh Bapak Syahrani selaku Kasi Kesejahteraan Mayarakat. Taman Kesehatan merupakan program kerja unggulan bersama Relawan Kesehatan Pengabdian Masyarakat (RKPM) yang dinaungi oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM FKM UNMUL 2018 Kabinet Sehati di Desa Tanjung Batu.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Desa Tanjung adalah desa yang dikelilingi oleh perusahaan-perusahaan besar, namun masih memiliki berbagai permasalahan kesehatan, sehingga Desa Tanjung Batu dipilih sebagai desa mitra Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM FKM UNMUL yang sudah berjalan selama 3 tahun masa kepengurusan.</p><p style="text-align: justify;">Posyandu Anggrek Tanjung Batu Bawah adalah tempat Taman Kesehatan karena fasilitasnya yang masih minim akan sarana dan prasarana. Taman Kesehatan sebagai bentuk perwujudan konsep lain Posyandu, dengan menjadikan Posyandu tidak hanya fasilitas pelayanan kesehatan, namun juga sebagai wadah dalam pengembangan pengetahuan, sehingga keterampilan kesehatan melalui pembelajaran kesehatan kepada masyarakat terutama anak-anak, di luar kegiatan rutin penyelenggaraan Posyandu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Konsep kegiatan Taman Kesehatan yaitu adanya penyelenggaraan kegiatan-kegiatan rutin belajar dan bermain oleh RKPM melalui materi edukasi kesehatan kepada anak-anak di desa Tanjung Batu pada akhir pekan. Selain itu, adanya perbaikan fasilitas Posyandu dengan penambahan pojok baca untuk meningkatkan literasi anak-anak dan pojok bermain dalam bentuk permainan kesehatan ular tangga mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak dalam meningkatkan pengetahuan melalui pembelajaran media permainan serta pembuatan lukisan dinding dengan pesan kesehatan. Hal tersebut untuk menarik minat anak-anak berkunjung ke Posyandu setiap penyelenggaraan Posyandu di tiap bulannya.</p><p style="text-align: justify;">Peresmian ini merupakan agenda dalam memperkenalkan Taman Kesehatan kepada masyarakat Tanjung Batu sehingga masyarakat dapat mengetahui tujuan dari program kesehatan yang dilakukan. Peresmian dimulai dari jam 9 pagi diawali dengan senam bersama warga serta penyuluhan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya Taman Kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemerintah Desa sangat mendukung adanya kegiatan ini, terutama kegiatan kesehatan yang dapat bermanfaat untuk masyarakat karena masih banyak permasalahan kesehatan yang terjadi, seperti pengelolaan sampah dan penyakit demam berdarah yang masih banyak di masyarakat Tanjung Batu Bawah&rdquo;, ucap Fitriansyah selaku Kasi Kesejahteraan Desa Tanjung Batu.</p><p style="text-align: justify;">Dwi Rizky sebagai Menteri Pengabdian Masyarakat BEM FKM UNMUL 2018 menambahkan &ldquo;Kegiatan ini bukan hanya dilakukan sekali saja, namun keberlanjutan program merupakan tujuan utama dari adanya kegiatan pengabdian yang dilakukan Relawan Kesehatan Pengabdian Masyarakat bersama masyarakat setempat. Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Desa Tanjung Batu yang lebih baik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Taman Kesehatan bertujuan untuk perbaikan kesehatan masyarakat yang dikelola oleh RKPM. Kedepannya program ini tidak hanya dikelola oleh RKPM saja, namun masyarakat dapat mandiri mengelola pemanfaatan Taman Kesehatan sebagai wadah penyelenggaraan edukasi kesehatan dengan kader-kader kesehatan yang terbentuk dari anak-anak binaan RKPM. Dengan adanya pembentukkan kegiatan ini, dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Tanjung Batu yang lebih baik dan menjadikan program ini sebagai program yang bersifat kontinuitas.</p><p align="center" style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release oleh Dwi Rizky Oktaverina, Menteri Pengabdian Masyarakat BEM FKM UNMUL 2018</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lagi, Nyawa Melayang di Bekas Galian Tambang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-nyawa-melayang-di-bekas-galian-tambang/baca </link>
<guid> lagi-nyawa-melayang-di-bekas-galian-tambang </guid>
<pubDate> Tue, 27 Nov 2018 12:38:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Danau yang diduga bekas galian tambang kembali merenggut nyawa. (sumber foto: Jatam Kaltim) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-nyawa-melayang-di-bekas-galian-tambang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tL8iJjChP3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lagi, Nyawa Melayang di Bekas Galian Tambang</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Lubang Bekas Tambang bekas galian tambang kembali merenggut nyawa. 20 November lalu, seorang bocah berusia sepuluh tahun terpeleset dan tenggelam di sebuah danau yang diduga merupakan bekas aktivitas penggalian tambang di Jalan Kh. Harun Nafsi, Loa Janan Ilir. Menurut data yang dirilis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, ini merupakan korban lubang tambang ke-32 di Kaltim sejak 2011 lalu.&nbsp;</p><p>Berdasarkan rilis yang dibuat Jatam Kaltim, ada beberapa temuan dan informasi yang berhasil dihimpun. Data ini memperkuat dugaan bahwa danau tersebut merupakan lubang galian tambang. Di antaranya ialah ditemukannya beberapa bekas tumpukan batu bara, kadar air yang tidak lazim dengan pH2,76 yang menandakan sangat asam.&nbsp;</p><p>Kolam ini juga banyak mengandung logam berat yang larut bersama air saat tanah mengalami pembongkaran. Logam berat itu antara lain besi, mangan, merkuri, zeng, aluminium, timbal, arsen.</p><p>&ldquo;Konsentrasi logam berat di dalam kolam menandakan tingkat keasaman luar biasa, artinya pernah ada penggalian batu bara di lokasi tersebut,&rdquo; jelas Pradarma Rupang Ketua Jatam.</p><p>Masyarakat sekitar mengakui bahwa dua tahun lalu memang ada penggalian tambang di lokasi tersebut. Namun masyarakat setempat tidak terlibat.</p><p>&nbsp;&ldquo;Jika ditanya ini ilegal atau tidak, iya ilegal,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</p><p>Dikatakan Rupang kepada <em>Sketsa</em>, pada Jum&rsquo;at(23/11) lalu, ia mendapat informasi berbeda dari Istansi Tambang (Istanban) dan pihak kepolisian yang menyebut itu bukan lubang bekas galian tambang, melainkan hanya bekas pembangunan jalan dan program pemerintah lainnya. Bahkan Kapolres menyatakan bahwa kolam tersebut sebagai aliran sawah masyarakat.&nbsp;</p><p>Jatam beranggapan bahwa pernyataan tersebut keliru. Karena dari hasil pengamatan, kolam tersebut tidak terbentuk secara alami. Pihak Jatam juga meminta semua pihak agar tidak lepas tangan dalam menangani kasus ini, terutama pemerintah.</p><p>&quot;Pemerintah harus memberi sanksi tegas kepada pelanggar. Misalnya, memasukkannya dalam daftar hitam, tidak memberikan pelayanan dan mencabut haknya dan mencebloskan ke dalam penjara,&rdquo; tegasnya.&nbsp;</p><p>Sementara itu, Herdiansyah Hamzah selaku dosen di Fakultas Hukum (FH) Unmul ikut buka suara menanggapi isu ini. &ldquo;Peristiwa hilangnya nyawa manusia di lubang tambang bisa dikategorikan sebagai peristiwa pidana,&rdquo; jelasnya saat ditemui <em>Sketsa</em>, Kamis (22/11) lalu.&nbsp;</p><p>Dikatakan Herdy, ada aspek kelalaian pemegang usaha dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP), akibatnya tidak ada reklamasi lubang bekas galian tambang tersebut. Kelalaian lainnya ialah tidak dipasangnya rambu tanda bahaya dan pagar pembatas sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 555.K/26/M.PE/1995.&nbsp;</p><p>Bahkan jarak tepi lubang tambang dengan pemukiman warga, di bawah 500 meter. Tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 4 tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan untuk Usaha dan/atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batu Bara. Heardy menambahkan bahwa pemegang IUP yang wilayah konsesinya menyebabkan hilangnya nyawa manusia, seharusnya dikenakan dua sanksi, yaitu administratif dan pidana.</p><p>&ldquo;Sanksi administratif berupa pencabutan IUP dan dimasukkan dalam daftar hitam (black list). Sementara pidananya, diserahkan kepada kepolisian untuk segera diproses. Dalam Pasal 359 KUHP, sanksi pidananya berupa penjara paling lama 5 tahun,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(aul/mrf/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sinergitas dan  Totalitas di Balik Akreditasi A Prodi PPKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sinergitas-dan-totalitas-di-balik-akreditasi-a-prodi-ppkn/baca </link>
<guid> sinergitas-dan-totalitas-di-balik-akreditasi-a-prodi-ppkn </guid>
<pubDate> Wed, 28 Nov 2018 09:31:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akreditasi PKN tak lepas dari dukungan dan kerja sama semua pihak ( Sumber Foto: A'yun) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sinergitas-dan-totalitas-di-balik-akreditasi-a-prodi-ppkn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7DtjdETht2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sinergitas dan  Totalitas di Balik Akreditasi A Prodi PPKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Civitas academica Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tengah bersukacita. Setelah melakukan pengajuan akreditasi pada Juni 2018 lalu, akhirnya dalam Sertifikat Akreditasi No. 2864/SK/BAN-PT/Akred/S/X/2018 yang diterbitkan oleh Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi pada 23 Oktober lalu menyatakan bahwa Program Studi PPKN terakreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Beranjak dari akreditasi B, Kaprodi PPKN Dr. Suryaningsih, S.Pd., M.H. mengungkap capaian ini tak lepas dari dukungan dan kerja sama dari semua pihak baik dari internal Prodi PPKN hingga pihak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika tidak ada kerja sama, mustahil keberhasilan itu dapat terwujud. Ini dapat kita raih karena sinergitasnya itu tidak hanya vertikal ke atas tapi juga horizontal, kemudian kebawah lagi ke mahasiswa karena mahasiswa juga punya andil dalam menyukseskan prodi ini,&rdquo; jelas pendidik yang akrab disapa Sur ini.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, pihak fakultas telah melakukan upaya pembenahan, pendekatan, dan sinergitas yang baik terhadap prodi PPKN sehingga pihaknya mampu mendapat predikat A dengan jumlah nilai memuaskan yaitu 372. Sur menambahkan, mahasiswa turut andil dalam usaha Prodi PPKN meraih akreditasi A. Bertujuan menyiapkan pemimpin-pemimpin berkualitas, setelah mulai menjabat sebagai kaprodi pada 2016, Sur mewajibkan seluruh mahasiswa PPKN untuk bergabung dalam HMPKN (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Pergerakan hima dinilai sangat berpengaruh besar dalam kemajuan prodi, maka dari itu sangat diperlukan kerjasama antara hima dan prodi.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, hima adalah wadah untuk bermain serta mengembangkan kepribadian dengan baik. Dalam hima, mahasiswa dapat mengembangkan ilmu teoritis yang didapat saat berada dalam kelas dengan berdiskusi bersama anggota hima. Sur optimis ingin mengubah paradigma mahasiswa yang berfikir jika aktif berorganisasi maka menyebabkan tidak dapat lulus kuliah dengan cepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena ibu ingin mengubah paradigma mahasiswa yang aktif berorganisasi itu berarti tambah lama selesainya. Jadi paradigma ini harus diubah. Mereka aktivis, mereka bisa diteladani dari berbagai aspek. Teladan itu dalam artian juara apa saja, pemenang lomba, pemenang juara, kemudian amanah ketika menjadi pemimpin, dan cepat selesai kuliahnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sur berupaya menyinergikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Pengajaran sudah dilakukan dari semester 1 hingga semester 8. Penelitian pun akan di fasilitasi. Apabila mahasiswa menemukan sebuah persoalan dan ingin meneliti maka dosen akan membantu sebagai pembimbing agar penelitian berjalan dengan benar.</p><p style="text-align: justify;">Poin terakhir yaitu pengabdian. Sebelumnya, banyak mahasiswa PPKN yang telah melakukan pengabdian secara sukarela dibidang mengajar. Selan itu, pada tahun 2017 prodi PPKN membangun Laboratorium Hidup Pancasila di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Laboratorium ini berperan sebagai wadah pengabdian mahasiswa dengan cara memberikan pembinaan kepada masyarakat. Daerah tersebut dipilih lantaran terdapat kemajemukan yang perlu dibina untuk menanamkan jiwa Bhinneka Tunggal Ika dalam diri masyarakatnya. Sur juga menjelaskan bahwa pihaknya ingin membuat miniatur Negera Indonesia di kawasan Karang Joang tersebut. Ia berharap perbedaan yang ada disana tetap mengedapankan nilai pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat 7 standar yang harus dipenuhi dalam pengurusan akreditasi, dan semua telah berhasil dipenuhi oleh prodi PPKN. Dimulai dari menyinkronkan data internal dengan data pusat. Setelah itu visi misi, prodi PPKN berupaya menyinergikan visi misi prodi PPKN dengan visi misi universitas. Banyak hal yang didiskusikan dan mendapat kesepakatan dari semua pihak hingga dilakukan pembenahan-pembenahan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, kontribusi masyarakat juga dibutuhkan. Prodi membuat sebuah kegiatan sebagai bentuk perembahan pengabdian kepada masyarakat dan masyarakat pun akan turut mendukung prodi ini. Selain itu, data mahasiswa yang DO akan merusak borang. Maka, perlu disosialisasikan bahwa mahasiswa boleh melakukan aktivitas di diluar kampus tanpa mengesampingkan kuliah agar lulus pada waktu yang tidak melebihi batas waktu studi.</p><p style="text-align: justify;">Sarana prasanara pun termasuk dalam standar akreditasi. Seperti yang dirasa Sur, prodi PPKN masih terbatas dalam soal sarana dan prasarana. Untungnya, pihak fakultas selalu mengontrol dan menanggapi setiap keluhan dari bawahannya. Koordinasi dan komunikasi ini menjadi senjata utama dalam menutupi kekurangan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Menyadari keterbatasan ruangan, Sur mengajak mahasiswa untuk membuat taman dengan menanam beberapa pohon. Ia berharap taman-taman tersebut dapat menjadi tempat berdiskusi yang nyaman dan memunculkan gairah belajar mahasiswa. Selain itu, ada program bersih-bersih lingkungan yang dilakukan setiap jumat pagi setelah program olahraga.</p><p style="text-align: justify;">Kendala pada setiap perjuangan tentu ada, begitu pula yang terjadi dalam tim akreditasi PPKN ini. Sur memaparkan bahwa tak semua kolega dapat menerima tindakan-tindakan yang ia lakukan. Juga, masih ada personil tim yang tidak turut membantu dalam menyelesaikan borang. Namun, kendala ini tidak dipusingkan oleh Sur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagi ibu, tidak usah peduli dengan itu yang penting bekerja saja, yakin dengan pekerjaan itu akan membuahkan hasil. Mereka mau terlibat atau tidak, tetap kita sampaikan. Tapi ketika dia enggak mau bersama kita tetap kita tunjukkan kalau kita bekerja. Prinsip ibu sih seperti itu,&rdquo; ucapnya bersemangat.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan oleh kaprodi yang juga berstatus sebagai dosen di Fakultas Hukum ini, bahwa tidak bisa melihat suatu hal hanya dari aspek negatifnya, tetapi tentu dari aspek positifnya juga. Masa mendatang, ia akan lebih merangkul lagi.</p><p style="text-align: justify;">Telah mengantongi akreditasi A, Sur berharap prodi PPKN dapat melaju hingga dunia internasional. Berbagai upaya akan dilakukan untuk perealisasiannya, seperti mulai menningkatkan kemampuan berbahasa inggris dan berencana untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi yang lebih dulu <em>go &nbsp;internasional</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sur juga berharap, mahasiswa tidak hanya mengikuti lomba skala nasional tapi juga harus mulai mencoba di skala internasional. Sebagai permulaan, setidaknya mahasiswa mendapat pengalaman agar kedepannya benar-benar mampu bersaing dan membuat terobosan baru. Tidak lupa hal yang paling penting, Sur berharap mahasiswa dapat meningkatkan budaya literasi. Adanya perpustakaan diharapkan mahasiswa dapat rajin bahkan membiasakan untuk membaca. <strong><em>(yun</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>&nbsp;ysm</em></strong><strong><em>/els</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar 8 Bulan Ruang Sinema Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-8-bulan-ruang-sinema-unmul/baca </link>
<guid> kabar-8-bulan-ruang-sinema-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 28 Nov 2018 12:52:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penggunaan ruang cinema Unmul. (sumber foto: Nanda) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-8-bulan-ruang-sinema-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WgUwcEAlWC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar 8 Bulan Ruang Sinema Unmul</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Diresmikan oleh Masjaya pada 14 Maret 2018, kemunculan ruang sinema di perpustakaan Unmul langsung mendapatkan respons positif dari seluruh civitas academica. Beragam fasilitas disediakan guna mendukung ruang sinema menjadi sarana inovasi dan edukasi mahasiswa. Lalu bagaimana kabarnya sekarang?</p><p>Selama delapan bulan beropreasi, diakui Supardi, Kepala UPT. Perpustakaan Unmul, pemakaian ruang sinema hingga kini cukup banyak. Tidak hanya digunakan untuk memutat film, ruang sinema juga kerap digunakan untuk seminar, loka karya, hingga berbagai kegiatan lainnya.</p><p>(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-ruang-sinema-supadi-gratis/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-ruang-sinema-supadi-gratis/baca)</a></p><p>Meski ruang sinema dapat diisi hingga 70 kursi, namun saat ini hanya ada 50 kursi di dalamnya. Hal ini dikarenakan ruang sinema juga biasa digunakan untuk pertemuan khusus, sehingga perlu tempat untuk meletakkan sofa di area depan. Sedangkan jika pesertanya banyak, ada sebagian yang akan lesehan.</p><p>Selain mahasiswa Unmul, ruang sinema juga biasa digunakan oleh beberapa komunitas dan organisasi eksternal. Untuk film yang diputar, Supardi masih membebaskan kepada pengguna ruang sinema. Sebab, jika pihaknya menyediakan film belum tentu banyak peminatnya. Sehingga saat ini dia masih memantau pemutaran film di ruang sinema. Jika responsnya baik, dia akan memeberlakukan sistem jadwal.</p><p>&ldquo;Sebenarnya selama ini kami tawarkan dulu kepada pemakai, mau menggunakan silakan. Untuk kami, kita masih melihat dulu pemakai gimana progresnya, kalau bagus silakan, kami akan bikin jadwal,&rdquo; terangnya.</p><p>Supardi mengaku sudah menyusun rencana dan jadwal pemutaran film untuk satu bulan. Namun saat masih terkendala biaya operasional untuk memprogramkan pemutaram film. Film yang akan ditanyangkan harus dibeli terlebih dahulu dan harganya pun tidak murah. Alhasil dia harus menunggu film yang sudah lama tanyang untuk bisa diputar kembali.</p><p>&ldquo;Rencana sebulan mau mutar 4 film, masih rencana dan sudah kami jadwalkan, tapi kok nggak ada yang daftar, nanti kalau kita putar, film siap, tapi nggak ada yang datang. Poster sudah ada, tapi masih dalam lingkup sini saja, belum keluar. Ada 8 film kalau nggak salah, kerjasama dengan yang punya,&quot; jelas Supardi.</p><p>Akses ruang sinema, dikatakan Supardi secara menyeluruh akan dibuka pada Januari mendatang. Nantinya, akan ada jadwal selama satu minggu untuk prodi, organisasi dan lembaga di Unmul yang ingin menggunakan ruang sinema. Namun, kendalanya karena ada 84 prodi, jadi akan ada beberapa prodi yang harus mengalah. Tapi, Supardi masih akan mempertimbangkan rencana ini agar nantinya berjalan dengan baik.</p><p>&ldquo;Cuma kalau ini pemakainya itu harus nonton di sini, tidak untuk dikasihkan. Sudah kami jadwal dalam satu minggu, prodi, organisasi, atau lembaga-lembaga yang mau makai bisa, karna sudah terjadwal untuk diputer hari-hari. Dalam satu minggu itu pemutaran berapa kali, mungkin empat atau lima hari, nanti yang dua hari untuk menyediakan komunitas,&quot; tambahnya.</p><p>Untuk peminjaman ruang sinema, mahasiswa tidak akan dipunguti biaya. Hanya perlu mengirim surat dan akan segera di proses. Namun, jika peminjaman ruang sinema di luar jam kerja, maka akan dikenakan biaya operasional yang diperuntukkan bagi petugas yang berjaga.</p><p>&ldquo;Kirim surat saja ke kita. Tapi kalau di luar jam nya, mungkin ada memberi kontribusi kepada tukang sapunya, sama yang jaga, di luar jam operasional ya. Mungkin Sabtu atau Minggu, mereka enggak mau datang kalau enggak dikasih kontribusi,&quot; imbuhnya.</p><p>Ke depannya Supardi akan melakukan perbaikan di ruang sinema, seperti pada <em>sound system</em>, ruang belakang, dan fasilitas lainnya, agar pengunjung ruang sinema merasa nyaman ketika menonton film. <strong><em>(els/nnd/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bebas Aklamasi, Pemira Farmasi Usung Dua Calon </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bebas-aklamasi-pemira-farmasi-usung-dua-calon/baca </link>
<guid> bebas-aklamasi-pemira-farmasi-usung-dua-calon </guid>
<pubDate> Fri, 30 Nov 2018 12:49:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber foto: Instagram Pemira Farmasi Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bebas-aklamasi-pemira-farmasi-usung-dua-calon/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1fbcrnII9E.png" />
					</figure>
			                <h1>Bebas Aklamasi, Pemira Farmasi Usung Dua Calon</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebentar lagi akhir tahun 2018 akan kita temui. Bersamaan dengan rencana yang telah disusun awal tahun akan menemui titik akhirnya. Begitu juga sebuah kepungurusan. Salah satunya yakni sebuah kepengurusan organisasi di kampus. Universitas Mulawarman tengah mempersiapkan kembali pemilihan presiden dan wakil presiden guna memimpin kepengurusan satu tahun mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Tak mau ketinggalan dengan tingkat universitas, beberapa fakultas di Unmul juga tengah dalam proses pemilihan raya (Pemira). Salah satunya Fakultas Farmasi. Dalam wawancaranya dengan <em>Sketsa p</em>ada Kamis (15/11) lalu, Rendi Eko Saputro selaku Ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) mengungkapkan tidak ada kendala yang terlalu besar di Pemira tahun ini. Antusias dari pemilih bisa dikatakan lumayan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana yang telah direncanakan dan tertera dalam pengubahan <em>timeline</em> Pemira Fakultas Farmasi, verifikasi berkas tahap II dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober sampai 6 November lalu. Dengan masa perpanjangan verifikasi berkas tahap II dilakukan pada tanggal 7 hingga 12 November. Dilanjutkan dengan penetapan nomor urut pasangan calon pasangan calon serta pemberitahuan waktu kampanye pada 12 November. Kemudian masa kampanye berlangsung pada 13-18 November, sosialisasi pemilihan di 17 November, uji kelayakan dan debat kandidat serta uji publik di tanggal 18 November, pencabutan atribut kampanye di tanggal 19 November. Setelah itu masa tenang dari tanggal 20 hingga 21 November. Lalu dilakukam pencoblosan dan perhitungan suara pada 22 November. Diikuti dengan masa pengajuan keberatan di 23-25 November. Dan 27 November menjadi penutup dengan penetapan gubernur dan wakil gubernur.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai bagaimana cara KPPR Farmasi terbebas dari aklamasi, mahasiswa angkatan 2016 itu menyatakan bahwa antusias yang besar berada pada calon itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari setiap pasang calon itu mereka antusias sendiri dari masing-masing pribadinya,&rdquo; jelas Rendi.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun ini, Fakultas Farmasi memiliki dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Pasangan nomor urut satu Meilani Dwi Anggraeni dan Meutia Ridha Sautri. Kemudian paslon nomor urut dua Faisal Riyanda dan Maulid Nur Rezki Pahlawan. Kedua pasang calon tersebut berasal dari angkatan 2016.</p><p><br></p><p><strong>Visi Misi Paslon Terpilih</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat di wawancara <em>Sketsa,&nbsp;</em>Akhmad Fahri selaku ketua DPM Fakultas Farmasi menyatakan bahwa sudah ditetapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Fakultas Farmasi, yakni Faisal Riyanda dan Maulid Nur Rezki Pahlawan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penetapan dari KPPR paslon terpilihnya hari ini (28/11). Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM di musyawah besar keluarga mahasiswa Farmasi (KMF) yang <em>insyaallah</em> dilaksanakan awal bulan Desember nanti,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, Akhmad juga menyampaikan bahwa selama Pemira berlangsung semua berjalan dengan lancar. Hanya saja ketika debat kandidat diadakan, kurangnya partisipan yang datang menjadi nilai minus. Karena debat hanya dapat diadakan saat hari libur. Diperjelas oleh Akhmad bahwa hal tersebut juga dikarenakan ruangan yang selalu di pakai saat hari perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Paslon terpilih memiliki visi menciptakan lembaga BEM Farmasi Unmul yang memiliki kenyamanan, kualitas dan kemanfaatan yang bermutu untuk fakultas, Unmul dan masyarakat. Didukung dengan beberapa misinya, di antaranya memfasilitasi aspirasi mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul dengan jalur koordinasi yang baik. Kedua, memfasilitasi KMF dalam bidang akademik maupun non-akademik. Ketiga, mewujudkan internal KMF Fakultas Farmasi Unmul yang sinergis. Keempat, membangun hubungan yang baik dan saling bekerja sama antar lembaga Fakultas Farmasi Unmul maupun lembaga eksternal baik wilayah maupun nasional.</p><p style="text-align: justify;">Saat sudah ditetapkan menjadi paslon terpilih, <em>Sketsa</em> langsung menghubungi keduanya. Faisal Riyanda selaku bakal Gubernur BEM Farmasi mengaku bahwa keinginan menjadi gubernur memang sudah ada sejak awal menjadi mahasiswa. Juga dengan dukungan dari para rekan untuk mencalonkan diri sebagai gubernur selama satu kepengurusan mendatang. Begitu pula sebagai bakal wakil gubernur mendampingi Faisal, Maulid Nur Rezki juga mengaku bahwa dukungan dari para rekan juga sebagai motivasinya mengajukan diri menjadi calon wakil gubernur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seseorang tidak ikut organisasi bukan karna tak sanggup, tapi lebih sering gugup dan terlalu cepat merasa cukup,&rdquo; ujar Maulid. <strong><em>(ubg/fqh)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Progresif dengan Tujuh Kalimat Negatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tak-progresif-dengan-tujuh-kalimat-negatif/baca </link>
<guid> tak-progresif-dengan-tujuh-kalimat-negatif </guid>
<pubDate> Sat, 01 Dec 2018 10:55:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hal-hal yang dapat dilakukan untuk selalu bersikap positif. (Sumber ilustrasi: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tak-progresif-dengan-tujuh-kalimat-negatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OvgcnTlnBr.png" />
					</figure>
			                <h1>Tak Progresif dengan Tujuh Kalimat Negatif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Selamat berakhir pekan! Ini berarti kamu dapat santai sejenak dari rutinitasmu. Momen ini tentu buat kamu merasa senang, bukan? Sebab kamu bisa mengumpulkan kembali semangat dan energi untuk hari-hari berikutnya, atau istilahnya &quot;<em>me time</em>&quot;. Tapi, ada juga faktor yang membuat kita kurang bahagia meski di akhir pekan. Sibuk mencari kebahagiaan, membuat kita sering lupa bahwa kebahagiaan bisa kita ciptakan sendiri. Ini terjadi sebab tanpa disadari, kita sering mengucapkan hal-hal negatif yang membuat diri kita merasa <em>down</em>. Andrew Newberg, M.D dan Mark Robert Waldman dalam bukunya <em>Can Change Your Brain</em> mengungkapkan, bahasa sangat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia. Itu berarti, jika merasa tidak sedang bahagia, mungkin itu efek dari pikiran negatif yang kamu ucapkan. Seperti yang dilansir dalam laman <em>Beauty Journal</em>, ada beberapa pikiran negatif terhadap diri yang bisa membuat kebahagiaanmu sulit dirasakan. Yuk, simak, agar akhir pekanmu bisa dinikmati bebas dari pikiran negatif.</p><p><strong>1.&lsquo;Semua Harus Sempurna&rsquo;</strong></p><p>Mengerjakan suatu hal sebaik mungkin memang perlu, tapi bukan berarti kamu harus membebani diri untuk selalu sempurna di mata orang lain. Perlu dipahami, perasaan untuk menjadi seseorang yang sempurna hanya akan menyiksa diri. Sebaiknya, buanglah jauh-jauh pikiran bahwa kamu tidak cukup baik dalam mengerjakan suatu hal. Lebih baik mulai menghargai diri sendiri dengan mengatakan bahwa apa yang telah kamu lakukan sudah sangat baik.</p><p><strong>2.Selalu berkata &lsquo;Ya&rsquo;</strong></p><p>Selalu berkata &lsquo;ya&rsquo; pada segala hal hanya akan menguras energi. Selain itu, dengan banyak mengiyakan hal, secara tidak langsung kamu lebih sibuk mengerjakan hal lain dan melupakan prioritas diri sendiri. Mulai saat ini, cobalah melatih diri sendiri untuk mengatakan &lsquo;ya&rsquo; pada hal yang benar-benar kamu inginkan. Jangan sampai banyak bekorban tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri, ya.</p><p><strong>3.&lsquo;Saya Tidak Bisa Melakukannya&rsquo;</strong></p><p>Selain menghambat perkembangan diri, efek kalimat negatif seperti ini malah semakin menumbuhkan rasa tidak percaya diri. Coba tanyakan pada dirimu, apakah perasaan ini muncul dari rasa takut atau memang karena kamu benar- benar merasa tidak mampu? Kamu harus bisa membedakan dua hal tersebut dengan jelas, sebab terkadang kalimat tersebut hanya berasal dari rasa takut.</p><p><strong>4.&lsquo;Saya Akan Mengerjakannya Nanti&rsquo;</strong></p><p>Kebiasaan menuda-nunda pekerjaan bisa memengaruhi rasa percaya diri dan produktivitas. Selain itu, efek kalimat negatif seperti ini membuat hal yang sedang kamu rencanakan malah tidak akan tercapai sampai kapan pun. Pasti kamu tidak mengingikan ini terjadi, bukan ?</p><p><strong>5.&lsquo;Hidup Saya Tidak Akan Pernah Berubah&rsquo;</strong></p><p>Apakah kamu sedang merasa terpuruk karena berbagai masalah yang sedang dihadapi? Apa pun alasan di balik kesedihanmu, buang jauh-jauh kalimat ini! Dengan sering mengatakan kalimat ini, kamu sudah terlanjur negatif dalam melihat banyak hal. Sebaliknya, segera bangkit dengan meyakinkan diri bahwa semua masalah yang tengah dihadapi hanya sementara dan hal-hal baik lainnya akan kembali datang.</p><p><strong>6.&lsquo;Saya Takut Gagal&rsquo;</strong></p><p>Memang benar, musuh terbesar dlam hidup adalah diri sendiri. Contohnya, keraguan diri untuk mencoba berbagai hal baru, karena sudah takut gagal terlebih dahulu. Padahal, rasa takut mengalami kegagalan tersebut tidak akan membuatmu berkembang. Singkirkan kalimat ini dan mulai kumpulkan keberanian untuk menerima tantangan baru. Sesekali &lsquo;terjatuh&rsquo; bukan masalah yang besar, karena yang terpenting kamu sudah berhasil keraguan dalam diri sendiri.</p><p><strong>7.&lsquo;Teman atau Keluarga Menentang Saya&rsquo;</strong></p><p>Rasanya memang berat saat rencana yang kamu miliki tidak didukung atau bahkan ditentang oleh orang-orang terdekat seperti teman dan keluarga. Tapi tahukah kamu, orang-orang yang tidak setuju dengan pilihanmu itu akan selalu ada. Terlalu pusing memikirkannya juga tidak akan membawa banyak kemajuan. Alih-alih terlalu sering mengucapkan kalimat ini, sebaiknya mulai dengarkan apa yang benar-benar kamu inginkan. Ingatlah, kamu tidak harus selalu menghargai pendapat orang lain melebihi diri sendiri.</p><p>Mulai dari sekarang, berhenti mengatakan kalimat-kalimat di atas. Teruslah beri afirmasi yang baik terhadap pikiran dan tindakanmu. Karena hidup hanya sekali, dan tak akan berubah jika kamu tak memulainya hari ini. Semoga bermanfaat!<strong><em>&nbsp;(fir/adl)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wanita Senja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/wanita-senja/baca </link>
<guid> wanita-senja </guid>
<pubDate> Sun, 02 Dec 2018 08:10:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wanita Senja. (sumber gambar: google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/wanita-senja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0wzdqyYoLn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wanita Senja</h1>
			              </header>
			              <p>Betahun-tahun lamanya kisah ini menjadi bingkai</p><p>Sejak rasa masih sama seperti dulu</p><p>Tawa kecil sembari menari diantara hujan sore itu</p><p>Kau tepat disampingku memberi tawa yang sama</p><p><br></p><p>Entahlah,aku pikir tawa yang sama akan memberikan rasa yang sama</p><p>Betahun-tahun lamanya aku tetap menunggu akhir penantian ini</p><p>Ingkatkah engkau ? Janji itu bisu dan ambigu</p><p>Saat usai, kau biarkan rasa ini tergantung</p><p><br></p><p>Biarkan hati ini berdamai sejenak</p><p>Karena tidak mudah menjadi penikmat rasa dalam kesendirian</p><p>Hati ini lebam kau tusuk berkali-kali dengan pedang itu</p><p>Harusnya aku yang kau obati, tapi yang kau beri cinta dia</p><p><br></p><p>Ternyata ini rasa menjadi seorang senja</p><p>Terlarut dalam kesendirian dengan indahnya yang sekejap</p><p>Tidak begitu menyilaukan namun mendamaikan dalam sementara</p><p>Kau anggap aku ini hanyalah senja, indah sekejap untuk mu hingga tak dirindukan lagi.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Lestari Riski Saputri, mahasiswa FEB 2017</em></strong></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari AIDS: Kenali Statusmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-aids-kenali-statusmu/baca </link>
<guid> hari-aids-kenali-statusmu </guid>
<pubDate> Sun, 02 Dec 2018 12:43:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber gambar: kompasiana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-aids-kenali-statusmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UnxjUOv0dE.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari AIDS: Kenali Statusmu</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Sejak ditemukan pertama kali di Amerika pada tahun 1981, <em>Acquired Immunodeficiency Syndrome (</em>AIDS) menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Beragam upaya dilakuan untuk menekan jumlahnya, baik berupa penelitian mengenai penanganan, obat, sosialisasi pencegahan, hingga kampanye skala dunia.</p><p>AIDS merupakan gejala penyakit yang disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh akibat <em>Human Immunodeficiency Virus (HIV)</em>. Para penderita HIV/AIDS kerap mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, karena stigma negatif yang terlanjur terlabel. Padahal, tidak selalu penderita HIV/AIDS orang dengan citra negatif, anak-anak yang polos pun bisa terjangkit.</p><p>Berdasarkan data dari <em>United Nations Programme on HIV and AIDS</em> (<em>UNAIDS)</em> jumlah penderita HIV/AIDS secara global mencapai 36,9 juta masyarakat yang hidup dengan HIV dan AIDS pada tahun 2017. Terdapat 1,8 juta di antaranya merupakan anak-anak di bawah 15 tahun, sedangkan sisanya 35,1 juta adalah orang dewasa. Penderita HIV/AIDS lebih banyak diderita oleh kaum wanita, yakni sebanyak 18,2 juta penderita. Sementara laki-laki sebanyak 16,9 juta penderita. Selain itu ada sekitar 21,7 juta orang yang hidup dengan HIV dan menjalani <em>antiretroviral therapy&nbsp;</em>untuk memperlambat pertumbuhan virus HIV.</p><p>Setiap 1 Desember, warga dunia peringati Hari AIDS. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan bahaya penyakit AIDS dan beragam upaya pencegahannya. Hari AIDS sangat identik dengan pita merah, ternyata simbol ini berasal dari sekelompok seniman di New York yang peduli terhadap AIDS pada tahun 1991. Hingga saat ini simbol pita merah digunakan untuk memerangi AIDS.</p><p>Melansir laman <em>wikipedia.com</em>, hari AIDS tercetus pada bulan Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk program <em>AIDS Global&nbsp;</em>di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan agar diliput oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia.</p><p>Tahun 1988 dipilih karena merupakan tahun panas saat Amerika sedang mengadakan pemilihan umum. Sebagai mantan wartawan, Bunn mencari celah kesempatan agar Hari AIDS bisa dikenal dunia. Saat itu Bunn menilai pada tanggal 1 Desember akan ada banyak yang meliput sebagai jeda berita pemilu. Hari AIDS bisa menjadi pengalihan isu sejenak dari pemilu.</p><p>Delapan tahun setelahnya, PBB mulai membuat kampanye tentang HIV/AIDS lebih luas. PBB kemudian membuat organisasi bernama UNAIDS. Sejak saat itu, UNAIDS mengambil alih semua rencana dan promosi Hari AIDS Sedunia. Barulah di tahun 1997, UNAIDS mulai membuat program kampanye jangka panjang HIV/AIDS, sehingga tidak hanya berfokus pada Hari AIDS Sedunia setiap tahunnya.</p><p>Tema Hari AIDS Sedunia 2018 adalah &quot;Kenali Statusmu&rdquo; (<em>Know Your Status</em>) yang bertujuan untuk mencapai dua hal berikut. Pertama, mendorong semua orang untuk mengetahui status infeksi HIV mereka melalui pemeriksaan di laboratorium klinik, sehingga dapat langsung mengakses layanan pencegahan, pengobatan dan perawatan HIV. Kedua, mendesak pembuat kebijakan kesehatan untuk membentuk agenda &ldquo;Sehat untuk Semua&rdquo; (<em>Health for All</em>) terkait HIV, Tuberkulosis (TB), Hepatitis dan penyakit tidak menular lainnya, dikutip dari <em>kompas.com</em>.</p><p>Mengetahui bagaimana cara mengurangi risiko HIV/AIDS sangatlah penting, karena dengan menyadari lebih awal, risiko terjangkit HIV/AIDS dapat diminimalisir. Berikut beberapa hal yang harus dilakukan, memahami cara penyebaran HIV yakni dengan menjauhi alkohol serta obat-obatan terlarang, berhubungan seks yang aman, tidak berbagi jarum atau alat suntik, menghindari kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh tertentu milik orang lain. Oleh sebab itu perhatikan gejala-gejalanya, dan lakukanlah pemeriksaan rutin.</p><p>Penyakit HIV/AIDS bukan sekadar deretan angka semata. Dengan menyadari ancaman dan semakin cepatnya penyebaran virus ini, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat pedulian dan waspada. Ingat jauhi virusnya, bukan penderitanya! <strong><em>(omi/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penutupan Sarasehan, SKM Al-Kautsar Undang Ustaz Sekaligus Penulis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/penutupan-sarasehan-skm-al-kautsar-undang-ustaz-sekaligus-penulis/baca </link>
<guid> penutupan-sarasehan-skm-al-kautsar-undang-ustaz-sekaligus-penulis </guid>
<pubDate> Mon, 03 Dec 2018 10:59:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Grand Closing Sarasehan, foto bersama Ustaz Zaky dan peserta (Sumber foto: Mahameru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/penutupan-sarasehan-skm-al-kautsar-undang-ustaz-sekaligus-penulis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EKBhx2AHDm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penutupan Sarasehan, SKM Al-Kautsar Undang Ustaz Sekaligus Penulis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Lembaga Dakwah Fakultas Kesehatan Masyarakat Syiar Mahasiswa Kesehatan (SKM) Al-Kautsar, Minggu (2/12) kemarin sukses menyelenggarakan Taklim Akbar yang merupakan <em>Grand Closing</em> Sarasehan SKM Al-Kautsar.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di di Ruang Serbaguna Lantai 4 Rektorat Unmul, acara ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Persiapannya di tahun ini kurang lebih satu bulan lamanya. Rangkaian awal dibuka dengan <em>grand opening</em>, kemudian di lanjut dengan pelaksanaan lomba-lomba <em>online</em>, dan diakhiri dengan <em>grand closing</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi Sarasehan ini merupakan agenda tahunan dan mengapa acara ini diselenggarakan setiap tahunnya, karena memperingati Hari Kesehatan Nasional. Tapi kami kemas dalam bentuk lebih syar&rsquo;i,&rdquo; ucap Aifah selaku Koordinator Acara.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan lomba-lomba yang dilaksanakan pada Sarasehan tahun ini, berupa lomba-lomba yang disebar secara <em>online.</em> &ldquo;Yang pertama ada lomba <em>photo contest</em>, kemudian ada lomba membuat poster, &nbsp;lomba video <em>murotal</em>, video dakwah, dan cerpen dengan tema Kesehatan Islam dalam goresan Ayat Alquran,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengengkat tema &ldquo;Sekali Berhijrah, Istiqomah Selamanya&rdquo;, Sarahsehan SKM Al-Kausar mengundang Zaky Ahmad Rivai yang merupakan Ustaz dan penulis buku terkenal di kalangan anak muda. Berkat daya tarik tersebut, peserta yang hadir pada <em>grand closing</em> kemarin sangat antusias. Ditambah dengan penyampaian materi yang santai dan menyenangkan, membuat suasana <em>grand closing&nbsp;</em>semakin meriah. Tidak jarang kalimat yang dilontarkan Ustaz Zaky-sapaan akrabnya-, menghibur peserta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentang hijrah dan istiqomah. Ada dua poin penting dalam hijrah, &nbsp;pertama, niat, dan yang kedua, lingkungan yang cocok. Tidak lupa setelah berhijrah yaitu senantiasa istiqomah,&rdquo; pesan Ustaz Zaky.</p><p style="text-align: justify;">Di penghujung sesi, setelah penyampaian materi, rangkaian kegiatan taklim akbar ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Zaky dan diakhiri dengan berfoto bersama peserta. <strong><em>(bip/rth</em></strong><strong><em>/els</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gammatika, Bukti Eksistensi Prodi Matematika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gammatika-bukti-eksistensi-prodi-matematika/baca </link>
<guid> gammatika-bukti-eksistensi-prodi-matematika </guid>
<pubDate> Tue, 04 Dec 2018 10:50:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber foto: pikiranmerdeka.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gammatika-bukti-eksistensi-prodi-matematika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dv3RRyM04q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gammatika, Bukti Eksistensi Prodi Matematika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Matematika, pelajaran yang menjadi momok bagi sebagian besar kalangan, baik dari pelajar hingga mahasiswa. Berkutat dengan rumus dan angka, membuat materi ini cukup dihindari. Namun bukan berarti jurusan Matematika di perguruan tinggi sepi peminat. Terbukti dengan dibentuknya program studi (prodi) Matematika di Unmul pada 2016 lalu, yang saat itu juga sedang dalam proses perencanaan di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul. Hingga pada 2017, prodi ini mulai menjaring mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai prodi yang baru lahir dengan akreditasi C, tak menciutkan nyali mahasiswa prodi ini untuk unjuk gigi agar mampu bersaing dengan prodi lain. Pembentukan Himpunan Mahasiswa (hima) adalah salah satu langkah yang mereka ambil untuk merangkul dan menampung mahasiswa Matematika. Gammatika, atau yang merupakan akronim dari &quot;Keluarga Mahasiswa Matematika&quot; menjadi bukti eksistensi mahasiswa prodi Matematika. Ketua Gamatika, Ghony Nurhuda ditemui <em>Sketsa</em> pada (3/12) lalu, menjelaskan Gammatika terbentuk melalui musyawarah besar yang telah dilaksanakan pada 23-24 November 2018 di salah satu gedung FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang akrab disapa Nur ini mengatakan bahwa saat pembentukan hima dihadiri oleh perwakilan dari prodi, ketua jurusan, serta para calon pengurus.Terpilihnya Nur menjadi ketua umum Gammatika melalui musyawarah. &quot; Ada tiga calon ketua, saya Ghony Nurhuda, Abdul Wahab sama Taufik. Secara kondisional saya akhirnya terpilih,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Nur mengatakan, alasan himpunan ini baru terbentuk lantaran persyaratan menjadi pengurus himpunan adalah mahasiswa yang telah menempuh pendidikan semeseter 3 di FMIPA . Sehingga, pembentukannya menunggu para mahasiswa prodi Matematika naik semester. Pengurus Gamatika ini berjumlah 26 orang yang di mana kepengurusan ini berasal dari mahasiswa prodi Matematika angkatan 2017. Struktur kepengurusan Gammatika terdiri dari ketua umum, wakil ketua, sekretaris, bendahara, kepala bidang sosial masyarakat, kepala bidang meditif, kepala bidang penelitian dan pengembangan, dan kepala bidang kaderisasi pengembangan sumber daya manusia (KPSDM).</p><p style="text-align: justify;">Keikutsertaan mahasiswa prodi Matematika dalam Gammatika bersifat wajib dikarenakan minimnya sumber daya saat ini,&quot; Untuk yang angkatan 2018 belum bisa menjadi pengurus, tetapi mereka nanti akan diikutsertakan saat ada kegiatan. Mereka bisa jadi panitianya,&rdquo; ujar Nur.</p><p style="text-align: justify;">Nur menambahkan, mahasiswa prodi Matematika antusias saat mengetahui akan dibentuknya hima untuk prodi mereka. Hal tersebut terlihat dari mereka dalam merancang Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), membuat lambang hima, mengatur rapat kerja dan sebagainya. Sejauh ini kegiatan yang telah dilakulan oleh Gammatika masih seputar penentuan program kerja yang ditargetkan dapat selesai di akhir Desember dan penentuan anggota bagi setiap divisi di himpunan ini.</p><p style="text-align: justify;">Nur sendiri berharap dengan adanya Gammatika dapat membatu menjalin kebersamaan dan kekeluargaan antar mahasiswa matematika, serta dapat membantu dalam peningkatan akreditasi bagi Prodi Matematika. <em><strong>(syl/sii/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Bakti untuk Negeri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/langkah-bakti-untuk-negeri/baca </link>
<guid> langkah-bakti-untuk-negeri </guid>
<pubDate> Tue, 04 Dec 2018 11:13:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gerakan Unmul Mengajar 2018 bersama HGM. (sumber foto: Dok. Unmul Mengajar dan HGM) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/langkah-bakti-untuk-negeri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wrlgVbeqPE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Bakti untuk Negeri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong></strong>Jumat, 30 November 2018, Gerakan Unmul Mengajar (Unjar) 2018 bersama dengan <em>Homevisit</em> Gerakan Mengajar (HGM) angkatan 3 berangkat menuju Desa Lebaho Ulak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dua gerakan yang menampung puluhan relawan berstatus mahasiswa ini mengadakan aksi <em>Goes to School&nbsp;</em>(GTS) Akbar ke sebuah desa di pinggiran Kabupaten Kutai Kartanegara. GTS Akbar merupakan kegiatan yang diadakan Unjar dan HGM atas wujud kepedulian mereka terhadap pendidikan dalam negeri, bertandang ke salah satu sekolah, memberikan motivasi dan sedikit ilmu kepada adik-adik sekolah dasar di daerah pinggiran.</p><p style="text-align: justify;">Hujan yang sangat deras sempat mengguyur relawan selama perjalanan, namun hal itu tak membuat semangat mereka luntur bersama sang hujan. Licinnya aspal dan dinginnya malam yang sangat menusuk pun tak menjadi alasan untuk menghentikan langkah bakti mereka. Gerakan Unmul Mengajar bersama relawan dari HGM tiba di lokasi sekolah sekitar pukul 20.00 Wita disambut oleh Kepala Sekolah SDN 022 Muara Kaman.</p><p style="text-align: justify;">Ada tiga rangkaian kegiatan dalam GTS Akbar kali ini, kegiatan pertama dimulai pukul 07.30 Wita yaitu kegiatan belajar mengajar di kelas. Para relawan masuk ke kelas adik-adik SDN 022 dan membagikan ilmu kepada mereka selama kurang lebih satu setengah jam. Karena GTS Akbar bertepatan dengan hari AIDS sedunia, maka kakak-kakak relawan sedikit berbagi tentang HIV &amp; AIDS kepada adik-adik di SDN 022 Muara Kaman. Kegiatan kedua yaitu outbound, dilanjutkan pada pukul 15.00 Wita bersamaan dengan kegiatan Pramuka di SDN 022 Muara Kaman. Raut antusias tak hentinya menghiasi wajah para relawan dan adik-adik di SDN 022 Muara Kaman. Tak ada raut lelah sedikitpun pada kegiatan yang berlangsung kurang lebih dua jam ini, padahal kegiatan ini terhitung menguras sangat banyak energi. GTS Akbar ditutup dengan rangkaian acara ketiga yakni nonton bersama film edukasi dan pembagian hadiah kepada pemenang <em>outbound</em> yang diselenggarakan pada pukul 19.00 Wita. bersama adik-adik yang tinggal di sekitar sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Banyak adik-adik di SDN 022 Muara Kaman yang tinggal sangat jauh dari sekolahnya, setiap hari mereka menumpang bis perusahaan sawit untuk pergi dan pulang dari sekolah. Besar harapan para relawan untuk mereka agar tetap menjaga semangat belajarnya dan tidak menyerah pada keadaan. Karena perjalanan hidup yang mereka tempuh masih sangat amat panjang. Merekalah calon-calon pemimpin bangsa di masa depan, berikanlah mereka perhatian lebih dan motivasi agar mereka tetap berada pada jalur yang tepat. Salam cinta dari para pengajar-pengajar muda ini untuk kalian, wahai adik-adik kecil calon penerus bangsa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dengan diadakan GTS Akbar ini, semoga mampu menjadi penyemangat untuk kita semua untuk selalu menebar perbaikan dan kebaikan dan menjadikan GTS Akbar ini sebagai tempat kita untuk belajar dan mengabdikan diri untuk pendidikan di Kalimantan Timur. Dan untuk adik-adik di SDN 022 Muara Kaman, tetap semangat belajar, jangan lelah untuk menuntut ilmu dan apa yang telah diberikan kakaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,&quot; ujar Irfan Andika <em>Vice Project Officer</em> Gerakan Unmul Mengajar 2018.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ditulis oleh Claudia Merirossa, Koordinator Tim Kreatif.</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Difabel, Berbeda Bukan Berarti Tak Sama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/difabel-berbeda-bukan-berarti-tak-sama/baca </link>
<guid> difabel-berbeda-bukan-berarti-tak-sama </guid>
<pubDate> Tue, 04 Dec 2018 13:25:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Difabel Sedunia. (sumber ilustrasi: Jateng Today) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/difabel-berbeda-bukan-berarti-tak-sama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S4hkf7Ox31.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Difabel, Berbeda Bukan Berarti Tak Sama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Keterbatasan, bukan menjadi masalah besar dalam menggapai cita-cita. Kata-kata tersebut mungkin cocok untuk menggambarkan semangat hidup para penyandang difabilitas. Meski hidup dengan keterbatasan, tak membuat mereka menyerah menjalani hidup.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, pada praktiknya tidak sepenuhnya benar. Justru tidak sedikit pula yang terpuruk karena lingkungan yang tidak mendukung. Bahkan banyak hak-hak yang mestinya didapatkan secara adil dan merata justru hilang entah ke mana. Dukungan dari orang-orang terkasih yang seharusnya ada belum tentu semuanya bisa didapat.</p><p style="text-align: justify;">3 Desember kemarin, diperingati sebagai Hari Difabel Sedunia. Tak banyak yang tahu, karena memang kurang populer ketimbang hari besar lainnya. Hari Difabel Internasional merupakan peringatan yang disponsori oleh PBB sejak tahun 1992. Melalui peringatan ini wawasan masyarakat akan meningkat terkait persoalan-persoalan difabel serta memberikan dukungan untuk peningkatan martabat, hak, dan kesejahteraan difabel.</p><p style="text-align: justify;">Istilah difabel digunakan untuk menggantikan istilah penyandang cacat yang dinilai lebih diskrimintaif. Difabel sendiri punya arti manusia yang memiliki kemampuan berbeda, yang lebih manusiawi. Istilah tersebut didasarkan pada realita bahwa manusia diciptakan berbeda. Sehingga yang ada hanyalah sebuah perbedaan bukan kecacatan.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas pada tahun 2010 tercatat mencapai sekitar 9 juta jiwa dari 237 juta jiwa penduduk Indonesia, atau 4,74 persen. Jumlah tersebut dibagi ke dalam beberapa kategori seperti cacat penglihatan, pendengaran, berjalan, kesulitan mengingat, autis atau <em>down syndrom</em>, dan kesulitan mengurus diri.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah keterbatasan tersebut, banyak juga para penyandang disabilitas yang berprestasi. Salah satunya pada ajang Asian Para Games 2018 lalu, yang dihelat di Jakarta dan Palembang. Hal ini dikatakan Jokowi saat mrngahadiri perayaan Hari Difabel Internasional di Bekasi. Selain olahraga, Jokowi juga mengapresiasi prestasi para penyandang disabilitas di bidang lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Prestasi yang gemilang dari anak-anak kita tersebut saya pastikan bisa terjadi karena semangat juangnya, kerja kerasnya, dan juga kreativitasnya,&quot; kata Jokowi, dikutip dari laman <em>kompas.com</em>.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tahun ini tema yang diangkat adalah &quot;Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas&quot;, di mana tema tersebut merupakan wujud dari kepedulian pemerintah dan tindak lanjut dari UU No. 8 Tahun 2016, tentang Penyandang Disabilitas. Inklusi tetap menjadi perhatian utama pemerintah dan ramah digunakan agar jangkauannya dapat lebih luas lagi.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>tempo.co</em>, bertepatan dengan peringatan Hari Difabel Internasional, pemerintah meluncurkan Kartu Identitas Disabilitas. Melalui Kementerian Sosial, pemerintah berharap dapat merumuskan berbagai kebijakan dan manfaat bagi penyandang disabilitas yang sudah terdata nantinya. Kartu tersebut nantinya dapat terintegrasi dengan berbagi fasilitas publik sebagai layanan penyandang disabilitas.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Indonesia telah meretifikasi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011 tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Hal ini menunjukkan kesungguhan Indonesia untuk menghormati, melindungi, memenuhi dan memajukan hak-hak penyandang disabilitas, yang pada akhirnya dapat memenuhi kesejahteraan para penyandang disabilitas.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga partisipasi penyandang disabilitas dalam segala aspek kehidupan dapat lebih terjamin seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, politik, olah raga, seni dan budaya, serta pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi. Kemudian pada tahun 2016 terbentuk UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Pembentukan undang-undang tersebut dimaksudkan agar penyandang disabilitas mempunyai kedudukan hukum dan hak asasi yang sama sebagai warga Indonesa.</p><p style="text-align: justify;">Peraturan sudah ada, masyarakat pun diharapkan dapat berpartisipasi dalam pemenuhan hak-hak dan martabat kaum penyandang disabilitas. Seperti menghargai para penyandang disabilitas, karena semua punya hak yang sama dan mendapatkan perlakuan yang adil. <strong><em>(wil/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hukuman Kendur, Pelaku Pelecehan Seksual Pantang Mundur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hukuman-kendur-pelaku-pelecehan-seksual-pantang-mundur/baca </link>
<guid> hukuman-kendur-pelaku-pelecehan-seksual-pantang-mundur </guid>
<pubDate> Wed, 05 Dec 2018 12:36:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kendurnya hukuman akan pelecehan seksual di Indonesia membuat para pelaku pelecehan seksual merajalela. (sumber foto: google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hukuman-kendur-pelaku-pelecehan-seksual-pantang-mundur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kX44pKEGip.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hukuman Kendur, Pelaku Pelecehan Seksual Pantang Mundur</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kasus pelecehan seksual bahkan berakhir dengan pemerkosaan selalu menarik untuk dikupas, meski kenyataannya tak sepenuhnya berakhir dengan tuntas. Mengusut namun tak selesai hingga ujung-ujungnya terbelit dan kusut. Beberapa kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap kaum hawa diangkat hingga viral, namun kemudian lupa ketegasan dalam penyelesaian, karena ini menyangkut harga diri dan moral.</p><p>Berdasarkan catatan tahunan Komisi Nasional Perempuan, pada 2018 ini kasus pemerkosaan menempati posisi kedua kasus terbanyak dengan total 619 kasus. Ini membuktikan bahwa kasus pelecehan dan tindakan asusila semakin marak terjadi di Indonesia.</p><p>&quot;Sebenarnya angka pelecehan seksual mungkin lebih besar lagi. Tapi sulit teridentifikasi,&quot; ungkap La Syarifudin, salah satu dosen di Fakultas Hukum saat ditemui awak <em>Sketsa</em> akhir November lalu.</p><p>Dosen yang akrab disapa Syarif itu juga mengatakan bahwa hukum jenis pelecehan dibagi dua, cabul dan pidana kesusilaan. Namun yang tercatat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) hanya tindakan cabul. Sebab kesusilaan berkaitan dengan adat istiadat yang berlaku bagi orang-orang yang sepaham. Syarif juga menjelaskan bahwa pelaku pelecehan dapat dilaporkan hanya oleh orang yang bersangkutan atau keluarganya. Jika tidak, maka kasus tersebut tidak dapat diproses.</p><p>&quot;Tapi kalau dapat di proses, hukuman yang dapat dikenakan kepada pelaku paling tiga bulan atau sembilan bulan. Itu hukuman maksimal,&quot; terangnya. Hukuman bisa bertambah jika korban masih di bawah umur, karena masuk ke dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Di mana hukuman yang dapat dikenakan adalah 7 tahun penjara.</p><p>Ia mengakui bahwa hukum di Indonesia untuk pelaku pelecehan memang masih belum maksimal. Bahkan terlalu ringan untuk disandingkan dengan trauma yang dialami korban atas tindakan keji yang terjadi. Di samping itu, menurutnya pemerintah juga masih belum memperhatikan para korban.</p><p>Ketika disinggung mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh rekan satu organisasi dan menyeret status mahasiswa Unmul di Lingkar Studi Kerakyatan (LSK), Syarif mempertanyakan bentuk pelecehan yang terjadi. Menurutnya akan sangat baik jika tahu kronologis atau bentuk pelecehan yang terjadi.</p><p>(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual/baca</a>)</p><p>Sebagai fakultas yang lekat dengan mempelajari hukum beserta aturannya, Syarif mengaku FH sendiri belum pernah membantu dalam bentuk penyelesaian kasus pelecehan. &quot;Kalau untuk penanganan kasus seperti itu, FH belum pernah membantu dalam penyelesaiannya,&quot; terangnya.</p><p>Namun ia mempertegas bahwa akan lebih baik jika korban dapat melaporkan tindakan pelecehan seksual yang dialami. Ia berharap, Unmul dapat memegang peran penting dalam menghadapi isu ini.</p><p>&quot;Ke depannya Unmul bisa menyediakan wadah tersendiri untuk menanggulangi permasalahan terkait pelecehan seksual, agar lebih maksimal,&quot; tandasnya. <em><strong>(ycp/adl/fqh)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perebutan Kursi Panas BEM KM: Verifikasi Ulang hingga Pencabutan Nomor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perebutan-kursi-panas-bem-km-verifikasi-ulang-hingga-pencabutan-nomor/baca </link>
<guid> perebutan-kursi-panas-bem-km-verifikasi-ulang-hingga-pencabutan-nomor </guid>
<pubDate> Thu, 06 Dec 2018 11:41:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Babak Pesta Demokrasi BEM KM Unmul kini memasuki tahap verifikasi ulang berkas hingga pencabutan nomor. (Sumber ilustrasi: Instagram.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perebutan-kursi-panas-bem-km-verifikasi-ulang-hingga-pencabutan-nomor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dRRVeEGRYw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perebutan Kursi Panas BEM KM: Verifikasi Ulang hingga Pencabutan Nomor</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Perhelatan demokrasi terbesar di lingkungan kampus Universitas Mulawarman (Unmul) masih terus bergulir. Hingga saat ini sudah ada dua pasang calon (paslon) yang siap berlaga dalam memperebutkan satu tempat tertinggi di BEM KM.</p><p style="text-align: justify;">Layaknya yang sudah-sudah, ada beberapa peristiwa yang merangkai jalannya pemira tahun ini. Salah satu contohnya ialah paslon Febri-Sigit yang awalnya mantap maju untuk turut andil dalam persaingan, namun kini harus merombak formasi ulang menjadi Febri-Aulia. Berkaitan dengan hal ini, Fatmawati selaku ketua KPPR memberikan penjelasan begitu diwawancarai oleh pihak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait dengan perubahan paslon ini, tidak ada alasan sama sekali yang diajukan Sigit Untoro kepada KPPR. Hal ini murni sebagai bentuk pergantian pasangan dari pihak yang bersangkutan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Banyak pihak yang mungkin bertanya-tanya apa alasan di balik penggantian pasangan ini. Menjawab pertanyaan tersebut, Fatma mengakui bahwa hal ini memang tercantum di dalam Undang-undang Pemira No 2 tahun 2018 pasal 34.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ketahui adanya kekosongan hukum, di dalam UU tersebut tidak ada mengatur secara eksplisit yang membatasi hak politik atau mencabut hak politik dari perseorangan itu sendiri, yaitu Febri yang telah dinyatakan gugur dengan pasangan calon sebelumnya (Sigit),&rdquo; terang Fatma.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, menurut Fatma bahwa merupakan hal yang sah jika Febri mencalonkan diri kembali dengan pasangan yang berbeda. &ldquo;Jadi ya, tidak ada pembatasan atau pencabutan hak politik meski sudah dinyatakan gugur pada proses sebelumnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menindaklanjuti soal verifikasi ulang berkas oleh paslon, Fatma juga menambahkan bahwa tidak ada persyaratan yang berubah. &ldquo;Mekanisme tetap sama, semua tetap sama prosesnya, tidak ada yang berbeda,&rdquo; jelas mahasiswi Fakultas Hukum ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian telah dilakukan proses pencabutan nomor oleh masing-masing paslon. Dengan paslon Febri Abdul Haminuddin-Aulia Furqon dengan nomor urut 1 serta nomor urut 2 ialah paslon Andi Muhammad Akbar-Akhmad Rifai. <strong><em>(adl/sut/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Peningkatan Kesadaran Demokrasi Melalui Konsolidasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-peningkatan-kesadaran-demokrasi-melalui-konsolidasi/baca </link>
<guid> upaya-peningkatan-kesadaran-demokrasi-melalui-konsolidasi </guid>
<pubDate> Thu, 06 Dec 2018 11:53:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Undangan terbuka untuk seluruh mahasiswa Fakultas Hukum dalam rangka konsolidasi Pemira BEM KM Unmul 2018. (Intagram.com/pemirakmunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-peningkatan-kesadaran-demokrasi-melalui-konsolidasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lNJil8BBgy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Peningkatan Kesadaran Demokrasi Melalui Konsolidasi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Ada pemandangan berbeda yang menghiasi Halaman Parkir Gedung A Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul). Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui akun Instagram resmi <em>pemirakmunmul,&nbsp;</em>berisikan undangan terbuka untuk seluruh mahasiswa Fakultas Hukum dalam rangka konsolidasi Pemira BEM KM Unmul 2018.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan agenda konsolidasi, Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) selaku penggagas mengemukakan bahwa hal ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi antar lembaga dalam membahas Pemira BEM KM Unmul tahun ini. Fatmawati selaku Ketua KPPR 2018 menambahkan jika hal ini tidak hanya dilaksanakan di FH.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perlu digarisbawahi bahwa konsolidasi ini tidak hanya di FH. Upaya ini saya lakukan terhadap fakultas-fakultas yang mengalami hal serupa seperti Fakultas Teknik,&rdquo; tegasnya saat diwawancarai oleh pihak <em>Sketsa</em>. Menyoal hal tersebut, Fatma mengaku telah ada undangan yang dilayangkan oleh Teknik itu sendiri tak lupa mengundang DPM KM dan KPPR, namun pada akhirnya undangan itu dibatalkan.</p><p style="text-align: justify;">Kembali pada agenda konsolidasi yang sudah terlaksana di FH, Fatma mengaku bahwa antusiasme yang di dapatkan sedikit di luar harapan. Sebagaimana yang sudah tertera dalam undangan, acara yang seharusnya dihadiri oleh seluruh mahasiswa FH ini justru hanya diisi oleh sebagian kecil mahasiswa. &ldquo;Jika dinilai memang tidak begitu antusias,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai hasil konsolidasi, Fatma tak lupa menambahkan bahwa ada berbagai macam pro dan kontra. &ldquo;Beberapa mahasiswa masih menolak, tetapi juga ada beberapa mahasiswa yang mendukung adanya Pemira Online tahun ini,&rdquo; tutup mahasiswa Fakultas Hukum tersebut. <strong><em>(adl/sut/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Larangan Mengajukan Beasiswa Lebih dari Satu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/larangan-mengajukan-beasiswa-lebih-dari-satu/baca </link>
<guid> larangan-mengajukan-beasiswa-lebih-dari-satu </guid>
<pubDate> Fri, 07 Dec 2018 11:49:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Encik melarang mahasiswa mengajukan beasiswa lebih dari satu. (foto: Eka Rizki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/larangan-mengajukan-beasiswa-lebih-dari-satu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K8tH1OlsRf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Larangan Mengajukan Beasiswa Lebih dari Satu</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>14 September lalu, Unmul mengeluarkan surat panggilan untuk mahasiswa yang menerima beasiswa ganda. Terdapat 16 nama yang dipanggil untuk menerima pengarahan dari Encik Akhmad Syaifuddin Wakil Rektor Bidang Mahasiswa dan Alumni untuk memilih salah satu dari beasiswa yang diterima, yakni antara beasiswa Tanoto Foundation, Beasiswa Prima Bankaltimtara, Beasiswa Karya Salemba Empat, dan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademisi (PPA).</p><p>Ditemui <em>Sketsa</em> (29/11) lalu, Encik menjelaskan, di antara beberapa &nbsp;mahasiswa tersebut lebih dulu mendaftar Beasiswa Tanoto Foundation. Namun sebelum dikeluarkannya pengumuman, mereka (penerima beasiswa ganda) mendaftar lagi Beasiswa PPA. Hingga akhirnya pengumuman hasil seleksi Beasiswa PPA lebih cepat ketimbang Beasiswa Tanoto Foundation.</p><p>Pencairan dana Beasiswa PPA dilakukan dua kali secara bertahap. Pencairan pertama dana Beasiswa PPA keluar disusul dengan hasil seleksi Beasiswa Tanoto Foundation. Menanggapi hal ini, pihak Tanoto Foundation meminta kejelasan status mahasiswa yang dinyatakan lolos dan menerima beasiswa lain.</p><p>&ldquo;Kita teliti lagi, ternyata ada mahasiswa yang namanya sudah menerima PPA,&rdquo; ujar Encik.</p><p>Keenam belas mahasiswa yang menerima beasiswa ini diberi pilihan beasiswa yang akan diambil atau dilanjutkan. Karena PPA telah tahap pencairan, maka jika mahasiswa tersebut ingin beralih ke Tanoto Foundation wajib untuk mengembalikan uang PPA.</p><p>&ldquo;Kalau memilih PPA yang diteruskan, Tanoto kami batalkan. Kalau memilih Tanoto, kami batalkan di PPA. Karena uangnya sudah diterima, kamu harus mengembalikan, itu uang negara. Dan kamu harus menyatakan mundur dari PPA,&rdquo; tegasnya.</p><p>Encik mengatakan, surat keterangan beasiswa diberikan ketika mahasiswa bersangkutan belum pernah mengajukan. Artinya surat tersebut tidak bisa digunakan untuk lebih dari satu beasiswa.</p><p>&ldquo;Ya gak boleh, misalnya bikin empat atau lima surat keterangan beasiswa. Nanti dari Kabupaten Berau dapat, Kabupaten Bulungan dapat, dari PPA dapat, dari mana-mana dapat, kan kaya dong mereka,&rdquo; katanya.</p><p>Ditambahkan Encik, tidak diperbolehkan menerima beasiswa lebih dari satu pada tahun yang sama. Misalnya di tahun ini telah menerima Beasiswa PPA, maka di tahun yang sama tidak diperbolehkan menerima beasiswa lagi hingga berganti tahun. <strong><em>(erp/snh/nhh/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Korupsi dari dalam Negeri hingga Mendunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/korupsi-dari-dalam-negeri-hingga-mendunia/baca </link>
<guid> korupsi-dari-dalam-negeri-hingga-mendunia </guid>
<pubDate> Sun, 09 Dec 2018 12:08:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Anti Korupsi yang diperingati setiap tanggal 9 Desember. (Sumber ilustrasi: sketsaunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/korupsi-dari-dalam-negeri-hingga-mendunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FvuBhNMCth.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Korupsi dari dalam Negeri hingga Mendunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Ratu Atut Chosiyah, Andi Malarangeng, Muhammad Nazaruddin, Akil Mochtar dan Irjen Djoko Susilo menjadi beberapa di antara nama yang sempat tren di Indonesia. Bukan karena prestasi, melainkan karena tersandung skandal korupsi. Tindakan menyeleweng ini memang dapat menjerat siapa saja tanpa terkecuali. Bahkan dari akademisi, politisi, hingga lintas polri.</p><p style="text-align: justify;">Korupsi tak hanya menjadi penyakit di Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis World Economic Forum (WEF), negara di dunia dengan predikat paling korup berada di Afrika, Amerika Tengah, dan Timur Tengah. Sementara itu, berdasarkan laman <em>liputan6.com</em>, ada enam nama yang dicatat sebagai koruptor kelas dunia. Di antaranya Sani Abacha, Saddam Hussein, Slobodan Milosevic, Mobutu Sese Seko, Ferdinand Marcos, dan Presiden Indonesia Soeharto ditempatkan di posisi pertama. Soeharto diketahui telah menggelapkan uang sebesar 15-35 miliar dolar AS selama 32 tahun ia berkuasa.</p><p style="text-align: justify;">Merugikan berbagai aspek, dunia ikut menyorot dan mengecam tindakan ini. Bukti keseriusan untuk memerangi korupsi salah satunya dengan diperingatinya hari ini (9/12) sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia). Melalui website <em>tribunnews.com</em>, peringatan ini dimulai setelah Konvensi PBB Melawan Korupsi yang digelar pada 31 Oktober 2003 untuk meningkatkan kesadaran anti korupsi. Melalui resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003, PBB menetapkan 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Internasional.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga penting dalam menuntaskan korupsi melakukan serangkaian kegiatan menyambut Hakordia. Acara yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo ini digelar selama dua hari, mulai dari Selasa (4/12) hingga Rabu (5/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>tirto.id</em>, di antara kegiatannya ialah penandatanganan komitmen 16 partai politik terkait implementasi sistem integritas partai politik. Ada juga lelang barang gratifikasi dan konferensi internasional dengan korupsi politik. Selain itu juga akan dihelat pameran anti korupsi dari sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah. Serta peluncuran buku.</p><p style="text-align: justify;">Perilaku korupsi bukan hanya dilakukan oleh mereka kaum berdasi, tapi juga dapat kita temukan sebagai mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Sering titip absen tanpa alasan yang jelas jadi salah satunya. Hal yang sering dilakukan beberapa golongan mahasiswa ini secara tak sadar merupakan bibit korupsi. Memang secara kasat mata tindakan itu tidak merugikan mahasiswa bersangkutan, namun menghilangkan nilai kejujuran.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, plagiat juga menjadi contoh lain dari korupsi. Mengatasnamakan buah pikir penulis lain sebagai karyanya dengan tidak menyantumkan sumber merupakan tindakan yang merugikan. <em>Copy-paste</em> tulisan dari internet dipilih menjadi langkah ringan tanpa harus repot memikirkan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai generasi penerus bangsa, sudah seharusnya kita mulai membawa perubahan dimulai dari diri sendiri. Mengetahui tindak tanduk korupsi dan tak terus membiarkannya berkembang hingga merambat ke aspek yang lebih kompleks. Mulailah bangga dengan karyamu sendiri, mulailah menjadi apa adanya agar kelak tak menjadi kalap dan merugikan orang lain. <strong><em>(adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aroma Plagiasi dan Permohonan Maaf BEM FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aroma-plagiasi-dan-permohonan-maaf-bem-fib/baca </link>
<guid> aroma-plagiasi-dan-permohonan-maaf-bem-fib </guid>
<pubDate> Mon, 10 Dec 2018 11:55:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu unggahan BEM FIB Unmul yang menyertakan sumber isi tulisan. (Sumber: Instagram BEM FIB Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aroma-plagiasi-dan-permohonan-maaf-bem-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AY3agKAOmv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aroma Plagiasi dan Permohonan Maaf BEM FIB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Budaya meniru bahkan hingga berujung dengan plagiarisme masih dengan mudah ditemukan, bahkan terkadang terkesan disepelekan. Fenomena ini dapat terjadi di mana saja, tak terkecuali di lingkup akademisi. Setelah sebelumnya Unmul sempat dibuat heboh dengan kasus dugaan plagiat yang dilakukan oleh dosen FISIP (<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan/baca</a>), baru-baru ini di kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) terkuak bentuk plagiat lainnya. Aroma dugaan pelanggaran ini ini tercium saat mahasiswa FIB menyadari BEM FIB tak mencantumkan sumber tulisan yang merupakan saduran dari internet dalam unggahannya di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti organisasi pada umumnya yang turut memperingati hari besar dengan mengunggah ucapan di media sosial, BEM FIB juga turut melakukan hal yang sama. Namun di salah satu postingannya, tepatnya saat mengucapkan Hari Pahlawan 10 November lalu, terdapat komentar yang menilai adanya kesamaan tulisan dalam caption tersebut dengan tulisan yang beredar bebas di internet.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paragraf pembuka luar biasa sekali sampai-sampai lupa bahwa yang ditulis bersumber dari Wikipedia. Jika begini, pantas disebut melakukan PLAGIASI/PLAGIAT,&rdquo; tulis akun panji.aswan.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya memberikan komentar di media sosial, mahasiswa FIB lainnya menuliskan esai dengan memberikan bukti berupa tangkapan layar hingga surat terbuka yang disebarluaskan pada 29 November sebagai bentuk keseriusan dalam menanggapi dugaan plagiat ini. Surat terbuka atas nama Irwan Syamsir tersebut menuliskan detail kronologi penemuannya terkait tindakan plagiat yang dilakukan oleh pihak BEM FIB.</p><p style="text-align: justify;">Irwan yang selalu mengikuti <em>update</em> BEM FIB Unmul mulanya hanya merasa janggal dengan bahasa yang digunakan dalam tiap postingan ucapan hari besar dari BEM FIB. Hingga akhirnya ia mencoba untuk mengeceknya sesaat diunggahnya ucapan untuk Hari Pahlawan, dan ternyata dugaannya memang benar. Kalimat yang digunakan dalam <em>caption</em> tersebut dicatut dari internet tanpa mencantumkan sumber. Irwan sempat menghubungi pihak BEM terkait penemuannya tersebut. Tak lama, tulisan tersebut telah diubah dengan menambahkan sumber.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kontak anak BEM FIB secara personal, untuk sampaikan ke yang bagian yang mengurus ini kalau ini plagiat,&rdquo; tulisnya melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Kecurigaan Irwan tak cukup sampai di situ, ia mengecek postingan lainnya. Dan ternyata benar, ada banyak postingan ucapan hari besar tak menuliskan sumber tulisan yang dicatut. Namun saat itu menurutnya masalah sudah selesai karena setelah ia menghubungi pihak BEM FIB, postingan tersebut itu telah mencantumkan sumber. Meski dalam surat terbuka tersebut Irwan mengatakan ada ketidaksesuaian antara tulisan dengan alamat sumber.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, dalam kurun waktu singkat, hal yang sama kembali terulang. Dalam ucapan Hari Guru 25 November lalu, BEM FIB kembali memposting tulisan dari laman internet tanpa mencantumkan sumbernya. Melihat hal ini, Irwan dengan beberapa rekan lainnya geram dan memutuskan untuk membuat dan menyebarkan surat terbuka.</p><p style="text-align: justify;">Menurt Irwan kejadian ini berdampak pula terhadap fakultasnya. &ldquo;Citra FIB sebagai kampus anti plagiat harus dibersihkan oleh yang mencorengnya sendiri biar jadi pembelajaran bagi yang lain dan tidak melakukan hal yang sama. Apalagi menyepelekan kasus seperti ini,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini, pihak BEM FIB Unmul akhirnya mengambil sikap dengan merilis surat permohonan maaf atas tindakan yang diakui sebagai bentuk plagiasi pada tanggal 6 Desember lalu. Dalam surat tersebut, tertulis permohonan maaf dan pengakuan kelalaian dalam mengutip kalimat yang dijadikan <em>caption</em> dalam postingan tanpa mencantumkan sumber.</p><p style="text-align: justify;">Irwan menilai surat permohonan maaf yang dikeluarkan FIB ini terlambat dan harusnya sebagai lembaga besar, mestinya BEM FIB belajar dari kecolongan pertama. Namun bagaimana pun, Irwan mengapresiasi surat permohonan maaf tersebut karena itu adalah tindakan yang <em>gentle</em> dan bijak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setidaknya dari BEM FIB akan menjadi contoh untuk semua agar lebih berhati-hati, jujur dan bijak,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai secara terpisah, Mardiana selaku Kepala Biro Media Informatif (Medifo) memberikan keterangan. Ia mengakui jika ini adalah kelalaian pihaknya dengan tidak mencantumkan sumber. Diketahui dari 325 postingan, 30 diantaranya tidak tercantum sumber tulisan.</p><p style="text-align: justify;">Postingan untuk memperingati hari bersejarah ini merupakan bagian dari kegiatan program kerja <em>Social Media Working&nbsp;</em>dari Biro Medifo BEM FIB. Postingan-postingan sebagai bentuk apresiasi yang di <em>share</em> melalui halaman media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan untuk caption di postingan-postingan tersebut biasanya kami mencantumkan sejarah kenapa hari-hari besar itu ada sampai sekarang. Tentu tidak semua sejarahnya kami ketahui makanya kami <em>searching</em> di internet,&rdquo; tulis Mardiana saat diwawancarai via LINE.</p><p style="text-align: justify;">Pihaknya diketahui sudah meminta maaf secara terbuka ke seluruh civitas akademika dalam bentuk surat permintaan maaf yang disebarkan. Sejauh ini dikatakannya seluruh postingan di Instagram telah mencantumkan sumber, disusul di media sosial lainnya, yakni LINE dan Facebook.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk ke depannya kami berkomitmen untuk tidak mengulang kesalahan yang sama,&rdquo; ujar mahasiswi angkatan 2015 ini.<strong>&nbsp;(<em>asr/ajy/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Hari HAM Sedunia, Sudahkah Hakmu Terpenuhi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/peringati-hari-ham-sedunia-sudahkah-hakmu-terpenuhi/baca </link>
<guid> peringati-hari-ham-sedunia-sudahkah-hakmu-terpenuhi </guid>
<pubDate> Mon, 10 Dec 2018 11:58:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: elsam.or.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/peringati-hari-ham-sedunia-sudahkah-hakmu-terpenuhi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Gx5pAd8PVl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Hari HAM Sedunia, Sudahkah Hakmu Terpenuhi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Hari ini seluruh warga dunia termasuk Indonesia memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. 10 Desember dipilih untuk memperingati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan <em>Universal Declaration of Human Right</em> (UDHR) atau Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada tahun 1948.</p><p style="text-align: justify;">DUHAM merupakan sebuah pernyataan universal yang memuat semua pokok-pokok permasalahan hak asasi manusia serta kebebasan dasar, termasuk cita-cita manusia untuk bebas menikmati kebebasan sipil dan politik. Oleh sebab itu, DUHAM didaulat sebagai tonggak besar penanda sejarah lahirnya Hari HAM Internasional.</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah 70 tahun diperingati setiap tahunnya, namun masih ingatkah kamu dengan beberapa kasus prlanggaran HAM yang dikategorikan berat tetapi belum terselesaikan hingga saat ini?</p><p style="text-align: justify;">Informasi dari <em>tribunkaltim.co</em>, tercatat ada tujuh kasus pelanggaran HAM yang &lsquo;tertahan&rsquo; di Kejaksaan Agung, seperti Tragedi 1965, Penembakan Misterius 1982-1985, Peristiwa Talangsari di Lampung 1989, Kasus Penghilangan Orang secara Paksa 1997-1998, Kerusuhan Mei 1998, Penembakan Trisakti, Tragedi Semanggi I, dan Tragedi Semanggi II (1998-1999), Kasus Wasior dan Wamena di Papua tahun 2000, terakhir Kasus Pembunuhan Aktivis HAM Munir.</p><p style="text-align: justify;">Sementara menurut Undang-Undang RI nomor 39 tahun 1999 yang berbunyi, &ldquo;Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat martabat manusia&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>tribunnews.com</em>, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan enam jenis HAM yang harus dipenuhi. Di antaranya, Hak Asasi Pribadi (<em>Personal Right</em>) yang merupakan hak-hak pribadi yang dimiliki setiap orang, seperti kebebasan dan hak untuk hidup, memeluk agama, kebebasan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, kebebasan mengeluarkan pendapat dan perasaan dan lain sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, Hak Asasi Ekonomi (<em>Property Right</em>), yakni hak-hak yang dimiliki sesorang, seperti hak-hak untuk memiliki suatu barang (rumah, tanah, perelengkapan rumah tangga, dan lain-lain), hak membeli dan menjual barang, hak memanfaatkan barang milik pribadi, hak berusaha dan memperoleh penghidupan yang layak, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, Hak Asasi dalam Hukum dan Pemerintahan (<em>Right of Legal Equality</em>), di mana hak-hak yang dimiliki setiap orang untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintah. Seperti hak untuk memperoleh perlindungan hukum, hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, Hak Asasi Politik (<em>Political Right</em>). Hak Asasi Politik adalah hak-hak yang dimiliki setiap orang dibidang politik, seperti hak memilih dan dipilih dalam pemilihan umum, hak mendirikan partai politik, mendirikan organisasi, memasuki organisasi sosial politik, kebebasan berpolitik, bebas melaksanakan kegiatan politik, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, Hak Asasi Sosial Budaya (<em>Social and Culture Right</em>), adalah hak asasi yang dimiliki setiap orang di bidang kehidupan sosial dan budaya. Seperti hak untuk memperoleh pendidikan, memperoleh pelayanan sosial, memperoleh pelayanan kesehatan, kebebasan bergaul dalam masyarakat, ikut serta dalam kegiatan kemasyarakatan, kebebasan mengembangkan nilai-nilai budaya, kebebasan menghasilkan karya, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Hak Asasi Prosedur Hukum (<em>Procedural Right</em>), yakni hak asasi yang dimiliki setiap orang untuk mendapatkan perlakuan sesuai tata cara peradilan dan perlindungan hukum, seperti dalam hak tata cara penagkapan, penyidikan, penggeledahan, pembelaan hukum, peradilan, dan lain sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Itu tadi enam hak asasi manusia yang harus dan wajib dipenuhi. Lalu, sudahkah hakmu terpenuhi? <strong>(<em>els/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Siap Jejal Gedung dan Fasilitas Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-jejal-gedung-dan-fasilitas-baru/baca </link>
<guid> unmul-siap-jejal-gedung-dan-fasilitas-baru </guid>
<pubDate> Thu, 13 Dec 2018 13:44:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam waktu dekat, Unmul siap kembali resmikan gedung dan fasilitas baru. (Sumber foto: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-jejal-gedung-dan-fasilitas-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jbWPASW62m.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Siap Jejal Gedung dan Fasilitas Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sekitar dua bulan terakhir pemandangan berbeda nampak di beberapa titik kampus. Sterilisasi untuk pembangunan dari dana hibah Islamic Development Bank (IDB) mulai dilakukan dengan pemagaran di sekitar lahan. Gedung baru untuk Fakultas Komputer dan Telnologi Informasi (FKTI) dan Farmasi, Information and Communication Technologies (ICT) Center, Integrated Lab, Building of Science Center, serta Building of Outdoor Learning Center siap menambah jajaran gedung dan fasilitas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Selasa (11/12) lalu, Mustaid Yusuf selaku Direktur Eksekutif Project Implementation Unit (PIU) IDB mengatakan saat ini pembangunan sedang difokuskan pada Integrated Lab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fokus sementara di Integrated Lab, yang di sebelah FISIP. Karena bangunannya tidak butuh menunggu datangnya tiang pancang,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Jatah waktu untuk menyelesaikan pembangunan ini dikatakan Mustaid ialah selama 22 bulan. Namun, proses akan dimaksimalkan dan diusahakan selesai lebih cepat, sehingga dapat selesai dengan maksimal 18 bulan. Di akhir Januari nanti, rencananya target pengerjaan telah mencapai 4% lebih. Jika tidak mencapai target, maka pihak IDB akan keluarkan surat peringatan.</p><p style="text-align: justify;">Pengerjaan pembangunan dimulai Oktober lalu dan semakin intens di November dan Desember ini. Menunggu datangnya peralatan material dari luar Kalimantan, diakui ini membuat proses pembangunan sedikit terhambat, meski begitu diakui keterlambatan pembangunan tidak sampai keluar dari batas waktu rancangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak mulai <em>ground breaking&nbsp;</em>kita langsung<em>&nbsp; start&nbsp;</em>untuk pembangunan, tapi karena kendala jauh dari lokasi material jadi itu yang agak lama,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pihak IDB Unmul mengajukan tagihan yang dibutuhkan untuk dana pengerjaan bangunan dan diproses oleh IDB pusat. Setelah itu dikirim ke Jeddah untuk dinilai, dan dikirim lagi ke IDB pusat hingga akhirnya dikirim ke rekening kontraktor.</p><p style="text-align: justify;">Dalam proses pembangunan dari dana IDB ini, Unmul bekerja sama dengan Nusa Kontruksi Engineering (NKE) sebagai kontraktor. NKE merupakan pemenang lelang <em>online</em> dari sembilan perusahaan yang mendaftar. Unmul sebatas memberikan laporan penilaian, sementara pihak IDB pusat yang menentukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;IDB mencari penawaran yang paling rendah, namun tetap meminta komitmen kontraktor,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Peran dosen Unmul tak lepas dalam pelaksanaan IDB. Untuk<em>&nbsp;hard program&nbsp;</em>alias pembangunan gedung dan fasilitas ini, dosen Teknik Sipil dipilih untuk menjadi tim teknis. Sementara, untuk <em>soft program IDB, do</em>sen yang akan melanjutkan pendidikan S3 dan pelatihan luar negeri telah diberangatkan. Selain itu<em>&nbsp;workshop&nbsp;</em>kurikulum dan pelatihan sudah dan sementara sedang berjalan.<strong><em>(adl/els)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengumuman Magang Sketsa #12 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pengumuman-magang-sketsa-12/baca </link>
<guid> pengumuman-magang-sketsa-12 </guid>
<pubDate> Fri, 14 Dec 2018 02:37:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berikut beberapa daftar nama yang dinyatakan lolos seleksi berkas dan wawancara open recruitment LPM Sketsa Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pengumuman-magang-sketsa-12/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bQl1VdB74D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengumuman Magang Sketsa #12</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Usai melakukan serangkaian tahap penerimaan, dimulai dengan seleksi berkas pada Kamis (22/11) hingga Jumat (30/11). Dilanjutkan dengan sesi wawancara yang berakhir pada Sabtu (8/12), LPM Sketsa Unmul telah menerima 27 anggota baru. Selamat kepada para pendaftar yang telah berhasil lolos seleksi. Semangat Berbagi dan Menginspirasi!</p><p align="center"><strong>DAFTAR ANGGOTA MAGANG SKETSA 12<br>&nbsp;LPM SKETSA UNMUL</strong></p><table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="width: 56%;" width="369"><tbody><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br><strong>NO</strong><br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br><strong>&nbsp;NAMA</strong><br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br><strong>F</strong><strong>AKULTAS</strong><br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><strong>&nbsp;</strong><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br><strong>BIDANG</strong><br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>1.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Feti Fajriawati Sultan<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Reporter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>2.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Briandena Silviana<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FEB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Reporter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>3.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Halimatusya&rsquo;diyah<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FIB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Reporter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>4.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Muhammad Razil Fauzan<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FIB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Reporter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>5.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Samuel Gading<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Reporter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>6.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Hijrana<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FIB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Reporter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>7.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>M. Arief Fakhrur Rozy<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FT<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Reporter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>8.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Muhammad Khusairi<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FEB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Reporter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>9.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Prima Hidayat Tajuddin<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Desainer/<br>Layouter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>10.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Fajar Lutfi Nursandy<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td rowspan="2" style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FEB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td rowspan="2" style="width: 25.337%;" width="112"><br>Desainer/<br>Layouter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>11.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Muhammad Hezky Arifani<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Desainer/<br>Layouter<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>12.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Machyuzar Firdaus<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Fotografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>13.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Erzha Tegar Hati</div><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Fotografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>14.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Erlina<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FMIPA<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Fotografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>15.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Fitrie Amelia<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FIB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Fotografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>16.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Ananda Putri Aisyah Nur B.<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>Faperta<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Fotografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>17.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Laij Ferren Novelin<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FH<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Fotografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>18.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Humaira Permata<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Litbang<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>19.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Restu Almalita<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Litbang<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>20.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Andi Riski Amalia S.<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FK<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Litbang<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>21.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Fathan Purwadi<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FKIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Litbang<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>22.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Venny Verawati<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FIB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Litbang<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>23.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Risca Junita Saputri<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FMIPA<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Sketsa Production<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>24.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Muhammad Fajar Saputra<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Videografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>25.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Syahrani<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FEB<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Videografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>26.<br><br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>M. Zayyan Abiyyusa F.<br><br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FISIP<br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Videografer<br><br></td></tr><tr><td style="width: 8.558%;" width="29"><br>27.<br></td><td style="width: 38.6118%;" width="132"><br>Rahman Subandi<br></td><td style="width: 0.2696%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.3369%;" width="93"><br>FKIP<br><br><br><br></td><td style="width: 1.6172%;" width="2"><br></td><td style="width: 25.337%;" width="112"><br>Videografer<br><br><br></td></tr></tbody></table><p align="center" style="text-align: justify;"><br></p><p align="center" style="text-align: justify;"><br></p><p align="center" style="text-align: justify;"><br></p><p align="center" style="text-align: justify;"><br></p><p align="center" style="text-align: justify;"><br></p><p align="center" style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Sore Sketsa bersama LPM Cakrawala </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/cerita-sore-sketsa-bersama-lpm-cakrawala/baca </link>
<guid> cerita-sore-sketsa-bersama-lpm-cakrawala </guid>
<pubDate> Fri, 14 Dec 2018 12:22:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kunjungan LPM Sketsa Unmul  ke LPM Cakrawala IAIN Samarinda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/cerita-sore-sketsa-bersama-lpm-cakrawala/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iS9CLdzGfQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Sore Sketsa bersama LPM Cakrawala</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&ndash; Mengawali kepengurusan baru, LPM Sketsa Unmul lakukan kunjungan ke LPM Cakrawala IAIN Samarinda pada Kamis (13/12). Kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja <em>Build Relation&nbsp;</em>(Brain).</p><p style="text-align: justify;">Seluruh awak <em>Sketsa</em> berkumpul di Sekretariat, lalu bersama-sama menuju IAIN Samarinda. Pukul 16.40 Wita, semua awak Sketsa tiba, dan langsung disambut anggota LPM Cakrawala IAIN dan memasuki sekretariat.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan dimulai dengan saling berkenalan satu sama lain. Selanjutnya dilanjutkan dengan <em>sharing</em> seputar masing-masing LPM serta isu-isu hangat yang sedang terjadi di masing-masing kampus. Untuk diketahui, LPM Cakrawala IAIN telah berdiri sejak tahun 1998, namun vakum. Barulah sekitar tahun 2014 mulai aktif kembali.</p><p style="text-align: justify;">Sambil diskusi, tuan rumah sudah menyediakan gorengan. Setelah berdiskusi dalam sekretariat, awak <em>Sketsa</em> diajak untuk mengelilingi kampus IAIN Samarinda. Meskipun cuaca mendung, rupanya tidak menyurutkan semangat para anggota untuk berkeliling.</p><p style="text-align: justify;">Anggota LPM Cakrawala pun menjelaskan beberapa hal sepanjang perjalanan, seperti gedung-gedung di IAIN Samarinda. Perjalanan pun berhenti di perpustakaan, perbincangan dianjutkan di halaman perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Awan sudah mendung tanda akan hujan, perbincangan selesai, program Brain sore itu ditutup. LPM Sketsa pun memberikan kenang-kenangan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Seluruh awak <em>Sketsa</em> berpamitan untuk kembali ke rumah dan meninggalkan IAIN Samarinda. <strong><em>(anm/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Debat Kandidat Ricuh, Pertanyakan Kejanggalan dan Dugaan Diskriminatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-ricuh-pertanyakan-kejanggalan-dan-dugaan-diskriminatif/baca </link>
<guid> debat-kandidat-ricuh-pertanyakan-kejanggalan-dan-dugaan-diskriminatif </guid>
<pubDate> Sat, 15 Dec 2018 07:06:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana debat kandidat yang memanas (Sumber foto: Adel) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-ricuh-pertanyakan-kejanggalan-dan-dugaan-diskriminatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/79xGDyWjBS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Debat Kandidat Ricuh, Pertanyakan Kejanggalan dan Dugaan Diskriminatif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="">SKETSA -</strong> Saat ini tengah berlangsung debat kandidat Pemira BEM KM. Sejak pagi, Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) lantai tiga menjadi saksi penyampaian argumen dari dua paslon. Diawali dengan penyampaian visi dan misi dari keduanya, dilanjut dengan pemaparan program unggulan yang telah dicanangkan.</p><p style="text-align: justify;">Ada dua panelis yang didatangkan dalam debat kandidat ini, yakni Yuli Fitrianto dan Widi Sunaryo. Dalam sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan dilemparkan kepada paslon. Di antaranya dengan melihat pengetahuan paslon seputar APBD, jumlah sekolah dan juga hutan lindung di Kaltim. Selain itu juga dibahas seputar kampus dengan menanyakan kriteria dosen dan mahasiswa ideal.</p><p style="text-align: justify;">Acara terus berlangsung hingga ba&apos;da zuhur. Kemudian sekitar pukul 13.30 kembali dilanjutkan sesi keempat dengan sesi tanya jawab antar audiens.</p><p style="text-align: justify;">Namun di luar perkiraan suasana semakin memanas dengan adanya saling lempar pertanyaan antar audiens dengan masing-masing paslon.</p><p style="text-align: justify;">Namun hal ini masih bisa terkendali dengan berlanjutnya agenda ke sesi kelima yakni sesi closing statement.</p><p style="text-align: justify;">Namun lagi-lagi, situasi di lokasi kembali tak terkendali. Ketika pihak panitia akan melanjutkan agenda ke penandatanganan surat siap menang-kalah, timses dari paslon nomor urut dua, yakni Akbar- Rifai kembali mempertanyakan persoalan press release yang sudah diunggah oleh pihak KPPR di akun Instagram Pemira KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pihaknya, ada beberapa kejanggalan yang terjadi. Dimulai dengan timeline Pemira yang dilaksanakan di saat beberapa mahasiswa telah menikmati masa libur, yang berdampak pada jumlah partisipan. Ini dinilai sebagai bentuk diskriminatif. Selain itu mereka juga memprtanyakan jumlah KTM yang terkumpul pasangan Febri-Furqon yang dinilai melejit jauh ketimbang saat Febri-Sigit. Bahkan rombongan tim sukses paslon dua sempat maju ke depan untuk menegaskan dan meminta keseriusan panitia menanggapi pertanyaan mereka. Tak elak, situasi sempat tak kondusif. Satpam bahkan sempat datang untuk turun langsung melerai untuk mencegah tindakan yang semakin- kacau.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini masih terus berlangsung adu argumen antar timses. <strong><em>(sut/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Timses Paslon 2: Pemira Tahun Ini Cacat! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-paslon-2-pemira-tahun-ini-cacat/baca </link>
<guid> timses-paslon-2-pemira-tahun-ini-cacat </guid>
<pubDate> Sat, 15 Dec 2018 09:11:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam suasana debat kandidat yang berlangsung panas. (Sumber foto: Adel) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-paslon-2-pemira-tahun-ini-cacat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cosdvt5aO6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Timses Paslon 2: Pemira Tahun Ini Cacat!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Rumitnya pembahasan dalam debat kandidat saat ini tidak hanya menyoal paslon dan sistem di dalamnya. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) ikut terseret dalam sasaran yang dipertanyakan dalam debat kandidat saat ini. Beberapa anggota timses paslon dua bahkan sempat meneriakkan bahwa Pemira ini cacat akibat banyaknya kejanggalan yang mereka temukan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya Nur Hariyani, anggota timses paslon nomor urut dua mempertanyakan peran DPM dan KPPR yang terkesan tak transparan. Salah satu persoalan yang disorot ialah terlambatnya perilisan berita acara pengambilan berkas. Selain itu pihaknya juga mempertanyakan jumlah KTM Febri-Furqon yang mengalami kelonjakan yang signifikan ketimbang Febri-Sigit.</p><p style="text-align: justify;">Suasana semakin memanas ketika Akbar selaku calon Presiden BEM KM menanyakan perihal berita acara. Pihaknya meminta ditunjukan beberapa berkas di antaranya penundaan timeline, tafsiran KPPR, SK Panwas dan KPPR, serta surat tanda terima masuk ke 14 fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bicara soal tanda terima ke 14 fakultas, mereka (KPPR) tidak punya. Jadinya kita di blok, tidak bisa kampanye di Farmasi dan FH,&quot; ujar Rifky salah satu timses paslon dua saat ditemui<em>&nbsp;Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Karena pihak Dwi Luthfi selaku Ketua DPM KM tidak dapat memenuhi keinginan Akbar terkait berkas berita acara tersebut, dengan tegas Akbar menyatakan akan mengundurkan diri dan mencabut berkas pencalonannya sebagai calon Presiden BEM. Namun hal ini jelas ditolak oleh pihak KPPR dalam hal ini Fatmawati selaku Ketua KPPR, sebab sebagai bentuk konsistensi sejak awal tiap pasangan calon yang sudah terdaftar harus mengikuti seluruh aturan yang telah disepakati, apalagi tiap paslon sudah menandatangani persetujuan di atas materai.</p><p style="text-align: justify;">Mendengar pernyataan tersebut, rombongan timses paslon nomor urut dua kembali maju ke depan. Sontak hal ini membuat panitia lain bergerak melindungi Fatma dan membawanya ke sudut ruangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini ruangan di lantai tiga dekanat tengah di sterilkan. Beberapa mahasiswa terutama kubu Akbar-Rifai memutuskan untuk keluar lebih dulu dan berkumpul di bawah ruangannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami beri waktu 2x30 menit hasil keputusan KPPR terhadap surat mekanisme pengunduran diri paslon nomor urut dua,&quot; ujar Dodi Wahyudi salah satu timses paslon Akbar-Rifai. Saat ini <em>Sketsa</em> tengah berusaha mengonfirmasi dari paslon timses paslon satu untuk meminta keterangan. <strong><em>(sut/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kubu Febri-Furqon: Kami Fokus Pembentukan Kandidat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kubu-febri-furqon-kami-fokus-pembentukan-kandidat/baca </link>
<guid> kubu-febri-furqon-kami-fokus-pembentukan-kandidat </guid>
<pubDate> Sat, 15 Dec 2018 11:01:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana protes yang dilakukan oleh timses paslon 2 (Sumber foto: Adel) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kubu-febri-furqon-kami-fokus-pembentukan-kandidat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mowzDLb3k0.png" />
					</figure>
			                <h1>Kubu Febri-Furqon: Kami Fokus Pembentukan Kandidat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Menanggapi jalannya debat kandidat pada (15/12) bertempat di Gedung Dekanat FEB Lantai III yang sempat menemui kericuhan, timses paslon 1 mengaku akan tetap menjalankan dan mentaati peraturan yang sudah ditetapkan oleh KPPR.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami siap bertarung secara sejuk tanggal 18 nanti,&quot; ujar Ahmad Imam Syamsuddin selaku ketua timses pasangan calon nomor urut 1.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan timeline pemilihan pemira yang dipersoalkan timses paslon 2, Imam selaku timses juga menambahkan bahwa tidak ada yang menjamin siapa yang akan memeroleh suara terbanyak pada saat pemilihan nanti.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan berita acara yang tidak bisa dipenuhi oleh DPM KM dalam hal ini juga turut ditanggapi oleh timses paslon 1.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya ini juga merupakan kelemahan dari KPPR sendiri ya. Idealnya memang KPPR harus memberikan surat-surat ijin kepada kami, jadi pas kampanye ke kelas-kelas sudah bisa mengingatkan,&quot; imbuhnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini timses paslon satu tidak banyak bersuara. Mereka mengaku tidak banyak mempersoalkan perihal terkait.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami lebih fokus kepada pembentukan pasangan baru, jadi kami lebih prioritaskan pasangan baru. Selama kami tahu timelinenya, ya oke-oke aja,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi keganjalan perihal kelonjakan KTM yang dialami oleh paslon Febri-Sigit menjadi paslon Febri-Furqon juga turut ditanggapi oleh Imam.</p><p style="text-align: justify;">Ia selaku timses mengaku bahwa mereka memiliki stok yang cukup untuk KTM sehingga jumlah KTM pada saat pasangan Febri-Furqon terkesan melonjak karena beberapa tidak disetor semua dengan mempertimbangkan efektivitas waktu pada saat verifikasi.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga ketika pasangan Febri-Sigit dinyatakan gugur, maka timses paslon 1 dengan sigap menggerakkan timses di setiap fakultas untuk mengejar ketertinggalan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini sama sekali bukan drama, kalau ini memang kami dramakan bahwa Febri-Furqon akan maju maka ini adalah drama terhebat yang pernah ada,&quot; tutupnya saat ditemui awak Sketsa seusai debat kandidat. <strong><em>(sut/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisruh Pemira BEM KM Berakhir Pencabutan Berkas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-pemira-bem-km-berakhir-pencabutan-berkas/baca </link>
<guid> kisruh-pemira-bem-km-berakhir-pencabutan-berkas </guid>
<pubDate> Sat, 15 Dec 2018 13:13:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Debat kandidat Pemira BEM KM Unmul yang berakhir dengan pencabutan berkas salah satu paslon. (Sumber ilustrasi: elshinta.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-pemira-bem-km-berakhir-pencabutan-berkas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y3pWCKyzNW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisruh Pemira BEM KM Berakhir Pencabutan Berkas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebelum akhirnya meninggalkan lantai tiga Gedung Dekanat FEB, pihak Akbar-Rifai memberikan waktu 2x30 menit kepada pihak penyelenggara dan penanggung jawab Pemira untuk membahas tuntutan berkas yang diajukan. Jika ini tak digubris, maka langkah tegas yang dipilih ialah akan mengundurkan diri dari Pemira KM.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, rupanya waktu tersebut tak diseriusi pihak penyelenggara maupun penganggung jawab Pemira. Ruangan tersebut dikosongkan dan tak ada satu pun pihak panitia yang masih berada di sana.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kekecewaan dari pelaksanaan Pemira kali ini, paslon nomor urut dua mengambil langkah serius dengan menggelar konferensi pers bersama rombongan timsesnya. Sore tadi (15/12) mereka berkumpul di depan rektorat guna menyampaikan keputusan yang akan mereka ambil.</p><p style="text-align: justify;">Pihaknya mengklaim tahapan penyelenggaraan Pemira KM Unmul tahun ini tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Ditambah pihak penyelenggara, dalam hal ini DPM dan KPPR tidak mampu menghadirkan bukti otentik yang diminta, berupa berita acara dan hasil pleno yang dinilai menyebabkan adanya ambiguitas dan merugikan paslon dua. Timeline waktu pelaksanaan Pemira juga turut menjadi sebab.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahapan pemungutan suara per-tanggal 18 Desember 2018 tidak melibatkan keseluruhan mahasiswa Unmul. Maka dari itu kami dari pihak paslon nomor dua mencabut berkas dari penyelenggara Pemira KM Unmul yang cacat administrasi dan tidak memiliki keabsahan hukum,&quot; ujar Nur Hariyani mewakili pihak paslon Akbar-Rifai.</p><p style="text-align: justify;">Dalam debat kandidat, Fatmawati selaku Ketua KPPR menegaskan bahwa tidak akan ada pencabutan berkas atau pengunduran diri dari paslon. Menanggapi pernyataan Fatma tersebut, pihak Akbar-Rifai menegaskan keputusan ini merupakan bagian dari sikap politik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada yang namanya sikap politik dari tiap partisipan politik di tiap momen politik. Kita berhak mengundurkan diri atas alasan yang jelas. Jika tidak diperbolehkan, kami keberatan jika ada pencantuman nama paslon kami dalam pemilihan 18 Desember,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam debat tadi, pihak Akbar-Rifai menyarankan untuk dilakukan pengunduran waktu Pemira menjadi Februari 2019. &quot;Kalau ini diberlakukan, kami berpartisipasi. Jika tidak dituruti, kami tegas menolak,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, <em>Sketsa</em> belum menerima tanggapan dari pihak KPPR mau pun DPM KM. <strong><em>(sut/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sesak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sesak/baca </link>
<guid> sesak </guid>
<pubDate> Sun, 16 Dec 2018 12:07:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senja, saat dimana kau akan merasa sesak akan malam yang harus kau lewati. (Sumber foto: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sesak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/glMFJmpiMG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sesak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: left;">Sesak kembali membuka rasa malam ini<br>Mengingat malam-malam dulu yang penuh dengan sesal<br>Mengingat semua kepayahan, kehilangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu</p><p style="text-align: left;"><br>Semua pernah bodoh dan gemar diam-diam membuka luka<br>Menutupnya terlalu sulit mengingat penyembuh luka seringkali absen dalam perjalanannya<br>Kenangan bisa memudar tapi rasa sulit sekali untuk itu</p><p style="text-align: left;"><br>Yang terjadi tidak bisa kau langkahi<br>Karena memang harus dihadapi<br>Atau sekedar tatap itu meski hilang antusias</p><p style="text-align: left;"><br>Sisa-sisa itu terserah mau kau apakan<br>Hanya untuk jadi pengingatmu saja, bahwa yang kau cegah ingat malah sering bertamu mengetuk ruang-ruang ingatanmu</p><p style="text-align: left;"><br>Jangan kurung dirimu dan menyekatnya dengan luka-luka atau dengan tegasnya ego<br>Kau manusia, tidak akan bisa seperti itu sekuat apa mencoba<br>Berhasil merasa dan menerimanya bukan kekalahan<br>Ganti sosok penyembuh lukamu menjadi dirimu sendiri</p><p style="text-align: left;"><br>Hari ini akan kau lewati juga<br>Sesak ada agar tau rasa lapang<br>Semoga esokmu lebih baik<br>Semoga malam-malam berikutnya kau tenang<br><br><em>Harapku pada diri.</em></p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2018</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Borneo Literathon Festival, Wujud Peduli Literasi dan Kesehatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/borneo-literathon-festival-wujud-peduli-literasi-dan-kesehatan/baca </link>
<guid> borneo-literathon-festival-wujud-peduli-literasi-dan-kesehatan </guid>
<pubDate> Mon, 17 Dec 2018 13:04:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Borneo Literathon Festival. (sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/borneo-literathon-festival-wujud-peduli-literasi-dan-kesehatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QdrgKiP6eg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Borneo Literathon Festival, Wujud Peduli Literasi dan Kesehatan</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Sabtu (8/12) pagi, pelataran Gedung Bank Indonesia (BI) lantai empat nampak barisan memanjang peserta. Mereka tengah mengisi registrasi sebelum mengikuti <em>talkshow</em> Festival Perpustakaan Bank Indonesia (PusBI).</p><p>Dian Adi Probo selaku koordinator acara menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari Borneo Literathon Festival (BLF) dan peringatan hari jadi Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang ke tujuh. &ldquo;Dijadikan satu rangkaian acara besar, dengan menggabungkan dua konsep. Jadilah Borneo Literaton Festival (Literasi dan Maraton),&rdquo; terangnya.</p><p>Talkshow dengan tema &quot;Literasi dan Generasi Millenials&quot; ini dibawakan oleh Ryan Widianto selaku <em>Master of Ceremony</em> (MC). Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan doa dan sambutan dari pembina GenBI. Kemudian dilanjutkan dengan sesi hiburan oleh Paduan Suara Mulawarman. Memasuki acara inti, Leli Andriyani mengambil alih untuk memandu sebagai moderator <em>talkshow</em>.</p><p>Dibuka dengan membahas seputar <em>mental millineals</em> dengan narasumber ternama, Keenan Pearce. Ia merupakan CEO Makna Creative, perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif. Keenan menceritakan perjalanan hidupnya hingga ia berhasil membuat &ldquo;Mau ke Mana&rdquo;, yang merupakan <em>brand</em> dari salah satu perusahaan <em>E-commerce</em> yang bergerak di bidang perjalanan.</p><p>&ldquo;Generasi kita ambisius, tapi tidak konsisten. Contohnya ketika melihat hal keren di Instagram, jadi kepingin,&rdquo; jelasnya kepada penonton.</p><p>Ia juga menambahkan bahwa totalitas itu perlu, agar dalam prosesnya tidak mudah menyerah. Selain itu, kunci lain kesuksesan Keenan ialah berani mengambil keputusan, berani bertanggung jawab, <em>confident</em>, dan juga disiplin. Ini semua diperlukan agar kelak mental yang terbangun tidak terpaku pada hasil yang terlihat, namun proses yang dirasakan.</p><p>Puas berbincang dan kenal seluk-beluk Keenan, sesi <em>talkshow</em> dilanjutkan bersama narasumber Rachel Amanda dengan tema literasi. &ldquo;Literasi berkaitan antara membaca dan menulis. Namun membaca bukan hanya membaca buku fiksi, bisa juga membaca berita di koran dan majalah,&rdquo; ujarnya.</p><p>Menambah keseruan acara, di akhir sesi <em>talkshow&nbsp;</em>Amanda bersama peserta yang hadir ramai-ramai menyanyikan sepenggal lagu Bersama Bintang yang merupakan <em>soundtrack&nbsp;</em>Candy, judul sinetron yang pernah dibintangi Amanda. Alunan irama lagu memenuhi seisi ruangan. Setelah itu rangkaian acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba yang diadakan PusBI, seperti lomba Poster, BIna Pustaka, dan <em>C</em><em>itizen Journalism</em>.</p><p>Rangkaian acara masih berlanjut keesokan harinya. Keseruan lainnya menanti dalam lomba lari dengan jarak 5K dan 10K. <em>Start</em> dan <em>finish</em> di tempat yang sama, yaitu Gedung Bank Indonesia. Sekitar 700 peserta meramaikan lari maraton ini. Terbukti dari pukul enam pagi, para peserta telah siap berkumpul untuk menjejal rute lari. Setelah berhasil melewati garis <em>finish</em>, peserta di arahkan ke stan kesehatan yang disediakan oleh panitia untuk memulihkan tenaga.&nbsp;</p><p>Selain itu ada beberapa stan lainnya dari Palang Merah Indonesia (PMI). Tak hanya itu, ada juga donasi dari panitia untuk korban bencana alam, komunitas musang dan komunitas reptil. Serta suguhan hiburan musik dari <em>disk jockey</em> (DJ). Selepas rehat sejenak, kegiatan dilajut dengan zumba dengan yang di pimpin oleh Lia Studio. Raut ceria nampak dari para peserta. Kemudian dilanjutkan dengan pegumuman pemenang lomba maraton kategori 5K (pria dan wanita) dan 10K (pria dan wanita).</p><p>Setelah pembagian hadiah, peserta dihibur oleh <em>guest star&nbsp;</em>yang ditunggu-tunggu. Oleh salah satu penyanyi pentolan dari ajang pencarian bakat, Ghea Indrawari. Semua tampak larut dengan lantunan lagu yang dibawakan. Ghea mengajak seluruh penontonnya untuk ikut bernyanyi bersama mengikuti tembang lagu. Usai pemampilan Ghea, menandakan berakhir pula rangkaian keseruan dari BLF. <em><strong>(bip/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perselisihan Hingga Penundaan Gelaran Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perselisihan-hingga-penundaan-gelaran-pemira/baca </link>
<guid> perselisihan-hingga-penundaan-gelaran-pemira </guid>
<pubDate> Tue, 18 Dec 2018 11:19:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sekretariat DPM KM yang disegel massa. (Sumber foto: Instagram pujangga_bertuah) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perselisihan-hingga-penundaan-gelaran-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5PNTNpzmr8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perselisihan Hingga Penundaan Gelaran Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kisruh Pemira BEM KM masih terus berlanjut. Berdasarkan timeline KPPR, hari ini seharusnya akan dilakukan pemungutan dan rekapitulasi suara. Namun tanda-tanda gelaran pesta demokrasi tak nampak, sejumlah fakultas justru lengang dan sepi.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gunung Kelua, sejak siang hingga sore tadi, tidak terlihat tanda-tanda akan dilaksanakannya pemungutan suara. Di sana hanya terlihat mahasiswa yang tengah melakukan aktivitas perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Melihat hal ini, Sketsa mencoba mengonfirmasi Ketua KPPR Fatmawati. &quot;Tunda,&quot; jawab Fatma singkat melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini belum diketahui sampai kapan penundaan ini berlaku. Sebelum informasi penundaan ini beredar, diketahui pemilihan sempat dilakukan di dua fakultas, yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya siang tadi digelar pertemuan tertutup untuk melakukan mediasi yang dihadiri Encik Akhmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor III, DPM KM, KPPR, Panwas, serta perwakilan dari masing-masing paslon.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Konflik Sebelum Pelaksanaan Pemungutan Suara</strong></p><p style="text-align: justify;">Sehari sebelumnya, tepatnya Senin (17/12) kemarin, pukul 15.00 Wita timses paslon nomor urut dua Akbar-Rifai ramai-ramai memadati halaman Gedung Student Center (SC). Dikonfirmasi awak Sketsa, tujuan kedatangan mereka masih sama dengan saat debat kandidat, yaitu meminta kejelasan kepada DPM KM dan KPPR selaku penganggung jawab dan penyelenggara Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, dalam konfrensi persnya pada Sabtu (15/12) lalu, pihaknya menyatakan telah mencabut berkas dan menolak jika Akbar-Rifai masih dicantumkan sebagai kandidat paslon dengan nomor urut dua.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-pemira-bem-km-berakhir-pencabutan-berkas/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-pemira-bem-km-berakhir-pencabutan-berkas/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Mereka sempat mendatangi sekretariat DPM KM namun sore itu tidak ada Dwi Lutfhi, Ketua DPM KM. Hingga malam hari, rombongan timses ini tetap memadati halaman gedung SC sembari menunggu keputusan pihak DPM KM dan KPPR atas pencabutan berkas yang dilayangkan.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 21.30 Wita, awak Sketsa menyambangi sekretariat DPM KM. Saat itu DPM KM tengah diberikan waktu 2x30 menit untuk mengambilan keputusan. Namun rupanya hingga menjelang 22.30 Wita belum ada titik terang.</p><p style="text-align: justify;">Suasana semakin memanas tatkala Lutfhi menemui massa yang sudah menanti kehadirannya di halaman Gedung SC. Lutfhi tetap pada keputusannya untuk melaksanakan Pemira hari ini. Hal ini semakin membuat keriuhan massa semakin tak terbendung. Beberapa bahkan sulit dihentikan hingga petugas keamanan turut mengamankan.</p><p style="text-align: justify;">Melihat massa yang semakin tak terkendali, pihak keamanan memutuskan untuk membawa Lutfi pergi menggunakan mobil patroli keamanan. Malam semakin larut, menjelang tengah malam massa mulai membubarkan diri. <strong>(<em>sut/mrf/fir/adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Muswil dan Medical Expo, Agenda Akhir Tahun BEM FK Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/muswil-dan-medical-expo-agenda-akhir-tahun-bem-fk-unmul/baca </link>
<guid> muswil-dan-medical-expo-agenda-akhir-tahun-bem-fk-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 18 Dec 2018 12:45:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muswil dan Medical Expo BEM FK Unmul. (sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/muswil-dan-medical-expo-agenda-akhir-tahun-bem-fk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Au7uBYGMQu.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Muswil dan Medical Expo, Agenda Akhir Tahun BEM FK Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pada (9/12) lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (BEM FK) Unmul menghelat Musyawarah Wilayah (Muswil) untuk wilayah 3. Bertempat di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan, kegiatan ini terbagi atas beberapa rangkaian yaitu, <em>opening ceremony</em>, sidang, dan <em>medical expo</em>.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian <em>opening ceremony</em>, dimulai pukul 18.00 Wita, dihadiri oleh para peserta sidang, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dosen FK, dan para delegasi wilayah 3.</p><p style="text-align: justify;">Dibuka dengan tarian kreasi dari Unmul, dilanjutkan dengan doa. Selanjutnya sambutan dari ketua panitia, diteruskan oleh sambutan Ketua BEM FK, sambutan Sekertaris Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Wilayah 3. Dan sambutan sekaligus membuka acara, dari Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini merupakan kegitaan rutin dari Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) di Wilayah 3, dengan regional wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Yogyakarta, Jawa Tengah,&rdquo; jelas Chelsea Liamata Payung selaku ketua panitia.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan delegasi dari wilayah 3 terdiri Universitas Diponegoro, Universitas Muhammadyah Semarang, Universitas Muhammadyah Purwokerto, Universitas Sudirman, Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Muhammadyah Yogya, Universitas Surakarta, dan Universitas Muhammadyah Solo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari semua delegasi, hanya Universitas Islam Indonesia dan Universitas Wahid Hasim berhalangan hadir,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengambil tema Tapak Leman Ganggayaksa, yang artinya sebaik-baiknya manusia memiliki sifat yang mulia, sebagai pengayom dan menjadi inspirasi bagi masyarakat, terus terbang tapi tidak lupa tanah yang dipijak.</p><p style="text-align: justify;">Chelsea juga menceritakan rangkaian kegiatan dimulai Jumat (7/12) yaitu penyambutan, dilanjutkan sidang Muswil yang isinya pemilihan presidium, pembacaan tata tertib, pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari Badan Pengurus Wilayah 3 periode 2017-2018, kemudian berlanjut hingga keesokan harinya yaitu sesi pemilihan umum dan badan pengurusan selanjutnya. Akhir rangkaian dilaksanakan pada Minggu (9/12) dengan mengadakan Medical Expo.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Para peserta delegasi yang hadir akan memperkenalkan kampus mereka kepada siswa-siswi yang ada di Samarinda,&quot; Jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilaksanakan pada waktu bersamaan dengan sidang komisi A, Medical Expo berhasil menarik 90 pelajar SMA yang berasal dari Samarinda dan Tenggarong. Kuota awal yang disediakan hanya untuk 60 peserta, namun karena tingginya antusiasme pelajar terhadap kegiatan ini membuat panitia menambah kuota menjadi 90.</p><p style="text-align: justify;">Peserta menerima pengetahuan tentang dunia kedokteran yang disajikan dalam 3 agenda. Pertama, <em>Planaritation</em>, agenda ini berisi penjelasan mengenai kurikulum pendidikan kedokteran serta menjadi ajang berbagi pengalaman oleh alumni yang telah menjadi dokter dan alumni pra klinik. Agenda pertama diisi oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan Kedokteran Dr. Sulistiyawati, M.Med, Dr. Ibnu Widi selaku alumni serta Dian, seorang mahasiswa yang menjadi <em>co assistant</em>.</p><p style="text-align: justify;">Agenda selanjutnya yaitu Medical Tour. Setiap perwakilan dari institusi yang menjadi anggota wilayah 3 membuka stan sehingga peserta dapat menerima informasi mengenai pendidikan kedokteran di tiap-tiap institusi yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, peserta juga menerima pengetahuan mengenai tanda-tanda vital seperti denyut nadi dan pernafasan dalam agenda Skill Lab Simulation. Agenda yang dilaksanakan di Gedung Pusat Keterampilan Medis FK ini menjelaskan hal-hal kecil yang dapat dilakukan dengan mudah.</p><p style="text-align: justify;">Chelsea berharap, para peserta dapat lebih mengetahui tentang pendidikan kedokteran, &ldquo;Semoga pengetahuannya bertambah dan mereka punya gambaran yang lebih jelas, jadi mereka daftar ke sini (FK Unmul),&quot; tutupnya <strong><em>(bip/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira BEM FMIPA, Ketua KPPR: Kita Melawan Kotak Kosong </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-bem-fmipa-ketua-kppr-kita-melawan-kotak-kosong/baca </link>
<guid> pemira-bem-fmipa-ketua-kppr-kita-melawan-kotak-kosong </guid>
<pubDate> Wed, 19 Dec 2018 02:34:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira Presiden BEM FMIPA Unmul. (Sumber foto: Siti Istaqul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-bem-fmipa-ketua-kppr-kita-melawan-kotak-kosong/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hggYYa2W7v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira BEM FMIPA, Ketua KPPR: Kita Melawan Kotak Kosong</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Sketsa&nbsp;</strong>- Setelah melalui proses panjang, akhirnya (11/12) lalu, FMIPA melakukan kegiatan pemilihan Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM FMIPA. Ditemui <em>Sketsa</em> (14/12) lalu, Achmad Reyhan Fadhil selaku ketua KPPR menjelaskan ada perbedaan mencolok antara pemilihan tahun ini dengan tahun lalu.</p><p align="center" style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini ada perbedaan, melawan kotak kosong,&quot; ujarnya.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Dijelaskan lebih lanjut, maksud dari kotak kosong adalah dua bakal paslon yang mendaftar namun, yang lolos verifikasi berkas hanya ada satu paslon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penyebab salah satu pasangan bakal calon Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM FMIPA ini gagal dikatakan Reyhan karena tidak memenuhi persyaratan pencalonan yaitu, IPK dari paslon kedua ini tidak mencapai dari syarat yang sudah ditetapkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun sebelum dilakukan kegiatan pemira terlebih dahulu KPPR mengadakan kegiatan penyampaian visi dan misi dari Capres dan Cawapres BEM FMIPA. Penyampaian visi dan misi ini dilakukan pada Rabu (5/12) dan dihadiri oleh, Wakil Dekan I Sri Wahyunigsih, Presiden BEM FMIPA 2018, Ketua DPM, ketua-ketua HMJ FMIPA serta delegasi dari tiap UKM.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dilanjutkan dengan pemilihan pada Selasa (11/12) lalu. Reyhan mengatakan walaupun hanya satu pasangan calon namun, pemilihan Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM FMIPA tetap dilakukan selayaknya ada dua pasangan calon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Surat suara yang disediakan oleh KPPR sebanyak 390, untuk jumlah surat suara yang digunakan sebanyak 255. Jumlah surat suara sah sebanyak 253 dan jumlah surat suara tidak terpakai sebanyak 135.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan Pemira di FMIPA sendiri terdapat berbagai kendala, minimnya semangat demokratis salah satunya. &quot;Ibaratnya kita udah nyiapin buat Pemira semaksimal mungkin. Eh, ternyata yang nyoblos enggak semua mahasiswa. Kesadaran mahasiswanya sih kurang,&quot; tutur Mahasiswa Fisika angkatan 2016 ini.</p><p style="text-align: justify;">Reyhan mengatakan jumlah pemilih mahasiswa di FMIPA tidak sampai separuh dari jumlah keseluruhan mahasiswa. Menurutnya, jumlah mahasiswa berdasarkan data yang diberikan dekanat sebanyak 800 mahasiswa, sementara yang ikut memilih hanya 256 mahasiswa dan 3 suara dianggap tidak sah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di FMIPA ini kesadaran demokrasi di kalangan mahasiswanya masih kurang. Semoga tahun depan semakin ditingkatkan (kesadaran demokrasi),&quot; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Disampaikannya pula, Presiden BEM FMIPA 2019 yang terpilih yakni Indra Kurniawan dan Wakilnya Aulia Putri Bru Karo. &quot;Pelantikannya masih menunggu dari dekan. Kalau enggak Januari atau awal Februari,&quot; tambahnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya Presiden serta Wakil Presiden BEM FMIPA terpilih periode 2019 ini, ia berharap dapat lebih terbuka dengan seluruh mahasiswa FMIPA sehingga dapat membantu meningkatkan kesadaran beroganisasi serta berdemokrasi dikalangan mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Reyhan juga berharap Presiden serta wakil Presiden BEM FMIPA dapat menyambungkan antara semua HMJ serta UKM di FMIPA agar tidak saling bersinggungan. Di penghujung wawancara, Reyhan juga menyampaikan ke depannya kemungkinan Pemira FMIPA akan menggunakan <em>e-vote</em>. Tujuan dari penggunaan <em>e-vote</em> ini selain untuk berinovasi juga untuk memancing para Mahasiswa FMIPA untuk ikut berperan dalam pemira.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita akan mencoba e<em>-vote</em>. Seperti Pemira BEM KM&quot;, tutupnya. <strong><em>(sii/yun/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Timses Cinta Mulawarman Rilis Pernyataan Sikap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-cinta-mulawarman-rilis-pernyataan-sikap/baca </link>
<guid> timses-cinta-mulawarman-rilis-pernyataan-sikap </guid>
<pubDate> Thu, 20 Dec 2018 12:38:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar pernyataan sikap timses Cinta Mulawarman. (Sumber: Instagram Cinta Mulawarman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-cinta-mulawarman-rilis-pernyataan-sikap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o0Y4iIrszV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Timses Cinta Mulawarman Rilis Pernyataan Sikap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> 18 Desember lalu, melalui akun Instagram cintamulawarman, tim sukses Akbar-Rifai mengunggah pernyataan sikap terhadap pemilihan raya BEM KM Unmul. Dibuka dengan pemaparan sembilan poin yang dinilai sebagai evaluasi dan menjadi alasan dikeluarkannya surat pernyataan sikap tersebut. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Keluarga Mahasiswa Unmul sebagai landasan, timses nomor urut dua ini memaparkan kejanggalan yang dianggap tak sejalan dengan aturan dalam undang-undang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini bentuk kekecewaan dari kami paslon nomor urut dua, terkait pelaksanaan Pemira di tahun 2018,&quot; ujar Rifqi, juru bicara tim Akbar-Rifai.</p><p style="text-align: justify;">Poin pertama, menyatakan bahwa UU Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pemira Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul yang dibuat oleh DPM KM dinilai tidak melalui tahapan hukum yang sesuai. Penetapan UU tersebut hanya dihadiri 5 dari 23 orang anggota DPM KM. Selanjutnya di poin kedua, dalam surat tersebut menyebutkan tidak adanya surat ketetapan DPM KM dalam pembentukan Panwas dan KPPR.</p><p style="text-align: justify;">Hal lain yang dipaparkan dalam poin ketiga ialah penentuan waktu Pemira yang ditetapkan secara sepihak, dalam hal ini oleh Dwi Luthfi selaku Ketua DPM KM yang kemudian mengatasnamakan DPM KM dan hal ini dibenarkan oleh KPPR. Namun timses Cinta Mulawarman menilai ini tidak sesuai, jika berkaca dari UU Nomor 54 poin (2) yang tertulis bahwa hari, tanggal, waktu, dan tempat pemungutan suara ditetapkan oleh KPPR.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, menyoroti soal keberadaan Panwas di poin keempat yang belum terbentuk pada saat verifikasi berkas pada (23/11). Sekali lagi, hal ini dinilai bertentangan oleh timses Akbar-Rifai dari UU pasal 22 tentang tugas dan wewenang Panwas untuk mengawasi seluruh proses penyelenggaraan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Di poin selanjutnya, Pasal 34 juga disinggung sebab dianggap tidak sejalan dengan pelaksanaan Pemira BEM KM saat ini. Aturan tersebut berbunyi, &quot;Apabila hasil verifikasi terhadap berkas persyaratan bakal pasangan calon tidak memenuhi persyaratan dan ditolak oleh KPPR, bakal pasangan calon dinyatakan gugur&quot;.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hal ini menjadi permasalahan karena penafsiran sepihak oleh saudara Luthfi dan saudari Fatamawati mengatasnamakan DPM dan KPPR tanpa dibicarakan di internalnya, terkait pasal tersebut,&quot; isi surat pernyataan sikap itu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam surat juga tertulis, saat verifikasi berkas terdapat pernyataan dari KPPR bahwa paslon yang telah gugur tidak dapat mencalonkan kembali. Seperti diketahui, Febri yang sebelumnya sempat gagal lolos verifikasi berkas bersama Sigit Untoro, kini maju bersama Furqon.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian di poin keenam, mempermasalahkan pemungutan suara yang direncanakan terlaksana pada 18 Desember lalu. Di mana sebagian besar fakultas telah menyelesaikan kegiatan akademik dan hal ini dianggap tidak memaksimalkan partisipasi politik mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ketujuh, dalam mediasi yang dilakukan usai debat kandidat pada (15/12) lalu, permintaan dari pihak Akbar-Rifai berupa bentuk notulensi, berita acara, bukti administratif dalam segala tahapan Pemira, DPM KM dan KPPR tidak dapat menunjukkan.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, timses Cinta Mulawarman melihat segala keputusan dalam proses Pemira diputuskan sepihak oleh Luthfi tanpa berkoordinasi dengan jajaran anggota DPM KM lainnya. Memanggapi poin-poin tersebut, di akhir surat dijelaskan beberapa bentuk sikap yang diambil.</p><p style="text-align: justify;">Di antaranya imbauan kepada seluruh pendukung Akbar-Rifai untuk tetap menjaga situasi kondusif di kampus. Kedua, Pemira BEM KM Unmul cacat administrasi sehingga tidak dapat dilanjutkan karena tidak memiliki keabsahan dan legalitas. Ketiga, mosi tidak percaya pada DPM KM, KPPR, dan Panwas Pemira. Ditutup dengan pernyataan menarik berkas Akbar-Rifai dari Pemira BEM KM Unmul 2018. <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konsekuensi Penundaan Pemira Bagi Paslon </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsekuensi-penundaan-pemira-bagi-paslon/baca </link>
<guid> konsekuensi-penundaan-pemira-bagi-paslon </guid>
<pubDate> Fri, 21 Dec 2018 12:13:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber ilustrasi: blog.geevv.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsekuensi-penundaan-pemira-bagi-paslon/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fokYM9RfLi.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Konsekuensi Penundaan Pemira Bagi Paslon</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Ditundanya pelaksanaan Pemira yang semestinya terlaksana pada Selasa (18/12) lalu, berpengaruh pada persiapan Pemira yang telah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Sama halnya dengan yang telah dipersiapkan kedua pasangan calon yang berlaga. <br><br>Pihak Febri-Furqon melalui Ahmad Imam Syamsuddin selaku tim sukses menyayangkan adanya penundaan pelaksanaan pemungutan suara. Penundaan ini juga membuat kerugian, sebab sebelumnya telah mempersiapkan dari segala aspek.<br><br>&quot;Kami sudah ikhtiar selama dua minggu kampanye. Banyak hal-hal lain yang sebenarnya bisa dikerjakan tapi malah jadinya harus menunggu lagi,&quot; ujar Imam. <br><br>Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah menanti keputusan final nasib pelaksanaan Pemira. Harapannya hasil terbaik akan diputuskan dan dapat diterima semua pihak. <br><br>&quot;Selama keputusan tersebut berada di jalur yang semestinya, kami terima. Kami siap menang siap kalah,&quot; imbuhnya. <br><br>Sementara bagi tim Akbar-Rifai, dikatakan Rifki selaku juru bicara timses, penundaan ini merupakan bentuk tindak lanjut permintaan paslon nomor urut dua yang menilai tidak efektifnya pemilihan dilakukan di masa libur seperti saat ini. Pihaknya mengeklaim beberapa fakultas yang dinilai sebagai sumber suara saat ini tengah ditinggal pulang kampung mahasiswanya. <br><br>&quot;Apalagi lumbung suara kami di FISIP, FT, FEB, dan Perikanan yang banyak pulang ke daerah masing-masing,&quot; tulisnya di pesan <em>WhatsApp</em>. <br><br>&quot;Kami memiliki saran untuk diundur sampai bulan Februari 2019 di minggu kedua, saat aktif perkuliahan.&quot; <strong style="">(<em>sut/adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Carut-marut Wajah Pemira Tahun Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/carut-marut-wajah-pemira-tahun-ini/baca </link>
<guid> carut-marut-wajah-pemira-tahun-ini </guid>
<pubDate> Fri, 21 Dec 2018 13:14:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber ilustrasi: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/carut-marut-wajah-pemira-tahun-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XwAKlMsEEW.png" />
					</figure>
			                <h1>Carut-marut Wajah Pemira Tahun Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Nasib Pemira BEM KM Unmul hingga kini belum menemui titik terang. Setelah berbagai kontroversi yang terjadi sejak seminggu lalu, pihak KPPR selaku penyelenggara hingga kini masih menunggu keputusan dari DPM KM Unmul mengenai kelanjutan Pemira kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diadakan mediasi tertutup yang melibatkan Encik Akhmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor III, timses dari masing-masing pasangan calon, KPPR, Panwas hingga DPM KM pada (18/12) lalu. Dari pertemuan tersebut, diperoleh keputusan bahwa gelaran Pemira kali ini ditunda dan Encik menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada DPM KM. Sebab peristiwa yang baru-baru ini terjadi tergolong Kejadian Luar Biasa (KLB).</p><p style="text-align: justify;">Menindaklanjuti perihal penundaan ini, <em>Sketsa</em> mencoba mengonfirmasi pihak KPPR dalam hal ini Fatmawati pada Rabu (19/12) lalu. Dalam wawancara tersebut, Fatma turut membenarkan soal penundaan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang benar terjadi penundaan, namun sampai kapannya kami tidak tahu. Ini sudah menjadi kewenangan DPM KM,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Fatma juga menambahkan bahwa saat ini ia bersama KPPR hanya bisa menunggu keputusan dari DPM KM yang dikabarkan akan menggelar Sidang Paripurna untuk menentukan apakah Pemira kali ini digelar aklamasi atau diundur hingga Februari tahun depan.</p><p style="text-align: justify;">Saat debat kandidat lalu, Akbar menyatakan bahwa pemungutan suara yang dilakukan saat beberapa fakultas telah libur berpengaruh terhadap jumlah partisipan. Di antaranya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Teknik (FT) yang dinilai sebagai fakultas yang memberikan suara paling besar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Presiden dan Wakil Presiden BEM KM yang terpilih itu representatif dari 14 fakultas,&quot; ujar Fatma menanggapi.</p><p style="text-align: justify;">Jawaban yang sama juga dilontarkan Fatma ketika dimintai keterangan soal publikasi penundaan ini. Sekali lagi ia menjawab bahwa sejak keputusan mediasi lalu, segala hal terkait Pemira termasuk publikasi penundaan bukan lagi menjadi kewenangan KPPR hingga ditetapkannya keputusan baru oleh DPM KM.</p><p style="text-align: justify;">Perihal permintan pasangan calon nomor urut dua, Akbar-Rifai yang ingin mencabut berkas, Fatma tetap memberikan jawaban yang sama dengan pernyataannya saat debat kandidat. Tidak ada pencabutan berkas bagi pasangan calon siapa saja.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan bahwa perihal pencabutan berkas ini sudah jelas, terbukti dengan adanya surat yang ditandatangani oleh KPPR dan masing-masing paslon. Isi surat tersebut adalah kesediaan untuk menjadi pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM dan mematuhi segala ketentuan Pemira BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi jelas, surat tadi merupakan bukti keterikatan bahwa masing-masing paslon diharuskan untuk mematuhi segala ketentuan Pemira yang ditetapkan KPPR,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait permintaan pencabutan berkas, Fatma juga menambahkan kekhawatirannya bahwa ini akan menjadi suatu budaya di Unmul. &ldquo;Jika di masa mendatang ada lagi timbul kejadian serupa, maka dikhawatirkan ini akan menjadi budaya yang tidak baik,&rdquo; tambah Fatma.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, <em>Sketsa</em> juga meminta klarifikasi perihal berita acara yang terus dituntut kubu paslon nomor urut dua saat usainya debat kandidat lalu. &ldquo;Sebenarnya ada (berita acaranya), cuma kami saat itu tidak menyangka bahwa akan diminta saat itu juga,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Fatma menambahkan bahwa KPPR tidak mungkin menerbitkan suatu keputusan tanpa adanya berita acara. Sejauh ini, <em>Sketsa</em> terus mencoba mengonfirmasi Dwi Luthfi selaku Ketua DPM KM. Namun tak kunjung menerima respons. Berdasarkan unggahan akun Instagram pemirakmunmul, sore tadi dilaksanakan konferensi pers bertempat di Central Business Fekon (CBF). <strong>(<em>adl/sut/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Makna Hari Ibu di Tanah Rantau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/makna-hari-ibu-di-tanah-rantau/baca </link>
<guid> makna-hari-ibu-di-tanah-rantau </guid>
<pubDate> Sat, 22 Dec 2018 12:02:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Grid.ID) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/makna-hari-ibu-di-tanah-rantau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bizT1fgHqL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Makna Hari Ibu di Tanah Rantau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu mahasiswi yang merangkap sebagai anak rantau, saya selalu merindukan rumah. Mungkin sebagian dari kita berpikir, bahwa jauh dari rumah tanpa pengawasan orang tua adalah masa-masa yang menyenangkan. Namun, tidak bagi saya.</p><p style="text-align: justify;">Saya memiliki hubungan yang dekat dengan Ibu saya, terlepas dari kami adalah anak-beranak. Mungkin apa yang kalian rasakan ketika berada dekat dengan Ibu kalian, sama dengan yang saya rasakan, nyaman.</p><p style="text-align: justify;">Dahulu, saya ingin menjauhi Ibu saya karena beliau terus memarahi dan mengomeli saya tanpa henti. Berbagai pekerjaan selalu tak rapi di matanya. Sebagai anak remaja yang labil saat itu, saya begitu kesal dan ingin sekali pergi jauh dari rumah.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian tibalah ketika saya harus pergi berkuliah di kota Tepian. Tanpa saya duga, saya dengan cepat merindukan Ibu saya. Saya kehilangan sesuatu yang setiap pagi, siang, dan malam saya dengar, omelannya. Saya kemudian sadar, bahwa setiap omelan yang dia lontarkan berisi pesan-pesan sayang yang tersirat.</p><p style="text-align: justify;">22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Di momen seperti ini, sebisa mungkin saya akan menghubungi Ibu saya atau kembali pulang ke rumah. Kemudian saya akan memeluk beliau dan berkata, &quot;Aku kangen!&quot; yang kemudian akan di sambut dengan jeweran telinga, mengatakan kalau saya lebay. Namun di balik kata tersebut, dia tersenyum simpul. Itulah yang paling membuat saya senang.</p><p style="text-align: justify;">Saya merasa bersyukur bahwa saya dikaruniai seorang Ibu yang sangat memerhatikan anak-anaknya, serta sangat bertanggung jawab dalam membesarkan anak-anaknya. Kelak, ketika saya menjadi seorang Ibu, saya ingin menjadi Ibu yang luar biasa bagi anak-anak saya.</p><p style="text-align: justify;">Semoga saat ini kalian dapat berkumpul bersama Ibu kalian. Kecup dan ciumlah tangannya. Selamat Hari Ibu, bagi semua Ibu yang luar biasa bagi keluarganya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ramai Kontra Survei LGBT, Miftah: BEM KM Ingin Melindungi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ramai-kontra-survei-lgbt-miftah-bem-km-ingin-melindungi/baca </link>
<guid> ramai-kontra-survei-lgbt-miftah-bem-km-ingin-melindungi </guid>
<pubDate> Sat, 22 Dec 2018 12:44:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Survei BEM KM terkait LGBT ramai memancing komentar. (Sumber foto: Instagram BEM KM) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ramai-kontra-survei-lgbt-miftah-bem-km-ingin-melindungi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f1xCWzXsJS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ramai Kontra Survei LGBT, Miftah: BEM KM Ingin Melindungi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Mahasiswa Unmul belakangan ini dibuat geger akibat survei yang diprakarsai oleh BEM KM Unmul. Melalui akun <em>Instagram</em> @bemkmunmul, survei dengan judul &quot;LGBT di Kampus?&quot; ini diunggah pada 11 Desember lalu. Muncul beragam tanggapan bahkan ratusan di kolom komentar di postingan tersebut. Tak sedikit yang mempertanyakan, apa alasan dan tindaj lanjut dari survei ini. Sebagian juga menilai isu yang diangkat tidak etis, terlebih diinisiasi lembaga kemahasiawaan besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ramainya respons terkait survei ini tidak hanya berasal dari mahasiswa Unmul, di antaranya ada yang berasal dari perguruan tinggi ternama di pulau Jawa. Menandakan Semakin menyebarluasnya survei tersebut. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak BEM KM Unmil menanggapi kehebohan postingan tersebut. <em>Sketsa</em> mencoba mencari tahu dengan mewawancarai pihak BEM KM Unmul, dalam hal ini Muhammad Miftahul Mubarok selaku Wakil Presiden.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang akrab disapa Miftah ini secara terbuka menerangkan, hingga saat ini belum adanya konferensi pers dari BEM KM dikarenakan menunggu persetujuan Presiden BEM KM, Rizaldo, yang tengah berada di luar kota.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tidak menghindar, tetapi memang menunggu Pak Presiden. Kalau saya aja yang muncul, bagus sih bagus, tapi kurang lengkap,&quot; ungkapnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Miftah menjelaskan, tujuan dari diadakannya survei ini tidak untuk mendiskriminasi maupun menyudutkan individu yang diduga lesbian, <em>gay, biseksual, transgender&nbsp;</em>atau yang disingkat LGBT. Survei ini merupakan salah satu rangkaian dari program kerja jangka panjang BEM KM, hasil surveinya nanti ditujukan untuk melindungi dan merangkul mahasiswa yang diduga LGBT.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Output</em> dari survei ini membawa data ke sebuah forum diskusi yang membahas bagaimana seharusnya kita dapat bertindak kepada kelompok kecil ini yang rentan didiskriminasi bahkan hingga di-<em>bully</em>. Kita berharap dapat menghadirkan seluruh pihak terkait agar clear, tidak ada kesalahpahaman,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi tersebut nantinya akan dilimpahkan ke kepengurusan BEM KM selanjutnya, karena program ini merupakan program kerja jangka panjang dan berlanjut. Saat ini link survei tersebut tidak dapat diakses sebab responden telah melebihi kuota, yang mencapai 291 responden. Padahal batas akhir pengisian pada Selasa (18/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bagaiamanapun Miftah mengaku bersyukur dengan tanggapan kontra yang menjadi mayoritas, sebab hal ini dinilai menandakan bahwa mahasiswa sadar dan mendukung satu sama lain tanpa membeda-bedakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;BEM KM itu ingin melindungi mereka bukan mendiskiriminasi. Hari ini LGBT itu ada bukan untuk dimusuhi tapi untuk dirangkul,&quot; tegasnya. <strong style="">(<em>syl/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ibumu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ibumu/baca </link>
<guid> ibumu </guid>
<pubDate> Sun, 23 Dec 2018 11:29:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber ilustrasi: malangtoday.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ibumu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZQCqvIzPuy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ibumu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ibumu adalah ibu yang direbut negara<br>demi kepentingan seremonial di deretan<br>perayaan hari-hari besarnya</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah hari-hari besar yang kau<br>sembah selama kau hidup di facebook dan instagram</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah facebook dan instagram yang<br>tak pernah dimengerti orang-orang di<br>kampung apalagi dukun yang membantu kelahiranmu</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah kelahiranmu yang kau rayakan dengan<br>kue tar dan balon warna-warni yang kau beli<br>di toko-toko bernama asing</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah orang asing yang bersekongkol<br>dengan kepala desa untuk membakar pohon dan hutanmu</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah pohon dan hutan yang berserakan dan kekeringan,<br>di atas tanah,<br>Tempat serigala-serigala pascakolonial mendendang pesta</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah pesta yang kau semarakkan,<br>di akhir tahun yang menyedihkan di jalan-jalan,<br>di hotel-hotel, di bar-bar, di langit yang dipanggang kembang api<br>dan petasan</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah kembang api dan petasan yang meledak<br>bersama tangis pengemis, di tepi jembatan, <br>di lampu merah kuning hijau<br>tak dapat apa-apa karena aturan denda bagi yang<br>merogoh kantong-kantongnya</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah kantong-kantong berisi tubuh mayat yang membusuk<br>di sepanjang tanah Palu, tanah Bima, tanah Mamasa<br>juga tanah lainnya setelah gempa</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah gempa yang meluluhlantakan rumah, sekolah, dan tempat bermain di masa kecilmu yang bahagia</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah masa kecilmu yang bahagia,<br>yang tak dirasakan anak-anak yang tenggelam di lubang-lubang tambang<br>batu bara bersama cita-citanya</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah cita-cita yang telah lama kau dengungkan, di atas becak,<br>di parade agustusan hari itu, menjadi polisi, menjadi guru, dan dokter</p><p style="text-align: justify;">Ibumu adalah polisi, guru dan dokter yang tak bisa kau capai sebelum kau tebus dengan seluruh hartamu yang juga kau pinjam di mana-mana.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Irwan Syamsir, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya. (Disebabkan Saut Situmorang)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Debat Kandidat Ricuh (Lagi) Akibat Kebodohan yang Tiada Henti-hentinya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/debat-kandidat-ricuh-lagi-akibat-kebodohan-yang-tiada-henti-hentinya/baca </link>
<guid> debat-kandidat-ricuh-lagi-akibat-kebodohan-yang-tiada-henti-hentinya </guid>
<pubDate> Sun, 23 Dec 2018 12:25:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kericuhan dalam Debat Kandidat Pemira BEM KM Unmul 2018. (Sumber ilustrasi: sipayo.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/debat-kandidat-ricuh-lagi-akibat-kebodohan-yang-tiada-henti-hentinya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UUla8JJcPS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Debat Kandidat Ricuh (Lagi) Akibat Kebodohan yang Tiada Henti-hentinya</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Debat kandidat Pemira BEM KM Unmul yang diselenggarakan Minggu (15/12) berakhir dengan kericuhan. Persoalan berkas administrasi paslon nomor 1 menjadi pemicu yang dipertanyakan oleh timses paslon nomor 2 kepada panitia pemira.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Penyebab kericuhan ini tak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada debat kandidat tahun lalu yang berakhir dengan keributan, bahkan parahnya pada tahun sebelumnya adu jotos menjadi penutup dalam pertarungan pemilihan Presiden BEM KM UNMUL.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, ini bukan hanya persoalan teknis administrasi semata, melainkan cerminan dari malasnya organisasi-organisasi mahasiswa dalam pembangunan kesadaran. Singkat kata malas membaca dan berdiskusi. Tapi, beranggapan mampu mengubah dunia.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, mahasiswa dihadapkan dengan pendidikan yang semakin mahal serta biaya hidup yang terus meningkat, hal ini yang menyebabklan mahasiswa dituntut untuk lulus secepat mungkin dengan IPK yang memuaskan. Ditambah dengan beban kuliah yang menyita waktu serta kurikulum yang jauh dari realitas yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, <em>e</em><em>vent-event organizer&nbsp;</em>menjadi wajib bagi setiap kepengurusan organisasi mahasiswa. Walaupun terdapat momentum untuk membangun gerakan (konsolidasi dan aksi massa). Namun tak jarang membangun sekat-sekat identitas dalam gerakan. Hingga pembangunan gerakan inipun tidak pernah menunjukan keseriusannya dalam melibatkan partisipasi massa luas dan konsistensinya. Di lain hal, sekretariat organisasi kini menjadi tempat <em>ngerumpi,&nbsp;</em>kumpul-kumpul main <em>game online</em>, belum lagi menjadi tempat pesta miras. Hal ini berperan dalam minimnya angka keterlibtan mahasiswa dalam organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, di tengah permasalahan dunia pendidikan yang kompleks ini. Gerakan mahasiswa bukannya melakukan pembangunan kesadaran melainkan melemahkan gerakan itu sendiri. Dalam dua tahun terakhir ini saja, kericuhan yang tolol akibat perebutan kerkuasaan dengan tajuk PEMIRA BEM KM UNMUL.</p><p style="text-align: justify;">Maka tidak heran dalam perdebatan kemarin kita tidak menemukan akar permasalahan dari komersialisasi pendidikan yang memunculkan sistem pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), padahal beberapa kali kedua paslon selalu menggunakan kata UKT. Hingga ancaman pengangguran kepada mahasiswa yang akan meninggalkan kampus. Ini belum lagi dengan tenaga kerja <em>outsourcing</em> di kampus dengan upah di bawah UMR.</p><p style="text-align: justify;">Satu hal yang menjadi ironi adalah kericuhan ini buah dari perebutan kekuasaan Presiden dan Wapres BEM KM UNMUL. Namun bila kita telusuri, bagaimana mungkin BEM yang adalah bagian kebijakan NKK/BKK Orde Baru untuk melemahkan gerakan mahasiswa itu sendiri mampu menjawab permasalahan-permasalahan di kampus hingga luar kampus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bisa saja bagi mereka yang terjebak dalam kericuhan-kericuhan yang tolol ini tidak mengetahuinya. Justru ketidaktahuan ini adalah buah dari kemalasan dalam membangun budaya membaca, menulis, hingga berdiuskusi. Ironinya, mereka menganggap kekuasaan yang mereka perebutkan mampu menjadikan dirinya sebagai <em>super hero&nbsp;</em>yang mampu menyelesaikan semua masalah.</p><p style="text-align: justify;">Sudah saatnya kita keluar dari logika demokrasi sempit yang dua tahun terakhir malah menciptakan budaya yang tidak ilmiah berupa kericuhan hingga adu jotos. Membangun budaya ilmiah adalah pekerjaan mendesak gerakan mahasiswa itu sendiri. Membawa masuk realita ke dalam kampus sehingga kampus benar-benar menjadi wadah perjuangan buruh yang diupah murah, petani yang dirampas lahannya, perempuan yang rentan dilecehkan, diskriminasi kepada kelompok minioritas, hingga persoalan kerusakan lingkungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, membangun partisipasi aktif seluruh mahasiswa sampai menuntut kedaulatan penuh oleh mahasiswa dalam setiap pembuatan kebijakan oleh birokrasi kampus. Bahkan, bukan hanya partipasi mahasiswa saja, namun seluruh elemen rakyat tertindas lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga kampus benar-benar menjadi wadah dan memberitakan perjuangan rakyat tertindas dengan budaya-budaya ilmiahnya. Bukan lagi memberitakan ketololan-ketoloan yang diciptakan oleh mahasiswa sendiri untuk merebut kekuasaan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Fargu, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Milly dan Mamet: Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karier? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/milly-dan-mamet-ibu-rumah-tangga-atau-wanita-karier/baca </link>
<guid> milly-dan-mamet-ibu-rumah-tangga-atau-wanita-karier </guid>
<pubDate> Sun, 23 Dec 2018 13:48:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah cinta Milly&Mamet siap temani libur akhir tahun. (Sumber foto: brillio.net) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/milly-dan-mamet-ibu-rumah-tangga-atau-wanita-karier/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rHZLhn4Hf2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Milly dan Mamet: Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karier?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sutradara: Ernest Prakarsa</p><p style="text-align: justify;">Produser: Chand Parwez Servia, Fiaz Servia, Mira Lesmana</p><p style="text-align: justify;">Pemeran: Sissy Pricillia, Dennis Adhiswara, Yoshi Sudarso, Julie Estelle, Dian Sastrowardoyo, Titi Kamal, Adinia Wirasti, Isyana Sarasvati, Roy Martin, Arditya Taqwa Erwanda.</p><p style="text-align: justify;">Sinematografi: Robby Herbi</p><p style="text-align: justify;">Perusahaan Produksi: PT Kharisma Starvision Plus Miles Film</p><p style="text-align: justify;">Tanggal Rilis: 20 Desember 2018</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Masih ingat Milly? Sosok yang diperankan oleh Sissy Pricillia pada film Ada Apa Dengan Cinta? (2002) dan Ada Apa Dengan Cinta 2 (2014) merupakan salah satu bagian dari Cinta and The Geng yang terkenal dengan kepribadiannya yang humoris, periang, dan mampu menjadi energi bagi Cinta dan kawan-kawan. Milly yang dulu merupakan remaja periang seiring berjalannya waktu bertransformasi menjadi seorang wanita dewasa. Lantas seperti apa perubahannya? Semua akan ditampilkan dalam adegan tiap adegan film.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Milly &amp; Mamet tayang perdana serempak di seluruh bioskop Indonesia pada 20 Desember 2018. Film ini berhasil menarik hati penonton dengan mengangkat kisah dari Milly sendiri (Sissy Pricilia) yang terlepas dari sosok Cinta (Dian Sastrowardoyo), Maura (Titi Kamal), dan Karmen (Adinia Wirasti). Milly yang telah dewasa telah menemukan pasangan hidupnya yakni Mamet (Dennis Adhiswara) yang tak lain adalah teman semasa SMA.</p><p style="text-align: justify;">Milly dan Mamet dikarunai seorang putra menggemaskan bernama Sakti dan kehadiran Sakti merupakan awal proses kehidupan keduanya sebagai pasangan suami dan istri. Mamet yang sebelumnya merupakan seorang mahasiswa desain grafis mulai menemukan ketertarikannya pada dunia dapur semenjak sang ayah divonis mengidap diabetes. Ia pun ingin membuat hidangan yang sehat dan aman dikonsumsi hingga terbawa pada kehidupan rumah tangga. Mamet senantiasa menyajikan hidangannya di meja keluarga. Namun, setelah berkeluarga, Mamet menjadi kaki tangan Ayah Milly (Roy Martin) dalam meneruskan bisnis keluarga sehingga Mamet didapuk menjadi direktur dalam perusahaan konveksi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut mengharuskan Milly untuk angkat kaki dari pekerjaannya di suatu perusahaan asuransi dan menjadi ibu yang siaga bagi Sakti. Dalam proses mengasuh, Milly merasa senang dengan perannya sebagai seorang Ibu hingga suatu saat Milly merasa jenuh dengan keadaannya yang seperti itu saja tanpa disadari. Ia mulai jarang berinteraksi dengan dunia luar, terkecuali dengan tetangganya Jojo (Eva Celia), seorang wanita karier yang masih melajang. Keraguan mulai melanda Milly, apakah ia tetap akan menjadi seorang ibu rumah tangga yang siap sedia untuk keluarga, ataukah ia ingin mengikuti keinginannya ingin berkegiatan dan mengeksplor dunia luar kembali?</p><p style="text-align: justify;">Film ini meninggalkan nilai dan pesan moral mendalam bagi penonton khusunya para ibu di kehidupan modern saat ini. Sosok ibu tidak hanya pandai dalam kegiatan &quot;berumah&quot; namun dapat pula &quot;berkantor&quot;, pilihan ingin menjadi sosok ibu yang seperti apa tak ada yang salah. Sebab semua ibu menginginkan yang terbaik untuk keluarganya. Film dengan genre komedi dan romantis yang disutradarai oleh aktor Ernest Prakarsa ini dirasa segar. Melalui aktor dan aktris yang bermain di dalamnya, bahkan ada yang perdana menunjukkan bakatnya dalam beradu akting seperti bintang pendatang baru Isyana Sarasvati, jebolan stand up comedian asal Samarinda Arditya Taqwa Erwanda, dan pendatang baru lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam menyambut Hari Ibu, film ini terasa cocok untuk didedikasikan kepada seluruh Ibu di Indonesia, kamu penasaran? Segera menyaksikam film ini di bioskop kesayanganmu ya!<strong><em>&nbsp;(syl/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aplikasi Mendeley untuk Manajemen Referensi Bukan Mendeteksi Plagiasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aplikasi-mendeley-untuk-manajemen-referensi-bukan-mendeteksi-plagiasi/baca </link>
<guid> aplikasi-mendeley-untuk-manajemen-referensi-bukan-mendeteksi-plagiasi </guid>
<pubDate> Mon, 24 Dec 2018 11:21:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aplikasi Mendeley yang berfungsi sebagai “citation and reference manager”. (Sumber ilustrasi: wordpress.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aplikasi-mendeley-untuk-manajemen-referensi-bukan-mendeteksi-plagiasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VCbus0tnho.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aplikasi Mendeley untuk Manajemen Referensi Bukan Mendeteksi Plagiasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul menyambut pergantian tahun dengan menetapkan kebijakan baru, yaitu mewajibkan seluruh mahasiswanya dari Strata 1 (S1) hingga Strata 3 (S3) dalam penulisan skripsi, tesis dan disertasi wajib menggunakan Aplikasi Mendeley.</p><p style="text-align: justify;">Aplikasi Mendeley adalah program komputer yang dikembangkan oleh Elsevier untuk membantu mengelola refrensi karya ilmiah. Kelebihannya adalah penulis tak perlu lagi membuat daftar pustaka secara manual. Dengan aplikasi ini, semua refrensi yang penulis gunakan secara otomatis akan tersusun didaftar pustaka baik dari penulis, judul, tahun dan penerbit.</p><p style="text-align: justify;">FEB Unmul menyediakan pelatihan pengoprerasian aplikasi tersebut untuk dosen dan mahasiswa S1 hingga S3. Khusus untuk dosen, pelatihan digelar pada Kamis (13/12), sedangkan untuk mahasiswa dilaksanakan mulai 17 hingga 19 Desember dan setiap harinya dibagi menjadi lima sampai enam sesi.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>berkesempatan hadir dalam pelatihan tersebut, materi dibawakan oleh Rizky Yudaruddin selaku kepala IT FEB Unmul. Rizky sapaan akrabnya mengatakan, dalam skripsi mahasiswa biasanya tidak sesuai antara kutipan dan daftar pustaka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini curhatan dosen-dosen, mahasiswa buat skripsi, mengutip si A, tapi tidak ada di daftar pustaka. Atau di daftar pustaka ada si A, tapi tidak ada mengutip si A,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi saya yakin, yang ada di dalam ruangan ini tidak begitu,&rdquo; tambahnya diikuti tawa audiens.</p><p style="text-align: justify;">Dengan menggunakan <em>software&nbsp;</em>Mendeley dapat menyinkronkan kutipan dengan daftar pustaka, sekaligus dapat membuktikan refrensi saat seminar maupun ujian. Lalu pemateri melanjutkan memaparkan tahap-tahap menginstal <em>software&nbsp;</em>tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Mula-mula melakukan registrasi akun <em>software&nbsp;</em>Mendeley di <em>website</em> resmi, setelah itu mendownload <em>software</em> tersebut di <em>website&nbsp;</em>tersebut. Setelah itu, instal aplikasi tersebut. Bagi yang perdana menggunakan aplikasi tersebut diwajibkan <em>login&nbsp;</em>dan mengisi data diri.</p><p style="text-align: justify;">Setelah tahap-tahap di atas rampung <em>software&nbsp;</em>ini siap digunakan, namun <em>software&nbsp;</em>ini belum terhubung dengan <em>Microsoft Word</em>. Denfan embuka <em>software&nbsp;</em>Mendeley lalu klik pada <em>tools</em>, lalu instal &lsquo;<em>Microsoft Word Plugin</em>&rsquo;, apabila telah terinstal maka secara otomatis akan terhubung pada <em>Ribbon References Microsoft Word</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lalu pemateri melanjutkan dengan menjelaskan tahap-tahap mengoperasikannya, dimulai dari membuat folder dalam <em>software</em> Mendeley untuk menyimpan semua refrensi yang digunakan penulis, lalu masukkan semua refrensi yang penulis gunakan ke dalam folder yang dibuat tadi dengan klik &lsquo;<em>add document</em>&rsquo; pada sudut kiri.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian cara membuat kutipan pada karya ilmiah dengan membuka aplikasi Microsoft Word dan klik &lsquo;<em>reference</em>&rsquo; lalu &lsquo;<em>insert &nbsp;citation</em>&rsquo; kemudian &lsquo;<em>go to mendeley&rsquo;.&nbsp;</em>Lalu<em>&nbsp;</em>pilih referensi yang kita ingin cantumkan. Untuk membuat daftar pustaka, klik &lsquo;<em>reference</em>&rsquo; pada <em>Microsoft Word</em> lalu klik &lsquo;<em>bibliography</em>&rsquo; maka secara otomatis semua referensi yang kita cantumkan akan tersusun secara terurut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya kita tahu sudah cukup lama, tapi dari fakultas baru dibuat kebijakan untuk tahun 2019,&rdquo; kata Rizky.</p><p style="text-align: justify;">Rizky mengatakan terobosan yang akan dicanangkan ke depannya adalah adanya fasilitas untuk Tes TOEFL (<em>Test Of English as a Foreign Language</em>) di FEB Unmul dengan sistem <em>online</em>, yang diprioritaskan untuk mahasiswa FEB Unmul lalu sisanya dibuka untuk fakulstas yang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah ada pembicaraan dengan balai bahasa, sistemnya sedang disusun oleh teman-teman di lab,&rdquo; tutup Rizky.</p><p style="text-align: justify;">Di tempat yang berbeda, <em>Sketsa&nbsp;</em>menemui Wakil Dekan I Bidang Akademik, Felisitas Defung. Ia mengatakan aplikasi ini telah lama diterapkan tetapi tidak diwajibkan, namum pada 2019 akan diwajibkan bagi seluruh mahasiswa FEB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Defung berkata dengan menerapkan aplikasi tersebut pada penulisan tugas akhir mahasiswa sangat menunjang untuk peningkatan akreditas. Karena dalam akreditasi borang terdapat segementasi tentang pemanfaatan teknologi.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengaku bahwa universitas akan menggunakan alat Turnitin, alat untuk mendeteksi plagiarisme berbasis internet.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau nanti ke sana (menerapkan Turnitin), maka kita persiapannya sudah satu langkah ke sana,&rdquo; tutup Defung.<strong><em>(erp/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tragedi Kecelakaan Maut di Kawasan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tragedi-kecelakaan-maut-di-kawasan-unmul/baca </link>
<guid> tragedi-kecelakaan-maut-di-kawasan-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 25 Dec 2018 10:06:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tempat kejadian perkara kecelakaan maut yang menewaskan salah satu mahasiswi Unmul. (Foto: Alma) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tragedi-kecelakaan-maut-di-kawasan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oX69XsyeBF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tragedi Kecelakaan Maut di Kawasan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kecelakaan lalu lintas baru-baru ini terjadi di lingkungan kampus Unmul Gunung kelua pada Minggu (23/12). Peristiwa ini menimpa saudara kembar bernama Wanda Dwi Anggraini (18) dan Windi Pratiwi Anggraini (18) yang merupakan mahasiswi Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul. Dalam kejadian nahas tersebut, Windi yang merupakan angkatan 2018 tersebut ditemukan sudah tak bernyawa dengan luka berat pada bagian kepala, sementara saudaranya Wanda tengah terduduk dan mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tempat kejadian perkara yakni di depan laboratorium Farmasi Unmul. Hingga saat ini titik tersebut masih diberi garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">Robi Faturrahman, satuan pengamanan Unmul yang sedang berjaga pada saat itu mengaku berada di lokasi dan menghubungi pihak kepolisan. Ia juga ikut membantu mengamankan lokasi serta mengevakuasi korban yang selamat untuk dilarikan ke rumah sakit. Robi menerima informasi kecelakaan tersebut dari anak buahnya yang mengarahkannya untuk segera menyambangi lokasi kejadian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka sudah ada di dekat plang Laboratorium Farmasi. Satunya udah enggak ada tanda-tanda bergerak dan sudah berdarah. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan langsung telepon polisi dan membantu korban satunya yang luka-luka,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan dugaan sementara ini adalah kecelakaan tunggal, melihat saat korban ditemukan tidak ada kendaraan maupun korban lain. Selain itu, terlihat adanya pecahan bata yang merupakan fondasi bahu jalan dan batang pohon sedikit ringsek yang diduga ditabrak oleh pengendara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang ada di lapangan demikian, tapi ini kan masih dugaan. Kepolisian masih menyelidiki, beberapa saksi mata juga masih dimintai keterangan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Guna memverifikasi identitas korban, <em>Sketsa</em> mengunjungi Unit Gawat Darurat (UGD) dan Unit Forensik dan Kamar Jenazah Rumah Sakit Awahab Sjahranie yang menjadi tempat dilarikannya korban.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Data yang masuk di sini pukul 22:17 Wita, atas nama Windi Pratiwi Anggraini. Biasanya jenazah yang sudah masuk ke sini identitasnya sudah dikonfirmasi pihak kepolisian maupun keluarga,&quot; terang Bani seorang staff unit Forensik dan Kamar Jenazah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sementara kondisi Wanda menurut salah satu perawat UGD, mengalami cedera di bagian kaki dan luka-luka di sekitar tubuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat kejadian tersebut, beberapa mahasiswa juga ikut membantu mengevakuasi dan mengidentifikasi korban. Ada juga yang ikut mengantarkan dan menemani proses tindakan pengobatan. Muhammad Faisal Wibawa, yang saat itu baru saja usai melakukan perjalanan bersama rekan-rekan BEM KM Unmul mengaku melihat mobil polisi yang berpapasan dengan bus yang ia dan rombongan tumpangi. Ia melihat lokasi kejadian dan tersadar bahwa plat kendaraan korban bernomor polisi dari daerah Paser, daerah kelahirannya. Ia pun bergegas menuju rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saat saya datangi, di sana masih di UGD. Saya bersama Penza (mahasiswa Fahutan) diminta pihak rumah sakit menemani serangkaian perawatan korban termasuk CT Scan. Korban kondisinya masih belum bisa berkomunikasi lancar saat itu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Robi, atas kejadian ini Unmul memberikan biaya pengobatan dan pemberangkatan jenazah ke daerah asalnya. <strong><em>(syl/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Rayakan Hari Natal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/dilema-rayakan-hari-natal/baca </link>
<guid> dilema-rayakan-hari-natal </guid>
<pubDate> Tue, 25 Dec 2018 11:18:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dilema merayakan Hari Raya Natal di perantauan dan jauh dari keluarga. (Sumber ilustrasi: firstmedia.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/dilema-rayakan-hari-natal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fczpEwdr2O.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Rayakan Hari Natal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Libur akhir semester merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu mahasiswa. Terlebih setelah beberapa hari sebelumnya berkutat dengan soal ujian, kini saatnya rehat sejenak. Ditambah lagi liburan akhir semester kali ini bertepatan dengan momen Hari Raya Natal.</p><p style="text-align: justify;">Habiskan natal bersama keluarga tentu jadi dambaan bagi mereka yang merayakan. Salah satunya Samuel Simanjuntak yang tiap tahun menyempatkan pulang ke Kota Bontang untuk merayakan natal dengan keluarga. Karena menurutnya natal dan keluarga merupakan satu kesatuan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya pulang, soalnya enggak tepat rasanya kalau enggak natalan sama keluarga,&quot; jelas Samuel, mahasiswa FISIP 2016.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan Samuel, Krisma Amelia juga berkesempatan untuk merayakan natal di kampung halaman. Natal tahun ini begitu spesial bagi Amel, betapa tidak sejak masuk Unmul dia tidak pernah bisa pulang ke Melak, Kutai Barat. Karena terkendala libur dan tugas kuliah yang menumpuk.</p><p style="text-align: justify;">Biasanya mahasiswi Pendidikan Ekonomi 2016 ini hanya merayakan natal di kos dan bersama teman-teman kuliahnya. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan oleh Amel, dia akhirnya kembali ke kampung halaman sejak Kamis (20/12) lalu dengan bahagia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Senang banget, setelah 3 tahun ngerayain natal di Samarinda, untuk pertama kalinya dari awal kuliah aku bisa ngerayain natal di rumah bareng keluarga,&quot; kata Amel.</p><p style="text-align: justify;">Samuel dan Amel cukup beruntung bisa merayakan natal di kampung halaman dengan keluarga. Lain halnya dengan Novi Robi Ma&apos;dika, yang belum bisa ke Batam untuk merayakan natal dengan orang tua dan saudara. Sejak dua tahun belakangan Novi acap kali merayakan natal di Samarinda bersama om dan tante.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Novi, tanggal ujian di Fakultas Hukum yang jadi kendala untuk pulang kampung, karena dilaksanakan pada 26 Desember hingga awal Januari. Meskipun tidak pulang saat momen natal, Novi punya rencana untuk merayakan tahun baru dengan orang tua di Batam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sedih sih enggak bisa kumpul, tapi enggak apa mungkin tahun baru. Tahun ini ada rencana pulang tapi keluarga pada mau ziarah kubur kakek dan nenek dulu di Toraja,&quot; ujar Novi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perayaan natal tahun ini Novi berharap bisa berkumpul dengan keluarga. &quot;Harapanya enggak banyak, cuma mau bisa kumpul sama keluarga, sehat selalu, dan semoga damai sejahtera natal ada tiap-tiap hari walaupun momennya sudah lewat,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak bisa pulang ke kampung halaman juga dirasakan Roosye Carolina Tupamahu, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2015 ini tidak bisa pulang karena akan mengikuti agenda Internasional yang berdekatan dengan hari natal. Roosye pun merasa sedih karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga tercinta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sedih banget, biasanya doa bareng keluarga menyambut natal. Ini sendirian, tadi pas ibadah malam natal di gereja sempet nangis, karena suasananya beda. Jauh dari orang yang kita sayang,&quot; ungkap Roosye.</p><p style="text-align: justify;">Karena mendapat tanggung jawab di tim paduan suara, Roosye tidak bisa pulang. Di mana tim tersebut akan mengisi acara di Taiwan pada akhir tahun ini. Waktu yang mepet hingga perjalanan ke Bontang yang cukup melelahkan menjadi pertimbangan Roosye. Rabu (26/12) besok dijadwalkan seluruh tim paduan suara akan bertolak ke Taiwan.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun sedih tidak dapat pulang, Roosye justru mendapatkan semangat dari orang tuanya. Dia mendapat pesan untuk selalu menjaga kesehatan. Rencananya Roosye akan merayakan natal ke rumah keluarga di Samarinda. Selain itu pelesir bersama teman-teman kuliah dan teman-teman tim paduan suara juga sudah masuk dalam agenda natal Roosye.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Roosye berharap agar seluruh keluarga selalu dalam keadaan sehat, selain itu dia berharap agar perjalannya ke Taiwan bisa berjalan dengan baik dan bisa menampilkan yang terbaik pula.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Paling pertama buat keluarga, semoga sehat sentosa. Semoga perjalanan kami dan tim selamat sampai tujuan dan selalu dalam lindungan Tuhan. Dalam penampilan di sana juga maksimal tidak ada yang kurang,&quot; tutupnya. <strong><em>(wil/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhir Pelik Pemira, Febri-Furqon Melaju Secara Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhir-pelik-pemira-febri-furqon-melaju-secara-aklamasi/baca </link>
<guid> akhir-pelik-pemira-febri-furqon-melaju-secara-aklamasi </guid>
<pubDate> Wed, 26 Dec 2018 11:00:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama usai rapat pleno penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul. (Foto: Fira) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akhir-pelik-pemira-febri-furqon-melaju-secara-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/adoXX9T4QK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhir Pelik Pemira, Febri-Furqon Melaju Secara Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Senin (24/12) kemarin, bertempat di Ruang Rapat I Gedung Rektorat Unmul, dilaksanakan Sidang Pleno dalam rangka penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2019. Rapat tersebut tidak banyak mendapat atensi berlebih, hanya dihadiri oleh panitia, paslon nomor urut satu serta beberapa mahasiswa saja.</p><p style="text-align: justify;">Acara tersebut dibuka oleh staf istimewa Aditya Irawan yang menggantikan Wakil Rektor III Encik Akhmad Syaifuddin yang tengah berada di luar kota. Fatmawati selaku ketua KPPR memimpin jalannya rapat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Agenda rapat kali ini adalah untuk penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2019 yang telah terpilih secara aklamasi berdasarkan keputusan DPM KM,&quot; ujar Fatma membuka.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan penyampaian hasil rapat paripurna oleh Ketua DPM KM Dwi Luthfi. Sebelumnya, ia juga menjelaskan bahwa Pemira ini termasuk kejadian luar biasa (KLB) berdasarkan UU Keluarga Mahasiswa Unmul Nomor 2 Tahun 2018 Pasal 1 Ketentuan Umum. Dalam aturan tersebut tertulis KLB jika terjadi bencana alam, musibah kebakaran, bentrokan/kerusuhan massa, atau hal-hal yang mengakibatkan kerusakan logistik, dan/atau gangguan sistem, dan/atau hal-hal lain yang menganggu proses pelaksanaan Pemira. Berkaca dari peristiwa demi peristiwa yang mewarnai Pemira tahun ini termasuk ke dalam KLB dan wewenang sepenuhnya diserahkan kepada pihak DPM KM.</p><p style="text-align: justify;">Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk memutuskan kerumitan Pemira tahun ini. Luthfi mengaku adanya wanti-wanti pembekuan BEM KM Unmul dari rektor jika terjadi kericuhan lagi.</p><p style="text-align: justify;">Luthfi kemudian membacakan hasil keputusan DPM KM, di antaranya hasil perolehan suara di hari pemungutan suara pada 18 Desember 2018 sejumlah 114 suara dinyatakan tidak sah. Untuk diketahui ada tiga fakultas sempat melaksanakan pemilihan, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informatika (FKTI). Selanjutnya, paslon nomor urut dua (Akbar-Rifai) dinyatakan gugur dan rangkaian Pemira BEM KM Unmul kembali diserahkan kepada KPPR.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Luthfi: Semua Harus Disyukuri</strong></p><p style="text-align: justify;">Usai rapat pleno, <em>Sketsa</em> berkesempatan untuk mewawancarai Luthfi setelah beberapa kali sulit untuk dikonfirmasi. Ia mengatakan bahwa semua yang terjadi dalam rangkaian Pemira ini tetap harus disyukuri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita (KPPR dan DPM KM) sangat optimis awalnya, karena kita tahun ini menyiapkan sistem yang sudah sangat siap, terbukti sistem tersebut juga sudah diuji publik dan diterima di fakultas-fakultas. Jadi Pemira tahun ini bisa menjadi sejarah,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa Pemira tahun ini tidak hanya menyiapkan sistem yang mumpuni, namun juga banyak menyiapkan regulasi yang didasarkan pada evaluasi tahun sebelumnya. &ldquo;Jika tahun sebelumnya permasalahan di regulasi, maka tahun ini kita coba benahi,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi jalannya Pemira tahun ini, Luthfi cukup legowo. Ia mengaku bahwa meski dalam prosesnya kerap menemui hambatan, namun akhirnya Pemira kali ini bisa terselesaikan juga. &ldquo;Peristiwa yang sudah berlalu harapannya bisa dijadikan evaluasi di ke depannya,&rdquo; tutur Luthfi.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, kericuhan Pemira tidak hanya terjadi tahun ini saja. Kericuhan lain juga sempat mewarnai pesta demokrasi Pemira BEM KM Unmul setahun silam. Menanggapi hal tersebut, Luthfi mengaku bahwa perangkat penyelenggara sebenarnya sudah siap.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah ini sebenarnya muncul dari peserta Pemira. Kalau menilik dari sisi penyelenggara, sebenanya mereka sudah sangat siap.&rdquo; <strong><em>(fir/sut/adl/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjelang Pergantian Wakil Rektor, Pengelolaan Kampus Masih jadi PR Besar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjelang-pergantian-wakil-rektor-pengelolaan-kampus-masih-jadi-pr-besar/baca </link>
<guid> menjelang-pergantian-wakil-rektor-pengelolaan-kampus-masih-jadi-pr-besar </guid>
<pubDate> Thu, 27 Dec 2018 04:58:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan, Abdunnur. (Sumber foto: Adnin/William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjelang-pergantian-wakil-rektor-pengelolaan-kampus-masih-jadi-pr-besar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kgQJfW72E7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menjelang Pergantian Wakil Rektor, Pengelolaan Kampus Masih jadi PR Besar</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pergantian wakil rektor akan segera dilaksanakan. Wakil rektor merupakan salah satu yang berperan penting terhadap perkembangan kampus. Salah satu yang berhasil diwawancarai <em>Sketsa</em> beberapa waktu lalu ialah Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan yang dijabat oleh Abdunnur. Ia menceritakan capaian selama satu periode ia menjabat.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Abdunnur, selama menjabat ia sudah melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan yang diberikan. &ldquo;Dalam satu peridoe ini kita membangun komitmen dan <em>teamwork</em> untuk membangun kinerja dalam rangka untuk mengimplementasikan capaian-capaian dari kinerja sesuai visi misi rektor,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu pencapaian yaitu diperolehnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di bidang keuangan pada tahun 2016-2017. WTP merupakan penilaian tata kelola keuangan yang tertinggi. Selain itu, pencapaian pada bagian umum adalah diterimanya sinergis terbaik untuk pengelolaan Badan Milik Negara (BMN).</p><p style="text-align: justify;">Hal lain yang sedang ditingkatkan yaitu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). &ldquo;Jumlah dosen yang S3 sekarang sudah 33%. Kemaren 30% saja. Sekarang banyak yang <em>on going</em>, tinggal menyelesaikan dan kita <em>support&nbsp;</em>saja. <em>Support</em> kualitas dalam bentuk <em>course</em>, bimtek, latihan kepemimpinan untuk penjejangan karier bagi tenaga kependidikan,&rdquo; jelas Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Pada bagian layanan umum, terjadi perubahan pola insentif dalam bentuk remunerasi sebab pada tahun 2009-2015 hal tersebut tidak diimplementasikan. &ldquo;Sejak kami menjabat, kita harus mengimplementasikan itu sebagai kewajiban dan alhamdulillah sudah kita laksanakan di tahun ketiga dan itu tentu tidak mudah mengimplementasikannya,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur juga menambahkan remunerasi tersebut diimplementasikan untuk memperbaiki tata kelola secara keseluruhan, baik administratif, kinerja pegawai, maupun tata kelola dalam pemberian insentif termasuk reward pegawai, dosen, dan tenaga kependidikan sesuai dengan ketentuan dan aturan.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai tata pengelolaan lingkungan kampus, diakui Abdunnur hal tersebut masih menjadi PR besar yang belum sesuai keinginan. &ldquo;Selama ini kalau ada <em>case</em> tentang kehilangan, menurut saya ini bukan hanya tanggung jawab level pimpinan universitas saja tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Karena sebetulnya garis terdepan itu mahasiswa, kami ingin membangun kebersamaan dalam membuat sistem keamanan lingkungan,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur menganggap penataan lingkungan tentu menjadi hal penting, namun ia merasa harus duduk bersama untuk membuat konsep yang saling mendukung dan ditawarkan ke mahasiswa. &ldquo;Konsepnya mungkin Pak Rektor dengan kabinet yang akan datang akan melakukan penyempurnaann itu, termasuk menata arus lalu lintas dan sebagainya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Selain tata pengelolaan lingkungan kampus, hal lain yang perlu ditingkatkan adalah pelayanan secara umum mulai dari SOP yang standar tidah hanya di rektorat tetapi di fakultas juga harus punya ketentuan yang sama. Kebijakan di rektorat dinilai sudah bagus namun berbeda dengan ditingkat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemaren masih ada mahasiswa, kok kebijakan di rektorat sudah bagus kenapa tidak di fakultas, tidak sama kebijakannya. Tentu ini juga kita tidak bisa mendikte pimpinan fakultas harus seperti apa, misal pelayanan UKT kadang-kadang sebetulnya sudah ada ketentuan tidak bisa cuma fakultas tidak mau mengambil risiko, silakan boleh menurunkan asal menghadap ke rektorat nah inikan menjadi akhirnya kebijakannya parsial-parsial dan akhirnya kita melayani semua di sini,&rdquo; ungkap Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur menegaskan bahwa fakultas harus tegas dalam menyampaikan informasi dan kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan Unmul sudah cukup berbangga dengan periode ini seperti akreditasi institusi yang sudah A. Menurut Abdunnur hal ini bangun tidak tiba-tiba tapi dari sistem, dukungan bersama, kerja bersama, bukan hanya bicara tapi ditunjukkan dalam bentuk eksistensi, pelan-pelan tapi pasti.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebetulnya sudah <em>on the track</em>, Pak Rektor ini tinggal mempelajari kekurangan kemarin yang belum, apa saja tinggal di<em>support.</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Kendala Selama Menjadi Wakil Rektor</strong></p><p style="text-align: justify;">Perihal kendala selama menjabat menjadi wakil rektor, Abdunnur menjadikan kendala sebagai tantangan dan ujian, ia menyikapi setiap kendala sebagai sebuah proses pembelajaran. &ldquo;Sebagian kebanggan tapi yang lebih penting saya mampu enggak belajar dari situ sehingga saya berkomitmen dalam diri bagaimana keberadaan saya dapat memberikan manfaat kepada orang lain maupun bagi Unmul untuk kemajuan.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskannya, jabatan tersebut bukan hal prestisius, namun ia memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi dengan semua lapisan. Menurut ia dalam hidup komunikasi adalah yang terpenting karena dapat memberikan peningkatan kualitas hidup.</p><p style="text-align: justify;">Pemilihan wakil rektor akan dipilih berdasarkan pertimbangan senat yang akan dilaksanakan sebelum akhir tahun. &ldquo;Kalau enggak ada halangan 26-27 rapat senat, 27-28 pelantikan supaya di awal tahun sudah ada pejabat yang baru yang bisa memulai di awal tahun, awal akademik, awal anggaran sesuai periode tahun lebih bagus,&rdquo; tutur Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kegiatan setelah tidak menjabat menjadi wakil rektor, Abdunnur secara pribadi mengatakan akan kembali menjadi dosen pengajar sesuai dengan Tri Dharma Perguran Tinggi. &ldquo;Siap kembali sebagai dosen biasa dan kita juga yakin untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan lembaga kalaupun bukan sebagai wakil rektor sebagai dosen biasa pun tetap komit mensupport kemajuan lembaga,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>adn/wil/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Sit In dan Beasiswa dari Unmul untuk Mahasiswa Asal Palu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-sit-in-dan-beasiswa-dari-unmul-untuk-mahasiswa-asal-palu/baca </link>
<guid> program-sit-in-dan-beasiswa-dari-unmul-untuk-mahasiswa-asal-palu </guid>
<pubDate> Fri, 28 Dec 2018 13:14:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul siap menampung mahasiswa asal Universitas Tadulako. (Sumber foto: media.alkhairaat.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-sit-in-dan-beasiswa-dari-unmul-untuk-mahasiswa-asal-palu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RsIoouiuGG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Sit In dan Beasiswa dari Unmul untuk Mahasiswa Asal Palu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Gempa bumi yang mengakibatkan tsunami pada (28/9) silam telah meluluhlantakkan beberapa daerah bagian Sulawesi Tengah. Bahkan, dampak getaran terasa di beberapa titik di Samarinda dan wilayah Kalimantan lainnya. Bencana yang memporakporandakan bangunan di sana tentu menghambat kegiatan belajar mengajar. Begitu juga dengan perkuliahan di salah satu universitas di Palu, Universitas Tadulako (Untad), yang dihentikan sembari menanti rekontruksi bangunan agar dapat kembali beroperasi.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>itb.ac.id</em>, sebagai wujud kepedulian Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menginisiasi program kuliah sementara atau <em>sit in</em> bagi mahasiswa Untad yang sedang mengungsi di luar Palu. Mahasiswa Untad dipersilakan untuk dapat mengikuti program <em>sit in&nbsp;</em>pada prodi yang berkesesuaian.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa prosedur untuk dapat mengikuti program ini, di antaranya mahasiswa Untad bersangkutan sedang meninggalkan Palu dan berada di kota atau daerah yang dekat dengan salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang bersedia untuk menerima mahasiswa Untad. Nilai mata kuliah akhir semester tetap dikeluarkan oleh pihak Untad, PTN yang menerima program sit in hanya sebagai tempat kuliah saja. MRPTNI berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa Untad agar kegiatan akademik pada semester awal di tahun akademik 2018/2019 tetap berjalan sebagaimana mestinya.</p><p style="text-align: justify;">Unmul menjadi salah satu PTN yang menerapkan program tersebut. Kamis (20/12) lalu, <em>Sketsa</em> mengonfirmasi lebih lanjut ke Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Keuangan Abdunnur. Ia mengatakan bahwa Unmul baru pertama kali menerima dan melaksanakan program ini. &quot;Kita mendukung serta melayani mahasiswa dari Palu maupun sekitarnya yang mengalami bencana,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bantuan Beasiswa untuk Mahasiswa Asal Palu</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya untuk mereka yang <em>sit in&nbsp;</em>saja, Unmul juga mengidentifikasi mahasiswa Unmul yang berasal dari Palu dan sejauh ini tercatat sekitar 16 orang. Kepada mereka, Unmul akan memberikan dukungan berupa beasiswa. &rdquo;Kita masih menunggu mahasiswa dari daerah Palu yang mungkin bertambah. Bisa segera melapor ke rektorat, baik melalui bidang akademik maupun kemahasiswaan untuk dapat diinput, diregistrasi untuk menerima bantuan beasiswa,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini bantuan berupa beasiswa sudah disposisi untuk pencairan dana. Ini juga tergantung dari kelengkapan mahasiswa, seperti berkas, <em>background</em> keluarga, hingga memiliki rekening.</p><p style="text-align: justify;">Kurangnya publikasi terkait informasi beasiswa ini membuat Abdunnur mengimbau untuk menyebarluaskannya. Sebab ini menyangkut pendidikan mahasiswa untuk memajukan tanah perantauannya. &ldquo;Karena mungkin kalau kami kesempatan terbatas untuk mendata, tapi mahasiswa bisa melalui media sosial komunikasi agar lebih efektif,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Unmul yang berasal dari Palu dapat menunjukkan KTP sebagai bukti kelahiran Palu. Beasiswa ini juga tidak membedakan antara mahasiswa mampu atau kurang mampu. Asalkan berasal dari Palu, Unmul akan <em>support</em> melalui bantuan dana dengan beasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Jangka waktu pemberian beasiswa dilihat dari perkembangan mahasiswa dan melihat komitmen dari mahasiswa itu sendiri untuk berkuliah. Nantinya akan dievaluasi untuk menilai capaian keberhasilan ini. &ldquo;UKT akan dibebaskan, <em>living cost</em> di awal 6 juta itu setahun atau satu semester. Akan kita lihat <em>proggres</em> mahasiswa. Penginnya juga mahasiswa Palu ini membentuk komunitas sebagai bentuk kebersamaan mereka, supaya memudahkan kita saling mengontrol, informasi dan sebagainya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga <em>Sketsa</em> menjadi wadah untuk memberikan informasi untuk mereka melaporkan diri. Minimal ada bentuk kepedulian kita baik secara melembaga maupun secara pribadi,&quot; tambahnya. <strong>(</strong><strong style=""><em>adn/omi/adl</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 6 Manfaat yang Tidak Disadari Ketika Kamu Menjadi Anak Kos </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/6-manfaat-yang-tidak-disadari-ketika-kamu-menjadi-anak-kos/baca </link>
<guid> 6-manfaat-yang-tidak-disadari-ketika-kamu-menjadi-anak-kos </guid>
<pubDate> Sat, 29 Dec 2018 11:37:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 6 manfaat yang kamu dapatkan ketika menjadi anak kost. (Sumber ilustrasi: IDN Times) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/6-manfaat-yang-tidak-disadari-ketika-kamu-menjadi-anak-kos/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IoEzdu9YAK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>6 Manfaat yang Tidak Disadari Ketika Kamu Menjadi Anak Kos</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Menjadi mahasiswa perantauan tentunya akan mencari tepat tinggal baru di daerah tempatnya berkuliah. Ada yang memilih tinggal bersama keluarga, sewa atau kontrak rumah, tinggal di asrama atau memilih tinggal di kos.</p><p align="center" style="text-align: justify;">Tinggal di indekos atau kos menjadi salah satu alternatif pilihan para mahasiswa, selain karena biaya yang lebih murah ternyata tinggal di kos itu juga memiliki banyak manfaat. Mengutip dari laman <em>ruangmahasiswa.com</em>&nbsp; Berikut ini manfaat tinggal di kost yang mungkin tidak kamu sadari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Terlatih Hidup Mandiri</strong></p><p style="text-align: justify;">Memilih untuk tinggal di kos membuat kita menjadi lebih bertanggung jawab terhadap segala urusan pribadi kita. Mulai dari urusan kebersihan, sampai dengan keuangan. Berbeda dengan tinggal di rumah, jika kita tidak menjaga kebersihan kamar, mungkin akan ada orang lain yang turut campur dan membantu kita membereskan kamar. Namun, berbeda halnya jika kita tinggal di kos. Kita sendiri yang tanggung jawab, pandai mengatur keuangan juga menjadi hal yang harus dimiliki seorang anak kos.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Memiliki Waktu untuk Lebih Mengenali Diri Sendiri</strong></p><p style="text-align: justify;">Tinggal seorang diri tentunya membuat anak kos memiliki waktu yang lebih banyak untuk diri sendiri dibandingkan dengan mereka yang tinggal bersama orang tua dan keluarga. Hal ini menjadikan mereka memiliki waktu untuk refleksi diri dan bisa lebih fokus mengenali kepribadiannya. Mereka memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk berpikir dan memahami jati dirinya. Jika sudah begini kita memiliki kesempatan untuk berproses menjadi lebih dewasa dalam bertanggung jawab dengan diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Kesempatan yang Bagus untuk Mengembangkan Perkenalan</strong></p><p style="text-align: justify;">Jauh dari keluarga memaksa anak kos untuk pintar-pintar bergaul dengan lingkungannya. Hal ini bisa menjadi kesempatan yang baik bagi mereka untuk mengembangkan diri dan memperluas jaringan pertemanan di luar keluarga. Anak kos juga biasanya memiliki kebebasan yang lebih dibanding mereka yang tinggal bersama keluarga, misalnya saja pulang larut malam. Hal tersebut sah-sah saja jika melakukan hal&ndash;hal yang positif.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Memiliki Fokus yang Lebih untuk Berkonsentrasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagi kalian para mahasiswa atau pekerja yang butuh konsentrasi belajar, menjadi anak kos adalah pilihan yang tepat. Anak kos biasanya identik dengan mereka yang tinggal sendiri dan tidak memiliki tanggungan untuk melakukan hal lain selain belajar atau untuk bekerja, maka bisa dibilang bahwa mereka yang tinggal di kos biasanya akan lebih mudah fokus terhadap tujuan yang ingin mereka capai.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Saat yang Tepat untuk Meningkatkan Kreativitas dan Skill</strong></p><p style="text-align: justify;">Banyaknya waktu yang dihabiskan dengan dirinya sendiri membuat anak kost bebas melakukan hal-hal yang ia sukai. Mulai dari hobi, kegemaran dan hal-hal lainnya bisa ia lakukan sesuka hati tanpa adanya gangguan dari pihak lain. Saat inilah yang bisa dimanfaatkan oleh anak kos untuk mengembangkan kreativitas serta skill yang ia suka. Tanpa kita sadari hasil kreativitas kita bisa menambah pemasukan bulanan kita juga, tinggal bagaimana kita jeli dalam memenejemennya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Lebih Menghargai Saat&ndash;saat Ketika Berkumpul dengan Keluarga</strong></p><p style="text-align: justify;">Tinggal sendiri dan jauh dari keluarga merupakan tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh anak kos. Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang anak kos merasakan rindu saat jauh dari keluarga. Rindu dengan orang-orang terkasih membuat mereka para anak kos akan jauh lebih menghargai saat-saat berkumpul dan saling melempar tawa bersama orang-orang terdekat.</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa manfaat menjadi anak kos, semoga kalian para anak kos bisa merasakan semua manfaat ini ya. <strong>(<em>fir/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seangkasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/seangkasa/baca </link>
<guid> seangkasa </guid>
<pubDate> Sun, 30 Dec 2018 11:57:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen dengan judul "Seangkasa". (sumber foto: infoglobal.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/seangkasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PydnyHlz77.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seangkasa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>28 Juli 2006</strong></p><p style="text-align: justify;">Jon berpaling dari kelap-kelip lampu kamera. Ia bergegas mempercepat langkah di atas karpet merah. Tak ingin banyak bicara dengan wartawan, tak ingin banyak diabadikan. Jon tak tahu bagaimana bersikap, ia tak nyaman dengan segala sanjungan di koran, di radio, di teve, ia tak nyaman di pesta ini. Namanya digadang-gadang sebagai orang paling berpengaruh abad ini, seorang pelopor, pembaharu peradaban, inovator masa depan, Jon sang kosmonaut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan main, kita bersama-sama menyaksikan orang yang akan mengukir sejarah, seorang pelopor ulung, lihatlah rambut klimisnya, lihatlah langkahnya yang mantap walau kelihatannya ia sedang terburu-buru. Saya yakin misi peluncuran ke Mars-nya akan sukses besar, ia akan memulai sebuah pen-&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Teriakan heboh reporter teve bingar di telinganya, ia bahkan tidak mau dengar apa yang dibahas dengan pemirsa via satelit mereka. Jon genggam jasnya, melangkah makin cepat masuk gedung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya yakin kalau pendaratan kita akan berhasil karena-&ldquo;</p><p style="text-align: justify;">Jon juga berusaha tidak mendengar apapun, termasuk pidato sambutan untuknya. Ia mulai mual. Ketenaran memang bukan untuknya. Ia berulang-ulang mengecek arlojinya. Ia tidak bisa kabur, tentu. Ia duduk paling depan sejajar dengan para admiral, sejajar dengan presiden.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;-jadi ini bukan keberhasilan bagi kami saja, bukan pula keberhasilan pemerintah, ini pencapaian kita semua, umat manusia!&rdquo; pidato sambutan munafik itu ditutup dengan gemuruh tepuk tangan hadirin yang terhormat, bergema di seluruh sendi gedung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun saya memang lancang sedari muda, buktinya sekarang, saat menang pemilu saya malah nikah lagi hahaha,&rdquo; presiden menertawakan sendiri pidatonya yang tidak nyambung. Hadirin yang terhormat tertawa dengan profesional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi saya percaya keberangkatan saudara Jon akan menjadi batu loncatan bagi kemanusiaan. Bumi kian hari kian jahat, iklim makin setan, udara kian tipis, kolonisasi di Mars akan menjadi harapan bagi spesies kita, bagi masa depan kita.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Jon makin resah memikirkan isi pidatonya sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4 Maret 2021</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bencana kelaparan semakin meluas, kali ini di distrik B sudah delapan orang tercatat meninggal dunia. Kementerian Dalam Negeri berdalih pasokan makanan sudah disebar namun masih kekurangan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami dan satgas sudah menyuplai bahan makanan melalui pemerintah daerah tapi kami memang masih kurang. Kami berusaha bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Perkebunan untuk meningkatkan kuantitas panen musim ini. Hanya itu yang kami bisa usahakan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sementara itu huru-hara makin menjadi di kalangan masyarakat, mereka menuntut pemerintah untuk segera menuntaska-&ldquo; Erin mematikan teve.</p><p style="text-align: justify;">Ia merasa tidak perlu khawatir, keluarganya cukup kaya untuk membeli tiket ke Mars. Sekitar sembilan tahun lagi persiapan kolonisasi Mars rampung dan semua yang membayar bisa pergi ke sana, menyelamatkan pantat dan ego mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5 Januari 2026</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah tidak ada harapan lagi, bumi tinggal sebentar,&rdquo; baca Bono keras-keras. Bocah lima tahun itu baru bisa membaca. Tulisan itu muncul sesekali di bagian bawah layar tevenya. Ia tak bisa membaca yang lainnya karena terlalu cepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bono sayang, ayo sarapan nak,&rdquo; panggil ibu dari dapur.</p><p style="text-align: justify;">Berjalan pelan ia sembari melihat ayahnya yang sudah memakai seragam lengkap dengan dasinya. Sambil mengunyah roti ia membaca koran. Ia mengernyit membaca berita tentang seorang pria yang membunuh polisi dengan garpu karena menjatah makanannya lebih sedikit dari yang ia harapkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku sih malu kalau jadi dia,&rdquo; kata ayah Bono.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya sebagai lelaki harus kerja keras dong mengumpulkan uang, makanya kalau muda sekolah yang benar biar dapat kerja yang enak, manusia sekarang mau gampangnya saja, heran.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ibu terkekeh mendengar itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bono jangan seperti paman yang di koran ya, sekolah yang benar,&rdquo; kata ibu.</p><p style="text-align: justify;">Bono mengangguk.</p><p style="text-align: justify;"><strong>14 April 2033</strong></p><p style="text-align: justify;">Hal unik terjadi di kota-kota besar seluruh dunia. Orang-orang kaya mendemo pemerintah menuntut hak mereka. Mereka yang enggan turun ke jalan bahkan menyewa massa untuk mewakili mereka. Bahkan sampai ada yang menuntut pemerintah di pengadilan, gila memang, lagi-lagi bisa karena uang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami menuntut hak kami, kami sudah membayar, maka kami harus memastikan mendapatkan apa yang telah kami bayarkan,&rdquo; kata David pada seorang reporter.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukankah pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan yang menjamin bahwa semua baik-baik saja, dan keberangkatan ke Mars akan dimulai sebentar lagi, apakah Anda tidak mempercayai itu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebentar itu kapan?! Sejak tahun lalu pemerintah bilang sebentar-sebentar, tenggat waktu ke Mars sudah lewat dua tahun! Bumi makin panas, pohon tidak tumbuh, makanan tipis, makin banyak orang mati! Kami menuntut klaim pemerintah tiga tahun lalu bahwa di Mars gandum sudah bisa tumbuh, artinya di Mars ada makanan! Itu sudah cukup bagi kami untuk hidup di sana. Kami sudah habiskan banyak uang untuk ini. Kami ingin hidup lebih lama!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>23 Mei 2038</strong></p><p style="text-align: justify;">Aneh, jalanan penuh dengan orang-orang yang berjalan gontai. Mata mereka cekung seperti kurang tidur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa sih orang-orang kaya itu loyo? Mereka kan bisa dapat makanan yang lebih layak dari kita, mereka bisa beli roti, beli susu, lah kita hanya bisa makan makanan daur ulang dan minum air sulingan,&rdquo; kata seorang gelandangan di pinggir jalan pada temannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kudengar mereka ditipu, begitu, entahlah, aku tidak peduli dengan orang-orang egois itu. Makan saja aku susah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Orang-orang kaya itu melangkah dengan langkah terseret-seret, menggumamkan kalimat berulang, &ldquo;Mars tidak pernah ada!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>11 Februari 2001</strong></p><p style="text-align: justify;">Erik berkelahi dengan kawannya Stanley karena ia melempar kaleng minuman ke kandang monyet. Padahal guru-guru dan pemandu wisata jelas sudah melarang membuang sampah di kebun binatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah-sudah! Kalian ini sudah cukup besar untuk tahu bahwa kelahi itu hal yang buruk!&rdquo; kata bu guru mencoba memisahkan.</p><p style="text-align: justify;">Mereka kemudian melakukan janji perdamaian palsu di depan bu guru. Sepulangnya dari kebun binatang Erik masih kesal. Bagaimanapun di matanya Stanley adalah orang yang sok tahu. Stanley mempermalukannya di depan semua orang. Ia tahu membuang sampah di kandang itu dilarang, tapi bukan berarti Stanley bisa dengan sok menasihatinya di depan semua orang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa kau, Rik?&rdquo; tanya kakeknya yang bingung melihat wajah kesal cucunya itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tadi aku berkelahi dengan Stanley kek.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana bisa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Erik menceritakan kronologinya dengan sedikit hiperbola. Kakeknya tersenyum tipis memandangi cucu semata wayangnya yang masih kecil ini. Ia tahu persis setengah dari cerita Erik adalah mengada-ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau berani juga, sebagaimana yang diaharapkan sebagai anak lelaki,&rdquo; kata kakek menatap mata Erik yang separuh bangga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kau tahu, tidak semua soal bisa selesai dengan memukul. Aku pikir Stanley ada benarnya, walaupun memang aku akui cara dia menasehiti orang itu terlalu sok,&rdquo; lanjut kakek sambil mengedipkan sebelah matanya pada Erik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Benarkan kek? Lagipula itu hanya satu kaleng soda, tak berarti apa-apa,&rdquo; Erik membuat pembenaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana kalau ada sejuta Erik di dunia? Berarti akan ada sejuta kaleng soda di kandang monyet,&quot; Kata kakek terkekeh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana kalau ternyata bukan hanya Erik yang berpikiran begitu atau bagaimana kalau kaleng sodanya tidak hanya ada di kandang monyet, atau ternyata bukan hanya kaleng soda yang dibuang sembarangan?&rdquo; lanjut kakek.</p><p style="text-align: justify;">Erik terdiam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bumi bisa penuh sampah, sayang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita kan bisa daur ulang sampah, bisa kita bakar, bisa kita&hellip;&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan soal bagaimana penanganannya, ini soal kebiasaan. Hal-hal semacam ini kalau diteruskan, bisa merusak tatanan kehidupan di planet bumi. Ikan-kan mati karena laut penuh plastik, air tercemar, tumbuhan mati, ternak tak dapat makanan, manusia juga akan punah pada akhirnya. Bumi ini rumah manusia, jika bumi rusak, manusia tinggal di mana lagi?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih ada Mars!&rdquo; kata Erik ngotot.</p><p style="text-align: justify;"><strong>7 Agustus 2005</strong></p><p style="text-align: justify;">Jon setengah berlari di koridor. Ia dipanggil oleh bosnya mendadak. Memang beberapa minggu ini ada kabar burung bahwa akan ada pengangkatan jabatan. Jon berharap ia naik jabatan, dengan begitu tentu gajinya akan naik dan bisa setidaknya membantu memenuhi keperluannya sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Begitu masuk ke ruangan ia disambut beberapa pasang mata yang melihat ke arahnya. Orang-orang ini asing pikirnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah Jon! Kau sedikit terlambat, tapi, ya, itu bukan masalah besar,&rdquo; sambut bosnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Duduklah, dan kita akan mulai segera,&quot; lanjut lelaki botak gemuk itu.</p><p style="text-align: justify;">Jon duduk dengan gugup. Ia merasa seperti menghadiri sidang pidana. Orang-orang tak dikenal di sekitarnya terlihat sangat kaku dengan jas mewah mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi begini,&rdquo; suara bos mencairkan suasana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti yang sudah kita wacanakan beberapa tahun lalu, kita butuh suplai dana yang besar untuk keberlangsungan lembaga kita dan perut kita tentunya. Kita butuh donatur. Tapi tentu saja tidak akan ada donatur yang mau cuma-cuma, mereka akan berharap timbal balik. Kebetulan isu kiamat sedang merebak,&rdquo; bosnya tiba-tiba berhenti bicara dan melihat Jon.</p><p style="text-align: justify;">Semua kini melihat Jon. Ia menelan ludah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk itulah kami butuh volunteer untuk memancing uang. Kita akan mewujudkan mimpi untuk hidup di Mars! Kolonisasi Mars! Semua orang akan membayar mahal untuk menyelamatkan keluarga mereka dari rumah mereka yang makin rusak! Kita akan terbangkan kau ke Mars, Jon! Sebagai gelombang awal mimpi manusia di Mars!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Jon kaget bukan main. Tangannya gemetar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi b-bos,&rdquo; katanya terbata. Jon dengan takut-takut mencoba bicara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita di Lembaga Antariksa semua tahu, kalau Mars itu tidak pernah ada.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Orang-orang asing ini menoleh cepat menatap Jon, memicingkan mata mereka tajam-tajam dalam diam, seakan menghakimi. Bosnya menghela napas panjang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di situlah intriknya sayangku, Mars tidak pernah ada!&rdquo; kata bosnya memegang pundak Jon.</p><p style="text-align: justify;">TAMAT</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mochamad Fernanda Fadhila, mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP. </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Theo-Ayu Terpilih Menakhodai BEM FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/theo-ayu-terpilih-menakhodai-bem-fib/baca </link>
<guid> theo-ayu-terpilih-menakhodai-bem-fib </guid>
<pubDate> Mon, 31 Dec 2018 04:05:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sulistianoto Theo Cipto dan Ayu Indar terpilih sebagai Presiden BEM FIB Periode 2019. (Sumber foto: Instagram.com/bpprfibunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/theo-ayu-terpilih-menakhodai-bem-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MaWSOJf783.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Theo-Ayu Terpilih Menakhodai BEM FIB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebagian besar BEM fakultas telah berganti kepegurusan baru. Baru-baru ini, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) turut menyusul dengan penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM FIB. Sebelumnya, fakultas ini sempat melaksanakan Pemira, namun tak berjalan mulus. Konflik sempat mewarnai Pemira dan berkahir dengan bubarnya BPPR selaku penyelenggara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Baca, <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/bppr-fib-kami-bubar/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/bppr-fib-kami-bubar/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Melalui akun <em>Instagram&nbsp;</em>BPPR FIB Unmul (@bpprfibunmul), rangkaian Pemira dimulai dengan pengambilan dan pengembalian berkas pendaftaran paslon yang &nbsp;dilaksanakan pada 17-24 Desember. Dari dua paslon yang mengambil berkas, hanya pasangan Sulistianoto Theo Cipto dan Ayu Indar yang mengembalikan berkas pendaftaran. Selang beberapa hari, tepatnya 26 Desember, BPPR FIB melaksanakan sidang paripurna dan memutuskan Sulistianoto Theo Cipto dan Ayu Indar sebagai paslon terpilih. Keputusan ini dibuat mengingat ketetapan yang dibuat DPM FIB.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi kalau ada satu paslon aja, langsung ditetapkan dan tidak ada pemilihan. Itu sejak tahun 2016,&quot; terang Muhammad Faqih Hendriyan selaku Ketua DPM FIB.</p><p style="text-align: justify;">Awal Desember lalu menjadi waktu dibentuknya kembali kepanitiaan BPPR yang baru. Hal ini tentu berpengaruh dengan mundurnya waktu pelaksanaan Pemira di FIB yang saat itu tengah masa ujian akhir semester (UAS).</p><p style="text-align: justify;">Diakui Faqih, sejak dibukanya pendaftaran kepanitiaan BPPR, belum ada yang mendaftar. Hingga akhirnya DPM FIB memutuskan untuk menjemput bola.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami minta delegasi tiap kelas buat memenuhi kuota BPPR,&quot; kata Faqih.</p><p style="text-align: justify;">BPPR terpilih dan dibentuk pada 10 Desember kemudian mulai bergerak untuk mengejar segala persiapan. Mengingat saat pelaksanaan Pemira, kampus FIB sudah mulai ditinggal mudik dan libur sebagian besar mahasiswanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami juga tidak menginginkan menyelenggarakan di hari libur. Hanya saja, karena adanya konflik pada kepanitian BPPR sebelumnya, diputuskan untuk pembentukan lagi,&quot; ujar Vicky Renaldi selaku Ketua BPPR Pemira FIB.</p><p style="text-align: justify;">Sepinya kampus tak menyurutkan upaya BPPR untuk melakukan sosialisasi Pemira. Melalui sosial media, mereka melakukan sosialisasi yang diharapkan dapat merata ke seluruh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami gencarkan sosialisasi Pemira via grup kelas di media sosial, <em>WhatsApp</em> dan <em>LINE</em>,&quot; ujarnya. <strong><em>(adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 2019, Sambut dengan Resolusi Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/2019-sambut-dengan-resolusi-baru/baca </link>
<guid> 2019-sambut-dengan-resolusi-baru </guid>
<pubDate> Tue, 01 Jan 2019 12:26:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: lellyfitriana.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/2019-sambut-dengan-resolusi-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r9UJTSoJzr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>2019, Sambut dengan Resolusi Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tahun berganti, tentunya akan ada banyak hal baru yang akan ditemui dan dihadapi selama 365 hari ke depan. Tahun baru biasanya identik dengan resolusi yang akan di capai, baik itu melanjutkan atau menambah resolusi baru. Berikut ini beberapa resolusi yang khusus <em>Sketsa</em> rangkum untuk kamu, iya kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Tahun Ini Harus Hemat!</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengatur keuangan setiap bulannya merupakan PR besar yang dihadapi setiap mahasiswa. Apa lagi untuk mahasiswa yang tinggal di indekos, sebisa mungkin harus hemat agar uang saku habis tepat waktu. Namun sayangnya hal ini sering gagal dilakukan, ada saja godaan dan halangan untuk berhemat. Tapi jangan khawatir, kamu bisa coba berhemat di tahun ini. Salah satu caranya dengan membuat list keperluan tiap bulan dan jangan lupa sisihkan uangmu untuk ditabung ya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Jangan Kerjakan Tugas Kebut Semalam</strong></p><p style="text-align: justify;">Tahun baru, semester baru, dan tugas-tugas baru dan berat siap menanti. Mengerjakan tugas yang menumpuk dalam semalam merupakan kebiasaan buruk yang masih banyak di lakukan. Sistem Kebut Semalam (SKS) menjadi kegiatan yang lumrah di lakukan mahasiswa yang malas sehingga tugasnya menumpuk. Jika terus dilakukan ini akan mengganggu waktu tidur kamu. Nah, untuk tahun ini silakan coba untuk menyicil tugas dari jauh-jauh hari sebelum dikumpul. Pasti, hasilnya akan lebih maksimal karena kamu punya waktu yang lebih banyak untuk mencari bahan tugas dan enggak perlu begadang lagi kan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Pintar Mengatur Waktu</strong></p><p style="text-align: justify;">Kuliah, aktif berorganisasi, kerja, dan keluarga merupakan beberapa hal yang tidak lepas dari kamu yang aktif di dalam atau luar kampus. Di saat tugas sudah dekat deadline, aktif juga berorganisasi, lalu ada pekerjaan menumpuk, urusan di rumah juga banyak, belum lagi kalau punya pacar yang ingin bersama terus. Wah, bahaya nih! Pastinya lebih sulit untuk membagi waktu kamu yang hanya 24 jam dalam sehari. Kalau sudah begini belajar untuk mengatur waktu merupakan hal yang penting dan harus dilakukan. Belajar untuk memprioritaskan segala hal agar waktu yang di gunakan lebih teratur sehingga tidak akan pusing menjalani kegiatan tersebut tiap hari. Bagi kamu yang belum bisa mengatur waktu dengan baik, ini bisa dijadikan sebagai resolusi di tahun baru. Tentukan dahulu yang mana lebih penting untuk kamu lakukan, jangan terlalu sibuk di organisasi sampai kuliahmu terbengkalai. Kamu bisa membuat jadwal harian mengenai aktivitas apa saja yang akan kamu lakukan, harapannya waktumu jadi teratur. Kamu pasti bisa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Makan 3 Kali Sehari</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya obat yang diminum tiga kali sehari, tapi makan juga harus. Terdengar aneh mungkin untuk menjadikan ini sebagai resolusi, tapi jangan dianggap remeh. Terutama untuk kamu yang tinggal di indekos. Kebiasaan menghemat terkadang membuat beberapa orang jarang untuk makan tiga kali sehari. Terlebih kalau sudah sibuk dengan berbagai kegiatan, makan teratur hanya akan jadi wacana semata. Jika dibiarkan terus-terusan ini akan berdampak untuk kesehatan, bisa jadi kamu akan sakit. Karena jam istirahat di kampus terbilang singkat usahakan untuk makan tepat waktu, bawa bekal dari rumah juga bagus, karena terjamin kebersihannya. Tapi kalau belum sempat menyiapkannya, kamu bisa membeli di warung dan dibawa ke kampus, saat jam istirahat kamu bisa makan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Harus Bisa Lulus Tahun Ini</strong></p><p style="text-align: justify;">Mungkin resolusi ini berlaku untuk kamu dan para mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Segera menyelesaikan skripsi dan lulus di tahun ini tentu jadi dambaan banyak mahasiswa. Pakai toga, gelar sarjana telah tersemat, tentu menjadi hadiah besar untuk membuat orang tua bahagia. Nah, kalau mau cepat lulus kamu harus rajin mengurus skripsimu, revisi dosen segera dikerjakan, jangan ditunda. Memang terkadang rasa malas itu datang di kala rasa semangat mulai ada. Kemudian jangan lupa berdoa juga, karena apapun yang dikerjakan dengan doa dan ikhlas pasti hasilnya pas. Jadi, semangat revisian ya! Eh skripsian maksudnya.</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa resolusi yang bisa kamu tambahkan dalam list kamu. Tentunya usahakan agar seluruh resolusi yang telah dibuat bisa tercapai semua di tahun ini. Selamat tahun baru, selamat menjalakan resolusi baru! <strong>(<em>fir/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pernyataan Sikap KPPR, Fatma: Ini Pembersihan Nama Baik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pernyataan-sikap-kppr-fatma-ini-pembersihan-nama-baik/baca </link>
<guid> pernyataan-sikap-kppr-fatma-ini-pembersihan-nama-baik </guid>
<pubDate> Wed, 02 Jan 2019 12:04:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar unggahan Pernyataan Sikap KPPR Unmul 2018. (Sumber: Instagram/pemirakmunmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pernyataan-sikap-kppr-fatma-ini-pembersihan-nama-baik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AavYaDnn2v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pernyataan Sikap KPPR, Fatma: Ini Pembersihan Nama Baik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Setelah menetapkan presiden dan wakil presiden, KPPR baru-baru ini hadir membawa kabar baru. Melalui postingan akun Instagram (@pemirakmunmul) pada Senin, 31 Desember 2018 lalu, KPPR mengunggah link yang berisi surat pernyataan sikap. Tujuan dari dibuatnya tulisan ini untuk menjawab tudingan yang dinilai merusak nama baik pihak-pihak yang terlibat sebagai penyelenggara maupun penanggung jawab pelaksana Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa pernyataan sikap KPPR di antaranya menyatakan paslon Akbar-Rifai serta timses telah melanggar aturan yang berlaku, yakni UU Nomor 2 Tahun 2018 dengan ketidaksediaan untuk dipilih dan mengikuti seluruh ketentuan Pemira BEM KM Unmul (Pasal 25 huruf j dan Pasal 26 huruf b UU KM Unmul Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pemilihan Umum Raya).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, KPPR mendukung penuh keputusan DPM KM dalam menggugurkan Akbar-Rifai dalam tahapan Pemira, serta menetapkan Febri-Furqon sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul secara aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hal disinggung dalam surat tersebut. Di antaranya terkait aturan administrasi berupa undang-undang yang menjadi dasar pelaksanaan Pemira, pembentukan dan tugas serta wewenang KPPR. Kemudian, dibeberkan klarifikasi perihal surat gugatan yang dilayangkan timses paslon nomor urut dua, yakni Akbar-Rifai. Dalam poin lainnya, timses tersebut juga diklaim telah melanggar deklarasi damai.</p><p style="text-align: justify;">Dalam diktum pertama, &quot;Siap Menciptakan iklim Pemilihan Umum Raya yang demokratis, damai, dan menjunjung tinggi integritas&rdquo; dan juga diktum keenam yaitu &quot;Siap menciptakan situasi yang kondusif dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Raya Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman Periode 2018&quot;. Hal ini telah disepakati dan ditandatangani pada tanggal 1 Desember 2018.</p><p style="text-align: justify;">Timses paslon nomor urut dua dikatakan KPPR telah mengganggu penyelenggaraan debat kandidat pada 15 Desember 2018 dengan adanya kericuhan dan berusaha melakukan tindakan anarkisme dengan menyerang Ketua DPM KM Unmul dan Ketua KPPR Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, timses ini juga disebutkan melanggar Pasal 43 ayat (3) huruf c UU KM Unmul Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pemilihan Umum Raya, yakni &quot;Tim Sukses tidak diperkenankan mengandung unsur anggota Lembaga Legislatif Fakultas&quot;. Di mana syarat menjadi timses dengan menyertakan surat cuti jabatan yang disetujui oleh lembaga yang bersangkutan. Namun dalam hal ini, Dody Kusuma P (FISIP 2016) yang merupakan Ketua DPM FISIP 2019 termasuk dalam daftar timses Cinta Mulawarman tanpa mengajukan surat cuti kepada KPPR.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Fatmawati selaku Ketua KPPR mengatakan pernyataan sikap tersebut merupakan inisiatif pihaknya dan dibuat melalui rapat KPPR. &quot;Itu sebagai pembersihan nama baik. Melihat begitu banyak tudingan terhadap KPPR,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah menetapkan presiden dan wakil presiden, rupanya kepanitiaan KPPR belum dibubarkan. Mengingat saat ini telah masa libur semester dan sebagian besar anggota KPPR telah mudik. Rencananya pembubaran dilakukan saat libur semester usai, yakni di akhir Januari ini.</p><p style="text-align: justify;">Hingga hari ini Rabu (2/1) unggahan pernyataan sikap KPPR Unmul mendapat rekasi yang beragam dari warganet. Total ada 17 komentar, sebagian besar berisi kritikan terhadap KPPR. Salah satunya komentar dari akun @muhammadajilukman, &quot;Bukannya seharusnya KPPR sudah bubar? Memang Pemira tahun ini Pemira paling buruk sepanjang sejarah Unmul. Ini sungguh memalukan, hanya saja orang-orang di dalamnya yang tidak tahu malu. MENJIJIKAN!&quot; <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hujan Kritik Kinerja DPM dan BEM KM Unmul di Kongres KM 2018 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hujan-kritik-kinerja-dpm-dan-bem-km-unmul-di-kongres-km-2018/baca </link>
<guid> hujan-kritik-kinerja-dpm-dan-bem-km-unmul-di-kongres-km-2018 </guid>
<pubDate> Thu, 03 Jan 2019 13:49:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kongres KM Unmul yang berlangsung di Aula Rektorat lantai IV. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hujan-kritik-kinerja-dpm-dan-bem-km-unmul-di-kongres-km-2018/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oORhU9vtOz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hujan Kritik Kinerja DPM dan BEM KM Unmul di Kongres KM 2018</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman yang berlangsung Sabtu (29/12) lalu di Gedung Rektorat Unmul. Bertempat di Ruang Serbaguna lantai 4, acara dengan tema &ldquo;Revitalisasi Pemerintahan Mahasiswa yang Substansial Menuju 20 tahun KM Unmul&rdquo; itu berlangsung lancar.</p><p style="text-align: justify;">Molor 20 menit dari susunan acara, sidang pleno I dibuka oleh presidium sementara. Pembahasan agenda sidang kongres dan tata tertib berjalan cukup hangat. Dody Prayuda Kusuma, Ketua DPM FISIP yang pertama buka suara terkait agenda sidang pandangan umum yang perlu ditambah dalam sidang pleno VI. &ldquo;Perlu adanya agenda pandangan umum, karena ini bukan hanya bentuk sosialiasi (LPJ) tetapi juga bentuk koreksi bersama untuk DPM KM&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, usulan tersebut tidak diterima forum. Berdasarkan argumen Lutfi Ketua DPM KM Unmul yang menurutnya ini sudah melanggar hukum apabila ditambahkan, karena ketetapan agenda sidang telah ditetapkan dan disahkan pada kongres tahun lalu, &ldquo;Kalau kita tambahkan, itu sama saja kita melanggar hukum yang ada,&rdquo; ucap Lutfi.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut pada Sidang Pleno III, presidium tetap telah ditetapkan yakni, Presidium 1 Wisnu Riandani (FKIP), Presidium 2 Vicki Renaldi (FIB), dan Presidium 3 Nona Fadilah (FKTI). Dibuka dengan pengantar oleh Rizaldo dan Miftah membacakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) bersama jajarannya. Ada dua macam LPJ yang dibagikan, yakni laporan program kerja secara keseluruhan dan laporan keuangan. Berikut disertakan dengan infografis capaian BEM KM Kabinet Kita Mulawarman. Tak lain berisi semua proker yang telah dikerjakan baik berupa aksi, kegiatan, advokasi isu, dan prestasi yang diraih.</p><p style="text-align: justify;">Pemaparan selesai, waktunya forum menguliti masa Rizaldo-Miftah melalui pandangan umum oleh peserta kongres. M. Rifki Azizi, Ketua LEM Sylva Mulawarman 2018, angkat suara dengan menyampaikan kritik dan saran BEM KM Unmul tahun ini, kurang berpartisipasi aktif pada isu-isu lingkungan. &ldquo;Kami sangat minim melihat partisipasi teman-teman BEM KM dari fakultas lain. Dan sarannya jangan terfokus pada isu politik, ekonomi, pertanian, namun juga lingkungan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya Dandino, Presiden BEM FISIP turut memberikan pandangan serta mengevaluasi BEM KM selama setahun periode. Baginya, permasalahan advokasi UKT perlu jalan dan bergerak bersama untuk sampai ke rektorat. &ldquo;Masih ada pengkotak-kotakan gerakan, BEM KM sendiri, fakultas sendiri,&rdquo; Kata Dandi.</p><p style="text-align: justify;">Terlampir di dalam laporan keuangan bahwa dana surplus yang didapat sebanyak 16 juta, dan hal ini dipertanyakan oleh Fikri, perwakilan DPM Faperta. Pihak BEM KM menjawab bahwa dana tersebut akan terbagi untuk pembayaran yang belum lunas, dan dihibahkan untuk kepengurusan selanjutnya. &ldquo;Pembagiannya nanti ada, dan pasti ada dihibahkan untuk rincian-rinciannya mungkin nanti bisa dijawab lebih lanjut oleh Bapak (Miftah),&rdquo; jelas Bendahara Umum BEM KM Dahlia Haryati.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sederet pertanyaan, kritik, dan saran dijawab dengan lancar oleh Rizaldo-Miftah. LPJ BEM KM Unmul 2018 telah disahkan. Rizaldo berkata bahwa fase ini bukan menjadi beban, melainkan amanah, &rdquo;Hari ini mungkin kami meninggalkan BEM KM, tapi kami tidak akan meninggalkan perjuangan,&rdquo; ucap Rizaldo.</p><p style="text-align: justify;">Sidang Pleno V berjalan, dan pukul 14:42 Pasangan nomor urut satu, Febri-Furqon dilantik dan disahkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2019. Keduanya dengan lantang mengikuti sumpah jabatan yang dipimpin oleh Lutfi. Telah resmi keduanya menjadi nakhoda baru BEM KM Unmul 2019.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 14.52 Wita, sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan LPJ DPM KM Periode 2018, Lutfi mewakili jajaran BPH-nya menyampaikan laporan dan mengatakan bahwa DPM berfungsi legislasi dan pengawasan terhadap kinerja BEM KM selama ini. Revatur sebanyak 2 kali pun telah terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada agenda pandangan umum diberikan pada forum, namun Dody, anggota DPM FISIP menginterupsi dan menyampaikan bahwa pihaknya tidak mempercayai kinerja DPM KM periode 2018, &ldquo;DPM FISIP menyatakan bahwa kami masih tidak mempercayai kinerja kepengurusan yang dipegang oleh Lutfi. Terima kasih,&rdquo; ucapnya dengan keras.</p><p style="text-align: justify;">Kongres KM dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART dan rekomendasi untuk Kongres KM Unmul.<strong><em>&nbsp;(arr/kus/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cetak Sejarah Baru, Pemira FK Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cetak-sejarah-baru-pemira-fk-aklamasi/baca </link>
<guid> cetak-sejarah-baru-pemira-fk-aklamasi </guid>
<pubDate> Fri, 04 Jan 2019 12:30:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhammad Fuad Sya’bani, Gubernur BEM FK terpilih. (Sumber: instagram/fuadmfs) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cetak-sejarah-baru-pemira-fk-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5p5lfhYAqs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cetak Sejarah Baru, Pemira FK Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pertama kali dalam sejarah, Pemira Fakultas Kedokteran (FK) berakhir aklamasi, meski sebelumnya pihak KPPR telah berulang kali mengadakan sosialisasi untuk mencegah terjadinya aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kurang-calon-pemira-fk-aklamasi/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kurang-calon-pemira-fk-aklamasi/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi melalui pesan daring, Rachmad turut menuturkan kekecewaannya. Menurutnya aklamasi merupakan pertanda bahwa FK harus memulai kembali dari awal bagaimana cara beroganisasi. Di mana mahasiswa seharusnya bisa berorganisasi tanpa mengesampingkan kewajiban akademiknya.</p><p style="text-align: justify;">Rachmad menjelaskan, pada 24 November lalu diadakan Sidang Umum Keluarga Mahasiswa (SUKM) yang membahas persoalan Pemira yang kini kian minim peminat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dari SUKM memang ada yang mengeluhkan namun itu menjadi beban untuk Gubernur BEM FK selanjutnya. Bagaimana ia akan memajukan mahasiswa di fakultasnya,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari SUKM diputuskan jika pendaftaran Pemira akan dibuka kembali. Kalaupun memang pendaftar tetap dengan satu calon, maka pemira akan berakhir dengan aklamasi. Hingga hari penutupan pendaftaran, tersisa hanya satu calon tunggal.</p><p style="text-align: justify;">Dengan ini Pemira dinyatakan aklamasi dan dilanjutkan dengan bedah gagasan pada 21 Desember lalu. Bedah gagasan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Endang Sawitri, Rizaldo selaku Presiden BEM KM Unmul 2018, dan Gubernur BEM FK 2018, Adheya Putrindashafa. Pelantikan Gubernur BEM FK terpilih dilakukan pada 27 Desember.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai Gubernur BEM FK yang terpilih secara aklamasi, Muhammad Fuad Sya&rsquo;bani sadar betul akan kesibukan akademiknya yang luar biasa. Sehingga menjadi tugas berat baginya ke depan untuk mampu menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan amanah organisasi yang diemban.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perasaannya ya campur aduk, dapat amanah besar untuk 1 tahun ke depan,&quot; terang mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2017 itu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun untuk program kerja unggulan yang diusungnya akan dilakukan di desa binaan. Jika nanti terlaksana, di desa tersebut akan dilakukan program Asah, Asih, dan Asuh.<strong>&nbsp;(<em>ann/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nella, Menginspirasi di Balik Perpustakaan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/nella-menginspirasi-di-balik-perpustakaan-unmul/baca </link>
<guid> nella-menginspirasi-di-balik-perpustakaan-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 05 Jan 2019 13:59:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nella Afriyani, satpam perempuan di Perpustakaan Unmul. (foto: Siti) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/nella-menginspirasi-di-balik-perpustakaan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tbj2cgYPiZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nella, Menginspirasi di Balik Perpustakaan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Bagi kamu yang pernah berkunjung ke Perpustakaan Unmul, tentu tak asing dengan sosok satu ini. Perempuan berparas ayu dengan setelan seragam putih dipadu biru biru tua, dilengkapi hijab putih yang menutupi kepalanya. Ia sering dijumpai di meja resepsionis tak jauh dari pintu masuk perpustakaan. Nella Afriyani. Salah satu satuan pengamanan yang bertugas di Perpustakaan Unmul. Seperti diketahui, rata-rata profesi ini identik dengan laki-laki. Namun bukan berarti perempuan tidak mungkin menjadi bagian dari satuan pengamanan.</p><p style="text-align: justify;">Gadis asal Bogor ini bersedia untuk berbagi ceritanya, meski sebelumnya sempat malu-malu. Sejak kecil hingga menamatkan pendidikannya, Bogor menjadi tempat Nella. 2014, ia memilih hijrah ke Kota Tepian. Di sini, ia tinggal bersama adiknya yang telah lebih dulu merantau sebagai murid di salah satu sekolah kejuruan.</p><p style="text-align: justify;">Nella mengisahkan, awal mula ia terjun sebagai satpam atas saran pamannya yang merupakan seorang polisi di Samarinda. Sebelumnya ia bekerja di sebuah toko buku. &quot;Awalnya itu disuruh om. Kan di sini kerjanya ga pakai sistem shift. Om khawatir kalau kerja shift pas lagi masuk malam,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Sembari tertawa kecil, ia mengatakan beberapa temannya tidak percaya Nella kini bekerja sebagai seorang satpam. &quot;Kan muka saya kalem gitu. Jadi, ada yang enggak percaya. Pas saya kasih lihat foto saya, baru mereka percaya,&quot; ujar perempuan yang bercita-cita sebagai polisi wanita ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski kini kedua orang tua Nella telah tiada, namun ia tidak patah semangat. Ia justru semakin berusaha untuk bekerja lebih keras. Diakui Nella, ada satu keinginan mendiang ibunda yang belum sempat dilakukan. &quot;Ibu penginnya aku menyelesaikan kuliah. Dulu aku sempat kuliah. Tapi, aku enggak betah jadi ke sini (Samarinda),&quot; kisahnya. Hal ini juga yang membuat Nella bertekad agar adiknya dapat menyelesaikan pendidikan hingga bangku perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi satpam bukanlah hal yang mudah. Berbagai suka dan duka yang dialami mengantarkan Nella pada pengalaman dan pelajaran sebagai satpam perempuan, yang tergolong minoritas. Salah satu pelajaran yang ia dapat dengan menjadi satpam di Perpustakaan Unmul, ialah menjadi sosok yang lebih dewasa, &quot;Kan teman-temannya (sesama satpam) sudah dewasa, pemikiran juga jadi ikut dewasa,&quot; imbuhnya. tutur Nella. Sementara itu, duka yang kerap dialami Nella ialah saat ada barang mahasiswa yang hilang di parkiran, ia akan menjadi sasaran pertanyaan terkait pengawasan di lingkup perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Tekad Nella sudah bulat. Apapun yang terjadi, tak ada yang bisa menghentikan langkah perjuangannya. <strong><em>(sii/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rentang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rentang/baca </link>
<guid> rentang </guid>
<pubDate> Sun, 06 Jan 2019 06:09:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Nawwar Hayyu Hastuty, Mahasiswi  Ilmu Komunikasi FISIP 2016 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rentang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sTeAKnGFez.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rentang</h1>
			              </header>
			              <p>Aku terjebak di kubus putih transparan</p><p>Terlalu nyaman hanya melihat dari sini</p><p>Tanpa perlu bergerak jauh mendekatimu</p><p><br></p><p>Walau ku tahu hanya satu sisi yang menikmati persembunyian ini</p><p>Tak mengapa jika aku tak berdiri di sekelilingmu</p><p>Biarkan saja tetap seperti ini</p><p>Bersama kebodohan diri</p><p><br></p><p>Biarkan saja kubus yang tahu bahagia hati</p><p>Sedihnya ratapan mata</p><p>Muramnya gambaran wajah</p><p>Gundahnya perabaan hati</p><p><br></p><p>Karena pada akhirnya aku sadar</p><p>Dirimu tidak akan pernah sama sekali sadar akan wujud ku</p><p><br></p><p>Ada sosok menarik yang telah berhasil mengikatmu</p><p>Dan aku</p><p>Hanya bisa merelakan</p><p><strong><em>Ditulis oleh Nawwar Hayyu Hastuty, Mahasiswi &nbsp;Ilmu Komunikasi FISIP 2016</em></strong></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kaleidoskop 2018: Peristiwa Penting di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kaleidoskop-2018-peristiwa-penting-di-unmul/baca </link>
<guid> kaleidoskop-2018-peristiwa-penting-di-unmul </guid>
<pubDate> Sun, 06 Jan 2019 12:04:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kaleidoskop Berita Sketsa Tahun 2018. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kaleidoskop-2018-peristiwa-penting-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LubTDOorRR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kaleidoskop 2018: Peristiwa Penting di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sebagai lembaga pers kampus, LPM Sketsa Unmul selama satu tahun belakangan turut mengawal dan memberitakan isu-isu yang terjadi di kampus. Berikut <em>Sketsa&nbsp;</em>merangkum peristiwa yang turut mewarnai perjalanan Unmul di tahun 2018.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Januari</strong></p><p style="text-align: justify;">Terbatasnya fasilitas kampus hingga kurangnya dana, membuat mahasiswa harus mengeluarkan uang iuran yang rawan disalahgunakan. Beberapa hari selepas perayaan tahun baru, Prodi Penjaskesrek FKIP Unmul kembali diterpa isu pungli. Isu ini pun diketahui oleh Nurjamal, Kaprodi Penjaskesrek.</p><p style="text-align: justify;">Setelah memanggil beberapa mahasiswa yang bersangkutan, diketahui bahwa memang ada upaya pungli, namun tidak sempat terjadi. Maraknya kasus pungli di kampus pendidik bukan kali ini saja terjadi, sebelumnya pada tahun 2013 seorang dosen berinisial RS terbukti melakukan penjualan diktat secara paksa sebagai kompensasi perbaikan nilai.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki tahun akademik yang baru, portal Sistem Informasi Akademik (SIA) Unmul mengalami perubahan. Perubahan terjadi pada konten dan tampilannya yang terlihat lebih <em>modern</em>. Namun perubahan rupanya kurang mendapatkan respons positif. Mahasiswa dibuat kebingungan karena belum ada sosialisasi sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun konten yang ditambahkan adalah kolom prestasi ekstrakulikuler yang berisi tiga poin yaitu partisipasi kegiatan, kepengurusan lembaga, dan prestasi. Selain itu sebelum bisa melihat nilai, mahasiswa diwajibkan mengisi kuesioner penilaian terhadap dosen.</p><p style="text-align: justify;">Selain perubahan portal SIA, Januari ditutup dengan kabar akan segera diresmikannya fasilitas ala bioskop yaitu Ruang Sinema Perpustakaan Unmul. Kabar ini mendapat reaksi positif dari kalangan civitas academica Unmul. Ruangan yang dapat menampung hingga 70 orang ini bisa diakses mahasiswa, baik untuk pemutaran film ataupun kegiatan bedah film.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Februari</strong></p><p style="text-align: justify;">Memasuki bulan Februari pada Jumat (9/2) Aliansi Garuda Mulawarman gelar aksi pencerdasan untuk menolak MoU antara TNI dan Polri. Kurang lebih ada sekitar 80 mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut. Sebelumnya pada 23 Januari 2018 lalu, TNI dan Polri menerbitkan nota kesepahaman terkait bantuan TNI Polri dalam rangka memelihara ketertiban masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Artinya, dalam rangka pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat yang mencakup menghadapi unjuk rasa, mogok kerja, kerusuhan massa, konflik sosial serta mengamankan kegiatan masyarakat yang dianggap rawan kerusuhan. Rizaldo selaku Presiden BEM KM Unmul 2018 mengatakan bahwa penolakan dilakukan karena campur tangan militer bisa berpotensi melangar hak asasi warga negara terkait kebebasan berpendapat.</p><p style="text-align: justify;">Kabar dua mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga seorang aktivis mendapatkan skorsing akhirnya sampai juga di Unmul. Rezki Ameliyah dan Mohammad Nur Fikqri mendapat skorsing karena menempelkan poster yang bertuliskan &ldquo;Kampus Rasa Pabrik&rdquo; di area sekitar kampus. Beruntung skorsing tersebut segera dicabut.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Ketua Umum BEM UI Zaadit Taqwa yang dengan lancang memberikan kartu kuning kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo pada acara Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia. Aksi Zaadit lantas viral di media sosial, namun Zaadit tidak mendapatkan hukuman ataupun skorsing seperti dua mahasiswa Unhas.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, menjelang akhir bulan Februari dua mahasiswa Unmul yakni Yulianti dan Rafikah mengalami aksi penjambretan. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. Keduanya berada di atas motor dan melintasi jalan di sekitar <em>homestay&nbsp;</em>sebelum gedung Pascasarjana. Tiba-tiba dua orang laki-laki menyerempet motor mereka dan berusaha merebut <em>handphone&nbsp;</em>yang dipegang.</p><p style="text-align: justify;">Meski aksi penjambretan itu gagal, motor yang mereka kendarai tersenggol dan keduanya terjatuh. Rafikah mengalami luka ringan dan segera dibawa ke RSUD A.W. Sjahranie. Keduanya pun merasa trauma. Kurangnya jumlah personil pengamanan kampus, membuat daerah sekitaran Unmul rawan terjadi tindakan kriminal, apalagi pada malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Akhir Februari merupakan akhir perjalanan panjang polemik Pemira Fakultas Hukum (FH) yang setelah dua bulan menggantung. Sebelumnya melalui BPPR, Pemira FH ditetapkan berakhir aklamasi dengan memenangkan pasangan Cipta-Hardjuno. Hal ini menuai kecaman dari berbagai pihak. Suasana kian memanas hingga Dekan FH Mahendra Putra Kurnia turun tangan. Berbagai upaya dilakukan seperti audiensi berkali-kali digelar. Pada audinesi terakhir Mahendra memberikan dua pilihan yaitu: Pemira Ulang atau BEM FH dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya pada Selasa (27/2) Mahendra mengeluarkan surat keputusan bernomor 34/KM/2018, bahwa Dekan FH dengan bulat menolak hasil Pemira BEM FH 2017. Di mana dalam surat tersebut terdapat enam poin, salah satunya meniadakan kepengurusan BEM FH 2018 sampai terpilih Presiden dan Wakil Presiden BEM secara demokratis. Dengan kata lain, BEM FH secara resmi dibekukan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Maret</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM KM Unmul, Dwi Luthfi berikan kartu kuning kepada Presiden BEM KM Unmul. Bedanya kartu kuning tersebut tidak diberikan secara langsung seperti Zaadit, namun melalui unggahan Instagram stories DPM KM Unmul yang isinya &ldquo;Menuju Kartu Kuning untuk Presiden BEM KM Unmul 2018&rdquo; dengan diikuti tagar #EksekutifManja. Alasan kartu kuning tersebut keluar karena kekecewaan DPM KM Unmul yang tidak diundang dalam raker BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Nahas dialami oleh Andi Muhammad Akbar dan tiga orang massa lainnya yang tergabung dalam gerakan Gerakan Pejuang Demokrasi (GMPD). Lengan kanan Presiden BEM FISIP Unmul 2018 itu bolong terkena peluru karet petugas saat melakukan aksi Tolak UU MD 3 di muka Kantor DPRD Provinsi Kaltim. Aksi yang semula damai kemudian ricuh. Massa akhirnya membubarkan diri. Malamnya GMPD melaporkan perkara ini ke Polresta Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan Rapat Koordinasi dan FGD yang dilakukan oleh rektor, wakil rektor, beberapa dekan, dewan pengawas, serta dewan pertimbangan Unmul mendapatkan kritik. Salah satunya dari Prof. Adam Idris, di mana pembahasan Statuta yang tidak libatkan para senat lainnya. Ditambah lagi, kala itu Masjaya akan maju dalam pilrek yang dianggap akan memuluskan langkahnya sebagai petahana. Kabar tersebut langsung diklarifikasi, pertemuan tersebut merupakan desakan dari Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;"><strong>April</strong></p><p style="text-align: justify;">Bulan April diwarnai oleh berbagai aksi dari mahasiwa, meski langit siang itu mendung, aksi penolakan terhadap fluktuasi BBM dilakukan. Aksi gabungan BEM KM Unmul dan beberapa BEM fakultas tersebut awalnya dilakukan di depan kantor DPRD, namun tidak ada anggota DPRD yang bisa ditemui. Akhirnya massa berpidah ke Terminal BBM (TBMM) Pertamina Samarinda yang berada di Jalan Cendana. Pagar TBMM Pertamina akhirnya disegel massa menggunakan rantai besi. Tak lama perwakilan Pertamina bersedia menemui massa.</p><p style="text-align: justify;">Masih ada kaitannya dengan Pertamina, kali ini pertemuan khusus BEM FEB dengan Pertamina. Pertemuan dihadiri oleh tujuh orang di antaranya Freijae Rakasiwi, pihak Pertamina dan pemagang di Pertamina. Awalnya yang dibahas adalah Pertamina Goes to Campus (PGTC) dan blok Mahakam. Namun perlahan niatan Pije terendus, rupanya saat itu lebih banyak dibahas pengajuan proposal dari BEM FEB terkait <em>education trip</em> ke Pertamina sekaligus meminta bantuan sponsor untuk acara <em>Eco Summit.</em></p><p style="text-align: justify;">Tindakan yang dilakukan Pije, akhirnya tersebar dan mendapatkan kecaman berbagai pihak. Salah satunya Gita, anggota magang Pertamina menyebutkan Pije<em>&nbsp;</em>sedang bermain &lsquo;politik dua kaki&rsquo; terhadap dua lembaga: Pertamina dan Aliansi Garuda Mulawarman. Sebelah kakinya menapak ke Pertamina untuk meminta bantuan, sebelah kaki lainnya memijak ke Aliansi Garuda Mulawarman untuk meneriakkan tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Hilangnya 15 orang peserta Lomba Lintas Alam Gugus Depan Universitas Mulawarman (LLAGUM) sempat membuat heboh. Kabar tersebut diketahui melalui <em>broadcast&nbsp;</em>yang<em>&nbsp;</em>disebarluaskan Alluvia Haliza, mahasiswi Universitas Widyagama dalam sebuah grup bernama Krepa Smada. Sejak awal beberapa sangga banyak yang tersesat namun masih bisa ditemukan. Nahas bagi 15 peserta lainnya tak kunjung ditemukan.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya tim SAR berhasil menemukan 15 orang peserta itu, mereka ditemukan di dekat lokasi pertambangan PT. Perdana Karya daerah L2 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. 11 di antaranya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dan 4 lainnga ke Rumah Sakit Umum AM Parikesit.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mei</strong></p><p style="text-align: justify;">BEM FEB adakan konferensi pers terkait pemberitaan <em>Sketsa</em>, bahwa BEM FEB yang dituding munafik bahkan berpolitik kaki. Konferensi Pers dihadiri oleh Gubernur BEM FEB, Freijae Rakasiwi alias Pije dan beberapa kepanitiaan <em>Eco Summit,&nbsp;</em>Sukardi, Saipul, Yasmin, dan Anwar (nama samaran) serta 30 anggota internal BEM. Diagendakan untuk menampik tudingan negatif yang beredar terhadap pihaknya, Pije dan yang lainnya membeberkan berbagai macam alasan bahwa pihaknya memiliki kepentingan yang berbeda dalam agenda <em>Eco Summit&nbsp;</em>dan dua aksi (19 Maret dan 4 April) terkait kenaikan harga BBM non-subsidi serta kelangkaan BBM subsidi.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) bersama 24 organisasi internal dan eksternal melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, dan Aliansi Garuda Mulawarman di kantor Dinas Pendidikan. Kedua aksi tersebut mengusung masalah pendidikan saat ini namun dengan substansi yang berbeda, sehingga titik aksi terpisah. Walaupun dengan poin tuntutan yang berbeda, kedua aksi ini tetap bertujuan untuk mengkritisi pemerintah terhadap kualitas pendidikan di Kalimantan dari berbagai perspektif, seperti kesejahteraan tenaga pendidik, anggaran fasilitas sekolah hingga transparansi anggaran pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Beranjak ke isu lingkungan, <em>Sketsa</em> berkesempatan hadir dalam Pesta Laut yang diprakarsai oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim pada 5 Mei 2018 lalu. Diselenggarakan di bawah Jembatan Dondang, Kutai Kartanegara. Aksi ini ditujukan sebagai bentuk perlawanan rakyat atas tambang dan sawit yang merugikan sekaligus menyoroti tambang yang ditunggangi kepentingan politik.</p><p style="text-align: justify;">Ketimpangan antara jumlah dosen ahli atau dosen setara profesor yang ada di sejumlah universitas membuat Kemenristekdikti berencana mendatangkan 1.000 dosen dari luar negeri. <em>Sketsa</em> berinisiatif untuk mencari tahu respon dosen di Unmul, salah satunya Prof. Sutadji, dosen FISIP mengatakan. &ldquo;Tidak mungkin Unmul menggaji dosen asing. Orang UKT Mahasiswanya saja rendah, mau gaji pakai apa?&rdquo; responsnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juni</strong></p><p style="text-align: justify;">Telah terakreditasi A sejak 2017 silam, Unmul dipercayakan untuk mengasuh tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Sebelum menggagas kegiatan ini, Unmul harus mengirim proposal ke Kemenristekdikti. Dari 36 proposal yang diterima, 29 proposal dinyatakan lolos dan termasuk Unmul di dalamnya. Dengan ini Unmul membuat naskah deklarasi budaya penjaminan mutu sebagai bentuk awal kerjasama kepada perguruan tinggi yang diasuh. Tentunya, Unmul harus meningkatkan mutu internal terlebih dahulu sebelum meningkatkan mutu perguruan tinggi lain.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juli</strong></p><p style="text-align: justify;">Pemilihan rektor cukup mewarnai bulan ini. Rapat Senat yang diadakan pada 10 Juli 2018 lalu berlangsung ricuh. Semula agenda pembacaan visi misi yang dimulai dari Asnar, menjadi agenda untuk memprotes sistem pemilihan rektor yang bersifat voting. Protes tersebut berbuntut panjang hingga Ia mendaftarkan gugatan Pilrek ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Asnar beralasan bahwa menemukan banyak kejanggalan sehingga ia membawa permasalahan ini ke meja hijau. Walaupun tertunda karena surat yang dikirim Kemenristekdikti, pilrek kembali dijalankan hingga pada 11 Oktober Masyjaya kembali terpilih secara aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Melirik pada kampus Pendidikan, sistem baru KKN PPL terintegrasi yang belum sepaham antara pihak birokrat dengan mahasiswa melahirkan sebuah audiensi. Dihadiri oleh Dekan FKIP Amir Masruhim dan jajarannya, BEM FKIP, dan perwakilan kelompok KKN. Audiensi ini berhasil memberi pemahaman dan menerangkan informasi terkait KKN yang akan mengikuti lokasi PPL serta keterbukaan hal-hal yang dirasa janggal.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Agustus</strong></p><p style="text-align: justify;">Memasuki bulan Agustus, lembaga disibukkan dalam agenda tahunan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Wakil Presiden BEM KM sekaligus Ketua Panitia Prasasti Mulawarman Miftahul Mubarok mendapat kecaman dari kalangan organisatoris sebab unggahan <em>Insta stories-</em>nya disela-sela agenda tersebut. Kata &ldquo;goblok&rdquo; tersebut disinyalir untuk menyindir beberapa fakultas yang tidak hadir atau <em>walk out</em> pada saat itu. Hal ini cukup mewarnai PKKMB 2018 karena banyak yang merasa tersindir, namun Miftah berdalih bahwa yang merasa tersindir jelas terbawa perasaan alias <em>baper</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lain dengan Fakuktas Hukum. Dalam rangka pengenalan kepada maba FH, malah terjadi kericuhan yang dibuat oleh DPM FH. Blokade jalan menuju fakultas membuat PKKMB dialihkan di gedung MPK. Selanjutnya, muncul mahasiswa senior sembari membunyikan <em>sirine toad</em> dan berteriak meminta acara dibubarkan sehingga acara berpindah di lantai 2 Gedung Rektorat. Mujib (nama samaran) mengaku terkejut dengan sikap mahasiswa senior, &ldquo;Bisa dibayangkan psikis seorang mahasiswa (baru). Kita ini masih siswa SMA yang langsung dihadapkan dengan masalah orang dewasa. Tentu saja psikis teman-teman tidak baik,&rdquo; keluh Mujib.</p><p style="text-align: justify;"><strong>September</strong></p><p style="text-align: justify;">Bersama IsDB, Unmul siap bangun 7 infrastruktur. Di antaranya Laboratorium Riset Farmasi, <em>Science Learning Center</em>, Laboratorium Terintegrasi, ICT Center, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, serta renovasi lanskap dan trotoar di lingkungan kampus Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dalam acara <em>groundbreaking,</em> dihadiri langsung oleh Mohamad Nasir, Menristekdikti. Menandakan akan dimulainya proses pembangunan di kampus Unmul. Selain pembangunan sarana dan prasarana fisik, proyek ini juga meliputi pembangunan sumber daya manusia dan penambahan perlengkapan penunjang perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Oktober</strong></p><p style="text-align: justify;">FISIP digegerkan dengan isu tak menyenangkan ihwal dugaan adanya tindakan plagiarisme. Hal ini menyangkut karya tulis milik mahasiswa oleh Dekan FISIP Muhammad Noor, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Hairunnisa, dan salah seorang dosen Prodi Administrasi Negara, Hariati--dalam salah satu agenda di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda pada 15 Februari 2018.</p><p style="text-align: justify;">Disinyalir terdapat 3 tulisan karya mahasiswa. Tim riset MPM FISIP mengkomparasikan karya asli dan dugaan plagiat, rupanya berbuah kecurigaan. Sejumlah kesamaan isi tulisan ditemukan. Meski pada akhirnya karya tersebut dihapus dalam daftar dan tak lagi dapat diakses. Andi Muhammad Akbar Presiden BEM FISIP 2018 telah melaporkan kasus ini ke rektor. Sementara itu pihak rektorat tengah membentuk tim untuk menguji dugaan plagiarisme ini.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya pada akhir September, Indonesia kembali berduka. Gempa bumi dan tsunami menghantam beberapa daerah bagian Sulawesi Tenggara (Sulteng)yang meninggalkan luka dalam ingatan. Peristiwa itu mengundang banyak simpati dan empati masyarakat Indonesia. Bantuan dan relawan silih berganti mengalir untuk membantu para korban. Tak terkecuali civitas academica Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pada 8 Oktober lalu, Unmul mengumpulkan sekitar 20 mahasiswa yang berasal dari Sulteng untuk diberikan beasiswa sebagai bentuk belasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga mereka. Selain itu Unmul juga menjadi salah satu PTN yang menerapkan program <em>sit in</em> yang digagas Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sebagai bentuk kepedulian bagi mahasiswa Universitas Tadulako (Untad). Agar tetap dapat mengikuti perkuliahan sebagaimana mestinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>November</strong></p><p style="text-align: justify;">Awal November dibuka dengan polemik pemira FIB. Mulai dari dugaan pemira tak transparan dan tertutup dalam pembentukan BPPR, hingga pembubaran BPPR. Belakangan hal ini diakui oleh Ketua DPM Muhammad Faqih Hendrian sebagai kesalahan DPM. Hingga berakhir dengan aklamasi setelah pembentukan ulang rangkaian pemira.</p><p style="text-align: justify;">Di penghujung tahun, aroma pesta demokrasi kian terasa di berbagai fakultas. tercatat beberapa fakultas telah melaksanakan pemira pada 2018. Di antaranya FEB, FISIP, FKIP, FKM, dan Farmasi. Sedangkan FIB, FK, FKTI, Fahutan, FT, dan FPIK berlangsung aklamasi. Serta FMIPA dan Faperta berlaga dengan kotak kosong. Pun di bulan kesebelas ini pemira BEM KM mulai dihelat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Desember</strong></p><p style="text-align: justify;">Kasus plagiarisme kembali merebak. Dalam rangka peringati hari-hari besar nasional, alih-alih BEM FIB tak mencantumkan sumber tulisan yang merupakan saduran dari internet dalam unggahannya di media sosial. Hal ini diakui BEM FIB hingga akhirnya merilis surat permohonan maaf atas tindakan plagiasi pada 6 Desember itu. Sejauh ini diakui Mardiana, Kepala Biro Media Informatif bahwa sebanyak 30 postingan tak tercantum sumber tulisan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara kisruh pemira BEM KM semakin memanas saat debat kandidat. Timses nomor urut 2 menduga adanya tindakan diskriminatif yang dilakukan KPPR. Menurutnya, ada beberapa kejanggalan yang terjadi, mulai dari timeline pemira, kecurigaan terhadap jumlah KTM paslon Febri-Furqon yang melejit hingga perilisan berita acar. DPM KM maupun KPPR juga dianggap tak mampu menghadirkan bukti otentik berupa berita acara--yang dinilai menyebabkan ambiguitas dan merugikan paslon dua. &nbsp;Dengan begitu, Akbar-Rifai menyatakan dengan tegas mengundurkan diri dan mencabut berkas pencalonan. Namun lagi-lagi tak diaminkan KPPR. Tak elak, situasi semakin tak kondusif hingga petugas keamanan turut mengamankan dan berbuntut pada penundaan pemungutan suara.</p><p style="text-align: justify;">Setelah berbagai kontroversi yang terjadi, sempat diadakan mediasi tertutup bersama Encik Akhmad Syaifuddin selaku WR III. dari pertemuan tersebut diperoleh hasil bahwa gelaran pemira ditunda dan keputusan diserahkan sepenuhnya pada DPM KM, sebab peristiwa ini tergolong Kejadian Luar Biasa (KLB). Akhir pelik pemira, paslon 2 Akbar-Rifai dinyatakan gugur dan Febri-Furqon melaju secara aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Akhir tahun ditutup dengan hujan kritik kinerja DPM KM dan BEM KM pada kongres KM (29/12). Setelah melewati masa bakti kepengurusan 2018, inilah saatnya Rizaldo-Miftah melaporkan pertanggung jawaban beserta jajaran kabinet. Dihadiri oleh lembaga dan UKM se-Unmul yang menembaki kritikan satu-persatu. Agenda itu sekaligus dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden BEM KM 2019 yang dengan lantang mengikuti sumpah jabatan yang dipimpin oleh Luthfi. Hal ini menandakan telah resmi keduanya menjadi nakhoda baru BEM KM Unmul 2019.</p><p style="text-align: justify;">Demikian napak tilas Unmul di tahun 2018. Peliknya masalah-masalah yang terjadi tentu tak mungkin hanya didiamkan. Selalu ada jalan keluar bagi yang serius menanganinya. 2019 baru saja kita napaki. 2018 berlalu, biarlah menjadi evaluasi gerakan perbaikan di kemudian hari. (<strong><em>wil/arr/snh/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gugatan Asnar Dikabulkan, Muhdar: Kita Ajukan Banding </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gugatan-asnar-dikabulkan-muhdar-kita-ajukan-banding/baca </link>
<guid> gugatan-asnar-dikabulkan-muhdar-kita-ajukan-banding </guid>
<pubDate> Tue, 08 Jan 2019 14:03:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gugatan Asnar dikabulkan, Unmul ajukan banding. (sumber ilustrasi: sistemhukumblogspot) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gugatan-asnar-dikabulkan-muhdar-kita-ajukan-banding/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Qd8FKHzCyy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gugatan Asnar Dikabulkan, Muhdar: Kita Ajukan Banding</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA&mdash;&nbsp;</strong>Rangkaian pilrek tahun lalu berjalan cukup alot. Bahkan berujung dengan dilayangkannya gugatan ke pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) oleh Asnar, salah satu bakal calon rektor pada 7 Agustus 2018. Meski begitu, pilrek terus berjalan hingga akhirnya nama Masjaya diputuskan sebagai rektor. Masjaya juga telah resmi dilantik oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada 26 Oktober lalu di Jakarta.&nbsp;</p><p>Namun kali ini muncul kabar terbaru dari perkembangan gugatan yang diajukan oleh Asnar. Dilansir dari <em>korankaltim.com</em>, gugatan Asnar atas dugaan kecurangan dalam proses pilrek dikabulkan oleh Majelis PTUN Samarinda pada Kamis (3/1) lalu. Sesuai putusan tersebut, menurut penuturan Asnar, majelis hakim memerintahkan pemilihan ulang dan menyurati Menristekdikti untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan rektor Unmul terpilih.</p><p>Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Tim Pengacara Unmul, Muhammad Muhdar. Ditemui <i>Sketsa</i>&nbsp;pada Selasa (8/1) tadi siang, Muhdar mengapresiasi keputusan hakim untuk menemukan keadilan melalui putusannya.</p><p>&quot;Tetapi kita juga tentunya menyayangkan (keputusan hakim) dan belum sependapat. Meskipun statuta kita itu dianggap kurang bagus, tetapi rasanya sampai sekarang statuta itu belum dicabut,&quot; tanggapnya.</p><p>Muhdar menambahkan, hakim menggugurkan semua produk hukum Unmul karena statuta universitas sudah tidak valid lagi. Namun jika tidak valid dalam rangka kepastian hukum, maka itu masih menjadi norma yang digunakan karena belum ada satupun yang dicabut dan masih termasuk dokumen yang layak dan sah untuk dibahas kembali.</p><p>Perihal gugatan yang dikabulkan PTUN, Muhdar menjelaskan pihak Unmul telah mengajukan banding dan posisi Masjaya masih sah sebagai rektor Unmul. &quot;Pada saat kita menyatakan banding, maka kasus tersebut mentah kembali. Dianggap belum pernah ada. Pak Masjaya masih sah menjadi rektor,&quot; jelasnya.</p><p>&quot;Kalau banding lagi, kita kasasi. Sampai inkrah (berkekuatan hukum tetap).&quot; <em><strong>(adn/cin/rth/adl)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pergerakan Mahasiswa Milenial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pergerakan-mahasiswa-milenial/baca </link>
<guid> pergerakan-mahasiswa-milenial </guid>
<pubDate> Thu, 10 Jan 2019 04:11:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Demo mahasiswa 1966 dalam aksi Tritura. (Sumber: merdeka.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pergerakan-mahasiswa-milenial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nUdDwHurm5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pergerakan Mahasiswa Milenial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Mahasiswa memang memegang peran penting dalam sejarah bangsa ini. Tidak sedikit gerakan perubahan yang dipelopori oleh para mahasiswa, salah satunya adalah gerakan yang terjadi pada 10 Januari 1966 yaitu aksi Tritura. Tritura atau Tri Tuntutan Rakyat adalah sebuah demonstrasi besar yang diadakan oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia yang dipelopori oleh KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia). Sesuai namanya, Tritura sendiri berisi tentang 3 tuntunan rakyat yaitu pembubaran PKI, pembersihan kabinet dari unsur G30S/PKI dan penurunan harga pangan.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang melatarbelakangi Tritura sendiri tidak lepas dari peristiwa G30S/PKI yang menewaskan jenderal besar Indonesia. Selain itu, harga pangan yang semakin tinggi pun semakin menambah keresahan masyarakat. Dengan kondisi yang seperti itu akhirnya para mahasiswa pun mendatangi DPR-GR dengan membawa 3 tuntutan itu. Namun tuntunan mereka mendapatkan respons 2 bulan kemudian tepatnya saat Presiden Soekarno mengeluarkan Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) yang berisi perintah kepada Mayor Jendral Soeharto untuk membubarkan PKI dan ormas-ormasnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah 53 tahun berlalu sejak aksi Tritura terjadi, seharusnya semangat juang itu masih terpelihara sampai saat ini. Kenapa seharusnnya? Berkaca pada kenyaatan yang terjadi sekarang, para mahasiswa saat ini cenderung acuh tak acuh dengan keadaan bangsanya. Bahkan banyak dari mereka yang tidak mengenal sejarah bangsa mereka sendiri, contoh kecilnya saja mungkin mereka banyak yang tidak tahu tentang Tritura ini sendiri. Hal ini menunjukan rendahnya rasa ingin tahu terhadap sejarah perjuangan bangsanya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Di masa globalisasi seperti sekarang ini, dimana informasi bisa beredar dengan cepat dan kebebasan berpendapat pun sudah dijamin dalam UUD pasal 28E ayat (3), seharusnya para mahasiswa bisa lebih kritis dan bisa lebih pro aktif dalam mengemukakan pendapatnya untuk kebaikan bangsa ini. Toh tinggal mengetik saja di <em>keypad</em> tanpa harus repot repot berorasi seperti zaman dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Namun kenyataannya, malah banyak mahasiswa yang masih tidak mau tahu dan tidak mau peduli tentang kondisi bangsanya sendiri. Mereka lebih tertarik untuk melihat gosip artis terkini dibandingkan berita. &ldquo;Tidak mau repot dan tidak mau dibilang sok tahu&rdquo; mungkin itu adalah gambaran singkat mengapa banyak mahasiswa tidak mau tahu tentang kondisi bangsanya saat ini. Banyak juga yang beranggapan berbicara santai dengan topik kondisi bangsa sendiri adalah hal yang tabu dan hanya dilakukan oleh orang dewasa bukan anak muda seperti mereka.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa zaman sekarang juga masih mudah diadu domba oleh pihak ketiga. Hal ini menyebabkan banyaknya pertikaian yang terjadi di kalangan mahasiswa, lihat saja di media sosial banyak dari oknum-oknum yang bertikai merupakan para mahasiswa. Apalagi di menjelang pemilu sekarang ini, di mana informasi bisa beredar dengan cepat dan luas tanpa ada saringan sehingga memunculkan banyak berita hoaks yang bisa memecah belah bangsa. Seharusnya kita bersatu padu untuk membuat gerakan perubahan untuk bangsa ini tapi malah kita sendiri yang terpecah belah.</p><p style="text-align: justify;">Pergerakan mahasiswa milenial kini sangat kurang, bahkan bisa dibilang mati. Berbeda dengan zaman dahulu di mana mahasiswa sangat vokal dalam menyerukan aspirasi bangsa. Padahal saat itu kebebasan berpendapat masih sangat diatur, mahasiswa zaman sekarang malah cenderung tidak peduli. Padahal kita sebagai generasi muda lah yang menjadi penentu masa depan bangsa ini. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Andi Rizky Amalia Syahrir, mahasiswa Kedokteran, FK 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peluang Kedua Belah Pihak dalam Gugatan Asnar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peluang-kedua-belah-pihak-dalam-gugatan-asnar/baca </link>
<guid> peluang-kedua-belah-pihak-dalam-gugatan-asnar </guid>
<pubDate> Fri, 11 Jan 2019 13:07:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: postkotanews.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peluang-kedua-belah-pihak-dalam-gugatan-asnar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OflQMz6JbB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peluang Kedua Belah Pihak dalam Gugatan Asnar</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Koordinator Tim Pengacara Unmul resmi mengajukan banding kepada Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda perihal pengabulan gugatan Asnar terkait dugaan kecurangan dalam proses pemilihan rektor (pilrek) Unmul.</p><p>Sebelumnya, dilansir dari <em>kliksamarinda.com</em>, PTUN Samarinda telah mengeluarkan putusan pertama perihal gugatan penjaringan Rektor Unmul, serta hakim PTUN juga memerintahkan menganulir pilrek Unmul periode 2018-2022. Dengan putusan tersebut, Asnar menyebut dirinya akan kembali maju sebagai calon rektor Unmul jika pilrek dianulir.</p><p>Saat dihubungi <em>Sketsa</em> via daring, Herdiansyah Hamzah selaku Pengamat Hukum Unmul, menjelaskan peluang hasil akhir dari langkah hukum untuk kedua belah pihak sama-sama tetap terbuka. Dalam banyak kasus tata usaha negara, baik penggugat maupun tergugat, tidak sedikit yang saling mengalahkan di setiap tingkatan pengadilan.</p><p>&quot;(Tingkatannya) mulai dari PTUN, PT TUN, hingga kasasi dan bahkan PK (Peninjauan Kembali). Semuanya sangat ditentukan oleh seberapa kuat dalil-dalil yang diajukan oleh kedua pihak,&quot; jelas Castro, sapaan akrabnya.</p><p>Castro melanjutkan lebih lanjut mengenai proses banding di PT TUN, pihak tergugat dalam hal ini senat Unmul, masih berkesempatan mengajukan fakta-fakta yang menguatkan dalil-dalilnya. Mengingat PT TUN adalah pengadilan <em>judex facti</em> yaitu memeriksa fakta dan bukti, sama seperti PTUN Samarinda yang merupakan tingkat pertama.</p><p>Jika menyangkut materi perkaranya, Castro merasa itu butuh membaca salinan putusannya secara utuh untuk mempelajari pertimbangan hakim.</p><p>&quot;Karena sepintas, tercium aroma ultra petita (penjatuhan putusan hakim atas perkara yang tidak dituntut atau memutus melebihi dari yang diminta) dalam putusan ini. Jadi apa yang dimohonkan oleh tergugat, justru bisa jadi diputuskan lebih oleh hakim,&quot; jelasnya lagi.</p><p>Castro juga berharap tetap menghormati bersama apapun putusan pengadilan, pun demikian jika upaya hukum banding ditempuh oleh pihak tergugat maka perintah PTUN belum bisa dieksekusi. Sebab belum berkekuatan hukum tetap.</p><p>&quot;Apapun hasil akhir dari perkara ini nantinya, Unmul harus berbenah. Itu pesan pokok yang harus ditangkap dari bergulirnya kasus ini,&quot; tutup Castro.</p><p>Ada lima isi putusan pokok perkara yang dihimpun dari laman PTUN Samarinda. Poin pertama berbunyi mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.</p><p>Kedua, menyatakan tidak sah keputusan Tata Usaha Negara yang diterbitkan oleh tergugat berupa keputusan senat Unmul tertanggal 5 Juli 2018 tentang penetapan anggota senat Unmul yang memiliki hak pilih dalam penyaringan dan pemilihan rektor Unmul periode tahun 2018-2022, serta berita acara rapat senat Unmul tertanggal 10 Juli 2018 tentang penetapan tiga calon rektor Unmul periode tahun 2018-2022.</p><p>Ketiga, memerintahkan kepada tergugat untuk mencabut keputusan Tata Usaha Negara yang diterbitkan tergugat berupa keputusan senat Unmul tertanggal 5 Juli 2018 tentang penetapan anggota senat Unmul yang memiliki hak pilih dalam penyaringan dan pemilihan rektor Unmul periode tahun 2018-2022, serta berita acara rapat senat Unmul tertanggal 10 Juli 2018 tentang penetapan tiga calon Rektor Unmul periode tahun 2018-2022.</p><p>Keempat, memerintahkan kepada tergugat, dalam hal ini senat Unmul untuk melaksanakan penjaringan, penyaringan dan pemilihan ulang calon Rektor Unmul periode tahun 2018-2022 sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku sejak putusan dalam sengketa ini berkekuatan hukum tetap.</p><p>Dan kelima, menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 1.928.000,00. <strong>(<em>cin/fqh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ultah Pemprov Kaltim, Tersisipkah Harapan Kesehatan Masyarakat ke Depannya? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ultah-pemprov-kaltim-tersisipkah-harapan-kesehatan-masyarakat-ke-depannya/baca </link>
<guid> ultah-pemprov-kaltim-tersisipkah-harapan-kesehatan-masyarakat-ke-depannya </guid>
<pubDate> Sat, 12 Jan 2019 11:46:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ulang Tahun Pemprov Kaltim yang ke 62 Tahun 2019. (Sumber foto: tni.mil.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ultah-pemprov-kaltim-tersisipkah-harapan-kesehatan-masyarakat-ke-depannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8jniiOrkwo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ultah Pemprov Kaltim, Tersisipkah Harapan Kesehatan Masyarakat ke Depannya?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur beberapa hari yang lalu baru saja merayakan HUT ke-62 dengan tema &ldquo;Mewujudkan Masyarakat Kaltim Berdaulat untuk Indonesia Sejahtera&rdquo;. Sejahtera tentu saja sangat erat hubungannya dengan kesehatan masyarakat, karena kesehatan merupakan kebutuhan utama manusia. Maka dari itu untuk mewujudkan masyarakat Kaltim berdaulat untuk Indonesia sejahtera, tentu saja harus diiringi dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang ada di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Harapan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ada di Kaltim ini tentu menjadi salah satu visi-misi Isran-Hadi selaku pemimpin pemerintah Kaltim. Hal itu termasuk dalam misi berdaulat kedua yaitu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kaltim yang sehat, cerdas, trampil dan berdaya saing. Dengan adanya misi tersebut, sudah sepatutnya kami menitipkan dan menyisipkan sebuah harapan tentang kesehatan masyarakat Kaltim ke depannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengingat beberapa tahun ke belakang permasalahan kesehatan di Kaltim tentu menjadi masalah yang besar bagi masyarakat. Sesuai data dari Dinas Kesehatan Kaltim, angka penyakit tidak menular mengalami peningkatan, untuk hipertensi terdapat 48.962 penderita pada tahun 2016 dan terjadi peningkatan pada tahun 2017 yaitu 50.899 penderita, untuk diabetes mellitus dari 12.313 menjadi 13.141 penderita pada tahun 2018. Dan kebanyakan penderita hipertensi diidap oleh perempuan yaitu sebanyak 30.656 orang. Angka kematian pada tahun 2017 akibat penyakit hipertensi tersebut yaitu sebanyak 640 orang. Dan beberapa penyakit lainnya yang tentu masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Kaltim seperti stroke, jantung, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah perokok yang setiap tahun semakin meningkat pun menjadi permasalahan khusus, tidak terkecuali penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, dan lain-lain. Tidak hanya tentang penyakit, pelayanan kesehatan yang buruk pun masih menjadi permasalahan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, di momentum HUT Pemprov Kaltim yang ke-62 ini kami berharap agar tersisipnya sebuah harapan dalam merayakan ulang tahun Pemprov Kaltim terhadap kesehatan masyarakat ke depannya, sesuai janji yang telah diucapkan untuk Kaltim yang berdaulat.</p><p style="text-align: justify;">Harapan ini tentu saya yakini dapat terwujud ke depannya, karena melihat ada sedikit upaya Pemprov Kaltim dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yaitu dengan adanya kabar titik terang salah satu rumah sakit yang sempat bermasalah dengan Pemprov Kaltim beberapa waktu yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, di dalam tulisan ini kami sisipkan harapan untuk kesehatan masyarakat di Kaltim ke depannya :</p><p style="text-align: justify;">1. Pemprov Kaltim terus berupaya menurunkan angka kematian dan kesakitan yang ada di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">2. Pemprov Kaltim terus berupaya menurunkan angka penyakit menular dan tidak menular yang ada.</p><p style="text-align: justify;">3. Pemprov Kaltim harus bijak dalam mengatur anggaran kesehatan dengan tidak mengenyampingkan anggaran Promotif dan Preventif terhadap pencegahan penyakit menular maupun tidak menular yang ada di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">4. Pemprov Kaltim harus mengutamakan program Promotif dan Preventif untuk menekan angka penyakit menular dan tidak menular yang ada di Kaltim, terutama terhadap penyakit akibat rokok.</p><p style="text-align: justify;">5. Pemprov Kaltim harus bijak dalam mengatasi permasalahan layanan kesehatan yang hari ini masih belum merata di seluruh Kaltim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tulisan ini bukan untuk menyalahkan, namun untuk sebuah harapan atas Kaltim yang lebih baik ke depan, dan kami akan terus siap mengingatkan atas permasalahan kesehatan yang sudah dititipkan untuk dapat dipecahkan.</p><p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa! Hidup Kesehatan Masyarakat Indonesia!&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Bayu Rosandy, Gubernur BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ralph Breaks the Internet: Serunya Bertualang di Dunia Maya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/ralph-breaks-the-internet-serunya-bertualang-di-dunia-maya/baca </link>
<guid> ralph-breaks-the-internet-serunya-bertualang-di-dunia-maya </guid>
<pubDate> Sat, 12 Jan 2019 12:26:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ralph dan Venellope dalam film animasi Ralph Breaks The Internet. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/ralph-breaks-the-internet-serunya-bertualang-di-dunia-maya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gHUbn4SPfR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ralph Breaks the Internet: Serunya Bertualang di Dunia Maya</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Sutradara:</strong> Rich Moore dan Phil Johnston<br><strong>Produser:&nbsp;</strong>Clark Spencer<br><strong>Skenario:</strong> Phil Johnston dan Pamela Ribon<br><strong>Pemeran:</strong> John C. Reilly, Sarah Silverman, Jack McBrayer, Jane Lynch, Taraji P. Henson, Alan Tudyk, dan Gal Gadot<br><strong>Musik:</strong> Henry Jackman<br><strong>Sinematografi:&nbsp;</strong>Nathan Warner<br><strong>Perusahaan Produksi:&nbsp;</strong>Walt Disney Pictures, Walt Disney Animation Studios<br><strong>Distributor:</strong> Walt Disney Studios, Motion Pictures<br><strong>Rilis:</strong> 23 November 2018 (Indonesia)</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Memiliki seseorang yang amat berarti, membuat diri terkadang ingin selalu bersamanya, namun apakah hal tersebut merupakan suatu keharusan? Bagaimana jika kita berbeda jalan dengan orang tersebut?</p><p style="text-align: justify;">Ralph Breaks the Internet: Wreck it Ralph 2, merupakan lanjutan cerita dari perjalanan persahabatan dua karakter game bernama Ralph yang merupakan tokoh dari permainan Fix It Felix dan Venellope Von Schweetz (Venellope) tokoh utama dari gim Sugar Rush. Sebelumnya telah diceritakan awal pertemuan mereka pada film Wreck It Ralph. Cerita bermula sejak Ralph (John C Reily) dan Venellope (Sarah Silverman) berhasil menyelamatkan gim Sugar Rush dari serangan virus yang menyerang gim tersebut, kehidupan Sugar Rush menjadi damai dan tentram.</p><p style="text-align: justify;">Namun seiring berjalannya waktu, Venellope merasa jenuh dengan apa yang ada pada gimnya, hingga ia memutuskan untuk mencari sesuatu yang baru pada gimnya. Hal tersebut membuat Venellope tak terkontrol sebab ia menjadi tak mau menurut dengan sistem dan membuat anak-anak yang bermain dengan gim Venellope kebingungan karena gim tersebut hilang kendali hingga kemudi pada gim tersebut lepas.</p><p style="text-align: justify;">Menyadari lepasnya kemudi pada gim tersebut, Litwak (Ed O Neil) selaku pemilik stasiun game mencabut sementara gim tersebut dari stop kontak. Pengunjung stasiun game menyarankannya untuk membeli suku cadang baru melalui laman resmi e-Bay yang dapat diakses melalui koneksi Internet. Mendengar percakapan tersebut Venellope dan Ralph berusaha mencari kemudi tersebut agar Sugar Rush tidak dimatikan untuk selamanya dengan menerobos masuk ke jaringan Internet yang terakses melalui Wireless Fiber (Wi-fi) yang diaktivasi oleh Litwak.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan mereka pun dimulai dan persahabatan keduanya mulai diuji. Selama mengumpulkan dana untuk membeli kemudi yang sangat mahal, mereka dibantu oleh &quot;warga internet&quot;. Disisi lain, pertemuan Venellope dengan gim online Slaughter Race membuatnya tertarik dan ingin bertahan lebih lama di dunia Internet. Apakah Venellope akan meninggalkan Ralph dan teman-teman Sugar Rushnya? Serta berhasilkah Ralph memperoleh kemudi tersebut dan membawa Venellope bersamanya untuk kembali?</p><p style="text-align: justify;">Film ini menyampaikan pesan yang erat terkait persahabatan dan kasih sayang. Ralph yang rela melakukan apapun demi kemudi Sugar Rush. Seperti membuat konten video pada laman BuzzTube hingga mendampatkan banyak &quot;likes&quot; yang merupakan pundi-pundi dana, hingga komentar yang sempat membuatnya bersedih. Nilai tersebut erat maknanya dengan realita kehidupan saat ini, apa yang diinginkan terkadang berbeda dengan realita. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk satu visi dan membalas balik perasaan kita, kasih adalah membiarkannya bahagia dengan caranya tersendiri namun tetap mendukungnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain penuh akan pesan, Disney rumah produksi film ini, menghadirkan tokoh-tokoh baru yang dikenal oleh penonton. Seperti para karakter ikonik princess, Mulan, Cinderella, Anna dan Elsa dari film Frozen, dan banyak lagi. Film ini berhasil mengaduk emosi dari penonton dan cocok untuk ditonton bersama keluarga maupun teman. Tertarik untuk menontonnya? <strong style="">(<em>syl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prediksi Teknologi di Tahun 2030 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/prediksi-teknologi-di-tahun-2030/baca </link>
<guid> prediksi-teknologi-di-tahun-2030 </guid>
<pubDate> Sun, 13 Jan 2019 11:22:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perkiraan kemajuan teknologi tahun 2025 hingga 2030 mendatang. (Sumber ilustrasi: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/prediksi-teknologi-di-tahun-2030/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PkovDPXjfc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prediksi Teknologi di Tahun 2030</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Semakin hari perkembangan teknologi yang ada semakin berkembang pesat. Teknologi yang hadir untuk memudahkan manusia pun kian beragam jenis hingga fungsinya. Seluruh teknologi yang ada akan terus berkembang dan diperkirakan akan menjadi bagian dalam kehidupan manusia di masa yang akan datang.</p><p style="text-align: justify;">Menurut laporan terbaru dari <em>The World Economic Forum&rsquo;s Global Agenda Council on the Future of Software &amp; Society</em>, ternyata sejumlah teknologi diprediksi akan mencapai puncaknya pada 2025. Laporan tersebut diolah dari survei yang dilakukan kepada lebih dari 800 eksekutif dan ahli di berbagai bidang teknologi.</p><p style="text-align: justify;">Di kutip dari laman <em>liputan6.com</em> dan <em>Business Insiden</em> berikut ini beberapa pencapaian teknologi yang diprediksi akan hadir pada tahun 2030.</p><p style="text-align: justify;">Pertama adalah teknologi penyimpanan data. Dalam beberapa tahun ke depan, masalah mengenai keterbatasan ruang penyimpanan dapat terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut laporan yang ada, diperkirakan 90 persen orang di dunia akan mendapat akses ke penyimpanan data gratis dan tak terbatas yang didukung sepenuhnya oleh iklan. Sebenarnya, gelagat ini sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah perusahaan telah menawarkan penyimpanan data dengan biaya yang sangat murah. Salah satunya adalah <em>Google</em> yang memberikan akses <em>Google Photos</em> dengan memori tak terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Kedua menurut laporan, setidaknya ada 1 triliun sensor yang terhubung dengan internet pada awal 2022. Hampir tiap produk fisik nantinya dapat terkoneksi dengan infrastruktur komunikasi, dan sensor dapat membantu manusia untuk meningkatkan kemampuan perangkat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga munculnya teknologi implan. Teknologi perangkat implan yang kini tengah dikembangkan diprediksi akan benar-benar hadir pada 2025. Dengan teknologi implan ponsel yang Anda miliki akan diimplan ke tubuh manusia dan akan di sediakan untuk publik. Akurasi yang tepat dan pengaturannya pun tidak menggunakan kata-kata lagi melainkan sensor gelombang otak.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, kehidupan digital yang semakin berkembang pesat membuat manusia memiliki identitas digital pula. Kehadiran internet yang makin meluas dipastikan akan berbanding lurus dengan kehadiran manusia secara digital. Setidaknya pada 2023, lebih dari 80 persen populasi dunia akan hadir dalam bentuk <em>online</em>. Perusahaan besar seperti <em>Google</em> dan <em>Twitter</em> pun memberikan banyak ruang untuk manusia membuat identitas baru dan menghubungkan banyak orang di dunia dengan internet.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, ada 90 persen populasi global akan memiliki super komputer mini saat 2023. Orang-orang akan lebih memilih menggunakan <em>smartphone</em> mereka untuk melakukan aktivitas. Ditambah fungsi <em>smartphone</em> yang setiap tahun terus ditingkatkan menyesuaikan kebutuhan manusia. Diperkirakan tahun 2023 ada 90 pesen populasi global akan beralih ke <em>smartphone</em> ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Keenam, berdasarkan survei, 79 persen responden memperkirakan pada 2024, sebagian besar populasi dunia akan memiliki akses internet reguler. Keadaan itu juga tak terlepas dari upaya beberapa perusahaan seperti <em>Google</em> dan <em>Facebook</em> untuk menciptakan sebuah solusi untuk menghubungkan 4 miliar orang tanpa akses internet.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, pada tahun 2025 kebanyakan orang akan menggunakan kendaraan <em>ride-sharing</em> dari pada kendaraan pribadi. Hal ini telah terlihat prosesnya mulai dari saat ini di mana banyak orang senang menggunakan aplikasi semacam <em>Go-Car</em>, dan <em>GrabCar</em> secara tak langsung dapat mengubah cara pandang terhadap transportasi dan kepemilikan kendaraan. <strong>(<em>fir/els</em>)&nbsp;</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pencairan Tertunda, Penerima Beasiswa Ganda Harus Tentukan Sikap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pencairan-tertunda-penerima-beasiswa-ganda-harus-tentukan-sikap/baca </link>
<guid> pencairan-tertunda-penerima-beasiswa-ganda-harus-tentukan-sikap </guid>
<pubDate> Mon, 14 Jan 2019 12:23:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: riauonline) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pencairan-tertunda-penerima-beasiswa-ganda-harus-tentukan-sikap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Iu4Mx0PEbP.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pencairan Tertunda, Penerima Beasiswa Ganda Harus Tentukan Sikap</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Setelah terdaftar menerima beasiswa ganda, 16 nama mahasiswa tersebut kemudian dipanggil untuk menghadap Haeruddin selaku Kepala Sub. Kesejahteraan Mahasiswa. Mereka diminta untuk memilih salah satu beasiswa yang akan diambil.</p><p>Ditemui <em>Sketsa</em> (5/12) lalu, Haeruddin mengatakan semua mahasiswa yang menerima beasiswa ganda harus memilih salah satu beasiswa yang diambil dan melampirkan surat pengunduran diri. Jika beasiswa yang tidak dipilih telah cair terlebih dahulu, maka wajib mengembalikan dana beasiswa melalui bank dan melampirkan surat bukti pengembaliannya.</p><p>Di antara beberapa nama tersebut, terdapat nama Sukma (nama samaran), salah satu yang menerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan juga masuk ke dalam daftar nama beasiswa yang bekerja sama dengan Unmul. Dalam hal ini pihak beasiswa enggan untuk disebutkan.</p><p>Ia termasuk ke dalam daftar nama penerima beasiswa ganda, karena lebih dulu mendaftar beasiswa yang bekerja sama dengan Unmul tersebut. Sambil menunggu hasil pengumuman, dia mencoba daftar beasiswa PPA. Ternyata, PPA terlebih dahulu mengeluarkan pengumuman dan pencairan dana. Di sana, nama Sukma termasuk dan uang sebesar Rp2 juta empat ratus telah ia terima. Tak berselang lama, namanya kembali masuk di daftar penerima beasiswa yang bekerja sama dengan Unmul.</p><p>Sempat terjadi perbedaan pendapat antara pihak Kesejahteraan Mahasiswa dengan Sukma. Di mana bagian Kesejahteraan Mahasiswa Unmul saat itu mengatakan Sukma belum ada menemui pihaknya. Sementara saat <em>Sketsa</em> mengonfirmasi Sukma, ia mengaku bahwa hal ini telah selesai. Ia mengatakan telah menemui pihak Unmul di Ruangan Bagian Kesejahteraan Mahasiswa dan melepas beasiswa PPA.</p><p>Sukma bahkan menyatakan dirinya telah menandatangani surat pembatalan beasiswa ganda dan surat perjanjian akan mengembalikan dana PPA.</p><p>Mengaku telah menyelesaikan masalah ini, Sukma tengah menunggu dana dari beasiswa itu untuk mengembalikan dana PPA yang telah ia pakai untuk membayar UKT.</p><p>&quot;Uangnya sudah terpakai bayar UKT 3 juta, bahkan PPA kemarin cair cuma 2,4 (juta)&quot; terangnya.</p><p>Sebelumnya, Haeruddin mengatakan, pihak beasiswa yang bekerjasama dengan Unmul yang dipilih Sukma tidak akan mencairkan beasiswanya jika belum mengonfirmasi dengan pihak kemahasiswaan terkait beasiswa yang akan diambil.</p><p><em>Sketsa</em> juga menghubungi salah satu pembina beasiswa yang dipilih Sukma. Ia mengakui bahwa Sukma belum menemui pihak Kemahasiswaan Unmul untuk mengurus status penerima beasiswa PPA.</p><p>&quot;Jadi yang benar adalah pihak Unmul, karena ke saya pun dia bilang belum menemui pihak Unmul,&quot; jelasnya.</p><p>Ia mengatakan Sukma juga belum ada mengonfirmasi ke pihak beasiswa yang diasuhnya, bahkan ia mengaku Sukma sulit untuk dihubungi.</p><p>Saat penandatanganan kontrak, pihaknya telah menginformasikan kepada mahasiswa yang menerima beasiswa lain, untuk segera mengurus pembatalan beasiswa ke bagian kemahasiswaan Unmul.</p><p>Selain Sukma, penerima beasiswa lain telah mendapatkan surat keterangan bebas dari beasiswa PPA dari Unmul. Setelah dinyatakan bebas dari beasiswa PPA maka baru bisa dana dari salah satu beasiswa yang bekerjasama dengan Unmul dapat dicairkan.</p><p>&quot;Kalau belum ada keterangan itu maka kami tidak bisa bayarkan,&quot; kata pemberi beasiswa.</p><p>Pemberi beasiswa mengatakan status beasiswa Sukma saat ini masih pending. &quot;Kita hanya memutuskan hingga akhir Desember, saya belum terima, belum ada komunikasi dari Sukma, kemungkinan besar beasiswanya tidak lanjut,&quot; ujarnya.</p><p>Pembina beasiswa ini mengimbau kepada semua mahasiswa agar pandai menjalin komunikasi dengan orang lain, dan memiliki etika yang baik, serta tidak jemawa hanya karena telah menjadi mahasiswa atau menerima beasiswa.</p><p>&quot;Ingat, berhubungan dengan institusi beda berhubungan dengan teman,&quot; tutupnya.</p><p><strong>Sukma Temui Pihak Unmul</strong></p><p>Adanya perbedaan informasi antara Sukma dengan Bagian Kesejahteraan Umum Mahasiswa, Sketsa kembali mengubungi Sukma. Ia juga menolak jika disebut susah untuk dihubungi oleh pihak pemberi beasiswa.</p><p>&quot;Baik, besok saya akan menemui bapaknya lagi,&quot; tulisnya melalui pesan LINE pada Kamis (3/1) lalu.</p><p>&quot;Jika ada pihak beasiswa itu bilang saya sulit dihubungi, itu sangat tidak mungkin sekali,&quot; timpalnya.</p><p><strong>Tanggapan Mahasiswa Lain</strong></p><p>Muliani Bahar, salah satu mahasiswi Administrasi Negara mengaku beberapa rekannya masih ada yang menerima lebih dari satu beasiswa. Hal yang patut diperhatikan menurut Muliani ialah persyaratan surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain dan juga keterikatan beasiswa tersebut.</p><p>&quot;Enggak adil. Masih banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan. Khawatirnya yang dapat beasiswa lebih dari satu ini tidak dipergunakan sebagaimana mestinya,&quot; keluh Muliani.</p><p>Ia juga menambahkan, hal yang harus di perbaiki ialah sistem penginputan data mahasiswa yang telah mengajukan dan menerima beasiswa.</p><p>&quot;Seharusnya ada server yang bisa memblacklist secara otomatis bagi mereka yang sudah mendapat beasiswa, jadi tidak ada sistem dobel. Dan ini harus di dukung oleh kebijakan dan pengawasan dari pihak yg berwenang,&quot; ujarnya. <strong>(<em>erp/nhh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kasus Pembunuhan Bayi Harus Segera Ditangani </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kasus-pembunuhan-bayi-harus-segera-ditangani/baca </link>
<guid> kasus-pembunuhan-bayi-harus-segera-ditangani </guid>
<pubDate> Tue, 15 Jan 2019 14:52:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus mahasiswi yang membunuh anaknya kembali terdengar. (Sumber foto: google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kasus-pembunuhan-bayi-harus-segera-ditangani/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ACkGgs0SUN.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kasus Pembunuhan Bayi Harus Segera Ditangani</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki awal tahun 2019, masyarakat kembali dikejutkan dengan berita pembunuhan bayi oleh ibu kandungnya sendiri. Mirisnya lagi, pelaku masih berstatus seorang mahasiswi tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi swasta di Samarinda.</span></p><p>Dilansir dari laman berita <em>KaltimKece</em>, inilah nasib nahas yang harus ditanggung Fd karena perbuatannya. Mahasiswi 22 tahun itu harus mendekam di balik jeruji besi lantaran tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya. Fd melahirkan tanpa bantuan di sebuah indekos di Jalan Pramuka, Samarinda. Bayinya lahir dengan kondisi sungsang. Caranya terkesan nekat, Fd menarik sendiri tubuh mungil bayi itu sampai keluar. Karena takut penghuni kos mendengar tangisan bayinya, Fd langsung membekap mulut bayi hingga meninggal dunia.</p><p>Polisi sudah mengantongi sederet bukti terkait dugaan Fd yang terbukti melakukan penganiayaan hingga tega membunuh darah dagingnya sendiri, pada Rabu (9/1) siang.</p><p>Sebelumnya, diketahui Fd menjalin kasih dengan seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Nunukan. Setelah bayi tewas Fd mengirimkan pesan singkat kepada kekasihnya &ldquo;Aku bunuh.&rdquo;</p><p>Kini, Fd pun dijerat Pasal 80 Ayat 3 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.</p><p>Lain halnya dengan Fd, TS tega membuang janinnya sendiri ke dalam kloset. Janin hasil hubungan gelap itu ditemukan penjaga kost saat membersihkan toilet di salah satu kamar kost, pada Selasa (26/12) dua tahun silam. TS yang saat itu juga berstatus mahasiswi ini diketahui melakukan aborsi dengan mengonsumsi obat penggugur bayi. Tak tanggung-tanggung, TS menggugurkan kandungannya dengan meminum pil sebanyak 16 jenis pil, yang dibelinya secara online seharga Rp838 ribu.</p><p>(Baca, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aborsi-mahasiswi-tega-buang-janin-di-kloset/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aborsi-mahasiswi-tega-buang-janin-di-kloset/baca)</a></p><p>Perbuatan Fd dan TS disinyalir kuat akibat dari pergaulan bebas yang kini marak terjadi dalam kalangan remaja.</p><p>Sudah banyak contoh kasus akibat dari pergaulan bebas, di antaranya ialah penyalahgunaan narkotika, perkelahian, seks bebas dan lainnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas antara lain rendahnya tingkat pendidikan keluarga, keadaan keluarga yang tidak stabil, kurangnya perhatian dari kedua orang tua dan orang-orang terdekat, keadaan ekonomi keluarga, faktor lingkungan yang kurang baik, kurang berhati-hati dalam memilih teman, hingga konten negatif yang dapat diakses dengan mudah melalui internet.</p><p>Kasus ini semakin menguatkan imbauan kepada masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa agar bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan dan tak terpengaruh dengan hal-hal negatif. <em><strong>(omi/els/</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>fqh)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecelakaan Maut, Dekan: Kami Turut Berdukacita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecelakaan-maut-dekan-kami-turut-berdukacita/baca </link>
<guid> kecelakaan-maut-dekan-kami-turut-berdukacita </guid>
<pubDate> Thu, 17 Jan 2019 13:09:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecelakaan-maut-dekan-kami-turut-berdukacita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BY4fifA8XZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kecelakaan Maut, Dekan: Kami Turut Berdukacita</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA -</strong> Kecelakaan maut pada (23/12) di depan Laboratorium Farmasi Unmul masih menyisakan duka. Salah satu mahasiswi Unmul yang teridentifikasi bernama Windi Pratiwi Anggraini (18) menjadi korban yang tewas di tempat kejadian.&nbsp;</p><p>Windi merupakan mahasiswi semester satu yang berasal dari Kabupaten Paser. Saat kejadian Windi tak sendiri, ia bersama saudara kembarnya, Wanda (18) yang selamat dari insiden nahas ini.</p><p>Ditemui <em>Sketsa</em>, Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan) Rudianto Amirta, turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga korban. Saat mengetahui seorang mahasiswinya menjadi korban, Rudi bergegas menuju Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie, waktu itu.&nbsp;</p><p>Segenap civitas academica Fahutan termasuk dari Rektorat Unmul ikut turut mengantar kepergian Almarhumah hingga ke liang halad di tanah kelahirannya, Kabupaten Paser.</p><p>&quot;Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya, musibah ya musibah, wallahualam,&quot; ucap Rudianto.</p><p>Menurut Rudianto, Windi adalah mahasiswa baru yang sosoknya aktif dan ceria. Ia juga menambahkan, jika pihak rektorat, fakultas hingga Lembaga Amil Zakat Unmul juga memberikan dana kepada korban yang masih selamat dan keluarga yang ditinggalkan.</p><p>Selain itu, ada juga kerja sama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang merupakan kampus korban selamat Wanda. Sehingga dia bisa mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.</p><p>&quot;Terlepas musibah, kita sudah menunjukan peran kita dengan tanggung jawab,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>syl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengabdian Pemuda dalam YIC Expidition </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pengabdian-pemuda-dalam-yic-expidition/baca </link>
<guid> pengabdian-pemuda-dalam-yic-expidition </guid>
<pubDate> Fri, 18 Jan 2019 13:26:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rahmad Maulana Nasution sedang memberikan materi dikelas inspirasi SDN 179 Tanah Lemo. (sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pengabdian-pemuda-dalam-yic-expidition/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xbwON5Zn86.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengabdian Pemuda dalam YIC Expidition</h1>
			              </header>
			              <p>YIC Expedition merupakan kegiatan sekumpulan pemuda di seluruh Indonesia untuk mengabdikan diri secara suka dan rela kepada masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan dan juga lingkungan.</p><p>Adapun program kerja yang dilaksanakan yakni pengenalan budaya, kelas inspirasi, dan mitigasi bencana yang digelar di SDN 179 Tanah Lemo, Sulawesi Selatan. Kepala SDN 179 Tanah Lemo, Bursanuddin mengatakan sangat mendukung program tersebut. Sebagai kegiatan yang dapat memperkaya wawasan kebudayaan siswa.</p><p>&quot;Sebagai pengalaman siswa untuk memperkaya wawasan kebudayaan mereka dan saya beserta guru-guru yang lain sangat mendukung,&quot; katanya Rabu (16/1).</p><p>Sementara itu salah satu tenaga pengajar YIC Expedition 2019, Rahmad Maulana Nasution juga merasa senang bertemu dengan anak anak SDN 179 Tanah Lemo.</p><p>&quot;Saya sangat senang bisa bertemu anak-anak disini, sejak awal kami berkunjung mereka memiliki keingintahuan dan antusias yang tinggi,&rdquo; katanya. Ditambah lagi pengetahuan budaya baru yang membuat anak-anak di SDN 179 Tanah Lemo ini sangat terkesima.</p><p>&quot;Budaya yang saya kenalkan kepada mereka adalah budaya Kalimantan Timur, bagi mereka ini adalah hal yang baru dan mereka sangat senang,&quot; tambah mahasiswa S1Agrobisnis Perikanan Unmul ini.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Adnan Alfaridzi, anggota YIC Expedition.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perihal Menjanjikan Fajar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/perihal-menjanjikan-fajar/baca </link>
<guid> perihal-menjanjikan-fajar </guid>
<pubDate> Sat, 19 Jan 2019 11:48:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, mahasiswi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2016. (Sumber ilustrasi: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/perihal-menjanjikan-fajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5951Vd6ZWM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perihal Menjanjikan Fajar</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: left;">Sebentar...<br>Biarkan sejenak aku berdiskusi dengan senja<br>Mengadu pada alam tentang hati yang tengah nelangsa<br>Berkeluh perihal gundah-gulana<br>Peluh keringat hingga bercucur air mata</p><p align="center" style="text-align: left;">Berpuisi di penghujung hari<br>Bagaskara di ufuk barat pun ikut bersaksi<br>Berekspresi tiada batas pada semesta<br>Bosan pada ekspektasi yang tak kunjung menjadi realita</p><p align="center" style="text-align: left;">Sang Kuasa bergegas menggerakkan waktu<br>Diubahnya langit jingga menjelma kelabu<br>Lalu dipanggilnya kawanan bintang untuk menemani rembulan<br>Bersinar tentram menghibur hati yang sedang berkonspirasi<br>&ldquo;Tenang saja, Dia Maha Melihat&rdquo; kata mereka</p><p align="center" style="text-align: left;">Sontak, suasana jiwa meredam<br>Pemilik jagad raya berbisik kepadaku melalui malam<br>Bahwa Ia selalu menjanjikan fajar<br>Atas harapan untuk mereka yang ingin mengejar</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, mahasiswi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2016.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aquaman: Raja Tujuh Samudra Pelindung Daratan dan Lautan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/aquaman-raja-tujuh-samudra-pelindung-daratan-dan-lautan/baca </link>
<guid> aquaman-raja-tujuh-samudra-pelindung-daratan-dan-lautan </guid>
<pubDate> Sun, 20 Jan 2019 12:11:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aquaman Official Movie Poster. (Sumber: batman-news.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/aquaman-raja-tujuh-samudra-pelindung-daratan-dan-lautan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ugLnl32Ueq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aquaman: Raja Tujuh Samudra Pelindung Daratan dan Lautan</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Sutradara: James Wan<br>Produser: Peter Safran dan Rob Cowan<br>Pemeran: Jason Momoa,&nbsp; Heard, Willem Dafoe, Patrick Wilson, Dolph Lundgren, Yahya Abdul-Mateen II, Nicole Kidman<br>Perusahaan produksi: Warner Bros. Pictures, DC Films, Cruel and Unusual Films, dan Mad Ghost Productions<br>Tanggal rilis: 12 Desember 2018 (Indonesia)</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- &nbsp;Penghujung akhir tahun 2018 menjadi surga dunianya para penikmat film. Tak hanya film bergenre romantis, laga, dan fiksi, film-film bergenre <em>science fiction</em> juga turut digandrungi untuk menemani akhir tahun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu film yang dinanti adalah Aquaman. Siapa yang tidak tahu seri pahlawan super dari Amerika ini? Film Aquaman berhasil meraih pendapatan sebesar $72juta pada hari pertama penayangannya di Amerika Utara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia, Aquaman menjadi salah satu film yang dinantikan penggemar seri pahlawan super. Arthur Curry sebagai Aquaman ini merupakan seorang penguasa kerajaan bawah laut bernama Atlantis. Aquaman berwujud manusia setengah bangsa Atlantis, yang mana ia merupakan raja di masa yang akan datang, namun ia enggan menganggap dirinya sebagai keturunan Atlantis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Cerita film ini diawali dengan adegan sang ibu dari Aquaman yang berkelahi demi melindungi putranya. Arthur sendiri merupakan nama dari Aquaman yang lahir dari kedua orang tua yang berbeda. Sang ibu merupakan ratu lautan Atlantis, sementara ayahnya adalah seorang penjaga pantai.</p><p style="text-align: justify;">Beranjak dewasa, Arthur mulai mengerti dengan keistimewaan yang ia miliki, yaitu &nbsp;dapat tinggal di dua dunia, daratan dan lautan. Sebagai anak pertama dari sang ratu, Arthur diharuskan menduduki tahta sebagai raja dari tujuh samudera. Akan tetapi, Arthur enggan dan menolak untuk menjadi raja. Sehingga sang adik tiri -Orhm- yang akhirnya menduduki tahta raja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Orhm sangat membenci daratan. Menurutnya daratan menyebabkan laut yang awalnya bersih menjadi tercemar karena ulah manusia yang berada di daratan. Orhm bertekad untuk membasmi daratan agar manusia sadar dengan apa yang telah diperbuat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mera, putri dari Raja Xebel dan merupakan tunangan dari Orhm mengetahui niat jahat dari Orhm. Ia segera mendatangi Arthur dan memintanya untuk menerima tahtanya sebagai raja agar peperangan yang direncanakan Orhm tidak terjadi. Namun, Arthur menolak dan enggan berurusan dengan dunia laut. Ia beranggapan bahwa ia tidak pantas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, setelah bujuk rayu Mera akhirnya ia pun luluh. Namun, langkah untuk menjadi raja tujuh samudera tidaklah mudah. Orhm yang mendengar berita tesebut segera menyusun rencana untuk mengagalkannya. Yaitu, dengan mengajak Arthur untuk bertarung dengan menggunakan tisula masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Aquaman, menjadi salah satu pilihan film yang sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama keluarga. Film ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga lautan. Kita juga diajak untuk menyaksikan akibat dari kesombongan manusia yang kerap kali membuang sampah sembarangan bahkan hingga ke laut. Hingga kita dapat mengerti bahwa keseimbangan antara lautan dan daratan sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup. Meski sudah turun dari layar bioskop, film ini cocok untuk mengisi masa liburanmu! <strong><em>(sii/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Ulang Tahun Kota Samarinda, Jembatan Mahulu Gelap Gulita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/hari-ulang-tahun-kota-samarinda-jembatan-mahulu-gelap-gulita/baca </link>
<guid> hari-ulang-tahun-kota-samarinda-jembatan-mahulu-gelap-gulita </guid>
<pubDate> Mon, 21 Jan 2019 13:05:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi Jembatan Mahulu yang butuh akses pencahayaan. (sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/hari-ulang-tahun-kota-samarinda-jembatan-mahulu-gelap-gulita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zxol8AtkPf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Ulang Tahun Kota Samarinda, Jembatan Mahulu Gelap Gulita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sudah lama, Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi salah satu ikon kota Samarinda. Jembatan Mahulu yang merupakan akses vital di Samarinda sangat berperan penting dalam distribusi barang sehingga membuat kota Samarinda menjadi pusat arus perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan perannya yang amat vital, perawatan dan pemeliharaan jembatan secara berkala menjadi faktor pendukung dalam menjaga keharmonisan. Namun, fakta di lapangan bertolak belakang dengan saudara tuanya yakni Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) Dua yang sangat indah sekali dipandang. Justru, Jembatan Mahulu kini terlihat kusam tak terawat dan ditelan kegelapan.</p><p style="text-align: justify;">Tak terasa, kota Samarinda sudah memasuki usia 351 tahun dan Pemerintah Kota Samarinda berusia 59 tahun. Namun, miris sekali di tengah gegap gempita ulang tahun kota Tepian, masih ada Jembatan Mahulu yang gelap sekali. Jembatan kebanggaan masyarakat Loa Janan yang sangat memberikan peran penting dalam perekonomian Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, jembatan ini mampu menjadi potensi luar biasa untuk meningkatkan perekonomian masyarakat jika jembatan ini bercahaya, akan ada kegiatan pereknomian masyarakat di sekitar Jembatan Mahulu dan bisa menjadi salah satu tempat wisata bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Samarinda Seberang tak hanya memiliki satu jembatan penghubung, terdapat juga Jembatan Mahkota Dua yang menghubungkan antara Jalan Soedjono dengan Jalan Trikora. Fakta di lapangan berbeda 180 derajat dengan Jembatan Mahulu, menjadi destinasi baru bagi masyarakat dengan lampunya yang sangat cantik. Cahaya lampunya menjadi daya tarik masyarakat sehingga masyarakat berkumpul dan bisa mengabadikan momen terbaik mereka. Pemerintah Kota begitu peduli dengan jembatan ini, tapi tidak untuk Mahulu.</p><p style="text-align: justify;">Anggaran sebesar Rp600 Miliar digelontorkan untuk mempercantik Jembatan Mahkota Dua untuk biaya lampu tematik (warna-warni). Dengan biaya sebesar itu, tentu Jembatan Mahkota Dua menjadi <em>landmark</em> baru Samarinda dan pusat destinasi wisata dengan mengarungi Sungai Mahakam serta melihat cantiknya jembatan di malam hari. Pemerintah kota sangat serius memperhatikan jembatan ini, sebab sebesar Rp2 Miliar pertahun di anggarkan pemkot untuk biaya perawatan jembatan ini agar tetap cantik dan terang di malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Anggaran sebesar itu yang dikeluarkan tentu menjadi tanggung jawab pemerintah kota dan harus secara berkala dikembangkan agar perawatan jembatan terus dilakukan dan menciptakan rasa aman bagi masyarakatnya. Berbanding terbalik dengan Jembatan Mahulu, yang sama-sama letaknya di seberang Samarinda. Jembatan Mahulu tidak terurus, kusam dan gelap gulita saat malam hari. Jelas, ketimpangan perawatan dan pemeliharaan antar kedua jembatan ini membuat masyarakat Samarinda yang berada di Loa Janan, Loa Buah dan sekitarnya resah serta peluang adanya tindakan kriminalitas semakin besar yang memakan korban bagi para pengguna jembatan ini. Mulai dari jambret, begal, dan kecelakaan. Jembatan ini pun sudah memakan korban jiwa pada tahun 2016 dan 2018 yang terjadi kecelakaan lalu lintas.</p><p style="text-align: justify;">Penerangan lampu yang merupakan hal vital pun tidak ada, sehingga gelap dan kalah &quot;cantik&quot; dengan saudara tuanya yang baru bisa dilewati dua tahun lalu. Dua perbedaan yang mencolok ini membuat Jembatan Mahulu seperti &quot;anak tiri&quot; di ibukota provinsi ini.</p><p style="text-align: justify;">Perbedaan mencolok ini pun membuat sedih masyarakat Loa Janan dan Loa Buah yang setiap hari melintas di jembatan mahulu. Memang, bukan menjadi wewenang pemerintah kota. Sampai saat ini, diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov).</p><p style="text-align: justify;">Harusnya, dalam momen ulang tahun hari ini, pemerintah bisa mendistribusikan perhatiannya ke Loa Janan terkhusus untuk Jembatan Mahulu. Bukan hanya persoalan ini saja, tapi masih banyak daftar permasalahan di Samarinda yang harus segera diselesaikan. Mulai dari banjir, kebersihan kota, air bersih, peredaran narkoba, masih banyaknya jalan yang gelap dan belum disemenisasi, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Besar harapan kami dalam momen ulang tahun ini, kami menyampaikan secara terbuka kepada pemkot Samarinda bisa merespons cepat keluhan masyarakat dan mendorong Pemprov untuk melakukan realisasi tindak lanjut dalam persoalan jembatan mahulu ini. Serta, mendukung gerakan #1000LampuUntukJembatanMahulu.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai akses vital, sudah seharusnya Jembatan Mahulu menjadi skala prioritas pemkot untuk mendorong pemprov menganggarkan di APBD-Perubahan 2019. Jika Pemprov tak sanggup, Pemkot harus berani mengelola jembatan ini agar kembali cantik dan nyaman untuk dilewati. Masalahnya, jika persoalan dibiarkan berlarut, maka masyarakat yang akan menjadi korban akibat gelap gulitanya jembatan kebanggaan masyarakat ini.</p><p style="text-align: justify;">Selamat ulang tahun kota Tepian, terima kasih Kota Samarinda yang telah membuat kami merasakan Jembatan Mahulu yang gelap gulita.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Siaran Pers Komunitas Kolaborasi Pemuda Loa Janan terkait kondisi Jembatan Mahulu yang ditulis oleh Freijae Rakasiwi,&nbsp;</em></strong><strong><em><strong><em><em><span>Gubernur BEM FEB Unmul 2018.</span></em></em></strong></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mencegah Plagiarisme dengan Aplikasi Turnitin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mencegah-plagiarisme-dengan-aplikasi-turnitin/baca </link>
<guid> mencegah-plagiarisme-dengan-aplikasi-turnitin </guid>
<pubDate> Tue, 22 Jan 2019 13:52:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> WR I Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono. (Sumber: William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mencegah-plagiarisme-dengan-aplikasi-turnitin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g6dAWgqUMs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mencegah Plagiarisme dengan Aplikasi Turnitin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;Ke depannya seluruh produk ilmiah seperti skripsi, tesis, disertasi, dan artikel ilmiah yang dihasilkan dosen untuk kenaikan pangkat, harus dipastikan tidak tersangkut plagiarisme,&quot; kata Wakil Rektor I Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono menanggapi kasus plagiarisme yang terjadi di Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/dekan-fisip-diduga-plagiat-skripsi-mahasiswa-mpm-fisip-ini-memalukan/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Tak mau kecolongan lagi, Mustofa pun sudah menyiapkan serangkaian terobosan untuk cegah kasus plagiarisme terulang lagi, yaitu dengan menggunakan aplikasi. Salah satu yang terkenal adalah Turnitin, aplikasi yang banyak digunakan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merupakan salah satu kampus yang gunakan aplikasi ini.</p><p style="text-align: justify;">Selama ini memang Unmul tidak memiliki aplikasi khusus untuk mengecek tingkat orisinalitas tulisan. Barulah saat pertengahan tahun 2018, Unmul mendapatkan hibah aplikasi Turnitin dari UNY. Hal ini dikarenakan UNY masih memiliki banyak sisa aplikasi Turnitin, sedangkan waktu berlangganan hampir habis. Aplikasi itu kemudian digunakan untuk mengecek dokumen dan borang prodi untuk kebutuhan akreditasi di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka memberikan satu aplikasi ke Unmul bisa dipakai untuk mengecek 1000 artikel dan sebagainya,&quot; terangnya kepada <em>Sketsa</em> (7/1).</p><p style="text-align: justify;">Dirasa punya banyak manfaat, akhirnya pada awal tahun 2019, Unmul memutuskan untuk berlangganan aplikasi Turnitin. Jumlahnya ada sekitar 1000 aplikasi di mana dalam satu aplikasi dapat memeriksa 1000 karya berupa dokumen atau karya tulis civitas academica Unmul. Dengan kata lain akan ada sekitar 1 juta tulisan yang bisa diperiksa dalam satu tahun berlangganan.</p><p style="text-align: justify;">Turnitin juga akan berguna untuk mengecek berkas kenaikan pangkat. Sebagai contoh, ada yang pernah mengajukan kenaikan pangkat menjadi guru besar. Namun, berkas yang sudah dikirim ke Jakarta akhirnya dikembalikan karena dianggap melakukan plagiarisme. Meskipun sudah dicek, namun kesalahan akan ada karena yang mengecek juga manusia. Ditambah lagi karya ilmiah mahasiswa yang jumlahnya banyak sehingga bisa saja terjadi kekeliruan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak mungkinlah pembimbing atau dosen itu hapal, tulisan ini jiplak atau apa. Kadang-kadang kita tahu tapi kelewatan juga,&quot; jelas Mustofa.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, setiap unit kerja seperti fakultas di Unmul akan mendapatkan jatah aplikasi ini. Setiap unit kerja akan tersedia operator yang siap mengoperasikan Turnitin. Namun akan ada serangkaian pelatihan khusus untuk operator, karena terdapat ketentuan khusus cara mengoperasikan Turnitin dan batas ambang plagiarisme yang masih dibolehkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita akan adakan pelatihan, karena ada ketentuan rasanya kesamaan artikel yang diajukan dengan milik orang harus tidak lebih dari 27 persen,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Mustofa, diperlukan ketelitian dalam menggunakan aplikasi Turnitin ini. Misalnya beberapa tulisan yang memang sering ada seperti Pendahuluan, BAB I, Latar Belakang, dan sebagainya, harus dihapus sehingga tidak menambah kadar plagiarisme dalam tulisan. &quot;Ya, gara-gara tulisan &apos;Pendahuluan&apos;, di tempat lain ada Pendahuluan, masa itu plagiasi. Makanya harus hati-hati betul,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu harga yang perlu dibayar Unmul untuk berlangganan selama setahun sekitar Rp160 jutaan. Mustofa pun mengharapkan aplikasi Turnitin dapat segera digunakan mulai awal tahun 2019. Meski anggarannya sudah disusun, kerena masih masa awal bertugas dana tersebut belum bisa cair. Sehingga dia meminta kepada Wakil Rektor II Bidang Umum, SDM, dan Keuangan, Abdunnur agar dapat menalangi terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Mustofa juga menyebutkan ada kemungkinan aplikasi Turnitin ini akan diberikan juga kepada lembaga kemahasiswaan yang terkait dengan kepenulisan. Pihaknya masih akan mempertimbangkan rencana tersebut, terlebih Rektor yang akan memberikan keputusan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Aturan Plagiarisme</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain menyediakan aplikasi Turnitin untuk mengecek plagiarisme, menurut Mustofa kini merasa perlu adanya Peraturan Rektor (PR) untuk plagirisme. Disebutkan Agung, selama ini hanya satu peraturan yang mengatur plagiarisme, itupun dari Kemendikbud. Karena sekarang perguruan tinggi ada di bawah naungan Kemenristekdikti, sehingga peraturan tersebut dianggap tidak sejalan lagi dan perlu bagi Unmul untuk punya peraturan sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setelah kasus-kasus yang terjadi, barulah kami menyadari bahwa oke kita akan buat,&quot; kata Mustofa.</p><p style="text-align: justify;">Draf Peraturan Rektor terkait plagiarisme pun sudah lama rampung, namun belum bisa diproses karena saat itu masih sibuk dengan Pemilihan Rektor (Pilrek) dan urusan lainnya sehingga konsetrasi menjadi pecah. Ditambah lagi menjelang akhir tahun Agung juga disibukkan untuk menyelesaikan daya serap anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya, draf tersebut akan dibawa untuk ditindaklanjuti oleh tim terkait karena masih murni bentukan dari WR I. Harapannya aturan plagiarisme ini bisa memberikan sangsi yang jelas bagi civitas academica Unmul yang melakukan plagiasi, baik itu dosen atau pun mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Plagaisi itu adalah kejahatan intelektual yang tidak boleh dilakukan. Insyaallah tahun ini kita punya aplikasi dan aturan rektor mengenai plagiarisme,&quot; tutupnya.<strong style="">&nbsp;</strong><strong>(<em>wil/arr/fqh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengusung Visi Misi Egaliter, BEM KM Unmul Perkuat Jaringan Advokasi Mulawarman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengusung-visi-misi-egaliter-bem-km-unmul-perkuat-jaringan-advokasi-mulawarman/baca </link>
<guid> mengusung-visi-misi-egaliter-bem-km-unmul-perkuat-jaringan-advokasi-mulawarman </guid>
<pubDate> Fri, 01 Feb 2019 14:50:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Presiden BEM KM Unmul 2019, Aulia Furqon. (Sumber foto: William Maliki) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengusung-visi-misi-egaliter-bem-km-unmul-perkuat-jaringan-advokasi-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mWrZkSWR3t.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengusung Visi Misi Egaliter, BEM KM Unmul Perkuat Jaringan Advokasi Mulawarman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Berangkat dari keresahan mahasiswa di masing-masing fakultas, BEM KM Unmul berinisiatif melakukan pertemuan pada Jumat (25/1) lalu. Adapun pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan BEM fakultas di Unmul seperti BEM FKTI, FKM, FIB, FKIP, FISIP, Farmasi, FEB, dan Fahutan. Salah satu isu yang dibahas adalah proyek Islamic Development Bank (IsBD) di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya hanya berupa pengamatan dan memperhatikan keresahan dari mahasiswa, kemudian dilakukan diskusi dan ternyata hal ini perlu untuk diadvokasikan dan dikawal. Sesuai dengan visi misi yang dibawa tahun ini, yaitu bergerak secara egaliter.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>liputan6.com</em>, diketahui Unmul merupakan salah satu Universitas di Indonesia yang mendapatkan dana dari IDB yaitu sebesar 41,32 juta Dolar AS. Sedangkan tiga lainnya adalah Universitas Jember sebesar 40,81 juta Dolar AS. Universitas Negeri Malang menerima pinjaman 35,56 juta Dolar AS serta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memperoleh 45,72 juta Dolar AS.</p><p style="text-align: justify;">Karena besarnya dana yang digunakan, sehingga menurut Wakil Presiden BEM KM Unmul 2019, Aulia Furqon sangat perlu adanya pengawasan serta transparasi anggaran yang akan diupayakan melalui advokasi ini. Sehingga muncul wacana untuk tiap tiga bulan sekali akan ada pemaparan anggaran yang digunakan baik dari Wakil Rektor IV maupun kontraktor, namun wacana ini masih akan dikaji.</p><p style="text-align: justify;">Jalanan juga jadi fokus Jaringan Advokasi Mulawarman. Sebagai contoh banyak ruas jalan di Unmul yang mulai rusak, seperti di Gerbang Masuk M. Yamin, depan FMIPA. Disebutkan Furqon, tahapan-tahapan yang dilakukan oleh IDB dalam hal ini kontraktor sudah baik, seperti saat ada jalan yang rusak langsung diperbaiki. Namun di sisi lain masih perlu untuk dilakukan pengawasan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mengenai NKE (kontraktor), jelas kita sepakat untuk mengawasi proyek IDB yang ada di Unmul,&quot; ucapnya saat ditemui <em>Sketsa</em> (1/2).</p><p style="text-align: justify;">Rencananya akan ada konsolidasi lanjutan pada 10 Februari mendatang. Dalam pertemuan tersebut akan dibahas prosedur keselamatan kerja yang diterapkan kontraktor. Terlebih beberapa waktu yang lalu terjadi peristiwa kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Namun, saat ini di beberapa jalan yang terdapat proyek sudah diberi rambu-rambu agar kejadian serupa tidak terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita juga masih mau konfirmasi juga tentang kajian K3nya ke teman-teman FKM, apakah NKE ini sudah layak K3nya di Unmul,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk saat ini Furqon masih belum bisa menggambarkan pergerakan yang akan dilakukan ke depannya. Semuanya akan didiskusikan bersama lalu disepakati langkah yang akan diambil. Yang jelas komitmen yang dipegang adalah untuk mengawal proyek IsDB di Unmul, terlebih dana yang besar rawan disalahgunakan jika tak diawasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rawan proyeknya gagal, kita cinta sama Unmul dan enggak mau kampus kita mangkrak,&quot; sebut Furqon.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Polemik Pemilihan Rektor</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain mengawasi proyek pembangunan di Unmul, Jaringan Advokasi Mulawarman juga turut mengawal isu pemilihan rektor di Unmul. Kabar gugatan Asnar, salah satu bakal calon rektor dalam pemilihan rektor (pilrek) yang dikabulkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda membuat BEM KM Unmul akhirnya mengambil sikap untuk tidak memihak salah satu pihak yang bersengketa.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini dikatakan Furqon, mereka masih menunggu proses selanjutnya, terlebih Unmul telah mengajukan banding terkait putusan PTUN Samarinda. Sehingga yang menjadi keresahan mahasiswa di fakultas terkait legalitas keputusan yang dikeluarkan rektor di tengah proses hukum yang berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rupanya hukum ini bersifat maju ke depan, Pak Masjaya sudah disahkan. Wakil rektor juga sudah disahkan, jadi apapun keputusan yang dibuat rektor sekarang masih sah,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, apapun hasilnya nanti tidak akan mempengaruhi keputusan yang sudah dibuat saat ini. Sebagai mahasiswa, Furqon menyebutkan peran dari advokasi ini adalah agar teliti dan memahami kajian-kajian hukum yang ada. Jika ditemukan kejanggalan maka hal-hal itu yang nantinya akan diadvokasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau ada yang menyimpang itu yang harus kita angkat,&quot; tutupnya. <strong><em>(wil/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bird Box: Melihat atau Mati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/bird-box-melihat-atau-mati/baca </link>
<guid> bird-box-melihat-atau-mati </guid>
<pubDate> Sat, 02 Feb 2019 11:41:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (Sumber gambar: Tribunjogja.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/bird-box-melihat-atau-mati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a24VzS1P2Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bird Box: Melihat atau Mati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Judul Film : Bird Box</span><br>Tanggal Rilis : 21 Desember 2018 (Internasional)<br>Sutradara: Susanne Bier<br>Produser: Chris Morgan, Scott Stuber, Dylan Clark, Clayton Townsend<br>Pemeran: Sandra Bullock, Sarah Paulson, John Malkovich, Trevante Rhodes, Danielle Macdonald<br>Produksi: Bluegrass Films, Chris Morgan Productions<br>Distribusi: Netflix</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Bunuh diri seringkali disebabkan oleh adanya masalah internal atau eksternal dalam diri manusia. Namun, bagaimana jika bunuh diri tersebut sengaja dilakukan karena entitas asing yang tak kasatmata? Susanne Bier sebagai sutradara tak membiarkan film ini menjadi biasa saja. Ia meraciknya dengan menampilkan ketegangan serta drama yang harus dihadapi tokoh utamanya.</p><p style="text-align: justify;">Bird Box diangkat dari novel yang berjudul sama karya Josh Malerman. Film dengan latar cerita <em>post-apocalyptic</em> ini dibuka dengan adegan tentang Malorie (Sandra Bullock) yang harus bertahan hidup dengan menyeberangi sungai bersama kedua anak yang ia namai Boy dan Girl. Kepada anak-anak tersebut, ia mengatakan bahwa perjalanan mereka akan sangat panjang dan berbahaya.</p><p style="text-align: justify;">Lima tahun sebelum kejadian <em>post-apocalyptic</em> datang, Malorie terlihat senang berdiam diri dalam studionya dan menghindari dunia luar. Dalam keadaan hamil tua, ia bersama dengan saudaranya, Jessica (Sarah Paulson), pergi untuk memeriksakan kandungan. Sebelum pergi, mereka menyaksikan siaran televisi yang menayangkan bunuh diri yang terjadi secara massal di Eropa dan Rusia. Tak disangka, kejadian itu terjadi di rumah sakit setelah Malorie selesai memeriksa kandungan. Merasa takut, ia kabur dan terburu-buru masuk ke dalam mobil. Ia dan Jessica semakin merasa takut melihat orang-orang di jalan yang berlarian dan tiba-tiba bunuh diri. Nahas, Jessica lepas kendali dan mobil yang ia kendarai menabrak truk yang sedang melaju.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya sampai situ, Bird Box juga menampilkan kecemasan dan ketakutan orang-orang terhadap &lsquo;kiamat&rsquo; yang datang menghampiri mereka. Malorie berhasil diselamatkan oleh Tom (Trevante Rhodes) dan berkumpul bersama penyintas lainnya dalam sebuah rumah. Mereka harus menyelamatkan diri dan bertahan hidup dengan menutup semua jendela dan keluar dengan penutup mata. Akting dari aktor John Malkovich sebagai Douglas cukup membawa angin segar bagi film ini, di mana ia bersikap begitu sarkas dan menjengkelkan, serta getir di suasana yang genting.</p><p style="text-align: justify;">Menggunakan alur maju dan mundur, Bird Box secara alami menceritakan bagaimana Malorie mengalami kejadian ini hingga caranya bertahan hidup sebagai penyintas yang tersisa setelah kawan-kawannya yang lain mati satu persatu. Ketika Malorie mengetahui bahwa ada tempat perlindungan yang bisa menerima mereka, akhirnya ia keluar dan menyeberangi sungai bersama kedua anak tersebut. Meskipun ia harus terus mendayung tanpa melihat selama dua hari dan berjuang melewati hutan dengan suara-suara yang terus mengganggunya. Hingga akhirnya ia dan kedua anak itu berhasil mencapai tempat perlindungan tersebut, yang ternyata adalah Sekolah Tunanetra.</p><p style="text-align: justify;">Film ini membuat penonton penasaran dan ikut menebak-nebak apa yang akan terjadi di adegan selanjutnya. Apalagi, karakter utama di film ini dibiarkan sendiri berhadapan dengan makhluk-makhluk tak kasatmata yang kemudian mengubah pendirian manusia, hingga mereka membunuh atau menyakiti diri mereka sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Secara umum, film ini bercerita tentang bagaimana manusia bisa bertahan hidup tanpa harus melihat entitas yang tak terlihat dan tidak diketahui asal-usulnya. Jika melihat entitas tersebut, maka manusia akan menghabisi dirinya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Satu-satunya cara untuk tetap hidup ialah dengan tidak melihat makhluk tersebut, atau menggunakan penutup mata. Namun, di satu sisi masih ada manusia yang &ldquo;terpilih&rdquo; yang meskipun sudah melihat entitas tersebut justru masih bisa bertahan hidup. Manusia yang bertahan hidup ini kemudian mengajak atau memaksa manusia lainnya untuk melihat entitas ini, yang mereka anggap indah dan akan menyelamatkan umat manusia.</p><p style="text-align: justify;">Di film ini, tidak ada penjelasan mengenai entitas apa. Namun dalam salah satu <em>scene</em>, seorang pria yang berhasil diselamatkan salah satu penyintas di rumah tersebut mengeluarkan kertas-kertas yang telah ia gambar dengan berbagai mahkluk dengan bentuk yang menyeramkan. Kemungkinan, seperti itulah wujud dari entitas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun Bird Box hadir sebagai film <em>post-apocalyptic</em> tanpa zombie atau serangan alien, film ini berhasil membuat penonton bertanya-tanya mengenai identitas entitas asing tersebut. Meskipun pada dasarnya, Bird Box sama seperti film-film <em>post-apocalyptic</em> lainnya. Tidak banyak konflik yang berarti di antara tokoh-tokoh dalam film ini. Tidak ada pergulatan batin yang lebih mendalam tentang bagaimana Malorie harus benar-benar bertahan hidup. Karena selain entitas asing, lawan yang dihadapinya adalah manusia yang sudah terpengaruh namun masih bisa membawa mobil serta senapan. Meskipun begitu, efek sinematografi yang diperlihatkan sangat sesuai dengan keadaan yang tertekan dan cemas, serta alur yang tepat dan tidak terburu-buru. <strong><em>(len/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membaca Tanda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/membaca-tanda/baca </link>
<guid> membaca-tanda </guid>
<pubDate> Sun, 03 Feb 2019 12:06:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Mahameru Primantoro, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2015.
(sumber gambar: weheartit) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/membaca-tanda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hLoQO5By8I.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membaca Tanda</h1>
			              </header>
			              <p>Banyak kisah yang sudah dibukukan</p><p>Satuan, puluhan, ratusan, mungkin jutaan</p><p>dari alkisah kejayaan</p><p>sampai ketidakadaan</p><p><br></p><p>aku ingat, kisah yang ceritakan oleh orang-orang</p><p>Bahwa semua itu diciptakan berpasang-pasang</p><p>Dan saling berpegang</p><p>hingga menjadi sepasang</p><p><br></p><p>mungkin karena itu si riang dan ada pula si sendu, dicipta</p><p>bukan hanya mereka</p><p>ada siang malam, bahkan ada kamu dan saya</p><p>apakah ini yang dinamakan tanda</p><p><br></p><p>tanda membuat kita berasumsi</p><p>jika pertanda baik, wajah berseri</p><p>jika pertanda buruk, air mata menetes di pipi</p><p>apakah semua itu mimpi</p><p>jangan-jangan ini sekadar konspirasi galaksi bimasakti.</p><p><br></p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Mahameru Primantoro, mahasiswa Pendidikan Biologi, FKIP 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema BPJS Kesehatan, Dilema Kesehatan Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dilema-bpjs-kesehatan-dilema-kesehatan-indonesia/baca </link>
<guid> dilema-bpjs-kesehatan-dilema-kesehatan-indonesia </guid>
<pubDate> Mon, 04 Feb 2019 11:58:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> (sumber foto: nusantaranews.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dilema-bpjs-kesehatan-dilema-kesehatan-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ckh94vMbT3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema BPJS Kesehatan, Dilema Kesehatan Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan satu-satunya harapan bagi kebanyakan masyarakat Indonesia untuk merasakan pelayanan kesehatan dengan tidak terbebani ekonomi yang cukup besar. Hadirnya BPJS Kesehatan untuk masyarakat Indonesia merupakan sebuah cara agar dapat berobat dan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Data terakhir yang didapatkan dari BPJS Kesehatan, peserta yang terdaftar yaitu sebanyak 215.784.340 jiwa. Hal ini tentu membuktikan bahwa masyarakat luas mengandalkan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Bahkan pemerintah Indonesia pun melakukan program <em>Universal Health Coverage</em> 2019, dengan target setidaknya 90% dari keseluruhan masyarakat sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan di tahun 2019.</p><p style="text-align: justify;">Pelayanan kesehatan tentu merupakan hak bagi rakyat Indonesia. Hal ini sudah jelas diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 28 H Ayat (1) &ldquo;Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan&rdquo;. Maka dari itu, pelayanan kesehatan demi hidup sejahtera lahir batin merupakan hak masyarakat Indonesia yang harus mereka rasakan.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah harapan masyarakat kepada BPJS Kesehatan, terdapat Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan. Nyatanya hari ini BPJS Kesehatan pun tidak mampu mengatasi permasalahannya sendiri. Hari ini BPJS Kesehatan &ldquo;dilema&rdquo; dengan berbagai masalah yang mereka terima.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu permasalahan tersebut yaitu defisit. Perlu diketahui defisit BPJS Kesehatan di tahun 2018 mencapai lebih dari Rp10 Triliun, data yang didapat dari Rencana Kinerja dan Anggaran Tahunan mencapai Rp16.5 Triliun (Dirut BPJS Kesehatan). Bahkan menteri keuangan pun harus turun tangan untuk menambal defisit tersebut yang dananya diambil dari APBN sebesar 10.1 Triliun Rupiah. (Menteri Keuangan).</p><p style="text-align: justify;">Defisit tentu menjadi permasalahan yang belum bisa diselesaikan oleh BPJS Kesehatan yang kemudian dapat berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu penyebab defisit tersebut ialah terkait kepatuhan peserta BPJS dalam membayar premi. Data yang didapatkan dari BPJS Kesehatan 54% peserta mandiri menunggak iuran.</p><p style="text-align: justify;">Penyebab lainnya selain kepatuhan adalah <em>fraud</em>, yaitu kecurangan dalam klaim rumah sakit kepada BPJS Kesehatan. Data dari KPK menyebutkan bahwa ada indikasi kecurangan dalam 175 ribu klaim senilai Rp400-500 miliar pada tahun 2015. Hal ini tentu sangat merugikan BPJS Kesehatan. Di sisi lain pun BPJS Kesehatan masih belum mampu mengatasi permasalahan tersebut agar mengurangi besarnya defisit.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan defisit kemudian merambat ke masalah pelayanan kesehatan yang didapatkan oleh peserta BPJS. Dirundung masalah defisit BPJS Kesehatan, menteri kesehatan pun turut dilema. Hingga kemudian mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 tahun 2018 Tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Bayar dalam Program Jaminan Kesehatan. Peraturan ini tidak berlaku bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta yang didaftarkan oleh pemerintah daerah. Namun yang perlu diketahui, BPJS Kesehatan pun masih belum bisa mengatasi masalah ketepatan penerima peserta BPI JKN-KIS PBI, apakah sudah sesuai sasaran atau belum. Selain itu &nbsp;ketersediaan kamar kelas 3 dan PBI pun masih sangat kurang di kebanyakan rumah sakit. Seharusnya sesuai aturan, yakni menyediakan sebanyak 20% dari total ruangan.</p><p style="text-align: justify;">Buruknya kinerja BPJS Kesehatan, dan dilema terkait defisit, hari ini muncul masalah baru terkait pengenaan urun biaya dan selisih bayar. Isi dari peraturan tersebut ialah, setiap kunjungan rawat jalan harus membayar urun biaya sebesar Rp20 ribu untuk rumah sakit kelas A dan B, serta Rp10 ribu untuk rumah sakit Kelas C, D dan Klinik Utama, dan paling tinggi sebesar Rp 350 ribu untuk jumlah kunjungan paling banyak sebesar 20 kali dalam jangka waktu 3 bulan. Untuk rawat inap, peserta akan membayar sebesar 10% dari biaya pelayanan. Urun biaya tersebut dibayarkan setelah peserta mendapatkan pelayanan kesehatan, namun harus disetujui oleh peserta atau keluarganya sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan. Dan membayar selisih biaya bagi peserta yang mendapatkan pelayanan diatas dari hak mereka, seperti peserta kelas 3 namun menjadi kelas 2 (Humas BPJS Kesehatan)</p><p style="text-align: justify;">Peraturan tersebut tentu berpotensi dapat menimbulkan kecurangan yang baru. Bisa saja pihak fasilitas kesehatan mengaku bahwa pasien harus dirawat inap atau mengklaim kamar kelas yang sesuai dengan hak peserta penuh dan kemudian peserta harus membayar urun atau selisih biaya sesuai peraturan tersebut. Selain itu hal ini tentu sangat membebankan ekonomi masyarakat, karena masyarakat telah membayar premi setiap bulannya, namun ketika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan harus membayar urun biaya lagi yang telah ditentukan. Hal tersebut tentu bersinggungan dengan kata &ldquo;jaminan kesehatan&rdquo;. Apakah hari ini pemerintah mengorbankan hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan hanya untuk mengatasi permasalahan defisit BPJS Kesehatan?</p><p style="text-align: justify;">Berbagai masalah di atas yang dialami oleh BPJS Kesehatan tentu menjadi bukti bahwa kesehatan Indonesia hari ini sedang dilema, sekalipun peraturan yang dikeluarkan tersebut belum diberlakukan hadirnya kabar itu dapat membebani pikir masyarakat yang kemudian mengganggu kesehatan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul sebagai garda terdepan dalam setiap permasalahan kesehatan bangsa menawarkan beberapa poin solusi untuk menimbulkan titik terang cahaya kembali, bagi permasalahan BPJS:</p><p style="text-align: justify;">1. Untuk mencegah terjadinya tindakan kecurangan klaim rumah sakit (fraud) seharusnya BPJS Kesehatan menggunakan layanan informasi teknologi untuk memberika kesempatan kepada pasien mengecek layanan yang mereka peroleh di fasilitas kesehatan, sehingga pasien dapat melaporkan jika hal tersebut berbeda dengan layanan yang didapatkan oleh pasien. Dan memberikan sanksi denda dengan tegas kepada pihak rumah sakit yang didapati melakukan klaim fiktif.</p><p style="text-align: justify;">2. Melakukan pemahaman kepada masyarakat terkait pembayaran premi/iuran dan menindak tegas masyarakat yang tidak patuh dalam membayar premi tersebut. Dan melakukan survei yang bijak terkait pendaftar peserta BPJS JKN-KIS PBI yang masih dinilai belum tepat sasaran.</p><p style="text-align: justify;">3. Melakukan penyesuaian besar iuran premi yang harus dibayar oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan BPJS. Jangan hanya karena di tahun politik pemerintah jadi takut untuk menaikan biaya iuran yang kemudian malah menjadi dilema dan mengeluarkan peraturan yang jika diterapkan dapat sangat membebani masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">4. Memperbaiki fasilitas kesehatan dengan ketersediaan jumlah kamar yaitu dengan cara memperbanyak jumlah kamar untuk peserta kelas 3 dan PBI sesuai peraturan yang telah ditentukan</p><p style="text-align: justify;">5. Mengingatkan dengan tegas kepada pemerintah agar berpikir ulang dan bijak terkait peraturan yang baru ini dikeluarkan. Jangan sampai peraturan tersebut ditetapkan dan malah mempersulit masyarakat Indonesia yang ingin mendapatkan hak mereka pelayanan kesehatan sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.</p><p style="text-align: justify;">Poin tersebut kami persembahkan kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan, agar dapat mengobati rasa dilema mereka dan berfikir jernih untuk memutuskan kebijakan yang berhubungan dengan nasib kesehatan orang banyak. Mahasiswa akan selalu mengingatkan bagi pemimpin yang sudah mulai melupakan bahwa kami selalu memantau setiap keluarnya sebuah kebijakan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Bayu Rosandy, Gubernur BEM FKM Unmul 2019.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepuluh Ucapan Selamat dalam Aksi Cinta Garuda Mulawarman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepuluh-ucapan-selamat-dalam-aksi-cinta-garuda-mulawarman/baca </link>
<guid> sepuluh-ucapan-selamat-dalam-aksi-cinta-garuda-mulawarman </guid>
<pubDate> Mon, 04 Feb 2019 12:07:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Cinta Mulawarman untuk Samarinda yang dilakukan oleh Aliansi Garuda Mulawarman di Balai Kota Samarinda. (Sumber: Fadiah Adlina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepuluh-ucapan-selamat-dalam-aksi-cinta-garuda-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wVxzvXv5tZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepuluh Ucapan Selamat dalam Aksi Cinta Garuda Mulawarman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Garuda Mulawarman berkumpul di depan halaman Gedung MPK pagi tadi (4/2). Kenakan almamater, mahasiswa yang berasal dari sepuluh fakultas ini bersiap melakukan aksi di Gedung Balai Kota. Sekitar pukul 9 Wita, rombongan mulai bergerak menuju titik aksi. Bertajuk Aksi Cinta Samarinda dari Mulawarman, aksi ini berangkat dengan membawa sederet permasalahan di Samarinda yang belum juga usai.</p><p style="text-align: justify;">Massa menggelar aksi di jalan masuk menuju gedung Balai Kota. Secara bergantian perwakilan dari mereka mulai menyampaikan orasi di hadapan pengguna jalan. Spanduk ditulis menggunakan cat semprot bewarna merah dan kemudian dibentangkan. Lewat aksi ini, mereka mengucapkan &ldquo;selamat&rdquo; atas sepuluh masalah yang dinilai sebagai bentuk kegagalan dari kinerja pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Di antaranya ialah selamat atas peningkatan penduduk miskin, lubang tambang yang tak direklamasi, tidak dapat menyelesaikan masalah BPJS, disinggung pula kesejahteraan atlet berprestasi. Selain itu, banyak jalanan rusak, gizi buruk pada balita, logonya terindikasi plagiat, banyak infrastruktur pendidikan yang masih tidak layak, banjir yang tidak pernah terselesaikan, serta banyak warga yang kekurangan air bersih.</p><p style="text-align: justify;">Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang menjadi orang yang akan mereka temui. Namun rupanya Jaang sedang tidak ada di tempat karena tengah melaksanakan ibadah umrah. Mahasiswa akhirnya mengubah haluan dan bergerak ke Gor Segiri untuk menemui Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin yang saat itu tengah mengisi acara <em>talk show</em> di Pekan Raya Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di tengah aksi, Derviansyah selaku koordinator lapangan mengatakan bahwa 10 tuntutan itu belum mencakup keseluruhan permasalahan di Samarinda, &ldquo;Sebenarnya masih banyak permasalahan lainnya. Ini adalah bukti kegagalan pemerintah Kota Samarinda, gagal mensejahterakan masyarakat Samarinda,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kecintaan mahasiswa kepada Samarinda. Dari sekian banyak permasalahan yang dituntut dalam aksi, Dervi mengatakan fokus utama yang dibawa ialah isu lingkungan, &ldquo;Kami lebih fokus ke pertambangan, banjir, serta menagih janji smart city,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya, kehadiran massa di tidak serta merta langsung diterima. Pihak kepolisian sempat tak mengizinkan mahasiswa untuk masuk menemui Sugeng. Hal ini dikarenakan tempat pelaksanaan aksi di Gor Segiri tidak sesuai dengan surat perizinan yang tertulis, yakni di Balai Kota. Namun setelah melalui perundingan, beberapa perwakilan mahasiswa diizinkan untuk masuk.</p><p style="text-align: justify;">Di dalam Ruang Serbaguna Gor Segiri, Sugeng menanggapi 10 permasalahan yang dibawa Garuda Mulawarman. &ldquo;Saya minta yang sepuluh tadi dilengkapi dulu dengan data, nanti akan saya jawab resmi juga dengan data,&rdquo; jawab Sugeng.</p><p style="text-align: justify;">Sementara dikonfirmasi sore tadi, Dervi mengatakan akan ada tindak lanjut dari Garuda Mulawarman setelah aksi hari ini. &ldquo;Garuda Mulawarman akan <em>on air</em> di salah satu radio sekaligus menyampaikan data-data terkait masalah di Samarinda. Masalah prioritas dan kajian nantinya di fokuskan ke fakultas terkait.&rdquo; <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Plagiat atau Terinspirasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/plagiat-atau-terinspirasi/baca </link>
<guid> plagiat-atau-terinspirasi </guid>
<pubDate> Tue, 05 Feb 2019 12:11:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Logo Magnificent Samarinda yang diduga plagiat. (Sumber: kliksamarinda.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/plagiat-atau-terinspirasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UjtYsNFdCj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Plagiat atau Terinspirasi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Mungkin masih jelas dalam ingatan kita semua tentang kasus plagiat oleh Afi Nihaya yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Kali ini di Samarinda terjadi dugaan kasus plagiat yang sama menghebohkannya. Hanya saja yang &ldquo;kembar&rdquo; bukanlah karya tulis, melainkan desain grafis. Dugaan plagiat ini bermula saat diluncurkannya logo Magnificent Samarinda &nbsp;ke publik oleh Pemkot Samarinda. Namun, logo yang dipublikasikan di hari jadi Samarinda ke-351 tepat 21 Januari 2019 lalu ini ternyata mirip dengan logo yang didesain oleh George Bokhua pada tahun 2013 silam (diunggah di Instagram tahun 2015). Alhasil, banyak masyarakat Samarinda yang protes. Pasalnya terdengar kabar bahwa Pemkot sudah mengucurkan dana hingga Rp600 juta untuk membayar Citiasia, &nbsp;konsultan yang bertanggung jawab atas miripnya logo tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kasus plagiat memang selalu menuai masalah di kehidupan masyarakat modern terutama dalam dunia akademik, bisnis ataupun seni. Namun bukankah tidak mungkin ada sesuatu pun di dunia ini yang orisinil? Bukankah semua karya di muka bumi ini saling terinspirasi dengan karya lain? Sebut saja kamera yang meniru cara kerja mata, <em>speaker</em> yang meniru cara kerja telinga, bahkan komputer yang <em>processor-</em>nya meniru cara kerja otak.<em>&nbsp;</em> Jadi sejak awal fitrah manusia memang suka melakukan tindakan plagiat. Benarkah demikian?</p><p style="text-align: justify;">Tentu tidak. Plagiat dan terinspirasi tidak memiliki arti yang sama. Merujuk pada KBBI, plagiat merupakan tindakan pengambilan karangan orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan sendiri. Sedangkan inspirasi dapat berarti ilham, yakni sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta. Perbedaannya jelas, bahwa plagiat adalah tindakan menjiplak karya orang lain dan menjadikannya sebagai karya sendiri, sedangkan terinspirasi adalah menjadikan karya orang lain sebagai pakem atau standar baku yang menjadi acuan untuk membuat karya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Saya mempunyai seorang teman sesama layouter dan desainer di <em>Sketsa</em>, dalam beberapa karyanya, ia biasanya mencontoh gaya satir dan jenaka milik <em>Tirto.id</em>. Hanya saja ia tidak mengambil satu pun materi milik <em>Tirto</em> untuk dimasukkan ke dalam karyanya. Ia membuat desain dan leluconnya sendiri. Ia hanya menjadikan <em>Tirto.id</em> sebagai contoh membuat konten, bukan sebagai objek jiplakan. Lain hal dengan saya yang biasanya mencomot materi milik orang lain di situs bebas pakai (biasanya juga disebut situs <em>fair use</em>, di internet tersebar situs visual grafis yang menjadi tempat orang saling bertukar karya secara bebas untuk kemudian saling digunakan). Materi yang saya comot ini kemudian saya modifikasi sedemikian rupa dan menjadikannya karya yang baru.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini kami berdua tidak dapat disebut plagiat. Teman saya hanya terilhami dengan konsep <em>Tirto.id&nbsp;</em>tanpa mengambil apapun dan tanpa menjadikan apapun sama dengan kepunyaan <em>Tirto.id.&nbsp;</em>Sedangkan saya memang mengambil materi orang lain, tapi materi yang saya ambil merupakan materi dibagikan secara gratis oleh pemilik karya &nbsp;dengan sengaja, dan saya tidak mengambil keuntungan apa pun serta tidak merugikan pemilik karya pula.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang memperbolehkan seseorang mengambil atau menggunakan karya orang lain secara sah di mata hukum. Kelegalan ini berpedoman pada pasal 44 Undang-undang Hak Cipta. Dalam UU Hak Cipta, ketentuan yang Anda sebutkan terdapat dalam Pasal 44 ayat (1) UU Hak Cipta sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">Penggunaan, pengambilan, penggandaan, dan/atau pengubahan suatu ciptaan dan/atau produk hak terkait secara seluruh atau sebagian yang substansial tidak dianggap sebagai pelanggaran hak cipta jika sumbernya disebutkan atau dicantumkan secara lengkap untuk keperluan:</p><ul><li style="text-align: justify;">pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta atau pemegang hak cipta;</li><li style="text-align: justify;">keamanan serta penyelenggaraan pemerintahan, legislatif, dan peradilan;</li><li style="text-align: justify;">ceramah yang hanya untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan; atau</li><li style="text-align: justify;">pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari pencipta.</li></ul><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pasal tersebut, bisa saya simpulkan bahwa selama tidak menggunakan karya orang untuk mencari untung (yang tentu merugikan si pencipta), serta mencantumkan sumber, maka sah saja suatu karya dipakai atau diolah lagi.</p><p style="text-align: justify;">Jadi apakah logo Magnificent Samarinda adalah hasil plagiat? Tentu saya tidak berani mengatakan iya secara mutlak. Pasalnya saya tidak tahu bagaimana proses kreatif si desainer dalam pembuatan logo tersebut. Namun yang saya tahu sebagai sesama pelaku desain, ide yang muncul tidak mungkin datang sama persis, karena latar belakang pemikiran setiap orang berbeda-beda. Maka menurut saya wajar apabila logo Magnificent Samarinda ini dicap plagiat, karena produk yang dihasilkan sama persis.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kasus ini tentu ada pihak yang merasa dirugikan, yakni George Bokhua. Ia merasa karyanya dipakai tanpa izin dan tidak mendapatkan apapun dari jerih keringatnya sendiri. Ia bahkan memposting ulang logo Magnificent Samarinda disandingkan dengan logo buatannya di akun <em>Instagram</em> pribadinya. Ia bahkan mengungkapkan rasa kecewanya dengan menulis bahwa pemerintah Indonesia tidak mengakui bahwa itu adalah logo curian. Saya pribadi tentu kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak mau terbuka tentang alasan mengapa logo ini bisa sama persis. Terutama kepada Citiasia yang terkesan tidak peduli dan tidak mau membahas kasus plagiat ini lebih jauh. Padahal jelas-jelas ini adalah masalah besar karena tentu mencoreng nama Indonesia (terutama Samarinda) di mata dunia.</p><p style="text-align: justify;">Ironi memang, kita marah-marah saat negara Malaysia mengeklaim budaya bangsa, tapi kita sendiri mencuri karya cipta orang lain dan dengan bangga memakainya sebagai representasi diri kita. Maling teriak maling.</p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Mochamad Fernanda Fadhila, Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2016 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</strong></em></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecaman Remisi untuk Susrama, Pembunuh Wartawan Bali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecaman-remisi-untuk-susrama-pembunuh-wartawan-bali/baca </link>
<guid> kecaman-remisi-untuk-susrama-pembunuh-wartawan-bali </guid>
<pubDate> Wed, 06 Feb 2019 13:01:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi yang dilakukan para jurnalis untuk menolak remisi susrama. (Sumber: terbit.co) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kecaman-remisi-untuk-susrama-pembunuh-wartawan-bali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7jdGKmyYTV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kecaman Remisi untuk Susrama, Pembunuh Wartawan Bali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Remisi yang diberikan untuk I Nyoman Susrama mengundang kecaman dari berbagai kalangan, terutama dari para jurnalis. Mereka mendesak pemerintah agar segera mencabut keputusan remisi yang telah diteken oleh Presiden Joko Widodo tertanggal 7 Desember 2018 lalu. Adanya pemberian remisi ini menggugurkan hukuman awal yang sempat dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Denpasar kepada Susrama, yakni vonis penjara seumur hidup. Susrama merupakan orang yang berada di balik kasus pembunuhan terhadap AA Gede Bagus Narendra Prabangsa, jurnalis Radar Bali pada Februari 2009 silam.</p><p style="text-align: justify;">Nama Susrama menjadi satu di antara ratusan narapidana lainnya yang menerima remisi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup menjadi Pidana Penjara Sementara. Memasuki masa penahanan 10 tahun, Susrama dinyatakan menerima pengurangan hukuman menjadi 20 tahun karena dinilai berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman dan juga usianya yang sudah tidak lagi muda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Umurnya sekarang sudah hampir 60 tahun,&rdquo; kata Yasonna H Laoly selaku Menteri Hukum dan HAM, dikutip dari laman<em>&nbsp;tirto.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui dua bulan sebelum tragedi pembunuhan terjadi, Radar Bali merilis berita yang ditulis oleh Prabangsa. Berita tersebut berisi adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Susrama terkait proyek Dinas Pendidikan di Kabupaten Bangli. Ini yang menjadi akar kekesalan Susrama, hingga akhirnya ia menjadi dalang di balik strategi pembunuhan tersebut. Meskipun telah dijatuhi hukuman pidana, hingga kini Susrama tidak pernah mengakui bahwa ia terlibat dalam pembunuhan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Herdiansyah Hamzah selaku dosen Fakultas Hukum Unmul menilai bahwa adanya remisi ini perlu mempertimbangkan berbagai aspek lainnya. Seperti yang secara eksplisit tertulis dalam Pasal 2 ayat (3) Permenkumham Nomor 3 tahun 2018, di mana perlu memperhatikan keamanan, ketertiban umum, dan rasa keadilan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Logikanya, memberikan remisi kepada pembunuh jurnalis, yang bahkan tidak mau mengakui perbuatannya itu jelas mengusik rasa keadilan publik,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu harusnya jadi pertimbangan menteri untuk tidak memberikan remisi,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menarik simpati, sejumlah aksi pun digelar sebagai bentuk penolakan atas remisi untuk Sasrama. Dilansir dari laman <em>tempo.co</em>, Jumat (25/1) lalu, sejumlah massa aksi yang merupakan gabungan dari AJI Jakarta, LBH Pers, YLBHI dan wartawan lainnya melakukan protes di depan Istana Merdeka. Mereka menuntut pemerintah agar segera mecabut Keppres tersebut dengan melakukan orasi dan membawa poster sebagai bentuk protes.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya di Jakarta, di beberapa titik kota lainnya seperti Banda Aceh, Semarang, Bali, Kendari dan Surabaya turut diwarnai aksi protes dari lingkar jurnalis dan kalangan masyarakat. Begitu juga di Samarinda, Kamis (31/1) lalu, dalam Aksi Kamisan Kaltim, isu ini diangkat sebagai topik. Dengan membawa poster bertuliskan &ldquo;Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis!&rdquo; aksi ini menjadi bentuk protes dari Samarinda terhadap keputusan remisi untuk Susrama.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya, 9 Februari mendatang AJI Surabaya akan membuka aksi dengan mengajak AJI dari pelbagai kota se-Jawa Timur dan AJI Indonesia. Selain itu, bentuk lain dari penolakan Keppres lainnya datang dari berbagai elemen masyarakat di Surabaya, yang mengirimkan surat terbuka kepada presiden. Hingga kini, Kemenkumham kembali membahas dan mengkaji keputusan remisi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Menurut data AJI, selain Prabangsa, ada 8 kasus kematian wartawan lainnya. Namun sayang hingga kini belum diusut melalui ranah hukum, di antaranya ada Fuad M Syarifuddin (Udin) wartawan harian Bernas Yogya (1996), Herliyanto, wartawan lepas harian Radar Surabaya (2006), Ardiansyah Matrais, wartawan Tabloid Jubi dan Merauke TV (2010), dan kasus pembunuhan Alfrets Mirulewan, wartawan Tabloid Mingguan Pelangi di Pulau Kisar, Maluku Barat Daya (2010).<strong>&nbsp;(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dugaan Kecacatan dalam Pemilihan Ketua DPM FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-kecacatan-dalam-pemilihan-ketua-dpm-fib/baca </link>
<guid> dugaan-kecacatan-dalam-pemilihan-ketua-dpm-fib </guid>
<pubDate> Thu, 07 Feb 2019 13:56:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: titiknol.co.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-kecacatan-dalam-pemilihan-ketua-dpm-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/s5yxxhBfDW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dugaan Kecacatan dalam Pemilihan Ketua DPM FIB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Jumat (25/1) lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul menggelar pertemuan. Hal ini dilakukan untuk menjawab tudingan yang sempat beredar, di mana pemilihan ketua DPM FIB Unmul dinilai cacat. Forum tersebut dihadiri 16 orang, di antaranya merupakan perwakilan dari beberapa lembaga dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di FIB.</p><p style="text-align: justify;">Aulia Agustini selaku Ketua DPM FIB terpilih membuka forum. Ia melempar kepada peserta yang hadir untuk menyampaikan gugatan yang belakangan tersebar di FIB. Vicky Renaldy, selaku yang menyatakan gugatan pun memulai pembahasan. Ia menanyakan mekanisme pemilihan ketua DPM FIB serta alasan di balik terpilihnya Aulia untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan DPM FIB.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Muhammad Faqih Hendrian Hutomo selaku Ketua DPM FIB Unmul 2018. Faqih sapaannya mengatakan mekanisme pemilihan ketua DPM FIB dilakukan secara musyawarah dari internal DPM FIB, yang terdiri dari anggota tetap dan menyatakan bersedia untuk lanjut di kepengurusan selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Forum berlangsung selama dua jam. Beberapa kali fokus pembahasan sempat melebar dari topik utama. Kerumitan pembahasan juga mengundang emosi yang sempat beberapa kali tersulut dalam forum tersebut. Mendekati akhir forum, Faqih memilih <em>walkout</em> saat salah satu peserta menanyakan penanggalan surat keputusan DPM FIB yang terbilang rancu. Melihat situasi yang semakin tak kondusif, pertemuan akhirnya ditutup oleh moderator.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tudingan Vicky terhadap DPM FIB</strong></p><p style="text-align: justify;">Vicky mengatakan mekanisme pemilihan ketua DPM FIB menyalahi aturan AD/ART KM FIB Unmul. Menurutnya mekanisme pemilihan ketua harus melibatkan delegasi lembaga, UKM dan juga perwakilan kelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun realitanya, mekanisme yang dijalankan DPM hanya melibatkan golongan tertentu saja,&rdquo; ujar Vicky melalui <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pengakuan Vicky, saat digelarnya kongres FIB pada 19 Januari lalu, ia sempat menunda jalannya kongres. Di sana ia mempertanyakan pemilihan ketua DPM FIB yang menurutnya memiliki mekanisme yang tidak jelas. Pihak DPM FIB saat itu hanya diam dan tak dapat menunjukkan landasan hukum serta bukti rekomendasi dari Himpunan Mahasiswa (Hima) Sastra Indonesia (Sasindo) FIB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dalam forum yang digelar DPM FIB, Vicky curiga TAP yang dibuat oleh DPM FIB baru dibuat, sebab nomor TAP tak berurutan. Seperti TAP 01 tentang mekanisme pemilihan ketua DPM dan anggota tetap pada Desember, sedang TAP 02 beirisi tentang pemira November lalu. &quot;Kalau misalnya memang sudah dibuat sebelumnya, pastinya saat kongres bisa menunjukkan. Mereka hanya diam saja kemarin, malah beretorika,&quot; ujar Ketua BPPR pemira FIB lalu.</p><p style="text-align: justify;">Vicky juga sempat dikatakan menahan berkas Pemira BEM FIB. Namun ia mengatakan bahwa tidak menahan, hanya menjalankan TAP DPM Nomor 02 pasal 9 ayat 2 yaitu memelihara arsip dan dokumen Pemira BEM FIB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalaupun sebelumnya diminta menyerahkan, pastinya sudah saya serahkan. Toh mereka saja tidak meminta. Pas kongres aja DPM tidak LPJ-an,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Klarifikasi DPM FIB Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Terpisah, kepada <em>Sketsa</em> Aulia mengatakan bahwa gugatan Vicky tak rasional dan mempermasalahkan hal yang kurang penting. Menurutnya, apa yang sudah ditetapkan oleh DPM FIB adalah sah.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menepis pernyataan Vicky yang menuding pihak DPM FIB tak mampu memberikan bukti rekomendasi Hima Sasindo. &quot;Sudah dijelaskan kok sama ketua sebelumnya. Pasti Vicky enggak dengar. Kita bacakan TAP aja dia enggak dengar. Sampai dia bilang enggak ada TAP-nya, padahal sudah jelas dibacakan,&quot; ungkap mahasiswa 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Ihwal penomoran TAP yang rancu diakui merupakan kesalahan pihak DPM sebab administrasi yang bermasalah dan keterbatasan SDM. Pun Aulia juga menyayangkan sikap Vicky yang sempat melontarkan kata-kata yang dirasa menyinggung pihak DPM melalui akun sosial media miliknya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak seharusnya begitu. Karena internal kami kurang baik, lantas orang luar mengubrak-abrik rumah kami. Selama ini dia ke mana aja? Kok tiba-tiba muncul kayak <em>hero</em>. Lah, nyentuh dan tahu DPM saja tidak,&quot; ungkapnya kesal.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan pemilihan ketua umum tentunya telah dirumuskan dalam AD/ART, yang mengatakan bahwa syarat pemilihan ketua umum ialah adanya rekomendasi dari lembaga dan UKM. Dikatakannya, bukti rekomendasi tersebut telah diperlihatkan dalam forum itu.</p><p style="text-align: justify;">Polemik ini tentunya turut menyeret ketua DPM FIB sebelumnya. Berdasarkan pantauan <em>Sketsa</em>, Faqih melakukan <em>walkout</em> dalam forum tersebut. <em>Sketsa</em> mencoba mengonfirmasi hal itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak ada alasan yang spesifik sih. Waktu itu pembahasan makin melebar ke luar konteks forum, malah enggak kondusif. Jadi dari pada buang-buang waktu, dan juga memang sudah melebihi batas waktu,&quot; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Sedang soal TAP yang dipermasalahkan Vicky, Faqih menjelaskan bahwa DPM memiliki hak untuk mengeluarkan TAP menyesuaikan kondisi yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;TAP itu sebagai penjelas AD/ART. Misal dirasa kurang dan belum ada yang atur tentang suatu aturan tertentu. Kondisional aja sih, kalo DPM perlu buat lanjutnya di rapat lagi,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, tak ada tindak lanjut dari pertemuan tersebut. Pihak DPM FIB mengklarifikasi bahwa apa yang digugat Vicky tidak benar. Sedang Vicky mengaku belum puas dengan forum yang digelar beberapa waktu lalu. Menurutnya belum ada mufakat dan adanya intervensi kepada moderator untuk langsung menutup forum. Namun ia mengaku belum ada langkah teknis yang akan dilakukan. <strong>(<em>erp/snh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ngegas BEM FEB, Kupas Isu Smart City </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ngegas-bem-feb-kupas-isu-smart-city/baca </link>
<guid> ngegas-bem-feb-kupas-isu-smart-city </guid>
<pubDate> Fri, 08 Feb 2019 13:24:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ngobrol Ekonomi dan Gagasan, salah satu program kerja dari Kabinet Muda Melesat, BEM FEB Unmul. (Sumber foto: Dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ngegas-bem-feb-kupas-isu-smart-city/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7iRMXv9MBa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ngegas BEM FEB, Kupas Isu Smart City</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Kamis (7/2) lalu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakutas Ekonomi dan Bisnis (FEB) &nbsp;menggelar diskusi terbuka. Ini merupakan salah satu program kerja dari Kabinet Muda Melesat yang diberi nama Ngegas, akronim dari Ngobrol Ekonomi dan Gagasan. Acara yang dimulai sejak pagi ini berlangsung di lantai 3 gedung dekanat FEB. Mengangkat tema &ldquo;Smart City Samarinda, Kota Masa Depan atau Hanya Impian?&rdquo;, berhasil menarik atensi puluhan mahasiswa yang hadir pada pagi hari itu. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber yang berasal dari berbagai latar belakang dan juga kompeten di bidangnya. Acara ini dibuka langsung oleh Yunus Tete Konde, Wakil Dekan III FEB.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi yang dibuka untuk umum ini dipandu oleh Nurmina, mahasiswi FEB, yang juga merupakan Kepala Departemen KPSDM. Suparmin, Kepala Bidang Aplikasi dan Layanan <em>E-Goverment</em> Diskomfinfo mengatakan bahwa program ini sudah dicanangkan sejak tahun 2016 silam, dan Samarinda merupakan salah satu kota yang menerapkan <em><em>smart city&nbsp;</em></em>di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam <em><em>smart</em> city</em> ada indeks, seperti indeks kualitas hidup. Mencakup indeks pendidikan, kemiskinan, kesehatan, dan lain sebagainya. Ujung dari pengelolaan <em>smart city</em> ialah peningkatann kualitas hidup,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini juga menghadirkan Nurul Fatimah, Dosen Hukum dari Universitas 17 Agustus Samarinda. Dikatakan Nurul,<em>&nbsp;smart city</em> telah berlandas hukum dari Peraturan Walikota Nomor 8 tahun 2018. Menurutnya <em>smart city&nbsp;</em>lebih ke kolaborasi dari berbagai <em>stakeholder,</em> sedang teknologi hanya sebatas alat. Dengan menerapkan <em>smart city</em>, berarti akan memberikan keuntungan bagi masyarakat. Ini tentunya akan berpengaruh terhadap penghematan biaya dan bernilai lebih efisien karena berbagai aktivitas dapat dilakukan melalui aplikasi. Ia juga mengatakan, dari sisi hukum, belum ada regulasi yang mengatur terkait perlindungan data.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akan ada penggunaan data secara besar-besaran yang isinya data pribadi. Tidak hanya pemerintah tapi juga swasta. Kita belum punya undang-undang khusus terkait perlindungan data pribadi,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Subandi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, mengatakan sejauh ini beberapa telah menerapkan sistem <em>online.</em> Di antaranya di bidang kuliner dan perhotelan. Namun, karena terkendala anggaran, sebagian besar lainnya belum dapat diterapkan. Termasuk juga pemasangan CCTV di Samarinda yang dinilainya belum maksimal juga karena keterbatasan anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Gusti Noorlitaria, selaku Dosen FEB Unmul juga menilai tak jauh berbeda dengan narasumber lainnya. Kehidupan di saat ini tak dapat terlepas dari teknologi. Semakin kompleksnya kebutuhan hidup menuntut kita untuk harus memiliki program<em>&nbsp;smart city</em> untuk mempermudah dalam mengakses banyak hal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Poinnya adalah komunikasi ke masyarakat terkait <em>smart city</em>, karena masih banyak yang tidak tahu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, Rusman Ya&rsquo;qub Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Kalimantan Timur menilai <em>smart city</em> dapat mengintegrasikan teknologi informasi dengan tata kelola pemerintahan dan memudakan kerja pemerintah. Bagi Rusman, dalam menerapkan <em>smart city</em> Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) perlu dibuka, karena butuh keterlibatan masyarakat. Ia juga sepakat dengan Gusti, menurutnya <em>smart city</em>&nbsp; sendiri masih perlu digencarkan melalui publikasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan-jangan pihak pemerintah sendiri juga belum tahu,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Mohammad Reza Munandar Gubernur BEM FEB 2019 mengatakan, dalam <em>smart city</em> ada peran masyarakat dan pemerintah, ada pemangku jabatan ada juga penanggung jawab. Ia juga mengaku sudah dua tahun belakangan BEM FEB turut mengawal isu ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nantinya dengan Aliansi Garuda Mulawarman, bakal ada audiensi terkait isu <em>smart city,</em>&rdquo; bebernya. <em><strong>(bip/adl/els)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Indah Pada Waktunya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/indah-pada-waktunya/baca </link>
<guid> indah-pada-waktunya </guid>
<pubDate> Sat, 09 Feb 2019 12:15:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi oleh Alisya Jasmin, mahasiswi Ilmu Ekonomi, FEB 2017.
(sumber ilustrasi: google.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/indah-pada-waktunya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iFvNTr7eIi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Indah Pada Waktunya</h1>
			              </header>
			              <p>Impian, khayalan belaka yang absolut</p><p>Impian ku, terkadang di anggap remeh dan tak pantas</p><p>Di pandang sebelah mata, bagaikan diri tak layak untuk berangan-angan</p><p><br></p><p>Tetapi tidak akan di ambil hati</p><p>hanya mengibaratkan, seperti butiran sampah yang perlu di bersihkan lalu dibuang</p><p>memaksimalkan ikhtiar untuk termanifestasi impian</p><p>Memang tidak mudah bahkan memerlukan waktu yang lama</p><p>Tapi usaha tidak akan menghianati hasil &ldquo;kata pepatah&rdquo;</p><p><br></p><p>Menggali potensi diri, mencari kemampuan</p><p>Menekuni tanpa ragu dan pantang menyerah</p><p>Merealisasikan, agar dapat ku bungkam kan mereka yang pernah mencibir</p><p><br></p><p>Kini melek kan matamu dan lihatlah dengan tegak</p><p>Dia yang dahulu kau remehkan, menjelma bak pemimpin dihormati khalayak</p><p>Dan ingatlah semua akan indah pada waktunya</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Alisya Jasmin, mahasiswi Ilmu Ekonomi, FEB 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rahmat Aprilian Putra, Duta Global Goals Action Indonesia 2019 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/rahmat-aprilian-putra-duta-global-goals-action-indonesia-2019/baca </link>
<guid> rahmat-aprilian-putra-duta-global-goals-action-indonesia-2019 </guid>
<pubDate> Sat, 09 Feb 2019 12:45:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rahmat Aprilian Putra, Duta Global Goals Action Indonesia 2019. (Sumber foto: Dok. Pribadi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/rahmat-aprilian-putra-duta-global-goals-action-indonesia-2019/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EL0lZGJDAl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rahmat Aprilian Putra, Duta Global Goals Action Indonesia 2019</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Baru-baru ini sosok Rahmat Aprilian Putra cukup menarik perhatian, karena pelabelannya sebagai duta Global Goals Action Indonesia 2019 di Hotel Grand Season Kuala Lumpur, Malaysia pada 20 sampai 22 Januari kemarin. Bahkan potretnya menggunakan setelan jas lengkap dengan pin garuda pada kerah kirinya sembari menguntai senyum juga mengisi laman web universitas yang turut berbangga dengan prestasinya itu. Diketahui bahwa ada 150 perwakilan dari 24 negara yang turut hadir pada acara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pada pagi (6/2) di pelataran gazebo Perpustakaan Unmul, awak <em>Sketsa</em> berkesempatan mewawancarai mahasiswa semester akhir Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul tersebut. Kepada <em>Sketsa</em>, Rahmat bercerita bahwa ada 8 organisasi internasional yang ia geluti sekarang, di mana ia menjadi pengurus inti pada 5 di antaranya. Beberapa organisasi yang ia ikuti adalah Sustainable Development Goals sejak 2018 lalu dan Discovery Nerwork Asia sejak 2016.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya di luar kampus, Rahmat juga berujar bahwa ia juga turut mengaktifkan diri pada organisasi di kampus. &quot;Di kampus saya aktif di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) FISIP dan sekarang menjabat sebagai ketua,&quot; ungkapnya. Ia juga mengungkapkan bahwa alasan awal aktif di organisasi adalah untuk mengisi waktu luang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tugas punya mahasiswa FISIP itukan cenderung sedikit ya, kalau dibandingkan dengan beberapa fakultas lain di Unmul. Jadi ya awalnya mau isi waktu nganggur aja,&quot; tuturnya sembari senyum.</p><p style="text-align: justify;">Mengulik hidupnya ke belakang, Rahmat mengungkapkan kalau keaktifannya mengikuti kegiatan di luar jam belajar itu dimulai sejak ia SMA. &quot;Hanya saja waktu SMA zaman saya, masih minim kegiatan kayak di kampus gini, paling banter itu saya ikut OSIS,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Soal kedisiplinan dan taat pada aturan menjadi hal yang paling diprioritaskan oleh keluarga saya,&quot; ungkap pemuda yang lahir dan besar di tanah Handil tersebut saat ditanya mengenai lingkungan tinggalnya. Rahmat pun mengatakan pemikiran seperti itu diterapkan keluarganya karena dulu buyutnya adalah anggota militer ditambah kepribadian orang tuanya yang tegas dan <em>to the point</em>.</p><p style="text-align: justify;">Rahmat juga berujar untuk dapat mengikuti kegiatan seperti dirinya di Kuala Lumpur tidak perlu ahli dalam Bahasa Inggris. &quot;Yang paling penting itu sebenarnya ada kemauan dan percaya diri,&quot; beber Rahmat. Menurutnya sebagian pemuda Indonesia itu tidak sedikit gagasan kreatifnya, hanya saja masih kurang soal kepercayaan diri. <strong>(<em>ara/ycp/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mencederai Pergerakan Wartawan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mencederai-pergerakan-wartawan/baca </link>
<guid> mencederai-pergerakan-wartawan </guid>
<pubDate> Sat, 09 Feb 2019 14:54:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Wartawan. (Sumber: Okezone news) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mencederai-pergerakan-wartawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/j2Lsspyclp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mencederai Pergerakan Wartawan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Nuansa Hari Pers Nasional kali ini terasa berbeda. Nama AA Narendra Prabangsa, belakangan kerap muncul di berbagai media. Prabangsa merupakan wartawan Radar Bali yang tewas terbunuh. Hari ini, hampir genap satu dekade pasca tragedi pembunuhan yang didalangi oleh Nyoman Susrama tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa bulan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 pada 7 Desember 2018. Keputusan ini bak angin tak sedap bagi insan pers di seluruh Indonesia. Mungkin lebih tepatnya dikatakan sebagai kado buruk jelang Hari Pers Nasional (HPN), begitu lah sebagian orang menyebutnya. Hal ini tentu menjadi perbincangan publik dari berbagai kalangan, bahkan (mungkin) ada beberapa orang yang baru tahu persoalan ini. Miris memang, tapi apa boleh buat.</p><p style="text-align: justify;">Informasi: Keppres itu berisi tentang pemberian remisi kepada 115 narapidana di mana nama Susrama termasuk dalam daftar. Adanya remisi tersebut seperti menguliti napas keadilan bagi insan pers. Sebab sepanjang napak tilas, baru kali ini vonis berat dijatuhkan pada pelaku kekerasan terhadap wartawan.</p><p style="text-align: justify;">Kekerasan terhadap wartawan sejak dulu telah ada berjalan beriringan dengan semakin tajam dan kritisnya tulisan itu. Bukan suatu kewajaran, tapi kebengisan para oknum yang tak terima kebejatannya diungkap oleh media. Bahkan beberapa kasus pembunuhan dan kekerasan lainnya terhadap wartawan Indonesia hingga kini tak pernah diungkap. Salh satunya wartawan senior Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin. Seorang wartawan Harian Bernas Yogyakarta yang dibunuh pada 16 Agustus 1996 karena pemberitaan mengenai dugaan korupsi di Bantul.</p><p style="text-align: justify;">Ada pula Ersa Siregar, wartawan RCTI, tewas pada 29 Desember 2003 di Aceh, Herliyanto, wartawan Tabloid Delta Pos Sidoarjo tewas pada 29 April 2006, Ardiansyah Qomar Wibisono Matrais, wartawan TV lokal Merauke, ditemukan tewas di Sungai Maro pada 29 Juli 2010, Alfred Mirulewan, wartawan tabloid Pelangi, tewas pada 18 Desember 2010. Dan masih banyak lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data statistik yang diperoleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dalam <em>Tempo.co&nbsp;</em>bahwa setidaknya terdapat 64 kasus kekerasan terhadap wartawan pada 2018, sebanyak 60 kasus pada 2017, 81 kasus pada 2016. Adapun jenis kategori kekerasan antara lain pengusiran, kekerasan fisik, dan pemidanaan karya jurnalistik.</p><p style="text-align: justify;">Kalau bukan kekerasan, ya, pemberedelan. Beginilah kondisi pers di negeri yang katanya menganut sistem demokrasi ini. Sebagaimana telah diketahui, kebebasan pers merupakan salah satu dari empat pilar demokrasi setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Namun kenyataannya, hal itu tak lagi diindahkan fungsinya.</p><p style="text-align: justify;">Padahal wartawan dalam melaksanakan tugasnya telah diatur jelas dan dilindungi dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang mengatakan bahwa pers berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Bahkan ada pula kode etik jurnalistik sebagai pedoman wartawan dalam menegakkan integritas dan profesionalitas.</p><p style="text-align: justify;">Pada Pasal 4 ayat (2) UU Nomor 40 Tahun 1999 berbunyi <em>&ldquo;Terhadap &nbsp;pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan &nbsp;penyiaran.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Pasal 4 ayat (3) berbunyi <em>&ldquo;Untuk menjamin &nbsp;kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan &nbsp;menyebarluaskan gagasan dan informasi.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Adapun sanksi yang dialamatkan kepada oknum yang menghalangi kerja wartawan juga termaktub di dalam pada Pasal 18 ayat (1) berbunyi <em>&ldquo;Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan &nbsp;tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal &nbsp;4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau &nbsp;denda paling banyak Rp500 juta.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Maka dengan demikian, sebagai masyarakat khususnya dalam hal ini kita sebagai mahasiswa sudah sepantasnya untuk dapat memahami Undang-Undang Pers. Penegakkan hukum yang tegas juga menjadi penting agar pelaku kekerasan wartawan mendapatkan efek jera. Dan agar tak ada seorang pun yang bertindak sekehendak hatinya, mencabik napas dan semangat pergerakan pers di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Ditulis oleh Uswatun Hasanah, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2015.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terlalu Tampan: Menjadi Rupawan Tidak Seindah yang Dibayangkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/terlalu-tampan-menjadi-rupawan-tidak-seindah-yang-dibayangkan/baca </link>
<guid> terlalu-tampan-menjadi-rupawan-tidak-seindah-yang-dibayangkan </guid>
<pubDate> Sun, 10 Feb 2019 12:50:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terlalu Tampan sudah dibaca 9 juta kali di Line Webtoon. Visinema berusaha mengangkatnya jadi film layar lebar. (Sumber: beritagar.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/terlalu-tampan-menjadi-rupawan-tidak-seindah-yang-dibayangkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2UfZwvrWWZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Terlalu Tampan: Menjadi Rupawan Tidak Seindah yang Dibayangkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Produser: Nurita Anandia<br>Sutradara: Sabrina Rochelle Kalangie<br>Pemeran: Ari Irham, Nikita Willy, Rachel Amanda, Calvin Jeremy, Dhimas Danang, Tarra Budiman, Iis Dahlia, Marcellino Lefrandt<br>Distributor: Visinema Pictures<br>Tanggal Rilis: 31 Januari 2019</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menjadi seseorang dengan visual yang sempurna adalah impian banyak orang. Memiliki paras yang rupawan merupakan sebuah anugerah, karena hal tersebut menjadikan dirimu selalu dipuja-puja dan diidolakan oleh banyak orang.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tidak bagi Witing Tresno Jalaran Soko Kulino yang biasanya dipanggil Kulin ini. Kulin (Ari Irham) adalah seorang remaja yang sangat tampan. Ketampanan Kulin sendiri bukanlah sebuah keajaiban, tetapi semua keluarga Kulin juga tampan, yakni Pak Archewe (Marcellino Lefrandt), Bu Suk (Iis Dahlia), dan Mas Okis (Tarra Budiman).</p><p style="text-align: justify;">Setiap Kulin keluar rumah, ia selalu dikejar-kejar oleh perempuan. Semua perempuan yang melihat Kulin tergila-gila sebab rupanya yang begitu tampan. Karena Ketampanannya yang berlebih, Kulin tidak bisa menjalani hidup dengan normal. Kulin mengikuti <em>homeschooling</em>, dan melakukan kesehariannya di rumah saja. Ia sangat jarang bersosialisasi dengan orang lain kecuali dengan keluarganya.</p><p style="text-align: justify;">Keluarga Kulin khawatir dengan keadaan Kulin yang seperti itu. Sehingga, Mas Okis membuat skenario bersama Pak Archewe dan Bu Suk agar Kulin mau keluar dari zona nyamannya. Skenario tersebut berhasil membuat Kulin berhenti <em>homeschooling</em> dan memutuskan untuk sekolah di SMA khusus pria, yaitu SMA Horridson.</p><p style="text-align: justify;">Kehidupannya setelah masuk SMA Horridson tidaklah mudah. Di hari pertamanya masuk sekolah, Kulin membuat gurunya pingsan karena ketampanannya, dan Kulin dipaksa menyerahkan proposal <em>prom night</em> gabungan ke SMA BBM yang merupakan SMA khusus perempuan bersama Kibo (Calvin Jeremy), sahabatnya hingga Kulin terpaksa mengekspos ketampanannya didepan seluruh siswi SMA BBM yang membuat seluruh siswi histeris, dan mengalami efek samping seperti mimisan, shock ringan, hingga pingsan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bahkan Amanda (Nikita Willy) yang merupakan Ratu SMA BBM juga mimisan karena ketampanan Kulin. Kulin kesulitan karena kehidupannya tiba-tiba yang berubah drastis bahkan hampir ingin bunuh diri, tetapi di saat ingin terjun, Kulin bertemu Rere (Rachel Amanda) yang ternyata tidak terpengaruh terhadap ketampanan Kulin, dan membuat Kulin jatuh cinta pada Rere.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana kisah Kulin selanjutnya dalam menjalani hari-harinya di SMA Horridson? Film yang diadaptasi dari <em>Webtoon</em> dengan judul yang sama ini dikemas dengan sangat apik, dimulai dari CGI yang menarik, serta sajian unsur komedi dan romantis yang seimbang, sangat <em>fresh</em> dan tidak lebay.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun alurnya masih banyak yang janggal, tetapi film ini berhasil membuat penonton tertawa sekaligus sedih, karena Film ini tidak hanya menitikberatkan terhadap sisi komedinya saja, namun juga memberikan moral value untuk penonton, bagaimana arti persahabatan dan pentingnya untuk keluar dari zona nyaman. Film ini sangat cocok ditonton bersama keluarga dan teman-teman terdekat, buruan ke bioskop terdekatmu dan saksikan ketampanan dan kekocakan keluarga Kulin! <strong><em>(rth/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ainur, Duta Kesehatan yang Sulap Kampung Hepar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/ainur-duta-kesehatan-yang-sulap-kampung-hepar/baca </link>
<guid> ainur-duta-kesehatan-yang-sulap-kampung-hepar </guid>
<pubDate> Sun, 10 Feb 2019 13:44:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ainur bersama tim dalam agenda Pimnas 31 di UNY. (Sumber: Humas Unmul) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/ainur-duta-kesehatan-yang-sulap-kampung-hepar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bMeZRFt3Zj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ainur, Duta Kesehatan yang Sulap Kampung Hepar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sore itu di Gazebo Fakultas Kedokteran (FK) Unmul, Ainur Basirah Mulya atau biasa disapa Ainur tengah duduk sembari memakan kurma saat di jumpai awak <em>Sketsa</em>, Jumat (1/2). Siapa dia? Ainur merupakan sosok mahasiswa yang mampu mengubah sebuah perkampungan kumuh menjadi lebih layak untuk di kunjungi.</p><p style="text-align: justify;">Kampung Hepar namanya. Hepar sendiri adalah singkatan dari <em>Healthy, Colour Up, and Recreation</em>. Sebelum berubah nama menjadi Kampung Hepar, dulunya kampung ini disebut Kampung Pulung karena berada di daerah TPA Gunung Sampah, Suryanata dan di huni oleh para pemulung. Pemilihan kata Hepar pun di pilih Ainur karena unik dan menarik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Diambilah istilah dari bidang kedokteran. Mungkin banyak orang yang mengira bahwa orang-orang yang tinggal di kampung itu banyak yang memiliki penyakit hati. Tapi sebenarnya Hepar sendiri ini adalah akronim,&quot; ujar mahasiswa asal Sulawesi Barat ini.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada awal tahun 2016 Ainur sudah pernah melakukan kegiatan sosial di Kampung Hepar dengan lembaga eksternal. Namun, bersama tiga kawannya yang berasal dari fakultas yang berbeda yakni Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mencoba memasukan proposal mengenai Kampung Hepar pada PKM (Program Kreatif Mahasiswa). Nasib baik pun jatuh kepada mereka hingga melaju ke nasional pada tahun 2017, hingga pelaksanaanya pun dapat berjalan hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Fokus kegiatan yang dilakukan sendiri ada empat bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Mulai dari memberikan penyuluhan kesehatan sebulan sekali, memberikan materi pendidikan seperti matematika dan bahasa inggris bagi anak-anak, hingga mengajarkan keterampilan bagi ibu-ibu Kampung Hepar membuat Boneka Gizi (Bogi).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi mereka menjahit isi boneka bekas yang didapat kemudian di cuci baru kemudian dibuat baru lagi,&quot; kata Ainur.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk urusan lingkungan, Ainur mengaku cukup sulit untuk mencari solusinya. Terlebih daerah Kampung Hepar berdampingan dengan gunungan sampah. &ldquo;Soalnya susah geraknya di lingkungan seperti itu, letaknya di samping TPA makanya permasalahan lingkungannya kompleks, jadi susah,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain menjadi penggiat lingkungan, Ainur juga cukup aktif dalam kegiatan kampus. Dia juga aktif mengikuti berbagai lomba, salah satu nya adalah pada Oktober 2018 lalu. Dalam ajang IMSHA (Indonesian Medical Student Health Ambassador) dari ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) yang mana Ainur terpilih sebagai Duta Kesehatan se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Ainur menjelaskan bahwa untuk meraih gelar Duta Kesehatan se-Indonesia, dia harus beradu program kerja dengan barbagai perwakilan mahasiswa kedokteran di Indonesia. Adapun program kerja yang dibawa Ainur adalah Transformasi Kesehatan pada Anak Melalui Dongeng. &ldquo;Jadi bagaimana pengaruh dongeng ini dapat meningkatkan kemauan anak-anak untuk makan sehat. Saya fokusnya ke <em>stunting</em>, masalah gizi remaja, gizi anak, dan gizi seimbang.&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi Duta Kesehatan, membuat Ainur aktif dalam mengampanyekan gerakan kesehatan. Dia pun cukup aktif dalam membagi pengetahuannya dengan menjadi pemateri dalam berbagai acara. Seperti talkshow yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, mengisi materi tentang Makan Sehat ala Milenial di RRI, hingga berkunjung ke TK untuk mendongeng tentang gizi kepada anak-anak. Selain itu Ainur juga melaksanakan gerakan pola hidup sehat, dalam kesehariannya sebagai mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya jaga makan, bekal sendiri, masak sendiri pokoknya gizinya harus seimbang. Soalnya supaya enggak koar ke mana-mana gizi seimbang, sekalinya balik ke <em>kos</em> malah makan mi. Lucu kan ya,&quot; timpalnya.</p><p style="text-align: justify;">Ainur yang aktif tentu sangat disibukkan dengan berbagai kegiatan, baik internal maupun eksternal kampus. Belum lagi jadwal kuliah dan praktikum di FK yang cukup padat. Sehingga dia dituntut untuk mampu bisa membagi waktu untuk setiap kegiatan yang dilakukan. Salah satu yang dilakukan Ainur adalah dengan selalu mencatat di buku agenda yang selalu dibawa ke mana-mana, agar selalu jadi pengingat.</p><p style="text-align: justify;">Karena jadwal kuliah yang cukup padat, kegiatan internal maupun eksternal kampus juga cukup banyak, Ainur pun di tuntut untuk pintar membagi waktu. Ia menceritakan bagaimana diri nya bisa konsisten dalam hal membagi waktu untuk semua kegiatannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi semuanya ditulis, memang istikamah itu susah. Kalau ringan namanya istirahat. Jadi buku ini harus sering dibawa, jadinya bisa diisi terus. Kalau ada agenda diisi dan kalau menurutku ini jadi kebutuhan makanya bisa konsisten buat <em>ngisi</em>.&rdquo; <strong>(<em>fir/ara/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosialisasi Relawan KPU, Mengenalkan dan Membangun Atensi Pemilu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosialisasi-relawan-kpu-mengenalkan-dan-membangun-atensi-pemilu/baca </link>
<guid> sosialisasi-relawan-kpu-mengenalkan-dan-membangun-atensi-pemilu </guid>
<pubDate> Mon, 11 Feb 2019 14:15:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Awak Sketsa berfoto dengan Relawan Demokrasi selepas agenda sosialisasi basis pemilih muda. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosialisasi-relawan-kpu-mengenalkan-dan-membangun-atensi-pemilu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/waPDgY2szn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sosialisasi Relawan KPU, Mengenalkan dan Membangun Atensi Pemilu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Jumat (8/2) sekretariat <em>LPM Sketsa</em> nampak terlihat lebih ramai. Selain dipadati oleh anggota <em>LPM Sketsa</em>, turut hadir beberapa rekan mahasiswa dari LDK FISIP Unmul. Siang itu akan diadakan sosialiasi pemilihan umum (Pemilu) yang dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui perwakilannya, Relawan Demokrasi basis pemilih muda. Ini merupakan bentukan KPU yang bertugas untuk mensoasialisasikan pemilu sejak akhir Januari lalu. Saat itu hadir empat relawan, yakni Iqbal dan Deni, beserta dua rekan relawan lainnya. Berasal dari basis pemilih muda, yang menyasar kepada mahasiswa Samarinda yang tidak dapat pulang ke kampung halaman saat hari pemilihan 17 April nanti.</p><p style="text-align: justify;">Membuka sosialisasi pada siang itu, Iqbal menerangkan Pemilu kali ini terdapat beberapa hal yang berbeda dari sebelumnya. Bukan hanya untuk memilih anggota legislatif yaitu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, DPR Provinsi, DPR kota/kabupaten serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD), tetapi juga untuk menentukan pilihan presiden serta wakil presiden. Oleh karenanya, pemilih akan mendapatkan lima surat suara, terdiri dari surat suara abu abu untuk memilih capres dan cawapres, merah untuk memilih anggota DPD, kuning untuk memilih DPR RI, biru untuk memilih DRPD Provinsi dan hijau untuk memilih DPRP kota/kabupaten.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui apakah kita sudah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum, dapat mengunjungi laman <a href="https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id.">https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id.</a> DPT sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu DPT yang terdaftar di KPU, DPT B atau daftar pemilih tambahan dan juga daftar pemilih khusus. Jika identitas belum terdaftar dalam DPT, maka sebelum pemilu dilaksanakan, dianjurkan untuk mengunjungi TPS terdekat dengan membawa e-KTP serta <em>fotocopy</em> kartu keluarga, dan selanjutnya akan terdaftar sebagai pemilih tambahan. Namun jika belum mengurus DPT hingga hari pencoblosan, maka diberi ketetapan dapat mengikuti pemilihan setelah pukul 12.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Pemilu yang akan dilaksanakan dalam satu hari dan di hari kerja menjadi salah satu pertimbangan bagi sebagian besar perantauan, khususnya mahasiswa. Memilih pulang kampung untuk ikut menyumbang hak suara atau bertahan di tanah rantau saja. Iqbal mengatakan bahwa mahasiswa tetap dapat memberikan pilihannya di pemilu nanti. Namun bagi pemilih yang berada di tanah rantau atau berada di luar daerah asal harus mengurus formulir A5 yang telah disediakan KPU. Pesryaratan untuk mendapat formulir A5 dengan membawa <em>fotocopy</em> KTP, jika tidak ada maka dapat membawa surat keterangan pengganti KTP serta nomor kartu keluarga. Pengumpulan persyaratan formulir A5 dapat dilakukan secara kolektif, batas pendaftaran A5 sendiri hingga 17 Februari ini. Untuk mengurus formulir A5 ini juga dapat diwakilkan, asalkan tetap membawa <em>fotocopy</em> KTP calon pemilih.</p><p style="text-align: justify;">Meski tetap dapat berpartisipasi dalam pemilu nanti, namun pemilih yang telah memperoleh formulir A5 tidak dapat menerima lima surat suara layaknya pemilih yang berada di wilayah domisilinya. Para perantau ini hanya dapat menerima tiga surat suara yaitu, surat suara untuk memilih capres dan cawapres, DPR RI serta surat suara DPD. Sedangkan bagi mereka yang berasal dari luar Kalimantan Timur hanya dapat menerima satu suara suara yaitu, suarat suara capres dan cawapres.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir penyampaiannya, Iqbal menekankan bahwa sudah selayaknya pemilu yang pertama kalinya digelar bersamaan untuk pemilihan capres cawapres serta anggota legislatif ini tak lepas dari peranan generasi muda yang ikut berkontribusi. Ia juga berpesan agar calon pemilih dapat menghindari <em>money politic</em> yang kerap timbul mendekati pemilu seperti saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebagai bagian dari <em>agent of change</em>, kita juga harus menciptakan pemilu yang berkualitas. Kita tidak hanya jadi pemilih, peran kita juga mengawasi jalannya pemilu. Karena bukan suatu rahasia lagi <em>money politic</em> itu di berbagai daerah. Itu sebuah penghinatan,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Relawan Demokrasi KPU Samarinda basis pemilih muda sendiri pertama kali melakukan sosialisasi kepada <em>LPM Sketsa Unmul&nbsp;</em>dan LDK FISIP Unmul. Setelah itu, timnya berencana akan melakukan sosialisasi ke asrama putera serta puteri Paser, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan juga Poltekkes. &quot;Rencananya sih kita akan ke seluruh fakultas dan universitas, tapi kita coba memaksimalkan waktu yang ada dulu,&rdquo; terang Iqbal ditemui setelah sosialisasi.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengatakan untuk saat ini KPU lebih menyasar kepada pemilih pemula yang didominasi para pelajar SMA yang telah memiliki KTP. Tujuannya adalah untuk membangkitkan rasa demokrasi di kalangan pelajar. Untuk diketahui, persentase partisipasi masyarakat untuk ikut mencoblos semakin menurun. Berdasarkan data yang diperoleh dari <em>merdeka.com</em>, pemilu pada tahun 1977 dan 1982, yakni mencapai 96,5%. Pada pemilu 1992 tingkat partisipasi politik pemilih mencapai 95,1%.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di tahun 1997 tingkat partisipasi semakin menurun hingga ke angka 93,6%. Disusul pada tahun 1999 dengan 92,6%. Angka partisipasi yang memprihatinkan terjadi pada Pemilu 2004, yakni turun hingga 84,1%. Pada pilpres putaran pertama, tingkat partisipasi politik pemilih mencapai 78,2% sedangkan pada putaran kedua mencapai 76,6%. Dalam pemilu legislatif tahun 2009 silam, tingkat partisipasi politik pemilih semakin menurun yaitu hanya mencapai 70,9%. Sementara pilpres 2009 tingkat partisipasi politik pemilih mencapai 71,7% dan di tahun 2014 dengan 75,2%.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal berharap dengan adanya Relawan Demokrasi dapat meningkatkan antusiasme para pemilih untuk ikut serta dalam pemilu. &quot; Karena, kalau bukan kita siapa lagi yang akan berperan aktif dalam pemilu,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>sii/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mindanao di Indonesia: Cermin Mispersepsi dan Lemahnya Literasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mindanao-di-indonesia-cermin-mispersepsi-dan-lemahnya-literasi/baca </link>
<guid> mindanao-di-indonesia-cermin-mispersepsi-dan-lemahnya-literasi </guid>
<pubDate> Tue, 12 Feb 2019 12:04:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Potret anak-anak yang melewati sungai menuju sekolah di Mindanao, Filipina. (Sumber: detikNews) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mindanao-di-indonesia-cermin-mispersepsi-dan-lemahnya-literasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7AyxjnAz6m.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mindanao di Indonesia: Cermin Mispersepsi dan Lemahnya Literasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Mungkin masih segar diingatan kita bahwa dalam berita BBC yang sempat dikutip oleh <em>detikcom</em> mengenai perjuangan anak-anak di Mindanao, Filipina untuk pergi ke ke sekolah (31/1) menjadi ramai diperbincangkan oleh netizen, khususnya pada laman Facebook, <em>detikcom</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Uniknya, netizen bukan berkomentar mengenai minimnya sarana transportasi atau peran pemerintah Filipina dalam membangun infrastruktur di daerah tersebut, malah menyerang pemerintah Indonesia serta menyebut Presiden Joko Widodo gagal dalam pembangunan infrastruktur yang selama ini selalu menjadi prioritas dan kebanggaannya. Tidak hanya itu, mereka juga mengaitkan kebijakan utang pemerintah Indonesia yang masih berhubungan dengan pembangunan infrastruktur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bruakakak. Bangun jalan tol sampai ngutang. Tapi nyatanya tetep aja rakyat miskin gak bisa menikmati hadeh rezim sontoloyo,&rdquo; tulis salah satu netizen.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentu saja salah sasaran dan salah kaprah, mengingat Mindanao faktanya berada di Filipina, bukan di Indonesia. Hal ini membuat BBC Indonesia kemudian mengunggah kembali unggahan mereka pada 3 Februari dengan catatan, &ldquo;PS: Mindanao bukan di Indonesia&rdquo;. Pada laman Facebook <em>detikcom</em>, mereka juga menambahkan tagar #filipina.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sampai situ, hal ini kemudian menjadi bahan olok-olok para netizen yang mengetahui fakta tersebut. Dari mengutuki netizen yang &ldquo;asal bunyi&rdquo; dan tidak tahu letak Mindanao, sampai mempertanyakan apa hubungannya dengan capres petahana Joko Widodo.</p><p style="text-align: justify;">Melihat kejadian konyol ini, dapat dikatakan bahwa masih banyak warganet Indonesia yang mispersepsi dan mengonsumsi informasi dari hanya membaca judul. Hal ini tentu sangat sering ditemui di berbagai media sosial, seperti Facebook. Warganet Indonesia tidak terbiasa membaca secara teliti dan menelaah informasi tersebut baik-baik sebagaimana seharusnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebuah studi bertajuk <em>&ldquo;Limited</em><em>&nbsp;Individual Attention and Online Virality of Low-Quality Information&rdquo;</em> (2017) mengatakan bahwa informasi berkualitas rendah cenderung menjadi viral, memberikan interpretasi yang salah dengan volume yang tinggi. Ini membuktikan, bahwa kebanyakan orang sering kali kesulitan menyaring informasi yang tersedia di internet atau media sosial karena banyaknya berita dengan topik yang serupa namun tumpang tindih. Lalu, apakah sebenarnya orang-orang Indonesia tidak peduli?</p><p style="text-align: justify;">Apabila dikaji lebih lanjut, ternyata orang-orang Indonesia juga memiliki tingkat ketidakpedulian serta mispersepsi yang tinggi. Dilansir dari <em>tirto.id</em>, pada studi lembaga spesialis riset pasar asal Inggris, Ipsos MORI, Indonesia secara berturut-turut masuk dalam daftar 10 besar negara dengan indeks ketidakpedulian dan mispersepsi tertinggi pada 2016 hingga 2017.</p><p style="text-align: justify;">Indeks ini didapat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di 40 negara dan distrik mengenai persepsi publik yang salah terhadap kunci dari <em>global issues</em> dan <em>features</em> di negara mereka, misalnya &ldquo;Hampir semua negara berpikir kekayaan lebih merata daripada yang sebenarnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Mispersepsi bisa terjadi karena berbagai faktor, salah satunya karena mengabaikan berbagai detail dan sering kali melibatkan perasaan atau emosi pribadi ketika menemukan fakta yang ada. Mengingat bahwa tahun 2019 ini adalah tahun politik, kini banyak warganet yang seringkali menyambungkan beberapa hal yang sebenarnya tidak berkaitan dengan pesta demokrasi. Padahal tidak semua hal melulu berbau politik.</p><p style="text-align: justify;">Kesalahan persepsi bahwa Mindanao ada di Indonesia sebenarnya tidak jauh-jauh dari tingkat pendidikan dan budaya literasi di Indonesia&mdash;yang masih menjadi PR pemerintahan kita. Tingkat literasi Indonesia tergolong rendah, berdasarkan data dari <em>Programme for International Student Assessment</em> (PISA) mengungkapkan bahwa Indonesia ada di peringkat 64 dari 72 negara yang rutin membaca. Studi PISA juga mengungkapkan bahwa sejak 2003-2015, anak-anak Indonesia masih memiliki gap yang cukup jauh dari standar kemampuan literasi agar dapat bersaing secara global. Bahkan, menurut data dari Central Connecticut State University dalam <em>&ldquo;World&rsquo;s Most Literate Nations&rdquo;</em>, Indonesia berada di peringkat 60.</p><p style="text-align: justify;">Lalu kenapa kondisi ini masih tidak berubah meski pemerintah mengaku telah menggelontorkan banyak dana untuk pendidikan pada APBN kita? Jawabannya, tentu saja karena ada permainan politik dalam bidang pendidikan di Indonesia. Adanya kepentingan politik membuat mereka mudah mengumpulkan sumber daya yang dapat melakukan kontrol politik, ketimbang menciptakan masyarakat cerdas yang kompetitif dan memiliki daya saing global. Hal ini mungkin membenarkan riset dari Lowly Institute di Australia pada <em>&ldquo;Beyond acces: Making Indonesia&rsquo;s Education System Work&rdquo;&nbsp;</em>(2018) di mana mereka menemukan bahwa salah satu masalah utama yang menghambat adalah permainan politik dan kekuasaan dalam bidang pendidikan, khususnya oleh elit politik lama.</p><p style="text-align: justify;">Masih pada euforia pesta demokrasi, sebagai masyarakat saya sangat mengharapkan bahwa selanjutnya pemerintah dapat lebih memperhatikan pendidikan serta literasi di Indonesia sehingga kita dapat siap bersaing secara global dengan kemampuan yang memadai.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, Mahasiswi Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik RUU Permusikan di Indonesia Panen Kritikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-ruu-permusikan-di-indonesia-panen-kritikan/baca </link>
<guid> polemik-ruu-permusikan-di-indonesia-panen-kritikan </guid>
<pubDate> Thu, 14 Feb 2019 11:55:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Polemik RUU Permusikan di Indonesia panen kritikan dan kecaman. (Sumber ilustrasi medcom.id) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-ruu-permusikan-di-indonesia-panen-kritikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Mx0GqdAtAJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik RUU Permusikan di Indonesia Panen Kritikan</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Baru-baru ini tanah air kembali dihebohkan dengan terobosan baru para legislatif di akhir ke pengurusannya. Setelah sebelumnya RUU (Rancangan Undang-Undang) PKS (Penghapusan Kekerasan Seksual) mandek di tengah jalan, kini muncul lagi RUU baru yang cukup menuai kontroversi.</p><p style="text-align: justify;">RUU baru yang menuai kontroversi dan kecaman ini adalah RUU Permusikan. RUU ini disinyalir akan membantu kehidupan para musisi tanah air dan mendongkrak kualitas musik yang ada di Indonesia. Hal tersebut yang menjadi alasan bagi penggagas RUU Permusikan ini. Namun, rupanya publik berkata lain, terutama dari kalangan musisi kondang di Indonesia. Bahkan, sudah merambat sampai sindir menyindir di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>tribunnews.com</em>, penyanyi Rara Sekar turut mengutarakan pendapatnya. Ia berpendapat bahwa ada beberapa ketidakjelasan redaksional dalam beberapa pasal di RUU Permusikan. Tak hanya Rara Sekar, RUU ini juga ternyata telah mendapat 260 penolakan dari kalangan musisi yang tergabung dalam Koalisi Nasional.</p><p style="text-align: justify;">Penyebab RUU ini dikritik berbagai pihak juga beragam. Mulai dari pasal karet, RUU ini juga disebut mengancam kesejahteraan musisi, khususnya musisi <em>independent</em> alias berkarya secara mandiri tanpa label yang menaungi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seperti Pasal 32 ayat 1 yang berbunyi &ldquo;Untuk diakui sebagai profesi, pelaku musik yang berasal dari jalur pendidikan atau autodidak harus mengikuti uji kompetensi,&rdquo; menjadi salah satu pasal yang dikritik lantaran hal ini dianggap tidak perlu.</p><p style="text-align: justify;">Sehubungan dengan hal ini, <em>Sketsa</em> berkesempatan menyambangi salah satu mahasiswa program studi Etnomusikologi di Unmul. Saat dimintai pendapatnya mengenai RUU ini, Ardy Christian mengutarakan bahwa sebenarnya RUU ini bagus, namun masih perlu direvisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya pribadi setuju, hanya saja perlu perbaiki di beberapa bagian,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ardy berpendapat bahwa dalam pasal 32 ayat 1 tersebut perlu mengatur standarisasi para musisi. Ia juga menambahkan bahwa hal ini jelas untuk menciptakan standar yang baik di kalangan musisi agar tidak ada lagi lagu-lagu yang tidak layak berseliweran di ranah permusikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semuanya lebih kepada meningkatkan kualitas, baik dari sisi individu mau pun dari segi musik yang dihasilkan,&rdquo; jelas mahasiswa angkatan 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mencontohkan musik atau lagu yang tidak semestinya berseliweran karena dianggap tidak memiliki standarisasi seperti lagu Lelaki Kardus yang sempat menghebohkan dunia maya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, ia berharap ke depannya agar RUU Permusikan ini ditinjau kembali, baik dari sisi penggagas maupun dari pihak yang menolak. &ldquo;Ada baiknya jika hal ini dibaca baik-baik, secara keseluruhan. Ada sisi positifnya apa enggak<em>.</em>&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Suara lain datang dari salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di FakultasI Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang turut memberikan perhatiannya pada RUU ini. Disambangi di kampus pada (12/02) lalu, Randy Surya Putra selaku Ketua UKM Seni Fasotik mengutarakan kekecewaannya terkait hal ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jujur, saya agak kurang setuju dengan RUU ini. Karena ada beberapa pasal yang saya anggap kurang memihak musisi-musisi <em>low profile</em> yang tersebar di tanah air,&rdquo; ujar Randy sore itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa dalam menciptakan sebuah regulasi yang ke depannya akan diterapkan secara <em>massive</em>, perlu adanya survei atau &nbsp;jajak pendapat apakah hal tersebut memang sangat perlu dibuatkan peraturan atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cukup disayangkan sebenarnya karena hal ini sepertinya tidak melalui pertimbangan dari orang-orang yang mau diatur tersebut (<em>read&nbsp;</em>musisi),&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyayangkan soal akar mengenai rujukan RUU ini yang dikatakan hanya mengambil dari <em>blogspot&nbsp;</em>saja. &ldquo;Lagi-lagi disayangkan, sekelas RUU yang akan diterapkan ke banyak orang hanya mengambil referensi berdasarkan <em>blogspot</em>. Kapabilitas RUU ini nanti bisa dipertanyakan,&rdquo; pungkas Randy. <strong><em>(sut/hlm/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senandika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/senandika/baca </link>
<guid> senandika </guid>
<pubDate> Sat, 16 Feb 2019 10:42:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi oleh Hotimatul Hasanah, Akuntansi, FEB 2015 
(sumber gambar: tumblr.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/senandika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7FRexeDecQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senandika</h1>
			              </header>
			              <p>Urusan sehari-hari</p><p>Bagaikan racun untuk diriku</p><p>Dan kamu adalah penawar</p><p>Di setiap penatku</p><p><br></p><p>Sekejap kau menjadi inspirasi</p><p>Lalu seketika kau pergi</p><p>Ingin ku ulang hari</p><p>Saat-saat kau masih ada di sini</p><p><br></p><p>Kini tak saling bicara</p><p>Padahal pernah ada cerita</p><p>Ingin ku leburkan semua batas</p><p>Biar rindu ini lepas</p><p><br></p><p>Tentangmu enggan hilang</p><p>Melekat dalam ingatan</p><p>Maka aku akan tetap disini</p><p>Menulis puisi berkali-kali</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Hotimatul Hasanah, mahasiswi &nbsp;program studi Akuntansi, FEB 2015.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kehangatan Cinta Keluarga Cemara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/kehangatan-cinta-keluarga-cemara/baca </link>
<guid> kehangatan-cinta-keluarga-cemara </guid>
<pubDate> Sat, 16 Feb 2019 12:05:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Harta yang Paling Berharga adalah Keluarga". (Sumber poster: solotrust.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/kehangatan-cinta-keluarga-cemara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Qb2ctdIzgE.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kehangatan Cinta Keluarga Cemara</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Judul Film : Keluarga Cemara (2019)<br>Sutradara : Yandy Laurens<br>Produser : Anggia, Kharisma, Ginatri S. Noer<br>Penulis : Yandy Laurens, Ginatri S. Noer<br>Berdasarkan : &quot;Keluarga Cemara&quot; oleh Arswendo Atmowiloto<br>Produksi : Visinema Pictures<br>Pemain : Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Adhisty Zara, Widuri Sasono, Aryo Wahab, Asri Welas, Maudy Koesnaedi, Gading Marten</p><p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Keluarga Cemara adalah film Indonesia yang merupakan adaptasi dari cerita bersambung yang dimuat di <em>Majalah Hai</em> yang kemudian menjadi novel berseri karya Arswendo Atmowiloto kemudian diangkat ke layar kaca dengan judul yang sama pada tahun 90-an.<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_Cemara" title=""></a>&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Film ini dirilis di bioskop pada tanggal 3 Januari 2019 lalu, setelah ditayangkan dalam <em>Jogja-NETPAC Asian Film Festival</em> pada tanggal 29 November dan pada 1 Desember 2018 dengan didahului <em>press screening</em> di Jakarta pada tanggal 13 November 2018. Dengan durasi 110 menit, dan di produksi oleh Visinema Pictures dan Ideosoirce Film Fund.</p><p style="text-align: justify;">Film Keluarga Cemara menceritakan tentang sebuah keluarga inti yang di dalamnya terdapat Abah (Ringgo), Emak (Nirina Zubir), Euis (Zara JKT48) dan Ara (Widuri Sasono). Awal mulanya keluarga ini merupakan keluarga berada yang tinggal di permukiman elit serta serba berkecukupan. Namun, suatu hari terjadi musibah yang menimpa di mana mereka harus menghadapi kenyataan bahwa harta benda mereka ludes akibat ditipu salah satu anggota keluarga besar mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan rumah dan seluruh harta benda disita, satu-satunya yang tersisa adalah rumah warisan milik Abah di daerah Bogor. Banyak penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan, terutama bagi Euis, karena banyak perbedaan yang sangat mencolok antara kehidupannya di Jakarta dulu dan yang dijalaninnya saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Emak dan Abah digambarkan menjadi sosok yang sangat tabah dan saling menyemangati, Ara si bungsu yang selalu ceria mampu membuat suasana adem dan terlihat baik-baik saja. Selama di lingkungan baru ini, banyak hal yang terjadi. Abah harus pontang-panting mencari kerja demi menghidupi keluarga, begitupun dengan Emak yang turut membantu Abah dengan berjualan <em><em>Opak</em></em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Euis juga mengalami perkembagan dengan lingkungan barunya karena ia memiliki teman-teman baru yang baik dan mengerti keadaannya. Sampai pada suatu hari, Abah masih merasa bersalah dengan kondisi keluarganya dan berencana menjual rumah satu-satunya yang mereka tempati kini untuk kemudian kembali ke Jakarta. Namun, hal tersebut tidak jadi dilakukan karena Emak, Euis dan Ara sudah merasa nyaman dan bersyukur atas apa yang mereka miliki, dan mereka semua sadar bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Film Keluarga Cemara kembali mengingatkan kita akan pentingnya keluarga, betapa kita harus menghargai perjuangan orang tua demi membahagiakan anak-anaknya. Film ini membawa warna yang berbeda di perfilman Indonesia. Tidak heran film ini dapat menembus 1 juta penonton hanya dalam kurun waktu 10 hari.</p><p style="text-align: justify;">Penataan film yang apik dan <em>smooth&nbsp;</em>di tiap <em>scene-</em>nya serta mampu membangkitkan suasana emosional penonton patut diacungi jempol. Keseluruhan karakter yang ada dalam film Keluarga Cemara ini patut diperhitungkan, terutama bagi pendatang-pendatang baru seperti Zara JKT48 sebagai Euis dan Widuri Sasono sebagai Cemara.</p><p style="text-align: justify;">Ringgo yang kental akan imej komediannya juga sangat berhasil dalam memerankan karakter Abah yang penyabar dan juga tegas. Nirina Zubir dengan kemampuan akting yang tidak perlu diragukan lagi juga berhasil memerankan Emak yang penyabar dan penyayang.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu pemeran-pemeran pendukung lain pun menampilkan totalitas mereka seperti Asri Welas sebagai Loan Woman dan Abdurrahman Arif sebagai Kang Romli yang memberikan suasana-suasana jenaka. Film ini bisa menjadi salah satu rekomendasi film untuk ditonton bersama keluarga maupun teman-teman dan orang tersayang karena di dalamnya banyak nilai-nilai kehidupan yang patut direnungi dan makna-makna tentang keluarga yang harus kita sadari dan syukuri.</p><p style="text-align: justify;">Tidak banyak kekurangan dalam film ini, hanya ada beberapa <em>scene</em> yang dirasa agak mengganggu, yaitu ketika adegan di mana Abah harus memakai jaket &nbsp;gojek dan bersama teman-teman gojeknya. Terlihat sekali <em>advertising&nbsp;</em>untuk Gojek. Mungkin seharusnya bisa dibuat lebih <em>smooth&nbsp;</em>lagi untuk promosinya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian dari karakter pemain Euis, Zara masih agak kaku dalam beberapa <em>scene,&nbsp;</em>namun dimaklumi karena notabenenya dia juga merupakan pendatang baru. Selain itu keseluruhan film ini penuh dengan totalitas dari seluruh karakter pemain dan kru serta sangat patut untuk diapresiasi dan <em>recommended</em> untuk disaksikan. <strong><em>(hzk/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Pursuit of Happyness: Melawan Realita, Mengejar Cita-cita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-pursuit-of-happyness-melawan-realita-mengejar-cita-cita/baca </link>
<guid> the-pursuit-of-happyness-melawan-realita-mengejar-cita-cita </guid>
<pubDate> Sun, 17 Feb 2019 12:17:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Will dan Jaden Smith yang memerankan Chris Gardner dan Christopher Jr (Sumber foto: Sky.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-pursuit-of-happyness-melawan-realita-mengejar-cita-cita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6ybNJlMgfz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>The Pursuit of Happyness: Melawan Realita, Mengejar Cita-cita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sutradara : Gabrielle Muccino</p><p style="text-align: justify;">Produser : Will Smith, Todd Black, Jason Blumenthal, James Lassiter, Steve Tisch</p><p style="text-align: justify;">Pemeran : Will Smith, Tandie Newton, Jaden Smith</p><p style="text-align: justify;">Perusahaan Produksi : Relativity Media, Overbook Entertaiment, Escape Artist Productions LLC</p><p style="text-align: justify;">Tanggal Rilis : 15 Desember 2006</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &nbsp;Film ini diadaptasi oleh sebuah autobiografi Chris Gardner, yang pada waktu saat hendak menuliskannya pun, ia menyadari bahwa perjalanan hidupnya memiliki potensi yang sangat baik untuk difilmkan, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Film ini dibebaskan secara rangkaian cerita dan beberapa adegan oleh Chris untuk mengurangi rentang panjang hidupnya yang dituliskan di bukunya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Mengejutkannya, Chris Gardner sendiri pada mulanya tidak sepakat dengan penunjukkan Will Smith sebagai aktor yang memerankannya, karena film-film Will Smith yang pada waktu itu dirasa hanya <em>blockbuste</em>r dan juga karena Will sangat tidak cocok untuk memainkan dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ia mengatakan bahwa pada akhirnya ia menyutujui Will karena putrinya, Jacintha mengatakan &ldquo;Jika Will bisa memainkan Muhammad Ali, tentu saja dia bisa memerankanmu!&rdquo; merujuk pada film Ali yang diperankan Will pada tahun 2001.</p><p style="text-align: justify;">Film yang diperankan oleh Will Smith dan berduet dengan anaknya Jaden Smith, menceritakan bagaimana jatuh bangun seorang engusaha dan juga filantropi Chris Gardner, dalam waktu satu tahun pengalaman dan juga perjuangannya sebagai seorang &nbsp;tunawisma.</p><p style="text-align: justify;">Pada awal cerita ditunjukkan bahwa Chris Gardner mengalami krisis finansial yang luar biasa hebatnya, di tengah badai kebangkrutan dan juga kondisi keluarga yang retak.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 1981, Chris menginvestasikan hampir seluruh tabungan hidupnya untuk membeli sebuah alat &ldquo;Pemeriksa Kepadatan Tulang&rdquo; yang sangatlah efektif dibandingkan sinar X-Ray. Namun luar biasa mahal dan sulit sekali untuk dijual kepada dokter dan juga rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;">Alat pemeriksa ini menjadi satu satunya penghasilan Chris saat itu. Walaupun dia berhasil untuk menjualnya, tetapi selisih pendapatan dan juga pengeluarannya terhadap pajak, biaya sehari-hari dan utang yang menumpuk menjadi sebuah kendala yang pada akhirnya menjadi krisis yang menyebabkan retaknya hubungan dengan Linda, sang istri yang bekerja sebagai seorang pelayan hotel. Yang mana waktu itu mereka juga sedang merawat anak mereka yang berumur 5 tahun, Christopher Jr.</p><p style="text-align: justify;">Sembari menjual alat pemeriksa tulang tersebut, Chris kemudian menemukan inspirasi saat berjalan melewati sebuah kantor pialang saham dan bertemu seorang Stock Broker (pemilik pialang saham) yang menaiki mobil Ferrari berwarna merah. Dan melalui pertemuan itulah, dia menemukan tujuan hidupnya selanjutnya, yakni untuk menjadi seorang pialang saham.</p><p style="text-align: justify;">Lalu Chris pun berinisiatif untuk melamar menjadi pialang saham di Dean Whiters Reynolds, sebuah perusahaan sekuritas keuangan dan saham, bertemu dengan Jay Twistle, seorang manajer untuk Dean Whiters. Chris membuatnya terkesan dengan kemampuannya untuk menyelesaikan Rubrik, Chris pun lalu diberi kesempatan untuk menjadi seorang magang di perusahaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun nahas, sehari sebelum diterimanya Chris di perusahaan tersebut, Chris dibawa pergi oleh dua orang polisi ke kantor polisi. Mereka meminta Chris membayar utang tilangnya yang menumpuk dan dipenjara selama semalam sebagai sanksi yang menyebabkan hancurnya jadwal Chris untuk wawancara di Dean Whiters esok harinya.</p><p style="text-align: justify;">Keesokannya, Chris (dengan pakaian yang seadanya dan berlumuran cat) lalu pergi ke kantor Dean Whiters, hanya 5 menit sebelum dimulai. Dia berhasil mendapat kepercayaan dan jaminan dari Jay, untuk mendapatkan posisi magang di Dean Whiters sebagai salah satu dari 20 orang yang akan berkompetisi mendapatkan posisi untuk bekerja di perusahaan pialang tersebut. Namun, tentu saja tanpa gaji.</p><p style="text-align: justify;">Diterimanya Chris sebagai seorang magang di perusahaan tersebut, tidak sama sekali meredakan suasana antara Chris dan Linda. Pada akhirnya Linda pun meninggalkan Chris dan berencana untuk pindah ke New York untuk bekerja bersama pacar kakaknya yang memiliki sebuah restoran, dengan harapan untuk dapat mencari kebahagiaan dan kehidupan yang lebih layak.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi ini pun tidak bisa diterima oleh Chris, karena Linda hendak membawa Christopher, anak mereka yang berusia lima tahun. Mengetahui bahwa Linda pasti tidak akan mampu untuk mengasuh Christopher, Chris pun dengan gigih mempertahankan Christopher dan Linda pun mengalah dan menerima kondisi tersebut, lalu meninggalkan mereka hari itu juga.</p><p style="text-align: justify;">Ternyata cobaan tidak hanya sampai di situ, situasi kian memburuk dengan makin parahnya kondisi keuangan Chris. IRS atau layanan Pendapatan Amerika Serikat, menyita hampir seluruh aset yang Chris miliki. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan Chris untuk membayar pajak yang menunggak. Ia pun hanya mengantongi uang 21 Dollar, Chris pun jatuh bangkrut dan tidak memiliki tempat tinggal. Luntang-lantung dan berpindah pindah dari satu pusat tunawisma ke tunawisma lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun kondisi tersebut membuatnya tidak menyerah. Meski jam kerja yang terbatas dan ia harus memaksimalkan waktu. Kontrak dan keuntungan adalah satu-satunya cara untuk mencapai posisi broker di perusahaan tersebut. Chris mengembangkan berbagai cara agar secara efektif dapat mengantarkannya ke impiannya. Terlepas dari keterbatasan ekonominya dan kondisinya yang tidak menentu, Chris tidak menunjukan satu alasan pun kepada para koleganya. Bahkan membayarkan bosnya taxi menggunakan 5 Dollar uang terakhir yang dia punya. Chris benar benar menunjukkan bagaimana gigih dirinya untuk mencapai tujuan dan cita-cita akan profesi yang didambakannya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Pursuit Of Happyness&nbsp;</em>dikemas dengan sangat baik sekali, dengan rangkaian aksi lari berlari Chris yang cukup menegangkan, dan memperlihatkan usahanya. Bahkan ada adegan yang mempertontonkan kondisi tunawismanya, di mana mereka harus tidur di toilet terminal kereta api. Menunjukkan bagaimana Chris Gardner sebagai seorang individu, kuat dan tangguh, baik secara fisik, emosional, maupun mental.</p><p style="text-align: justify;">Film ini sangatlah menyentuh hati penonton. Selain itu juga turut memiliki nilai yang inspiratif yang bisa memotivasi. Bahwa dalam kondisi apapun, keluarga bahkan finansial sekalipun, tidak menjadi alasan kita untuk berhenti menggapai apa yang kita inginkan dan cita-citakan.</p><p style="text-align: justify;">Dan kemenangan Will Smith sebagai aktor terbaik di <em>Academy Awards</em> menjadi testamen dan pembuktian betapa menyentuhnya dan larisnya film ini. Dengan keuntungan <em>Opening Week</em> sebesar 27 juta Dolar, mengalahkan film film lain sepert <em>Eragon</em> dan <em>Charlotte&rsquo;s Webb</em> dengan total keuntungan Film sebesar 307,1 Juta Dolar Amerika pada tahun 2006. <strong><em>(gdr/fqh) &nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keseruan dan Kehangatan dalam Grand Opening LPM Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/keseruan-dan-kehangatan-dalam-grand-opening-lpm-sketsa/baca </link>
<guid> keseruan-dan-kehangatan-dalam-grand-opening-lpm-sketsa </guid>
<pubDate> Mon, 18 Feb 2019 13:36:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama usai acara grand opening LPM Sketsa. (Sumber foto: dok. Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/keseruan-dan-kehangatan-dalam-grand-opening-lpm-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/StOolxSe2D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keseruan dan Kehangatan dalam Grand Opening LPM Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sabtu (16/2) lalu menjadi cerita baru bagi seluruh awak LPM Sketsa Unmul. Dalam rangka menyambut anggota Sketsa 12, hari itu dilaksanakan <em>grand opening&nbsp;</em>LPM Sketsa<em>.&nbsp;</em>Acara yang digarap oleh divisi penelitian dan pengembangan (Litbang) ini bertujuan untuk membangun keakraban dan rasa kekeluargaan antara seluruh anggota LPM Sketsa, terlebih kepada anggota baru yang telah resmi bermagang. Aula lantai tiga Gedung Student Center menjadi saksi kehangatan yang mengalir pada hari itu.</p><p style="text-align: justify;">Kurang lebih pukul delapan pagi, acara dibuka oleh Syalma Namira selaku MC. Dilanjutkan sambutan yang diawali oleh Suti Sri Hardiyanti selaku ketua divisi Litbang dan kemudian oleh Uswatun Hasanah selaku Ketua Umun LPM Sketsa. Dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Eka Rizky Prabowo.</p><p style="text-align: justify;">Keseruan pagi itu dimulai dengan <em>games</em> yang menguji konsentrasi dan melatih kecepatan tiap anggota. Ditemani Ariani Maya Tinambunan, Syalma memandu permainan yang mereka sebut &ldquo;Maunya Apa?&rdquo;. Mereka meminta seluruh anggota, baik panitia maupun anggota magang berbaur dengan berdiri melingkar membuka tangan kanan sementara tangan kiri menguncup. Tangan yang menguncup tersebut diletakkan di atas tangan teman di sebelah kiri. Begitu juga dengan tangan kanan yang terbuka diletakkan di bawah tangan kiri rekan yang menguncup. Peraturan permainannya, Alma dan Ariani akan bercerita, ketika mereka menyebutkan salah satu kata yang merupakan kata kunci maka tiap peserta permainan harus dengan sigap menangkap tangan rekan yang menguncup, sambil menghindari. Permainan ini berhasil menguji konsentrasi dan mempercepat detak jantung saat menanti kata kunci disebutkan, dan tentu saja semakin memeriahkan suasana.</p><p style="text-align: justify;">Acara kemudian berlanjut dengan perkenalan satu sama lain. Semua anggota duduk melingkar dan memperkenalkan diri, mulai dari nama, fakultas, divisi yang diemban di LPM Sketsa, hingga hobi. Setelah mengenal satu sama lain, para anggota magang kemudian dikenalkan lebih jauh dengan LPM Sketsa oleh ketua umum.</p><p style="text-align: justify;">Meski sebelumnya sudah melakukan perkenalan, namun ini rupanya masih perlu dibuktikan. Permainan selanjutnya menguji apakah satu sama lain sudah benar-benar saling mengenal atau belum melalui permainan &ldquo;Siapa Kamu?&rdquo;. Aturan mainnya, dua kelompok duduk membentuk baris ke belakang, kemudian dua orang membentangkan sarung untuk menutupi dua kelompok yang saling berhadapan sehingga dari tiap kelompok tidak saling mengetahui siapa yang duduk di paling depan. Ketika sarung diturunkan, mereka yang berada di paling depan harus menebak siapa sosok yang berhadapan dengannya. Ini akan menjadi masalah jika tiba-tiba lupa atau memang belum sepenuhnya ingat nama lawan.</p><p style="text-align: justify;">Selain mengumpulkan poin kemenangan, ekspresi dan reaksi antar anggota saat bertatapan dengan lawan juga menjadi yang paling dinanti. Ada yang salah menyebutkan nama, ada yang dengan ekspresifnya beradu cepat menyebutkan nama lawan, bahkan ada juga yang belum saling kenal dan akhirnya sama-sama terdiam. Tawa lepas beberapa kali terdengar karena reaksi anggota kelompok yang tak terduga.</p><p style="text-align: justify;">Penayangan video seputar LPM Sketsa mengantarkan pada penghujung acara. Setelah itu pemberian pin magang kepada perwakilan Sketsa 12. Yang kemudian pembagian hadiah atas kemenangan kelompok dalam bermain games dan ditutup dengan foto bersama. <strong>(<em>ycp/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Osagi ke-IX, Hadirkan Inovasi Membentuk Generasi Berprestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/osagi-ke-ix-hadirkan-inovasi-membentuk-generasi-berprestasi/baca </link>
<guid> osagi-ke-ix-hadirkan-inovasi-membentuk-generasi-berprestasi </guid>
<pubDate> Tue, 19 Feb 2019 14:59:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Juara umum Osagi (Sumber foto: Mahameru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/osagi-ke-ix-hadirkan-inovasi-membentuk-generasi-berprestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LBPvM8Rupx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Osagi ke-IX, Hadirkan Inovasi Membentuk Generasi Berprestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-</strong> Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (Himapbio) baru-baru ini kembali menggelar agenda tahunan, Olimpiade Sains dan Biologi (Osagi). Kegiatan ini berlangsung sejak Senin hingga Rabu pekan lalu (11-13/2). Antusias nampak jelas dari wajah para peserta, bahkan sejak pembukaan yang dilaksanakan di &nbsp;Gelanggang Olahraga (GOR) 27 September. Mereka bersemangat untuk mengikuti kompetisi dan siap untuk mengukir prestasi.</p><p style="text-align: justify;">Arlita Koordinator Acara Osagi mengatakan bahwa agenda ini telah dilaksanakan sejak 2010 silam. Penyelenggaraan sebelumnya terdiri atas 4 cabang lomba yaitu olimpiade, cerdas cermat, mading, dan karya tulis ilmiah tingkat SMA. Mencoba menghadirkan inovasi dalam kegiatannya, lomba poster kemudian dibuka pada saat Osagi ke tujuh yang dilanjutkan hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Osagi kali ini lomba karya tulis ilmiah dibuka untuk mahasiswa se-Kalimantan Timur,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai perlombaan dilakukan di empat lokasi yang berbeda. Untuk cerdas cermat Biologi, dilaksanakan di Auditorium Unmul, karya tulis tingkat pelajar dan mahasiswa bertempat di Gedung Microteaching FKIP, lomba olimpiade pada hari pertama digelar di GOR 27, dan di hari kedua dilaksanakan di laboratorium Biologi FKIP, dan sesi final dilaksanakan di Gedung Microteaching FKIP. Lomba mading 3D dilaksanakan pada hari kedua dan bertempat di GOR 27 September, sedangkan lomba poster di Gedung Microteaching FKIP di hari ke dua.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema &ldquo;Ciptakan Semangat Berkompetisi, Wujudkan Generasi Emas Biologi Berprestasi&rdquo;, Osagi berhasil mendatangkan 555 perserta dari berbagai daerah. Kali ini, predikat juara umum berhasil diraih oleh MAN 2 Kutai Kartanegara (Kukar) dan &nbsp;SMPN 2 Samarinda</p><p style="text-align: justify;">Selain melaksanakan berbagai perlombaan, Osagi kali ini juga menambahkan kreasi baru dengan mengadakan seminar lingkungan. Hal ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian sungai sebagai salah satu unsur penting bagi kehidupan. Tak tanggung-tanggung, dua pembicara berkompeten dihadirkan dalam seminar ini, di antaranya adalah Danielle Kreb, Ph. D sebagai pembicara Rare Aquatic Species of Indonesia (YK-RASI) dan Misman sebagai pembicara Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sunga Karang Mumus (GMSS-SKM).</p><p style="text-align: justify;">&quot;&apos;Save our river, save our environment&apos; kita harus menjaga sungai kita, untuk menjaga lingkungan kita. Karena sungai salah satu sumber kehidupan kita, tanpa adanya sungai kita tidak bisa punya air untuk kehidupan&rdquo; tutup Arlita. <strong><em>(bip</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semangat FIB Sambut Prodi Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semangat-fib-sambut-prodi-baru/baca </link>
<guid> semangat-fib-sambut-prodi-baru </guid>
<pubDate> Wed, 20 Feb 2019 12:33:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Satyawati Surya, Wakil Dekan I FIB (Sumber foto: Christnina) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semangat-fib-sambut-prodi-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qlafdq4fWA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semangat FIB Sambut Prodi Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kabar gembira datang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul. Seperti yang diketahui FIB Unmul saat ini memiliki tiga prodi, yaitu Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Etnomusikologi. Sebentar lagi akan ada penambahan satu program studi baru.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui <em>Sketsa</em>, Kamis (14/2) Wakil Dekan I FIB, Satyawati Surya menjelaskan rencana FIB dalam menambah prodi baru. Beberapa langkah yang diambil seperti melakukan studi banding ke beberapa kampus yang memiliki prodi yang ingin didirikan. Namun, dikatakan Satyawati penamaan prodi baru tersebut belum pasti, karena harus disesuaikan dengan nomenklatur penamaan yang diatur dalam Kepmenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika ingin mendirikan prodi Bahasa Daerah, nama yang ditetapkan ada tiga, yaitu Sastra, Bahasa dan Kebudayaan, atau Kajian. Misalnya kita ingin mendirikan prodi bahasa Banjar, maka penamaannya bisa Sastra Banjar, Bahasa dan Kebudayaan Banjar, atau Kajian Banjar,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang baru-baru ini dilakukan adalah Lokakarya Pembukaan dan Pendirian Program Studi Bahasa Daerah pada Kamis (7/2). Menurut Satyawati ini merupakan langkah awal untuk mengetahui dan mendapatkan pemahaman tentang bahasa yang diminati di Kalimantan Timur. Nantinya hasil ini akan jadi pertimbangan untuk rencana penambahan prodi di FIB. Selain itu akan dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu apakah prodi yang akan didirikan punya prospek yang baik ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika kita mendirikan suatu prodi, harus paham apakah lulusannya nanti bisa terserap di masyarakat. Kemudian, adakah yang memiliki minat untuk masuk di prodi Bahasa Daerah ini?&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dia juga menyatakan bahwa memerlukan dukungan dari pemerintah daerah, terutama untuk membangkitkan minat masyarakat terhadap prodi ini. Seperti pemberian beasiswa dari pemerintah daerah kepada calon mahasiswa yang mendaftar, karena hal ini berhubungan dengan pelestarian budaya dan bahasa daerah. Selain itu besar harapan Satyawati kelak lulusan prodi ini akan menjadi putra-putri daerah yang dapat mengabdi untuk Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk penyerapan tenaga pendidik untuk prodi baru, menurutnya sesuai dengan aturan Kemenristekdikti, diperlukan minimal enam dosen yang terdaftar pada suatu prodi. Hal ini yang akan diperjuangkan FIB untuk penyerapan tenaga pendidik pada prodi Bahasa Daerah tersebut. Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon dosen, saat menempuh studi S2, tesis yang digarap fokus pada bahasa daerah yang ingin dijadikan program studi dan mengambil kajian linguistik. Jika sesuai, akan langsung diterima sebagai dosen di FIB.</p><p style="text-align: justify;">Rencana mendirikan prodi Bahasa Daerah ternyata bukan satu-satunya yang dinginkan FIB. Disebutkan Satyawati ada beberapa program studi yang ingin mereka rintis di masa depan. &ldquo;Kami sudah melakukan studi banding untuk mendirikan Bahasa Mandarin, Sastra Jepang, kemudian Sastra Pariwisata dan prodi Perpustakaan,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(len/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Legend, UKM FISIP yang Menyorot Kesetaraan Gender </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/legend-ukm-fisip-yang-menyorot-kesetaraan-gender/baca </link>
<guid> legend-ukm-fisip-yang-menyorot-kesetaraan-gender </guid>
<pubDate> Thu, 21 Feb 2019 14:23:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anggota-anggota UKM Legend sedang berdiskusi. (Sumber foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/legend-ukm-fisip-yang-menyorot-kesetaraan-gender/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x2710lu8ak.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Legend, UKM FISIP yang Menyorot Kesetaraan Gender</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya yakni kurangnya kesadaran akan kesetaraan gender. Tak mengenal tempat, kampus juga turut menjadi lokasi yang rentan terhadap tindakan asusila ini. Berangkat dari keresahan ini, beberapa mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) berinisiatif memperjuangkan kesetaraan gender dengan mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Gender (Legend).</p><p style="text-align: justify;">Henny Marlina, selaku Ketua Legend, mengungkapkan UKM ini didirikan oleh enam mahasiswa. Berawal dari obrolan ringan tentang kekerasan seksual di FISIP, tercetuslah inisiatif untuk mendirikan UKM ini. Tujuannya tak lain untuk memperjuangkan dan membangun kesadaran akan adanya kesetaraan gender.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya membahas tentang perempuan, tetapi juga tentang laki-laki. &ldquo;Karena kita ini, kesetaraan gender ini tidak terlepas dengan berjuang bersama laki-laki,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembahasan akan didirikannya UKM ini sudah dilakukan sejak Desember silam. Sampai akhirnya 8 Januari lalu UKM Legend menerima anggota baru, hingga saat ini tercatat sudah ada 20 lebih anggota Legend.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rencananya kita <em>launching</em> 14 Februari lalu, tetapi karena ada kendala kesibukan, jadi <em>launching</em> kita gantikan dengan <em>open recruitment&nbsp;</em>selama tiga hari,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk program kerja, kita khususkan di FISIP, tapi tidak menutup kemungkinan kita akan mengajak teman-teman dari fakultas lain,&rdquo; jelas Henny.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai UKM baru, Henny mengakui Legend memiliki beberapa kendala. Salah satunya adalah karena belum melakukan sosialisasi, tak heran jika masih minim yang berkontribusi. Kendala lain ialah karena kebanyakan anggota Legend merupakan anggota organisasi lain.<strong>&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&ldquo;</strong>Misal anak Hima, akan mementingkan Himanya dulu ketimbang UKM,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Henny berharap dengan didirikannya UKM ini, dapat meningkatkan pemahaman tentang kesetaraan gender di FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana UKM pada umumnya, UKM ini pun memiliki struktur yang terdiri dari ketua, sekjend (sekertaris jenderal), biro rumah tangga, divisi penelitian dan pengembangan, divisi advokasi, divisi kelembagaan, divisi media massa dan propaganda, serta divisi keuangan mandiri. Legend juga sudah menjadi UKM resmi di FISIP sebab SK UKM ini sudah terbit. <strong><em>(zar/rfi/pil/adl/els)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Saling Lempar Selisih Kas BLU </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/saling-lempar-selisih-kas-blu/baca </link>
<guid> saling-lempar-selisih-kas-blu </guid>
<pubDate> Fri, 22 Feb 2019 06:15:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isu surat kaleng yang beredar. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/saling-lempar-selisih-kas-blu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1fpZNj5Oub.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Saling Lempar Selisih Kas BLU</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Oktober 2018, Badan Eksekutif Mahasiswa di beberapa fakultas Unmul menerima surat yang tidak diketahui pengirimnya. Surat itu berisi tudingan kepada Rektor Unmul Masjaya, yang dinilai belum mampu mempertanggungjawabkan selisih kas Badan Layanan Umum (BLU) pada per 31 Desember 2017 silam.</p><p style="text-align: justify;">Dalam surat itu, dijelaskan bahwa hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, terdapat selisih kas BLU pada Unmul sebesar Rp35 miliar dan meminta Masjaya untuk menyelesaikan masalah tersebut kepada aparat penegak hukum.</p><p style="text-align: justify;">Freijae Rakasiwi Gubernur BEM FEB Unmul 2018, mengatakan surat tersebut pertama kali ditemukan oleh BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Lalu Ketua BEM FPIK 2018, Muhammad Rifai memanggil semua ketua BEM Unmul untuk membahas surat itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu surat yang pertama, yang kedua surat itu langsung ditaruh ke Kasubag Kemahasiswaan FEB Unmul pada November 2018,&rdquo; kata Pije sapaan akrabnya.</p><p style="text-align: justify;">Surat yang dikirim pertama kali adalah fotokopi surat dari Inspektorat Jendral Kemenristekdikti Nomor 814/G.G2/Tu/2018 dengan di bawah surat tertulis &lsquo;Tangkap Rektor&rsquo;. Surat kedua dikirim melalui jasa pengiriman TIKI, berisi laporan dari penulis yang tidak diketahui identitasnya dan lampiran fotokopi surat Irjen Kemenristekdikti sama seperti surat yang pertama.</p><p style="text-align: justify;">Surat kedua tak hanya dikirim ke BEM fakultas Unmul, tetapi juga ditujukan kepada Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Kutai Kartanegara, Rektor Universitas Balikpapan, Ketua Forum Anak Bangsa Kaltim, Kapolres Kota Samarinda dan Dekan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945.</p><p style="text-align: justify;">Pije mengatakan ia sempat pergi ke TIKI bersama Faisal selaku Sekretaris BEM KM Unmul 2018 dan Mush&rsquo;ab Al Ma&rsquo;ruf selaku Menteri Kebijakan Kampus BEM KM 2018 untuk mencari tahu identitas pengirim paket surat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ternyata yang mengirim ibu-ibu yang tak dikenal,&rdquo; ujar Pije.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu Pije menemui Satuan Pengawasan Intern (SPI) Unmul untuk mencari tahu kebenaran surat tersebut, hasilnya memang ada temuan pada 2010 dan 2011 saat era Zamruddin Hasid menjadi rektor Unmul. Pije menyayangkan sampai saat ini Masjaya belum ada menyampaikan klarifikasi kepada mahasiswa, maupun civitas academica perihal kasus ini. Melihat hal ini terjadi saat momentum pemilihan rektor (pilrek) Unmul. Ia beranggapan jika kasus ini ada sangkut pautnya dengan situasi panas pilrek saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Rifai sapaan akrab Ketua BEM FPIK, mengatakan setelah ia membicarakan kepada Rizaldo selaku Presiden BEM KM Unmul 2018 dan ketua BEM fakultas lainnya, ia menyerahkan kepada Rizaldo untuk menindaklanjuti. Senada dengan Pije, ia mengatakan kasus ini ada kaitannya dengan kepentingan politik pemilihan rektor. Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari staf ahli WR III, kasus ini sudah selesai diurus oleh pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Informasi terakhir yang saya dapat, surat kaleng yang beredar itu datanya sudah tidak valid dan enggak perlu dikhawatirkan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dugaan yang sama dari Rizaldo, kemunculan surat ini bertepatan dengan panasnya polemik pilrek saat itu. &ldquo;Di satu sisi kita memandang ini sebagai <em>psy war</em> (psychological warfare) karena beberapa surat kaleng ini baru muncul pada moment pilrek,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Rizaldo, terakhir perkembangan kasus ini masih dalam proses identifikasi sumber surat tersebut. Karena tak ingin langsung membuat pergerakan tanpa dasar yang kuat. Narahubung yang tertera dalam surat tersebut juga tak dapat dihubungi. Rizaldo mengatakan, ia belum ada upaya untuk membawa kasus ini ke pihak rektorat, menurutnya kasusnya akan diredam jika dibawa ke pihak rektorat. Ia mengatakan tidak menindak serius kasus ini dikarenakan tidak ada kejelasan validitasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sempat kita diskusikan dengan beberapa dosen yang dekat dengan kita aja, tapi gak formal, hanya obrolan <em>WhatsApp</em> untuk sekadar berbagi informasi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun Aldo sapaan akrabnya melihat pengurus BEM KM periode saat ini berupaya untuk melanjutkan kasus ini. Di tempat terpisah, Mohammad Reza Munandar selaku Gubernur BEM FEB 2019 mengatakan isu ini sempat dibahas di Jaringan Advokasi (Jarvo) Mulawarman. Ia menilai isu ini sensitif, dan rentan menimbulkan keberpihakan. &ldquo;Belum ada pembahasan lebih jelas,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Namun Reza sapaan akrabnya mengatakan isu ini akan dibahas lebih lanjut pada Maret sekaligus perombakan Jarvo dan Garmul (Garuda Mulawarman). Dilansir dari laman <em>kaltimkece.id</em>, kasus ini sampai juga ke pihak berwajib atas laporan aduan masyarakat. Masjaya juga diketahui sudah dipanggil untuk memberikan klarifikasi dan kemungkinan akan memanggil saksi lain.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur selaku Wakil Rektor II Unmul memberikan klarifikasi terkait hal ini. Ia tak menampik adanya selisih Rp35 miliar tersebut yang merupakan selisih saldo. Ia juga mengatakan bahwa dana tersebut ada saat masa kepemimpinan rektor sebelum Masjaya, yakni Zamruddin Hasid, yang merupakan rektor Unmul periode 2010-2014.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, Masjaya belum dapat ditemui karena sedang berada di luar kota. Kamis (21/2) melalui pesan <em>WhatsApp</em>, Masjaya menyarankan untuk menanyakan ini kepada rektor sebelumnya, Zamruddin. &ldquo;Kalau mau tahu detailnya, tanya sama rektor sebelum saya,&rdquo; tulisnya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, ditemui <em>Sketsa</em> (21/2) kemarin, Zamruddin justru menyarankan untuk bertanya langsung kepada Pembantu Rektor (Wakil Rektor)I II kala itu, yakni Masjaya. Namun Zamruddin mengaku mengetahui ada temuan selisih kas BLU Unmul melalu Inspektorat Jendral Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahu dari laporan Itjen saja, saat akhir 2013 atau awal 2014 menjelang periode saya habis,&rdquo; ujar Zamruddin.</p><p style="text-align: justify;">Namun ia mengatakan memang ada proyek &lsquo;Peningkatan Kualitas Guru di Desa Terpencil&rsquo; di Kaltim. Ia juga menganggap kasus ini bukan sebuah korupsi tetapi kesalahan administrasi. Kesalahan administrasi yang dimaksud adalah tidak adanya bukti pembayaran seperti nota atau kuitansi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itjen waktu itu ngomong ini bukan korupsi, tapi kesalahan administrasi,&rdquo; kata Zamruddin.</p><p style="text-align: justify;">Zamruddin juga beranggapan kasus ini berkaitan dengan kasus pemilihan rektor beberapa waktu lalu. <strong><em>(erp/adl/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Sampaikan Aspirasi dalam RKPD Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-sampaikan-aspirasi-dalam-rkpd-samarinda/baca </link>
<guid> mahasiswa-sampaikan-aspirasi-dalam-rkpd-samarinda </guid>
<pubDate> Fri, 22 Feb 2019 14:04:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Undangan Konsultasi Publik RKPD Kota Samarinda Tahun 2020. (sumber foto: Aliansi Garuda Mulawarman) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-sampaikan-aspirasi-dalam-rkpd-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vGI5l55tJN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Sampaikan Aspirasi dalam RKPD Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; 4 Februari lalu, Aliansi Garuda Mulawarman menggelar aksi di Gedung Balai Kota Samarinda. Menilik kinerja pemerintah kota (pemkot) yang dinilai belum maksimal, mereka membawa sepuluh bentuk kegagalan pemerintah yang dikemas dalam ucapan selamat. Dalam aksi tersebut, pihak pemkot meminta data terkait tuntutan yang dibawa. ( <em>Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepuluh-ucapan-selamat-dalam-aksi-cinta-garuda-mulawarman/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepuluh-ucapan-selamat-dalam-aksi-cinta-garuda-mulawarman/baca</a>&nbsp;</em>)</p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan ini, pemkot mengundang mahasiswa untuk ikut hadir dalam konsultasi publik penyusunan Rancangan Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Samarinda 2020 pada Kamis, (14/2) lalu. Tak hanya Unmul, dalam pertemuan tersebut juga turut mengundang beberapa universitas lainnya. Ini merupakan salah satu upaya untuk dapat menghimpun aspirasi atau harapan masyarakat terhadap tujuan, sasaran dan program pembangunan daerah. Mahasiswa Unmul diberi kesempatan untuk menyampaikan permasalahan di Samarinda dan juga melengkapi data yang sudah mereka kaji.</p><p style="text-align: justify;">Febri Abdul Haminudin Presiden BEM KM mengatakan dalam pertemuan tersebut dibuka wadah untuk konsultasi kinerja dan meminta masukan untuk pemkot. Ia juga mengatakan data yang dimiliki Aliansi Garuda Mulawarman sama dengan yang dimiliki pemkot. Meski begitu, pihak pemkot belum dapat menilai kepuasan masyarakat Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka (pemkot) menyatakan bahwa masyarakat sudah puas dengan kinerja pemerintah. Dalam satu bulan ini, kami menantang balik pemkot mengadakan survei kepuasan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Melalui akun <em>Instagram</em> garuda_mulawarman, beberapa data yang dimiliki terkait permasalahan di Samarinda diangkat, antara lain persoalan gizi buruk, <em>smart city,</em> pendidikan, dan jalan rusak. Disebutkan masalah gizi buruk balita terbanyak ditemukan di wilayah kecamatan Sungai Pinang dan Samarinda Ilir. Pada tahun 2016 tercatat ada 67 balita gizi buruk berdasarkan data profil kesehatan Samarinda. Selain itu, <em>smart city</em> yang hingga kini belum dapat terlaksana dengan maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk pendidikan, dikatakan hampir seluruh jenjang sekolah negeri kekurangan guru, belum lagi soal kondisi sekolah yang rusak. Tercatat masih ada sekitar 200 sekolah negeri tingkat SD dan SMP yang rusak. Sedang untuk persoalan jalan rusak, dilansir dari Kaltim Post, terdapat 164 titik lubang di ruas jalan. <em><strong>(omi/yun/ina/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berada </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/berada/baca </link>
<guid> berada </guid>
<pubDate> Sat, 23 Feb 2019 07:54:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diambang keputusan (Sumber ilustrasi: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/berada/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OZv8iiHVWc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berada</h1>
			              </header>
			              <p>Saat bertemu denganmu&nbsp;</p><p>Bagai berkelana dalam sebuah perjalanan&nbsp;</p><p>Yang akan lenyap saat membuka&nbsp;</p><p>Kau nyata namun kau juga ilusi&nbsp;</p><p>Banyaknya untaian kata tak juga menyelamatkan&nbsp;</p><p>Sebait uraian juga tak bisa menggambarkan&nbsp;</p><p>Sekadar menyusun rumpunan paduan pun tak terbaca&nbsp;</p><p>Berhadapan denganmu seolah batas kesadaran musnah&nbsp;</p><p>Seakan matahari dan bulan berada disekitarku&nbsp;</p><p>Selalu mengitari dan semakin membuat kalap&nbsp;</p><p>Bisakah aku memintamu untuk pergi&nbsp;</p><p>Agar kemudian aku tenggalam dan terhanyut&nbsp;</p><p>Atau memintamu untuk tetap disini&nbsp;</p><p>Lalu aku terjatuh dan terluka Setidaknya hingga aku sadar berpijak pada batasan mana</p><p><strong><em>Ditulis oleh Nawwar Hayyu Hastuty, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2016</em></strong></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pulp Fiction: Fiksi Satire Anti Mainstream </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/pulp-fiction-fiksi-satire-anti-mainstream/baca </link>
<guid> pulp-fiction-fiksi-satire-anti-mainstream </guid>
<pubDate> Sun, 24 Feb 2019 11:29:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pulp Fiction adalah film dengan berbagai interpretasi; tanpa bentuk mainstream yang baku. (Sumber poster: cdn.funcheap.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/pulp-fiction-fiksi-satire-anti-mainstream/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XG4NzXYlYr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pulp Fiction: Fiksi Satire Anti Mainstream</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Pulp Fiction (1994)<br>Genre &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Kriminal, <em>Dark Comedy</em><br>Distribusi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Miramax Pictures<br>Sutradara &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Quentin Tarantino<br>Cerita &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Quentin Tarantino dan Roger Avary<br>Produser &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Lawrence Bender<br>Pemain &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: John Travolta, Emillio Samuel L. Jackson, Uma Thurman, Ving Rhames, Bruce Willis, Harvey Keitel, Amanda &nbsp;Plummer, Tim Roth<br>Durasi &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 154 menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Quentin Tarantino merupakan sutradara yang terkenal dengan berbagai cerita <em>non-linier</em> dengan unsur satir yang dipermanis dengan banyak adegan yang fokus pada dialog tokoh-tokohnya. Tarantino juga terkenal piawai menambahkan adegan kekerasan berdarah yang artistik. Tarantino sukses membawa Pulp Fiction menjadi film paling berpengaruh dalam dunia perfilman modern.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini sukses mendapatkan berbagai penghargaan; seperti <em>Palm d&rsquo;Or</em> dalam Festival Film Cannes, serta penghargaan bergengsi Oscar pada kategori <em>Best Screenplay</em> dan <em>Best Supporting Actor</em> berkat akting Samuel L. Jackson. John Travolta dan Uma Thurman masing-masing mendapat nominasi sebagai <em>Best Actor</em> dan <em>Best Supporting Actress</em>. Ditambah dengan kehadiran Bruce Willis dan Tim Roth, film ini sulit untuk dikatakan tidak menarik.</p><p style="text-align: justify;">Dengan alur<em>&nbsp;non-linier</em> khas Tarantino, Pulp Fiction tidak semudah itu dijelaskan dan dikritik. Sebab film ini kaya akan ide, mulai dari gaya penyutradaraan sampai dengan budaya popular. Lewat tangan Tarantino, Pulp Fiction menjadikan film ini khas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini secara cerdas menggambarkan betapa hal satire yang tidak pantas dan tidak seharusnya ditertawakan&mdash;menjadi hal absurd yang jadi bahan tawaan. Pulp Fiction membawa kita untuk menertawakan tindakan para kriminal yang normalnya, menakutkan. Namun, sisi menakutkan ini diruntuhkan dengan naskah yang sama sekali berbeda dengan film penjahat <em>mainstream</em> pada umumnya&mdash;perebutan kekuasaan, atau berbagai konflik rumit yang seringkali menjadi bumbu bagi film kriminal.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Pulp Fiction, hampir semua tokoh adalah kriminal, mulai dari <em>duo hitman</em> Vincent Vega dan Jules Winnfield; kaki tangan bos besar kriminal Marsellus Wallace (Ving Rhames) dan istrinya Mia Wallace (Uma Thurman) sang pecandu heroin, Mr. Wolf (Harvey Keitel) kenalan Marcellus, sepasang kekasih perampok; Yolanda (Amanda Plummer) dan Ringo (Tim Roth), serta Butch Coolidge (Bruce Willis) yang menjalin bisnis kotor dengan Marsellus sebagai petinju.</p><p style="text-align: justify;">Meski sedikit sulit untuk menyambungkan berbagai benang merah dalam kisah Pulp Fiction dan lebih baik untuk disaksikan secara langsung, film ini sama seperti kebanyakan film-film Tarantino, di mana Pulp Fiction juga dibagi dalam beberapa <em>chapter</em> seperti novel. Diawali dengan prolog, yang kemudian membawa kita kepada tiga <em>chapter</em> utama, kemudian diakhiri dengan epilog.</p><p style="text-align: justify;">Pada <em>chapter</em> pertama, berjudul &ldquo;<em>Vincent Vega and Marsellus Wallace&rsquo;s Wife</em>,&rdquo; mengisahkan Vincent yang sedang menjalankan tugasnya untuk mengawal dan menemani istri sang bos, Mia Wallace untuk makan malam di sebuah restoran bergaya unik tahun 50-an. Tidak hanya itu, mereka juga memenangkan kompetisi dansa yang restoran tersebut adakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maksud hati ingin menjalankan tugasnya dengan sempurna, Vincent justru terperangkap dalam malam yang sulit dan rumit, ketika ia menemukan Mia tergeletak di lantai karena overdosis heroin. Hal ini membuat Vincent begitu kewalahan hingga mengganggu temannya di tengah malam, dan harus melakukan pertolongan untuk Mia. Setelah dirinya berhasil membuat Mia sadarkan diri, ia kembali mengantar Mia pulang, dan saling berjanji untuk tidak menceritakan hal tersebut pada Marsellus.</p><p style="text-align: justify;"><em>Chapter</em> kedua, &ldquo;<em>The Gold Watch</em>&rdquo; fokus pada tokoh Butch, seorang petinju yang sukses menipu Marsellus untuk menolak kalah dalam pertandingan dan kabur bersama honornya. Vincent kemudian dikirim Marsellus untuk menghabisi Butch. Di sini, Vincent mati tertembak oleh Butch dengan senapannya sendiri, sebab ia lalai dan tidak curiga akan kehadiran Butch di apartemennya yang ia awasi.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, &ldquo;<em>The Bonnie Situation</em>&rdquo;, adalah <em>chapter</em> yang mengisahkan berbagai konfrontasi yang janggal antara <em>duo hitman</em> Vincent dan Jules; serta Jimmie, sahabat Jules. Di pagi hari, setelah keduanya berhasil mengambil kembali uang-uang Marsellus dari tiga orang pengkhianat, mereka membawa salah satunya bersama mereka. Sebelumnya, mereka berdua hampir mati karena pistol yang ditembakkan oleh salah satu pengkhianat tersebut, namun karena &ldquo;mukjizat Tuhan&rdquo;&mdash;kata Jules, mereka tidak tertembak sama sekali. Ketika mereka sibuk berdebat dengan masalah ketuhanan, Vincent tidak sengaja menembak Marvin; orang yang mereka bawa, tepat di wajahnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bingung dan kewalahan karena tak ada tempat sembunyi, Jules terpaksa menghubungi sahabatnya, Jimmie, untuk meminta tolong. Kedatangan mereka berdua yang membawa mayat tanpa kepala di garasinya membuat Jimmie cemas akan istrinya Bonnie; karena ia takut diceraikan apabila istrinya sampai melihat mayat tersebut. Di sini, Tarantino berperan sebagai Jimmie.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Unsur Satire dan Penentangan <em>Frame Mainstream</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini sarat dengan unsur sindiran, di mana mereka mencoba &ldquo;menyindir&rdquo; bagaimana klisenya Hollywood menciptakan film kriminal dengan <em>mainstream</em> khas yang mapan. Hal ini dapat diperhatikan dalam berbagai adegan yang terjadi dalam Pulp Fiction.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam film kriminal <em>mainstream</em>, pembunuh bayaran akan bersetelan necis dan apik, kemudian membereskan tugas dengan cepat dan rapi. Namun di sini, meskipun Vincent dan Jules berpakaian rapi serba jas dan dasi hitam, mereka selalu membuat kekacauan yang merepotkan bos mereka. Bahkan diakhir misi mereka (<em>chapter</em> ketiga, &ldquo;<em>The Bonnie Situation</em>&rdquo;), mereka hanya berkaus oblong dan bercelana kolor seperti orang bodoh, dan harus kehilangan mobil mewah mereka.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini juga terjadi pada sosok Marsellus Wallace sang bos besar mafia. Apabila kita biasa menemui pribadi yang penuh wibawa, mengerikan dan berdarah dingin, hal ini akan menjadi gelak tawa ironi pada Pulp Fiction. Segala aspek kebengisan tersebut runtuh ketika Wallace diperkosa dua pria begundal di sebuah toko barang bekas, ketika dirinya dan Butch berkelahi di dalam toko mereka dan ingin saling bunuh. Tarantino sukses menjatuhkan <em>image</em> bos-bos mafia pada film <em>mainstream</em>.</p><p style="text-align: justify;">Diakhiri dengan epilog yang membawa unsur humor yang kelam, Pulp Fiction mempertemukan sepasang kekasih perampok pada prolog film ini, dengan <em>duo hitman</em> yang sedang sarapan dan mengalami konflik batin. Nuansa ini terasa ketika Yolanda dan Ringo berdiskusi sengit tentang merampok dengan cara paling mudah tanpa harus melukai dan membunuh siapapun. Setelah mereka berdebat panjang, mereka memutuskan untuk merampok <em>coffee shop</em> tempat mereka sarapan pagi itu. Bukannya mengurangi resiko, mereka malah bertemu dua pembunuh yang baru menyelesaikan tugasnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun film ini dinamai Pulp Fiction&mdash;di mana makna &ldquo;<em>pulp</em>&rdquo; pada awal film itu sendiri dapat diartikan dengan dua pemahaman. Pertama, menurut <em>American Heritage Dictionary</em>, arti <em>pulp</em> adalah <em>soft, moist, shapless mass of matter</em>; yang apabila disandingkan dengan kata fiction, secara kasar dapat diartikan sebagai &ldquo;fiksi cair&rdquo; atau &ldquo;bubur fiksi&rdquo;. Hal ingin menegaskan bahwa Pulp Fiction adalah film dengan berbagai interpretasi; tanpa bentuk <em>mainstream</em> yang baku.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, <em>pulp</em> bisa diartikan sebagai majalah dengan kualitas kertas yang buruk. Majalah seperti ini pernah populer sekitar tahun 1896 sampai 1950-an. Namun, hal ini bukan berarti Pulp Fiction &ldquo;murah&rdquo; seperti film <em>box office</em> pada umumnya. Pulp Fiction adalah film yang dirangkai secara apik dengan ide mahal yang menjadikannya unik.</p><p style="text-align: justify;">Apabila kalian mencari film unik dengan suasana satire dan ironi yang menonjol, maka film ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. <strong><em>(len/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tuai Kritik Pengesahan RUU PKS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tuai-kritik-pengesahan-ruu-pks/baca </link>
<guid> tuai-kritik-pengesahan-ruu-pks </guid>
<pubDate> Mon, 25 Feb 2019 12:49:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hingga kini kehadiran RUU PKS masih menuai pro kontra. (Sumber foto: https://kabar24.bisnis.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tuai-kritik-pengesahan-ruu-pks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ciT1V4kNgd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tuai Kritik Pengesahan RUU PKS</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Polemik Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) hingga kini belum juga menemui titik terang. Padahal rancangan ini sudah berjalan hampir lima tahun. Kini, santer terdengar penolakan RUU PKS dari berbagai pihak. Ribuan orang menandatangani petisi penolakan RUU PKS. Salah satu alasan mereka mengecam RUU ini lantaran dianggap mendukung zina dan <em>lesbian, gay, biseksual, transgender</em> (LGBT). Hal ini membuat sejumlah kaum feminis geram, pasalnya RUU PKS justru dinilai mengatur tentang perlindungan kepada kaum perempuan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menolak Pengesahan RUU PKS</strong></p><p style="text-align: justify;">Maya Rahmana Ketua Pemberdayaan Perempuan KAMMI Kaltim-Kaltara menolak keras adanya RUU PKS. Menurutnya, masih banyak permasalahan dalam aturan tersebut. Salah satunya, definisi kekerasan yang diusulkan pada pasal 2 masih banyak hal-hal yang ibaratnya multitafsir. Dikatakannya, jika RUU ini nantinya disahkan, akan menjadi pasal karet seperti UU ITE yang terkesan melindungi pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menilai konsep dari kekerasan yang sebenarnya pun berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) kekerasan kata dasarnya adalah keras, dalam hal kekerasan seksual berarti adanya pemaksaan. Berbeda dengan konsep kejahatan yang berarti melanggar norma agama dan merupakan perbuatan dosa. Dari dua kata tersebut, jelas maknanya akan berbeda. Maya beranggapan seandainya pemilihan kata yang digunakan adalah kejahatan, bukan kekerasan yang dianggap akan mengakomodir pelaku-pelaku kejahatan seksual, maka bisa disepakati. Maya pun memertanyakan Komnas perempuan akan penggunaan kata tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;RUU PKS ini sudah direvisi empat sampai lima kali di Komisi VIII DPR RI, tetapi tidak mengubah konsep dari pada kekerasan yang diusung. Artinya ada penumpang gelap dalam RUU PKS ini,&rsquo;&rsquo; tuding Maya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kritik Badan RUU PKS</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam pasal 1 yang dituangkan dalam RUU PKS tertulis, &ldquo;Kekerasan seksual adalah suatu perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, atau perbuatan lainnya terhadap tubuh hasrat seksual seseorang dan atau fungsi reproduksi secara paksa bertentangan dengan kehendak seseorang yang menyebabkan seseorang itu tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas karena ketimpangan relasi kuasa dan atau relasi gender yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan atau kesengsaraan secara fisik seksual, organ secara ekonomi, sosial budaya atau politik&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang menjadi poin kritik Maya untuk pasal 1. Pertama,definisi dari kekerasan seksual yang diusung ini tidak fokus dan melebar ke permasalahan luar. Karena RUU ini turut mengatur tentang pernikahan, kontrasepsi, dan aborsi. Kedua, penjelasan pasal 1 &nbsp;tidak memberikan batasan mengenai istilah &lsquo;merendahkan&rsquo;. Padahal, dari kata tersebut orang-orang cenderung subjektif.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, tidak memperhitungkan risiko korban dapat kehilangan nyawa atau tindakan kejahatan seksual. Memasukkan unsur hasrat seksual yang luas yang dapat diimplikasikan pada pelaku seksual yang menyimpang. Maksudnya dari kata hasrat seksual kita tidak boleh menghina hasrat seksual seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Misalkan ada orang punya hasrat seksual menyukai sesama jenis, kemudian dikritik atau diberikan pemahaman bahwa itu adalah hal yang menyimpang. Tetapi dengan adanya kata &lsquo;menghina&rsquo; ini, seseorang yang awalnya mengkritik dan meluruskan kemudian dikenakan pasal kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi ibaratkan kalau kita mengkritik orang yang LGBT itu kita tidak boleh, termasuk dalam definisi kekerasan seksual itu. Kenapa RUU ini bisa melegalkan LGBT,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, adanya penggunaan kata &lsquo;relasi kuasa&rsquo; yang dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi pasangan suami istri yang dinilai berpotensi mengganggu ketahanan rumah tangga. RUU PKS menginginkan suami istri memiliki posisi yang setara dan semua hal harus dalam persetujuan kedua belah pihak. Padahal menurut Maya, baik perempuan maupun laki-laki memiliki porsinya masing-masing, seperti yang telah diatur dalam ajaran Islam. Termasuk dosa apabila istri tidak menuruti perintah suami. Tapi, dari RUU PKS dinilai justru bertentangan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian dalam pasal 11, dituliskan sembilan jenis kekerasan seksual, yaitu &nbsp;pelecehan seksual, eksploitasi seksual, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan aborsi, perkosaan, pemaksaan perkawinan, pemaksaan pelacuran, perbudakan seksual, dan penyiksaan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah kata pemaksaan ini yang kemudian multitafsir. &lsquo;Pemaksaan aborsi&rsquo; berarti aborsi secara sukarela gapapa dong?&rdquo; duganya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sedangkan angka aborsi di Indonesia itu 3,5 juta setahunnya dan di Kalimantan sendiri cukup tinggi. Rata-rata di Kalimantan yang aborsi di luar pernikahan itu adalah anak-anak remaja, anak muda, karena pergaulan bebas hamil diluar nikah yang kemudian dia malu karena enggak ada yang tanggung jawab akhirnya dia aborsi,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Maya menganggap, RUU PKS justru melindungi orang yang melakukan seks bebas dan sama saja melegalkan aborsi secara sukarela. Selanjutnya, pemaksaan pelacuran yang berarti boleh saja prostitusi merajalela di mana-mana. Sedangkan di Kaltim pengadaan prostitusi sendiri mencapai hampir di tujuh puluh lokasi. Yang rata-rata berada dekat dengan wilayah pertambangan.</p><p style="text-align: justify;">Adanya penolakan RUU PKS ini bertujuan untuk menghindari semakin banyaknya kerusakan moral yang terjadi, terlebih dengan adanya kata pemaksaan yang dinilai berpotensi melindungi LGBT dan berzinah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya, Indonesia tidak memerlukan RUU PKS. Karena melegalkan perzinahan. Kalau untuk aborsi itu memang sudah ada RUU-nya dari aborsi. Pemaksaan pernikahan ini sebenarnya tidak perlu karena RUU pernikahan itu sudah ada tinggal pelaksanaannya saja yang diperketat, kemudian tentang perzinahan itu juga sudah ada dan yang harus direvisi adalah KUHP. RUU yang masih dalam konteks pernikahan dan di luar pernikahan itu juga diatur di negara kita,&rsquo;&rsquo; ungkap Maya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut sisi kontra, RUU PKS juga tidak menyebutkan aturan yang jelas untuk menghukum para pelaku penyimpangan seksual ataupun kejahatan seksual. Terlebih lagi, nilai-nilai RUU PKS diadopsi dari barat sehingga tidak sesuai dengan nilai-nilai keyakinan di Indonesia. Dalam RUU PKS terlihat kering nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu alasan disebut kering dari ideologi bangsa karena, dalam sila pertama secara eksplisit &nbsp;menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan warga yang beragama. Sedang di pasal 11 hanya membahas tentang menjunjung tinggi atas hak asasi manusia(HAM), tetapi mengesampingkan norma dan agama, sehingga tidak sejalan dengan keyakinan Indonesia. Dalam RUU PKS seolah perempuan diberi kebebasan (dalam hal berpakaian) dan diberi kontrol seksual.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keadaan terburuk misalnya, dia diperkosa kemudian dia dikritik atau dihina karena pakaiannya yang vulgar itu. Dalam RUU PKS ini masuk dalam kekerasan, padahal tidak melihat akar permasalahannya. Kalau misalnya RUU PKS ini disahkan, ibaratnya kita tidak boleh mengkritik penampilannya (pakaian) gitu. Mungkin memang tidak dijelaskan secara gamblang di sini, tapi ketika diamati bisa menjadi multitafsir dengan hal-hal yang seperti itu,&rdquo; kata Maya.</p><p style="text-align: justify;">Inilah yang menjadi &nbsp;yang menjadi keresahan bagi kubu kontra. Mereka menilai akan lebih banyak kerusakan moral akibat perzinahan yang terjadi. Bagi Maya, menolak bukan berarti tidak peduli dengan perempuan Indonesia yang menjadi korban hari ini. Justru dengan menutup pintu kemaksiatan yang semakin merajalela karena perbuatan zina dari segi apa pun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Solusi kongkrit dari saya, ubah konsep kekerasan menjadi kejahatan seksual. Revisi KUHP pidana perluasan tentang perzinahan (yang &nbsp;hari ini diatur hanya dalam konteks pernikahan) sedangkan perzinahan di luar pernikahan tidak diatur. Kita tidak butuh RUU PKS yang malah mengakomondir perzinahan, LGBT, dan aborsi sukarela,&rdquo; tegas Maya. <strong>(<em>ann/ira/adl</em>)</strong><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Darurat Kekerasan Seksual, Retno: RUU PKS Harus Disahkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/darurat-kekerasan-seksual-retno-ruu-pks-harus-disahkan/baca </link>
<guid> darurat-kekerasan-seksual-retno-ruu-pks-harus-disahkan </guid>
<pubDate> Mon, 25 Feb 2019 13:40:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Darurat Kekerasan Seksual (Sumber ilustrasi: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/darurat-kekerasan-seksual-retno-ruu-pks-harus-disahkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T2djqVc0T6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Darurat Kekerasan Seksual, Retno: RUU PKS Harus Disahkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Meski terdapat pihak yang menolak, tak sedikit yang mendukung RUU ini. Sebagai salah satu organisasi yang bergerak di bidang feminisme, Embrio Perempuan Merdeka (Empeka) turut menanti angin segar dari pengesahan RUU PKS. Meski begitu, Empeka tak menutup kekecewaan dengan munculnya penolakan dari draf RUU tersebut. Yuliani Saputri atau yang biasa dikenal dengan Putri Kalua menyuarakan pendapatnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ketua Umum Empeka Samarinda ini, RUU PKS tidak mengganti pasal yang sebelumnya sudah tertulis di KUHP. Seperti UU Aborsi, ataupun UU tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). Ia menekankan bahwa RUU PKS tidak mengubah, justru melengkapi. Salah satunya jika ada seseorang yang merasa dilecehkan, sudah tidak akan sungkan lagi untuk melaporkan kejadian tersebut, karena berbagai bentuk pelecehan diatur dalam RUU PKS. Bahkan di RUU PKS dibahas secara mendalam hal-hal apa saja yang termasuk dalam kekerasan seksual. Contoh lainnya adalah serangan pelecehan seksual melalui media sosial, misalnya melalui pesan daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebanyakan yang kontra ini beranggapan RUU PKS apabila disahkan, akan melegalkan perzinahan, LGBT, aborsi dan bentuk-bentuk pelanggaran yang bertentangan dengan agama Islam. Mereka beranggapan, apa yang dilarang di agama itu yang dibenarkan di RUU PKS padahal sebenarnya tidak,&rsquo;&rsquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data Komnas Perempuan, KDRT berada dalam posisi tertinggi dalam kasus kekerasan seksual, yang kemudian disusul oleh Kekerasan dalam Pacaran (KDP).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sini perlu garis bawahi memang benar kalau kekerasan seksual tidak melihat status. Ketika sudah menikah bukan berarti lepas dari bentuk kekerasan seksual. Ini membuktikan bahwa KUHP tentang KDRT masih banyak kekurangan dan akan dilengkapi di RUU PKS,&rdquo; kata Putri.</p><p style="text-align: justify;">Putri pun menampik jika alasan kontra RUU PKS adalah adanya bentuk pelegalan LGBT. Menurutnya, hadirnya RUU PKS diharapkan &nbsp;dapat memanusiakan manusia. Menurut Putri, terhambatnya pengesahan ini karena adanya penolakan keras dari berbagai pihak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Salah satunya karena perbedaan di masyarakat yang masih beranggapan bahwa RUU P-KS ini feminis liberal. Belum adanya satu pemikiran dan masih ada beberapa orang yang masih merasa dirugikan jika RUU PKS ini nanti disahkan,&rdquo; ujar Putri.</p><p style="text-align: justify;">Senada, salah seorang akademika dari Fakultas Hukum (FH), Haris Retno Susmiyati, yang merupakan Ketua Pusat Studi Perempuan dan Anak di FH menyetujui, bahwasanya RUU PKS akan memberikan perlindungan kepada perempuan yang selama ini tidak bisa dijangkau oleh hukum. Misalnya, soal kasus pelecehan secara verbal kepada Baiq Nuril. Retno mengibaratkan kasus yang menerpa Baiq Nuril dengan sebuah gunung es, yang mampu terkuak di permukaan hanyalah puncak kecilnya saja, sedangkan keseluruhannya tak terlihat.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula dengan kasus kekerasan seksual di Indonesia, ia meyakini lebih banyak kasus kekerasan seksual yang tak terungkap. Cukup disayangkan Baiq Nuril yang merupakan korban tidak mendapat keadilan tapi justru dia harus menghadapi tuntutan hukum karena pencemaran nama baik ITE.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tak dapat dipungkiri jika saat ini kita melihat banyak sekali kasus kekerasan seksual dan tidak semuanya mampu di proses berdasarkan peraturan hukum yang ada. KUHP yang digunakan sekarang merupakan warisan dari zaman Belanda dan belum ada perubahan sama sekali,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia membeberkan beberapa hal mengapa ini harus segera disahkan. Pertama, rumusan-rumusan di dalam KUHP tidak cukup memberikan perlindungan karena dibuat di masa lalu yang tidak bisa menjawab kebutuhan di masa sekarang maupun di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, munculnya beberapa kasus yang kaitannya dalam kekerasan perempuan menunjukan bahwa persoalan kekerasan dalam perempuan itu harus dirumuskan secara khusus ke dalam bentuk undang-undang. Karena, jika kasusnya seperti &nbsp;Baiq Nuril yang harus menghadapi tuntutan hukum karena UU ITE, yang mengatasi multi tafsir ketentuan UU ITE itu harus dijawab dengan level undang-undang juga.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, Retno memprediksi bahwa tidak banyaknya kasus yang terungkap karena prosedur penanganannya belum pro korban. Artinya, harus ada terobosan upaya prosedur hukum yang memungkinkan korban ini tidak menjadi korban dua kali, sudah jadi korban pelecehan atau kekerasan seksual setelah itu jadi korban lagi karena ketidaknyamanan dalam proses hukum itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita lihat prosedurnya KUHP, itu tidak membedakan laporan korban dengan laporan pelaku. Perlakuan <em>Standart Operating Procedure</em> (SOP)-nya penegak hukum itu sama. Karena ya masa lalu jaman sebelum merdeka, bayangkan belum ada regulasi. HAM tidak menjalankan prinsip-prinsipnya, saya kira justru itu sangat mendesak,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>Kompas</em>, salah satu alasan penolakan RUU PKS adalah adanya pasal yang multi tafsir sehingga dikhawatirkan tak sesuai dengan budaya ketimuran. Namun tak disebutkan lebih lanjut pasal bagian mana yang dimaksud. Menanggapi hal ini, Retno mengakui belum bisa menemukan alasan mengapa RUU PKS ini dianggap pro zina dan LGBT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sudah coba menelusuri petisi-petisi penolakan itu tapi tidak bisa melacak yang menjadi keberatan mereka itu di pasal yang mana dan kalimatnya apa. Kalau bisa ditemukan poin konkrit kalimat yang mereka keberatan itu, saya kira bisa didiskusikan. Karena kalau saya baca secara umum, muatan-muatan yang seperti itu justru tidak ada,&rsquo;&rsquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Retno menilai, jangan sampai ketakutan yang tidak berdasar tersebut justru menyebabkan perlakuan tidak adil untuk korban, seperti membiarkan korban tidak didampingi sesuai dengan ketentuan hukum.</p><p style="text-align: justify;">Mandeknya RUU PKS sendiri menurut Retno, karena pemerintah, khususnya dewan legislatif belum memberi perhatian penuh akan urgensi RUU PKS. Ada beberapa hal yang menyebabkan tertahannya pembahasan RUU PKS di meja legislatif. Salah satunya karena isu perempuan dianggap bukan isu penting dan seolah-olah pengesahan RUU PKS hanya keinginan kaum wanita saja dan dianggap tidak mengancam keberadaan suatu negara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin anggota DPR baru merasa itu penting kalau ada pergerakan massa ramai-ramai. Apalagi ini tahun politik, kayaknya perhatian orang lagi pada sibuk mengurusi pemilu serentak gitu ya, jadi memang urusan soal perempuan itu dianggap tidak penting makanya tidak segera dibahas gitu,&rdquo; tutup Retno. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penyintas dalam Kekerasan Seksual</strong></p><p style="text-align: justify;">Sempat membuka kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang dialami anggotanya, Lingkar Studi Kerakyatan (LSK) semakin berupaya melawan tindakan asusila dan perlakuan tak menyenangkan ini. Belum lagi isu RUU PKS yang membahas soal aturan terhadap kasus pelecehan dan kekerasan seksual menjadi bahan perbincangan. Hal ini tak lepas dari pro dan kotra yang mengiringi proses pengesahan rancangan tersebut. Hal ini turut menjadi bahan diskusi LSK, melalui Diyat, selaku salah satu anggota LSK mengatakan bahwa dengan disahkannya RUU PKS ini akan menjadi kemenangan kecil bagi pergerakan. Meski ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan menyerahkan begitu saja kepada pihak pemangku kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak terjebak pada persoalan mendukung atau tidak, tetapi ini masalah sistematis. Namun jika RUU ini disahkan, maka akan menjadi kemenangan kecil bagi pergerakan. Walaupun masih banyak kekurangan dalam RUU itu sendiri,&rdquo; terang Diyat.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, beberapa waktu silam LSK sempat menyampaikan surat terbuka ke publik terkait adanya tindakan pelecehan dan kekerasan seksual yang dilakukan sesama anggota LSK. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual/baca</a>). Langkah tegas yang diberikan berupa pemberian kepada tiga nama yang berdasarkan penelusuran LSK merupakan pelaku. Sejauh ini, proses tindak lanjut dari kasus ini ialah memberikan pendampingan dan pemulihan kepada para penyintas dengan dibawa ke psikiater.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Diyat bahwa penyintas masih trauma terhadap kasus yang pernah ia alami. &ldquo;Penyintas bahkan tidak mau mendiskusikan perihal kekerasan seksual yang teoritik,&rdquo; kata Diyat.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui di antara tiga nama pelaku, satu di antaranya telah menunjukkan keseriusan dengan memberikan bantuan finansial untuk proses healing penyintas. Menurut Diyat, adanya kasus pelecehan dalam suatu lembaga atau organisasi bukan hanya karena amoral pelaku, tetapi juga didukung dengan kelalaian orgainsasi dan ketidakpekaan anggota secara kolektif. &ldquo;Langkah pencegahan yang &nbsp;jelas adalah pendalaman secara ideologis dan kerja-kerja yang efektif.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>cnnindonesia.com</em>, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menargetkan RUU PKS dapat disahkan DPR pada Agustus mendatang.<em>&nbsp;</em><strong style=""><em>(ann/ira/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhir Pekan Ceria dengan Journalistic Leadership Training </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/akhir-pekan-ceria-dengan-journalistic-leadership-training/baca </link>
<guid> akhir-pekan-ceria-dengan-journalistic-leadership-training </guid>
<pubDate> Tue, 26 Feb 2019 11:57:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> JLT LPM Sketsa Unmul 2019. (sumber foto: Dokumentasi Sketsa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/akhir-pekan-ceria-dengan-journalistic-leadership-training/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sLBu4BseST.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhir Pekan Ceria dengan Journalistic Leadership Training</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Rangkaian penyambutan anggota magang LPM Sketsa Unmul baru saja selesai digelar Minggu (17/2) lalu. Tak perlu berlama-lama, Sketsa kembali mengadakan &ldquo;pesta penyambutan&rdquo; bagi para magangers angkatan 12 bertajuk Journalistic Leadership Training (JLT). Berlangsung selama dua hari satu malam, agenda ini diikuti oleh seluruh anggota magang LPM Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Akhir pekan memang biasa digunakan untuk kegiatan bersantai bagi sebagian orang, namun tidak bagi seluruh elemen LPM Sketsa kala itu. Semua beramai-ramai menunjukkan senyum paling bahagianya, pertanda siap menyambut agenda yang dilaksanakan di Aula MAN 2 Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Alam semesta juga seakan berkonspirasi mendukung kegiatan kami, dibuktikan dengan cuaca cerah yang kala itu awan saja tak ingin mengusik. Dimulai pukul 7 pagi, semua awak Sketsa baik panitia maupun para magangers berkumpul memadati Aula Gedung Student Centre (SC) Sabtu (23/02). Berkumpul, bercerita, berbagi tawa bersama hingga menunggu semua pasukan lengkap.</p><p style="text-align: justify;">15 menit setelahnya, kami bergerak meninggalkan SC. Jarak antara kampus dengan lokasi acara yang tidak terlalu jauh cukup ditempuh dengan waktu 10 menit, terlebih lagi lalu lintas sedang lengang. Sesampainya di destinasi, beberapa panitia sudah menunggu kehadiran satu sama lain. Bergerak tanpa dikomando untuk mengorganisir para magangers dan tentu saja perlengkapan acara yang cukup menyita perhatian.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai dengan pembagian kamar tidur dan registrasi, 15 magangers siap disebar ke kamar masing-masing dan mempersiapkan diri untuk agenda pembukaan. Setelahnya mereka beramai-ramai memadati aula yang tidak terlalu luas namun cukup menampung kami saat itu. Ratih Ayudia Puspita yang saat itu didapuk menjadi Master of Ceremony (MC) pada saat <em>opening</em> berhasil menjalankan tugasnya dengan apik. Dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Mahameru Primantoro dan ditutup dengan sambutan ketua umum LPM Sketsa Unmul, Uswatun Hasanah.</p><p style="text-align: justify;">Beranjak dari acara opening, agenda berlanjut dengan pembagian kelompok dan pembuatan yel-yel. Seketika suara riuh memenuhi ruangan dikarenakan pengumuman mendadak ini. namun lagi-lagi tanpa perlu dikomando, setiap kelompok yang diketuai oleh satu orang, memastikan diri untuk membuat yel-yel sebaik mungkin meski dengan waktu yang terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin membuang waktu, panitia memutuskan untuk memanggil satu persatu kelompok yang sudah siap untuk membawakan yel-yel mereka. Unik dan menyegarkan. Dua padanan kata yang sanggup menggambarkan semangat para magangers dalam menyanyikan yel-yel mereka pagi itu. <em>Eits</em>, jangan lupakan kehadiran panitia yang tak berhenti tertawa sembari mengabadikan momen juga ya.</p><p style="text-align: justify;">Matahari semakin memuncak, saatnya menstimulasi otak para magangers dengan ilmu yang bemanfaat dari Raden Roro Mira Budiasih. Seorang wartawan andal yang berkecimpun di dunia tulis menulis, berprestasi, siap membagikan ilmu dan pengalamannya dalam kurun waktu satu jam ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Serius dan menenangkan. Dua kata tersebut nampaknya cukup menggambarkan situasi kala itu. serius karena para magangers tidak berniat melewatkan satupun materi yang disampaikan Roro, hingga menenangkan dikarenakan semuanya menyimak sembari mencatat dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melalui satu jam yang cukup membutuhkan kerja keras otak, saatnya melakukan penyegaran. Apalagi kalalu bukan bermain! Panitia tak tanggung-tanggung dalam menyiapkan serangkaian games, mulai dari permainan oreo wajah yang menggelitik bagi penontonnya, hingga balap-balapan menggunakan keset. Iya, keset yang dipakai sebagai pembersih kaki itu.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya barulah semua awak Sketsa berkesempatan untuk beristirahat sembari mengisi perut mereka yang sudah meminta untuk diisi sejak pagi. Memasuki siang hari, agenda kembali dilanjutkan dengan diskusi kecil-kecilan bertemakan Jalan Buntu Persma di Universitas yang dipimpin oleh William Maliki selaku pemantik. Diskusi yang diestimasikan berlangsung selama satu jam justru tak terasa molor hingga 15 menit lebih. Apalagi jikalau bukan karena antusiasme para magangers yang tinggi dalam menyampaikan buah pikiran mereka. Tepuk tangan untuk magangers kali ini!</p><p style="text-align: justify;">Setelah melalui satu jam yang berat dengan diskusi, kali ini saatnya untuk me-refresh otak kembali dengan <em>ice breaking&nbsp;</em>seru yang sudah disiapkan panitia. Dilanjutkan dengan diskusi mengenai persiapan penampilan kretivitas hingga akhirnya peserta magang berhasil menampilkan drama sederhana nan mebekas mereka. Lagi-lagi tepuk tangan untuk seluruh peserta magang karena penampilan mereka berhasil membuat seisi aula MAN 2 Samarinda tertawa sore itu.</p><p style="text-align: justify;">Tak terasa matahari sudah kembali ke peraduan, saatnya bulan bekerja memancarkan cahayanya. Dimulai dengan makan malam, ibadah, dan dilanjutkan dengan sesi temu alumni LPM Sketsa Unmul. Menjadi salah satu rangkaian yang ditunggu-tunggu sebenarnya, sebab di sana lah mereka akan bertemu dengan tetua-tetua Sketsa yang sudah berhasil membawa nama baik Sketsa hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Membentuk lingkaran, malam minggu kala itu makin hangat. Dibuka dengan perkenalan oleh Amelia Rizky Yunianty, hingga dialnjutkan oleh Wahid Tawaqal, Achmad Syahrif, Khajjar Rohmah, hingga Rizky Rachmadiani yang kesemuanya merupakan alumni Sketsa angkatan 8. Oh, jangan lupakan kehadiran Hafizdzaki Monocikadiwa yang saat itu mewakili alumni Sketsa 7 dan juga kehadiran Monika Wibisono Putri yang menutup barisan para alumni dari angkatan 8.</p><p style="text-align: justify;">Sesi sharing dan tanya jawab awalnya berlangsung khidmat, hingga pada akhirnya buyar juga dengan sederet pertanyaan-pertanyaan nyeleneh namun menimbulkan rasa penasaran. Kendati demikian, semua alumni menjawab dengan senang hati pertanyaan-pertanyaan yang lebih menjurus ke ranah private tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jam yang menunjukkan pukul 22.30 saat itu seakan menjadi pertanda bahwa para magangers juga membutuhkan istirahat setelah perjalanan panjang mereka selama seharian ini. Sabtu itu resmi ditutup dengan kembalinya peserta magang ke kamar masing-masing untuk beristirahat sembari memulihkan tenaga karena agenda-agenda masih akan dilanjutkan esok hari.</p><p style="text-align: justify;">Mentari pagi kembali menyingsing, membangunkan seluruh peserta magang hingga akhirnya berkumpul di lapangan guna meregangkan otot-otot tubuh. Minggu yang cerah kala itu dibuka dengan senam atraktif oleh Ariani Maya Aprilia Tinambunan yang lagi dan lagi menggelitik perut kosong pagi itu. Senam dimainkan dalam dua sesi guna memanaskan tubuh. Hingga setelahnya barulah semua awak Sketsa berkesempatan untuk mengisi kembali perut mereka dengan makanan yang sudah disiapkan. Dilanjutkan dengan <em>games marathon</em>, setiap kelompok kembali diadu kekompakannya guna mengakrabkan diri satu sama lain. Hingga akhirnya ditemukan pemenang, barulah <em>games marathon</em> tersebut diakhiri.</p><p style="text-align: justify;">Bersamaan dengan berakhirnya permainan kekompakan, datang lah pemateri kedua yakni Khajjar Rohmah yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum LPM Sketsa Unmul 2016. Khajjar yang saat itu membawakan materi kepemimpinan juga berhasil mentransfer ilmunya dengan baik pada peserta magang. Tak disia-siakan pula oleh peserta magang untuk mengajukan pertanyaan, mereka aktif bertanya pada saat sesi tanya jawab, bahkan sang pemateri Khajjar sudah menyiapkan hadiah lho.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki penghujung acara, tiba lah saatnya untuk mengumumkan peserta dan kelompok terbaik. Datang dari kaum adam yakni Erzha Tegar Hati berhasil menjadi peserta terbaik saat itu. Meski dengan wajah setengah mengantuk dan kelelahan, ia tetap maju menerima sertifikat sembari tersenyum lebar.</p><p style="text-align: justify;">Menyusul kemudian yakni Restu Almalita dari perwakilan putri. Tak jauh berbeda dengan Erzha, Restu juga bersemangat menerima sertifikat yang saat itu diserahkan oleh Uswatun Hasanah sang ketua umum.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pengumuman yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba tatkala Ratih Ayudia Puspita menyampaikan pemenang kelompok terbaik pertama. Deg-degan, semua tentu merasakannya, terlebih lagi peserta magang. Hingga akhirnya kelompok yang diketuai Erzha Tegar Hati berhasil membawa hadiah pertama disusul oleh kelompok Muhammad Rafyak lalu kemudian kelompok Ferren Novelin, Laij dan ditutup oleh kelompok Samuel Gading yang berhasil meraih predikat sebagai kelompok terfavorit.</p><p style="text-align: justify;">Layaknya agenda yang sudah-sudah, tentu di penghujung acara selalu diisi dengan sesi foto bersama. Namun ada yang berbeda saat itu, yakni bertambahnya senyum-senyum baru yang siap menghiasi hari-hari perjalanan LPM Sketsa Unmul. Sketsa 12 bertahanlah, karena perjalanan kalian akan segera dimulai! <em><strong>(sut/hdt/fqh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Siap Periksa Karya Tulis dengan Turnitin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-periksa-karya-tulis-dengan-turnitin/baca </link>
<guid> unmul-siap-periksa-karya-tulis-dengan-turnitin </guid>
<pubDate> Wed, 27 Feb 2019 13:31:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surya Nur Rahmatullah, Sekretaris Pusat LP3M Unmul. (Sumber Foto: William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-periksa-karya-tulis-dengan-turnitin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AwFWMi1H4g.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Siap Periksa Karya Tulis dengan Turnitin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebentar lagi Unmul akan terapkan aplikasi Turnitin untuk cegah plagiarisme. Kini sudah masuk dalam tahap pembayaran ke pihak Turnitin di Jakarta. Rencananya, akhir bulan ini akan mulai diterapkan dan didistribusikan ke seluruh lingkungan kerja di Unmul. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mencegah-plagiarisme-dengan-aplikasi-turnitin/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mencegah-plagiarisme-dengan-aplikasi-turnitin/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan oleh Surya Nur Rahmatullah, Sekretaris Pusat Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M). Menurutnya karena Turnitin sifatnya berlangganan selama setahun, maka prosesnya diharapkan bisa segera diselesaikan. Sehingga penerapannya pun cepat, sebab ada beberapa hal yang akan dikejar. Salah satunya pelatihan untuk teknisi Turnitin.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mudah-mudahan bulan ini sudah bisa terealisasi, supaya kita bisa mengaktifkan akun-akunnya di Unmul,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Surya, Unmul akan berlangganan selama satu tahun dengan jumlah 100 akun pemeriksa. Di mana tiap satu akun punya kuota <em>unlimited</em> untuk memasukkan dan memeriksa data selama jangka waktu berlangganan. Untuk harganya sendiri sekitar Rp160 juta, namun saat ditemui, dikatakan masih terus diupayakan pelobian harga oleh tim pengadaan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, tim untuk Turnitin masih berasal dari internal LP3M, yaitu tim akreditasi dan jurnal (publikasi) ditambah lima operator yang akan mengoperasikan Turnitin. Nantinya kelima operator tersebut akan diberi pelatihan terkait teknis Turnitin ke Jakarta. Selanjutnya akan melatih 100 operator teknis di lingkungan kerja Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya Turnitin akan semakin mudah dalam memeriksa karya tulis civitas academica Unmul. Ada lima warna yang terdapat pada Turnitin sebagai indikator plagiarisme. Mulai dari yang paling aman hingga level berbahaya yaitu biru, hijau, kuning, cokelat, dan merah. Dari warna tersebut, akan lebih mudah mengetahui karya tulis yang berpotensi plagiat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya ini melindungi (dari plagiarisme) Unmul sendiri sih,&quot; katanya pada Sketsa (13/2).</p><p style="text-align: justify;">Surya kemudian menjelaskan bahwa ambang batas kemiripan yang bisa ditoleransi tiap fakultas melalui Turnitin nantinya berbeda. Untuk fakultas yang keilmuannya sains dan teknologi seperti Fakuktas Kedokteran (FK) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), punya ambang yang lebih kecil yaitu 20 persen. Sedangkan fakultas yang keilmuannya sosial dan humaniora seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) batas toleransinya lebih besar yaitu 30 persen kemiripan.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Surya untuk mencapai batas tersebut memanglah tidak mudah. Karena batas maksimal pengecekan 10 kata. Jika terdapat 10 kata yang sama dalam satu paragraf maka tulisan tersebut diindikasikan plagiat. Menurutnya hal ini banyak terjadi karena biasanya mahasiswa langsung mencomot teori dari buku tanpa dibahasakan terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Kehati-hatian ini bukannya tanpa alasan, setelah Unmul meraih akreditasi A, 2019 merupakan basis data untuk akreditasi 2022 mendatang. Harapannya mulai tahun ini seluruh karya tulis yang diterbitkan bisa memenuhi syarat tidak terindikasi plagiasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena kalau bukan sekarang, kita sulit mau mempertahankan A di tahun 2022. Karena batas basis data akreditasi itu empat tahun terakhir,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemberlakuan Turnitin ini disebutkan Surya, mendapat respons beragam dari civitas academica Unmul. Ada yang menyebutkan bahwa ini merupakan kondisi yang &quot;mengkhawatirkan&quot; dan menjadi ancaman bagi beberapa pihak. Karena beberapa tenaga kependidikan di Unmul diakuinya tidak punya penahaman terkait karya tulis yang dibuatnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Masalahnya tenaga pendidik katanya tidak punya pamahaman, yang penting bikin karya tulis. Kalau perlu dibikinkan, ya dibikinkan,&quot; sebut Surya.</p><p style="text-align: justify;">Surya juga tak menampik jika nantinya pemberlakuan Turnitin akan menimbulkan pro kontra. Meski begitu, Surya tetap optimis bahwa nantinya program ini akan berjan dengan baik, tapi memang butuh adaptasi dan dukungan dari civitas academica Unmul. &quot;Kalau Unmul mau maju, harus siap,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kita tunggu saja bagaimana realisasi program Turnitin di Unmul. Semoga ini menjadi awal bagi Unmul agar dapat mendeteksi dan mencegah plagiarisme.<em><strong>&nbsp;(wil/arr/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Siap UTBK, Tahap Baru Seleksi Masuk PTN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-utbk-tahap-baru-seleksi-masuk-ptn/baca </link>
<guid> unmul-siap-utbk-tahap-baru-seleksi-masuk-ptn </guid>
<pubDate> Thu, 28 Feb 2019 15:06:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muhammad Ihwan selaku Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Unmul. (Foto: istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-utbk-tahap-baru-seleksi-masuk-ptn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tqGwmYwmDl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Siap UTBK, Tahap Baru Seleksi Masuk PTN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Mendekati tahun ajaran baru, berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia bersiap membuka penerimaan mahasiswa baru. Unmul juga demikian, seperti tahun sebelumnya ada tiga jalur yang dibuka yaitu, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN).</p><p style="text-align: justify;">Unmul sendiri telah melaksanakan penerimaan mahasiswa pada jalur SNMPTN pada 4 sampai 14 Februari lalu. Yang mana hasilnya akan di umumkan pada 23 Maret mendatang. Untuk daya tampung penerimaan mahasiswa baru Unmul tahun ini sekitar 5.481 orang.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>ristekdikti.go.id</em> untuk 2019 diberlakukan kebijakan baru. Seleksi akan dilaksanakan oleh institusi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Berfungsi untuk mengolah data calon mahasiswa baru jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN serta untuk melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).</p><p style="text-align: justify;">UTBK merupakan terobosan baru. Bertujuan untuk memprediksi calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu. Selain itu juga untuk memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengikuti tes secara fleksibel dalam memilih waktu dan lokasi tes. UTBK merupakan syarat utama sebelum mendaftar SBMPTN.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran UTBK dibuka dua gelombang. Untuk gelombang I, pada 1-24 Maret. Gelombang II 25 Maret-1 April. Sementara untuk pelaksanaannya, akan digelar pada 13 April-4 Mei, dan 11-26 Mei.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya, Selasa (26/2) Muhammad Ihwan selaku Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Unmul membenarkan perbedaan mendasar pada seleksi masuk PTN tahun ini. Jadi, calon mahasiswa harus melaksanakan tes UTBK terlebih dahulu, kemudian nilai yang diperoleh bisa digunakan untuk medaftar di PTN. Sehingga untuk urusan lulus atau tidak, nilai UTBK yang akan jadi pertimbangan SBMPTN.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Siswa yang ingin mendaftar di SBMPTN harus memiliki nilai UTBK. Kalau dulu kan daftar SBMPTN, langsung pilih PTN, langsung tes, terus diterima atau tidak diterima. Nah sekarang ditambah lagi satu tahapan, yaitu UTBK,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Calon mahasiswa diberikan kesempatan mengikuti UTBK maksimal dua kali. Dengan ketentuan sebagai berikut: UTBK kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) satu kali dan Kelompok Sosial dan Humaniora (Soshum) satu kali atau kelompok Saintek dua kali atau kelompok Soshum dua kali. Biaya yang dibebankan kepada peserta sebesar Rp200 ribu setiap mengikuti tes. UBTK dapat diikuti oleh siswa lulusan 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan SMA/SMK/MA sederajat, serta lulusan paket C lulusan 2017, 2018, dan 2019.</p><p style="text-align: justify;">Materi UBTK tahun ini terdiri dari dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik dan Tes Kompetensi Akademik. Pelaksanaan UTBK akan berlangsung selama 10 hari dengan dua sesi setiap harinya dan serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Dalam 10 hari tersebut, calon mahasiswa bisa memilih kapan akan melaksanakan tes UBTK beserta waktu pelaksanaan yang tersedia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Misalnya dia pilih Unmul anak Samarinda, kebetulan lagi liburan di Yogyakarta. Silakan tes di sana, pilihannya di Unmul. Dan ini serentak seluruh Indonesia sama, dalam sepuluh hari ini sama,&quot; kata Ihwan.Mengenai kesiapan Unmul sebagai salah satu tempat pelaksanaan UTBK, Ihwan mengaku telah siap mulai dari mendata, masalah teknis, hingga mempersiapkan petugas yang akan berjaga di kelas nantinya. Ia juga menambahkan akan ada sekitar delapan tempat di Unmul dan delapan sekolah yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan UTBK.</p><p style="text-align: justify;">&quot;UTBK itu 10 hari kita laksanakan, satu hari dua sesi. Kita di sini ada sekitar 1.200 komputer, yang artinya kita bisa menyediakan tempat 22.000 orang,&quot; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Ihwan mengatakan untuk mendukung dan memantapkan persiapan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait UTBK ini di 10 kabupaten/kota di Kaltim. Mulai dari sosialisasi di Samarinda bertempat di Ruang Serbaguna Rektorat Unmul hingga penutupan di Berau. Sedangkan untuk persiapan SMMPTN Ihwan mengaku semuanya telah rampung, tinggal menunggu tanggal pelaksanaannya saja. <strong>(<em>fir/fer/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Klarifikasi dan Janji Masjaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klarifikasi-dan-janji-masjaya/baca </link>
<guid> klarifikasi-dan-janji-masjaya </guid>
<pubDate> Fri, 01 Mar 2019 05:43:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Unmul, Masjaya saat memberikan klarifikasi terkait selisih kas BLU, Jumat (1/3). (Sumber: William) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klarifikasi-dan-janji-masjaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d6jXR1LAYZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Klarifikasi dan Janji Masjaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Mengawali Maret, pagi ini puluhan mahasiswa Unmul berkumpul di depan rektorat melaksanakan aksi. Mengangkat dua kasus besar yang dinilai mencoreng nama baik Unmul, yakni selisih kas Badan Layanan Umum (BLU) yang menyeret Rektor Unmul Masjaya, serta kasus plagiarisme yang terjadi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).</p><p style="text-align: justify;">Awalnya Masjaya ingin menyampaikan klarifikasinya di depan Rektorat Unmul karena sinar matahari pagi itu cukup terik. Namun, mahasiswa tetap memaksa untuk dipindahkan ke halaman parkir Rektorat Unmul karena lokasinya lebih luas dan terbuka, agar seluruh civitas academica Unmul bisa mendengarkan klarifikasi Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami tidak takut panas,&quot; kata peserta aksi. &quot;Oke, kalau kalian tidak takut panas, ayo!&quot; balas Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Selain Masjaya, beberapa jajaran pejabat kampus turun guna memberikan klarifikasi. Di halaman parkir Rektorat Unmul, Masjaya buka suara. Dia didampingi beberapa petinggi kampus, seperti Wakil Rektor I Mustofa Agung Sardjono, Wakil Rektor II Abdunnur, Wakil Rektor III Encik Ahmad Syaifudin, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Amir Masruhim dan Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Rahmat Soe&apos;oed.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bukan mencari kesalahan rektor, tapi ini untuk mencari benang merah masalah pendidikan,&quot; ujar Idet Arianto Putra, Gubernur BEM FKIP membuka.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengatakan bahwa pengawalan isu ini dulunya tidak ditindaklanjuti karena beredar di tengah masa pilrek, dan untuk menghindari kesan berat sebelah. Idet kemudian membacakan isi surat kaleng yang sudah beredar, setelah itu Masjaya memberikan klarifikasi.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/saling-lempar-selisih-kas-blu/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/saling-lempar-selisih-kas-blu/baca</a></p><p style="text-align: justify;">&quot;Informasi memang beredar saat pilrek. Motifnya jelas, tidak menghendaki saya menjadi rektor. Karena seolah-olah kejadiannya (temuan selisih kas) di saat saya menjadi rektor,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Masjaya, saat ini pihaknya diminta oleh kementerian untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Meskipun masalah tersebut terjadi sebelum periode kepemimpinannya, Masjaya merasa punya tanggung jawab menyelesaikan persoalan ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kejadiannya bukan di masa saya menjadi rektor. Gampang dicari siapa rektornya,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan bahwa selisih kas ini telah ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 2013. Namun baru tersebar luas akhir tahun lalu. Rp35 miliar juga bukan angka yang sebenarnya, mulanya selisih kas justru lebih besar. Masjaya mengaku, sejak kepemimpinannya hingga kini, selisih kas tersebut sudah jauh berkurang. Bahkan saat ini hanya tersisa sekitar Rp9 miliar.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Masjaya menjelaskan selisih kas ini bermula dari kerja sama kualifikasi guru pada 2010-2011. Tujuannya untuk meningkatkan kualifikasi guru yang belum meraih gelar sarjana. Dalam hal ini, sebanyak 204 dosen Unmul ditugaskan ke berbagai daerah plosok untuk mengajar guru-guru.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenapa ada selisih? Inilah yg sedang di audit oleh SPI, Irjen, dan BPK,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat selisih kas ini terjadi, Masjaya kala itu tengah menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Keuangan. Ia juga mengaku sudah lama tahu terkait adanya selisih kas ini, namun dia lebih memilih untuk fokus merampungkan masalah ini. Masjaya juga mengakui sempat terjadi &quot;saling lempar&quot; dalam memberikan keterangan selisih kas karena dia memiliki hubungannya yang kurang baik dengan rektor Unmul sebelumnya, Zamruddin Hasyid.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rektor dan jajaran wakil rektor merupakan satu kesatuan. Persoalannya, saya tidak harmonis dengan rektor lama. Saya tahu (adanya selisih kas) tapi tidak punya kewenangan saat itu,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, kasus ini tengah dalam tahap penyelesaian. Dosen-dosen yang terlibat dalam kualifikasi dosen di tahun tersebut telah memberikan pernyataan pertanggung jawaban mutlak. Sisa selisih kas Rp9 miliar ditargetkan selesai hingga 2020. Mengingat sudah ada beberapa dosen yang telah meninggal dunia, sehingga penyelesaiannya cukup memakan waktu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menagih Akhir Kasus Plagiarisme</strong></p><p style="text-align: justify;">Usai menerima klarifikasi soal selisih kas, melalui Dandi Anggoro Aji Presiden BEM FISIP, mempertanyakan penyelesaian kasus plagiarisme yang menyeret petinggi kampus FISIP. Persoalan ini juga turut ditanggapi Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita ada beberapa unit atau komisi, kebetulan plagiasi ada di komisi etika, oleh WR III.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya sejauh ini WR III telah melakukan berbagai pertemuan dan sidang. &quot;Rekomendasinya juga sudah sampai di saya. Tapi belum kami pleno dalam bentuk keputusan bersama,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya menegaskan dan berjanji akan menyelesaikan dalam satu bulan ke depan, sesuai dengan permintaan mahasiswa yang melakukan aksi pagi tadi. &quot;Jika tidak selesai 1 April, demo saya lagi,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rahmat Soe&apos;oed. Setelah itu peserta aksi perlahan meninggalkan halaman parkir rektorat dan melanjutkan aksi di simpangan Jalan Tanah Grogot, depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bank Sampah, Upaya Civitas Academica Kelola Sampah di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bank-sampah-upaya-civitas-academica-kelola-sampah-di-unmul/baca </link>
<guid> bank-sampah-upaya-civitas-academica-kelola-sampah-di-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 01 Mar 2019 13:07:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peresmian Bank Sampah oleh WR III (Sumber Foto: Mahameru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bank-sampah-upaya-civitas-academica-kelola-sampah-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zglkd3pNkv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bank Sampah, Upaya Civitas Academica Kelola Sampah di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p><strong>&nbsp;SKETSA -&nbsp;</strong>Produksi sampah terus bertambah, sedang penanganannya hingga kini belum maksimal. Masih banyak yang belum sadar akan pentingnya menangani dan mengolah sampah. Jika pola ini terus dibiarkan, maka dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup dan juga kondisi bumi. Menumpuknya sampah salah satunya disebabkan beberapa sampah tidak dapat diurai dalam waktu singkat, semisal plastik. Sadar akan pentingnya pengelolaan sampah, beberapa tenaga pengajar Unmul menghidupkan kembali pengelolaan bank sampah di Unmul.&nbsp;</p><p>Ditemui awak <em>Sketsa</em> pada Rabu (13/2) lalu di Gedung Bundar Fakultas Pertanian, Penny Pujowati dan Sri Purwaningsih menceritakan proses membangkitkan kembali keberadaan bank sampah. Bermula dari keresahan Penny yang merupakan dosen Fakultas Pertanian (Faperta) yang melihat Unmul sebagai universitas besar namun belum memiliki tempat pengelolaan sampah sendiri. Dapat dilihat dari setiap kegiatan-kegiatan besar yang diselenggarakan oleh Unmul dan menghasilkan tumpukan sampah dan tidak ditangani dengan pengelolaan khsusus.&nbsp;</p><p>Penny kemudian berdiskusi dengan Sri, salah satu tenaga pendidik yang telah lebih dulu sukses dengan program Bank Ramah Lingkungan (Ramli) Graha Indah Samarinda Sri yang merupakan pegiat lingkungan menyambut baik usulan Penny terkait rencana mengaktifkan kembali bank sampah. &quot;Bank sampah selama ini untuk menabung anorganik saja. Nantinya kalau di Faperta, dengan dosen yang ada seperti Ibu Penny, Ibu Nurul, itu bisa mengelola sampah menjadi kompos,&quot; terang Sri.&nbsp;</p><p>Tujuan dari bank sampah ini adalah 4E (Edukasi, Ekologi, Ekonomi, Estetika). Bank sampah yang diinisiasikan oleh Penny ini juga telah disosialisasikan kepada civitas academica dan juga mahasiswa Faperta. Ia menilai banyak dosen Faperta yang kompeten dalam pengolahan limbah organik. Ditanya perihal tim dalam program ini, Penny mengatakan beberapa dosen Faperta ikut terlibat.&nbsp;</p><p>&quot;Tentu dari dekan dengan para wakilnya. Kemudian Bu Sri, Pak Hadi, Pak Suryadharma, Bu Nurhasanah, banyak,&quot; papar Penny.&nbsp;</p><p>Sri menambahkan program ini sebagai usaha Unmul untuk ikut berperan dalam mendukung peraturan wali kota (perwali) No. 1 tahun 2019 tentang Pengurangan Sampah Plastik. Pengelolaan sampah ini juga nantinya dapat menjadi salah satu kriteria penilaian lomba kebersihan tingkat fakultas.&nbsp;</p><p>Harapannya dengan kembali dijalankannya Bank Sampah ini dapat membentuk karakter peduli lingkungan, bukan karakter peduli kebersihan. Edukasi pengelolaan Bank Sampah ini akan dilaksanakan secara bertahap. Dimulai dari keterlibatan civitas academica Faperta hingga Unmul. Bahkan jika memungkinkan untuk mengedukasi hingga di luar kampus.&nbsp;</p><p>&quot;Ya ampun lewat Pramuka itu sampahnya. Enggak ada kah pemikiran dari mahasiswa untuk ikut membantu gitu? Sejauh ini cuma dijadikan penelitian untuk skripsi, tapi enggak ada action-nya gitu,&quot; ujar Penny.&nbsp;</p><p>Sadar pengelolaan sampah ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak, Penny berharap tak hanya sekadar civitas academica ataupun para tenaga pengajar, namun juga keterlibatan mahasiswa. Tidak perlu sebuah gerakan awal yang besar-besaran yang terpenting ialah komitmen harus bersama untuk mencapai tujuan dari pengelolaan sampah.&nbsp;</p><p><strong>Launching Bank Sampah&nbsp;</strong></p><p>Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada (21/2) lalu, bank sampah ini diresmikan. Bertempat di Gedung Bundar Faperta, acara dipandu oleh Indri Rahmawati. Lalu dibuka dengan sambutan dari Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Febri Abdul Haminudin. Ia mengakatan bahwa bank sampah ini bukan hanya sekadar mengumpulkan sampah, tapi harapannya juga dapat mengurangi.&nbsp;</p><p>&ldquo;Sebagaimana yang kita ketahui, pemerintah memiliki kebijakan mengenai penggunaan kantong plastik dan botol, Seharusnya ini juga sudah selaras dengan Unmul. Karena Unmul berada Samarinda. Ke depannya kita juga dapat membuat kebijakan, di mana mahasiswa diberi edukasi untuk mengurangi,&quot; ucapnya.&nbsp;</p><p>Kemudian sambutan oleh Penny Pujowati selaku pembina. Ia menuturkan, pembagian hasil bank sampah ini nantinya 60:40. Di mana 60 bagi nasabah, dan 40 untuk operasional pelaksanaan. Sistem pengambilannya ketika saldo sudah mencapai Rp100.000.&nbsp;</p><p>&quot;Ke depan bukan hanya sekadar menabung saja, tetapi bisa juga menjadi tempat pengabdian bagi mahasiswa atau dosen&rdquo; tegasnya.&nbsp;</p><p>Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiwaan dan Alumni, Encik Ahmad Syaifuddin. Ia berharap bukan hanya sampah berbahan plastik yang masuk ke bank sampah, namun juga bisa dari karton, kardus, dan bahan lainnya. Bank sampah ini memiliki susunan struktural yang terdiri dari Direksi, Marketing, Costumer Servis, dan Teller. Untuk pengisi bagian petinggi, diisi dari anggota BEM KM, dan mahasiswa Faperta. Untuk gerakan awal dalam menjaring nasabah, dimulai dengan mengedukasi jenis sampah.&nbsp;</p><p>Penyebaraan edukasi melalui flayer yang disebar pada media sosial. Mega Rakhmah Sari, selaku Direktur Umum Bank Sampah Umul mengatakan bank sampah sudah resmi dibuka sejak Selasa (19/2) lalu. Namun secara resmi setiap hari Jumat, dengan jam oprasional pukul 16.00 - 18.00 Wita.&nbsp;</p><p>&ldquo;Mahasiswa cukup membawa fotokopi KTM. Bagi staf dosen dan karyawan Unmul dengan membawa fotokopi KTP. Sedangkan untuk lembaga membawa fotokopi KTM perwakilan dari anggota lembaga tersebut,&quot; terang Menteri Lingkungan Hidup. <strong>(<em>mer/nhh/ren/ycp/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ranah 3 Warna, Sebuah Kisah dari Trilogi Negeri 5 Menara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/ranah-3-warna-sebuah-kisah-dari-trilogi-negeri-5-menara/baca </link>
<guid> ranah-3-warna-sebuah-kisah-dari-trilogi-negeri-5-menara </guid>
<pubDate> Sat, 02 Mar 2019 12:11:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ranah 3 Warna, novel kedua dari Trilogi 5 Menara karya A. Fuadi. (Sumber foto: Tokopedia) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/ranah-3-warna-sebuah-kisah-dari-trilogi-negeri-5-menara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z5v4mTkwPx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ranah 3 Warna, Sebuah Kisah dari Trilogi Negeri 5 Menara</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Judul buku &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Ranah 3 Warna<br>Penulis &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Ahmad Fuafi<br>Tebal buku &nbsp; &nbsp; &nbsp;: 416<br>Penerbit &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Gramedia<br>Tahun terbit &nbsp; &nbsp; : Januari 2011</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Novel dengan 51 bagian ini adalah buku kedua dari Trilogi 5 Menara, di mana sebagian cerita dalam novel ini terinspirasi dari pengalaman sang penulis. Novel ini menceritakan tentang Alif (karakter utama pada novel trilogi) yang menghadapi lika-liku untuk menempuh kuliah setelah menyelesaikan pendidikannya di Pondok Modern Gontor.</p><p style="text-align: justify;">Di mana bagian 1 diawali dengan aktivitas memancing di tepi danau Maninjau yang dilakukan oleh Alif dan Randai, sahabat sekampungnya. Randai sedang libur panjang dari ITB dan Alif baru menyelesaikan pendidikannya di Pondok Madani. Waktu yang pas untuk menghabiskan waktu bersama.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun Alif mengakui kerinduannya akan kebersamaan mereka, tapi ada perasaan getir yang dia rasakan untuk bertemu Randai.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Eh, Alif, jadi setelah tamat pesantren ini, <em>W</em><em>a</em><em>&rsquo;</em><em>ang</em> masih tertarik jadi seperti Habibie?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tentulah. <em>Aden</em> akan segera kuliah. Kalau <em>Aden</em> berusaha, ya bisa.&quot;</p><p>Dalam Bahasa Minang, <em>Wa&apos;ang&nbsp;</em>berarti kamu. <em>Wa&apos;ang&nbsp;</em>biasa digunakan untuk menyapa orang yang sudah sangat dekat. Sedangkan, <em>Aden&nbsp;</em>dalam Bahasa Minang berarti saya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya Alif sangat yakin kalau ia bisa menggapai impiannya layak Habibie, belajar sampai ke Amerika. Tapi karena pertanyaan Randai, ia jadi memikirkan bagaimana cara untuk meraih impiannya. Melihat dirinya sekarang menangkap ikan danau saja tak mampu.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti di situ, mulut Randai terbuka lagi bersiap meluncurkan pertanyaan lainnya. Kuliah di mana setelah pesantren, &quot;Emang bisa <em>W</em><em>a&apos;ang</em> ambil kuliah umum, kan tak punya ijazah SMA?&quot; Rentetan tanya yang menikam, membuat Alif gamang.</p><p style="text-align: justify;">Ayah Alif mungkin yang paling mengerti, tentang kekalutan putra sulungnya itu. Sesuai yang dijanjikan sebelumnya saat Alif berniat keluar dari Pondok Madani karena di sana tidak mengeluarkan ijazah, bahwa ayah akan menguruskan segala keperluan yang dibutuhkan untuk mendapatnya ijazah melalui ujian persamaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada Alif, ayah memberikan formulir pendaftaran ujian persamaan. Tak lupa, juga mengatakan bahwa ujian akan berlangsung 2 bulan lagi.</p><p style="text-align: justify;">Alif cukup terkejut mengetahui waktu yang dimilikinya tak banyak, 2 bulan untuk mempelajari materi kelas 10-12. Apa cukup, dan lagi belajar dari awal karena semasa di pondok materi yang diajarkan berbeda dengan SMA. Pelajaran seperti matematika tentu ada, tapi tentu tak sebanding dengan yang di SMA.</p><p style="text-align: justify;">Alif kembali membesarkan hati, meneguhkan niat, dan meyakinkan diri kalau dirinya pasti mampu. Mulai dengan mendatangi beberapa kawan guna meminjam catatan SMA mereka guna belajar untuk persiapan ujian persamaan dan UMPTN (sekarang SBMPTN). Selagi meminjam Alif mendapatkan banyak pandangan, mulai dari pandangan kasihan, prihatin, dan bahkan sampai meremehkan.</p><p style="text-align: justify;">Ada juga yang melontarkan pertanyaan. &quot;<em>Wa</em><em>&rsquo;</em><em>ang</em>, Lif? Mau coba UMPTN? Emang sekolah kamu di SMA mana?&quot; Ada juga yang bilang, &quot;<em><em>A</em>den</em> aja dari SMA favorit, <em>ndak</em> tembus UMPTN, berat benar. Mending daftar D3 persaingannya kurang dan cepat untuk dapat kerja.&quot; Alif tak memberi kata tanggapan, walau hati tak terima juga. Hanya dibalas senyum kecut saja. Alif bertekat bahwa ia akan membuktikan dengan kelulusannya.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya Alif mengunci diri di kamar, niat hati ingin khusyuk belajar. Ada tiga bukit buku yang menanti jamahan tangan dan tatapan matanya. Baru 20 menit, matanya sudah berat dan otaknya tak menangkap maksud dari buku yang dia baca. Tak ingin menyerah, dia mencoba buku yang lainnya. Dan masih tak paham juga otaknya. Dipanggilnya Randai untuk mengajarinya maksud dari apa yang tertulis pada buku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tetap tak membantu, kapur yang digunakan patah jadi 3 karena kesal dan frustasinya dengan Alif yang tak kunjung paham. Sampai Randai berujar, bahkan jika Alif belajar selama 1 tahun pun, tetap tak akan bisa. Mampukah Alif menggapai cita-citanya agar bisa lulus ujian persamaan dan melanjutkan studinya ke jenjang perkuliahan?</p><p style="text-align: justify;">Novel kedua A. Fuadi ini sangat menginspirasi dan memotivasi, tak sedikit pembaca yang rela mengulang membaca novel sampai berkali-kali karena pesan moralnya. <em>Culture</em> Minang, menjadi ciri khas dari novel karya A Fuadi ini. Karena terinspirasi dari pengalaman pribadi sang penulis, membuat kesan nyata semakin membuat pembaca termotivasi. (<strong><em>ycp/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wadahqu dan Inovasi Tote Bag Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/wadahqu-dan-inovasi-tote-bag-masa-kini/baca </link>
<guid> wadahqu-dan-inovasi-tote-bag-masa-kini </guid>
<pubDate> Sun, 03 Mar 2019 12:32:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim Wadahqu kenalkan produk tote bag ramah lingkungan. (Sumber foto: Mahameru) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/wadahqu-dan-inovasi-tote-bag-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qPAyeR8gLT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wadahqu dan Inovasi Tote Bag Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) Samarinda Nomor 1 tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Plastik, sekumpulan mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul angkatan 2016 berinisiatif membuka usaha <em>tote bag</em> berbahan parasut guna mendukung peraturan ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa&nbsp;</em>di gazebo Perpustakaan Unmul pada Selasa (26/2), sekumpulan Mahasiswa Teknik Lingkungan ini menamai tim mereka dengan sebutan <em>Wadahqu.&nbsp;</em>Tim <em>Wadahqu&nbsp;</em>kompak menjelaskan bahwa maraknya penggunaan kantong <em>kresek</em> atau plastik dalam lingkungan masyarakat kini semakin memperihatinkan. Bukan tanpa sebab, penggunakan kantong plastik di Indonesia sudah memasuki tahap darurat, yakni penggunaan yang berlebih dan berdampak mencemari lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Tim <em>Wadahqu</em> pun mencanangkan program mengurangi penggunaan kantong plastik dan menggantinya dengan <em>to</em><em>te bag</em> berbahan baku parasut. Program ini di ketuai oleh Alfian Prasetyo, sekretaris oleh Antung Haidah, dan bendahara Umi Hidayati. Selain itu, ada beberapa divisi seperti divisi pemasaran oleh Fadiah Azizah Amalia dan Melinda Gusti Raudah, divisi kreatif oleh Balda Talil Ahwa dan Shelly Talia, terakhir divisi fotografi dan dokumentasi oleh Annisa Yasmin dan Restiwati.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Tote bag</em> ini dirancang dengan model yang sederhana dan ramah lingkungan. Dipercantik dengan hiasan menggunakan bahan daur ulang. Ditambah pengait kecil agar mudah dibawa. Semua bahan baku pembuatan <em>to</em><em>te bag</em> ini dari bahan daur ulang, hal ini sebagai gerakan kampaye pengurangan penggunaan kantong plastik di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Tim <em>Wadahqu</em> pun menjelaskan, bedanya produk <em>tote bag</em> mereka dengan produk lainnya di pasaran adalah dapat digunakan berluang kali, selepas digunakan <em>tote bag</em> ini dapat dicuci, mudah dibawa karena dapat dilipat. Dan yang terpenting termasuk <em>Eco-Friendly</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>&rdquo;Wadahqu&nbsp;</em>telah memasarkan <em>tote bag</em> melalui instagram<em>&nbsp;@wadahqu.</em> Selain itu (kami) akan memasarkan lebih luas, baik melalui sosialisasi secara langsung pada masyarakat maupun kepada salah satu instansi pemerintah,&rdquo; beber Alfian.</p><p style="text-align: justify;">Kampaye peduli lingkungan juga tercantum pada logo yang terdapat di <em>tote bag</em>. Gambar ikan paus sebagai salah satu hewan di laut, yang beberapa waktu lalu sempat viral karena merasakan dampak buruk dari penggunaan plastik berlebih, akar pohon yang menggambarkan kekeringan, juga gambar <em>tote bag</em> sebagai solusi mengurangi plastik yang ada di sekitaran masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak terdampak ke hewan-hewan laut seperti ikan paus, penyu, yang mengira (plastik) tanpa sengaja masuk ke pencernaan mereka dan dapat membunuh mereka,&rdquo; jelasnya. <strong>(<em>bip/asy/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Bangun Kesadaran Mengelola Sampah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bangun-kesadaran-mengelola-sampah/baca </link>
<guid> unmul-bangun-kesadaran-mengelola-sampah </guid>
<pubDate> Mon, 04 Mar 2019 13:05:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pengelolaan sampah. (Sumber ilustrasi : photosgratuite.eu) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bangun-kesadaran-mengelola-sampah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JbS2aKKT4s.png" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Bangun Kesadaran Mengelola Sampah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Polusi sampah plastik hingga kini masih menjadi salah satu permasalahan yang belum dapat terselesaikan, bahkan Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar kedua. Berdasarkan data yang diperoleh Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam <em>Kompas.com&nbsp;</em>menyebutkan, jumlah sampah plastik yang dihasilkan Indonesia dalam setahun mencapai 64 juta ton.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentunya menjadi sorotan terhadap berbagai elemen yang berada di bidang pelestarian lingkungan. Semakin banyak masyarakat yang mulai peduli terhadap lingkungan membuat pemerintah terdorong untuk membuat kebijakan baru yang bertujuan untuk mengurangi permasalahan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu, pemerintah Samarinda secara resmi menetapkan Peraturan Walikota (Perwali) Samarinda Nomor I Tahun 2019 tentang pengurangan kantong sampah plastik. Dengan begitu, diharapkan dapat mengurangi dampak buruk dari penggunaan kantong plastik yang berimbas pada masalah lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Polusi sampah tak hanya menjadi masalah di masyarakat, namun juga di tingkat perguruan tinggi. Universitas sebagai wadah para intelektual muda dirasa harus melek terhadap permasalahan ini. Ditemui <em>Sketsa</em>, Kepala Bagian Hubungan Tata Laksana mengaku bahwa Unmul belum berupaya untuk melakukan pengolahan sampah di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk saat ini kita belum bisa mengolah (sampah), harusnya sih sudah bisa mengolah,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Unmul berkerja sama dengan pihak ketiga yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk mengangkut seluruh sampah yang terpusat di kawasan bagian belakang GOR 27 September. Adapun jumlah sampah yang dihasilkan seluruh fakultas dalam sehari mencapai dua kontainer. Dengan waktu pengangkutan setiap pagi.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai cara tentunya dapat dilakukan untuk mengurangi produksi sampah, salah satunya dengan penerapan bank sampah. Beberapa fakultas di Unmul telah menerapakan program tersebut, Sugiarta mengatakan bahwa salah satunya di Fakultas Kehutanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu jamannya Mas Teguh (Presiden BEM KM 2017) dulu ada, tapi kayaknya sekarang macet lagi,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan beberapa waktu lalu Unmul juga baru saja membuka bank sampah di Fakultas Pertanian (Faperta). (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bank-sampah-upaya-civitas-academica-kelola-sampah-di-unmul/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bank-sampah-upaya-civitas-academica-kelola-sampah-di-unmul/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Sugiarta mengaku bahwa saat ini pihaknya belum fokus untuk pengelolaan sampah, melainkan fokus pada penerapan kawasan tanpa rokok (KTR) di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Target kita sekarang itu tempat merokok. Sekarang lagi ngajukan itu,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Upaya Pengurangan Sampah di FMIPA</strong></p><p style="text-align: justify;">Berbeda, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam waktu dekat ini akan menerapkan beberapa langkah untuk mengurangi sampah plastik. Ditemui <em>Sketsa</em>, Dekan FMIPA Idris Mandang mengatakan bahwa pihaknya akan mengganti penggunaan air kemasan dengan botol minum pada seluruh dosen dan staf.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mulai tahun ini penggunaan dari sampah plastik seperti ini (air kemasan) akan kami kurangi. Staf dan dosen akan diberikan botol minum,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Rencana pemberian botol minum itu hanya kepada dosen dan staf saja. Meski begitu, pihaknya akan menyediakan dispenser di beberapa titik FMIPA. Praktis, mahasiswa pun dapat mengisi ulang air dalam botol minum pribadinya secara gratis.</p><p style="text-align: justify;">Pun langkah ini sudah direncanakan sejak Desember lalu pada rapat kerja di Balikpapan. Meski begitu, Idris mengaku bahwa kebijakan itu tak ada hubungannya dengan Perwali Nomor I Tahun 2019 yang membahas tentang pengurangan kantong sampah plastik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak tahu Samarinda tidak boleh menggunakan plastik di supermarket itu, saya tidak tahu itu kebijakan pemerintah. Itu kan pemerintah. Mungkin Unmul juga harus berperan aktif,&rdquo; ucap Dekan berkacamata itu. <em><strong>(sii/snh/fqh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Paparan Proker BEM KM Unmul dalam Rapat Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paparan-proker-bem-km-unmul-dalam-rapat-kerja/baca </link>
<guid> paparan-proker-bem-km-unmul-dalam-rapat-kerja </guid>
<pubDate> Tue, 05 Mar 2019 12:10:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rapat Kerja BEM KM Unmul Periode Tahun 2019. (Sumber foto: Aisyah Bilad) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paparan-proker-bem-km-unmul-dalam-rapat-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WgrafirrkP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Paparan Proker BEM KM Unmul dalam Rapat Kerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Mulawarman (Unmul) Kabinet Mahakam periode 2019, Sabtu (2/3) lalu mengadakan rapat kerja (raker) yang bertempat di Gedung Bundar Fakultas Kehutanan. Acara dimulai dari pukul 9.10 Wita, diawali dengan tilawah, setelah itu dilanjutan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara selanjutnya yakni sambutan dari Presiden BEM KM Unmul, Febri Abdul Haminudin dilanjutkan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin sekaligus membuka raker dan memimpin pembacaan sumpah jabatan untuk seluruh pengurus dan staf.</p><p style="text-align: justify;">Masuk ke sesi pembahasan raker, BEM KM Unmul Kabinet Mahakam memiliki enam program kerja (proker) unggulan, yakni Tim Mahakam, PKM Center, SIAP (Simpul Advokasi Pemilu), <em>Mulawarman Foundation</em>, <em>USB (Unmul Sharing Bottom-up)</em>, serta Olimpiade Mulawarman.<br><br>Selanjutnya pembacaan proker dari Sekretaris Kabinet, Sigit Untoro dengan delapan proker yaitu, <em>Open Recruitment</em> Kabinet, <em>Leadership Camp</em>, Rapat Kerja Kabinet, <em>Executive Meeting, Executive Monev (Monitoring Evaluasi), Executive Monev Triwulan (EM-TRI)</em>, 100 Hari Kerja, <em>The Stories of &nbsp;BEM KM Unmul 2019</em>. Sementara Bendahara Kabinet, Rizkika Silvia mencanangkan tiga proker di antaranya, Transparansi Keuangan dengan Rapi (Trapi), Lingkaran Bendahara Mahakam, serta Iuran Wajib Pengurus (IWP).<br><br>Dilanjutkan pembacaan oleh setiap kepala biro. Dimulai dari Biro Administrasi Rumah Tangga, Hartinah dengan proker, Keluar Masuk Surat (Kemas), Pelatihan Dasar Administrasi (Pedas), Penjagaan, Perawatan, Peminjaman dalam Kesekretariatan, terakhir Benahi dan Bersihkan Sekretariat (Beberes). Selanjutnya Biro Media dan Informasi Kreatif (Meditif), Muhammad Azhari dengan proker Mahakam Update, Mahakam Mengudara, dan Mahakam Kelas Kreatif.<br><br>Biro Riset Pengembangan, Putri Ayu Veronica menggagas Survei Kampus, <em>Basic Research Traning</em>, dan Bank Data, terakhir Biro Bisnis, Ersa Febrianti prokernya adalah <em>Oenmoel Merchandise</em>, Bekerja Sama Usaha (Bekesah), <em>Mahakam Go to Bussines</em>, terakhir <em>Bussines Class</em>.<br><br>Untuk kementerian kabinet berdasar rumpun kerja, tahun ini ada empat rumpun, yaitu Pergerakan dan Kerja Sama, Pengkaryaan, Pengabdian Masyarakat, dan terakhir Internal. Pergerakan dan Kerja sama diisi oleh Kementerian Kebijakan Kampus (Jakpus) oleh Mush&rsquo;ah Al Ma&rsquo;ruf, Kementerian Sosial Politik (Sospol) Derviansyah, Kementerian Hubungan Luar (Hublu) Olli Chandra. <br><br>Untuk Pengkaryaan kabinet diisi oleh Kementerian Apresiasi Kreativitas dan Potensi Mahasiswa (Akpom), Tiara Aurahuda, Kementerian Penalaran dan Keilmuan (PK) Ria Rahayu. Pengabdian Masyarakat diisi oleh Kementerian Sosial Masyarakat (Sosmas), Irfan Andika, Kementerian Lingkungan Hidup (LH) Mega Rakhmah Sari, dan Kementerian Pengabdian Desa (Pengdes) Jamiah. <br><br>Pengisi Internal ada Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) Winda Wulandari, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Rizky Nur Ibrahim, Pemberdayaan Perempuan Eka Lestaria Ningsih, terakhir Kementerian Kolaborasi Mahasiswa, Kasyful Maulidya Nurhaliza.<br><br>Rumpun pertama dari Pergerakan dan Kerja Sama, progker dari Kementrian Sosial Politik (Sospol) Kawal Isu, Diskusi, Garuda Mulawarman, Simpul Advokasi Pemilu (SIAP), Kawal Mahakam, Bank Kajian dan Data (Bakat), Mahakam Pedia. Kementrian lainnya adalah Kebijakan Kampus (Jakpus) dengan program kerja Kawal Isu Kampus (Kasus), Kajian Obrolan Pergerakan dan Advokasi Isu (KOPI) Mulawarman, serta Jaringan Advokasi Mulawarman. <br><br>Terakhir dari Kementerian Hubungan Luar (Hublu) dengan proker Forum Komunikasi Humas se-Samarinda (FORKOMAS), Tokohpedia <em>Networking</em>, Bincang Hangat Bareng (Biang) Greget &ndash; Diskusi Mahasiswa dan Tokohpedia, <em>Company Profile</em> Organisasi dan Dokumentasi Media Pasukan Greget (Compor Greget), dan Nostalgia Alumni. <br><br>Rumpun kedua dari Pengkaryaan, proker dari Kementerian Apresiasi Kreativitas dan Potensi Mahasisa (Akpom), yaitu Olimpiade Mulawarman, <em>Mulawarman Festival, Hall of Fame Mulawarman, Community Development</em>. Masih satu kelompok yaitu Kementerian Penalaran dan Keilmuan (PK) dengan program PKM Center, Kajian Obrolan Pergerakan dan Advokasi Isu (KOPI) Mulawarman, Seminar Ilmiah Mulawarman, Olimpiade Ilmiah Mulawarman, dan <em>KPK News</em>.<br><br>Rumpun ketiga dari Pengabdian Masyarakat, Kementerian Masyarakat Sosial Masyarakat (Sosmas), proker yang ditawarkan dengan membagi kedalam beberapa tahap yaitu, untuk program unggulan ada Unmul Mengajar (Unjar), untuk internal yaitu SosTime, eksternal ada Forum Nasional Sosial Masyarakat (FORSSOSMAS), Ketuk Hati, Bubuhan Sosmas, untuk event ada Fesram, dan Gerakan Kampanye Sosial (GSM).<br><br>Masih dengan kelompok yang sama ada Kementerian Lingkungan Hidup (LH) mengangkat proker pertama Bank Sampah, Talkshow Lingkungan, Tim Mahakam, dan Bakti Sampah. Terakhir ada Kementerian Pengabdian Desa (Pengdes), memiliki proker seperti Pengembangan Sumber Daya dan Manusia (PSDM), Bidang Media dan Informasi, Bidang Kewirausahaan, Bidang &nbsp;Edukasi, Bidang Lingkungan, Bidang Kepemudaan, Bidang Humas dan Jaringan: Kolabor(aksi) tokoh, Institusi, dan Komunitas.<br><br>Rumpun keempat yaitu rumpun Internal, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dengan delapan proker yang terdiri atas, <em>Gregeter&rsquo;s Birthday (Get&rsquo;s Day), Cabinet Appreciation, Gregeter&rsquo;s Time (Get&rsquo;s Time), Mulawarman Youth Leaders, Thursday Speaking English (TSE),</em> Kuliah Super 2019, Sekolah Eksekutif Muda, Forum Magangers, dan Historia Mahakam.<br><br>Kesejahtekraan Mahasiswa (Kesma), memiliki proker Mulawarman Foundation, Kesma Center, Kesma News, Hello Faculty, Udahaduinaja, selanjutnya Kementerian Pemberdayan Perempuan, dengan proker Sarasehan Perempuan Mahakam, Forum Perempuan Mulawarman, Woman&rsquo;s Time, Ruang Bicara Keperempuanan (RUBIK).<br><br>Kementerian terakhir dari rumpun internal adalah Kolaborasi Mahasiswa dengan proker seperti, <em>Unmul Sharing Bottom-up</em> (USB), Bingkai Mulawarman, QnA Pres-Wapres, Panggung Kolaborasi, Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019, dan <em>Mulawarman Award.</em><br><br>Masuk ke sesi tangggapan, tanggapan pertama dari sekretaris Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Ricky Laurie Al Ichzan yang mengapresiasi raker BEM KM Unmul yang telah dirancang untuk memajukan Unmul. Menurutnya raker BPH dan prokernya merupakan mekanisme organisasi di luar program kerja.<br><br>&quot;Teman-teman harus paham mengenai alur-alur dalam organisasi, program kerja itu tidak lagi melibatkan rapat-rapat untuk masalah internal kawan-kawan. Silakan teman-teman bikin sebuah kebijakan internal organisasi BEM KM mengenai pengambilan keputusan, tidak lagi diprogramkan dan tidak perlu dipertanggung jawabkan, karena itu kebutuhan dari teman-teman sendiri,&rdquo; jelasnya.<br><br>Tanggapan lainnya dari perwakilan DPM Keluarga Mahasiswa (KM), Zawilhikam Mohammad. Menurutnya BEM KM bisa mengurangi keapatisan mahasiswa, semisal melakukan mimbar bebas dengan bekerja sama dengan BEM fakultas, seperti yang dilakukan di Fakultas Komputer dan Teknologi Informatika.<br><br>&quot;Mimbar bebas atau yang teman-teman advokasi kemarin terkait Rp35 miliar itu cukup mengejutkan dari teman-teman FKTI. Antusias mahasiswa FKTI untuk menyaksikan dan ikut mendokumentasikan kegiatan tersebut, bahkan dosen dan pimpinan lainnya ikut keluar untuk menyaksikan dan harapannya bisa menggugah gairah dari teman-teman,&quot; tutupnya.<strong>(<em>mer/bld/hdt/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lebih dari Sekadar Ketua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/lebih-dari-sekadar-ketua/baca </link>
<guid> lebih-dari-sekadar-ketua </guid>
<pubDate> Tue, 05 Mar 2019 12:19:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemimpin tak bisa bekerja sendiri (Sumber ilustrasi: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/lebih-dari-sekadar-ketua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Vdko1AuIu3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lebih dari Sekadar Ketua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Seringkali kita salah kaprah terhadap definisi kepemimpinan dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Kita menganggap bahwa kepemimpinan merupakan bagian yang melekat pada seorang pemimpin, seperti ketua dalam organisasi, ketua tingkat, ketua regu, kepala sekolah, rektor dan lainnya. Padahal dari ribuan definisi, kepemimpinan adalah proses memengaruhi orang lain agar merasa, berpikir, dan bertindak seperti apa yang pemimpin harapkan.</p><p style="text-align: justify;">Pemimpin terbentuk lewat tiga kemungkinan. Pertama, penganut naturalisme, percaya bahwa jiwa pemimpin diturunkan (seperti pangeran) atau seseorang yang sejak dilahirkan ia membawa sifat-sifat kepemimpinan yang efektif. Kedua, penganut empiris, berkeyakinan bahwa pemimpin dilatih lewat pelatihan kepemimpinan, tanpa sadar seseorang yang awalnya tidak terlahir sebagai pemimpin namun karena terbiasa ikut pelatihan atau melatih dirinya dengan standar yang baik maka dia bisa jadi pemimpin. Lalu yang terakhir, penganut konvergensi, berkeyakinan bahwa pemimpin itu dilahirkan dan dilatih, sebab akan percuma jika saja seseorang dilahirkan menjadi pemimpin namun dia tidak pernah dilatih atau melatih dirinya agar memiliki wawasan serta standar kepemimpinan yang efektif. Kepemimpinan yang efektif harus mengedepankan kejujuran, kesadaran, dan rasa tanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">Masalah utama yang sering dilupakan adalah setiap jiwa adalah pemimpin, minimal pemimpin bagi dirinya sendiri, dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah 2:30 dan QS. Shad 38:26, ayat tersebut menjelaskan manusia sebagai khalifah di muka bumi, yang menjaga serta menjadi insan yang menyebar kebaikan. Minimal jika tidak bisa menyebar kebaikan, jangan menyebar keburukan untuk orang lain. Menurut saya, kepemimpinan tidak hanya diartikan sebagai kemampuan memimpin, memengaruhi, mengatur orang lain, menjadi yang terdepan dan dipercaya. Namun kepemimpinan lebih dititik beratkan pada kemampuan setiap individu untuk mengenali dirinya sendiri, seperti kelemahan, kekuatan, potensi diri, peluang, motivasi, kecerdasan IQ, EQ, dan SQ serta memahami orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Kepemimpinan menjadi pondasi untuk kita agar menjadi manusia yang memanusiakan. Kepemimpinan dapat mengubah paradigma bahwa pemimpin itu harus disegani atau ditakuti. Kepemimpinan juga dapat menjadikan kita pribadi yang lebih bertanggung jawab atas pilihan dan kesempatan yang telah kita ambil, menjadikan kita pribadi yang lebih jujur terhadap diri sendiri serta melawan ketakutan dalam hidup dan kesenangan yang kita inginkan.</p><p style="text-align: justify;">Adanya kepemimpinan menjadikan ruang lingkup kita lebih mudah untuk diatur dan diajak bekerja sama. Coba bayangkan, apabila kepemimpinan itu hanya dimiliki oleh ketua organisasi, sedangkan anggotanya tidak memiliki kepemimpinan. Mau jadi apa organisasi tersebut? Misalnya satu menjadi angka yang mewakili banyaknya orang yang punya kepemimpinan dan sepuluh menjadi angka yang mewakili banyaknya orang yang tidak punya kepemimpinan. Tentu akan sulit, ketika hanya ketua saja yang punya pemikiran maju namun anggotanya tidak. Dikatakan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memajukan organisasi yang dipimpin, tapi apakah kita tidak malu ketika yang bergerak hanya ketua organisasi sedangkan kita hanya berleha-leha. Padahal kita punya kapabilitas yang bisa jadi sama dengan ketua?</p><p style="text-align: justify;">Kita sebagai mahasiswa sering berkeinginan untuk mengubah dunia. Namun terlalu malas mencari cara yang tepat dalam mengubahnya. Saat SMP dan SMA saya berkesempatan mengikuti latihan dasar kepemimpinan, pembimbing kami mengatakan, &ldquo;Jika kamu tidak bisa mengubah dunia, persempit untuk mengubah negaramu sendiri. Jika tidak bisa maka ubah kotamu dulu, jika tidak bisa ubah keluargamu, dan jika tidak bisa juga maka kau akan temukan jawaban yang tepat dari perubahan itu, yakni mengubah diri sendiri dulu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bukankah kalimat tersebut penuh makna? Saat di benak kita penuh pertarungan tentang bagaimana cara mengubah orang lain bahkan dunia, sebaiknya kita lebih dulu menyadari bahwa yang sangat mendesak untuk diubah adalah diri sendiri. Bayangkan jika saja angka sepuluh yang saya jadikan perwakilan dari banyaknya orang yang tidak memiliki kepemimpinan menjadi jiwa-jiwa yang mulai sadar dan menyebarkan kebaikan sederhana yang bermanfaat. Akan lebih mudah kan, mengubah &ldquo;dunia&rdquo;nya?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Bawah  Bayang-Bayang Kepastian Akreditasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-bawah-bayang-bayang-kepastian-akreditasi/baca </link>
<guid> di-bawah-bayang-bayang-kepastian-akreditasi </guid>
<pubDate> Wed, 06 Mar 2019 13:56:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mustofa Agung Sardjono, selaku wakil rektor bidang akademik (Sumber foto: Google) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-bawah-bayang-bayang-kepastian-akreditasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PTIebA2onb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Bawah  Bayang-Bayang Kepastian Akreditasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;-&nbsp;</strong>Permasalahan akreditasi program studi (prodi) acap kali menjadi kebimbangan bahkan kekhawatiran bagi sejumlah mahasiswa. Perasaan dilema ini lebih banyak melanda mahasiswa tingkat akhir yang hendak wisuda namun terganjal oleh hasil akreditasi prodi yang belum keluar setelah proses re-akreditasi. Tak hanya itu, prodi yang tidak memiliki akreditasi juga terancam ditutup.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor I Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono dengan tegas mengatakan bahwa di Unmul tidak ada prodi yang tidak terakreditasi, namun sedang masa re-akreditasi. Kalaupun ada, itu adalah minat studi, yang menginduk kepada prodi. Re-akreditasi adalah adanya masa jeda yang disebabkan oleh keterlambatan persiapan akreditasi oleh prodi atau sedang menunggu nilai akreditasi yang baru dari <em>accessor</em>. Adapun akibat dari masa jeda adalah prodi yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk meluluskan mahasiswanya, karena ijazahnya akan dianggap tidak sah. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Agung juga menyarankan agar mahasiswa tidak memaksakan diri untuk lulus dalam masa dua atau tiga bulan re-akreditasi. Karena nantinya akan merugikan mahasiswa itu sendiri dan &nbsp;kelulusannya dianggap tidak sah. Terkait hal ini, Agung juga sering mengingatkan jajarannya agar tidak meluluskan mahasiswa ketika prodi dalam masa re-akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menghindari kerugian yang dialami mahasiswa akibat menunggu hasil re-akreditasi ini, Agung mengatakan pihaknya selalu mengingatkan dan mendorong prodi yang akan segera habis masa berlaku akreditasinya untuk segera mempersiapkan diri melakukan pengajuan re-akreditasi. Selambat-lambatnya ialah dengan ketentuan kurun waktu enam bulan sebelum masa akreditasi habis.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang ini harus dipahami juga. Bayangkan saja dengan jumlah asesor yang belum memadai, sedangkan yang pengin diakreditasi misalnya Unmul, dengan sembilan puluh lima prodi. Belum lagi di perguruan tinggi lain di Indonesia,&quot; papar Agung.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Agung, kelemahan Unmul dalam mendorong upaya pengajuan re-akreditasi prodi adalah belum adanya pusat data. Beberapa tahun belakangan, data-data yang ada dipegang oleh perorangan, sehingga ketika orang tersebut pindah atau pensiun, data tersebut mengikut kepada orangnya. Hal ini menyebabkan staf yang baru juga para dosen harus bekerja keras untuk mencari dan menyiapkan datanya kembali untuk kelengkapan borang akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">Di tahun ini saja terdapat 19 prodi yang akan mengalami re-akreditasi, di antaranya adalah Pendidikan Matematika (FKIP), Fisika (FMIPA), Hubungan Internasional (FISIP), dan Ilmu Pemerintahan (FISIP). &nbsp;<strong>(<em>nhh/ann/vny</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buntut Panjang Meme Mahasiswa Faperta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buntut-panjang-meme-mahasiswa-faperta/baca </link>
<guid> buntut-panjang-meme-mahasiswa-faperta </guid>
<pubDate> Thu, 07 Mar 2019 12:21:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Buntut panjang meme Mahasiswa Faperta Unmul, pejabat kampus dinilai anti kritik. (Sumber ilustrasi: permanifest.com) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buntut-panjang-meme-mahasiswa-faperta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WCTcx40dbE.png" />
					</figure>
			                <h1>Buntut Panjang Meme Mahasiswa Faperta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Beberapa waktu lalu, media sosial mahasiswa Unmul ramai memposting meme yang mempertanyakan anggaran dana kemahasiswaan. Di luar dugaan, akibat dari tersebarnya gambar ini, tiga mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) yakni MJ, BA, dan C dipanggil untuk menghadap Dekan Faperta pada Selasa 26 Februari lalu.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu di antaranya saat ditemui awak <em>Sketsa&nbsp;</em>menceritakan awal mula permasalahan ini. Ia mengatakan bahwa muncul keresahan terkait anggaran tiap lembaga organisasi di Faperta untuk kepengurusan tahun ini , yang kabarnya akan dipotong sebesar 40 persen. Nantinya dana hasil pemotongan tersebut akan digunakan sebagai penunjang kegiatan prestasi akademik.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya ia juga mengaku tidak tahu kebijakan terkait pemotongan dana tersebut. Bahkan pengalokasian dana untuk tiap organisasi juga tidak ada sosialisasi. Merasa janggal, beberapa organisasi kemahasiswaan termasuk BEM Faperta menentang kebijakan pemotongan dana. Untuk meluruskan hal ini, pihak dekanat fakultas membuka audiensi untuk membahas persoalan ini pada Rabu, (20/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di audiensi itu kami kalah. Tidak diberi kesempatan bicara. Kami mengungkit dana BOPTN (Bantuan Opersional Perguruan Tinggi Negeri), PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), dan kami minta transparansi tidak dikasih,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Melalui audiensi itu juga, Wakil Dekan III Faperta dan Dekan Faperta menyampaikan keberatannya terhadap tersebarnya meme tepat sehari sebelum audiensi, Selasa, (19/2). Dalam meme tersebut, tertulis &ldquo;Alokasi Anggaran dari PNBP untuk kemahasiswaan tidak jelas!&rdquo;, &ldquo;<em>Waluh</em>!&rdquo;, &ldquo;Kembalikan Hak Kami!&rdquo;, serta &quot;40% Tidak Jelas&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Meme ini tersebar hingga sampai ke Wakil Dekan III Faperta, Achmad Zaini dari grup<em>WhatsApp&nbsp;</em>pengurus organisasi di Faperta. Dinilai tidak etis, MJ, BA dan C akhirnya dipanggil melalui surat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akhirnya dari audiensi 40 persen sudah kami terima. Tapi karena meme itu tersebar, bapak minta surat permohonan minta maaf,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi, Zaini mengatakan bahwa aturan terkait pemotongan dana merupakan kebijakan fakultas yang dibuat berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari rektor. SK tersebut berisi tentang standar operasional prosedur pemberian bantuan dana kegiatan bagi lembaga mahasiswa tingkat Rektorat Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan kebijakan tesebut, menghasilkan pembagian minimal 40 persen untuk prestasi dan sisanya untuk kegiatan penunjang sebesar 60 persen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(SK) itu hanya salah satu dasar kebijakan, yang paling besar adalah pengembangan Faperta agar lebih berprestasi. Sudah tidak ada masalah, ini salah memahami saja,&rdquo; jawab Zaini.</p><p style="text-align: justify;">Meski permasalahan anggaran dana kemahasiswaan sudah selesai, namun tidak dengan pemanggilan terhadap tiga nama tesebut. Ketiganya dimintai pertanggung jawaban dengan menuliskan surat permohonan maaf.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka diminta klarifikasi atas status yang menurut kami tidak etis kepada lembaga,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui dari tiga nama tersebut, hingga kini hanya satu yang belum memberikan surat permohonan maaf. Hal ini juga berimbas pada penundaan pelantikan lembaga mahasiswa Faperta, karena di antara yang terlibat dalam permasalahan ini merupakan bagian penting dari lembaga kemahasiswaan di Faperta.</p><p style="text-align: justify;">Pada awal Maret ini, (1/3) beberapa mahasiswa Unmul menggelar aksi solidaritas kepada birokrat Faperta yang dinilai anti kritik dan membungkam mahasiswa yang menyuarakan pendapatnya, yakni melalui meme tersebut.<strong><em>(adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Benang Merah Selisih Kas Rp35 Miliar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/benang-merah-selisih-kas-rp35-miliar/baca </link>
<guid> benang-merah-selisih-kas-rp35-miliar </guid>
<pubDate> Fri, 08 Mar 2019 12:26:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi selisih kas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/benang-merah-selisih-kas-rp35-miliar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/D5d9wMuq5d.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Benang Merah Selisih Kas Rp35 Miliar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tepat pekan lalu, Rektor Unmul Masjaya membeberkan klarifikasinya di depan puluhan mahasiswa terkait polemik selisih kas Badan Layanan Umum (BLU). Ia menyebut bahwa selisih yang digembar-gemborkan sebesar Rp35 miliar tersebut digunakan untuk pendanaan program kualifikasi guru pada 2010 silam. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klarifikasi-dan-janji-masjaya/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klarifikasi-dan-janji-masjaya/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Usai aksi, Sketsa menemui Rahmat Soe&rsquo;ed selaku Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unmul, sekaligus dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sembari menyandarkan badannya, Rahmat sapaan akrabnya menceritakan kronologis program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Rahmat mengatakan program tersebut diturunkan oleh pemerintah daerah Kaltim untuk meningkatkan jenjang pendidikan guru-guru di desa terpencil, pada saat itu, guru-guru Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) masih berstatus Diploma 1 (D1), Diploma 2 (D2) dan Diploma 3 (D3).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diploma 1 (D1) harus ke Diploma 2 (D2), Diploma 2 dan 3 harus ke Sarjana (S1),&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar 200 dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) diutus untuk mengajar guru-guru di desa. Jadwal pembelajaran ditetapkan selain hari kerja efektif, yakni Sabtu dan Minggu. Setiap dosen yang berangkat dibekali uang saku untuk biaya akomodasi dan transportasi.</p><p style="text-align: justify;">Rahmat mengatakan setelah mengikuti perkuliahan dan melakukan penelitian, guru-guru tersebut berhasil mendapatkan gelar sarjana. Data tersebut dapat dilihat dari jumlah kelulusan guru-guru yang mendapatkan ijazah, semua terarsip di rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Anggaran dana tersebut disalurkan langsung pemerintah ke FKIP tanpa melalui Unmul. Padahal sejak 2009 Unmul telah berubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU), yang mana semua suntikan dana harus melalui satu pintu, yaitu bendahara BLU.</p><p style="text-align: justify;">Setelah berjalan 3 tahun, tepatnya di tahun 2013, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan selisih kas Unmul lebih dari Rp 35 miliar. Berdasarkan hasil audit BPK, angka tersebut terbagi Rp25 miliar di FKIP dan Rp10 miliar di rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Membengkaknya Rp25 miliar di FKIP disebabkan karena dana yang diberikan kepada dosen yang bertugas tidak tercatat dengan rapi. Beberapa tercatat, berupa tanda bukti terima dana. Sementara sebagian lagi tidak. &ldquo;Secara administrasi memang terjadi kesalahan,&rdquo; ungkap Rahmat.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan selisih Rp10 milar di rektorat disebabkan adanya perbedaan standar ukuran dalam pembiayaan penelitian dosen yang bekerjasama dengan Unmul. Semua bantuan dana untuk penelitian dosen tercatat sebagai pendapatan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Besaran nilai dana yang diberikan oleh pemerintah daerah (Pemda) maupun instansi memiliki standar tersendiri. Sedangkan inspektorat jendral (Irjen) memiliki ukuran standar sesuai dengan ketetapan dari kementerian keuangan. Persoalannya, standar ukuran (dana) yang diterapkan Irjen lebih kecil ketimbang Pemda dan instansi, hal itulah yang disebut Rahmat yang mengakibatkan terjadinya selisih kas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Umpamanya 1 jam seharusnya hanya dibayar Rp50 ribu (standar Irjen) sedangkan yang dibayarkan itu Rp150 ribu (standar Pemda atau instansi), lebihnya itu dianggap temuan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Irjen kemudian mengaudit dana sebesar Rp25 miliar untuk mengetahui berapa dana yang harus dikembalikan oleh dosen yang bersangkutan. Berdasarkan peraturan kementrian keuangan, hanya sekitar Rp15 miliar yang diakui oleh Irjen , sedang sisanya adalah besaran angka yang harus diganti oleh dosen yang terlibat dalam program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan keterangan Rahmat, solusi untuk kasus ini ialah tiap dosen melunasinya dengan dicicil. Setiap dosen menandatangani kontrak terkait kesediannya. Nominal dana yang dibayar masing-masing dosen berbeda-beda dan tenggat waktu tidak lebih dari 24 bulan. Hingga kini, pelunasan telah berjalan selama 3 bulan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi pencicilan itu bisa melalui gaji, sertifikat dosen atau remunerasi. Mereka pilih mau lewat apa,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Rahmat menegaskan bahwa dana ini tidak ada sangkut pautnya dengan uang kuliah tunggal (UKT). Menurutnya isu ini naik ke permukaan dan menjadi heboh lantaran ada oknum yang tidak mendukung Masjaya sebagai rektor dua periode. &ldquo;Saya sampaikan ke kepolisian daerah (Polda), ini berangkat dari kekecewaan melihat Masjaya terpilih lagi. Apalagi secara aklamasi,&rdquo; tandasnya.<strong><em>&nbsp;(erp/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyelami Kegiatan Produksi STV </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/menyelami-kegiatan-produksi-stv/baca </link>
<guid> menyelami-kegiatan-produksi-stv </guid>
<pubDate> Fri, 08 Mar 2019 12:43:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama di penghujung acara build relation </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/menyelami-kegiatan-produksi-stv/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UkSf55hVMK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menyelami Kegiatan Produksi STV</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Di tengah kegiatan perkuliahan dan agenda internal, awak <em>Sketsa</em> pada Rabu (27/2) lalu menyambangi salah satu media penyiaran lokal, Samarinda TV (STV). Sama seperti beberapa kunjungan sebelumnya, ini merupakan salah satu program kerja <em>Sketsa</em> yang rutin dilaksanakan, build relation (Brain). Selain untuk membangun relasi, kunjungan kali ini juga dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan berbagi ilmu seputar dunia broadcasting yang saat ini tengah dikembangkan oleh LPM Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Setibanya di tempat, seluruh anggota <em>Sketsa</em> dipandu menuju ruang rapat di lantai 2 Kantor Kaltim Post yang bertempat di Mahakam Square. Di sana, terdapat empat kru STV yang telah menanti. Pertemuan diawali dengan memperkenalkan kanal STV di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa program yang dimiliki STV, di antaranya STV News, Luar Biasa, Licak (Liputan Kocak), Lentera Iman, STV on Music, Flash News, dan juga Enaak Enaak, yang membahas seputar review makanan di sekitar Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu dijelaskan pula sistem produksi di STV. Dimulai dari pembagian penugasan, di mana tiap reporter diwajibkan untuk mengirimkan dua berita dalam sehari dan harus dikirimkan sebelum deadline. Produk tulisan tersebut kemudian diolah editor sebelum akhirnya disiarkan secara langsung melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Biasanya mereka memerlukan tiga kali revisi naskah sebelum dilakukakan pengambilan gambar dan post-production dalam proyeknya nanti.</p><p style="text-align: justify;">Kunjungan juga diisi dengan berbagi pengalaman antara STV dan LPM Sketsa. Salah satunya mengenai kendala yang pernah dialami. Terlebih keduanya sama-sama bergerak di bidang media, tak elak perbincangan terus mengalir. Permasalahan yang dihadapi juga tidak jauh berbeda, mulai dari soal dapur redaksi, <em>broadcasting</em>, hingga manajemen sumber daya manusia.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu saran yang diberikan untuk LPM Sketsa adalah mulai memberanikan diri untuk membuat proyek. Meski masih bergerak di wilayah kampus, dan juga keterbatasan alat maupun anggota, namun hal tersebut masih dapat dilakukan jika masih dapat menggunakan kreativitas.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan berlangsung hingga hari beranjak sore. Sketsa bergegas untuk pamit. Namun sebelum itu, dilakukan penyerahan cendera mata dari LPM Sketsa untuk STV dan ditutup dengan sesi foto bersama. Meski hanya berjalan beberapa jam, namun pertemuan tersebut meninggalkan kesan yang mendalam. <strong>(<em>fqh/adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Poligami: Diperbolehkan, Namun Tidak Mutlak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/poligami-diperbolehkan-namun-tidak-mutlak/baca </link>
<guid> poligami-diperbolehkan-namun-tidak-mutlak </guid>
<pubDate> Fri, 08 Mar 2019 14:38:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 8 Maret yang diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/poligami-diperbolehkan-namun-tidak-mutlak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oK4bgTtQo5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Poligami: Diperbolehkan, Namun Tidak Mutlak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari ini, 8 Maret dianggap sebagai harinya perempuan. Mengapa? Karena di hari ini pula banyak aksi yang melibatkaan kaum perempuan. Mereka turun ke jalan, sembari menyuarakan segala kegundahan atas apa yang mereka rasakan sebagai makhluk bernama perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Aku bukan orang yang suka turun ke jalan. Aku lebih suka menyuarakan sesuatu melalui tulisan. Melalui tulisan ini juga, izinkan aku menyampaikan keresahanku mengenai fenomena yang marak diperbincangkan di beberapa kalangan. Tak terkecuali perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Aku perempuan berusia 20 tahun, nyaris 21 bahkan. Mahasiswi, belum menikah. Tetapi suka mengamati kehidupan orang-orang yang menikah. Jangan salah paham, aku hanya tertarik bagaimana mereka menyatukan dua pikiran yang berbeda dalam satu jalan yang sama. Lebih lanjut kitika aku menyinggung pernikahan, ada satu peristiwa yang tidak bisa dipisahkan, yakni poligami.</p><p style="text-align: justify;">Aku bukan seorang feminis. Sekali lagi tulisan ini hanya sebagai bentuk kepedualianku terhadap perempuan yang menjadi &ldquo;korban&rdquo; kesalahan praktik poligami.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kalian yang beragama Islam, kalian bisa membuka Alquran, lalu bacalah QS. An-Nisa ayat 3, lalu resapi tiap katanya. <em>&ldquo;Dan jika &nbsp;kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana &nbsp;kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, &nbsp;tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka &nbsp;(kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu &nbsp;adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Sejatinya ayat tersebut sudah menjelaskan maksud dan tujuan poligami. Ayat tadi pula yang agaknya menjadi pegangan kuat bagi mereka yang ingin berpoligami. Sampai di sini sudah mengerti arah tulisan ini? Kalau belum, akan aku lanjutkan.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya,<em>&nbsp;Rasulullah sallallahu alaihi wassalam</em> telah mempraktikkan hal serupa. Di mana beliau menikahi 9 orang wanita tua yang tidak lagi bisa menafkahi diri mereka sendiri. Saat itu adalah saat di mana mayoritas perempuan menjadi janda karena sudah tidak memiliki suami (meninggal karena perang). Dan Rasulullah <em>saw.</em><em>&nbsp;</em>saat itu memutuskan untuk menikahi dan membantu menafkahi para janda tua itu.</p><p style="text-align: justify;">Bukan praktik poligami yang dibawa Rasulullah<em>&nbsp;saw.</em> yang ingin saya bicarakan. Namun, rasa-rasanya kini poligami menjadi seperti sebuah kewajiban bagi orang yang gemar mempraktikkannya. Tidak salah, namun bisa jadi tidak sepenuhnya benar jika dilakukan secara sembrono.</p><p style="text-align: justify;">Jika Rasulullah dahulu berpoligami dalam rangka membantu janda-janda tua yang sudah tidak berdaya, lain halnya dengan fenomena yang saya amati belakangan ini. Sekali lagi, melalui tulisan ini saya tidak menampik bahwa poligami memang tertuang jelas dalam kitab suci. Namun yang ingin saya soroti ialah mereka yang berpoligami tanpa sebab dan musabab yang jelas. Mengapa? Karena kini, nyatanya sebagian besar dari mereka berpoligami atas dasar nafsu belaka, yang mana hal tersebut tidak pernah diajarkan Rasulullah.</p><p style="text-align: justify;">Jika Rasulullah berpoligami terhadap janda tua yang ditinggal mati oleh suaminya di medan perang, kini mereka jutsru menikahi wanita-wanita muda yang belum pernah menikah sama sekali. Alasannya sudah jelas seperti yang saya kemukakan di awal.</p><p style="text-align: justify;">Jika mengupas kembali tafsir QS. An-Nisa ayat 3 tadi, terlihat jelas bahwa poligami bukan sesuatu yang dilarang, namun juga bukan berarti sesuatu yang mutlak dilakukan. Ingat dengan penggalan kalimat terakhir yang berbunyi; &hellip; <em>Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka &nbsp;(kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu &nbsp;adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.&quot;</em></p><p style="text-align: justify;">Melengkapi kalimat sebelumnya, telah dijelaskan juga bahwa ada peluang bagi seseorang untuk tidak berlaku adil, dalam hal ini pada istri-istrinya. Sehingga poligami juga bukanlah sesuatu yang mutlak dilakukan bagi seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, ada saja sebagian orang yang mengatasnamakan sunnah Rasulullah. Padahal mereka hanya ingin mengedepankan nafsu semata. <em>Naudzubillahimindzalik. &nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Coba amati, apakah mereka yang berpoligami itu menikahi janda-janda tua sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dahulu? Apakah sebagian orang tadi juga memiliki istri lebih dari satu benar-benar ingin menolong perempuan yang lemah seperti Rasulullah lakukan? Lantas jika ingin mencontohkan perilaku poligami yang dibawa Rasulullah, bukankah beliau lebih lama bermonogami ketimpang poligami? &nbsp;Simpan jawabanmu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Lantas pertanyaannya kini, apakah mereka yang melakukan praktik poligami itu dapat berbuat adil kepada istri-istri mereka? Lalu, apakah mereka yang berpoligami sudah benar-benar memaknai poligami dengan sebenar-benarnya? Atau hanya berlindung dengan embel-embel sunnah?</p><p style="text-align: justify;">Sejatinya, kedudukan perempuan dalam Islam sungguh sangat dimuliakan. Karena hanya dari perempuan yang baik, akan terlahir keturunan yang baik. Bukankah kita sudah sering mendengar bahwa perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anak mereka?</p><p style="text-align: justify;">Melalui momentum Hari Perempuan Sedunia ini, mari kita jadikan sebagai ajang untuk menyuarakan segala keresahan. Karena meski Islam telah memuliakan kedudukan kaum perempuan, nyatanya hingga saat ini justru persoalan kedudukanlah yang paling banyak mendapat pertentangan.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&apos;Sudahkah aku menjadi perempuan yang baik bagi agama maupun negara?&apos;</p><p style="text-align: justify;">Mungkin itu hanya satu &nbsp;dari sekian banyak pertanyaan yang bisa aku dan kalian tanyakan pada diri sendiri. Sebagai kaum yang kelak akan menciptakan generasi-generasi emas di masa mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, untuk menutup tulisan ini, izinkan saya mengucap selamat Hari Perempuan Sedunia. Tanpa kalian, percayalah, dunia tidak akan seindah ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Suti Sri Hadriyanti, Mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sylva Mulawarman Meneropong dan Jajaki Hutan Tropis di Muara Siran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/sylva-mulawarman-meneropong-dan-jajaki-hutan-tropis-di-muara-siran/baca </link>
<guid> sylva-mulawarman-meneropong-dan-jajaki-hutan-tropis-di-muara-siran </guid>
<pubDate> Sat, 09 Mar 2019 02:09:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Potret anak Kampung Muara Siran. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/sylva-mulawarman-meneropong-dan-jajaki-hutan-tropis-di-muara-siran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/31vLgUkPwX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sylva Mulawarman Meneropong dan Jajaki Hutan Tropis di Muara Siran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Seandainya pemerintah mempunyai sedikit ketegasan, kesungguhan dan komitmen untuk infrastruktur kampung, membangun bangsa dari sektor pendidikan dan mengelola hutan secara lestari maka keadaan kampung &rdquo;di atas air&rdquo;, Muara Siran tidak separah sekarang ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seandainya akses perjalanannya mudah, barangkali akan banyak yang berkontribusi serius menetapkan komitmen atas pembangunan masyarakat dan pengelolaan hutan lestari, barangkali persoalan-persoalan yang muncul belakangan dapat diantisipasi. Sayang upaya pemerintah masih tidak memadai.`</p><p style="text-align: justify;">Kampung Muara Siran, kampung yang diapit dan bersinggungan dengan hutan konservasi berupa Cagar Alam Sedulang, lahan gambut paling luas di Kalimantan Timur dengan luas potensial 76.882 hektar dan sebagian luasannya dari total 278.767 masuk dalam kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) seperti Hutan Tanaman Industri (HTI: sawit, karet dll).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lahan gambut Siran juga mempunyai danau yang dinamai &ldquo;Danau Siran&rdquo; luasnya 750 hektar, berada tepat di tengah kawasan gambut. Selain itu, kampung Muara Siran juga berdekatan dengan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK), hutan masyarakat yang merupakan objek dari perhutanan sosial &nbsp;dan disusul akan disahkannya untuk Kawasan Hutan Lindung disepanjang das mahakam dan sub-das serta perlindungan pesut mahakam di wilayah Muara Siran.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>46 Perguruan Tinggi di Indonesia Hadiahi Lembaga Kehutanan Unmul sebagai Tuan Rumah PMKI</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagi Fakultas Kehutanan Unmul, pergeseran nilai terhadap sumber daya hutan berarti menata ulang kurikulumnya. Sejak Agustus 2001 lalu, kurikulum Unmul bukan lagi sekedar penghasil kayu, melainkan pula produksi jasa lingkungan, ekosistem hayati dan kesejahteraan masyarakat. Prinsip pengelolaan hutan pun telah bergeser, bukan lagi kelestarian hasil, melainkan pengelolaan Hutan Lestari. Hingga saat ini, kurikulum terus memperbaiki mutu untuk melakukan pendekatan pendekatan ekologis dan mewujudkan masayarakat yang sejahtera.</p><p style="text-align: justify;">Hasilnya? 4 mata kuliah: Hutan Kemasyarakatan, Sosial Pedesaan Hutan, Perhutanan Sosial dan Agroforestry dan mata kuliah pendukung lainnya yang pernah digagas oleh Prof. Dr.Ir. Mustofa Agung Sardjono. Tidak jauh berbeda dari tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT), sebagai unsur dari PT yaitu, mahasiswa yang diwadahi oleh lembaga kemahasiswaan seperti Lem Sylva Mulawarman juga terstruktur dengan kurikulum Sylva Indonesia dalam hal mendukung praktik Ilmu Kehutanan di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Lem Sylva Mulawarman sebagai lembaga eksekutif mahasiswa yang cukup tua di Unmul telah memasuki usia ke 56 tahun tepat pada Jumat, 1 Maret 2019 lalu. Penamaan lembaga organisasi ini tidak saperti organisasi eksekutif mahasiswa pada umumnya di Unmul, diawali dengan Senat Mahasiswa Kehutanan Unmul dan kini berubah nama menjadi Lem Sylva Mulawarman hingga kini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan usianya yang sudah memasuki 7 windu rupanya sudah sangat kerap dipercayakan menjadi Unit Pelaksanaan Tugas (UPT) program Nasional Ikatan Mahasiswa Kehutanan Seluruh Indonesia (Sylva Indonesia). Sylva Indonesia merupakan ikatan satu-satunya kehutanan di seluruh Indonesia yang terdiri dari 46 dari 66 perguruan tinggi berjurusan Kehutanan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai lembaga eksekutif perpanjangan tangan untuk UPT Unmul yang dihadiahi sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan program kegiatan Pelatihan Mahasiswa Kehutanan Indonesia (PMKI) selama 5 hari pada April 2019 mendatang. Merunut sejarah Lem Sylva Mulawarman juga sudah pernah melaksanakan PMKI pada tahun 2009 dan praktik lapangannya di Taman Nasional Kutai, tetapi pada PMKI 2019 ini, terdapat banyak perubahan materi dan tempat praktik Ilmu Kehutanan.</p><p style="text-align: justify;">Pada agenda ini akan gelar <em>road show,</em> pelatihan Saintis bidang Keilmuan Kehutanan, pergerakan, praktik lapangan di hutan konservasi, hutan lindung, hutan objek perhutanan sosial/reforma agraria, lahan gambut, pengelolaan daerah aliran sungai, <em>Sylva live in</em> ( Sylvain) atau bakti masyarakat, aksi nasional dan <em>glow in Sylva</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada 2 kabupaten menjadi pilihan untuk praktik lapangan dan lokasi <em>live in Sylva</em> yaitu di Desa Mentawir Penajam Paser Utara dan Kampung Muara Siran, Kabupaten Kutai Kartanegara.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Menengok Langsung Kampung Muara Siran</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam rangka mendukung kegiatan PMKI, Sylva Mulawarman mencoba meneropong hutan tropis Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan segala permasalahan dan potensinya menjadi fokusan Lem Sylva Mulawarman untuk melakukan kegiatan dan menjajakinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untuk mempermatang konsep kegiatan PMKI, Lem Sylva Mulawarman yang disetujui oleh ketua panitia, memberangkatkan anggotanya untuk melakukan survei lapangan yang dinamai &ldquo;Tim Serasah&rdquo;, untuk menengok langsung Kampung Muara Siran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tim Serasah ini mengirim rimbawan muda Mulawarman angkatan 2017 dengan dikordinatori oleh Gilbert Renaldy Manullang dan Muhammad Taufiq, serta panitia yang turut serta Jefri Toding Bua, Ahmad Ainun Ridho, Yuka Nofrando Purba yang didampingi oleh 1 Sylvais Angkatan 2014, sebagai <em>Staring Commite</em> (SC) PMKI.</p><p style="text-align: justify;">Selama 2 hari Tim Serasah memulai perjalannya dari Samarinda menuju Kampung Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai kartanegara. Perjalanan ditempuh dengan 4 jam perjalanan melalui jalan darat dan 1 jam perjalanan lewat air dengan 2 kali penyeberangan sungai. Rusaknya jalan dan tidak tersediannya beberapa <em>site plan</em> informasi titik lokasi membuat tim sulit menemukan Kampung Muara Siran.</p><p style="text-align: justify;">Tim Serasah melakukan orientasi lapangan di sekitar desa dan menemukan beberapa data dengan luas wilayah 42.201 hektar dan dihuni sekitar 369 KK dengan 1.356 total jumlah penduduk. Masyarakat masih pertahankan budaya kearifan lokalnya, telah memiliki BUMDES dalam memperdayakan masyarakat, menjaga hutan dengan menggantungkan kehidupanya pada sumber daya alam sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Terbukti dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan pewalet. Eksistensinya sebagai nelayan didukung dengan sungai dan lahan gambut yang luas. Menurut Pokja Perhutanan Sosial, tercatat rata-rata 8 ton ikan air tawar berhasil ditangkap setiap harinya dengan alat tangkap tradisional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terdapat situs Kerjaan Tua Kutai dan Agama Hindu, juga 1 sekolah dasar, 1 sekolah menengah atas dengan 3 ruangan kelas yang memprihatinkan, serta guru yang masih honorer. Keadaan sumber daya manusia, pendidikan dan akses jalan sert &nbsp;jarak tempuh ini menjadi menarik untuk lebih dalam lagi tim jajaki.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu Tim Serasah, Jefri Toding Bua menyoroti bidang pendidikan dan infrastuktur desa, selama perjalanan ia mengatakan, seandainya pemerintah mempunyai sedikit ketegasan, kesungguhan dan komitmen untuk infrastruktur kampung, membangun bangsa dari sektor pendidikan dan mengelola hutan secara lestari maka keadaan kampung &rdquo;di atas air&rdquo;, Muara Siran tidak separah sekarang ini.</p><p style="text-align: justify;">Seandainya akses perjalanannya mudah, barangkali akan banyak yang berkontribusi serius menetapkan komitmen atas pembangunan masyarakat dan pengelolaan hutan lestari, barangkali persoalan-persoalan yang muncul belakangan dapat diantisipasi. Sayang upaya pemerintah masih tidak memadai.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pada keesokan harinya, Tim Serasah menggelar audiensi dan diskusi dengan Camat dan Kepala Desa Muara Siran. Dalam pertemuan tersebut, H. Surya Agus,SP. selaku Camat Muara Kaman menyatakan kesiapan dan kesediaannya menyambut mahasiswa Kehutanan seluruh Indoenesia, serta membantu dalam hal untuk tempat <em>Sylva live in</em> dan pusat kordinasi ke beberapa kawasan hutan di dekat wilayah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sekretaris Kampung Muara Siran juga memberikan banyak data dan beberapa peta permasalahan desa dan kawasan hutan yang bersinggungan langsung dengan Kampung Muara Siran.</p><p style="text-align: justify;">Yuka dari Tim Serasah yang sudah langsung akrab dengan penduduk Kampung Muara Siran melakukan diskusi-diskusi kecil dengan warga. Ibu Asnah, seorang warga Kampung Muara Siran, ibu yang digaji sukarela untuk membersihkan balai desa bercerita tentang kehidupan Muara Siran. Ibu tersbut juga menjelaskan bagaimana peran hutan di sekeliling Muara Siran terhadap perekonomian warga Muara Siran.</p><p style="text-align: justify;">Muara Siran bersinggungan langsung dengan hutan konservasi berupa Cagar Alam Sedulang dengan luas 62.500 hektar, dengan ekosistem hutan rawa, rawa air tawar, hutan dataran rendah dan perairan tawar dan termasuk juga dalam wilayah das Mahakam, sub-das Kedang Pala, Kedang Rantau, Ngayu dan Seputih, perlindungan dan konservasi pesut Mahakam.</p><p style="text-align: justify;">Bentangan lahan gambut paling luas di Kalimantan Timur dengan luas potensial 76.882 hektar dan sebagian luasnya dari total 278.767 masuk dalam kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) seperti Hutan Tanaman Industri (HTI: sawit, karet dll). Lahan gambut siran juga mempunyai danau yang dinamai &ldquo;Danau Siran&rdquo; luasnya 750 hektar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Muara Siran, menjadi kampung percontohan pengelolaan dan merawat gambut serta hutan alam mandiri berbasis masyarakat di kabupaten konservasi di seluruh Indonesia. Program PBB untuk pengurangan emisi seperti REDD (Reducing Emmissions from Deforestration and Degradation) turut menyambangi Muara Siran dengan hadirnya Kementerian Lingkungan Hidup dari Thailand untuk menjadikan Muara Siran sebagai penyerap karbon di mata dunia.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kampung Muara Siran juga berdekatan dengan Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK), Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK), Hutan Masyarakat yang merupakan objek dari perhutanan sosial dan disusul akan disahkannya untuk Kawasan Hutan Lindung di sepanjang das Mahakam dan sub-das di wilayah Muara Siran.</p><p style="text-align: justify;"><br><br><strong>Yuka Nofrando Purba: Ayo Kawan Mengamalkan Ilmu Kita, Sylva Indonesia untuk Muara Siran!</strong></p><p style="text-align: justify;">Keputusan Mendikbud No.155 Tahun 1998 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Lembaga Kemahasiswaan dan Perguruan Tinggi dan UU. NO 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi serta Tridarma Perguruan Tinggi menjadi landasan mahasiswa sebagai penerus bangsa untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh selama di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Yuka Purba, Mahasiswa Kehutanan 2017, anggota Tim Serasah mengatakan, &ldquo;Untuk itu perlu sinergisitas antara pemerintah, masyarakat dan mahasiswa dalam upaya pengelolaan hutan yang lestari dan masyarakat sejahtera, Ayo kawan amalkan ilmu kita, Sylva Indonesia untuk Muara Siran.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan hadirnya mahasiswa Kehutanan seluruh Indonesia April nanti, kawan-kawan mahasiswa dapat mengapliksikan ilmu yang telah dipelajari untuk meningkatkan sumber daya mahasiswa Kehutanan Indonesia ke arah riset pengembangan dan pengolahan hutan yang adil, lestari dan demokratif serta kemampuan pengetahuan, teknik riset dan pengembangan mahasiswa Kehutanan dalam bidang pergerakan (kempemimpinan/kebangsaan, manajemen organisasi, advokasi), dan bidang sains ilmu kehutanan (gis, konservasi, perhutanan sosial, energi ramah lingkungan). Pendampingan masyarakat hutan dalam pengelolaan hutan berbasis terpadu untuk mengembangkan Kampung Muara Siran.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release oleh Fitriyani Sinaga, Rimbauan Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Petualangan Menangkap Petir: Impian di Hidup dan Legenda Dari Tanah Jawa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/petualangan-menangkap-petir-impian-di-hidup-dan-legenda-dari-tanah-jawa/baca </link>
<guid> petualangan-menangkap-petir-impian-di-hidup-dan-legenda-dari-tanah-jawa </guid>
<pubDate> Sat, 09 Mar 2019 14:25:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster film Petualangan Menangkap Petir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/petualangan-menangkap-petir-impian-di-hidup-dan-legenda-dari-tanah-jawa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w32BgJEC4A.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Petualangan Menangkap Petir: Impian di Hidup dan Legenda Dari Tanah Jawa</h1>
			              </header>
			              <p>Sutradara &nbsp; &nbsp;: Kuntz Agus</p><p>Produser &nbsp; &nbsp; : Abimana Aryasatya</p><p>Penulis Naskah: Eddie Cahyono dan Jujur Pranoto</p><p>Pemeran &nbsp; &nbsp; : Bima Azriel, Darius Sinathrya, Putri Ayudya, Slamet Rahardjo, Fatih Unru, Zara Leola, Jidate Ahmad, Danang Parikesit, Abimana Aryastyo, Arie Kriting</p><p>Rumah Produksi : Four Clours Community</p><p>Tanggal Rilis &nbsp; : 30 Agustus 2018</p><p style="text-align: justify;">Seperti tahun-tahun sebelumnya, jumlah film anak di Indonesia masih belum banyak diproduksi oleh rumah produksi film lokal. Menurut data Lembaga Sensor Film (LSF), tercatat hanya 22 film dari 201 film yang ditayangkan memiliki kategori Semua Umur (SU) pada periode 2017 hingga awal 2018. Bahkan, tidak seluruhnya tayang di layar lebar secara nasional.</p><p style="text-align: justify;">Karena hal inilah Abimana Aryasatya berinisiatif memproduksi sebuah film anak berjudul <em>Petualangan &nbsp;Menangkap Petir.</em><em>&nbsp;</em>Dibantu Kuntz Agus selaku sutradara, serta Eddie Cahyono dan Jujur Pranoto selaku penulis naskah. Film anak ini juga disisipi dengan beberapa adegan dari salah satu kisah legendaris Ki Ageng Selo yang di juluki sebagai penangkap petir.</p><p style="text-align: justify;"><em>Petualangan &nbsp;Menangkap Petir</em> mengisahkan tentang Sterling, seorang anak yang tidak memiliki teman dan hanya bermain serta tumbuh dengan media sosial. Di usia yang terbilang sangatlah muda, Sterling sudah memiliki ribuan subscriber.</p><p style="text-align: justify;">Suatu ketika, kedua orangtua Sterling, Mahesa dan Beth, memutuskan untuk pindah dari Hong Kong ke Jakarta. Tetapi, sebelum pindah ke Jakarta kedua orantua Sterling menginginkan agar Sterling mau untuk berlibur terlebih dahulu ke Boyolali, tempat eyang Sterling berada.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, Sterling merasa suntuk dan tidak nyaman setelah meninggalkan Hong Kong dan tinggal di kawasan pegunungan Merapi. Seiring berjalannya waktu, Sterling bertemu dengan teman-teman barunya yakni, Gianto/Jayen, Neta, Wawan, dan Kuncoro. Karena pertemuan dengan teman baru ini pun membuat Sterling akhirnya nyaman dan betah berada di pedesaan ini. Momen ini memberikan pengalaman baru untuk Sterling, mulai dari betapa menyenangkannya memiliki banyak teman, bermain kotor-kotoran, dan melakukan permainan masa kecil yang tidak pernah dia tahu dan mainkan di Hong Kong.</p><p style="text-align: justify;">Didorong oleh keinginan Jayen untuk menjadi bintang film, Sterling dan teman-teman barunya berencana membuat film yang diangkat dari kisah Ki Ageng Selo dengan bantuan Arifin dan Kriwil. Unsur dalam film ini pun tidak hanya mengambil unsur kearifan lokal saja melainkan juga fokus pada isu digital yang sedang marak terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Dewasa ini, anak-anak generasi digital yang lebih mementingkan unsur yang ada di dalam <em>gadget</em>-nya daripada berinteraksi secara langsung dengan teman-teman sebayanya. Menganggap teman dunia maya sebagai teman baiknya dibanding teman yang ada di sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Isu digital ini sangat tampak terlihat saat Sterling ditanya oleh eyangnya, apakah dia memiliki teman dekat atau tidak. Sterling pun membanggakan di depan eyangnya bahwa ia memiliki teman ribuan. Padahal yang kita tahu, sebanyak apapun teman yang dimiliki di dunia maya, tidak akan sebanding dengan teman yang ada di kehidupan nyata.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, alur film ini sangat simpel dan tidak ada istimewanya. Hanya saja karena mengangkat tema isu digital yang terjadi saat ini, membuat film ini menjadi lebih dekat dengan kehidupan yang terjadi di lingkaran kehidupan kita. Konfliknya pun bukan hanya sebatas kebimbangan Sterling yang jauh dari media sosialnya, namun ada kedinamisan hubungan antara ibu dan anak. Konflik tersebut memberikan sisi lain seorang ibu yang berupaya mengarahkan, memahami keinginan dan membuat anaknya bahagia.</p><p style="text-align: justify;">Jika ingin disimpulkan, banyak sekali pesan moral yang sengaja dihadirkan dalam film ini. Penonton diajak lebih mengenal salah satu legenda dari tanah Jawa era Mataram Islam yakni cerita penangkap petir yang merupakan julukan dari Ki Ageng Selo. Naskahnya pun ditulis sesuai realita, hal ini yang membuat penonton menikmati alur yang ada dalam film ini.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Fitrie Amelia mahasiswi Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lubang Tambang dan Penantian-penantian Panjang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/lubang-tambang-dan-penantian-penantian-panjang/baca </link>
<guid> lubang-tambang-dan-penantian-penantian-panjang </guid>
<pubDate> Sun, 10 Mar 2019 12:44:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen karya Hijrana, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, angkatan 2018. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/lubang-tambang-dan-penantian-penantian-panjang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ghhjvaw0z5.png" />
					</figure>
			                <h1>Lubang Tambang dan Penantian-penantian Panjang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Valentine segera tiba. Cokelat-cokelat sudah mulai memadati etalase toko pusat perbelanjaan kota. Cokelat itu dihias secantik mungkin agar orang-orang yang lewat tertarik menyentuh dan membelinya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara jauh di jantung pusat kota itu, seorang gadis remaja dengan perasaan berdebar di dadanya tidak sabar menanti empat belas Februari. Sekarang tanggal dua, dan waktu terasa berjalan begitu lambat. Setiap hari menjelang petang, gadis itu duduk di beranda rumahnya yang tepat menghadap ke ufuk barat. Ia senang melihat matahari terbenam. Ia lebih menikmati rindu dan penantiannya, katanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kapan dia mau pulang?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebentar lagi. Ia sudah berjanji akan pulang sebelum empat belas Februari. Kita akan menikmati Valentine di bawah sinar bulan purnama,&rdquo; jawab perempuan itu dengan senyum merekah di wajahnya. Sebenarnya tidak ada purnama di tanggal empat belas bulan ini, tetapi ia menciptakan sendiri di kepalanya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggal dua berlalu dan jalanan kota lebih sering macet dari hari biasanya. Orang-orang datang silih berganti mengunjungi pusat perbelanjaan cokelat tersebut. Seorang pria dengan pakaian yang tidak begitu menarik meminta pelayan toko agar mengeluarkan sebatang cokelat dengan pita merah dari dalam etalase itu. Ia yakin kekasihnya pasti menyukainya. Setelah cukup lama tinggal dan bekerja di kota, hidup pria itu memang bisa dibilang berkecukupan. Ia pekerja keras dan tidak senang berfoya-foya. Ia bekerja di sebuah perusahaan batu bara yang sukses. Tidak heran jika gajinya cukup untuk membayar kontrakan, membeli makan dan mengirim uang untuk keluarga di kampung. Juga untuk membeli sebatang cokelat untuk pacar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan perasaan menggebu, pria itu membawa cokelatnya ke meja kasir, membayar, lalu menentengnya dengan bangga keluar dari toko itu. Sama seperti pasangan-pasangan yang lain, ia juga akan menikmati hari kasih sayang dengan bahagia, batinnya.</p><p style="text-align: justify;">Kalender telepon pintar menunjukkan tanggal dua belas. Waktu di mana pria itu diberi izin oleh perusahaan untuk mengambil cuti dan pulang kampung. Setelah sekian lama memendam rindu, akhirnya ia diberi waktu untuk menuntaskannya. Sebenarnya, pria itu amat yakin bahwa rindunya tidak akan pernah benar-benar tuntas. Pertemuan hanya upaya untuk menumbuhkan rindu-rindu lain setelah ini. Tetapi apa pun itu, ia tidak peduli. Ia harus pulang menemui kekasihnya.</p><p style="text-align: justify;">Dua belas Februari yang manis, pria itu pulang dari kantor menuju kontrakannya dan mengemasi pakaian yang akan dibawanya pulang esok hari. Jarak antara kota itu dan rumahnya tidak begitu jauh, hanya memakan waktu sekitar enam jam jika ditempuh dengan mengndarai sepeda motor.</p><p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, pria yang sering dipanggil dengan Ujang itu mengendarai sepeda motornya, melesat meninggalkan kota menuju kampung halaman. Dengan senyum semringah Ujang menatap bangunan-bangunan tinggi yang ia lewati di sepanjang jalan dengan bahagia. Meski cuaca di bulan itu sedang tidak baik dan sangat sulit ditebak, kapan akan hujan dan kapan matahari akan bersinar terus, ia tetap melaju dengan sangat bahagia. Tidak peduli jika sepanjang hari itu matahari akan terus memancarkan sinarnya atau hujan akan mengguyur sekujur tubuhnya. Ia tidak akan berteduh, batinnya.</p><p style="text-align: justify;">Pukul empat sore. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, cuaca di bulan itu sama sekali tidak bisa ditebak. Tiba-tiba awan gelap mengepul tebal di angkasa, pertanda hujan akan segera turun. Meski masih ada sedikit kemungkinan untuk ia tidak jatuh. Suka-suka hujan. Terserah kapan ia ingin menjatuhkan diri, atau terserah Tuhan kapan hujan itu Ia izinkan turun membasahi bumi, serta menyiram habis tubuh pria dimabuk asmara itu.</p><p style="text-align: justify;">Pukul lima sore lewat lima belas menit, sepertinya langit tidak mampu lagi membendung awan gelap itu. Hujan turun perlahan. Rintik demi rintik sampai ke bumi. Rintik demi rintik jatuh menyentuh tubuh Ujang yang ringkih. Tetapi hujan bukan masalah baginya.. Ia telah siap basah sebelum berangkat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sabar Jang, sisa setengah jam lagi baru nyampe,&rdquo; ucapnya menguatkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Hari semakin sore, hujan kian deras dan langit semakin gelap. Lampu-lampu warga dinyalakan dan adzan maghrib mulai dilantunkan dari pengeras suara masjid yang dilalui Ujang. Ia terus melaju dengan sepeda motornya. Meski hujan dan gelap mulai menghalangi pandangannya, ia tetap melaju dalam kecepatan yang tinggi. Agar cepat sampai dan tidak menemukan kendala di jalan.</p><p style="text-align: justify;">Melaju.. melajuu.. dan sreeeetttt&hellip;.</p><p style="text-align: justify;">Ban motor Ujang terpeleset di gundukan tanah becek dan licin. Tubuh Ujang terpelanting, seketika ia merasa berada dalam genangan air, seperti sebuah kolam. Dengan kemampuan berenangnya yang terbatas, Ujang berusaha mencari tepi kolam itu dalam gelap tanpa lampu. Tetapi Ujang tak kunjung menemukan tepi kolamnya. Semakin lama, kolam itu terasa semakin penuh oleh air hujan. Ujang mulai kewalahan dan merasakan keram di kakinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah ini adalah sungai yang dalam?&rdquo; tanya Ujang pada dirinya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi Ujang tentu sangat tahu bahwa salah satu hal yang tidak dimiliki kampungnya adalah sungai. Kampungnya juga tidak punya kolam renang, yang mereka miliki hanya lubang bekas tambang. Dan lubang tambang itulah yang menjebak tubuhnya saat ini. Keram di kaki Ujang tidak tertahankan lagi, ia tidak bisa lagi bergerak mengayun. Air di lubang tambang itu semakin penuh hendak melahap habis tubuhnya. Ia mulai kesulitan bernapas dan akhirnya pasrah pada air yang sebentar lagi menjadikannya tiada. Ia tidak bisa minta tolong. Tidak akan ada siapa pun yang melintasi jalanan itu saat hujan lebat. Mereka semua tahu bahwa lubang tambang itu berbahaya. Lubang tambang itulah yang beberapa bulan terakhir menjadi hantu di lingkungan warga sekitar. Lubang yang dibiarkan menganga lebar tanpa pengaman dan tanpa plang peringatan. Puluhan jiwa telah menjadi korban karena tertipu dengan lubang malapetaka itu. Dan sebentar lagi Ujang akan mengalami nasib yang sama. Ironisnya karena perusahaan tempat Ujang bekerjalah yang pergi meninggalkan bekas lubang tambang itu. Setelah menguras habis harta kekayaan batubara, mereka pergi tanpa tanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sisa nyawa yang sekarat, Ujang menangis. Harapannya pupus. Tidak ada lagi hari valentine, tidak ada lagi bahagia. Semua harapannya berakhir sia-sia di lubang tambang bekas galiannya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Namun penantian gadis itu belum juga usai, ia masih menunggu. Masih berharap bisa menikmati valentine di bawah sinar purnama bersama Ujang, kekasihnya. Meski valentine dan purnama sudah lama berlalu, ia tidak tahu jika apa yang ditunggu telah tiada.</p><p style="text-align: justify;">Tidak, ia tahu tetapi menolak untuk tahu. Seperti itulah ia menghabiskan hari-harinya di beranda rumah dengan penantian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau tahu, tidak ada penantian paling panjang selain menanti sesuatu yang tidak akan pernah tiba,&rdquo; gumamnya dengan hati dan mata nanar.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Hijrana, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Indonesia 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hafidzaki, Menjejaki Pengalaman dan Bisnis di Usia Muda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/hafidzaki-menjejaki-pengalaman-dan-bisnis-di-usia-muda/baca </link>
<guid> hafidzaki-menjejaki-pengalaman-dan-bisnis-di-usia-muda </guid>
<pubDate> Sun, 10 Mar 2019 13:48:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok Hafidzaki Monocikadiwa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/hafidzaki-menjejaki-pengalaman-dan-bisnis-di-usia-muda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7f8ZHmZiTx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hafidzaki, Menjejaki Pengalaman dan Bisnis di Usia Muda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Tak ada yang lebih menyenangkan selain sore kala itu. Ditemani pepohonan rindang, bangku kayu yang memanggil untuk disinggahi, hingga mentari yang malu-malu kembali ke peraduannya. Suasana ini meneduhkan perjumpaan awak Sketsa dengan Hafidzaki Monocikadiwa. Sosok pemuda yang berhasil merangkai kisahnya sendiri untuk kemudian dibagi kepada rekan generasi muda lainnya. Dari ceritanya, tersirat pesan bahwa mimpi itu bukan sekadar angan, namun juga harus diperjuangkan.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang akrab disapa Dzaki ini lahir di salah satu ibu kota Kabupaten Indragiri Hulu, tepatnya di Rengat, Pekanbaru. Seakan ingin menjelajah, Dzaki yang menghabiskan masa kecilnya selama 5 tahun di Tanah Melayu, pindah ke Bangka Belitung. Ya, tempat di mana sebuah karya besar lahir di sana. Bersama dengan keluarganya, Dzaki tumbuh besar di sana. Sebelum akhirnya memutuskan kembali pindah. Kali ini Jakarta menjadi tujuan. Tidak masalah, Dzaki bersemangat menceritakan masa kecil yang ia habiskan di beberapa daerah.</p><p style="text-align: justify;">Di ibu kota, Dzaki menjadi santri di salah satu pesantren di Jakarta Selatan. Dari sini, ia mengatakan bahwa salah satu hal yang melatih kemampuannya berbicara di depan umum di mulai saat ia menjadi santri. &quot;Dulu ada semacam kewajiban buat kita yang mondok untuk ceramah di depan umum. Jadinya semakin sering, semakin biasa hingga sekarang,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga menyelesaikan pendidikan SMA, ia memutuskan untuk kembali menjajal daerah lain. Samarinda menjadi pelabuhannya. Menjadi mahasiswa di tahun 2013 lalu membuatnya menemukan begitu banyak hal-hal baru. Mulai dari kegiatan belajar mengajar di kampus, organisasi, hingga ia berhasil menemukan dan mengembangkan <em>passion</em>-nya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Menemukan passion dinilai menjadi persoalan yang merepotkan. Tapi tidak untuk pemuda kelahiran 1996 silam ini. Ia yang terbiasa untuk mencoba hal baru dengan mudah dan dapat mengenali apa yang memang menjadi minatnya, yakni dunia desain.</p><p style="text-align: justify;">Langit malam perlahan melahap sinar senja. Namun Sketsa masih setia mendengarkan cerita menarik pria kelulusan 2017 silam ini. Terjun ke bangku perkuliahan, ia memilih untuk terjun mencicipi dunia organisasi. Mulanya, ia menjadi sekretaris malam keakraban yang diadakan di fakultasnya. Dari sana keberaniannya untuk berbagi seputar dunia desain semakin meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Namun organisasi di fakultas nampaknya belum cukup memuaskan hasratnya untuk mencoba hal-hal baru di Unmul. Dzaki memberanikan diri untuk bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik atau yang saat ini dikenal dengan LPM Sketsa. Mendaftarkan posisinya sebagai desainer, menjadi batu loncatan lainnya bagi karier Dzaki. Hingga saat ini, meski telah berstatus alumni, namun ia tak sungkan untuk bersilaturahmi dan dan berbagi ilmu. Bahkan, karena kebolehannya di dunia desain dan pemrograman aplikasi, dia dipercaya untuk membantu mengembangkan <em>website</em> LPM Sketsa Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Merintis 3 Usaha di Usia Muda</strong></p><p style="text-align: justify;">Memanfaatkan kesukaannya terhadap dunia menggambar, ia tentu tak serta merta melewatkan kesempatan ini.</p><p style="text-align: justify;">Dzaki melihat peluang lain selain desain melalui aplikasi. Ia menyadari bakat lainnya, yakni menggambar. Beragam kemampuan yang dimilikinya akhirnya membuat Dzaki menjadi orang yang mampu merintis tiga bidang bisnis yang berbeda. Meski begitu, ketiganya masih berada dalam satu rumpun, yakni bisnis digital media.</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti yang sering dikatakan orang lain, kesuksesan dapat dimulai dengan keberanian untuk mengambil langkah kecil terlebih dahulu. Sama dengan Dzaki, ia juga memulai perjalanan kariernya dengan mendesain beberapa logo kecil-kecilan dan saat itu ia tidak memberikan harga, alias gratis.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi dari usaha itulah Dzaki berhasil merintis bisnisnya saat ini. Ia tak sendiri, bersama timnya, pemuda ini mantap untuk mendirikan sebuah konsultan desain bernama Kawalan Studio.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di Kawalan Studio aku biasa menjual hasil desainku,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak tanggung-tanggung, pemuda ini juga sudah punya target marketing sendiri yakni para pelanggan yang rata-rata berasal dari luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hasilnya lumayan lah, bisa sampai dapat 500 dollar tahun lalu,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang ia diberi kesempatan untuk tidak sekadar memproduksi desain, namun juga berkesempatan untuk mengelola bisnis secara keseluruhan. Seperti menggaet pelanggan, promosi, hingga produksi.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya Kawalan Studio, ada juga Sinergi Receh yang siap memajukan bisnismu. Ia berujar bahwa Sinergi Receh merupakan platform <em>online</em> yang dibangun untuk memfasilitasi dan mempertemukan antara sebuah bisnis dengan investor. Selain itu, ada juga sebuah <em>social media management</em> bernama Ceritakan. Pada dasarnya tidak semua orang memiliki waktu yang cukup untuk mengorganisir sosial media mereka. Untuk itulah Ceritakan hadir. Tujuannya untuk memfasilitasi orang-orang yang tidak punya cukup waktu mengelola sosial media mereka. Ceritakan akan memberikan solusi dan masukan tentang apa-apa saja yang cocok dimasukkan ke dalam sosial media tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Cerita lain yang turut mendukung kesuksesannya saat ini ialah di 2017 lalu, ia bekerja sebagai fasilitator di Telkom Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dulu hanya sebagai fasilitator. Akhirnya bisa <em>sharing-sharing</em> mengenai masalah desain ke orang-orang banyak,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Kini ia banyak mengisi acara <em>talkshow</em> sebagai pembicara. Hingga yang terbaru, ia dipilih sebagai pembicara di event yang dihelat oleh Telkom Indonesia bersama dengan Rumah Krearif Indonesia BUMN. Di sana ia berkesempatan untuk menyampaikan bagaimana sistematika mendesain dan membangun promosi melalui aplikasi edit foto sederhana di kalangan millenials bernama Canva.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, saat ini tidak perlu mengeluarkan budget banyak untuk dapat berkarya. Karena sekarang semuanya sudah didukung oleh perkembangan teknologi yang canggih.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini bukan lagi menjadi hebat untuk diri sendiri, tetapi juga bagaimana cara kita agar dapat menghebatkan orang lain. Salah satunya dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Dzaki menjadi salah satunya.Melalui tiga bisnis yang sedang dirintis, ia berharap agar dapat memberikan manfaat dan menebarkan kebaikan. Baik itu dari segi konten, maupun sisi humanis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cintai apa yang kamu cintai. Masa mudamu masih panjang. Perbanyaklah pengalaman hidup, karena kehidupan ini tidak melulu soal uang,&quot; tutupnya. <em><strong>(sut/fqh/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menteri LHK Alokasikan Dana untuk Hutan Pendidikan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/menteri-lhk-alokasikan-dana-untuk-hutan-pendidikan-unmul/baca </link>
<guid> menteri-lhk-alokasikan-dana-untuk-hutan-pendidikan-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 11 Mar 2019 09:59:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Siti Nurbaya Bakar, mengisi kuliah umum di Fahutan Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/menteri-lhk-alokasikan-dana-untuk-hutan-pendidikan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iJKDiUk9ZV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menteri LHK Alokasikan Dana untuk Hutan Pendidikan Unmul</h1>
			              </header>
			              <hr><p style="text-align: justify;">Dalam kunjungan Siti Nurbaya Bakar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ke Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) atau Hutan Pendidikan Fakultas Kehutanan Unmul menyatakan bahwa telah menyediakan alokasi dana sebesar Rp28 miliar untuk Hutan Pendidikan Unmul. Dana itu dinyatakan berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) kehutanan.</p><p style="text-align: justify;">Unmul sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim), sejak berdirinya berusaha untuk menempatkan posisi hutan sebagai lingkungan yang mewarnainya. Sehingga pola ilmiah pokoknya adalah hutan tropis lembap dan lingkungannya. Berkaitan dengan hal tersebut, Fakultas Kehutanan (Fahutan) sebagai salah satu fakultas yang ada di Unmul menjadi ujung tombak dalam memberikan warna pengelolaan hutan, khususnya di Kaltim dan juga hutan tropis. Salah satu laboratorium alam yang dimiliki adalah Hutan Pendidikan Fahutan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pohon-pohon besar, berbagai jenis belukar, vegetasi tingkat rendah, lumut, beberapa satwa liar, burung dan juga hewan air dapat dijumpai saat ini di Hutan Pendidikan Fahutan. Dahulunya tempat ini merupakan bekas areal HPH CV Kayu Mahakam yang kemudian dialihkan ke Unmul melalui penandatanganan antara Rektor Unmul dan disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Syarib Thayeb dan Gubernur Kalimantan Timur A. Wahab Sjahranie pada 9 Juli 1974. Disusul dengan surat keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 406/Kpts-II/99 pada 14 Juli 1999 tentang penetapan kawasan hutan Lempake sebagai kawasan hutan tetap dengan fungsi Hutan Pendidikan Fahutan Unmul dengan luas 299,03 ha.</p><p style="text-align: justify;">Dekan Fahutan Unmul, Rudianto Amirta dan Direktur Pengelola Hutan Pendidikan Unmul, Ariyanto Zeydan, dalam kunjungan menteri memaparkan kondisi KHDTK. Kemudian Siti Nurbaya mengatakan bahwa KHDTK Samarinda merupakan yang terlengkap di Indonesia. Ia juga menambahkan, bawa KLHK telah mengalokasikan dana Rp28 miliar untuk pengembangan Hutan Pendidikan Unmul (2019).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;7-8 Hutan Pendidikan yang dikelola sejumlah universitas di Indonesia, yang terlengkap yang dimiliki Unmul. Hutan ini akan sangat berguna bagi pengembangan keilmuan. Hutan ini perlu dijaga dan dikembangkan. Telah tersedia dana Rp28 miliar yang sudah diperuntukan bagi hutan pendidikan Unmul. Dana tersebut berasal dari dana bagi hasil (DBH) kehutanan&rdquo; tuturnya pada Jumat (8/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kunjungan tersebut, Siti Nurbaya turut membawa Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Bambang Hendroyono, Dirjen KSDAE, Wiratno, Dirjen PSKL Bambang Supriyanto dan Irjen, Ilyas Asaad. Kedatangannya ke KHDTK yang berada di kelurahan Lempake dan Mugirejo ini disambut oleh Rektor Unmul Masjaya, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Plt Sekda Provinsi Kaltim Hj Meiliana, Assisten Sekda Kaltim Bidang Administrasi Bere Ali, Kepala dinas Kehutanan Kaltim Amirullah dan Akli dari Kepala Kesatuan pemangku Hutan (KPH) Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Turut hadir juga mahasiswa kehutanan unmul dari perwakilan Mahasiswa Penyayang Flora dan Fauna (Mapflofa) yang di ketuai oleh Sari L. Y yang mendampingi menteri untuk penanaman pohon secara simbolis. Ada beberapa pohon yang ditanam, seperti Ulin, dan Meranti.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya terjadi beberapa kali perubahan status dari hutan koleksi Unmul menjadi Kebun Raya Unmul, Hutan Pendidikan Fahutan Unmul, Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS), Kesatuan Pengelolaan Hutan produksi (KPHP) Samarinda dan sekarang menjadi KPHP Hutan Pendidikan Fahutan Unmul. Kondisi Penutupan lahannya didominasi oleh hutan sekunder seluas 204,13 ha (68,99%) dan belukar 67,97 ha (22,97%).</p><p style="text-align: justify;">Hasil inventarisasi hutan dijumpai sebanyak 73 jenis pohon. Potensi rata-rata pada starata belukar 127,81 M3/ha dengan 130 batang/ha dan pada hutan sekunder 135,46 m3/ha dengan 111 batang/ha. Perkiraan cadangan karbon sebesar 32.937,79 ton. Keberadaan satwa masih cukup banyak, di antaranya Orangutan, Owa-owa, berbagai jenis burung seperti Rajawali, Elang Bondol, Ular Phyton, dan Kura-kura. Hasil hutan bukan hanya kayu, namun juga tanaman buah buahan, gaharu, rotan, aren, bambu dan madu (Hasil penelitian dosen Fahutan Unmul, Hari Siswanto, dkk.,2017)</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, berrdasarkan konfirmasi dari Akli, Kepala KPH Samarinda, pihak kementerian dan KPH menunggu pengelola Hutan Pendidikan Unmul menyelesaikan penyusunan rencana kegiatan bersama KPH samarinda untuk fiksasi dokumen rencana penggunaan alokasi dana tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kuliah Umum dan Aksi Aktivis</strong></p><p style="text-align: justify;">Siti Nurbaya saat itu datang untuk mengisi kuliah umum di Gedung Bundar Fahutan dengan tema &ldquo;Langkah Korektif Kebijakan Pembangunan Kehutanan untuk Kesejahteraan Masyarakat&rdquo;. Dalam agenda ini, turut dihadiri Gubernur Kaltim, Rektor Unmul, dan Wakil Rektor Bidang Akademik.</p><p style="text-align: justify;">Ia memberikan gambaran tentang perkembangan (progres) pengelolaan hutan dan kehutanan dengan pijakan landasan akademik, baik sisi konsepsi maupun operasional implementasi di hadapan akademisi dan mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kuliah umum tersebut, ia mengawali materi kuliahnya dengan menjelaskan basis akademik dasar langkah korektif hubungan manusia dengan alam, konsep <em>governance</em>, tata kelola lingkungan hidup dan kebijakan kehutanan (<em>forest policy</em>). Kaltim mempunyai sumber daya hutan yang cukup besar yang keberadaannya menjadi salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi. Dari 12,7 juta ha total wilayah kaltim, ad 6,5 juta ha (54%) masih ditutupi oleh Hutan alam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini kebanyakan regulasi hanya mengatur pohonnya saja, hutannya saja atau hubungan hutan dengan hewan dan sebagianya. Baru belakangan ini kita mendengar konflik agraria dan tanah. Maka 2014 lalu sampai saat ini kita sudah mulai membenahinya dengan memperhatikan aspek lain melalui kebijakan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hutan kita terutama di Kalimantan itu adalah kayu-kayu mewah, keras yang hebat. Kenapa di Eropa kayu-kayu seperti itu umurnya bisa 200 tahun, tapi Indonesia umurnya hanya 35, 40 sampai 70 tahun? Oleh karena itu kami mengeluarkan kebijakan bahwa harus menanam silvikultur intensif untuk kayu-kayu keras dan kayu-kayu mewah. Kita mulai dari Kalimantan,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Siti juga menegaskan dalam kuliah umumnya terkait hutan adat. Pertama kalinya di Indonesia sejak merdeka, Presiden Jokowi pada akhir Desember lalu menetapkan resmi akan adanya hutan adat. Kebijakan tentang hutan gambut dan agraria turut di sampaikan. Dalam kegiatan ini juga dibuka sesi tanya jawab. Tercatat ada 6 penanya yang menyampaikan kegelisahannya terkait permasalahan lingkungan di Kaltim. Di antaranya ialah Fitriyani Sinaga yang juga diberikan kesempatan untuk memberikan <em>draft</em> kajian Sylva Mulawarman, seputar mosaik sosial kehutanan dari Mustofa Agung Sardjono WR I Unmul, Ketua LEM Sylva, M.Rifky Azizi yang menanyakan peran pemerintah untuk lahan gambut. Selain itu ada juga pertanyaan dari dosen FH Unmul untuk Menteri Siri dan juga Gubernur Kaltim, Retno yang menyampaikan terkait Karst dan persoalan tambang.</p><p style="text-align: justify;">Berlangsungnya kuliah umum juga diwarnai aksi oleh puluhan aktivis yang dinamai AGRM di luar Gedung Bundar kehutanan. Mereka menyuarakan tuntutannya pada menteri LHK agar melakukan tugasanya dalam melindungi hutan dan mengatasi kerusakan lingkungan di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Institusi pendidikan hari ini justru mementingkan eksploitasi untuk korporasi. Untuk itu butuh satu gerakan untuk keberpihakan lingkungan dan kehutanan. Ada 32 anak mati di lubang tambang, hingga hari ini tidak ada pertanggungjawaban KLHK,&rdquo; penggalan orasi Akbar, dari GMNI Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kuliah umum ditutup, terdengar ada suara kurang lebih dari puluhan massa aksi ke depan pintu gedung bundar fahutan unmul. Massa aksi menyampaikan tuntutannya di depan Dirjen KSDA E KLHK RI, Ir.wiratno M.Sc. Salah satu perwakilan massa aksi, Pradarma rupang membacakan tuntutannya tentang mengusut tuntas korban kematian 32 anak di tambang, lakukan reforma agrarian, stop kriminalisasi aktivis lingkungan dan gerakan rakyat, stop pembangunan pabrik semen di kaltim, cabut izin usaha pertambangan yang menyengsarakan rakyat dan laksanakan pasal 33 UUD 1945.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Expert Meeting</em> KLHK, Pertemuan dengan Pakar Kehutanan se-Indonesia</strong></p><p style="text-align: justify;">Direktur Jenderal (Dirjen) KSDAE Wiratno kepada LEM Sylva Mulawarman, mengatakan dalam pertemuanya secara langsung sekaligus diisi diskusi ringan terkait pelatihan mahasiswa kehutanan seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan akhir April mendatang. Ia mengatakan sebelumnya rapat dengan tim dari jam pukul 19.30-21.10 wita pada (8/3) lalu. Wiratno bersama Hendra Atmoko dari P2 Lingkungan Ekoregion Kalimantan melanjutkan diskusi dengan kepanitian <em>Tropical Studies</em> (PMKI 2019 Sylva Indonesia) dari LEM Sylva Mulawarman didampingi <em>steering committe</em><em>e</em> dari demisioner Sylva pusat, Sylvais Fahutan Unmul angkatan 2014 di Hotel Bunyi Senyiur.</p><p style="text-align: justify;">Di sana nampak Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kaltim, Dirjen PS-KL, Tim dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kaltim, serta tim dari rektrorat Unmul mengadakan pertemuan bersama para pakar Kehutanan se-Indonesia yang juga dihadiri pakar kehutanan dari 8 universitas di Indonesia. Pembahasan dalam rapat membahas perencanaan pembangunan kehutanan berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">9 Maret 2019 tepat pukul 08.20 wita, Menteri LHK dan tim hadir di Fahutan Unmul untuk melanjutkan <em>expert meeting&nbsp;</em>dalam mendesain pembangunan kehutanan yang berkelanjutan. Rapat ini mendiskusikan penataan pemukiman dalam kawasan hutan, dan dihadiri oleh intansi yang mewakili bidang kehutanan dan juga para ahli kehutanan.</p><p style="text-align: justify;">Ketua panitia <em>Tropical Studies</em> PMKI 2019 Lem Sylva Mulawarman, Prayoga Adi Wiranto, membuat pertemuan singkat bersama panitia PMKI dengan Menteri Siti di Bandara APT. Pranoto 30 menit sebelum keberangkatannya menuju Jakarta. Pertemuan tersebut dalam rangka memberikan tuntutan, nota kesepahaman dan membahas terkait kegiatan Lem Sylva Mulawarman sebagai tuan rumah Pelatihan Mahasiswa Kehutanan Indonesia(PMKI) 2019 Sylva Indonesia pada April-Mei 2019.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan Singkat tersebut turut mengundang Siti Nurbaya dan 11 TIM KLHK, Gubernur Kaltim, Rektor Unmul, <em>steering commitee</em> PMKI 2019 (Demisioner Sylva pusat) serta korlap panitia PMKI, M. Penja Penja Riski.</p><p style="text-align: justify;">Referensi :<br>- Rekaman video kegiatan<br>- Penelitian dosen terkait KHDTK<br>-Buku Korektif Kebijakan Pembangunan Kehutanan<br>-Pengamatan langsung <br>-Wawancara/konfirmasi dengan sumber terkait<br><br><br><strong><em>Ditulis oleh Fitriyani Sinaga, Ketua Dewan Perwakilan Sylva Indonesia 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peduli Kelestarian Lingkungan dengan KOMEN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/peduli-kelestarian-lingkungan-dengan-komen/baca </link>
<guid> peduli-kelestarian-lingkungan-dengan-komen </guid>
<pubDate> Mon, 11 Mar 2019 12:10:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KOMEN, Kotak Makan Environment berbahan ramah lingkungan yaitu polypropylene. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/peduli-kelestarian-lingkungan-dengan-komen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/no1mWdF2ED.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peduli Kelestarian Lingkungan dengan KOMEN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Plastik menjadi bahan baku yang melekat dengan kebutuhan manusia. Tak sedikit peralatan untuk memenuhi kehidupan saat ini dibuat dengan berbahan dasar plastik. Mudah ditemukan, praktis, efisien dan dikemas dengan desain menarik menjadi beberapa alasan penggunaan plastik terus meningkat. Namun, seiring berjalannya waktu keberadaan plastik bisa menjadi bumerang bagi kehidupan. Hal ini dapat terjadi jika manusia masih minim kesadaran akan penggunaan plastik, dan juga tidak mengetahui bagaimana cara penggunaan serta pengelolaan plastik yang benar.</p><p style="text-align: justify;">Menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dengan mengelola limbah secara tepat, sekelompok mahasiswa Teknik Lingkungan 2016 yang tergabung dalam Terralink, menggagas Komen (Kotak Makan Environment). Kelompok ini beranggotakan 12 mahasiswa, yakni Muadz Rafi selaku ketua, Ratna Trimulyani, Nor Sari Wijayanti, Rizma Elvariani, Chintya Kosasih, Adjie Erwanda, Alfi Syahrin, Muhammad Arif Kurniawan, Reynaldo Winokan, Rizky Arif Fadil, Muhammad Rian Akbar, dan Muhammad Richo Baihaqi Supriyatno sebagai anggota.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Muadz Rafi, Terralink merupakan sebuah nama yang berartikan terhubung dengan bumi dan diharapkan menjadi kelompok yang peduli dengan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Produk Terralink, yakni KOMEN merupakan kotak makan berbahan ramah lingkungan yakni <em>polypropylene</em>. Ini merupakan jenis plastik tipe 5 yang merupakan plastik terbaik, lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, serta stabil terhadap suhu tinggi dan juga tampilannya yang mengkilap. <em>Polypropylene</em> sangat aman digunakan, apalagi jika untuk bahan dasar kotak makan.</p><p style="text-align: justify;">Melalui linimasa Instagram <em>@terralink.id,&nbsp;</em>konsumen cukup mengeluarkan Rp30 ribu untuk dapat memperoleh satu paket KOMEN, lengkap dengan tas pembungkus dan sebuah <em>voucher</em> makan.</p><p style="text-align: justify;">Usaha yang telah dirintis sejak Februari ini tidak hanya sekadar menjual produk, namun juga untuk mengkampanyekan gerakan diet plastik. Hal ini menjadi salah satu upaya persuasif ke masyarakat akan pentingnya menghijaukan kembali bumi dengan produk ramah lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bungkus makanan seperti plastik, <em>sterofoam</em>, itu kan semakin banyak terpakai semakin menambah sampah. Maka dari itu yang kita pakai sehari-hari kotak makan bisa menjadi alternatif,&quot; pungkas Muadz. <strong><em>(bip/</em></strong><em><strong>syl/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Maba 2019, Prodi Ilkom Siapkan Dua Peminatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-maba-2019-prodi-ilkom-siapkan-dua-peminatan/baca </link>
<guid> sambut-maba-2019-prodi-ilkom-siapkan-dua-peminatan </guid>
<pubDate> Mon, 11 Mar 2019 12:28:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Endang Erawan, Plt Prodi Ilmu Komunikasi FISIP </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-maba-2019-prodi-ilkom-siapkan-dua-peminatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AtB6ywUkQ4.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Maba 2019, Prodi Ilkom Siapkan Dua Peminatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mendekati masa penerimaan mahasiswa baru 2019, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) siap membuka program peminatan baru.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Endang Erawan, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Prodi Ilmu Komunikasi kepada Sketsa (5/3) bahwa peminatan Ilmu Komunikasi ini baru saja direncanakan. Sebelumnya telah dilaksanakan rapat kurikulum dengan para dosen. Hingga disepakati ada dua peminatan yang akan dibuka, yaitu Komunikasi Korporat dan Komunikasi Massa. Peminatan tersebut akan mulai diterapkan tahun ini dan berlaku bagi mahasiswa baru Ilmu Komunikasi angkatan 2019. Sedangkan bagi angkatan 2018 dan sebelumnya akan tetap menggunakan kurikulum yang lama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masing-masing minat studi itu mempunyai ruang lingkup pekerjaan yang berbeda. Kemungkinan keinginan masyarakat atau calon mahasiswa yang masuk ke Ilmu Komunikasi lebih terjamin karena bervariasi,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa prosedur yang telah dilakukan untuk membuat perencanaan peminatan tersebut. Seperti, mengevaluasi kurikulum yang melibatkan ahli komunikasi, sehingga diketahui apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam membuka lowongan pekerjaan khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim). Pertimbangan lain yang dirasa penting adalah lulusan yang dihasilkan akan tetap bisa bekerja di sektor pemerintahan dan swasta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun ditetapkan minat studi tersebut yang dipilih, karena menjadi tuntutan pasar dan pertimbangan. Dari pemerintah juga ada instruksi seperti itu, yaitu tiap prodi menyesuaikan dengan tuntutan pasar,&rdquo; ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I FISIP ini.</p><p style="text-align: justify;">Alasan dipilihnya peminatan Komunikasi Korporat untuk mengubah istilah Public Relation (PR) yang kebanyakan wilayah kerjanya berhubungan dengan publisitas. Selain itu tuntutan industri terhadap lulusan Ilmu Komunikasi sekarang lebih luas sehingga setiap lulusan harus bisa menguasai keahlian dalam pemasaran, crative branding dan Corporate Social Responsibility (CSR). Harapannya peminatan tersebut bisa menunjang berbagai tuntutan industri saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Komunikasi Massa dipilih menjadi salah satu pilihan peminatan agar mampu mengakomodir kebutuhan bidang jurnalistik dan audio visual. Lulusan Ilmu Komunikasi juga banyak yang berkecimpung di dunia media, seperti wartawan hingga bidang media kreatif seperti <em>advertising agency</em>. Sehingga menurut Endang kedua peminatan ini layak untuk diangkat oleh prodi Ilmu Komunikasi, FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mekanisme pelaksanaannya, mahasiswa bisa menentukan peminatannya ketika akan memasuki semester empat. Jadi, saat semester satu hingga tiga mahasiswa akan diperkenalkan dengan mata kuliah dasar dan wajib, sebelum akhirnya menentukan arah minatnya. Bagi yang sudah memilih peminatan, tidak akan diperkenankan mengganti peminatan tersebut karena akan berpengaruh pada penyusunan skripsi nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kurikulum yang baru ini, juga ditambahkan program magang. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa terkait peminatan yang diambil. Program magang ini akan jadi bagian dari mata kuliah dan memiliki Satuan Kredit Semester (SKS) tersendiri. Sebagai contoh, mahasiswa dengan peminatan Komunikasi Massa harus magang di industri media.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dan itu bisa diambil ketika mahasiswa telah mencapai minimal 110 SKS atau sekitar semester 6. Ilmunya harus diisi dulu kan,&rdquo; ujar Endang.</p><p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN)? Pertimbangan untuk memadukan magang dengan KKN kemungkinan bisa dilakukan. Jika benar terealisasi, maka mahasiswa tersebut bisa magang sekaligus melakukan KKN di tempat yang sama untuk memudahkan mahasiswa. Tapi dikatakan Endang, perlu koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar bisa berjalan. Meskipun menurutnya penggabungan ini masih berupa rencana, terkait magang sudah disepakati.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Annisa Wahyuni Arsyad, Sekretaris prodi Ilmu Komunikasi bahwa target dari prodi saat ini adalah mulai mensosialisasikan program ini. Sosialisasi dilakukan mulai dari internal mahasiswa Ilmu Komunikasi hingga ke calon mahasiswa baru Ilmu Komunikasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin nanti akan dirancang tim pengembangan untuk roadshow ke sekolah-sekolah bahkan nanti akan melibatkan mahasiswa juga, untuk sasaran sekolah yang akan dituju sekitaran Samarinda,&quot; kata Annisa.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini pihak prodi Ilmu Komunikasi tengah melakukan proses pembuatan Surat Keputusa (SK). Prosedurnya, SK yang disahkan dekan, kemudian dilimpahkan ke rektor, lalu ke Kemenristekdikti. Karena kurikulum apapun yang disusun tidak akan sah, sebelum disahkan oleh rektor. Sehingga untuk sosialisasi terkait peminatan tersebut rencananya akan dilaksanakan April mendatang. <strong>(<em>rst/ffs/mrf/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul Pasarkan Alat Makan Ramah Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/mahasiswa-teknik-lingkungan-unmul-pasarkan-alat-makan-ramah-lingkungan/baca </link>
<guid> mahasiswa-teknik-lingkungan-unmul-pasarkan-alat-makan-ramah-lingkungan </guid>
<pubDate> Tue, 12 Mar 2019 11:45:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Teknik Lingkungan mencoba memasarkan alat makan ramah lingkungan berbahan dasar serat gandum. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/mahasiswa-teknik-lingkungan-unmul-pasarkan-alat-makan-ramah-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/11lZvejPQT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Teknik Lingkungan Unmul Pasarkan Alat Makan Ramah Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Memasuki tahun 2019, warga Samarinda seakan antusias dengan produk-produk yang ramah lingkungan. Hal ini dipicu oleh munculnya Peraturan Walikota (Perwali) Samarinda Nomor 1 tahun 2019 tentang &nbsp;Pengurangan Penggunaan Plastik. Tidak mau ketinggalan kesempatan, sekumpulan Mahasiswa Teknik Lingkungan yang menamai tim mereka Echon secara kreatif mencoba memasarkan alat makan ramah lingkungan yang berbahan dasar serat gandum.</p><p style="text-align: justify;">Satu set alat makan organik yang mereka namai Epoon ini terdiri dari tiga item yakni, sendok, garpu dan sepasang sumpit. Firmansyah, Ketua Tim Echon menuturkan bahwa tujuan menjual Epoon bukanlah keuntungan, melainkan untuk menyadarkan masyarkat akan bahaya sampah plastik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang kan masih marak tuh penggunaan alat makan plastik, nah itu yang mau kita kurangi <em>sih&nbsp;</em>sebenernya. Sekarang kan orang kalau pakai sendok plastik kan mikirnya, &lsquo;yaelah satu sendok doang, dibuang juga nggak masalah,&rsquo; bayangkan kalau sepuluh juta orang yang mikir kaya gitu, berarti ada sepuluh juta sendok plastik yang terbuang setiap harinya,&rdquo; terang Firmansyah.</p><p style="text-align: justify;">Satu set Epoon dipatok harga 25.000 Rupiah. Selain harganya terjangkau dan ramah lingkungan, produk ini juga diklaim sangat portabel dan lebih higienis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ini sih, menurut kami lebih enak dibawa ke mana-mana, soalnya kalau kita bawa sendok-sendok <em>stainless steel</em> itu kan biasanya enggak ada tempatnya tuh, bisa tercecer ke mana-mana. Lebih higienis juga, karena ini punya sendiri, kalau di warung kita kan enggak tahu bersih atau enggak. Pernah saya itu ke tempat makan, nyucinya<em>&nbsp;</em>itu cuma dicelup aja, enggak <em>pake</em> sabun. Kadang kaya gitu,&rdquo; tutur Dita, Divisi Pemasaran Echon.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun mengaku tidak ada target menjual berapa set, Dita mengatakan bahwa produk mereka sering <em>sold-out</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proses penjualannya lewat sosial media, terutama Instagram, karena itu lagi naik daun, terus semua orang sekarang kayanya pasti punya instagram. Sebenarnya mau buat di medsos lain juga, cuma di Instagram saja kita sudah sering <em>sold-out</em>. Sebelumnya orang banyak enggak tahu, setelah kita promosikan dan kita jelaskan kegunaanya juga manfaatnya untuk lingkungan jadi banyak yang ingin beli gitu. Sekarang kan marak juga pengurangan penggunaan kantong plastik gitu. Pokoknya sekarang barang-barang yang ramah lingkungan itu lagi <em>nge-trend</em> gitu. Alhamdulilah produk kami jadi cepat habisnya. Jadi, kita sering buka orderan terus,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kalian yang tertarik, jangan khawatir, Epoon diklaim sama kuatnya dengan sendok berbahan dasar plastik. Produk Epoon dapat kalian temui di Instagram mereka, <em>@epoon.samarinda</em>. <strong>(<em>bip/yun/fer/els</em>)</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aturan Baru dalam Pedoman Skripsi FEB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-baru-dalam-pedoman-skripsi-feb/baca </link>
<guid> aturan-baru-dalam-pedoman-skripsi-feb </guid>
<pubDate> Tue, 12 Mar 2019 11:49:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi mengenai pedoman baru bagi mahasiswa FEB dalam mengerjakan skripsi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-baru-dalam-pedoman-skripsi-feb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/skmW6ogPOX.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aturan Baru dalam Pedoman Skripsi FEB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kini terus berbenah dalam memperbaiki pedoman skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir. Setelah mewajibkan menggunakan aplikasi Mendeley untuk penulisan kutipan di skripsi, kini FEB memperbarui pedoman penulisan skripsi, salah satunya dengan membatasi tulisan menjadi 6000 kata di luar dari tabel dan lampiran.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Felisitas Defung Wakil Dekan I FEB Bidang Akademik menjelaskan terkait pedoman skripsi yang baru. Defung mengatakan justru tidak ada perubahan yang mencolok di pedoman kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia hanya menimpali terkait masalah mahasiswa dalam prosedur penulisan kutipan. &ldquo;Penyakit selama ini isi buku yang dipindah, itu yang kita hindari. Mestinya hanya mengutip dari teori ini kemudian harus ada <em>voice</em> dari dia juga di situ, jadi bukan memindahkan isi buku. Itu yang terjadi selama ini yang akhirnya membuat skripsi lebih tebal,&rdquo; ucapnya saat ditemui Senin (4/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Defung mengatakan jika terdapat pembahasan yang cukup panjang maka dapat dimasukkan dalam lampiran. Ia juga menambahkan, pedoman ini berlaku untuk semua angkatan, termasuk yang telah melewati seminar proposal maupun sedang proses seminar hasil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau seminar hasilnya (semhas) mungkin bulan ini okelah, tapi kalau semhasnya Agustus, September, ikut yang baru,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya pedoman penulisan skripsi terbaru timbul berbagai macam tanggapan dari mahasiswa, ada yang setuju maupun tidak. Beberapa mahasiswa memberikan tanggapannya kepada Sketsa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pedoman Baru dan Mendeley bagi Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Menanggapi pedoman skripsi yang terbaru, Darmayanti, mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2015 menilai bahwa pedoman skripsi ini bagus dan memudahkan mahasiswa dalam penyusunan skripsi yang baik dan benar. Untuk aplikasi Mendeley menurut Darmayanti, dapat mempermudah karena membantu dalam penyusunan daftar pustaka dan untuk mengcegah terjadinya plagiarisme. Namun menjadi sedikit terkendala dengan pembatasan kata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagian yang sulit adalah pembatasan maksimal 6000 kata ini. Mungkin mudah bagi skripsi dengan metode kuantitatif, tapi agak susah untuk metode penelitian kualitatif karena harus menyedikitkan kata-kata untuk menjelaskan apa yang diteliti,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu bagi Ulfah Tryana, mahasiswi Akuntasi 2015, pedoman baru lebih sulit, namun diakuinya ini dibuat tidak bermaksud mempersulit. Bagian sulit yang dimaksud pembatasan jumlah kata dan saat menggunakan aplikasi Mendeley.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin kesulitannya bakal lebih terasa ketika menggunakan pedoman ini dalam keadaan proposal skripsi sudah jadi, karena harus menyesuaikan dengan pedoman yang baru. Mungkin tujuan adanya pengurangan kata supaya hasil penelitian yang dilakukan tertulis dengan jelas dan tidak bertele-tele,&rdquo;ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai aplikasi Mendeley, Ulfah berujar &ldquo;Harusnya sih mempermudah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Mengapa? Karena setiap kutipan yang dibuat, otomatis akan muncul di daftar pustaka. Hal ini juga untuk menghindari tindakan plagiarisme, karena setiap kutipan harus dari sumber utama.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi kekurangannya adalah hasil penulisan yang masuk ke daftar pustaka tidak sesuai dengan pedoman, sehingga masih harus melakukan manual <em>editing</em>. &ldquo;Sayangnya banyak mahasiswa yang masih belum mengerti cara penggunaannya, padahal fakultas sudah berupaya untuk memberikan pelatihan mulai dari tata cara <em>download</em> hingga penggunaannya,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Nina Susyaningsih, juga ikut menanggapi pedoman baru ini, &ldquo;Awalnya agak aneh, soalnya dari penulisannya berbeda dari sebelumnya. Sebelum terbit pedoman baru penulisan skripsi menggunakan <em>font</em> Arial kemudian diganti menjadi Times New Roman,&rdquo; tutur mahasiswi Ilmu Ekonomi Pembangunan 2015 ini.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai pembatasan kata, Nina menilai cukup merepotkan bagi mahasiwa yang seminar proposalnya sudah lebih dari 6000 kata. &ldquo;Itu susah sih untuk <em>ngepreskan</em>-nya,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk aplikasi Mendeley menurut Nina sudah bagus. Meski menurutnya masih banyak mahasiswa yang belum terlalu paham dan menggunakannya.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan oleh Freijae Rakasiwi mahasiswa Manajemen 2014, pedoman skripsi yang baru sama saja dengan yang lama. Untuk pembatasan kata ia menyebut bahwa itu tergantung apa yang diteliti. &ldquo;Ibaratnya skripsi ini menyederhanakan penelitian, saya rasa 6000 kata cukup-cukup saja, tidak memberatkan. Tapi memudahkan mahasiswa untuk tidak bertele-tele dalam menggunakan kata,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pedoman terbaru ini mempermudah kita untuk menyederhanakan bahasa dan kalimat dan merapikan referensi dan kutipan kita dengan menggunakan aplikasi (Mendeley).&rdquo; <strong><em>(cin/erp/mrf/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM Fakultas Masih Dibekukan, FH Tingkatkan Prestasi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fakultas-masih-dibekukan-fh-tingkatkan-prestasi-mahasiswa/baca </link>
<guid> bem-fakultas-masih-dibekukan-fh-tingkatkan-prestasi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 13 Mar 2019 11:53:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nur Arifudin, Wakil Dekan I FH. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fakultas-masih-dibekukan-fh-tingkatkan-prestasi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IcdUmO4gN6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM Fakultas Masih Dibekukan, FH Tingkatkan Prestasi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah sempat berpolemik dan berujung BEM fakultas dibekukan selama dua tahun terakhir, (<em>Baca:&nbsp;</em><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca"><em>https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca</em></a> ) Fakultas Hukum (FH) memilih untuk lebih fokus meningkatkan prestasi mahasiswanya di bidang akademik. Salah satunya dengan melakukan percepatan prestasi. Hal ini dilakukan sembari terus mengkaji kebijakan terkait nasib beberapa organisasi kemahasiswaan, khususnya BEM FH ke depannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Membangun Fakultas dengan Percepatan Prestasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Percepatan prestasi mahasiswa seperti yang disebutkan sebelumnya dilakukan oleh tim evaluasi kemahasiswaan. Tim ini terdiri dari 25 orang, yakni beberapa dosen, dan juga WD Bidang Akademik dan Kemahasiswaan saat ini dan juga sebelumnya, tujuannya agar FH mempunyai prestasi yang semakin gemilang.</p><p style="text-align: justify;">Di antara bentuk percepatan prestasi mahasiswa di FH sejauh ini ialah prestasi mahasiswanya dalam menjuarai debat nasional. FH juga diketahui membangun kerja sama dengan Komisi Yudisial (KY) RI hal pengelolaan klinik etik dan hukum. &quot;FH Unmul termasuk salah satu fakultas yang terpilih dari 6 fakultas lainnya se-Indonesia&quot;, kata Nur Arifudin Wakil Dekan I FH.</p><p style="text-align: justify;">Dari itulah, FH Unmul sejak tahun 2017 tahun ini terpilih sebagai pelaksana kegiatan klinik etik dan advokasi hakim dan menjadi satu-satunya di kawasan Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Prestasi yang lain ialah kegiatan bersama Mahkamah Konstitusi (MK) RI pada 2018 lalu dengan festival konstitusi. Acara ini diselenggarakan oleh FH Unmul dan didukung oleh MK RI. Bukan hanya itu saja, FH juga mengembangkan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH). Ini merupakan sebuah lembaga kolaborasi antara mahasiswa, dosen dan juga advokat dan terbuka untuk masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita dampingi sampai pengadilan bagi orang yang punya kasus hukum dan tidak mampu. Jika persyarataannya lengkap, bisa didampingi secara gratis. Ada juga klinik pemilu FH, kita merekrut mahasiswa untuk melakukan sosialisasi terhadap pemilu yang bersih dan anti golput,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Hasil dari perekrutan mahasiswa dalam klinik pemilu FH, saat ini dikatakan Nur sudah memiliki sekitar 80 anggota. Klinik ini akan didampingi mentor yang merupakan dosen dan juga berkolaborasi dengan mahasiswa S2 yang akan membina seluruh anggota klinik pemilu FH.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Aktivitas Organisasi di FH</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengupayakan percepatan prestasi untuk fakultas, bukan berarti aktivitas organisasi di FH berhenti. Nur menyatakan masih ada organisasi lainnya yang tetap berjalan dengan baik. Menyinggung soal nasib BEM FH, ia mengatakan saat ini pergerakan BEM FH menjadi salah satu yang di evaluasi oleh tim evaluasi kemahasiswaan. &quot;Untuk saat ini rekomendasinya adalah semacam pengondisian&quot;, tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Secara hukum SK-nya kita bekukan. Tapi secara pergerakan mahasiswa, kita buka&quot;, tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Demi menemukan langkah terbaik, pihaknya selalu berkonsultasi dengan WR III mengenai persiapan perangkat kebijakan nasib BEM FH dan disebutkan bahwa FH tepat untuk saat ini dengan memperkaya prestasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka (mahasiswa) memahami alasan kenapa kita bekukan, maka dari kita melakukan percepatan dalam prestasi. Intinya kita mendukung prestasi suasana kondusif budaya akademik di kampus ini. Kita kembalikan seperti seharusnya, yakni menjadi kebanggaan di Kaltim&quot;, tandasnya. <strong>(<em>rth/syl/omi/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keterlibatan ASN dalam Kampanye </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterlibatan-asn-dalam-kampanye/baca </link>
<guid> keterlibatan-asn-dalam-kampanye </guid>
<pubDate> Wed, 13 Mar 2019 13:01:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi ASN yang terlibat dalam proses kampanye. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterlibatan-asn-dalam-kampanye/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vGE13BLgGx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keterlibatan ASN dalam Kampanye</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sejak Kamis (7/3) lalu, Bawaslu Samarinda tengah mendalami dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kampanye politik. Melalui penelusurannya, diketahui bahwa terdapat salah satu ASN berinisial MI yang diketahui berprofesi sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul. Bukan hanya itu, baru-baru ini, salah satu dosen FISIP yakni EI terseret kasus pelanggaran pemilu. Ia secara terang-terangan menyatakan mendukung salah satu pasangan calon dan wakil presiden.</p><p style="text-align: justify;">MI didapati hadir dan terlibat aktif dalam kampanye caleg dari tingkat DPRD Samarinda, Kaltim, hingga DPR RI, Sabtu (2/3) di Gedung Taekwondo, yang beralamat di Jalan A.W. Syahranie, Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami (Bawaslu Samarinda) mendapat informasi awal adanya kemungkinan bagi-bagi uang transport untuk yang hadir. Di lapangan kami &nbsp;dapati bahwa &nbsp;MI yang diketahui adalah ASN, terlibat aktif dalam kampanye Hal ini kemungkinan pelanggaran,&quot; kata Imam Sutanto, Komisioner Bawasalu Samarinda &nbsp;kepada <em>Diksi.co</em>.</p><p style="text-align: justify;">Bawaslu juga mengatakan bahwa mereka mendapati MI terlibat aktif pada kampanye salah satu calon legislatif dan pihaknya akan meneruskan hal ini ke komisi ASN. Mereka berniat memanggil beberapa pihak (MI dan pihak Unmul) guna meminta keterangan lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, EI juga kini berada dalam kasus yang tak jauh beda. Ia yang saat ini tengah menjalani masa studi S3 di Malaysia, diketahui terlibat kampanye politik dalam diskusi untuk menyosialisasikan salah satu pasangan capres dan cawapres. Video yang diunggah oleh Ulama Daily Life di <em>platform Youtube&nbsp;</em>dengan judul &apos;Kocak!!! Rocky Gerung Full Pidato di Kuala Lumpur, Malaysia&apos; dalam tayangan video tersebut, pada durasi 1 jam lewat 15 menit, EI mengatakan bahwa ia telah membentuk relawan salah satu pasangan capres dan cawapres dengan ikhlas. &ldquo;Saya ASN, saya siap korbankan jiwa dan raga,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Demokratisasi tanpa kontrol publik adalah bohong. Begitu juga kontrol publik tanpa kebebasan adalah kontrol publik yang mustahil,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Kaltim Post</em>, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim, Saipul tak menampik adanya dugaan pelanggaran kampanye pilpres oleh seorang ASN yang juga merupakan dosen di Unmul. Permasalahan ini nantinya akan diproses oleh Bawaslu RI jika semua bukti telah rampung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena fokusnya Kaltim, nanti kami yang menelusuri data yang diperlukan Bawaslu RI,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pengamat hukum Unmul, Herdiansyah Hamzah seperti yang dikutip dari <em>Tribun Kaltim</em>, mengatakan bahwa keterlibatan ASN dalam kegiatan politik jelas melanggar ketentuan pasal 280 ayat (2) huruf F UU 7/2017 tentang Pemilu yang menyebutkan bahwa pelaksana dan/atau tim kampanye dilarang mengikutsertakan ASN.</p><p style="text-align: justify;">Begitu juga bagi ASN yang terlibat kampanye, bukan hanya sanksi administratif, namun juga dapat dikenakan delik pidana jika terlibat sebagai pelaksana atau tim kampanye. &ldquo;Ancaman pidanya kurungan paling lama satu tahun, sebagai diatur dalam pasal 494 UU Pemilu,&rdquo; ujarnya. <strong><em>(ycp/adl/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ikhtiar Prodi Tingkatkan Akreditasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ikhtiar-prodi-tingkatkan-akreditasi/baca </link>
<guid> ikhtiar-prodi-tingkatkan-akreditasi </guid>
<pubDate> Thu, 14 Mar 2019 12:57:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa prodi di Unmul kini tengah berupaya raih akreditasi A </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ikhtiar-prodi-tingkatkan-akreditasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u5FA5QSEZZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ikhtiar Prodi Tingkatkan Akreditasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;- Beberapa program studi (prodi) Unmul tengah berupaya mencapai akreditasi A. Berbagai perencanaan yang melibatkan pembenahan serta persiapan kelengkapan berkas telah di kerjakan untuk menyelesaikan persyaratan. Bahkan ada yang sudah jauh-jauh hari mempersiapkan ini demi meraih akreditasi tertinggi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Kamis (27/2) lalu, Iskandar selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memaparkan persiapan yang dilakukan. Beberapa di antaranya ialah penyusunan borang yang terdiri dari tujuh standar dan sejauh ini hampir rampung, lalu penyusunan evaluasi diri yang masih perlu sedikit perbaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang di lakukan saat ini adalah penyempurnaan isi borang, kemudian mempersiapkan kelengkapan lampiran-lampiran yang harus disertakan dalam bentuk penginputan <em>online</em> ke sistem untuk dikirim ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini sudah sampai pada tahap penginputan standar ke lima,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai <em>progress</em>, ia menjelaskan bahwa telah ada tim penyusun yang dibentuk pada Juni 2018. &ldquo;Tapi saat itu ada Simposium Nasional Akuntansi, sehingga untuk penyusunan borang akreditasi kita pending dulu sampai selesai kegiatan SNA XXI&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sampai situ, ia juga mengatakan bahwa mahasiswa banyak berperan dalam persiapan ini. Contohnya dalam membantu penyusunan serta pengumpulan data mahasiswa yang dilaksanakan di Economic Center (EC) FEB. Iskandar juga menambahkan, bahwa prestasi apa pun baik di bidang akademik, humaniora, maupun olahraga, punya nilai untuk akreditasi ini. Sehingga kontribusi dari mahasiswa sangat di butuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan, Kepala Program Studi (Kaprodi) Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Memi Nor Hayati menjelaskan bahwa prodi Statistika juga tengah melakukan sinkronisasi data dalam mempersiapkan berkas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita baru Proses Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF), yaitu proses menyinkronkan antara data prodi dengan data fakultas,&quot; beber Memi. Ia juga menambahkan bahwa hampir semua prodi di FMIPA sedang dalam proses tersebut untuk pergantian akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, tahapan reakreditasi yang pertama adalah penyinkronan data antara borang prodi dan data borang fakultas. Setelah itu dilanjutkan dengan meminta surat pengantar dari dekan untuk meng-<em>upload</em>, di mana proses <em>upload</em> itu diserahkan ke pihak LP3M. Selanjutnya data akan di periksa oleh tim asesor dikti dan dinilai. Jika data layak untuk di visitasi mereka akan datang untuk melakukan kunjungan. Sementara yang terakhir adalah menunggu pengumuman hasil akreditasi. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-bawah-bayang-bayang-kepastian-akreditasi/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-bawah-bayang-bayang-kepastian-akreditasi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-bawah-bayang-bayang-kepastian-akreditasi/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Memi berujar bahwa masa kedaluwarsa akreditasi di setiap prodi FMIPA memiliki tenggat waktu yang kurang lebih sama. Hal inilah yang menyebabkan pengurusan akreditasi di lakukan berbarengan.</p><p style="text-align: justify;">Selain mempersiapkan persyaratan menuju akreditasi A, diketahui beberapa prodi juga sedang melakukan proses reakreditasi, seperti prodi Matematika, Biologi, Kimia, Manajemen, dan Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Farmasi Rolan Rusli menceritakan bahwa 2 prodi di fakultasnya yaitu prodi D3 Farmasi dan S1 Farmasi sedang dalam tahap persiapan reakreditasi. Adapun persiapan yang dilakuan telah sampai tahap penunjukan berkas kepada tim asesor dari salah satu universitas yang menjalin kerjasama dengan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa prodi yang telah berhasil reakreditasi menjadi A diantaranya adalah prodi Manajemen Sumber Daya Perairan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), disusul dengan prodi Pendidikan Biologi dan Pendidikan Fisika di Fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Diharapkan hal ini dapat menjadi lecutan semangat bagi program studi yang ingin segera reakreditasi menuju A. <strong>(<i>ycp</i>/<i>len</i>/<i>bds</i>/<i>wuu</i>/<i>ina</i>/<i>arf</i></strong><strong>/<i>adl</i></strong><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Oknum Tenaga Pendidik dan Tindakan Asusila </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/oknum-tenaga-pendidik-dan-tindakan-asusila/baca </link>
<guid> oknum-tenaga-pendidik-dan-tindakan-asusila </guid>
<pubDate> Fri, 15 Mar 2019 12:51:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tenaga pendidik yang terlibat dalam kasus pencabulan di sekolah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/oknum-tenaga-pendidik-dan-tindakan-asusila/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eIuKHCZ07C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Oknum Tenaga Pendidik dan Tindakan Asusila</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Beberapa minggu terakhir, beberapa media nasional maupun lokal tengah membicarakan kasus guru yang melakukan tindakan cabul di Kalimantan Timur, tepatnya di kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Seorang guru agama SD dibekuk polisi karena diduga mencabuli 12 muridnya di dalam kelas saat mengajar. Mirisnya, hal ini telah dilakukannya sejak 2018 lalu. Perbuatan tak terpuji oleh guru tersebut dilakukan sambil menonton video porno di ponselnya. Selain 3 saksi korban yang baru melapor secara resmi, dari penyelidikan polisi diduga ada 9 murid perempuan lainnya yang mendapatkan perlakuan serupa dari oknum guru tersebut.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kejadian serupa terjadi pula di Penajam Paser Utara. Beberapa media daring telah memberitakan bahwa terdapat oknum guru yang kedapatan mencabuli murid di bangku SD. Berdasarkan perkembangan penyelidikan kepolisian, diketahui pelaku sebelum memulai melancarkan aksi mengiming-imingi korban untuk menonton film kartun. Penangkapan tersangka ini dilakukan setelah menerima laporan dari orang tua korban. Sekitar 9 anak yang menjadi korban dan tak menutup kemungkinan akan bertambah.</p><p style="text-align: justify;">Melihat fenomena tersebut, salah satu dosen FKIP M. Bazar memberikan tanggapannya. Menurutnya saat ini guru tidak memiliki peran dalam lembaga, dikarenakan kerasnya kritik yang diberikan kepada guru apabila mereka bertindak cukup berlebihan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa itu terjadi? Pertama tadi kasus pelecehan seksual itu karena penyakit pribadinya, itu oknumnya bukan gurunya, karena tahap penyeleksian guru itu tidak dilihat latar belakangnya. Yang kedua, sekarang karena masalah pergaulan. Kita lihat siswa itu buka internet semaunya karena pengaruh globalisasi. Harusnya ada aturan yang mengatur semuanya, sehingga sinergis,&quot; ujarnya saat di temui <em>Sketsa</em> pada Selasa (12/3).</p><p style="text-align: justify;">Dirinya merasa perlu ada regulasi yang kuat untuk melindungi guru dan siswa. &ldquo;Sekarang kan ada UU perlindungan guru juga. Jangan langsung memberatkan guru, mutlak langsung di penjara, kan begitu yang salah. Jadi itu yang harus kita ubah paradigmanya. Ini negara besar, harus membuat satu regulasi yang kuat untuk masa depan anak kita,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, ditemui di ruangannya pada Senin (11/3) lalu, dosen Psikologi Hairani Lubis memberikan agrumennya. Menurutnya, perilaku seksual seperti kasus ini dapat menimpa semua orang, tidak hanya oknum pendidik. &quot;Cuma karena kita melihat dia dari sisi profesinya adalah orang yang harusnya melindungi, memberikan pengarahan pendidikan, justru jadi orang yang menyakiti. Buat orang lain tidak nyaman seperti itu,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Jika dikaji dari kacamata psikolog, sat oknum guru tersebut melakukan tindakan asusila tersebut sembari menonton video porno, maka hal tersebut dapat memicu kebutuhan seksnya yang mendesak. Sehingga dilampiaskan kepada murid yang ada di dekatnya.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Ketika orang sudah sudah kecanduan video porno, itu akan merusak sistem sarafnya di otak. Sehingga pengambilan keputusannya menjadi tidak rasional, perilakunya pun menjadi tidak rasional. Makanya dia bisa saja menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kepuasan hasrat seksualnya itu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya untuk masalah seperti ini diperlukan penanganan yang tepat untuk korban. Tidak hanya dari satu pihak saja melainkan harus semua pihak, mulai dari pemerintah, psikolog, pun keluarganya. Sebab keluarga harus memberikan dukungan penuh terhadap sang korban.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagaimana caranya menciptakan suasana kondusif bagi korban dalam kondisi trauma? Kita harus siap mendampingi agar ia dapat merasa nyaman, merasa aman, merasa terlindungi. Itu membantu dia untuk pulih lagi secara mental,&quot; tutupnya. <em><strong>(fir/mrf/ffs/fqh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Trik Agar Hidup Lebih Teratur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/trik-agar-hidup-lebih-teratur/baca </link>
<guid> trik-agar-hidup-lebih-teratur </guid>
<pubDate> Sat, 16 Mar 2019 02:29:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Trik agar hidupmu lebih teratur dengan daily schedule. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/trik-agar-hidup-lebih-teratur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YhiSwtjYL7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Trik Agar Hidup Lebih Teratur</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Ada orang yang dalam melakukan aktivitasnya butuh perencanaan yang terjadwal. Namun, ada juga yang melakukannya dengan spontan, artinya dia tidak perlu jadwal dan melakukan aktivitasnya mengalir saja. Kamu termasuk dalam tipe yang mana?</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya tidak ada yang salah dari kedua tipe di atas. Semuanya tergantung pada pribadi masing-masing, lebih suka dan nyaman dengan terjadwal atau yang mendadak, biasanya spontanitas. Tapi jika kamu adalah orang yang sulit mengatur waktu, punya segudang aktivitas, sepertinya kamu perlu menerapkan pola perencanaan dan menjadwalkan kegiatan apa saja yang akan kamu lakukan. Bagaimana caranya?</p><p style="text-align: justify;">Untuk memulai hidup yang terjadwal, sebenarnya diperlukan niat dan kemauan untuk mencoba. Karena pasti akan terasa sulit untuk melakukan atau memulai apa yang belum pernah dilakukan. Jadi, kamu harus kumpulkan dulu semangat untuk mau mencoba. Harus benar-benar diniatkan di dalam hati agar perencanaan yang dibuat dapat dilaksanakan dengan baik, tanpa ada yang dilewatkan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah ada niat dan semangat, beralih ke hal teknis. Kamu harus menyiapkan buku catatan kecil dan pulpen untuk menulis. Opsi ini terserah mau menggunakan buku dan pulpen jenis apa, senyaman mungkin. Kalau kamu merasa tidak terbiasa menggunakan buku catatan, kamu bisa menggukan gawai yang memiliki aplikasi note atau catatan.</p><p style="text-align: justify;">Langkah seanjutnya adalah memulai membuat jadwal. Kira-kira kapan waktu yang tepat membuat jadwal, pagi, siang, atau malam? Karena seharian biasanya penuh dengan berbagai aktivitas dan kegiatan di luar rumah, sehingga jadwal sebaiknya dibuat malam hari sebelum tidur. Hal ini mempermudah kamu dalam menyusun kegiatan apa yang akan kamu laksanakan keesokan harinya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, mulailah dengan membuat jadwal. Ada baiknya jadwal yang dibuat berurutan dari mulai bangun pada pagi hari hingga kembali tidur pada malam hari. Usahakan membuat jadwal yang terperinci, seperti terdapat waktu dan konten kegiatan yang akan dilakukan. Sebenarnya tidak ada format baku dalam membuat jadwal kegiatan ini. Sama halnya dengan membuat jadwal pelajaran saat sekolah dan jadwal kelas untuk kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Kreasi ada pada pembuat jadwal, namun agar lebih rapi bisa menambahkan tabel. Fungsinya untuk membatasi waktu dan konten kegiatan. Uraikan semua kegiatan yang kira-kira besok akan kamu lakukan. Misalnya bangun tidur jam enam pagi, setelah itu membersihkan rumah, memasak, mandi, bersiap, aktivitas di luar rumah, mengerjakan tugas, hingga menyusun waktu tidur. Jangan lupa membawa catatan ini ke mana kamu pergi. Agar kamu bisa sesekali mengecek, bahkan sebagai pengingat jika lupa.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pemula, usahakan untuk belajar menepati jadwal yang sudah dibuat. Meski biasanya ada beberapa jadwal yang mengalami perubahan medadak, jangan jadikan itu sebagai alasan untuk melanggar jadwal lainnya. Satu per satu kegiatan yang sudah dilakukan bisa kamu tandai atau coret, tanda kamu sukses melakukannya.</p><p style="text-align: justify;">Jika semua kegiatan pada hari itu sudah terlaksana ada satu lagi hal yang harus kamu lakukan. Evaluasi sangatlah penting, tujuannya mereview kembali kegiatan-kegiatan yang dilakukan sepanjang hari. Pastinya dari sekian perencanaan yang kita buat ada yang berhasil ada juga tidak. Sehingga evaluasi menjadi penting bagi kamu untuk kembali belajar apa yang menjadi kesalahan dalam menyusun jadwal, apakah waktunya kurang atau dalam menyusun jadwal ada yang terlewatkan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengevaluasi kegiatan, tiba saatnya menyusun kembali jadwal kegiatan untuk besok. Pastinya, jadwal yang dibuat kali ini akan lebih baik dari sebelumnya karena sudah ada evaluasi. Terpenting, hasil evaluasi sebelumnya jangan sampai menjadi bahan evaluasi selanjutnya, justru menjadi bahan belajar lebih baik. Nah, kalau sudah begitu kamu tinggal lakukan kegiatan ini secara rutin, melakukan evaluasi tiap malam sebelum akhirnya menyusun jadwal baru sehingga menjadi terbiasa nantinya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Ragam Manfaat</strong></p><p style="text-align: justify;">Lalu apa saja manfaat yang bisa kamu dapatkan jika membuat jadwal? Tentu ada banyak manfaat positif yang akan kamu dapat sebagai berikut:</p><ul><li style="text-align: justify;"><strong>Disiplin dan Fokus</strong></li></ul><p style="text-align: justify;">Hal ini terlihat dari jadwal yang kamu buat. Dengan adanya waktu pada setiap konten kamu akan belajar disiplin untuk menaati semua jadwal yang dibuat. Selain itu kamu akan menjadi orang yang menghargai waktu dan kamu akan lebih mudah untuk fokus pada kegiatan yang akan kamu lakukan tanpa memikirkan yang lainnya.</p><ul><li style="text-align: justify;"><strong>Hidup Terencana dan Punya Prioritas</strong></li></ul><p style="text-align: justify;">Apa jadinya jika dalam melakukan sesuatu tanpa perencanaan yang matang? Pastinya hasil yang didapatkan tidak akan maksimal dan cenderung berantakan. Dengan adanya jadwal akan mudah untuk merencanakan sesuatu dan membagi waktu. Jadwal juga bisa membantu kamu dalam menentukan prioritas mana yang sebaiknya diambil. Karena tidak semua kesempatan bisa diambil sekaligus, pastinya yang sudah ada dalam perencanaan merupakan prioritas utama kamu.</p><ul><li style="text-align: justify;"><strong>Punya Target dan Komitmen</strong></li></ul><p style="text-align: justify;">Setiap orang pasti punya target dalam hidupnya yang ingin dicapai. Adanya jadwal akan membuat apa yang ditulis itu menjadi target yang harus kamu selesaikan. Ini merupakan tanggung jawab besar dalam mengatur diri. Jika target sudah dilakukan dan tercapai tentu akan timbul rasa bahagia dalam diri bahwa apa yang diinginkan ternyata bisa diraih dengan hasil yang memuaskan. Ini juga menajadikan kamu orang yang punya komitmen untuk berani menyelesaikan apa yang telah kamu pilih dan rencanakan.</p><ul><li style="text-align: justify;"><strong>Tidak Menunda Pekerjaan</strong></li></ul><p style="text-align: justify;">Ini merupakan salah satu penyakit banyak orang. Menunda pekerjaan sering dilakukan sebagai alasan tidak mampu mengendalikan diri, malas gerak (mager) melanda. Namun, dengan adanya jadwal, kamu akan lebih menghargai waktu dan tidak akan menunda aktivitas atau pekerjaan yang dijadwalkan. Karena satu saja yang tertunda akan berpengaruh pada jadwal yang lain, akibatnya semua bisa hancur lebur.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu manfaat yang bisa kamu dapatkan jika memulai hidup teratur dengan jadwal kegiatan tiap harinya. Memang awalnya akan sulit untuk dilakukan, asalkan kamu konsisten melakukannya percaya saja pasti semuanya akan berjalan dengan lancar. Jadi yakin tidak mau coba hidup teratur dengan jadwal? Selamat mencoba!<strong>&nbsp;(<i>wil/els</i>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antologi Rasa: Renjana di Balik Rasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/antologi-rasa-renjana-di-balik-rasa/baca </link>
<guid> antologi-rasa-renjana-di-balik-rasa </guid>
<pubDate> Sat, 16 Mar 2019 10:01:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ruly saat menemani Keara melakukan hobi fotografinya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/antologi-rasa-renjana-di-balik-rasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ahowLLjV0B.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Antologi Rasa: Renjana di Balik Rasa</h1>
			              </header>
			              <p>Sutradara: Rizal Mantovani</p><p>Rumah Produksi: Soraya Intercine Films</p><p>Pemeran: Herjunot Ali, Carissa Perusset, Refal Hady, Atikah Suhaime, dan Angel Pieters.</p><p>Tanggal rilis: 14 Februari 2019</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &quot;Untuk yang telah menemukan namun tidak bisa memiliki.&quot; Kutipan yang disampaikan dalam film Antologi Rasa. Diangkat dari novel dengan judul yang sama, oleh penulis terkenal Indonesia Ika Natassa. Dia telah melahirkan banyak karya seperti Critical Eleven (2015) novel yang telah diangkat ke layar lebar dan sukses menarik hati masyarakat Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Antologi Rasa, dibintangi oleh sejumlah aktor dan artis papa atas tanah air, seperti Herjunot Ali ( Harris), Refal Hady (Ruly), Carissa Perusset ( Keara), Angel Pieters (Dinda) dan masih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Dikisahkan Harris, seorang pria yang mampu menaklukan hati setiap wanita dengan mudahnya. Jatuh hati pada Keara, seorang wanita yang dengan hebatnya memberi ruang di hati Harris selama lima tahun lamanya. Namun, menaruh rasa pada Keara merupakan perjalanan berliku bagi Harris, pasalnya, Keara menaruh hati selama bertahun-tahun pada seorang pria yang baginya amat berarti, Ruly. Tidak sampai di situ, Ruly yang selama ini dikagumi rupanya mengagumi sosok Denise (Atikah Suhaime), teman lamanya yang telah menikah.</p><p style="text-align: justify;">Harris, Keara, dan Ruly merupakan rekan satu tempat kerja yang kerap menghabiskan waktu bersama. Sering bersama menjadikan mereka terbiasa bersama dan memunculkan sebuah rasa terpendam di antara mereka. Diyakini bagi ketiganya hal ini akan menjadi racun bagi persahabatan mereka. Namun, Keara kemudian hancur karena hanya bisa memendam rasa pada Ruly dan mengetahui ada sosok lain di hati Ruly.</p><p style="text-align: justify;">Hingga suatu hari, Harris dan Keara melakukan perjalanan ke Singapura yang membuat hubungan di antara mereka menjadi retak. Karena Harris mengungkapan rasa sesungguhnya pada Keara dan hal tersebut membuata Keara menjauhkan diri dari sosok Harris yang selama ini menjadi sahabat yang selalu ada untuknya.</p><p style="text-align: justify;">Lantas bagaimanakah cara ketiganya dalam menyelesaikan permasalahan hati mereka? Akankah mereka berani menurunkan ego masing-masing untuk saling mengerti? Atau justru mengakhirinya sebagai keputusan terbaik?</p><p style="text-align: justify;">Film ini sukses &quot;mengaduk rasa&quot; para penonton yang menonton. Cerita yang dibangun dari pengalaman laki-laki dan perempuan di usia dewasa membuat semuanya terasa nyata. Antologi Rasa memberikan makna bahwa cinta satu sisi tak selamanya mengakibatkan kepedihan melainkan ketulusan dan pelajaran berharga dalam mempergunakan rasa. Setiap rasa yang tercipta bukan suatu kesalahan, rasa tersebut ada sebagai bagian dari proses individu tumbuh dan berkembang.</p><p style="text-align: justify;">Sejak trailer diunggah di akun Youtube resminya pada 12 Januari 2019, video tersebut sudah tayang lebih dari 700 ribu kali. Antologi Rasa hadir untuk menceritakan perasaan seseorang dari sudut pandang tokoh masing-masing. Film ini tayang bertepatan dengan momen hari kasih sayang, 14 Februari lalu. Apakah Antologi Rasa sesuai dengan rasamu? <strong>(<em>syl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fakta Asyik Bangun Pagi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/fakta-asyik-bangun-pagi/baca </link>
<guid> fakta-asyik-bangun-pagi </guid>
<pubDate> Sun, 17 Mar 2019 05:17:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mulailah bangun pagi agar lebih produktif. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/fakta-asyik-bangun-pagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VAGUyiWXoU.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Fakta Asyik Bangun Pagi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Apakah kamu termasuk orang yang malas bangun pagi? Atau kamu bangun pagi hanya karena ada kuliah pagi? Banyak yang mengerjakan tugas kuliah sampai larut malam, ujung-ujungnya bagun kesiangan. Jangan karena alasan di atas kamu tidak membiasakan diri bangun pagi. Mulai sekarang ubah kebiasaan itu, karena ternyata banyak manfaat asyik yang bisa kamu dapat dari bangun pagi.</span></p><p style="text-align: justify;">Udara yang masih sejuk dan segar harusnya bisa membuat kamu tetap semangat untuk memulai aktivitas. Karena setelah beristirahat semalaman, tubuh pastinya akan kembali bugar. Suasana pagi bisa membuat pikiran kamu lebih rileks dan bahagia. Ketika kamu jarang bangun pagi, pasti akan timbul rasa kacau dan justru membuat tubuh menjadi lelah karena terlalu lama tidur.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum memulai aktivitas, bisa diisi dengan melakukan olahraga kecil seperti peregangan, joging, bahkan meditasi. Ini juga bisa membuat tubuh jadi bugar dalam melakukan kegiatan seharian penuh. Berdasarkan penelitian Texas University pada 2008, selain menyehatkan, mahasiswa yang sering bangun pagi terbukti memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan yang tidak bangun pagi.</p><p style="text-align: justify;">Bangun pagi juga membuat kamu lebih produktif, karena di saat yang lain sedang tertidur kamu akan punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan segala keperluan aktivitas seharian. Dampaknya kamu tidak akan terburu-buru saat ada kelas pagi, terutama bagi kamu yang rumahnya jauh dari kampus. Bangun pagi memberikan kamu waktu untuk hening sejenak yang baik untuk berkonsentrasi.</p><p style="text-align: justify;">Kesehatan emosional kamu juga juga dapat terkontrol karena bangun pagi. Mengapa? Karena dengan bangun pagi semua kegiatan bisa dilakukan dengan lebih santai. Kamu bisa membaca buku terlebih dahulu, bisa mandi air panas yang menenangkan tubuh dan pikiran. Nah, kamu yang sering marah apakah jarang bangun pagi?</p><p style="text-align: justify;">Kebiasaan bangun pagi juga dapat membuat kamu memiliki waktu untuk menyiapkan sarapan sehat dan bergizi. Sehingga kamu dapat menghindari kebiasaan buruk dari melahap makanan apapun yang tersedia karena kamu tidak ada waktu untuk sarapan. Makanan yang sehat, tentu akan memberikan energi sehingga tubuhmu akan bekerja sesuai fungsinya dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Memang tak semua orang dapat bangun pagi karena berbagai alasan. Namun, jika ingin mendapatkan manfaat bangun pagi, kamu sebaiknya mulai membiasakan diri untuk bangun lebih pagi. Setidaknya menyempatkan diri bangun di pagi hari dan rasakan manfaatnya.<em><strong>&nbsp;(fir/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kota Kertas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kota-kertas/baca </link>
<guid> kota-kertas </guid>
<pubDate> Sun, 17 Mar 2019 11:13:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Kota Kertas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kota-kertas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wui3WaMwmu.png" />
					</figure>
			                <h1>Kota Kertas</h1>
			              </header>
			              <p>Senandung para orang tua memenuhi malam yang ingkar janji. Mereka berdansa dengan berbagai ketidakpastian di langkah mereka; entah besok masih berdarah muda, atau sunyi dalam mimpi semu.</p><p>Para remaja adalah para orang tangguh&mdash;mereka banting tulang untuk hidup dalam ekspektasi orang tua dan kerabat mereka yang dungu. Mereka bahagia di dalam mimpi buruk.</p><p>Berbagai lulusan sarjana dan pengangguran saling berbagi tempat; mereka adalah calon orang gagal&mdash;ujar para motivator hidup dadakan.</p><p>Kota ini tak pernah belajar. Mereka adalah; dan dulunya, merupakan abu kebodohan yang dititipkan rezim tetua yang pandai memanajemen nafsu dan perut pribadi.</p><p>Kota ini mati selamanya&mdash;</p><p>Tak ada tempat buat penyair indah yang ingin singgah.</p><p>Semu selamanya.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina &nbsp;Maharani, Mahasiswi Akuntansi FEB 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelantikan UKM Dipercepat, Encik: Saya Minta Maaf </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelantikan-ukm-dipercepat-encik-saya-minta-maaf/baca </link>
<guid> pelantikan-ukm-dipercepat-encik-saya-minta-maaf </guid>
<pubDate> Mon, 18 Mar 2019 12:03:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Undangan pelantikan yang di sebarkan melalui grup Ormawa di Whatsapp. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelantikan-ukm-dipercepat-encik-saya-minta-maaf/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ne92X5lthe.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pelantikan UKM Dipercepat, Encik: Saya Minta Maaf</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Memasuki paruh pertama kepengurusan, beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) telah menjalankan program kerjanya. Namun, hingga dua bulan pertama kepengurusan, pihak rektorat belum mengadakan pelantikan. Hal ini membuat beberapa UKM mempertanyakan statusnya. Terlebih beberapa proker akan berjalan meski Surat Keputusan (SK) belum dikeluarkan.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pada 26 Februari lalu, tepatnya pada pukul 12.30 Wita, sebuah foto diunggah ke grup Organisasi Mahasiswa (ormawa). Foto tersebut berisikan surat undangan pelantikan pada 27 Februari. Hal ini membuat isi grup terkejut karena pelantikan yang tiba-tiba, di mana sebelumnya diagendakan pada 1 Maret. Kemudian pesan lanjutan berisi pemberitahuan bahwa surat undangan akan segera diantarkan ke sekretariat masing-masing ormawa. Namun, hingga hari pelantikan tiba, surat yang dinanti sebagai undangan formal tak kunjung tiba. Sebagai bentuk kekecewaan, beberapa ormawa memilih tidak menghadiri pelantikan.</p><p style="text-align: justify;">Di halaman Student Centre (SC), Oky Paredanun, Ketua UKM Pramuka menjelaskan kronologi adanya undangan pelantikan. Oky termasuk salah satu Ketua UKM yang berhalangan hadir, sehingga dia digantikan oleh anggotanya. Menurutnya, sempat terjadi keributan di dalam grup, banyak yang mempertanyakan alasan pelantikan yang tiba-tiba dimajukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Marwahnya seremonial tidak terasa. Ada kekecewaan karena ada bahasa ingin mengantarkan surat, namun realitanya tidak ada sama sekali. Kita kan tidak seharian ada di sekre, setidaknya bisa lah surat dimasukin lewat bawah pintu, tapi ini tidak ada sama sekali. Jadi cuma sekadar foto aja yang kami terima,&rsquo;&rsquo; terang Oky.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, UKM Pramuka tetap ikut dalam acara pelantikan. Terlebih karena ada penyampaian dari Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin secara langsung. Sedangkan posisi Encik di UKM Pramuka sebagai Majelis Pembimbing Harian sekaligus pembina. Oky beranggapan, yang terpenting sudah ada komunikasi sebelumnya, masalah formal atau tidak, Oky tidak mempermasalahkan.</p><p style="text-align: justify;">Terkait status Masjaya kini yang masih terganjal sengketa pilrek, Oky mengaku kurang paham dengan mekanisme di rektorat. Namun menurutnya, resmi tidaknya suatu pelantikan ditandai dengan adanya penandatanganan. &ldquo;Saya rasa kalau sudah ada seperti itu ya resmi-resmi aja. Cuma enggak tau ya pandangan orang kan beda-beda,&rsquo;&rsquo; jelas Oky.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Wakil Presiden BEM KM Unmul Aulia Furqon, mengaku kecewa terhadap langkah yang diambil pihak rektorat. Pasalnya tak ada surat undangan secara resmi yang diterima BEM maupun UKM se-Unmul. Menurutnya, hal ini sangat mencoreng sistem administrasi kampus dan menyayangkan aksi birokrat yang mempublikasikan undangan melalui pesan siaran grup WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini birokrat menyusun surat langsung nge-post lewat media, nah ini saya rasa ada etika yang kurang baik karena saya yakin marwah pergerakan di Unmul, marwah UKM dan juga lembaga Unmul ini, bukan hanya kita bikin surat lewat medsos,&rdquo; jelasnya resah.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya Furqon telah mendapatkan konfirmasi dari pihak rektorat bahwa pelantikan akan dilaksanakan pada 1 Maret. Kemudian berubah menjadi 27 Februari. Di samping itu, Presiden BEM KM Unmul, Febri Abdul Hamid saat itu tengah mengikuti Munas BEM SI XII hingga 28 Februari di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul, Derviansyah.</p><p style="text-align: justify;">Pihak BEM KM pun telah berupaya untuk melakukan negosiasi pengunduran jadwal pelantikan, namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya penandatanganan ikrar pelantikan dapat diwakilkan jika ketua berhalangan. Hal ini bertentangan dengan Furqon yang menganggap bahwa nilai pelantikan lebih hidup jika dihadiri oleh ketua lembaga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya rasa ini kurang pas ya untuk mahasiswa sedangkan rektor sendiri dilantik mereka harus lengkap, dan mahasiswa boleh diwakilkan. Ini adalah hal yang lucu menurut saya,&rdquo; ungkap mahasiswa 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pernyataan sikap kecewa, BEM KM Unmul tak hadir pada pelantikan itu. Sebab dikatakan Furqon, pelantikan tak hanya sekadar seremoni belaka. Tentu ada esensi dan komitmen yang diikrarkan di sana. Selain itu juga merupakan bentuk sumbangsih amanah selama satu tahun kepengurusan. Terlebih menurut Furqon target dari Unmul sendiri sangat besar, yaitu 100 medali dalam satu periode kepengurusan. Sehingga dia meragukan target tersebut bisa tercapai jika etika yang dibangun tidak sesuai harapan.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pada Rabu (6/3) lalu, Encik mengatakan penyebab dipercepatnya pelantikan ormawa karena harus menyesuaikan dengan jadwal rektor. Meski begitu, Encik menyatakan bahwak SK UKM sebenarnya telah dibuat sejak Januari lalu. Dia menganggap hal ini terjadi bukan semata-mata karena persoalan lapangan, namun juga harus berkoordinasi dengan pelbagai pihak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktu mau pelantikan itu, saya sudah memerintahkan ke jajaran kami, &lsquo;ibu, bikin surat undangannya&rsquo;. Mewakili kawan-kawan kalau itu suatu kesalahan saya minta maaf kepada semua pihak. Saya rasa setiap orang bisa melakukan kekeliruan, jadi saya kira ini tidak perlu dibahas lagi,&rsquo;&rsquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Masalah adanya kekeliruan dan pengiriman surat, Encik telah membahasnya dengan jajarannya agar kejadian ini tidak terulang kembali. Dia pun mengakui jika memang terdapat kesalahan dalam pelaksanaannya. Bagi UKM yang belum sempat dilantik, tetap dianggap sah keberadaannya. Tidak akan dilakukan pelantikan ulang karena seluruh UKM telah memiliki SK sejak Januari, sehingga bisa menjalankan kepengurusan dengan tenang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tinggal sekarang mau enggak membuka ruang untuk &lsquo;ayo mau enggak kerja bareng&rsquo; jangan terlalu banyak dibahas dipersoalan yang seharusnya bisa kita mengerti sama-sama tetapi kemudian kita mengeksplore hal lain sehingga kita melupakan program-program kita,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>ann/snh/ren/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ancaman Sanksi MJ: Pemotongan SKS hingga Drop Out </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancaman-sanksi-mj-pemotongan-sks-hingga-drop-out/baca </link>
<guid> ancaman-sanksi-mj-pemotongan-sks-hingga-drop-out </guid>
<pubDate> Tue, 19 Mar 2019 11:18:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pembungkaman mahasiswa yang terjadi di Faperta. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancaman-sanksi-mj-pemotongan-sks-hingga-drop-out/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NQTgUpWeIk.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ancaman Sanksi MJ: Pemotongan SKS hingga Drop Out</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA &ndash;&nbsp;</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tersebarnya meme yang semula mempertanyakan dana kemahasiswaan di Fakultas Pertanian (Faperta) hingga kini belum menemui titik terang. Tak terima, pihak birokrat menganggap meme yang tersebar merupakan bentuk penghinaan kepada instansi dan mahasiswa yang terlibat dituntut untuk membuat surat permohonan maaf. Satu dari tiga mahasiswa yang dipanggil menolak untuk meminta maaf secara tertulis yang akhirnya menjadi buntut panjang dari kasus ini. Aksi solidaritas bertajuk pembungkaman mahasiswa pun digelar di dekanat Faperta sebagi bentuk dukungan kepada MJ. (Baca sebelumnya,&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/buntut-panjang-meme-mahasiswa-faperta/baca" style="text-align: inherit;"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/buntut-panjang-meme-mahasiswa-faperta/baca" style="text-align: inherit;">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/buntut-panjang-meme-mahasiswa-faperta/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">)</span></p><p style="text-align: justify;">MJ mengaku telah meminta maaf secara lisan. Namun ia menolak melakukan permohonan maaf secara tertulis. Menurutnya surat dengan tanda tangan bermaterai 6000 dengan kalimat &lsquo;mengakui penyesalan dan tidak akan mengulangi perbuatan&rsquo; merupakan salah satu bentuk pembatasan gerak mahasiswa. Sedangkan salah satu fungsi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah advokasi dan mitra kritis. Menurutnya, tidak mungkin sekelas BEM harus mendiamkan kesalahan dan berhenti membuat propaganda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya jelaskan, meme ini tidak seperti yang bapak bayangkan. Meme ini atas dasar keresahan kami. Bapak bilang, &rsquo;Enggak bisa. Kamu jangan mengambinghitamkan teman kamu&rsquo;,&quot; ujarnya menirukan. <br><br>&quot;Kalau menurut saya, beliau tersinggung secara pribadi, bukan instansi,&rsquo;&rsquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">MJ berusaha memahamkan bahwa posisinya sebagai eksekutif mahasiswa merupakan mitra kritik dari birokrat, namun pernyataannya disanggah oleh Dekan Faperta, Rusdiansyah.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyatakan, mahasiswa yang hadir sewaktu audiensi dalam berita sebelumnya menyadari bahwa apa yang disampaikan oleh Rusdiansyah merupakan bentuk dendam personal, bukan organisasi. Hingga keluar pernyataan dari Rusdiansyah yang mengatakan bisa saja ia membawa ini ke ranah hukum dengan wewenang yang dimilikinya.</p><p style="text-align: justify;">Selama audiensi berlangsung, MJ membenarkan mahasiswa tidak diberi kesempatan untuk berbicara. Dari Wakil Dekan III, Achmad Zaini menyatakan untuk menerima Himpunan Mahasiswa (Hima) yang menyetujui alokasi dana 40-60%. Ia pun tak keberatan jika ada yang tidak menerima kebijakan, lembaga tersebut akan tetap ada namun dana yang didapat menjadi 0% dan diberikan ke Hima yang bisa mengelola.</p><p style="text-align: justify;">Penolakan MJ untuk meminta maaf secara tertulis memberikan efek domino terhadap pelantikan Gubernur BEM dan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Faperta. Dengan kasus yang menimpa saat ini BEM cukup kesulitan menjalankan kegiatannya. Hal ini bukannya tak berdasar, karena setiap kegiatan yang dilakukan memerlukan tanda tangan dari WD III.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Beliau mengatakan, &lsquo;Sampai urusan MJ selesai, saya tidak akan tanda tangan. Kalau tidak selesai, BEM tidak bakal dilantik, anggaran akan 0% dan fasilitas tidak akan dikasih&rsquo;. Beliau juga bilang ke teman-teman BEM dan Himalogista bahwa ia bisa saja membekukan BEM, tapi lebih baik keluarkan saya (dari BEM),&quot; ujar mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian ini.</p><p style="text-align: justify;">Kasus ini menarik simpati dari kalangan mahasiswa lainnya dan menginisiasikan diadakan aksi solidaritas pada Kamis (12/3) lalu. Hanif Sufyan selaku Gubernur BEM Faperta dan Ahmad Rifani sebagai koordinator lapangan aksi solidaritas tersebut menerangkan, aksi ini &nbsp;diikuti oleh BEM KM, BEM Faperta, BEM Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI), BEM Fakultas Farmasi, BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), BEM Fakultas Teknik, dan BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) adalah inisiasi mahasiswa Unmul karena ini merupakan keresahan bersama. Topik yang diangkat dari aksi ini bukan alokasi dana 40-60% tapi masalah pembungkaman atas MJ di mana statusnya sebagai mahasiswa Unmul yang patut untuk didukung.</p><p style="text-align: justify;">Aksi yang bertajuk &lsquo;Tolak Birokrasi Anti Kritik&rsquo; ini mengusung tiga tuntutan yaitu, menolak segala bentuk pembungkaman terhadap mahasiswa, kedua segera lantik DPM dan BEM Faperta, dan terakhir cabut status bersalah/sanksi MJ.</p><p style="text-align: justify;">Massa yang berkumpul di halaman MPK kemudian mengambil rute melalui sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Faperta dan menuju Dekanat. Sayangnya, aksi ini justru mendapat penolakan dari birokrat. Dikatakan oleh Zaini, ia tidak ingin fakultas lain ikut campur dalam masalah internal mereka. Pihak birokrat hanya akan melakukan audiensi dengan mahasiswa Faperta dan BEM KM sebagai perwakilan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari WD III tidak mau audiensi dengan mahasiswa fakultas lain, beliau menyuruh untuk aksi di rektorat saja kalau ingin audiensi dengan mahasiswa lain. Dan ketika beliau mencoba keluar dari kerumunan sempat mendorong salah satu mahasiswa, Gubernur BEM Farmasi,&apos;&apos; jelas Hanif.</p><p style="text-align: justify;">Dari pernyataan tersebut, mahasiswa kemudian mengubah haluan ke rektorat. Di sana, mahasiswa disambut &nbsp;Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Encik Akhmad Syaifudin. Encik kemudian mengadakan audiensi dan menjelaskan bahwa apa yang dilakukan MJ telah membuat tidak nyaman birokrat selaku orang tua mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Bicara soal nyaman atau tidak, MJ mengaku juga merasa tidak nyaman. Terlebih menurut penuturannya, dalam grup WhatsApp tersebut ia disebut sebagai penjilat, bahkan diancam akan dibawa ke ranah hukum. Namun ia mengatakan masih menghargai jajaran birokrat layaknya orang tuanya. &quot;Kami selalu mendapat hal-hal yang bersifat ancaman. Tapi saya enggak <em>baper</em>,&rsquo;&rsquo; terang MJ.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi yang dipimpin Encik di rektorat itu turut dihadiri Rusdiansyah, Bernatal Saragih selaku WD I dan Zaini. Dalam forum tersebut, terjadi saling lempar argumen antara pihak birokrat dan mahasiswa. Hanif kembali menyampaikan bahwa ambiguitas dan perbedaan pendapat di BEM Faperta sudah tidak ada. Ia turut mengatakan bahwa MJ sudah meminta maaf secara lisan. Karena tidak ada yang menyatakan bahwasanya permintaan maaf harus berbentuk tulisan. Ia juga tak mengetahui di mana dasar yang mengharuskan permintaan maaf secara tertulis.</p><p style="text-align: justify;">Hasil audiensi diputuskan bahwa BEM dan DPM Faperta akan segera dilantik tetapi untuk mahasiswa yang bermasalah pelantikannya akan ditunda. Yang artinya MJ tidak akan dicantumkan dalam Surat Keputusan (SK).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk kasus MJ akan dibicarakan di rapat senat dan terkuak fakta baru bahwasanya meme itu merupakan hasil audiensi bukan hasil dari personal,&rsquo;&rsquo; ujar Rifani.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rapat senat belum ada kabar kapan ada rapatnya, tapi kita memberi waktu satu minggu permasalahan ini harus selesai. Sempat dikatakan bahwa MJ belum registrasi (KRS) yang bilang Pak Anton, dosen pembimbingnya. Padahal &nbsp;MJ udah registrasi, tapi belum disetujui untuk mata kuliah yang diambil,&rdquo; timpal Hanif.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai sanksi yang akan didapat MJ, Hanif menanggapi pembicaraan itu yang dilakukan melalui telpon dengan WD III setelah audiensi di Februari lalu. Yang mana Zaini mengatakan telah berdiskusi dengan Bernatal bahwasanya bisa saja sanksi yang diberikan berupa pemotongan Satuan Kredit Semester (SKS), skorsing satu semester, tidak bisa mengikuti Ormawa Faperta, dipersulit dalam akademik, dan <em>drop out</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi saya enggak tahu dasar pengambilan sanksi itu dari mana. Di grup itu disampaikan bahwa apa yang dilakukan MJ itu adalah pidana, delik hukum. Ada juga yang mengatakan MJ ini penjilat, ini disampaikan di grup ormawa oleh Bu Inneke, selaku staf kemahasiswaan,&rsquo;&rsquo; papar Hanif.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Rifani melihat ancaman yang diberikan justru tidak bijak karena selalu melalui perantara. Entah itu melalui sosial media ataupun melalui mahasiswa lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang MJ bersalah harusnya langsung hubungin dan menemui untuk menindak lanjuti. Enggak usah pakai perantara. Ini kesannya cuma menakut-nakuti &nbsp;sekaligus buat geram mahasiswa lain,&rsquo;&rsquo; duga Rifani.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di sela-sela aksi lalu, Zaini menganggap meme tersebut merupakan bentuk penghinaan atas institusi dan pelanggaran berat dalam pedoman etika. Kasus MJ sendiri sedang dalam tahap pemrosesan sanksi serta terdapat senat yang akan memutuskan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Sanksi) itu bisa diuji, tapi bukan gini caranya. &nbsp;Silakan uji ketika sanksi sudah keluar. Kita tidak ada masalah dengan BEM dan DPM, hanya saja masalah sekarang itu terdapat di MJ, karena semua setuju dengan kebijakan anak-anak untuk dibawa ke arah berprestasi,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>ann</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kawal Pemilu, Aksi Garda Kaltim Pecah di Kantor KPU </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawal-pemilu-aksi-garda-kaltim-pecah-di-kantor-kpu/baca </link>
<guid> kawal-pemilu-aksi-garda-kaltim-pecah-di-kantor-kpu </guid>
<pubDate> Tue, 19 Mar 2019 11:54:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Garda Kaltim gelar aksi di depan Kantor KPU Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawal-pemilu-aksi-garda-kaltim-pecah-di-kantor-kpu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/X8hdF322eV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kawal Pemilu, Aksi Garda Kaltim Pecah di Kantor KPU</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong>Jelang 30 hari Pemilu serentak yang akan digelar pada 17 April mendatang, Aliansi Garda Kaltim gelar aksi di KPU Kaltim dengan tema &lsquo;Pemilih Galau Negara Kacau&rsquo;. Sebagaimana dengan namanya, aksi ini dihadiri tiga universitas di Kaltim, yaitu Unmul, Polnes, dan Muhammadiyah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pada konsolidasi Jumat (15/3) lalu, Aulia Furqon selaku Wakil Presiden BEM KM Unmul menyatakan aksi yang akan digelar merupakan keresahan mahasiswa dan masyarakat, di mana saat ini telah memasuki masa 1 bulan sebelum dilaksanakan pemilu. Tapi, hingga kini masih banyak kejanggalan-kejanggalan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta pemantauan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang masih belum komplet.</p><p style="text-align: justify;">Konsolidasi yang dihadiri oleh beberapa BEM Fakultas, seperti Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Polnes. Selama konsolidasi berlangsung, Furqon mengakui belum ada bahasan secara spesifik, namun sudah memuat gambaran apa saja yang akan diangkat. Seperti, adanya kekosongan komisioner KPU yang dan pelantikannya yang baru saja terjadi. Di internal Unmul sendiri, baru-baru ini terungkap ASN (Aparatur Sipil Negara) yang ikut kampanye serta adanya keterlibatan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ibaratnya di kampus ini untuk netralitas sudah ada aturannya. Kita harusnya bersama-sama dalam mempertegas aturan yang sudah ada. Seharusnya kampus bersih dari hal-hal yang berbau politik praktis. Mungkin teman-teman yang sering di Unmul sering lihat ya mobil kampanye lalu lalang,&rsquo;&rsquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait hal ini, mahasiswa sudah menanyakan ke Bawaslu, namun tanggapan mereka hanya meminta untuk mengecek lagi aturannya. Tidak ada jawaban sama sekali. Polnes sendiri memiliki permasalahan yang sedikit berbeda dari Unmul yang mana mereka menemukan adanya kampanye gelap dan kecurangan dari beberapa caleg dan sudah diadukan ke Bawaslu, namun belum ditindak lanjuti.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari permasalahan yang disebutkan, diputuskan untuk segera menggelar aksi. Karena peran mahasiswa sebagai penetralisir, penyelenggara dan pengawas KPU serta Bawaslu. Menurutnya, saat KPU dan Bawaslu lalai mahasiswa harus mengingatkan mereka agar menjalankan amanah dan tugas mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita <em>pengennya</em> demokrasi kita itu berjalan dengan baik, Pemilu berjalan dengan demokratis enggak ada kecurangan atau pun <em>money politic</em>. Mahasiswa sendiri menjadi korban <em>money politic</em>. Kita <em>pengen</em> momen pemilihan yang berlangsung 5 tahun sekali ini dapat berjalan dengan baik,&rsquo;&rsquo; tutupnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Aksi Saling Dorong Mahasiswa dan Aparat Kepolisian&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Cuaca cerah dengan sinar matahari yang menyengat, tak menjadi penghalang bagi puluhan mahasiswa dari Aliansi Garda Kaltim untuk melaksanakan aksi pada Senin (18/3) kemarin. Aksi ini &nbsp;menyasar ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim. Satu persatu perwakilan dari mereka berorasi, di depan barisan polisi yang berjaga dan mengawasi.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tak lepas dari hiruk politik yang tengah hangat diperbincangkan. Massa menilai banyak kecurangan yang terjadi saat ini. Mereka juga turut menanyakan bagaimana peran Bawaslu dan KPU dalam menangani ini. Melalui aksi, terdapat tiga tuntutan yang dibawa, pertama mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menindaklanjuti seluruh kasus yang terjadi selama Pemilu 2019. Kedua, menindak tegas ASN/TNI/Polri yang teribat politik praktis. Terakhir, mendesak kesiapan KPU Kaltim dalam mewujudkan pemilu 2019 yang berintegritas.</p><p style="text-align: justify;">Keributan sempat mewarnai aksi pada siang itu. Hal tersebut dipicu lantaran massa aksi yang ingin masuk ke dalam kantor, namun dibatasi sepuluh perwakilan oleh pihak KPU. Tak terima, massa berulang kali berusaha memasuki kantor KPU, menerobos pagar yang ditutup dan dijaga aparat kepolisian. Tak terelakkan, aksi saling dorong antara mahasiswa dengan kepolisian tak dapat dihindari.</p><p style="text-align: justify;">Gagal masuk ke dalam kantor KPU, massa aksi melampiaskan kekecewaannya dengan membakar ban di jalan depan kantor KPU. Tindakan ini sempat menganggu arus lalu lintas, sampai akhirnya aparat kepolisian kembali turun tangan guna memadamkan api.</p><p style="text-align: justify;">Menutup aksi, mahasiswa kemudian melakukan konferensi pers dengan menyatakan bahwa KPU telah gagal. Mereka mengaitkan kegagalan tersebut dengan KPU yang fokus pada pemilihan internalnya baru-baru ini.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai aksi, Mohammad Reza Munandar selaku humas aksi tersebut menyatakan sebelumnya telah &nbsp;memasukkan surat gelaran aksi ke KPU sejak Sabtu (16/3) lalu. Namun, hingga tibanya aksi, seluruh mahasiswa tidak dapat bertemu dengan komisioner KPU Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Karena tidak bisa ditemui untuk melakukan audiensi, Reza membeberkan akan mengumpulkan gelombang massa lebih besar. Hal ini untuk menuntut audiensi serta menyebarkan keseluruh masyarakat Kaltim bahwasanya KPU Kaltim tidak bisa ditemui untuk memberi kejelasan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Komisioner KPU Kaltim memberi daya tawar baru juga buat pemilih 2019. Tapi sampai hari ini kita belum melihat interaksi yang baik. Enggak ada kejelasan terkait pemilu di Kaltim. Ini yang membuat kami resah. Pelaksanaannya kami tunggu-tunggu,&rsquo;&rsquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Komisioner KPU Kaltim melalui Suwardi, turut menemui mahasiswa. Ia tak menampik bahwa tuntutan tersebut patut diapresiasi. Ia juga menegaskan KPU Kaltim akan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Begitu juga jika ada hal yang dianggap melanggar dan tidak sesuai dengan semestinya, pihaknya siap menerima teguran. <strong>(<em>ycp</em>/<em>sut</em>/<em>ann</em>/<em>adl/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Klinik Pemilu Hadir untuk Mengedukasi Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klinik-pemilu-hadir-untuk-mengedukasi-masyarakat/baca </link>
<guid> klinik-pemilu-hadir-untuk-mengedukasi-masyarakat </guid>
<pubDate> Wed, 20 Mar 2019 22:04:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Hukum (FH) melalui Klinik Pemilu membuat debat kali lebih menarik lagi, dengan mengadakan nonton bareng (Nobar) dan diskusi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klinik-pemilu-hadir-untuk-mengedukasi-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zzbEvWBpet.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Klinik Pemilu Hadir untuk Mengedukasi Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Minggu (17/3) menjadi ajang pertarungan debat kandidat calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) ronde 3, ronde kali ini Ma&rsquo;ruf Amin bertarung melawan Sandiaga Uno dengan tema Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Budaya.</p><p style="text-align: justify;">Fakultas Hukum (FH) melalui Klinik Pemilu membuat debat kali lebih menarik lagi, dengan mengadakan nonton bareng (Nobar) dan diskusi, acara ini berlangsung di Aula Lantai III dengan dibawakan oleh Aji Ahmad Affandi sebagai moderator, dan Nur Arifudin sebagai pemantik sekaligus Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Hukum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Supaya publik dapat mengetahui visi dan misi Cawapres kita untuk memimpin bangsa dikemudian hari,&rdquo; ujar Muhammad Mahib Alad selaku Ketua Panitia Nobar Debat Kandidat Cawapres sekaligus membuka acara ini.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya acara diambil alih oleh moderator, moderator menegaskan tujuan acara ini tidak menggiring opini masyarakat untuk condong ke salah satu kubu. Sebelum debat berlangsung, acara ini dibuka dengan diskusi membahas program kerja kedua kubu perihal ketenagakerjaan, kubu pasangan calon (Paslon) 1 akan menambah kartu sakti lagi yaitu Kartu Pra Kerja sedangkan kubu Paslon 2 akan membawa Oke Oce ke kancah nasional.</p><p style="text-align: justify;">Debat berlangsung tepat sesi diskusi ini selesai, panitia memberi arahan kepada tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang disediakan sembari menyaksikan berlangsungnya debat. Sebanyak 26 tamu undangan hadir pada malam itu, termasuk mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 pun hadir memenuhi undangan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Usai sesi pertama debat kandidat, sembari menunggu pariwara, moderator membuka sesi diskusi untuk menanggapi debat pada sesi pertama. Kali ini Nur Arifudin ditemani oleh Mush&rsquo;ab Al-Ma&rsquo;ruf selaku Menteri Kebijakan Kampus BEM KM Unmul 2019.</p><p style="text-align: justify;">Ma&rsquo;ruf sapaan akrabnya, menurutnya jika Paslon 1 menang tentu akan ada evaluasi dari lima tahun sebelumnya, kemudian Paslon 2 lebih memfokuskan pada pelayanan dan penanganan pada pasien. Kemudian giliran Nur Arifudin memberikan tanggapan, menurutnya defisitnya BPJS disebabkan oleh banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi, sedangkan sistem BPJS ialah iuaran yang berbentuk asuransi.</p><p style="text-align: justify;">Biaya asuransi karyawan biasanya ditanggung oleh pihak perusahaan, jika karyawan tersebut di-PHK maka secara otomatis asuransi karyawan pun akan putus. Hutang BPJS berdampak pada hutang negara kepada rumah sakit yang belum dibayar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dokternya juga belum dibayar, otomatis kalau ada yang sakit disuruh antre dulu,&rdquo; ujar Nur Arifudin.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pariwara selesai, sesi diskusi diberhentikan, dilanjutkan dengan menyaksikan debat kandidat. Setelah debat kandidat Cawapres pada sesi menjawab pertanyaan dari panelis, moderator acara membuka sesi tanya jawab kepada pemantik perihal tema debat kandidat Cawapres, kemudian acara ditutup dengan sesi foto bersama.</p><p style="text-align: justify;">Usai acara,<span>&nbsp;</span><em>Sketsa&nbsp;</em>menemui Dandi Wijaya selaku Ketua Klinik Pemiliu, Dandi sapaan akrabnya mengatakan Klinik Pemilu adalah lembaga terbaru di FH. Lembaga ini berdiri sejak 2008, namun pada 2008 hanya sebatas lembaga sementara yang berkaktivitas saat Pemilu, setelah itu bubar.</p><p style="text-align: justify;">Namun sejak 2018 silam, Klinik Pemilu akan tetap memberikan edukasi kepada masyarakat walaupun Pemilu telah usai. Saat ini anggota Klinik Pemilu sebanyak 96 orang.<span>&nbsp;</span><strong><em>(cup/erp/fqh/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sedotan Ramah Lingkungan, Solusi Baru Pengurangan Sampah Plastik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/sedotan-ramah-lingkungan-solusi-baru-pengurangan-sampah-plastik/baca </link>
<guid> sedotan-ramah-lingkungan-solusi-baru-pengurangan-sampah-plastik </guid>
<pubDate> Thu, 21 Mar 2019 12:34:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama tim Ecojoy </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/sedotan-ramah-lingkungan-solusi-baru-pengurangan-sampah-plastik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OJkUuuzHRx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sedotan Ramah Lingkungan, Solusi Baru Pengurangan Sampah Plastik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Permasalahan sampah seakan tiada habisnya, terlebih sampah plastik. Sifat plastik yang sulit diuraikan jadi masalah dunia saat ini. Berbagai upaya pun dilakukan mulai dari menggunakan bahan ramah lingkungan hingga diterbitkannya aturan pemerintah di berbagai daerah terkait pembatasan penggunaan plastik saat berbelanja.</p><p style="text-align: justify;">Guna mendukung hal tersebut, sekelompok mahasiswa yang menamai dirinya Ecojoy ini membuat inovasi. Karena jumlah sampah plastik yang membludak akhirnya mahasiswa program studi Teknik Lingkungan ini kemudian memasarkan sedotan berbahan <em>stainless steel</em>. Harapannya penggunaan sedotan plastik bisa berkurang dan beralih ke sedotan <em>stainless steel</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tim Ecojoy beranggotakan 12 orang, Syahrul Amal sebagai ketua, Dika Aristanti selaku sekretaris, Adinda Rachmasari menjabat sebagai bendahara. Selain itu ada juga Riski Ades sebagai <em>desainer</em>, Fachira Dini bagian <em>marketing</em>, Nurul Citra mengurusi properti, Wilda Qolbiatul bagian WhatsApp <em>marketing</em>, dan Christine Natalia sebagai Instagram <em>marketing.</em> Sisanya menjabat sebagai anggota Ecojoy, yaitu Misqiatul Qorima, Nurul Babul J, Nadhifah Husnalia, dan Annisa Fadila.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui awak <em>Sketsa</em> (7/3), Ecojoy dalam formasi lengkap seluruh anggota tim dan memaparkan alasan mereka membuat inovasi produk sedotan <em>stainless steel&nbsp;</em>ini. Sebagai mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan, ini merupakan salah satu bentuk nyata mereka dalam melakukan kampanye lingkungan. Sehingga perlu tindakan nyata untuk memerangi sampah plastik untuk kelestarian lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena bila hanya dengan ucapan saja tanpa perbuatan yang nyata, sulit untuk terciptanya keadaan lingkungan yang baik,&quot; jelas Syahrul Amar.</p><p style="text-align: justify;">Dalam satu set sedotan <em>stainless steel</em> Ecojoy ini, sudah dilengkapi sikat pembersih dan kantong yang terbuat dari kain perca. Satu set sedotan tersebut dibanderol Rp22 ribu dengan beberapa warna pilihan seperti hitam, biru, <em>silver, gold, rose gold</em>, ungu dan pelangi. Sedotan ini dipasarkan dengan sistem <em>pre order</em> (po). Jika tertarik bisa langsung memesan sedotan ramah lingkungan ini melalui akun instagram @strawbeeco.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sejak awal pemesanan kita sudah terjual lebih dari seratus set sedotan <em>stainless steel,</em>&quot; tambah Wilda Qolbiatul selaku bagian marketing.</p><p style="text-align: justify;">Sudah saatnya mengurangi penggunaan sedotan plastik dan beralih ke sedotan <em>stainless steel.</em> Selain ramah lingkungan, sedotan ini juga sudah menjadi tren saat ini sebagai kampanye menjaga lingkungan. Satu aksi yang dilakukan bisa membuat sebuah perubahan yang lebih baik. <strong>(<em>bip/ubg/yun/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Air Sedunia: Sudahkah Kita Menghargai Sumber Air? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/hari-air-sedunia-sudahkah-kita-menghargai-sumber-air/baca </link>
<guid> hari-air-sedunia-sudahkah-kita-menghargai-sumber-air </guid>
<pubDate> Fri, 22 Mar 2019 11:59:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati Hari Air, sudahkah kita menghargai sumber air? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/hari-air-sedunia-sudahkah-kita-menghargai-sumber-air/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uqcuohvEov.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Air Sedunia: Sudahkah Kita Menghargai Sumber Air?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari Air Sedunia atau <em>World Water Day</em> diperingati setiap tanggal 22 Maret. Peringatan ini pertama kali diumumkan pada sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-47 pada tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil. Peringatan Hari Air Sedunia dimulai pada tahun 1993 untuk memotivasi publik untuk memberikan dukungannya dalam konservasi air dengan mengurangi penggunaan keran air sepanjang hari.</p><p style="text-align: justify;">Air adalah komponen paling penting dalam kehidupan manusia. Namun, sering kali kita tidak menjaga dan tidak mengelola sumber-sumber air tersebut dengan baik. Air menjadi terbuang-buang tanpa digunakan dengan benar, sementara di tempat lain, banyak sekali masyarakat yang kekurangan air. Mereka tidak dapat menikmati air bersih bahkan untuk sekadar minum dan mandi.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia sebagai negara terpadat keempat di dunia pun tak luput dari masalah ketersediaan air bersih. Penyediaan sumber air bersih jelas dijamin pada Pasal 33 UUD 1945 ayat (3) yang berbunyi &ldquo;Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, kebijakan tersebut dipertegas dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa pemenuhan air bersih bagi masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah sebagai bagian dari pelayanan publik yang harus mereka lakukan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan capaian akses air bersih yang layak saat ini di Indonesia baru mencapai 72,55 persen. Angka ini masih di bawah target Sustainable Development Goals (SDGs) yakni sebesar 100 persen. Dengan data ini, dapat kita simpulkan bahwa masih ada masyatakat Indonesia yang mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih dilingkungannya.</p><p style="text-align: justify;">Seri Analisis Pembangunan Wilayah Provinsi Bengkulu 2015 menyebutkan rendahnya akses terhadap air bersih dikarenakan permasalahan dalam penyelenggaraan air minum dan sanitasi. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk mengadakan perilaku hidup bersih dan sehat juga masih rendah.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini seharusnya membuat kita sadar, bahwa tidak semua orang beruntung untuk mendapatkan air bersih seperti kita. Seringkali kita lalai dalam penggunaan air dan melakukan pemborosan. Kita harus lebih bijaksana dalam mengelola pemanfaatan sumber daya air, sebab saat ini kuantitas dan kualitas air terus menurun sementara permintaan air secara global terus meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi dan pertumbuhan populasi manusia.</p><p style="text-align: justify;">Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sumber air bagi kehidupan, maka kita harus turut mengelolanya dengan baik. Beberapa hal sederhana seperti mematikan keran air yang menetes dan memperbaiki keran yang bocor serta menampung air hujan untuk dimanfaatkan sebagai air penyiram toilet atau penyiram tanaman dapat kita lakukan sebagai bentuk kesadaran akan ketersediaan air bersih.</p><p style="text-align: justify;">Semoga dalam momen Hari Air Sedunia kali ini, kita dapat menghargai sumber air dan terus menjaga serta mengelolanya dengan baik dan benar demi keberlangsungan akses air bersih.&nbsp;</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi program studi Akuntansi FEB 2017</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memahami dan Peduli pada Down Syndrome </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/memahami-dan-peduli-pada-down-syndrome/baca </link>
<guid> memahami-dan-peduli-pada-down-syndrome </guid>
<pubDate> Fri, 22 Mar 2019 12:24:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Down Syndrome, anak dengan 1000 wajah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/memahami-dan-peduli-pada-down-syndrome/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/shXuYVNU9n.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Memahami dan Peduli pada Down Syndrome</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Hari <em>Down Syndrome&nbsp;</em>Sedunia diperingati pada 21 Maret setiap tahunnya. Namun, masih banyak orang yang belum paham tentang <em>down syndrom</em>, bahkan cenderung menjauhi. Banyak kejadian penderita <em>down syndrome</em> mendapat perlakuan tidak baik. Padahal, sesama manusia harusnya bisa saling memahami dan merangkul dengan semua manusia termasuk penderita down syndrom.</p><p style="text-align: justify;"><em>Down syndrome</em> berasal dari gangguan kromosom 21 yang disebabkan oleh kelainan genetik sejak dalam kandungan sehingga memiliki karakteristik fisik yang khas serta kemampuan intelegensi lebih rendah. Penderita <em>down syndrome</em> termasuk kategori berkebutuhan khusus, tidak bisa disamakan dengan anak normal lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penderita <em>down syndrome</em> memiliki keterbatasan dalam berfikir, kalau diukur intelegensinya, mereka berada pada angka 70 atau lebih rendah. Itu masuk dalam kategori di bawah rata-rata dan tidak bisa disandingkan dengan anak-anak normal seusianya,&rdquo; ucap Rina Rifayanti, dosen prodi Psikologi Unmul (18/3).</p><p style="text-align: justify;">Masih banyak yang menganggap rendah penderita <em>down syndrome,</em> hingga berujung <em>bully</em> dan tindak kekerasan. Hal ini dikarenakan perbedaan fisik serta bentuk perilaku penderita down syndrome yang cenderung tidak berkembang, walaupun usianya dewasa namun perilakunya masih seperti anak-anak. Hal ini menjadi salah satu bukti perlakuan diskriminasi masih sering dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Rina menuturkan perlu adanya edukasi kepada masyarakat untuk tidak bersikap buruk dan menghina penderita <em>down syndrome</em>. Seharusnya peduli terhadap penderita <em>down syndrome</em> secara serius, karena mereka juga butuh pertolongan layaknya anak difabel. Peran pemerintah juga diperlukan terutama untuk memberikan fasilitas pendidikan yang memadai untuk penderita <em>down syndrome.</em></p><p style="text-align: justify;">Kehidupan sosial juga memengaruhi keadaan penderita <em>down syndrome</em>. Terlebih jika dihadapkan pada kondisi ada keluarga dekat penderita <em>down syndrome</em>, memahami keadaan lawan dan menyesuaikan diri sangat penting dilakukan. Dengan memahami konsep <em>individual different</em> akan lebih mudah untuk menyamakan kondisi dengan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita sebagai orang yang lebih mampu untuk belajar, kitalah yang menyesuaikan diri dengan orang yang memiliki <em>down syndrome</em> dan kita juga membantu dia untuk belajar,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Berkaca pada Hari <em>Down Syndrome</em> Sedunia, harapannya akan timbul kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap penderita <em>down syndrome</em>. Memahami dan menerima mereka apa adanya, serta memiliki kesadaran untuk membantu dan mendukung mereka dengan positif. Aura, mahasiswi prodi Psikologi Unmul menganggap penderita <em>down syndrome</em> sebagai anak yang luar biasa, terlepas dari segala kekurangan yang dimiliki.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya kita tidak membedakan anak dengan <em>down syndrome</em> dengan anak normal lainnya, walaupun proses perkembangannya terlambat. <em>Down syndrome</em> itu menurut saya spesial karena kekurangan mereka,&quot; tukasnya. <strong>(<em>rth/fzn/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilan 1991: Akhir Romansa Cinta Pertama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/dilan-1991-akhir-romansa-cinta-pertama/baca </link>
<guid> dilan-1991-akhir-romansa-cinta-pertama </guid>
<pubDate> Sat, 23 Mar 2019 12:24:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dilan yang sedang menggoda Milea. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/dilan-1991-akhir-romansa-cinta-pertama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z23OLh5SbD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dilan 1991: Akhir Romansa Cinta Pertama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Judul: Dilan 1991 (2019)</p><p style="text-align: justify;">Sutradara: Fajar Bustomi dan Pidi Baiq</p><p style="text-align: justify;">Produser: Ody Mulya Hidayat</p><p style="text-align: justify;">Skenario: Pidi Baiq</p><p style="text-align: justify;">Pemain:</p><p style="text-align: justify;">Iqbaal Ramadhan</p><p style="text-align: justify;">Vanesha Prescilla</p><p style="text-align: justify;">Jerome Kurnia</p><p style="text-align: justify;">Ira Wibowo</p><p style="text-align: justify;">Happy Salma</p><p style="text-align: justify;">Bucek Depp</p><p style="text-align: justify;">Brandon Salim</p><p style="text-align: justify;">Ridwan Kamil</p><p style="text-align: justify;">Andovi da Lopez</p><p style="text-align: justify;">Adhisty Zara</p><p style="text-align: justify;">Maudy Koesnaedi</p><p style="text-align: justify;">Distribusi: Max Pictures dan Falcon Pictures</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 28 Februari 2019</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Jika sebelumnya kita dapat menemukan berbagai embel-embel rayuan dalam <em>Dilan 1990</em>, namun di kelanjutan ceritanya, penonton akan disuguhkan dengan konflik batin antara Dilan dan Milea yang saling berseberangan. Film ini mengisahkan tentang mereka yang telah resmi berpacaran pada 22 Desember 1990. Mulanya, Milea begitu bahagia dengan resminya hubungan mereka, ditambah Dilan yang semakin romantis dan dekat padanya. Namun, gejolak cinta ini berubah menjadi petaka. Semua berubah ketika Milea mengetahui rencana Dilan yang akan balas dendam kepada Anhar, yang pernah menampar Milea.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia berusaha menahan dan melarang Dilan untuk melakukan balas dendam bersama geng motornya. Ancaman perpisahan menjadi senjata Milea jika Dilan tetap bersikukuh. Namun niat Dilan sudah bulat. Laki-laki itu tak menghiraukan gadisnya. Ia tetap melancarkan aksinya untuk menghabisi Anhar. Akibatnya, Dilan mendekam selama beberapa waktu di penjara atas tuduhan perkelahian. Ayah Dilan (Bucek Depp) sengaja membiarkan Dilan di sana untuk memberinya pelajaran. Hal ini membuat Milea semakin gundah dan rindu dengan Dilan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, masalah lain muncul ketika kerabat Milea yang tinggal di Belgia, Tante Anis (Maudy Koesnaedi) beserta anaknya Yugo (Jerome Kurnia) pulang dan menetap di Bandung. Yugo yang diam-diam menyukai Milea gencar mendekatinya. Namun, Yugo terjebak di luar kendali dengan perasaannya. Atas tindakan kurang ajar Yugo, Milea menjauh dan amat membencinya. Milea membutuhkan Dilan, semua masalahnya membuat ia semakin sedih dan selalu teringat Dilan.</p><p style="text-align: justify;">Kali ini, sosok Dilan yang digadang-gadang sebagai sosok romantis penuh rayu, menjadi sosok yang lebih &lsquo;manusiawi&rsquo;. Ia menunjukkan ketidakpeduliannya pada Milea, membiarkannya sedih berlarut-larut, namun tetap berusaha patuh pada bundanya (Ira Wibowo). Penonton juga dapat melihat sisi lain dari Milea yang menunjukkan berbagai ekspresi. Mulai dari berani mengatur, melarang, hingga mengancam Dilan. Di sisi lain, Dilan merasa sangat gerah dan tidak ingin berada dalam kekangan Milea. Meskipun Milea merasa bahwa dirinya tidak salah dengan perbuatannya, dia tetap takut akan kehilangan Dilan dalam hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Klimaksnya ketika keduanya dihadapkan pada keadaan yang mengharuskan mereka untuk berpisah. Di sinilah salah satu bagian menariknya, kita akan melihat bagaimana keduanya menyikapi hubungan mereka yang berada di ambang perpisahan. Hingga keputusan itu diambil.</p><p style="text-align: justify;">Setelah tidak lagi bersama, Milea terus murung dan sedih, merasa bahwa dirinya hampa dan tidak menjadi sosok yang Dilan sukai lagi. Kontras, Dilan menghilang dan Milea harus menelan pil pahit, mendengar bahwa Dilan telah memiliki kekasih baru.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan hingga hari kelulusan SMA-nya, Milea merasa sendiri dan sendu. Meskipun dirinya belajar untuk <em>move on</em> dan melanjutkan hidup, namun ia tak bisa benar-benar melupakan Dilan. Bahkan dalam cerita tersebut, kenyataan kembali mempertemukannya dengan Dilan. Rasa Milea masih ada untuk Dilan, ia berusaha mengejarnya hingga benar-benar tak bisa menemukan Dilan kembali.</p><p style="text-align: justify;">30 menit pertama dalam film ini terasa cukup menjemukan. Hal ini diperkuat dengan adegan kegiatan sehari-hari yang itu-itu saja. Seperti sarapan roti cokelat, saling lempar rayuan di atas motor yang membuat film ini seperti sedang mengulur-ulur waktu. Dari segi cerita, secara keseluruhan <em>Dilan 1991</em> dapat dikatakan biasa saja. Akting Iqbaal dan Vanesha pun sebenarnya terlihat biasa, meskipun secara jalan cerita, Iqbaal lebih matang dalam memerankan Dilan kali ini, sementara Vanesha masih mengucapkan &ldquo;Aku rindu&rdquo; dengan nada yang terdengar membosankan.</p><p style="text-align: justify;">Secara sinematografi, <em>Dilan 1991</em> terlihat lebih baik apabila melihat komposisi gambar yang meyakinkan dan nyaman untuk disaksikan. Meskipun masih sulit membangun suasana 90-an seperti film sebelumnya, kali ini suasana tersebut dapat dirasa nyata dan tidak berlebihan. Soundtrack yang cocok dan mengalun lembut bersama film ini hingga akhir juga menjadi nilai tambah yang melengkapinya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga hari kelima penayangannya, <em>Dilan 1991</em> berhasil menembus total 3.107.000 penonton. Sudahkah kalian menontonnya? <em><strong>(len/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pergilah Jika Kamu Mampu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/pergilah-jika-kamu-mampu/baca </link>
<guid> pergilah-jika-kamu-mampu </guid>
<pubDate> Sat, 23 Mar 2019 13:14:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pemandangan dari atap rumah Ronald. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/pergilah-jika-kamu-mampu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a8w0sQN65b.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pergilah Jika Kamu Mampu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Suasana di kala senja saat ini membuat napasku terasa sesak, bersamaan dengan pancaran cahaya yang menyilaukan mata. Aku merasa ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi, tapi entah apalah itu. Aku hanya ingin menangis tanpa tahu penyebabnya. Aku tidak mau apa yang aku takutkan benar-benar terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Namaku Jenny Wanca, orang terdekat biasa memanggilku Jenn. Terkadang aku sedikit malu dengan namaku, karena jarang sekali orang yang menggunakan nama tersebut. Tapi setelah dipikir-pikir, aku harus bersyukur dengan nama itu. Karena nama adalah doa dan harapan yang telah diberikan.</p><p style="text-align: justify;">Aku adalah seorang gadis yang sebentar lagi akan lulus, atau yang bisa disebut mahasiswa tingkat akhir. Menurut orang-orang sekitar, aku ini cantik. Mungkin iya, karena jika aku perhatikan seluruh keluargaku memang <em>good looking.</em></p><p style="text-align: justify;">Banyak sekali pria yang datang mendekat. Entah sekadar ingin mengajak kenalan atau ingin hal-hal lebih lainnya. Tapi sampai saat ini, aku belum tertarik dengan mereka, karena mereka semua basi. Mereka mendekatiku karena aku cantik. Lalu apabila &nbsp;sudah tidak cantik, apakah mereka masih bertahan untuk mencintaiku?</p><p style="text-align: justify;">Belum ada laki-laki yang mampu membuat aku jatuh hati hingga saat ini. Namun aku mengharapkannya, menunggu seorang kekasih yang benar-benar menyayangi dan mengatakan ini kepadaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selama kamu bersamaku, aku akan terus membuatmu bahagia.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku menunggu seseorang yang tulus, yang bisa menerima aku apa adanya. Tidak hanya karena penampilanku saja, karena wajah ini semakin lama semakin tua. Aku ingin seorang pria yang berhati tulus yang bisa membawaku tidur dalam pelukannya</p><p style="text-align: justify;">Hari demi hari berlalu. Aku &nbsp;asyik dengan duniaku, dunia yang sepi tanpa kekasih idaman. Meski saat ini aku telah memiliki kekasih, tapi aku merasa tidak nyaman. Ia selalu membohongiku. Kadang terlintas, &nbsp;apa kurangnya aku yang telah melakukan yang terbaik untuknya. Dia yang selalu sibuk mencari-cari gadis bodoh di luar sana yang bisa ditipu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak tahan dengan kebohongannya, ku putuskan untuk mengakhiri hubungan ini. Tak jarang ia memohon untuk kembali. Tapi aku tidak ingin lagi. Sejujurnya rasa sayang itu masih ada. Tidak mudah bagiku untuk mengakhiri dan melupakan sebuah hubungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tapi Tuhan punya rencana lain, setelah sekian lama menangisi seseorang yang membuatku kecewa. Kini aku di pertemukan dengan seseorang yang benar-benar ingin ku temukandalam hidup ini. Seseorang yang tak pernah ku sangka. Ini adalah anugerah Tuhan yang berharga.</p><p style="text-align: justify;">Malam itu, tepat pukul tujuh, &nbsp;seorang pria datang ke rumah untuk menjemputku. Saat jumpa pertama kali, menurutku dia jelek. Postur tubuh tinggi dengan kulit hitam. Berbeda dengan mantan-mantanku sebelumnya, yang lebih jauh keren. Tapi entah kenapa, aku menerimanya saat dia mengajakku jalan. Apakah ini sebuah pertanda? Aku berharap.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdua, kami &nbsp;menaiki motor tua miliknya. Di bawah sinar bulan purnama dan angin yang melambai-lambai menemani perjalanan malam itu hingga sampai ke tujuan. Dia hanya sedikit bercerita, mungkin malu. Sebab ini pertama kali kami bertemu dan akan menjadi sejarah baru. &nbsp;Aku hanya bisa tertawa malu melihat wajahnya, yang jauh sekali dengan mantan-mantanku sebelumnya. Dia jauh sekali dari kata tampan namun berani mendekati aku yang menurut orang-orang aku ini cantik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Astaga wajah seperti dia berani mendekatiku.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dalam hati kata-kata itu terus terucap. Meski begitu, ada sesuatu yang berbeda dari pertemuan saat itu, yang tidak pernah aku temukan sebelumnya, yang membuatku bingung sekaligus penasaran. Dia menggunakan baju kaus oranye dan celana <em>training</em> hitam. Itu membuatku semakin geli. Setelah sampai ke tempat tujuan, ia menawarkan sebuah tawaran yang membuatku tercengang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maukah kamu ke tempat yang paling indah? Aku ingin mengajakmu ke sana,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Entah kenapa, aku hanya terdiam dibuatnya.Tidak sabar menantikan tempat seperti apa yang ditawarkan itu. Tubuhku hingga terasa kaku, menantikan tempat yang dijanjikan. Rupanya ia mengajakku masuk ke dalam rumahnya, lalu diarahkan ke atas genting, untuk melihat bintang dan bulan lebih. Pertama kalinya ada laki-laki yang melakukan ini kepadaku. Pengalaman pertama yang tak akan pernah terlupakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pria itu mengulurkan tangannya &nbsp;dengan senyumnya yang ramah, yang membuat hatiku berdegup kencang. Apa yang sebenarnya yang ia lakukan kepadaku? Aku takut. Dia mengulurkan tangannya dan berkata.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenalkan nama aku Ronald, izinkan aku membahagiakan kamu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Tapi bagaimanapun, aku sangat menikmati duduk berdua di atas rumah bersamanya. Mendengar apa yang ia katakan, membuat hatiku berdegup kencang sekali, aku merasa nyaman. Ku rebahkan kepala di pundak kanannya. Betapa terasa nyaman sekali, melihat keindahan bulan dan bintang di atas rumah dengan seseorang yang akan membuat sejarah baru dalam kehidupanku.</p><p style="text-align: justify;">Pagi harinya aku kembali mengingatnya, &nbsp;yang baru saja masuk ke dalam hatiku. Lantas, aku mencoba untuk menghubunginya, untuk memastikan apakah dia juga merasakan hal yang sama. Sosoknya yang berbeda dari pria lain yang pernah ku kenal sebelumnya, &nbsp;membuatku ingin mendekatinya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah beberapa hari bersama, dia belum juga menyatakan perasaannya. Apakah ada orang lain? Aku sangat khawatir, aku ingin memilikinya namun dia belum juga menyatakan cinta. Ia sempat mengatakan kepadaku,</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika aku menyatakan cinta hari ini, tolong jangan kamu terima dulu, karena cinta butuh proses.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Mendengar itu, pikiranku terasa kacau. Aku berpikir buruk, apakah dia sama saja seperti laki-laki yang lain yang banyak berbohong dan tidak tulus dalam mencintaiku? Jika dia telah menjadi milik orang lain, aku telanjur sayang meskipun baru beberapa hari. Dialah orang yang bisa membuatku nyaman dengan kelakua konyolnya, dan aku sangat mencintainya.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya hal yang menjadi khawatir terjadi, dia ingin mengakhiri semua. Aku tidak tahu alasan sebenarnya. Meskipun kami belum resmi berpacaran, tapi aku telah jatuh kepadanya. Tidak bisa melupakan dan tidak sanggup jika harus berpisah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku menangis di pelukannya. Sungguh, tidak ingin rasanya kehilangan orang yang aku sayang. Tanpa sengaja, aku melihat dia menangis. Entah apa alasannya. Kami menangis bersama di dalam ruang yang kecil dan pengap di malam yang kelabu itu.</p><p style="text-align: justify;">Hari Minggu adalah hari ibadah buat kami, umat kristiani. Aku melaksanakan tugas untuk beribadah kepada sang pencipta. Tak dapat disembunyikan apa yang kurasakan, selama beribadah aku menangis. Tidak percaya kekasih yang diidamkan harus pergi meninggalkan aku begitu cepat tanpa &nbsp;alasan yang tepat.</p><p style="text-align: justify;">Keluar gereja, pria itu menunggu di luar. Sontak, betapa kagetnya aku yang berharap dia baik-baik saja. Namun, batin ini selalu menyebut namanya dan beharap dia datang dan kembali memeluk erat. Meski aku sadar itu tidak akan terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Namun hari ini, dia kembali mengajakku jalan dengan motor tuanya. Selama perjalanan, aku hanya bisa menangis karana hal yang dirindukan benar-benar terjadi. Dia mengajakku makan malam, saat itulah dia mengatakan,</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan pergi, aku tidak bisa hidup tanpamu.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhamad Rafyak, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepada Kawanku Mahasiswa: Ayo Tolak Pabrik Semen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kepada-kawanku-mahasiswa-ayo-tolak-pabrik-semen/baca </link>
<guid> kepada-kawanku-mahasiswa-ayo-tolak-pabrik-semen </guid>
<pubDate> Sun, 24 Mar 2019 05:57:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Darmawansyah, Anggota Jaringan Kerja Mahasiswa Kerakyatan, Aliansi Masyarakat Peduli Karst Kalimantan Timur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kepada-kawanku-mahasiswa-ayo-tolak-pabrik-semen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tiWvbVd4CK.png" />
					</figure>
			                <h1>Kepada Kawanku Mahasiswa: Ayo Tolak Pabrik Semen</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>Kalimantan Timur (Kaltim) adalah tanah yang memiliki banyak persoalan, hutan-hutan berwarna hijau, gunung-gunung kecil dengan banyaknya pepohonan, emas hitam, sawah-sawah dan ladang terhampar. Memenuhi bumi dengan petani yang tekun mengelolah tanah dengan kasih sayang. Minyak dan sungai membentang begitu panjang dan luas. Namun, semua itu hilang saat tambang-tambang hadir, merusak alam, meracuni warga, menciptakan konflik, hingga membunuh 32 anak generasi bangsa.</em></p><p style="text-align: justify;">Kawan-kawan, saat ini kawasan karst di Kaltim sedang menjadi sasaran empuk ekspansi pabrik semen. Ada 3,5 juta Ha bentang karst yang dimiliki Kalimantan Timur tersebar di 10 kabupaten-kota yang sedang terancam, salah satunya adalah daerah Kutai Timur (Sangkulirang - Mangkalihat), Berau (Biduk-Biduk) dan yang baru-baru ini, yang menjadi sasaran adalah kawasan karst di Sakerat, Kecamatan Bengalon untuk dijadikan industri semen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal kita tahu bahwa fungsi kawasan karst jauh sangat penting bagi penghidupan selama ini. Kawasan karst merupakan generator alam bagi keberlangsungan makhluk hidup, khususnya penyedia sumber air yang penting untuk sektor pangan.</p><p style="text-align: justify;">Kita tak boleh mendiamkan ini sedikitpun, kita telah banyak belajar setiap harinya di kampus, mendapatkan banyak pengalaman, mulai dari organisasi hingga pengalaman aktivitas keseharian kita. Karena tidak ada waktu lagi untuk mendiamkan diri kawan, saat ini peningkatan investasi di industri semen semakin masif dan hal ini tidak terlepas dari kebijakan ekonomi pemerintah yang mengedepankan pembangunan infrastruktur, termasuk sebagai kebutuhan proyek nasional, yaitu proyek pembangunan infrastruktur melalui RPJMN (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional) dan proyek MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang sangat mengancam keberadaan dan kelestarian karst yang ada di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Dan tahukah kawan-kawan, saat pemerintah mengedapankan pembangunan ternyata menurut data Asosiasi Semen Indonesia, mengatakan bahwa sampai tahun 2016 kapasitas semen melebihi kebutuhan, ini diperkuat oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal yang pada bulan Agustus 2016 lalu berencana untuk menghentikan arus investasi semen untuk sementara karena adanya <em>oversupply</em> di pasar lokal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sehingga muncul dugaan kuat perluasan eksploitasi produksi semen bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik tetapi lebih untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional seperti di Amerika Serikat, Eropa dan China sebagai negara pengimpor semen tertinggi di Asia.</p><p style="text-align: justify;">Sesungguhnya kawan, kita tak akan menolak yang namanya pembangunan.Namun, jika pembangunan hanya diperuntukkan bagi pemilik modal (kapitalis) kita akan jelas berdiri tegak menolaknya. Lihat saja rencana pembangunan rel kereta api di Kaltim, hanya bertujuan untuk mengangkut batu bara yang nantinya akan menghabiskan hutan-hutan kita. Lihat saja bagaimana pembangunan jalan tol saat ini, yang sudah banyak menghabiskan lahan dan jelas tidak gratis dan kita yang<em>&nbsp;</em>tidak memiliki banyak uang ini, jangan harap bisa melewatinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana bisa pembangunan menjadi hal yang sangat prioritas sementara menurut BPS Kaltim, jumlah penduduk miskin di Kalimantan Timur pada Maret 2018 sebanyak 218,90 ribu. Pada September 2017 sebanyak 218,67 ribu, berarti jumlah penduduk miskin secara absolut bertambah &nbsp;0,23 ribu orang. Apakah pembangunan lebih diutamakan dari pada penuntasan kemiskinan? &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kawanku, kehadiran tambang atau perusahaan semen tentu saja jelas dampaknya sangat besar terhadap kerusakan kelestarian alam. Mulai dari merusak sumber air, menghancurkan tempat parawisata, dan menghilangkan mata pencarian warga sebagai nelayan dan petani.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di kawasan Biduk-Biduk, Berau misalnya, hadirnya pabrik semen akan mengancam parawisata, bahkan menghilangkan sumber mata pencarian warga Dayak Basap yang sejak lama tinggal di sana. Serta menghilangkan habitat yang langka seperti; beruang madu, orang utan, macan dahan dan lain sebagainya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Begitu juga dengan Kutai Timur (Sangkulirang, Mangkalihat dan Bengalon) yang saat ini keberadaan kawasan karstnya sangat mendukung kehidupan masyarakat, sebab menjadi sumber kehidupan utama karena fungsi ekologi dan hidrologinya. Karst juga sebagai tempat tumbuhnya hutan tropis yang di dalamnya adalah habitat bagi orang utan untuk hidup.</p><p style="text-align: justify;">Kawan-kawanku, tahukah bahwa, sebenarnya persoalan ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi saat ini yang hanya mendorong pendidikan untuk memenuhi kebutuhan pasar, sebagai cadangan tenaga kerja baru. Sehingga tidak heran jika kita peserta didik ini, sangat sulit memahami persoalan masyarakat, bahkan hingga terlibat/bersolidaritas atas perjuangan masyarakat melawan penggusuran, pengerusakan lingkungan, upah buruh hingga persoalan melawan pendidkan yang mahal, dan lain sebagainya, sangatlah minim bahkan tak jarang pelarang untuk demontrasi itu keluar dari birokrasi kampus.</p><p style="text-align: justify;">Maka untuk itu kawanku, kusampaikan surat ini sebagai upaya untuk meyakinkanmu bahwa berhentilah berdiam diri, berhentilah berharap pada janji-janji politikus-politikus busuk, berhentilah menitipkan nasibmu pada kedua calon di Pilpres nanti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maka ayo mulai sekarang kita bangun kekuatan rakyat sendiri. Cobalah lihat warga Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, mereka telah berjuang melawan pabrik semen sejak tahun 2006. Bahkan mereka berhasil mengusir PT. SEMEN GRESIK INDONESIA pada tahun 2009, karena mereka menganggap pabrik semen akan mengancam pertanian dan mata air.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, pada tahun 2014 PT. SEMEN INDONESIA berhasil masuk lagi dengan membangun pabrik semen di Rembang. Tapi warga Pati dan Rembang tak pernah berhenti memperjuangkan ruang hidupnya, mulai dari membangun posko blokade di tambang semen, merasan refresifitas aparat, hingga aksi semen kaki pun dilakukan di depan istana, semangatnya tak hilang-hilang hingga sekarang, mereka membangun kekuatannya melalui gerakan rakyat itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutupku kawan, jika kau terlibat jangan lupa ajak kawanmu yang lainnya untuk menolak pengerusakan alam kita.</p><p style="text-align: justify;">Marilah terlibat dalam AKSI MENOLAK PABRIK SEMEN pada Senin, 25 Maret 2019.</p><p style="text-align: justify;">Referensi: <em>www.kompassiana, www.jatam.org, www.arah juang.com</em></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Darmawansyah</em><em>&nbsp;Anggota Jaringan Kerja Mahasiswa Kerakyatan. Aliansi</em></strong><em><strong>&nbsp;Masyarakat Peduli Karst Kalimantan Timur.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Betlehem </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/betlehem/baca </link>
<guid> betlehem </guid>
<pubDate> Sun, 24 Mar 2019 13:04:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi sebuah pencarian untuk menemukan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/betlehem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6lUbgksPxN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Betlehem</h1>
			              </header>
			              <p>&nbsp;Apa yang paling pelan <br>&nbsp;adalah kayuh sepedamu di jalan buntu<br>&nbsp;jalan setapak <br>&nbsp;yang kau yakini menuju pulang<br>&nbsp;Lantas igaumu hilang<br>&nbsp;terbabas remuk di lautan<br>&nbsp;atau sekadar sembunyi<br>&nbsp;balik ilalang<br>&nbsp;Kau pun menyamar<br>&nbsp;menamakan diri malam<br>&nbsp;malu-malu<br>&nbsp;berselimut bintang-bintang</p><p><em><strong>Ditulis oleh&nbsp;</strong><strong>Mochamad &nbsp;Fernanda Fadhila, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2016</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Antara Dua Pohon, di Bawah Guyuran Hujan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/di-antara-dua-pohon-di-bawah-guyuran-hujan/baca </link>
<guid> di-antara-dua-pohon-di-bawah-guyuran-hujan </guid>
<pubDate> Sun, 24 Mar 2019 13:43:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya penggunaan pohon sebagai alat kampanye. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/di-antara-dua-pohon-di-bawah-guyuran-hujan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zqEY1NKGg2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Antara Dua Pohon, di Bawah Guyuran Hujan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Aku adalah makhluk yang ingin hidup, tetapi aku adalah mati. Keberadaanku selalu dipandang oleh makhluk hidup yang senantiasa meminta arah atau petunjuk atau simbol daerah dan semacam hal lainnya, itulah keistimewaanku. Aku sudah lama berdiri di sini. Di antara dua pohon yang &nbsp;seakan-akan saling mencintai, tetapi dipisahkan jarak sekian meter, dan dipisahkan oleh aku.</p><p style="text-align: justify;">Sekali lagi, aku adalah makhluk yang ingin hidup. Aku sering mendengarkan pembicaraan dua pohon yang kupisahkan ini. Mereka sering berkata <em>aku ingin memelukmu</em>, <em>aku ingin menciummu</em>, <em>aku ingin membuahimu</em> dengan gerakan dari dahan dan ranting yang saling gemerincing. Sedari aku berdiri, hanya tiga kalimat itu yang pohon-pohon katakan. Namun, sayang. Andai kedua pohon ini mempunyai kaki dan bisa berjalan, aku yakin mereka akan pergi ke suatu tempat yang sepi yang sampai pada akhirnya membentuk sebuah keluarga atau koloni-koloninya untuk terus melangsungkan hidup. Namun, sekali lagi sayang. Di kota ini, tempat sepi tersebut berganti dengan lubang-lubang yang sudah memakan 28 anak manusia. Dan aku pernah berbicara pada dua pohon yang pernah memperkenalkan diri padaku&mdash;Manggi dan Mangga&mdash;tetapi dia tidak ingin membahasnya. <em>Biar bapak yang bersangkutan &nbsp;saja yang membahasnya</em>.</p><p style="text-align: justify;">Di tempat kami berdiri&mdash;aku dan dua pohon yang sengaja kupisahkan itu&mdash;terdapat jalan raya. Jalan raya ini tidak pernah sepi dari suara-suara, mulai dari suara manusia, suara mesin kendaraan yang kadang melaju dengan sangat lambat, suara burung, dan suara lainnya&mdash;termasuk suara sepasang manusia yang berciuman di atas jembatan penyeberangan ketika malam sudah kelewat larut.</p><p style="text-align: justify;">Di tempat kami berdiri ini tidak pernah membuat bosan. Ketika pagi, kami sudah mendengar orang-orang pasar berteriak. Tentu karena berdirinya kami di sini berdekatan dengan pasar. Begitu juga dengan sore, ketika orang-orang pasar mulai meninggalkan kios dagangannya&mdash;dan pengunjung pasar semakin sepi&mdash;kami tinggal putar balik kanan untuk melihat matahari terbenam di sungai Mahakam. Ya. Kami berdiri di antara pasar dan sungai. Sungguh lokasi yang romantis untuk kami bertiga.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, di tempat kami berdiri. Aku tak tahu ini jam berapa, dan pohon pun tak tahu ini jam berapa, dan memang kami tak pernah mengenal waktu, hanya saja waktu selalu menemani dua pohon dan aku yang selalu berdiri di sini&mdash;dan tak akan ke mana-mana. Awal pagi, kami masih melihat matahari yang ceria. Sejuk. Pohon bergembira karena mendapatkan perawatan alaminya. Namun, sesaat menjelang siang, matahari bersembunyi. Awan mulai mengepul menciptakan warna kelabu. Kami sudah hapal, lima menit lagi hujan akan turun.</p><p style="text-align: justify;">Benar saja. Hujan turun. Tak lama kemudian. Orang-orang berkendara motor sibuk mencari tempat teduh. Satu orang berhenti tepat di depan ruko yang tutup, dan tepat juga berada di depan kami. Memakai kaos putih yang tak jelas gambarnya. Wajahnya runyam dan aku sempat mendengar ucapannya yang &apos;sialan&apos; itu. Kemudian, di susul oleh sepasang laki-laki dan perempuan. Sepertinya mereka berpasangan, sama seperti dua pohon di sampingku. Bedanya adalah mereka saling merangkul dan tanpa jarak, sedangkan pohon ini, yah, seperti yang aku bilang tadi. Lalu orang keempat berhenti, orang kelima, keenam, ketujuh dan kedelapan.</p><p style="text-align: justify;">Aku sempat mengintip sedikit saat aku menikmati hujan yang turun ini, raut wajahnya harap-harap cemas. Ada yang selalu melihat benda di tangan kirinya. Ada yang duduk, kemudian berdiri, lalu jongkok, akhirnya berdiri lagi. Namun, ada satu manusia yang menarik perhatianku. Laki-laki berkacamata, berjaket merah, bercelana hitam panjang, yang selalu memandang ke depan&mdash;memandangku. Tak ada raut kecemasan di wajahnya. Ia seakan menatapku dan menantangku untuk melakukan <em>siapa &nbsp;yang paling kuat menatap dan berdiri?</em> dan aku menjawabnya dengan senang.</p><p style="text-align: justify;">Aku menatap laki-laki jaket merah itu, pun dengan laki-laki itu, menatapku. Satu menit. Dua menit. Lima menit. Sepuluh menit. Ia masih betah menatapku, dan aku juga masih betah menatapnya. Dua pohon disampingku menggeleng-geleng yang dibuktikan dengan goyangan dahannya yang ke kanan dan ke kiri karena diterpa angin.</p><p style="text-align: justify;"><em>Lang, &nbsp;kenapa? Kenapa menatap laki-laki berjaket itu.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Dia &nbsp;menantangku. Aku terima tantangannya.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Bodoh &nbsp;kau. Kau pasti menang lah. Lihat saja kakinya mulai gelisah.</em></p><p style="text-align: justify;">Laki-laki berjaket merah itu mulai menggerak-gerakkan kakinya. Kadang kaki kanan yang ditopangkan ke kaki kiri. Kadang kaki kiri yang melakukan sebaliknya. Rupanya laki-laki itu mulai kelelahan untuk berdiri, tetapi tak ada kulihat dari raut wajahnya untuk menyerah. Ia masih mau melanjutkan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Laki-laki &nbsp;itu tak terpengaruh pandanganmu, Lang?</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Mengerikan, &nbsp;ia semakin menantangmu. Lihat, dia mengangguk-anggukan kepala. Kau bisa kalah &nbsp;nanti, Lang.</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Diamlah. &nbsp;Ini pertarunganku.</em></p><p style="text-align: justify;">Dan semakin serulah pertarungan antara aku dan laki-laki berjaket merah itu. ia semakin aktif menaik-turunkan kepala, mengangguk-anggukannya. Aku curiga, dan sangat curiga. Tidak mungkin dia mendengar harmoni hujan yang hanya aku saja yang mampu mendengarnya, melalui badanku.</p><p style="text-align: justify;">Laki-laki itu tersenyum padaku. Senyuman yang meremehkan. Ia melakukan pergerakan yang membuat kecurigaanku terbukti. Ia membuka tutupan kepala yang menyatu di jaket itu. Aku tak tahu apa namanya, yang jelas, sepasang benda kecil <em>nemplok&nbsp;</em>di telinganya. Dan sayup-sayup kudengar ada suara manusia yang berdendang, <em>our&nbsp;</em><em>time is&nbsp;</em><em>running&nbsp;</em><em>out, &nbsp;and&nbsp;</em><em>our&nbsp;</em><em>time is&nbsp;</em><em>running &nbsp;</em><em>out</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sialan</em>, makiku. <em>Aku tidak akan kalah</em>.</p><p style="text-align: justify;">Perlombaan memandang ini semakin lama semakin seru. Diperkirakan, aku sudah enam puluh menit memandangnya, dan ia memandangku. Tidak ada yang mau mengalah. Semua ingin menang. Tidak ada yang mau kalah. Namun, pemenang sudah hampir bisa ditentukan. Laki-laki berjaket merah itu semakin gelisah. Ia menggerakkan kaki-kakinya seolah sedang berjalan di tempat. Dan benar saja, tak lama kemudian, laki-laki itu menghampiri motornya yang kebasahan dan helm yang sudah berubah menjadi seperti tempat penampungan air yang kecil, warnanya kecokelatan. Kotor &nbsp;sekali. Kemudian laki-laki itu pergi. Menyerah. Membawa kekalahannya bersama hujan yang membasahi jaketnya, meskipun sudah tidak terlalu lebat.</p><p style="text-align: justify;">Aku menjadi yakin. Kemenanganku ini adalah bukti bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan alam, sekalipun manusia yang menciptakan alat-alat modern antikematian atau antikemalangan atau anti-anti lainnya. Akan tetapi, aku tidak yakin. Apakah aku termasuk bagian dari alam itu, karena aku tidak hidup. Aku dingin. Menjadi semakin dingin ketika malam makin menjadi.</p><p align="center" style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">Selepas terjadinya hal yang saling tantang-menantang itu situasi kembali lengang. Sudah saatnya kami tidur karena langit mulai gelap dan muncul benda langit berbentuk bulat yang menerangi kami&mdash;selain cahaya lampu.</p><p style="text-align: justify;">Langit masih gelap, tetapi kami terpaksa bangun dari tidur dibarengi dengan rasa sakit yang ada di badan kami. Entah sejak kapan, tubuhku dan dua pohon di sebelahku ini terpasang angka 1, 2 dan 3. Pohon di sebelah kananku terpampang angka satu&nbsp;yang diaplikasikan bersama papan kayu tipis, kemudian dipaku. Sedangkan pohon satunya, yang di sebelah kiriku, terpasang angka tiga yang diaplikasikan bersama papan kayu tipis pula. Bedanya, ia menggunakan tali kawat dan mengikatnya erat-erat pada pohon tersebut. Lalu aku, ada angka dua<em>&nbsp;</em>menempel di wajahku. Aku mengetahuinya setelah aku melepas poster angka dua&nbsp;ini. Anehnya, pada masing-masing angka tersebut terdapat dua manusia yang berbeda. Berbeda nomor, berbeda pula dua manusia yang terpampang.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sialan. &nbsp;Siapa yang melakukan ini pada kita</em>. Tanyaku pada pohon-pohon yang di sebelahku.</p><p style="text-align: justify;"><em>Aku &nbsp;sempat melihat seseorang tadi, setelah dia memaku badanku ini.&nbsp;</em><em>Setelah itu dia ke arah sana.</em> Jawab pohon di sebelah kananku yang kemudian menggerakkan-gerakkan rantingnya.</p><p style="text-align: justify;">Aku melihat ke arah yang diberi. Empat orang mengenakan kemeja yang berbeda warna: dua orang menggunakan warna merah, dua orang lagi menggunakan warna kuning. Di tangannya masih membawa palu; bungkusan plastik hitam yang aku perkirakan adalah paku; tali kawat yang digulung; kertas dan cairan perekat.</p><p style="text-align: justify;"><em>Manusia &nbsp;berandal. Sialan! Tidak bermartabat</em>.</p><p align="right" style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Panji Aswan, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SK Terlambat, KKN 45 Sempat Terhambat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-terlambat-kkn-45-sempat-terhambat/baca </link>
<guid> sk-terlambat-kkn-45-sempat-terhambat </guid>
<pubDate> Mon, 25 Mar 2019 11:10:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tangkapan layar pilihan KKN 45 Unmul 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-terlambat-kkn-45-sempat-terhambat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jbDtx3qnSd.JPG" />
					</figure>
			                <h1>SK Terlambat, KKN 45 Sempat Terhambat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kewajiban yang harus di tempuh mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan. Seperti tahun sebelumnya Unmul mulai mempersiapkan KKN tahun ini. Berbagai evaluasi telah dilakukan sehingga pesiapan KKN angkatan 45 akan lebih siap.</p><p style="text-align: justify;">Namun, bukan tanpa kendala, pengerjaan KKN 45 sempat terhambat karena Surat Keputusan (SK) rektor terlambat turun. Molornya pengerjaan KKN 45 bahkan sampai sebulan, jauh dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Hal ini disampaikan Esti Handayani selaku koordinator KKN 45 kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (14/3).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari bulan satu lalu seharusnya. Tahun lalu kan dari Januari sampai Februari sudah dapat kedudukan. Langsung ke kabupaten/kota untuk FGD lah, diskusilah, supaya KKN-nya sasarannya tepat. Karena SK-nya enggak keluar-keluar, cuma ini dipastikan akan keluar, jadi saya berani jalan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dia menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melaksanakan pertemuan dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perangkat Desa Kalimantan Timur dengan 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Rapat tersebut membahas daerah mana saja yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan KKN.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Esti bahwa tahun ini, pelaksanaan KKN 45 akan berfokus pada pelaksanaan program. &ldquo;Tahun lalu proker kami kan sudah jelas, ke-<em>mapping</em>. Tahun ini adalah fokusnya pelaksanaan program. Jadi nanti berlanjut, apa yang sudah dilakukan oleh anak 2018, hasilnya itu akan menjadi acuan untuk KKN 2019.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Untuk sistem KKN 45 tahun ini masih sama dengan tahun kemarin yakni menggunakan sistem online. Website pendaftaran telah rampung dan akan dibuka 1 April mendatang. Hanya terdapat beberapa penambahan kerja sama dengan pihak ketiga yakni CSR Astra dan Kementrian Desa. Dengan adanya pihak ketiga ini akan membantu pelaksanaan KKN untuk pendanaan dalam melaksanakan program kerja.</p><p style="text-align: justify;">Adapun beberapa pilihan KKN tahun ini adalah KKN Regular, KKN Astra, KKN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), KKN Desa Sosial Mandiri (DSM), KKN Kebangsaan, dan KKN Internasional. Untuk pendaftarannya sendiri akan disesuaikan mulai dari yang paling khusus terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi yang ke Kementerian Pemuda dan Olahraga daftar duluan, kemudian diseleksi, selesai seminggu untuk KKN kebangsaan. Selesai semua baru dibuka KKN Regular. Karena belajar dari tahun kemarin, dibuka sekaligus <em>overload</em> ya. Sekarang kita fokus ke pinggiran,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun syarat mengikuti KKN yaitu telah menempuh 111 SKS. Namun bagi mahasiswa yang mengikuti KKN DSM (bekerja sama dengan menteri sosial) diharuskan memiliki minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3, dan KKN Reguler minimal IPK 2. Untuk pelaksanaan KKN sendiri dijadwalkan berlangsung dari tanggal 1 Juli hingga 20 Agustus mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai rumor jika mahasiswa bisa memilih kelompok KKN sendiri, Esti dengan tegas membantah hal tersebut. Dirinya menjelaskan banyak mahasiswa yang mendatanginya untuk meminta pemindahan kelompok maupun lokasi pelaksanaan KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mau pindah itu harus tunggu semua selesai, baru bisa didiskusikan. Dan itu harus cari pengganti, temanmu mau <em>gak</em> dipindah? Kami juga punya tim dan mempersiapkan lokasi untuk anak-anak yang punya penyakit khusus, tapi hal yg seperti itu perlu validasi seperti cek darah dan sebagainya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Mengenai informasi KKN lebih lanjut Esti menjelaskan segera akan dibuat pertemuan dengan mahasiswa guna menjelaskan sistem pelaksanaan KKN. Selain itu bisa juga mengecek di website LPPM. <strong>(<em>ann/fir/arr/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Tolak Pabrik Semen, Mahasiswa Ricuh dengan Aparat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-pabrik-semen-mahasiswa-ricuh-dengan-aparat/baca </link>
<guid> aksi-tolak-pabrik-semen-mahasiswa-ricuh-dengan-aparat </guid>
<pubDate> Tue, 26 Mar 2019 07:47:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-pabrik-semen-mahasiswa-ricuh-dengan-aparat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xrRdpWQ2ag.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Tolak Pabrik Semen, Mahasiswa Ricuh dengan Aparat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ratusan mahasiswa kemarin siang (25/3) memadati halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) Kaltim, sebelumnya melakukan longmars dari titik kumpul di Museum Samarinda menuju titik aksi. Bertajuk &ldquo;Kaltim Tolak Pabrik Semen&rdquo;, massa aksi berasal dari mahasiswa berbagai daerah di Kaltim. Sebanyak enam tuntutan dilayangkan untuk pemerintah provinisi.</p><p style="text-align: justify;">Kedatangan massa aksi disambut penjagaan ketat oleh aparat kepolisian. Dalam orasi yang dilakukan oleh tiap perwakilan massa, mereka menyerukan tuntutannya. Pertama, menolak pembangunan pabrik semen di Kaltim. Kedua, menolak segala bentuk eksploitasi yang merusak alam. Ketiga, memberikan hak atas tanah untuk mengembangkan ekonomi terbarukan yang ramah lingkungan. Keempat, menolak Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim. Menolak segala bentuk kriminalisasi gerakan rakyat. Mencabut semua Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui saat aksi, Andi Muhammad Akbar Humas aksi mengatakan bahwa AMPK Kaltim dalam aksi itu terdiri dari berbagai organisasi yang berada di Kaltim. Sekitar 54 organisasi hadir dengan perkiraan lima ratus massa. Jika tuntutan yang dibawa tidak dipenuhi, rencananya akan dilakukan aksi lanjutan dengan massa lebih besar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita akan memberikan waktu tujuh hari, kepada pemprov untuk segera mencabut izin pertambangan yang hari ini diberikan di Kutai Timur dan Berau. Ketika hal itu tidak diindahkan, kita akan menurunkan massa aksi lebih banyak lagi. Menandakan Pemprov Kaltim tidak berpihak terhadap rakyat, tapi terhadap investor asing yang merusak kawasan Kaltim,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah cukup lama aksi berlangsung, suasana semakin memanas. Massa menuntut untuk bertemu dengan Gubernur Kaltim, Isran Noor. Mereka mendorong pagar dan berusaha masuk ke dalam kantor. Mahasiswa dan aparat kepolisian terlibat baku hantam. Tak elak situasi menjadi ricuh hingga akhirnya terjadi insiden pelemparan batu dan berbagai benda lainnya ke dalam Kantor Gubernur, korban berjatuhan. Berdasarkan pantauan <em>Sketsa</em>, dua aparat kepolisian harus mendapatkan penagangan khusus akibat terkena lemparan batu. Begitu juga dengan massa aksi, ada yang mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Selama aksi tersebut berjalan, akses lalu lintas ditutup dan dialihkan.</p><p style="text-align: justify;">Aksi ini merupakan respons dari pertemuan Pemprov Kaltim dengan Pemprov Zheijang untuk merencanakan pembangunan pabrik semen di Kutai Timur. Diperkirakan pembangunan pabrik semen ini membutuhkan biaya sebesar Rp14 triliun dengan 1.000 tenaga kerja, diperkirakan kapasitas produksi dapat mencapai 8 ton/tahun. Selain itu, perencanaan yang sama akan dilakukan di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Gubernur Soal Penolakan</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara, di dalam Kantor Gubernur Kaltim, Isran Noor memberikan tanggapannya terkait penolakan yang dilakukan oleh massa aksi. Menurutnya, apa yang dilakukan sudah sesuai dengan permintaan massa aksi. &ldquo;Enggak apa-apa, di dengarkan aja. Bagus aja itu. Minta didengarkan gubernur, saya sudah dengarkan dari tadi di atas,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya realisasi pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat. Terkait kawasan karst yang menjadi persoalan, Isran menilai pembangunan tidak dilakukan di kawasan karst. &ldquo;Mereka banyak yang enggak paham, itu bukan karst. Kalau karst itu di Sandaran, kalau yang itu (tempat yang direncanakan) itu enggak,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Panjang Gugatan Menanti Inkrah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-gugatan-menanti-inkrah/baca </link>
<guid> jalan-panjang-gugatan-menanti-inkrah </guid>
<pubDate> Tue, 26 Mar 2019 12:18:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tampak depan gedung rektorat Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-gugatan-menanti-inkrah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IxZ4p4KUIi.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Panjang Gugatan Menanti Inkrah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&mdash; &nbsp;</strong>Setelah proses gugatan Asnar dinyatakan diterima, tim pengacara Unmul mengajukan banding kepada Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda. Kemudian diproses lebih lanjut dan hingga kini proses tersebut masih belum diputuskan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Pusat. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gugatan-asnar-dikabulkan-muhdar-kita-ajukan-banding/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gugatan-asnar-dikabulkan-muhdar-kita-ajukan-banding/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;">Koordinator Tim Pengacara Unmul Muhammad Muhdar, mengatakan saat telah mengajukan banding status rektor masih tetap. Sembari menunggu keputusan sidang dari PT-TUN Pusat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk status rektor saat ini masih dianggap sebagai rektor, karena masih proses banding dan belum ada putusan inkrah, jadi tidak mengganggu jabatan rektor,&quot; jelasnya via telepon.</p><p style="text-align: justify;">Muhdar juga menambahkan, yang tergugat adalah Masjaya dengan status ketua senat bukan sebagai rektor. Tak hanya Masjaya, ada 85 anggota senat lainnya termasuk Muhdar yang digugat oleh Asnar.</p><p style="text-align: justify;">Muhdar menuturkan Masjaya selaku rektor masih sah dalam melantik dan mengesahkan lembaga kemahasiswaan seperti yang dilakukan pada 27 Februari lalu. Di mana Masjaya melantik pengurus baru unit kegiatan mahasiswa (UKM). Alasannya karena pihak Tim Pengacara Unmul telah mengajukan banding, dan membuat status jabatan rektor masih aman.</p><p style="text-align: justify;">Senada, pengamat hukum Unmul, Herdiansyah Hamzah mengatakan dari sisi hukum status Masjaya sebagai rektor juga masih sah, walaupun terbelit dengan kasus hukum. &quot;Sebelum ada putusan inkrah, statusnya masih (sebagai) rektor,&rdquo; ujar Castro&mdash;sapaan akrabnya, dalam pesan Whatsapp pada Kamis (14/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa proses pengadilan masih cukup panjang. &ldquo;Kalaupun sudah diputus di PT-TUN, masih ada upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>cin/rth/hlm</em></strong><strong><em>/adl</em></strong><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Keputusan Akhir Nasib MJ </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-keputusan-akhir-nasib-mj/baca </link>
<guid> menanti-keputusan-akhir-nasib-mj </guid>
<pubDate> Wed, 27 Mar 2019 11:19:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Postingan pernyataan sikap BEM Faperta Unmul terhadap Dekan Faperta. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-keputusan-akhir-nasib-mj/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3SAXqevNF6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Keputusan Akhir Nasib MJ</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kasus meme Fakultas Pertanian (Faperta) yang menerpa MJ masih bergulir, hingga menarik simpati dari alumni BEM Faperta dengan memberi dukungan tertulis. Dijanjikan akan selesai dalam waktu seminggu saat audiensi (14/3) lalu, hingga kini status MJ serta pelantikan BEM dan DPM nyatanya tak mampu ditepati. (<em>Baca sebelumnya,&nbsp;</em></span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancaman-sanksi-mj-pemotongan-sks-hingga-drop-out/baca)" style="text-align: inherit;"><em>https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancaman-sanksi-mj-pemotongan-sks-hingga-drop-out/baca</em>)</a></p><p style="text-align: justify;">Dinilai telah melanggar janji, BEM Faperta merilis pernyataan sikap di akun Instagram BEM Faperta. BEM Faperta menyatakan dekan telah gagal menepati janjinya dan membuat permasalahan semakin berlarut-larut dengan melempar tanggung jawab ke Wakil Dekan &nbsp;III Achmad Zaini. Sedangkan diketahui bahwa saat ini Zaini tengah menjalankan ibadah umrah dan diperkirakan kembali pada 8 April mendatang. BEM Faperta juga mempertanyakan, apakah hasil audiensi kemarin hanyalah kebohongan belaka.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancara via pesan daring pada Senin (25/3) lalu, Hanif memaparkan langkah apa saja yang akan dilakukan agar masalah ini terselesaikan. Pertama, membuat propaganda media karena mahasiswa Faperta sendiri masih belum memahami secara keseluruhan terkait masalah ini. Seperti menyebarkan klarifikasi meme, kronologi permasalahan, dan opini publik. Kedua, membuat mimbar bebas dan petisi offline untuk mahasiswa Faperta. Mimbar bebas sendiri telah dilaksanakan pada Selasa (26/3) di Halaman parkir Faperta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mentok masih belum bisa, kita akan adakan aksi lagi dengan massa yang lebih besar dari sebelumnya,&rdquo;papar Hanif.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, MJ mengaku terganggu dengan terhambatnya penyelesaian kasus ini. &quot;Pastinya (terganggu),&quot; tulisnya melalui pesan <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengatakan sejauh ini akan terus mengomunikasikan hal ini dengan Zaini dengan menunggu kepulangannya dari ibadah umrah.<strong><em>&nbsp;(ann/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MU-EPT, Solusi Mudahkan Kelulusan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/mu-ept-solusi-mudahkan-kelulusan/baca </link>
<guid> mu-ept-solusi-mudahkan-kelulusan </guid>
<pubDate> Thu, 28 Mar 2019 11:16:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegiatan Mulawarman University English Proficiency Test (MU-EPT). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/mu-ept-solusi-mudahkan-kelulusan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HTjPnXsqH8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MU-EPT, Solusi Mudahkan Kelulusan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang tergabung dalam <em>English Student Association</em> (ESA), menggandeng Unit Pelaksana Tugas (UPT) Balai Bahasa Unmul untuk melaksanakan kegiatan <em>Mulawarman University English Proficiency Test</em> (MU-EPT). Bertempat di Gedung Pusat Penelitian Hutan Tropis (Pusrehut) pada 23 hingga 24 Maret.</span></p><p style="text-align: justify;">Fitri Luthfianti selaku ketua panitia menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan. Namun, pada tahun ini berganti nama, yang sebelumnya ESA TOEFL. Pelaksanaan hari pertama, berlangsung penyampaian materi yang terbagi atas tiga sesi, yaitu <em>grammar</em>, <em>listening</em>, dan <em>reading</em>. Dipandu oleh Runai Maharani Aulia Rahman selaku moderator.</p><p style="text-align: justify;">Sesi <em>grammar</em> disampaikan oleh Aridah, kiatnya adalah pahami dulu dari paling sedikit 15 aspek dari <em>grammar</em>. Kemudian dalam mengerjakan pahami pola kalimatnya. Setelah materi selesai, peserta diberi beberapa soal latihan <em>grammar</em>. Sisi pertama selesai, peserta diajak untuk penyegaran dengan <em>ice breaking</em>, rasa ceria mulai tergurat di wajah para peserta. Mereka siap menerima materi selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sesi <em>listening</em> disampaikan oleh Puji Astuti Amalia. Dalam <em>listening</em>, ada tiga tipe soal dalam tes, yatiu <em>short conversation</em>, yang terdiri dari dua orang, lalu <em>respond and question&nbsp;</em>ini mencari tanggapan dari lawan bicara. Kemudian <em>long conversation</em>, biasanya terdiri dari dua orang, namun yang membedakan adalah percakapanya bisa menjadi satu paragraf.</p><p style="text-align: justify;">Sesi terakhir adalah <em>reading</em> yang dibawakan oleh Phil Maria T. Ping, dalam mengerjakan soal <em>reading</em> ada beberapa cara yang bisa mengefisien waktu. Misalnya, baca terlebih dahulu soalnya sebelum teksnya, agar lebih mudah mencari jawaban, berhati-hati dengan kalimat yang diulang karena bisa sebagai pengecoh.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kegiatan ini bisa menjadi wadah agar mahasiswa tahu mengenai MU-EPT ini apa. Sama seperti yang dikatakan salah satu <em>speaker</em> yakni masih minimnya sosialisasi, kegiatan ini jadi bersamaan dengan sosialisasi,&rdquo; ucap Fitri.</p><p style="text-align: justify;">Dia juga menambahkan, pelaksanaan MU-EPT sendiri berangkat dari banyaknya mahasiswa Unmul yang tidak lulus tes TOEFL, yang jadi salah satu syarat kelulusan. Kemudian dibuat satu terobosan dengan membuat tes dengan menurunkan tingkat kesulitannya. Tes ini mulai diwajibkan pada angkatan 2016, untuk angkatan setelahnya bisa memilih TOEFL atau MU-EPT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk kegiatan di hari kedua, yaitu tes mengenai MU-EPT, dilaksanakan di Balai Bahasa di kampus Fakultas Ilmu Budaya, Jalan Pulau Flores,&quot; terangnya. <strong><em>(bip/rst/mer/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tantangan bagi Ekosistem Perfilman Indonesia di Masa Depan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tantangan-bagi-ekosistem-perfilman-indonesia-di-masa-depan/baca </link>
<guid> tantangan-bagi-ekosistem-perfilman-indonesia-di-masa-depan </guid>
<pubDate> Sat, 30 Mar 2019 12:46:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi ruang sinema. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tantangan-bagi-ekosistem-perfilman-indonesia-di-masa-depan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yx8IdJyq0i.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tantangan bagi Ekosistem Perfilman Indonesia di Masa Depan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hari Film Nasional yang diperingati 30 Maret tiap tahunnya merupakan perayaan lahirnya industri perfilman Indonesia. Tepat 69 tahun yang lalu, <em>Darah dan Doa (1950)&nbsp;</em>yang disutradarai oleh Usmar Ismail ditayangkan perdana. Kriya yang diproduksi Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) tersebut dijadikan sebagai tonggak berdirinya perfilman yang mempunyai ciri khas Indonesia. Meski film tersebut bukanlah yang pertama ada di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita menilik lebih jauh lagi, film pertama yang diproduksi di Indonesia adalah <em>Loetoeng Kasaroeng</em> yang diproduksi pada tahun 1926. Film yang disutradarai L. Heuveldorp pada masa pemerintahan Hindia Belanda tersebut merupakan adaptasi dari folklor Sunda. Sejak saat itu juga, perfilman Indonesia tak lepas dari pasang surut. Terlebih lagi, masalah yang menghantui perfilman Indonesia tidak jauh-jauh dari penonton, ketersediaan film, kalah saing dengan film-film produksi mancanegara, serta minimnya alternatif dalam menikmati film bagi penonton.</p><p style="text-align: justify;">Lihat saja pada gerai-gerai bioskop di seluruh Indonesia. Walaupun dalam beberapa tahun terakhir film-film Indonesia menunjukkan geliatnya dan mampu menarik jutaan penonton, namun tidak semuanya bernasib untung. Berdasarkan data penonton 2019 yang dilansir oleh <em>filmindonesia.or.id</em>, baru empat film saja dari 15 film Indonesia teratas yang mampu meraih lebih dari sejuta penonton. Yang paling banyak adalah <em>Dilan 1991</em> dengan perolehan sebanyak 5.250.661 penonton.</p><p style="text-align: justify;">Sekilas memang terlihat fantastis bagi yang awam, namun jumlah penonton dari tahun ke tahun juga berfluktuasi. Misalkan pada tahun 2016, <em>Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! part 1</em> (yang juga menjadi film Indonesia yang paling banyak ditonton untuk saat ini) ditonton oleh 6.858.616 orang menjadi film paling laris pada tahun tersebut. Namun, <em>Pengabdi Setan</em> yang meraih posisi tersebut pada 2017 hanya mampu menarik sebanyak 4.206.103 penonton. Pada tahun 2018, <em>Dilan 1990</em> meraih 6.315.664 penonton.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dalam data yang dikumpulkan <em>filmindonesia.or.id</em>, jumlah persebaran bioskop di seluruh Indonesia adalah sebanyak 263 dengan 1412 layar (terhitung sejak Desember 2017). Bioskop tersebut tersebar di 58 kota dan 21 kabupaten. Akan tetapi, 70 persen dari bioskop yang ada berpusat di Pulau Jawa, terutama di kota-kota besar. Tentu saja ini memengaruhi akses film bagi masyarakat, sehingga jumlah penonton film-film Indonesia yang dijabarkan secara permukaan sebelumnya, terlihat timpang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada di Indonesia. Padahal pemerintah seharusnya merealisasikan apa yang dituangkan dalam Undang-undang No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman sebagai wujud dari terjaminnya tumbuh kembang dan mutu perfilman Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi daya tariknya bagi penonton masih kalah jika dibandingkan dengan film-film asing. Ini terbukti dengan jam tayang film-film luar yang lebih sering muncul dibandingkan keluaran lokal. Sebabnya bukan karena kualitas film Indonesia melulu, tetapi hal ini juga dipengaruhi oleh minat serta segmentasi pasar penonton. Fenomena ini menimbulkan adanya semacam persepsi bahwa selera penonton Indonesia tidak mungkin diubah ataupun dibentuk.</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya sineas perfilman juga mampu menciptakan peluang dan memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia untuk mengembangkan baik selera maupun pengetahuannya di bidang perfilman. Genre film yang mendominasi perfilman Indonesia selama ini adalah komedi, romansa percintaan, horor, dan religi. Sedangkan untuk film aksi laga hanya hitungan jari, walaupun <em>The Raid</em> yang tayang perdana pada 2012 menunjukkan potensi genre tersebut yang cukup menjanjikan.</p><p style="text-align: justify;">Melihat tren tersebut, kita tahu bahwa perlu adanya usaha untuk menumbuhkan budaya menonton agar industri perfilman Indonesia tetap lestari tanpa sepenuhnya bergantung pada bioskop konvensional. Salah satunya adalah dengan dengan menawarkan ruang alternatif menonton, seperti festival film dan komunitas-komunitas film. Walaupun skalanya jelas lebih kecil, akan tetapi ruang alternatif jelas sangat membantu bagi sineas yang ingin menayangkan karyanya namun belum memiliki &ldquo;nama&rdquo; dan tidak punya kesempatan tayang di bioskop komersial. Contoh nyata dari ruang alternatif di Indonesia adalah <em>Kinosaurus</em>, salah satu bioskop alternatif yang berlokasi di Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Kita pun pada akhirnya sampai pada satu pertanyaan: mampukah industri perfilman negara ini mempertahankan eksistensinya dalam lima tahun ke depan dengan tren yang sekarang berlangsung? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak. &ldquo;Iya&rdquo; karena sineas Indonesia tidak kenal dengan kata jera. Terlepas dari kualitas film yang dibuat, banyak sineas yang tetap menghasilkan karya walaupun produksi mereka yang sebelumnya terkadang bukan menghasilkan laba, tetapi rugi. Akan tetapi, jawabannya akan menjadi &ldquo;tidak&rdquo; apabila pemerintah, sineas, dan penonton abai terhadap permasalahan yang ada tanpa memberikan kesempatan untuk ruang alternatif.</p><p style="text-align: justify;">Perfilman Indonesia penting untuk dilestarikan karena film yang dihasilkan bukan hanya merupakan manifesto kultural yang didasari kondisi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pertukaran gagasan serta nilai-nilai yang kondusif.&nbsp;</p><p><strong><em>Ditulis oleh Putera Tiya Ilahi, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 2015</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melangkahi Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/melangkahi-waktu/baca </link>
<guid> melangkahi-waktu </guid>
<pubDate> Sat, 30 Mar 2019 13:02:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah cerpen berjudul "Melangkahi Waktu", yang ditulis oleh Devi Savitri, Mahasiswi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya 2017 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/melangkahi-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T1Qh05sqnl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melangkahi Waktu</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Enam tahun terakhir dilalui Karina dengan rasa rindu yang mendalam. Meskipun tidak lagi menyakitkan seperti saat tahu Deon pergi meninggalkannya dan seluruh dunia. Sekuat apapun usahanya untuk melupakan, tetap saja hati kecilnya tak mudah untuk merelakan.</p><p style="text-align: justify;">Karina teringat bagaimana Deon muncul di hadapannya secara tiba-tiba. Dengan tampang polos dan logat Kutai yang masih jelas melekat saat Deon menuturkan kata, membuatnya menahan tawa ketika Deon bertanya di mana arah ruang dosen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu bukan asli Samarinda ya?&rdquo; tanya Karina sambil melempar senyum manisnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, aku dari Bengalon.&rdquo; Dengan malu ia membalas senyum Karina.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh, masih satu pulau. Syukurlah jodohku nggak jauh,&rdquo; Goda Karina sambil pergi berlalu setelah mengantar Deon ke ruang dosen.</p><p style="text-align: justify;">Sejak saat itu Deon selalu mendapati nasib bertemu Karina dengan tidak sengaja. Karina pun selalu senang bertemu dengan Deon, senang menggodanya. Alhasil keadaan seperti itu membuat hati Deon luluh. Ia menyukai Karina. Tentu saja tidak bertepuk sebelah tangan, karena Karina pun memiliki rasa yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Suatu malam, pada masa kuliah memasuki semester lima, Deon memberanikan diri mengajak Karina jalan-jalan. Kala itu, di Tepian Mahakam masih terlihat remang. Hanya cahaya dari lampu-lampu rumah di seberang sungai yang menjadi penerang. Mereka memandangi permukaan sungai yang menjelma laut&mdash;begitu luas, tetapi sejatinya tetaplah sungai. Sesekali perahu bermesin melintas, memperdengarkan bising mesinnya dan deburan ombak yang menghantam dinding pembatas sungai.</p><p style="text-align: justify;">Banyak kisah yang mengambang, merasuki kepala, dan menjadi kenangan di malam itu. Segala perasaan pun tercurah. Segalanya. Segala penantian Karina dan segala rasa cinta yang tertumpuk di dalam dada Deon terbayar sudah. Malam itu di akhiri dengan gerimis pertama bulan Desember. Semakin deras, semakin hangat pula.</p><p style="text-align: justify;">Di lain waktu, sesekali Karina mampir ke kos-kosan Deon pada Minggu pagi, mengantarkan beberapa lauk untuk sarapan. Selepas sarapan mereka akan pergi ke teras, mengobrol tentang apapun. Tiba-tiba Karina mendengus sedikit kesal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa kamu ngekos di sini sih? Kenapa enggak pindah? Biar kalau aku mau ketemu jadi enggak harus mutar lewat jembatan Mahakam. Coba aja jembatan Mahkota <em>tu</em> cepet jadi, pasti enggak perlu jauh-jauh mutar kan? Kamu juga jadi enak kalau mau ke rumahku, atau antar jemput.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tenang-tenang. Kemarin pas aku pulang ke Bengalon, teman Bapakku nawarin<em>&nbsp;</em>aku kerjaan buat pembangunan jembatan Mahkota. Tapi aku ngambil habis wisuda nanti. Jadi bisa lebih dekat kan? Pokoknya itu jembatan bakal cepet jadi <em>pang</em>&nbsp; kalau aku yang bikin,&rdquo; Deon mengelus kepala pacarnya itu.</p><p style="text-align: justify;">Waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa hari wisuda telah tiba di depan mata. Hari itu Deon memutuskan untuk melamar Karina. Segala sesuatunya semakin terasa indah bagi mereka. Saat itu di bawah rindangnya pohon, di tempat yang sama saat pertama kali mereka meluapkan rasa cinta. Di sanalah Deon mengatakan kalimat terindah yang kesekian kalinya kepada Karina.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karina, namamu sangat indah. Tahukah kamu bahwa nama itu merupakan salah satu nama rasi bintang yang paling terang di angkasa? Dan kemudian rasi bintang itu terwujudkan di depan mataku saat ini. Aku ingin menjaganya seperti Tuhan yang menjaga agar bintang itu tetap terang. Besok aku akan datang ke rumah, melamarmu. Tapi tidak perlu terburu-buru. Tunggu sampai aku punya cukup biaya untuk menghidupimu. Barulah aku meminangmu.&rdquo; Deon mengecup kening Karina dengan khidmat.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian datanglah petaka itu pada tahun ketiga setelah Deon melamar Karina. Tidak ada yang bisa menduga dan tidak ada yang tahu kapan Tuhan mencabut daun kehidupan manusia. Tepat di hari Jumat pagi Deon meninggal dunia.</p><p style="text-align: justify;">Deon ingin memastikan kerangka jembatan tersebut sudah terpasang dengan kuat. Tidak ada satupun yang terlupa, dari tali pengaman yang sudah terikat mantap di tubuhnya, helm pengaman yang kuat melindungi kepalanya, sampai do&rsquo;a yang terus diucapnya di dalam hati. Sayang, semua itu tetap menjatuhkannya. Seharusnya tali pengaman itu tetap menyelamatkannya, kalau saja tidak terputus tiba-tiba. Helm yang kuat itu pecah membentur beton penyangga jembatan. Tubuhnya terpelanting hingga tercebur ke sungai.</p><p style="text-align: justify;">Dua jam setelahnya barulah tubuh itu ditemukan, sudah tanpa nyawa. Kabar duka itu pun segera terdengar di telinga Karina. Seminggu, sebulan, setahun, berlalu dengan tangisan Karina di setiap malamnya.</p><p style="text-align: justify;">Enam tahun berlalu begitu saja. Sejak sore Karina sudah duduk di Tepian Mahakam. Memandangi lampu-lampu yang kini sudah menerangi setiap ranting pohon yang dulu tidak dapat dilihatnya bersama Deon. Semakin larut semakin ramai pula orang yang berdatangan. Hanya untuk sekadar <em>ngumpul</em> sembari menikmati kopi hitam, kentang goreng, maupun menghamburkan asap rokok bersama kawan. Padahal dulu, tempat itu rasanya hanya milik mereka berdua.</p><p style="text-align: justify;">Karina merasa suntuk, dengan susah payah ia melalui gerombolan manusia serta kios-kios yang memadati Tepian Mahakam. Kini ia sudah berada di atas motornya. Karina melintasi malam yang sepi, menuju tempat terakhir yang sangat ingin ia kunjungi setelah bertahun-tahun ia benci.</p><p style="text-align: justify;">Semilir angin mengibaskan anak rambut Karina. Ia memutuskan berjalan kaki setelah sampai di tempat itu. Dinikmatinya setiap bisikan yang dibawa oleh angin. Matanya menyapu seluruh bagian dari tempat itu, lalu ia melihat ke bawah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sanakah kau terjatuh waktu itu?&rdquo; ucapnya lirih. Setetes air mata melintas di pipinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Andaikan jembatan ini rampung sejak dulu, coba saja waktu itu ku paksa agar kau pindah kos-kosan. Kita pasti akan lebih sering bertemu. Lebih sering memandang. Tapi kau selalu bilang &lsquo;Aku tidak harus menunduk lalu mendongak untuk memandangmu di seberang. Aku tidak harus. Mata kita bisa selalu bertemu setiap saat&rsquo;. Bagaimana mungkin mata kita bertemu tetapi raga kita di pisahkan oleh laut kecil ini. Andai saja kau masih di sini, aku tidak akan menghabiskan waktu di atas jembatan ini sendirian.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bahu Karina mulai mengguncang. Air matanya kini menyatu dengan air Mahakam. Ditumpahkannya kembali segala kesedihan yang sempat ia simpan. Diingatnya lagi sosok Deon yang selalu membayangi kehidupannya.</p><p style="text-align: justify;">Malam ini menjadi malam Karina bangkit kembali. Ia bertekad untuk merelakan kepergian Deon kali ini. Sudah cukup baginya meratapi hidup dengan kesedihan selama bertahun-tahun. Deon tidak akan pernah dilupakannya, tapi kini ia merelakannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terimakasih Deon. Kini kota Samarinda sudah tidak seperti dulu. Kota ini telah berkembang dengan indah. Samarinda sangat indah, Deon. Tapi bersamamu dan Samarinda yang dulu, lebih terasa tentram, aku lebih hidup. Kini aku merelakanmu. Aku juga harus seperti Kota ini, maju dan terus maju, tanpa melupakan adat istiadatnya. Selamat tinggal Deon, kini kau bisa tenang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh <span>Devi Savitri, Mahasiswi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya 2017.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Mengelak, Dosen FEB Terbukti Terlibat Kampanye </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-mengelak-dosen-feb-terbukti-terlibat-kampanye/baca </link>
<guid> sempat-mengelak-dosen-feb-terbukti-terlibat-kampanye </guid>
<pubDate> Sun, 31 Mar 2019 12:33:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> MI, salah satu Dosen FEB Unmul terbukti terlibat dalam kampanye salah seorang caleg. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-mengelak-dosen-feb-terbukti-terlibat-kampanye/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CidXHGlToY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Mengelak, Dosen FEB Terbukti Terlibat Kampanye</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Mendekati waktu pemilihan umum (Pemilu), nampaknya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus bekerja lebih keras memantau jalannya pesta demokrasi. Baru-baru ini, Bawaslu Samarinda menyatakan MI, salah satu dosen FEB yang berstatus ASN terbukti terlibat kampanye. Kasus ini telah direkomendasikan untuk dilakukan proses lebih lanjut oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).</p><p style="text-align: justify;"><em>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterlibatan-asn-dalam-kampanye/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterlibatan-asn-dalam-kampanye/baca</a>)</em></p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> sempat menemui MI, pada (21/3) lalu. MI mengelak jika disebut berkampanye atau terlibat tindakan politik. Ia mengatakan saat itu ia diundang sebagai pemateri untuk mengisi kegiatan bimbingan teknis terkait penyampaian laporan perolehan suara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya tidak gila, sampai harus melanggar larangan yang sudah jelas,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">MI disebut telah melanggar aturan ASN. Salah satunya yang tertulis dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pengawai Negeri Sipil. Dalam Pasal 4 Ayat 12, disebutkan bahwa setiap PNS dilarang ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain; dan/atau sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasilitas negara.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 ASN tidak boleh berpihak dari segala pengaruh manapun, atau kepentingan manapun.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari media Koran Kaltim, Komisioner Bawaslu Samarinda Kordiv Hukum, Data dan Informasi, Daini Rahmat, mengatakan bahwa keputusan Bawaslu atas dasar pengkajian fakta yang dimiliki.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pengambilan keputusan yang kita lakukan berdasarkan bukti yang diambil pengawas kecamatan dan kelurahan di lokasi kegiatan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Abdul Muin Ketua Bawaslu Samarinda juga turut memberikan keterangan. &quot;Sudah diproses,&quot; jawabnya sore (1/3) ini.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Iskandar Zulkarnain, Alumni FEB Unmul Dewan Pertimbangan kepada visoner.id Kaltim, Kamis 14 Maret lalu mengatakan, sebagai tenaga pendidik seharusnya MI sadar bahwa dosen adalah contoh bagi mahasiswa dan sudah seharusnya mematuhi aturan yang ada. Jika memang terbukti, berdasarkan UU No. 7 Tahun 2017 tentang pemilu pasal 494 bahwa setiap ASN yang melanggar pasal 280 (larangan keikutsertaan kampanye) maka akan dikenakan pidana kurungan selama 1 tahun dengan denda 12 juta rupiah bahkan MI juga terancam diturunkan dari jabatannya hingga diberhentikan sesuai dengan ketentuan UU No. 5 Tahun 2014.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diharapkan agar pihak Bawaslu dan pihak yang berwenang lainnya dapat menindak tegas kasus yang telah mencoreng nama baik institusi pendidikan ini dengan menegakkan aturan sebagaimana mestinya dan tetap menjaga penanganan kasus ini agar tetap independen dan tidak diintervensi oleh pihak manapun,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Herdiansyah Hamzah selaku pengamat hukum Unmul menilai kampus dapat melakukan pemeriksaan melalui komisi etik terhadap MI, sembari menanti rekomendasi sanksi dari KASN. Terlebih masih ada EI yang diduga terlibat kampanye.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, pemeriksaan melalui komisi etik ini dapat memberi tiga manfaat. Pertama, sebagai langkah untuk membuktikan bahwa kampus tidak berdiam diri di tengah banyaknya dugaan dukungan capres dan caleg. Kedua, menjadi pintu pembuka untuk menyelidiki kemungkinan keterlibatan civitas academica yang lain. Ketiga, memberikan efek terapi bagi yang lain, agar tidak melakukan hal yang sama.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terakhir, pasca terbitnya rekomendasi KASN nanti, rektor sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), mesti bersungguh-sungguh menjalankan rekomendasi sanksi tersebut secara konsisten dan dalam tempo yang sesingkat mungkin.&quot;&nbsp;<strong><em>(adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Ada Tak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tak-ada-tak/baca </link>
<guid> tak-ada-tak </guid>
<pubDate> Sun, 31 Mar 2019 12:47:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi jabatan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tak-ada-tak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OsTVILcU2k.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Ada Tak</h1>
			              </header>
			              <p>tak</p><p>tak ada</p><p>tak ada pang</p><p>tak ada tambang</p><p>tak ada hujan utang</p><p>tak ada jual-beli jabatan</p><p>tak ada infrastruktur jalang</p><p>tak ada sabu seribu kilogram</p><p>tak ada rakyat dibungkam</p><p>tak ada laci isi milyaran</p><p>tak ada hari suram</p><p>tak ada malang</p><p>tak ada pang</p><p>tak ada</p><p>tak</p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Amin Firdaus, mahasiswa Budi Daya Perairan, FPIK 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BPU Unmul Buka Layanan Foto Studio </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/bpu-unmul-buka-layanan-foto-studio/baca </link>
<guid> bpu-unmul-buka-layanan-foto-studio </guid>
<pubDate> Tue, 02 Apr 2019 12:17:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BPU Unmul kembali lebarkan sayap usahanya lewat bidang fotograpi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/bpu-unmul-buka-layanan-foto-studio/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HKYqcvtxIh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BPU Unmul Buka Layanan Foto Studio</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Mulawarman, kembali lebarkan sayap usahanya di bidang fotografi yaitu Studio Foto Universitas Mulawarman yang bermitra dengan Rajawali Foto. Bertempat di Jalan Kuaro, Gunung Kelua, samping Perpustakaan Unmul.&nbsp;</span><span><br></span><span><br></span><span>Hadi selaku pihak mitra, menceritakan hadirnya studio foto ini karena melihat peluang kerja sama dengan Unmul. Bentuk kerja sama pertama kali BPU Unmul dengan Rajawali Foto adalah pembuatan pas foto ijazah dan kelengkapan administrasi lainnya sebagai sarana penunjang kelulusan mahasiswa. Dengan standar hasil yang sudah terverifikasi oleh bidang akademik rektorat. Usaha ini dibuka awal Maret lalu.</span><span><br></span><span><br></span><span>Harga yang tawarkan dalam paket &ldquo;pas foto ijazah&rdquo; yaitu Rp100 ribu, termasuk, foto warna ukuran 3x4 sebanyak 8 lembar, dan 4x6 sebanyak 4 lembar, lalu foto hitam putih ukuran 3x4 sebanyak 8 lembar, 4x6 sebanyak 4 lembar, semua sudah termasuk <em>CD file</em>.&nbsp;</span><span><br></span><span><br></span><span>Hadirnya studio foto ini diharapkan dapat memudahkan mahasiswa yang sedang sibuk mengurus berkas kelulusan, agar tidak bingung dan jauh-jauh mencari studio foto.&nbsp;</span><span>Sebab Unmul kini sudah mulai <em>go public</em> dan memiliki <em>brand</em> sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hadi menambahkan, sebagai alumni, ia tergerak untuk berkerjasama dengan konsep bagi hasil. Hal ini tentunya dapat menjadi pemasukan Unmul secara resmi.</span><span><br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau alumni bisa berkarya dengan baik, <em>ngapain</em> harus orang lain,&quot; pungkasnya. <strong><em>(bip/mer/els)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Intervensi, Bukti Kebebasan Pers Masih Terbelenggu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/intervensi-bukti-kebebasan-pers-masih-terbelenggu/baca </link>
<guid> intervensi-bukti-kebebasan-pers-masih-terbelenggu </guid>
<pubDate> Wed, 03 Apr 2019 11:36:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SK Rektor USU terkait pemecatan Pers Suara USU. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/intervensi-bukti-kebebasan-pers-masih-terbelenggu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m34yiBWJRr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Intervensi, Bukti Kebebasan Pers Masih Terbelenggu</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Kebebasan pers di negara demokrasi sekelas Indonesia ternyata masih kerap bias. Tentu saja hal ini berkaitan dengan salah satu pers mahasiswa yang berada di Medan, Universitas Sumatera Utara (USU). Salah satu persma di sana yakni Suara USU hingga kini masih bersitegang dengan pihak rektorat karena beberapa alasan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini bermula sejak cerita pendek (cerpen) diterbitkan di website <em>suarausu.co</em>. Cerpen yang berjudul &ldquo;Ketika Semua Orang Menolak Diriku di Dekatnya&rdquo; ini adalah buah karya dari Yael Sinaga, Pimpinan Umum Suara USU. Cerpen tersebut diterbitkan pada 12 Maret dan dipromosikan di media sosial 6 hari setelahnya. Beberapa saat setelah terbitnya cerpen itu, berbagai pihak mulai menunjukkan reaksinya. Termasuk salah satu di antaranya ialah pihak rektorat. Rektor USU, Runtung Sitepu dengan tegas menolak cerpen itu dimuat dan meminta kepada pengurus persma agar ditarik.</p><p style="text-align: justify;">Penolakan akan kehadiran cerpen oleh pihak rektorat disinyalir karena isi dari cerpen mengandung kata tidak senonoh seperti sperma dan dinilai berbau pornografi. Runtung juga beranggapan bahwa cerpen yang ditulis oleh Yael sangat pro terhadap LGBT, dan Runtung sebagai rektor menolak dengan keras hal ini, sebab dapat mencemari nama USU.</p><p style="text-align: justify;">Namun hal ini mendapat penolakan dari pengurus Suara USU selaku penerbit cerpen tersebut. Bagi mereka tuduhan yang dilayangkan rektorat tidak berdasar. Mereka beranggapan bahwa cerpen tersebut merupakan bentuk karya sastra bebas. Menariknya dari peredaran sama saja dengan membatasi kreatifitas dan kebebasan berpikir bagi setiap orang.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Cerpen Dianggap Pro LGBT, Website Suara USU <em>Suspend</em>, Hingga Berujung Pemecatan</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa sangka berawal dari cerpen ternyata bisa memiliki berbagai cabang permasalahan. Pengurus Suara USU yang tak mengindahkan perkataan rektorat, tetap kukuh menerbitkan cerpen tersebut karena dirasa tidak ada yang bermasalah. Namun rektorat juga tak mau menyerah begitu saja, mereka memutuskan untuk men-<em>suspend</em> website resmi <em>suarausu.co</em> agar tidak ada publik yang bisa mengaksesnya.</p><p style="text-align: justify;">Portal resmi yang tidak bisa diakses mengakibatkan kegiatan pemberitaan Suara USU sedikit terganggu. Mereka yang biasa menerbitkan pemberitaan langsung di web harus mengalihkannya ke beberapa media sosial cadangan seperti Facebook dan Instagram untuk mengupdate informasi.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Suara.com,</em> bahwa Humas USU sudah memanggil Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi dari Suara USU guna menanyakan kelanjutan cerpen yang jadi kontroversi. Dalam pemberitaan oleh <em>S</em><em>uara.com</em>, Humas USU mengaku bahwa pihak yang dipanggil tadi bersedia mencabut cerpen tersebut, namun ternyata tidak. Inilah yang menjadi landasan rektorat untuk segera menghentikan sementara kerja portal Suara USU, dan membukanya kembali pada 23 Maret lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kasus yang masih bergulir ini kian memanas tatkala rektorat melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Sumatera Utara Nomor 1319/UN5.1.R/SK/KMS/2019 pada tanggal 25 Maret keluar. SK ini merupakan bentuk perubahan dari SK Rektor No. 1026/UNS.1.R/SK/KMS/2019 tanggal 19 Februari tentang pengangkatan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di USU.</p><p style="text-align: justify;">Melalui SK tersebut, tercantum 18 nama dari pengurus Suara USU yang dipecat. Mulai dari Yael Sinaga selaku pemimpin umum hingga sekretaris, bendahara, redaktur, dan beberapa staf. SK ini membuat perdebatan kian memanas. Hingga memasuki bulan April, rekan-rekan Persma USU dan persma se-Indonesia tak henti-hentinya menggalang aksi solidaritas guna menyatakan dukungan mereka terhadap kesewenang-wenangan rektor dalam bertindak. <br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Intervensi Pihak Rektorat yang Tidak Hanya Sekali</strong></p><p style="text-align: justify;">Cerpen oleh Yael Sinaga ternyata bukanlah awal dari semua permasalahan yang menimpa Persma Suara USU. Nadiah Azri Br Simbolon, Bendahara Suara USU mengaku bahwa pihak rektorat memang berupaya mengintervensi kinerja mereka.</p><p style="text-align: justify;">Juga dilansir dari <em>persma.org</em>, Adinda Zahra Pimpinan Suara USU 2018 mengatakan cerpen ini hanya akal-akalan pihak rektorat untuk membubarkan Suara USU. Adinda juga menambahkan bahwa rektorat secara terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya pada persma ini sejak 2017. Bahkan karena beberapa kasus, pendanaan Suara USU harus di <em>cut&nbsp;</em>dari rektorat. Terhitung sejak dibekukan, Suara USU menjalankan kegiatannya berbekal dari usaha mandiri.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang sama juga dibenarkan oleh Nadiah. Kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>ia menuturkan bahwa Suara USU pada tahun 2018 juga pernah mendapat ancaman pembubaran. &ldquo;Tahun lalu kami dipanggil karena menerbitkan opini tentang akreditasi kampus yang tidak sesuai dengan pembangunan berkelanjutan,&rdquo; ungkap Nadiah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa penulis opini tersebut sempat dipanggil menghadap ke pihak kampus untuk memberikan klarifikasi.</p><p style="text-align: justify;">Seolah tak ada habisnya, beberapa dekan fakultas bahkan telah &lsquo;memulangkan&rsquo; pengurus Persma USU yang tersangkut masalah. Nadiah berujar bahwa beberapa rekannya di persma telah menghadap dekan masing-masing. Pesan dari dekan tentu ingin agar mahasiswa yang tergabung dalam persma kembali belajar dengan baik di fakultas dan tidak perlu lagi kembali ke persma.</p><p style="text-align: justify;">Terhitung Selasa, 2 April sore tadi, pihak Suara USU tak kehabisan tenaga untuk mendesak pihak rektorat agar mencabut SK pemecatan tadi dengan kembali menggelar aksi. Termasuk juga aksi yang dilakukan oleh Solidaritas Mahasiswa Bersuara (Somber) untuk menuntut rektor mencabut SK pemecatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ahahahaha hihihi rektornya takut cerpen,&rdquo; nyanyi massa aksi di depan Sekretariat Suara USU.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Intervensi Tak Hanya Dialami Presma Suara USU</strong></p><p style="text-align: justify;">Tindakan pemecatan sepihak oleh pihak Rektorat USU menambah daftar kasus intervensi dan pembredelan karya terhadap persma. Baru-baru ini <span>Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM</span> mengalami intervensi atas diterbitkannya sebuah berita <span>yang membongkar skandal dugaan kekerasaan seksual dalam pelaksanaan KKN UGM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari <em>news.harianjogja.com</em>, dua awak redaksi Balairung, yakni Citra Maudy, Pemimpin Umum Balairung sekaligus penulis berita berjudul<span>&nbsp;</span></span><em>Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan</em><span>. Sementara rekannya, <span>Thovan Sugandi</span> merupakan editor berita tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Buntut dari penulisan berita tersebut membawa Citra dan Thovan sampai ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Polda DIY meminta keterangan mereka berdua ihwal narasumber, reportase, dan seluk pemberitaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan keterangan dari Citra dan Thovan diperlukan penyidik untuk menyelesaikan kasus ini. Keduanya menjadi saksi setelah Arif Nurcahyo, Kepala Satuan Keamanan dan Keselamatan Kampus (SKKK) UGM, melaporkan dugaan perkosaan selama KKN itu ke Polda DIY pada Desember 2018 lalu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Koordinator Divisi Advokasi AJI Yogyakarta, Tomi Apriando mengungkapkan pemanggilan penulis sebagai saksi di kepolisian bisa menjadi ancaman serius bagi demokrasi di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;">Melalui <a href="http://jogja.tribunnews.com/"></a><em>jogja.tribunnews.com</em>, Tomi mengatakan pemanggilan penulis ke kepolisian tidak dibenarkan, sebab penulis hanya menulis berita berdasarkan informasi yang diterima. Sementara sa<span>ksi merupakan orang yang melihat, mendengar dan mengetahui langsung sebuah peristiwa. Jika kemudian serius ingin menuntaskan kasus maka harus memanggil saksi yang benar-benar tahu langsung dari kasus tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Harusnya itu tidak digunakan karena arahnya ada upaya<span>&nbsp;</span></span>kriminalisasi<span><span>&nbsp;</span>Balairung,&quot; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebanyak 90 organisasi menyatakan sikap menolak kriminalisasi terhadap penulis Persma Balairung Press di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta pada Rabu, 16 Januari lalu. <strong><em>(sut/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menguji Netralitas TNI dan Polri di Pemilu 2019 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menguji-netralitas-tni-dan-polri-di-pemilu-2019/baca </link>
<guid> menguji-netralitas-tni-dan-polri-di-pemilu-2019 </guid>
<pubDate> Thu, 04 Apr 2019 02:01:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menguji Netralitas TNI dan Polri di Pemilu 2019 sebuah opini yang ditulis oleh Muhammad Kholid Syaifullah, Ketua Simpul Advokasi Pemilu (SIAP) Unmul, serta mahasiswa FKIP PPKN UNMUL 2018 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menguji-netralitas-tni-dan-polri-di-pemilu-2019/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QXg3zF6UG7.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menguji Netralitas TNI dan Polri di Pemilu 2019</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Beberapa hari ini beredar informasi yang cukup membuat heboh yang tersebar di WaG (Whatsapp Group) maupun media sosial lainnya, terkait pengakuan dari AKP Sulman yang menuding bahwa Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna telah memerintahkan dirinya untuk memenangkan Jokowi - Maruf Amin dalam kontestasi Pilres 2019 ini.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari benar atau tidaknya pengakuan dari AKP Sulman ini, tentu masyarakat serta pemerintah perlu merespons bahwa hal ini akan menjadi sebuah keresahan dan berimplikasi terhadap rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada insitutusi yang harusnya bersikap netral dalam hal ini adalah kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">Isu bahwa kepolisian tidak netral bukan kali ini saja terjadi. Khususnya masyarakat Kaltim pada 2018 lalu telah melaksanakan pemilihan gubernur juga diterpa isu bahwa kepolisian di lingkungan Polda Kaltim tidak bersikap netral, karena salah satu paslon adalah mantan Kapolda Kaltim. Pun demikian di Jawa Barat dan juga Sumatra Utara di mana salah satu paslon adalah mantan Kapolda Jabar dan juga mantan Pangkostrad sehingga isu netralitas menjadi hangat.</p><p style="text-align: justify;">Menghadapi pemilu 2019 ini, sebenarnya pada tanggal 18 Maret lalu Kapolri telah menerbitkan telegram yang mewajibkan aparat kepolisian untuk menjaga perilaku netralitas di Pemilu 2019 yang memiliki 14 poin. Di mana salah satu poin menyebutkan bahwa anggota Polri dilarang memberikan dukungan politik dan keberpihakan dalam bentuk apapun kepada capres dan cawapres, caleg maupun parpol. Meskipun begitu tetap saja kepolisian terus diterpa isu tidak netral dalam pemilu 2019.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi kejadian-kejadian lainnya yang tersebar di media sosial terkait ketidaknetralan polisi dalam pemilu 2019 ini, di mana ada berita kepolisian membentuk jaringan media yang dituding untuk mendukung pasangan capres dan cawapres 01 meskipun hal ini belum dipastikan kebenarannya, namun hal ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Oleh dari itu, masyarakat perlu untuk terus mengawasi netralitas dari TNI dan Polri agar mereka semua tidak menggunakan jabatan dan kewenangannya untuk memenangkan paslon tertentu. Karena kita mengetahui tugas dan fungsi mereka secara umum adalah mengayomi, melindungi, malayani dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga negara Indonesia. Apalagi dalam situasi pemilu tahun ini di mana banyak sekali kejadian-kejadian yang berpotensi menimbulkan keributan di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Bisa kita bayangkan jika TNI dan Polri bersikap tidak netral, maka harapan kita bersama bahwa Pemilu 2019 akan berjalan damai tentu akan sulit diwujudkan. Karena tentu pihak-pihak yang merasa dicurangi akan melawan dan tidak terima, dan yang paling kita khawatiran nantinya adalah kericuhan yang terjadi akibat dari ketidaknetralan TNI dan Polri.</p><p style="text-align: justify;">Harapan kita bersama adalah TNI dan Polri mampu menunjukkan sikap netral kepada masyarakat dan apabila terbukti ada anggota maupun pejabat dalam lingkungan kepolisian dan TNI yang bersikap tidak netral agar dapat dihukum tegas. Sehingga masyarakat melihat bahwa dua instansi ini serius menunjukkan netralitas yang mereka agungkan. Di setiap kantor kepolisian dan TNI terdapat spanduk bertuliskan &quot;Jangan Ragukan Netralitas Kami&quot;. Semoga kata-kata tersebut tidak hanya menjadi slogan belaka tetapi dapat terimplementasi dengan nyata.</p><p style="text-align: justify;">Cita-cita kita sama yaitu menghadirkan pemilu yang berkualitas, aman dan damai, yang nantinya menghasilkan para pemimpin-pemimpin cerdas dan amanah sehingga harapan negeri ini dapat kita titipkan di pundak-pundak mereka. Maka mari bersama kita kawal dan sukseskan pemilu serentak 2019 ini dengan menggunakan hak pilih secara baik, tak mau dibayar, dan ikut memantau setiap kejadian yang ada di TPS serta tidak menyebarkan berita-berita yang tidak pasti kebenarannya di sosial media.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh <span>Muhammad Kholid Syaifullah, <span>Ketua Simpul Advokasi Pemilu (SIAP) Unmul.</span></span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Advokasi Menagih Janji </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-advokasi-menagih-janji/baca </link>
<guid> langkah-advokasi-menagih-janji </guid>
<pubDate> Thu, 04 Apr 2019 12:30:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi mahasiswa yang melaksanakan demonstrasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-advokasi-menagih-janji/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f7dNe0yhfr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Advokasi Menagih Janji</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;Jika tidak selesai 1 April, demo saya lagi,&quot; ujar Masjaya awal Maret lalu. Ungkapan itu ia sampaikan dalam aksi mahasiswa di depan rektorat. Saat menyampaikan klarifikasinya seputar isu selisih dana Rp35 miliar yang saat itu tengah hangat diperbincangkan, juga terkait penyelesaian kasus plagiarisme.</p><p style="text-align: justify;"><em>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klarifikasi-dan-janji-masjaya/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klarifikasi-dan-janji-masjaya/baca</a>)</em></p><p style="text-align: justify;">Janjinya penyelesaian kasus ini akan diselesaikan dalam satu bulan dan dipublikasikan melalui <em>website</em> Unmul. Kini, bulan telah berganti April. Hingga kini belum ada tanda-tanda publikasi apapun di <em>website</em> Unmul. Hal ini tentunya mengundang tanya, sudah sejauh mana proses penyelesaian masalah ini.</p><p style="text-align: justify;">Rabu (3/3) kemarin, digelar konsolidasi Jaringan Advokasi Mulawarman membahas beberapa aspek. Forum ini menjadi salah satu langkah untuk menagih perkembangan isu-isu yang diadvokasi. Di antaranya <em>follow up</em> pembahasan <em>Islamic Development Bank</em> (IsDB), selisih kas Rp35 miliar, dan plagiarisme dosen FISIP. Selain itu juga mengevaluasi kinerja rektor. Mush&apos;ab Al-Ma&apos;ruf Menteri Kebijakan Kampus mengatakan konsolidasi tersebut menghasilkan kesepakatan eskalasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari kesepakatan membuat ruang diskusi yang terbuka untuk mahasiswa umum untuk momentum penagihan itu,&quot; jelasnya melalui pesan <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya, ruang diskusi tersebut akan dilakukan pekan depan, di mana secara garis besar akan mengevaluasi kinerja rektor. <strong>(<em>adl/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> AMPK Kaltim Tak Gentar Tolak  Pembangunan Pabrik Semen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ampk-kaltim-tak-gentar-tolak-pembangunan-pabrik-semen/baca </link>
<guid> ampk-kaltim-tak-gentar-tolak-pembangunan-pabrik-semen </guid>
<pubDate> Fri, 05 Apr 2019 13:05:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi AMPK tolak pembangunan pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Sangkulirang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ampk-kaltim-tak-gentar-tolak-pembangunan-pabrik-semen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LoLm8wvomK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>AMPK Kaltim Tak Gentar Tolak  Pembangunan Pabrik Semen</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Langkah yang diambil pemerintah dalam membangun pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat terus menuai kontroversi. Terhitung sejak aksi besar-besaran yang dilakukan di halaman kantor gubernur (25/3) lalu. Hingga kini, Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) Kaltim terus menggencarkan berbagai penolakan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya saat Unmul tengah menggelar wisuda 30 Maret lalu di GOR 27 September. Bukan tanpa alasan, memilih waktu wisuda lantaran dihadiri oleh Gubernur Kaltim Isran Noor untuk membawakan orasi ilmiah di hadapan ribuan wisudawan. Aksi yang dilakukan pada pagi hari itu dimulai dengan membentangkan sejumlah spanduk berisikan beberapa tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Berbekal momentum inilah AMPK Kaltim berharap agar suara penolakan mereka dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh gubernur. Namun sayangnya orang nomor satu di Kaltim itu terlebih dahulu meninggalkan tempat usai orasinya dengan penjagaan ketat. Sehingga tidak sempat terjadi dialog seperti yang diharapkan AMPK Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Selain berorasi, AMPK Kaltim turut membagikan selebaran berisikan penolakan dan tuntutan kepada siapa saja yang melintas dengan kalimat &lsquo;Kaltim Tolak Pabrik Semen&rsquo; sebagai judulnya. Andi Muhammad Akbar selaku humas aksi mengau kecewa tak dapat bertemu langsung dengan Isran. &ldquo;Sangat disayangkan, ketika Isran keluar tadi kami tidak diperkenankan untuk berdialog. Kami bahkan dicegat,&rdquo; tutur Akbar menjelaskan kronologis aksi.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa hal ini adalah ini cerminan dari kebijakan-kebijakan yang ada selama ini tidak pernah melalui proses dialog bersama masyarakat. Beredar di media, Hadi Mulyadi Wakil Gubernur Kaltim menyatakan telah mengajak bertemu guna membicarakan terkait penolakan tersebut. Namun Akbar menampik adanya ajakan untuk berdialog.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita punya data, bahwa sejak Desember hingga Februari kami bersurat beberapa kali, namun tidak mendapat tanggapan dari Pemprov Kaltim. Jadi misal ada perkataan mengajak dialog, saya rasa itu tidak benar,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Akbar juga turut mengomentari perihal sikap Isran saat aksi akhir bulan lalu. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-pabrik-semen-mahasiswa-ricuh-dengan-aparat/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-tolak-pabrik-semen-mahasiswa-ricuh-dengan-aparat/baca</a> ).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya rasa gubernur kita kurang mengetahui permasalahan sosial yang ada di Kaltim,&rdquo; komentarnya. Lebih lanjut, ia juga menyayangkan pernyataan Isran yang menurutnya menyakiti hati rakyat Kaltim. &ldquo;Sungguh sangat disayangkan bahwa aspirasi yang dibawa teman-teman hanya direspons ala kadarnya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">AMPK Kaltim selaku gabungan dari elemen masyarakat tidak akan berhenti sampai di sini. &ldquo;Ke depannya kita akan berusaha untuk memperluas jaringan, mengumpulkan aspirasi, dan kekuatan masyarakat,&rdquo; pungkas Akbar. Ia juga menegaskan bahwa perjuangan untuk melindungi kekayaan alam di tanah borneo akan selalu berlanjut. Seperti sore tadi, dilaksanakan diskusi terbuka bertajuk &quot;Mari Jaga Ekosistem Karst Sangkulirang Mangkalihat.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pada Senin (8/4) nanti akan diadakan aksi lanjutan di depan Kantor Gubernur Kaltim. <strong>(<em>sut/zar/hdt/ira/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melupakan Jalan Raya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/melupakan-jalan-raya/baca </link>
<guid> melupakan-jalan-raya </guid>
<pubDate> Sat, 06 Apr 2019 10:04:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/melupakan-jalan-raya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UVI1bqjdzz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melupakan Jalan Raya</h1>
			              </header>
			              <p>Sampai saat ini, aku masih bedebah yang menjunjung tinggi otoriter.&nbsp;</p><p>Aku masih merindukan barang-barang kapitalis yang tak kunjung datang.&nbsp;</p><p>Aku masih menjajah diriku. Tulang punggungku bukan lagi sandaran keluarga, namun papan catur budak yang lapar mata.</p><p>Aku melupakan bagaimana aku bertunas.&nbsp;</p><p>Aku kacang lupa kulitnya.&nbsp;</p><p>Aku mengabaikan suara-suara aspal yang memintaku segera berkaca.&nbsp;</p><p>Aku melupakan jalan raya yang pernah menjadi sahabatku saat kabur dari rumah dan membawa segala kebodohanku yang telah menjadi daging.</p><p>Aku hidup bersama narasi kosong mahasiswa di pagi hari, dan isap rokok pelacur di malam hari.&nbsp;</p><p>Aku menanti hari di mana kemanusiaanku kembali.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Brain Sketsa bersama Forum Indonesia Muda (FIM) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/brain-sketsa-bersama-forum-indonesia-muda-fim/baca </link>
<guid> brain-sketsa-bersama-forum-indonesia-muda-fim </guid>
<pubDate> Sat, 06 Apr 2019 11:46:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengawali tahun 2019, LPM Sketsa Unmul mengadakan Brain bersama Forum Indonesia Muda (FIM). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/brain-sketsa-bersama-forum-indonesia-muda-fim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BGKziuaQVD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Brain Sketsa bersama Forum Indonesia Muda (FIM)</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Sketsa&nbsp;</strong>- Rabu, 27 Februari 2019 lalu LPM Sketsa Unmul mengawali <em>Building Relation</em> atau Brain pertamanya di tahun 2019 bersama <span>salah satu media penyiaran lokal, Samarinda TV (STV). Lalu,&nbsp;</span>Rabu, 3 April 2019 kemarin, berkesempatan membangun relasi bersama salah satu forum yang cukup banyak berkontribusi besar di Indonesia yakni Forum Indonesia Muda (FIM). Pertemuan dilakukan di Warung Gunung Jalan Perjuangan, Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">FIM merupakan sebuah forum yang tidak terikat dan menyasar pemuda Indonesia, di antaranya mahasiswa. Tentunya berlandaskan dengan napas dan semangat juang yang sama untuk membawa perubahan dan membangun bangsa ini.</p><p style="text-align: justify;">FIM Berdiri sejak 2003 dengan model forum aktivis yang menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan dan karakter. Sejak 2017, FIM berupaya fokus pada apa yang menjadi ciri dan kekuatan utama jaringan FIM selama ini, yaitu kaderisasi kepemudaan. Setelah 5 tahun gerakan FIM, FIM mulai membangun model gerakan yang berbasis regional agar visi pemberdayaan dimulai tidak hanya dari Jakarta. Sejak 2017, para penggerak regional disebut kader <em>next gen</em>. Program regional berbasis pada aktivitas pemberdayaan masyarakat di daerah masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">FIM didirikan oleh sepasang suami istri yang dulunya sebagai penyiar, yakni Elmir Amien dan Siti Markhamah Fauzie (Bunda Tatty). Merekalah dibalik suksesnya sebuah forum yang sudah ada di beberapa daerah di seluruh Indonesia sejak tahun 2003 hingga sekarang. Pasangan ini juga menjadi orang tua ideologis bagi ribuan pemuda-pemudi yang tersebar di seantero negeri selama lebih dari satu dekade.</p><p style="text-align: justify;">FIM ada juga di Samarinda dan Balikpapan, dan tidak menutup kemungkinan akan segera hadir di Bontang. FIM Samarinda dikoordinatori oleh Olli Chandra atau biasa dipanggil Ochan. Ochan merupakan mahasiswa jurusan Teknik Informatika (TI) Unmul. Posisinya sebagai Koor FIM Samarinda angkatan FIM 20.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ochan saat itu menjadi perwakilan FIM dan berkesempatan untuk bertukar cerita dengan awak Sketsa. Salah satunya tentang kepengurusan FIM terutama FIM Mahakam yang sekarang dipecah menjadi FIM Balikpapan dan FIM Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ochan, pendaftar FIM sejak dari angkatan 5 hingga seterusnya semakin meningkat. Walau makin banyak yang mendaftar menjadi anggota FIM, ternyata FIM membatasi anggotanya dengan seleksi beberapa tahap dan apabila sudah melewati seleksi tersebut, akan ditempatkan ke regional asal pendaftar masing-masing. Anggota FIM akan selalu terus meregenerasi anggotanya setiap tahun.</p><p style="text-align: justify;">Apabila anggota FIM sudah melewati masa baktinya, bukan berarti mereka melupakan FIM begitu saja. Ada alumni FIM yang masih aktif turut membantu anggota yang baru untuk mejalankan kegiatan di FIM tersebut, serta membantu masyarakat Indonesia yang daerahnya dilanda musibah, dengan melakukan galang donasi lalu mengirimkan langsung hasil donasi tersebut ke lokasi daerah yang terkena musibah.</p><p style="text-align: justify;">Jika salah satu daerah di Indonesia terkena musibah, ada anggota FIM regoinal yang berada atau dekat dengan daerah tersebut menginformasikan kepada seluruh anggota FIM yang ada di Indonesia untuk membantu. Seperti bencana gempa yang ada di kota Palu, FIM dari Palu menginformasikan ke sesama FIM yang ada di Indonesia untuk meminta bantuan baik secara material, maupun secara psikis.</p><p style="text-align: justify;">FIM memiliki sebuah yayasan yang di mana memiliki peran untuk membantu dan mengembangkan potensi anak muda yang ada di Indonesia. FIM ini sebenarnya merupakan komunitas relawan yang diharapkan untuk membentuk karakteristik anak muda Indonesia. FIM juga sudah melahirkan orang-orang sukses yang ada di Indonesia, yakni Achmad Zaky pendiri <em>Bukalapak</em> dan Muhammad Al Fatih Timur pendiri <em>kitabisa.com</em>. Mereka merupakan alumni FIM yang sukses membantu banyak masyarakat yang ada di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Ochan menambahkan, bahwa FIM memiliki program berupa Pelatnas yakni pelatihan nasional yang hadir di angkatan 19. Pelatnas merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan FIM, dengan tema yang berbeda dan inovasi di setiap pelatihanya. Mulai dari seminar kebangsaaan, pelatihan, <em>outbond</em>, pertunjukan seni hingga projek sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika dalam hal membangun kerja sama, Ochan mengatakan akan menghubungi mereka satu persatu melalui pesan singkat dan mencari hari yang sesuai untuk memulai project tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seringnya sih kami berhubungan <em>via chat</em>, kami hubungi mereka satu persatu kalau kita ada project. Nanti ada waktu yang pas baru kami eksekusi,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam membangun keakraban itu sendiri, Ochan mendapatkan rasa keakraban sesama angggota FIM semenjak mereka berstatus sebagai anggota FIM walaupun berada di regional yang berbeda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi walaupun anggota FIM ini menyebar dan nggak cuma di Samarinda, rasa ke-FIM-an itu masih ada. Nanti misalkan saya lagi ada di Balikpapan dan saya menghubungi anggota FIM di Balikpapan kalau saya ada di sini, beberapa anggota pada datangin saya,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, menjadi anggota FIM itu sebenarnya asyik. Walau dibatasi anggotanya untuk bergabung dengan FIM. FIM hingga sekarang ini menjadi forum yang cukup menginspirasi dan berpengaruh. Sebab berkegiatan dan berkontribusi terhadap masyarakat sekitar. Apalagi FIM juga berhasil membangun keakraban sesama anggota FIM layaknya keluarga sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum pukul 6 sore, kegiatan sharing ilmu dan pengalaman antara FIM dam Sketsa yang diwakili Ochan berakhir. Keseruan saling berbagi cerita sore itu harus dituntaskan. Rangkaian Brain ditutup dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama. <strong><em>(anm/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kertas Koran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kertas-koran/baca </link>
<guid> kertas-koran </guid>
<pubDate> Sun, 07 Apr 2019 12:20:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya penggunaan koran bekas sebagai pembungkus gorengan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kertas-koran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n2haxZrnsk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kertas Koran</h1>
			              </header>
			              <p>Selepas matahari melaksanakan tugasnya, aku mampir ke warung gorengan</p><p>Di sana sudah berbaris rapi rupa-rupa makhluk yang sudah menjadi kuning keemasan</p><p><em>Tahu isi &nbsp;lima, tempe goreng lima, jangan lupa rawit dan sambalnya</em>, seorang pemuda di sampingku memesan dan matanya tak lepas dari layar gawai</p><p>Setelah menunggu, datanglah pesanannya.</p><p>Kuperhatikan baik-baik, seperti tak ada yang menarik</p><p>Tetapi, puisiku telah berminyak di sana</p><p>Koran itu memuat puisiku, dan judulnya juga <em>Puisiku yang Berminyak</em></p><p>Seperti nasibnya sekarang</p><p><strong><em>Ditulis oleh Panji Aswan, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik PUBG, Haram atau Tidak? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-pubg-haram-atau-tidak/baca </link>
<guid> polemik-pubg-haram-atau-tidak </guid>
<pubDate> Mon, 08 Apr 2019 12:23:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PUBG, gim dengan rating tertinggi kedua di Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-pubg-haram-atau-tidak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HsMZdwT4zK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik PUBG, Haram atau Tidak?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> PlayerUnknown&apos;s Battlegrounds (PUBG) merupakan gim online bergenre battle royal besutan Tencent. Jenisnya tersedia dalam versi mobile dan personal computer (PC). Para pemain gim ini harus saling bertempur dengan 100 pemain lainnya, pemain terakhir yang bertahan akan dinobatkan sebagai pemenang dalam gim tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun pada pertengahan Maret lalu, muncul kabar bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan kajian fatwa haram gim tersebut di Indonesia. Sontak hal tersebut menuai pro kontra di kalangan masyarakat. Kajian tersebut dilakukan setelah terjadi aksi teror penembakan pada dua masjid yaitu Masjid Al Noor dan Masjid Linwood di Christchurch, Selandia Baru.</p><p style="text-align: justify;">Rabu (27/3) <em>Sketsa</em> menemui Lisda Sofia selaku Ketua Program Studi Psikologi Unmul, dia mengatakan dari sisi psikologi semua manusia memiliki kebutuhan untuk bersikap agresif, marah misalnya. Di mana ketika seorang individu tak dapat mengekspresikan emosinya, baik itu marah, kecewa, ataupun sedih pada dunia nyata, maka cenderung akan melampiaskannya lewat dunia maya. Bentuknya beragam, seperti mengunggah kata umpatan atau sejenisnya guna meluapkan emosi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apakah ada pengaruh PUBG terhadap perilaku seseorang yang menjurus ke tindakan kriminal atau bahkan menjadi terosis? Dikatakan Lisda, kemungkinan tersebut bisa terjadi, namun tidak akan mudah. Menurutnya, ada gangguan kepribadian atau penyimpangan yang membuat orang cenderung melakukan tindakan kriminal. Salah satunya sudah ada latar belakang dari masa lalu atau memang sudah memiliki kecenderungan kepribadian tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam psikologi itu ada namanya <em>conduct disorder</em>, untuk mereka yang kecanduan itu perlu kita teliti lebih lanjut,&quot; kata Lisda.</p><p style="text-align: justify;">Perlu dilakukan penelitian apakah individu tersebut yang sudah kecanduan dengan PUBG memiliki kecenderungan kepribadian mengarah pada tingkat agresifitas yang tinggi atau memiliki kebutuhan agresif yang tinggi. Jika seseorang memiliki kecenderungan seperti itu, tandanya tingkat agresifitas dan <em>bullying</em> yang ditawarkan menjadi faktor utama individu mencandukan gim tersebut. Sedangkan untuk tingkat kemungkinan seseorang terinspirasi karena PUBG, kata Lisda itu kembali lagi pada individunya.</p><p style="text-align: justify;">Lisda menjelaskan bahwa setiap orang punya mekanisme yang berbeda-beda. Belum tentu dalam 10 orang yang bermain semuanya akan agresif, melainkan kembali pada diri masing-masing. Jika pada dasarnya agresif, mungkin akan semakin agresif ketika bermain, tapi jika seseorang yang tidak memiliki perilaku agresif, ketika bermain perilaku tersebut kecil akan terjadi. Namun terkadang banyak juga yang menjadikan gim sebagai pelarian ketika mengahadapi masalah, ini yang menyebabkan rasa candu, karena dapat melupakan permasalahan bukan menyelesaikannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau bermain <em>game</em> untuk melampiaskan emosi itu tidak bagus. Untuk mengolah emosi itu ada namanya <em>anger management</em> atau manajemen marah, jadi ada cara-caranya,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai pendapatnya ketika ada yang melakukan aksi pembunuhan, lalu disiarkan secara langsung. Lisda mengaku tidak berani berkomentar karena itu adalah kasus yang khusus. Tapi menurutnya pengaruh paparan atau tayangan kekerasan pada peningkatan agresifitas memang berpengaruh, bahkan pada usia anak adalah masa sangat mudah terpengaruh. Menurutnya, jika gim tersebut tidak bisa sampai dilarang setidaknya pembatasan pemain melalui umurnya, untuk usia 21 tahun ke atas. Karena pada usia itu pertimbangan psikologis dalam mengontrol diri sudah lebih baik, dibanding dengan usia 21 tahun ke bawah yang dirasa masih tidak stabil.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya berpengaruh, karena itu saya setuju kalau penggunaan <em>game</em> itu dibatasi. Kalau sampai dilarang itu lebih bagus lagi,&quot; ungkap Lisda.</p><p style="text-align: justify;">Jack Hollingdale dan Tobias Greitemeyer dalam tulisannya <em>&ldquo;The Effect of Online Violent Video Games on Level of Aggression&rdquo;</em> mengatakan gim <em>online</em> dengan genre kekerasan dapat meningkatkan perilaku agresi atau penyerangan walaupun tidak menonjol. Namun seiring perkembangan gim <em>online</em> kekerasan, khususnya <em>frame per second</em>&nbsp;(FPS), memungkinkan akan meningkatnya perilaku agresi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penelitan ini, diambil sampel 101 mahasiswa di Inggris, terdiri dari 64 pria dan 37 wanita dengan rata-rata umur 18 hingga 44 tahun. Lalu dibagi menjadi empat kelompok yaitu 26 peserta gim kekerasan <em>online</em>, 23 peserta gim kekerasan offline, 26 peserta gim non kekerasan online, dan 26 peserta gim non kekerasan <em>offline</em>. Lalu para peserta diberikan waktu 30 menit untuk memainkan gim <em>online</em> maupun <em>offline</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jenis gim kekerasan atau non kekerasan dipilih melalui penilaian Pan European Game Information (PEGI), berdasarkan penilaian tersebut peneliti memilih LittleBigPlanet 2 sebagai gim non kekerasan dan Call of Duty: Modern Warface sebagai gim kekerasan. Dalam gim LittleBigPlanet 2 pemain dapat membuat, mengeksplorasi, memecahkan teka-teki, dan berinteraksi dengan lingkungan serta tampilan fantasi yang dapat dinikmati atau dibagikan secara <em>online</em> dengan pemain lain.</p><p style="text-align: justify;">Lalu Call of Duty: Modern Warface, mengharuskan pemain sebagai prajurit yang ditugaskan untuk membunuh musuh di berbagai medan pertempuran. Setelah memainkan gim di atas, peserta diminta untuk menjawab pertanyaan tentang gim yang mereka mainkan, survei ini bertujuan untuk menyelidiki sikap peserta terhadap kekerasan pada gim tersebut. Hasilnya menunjukkan baik video gim kekerasan <em>online</em> maupun <em>offline</em> akan meningkatkan perilaku agresi dibandingkan dengan bermain gim non kekerasan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>katadata.co.id</em>, gim PUBG menempati urutan dua sebagai gim terlaris di Indonesia, dengan <em>rating</em> 13,1 juta versi Google Play Store dan 58,3 ribu versi App Store. Sedangkan peringakat teratas dimiliki oleh salah satu gim besutan Garena International Private Itd, yaitu Garena Free Fire. Gim ini memiliki genre dan gameplay yang sama dengan PUBG, gim ini mendapat rating 20 juta di Google Play Store dan 11, 8 ribu di IOS.</p><p style="text-align: justify;">Lantas mengapa hanya PUBG yang akan diberikan label &lsquo;haram&rsquo;, sedangkan gim yang serupa tidak mendapatkan perlakuan yang sama? <strong>(<em>erp/ycp/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 45, Berbenah dengan Evaluasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-45-berbenah-dengan-evaluasi/baca </link>
<guid> kkn-45-berbenah-dengan-evaluasi </guid>
<pubDate> Tue, 09 Apr 2019 12:15:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mushab Al-ma'ruf selaku Menteri Kebijakan Kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-45-berbenah-dengan-evaluasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/89uGWvexAS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 45, Berbenah dengan Evaluasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Semakin mendekati masa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Lembaga Penelitian dan &nbsp;(LP2M) menggelar audiensi bersama BEM KM dan BEM fakultas pada (28/3) lalu. Bertempat di lantai 3 Gedung LP2M, audiensi ini bertujuan untuk menjelaskan proses dan pelaksanaan KKN 45. Selain itu, evaluasi pelaksanaan KKN sebelumnya &nbsp;KKN kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai audiensi, Mushab Al-Ma&rsquo;ruf selaku Menteri Kebijakan Kampus BEM KM mengatakan bahwa pelaksanaan KKN 45 bertepatan dengan momentum penyambutan mahasiswabaru (maba). Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi mahasiswa yang aktif di lembaga kampus. Pasalnya, rata-rata pimpinan lembaga fakultas berasal dari angkatan tahun 2016 dan nantinya harus memobilisasi maba. Oleh karena itu, BEM &nbsp;KKN.</p><p style="text-align: justify;">Namun usulan ini ditolak LP2M karena dianggap tidak adil. Kemudian disimpulkan sistem yang digunakan masih sama seperti tahun lalu. &ldquo;Setiap desa ada kebutuhannya, jadi diplotkan. Misalnya desa A membutuhkan anak ekonomi (FEB) dua orang, ketika desa itu sudah terpenuhi 2 orang maka anak FEB yang lain akan masuk desa selanjutnya. Jadi saingannya sesama fakultas sendiri,&rdquo; papar Ma&rsquo;ruf.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu evaluasi dari pelaksanaan KKN tahun lalu adalah saat pendaftaran <em>online&nbsp;</em>yang menyebabkan <em>down</em>-nya server <em>website.&nbsp;</em>Tahun ini, LP2M mengantisipasinya dengan melakukan kloter pendaftaran tiap fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalkan satu minggu ini yang dibuka teman-teman FH, Kesmas, dan FEB. Nah itu fokus satu minggu. Kemudian, pendaftaran di minggu kedua dibuka untuk teman-teman di fakultas lain. Menghindari server <em>down</em>,&rsquo;&rsquo;jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, mahasiswa tak perlu khawatir kehabisan lokasi KKN. Karena seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, setiap desa telah memiliki kebutuhan dan jatah masing-masing. Ada sepuluh kabupaten/kota yang akan menjadi lokasi KKN, yaitu Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Berau, Penajam Paser Utara, Paser, dan Mahakam Ulu. Namun, untuk KKN regular belum ada informasi terkait desa yang akan menjadi objek KKN tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai anggaran, LP2M belum mendapatkan anggaran dari rektorat. LP2M hanya diminta untuk menyetorkan berapa mahasiswa yang akan mengikuti KKN, LP2M pun menjamin bahwa KKN tahun ini tetap gratis. Karena pendanaan KKN sendiri telah dianggarkan Rp50 ribu/semester dari tiap mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya kalau pun ada kebijakan berbayar, kami siap untuk aksi. Jangan <span>sampai berbayar karena dari karena dari awal sudah terhitung&nbsp;</span>di UKT dan ini masuk SKS. Artinya kegiatan akademik dan masuk komponen UKT. Kalau sampai berbayar ya akan dipertanyakan,&rsquo;&rsquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait SK yang terlambat keluar, LP2M memastikan KKN akan tetap berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan tidak terpengaruh soal dana KKN. Adapun akomodasi mahasiswa KKN, LP2M telah mengajukan agar pemerintah daerah Kabupaten/kota mampu memfasilitasi akomodasi pemberangkatan, posko, atau rumah. <span>Namun baru beberapa&nbsp;</span>yang telah mengonfirmasi kesanggupan. Salah satunya Pemerintah Daerah Kubar yang bersedia menyediakan transportasi dari Barong Tongkok hingga ke lokasi KKN. Selain itu, rumah dan posko pun telah disediakan. <strong>(<em>ann/fir/arr/adl</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi AMPK Kaltim, Ricuh dan Tuntutan Tak Dipenuhi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-ampk-kaltim-ricuh-dan-tuntutan-tak-dipenuhi/baca </link>
<guid> aksi-ampk-kaltim-ricuh-dan-tuntutan-tak-dipenuhi </guid>
<pubDate> Tue, 09 Apr 2019 12:26:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi tolak pabrik semen kedua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-ampk-kaltim-ricuh-dan-tuntutan-tak-dipenuhi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kTYdK2SIe9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi AMPK Kaltim, Ricuh dan Tuntutan Tak Dipenuhi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim pada Senin (8/4) kemarin. Aksi tolak pabrik semen ini merupakan kelanjutan dari aksi yang telah dilakukan pada akhir Maret lalu (<em>Baca:&nbsp;</em></span><a href="https://sektsaunmul.co/aksi-tolak-pabrik-semen-mahasiswa-ricuh-dengan-aparat/baca)." style="text-align: inherit;"><em>https://sektsaunmul.co/aksi-tolak-pabrik-semen-mahasiswa-ricuh-dengan-aparat/baca</em>).</a></p><p style="text-align: justify;">Mendatangkan sebanyak 68 organisasi se-Kaltim, aksi ini bertujuan untuk memberitahukan masyarakat Samarinda dampak buruk adanya pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat. Sama dengan aksi penolakan sebelumnya, aksi kemarin lagi-lagi diwarnai kericuhan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aksi kedua ini kami lakukan karena aksi pertama tidak digubris oleh pemerintah provinsi. Menegaskan mereka akan menerima pembangunan pabrik semen tersebut,&rdquo; kata Andi Muhammad Akbar Humas AMPK Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Kedatangan massa aksi mundur dari rencana awal, pukul 09.00 Wita menjadi pukul 13:00 Wita. Sesaat setelah kedatangan mereka dengan melakukan long march dari Taman Samarendah, massa aksi melaksanakan salat zuhur berjamaah di badan jalan raya depan Kantor Gubernur Kaltim. Beralaskan terpal, mereka melaksanakan salat di bawah terik matahari. Salat berjamaah juga disebutkan Akbar sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar membuka pintu hati petinggi pemerintahan yang ingin mengeruk sumber daya alam yang ada di kawasan karst.</p><p style="text-align: justify;">Usai beribadah, aksi dimulai dengan penyampaian orasi dari perwakilan massa aksi. Tak berselang lama, Hadi Mulyadi Wakil Gubernur Kaltim turun mendatangi massa. Ia langsung menaiki mobil pikap dan berdiri di samping Armin Beni, koordinator lapangan aksi. Sebelum berbicara, Hadi mendengarkan pernyataan Armin yang sempat membuatnya nampak emosi. Di bawah panasnya matahari, Armin sempat menyinggung terkait pemerintah yang tidak merespons surat yang dikirim oleh AMPK. &ldquo;Setelah kita melakukan aksi baru kita dipanggil dan dimohon-mohon. Berarti ada ketakutan dari pemerintah bahwa ketakutan investor menjadi benteng mereka,&rdquo; kata Armin.</p><p style="text-align: justify;">Emosi Hadi sempat memuncak tatkala ia tak kunjung diberi mik yang dipegang Armin, sementara ia hendak berbicara. &ldquo;Ini siapa ini?&rdquo; tanyanya sambil menunjuk Armin yang disambut nyanyian tolak pabrik semen oleh massa aksi. Hadi juga menanyakan siapa yang mengirim dan menandatangani surat, yang kemudian dibalas teriakan massa aksi dan akhirnya menyebabkan aksi saling dorong antara petugas keamanan dan peserta aksi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan itu, Hadi menyatakan bahwa dirinya belum melihat langsung lokasi rencana pembangunan pabrik semen tersebut. Dalam waktu dekat ia merencanakan untuk meninjau secara langsung. &ldquo;Kalau tidak sesuai dengan lingkungan, tidak sesuai kepentingan masyarakat, tentu akan kita tolak. Intinya akan kita pelajari, saya akan datang ke sana,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak boleh menerima mentah-mentah dan tidak boleh menolak mentah-mentah,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Usai menyampaikan pernyataannya, Hadi kembali masuk ke dalam Kantor Gubernur Kaltim. Sementara massa merasa tidak puas dengan jawaban Hadi yang dinilai diplomatis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ketidakpuasan Massa Aksi</strong></p><p style="text-align: justify;">Pukul 15.00 Wita, massa kembali berorasi setelah mengambil jeda untuk beristirahat. Di tengah orasi, massa mendorong pagar beberapa kali. Tak lama setelah itu, terjadi aksi lempar batu. Suasana semakin tak kondusif. Petugas keamanan dalam kali ini turut melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Baku lempar batupun tak terelakkan.</p><p style="text-align: justify;">Kedua belah pihak saling melempar benda-benda yang ada di sekitar mereka. tak hanya itu, demonstrasi lalu juga diwarnai aksi kejar-kejaran antara aparat dengan mahaiswa. Beruntung saat itu kondisi jalanan sudah steril dari masyarakat sipil yang melintas, sehingga tidak menambah korban luka-lupa seperti yang dialami kedua belah pihak.</p><p style="text-align: justify;">Aksi ricuh yang berlangsung selama beberapa saat itu kembali bisa diredam setelahnya. Kerumunan massa mulai berhenti namun tetap tinggal di lokasi. Meski sempat bersitegang, namun para massa aksi yang masih di tempat memilih untuk melantunkan selawat ketika matahari mulai terbenam. Hal ini dilakukan lantaran mereka ingin menyadarkan dan mendoakan hati para pemangku kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">Akbar yang ditemui Sketsa sekitar pukul 19:14 Wita lagi-lagi menyatakan kekecewaannya atas apa yang terjadi hari ini. &ldquo;Pemprov Kaltim sudah sangat tegas dengan ini. Mereka tidak pernah berpihak terhadap permasalahan lingkungan di Kaltim,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Belum terpenuhinya tuntutan AMPK Kaltim tak lantas membuat mereka mundur begitu saja. Menurut keterangan Akbar, selepas ini akan diadakan aksi lanjutan sampai ini benar-benar dicabut. &ldquo;Akan ada aksi lanjutan, tapi fokus kami bukan hanya pada aksi tapi kedepannya kita berencana untuk turun langsung ke lokasi karst,&rdquo; papar Akbar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Aksi Diwarnai Kericuhan, Puluhan Orang Luka-luka</strong></p><p style="text-align: justify;">Menanggapi aksi yang sempat ricuh, Akbar juga mengonfirmasi bahwa dari AMPK Kaltim terdapat beberapa orang yang terluka. Bahkan beberapa diantaranya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mulai dari Koordinator Lapangan Aksi, Armin Beni, hingga beberapa mahasiswa dari organisasi seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).</p><p style="text-align: justify;">Luka yang dialami juga bermacam-macam, mulai dari memar di kepala dan beberapa bagian tubuh, hingga luka sobek di kepala dan wajah. Pun sama halnya dengan pihak keamanan yang saat itu tengah bertugas. Beberapa di antara mereka juga mengalami luka sobek akibat lemparan batu dan mendapat perawatan di pelataran Kantor Gubenur.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki pukul 8 malam, massa aksi masih setia di tempat. Mereka bahkan menyalakan lilin dan menyusunnya menjadi kalimat; &lsquo;Tolak Pabrik Semen&rsquo; dan diunggah ke berbagai media sosial. Dikonfirmasi oleh Akbar, massa membubarkan diri Senin malam sekitar pukul 10, lantaran hujan. <em><strong>(adl/sut/fqh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosok di Balik Gemilap Prestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/sosok-di-balik-gemilap-prestasi/baca </link>
<guid> sosok-di-balik-gemilap-prestasi </guid>
<pubDate> Wed, 10 Apr 2019 11:49:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Filza Sigit Pratama, mahasiswa berprestasi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/sosok-di-balik-gemilap-prestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bpmfpvhkow.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sosok di Balik Gemilap Prestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;Sebenarnya dalam perjalanan panjang itu sudah banyak, lebih dari ratusan kali saya mengikuti (kompetisi) dan enggak pernah menang,&quot; akuinya mengisahkan.<br><br>Kegagalan adalah sukses yang tertunda, begitulah kiranya kalimat yang dirasa pas untuk menggambarkan sosok berbaju krem itu. Adalah Filza Sigit Pratama mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang ditemui <em>Sketsa</em> (15/3) siang di tengah-tengah kesibukannya.<br><br>Sigit, sapaan akrabnya merupakan mahasiswa yang mengantongi segudang prestasi. Setidaknya tercatat 54 prestasi yang diukir hingga saat ini. Meski di awal perjuangan sempat mengalami masa terpuruk, tak menjadi alasan untuk terus maju. Hingga pada puncaknya selalu memenangi kompetisi yang diikuti pada 2018 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa di antaranya juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Biology Championship Universitas Udayana pada 2018, juara 2 LKTI Festival Kemaritiman Tingkat Nasional, juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional Education Fair Universitas Islam Sultan Agung Semarang.<br><br>Selain di bidang karya tulis ilmiah, Sigit juga berprestasi di bidang sastra dan seni fotografi, dibuktikan pada peraihan juara 3 Lomba Menulis Naskah Drama Festival Sastra Fakultas Ilmu Budaya UGM pada 2017, juara 1 Lomba Cipta Cerpen Nasional Public Fest 4 di Universitas Riau pada 2019 dan juara 2 Lomba Fotografi Nasional Public Fest 4 Universitas Riau pada 2019.<br><br>Sigit dibesarkan di lingkungan keluarga dan pertemanan yang positif. Tentu membuatnya semakin tertantang dan termotivasi untuk turut aktif.<br><br>&quot;Saya masuk SMA 10 itu banyak lingkungan yang positif jadi anak-anaknya memang aktif misalnya aktif belajar, aktif ikut lomba jadi ya semakin kita juga jadi motivasi,&quot; ungkapnya.<br><br>Tak hanya di lingkup akademik. Sigit juga merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi, diketahui saat ini Sigit menjabat sebagai Ketua Maritim Muda, yakni organisasi di bawah Kementrian HAM, tahun sebelumnya, menjadi Wakil Gubernur BEM FMIPA periode 2018. Menurutnya, dengan bergelut di dunia organisasi semakin menambah pengalaman dan pengetahuannya.<br><br>&quot;Kadang masalah di dunia kerja, permasalahan-permasalahan itu bisa diatasi dengan cara saat berorganisasi itu, karena kadang ada ilmu yang kita dapat hanya dengan berorganisasi,&quot; ucap pria 21 tahun itu.<br><br>Di balik gemilapnya prestasi Sigit, ada perjalanan panjang yang tak selalu mulus. Tentu akan ada yang dikorbankan, baik itu tenaga maupun finansial. Bahkan, sebagian besar kompetisi yang diikutinya hanya bermodal nekat dan menggunakan dana pribadi.<br><br>&quot;Jujur saya ikut kompetisi-kompetisi ini pakai dana pribadi, ada sih bantuan himpunan tapi masih kurang mencukupi,&quot; ucap pria kelahiran Samarinda itu.<br><br>Meski begitu, tak menyurutkan niat Sigit dalam menjejaki prestasi. Motivasi yang selama ini ia jaga adalah bagaimana terus mengasah kemampuan dengan konsisten sehingga akan menuai apa yang ditanam.<br><br>&quot;Kalau kita belum bisa berbuat seperti tokoh besar, jadilah orang sederhana yang memelihara perbuatan konsisten, sehingga ia akan menghasilkan kejutan-kejutan dalam hidup kita. Jadi intinya usaha kita itu harus lebih besar daripada kegagalan. Jadi cacian cacian itu sudah sering tapi kita harus bisa bagaimana cacian itu biisa jadi bumerang kita dalam meraih ke suksesan itu,&quot; tukasnya. <strong><em>(ira/zar/hzk/snh/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosio Ecopreneurship: Berdagang dan Menjaga Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosio-ecopreneurship-berdagang-dan-menjaga-lingkungan/baca </link>
<guid> sosio-ecopreneurship-berdagang-dan-menjaga-lingkungan </guid>
<pubDate> Thu, 11 Apr 2019 12:57:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Usaha Sosio Ecopreneurship yang dikerjakan mahasiswa Teknik Lingkungan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosio-ecopreneurship-berdagang-dan-menjaga-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7mc7tasqnt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sosio Ecopreneurship: Berdagang dan Menjaga Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Plastik merupakan jenis benda yang sulit terurai. Jenis plastik yang dijumpai tiap hari beragam, salah satunya sedotan plastik. Meski memberikan manfaat, sedotan plastik juga merupakan penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Sadar akan dampak yang ditimbulkan, berbagai inovasi dibuat untuk mengatasi hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang menjadi tren pengganti sedotan palstik saat ini adalah sedotan <em>stainless</em> (<em>stainless straw</em>). Berbagai produk sedotan <em>stainless</em> bermunculan, harganya pun bervariasi. Hal ini kemudian dimanfaatkan M. Busyairi untuk memberikan tugas membuat usaha bertemakan <em>S</em><em>osio&nbsp;</em><em>E</em><em>copreneurship</em> kepada mahasiswanya yang merupakan bagian dari mata kuliah Kewirausahaan. Produk tersebut kemudian dipasarkan di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi selain mendapat keuntungan dari sisi ekonomi, jadi kita juga mensosialisasikan kehidupan ramah lingkungan yaitu ekologi dan usahanya tetap ada,&quot; terang dosen Prodi Teknik Lingkungan itu, Rabu (10/3).</p><p style="text-align: justify;">Menururnya filosofi awal dibuatnya sedotan untuk memudahkan manusia untuk minum. Bentuknya bervariasi dari bambu dan kertas, namun tidak tahan lama, lalu ditemukanlah sedotan berbahan plastik. Penggunaannya pun kian banyak karena sifatnya hanya sekali pakai sehingga menimbulkan sampah plastik. Ini juga yang menjadi motivasi untuk mengubah kebiasaan sedotan sekali pakai dengan menggunakan sedotan <em>stainless</em>.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersulit yang dihadapi adalah saat ingin mengubah kebiasaan, karena sedotan plastik dengan mudah ditemukan di mana saja, baik di produk minuman maupun pabrik yang rutin melakukan produksi sedotan. Sehingga kewajiban mengedukasi bukan hanya dari sisi akademis di kampus namun kepada perusahaan yang menghasilkan sedotan plastik. Salah satu caranya dengan menggunakan sedotan <em>stainless</em> sebagai upaya implementasi budaya ramah lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Hadir pula dua mahasiswa Busyairi, Syahrul Amal Romadhan dengan produk sedotan <em>stainless</em> dan Muhammad Muadz Rafi dengan produk kotak makan. Dikatakan Syahrul, sedotan <em>stainless</em> terbuat dari bahan anti karat sehingga aman digunakan. Sedotan ini juga bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama, asalkan selalu rutin dibersihkan. Lalu bagaimana dampaknya bagi lingkungan? Menurut Syahrul segala sesuatu yang dibuang ke lingkungan akan memberikan dampak bagi lingkungan, termasuk sedotan <em>stainless</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sampah yang dibuang bukan pada tempatnya, entah itu di sungai ataupun tanah akan menimbulkan dampak, sama saja seperti sedotan plastik. Sampah itu akan diolah jika dibuang pada tempatnya dan akan diolah,&quot; kata Syahrul.</p><p style="text-align: justify;">Busyairi kemudian menambahkan bahwa baik sedotan plastik maupun sedotan <em>stainless</em> sama-sama merupakan sampah jika terbuang pada lingkungan. Sifat sedotan <em>stainless</em> yang bisa dibersihkan dan digunakan secara berulang termasuk pada suhu tinggi dan rendah jadi keunggulan, sehingga volume sampah yang dihasilkan juga sedikit jika dibanding sedotan plastik (<em>single use product</em>). Namun, karena bentuknya yang kaku bisa menyebabkan cidera jika salah pakai, terutama pada anak-anak. Sehingga harus berhati-hati saat digunakan.</p><p style="text-align: justify;">Dia berharap mahasiswanya bisa mempengaruhi orang lain melalui proyek ini agar lebih peduli akan kelestarian lingkungan. &quot;Di Teknik Lingkungan saya arahkan ke <em>sosio ecopreneurship</em>, yaitu melakukan penjualan sekaligus mengedukasi di bidang lingkungan hidup,&quot; tutupnya. <strong>(<em>wil/nhh</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengawal Evaluasi Kinerja Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengawal-evaluasi-kinerja-rektor/baca </link>
<guid> mengawal-evaluasi-kinerja-rektor </guid>
<pubDate> Fri, 12 Apr 2019 13:49:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul menggelar konsolidasi usai gelar agenda KOPI (Kajian, Obrolan, Pergerakan, Advokasi, dan Isu) Mulawarman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengawal-evaluasi-kinerja-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dgva5drsCk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengawal Evaluasi Kinerja Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Menindaklanjuti langkah advokasi yang dilakukan sebelumnya, (https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-advokasi-menagih-janji/baca) BEM KM Unmul menggelar KOPI (Kajian, Obrolan, Pergerakan, Advokasi, dan Isu) Mulawarman. Di bawah kementerian kebijakan kampus, evaluasi kinerja rektor menjadi topik utama dalam agenda tersebut. Beberapa di antaranya menyoal tentang kinerja Masjaya, Rektor Unmul yang dinilai belum dirasakan. Mulai dari transparansi anggaran, pemeliharaan Gedung Student Center (SC) hingga menanti kejelasan dari penyelesaian kasus plagiarisme di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.</p><p style="text-align: justify;">Mush&apos;ab Al-Ma&apos;ruf, Menteri Kebijakan Kampus mengatakan perlu menciptakan momentum untuk dapat bergerak mengadvokasi. &quot;Kalau kita misalnya buat eskalasi untuk <em>follow up</em> Rp36 miliar saja, rasanya kurang pas. Karena kondisinya Gedung Student Center (SC) bermasalah. Kemudian ada fakultas juga anggarannya masih bermasalah, kita coba sama-sama naikkan terkait evaluasi rektor ini. Jadi kita coba rangkum jadi satu,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu permasalahan yang diangkat adalah plagiarisme yang sempat heboh tahun lalu di FISIP, dan diakui Ma&apos;ruf belum mendengar perkembangan informasi dari pihak rektorat. Sementara Masjaya berjanji akan menyelesaikannya dalam satu bulan, bahkan menantang untuk menagih sebulan kemudian, tepatnya April ini.</p><p style="text-align: justify;">Usai berdiskusi, pembahasan ini dilanjutkan dalam konsolidasi pada Rabu (10/4) lalu. Bahkan rencananya Senin (15/4) nanti akan digelar aksi. &quot;Kalau kita hanya menyurati audiensi, toh aksi pun pasti akan audiensi. Mending aksi aja, kita bawa massa yang banyak, ekskalasi yang banyak,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan Masjaya dengan Rp35 miliar satu bulan lalu tentunya masih teringat jelas. Di mana terjadi saling lempar antara Masjaya dengan Zamruddin Hasid, rektor sebelumnya. Keduanya tak ada yang bisa memberikan jawaban konkret. Namun Masjaya mengatakan karena ini terungkap di masa kepemimpinannya, maka menjadi tanggung jawabnya untuk menyelesaikan.<strong>&nbsp;</strong><strong><em>(wuu/mrf/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aku dan Dua Kata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/aku-dan-dua-kata/baca </link>
<guid> aku-dan-dua-kata </guid>
<pubDate> Sat, 13 Apr 2019 11:48:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Muhammad Amin Firdaus, mahasiswa Budi Daya Perairan, FPIK 2017 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/aku-dan-dua-kata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kK5s54bylU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aku dan Dua Kata</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">aku ingin hidup dengan dua kata: kau dan cinta,</span></p><p>lalu kita buat kisah baru yang tak ada dalam kitab injil atau taurat,</p><p>tak ada dalam istana inggris atau roma,</p><p>tak ada dalam film titanic atau dilan,</p><p>tak ada dalam kartun peterpan atau cinderella,</p><p>tak ada dalam cerita rahwana atau mahabrata,</p><p>tak ada dalam buku tere liye atau pramoedya,</p><p>tak ada dalam lagu armada atau siti nurbaya,</p><p>tak ada dalam puisi dores atau christnina.</p><p>tapi, aku terlanjur hidup dengan dua kata: sunyi dan luka.</p><p><em><strong>Ditulis oleh Muhammad Amin Firdaus mahasiswa Budi Daya Perairan, FPIK 2017</strong></em></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jendela Kaca Mati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/jendela-kaca-mati/baca </link>
<guid> jendela-kaca-mati </guid>
<pubDate> Sun, 14 Apr 2019 11:57:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi jendela. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/jendela-kaca-mati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QaiEG2dcw7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jendela Kaca Mati</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Terbayang langit biru dibatasi jendela kaca mati</span></p><p>Kala undangan luar datang mereka terselip di sana menanti</p><p>Tak jarang berhambur jatuh karena tak pernah kuingini</p><p>Lalu di sana, di sebelahnya telepon di meja terus berbunyi</p><p>Tak jarang suaranya enggan kubedakan dengan aku yang merintih</p><p><br></p><p>Lalu, dia yang tak pernah mengerti itu datang lagi</p><p>Aku bukanlah tempat untuk dia singgahi, kuharap dengan kakinya ia melangkah pergi</p><p>Tapi tidak, kakinya malah sibuk berderu dengan tangannya yang sibuk di sisi jendela kaca mati</p><p>Aku berteriak sudahi, tapi ia seperti tuli</p><p>Aku bilang pergi, tapi ia tetap gigih</p><p>Aku menggertak pasti, tapi ia kemudian menangis lirih</p><p><br></p><p>&ldquo;Kamu punya bahagia yang menunggu&rdquo; katanya dengan suara tinggi</p><p>&ldquo;Aku tak sanggup&rdquo; katanya menambahi</p><p>&ldquo;Aku tak sanggup melihatmu tenggelam dalam duniamu yang sedih&rdquo;</p><p><br></p><p>Kemudian tanpa kusadari,</p><p>Entah sudah goresan keberapa yang ku buat di gelang-gelang jemari</p><p>Yang kuyakini merahnya mengalir lebih deras dari pagi tadi</p><p>Bahkan entah sudah berapa ratus lembar tisu yang basah kemudian kering lagi</p><p>Mereka menyatu dalam lara, sedih dan air mata di sini</p><p>Aku tak tahu,</p><p>Aku tak tahu jika dunia yang dulunya ku cintai akan seperti ini</p><p><br></p><p>Jendela kaca mati itu kemudian pecah jadi serpih,</p><p>Dalam pandangku yang kabur kulihat ia berlari</p><p>Sayang aku tak pernah sadar, harusnya sudah lama jendela itu ku ganti</p><p>Tapi aku malah di sini, memungkiri dalam sepi, terbunuh oleh duniaku sendiri</p><p><strong><em>Ditulis oleh Anisa Amalia, mahasiswi Sastra Inggris, FIB 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MU-EPT: Syarat Kelulusan Pengganti TOEFL </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mu-ept-syarat-kelulusan-pengganti-toefl/baca </link>
<guid> mu-ept-syarat-kelulusan-pengganti-toefl </guid>
<pubDate> Mon, 15 Apr 2019 11:36:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aridah, Kepala UPT. Balai Bahasa Universitas Mulawarman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mu-ept-syarat-kelulusan-pengganti-toefl/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cbWwhAgUqz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MU-EPT: Syarat Kelulusan Pengganti TOEFL</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong>&mdash;<strong>&nbsp;</strong>Test Of English as a Foreign Language (TOEFL) sering kali menjadi kekhawatiran mahasiswa tingkat akhir. Sebab ini menjadi salah satu syarat kelulusan. Menyikapi persoalan ini, Mustofa Agung Sardjono selaku Wakil Rektor Bidang Akademik mengambil kebijakan untuk membuat suatu tes yang bisa dipakai sebagai standar kelulusan yang tingkat kesulitannya di bawah TOEFL.</p><p style="text-align: justify;">MU-EPT (<em>Mulawarman University English Proficiency Test</em>) hadir sebagai salah satu syarat kelulusan untuk mengganti tes TOEFL. Hal ini menjadi pertimbangan akibat banyaknya mahasiswa yang gagal dalam dalam tes TOEFL. Kepada <em>Sketsa</em><em>&nbsp;</em>(11/04), Aridah selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Bahasa menjelaskan bahwa tes TOEFL berstandar internasional, sedangkan MU-EPT adalah standar yang ditentukan universitas. MU-EPT sudah direncanakan sejak lama, namun baru diumumkan setahun lalu. Mahasiswa angkatan 2016 sudah bisa mengambil MU-EPT bahkan sudah harus lulus.</p><p style="text-align: justify;">MU-EPT diadakan pertama kali pada Juni 2018 hingga sekarang. Kelas MU-EPT dibuka setiap hari dengan cara mendaftar online di <em>website&nbsp;</em>Balai Bahasa Unmul terlebih dahulu, kemudian membayar biaya pendaftaran sebesar Rp80 ribu. Untuk biaya pendaftaran tes TOEFL sendiri dibanderol sebesar Rp150 ribu untuk mahasiswa dan Rp200 ribu untuk masyarakat umum.</p><p style="text-align: justify;">Aridah menyatakan bahwa MU-EPT dibuat dengan mengarah kepada pola pokok ilmiah yang ada di universitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Soal-soalnya diarahkan kepada pola pokok universitas, jadi tidak <em>American Orientic</em> sehingga diusahakan memberikan soal-soal yang berkaitan di lingkungan kampus kita,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk jumlah soal, MU-EPT menyediakan soal sebanyak 150, lebih banyak dari TOEFL yang hanya memiliki 140 soal. Waktu pengerjaan soalnya sama seperti tes TOEFL, hanya saja penilaian atau <em>skoring</em> yang dilakukan sedikit berbeda dengan TOEFL.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, sertifikat MU-EPT hanya berlaku di lingkungan Unmul, sehingga tidak dapat digunakan sebagai persyaratan kerja. &ldquo;Sertifikatnya (MU-EPT) hanya bisa dipakai buat syarat kelulusan, buat wisuda dan tidak bisa melamar pekerjaan,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga menyampaikan bahwa kendala terbesar dari dilaksanakannya MU-EPT ini terletak pada komposisi soal-soal yang dirasa mahasiswa masih sulit. Hal ini disebabkan karena banyak mahasiswa yang tidak berminat untuk mengikuti pelatihan, sehingga melakukan percobaan berkali-kali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu karena mereka tidak mau belajar, sedangkan mahasiswa yang mendapatkan nilai baik dan lulus adalah yang sudah mendapatkan pelatihan dan mau belajar,&rdquo; ujarnya<em>.</em></p><p style="text-align: justify;">Perbandingan kelululusan pada tes TOEFL lebih rendah dari persentase di MU-EPT yang lebih tinggi. Inilah yang menandai bahwa kemampuan bahasa Inggris yang cukup saja tidak bisa tanpa melalui pelatihan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;MU-EPT levelnya menengah dan layak digunakan dalam sehari-hari, berbeda dengan TOEFL yang memiliki level tinggi,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>len/aul/mrf/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hasil Manis Aksi Kepung Dekanat FKIP Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hasil-manis-aksi-kepung-dekanat-fkip-unmul/baca </link>
<guid> hasil-manis-aksi-kepung-dekanat-fkip-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 16 Apr 2019 13:34:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi di Dekanat FKIP akibat pemangkasan dana kemahasiswaan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hasil-manis-aksi-kepung-dekanat-fkip-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AlX1D5mUGJ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hasil Manis Aksi Kepung Dekanat FKIP Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> BEM FKIP Unmul menggelar Aksi Kepung Dekanat, Senin (8/4) lalu. Seruan yang juga dihadiri oleh Hima dan UKM di FKIP Unmul tersebut bukan tanpa alasan. Lembaga kemahasiswaan meradang saat WD III FKIP Unmul, Masrur Yahya pada 4 April 2019 mengumumkan akan memangkas habis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebanyak Rp700 juta tanpa alasan yang jelas. Anggaran tersebut sejatinya dialokasikan sebagai dana kemahasiswaan tiap UKM dan lembaga.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM FKIP Unmul, Idet Arianto Putra mengungkapkan kronologis terkait alokasi penganggaran dana PNBP tersebut. Awalnya, WD III mengeluarkan pernyataan pada tanggal 14 Maret bahwa dana PNBP dipotong sebanyak Rp200 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tanggal 6 April kalau tidak salah, saya sama ketua DPM menghadap kembali untuk memastikan uang ini. Ternyata dari WD III lagi menyampaikan bukan Rp200 juta dipotong, tetapi Rp700 juta,&rdquo; ujar Idet.</p><p style="text-align: justify;">Jelas Idet merasa kecewa, sebab menurutnya dalam pedoman anggaran Unmul pasal 13 ayat 1 poin b, dana kegiatan mahasiswa disisihkan setidaknya lima persen dari anggaran PNBP FKIP sebesar Rp18,3 miliar. Idet dan organisasi kemahasiswaan di FKIP Unmul pun mengadakan konsolidasi pada Rabu (3/4) dan disepakati bahwa mereka menolak pemotongan anggaran sebesar Rp700 juta tersebut dan mengadakan aksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai kita telat bayar UKT diberhentikan kuliah, tapi sudah bayar kita tidak bisa dapat hak kita kembali,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Idet mengatakan mereka diarahakan untuk menanyakan hal tersebut ke bendahara fakultas dengan alasan merupakan arahan dari rektorat. Padahal informasi tersebut harusnya melewati dekan dan WD II yang mengurus bagian keuangan terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Aksi yang diikuti sebanyak 246 mahasiswa tersebut menyampaikan beberapa poin tuntutan, terutama transparansi mengenai pemotongan dana sebanyak Rp700 juta dan akan dikemanakan dana tersebut. &ldquo;Walaupun ada transparasinya, kita tidak rela, karena telah melanggar pedoman penganggaran Unmul,&rdquo; Idet menambahkan.</p><p style="text-align: justify;">BEM FKIP Unmul juga menuntut pelayanan terkait perjalanan dinas mahasiswa yang mengikuti musyawarah ataupun kongres tingkat nasional tidak dipersulit, serta pemenuhan fasilitas dan sarana belajar mengajar di FKIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sia-sia, akhirnya tuntutan tersebut dipenuhi Dekan FKIP Unmul. Dana kemahasiswaan sebesar Rp700 juta tersebut tetap menjadi hak mahasiswa. Idet juga menjelaskan pembagian dari anggaran PNBP tersebut adalah Rp450 juta untuk semua lembaga, dan Rp250 juta sisanya ditambahkan potongan dari Biaya Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) sebesar Rp350 juta sehingga totalnya menjadi Rp600 juta. Dana tersebut nantinya dipakai untuk kegiatan dinas maupun lomba-lomba yang diikuti mahasiswa.<strong>&nbsp;(<em>pil/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rencana Pindah Prodi Sasindo ke Gunung Kelua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pindah-prodi-sasindo-ke-gunung-kelua/baca </link>
<guid> rencana-pindah-prodi-sasindo-ke-gunung-kelua </guid>
<pubDate> Wed, 17 Apr 2019 11:54:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jajaran birokrat FIB Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pindah-prodi-sasindo-ke-gunung-kelua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/svpZ1g5kda.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Rencana Pindah Prodi Sasindo ke Gunung Kelua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Beberapa waktu lalu beredar kabar prodi Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) akan dipindahkan ke kampus Gunung Kelua. Hal ini sempat menuai kontra, termasuk dari kalangan mahasiswa. Satyawati Surya, Wakil Dekan Bidang Akademik FIB menyatakan sudah menjadi rencana Unmul untuk membawa FIB ke kampus Gunung Kelua.</p><p style="text-align: justify;">Tak asal pindah, Satyawati mengatakan rencana pindah prodi Sasindo sudah diatur dalam SK rektor, bahkan sejak sekitar satu atau dua tahun lalu. Meski sudah menerima izin sejak lama, namun rencana tersebut baru akan direlisasikan tahun ini. Nantinya mahasiswa Sasindo akan ditempatkan diruangan yang berada di gedung eks rektorat, tepatnya di sebelah kanan dari arah masuk M. Yamin.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Gedung yang di SK-kan bagian depan saja. Namun saat itu gedung masih digunakan untuk jenjang pascasarjana dan magister,&quot; ujarnya saat wawancara pada (1/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Namun, karena pascasarjana telah dipindahkan ke gedung baru, maka FIB akan segera mengisi ruang yang sudah tidak digunakan. Dikatakan Satyawati, ada tujuh ruang kelas yang akan digunakan. Namun tidak semuanya dapat digunakan lantaran berukuran kecil. Rencananya juga akan dilakukan renovasi ruangan tersebut agar menjadi lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">Alasan Sasindo menjadi prodi yang dipindahkan karena beberapa pertimbangan. Salah satunya ialah karena kapasitas mahasiswa Sasindo yang paling memungkinkan. &quot;Kalau Sastra Inggris (Sasing) dipindahkan, tidak cukup karena jumlahnya banyak. Jika Etnomusikologi, akan banyak kelas yang tidak dimanfaatkan,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Satyawati menceritakan, kemunculan SK dimulai saat FIB akan divitasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Di mana dari hasil pantauan vitasi tersebut, FIB dinilai masih minim fasilitas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Akhirnya FIB mengajukan ke pihak rektorat terkait ruang kelas dan diberikan SK tersebut,&quot; jelasnya</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia menuturkan perpindahan paling cepat akan dilakukan di bulan Maret atau awal April. Namun hingga kini, rencana tersebut belum terrealisasikan.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal gedung, rupanya FIB juga tengah berjuang untuk mendapatkan gedung Pascasarjana Magister Manajemen FEB yang berada bersebelahan dengan gedung FIB. Gedung tersebut saat ini sudah tidak lagi digunakan lantaran mahasiswa Magister telah dipindahkan satu lokasi dengan kampus FEB di Kelua.</p><p style="text-align: justify;">Sejak 2015, rupanya FIB sudah bersurat ke rektorat meminta jika Magister Manajemen pindah, SK-nya bisa diberikan ke FIB untuk ditempati. Namun saat itu Magister Manajemen belum pindah sehingga tidak ada respons lanjutan. Kini gedung tersebut sudah tak lagi digunakan untuk Magister Manajemen, FIB kembali memberikan surat yang baru dengan tujuan sama. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dapat, tetap harus direnov,&quot; ungkap Satyawati.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Respons Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Rencana perpindahan ini menimbulkan pro dan kontra. Hingga akhirnya BEM FIB membuka audiensi pada 13 Maret. Bertempat di Ruang 4 (Chairil Anwar) FIB untuk membahas isu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sulistianoto Theo Ciptono, selaku Gubernur BEM FIB 2019 mengatakan beberapa mahasiswa menolak karena adanya ketidakjelasan. &quot;Menolak karena tidak ada kejelasan, transparansi dari birokrat untuk pindah, teman-teman kaget dan enggak terima,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Perpindahan banyak ditolak sebab dinilai terlalu mendadak dan tidak ada sosialisasi dari birokrat kepada mahasiswa. Akan tetapi, setelah melewati audiensi dengan banyak memberikan saran dan kritik, akhirnya mahasiswa menerima keputusan perpindahan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Setelah keputusan diterima, perpindahan prodi Sasindo hingga kini belum ada perkembangan yang signifikan. Dikhy Zhawara selaku Kepala Dinas Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FIB menyatakan pihaknya hingga kini sedang mengawal kelanjutan dari audiensi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perkembangan sudah sampai <em>step</em> akhir. Sudah enggak diusut lagi kasusnya. Kita ini hanya <em>drive foll</em><em>ow up</em> kenyamanan mahasiswa dari segi fasilitas,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyarankan <em>rolling&nbsp;</em>kelas. Namun saran tersebut ditolak oleh pihak birokrat FIB karena dinilai tidak memungkinkan. Hingga saat ini, Sasindo masih belum menempati Gunung Kelua. Belum diketahui secara pasti kapan perpindahan tersebut terealisasi. <strong><em>(</em></strong><strong><em>hlm/vny/</em></strong><strong><em>fzn/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenalkan Dunia Jurnalistik Lewat Gerakan Berbagi LPM Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mengenalkan-dunia-jurnalistik-lewat-gerakan-berbagi-lpm-sketsa/baca </link>
<guid> mengenalkan-dunia-jurnalistik-lewat-gerakan-berbagi-lpm-sketsa </guid>
<pubDate> Thu, 18 Apr 2019 11:39:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul kembali mengadakan Gerakan Berbagi Jumat (12/4) di SMAN 10 Samarinda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mengenalkan-dunia-jurnalistik-lewat-gerakan-berbagi-lpm-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LUcIk4oCgm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenalkan Dunia Jurnalistik Lewat Gerakan Berbagi LPM Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>LPM Sketsa Unmul kembali mengadakan Gerakan Berbagi Jumat (12/4) di SMAN 10 Samarinda. Meski hujan sempat mengguyur pada pagi hari, tidak menyurutkan antusiasme partisipan dalam agenda yang bertemakan Mengenal Dunia Melalui Jurnalistik tersebut. Rangkaian acara Gerbeg kali ini diisi dengan Seminar dan Workshop Kepenulisan, serta lomba-lomba seperti fotografi, membaca berita, rangking 1, dan menggambar poster.</p><p style="text-align: justify;">Sesi pertama agenda dimulai pukul 10.00 WITA. Kegiatan dibuka oleh M. Hezi Arifani, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Panitia Gerakan Berbagi, Annisa A&rsquo;yun Nursania dan Ketua Umum LPM Sketsa 2019 Uswatun Hasanah. Acara dilanjutkan dengan doa yang dibacakan oleh M. Razil Fauzan. Selanjutnya, Redaktur Pelaksana LPM Sketsa, William Maliki menyampaikan Seminar dan Workshop Kepenulisan. Kegiatan ini menyampaikan tentang kepenulisan berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik. Sesi tanya jawab dan <em>sharing</em> seputar materi tersebut terlihat cukup aktif dan menyenangkan bagi para peserta.</p><p style="text-align: justify;">Usai Seminar dan Workshop Kepenulisan, panitia mengarahkan peserta lomba-lomba yang akan diadakan selepas ibadah salat Jumat. Sesi kedua acara dilanjutkan usai jeda ibadah salat Jumat. Lomba-lomba yang ada dilaksanakan dalam waktu serentak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam lomba baca berita, peserta diberikan teks berita dan diminta oleh juri untuk membacakan teks tersebut dengan batasan waktu layaknya seorang pembawa berita. Adapun, lomba fotografi yang diadakan mengangkat <em>Human Interest</em>. Sedangkan untuk lomba poster, pesertanya berpasangan dalam tiap satu tim dengan tema Lawan Hoaks. Penyelenggaraan lomba rangking 1 sendiri cukup meriah, terlihat dari semangat para peserta dalam rebutan untuk menjawab soal-soal yang berkaitan dengan jurnalistik.</p><p style="text-align: justify;">Usai pelaksanaan lomba, juri-juri lomba yang dipilih dari kepanitiaan melakukan penilaian untuk pemenang tiap-tiap lomba. Sembari menunggu penilaian juri, panitia mengadakan <em>ice breaking</em> di mana peserta dan panitia juga terlibat. Pemenang lomba pun diumumkan dan diberikan hadiah serta sertifikat penghargaan. Kenang-kenangan sebagai bentuk apresiasi untuk pihak SMAN 10 Samarinda juga diberikan. Acara ditutup dengan foto bersama. <strong><em>(pil/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Jadi Tuan Rumah  Agenda PSNMHII </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-jadi-tuan-rumah-agenda-psnmhii/baca </link>
<guid> unmul-jadi-tuan-rumah-agenda-psnmhii </guid>
<pubDate> Thu, 18 Apr 2019 13:00:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana di Sidang Forum </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-jadi-tuan-rumah-agenda-psnmhii/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S6OYWWiHhp.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Jadi Tuan Rumah  Agenda PSNMHII</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pada (7-11/4) lalu, Unmul menggelar Pertemuan Sela-Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia &nbsp;(PSNMHII) dengan mengundang delegasi mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Agenda ini merupakan acara tahunan dari Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (FKMHII). PSNMHI merupakan kegiatan pertemuan mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia yang tergabung dalam FKMHII. Forum ini merupakan wadah untuk saling bertukar pikiran dengan berbagai rangkaian kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">PSNMHII ke-31 tahun ini dihadiri oleh 160 dari 36 universitas dari 60 universitas yang tergabung di FKMHI. Berjalan selama lima hari, PSNHMII diisi dengan beragam kegiatan. Di antaranya ialah seminar nasional, &nbsp;sidang forum, diskusi ilmiah, dan Mulawarman Environment Forum. Dalam seminar nasional mengangkat tema &quot;Strategi Indonesia dalam Upaya Mengurangi Kerusakan Lingkungan di Tengah Kemajuan Teknologi&quot;, bertempat di Aula Serbaguna Gedung Rektorat Unmul lantai 4.</p><p style="text-align: justify;">Agenda ini bertujuan untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa serta membantu pihak pemerintah, salah satunya dengan Mulawarman Environment Forum. Dari hasil diskusi forum tersebut, akan menghasilkan solusi terkait permasalahan lingkungan untuk pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Meski acara berjalan lancar, namun Tommy Septanus Christian selaku ketua panitia, menyayangkan minimnya partisipasi dan support dari pihak pemerintah bahkan fakultas dan prodi. &ldquo;Bisa dikatakan acara ini berjalan sendiri, bahkan pada <em>opening</em> dan <em>closing</em> acara tidak satupun pihak birokrat kampus atau pemerintah hadir. Kita dari panitia merasa cukup malu dengan para delegasi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu, dikatakan Tommy, peserta cukup antusias dalam mengikuti rangkaian acara. Melalui PSNMHII, para peserta dan panitia dapat saling bertukar cerita serta pengalaman. Mereka juga turut mengapresiasi usaha mahasiswa Unmul udalam melaksanakan PSNMHII. Karena di balik kesuksesan acara ini, ada proses yang cukup panjang. Persiapan acara ini bahkan sudah mulai dilaksanakan sejak tahun lalu. <strong>(<em>ffs/fzn/adl</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rapat Senat Meme Faperta, Tawarkan Penghapusan Jejak Penghinaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-meme-faperta-tawarkan-penghapusan-jejak-penghinaan/baca </link>
<guid> rapat-senat-meme-faperta-tawarkan-penghapusan-jejak-penghinaan </guid>
<pubDate> Fri, 19 Apr 2019 13:27:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pencarian pemecahan masalah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-meme-faperta-tawarkan-penghapusan-jejak-penghinaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gs32hxiAH8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rapat Senat Meme Faperta, Tawarkan Penghapusan Jejak Penghinaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Setelah membuat pernyataan sikap dan menggelar mimbar bebas yang menganggap Dekan Faperta, Rusdiansyah tak dapat menepati janji, (baca sebelumnya, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-keputusan-akhir-nasib-mj/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-keputusan-akhir-nasib-mj/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-keputusan-akhir-nasib-mj/baca</a>) kini kasus meme yang dibuat mahasiswa Faperta perlahan menemui titik terang. Sebelumnya pada Selasa (2/4) lalu telah diadakan rapat senat pertama yang memberi pemahaman kasus yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui pada Senin (8/4), Hanif menyatakan sebelum sidang senat berlangsung, BEM Faperta terlebih dahulu menyerahkan berkas-berkas berupa pandangan dari sisi mahasiswa, diantaranya kronologis, klarifikasi, hingga pernyataan sikap dari alumni BEM Faperta. Namun, untuk pengambilan keputusan dibutuhkan pandangan lain dari Wakil Dekan III, Achmad Zaini, dan sudah direncanakan akan ada rapat senat kedua pada Kamis (11/4).</p><p style="text-align: justify;">Dinyatakan Hanif, pada rapat senat pertama, Dekan Faperta menolak hadir karena dikhawatirkan akan memengaruhi hasil sidang. Meski begitu, ia tetap menyerahkan segala putusannya pada hasil sidang senat, namun hal berbeda justru disampaikan oleh Zaini. Melalui Hanif, ia mengatakan apabila hasil sidang senat menyatakan MJ tidak bersalah, maka hasil sidang senat tidak akan berlaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita maunya sama-sama enggak ada yang rugi, <em>win-win solution</em>. Sudah berencana buat ngomong ke Pak Zaini, banyak mau dibahas. Sampai sekarang BEM enggak dilantik karena disangkut pautkan dengan masalah ini. Jadinya, supaya permasalahan ini cepat selesai harus dengan keinginan mereka. Sementara kami enggak mau dengan cara mereka,&rsquo;&rsquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Khrisna Purnawan Candra, selaku ketua senat mengatakan, kasus meme ini merupakan kesalahan komunikasi antara pihak akademika dan mahasiswa yang bermula dari pengalokasian dana. Ia beranggapan bisa saja fakultas menerapkan alokasi dana untuk tahun depan, dikarenakan saat ini tak ada waktu untuk menyosialisasikan. Namun, ia juga tak membenarkan tindakan protes mahasiswa dengan membuat meme dan menggelar aksi.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, membuat dan menyebarkan meme ini memang merupakan bentuk menjatuhkan instansi dan perilaku yang tidak etis. Setelah senat melihat akar permasalahan, memberikan sanksi hanya akan memperparah keadaaan. Menurutnya, kasus ini tidak akan selesai apabila kedua belah pihak tidak memberi ruang satu sama lain. Ia turut menyayangkan karena kasus ini tersebar di sosial media dan portal berita.</p><p style="text-align: justify;">Setelah rapat kedua diselenggarakan, Candra telah menawarkan kepada Hanif dan MJ untuk mengklarifikasi apa yang sudah tersebar, namun hingga saat ini belum ada jawaban dari keduanya. Ia beranggapan, semakin cepat mereka menanggapi masalah ini akan terselesaikan segera. Dikatakan Candra, mereka berhak untuk menolak tawaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mereka menolak, ya gimana. Kan masing-masing punya hak. Kami juga keberatan dibilangin begini, enggak jelas, <em>waluh</em>, dan sebagainya,&rdquo; jelasnya saat ditemui di ruangannya pada (18/4).</p><p style="text-align: justify;">Ia mengandaikan, apabila mahasiswa menyadari bahwa ia adalah bagian dari sistem, seandainya apa yang disampaikan itu ditolak dan mereka masih memiliki pandangan lain, seharusnya mereka terus bergerak menemui tingkatan yang lebih tinggi. Bisa dekan terlebih dahulu, kemudian bisa ke WR III, ke rektor, hingga ke Menristekdikti apabila masih tak terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penyelesaian masalah yang coba digagas teman-teman senat ini, mahasiswa mau menghapus jejak-jejak tentang penghinaan yang bilang fakultas <em>waluh</em> lah. Kalau enggak bisa ya buat artikel baru, klarifikasi masalah ini gimana. Disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan misalnya. Kita akan berjuang di jalur yang tidak konfrontatif lah. Saya pikir kalau itu dilakukan, tidak ada alasan untuk tidak melantik BEM dan DPM Faperta secepatnya,&rsquo;&rsquo; paparnya. <strong>(<em>ann</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Dia, Si Wadam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/cerita-dia-si-wadam/baca </link>
<guid> cerita-dia-si-wadam </guid>
<pubDate> Sat, 20 Apr 2019 11:30:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi stiletto yang dikenakan Reni. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/cerita-dia-si-wadam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I6Oq0qXLFq.png" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Dia, Si Wadam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Datang seorang dengan <em>stiletto</em> merah menyala itu mendekat ke arahku yang duduk di bangku pinggir gang, dengan senyum yang dihiasi warna merah menyala pula. Ia berjalan di bawah bayangan lampu jalan, dengan langkahnya yang gemulai. Beda sekali dengan sosok yang kutemui enam tahun yang lalu. Aku sedikit terperanjat dari dudukku saat aku sadar siapa dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Dulu ia suka sekali memakai <em>sweater</em> berwarna koral pastel dengan topi putih kesayangannya, sekarang sosoknya sudah dibalut dengan gaun mini ketat berwarna hitam dengan aksen renda di beberapa bagian. Lehernya yang panjang tertutup oleh rambut cokelatnya yang bergelombang. Lekukan tubuhnya yang sangat nampak serta kaki jenjangnya yang terekspos itu menambah kesan &apos;seksi&apos; dari segi visual. Namun, dalam hatiku setengah merutuk ketika melihatnya berpenampilan demikian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Joni? Lama <em>nggak</em> lihat kamu?&quot; sapanya dengan senyum merekah saat ia sudah berdiri di depanku. Aroma manis dari tubuhnya merebak di sekitar indra penciumanku, membuatku sedikit terusik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya? Bagaimana kabarmu? Penampilanmu sedikit...&quot; aku menggantungkan kalimatku. Namun, dia hanya tersenyum simpul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Haha... aku bosan dengan hidupku sebelumnya, jadi aku mengubah gayaku... ya, sedikit,&quot; jawabnya dengan setengah ragu, gestur tubuhnya sangat santai seolah sudah terbiasa dengan segala perubahannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya. Bahkan suaramu saja... berubah?&quot; entah nadaku malah terdengar seperti menanyakannya. Aku takut jika ia tersinggung dengan perkataanku tadi.</p><p style="text-align: justify;">Dia duduk di sebelahku, sedikit rapat. Ia menyilangkan kakinya dan menyibakkan rambutnya. Lalu, ia menatapku dalam dan seakan ingin memberitahu sesuatu padaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada apa?&quot; tanyaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Nggak</em>, aku kangen mukamu. Dulu aku sering pukul mukamu, ingat?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku hanya mengangguk, membenarkan perkataannya.</p><p style="text-align: justify;">Entah bagaimana ekspresiku sekarang yang terlihat di matanya, aku masih merasa kaget, takut, dan ragu. Namun aku mencoba bersikap senatural mungkin, tetapi sepertinya gagal. Kembali, ia melanjutkan bicaranya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita selalu satu sekolah, satu kelas, satu bangku. Banyak juga yang mengira kita saudara kandung. Aku <em>nggak&nbsp;</em>mempermasalahkan itu, tapi aku merasa aku udah nyaman sama kamu. Ingat juga <em>nggak</em>, waktu kita makan gorengan di warung Bik Munah, ada yang teriak &apos;coba kalian pisah sehari kek, nempel mulu,&apos; dan kita cuma mendiamkan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Aku senang ketika kamu ingat ulang tahunku, tapi jujur aku kurang begitu suka dengan kado darimu. Jam tangan, kemeja, celana kain, dompet kulit. Aku berikan semua hadiah darimu kepada semua sepupu laki-lakiku. Ada beberapa waktu saat aku enggak mau bikin hatimu sakit, jadi aku pernah memakai kemeja biru tua yang kamu berikan. Walau akhirnya tergeletak di lemari begitu saja sebelum kukasih ke sepupuku.</p><p style="text-align: justify;">Semenjak kamu bilang &apos;aku suka penampilan Renata&mdash;cewek yang kamu suka waktu kita SMP, tariannya gemulai, kostumnya juga bagus,&apos; dari saat itu aku mulai mempelajari tarian daerah, aku mulai suka dengan kostum tari, aku suka dengan selendang merah, aku menyukai semuanya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika itu, saat kamu memberikan kado gaun merah jambu ke pacarmu yang kesekian, jujur aku sangat iri. Aku juga ingin kamu memberikan itu padaku, di hari ulang tahunku, hari spesialku. Tetapi aku terus menahan hingga saat ini, aku enggak berani bilang.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dia mengusap pipi kanannya yang sudah basah dengan air mata, lalu dia mengibaskan rambutnya di bahu kanannya. Ia tersenyum getir, menunduk, seolah ia berbuat kesalahan yang besar. Matanya terlihat masih berkaca, namun ia menutupinya dengan senyumnya yang dipaksakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku juga...bingung dengan selera cewekmu. Ketika aku tahu kamu suka tipe cewek yang pintar, berambut panjang, dan terlihat seksi walau hanya dari matanya, aku mencoba berubah seperti apa yang kamu sukai. Aku mulai mencoba mempelajari <em>make-up&cedil;</em>memanjangkan rambutku, mempelajari mode, belajar lebih giat, mengubah penampilanku menjadi lebih feminin, segalanya.</p><p style="text-align: justify;">Sampai akhirnya ketika kamu bilang akan melanjutkan studi beasiswa ke luar negeri, aku sangat terpuruk. Sia-sia aku berubah agar kamu memahamiku. Aku takut, kalau kamu sudah ke luar negeri, kamu enggak mengingatku lagi. Aku takut, kamu enggak mau mengenaliku lagi. Tapi, aku bisa apa? Aku putuskan, aku mengikhlaskanmu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku termenung dengan unek-unek yang dikeluarkannya. Aku merangkul pundaknya, mencoba menenangkan. Bulir-bulir air matanya masih berontak keluar dari mata sipitnya, ia terus mengusapnya beberapa kali.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lalu, selama kita lepas kontak, apa yang kamu lakukan? Kamu sudah dapat kerja?&quot; tanyaku perlahan.</p><p style="text-align: justify;">Belum sempat bibir wanita itu bergerak, sebuah lemparan keras menghantam kepalanya. Gulungan kain yang besar, tidak teratur, dan tercium bau anyir, tergeletak di dekat kakiku. Orang yang melemparnya adalah Adi, teman kerjaku yang sekarang matanya dipenuhi emosi. Dia tidak sendiri, ada lebih sepuluh orang yang berdiri di belakangnya dengan tatapan yang sama, dan aku tidak mengenali satu pun diantara mereka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dasar banci! Minggir lu, Jon! Enggak usah deket sama bajingan itu! Jijik! Banci bangsat!&quot; Adi mengeluarkan sumpah serapahnya. Sorak-sorai melecehkan pun juga terdengar. Kerumunan Adi pun mulai mendekat ke arah kami dan berusaha melepas genggaman wanita yang mereka panggil &apos;waria&apos; itu dengan kasar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Woi banci sampah!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Nggak &nbsp;</em>ada yang mau sama lo!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Rudi bencong! Ngapain lo masih nyari muka ke Joni, hah?!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Udah lupa jati diri lo, Rud?! Minggir lo dari Joni, Rud!&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku didorong oleh seseorang, hingga aku terjungkal ke belakang. Penglihatanku memburam, namun aku masih mendengar suara tendangan, makian, dan meronta. Masih tampak bayangan Rudi yang ditendang dan dijambak rambutnya, namun badanku tidak mau bergerak bahkan hanya menggerakkan lenganku yang terasa amat sangat nyeri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Percuma lo pake nama malam lo, Reni!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak guna banget lo jadi manusia!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lo mau kabur kemana lagi, hah?! Mau gangguin siapa lagi lo?!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kerjaan lu &apos;ngelayanin&apos; orang masih kurang cukup?!&quot;</p><p style="text-align: justify;">Makian itu makin terdengar pilu saat Rudi berteriak meronta ketika tubuhnya menahan sakit saat ditendang dan diinjak. Gaunnya terlihat robek di bagian pundak, rambut gelombangnya pun kusut. Ia menangis, menahan rasa sakit di tubuh dan hatinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mahmudhah Syarifatunnisa, mahasiswi &nbsp;Manajemen, FEB 2016. </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tragedi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tragedi/baca </link>
<guid> tragedi </guid>
<pubDate> Sun, 21 Apr 2019 11:15:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi langit senja </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tragedi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1M56svfHZ7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tragedi</h1>
			              </header>
			              <p><em>17.15</em></p><p>Kujajarkan langkah kakiku agar seirama dengan awan pada suatu sore saat aku pulang selepas menguras keringat.</p><p>Ah, batinku.</p><p>Betapa ringannya langkahku apabila hidup ini seperti awan yang setia tinggal di dalam langit tanpa beban.</p><p>Namun, seiring langkahku, aku sadar.</p><p>Bahwa hidupku tak lebih lucu dari sekadar lelucon.</p><p><em>22.30</em></p><p>Sekali lagi, ia menghela nafas di antara embusan rokok yang ia bakar.</p><p>Disandarkannya bahu tegap itu di tiang peron stasiun yang tampaknya enggan untuk terlelap.</p><p>Namun pikirannya terlalu letih untuk berjaga.</p><p>Ia rasa sudah saatnya untuk tidur selamanya.</p><p><strong><i>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB &nbsp;2017</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Kartini 4.0 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menuju-kartini-40/baca </link>
<guid> menuju-kartini-40 </guid>
<pubDate> Sun, 21 Apr 2019 12:27:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat Hari Kartini 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menuju-kartini-40/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I0FGgxjO59.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Kartini 4.0</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Siapa yang tidak mengenal sosok Kartini, perempuan tangguh yang berusaha bebas dari kungkungan dan memperjuangkan pendidikan. 21 April diperingati sebagai hari Kartini yang pada hari tersebut seolah motivasi para perempuan dibangkitkan kembali, ini adalah suplemen kekuatan yang para perempuan harus ingat bahwa perempuan harus bisa memilih kehidupannya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.&quot;&nbsp;</em>Itulah kutipan perkataan Kartini yang bisa kita pakai dan kita tanamkan di dalam hati. Sebagai seorang perempuan yang tangguh kita harus punya sikap yang unggul. Dalam beberapa cerita, jika kita membaca dapat kita jumpai beberapa tokoh wanitanya sangat memiliki pengaruh di dalam kemajuan suatu bangsa bahkan kesuksesan seorang pria. Perempuan harus sadar akan peran penting yang dimilikinya.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi seorang Kartini pada masa kini tidak harus berkonde dan berkebaya. Para perempuan tidak harus menjadi Kartini jika ingin seperti Kartini cukup mengambil semangat dan keberaniannya. Terlepas dari persoalan pro dan kontra mengenai Kartini yang perlu kita ingat adalah bahwa beliau telah memberi terang dalam gelap, beliau lentera bagi kegelapan perempuan pada masanya.</p><p style="text-align: justify;">Masa kini dengan perkembangan zaman dan teknologi yang canggih seharusnya kita lebih bisa menciptakan suatu hal yang sama manfaatnya bahkan lebih dibandingkan apa yang Kartini lakukan. Seorang ibu harus bisa menjadi teman dan guru bagi anak-anaknya, seorang guru harus bisa menjadi teman dan ibu bagi murid-muridnya dan seorang kakak harus bisa menjadi contoh untuk adik-adiknya. Semangat Kartini mesti ditularkan dari berbagai sisi tidak melulu dari sekolah. Membaca sejarah Kartini dan merayakan hari Kartini saja tidak cukup untuk bisa menjadi Kartini masa kini.</p><p style="text-align: justify;">Melihat apa yang terjadi di negeri ini bahwa perempuan hampir tidak memiliki batasan yang jelas dengan pria maka ini adalah salah satu jalan agar perempuan bisa mengabdi dan menyalurkan segala ilmu dan keinginannya. Tentunya jalan yang ditempuh adalah pada kebenaran tidak melanggar hukum dan norma yang berlaku. Dapat kita ambil contoh dari seorang gadis muda yang bernama Tety Sianipar, yang telah berhasil membantu penyandang disabilitas agar dapat menemukan pekerjaan yang cocok untuk mereka. Melalui apa yang dilakukan Tety kita bisa mengambil pelajaran bahwa kepekaan dan rasa simpati kitalah yang dapat membuat kita menjadi orang kuat dan hebat. Jika saja banyak perempuan di negeri ini yang bisa melakukan hal serupa maka bisa diyakini dua puluh tahun yang akan datang Indonesia tidak akan miskin sumber daya manusia dan tidak perlu mendatangkan warga asing untuk bekerja di negeri kita ini.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang dilakukan Tety adalah contoh kecil dari semangat Kartini yang perlu kita ambil. Selain pemanfaatan teknologi yang menandakan generasi milinial perempuan juga dapat menjadi Kartini dengan mempertahankan semangat belajar dari Kartini itu sendiri. Seorang perempuan harus menjadi cerdas dan berpengetahuan yang luas. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam<em>&nbsp;Psychology Spot</em> menemukan bahwa orang-orang yang dilahirkan gen kecerdasannya diturunkan dari ibunya. Ini dikarenakan perempuan menurunkan kromoson yang lebih banyak ketimbang pria untuk anak-anaknya.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, tidak ada alasan perempuan tidak bersekolah dan minim pengetahuan, masa depan bangsa ada pada para ibu. Menjadi perempuan yang seberani dan sekuat Kartini merupakan keharusan bagi perempuan masa kini, siapa pun berhak menjadi sosok Kartini di masanya, lingkungan dan keluarganya. Berdiam di rumah tidaklah selalu menjadi hal yang baik bagi perempuan, apalagi tidak melakukan apa-apa. Keluar dan mencari hal baru akan menambah pengetahuan dan semangat baru. Terus semangat dan kuat bagi perempuan yang berlawan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Aulia Agustini, mahasiswi Sastra Indonesia FIB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peduli Pendidikan, Unjar Kobarkan Semangat Belajar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/peduli-pendidikan-unjar-kobarkan-semangat-belajar/baca </link>
<guid> peduli-pendidikan-unjar-kobarkan-semangat-belajar </guid>
<pubDate> Mon, 22 Apr 2019 11:34:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama dengan siswa SDN 013 Muara Badak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/peduli-pendidikan-unjar-kobarkan-semangat-belajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WkDYfO46zJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peduli Pendidikan, Unjar Kobarkan Semangat Belajar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Berangkat dari tekad pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan, Gerakan Unmul Mengajar (Unjar) menggelar kegiatan Goes To School (GTS) di salah satu sekolah yang berada di Muara Badak, Kutai Kertanegara yakni SDN 013 Muara Badak. Sekolah ini merupakan salah satu Instruksi Presiden (Inpres) peninggalan pemerintah orde baru.</p><p style="text-align: justify;">GTS tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 April 2019, diikuti oleh relawan pengajar Unjar yang telah berangkat ke lokasi sehari sebelumnya. Kurang lebih dua jam perjalanan ditempuh rombongan Unjar dengan konvoi bermotor hingga akhirnya sampai ke sekolah yang dituju.</p><p style="text-align: justify;">SDN 013 yang terbuat dari bangunan kayu ini hanya memiliki empat ruangan. Satu ruang difungsikan untuk kantor guru dan tiga ruang tersisa digunakan sebagai ruang kelas yang menampung siswa dari kelas satu sampai enam. Mirisnya, keterbatasan ruang kelas ini membuat pihak sekolah harus menempatkan dua tingkatan kelas dalam satu ruangan dengan menggunakan sebuah pembatas. Meski jumlah total siswanya tidak banyak, sekitar 35 orang, dapat terbayang ketika proses belajar mengajar berjalan maka suara dari masing-masing kelas tentu akan saling mengganggu. Tapi hal ini tidak menyurutkan semangat siswa maupun para guru.</p><p style="text-align: justify;">Bersama matahari yang cerah, semangat dan antusias terpancar dari wajah para siswa ketika menyambut relawan Unjar yang akan memulai aksi pagi itu. Kegiatan diawali dengan latihan upacara bendera untuk Senin nanti, setelah itu dilanjut dengan senam pramuka bersama.</p><p style="text-align: justify;">Usai agenda tersebut, siswa diarahkan masuk kelas untuk menerima materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mengingat perlunya pengetahuan mengenai hidup bersih dan sehat sehingga dapat tertanam karakter positif sejak dini. Tidak kaku, para relawan&nbsp;<em></em>berbagi pengetahuan dan motivasi dengan diselingi permainan edukatif serta menggunakan alat bantu poster yang menarik.</p><p style="text-align: justify;">Lepas berbagi pengetahuan, Unjar mengadakan tiga perlombaan yaitu lomba balap karung, makan kerupuk, dan estafet karet. Halaman sekolah menjadi riuh oleh sorak-sorai semangat para siswa yang juga menjadi peserta lomba. Sembari menanamkan jiwa sportif, kebersamaan para relawan dan siswa kian erat dan hangat hingga lelah karena energi terkuras pun tidak terasa.</p><p style="text-align: justify;">GTS ditutup dengan pemberian hadiah kepada pemenang dan pembagian bingkisan kepada seluruh siswa. Sebagai ucapan terima kasih, Aldo Aditya Ramadhan selaku <em>Project Officer</em> (PO) menyerahkan cendera mata sekaligus memberikan donasi buku-buku bacaan kepada pihak SDN 013 Muara Badak. Seluruh rangkaian acara diakhiri dengan mengabadikan momen dalam foto.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan GTS ini menjadi ajang untuk membangkitkan semangat belajar anak-anak. Setiap perubahan tentu membutuhkan langkah awal, begitupun ketika ingin memajukan pendidikan maka hal awal yang dapat dilakukan adalah menanamkan dalam diri tentang pentingnya pendidikan bagi setiap anak bangsa. Sebagai mahasiswa, menjadi penting untuk memunculkan kepekaan terhadap pendidikan dan bersama-sama melakukan kontribusi untuk negeri.</p><p style="text-align: justify;">Kobarkan Semangat Mengabdi untuk Pendidikan Indonesia!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Public Relation Gerakan Unmul Mengajar 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perayaan Milad Plankthos Melalui Peringatan Hari Bumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perayaan-milad-plankthos-melalui-peringatan-hari-bumi/baca </link>
<guid> perayaan-milad-plankthos-melalui-peringatan-hari-bumi </guid>
<pubDate> Tue, 23 Apr 2019 14:17:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegiatan penanaman 1000 bibit pohon mangrove. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perayaan-milad-plankthos-melalui-peringatan-hari-bumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r1wviO2iS4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perayaan Milad Plankthos Melalui Peringatan Hari Bumi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memperingati Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April lalu, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Plankthos Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mengadakan kegiatan penanaman 1000 bibit pohon mangrove. Penanaman tersebut merupakan bentuk perayaan milad Mapala Plankthos yang ke-14. Kegiatan tersebut berlangsung pada 13 - 14 April 2019 di Pulau Pangempang, Muara Badak.</span></p><p style="text-align: justify;">Muara Badak dipilih sebagai lokasi penanaman bibit pohon mangrove. Hal ini dipilih lantaran Mapala Plankthos berfokus di daerah pesisir. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh Mapala Plankthos, tetapi juga dari UKM dan HIMA FPIK, komunitas Pecinta Alam Bumi Kalimantan Timur, siswa/siswi SMA di Muara Badak, warga setempat, TNI-AL, kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas), dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) turut serta dalam kegiatan penanaman bibit pohon mangrove.</p><p style="text-align: justify;">Untuk melakukan kegiatan ini, ada serentetan izin yang perlu dipenuhi. Mulai dari fakultas, rektorat, hingga daerah setempat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita izinnya ke kecamatan, RT, Panwas, Polisi, TNI-AL juga,&rdquo; ujar Muhammad Hafiz Ketua Mapala Plankthos.</p><p style="text-align: justify;">Dalam proses penanaman bibit tidak terlalu rumit. &quot;Kami perlu menyiapkan bibitnya, ada dua jenis ini, propagul dan <em>polybag</em>,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Jenis propagul adalah bibit dari buah mangrove yang jatuh kemudian langsung ditanam. Sedangkan jenis <em>polybag</em> merupakan hasil persemaian. Setelah itu mempersiapkab turus atau tiang untuk membantu mangrove agar dia tetap berdiri, dan tidak cepat hanyut terbawa ombak.</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja setelah bibit pohon mangrove ditanam tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Akan tetapi, tetap harus di pantau setiap dua minggu sekali. Hal ini dilakukan untuk merawat ulang sehingga bibit pohon mangrove dapat tumbuh dengan baik. Selain dari Mapala Plankthos, warga setempat, siswa/siswi SMA Muara Badak, dan TNI-AL juga nantinya turut memantau perkembangan mangrove.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, bukan berarti kegiatan berjalan tanpa kendala. Mereka mendapatkan kendala di lapangan berupa kesalahan dalam membaca kondisi alam. &ldquo;Jadi, yang harusnya kita tanam menggunakan air sorong ternyata pas kita di lapangan itu airnya konda&rdquo;, ujar Adi Siswanto selaku ketua pelaksana. Hafidz juga menambahkan bahwa perlu adanya persiapan pendanaan, agenda acara, dan persiapan teknis. <strong><em>(hlm/vny/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sorot Masalah Kampus melalui Evaluasi Kinerja Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-masalah-kampus-melalui-evaluasi-kinerja-rektor/baca </link>
<guid> sorot-masalah-kampus-melalui-evaluasi-kinerja-rektor </guid>
<pubDate> Wed, 24 Apr 2019 11:22:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa aksi mahasiswa ramaikan halaman Rektorat Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-masalah-kampus-melalui-evaluasi-kinerja-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r9GY6K79sq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sorot Masalah Kampus melalui Evaluasi Kinerja Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Puluhan pasang kaki mahasiswa siang itu mulai melangkah dari Gedung Student Center (SC). Matahari yang saat itu sudah di atas kepala mengiringi perjalanan mereka menuju rektorat. Nyanyian dan tuntutan meramaikan barisan massa aksi. Tepat di halaman rektorat, spanduk bertuliskan tuntutan dibentangkan dalam aksi bertajuk evaluasi kinerja rektor (15/4).</p><p style="text-align: justify;">Satu persatu mahasiswa menyampaikan orasi. Ada lima tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut, di antaranya tuntaskan kasus Rp35 miliar dan kasus plagiasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), menuntut perbaikan dan fasilitas keamanan kampus, tuntaskan permasalahan di SC, tolak peraturan akademik Unmul 2017, menuntut transparansi anggaran kemahasiswaan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Massa aksi meminta Masjaya turun menemui mereka. Tak berselang lama, Masjaya turun dari ruang kerjanya, alih-alih mendengarkan keluh-kesah massa, Masjaya justru meminta mahasiswanya untuk melakukan ibadah terlebih dahulu. Setelah melaksanakan shalat, Masjaya didampingi Mohammad Noor Dekan FISIP, Encik Akhmad Syaifudin Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kemahasiswaan serta beberapa staf lainnya mendengarkan tuntutan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Usai menyampaikan seluruh tuntutan, Masjaya mengajak massa aksi untuk audiensi di dalam ruang rapat rektorat. Namun tidak semua dapat masuk, syaratnya dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Melalui pengecekan tersebut, tidak semua peserta aksi dapat ikut masuk mengikuti audiensi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam forum tersebut, Masjaya mengatakan bahwa aturan akademik yang dibuat dan dituntut itu tidak dibuat sembarangan. Aturan tersebut terkait larangan membawa mahasiswa baru berkegiatan di luar kampus. Hal ini tentunya membatasi ruang gerak mahasiswa, terutama jika bergabung ke dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau organisasi lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkan bahwa peraturan akademik tersebut memiliki sandaran hukum dari peraturan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Dikti No. 116/B1/SK/2016. Selain itu juga sesuai dengan Pasal 71 Bagian Kesembilan mengenai Tata Tertib Penyelenggaraan Pendidikan Ayat 1 - 7 Peraturan Akademik Unmul 2017. Ia menyatakan bahwa tidak akan membuat aturan di luar dari kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Masa transisi maba itu sangat sulit menentukan arah kalau kita tidak awal membinanya. Ini dalam bentuk mendukung untuk selesai sesuai harapan orang tuanya,&quot; jelas Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan kontrak kinerja antara UKM sebagai pihak pertama dengan WR III sebagai pihak kedua dalam menyumbangkan satu emas, yang merupakan penghargaan juara pertama peringkat nasional. Adanya kontrak kinerja ini dinilai sebagian UKM memberatkan, sebab tidak semuanya bergerak di bidang yang dapat dikompetisikan. Dari hasil pertemuan itu, dikatakan bahwa tidak semua definisi penghargaan tersebut dengan predikat juara, tetapi melalui proposal dan dapat pembiayaan nasional juga setara emas.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan lain yang langsung dijawab Masjaya saat itu ialah soal penerangan di kampus serta pengaliran air di SC. &ldquo;Yang penting ada titiknya, besok akan menyala lampunya. Air juga besok mengalir dan seterusnya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Menumpuknya sampah di SC belakangan ini juga menjadi keresahan bagi penghuni SC. Beberapa sudut SC terlihat cukup banyak tumpukan sampah. Dalam mediasi tersebut, Masjaya menjanjikan secepatnya akan mengirimkan petugas <em>cleaning service</em>. Namun, ia juga berpesan agar kebersihan SC tetap menjadi tanggung jawab bersama.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan bikin sampah kemudian paksa orang untuk membersihkan. Kami juga akan menempatkan <em>cleaning service</em> di sana, sesuai dengan kaidah kebersihan dan tanggung jawabnya dibatasi oleh kesepakatan kita,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keamanan kita juga terganggu di sini,&rdquo; ujar salah satu mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Memang bukan satu atau dua kali kasus pencurian atau tindakan kriminal terjadi di sekitar kawasan Unmul. Salah satunya karena terbukanya akses ke Unmul. Masjaya mengatakan agar mahasiswa turut menjaga keamanan kampus dengan mengupayakan agar Unmul hanya dapat dilalui oleh civitas academica Unmul. Ia juga mengatakan agar tidak membawa orang luar, terlebih di malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan anggaran untuk UKM juga sempat disinggung. Salah satu perwakilan dari UKM Taekwondo menanyakan terkait isu pembangian anggaran 50% untuk dana kegiatan dan sisanya untuk dana prestasi. &ldquo;Yang kita takutkan, teman-teman UKM non prestasi seperti KSR dan Sketsa. Kalau dana itu dipangkas 50% untuk kegiatan, takutnya kegiatan teman-teman UKM lain kegiatannya tidak jalan semua. Kemudian di lokakarya saya ada melihat UKM yang tidak aktif tapi anggarannya tetap dimasukkan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab keresahan ini, pihak rektorat menegaskan bahwa ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki untuk mendorong agar dana bisa digunakan untuk berprestasi. Namun tetap menjalankan roda kegiatan organisasi. Angka 50-50 juga tidak mutlak.</p><p style="text-align: justify;">Hal lain yang dikeluhkan adalah terkait pemungutan biaya untuk penggunaan gedung yang merupakan fasilitas di Unmul. Seperti KMK, yang dalam forum tersebut menceritakan saat akan mengunakan gedung auditorium dan juga Gedung Bundar Fahutan dengan mengeluarkan biaya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas, digunakan namun dengan syarat membayar. Lalu kami harus bagaimana?&rdquo; tanyanya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini Masjaya mengaku tidak tahu-menahu. &ldquo;Setahu saya tidak ada pembayaran buat mahasiswa. Kalau ada, berikan saya kuitansinya. Saya ganti dan saya pecat orang yang menerima. Saya ganti uanganya, karena SK saya tidak membayar. Catat ini ya,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk kasus selisih dana Rp35 miliar yang sempat heboh beberapa waktu lalu, saat ini masih terus dalam proses penyelesaian. &ldquo;Sudah di audit BPK mengarah ke titik titik yang bagus, karena sudah mulai berkurang jumlah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini adalah kerja sama dengan pemerintah daerah dan FKIP,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan hasil dari penyelidikan kasus plagiarsime dosen di FISIP dikatakannya sudah diserahkan, bahkan sebelum tanggal 1 April, yang mana itu menjadi janjinya. &ldquo;Hasilnya sudah kami serahkan ke fakultas, dengan rincian bahwa tidak ada unsur plagiarisme karena pernyataan dosen/mahasiswa bersangkutan dianggap dibawa-bawa skripsinya atau tesisnya. Semua lengkap data-datanya dan sejak awal dia tau,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski permasalahan telah dijawab langsung oleh Masjaya, namun bukan berarti lega dirasa oleh massa aksi yang keluar dari ruang rapat tersebut. Beberapa di antaranya masih perlu diselisik, dan ditemukan solusinya. <strong><em>(mrf/wuu/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Kabar Kepastian KKN 45 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-kabar-kepastian-kkn-45/baca </link>
<guid> menanti-kabar-kepastian-kkn-45 </guid>
<pubDate> Wed, 24 Apr 2019 12:50:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Alur dan konsep KKN DSM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-kabar-kepastian-kkn-45/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R3ZOYYp93c.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Kabar Kepastian KKN 45</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">SKETSA &ndash; Euforia Kuliah Kerja Nyata (KKN) 45 kini memasuki tahap pendaftaran KKN Reguler kloter kedua dan KKN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebelumnya telah dilakukan pembukaan pendaftaran KKN Desa Sejahtera Mandiri (DSM), KKN CSR Astra, KKN Kebangsaan, dan KKN Internasional sendiri yang saat ini masih membuka pendaftaran.</p><p style="text-align: justify;">Usai pengumuman peserta yang lolos KKN DSM pada Minggu (7/4) lalu, beberapa mahasiswa menyatakan mengundurkan diri. Saat dikonfirmasi oleh <em>Sketsa</em> di ruangannya pada Senin (8/4), Esti Handayani selaku koordinator KKN 45 mengaku hal tersebut diperbolehkan, namun dengan syarat harus membuat surat pernyataan mengundurkan diri dari KKN DSM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu hak prerogatif mahasiswa, enggak apa-apa mengundurkan diri. Alasannya apapun kami terima asal dia membuat surat pengunduran diri jadi namanya akan tercoret dari sistem.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Esti menjelaskan untuk KKN DSM, pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sudah menandatangani kontrak dengan pihak-pihak terkait. Sedangkan, untuk dana Esti menjelaskan bahwa setiap desa diberi jatah Rp2 juta, meskipun dia mengaku bahwa uang tersebut sampai saat ini belum juga cair.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena tahun ini semuanya di bawah LP2M nanti misalnya dapatnya dua juta delapan ratus, ya untuk mahasiswa semua dua juta delapan ratus. Ya terserah mereka buat pelaksanaan KKN aja, mau dipakai untuk program, untuk makan, atau apapun yang penting bisa tanggung jawab,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tempat tinggal mahasiswa saat KKN semua tergantung dari desa tujuan, beberapa desa yang sudah sering menjadi tempat pelaksanaan KKN biasanya akan menyediakan tempat. Namun untuk desa lain yang belum menyediakan, maka akan di arahkan dari pihak desa untuk mencari tempat tinggal selama pelaksanaan KKN berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dijelaskan dalam tautan <em>kkn.unmul.ac.id</em>, KKN DSM merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Jenis KKN ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa terkait dengan pengembangan Desa Sejahtera Mandiri dengan mengandalkan potensi desa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara KKN Regular tahun ini sama dengan sebelumnya, memberlakukan sistem acak. Otomatis mahasiswa hanya dapat memilih Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Timur. Sedangkan KKN Kebangsaan merupakan program nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang &nbsp;untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air, jiwa kebangsaan, dan patriotisme mahasiswa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu ada juga KKN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang merupakan bentuk kemitraan antara Kementerian PUPR Pekerjaan dengan perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan melalui program pemberdayaan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Ada juga KKN Internasional, yang bekerja sama dengan Faculty of Science (FSCI), King Mongkut&rsquo;s University KMUTT, Thailand. Area KKN berada di sekitar Bangkok dan rural area di Thailand. Untuk pelaksanaannya, KKN ini akan diisi dengan pengabdian dan aplikasi ilmu ke masyarakat, serta belajar pertukaran budaya. Ada juga jenis KKN Program Penyetaraan Program Kuliah (PKP). Di mana mahasiswa mengajukan bentuk kegiatannya yang juga berbentuk pengabdian dan disetarakan dengan KKN.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir adalah KKN Astra yang bekerja sama dengan CSR Astra. Terkait pembiayaan KKN jenis ini, dikatakan Esti, belum menemukan titik terang dengan pihak Astra. Kerja sama antara Unmul dan CSR Astra ini lebih menekankan untuk membantu masyarakat desa tujuan. &ldquo;Ini pilihannya dikasih uang atau enggak, itu aja sih. Saya belum <em>clear&nbsp;</em>sampai sekarang,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kabar terbaru mengenai masalah anggaran dana KKN dari rektorat yang sempat tertunda, Esti mengaku tidak mengetahui dan mengurus hal tersebut karena dirinya mengurus bagian pengembangan program. Ia juga menjelaskan terkait informasi yang di berikan di website LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenapa sih kok pengumumannya kok nyicil, karena kami kalau dapat informasi apa langsung kami umumkan, nanti kalo nunggu semua kelamaan,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>fir/ann/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maksimalkan Maba dengan UTBK </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maksimalkan-maba-dengan-utbk/baca </link>
<guid> maksimalkan-maba-dengan-utbk </guid>
<pubDate> Thu, 25 Apr 2019 13:28:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi UTBK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maksimalkan-maba-dengan-utbk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hvrpBcIRIr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Maksimalkan Maba dengan UTBK</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menyongsong tahun ajaran baru, Unmul sambut mahasiswa baru (maba) yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Negeri Tinggi (SNMPTN) dari berbagai daerah. Rasa sukacita serta bangga tidak luput dari para calon mahasiswa. Salah satunya adalah Noveliana Puspita Sari Dewi, siswi SMAN 5 Samarinda. Melalui wawancara via daring, ia mengungkapkan bahwa dirinya sempat tidak percaya dapat diterima di kampus hijau Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perasaan saya ketika dinyatakan lulus jalur SNMPTN ya senang sekali, tapi masih tidak percaya. Kok bisa lulus padahal saingannya banyak. Namun, saya bersyukur bisa lulus di jurusan Farmasi dengan saingan yang sangat ketat,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Tahap-tahap yang harus dilewati dalam proses SNMPTN kali ini menurutnya cukup mudah. &ldquo;Kita sudah didaftarkan pihak sekolah untuk mengikuti SNMPTN melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Maka, setelah itu kita tinggal mengecek ulang apakah ada kesalahan nilai atau tidak,&rdquo; jelasnya. Tidak hanya itu, apabila siswa dinyatakan lulus SNMPTN, terdapat empat persyaratan lainnya untuk verifikasi berkas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang pertama surat pendaftaran SNMPTN, kemudian surat keterangan masuk SNMPTN, dan fotokopi rapor dari semester satu sampai dengan semester lima yang sudah dilegalisir. Jika memiliki peringkat kejuaraan bisa juga diikutsertakan,&rdquo; tutupnya. Menurut keterangannya, terdapat sekitar 43 orang lainnya yang juga berhasil lolos SNMPTN dari SMAN 5 Samarinda.</p><p style="text-align: justify;"><strong>UTBK dan Pelaksanaannya</strong></p><p style="text-align: justify;">Usai SNMPTN diumumkan, pelaksanaan Ujian Tulis Basis Komputer (UTBK) juga berlangsung. Pendaftaran berlangsung sejak 1 Maret s/d 1 April, kemudian berlanjut dengan pelaksanaan ujian yang dimulai sejak 13 April s/d 26 Mei yang akan datang.</p><p style="text-align: justify;">Jenis tes yang digunakan dalam UTBK terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) yang mengukur kemampuan kognitif, dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Tes ini melakukan penekanan pada <em>Higher Order Thinking Skills</em> (HOTS), di mana calon mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, dan kreatif.</p><p style="text-align: justify;">Turut serta mengawal jalannya pelaksanaan UTBK, Dewi Novi Rianti selaku Kasubag Hubungan Masyarakat (Humas) Unmul memaparkan beberapa hal mengenai UTBK. Ditemui Sketsa pada Rabu (18/4), dirinya menyatakan bahwa pelaksanaan UTBK ini terpantau lancar, meskipun ada sedikit keterlambatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aman dan lancar. Mungkin ada beberapa yang terlambat, tapi tetap berjalan lancar dan sesuai dengan yang kita harapkan,&rdquo; ujarmya.</p><p style="text-align: justify;">Pada pelaksanaannya, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi, salah satunya peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal dua kali, dengan ketentuan kelompok Sains dan Teknologi (Saintek) satu kali dan kelompok Sosial dan Humaniora (Soshum) satu kali, atau kelompok Saintek dua kali, atau kelompok Soshum dua kali. Hal ini juga ditekankan olehnya, bahwa peserta yang gagal dalam dua kali pelaksanaan UTBK tidak dapat mengambil kembali ujian ini kembali, sehingga harus menunggu tahun berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pendaftar tidak bisa mendaftar lebih dari dua kali, jadi harus mengulang di tahun depan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menambahkan, bahwa UTBK hanya berlaku sebagai salah satu syarat pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Negeri Tinggi (SBMPTN).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;UTBK berlaku untuk SBMPTN, jadi bagi pendaftar di jalur mandiri tidak menggunakan nilai UTBK, namun ada ujiannya sendiri,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Unmul sendiri menyediakan lokasi ujian di beberapa fakultas dalam pelaksanaan UTBK kali ini, seperti FMIPA, FEB, FKM, dan FK.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan UTBK diharapkan dapat memberikan prediksi bagi universitas untuk mengetahui calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studinya di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu. <strong><em>(len/ren/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Liga FKIP, Ajang Wujudkan Aktor Cerdas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/liga-fkip-ajang-wujudkan-aktor-cerdas/baca </link>
<guid> liga-fkip-ajang-wujudkan-aktor-cerdas </guid>
<pubDate> Fri, 26 Apr 2019 12:59:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FKIP menyelenggarakan Grand Opening salah satu  kegiatan besar yaitu Liga FKIP pada (25/04). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/liga-fkip-ajang-wujudkan-aktor-cerdas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3k9uyu0GZl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Liga FKIP, Ajang Wujudkan Aktor Cerdas</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Rabu (25/4) kemarin sukses menggelar <em>Grand Opening</em> salah satu kegiatan besar yakni, Liga FKIP. Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) 27 September, terdapat kegiatan lainnya, yaitu seminar pendidikan dengan tema, &ldquo;Apa Kabar Pendidikan Daerah Perbatasan dan Pedalaman dalam Menghadapi Revolusi Industri&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Acara dibuka dengan menampilkan tari daerah dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari FKIP. Dilanjutkan dengan sambutan dari Muhammad Enggi Sulaiman selaku ketua panitia dan Idet Arianto Putra selaku Gubernur BEM FKIP. Serta menampilkan beberapa kontingen dan penyalaan obor dari mahasiswa berprestasi FKIP.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini merupakan yang terbesar dan pertama kali diselengarakan FKIP. Acara dimulai sejak tanggal 25 April hingga 2 Mei, sekaligus bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Dari data panitia, tercatat jumlah peserta yang berpartisipsi sebanyak 564 yang terdiri dari pelajar hingga mahasiswa dari beberapa universitas di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Kategori perlombaan terdiri atas tiga bagian yaitu, bidang ilmiah seperti lomba debat ilmiah, pidato, <em>essay&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;</em>orasi ilmiah. Bidang kesenian dengan lomba akustik, fotografi, <em>stand up comedy</em>. Terakhir bidang olahraga yaitu lomba badminton, futsal, catur, tennis meja, dan voli.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara lain yakni seminar pendidikan mengundang Prof. Dr. H. Muh. Amir Masruhim, M. Kes selaku Dekan FKIP Unmul, dan Drs. H. Musyahrim, MM selaku Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur. Seminar ini dipandu oleh Rizaldo, mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah yang juga merupakan Presiden BEM KM 2017.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan dari kegiatan ini, diharapkan agar dapat mewujudkan aktor-aktor cerdas yang merupakan slogan FKIP, juga mampu menciptakan kejayaan FKIP,&rdquo; ujar Enggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selepas seminar pendidikan, acara ditutup dengan penampilan akustik dari UKM Musik FKIP. <strong>(<em>bip/ery/mer/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sialan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sialan/baca </link>
<guid> sialan </guid>
<pubDate> Sat, 27 Apr 2019 12:18:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana malam di Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sialan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gl7TH71PXI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sialan</h1>
			              </header>
			              <p>Di mana jantung kota ini, Malna? Ketika</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; berjalan memunggungi matahari lapar</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; mengiris-iris perutku &amp; sakit kepala</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; karena puisi gelapmu</p><p>Aku memasuki SCP disambut dingin</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; AC &amp; brosur cicilan rumah</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; DP 55 juta! Melihat orang-orang tertawa</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; memakan happy meal, mengabaikan</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; pengemis yang terlihat di trotoar</p><p>&amp; kenanganku menjadi ACE Hardware</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;iklan rokok berbahasa Jakarta</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&amp; merasa absurd di tengah</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;orang-orang yang mencari kebahagiaan</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;pada akhir pekan</p><p>Di Foodcourt sepasang kekasih</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; membicarakan masa depan</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Iphone keluaran terbaru &amp; pernikahan</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; mewah di hotel yang akan dihadiri</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; tokoh-tokoh politik &amp; selebritis</p><p>&amp; tiba-tiba merasa cemas dengan harga</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; harga yang harus kubayar kelak</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; ketika menjadi tua: tanah, rumah</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; biaya persalinan &amp; pendidikan</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; anak-anak, tagihan listrik &amp; air</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; dan ain-lain. Oh, Samarinda&mdash;</p><p>Yang makin genit dengan infrastruktur:</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;flyover, jalan jalan, taman taman</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;betapa lelahnya menjadi manusia, sungguh</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;karena yang fana cuma</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;waktu</p><p>&nbsp;&amp; kekosongan yang diisi kebisingan</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; di jalan jalan raya cuma sementara</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &amp; sandiwara &amp; iklan iklan yang ditampilkan</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &amp; disaksikan di televisi tetap sandiwara</p><p>&amp; nyawa nyawa melayang karena bekas galian</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; galian tambang &amp; ibu yang menjerit</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; histeris karena anaknya mati tenggelam</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; di sana &amp; Gubernur yang justru</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; menyalahkan warganya &amp; kau yang merasa</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; ditipu Gubernur</p><p>Itu setelah pilkada cuma pasrah berkata:</p><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;sialan.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2012.</em></strong></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Avengers: Endgame, Konklusi yang Melegakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/avengers-endgame-konklusi-yang-melegakan/baca </link>
<guid> avengers-endgame-konklusi-yang-melegakan </guid>
<pubDate> Sun, 28 Apr 2019 07:32:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Poster Avengers: Endgame. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/avengers-endgame-konklusi-yang-melegakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4bvZ3YAETy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Avengers: Endgame, Konklusi yang Melegakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Judul: Avengers: Endgame</span></p><p style="text-align: justify;">Genre: Aksi, Fantasi, Petualangan, Superhero</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 25 April 2019 (Indonesia)</p><p style="text-align: justify;">Sutradara: Anthony Russo dan Joe Russo</p><p style="text-align: justify;">Pemain: Robert Downey Jr., Chris Evans, Chris Hemsworth, Scarlett Johansson, Brie Larson</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Marvel Cinematic Universe memang punya proyek film paling ambisius sepanjang sejarah perfilman. Hal ini terlihat dari kuantitas film yang dihasilkan tiap tahun. Sejak <em>Iron Man</em> muncul pada 2008 hingga <em>Avengers: Endgame</em> pada 2019, terhitung ada 22 film yang dihasilkan dalam kurun waktu 11 tahun. Artinya rata-rata setiap tahun Studio Marvel meghasilkan minimal 2 film dan hampir semuanya mendapatkan reputasi yang sangat baik. Tak ayal, film <em>Avengers: Endgame</em> menjadi film paling ditunggu oleh penggemar.</p><p style="text-align: justify;"><em>Avengers: Endgame&nbsp;</em>mengambil latar waktu setelah <em>Avengers: Infinity War</em> (2018), yakni setelah setengah populasi alam semesta dimusnahkan oleh Thanos dengan sarung tangan ajaibnya yang disebut <em>Infinity Gauntlet</em>. Sarung tangan ini berisi batu-batu ajaib warna-warni yang disebut <em>Infinity Stones</em> dan memiliki kekuatan untuk memusnahkan sekaligus memperbaiki semesta.</p><p style="text-align: justify;">Tim Avengers yang merasa putus asa karena kalah dari Thanos kembali pada urusan pribadi mereka masing-masing. Ada yang berkeluarga, terlibat dalam komunitas masyarakat, hingga menjadi pemburu mafia. Hingga harapan mengembalikan separuh populasi itu muncul dari kemunculan Scott Lang si Ant Mant dari dunia quantum (<em>Ant Man and The Wasp</em>). Ide melakukan perjalanan waktu pun muncul untuk mengumpulkan seluruh <em>Infinity Stones</em>.</p><p style="text-align: justify;">Film berdurasi tiga jam ini memang menuturkan cerita dengan lambat namun tidak membosankan. Dari awal film emosi penonton dibangun secara perlahan agar berempati terhadap setiap karakter yang ada dalam film, sehingga penonton merasa terbawa dengan emosi dan perasaan yang tertuang dalam setiap adegan. Tidak melulu serius, Russo bersaudara sebagai sutradara cukup pandai menyelipkan lelucon bahkan dalam adegan genting sekalipun.</p><p style="text-align: justify;">Adegan pertarungan yang dihadirkan pun memuaskan hasrat fans. Pertarungan akbar yang menjadi final penentu nasib semesta menjadi adegan yang tegang sekaligus emosional, karena semua keseruan yang diharapkan penonton akan ada di sini. Film ditutup dengan rasa haru sekaligus perasaan lega luar biasa karena menyaksikan perpisahan beberapa <em>superhero</em> Marvel. Sekaligus dengan kode bahwa waralaba Marvel Cinematic Universe belum berakhir disini. Semangat hero yang pergi masih diwariskan kepada hero penerus yang bisa kita saksikan pada film-film Marvel selanjutnya. <strong><em>(fer/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi Publik Kupas Polemik Karst </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-publik-kupas-polemik-karst/baca </link>
<guid> diskusi-publik-kupas-polemik-karst </guid>
<pubDate> Mon, 29 Apr 2019 13:51:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi Publik Kars Sangkulirang–Mangkalihat Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himip). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-publik-kupas-polemik-karst/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y8blimI8A6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi Publik Kupas Polemik Karst</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Berangkat dari isu karst yang masih menjadi polemik, Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himip) Fakultas Ilmu sosial dan politik (FISIP) menggelar diskusi umum terkait karst pada Sabtu (27/4) lalu. Berrtajuk &quot;Diskusi Publik Karst Sangkulirang - Mangkalihat, Bentang Alam vs Peluang Bisnis&quot; dilaksanakan bertempat di Aula Gedung Departemen Agama, Samarinda. Forum ini menghadirkan empat pembicara berkompeten.</p><p>Penyampaian materi pertama disampaikan oleh Heri Susanto dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan (P3EK). Ia mengatakan bahwa karst bukan ekosistem alam yang bediri sendri, melainkan kesatuan utuh yang menyeluruh dan saling memengaruhi. Bahkan butuh bejuta-juta tahun untuk membentuk kawasan karst. Selain itu, dalam kawasan karst memiliki air di bawah tanah yang berfungsi untuk kelangsungan hidup orang banyak. Hal ini juga yang menjadi alasan banyaknya penolakan terhadap adanya pabrik semen yang dinilai merusak kawasan karst.</p><p>Pemaparan selanjutnya dari Heru Saleh, selaku pengamat politik. Menurutnya forum ini menjadi sarana untuk mempertemukan dua sisi. &quot;Kita duduk bersama (masyarakat dan pemerintah) untuk mendiskusikan masalah dan sama-sama mencari jalan keluar,&rdquo; ujarnya</p><p>Hadir juga Muhammad Awaluddin, pengamat ekonomi. Ia memaparkan adanya potensi lain, salah satunya dengan mengelola karst sebagai pariwisata ketimbang membangun pabrik semen. Dilanjutkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Fahmi Himawan, yang menyatakan belum adanya persetujuan dari pemerintah terkait pembangunan pabrik semen. Fahmi menambahkan pemerintah pun perlu berusaha untuk menjaga karst yang ada, dengan mengelola kawasan tersebut menjadi bidang pariwisata.</p><p>Usai pemaparan materi, diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pembacaan hasil diskusi. Diakhiri dengan pemukulan gong. Iqbal Pratama Ketua Himip mengukapkan acara ini memiliki tujuan, khususnya bagi mahasiswa. &ldquo;Acara ini bertujuan untuk menambah wawasan ke seluruh mahasiswa dan membatu pemerintah daerah kususnya Kaltim,&quot; ujarnya. <strong>(<em>bip/rpi/mer/fqh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merajut Kebersamaan di Pulau Kumala </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/merajut-kebersamaan-di-pulau-kumala/baca </link>
<guid> merajut-kebersamaan-di-pulau-kumala </guid>
<pubDate> Tue, 30 Apr 2019 12:44:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Family Time LPM Sketsa Unmul di Pulau Kumala. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/merajut-kebersamaan-di-pulau-kumala/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SduJahoF3j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merajut Kebersamaan di Pulau Kumala</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu (27/4) lalu, menjadi ajang bagi seluruh awak Sketsa untuk melepas penat dari kegiatan menulis berita. Seperti biasa, <em>Family Time</em> (Fame) menjadi wadah untuk berkumpul, bercerita, dan bermain. Namun, kali ini Fame tidak dilaksanakan di sekitar Unmul, melainkan di Pulau Kumala, Tenggarong.</p><p style="text-align: justify;">Satu demi satu awak Sketsa menuju ke halaman MPK yang merupakan titik kumpul. Setelah anggota berkumpul, doa bersama dilakukan sebelum memulai perjalanan yang dipimpin oleh Ketua LPM Sketsa Unmul Uswatun Hasanah. Kemudian semuanya &nbsp;bergegas berangkat dengan motor masing-masing untuk akhirnya memulai perjalanan ke Tenggarong.</p><p style="text-align: justify;">Pagi itu, sinar matahari tidak bersinar terik, seakan tahu kami akan melakukan perjalanan jauh. Kurang lebih, 45 menit diperlukan hingga sampai di Pulau Kumala. Tiket masuk sudah di tangan, kini mencari tempat yang pas untuk menggelar terpal sebagai alas duduk. Seluruh awak Sketsa akhirnya, duduk dan mendengarkan arahan dari Suti Sri Hardiyanti, selaku kepala divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang).</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, agenda pertama yang dilakukan adalah bermain bola gebok, peserta dibagi menjadi dua tim dan harus melindungi ratunya dari gempuran lawan. Permainan berlangsung seru dan sengit, kedua tim tidak mau kalah dan saling balas. Setelah cukup lelah, akhirnya permainan diakhiri dan dilanjutkan dengan makan bersama. Ada juga camilan yang dibawa awak Sketsa yang dimakan bersama-sama.</p><p style="text-align: justify;">Perut sudah terisi penuh, saatnya menjelajahi Pulau Kumala dengan sepeda. Sepeda yang tersedia pun begandengan, ada yang bisa dinaiki dua orang ada juga yang bisa tiga orang, tarifnya bervariasi mulai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Tamasya dengan sepeda kemudian dimulai. Selama perjalanan, ditemui berbagai tempat yang kemudian menjadi spot foto awak Sketsa. Hingga perjalanan berakhir di tugu Lembuswana dan di ujung pulau terdapat ikon tulisan Pulau Kumala.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh awak Sketsa kemudian berfoto bersama, sambil duduk dan beristirahat sejenak di atas rumput hijau Pulau Kumala. Puas berfoto, semua bersiap untuk kembali mengayuh sepeda dan bergegas menuju tempat pengembalian sepeda. Akhirnya agenda Fame siang itu ditutup dan kembali ke Samarinda dengan bahagia. <em><strong>(</strong></em><em><strong>vny/ina/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upi Asmaradhana, Berbagi Cerita dan Harapan untuk Jurnalis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upi-asmaradhana-berbagi-cerita-dan-harapan-untuk-jurnalis/baca </link>
<guid> upi-asmaradhana-berbagi-cerita-dan-harapan-untuk-jurnalis </guid>
<pubDate> Wed, 01 May 2019 13:05:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi jurnalistik di ruang rapat HI FISIP. Bertajuk “Peluang dan Tantangan Jurnalis di Era Pers Industri”. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upi-asmaradhana-berbagi-cerita-dan-harapan-untuk-jurnalis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GjuhvEiftq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upi Asmaradhana, Berbagi Cerita dan Harapan untuk Jurnalis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Kebebasan pers saat ini masih belum sepenuhnya nyata. Tudingan miring bahkan kekerasan kerap dilayangkan kepada insan pers yang memiliki tugas untuk mewartakan. Ada banyak contoh peristiwa tak menyenangkan yang dialami sejumlah jurnalis. Bahkan ada &nbsp;yang dilaporkan dan dibawa hingga ke meja hijau, salah satunya jurnalis dari Makassar, Jupriadi Asmaradhana alias Upi Asmaradhana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Meski menjadi waktu berakhir pekan, tak menjadikan kampus FISIP sepi pada Sabtu (27/5) lalu. Terlihat sejumlah mahasiswa dari program studi Ilmu Komunikasi datang sejak pagi untuk menghadiri diskusi jurnalistik di ruang rapat HI FISIP. Bertajuk &ldquo;Peluang dan Tantangan Jurnalis di Era Pers Industri&rdquo;, diskusi ini dihadiri Upi Asmaradhana.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Acara ini dibuka oleh Anisa Arsyad selaku sekretaris kaprodi ilmu komunikasi mewakili Endang Erawan yang saat itu berhalangan hadir. Nurliah dan Andik Riyanto selaku dosen pembimbing mata kuliah pengantar jurnalistik juga turut membersamai. Upi merupakan lulusan ilmu jurnalistik di Universitas Hasanuddin. Ia memiliki sejumlah prestasi membanggakan, di antaranya adalah sebagai peraih penghargaan UDIN <em>Award</em>. Ia pernah memperjuangkan kebebasan pers dengan melawan aparat negara dan berujung menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Makassar. Meski begitu, Upi mengaku tak menyesal pernah mengalami masa-masa itu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dalam diskusi, Upi mengatakan bahwa tantangan jurnalis khususnya media di era perindustrian saat ini adalah kurangnya SDM dalam dunia jurnalistik. Contohnya ialah kecilnya minat mahasiswa untuk menjadi wartawan dan berpengaruh terhadap lahirnya jurnalis masa depan. Pria kelahiran 1974 itu tidak memungkiri bahwa kurangnya peminatan dalam jurnalistik dikarenakan wartawan merupakan profesi yang memiliki tingkat resiko tinggi. Namun di balik itu semua, menurutnya jurnalis haruslah merasa bangga, karena tak semua orang berani mengambil sebuah keputusan yang tidak mudah untuk menjadi jurnalis.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Saksi ahli dewan pers ini juga mengatakan bahwa ada empat dasar yang harus diketahui oleh seorang jurnalis yakni,&nbsp;</span></span><span><span><em>to inform</em></span></span><span><span>, di mana seorang jurnalis atau wartawan dapat membuat seseorang dari tidak tahu menjadi tahu. Kedua,</span></span><span><span>&nbsp;<em>to educated</em></span></span><span><span>, di mana seorang jurnalis bisa dikatakan sebagai guru atau dosen bagi mereka yang menikmati hasil karya dan tulisannya, karena pena seorang jurnalis dapat mengubah dunia. Ketiga,&nbsp;</span></span><span><span><em>to entertaint</em></span></span><span><span>, tidak sekadar menghibur atau membuat orang tertawa, tetapi seorang jurnalis harus bisa menjalankan fungsi-fungsi sebagai relawan kemanusiaan yang dermawan dan memilki rasa empati yang besar. Terakhir yaitu&nbsp;</span></span><span><span><em>to control</em></span></span><span><span>, karena jurnalis merupakan agen kontrol sosial. Perannya dapat menjadi pengingat publik mengenai hal yang tidak baik, meluruskan hal yang bengkok dan membuka yang tersumbat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Baginya, media merupakan salah satu pilar demokrasi negara dan merupakan penjaga hak masyarakat serta pembela kebenaran. Ia juga membagikan kiat-kiat untuk menjadi seorang jurnalis atau wartawan, di antaranya harus menguasai dua bahasa asing, selain bahasa ibu dan bahasa inggris. Lalu kumpulkan niat dan belajarlah dengan tekun, perbanyak membaca dan fokuslah pada bidang tersebut. Selain itu, agar bisa bertahan menjadi seorang jurnalis kuncinya seperti yang dikatakan Upi, yaitu dengan menjadi jurnalis yang jujur, menghargai profesi yang dijalani, menjalankannya dengan benar serta menjaga integritas agar dapat menjadi seorang jurnalis maupun wartawan yang bermanfaat bagi orang banyak.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pukul 12 siang, kegiatan diskusi jurnalistik ditutup. Upi mengatakan bahwa ia merasa terhormat dapat bertemu dan berbagi dengan mahasiswa. Ia berpesan untuk seluruh mahasiswa yang ingin terjun dalam dunia jurnalistik untuk terus belajar dan menulis secara berulang-ulang. Menguasai bahasa asing dan mempelajari teknologi, karena jurnalisme sekarang adalah jurnalisme yang penuh dengan&nbsp;</span></span><span><span><em>tools</em></span></span><span><span>&nbsp;dari perkembangan teknologi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tak ketinggalan, Upi juga turut berpesan untuk pers mahasiswa &nbsp;untuk tetap tekun dan memperkuat konten liputan yang berkualitas dan berbobot agar dapat bermanfaat serta dapat menjadi ajang untuk berkreasi.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Saya berharap kampus ini melahirkan jurnalis-jurnalis yang baik di masa yang akan datang, karena orang-orang yang akan memperkuat jurnalisme itu adalah anak-anak dari kampus. Kita harapkan mereka bisa menjadi SDM jurnalisme masa depan,&quot; tutupnya. <strong><em>(</em></strong></span></span><span><span><strong><em>ffs/adl)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Melulu Aksi, Begini Upaya Lain AMPK Kaltim dalam Tolak Pabrik Semen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-melulu-aksi-begini-upaya-lain-ampk-kaltim-dalam-tolak-pabrik-semen/baca </link>
<guid> tak-melulu-aksi-begini-upaya-lain-ampk-kaltim-dalam-tolak-pabrik-semen </guid>
<pubDate> Wed, 01 May 2019 13:22:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Upaya AMPK dalam aksi tolak pabrik semen melalui posko pencerdasan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-melulu-aksi-begini-upaya-lain-ampk-kaltim-dalam-tolak-pabrik-semen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SYBISljDwC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Melulu Aksi, Begini Upaya Lain AMPK Kaltim dalam Tolak Pabrik Semen</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Polemik pembangunan pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat masih terus bergulir. Setelah dua aksi beruntun beberapa saat lalu, kini Aliansi Masyarakat Peduli Karst (AMPK) Kalimantan Timur terus berusaha melancarkan berbagai penolakannya. Bukan lagi melalui aksi, kali ini AMPK Kaltim mencoba untuk melakukan pencerdasan-pencerdasan di berbagai titik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bentuk pencerdasan ini berupa pembukaan posko dan penandatanganan petisi di berbagai kampus. Beberapa fakultas di Universitas Mulawarman (Unmul) tak luput dari bagian ini. Seperti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP).&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pembukaan posko ini juga sebagai bentuk kepedulian AMPK Kaltim terhadap lahan karst yang disinyalir sebagai kekayaan alam yang tak sepatutnya dieksploitasi. Menyoal pembukaan posko ini, AMPK Kaltim juga tak ketinggalan hilir-mudik ke tiap kelas untuk memaparkan bahaya yang mereka hadapi saat ini. Yakni alasan mengapa pembangunan pabrik semen harus ditolak.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Armin Beni Pasapan selaku bagian dari AMPK Kaltim juga turut angkat bicara. Ia berujar bahwa pembukaan posko ini harus mampu menyadarkan civitas academica di kampus khususnya mahasiswa.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Meski sasarannya adalah mahasiswa, namun tak lupa kita memberikan pencerdasan lain ke masyarakat dan publik secara umum, melalui media yang kami punya,&rdquo; terang Armin.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Armin juga tak lupa menegaskan bahwa gerakan pencerdasan semacam ini berfungsi untuk menggalang kekuatan bersama, agar menolak dibangunnya pabrik semen. Terkait reaksi dari mahasiswa dan masyarakat, Armin mengaku bahwa respon yang mereka dapatkan cukup baik. Dalam artian usaha-usaha yang telah mereka lakukan sejak sebulan terakhir ini diterima dengan positif.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aktif berkeliling di Unmul, AMPK Kaltim juga tak lupa untuk mengadakan sosialiasi di berbagai kampus lain, seperti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Widyagama Samarinda. Konsep yang dibawakan juga serupa, yakni sama-sama menyatukan kekuatan untuk menolak pembangunan pabrik semen yang digencarkan pemerintah.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menyoal langkah selanjutnya seusai memberikan pencerdasan dan pemahaman, AMPK Kaltim berencana melakukan aksi lanjutan. Kendati demikian, Armin belum bisa memberikan konfirmasi mengenai kapan dan di mana aksi akan dilangsungkan. &ldquo;Kemungkinan seusai bulan ramadan,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span></span><span><span><em><strong>(adl/sut/hdt/fqh)</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kusut Masai Perburuhan di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kusut-masai-perburuhan-di-indonesia/baca </link>
<guid> kusut-masai-perburuhan-di-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 01 May 2019 13:27:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Buruh Internasional 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kusut-masai-perburuhan-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gf2g2UW5NT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kusut Masai Perburuhan di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Selayaknya yang sudah-sudah, Hari Buruh yang jatuh tepat 1 Mei tentu menjadi momentum tepat bagi setiap individu. Mulai dari orasi, aksi turun ke jalan, hingga potret kilas balik perjuangan buruh di pelosok negeri.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai macam kalangan tentu memaknai Hari Buruh dengan cara yang berbeda-beda. Mulai dari nasional hingga daerah, semua elemen masyarakat sepakat untuk menyuarakan buah pikir mereka. Sebagai contoh yang baru saja terjadi di ibukota, tepatnya peringatan Hari Buruh di Senayan pagi tadi. Bertepatan dengan gelaran pesta demokrasi yang sedang hangat diperbincangkan juga membuat panitia pelaksana May Day di Jakarta menayangkan video terkait dugaan kecurangan selama prosesi pemilihan umum.</p><p style="text-align: justify;">Gemuruh teriakan buruh tak dapat terbendung lagi. Istora pagi tadi penuh sorak-sorai menertawakan video yang menampilkan bobroknya pelaksanaan demokrasi kali ini. Peringatan May Day yang digelar di Jakarta juga terasa euforianya hingga ke daerah.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu kota dengan penduduk cukup banyak, Samarinda juga tak ketinggalan ikut menggelar aksi memeringati May Day. Mulai dari mahasiswa hingga masyarakat sama-sama sepakat untuk turun ke jalan guna menyalurkan hak berpendapat mereka.</p><p style="text-align: justify;">Agaknya tak berlebihan jika May Day selalu diwarnai dengan aksi protes di berbagai daerah. Bagamana tidak jika ternyata hukum perburuhan saat ini masih carut-marut, baik dari segi pelaksanaan hingga penegakan. Mulai dari kerja delapan jam bahkan lebih per hari, upah yang tumpang tindih, hingga tidak adanya jaminan sosial bagi mereka.</p><p style="text-align: justify;">Katakan saja lagu lama, karena nyatanya persoalan upah buruh hingga kini masih <em>ngalor-ngidul</em>. Bahkan tak jarang upah yang diberikan tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang ada. Belum lagi jika upah tersebut tidak mampu meng-<em>cover&nbsp;</em>seluruh biaya hidup yang kian meroket.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti sampai di situ, pemberhentian secara sepihak yang dialami oleh buruh tak pelak berujung pada polemik-polemik tak berujung di pengadilan. Belum lagi soal tenaga kerja asing yang semakin &lsquo;dimanja&rsquo; oleh pemerintah melalui serangkaian aturan yang dikeluarkan pemerintah itu sendiri. Jangan lupakan juga soal <em>out sourching</em> yang kian hari makin menyiksa.</p><p style="text-align: justify;">Lagi-lagi makna May Day kembali dipertanyakan. Jika semua buruh yang merasa tidak mendapat hak mereka sudah menyuarakan pendapatnya, lantas apa langkah selanjutnya? Nampaknya hal ini yang masih terus menjadi PR bagi semua pihak. Mulai dari pemerintah, perusahaan, hingga buruh itu sendiri. Sebuah PR yang tiap tahunnya selalu bertambah, bagaikan jalan yang tak ada ujungnya.&nbsp;</p><p><strong><em>Ditulis oleh Suti Sri Hardiyanti, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2016.&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar HMPKN, Merajut Kebinekaan Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/seminar-hmpkn-merajut-kebinekaan-bangsa/baca </link>
<guid> seminar-hmpkn-merajut-kebinekaan-bangsa </guid>
<pubDate> Thu, 02 May 2019 13:37:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar nasional HMPKN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/seminar-hmpkn-merajut-kebinekaan-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DXQ6OLl8EF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seminar HMPKN, Merajut Kebinekaan Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMPKN), menggelar seminar nasional dan <em>call of paper</em> pada (29/4) lalu. Acara ini merupakan rangkaian akhir dari Gebyar <em>Civil Education</em> ke-8. Topik yang dibahas dalam agenda ini menjadi menarik karena menjadi bagian dalam kehidupan bermasyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;">Seminar tersebut mengangkat tema &quot;Merajut Keberagaman dalam Kebinekaan&quot;. Menghadirkan Fajar Laksono Suroso dari Mahkamah Konstitusi (MK). Acara ini dipandu oleh Edy Racmad selaku moderator.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum masuk ke bagian inti, acara dibuka dengan penampilan tarian daerah Kalimantan Timur dari mahasiswa Pendidikan PKN. Usai menyajikan salah satu kekayaan daerah tersebut, seminar dimulai. Fajar mengatakan, Indonesia merupakan laboratorium ideal dalam praktik keberagaman. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia sendiri ada karena keberagaman.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari agama Islam, Kristen, suku Timur, Jawa, dan lainnya, saling membawa kepentingan atau perbedaan dan menemukan titik dalam membentuk Indonesia,&quot; ucap Fajar.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyebutkan, bahwa ada beberapa hal yang merusak demokrasi, seperti pemahaman demokrasi yang menganut kebebasan, yang kemudian menjadi titik berat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebebas-besasnya, padahal ada konstitusi yang mengatur. Dan kebebasan sendiri dibatasi hak asasi manusia lainnya,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskannya, akibat dari hancurnya demokrasi, akan timbul kecenderungan hilangnya sikap menghargai dalam menanggapi perbedaan. Baik itu suku, ras, politik maupun agama. Hal ini yang harusnya dihindari.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Adrianus Pakiding selaku Penanggung Jawab (PJ) seminar tersebut menuturkan, hadirnya kegiatan ini berangkat dari kegelisahan yang dirasakan mahasiswa. Melihat keadaan Indonesia saat ini, yang mana sebelumnya (17/4) telah melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) dan cukup berbuntut panjang, bahkan pasca pemungutan suara. Kegiatan memantau dari sebelum dan sesudah kegiatan pun dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Akhirnya kami melihat bahwa bangsa Indonesia butuh merajut kebersamaan ulang dalam bentuk kebinekaan Indonesia, karena kita berasas pancasila. Dengan itu kami bertekad mengadakan seminar ini,&quot; ucap Mahasiswa Pendidikan PKN angkatan 2017 itu.<em><strong> (mer/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Mahasiswa Tuntut Perbaikan Wajah Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-mahasiswa-tuntut-perbaikan-wajah-pendidikan/baca </link>
<guid> aksi-mahasiswa-tuntut-perbaikan-wajah-pendidikan </guid>
<pubDate> Thu, 02 May 2019 14:13:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembakaran keranda sebagai simbol matinya pendidikan di Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-mahasiswa-tuntut-perbaikan-wajah-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RDq84EDrB8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Mahasiswa Tuntut Perbaikan Wajah Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Langit pagi tadi yang mendung tak lantas menyurutkan semangat mahasiswa Unmul yang tergabung dalam Aliansi Garuda Mulawarman untuk memeringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari ini (2/5). Momentum Hardiknas kali ini diisi dengan menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim. Mengangkat tema &ldquo;Apa kabar Pendidikan Kaltim?&rdquo;, aksi kali ini membawa lima tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, pulihkan kembali moralitas pendidikan di Kaltim. Memang bukan hal yang baru, wajah pendidikan saat ini tercoreng akibat kejahatan seksual. Korbannya beragam, mulai dari tenaga pendidik hingga pelajar itu sendiri. Kaltim sendiri tak luput dari masalah ini. Kedua, tuntaskan infrastruktur pendidikan secara berkala dan merata di Kaltim. Ketiga, menuntut pemerintah untuk menetapkan gaji honorer sesuai upah minimun provinsi (UMP) dan tidak menghapus insentif guru honorer. Keempat, &nbsp;transparansi beasiswa kaltim tuntas dan terakhir, wujudkan jaminan pendidikan nasional.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di sela aksi, Derviansyah Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul menjelaskan, pihak guru honorer telah melakukan advokasi sejak November 2018 lalu, dan kala itu gubernur mengatakan akan menaikkan gaji di bulan Februari. Sesuai dengan perkataannya, gaji honorer akhirnya dinaikkan dari Rp2,1 juta menjadi Rp2,4 juta. Namun, insentifnya mengalami penurunan Rp300 ribu, sehingga bisa dibilang tidak ada kenaikan upah, sehingga menimbulkan kekecewaan karena belum sesuai dengan keinginan honorer.</p><p style="text-align: justify;">Beasiswa Kaltim turut menjadi sorotan, karena dianggap tidak memiliki <em>impact &nbsp;</em>di Kaltim dan telah menjadi evaluasi sejak Awang Faroek Ishak masih menjabat sebagai gubernur. Bahkan disebut-sebut nepotisme berasal dari beasiswa Kaltim Cemerlang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa yang dicanangkan sebagai Kaltim berdaulat oleh gubernur dinyatakan gagal, bahkan Kaltim yang hari ini dengan visi-misi akan mengangkat sumber daya manusianya menjadi prioritas utama pun gagal. Biaya pendidikan hari ini tak tahu arahnya ke mana, dengan infrastruktur &nbsp;dan informasi yang tidak merata, bahkan kurikulum turut menjadi problematika,&rsquo;&rsquo; papar Dervi.</p><p style="text-align: justify;">Bermaksud menagih janji gubernur, pihak gubernur dan jajarannya justru tengah berada di luar negeri. Tim Aliansi Garuda Mulawarman pun menolak untuk menemui asisten gubernur karena dinilai tidak dapat memberi kebijakan dan keputusan. Sebagai bentuk perwakilan dari gubernur, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, Joni Topan akhirnya turun tangan menemui massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Ia menerangkan bahwa 17% dari 20% dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pendidikan digunakan untuk membayar gaji aparatur sipil negara (ASN) mencapai 5.100 orang, dengan honorer yang mencapai 4.125 orang yang bernaung di sekolah negeri. Adapun penaikan insentif untuk ASN sudah layak karena ada tunjangan sertifikasi dan lain-lain. Sedangkan untuk honorer dibayar setelah bekerja, berbeda dengan ASN yang dibayar baru bekerja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Insentif minimal itu Rp2,2 juta. Kalau belum dapat, berarti sekolah belum mengusulkan,&rdquo; terangnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyatakan bahwa insentif antara honorer di sekolah negeri dan swasta berbeda. Provinsi telah menaikkan insentif dari yang awalnya Rp300 ribu menjadi Rp700 ribu, selain itu pihak swasta juga dapat mengatur secara mandiri karena ada pungutan SPP yang dikenakan. Dengan ini, ia menilai bahwa gubernur telah menunaikan janjinya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait beasiswa Kaltim Cemerlang &nbsp;akan diberikan setelah masuk tahun ajaran baru bagi mahasiswa S1 yang nantinya harus mengabdi selama 2 tahun. Dana yang dicanangkan sejumlah Rp80 miliar untuk semua siswa yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik tingkat nasional. Ia menyebut tengah menyiapkan proses dan akan dilaksanakan sosialisasi terkait beasiswa ini kepada seluruh <em>stakeholder</em>, baik itu kepada calon penerima dan lembaga yang memantau anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai anggaran sarana dan prasarana, ia mengklarifikasi ada Rp120 miliar yang digelontorkan. Pembangunan sekolah dan fasilitas lainnya telah terlaksana. Di akhir kalimatnya, ia mengajak kepada mahasiswa untuk bekerja sama dalam memberi perhatian kepada dunia pendidikan lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">Jelang berakhirnya waktu aksi dengan diiringi lagu perjuangan khas mahasiswa, massa membakar keranda sebagai simbol matinya pendidikan di Kaltim dengan segala problematikanya. <strong><em>(ann</em><i>/wil/adl)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perkembangan di Tengah Kendala Ruang Sinema </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perkembangan-di-tengah-kendala-ruang-sinema/baca </link>
<guid> perkembangan-di-tengah-kendala-ruang-sinema </guid>
<pubDate> Fri, 03 May 2019 13:47:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi ruang sinema. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perkembangan-di-tengah-kendala-ruang-sinema/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3DhaTSFWnC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perkembangan di Tengah Kendala Ruang Sinema</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Maret 2018 lalu, ruang sinema Unmul diresmikan. Meski sudah berjalan satu tahun, masih ada beberapa mahasiswa yang hingga kini belum mengetahui adanya ruang sinema ini. Bahkan ada yang menyebut bahwa ruang sinema mulai sepi peminat dan penggunaannya dipungut biaya. Hal ini ditepis langsung oleh Kepala UPT. Perpustakan Unmul, Supadi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ditemui di ruangannya (30/4) pagi, Supadi menceritakan kondisi ruang sinema saat ini. &quot;Sebenarnya baik-baik saja, dari segi pengunjung juga lumayan,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia juga menambahkan bahwa saat ini ruang sinema justru bertambah peruntukannya. Semula yang hanya digunakan untuk menonton film karya mahasiswa atau domestik, kini bisa digunakan sebagai ruang seminar maupun diskusi seperti bedah buku. Sejauh ini kalangan pengunjung atau yang menggunakan ruang sinema juga masih sebatas civitas academica Unmul karena tidak diperuntukan untuk umum.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menanggapi kabar ruang sinema &nbsp;berbayar dan proses peminjamannya yang berbelit, Supadi dengan tegas membantah. Menurutnya, fasilitas yang ada seperti ruang sinema tidak sepatutnya berbayar karena digunakan untuk kepentingan bersama.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kalau hari kerja (Senin-Jumat) tentu tidak boleh (berbayar). Tapi di luar itu, bukan pemungutan jika ingin memberi secara sukarela,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Lebih lanjut ia berujar bahwa penggunaan ruang sinema di hari libur biasanya juga membutuhkan petugas-petugas seperti operator dan penjaga ruangan untuk bekerja di luar jam kerja.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Nah, kalau itu saya tidak tahu. Tetapi kalau ingin memberikan secara sukarela (uang kebersihan atau uang rokok), ya tentu tidak mengapa. Mengingat mereka seharusnya libur akan tetapi harus masuk kerja,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terkait eksistensi ruang sinema, ia juga memaparkan grafik pengunjung. Sejauh ini dikatakan bahwa grafik tersebut terus meningkat.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Supadi juga menambahkan bahwa pihak perpustakaan memberikan keleluasaan kepada pengguna jikalau ingin menonton film. Terkait perkembangan ruang sinema hingga saat ini, Supadi menegaskan bahwa peminjaman bisa menempuh prosedur yang berlaku. Dimulai dengan penyerahan surat peminjaman kepada kepala UPT. Perpustakaan, yang kemudian menjadwalkan waktu penayangan film atau agenda yang akan dilaksanakan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bukam tanpa hambatan, selaku orang yang mengepalai fasilitas ini, ia mengatakan pengguna kerap meminjam ruang sinema di luar hari kerja, sehinga beberapa karyawan harus bekerja di luar jam biasanya. Bukan hanya itu, minat mahasiswa untuk datang ke perpustakaan juga masih rendah. Selain itu, mahasiswa juga kebanyakan datang ke perpustakaan karena permintaan dosen untuk meminjam atau membaca buku. &nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terkait langkah publikasi ruang sinema, pihak perpustakaan Unmul telah mencoba beberapa alternatif, seperti memasang informasi mengenai jadwal film yang akan diputar. &ldquo;Hanya saja kendalanya untuk publikasi, perpustakaan tidak punya lahan pribadi untuk memasang spanduk atau baliho besar setiap minggunya,&rdquo; keluh Supadi. Oleh karena itu, publikasi yang dilakukan hanya seputar informasi di website resmi dan papan informasi di perpustakaan langsung.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kendati demikian, hal ini masih akan terus dibenahi oleh dan tetap berusaha meningkatkan angka pengunjung tiap bulannya.&nbsp;</span></span><span><span><em><strong>(sut/ira/adl)</strong></em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&nbsp;</span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> HUT ke 11 PG PAUD FKIP Gelar Seminar Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/hut-ke-11-pg-paud-fkip-gelar-seminar-nasional/baca </link>
<guid> hut-ke-11-pg-paud-fkip-gelar-seminar-nasional </guid>
<pubDate> Sat, 04 May 2019 11:10:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati hari jadinya PG PAUD FKIP Unmul menyelenggarakan seminar nasional. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/hut-ke-11-pg-paud-fkip-gelar-seminar-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t1EiiFXH72.jpg" />
					</figure>
			                <h1>HUT ke 11 PG PAUD FKIP Gelar Seminar Nasional</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Rintik hujan Minggu pagi itu (04/28) tidak menyurutkan peserta untuk menghadiri hajatan besar yang diadakan prodi PG PAUD FKIP Unmul. Memperingati hari jadinya yang 11 tahun, PG PAUD FKIP Unmul menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Pendidikan Seks bagi Anak Usia Dini.<em>&nbsp;</em>Bertempat di rumah jabatan Walikota Samarinda, cuaca dingin tak meruntuhkan semangat beberapa orang untuk turut hadir meramaikan, sebab PG PAUD FKIP Unmul menghadirkan pemateri psikolog terkenal, yakni Seto Mulyadi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancaranya dengan <em>Sketsa,</em> Karmila selaku ketua Panitia menyatakan bahwa perayaan ulang tahun tahun ini berbeda dengan sebelumnya yang mana mereka hanya menggelar perlombaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun ini kami gelar seminar karena rasa resah kami sebagai calon guru, karena banyak sekali di zaman ini anak-anak yang menjadi korban pelecehan seksual,&rdquo; tutur mahasiswa semester empat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Seperti seminar pada umumnya, acara diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan, dan acara inti yakni penyampaian materi. Sambutan yang disampaikan pun mengandung makna yang sama. Baik dari Karmila, Zuhratunnisa Ketua Umum Hima PG PAUD, Dr. H. Budi Rahardjo, M. S Ketua Prodi, dan Prof. Dr. H. Muh. Amir Masruhim, M.Kes selaku Dekan FKIP.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka menyampaikan harapan bahwa dengan diadakannya seminar ini dapat menambah wawasan khususnya para audiens yang hadir untuk lebih peka dan perduli terhadap anak. Dengan maraknya kejadian kekerasan khususnya kekerasan seksual yang dialami anak.</p><p style="text-align: justify;">Seminar dimoderatori oleh Dr. Hasbi Sjamsir, M.Hum. Sebelum mulai menyampaikan materi, Dr. Seto Mulyadi, M.Psi, atau yang biasa dikenal Ka Seto memutar video kompilasi keadaan anak saat ini. Dalam video tersebut, data yang dicatat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa pelecehan yang dialami anak-anak meningkat tiap tahunnya. Baik itu pelecehan seksual maupun pelecehan secara fisik dan juga <em>bullying</em>. Kekerasan yang dialami anak-anak sangat berpengaruh besar terhadap tumbuh kembangnya. Baik secara mental juga sikologinya pun terganggu.</p><p style="text-align: justify;">Ketika Hasbi mempersilahkan Ka Seto untuk maju, gemuruh tepuk tangan dari audiens sangat meriah. Dalam perbincangannya dengan moderator Ka Seto mengatakan sudah kedelapan kalinya ia bertandang ke Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah berarti benar ya kata pepatah yang mengatakan kalau sudah minum air Mahakam itu pasti balik lagi ke sini,&rdquo; ucapnya yang disambut tawa semua yang hadir di ruangan tersebut, tak terkecuali Ka Seto sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penyampaiannya, Ka Seto banyak berbagi hal luar biasa yang menyangkut hal-hal yang harus dilakukan untuk membantu tumbuh kembang anak. Peran orang tua sangat besar..</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orang tua itu harus bisa bersikap lembut juga perduli dengan anak-anaknya. Dengan meluangkan waktu walau hanya membacakan dongeng saat mau tidur,&rdquo; ujar bapak anak empat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ka Seto menyinggung perihal kasus beberapa tahun silam yang melibatkan salah satu sekolah internasional yang ada di Indonesia. Ia menyatakan bahwa orang tuanya baru tahu sang anak mendapatkan pelecehan saat dua bulan berlalu setelah kejadian. Maka dari itu peran orang tua sangat dibutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Kebanyakan yang dilakukan orang tua sekarang pun mendidik dengan sangat keras tak jarang bersikap kasar. Ka Seto menyarankan bahwa berlaku lembut kepada anak sangat dibutuhkan. Mengajarkan mulai dari dini kepada anak-anak mengenai apa yang harus mereka jaga. Memberitahu hal-hal yang memang harus mereka sendiri lindungan. Serta berani berkata tidak kepada siapapun yang memang mengancam diri mereka. Bahlan berani untuk berkata bohong jika memang mereka selaku anak-anak sudah merasa berada di titik tersudut. Karena kebanyakan dari pelaku pasti dari orang terdekat korban itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Orang tua juga dianjurkan untuk mengajarkan kepada anak bahwa untuk berani melawan kepada siapapun yang mengancamnya. Seminar ditutup dengan penampilan band dari PG PAUD yang apik juga menghibur. <strong><em>(bip/ubg/hzk/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lupakan Koneksi Lelet dalam Jaringan Teknologi 5G </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/lupakan-koneksi-lelet-dalam-jaringan-teknologi-5g/baca </link>
<guid> lupakan-koneksi-lelet-dalam-jaringan-teknologi-5g </guid>
<pubDate> Sat, 04 May 2019 11:47:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi teknologi 5G. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/lupakan-koneksi-lelet-dalam-jaringan-teknologi-5g/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fPq6gzsDmd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lupakan Koneksi Lelet dalam Jaringan Teknologi 5G</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Be</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">rbagai teknologi&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">mutakhir</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;terus diluncurkan</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">. Meski begitu, masih kerap dirasakan keluhan dari para pengguna. Salah satunya</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ialah&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">lambatnya akses data</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dalam penggunaan internet. Padahal di era modern ini, internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kini, para ahli&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">teknologi telah menggarap teknologi generasi kelima. Artinya, penggunaan teknologi 4G perlahan akan beralih menuju teknologi 5G.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Teknologi ini merupakan sebuah terobosan baru dengan standar telekomunikasi seluler yang melebihi 4G. Pada Oktober 2018 lalu, Verizon menjadi perusahaan telekomunikasi pertama yang meluncurkan jaringan internet 5G. Meski tak secepat perusahaan asal Amerika tersebut, di Indonesia teknologi ini direncanakan akan rilis pada tahun 2020.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Teknologi 5G menargetkan kecepatan data yang lebih tinggi, sehingga memudahkan pengguna dalam mengunduh maupun mengunggah konten. Secara signifikan, jaringan 5G akan lebih cepat daripada teknologi generasi sebelumnya. Dikutip dari dari laman&nbsp;</span></span><span><span><em>domainesia.com</em></span></span><span><span>, jaringan 5G dapat menghantarkan 20 gigabita (gb) &nbsp;per detik pada titik tertingginya dan 100 megabita (mb) per detik pada rata-ratanya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>5G juga ditargetkan dapat mengurangi latensi dari pengirim ke penerima pesan, dapat menghemat energi dan tentunya mampu mengurangi biaya. Selain itu, jaringan ini juga digadang-gadang dapat menambah kapasitas sistem sehingga mampu mendukung 100 kali lipat kapasitas lalu lintas maupun efisiensi jaringan. Teknologi ini juga diprediksi dapat memberi dampak positif &nbsp;terhadap perekonomian yang akan dirasakan pada tahun 2035.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tidak hanya pujian, kehadiran teknologi ini pun menuai sorotan dari berbagai pihak. Dilansir dari&nbsp;</span></span><span><span><em>republika.co.id</em></span></span><span><span>, seorang pakar internasional berpendapat bahwa perlu diadakan lebih banyak penelitian mengenai pengaruh radiasi yang dipancarkan oleh teknologi 5G terhadap kesehatan manusia. Tak hanya itu, pancaran radiasi elektromagnetik memiliki kemungkinan mengganggu sistem navigasi burung.&nbsp;</span></span><em><strong><span><span>(yun</span></span><span><span>/len</span></span></strong></em><span><span><em><strong>)</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM FKIP Tutup Liga FKIP  di Momen Hardiknas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/bem-fkip-tutup-liga-fkip-di-momen-hardiknas/baca </link>
<guid> bem-fkip-tutup-liga-fkip-di-momen-hardiknas </guid>
<pubDate> Sat, 04 May 2019 13:51:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Grand Closing Liga FKIP Unmul 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/bem-fkip-tutup-liga-fkip-di-momen-hardiknas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9cvqMwhH2S.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>BEM FKIP Tutup Liga FKIP  di Momen Hardiknas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Berlangsung selama sepekan, <em>grand &nbsp;closing</em> dari liga FKIP Unmul 2019 (2/5) akhirnya digelar bertepatan dengan Hardiknas pada Kamis lalu. Acara yang diprakarsai oleh BEM FKIP ini dibuka dengan penampilan tari yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Prakata pertama datang dari Muhammad Enggi Sulaiman, selaku ketua panitia. Dalam laporannya, ia mengucapkan puji syukur atas terlaksananya kegiatan ini, sebagaimana yang diketahui Liga FKIP baru pertama kali diadakan pada tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam Liga FKIP ini saya lihat potensi dari mahasiswa yang dapat berkembang dengan sangat luar biasa. Khususnya di FKIP masih ada semangat kompetisi dan semangat bercita-cita besar,&quot; ucapnya.</p><p>Prakata berikutnya dari Idet Arianto Putra, selaku Gubernur BEM FKIP. Dalam kalimatnya, dia mengatakan bahwa lahirnya Liga FKIP guna kembangkan kompetisi antar prodi. Terakhir sambutan dari Prof. Muhammad Amir Masruhim ia berpesan, kegiatan ini jangan hanya berhenti di sini, namun dapat dilanjutkan dengan adanya kolaborasi dengan birokrat, dosen dan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Acara dilanjutkan dengan rangkaian parade kontingen dan pemadaman obor sebagai simbol bahwa seluruh untaian acara lomba sudah selesai. Acara juga dimeriahkan oleh penampilan akustik dari prodi Geografi dan diselingi oleh pengumuman pemenang lomba yang sekaligus menutup acara <em>grand closing</em> Liga FKIP Unmul 2019.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Liga FKIP itu merupakan <em>event</em> dan salah satu agenda terbesar di FKIP yang tujuannya untuk mewadahi mahasiswa FKIP secara khusus dan juga Unmul secara umum,&apos;&apos; ujar Enggi.</p><p style="text-align: justify;">Dia juga menambahkan, agenda terdiri dari 13 cabang lomba dari kesenian, keilmiahan dan olahraga. Lokasi perlombaan terbagi menjadi dua lokasi yaitu wilayah Gedung Olahraga (GOR) 27 September yang diperuntukan untuk lomba keilmiahan dan lapangan voli untuk perlombaan bola voli. Sedangkan untuk wilayah di luar kampus menggunakan D&rsquo;gol Futsal sebagai arena untuk cabang lomba futsal dan bulu tangkis.</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini terjaring sebanyak 564 orang. Dari tingkat pelajar sederajat se-Samarinda, hingga mahasiswa se-Samarinda.</p><p>Adapun harapan untuk kegiatan kedepan, Enggi memiliki harapan besar. &ldquo;Harapannya liga FKIP selanjutnya bisa lebih maju tidak hanya skala universitas tetapi jugaskala nasional,&quot; tutupnya.<strong>(<em>zar/mer</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mudah dan Hemat, Bawa Bekal ke Kampus Yuk! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mudah-dan-hemat-bawa-bekal-ke-kampus-yuk/baca </link>
<guid> mudah-dan-hemat-bawa-bekal-ke-kampus-yuk </guid>
<pubDate> Sun, 05 May 2019 10:57:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi bekal sederhana yang dibawa ke kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mudah-dan-hemat-bawa-bekal-ke-kampus-yuk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NGSC8Ktdkw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mudah dan Hemat, Bawa Bekal ke Kampus Yuk!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Tahukah kamu bahwa tanggal 12 April kemarin ditetapkan sebagai Hari Bekal Nasional? Kalau belum, mari kita bahas sedikit. Hari Bekal Nasional sebenarnya baru dibentuk pada 2013 lalu, dicanangkan oleh salah satu produk peralatan rumah tangga, yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kampanye pertama kali dilakukan di empat kota secara serentak yaitu Jakarta, Medan, Makassar, dan Pontianak melalui video <em>streaming</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, seiring perkembangan zaman dan ketersediaan fasilitas yang memadai, membawa bekal bisa jadi hal yang merepotkan. Sebagian besar mahasiswa menginginkan semuanya secara instan, termasuk urusan makanan. Dengan beraneka jenis makanan yang tersedia, membawa bekal menjadi hal langka yang ditemui di lingkungan kampus. Padahal, dengan membawa bekal, kita dapat menyesuaikan kalori yang kita butuhkan, juga menjamin kualitas kebersihan dan kesehatan yang kita inginkan. Selain itu, kita dapat menghemat uang yang biasanya kita belanjakan di kantin kampus.</p><p style="text-align: justify;">Meski nampaknya membuat bekal sedikit menyulitkan, namun ada berbagai macam tips untuk membuat bekal yang simpel. Berikut adalah resep bekal anti ribet yang patut dicoba.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Roti Goreng Krispi</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan:</p><ul><li style="text-align: justify;">6 lembar roti tawar (tanpa kulit)</li><li style="text-align: justify;">2 butir telur</li><li style="text-align: justify;">35 gram keju (opsional, sebagai isian)</li><li style="text-align: justify;">50 gram kornet atau sosis, sebagai isian</li><li style="text-align: justify;">Mayones (sesuai selera)</li><li style="text-align: justify;"><em>Breadcrumbs</em>/tepung roti</li><li style="text-align: justify;">Minyak untuk menggoreng</li></ul><p style="text-align: justify;">Cara membuat:</p><ul><li style="text-align: justify;">Giling roti tawar agar menjadi lebih tipis dan lebar dengan <em>roll pin</em>. Apabila tidak ada, dapat menggunakan gelas untuk menggilingnya.</li><li style="text-align: justify;">Setelah roti menjadi tipis dan lebar, oleskan mayones sesuai selera, kemudian ratakan. Selanjutnya, tambahkan kornet atau sosis diatas mayones, tata rapi. Pada bagian-bagian pinggir roti tidak perlu diberi kornet atau sosis. Masukkan keju apabila diinginkan.</li><li style="text-align: justify;">Tumpuk satu lembar roti tawar yang telah digiling di atas roti tawar yang telah disusun dengan isian. Tutup pinggiran roti dengan menggunakan garpu. Tekan-tekan pinggiran roti menggunakan garpu hingga kedua pinggiran roti menyatu dan isian tidak terlihat.</li><li style="text-align: justify;">Di wadah terpisah, pecahkan telur, kocok lepas. Di wadah lainnya, tuanglah <em>breadcrumbs</em>. Ambil roti yang telah diisi tadi lalu celupkan perlahan di wadah berisi telur, lakukan hingga seluruh bagian roti tertutup dengan telur. Angkat, lalu balur kembali roti dengan <em>breadcrumbs</em> hingga rata.</li><li style="text-align: justify;">Tuang minyak ke dalam wajan, lalu panaskan minyak agar roti tidak menyerap minyak. Goreng hingga kecokelatan. Angkat roti, kemudian tiriskan.</li><li style="text-align: justify;">Siapkan tempat bekal, kemudian susun roti tersebut, maka siap untuk disajikan.</li></ul><p style="text-align: justify;">Selain resep di atas, bagi kamu yang memiliki aktivitas padat dan sering merasa lapar, mari coba resep di bawah ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nasi Ayam Gurih</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan:</p><ul><li style="text-align: justify;">Dada ayam <em>fillet</em></li><li style="text-align: justify;">1 porsi nasi putih</li><li style="text-align: justify;">1 butir telur, kocok lepas</li><li style="text-align: justify;">Bawang putih secukupnya, cincang halus</li><li style="text-align: justify;">Garam, secukupnya</li><li style="text-align: justify;">Lada, secukupnya</li><li style="text-align: justify;">Penyedap rasa, secukupnya</li><li style="text-align: justify;">Minyak untuk menggoreng</li><li style="text-align: justify;">Tomat, sesuai selera</li><li style="text-align: justify;">Timun, sesuai selera</li></ul><p style="text-align: justify;">Cara membuat:</p><ul><li style="text-align: justify;">Potong dada ayam <em>fillet</em> berbentuk dadu, kemudian taburkan garam, lada, dan penyedap rasa secukupnya. Aduk rata, lalu diamkan hingga bumbu meresap.</li><li style="text-align: justify;">Tuang sedikit minyak goreng ke dalam wajan, kemudian tumis bawang putih cincang. Tumis hingga harum, kemudian tuangkan kocokan telur. Kecilkan api, kemudian aduk-aduk telur hingga menjadi orak-arik. Masukkan nasi, tambahkan garam sesuai selera, kemudian aduk rata bersama telur.</li><li style="text-align: justify;">Setelah menggoreng nasi, bersihkan wajan, kemudian tuang sedikit minyak. Masukkan ayam, kemudian tumis hingga matang. Angkat dan tiriskan.</li><li style="text-align: justify;">Di dalam tempat bekal, susun nasi dengan rapi. Sisakan tempat untuk menata ayam yang telah di goreng.</li><li style="text-align: justify;">Masukkan ayam, kemudian susun bersama irisan tomat dan timun.</li><li style="text-align: justify;">Siap disajikan.</li></ul><p style="text-align: justify;">Resep bekal di atas juga bisa dijadikan alternatif untuk menu berbuka puasa loh. Sebagai pelengkap kita bisa membawa botol air minum sendiri dari rumah atau indekos. Selain menghemat, kita juga turut mengurangi limbah plastik dari botol minuman kemasan yang dapat mencemari lingkungan. Yuk, mulai biasakan membawa bekal dan air minum sendiri! <strong>(<em>len</em></strong><strong><em>/ann</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melihat Capaian Kinerja dalam Rapat Evaluasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-capaian-kinerja-dalam-rapat-evaluasi/baca </link>
<guid> melihat-capaian-kinerja-dalam-rapat-evaluasi </guid>
<pubDate> Mon, 06 May 2019 08:34:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana evaluasi jilid I di Rektorat lantai 3 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-capaian-kinerja-dalam-rapat-evaluasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LpwJPCAI8G.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melihat Capaian Kinerja dalam Rapat Evaluasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Memasuki pertengahan periode kepengurusan, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul gelar rapat evaluasi. Bertajuk &ldquo;Rapat Evaluasi Caturwulan Jilid I&rdquo;, rapat dilaksanakan pada Sabtu (4/5), di Rektorat lantai 3. Acara berlangsung pagi, dimulai sejak pukul 9 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rapat itu diagendakan pembahasan evaluasi program kerja dan kegiatan-kegiatan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Unmul. Rapat ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengevalusi dan memberikan kritik serta saran terhadap program kerja dari masing-masing biro.</p><p style="text-align: justify;">Rapat tersebut dipimipin oleh Ketua DPM KM Unmul, Wisnu Rian Danu dan dihadiri oleh perwakilan BEM KM Unmul dan beberapa perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unmul. Adapun rumpun pembahasan pagi itu seperti rumpun kerja sama, eksternal, internal, pengabdian masyarakat, dan pengkaryaan.</p><p style="text-align: justify;">Menteri Sosial dan Politik BEM KM Unmul, Derviansyah dalam kesempatan kali itu &nbsp;menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari evaluasi program kerja dan kegiatan yang telah dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Ada aspirasi dari kawan-kawan yang ingin disampaikan di fakultas dan UKM. Ini bisa diakomodir, sebelum waktu kepengurusan dari BEM KM Unmul sendiri berakhir. Sekaligus bagaimana kawan-kawan hari ini yang hadir dari BEM KM sendiri serta yang ada di DPM sendiri memberikan kritik ataupun saran-saran.&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Rapat evaluasi ini kemudian dijadikan bahan perbaikan di sisa periode kepengurusan, sekitar delapan bulan. Dijelaskan Derviansyah, meski terpotong dengan hari libur, diharapkan rapat jilid II tetap bisa terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena empat bulan awal ini kita lebih banyak ke internal mengurus administrasi, memperbaiki jaringan. Empat bulan berikutnya ini kita bagaimana fokus memaksimalkan program kerja yang kita rancang di raker kemarin,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Rapat kemudian diakhiri dengan ketuk palu oleh pimpinan sidang. <strong>(<em>rpi/ran/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemilu Usai, Muncul Polemik Hitung Cepat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemilu-usai-muncul-polemik-hitung-cepat/baca </link>
<guid> pemilu-usai-muncul-polemik-hitung-cepat </guid>
<pubDate> Mon, 06 May 2019 13:26:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Proses berlangsungnya quick count. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemilu-usai-muncul-polemik-hitung-cepat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KgnRU9lGiI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemilu Usai, Muncul Polemik Hitung Cepat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pemilihan umum (Pemilu) dan&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>quick count</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Baru-baru ini Indonesia telah menggelar Pemilu presiden bersama dengan Pemilu legislatif. Berbagai kejadian tidak terduga mewarnai pesta demokrasi Indonesia kali ini. Salah satunya adalah hasil&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>quick count</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;atau perhitungan cepat yang mulai bertebaran selang beberapa saat setelah Pemilu. Ada pihak yang mengatakan hasil dari&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>quick count</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp; tersebut valid dan ada yang tidak. Menurut Memi Nor Hayati, salah satu dosen statistik Unmul, hasil dari&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>quick count</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;tidak dapat dikatakan valid 100 persen.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Tidak 100 persen, karena semua lembaga survei punya margin eror. Jadi, hasil (</span></span><span><span><em>quick count</em></span></span><span><span>) yang sekarang ini hanya prediksi. Lembaga survei mempunyai tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Artinya, ada peluang kesalahan lima persen,&rdquo; ujarnya saat ditemui&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>&nbsp;Kamis (25/4) lalu.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurut Iman Surya, salah satu dosen politik Unmul, ia beranggapan bahwa hasil dari&nbsp;</span></span><span><span><em>quick count</em></span></span><span><span>&nbsp;tersebut dapat dipercaya. &ldquo;</span></span><span><span><em>Quick count</em></span></span><span><span>&nbsp;dari lembaga survei tersebut sudah <em>reliable</em> (dapat diandalkan). Ada 40 lembaga survei yang sudah terverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dinyatakan mampu untuk ikut memantau jalannya Pemilu,&quot; tuturnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dilansir dari&nbsp;</span></span><span><span><em>tirto.id</em>, <em>quick count</em></span></span><span><span>&nbsp;sendiri pertama kali digunakan di Indonesia pada Pemilu 2004. Menilai akurat hasil-hasil Pemilu yang dikeluarkan lembaga survei, KPU pun turut tangan untuk membuat aturan mengenai lembaga survei yang dapat turut serta dalam perhitungan hasil Pemilu. Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan KPU No. 23 Tahun 2013 yang mengatur pelaksanaan survei dan penghitungan cepat hasil pemilihan umum. Tujuannya agar lembaga survei dapat bekerja dibawah pengawasan KPU secara tidak langsung.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurut Memi, sistematika dari&nbsp;</span></span><span><span><em>quick count</em></span></span><span><span>&nbsp;sendiri menggunakan&nbsp;</span></span><span><span><em>Stratified Random Sampling</em></span></span><span><span>, dengan 3000 sampel TPS &nbsp;dari 813.350 TPS diseluruh Indonesia. Penggunan metode ini dinilai paling tepat karena mampu mewakili setiap provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah terwakili yang proporsional.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Lembaga survei yang boleh mempublikasi hasil&nbsp;</span></span><span><span><em>quick count</em></span></span><span><span>&nbsp;Pemilu adalah lembaga survei yang termasuk ke dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) dan sudah terverifikasi oleh pemilu,&quot; tutur Memi. Lembaga</span></span><span><span>&nbsp;survei yang tidak terverifikasi oleh Pemilu tidak boleh mempublikasi atau mengikuti pelaksanaan hitung cepat.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dikatakan oleh Iman, selain lembaga survei yang terverifikasi KPU, adapula lembaga survei internal yang dimiliki para pasangan calon (paslon).&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;</span></span><span><span>Parameter yang dimiliki oleh masing-masing paslon merupakan sesuatu yang sah, setiap paslon tentunya memiliki lembaga&nbsp;</span></span><span><span>s</span></span><span><span>urvei. Lembaga survei yang dimiliki oleh masing-masing pihak membantu keberlangsungan Pemilu 2019</span></span><span><span>,&quot; jelasnya</span></span><span><span>.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menanggapi adanya polemik hasil&nbsp;</span></span><span><span><em>quick count</em></span></span><span><span>&nbsp;yang salah dan dicurangi, menurut Memi memang bisa dilakukan dengan mengambil sampel dari provinsi-provinsi yang lebih mendukung salah satu paslon. Namun, ia menambahkan jika ada lembaga survei yang sudah terverifikasi melakukan kecurangan semacam ini dapat dipastikan lembaga survei tersebut sudah tidak kredibel dan tidak diperbolehkan lagi mengikuti pelaksanaan&nbsp;</span></span><span><span><em>quick count</em></span></span><span><span>.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;(Contohnya) Seperti dua lembaga survei pada Pemilu 2014 yang mengumumkan hasil yang berbeda dari lembaga survei lainnya dan ternyata hasilnya tidak sama dengan&nbsp;</span></span><span><span><em>real count</em></span></span><span><span>&nbsp;(perhitungan nyata) pemilu. Sekarang sudah tidak tahu dimana rimbanya,&quot; paparnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Memi menyarankan kepada para paslon agar tidak terburu-buru untuk mengumumkan kemenangan mereka.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Bijaknya, para paslon yang dinyatakan menang berdasarkan&nbsp;</span></span><span><span><em>quick count</em></span></span><span><span>&nbsp;atau lembaga survei internal tidak mengklaim kemenangan dahulu. Masih ada kemungkinan lima persen salah. Takutnya nanti masyarakat akan bingung. Imbasnya, tidak percaya dengan Pemilu,&quot; tutup Memi.&nbsp;</span></span><span><span><em><strong>(mer/sii/anm/vny/fqh)</strong></em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&nbsp;</span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pergerakan dan Pekerjaan Rumah DPM KM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pergerakan-dan-pekerjaan-rumah-dpm-km/baca </link>
<guid> pergerakan-dan-pekerjaan-rumah-dpm-km </guid>
<pubDate> Tue, 07 May 2019 09:54:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wisnu Rian Dani, Ketua DPM KM Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pergerakan-dan-pekerjaan-rumah-dpm-km/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vSTxVMmqPO.png" />
					</figure>
			                <h1>Pergerakan dan Pekerjaan Rumah DPM KM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&mdash;Seperti negara yang memiliki pilar sebagai penyangga jalannya demokrasi, kampus yang disebut-sebut sebagai miniatur negara juga memiliki lembaga untuk menjalankan fungsi pilar tersebut. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Keluarga Mahasiswa (KM) menjadi salah satu bagian penting yang berada di posisi sebagai badan legislatif. Namun sudahkah fungsi legislatif telah dijalankan dengan baik?</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Maret lalu, DPM KM menggelar rapat kerja sekaligus sosialisasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) DPM KM Unmul periode 2019. &nbsp;Wisnu Rian Dani, Ketua DPM KM Unmul memaparkan usai mengadakan rapat dan sosialisasi bersama dengan seluruh perwakilan lembaga kemahasiswaan se-Unmul, anggota DPM KM membuat&nbsp;</span></span><span><span><em>timeline</em></span></span><span><span>&nbsp;kerja serta perbaikan beberapa masalah struktur sebelumnya terutama masalah legislasi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Wisnu juga mengatakan struktur pembagian kerja pada periode ini lebih struktural dibanding periode sebelumnya. Di mana kerja wakil ketua I merangkap sebagai sekretaris dan wakil ketua II sebagai bendahara. Sementara susunan struktural tahun ini diisi ketua, wakil ketua I dan II, kemudian sekretaris jenderal dan bendahara. Serta ada komisi I dan II, sesuai dengan hasil amandemen AD/ART KM Unmul pada saat kongres.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sejauh ini, dapat dikatakan DPM KM cenderung pasif bahkan tidak terlalu sering terdengar pergerakannya. Hal ini diakui Wisnu, dikatakannya tugas DPM KM hanya memiliki dua fungsi, yaitu fungsi legislasi dan fungsi pengawasan. Karena memiliki fungsi tugas yang lebih sedikit, program kerja yang dimiliki oleh DPM KM menjadi cukup banyak dengan lingkup agenda besar. Terlebih kerja DPM KM didominasi dengan berkoordinasi dengan Badan Ekeskutif Mahasiswa (BEM) KM, yang melaksanakan aturan dan sebagai badan eksekutif di kampus.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Jalin Koordinasi Lebih Baik</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Koordinasi antara DPM KM dengan BEM KM masih menjadi tugas bagi DPM KM. Dari keduanya, masing-masing harus memahami TAP Hubungan Kerja BEM KM dan DPM KM, nantinya jika terdapat kesalahan dapat ditinjau dari aturan TAP yang sudah disepakati.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Karena tahun lalu saya ingat ada &apos;kartu kuning&apos; dari ketua DPM KM buat BEM KM karena tidak diundang pada saat raker BEM KM, maka tahun ini kami mencoba memperbaiki koordinasi,&quot; ungkapnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><em><span><span>(Baca:&nbsp;</span></span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-diundang-raker-bem-km-unmul-dpm-km-unmul-bikin-kartu-kuning/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-diundang-raker-bem-km-unmul-dpm-km-unmul-bikin-kartu-kuning/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-diundang-raker-bem-km-unmul-dpm-km-unmul-bikin-kartu-kuning/baca</a></em><span><span><em>&nbsp;)</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Tugas Rumah DPM KM</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pekerjaan rumah lainnya untuk DPM KM periode tahun ini adalah anggota yang tergabung belum mencakup semua fakultas, dan ini menjadi tugas khusus dari badan legislasi. Beberapa fakultas yang belum mengirimkan delegasi dalam DPM KM diantaranya Fakultas Teknik, Hukum, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Kedokteran. Mekanisme perekrutan anggota dalam AD/ART KM sebelum amandemen adalah 30 hari sebelum kongres, yang mana setiap DPM per-fakultas sudah mengirimkan nama-nama delegasinya untuk DPM KM untuk dilantik dalam kongres. Namun, ada beberapa perbaikan mekanisme perekrutan anggota setelah amandemen AD/ART KM.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Wisnu melanjutkan, hasil amandemen AD/ART tentang mekanisme perekrutan ini adalah jika sudah 30 hari atau setelah kongres DPM fakultas belum mengirimkan delegasi, maka DPM KM akan mengadakan rekrutmen terbuka, dan aturan selanjutnya segera mungkin dirampungkan oleh badan legislasi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain itu, hal lain yang turut menjadi pekerjaan untuk DPM KM adalah adanya info anggaran yang diterima di kepengurusan ini sekitar Rp50 juta, menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp55 juta. Hal ini diketahui dari sosialisasi anggaran dari rektorat. Penurunan anggaran ini berpengaruh besar terhadap rencana anggaran program kerja DPM KM, sehingga dilakukan perombakan ulang terhadap rencana anggaran.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Wisnu menerangkan, beberapa dana agenda internal dan agenda besar diringkas sehingga dapat menyesuaikan anggaran yang sebesar Rp50 juta. Agenda internal seperti rapat koordinasi dan&nbsp;</span></span><span><span><em>gathering</em>&nbsp;</span></span><span><span>mereka cadangkan terlebih dahulu, sementara mereka mengatur anggaran untuk agenda besar dari DPM KM.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Jadi untuk perputaran dananya kita maksimalkan dana buat 4 agenda besar kami terlebih dahulu. Seperti dari komisi I yaitu revatur BEM, sedangkan dari komisi II ada anggaran dinas, seminar legislatif, dan terakhir pemira, serta kongres,&quot; jelasnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bukan hanya itu, kondisi internal juga menjadi hal yang disorot kepengurusan DPM KM periode ini. Wisnu menargetkan internal harus saling koordinasi dan menyatu mengingat anggotanya berasal dari angkatan 2015 hingga 2017.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Anggota juga merencanakan di tahun ini ada rapat evaluasi internal per periode tiga bulan atau satu semester. Saat ini masih menjadi permasalahan internal kami, supaya ada yang kurang atau ada kesalahan bisa diperbaiki,&quot; pungkasnya.&nbsp;</span></span><span><span><em><strong>(dor/cin/adl)</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menunggu Putusan Akhir dari Kasus Meme Faperta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menunggu-putusan-akhir-dari-kasus-meme-faperta/baca </link>
<guid> menunggu-putusan-akhir-dari-kasus-meme-faperta </guid>
<pubDate> Tue, 07 May 2019 12:29:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus meme Faperta menuju tahap akhir. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menunggu-putusan-akhir-dari-kasus-meme-faperta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lXHdGRyctz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menunggu Putusan Akhir dari Kasus Meme Faperta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah gelaran rapat senat kedua yang menawarkan klarifikasi media kepada Hanif dan MJ terkait pembuatan dan penyebaran meme Faperta,&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hanif dan MJ yang mewakili pihak mahasiswa menolak tawaran senat. Sebagai gantinya, mereka membuat komitmen untuk kedua pihak yang berkonflik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">(Baca:&nbsp;<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-meme-faperta-tawarkan-penghapusan-jejak-penghinaan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-meme-faperta-tawarkan-penghapusan-jejak-penghinaan/baca</a>)</span><span style="text-align: inherit;"><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-meme-faperta-tawarkan-penghapusan-jejak-penghinaan/baca)" style="text-align: inherit;"></a></span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-meme-faperta-tawarkan-penghapusan-jejak-penghinaan/baca)" style=""></a></span></p><p style="text-align: justify;">Ditemui di sela-sela aksi Hardiknas pada Kamis (2/5) kemarin, Hanif mengatakan alasan menolak tawaran senat karena kesalahan bukan terletak pada mahasiswa saja, tapi juga pihak fakultas. Sebelumnya, melalui pesan daring, Hanif menyampaikan komitmen mahasiswa untuk dekan kepada Ketua Senat, Khrisna Purnawan Candra. Dari Candra kemudian meminta komitmen tambahan yaitu dari mahasiswa untuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Komitmen dari mahasiswa untuk dekan terdiri dari beberapa poin, yaitu &nbsp;menjaga integritas profesionalitas birokrat fakultas, menjaga etika berkomunikasi birokrat fakultas terhadap mahasiswa atau civitas academica, melibatkan mahasiswa dalam pengambilan keputusan atau perumusan kebijakan yang berkaitan dengan kemahasiswaan, dan pengambilan keputusan atau perumusan kebijakan yang berlandaskan keterbukaan.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan komitmen dari mahasiswa untuk mahasiswa terdiri dari dua hal yakni menjaga cara berkomunikasi dalam lingkungan civitas academica terhadap birokrat dan konsisten dengan keputusan pendapat mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Rapat senat terakhir akan dilakukan setelah pemberian poin dari pihak senat kepada mahasiswa yang nantinya poin tersebut akan dicermati dan ditanggapi oleh mahasiswa. Rapat senat terakhir sendiri dimaksudkan bahwa permasalahan telah selesai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rapat senat itu kemungkinan minggu depan pas sudah masuk bulan puasa. Ini saya sudah diminta oleh Prof. Candra untuk mengambil berita acara,&rdquo; tutup Hanif. <strong><em>(ann/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Mandek, Unmul Segera Realisasikan Turnitin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-mandek-unmul-segera-realisasikan-turnitin/baca </link>
<guid> sempat-mandek-unmul-segera-realisasikan-turnitin </guid>
<pubDate> Wed, 08 May 2019 09:49:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hamdi Mayulu (kiri), Sekretaris LP3M, dan Jauchar (kanan) PPK Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-mandek-unmul-segera-realisasikan-turnitin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BvH9MDGgLV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Mandek, Unmul Segera Realisasikan Turnitin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Penerapan&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Turnitin Originality Checking</em>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;telah ditargetkan akan mulai digunakan pada Februari lalu. Namun nyatanya hingga kini masih belum dapat terealisasikan. Sedianya Unmul telah menggunakan Turnitin sejak akhir 2018, setelah menerima hibah akun dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan sepakat untuk berlangganan Turnitin melalui pembelian&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>License Simililarity Check</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>&nbsp;</em>kepada iGroup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-periksa-karya-tulis-dengan-turnitin/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-siap-periksa-karya-tulis-dengan-turnitin/baca)</a></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ditemui di ruangannya, Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M), Hamdi Mayulu menyebutkan, kini pembelian&nbsp;</span></span><span><span><em>License Simililarity Check</em></span></span><span><span>&nbsp;untuk berlangganan Turnitin masih dalam proses kontrak pembelian yang ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unmul. Namun, lebih lanjut Hamdi tidak mengetahui kemajuannya sudah sampai di tahap apa.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hamdi menyayangkan minimnya diskusi dan komunikasi yang dilakukan PPK dengan LP3M. Menurutnya, saat ini mestinya proses pembelian&nbsp;</span></span><span><span><em>License Simililarity Check</em></span></span><span><span>&nbsp;untuk Unmul berlangganan Turnitin sudah selesai, dan sudah siap digunakan untuk kepentingan civitas academica Unmul.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Jujur saya belum tahu sampai sekarang pembayaran dan pembelian Turnitin itu. Silakan bertanya ke PPK,&quot; jawabnya singkat, Jumat (26/4).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurutnya, LP3M sebagai pihak pelaksana Turnitin, harusnya mendapat kelancaran dari PPK, sehingga tidak terjadi penundaan seperti sekarang. Buntutnya berimbas ke rencana pembentukan admin di tingkat universitas, yang selanjutnya akan memberikan pemahaman kepada pengguna akun di tingkat fakultas. Ini untuk membantu mendapatkan target penyelesaian semua karya ilmiah yang diunggah ke repositori universitas.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Harapan besar seharusnya awal tahun itu sudah ada. Mungkin sekarang (jika Turnitin siap) sudah ada sebagian skripsi, abstrak yang naik,&quot; jelas Hamdi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kebutuhan akan adanya Turnitin sangat urgen untuk mengamankan seluruh karya civitas academica, demi kemajuan Unmul dalam menghasilkan karya tulis bebas plagiat. Hamdi dan tim pun merasa kecewa, karena sekarang seharusnya Turnitin bisa digunakan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Salah satunya untuk mengecek berbagai karya tulis ilmiah baik dosen maupun mahasiswa yang juga berpengaruh terhadap akreditasi institusi. Unmul pun masih menggunakan program Turnitin dari UNY, namun hanya diperuntukan bagi pengajuan guru besar, lektor kepala, dan instrumen pengajuan akreditasi.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurut rencana awal, pembelian&nbsp;</span></span><span><span><em>License Simililarity Check</em></span></span><span><span>&nbsp;Turnitin akan dilakukan dengan iGroup, melalui pihak ketiga. Namun, sepengetahuan Hamdi, kini telah berganti perusahaan pihak ketiga, berbeda dari rencana awal. Ia kemudian mempertanyakan alasan pergantian tersebut. Jika alasannya karena prosesnya lama, justru dengan universitas lainnya bisa berjalan lancar. Namun, setelah berganti pun realisasi Turnitin masih mandek.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Harusnya semua klausul dalam kontrak itu kita baca bersama. Karena LP3M yang melaksanakan, PPK hanya melancarkan penbayaran.&quot;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Sketsa</em> kemudian menemui PPK Unmul, Jauchar pada Selasa (30/4). Berdasarkan penuturannya, penganggaran Turnitin seharusnya dimulai pada Februari. Namun, terkendala revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang cukup lama. Revisi pertama akhirnya turun pada 11 Maret.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kendala selanjutnya, proposal pengajuan berlangganan Turnitin ke iGroup, melalui kantor cabang di Jakarta. Namun tidak memiliki badan hukum yang kuat untuk bekerja sama dengan Unmul. iGroup lalu memberikan rekomendasi pihak yang bisa menjadi mitra Unmul dalam pembayaran. Jauchar tidak menyebutkan perusahaan apa yang menjadi mitra Unmul tersebut. Kontrak ahirnya diselesaikan 1 April.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;2 April, menurut (perusahaan) yang kita ajak berkontrak itu (biaya) sudah dibayarkan. Dan mereka menjanjikan lima hari,&quot; sebutnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Jadi, karena iGroup bermarkas di Hong Kong, pembayarannya pun harus menggunakan dolar dan ditalangi terlebih dahulu oleh perusahaan mitra Unmul tersebut. Nanti, setelah pembayaran selesai, Unmul akan menerima tagihan berupa invois. Setelah berkontrak kewenangan sudah ada pada LP3M.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurut Jauchar, tugas PPK adalah memastikan Unmul dalam berkontrak dengan pihak ketiga, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Durasi berlangganan Turnitin pun dipastikan tetap 12 bulan, sesuai rencana awal.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Kontrak kita adalah mulai 1 April 2019 ke 31 Maret 2020, jadi tidak merugikan pihak Unmul. Komunikasi terakhir dengan Turnitin itu sudah aktif,&quot; terangnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sehingga saat ini Unmul sudah masuk masa berlangganan. 29 April pun telah dilakukan aktivasi program Turnitin milik Unmul, sehingga awal aktivasi juga menjadi awal aktifnya Unmul berlangganan Turnitin hingga 29 April tahun depan. Bahkan, menurutnya sudah ada pengajuan pelatihan dari LP3M.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Termasuk teman-teman LP3M saya lihat sudah ada permohonan untuk pelatihan Turnitin,&quot; tambahnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terkait komunikasi yang dijalin dengan LP3M, baginya sudah berjalan baik. PPK dikatakannya memang lebih intens melakukan komunikasi dengan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono. Karena Turnitin berada di bawah wewenang WR I. Saat ini PPK hanya tinggal memastikan Turnitin telah siap dan melakukan pembayaran tagihan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Namun, saat dikonfirmasi kembali ke LP3M, Hamdi justru tidak mengetahui proses kelanjutan Turnitin. Bahkan pihaknya belum mendapat konfirmasi dari PPK terkait aktivasi dan mulai langganan Turnitin Unmul.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Katanya kan dikirim ke email LP3M, tapi sampai posisi hari ini belum ada kami terima (Turnitin) dan aktivasi belum ada di LP3M,&quot; tegas Hamdi, Selasa (30/4) di ruangannya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Diakui Hamdi, karena kesibukan sehingga komunikasi yang dilakukan dengan PPK menjadi kurang intens. Seharusnya PPK juga menjalin komunikasi dengan LP3M selaku pelaksana Turnitin, bukan hanya pada WR I, terlebih saat ini sudah masuk masa berlangganan Turnitin.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Info terakhir yang diterima&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span>, aktivasi Turnitin telah diterima LP3M setelah dikonfirmasi pada Jumat (3/5) lalu. Selanjutnya Hamdi akan mempersiapkan Turnitin agar dapat segera direalisasikan. <strong><em>(wil/adl)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FKIP Percepat Kelulusan Mahasiswanya Melalui PLP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-percepat-kelulusan-mahasiswanya-melalui-plp/baca </link>
<guid> fkip-percepat-kelulusan-mahasiswanya-melalui-plp </guid>
<pubDate> Thu, 09 May 2019 11:33:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tri Wahyuningsih, Ketua UPT PPL FKIP. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-percepat-kelulusan-mahasiswanya-melalui-plp/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NxW5T0OOKj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FKIP Percepat Kelulusan Mahasiswanya Melalui PLP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ndash; Tak lama lagi, &nbsp;Unmul akan melepas mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Menilik dari program KKN 44 tahun lalu, tentu banyak yang harus dievaluasi agar KKN tahun ini dapat berjalan lebih baik. Begitu juga dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang tahun lalu menerapkan sistem penggabungan KKN dan PPL.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wd-i-fkip-benarkan-wacana-penggabungan-kkn-dan-ppl/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wd-i-fkip-benarkan-wacana-penggabungan-kkn-dan-ppl/baca</a>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Lalu, bagaimana dengan pelaksanaannya di tahun ini?&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tri Wahyuningsih, Ketua UPT PPL FKIP mengatakan penggabungan KKN dan PPL akan kembali dilaksanakan di tahun ini. Hal tersebut untuk mempersingkat waktu studi mahasiswa FKIP. Sehingga mempercepat kelulusan mahasiswanya. Menurutnya KKN PPL gabungan tahun lalu sukses dan berjalan sesuai jadwal dari pihak UPT.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tri juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi selama 2 hari. Ia mengaku awalnya mahasiswa kebingungan dengan tugas selama KKN dan PPL nanti. Namun, setelah dilakukan sosialisasi tersebut melalui masing-masing ketua kelas, BEM FKIP dan juga pembekalan, mahasiswa FKIP sudah mulai paham mengenai tugas yang harus dikerjakan selama KKN dan PPL nanti.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Saya kira efektifnya setelah sosialisasi. Awalnya karena baru, polanya baru jadi agak ribetlah. Tapi setelah sosialisasi, dimantapkan lagi lewat pembekalan, sehingga pelaksanaan tidak ada masalah.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Untuk tahun ini, sebutan yang digunakan bukan lagi KKN dan PPL, melainkan PLP, akronim dari Pengenalan Lapangan Persekolahan. Sistem PLP ada dua, yakni PLP 1 ialah observasi, dan PLP 2 yakni praktik pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan, selama masa PLP nanti mahasiswa hanya fokus berkegiatan di sekolah, tidak lagi di kelurahan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Selama ini kan PPL hanya dinilai terkait dengan praktik pembelajaran, tapi pembimbingan dan ekstrakulikuler itu belum masuk penilaian. Sehingga untuk KKN-nya sekarang kegiatannya itu di antaranya ektrakulikuler, pembentukan perpustakaan, pembinaan karakter, kegiatan yang melibatkan murid serta orang tua dan lain sebagainya,&rdquo; jelas Tri.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sejauh ini UPT PPL FKIP sudah membuka proses pendaftaran, terhitung sejak April lalu. Menurutnya semua mahasiswa FKIP sudah melakukan proses pendaftaran dan melengkapi berkas-berkas persyaratan. Hanya saja belum diketahui berapa jumlah mahasiswa yang dipastikan ikut PLP karena mahasiswa harus menyerahkan nilai mata kuliah&nbsp;</span></span><span><span>microteaching.</span></span><span><span>&nbsp;Di mana nilai tersebut baru akan keluar Juni mendatang.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tri mengaku jika tidak ada kendala selama KKN dan PPL digabung, baik dari mahasiswa, dosen pembimbing lapangan (DPL), transportasi, dana, laporan dan lainnya. Hanya saja ada beberapa pihak kelurahan yang belum memahami sistem baru ini. &ldquo;Kendalanya sih kalau digabungkan KKN PPL itu di kelurahan dan sekolah. Kelurahan itu biasanya belum paham. Mereka pikir kita (mahasiswa) harus di kelurahan terus. Kalau seperti itu kita (pihak UPT PPL) akan ke kelurahannya untuk jelaskan, tapi sebenernya pihak sekolah dan kelurahan itu sudah kami beri buku pedoman,&rdquo; ungkapnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tri optimis PLP tahun ini berjalan lancar. Ia berharap kompetensi mahasiswa selama proses tersebut meningkat. Tidak hanya kompetensi mengajar, namun juga di bidang-bidang lainnya seperti pembinaan ekstrakurikuler.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Karena semua guru tidak hanya mampu mengajar di dalam kelas. Tapi mampu bekerja sama dengan orang tua, mampu membimbing, mampu mengembangkan minat dan bakatnya serta dalam pembinaan karakter,&rdquo; harapnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tidak jauh berbeda dengan harapan Tri, Muhammad Yazid Amrievana, mahasiswa FKIP Bahasa Inggris 2015 mengaku KKN dan PPL yang digabung tahun lalu cukup sukses. Hanya saja diakuinya masih banyak sistem yang perlu dievaluasi dan diperbaharui. Menurutnya ketika PPL dan KKN digabung, masing-masing memiliki tugas dan program yang sama pentingnya. Jika dua hal tersebut menjadi satu, dikhawatirkan akan ada yang bertabrakan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>KKN dan PPL yang digabung diakui cukup memberatkan. Karena mahasiswa harus membagi tugas PPL di sekolah dan KKN di kelurahan. Ditambah mahasiswa juga harus membuat dua laporan akhir, yakni laporan kelompok KKN dan laporan PPL individu. Namun, menurutnya penggabungan KKN dan PPL cukup bagus, karena mempersingkat waktu. &ldquo;Kalau saya suka yang cepat sih (PPL KKN digabung) tapi sistemnya diperbarui. (Kemarin) kami juga tidak tahu tapi kami sambut antusias saja karena, lebih cepat,&rdquo; tutupnya. <span><span><em><strong>(sii/ycp/els/adl)</strong></em></span></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&nbsp;</span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 45 Semakin Dekat, Persiapan Masih Terhambat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-45-semakin-dekat-persiapan-masih-terhambat/baca </link>
<guid> kkn-45-semakin-dekat-persiapan-masih-terhambat </guid>
<pubDate> Thu, 09 May 2019 12:19:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LP2M sebagai pengurus pelaksanaan KKN Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-45-semakin-dekat-persiapan-masih-terhambat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DM2rFHSnbE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 45 Semakin Dekat, Persiapan Masih Terhambat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Memasuki bulan Mei, persiapan KKN 45 kian dikebut. Setelah sebelumnya pembukaan pendaftaran KKN reguler, mahasiswa kemudian harus mengunggah berkas mulai 1 sampai 4 Mei. Meski sebelumnya dijadwalkan pada Senin (6/5) namun pengumuman lokasi KKN baru terlaksana pada Selasa (7/5). Beredar di grup KKN, penyebab tertundanya pengumuman dikarenakan adanya keterlambatan pihak kabupaten dalam menyerahkan daftar desa.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di LP2M pada Jumat (3/5), M. Aldi selaku staf tim Koordinasi KKN 45, menjelaskan perubahan jadwal pembekalan KKN, yaitu akan dilaksanakan pada 20-25 Mei, bertempat di dua lokasi yang berbeda, yakni Gedung Bundar Fakultas Pertanian (Faperta) dan Gedung Serbaguna Rektorat lantai 4. Diakui Aldi, pihaknya kini tengah menyusun jadwal pembekalan untuk setiap fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pembekalannya dibagi berdasarkan jenis KKN, dan lebih ditekankan kepada KKN Reguler karena kuantitasnya yang lebih banyak. Sedangkan untuk KKN DSM, Astra, Kebangsaan dan Internasional akan dibuatkan pembekalan khusus,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun untuk KKN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga saat ini belum ada kepastian tempat pelaksanaannya. Sebelumnya pada pelaksanaan KKN 44, mengambil tiga kota yakni Bontang, Samarinda, dan Balikpapan. Namun untuk saat ini belum ada konfirmasi dari Kementerian PUPR terkait desa pelaksanaan KKN.</p><p style="text-align: justify;">Selama pelaksanaan KKN nanti, mahasiswa diwajibkan untuk membuat dua jenis laporan yang akan diunggah ke laman <em>kkn.unmul.ac.id</em>. Laporan pertama merupakan laporan mingguan berbentuk video dokumenter. Laporan ini bisa diunggah seminggu sekali ataupun setiap pelaksanaan kegiatan program kerja. Dari laporan mingguan ini, nantinya akan di periksa oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Hal ini dimaksudkan agar DPL sudah mengetahui progress KKN sebelum mengunjungi lokasi KKN.</p><p style="text-align: justify;">Adapun laporan kedua berupa berkas dalam bentuk <em>word</em> atau PDF yang berisi seluruh rangkaian kegiatan selama KKN berlangsung. Laporan ini diunggah begitu pelaksanaan KKN telah selesai.</p><p style="text-align: justify;">Diakhir wawancaranya, Aldi berpesan agar mahasiswa rajin untuk selalu mengecek laman <em>kkn.unmul.ac.id</em> untuk mengetahui informasi lebih lanjut. &ldquo;Jangan hanya terfokus pada satu sumber informasi yang sudah lama, karena pihak LP2M akan terus memperbarui dan memperjelas informasi di web KKN Unmul,&rsquo;&rsquo; tutupnya. <strong>(<em>ann/mrf/fir/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lupus: Kala Sistem Imun tak Mampu Menangkal Virus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/lupus-kala-sistem-imun-tak-mampu-menangkal-virus/baca </link>
<guid> lupus-kala-sistem-imun-tak-mampu-menangkal-virus </guid>
<pubDate> Fri, 10 May 2019 09:18:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati Hari Lupus Sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Mei. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/lupus-kala-sistem-imun-tak-mampu-menangkal-virus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/s5HCwusvVr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lupus: Kala Sistem Imun tak Mampu Menangkal Virus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hanya segelintir orang barangkali yang tahu perihal lupus. Lupus di sini bukanlah komik ternama itu, melainkan sebuah penyakit mematikan yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Pada orang normal, sistem kekebalan tubuh atau sistem imun akan menghalau semua bakteri maupun virus yang masuk. Namun hal ini tidak bekerja pada penderita lupus.</p><p style="text-align: justify;">Orang yang mengidap penyakit lupus harus pasrah bahwa sistem kekebalan tubuh mereka tidak akan mampu membentengi virus, namun justru mematikan jaringan tubuh lainnya. Jadi dapat dimaknai bahwa sistem imun tidak akan mampu berfungsi menghadang tiap bakteri atau virus.</p><p style="text-align: justify;">Prof. Dr. Zubairi Djoerban, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam artikel <em>tirto.id</em> menyebutkan bahwa antibodi yang dimiliki penderita lupus melebihi kadar yang semestinya. Sehingga mengakibatkan kegagalan antibodi dalam melindungi sel-sel lainya yang berujung pada kerusakan sel dan jaringan tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan laman resmi Yayasan Lupus Indonesia (YLI) bahwasanya pengidap lupus kebanyakan datang dari kaum hawa. Alasannya karena perempuan memiliki kadar hormonal yang berbeda, juga faktor biologis seperti kehamilan dan mestruasi juga dapat memengaruhi.</p><p style="text-align: justify;">Gejala lupus biasa ditandai demam tinggi melebihi 38 derajat celcius. Selain itu tanda-tanda lupus yang paling umum dan mudah dikenali ialah ruam kemerahan di sekitar bagian hidung hingga pipi. Ruam ini tak jarang berbentuk seperti kupu-kupu, memerah. Karena sistem imun yang tidak mampu menghadang virus, penderita lupus acap kali merasa lelah atau lemas yang berlebihan. Mereka juga biasa sangat peka terhadap sinar matahari yang dapat membuat mereka lelah.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, YLI mengemukakan meski lupus kerap dianggap penyakit mematikan, namun kenyataannya tidak semua kasus seperti itu. YLI juga menuliskan bahwa jika dibarengi dengan perawatan yang memadai, penderita lupus memiliki kesempatan hidup normal sebanyak 80 hingga 90%. Meski penderita lupus tiap tahunnya meningkat, namun bukan berarti lupus tak dapat dikenali atau dicegah.</p><p style="text-align: justify;">YLI selaku yayasan yang menaungi banyak penderita lupus menambahkan bahwa penanganan penyakit ini bisa dengan memberikan obat anti-inflamasi non steroid atau NSAID dan kortikosteroid. Kedua hal ini menargetkan peradangan pada titik lupus langsung.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu contoh nyata dari penderita lupus ialah artis dan penyanyi ternama Selena Gomez. Gomez di diagnosis mengidap lupus kurang lebih 5-6 tahun silam. Gomez yang kala itu didapuk mengisi pertemuan Lupus Research Alliance&apos;s Breaking Through Gala di New York City mengutarakan bahwa ia sempat kesulitan dalam berjuang untuk hidup. Ia lalu mulai dari mencari dan mempelajari penyakit yang dideritanya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut CNN Indonesia, Selena menderita lupus nefritis atau komplikasi paling serius dari lupus, sehingga dokter menganjurkan agar dilakukannya transplantasi ginjal. Berjuang selama bertahun-tahun, penyanyi mantan Justin Bieber itu kini telah menjalani operasi transplantasi ginjal berkat sang sahabat. Selena juga berujar untuk saat ini ia sudah cukup sehat melakukan aktivitasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, pesan Selena yang mungkin bisa menjadi pembakar sumbu semangat ialah setiap wanita dapat mewujudkan mimpi mereka tanpa lupus. Tak lupa Selena juga memberikan semangat kepada semua orang bahwa kalian tidak sendiri, dan penderita lupus juga berhak mendapatkan kehidupan selayaknya manusia normal. <strong><em>(sut/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FIB Bersiap Menempati Gedung Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fib-bersiap-menempati-gedung-baru/baca </link>
<guid> fib-bersiap-menempati-gedung-baru </guid>
<pubDate> Fri, 10 May 2019 11:13:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi sebuah kelas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fib-bersiap-menempati-gedung-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2sKryOdaPA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>FIB Bersiap Menempati Gedung Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Beberapa waktu lalu,&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Sketsa</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp; sempat memberitakan rencana kepindahan program studi Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ke Gunung Kelua. Plan tersebut berdasarkan SK yang dikeluarkan rektor beberapa waktu lalu. Niatnya akan dilaksanakan pada Maret atau April lalu, namun hingga kini prodi Sasindo belum dapat menempati gedung barunya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pindah-prodi-sasindo-ke-gunung-kelua/baca" style="text-align: inherit;"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pindah-prodi-sasindo-ke-gunung-kelua/baca" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pindah-prodi-sasindo-ke-gunung-kelua/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;)</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rabu (8/5) lalu, <em>Sketsa</em> mengonfirmasi melalui Satyawati, Wakil Dekan I FIB. DIkatakan bahwa perpindahan Sasindo mengalami keterlambatan karena gedung yang ditempati mahasiswa Magister Lingkungan belum seluruhnya pindah, serta masih ada barang-barang yang belum diangkut. Sehingga gedung masih cukup penuh dan akan menunggu sampai benar-benar kosong. Pembersihan dan renovasi gedung secara bertahap telah dilakukan pihak FIB.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mengenai &nbsp;waktu kepindahan prodi tersebut ke Kelua, Satyawati masih belum dapat memastikan. &ldquo;</span></span><span><span>Tanggal pastinya saat tukang (pekerja renovasi) selesai kerja, saya enggak tahu kapan. Semester depan itu sudah pasti bisa ditempati,&rdquo; terangnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Nantinya, bukan hanya ruang kelas prodi saja yang akan pindah, namun juga bagian akademiknya. Satyawati mengatakan di gedung baru tersebut telah disiapkan ruangan untuk jajaran dekan dan wakil dekan, beserta bagian administrasinya. Hal ini tak lain untuk mempermudah keperluan mahasiswa dan sistem kerja lainnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Gedung Eks Magister Manajemen&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain itu, gedung eks Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) yang berada satu kawasan dengan FIB kini juga sudah resmi menjadi milik FIB berdasarkan SK rektor. Hal ini tentunya membantu FIB yang mengeluhkan minimnya fasilitas gedung yang tak sepadan dengan jumlah mahasiswa yang semakin bertambah. Satyawati mengatakan fasilitas ruangan memang masih menjadi kendala di FIB. &ldquo;Adanya gedung eks Magister Manajemen kita jadi terbantu sekali. Ruangan belajar yang tidak representatif bisa kita pindahkan ke sana. Kemudian ruangan dosen yang semula kita pinjam dengan balai bahasa, nantinya punya ruangan sendiri,&rdquo; tuturnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tak jauh berbeda dengan gedung yang berada di Gunung Kelua, nantinya gedung Magister Manajemen ini akan segera direnovasi demi kenyamanan warga FIB. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan FIB akan menerima pemberian gedung baru lagi. Tentunya untuk digunakan semaksimal mungkin, demi meningkatkan kualitas mahasiswa dan juga fakultas.&nbsp;</span></span><span><span><em><strong>(fzn/vny/adl)</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FH Sediakan Fasilitas Video Conference untuk Sengketa Pemilu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fh-sediakan-fasilitas-video-conference-untuk-sengketa-pemilu/baca </link>
<guid> fh-sediakan-fasilitas-video-conference-untuk-sengketa-pemilu </guid>
<pubDate> Sat, 11 May 2019 05:57:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Video conference sidang pemilu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fh-sediakan-fasilitas-video-conference-untuk-sengketa-pemilu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8uP8u4tx5W.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FH Sediakan Fasilitas Video Conference untuk Sengketa Pemilu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Meski masa pemilihan t</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">elah berlalu, namun pelik perhitungan suara dan&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">pembahasan mengenai siapa pemenang dari aktor politik masih terus bergulir. Bersamaan dengan itu, marak pula dugaan kecurangan yang terjadi, yang menyasar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Oleh karenanya, Mahkamah Konstitusi (MK), bekerja sama dengan 42 universitas negeri yang ada di Indonesia untuk mengadakan fasilitas <em>video&nbsp;</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>conference</em>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">sidang jarak jauh.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Fakultas Hukum (FH) Unmul menjadi pelaksana kegiatan kerja sama tersebut untuk wilayah Kalimantan Timur. Kerja sama antara MK dan Unmul ini telah dimulai sejak 2014. Fasilitas ruang sidang jarak jauh berlokasi di lantai 3 gedung A FH.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ditemui di ruangannya pada selasa (7/5) lalu, Mahendra Putra Kurnia, Dekan FH menjelaskan perihal kerja sama tersebut.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ini sebenarnya kerja sama antara Unmul dengan Mahkamah Konstitusi, tetapi pelaksana dari kerja sama tersebut adalah Fakultas Hukum. Kerja samanya itu tentang penyelenggaraan persidangan jarak jauh dan peningkatan hak konstitusional masyarakat melalui tridarma perguruan tinggi,&rdquo; ujarnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sejak diresmikan pada 2014 lalu, fasilitas tersebut telah digunakan. Terdapat tiga calon lagislatif yang melakukan proses persidangan terkait penyelesaian hasil pemilu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Digunakan pertama kali ketika Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di tahun 2014. Di tahun 2014 kemarin kita sudah ada sekitar 3 caleg (calon legislatif) dari Berau dan Mahakam Ulu untuk melakukan proses terkait dengan penyelesaian hasil pemilu,&rdquo; jelasnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Prosedur penggunaan fasilitas ini dapat dilakukan jika partai atau pihak yang bersengketa mendaftar ke MK. Pendaftaran saat ini dapat dilakukan secara&nbsp;</span></span><span><span><em>online</em></span></span><span><span>. Informasi akan diberikan melalui sistem peradilan mengenai waktu persidangan mengenai apa yang harus dilakukan, dan lain sebagainya. Pemeriksaan saksi dapat dilakukan di FH Unmul, sehingga tidak perlu lagi pergi ke Jakarta. Proses ini dapat dilakukan setelah adanya sidang pleno KPU yang jatuh pada tanggal 22 Mei mendatang terkait hasil perhitungan suara.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia mengungkapkan bahwa sidang utama dan pendaftaran perkara tetap dilakukan di MK. FH Unmul hanya memfasilitasi terkait pemeriksaan saksi, pemeriksaan barang bukti dan segala macamnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kegiatan kerja sama ini tidak membentuk satu tim khusus melainkan semuanya dikerjakan bersama-sama. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan bagian teknis turut andil dalam pelaksanaan kerja sama tersebut.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski sudah diberikan fasilitas yang memadai, sayangnya fasilitas <em>video conference</em> sidang</span><span><span>&nbsp;jarak jauh ini belum diketahui oleh banyak orang, terutama oleh para caleg partai politik. Mahendra menjelaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi ke partai partai politik mengenai keberadaan fasilitas tersebut.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Enggak semua partai politik dan caleg mengetahui keberadaan&nbsp;</span></span><span><span><em>video</em></span></span><span><span><em>&nbsp;conference</em>.&nbsp;</span></span><span><span>Makanya k</span></span><span><span>emarin kami melakukan sosialisasi mengenai keberadaan fasilitas&nbsp;</span></span><span><span><em>video&nbsp;</em></span></span><span><span><em>conference</em></span></span><span><span>&nbsp;ini ke partai politik dan ke caleg,&quot; ungkapnya.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>hlm/sut/fir/fqh</span></span></em></strong><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kegiatan Ringan untuk Menunda Kantuk Selepas Sahur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kegiatan-ringan-untuk-menunda-kantuk-selepas-sahur/baca </link>
<guid> kegiatan-ringan-untuk-menunda-kantuk-selepas-sahur </guid>
<pubDate> Sat, 11 May 2019 10:38:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kegiatan sahur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kegiatan-ringan-untuk-menunda-kantuk-selepas-sahur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vxqjnH0i0J.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kegiatan Ringan untuk Menunda Kantuk Selepas Sahur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Bulan ramadan merupakan bulan yang dinantikan oleh umat muslim. Di mana pada waktu ini diwajibkan untuk berpuasa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puasa adalah salah satu rukun Islam, &nbsp;berupa ibadah dengan menahan diri atau berpantang makan, minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Di dalam puasa ada kegiatan yang bernama sahur.&nbsp;</span></span><span><span>Setelah sahur, biasanya timbul rasa kantuk karena harus bangun dini hari untuk makan atau minum sebelum berpuasa. Padahal, akan ada</span></span><span><span>&nbsp;bahaya yang timbul akibat tidur setelah sahur.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dilansir dari laman</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><a href="http://solo.tribunnews.com/2019/05/06/tidur-setelah-sahur-awas-bahaya-kesehatan-ini-mengintai-anda"></a><a href="http://solo.tribunnews.com/2019/05/06/tidur-setelah-sahur-awas-bahaya-kesehatan-ini-mengintai-anda"><em>solo.tribunnews.com</em></a><span><span>, salah satu gangguan kesehatan yang akan muncul adalah&nbsp;</span></span><span><span><em>heartburn</em></span></span><span><span>, yaitu aliran balik dari asam lambung sekitar ulu hati hingga kerongkongan yang menyebabkan rasa panas. Maka dari itu kita dianjurkan untuk tidak tidur setelah sahur.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ada beberapa aktivitas ringan yang dapat dikerjakan setelah sahur, yaitu:</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>1. Mencuci</span></span><span><span>&nbsp;alat makan</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ketika menyantap sahur, beberapa dari kita memasak makanan atau sekadar memanaskan masakan sisa berbuka puasa. Alat yang digunakan seperti pisau, wajan, piring, dan mangkuk akhirnya menumpuk. Sebaiknya kita segera mencucinya setelah menyantap sahur untuk&nbsp;</span></span><span><span>mengurangi pekerjaan rumah lainnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>2. Mandi</span></span><span><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Membersihkan diri pada dini hari akan membuat tubuh terasa segar dan mengurangi rasa kantuk. Ketika mandi, kita sekaligus membersihkan diri untuk mempersiapkan ibadah salat subuh.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>3. Membaca</span></span><span><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ada pepatah mengatakan bahwa membaca adalah jendela dunia sebab ilmu yang kita dapat akan bertambah. Tidak mesti membaca buku yang pembahasannya berat, kita dapat mencari bacaan yang ringan seperti novel atau kumpulan cerpen. Selain itu, membaca kitab suci juga dapat dilakukan untuk menambah amalan di bulan yang penuh berkah ini. Tidak</span></span><span><span>&nbsp;hanya membaca buku fisik, kita dapat membaca melalui gawai dan mencari informasi terkini melalui media <em>online</em>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>4. Merapikan</span></span><span><span>&nbsp;kamar</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kamar merupakan ruangan favorit bagi generasi saat ini, karena seringkali &nbsp;aktivitas seperti mengerjarkan tugas, bermain gawai, hingga berkumpul dengan teman dilakukan di sini. Hal ini menyebabkan kamar kita menjadi berantakan. Alangkah</span></span><span><span>&nbsp;baiknya kita merapikan kamar agar kembali rapi dan fungsional.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>5. Menonton</span></span><span><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Salah satu kegiatan santai untuk menghabiskan waktu salah satunya adalah melihat tayangan televisi untuk sahur</span></span><span><span>. Jika ingin menonton sekaligus mendapat ilmu agama, kita dapat menonton tausiah dari ustaz. Baik yang ada di televisi atau melalui daring.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>6. Melakukan</span></span><span><span>&nbsp;salat sunah</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ketika bulan ramadan tiba, kita dianjurkan untuk banyak melakukan ibadah dari yang wajib maupun yang sunah. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah salat tahajud.&nbsp;</span></span><span><span>Selain karena ibadah, ada beberapa keuntungan yang dirasakan setelah melaksanakan salat. &nbsp;Dikutip dari&nbsp;</span></span><a href="https://www.islampos.com/ini-10-manfaat-dan-keutamaan-shalat-tahajud-35231/"><em>islampos.com</em></a>, salah satu manfaatnya yaitu<span><span>&nbsp;melancarkan aliran darah dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>7. Menyelesaikan</span></span><span><span>&nbsp;pekerjaan yang tertunda.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Banyak dari kita yang tetap beraktivitas di bulan ramadan. Pada siang hari tubuh tidak bekerja secara maksimal karena sedang berpuasa. Ada baiknya pekerjaan yang belum terselesaikan dikerjakan selepas sahur, sebab konsentrasi berada di tingkat tertinggi, karena tidak banyak aktivitas yang mengganggu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Itu dia hal-hal bermanfat yang dapat kamu lakukan selain memilih tidur selepas sahur. Jangan berhenti mencari berkah di bulan ini ya. Selamat menjalankan ibadah puasa!&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(mer/len)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisah Air </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kisah-air/baca </link>
<guid> kisah-air </guid>
<pubDate> Sun, 12 May 2019 09:39:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi tetes air. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kisah-air/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pS7A0lcRr0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisah Air</h1>
			              </header>
			              <p><span><span>Air tenang tidak beriak</span></span></p><p><span><span>Warna beningnya menampakan ceruk</span></span></p><p><span><span>Tapi banyak koloni sudah berkembang biak</span></span></p><p><span><span>Katanya mereka di sini enak&nbsp;</span></span></p><p><br></p><p><span><span>Di sini jauh dari kebisingan kota</span></span></p><p><span><span>Apalagi klakson kendaraan yang membahana&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Pun umpat atas petaka</span></span></p><p><span><span>Hanya suara air yang mengalir ke muara</span></span></p><p><span><span>&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Sekarang itu semua menjadi karangan&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Mereka datang dengan narasi pembaharuan&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Kita terlalu berharap akan berbaharuan</span></span></p><p><span><span>Namun semua didasari atas keakuan</span></span></p><p><span><span>&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Generasi tua hanya bisa bercerita tentang damainya laut</span></span></p><p><span><span>Beberapa mengantungkan kodrat</span></span></p><p><span><span>Yang lain memilih menantang maut</span></span></p><p><span><span>Sekarang muara menjadi bukat</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mahameru Primantoro, mahasiswa Pendidikan Biologi, FKIP 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebijakan Baru Magang Setara 1 SKS, Bagaimana di Unmul? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebijakan-baru-magang-setara-1-sks-bagaimana-di-unmul/baca </link>
<guid> kebijakan-baru-magang-setara-1-sks-bagaimana-di-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 13 May 2019 10:08:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penerbitan kebijakan baru terkait program magang mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebijakan-baru-magang-setara-1-sks-bagaimana-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zc3H5evF3J.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kebijakan Baru Magang Setara 1 SKS, Bagaimana di Unmul?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - April lalu, Kemenristekdikti menerbitkan kebijakan baru terkait program magang 45 jam setara satu SKS (Satuan Kredit Semester) untuk mahasiswa. Sesuai Keputusan Menteri Nomor 123/M/KPT/2019 tentang Magang Industri dan Pengakuan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk magang kuliah.</span></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>tirto.id</em>, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan bahwa aturan baru itu bertujuan untuk memberikan landasan hukum bagi perguruan tinggi dalam melaksanakan program magang mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diketahui bersama, umumnya setiap perguruan tinggi memiliki standar tersendiri mengenai program magang mahasiswanya. Oleh sebab itu kebijakan baru tersebut membuat setiap kebijakan magang sama pada tiap perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa</em> pada (2/5), Mustofa Agung Sardjono selaku WR I Unmul memberikan pandangannya mengenai aturan tersebut. &quot;Jujur yang disampaikan peraturan menteri itu saya belum mengecek. Kalau Anda tanya pun, saya harus menunggu apa maksudnya itu dan saya merasa bahwa itu kadang-kadang ada <em>overlapping</em>.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan serupa juga disampaikan staf Kabag Akademik Unmul yang mengatakan bahwa kebijakan tersebut belum dilaksanakan di Unmul. Pihaknya juga menambahkan kebijakan baru tersebut akan dimasukkan ke dalam PERA (Peraturan Akademik) dan berlaku di tahun berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mau menerapkan peraturan menteri ke universitas itu disesuaikan dengan panduan yang berlaku di kita, adopsinya kan tergantung kebutuhan SKS mahasiswa. Tapi kalau itu nanti kita telaah dan sesuai dengan kebutuhan, ya kita masukkan soal aturan di atas asal sesuai memayungi kita,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Aturan baru tersebut memang baru dirilis April lalu. Belum ada sosialisasi lebih lanjut terkait aturan tersebut, sehingga masih diperlukan kajian mendalam terkait kebijakan magang setara 1 SKS tersebut. <strong><em>(adl/hlm/fzn/rth/pil/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar KKN 45: Jumlah Anggota Hingga Fasilitas yang Didapat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-45-jumlah-anggota-hingga-fasilitas-yang-didapat/baca </link>
<guid> kabar-kkn-45-jumlah-anggota-hingga-fasilitas-yang-didapat </guid>
<pubDate> Tue, 14 May 2019 14:28:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jadwal survei lokasi tim Koordinasi KKN 45 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-kkn-45-jumlah-anggota-hingga-fasilitas-yang-didapat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M7hTmM2TX9.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar KKN 45: Jumlah Anggota Hingga Fasilitas yang Didapat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Jelang pembekalan KKN 45 pada 20 Mei mendatang, berbagai kabar terkait KKN terus berkembang. Terlebih, masih ada jumlah anggota kelompok yang berkisar lima hingga enam orang saja. Tentu, ini jadi satu kekhawatiran mahasiswa, karena nanti akan banyak program kerja yang akan dilaksanakan. Belum lagi masalah biaya yang bisa saja membengkak.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dikonfirmasi ke salah satu Staf Tim Koordinasi KKN 45, Aldi pada Jumat (10/5), ternyata jumlah kuota tersebut sesuai penetapan masing-masing kabupaten/kota. Seperti halnya Mahakam Ulu yang awalnya meminta 30 mahasiswa, kemudian bertambah menjadi 40 mahasiswa. Jumlah tersebut akan terbagi dalam lima kelurahan dengan rata-rata delapan orang per kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Aldi kemudian memberikan contoh, misalnya Kutai Timur meminta kuota sebanyak 170 mahasiswa dengan penempatan di 21 kelurahan. Jumlah kelurahan yang banyak, namun jika tidak diikuti dengan jumlah kuota yang memadai, maka akan terjadi ketimpangan. Di Kutai Timur sendiri, rata-rata dalam satu kelompok berjumlah lima hingga enam orang. Berbeda dengan Bontang, karena kuota yang diminta lebih besar sehingga dalam satu kelompok bisa mencapai 12 mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa daerah seperti Berau pun meminta kuota hanya maksimal enam orang per kelompok, ini kemudian yang disadari Aldi akan memberatkan dari segi iuran mahasiswa. Sehingga daerah yang lumayan jauh dan sulit dijangkau seperti Kutai Barat, Berau, dan Mahakam Ulu akan diupayakan LP2M untuk mendapat keringanan biaya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahulu ini sangat kami jaga karena akses mereka susah dan kemungkinan bahaya mereka lebih besar,&rdquo; kata Aldi.</p><p style="text-align: justify;">Berkurangnya jumlah mahasiswa peserta KKN tahun ini disebabkan oleh beberapa fakultas yang melakukan KKN Tematik sendiri. Seperti Fakultas Teknik (FT), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Tahun ini FKIP resmi melaksanakan KKN yang terintegrasi dengan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang kini disebut Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Penyusutan mahasiswa sangat terasa karena tahun sebelumnya FKIP merupakan salah satu penyumbang utama peserta KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Disayangkan sebenarnya, apalagi saya dengar FKIP hanya melaksanakan di Samarinda saja. Sedangkan yang membutuhkan pendidikan lebih itu anak-anak di pedalaman,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Aldi, pihaknya dalam hal ini LP2M belum membuat daftar kelompok seperti pada pengumuman KKN DSM, karena tim KKN 45 masih sibuk melakukan survei lokasi KKN dan berkoordinasi dengan Dinas pemberdayaan masyarakat daerah (DMPD). Survei lokasi dilakukan untuk meninjau kembali kesiapan daerah dalam menerima sejumlah mahasiswa dan memastikan fasilitas apa saja yang akan didapatkan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Seperti saat survei di Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), dua kabupaten ini akan mencarikan posko bagi mahasiswa. Sedangkan untuk Balikpapan, Aldi telah berdiskusi dengan Ahmad Komaruddin selaku Kasubbag Keagamaan, Pendidikan, dan Kebudayaan, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Balikpapan. Komaruddin mengimbau kepada seluruh lurah untuk menyediakan rumah dinas yang nantinya akan diberdayakan oleh mahasiswa KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk posko (Paser, PPU, dan Balikpapan), Insyaallah aman,&quot; tutup Aldi. <strong>(<em>ann/mrf/fir/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rokok dan Aturan-aturannya di Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rokok-dan-aturan-aturannya-di-kampus/baca </link>
<guid> rokok-dan-aturan-aturannya-di-kampus </guid>
<pubDate> Wed, 15 May 2019 11:39:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keberadaan rokok di kampus di tangani berbeda oleh beberapa fakultas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rokok-dan-aturan-aturannya-di-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gYSoUPjRUL.png" />
					</figure>
			                <h1>Rokok dan Aturan-aturannya di Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Lingkungan yang sehat dan bersih menjadi tanggung jawab sekaligus hak setiap manusia. Hal ini tentunya harus dibarengi kesadaran dari tiap-tiap kepala. Salah satu fenomena yang kerap menganggu dan dapat menimbulkan dampak kesehatan bagi sekitarnya ialah asap rokok. Kampus yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman, justru kerap meresahkan.</p><p>Persoalan uap tipis dari rokok memang tak dapat disepelekan. Sebab itu pemerintah Indonesia mengambil kebijakan dan menuangkannya dalam aturan. Di antaranya dalam peraturan pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif. Dalam aturan ini, salah satu upaya untuk membina atas penyelenggaraan pengamanan produk tembakau sebagai zat adiktif bagi kesehatan ialah dengan membentuk kawasan tanpa rokok (KTR).</p><p>Selain itu, untuk daerah ada Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Samarinda Nomor 51 Tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Melalui peraturan tersebut tertulis tempat belajar mengajar merupakan salah satu di antara empat tempat lainnya yang tidak boleh menyediakan ruang rokok, seperti tempat fasilitas pelayanan kesehatan, tempat anak bermain, tempat ibadah, dan angkutan umum.</p><p>Lantas, bagaimana penerapan KTR di Unmul? Seperti diketahui, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) menjadi fakultas pelopor yang menerapkan KTR. Dibuat sejak 2010 silam, kini FKM telah merasakan manfaat dari keberadaan KTR.</p><p>&quot;Pelaksanaan KTR di FKM sudah baik, dan sangat efektif untuk mengurangi jumlah perokok di kampus,&quot; ujar Bayu Rosandy, Gubernur BEM FKM.</p><p>Dengan dibuatnya KTR, mahasiswa FKM dapat menghirup udara segar tanpa adanya asap rokok yang mengganggu. Meski begitu, beberapa orang masih kedapatan merokok di area KTR FKM. Namun dengan adanya aturan KTR, ada landasan untuk memberikan teguran.</p><p>&quot;Jika merokok di KTR sampai saat ini sanksi nya hanya berupa peneguran untuk tidak merokok lagi. Beberapa waktu yang lalu ada yang merokok, lalu kita berikan teguran.&quot;</p><p>Berlawanan dengan KTR adalah smoking area. Di mana para perokok dapat memenuhi keinginannya untuk merokok di area tersebut. Namun dikatakan Bayu, FKM tidak merencanakan untuk pembuatan smoking area lantaran ingin FKM clear dari kegiatan merokok.</p><p>&quot;Jika ingin merokok, silakan merokok di luar FKM,&quot; ujarnya.</p><p><strong>Kawasan KTR dan Smoking Area Sekaligus</strong></p><p>Sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menawarkan konsep yang berbeda. Tidak hanya mencanangkan KTR, namun sekaligus smoking area. Ditemui <em>Sketsa</em>, Reza Munandar selaku Gubernur BEM FEB, mengatakan wacana KTR ini sudah dicoba sejak 2017 lalu, namun belum ditindaklanjuti dengan baik. Sehingga pada tahun ini, aturan mengenai KTR akan kembali digalakkan.</p><p>&ldquo;Nanti ada kawasan tanpa rokok dan kawasan yang boleh merokok. Tidak full di fakultas kita kawasan tanpa asap rokok. Memang ini menjadi salah satu cara untuk merawat dan mencintai lingkungan kampus. Jadi kita berusaha untuk menghargai teman-teman yang merokok dan yang tidak merokok,&rdquo; jelasnya.</p><p>Program ini merupakan inisiasi BEM FEB yang berawal dari keluhan mahasiswa yang terganggu dengan keberadaan perokok hampir di setiap sudut fakultas. Ada beberapa lokasi yang menjadi titik KTR, yakni dekanat, ruang kelas, serta tempat-tempat umum seperti, gazebo, perpustakaan, hingga kantin. Sementara kawasan boleh merokok masih belum ditentukan.</p><p>Publikasi akan dilakukan dengan menyebar brosur dan menempelkan poster atau tanda dilarang merokok di beberapa tempat.</p><p>&ldquo;Kita akan usahakan setelah Idulfitri di bulan Juni-Juli bahkan sampai demisioner akan dimaksimalkan,&quot; jelasnya.</p><p>2017 lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) juga sempat menerapkan smoking area dan KTR di beberapa titik. Namun hingga kini imbauan tersebut belum berjalan maksimal. Hal ini terlihat dari tulisan smoking area yang dulu pernah terpasang, kini sudah tak nampak lagi.</p><p>(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/ktr-diterapkan-perokok-keterlaluan/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/ktr-diterapkan-perokok-keterlaluan/baca)</a></p><p>Sementara itu, Roofy Prayogi mahasiswa Ilmu Komunikasi 2016 mengatakan setuju jika di fakultas dibuat KTR.</p><p>&quot;Mahasiswa jadi tidak terganggu dengan asap rokok,&quot; ujarnya.</p><p>Ia juga menyarankan untuk kawasan smoking area dibuat tidak di tempat yang sering dilalui mahasiswa.<strong><em> (fer/adl/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prestasi Akreditasi Administrasi Negara dan Target Berikutnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prestasi-akreditasi-administrasi-negara-dan-target-berikutnya/baca </link>
<guid> prestasi-akreditasi-administrasi-negara-dan-target-berikutnya </guid>
<pubDate> Wed, 15 May 2019 11:46:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Administrasi Negara akhirnya berhasil meraih akreditasi A usai berdiri sejak 1962. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prestasi-akreditasi-administrasi-negara-dan-target-berikutnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iJ1Z7RwmF1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prestasi Akreditasi Administrasi Negara dan Target Berikutnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Menjelang Ramadan beberapa waktu lalu, kabar gembira datang dari program studi (prodi) Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Prodi ini baru saja meraih akreditasi A. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa, sebab terhitung sejak awal berdiri pada 1962, prodi ini hanya dapat mengantongi akreditasi B.</p><p style="text-align: justify;">Visitasi asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dilakukan pada 22 hingga 24 April lalu. Beberapa hari berikutnya, tepanya pada 30 April, BAN-PT secara resmi mendeklarasikan melalui Surat Keputusan BAN- PT No.1235/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2019.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> Selasa (14/5) siang, Ketua Program Studi Administrasi Negara Enos Paselle mengatakan bahwa akreditasi A yang diraih tentu tak lepas dari komitmen yang dibangun oleh semua pihak dalam meningkatkan kualitas. Bukan hanya tentang lembaganya saja, melainkan seluruh elemen-elemennya seperti dosen, mahasiswa, alumni, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mendapatkan akreditasi A bukan karena program studinya saja, tapi semua terlibat di dalamnya,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, tak lantas membuat Enos-sapaan akrabnya-berpuas diri. Sebab menurutnya, yang terpenting bukanlah hasil dari pencapaian, melainkan upaya untuk mempertahankan. Terlebih dengan diraihnya akreditasi A ini akan menjadi amanah baru untuk prodi Administrasi Negara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi yang terpenting itu bagaimana mempertahankan ini dan kalau perlu meningkatkan lagi,&quot; tutur laki-laki berkacamata itu.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai satu-satunya prodi yang berakreditasi A di FISIP, tentu di balik itu ada tekad yang kuat. Mulai dari pertimbangan rasio dosen dan mahasiswa, meningkatkan sarana prasarana untuk mendukung proses belajar mengajar dan lain sebagainya. Tak hanya itu, dikatakan Enos prodi Administrasi Negara akan terus meningkatkan kualitas guna mencapai salah satu visinya, yaitu pada 2025 sebagai program studi terakreditasi tingkat Asia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mimpi bukan sesuatu yang tak bisa dicapai. Perlu komitmen seluruh civitas academica untuk membangun lembaga,&quot; tukasnya penuh harap. <strong><em>(hdt/snh/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruang-ruang Aduan Pelecehan di Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruang-ruang-aduan-pelecehan-di-kampus/baca </link>
<guid> ruang-ruang-aduan-pelecehan-di-kampus </guid>
<pubDate> Thu, 16 May 2019 11:24:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kekerasan seksual yang mengintai wanita </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruang-ruang-aduan-pelecehan-di-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MdkbhCJx2D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ruang-ruang Aduan Pelecehan di Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi salah satu fakultas yang dikenal sebagai kawasan bebas kekerasan seksual. Sadar akan perlu kerja sama dengan berbagai pihak, BEM FISIP berkoordinasi dengan tiap lembaga kemahasiswaan di FISIP sebagai posko pengaduan kekerasan seksual. Artinya tiap lembaga menjalankan fungsi advokasinya untuk kemudian ditindaklanjuti BEM FISIP. Bagi yang merasa malu untuk melapor, BEM FISIP menyediakan <em>platform online</em> untuk pengaduan kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Marfel Markus Kanalung, Menteri Gender BEM FISIP Unmul menyebut <em>platform</em> pengaduan <em>online</em> bertujuan untuk memudahkan dan menjaga privasi korban.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Waktu saya <em>share</em> di Instagram, ada yang DM, &nbsp;pengin cerita. Baru satu itu, belum ditanggapin lagi. Dari mahasiswa,&quot; ujarnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia belum dapat menilai seberapa efektifnya pengaduan kekerasan seksual dengan <em>platform online</em>. Menurutnya, <em>platform online</em> adalah wadah yang menambah ruang sosialisasi. Tujuannya memang dikhususkan untuk membantu pengadvokasian mahasiswa FISIP atau unmul yang sudah mengalami atau melihat pengalaman tindak kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Di lingkungan FISIP sendiri, hingga saat ini Marfel mengakui belum melihat dan menerima adanya laporan mengenai kekerasan seksual. Bisa jadi karena korban merasa malu atau menganggap seksis adalah hal yang biasa.</p><p style="text-align: justify;">Selain FISIP, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) juga turut membuka wadah untuk melaporkan tindakan pelecehan melalui unit pengajuan rujukan (UPR). UPR merupakan program kerja (proker) Dinas Pemberdayaan Perempuan (DPP) BEM FIB. Ini merupakan program lanjutan dari DPP kepengurusan sebelumnya, dan baru mulai dijalankan di periode ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapannya UPR bisa menjadi salah satu cara yang efektif dalam pengawalan isu (kekerasan dan pelecehan seksual) di ruang lingkup FIB,&quot; ujar Triana Widya Astuti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan BEM FIB.</p><p style="text-align: justify;">Pelapor dapat menghubungi kontak yang tertera di media sosial Dinas Pemberdayaan Perempuan (DPP) BEM FIB. Kemudian pihak DPP BEM FIB akan mengajak berbicara secara tertutup untuk mendiskusikan kepada pihak korban langkah seperti apa yang ingin diambil.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk sekarang kami bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak &nbsp;(P2TP2A). DPP BEM FIB juga tergabung dalam Forum Perempuan Mulawarman untuk mengembangkan jaringan advokasi dan relasi DPP BEM FIB.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini belum ada aduan yang masuk. Selain itu Triana menilai partisipasi dari mahasiswa FIB masih kurang. Selain membuka UPR, DPP BEM FIB juga melakukan aksi pencerdasan, seperti mengadakan forum diskusi secara internal maupun eksternal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk beberapa aksi pencerdasan kami bekerja sama dengan beberapa lembaga kemahasiswaan di tingkat Unmul,&quot; tutupnya. <strong>(<em>ann/adl/len/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menimbang Kaltim Jadi Ibu Kota Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menimbang-kaltim-jadi-ibu-kota-negara/baca </link>
<guid> menimbang-kaltim-jadi-ibu-kota-negara </guid>
<pubDate> Fri, 17 May 2019 11:17:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden Jokowi ketika meninjau lokasi Bukit Soeharto. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menimbang-kaltim-jadi-ibu-kota-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GTSzWgvujD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menimbang Kaltim Jadi Ibu Kota Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> ― Kabar pemindahan ibu kota negara kembali menjadi sorotan. Pemindahan ini didasarkan sebagai upaya untuk membangun Indonesia secara merata. Selama ini, masyarakat merasa bahwa pembangunan hanya berpusat pada Jakarta dan pulau Jawa. Padahal, masih banyak daerah, terutama di pinggiran Indonesia yang belum terjamah manisnya pembangunan. Alasan inilah yang membuat Presiden Joko Widodo merasa bahwa dengan pindahnya ibu kota keluar Jawa, maka majunya pembangunan di luar Jawa akan dapat dirasakan serupa dengan pembangunan di pulau Jawa.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu provinsi yang diusung untuk menjadi calon ibu kota adalah Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur (Kaltim). Dikutip dari <em>detik.com</em>, Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Kaltim Yusliando menyampaikan bahwa terdapat empat tempat yang diusulkan sebagai ibu kota baru, yaitu Balikpapan, Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Kartanegara (Kukar). Ia menuturkan bahwa pihaknya memiliki konsep <em>Forest City</em> dengan pertimbangan kawasan hutan Kaltim yang luas.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur Kaltim Isran Noor kemudian mengusung Bukit Soeharto yang merupakan bagian dari Kukar untuk menjadi calon ibu kota negara. Dilansir dari <em>republika.co.id</em>, ia berpendapat bahwa lahan di Bukit Soeharto masih cukup luas dan merupakan milik negara. Selain itu, ia menuturkan bahwa fasilitas transportasi yang memadai seperti tol, dan bandara telah ada. Menanggapi hal ini, presiden kemudian turun langsung untuk meninjau kondisi di Bukit Soeharto pada Selasa (7/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Namun, muncul pro dan kontra di antara masyarakat mengenai wacana ini. Berbagai alasan seperti kemacetan, pencemaran lingkungan, hingga pembukaan lahan besar-besaran untuk pembangunan kawasan pusat pemerintahan muncul dari bilik pendapat mereka. Lalu, seperti apa civitas academica Unmul menanggapi wacana ini?</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Pemerintahan Iman Surya, ibu kota adalah wajah Indonesia. Apabila sebuah daerah diangkat menjadi ibu kota negara, maka daerah tersebut otomatis menjadi cerminan Indonesia secara nasional maupun internasional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika berbicara wajah Indonesia, berarti semua di dalamnya itu ada, baik itu infrastruktur, dari sisi sejarahnya serta kesiapan,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai peluang Kaltim sebagai calon ibu kota, dirinya menyampaikan bahwa secara akademis, daerah yang layak untuk dipertimbangkan daerah PPU dan Kukar, lebih tepatnya di daerah Bukit Soeharto. Namun, ia mengatakan bahwa pemindahan ibu kota tidak hanya berbicara soal administrasi, tetapi juga perihal sisi geologis daerah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Potensi banjir ada enggak? Potensi gempa bumi ada enggak? Dilihat juga dari sisi geografis. Di mana posisi PPU? Di mana posisi Bukit Soeharto? Logikanya, ibu kota negara itu harus dekat dengan akses bandara. Nah, di antara keduanya, lebih dekat ya PPU,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun akan terjadi perpindahan administrasi negara dalam proses perpindahan ibu kota negara, namun sistem pemerintahan yang ada tidak akan berubah. Hal ini mengacu kepada Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. UU ini memberikan jaminan kepada daerah untuk bisa mengeksplor potensi yang ada di tiap-tiap daerah. Selain itu, di dalamnya juga menyebutkan ada beberapa urusan yang tidak boleh diatur oleh pemerintah daerah, namun dipegang oleh pemerintah pusat. Contohnya seperti masalah pertahanan dan keamanan, serta agama.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang menjadi pematik wacana pemindahan ibu kota negara adalah demi pemerataan infrastruktur dan pembangunan daerah. Menanggapi hal ini, ia menyebutkan bahwa hal tersebut adalah konsekuensi sebuah daerah dengan kekuasaan, yang otomatis akan memberikan efek pembangunan di daerah itu sendiri. Seperti Jakarta, tingkat Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang dihasilkan bernilai besar karena terdapat banyak perusahaan besar dan memberikan kontribusi pajak yang besar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti pembangunan, jika konsep pembangunan itu merata dan diterapkan di semua daerah terutama di ibu kota Kaltim, saya yakin tidak ada lagi daerah yang terisolir. Karena itu konsekuensi dari yang namanya pembangunan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk membangun ibu kota baru, paling sedikit lahan yang dibutuhkan adalah 40.000 Ha. Hal ini tentu saja menjadi problematika yang begitu disoroti masyarakat, di mana pemerintah tentu akan membuka lahan untuk membangun infrastruktur serta pembangunan lainnya pada daerah calon ibu kota. Menurut Iman, pemerintah harus memiliki <em>masterplan</em> pembangunan. Pemerintah harus melihat dan mempertimbangkan, apakah daerah tersebut memang disiapkan untuk ibukota negara atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah Kalimantan Timur hari ini memang disiapkan untuk ibu kota negara? Karena jika pemerintah tidak mempersiapkan diri untuk menyiapkan lahan seperti itu, dikhawatirkan akan terjadi yang namanya konflik di masyarakat,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan luas seperti itu untuk di daerah PPU, saya yakin akan menghabiskan 80% kekuasaan PPU. Kalau diletakkan Bukit Soeharto, tentu akan habis. Kalau pemerintah berani memindahkan ibu kota ke Kaltim, berarti kita harus cari zona yang tidak bermasalah,&quot; lanjut Iman.</p><p style="text-align: justify;">Pemilihan Bukit Soeharto sebagai salah satu calon ibu kota menuai banyak perhatian. Ini terjadi sebab Bukit Soeharto merupakan Taman Hutan Nasional (Tahuna) yang saat ini dikelola oleh Dinas Kehutanan, lebih tepatnya Kementerian Kehutanan serta tidak dapat diganggu kecuali sifatnya untuk khalayak ramai, misalnya jalan tol.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang harus kita diskusikan lagi adalah, apakah dengan luas wilayah seperti itu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat sekitar? Ingat, ada yang namanya Tanah Ulayat (Tanah Adat) dan atas nama negara pemerintah dapat langsung mengambil lahan itu, tapi sifatnya memaksa,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan pula bahwa hal yang sementara ini dibangun pemerintah adalah administrasi yang tidak menimbulkan dampak sosial di mana ibu kota negara akan dipindahkan. Terdapat wacana untuk tidak memindahkan kementerian secara langsung berada di daerah yang baru dibuka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, ada kementerian yang bisa dibawa ke daerah baru dan ada yang menunggu pasca pemindahan ini. Memang pemindahan ini tidak bisa berlangsung hanya dalam waktu lima tahun, sebab yang dipindahkan bukan hanya lokasi tetapi juga perpindahan administrasi di dalamnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bayangkan kalau kementerian akan pindah di Kaltim, dan staf pemerintah akan mencari rumah di sini. Jadi bukan serta-merta pindah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Mempermasalahkan layak atau tidaknya Kaltim untuk menjadi calon ibu kota, menurutnya secara akademisi semua di daerah provinsi di Kalimantan ini layak untuk menjadi sebuah daerah baru berlabel ibu kota.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perpindahan itu harus mengacu kepada <em>political will</em> yang diambil. Yang harus diperhatikan pemerintah itu adalah upaya hukum yang menjadi dasar perpindahan ibu kota juga berikut dengan mobilisasi administrasi. Terus bagaimana rencana teknisnya dan pembiayaannya, juga realisasinya,&rdquo; beber Iman.</p><p style="text-align: justify;">Menyoroti fasilitas atau infrastruktur yang sudah tersedia, ia menyarankan bahwa pemerintah sebaiknya tidak mengabaikan sisi kebudayaan yang ada di masyarakat. Hal ini didasari dengan kemungkinan menipisnya aspek budaya asli yang terdapat di daerah calon ibu kota, serta mempertimbangankan kelangsungan hidup masyarakat asli atau adat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai nanti kasus seperti di Jakarta, di mana budaya Betawi semakin lama semakin hilang. Nah, jika ibu kota pindah, pemerintah harus hati-hati dan memperhitungkan dari sisi sosial budayanya. Karena ibu kota itu kan tidak hanya bicara mengenai wilayah, namun <span>juga bicara mengenai keamanan dan kenyamanan,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(len/ren/fer/els)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB Kian Dekat, Persiapan Makin Dimatangkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-kian-dekat-persiapan-makin-dimatangkan/baca </link>
<guid> pkkmb-kian-dekat-persiapan-makin-dimatangkan </guid>
<pubDate> Fri, 17 May 2019 13:34:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan PKKMB Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-kian-dekat-persiapan-makin-dimatangkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7YSYjnnPXE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB Kian Dekat, Persiapan Makin Dimatangkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Masa tahun ajaran baru tak lama lagi. Artinya kampus akan bersiap menyambut mahasiswa baru (maba) dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Rangkaian agenda universitas ini sudah menjadi wajib di tiap tahunnya. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menegaskan bahwa&nbsp;</span></span><span><span>pelaksanaan PKKMB merupakan tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi. Sementara unsur lainnya seperti dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ikut membantu pelaksanaan kegiatan ini.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Setiap PKKMB selalu melibatkan mahasiswa, maka dari itu di tahun-tahun sebelumnya BEM KM selalu ditunjuk jadi koordinator penyelenggara PKKMB,&rdquo; terang Aulia Furqon Wakil Presiden BEM KM Unmul.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain itu sesuai dengan peraturan Kemenrisktekdikti, maba juga dilarang mengikuti agenda kemahasiswaan terlebih dahulu sebelum &nbsp;secara resmi dibuka di PKKMB universitas.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sebelumnya pembahasan PKKMB telah berlangsung dengan&nbsp;</span></span><span><span>Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kemahasiswaan, Encik Ahmad Syaifudin</span></span><span><span>. &ldquo;Kita enggak mau, jika enggak ada forum terbuka antara BEM fakultas, dekan, dan rektor. Agar arah dari PKKMB ini sesuai dengan keinginan kita. Kita enggak</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>mau tiba-tiba ditunjuk tanpa sepengetahuan yang lain,&rdquo; tutur Furqon kepada&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>&nbsp;Rabu,</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>(15/5) lalu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dijelaskan Furqon bahwa mengawal PKKMB bukan berarti mengambil alih. &nbsp;BEM KM akan tetap mengadakan&nbsp;</span></span><span><span><em>open recruitment</em></span></span><span><span>&nbsp;umum agar tetap seluruh mahasiswa dilibatkan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Bahkan kita pengin ada perwakilan masing-masing fakultas minimal lima orang. Jangan sampai jumlah panita lebih sedikit dibanding jumlah mabanya, jadi harus seimbang,&rdquo; tambah Furqon.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Salah satu konsepan yang ingin dilakukan adalah menciptakan sesuatu yang belum ada, &nbsp;sehingga menjadi yang pertama kali di Unmul. Konsepan tersebut rencananya akan memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), &ldquo;Kita (Unmul) sudah 57 tahun berdiri dan terakreditasi A, tapi sayang aja kalau enggak ada rekor,&quot; ujarnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Berkaca pada penyelenggaraan PKKMB s</span></span><span><span>ebelumnya, salah satu yang menjadi evaluasi adalah persiapan yang kurang maksimal karena waktu terlalu mepet. Untuk mengantisipasi kendala-kendala yang tidak diinginkan, persiapan pun harus lebih matang. Seperti mahasiswa yang pingsan bahkan ruangan yang tidak memadai untuk menampung jumlah maba.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rencananya 24 Mei mendatang paling lambat akan ditentukan siapa ketua PKKMB tahun ini. <strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>sut/mrf/adl</span></span></em></strong><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Tulis Permintaan Maaf dan Komitmen Atas Kasus Meme </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tulis-permintaan-maaf-dan-komitmen-atas-kasus-meme/baca </link>
<guid> mahasiswa-tulis-permintaan-maaf-dan-komitmen-atas-kasus-meme </guid>
<pubDate> Fri, 17 May 2019 14:18:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berita acara dari sidang kedua senat Faperta </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tulis-permintaan-maaf-dan-komitmen-atas-kasus-meme/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JomVmOq2sF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Tulis Permintaan Maaf dan Komitmen Atas Kasus Meme</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Jelang rapat sidang terakhir senat Faperta terkait kasus meme yang dibuat dan disebarkan oleh mahasiswanya, berita acara dari sidang kedua senat memutuskan dengan memberi tiga poin yang harus dipenuhi oleh mahasiswa agar rapat senat terakhir dapat digelar. &nbsp;(Baca sebelumnya, <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menunggu-putusan-akhir-dari-kasus-meme-faperta/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menunggu-putusan-akhir-dari-kasus-meme-faperta/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menunggu-putusan-akhir-dari-kasus-meme-faperta/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Adapun poin yang diminta berupa permintaan agar mahasiswa yang bersangkutan harus menghapus postingan dan memulihkan nama baik kampus di medsos, mahasiswa yang bersangkutan membuat permintaan maaf secara tertulis dan berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan, serta rapat senat berikutnya akan menghadirkan mahasiswa yang bersangkutan dalam rangka penyelesaian masalah ormawa di Faperta.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk pemenuhan atas hal tersebut, Jumat (17/5) hari ini sebuah tulisan masuk ke surel <em>Sketsa</em>. Tulisan ini dikirim Hanif Sufyan Gubernur BEM Faperta yang berisikan klarifikasi kasus meme Faperta. Di dalamnya dijelaskan bahwa pihak birokrat dan senat Faperta keberatan dengan cara-cara mahasiswa melakukan serangkaian aksi dan penggunaan media online seperti <em>Change.org</em> dan <em>Sketsa</em>&nbsp; yang cenderung meninggalkan etika insan kampus dan kekeluargaan. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Turut disampaikan bahwa akar dari permasalahan adalah <em>miss communication</em> antara mahasiswa terhadap birokrat Faperta, dan disepahami bahwa cara mahasiswa dalam melakukan aksinya yang lalu adalah kontra produktif dan meresahkan civitas academica. Oleh sebab itu, mahasiswa yang terlibat dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih BEM Faperta serta BA melakukan permintaan maaf. Berikut adalah kutipannya:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan ini kami Gubernur dan Wakil Gubernur BEM terpilih 2019 (Hanif Sufyan dan Maulida Julianti) serta Bagus Arif sebagai pribadi dan atas nama mahasiswa yang terlibat dalam aksi-aksi tersebut menyatakan permohonan maaf kepada birokrat/pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dan seluruh civitas academica. Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut adalah semua publikasi yang berkaitan dengan kasus tersebut telah kami cabut/hilangkan atau telah diberikan <em>counter &nbsp;news</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kami berkomitmen untuk memperbaiki cara komunikasi kepada pihak birokrat sehingga tidak terjadi lagi <em>miss communication</em> yang dapat menyebabkan salah arti dan masalah. Ke depannya kami berharap komunikasi dua arah antara lembaga dan birokrat dapat terjalin dengan baik demi mewujudkan Fakultas Pertanian Unmul yang dapat mencetak mahasiswanya menjadi mahasiswa yang dapat mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi dalam dirinya serta mewujudkan kehidupan organisasi kemahasiswaan yang menjadi wadah untuk menempa kematangan dan kemandirian mahasiswa dalam berorganisasi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya permohonan maaf serta komitmen dari mahasiswa tersebut, rapat senat terakhir akan segera terlaksana. Sebelumnya, rapat senat terakhir direncanakan akan berlangsung pada minggu ketiga Mei ini. Namun karena terkendala masalah permintaan klarifikasi, rapat sidang senat diundur hingga seminggu berikutnya. Hasil dari klarifikasi yang dibuat mahasiswa &nbsp;nantinya dijadikan bukti bahwa poin yang diminta telah terpenuhi. <strong>(<i>ann</i></strong><strong><i>/fqh</i></strong><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Buku Nasional, Septy: Jadilah Pembaca yang ‘Rakus’ </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-buku-nasional-septy-jadilah-pembaca-yang-rakus/baca </link>
<guid> hari-buku-nasional-septy-jadilah-pembaca-yang-rakus </guid>
<pubDate> Sat, 18 May 2019 05:26:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perpustakaan yang mendefinisikan Hari Buku Sedunia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-buku-nasional-septy-jadilah-pembaca-yang-rakus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k3fn3GDIxB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Buku Nasional, Septy: Jadilah Pembaca yang ‘Rakus’</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pernah mendengar pepatah bahwa buku adalah jendela dunia? Kalimat itu mungkin sering kali dikaitkan dengan kegiatan membaca. Sebagian besar orang menganggap membaca adalah kegiatan yang membosankan. Membaca juga kerap dikaitkan dengan istilah kutu buku. Mungkin hal ini yang membuat orang-orang enggan untuk membaca, karena banyaknya <em>stereotype</em> yang beredar. Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei kemarin, mengingatkan kembali bahwa membaca buku merupakan sebuah kebutuhan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, hal ini dipatahkan begitu saja oleh Andria Septy, gadis yang sehari-harinya berprofesi sebagai guru Taman Kanak-kanak (TK). Ditemui di Taman Cerdas (16/5) lalu, Septy sapaan akrabnya menceritakan kecintaannya pada buku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kalau urusan membaca bisa jadi &lsquo;rakus&rsquo;. Untuk itu saya punya moto jadilah pembaca yang &lsquo;rakus&rsquo;. Pembaca yang senantiasa mendalami buku satu ke buku lainnya,&rdquo; terangnya sembari tersenyum.</p><p style="text-align: justify;">Kecintaan Septy pada dunia literasi dimulai sejak ia bergabung di sebuah komunitas Sindikat Lebah Berpikir (SLB). Komunitas ini bergerak pada dunia bedah buku, cerpen, maupun puisi hingga karya sastra lainnya. SLB didirikan oleh salah satu dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Septy mengaku suka membaca sejak dua tahun silam. Saat itulah ia kebetulan bergabung dengan SLB. Selama di SLB, Septy mengaku memetik banyak hal bermanfaat. Termasuk membiasakan diri untuk terjun ke dalam isi suatu buku.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai hobinya dalam membaca, dia menuturkan bahwa kebiasaannya ini didapat banyak saat mengenal SLB. Dari sana ia banyak berdiskusi mengenai karya-karya terkenal yang belum pernah ia sentuh sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga punya terget sendiri dalam membaca. Misal dalam satu bulan harus selesai 4-5 buku,&rdquo; tutur gadis yang mengagumi karya Dan Brown itu.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan pernah dalam satu tahun, Septy membuat <em>to do list</em> dalam membaca. Di 2018, ia menghabiskan sebanyak 140 lebih buku untuk dibaca. Kecintaannya pada membaca buku juga tidak serta-merta ia dapatkan. Perlu berbagai usaha untuk membangkitkan semangat membacanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mulai dari mencari hal-hal yang saya sukai terlebih dahulu. Apa yang ingin atau suka saya baca, maka akan saya baca,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Septy juga menambahkan bahwa dalam membaca dia tidak mengkhususkan pada genre-genre tertentu. Dia hanya mengikuti nalurinya, meninggalkan bacaan-bacaan berat jika ia memang sedang tak ingin.</p><p style="text-align: justify;">Kini, dengan banyaknya buku yang dia baca, Septy sedang berusaha untuk menuangakn buah pikirnya ke dalam tulisan. &ldquo;Karena saya mencoba menulis, jadi saya mencoba membaca sebanyak mungkin,&rdquo; tambah Septy.</p><p style="text-align: justify;">Alumni Program Studi Ilmu Pemerintahan Unmul ini tak ketinggalan membawa buku ke manapun dia pergi. Di sela-sela kegiatannya, selalu diisi dengan membaca. Karena membaca baginya tak sekadar sarana hiburan, namun juga sebagai media penunjang pengetahuan.</p><p style="text-align: justify;">Menutup perbincangan siang itu, Septy berpesan agar kepada seluruh generasi muda agar tak malas membaca. &ldquo;Semua serba mudah sekarang, tidak ada bukunya, bisa membaca lewat <em>e-book</em>. Terpenting adalah menumbuhkan semangat itu dengan mengenali kesukaan kita sendiri,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>sut/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gejolak Mahasiswa Sambut 21 Tahun Reformasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gejolak-mahasiswa-sambut-21-tahun-reformasi/baca </link>
<guid> gejolak-mahasiswa-sambut-21-tahun-reformasi </guid>
<pubDate> Sat, 18 May 2019 10:52:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Refleksi peringatan reformasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gejolak-mahasiswa-sambut-21-tahun-reformasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YJgUryRheh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gejolak Mahasiswa Sambut 21 Tahun Reformasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - 21 Mei ini mengantarkan kembali pada kenangan 21 tahun silam. Sejarah reformasi bangsa yang dipelopori kaum mahasiswa. Kesemrawutan negara saat itu menjadi pelecut perubahan. Lantas, bagaimana negara dan pergerakan mahasiswa setelah 21 tahun reformasi?</span></p><p style="text-align: justify;">17 Mei kemarin, BEM KM seluruh universitas Samarinda telah mengadakan konsolidasi serta diskusi dengan topik reformasi. &quot;BEM akan melaksanakan turun aksi pada 21 Mei. Membawa tuntutan yang masih dirampungkan serta isu pemilu 2019 yang banyak memakan korban, serta kasus korupsi. Kan tetap berada di jalur tengah untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah yang hari ini salah arah,&quot; ujar Derviansyah Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya mahasiswa harus mengetahui masalah yang terjadi di negeri, agar dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Perkembangan teknologi dan informasi dikatakan Dervi harusnya dimanfaatkan agar dapat membangun bangsa dan menciptakan makna kemerdekaan sesungguhnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya harap mahasiswa hari ini tidak buta dan tuli terhadap kondisi bangsa saat ini. Siapapun pemimpin yang terpilih, kita tetap mengkritisi, tetap mengevaluasi segala kebijakan yang tidak pro rakyat. Tidak diam dan juga tidak apatis,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>ruangguru.com</em>, ada 3 hal yang dituntut dalam reformasi 1998, yaitu berantas korupsi kolusi dan nepotisme (KKN), melengserkan Presiden Soeharto dari kursi pemerintahan, serta hapuskan dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Puncaknya terjadi pada 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta. Tak dapat dihindari bentrok antara aparat keamanan dengan para demonstran. Akibatnya empat mahasiswa tertembak. Keempat mahasiswa tersebut adalah Elang Mulya Lesmana, Heri Hartanto, Hendrawan Sie, dan Hafidhin Royan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, tokoh lainnya yang berperan besar dalam peristiwa reformasi ini adalah Amien Rais. Ia membongkar kebobrokan sistem pengelolaan PT. Freeport, Papua, yang dianggap merugikan negara. Hal ini kemudian memicu kembali aksi berikutnya dengan massa lebih besar pada 13-14 Mei 1998. Kerusakan tak dapat terhindari, terlebih kaum etnis Tionghoa yang saat itu yang turut menjadi sasaran. Demonstran juga menduduki Gedung DPR RI dan mendesak Presiden Soeharto turun dari jabatannya.</p><p style="text-align: justify;">21 Mei 1998, sejarah baru tercatat. Soeharto meletakkan jabatannya di Istana Negara dan menunjuk wakilnya, B.J.Habibie, untuk menggantikan posisinya sebagai Presiden RI. Dengan lengsernya Soeharto dan majunya B.J.Habibie sebagai presiden, maka lahirlah masa reformasi di Indonesia. <strong><em>(omi/rpi/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tradisi Mengerikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tradisi-mengerikan/baca </link>
<guid> tradisi-mengerikan </guid>
<pubDate> Sat, 18 May 2019 12:29:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi siswa yang menyontek. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tradisi-mengerikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fBBjomzUi1.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tradisi Mengerikan</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tik tok tik tok....&nbsp;</span></p><p><span><span>Jantungku berdegup mengalirkan darah ke setiap detail ragaku</span></span></p><p><span><span>Kerongkonganku tandus&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Peluh mengucur membasahi pelipisku&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Sang waktu terus berotasi&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Namun aku masih berkutat dengan deretan tanda tanya dalam diktatku&nbsp;</span></span></p><p><span><span>&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Bagaimana ini?&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Aku menggerutu dalam hati</span></span></p><p><span><span>Ku tengok kesana kemari&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Semua berfokus pada diri sendiri&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Namun ada hal yang mengganjal hati&nbsp;</span></span></p><p><span><span>&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Oh hei, nyatanya tradisi itu bukan hanya retorika</span></span></p><p><span><span>Melainkan sebuah fakta&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Telah 14 tahun aku mengenyam pendidikan</span></span></p><p><span><span>Dan setiap tahun tradisi itu terus diestafetkan&nbsp;</span></span></p><p><br></p><p><span><span>Sungguh disayangkan&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Betapa lebih berharganya deretan angka ketimbang kejujuran&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Ironi...&nbsp;</span></span></p><p><span><span>&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Betapa tidak berdayanya sehingga menggunakan tradisi menggelikan seperti itu</span></span></p><p><span><span>Betapa agungnya deretan angka itu ketimbang kejujuran</span></span></p><p><span><span>Betapa ironinya pendidikan&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Kala terdapat tradisi mengerikan&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Tentunya sedikit demi sedikit menyoyak mental anak bangsa&nbsp;</span></span></p><p><span><span>&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Astaga...</span></span></p><p><span><span>Aku terhenyak&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Lima menit lagi rotasi waktu terhenti</span></span></p><p><span><span>Oh betapa sempurnanya sistem pendidikan yang nyatanya hanya digaungkan</span></span></p><p><span><span>Hei kalian yang di sebelah sana&nbsp;</span></span></p><p><span><span>Jujurlah!&nbsp;</span></span></p><p><span><span><strong><em>Ditulis oleh Halimatusya&apos;diyah, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya 2018.</em></strong></span></span></p><p><span><span>&nbsp;</span></span></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Etam Berbuka, Ajang Silaturahmi dan Berdiskusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/etam-berbuka-ajang-silaturahmi-dan-berdiskusi/baca </link>
<guid> etam-berbuka-ajang-silaturahmi-dan-berdiskusi </guid>
<pubDate> Sat, 18 May 2019 14:11:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegiatan Etam Berbuka oleh BEM KM. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/etam-berbuka-ajang-silaturahmi-dan-berdiskusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mfQOE4Smp0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Etam Berbuka, Ajang Silaturahmi dan Berdiskusi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Jumat kemarin</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;BEM KM Unmul menggelar &ldquo;Etam Berbuka&rdquo; &nbsp;di 100 hari kepengurusannya. Agenda ini diisi dengan tiga rangkaian utama, yakni diskusi publik,&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>open&nbsp;</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>house</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">, dan&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>closing</em>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">festival Ramadan. Bertempat di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, agenda yang dimulai pukul 14.00 Wita dihadiri oleh perwakilan universitas yang ada di Samarinda. Turut serta perwakilan dari komisi pemilihan umum (KPU), badan pengawas pemilu (Bawaslu) dan juga dari para akademisi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unmul, Masjaya. Dilanjutkan dengan penampilan dari UKM Band Unmul yang menyuguhkan sajian musik akustik untuk menghibur para hadirin. Selepas itu, dilakukan penyerahan secara simbolis kepada peraih beasiswa Mulawarman Foundation sebelum masuk ke salah satu acara utama, yakni diskusi publik.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Topik yang diangkat tak jauh dari momentum peringatan 21 tahun reformasi dan juga isu yang tengah hangat diperbincangkan. Mengangkat tema &ldquo;Mendekati Momentum Reformasi Diwarnai Misteri Kematian Ratusan Petugas KPPS di Negeri Ini, Layakkah Mempertahankan Pemilu Serentak?&rdquo;, diskusi dimoderatori oleh Menteri Sosial dan Politik BEM KM Unmul Derviansyah. Melengkapi diskusi tersebut, dihadirkan pula lima pembicara dari KPU, Bawaslu dan juga akademisi fakultas Hukum. Tak hanya itu, hadir pula salah satu keluarga &lsquo;pahlawan demokrasi&rsquo; yang meninggal saat menjadi petugas KPPS pada pemilu lalu.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Usai berdiskusi hangat, rangkaian acara selanjutnya yaitu&nbsp;</span></span><span><span><em>open house</em></span></span><span><span>&nbsp;BEM KM Unmul untuk melaporkan kinerja selama 100 hari kepengurusan Kabinet Mahakam.</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden BEM KM Unmul Febri Abdul Haminuddin yang ditemui awak&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>&nbsp;usai acara.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;</span></span><span><span><em>Open house</em></span></span><span><span>&nbsp;ini sebenarnya pengenalan ke luar bahwa kita telah berjalan empat bulan walaupun dalam aktifnya baru dua bulan karena rapat kerja baru dua bulan lalu. Kita mau memperlihatkan&nbsp;</span></span><span><span>progress</span></span><span><span>&nbsp;kita selama 100 hari itu apa saja. Kita sembari silaturahmi, ingin terbuka ke fakultas-fakultas se-Samarinda,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Acara ini dimeriahkan pula oleh kehadiran H.M Jos Soetomo sebagai tokoh masyarakat yang turut memberikan sambutannya. Kemudian dilanjutkan dengan tarian tradisional dari desa binaan BEM KM Unmul. Rangkain kegiatan berakhir dengan ceramah agama dan buka puasa bersama.&nbsp;</span></span><span><br></span><span><br></span><span><span>Acara ini disambut antusias oleh para peserta. Tidak hanya dari mahasiswa Unmul, tetapi juga dari universitas lain. Salah satunya ialah Nur Wahyu Hikmah, Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Ia merasa beruntung dapat turut serta dalam acara ini. Ia berharap agenda seperti ini dapat terus berlanjut dan dipertahankan sebagai wadah pemersatu. &ldquo;Saya bersyukur di hari ini mengikuti agenda yang bermanfaat. Kita harus melek terhadap bangsa ini, seperti yang dibahas dalam diskusi publik tadi yang dilaksanakan BEM KM Unmul,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></span><span><span><em><strong>(hlm/fzn/adl)</strong></em></span></span><span><span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&nbsp;</span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menikmati Tayangan Secara Nyata dengan Resolusi 8K </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/menikmati-tayangan-secara-nyata-dengan-resolusi-8k/baca </link>
<guid> menikmati-tayangan-secara-nyata-dengan-resolusi-8k </guid>
<pubDate> Sun, 19 May 2019 13:35:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Inovasi resolusi televisi dari masa ke masa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/menikmati-tayangan-secara-nyata-dengan-resolusi-8k/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LNxsGBpIEL.png" />
					</figure>
			                <h1>Menikmati Tayangan Secara Nyata dengan Resolusi 8K</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Apakah kalian suka menonton televisi di kala senggang? Bukan hanya menikmatinya, tapi kalian juga perlu tahu perkembangan teknologi di baliknya. Salah satunya terkait resolusi. Televisi semakin lama semakin bagus resolusinya, berbagai teknologi unggul turut hadir di televisi.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita berbicara soal resolusi, beberapa tahun terakhir ini perusahaan merek televisi ternama berlomba-lomba menghadirkan televisi dengan resolusi tinggi. Hal ini berkembang pesat sejak pabrikan televisi berusaha membuat kualitas gambar dan video semakin tajam, jernih dan nyaman dilihat. Beberapa waktu yang lalu, resolusi 4K menjadi resolusi tertinggi dan tertajam untuk layar monitor dan televisi. Namun, berkat kemajuan teknologi, telah hadir resolusi layar terbaru dan menampilkan yang jauh lebih baik, yakni resolusi 8K.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>wikipedia.org</em>, resolusi 8K adalah resolusi televisi berdefinisi ultratinggi (UHDTV) tertinggi yang pernah ada di dunia televisi digital dan sinematografi digital. 8K mengacu pada resolusi horizontal format-format turunannya yang berada di tataran 8.000 piksel sehingga membentuk dimensi gambar total 7680x4320. 8K adalah resolusi tampilan yang akan menggantikan 4K, yang di mana nantinya 4K telah menjadi standar utama televisi pada tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">8K FUHD memiliki resolusi 7680 &times; 4320 (33,2 megapiksel) dan merupakan satu dari dua resolusi televisi berdefinisi ultratinggi selain 4K UHD. Pada tahun 2013, kemampuan jaringan transmisi untuk memancarkan resolusi HDTV dibatasi oleh kecepatan internet dan bergantung pada siaran satelit untuk memancarkan arus data yang deras. Permintaan konsumen diperkirakan akan mendorong penggunaan standar pemadatan video serta pemutakhiran jaringan komunikasi fisik dalam waktu dekat.</p><p style="text-align: justify;">Selain 8K FUHD atau UHDTV, ada juga 8K versi <em>fulldome</em>. <em>Fulldome</em> mengacu pada lingkungan proyeksi video berbasis kubah imersif. Kubah horisontal atau miring, diisi dengan animasi komputer <em>real-time</em> (interaktif) atau pra-render, gambar pengambilan langsung, atau lingkungan gabungan. 8K <em>fulldome</em> memiliki resolusi 8192&times;8192 (67,1 megapiksel) dan merupakan resolusi proyeksi modern untuk teater kubah penuh berbentuk bola yang biasa dijumpai di planetarium.</p><p style="text-align: justify;">Resolusi 8K juga akan mengungguli dari beberapa hal yang ada di resolusi sebelumnya dengan membandingkan resolusi HDTV 1080p. 8K FUHD memproyeksikan 4 kali resolusi horisontal dan vertikal format HDTV 1080p dengan jumlah piksel 16 kali lebih banyak. Sedangkan 8K <em>fulldome</em> memproyeksikan 4 kali lebar dan 7,5 kali tinggi resolusi format HDTV 1080p dengan jumlah piksel 32 kali lebih banyak.</p><p style="text-align: justify;">Resolusi 8K memiliki keunggulan yang cukup menjanjikan. Salah satu keuntungan tampilan beresolusi tinggi seperti 8K adalah pikselnya tidak bisa dilihat mata manusia dari jarak dekat. Pada layar 8K berukuran 52&quot;, efek ini dapat terlihat pada jarak 50,8 cm (20 inci) dari layar, dan 91,44 cm (3 kaki) pada layar 92&quot;. Kegunaan praktis lain dari resolusi ini adalah penggabungan teknik potong dalam penyuntingan film.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, keunggulan ini memungkinkan pembuat film mampu membuat rekaman dengan resolusi tinggi seperti 8K dengan lensa lebar atau jarak jauh, lalu memperbesar dan memotongnya secara digital lewat proses pascaproduksi. Potongan gambar aslinya kemudian disesuaikan dengan resolusi standar televisi berdefinisi tinggi masa kini (1080p, 720p &amp; 480p).</p><p style="text-align: justify;"><em>National Aeronautics and Space Administration</em>, disingkat NASA sebagai badan antariksa Amerika Serikat untuk pertama kalinya telah melakukan uji coba perekaman video dengan resolusi 8K (<em>ultra high definition</em>). Video tersebut diunggah ke Youtube dengan durasi 3 menit 9 detik. Video tersebut menunjukkan kegiatan para astronot di luar angkasa serta video langit dan permukaan bumi dari luar angkasa secara tajam dan detail.</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya layar resolusi 8K membuat beberapa pabrikan televisi berlomba-lomba mulai menghadirkan televisi dengan resolusi layar <em>real</em> 8K. salah satu contohnya yakni pabrikan elektronik asal Korea Selatan yakni Samsung. Samsung sudah mulai meluncurkan sebuah televisi yang mampu menghadirkan layar beresolusi 8K di Indonesia baru-baru ini.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, salah satu stasiun televisi milik pemerintah Jepang yaitu <em>Nippon Hōsō Kyōkai</em> (NHK) mulai mempersiapkan konten-konten video beresolusi 8K secara umum. NHK mulai mengembangkan siaran resolusi super tajam ini sejak tahun 1995. NHK menguji coba siaran resolusi 8K sejak Olimpiade London 2012. Setelah beberapa kali percobaan, siaran resolusi 8K akan bisa dinikmati pada Olimpiade Tokyo 2020.</p><p style="text-align: justify;">Dengan hadirnya layar resolusi 8K, kita akan bisa melihat kualitas gambar video yang tajam dan nyaman untuk dipandang. Serta akan terasa melihatnya secara langsung dan nyata, walaupun hanya dari televisi beresolusi 8K. Ke depannya kita akan melihat beberapa pabrikan televisi dan mungkin juga <em>smartphone</em> akan hadir dalam resolusi layar 8K. Dalam beberapa tahun yang akan datang, mungkin resolusi 8k juga bisa menjadi standar televisi. <strong><em>(anm</em></strong><strong><em>/fqh)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banyak Bangunan Mangkrak, Bohari: Enggak ada Uangnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banyak-bangunan-mangkrak-bohari-yusuf-enggak-ada-uangnya/baca </link>
<guid> banyak-bangunan-mangkrak-bohari-yusuf-enggak-ada-uangnya </guid>
<pubDate> Mon, 20 May 2019 13:59:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu gedung yang pembangunannya terhenti, terletak di samping Gerbang Unmul jalan M. Yamin. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banyak-bangunan-mangkrak-bohari-yusuf-enggak-ada-uangnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AHQ4wnSFAD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banyak Bangunan Mangkrak, Bohari: Enggak ada Uangnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sejak 2018 silam, Unmul gencar membangun gedung di beberapa titik. Namun timbul pertanyaan, mengapa hingga saat ini beberapa bangunan mangkrak tak kunjung selesai, justru malah membangun bangunan baru?</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf, mengatakan bangunan yang mangrak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p><p style="text-align: justify;">Namun saat ini APBD hanya mendanai pendidikan tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Sedangkan perguruan tinggi mendapat kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu bangunan dari APBD semua, tapi tiba-tiba APBD berhenti. Perguruan tinggi mengurus ke pusat, tapi pusat enggak ada duitnya, mangrak lah jadinya,&rdquo; ujar Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan pembangunan yang berjalan saat ini bersumber dari dana hibah Islamic Development Bank (IsBD), yang mana dana tersebut tidak boleh digunakan untuk menyelesaikan bangunan yang masih setengah jadi.</p><p style="text-align: justify;">Bohari mengatakan terdapat 12 bangunan yang mangkrak di Unmul. Sebelumnya ada 16 bangunan, tetapi empat bangunan telah rampung, yaitu gedung Pasca Sarjana, Fakultas Hukum, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Magister Manajemen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada 12 yang mangkrak, karena enggak ada duitnya. Masih banyak yang perlu dicarikan uangnya, totalnya Rp300 miliar,&rdquo; ujarnya.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Status Kepemilikan Gedung</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam berita <em>Sketsa</em> Januari 2018 silam, ada tiga gedung yang belum jelas status kepemilikannya, yaitu gedung Metro, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dan Ikatan Alumni. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/status-gedung-tak-jelas-sugiarta-itu-punya-orang/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/status-gedung-tak-jelas-sugiarta-itu-punya-orang/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Bohari mengatakan gedung Ikatan Alumni telah diserahkan ke Unmul dan gedung ISEI juga merupakan bagian dari Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;ISEI itu enggak masalah karena bagian dari kita. Orang-orang kita semua di situ,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Bohari mengaku belum mengetahui stasus gedung Metro. Ia mengatakan jika bukan milik Unmul, maka harus wajib membayar uang sewa, kalau tidak ingin membayar maka harus menyerahkan ke Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang masalah itu kalau dia berusaha di dalam Unmul, dia cari duit dalam Unmul. Nah, itu baru bermasalah,&rdquo; tutup Bohari. <strong><em>(erp/wuu/aul/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudahkah Kita Menemukan Esensi dari Kebangkitan Nasional? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sudahkah-kita-menemukan-esensi-dari-kebangkitan-nasional/baca </link>
<guid> sudahkah-kita-menemukan-esensi-dari-kebangkitan-nasional </guid>
<pubDate> Tue, 21 May 2019 13:11:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi Hari Kebangkitan Nasional yang diinisiasi oleh pemuda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sudahkah-kita-menemukan-esensi-dari-kebangkitan-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CnKV5PNfSR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudahkah Kita Menemukan Esensi dari Kebangkitan Nasional?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Setiap tahunnya 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Bersamaan dengan tanggal tersebut, seorang murid dari STOVIA (sekolah pendidikan dokter bagi pribumi pada masa pemerintahan Hindia Belanda) Sutomo dan rekannya mendirikan organisasi kepemudaan bernama Budi Utomo 111 tahun yang lalu. Selebihnya kita semua tahu, baik secara pasti maupun samar-samar dari sejarah yang kita baca dan pelajari mengenai latar belakang Harkitnas serta kaitannya dengan Budi Utomo.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apa lagi yang perlu kita ketahui dari hal tersebut? Toh, sudah jelas kan dasar peringatan daripada Harkitnas itu sendiri, setidaknya bagi sebagian besar masyarakat pada umumnya. Namun yang lebih penting dari itu adalah apakah kita sendiri paham dan sadar dari makna Harkitnas? Belum tentu. Jangankan melontarkan pertanyaan yang seperti itu, tahu tentang konsep kebangkitan nasional saja belum bagi sebagian orang, apalagi menyampaikan definisinya yang tepat secara lisan ataupun tertulis.</p><p style="text-align: justify;">Perayaan Harkitnas selama ini kesannya hanya bersifat seremonial belaka. Padahal Harkitnas seharusnya bisa dijadikan momen untuk merefleksikan negara kita yang tercinta. Paling utama adalah bagaimana caranya kita semua sebagai bangsa yang besar dapat bersama merawat keutuhan serta persatuan nasional. Harus diakui bahwa tidak mudah untuk menjaga kohesi sebuah negara yang masyarakatnya majemuk, tidak hanya dari segi fisik dan kulturalnya saja, tetapi juga pola pikir. Tidak hanya itu, negara kita juga membutuhkan sosok pemimpin yang <em>capable</em>, mampu menjawab serta menyelesaikan problematika kompleks yang sering kita hadapi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, untuk memanifestasikan pandangan tersebut di masa sekarang rasanya sulit. Bukannya mustahil, akan tetapi realitas politik, sosial, dan ekonomi justru mengatakan yang sebaliknya, malahan jauh dari yang dicita-citakan <em>founding</em>&nbsp;<em>fathers</em> dan apa yang termaktubkan dalam konstitusi negara kita bagi sebagian khalayak. Sebagai contoh, alih-alih melihat jauh ke depan dalam menentukan nasib, masyarakat akhir-akhir ini justru lebih terpaku dengan kontestasi Pilpres 2019, terlebih tentang siapa yang curang dan seharusnya menang di antara kedua paslon. Saling lempar tudingan pun tak terelakkan.</p><p style="text-align: justify;">Rasanya belum pernah dalam sejarah, penyelenggaraan Pilpres di Indonesia menciptakan opini yang terpolarisasi di antara masyarakat. Jadi jangan heran kalau selama ini banyak muncul dikotomi seperti &ldquo;cebong&rdquo; dan &ldquo;kampret&rdquo; yang tujuannya tidak lain adalah untuk membedakan siapa kawan dan lawan. Tidak seharusnya menghakimi pilihan orang lain jika kita berpatokan pada alam pikir yang dewasa dan demokratis. Kalaupun merasa tidak setuju dengan pihak sebelah, mengapa tidak diadu saja gagasannya dengan berdialektika ketimbang mencaci-maki dan menyebarkan hoaks. Bukan untuk mencari siapa benar atau salah, tetapi untuk mencapai taraf saling memahami bahwa dalam perbedaan, kesatuan tetaplah harus dijaga.</p><p style="text-align: justify;">Eskalasi suhu politik semacam ini bukan hanya konsekuensi dari pengamalan demokrasi yang dianut pemerintahan kita, tetapi juga diakibatkan monopoli peta perpolitikan oleh elit tertentu, sehingga kita hanya bisa menerka apa yang bakal terjadi ketika sudah mencapai <em>boiling point</em>-nya. Fenomena tersebut menciptakan semacam kondisi yang kurang kondusif di arena politik dan ketidakpastian bagi kaum akar rumput yang termarginalkan. Tidak sedikit yang memilih pasrah karena siapapun pemimpin yang terpilih, tidak menjamin bahwa taraf kehidupan mereka secara berangsur akan membaik.</p><p style="text-align: justify;">Masih segar dalam ingatan kita, penayangan dokumenter <em>Sexy Killers</em> (terlepas dari indikasi yang mengatakan dokumenter tersebut sebagai ajakan golput) menjelang pilpres seolah jadi serangan fajar yang mengingatkan kembali kelamnya eksploitasi batu bara dan keterlibatan elit politik, serta imbasnya kepada masyarakat. Jelas bertentangan dengan prinsip Sumber Daya Alam (SDA) dikelola negara untuk kemakmuran rakyat sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, kita juga masih terkungkung dengan konsep nasionalisme yang tidak hanya semu, tetapi juga sempit. Banyak yang &ldquo;tersulut&rdquo; nasionalismenya ketika mendengar salah satu bentuk kebudayaan Indonesia diklaim negara tetangga, padahal bisa saja hal tersebut semata-mata karena kedekatan kultural yang juga hampir mirip dan tidak eksklusif di Indonesia saja. Selain itu, masih ada juga sebagian golongan yang bertindak rasis dengan mengatasnamakan SARA dan pribumi serta menuduh sesamanya antek asing. Sikap-sikap seperti ini jauh dari kesan ramah yang dimiliki orang Indonesia, tetapi bersifat <em>chauvinis</em> dan melanggengkan kebencian antar sesama.</p><p style="text-align: justify;">Kaum nasionalis karbitan ini diibaratkan sedang membakar rerumputan basah, minim sekali substansinya dan terkesan <em>overproud</em>. Siapa juga yang serius memikirkan hal yang selama ini tidak mereka acuhkan, karena bagi yang awam memikirkan kebutuhan sehari-harinya saja setengah mati, apalagi harus jadi seorang nasionalis sejati. Konklusinya adalah pengewajantahan kebangkitan nasional di era sekarang bukan perkara enteng yang dapat dihiraukan. Solusinya sederhana, kembali ke ideologi dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila. Lebih dari itu, Harkitnas harusnya menjadi momen bagi kita untuk melihat sudah sejauh mana pencapaian yang didapatkan bangsa Indonesia.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Putera Tiya Ilahi, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2015.&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keresahan Mahasiswa Organisasi dan Tuntutan untuk Mereka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/keresahan-mahasiswa-organisasi-dan-tuntutan-untuk-mereka/baca </link>
<guid> keresahan-mahasiswa-organisasi-dan-tuntutan-untuk-mereka </guid>
<pubDate> Wed, 22 May 2019 04:51:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Unmul  melalui surat edaran yang dikeluarkan pada 13 Februari  2019 berisi larangan membawa maba berkegiatan di luar kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/keresahan-mahasiswa-organisasi-dan-tuntutan-untuk-mereka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lheb6vIfVo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keresahan Mahasiswa Organisasi dan Tuntutan untuk Mereka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Senin (15/4) lalu, permasalahan kampus kembali disorot dan diangkat puluhan mahasiswa. Tertuang dalam evaluasi kinerja rektor, keresahan dan kekecewaan pun disampaikan, termasuk dari beberapa perwakilan unit kegiatan mahasiswa (UKM) dan organisasi kemahasiswaan (ormawa) lainnya yang menagih perbaikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai wadah mahasiswa dalam berkegiatan di luar kelas, UKM di Unmul nyatanya masih belum sepenuhnya tersentuh dan harus bergerak secara mandiri. Selain itu, minimnya fasilitas penunjang di kampus masih menjadi pekerjaan rumah yang dituntut. Kala itu, Rektor Unmul Masjaya datang turun menemui mahasiswa dan menjawab langsung serbuan pertanyaan. Namun, apakah dengan pertemuan itu segala keresahan benar-benar sudah terjawab? (<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-masalah-kampus-melalui-evaluasi-kinerja-rektor/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-masalah-kampus-melalui-evaluasi-kinerja-rektor/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-masalah-kampus-melalui-evaluasi-kinerja-rektor/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa aturan yang menjadi keresahan mahasiswa yang tergabung dalam UKM atau ormawa. Salah satunya adalah larangan membawa mahasiswa baru (maba) berkegiatan di luar kampus. Pun jika harus membawa maba keluar, maka harus memenuhi sejumlah persyaratan. Selain itu juga adanya aturan UKM yang diminta untuk menyumbangkan satu emas untuk Unmul. Selain itu juga masih ada keresahan terkait keamanan dan fasilitas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Maba Dilarang Keluar Kampus</strong></p><p style="text-align: justify;">Menertibkan pelaksanaan kegiatan di luar kampus, Rektor Unmul &nbsp;melalui surat edaran yang dikeluarkan pada 13 Februari &nbsp;2019 mengumumkan sejumlah peraturan yang berdasarkan Pasal 71 bagian Kesembilan mengenai Tata Tertib Penyelenggaraan Pendidikan 1 &ndash; 7 Peraturan Akademik Unmul tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah diatur sejak lama, hingga kini masih masih ada ormawa atau UKM belum dapat sepenuhnya menerapkan aturan tersebut. Hal ini lantaran beberapa peraturan dirasa memberatkan, salah satunya pada poin pertama yang berbunyi &lsquo;tidak membawa mahasiswa baru, dilampirkan surat pernyataan tertulis dari ketua panitia kegiatan&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sebenarnya menentang, ibarat kami butuh regenerasi yang masih baru dan <em>fresh.&nbsp;</em>Mengenalkan alam dan mengenalkan kegiatan kami seperti apa. Kalau sudah mahasiswa semester 3, sudah sibuk sama perkuliahan&rdquo;, ujar Mashuri, Ketua Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa) Unmul. Menurutnya, kebijakan ini dapat menghambat proses regenerasi kader di Imapa.</p><p style="text-align: justify;">Rekrutmen anggota baru Imapa setiap tahunnya diramaikan oleh mahasiswa baru dan akan diikutkan pendidikan dan pelatihan (diklat). Pada tahun 2018 misalnya, hanya terdapat 1 pendaftar yang merupakan mahasiswa angkatan 2017, selebihnya merupakan mahasiswa baru. Apabila menuruti aturan tersebut, maka peserta diklat yang dilaksanakan di luar kampus, yakni di Kabupaten Paser, hanya akan ada satu orang.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan, kebijakan ini terlebih dahulu harus mempertimbangkan latar belakang dan orientasi setiap UKM ataupun ormawa lain, pasalnya tidak semua ormawa atau UKM hanya berkegiatan di lingkungan kampus. Semisal Imapa yang lebih sering berinteraksi dengan alam terbuka. Akhirnya setelah berupaya melaksanakan perizinan, kegiatan di luar kampus dengan membawa mahasiswa baru tetap dijalankan oleh Imapa walaupun sulit atau bahkan tidak mengantongi izin dari rektorat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita melakukan kegiatan pasti ada SOP-nya dan kita sudah tahu, jadi bisa mengantisipasi seperti apa. Organisasi tertua loh di Unmul, 35 bahkan dalam sejarah 37 tahun,&rdquo; tegas Mashuri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, tidak ada sanksi nyata jika tetap berkegiatan di luar kampus membawa maba, paling-paling dipersulit ketika meminta tanda tangan di rektorat. Keresahan ini sudah berkali-kali disampaikan, baik melalui audiensi maupun demonstrasi namun belum terlihat ada perubahan.</p><p style="text-align: justify;">Keresahan yang sama pun dirasakan oleh Febri Abdul Haminudin selaku Presiden BEM KM Unmul. Bahkan menurutnya tidak hanya BEM KM tapi semua ormawa keberatan. &ldquo;Kami menekankan, bukan cuma kami (BEM KM) tapi semua ormawa, dari UKM universitas hingga fakultas tidak menerima adanya hal ini (peraturan tersebut) karena sangat merugikan,&rdquo; jelasnya. Febri mengungkapkan, pun berkegiatan di lingkup kampus terbatasi oleh fasilitas-fasilitas yang kurang mendukung, seperti Fakultas Pertanian yang hanya terdapat satu ruangan untuk dipinjam.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kebijakan ini pula terdapat hal yang dianggap ganjil, termasuk pernyataan bahwa jenis kegiatan yang tidak diizinkan adalah ketika bersifat memobilisasi massa, sedang apabila bersifat individual maka diperbolehkan. Selain itu, Febri juga mengatakan bahwa kebijakan ini adalah peraturan karet karena dalam pelaksanaannya pihak universitas memberikan wewenang kepada fakultas. Sehingga ada kesan bahwa peraturan ini tidak jelas karena dijalankan menurut versi masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Sama laiknya Mashuri, Febri juga telah menyampaikan keberatannya kepada pihak rektorat, namun pernyataan yang diterima adalah peraturan berasal dari Kemenristekdikti sehingga tidak dapat diubah. &ldquo;Susahnya peraturan ini berlandaskan peraturan Kemenristekdikti dan mereka (pihak rektorat) berdalih tidak bisa merubah. Pernah <em>face to face</em><em>&nbsp;</em>dengan WR III, katanya kita (rektorat) juga tidak mau kayak gini, tapi ini peraturan dari pusat, makanya kita tidak bisa kasih kelonggaran,&rdquo; kata Febri.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini, BEM KM Unmul tidak tinggal diam. Ke depan mereka akan tetap advokasi agar aturan ini agar dapat ditiadakan. Selain itu Febri berupaya melakukan koordinasi dengan kampus luar terkait peraturan ini. Berdasarkan temuan sementara, di Universitas Negeri Yogyakarta dan Politeknik Negeri Samarinda tidak ada aturan seperti itu. Adapun program-program BEM KM yang dilakukan di luar kampus tetap dijalankan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditemui di ruangannya, Encik Ahmad selaku WR III mengemukakan bahwa peraturan ini diadakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Rektor juga ingin mahasiswa baru dapat lebih mengenal kampusnya terlebih dahulu. Apabila terdapat pelanggaran, maka ormawa bersangkutan akan diberikan peringatan tertulis dan sanksi maksimal, yaitu dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">Encik juga menyampaikan ada pembinaan untuk pelanggar, &ldquo;Tentu pasti ada pembinaannya. Mekanismenya dengan melakukan pertemuan terhadap pembina dari UKM. Apabila ada UKM yang kelihatan perubahannya, maka akan ada pembicaraan dengan pembina, kami ajak diskusi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan dalam hal ini pembina turut berperan dengan memberikan arahan, baik dari segi filosofi maupun teknis terhadap UKM, hingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan.<br><br>Ia menuturkan dalam hal ini pembina turut berperan dengan memberikan arahan, baik dari segi filosofi maupun teknis terhadap UKM, hingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan.<br><br>Berikut bunyi edaran pelaksanaan izin kegiatan di luar kampus sesuai Pasal 71 bagian Kesembilan mengenai Tata Tertib Penyelenggaraan Pendidikan 1 &ndash; 7 Peraturan Akademik Unmul tahun 2017:<br>1.Tidak membawa mahasiswa baru, dilampirkan surat pernyataan tertulis dari ketua panitia kegiatan<br>2. Setiap peserta harus ada surat izin tertulis dari orang tua<br>3. Menyerahkan surat tanggung jawab mutlak<br>4. Didampingi dosen/pembina BEM KM, UKM universitas, UKM fakultas (dikuatkan dengan surat kesediaan secara tertulis)<br>5. Berkoordinasi dengan RT/lurah setempat<br>6. Kegiatan dimaksud merupakan program kerja UKM fakultas<br>7. Menyampaikan laporan kepada rektor Cq wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni<br>8. Menjaga nama baik almamater, keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung<br>9. Usulan membuat surat izin kegiatan 14 (empat belas) hari sebelum kegiatan berlangsung kepada rektor Cq wakil rektor<br>10. Membuat permohonan kepada rektor Cq wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni yang ditandatangani ketua panitia kegiatan dan diketahui wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni, wakil dekan bidang akademik, kemahasiswaan dan alumni. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em><span lang="EN-US">(yun/syl/wuu/ina/ren/mrf/snh/rst/sii/adl/els)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM dalam Tuntutan Emas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/ukm-dalam-tuntutan-emas/baca </link>
<guid> ukm-dalam-tuntutan-emas </guid>
<pubDate> Wed, 22 May 2019 04:54:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selain aturan terkait maba, UKM juga kini semakin digenjot untuk berprestasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/ukm-dalam-tuntutan-emas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g9jRLs478O.png" />
					</figure>
			                <h1>UKM dalam Tuntutan Emas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Selain aturan terkait maba, UKM juga kini semakin digenjot untuk berprestasi. Tahun ini Unmul menargetkan menyumbang 100 emas untuk Kemenristekdikti. Berbagai upaya tengah dilakukan, salah satunya ialah dengan melibatkan tiap UKM tingkat Unmul untuk turut menyumbangkan prestasi berupa emas tingkat nasional sedikitnya satu dalam satu kepengurusan. Sehingga nantinya diharapkan Unmul memperoleh 33 emas dari UKM, 67 emas lainnya ialah dari fakultas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, terdapat pula aturan pembagian anggaran UKM, yakni 50 persen untuk kegiatan dan 50 persen untuk prestasi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin saat lokakarya bersama pimpinan Lembaga Kemahasiswaan Unmul pada 25 Maret lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam lokakarya, beberapa UKM menyuarakan aspirasinya terkait aturan-aturan tersebut. Ada juga kontrak kinerja yang diberikan Encik, lengkap dengan materai 6000 yang siap untuk ditandatangani pihak pertama dan kedua. Kontrak kinerja itu berisi pernyataan kesediaan pihak pertama yaitu UKM untuk menghasilkan sekurang-kurangnya satu penghargaan juara pertama tingkat nasional, serta mengalokasikan satu kegiatan untuk dilaksanakan setiap Sabtu. Sementara pihak kedua, WR III, menyatakan siap mengalokasikan pendanaan yang sesuai dengan pagu anggaran untuk mengoptimalkan perolehan target kejuaraan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, BEM KM telah mengadakan beberapa konsolidasi bersama UKM se-Unmul guna membahas aturan-aturan yang dirasa mencekik napas pergerakan UKM. Dalam konsolidasi itu salah satunya ialah forum yang menyayangkan tuntutan yang diberikan kepada UKM untuk menyumbangkan prestasi, sebab di samping pihak rektor masih belum memberikan fasilitas yang memadai penunjang prestasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pencairan dana yang rumit termasuk di dalamnya. Berbagai cara telah dilakukan BEM KM dan UKM se-Unmul, mulai dari membuat petisi yang ditandatangani oleh seluruh ketua UKM hingga turun aksi pada 15 April berujung audiensi dengan jajaran pejabat rektorat. Hasil dari audiensi itu membuahkan hasil, salah satunya ialah perbaikan fasilitas di Student Center (SC) yang selama ini meresahkan UKM. Di antaranya penerangan, air, dan juga akses Wi-fi.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, pro kontra masih terus bergulir, tidak semua UKM sepenuhnya sepakat ihwal aturan sumbang emas itu. Salah satunya ialah UKM Pramuka. Oky, selaku Ketua Umum mengaku dilema terhadap aturan tersebut, terlebih minimnya ajang perlombaan Pramuka tingkat perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jujur UKM Pramuka sendiri dari tingkat perguruan tinggi itu jarang ada <em>event</em>-nya, baru tahun ini ada. Kita coba ikut dan alhamdulillah dapat lah juara,&rdquo; ungkap mahasiswa 2017 itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan 2018 kemarin lomba tingkat perguruan tinggi enggak ada, barusan ini (ada) itupun memang agenda Universitas Negeri Yogyakarta yang lima tahun sekali, sisanya enggak pernah ada, kalaupun ada, ya, paling tingkat SMA. Ya gimana, masa kita mau ikut,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Oky, seharusnya pihak rektor bisa memilah terlebih dahulu lembaga-lembaga yang akan dijatuhi aturan. Karena tidak semua lembaga kemahasiswaan memiliki orientasi yang sama terhadap prestasi.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Kepada <em>Sketsa,&nbsp;</em>Ketua UKM Teater Yupa Tiara Purnamasari mengatakan bahwa mereka memiliki jadwal tetap untuk ajang festival yang dapat dipastikan tiap tahun selalu ada. Sehingga berbeda dengan Pramuka, dengan adanya kebijakan itu tentu bukan masalah besar bagi Teater Yupa dalam mencari berbagai festival maupun lomba untuk diikuti. Kendati begitu, UKM Teater Yupa sebagai organisasi yang berorientasi prestasi pun merasa terbebani dengan adanya aturan sumbang emas itu. Menurut Tiara Untuk meraih juara pertama tingkat nasional tidak mudah, diakui butuh waktu lama dalam prosesnya hingga 3 bulan lebih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jujur saya sendiri belum mau menandatangani surat (kontrak kinerja) tersebut, karena walaupun notabennya Yupa (adalah) UKM dengan orientasi prestasi dengan ikut berbagai festival, tapi cukup sulit untuk meraih juara 1 apalagi festival yang sering kami ikuti memang tingkat nasional,&rdquo; ungkapnya</p><p style="text-align: justify;">Dugaan adanya konsekuensi ketika tak mampu mengantongi satu prestasi juga turut mewarnai keresahan Tiara. Menurutnya, tak ada kejelasan yang detail mengenai kontrak kinerja tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap UKM harusnya diberi kejelasan mengenai konsekuensi apa yang didapat jika telah menandatangani surat tersebut namun gagal untuk mendapatkan prestasi juara 1 itu. Karena ini surat bermaterai, berarti enggak main-main dong. Pasti ada konsekuensi dari salah satu pihak yang menandatangani kontrak tersebut,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan begitu, senada dengan Oky. Dikatakan Tiara seharusnya pihak rektor juga perlu mempertimbangkan kembali sebab tiap UKM memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Selain itu jenis lomba yang digeluti juga berbeda. Pun perbedaan tingkat kesulitan yang dialami tiap UKM.</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Encik: Jangan Terlalu Menjadi <em>E</em><em>vent O</em><em>rganizer</em>!</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat audiensi setelah Aksi Evaluasi Kinerja Rektor pada 15 April lalu, Encik menjelaskan bahwa pembagian anggaran 50 persen untuk kegiatan UKM dan 50 persen untuk prestasi merupakan merupakan batu lompatan untuk memenuhi target 100 emas kepada Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">Angka tersebut berbeda jauh dari beban yang diberikan pada tahun lalu yaitu 250. Bedanya pada 2018 lalu dibebaskan meraih juara berapapun, namun tahun ini menurun jumlahnya tapi meningkat kualitasnya yakni emas, peringkat pertama juara nasional. Selain itu pengalokasian anggaran itu juga sebagai bentuk pengoptimalan kepada lembaga kemahasiswaan tingkat universitas untuk meraih prestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;50 persen itu adalah bagaimana kita mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki untuk mendorong agar dana bisa kita gunakan untuk berprestasi. Di samping itu kita tetap menjalankan roda organisasi,&rdquo; ungkapnya saat audiensi.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>kembali menemui Encik pada Kamis (2/5) lalu. Encik mengatakan berdasarkan pantauannya selama ini mendapati bahwa kebanyakan anggaran yang disediakan lebih ditujukan untuk membuat acara saja, menurutnya, UKM bukan hanya sebagai penggagas acara melainkan juga harus lebih banyak mendorong untuk meningkatkan prestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami lihat biaya-biaya itu lebih banyak ditujukan untuk bikin <em>event</em>, lupa untuk mendorong supaya berprestasi,&rdquo; papar WR III itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan terlalu menjadi <em>event organizer,</em>&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pengalokasian 50 persen anggaran itu agaknya diseriusi dengan adanya kontrak kinerja bermaterai. Kontrak kinerja itu yang kerap belakangan dirisaukan beberapa UKM seperti Pramuka dan Teater Yupa. Sebab tidak adanya kejelasan mengenai konsekuensi yang diberikan &nbsp;ketika UKM tak mampu meraih peringkat pertama juara nasional.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini ditanggapi Encik. Menurutnya, itu tergantung pola pikir, bagaimana membuat pikiran agar aturan tersebut tidak dijadikan sebagai beban, melainkan sebagai pacuan untuk berprestasi. Terlebih secara struktural, tidak ada hukuman yang diberikan kepada UKM yang telah berusaha namun kurang beruntung meraih juara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak pernah memberikan <em>punishment</em>, kami mendorong supaya ini motivasi bagi rektor untuk disampaikan pada mahasiswa, bahwa kami menginginkan agar &nbsp;UKM berprestasi. Makanya diminta untuk menyumbangkan paling sedikit satu emas dengan mengalokasikan pendanaan, jangan kebanyakan <em>event organizer</em>,&rdquo; pungkasnya. <strong><i><span lang="EN-US">(yun/syl/wuu/ina/ren/mrf/snh/rst/sii/adl/els)</span></i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM Dituntut Berprestasi, namun Harus Bergerak Mandiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/ukm-dituntut-berprestasi-namun-harus-bergerak-mandiri/baca </link>
<guid> ukm-dituntut-berprestasi-namun-harus-bergerak-mandiri </guid>
<pubDate> Wed, 22 May 2019 04:59:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Sekretariat Center Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/ukm-dituntut-berprestasi-namun-harus-bergerak-mandiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zck0NMkgRx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKM Dituntut Berprestasi, namun Harus Bergerak Mandiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Melihat Unmul yang tengah gencar megejar prestasi, apakah sudah diiringi dengan fasilitas yang memadai? Gedung SC yang menjadi markas berkumpulnya UKM se-Unmul nyatanya beberapa waktu lalu masih belum maksimal. Hal ini diungkapkan Ketua UKM Marching Band (MB) Wangsakerta dan Menteri Kebijakan Kampus BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sendy selaku Ketua MB Unmul menyebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan birokrat kampus untuk UKM di Unmul. Fasilitas di SC seperti penerangan yang belum maksimal. Selain itu, letak sekretariat MB yang berada di lantai tiga diakui membuat kewalahan jika ingin menyimpan alat-alat MB.</p><p style="text-align: justify;">Sendy juga menuturkan, peralatan MB sama sekali tidak disokong oleh kampus, &ldquo;Kami pinjam di SMP 35, awalnya peminjaman itu sistemnya sewa. Namun karena sudah lama meminjam jadi bermitra tapi kami harus menjaga barang-barang yang kami pinjam dengan sangat hati-hati agar tidak rusak,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai pendanaan pelatih dan ketika ingin mengikuti lomba, ia mengaku UKM MB Universitas Mulawarman selalu patungan sembari menunggu LPJ cair. Sejak dibentuk 2017 lalu, UKM ini telah menyumbangkan beberapa prestasi salah satunya juara 1 lomba CG di Balikpapan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rektor mengatakan tidak pernah menuntut ya, tapi kalau bisa ada. Namun rektorat selalu berbicara tentang hal itu yang secara tidak langsung itu menjadi tuntutan untuk kita. Banyak masalah yang terjadi ketika kami meminjam alat-alat MB itu. Kita pinjam alat tanpa keluar uang itu artinya kita utang budi besar. Salah satu balas budinya ya kita ikut bantu mereka dan menjaga alat-alat,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu di lain kesempatan, hal tersebut dibenarkan Mush&rsquo;ab Al-Ma&rsquo;ruf, Menteri Kebijakan Kampus BEM KM Unmul. Baginya, ketika birokrasi meminta mahasiswanya untuk berprestasi, berarti birokrasi harus siap dengan pemenuhan fasilitas sebagai penunjang kegiatan mahasiswa. Pertanyaannya, apakah Unmul sudah demikian?</p><p style="text-align: justify;">Berkaca dari permasalahan UKM MB Universitas Mulawarman, disebutkan Ma&rsquo;ruf seharusnya birokrat malu ketika mahasiswanya berprestasi namun tak ada satupun alat yang benar-benar difasilitasi oleh birokrat, yang mana alat tersebut selain untuk latihan juga dipakai untuk lomba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapak suci juga ketika saya tanya, latihan mereka di luar dan matras tebal untuk mereka latihan itu mereka patungan. Kalau dapat juara dapat duit mereka masukkan ke kasnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan Aksi Kinerja Rektor beberapa waktu lalu, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya merangkum keresahan UKM maupun fakultas. Sebenarnya respons sudah diberikan, namun dua hingga tiga bulan berselang tak kunjung terlihat tindakan dari pihak birokrat. Sehingga terjadilah aksi itu yang mengeluarkan lima tuntutan salah satunya fasilitas kampus khususnya SC.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah mulai diperbaiki walaupun ada beberapa yang belum. Termasuk <em>Wi-</em><em>fi</em> yang memang sudah ada sebelumnya, namun hanya bertahan 2 bulan karena alatnya rusak, kini sudah diperbaiki. Air namun belum maksimal. Masalah kebersihan belum ada untuk petugas kebersihan yang bisa <em>stay&nbsp;</em>karena dari pihak birokrasi alasannya belum ada dana untuk gaji mereka, namun kami berharap teman-teman UKM saling menjaga SC ini,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Hasil konkrit dari aksi sementara ini yang sudah terlihat adalah penerangan dan keamanan. Untuk keamanan dijelaskan Ma&rsquo;ruf pihak birokrat meminta persetujuan apabila ada satpam yang berjaga di SC, teman-teman UKM harus sepakat untuk tidak menginap di SC.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Gedung di Unmul Fasilitas Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Bicara soal fasilitas, berarti termasuk penggunaan gedung di dalam lingkungan kampus untuk berkegiatan mahasiswa. Dalam audiensi aksi Evaluasi Kinerja Rektor, perwakilan dari Ketua Mahasiswa Katolik mengeluhkan penggunaan gedung yang berbayar. Pernyataan itu kemudian ditanggapi serius Masjaya. Sebab seharusnya tidak ada pungutan biaya untuk penggunaan gedung untuk berkegiatan mahasiswa. Beliau pun berjanji untuk menindak tegas oknum-oknum yang meminta biaya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kamis (16/5) lalu, Ketua KMK akhirnya mengungkapkan kelanjutan dari keluhannya terkait pemakaian gedung berbayar di Unmul. Ia mengatakan April lalu, KMK mendatangi pihak rektorat untuk memperjelas penggunaan gedung yang berbayar tersebut. &ldquo;Kalau yang bayar itu kan hanya uang kebersihan, Karena waktu itu kami enggak ada bersihin auditorium, jadi kami harus bayar. Kalau kami bersihin auditorium, kami enggak bayar,&rdquo; ujar Rani, Ketua KMK saat diwawancara via telepon.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyatakan bahwa masalah ini sudah menemukan titik terang dan sudah diselesaikan secara baik dengan pihak birokrat. Awak <em>Sketsa</em> pun melakukan wawancara ke Kepala Bagian Rumah Tangga di rektorat. Ia mengatakan tidak ada penggunaan gedung yang berbayar untuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait dengan penggunaan gedung, dari dulu sebetulnya tidak ada yang namanya bayar. Saya dulunya pengelola auditorium, GOR 27, ruangan lantai 3 dan 4 (rektorat). Tidak ada kita kenakan ke mahasiswa untuk membayar dan juga tidak ada SK yang menyatakan bahwa mahasiswa harus membayar,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan bahwa tidak pernah menyuruh stafnya untuk meminta bayaran terhadap gedung-gedung tersebut, karena sudah termasuk sebagai fasilitas yang disediakan oleh kampus kepada mahasiswa. Menurut SK, penggunaan gedung di Unmul yang berbayar adalah untuk orang-orang luar Unmul. Ia juga mengatakan pihaknya telah mengusulkan kepada rektor untuk menyiakapkan dana tambahan di luar jam kerja bagi para pekerja di gedung-gedung tersebut apabila ada mahasiswa yang ingin menggunakannya di akhir pekan, yaitu Sabtu.</p><p style="text-align: justify;">Pada saat audiensi, pihak KMK menyatakan bahwa gedung yang mereka gunakan itu berbayar, dan uangnya diberikan kepada Syaiful (staf bagian rumah tangga). Hingga kini <em>Sketsa</em> masih tengah berupaya meminta konfirmasi Syaiful. <strong><i>(yun/syl/wuu/ina/ren/mrf/snh/rst/sii/adl/els)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Batasan Berkegiatan di Kampus pada Malam Hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/batasan-berkegiatan-di-kampus-pada-malam-hari/baca </link>
<guid> batasan-berkegiatan-di-kampus-pada-malam-hari </guid>
<pubDate> Wed, 22 May 2019 05:02:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peraturan mengenai pembatasan berkegiatan di kampus hingga malam hari rupanya telah ada sejak 2016 silam. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/batasan-berkegiatan-di-kampus-pada-malam-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VyFBX6tJJP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Batasan Berkegiatan di Kampus pada Malam Hari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Peraturan mengenai<strong>&nbsp;</strong>pembatasan berkegiatan di kampus hingga malam hari rupanya telah ada sejak 2016 silam. Namun, sebagian mahasiswa di beberapa fakultas menganggap peraturan tersebut membatasi mahasiswa. Bahkan ada beberapa mahasiswa juga yang baru mengetahui adanya peraturan ini.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya di Fakultas Teknik. Kepada <em>Sketsa</em>,<em>&nbsp;</em>Jum&rsquo;at (26/4) Alfi Syahrin Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (Himateli) mengaku memang baru mengetahui peraturan tersebut ketika menjabat sebagai ketua, yakni sejak Desember 2018.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baru-baru aja taunya kalau saya pribadi,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selaku ketua Himateli, Alfi mengaku keberatan dengan adanya peraturan tersebut. &ldquo;Contohnya pengaderan, masa sampai jam 10 pulang. Baru (besoknya) disuruh balik lagi,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain kegiatan pengaderan, rapat internal pun sering menghabiskan waktu hingga pukul 10 malam. Alhasil mereka sering mendapat teguran. Begitu juga dalam kegiatan malam keakraban dan dies natalis Fakultas Teknik yang memakan waktu hingga larut malam.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui tentang peraturan tersebut, sejauh ini Himateli mengikuti aturan yang ada. Namun, tak sedikit pengurus harian Himateli mengeluh dengan adanya pembatasan jam malam tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya sudah lama aturan jam malam ini. Dekan Fakultas Teknik membolehkan (hingga menginap). Tapi karena beberapa sebab, kebijakan boleh menginap itu dicabut,&rdquo; terang Alfi.</p><p style="text-align: justify;">Alfi berharap peraturan tersebut dapat dikaji ulang dengan memerhatikan dari sudut pandang mahasiswa. &ldquo;Kalau bisa, buat peraturan yang kiranya membatasi kita untuk berogarnisasi, ya dikaji ulanglah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan Fakultas Kedokteran (FK) yang justru menilai bahwa peraturan tersebut sama sekali tidak mengganggu kegiatan perkuliahan maupun organisasi. Kepada <em>Sketsa</em>, Muhammad Fuad Sya&rsquo;bani, Gubernur BEM FK memberikan tanggapannya, Kamis (2/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi tentang aturan tersebut, Fuad mengatakan tidak ada keresahan dari BEM FK mengingat bahwa aturan ini tidak membatasi mereka untuk terus berkembang dan belajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya biasa-biasa saja, tidak terlalu merugikan bagi kami, bukan penghalang bagi kami untuk berkreasi dan terus meningkatkan eksistensi BEM FK Unmul.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan BEM FK jarang berkegiatan di atas pukul 22.00 Wita, biasanya sampai dengan pukul 18.00 Wita. Kegiatannya bermacam-macam, bisa rapat, menggelar acara, dan lain-lain. Salah satu contoh kegiatan BEM FK di atas pukul 22.00 Wita adalah makrab. Ini juga dengan persyaratan membuat surat pemberitahuan untuk berkegiatan yang kemudian diserahkan kepada pihak satpam fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi adanya mahasiswa yang pro dan kontra tentang pembatasan kegiatan di kampus saat malam hari. Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kemahasiswaan Encik Ahmad Syaifudin mengatakan kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (2/5). Bahwa peraturan tersebut sudah ditetapkan pada 2016 lalu dan telah tertuang di buku peraturan rektor Unmul, tepatnya di Nomo 6 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat, yang dapat di unduh di, <a href="http://www.unmul.ac.id/page/peraturan-akademik-1510732181.html"></a><a href="http://www.unmul.ac.id/page/peraturan-akademik-1510732181.html">http://www.unmul.ac.id/page/peraturan-akademik-1510732181.html</a>.</p><p style="text-align: justify;">Peraturan tersebut dapat dilihat di bagian kesembilan, mengenai Tata Tertib Penyelenggaraan Pendidikan tentang Tata Tertib Umum Pasal 71 Poin 7 yang berbunyi, bahwa kegiatan di dalam kampus akan diijinkan dari pukul 07.30 hingga pukul 22.00 Wita. Jika berkegiatan di malam hari yang mengharuskan mahasiswanya pulang lebih dari pukul 22.00 Wita, maka harus sepengetahuan dekan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau acaranya di fakultas, cukup sampai dekan. Dekan yang ngasih ijin,&rdquo; tutur Encik.</p><p style="text-align: justify;">Adanya segelintir mahasiswa yang belum mengetahui peraturan tersebut diakibatkan karena rendahnya minat baca dari mahasiswa, sehingga mengakibatkan keterlambatan penerimaan informasi. &ldquo;Padahal, ini kan disampaikan ke khalayak&rdquo; pungkas Encik.<strong><em>(yun/syl/wuu/ina/ren/mrf/snh/rst/sii/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul dan Rentetan Peristiwa Kejahatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/unmul-dan-rentetan-peristiwa-kejahatan/baca </link>
<guid> unmul-dan-rentetan-peristiwa-kejahatan </guid>
<pubDate> Wed, 22 May 2019 05:09:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Permasalahan kampus dapat menjadi celah munculnya tindakan kejahatan dan juga peristiwa tak diinginkan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/unmul-dan-rentetan-peristiwa-kejahatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nQ8iHqiLmg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul dan Rentetan Peristiwa Kejahatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Selain seputar aturan yang menyangkut mahasiswa, masih ada juga permasalahan kampus lainnya. Tak dapat dianggap sepele,<strong>&nbsp;</strong>permasalahan kampus dapat menjadi celah munculnya tindakan kejahatan dan juga peristiwa tak diinginkan, hal ini menyangkut masalah keamanan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut juga yang kemarin dibawa mahasiswa dalam tuntutan aksi. Sebut saja yang marak terjadi di Unmul, yaitu kasus pencurian. Meski satuan pengamanan telah dikerahkan, bukan berarti oknum kejahatan putus harapan. Mereka tetap berupaya mencari kesempatan dan jeli melihat peluang. Kasus pencurian helm menjadi yang paling sering dikeluhkan. Bukan hanya itu, tindakan kriminal yang juga sempat terjadi di wilayah Unmul antara lain begal, penyerangan bahkan pernah pembacokan.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun ini sudah terjadi sekitar lima kasus pencurian helm. Disebutkan Hasan Koordinator Keamanan Unmul, hal ini disebabkan akses jalan yang terbuka karena adanya pembangunan proyek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika nanti ke depannya sudah rampung, kita akan perketat pengamanannya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tahun lalu, sempat juga terjadi kasus pencurian kotak amal di musala Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Ternyata ini adalah kali kedua pelaku melancarkan aksi. 2015 lalu, ia mencuri kotak amal di musala Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).</p><p style="text-align: justify;">Kegelisahan lainnya ialah begal dan juga penjambretan yang pernah terjadi di kawasan Unmul. 2015 lalu, dua mahasiswa Farmasi menjadi korban begal yang mengakibatkan luka. Selain itu, tercatat pada tahun lalu tepatnya di Februari, terjadi kasus penjambretan di sekitaran <em>homestay</em>.</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa lainnya, tepatnya 2018 lalu, pihak satuan pengamanan kampus bersama pihak kepolisian sempat mengamankan beberapa oknum yang membawa senjata tajam ke dalam kampus. Tempat kejadian perkara saat itu tepatnya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Mereka datang dengan menggunakan dua mobil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan mereka datang untuk menagih hutang ke satu orang. Tapi apakah orang yang dituju ini pengedar barang haram atau hanya sebagai tempat transaksi, kami tidak tahu. Alasannya dia saat itu tidak bisa membayar karena uangnya hilang, makanya dikejar sampai di kampus,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2015 ke bawah, Unmul memiliki rentetan peristiwa kejahatan yang banyak terjadi. Seperti pengalaman yang tidak akan dilupakan Suri, saat ia masih menjadi mahasiswa baru di 2015 silam. Kejadian terjadi saat minggu tenang sebelum ujian semester. Ia memilih tidak pulang kampung, dan menetap di Samarinda. Malam itu sekitar pukul 9, ia tengah berada di teras musala Fakultas Kehutanan (Fahutan) untuk mencari <em>Wi</em><em>-fi</em> demi mengerjakan tugas. Suasana sekitar memang sepi sampai akhirnya pelaku tiba berjumlah dua orang. Satu berjaga-jaga di motor sedang satunya lagi datang mendekati Suri. Ia meminta laptop sambil menodongkan parang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya langsung lawan. Saat itu laptop jatuh, tapi masih tetap terlibat perkelahian. Akhirnya dia lari ke motor dan saat itu parangnya jatuh. Saya kejar lagi dan kembali berkelahi, jatuh mereka dari motor. Sampai akhirnya saya didorong sama pelaku pertama. Mereka langsung kabur,&rdquo; cerita Ketua Imapa ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia tak menyadari jika di tengah-tengah perkelahian tadi, lehernya sempat menjadi sasaran pembacokan. Usai pelaku pergi, Suri bergegas meminta bantuan, &ldquo;Saya minta tolong ke FMIPA, karena lebih dekat aksesnya. Dibawa ke rumah sakit oleh satpam di sana. Ibaratnya sebagai perwakilan dari pihak kampus lah, karena saat itu sudah malam. Tapi saya ditinggal begitu saja,&rdquo; ujarnya menyayangkan.</p><p style="text-align: justify;">Di rumah sakit, Suri mendapatkan penanganan. Lehernya dijahit akibat luka dari pembacokan. Mirisnya, di tengah menahan sakit, ia juga harus menebus obat dan meminta bantuan temannya untuk menjemput di rumah sakit. Sementara pihak Fakultas Kehutanan (Fahutan) yang menjadi fakultas Suri hanya meminta penjelasan kronologis. Kasus ini bahkan tidak dilaporkan universitas ke pihak berwajib. Keesokan hari selepas kejadian malam itu, Suri berinisiatif untuk melaporkannya ke kepolisian. Namun sayangnya, juga tak ada proses tindak lanjut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keamanan di sini (Unmul) kurang. Kegiatan malam katanya mau dikurangi. Kalau misalnya memang mau di kurangi, kenapa tidak diamankan? Itu yang saya pribadi kecewa,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kasus pembacokan dialami Suri, Hasan mengatakan jika saat itu korban merasa keberatan, maka korban berhak meneruskannya ke ranah hukum. Ia juga tidak membenarkan perlakuan satuan pengamanan yang meninggalkan Suri di rumah sakit kala itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sesuai aturan, harusnya kita mengantarkan, tetapi harus ada keluarganya datang dan kita jelaskan. Tidak boleh kita tinggalkan begitu saja, kalau saya tahu siapa anggota yang seperti itu, akan ditindak, dan mencari keluarganya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Segala bentuk tindakan kriminal yang terjadi tidak serta-merta diselesaikan langsung oleh pihak keamanan kampus, melainkan diteruskan ke pihak kepolisian yang lebih berwajib. &ldquo;Kita proses dulu di sini, kita data. Barang buktinya apa, kita foto pelakunya lalu kita serahkan ke kepolisian,&rdquo; kata Hasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Koordinasi juga menjadi kunci penting dalam proses pengamanan kampus. Bukan hanya antar petugas keamanan, namun juga dengan pihak rektorat. &ldquo;Kalau kita keamanan yang di rektorat, di bawah naungan Kasub Rumah Tangga. Kita laporkan tiap satu jamnya ke pimpinan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Hasan juga mengaku masih mengalami kendala dalam sistem pengamanan. Di antaranya adalah alat berkomunikasi HT yang kurang, petugas keamanan di fakultas juga masih banyak yang tidak punya HT. Sehingga koordinasi masih belum berjalan maksimal. Minimnya personil juga menjadi soal lainnya, baik itu yang bekerja di lingkup rektorat maupun fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pembatasan jam malam yang masih menjadi masalah. Menurutnya ada baiknya dibatasi, paling tidak sampai jam 12 malam. Bukan hanya untuk mahasiswa, tetapi juga untuk seluruh lapisan civitas academica yang memiliki kepentingan di kampus hingga malam hari. Namun kenyataannya masih ada yang berkegiatan sampai larut malam, bahkan sampai menginap. Jika hal ini terjadi, susah untuk diketahui apakah orang tersebut adalah warga kampus atau dari luar.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa permasalahan sudah diajukan ke pihak atas untuk kemudian ditindaklanjuti, namun prosesnya berjalan lambat, bahkan sebelum dibawa mahasiswa dalam tuntuntan-tuntutannya. Hasan mengaku senang dengan pergerakan mahasiswa yang kemudian mendesak adanya perbaikan fasilitas di kampus. &ldquo;Karena kalau kita yang mengajukan, responsnya lambat,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran untuk menjaga keamanan kampus memang menjadi tanggung jawab seluruh pihak. Hasan yakin jika seluruh civitas academica mengikuti aturan, Unmul akan aman. <strong><em>(yun/syl/wuu/ina/ren/mrf/snh/rst/sii/adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemilu Serentak Bukan Solusi Terbaik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pemilu-serentak-bukan-solusi-terbaik/baca </link>
<guid> pemilu-serentak-bukan-solusi-terbaik </guid>
<pubDate> Thu, 23 May 2019 12:38:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pemilu serentak. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pemilu-serentak-bukan-solusi-terbaik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fVrguR4sls.png" />
					</figure>
			                <h1>Pemilu Serentak Bukan Solusi Terbaik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pemilihan umum merupakan salah satu cara negara demokrasi dalam mengisi suatu jabatan publik baik tingkat pusat maupun tingkat daerah. Hal tersebut sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22 E ayat (1) Undang-undang Dasar 1945 bahwa pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil setiap lima tahun sekali. Pada sistem pemilu secara langsung, suara rakyat menjadi dasar legitimasi atas terpilihnya pejabat pemerintahan baik di tingkat pusat maupun tingkat daerah. Hal ini memerlukan model penyelenggaraan yang baik dengan berbagai konstelasi politik dalam menciptakan suatu formulasi untuk penyelenggaraan pemilu, terutama pemilu presiden/wakil presiden.</span></p><p style="text-align: justify;">Pengajuan permohonan gugatan uji materiel atas Undang-undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, di mana uji materiel ini diajukan sebagai representasi masyarakat sipil untuk menyelenggarakan pemilu dengan model penyelenggaraan serentak sesuai amanat dalam ketentuan Pasal 22 E ayat (2), yang berbunyi: &ldquo;Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, &nbsp;Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah&rdquo;. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, model penyelenggaraan pemilu serentak dicetuskan berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013 yang dibacakan pada 23 Januari 2014.</p><p style="text-align: justify;">Anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan mengatakan bahwa dengan adanya pemilu serentak akan mengefisiensikan sejumlah hal, baik dari sisi anggaran maupun dari sisi waktu. Karena pemilu serentak ini menggabungkan antara pemilu presiden/wakil presiden dengan pemilu legislatif. Namun, persepsi yang dibangun tersebut nyatanya tidak sesuai dengan realita yang terjadi pada pemilu serentak di tahun ini. Peneliti Populi Center Afrimadona mengatakan, tujuan efisiensi dari gagasan pemilu serentak justru menciptakan ongkos politik dan ekonomi yang begitu besar yang mencapai Rp25 triliun (disampaikan pada acara diskusi &quot;Evaluasi Pemilu 2019 Serentak&quot; di kantor Populi Center, Kamis (2/5)).</p><p style="text-align: justify;">Terdapat kompleksitas dari masalah-masalah pemilu serentak yang tidak tercover dan diantisipasi dalam undang-undang pemilu saat ini. Jika kita beralih kepada permasalahan sumber daya manusia saat pemilu, hal ini berimplikasi pada banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang kelelahan di lapangan. Sekjen Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Rahman Hakim pada Senin (29/4), mengatakan kepada media bahwa petugas KPPS yang meninggal dunia berjumlah 296 orang, kemudian terdapat 2.151 petugas yang sakit dan 2.447 petugas yang terkena musibah.</p><p style="text-align: justify;">Inilah kondisi politik hukum di Indonesia saat ini. Di mana kedaulatan rakyat tidak dipandang lagi, bahkan mengorbankan nyawa rakyat atas kejamnya politik bagi sebuah kekuasaan. Tidak peduli akan cita-cita nasional NKRI yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, yakni untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Mari bersama wujudkan sebuah adagium terkenal yakni <em>Salus Populi Suprema Lex&nbsp;</em>(kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi).</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Kardiono Cipta Kanda, mahasiswa Fakultas Hukum.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepanjang Jalan Kenangan di Musim ke-12 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sepanjang-jalan-kenangan-di-musim-ke-12/baca </link>
<guid> sepanjang-jalan-kenangan-di-musim-ke-12 </guid>
<pubDate> Thu, 23 May 2019 14:16:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Foto bersama anggota dan alumni Sketsa di penghujung acara milad Sketsa di Musim ke-12. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sepanjang-jalan-kenangan-di-musim-ke-12/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dKLdXwgvv9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepanjang Jalan Kenangan di Musim ke-12</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Senin (20/5) sore tampak kesibukan oleh beberapa orang di aula You Kaltim. Lokasi yang bertempat di jalan Gamelan tersebut mulai didekorasi dengan berbagai macam pernak-pernik layaknya suasana memperingati hari jadi. Rumbai berwarna perak terjuntai di papan <em>backdrop</em>, menjadi satu dengan kilau warna biru dari lampu <em>tumblr dan&nbsp;</em>dilengkapi dengan tulisan <em>happy birthday</em> yang menggantung di tengah. Hari itu para awak Sketsa sedang bersiap untuk menyelenggarakan acara milad musim ke-12.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 17.00 Wita acara mulai diambil alih oleh Muhammad Fauzan Razil dan Erlina selaku pembawa acara. Sejenak mendengarkan satu dua patah kata yang disampaikan oleh Ketua Panitia Ratih Puspa Ayudia yang berterima kasih atas kerja seluruh panitian milad. Juga tak lupa sambutan oleh Ketua Umum LPM Sketsa Unmul, Uswatun Hasanah yang mengajak para awak <em>Sketsa</em> untuk terus berkontribusi semasa membersamai <em>Sketsa.</em> Untaian doa menjadi penutup syahdu dari ungkapan terima kasih dan harapan untuk Sketsa yang dihaturkan oleh Prima Hidayat.</p><p style="text-align: justify;">Sepanjang Jalan Kenangan dipilih untuk mewakili tema milad di tahun ini. Sesuai dengan tema, maka tak lengkap rasanya bila tak ada suguhan video kaleidoskop perjalanan <em>Sketsa</em>. Video diawali dengan perwakilan awak <em>Sketsa</em> yang menjawab pertanyaan yang telah disediakan. Tawa seluruh awak <em>Sketsa</em> mewarnai perjalanan senja yang perlahan mulai berlalu. Diantara iringan tawa itu hadir dua sosok yang baru saja mengakhiri amanahnya di tahun lalu. Wahid Tawaqal dan Rizky Rachmadiani yang merupakan Ketua LPM Sketsa Unmul dan Kepala Biro Iklan dan Pemasaran 2017/2018.</p><p style="text-align: justify;">Tamu-tamu alumni pun satu persatu mulai berdatangan, menambah lengkap suasana sukacita saat itu. Selesai menonton suguhan video kaleidoskop, acara selanjutnya ialah bincang alumni. Tak jauh berbeda dengan konsep milad <em>Sketsa</em> yang lalu-lalu, <em>Sketsa</em> selalu menghadirkan alumni untuk bersama-sama menikmati rangkaian acara hari jadi bersama dengan para anggota <em>Sketsa</em>. Uswatun Hasanah menjadi moderator untuk sesi bincang alumni. Para alumni dipersilakan menempati kursi yang berbaris rapi dihadapan anggota-anggota <em>Sketsa</em>. Sosok-sosok alumni yang hadir bukan lagi wajah asing yang tak pernah terlihat. Seperti Achmad Syahrif, Wahid Tawaqal, Hafidz Dazki Monocikadiwa, Rizky Rachmadiani, Raden Roro Mira Budiasih, Jati Dwi Juwitaningrum, Monika Wibisono Putri, Mayang Sari, dan Amelia Rizky Yunianty. Menambah sukacita kali ini, hadir pula salah satu pendiri <em>Sketsa</em> yang dahulu dikenal dengan nama UKM Jurnalistik, yaitu Wawan Susilo.</p><p style="text-align: justify;">Bincang Alumni memberikan kesempatan kepada para alumni untuk menceritakan alasan mengapa bisa masuk menjadi bagian keluarga besar <em>Sketsa</em>. Setiap alumni menceritakan bagaimana proses akhirnya bisa masuk dan menjadi bagian dari <em>Sketsa</em>. Sesekali gelak tawa terdengar dari tempat duduk anggota <em>Sketsa</em> yang menyimak cerita para alumni yang menarik. Selesai sesi bincang alumni, sambil menunggu azan maghrib berkumandang maka rangkaian acara berlanjut pada sesi potong tumpeng.</p><p style="text-align: justify;">Tumpeng telah tersaji dihadapan alumni dan anggota Sketsa. Usawatun Hasanah memotong ujung tumpeng sebagai simbolis dari perayaan hari jadi Sketsa ke-12. Selepas memotong tumpeng, oleh pembawa acara mempersilakan hadirin untuk mengambil takjil sembari menunggu waktu berbuka. Tak lama kemudian azan tanda waktu berbuka berkumandang sayup-sayup. Semua yang hadir segera berbuka dan menikmati takjil dengan suasana hangat sambil diiringi celoteh ria, dilanjutkan solat magrib.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, selagi panitia sedang mempersiapkan konsumsi, panitia mengajak semua peserta untuk bermain Kahoot, yaitu sejenis <em>platform</em> kuis <em>online</em> yang dipandu oleh Fernanda Fadhila. Semua tampak antusias, dengan gawai masing-masing mereka diharuskan menjawab sejumlah pertanyaan seputar LPM Sketsa Unmul dengan cepat dan tepat. Hasil jawaban tiap soal akan ditampilkan pada proyektor, hingga soal terakhir tersaring tiga orang yang menjadi pemenang, yaitu Christnina Maharani sebagai pemenang pertama, disusul Siti Istaqul, dan Raden Roro Mira sebagai juara ketiga. Mereka berhak menerima hadiah yang disiapkan panitia.</p><p style="text-align: justify;">Puas bermain, semua peserta akhirnya bersama-sama menyantap kudapan yang tersedia. Semua berbaur menjadi satu, suasana akrab dan hangat terlihat jelas, semua menikmati sambil sesekali bercerita. Setelah itu, satu per satu peserta diberi kertas kecil yang terikat dengan karet. Mereka diminta untuk menuliskan harapannya untuk <em>Sketsa</em> dan menggantungnya pada pohon harapan yang tersedia.</p><p style="text-align: justify;">Tak kalah seru, momen tukar kado menjadi rangkaian akhir kegiatan malam itu. Kado yang terkumpul diberi nomor yang nantinya akan diambil oleh hadirin sesuai dengan nomor yang didapat sebelumnya. &nbsp;Setelah semua memegang kado yang didapat, secara bersama-sama kado dibuka. Sontak, tawa pecah karena hadiah yang didapat bermacam-macam dan tak terduga. Meski begitu semua tampak senang dengan hadiah yang didapat. Kegiatan ditutup dengan foto per angkatan dan foto bersama dengan seluruh alumni sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing. <strong style="">(<em>nhh/wil/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penyu Punah dan Ketidakpedulian Manusia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/penyu-punah-dan-ketidakpedulian-manusia/baca </link>
<guid> penyu-punah-dan-ketidakpedulian-manusia </guid>
<pubDate> Fri, 24 May 2019 12:06:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyu terancam punah karena perbuatan manusia sendiri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/penyu-punah-dan-ketidakpedulian-manusia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/D82KIEuiWl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Penyu Punah dan Ketidakpedulian Manusia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sadar akan jumlah penyu yang semakin berkurang, dunia memperingatinya melalui Hari Penyu Internasional setiap 23 Mei. Dilansir dari laman <em>nationalgeographic.grid.id</em>, enam dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia sudah masuk kategori punah. Padahal, hewan ini termasuk spesial. Karena keberadaannya sudah ada sejak zaman dinosaurus dan masih dapat kita temukan hingga saat ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Ada dua faktor yang menjadi penyebab punahnya penyu, yaitu faktor alam dan kerusakan akibat ulah manusia. Contoh penyebab dari alam yaitu perubahan iklim yang membuat es di kutub mencair, sehingga permukaan air naik dan membuat tinggi daratan yang turun. Selain itu naiknya suhu dapat menyebabkan ketimpangan keseimbangan antara penyu jantan dan betina. Dalam hal ini, jumlah betina akan meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Sementara penyebab dari manusia ialah perburuan organ penyu, seperti cangkang untuk dijadikan suvenir, telurnya untuk di konsumsi. Namun selain itu, gaya hidup manusia juga dapat mengantarkan penyu ke gerbang kepunahan. Satu contoh yang padahal kita sendiri sadari ialah laut atau pantai yang tercemar akibat sampah dari manusia. Hal ini dapat menyebabkan penyu tak memiliki tempat untuk bertelur, karena sampah sudah mendominasi tempatnya. Selain itu, sampah plastik dapat menyebabkan disfungsi organ bahkan kematian jika sampai masuk ke dalam tubuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>mongabay.co.id</em>, spesies penyu di antaranya penyu hijau (<em>Chelonia mydas</em>), penyu sisik (<em>Eretmochelys imbricata</em>), penyu lekang (<em>Lepidochelys olivacea</em>), penyu belimbing (<em>Dermochelys coriacea</em>), penyu pipih (<em>Natator depressus</em>), penyu tempayan (<em>Caretta caretta</em>), dan penyu <em>kemp&rsquo;s ridley</em> (<em>Lepidochelys kempi</em>). Sementara itu, satu dari tujuh spesial tersebut terindikasi berada di lautan Indonesia, yaitu <em>penyu kemp&rsquo;s ridley</em> (<em>Lepidochelys kempi</em>).</p><p style="text-align: justify;">Mengapa penyu perlu dijaga dan dilestarikan? Menurut <em>profauna.net</em>, penyu dapat menjaga keseimbangan ekosistem laut. Karena jika ekosistem seimbang, maka akan menciptakan hewan laut (ikan) yang baik pula untuk dikonsumsi. Jenis penyu belimbing (<em>Dermochelys coriacea</em>) menjadi puncak dari rantai makanan, jika spesies ini punah, maka akan merusak dari rantai makanan hewan berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai generasi muda, harus ada yang kita lakukan untuk mempertahankan keberadaan penyu hingga generasi anak cucu kita. Salah satunya dengan mulai peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Karena ketidakpedulian kita dapat membunuh makhluk hidup lainnya. Mari cintai lingkungan, mari kita jaga kelestarian alam! <strong><em>(mer/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> LP2M di Balik Layar Persiapan KKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lp2m-di-balik-layar-persiapan-kkn/baca </link>
<guid> lp2m-di-balik-layar-persiapan-kkn </guid>
<pubDate> Fri, 24 May 2019 13:21:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Esti Handayani, Ketua Tim Koordinator KKN LP2M. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lp2m-di-balik-layar-persiapan-kkn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7T3d64SZXn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>LP2M di Balik Layar Persiapan KKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) mempunyai tugas mengoordinasikan, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan penelitian yang diselenggarakan oleh pusat penelitian. Selain itu LP2M juga bertugas menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta ikut mengusahakan dan mengendalikan administrasi sumber daya yang diperlukan.</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun tujuan LP2M yaitu menciptakan atmosfer akademik kelembagaan yang kondusif untuk pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menciptakan sumber daya peneliti yang kreatif, produktif, kompetitif, proaktif yang mengedepankan kerja tim institusi dan yang mampu menerapkan produk penelitian bagi kepentingan masyarakat. Juga menciptakan jejaring kerjasama intra universitas, antar universitas, antar lembaga di tingkat nasional dan internasional.</p><p style="text-align: justify;">Namun di balik fungsi-fungsi tersebut, ada hambatan pelaksanaan kegiatan di LP2M. Esti Handayani, Ketua Tim Koordinator KKN LP2M menjelaskan, bahwa masalah anggaran menjadi satu masalah utama, terlebih menjelang pelaksanaan KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anggaran untuk KKN itu sebenarnya ada di SPP-nya mahasiswa jadi harus masuk di LP2M. Namun sejak 2018 kemarin masih mengalami miss di perencanaan bagian bendahara. Hingga awal Maret kemarin pagu anggaran (alokasi anggaran) untuk KKN masih belum masuk ke anggarannya LP2M,&rdquo; jelas Esti.</p><p style="text-align: justify;">Padahal seharusnya dana KKN mahasiswa sudah terbayarkan melalui uang kuliah tunggal (UKT) tiap semesternya. Hanya saja perencanaan bidang keuangan luput memasukkan KKN sebagai salah satu hal yang harus didanai dari UKT. Walhasil, LP2M melakukan negosiasi dengan rektorat mengenai pagu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anggaplah anggaran mahasiswa yang masuk Unmul itu Rp1 juta. Nah, itu sudah dibagi-bagi porsinya masing-masing. Logikanya, ada kegiatan yang harus diganti supaya KKN bisa masuk. Akhirnya dapatlah dana tambahan dari BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) dari pemerintah untuk kegiatan KKN ini,&rdquo; lanjut Esti.</p><p style="text-align: justify;">Tersendatnya pencairan dana ini membuat segala kegiatan LP2M menjadi lamban. Padahal kegiatan KKN ini tidak boleh dilaksanakan mendadak, karena LP2M harus melakukan survei lokasi terlebih dahulu, untuk melihat potensi dan masalah apa yang ada di daerah-daerah lokasi KKN. Agar nantinya penempatan mahasiswa sesuai jurusan dan fakultasnya tepat sasaran. Selain masalah dana, masalah administrasi juga menjadi kendala bagi LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya kabupaten itu punya dana untuk menyambut mahasiswa KKN, hanya saja dari pihak Unmul itu harus bersurat dari awal. Jadi kabupaten itu bisa merinci anggaran yang harus dikeluarkan. Bahkan SK kami dari bulan November itu baru keluar bulan April. Tapi saya tetap harus jalan terus sebagai koordinator walaupun tanpa SK,&rdquo; beber Esty.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya masih ada kendala lainnya yang mengiringi peran LP2M sebagai lembaga yang menaungi pelaksanaan KKN. Terlebih ada banyak kepala dalam tim LP2M yang harus memiliki satu visi dan mampu bekerja sama. Kebanyakan hal-hal inilah yang tidak diketahui sebagian mahasiswa, menyangkut kendala eksternal yang menghambat kinerja LP2M. <em><strong>(fer/ubg/hzk/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> People Power: Bola Panas yang Memanen Korban </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/people-power-bola-panas-yang-memanen-korban/baca </link>
<guid> people-power-bola-panas-yang-memanen-korban </guid>
<pubDate> Sat, 25 May 2019 12:54:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kericuhan yang terjadi pasca hasil pemilu diumumkan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/people-power-bola-panas-yang-memanen-korban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ac4HxMvxmT.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>People Power: Bola Panas yang Memanen Korban</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span>Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April lalu telah berhasil dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, pemilu kali ini diselenggarakan serentak, tidak hanya memilih presiden dan wakil presiden tetapi juga memilih anggota legislatif. Karena dilakukan serentak, pemilu ini mengukir sejarah baru dalam jalan panjang pesta demokrasi di negeri ini.</span></span><span><br></span><span><br></span><span><span>Kita sama-sama tahu, sejak era kampanye, terdapat isu-isu yang bersifat simpang siur dari kampanye negatif hingga hoaks yang memecah belah bangsa digaungkan dan menyasar masyarakat kita. Cleveland Ferguson dalam&nbsp;</span></span><span><span><em>The Politics of Ethnic and Election, Can Negative</em>&nbsp;</span></span><span><span>menjelaskan bahwasanya politik yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan memberikan referensi atau menyelamatkan unsur-unsur negatif dari kompetitor baik kandidat maupun partai melalu kampanye negatif. Dilansir dari&nbsp;</span></span><span><span><em>tempo.co</em>,</span></span><span><span>&nbsp;Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat sebanyak 1.645 konten berita palsu atau hoaks menyebar ke masyarakat sepanjang periode Agustus 2018 hingga 25 April 2019. Kita bisa menggambarkan muntahan kerancuan yang disebarkan dan berimplikasi kepada menguatnya kubu-kubu di dalam masyarakat.</span></span><span><br></span><span><br></span><span><span>Pasca pemilu, masyarakat mulai memanas ketika hasil&nbsp;</span></span><span><span><em>quick count</em>&nbsp;</span></span><span><span>yang dirilis lembaga-lembaga survei menuai kontroversi. Masing-masing kubu mendeklarasikan kemenangan, kubu 01 menggunakan hasil&nbsp;</span></span><span><span><em>quick count</em>&nbsp;</span></span><span><span>lembaga survei dan kubu 02 menggunakan survei internal. Hal ini lagi-lagi memicu bola panas di kalangan masyarakat dan melahirkan berbagai narasi keliru yang terpolarisasi di masing-masing kubu.&nbsp;</span></span><span><br></span><span><br></span><span><span>Upaya-upaya mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara pemilu terus digelembungkan oleh elite-elite yang tidak bertanggung jawab hingga bermuara pada lahirnya istilah&nbsp;</span></span><span><span><em>people power</em></span></span><span><span>&nbsp;atau gerakan kedaulatan rakyat. Gerakan ini tentu sah-sah saja karena dijamin konstitusi kita, sepanjang ada urgensi yang jelas dan mengikuti mekanisme yang sudah dirumuskan dalam perundang-undangan. Sekalipun ditemukan kecurangan, silakan ditempuh dengan jalan konstitusional, karena negara menjamin hal tersebut lewat kehadiran Mahkamah Konstitusi.&nbsp;</span></span><span><br></span><span><br></span><span><span>Pasca penetapan hasil pemilu oleh KPU, saat ini keadaan Ibu Kota Jakarta menjadi siaga 1, pasukan gabungan TNI dan Polri didatangkan dari daerah-daerah lain. Unjuk rasa yang dilakukan Gerakan Nasional Kebangkitan Rakyat atau GNKR melahirkan banyak penumpang gelap yang ingin mengacaukan stabilitas politik bangsa. Fatalnya, pertumpahan darah pun tak terhindarkan, dengan jumlah korban meninggal 6 orang dan lebih dari 200 orang luka-luka. Uniknya, korban-korban ini dijadikan jualan patron untuk memprovokasi masyarakat akar rumput.</span></span><span><br></span><span><br></span><span><span>&ldquo;Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.&rdquo; Itu adalah kutipan tokoh yang akrab disapa Gus Dur. Kutipan ini menjadi batu pijakan dasar tulisan saya. Apa yang mau dicapai dengan gerakan anarkis dan brutal seperti ini? Gerakan apapun itu, sebisa mungkin dikontrol elite yang bertanggung jawab, jangan lalu cuci tangan dan pergi bertamasya ria ke negeri orang.</span></span><span><br></span><span><br></span><span><span>Mari sama-sama ciptakan ekosistem demokrasi yang sehat dan berperikemanusiaan, karena negara demokrasi menjamin kepastian hukum. Jika ada indikasi kecurangan selesaikan dengan menempuh jalur konstitusi. Menjadi negarawan memang tidaklah mudah, butuh jiwa yang bisa menerima kekalahan seperti kesatria. Ingat, rumah kita sebangsa setanah air adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, jangan sampai melempar atap rumah sendiri.</span></span><span><br></span><span><br></span><span><span><strong><em>Ditulis oleh Stanis Deri Burin, mahasiswa Fakultas Hukum 2017.</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Berita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dilema-berita/baca </link>
<guid> dilema-berita </guid>
<pubDate> Sun, 26 May 2019 10:11:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi menunggu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dilema-berita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UqOQdrDDW6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Berita</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tentangmu, yang tak kunjung tiba</span></p><p>Meski telah melebihi batas waktu</p><p>Tentangmu, yang membuat malam begitu berat</p><p>Diselingi kekhawatiran, bak diselimuti awan yang pekat</p><p><br></p><p>Menanti kehadiranmu dalam rangkaian kata</p><p>Menjadi tak pasti di setiap detiknya, hingga lelah aku berharap</p><p><br></p><p>Tenggat dibuat agar membuatmu terikat</p><p>Menjadi bukti keinginanku, agar kau hadir di saat yang tepat</p><p>Meski seringnya malah terhambat dan terlambat</p><p><br></p><p>Kami ahli untuk memohon kehadiranmu</p><p>Kami terbiasa mendengar suara-suara mereka yang menyusunmu</p><p>Kami sudah paham betul bagaimana rasanya</p><p>Karena kami juga bagian dari mereka</p><p>yang menyulap peristiwa dan disajikan dalam sebuah berita</p><p><em><strong>Ditulis oleh Fadiah Adlina, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2015, Hilda Annisa Firdausi, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2016, FISIP serta Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekalan KKN 45: Pemetaan Sosial Hingga Pengabdian Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-45-pemetaan-sosial-hingga-pengabdian-masyarakat/baca </link>
<guid> pembekalan-kkn-45-pemetaan-sosial-hingga-pengabdian-masyarakat </guid>
<pubDate> Sun, 26 May 2019 12:30:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi desa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-45-pemetaan-sosial-hingga-pengabdian-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/684FIaFWCV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembekalan KKN 45: Pemetaan Sosial Hingga Pengabdian Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pukul 09.00 pagi, matahari sudah tampak memancarkan sinarnya, menyambut beberapa mahasiswa yang mengenakan almamater kuning kebanggaan Unmul. Senin, 20 Mei lalu di gedung bundar Fakultas Pertanian (Faperta) sekitar 150 mahasiswa berkumpul mengikuti pembekalan KKN 45 DSM, CSR Astra, PUPR, dan Kebangsaan.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak berselang lama, pukul 09.15 Wita acara dimulai dengan terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, pembekalan dilaksanakan dan dibuka dengan penyampaian materi oleh Sonny Sudiar.</p><p style="text-align: justify;">Mula-mula Sonny menyampaikan tujuan dari KKN DSM. Sesuai dengan namanya, Desa Sejahtera Mandiri yaitu terwujudnya masyarakat yang mandiri dan sejahtera melalui kegiatan pengabdian oleh mahasiswa. Sehingga diharapkan masyarakatnya bisa mandiri setelah KKN dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan implementasi DSM yaitu mempercepat penanganan kemiskinan dan permasalahan sosial lainnya melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat desa secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan,&rdquo; ucap Sonny.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Sonny bahwa universitas berperan untuk melakukan kajian awal, yaitu dengan melakukan pemetaan sosial, analisa potensi desa, dan rencana pengembangan DSM. Mengintegrasikan program pengembangan DSM dengan pengabdian masyarakat, koordinasi pelaksanaan pengembangan DSM, dan pendampingan pelaksanaan program. Hingga pengembangan teknologi tepat guna di lokasi DSM dan rancangan sistem monitoring dan evaluasi (monev).</p><p style="text-align: justify;">Untuk KKN CSR Astra, Sonny menyebutkan bahwa program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa merupakan kolaborasi antara Unmul dengan Astra Indonesia. Tujuannya adalah untuk membentuk Kampung Berseri Astra (KBA).</p><p style="text-align: justify;">Adapun KKN Kebangsaan yang tidak hanya sekadar aktivitas pengabdian dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat saja. Tetapi dikembangkan sebagai media efektif bagi mahasiswa untuk melakukan proses pembekalan diri dalam membantu memberdayakan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;KKN Kebangsaan itu yang dibutuhkan kontribusi pemikiran mahasiswa,&rdquo; kata pria berkacamata itu.</p><p style="text-align: justify;">Setelah penyampaian materi tentang gambaran umum mengenai KKN DSM, Astra, dan Kebangsaan dilanjutkan kembali oleh Doni Dhonanto tentang pembuatan peta wilayah. Untuk mempermudah membuat peta dapat dilakukan melalui gawai dengan mengunduh aplikasi <em>GPS Essentials</em> lalu menyiapkan data spasial dari peta (skala dan koordinat) dan data atribut dari hasil wawancara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Usahakan buatkan peta untuk kelurahan,&rdquo; pesan Doni.</p><p style="text-align: justify;">Menuju akhir pembekalan, Doni mengatakan bahwa tugas utama dari KKN adalah membuat Pemetaan Sosial (<em>social mapping</em>), Pemetaan Geografis (<em>geographic mapping</em>), dan Pengabdian.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, pada saat pembekalan KKN Reguler Selasa (21/5) lalu, Esty yang hadir menjelaskan bahwa adanya kemungkinan mahasiswa yang memilih KKN Reguler akan menerima suntikan dana sebesar Rp5 juta dari Bank Kaltimtara untuk beberapa lokasi yang di pilih oleh pihak bank.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, daftar nama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pun sudah dilengkapi oleh pihak LP2M, namun belum diumumkan di website KKN Unmul sehingga mahasiswa diminta untuk terus memantau informasi dari <em>website</em> dan tidak memercayai berita yang beredar di luar jika bukan dari pihak LP2M. Lokasi KKN PUPR pun belum rampung untuk diumumkan, karena belum ada informasi lebih lanjut dari pihak PUPR mengenai pilihan kelurahan, begitu pula dengan informasi kontak desa lokasi tujuan akan di infokan pada website KKN Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Esty menegaskan, mahasiswa tak perlu membuat program kerja yang banyak. Lebih diutamakan program kerja sedikit namun mendalam dan dapat memberikan manfaat keberlanjutan bagi desa yang menjadi lokasi KKN. <strong><em>(ann/mrf/fir/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul di Balik Kerumitan Anggaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-di-balik-kerumitan-anggaran/baca </link>
<guid> unmul-di-balik-kerumitan-anggaran </guid>
<pubDate> Mon, 27 May 2019 09:35:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Transparansi anggaran Unmul menjadi cukup sering ditagih, terlebih oleh mahasiswa dalam tuntutan-tuntutan aksi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-di-balik-kerumitan-anggaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S04qJykNnT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul di Balik Kerumitan Anggaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Transparansi anggaran Unmul menjadi cukup sering ditagih, terlebih oleh mahasiswa dalam tuntutan-tuntutan aksi. Maka dari itu, Selasa (21/5) lalu rektorat menggelar pertemuan guna membahas penganggaran Unmul. Tujuannya adalah untuk menyamakan pemahaman terkait anggaran dana di Unmul. Bertempat di Ruang Rapat 1 lantai 3 Rektorat Unmul, agenda yang dimulai pukul 16.00 Wita tersebut dihadiri dekan dan wakil dekan fakultas serta perwakilan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul Masjaya bersama jajaran wakil rektor duduk berhadapan langsung dengan audiens, memaparkan sumber dan aturan dana, pengalokasian, serta kendala yang dihadapi. Dalam pertemuan tersebut, Bohari Yusuf Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat mengatakan bahwa dana uang kuliah tunggal (UKT) sebenarnya tidak cukup untuk memenuhi beberapa kebutuhan operasional mahasiswa, seperti almamater yang dibagikan sejumlah mahasiswa baru. Selain itu, dana dari UKT dikatakan Bohari sebenarnya hanya mampu membayar pelaksanaan hingga wisuda ketiga, artinya wisuda terakhir di Desember seharusnya dikenakan bayaran. KKN juga dikatakannya seharusnya membayar untuk kegiatan pembekalan, supervisi dan juga penilaian. Belum lagi biaya listrik Unmul yang setiap tahunnya harus membayar Rp6 miliar, yang mana anggaran tersebut tidak termasuk ke dalam UKT mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan karena Unmul merupakan universitas negeri, maka menerapkan sistem UKT. Sistem ini merupakan bagian dari biaya kuliah tunggal (BKT) yang ditanggung mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya. Sementara jika swasta akan menerapkan BKT, ialah keseluruhan biaya operasional setiap mahasiswa per semester pada satu program studi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnya semua jumlah BKT Rp450 miliar jika BKT diterapkan. Tapi karena Unmul negeri, maka dibuatlah UKT, yang terbayar Rp149 miliar. Lalu sisanya siapa yang bayar? Dibayarlah oleh pemerintah pusat dengan BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri), rupiah murni operasional. Berapa jumlahnya? BOPTN Rp35 miliar, rupiah murni operasional Rp18 miliar. Tetapi dengan uang yang ada, kita bisa akreditasi A. Solusinya adalah turunkan target/ kualitas atau sama-sama cari pembiayaan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu terdapat faktor eksternal yang juga memengaruhi besaran angka UKT. Salah satunya adalah biaya hidup di Kalimantan Timur yang dikatakannya berada di posisi ketiga termahal setelah Jakarta dan Kepulauan Riau. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Cara lain untuk menambah pemasukan Unmul di antaranya adalah dengan mengoptimalkan fungsi dan peran badan pengelola usaha (BPU). Sebab inilah sumber sah yang paling mungkin dilakukan untuk menambah pendanaan. Ada juga sumbangan pembangunan institusi (SPI) melalui jalur mandiri untuk mahasiswa baru. Kemudian ada juga hitung ulang UKT dengan melibatkan BEM tiap fakultas, terakhir ialah dengan meminta dana hibah dari pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Usai pemaparan tersebut, dibuka sesi tanya jawab kepada mahasiswa. Dari tiga mahasiswa yang diberikan kesempatan, ketiganya menyorot terkait kebijakan SPI yang dinilai tidak relevan dan tidak solutif. SPI merupakan sumbangan yang diberikan oleh mahasiswa untuk universitas yang bersifat wajib dan diberikan satu kali saja. Tujuannya ialah untuk mengoptimalkan kinerja perguruan tinggi. Terkait aturan dan kebijakan ini diserahkan ke tiap fakultas agar masing-masing dapat menyesuaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka bayar Rp3 juta ke atas tapi sama dengan yang membayar UKT Rp500 ribu. Tidak adil bagi yang SMMPTN,&rdquo; ujar Ricky, dari DPM FIB.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Mushab Al-Ma&rsquo;ruf dari BEM KM mempertanyakan evaluasi mahasiswa yang lulus jalur mandiri. Berdasarkan infromasi yang ia dapat, mahasiswa yang melakukan penundaan pembayaran UKT ada yang berasal dari jalur mandiri. Belum lagi terkait kebijakan fakultas yang menaikkan UKT-nya tanpa melibatkan mahasiswa dalam keputusan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Muhammad Nurfiqri dari DPM Faperta juga turut menanyakan keberatannya terkait adanya SPI. Meski masih menjadi pembahasan di beberapa fakultas menurutnya SPI bukan solusi yang tepat. &ldquo;Sudah ujian mandiri, dikenakan SPI lagi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi SPI yang dinilai tidak relevan, Bohari meminta saran jika memang SPI tidak diterapkan. &ldquo;Mohon kita dikasih masukkan. Jangan hanya bilang tidak boleh, lalu apa kira-kira? Jika UKT tidak naik, SPI tidak ada, jadi (dana) dari mana?&rdquo; tanyanya.</p><p style="text-align: justify;">Sedang BPU yang menjadi salah satu sumber dana saja tidak mencapai satu miliar dalam satu tahun. Sementara program yang akan dilaksanakan berkisar ratusan miliar. Bohari juga menjelaskan, mahasiswa yang lulus dengan jalur mandiri akan membantu mahasiswa yang membayar UKT kategori di bawahnya, atau yang disebut dengan subsidi silang. &ldquo;20% dari mahasiswa kita itu tidak mampu, UKT-nya murah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menegaskan bagi mahasiswa yang lulus jalur mandiri namun tidak mampu, tidak akan dikenakan SPI, bahkan akan digratiskan. Sebab ini adalah komitmen dari kementerian dan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Abdunnur Wakil Rektor II mengatakan telah mengusakahan agar pemerintah memberikan kebijakan dengan meningkatkan alokasi BOPTN. Ia menilai belum secara keseluruhan potensi turut memberikan kontribusi. Salah satunya ialah prestasi mahasiswa, yang tidak mendukung perhitungan formulasi penambahan BOPTN Unmul selain akademik, publikasi ilmiah, dosen, SDM, tata kelola, kerja sama, akreditasi institusi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sayangnya prestasi mahasiswa tidak mencapai satu poin. Kalau mau meningkatkan dari sisi mahasiswa, kita bikin kegiatan yang <em>output</em>-nya prestasi. Baik skala lokal maupun nasional,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan selisih kas yang terjadi salah satunya disebabkan karena mahasiswa yang menunda membayar UKT, yang mana ini merupakan kebijakan yang dibuat oleh rektor. &ldquo;Berdasarkan aturan tidak ada penundaan SPP, itu kebijakan rektor saja. Berdasarkan laporan keuangan, itu jelek. (Menyebabkan) banyak piutang,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Mendekati waktu magrib, Masjaya menutup pertemuan tersebut dengan memberikan <em>closing statement</em>. &ldquo;Intinya kita ingin mencari cara bagaimana kualitas kita bagus tanpa membebani terlalu berat kepada mahasiswa,&rdquo; tegasnya. <strong><em>(adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Panjang Kasus Meme Faperta Akhirnya Temui Titik Akhir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-kasus-meme-faperta-akhirnya-temui-titik-akhir/baca </link>
<guid> jalan-panjang-kasus-meme-faperta-akhirnya-temui-titik-akhir </guid>
<pubDate> Mon, 27 May 2019 11:46:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus meme Faperta kini capai tingkat akhir. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-kasus-meme-faperta-akhirnya-temui-titik-akhir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/82m1SUFzKX.png" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Panjang Kasus Meme Faperta Akhirnya Temui Titik Akhir</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Belit kasus pencemaran nama baik instansi terkait pembuatan dan penyebaran yang melibatkan mahasiswa Faperta kini menemui titik akhir. Setelah mahasiswa melakukan permintaan maaf dan klarifikasi media sebagaimana yang termaktub dalam berita acara sidang kedua (Baca,&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tulis-permintaan-maaf-dan-komitmen-atas-kasus-meme/baca" style="text-align: inherit;"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tulis-permintaan-maaf-dan-komitmen-atas-kasus-meme/baca" style="text-align: inherit;">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tulis-permintaan-maaf-dan-komitmen-atas-kasus-meme/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">) rapat sidang ketiga yakni sidang terakhir pun digelar pada Kamis (23/5) lalu. Bertempat di Ruang Sidang 2, rapat senat dimulai pukul 14.00 Wita dan dihadiri oleh 6 dari 16 senat. Dari pihak mahasiswa dihadiri oleh 8 orang terdiri dari seluruh Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) terpilih, serta gubernur dan wakil gubernur terpilih Faperta, dan Bagus Arif sebagai Ketua II.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rapat dibuka oleh Ketua Senat, Khrisna Purnawan Candra dengan penyampaian poin-poin permintaan dari pihak birokrat. Tanpa disadari oleh mahasiswa, poin pertama yang berisikan tentang penonaktifan petisi di&nbsp;</span></span><span><span><em>change.org</em>&nbsp;</span></span><span><span>ternyata belum terpenuhi karena masih dapat diakses. Selain itu, pengklarifikasian dan permohonan maaf di media, juga dirasa kurang oleh dekan karena hanya dilakukan melalui&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span></span><span><span>sementara ada media lain yang juga sempat membahas kasus ini.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kami kira sudah enggak aktif karena yang buat kemarin itu teman-teman yang lain, bukan kami. Klarifikasi di media lain seperti&nbsp;</span></span><span><span><em>Kaltim Today</em></span></span><span><span>&nbsp;juga diminta, dan permohonan maaf di grup Ormawa Faperta di&nbsp;</span></span><span><span><em>Whatsapp</em></span></span><span><span>,&nbsp;</span></span><span><span><em>Instagram</em></span></span><span><span>, dan&nbsp;</span></span><span><span><em>Facebook</em></span></span><span><span>,&rdquo; ujar Hanif saat ditemui di Gazebo Faperta, sore hari pasca rapat sidang.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Adapun poin kedua tentang permintaan maaf secara tertulis, ada perubahan kalimat yang harus diubah karena terdapat ambiguitas di dalam surat tersebut. Sedangkan untuk poin ketiga tentang rapat senat ketiga yang dilangsungkan menjadi rapat sidang terakhir untuk mengakhiri kasus. Komunikasi lebih lanjut akan dilakukan dengan pihak fakultas, yakni dekan secara langsung.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kurangnya bukti dokumen pemenuhan dari pihak mahasiswa menjadikan hasil rapat sama seperti sebelumnya. Mahasiswa diminta untuk melengkapi dokumen yang kurang selambat-lambatnya pada Senin (27/5). Begitu seluruh syarat telah terpenuhi, BEM dan DPM terpilih Faperta akan segera dilantik.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Diakui Hanif, masalah pelantikan ini cukup menghambat kegiatan BEM. Karena segala sesuatu yang memerlukan pendanaan dan tempat harus memerlukan tanda tangan dari Wakil Dekan III, Achmad Zaini. Lebih lanjut, ia mengatakan BEM Faperta tetap aktif untuk kegiatan diluar fakultas seperti Jaringan Advokasi (Jarvo) dan Garuda Mulawarman.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Saran dari WD III yang penting ada usaha untuk mengklarifikasi itu. Kalau misalkan media tersebut tidak mau menerbitkan minimal kita sudah melakukan komunikasi dengan media tersebut bahwasanya dia menerima klarifikasi dari kita. Selanjutnya terserah dia mau nerbitin atau enggak,&rsquo;&rsquo; papar Hanif.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Poin-poin permintaan dari mahasiswa sendiri menurut Hanif akan dilakukan pada saat pelaksaan program kerja Halo Dekan dari DPM Faperta yang kemungkinan baru dilakasanakan pada September atau Oktober mendatang yang diperuntukkan untuk mengevaluasi kinerja dekan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Poin-poin dari mahasiswa tidak disampaikan dalam rapat karena pihak mahasiswa ingin menuntaskan</span></span><span><span>&nbsp;masalah yang ada terlebih dahulu. Jangan sampai karena kita menuntut yang seperti itu lagi, nanti dihambat-hambat lagi,&rsquo;&rsquo; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>ann/adl/fqh</span></span></em></strong><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span><span><span></span></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Panjang Menanti KTR di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-menanti-ktr-di-unmul/baca </link>
<guid> jalan-panjang-menanti-ktr-di-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 28 May 2019 10:35:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kawasan tanpa rokok. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-menanti-ktr-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U1dLwSyhcY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Panjang Menanti KTR di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu (26/5) siang, muka Gedung Rektorat Unmul disuguhkan dengan spanduk propaganda bertuliskan &lsquo;<em>Bapak Rektor, Unmul sudah akreditasi A, kapan mau KTR?</em>&rsquo;. Spanduk itu hanya bertahan 15 menit. Tak berselang lama langsung dicabut oleh Satuan Petugas (Satgas) Unmul. Belakangan diketahui, aksi pembentangan spanduk itu dimotori oleh Aliansi Segitiga Kesehatan, gabungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran (FK).</span></p><p style="text-align: justify;">Saat konferensi pers Minggu (26/5) lalu, kepada <em>Sketsa</em>, Bayu Rosandy Gubernur BEM FKM menjelaskan bahwa aksi itu didasari atas keresahannya selama ini. Sebab pihak rektor tak mengindahkan kawasan tanpa rokok (KTR) yang telah diusulkan kepada Rektor Unmul Masjaya sejak 2017 silam, hingga kini tak kunjung menemukan titik terang.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, BEM FKM telah melakukan survei pada 2016 lalu. Hasil dari survei itu membuktikan sebanyak 89,9% dari total 921 responden setuju mengenai penerapan KTR di Unmul. Kajian inilah yang diteruskan ke Masjaya. Bahkan dikatakan Bayu, sapaan akrabnya, pihak rektorat telah menghilangkan kajian tersebut saat akan ditindaklanjuti oleh BEM FKM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun 2017 masuklah kajian kami ke Pak Masjaya, namun nyatanya saat di-<em>follow up</em>, kajian tersebut dihilangkan dan masih kita <em>follow up</em> terus sampai 2018, kita masih belum ada titik temunya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah tiga tahun lamanya menanti kabar yang tak kunjung datang, lantas Aliansi Segitiga Kesehatan tak tinggal diam. Pergerakan yang digawangi mahasiswa kesehatan itu diakui Bayu selama ini hanya sebatas audiensi yang belakangan dinilai kurang efisien, sehingga perlu adanya gebrakan baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami merasa 3 tahun audiensi saja tidak cukup untuk keluarnya SK (Surat Keputusan) KTR di Unmul, maka kami mencoba untuk bagaimana caranya kami buat sedikit mengarahkan massa ke rektorat. Entah nanti aksi atau bagaimana,&rdquo; papar mahasiswa 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan rencana ke depan, akan membuat gerakan <em>WhatsApp</em> Rektor Serempak untuk menanyakan ihwal kelanjutan KTR, juga pembentangan spanduk propaganda yang lebih besar di beberapa titik di Unmul. Hal ini merupakan bentuk gebrakan sekaligus kekecewaan aktivis kesehatan kepada universitas berakreditasi A yang dinilai lamban dalam menangani masalah kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Unmul sudah akreditasi A, istilahnya terbaik lah di Kalimantan Timur tapi kenapa masalah kesehatan ragu untuk mengimbau seluruh civitas academica untuk tidak merokok,&rdquo; tukasnya resah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Landasan Penerapan KTR di Kampus</strong></p><p style="text-align: justify;">Berbagai aturan mengenai rokok telah jelas tertuang pada Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif, berisi tentang pembentukan KTR sebagai salah satu upaya pembinaan atas pengamanaan produk tembakau. Aturan lainnya ada pada Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Samarinda Nomor 51 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dalam aturan itu disebutkan bahwa salah satu yang termasuk dalam KTR adalah tempat proses belajar mengajar.</p><p style="text-align: justify;">Kendati Unmul belum menerapkan KTR dalam lingkup besar, namun beberapa fakultas telah mengimplementasikan Perwali Kota Samarinda Nomor 51 Tahun 2012 itu. Di antaranya seperti FKM, FEB, dan FISIP, meski dalam pelaksanaannya masih perlu banyak evaluasi.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/rokok-dan-aturan-aturannya-di-kampus/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/rokok-dan-aturan-aturannya-di-kampus/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Nama lainnya yang akan menyusul ialah Fakultas Farmasi. Gubernur BEM Farmasi, Faisal Riyanda mengatakan bahwa pihaknya baru saja mengantongi persetujuan dari Wakil Dekan I untuk menerapkan KTR. Saat ini memasuki proses penyusunan oleh Dinas Kesejahteraan Mahasiswa BEM Farmasi. Selain menerapkan KTR, pihaknya tengah berencana untuk menanam tanaman penangkal radikal bebas dari asap rokok. Hal ini merupakan solusi para perokok dalam upaya penyediaan <em>smoking area</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika dikeluarkannya SK wakil dekan ataupun SK dekan terkait KTR di Farmasi maka tidak menutup kemungkinan ada daerah yang diperbolehkan untuk merokok seperti mungkin di bawah pohon atau seperti di dekat tanaman yang berfugsi sebagai penangkal radikal,&rdquo; papar Faisal. <em><strong>(fzn/snh/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FIB Entrepreneur sebagai Wadah Kreativitas Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/fib-entrepreneur-sebagai-wadah-kreativitas-mahasiswa/baca </link>
<guid> fib-entrepreneur-sebagai-wadah-kreativitas-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 29 May 2019 09:25:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB Enterpreneur 2019 yang digelar bertepatan dengan bulan Ramadan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/fib-entrepreneur-sebagai-wadah-kreativitas-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K43ruFqOmC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>FIB Entrepreneur sebagai Wadah Kreativitas Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul tak hanya menggelar event-event unik setiap merayakan ulang tahun unit kegiatan mahasiswanya, seperti dalam perayaan ulang tahun UKM Teater Mahib&rsquo;e, serta dies natalis FIB. Selain itu, ada juga cara unik dalam pengambilan nilai setiap mata kuliahnya. Seperti mengadakan event <em>public speaking</em> di halaman belakang kampus yang dibuat seperti festival News Report, atau mengadakan pertunjukkan drama yang menampilkan semua mahasiswa dalam satu angkatan.</p><p style="text-align: justify;">Kamis (23/5) lalu, FIB Unmul kembali mengadakan event bertajuk FIB Enterpreneur. FIB Enterpreneur merupakan event yang setiap tahun selalu diselenggarakan. Event ini dalam rangka pengambilan nilai akhir mata kuliah Kewirausahaan program studi Sastra Inggris dan Sastra Indonesia angkatan 2016. FIB Enterpreneur kali ini diikuti sebanyak 18 kelas dari dua prodi tersebut. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, FIB Enterpreneur tahun ini bertepatan dengan momen Ramadan.</p><p style="text-align: justify;">Sebab bertepatan dengan bulan Ramadan, panitia akhirnya berinisiatif membuka bazar bertemakan Ramadan. Bertempat di halaman depan FIB, bazar Ramadan FIB tak hanya dikunjungi mahasiswa FIB, dosen-dosen, mahasiswa dari fakultas lain serta masyarakat sekitar turut meramaikan FIB Enterpreneur.</p><p style="text-align: justify;">Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhkan dengan berbagai macam menu berbuka atau takjil, ada serangkaian acara yang sudah disiapkan panitia untuk menghibur para pengunjung. Tak hanya hiburan dari panitia, peserta bazar pun beramai-ramai memberikan hiburan terbaiknya guna menarik calon pembeli.</p><p style="text-align: justify;">Zamrud Whidas Pratama, selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan menyebut event ini sebagai bekal kepada mahasiswa FIB agar dapat mandiri, kreatif dan mampu berwirausaha di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maksud kami adalah setidaknya mereka merasakan, membentuk suatu usaha dengan teori-teori yang sudah diberikan yang tentunya juga dalam skala mikro. Bagaimana sih menjadi seorang wirausaha di era milenial sekarang,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak menutup kemungkinan mahasiswa FIB akan berkreasi dan membangun usahanya sendiri. Apalagi di era milenial saat ini, mahasiswa dituntut untuk tak hanya menguasai teori namun praktik di lapangan. <strong><em>(ren/vny/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berkah Mudik bagi Perekonomian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/berkah-mudik-bagi-perekonomian/baca </link>
<guid> berkah-mudik-bagi-perekonomian </guid>
<pubDate> Thu, 30 May 2019 00:24:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi mudik ke kampung halaman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/berkah-mudik-bagi-perekonomian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AePKaI71vj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berkah Mudik bagi Perekonomian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Mudik merupakan salah satu kearifan lokal Indonesia. Setiap tahun, arus mudik senantiasa melibatkan banyak lapisan masyarakat. Mulai dari presiden, para menteri, ketua DPR RI hingga buruh sekalipun hanyut dalam arus ini. Dengan banyaknya masyarakat yang terlibat, tidak dipungkiri tradisi ini berdampak luas terhadap beberapa sektor. Salah satunya ialah sektor ekonomi. Pada sektor ini, setidaknya ada tiga nilai positif yang diperoleh apabila tradisi mudik dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah.</span></p><p style="text-align: justify;">Pertama, aktivitas mudik akan menciptakan redistribusi kekayaan. Pergerakan manusia dalam jumlah yang sangat besar tentu diikuti dengan pergerakan uang. Sehingga, tingkat perputaran uang yang besar dan cepat atau dalam teori ekonomi di sebut sebagai <em>velocity of money</em> akan mendorong produksi barang dan jasa terutama di sektor riil. Dengan demikian, aliran uang dari kota yang di bawa pemudik ke daerah-daerah dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi regional. Tentu secara agregat bukan hanya uang <em>cash</em> yang dibawa, namun juga berupa barang-barang elektronik, pakaian, makanan dan sebagainya. Dengan jumlah arus mudik yang besar, dapat dipastikan redistribusi kekayaan dari daerah satu kedaerah lainnya atau dari satu individu ke individu lainnya akan terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, aktivitas mudik berdampak positif terhadap pembangunan infrastruktur. Mudik yang tiap tahunnya melibatkan jutaan masyarakat mestinya harus disuplai oleh infrastruktur yang memadai. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Senin (6/5) menyatakan bahwa kondisi infrastruktur yang baik akan berpengaruh positif terhadap meningkatnya animo masyarakat untuk mudik lebaran. Oleh sebab itu, setiap tahunnya ada saja pembangunan atau pembaharuan infrastruktur publik oleh pemerintah. Misalnya seperti jalan tol, pelabuhan, rel kereta api, jembatan dan sebagainya. Efeknya tidak hanya dirasakan ketika musim mudik saja, namun akan berpengaruh positif bagi sektor ekonomi selepas arus mudik dan lebaran. Infrastruktur yang ada pasti akan dimanfaatkan secara berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, mudik menjadi salah satu momen pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat data masyarakat yang mudik di 2017 berkisar 18,6 juta orang. Sementara di 2018, masyarakat yang mudik ada sebanyak 19,5 juta orang. Tahun ini diprediksi akan meningkat menjadi 23 juta orang. Dengan jumlah pemudik yang terus bertambah setiap tahunnya, secara agregat akan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi. Jenis konsumsi berupa kendaraan bermotor, pakaian, makanan, biaya komunikasi dan sebagainya tentu akan meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, naiknya volume kendaraan bermotor ketika mudik akan berbanding lurus dengan naiknya konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas&apos;ud Khamid pada Senin (27/5) menyebut persentase kenaikan BBM diproyeksikan akan naik 15% rata-rata nasional pada arus mudik tahun ini. Hal itu juga tidak terlepas dari masifnya pembangunan infrastruktur berupa jalan tol yang ada di beberapa titik di pulau Jawa. Hal ini diprediksi akan melambungkan konsumsi BBM sebesar 30-40% dari tahun sebelumnya. Naiknya jumlah konsumsi BBM tiap tahunnya pada saat mudik lebaran akan berdampak positif terhadap pendapatan ekonomi nasional. Dari fakta ini, berarti mudik bisa dijadikan sebagai salah satu akselerator dalam pertumbuhan ekonomi nasional.</p><p style="text-align: justify;">Dengan berbagai geliat ekonomi yang terjadi pada saat mudik lebaran, seharusnya dapat memberikan kita pemahaman serta gambaran mengenai tradisi mudik yang ada di Indonesia. Karena selain beberapa hal di atas, tentu masih banyak lagi dampak dari adanya tradisi mudik yang perlu dikaji dari berbagai sudut pandang.</p><p style="text-align: justify;">Namun, para pemudik harus tetap berhemat dan berjaga-jaga dengan kondisi ekonominya. Buatlah perencanaan keuangan yang matang, baik sebelum maupun sesudah mudik lebaran. Hal ini dilakukan agar pengeluaran pada saat mudik lebaran dapat terkontrol, dan tidak berada pada titik klimaksnya. Mari, kita berharap perekonomian dapat tetap bugar dan tidak lesu kembali pasca mudik lebaran.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Pandu Fazri Harmawan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semrawut dan Jalan Tengah Polemik Pemilu Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semrawut-dan-jalan-tengah-polemik-pemilu-indonesia/baca </link>
<guid> semrawut-dan-jalan-tengah-polemik-pemilu-indonesia </guid>
<pubDate> Fri, 31 May 2019 11:47:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisruh pemilu berbuntut panjang, hingga nyawa melayang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semrawut-dan-jalan-tengah-polemik-pemilu-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Wlp6cCuEa2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Semrawut dan Jalan Tengah Polemik Pemilu Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pemilu tahun ini berbuntut panjang, bahkan menyebabkan ratusan nyawa melayang. Sepanjang waktu menanti pengumuman hasil pemilu dari komisi pemilihan umum (KPU), beredar kabar ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Petugas Suara (KPPS) meninggal dunia. Tak berhenti sampai di situ, pasca disiarkannya presiden dan wakil presiden terpilih, kembali sejumlah nyawa menjadi korban. Melalui aksi pada 21-22 Mei lalu, di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dan Jalan KS Tubun, Petamburan, Jakarta Barat. Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta mengabarkan kepada media, terdapat 8 massa aksi yang meninggal dalam aksi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya aksi tersebut memang berjalan tanpa baku hantam, sesuai dengan tajuk aksi damai. Namun siapa menduga, malam yang semakin larut justru menjadi saksi massa aksi terlibat baku hantam dengan aparat. Tak pelak, pada Selasa malam (21/5) hingga Rabu dini hari (22/5) aksi tersebut berujung kerusuhan hingga menyebabkan massa aksi, masyarakat sekitar, aparat, bahkan jurnalis terluka. Melihat banyaknya nyawa yang menjadi korban dalam perjalanan pemilu tentunya tak dapat disepelekan dan menjadi bahan evaluasi. Sistem pemilu serentak juga turut dinilai bukan pilihan terbaik untuk diterapkan. Beberapa mahasiswa turut memberikan opininya terkait polemik pemilu ke surel <em>Sketsa</em>. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/opini/pemilu-serentak-bukan-solusi-terbaik/baca)">https://www.sketsaunmul.co/opini/pemilu-serentak-bukan-solusi-terbaik/baca)</a> dan <a href="https://www.sketsaunmul.co/opini/people-power-bola-panas-yang-memanen-korban/baca">https://www.sketsaunmul.co/opini/people-power-bola-panas-yang-memanen-korban/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>detiknews</em>, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan ada keterlibatan preman Tanag Abang yang menerima bayaran sebesar Rp300 ribu untuk turut terlibat dalam aksi. Hal ini didasari oleh keterangan para perusuh yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kekacauan yang terjadi cukup berpengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia di belahan daerah lainnya. Menghindari penyebaran berita hoaks serta meminimalisir terjadinya provokasi lewat media sosial, pemerintah mengambil keputusan untuk melakukan pemblokiran atau pembatasan akses sebagian sosial media secara parsial dan temporer. Hal ini menuai pro dan kontra.</p><p style="text-align: justify;">Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Polirik (FISIP) Sry Reski Mulka turut menanggapi kasus ini. Menurutnya konyol jika penyelenggaraan pemilu dibayar dengan nyawa. &ldquo;Harusnya dalam demokrasi modern kita yang menyelenggarakan pemilu, peserta harus siap kalah dan menang. Kalau merasa ada kecurangan yang dilakukan oleh lembaga penyelenggara, itu ada alurnya. Mereka bisa langsung menggugat ke MK. Kalau misalnya MK sudah memutuskan, tidak boleh digugat kembali,&rdquo; ujar dosen Sistem Politik Indonesia ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan pemilu beberapa waktu lalu masih memiliki pemanfaatan identitas politik di dalamnya. Terlihat pada suara pasangan capres-cawapres nomor urut 2 yang unggul di wilayah Aceh dan Sumatera, yang notabenenya secara agama kuat. Sementara nomor urut 1 unggul di Papua dan Bali. Menurutnya, dapat disimpulkan bahwa politik identitas itu masih eksis dan masih dipakai dalam penyelenggaraan pemilu.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, jalan tengah kasus ini ialah rekonsiliasi, yaitu menjalin hubungan persahabatan kembali anatar elit politik. Mulka menambahkan, berdasarkan hasil riset perilaku pemilih di Indonesia yang dilakukan oleh peneliti dari UIN, sebesar 20-25% perilaku pemilih di Indonesia bersifat rasional, lainnya emosional. Beberapa di antaranya juga memiliki sifat yang cenderung sosiologis. Tak heran jika banyak kejadian, mereka yang tidak terpilih melampiaskannya secara emosional. &ldquo;Seharusnya masyarakat berperilaku secara rasional untuk mewujudkan demokrasi yang modern.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimanapun, dikatakannya keputusan hasil pemilu harus dapat diterima oleh kedua belah pihak secara sportif. Ia juga berharap ke depannya tidak hanya mereka yang bertarung saja yang berlangsung damai, namun juga mereka yang mendukungnya, tak terkecuali masyarakat. Hal ini tak lain untuk menghindari terulangnya tindakan anarkis serta penyebaran berita-berita hoaks. <strong><em>(rth/fzn/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Makna Mudik yang Sebenarnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/makna-mudik-yang-sebenarnya/baca </link>
<guid> makna-mudik-yang-sebenarnya </guid>
<pubDate> Fri, 31 May 2019 12:34:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pulang kampung. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/makna-mudik-yang-sebenarnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cAi3YT1bcI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Makna Mudik yang Sebenarnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sejak ditetapkannya 30 Mei sebagai hari pertama libur lebaran, Unmul mulai sepi karena ditinggal pulang kampung oleh civitas academica. Menjelang hari libur tiba, rasa semangat untuk bisa mudik seakan tak terbendung lagi. Terlebih sudah terbayang bahwa kita sudah berasa di rumah bersama keluarga, benar-benar momen yang sangat ditunggu mahasiswa perantau. Bahkan, beberapa fakultas mulai 27 Mei, sudah ada yang meliburkan kegiatan akademiknya.</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam perkembangannya, momen mudik pada zaman dulu berbeda dengan sekarang. Dulu pulang kampung dilakukan hanya untuk mengunjungi dan berkumpul dengan keluarga. Menurut budayawan Umar Kayam (2002), mudik pada awalnya merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa yang sudah ada jauh sebelum Kerajaan Majapahit. Kegiatan tersebut dulu digunakan untuk membersihkan kuburan atau makam leluhur disertai upacara doa bersama kepada dewa-dewa di kahyangan. Tujuannya, agar para perantau diberi keselamatan dalam mencari rezeki. Sementara itu, keluarga yang ditinggalkan tak dirundung petaka.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, mahasiswa perantau yang melakukan mudik, juga menunjukkan eksistensi dirinya selama di perantauan. Mereka yang kembali ke kampung halaman akan membawa sesuatu yang membanggakan diri dan keluarganya. Sehingga kebanyakan mahasiswa yang merupakan pemudik memaksakan diri untuk tampil sebaik mungkin, bagaimanapun caranya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, lebih dari itu momen pulang kampung punya sejumlah manfaat, seperti melepas rasa rindu bertemu dengan keluarga. Ajang beristirahat dari rasa penat setelah bekerja dan sebagai media rekeasi. Lalu sebagai ajang silaturahmi dengan bayak orang di kampung, menjalankan roda ekonomi dan perputaran uang di daerah, serta bisa meningkatkan pariwisata daerah tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>Kompasiana</em>, pulang kampung adalah salah satu cara untuk melegitimasi keberhasilannya di kampung rantau, seperti baju baru, jam tangan, ponsel terbaru, hingga menyewa mobil dan menggunakan transportasi mahal untuk sampai ke kampung halaman. Sampai di kampung, tapi aksen bahasa dan perilaku sosial masih bergaya &lsquo;kota&rsquo; agar terlihat keren.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi jika sudah muncul niat untuk pamer kemewahan, jelas ini tidak baik. Karena akan memunculkan jiwa konsumerisme yang bisa berujung pada perilaku boros dan berbagai perilaku yang tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran Islam dan tujuan puasa itu sendiri. Di mana hasil puasa selama sebulan penuh, seharusnya semakin menghadirkan ketakwaan, yaitu kedekatan kepada Allah dan sesama manusia yang sebagian besar masih mengalami kesulitan hidup. Akibatnya, bisa mengundang cemburu dan iri hati para penduduk kampung.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu bagi mahasiswa rantau yang melakukan mudik, seharusnya &lsquo;meluruskan&rsquo; niat bahwa mudik adalah kegiatan personal untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan berziarah ke makam sanak saudara. Jangan salah fungsikan makna mudik untuk &lsquo;pamer&rsquo; keberhasilan dengan menunjukkan atau memakai barang-barang yang mewah dan mahal. Tentu terlihat jika menunggu untuk dipuji oleh orang sekampung.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Julkaet, Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Saling Menghargai dalam Hari Tanpa Tembakau Sedunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/saling-menghargai-dalam-hari-tanpa-tembakau-sedunia/baca </link>
<guid> saling-menghargai-dalam-hari-tanpa-tembakau-sedunia </guid>
<pubDate> Sat, 01 Jun 2019 06:29:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia oleh WHO. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/saling-menghargai-dalam-hari-tanpa-tembakau-sedunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9XQaOV6KkY.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Saling Menghargai dalam Hari Tanpa Tembakau Sedunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - 31 Mei menjadi peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) atau <em>World No Tobacco Day</em>. Sejarah panjang HTTS berawal dari tahun 1989 yang digalakkan oleh <em>World Health Organization&nbsp;</em>(WHO). Dalam peringatan tersebut, WHO berupaya untuk mengurangi jumlah penggunaan rokok tembakau dengan menyerukan arahan untuk tidak merokok selama 24 jam. HTTS juga sekaligus sebagai peringatan tentang bahaya mengonsumsi tembakau bagi kesehatan.</span></p><p style="text-align: justify;">Tembakau adalah hasil proses yang berasal dari tanaman genus <em>Nicotiana</em> yang merupakan produk pertanian. Salah satu produk tembakau ialah rokok. Penyakit yang disebabkan karena &nbsp;tembakau adalah kanker paru, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit jantung koroner, gangguan pembuluh darah dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data WHO, disebutkan bahwa rokok mengakibatkan lebih dari 7 juta kematian setiap tahunnya. Bahkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dalam <em>tirto.id</em> menyebutkan bahwa di Indonesia terjadi peningkatan jumlah perokok usia remaja. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 33,8% merupakan jumlah perokok di atas 15 tahun, dimana jumlah tersebut didominasi oleh laki-laki.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah aksi dan gerakan telah dilakukan di berbagai belahan dunia. Hal ini juga terjadi di Indonesia yang ramai dengan tagar <em>#terimakasihkretek</em> di media sosial Twitter, menanggapi kampanye &lsquo;matikan rokokmu&rsquo; pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Para warganet yang turut menyuarakan penolakan HTTS itu menganggap bahwa rokok bukanlah biang dari berbagai penyakit, bahkan rokok berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga 5 triliun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lucu menyalahkan rokok sebagai biang dari kanker paru-paru. Rokok bukan penyebab tunggal, ada variabel lain yang membuat orang terkena penyakit. <em>#TerimakasihKretek</em>,&quot; tulis @ayukurnis pada laman Twitter</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih ingat ga? Dana cukai rokok berkontribusi menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan hingga Rp 5 triliun. Coba-coba ngana pikir lagi,&rdquo; tulis @adeliavina.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, mahasiswa Fakultas Kehutanan Ifdhal Ahdiyaka mengatakan terganggu dengan paparan asap rokok yang jelas merugikan perokok pasif. &quot;Rokok itu merugikan buat orang sekitar, apalagi yang tidak merokok seperti aku karena asapnya yang mengganggu. Yang paling utama, dampak terparah dari rokok itu cenderung lebih merugikan perokok pastif daripada perokok aktif,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Hendri Setiawan sebagai perokok aktif mengaku tidak keberatan dengan kampanye matikan rokok, sebab menurutnya hal itu adalah salah satu cara menghargai orang yang tidak merokok. &quot;Aman aja sih untuk (kampanye) matikan rokok karena itu masalah menghargai,&quot; tukas mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu.</p><p style="text-align: justify;">Namun di balik pro dan kontra mengenai HTTS, Indonesia telah mengatur dengan jelas terkait produk tembakau itu. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus berupaya untuk menekan jumlah perokok aktif di berbagai daerah melalui Kawasan Tanpa Rokok (KTR). <em><strong>(snh/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tujuh Puluh Empat Tahun Pancasila, Sudahkah Kita Memaknainya? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/tujuh-puluh-empat-tahun-pancasila-sudahkah-kita-memaknainya/baca </link>
<guid> tujuh-puluh-empat-tahun-pancasila-sudahkah-kita-memaknainya </guid>
<pubDate> Sat, 01 Jun 2019 07:12:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pancasila yang seharusnya menjadi landasan negara, kerap menjadi pajangan semata. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/tujuh-puluh-empat-tahun-pancasila-sudahkah-kita-memaknainya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TYFIA4eoqI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tujuh Puluh Empat Tahun Pancasila, Sudahkah Kita Memaknainya?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pancasila, terdiri dari kata panca yang berarti lima, dan sila yang berdasarkan KBBI ialah aturan yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa. Setiap sila wajib dipatuhi dan diamalkan dalam kehidupan. Namun, apakah kita telah mengamalkan Pancasila dalam kehidupan? Mungkin penerapan Pancasila saat ini masih belum sepenuhnya terlaksana. Namun penting juga bagi kita penerus bangsa untuk mengenal dan memperdalam sejarah lahirnya Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, 1 Juni merupakan Hari Lahir Pancasila yang ke-74. Jika menilik ke belakang, Pancasila telah menjadi landasan bangsa ini sejak 1945 silam, di tahun Indonesia merdeka. Dilansir dari hipwee.com, Burung Garuda yang menjadi simbol Pancasila bukan sekadar lambang belaka. Namun setiap unsurnya memiliki makna yang mendalam. 17 helai pada setiap sayap, 8 helai pada ekor, dan 19 helai pada pangkal ekor, dan 45 helai pada bagian leher melambangkan waktu proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Tameng melambangkan pertahanan, perjuangan, dan perlindungan diri. Sementara kaki yang mencengkeram pita bertulis Bhinneka Tunggal Ika, merupakan semboyan untuk penduduk Indonesia, yang berbeda-beda tapi tetap satu.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum dipilihnya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, setidaknya ada tiga tanggal yang diklaim menjadi hari lahir Pancasila. Dilansir dari <em>Wartakota</em>, tanggal tersebut adalah tanggal 1 Juni 1945, tanggal 22 Juni 1945 dan tanggal 18 Agustus 1945. Pemerintah kemudian menetapkan 1 Juni sebagai hari bersejarah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut didasari saat Pancasila pertama kali diucapkan oleh Bung Karno di hadapan sekitar 65 anggota sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945 di Jakarta. Fakta lainnya yang mengiringi perjalanan Pancasila adalah pengubahan sila pertama dalam Pancasila sebelum sila &quot;Ketuhanan Yang Maha Esa&quot;, sila pertama berbunyi &quot;Ketuhanan Yang Maha Esa dengan mewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya&quot;. Namun, karena Indonesia tidak hanya terdiri masyarakat muslim, akhirnya sila tersebut diganti, setelah perundingan dengan para wakil dari Timur. Tokoh perumus Pancasila bukan hanya Soekarno. Ada dua tokoh lain yang juga menyumbangkan gagasan mereka, yaitu, Moh. Yamin dan Soepomo.</p><p style="text-align: justify;">Kini, Hari Lahir Pancasila ditetapkan sebagai hari libur nasional. Penetapan ini dimulai saat era kepemimpinan Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Wacana ini sebenarnya sudah ada sejak Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden. Selain itu, hari ini juga diperingati dengan upacara.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia sudah seharusnya benar-benar menjadikan Pancasila sebagai landasan bernegara. Bukan hanya memeringatinya dalam bentuk seremoni saja. Pancasila yang tak lagi muda, menjadi tanggung jawanb bersama. Pancasila yang seharusnya menjadi landasan negara, bukan hanya sebatas aturan yang dipajang di dinding kelas belaka. <strong><em>(sii/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Benarkah Perlindungan Anak di Dunia Telah Terpenuhi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/benarkah-perlindungan-anak-di-dunia-telah-terpenuhi/baca </link>
<guid> benarkah-perlindungan-anak-di-dunia-telah-terpenuhi </guid>
<pubDate> Sat, 01 Jun 2019 09:15:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Perlindungan Anak Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 1 Juni, dirayakan untuk menghormati keberadaan dan hak-hak bagi seluruh anak di dunia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/benarkah-perlindungan-anak-di-dunia-telah-terpenuhi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S3K0Ifn6uc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Benarkah Perlindungan Anak di Dunia Telah Terpenuhi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Mengawali Juni, Hari Perlindungan Anak Sedunia dirayakan untuk menghormati keberadaan dan hak-hak bagi seluruh anak di dunia. Sebelumnya, perayaan ini ditetapkan atas kesepakatan dalam Konferensi Dunia untuk kesejahteraan anak di Jenewa, Swiss tahun 1925. Hal ini juga disepakati oleh Federasi Demokrasi Wanita di Moskow pada 1949. Dalam federasi tersebut, terdapat 51 negara yang menyepakati tanggal 1 Juni sebagai Hari Perlindungan Anak Sedunia.<br><br>Hari ini diperingati di berbagai negara, dimaknai sebagai cermin kepedulian terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas dan memiliki budi pekerti yang baik.<br><br>Meski begitu, nyatanya pemenuhan hak anak-anak dalam hal perlindungan masih menjadi rapor merah yang belum tuntas. Dilansir dari <em>dw.com</em>, UNICEF melaporkan bahwa perlindungan anak-anak di kawasan konflik gagal diatasi. Ribuan anak menjadi korban perang, sementara jutaan lainnya mengidap malnutrisi. <br><br>Salah satu contohnya terjadi di Afganistan. Sekitar 5000 anak terluka parah hingga terbunuh akibat perang. Hal serupa kembali terjadi di Syria dan Yaman. Anak-anak bahkan tewas terbunuh di dalam bis yang hendak mengantarkan mereka ke sekolah. Di Ukraina Timur, terdapat sekitar 400 ribu anak yang setiap harinya menghadapi ancaman kematian saat menyeberang area konflik yang dipenuhi ranjau aktif. Tidak sampai situ, anak-anak kerap kali menjadi korban penculikan atau dijadikan senjata perang seperti yang terjadi di Somalia, di mana 1200 anak diculik dan dilatih untuk menjadi tentara perang.<br><br>Akibat konflik ini tak hanya kematian, namun mengakibatkan ribuan sekolah tutup dan akses kesehatan menjadi terbatas. Malnutrisi terjadi, sementara angka kejahatan seksual terus meningkat. Tak sedikit yang mengungsi tanpa kehadiran orang tua. <br><br>Indonesia telah memiliki beberapa perundang-undangan tentang perlindungan anak, seperti UU No 23/2002. UU Perlindungan Anak ini memberikan arah terhadap penyelenggaran perlindungan anak dan memberikan kriminalisasi terhadap pelaku kejahatan anak. Namun, undang-undang ini tidak memberikan jaminan pertanggungjawaban negara terhadap korban.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Negara hanya sebatas mengadili dan menghukum pelaku, tetapi hak-hak korban untuk mendapat jaminan perlindungan berupa pemulihan dan rehabilitasi terlantarkan. Ini menjelaskan bahwa perlindungan anak di berbagai negara termasuk Indonesia masih kurang mengayomi. Banyak sekali anak-anak yang masih berjuang tanpa perlindungan orang tua atau lembaga bantuan.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan sinkronisasi pada undang-undang perlindungan anak yang telah ada. Langkah ini akan memperbaiki sejumlah perundang-undangan sehingga peran negara dalam menjamin dan melindungi anak-anak dapat terlaksanakan secara maksimal. Hal ini harus dilakukan secara menyeluruh terhadap sejumlah perundang-undangan dan kebijakan. Dengan begitu, Indonesia akan memiliki kebijakan perlindungan anak yang komprehensif dan negara akan memberikan tanggung jawab yang seharusnya. <br><br>Negara harus mengambil peran lebih dalam untuk mengatasi masalah perlindungan anak yang masih timpang, sebab anak adalah warisan budaya yang seharusnya memiliki wadah dan mendapat perhatian serta perlindungan dalam masa tumbuh kembangnya. <strong><em>(len/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembangunan Pabrik Semen: Dilema Lingkungan dan Perekonomian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembangunan-pabrik-semen-dilema-lingkungan-dan-perekonomian/baca </link>
<guid> pembangunan-pabrik-semen-dilema-lingkungan-dan-perekonomian </guid>
<pubDate> Sat, 01 Jun 2019 13:33:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dilema pembangunan pabrik semen: dampak lingkungan dan sumber ekonomi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembangunan-pabrik-semen-dilema-lingkungan-dan-perekonomian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/klxG0OUnwg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pembangunan Pabrik Semen: Dilema Lingkungan dan Perekonomian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pembangunan pabrik semen di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat terus menuai perdebatan. Berbanding terbalik dengan tuntutan di halaman Kantor Gubernur yang dibawa mahasiswa pada dua aksi sebelumnya, pembangunan pabrik semen ini justru disambut baik oleh warga&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, dan Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dilansir dari&nbsp;</span></span><span><span><em>Prokal.co</em></span></span><span><span>, bahwasanya warga setempat mengharapkan agar pembangunan ini bisa meningkatkan taraf perekonomian di desa tersebut. Namun masyarakat juga memberikan beberapa catatan kepada Pemprov agar persoalan lingkungan tetap menjadi fokus utama.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sehubungan dengan itu, kemudian timbul banyaknya pro-kontra. <em>Sketsa</em> mencoba mengulik sisi lain dari pembangunan pabrik semen ini. Heryanto dosen Teknik Geologi Tambang turut</span></span><span><span>&nbsp;menyampaikan pandangannya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dosen yang memiliki latar belakang keilmuan pada geologi ini berujar bahwasanya setiap pembangunan pasti akan berdampak buruk pada lingkungan. Meski di sisi lain akan meningkatkan taraf perekonomian.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Pembangunan apa saja bisa membawa dampak buruk terhadap lingkungan. Kurang lebih dengan tambang yang juga sama-sama berdampak negatif bagi lingkungan,&rdquo; ujarnya saat ditemui di ruangannya (28/5).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa rencana pembangunan pabrik semen ini butuh dikaji secara menyeluruh. Tak hanya aspek ekonomi namun juga lingkungan serta dampak atau akibatnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mengurai soal dampak, ia juga menjabarkan beberapa efek yang kiranya bisa muncul pasca pembangunan tersebut. Di antaranya ialah pasokan air yang dikhawatirkan akan menurun. &ldquo;Anggap saja batu putih itu adalah bentang alam karst, yang mana hal tersebut akan menyuplai air ke beberapa daerah. Jika digunakan terus-menerus maka kemungkinan habis akan jauh lebih cepat dari semestinya,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia juga turut mempertegas bahwa air lah yang akan menghidupi seluruh makhluk hidup di bumi, mulai dari tumbuhan, hewan, dan manusia.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Namun dilema lain datang tatkala membicarakan persoalan ekonomi. Ia berspekulasi bahwa penyebab warga susah menolak adalah mereka ingin kehidupan (ekonomi) yang lebih baik. Jika mengkaji dari sisi keilmuan lingkungan yang dimiliki Heryanto, pembangunan pabrik semen hanya akan mendatangkan keburukan bagi lingkungan layaknya tambang. Kendati demikian, ada sisi lain yang juga patut diperhatikan, yakni perekonomian.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Sekiranya pembangunan ini tidak terjadi, pemerintah bisa meningkatkan perekonomian di sektor lain seperti pariwisata. Karena daerah terkait dikenal dengan keindahan pantainya,&rdquo; tutup Heryanto.&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(sut/fzn/zar/fqh)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sartika Novianti, dari Mimpi Menjadi Profesi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/sartika-novianti-dari-mimpi-menjadi-profesi/baca </link>
<guid> sartika-novianti-dari-mimpi-menjadi-profesi </guid>
<pubDate> Sun, 02 Jun 2019 06:28:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sartika Novianti. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/sartika-novianti-dari-mimpi-menjadi-profesi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Cna6k2zOui.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sartika Novianti, dari Mimpi Menjadi Profesi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Disorot kamera, tampil di layar kaca, menjadi pusat perhatian khalayak, dan lalu lalang di dunia pertelevisian mungkin menjadi dambaan bagi sebagian orang. Namun, tentu saja bukan hal yang mudah untuk mendapatkan itu semua, karena ada satu hal yang harus dilalui yaitu proses. Sartika Novianti, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi telah melalui proses tersebut sampai akhirnya mampu menjadi apa yang diimpikannya.</p><p style="text-align: justify;">Ia saat ini berprofresi sebagai pembawa berita pada stasiun televisi nasional, TVRI. Menapaki kehidupan kamera diakuinya penuh tantangan. Sebelumnya, ia memulai karier sebagai penyiar radio. Namun, siapa sangka sepak terjangnya tersebut berawal dari coba-coba hingga menemukan <em>passion</em> dalam dirinya di bidang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertamanya enggak sengaja, ikut lomba-lomba yang ada di kampus, pas coba lomba baca berita, kebetulan juara satu, jadi sejak itu mulai <em>freelance</em> di radio. Paling enggak nyaman dulu nih bicaranya ke orang,&quot; ujar wanita yang akrab disapa Tika ini.</p><p style="text-align: justify;">Tika mengaku, ia sendiri pada awalnya tidak suka membaca berita melainkan menontonnya. Melihat pembawa berita menyampaikan informasi, Tika tertarik dan mulai belajar dari segi suara hingga gerak tubuh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tuh senang liat presenternya. Akhirnya karena terbiasa nonton, ikut lomba deh,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Berawal dari coba-coba menjadi ketagihan, Tika lantas tidak menyia-nyiakan waktunya atas pencapaian yang sebelumnya telah ia lakukan, berbekal dengan suara ia mencoba membuka sepak terjang karirnya dan berhasil menjadi seorang penyiar radio pada stasiun radio Borneo Anandita di tahun kedua perkuliahannya. Hal yang cukup riskan mengingat pada saat itu Tika masih berstatus mahasiswi semester empat yang dihujani tugas dan ujian. Mau tak mau ia harus pandai membagi waktu antara kuliah dan pekerjaannya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat adanya potensi yang lebih dalam diri Tika, atasan di tempatnya bekerja menyarankan Tika untuk unjuk gigi pada dunia pertelevisian. Di momen yang sama, salah satu stasiun televisi swasta di Samarinda sedang mencari pembawa berita. Berbekal dorongan semangat dan tekad, tanpa ragu Tika melamar dan diterima yang menjadikannya sebagai pembawa berita untuk pertama kali.</p><p style="text-align: justify;">Dua tahun bekerja pada industri pertelevisian tidak selalu berjalan mulus. Tika sempat memutuskan untuk berhenti, hal tersebut bukan dilandasi oleh memudarnya rasa kecintaan pada profesinya, melainkan ia harus menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Tika kembali fokus menuntut ilmu dan harus melepaskan profesinya sebagai penyiar. Rasa sedih tak mampu ditampiknya, namun seperti pepatah jodoh tak kemana, Tika kembali mencoba untuk <em>comeback</em> pada industri yang mengangkat namanya.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu Televisi Nasional Indonesia region Kalimantan Timur membuka <em>open recruitment</em> yang menurut Tika terbilang langka stasiun TV kebanggaan Indonesia tersebut membuka lowongan. Tanpa berpikir lama, Tika lantas mempersiapkan segala berkas administratif yang dibutuhkan dan semangat optimis selama seleksi. Dari lima puluh pendaftar, perempuan berjilbab ini menjadi satu diantaranya yang diterima melalui empat tahap seleksi yang terdiri dari seleksi administrasi, camera test, wawancara dan dialog hingga tahap akhir psikotes. Menjadi seorang pembawa berita tidak pernah terbayangkan dan menjadi cita-cita Tika sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku enggak pernah kepikiran jadi presenter, pas kerja di TVRI itu sebuah kebanggan,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Pekerjaan yang dijalani Tika saat ini bisa jadi dianggap profesi yang identik dengan visual yang menawan. Tapi, bagi Tika hal tersebut tak selamanya menjadi poin utama, yang terpenting adalah keinginan dan tekad, perihal tampilan luar akan mengikuti seiring berjalan dengan prosesnya. Sehingga menurutnya, jangan pernah merasa pesimis akan visual yang dimiliki jika ingin mencoba memasuki industri penyiaran ini. Pencapaian yang telah ia raih hingga titik saat ini tidaklah membuatnya cepat puas, namun bagi Tika ini merupakan suatu pencapaian tertinggi sejauh ini yang telah ia lalui, dari tidak dibayar hingga dibayar hal tersebut merupakan suatu perjalanan dan jangan pernah takut untuk mencoba, lebih baik gagal daripada tidak mencoba sama sekali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku berharapnya mahasiswa khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi bisa ambil kesempatan di bidang <em>broadcast</em> karena ini ranah berbicara. Mulai dari hal sederhana seperti tingkatkan kepercayaan diri, mulai ikuti lomba-lomba, dan cari-cari <em>link</em> bidang pekerjaan ini, aku yakin kita semua bisa,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>syl/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Investigasi Seru Bersama Pokémon: Detective Pikachu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/investigasi-seru-bersama-pokemon-detective-pikachu/baca </link>
<guid> investigasi-seru-bersama-pokemon-detective-pikachu </guid>
<pubDate> Sun, 02 Jun 2019 13:23:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Petualangan pikachu dalam memecahkan misteri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/investigasi-seru-bersama-pokemon-detective-pikachu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O8VUVsKCft.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Investigasi Seru Bersama Pokémon: Detective Pikachu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Judul:&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pok</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&eacute;mon: Detective Pikachu</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Genre: Action, Adventure, Animation</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rilis: 8 Mei 2019 (Indonesia)</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sutradara: Rob Letterman</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pemain: Ryan Reynolds, Justice Smith, Kathryn Newton</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Durasi: 104 menit</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Studio: Warner Bros Pictures</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA</strong> - Apa yang kalian ketahui bila mendengar kata <em>Pok</em></span></span><span><span><em>&eacute;</em></span></span><span><span><em>mon</em>? Pasti ingatan pertama Anda adalah serial kartun anak-anak yang menampilkan sekumpulan karakter monster yang muncul dari dalam bola yang disebut Pok</span></span><span><span>&eacute;</span></span><span><span>Ball. Jika selama ini kita melihat karakter <em>Pok</em></span></span><span><span><em>&eacute;mon</em> dalam bentuk dua dimensi, kali ini Warner Bros Pictures berkolaborasi dengan sutradara Rob Letterman mencoba membuat film <em>Pok&eacute;mon</em> dalam bentuk <em>live action</em></span></span><span><span>.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Film ini bermula ketika seorang detektif bernama Harry Goodman menghilang secara misterius setelah mengalami kecelakaan mobil di suatu tempat di tengah pegunungan. Harry yang memiliki putra bernama Tim (Justice Smith) datang ke Ryme City, dimana Pok&eacute;mon dan manusia hidup berdampingan dan tempat ayahnya tinggal. Tim mencoba menyelidiki apartemen ayahnya dan dikejutkan oleh Pikachu (Ryan Reynolds) yang bisa berbicara dengannya dan mengaku kehilangan ingatannya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pikachu tersebut merupakan pok&eacute;mon pendamping dari Harry. Pikachu mencoba meyakinkan Tim bahwa kematian ayahnya adalah bohong dan tidak masuk akal, serta ada yang ditutupi dari kasus kematian Harry.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tak lama, mereka bertemu dengan Lucy (Kathryn Newton), seorang jurnalis magang yang terobsesi dengan berita kematian Harry. Lucy juga berpikir adanya hal janggal dalam kematian Harry dan kemungkinan ada dalang dibalik kematiannya, akhirnya ia dan Psyduck&mdash;pok&eacute;mon pendamping Lucy&mdash;bergabung dengan Tim dan Pikachu untuk mengungkap apa yang terjadi sebenarnya dari Harry.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sekuel film <em>Pok&eacute;mon</em> kali ini benar-benar dapat membuat takjub dari segi visual. Mulai dari tiap karakter pok&eacute;mon yang terlihat nyata seperti Pikachu, Psyduck, Squirtle, Bulbasaur, Ditto, Growlithe, Snorlax, terutama karakter Mewtwo&mdash;pok&eacute;mon terkuat&mdash;saat dikurung di suatu laboratorium. Plot cerita kali ini memadukan aksi petualangan dan konflik keluarga dalam komposisi yang pas. Menampilkan kilas balik hubungan Tim dengan ayahnya yang kurang harmonis, digambarkan dengan cukup menyentuh oleh Rob Letterman.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Film yang diadaptasi dari <em>game</em> Nintendo DS&nbsp;</span></span><span><span>Detective Pikachu&nbsp;</span></span><span><span>ini memiliki jalan cerita yang mirip yaitu menelusuri sebuah kasus. Namun tak hanya melulu bertaut dengan hal detektif, penonton juga disuguhan beberapa adegan pertarungan yang identik dalam serial atau film <em>Pok</em></span></span><span><span><em>&eacute;mon</em> lainnya. Akhir dari film ini membuat penonton bertanya-tanya, belum lagi sepanjang film diputar penonton ikut menebak siapa dibalik sosok Harry sampai siapa sebenarnya tokoh yang jahat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Karakter Pikachu yang kecil dan menggemaskan didukung dengan nada sinis pun jenaka yang disulih suara oleh Ryan Reynolds menjadi pemantik yang sangat pas. Aktor pemeran <em>Deadpool</em> ini sukses membuat letupan tawa dikarenakan leluconnya yang mengesalkan namun menghibur. Ditambah dengan topi detektif yang dikenakannya sebagai hal yang &apos;aneh&apos; namun menjadi poin keunikan tersendiri di dalam film ini.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Namun dari segi kerangka cerita, kisahnya mudah ditebak dan cukup tipikal. Tetapi dari segi rincian alurnya, mungkin penonton merasakan gelombang kejut dengan alur tak terduganya. Lagi-lagi, Rob Letterman dapat mengubah yang semula latarnya bernuansa film <em>noir</em> atau klasik, berkembang menjadi seperti film pahlawan super dengan dana yang tinggi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bagi para penikmat seri <em>Pok&eacute;mon</em>, mungkin semua hal diluar akal sehat dalam film ini adalah hal normal. Dan tentu saja, hal ini juga membuat penonton anak-anak senang oleh hal-hal fantasi di dalam film ini, termasuk animasi CGI dari monster-monster pok&eacute;mon yang menggemaskan.</span></span><span><span><strong><em>(cin/fqh)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Inovasi KRS: Pemantauan Melalui Buku Konsul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inovasi-krs-pemantauan-melalui-buku-konsul/baca </link>
<guid> inovasi-krs-pemantauan-melalui-buku-konsul </guid>
<pubDate> Tue, 04 Jun 2019 06:00:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB kini menerapkan Buku Konsul agar dapat mengurus KRS semester berikutnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inovasi-krs-pemantauan-melalui-buku-konsul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/53ib14f9DI.png" />
					</figure>
			                <h1>Inovasi KRS: Pemantauan Melalui Buku Konsul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebelum memulai perkuliahan semester baru, mahasiswa diwajibkan mengurus kartu rencana studi (KRS). KRS merupakan lembaran yang berisi daftar mata kuliah yang diikuti mahasiswa dalam satu semester. Selain terdapat rincian mata kuliah yang diambil, KRS juga mencantumkan nilai IPK semester lalu dan tanda tangan mahasiswa, kaprodi serta dosen pembimbing.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Setiap fakultas memang mengharuskan untuk konsultasi kepada para dosen pembimbing. Namun, hal berbeda nampak di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) di mana mahasiswa diwajibkan untuk konsul dan memperoleh tanda tangan dosen pembimbing di buku konsul mereka. Para mahasiswa diharuskan untuk memperoleh setidaknya tiga tanda tangan dosen pembimbing agar dapat melanjutkan mengurus KRS.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui <em>Sketsa</em> (23/5) lalu, Ketua Prodi Sastra Indonesia Dahri Dahlan, membenarkan adanya buku konsul tersebut. &quot;Buku konsul ini baru berlaku dua angkatan yaitu angkatan 2017 dan 2018.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Tujuan dari adanya buku konsul ini adalah untuk memantau para mahasiswa. &quot;Buku ini juga untuk kebaikan mahasiswa sendiri, karena biasa kalau sudah mau DO (drop out) baru konsul. Kalau sudah ketahuan ada matkul yang enggak bisa diambil, baru konsul,&quot; ungkap Dahri.</p><p style="text-align: justify;">Buku konsul mahasiswa FIB ini tidak hanya berisi kolom tanda tangan dosen pembimbing, akan tetapi juga berisi mata kuliah setiap jurusan selama masa perkuliahan yaitu 8 semester. Satu buku konsul dapat digunakan mahasiswa hingga akhir masa perkuliahan. Bentuk konsultasi yang dilakukan pun tidak hanya seputaran masalah KRS atau mata kuliah saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dahri menambahkan jika mahasiswa meminjam buku di perpustakaan, sudah terhitung konsultasi, mahasiswa mencurahkan keluh kesahnya terkait perkuliahan juga termasuk.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apapun hal yang dapat memudahkan mahasiswa, itu termasuk konsul,&quot; ujar Dahri. Perubahan signifikan dari pemberlakuan buku konsul ini adalah mahasiswa menjadi aktif untuk konsul sehingga pemantauan mahasiswa dapat lebih mudah dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya buku bimbingan tersebut akan terus diberlakukan kepada setiap angkatan terkhusus untuk angkatan baru. Sengaja diberlakukannya kebijakan tersebut tidak terlepas dari demi kebaikan mahasiswa. Pihak fakultas berharap dengan adanya buku tersebut mampu memecahkan masalah atau kendala mahasiswa selama menjalani proses perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa akan difasilitasi oleh pihak akademik untuk mendapatkan buku bimbingan tersebut secara gratis, terkhusus untuk angkatan 2018. Namun pada angakatan 2017 harus mencetak sendiri buku tersebut dengan alasan stok buku yang tidak cukup.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa menyambut baik adanya pemberlakuan buku bimbingan demi kebaikan dan kelancaran mahasiswa dalam menjalankan proses perkuliahan, serta mencegah adanya hal-hal yang terkendala. Itu merupakan salah satu tujuan dari adanya buku bimbingan tersebut, agar mahasiswa dan dosen pembimbing dapat saling berdiskusi terkait perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu mahasiswa Sastra Indonesia 2017, Musdalipah mengaku buku tersebut memang diperlukan. &quot;Saya rasa buku pedoman ini atau buku panduan untuk konsultasi ke dosen pembimbing ini perlu, karena untuk mendekatkan mahasiswa ke dosen pembimbing agar ketika skripsi nanti atau mengurus proposal skripsi akhir, mahasiswa tidak canggung atau malu-malu dengan dosen pembimbing, karena sejak semester 1 sudah melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan FIB, Fakultas Teknik pun memberlakukan juga buku konsul. Bedanya, tidak ada minimal tanda tangan dosen pembimbing hanya saja mereka diharuskan untuk konsul setiap semester. Isi buku konsul dari Fakultas Teknik sendiri terdiri dari grafik IPK dan daftar mata kuliah yang telah diambil. Buku konsul mahasiswa Teknik dipegang oleh masing-masing dosen pembimbing mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu mahasiswa Tenik Industri, Dimas Syaifullah menuturkan buku konsul ini telah ada sejak lama diterapkan. Mahasiswa Fakultas Teknik dapat menerimanya saat memasuki semester dua. <strong><em>(sii/ycp/vny/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Saring Sebelum Sharing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/saring-sebelum-sharing/baca </link>
<guid> saring-sebelum-sharing </guid>
<pubDate> Mon, 10 Jun 2019 09:46:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Media Sosial seharusnya menjadi pengingat bersama agar bijak dalam mengendalikan kemajuan teknologi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/saring-sebelum-sharing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1cbWahgIlM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Saring Sebelum Sharing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tepat 10 Juni diperingati sebagai Hari Media Sosial. Dilansir dari laman <em>kompasiana.com</em>, munculnya media jejaring sosial di dunia dimulai dengan munculnya <em>Friendster</em> pada tahun 2002 yang merupakan aplikasi untuk membangun relasi pertemanan dunia maya dengan cakupan yang luas, yakni seluruh dunia. Kemunculan <em>Friendster</em> pada tahun 2002 di Indonesia sempat menjadi situs jejaring sosial yang booming di kalangan remaja, sehingga sempat memosisikan Indonesia sebagai pengguna <em>Friendster</em> paling banyak ketiga di dunia. <em>Friendster</em> digunakan penggunanya untuk berkenalan via dunia maya dan sebagai sarana untuk bertukar pesan.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2004, <em>Facebook</em> muncul di Indonesia lalu naik daun pada tahun 2008 dan mulai menggeser <em>Friendster</em> sebagai sarana berkenalan via dunia maya. Fitur-fitur yang ditawarkan juga jauh lebih beragam, seperti terdapat aplikasi gim di dalamnya. Pada tahun 2009, <em>Twitter</em> muncul sebagai situs jejaring sosial yang lebih simple dengan berfokus kepada penyajian timeline yang berisi status orang-orang yang kita ikuti disertai kolom komentar, kolom retweet/like. Situs ini juga dapat menjadi media pertukaran pesan melalui direct message. Namun kita tidak bisa melihat pengguna yang online.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masih pada tahun yang sama, situs jejaring sosial berbasis aplikasi muncul, yaitu <em>WhatsApp</em>, namun aplikasi ini belum diminati banyak orang. Aplikasi ini berfokus pada pertukaran pesan antar individu maupun kelompok yang dapat melalui beberapa pilihan yakni teks, panggilan maupun <em>video call</em>. Selanjutnya pada tahun 2010, <em>Instagram</em> menjadi situs jejaring sosial di Indonesia yang diminati. Situs ini berfokus pada aktualisasi diri melalui foto dan video yang dapat diedit. Interaksi pada situs ini dapat diwujudkan melalui tombol like, komentar maupun mengirimkan pesan kepada pengguna lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian pada &nbsp;2011 muncul lagi situs jejaring sosial yaitu LINE, sebagai media untuk bertukar pesan sehari-hari. Situs jejaring sosial ini berfokus kepada pertukaran pesan baik kelompok maupun per individu dengan individu lainnya. Selain pertukaran pesan, LINE juga dilengkapi dengan fitur timeline dan beberapa fitur yang lain seperti games. Para pengguna dapat saling menambahkan teman dengan menggunakan fitur <em>add friend</em>.</p><p style="text-align: justify;">Snapchat juga muncul di Indonesia pada tahun yang sama yakni 2011, aplikasi ini diminati karena berbeda dengan aplikasi pertukaran pesan lainnya yang menggunakan teks. Aplikasi ini berfokus kepada visual, baik foto maupun video yang disertai dengan efek-efek gambar, suara maupun teks yang dapat dimasukan di dalamnya. Para pengguna dapat menyebarkannya kepada orang-orang yang mengikutinya atau mengirimnya secara pribadi kepada akun lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Media sosial sejatinya dibuat untuk mempermudah berbagi informasi. Sayangnya, justru banyak sekali penyalahgunaan atas penggunaan media sosial. Di media sosial, kita bisa dengan mudah mengakses kabar terkini dari teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Kita mengonsumsi apa yang teman kita bagikan, begitu juga dengan teman-teman kita. Merekalah konsumen dari produk-produk kita di media sosial. Begitu banyaknya layanan yang ditawarkan oleh jaringan internet, bahkan banyak pengguna media sosial menjadi lupa daratan jika sudah berhadapan dengan perangkat mereka, baik laptop, komputer, maupun handphone/telepon genggam.</p><p style="text-align: justify;">Ini jelas menjadi suatu masalah, apalagi belakangan ini banyak layanan yang menyediakan jejaring sosial, misalnya, <em>My Space, Whatsapp, Instagram, LINE, Twitter, Facebook</em>, dan lain-lain. Ada petikan lagu yang sangat cocok untuk menggambarkan keseharian generasi muda saat ini yaitu &ldquo;Siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online.. online&hellip;&rdquo;. Petikan lagu yang dipopulerkan oleh Saykoji. Bagaimana tidak, kemudahan akses internet yang sejatinya digunakan untuk menunjang pendidikan dan segala sesuatu yang berbau positif justru disalahgunakan. Banyak sekali kasus kriminalitas yang diakibatkan jaringan pertemanan dunia maya yang justru jaringan tersebut sangat digemari oleh penduduk dunia, tidak terkecuali Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Masih ingatkah anda kasus hoaks atau berita kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet? Disadur dari laman <em>detik.com</em>, pemberitaan penganiayaan Ratna Sarumpaet oleh sekelompok orang yang pertama kali beredar dalam Facebook tanggal 2 Oktober 2018 di akun Swary Utami Dewi. Unggahan itu disertai tangkapan layar (screenshoot) aplikasi pesan <em>WhatsApp</em> yang disertai foto Ratna Sarumpaet. Konten tersebut kemudian diviralkan melalui <em>Twitter</em> dan diunggah kembali serta dibenarkan beberapa tokoh politik tanpa melakukan verifikasi akan kebenaran berita tersebut. Setelah ramai diperbincangkan, konten hoaks ditanggapi kepolisian yang melakukan penyelidikan setelah mendapatkan tiga laporan mengenai dugaan hoaks pada pemberitaan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, Ratna diketahui tidak dirawat di 23 rumah sakit dan tidak pernah melapor ke 28 Polsek di Bandung dalam kurun waktu 28 September sampai dengan 2 Oktober 2018. Saat kejadian yang disebutkan pada 21 September, Ratna diketahui tidak sedang di Bandung. Hasil penyelidikan menunjukkan Ratna datang ke Rumah Sakit Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.<br><br>Direktur Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan Ratna telah melakukan perjanjian operasi pada 20 September 2018 dan tinggal hingga 24 September. Polisi juga menemukan sejumlah bukti berupa transaksi dari rekening Ratna ke klinik tersebut. Dan akhirnya Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong atau hoax soal penganiayaan dirinya. Polisi menjerat Ratna dengan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Ratna pun terancam hukuman pidana 10 tahun penjara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu bunyi pasal dalam UU ITE yang menyangkut tentang penyalahgunaan media sosial terdapat pada pasal 45A ayat (1) UU 19/2016 yang mengatakan bahwa &quot;Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, kita harus belajar dari contoh kasus tersebut dan sebisa mungkin menghindari perilaku-perilaku negatif di media sosial. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berdasarkan rekapitulasi tahunan, Kemenkominfo menerima aduan konten hoax sebanyak 733 laporan sepanjang tahun 2018 di aplikasi pesan instan tersebut. Sementara bila dilihat dari Agustus 2018 sampai 21 Januari 2019, Kemenkominfo menerima laporan hoaks yang disebarkan melalui <em>WhatsApp</em> sebanyak 43 konten.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hasil pemantauan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika, laporan terbanyak terjadi pada bulan Oktober 2018. Ada sebanyak 16 konten hoax yang disebarkan melalui platform WhatsApp. Pada bulan Agustus 2018 terdapat laporan dua konten hoax, September 2018 ada lima konten hoax, November 2018 sebanyak delapan laporan konten dan Desember 2018 sebanyak 10 laporan konten hoax. Masalah tersebut hanya beberapa dari sekian perilaku penyalahgunaan internet yang tentu saja membuat para pengguna media sosial lain mengelus dada. Meskipun pengguna internet kebanyakan dari kalangan remaja yang sudah mengetahui baik buruknya tindakan mereka, tidak menutup kemungkinan beberapa dari mereka masih tergolong anak-anak yang belum mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga dalam hal ini orang tua tidak bisa lepas tangan jika melihat anak-anak mereka duduk di depan monitor dalam keadaan tersambung dengan internet.</p><p style="text-align: justify;">eringatan Hari Media Sosial ini merupakan momentum bagi kita untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran akan pentingnya mencegah penyalahgunaan media sosial. Bermain internet memang bisa membuat seseorang lupa waktu, bahkan meninggalkan kewajiban mereka.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, banyak tindak kejahatan yang berakar pada penyalahgunaan media sosial. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan tersebut sebaiknya kita sebagai pengguna media sosial dapat menggunakan internet dengan baik. Kita juga harus berhati-hati dalam membagikan informasi ke media sosial, jangan sampai kita merugikan orang lain apalagi dituding sebagai provokator. Maka dalam hal ini solusi yang perlu dipegang oleh pengguna internet maupun orang tua yakni:</p><p style="text-align: justify;">1. Orang tua harus tetap mendampingi anaknya ketika mereka bereksplorasi dengan internet di rumah. Jangan sampai membiarkan anak bereksplorasi sendiri karena tak menutup kemungkinan anak menemukan hal-hal negatif dalam internet.</p><p style="text-align: justify;">2. Di sekolah, tanggung jawab anak dipegang oleh guru. Saat pelajaran yang mengharuskan siswanya menggunakan jaringan internet guru harus mengawasi anak didiknya agar anak tersebut tidak menemukan hal-hal yang tidak seharusnya mereka lihat.</p><p style="text-align: justify;">3. Komunitas, termasuk pengelola warnet, pelaksana program ekstra-kulikuler, lembaga pelatihan dan sebagainya harus bahu-membahu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan internet yang sehat.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, baik anak-anak dan remaja yang menggunakan internet, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman dalam menggunakan internet yaitu:</p><p style="text-align: justify;">1. Tidak mengumpat orang lain dengan menggunakan kata-kata kasar, karena mengumpat dengan kata-kata kasar lewat status di media sosial dapat mengganggu pengguna lain dan dapat berakibat buruk pada anda sebagai pengguna media sosial.</p><p style="text-align: justify;">2. Batasi waktu online Anda karena terlalu lama dan sering mengakses media sosial bisa memberikan efek buruk pada indera penglihatan atau mata. Main media sosial di handphone sambil tiduran contohnya, dapat membuat mata cepat lelah, dan timbul penyakit yang bisa merusak mata.</p><p style="text-align: justify;">3. Memanfaatkan waktu luang Anda dengan orang terdekat. Jika selama ini Anda sudah &lsquo;Tenggelam&rsquo; terlalu dalam di media sosial dan mengabaikan keluarga, cobalah kini berubah. Luangkan waktu lebih banyak dengan keluarga, saudara, atau dengan sahabat-sahabat terkasih pergi ke bioskop, makan di luar, dan lainnya. Hal ini akan terasa menyenangkan dan mengalihkan perhatian dari media sosial secara perlahan.</p><p style="text-align: justify;">4. Jangan menyebarkan berita hoax karena dampak yang ditimbulkan dari sebaran berita hoaks itu relatif beragam. Mulai dari menimbulkan keresahan dan ketakutan di sebagian kelompok masyarakat hingga menjadi perhatian nasional melalui pemberitaan media massa dan ujung-ujungnya akan dapat berdampak buruk bagi anda.<br><br>Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, kita pun sudah berpartisipasi dalam memperingati Hari Media Sosial dengan turut melakukan pencegahan penyalahgunaan media sosial. Selamat Hari Media Sosial, bijaklah menggunakan media sosial. Mari gunakan media sosial untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain.<br><br><strong>Ditulis oleh Rey Gamaputra, Staf Departemen Harmonisasi Kampus BEM FEB Unmul. <br></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Samarinda Banjir, Unmul Alirkan Bantuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/samarinda-banjir-unmul-alirkan-bantuan/baca </link>
<guid> samarinda-banjir-unmul-alirkan-bantuan </guid>
<pubDate> Fri, 14 Jun 2019 10:02:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tanggap bencana banjir di Samarinda, civitas academica Unmul berikan bantuan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/samarinda-banjir-unmul-alirkan-bantuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HjPF2IxneO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Samarinda Banjir, Unmul Alirkan Bantuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak Sabtu (8/6) sejumlah titik di Samarinda diterjang banjir. Hampir seluruh akses jalan tidak bisa dilalui, akibatnya kegiatan masyarakat pun terhambat. Hujan deras yang mengguyur Samarinda ditambah pintu air Bendungan Benanga yang dibuka mengakibatkan banjir besar ini.</p><p style="text-align: justify;">Kedalaman banjir di berbagai lokasi cukup bervariasi, ada yang mencapai pinggang bahkan leher orang dewasa. Berbagai pihak pun menyalurkan bantuan, salah satunya UKM Korps Sukarela (KSR) Unmul. Mereka melaksanakan tanggap bencana dengan membantu mahasiswa yang terdampak banjir untuk mengungsi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun yang disediakan berupa pos pengungsian, dapur umum, membuka donasi bahan makanan, obat-obatan, hingga bahan pangan serta membantu proses evakuasi korban banjir. Semua bantuan ini didukung dan bersumber dari civitas academica Unmul dan juga masyarakat sekitar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di sini kami tidak sendiri juga, kami bersama-sama dengan Mapflofa Fahutan, beberapa teman BEM, dan mahasiswa kehutanan. Sama-sama terjun langsung ke lapangan,&quot; ucap Rahmad.</p><p style="text-align: justify;">Posko pengungsian yang berada di Gedung Bundar Fahutan kini di tempati 11 mahasiswa. Jumlahnya cukup sedikit dikarenakan banyak dari mahasiswa yang telah dievakuasi ingin diantar ke kos, asrama teman atau saudaranya. Kegiatan tanggap ini akan dilakukan hingga banjir benar-benar surut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang yang fokus kami lakukan yaitu suplai obat-obatan karena mulai timbulnya penyakit akibat banjir, juga pakaian, alat dan bahan masak, makanan, serta perlengkapan bayi,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Banyak juga pihak-pihak yang ikut membantu seperi komunitas, organisasi, relawan, hingga BNPB. Pemerintah Kota Samarinda mencatat ada 10.300 jiwa yang terdampak luapan banjir. Hingga kini (13/6) masih ada beberapa lokasi yang tergenang banjir, sementara lokasi lain mulai surut. Begitu juga dengan kampus Unmul, beberapa titik tergenang banjir. Bahkan kampus FKIP melalui akun Instagram BEM FKIP Unmul, diedarkan informasi pengunduran pelaksanaan ujian akhir semester. Hal ini lantaran sekitaran kampus FKIP menjadi salah satu titik yang terkena banjir sehingga kondisi tidak memungkinkan untuk pelaksanaan ujian. &nbsp;<strong><em>(omi/syl/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mendadak, Perubahan Lokasi KKN di Tengah Persiapan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mendadak-perubahan-lokasi-kkn-di-tengah-persiapan/baca </link>
<guid> mendadak-perubahan-lokasi-kkn-di-tengah-persiapan </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jun 2019 10:09:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di tengah persiapan jelang KKN, beredar informasi perubahan lokasi KKN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mendadak-perubahan-lokasi-kkn-di-tengah-persiapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0pw2JSzmwI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mendadak, Perubahan Lokasi KKN di Tengah Persiapan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>KKN tinggal dua minggu lagi. Setelah menerima pembekalan, berbagai persiapan lainnya semakin dimatangkan sebelum nantinya terjun ke desa. Namun di tengah masa persiapan ini, beredar kabar perubahan lokasi desa bagi kelompok KKN reguler yang memilih daerah Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Informasi ini segera meluas dan membuat bingung sejumlah kelompok KKN yang berada di daerah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pemberitahuan tersebut pertama kali tersiar melalui grup media sosial <em>WhatsApp</em> perwakilan koordinator wilayah KKN Kutai Barat dan Mahakam Ulu, Senin (10/6) lalu. Dalam pesan tersebut, diberitahukan adanya perubahan desa bagi mahasiswa peserta KKN di Kabupaten Kutai Barat yakni di Kampung Leleng, Kampung Empas, dan Kampung Bunyut. Sedangkan untuk mahasiswa yang memilih lokasi KKN di Mahakam Ulu di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai bertempat di desa Tiong Bu&rsquo;u dan Desa Long Lunuk akan berpindah ke Desa Matalibaq dan Desa Mamahak Besar. Peserta KKN daerah tersebut diimbau tidak melakukan survei ke lokasi terlebih dahulu sebelum ditentukan kembali lokasi terbaru. Nantinya anggota kelompok KKN Kutai Barat anggotanya akan kembali dipecah, sedangkan untuk Mahakam Ulu hanya diubah lokasinya.</p><p style="text-align: justify;">Di temui di Gedung LP2M Senin (10/6), Aldi selaku staf LP2M menjelaskan bahwa pemindahan lokasi KKN di Kutai Barat dipecah menjadi 4 desa yakni Muara Tokong Kecamatan Damai, Lumpat Dahuq Kecamatan Damai, Intu Lingau, dan Santalar. Ia menjelaskan rencananya anggota tiap desa akan terdiri dari 10 sampai 15 orang dengan komposisi masing-masing desa. Muara Tokong 10 orang, Lumpat Dahuq 10 orang, Intu Lingau 15 orang, dan Sentalar 10 orang. Sehingga total dari keseluruhan mahasiswa reguler daerah tersebut ada 45 orang.</p><p style="text-align: justify;">Adanya perubahan yang dirasa mendadak ini sontak membuat mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di wilayah tersebut kaget. Pasalnya sebelumnya tidak ada pembahasan apapun mengenai perubahan lokasi maupun kelompok KKN. Aldi menjelaskan perubahan ini terjadi karena pertimbangan daerah tersebut sebagai lokasi KKN dan akses untuk menjangkaunya cukup sulit, terlebih di daerah Mahakam Ulu. &ldquo;Sebenarnya mereka (desa) mau memfasilitasi, untuk daerah Mahakam Ulu di daerah Long Apri dan Long Pahangi. Cuma mesti naik speedboat, itu taruhannya nyawa, karena melawan arus dan biayanya cukup besar,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Aldi juga menegaskan kembali kepada mahasiswa yang mengalami perubahan lokasi untuk tidak survei terlebih dahulu dan terus memantau web KKN. &ldquo;Jangan dulu survei ke lokasi, tunggu nama nama kelompok dan lokasi <em>fix</em>-nya baru bisa survei. Tunggu saja di web untuk informasi selanjutnya,&rdquo; tegasnya.<strong><em>&nbsp;(wil/fir/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keresahan UKT, Penerapan SPI dan Almamater Berbayar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keresahan-ukt-penerapan-spi-dan-almamater-berbayar/baca </link>
<guid> keresahan-ukt-penerapan-spi-dan-almamater-berbayar </guid>
<pubDate> Sun, 14 Jul 2019 12:48:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi oleh Serikat Mahasiswa Mulawarman terkait keresahan penerapan SPI, almamater berbayar dan UKT untuk alumni bidikmisi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keresahan-ukt-penerapan-spi-dan-almamater-berbayar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/D2dE85BuSA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keresahan UKT, Penerapan SPI dan Almamater Berbayar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Mengawali Juli ini, pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) Unmul telah dilaksanakan. Bersamaan dengan itu, beredar isu yang membuat sejumlah mahasiswa resah. Salah satunya alumni penerima beasiswa bidikmisi, atau mahasiswa angkatan 2015. Sesuai surat perjanjian mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi Unmul, bantuan dana diberikan hingga 8 semester untuk program sarjana. Kabarnya mahasiswa yang kini memasuki semester 9 dikenakan besaran UKT sebesar Rp2.400.000.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi itu, jaringan advokasi Keluarga Mahasiswa Bidikmisi (Gamadiksi) mengaku sudah membicarakannya dengan pihak rektorat, namun hingga kini masih belum ada kejelasan. Hingga kini isu tersebut masih terus dikawal untuk mengontrol perkembangan penetapan jumlah besaran UKT bagi alumni penerima beasiswa bidikmisi.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Zainul Afri, Ketua Gamadiksi Unmul awalnya rektorat melimpahkan besaran UKT ke tiap fakultas. Namun tak lama beredar informasi jika besaran UKT mahasiswa alumni bidikmisi dilakukan penyamarataan. Rencananya besok akan digelar audiensi untuk membahas lebih lanjut terkait hal ini. &ldquo;Untuk informasi lebih pastinya besok baru bisa kami pastikan,&rdquo; ujarnya hari ini, (14/7).</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, belakangan ini juga tersebar surat edaran yang dikeluarkan oleh rektorat yang mengimbau dekan fakultas agar meginformasikan kepada mahasiswa baru untuk mengambil almamater di Badan Pengelola Usaha (BPU). Berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, tahun ini almamater dikenakan biaya sebesar Rp200.000. Sebelumnya, biaya almamater sudah termasuk ke dalam bayaran UKT.</p><p style="text-align: justify;">Ratna* dan Santi* selaku mahasiswa baru Unmul turut mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut. Ratna, salah satu mahasiswa baru FISIP mengaku biaya yang dikeluarkan untuk almamater cukup besar. &ldquo;Jujur 200ribu itu lumayan. Bisa saya pakai untuk kebutuhan kos,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Santi juga merasakan keberatan yang sama. &ldquo;Saya sebenarnya tidak mempermasalahkan bayar 200ribu, tapi lebih mempertanyakan sebenarnya UKT yang kami bayar untuk apa saja. Agak melenceng dari kaidah pembayaran UKT yang sejatinya menunjang sarana,&rdquo; ujar mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Persoalan seputar dana lainnya ialah penerapan sumbangan pengembangan institusi (SPI) di beberapa fakultas. Di antaranya ialah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Pertanian. Besaran uang pangkal SPI di tiap fakultas beragam. Mulai dari Rp2.500.000 hingga Rp250.000.000. Persoalan seputar dana ini sebelumnya sempat disinggung dalam pertemuan yang membahas penganggaran di Unmul. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-di-balik-kerumitan-anggaran/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-di-balik-kerumitan-anggaran/baca )</a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-di-balik-kerumitan-anggaran/baca)."></a></p><p style="text-align: justify;">Melihat banyaknya keresahan yang muncul, Jumat lalu (12/7), Serikat Mahasiswa Unmul menggelar diskusi di pelataran perpus Unmul. Menghadirkan Ahmad Jamiluddin selaku Kepala Departemen Advokasi Gamadiksi Unmul selaku pemantik. Diskusi yang digelar di pelataran perpus Unmul ini mengangkat tema Bidikmisi, SPI dan UKT Mahal. &ldquo;Pembahasan yang kita bawa yakni bidikmisi UKT tahun 2015, SPI dan almamater yang berbayar. Itu sangat membebani sekali dan tiba-tiba,&rdquo; jelas Jamiluddin.</p><p style="text-align: justify;">Dalam forum diskusi tersebut juga dibahas mengenai almamater berbayar untuk mahasiswa baru. Hal ini memancing kecurigaan dan dinilai rancu, sebab sebelumnya aturan ini tidak ada sosialiasi. &ldquo;Edarannya baru di tahun ini dan langsung diedarkan tanpa sosialisasi. Timbul pertanyaan besar, dan perlu ditarik benang merah bahwa di sini bisa erat kaitannya dengan utang-utang Unmul atau selisih BLU yang sempat menguak. Kita tidak bisa bersembunyi terhadap hal itu,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berharap dengan adanya diskusi ini nantinya kebijakan-kebijakan yang dianggap membebani mahasiswa tidak terealisasikan. Karena jika sampai terlaksana, mahasiswa akan merasa keberatan. Mhasiswa alumni bidikmisi dirasa hanya bisa membayar sesuai dengan pendapat orang tua, yang mana harus mengikuti validasi pertama. Selain itu, kebijakan SPI dan almamater ia harap tidak berbayar agar tidak membebankan mahasiswa yang tergolong tidak mampu. <strong><em>(rst/fzn/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>*nama yang digunakan adalah nama samaran</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Almamater Unmul Berbayar dan Penarikan Uang Pangkal Bagi Mahasiswa Baru 2019 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/almamater-unmul-berbayar-dan-penarikan-uang-pangkal-bagi-mahasiswa-baru-2019/baca </link>
<guid> almamater-unmul-berbayar-dan-penarikan-uang-pangkal-bagi-mahasiswa-baru-2019 </guid>
<pubDate> Sun, 14 Jul 2019 12:50:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebijakan terbaru mengenai almamater berbayar dan penarikan uang pangkal dapat menimbulkan keberatan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/almamater-unmul-berbayar-dan-penarikan-uang-pangkal-bagi-mahasiswa-baru-2019/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A7Q2XOvXry.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Almamater Unmul Berbayar dan Penarikan Uang Pangkal Bagi Mahasiswa Baru 2019</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Liburan pasca semester genap memang selalu mengundang banyak perhatian&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">dari</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;tahun ke tahun. Seperti pada 2017</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">,</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;di mana mahasiswa menuntut kebijakan terkait&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">u</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ang&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">k</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">uliah&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">t</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">unggal (UKT) untuk mahasiswa semester 9 yang umumnya tidak lagi mengambil mata perkuliahan agar mendapat keringanan. Kemudian, pada 2018 terdapat tinjau ulang terkait UKT bagi mahasiswa yang merasa keberatan terhadap keadaan perekonomian dengan golongan UKT yang ditanggungnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tahun ini, kita semua dikejutkan dengan&nbsp;</span></span><span><span>su</span></span><span><span>rat&nbsp;</span></span><span><span>e</span></span><span><span>daran yang ditandatangani atas nama Abdunnur selaku Wakil Rektor Bidang Umum, SDM dan Keuangan pada 10 Juli 2019, yang menyatakan seluruh mahasiswa baru baik Jalur SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN dikenakan biaya Rp200.000 sebagai persyaratan kepemilikan almamater. Hal ini menjadi canggung sebab sebelumnya almamater termasuk dalam biaya yang ditanggung dalam rincian UKT, di mana terdapat makna tunggal yang berarti tidak perlu ada biaya lain selain UKT yang perlu dibayar oleh mahasiswa.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tidak cukup dengan isu almamater berbayar. Ternyata, di tahun ajaran baru ini mahasiswa baru angkatan 2019 yang lolos melalui jalur mandiri (SMMPTN) diharuskan membayar uang pangkal/Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) sebagaimana yang tertera pada situs&nbsp;</span></span><span><span><em>smmptn.unmul.ac.id</em></span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pada laman tersebut terdapat lampiran yang menjelaskan penarikan uang pangkal tersebut sesuai dengan ketentuan Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2017 tentang BKT/UKT pada Pasal 8 Ayat 1 &amp; 2. Hal ini juga merupakan sesuatu yang baru di Unmul, sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada penarikan uang pangkal atau SPI di kampus Unmul.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Uang pangkal ini tidak berlaku di semua fakultas yang ada di Unmul, melainkan hanya di Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Farmasi dan Fakultas Kedokteran (FK). Dengan nominal pembayaran terkecil dari Faperta yakni Rp2.500.000 hingga yang tertinggi yakni golongan 3 dari FK sejumlah Rp250.000.000. Namun, ada keterangan pada lampiran tersebut yang mengatakan bahwa fakultas/prodi lainnya&nbsp;</span></span><span><span>belum</span></span><span><span>&nbsp;diberlakukan untuk tahun ini. Sehingga pada tahun berikutnya, besar kemungkinan SPI ini akan dilaksanakan juga di fakultas lainnya secara menyeluruh. Pada lampiran tersebut pun tertera tanda tangan atas nama Rektor Unmul, Masjaya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hal ini membuat resah, apabila menilik bahwa ini terjadi di tahun pertama periode jabatan Masjaya selaku rektor yang juga merupakan periode ke dua atau periode terakhir beliau menjabat. Beliau dan jajarannya malah mengeluarkan kebijakan yang dirasa sangat tidak pro dan memberatkan bagi para mahasiswa baru yang ingin meraup ilmu di ranah pendidikan tinggi di kampus negeri.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ini sangat disayangkan. Menurut saya secara personal hal ini harus ditolak dan perlu dievaluasi mengingat banyaknya rakyat dengan status ekonomi menengah kebawah di luar sana sangat terbebani dengan biaya pendidikan yang mahal, bahkan sebelum diberlakukannya kebijakan yang tidak bijak ini. Saya rasa, &nbsp;mahasiswa Unmul &nbsp;secara keseluruhan perlu ikut turun tangan untuk mengawal masalah ini hingga menemukan solusi yang sebaik-baiknya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em><strong>Ditulis oleh Muhammad Akbar, Ketua Umum Gamamus Teknik 2019, Mahasiswa Fakultas Teknik 2016. &nbsp;</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kenal Sastrawi III: Pertemuan Pers Mahasiswa dalam Berbagai Budaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/kenal-sastrawi-iii-pertemuan-pers-mahasiswa-dalam-berbagai-budaya/baca </link>
<guid> kenal-sastrawi-iii-pertemuan-pers-mahasiswa-dalam-berbagai-budaya </guid>
<pubDate> Thu, 18 Jul 2019 12:56:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pekanbaru menjadi saksi bagi pertemuan para jurnalis kampus dalam Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Kenal Sastrawi III. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/kenal-sastrawi-iii-pertemuan-pers-mahasiswa-dalam-berbagai-budaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RwQquAgCMi.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kenal Sastrawi III: Pertemuan Pers Mahasiswa dalam Berbagai Budaya</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pekanbaru menjadi saksi bagi pertemuan para jurnalis kampus dalam Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) Kenal Sastrawi III yang digelar oleh Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau. Ini adalah tahun ketiga pelaksanaan Kenal Sastrawi oleh mereka, teristimewa pada tahun ini dilaksanakan bersama dengan Perayaan Milad Bahana Mahasiswa yang ke-36. Adapun kegiatan ini berlangsung sejak 17-23 Juli dengan berbagai kelas dan sesi pembelajaran yang akan meningkatkan intelektualitas para peserta sebagai pers mahasiswa, khususnya dalam jurnalisme sastrawi.</p><p style="text-align: justify;">Rabu (17/07) seluruh peserta telah tiba dan berkumpul di sekretariat Bahana Mahasiswa. Sebut saja LPM Gemercik Universitas Siliwangi, LPM Hahoe Universitas Syiah Kuala, LPM Sumber Post UIN Arrainry Aceh, LPM Dinamika UIN Sumatera Utara, Pers Mahasiswa Pijar USU, Aklamasi Universitas Islam Riau, LPM Genta Andalas UNAND, UKPM Kronika IAIN Metro Lampung, LPM Ukhuwah Palembang, &nbsp;LPM Gema Keadilan UNDIP, BP2M Universitas Negeri Malang, LPM Fitrah UMP, UKPM Zhawiyah News IAIN Langsa, serta LPM Sketsa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang telah tiba menikmati santap pagi dan siang serta mengisi waktu luang sembari menunggu acara pembuka yang akan dilaksanakan pada malam hari. Sikap canggung antar sesama peserta perlahan mencair dengan perkenalan diri masing-masing serta berbagi cerita mengenai masing-masing daerah. Fitria, Pemimpin Redaksi LPM Ukhuwah menuturkan bahwa PJTLN ini menarik sebab ia dapat berkumpul bersama seluruh awak pers mahasiswa se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Senang bisa bertemu teman-teman Persma se-Indonesia dengan bahasa dan budaya yang berbeda sehingga bisa <em>sharing&nbsp;</em>masing-masing pengalaman. Mendapat teman-teman baru dalam berdiskusi mengenai lembaga pers serta ajang silaturahmi,&rdquo; terangnya. Setali tiga uang, Dewi Riesdiana Ningrum dari Tim Kreatif LPM Gemercik membagikan kesan pertamanya dalam kegiatan PJTLN ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain untuk menambah wawasan mengenai jurnalistik, kegiatan ini juga membuat saya mengenal budaya dari berbagai daerah. Selain itu, saya dan peserta lain dapat berdiskusi mengenai berbagai hal dibumbui sedikit candaan yang membuat pertemuan singkat kami terasa sudah berlangsung sejak lama,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menjelang sore, para peserta berkumpul di beranda Bahana Mahasiswa dan menikmati minum bersama sambil berbagi canda dan tawa. Menyongsong acara pembuka, peserta diarahkan untuk menuju Ruang Serbaguna Pasca Sarjana yang telah disulap menjadi tempat acara pada malam itu. Tampak para tamu undangan dari pihak alumni, sponsor, serta pemerintah turut hadir meramaikan kegiatan ini.</p><p style="text-align: justify;">Acara kemudian diawali dengan pelaksanaan makan bersama. Para tamu undangan dan peserta dengan tertib mengambil makanan yang telah disajikan oleh panitia. Aroma makanan yang menggugah selera serta ramah tamah sesama membuat suasana malam itu menjadi hangat. Setelah selesai menyantap makan, acara kemudian diawali dengan tarian khas Pekanbaru yang indah sebagai pembuka dan salam selamat datang bagi para hadirin. Setelah tari-tarian usai, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat Alquran oleh Raudatul Adawiyah Nasution.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan-sambutan tidak lupa dihaturkan dalam rangka puji dan syukur atas hari jadi serta mematik semangat peserta dan para hadirin untuk terus mendukung kegiatan pers mahasiswa yang menjadi suara kebenaran dalam setiap langkah yang diambil. Perayaan Milad serta pembukaan Kenal Sastrawi III pada malam ini dihadiri beberapa orang pejabat, seperti Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unri Iwantono yang turut menyampaikan sambutan pada malam itu. Kemudian, kegiatan Kenal Sastrawi III resmi dibuka dengan tiga ketukan mikrofon oleh Iwantono.</p><p style="text-align: justify;">Seusai sambutan, para hadirin serta peserta melakukan sesi foto bersama dan acara berlanjut dengan bincang serta diskusi dengan para alumni. Peserta kemudian diminta untuk berkumpul di depan sekretariat Bahana Mahasiswa dan berbincang bersama sambil menikmati kudapan yang telah disediakan oleh panitia. Peserta kembali larut dalam bincang-bincang seputar dunia jurnalistik. Hari pun semakin malam, sehingga para peserta memutuskan untuk beristirahat untuk menjaga stamina agar kegiatan esok berjalan lancar.&nbsp;</p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, Delegasi LPM Sketsa Unmul dalam PJTLN Kenal Sastrawi III 2019</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Jurnalisme Sastrawi dengan Budaya dan Kelas Interaktif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mengenal-jurnalisme-sastrawi-dengan-budaya-dan-kelas-interaktif/baca </link>
<guid> mengenal-jurnalisme-sastrawi-dengan-budaya-dan-kelas-interaktif </guid>
<pubDate> Fri, 19 Jul 2019 11:46:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegiatan pada hari kedua PJTLN Kenal Sastrawi III, peserta PJTLN berfoto bersama di depan Perpustakaan Soeman HS. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mengenal-jurnalisme-sastrawi-dengan-budaya-dan-kelas-interaktif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KDdRmWm8tT.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Jurnalisme Sastrawi dengan Budaya dan Kelas Interaktif</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Perjalanan mengenal jurnalisme sastrawi kembali berlanjut pada Kamis (18/07). Hari kedua pelaksanaan Kenal Sastrawi III oleh LPM Bahana Mahasiswa Unri mengajak para peserta untuk melihat budaya sastrawi dengan mengunjungi Perpustakaan Soeman HS yang berstatus perpustakaan provinsi. Perpustakaan ini sendiri merupakan perpustakaan dengan desain terbaik se-Asia Tenggara. Dengan total enam lantai, perpustakaan ini menjadi salah satu ikon di Pekanbaru yang mencerminkan budaya literasi di masyarakat. Pemberian nama Soeman HS sebagai nama perpustakaan ini dilakukan untuk mengenang jasa pujangga asal Riau, kelahiran Bengkalis, yaitu Soeman HS. Perpustakaan ini memiliki koleksi buku sebanyak lebih dari 300.000 buku dengan lebih dari 59.000 judul yang melengkapi setiap ruangan. Beberapa lantai juga dilengkapi dengan ruang khusus diskusi yang disediakan bagi pengunjung yang membutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Kunjungan kemudian berlanjut dengan menjajaki setiap lantai dan diselingi dengan tanya jawab oleh panitia bersama Dahrial Iskandar, Pustakawan Koordinator lantai dua yang kali ini memandu para peserta untuk melihat dan menjelajahi seluk beluk perpustakaan yang sarat akan budaya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Perpustakaan ini pun dilengkapi dengan ruangan Bilik Melayu, ruang khusus untuk menyimpan karya sastra masyarakat Melayu atau naskah dan narasi asing atau luar daerah yang membahas Melayu. Pemandangan sekitar perpustakaan dan arsitektur yang indah membuat perpustakaan ini menjadi tempat yang patut dikunjungi apabila sedang bertandang ke Riau. Pada akhir kunjungan peserta Kenal Sastrawi III, pihak perpustakaan melakukan sesi foto bersama dengan peserta beserta panitia dan staf perpustakaan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Selepas kunjungan, peserta kembali ke bus yang menjadi transportasi selama kegiatan berlangsung. Canda dan tawa pun kembali terlontar dalam perjalanan menuju Balai Pelatihan Kesehatan (Balpekes) Riau, tempat peserta akan menginap dan melaksanakan diskusi selama acara.</p><p style="text-align: justify;">Pada sesi pertama ini, materi dibawakan oleh Fahri Salam, editor dari <em>Tirto.id</em>. Sebelum materi dimulai, terlebih dahulu ia meminta peserta untuk memperkenalkan diri satu persatu. Setelahnya, materi dibuka dengan penjelasan mengenai sejarah jurnalisme sastrawi. Dengan gaya santai, Fahri memandu peserta untuk tetap santai namun fokus akan pembahasan. <em>Feature</em> dan penulisan narasi menjadi poin utama diskusi pada materi kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Materi yang dibawakan dapat membangun peserta untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Selain itu, Fahri juga memberikan beberapa tips menulis narasi agar lebih kompeten dan menarik minat pembaca. Ketika penghujung kelas hampir tiba, ia memberikan tugas kepada peserta PJTLN untuk menulis narasi bebas mengenai tempat yang akan peserta kunjungi pada malam hari, yakni Taman Budaya Provinsi Riau. Setelah kelas berakhir, peserta kembali ke ruangan masing-masing untuk beristirahat.</p><p style="text-align: justify;">Selepas Magrib, peserta kembali mengunjungi tempat ikonik yang ada di Riau, yaitu Taman Budaya. Ketika peserta tiba, beberapa pameran seperti seni pahat kayu dan lukisan telah dipasang di sisi kiri Taman Budaya. Sementara menunggu pertunjukan teater tiba, peserta memutuskan untuk berkeliling dan mencari bahan tugas narasi.</p><p style="text-align: justify;">Usai berkeliling, peserta kembali untuk menyaksikan teater. Pertunjukan dibuka dengan nyanyian khas Melayu oleh dua pembawa acara yang diselingi dengan humor khas Melayu yang membuat penonton bergelak tawa. Teater resmi dimulak ketika kru teater asal Rumah Budaya Tengku Mahkota (RBTM) tampil dan unjuk gigi kepada penonton.</p><p style="text-align: justify;">Adapun peserta lainnya pergi dan memilih untuk mewawancarai sang pembawa acara yang berlakon dengan nama Mak Long. Ia bernama asli Wahyu Muali Bone, seorang seniman yang menggeluti teater bersama RBTM. Dirinya membagikan pesan untuk tetap mencintai seni dan tidak melupakan sejarah yang membawanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita semua bangsa Indonesia. Apapun sukunya, jangan lupakan sejarah dan jangan pernah menenggelamkan sejarah. Gali lagi sejarah, maka kita akan tahu siapa diri kita,&quot; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Menunjukkan pukul 22:00, peserta kembali dan pulang untuk beristirahat dan melanjutkan aktivitas esok hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, Delegasi LPM Sketsa Unmul</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengasah Penulisan Feature  dan Berkunjung ke Kota Tua Pekanbaru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mengasah-penulisan-feature-dan-berkunjung-ke-kota-tua-pekanbaru/baca </link>
<guid> mengasah-penulisan-feature-dan-berkunjung-ke-kota-tua-pekanbaru </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jul 2019 12:59:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peserta PJTLN Kenal Sastrawi III berfoto bersama di taman terbuka yang bernama Taman Tuan Kadi, Pekanbaru, Riau. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mengasah-penulisan-feature-dan-berkunjung-ke-kota-tua-pekanbaru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JUWtPjWQ2O.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengasah Penulisan Feature  dan Berkunjung ke Kota Tua Pekanbaru</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Ketika berbicara mengenai jurnalistik sastrawi, khususnya <em>feature</em>, sebaiknya kita fokus pada satu subjek pada lingkungan yang di tuju, kemudian membuat <em>lead&nbsp;</em>yang menarik sehingga tidak klise dan dapat dipahami oleh pembaca. Inilah yang menjadi poin penting pada pendalaman <em>feature &nbsp;</em>pada hari ketiga Kenal Sastrawi III oleh LPM Bahana Mahasiswa Unri.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi ini membahas penugasan <em>feature&nbsp;</em>mengenai Taman Budaya Provinsi Riau yang telah diberikan oleh Fahri Salam sebagai pemateri. Satu persatu hasil <em>feature&nbsp;</em>karya peserta dievaluasi dan mendapat komentar serta saran dari peserta lainnya. Tidak lupa, Fahri selalu memberikan koreksi yang kemudian dapat diterapkan dalam proses menulis <em>feature</em> pada kali berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selepas diskusi, peserta dan panitia makan siang bersama sembari berbagi cerita dan tawa yang hangat. Peserta menjadi semakin dekat karena melakukan banyak kegiatan bersama dan saling terhubung satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">Kelas kemudian berlanjut dengan agenda diskusi tentang penulisan berita menggunakan riset dan membuat <em>term of refference</em> yang baik. Fahri membagi peserta menjadi 7 kelompok yang membahas mengenai sengketa tanah universitas, pelecehan seksual, uang pangkal mahasiswa, politik dan keterbukaan organisasi mahasiswa, LGBT, polemik gedung baru serta statuta universitas. Masing-masing kelompok diminta untuk membuat <em>outline&nbsp;</em>kasus-kasus tersebut kemudian memaparkannya di depan kelompok yang lain. Meskipun hanya satu kelompok yang dapat tampil karena mengejar agenda berikutnya, diskusi berjalan baik dan tiap peserta dengan aktif mengutarakan pendapatnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika kelas berakhir, peserta kembali untuk membersihkan diri dan segera menaiki bus untuk mengunjungi Kampung Bandar, Senapelan yang menjadi tujuan mereka hari ini. Dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit, peserta sampai di Senapelan dan menapaki taman terbuka yang bernama Taman Tuan Kadi. Peserta dapat melihat Jembatan Siak I atau yang akrab disebut Jembatan Leighton menjulang diatas sungai Siak dari sekitar taman. Di taman tersebut terdapat pula sebuah rumah tinggi yang disebut Rumah Singgah Tuan Kadi.</p><p style="text-align: justify;">Pada kunjungan sore itu, peserta disambut oleh <em>Pekanbaru Heritage Walk,</em> sebuah komunitas yang memiliki konsentrasi terhadap perkembangan sejarah sehingga ingin mengangkat kembali destinasi-destinasi kota tua yang ada di Pekanbaru.</p><p style="text-align: justify;">Seorang lelaki berperawakan besar tersenyum dan menyapa telinga kami dengan latar belakang sejarah Riau sebagai kota dagang. Beliau adalah Bayu Amde Winata, salah satu founder dari <em>Pekanbaru Heritage Walk</em>. Ia menuturkan bahwa dari kampung dan serta sungai Siak inilah perdagangan Riau menjadi berkembang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berawal dari sebuah kampung kecil, kemudian menjadi sebuah kota perdagangan hingga saat ini sebagai kota yang memiliki kehidupan utama dari berdagang. Jalur utama perdagangan adalah Siak, yang sejak abad ke-16 sudah dilayari,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain sarat akan sejarah perdagangan di Riau, dirinya menjelaskan bahwa kawasan yang lebih dikenal dengan nama Kampung Bandar, Senapelan ini memiliki 11 titik objek sejarah yang masih dapat mereka usahakan dan selamatkan. Selain karena lingkungan, objek lain yang tak terselamatkan juga dipengaruhi oleh ketidakacuhan pemerintah provinsi terdahulu yang terjadi sekitar tahun 1990.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Salah satunya adalah balai yang pernah digunakan Sultan untuk bermusyawarah. Kini telah berganti alih menjadi sebuah ruko,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Langit sore semakin terlihat indah sembari langkah-langkah kaki peserta menjejaki kawasan sekitar sungai Siak dan menuju objek selanjutnya . Rumah Tenun menjadi perhentian kedua. Dahulunya, rumah ini pernah menjadi saksi bisu peristiwa pra kemerdekaan dengan dijadikan sebagai basis Pejuang Fisabilillah sekaligus menjadi gudang logistik dan dapur umum. Saat ini, Rumah Tenun menjadi tempat para remaja dan para ibu untuk berlatih menenun songket khas Pekanbaru.</p><p style="text-align: justify;">Langit semakin gelap, namun peserta dengan giat berkeliling dan mencari bahan narasi sebagai tugas hari ini. Menunjukkan pukul delapan malam, peserta kembali ke taman terbuka dan berfoto bersama. Kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama dengan suasana Kampung Bandar di malam hari. Setelah sesi santap selesai, peserta dan panitia kembali ke penginapan untuk beristirahat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, Delegasi LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merangkul Malam Minggu bersama Diskusi Pers Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/merangkul-malam-minggu-bersama-diskusi-pers-mahasiswa/baca </link>
<guid> merangkul-malam-minggu-bersama-diskusi-pers-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sun, 21 Jul 2019 13:26:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Usai melakukan diskusi terkait peran persma bersama narasumber dari berbagai latar belakang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/merangkul-malam-minggu-bersama-diskusi-pers-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vr6CQGidd4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merangkul Malam Minggu bersama Diskusi Pers Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Idealisme pers mahasiswa seringkali menjadi tumpang tindih antara kepercayaan dan realita yang terjadi di lapangan. Sabtu (20/7) peserta Kenal Sastrawi III menyambangi Kedai Kopi J di Jalan Delima, Tampan. Kedai tersebut unik, karena berada di dalam perumahan dan berada di samping sebuah rumah. Terdapat meja dan kursi kayu yang nyaman untuk menikmati diskusi pada malam itu.</p><p style="text-align: justify;">Kali ini peserta berangkat menggunakan transportasi <em>online</em>, sebab bus yang digunakan sedang diistirahatkan. Sambil memesan minuman dan penganan yang disediakan, diskusi dibuka oleh Ketua Umum Bahana Mahasiswa Rizky Ramadhan.</p><p style="text-align: justify;">Istimewanya, peserta berkesempatan untuk berdiskusi bersama narasumber terpilih. Sebut saja Fahri Salam dari <em>Tirto.id</em>, Suryadi dari alumni Bahana, Basilius Triharyanto seorang wartawan lepas, Made Ali dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau, dan Hasan Basri dari Dewan Pertimbangan AJI Indonesia. Tidak lupa beberapa delegasi dari lembaga pers lain seperti Aklamasi dari Universitas Islam Riau dan LPM Gagasan UIN Suska Riau.</p><p style="text-align: justify;">Topik yang diangkat berkisar tentang kasus pemberedelan pers mahasiswa dan idealisme yang melekat pada mereka. Diskusi dipantik dengan kasus Suara USU yang mengalami pembredelan oleh rektorat dengan dipecatnya 18 pengurus Suara USU yang mempertahankan sebuah cerpen yang mengandung LGBT, dimana cerpen tersebut dianggap provokatif.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi isu ini, Arief Budiman dari Aklamasi menceritakan bagaimana perjuangan mereka menghadapi pembatasan yang dilakukan oleh birokrat dan sesama unit kegiatan mahasiswa lainnya. Menyambung pernyataan Arief, Rega Alsusar yang juga dari Aklamasi, mengaku pernah disandera salah satu UKM yang ingin melakukan hak jawab kepada Aklamasi. Hal ini memang bencana bagi mereka pada hari itu, namun mereka tidak gentar dalam menghadapi hal ini.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi berlanjut mengenai pers mahasiswa dan idealismenya saat ini. Dibuka oleh Fahri Salam, ia memaparkan bagaimana terbelenggunya pers mahasiswa sekarang dan peraturan yang menuntut mereka untuk terdaftar dengan daftar syarat yang rumit. Menurutnya, pers mahasiswa butuh perlindungan hukum yang baik untuk menghindari pembredelan yang merugikan mereka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Persma harus bersatu untuk mengusahakan lembaga pers mereka supaya menjadi lembaga kampus yang diakui, masuk dalam perlindungan pers, dan mendapatkan legitimasi,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian diskusi berlanjut hingga selesai pada pukul 23:34 waktu setempat. Para peserta, narasumber dan delegasi berfoto bersama dan kembali ke kediaman masing-masing.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, Delegasi LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mendalami Topik Feature di Kampung Bandar Senapelan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mendalami-topik-feature-di-kampung-bandar-senapelan/baca </link>
<guid> mendalami-topik-feature-di-kampung-bandar-senapelan </guid>
<pubDate> Tue, 23 Jul 2019 11:09:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Para peserta Kenal Sastrawi III sedang berfoto bersama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mendalami-topik-feature-di-kampung-bandar-senapelan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0Ceo44PljR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mendalami Topik Feature di Kampung Bandar Senapelan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Berlatih menulis feature harus dilakukan dengan tekun dan mendalami tiap topik yang dipilih, untuk menampilkan kedalaman informasi dan intisari yang ingin disampaikan pada pembacanya.</p><p style="text-align: justify;">Hari kelima Kenal Sastrawi III pada Minggu (21/7) menyambut Basilius Triharyanto sebagai pemateri kedua. Sambil kembali mengingat mengenai materi feature yang telah peserta dapatkan sebelumnya, ia mengenalkan kami kepada penulisan narasi yang baik untuk mendalami feature dan topik yang akan diangkat. Tentu saja salah satunya dengan riset secara langsung di lapangan. Setiap peserta kemudian diminta untuk memilih topik dan mempersiapkan <em>outline</em> agar lebih siap menyusun feature.</p><p style="text-align: justify;">Usai makan siang, seluruh peserta kembali ke Kampung Bandar, Senapelan untuk melakukan riset lapangan dengan topik yang telah ditentukan oleh masing-masing peserta. Ada yang memilih untuk pergi ke Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Gudangnya, Rumah Tenun, dan menjajal kuliner lama khas Kota Tua, Pekanbaru.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu kuliner yang kali ini dikunjungi adalah bubur ayam khas Pekanbaru dari Kedai Kopi Alun8. Terletak di Jalan Ir. H. Juanda yang telah hadir sejak era 80-an, kedai ini masih mempertahankan bangunan aslinya yang dibangun dengan cara yang unik. Sang pemilik kedai, Rudianto Teng yang akrab disapa dengan sebutan Ko Ung menyambut dengan senyum yang ramah. Dengan tangan terbuka ia mempersilakan peserta masuk dan menempati tempat yang nyaman untuk melakukan sesi wawancara.</p><p style="text-align: justify;">Selain menjual bubur ayam khas Nagoya dan kopi hitam, konsep dari Alun8 adalah stand kuliner peranakan. Kuliner seperti lontong pagi, mi pangsit, kwetiau goreng, nasi goreng dan sate padang tersedia di sini. Meskipun tidak semua stand dimiliki oleh etnis Tionghoa, namun perasaan hangat tetap muncul sebagai pemersatu kuliner mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sejarah Bubur Ayam Nagoya Alun8</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesekali menyesap rokok, Ko Ung menceritakan sejarah bubur ayam mereka. Pada 1972, kehidupan serba kesusahan, sehingga Ayahnya memulai untuk meracik bumbu dan kemudian menciptakan resep yang menjadi cikal bakal bubur ayam Nagoya khas mereka.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, pada 1977 bubur ayam ini dijual secara <em>food stand</em> di sebuah kedai kopi bernama Kedai Kopi Wahyu. Dirinya yang masih duduk dibangku kelas 6 SD mulai membantu sang ayah untuk menjalankan bisnis bubur ayam hingga lulus dari Sekolah Teknik Menengah. Usai lulus, ia merantau ke berbagai tempat, dan sang abang meneruskan usaha ayah mereka.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pulang merantau, muncul kekhawatiran pada dirinya mengenai bubur ayam warisan ayahnya. Banyak sekali warung bubur ayam yang telah buka, sehingga ia khawatir bahwa peninggalan berharga sang ayah akan terlupakan. Maka Januari 2019, ia melanjutkan resep warisan ini dengan membuka Alun8. Nama Alun8 sendiri diambil dari nama sang ayah, Alun, dan angka 8 merujuk pada dirinya yang adalah anak kedelapan.</p><p style="text-align: justify;">Terkait siapa penerus dari resep ini setelah dirinya, ia menuturkan bahwa anak perempuan tertuanya adalah kandidat terkuatnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Meskipun nanti saat masak dia kesulitan karena barang-barang di dapur semuanya berat,&rdquo; ungkap sedikit kekhawatirannya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah semua peserta menyelesaikan riset lapangan, mereka berkumpul di taman terbuka dan berfoto bersama Pekanbaru Heritage Walk yang telah memandu mereka selama dua hari di Bandar, Senapelan.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, Delegasi LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PJTLN Bahana Berakhir dan Cerita-cerita yang Lahir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/pjtln-bahana-berakhir-dan-cerita-cerita-yang-lahir/baca </link>
<guid> pjtln-bahana-berakhir-dan-cerita-cerita-yang-lahir </guid>
<pubDate> Wed, 24 Jul 2019 08:16:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak terasa rangkaian PJTLN memasuki akhir, menutup pengalaman dan cerita baru para peserta. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/pjtln-bahana-berakhir-dan-cerita-cerita-yang-lahir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R7d3BndgW2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PJTLN Bahana Berakhir dan Cerita-cerita yang Lahir</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp; </strong>Permulaan tentu akan berakhir dengan sebuah perpisahan. Begitu pula dengan peserta Kenal Sastrawi III yang akan segera berpisah. Senin (22/7) lalu adalah agenda terakhir sekaligus penutupan PJTLN yang telah berlangsung selama hampir seminggu. Suka dan duka serta pengalaman bersama membuat peserta menjadi dekat satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi tugas terakhir masih dipandu oleh Basilius Triharyanto. Selepas riset di Kampung Bandar, peserta membuat feature untuk direvisi hari ini. Sejumlah peserta mengalami kemajuan dengan adanya data yang lengkap saat melakukan riset di lapangan. Hal ini tentu menguntungkan peserta yang seringkali mengalami kesulitan dalam menyusun feature yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Selepas diskusi, peserta bersama Basilius berfoto bersama. Meskipun perjumpaan kali ini hanya berlangsung selama dua hari, peserta tetap bersyukur karena mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam menyusun materi feature.</p><p style="text-align: justify;">Malam perpisahan pun tiba. Agenda dibuka dengan sambutan dari Pimpinan Umum Bahana Mahasiswa Rizky Ramadhan dan pihak Bapelkes selaku penyedia fasilitas selama agenda ini berlangsung. Usai sambutan, peserta dan beberapa delegasi lembaga pers lainnya makan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Senin kemarin istimewa. Para peserta diminta untuk menampilkan pensi berkelompok. Adapun kelompok ditentukan menjadi Tukang Sayur, Tukang Air, Tukang Sawit, Tukang Ayam, Tukang Ikan dan Tukang Sabun. Meskipun tidak setiap kelompok menampilkan persiapan mereka, gelak tawa mengisi malam perpisahan ini menjadi berwarna.</p><p style="text-align: justify;">Usai pensi, peserta berkumpul bersama untuk membahas perkembangan terbaru mengenai pembredelan yang dialami oleh Suara USU dengan dibongkarnya sekretariat mereka oleh pihak rektorat. Masing-masing peserta dan delegasi diminta untuk menyampaikan pendapat serta saran untuk mendukung Suara USU.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi juga berlanjut mengenai tindakan birokrat kepada LPM Gagasan dari UIN Suska Riau yang mulai menunjukkan gelagat tidak menyenangkan. Dimulai dari penerbitan majalah mengenai kinerja rektor dalam mengurus akreditasi kampus, berujung kepada ancaman bagi lembaga mereka. Karena hal ini, mereka berencana untuk membuat forum bersama lembaga pers se-Riau.</p><p style="text-align: justify;">Malam semakin larut, peserta melanjutkan acara dengan bernyanyi bersama hingga berfoto beramai-ramai sebelum kembali beristirahat dan melanjutkan Field Trip keesokan harinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, Delegasi LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektorat Bongkar Sekretariat LPM Suara USU </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-bongkar-sekretariat-lpm-suara-usu/baca </link>
<guid> rektorat-bongkar-sekretariat-lpm-suara-usu </guid>
<pubDate> Thu, 25 Jul 2019 12:38:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pihak Rektorat sedang melakukan pembongkaran paksa sekretariat LPM Suara USU. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-bongkar-sekretariat-lpm-suara-usu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UK4dhSnFsM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rektorat Bongkar Sekretariat LPM Suara USU</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>-</strong><strong>&nbsp;</strong>Pers mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), LPM Suara USU kembali mengalami kejadian kurang menyenangkan. &nbsp;Sekretariat LPM Suara USU dibongkar paksa pihak rektorat pada Senin lalu (22/7) tanpa adanya surat pemberitahuan. Pembongkaran tersebut menuai protes dari para pengurus LPM Suara USU.</p><p style="text-align: justify;">Puluhan pegawai biro rektorat USU melakukan pembongkaran paksa sekretariat dengan membongkar jendela, pintu, dan atap. Nadiah Azri Br Simbolon, Bendahara Umum LPM Suara USU berbagi sedikit kronologis kejadian kepada <em>Sketsa</em>. &ldquo;Sekretariat Suara USU Senin lalu dibongkar sama (pihak) rektorat. Jam 10 mereka datang langsung copotin jendela, pintu, kaca, asbes. Tapi barang-barang sudah kami amankan,&rdquo; ceritanya.</p><p style="text-align: justify;">Meski kondisi sekretariat bobol, anggota Suara USU tak lantas meninggalkan sekretariat. &ldquo;Kami tetap nempati sekretariat, walaupun bolong-bolong. Selasa malam sempat hujan, tapi tidak lebat. Sekretariat jadi kotor karena bocor kena hujan,&rdquo; ujar Nadiah.</p><p style="text-align: justify;">Saat kejadian, ada tiga orang di dalam sekretariat. Satu alumni Suara USU, sedang dua lainnya anggota Aliansi Solidaritas Mahasiswa Bersuara. Tanpa membawa surat apapun, para pegawai biro rektorat bergegas membongkar sekretariat LPM Suara USU. <br><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br>Beberapa waktu lalu, LPM Suara USU sempat bersitegang dengan pihak rektorat kampus. Perselisihan ini dilatarbelakangi penerbitan sebuah cerita pendek (cerpen) yang diterbitkan di website <em>suarausu.co.</em> Pihak rektorat dalam hal ini Rektor USU, Runtung Sitepu menolak tulisan itu dimuat, karena dinilai berbau pornografi dan pro LGBT.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(Selengkapnya, <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/intervensi-bukti-kebebasan-pers-masih-terbelenggu/baca).">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/intervensi-bukti-kebebasan-pers-masih-terbelenggu/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Polemik ini juga berujung dengan keluarnya surat pemecatan dari rektor terhadap seluruh pengurus. LPM Suara USU kemudian menggugat rektor USU ke PTUN Medan. Dalam informasi perkara di laman PTUN Medan, nama Yael Stefani selaku pimpinan umum LPM Suara USU sebagai pihak penggugat untuk perkara nomor 202/G/2019/PTUN.MDN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami masih menunggu hasil dari gugatan surat pemecatan itu ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Kuasa hukum kami mengatakan, jika surat itu masih digugat ke PTUN, surat pemecatan kami berarti belum legal. Rektorat enggak bisa seenaknya,&rdquo; jelas Nadiah.</p><p style="text-align: justify;">Satu hari usai kejadian pembongkaran, Selasa (23/7) pegawai rektorat datang dan menempelkan spanduk renovasi. Dikatakan Nadiah, hanya sekretariat Suara USU yang dibongkar dan diberi tulisan dengan alasan renovasi.</p><p style="text-align: justify;">Lewat berita rilis yang dikirim anggota Suara USU kepada laman berita <em>ekspresionline.com</em>, Suara USU menyampaikan beberapa tanggapan dan sikap mereka terkait pembongkaran sekretariatnya. Pertama, LPM Suara USU menyatakan bahwa pembongkaran sekretariat LPM Suara USU telah melanggar hak-hak anggota Suara USU sebagai mahasiswa dan pers mahasiswa. Suara USU melakukan kerja-kerja jurnalistik yang sudah semestinya diberi kebebasan dalam menyampaikan informasi.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, pembongkaran tersebut menunjukkan bahwa pihak Rektorat Suara USU tidak memberikan ruang bagi siapa pun yang ingin menyuarakan pendapatnya terkait LGBTQ. Ketiga, LPM Suara USU menyayangkan pembongkaran tersebut karena Surat Keputusan (SK) kepengurusan Suara USU sedang digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara sejak 5 Juli 2019.</p><p style="text-align: justify;">Yael Stefani, mengatakan akan terus mempertahankan sekretariat dan melawan kebijakan rektoe USU yang membunuh kreativitas anggota LPM Suara USU. Ia bersama anggota Suara USU lainnya akan terus berjuang hingga SK kembali melalui PTUN.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat empat gugatan yang tertera dalam detail perkara tersbut. Pertama, mengabulkan gugatan penguggat dengan seluruhnya. Kedua, menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan Rektor Universitas Sumatera Utara Nomor 1319/UN5.1.R/SK/KMS/2019 bertanggal 25 Maret 2019 tentang perubahan pertama SK Rektor No. 1026/UN.5.1.R/SK/KMS/2019 tanggal 19 Februari 2019 tentang pengangkatan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) USU tahun 2019.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, memerintahkan tergugat untuk mencabut Surat Keputusan Rektor USU No. 1319/UN5.1.R/SK/KMS/2019 bertanggal 25 Maret 2019 tentang perubahan pertama SK Rektor No. 1026/UN.5.1.R/SK/KMS/2019 tanggal 19 Februari 2019 tentang pengangkatan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) USU tahun 2019. Keempat, menghukum tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini.</p><p style="text-align: justify;">Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) melalui Sekjen Nasional PPMI, Rahmad Ali mengatakan belum dapat menyikapi permasalahan pembongkaran paksa sekretariat Suara USU karena butuh proses dan diskusi musyawarah untuk mufakat.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang kerap disapa Maheng itu menambahkan bahwa menurutnya langkah yang dilakukan petinggi USU tidak mencerminkan sikap-sikap akademisi. Alasan perobohan sekretariat itu juga menurutnya sebagai respons terhadap upaya memperkarakan SK ke PTUN yang dilakukan Suara USU. Namun malah dijawab dengan cara premanisme. <strong><em>(els/</em></strong><strong><em>adl</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anak Muda Palsu: Perjuangan Mahasiswa Semester Akhir Menuju Wisuda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/anak-muda-palsu-perjuangan-mahasiswa-semester-akhir-menuju-wisuda/baca </link>
<guid> anak-muda-palsu-perjuangan-mahasiswa-semester-akhir-menuju-wisuda </guid>
<pubDate> Sat, 27 Jul 2019 06:19:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anak Muda Palsu, sebuah film karya anak daerah yang mengisahkan empat sahabat dalam menghadapi semester akhir sebelum terkena DO. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/anak-muda-palsu-perjuangan-mahasiswa-semester-akhir-menuju-wisuda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wsDTUzuTZJ.png" />
					</figure>
			                <h1>Anak Muda Palsu: Perjuangan Mahasiswa Semester Akhir Menuju Wisuda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Produser: Amril Nuryan, Andi Ashari Arraniri</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sutradara: Ihdar Nur</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Genre Film: Komedi</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pemain: Tumming, Abu, Reo Ramadhan, Hisyam Hamsir, Luna Vidya, Inten Navadia, Mamak Ramlah, Fanny Gee, Alli Murdani</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Produksi: Finisia Production, 786 Production</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rilis Resmi: 4 Juli 2019</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA</strong> - Juli 2019 memiliki beberapa pilihan film seru yang bisa kita saksikan. Ada sebuah film daerah karya anak muda Kota Makassar yang resmi tayang di seluruh Indonesia. Film tersebut cukup menarik dan ditunggu oleh masyarakat Kota Makassar, bahkan masyarakat Sulawesi Selatan yang berada di seluruh Indonesia. Film daerah ini juga tidak kalah seru dari beberapa film baik nasional maupun mancanegara. Film tersebut bertajuk Anak Muda Palsu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Anak Muda Palsu merupakan sebuah film karya Finisia Production dan 786 Production yang menceritakan empat orang mahasiswa yakni Tumming, Abu, Illang (Reo Ramadhan) dan Darwis (Hisyam Hamsir). Mereka adalah mahasiswa angkatan 2011 alias semester akhir di Universitas Hasanuddin. Mereka sedang galau memikirkan masa kuliah mereka yang sebentar lagi akan selesai waktunya. Apabila mereka tidak mampu menyelesaikannya, maka mereka akan di&nbsp;</span></span><span><span><em>Drop Out</em></span></span><span><span><em>&nbsp;</em>(DO).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pada awalnya, mereka berempat diperingati oleh pihak kampus lantaran mereka tidak serius dalam mengikuti perkuliahan sehingga membuat perkuliahan mereka tidak beres. Karena sudah diberi peringatan oleh pihak universitas dengan ancaman DO, mau tidak mau mereka harus berusaha untuk menyelesaikan perkuliahan mereka yang sebentar lagi akan selesai.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tumming, Abu, Illang dan Darwis yang tinggal satu indekos dan bersahabat, bekerja sama untuk menyelesaikan skripsi dan tugas-tugas kuliah yang tertinggal. Mereka juga berjanji untuk bisa wisuda dan mendapat gelar sarjana bersama serta membantu bila salah satu diantara mereka mengalami kesulitan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Namun, untuk menyelesaikan masalah perkuliahan bukan perkara yang mudah bagi mereka berempat. Ada saja cobaan dan tantangan yang selalu datang dan harus mereka hadapi bersama untuk menyelesaikannya. Belum lagi kehadiran konflik dan perbedaan pendapat yang memperkeruh persahabatan mereka serta masalah pribadi yang muncul dalam diri mereka. Contohnya Abu yang didesak oleh Maminya (Fanny Gee) untuk wisuda sebelum di DO.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pemeran utama film yakni Tumming dan Abu cukup bagus dan lancar dalam berakting, terutama akting mereka yang menggunakan logat Makassar yang sangat khas dan mengundang tawa penonton. Sedangkan Illang (Reo Ramadhan) dan Darwis (Hisyam Hamsir) yang baru memulai debut menjadi pemeran utama di film ini berakting cukup baik meskipun beberapa akting sedikit berlebihan. Terdapat sedikit bumbu adegan percintaan dimana Abu berusaha mendekati seorang mahasiswi yakni Icha (Inten Navadia).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain mereka, ada satpam kampus (Alli Murdani) yang cukup menarik perhatian. Seorang satpam yang umunya berani, terbantahkan oleh sosoknya. Ia penakut, terutama dengan dunia malam. Aktingnya yang jenaka bisa membuat penonton tertawa.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Anak</span></span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Muda Palsu memiliki durasi waktu 1 jam 43 menit. Film ini bukan hanya menyuguhkan adegan komedi semata, namun juga pesan moral yang cukup penting untuk mahasiswa. Pesan tersebut yakni betapa pentingnya menyelesaikan kuliah tepat waktu bahkan lebih awal, serta belajar menghargai waktu dan juga serius dalam mengikuti perkuliahan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dibalik peran utama mereka sebagai mahasiswa semester akhir. Tumming dan Abu juga menjadi penulis di film ini, yang sebagian besar menggunakan tambahan logat Makassar. Hal Ini yang membuat film daerah lebih berbeda dibandingkan film nasional pada umunya yang pernah kita tonton.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Anak Muda Palsu menjadi film daerah yang bisa dikatakan cukup sukses setelah tayang resmi di Indonesia. Terbukti, banyak sekali masyarakat yang menonton, terutama masyarakat Sulawesi Selatan karena film ini dibuat dengan bahasa daerah asal mereka. Film Anak Muda Palsu diprediksi bisa menjadi suksesor film Uang Panai yang dimana menjadi film daerah tersukses pertama di tahun 2016.<em><strong> (anm/len)&nbsp;</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Permata Hati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/permata-hati/baca </link>
<guid> permata-hati </guid>
<pubDate> Sun, 28 Jul 2019 11:19:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Ferren Novelin Laij, mahasiswi Ilmu Hukum 2018. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/permata-hati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4vcZTMHXKm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Permata Hati</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Badai gelap menutupi kota.</span><br></p><p>Banjir datang membungkus harta.</p><p>Malam itu aku kehabisan kata.</p><p>Berkenalan denganmu merupakan mukjizat paling nyata.</p><p>Kamu datang dengan penuh kehangatan dan cerita.</p><p>Membuatku merasa layaknya permata.</p><p>Terbuai oleh kasih dan cinta.</p><p>Berbagi masa lalu yang penuh derita.</p><p>Saling melengkapi untuk mencapai cita-cita.</p><p>Percayaku sudah tak terhitung berapa hasta.</p><p>Yakinkanku bahwa kita jangan saling mendusta.</p><p>Aku harap kehadiranmu bukan hanya semata.</p><p>Karena tanpamu aku renta.</p><p>Aku mengucap syukur berjuta-juta,</p><p>Karena kamu menerimaku sebagai mahkota.</p><p>Kiranya tanganmu selalu terbuka seluas semesta,</p><p>Untuk memelukku yang penuh dukacita,</p><p>Dan mengubahnya menjadi sukacita.</p><p>Terima kasih telah memperlakukanku sebagai wanita.</p><p>Aku mohon kau tetap tinggal tanpa ronta dan pinta.</p><p><em><strong>Ditulis oleh Ferren N</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>ovelin Laij, mahasiswi Ilmu Hukum, FH 2018.&nbsp;</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Barang di SC Raib, UKM Akui Rugi Jutaan Rupiah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/barang-di-sc-raib-ukm-akui-rugi-jutaan-rupiah/baca </link>
<guid> barang-di-sc-raib-ukm-akui-rugi-jutaan-rupiah </guid>
<pubDate> Mon, 29 Jul 2019 08:10:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Student Center Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/barang-di-sc-raib-ukm-akui-rugi-jutaan-rupiah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o62IWeYOkB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Barang di SC Raib, UKM Akui Rugi Jutaan Rupiah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Belakangan ini, marak peristiwa hilangnya inventaris yang ada pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun lembaga kemahasiswaan di gedung Student Center (SC). Bahkan hingga berbuntut perusakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Hal ini lantas membuat mahasiswa resah dan geram. Beberapa di antaranya dialami oleh UKM Pramuka, UKM Teater Yupa, UKM Bola Unmul, KMK Unmul, dan UKM Catur.</p><p style="text-align: justify;">Oky Paredanun selaku Ketua UKM Pramuka melaporkan adanya kehilangan barang-barang penting dari sekretariat mereka. Diakui Oky, mereka kehilangan Printer, CPU, HT 5 buah, 2 lampu sorot, <em>Carabier</em> 5, <em>Figur&nbsp;</em><em>Eight</em> 5 dengan total kerugian mencapai Rp10 juta lebih. Kejadian ini bukan pertama kalinya. Tahun lalu, &nbsp;UKM Pramuka kehilangan CPU. Beberapa anggota menyimpulkan bahwa pelaku masuk melalui jendela yang tepat berada di atas pintu, sebab keadaan kunci sekretariat mereka masih bagus. Tidak ada kerusakan.</p><p style="text-align: justify;">Demi menghindari kejadian yang sama, UKM Pramuka berencana memasang tralis besi. Untuk sementara barang-barang beharga tidak disimpan di sekre, sebab mereka masih menunggu situasi kembali aman. UKM Pramuka menaruh curiga pencurian bulan lalu disebabkan oleh libur panjang, juga kemungkinan pelaku yang mereka curigai tidak jauh dari wilayah SC, sebab pelaku mengetahui semua barang-barang beharga milik setiap UKM.</p><p style="text-align: justify;">Senasib, Ketua UKM Teater Yupa, Tiara Purnama Sari menuturkan salah satu anggotanya harus merelakan uang tunai senilai Rp700 ribu dan sebuah ponsel genggam saat barang tersebut berada di sekretariat. Lebih lanjut, ia juga mendengar &nbsp;lapak dagang yang berada di sekitar kawasan SC tak luput dari usaha pembobolan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dapat laporan juga dari<em>&nbsp;bule</em> yang jualan di depan sekre Yupa, katanya warungnya dibobol hingga dua kali oleh pencurinya. Dengan cara menggergaji pintu, saya sendiri juga sempat melihat berkas gergajinya,&quot; terang Tiara.</p><p style="text-align: justify;">Namun, beruntung tak satupun barang yang berhasil diraib oleh oknum tak dikenal tersebut. Melihat kondisi SC yang semakin rawan, didukung tidak adanya penjagaan resmi yang dilakukan oleh satuan pengamanan membuat gerak oknum tersebut semakin gesit.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemudian hal tersebut menimbulkan tanda tanya bagaimana Unmul kampus akreditasi A, tidak menjamin keamanan para mahasiswa di lingkungannya,&quot; tutur Tiara.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap adanya tindak tegas langsung oleh pihak kampus mengingat peristiwa ini terus terjadi. Senada dengan Tiara, Aris Munandar, ketua UKM Bola menyampaikan keresahannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari UKM Sepak Bola dan Futsal sendiri mengalami kerugian besar karena tidak cuma di SC tetapi di gudang lapangan Kusetra dibobol juga. Isinya ada 10 bola dan peralatan lainnya yang ditaksir rugi 8 jutaan. Sedangkan di SC, <em>jersey</em> dan peralatan latihan futsal lenyap digondol maling,&quot; ungkap Aris.</p><p style="text-align: justify;">Aris sangat menyayangkan sistem keamanan kampus yang dirasa lemah, tidak selayaknya universitas yang meraih akreditasi A harus dihadapkan tugas rumah yang dari hari ke harinya sama.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang apa yang akan kami lakukan dengan tidak adanya peralatan yang telah digondol maling? Targetan kita juara nasional, tetapi keamanan seperti ini, mungkin hanya mimpi,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Guna menghindari hal yang tak diinginkan lebih jauh, UKM bola menguatkan proteksi sekretariatnya dengan penambahan gembok, namun bak kancil yang tak kehilangan akalnya gembok tersebut masih saja mampu untuk dibobol oleh oknum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekali lagi kami sangat kecewa,&quot; pungkas Aris.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya UKM Teater Yupa dan UKM Sepak Bola, bulan Juni lalu sekretariat KMK kehilangan <em>sound system</em> dan sekre mereka dibobol. Untuk meminimalisir kejadian ini belum ada perencanaan kerena barang-barang sudah dibawa pulang ke rumah salah satu anggota. Sama seperti UKM Pramuka, KMK berencana akan membeli tralis untuk di jendela dan di pintu agar tidak ada lagi yang bisa membuka pintu secara paksa.</p><p style="text-align: justify;">Menurut penuturan Rina, Ketua KMK, sekretariat KMK sudah tidak lagi aman. Sebab, sudah berulang kali dibobol dan sudah seringkali mereka mengganti gagang pintu. Sejauh ini selain <em>sound</em><em>,</em> terdapat juga LCD dan uang senilai Rp700 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Keamanan Gedung SC benar-benar sedang dipertanyakan. UKM lainnya yang juga menjadi korban ialah UKM Catur. Ditemui <em>Sketsa</em>, Ketua Umum UKM Catur Irfan Fadil mengaku bahwa pihaknya sering mengalami kebobolan. Setidaknya tercatat tiga kali selama ia menggeluti UKM ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;UKM Catur udah sering (kebobolan). Yang saya tahu ini udah yang ketiga kali,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi bobol pertama ia alami saat awal kepengurusan tahun 2017 lalu. Lalu pada awal 2019 yang menyebabkan UKM Catur kehilangan beberapa barang seperti jam catur seharga jutaan. Kemudian terjadi kembali pada musim liburan semester lalu. Ganjilnya, aksi bobol kali ini tak ada kehilangan, hanya kerusakan pada pintu yang membekas. Seperti kerusakan pada lubang kunci dan papan plang nama yang sudah berada di tanah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pas masa liburan, enggak ada yang hilang. Cuma pintunya dirusak terus plangnya dicopot,&quot; kata Irfan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pertama kali tahu, (ada) anggota UKM dan (merupakan anggota) BEM juga. Mereka bikin acara, terus teman saya panitia, dia menelepon &apos;sekre kita udah dibobol&apos;. Sore <em>ngecek</em>, kondisinya udah pecah,&quot; ceritanya.</p><p style="text-align: justify;">Irfan sudah mencoba melakukan laporan ke petugas keamanan, serta sudah ditinjau langsung ke tempat kejadian. Namun hingga kini tak ada respons lebih. Pengurus UKM hanya disuruh untuk melaporkan ke pihak rektorat yang hingga kini juga enggan dilakukan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Cerita tak jauh berbeda dialami LPM Sketsa. Beberapa bulan lalu terminal kabel milik sekretariat dan speaker lenyap. Hilangnya terminal kabel tidak hanya sekali, kejadian yang sama terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan. Peristiwa kehilangan ini bukan baru sekali dialami. Setahun lalu, kejadian serupa pernah terjadi. Di tengah masa libur panjang seperti ini kipas angin di sekretariat hilang. Baru-baru ini, sekitar dua minggu lalu, gagang pintu sekretariat LPM Sketsa dilepas dan dirusak. <strong style="font-style: italic;">(omi/syl/snh/els)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bina Desa Kampoeng Kita, Wujud Pengabdian Mahasiswa Teknik Sipil Unmul untuk Pengembangan Desa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bina-desa-kampoeng-kita-wujud-pengabdian-mahasiswa-teknik-sipil-unmul-untuk-pengembangan-desa/baca </link>
<guid> bina-desa-kampoeng-kita-wujud-pengabdian-mahasiswa-teknik-sipil-unmul-untuk-pengembangan-desa </guid>
<pubDate> Tue, 30 Jul 2019 11:43:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Bina Desa Kampoeng Kita oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Unmul 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bina-desa-kampoeng-kita-wujud-pengabdian-mahasiswa-teknik-sipil-unmul-untuk-pengembangan-desa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L3yTbcw5RX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bina Desa Kampoeng Kita, Wujud Pengabdian Mahasiswa Teknik Sipil Unmul untuk Pengembangan Desa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Unmul berkomitmen untuk melakukan pengabdian secara langsung di masyarakat, khususnya di wilayah yang minim perhatian dari pemerintah. Melalui program Bina Desa Kampoeng Kita, mahasiswa Teknik Sipil memulai program pembinaan desa, tepatnya di Desa Sungai Tempurung, Kecamatan Kutai Lama, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini memiliki tujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan, perbaikan lingkungan, dan memberikan akses pendidikan. Sebagai langkah pertama dalam pembinaan desa, mahasiswa melakukan pendekatan secara langsung ke warga desa, yaitu dengan mengunjungi lokasi desa dan berdiskusi dengan warga mengenai permasalahan yang dialami hingga saat ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Desa Sungai Tempurung memiliki banyak permasalahan, mulai dari infrastruktur hingga masalah pendidikan. Selama lebih dari 74 tahun Indonesia merdeka, masyarakat belum memiliki akses jalan yang layak untuk keluar dan masuk desa. Padahal, jarak Samarinda menuju desa tidak lebih dari 17 kilometer. Hingga saat ini desa tidak memiliki fasilitas listrik dari PLN.</p><p style="text-align: justify;">Ironinya desa ini dikelilingi oleh tambang batu bara yang sudah beroperasi lebih dari 15 tahun. Karena itu, mahasiswa tergerak untuk bisa membantu pengembangan Desa Sungai Tempurung. Fokus utama untuk saat ini adalah peningkatan infrastruktur dan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai upaya pendekatan dan sosialisasi dengan masyarakat desa, Ramadan lalu diadakan buka puasa bersama. Pada kegiatan ini, mahasiswa Teknik Sipil dibantu dengan masyarakat mempersiapkan acara buka bersama dan lomba untuk anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">Program selanjutnya adalah pembangunan akses jalan bagi warga desa dari Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, menuju Desa Sungai Tempurung. Selama ini akses jalan warga desa untuk keluar dan masuk hanya sebatas jalan tanah. Di mana ketika hujan, jalan tersebut sulit untuk dilalui bahkan untuk mobil. Kegiatan warga sering terganggu ketika musim hujan. Pembangunan jalan sepanjang 2,2 kilometer dengan lebar 5 meter ini hanya untuk akses sementara warga, hingga pemerintah mau membangun jalan yang lebih layak. Dalam pembangunan jalan ini, Bina Desa Kampoeng Kita dibantu dengan dana CSR dari perusahaan tambang yang ada disekitar desa.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Teknik Sipil juga bekerja sama dengan IKA Alumni Teknik Sipil Unmul untuk membuat perencanaan jalan tersebut. Pada Sabtu, 20 Juli 2019, Bina Desa telah melakukan survei untuk mengukur kondisi geografis lokasi yang akan dibangun jalan tersebut, dan tahap selanjutnya akan dilakukan pembangunan jalan. Dalam tahap pembangunan jalan, mahasiswa akan bergotong royong dengan warga desa. Selain itu, Bina Desa Kampoeng Kita juga memiliki program lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan di Desa Sungai Tempurung.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Unmul 2019.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Solusi dan Syarat Keamanan Student Center </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/solusi-dan-syarat-keamanan-student-center/baca </link>
<guid> solusi-dan-syarat-keamanan-student-center </guid>
<pubDate> Tue, 30 Jul 2019 12:51:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski sempat mengadakan audiensi terkait kehilangan barang, namun nyatanya keamanan SC hingga kini masih meresahkan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/solusi-dan-syarat-keamanan-student-center/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nTQzJBeHSh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Solusi dan Syarat Keamanan Student Center</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Permasalahan Gedung SC seolah tak kunjung ada habisnya. Menanggapi kejadian raibnya inventaris yang dialami penghuni SC belakangan ini, Menteri Kebijakan Kampus Mush&apos;ab Al Ma&apos;ruf mengaku bahwa perkara ini bukan kali pertama, namun telah terjadi sejak dulu. Pihaknya pun telah melakukan audiensi dengan Encik pada 2018 lalu guna menangani permasalahan ini. Kemudian diaminkan dengan rencana pemberian tenaga keamanan serta pos satgas. Namun untuk merealisasikan rupanya Encik punya aturan-aturan pula yang harus dipatuhi yakni salah satunya larangan bermalam di Gedung SC.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun lalu dapat solusi, dikasi tenaga keamanan, posnya ada. Jadi ya tenaga keamanannya memang jaga di sini (Gedung SC). Cuma Pak Encik minta, SC jangan jadi tempat tidur. Sebenarnya itu doang,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini yang dirasa belum bisa dilakukan. Sebab pihak BEM KM hingga kini belum mendapatkan satu frekuensi untuk menerapkan jam aktivitas UKM di Gedung SC. Diakui Ma&apos;ruf, sapaan akrabnya, komitmen itu belum bisa didapat sejak 2017 silam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun lalu dari Kementerian Kolaborasi BEM KM Unmul sempat ngumpul (bersama UKM se-Unmul). Dan memang banyak penolakan jika harus ada jam (pembatasan) aktivitas,&quot; kata Ma&apos;ruf.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena maling di musim libur semester seperti ini memang sudah menjadi kisah klasik yang selalu terulang di tiap tahunnya. Menurut Ma&apos;ruf, permasalahan yang tiap tahun belum menemukan titik terang, maka kemungkinan di hari selanjutnya akan kejadian lagi. Hingga kini pun BEM KM berupaya untuk kembali melakukan konsolidasi untuk menangani permasalahan keamanan SC.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pengin ngumpul lagi dengan penghuni SC, cuma kalau pada ujungnya gitu lagi, ya udah sama aja. Pasti tahun depan ada lagi (kasus kemalingan),&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Encik Achmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni belum dapat dimintai keterangan lantaran tengah berada di luar kota. La Hasan selaku Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan mengaku turut prihatin dengan kasus pencurian yang tengah dialami beberapa UKM di SC. Sebelumnya ia mengetahui informasi ini melalui grup <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita juga bertanggung jawab atas itu dan merasa prihatin. Tapi terkait keamanan di sana bisa ke biro umum,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai barang-barang yang hilang, La Hasan menyarankan UKM terkait untuk membuat laporan berupa kronologis untuk ditujukan kepada rektor. &quot;Kalau perlu datang, dengan membawa catatan dan juga solusi dari mahasiswa,&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan untuk membicarakan penyelesaian kasus ini perlu melibatkan pihak-pihak terkait. Baik itu dari pihak rektorat, dan juga mahasiswa. <em><strong>(snh/adl/fqh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SPI Tak Dapat Serta-Merta Ditolak dan Diterima </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/spi-tak-dapat-serta-merta-ditolak-dan-diterima/baca </link>
<guid> spi-tak-dapat-serta-merta-ditolak-dan-diterima </guid>
<pubDate> Wed, 31 Jul 2019 07:24:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski sempat dituntut dan dirasa memberatkan, SPI tak dapat serta merta ditolak dan kembali kepada kebijakan fakultas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/spi-tak-dapat-serta-merta-ditolak-dan-diterima/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gyTLfX0IGf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SPI Tak Dapat Serta-Merta Ditolak dan Diterima</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Fakultas Farmasi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Pertanian (Faperta) dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) termasuk ke dalam jajaran fakultas yang menerapkan kebijakan uang pangkal/sumbangan pengembangan institusi (SPI). Tak lama kemudian Faperta mencabut kebijakan SPI di fakultasnya. Dalam surat yang ditandatangani Rektor Unmul Masjaya, nominal angka uang pangkal di tiap fakultas bervariasi. Hal ini sempat menambah keresahan mahasiswa beberapa waktu lalu, selain isu UKT bagi mahasiswa bidik misi angkatan 2015 dan almamater berbayar. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keresahan-ukt-penerapan-spi-dan-almamater-berbayar/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keresahan-ukt-penerapan-spi-dan-almamater-berbayar/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keresahan-ukt-penerapan-spi-dan-almamater-berbayar/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> mengonfirmasi BEM Fakultas Farmasi dan FKM terkait kebijakan SPI. Sementara FK dan FPIK tak kunjung memberikan respons. Faisal Riyanda Gubernur BEM Fakultas Farmasi mengatakan SPI di Farmasi bukan hal baru. Sekitar beberapa tahun silam, Farmasi menerapkan SPI sebelum akhirnya berganti dengan kebijakan UKT pada tahun 2013. Saat aksi di rektorat beberapa pekan lalu, Rektor Unmul Masjaya meminta BEM fakultas untuk membicarakan kembali terkait kebijakan SPI di fakultas masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya <em>chat</em> WD I dan diagendakan sore ini (25/9). Selama proses menunggu itu, kami enggak diam dan mencari tahu mengapa Farmasi sampai menerapkan SPI. Ternyata karena operasional perkuliahan (biayanya) sangat besar,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Namun rupanya pertemuan tersebut masih belum terlaksana. Direncanakan terlaksana pertengahan Agustus nanti. Ia juga menyayangkan adanya pemotongan dana yang dirasa cukup besar dan tidak adil untuk Farmasi. Sehingga perlu adanya transparansi pembagian. &ldquo;Seharusnya pemotongan itu 30% untuk universitas dan 70% untuk fakultas. Di Farmasi, yang saya tahu 52% untuk univ, 48% untuk fakultas. Logikanya di mana?&rdquo; tanyanya.</p><p style="text-align: justify;">Faisal mengatakan bahwa Farmasi memang tidak serta merta menolak SPI namun menerima bersyarat. Lantaran hal ini memang kebutuhan dan sudah diatur oleh Menristekdikti. &ldquo;Seumpama <em>goals</em> nih di Farmasi enggak ada SPI, lalu bagaimana untuk operasional? Untuk beli bahan kimia di Farmasi aja sekitar 2 miliar. Bahan kimia tiap tahun makin naik harganya. Otomatis biaya operasional makin meningkat,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, langkah yang akan diambil oleh BEM Farmasi ialah pengawasan sesuai aturan dengan terlibat dalam proses validasi. Di mana uang pangkal tersebut memperhatikan kemampuan ekonomi dari mahasiswa. Jika mahasiswa tersebut secara ekonomi tidak mampu, maka tidak dikenakan uang pangkal.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan berdasarkan informasi yang ia dapatkan, ada mahasiswa baru SMMPTN mengisi form SPI sebesar Rp100 juta. &ldquo;Ibaratnya ngapain kita aksi demo menolak SPI sementara ada yang mampu. Yang kita bantu adalah yang tidak mampu,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Bayu Rosandy Gubernur BEM FKM mengaku sebelumnya tidak ada pembahasan mengenai nominal SPI. Sempat juga diadakan rapat wakil dekan satu dan dua bersama UKM dan juga lembaga yang ada di FKM. Dalam rapat tersebut disosialisasikan besaran SPI untuk FKM sebesar Rp20 juta dikalikan dengan jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri, yakni 15 mahasiswa baru. Jika dikalikan, maka dana sebesar Rp300 juta akan dikantongi FKM dan diperuntukkan &nbsp;membeli 1 unit <em>pick up</em>, 10 unit PC. Meski dikatakannya, <em>pick up</em> dan komputer dirasa belum menjadi kebutuhan utama FKM saat ini karena sebelumnya tidak dilakukan survei.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi di rapat itu hanya sebatas sosialisasi saja, kita enggak bisa menyanggah. Jadi saat itu hanya mempertanyakan kegunaan SPI ini apa, lalu bagaimana nasibnya mahasiswa yang kurang mampu di FKM. Ternyata tidak ada solusi yang pasti dari FKM terkait itu, dan birokrat fakultas mengatakan SPI ini sudah ditandatangani pihak rektorat,&rdquo; &nbsp;jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mendengar SPI ini sudah ditandatangani, pihaknya makin tak dapat memberikan argumen untuk menolak. Hanya sebatas menanyakan nasib mahasiswa baru yang tidak mampu. Berangkat dari keresahan itu, BEM FKM turut serta dalam aksi tempo hari di rektorat karena merasa tidak mendapatkan solusi yang pasti dari FKM. Melalui aksi tersebut, barulah dapat dipastikan bahwa mahasiswa yang tidak mampu tidak akan dikenakan SPI.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;UKM dan lembaga se-FKM tidak pernah mengatakan sepakat SPI diberlakukan untuk keseluruhan mahasiswa dengan tidak melihat ekonominya. Makanya ini kami sedang berdiskusi, sekalipun SPI tidak bisa digugurkan, tapi setidaknya mahasiswa tidak mampu itu tidak membayar SPI,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan Fakultas Farmasi, BEM FKM juga akan mengawasi proses validasi. Hal ini dikatakan Bayu sesuai dengan dengan pernyataan Masjaya saat aksi. Ia juga menegaskan bahwa &nbsp;BEM, UKM dan lembaga FKM belum pernah menyatakan sepakat dengan SPI. Publikasi SPI BEM FKM melalui media sosial karena tidak ingin mahasiswa baru yang mendaftar ke FKM melalui jalur mandiri merasa terjebak.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya mahasiswa menggelar aksi di depan gedung Rektorat Unmul pada Rabu (17/7). Massa dari Aliansi Bersatu Mulawarman turun ke lapangan menjumpai rektor mempertanyakan kejelasan atas tiga kebijakan baru serta menolak kebijakan yang dirasa memberatkan. Masjaya mengatakan bahwa &nbsp;SPI tidak wajib, tergantung kebutuhan fakultas yang bersangkutan. Jika fakultas merasa tidak membutuhkan, maka tidak masalah jika tidak menerapkan. Namun dalam aksi hari itu, masih belum ada jawaban konkret terkait poin permasalahan lainnya, hingga kemudian berlanjut dengan audiensi keesokan harinya, Kamis (18/7).</p><p style="text-align: justify;">Melalui audiensi tersebut baru kemudian pihak rektorat berjanji untuk tidak mengenakan pembayaran untuk almamater. Selain itu, mahasiswa bidik misi yang sudah lewat delapan semester masa studinya akan divalidasi ulang, sehingga tidak serta-merta dibebankan dengan golongan UKT tanpa melihat kondisi ekonomi. Sedangkan bagi mahasiswa non bidik misi dapat mengajukan keringanan UKT, namun dengan syarat dapat menyelesaikan studinya dalam kurun 1-2 semester. <strong><em>(pil/syl/ubg/adl/omi/wuu/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Simpresmawa, Kebijakan Baru Melecut Prestasi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/simpresmawa-kebijakan-baru-melecut-prestasi-mahasiswa/baca </link>
<guid> simpresmawa-kebijakan-baru-melecut-prestasi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 31 Jul 2019 13:38:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Simpresmawa menjadi langkah baru kampus untuk melecut keaktifan mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/simpresmawa-kebijakan-baru-melecut-prestasi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UupXKTgEDA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Simpresmawa, Kebijakan Baru Melecut Prestasi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Unmul yang kini telah meraih akreditasi A terus melakukan pembaharuan. Tak terkecuali di bidang kemahasiswaan. Belakangan ini, sistem baru mulai diterapkan untuk mahasiswa dalam mengisi kartu rencana studi (KRS). Tak sedikit yang merasa bingung, karena dalam penginputan KRS mahasiswa diminta untuk melampirkan sertifikat prestasi pada halaman Sistem Informasi Akademik (SIA) Unmul. Ini merupakan bagian dari program Sistem Informasi Prestasi Mahasiswa (Simpresmawa).</p><p style="text-align: justify;">Simpresmawa merupakan langkah akademik untuk mengumpulkan data-data sertifikasi prestasi mahasiswa. Tidak hanya prestasi, namun juga keterlibatan dalam sebuah lembaga atau organisasi, maupun keikutsertaan dalam sebuah acara sebagai partisipan. Melalui bukti berupa sertifikat ini yang nantinya akan diunggah di halaman SIA Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Bukti dokumen yang diinput oleh mahasiswa nantinya memiliki ruang gerak serta jangkauan yang luas. Pihak akademik kampus tidak membatasi jenis dokumen yang nantinya diinput. Baik dari UKM atau lembaga kemahasiswaan, tingkat fakultas atau tingkat universitas, individu atau kelompok, tingkat kota bahkan internasional dapat diunggah dalam laman SIA Unmul. Namun dengan catatan, sertifikat tersebut harus sesuai dengan tahun kegiatan saat pembuatan KRS.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana dengan mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan UKM atau kelembagaan di kampus? Kebijakan ini akan mulai diperketat di tahun depan. Di mana mahasiswa wajib mengisi dan mengunggah bukti keikutsertaannya di sebuah kegiatan. Jika tidak, maka mahasiswa bersangkutan tidak dapat melanjutkan pengisian KRS. Nantinya pihak akademik akan memeriksa keaslian dokumen melalui validasi dokumen yang akan dilakukan oleh tim operator pada tiap program studi. Nantinya ini akan menentukan hasil akhir perekapan dokumen mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Adanya Simpresmawa ini nantinya akan menambah poin lebih dan mendapatkan output pada surat keterangan pendamping ijazah (SKPI). Tujuan serta harapan diberlakukannya Simpresmawa untuk membantu mahasiswa mengumpulkan bukti-bukti pengalaman kegiatan mereka selama perkuliahan. SKPI ini nantinya akan berguna bagi mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan maupun yang bekerja. Sementara outcome yang diperoleh ialah kualitas lulusan dan institusi, serta pengelolaan kreatif dan inovatif.</p><p style="text-align: justify;">Secara tidak langsung penerapan Simpresmawa ini menguntungkan bagi UKM dan lembaga kampus. Karena dengan adanya sistem ini mahasiswa terpacu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dikatakan Ayu Indar, Wakil Gubernur BEM FIB yang mengaku terbantu dengan Simpresmawa. &quot;Tidak menutup kemungkinan jika kita berkontribusi dalam kegiatan kampus dapat menambah soft skill dan hard skill kita nantinya,&rdquo; ujarnya. <strong><em>(fzn/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Mahasiswa Baru dalam Rangkaian PKKMB 2019 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-mahasiswa-baru-dalam-rangkaian-pkkmb-2019/baca </link>
<guid> sambut-mahasiswa-baru-dalam-rangkaian-pkkmb-2019 </guid>
<pubDate> Thu, 01 Aug 2019 12:59:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Posko IRONMAN yang digagas oleh BEM KM bekerjasama dengan BEM Fakultas se-Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-mahasiswa-baru-dalam-rangkaian-pkkmb-2019/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MHZEXiClTe.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Mahasiswa Baru dalam Rangkaian PKKMB 2019</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebelum memulai kegiatan perkuliahan, biasanya beberapa universitas memperkenalkan berbagai kegiatan mahasiswa kepada mahasiswa baru (maba). Tahun ini Unmul turut melangsungkan rangkaian kegiatan <span>Program Pengenalan Kehidupan Bagi Mahasiswa Baru (</span>PKKMB).</p><p style="text-align: justify;">PKKMB Unmul kembali hadir secara perdana lewat Posko Informasi dan Edukasi Mahasiwa Baru Mulawarman (Ironman) yang telah berlangsung mulai hari ini, Kamis (1/8). Posko Ironman dibuat oleh BEM KM yang berkolaborasi dengan UKM se-Unmul. Ironman merupakan salah satu rangkaian agenda PKKMB yang bertujuan untuk menjadi wadah yang memberikan pelayanan informasi dan edukasi bagi mahasiwa baru. Kegiatan yang akan berlangsung hingga 9 Agustus mendatang sekaligus untuk menyambut Prasasti Mulawarman 2019.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Rabu (31/7), Aulia Furqon selaku Ketua Panitia PKKMB 2019 mengatakan sejak melaksanakan <em>Open Recruitment</em> panitia pada 17-20 Juli, terdapat 248 pendaftar dari 14 fakultas yang diterima menjadi panitia. Pendaftaran dilakukan melalui dua sistem, yakni sistem <em>online</em> dan sistem delegasi yang berasal dari BEM fakultas dan UKM se-Unmul. Mengenai batasan mengirim delegasi, ia menjelaskan bahwa tidak ada batasan untuk mengirim delegasi yang ingin menjadi panitia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak ada batasan bagi yang ingin menjadi panitia, mau itu dari delegasi fakultas ataupun yang dari UKM. Kita hanya memberi minimalnya saja, paling sedikit 5 orang. Cuma ada beberapa yang tergantung dengan kondisi internalnya atau tidak menyanggupi itu (minimal 5 orang). Itu tidak masalah,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Peran Birokrat dan Organisasi Mahasiswa dalam PKKMB 2019</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak dapat dipungkiri bahwa PKKMB membutuhkan peran seluruh elemen kampus tak terkecuali pihak birokrat kampus dan organisasi mahasiswa (ormawa). Furqon menuturkan, bahwa ormawa harus bisa mengikuti dan menjaga suasana dalam fase adaptasi maba terhadap kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk tahun ini, kami punya cita-cita agar Prasasti Mulawarman bisa memberi kesan yang baik pada mahasiswa baru. Kesan bahwa Unmul adalah kampus yang solid,&quot; ujarnya. &quot;Tidak hanya solid tetapi bersama-sama membangun Unmul sesuai dengan visi dan misinya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">PKKMB tentunya tidak lepas dari peran birokrat sebagai pelaksana kegiatan. Prasasti Mulawarman merupakan agenda dari universitas yang dipegang oleh Wakil Rektor I, sementara peran BEM KM adalah mengumpulkan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Terkait konsolidasi, ia mengutarakan bahwa konsolidasi telah dilaksanakan bersama fakultas dan UKM masing-masing sekali.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selebihnya, kalau ada konsolidasi itu tergantung dari wakil rektor, karena ini agendanya rektor. Perlukah wakil rektor melibatkan UKM dan juga mahasiswa terhadap hal-hal yang insidental seperti teknis acara dan lain sebagainya,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, ia juga memberikan pesan kepada perwakilan fakultas yang akan mendampingi maba selama agenda berlangsung untuk tetap disiplin.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari panitia sendiri sudah menegaskan. Misal ada fakultas atau mahasiswa yang tidak ingin ikut dari awal, daripada pergi ditengah-tengah acara mending tidak usah dulu terlibat di acara tahun ini dari pada memberi kesan yang tidak bagus ke mahasiswa barunya,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Teknis Prasasti Mulawarman</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu masalah yang seringkali muncul ketika pelaksanaan Prasasti Mulawarman adalah teknis acara seperti waktu dan tempat pelaksanaan. Sebagai awal yang baru, kali ini waktu pelaksanaan akan dibagi sehingga Prasasti Mulawarman akan berlangsung selama dua hari.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini ya kita deal-dealan, acara selesai jam 15.30. Misal jam segitu acara belum selesai, Fakultas boleh tarik diri (ada izin untuk tarik diri),&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait tempat pelaksanaan, Furqon mengakui bahwa mereka telah melakukan analisis mengenai agenda prasasti pada tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada permasalahan yang sama pada tiap tahunnya. Salah satunya yakni ruangnya tidak mencukupi, karena mahasiswa barunya ada ribuan. Lalu ada kekurangan penampilan dari ormawa yang kurang bisa memikat mahasiswa baru,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Karena acara berlangsung selama dua hari, maka hari pertama akan lebih dominan <em>indoor</em> dan hari kedua adalah <em>outdoor</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selama dua hari tersebut penampilan dari UKM tetap jadi prioritas buat ngisi acara,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pernah pula mengawal mahasiswa baru pada Prasasti sebelumnya, Furqon mengaku memiliki harapan yang besar agar seluruh elemen kampus dapat turut serta membangun respon positif dan menyambut Maba dengan tangan terbuka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk harapannya satu, yaitu semoga bisa lancar. kedua teman-teman bisa tetap solid satu sama lain, lalu semua dapat ikut terlibat dan mari kita sukseskan Prasasti Mulawarman,&quot; tutupnya. <strong><em>(len/hzk/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Perlahan Kelanjutan Bangunan Mangkrak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-perlahan-kelanjutan-bangunan-mangkrak/baca </link>
<guid> menanti-perlahan-kelanjutan-bangunan-mangkrak </guid>
<pubDate> Fri, 02 Aug 2019 14:05:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemandangan bangunan yang mangkrak di Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-perlahan-kelanjutan-bangunan-mangkrak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DcPFD5VoOH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Perlahan Kelanjutan Bangunan Mangkrak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Meski tengah gencar melakukan proyek pembangunan gedung dan fasilitas baru, Bohari Yusuf Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat akui Unmul masih memiliki sejumlah bangunan yang belum jelas status dan nasibnya. Macetnya aliran dana jadi sebab musababnya. ( Baca: </span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banyak-bangunan-mangkrak-bohari-yusuf-enggak-ada-uangnya/baca" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banyak-bangunan-mangkrak-bohari-yusuf-enggak-ada-uangnya/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"> )</span></p><p style="text-align: justify;">Pada awalnya bangunan tersebut dibangun oleh pemerintah daerah (pemda), namun pihak pemerintah pusat melarang karena bukan kewenangan pemda. &quot;Masalahnya pusat melarang, tapi tidak mau ganti. Enak saja dia (pusat) melarang. Harusnya kalau dilarang ya diselesaikan,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Bohari berharap agar pemerintah pusat dapat menyelesaikan pembangunan tersebut, apabila tidak dilanjutkan ia meminta agar bangunan mangkrak diratakan dengan tanah. &quot;Kalau memang tidak mau bantu, lebih baik diratakan dengan tanah saja. Tapi mereka bilang enggak bisa, harus ada urutannya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, pihak kementerian dirjen, direktur pusat dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memberikan bantuan. Unmul juga sudah mengajukan proposal hingga ke presiden melalui menteri sekretaris kabinet. Namun sampai sekarang belum diberikan bantuan dengan alasan Indonesia masih banyak yang perlu bantuan (dana). Dikatakannya, Bappenas merencanakan di 2024 semua gedung selesai dibangun.</p><p style="text-align: justify;">Bohari menambahkan ia sudah mengajukan proposal sejak tahun 2015. Sampai sekarang, sudah empat bangunan telah rampung dan tersisa dua belas bangunan. &quot;Tahun depan ada satu di belakang Farmasi, yang di Pertanian tinggal penyelesaian,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilema mangkraknya pembangunan ini lantaran pendaan, yang mana tidak dapat menutupi jika hanya berasal dari UKT. Pun jika UKT dinaikkan, maka sama saja dengan menundang aksi mahasiswa. &quot;UKT itu paling kecil di Indonesia. Terus dari mana lagi uang kita? Hanya dari situ (UKT) dan dari pusat,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Setiap ke Jakarta, Bohari menjelaskan kondisi terkait Unmul, tetapi pembangunan hanya diselesaikan secara perlahan dan satu persatu. &quot;Seperti tahun lalu selesai di Magister Manajemen. Tahun sebelumnya di pasca sarjana. Di Fakultas Hukum masih ada 2 lagi,&quot; terangnya. <strong><em>(omi/adn/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/senja/baca </link>
<guid> senja </guid>
<pubDate> Sat, 03 Aug 2019 12:48:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Rosmi Rahma, bercerita tentang senja. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/senja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cDKooqElUE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tentang apa saja yang ada dalam hidup ini</p><p>Sebelumnya kita sudah belajar tentang senja yang sudah kita lewati</p><p>Kalau saja ini bukan perkara hati, sudah pasti syair-syair kesedihan tak akan tercipta</p><p>Tak ada lagi kata seandainya untuk senja yang sudah pergi</p><p>Tawa yang telah memecah kesunyian, memecah keramaian dan sibuk untuk menyenangkan hati yang sudah jatuh kini sunyi dan sepi</p><p>Kehadiran senja yang indah hanya kata-kata pemanis untuk saat ini</p><p>Tak ada lagi kah simpanan kata-kata indahmu untuk menyambut hari ini atau sudah tak mampu lagi tersenyum di bumi?</p><p>Bangunlah wahai diri, sadarlah waktumu sudah mulai habis untuk beranjak pergi dari semua kenangan</p><p>Kenangan yang telah hilang</p><p>Apa yang hilang ?</p><p>Cukuplah, jangan bertanya lagi kembalilah bangkit</p><p>Kembali tata dirimu</p><p>Mari kita temukan senja yang layak untuk kita kenang</p><p>Bukan mengingat senja yang telah hilang</p><p>Senja juga belajar tentang arti kehilangan, pikirkan saja setiap waktu senja melihat mata yang berbeda dan mata melihat senja yang silih berganti</p><p>Tenang senja tetaplah sebagai senja yang menghias langit untuk kita yang hidup di bumi</p><p>Searti dengan bahagia yang sudah pasti dan akan menjadi milik semua kamu</p><p>Senja akan tahu warna indah terkenang untuk mata indahmu</p><p>&nbsp;senja dan kamu akan bertemu di waktunya</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Rosmi Rahma, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seragamkan Saja Jadi Hitam Putih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/seragamkan-saja-jadi-hitam-putih/baca </link>
<guid> seragamkan-saja-jadi-hitam-putih </guid>
<pubDate> Sun, 04 Aug 2019 11:42:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Restu Almalita, mahsiswi Ilmu Komunikasi 2018. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/seragamkan-saja-jadi-hitam-putih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zerImc62SN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seragamkan Saja Jadi Hitam Putih</h1>
			              </header>
			              <p>Warna tak lagi jadi keindahan yang nyata<br>Keberagaman tak lagi jadi pemersatu bangsa<br>Sibuk urus kesamaan<br>Sibuk mengkafir-kafirkan sesama teman<br>Sibuk urus mana yang paling berdosa dan mana yang paling pantas masuk surga</p><p>Jika bagimu ini terlalu senda gurau, sila pesan sebidang tanah akhirat</p><p>Barangkali saya butuh penghakimanmu yang sibuk menjajah wilayah Yang Maha Adil dan Kuasa<br>Identitas jadi nomor satu yang patut dipertanyakan kini<br>Saya kalah, sebab saya bukan representasi identitas keyakinan yang baik, mungkin bagimu<br>Sedang kamu adikuasa dalam membedah keyakinan saya<br>Bertutur terima kasih atas peringatan yang kau beri, namun cam kan sekali lagi;</p><p>Kewajiban sesama manusia mengingatkan, bukan menimbang dosa-dosa sesama lalu jadi asisten Tuhan yang siap mencambuk umat manusia</p><p>Seolah tahu segalanya.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektor UNM Diduga Pukul Persma, Humas: Sudah Clear </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-unm-diduga-pukul-persma-humas-sudah-clear/baca </link>
<guid> rektor-unm-diduga-pukul-persma-humas-sudah-clear </guid>
<pubDate> Mon, 05 Aug 2019 13:51:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dukungan untuk mengusut kasus kekerasan terhadap jurnalis tak pernah padam. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-unm-diduga-pukul-persma-humas-sudah-clear/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zu97EsP0vY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektor UNM Diduga Pukul Persma, Humas: Sudah Clear</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Belum lama peristiwa kurang menyenangkan yang dialami rekan pers mahasiswa LPM Suara USU beberapa waktu lalu, (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-bongkar-sekretariat-lpm-suara-usu/baca),">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektorat-bongkar-sekretariat-lpm-suara-usu/baca),</a> kini muncul berita terkait dugaan kekerasan yang dialami pers mahasiswa di Universitas Negeri Makassar (UNM). Rektor UNM, Husain Syam diduga melakukan pemukulan terhadap Reporter LPM Profesi, Wahyudin di tengah perayaan pameran Dies Natalis UNM. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 31 Juli lalu di Pelataran Menara Pinisi, sekitar pukul 15.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Tirto.id</em>, kronologi pemukulan berawal ketika Wahyudin dipanggil oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UNM, Arifuddin Usman untuk membahas pelantikan pengelola LPM Profesi. Di tempat yang sama, hadir pula Husain Syam. Dalam pertemuan tersebut pelantikan disepakati Senin, 5 Agustus ini.</p><p style="text-align: justify;">Setelah membahas pelantikan, Rektor UNM kembali menyinggung masalah pemberitaan tabloid tentang jalur mandiri yang menerima mahasiswa baru melebihi kuota. Namun masalah tersebut telah selesai. Tiba-tiba Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) UNM, Muharram datang dan mengatakan, &quot;Ini juga Pak Rektor, masa natulis (ditulis) kita kontra (beda pendapat) sama kementerian.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Mendengar ucapan Muharram, Husain lantas memukul bibir Wahyudin bagian kiri atas dan mengatakan, &ldquo;Kurang ajar betul kamu ini. Kamu mau kasi (ajak) berkelahi kita.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Padahal yang Muharram maksud ialah perbedaan pendapat terkait zonasi pendidikan, bukan aturan jalur mandiri. Mereka kemudian membahas terkait berita tabloid Profesi terkait aturan kementerian tentang zonasi sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya memukul, Husain diduga melakukan upaya intimidasi dan ancaman terhadap Wahyuddin. Husain mengancam akan menyelesaikan Wahyudin apabila pemberitaan tetap dipertahankan seperti pada tabloid yang beredar sekarang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>AJI Desak Polisi Usut Kasus</strong></p><p style="text-align: justify;">Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap Wahyudin. Nurdin Amir, Ketua AJI Makassar menuntut pihak kepolisian agar tegas menangani kasus kekerasan ini. Ia berharap agar kejadian kekerasan terhadap jurnalis tidak terulang kembali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Korban Wahyudin sudah melapor ke Polsek Rappocini Makassar dan sudah divisum. Kita tunggu sikap tegas pihak kepolisian, proses hukum harus berjalan dan tidak boleh pandang bulu,&rdquo; ucap Nurdin Amir kepada Tirto.id, Kamis (1/8).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kekerasan pemukulan dan intimidasi yang dilakukan Rektor Univeritas Negeri Makassar Husain Syam terhadap wartawan melanggar UU Pers. Dalam menjalankan profesinya, jurnalis mendapat perlindungan hukum,&quot; beber Nurdin.</p><p style="text-align: justify;">Pasal 18 UU Pers menyebutkan, &rdquo;Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berkaitan menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari akun <em>Instagram</em> @bp2munnes, atas intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis tersebut, AJI Makassar menyerukan dan menyatakan:</p><p style="text-align: justify;">Mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh Rektor Univeritas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam terhadap jurnalis/reporter LPM Profesi Univeritas Negeri Makassar karena pemberitaan.</p><p style="text-align: justify;">Mendesak aparat kepolisian memproses tindakan kekerasan yang dilakukan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam dan diadili di pengadilan hingga mendapatkan hukuman seberat-beratnya agar ada efek jera. Sehingga kasus serupa tak terulang di masa mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis sebelumnya. Sebab, hingga kini belum ada kasus kekerasan terhadap jurnalis yang tuntas sampai pengadilan.</p><p style="text-align: justify;">Mengimbau masyarakat agar tidak melakukan intimidasi, persekusi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang liputan atau karena pemberitaan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kecaman dari Rekan Sesama Jurnalis</strong></p><p style="text-align: justify;">Hidayat Sikumbang, perwakilan Pers Mahasiswa Pijar USU, mengecam tindakan yang dilakukan Rektor UNM terhadap anggota LPM Profesi UNM. &ldquo;Sebagai sesama anggota pers mahasiswa, tentu aku pribadi mengecam apa yang dilakukan oleh pihak rektor, dan turut prihatin dengan apa yang terjadi terhadap LPM Profesi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kepada Sketsa, Hidayat mengatakan jika ia setuju jika kasus ini harus diusut sampai tuntas. &ldquo;Ya, pada akhirnya kita mau enggak mau harus mengikuti prosedur dari pihak kepolisian. Semoga kasus ini tidak berakhir abu-abu. Karena selama ini, kekerasan terhadap wartawan juga jarang sekali menemui titik terang,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Hidayat, Badru Chaerudin, perwakilan dari Forum Pers Mahasiswa Riau dengan tegas mengecam aksi pemukulan yang dilakukan Rektor UNM. Dikatakannya, menghalang-halangi kerja jurnalis saja bisa dianggap melanggar hukum, apalagi jika terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mengecam pemukulan yang dilakukan rektor, terlebih kepada mahasiswa sekaligus jurnalis kampus yang dilindungi UU Pers. Menghalangi kerja jurnalistik saja sudah melanggar, apalagi sampai terjadi pemukulan. Ia tak pantas lagi menjabat sebagai rektor. Kami masih menunggu tindakan polisi pasca pelaporan kawan-kawan LPM Profesi dan Aji makasar,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Humas UNM: Hanya Salah Paham</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara Kepala Humas UNM, Burhanuddin mengeklaim tidak ada insiden kekerasan. Dilansir dari lama ln <em>okezone.com</em>, ia menegaskan bahwa ini hanya salah paham. &quot;Itu hanya kesalahpahaman saja. Tidak ada pemukulan yang dilakukan oleh pak rektor. Karena di hari yang sama juga antara pak rektor dan mahasiswa yang menjadi jurnalis kampus, makan bersama,&quot; kata Burhanuddin, Sabtu (3/8) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan jika Husain tidak melakukan kekerasan berupa pemukulan, hanya menasihati dan memberikan pemahaman. Bahkan Burhanuddin mengaku sudah ada berbicara dengan Wahyudin. Ia juga mengatakan jika Wahyudin sebenarnya tidak ingin membawa kasus ini ke kepolisian, namun lantaran menerima desakan dari sekitar, maka ua meneruskan kasus ini ke meja hukum.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengatakan jika ia Wahyuddin turut mendampingi rektor mengunjungi beberapa stand pameran Dies Natalies. Mengisyaratkan bahwa semua polemik sudah <em>clear</em>. <strong><em>(els/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siasat BPU dan Kendala PKL dalam Penggunaan Bahan Plastik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siasat-bpu-dan-kendala-pkl-dalam-penggunaan-bahan-plastik/baca </link>
<guid> siasat-bpu-dan-kendala-pkl-dalam-penggunaan-bahan-plastik </guid>
<pubDate> Tue, 06 Aug 2019 14:36:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus kini menjadi tempat yang diimbau untuk meminimalisir penggunaan bahan plastik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siasat-bpu-dan-kendala-pkl-dalam-penggunaan-bahan-plastik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mmcl5HE6C4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siasat BPU dan Kendala PKL dalam Penggunaan Bahan Plastik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Belakangan ini marak kampanye yang menyorot soal lingkungan. Salah satunya dengan menggalakkan pemakaian bahan alternatif lain untuk meminimalisir penggunaan plastik. Meningkatnya jumlah sampah plastik belakangan ini menjadi sorotan, sebab menjadi cikal bakal pencemaran dan berpengaruh pada iklim kehidupan. Pemerintah turut andil, salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga (Jakstranas).</p><p style="text-align: justify;">Perguruan tinggi menjadi salah satu yang diimbau pemerintah untuk meminimalisir penggunaan bahan plastik. Melalui surat edaran Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 1/M/INS/2019 tentang Larangan Penggunaan Kemasan Air Minum Berbahan Plastik Sekali Pakai dan/atau Kantong Plastik di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Unmul menjadi salah satu perguruan tinggi yang akan menerapkan kebijakan ini.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya sudah ada beberapa langkah yang dilakukan Unmul untuk turut serta menjaga kelestarian alam. Salah satunya dengan mendirikan bank sampah sebagai wadah pengelolaan sampah di sekitar kampus. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bank-sampah-upaya-civitas-academica-kelola-sampah-di-unmul/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bank-sampah-upaya-civitas-academica-kelola-sampah-di-unmul/baca</a> ). Fakultas juga tak ketinggalan, salah satunya FMIPA. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bangun-kesadaran-mengelola-sampah/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bangun-kesadaran-mengelola-sampah/baca</a> ). Lantas bagaimana dengan kemasan air mineral Amula yang juga berbahan plastik?</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/amula-air-mineralnya-unmul/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/amula-air-mineralnya-unmul/baca</a> )</p><p style="text-align: justify;"><strong>BPU: Amula Fokus Kemasan Galon</strong></p><p style="text-align: justify;">menanggapi hal itu, pihak Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul melalui Ari sebagai pemegang operasional Amula mengaku sudah mencoba meminimalisir penggunaan kemasan plastik pada salah satu produk Amula dengan kemasan galon isi ulang. &ldquo;Saat ini lebih fokus pada kemasan galon 10 dan 19 liter. Untuk brand merek dagang Amula sendiri saat ini tidak lagi memproduksi dalam bentuk kemasan botol dan gelas plastik, tetapi dalam bentuk kemasan galon. Walaupun galon jugamenggunakan bahan plastic, tapi bisa diisi ulang, dibersihkan, di treatment supaya bisa dipakai lagi,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Distribusi Amula saat ini masih pada lingkup Unmul dari fakultas, rektorat, hingga kantin. Mahasiswa di luar kampus pun diperbolehkan untuk melakukan isi ulang galon Amula. Produk BPU lainnya seperti marchandise, penggunaan kantong plastic dalam pembelia juga kini telah diganti menggunakan totebag untuk mengurangi limbah plastik. &ldquo;Jadi, setiap teman-teman mahasiswa yang membeli baju, boneka, dan lainnya, dikasih totebag. Dari BPU sendiri sudah meminimalisir penggunaan plastic,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>PKL: Harus Ada Aturan untuk Pedagang</strong></p><p style="text-align: justify;">Namun imbauan tersebut masih belum dapat diterapkan sepenuhnya, terutama oleh pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kampus. Dijumpai Sketsa, salah satu PKL di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Pak Acung, penjual pentol goreng mengaku susah untuk megikuti kebijakan tersebut, meski mengaku sudah mendengarnya. &ldquo;Iya sudah ada imbauan. Kaalau enggak pakai plastik susah juga. Kalau pentol bisa pakai tusukan, makannya di tempat, enggak bisa dibawa pulang. Tapi harus ada aturannya untuk semua pedagang, biar adil.&rdquo; <strong><em>(nnd/rth/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tolak Tarik Pembatasan Jam Malam di SC </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-tarik-pembatasan-jam-malam-di-sc/baca </link>
<guid> tolak-tarik-pembatasan-jam-malam-di-sc </guid>
<pubDate> Wed, 07 Aug 2019 12:19:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Encik angkat bicara soal keamanan student center </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-tarik-pembatasan-jam-malam-di-sc/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fgasqQtLkC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tolak Tarik Pembatasan Jam Malam di SC</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menanggapi raibnya sejumlah inventaris dan uang milik sejumlah UKM di SC (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/barang-di-sc-raib-ukm-akui-rugi-jutaan-rupiah/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/barang-di-sc-raib-ukm-akui-rugi-jutaan-rupiah/baca)</a>, Encik Akhmad Syaifudin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengaku belum menerima laporan langsung dari mahasiswa. Ia meminta mahasiswa untuk segera melaporkannya secara tertulis, agar nantinya dapat diteruskan ke satuan petugas keamanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mendengarnya dari mulut ke mulut saja. Belum ada nih yang menyampaikan, saya belum tahu apa yang hilang,&rdquo; ujarnya saat ditemui Jumat (2/7).</p><p style="text-align: justify;">Bukan perkara baru, keamanan SC memang sudah lama meresahkan. Setahun lalu, hal ini sudah dibawa dalam forum audiensi. Rencananya, SC akan menerapkan pembatasan jam malam. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/solusi-dan-syarat-keamanan-student-center/baca).">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/solusi-dan-syarat-keamanan-student-center/baca).</a> Saat dikonfirmasi, Encik menegaskan pembatasan jam malam ini membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, dan berlaku untuk seluruh civitas academica. Namun hingga kini masih belum dapat terlaksana lantaran belum adanya kesepakatan.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, ada yang siap untuk dibatasi, dan ada juga yang belum. Bagi yang belum bersedia ini, Encik mengaku ingin berdialog lebih intens untuk meyakinkan agar rencana ini dapat dijalankan. Nantinya akan dibandingkan antara sebelum dan sesudah dibatasi, sehingga bisa dilihat pembatasan tersebut efektif atau tidak. Ketika disinggung apakah akan terlaksana dalam waktu dekat, Encik mengembalikannya lagi kepada komitmen masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Teknisnya itu kembali lagi kepada kita sebagai <em>user</em> di sana (SC). Siap enggak diamankan? Kalau saya, ingin sekali. Bahasanya SC itu kantor, yang namanya kantor itu enggak bermalam,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, keamanan SC dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Internal yang dimaksud ialah cara tiap UKM untuk mengamankan, alias tidak memancing oknum tidak bertanggung jawab untuk mengambil barang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Secara eksternal, biarlah sistem ini bekerja. Ada keamanannya, ada aturan yang harus kita taati, ada jam malam yang mesti kita hormati supaya bisa kita perkecil risiko-risiko kehilangan itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Encik menilai keamanan merupakan hal yang dinamis. Terlebih Unmul saat ini dalam masa pembangunan yang membuka akses keluar masuk dengan sangat terbuka. Ia mengeklaim dengan ini tidak bisa mengidentifikasi pada saat kapan orang-orang yang niatnya tidak baik masuk dan beraksi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Langkah Advokasi Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul mengadakan konsolidasi bersama UKM penghuni Gedung Student Center pada Jumat (2/7) sore. Pertemuan yang digagas BEM KM Unmul itu dihadiri UKM Korps Sukarela (KSR), UKM Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), UKM Teater Yupa, UKM Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Imapa), UKM Pramuka, LPM Sketsa, dan UKM Mulawarman Youth Enterpreneur (MYE).</p><p style="text-align: justify;">Diawal pertemuan, Presiden BEM KM, Febri Abdul Haminudin menyampaikan bahwa Encik bersedia memberi fasilitas CCTV dan juga satuan petugas keamanan (satpam) di sekitar SC, jika mahasiswa menyetujui pembatasan jam malam. Penempatan satpam di SC ditanggapi baik, namun berbeda dengan pengadaan CCTV. Oky Paredanun, Ketua UKM Pramuka mengaku kurang setuju jika ada CCTV, karena dirasa kurang efektif. Ia lebih menyarankan agar pihak rektorat menganggarkan dana untuk pemasangan tralis di jendela dan pintu masing-masing sekretariat. Hal ini diaminkan peserta konsolidasi yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Sementara terkait pembatasan jam malam, sebagian besar UKM yang hadir dalam konsolidasi itu tidak setuju. Mengingat adanya kegiatan sosial yang insidental seperti UKM KSR dan Imapa yang harus siap terjun selama 24 jam. Dari konsolidasi itu, dihasilkan forum menyetujui adanya pengadaan satpam, pengusulan pemasangan tralis pada jendela dan akan melakukan negosiasi mengenai aturan jam malam. <strong><em>(adl/snh/fqh)</em></strong></p><hr>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Satuan Pengamanan Unmul Minta Mahasiswa Kooperatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/satuan-pengamanan-unmul-minta-mahasiswa-kooperatif/baca </link>
<guid> satuan-pengamanan-unmul-minta-mahasiswa-kooperatif </guid>
<pubDate> Thu, 08 Aug 2019 13:34:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hasan, Kepala Satuan Pengamanan Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/satuan-pengamanan-unmul-minta-mahasiswa-kooperatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NazW23odGT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Satuan Pengamanan Unmul Minta Mahasiswa Kooperatif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Gedung Student Center (SC) Unmul diambang krisis keamanan. Sistem keamanan pun turut dipertanyakan. Menanggapi tanggapan tersebut, Hasan, Kepala Satuan Pengamanan Unmul menjelaskan bahwa satuan pengamanan senantiasa melakukan penjagaan selama 24 jam. Namun, terkait sistem pengamanan SC, ia menyayangkan adanya aktivitas malam di lingkungan tersebut. Tidak adanya aturan terkait batas jam malam tersebut dinilai membuat oknum tak dikenal mudah menyusup ke lingkungan SC.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hasan menegaskan, pihaknya selalu siap siaga berjaga. Tetapi ia mengharapkan agar mahasiswa bisa kooperatif dalam menjaga keamanan lingkungan SC.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Sebenarnya bisa, namun disayangkan di sana itu (SC) setiap harinya ada aktivitas malam. Sehingga kita tidak tahu siapa-siapa yang masuk di sana,&quot; ujarnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia menambahkan tidak adanya koordinasi dari pimpinan, hingga pembicaraan dengan lembaga mahasiswa terkait keamanan SC membuat satuan pengamanan tidak memiliki wewenang untuk mengambil tindakan. Di samping itu, luasnya areal pengamanan dengan kurangnya sumber daya manusia dalam melakukan pengamanan, menjadi faktor pendukung SC kebobolan oleh oknum tak bertanggung jawab.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia juga mengaku telah mendengar adanya rencana pemberlakuan jam malam untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Karena masuknya orang yang tak diketahui itu, makanya ada pembicaraan antara lembaga mahasiswa dengan pimpinan Wakil Rektor III dan satuan pengamanan sendiri perlu, supaya ada titik terang,&quot; pungkasnya.&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(syl/fqh)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Obituarium: Rektor Pertama Unmul, Prof. Sambas Wirakusumah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/obituarium-rektor-pertama-unmul-prof-sambas-wirakusumah/baca </link>
<guid> obituarium-rektor-pertama-unmul-prof-sambas-wirakusumah </guid>
<pubDate> Fri, 09 Aug 2019 12:20:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prof. Sambas Wirakusumah, rektor pertama Unmul telah berpulang pada Selasa (6/8). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/obituarium-rektor-pertama-unmul-prof-sambas-wirakusumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Vyrtc9lte9.png" />
					</figure>
			                <h1>Obituarium: Rektor Pertama Unmul, Prof. Sambas Wirakusumah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kabar duka datang dari salah satu akademisi kehutanan Unmul pada Rabu (7/8), sekitar pukul 14.00 WIB disela kegiatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) di Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam, Kepulauan Riau. Saat suasana begitu panas, saya membuka layar ponsel kemudian kaget membaca banyaknya pertanyaan dari kawan-kawan rimbawan seluruh Indonesia terkait kebenaran meninggalnya rektor pertama Unmul. Diantaranya ada salah satu guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menginformasikan langsung kepada saya dan membenarkan atas wafatnya beliau.</span></p><p style="text-align: justify;">Prof. Sambas Wirakusumah wafat di usia 84 tahun pada Selasa (6/8) pukul 20.19 WIB di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kemudian beliau dibawa langsung ke rumah duka di Jalan BDN Raya No. 5, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Terhitung sejak kemarin, telah tiba utusan dari Unmul yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pencetus Kampus Gunung Kelua Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Almarhum Prof. Sambas adalah rektor Unmul sejak 1972-1980 dan merupakan tokoh yang mampu mengembangkan kampus dengan sangat pesat. Tercatat, beliau dapat mengembangkan berbagai jurusan dan fakultas yang ada di Unmul serta mempertemukan rektor-rektor se-Indonesia Timur pada masa kepemimpinananya.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman <em>unmul.ac.id</em>, masa kepemimpinannya mampu meningkatkan jumlah mahasiswa dari sekitar 150 mahasiswa menjadi 6.000 mahasiswa di akhir kepemimpinanya.</p><p style="text-align: justify;">Pada masa kepemimpinannya, ia mengusulkan kepada Gubernur Abdoel Wahab Sjahranie untuk memperluasan kampus. Atas kajian <em>draft</em> dari beliau dan jajarannya, diterimalah lahan sebesar 70 hektare yang kini menjadi lokasi kampus utama Unmul di Gunung Kelua. Pemindahan dilakukan dari kampus Jalan Barito dan Sidomulyo pada 1985.</p><p style="text-align: justify;">Pemindahan tersebut diusulkan untuk menunjang kawasan yang luas bagi mahasiswa yang sudah mulai membludak serta penambahan sejumlah fakultas dan prodi atau jurusan di Unmul. &nbsp;Hingga saat ini, Unmul menjadi universitas terbesar di Kalimantan Timur dengan total 37.000 mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2018 lalu, Masjaya selaku rektor Unmul dan seluruh jajarannya memberikan Apresiasi Pengabdian kepada beliau secara langsung dengan bertandang ke kediaman almarhum di Jakarta setelah 45 tahun meninggalkan Unmul. &nbsp;Dalam rangka silaturahmi, Masjaya memberikan sertifikat akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sebagai bukti bahwa saat ini Unmul telah terakreditasi A.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengenang Jasa Beliau Dalam Membangun Pendidikan di Indonesia &nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Prof. Sambas masuk di Universitas Indonesia, Bogor (sekarang IPB) pada tahun 1954-1961. Ia kemudian menjadi staf pengajar jurusan Kehutanan di Fakultas Pertanian yang menjadi cikal bakal Fakultas Kehutanan IPB. Setelah mengabdi sebagai pengajar, beliau dikirim ke Amerika Serikat untuk mengambil gelar <em>Master of Science in Forestry</em> (M.Sc). Kembali dari AS, ia menjadi dosen silvikultur bersama kawan seperjuanganya dalam merintis dunia kehutanan di bidang pendidikan pada masa itu.</p><p style="text-align: justify;">Beliau lalu ditugaskan untuk membangun Universitas Pattimura Ambon sebagai Sekretaris Universitas pada pertengahan 1960-an, kemudian pindah ke Departemen Kehutanan dan menjabat sebagai Administrasi/KKPH Bandung Selatan pada 1967/1968 atas arahan dari Mashudi, Gubernur Jawa Barat.</p><p style="text-align: justify;">Tahun berikutnya, ia mendirikan Akademi Ilmu Kehutanan (AIK) bersama Rudy C. Tarumingkeng (angkatan 1955 UI-Pertanian) yang saat itu menjabat sebagai dekan Fahutan pada 1970-an. Saat ini, AIK telah berkembang menjadi Fahutan Universitas Winayamukti (UNWIM) dan masuk dalam sistem Institut Teknologi Bandung (ITB).</p><p style="text-align: justify;">Beliau pencetus permohonan dari Hutan Pendidikan Selagombong Jawa Barat untuk AIK hingga berhasil diterima sebagai hutan pendidikan. Tidak hanya itu, dirinya juga telah mencetuskan Hutan Gunung Walat sebagai hutan pendidikan IPB (yang dikonfirmasi oleh Rudy Tarumingkeng (guru besar Kehutanan, kerabat almarhum) melalui <em>Whatsapp</em> dan media <em>online</em>-nya). Kemudian pada 1972, beliau dipilih menjadi rektor Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Setelah 8 tahun mengabdi di Unmul, almarhum digantikan oleh Prof. Sutrisno Hadi (<em>Forest Pathology</em>, Fahutan) sebagai rektor Unmul ke dua dan diangkat menjadi Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Jakarta (Kopertis III). Pada tahun 1980-an, ia kembali ditarik ke Jakarta dan menjadi atase pendidikan dan kebudayaan untuk Kedutaan Indonesia di AS.</p><p style="text-align: justify;">Kepemimpinan Prof. Sambas adalah visioner dan transformasional. Almarhum adalah instrumental AIK, IPB, Pembangunan UPATTI Ambon, tokoh penting Unmul serta Hutan Bukit Soeharto. Tanpa visi almarhum, Fahutan IPB tidak memiliki Hutan Pendidikan Gunung Walat yang menjadi laboratorium kehutanan di luar kampus.</p><p style="text-align: justify;">Selamat jalan Prof. Sambas Wirakusumah. Jasa-jasamu tiada tara. Pengabdianmu akan selalu kami kenang. Semoga generasi kehutanan seluruh Indonesia dan segenap mahasiswa Unmul dapat meneruskan pembangunan peradaban pendidikan, menjaga alam Borneo dan merawat hutan tropis. Beristirahatlah dengan tenang. Semoga mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Semoga sanak saudara yang ditinggalkan almarhum tetap sabar, tabah dan iklas.</p><p style="text-align: justify;">Salam Rimba!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Fitriyani Sinaga, Ketua Dewan Perwakilan Sylva Indonesia 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Terbitkan E-KTM Bagi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-terbitkan-e-ktm-bagi-mahasiswa/baca </link>
<guid> unmul-terbitkan-e-ktm-bagi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 09 Aug 2019 13:38:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul akan menerbitkan Kartu Tanda Mahasiswa elektrik pada tahun ajaran ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-terbitkan-e-ktm-bagi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/saVarZR3p6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Terbitkan E-KTM Bagi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Sejak awal Agustus kemarin, Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Unmul mengumumkan akan membagikan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) jenis baru kepada mahasiswa. Menggantikan KTM lama, E-KTM yang akan dibuat tersebut tidak hanya sekadar penanda identitas, tetapi sekaligus berfungsi sebagai kartu ATM. Lalu, bagaimanakah persiapannya?</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ditemui pada Senin (5/8) kemarin, La Hasan, Kepala BAK Unmul menuturkan pihaknya telah mengadakan rapat koordinasi dengan beberapa bank yang menjadi mitra dalam pembuatan E-KTM tersebut. Pada awalnya, untuk bagaimana nantinya E-KTM tersebut dibagikan, Unmul memberikan pilihan kepada mahasiswa tujuan bank yang akan dijadikan tempat membuat E-KTM. Namun, ternyata proses tersebut sedikit terkendala karena belum ada kejelasan mengenai prosedur dengan bank yang bersangkutan. Menanggapi hal tersebut, La Hasan mengaku akan membenahi hal itu sehingga tidak membingungkan baik mahasiswa maupun bank mitra.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Untuk proses mendaftar E-KTM, mahasiswa diwajibkan untuk mengunggah&nbsp;</span></span><span><span>scan</span></span><span><span>&nbsp;KTP masing-masing di portal akademik. &ldquo;Biasanya mahasiswa memilih bank yang sudah ada rekeningnya di situ kan,&rdquo; tambah La Hasan. Jika ada mahasiswa yang kebetulan memerlukan KTM dalam waktu dekat ini, maka pihak BAK Unmul akan membuat surat keterangan bagi mahasiswa yang bersangkutan. Hasil dari registrasi semester ini di portal akademik dijadikan KTM sementara sembari menunggu rampungnya E-KTM. Untuk persyaratan membuka rekening, hal tersebut dilimpahkan kepada bank yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ada lima bank yang menjadi mitra Unmul dalam penerbitan E-KTM, yaitu BNI, Bank Muamalat, BTN, Bankaltimtara, dan BRI. Mengenai kelebihan apa yang ditawarkan E-KTM, La Hasan menjelaskan E-KTM tersebut nantinya bisa dipakai oleh mahasiswa untuk memudahkan bertransaksi tanpa harus ke bank pusat. Ia menambahkan E-KTM akan berlaku selama menjadi mahasiswa dan juga pembuatannya tanpa dipungut biaya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain itu, La Hasan mengatakan terkait mahasiswa yang masa studinya akan berakhir, mereka tetap diwajibkan karena untuk keperluan registrasi ulang. &ldquo;Iya. Selama masih mahasiswa, perlu KTM,&rdquo; jelasnya. Apabila nantinya mahasiswa ada yang kehilangan E-KTM, proses mengurusnya hampir sama dengan kehilangan kartu ATM biasa.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Untuk distribusi ke mahasiswa setelah E-KTM rampung, mahasiswa dapat langsung mengambil di bank. Namun, pendistribusian belum dibahas bersama pihak mitra, sehingga La Hasan menjelaskan pihaknya tidak keberatan jika dari Unmul sendiri yang membagikan. &ldquo;Karena KTM adalah tugas kami dan itu memang tugas bagian akademik,&rdquo; tutupnya&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(arr/pil/fqh)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jika Aku Tak Sempat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/jika-aku-tak-sempat/baca </link>
<guid> jika-aku-tak-sempat </guid>
<pubDate> Sat, 10 Aug 2019 10:06:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Fadiah Adlina, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2015. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/jika-aku-tak-sempat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XmomSURbya.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jika Aku Tak Sempat</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Suatu hari, jika kelak waktu sudah tidak lagi ku miliki</span></p><p>Jika napas tak lagi ku rasakan,</p><p>Maka peluklah bayangku dengan doa yang selalu kau panjatkan</p><p><br></p><p>Nanti, ketika aku sudah terlebih dahulu merasakan hangatnya tanah,</p><p>Jangan turut kau mengubur cerita kita</p><p>Pelihara, dan jagalah kenangan yang pernah kita selami bersama</p><p><br></p><p>Jika kelak aku tak dapat membersamakanmu lagi,</p><p>jika aku tak sempat mewujudkan cita-citaku, membangun mimpi-mimpi kita,</p><p>Maka itu berarti tugasku selesai</p><p>Cukup rangkai dan ingat cerita yang sempat terukir</p><p><br></p><p>Lanjutkan merakit perjalanan di atas mimpimu,</p><p>Cukupkan waktumu</p><p>Sebelum bertemu kembali denganku</p><p>Dengan saling bertukar cerita diiringi pelukan hangat kerinduan</p><p><em><strong>Ditulis oleh Fadiah Adlina, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2015.&nbsp;</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Budaya Menabung Dimulai dari Rp500 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/budaya-menabung-dimulai-dari-rp500/baca </link>
<guid> budaya-menabung-dimulai-dari-rp500 </guid>
<pubDate> Sun, 11 Aug 2019 12:25:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mari menabung! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/budaya-menabung-dimulai-dari-rp500/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SbIi1hppbS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Budaya Menabung Dimulai dari Rp500</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dewasa ini, banyak bermunculan jasa peminjaman non bank yang biasa disebut peminjaman <em>online</em>. Konon katanya memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi pinjam-meminjam uang, sebab dapat dilakukan melalui <em>smartphone</em>. Banyak aplikasi-aplikasi pinjaman <em>online</em> yang beredar di masyarakat, mulai dari yang tersertifikasi Otoritas Jasa Keuangan ( OJK), legal hingga yang illegal. Namun, bukannya mempermudah masyarakat dalam transaksi utang piutang, malah semakin menyiksa masyarakat dengan bunga pinjaman online yang sangat besar.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>detik.com,</em> perusahaan pinjaman <em>online</em> tidak sedikit yang memasang bunga pinjaman setinggi langit, bahkan ada yang mencapai 365% per tahun dibandingkan dengan bunga pinjaman bank yang berada pada tingkatan 12%-14% per tahun. Alasannya adalah karena risiko pinjaman yang berbeda serta tidak tidak mengenakan agunan dan proses persetujuan kilat, oleh sebab itu bunga yang dikenakan adalah 30 kali lipat atau 3000% dari bunga yang dikenakan oleh bank.</p><p style="text-align: justify;">Mirisnya akibat dari terlilit pinjaman <em>online</em> beberapa waktu lalu, seorang supir ojek <em>online</em> memilih untuk mengakhiri hidupnya, karena tidak sanggup membayar hutang kepada salah satu penyedia pinjaman <em>online</em>. Tidak hanya sampai di situ, muncul kembali kisah dari seorang ibu rumah tangga di mana hutangnya membengkak hingga Rp30 juta. Padahal ia hanya meminja sebesar Rp1 juta pada sebuah aplikasi pinjaman <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sejatinya, kita dapat menghindarkan diri dari jerat pinjaman <em>online</em> atau jenis pinjaman lainnya dengan cara yang mudah, yaitu menabung. Tahukah kamu bahwa salah satu alasan kita meminjam kepada pihak lain adalah kita yang tidak memiliki tabungan atau tabungan belum cukup dan kita yang tidak sabar menunggu, sementara banyak keperluan mendesak. Sehingga kita lebih memilih cara yang praktis yaitu, berhutang. Dengan anggapan kita dapat membayarnya kelak.</p><p style="text-align: justify;">Seandainya kita lebih rajin menabung dan bersabar, pasti keinginan berhutang dapat terminimalisir atau bahkan tidak terpikirkan sama sekali. Menabung tidak harus dimulai dengan nominal yang besar, bahkan dapat dimulai dengan nominal yang kecil contohnya Rp500. Bayangkan jika kita setiap hari menabung Rp500 dalam satu bulan kita mendapatkan Rp15.000.</p><p style="text-align: justify;">Memang nominalnya sangat kecil namun, dengan Rp15.000 ini dapat membantu keuangan dan membantu kita untuk menghindari berhutang. &quot;Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit&quot;, pepatah ini dapat menjadi semangat kita dalam menabung. Jika kita telah mampu dan rutin untuk menabung Rp500 setiap hari, bukan tidak mungkin akan timbul hasrat untuk menaikan nominal uang yang ditabung agar semakin banyak.</p><p style="text-align: justify;">Dengan menabung juga akan membantu kita menjadi pribadi yang konsisten. Meski membutuhkan waktu yang lama dan kesabaran yang tidak sedikit, akan tetapi menabung akan menyelamatkan kondisi keuanganmu di kemudian hari. Mudah, praktis dan bermanfaat. Tunggu apalagi, semangat menabung semua! <strong><em>(sii/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Imbauan Kantong Plastik untuk Daging Kurban </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbauan-kantong-plastik-untuk-daging-kurban/baca </link>
<guid> imbauan-kantong-plastik-untuk-daging-kurban </guid>
<pubDate> Mon, 12 Aug 2019 10:23:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah kepala daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan bahan daur ulang saat mengemas daging kurban. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbauan-kantong-plastik-untuk-daging-kurban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QwS7ajoCeh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Imbauan Kantong Plastik untuk Daging Kurban</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dalam euforia menyambut momen Iduladha 1440 H kemarin, beredar imbauan terkait pembungkusan daging kurban. Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai untuk membungkus daging kurban. Ia menyarankan untuk beralih ke alternatif lainnya, yakni bahan-bahan yang dapat didaur ulang. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengeluarkan edaran untuk kepala daerah agar berkampanye tidak menggunakan kantong plastik untuk pembagian daging kurban.</span></p><p style="text-align: justify;">Menilai imbauan tersebut, dilansir dari laman <em>bbc.com</em>, pegiat lingkungan menganggap kampanye tolak kantong plastik untuk daging kurban tidak akan efektif untuk mengendalikan pemakaian kantong plastik selama tidak adanya regulasi pembatasan produksinya. Adanya seruan tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai ini merupakan bagian dari kampanye &ldquo;Kendalikan Sampah Plastik&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Selain dapat mencemari lingkungan, penggunaan kantong plastik juga dapat mengancam kesehatan. Melalui laman <em>detik.com</em>, peneliti Bioplastik Muhammad Ghozali dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Pusat Penelitian Kimia mengatakan, dalam pelentur plastik terdapat zat karsinogen yang merupakan pemicu kanker. Mulanya semua kantong plastik berwarna bening, namun setelah mengalami empat sampai lima <em>recycle</em>, kantong plastik tersebut menjadi warna hitam.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Melihat Respons</strong></p><p style="text-align: justify;">Masjid besar Istiqlal Jakarta Pusat tidak menggunakan kantong plastik saat pembagian daging kurban kemarin. Juru bicara Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam menyatakan memesan 5000 besek (wadah dari bambu) untuk membungkus hewan kurban, dan jika kurang mereka memesan plastik daur ulang yang dari singkong. Sudah lima tahun terakhir masjid tersebut menggunakan kantong plastik daur ulang.</p><p style="text-align: justify;">Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik untuk daging kurban melalui surat edaran. Wakil Bupati Tanah Bumbu Ready Kambo telah menandatanganinya tertanggal 9 Agustus lalu. Sementara di daerah lain, masih banyak penggunaan plastik untuk pembagian daging kurban. Selain karena kantong plastik lebih mudah dijumpai, edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat juga masih belum merata.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu &nbsp;panitia kurban yang berada di daerah Handil Kabupaten Kutai Kartanegara Annisa Mutiara mengaku di tempatnya masih menggunakan kantong plastik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih pakai kresek bahkan dua lapis. Saya tahu dampaknya tapi ya ini alternatif termudah yang bisa didapatkan. Kendalanya juga lebih ke warga, karena ini kampung, warga sulit bahkan tidak mengetahui mengenai <em>go green</em>. Sulit untuk memberi penjelasan ke warga di sini untuk hal ini,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(omi/ubg/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Warga Keluhkan Mahasiswa KKN, Esti: Kami Tidak Reaktif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/warga-keluhkan-mahasiswa-kkn-esti-kami-tidak-reaktif/baca </link>
<guid> warga-keluhkan-mahasiswa-kkn-esti-kami-tidak-reaktif </guid>
<pubDate> Tue, 13 Aug 2019 08:51:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keluhan warga setempat atas mahasiswa Unmul yang melaksanakan KKN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/warga-keluhkan-mahasiswa-kkn-esti-kami-tidak-reaktif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Wm4zrJOEbH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Warga Keluhkan Mahasiswa KKN, Esti: Kami Tidak Reaktif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak terasa, sudah sebulan lebih mahasiswa Unmul melaksanakan salah satu wujud pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mendekati masa akhir pelaksanaannya, muncul keluhan dari warga desa setempat. Ia mengeluhkan sikap kelompok KKN di tempatnya melalui laman <em>Facebook</em> pribadinya. &nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Diketahui, kelompok tersebut berada di Desa Long Tesak, Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai timur. Akun dengan nama Shinchan itu menuliskan, &ldquo;Haduh anak KKN Unmul, angkatan tahun ini, dikampungku sangat tidak bisa dicontoh. Tidak bisa berbaur dengan orang-orang kampung, pemalas, sombong, sok kota, angkuh. Pokoknya sedap kelakuan, orang-orang kampung pun mulai risih.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Esti Handayani Hardi, Ketua Tim Pengembangan Program KKN Unmul turut menanggapi. Ia mengatakan di desa tersebut terdapat dua kelompok. Ia juga menyebut dirinya tidak reaktif, karena aduan tersebut disampaikan melalui media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya masih menunggu laporan resmi dari pihak desa, karena kalau ada masalah desanya pasti tidak diam saja,&quot; terangnya saat ditemui Rabu (7/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Esti juga menambahkan, jika ada permasalahan seperti ini, biasanya kepala desa sudah tahu terlebih dahulu untuk mengantisipasinya. Sekarang yang Esti dan pihaknya lakukan ialah mengkoordinasikan dengan pihak desa yang bersangkutan. Sebab hal ini bisa saja bersifat subjektif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya anak-anak santai pun tidak akan mungkin. Karena mereka tiap minggu harus update kegiatan,&quot; kata Esti.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu setiap kelompok didampingi oleh satu Dosen Pendamping Lapangan (DPL). DPL mengawasi mahasiwanya melalui <em>website</em> yang dapat diakses dengan <em>user</em> dan <em>password</em> yang diberikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). Bukan hanya itu, &nbsp;pihak desa, kecamatan, mitra KKN juga dapat mengaksesnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita tidak bisa mengontrol. Kita sebagai akademisi sudah berupaya memaksimalkan kegiatan KKN secara benar agar dapat memberdayakan masyarakat.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Proses Penyerahan Mahasiswa KKN</strong></p><p style="text-align: justify;">Tiap mahasiswa yang melaksanakan KKN tentunya melaksanakan interaksi sosial dengan warga. Di sini, mahasiswa harus pandai-pandai dalam bersosialisasi. Respons warga tentu berbeda-beda. Proses persiapan KKN cukup panjang, dimulai dari Februari lalu dengan berkoordinasi terkait pengiriman mahasiswa dengam bersurat ke daerah setempat. Setelah diterima, &nbsp;LP2M memantapkan koordinasi sambil merangkul pihak-pihak lain untuk terlibat. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setibanya di lokasi KKN, pengawasan dipercayakan kepada kepala desa dan aparat desa untuk membimbing mahasiswa KKN. Semua laporan sampai ke LP2M berasal dari kepala desa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami memberi otoritas penilaian ke pihak desa sebanyak 40%. Agar pihak desa memliliki kontroling terhadap mahasiswa,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, usai pelaksanaan KKN LP2M mengevaluasi dengan bertandang &nbsp;ke kabupaten untuk menanyakan bagaimana pelaksanaannya, kesalahannya yang terjadi. Setiap desa juga sudah diberi Standar Oprasional Pelaksanaan (SOP), agar ketika ada masalah, pihak desa tahu apa yang harus diperbuat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nomor <em>handphone</em> saya dapat diakses setiap hari oleh perangkat desa maupun mahasiswa. Aduan subjektif dari mahasiswa terkait teman kelompoknya juga ada,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, <em>Sketsa</em> berupaya mengonfirmasi pihak-pihak lainnya. Baik itu kelompok KKN yang dimaksud, serta warga desa yang mengeluhkan.<strong><em>&nbsp;(mer/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektor Asing, Perlukah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-asing-perlukah/baca </link>
<guid> rektor-asing-perlukah </guid>
<pubDate> Wed, 14 Aug 2019 12:44:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor asing diwacanakan akan menjadi sistem baru di muka perguruan tinggi. Civitas academica Unmul turut menanggapi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-asing-perlukah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iRQYhhlnEy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektor Asing, Perlukah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pendidikan kini menjadi hal wajib yang harus dipenuhi. Sistem wajib belajar pun semakin gencar dielukan. Pendidikan diharuskan guna mendapatkan generasi muda yang cerdas. Dididik guna menjadi penerus bangsa yang berkualitas</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah menjadi salah satu tonggak utama dalam menjamin pemerataan dan kemajuan pendidikan Indonesia. Seiring waktu, sistem dan kebijakan seputar dunia pendidikan pun terus dikembangkan. Seperti yang baru-baru ini ramai diperbincangkan terkait wacana rektor asing. Muhammad Nasir selaku Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) memberikan pernyataan bahwa akan mendatangakan rektor dari luar nusantara. Rektor tersebut akan memimpin perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menjadikan PTN lebih maju lagi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancaranya yang diterbitkan Kompas pada (4/8) lalu, Nasir menyatakan bahwa keputusannya tersebut telah didukung langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Presiden sampaikan ke saya &apos;jalan terus pak menteri, era kita era kompetisi,&apos;&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah mendapat lampu hijau dari orang nomer satu di Indonesia, tentu tak semudah itu dalam merealisasikannya. Rencana ini menuai pro dan kontra. Sebab akan mengubah sistem manajemen yang selama ini sudah ada.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu guru besar Unmul, Aji Ratna Kusuma menilai agar rencana tersebut jangan dilakukan dengan tergesa-gesa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mengingat bahwa semua perguruan tinggi di Indonesia itu dalam statutanya harus warga negara Indonesia,&rdquo; jelasnya saat ditemui Rabu (7/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Syarat itu ada di dalam undang-undang perguruan tinggi negeri. Tentunya tidak mudah mengubah aturan yang sudah berlangsung lama dan berlangsung di daerah yang luas. Ketua program studi Administrasi Publik ini juga menerangkan bahwa keputusan untuk memajukan perguruan tinggi negeri bisa dimulai dari dosen terlebih dahulu. Sebab ia menilai dosen yang bertemu langsung bertemu dengan mahasiswa. Melalui cara itu, mahasiswa dapat memahami bagaimana sistem belajar mahasiswa luar negeri serta budaya luar yang dapat diambil serta diterapkan.</p><p style="text-align: justify;">Tetap dalam pandangannya mendatangkan rektor dari luar itu terlalu terburu-buru. Penataan peraturan juga harus diperbaiki. Penyesuaian harus diatur kembali, termasuk bagaimana cara rektor asing tersebut nantinya menerapkan peraturan yang baru. Hal ini butuh adaptasi yang panjang.</p><p style="text-align: justify;">Aji menambahkan, jika rencana tersebut akan tetap ingin dilakukan, bisa dicoba dengan melihat dulu sistem kerjanya. Tidak bisa dipungkiri, budaya Indonesia dengan budaya luar itu berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa turut memiliki pandangannya masing-masing terkait rencana ini. Ada yang menyatakan tidak sependapat, setuju, dan ada juga yang ragu-ragu. Ibnu, mahasiswa prodi Hubungan Internasional FISIP menilai percuma merekrut rektor asing kalau yang menjalankan komando tersebut tetap pegawai yang ada, maka sulit untuk adanya perubahan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dari yg ku baca-baca sih itu untuk meningkatkan kualitas universitas. Tapi rekrut rektor asing bukan solusi. Memang sih kriteria untuk bisa jadi rektor bukan hal yg mudah dicari&quot; jelasnya via direct massage kepada awak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Ahmad Efendi, mahasiswa prodi Sastra Indonesia yang menyatakan bahwa hal yang banyak dianggap kurang tepat bisa saja menjadi jalan keluar yang baik. Menurutnya tidaj ada salahnya Indonesia mencoba hal yang baru dengan mempelajari sistem pendidikan asing yang telah maju lebih pesat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau kita terus-terusan enggak mau nerima sesuatu yg baru, cendrung tertutup, kapan mau majunya?&quot; tulisnya via <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda lagi dengan pendapat Grifaldo mahasiswa prodi Sastra Indonesia. Ia menyatakan sedikit pro tapi tidak mendukung sepenuhnya. Ia menjelaskan bahwa kepemimpian rektor asing dapat dicoba, tapi hanya untuk beberapa PTN yang ada di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Coba lah satu atau dua PTN di Indonesia yang secara akreditasi ketinggalan atau di kisar 50 besar, di datangkan rektor asing. Lalu lihat bagaimana progresnya, jika hasilnya sama saja, buat apa ada mereka?&quot; <strong><em>(ren/ubg/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-serbi Pelaksanaan PKKMB di Hari Pertama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-pelaksanaan-pkkmb-di-hari-pertama/baca </link>
<guid> serba-serbi-pelaksanaan-pkkmb-di-hari-pertama </guid>
<pubDate> Thu, 15 Aug 2019 13:28:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan Prasasti Mulawarman pada Kamis (15/8). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-pelaksanaan-pkkmb-di-hari-pertama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fwRxu8s1C0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serba-serbi Pelaksanaan PKKMB di Hari Pertama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kamis (15/8) ini menjadi hari pertama pelaksanaan Persembahan Rangkaian Safari Almamater, Akselerasi, dan Adaptasi (Prasasti) Mulawarman dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Sejak pagi, ribuan mahasiswa baru sudah memadati Gedung Olah Raga (GOR) 27 September Unmul. Teknis pelaksanaan Prasasti di tahun ini, hari pertama kegiatan digelar di dalam gedung dan batas pelaksanaan hanya sampai pukul 15.30 Wita. (Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-mahasiswa-baru-dalam-rangkaian-pkkmb-2019/baca" style="text-align: inherit;">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-mahasiswa-baru-dalam-rangkaian-pkkmb-2019/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;) Beragam tanggapan dari mahasiswa baru, ada yang mengeluh namun ada juga yang mengapresiasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Apresiasi Maba Pada PKKMB</strong></p><p style="text-align: justify;">Risma Wahyudi, salah satu mahasiswa baru Pendidikan Kimia FKIP asal Kota Bangun menilai agenda Prasasti hari ini menyenangkan karena ia dapat bertemu dengan teman baru.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengaku sudah mempersiapkan perlengkapan untuk esok hari, yang akan dilaksanakan dengan konsep <em>outdoor</em>. &quot;Saya sudah menyiapkan sejak dua hari yang lalu, sarung tangan, masker, baju dan celana,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sepaham dengan Risma, Fredy Kristian dari Pendidikan Kimia FKIP mengaku capek namun senang dengan pelaksanaan acara kali ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Serunya, yel-yel berlawanan antar fakultas,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Adanya parade serta ekspo UKM yang turut dilaksanakan juga menarik perhatian sebagian maba, seperti Citra dari Fakultas Pertanian (Faperta). Ia menilai Prasasti Mulawarman berjalan lancar. Menurutnya, kepanitiaan hajatan akbar ini berjalan dengan baik dan mengapresiasi. &ldquo;Bagus, panitianya juga kerja samanya kompak. UKM-nya juga menarik-menarik,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Di sudut lain, beberapa mahasiswa dari Faperta berharap agenda besok berjalan lebih menyenangkan. &ldquo;Tadi sih asyik. Cuma besok harus lebih asyik lagi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keluhan Maba Terkait Fasilitas PKKMB</strong></p><p style="text-align: justify;">Meskipun berlangsung dengan baik, beberapa di antaranya mengeluhkan fasilitas yang mereka dapatkan di GOR 27. Seperti Risma yang mengeluhkan gedung yang panas. &quot;Kipas anginnya kurang. Banyak yang pingsan tadi. Makannya juga telat, habis zuhur,&quot; sebutnya</p><p style="text-align: justify;">Satria Wirayuda dari Teknik Lingkungan juga mengeluhkan panasnya keadaan GOR yang membuat suasana kurang menyenangkan. &quot;Seru, rame-ramean. Tapi enggak menyenangkannya, kepanasan betul,&quot; sahutnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan lain juga muncul dari beberapa maba yang berkumpul saat ekspo UKM dimulai. &quot;Tadi di wc enggak ada air, di atas tribun panas juga,&quot; ujar salah satu di antara mereka.</p><p style="text-align: justify;">Ada pula yang berkomentar mengenai rundown yang dianggap memberatkan. &quot;Acaranya juga kepagian, nda sempat kita mau makan dulu. Tambah jauh lagi karena enggak boleh bawa motor,&quot; kata yang lain menimpali. <em><strong>(adl/ira/rpi/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FISIP Kembali Absen PKKMB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-kembali-absen-pkkmb/baca </link>
<guid> fisip-kembali-absen-pkkmb </guid>
<pubDate> Fri, 16 Aug 2019 11:37:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu spanduk bertuliskan tuntutan mahasiswa FISIP terhadap birokrat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-kembali-absen-pkkmb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FWipesWxC9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FISIP Kembali Absen PKKMB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Di antara empat belas fakultas di Unmul, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi satu-satunya fakultas yang absen di PKKMB universitas, Prasasti Mulawarman. Barisan mahasiswa baru (maba) FISIP tak nampak ikut memadati GOR 27 September selama dua hari terakhir. Berdasarkan penuturan Dandi Anggoro Aji Presiden BEM FISIP, FISIP tidak turut serta dalam PKKMB karena adanya persoalan internal.</span></p><p style="text-align: justify;">Dandi mengatakan FISIP tidak menurunkan mahasiswa baru dalam Prasasti Mulawarman lantaran pihak birokrat fakultas tidak memberikan izin. Ia membeberkan, beberapa tuntutan yang akan dibawa mahasiswa FISIP dalam PKKMB &nbsp;terdengar hingga ke birokrat fakultas. Hal ini kemudian ditanggapi serius dengan diadakannya pertemuan urgensi, yang mengundang seluruh lembaga dan panitia PKKMB fakultas, serta jajaran birokrat FISIP.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan tersebut, Dandi mengatakan bahwa mahasiswa tidak diberikan ruang untuk berdiskusi, menyanggah, atau klarifikasi. Birokrat langsung mengambil keputusan setelah rapat internal prodi dan di situ disampaikan bahwa FISIP tidak diizinkan untuk ikut Prasasti.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan yang akan dibawa dikatakan Dandi masih sama dengan tuntutan sebelumnya yang sering digaungkan. Di antaranya tolak komersialisasi pendidikan dan tolak UKT mahal. Ditambah dengan isu-isu baru seperti tindak lanjut kasus-kasus pelecehan seksual di kampus dan tangkap seluruh pelaku kekerasan seksual. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin poin yang baru membuat birokrat sedikit rancu. Alasan utama mereka sih &lsquo;daripada nanti kalian dateng ngerecokin acara Prasasti, lebih baik enggak usah datang sama sekali,&rsquo;&rdquo; papar Dandi.</p><p style="text-align: justify;">Menilai adanya pengambilan keputusan tanpa diskusi terlebih dahulu, beberapa mahasiswa FISIP menyebut birokrat tidak ingin membangun ruang diskusi. Hal ini kemudian menjadi salah satu tuntutan mereka, yakni birokrasi anti diskusi. &nbsp;Dandi menyatakan sebenarnya pihaknya dapat menjelaskan kenapa tuntutan-tuntutan itu hadir, namun dalam pertemuan tersebut tidak digubris hingga kemudian melahirkan keputusan sepihak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski maba FISIP tidak hadir dalam ajang PKKMB universitas, mahasiswa FISIP menghadirkan beberapa spanduk di sekitar GOR 27 September yang bertuliskan tuntutan mereka. Dandi juga mengatakan tak sedikit maba FISIP yang kecewa karena tidak dapat mengikuti PKKMB.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Postingan &ldquo;PKKMB Gagal&rdquo;</strong><br><br>Kamis (15/8) lalu, di hari pertama pelaksanaan PKKMB, beberapa warganet memposting foto dengan twibbon yang bertuliskan &ldquo;<em>I am not ready for Prasasti Mulawarman 2019</em>&rdquo; &nbsp;dan &ldquo;GAGAL!!!&rdquo; di bawahnya. Postingan tersebut turut disertai tagar PKKMB &nbsp;Unmul 2019 gagal, Prasasti Mulawarman III gagal, dan BEM KM Unmul anti kritik. Selain itu, ada juga selebaran yang diposting di akun Instagram dan secara fisik dibagikan di akhir acara PKKMB di hari pertama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagian atas selebaran tersebut tertulis &ldquo;Birokrasi FISIP paranoid akan kritikan mahasiswa FISIP. BEM KM Unmul menutup ruang demokrasi mahasiswa fakultas. Prasasti adalah bentuk pembodohan mahasiswa baru&rdquo;. Dalam selebaran itu, disebutkan BEM KM Unmul menutup ruang demokrasi yang menjadi penyebab FISIP tiap tahunnya memilih <em>walk out</em> di tengah pelaksanaan acara. Dua tahun lalu, FISIP juga absen PKKMB, yang dalam selebaran itu dituliskan karena birokrat fakultas takut dengan kritikan mahasiswa yang akan disampaikan dalam PKKMB universitas. <br><br>Dikonfirmasi, Dandi mengatakan bahwa PKKMB gagal memiliki dua makna. Pertama, yang dimaksud gagal ialah FISIP gagal untuk dapat mengikuti PKKMB, dan ini menjadi kritikan untuk birokrat fakultas. Kedua, ialah gagal untuk BEM KM dalam Prasasti Mulawarman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bukan di hari H-nya, tapi pra-PKKMB. Mulai dari pengonsepan, konsolidasi dengan BEM fakultas itu tidak ada, tahu-tahu sudah ada konsep. &nbsp;Meski Prasasti ini bukan program kerja BEM KM, cuma kan BEM KM itu mengoordinir lah, kalau tidak dikoordinasikan ya wajar dong kalau kami khawatir. Kita mengecap bahwa tahun ini itu tidak demokratis, mendekati gagal,&rdquo; terangnya. <br><br>&ldquo;Kalau selebaran itu menceritakan FISIP beberapa tahun terakhir dengan Prasasti, hubungan FISIP dengan birokrasi terhadap Prasasti. Tidak ada maksud untuk menyerang secara subjektif. Di bagian akhirnya kita coba mengingatkan kepada maba, ayolah kalau kalian maba dan kalian sadar kondisi kampus, ya rubah kampusmu,&rdquo; tambahnya.<br><br>Sejauh ini, <em>Sketsa</em>&nbsp; tengah mengonfirmasi ke berbagai pihak terkait lainnya. <strong><em>(adl/rpi/vny/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asah Kemampuan Berbahasa dalam English Week </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/asah-kemampuan-berbahasa-dalam-english-week/baca </link>
<guid> asah-kemampuan-berbahasa-dalam-english-week </guid>
<pubDate> Sat, 17 Aug 2019 12:03:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> English Week, agenda tahunan ESA sebagai wadah mengasah kemampuan berbahasa Inggris. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/asah-kemampuan-berbahasa-dalam-english-week/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I027v17ZA2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Asah Kemampuan Berbahasa dalam English Week</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>English Students Association (ESA) merupakan organisasi yang digawangi oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Kali ini ESA kembali mengelar kegiatan tahunan, yaitu <em>English Week</em> pada Senin hingga Kamis (12-15/8) lalu.<em>&nbsp;</em>Ini merupakan salah satu acara besar dari ESA.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dikemas dalam bentuk perlombaan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing bagi siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA) untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini sebagai wadah dalam mengasah kemampuan berbahasa Inggris,&rdquo; terang Octavia Pratiwi Resal selaku Ketua Panitia kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;Peserta dalam perlombaan ini berjumlah 225 orang, yang terbagi dalam 6 cabang lomba. Di antaranya, <em>English Debate&nbsp;</em>dengan kuota 19 tim, BOB (<em>Battle of Brain</em>) dengan kuota 20 tim, <em>English Speech</em> dengan &nbsp;25 peserta, <em>Express Expression</em> diikuti 14 peseta, &nbsp;<em>English Story Telling</em> 25 orang, dan 45 lainnya tergabung dalam <em>Spelling Bee</em>.</p><p style="text-align: justify;">Acara dibuka di gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) lantai 3 pada Senin (12/8). Setelah itu peserta lomba dengan kategori <em>English Speech, Express Expression, English Story Telling</em>, dan <em>Spelling Bee</em> memasuki babak penyisihan.</p><p style="text-align: justify;">Pada hari kedua, <em>English Debate</em> dan BOB memasuki babak penyisihan. Di tempat berbeda, terdapat lomba lainnya yang sedang bertanding untuk memasuki babak semifinal. Gelaran final serentak dilaksanakan pada hari terakhir, sekaligus pengumunan dan pemberian hadiah untuk pemenang lomba.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini ESA mengambil tajuk yang diambil dari sebuah gim, yaitu &apos;<em>Raise Your Level to Reach The Victory</em>&apos;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tema ini dipilih dengan tujuan agar para peserta dapat meningkatkan level mereka dalam menggunakan bahasa Inggris.&rdquo; <strong><em>(bip/mer/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB 2019: Birokrat, Rekor MURI, hingga Tak Hadirnya FISIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2019-birokrat-rekor-muri-hingga-tak-hadirnya-fisip/baca </link>
<guid> pkkmb-2019-birokrat-rekor-muri-hingga-tak-hadirnya-fisip </guid>
<pubDate> Sat, 17 Aug 2019 23:42:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan Prasasti Mulawarman kali ini tak luput dari berbagai kendala. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2019-birokrat-rekor-muri-hingga-tak-hadirnya-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EzIH3Ia7ND.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB 2019: Birokrat, Rekor MURI, hingga Tak Hadirnya FISIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;― Agenda Rangkaian Safari Almamater, Akselerasi, dan Adaptasi (Prasasti) Mulawarman telah digelar selama dua hari, pada 15-16 Agustus 2019 di Gedung Olah Raga (GOR) 27 September. Tidak hanya meninggalkan cerita untuk para mahasiswa baru (maba), tetapi juga panitia dibalik acara ini. Ditemui&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Sketsa</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;pada Jumat (16/8) lalu, Aulia Furqon selaku ketua panitia membagikan ceritanya dalam pelaksanaan Prasasti Mulawarman kali ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurutnya, acara ini dapat dikatakan sukses atas kerja keras panitia mulai dari awal hingga pelaksanaannya. Furqon mengaku, ia dan panitia lainnya senang karena peserta berkomitmen untuk mengikuti rangkaian acara hingga usai tanpa&nbsp;</span></span><span><span><em>walk&nbsp;</em></span></span><span><span><em>out</em>. Menjadi sebuah timbal balik, panitia juga harus memegang komitmen pada kesepakatan yang telah dibuat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Semua (peserta) yang masuk itu enggak ada yang keluar dari GOR, enggak ada yang&nbsp;</span></span><span><span><em>walk out</em></span></span><span><span>. Semuanya bertahan dari awal datang sampai akhir kegiatan. Di hari pertama kita komitmen, pukul 15.30 Wita agenda sudah selesai dan maba sudah turun serta&nbsp;</span></span><span><span><em>closing</em></span></span><span><span>,&rdquo; jelasnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia juga menyebutkan bahwa rangkaian acara yang didukung oleh penampilan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unmul menarik serta menghibur maba dengan poin-poin penting dalam kehidupan kampus. Pelaksanaan Prasasti Mulawarman dalam rangka PKKMB universitas di tahun ini memang berbeda. Selain menghadirkan konsep pelaksanaan dua hari, ada target lain yang ingin dicapai, yakni memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). (Baca:&nbsp;</span></span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-kian-dekat-persiapan-makin-dimatangkan/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-kian-dekat-persiapan-makin-dimatangkan/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-kian-dekat-persiapan-makin-dimatangkan/baca</a><span><span>)&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Di hari kedua target besar kita mau ngejar MURI dengan&nbsp;</span></span><span><span><em>Green Campus</em></span></span><span><span>, tapi hingga H-1 (acara) itu belum ada respons dari MURI,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Sebenarnya agenda ini udah bisa di-MURI kan, tapi ada beberapa administrasi yang dari panitia Unmul atau penanggung jawabnya tidak sanggup untuk memenuhi. Hingga akhirnya dari MURI juga responsnya kurang. MURI ini berbayar juga dan kita sebenarnya enggak ada anggaran ke situ,&rdquo; lanjutnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain pupusnya harapan tersebut, pihak birokrat dinilai menjadi salah satu kendala. Dikatakan Furqon, agenda Prasasti adalah ajang pengenalan tingkat univesitas dan menampilkan kehidupan Unmul di depan maba. Mulai dari kehidupan sehari-harinya, hingga beradaptasi dari siswa menjadi mahasiswa. Tetapi penanggung jawab atau pihak rektorat dinilai banyak melimpahkan poin-poin tersebut kepada panitia teknis alias mahasiswa.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&rdquo;Melimpahkan ibaratnya berekspetasi tinggi, mau MURI ya kan. Bukan ekspektasi lagi, (tapi) cita-cita yang spesifik. Teman-teman mengonsepkan acara dengan runding, kita mau sama-sama ada rekor MURI. Yang kedua kita pengen kondisi di dalam GOR nyaman dan fasilitas-fasilitas yang enggak ada mau kita tambahkan. Tapi, dari rektorat ada beberapa hal yang sulit untuk mencapai poin-poin itu,&rdquo; terangnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Menanggapi Absennya FISIP</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sebelumnya, Kamis (15/8) warganet memposting foto dengan twibon&nbsp;</span></span><span><span>&ldquo;<em>I am not ready for Prasasti Mulawarman</em>&rdquo;</span></span><span><span>&nbsp;dan &ldquo;GAGAL!!!&rdquo; dibawahnya disertai dengan pembagian selebaran bertajuk &ldquo;Birokrasi FISIP paranoid akan kritikan mahasiswa FISIP. BEM KM Unmul menutup ruang demokrasi mahasiswa fakultas. Prasasti adalah bentuk pembodohan mahasiswa baru&rdquo; di luar area GOR terkait agenda Prasasti yang sedang dilaksanakan. (Baca :&nbsp;</span></span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-kembali-absen-pkkmb/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-kembali-absen-pkkmb/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fisip-kembali-absen-pkkmb/baca</a><span><span>).&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tidak hadirnya FISIP dalam agenda ini turut disayangkan Furqon, karena ia menginginkan seluruh fakultas dapat turut serta memperkenalkan Unmul. Ia turut menanggapi kabar bahwa agenda ini dimiliki oleh BEM KM. &ldquo;Padahal BEM KM enggak memiliki keterlibatan di sini. Kita hanya mengoordinir teman-teman UKM dan fakultas.&rdquo;&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terkait penyebaran selebaran, ia mengatakan bahwa hal tersebut sah-sah saja sebab mereka memiliki andil untuk mengkritik. Tetapi ia ingin meluruskan bahwa agenda ini dimiliki universitas sehingga BEM KM tidak memiliki keterlibatan dan hanya memiliki fungsi untuk mengoordinir UKM dan fakultas. Dibuktikan dengan adanya konsolidasi yang telah dilakukan, dan dikatakannya FISIP turut hadir dalam konsolidasi tersebut.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;FISIP ada. Kemarin&nbsp;</span></span><span><span>tuh</span></span><span><span>&nbsp;kita konsol fakultas, diadakan sekali, satu bulan sebelum Prasasti. Teman-teman BEM KM kan sudah bilang, kita enggak mau&nbsp;</span></span><span><span>ngambil</span></span><span><span>&nbsp;alih Prasasti, kalau misalnya enggak ada komit dari birokrat terkait agenda. Kami selalu dikambing hitamkan. BEM KM ini tidak ada terlibat di sini, BEM KM ibaratnya mengurus pergerakan sendiri,&rdquo; ujar Furqon.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurutnya, yang dapat menilai agenda ini adalah maba, karena mereka yang merasakan seperti apa kegiatan berlangsung. Ia juga mempertanyakan pernyataan FISIP yang menyebut agenda Prasasti Mulawarman adalah pembodohan dan sama dari tahun ke tahun.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Poin-poinnya banyak melihat dua tahun ke belakang. Dibilang tahun ini sama saja, sedangkan mereka enggak tahu acara di dalam kayak gimana. Nah itu sebenarnya tanda tanya juga buat temen-temen FISIP, tahu dari mana agenda kali ini berjalan? Kalau memang tahu, ya sama-sama evaluasinya. Kan demi kemajuan Unmul juga,&rdquo; katanya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia juga mengeklaim panitia sudah menyiapkan segalanya dengan kompleks. Memiliki alasan masing-masing dan tidak langsung tembak, mulai dari tema dan <em>tagline</em> yang telah dipikirkan matang-matang. Mahasiswa Fakultas Kehutanan ini menyatakan birokrat meminta BEM KM untuk mengoordinir UKM serta fakultas agar turut serta dalam agenda Prasasti, sebab agenda ini berskala besar dan membutuhkan banyak persiapan. &ldquo;Kita koordinir mahasiswa. BEM KM koordinasikan UKM dan fakultas agar sama-sama kita bangun Prasasti. Kayak agenda Dies Natalis. Itu kan yang&nbsp;</span></span><span><span>ngatur</span></span><span><span>&nbsp;universitas, begitupula Prasasti. Kalau BEM KM yang&nbsp;</span></span><span><span>ngatur</span></span><span><span>, anggaran kami &nbsp;tidak ada, bahkan anggaran kami setahun sama dengan anggaran Prasasti kali ini,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(len/rth/adl)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Kemerdekaan, Dirgahayu Pertiwi! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/semarak-kemerdekaan-dirgahayu-pertiwi/baca </link>
<guid> semarak-kemerdekaan-dirgahayu-pertiwi </guid>
<pubDate> Sun, 18 Aug 2019 04:20:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski kini gempuran suara senjata tidak lagi terngiang, meski kita mampu berperang tidak lagi hanya dengan bambu runcing, tapi tugas kita selalu sama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/semarak-kemerdekaan-dirgahayu-pertiwi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L1pQkOUgII.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Kemerdekaan, Dirgahayu Pertiwi!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menyemarakkan HUT tanah pertiwi, beragam perayaan dilakukan di seluruh pelosok negeri. Mulai dari menggelar upacara hingga beragam perlombaan yang menambah suka cita. 74 tahun bebas dari gencatan penjajahan Jepang Belanda, momen bersejarah di setiap 17 Agustus Indonesia selalu menyimpan cerita yang berbeda. <br><br>Upacara di hari kemerdekaan berbeda dengan upacara biasanya. Barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) siap mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di 3 tempat, yakni tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional. Bicara tentang Paskibraka, baru-baru ini beredar video dari salah satu calon Paskibraka (Capaskribraka) Koko Ardiansyah dari Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.</p><p style="text-align: justify;">Kabarnya Koko gagal menjadi bagian dari Paskibraka, meski sudah mengikuti berbagai seleksi. Pupusnya impian Koko disebut-sebut lantaran namanya dicoret dari daftar Paskibraka dan digantikan dengan anak pejabat yang tidak mengikuti seleksi. Namun tak berselang lama video tersebut viral, Koko menyatakan &nbsp;bahwa ternyata dirinya hanya menjadi Capaskibraka cadangan.</p><p style="text-align: justify;">Cerita lainnya, dalam pelaksanaan upacara di Istana Merdeka, Presiden RI Joko Widodo turun dari mimbar dan menghampiri komandan upacara yang berada di tengah lapangan. Adegan ini berhasil menyita perhatian para tamu undangan dan juga masyarakat lainnya yang menyaksikan.</p><p style="text-align: justify;">17 Agustus di Indonesia tentu identik dengan perlombaan. Saat ini, perlombaan dalam memeriahkan hari kemerdekaan terus bervariasi. Mulai dari sepeda lambat, balap karung menggunakan helm, merias dengan mata tertutup, memindahkan air, dan sebagainya. Meriahnya hari kemerdekaan Indonesia ini juga dibarengi dengan hadirnya promo di media sosial. Baik dari produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga produk <em>brand-brand</em> ternama yang ikut serta menyemarakkan. Tak pelak masyarakat memanfaatkan momen tersebut. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di balik &nbsp;kemegahan kata merdeka bangsa ini, masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai, bahkan bisa saja &nbsp;bertambah sejak bangsa ini terbebas dari belenggu penjajah. Pelecehan seksual, kekerasan, pelanggaran HAM, ketidakadlian, korupsi, dan kasus-kasus lainnya menjadi &nbsp;sisi gelap bangsa di antara gemerlap kata merdeka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keras perjuangan pendahulu mengajarkan kepada penerusnya untuk tidak menyerah meski negara di ambang krisis. Semua bersatu demi martabat bangsa. Keberhasilan pahlawan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan. Estafet pilar negara saat ini berada di tangan kita semua. Meski tak lagi bertempur dengan gencatan senjata, tak lagi bermodal bambu runcing semata, tapi kita akan tetap terus berjuang untuk negara. Seperti kata Ir. Soekarno,</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bansamu sendiri.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dirgahayu Indonesia!<em><strong>&nbsp;(anm/adl)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Parasite: Potret Simbiosis Keluarga Miskin dan Kaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/parasite-potret-simbiosis-keluarga-miskin-dan-kaya/baca </link>
<guid> parasite-potret-simbiosis-keluarga-miskin-dan-kaya </guid>
<pubDate> Sun, 18 Aug 2019 08:31:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Parasite, sebuah film karya Bong Joon-ho yang mengisahkan kesenjangan sosial antara si Kaya dan si Miskin. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/parasite-potret-simbiosis-keluarga-miskin-dan-kaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0li9g6RFSS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Parasite: Potret Simbiosis Keluarga Miskin dan Kaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sutradara: Bong Joon-ho</span></p><p style="text-align: justify;">Produser: Bong Joon-ho, Kwak Sin-ae, Jang Young-hwan</p><p style="text-align: justify;">Penulis: Bong Joon-ho, Han Jin-won</p><p style="text-align: justify;">Pemeran: Song Kang-ho, Lee Sun-kyun, Cho Yeo-jeong, Choi Woo-shik, Park So-dam</p><p style="text-align: justify;">Musik: Jung Jae-il</p><p style="text-align: justify;">Sinematografi: Hong Kyung-pyo</p><p style="text-align: justify;">Durasi: 132 menit</p><p style="text-align: justify;">Perusahaan Produksi: Barunson E&amp;A Corp</p><p style="text-align: justify;">Distributor: CJ Entertainment</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Film bergenre drama atau misteri sempat meramaikan jagat perfilman di Indonesia. Tidak terkecuali <em>Parasite</em> yang memiliki cerita unik dan berbeda. Bong Joon-ho sebagai sutradara kembali menyuguhkan cerita yang segar dengan premis yang sederhana. Ia dapat membangun karakter yang sangat ciamik, suasana yang kental dengan kehidupan sehari-hari, serta pesan implisit yang begitu kuat.</p><p style="text-align: justify;">Sutradara <em>Snowpiercer (2013)</em> ini kembali menampilkan latar belakang perbedaan ekonomi sosial pada karakternya. Dengan fokus pada upaya sekelompok manusia bertahan hidup di dunia sampai terpaksa masuk sebagai parasit dalam hubungan dengan manusia lain.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai dengan memperkenalkan keluarga Kim Ki-taek (Song Kang-ho) yang beranggotakan 4 orang yang menempati sebuah <em>basement</em> sebagai rumah mereka. Ruangan sempit, tak ada internet, toilet bertumpuk, penuh barang, dan ruang tengah menjadi satu-satunya ruangan untuk mereka berkumpul dan melihat dunia luar, melalui satu jendela yang menghadap ke atas yang menampilkan potret kemiskinan di Korea. Sebagai pengangguran, pekerjaan mereka pun hanya melipat kotak piza jika diminta oleh perusahaan piza tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hari, sang anak tertua Kim Ki-woo (Choi Woo-shik) mendapatkan rekomendasi oleh kawannya, Min-hyuk (Park Seo-joon) yang berasal dari universitas bergengsi di Korea untuk menjadi guru les privat bahasa inggris dengan bayaran besar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan dibantu sang adik, Kim Ki-jung (Park So-dam), ia &nbsp;mempersiapkan semua berkas dan dokumen mahasiswa palsu yang diperlukan untuk melakukan wawancara. Keluarganya merestui dengan harapan besar terhadap Ki-woo agar terlepas dari garis kemiskinan.</p><p style="text-align: justify;">Setibanya di rumah Tuan Park (Lee Sun-kyun), pemilik perusahaan IT global, Ki-woo bertemu dengan Yeon-kyo (Cho Yeo-jeong), nyonya muda di rumah itu. Setelah pertemuan mereka, serangkaian kejadian dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Diawali dengan rekomendasi Kevin (Ki-woo mengganti namanya di keluarga tersebut) terhadap adiknya, Ki-jeong sebagai psikolog anak. Kemudian ayahnya yang berhasil menggeser sopir pribadi sebelumnya, dan sang ibu yang direkomendasikan oleh Ki-taek sebagai asisten rumah tangga pribadi. Itu semua mereka lakukan dengan cara yang sangat &apos;kotor&apos;.<br><br>Selama hampir separuh film, Joon-ho membawa penonton lebih dulu larut dan akrab dengan tiap karakter. Penonton juga diajak menikmati humor penuh satire yang ia sajikan dengan sangat mulus, lewat karakter serta gambar-gambar yang kontradiktif namun simpel.<br><br>Suatu ketika, keluarga Park ingin melakukan piknik di luar kota. Kemudian, keluarga Ki-taek menikmati rumah Tuan Park yang ditinggalkan. Mereka lagi-lagi menghadap ke jendela namun kali ini mereka tak lagi melihat kemiskinan. Kesenjangan sosial seperti ini yang sedang Joon-ho tampilkan di film ini. <br><br>Namun, ternyata harapan tak sesuai rencana, keluarga Park mengurungkan niat berpiknik karena cuaca buruk. Keluarga Ki-taek panik sehingga harus kabur. Ketika berhasil kabur, rumah mereka sudah tenggelam akibat guyuran hujan yang sangat deras, sebab lokasi rumah yang berada di bawah dan dekat dengan saluran pembuangan. Pada akhirnya, ia dan ratusan warga lain harus mengungsi di sebuah stadion olah raga. <br><br>Joon-ho berhasil pula membangun konflik dengan pelan, halus. Ia tak perlu membuat garis tegas hitam-putih, benar-salah atau jahat-baik. Keluarga Park memang kaya, tapi tak serta merta mereka menjadi jahat karenanya, hanya naif dan tak peduli. Sebaliknya, meski sudah menipu, keluarga Ki-taek digambarkan sangat manusiawi. Mereka kompak, ceria di tengah kemelaratan, dan saling cinta.<br><br>Laju cerita kian intens, mencekam, juga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan akan nasib tiap karakter pada setiap <em>scene</em>. Seperti dibawa bermain <em>roller coaster</em>.<br><br>Bukan hanya dari kekuatan cerita, tapi Joon-ho dan tim produksi pun menyeimbangkan karya ini dengan sinematografi serta musik yang luar biasa. <br><br>Apresiasi patut diberikan juga kepada Hong Kyun-pyo selaku Director of Photography beserta Jung Jae-il, Choi Tar-young dan Kang Hye-young selaku tim pengarah musik dan penata efek. <br><br>Kehebatan film ini pun tak lepas dari akting dari semua para pemain yang sangat natural dan membuat penonton terkagum-kagum. Mungkin tanpa itu semua, Parasite tak akan mendapatkan penghargaan film tertinggi <em>Palme d&apos;Or&nbsp;</em>di Festival Film Internasional Cannes 2019. <em><strong>(fqh/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meriahkan Hari Kemerdekaan, Bina Desa Kampoeng Kita Adakan Lomba Bersama Warga Desa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/meriahkan-hari-kemerdekaan-bina-desa-kampoeng-kita-adakan-lomba-bersama-warga-desa/baca </link>
<guid> meriahkan-hari-kemerdekaan-bina-desa-kampoeng-kita-adakan-lomba-bersama-warga-desa </guid>
<pubDate> Mon, 19 Aug 2019 12:29:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bina Desa Kampoeng Kita mengadakan lomba 17 Agustus bersama warga Desa Sungai Tempurung. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/meriahkan-hari-kemerdekaan-bina-desa-kampoeng-kita-adakan-lomba-bersama-warga-desa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UJgQ3koUto.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meriahkan Hari Kemerdekaan, Bina Desa Kampoeng Kita Adakan Lomba Bersama Warga Desa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Merdeka ialah suatu hak kendali penuh atas diri sendiri. Republik Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam rangka memperingati 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mulawarman yang tergabung dalam Program Bina Desa Kampoeng Kita terjun langsung ke masyarakat untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun RI. Bina Desa Kampoeng Kita mengadakan berbagai serangkaian lomba bersama warga Desa Sungai Tempurung, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.</span></p><p style="text-align: justify;">Lomba yang diadakan pada tanggal 17 Agustus kemarin ini berlangsung dengan meriah dan sukses. Mengusung semangat persatuan dan kesatuan dalam perbedaan, berbagai perlombaan diadakan untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga desa. Antusiasme warga begitu tinggi untuk mengikuti lomba meskipun harus merasakan panasnya terik matahari. Lomba yang diselenggarakan di lapangan SDN 018 ini dipenuhi oleh seluruh warga desa, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa ikut berpartisipasi dalam seluruh lomba.</p><p style="text-align: justify;">Anak-anak pun begitu antusias mengikuti berbagai lomba. Yang paling menarik adalah lomba memasukkan paku dalam botol secara beregu. Mereka secara tidak langsung belajar cara bekerja sama dalam sebuah tim untuk bisa menjadi pemenang. Meskipun ada yang kalah dan menang, namun yang terpancar diwajah mereka hanyalah tawa bahagia ketika berhasil memasukkan paku ke dalam botol.</p><p style="text-align: justify;">Tawa bahagia juga terlihat dari wajah ibu-ibu yang mengikuti lomba estafet air tepung. Meskipun harus kotor terkena tepung, namun semangat mereka tetap ada pada saat perlombaan. Begitu juga dengan para bapak-bapak, pemuda, dan mahasiswa Bina Desa yang juga tidak mau kalah dalam lomba. Mereka saling beradu kekuatan dan kekompakan dalam lomba tarik tambang dan sepak bola. Meskipun hadiah yang diperebutkan tidak seberapa, itu tidak menyurutkan semangat seluruh warga.</p><p style="text-align: justify;">Kemeriahan lomba 17 Agustus ini berhasil terlaksana berkat dukungan dan bantuan dari warga dan PT. Raja Kutai Baru Makmur yang telah menyiapkan berbagai kebutuhan selama perlombaan. Sehari sebelumnya, mahasiswa bersama warga desa, bergotong royong untuk menyiapkan perlombaan, seperti mempersiapkan lokasi perlombaan, memasang bendera hias, bahkan membuat pohon pinang.</p><p style="text-align: justify;">Begitu tinggi semangat warga Desa Sungai Tempurung demi memperingati 74 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, meskipun hingga kini desa mereka belum memiliki akses pendidikan, infrastruktur, dan kesehatan yang layak. Bahkan murid SD disini belum pernah melakukan ataupun diajarkan upacara bendera, karena keterbatasan pengajar. Meskipun begitu, rasa cinta mereka terhadap tanah air Indonesia ini tidak pernah hilang.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Unmul 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maba: Panitia Kurang Tanggap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-panitia-kurang-tanggap/baca </link>
<guid> maba-panitia-kurang-tanggap </guid>
<pubDate> Mon, 19 Aug 2019 14:22:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa baru memiliki pandangannya masing-masing terkait seluruh pelaksanaan PKKMB universitas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maba-panitia-kurang-tanggap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VbNSV5ZjSS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maba: Panitia Kurang Tanggap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> ― Kegiatan Persembahan Rangkaian Safari Almamater, Akselerasi, dan Adaptasi (Prasasti) Mulawarman dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) telah berakhir. Acara ini meninggalkan kesan tersendiri bagi ribuan mahasiswa baru (maba) yang mengikutinya. Pada hari pertama pelaksanaannya (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-pelaksanaan-pkkmb-di-hari-pertama/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-pelaksanaan-pkkmb-di-hari-pertama/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-pelaksanaan-pkkmb-di-hari-pertama/baca</a>), Prasasti dilaksanakan bersama dengan Sidang Rapat Senat Terbuka. Untuk pertama kalinya, maba melihat langsung para pemimpin birokrasi kampus hijau Unmul dalam sidang ini. Rangkaian acara semakin hidup dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unmul dengan nilai lebihnya masing-masing. Ada juga ekspo UKM di luar Gedung Olah Raga (GOR) 27 September, sehingga maba dapat berkeliling dan mengunjungi posko UKM.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian pada hari kedua, maba diperkenalkan dengan lingkungan kampus Gunung Kelua lewat kegiataan <em>Green Campus</em>. Di mana mereka dikelompokkan dan membersihkan lingkungan fakultas yang telah ditentukan. Sebelum memulai kegiatan tersebut, panitia diadakan senam bersama seluruh maba. &nbsp;Meski niatan untuk memecahkan rekor MURI pupus sebab masalah administrasi, namun kegiatan Prasasti dapat berjalan dengan baik dan berakhir dengan konsisten waktu (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2019-birokrat-rekor-muri-hingga-tak-hadirnya-fisip/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2019-birokrat-rekor-muri-hingga-tak-hadirnya-fisip/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2019-birokrat-rekor-muri-hingga-tak-hadirnya-fisip/baca</a>).</p><p style="text-align: justify;">Di kesempatan ini, <em>Sketsa</em> melakukan wawancara kepada beberapa maba untuk melihat reaksi serta tanggapan mereka terhadap acara yang berlangsung selama dua hari ini. Menurut Muhammad Rafli, salah satu maba Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Manajemen, kegiatan PKKMB pada hari pertama menyenangkan dan luar biasa. &ldquo;Hari pertama yang kemarin <em>tuh</em> luar biasa sekali, pecah sekali!&rdquo; ungkapnya. Sementara di hari kedua, ia bersama kelompoknya ditugaskan untuk membersihkan rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Sementara Bagas, dari Fakultas Teknik menuturkan bahwa agenda ini membuatnya lebih banyak mengenal rekan sesama maba dari berbagai fakultas. Kini, pertemanannya semakin beragam. &ldquo;Seru ya, bisa kenal orang dari berbagai daerah, khususnya luar dari Kalimantan ini. Saya juga mendapat banyak teman dari fakultas lain,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun terbilang sukses, namun beberapa maba mengeluhkan kinerja panitia dalam menindaklanjuti kejadian-kejadian yang terjadi selama Prasasti berlangsung. Musdalifah, maba Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menyayangkan panitia yang tidak tanggap ketika dirinya kehilangan barang. Menurutnya, panitia hanya membuat dia menunggu tanpa ada kejelasan mengenai barang tersebut. &ldquo;Tadi kita dikacangin sih. Kita mau ngomongin sesuatu, kehilangan barang, tapi sama kakaknya tadi enggak ditanggapin gitu,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tadi katanya mau disampaikan waktu acara selesai. Tapi sampai sekarang kita belum dipanggil buat <em>ngumumin</em> barang kita yang hilang, kayak agak dicuekin gitu. Setengah jam sudah nunggu, belum dipanggil juga. Padahal fakultas kita sudah ngumpul, tapi kita di sini gara-gara nungguin barang hilang. Sampai acara bubar begini kita masih belum dipanggil, kecewa sih.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Musdalifah juga mengungkapkan kurangnya koordinasi pada saat kegiatan bersih-bersih fakultas. Ia sekelompok dengan maba yang lain tetapi tidak ada waktu untuk saling mengenal sehingga banyak kelompok yang tidak kompak dan berdiri sendiri-sendiri. &ldquo;Waktu kita untuk saling mengenal langsung disuruh mungut sampah gitu. Harusnya ada perkenalan gitu, kan acara ini untuk mempersatukan kita (yang) dari beda-beda fakultas,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Tri Edi Ersanto dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Kimia menyebutkan bahwa panitia kurang kompak dalam membimbing maba yang telah berkelompok saat bersih-bersih. &ldquo;Panitia cepat bertindak, cuma kalo udah dibagi perkelompok kadang kakaknya masih belum mau ngurus,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ada pula maba yang menanggapi selebaran yang sempat dibagikan oleh mahasiswa FFISIP saat hari pertama pelaksanaan PKKMB. Fadhli, dari Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) menyampaikan bahwa dirinya sepemikiran dengan FISIP yang tidak mengikuti Prasasti pada kali ini. &ldquo;Saya rasa karena kami sudah ngerasain kemarin gimana, di dalam bagaimana dan apa saja kegiatannya. Yang saya pikirkan ada brosur yang dibagikan sama FISIP, jadi saya sepemikiran gitu sama mereka,&rdquo; tukasnya. <strong><i>(len/ira/rpi/hzk</i></strong><strong><i>/adl</i></strong><strong><i>)</i></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Absennya FISIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-absennya-fisip/baca </link>
<guid> di-balik-absennya-fisip </guid>
<pubDate> Tue, 20 Aug 2019 05:18:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekan FISIP ambil langkah untuk tidak mengikutsertakan Maba FISIP dalam Prasasti tahun ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-absennya-fisip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uzBUp3bTUI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Absennya FISIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> &ldquo;H-3 PKKMB universitas, kami mendapat informasi disertai bukti dari <em>WhatsApp</em> berupa notulensi hasil rapat dari panitia (FISIP), yang merupakan mahasiswa senior. Mereka akan meyelenggarakan kegiatan yang berbeda bahkan bertentangan dengan <em>rundown</em>,&rdquo; ujar Mohammad Noor, Dekan FISIP saat ditemui Senin (19/8) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Noor, inilah yang menjadi alasan fakultas untuk tidak mengikutkan mahasiswanya dalam rangkaian PKKMB universitas. Lebih lanjut, Noor menjelaskan apa yang dimaksud dengan bertentangan tersebut. Salah satunya, mahasiswa baru bebas mengenakan pakaian dengan warna apa saja, tidak harus atasan putih dipadukan bawahan hitam sebagaimana aturan PKKMB. Selain itu, mahasiswa baru dikumpulkan di fakultas terlebih dahulu sebelum menuju GOR 27 September dan semua panitia ikut masuk ke dalam gedung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan yang saya lihat (dari notulensi), nanti di dalam GOR mereka akan menyebar ke titik-titik tertentu, saya tidak tahu apa rencananya. Mereka juga akan membawa barang-barang berupa bandana dan spanduk yang berisi tuntutan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan yang dibawa tersebut di antaranya hapus komersialisasi pendidikan, penurunan UKT, penghapusan SPI, dan beri sanksi kepada predator seksual. Rencananya, spanduk bertuliskan tuntutan tersebut akan dibentangkan saat rektor memberikan sambutan. &ldquo;Saya trauma pernah waktu nyanyi Indonesia Raya (PAMB 2015), mereka enggak mau berdiri. Gimana saya malunya,&rdquo; &nbsp;tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Dua hari sebelum PKKMB berlangsung, Noor memanggil ketua dan sekretaris panitia FISIP. Ia mengonfimasi, apakah bukti yang ia dapatkan benar hasil rapat atau tidak, yang kemudian dibenarkan keduanya. Keesokan harinya, tepatnya Rabu (14/8) sekitar pukul sembilan pagi, Noor memanggil seluruh wakil dekan, kepala program studi dan dosen untuk menggelar rapat internal. Dalam rapat tersebut diputuskan demi menjaga situasi kondusif penyelenggaraan acara tingkat universitas, maka FISIP dirasa tidak perlu hadir.</p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa jam kemudian, rapat menghadirkan perwakilan dari lembaga dan kepanitiaan mahasiswa. Keputusan rapat internal kemudian dibawa dan disampaikan di depan mahasiswa. Beberapa waktu lalu, perwakilan mahasiswa melalui Dandi selaku Presiden BEM FISIP menyatakan bahwa birokrat tidak membuka ruang diskusi dan mengambil keputusan sepihak. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2019-birokrat-rekor-muri-hingga-tak-hadirnya-fisip/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2019-birokrat-rekor-muri-hingga-tak-hadirnya-fisip/baca</a>) Menanggapi ini, Noor menilai pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seingat saya yang menyampaikan pendapat berkaitan langsung dengan pelaksanaan acara ini hanya satu, ia menyampaikan apakah tidak ada kebijakan lain. Kalau memang mengungkinkan, maka (mahasiswa FISIP) akan mengikuti aturan. Tapi saat itu saya sampaikan, bahwa kami sudah memutuskan itu berdasarkan rapat dan sudah disampaikan ke pihak rektorat, sehingga agaknya sulit kalau mau meralat lagi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan ini tentu mengecewakan sejumlah maba. Noor menilai wajar. Ia pun menerima telepon dari orang tua mahasiswa yang mempertanyakan mengapa melibatkan anak mereka yang tidak tahu apa-apa. Dikatakannya ini merupakan evaluasi bagi mahasiswa senior, bahwa kebijakan yang mereka buat dapat merugikan adik-adiknya. Hal tersebut juga menjadi bahan pertimbangan Noor untuk PKKMB tahun berikutnya, untuk ikut atau tidak.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>FISIP Fokus Pelaksanaan PKKMB Fakultas</strong></p><p style="text-align: justify;">Noor meminta panitia FISIP untuk fokus dalam pengenalan di fakultas atau biasa disebut kegiatan pengenalan mahasiswa fakultas (KPMF), yang berlangsung sejak Senin (19/8) kemarin hingga hari ini (20/8). Perkuliahan baru kembali aktif di FISIP Rabu (21/8) besok, karena mepetnya waktu yang disediakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau diihat substansinya, PKKMB fakultas ini ingin mengenalkan suasana kampus ke maba. Nuansanya kuliah juga sebenarnya,&rdquo; terang Noor.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan di hari pertama berisi penyampaian dari tiap-tiap program studi, kiat agaer cepat lulus, cara menyusun dan memaketkan KRS, serta pengenalan pejabat di lingkungan FISIP. Sementara di hari kedua, pelaksanaan diambil alih oleh panitia dari mahasiswa yang akan mengenalkan organisasi kemahasiswaan di FISIP di depan 720 mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">Jika di PKKMB universitas mahasiswa baru menggunakan atasan putih dan bawahan hitam, maka di PKKMB FISIP, maba bebas untuk menggunakan baju warna apa saja. Hal ini diperbolehkan lantaran memikirkan kemampuan ekonomi dan kesanggupan maba untuk memiliki baju putih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Buktinya mereka tadi PKKMB (fakultas) pakai baju apa pun warnanya, enggak semua putih, silakan saja. Karena di rumah sendiri,&rdquo; ujar Noor.<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Kekecewaan Maba FISIP</strong></p><p style="text-align: justify;">Bella Robiatul Adawiyah, salah satu maba FISIP, merasa sedih tidak dapat mengikuti kegiatan PKKMB universitas. Ia menerima sms yang mengatasnamakan prodi yang berisi pemberitahuan bahwa prodinya tidak mengikuti PKKMB. &ldquo;Pas ngumpul untuk KPMF, kita nanya tentang PKKMB (universitas). Tapi jawabnnya masih simpang siur,&rdquo; tulisnya via <em>WhatsApp</em>.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi ini mengaku sudah mempersiapkan berbagai keperluan sejak jauh-jauh hari. Bahkan dengan inisiatifnya sendiri, Bella ikut serta meramaikan twibon Prasasti. Meski tak hadir, Bella tetap mengikuti kegiatan Prasasti melalui postingan <em>stories Instagram</em> temannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jujur acara ini penting juga menurut saya, karena bisa menumbuhkan semangat kami. Jadi lebih merasa &lsquo;sekarang Unmul punya kami&rsquo;. Fasilitasnya mungkin masih kurang memadai, meski saya enggak ikut tapi teman saya bilang di sana pengap sekali. Semoga tahun depan ada jalan tengahnya,&rdquo; ujarnya. <strong><em>(adl/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Ada Anggaran, FISIP Terlambat Bagi Almamater </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-anggaran-fisip-terlambat-bagi-almamater/baca </link>
<guid> tak-ada-anggaran-fisip-terlambat-bagi-almamater </guid>
<pubDate> Wed, 21 Aug 2019 06:41:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekan FISIP Unmul beberkan sebab FISIP terlambat membagikan jas almamater maba. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-anggaran-fisip-terlambat-bagi-almamater/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qPRpKZ6XL5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Ada Anggaran, FISIP Terlambat Bagi Almamater</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash; </strong>Fakultas&nbsp;Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) beberapa waktu lalu dikabarkan terlambat menerima jas almamater. Hingga mahasiswa berencana untuk membuka posko peminjaman jas almamater pada Jumat lalu. Sebab Sabtu (17/8) kemarin, sebanyak 120 mahasiswa bidikmisi FISIP akan melakukan upacara yang wajib mengenakan almamater. Mohammad Noor Dekan FISIP menerangkan alasannya saat ditemui <em>Sketsa</em> Senin (19/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut bahwa ini merupakan masalah non teknis. Biasanya almamater disediakan oleh pihak rektorat, termasuk pembayarannya. Namun, seperti diketahui beberapa waktu lalu mahasiswa sempat menggelar aksi di depan rektorat. Salah satu tuntutan yang dibawa ialah menolak pembayaran almamater yang dikenakan harga sebesar Rp200.000.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui aksi dan audiensi keesokan harinya, disepakati bahwa maba tidak dikenakan biaya untuk pembelian jas almamater. (Baca, &nbsp;<a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/spi-tak-dapat-serta-merta-ditolak-dan-diterima/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/spi-tak-dapat-serta-merta-ditolak-dan-diterima/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pihak rektorat menyatakan bahwa tidak ada anggaran untuk itu. Diminta supaya fakultas membayar. Nah itu tidak mudah untuk merevisi anggaran,&rdquo; ungkap Noor.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, FISIP membutuhkan 720 almamater, yang jika masing-masing almamater sebesar Rp200.000, maka FISIP perlu membayar sebesar Rp154.000.000. Sedangkan diakui Noor, fakultas yang dinaunginya tidak memiliki dana sebesar itu untuk dianggarkan ke pembelian jas almamater.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pihak penjual tidak mau mengantar kalau belum ada kesepakatan harga. Akhirnya kami mencari cara untuk melakukan revisi anggaran, sementara waktunya sudah semakin mepet. Tiga hari menjelang hari H (mahasiswa masuk perkuliahan),&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Noor mengaku semakin bingung. Sebab tidak ada uang kas untuk pembelian almamater. Merevisi anggaran pun belum waktunya. Belum lagi awalnya pihak penjual enggan mengirim jika belum dibayar. Sementara tenggat waktu almamater digunakan semakin mepet.</p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian menelepon penyedia barang, ternyata sedang bertugas ke Bali dan menghubungi rekannya yang lain, yang mengenal anak buah penyedia barang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bilang kami kesulitan masalah uangnya, kami mau beli tapi kalau bisa uangnya jangan sekarang, akhirnya nego dan bisa uangnya belakangan. Tadinya harganya sepakat 185 jadi 200. Tapi karena mepet betul sudah ini, sudahlah kami enggak peduli lagi dengan harganya, tolong dikirimkan secepatnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Jumat sore (16/8) kemudian dikirimkan 320 almamater. Sore itu juga 120 mahasiswa penerima bidikmisi mengambil almamaternya. Keesokan harinya, datang 400 almamater. &ldquo;Sabtu dibagikan enggak semua ambil sampai Minggu. Itu pun sampai sekarang kurang lebih 50 yang belum ngambil. Tapi saya sudah bilang bawa aja ke tempat lokasi acara (PKKMB fakultas). Kalau ada yang enggak punya, kasih saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya ia juga sudah berjanji bahwa di acara PKKMB fakultas, semua mahasiswa akan mengenakan almamater. Jumat lalu juga mahasiswa berinisiatif untuk membuka posko bagi yang berkenan untuk meminjamkan almamaternya. Namun beruntung almamater datang bersamaan di sore itu. <strong><em>(adl/omi/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Plastikmu Mengiringi Hari Maritim Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/plastikmu-mengiringi-hari-maritim-nasional/baca </link>
<guid> plastikmu-mengiringi-hari-maritim-nasional </guid>
<pubDate> Thu, 22 Aug 2019 09:51:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati Hari Maritim Nasional, mari jaga laut Indonesia dari sampah plastik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/plastikmu-mengiringi-hari-maritim-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/98Y65abvz8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Plastikmu Mengiringi Hari Maritim Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pertama-tama terucap selamat untuk negeri yang menguat kemaritimannya, semoga namanya terus mengudara dan rakyatnya makmur sejahtera. Berbicara maritim, berarti berbicara tentang fakta dan masalah tentang kondisi laut di Indonesia. Namun, betulkah maritim menjadi hal yang diperhatikan masyarakat Indonesia?</span></p><p style="text-align: justify;">Laut di Indonesia yang menjadi tempat bagi 6 dari 7 spesies penyu ini memiliki beragam kontribusi terutama dalam sumbangsih devisa negara. Kemaritimannya pun sempat dielu-elukan oleh berbagai pihak. Beberapa disebabkan oleh produksi komoditas kelautan yang sangat pesat, kemudian kebijakan menteri kelautan yang dinilai kontroversial.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu semua, ada hal yang lebih mendesak untuk diangkat, yakni permasalahan lingkungan yang kian parah. World Economic Forum pada 2016 menyatakan ada lebih dari 150 juta ton plastik di samudera planet ini. Tiap tahun, 8 juta ton plastik mengalir ke laut. Padahal kita semua sama-sama tau, plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai. Data lain menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara &lsquo;penyampah&rsquo; di lautan. Kita pasti melek informasi dan mengetahui berita mengenai paus yang di dalam perutnya terdapat puluhan plastik, atau sedotan plastik di hidung kura-kura serta masih banyak lagi contoh yang dapat dibuktikan ketika anda mencari tahu lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Bumi semakin tua, kondisi laut semakin tercemar, lingkungan tidak lagi menjadi tempat tinggal yang benar-benar nyaman. Lantas, sebenarnya apa esensi dari perayaan serta merayakan Hari Maritim Nasional kali ini?</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari survei Litbang Koran Sindo, sampah menjadi permasalahan serius pertama di Indonesia, disusul rusaknya ekosistem laut pada peringkat keenam. Data Pusat Penelitian Oseanografi LIPI menunjukkan sekitar 35,15% terumbu karang di Indonesia dalam kondisi tidak baik, 25,06% dalam kondisi cukup, 23,4% dalam kondisi baik dan hanya 6,39% dalam kondisi sangat baik.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan di sisi lain, disebutkan oleh <em>Bisnis.com</em> bahwa pariwisata menjadi sektor yang digadang-gadang akan menempati posisi pertama sebagai penyumbang devisa negara; tentu pariwisata maritim terdapat di dalamnya. Setelah dipikir kembali, apa Indonesia mampu? Ketika banyak sekali masyarakatnya yang jauh dari kata peduli, ketika &lsquo;dunia&rsquo; sudah semakin terdesak oleh berbagai kepentingan para elit.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang dapat diri lakukan? Mungkin memaknai Hari Maritim Nasional dengan lebih bijak menggunakan kemasan yang dipakai, atau memakai prinsip mengurangi, mengganti, dan mendaur ulang. Contohnya ialah membawa botol minum dari rumah, mengganti sedotan sekali pakai dengan sedotan ramah lingkungan yang dapat dipakai kembali, membawa <em>tote bag</em> saat berbelanja, mengganti pembalut sekali pakai dengan pembalut kain, melakukan <em>ecobrick</em> dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir sampah plastik dan tidak dibuang pada sembarang tempat terutama laut.</p><p style="text-align: justify;">Banyak langkah kecil yang dapat kita lakukan, yang secara tidak langsung mengurangi sampah-sampah plastik yang barangkali bermuara ke laut Indonesia, kemudian berdampak pada ekosistem lingkungan baik darat maupun laut.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, semoga rakyat semakin sadar untuk menjaga bumi yang kian menua. <strong><em>(rst/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masjaya Diusulkan Masuk Daftar Kandidat Menteri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masjaya-diusulkan-masuk-daftar-kandidat-menteri/baca </link>
<guid> masjaya-diusulkan-masuk-daftar-kandidat-menteri </guid>
<pubDate> Fri, 23 Aug 2019 14:36:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Unmul Masjaya diusulkan masuk ke dalam daftar kandidat menteri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masjaya-diusulkan-masuk-daftar-kandidat-menteri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hARsBJnGXW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Masjaya Diusulkan Masuk Daftar Kandidat Menteri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dilansir dari Tribun Kaltim edisi Senin, 5 Agustus lalu, muncul wacana dua tokoh dari Kalimantan Timur (Kaltim) diajukan menjadi kandidat menteri di kabinet Presiden Joko Widodo yang kedua. Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Rektor Unmul Masjaya direkomendasikan oleh Koordinator untuk Relawan Ma&rsquo;aruf Amin (Kurma) sebagai calon kandidat untuk mengisi posisi di kementerian.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Senin (18/8) <em>Sketsa</em> menemui Masjaya untuk mengetahui tanggapannya mengenai kabar tersebut. Masjaya menjelaskan bahwa pengajuan namanya bersama dengan Isran Noor tentunya berdasarkan pertimbangan serta pendekatan dasar atas pengusulan tersebut. Tidak hanya itu, menurutnya ada indikator tersendiri dari pengusung jika memang benar namanya diajukan untuk menjadi kandidat menteri. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi wacana tersebut karena menurutnya ini menandakan Kaltim sudah mulai diperhitungkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi yang ingin saya katakan bahwa orang luar mulai melirik Kalimantan Timur, tentu dengan indikator yang sudah dia miliki,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya mengaku siap jika diberi amanah untuk mengisi posisi menteri di kabinet dan siap ditempatkan di mana saja sesuai ikrar. Menurutnya, hal tesebut merupakan tanggung jawab yang diemban bukan di tingkat provinsi lagi, tapi sudah nasional. Dirinya mengaku tidak tahu-menahu secara detail posisi menteri apa yang bakal ditawarkan. Namun, Masjaya menyatakan siap jika tawaran itu untuk membenahi permasalahan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menilai bisa saja pencalonan ini berkaitan dengan riwayatnya yang pernah menjadi Ketua Tim Kajian Calon Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara. Namun, hal tersebut dinilainya bukan menjadi tolak ukur yang pasti, karena ia sendiri masih belum tahu dasar dan pertimbangan yang diambil pihak pengusung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu mereka punya perhitungan sendiri. Ya saya pribadi bersyukur nama saya masuk di situ, cuma bukan saya yang mengatakan saya diusung.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Merespons Rektor Dicalonkan Menteri</strong></p><p style="text-align: justify;">Lutfi Wahyudi salah satu dosen politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menilai tidak ada masalah jika dua nama tersebut dicalonkan sebagai kandidat menteri, terutama Masjaya selaku rektor. Ia mengatakan bahwa pencalonan itu merupakan aspirasi dari sebagian warga Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, Kaltim belum pernah mencetak putra putri daerahnya sebagai menteri. Merespons ini, ia menyarankan untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi, karena jika tidak terjadi maka hanya akan melahirkan kekecewaan. Bagaimana pun, pemilihan menteri adalah hak prerogatif presiden.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita juga harus paham, kabinet di bawah pemerintahan Jokowi periode kedua dijanjikan bergerak dengan irama yang sangat cepat. Ketika Kaltim mendorong menteri dari putra putrinya, hendaknya orang yang bisa memenuhi kriteria presiden. Terlepas apakah itu Pak Masjaya sebagai rektor atau Pak Isran sebagai gunernur,&rdquo; ujarnya saat diwawancara via telepon, Rabu (21/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Tribunnews.com</em>, Masjaya diajukan sebagai nama kandidat calon menteri lantaran dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai menteri. Selain sebagai akademisi, Masjaya juga dipandang berpengalaman dalam bidang organisasi. Saat ini, Masjaya menduduki jabatan sebagai Ketua Presidium Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI). Ia juga merupaan Wakil Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kaltim, serta Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi ini, Lutfi menilai hal-hal tersebut tidak bisa dijadikan pertimbangan mutlak. Presiden punya pertimbangan untuk mengangkat siapa pun dari representasi regional tertentu. Ia memiliki pandangan tersendiri terkait kandidat menteri, yaitu sosok yang <em>expert</em> atau ahli di bidang lingkungan, paham tentang politik lingkungan, politik sumber daya, politik energi. Apakah keduanya yang menjadi kandidat termasuk dalam kriteria tersebut, Lutfi mengaku tak tahu persis.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, kondisi realitas lingkungan di Kaltim memerlukan orang yang ahli di bidang lingkungan hidup, sumber daya alam, dan juga energi. Ini dinilai akan menjadi nilai plus di mata pemerintahan Jokowi dan menjadi nilai lebih ketimbang tokoh-tokoh yang lain. Semisal dua nama yang diajukan tersebut dipandang ahli dalam bidang tersebut, tentunya akan menunjukkan kebanggaan bagi masyarakat Kaltim. Bangga karena &ldquo;diambil&rdquo; salah satu putra putrinya sebagai menteri dan secara geografis dan lingkungan, kondisi lingkungan Kaltim terwakili.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau nanti ada orang tanya, kenapa Kaltim dapat (menteri)? &lsquo;Oh itu kan hanya merepresentasikan kewilayahan&rsquo;. Itu kan sangat menyakitkan. Artinya menteri yang diangkat dari Kaltim dianggap tidak cukup kompeten,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kalau kriteria yang saya sebutkan tadi, sekaligus menjadi jawaban jitu bagi daerah lain. Sehingga daerah lain tidak bisa menyepelekan lagi, bahwa Kaltim diangkat karena memenuhi kriteria, bukan semata-mata sebagai representasi kewilayahan.&rdquo; <strong><em>(pil/adl/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lintas Harapan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/lintas-harapan/baca </link>
<guid> lintas-harapan </guid>
<pubDate> Sat, 24 Aug 2019 11:36:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya M. Razil Fauzan, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2018. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/lintas-harapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FMOt1hrdd8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lintas Harapan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kemarin, saat pertama kali aku memandangmu</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan perasaan malu yang bersatu padu</p><p style="text-align: justify;">Terlintas olehku berdiri di depanmu untuk mampir</p><p style="text-align: justify;">Namun saat itu tak jelas jejak-jejak perkataan yang terlampir</p><p style="text-align: justify;">Sendu dan malu yang hanya dapat kulontarkan dari raut wajahku</p><p style="text-align: justify;">Aku diam seribu bahasa dengan menahan bibirku yang kaku</p><p style="text-align: justify;">Saat itu kau menatapku dengan tatapan tajam dan mengatakan,</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada apa?&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sontak, bibirku yang tadinya diam membeku, berubah menjadi hangat dan melontarkan perkataan,</p><p style="text-align: justify;">&quot;Eh, tidak apa.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dengaan wajah bingung yang menggambarkan beribu bahasa, ingin sekali aku menanyakan pertanyaan pada gadis itu</p><p style="text-align: justify;">Aku berbalik dan mulai mengambil langkah kosong ke arah mata angin</p><p style="text-align: justify;">Tanpa terlintas dipikiranku kemana tujuanku</p><p style="text-align: justify;">Hanya berpedoman harapan untuk menuturkan perasaanku yang sebenarnya</p><p style="text-align: justify;">Dan masih tersimpan tekad yang kuat untuk mengatakan yang sebenarnya,</p><p style="text-align: justify;">Dan bukan hanya sekadar lintas harapan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh M. Razil Fauzan, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> GenBI Unmul: Menghidupkan Literasi dengan Bookstore </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/genbi-unmul-menghidupkan-literasi-dengan-bookstore/baca </link>
<guid> genbi-unmul-menghidupkan-literasi-dengan-bookstore </guid>
<pubDate> Mon, 26 Aug 2019 05:44:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perkenalkan literasi lewat bazar buku murah oleh GenBI Kalimantan Timur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/genbi-unmul-menghidupkan-literasi-dengan-bookstore/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/81IQp8qitE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>GenBI Unmul: Menghidupkan Literasi dengan Bookstore</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dewasa kini, budaya literasi sering sekali digaungkan. Bukan tanpa alasan, beberapa penelitian menyebutkan masyarakat Indonesia darurat budaya membaca. Oleh sebab itu, sejumlah komunitas literasi beramai-ramai mengampanyekan budaya literasi mulai dari media mainstream, seperti media sosial dan media lainnya. Menggunakan media sosial, masyarakat diajak bukan hanya sekadar diskusi santai, ada juga kampanye berupa bazar buku dengan harga miring.</span></p><p style="text-align: justify;">Karena pentingnya budaya literasi itulah pada Kamis (22/8) lalu, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kalimantan Timur Komisariat Universitas Mulawarman, mengelar event <em>bookseller</em>, bertempat di Lapangan Parkir Perpustakaan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Acara diawali dengan sambutan oleh Amar Piransyah selaku Ketua GenBI Komisariat Unmul. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa kegiatan ini diinsiasi oleh Divisi Kewirausahaan GenBI, dengan mengandeng beberapa komunitas seperti muda mengajar dan kelompok baca.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hasil dari penjualan ini bakal kita sumbangkan ke orang-orang yang berkebutuhan, seperti korban bencana banjir,&quot; ucap Amar dalam sambutannya.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan kedua diberikan kepada Asriani sebagai perwakilan dari Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perpustakaan. Asriani mengatakan bahwa pihak perpustakaan mengapresiasi kegiatan yang baru pertama kali ini diadakan. Menurutnya, melalui <em>event</em> bazar akan meningkatkan jumlah penggunjung dari perpustakaan dan menambah minat mahasiswa di bidang literasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di perpustakaan juga memfasilitasi kegiatan mahasiswa dengan penggunaan tempat di ruang serbaguna pada lantai 3 maupun ruang sinema,&rdquo; ucapnya./</p><p style="text-align: justify;">Mustofa Agung Sardjono selaku Wakil Rektor Bidang Akademik memberikan sambutan terakhir. Dalam sambutannya, ia memuji GenBI melalui kegiatan ini, sebab membawa banyak manfaat bagi mahasiswa hingga masyarakat luas. Diakuinya, <em>event</em> seperti bazar buku murah baru pertama terselenggara di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perpustakaan sebagai <em>heart of university</em>, maka itulah tempatnya untuk melakukan diskusi, menyusun atau membuat proyek proposal ataupun tugas-tugas yang diberikan dosen, sekaligus dijadikan tempat untuk membicarakan baik kemajuan diri maupun kemajuan institusi,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">GenBI juga mengajak instansi perusahaan ternama seperti Gramedia dan Airlangga untuk bekerja sama. Buku-buku yang dijual di Bazar GenBI berkisar mulai dari Rp5.000,00 hingga Rp80.000,00 dengan berbagai macam jenis buku, seperti buku materi perkuliahan, karya sastra, pengetahuan umum dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Kepala Divisi Kewirausahaan GenBI Dian Adi Probo Pranowo mengatakan event bookstore ini merupakan salah satu program kerja dari mereka. Ia menuturkan bahwa keuntungan dari penjualan akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Selain itu, penggunan perpustakaan sebagai tempat berlangsungnya <em>event</em> adalah upaya untuk menghidupkan kembali perpustakaan agar menarik minat baca mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita pengin hidupin lagi perpustakaan ini, pengin ngeramein gitu. Apalagi kalau kita liat udah agak kurang peminatnya (perpustakaan), khususnya mahasiswa Unmul,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya menjual buku-buku, GenBI juga menjual gelas tumbler. Maraknya penggunaan plastik untuk minuman membuat GenBI berinisiatif untuk menjual tumbler dengan cara yang unik, yakni pembeli yang akan membeli tumbler wajib membelinya menggunakan uang logam sesuai dengan harga yang ditentukan. <strong><em>(bip/mer/yun/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lolos PKM, Tiga Mahasiswi FISIP Unmul Maju ke PIMNAS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lolos-pkm-tiga-mahasiswi-fisip-unmul-maju-ke-pimnas/baca </link>
<guid> lolos-pkm-tiga-mahasiswi-fisip-unmul-maju-ke-pimnas </guid>
<pubDate> Mon, 26 Aug 2019 06:06:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga mahasiswi FISIP Unmul lolos seleksi PIMNAS. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lolos-pkm-tiga-mahasiswi-fisip-unmul-maju-ke-pimnas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vqRtNHD2RM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lolos PKM, Tiga Mahasiswi FISIP Unmul Maju ke PIMNAS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &nbsp;Bella Nadia Aprilia, Risma Fernanda, dan Maya Rizky Ramadhani merupakan mahasiswi Psikologi FISIP Unmul yang lolos mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Ketiganya berhasil maju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan berlangsung pada 27-31 Agustus 2019 di Universitas Udayana, Jimbaran, Bali.</p><p style="text-align: justify;">Berawal dari &nbsp;salah satu mata kuliah eksperimen mereka mencoba melakukan sebuah penelitian. Untuk lolos PKM ada beberapa tahap yang mereka lakukan mulai dari pengajuan judul ke dosen hingga beberapa kali revisi judul pun mereka lalui. Dan akhirnya mereka memilih sebuah tema lipstik untuk menjadi tema utama penelitiannya. Melalui inspirasi dari sebuah tren anak muda jaman sekarang tentang kecantikan, muncullah sebuah ide baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak yang menilai standar cantik ketika memiliki kulit yang putih, rambut panjang, dan tubuh yang ideal contohnya artis seperti Nia Ramadhani, penelitian ini pun sudah dilakukan dari tahun lalu,&rdquo; ucap Maya.</p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya setiap Negara memiliki standar kecantikan yang berbeda-beda. Dengan media lipstik ini wanita bisa tetap terlihat cantik. Ditambah tren <em>make up&nbsp;</em>hingga saat ini masih sangat digandrungi remaja hingga wanita dewasa. Dalam psikologi warna, merah memiliki arti yang dapat menunjukkan respon gairah dan menimbulkan kekuatan. Sehingga, kepercayaan diri dapat ditunjukkan melalui penggunaan media lipstik.</p><p style="text-align: justify;">Namun, berbagai kendala dari teknis penelitian pun mereka dapatkan mulai dari pengambilan subjek, dan penyaringan subjek. Kendala terhadap subjek yang diteliti sering sekali dialami. &ldquo;Aduh kak maaf kak, enggak bisa kak, sehingga itu jadi ngulang lagi dari awal dan memperlambat proses eksperimen kita&rdquo;, terang Bella.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun hanya sebuah tema sederhana tentang lipstik, fenomena yang terjadi saat ini tidak menutup kemungkinan tema tersebut dapat lolos PKM dan akan diuji kembali di PIMNAS. <strong><em>(nnd/ren/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ibu Kota Baru, Bukan Ibu Ideal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ibu-kota-baru-bukan-ibu-ideal/baca </link>
<guid> ibu-kota-baru-bukan-ibu-ideal </guid>
<pubDate> Tue, 27 Aug 2019 12:07:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini tentang Kalimantan Timur sebagai Ibu kota baru. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ibu-kota-baru-bukan-ibu-ideal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fFQCjS8vIZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ibu Kota Baru, Bukan Ibu Ideal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hiruk pikuk pemindahan Ibu Kota&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia terutama warga Kaltim sendiri. Bagaimana tidak? Pasalnya Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor telah menyatakan kesiapannya untuk menjadikan Kaltim sebagai ibu kota baru.</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatannya ketika diundang pada sebuah acara TV ILC (Indonesia Lawyers Club), Isran Noor menyatakan bahwa pemerintah dan masyarakat Kaltim telah siap. Beliau mengatakan, &ldquo;Kalimantan Timur memiliki posisi yang sangat strategis, yang kedua di sana kita melihat peran terhadap negara sudah cukup besar. Setiap tahun DRB Kalimantan Timur menyumbang pada PDB Nasional dari sumber daya alam masih yang terbesar.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Namun, rasanya sangat tidak memungkinkan jika melihat kembali kondisi Kaltim saat ini dengan segala problematikanya terkait dengan sumber daya alam yang masih menyisakan persoalan tanpa solusi. Salah satu permasalahan tersebut terkait dengan tambang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah. Dari beberapa wilayah penghasil batu bara yakni Aceh, Sumatera dan Papua, Kaltim juga termasuk provinsi penghasil batu bara yang cukup besar di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bahkan menyebutkan bahwa Kaltim memiliki potensi 42,54 miliar ton batu bara, dengan cadangan sekitar 12,45 miliar ton dan produksi mencapai 235,80 juta ton.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Kaltim dianggap telah gagal mengelola sumber daya alamnya menjadi kesejahteraan rakyat melainkan justru mencekik dan menjadi petaka maut yang mematikan secara perlahan. Bagaimana tidak? Kekayaan alam yang dieksplor dan dikeruk untuk mencukupi dan memberikan kehidupan yang layak, kini justru menjadi musibah bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Kekayaan alam batu bara di Kaltim mampu menarik dan mendatangkan sejumlah perusahaan besar untuk berlomba-lomba melakukan aktivitas pertambangan. Kini, semakin banyak hutan terkikis menjadi lahan pertambangan tempat perusahaan beraktivitas dan semakin banyak pula lahan dan hutan yang dieksploitasi.</p><p style="text-align: justify;">Banyaknya perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan, maka banyak pula lahan yang digali untuk mengeruk batu bara. Dari aktivitas pertambangan ini, tersisa lubang-lubang tambang yang menganga yang dikenal dengan lubang maut. Selain menyisakan lubang maut, aktivitas pertambangan juga merusak lingkungan dan menyisakan duka mendalam di hati masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana bisa?</p><p style="text-align: justify;">Dengan banyaknya lubang sisa pertambangan, kini menjadi sumber kepedihan dan kepiluan masyarakat. Hingga hari ini, lubang maut ini telah menelan sebanyak 34 korban tewas <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">di lubang bekas aktivitas pertambangan.</span></p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan perizinan, Pasal 29 (1) butir (g) Peraturan Daerah Kaltim No.1 tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2016-2036 menyebutkan bahwa di dalam pola ruang untuk kawasan budi daya, terdapat kawasan peruntukan pertambangan dengan luas 5.227.136 hektare, di mana peta kawasan ini termuat dalam Lampiran XII Perda tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Lebih lanjut, Perda mengamanatkan arahan peraturan zonasi pertambangan di dalam Pasal 51(8) butir (b), bahwa arahan pemanfaatan pertambangan tidak menerbitkan perizinan baru untuk batu bara dan pada butir (d) menyebutkan arahan pemanfaatan pertambangan pada lokasi pemukiman tidak diizinkan kecuali harus mendapat persetujuan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat melalui konsultasi publik dengan ketentuan jarak 1 kilometer dari pemukiman terdekat.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Perda ini juga mengamanatkan pelarangan pemanfaatan pertambangan pada kawasan pertanian dan wisata yang sudah ditetapkan. Tentunya ini menjadi hal penting dan perlu perhatian khusus bagi Kaltim pada 20 tahun berjalannya Perda ini, bagaimana kemudian dapat terealisasikannya Perda ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Sangat jelas sekali, pemerintah sampai dengan hari ini belum mampu memberikan solusi konkret atas permasalahan tambang. Terbukti dengan banyaknya korban lubang tambang yang sampai saat ini sudah mencapai 34 orang yang tewas dalam lubang sisa galian tambang. Bahkan celotehan yang disampaikan oleh Isran Noor saat diwawancarai wartawan berkata, &ldquo;Gak masalah, nasibnya kasihan, turut prihatin&rdquo;, &ldquo;Namanya nasibnya dia meninggal di kolam tambang&rdquo;. Apakah ucapan beliau ini memberikan solusi? Sama sekali tidak.</p><p style="text-align: justify;">Sampai dengan hari solusi yang diberikan pemerintah tetap minim. Dengan aktivitas tambang yang terus berjalan dan lubang bekas galian tambang semakin banyak. Selama tak ada solusi, lubang bekas galian tambang itu akan terus menjadi lubang maut yang akan meregang nyawa korban selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Tragedi di bawah kepemimpinan gubernur ini semestinya bisa mendapat perhatian yang serius. Namun, sampai saat ini belum ada ketegasan sikap atau pun solusi yang diberikan yang sesuai dengan harapan dan ekspektasi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Ditengah riuhnya permasalahan tambang yang tak kunjungan menemukan solusi, kini &nbsp;masyarakat digegerkan dengan pemindahan ibu kota ke wilayah Kaltim. Apakah ini menjawab permasalahan? Tidak. Kondisi tersebut hanya akan memperburuk kondisi lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Jangan sampai akibat kelalaian pemerintah, masyarakat justru semakin dirugikan, dan yang katanya ingin menyejahterakan &nbsp;masyarakat justru mencekik dan membunuh secara perlahan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Hentikan atau korbankan.</p><p style="text-align: justify;">Itulah pilihan yang ada saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa !</p><p style="text-align: justify;">Hidup Rakyat Indonesia !</p><p style="text-align: justify;">Hidup Perempuan Indonesia !</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Rondongala Rismawati, Bendahara Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM Teknik Gelar Aksi Pencerdasan “Panggung Mahasiswa” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-teknik-gelar-aksi-pencerdasan-panggung-mahasiswa/baca </link>
<guid> bem-teknik-gelar-aksi-pencerdasan-panggung-mahasiswa </guid>
<pubDate> Tue, 27 Aug 2019 12:31:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM Teknik Gelar Aksi Pencerdasan “Panggung Mahasiswa” pada Senin, (19/8) lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-teknik-gelar-aksi-pencerdasan-panggung-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jUvYQ13wvl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM Teknik Gelar Aksi Pencerdasan “Panggung Mahasiswa”</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tepat di depan Gedung Hexagon Fakultas Teknik (FT), sekumpulan mahasiswa membentuk barisan dan membentangkan spanduk bertuliskan &ldquo;Panggung Mahasiswa&rdquo;. Berbagai jargon pun didengungkan. Sementara itu, terdapat mahasiswa baru yang sedang melaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019.</span></p><p style="text-align: justify;">Senin (19/8) lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik menyelenggarakan aksi yang bertajuk Panggung Mahasiswa. Aksi ini dilaksanakan karena memiliki tujuan khusus.<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Kepala Departemen Advokasi dan Kajian Aksi &nbsp;Leonardo Gusty menuturkan bahwa aksi ini merupakan tempat untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa terkait permasalahan yang ada di FT.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, banyak masalah turunan dari tahun ke tahun yang enggak terselesaikan. Kita ingin mahasiswa baru 2019 nantinya tidak merasakan hal yang sama,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Gusty memaparkan ada 4 pokok permasalahan yang disampaikan dalam aksi kali ini. Pertama terkait dengan pelayanan birokrasi. Berbekal data hasil wawancara terhadap beberapa mahasiswa dari berbagai jurusan, FT yang memiliki standar penjaminan mutu layanan akademik perguruan tinggi ISO 9001 disebut berbanding terbalik dengan kepuasan pelayanan akademik. Di mana banyak keluhan terkait urusan akademik dalam mengurus Kartu Rencana Studi (KRS), berkas untuk ikut perlombaan, beasiswa, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Kedua terkait kegiatan belajar mengajar. Ia menyebutkan bahwa minimnya dosen yang tersedia tidak sejalan dengan banyaknya mahasiswa teknik. Dalam aktivitas belajar mengajar bisa terdapat 60 mahasiswa dengan satu dosen di dalamnya. Dari hal tersebut, terdapat berbagai permasalahan akademis, salah satunya ialah dosen yang tidak pernah menghadiri kelas selama satu semester. &ldquo;Dosen nggak masuk sama sekali itu ada, jadi hanya memberikan tugas,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga ialah permasalahan fasilitas kampus. Dengan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang besar, tidak sebanding dengan fasilitas yang didapat. Sebagai contohnya adalah fasilitas di laboratorium yang kurang memadai. Walaupun permasalahan ini telah dikomunikasikan kepada kepala laboratorium dan fakultas, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi seperti dilempar-lempar. Kami menanyakan ini kepada fakultas namun mereka mengatakan bahwa ini adalah ranah kepala lab, dan kepala labnya pun sampai sekarang sedang sibuk mengurus kegiatan PKKMB,&rdquo; jelas mahasiswa Teknik Elektro 2016 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Poin terakhir adalah terkait pembatasan kegiatan kemahasiswaan. Sebagai pelaku organisatoris, Gusty merasa adanya perlakuan yang berbeda dari fakultas terhadap lembaga internal. Mengurus kegiatan kemahasiswaan dinilai sangat dipersulit ketika berhadapan dengan fakultas. Berbeda ketika fakultas mengadakan kegiatan yang dibantu mahasiswa, dapat dipastikan berjalan mulus. Hal ini sejalan dengan kegiatan PKKMB, bahwa panitia berasal dari delegasi setiap jurusan dan kepanitiaan tidak melibatkan BEM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang yang ditanyakan apakah kegiatan ini berjalan lancar kalau dijalankan fakultas dan dipersulit kalau dijalankan oleh mahasiswa?&rdquo; keluh Gusty.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya BEM, beberapa lembaga mahasiswa internal juga turut mengisi aksi ini dengan pembacaan orasi. &ldquo;Ini adalah panggung mahasiswa, terbuka untuk seluruh mahasiswa yang mau menyuarakan pendapatnya,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selaku koordinator lapangan, Gusty menjelaskan bahwa aksi hari ini tidak ada audiensi dengan fakultas namun poin-poin yang dibawakan akan terus didiskusikan agar fakultas bisa melihat dan ada perubahan positif terkait permasalahan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aksi pencerdasan ini bukan hanya sebatas panggung mahasiswa. Harapannya mahasiswa teknik dapat membuka pikirannya tentang apa yang kami lakukan hari ini. Dan <em>goals</em>-nya ada kebijakan konkret dari fakultas,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(arr/hlm/rpi/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dugaan Perbuatan Mesum Mahasiswa KKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn/baca </link>
<guid> dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn </guid>
<pubDate> Wed, 28 Aug 2019 12:15:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua mahasiswa diduga melakukan perbuatan mesum saat pelaksanaan KKN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L4QfPlMqnx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dugaan Perbuatan Mesum Mahasiswa KKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Meski pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan ke 45 telah usai, kini beredar kabar tak &nbsp;sedap. Selasa (27/8) kemarin, ramai tersebar gambar yang menunjukkan daftar nilai KKN salah satu kelompok. Dalam daftar nilai tersebut, tertulis pesan dari kepala desa yang menyatakan tidak dapat memberikan nilai kepada dua anggota kelompok. Berdasarkan cap stempel yang tertera, diketahui lokasi KKN dimaksud berada di Kampung Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau.</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam gambar tersebut tertulis permintaan maaf dari kepala kampung karena tidak bisa memberikan nilai kepada dua mahasiswa angkatan 2016 dengan inisial MZA dan WJ, lantaran diduga melakukan tindakan tak pantas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mohon maaf pak dosen, saya tidak dapat memberikan nilai kepada kedua murid bapak di atas. Karena mereka berdua sudah mencemari kampung dengan berbuat mesum. Bukti ada sama ketua dan masyarakat kami,&quot; bunyi pesan di kertas tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> menemui Ketua Koordinator KKN Unmul, Esti Handayani Hardi untuk mengonfirmasi kabar yang beredar. Dikatakan Esti, dirinya mengetahui kabar ini sehari sebelumnya dan langsung mengonfirmasi kepada kepala desa sekaligus menyampaikan permohonan maaf.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami juga sudah berterima kasih dan koordinasinya sudah jalan dengan pak kades, dan meminta maaf untuk ketidaknyamanan. Namun yang kami sayangkan juga kejadian ini saya enggak dapat beritanya dari awal. Jadi sudah terjadi baru saya tahu,&quot; kata Esti, Rabu (28/8).</p><p style="text-align: justify;">Esti kemudian menyayangkan daftar nilai yang beredar, karena itu merupakan dokumen rahasia milik Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M). Menurutnya, tidak ada yang boleh membuka dokumen tersebut kecuali pihak desa dan LP2M. Karena sudah menyalahi aturan, pihaknya sudah sepakat untuk memberikan sanksi kepada oknum yang membuka dokumen tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, Esti belum menemui kedua mahasiswa yang diduga berbuat mesum tesebut, karena masih berupaya menjalin komunikasi. Kini, Esti dan tim masih terus berupaya mencari informasi yang berimbang, karena dia tidak mau mengeklaim atau menyudutkan salah satu pihak tanpa tahu kejadian yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya tanya pak kades, &apos;Apakah bapak menerima laporan dari teman sekelompoknya atau dari warga yang mungkin tidak berkenan?&apos; Pak kades bilang, &apos;Kalau saya dengar berita dari warga saya bu. Ada yang melihat.&apos; Dibilang ada buktinya, cuma buktinya apa juga enggak <em>clear</em>,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, LP2M sudah mengetahui siapa penyebar gambar tersebut, dan akan memberikan sanksi administratif. Terkait <em>form</em> daftar nilai yang beredar, Esti mengimbau agar tidak ada lagi yang menyebarkan daftar nilai tersebut. Karena masalah ini belum selesai, menurutnya jika ada yang keberatan atas penyebaran dokumen tersebut, bisa dituntut berlandaskan UU ITE.</p><p style="text-align: justify;">Setelah bertemu dengan kedua mahasiswa tersebut, nantinya Esti beserta Ketua LP2M Unmul, Prof. Susilo, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) akan melakukan diskusi terkait keputusan final yang akan diambil. Tidak hanya berfokus pada hukuman yang diberikan tetapi bimbingan dan edukasi bagi mahasiswa yang bersangkutan juga akan diupayakan. Wakil Rektor III, Encik Akhmad Syaifudin bahkan menginstruksikan agar masalah ini cepat diselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Esti juga sudah menemui anggota kelompok KKN tersebut Selasa (27/8) kemarin saat membawa daftar nilai ke LP2M. Dikatakannya mereka datang karena kabar tersebut sudah tersebar luas. Esti pun menyampaikan rasa kecewanya saat itu karena tidak mendapat informasi langsung dari kelompok KKN tersebut, bahkan setelah KKN usai kabar ini tersebar luas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu sebagai ketua kelompok sudah melakukan apa untuk itu? Kenapa kamu enggak kasih tahu saya? Kenapa enggak lapor ke DPL, padahal fungsinya DPL itu,&quot; tanya Esti saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian Esti menyapaikan agar mereka tidak marah, tetapi coba untuk mendekati dan memberikan semangat bagi teman-teman mereka yang bermasalah. Terlebih orang tua mahasiswa tersebut pasti akan merasa kecewa. Setelah masalah ini selesai Esti akan menghubungi orang tua mahasiswa. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi LP2M agar tidak kecolongan lagi.<br><br>&quot;Nanti ke depannya antisipasi-antisipasi itu harus jelas. Padahal dari awal, semua kejadian saya tahu loh. Semua kepala desa aktif memberi tahu, WA saya aktif terus dan saya enggak keberatan di telpon malam-malam.&quot;<br><br>Jika kedua mahasiswa terbukti melakukan perbuatan tersebut, maka LP2M dengan tegas tidak akan meluluskan mereka. <strong><em>(ann/wil/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Catatan Singkat Pinggir Trotoar, Antara Ibu Kota Negara, Ibu Tiri di Pangkuan Ibu Pertiwi. </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/catatan-singkat-pinggir-trotoar-antara-ibu-kota-negara-ibu-tiri-di-pangkuan-ibu-pertiwi/baca </link>
<guid> catatan-singkat-pinggir-trotoar-antara-ibu-kota-negara-ibu-tiri-di-pangkuan-ibu-pertiwi </guid>
<pubDate> Thu, 29 Aug 2019 10:16:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini tentang pemindahan ibu kota. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/catatan-singkat-pinggir-trotoar-antara-ibu-kota-negara-ibu-tiri-di-pangkuan-ibu-pertiwi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QnYsnBlsq5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Catatan Singkat Pinggir Trotoar, Antara Ibu Kota Negara, Ibu Tiri di Pangkuan Ibu Pertiwi.</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Meja makannya bertempat di pinggir trotoar, cukup nasi dan ceker ayam jadi santapan, kelap-kelip lampu kota soroti para penikmat warung Kopi Suryanata (Suasana Rakyat Nusantara). Menyeduh secangkir kopi hitam, mengisap lebih dari sebatang keretek, ditemani suara bising lalu lalang mobil dan motor. Polusi melayang di udara, embun subuh berjatuhan pelan di atas ubun. Dinginnya malam membungkus tubuh sekitar 02.55 Wita, Rabu (28/8), di Jalan Wahid Hasyim, Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;">Bukan menabung segala keresahan atau menampung segala kegelisahan, melainkan memulainya dengan bergerak dari lingkaran kecil dengan pemikiran besar.</p><p style="text-align: justify;">Hanya dengan berdiskusilah, berbagai ide dan gagasan terakomodir dalam narasi perubahan. Perdebatan dari berbagai sudut pandang menghasilkan suatu perspektif yang tepat.</p><p style="text-align: justify;">Bukan menjaga sang malam atau merindukan cahaya bintang bersama rembulan, namun menantikan kehadiran ibu kota yang tengah diperbincangkan dan menuai pro-kontra. Entah hal itu menjadi kepentingan prioritas bagi tanah Borneo, atau dibaliknya semata konsolidasi antara pihak investor bersama elit pemerintah, siapa sangka.</p><p style="text-align: justify;">Yang jelas, kita tak pernah mengira bahwa &quot;keputusan politik&quot; sudah sah di depan mata, kabarnya kencang kita dengarkan dari media nasional hingga lokal. Bukan berarti kehendak takdir yang turun dari langit, jangan sampai nafsu politik berkedok obral proyek.</p><p style="text-align: justify;">Apakah Kalimantan Timur tetap dikenal sebagai &apos;Tanah Borneo&apos; atau akan berubah menjadi &apos;Lumpur Borneo&apos;. Cukup mengantisipasi dari kerusakan ekologi akan berpotensi menuai berbagai patologi sosial serta berdampak pada pergeseran budaya.</p><p style="text-align: justify;">Apakah Samarinda masih dikenal sebagai &apos;Kota Tepian&apos; atau &apos;Kota Ratapan&apos;, sebab sekian banyaknya lubang tambang menganga bakalan menjadi &apos;Lubang Neraka&apos; yang dibiarkan oleh para pendosa.</p><p style="text-align: justify;">Jika perairan Sungai Mahakam telah tercemar racun-racun limbah tambang, &apos;Pesut Mahakam&apos; menyisakan cerita sejarah kelam.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data dari Jatam Kaltim, terdapat 1.190 Izin Usaha Penambangan (IUP) di Kaltim dan 625 izin di Kabupaten Kutai Kartanegara. Di Kecamatan Samboja terdapat 90 izin pertambangan. Di Bukit Soeharto pun terdapat 44 izin tambang, kebijakan tanpa kebajikan.</p><p style="text-align: justify;">Sudah 36 kematian anak tak berdosa ditelan lubang tambang, menjadi utang yang harus ditebus negara.</p><p style="text-align: justify;">Kalau Kaltim sebagai paru-paru dunia, bukankah upaya kita ialah merawatnya agar tetap sehat? Sama halnya seperti yang dihimbau kutipan sebungkus rokok &quot;Merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, dsb.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Masih layakkah maksud slogan &apos;Kaltim Green (Hijau)&apos; seperti yang terpapar jelas di depan kantor gubernur Kaltim, sementara di sekeliling taman dan pinggiran kota pepohonan rindang banyak hilang dan dedaunan banyak layu?</p><p style="text-align: justify;">Kita hari ini dilanda dilema, antara ibu kota dan ibu tiri yang kejam di tanah pangkuan ibu pertiwi. Antusias politisi memang menggebu dengan satu ketuk palu tanpa kaku, atau ragu.</p><p style="text-align: justify;">Idealnya, rakyat harusnya menjadi &apos;raja&apos; yang harus dilayani, bukan diperbudak atas kenikmatan sumber daya alam, dieksploitasi, eksplorasi, dan ekspansi demi terakumulasi kapital yang akan diimpor keluar negeri.</p><p style="text-align: justify;">Semoga kita semua memikirkan jangka panjang, tidak terlarut mengikuti arus yang tengah bergelombang elok membawa bencana bahaya, tanpa ditempa dengan pengetahuan yang kritis dan akal sehat serta dibekali budi nurani.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Yohanes Richardo N.W, Wakil Presiden BEM FISIP UNMUL 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konsolidasi Aksi Garda Kaltim Mengawal Permasalahan di Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-aksi-garda-kaltim-mengawal-permasahan-di-kaltim/baca </link>
<guid> konsolidasi-aksi-garda-kaltim-mengawal-permasahan-di-kaltim </guid>
<pubDate> Thu, 29 Aug 2019 13:48:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konsolidasi Aliansi Garuda Mulawarman pada Selasa (27/8) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konsolidasi-aksi-garda-kaltim-mengawal-permasahan-di-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2yfscbp1aG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konsolidasi Aksi Garda Kaltim Mengawal Permasalahan di Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;Siapkah mahasiswa menjadi episentrum gerakan yang ada di Indonesia?&quot; kata Idet Arianto Putra, Gubernur BEM FKIP 2019 dalam konsolidasi terbuka Aliansi Garuda Mulawarman pada Selasa (27/8) lalu. Forum tersebut digelar di halaman Rumah Dinas BEM FKIP Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Pernyataan itu diungkapkan Idet saat menanggapi pelantikan 55 kandidat terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2019-2024 yang akan segera dilaksanakan pada 2 September mendatang. Terlebih Kaltim yang akan segera menjadi ibu kota pemerintahan Indonesia, dengan berbagai permasalahannya masalah dirasa perlu diangkat dalam mengawal jalannya pelantikan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam konsolidasi tersebut, turut hadir perwakilan setiap lembaga mahasiswa dari Fakultas Komputer dan Teknologi Informatika (FKTI), Fakultas Pertanian (Faperta), Kementerian Sosial Politik BEM KM, dan Perwakilan KAMMI Kaltim-Kaltara. Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan sosial, ekonomi, pendidikan, pangan dan lingkungan yang sedang terjadi di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita harus menyuarakan aspirasi terkait masalah-masalah yang dialami saat ini di Kaltim. Baik itu dalam bentuk aksi, untuk menunjukkan dedikasi kita. Ketika kita sudah melakukan aksi, buat perjanjian hitam di atas putih (dengan DPRD) agar kita konsisten dengan gerakan kita selama mereka menjabat,&quot; ujar perwakilan FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Resminya Kaltim menjadi ibu kota juga menjadi suatu masalah bagi lingkungan, di mana eksistensi hutan dan ekosistem hijau di tanah Kaltim menjadi taruhan, entah akan tetap asri atau sirna karena pembukaan lahan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan sampai dengan dipindahkannya ibu kota ini tidak menjadi angin segar bagi kita, tapi bencana karena (terjadi) pembakaran untuk pembukaan lahan,&quot; tukas perwakilan Kementerian Sospol BEM KM. &quot;Kita sebagai mahasiswa harus jeli melihat, apakah DPRD dapat menggunakan hak-hak rakyat atau tidak, jangan sampai menggunakan kekuasaannya untuk &apos;main mata&apos; dengan pengusaha dalam hal tanah atau lahan.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Usai diskusi, terdapat kesepakatan bahwa akan diadakan konsolidasi lanjutan pada Kamis tadi(29/8) untuk membahas kembali gerakan yang akan mereka laksanakan pada saat hari pelantikan tiba. Ditemui <em>Sketsa</em>, &nbsp;Idet memaparkan poin-poin tuntutan yang akan di bawa dalam aksi yang akan datang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita ingin mahasiswa ketika melakukan aksi tidak direfresifitas, ketika aksi diterima dengan baik. Permasalahan-permasalahan semacam pendidikan, ekonomi, dan pangan ini bisa terselesaikan di Kalimantan Timur,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebutkan, bahwa sebagai mahasiswa ia menginginkan antara pemerintah, badan legislatif dan mahasiswa berjalan sesuai dengan fungsinya. &quot;Kadang legislatif mendukung pemerintah begitu, padahal tugasnya legislatif adalah mengkritisi dan membuat kebijakan. Yang di mana jika pemerintah tidak berada di jalurnya, sudah tugas DPRD unutk mengkritisi, tapi ini terkesan kerja sama. Mungkin karena satu partai atau satu koalisi,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Idet berharap pada aksi kali ini mahasiswa lebih aktif dan menjadi kritis dengan permasalahan yang ada di Kaltim dan dapat menyuarakan aspirasi dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapannya melalui gerakan ini, BEM fakultas yang sudah mempuyai grup maba bisa mengajak mereka untuk ikut aksi. Kita juga akan memperluas gerakan, mahasiswa Unmul siap menjadi episentrum gerakan Indonesia untuk menyambut ibu kota,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hasil konsolidasi tadi, aksi akan digelar di hari yang sama saat pelantikan, 2 September. Atas nama Garda Kaltim, dengan melibatkan universitas di Samarinda, di antaranya IAIN, Polnes, UMKT. Rencananya, besok akan digelar teknis lapangan aksi, sekaligus membahas tuntutan dan konsep aksi. <strong><em>(len/yun/hdt/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Damai Kasus KKN Unmul 45 Long Tesak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-damai-kasus-kkn-unmul-45-long-tesak/baca </link>
<guid> jalan-damai-kasus-kkn-unmul-45-long-tesak </guid>
<pubDate> Fri, 30 Aug 2019 06:27:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Status Facebook warga Desa Long Tesak yang kesal terhadap perilaku mahasiswa KKN 45 Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-damai-kasus-kkn-unmul-45-long-tesak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YmHjfwo4GX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Damai Kasus KKN Unmul 45 Long Tesak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span lang="EN"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong> Sebelum ramai berita KKN mesum, lebih dulu ramai diberitakan seorang warga Desa Long Tesak, Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur yang mengungkapkan kekesalannya pada mahasiswa KKN Unmul angkatan 45 melalui laman Facebook pribadinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN">Status pemilik akun Facebook Sinchan yang diketahui bernama Chandra menyebut mahasiswa KKN Unmul t<span>idak bisa berbaur dengan orang-orang kampungnya, pemalas, sombong, serta angkuh.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN"><span>(Selengkapnya, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/warga-keluhkan-mahasiswa-kkn-esti-kami-tidak-reaktif/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/warga-keluhkan-mahasiswa-kkn-esti-kami-tidak-reaktif/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/warga-keluhkan-mahasiswa-kkn-esti-kami-tidak-reaktif/baca</a>)</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN">Kini, kasus tersebut sudah memasuki babak baru, yakni berakhir damai. Awak&nbsp;</span><span lang="EN"><em>Sketsa&nbsp;</em>coba menghubungi pemilik akun Sinchan melalui aplikasi <em>messenger</em>. Chandra mengakui bahwa memang benar ia yang menulis status tersebut. &quot;Benar memang saya yang memposting,&quot; terangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN">Kepada <em>Sketsa,</em> i</span><span lang="EN">a meminta maaf atas postingannya, karena telah membuat beberapa pihak dirugikan, di sisi lain mahasiwa yang KKN di lokasi tersebut juga sudah meminta maaf kepada warga dikarenakan sikap mereka yang kurang bersahabat dan terbuka.</span><span lang="EN">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN">Proses pertemuan Chandra dengan mahasiwa KKN dilangsungkan sehari setelah<span>&nbsp;</span>status tersebut muncul. Pertemuan itu juga dihadiri Kepala Desa Long Tesak dan bendahara desa. Kemudian, setelah melewati diskusi panjang, Shinchan diminta menuliskan permintaan maaf melalui laman Facebook pribadinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN">&quot;Setelah bertemu dengan kades dan anak KKN, kita ngobrol, berdiskusi akhirnya saya paham dan apa yang saya dengar dari orang kampung itu pro dan kontra. Karena warga tidak tahu tujuan mereka ke sini untuk menyelesaikan studi mereka, yang tidak harus fokus ke masyarakat saja namun lebih ke <em>job</em> mereka. Saya atas nama Chandra meminta maaf, karena postingan yang saya buat sebelumnya dan semoga setelah kejadian ini, kita bisa saling introspresi diri masing-masing,&quot; tulisnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN">Bukan tanpa alasan, Chandra, memposting tulis seperti itu, sebab ia mendengar keresahan dari warga yang tinggal di sekitaran lokasi, merasa bahwa mahasiwa kurang bersahabat.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN">Akan tetapi,</span><span lang="EN">&nbsp;mahasiwa KKN menjelaskan<span>&nbsp;</span>tujuan mereka ke Desa Long Tesak tidak hanya berbaur dengan masyarakat, namun juga harus menyelesaikan program kerja yang telah di berikan oleh pihak kampus.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span lang="EN">&quot;Seharusnya saya tegur langsung bukan menulis di media sosial,&quot; akuinya kepada awak <em>Sketsa.&nbsp;</em><strong><em>(mer/els)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ibu kota Baru di Tengah Bayang-Bayang Ancaman Lubang Tambang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ibu-kota-baru-di-tengah-bayang-bayang-ancaman-lubang-tambang/baca </link>
<guid> ibu-kota-baru-di-tengah-bayang-bayang-ancaman-lubang-tambang </guid>
<pubDate> Sat, 31 Aug 2019 10:57:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini karya Eka Lestariya Ningsih, Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM KM Unmul 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ibu-kota-baru-di-tengah-bayang-bayang-ancaman-lubang-tambang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J9aqD7JVVD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ibu kota Baru di Tengah Bayang-Bayang Ancaman Lubang Tambang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tak hanya anak-anak, kini lubang tambang berhasil merenggut nyawa orang dewasa. Kamis, 22 Agustus 2019 seorang pemuda bernama Hendrik Kristiawan (25) tewas di lubang bekas tambang di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.<br><br>Sejak tahun 2011-2019, korban meninggal di bekas lubang tambang berjumlah 36 orang. Menurut data dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur (Kaltim), secara umum korban berumur 16 tahun ke bawah. Detailnya 32 anak-anak sementara dewasa ada 5 orang.<br><br>Dari banyaknya korban, anak-anak merupakan mangsa yang paling rentan untuk menjadi korban. Mengapa? Karena anak-anak belum memiliki pengetahuan terhadap bahaya dari bekas lubang tambang. Apalagi sering ditemukan di sekitar area lubang tambang tidak ada pagar pembatas untuk menutup area.<br><br>Hal ini harusnya menjadi sorotan utama. Anak merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa. Mereka adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa yang harus diasuh, dilindungi, dan dididik dengan baik. Bahkan setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. <br><br>Namun betapa malangnya anak-anak yang ada di Kaltim, bahaya mengancam di tanah tempat mereka tinggal, bermain dan belajar. Kewajiaban negara untuk mengasuh dan melindungi mereka masih belum bisa ditunaikan.<br><br>Lemahnya pengawasan pemerintah dan penegakan hukum terkait perusahaan pertambangan membuka peluang jatuhnya korban dan masih sangat memungkinkan korban selanjutnya akan segera bertambah karena hingga kini sikap pemerintah terhadap kejadian lubang tambang masih belum konkrit.<br><br>Di Kaltim sendiri lubang tambang bukan barang baru, bahkan sudah menjadi momok. Menurut data Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, setidaknya ada 1.735 lubang bekas tambang batu bara menganga. Ribuan lubang-lubang itu tersebar di berbagai kabupaten/kota di Kaltim. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki lubang bekas tambang batu bara paling banyak.<br><br>Beberapa kebijakan terkait reklamasi sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No 78/2010 tentang Reklamasi dan Pasca Tambang. Di dalamnya diatur mengenai persetujuan, pelaksanaan, dan pelaporan hingga penyerahan lahan reklamasi dan pasca tambang. UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara serta Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Reklamasi dan Pasca Tambang. Namun kebijakan tersebut belum mampu diterapkan secara maksimal dan membendung agar korban tidak kembali berjatuhan.<br><br>Di tengah bayang-bayang ancaman lubang tambang, Senin 26 Agustus 2019 Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan lokasi ibu kota baru yaitu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara.<br><br>Apakah Kalimantan Timur siap menjadi ibu kota? <br><br>Dari segi infrastruktur di beberapa wilayah Kalimantan masih sangat rentan terjadi banjir dikala musim penghujan datang. Selain banjir, aktivitas pertambangan batu bara, migas maupun semen sudah mengeksploitasi lahan yang ada di Kaltim bahkan sudah banyak korban dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. <br><br>Kawasan hutan pun kini mulai berubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Belum lagi dengan pemindahan ibu kota yang pastinya akan melakukan pembukaan lahan secara besar-besaran. Hal ini semakin memperparah kondisi Kaltim.<br><br>Maka hari ini yang lebih dibutuhkan adalah pemulihan lingkungan untuk menjadikan Kalimantan Timur layak huni dan tempat yang aman bagi anak-anak. Ketika sumber daya alam dan manusia yang ada di Kaltim sudah mampu diberdayakan dengan baik, maka bisa jadi kesejahteraan masyarakat Indonesia dimunculkan dari Bumi Mulawarman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika batu bara terakhir dikeruk<br><br>Ketika karst terakhir digerus<br><br>Ketika pohon terakhir telah rubuh<br><br>Dan ketika anak terakhir telah terkubur di lubang tambang<br><br>Apakah harus menunggu saat itu, hingga kita benar-benar menyadari bahwa Kalimantan akan menjadi provinsi paling mematikan? </p><p style="text-align: justify;"><br><strong><em>Ditulis oleh &nbsp;Eka Lestariya Ningsih, Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM KM Unmul 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kades: Itu Fatal bagi Saya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kades-itu-fatal-bagi-saya/baca </link>
<guid> kades-itu-fatal-bagi-saya </guid>
<pubDate> Sat, 31 Aug 2019 11:32:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Laporan kegiatan kelompok yang terduga melakukan tindakan mesum. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kades-itu-fatal-bagi-saya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Wmh1lFCuE8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kades: Itu Fatal bagi Saya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Itu harusnya tidak tersebar kalau bukan dari anak KKN yang buka. Soalnya itu (lembar penilaian KKN) saya segel amplopnya. Sudah saya bilang jangan dibuka, kenapa malah dibuka?&rdquo; ujar Sugiono, Kepala Desa Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau saat diwawancara via telepon, Kamis (29/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia tak terima lembar penilaian mahasiswa KKN di desanya menjadi konsumsi publik. Ia mencurigai rekan satu kelompok turut andil dalam menyebarkan, karena sebelumnya sudah mewanti-wanti untuk tidak membuka segel amplop yang berisi lembar penilaian terdapat catatan yang hanya boleh dibaca pihak kampus. Ia menyarankan untuk memanggil langsung mahasiswa yang membuka segel amplop tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tidak memberi nilai untuk MZA serta WJ, dan menuliskan catatan di lembar penilaian menjadi langkah terakhir yang dilakukan Suryono. Terlebih saat pertemuan terakhir untuk pengambilan daftar nilai, dikatakannya WJ dan MZA tak hadir dan tak juga memberikan konfirmasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya chat juga saat itu tidak dibalas,&apos;&apos;ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam berita sebelumnya, Esti turut menyayangkan kabar ini baru diketahui saat masa KKN berakhir. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn/baca</a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn/baca)">)</a></p><p style="text-align: justify;">Sugiono mengaku tidak pernah melihat langsung hal yang menjadi dugaan, namun ia menerima laporan dan bukti dari berbagai pihak yang memperkuat dugaan adanya tindakan mesum yang dilakukan MZA dan WJ. Bukti tersebut juga baru ia terima usai pelaksanaan KKN, sebab pemilik bukti sendiri takut dan merasa tidak enak untuk menyampaikan.</p><p style="text-align: justify;">Di pertengahan masa KKN, isu terkait keduanya sebenarnya memang sudah mulai beredar. Sugiono menyebut ketika perwakilan dari pihak kampus datang, saat itu ia sudah melaporkan. Namun saat itu Sugiono belum memegang bukti yang kuat, karena itu ia hanya sering memberikan peringatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga sering pesankan, kalau memang kalian (kelompok KKN) ada yang pacaran, gak masalah. Tapi akan saya pisah, tidak satu rumah,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu bukti yang disebutkan ialah foto MZA dan WJ tidur bersama. Gambar tersebut diambil oleh anggota karang taruna yang saat itu berada di posko. Beberapa bukti lainnya berasal dari warga dan juga teman satu kelompok KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seandainya ketahuan waktu mereka masih ada di sana, laporan itu cepat datang ke saya, pasti saya tempeleng dua-duanya karena berani begitu di tempat saya,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu, ia menerima telepon dari pihak LP2M yang mengonfirmasi kebenaran pesan yang ditulisnya. Ia pun membenarkan, bahwa itu berdasarkan bukti yang sudah ia lihat, sebab jika hanya berdasarkan dengar-dengar, Sugiono memilih tidak melakukan cara itu. Ia juga menerima telepon dari mahasiswa terkait. Dalam percakapan tersebut, mahasiswa itu mencoba menjelaskan terkait foto tidurnya bersama WJ yang dinilai fatal bagi Sugiono.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Katanya &lsquo;saya gak tau pak, waktu itu kecapaian, jadi enggak sadar&rsquo;. Enggak masuk akal menurut saya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ini tentunya menjadi evaluasi untuk pelaksanaan KKN ke depannya. Demi menjaga nama baik kampus, dan juga nama baik desa. Terlebih desa ini setiap tahunnya menjadi lokasi KKN. Selaku kepala desa, Sugiono menyatakan akan tetap menerima mahasiswa KKN jika desanya masih dipilih sebagai tempat pelaksanaan KKN. Namun sejak awal akan dipesankan jika ada yang dekat atau pacaran maka akan ditempatkan di posko terpisah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena ibaratnya mahasiswa KKN itu jadi contoh, mereka itu dinilai betul sama masyarakat,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> berupaya untuk mengonfirmasi mahasiswa bersangkutan, MZA dan WJ dengan melakukan wawancara. Namun hingga kini urung terlaksana karena keduanya masih belum dapat ditemui. <strong style="">(<em>adl/vny/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meme: Sebuah Fenomena dan Hiburan Online Setiap Saat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/meme-sebuah-fenomena-dan-hiburan-online-setiap-saat/baca </link>
<guid> meme-sebuah-fenomena-dan-hiburan-online-setiap-saat </guid>
<pubDate> Sun, 01 Sep 2019 06:59:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meme adalah sebuah seni serta fenomena dalam kehidupan sehari-hari. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/meme-sebuah-fenomena-dan-hiburan-online-setiap-saat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VAHOLYhXKc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meme: Sebuah Fenomena dan Hiburan Online Setiap Saat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Setiap kita membuka media sosial, tak jarang kita melihat gambar maupun video nyeleneh yang membuat kita tertawa apabila dipahami secara jelas. Namun, foto dan video tersebut cukup berbeda di mana sang kreator menambahkan beberapa intisari di mana foto dan video tersebut lebih menyesuaikan momen-momen yang ada dan viral di media sosial serta curahan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut adalah meme yang kerap kita baca dengan sebutan mim.</p><p style="text-align: justify;">Meme adalah sebuah fenomena berupa ungkapan berupa gambar dan video. Meme disebarkan dari satu orang ke orang lain di media <em>online</em> berupa pelesetan gambar dan video yang diedit dengan tambahan teks serta tambahan gambar lain dengan maksud menjadi sarana komunikasi yang secara dominasi bertujuan untuk menghibur.</p><p style="text-align: justify;">Kata meme berasal dari bahasa Inggris yang dicetuskan dan dipopulerkan oleh Richard Dawkins tahun 1976 melalui bukunya yang berjudul <em>The Selfish Gene</em>. Menurutnya, meme merupakan sebuah sesuatu yang menyerupai aslinya. Meme mewakili gagasan budaya yang disebarkan ke orang lain dengan cara penggandaan gen dalam ilmu biologi.</p><p style="text-align: justify;">Meme menurut Dawkins berbeda dengan meme yang biasa kita lihat di internet. Meme bisa dikatakan sebagai sebuah seni modern yang bisa berkembang hingga generasi selanjutnya, di mana keaslian meme ini hanya ada dari dunia maya dan dapat dimainkan melalui media elektronik.</p><p style="text-align: justify;">Meme internet yang pertama kali muncul adalah meme <em>The Hampster Dance</em> yang populer pada akhir era 90-an. Meme tersebut menampilkan beberapa barisan hamster GIF (Graphics Interchange Format) beranimasi yang menari hingga versi &quot;Whistle Stop&quot; yang dipercepat - sebuah lagu yang digunakan dalam kredit <em>Robin Hood</em> milik Walt Disney.&nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meme mulai berevolusi di internet pada sekitar tahun 2012 dan menjadi fenomena hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, meme berkembang secara pesat dan bahkan dibuat dalam versi video. Banyak kreator maupun netizen bisa membuatnya dengan mudah melalui media elektronik.</p><p style="text-align: justify;">Meme selalu hadir dan akan menjadi sebuah trending seiring adanya kejadian viral di internet dan momen yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Di balik hadirnya meme setiap saat, editor harus punya ide yang cemerlang serta wawasan yang luas untuk menghasilkan meme yang bisa membuat netizen tertawa karena meme tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hal yang mudah untuk mempertahankan tren sebuah meme. Karena bisa saja saat ini sebuah meme sedang tren, namun beberapa waktu kemudian sudah menjadi usang dan tak menarik lagi. Inilah yang kemudian disebut sebagai <em>dead meme</em>. Meski begitu, beberapa meme juga terkadang bebas dari dead meme apabila kualitas meme tersebut masih lucu serta tidak mudah bosan apabila netizen melihatnya.</p><p style="text-align: justify;">Contoh meme yang sedang tren adalah tentang pemindahan ibu kota yang tergolong cepat viral dan dan tersebar di media sosial. Meme ibu kota pindah hadir setelah Presiden Joko Widodo memutuskan ibu kota Indonesia pindah ke Kalimantan Timur. Hadirnya meme ini membuat para kreator meme bahkan netizen pun berlomba-lomba membuat meme dengan tema yang serupa.</p><p style="text-align: justify;">Selain menjadi hiburan, meme juga bisa menjadi sebuah ungkapan sindiran bahkan dapat menyuarakan kritikan yang dibuat dengan unsur jenaka khas meme itu sendiri. Para kreator meme harus berusaha dengan sebaik mungkin untuk membuat meme yang bisa menyindir atau mengkritik dengan cara yang berkualitas. Jika tidak, meme sindiran atau kritikan bisa saja jadi bermasalah apabila kreator atau netizen tidak cermat dalam membuat meme itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Untuk sekarang ini, sudah banyak sekali meme yang ada di media sosial baik <em>Facebook</em>, <em>Twitter</em>, <em>Instagram</em>, dan dari situs internet lainnya. Meme sudah sedikit bervariasi sejak hadir dalam versi video dan GIF. Untuk ke depannya meme akan selalu ada dan terus menghiasi <em>timeline</em> sosial media kita setiap saat.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andi Muhammad Rifky, mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Katanya, Mereka Teman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/katanya-mereka-teman/baca </link>
<guid> katanya-mereka-teman </guid>
<pubDate> Sun, 01 Sep 2019 10:04:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi mengenai pertemanan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/katanya-mereka-teman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RaiKBkGXsm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Katanya, Mereka Teman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tatapan mereka menjurus padaku,</span><br></p><p style="text-align: justify;">seolah ingin bertanya.</p><p style="text-align: justify;">Tak jua kudengar sebuah kata terlontar dari mulutnya.</p><p style="text-align: justify;">Aku memilih diam saja.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Salah satu dari mereka berbisik,</p><p style="text-align: justify;">menuduhku tanpa bukti.</p><p style="text-align: justify;">Menganggapku berubah.</p><p style="text-align: justify;">Tak seperti kemarin.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku mendekat. Mereka terperanjat.</p><p style="text-align: justify;">Menyunggingkan senyum manis adalah caraku.</p><p style="text-align: justify;">Demi memberi tahu, kalau aku baik-baik saja.</p><p style="text-align: justify;">Mereka menganga, rasa bersalah terlukis jelas di wajahnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Katanya mereka teman,</p><p style="text-align: justify;">selalu mengerti perasaan dan keadaan.</p><p style="text-align: justify;">Coba lihat sekarang,</p><p style="text-align: justify;">ujung-ujungnya mereka mengataiku di belakang.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Lantas, apalagi yang mau kuharapkan?</p><p style="text-align: justify;">Toh, mereka telah sukses membuat diriku kecewa.</p><p style="text-align: justify;">Sekaligus membencinya dengan segenap jiwa.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Yasmin Medina Anggia Putri, mahasiswi Sastra Inggris, FIB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN Lebih dari Sekadar Pengabdian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kkn-lebih-dari-sekadar-pengabdian/baca </link>
<guid> kkn-lebih-dari-sekadar-pengabdian </guid>
<pubDate> Mon, 02 Sep 2019 12:56:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi cerita KKN yang dihadapi mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kkn-lebih-dari-sekadar-pengabdian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1wSWe3XbFg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN Lebih dari Sekadar Pengabdian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kuliah Kerja Nyata (KKN) boleh jadi usai pada 20 Agustus lalu. Namun jangan kira cerita di baliknya berakhir pada saat itu juga. Justru seperti sekarang inilah waktu terbaik untuk berbagi, bertukar cerita dengan sejawat. Suka-duka, naik-turun balada KKN selama 50 hari seakan tak pernah habis untuk selalu dibagi. Pun sama halnya dengan aku di sini, membagikan sesuatu yang mungkin sudah atau akan kalian rasakan nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Waktu 50 hari memang terkesan angin lalu jika dilihat begitu saja. Namun tidak bagi mereka&ndash;aku juga tentunya&ndash;yang terjun merasakannya langsung. 50 hari bukan waktu yang lama, tapi juga bukan waktu yang sebentar untuk melebur bersama masyarakat, menyaksikan betapa indah dan kompleksnya kehidupan mereka. Namun juga lebih dari sekadar pengabdian, ada begitu banyak nilai-nilai yang bisa dipetik di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Ini merupakan sebuah wadah nyata, di mana penggambaran kehidupan setelah perkuliahan terpampang jelas di sana. Siapa yang mampu menyesuaikan, dia-lah yang dapat bertahan. Dalam beberapa kesempatan, embel-embel &lsquo;maha&rsquo; yang melekat menjadikan kehadiran diri sebagai yang spesial, diutamakan. Namun terkadang lupa bahwasanya ada harapan dan cita-cita yang sebisa mungkin harus diwujudkan.</p><p style="text-align: justify;">Mencoba menghadirkan diri di tengah-tengah masyarakat bukan perkara mudah. Terlebih lagi jika belum mengetahui seluk-beluk kehidupan mereka. Kendati demikian, mereka akan tetap menerimamu dengan tangan terbuka, tenang saja. Karena kalianlah pembuka pintu gerbang bagi mereka. Kalianlah corong yang akan menyampaikan angan-angan yang selama ini mungkin tertahan di kerongkongan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Memang tak semua kehidupan mereka, kita harus tanggung selama 50 hari itu. Namun dalam 50 hari itu kita bisa belajar, bahwa sejatinya hidup berdampingan dengan manusia lain bisa menjadikan kita sebagai pribadi lebih banyak bersabar dan tak mudah mengeluh. Keheterogenan yang tercipta seakan bukan menjadi penghalang untuk tetap bersatu; hal yang patut dicontoh dari kehidupan bermasyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hidup berdampingan bersama penduduk lokal membuat diri ini belajar, bahwa tak semua hal-hal di dunia ini harus sejalan dengan apa yang kamu mau. Ditentang? Perkara biasa. Dikhianati? Bukan hal yang harus diambil hati. Semua lumrah terjadi jika kamu benar-benar meleburkan diri bersama masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Sejatinya, banyak hal yang bisa kau jemput dalam 50 hari itu. Pelajaran, pengalaman, bahkan hal remeh-temeh bernama cinta bagi mereka yang sudah siap untuk &lsquo;jatuh&rsquo;. Bagaimana jika tidak? Jangan khawatir. Karena selain masyarakat yang akan menyambut keberadaanmu dengan suka cita, kehadiran cinta juga akan selalu menyapa, di manapun kamu berada, termasuk lokasi KKN.</p><p style="text-align: justify;">Peliharalah rasa itu, agar tak menodai apa yang menjadi tujuanmu datang ke tempatmu mengabdi. Perlu digarisbawahi: mengabdi. Agar tak ada lagi KKN-KKN yang ternodai, agar tak ada lagi aib-aib yang tersingkap. Sudahi, niatkan semuanya dengan tulus, hanya dan hanya untuk mengabdi.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, KKN bukan sekadar haha-hihi dan numpang selfi sana-sini. Bukan juga sekadar menuntaskan program kerja apalagi penggugur kewajiban SKS. Dan juga KKN bukan hanya ajang untuk menumbuhkan benih-benih cinta di benak kalian. &nbsp;Sungguh, nilai KKN tak sesempit itu, kawan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh &nbsp;Suti Sri Hardiyanti, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</em></strong><strong><em>&nbsp;2016.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Garuda Mulawarman dalam Pelantikan DPRD Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-garuda-mulawarman-dalam-pelantikan-dprd-kaltim/baca </link>
<guid> aksi-garuda-mulawarman-dalam-pelantikan-dprd-kaltim </guid>
<pubDate> Tue, 03 Sep 2019 13:45:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Garuda Mulawarman pada momen pelantikan anggota DPRD Kaltim pada Senin (2/9). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-garuda-mulawarman-dalam-pelantikan-dprd-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c7BWa8yHWf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Garuda Mulawarman dalam Pelantikan DPRD Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Senin (2/9) menjadi hari bersejarah bagi para wakil rakyat yang terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan serentak pada 17 April lalu. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dilantik dan menjalankan tugas mereka sebagai legislator. Hal ini juga menjadi momentum bagi Aliansi Garuda Mulawarman (Garmul) untuk menggelar aksi &nbsp;bertajuk &ldquo;Apa Komitmen Wakil Rakyat&rdquo; dengan 5 poin tuntutan. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Pertama, anggota DPRD harus hadir di setiap rapat paripurna. Kedua, anggota DPRD tidak terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme. Ketiga, anggota DPRD harus melibatkan mahasiswa dalam setiap kajian yang akan diputuskan. Keempat, anggota DPRD harus berkomitmen tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Terakhir, anggota DPRD wajib merealisasikan semua janji kampanye dan bersikap transparan pada setiap kegiatan yang telah dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Aksi ini dilaksanakan di depan Kantor DPRD Kaltim dan berlangsung sejak pukul 09.00 Wita. Perwakilan mahasiswa dijanjikan bertemu dengan salah satu anggota DPRD pada pukul 10.00 Wita oleh pihak keamanan, namun hingga 30 menit kemudian, perwakilan massa aksi belum juga diperbolehkan untuk masuk ke dalam gedung.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa kemudian memaksa masuk ke dalam. Namun dihadang &nbsp;oleh pihak keamanan dengan alasan hanya yang memiliki undangan sajalah yang diperbolehkan masuk. Kemudian, terdapat oknum dari pihak keamanan yang diduga merusak genset milik massa aksi yang memicu aksi menjadi semakin panas, hingga terjadi aksi dorong-dorongan antara pihak mahasiswa dan aparat kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">Jenderal Aliansi Garuda Mulawarman Idet Arianto Putra menegaskan bahwa sejak awal aksi ini mereka tidak ingin adanya kerusuhan, hanya ngin menemui para anggota DPRD. &quot;Kita tahu polisi tugasnya mengamankan dan mengayomi ketertiban bagi masyarakat Kalimantan Timur, tapi itu bukan keinginan kami,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak ingin rusuh, tidak ingin tidak tertib, tidak ingin tidak bersatu. Maka, melalui forum ini kita ingin menyampaikan sekali lagi bahwa kita harus ketemu, tidak ada lagi uluran,&quot; ujar mahasiswa yang kerap disapa Idet tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mahasiswa mengetahui bahwa mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung DPRD, mereka pun berinisiatif untuk menyewa angkutan <em>online</em> untuk masuk ke dalam, sebab para tamu yang hadir menggunakan mobil tidak diperiksa undangannya oleh pihak keamanan. Aksi terpecah di dua tempat yang berbeda. Pertama aksi massa yang terpusat di luar area Kantor DPRD dan yang kedua yaitu aksi pembentangan spanduk yang berisi permasalahan-permasalahan di Kaltim yang dilakukan di dalam gedung tempat pelantikan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu perwakilan aksi berhasil memenui Makmur HAPK selaku Ketua DPRD Sementara Provinsi Kaltim dan mencapai kesepakatan, yaitu &nbsp;setelah penetapan Ketua DPRD Provinsi yang baru, mahasiswa akan diundang lagi untuk menyampaikan keresahannya dan membuat nota kesepahaman setelahnya. <strong><em>(len/fir/hdt/yun/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hijab Itu Memuliakan Wanita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/hijab-itu-memuliakan-wanita/baca </link>
<guid> hijab-itu-memuliakan-wanita </guid>
<pubDate> Thu, 05 Sep 2019 08:13:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati International Hijab Solidarity Day. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/hijab-itu-memuliakan-wanita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZmE16I0T7n.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hijab Itu Memuliakan Wanita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Era industri 4.0 tidak dipungkiri menawarkan banyak kemudahan. Jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi masalah yang berarti. Hampir semua keperluan bisa terkoneksi dengan <em>smartphone</em> pribadi. Kebebasan memilih sesuatu dan berbuat sesuatu hampir-hampir tidak ada batasnya lagi. Dari kebebasan menikmati layanan suatu teknologi hingga kebebasan dalam merasakan suatu budaya, semua bisa terjadi.</span></p><p style="text-align: justify;">Berbicara mengenai budaya, Indonesia memiliki ciri khas dengan budaya dan adat istiadat ketimuran. Santun, murah senyum dan sopan dalam berpakaian.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia adalah negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia. Hampir 80% dari 250 juta jiwa masyarakat Indonesia menganut &nbsp; agama Islam. Dengan populasi umat muslim yang besar dan adanya budaya ketimuran, seharusnya akan berpengaruh dengan gaya hidup mayoritas penduduk di Indonesia. Namun nyatanya tidak seperti itu. Dewasa ini, terutama di perkotaan, gaya hidup mulai bergeser dari timur ke barat. Hal itu berpengaruh cukup signifikan pada gaya hidup. Mulai dari makanan, hobi, kegiatan sehari-hari, gaya berbicara hingga pakaian.</p><p style="text-align: justify;">Kita pahami bahwa pakaian juga merupakan sebuah daya tarik, bukan lagi sekadar penutup tubuh. Pakaian sudah menjadi tren yang wajib diperhatikan. Mulai dari celana, baju, jaket hingga pernak-pernik lainnya. Tetapi perlu diketahui, tidak selalu daya tarik itu membawa ke arah positif. Tidak jarang ada yang gelap mata ketika melihat suatu &quot;keindahan&quot;. Salah satu dampak nyata ialah maraknya tindak pelecehan seksual terhadap wanita.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat, pada tahun 2018 terdapat sekitar 406.178 kasus, &nbsp;meningkat 14% dari tahun sebelumnya. Dari banyak kasus, muncul beragam spekulasi yang mengatakan bahwa pakaian seorang wanita yang terbuka menjadi penyebab maraknya pelecehan seksual. &nbsp;Pada Selasa (23/7) lalu, terdapat sebuah topik berita di salah satu laman <em>detik.com</em> yang menampilkan sebuah hasil survei dari Koalisi Ruang Publik Aman mengenai pengaruh pakaian terhadap tingkat terjadinya pelecehan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Melalui laman tersebut, pakaian yang dikenakan perempuan saat mengalami pelecehan seksual adalah rok panjang dan celana panjang (17,47%), disusul baju lengan panjang (15,82%), baju seragam sekolah (14,23%), baju longgar (13,80%), berhijab pendek/sedang (13,20%), baju lengan pendek (7,72%), baju seragam kantor (4,61%), berhijab panjang (3,68%), rok selutut atau celana selutut (3,02%), dan baju ketat atau celana ketat (1,89%), kemudian yang berhijab dan bercadar juga mengalami pelecehan seksual (0,17%). Bila dijumlah, ada 17% responden berhijab mengalami pelecehan seksual. Ada 19 jenis pakaian yang terpotret di survei ini</p><p style="text-align: justify;">Menariknya, pada hasil survei yang disajikan, penulis ingin membuktikan bahwa pakaian tidak berpengaruh terhadap terjadinya pelecehan seksual. Hal ini bisa dilihat dari data yang dipaparkan, bahwa wanita yang berhijab bahkan bercadar pun bisa menjadi korban.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selama ini korban pelecehan seksual banyak disalahkan karena dianggap &apos;mengundang&apos; aksi pelecehan dengan memakai baju seksi atau jalan sendiri di malam hari. Tapi semua anggapan itu bisa dibantah dengan hasil survei ini. Hasil survei ini jelas menunjukkan bahwa perempuan bercadar pun sering dilecehkan, bahkan pada siang hari,&quot; kata pendiri perEMPUan, Rika Rosvianti, mewakili Koalisi Ruang Publik Aman. <br><br>Secara data, memang tidak bisa dipungkiri bahwa baik yang berpakaian terbuka, biasa-biasa saja atau bahkan yang berpakaian tertutup, &nbsp;sama-sama memiliki peluang untuk menjadi korban pelecehan seksual. <br><br>Namun jika dicermati baik-baik, sebenarnya poin yang bisa diambil ialah persentase pelecehan seksual itu akan berada pada angka yang rendah ketika memakai hijab atau jilbab dan cadar. Ketika kita berbicara mengenai model atau tren hijab/jilbab dan pakaian yang dikenakan si subjek, apakah ia benar-benar tertutup sempurna sesuai ajaran islam atau tidak? &nbsp;<br><br>Hal ini perlu dipertimbangkan, karena tren busana muslim untuk hijab/jilbab dan pakaian muslimah lainnya tentu sangat beragam. Sejalan dengan hal tersebut, poin yang ingin disampaikan adalah tentang pentingnya menutup aurat secara sempurna, sesuai dengan ketentuan agama. <br><br>Kesempurnaan dalam berhijab serta menutup aurat merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslimah. &nbsp;Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni&apos;am Sholeh. &quot;Kejahatan terjadi bisa karena terbuka peluang, maka peluang itu harus ditutup semaksimal mungkin,&quot; katanya kepada wartawan Selasa (23/7).<br><br>Beliau menambahkan dengan sebuah analogi sederhana. Jika dianalogikan, wanita itu memiliki sebuah perhiasan maka tindak kriminalitas pencurian atau penjambretan tidak akan terjadi jika si korban tidak memperlihatkan perhiasan yang dimilikinya di muka umum. Jadi nilai-nilai berbusana yang ada dalam agama harus tetap dipegang. Terkait pelecehan seksual, selain karena niat jahat pelaku, perbuatan tersebut tak bisa dilepaskan dari terbukanya kesempatan di depan pelaku.<br><br>Oleh sebab itu dengan maraknya pelecehan seksual yang terjadi, sudah sewajarnya menjadi perhatian bersama khususnya pemerintah. Jangan sampai korban terus berjatuhan. Berbenah di segala aspek tentu menjadi prioritas. Bukan hanya pembatasan konten hiburan. Tapi edukasi dini dari sistem pendidikan negeri ini harus menjadi tameng yang kokoh. Karena akan sangat sulit menilai siapa yang salah ketika ada kesempatan dan ada dorongan untuk melakukan pelecehan. <br><br>Momentum 4 September 2019 yang bertepatan dengan <em>International Hijab Solidarity Day</em> atau disingkat IHSD, kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama mengampanyekan kebebasan dan pentingnya berhijab. Jangan sampai modernisasi yang mewabah saat ini malah membiaskan fungsi penting dari hijab itu sendiri. Karena sejatinya hijab itu melindungi serta memuliakan, bukan membatasi bahkan mendiskriminasi.<br><br><strong><em>Ditulis oleh Pandu Fazri Harmawan, Ketua Umum LDF An Nuur Fakultas Ekonomi dan Bisnis.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tersandung Dugaan Tindak Mesum, Keduanya Beri Klarifikasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tersandung-dugaan-tindak-mesum-keduanya-beri-klarifikasi/baca </link>
<guid> tersandung-dugaan-tindak-mesum-keduanya-beri-klarifikasi </guid>
<pubDate> Thu, 05 Sep 2019 12:04:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Klarifikasi WJ dan MZA terkait dugaan tindakan mesum yang menyeret mereka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tersandung-dugaan-tindak-mesum-keduanya-beri-klarifikasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9BQ1GgJ3pF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tersandung Dugaan Tindak Mesum, Keduanya Beri Klarifikasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pada Minggu (1/9) lalu, awak&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Sketsa</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;bertemu dengan WJ untuk meminta konfirmasi atas beredarnya kabar miring menyangkut dirinya. Di gazebo Perpustakaan Unmul, ia mencoba memberikan klarifikasi. Bermula dari cerita kedekatannya dengan MZA, yang dilatarbelakangi situasi, tidak lebih. Permasalahan ini bermuara pada permasalahan internal kelompok. Ia mengaku ada jarak antara dirinya dan MZA dengan tiga rekan anggota kelompok lainnya. Ditambah dengan kondisi posko yang rawan dengan hal-hal mistis. Bahkan MZA dikatakannya sempat mengalami kesurupan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kondisi posko bekas Puskesmas. Karena kotor atau bagaimana, jadi banyak kejadian mistis. Kami sering dapat gangguan sampai puncaknya, dia (MZA) kesurupan. Entah kenapa yang lain mungkin merasa tidak enak atau takut, timbul jarak di antara kami,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Seiring waktu berjalannya masa KKN, kelompok ini seolah terpecah menjadi dua kubu. Apalagi sejak kejadian MZA kesurupan, ia makin tak enak jika harus meninggalkan MZA sendirian. WJ mengaku diberikan pesan oleh ayah MZA untuk menemani putrinya agar tidak dibiarkan sendiri. Pesan ini diberikan ke WJ karena ia dinilai sebagai rekan terdekat dan mengerti hal-hal seperti itu.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>WJ mengaku, ia dan MZA sering tidak diajak bicara oleh rekan satu kelompok lainnya dan ditinggal berdua di posko. Salah satu contoh kasusnya saat penginputan data dasar keluarga. Tiap anggota kelompok berpencar ke tiap RT, dan meninggalkan MZA di posko untuk mengedit video. Terkadang WJ lebih cepat kembali ke posko dibanding rekan-rekan lainnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Jadi bisa dibilang kami berdua di posko. Entah ada masalah apa, kawan-kawan yang lain itu kadang berjalan ya bertiga mereka saja. Saya pernah nanya apa masalahnya, cuma dari mereka enggak mau (bicara), seperti keresahan pribadi yang enggak bisa diungkapkan,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Melihat seringnya WJ dan MZA bersama, warga kerap memberikan teguran meski disampaikan tidak langsung ke keduanya. Terkadang lewat teman sesama kelompok, dan juga pemuda kampung. Kedekatan mereka juga kerap diselimuti isu yang dinilai WJ terkesan dilebih-lebihkan. Termasuk isu mereka berciuman di sumur, padahal mereka hanya mencuci baju di sana.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Merasa diwanti-wanti, WJ dan MZA kemudian meminta kepada anggota yang lain untuk tidak meninggalkan mereka berdua di posko, karena warga sudah memperingati. Keduanya merasa dilema, di satu sisi internal kelompok yang bermasalah dan tidak diketahui apa alasan utamanya sehingga sering meninggalkan WJ dan MZA, namun di sisi lain warga sudah mulai memperingati kedekatan keduanya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Kasus Foto Tidur Bersama</strong></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menanggapi bukti foto tidur bersama yang disebut kepala desa, &nbsp;WJ menceritakan detail kronologisnya. Malam itu tengah digelar acara penutupan sekaligus acara pelepasan mahasiswa KKN yang berlangsung hingga pukul dua pagi. Banyaknya hal yang perlu dipersiapkan membuat anggota kelompok capai dan kembali ke posko. &nbsp;Sesampainya di posko, ternyata yang kembali hanya MZA dan WJ. Ketiga rekan lainnya tidak kembali dan tidak juga memberikan kabar.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tidak ingin meninggalkan MZA sendirian, WJ akhirnya menemaninya di kamar. Mulanya WJ hanya ingin menemani hingga MZA tertidur dan kemudian pindah ke kamarnya sendiri. Namun karena kelelahan, alhasil WJ tak sadar turut tertidur di kamar yang sama.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Itu memang murni salah saya, kenapa saya ikut ketiduran di situ,&rdquo; akunya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>WJ tak menyangkal kebenaran foto itu adalah mereka, meski ia kembali menegaskan bahwa tak melakukan hal-hal seperti yang dituduhkan. Ketika</span></span><span><span>&nbsp;mereka tegah tertidur, tiba-tiba rekan kelompok datang. WJ terbangun dan langsung meminta maaf kepada MZA karena tertidur di sana. Ia mengatakan setelah kejadian itu, anggota kelompok lainnya tidak ada yang menanyakan atau membahas soal itu. Semua berjalan seperti biasa, WJ pun tak menaruh kecurigaan. Sebelum akhirnya mereka tahu kejadian itu sudah difoto oleh rekannya dan dijadikan sebagai bukti.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Awal mula kabar ini menjadi konsumsi publik sejak beredarnya foto daftar nilai kelompok ini.&nbsp;</span></span><span><span>WJ memaklumi apa yang dilakukan teman-teman satu kelompoknya yang membuka dan menyebarkan daftar nilai kelompok KKN. Dikatakannya, bisa saja mereka takut nilai mereka ikut terancam karena beredarnya isu WJ dan MZA. Bagaimana pun, ia menyayangkan mengapa tulisan pesan dari kepala desa tersebut difoto dan disebar.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menanggapi permasalahan internal kelompok yang sudah mulai terasa di pertengahan masa KKN, WJ juga tak ingin menyalahkan ketua kelompok yang menurutnya tidak melakukan upaya untuk menengahi permasalahan ini. Ia turut menjelaskan alasan tidak ikut serta dalam pengambilan daftar nilai KKN seperti yang disebut kepala desa sebelumnya, (Baca:&nbsp;</span></span><span><span>https:/sketsaunmul.co/berita-kampus/kades-itu-fatal-bagi-saya/baca</span></span><span><span>).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sesudah pelaksanaan KKN, WJ kembali ke rumahnya, dan MZA pulang terlebih dahulu karena ada urusan keluarga. Sementara rekan kelompok lainnya menginap di rumah ketua kelompok, yang berada di satu kota yang sama dengan WJ. Tidak adanya koordinasi dalam internal kelompok, membuat WJ dan MZA tidak tahu jika ketiga rekannya yang lain sudah berada di desa untuk mengambil lembar penilaian.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Itu lah kenapa kemarin saya enggak ke sana, karena posisinya saya tidak tahu kalau mereka mau ambil nilai.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Saat diwawancarai, pihak fakultas dikatakannya belum melakukan panggilan kepada mereka. Sebelumnya LP2M melalui Esti Handayani Hardi, Ketua Koordinator KKN Unmul mengusulkan agar kasus ini diselesaikan terlebih dahulu oleh LP2M untuk mengambil tindakan. <em>Sketsa</em> pada Senin (2/9) lalu juga sempat mendatangi dekan fakultas keduanya. Namun ia menolak diwawancarai dan menyarankan untuk mengonfirmasi langsung ke pihak LP2M.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dampak dari ramainya dugaan ini, WJ mengaku mengalami tekanan psikis dan perundungan. Ia mengaku diserang di <em>Instagram</em>. Selain itu, ia yang merupakan ketua di salah satu organisasi internal kampus terpaksa turun karena adanya isu ini. Mengahadapi situasi ini, WJ memilih untuk mengunci akun media sosial dan membatasi pemberian informasi klarifikasi ke orang-orang. Ia khawatir nantinya akan muncul alur cerita yang menurutnya tidak sesuai.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>MZA Angkat Bicara</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Untuk mendengar pernyataan dari MZA,&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>&nbsp;menemuinya sehari sesudah pertemuan dengan WJ, tepatnya Senin (2/9) lalu. Di siang itu, ia membeberkan perasaannya dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Mulanya ia kaget saat mengetahui pengikut di akun pribadi media sosialnya tiba-tiba bertambah. Kerabat terdekatnya satu persatu menghubunginya untuk mengonfirmasi foto yang beredar.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pernyataan yang disampaikan MZA tak jauh berbeda dengan WJ, bahwa apa yang beredar sejauh ini hanya isu belaka yang diawali kesalahpahaman internal kelompok. Adanya kubu-kubu dalam kelompok membuat komunikasi antar anggota tak berjalan baik.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kami (MZA dan WJ) menganggap enggak ada masalah yang serius. Karena kadang kami didiamin, kadang diajak ngobrol, jadi bingung apa masalahnya,&rdquo; terangnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Buruknya komunikasi dalam kelompok ini makin terasa di pertengahan masa KKN. Dua rekan perempuannya sering bersama-sama, yang otomatis meninggalkan MZA sendiri. Meski tak nyaman karena seolah tak diteman, MZA memilih menahannya dan mengalah. Ia tak enak jika nantinya malah menjadi beban kelompoknya.</span></span><span><span>&nbsp;Slek&nbsp;</span></span><span><span>sudah dibawa untuk dibicarakan, namun keterbukaan dan jalan keluar tak kunjung ditemui. Komunikasi internal tetap buruk. Inilah menjadi alasan kuat mengapa ia sering berdua bersama WJ, karena mereka sering ditinggal berdua.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bahkan di tengah ramainya isu ini, ia mengaku tidak pernah ditegur langsung oleh rekan kelompoknya, hanya WJ yang diberikan teguran. Bukti yang mereka pegang pun hanya dikonfirmasi ke WJ. Ada juga bukti rekaman suara anggota kelompok bertanya ke WJ, sudah pernah berbuat apa saja dengan MZA. &ldquo;Dijawab bercanda sama dia (WJ), memang orangnya kayak gitu. Terus langsung dianggap serius sama mereka (teman KKN). Dilaporin,&rdquo; sebutnya</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Perempuan ini juga menilai jika laporan dari warga yang merupakan kesalahpahaman dapat diatasi oleh teman kelompoknya, maka tentu tidak akan jadi isu besar yang berdampak seperti sekarang. Jika saja warga bertanya ke rekan kelompoknya, ada apa sebenarnya dengan MZA dan WJ. Lalu di</span></span><span><span>&nbsp;<em>back up</em>&nbsp;</span></span><span><span>oleh teman KKN sendiri, menurutnya dapat membantu isu lainnya tidak muncul. Baginya kabar yang beredar di masyarakat itu lahir dari asumsi mereka yang sudah buruk di awal dengan MZA dan WJ.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>MZA juga turut meluruskan latar belakang isu terkait bukti foto mereka tidur bersama. Di malam penutupan tersebut, teman-temannya mampir ke rumah kepala desa untuk makan, namun ia memilih pulang duluan. Sesampainya di sana, setelah ditunggu-tunggu hanya WJ yang juga kembali ke posko. Ia pun menghubungi rekan lainnya melalui SMS karena susahnya jaringan. Rencananya dia mau menyusul agar tidak berdua saja dengan WJ di posko.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Mau ngejar ikut mereka ke mana, sedangkan di situ sudah malam, enggak mungkin nyamperin satu-satu. Akhirnya sama WJ ngobrol. Dia memang sering nemenin ngobrol sebelum tidur biar saya tenang. Habis itu dia ninggalin, pindah ke kamar dia sendiri. Tapi malam itu karena kecapaian, tertidur di situ. Bangun-bangun sudah ada teman-teman,&rdquo;ceritanya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia mengaku sedih saat tahu kejadian itu malah difoto dan disebarkan teman oleh kelompoknya. Bukannya saat itu langsung dibangunkan atau kejadian ini ditutupi dan memberi nasihat. Selain itu, laporan lainnya yang juga ramai dibicarakan ialah saat warga melihat MZA dan WJ tengah menggosok gigi dengan pintu kamar mandi terbuka dan memunculkan kesalahpahaman warga. MZ menegaskan bahwa saat itu ia hanya sekadar menggosok gigi. Ia menilai hal ini beredar dan menjadi isu lantaran adanya perbedaan pola pikir dengan masyarakat di sana. Hal ini kemudian di laporkan ke kepala desa.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kebanyakan kesalahpahaman saja dan enggak diklarifikasi langsung, jadi bertumpuk. Orang lihatnya makin jelek. Saat ini sudah kayak bom waktu,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Peliknya permasalahan internal kelompok ini tentu seharusnya dapat ditengahi ketua kelompok. MZA juga sempat protes dengan ketua yang dinilainya kurang berperan, bahkan terkesan cuek. MZA meminta setidaknya ditegur jika memang ia melakukan kesalahan. Namun sejauh ini ia hanya ditegur berkaitan dengan program kerja. MZA menyayangkan tidak adanya pencegahan yang dilakukan internal kelompok.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Saat teman-temannya tengah mengambil daftar nilai, MZA pun tak dapat turut serta karena harus pulang mengunjungi ayahnya yang tengah sakit. Meski tak hadir bersama teman-temannya, MZA berupaya agar WJ dapat ikut pergi besama rekan lainnya dengan menanyakan kapan akan pergi ke sana, namun tak juga menerima respons. MZA menduga saat teman-temannya bertemu dengan kepala desa tidak memiliki niat untuk menunjukkan bukti yang dipegang. Tetapi saat itu kepala desa tengah mengerjai mereka dengan iming-iming tidak memberikan nilai.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Beliau enggak mau kasih nilai itu karena mau nguji saja, tahun lalu juga digituin. Mau nguji sejauh mana&nbsp;</span></span><span><span><em>effort</em></span></span><span><span>&nbsp;kita gimana kalau mau ambil nilai. Cuma yang saya sesalkan kenapa teman-teman saya sendiri enggak pernah ada omongan atau teguran, tapi langsung ambil tindakan sendiri. Membenarkan pikiran-pikiran negatif mereka.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menghadapi ini semua, MZA mengaku tertekan. Ia sangat khawatir dengan keluarga besarnya. Namun ia bersyukur ligkaran di sekitarnya percaya MZA tak melakukan tindakan di luar batas. Bahkan ia dibanjiri dukungan secara moril. Rencananya ia akan kembali menemui kepala desa untuk meminta maaf dan bersilaturahmi dengan kepala desa dan warga di sana.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;</span></span><span><span>Penyesalan saya adalah jeleknya komunikasi kelompok saja. Saya orangnya engak enakan, dari sini saya ambil pelajaran untuk belajar&nbsp;</span></span><span><span><em>speak up</em></span></span><span><span>. Kalau misal ada hal-hal yang bikin merasa enggak enak, jadi seenggaknya bisa dicegah, dari diri sendiri,&rdquo; pungkasnya.</span></span><span><span>&nbsp;<em><strong>(adl/vny/fqh)&nbsp;</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anggota Diduga Mesum, Ketua Kelompok: Saya Lihat Mereka Pelukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/anggota-diduga-mesum-ketua-kelompok-saya-lihat-mereka-pelukan/baca </link>
<guid> anggota-diduga-mesum-ketua-kelompok-saya-lihat-mereka-pelukan </guid>
<pubDate> Thu, 05 Sep 2019 12:08:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi IP saat memfoto WJ dan MZA yang sedang tidur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/anggota-diduga-mesum-ketua-kelompok-saya-lihat-mereka-pelukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ax38BJVzHr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anggota Diduga Mesum, Ketua Kelompok: Saya Lihat Mereka Pelukan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Kasus dugaan perbuatan tak senonoh mahasiswa KKN 45 di desa Purnasari Jaya menuai banyak pelik. (baca sebelumnya, <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-perbuatan-mesum-mahasiswa-kkn/baca</a> &amp; <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kades-itu-fatal-bagi-saya/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kades-itu-fatal-bagi-saya/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kades-itu-fatal-bagi-saya/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa &nbsp;</em>mencoba menelusuri kasus ini ke berbagai pihak. Jumat lalu (30/8), awak media berhasil menemui teman-teman sekelompoknya. Di pelataran perpustakaan Unmul telah hadir ketua kelompok, FA dan juga anggotanya, IP. Mereka saling sahut-menyahut merangkai kronologis. FA memulai cerita dengan memberikan kesaksian terhadap apa yang dilihatnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dari yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri mereka cuman sampai pelukan, dan saya sering lihat mereka sekamar berdua, tapi <em>wallahualam</em> enggak tahu sih kelanjutannya gimana,&quot; ucap FA membuka cerita.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berawal dari Kedekatan yang Intens</strong></p><p style="text-align: justify;">WJ dan MZA awalnya tidak saling kenal. Hubungan keduanya dikabarkan semakin intens setelah pekan kedua pelaksanaan KKN. Beralasan mengerjakan laporan pada tengah malam, menurut keterangan FA dan IP, keduanya pernah dipergoki tengah berbuat mesum. Dikabarkan pula, sebelum tampak indikasi perbuatan mesum, didahului dengan suatu waktu MZA diganggu oleh makhluk tak kasat mata hingga kesurupan sebanyak dua kali selama berlangsungnya KKN.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tengah malam gitu mereka berdua (mengerjakan laporan), perempuannya ini dirasukin sama hantu posko itu, perempuannya ini kerasukannya kayak menggoda yang laki-laki. Baru yang keduanya itu yang parah yang sampai hantunya itu marah sama mereka berdua, bahkan waktu si perempuan kesurupan, hantu di dalam tubuhnya ini bilang kata kasar ke pelaku laki-laki itu,&quot; ungkap IP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hantu itu di posko marah sama yang laki-laki. Kalau hantu itu marah pasti ada sebabnya gitu nah,&rdquo; tuturnya lagi meyakinkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kurangnya Komunikasi Menjadi Penyebab&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">IP mengakui bahwa permasalahan kelompok dimulai dari kurangnya komunikasi. Konon, sebelum WJ dan MZA semakin dekat, mereka sering melakukan rapat dan evaluasi terkait program kerja KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya kami bermasalah karena kurangnya komunikasi kelompok, dua minggu awal itu sebelum mereka dekat, kami selalu rapat kelompok dan evaluasi tentang proker kita. Tapi setelah mereka dekat kami enggak pernah evaluasi lagi, mereka berdua jadi malas-malasan,&rdquo; ucap IP.</p><p style="text-align: justify;">Sebab merasa tak enak jika harus menegur MZA, FA dan IP mengaku hanya sering menegur WJ. Dengan harapan mereka tak mengulang perbuatan itu, rupanya FA dan IP harus menelan kekecewa karena harus melihat WJ dan MZA seringkali melakukan hal yang sama setelah ditegur. Sadar sebagai ketua kelompok, awalnya FA mencoba untuk menyembunyikan kasus itu, hingga pada akhirnya FA dan IP putus asa dan mulai tak perhatian yang menyebabkan kelompok menjadi terpecah. FA, IP dan satu temannya pergi kemana-mana selalu bertiga tanpa WJ dan MZA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Habis ketahuan. Sudah aku tegur, masih mau ku jaga lah itu mereka berdua, mau kututup-tutupi lah biar enggak kesebar. Tapi mereka tetap saja. Dan dari situ sikapku berubah, mulai masa bodoh,&rdquo; ucap FA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sampai bilang ke WJ, &lsquo;kalau sampai nanti kamu ketahuan warga, kami lepas tangan, itu urusanmu&rsquo;. Dia cuma bilang &lsquo;iya iya&rsquo; aja, tapi diulang terus, sampai warga yang mendapati (melihat dugaan perbuatan mesum),&rdquo; timpal IP.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, beberapa pihak juga menyayangkan sikap anggota kelompok yang tidak segera melapor ke Kades atau pihak LP2M agar permasalahan itu bisa diselesaikan dengan baik. Hal ini ditanggapi IP dengan mengatakan ada kekhawatiran jika harus dipulangkan karena isu ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami nahan lapor ke Kades karena takut kami semua dipulangkan gara-gara perbuatan mereka. Awalnya kami diam, cukup satu kelompok lah yang tau mereka ngapain. Tapi sayangnya waktu DPL kami datang, yang tersebar itukan (isu) kamar mandi itu ketahuan sama warga mereka di dalam kamar mandi berdua,&rdquo; paparnya</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya kami mau melindungi masalah internal kelompok, tapi sudah didepak warga, mereka kayak engga ada usaha mau memperbaiki diri nah, laporan dari warga rata-rata mereka ini kayak sombong kurang ramah,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bukti Berupa Foto dan Rekaman Suara</strong></p><p style="text-align: justify;">Menanggapi soal foto tidur yang beredar, IP mengakui bahwa dirinya yang mengambil gambar tersebut. IP menceritakan bahwa hari itu setelah mereka pulang dari rumah warga mendapati pintu depan posko terkunci, hingga akhirnya mereka masuk melalui pintu belakang. Sesampainya di dalam mendapati pintu kamar terbuka lebar lengkap dengan pemandangan dua pasang kaki di atas kasur. Tersontak, IP segera mengambil ponsel dan mendekat ke arah kamar. Terlihat WJ dan MZA tengah tertidur pulas bersama. Meski begitu, IP dan teman-teman tak langsung menegur dan membangunkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami diamkan aja sampai mereka sadar, terus mereka (setelah bangun) seolah-olah enggak berbuat dosa. Kami sengaja buat ribut duduk-duduk di depan baru dia bangun kayak sok asik gitu seakan-akan dia enggak melakukan apapun&rdquo; ungkap IP dengan nada kesal.</p><p style="text-align: justify;">Bukti lainnya yang dimiliki IP ialah rekaman suara WJ yang dilontari pertanyaan oleh IP ihwal apa saja yang telah mereka lakukan. IP merekamnya secara diam-diam dengan dalih agar ia punya pembelaan dan khawatir dianggap menuduh tanpa dasar. IP merasa bahwa WJ akan berkata lepas dengannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Intinya saya yang lebih banyak mendapati mereka gitu nah dibanding teman-teman. Jadi si laki-laki ini lebih sering <em>pujungan-</em>nya ke saya kayak ngakunya bercanda, tapi saya lihat kayaknya enggak bercanda dan kenyataan itu enggak bercanda,&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kalau emang itu omongan bercanda enggak mungkin langsung (berkata) selepas itu, nah, dia ngomong,&rdquo; beber IP.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Warga Setempat Melapor ke Kades</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukti-bukti yang diperoleh baru dilaporkan kepada Kades setelah pelaksanaan KKN usai. Di samping itu, dikatakan FA, pihak Kades tak hanya menerima bukti laporan dari anggota kelompok, melainkan juga mendapatkan laporan dari warga setempat. FA menilai bahwa tak mungkin warga setempat melakukan fitnah terhadap anak KKN, bahkan mereka disambut baik di lokasi KKN tersebut. Seiring dengan semakin beredarnya isu ini, FA dan IP sangat menyayangkan sikap WJ dan MZA yang tak mengakui perbuatannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sayangnya mereka berdua enggak mau ngaku, padahal bukan hanya saya saksinya, kesaksian warga juga enggak dianggap sama dia, dia bilang <em>&apos;ah enggak ada buktinya, &nbsp;orang cuma omongan aja&apos;</em> warga tuh banyak yang lihat, bahkan orang Karang Taruna waktu itu ke posko lihat mereka di kamar, tapi mereka menyangkal karena menurut mereka tidak ada bukti yang kuat,&rdquo; akui IP.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Di Balik Tersebarnya Foto Lembar Penilaian Mahasiswa KKN</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya yang foto,&rdquo; ungkap IP mengakui.</p><p style="text-align: justify;">IP mengatakan hanya menyebarkan foto ke satu teman yang dipercaya. Anehnya, foto yang disebar itu adalah foto dengan lingkaran merah tepat di tulisan tangan Kades. Selebihnya, IP mengaku tak tahu-menahu bagaimana bisa foto yang tersebar adalah foto asli tanpa ada lingkaran merah.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Kades tak terima jika lembar penilaian mahasiswa KKN di desanya menjadi konsumsi publik. Bahkan lembaran itu harusnya dikumpul ke LP2M dalam keadaan tersegel, Kades pun telah mewanti-wanti agar segel itu tak dibuka rekannya. Namun bermotif rasa penasaran, akhirnya IP lah yang membuka segel itu. IP mengaku salah, bahkan ia siap menerima sanksi yang ditujukan padanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya penasaran takutnya nilai mereka lebih tinggi gitu. Soalnya perempuan ini gimana, ya, dekat sama pak lurah juga, yang laki-laki ini juga. Takutnya kayak pilih kasih gitu,&rdquo; tutupnya.<strong><em>(i</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>ra/snh/fqh)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belajar Kece dari Kaltim Kece </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/belajar-kece-dari-kaltim-kece/baca </link>
<guid> belajar-kece-dari-kaltim-kece </guid>
<pubDate> Fri, 06 Sep 2019 12:22:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Build Relation LPM Sketsa Unmul bersama Kaltim Kece. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/belajar-kece-dari-kaltim-kece/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9ZE5lxYifw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Belajar Kece dari Kaltim Kece</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Rabu (4/9) <em>Sketsa</em> bertandang ke kantor Kaltim Kece sebagai wujud pelaksanaan program Build Relation (Brain). Sebagai salah satu media <em>online</em> terkemuka di Kalimantan Timur, Kaltim Kece dirasa tepat untuk menjadi sarana belajar <em>Sketsa</em> dalam pengembangan diri, pasalnya <em>Sketsa</em> bergerak dalam bidang yang sama.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari kebanyakan kantor media yang pernah <em>Sketsa</em> kunjungi, Kaltim Kece berani mendobrak asas kantor media konvensional di Kaltim. Selama di sana, <em>Sketsa</em> tidak merasa sedang berada di tempat kerja, melainkan sebuah tempat nongkrong anak muda. Tampilan kantornya kasual namun modern. Bahkan tempat kerja bagi redaksi tidak dalam wujud ruangan dengan meja dan kursi, tapi sebuah ruangan dengan karpet lembut dan sofa-boneka yang empuk. Kece sendiri merupakan akronim dari keren dan cerdas, dan menjadi nilai yang dipegang media lokal ini. <br><br>Menurut Fel GM (<em>Editor in Chief</em>) dan Bobby Lolowang (<em>Editor</em>), tempat seperti ini dibuat menyesuaikan cara kerja wartawan Kaltim Kece yang berbasis <em>mobile</em>. Kebanyakan berita mereka sudah tidak lagi ditulis menggunakan laptop, hanya cukup menggunakan gawai. Fel mengatakan bahwa wartawan boleh tidak datang ke kantor, hanya cukup menyetor berita via <em>Whatsapp</em> atau pun <em>Email</em>. Bahkan Bobby menyatakan kalau Kaltim Kece tidak memberikan <em>deadline</em> spesifik soal penyetoran berita, karena Kaltim Kece fokus pada kualitas dan kedalaman konten berita. Inilah yang membedakan Kaltim Kece dengan mayoritas media <em>online</em> yang berisi <em>straight news</em> yang cepat terbit namun dangkal dari segi narasi dan isi. <br><br>Selama Brain berlangsung, <em>Sketsa</em> mendapat banyak sekali kritikan dan masukan dari Fel. Bahwa <em>website Sketsa</em> harus mulai mengikuti perkembangan zaman dan digarap lebih serius, karena dari segi penampilan cukup tertinggal. Juga dikatakan agar <em>Sketsa</em> bisa meningkatkan fungsi media sosial seperti <em>Instagram</em> dan <em>Facebook</em> sebagai sarana distribusi berita serta penambah daya tarik. <br><br>Disarankan pula agar <em>Sketsa</em> lebih fokus pada penambahan anggota. Menurut Fel, semakin banyak anggota maka akan semakin banyak pula peluang munculnya bibit-bibit jurnalis hebat. Sebagai alumnus Unmul, Fel berharap <em>Sketsa</em> dapat menjadi pelopor dalam lahirnya jurnalis-jurnalis muda berbakat. Ia memperkirakan bahwa kebutuhan Kaltim terhadap jurnalis muda akan meningkat, mengingat Kaltim akan menjadi ibu kota negara.<br><br>Terakhir kami diajak berkeliling kantor. Selain ruang kerja yang unik, studio sekaligus ruang editing, ruang kesehatan (yang sebenarnya adalah ruang santai bagi perokok), ruang <em>developing website</em>, tentu yang paling berkesan adalah adanya kafe di dalam kantor mereka.<br><br>&ldquo;Kalian boleh sering nongkrong di sini kok, selama sering pesan kopi juga,&rdquo; kata Fel bercanda.<em><strong>&nbsp;(fer/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Angel Has Fallen: Keseruan Cerita Heroik yang Mudah Ditebak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/angel-has-fallen-keseruan-cerita-heroik-namun-mudah-ditebak/baca </link>
<guid> angel-has-fallen-keseruan-cerita-heroik-namun-mudah-ditebak </guid>
<pubDate> Sat, 07 Sep 2019 03:36:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seri ketiga setelah Olympus Has Fallen (2013) dan London  Has Fallen (2016). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/angel-has-fallen-keseruan-cerita-heroik-namun-mudah-ditebak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3vqRGNb9cS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Angel Has Fallen: Keseruan Cerita Heroik yang Mudah Ditebak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah hadir dalam film <em>Olympus Has Fallen</em> (2013) dan <em>London &nbsp;Has Fallen</em> (2016), Gerard Butler kembali memerankan tokoh Mike Banning dalam film yang berjudul <em>Angel Has Fallen.</em></p><p style="text-align: justify;">Dalam seri ketiga ini terdapat beberapa perubahan. Presiden Amerika Serikat yang dikawal oleh Mike Banning kini bernama Allan Trumbull, diperankan Morgan Freeman. Bukan lagi presiden Benjamin Asher yang diperankan Aaron Eckhart. Selain itu, karakter Leah Banning, istri Mike yang sebelumnya diperankan Radha Mitchell, kini digantikan Piper Perabo.</p><p style="text-align: justify;"><em>Angel Has Fallen</em> menyuguhkan ketegangan, ledakan dan aksi kejar-kejaran seperti yang diandalkan dua film sebelumnya. Tapi di film ketiga ini, diperlihatkan pula sisi personal seorang Mike Banning. Di balik penampilannya yang kuat, Mike ternyata mengalami tekanan hingga membuatnya diam-diam menemui psikolog.</p><p style="text-align: justify;">Mike juga terlihat bimbang antara meneruskan pekerjaannya atau menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak dan istrinya. Kemunculan sosok dari masa lalu Mike juga menambah kekuatan emosional film ini. Begitu pula aksi tegas Jada Pinkett Smith sebagai agen FBI Helen Thompson yang menonjol.</p><p style="text-align: justify;">Setelah menghadapi teroris dan menyelamatkan Presiden Benjamin Asher di film sebelumnya, kini Mike Banning harus menyelamatkan Presiden Allan Trumbull (Morgan Freeman) dari upaya pembunuhan. Tetapi, saat sedang menjalankan tugasnya, Mike Banning dihadapkan dengan beberapa masalah. Masalah pertama adalah kesehatannya yang terganggu karena gegar otak dan harus sering meminum <em>painkiller</em>.</p><p style="text-align: justify;">Masalah kedua adalah, Mike Banning difitnah dan dituduh berupaya melakukan pembunuhan kepada presiden. Mike Banning pun harus hidup dalam pelarian sambil berusaha membuktikan dirinya tidak bersalah. Di sisi lain, keselamatan anak dan istrinya juga terancam dan membuat Mike harus bertemu dengan seseorang dari masa lalunya.</p><p style="text-align: justify;">Kejutan-kejutan kecil terutama dalam dialog juga menjadi selingan yang bagus dan tepat untuk adegan-adegan aksi yang cukup intens.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, yang menjadi kelebihan dari film <em>Angel Has Fallen</em>, film ini bisa dinikmati secara terpisah meski belum menonton <em>Olympus Has Fallen</em> dan <em>London Has Fallen.</em></p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, film yang ceritanya digarap Creighton Rothenberger dan Katrin Benedikt ini memberikan petunjuk yang cukup banyak sehingga tak ada kejutan berarti di akhir film. Demikian pula CGI yang terlihat kasar di sebuah adegan jelang penghujung film. Meski demikian, sutradara Ric Roman Waugh berhasil menampilkan adegan-adegan seru yang mampu membuat penasaran penonton. <strong><em>(rpi/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Revolusi Industri, Milenial 4.0 Bisa Apa? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/revolusi-industri-milenial-40-bisa-apa/baca </link>
<guid> revolusi-industri-milenial-40-bisa-apa </guid>
<pubDate> Sun, 08 Sep 2019 12:10:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini Hari Aksara 2019 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/revolusi-industri-milenial-40-bisa-apa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ysPyhPZGSt.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Revolusi Industri, Milenial 4.0 Bisa Apa?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Era revolusi industri 4.0 adalah di mana manusia dituntut untuk bisa mengembangkan kemampuan dengan menyeimbangkan teknologi dalam pekerjaannya. Masyarakat Indonesia, terkhusus generasi muda, harus sadar dan paham betul mengenai &nbsp;hal tersebut. Generasi muda sudah saatnya harus bangun dan bersaing dengan kemampuan yang patut untuk dipersaingkan. Hidup pada era yang mendewakan teknologi seharusnya bisa mempermudah kita untuk menemukan jalan agar bisa memupuk kualitas diri.</p><p align="center" style="text-align: justify;">Perkembangan teknologi juga merupakan perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak orang berpendapat bahwa ilmu pengetahuan banyak didapat dari membaca. Memang benar, jika kita melihat dari beberapa negara maju di dunia rata-rata masyarakatnya memiliki tingkat kegemaran membaca yang tinggi. Dijelaskan dalam terbentuknya Hari Aksara atau <em>I</em><em>nternational Literacy Day&nbsp;</em>oleh UNESCO pada tahun 1965 adalah agar masyarakat dapat melek aksara dan sadar berliterasi.</p><p align="center" style="text-align: justify;">Era sekarang literasi tidak lagi mesti dipahami sebagai baca tulis semata, mengenal huruf A-Z atau membaca kalimat per-kalimat. Namun dalam era serba teknologi ini kita harus setingkat lebih maju atau mungkin lebih dalam membaca perubahan yang terjadi. Generasi muda harus bisa memanfaatkan peluang dari perubahan yang ada tentunya, tidak mungkin terlepas dari literasi.&nbsp;</p><p align="center" style="text-align: justify;">Mengapa literasi begitu berperan penting dalam hal ini?&nbsp; Karena literasi adalah sebuah kemampuan membaca yang dalam hal ini literasi itu sendiri sudah seharusnya direvolusi. Mengingat pidato Kemenristekdikti pada bulan April bahwa, generasi muda tidak cukup hanya menguasai literasi lama seperti membaca, menulis, dan matematika sebagai modal dasar namun harus juga menguasi literasi baru yakni literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia.</p><p style="text-align: justify;">Literasi data merupakan sebuah kemampuan analisis yang tentunya ini sangat berguna dalam dunia pekerjaan. Seseorang yang memiliki kemampuan alisis yang baik &nbsp;akan lebih mampu bersaing untuk memajukan suatu produk atau pun mempertahankan apa yang telah menjadi keunggulan perusahaan. Kemampuan analisis yang baik tentunya akan memiliki daya kritis yang tajam yang nantinya juga akan berguna dalam hal pembangunan perkembangan suatu industri, dan tentu kritik yang memiliki solusi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian yang tidak kalah penting adalah literasi teknologi. Literasi teknologi adalah kemampuan membaca kelengkapan-kelengkapan teknologi. Generasi muda yang hidup di era 4.0 tidak boleh lagi asing dengan namanya teknologi khususnya dalam dunia komputer. Perihal mengetik dan mencetak sudah harus di luar kepala. Itu saja tidak cukup, generasi muda jika ingin memiliki nilai saing yang setara pada era ini, juga harus memahami bagaimana mengolah program prangkat lunak, mengelolah data, dan lainnya yang berhubungan dengan komputer. Keahlian tersebut tentu saja menjadi syarat wajib agar generasi muda sekarang mudah menemukan pekerjaannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Literasi teknologi juga merupakan paham terhadap tanggung jawab dalam mengelola dan menggunakan teknologi itu sendiri, terutama dalam penyebaran informasi berbasis online. Penggunaan teknologi adalah yang paling integral dalam keseharian karena era ini, teknologi sangat mempermudah pekerjaan manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya bijak dalam menanggapinya.</p><p style="text-align: justify;">Data dan teknologi merupakan satu sistem yang saling berkesinambungan yang mana teknologi dapat mempermudah pengolahan data. Generasi muda tidak boleh lupa bahwa sesunggunya kesuksesan bukan semata-mata karena kemampuan intelektual saja namun juga diikuti kemampuan spiritual. Itulah mengapa pada era revolusi industri 4.0 literasi manusia harus dimiliki juga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Literasi manusia adalah di mana generasi muda dituntut agar dapat memahami dan memperlakukan manusia sebagai manusia. Artinya komunikasi yang baik harus bisa dijalankan. Bagi seorang pemimpin maupun pekerja harus memiliki komunikasi yang baik agar dapat membangun kolaborasi terhadap mitra kerjanya. Selain itu literasi manusia juga mengarahkan generasi muda agar memiliki sifat kepemimpinan, kematangan budaya, beradaptasi dan <em>entrepreneurship</em>. Kekuatan intelektual harus bisa diiringi dengan mental yang kuat agar nantinya siap menghadapi segala tantangan yang terjadi di ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Perkembangan zaman adalah perkembangan ilmu pengetahuan juga. Semakin besar manusia bisa berpikir maka semakin besar juga persaingannya. Semakin besar pasar industri yang akan bermunculan maka semakin besar juga kemampuan yang harus dimiliki. Generasi muda harus memiliki tiga kemampuan jika ingin selamat di masa depan yakni; kemampuan intelektual, kemampuan spritualitas dan tidak lupa kemampuan religiusitas sebagai pengontrolnya. Sekarang revolusi industri sudah semakin gencar dilakukan, milenial 4.0 tidak lagi memiliki waktu untuk bersantai karena jika tertinggal satu langkah saja maka akan sulit baginya untuk dapat peranan di dalam era persaingan industri saat ini. Kalau sudah seperti itu milenial 4.0 bisa apa?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Aulia Agustini, Mahasiswi Sastra Indonesia, FIB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 'Bejemur' dari Himaksi, Mencermati  Persma di Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bejemur-dari-himaksi-mencermati-persma-di-masa-kini/baca </link>
<guid> bejemur-dari-himaksi-mencermati-persma-di-masa-kini </guid>
<pubDate> Mon, 09 Sep 2019 11:09:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana di ruang sidang HI dalam seminar jurnalistik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bejemur-dari-himaksi-mencermati-persma-di-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3c0rj75JJL.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>'Bejemur' dari Himaksi, Mencermati  Persma di Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&ndash; Sabtu (7/9) lalu, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) &nbsp;melaksanakan Seminar jurnalistik dengan mengangkat tema Bejemur, yang merupakan akronim dari &quot;<em>Bebaskan &nbsp;</em><em>J</em><em>emari &nbsp;</em><em>J</em><em>urnalis</em><em>&quot;.&nbsp;</em>Sekitar pukul 10.00 Wita,<em>&nbsp;</em>acara dibuka dengan penampilan band Gilang Fals Anarki ft. Keponakan dengan membawakan lagu dari Iwan Fals <em>D</em><em>i</em><em>&nbsp;B</em><em>awah&nbsp;</em><em>T</em><em>iang&nbsp;</em><em>B</em><em>endera.&nbsp;</em> Dilanjutkan dengan alunan <em>Wa</em><em>kil &nbsp;</em><em>R</em><em>akyat</em> yang ditutup dengan lagu <em>I</em><em>si &nbsp;</em><em>Ri</em><em>mba</em>&nbsp;<em>T</em><em>ak&nbsp;</em><em>A</em><em>da &nbsp;</em><em>T</em><em>empat&nbsp;</em><em>B</em><em>erpijak</em>.</p><p style="text-align: justify;">Seminar ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh ketua panitia, Ketua Himaksi, Presiden BEM FISIP, dan dekan FISIP. Mengangkat tema seputar dunia pers membawa visi tersendiri dengan adanya seminar ini. Salah satu tujuan utamanya ialah untuk meningkatkan fungsi pers mahasiswa serta memaksimalkan dan meningkatkan eksistensinya di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi mendengar kabar bahwa ada LPM di salah satu dari universitas dibekukan. Dari disitu kami merasa bahwa ini waktu yang tepat kami mengadakan seminar untuk mengingatkan mahasiswa saat ini bahwa pentingnya peran Lembaga Pers Mahasiswa,&quot; ujar Reja Vieri selaku keetua panitia.</p><p style="text-align: justify;">Seminar kali ini menghadirkan dua pemateri. Pemateri pertama yakni Nurliah selaku dosen Ilmu Komunikasi yang juga berpengalaman di bidang pers yang merangkum seputar jurnalistik dasar. Memasuki jam istirahat, peserta dihibur dengan penampilan NKCTHI Band, &nbsp;sebelum dianjutkan sesi tanya jawab.</p><p style="text-align: justify;">Masuk ke penyampaian materi kedua, oleh salah satu wartawan Kaltim Post, Raden Roro Mira Budiasih. Ia membahas mengenai peran pers mahasiswa dan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawa dn diskusi. Ilmu yang mereka dapat akan &nbsp;membekali para peserta untuk membuat karya tulis.</p><p style="text-align: justify;">Usai menerima ilmu dari kedua pemateri, para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi seputar kondisi pers mahasiswa saat ini. Diskusi tersebut menghadirkan jurnalis kampus untuk berbagi seputar pengalaman dan ceritanya mengenai kondisi pers mahasiswa di beberapa universitas lain. Antusias peserta tak dapat disembunyikan. Meski belum tergabung sebagai bagian dari pers kampus, namun diskusi tersebut dapat memantik jiwa kritis peserta melihat kondisi pers mahasiswa saat ini. <strong><em>(vny/hdt/ina/fqh)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Babak Akhir  Kasus Dugaan Mesum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/babak-akhir-kasus-dugaan-mesum/baca </link>
<guid> babak-akhir-kasus-dugaan-mesum </guid>
<pubDate> Mon, 09 Sep 2019 13:14:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi akhir dari kasus dugaan mesum KKN 45 desa Purnasari Jaya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/babak-akhir-kasus-dugaan-mesum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aUcjsbG3lN.png" />
					</figure>
			                <h1>Babak Akhir  Kasus Dugaan Mesum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pemberitaan terkait dugaan adanya tindakan mesum yang dilakukan mahasiswa Unmul saat melaksanakan KKN tercium hingga media nasional. Ketua Koordinator KKN Unmul Esti Handayani memberikan pernyataannya. Ia menyatakan telah mengonfirmasi ke berbagau pihak. Termasuk kedua mahasiswa yang namanya tersangkut kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui Jumat (30/8) lalu, Esti mengatakan telah memanggil dua mahasiswa terduga yakni WJ dan MZA untuk menanyakan bagaimana kebenarannya. Disebutkan bahwa keduanya bersumpah dengan nama Tuhan dan menyampaikan apa yang dituduhkan tidaklah benar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya sebagai orang tua, saya percaya apa yang mereka katakan. Mereka bersumpah demi Allah tidak melakukan hal mesum, kalau yang dipirkan adalah hubungan badan. Mereka tidak melakukan itu,&rsquo;&rsquo; tegas Esti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena saya diminta oleh &nbsp;WR III dan Pak Susilo (Ketua LP2M), <em>gimana</em> nih sikapnya ibu? Saya berani mengambil keputusan bahwa mereka tidak melakukan hal itu karena tidak adanya bukti secara nyata,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini didasarkan karena bukti yang ada menurutnya tidaklah cukup untuk membenarkan dugaan. Ia juga telah menemui rekan satu kelompok dan menanyainya secara langsung. Esti mengatakan bahwa rekan satu kelompoknya tidak melihat dengan mata kepala sendiri, hanya melihat indikasi perbuatan mesum yang kemungkinan dilakukan dua temannya.</p><p style="text-align: justify;">Bernaung di bawah lembaga yang mengoordinir jalannya KKN, Esti menganggap apa yang dilakukan oleh mahasiswa harus dilindungi &nbsp;terlepas dari apa yang telah mereka lakukan. Meski begitu, ia tetap tidak membenarkan kesalahan yang telah diperbuat. Ia mengatakan, kedua terduga memang melakukan kesalahan namun tidak sejauh itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sikap mereka salah dan mereka sudah mohon maaf karena sudah mencemarkan nama desa, dan mencemarkan nama Unmul. Mereka berdua sudah mohon maaf ke pihak desa dan menjelaskan karena dari awal mereka berdua tidak punya kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari adanya kejadian ini diakui esti telah memberi pelajaran kepada banyak pihak, tak terkecuali LP2M sendiri yang menurutnya mungkin memberikan pembekalan kurang mendalam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau Kades tidak memberikan nilai ya kami tidak akan memaksakan. Saya enggak bela semuanya, saya berusaha untuk tetap seimbang dengan yang bersangkutan. Sanksi akan diberikan,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>pada (5/9) lalu telah menerbitkan berita terkait konfirmasi yang telah dilakukan, baik dengan anggota kelompok (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/anggota-diduga-mesum-ketua-kelompok-saya-lihat-mereka-pelukan/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/anggota-diduga-mesum-ketua-kelompok-saya-lihat-mereka-pelukan/baca)</a> dan juga kedua mahasiswa bersangkutan, MZA dan WJ (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tersandung-dugaan-tindak-mesum-keduanya-beri-klarifikasi/baca).">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tersandung-dugaan-tindak-mesum-keduanya-beri-klarifikasi/baca).</a></p><p style="text-align: justify;">Tak berselang lama setelah terbitnya dua berita tersebut, IP, salah satu rekan kelompok menghubungi <em>Sketsa &nbsp;</em>dan mengirimkan beberapa pesan. Ia mengatakan bahwa permasalahan ini sudah selesai dan tidak ingin diperpanjang lagi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Masalah ini sudah kelar tadi siang di LP2M. Tadi kami sekelompok sudah bertemu semua dengan Bu Esti dan sudah menyelesaikan permasalahan ini dengan klarifikasi yg ada,&quot; tulisnya.</p><p style="text-align: justify;">Sketsa juga mengajaknya bertemu untuk membahas lebih lanjut terkait ini, namun hingga kini tak kunjung menerima respons. <strong><i>(ann/adl/snh)</i></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prestasi Mahasiswa FH di Kancah Debat Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prestasi-mahasiswa-fh-di-kancah-debat-nasional/baca </link>
<guid> prestasi-mahasiswa-fh-di-kancah-debat-nasional </guid>
<pubDate> Tue, 10 Sep 2019 11:59:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim debat Fakultas Hukum Unmul menuai prestasi dalam Lomba Debat Konstitusi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prestasi-mahasiswa-fh-di-kancah-debat-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cD5AkI2ocd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prestasi Mahasiswa FH di Kancah Debat Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mahasiswa Unmul kembali buat bangga civitas academica, kali ini melalui lomba debat nasional. Tim dari Fakultas Hukum (FH) ini berhasil meraih juara 4 tingkat nasional. Mereka kemudian membagikan kisahnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (7/9) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Adam Mukhsin, menjelaskan perjuangan di balik prestasi yang diraih bersama dua rekannya, Riska Meliyani dan Aji Ahmad Affandi. Ia menuturkan terdapat dua jenis lomba yang diikuti, yakni yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).</p><p style="text-align: justify;">Debat konstitusi yang diadakan oleh MK terdiri dari tiga tahap, yakni seleksi berkas yang mana tiap tim harus membuat esai dan video. Kedua, tahap perempat final dan terakhir semifinal. Adapun seleksi dibagi sesuai regional. Unmul masuk dalam regional bagian tengah bersama Univesitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret (USN), Universitas Tarumanegara (Untar), dan Universitas Islam Indonesia (UII).</p><p style="text-align: justify;">Lomba debat dilaksanakan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Tim debat FH Unmul melaju hingga babak semifinal. Sayangnya, saat berada di babak final, mereka harus puas menjadi <em>runner up</em> tingkat regional tengah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun saat masuk final kami kalah dengan Universitas Sebelas Maret, jadi juara dua untuk regional. Yang diambil 8 besar untuk nasional, jadi Unmul satu-satunya dari Kalimantan yang lolos, sisanya Jawa dan Sumatera,&rdquo; jelas Adam.</p><p style="text-align: justify;">Selesai debat MK, tim debat FH Unmul kemudian mengikuti debat yang diadakan oleh MPR. Berbeda dari sebelumnya, mereka berkesempatan mencapai posisi keempat tingkat nasional. Dikatakan Adam, letak perbedaan lomba terdapat pada tema debat yang diangkat. MK lebih menonjolkan isu-isu hangat dan ketatanegaraan, sedangkan MPR lebih membahas konstitusi, seperti Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).</p><p style="text-align: justify;">Cukup banyak kendala yang dialami, Adam menyebutkan seperti mosi debat yang cukup banyak yang harus dikuasai. Masalah internal seperti kurangnya <em>chemistry</em> karena perbedaan angkatan, serta tidak adanya UKM debat di FH Unmul yang bisa mewadahi mahasiswa untuk terus berkembang. Terutama saat persiapan mengikuti berbagai lomba debat, seperti latihan.</p><p style="text-align: justify;">Atas pencapaian yang diraih timnya, Adam berterima kasih kepada pihak fakultas yang memberi dorongan untuk berkompetisi. Dia berharap BEM FH bisa lebih berinisiatif untuk memberikan dorongan khususnya pada maba agar memliki jiwa kompetisi. Karena dengan dorongan, akan timbul semangat untuk terus berprestasi dan bersaing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apresiasi harusnya tidak diberikan pada bidang olahraga saja, namun yang berbau ilmiah. Jangan dulu mengharapkan menang, tapi harapkan pengalamannya,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(anm/rst/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FH Bicara Masa Depan Organisasi Kemahasiswaannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fh-bicara-masa-depan-organisasi-kemahasiswaannya/baca </link>
<guid> fh-bicara-masa-depan-organisasi-kemahasiswaannya </guid>
<pubDate> Wed, 11 Sep 2019 14:37:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi bangkitnya DPM FH </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fh-bicara-masa-depan-organisasi-kemahasiswaannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DrJRwa732N.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FH Bicara Masa Depan Organisasi Kemahasiswaannya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah satu tahun lebih BEM Fakultas Hukum (FH) dibekukan, (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca)</a> petinggi kampus ini tengah membahas rencana pembentukan kembali organisasi kemahasiswaannya, termasuk DPM FH.</p><p style="text-align: justify;">Mahendra Putra Kurnia, Dekan FH, mengatakan kondisi sebenarnya DPM FH tidak pernah dibubarkan, tetapi kosong karena tidak ada anggota. &ldquo;Suatu hari nanti memang Fakultas Hukum harus lengkap organisasi kemahasiswaannya, baik itu DPM, BEM maupun UKM FH lainnya,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada Sketsa ia menegaskan bahwa pihaknya menginginkan agar organisasi yang ada di FH kembali lengkap layaknya organisasi di fakultas lainnya. Sementara untuk pembentukannya, ada persiapan yang harus dilaksanakan seperti persoalan mengenai AD/ART. Sejauh ini, proses yang sudah dilakukan sampai tahap diskusi antara mahasiswa bersama pejabat kampus terkait masa depan DPM FH.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendala pasti ada, (mulai dari) menyamakan persepsi, waktu, hingga hal-hal yang sifatnya teknis itu pasti ada,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembicaraan terkait rencana pembentukan ini belum diketahui banyak mahasiswa FH, seperti halnya Adi Nurhamidi. Namun, ia mengaku tetap merasakan ketiadaan peran DPM FH di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya tidak pernah mendengar mengenai wacana akan bangkit lagi,&quot; ujar mahasiswa yang akrab disapa Adi itu, Selasa (10/9).</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya mahasiswa lebih dinamis kala DPM tidak ada. Dikatakan Adi, hal tersebut dapat dilihat dari semangat mahasiswa berkegiatan di kampus. Seperti semangat di komunitas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan lembaga kemahasiswaan lainnya. Selain itu semangat juga terlihat secara akademis maupun non akademis. Bahkan Adi berujar ada beberapa mahasiswa yang menorehkan prestasi tingkat nasional dalam debat.</p><p style="text-align: justify;">Untuk DPM FH ke depannya, Adi mengharapkan agar jangan sampai susunan anggota baru &nbsp;tapi cara kerja &quot;rasa lama&quot;. Menurut Adi perlu manajemen organisasi yang baik, agar organisasi yang sejatinya punya posisi sentral justru tak punya peran vital mengembangkan kegiatan kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dan tentu susunan organisasi harus diisi oleh orang-orang pilihan yg punya kapabilitas dan record organisasi serta akademik yang baik,&quot; tutupnya. <strong>(<em>lim/yul/omi/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gagal Dapat Slot Penggunaan Auditorium, Mahasiswa Kecewa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gagal-dapat-slot-penggunaan-auditorium-mahasiswa-kecewa/baca </link>
<guid> gagal-dapat-slot-penggunaan-auditorium-mahasiswa-kecewa </guid>
<pubDate> Thu, 12 Sep 2019 11:39:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung Auditorium Unmul tampak depan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gagal-dapat-slot-penggunaan-auditorium-mahasiswa-kecewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HZNUXRhskP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gagal Dapat Slot Penggunaan Auditorium, Mahasiswa Kecewa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Beberapa hari lalu, Sketsa menerima laporan dari anggota salah satu lembaga kemahasiswaan fakultas yang mengeluhkan peminjaman gedung Auditorium Unmul. Penggunaan gedung ini diisukan lebih mengutamakan pihak yang membayar untuk penyewaan gedung.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi melalui daring, Ahmad Juanda selaku perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) angkat bicara. Dikabarkan mahasiswa fakultas lain juga pernah mengalami hal serupa.</p><p style="text-align: justify;">Ia menceritakan proses peminjaman gedung yang sempat menemui kendala. &ldquo;Kami menargetkan acara sebenarnya di 25-26 Oktober, namun tidak bisa karena slotnya sudah terisi,&rdquo; papar pemuda yang akrab disapa Juan ini.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ia ditawarkan oleh pihak penanggung jawab gedung untuk menggunakan gedung pada 18-19 Oktober, yang posisinya kala itu tengah kosong. Ia pun menyetujuinya, kemudian Juan memutuskan untuk kembali ke kampus guna memperbaiki redaksi yang tertera dalam surat sebelumnya, yakni penggantian tanggal acara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kami masukkan ulang surat peminjaman tersebut di awal Agustus, dan saya langsung kawal hingga selesai,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pihak penanggung jawab kemudian meminta Juan untuk datang di bulan berikutnya, untuk follow-up lebih lanjut. Namun dengan menelan kekecewaan, ia mendengar jawaban pihak penanggung jawab yang mengatakan bahwa agenda mereka terancam batal dikarenakan di tanggal tersebut gedung digunakan untuk acara pernikahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Padahal sewaktu kami masih di tempat, mereka bilang untuk 18-19 Oktober itu kosong. Namun kembalinya kami untuk memastikan ulang, ternyata di hari yang sama sudah terisi oleh acara pernikahan,&rdquo; tulisnya melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Juan menyayangkan hal ini. Ia mengaku kecewa karena acara mahasiswa yang sudah diagendakan sejak jauh-jauh hari harus kalah dengan acara yang ia nilai berasal dari luar kampus.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menambah kekecewaan, sebab setahun silam kejadian serupa sudah pernah terjadi. Di mana acara mahasiswa harus mengalah dan melakan cara lain. Sehingga mengakibatkan agenda tersebut terlaksana di luar (kampus).</p><p style="text-align: justify;">Juan juga menyayangkan pernyataan Wakil Rektor III yang mengatakan bahwa akhir pekan adalah waktu mahasiswa untuk mengadakan student day. Kegiatan kemudian sebisa mungkin dimaksimalkan di kampus pada hari tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita diminta untuk melaksanakan agenda di hari Sabtu, guna menjalankan student day, namun untuk perizinan saja kami masih harus dioper-oper,&rdquo; tutur Juan.</p><p style="text-align: justify;">Terkait solusi permasalahan ini, Juan berujar bahwa tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Selain karena jadwal sudah penuh di Oktober, Juan mengatakan bahwa tak mungkin untuk mengundur kegiatan Bulan Bahasa di November.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tahu gedung tersebut dikomersilkan, namun alangkah lebih baiknya lagi jika profesionalisme tetap dijunjung tinggi. Sebaiknya didahulukan pihak yang sudah meminjam meski di tanggal yang sama ketimbang pihak lain. Mengubah tempat pelaksanaan berarti juga harus mengubah konsep acara, dan itu bukan hal yang mudah bagi kami,&rdquo; tutup Juan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Konfirmasi ke Pihak Penanggung Jawab</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya pada Senin (9/9) lalu, Kepala Sub Bagian Rumah Tangga, Rahardiono memberikan penjelasan. Menurutnya, tidak mungkin kegiatan mahasiswa digeser karena acara pernikahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau prosesnya sudah sesuai kenapa harus digeser. Kalau cuma sekadar <em>booking</em> enggak ada surat buat apa dijadwalkan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang kerap disapa Erwin ini juga menjelaskan bahwa proses turunnya surat sebenarnya tergantung pada pimpinan yang ada di tempat atau tidak. Selain itu, bagian rumah tangga hanya sebagai akhir proses surat, bukan pengajuan utama. Erwin kemudian memanggil salah satu stafnya yang bertugas mengurus proses peminjaman Auditorium Unmul, Saipul.</p><p style="text-align: justify;">Saipul kemudian membeberkan alasan kejadian. Diceritakan saat itu memang ada mahasiswa yang mengajukan kegiatan di tanggal 19-23 Oktober dan saat itu memang jadwal sedang kosong.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;&apos;Kalau kamu cepat bikin suratnya, ketika sudah turun bisa kita jadwalkan. Tapi tidak menutup kemungkinan jika kamu pulang hari ini ada surat orang lain yang masuk,&rsquo; saya sampaikan begitu,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah itu mereka masukan surat dan sudah berproses, kemudian dia follow-up. Ketika dia follow-up, saya sudah menjadwalkan orang sesuai dengan surat yang masuk,&rdquo; tambah Saipul.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat itu pihak lain yang ingin menggunakan Auditorium dengan keadaan surat yang sudah terdisposisi. Terlebih apabila yang memiliki hajatan adalah individu yang bekerja di Unmul serta mengerti birokrasi sehingga prosesnya lebih cepat. Saipul mengandaikan, apabila orang itu baru mau mengajukan, sudah tentu ia akan menolak dan mendahulukan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Saipul mengatakan telah berusaha semaksimal mungkin menjaga pengaturan jadwal penggunaan Auditorium agar tidak bertabrakan. karena semua orang berhak untuk menggunakannya. Apalagi saat ini penggunaannya telah dikomersilkan oleh Badan Layanan Umum (BLU).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berkaca dengan Kejadian Lalu</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya ada kejadian di mana mahasiswa yang ingin menggunakan Auditorium baru melakukan follow-up tiga bulan kemudian, yang kemudian pihaknya tidak bisa memberi akses peminjaman. Berkaca dari hal ini, Bagian Rumah Tangga Rektorat Unmul membuat peraturan.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, UKM universitas yang ingin menggunakan Auditorium harus membawa surat yang diketahui oleh Wakil Rektor III, pun demikian jika dari fakultas harus sepengetahuan Wakil Dekan III atau dekan fakultas. Jika tidak, pihaknya akan menolak, karena menganggap itu juga menjadi tanggung jawab birokrat kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jujur, menurut saya sebaiknya itu (Audit) digunakan untuk mahasiswa saja. Fahutan punya Gedung Bundar, Faperta pun demikian, tapi ujung-ujungnya lari ke sini semua. Coba sekali-kali masukin ke fakultas yang punya gedung,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Erwin juga menyinggung tentang aula Student Centre (SC) yang dikatakannya dimonopoli oleh salah satu UKM. Erwin mengaku telah memanggil pihak BEM KM dan meminta untuk mengumpulkan seluruh UKM universitas dan meminta untuk diajak berbicara terkait penggunaan Aula SC. Namun hal itu tidak dilkabulkan oleh BEM KM.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nah itu kan di bawah naungan WR III, harusnya kalian bisa melapor kalau kalian tidak bisa gunakan,&rdquo; keluh Erwin.</p><p style="text-align: justify;">Diakhir wawancara Erwin berharap agar setiap fakultas bisa memiliki gedung aula sendiri yang berguna, setidaknya untuk lima tahun ke depan. Ia mengakui bahwa selama ini Auditorium telah diserbu 14 fakultas dengan jumlah prodi yang sangat banyak.<strong> (<em>ann/sut/fqh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prestasi Dosen Unmul dalam Ritech Expo 2019 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prestasi-dosen-unmul-dalam-ritech-expo-2019/baca </link>
<guid> prestasi-dosen-unmul-dalam-ritech-expo-2019 </guid>
<pubDate> Fri, 13 Sep 2019 11:08:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Obat yang terbuat dari ikan air tawar berhasil meraih Grand Riset dari Kemenristekdikti. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prestasi-dosen-unmul-dalam-ritech-expo-2019/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lFL48ehhCd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Prestasi Dosen Unmul dalam Ritech Expo 2019</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Unmul kembali menunjukkan eksistensinya dalam bidang riset dengan turut serta dalam kegiatan Pameran Riset, Inovasi dan Teknologi (Ritech) Expo 2019 di Lapangan Puputan Margarana Renon, Denpasar, Bali pada 25-28 Agustus 2019. Pameran ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan menampilkan hasil riset dan inovasi di bidang teknologi.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini, tiga dosen Unmul dipercaya untuk mewakili kampus hijau dan memamerkan produk-produk unggulan hasil riset mereka. Produk tersebut yaitu obat ikan alami untuk pengendalian penyakit dan transportasi ikan air tawar yang terdiri dari Biostesi, Bioimun, 3 in 1 Bioimun dan Biofeed milik Esti Handayani Hardi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).</p><p style="text-align: justify;">Kemudian terdapat produk Herbal Mix yang merupakan aditif pakan unggas, mengandung bioaktif yang mampu meningkatkan pertumbuhan, produktivitas dan antibodi. Produk ini berbahan dasar tanaman lokal daun tahongai milik Dosen Fakultas Pertanian (Faperta), Julinda R. Manullang.</p><p style="text-align: justify;">Adapun produk terakhir yaitu Bedak Dingin Lolakng yang merupakan produk kecantikan berbahan dasar tumbuhan lokal hutan Kalimantan milik Enos Tangke Arung, dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan). Lolakng berasal dari bahasa Dayak Benuaq yang berarti &quot;cantik&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Produk-produk ini telah melalui riset mendalam serta uji coba yang panjang hingga layak untuk dikomersialkan. Ketiga dosen tersebut mendapat pendanaan dari program CPPBT (Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) dari Kemenristekdikti. Program CPPBT ini melakukan pendampingan terhadap produk tersebut sampai dapat dipasarkan secara masal.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mendobrak Pintu Obat-obatan Ikan Air Tawar</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>menemui Esti Handayani Hardi, salah satu yang ikut terlibat dalam Ritech Expo 2019 dengan produk obat-obatan ikan air tawar. Riset mengenai produk ini telah dikembangkan sejak 2013 hingga 2018. Karena riset ini, ia dan dan timnya berhasil mendapat &quot;Grand Riset&quot; dari Kemenristekdikti.</p><p style="text-align: justify;">Bermula dari riset tersebut, obat-obatan yang terdiri dari Biostesi, Bioimun, 3 in 1 Bioimun dan Biofeed ini mulai dikenal oleh masyarakat karena keunggulannya. Perbulannya, mereka dapat memproduksi sekitar 1000 botol dan memiliki pelanggan dari Kalimantan maupun daerah luar, seperti Sumatera, Jawa Tengah, Medan, Lampung, Tangerang dan Gorontalo. Harganya pun dibanderol seharga Rp25.000 per botol.</p><p style="text-align: justify;">Esti mengaku bahwa dirinya pernah mendapat tawaran dari salah satu perusahaan pakan asal Surabaya untuk memperoleh hak memproduksi hasil penelitiannya. Namun, ia menolaknya sebab riset ini ingin ia gunakan untuk kebanggaan instansi juga sarana studi bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya kan inginnya membesarkan nama Unmul. Selain itu, saya juga awalnya memiliki keinginan untuk membesarkan perikanan di Kalimantan Timur,&quot; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah mengembangkan riset dan menghasilkan sebuah produk yang mumpuni, ia melihat bahwa produk perikanan masih sangat kurang dilirik, bahkan dijadikan riset. Menurutnya, hal ini disebabkan karena mudahnya produk perikanan asal luar negeri masuk ke Indonesia dengan aplikasi yang mudah dan harga terjangkau.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Produk impor itu proses verifikasinya jelas, sementara produk yang dikembangkan di Indonesia sendiri agak susah (untuk didapat) karna biayanya mahal,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan berkembangnya produk perikanan, tentunya banyak tantangan serta hambatan yang memperlambat konsistensi riset tersebut. Disebutkan oleh Esti, dirinya mengaku cukup banyak menerima kesulitan selama mengembangkan hasil risetnya, seperti susahnya mendapatkan izin edar, di mana ketika ia ingin mendaftarkan produknya atas nama Unmul, namun matinya koperasi Unmul sebagai fasilitator menghambat pelaksanaan produk ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ngurus izin edar, itu beratnya minta ampun. Saya ada sampai 8 kali ngirim berkas balik. Apalagi untuk kita yang bukan industri. Yang pertama tadinya saya kekeh mau atas nama Unmul, ya kalau gitu<em>&nbsp;</em>pakai koperasi yang Unmul. Tapi koperasinya Unmul sudah mati,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga memaparkan bahwa produk ini menggunakan bahan alami, sehingga hasilnya fluktuatif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Risetnya itu yang harus diperkuat. Penelitian itu kan panjang. Kadang-kadang para peneliti itu enggak sabar. Karena <em>budget-</em>nya banyak loh. Tapi alhamdulillah, saya dibantu mahasiswa,&quot; tutupnya. <strong>(<em>len/zar/ffs/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wawan, Angkat Permasalahan Lingkungan hingga Berangkat ke Norwegia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wawan-angkat-permasalahan-lingkungan-hingga-berangkat-ke-norwegia/baca </link>
<guid> wawan-angkat-permasalahan-lingkungan-hingga-berangkat-ke-norwegia </guid>
<pubDate> Fri, 13 Sep 2019 11:17:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wawan, mahasiswa FKIP yang akan terbang ke Norwegia mengharumkan nama bangsa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wawan-angkat-permasalahan-lingkungan-hingga-berangkat-ke-norwegia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cV3cldlEsd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wawan, Angkat Permasalahan Lingkungan hingga Berangkat ke Norwegia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Meski kepergiannya masih menyisakan kehilangan, namun petuah BJ Habibie terus selalu terkenang dan menjadi penyemangat, terutama untuk generasi muda. Salah satunya yang pernah ia katakan, &ldquo;Tidak ada gunanya Anda IQ tinggi tapi pemalas, tidak memiliki disiplin dan tidak konsisten&rdquo;. Pesan ini seolah menjadi tamparan keras bagi kita untuk terus berkarya dan berprestasi. Seperti Muhammad Wawan Adisaputra, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang akan terbang ke Norwegia untuk mengharumkan nama bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang akrab disapa Wawan ini aktif di bidang lingkungan. Ia terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam kegiatan <em>Our Ocean Youth Leadership Summit</em> 2019 yang akan berlangsung dari 20 hingga 28 Oktober 2019, di Oslo ibu kota Norwegia. Kegiatan tersebut mempertemukan generasi muda di seluruh dunia untuk mendiskusikan permasalahan lingkungan, khususnya kemaritiman. Ditemui Rabu (11/9) lalu di gazebo Perpustakaan Unmul, mahasiswa Pendidikan Biologi ini berkenan membagikan ceritanya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya Wawan telah mengikuti seleksi nasional terlebih dahulu, yakni <em>Indonesian Youth Marine Debris Summit&nbsp;</em>2019. Dalam seleksi nasional tersebut, Wawan membawa isu seputar Bontang, yang menjadi kota kelahirannya. Ia memilih Pulau Beras Basah sebagai <em>p</em><em>ilot&nbsp;</em><em>p</em><em>roject</em>&ndash;nya. Salah satu program garapannya yang membuat juri nasional saat itu tertarik ialah &nbsp;Kapal <em>Ocean &nbsp;Warior</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Modelnya kayak <em>green peace</em>, kalau <em>green peace</em> kan <em>rainbow warrior</em>, kalau saya <em>ocean warrior</em><em>.&nbsp;</em>Jadi tugas<em>&nbsp;</em>kapal ini untuk mengangkut sampah dari Beras Basah ke darat, khusus kapal pengangkut sampah,&rdquo; ujar pria berkacamata ini.</p><p style="text-align: justify;">Motivasi Wawan untuk berani mengikuti kegiatan ini karena rasa penasarannya terhadap peserta terpilih dari Kalimantan Timur sebelumnya yang mempresentasikan permasalahan di Sungai Karang Mumus. &ldquo;Saya pengin tahu siapa sih delegasi di tahun 2017? Kan ini acaranya 2 tahun sekali. Saya aktif di Karang Mumus cuma masih saya cari, siapa yang bawa ini (permasalahan Karang Mumus) ke sana. Akhirnya Allah kasih jalan saya lolos, saya ketemu orangnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa angkatan 2016 ini mengaku bahwa ini pertama kalinya ia mengikuti agenda nasional dan langsung membawanya ke kancah internasional. Ia turut menyampaikan tujuan serta harapannya dengan mengikuti agenda internasional ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sih pengin jelasin konservasi penyu, soalnya kan ada aksi nasionalnya juga. Harapanya juga banyak wisatawan yang ke Bontang&rdquo; tutupnya. <strong><i>(</i></strong><strong><i>f</i></strong><strong><i>ir/</i></strong><strong><i>r</i></strong><strong><i>en</i></strong><strong><i>/adl</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PB Djarum vs KPAI, Konflik Sepele yang Berakhir Damai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pb-djarum-vs-kpai-konflik-sepele-yang-berakhir-damai/baca </link>
<guid> pb-djarum-vs-kpai-konflik-sepele-yang-berakhir-damai </guid>
<pubDate> Sat, 14 Sep 2019 10:53:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertentangan KPAI terhadap audisi bulu tangkis milik PB Djarum. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pb-djarum-vs-kpai-konflik-sepele-yang-berakhir-damai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TdUMYvn6H8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PB Djarum vs KPAI, Konflik Sepele yang Berakhir Damai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu (7/9), Audisi Umum PB Djarum Beasiswa Bulu Tangkis tidak akan lagi menggelar kompetisi di tahun 2020, dan menggelar audisinya terakhir di tahun ini. Hal ini dikarenakan tuntutan KPAI yang menganggap bahwa PB Djarum melalukan eksploitasi terhadap anak. Karena tuduhan tersebut, banyak netizen dan pecinta bulu tangkis Indonesia geram dan mem-<em>bully</em> KPAI lantaran tuduhan eksploitasi anak terhadap PB Djarum selaku pemegang audisi tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">Banyak yang mendukung PB Djarum mempertahankan audisi yang telah lama diselenggarakan, sebab audisi ini berhasil membawa anak-anak Indonesia memperoleh prestasi baik nasional maupun internasional setiap tahunnya. Tentu saja banyak yang ingin ikut audisi ini dengan tujuan untuk memperoleh prestasi melalui bulu tangkis.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana perjalanan audisi ini bisa melahirkan atlet anak-anak berprestasi di bulu tangkis? Pada 2006, PB Djarum mulai menggelar pencarian bakat bulu tangkis anak dengan menyelenggarakan audisi beasiswa bulu tangkis bernama Audisi Umum PB Djarum Beasiswa Bulu Tangkis. Dengan audisi ini, PB Djarum mencari bibit-bibit muda pemain bulu tangkis dari seluruh Indonesia dan akan diseleksi untuk meraih Djarum Beasiswa Bulu Tangkis yang digelar setiap tahun.</p><p style="text-align: justify;">Audisi ini mulai banyak peminatnya lantaran akan ada beasiswa apabila salah satu di antara kontestan tersebut berhasil menjuarainya. Audisi beasiswa bulu tangkis ini cukup terbilang sukses untuk membawa anak-anak Indonesia menjadi atlet bulu tangkis profesional di masa depan, terutama mereka yang berhasil mendapatkan beasiswa dari PB Djarum tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Apabila mereka menang dan mengikuti kejuaraan nasional maupun internasional, maka PB Djarum akan membiayainya serta akan ada akomodasi untuk membantu para atlet anak-anak menjadi profesional seperti atlet bulu tangkis kita yang selalu mendapat prestasi. Hal ini membuat anak-anak di Indonesia berlomba dan mendaftar untuk menjadi atlet bulu tangkis terbaik binaan PB Djarum.</p><p style="text-align: justify;">Audisi Beasiswa Bulu Tangkis Djarum pada awalnya dilaksanakan di Kudus, namun untuk audisi di tahun-tahun berikutnya resmi digelar di beberapa kota lain agar mereka tidak harus ke Kudus untuk mengikuti audisi tersebut. Tetapi final audisi ini tetap dilaksanakan di Kudus.</p><p style="text-align: justify;">Setelah beberapa tahun PB Djarum sukses menggelar Audisi Beasiswa Bulu Tangkis, KPAI yang seyogyanya melindungi anak dari kekerasan justru mengkritik audisi ini lantaran ada unsur dugaan eksploitasi anak, yaitu adanya sponsor rokok yang di baju yang mereka gunakan untuk mempromosikan rokok. Melihat hal ini, KPAI menilai PB Djarum melanggar aturan.</p><p style="text-align: justify;">PB Djarum mendapat tuntutan dari KPAI lantaran dugaan eksploitasi anak dan KPAI juga menyurati PB Djarum untuk meminta menghentikan audisi lantaran mengandung unsur eksploitasi anak. PB Djarum berusaha memenuhi tuntutan dari KPAI, namun tuntutan KPAI yang terlalu tinggi membuat PB Djarum memutuskan menghentikan audisi yang sudah lama diselenggarakan, dan audisi yang dijalankan tahun ini menjadi yang terakhir bagi PB Djarum.</p><p style="text-align: justify;">Mendengar keputusan itu, banyak netizen dan pecinta bulu tangkis yang memburu akun <em>Instagram</em> KPAI yang diduga menuntut PB Djarum menghentikan Audisi Beasiswa Djarum Bulu Tangkis tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Netizen, pecinta bulu tangkis, dan beberapa legenda dan pemain bulu tangkis berupaya membela dan membuktikan audisi yang dilakukan oleh PB Djarum tidak mengandung eksploitasi anak. <br><br>KPAI dalam hal ini terbukti melakukan sebuah kesalahan &nbsp;dan melakukan intervensi &nbsp;kepada PB Djarum yang di mana KPAI menuding organisasi tersebut tanpa adanya bukti yang kuat. Apabila tudingan KPAI yang tanpa bukti kuat ini membuat PB Djarum menghentikan audisinya, dapat dipastikan KPAI sudah melakukan kesalahan fatal dalam melakukan tugasnya sebagai lembaga perlindungan anak. Dan juga generasi bulu tangkis di Indonesia bisa merosot apabila hal ini terjadi.<br><br>Melihat pertikaian antar kedua kubu makin memanas, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) turun tangan dengan menyurati KPAI terkait tuduhan terhadap PB Djarum. Kemenpora juga berupaya melakukan mediasi antara PB Djarum dengan KPAI untuk mencari solusi agar hal ini cepat selesai. Proses mediasi ini dibantu oleh pengurus besar Persatuan Bulu Tangkis se-Indonesia (PBSI). <br><br>Selama proses mediasi, Kemenpora dan PBSI berhasil membuat KPAI dan PB Djarum sepakat berdamai dan tidak akan melanjutkan masalah ini. Kemudian, KPAI mencabut surat permintaan pemberhentian audisi kepada PB Djarum.<br><br>PB Djarum akhirnya bisa kembali menyelenggarakan audisi, namun nama audisinya diubah menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis tanpa menggunakan logo, merek dan <em>brand image</em> dari Djarum. Kembalinya audisi ini, membuat netizen dan sebagian masyarakat Indonesia bersyukur karena mereka bisa mendaftarkan putra dan putrinya untuk mendapatkan beasiswa bulu tangkis dari PB Djarum untuk ke depannya.<br><br>Kejadian ini menjadi pelajaran untuk KPAI sendiri. Sebagai lembaga yang berfokus melindungi anak, harusnya apabila ada masalah yang mengandung unsur eksploitasi anak, dapat menyelidiki lebih teliti serta memiliki bukti yang kuat dan tidak langsung menduga tanpa adanya bukti yang kuat. Beruntung masalah ini bisa diselesaikan secepat mungkin dan semoga tidak lagi terjadi masalah yang serupa.<br><br><strong><em>Ditulis oleh Andi Muhammad Rifky, mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Puisi Cenderawasih Untuk Kaum Beradab </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/puisi-cenderawasih-untuk-kaum-beradab/baca </link>
<guid> puisi-cenderawasih-untuk-kaum-beradab </guid>
<pubDate> Sat, 14 Sep 2019 12:11:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi tentang keresahan Papua dan sikap rasis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/puisi-cenderawasih-untuk-kaum-beradab/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8zXGScBTEk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Puisi Cenderawasih Untuk Kaum Beradab</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Baris hujan berjejeran,</span></p><p>Menusuk kalbu cenderawasih.</p><p>Kabut pagi merambat ke seluruh pelosok negeri. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p>Pagi itu, cenderawasih risau, gelisah.</p><p><br></p><p>Tubuh cenderawasih seperti disergap hujan peluru,</p><p>Darah pun tertabur, di atas perut bumi cenderawasih.</p><p>Hatiku meronta ingin berteriak untuk mereka kaum beradab</p><p>Sebab ada janji setia yang di cabik-cabik</p><p>Mereka mengaku beradab tapi tak mengerti adat</p><p><br></p><p>Hei&hellip;&hellip;Kaum beradab</p><p>Mutiara hitam yang kau sanjung</p><p>Cenderawasih cantik yang kau cintai</p><p>Pegunungan emas yang kau gali</p><p>Kini kau caci maki</p><p><br></p><p>Hei&hellip;..Kaum <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">beradab</span></p><p>Papua yang terlahir dari rahim beradat dan bermartabat</p><p>Tidak layak kau sandingkan dengan monyet</p><p><br></p><p>Hei&hellip;&hellip;..Ka<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">um beradab</span></p><p>Bukankah ibu kita itu satu</p><p>Lalu mengapa,</p><p>Harus ada yang ditirikan?&nbsp;</p><p><br></p><p>Hei&hellip;..Kaum <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">beradab</span></p><p>Bhineka Tunggal Ika yang kau teriakan</p><p>Itu untuk apa?</p><p>Itu &nbsp;untuk siapa?</p><p>Sebab yang terdengar di telingaku, bukan itu</p><p>Tapi boneka tunggal tawa</p><p><br></p><p>Teriris lagi luka itu</p><p>Sebab hanya anak cenderawasih yang teriak mengemis</p><p>Anak-anak burung lain hanya diam membisu tak bersiul</p><p>Tapi mengaku anak burung,</p><p>Miris..</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Farhan Namapaji, mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan, FPIK 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pilihan Tak Terpilih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pilihan-tak-terpilih/baca </link>
<guid> pilihan-tak-terpilih </guid>
<pubDate> Sun, 15 Sep 2019 12:04:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi diri yang mencari wujud. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pilihan-tak-terpilih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lrwsYaLJv1.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pilihan Tak Terpilih</h1>
			              </header>
			              <p>Berbohong pada kata.</p><p>Namun tidak pada wujud.</p><p>Tak tersentuh, terlalu jauh, tenggelam pada ekspektasi.</p><p>Sudah dikatakan secukupnya, masih saja meliar.</p><p>Berpikir&hellip; sudah, wujud sudah menarik diri.</p><p>Yang pergi meninggalkan lara.</p><p>Kalau saja wujud tidak lekas pergi, diri akan selalu dalam halusinasi.</p><p>Wujud sedang berbahagia, diri sedang menerima.</p><p>Ikhlas tidak ikhlas, lebih baik rasanya.</p><p>Sebab, manusia bersifat dinamis, dan kamu selalu manis.</p><p>Tenang, diri hanya sedang bertransisi pada adaptasi.</p><p>Akan kembali dengan cepat, secara pulih.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Syalma Namira, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2017.&nbsp;</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mulfest dan Mulgames 2019 Resmi Dibuka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mulfest-dan-mulgames-2019-resmi-dibuka/baca </link>
<guid> mulfest-dan-mulgames-2019-resmi-dibuka </guid>
<pubDate> Sun, 15 Sep 2019 12:28:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mulawarman Festival dan Mulawarman Games 2019 resmi dibuka dan digelar secara serentak pada hari Sabtu (14/9). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mulfest-dan-mulgames-2019-resmi-dibuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2SSnuqslJm.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Mulfest dan Mulgames 2019 Resmi Dibuka</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Acara tahunan Unmul yakni Mulawarman Festival (Mulfest) dan Mulawarman Games (Mulgames) 2019 resmi dibuka dan digelar secara serentak pada hari Sabtu (14/9) melalui <em>grand opening</em> yang diselenggarakan pada malam hari di GOR 27 September. Ada yang berbeda dari perhelatan Mulfest tahun ini, jika tahun sebelumnya perlombaan olahraga masuk dalam Olimpiade Mulawarman, tahun ini menjadi Mulawarman Games.</p><p style="text-align: justify;">Acara pembukaan ini dihadiri oleh perwakilan birokrat Unmul, dekan dari beberapa fakultas, Presiden dan Wakil Presiden BEM KM, perwakilan-perwakilan UKM se-Unmul, pimpinan/perwakilan BEM fakultas serta para peserta dari fakultas masing-masing. Semua peserta acara datang ikut memeriahkan serta mendukung peserta lomba yang siap berlomba di Mulfest dan Mulgames 2019 selama satu bulan ke depan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Grand opening</em> dibuka dengan tarian khas Dayak dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan Mars Unmul. Setelah itu sambutan oleh Ketua Panitia Dwi Cahyo, Presiden BEM KM Unmul 2019 Febri Abdul Haminudin, dan juga perwakilan birokrat yakni Wakil Rektorat III Encik Akhmad Syaifudin. Selanjutnya penyerahan obor dari ketua panitia kepada BEM KM Unmul lalu diserahkan kepada perwakilan birokrat untuk memulai perhelatan Mulfest dan Mulgames 2019.</p><p style="text-align: justify;">Setelah resmi dibuka, para kontingen yakni peserta dari fakultas masing-masing datang untuk memperkenalkan anggota kontingen fakultas mereka yang siap berlomba dan berusaha semaksimal mungkin. Acara pembukaan semakin seru dan menarik dengan yel-yel semangat dari kelompok masing-masing kontingen yang berusaha menarik perhatian peserta lain maupun perwakilan yang datang ke acara ini.</p><p style="text-align: justify;">Acara ditutup dengan penampilan dari UKM Band dengan menyanyikan beberapa lagu yang membuat acara semakin seru dan meriah ditambah dengan para peserta yang turun ke tengah GOR 27 dan ikut serta meramaikan hingga akhir acara.</p><p style="text-align: justify;">Fakultas Kehutanan sukses mencuri perhatian peserta undangan karena solidaritas, kreativitas, dan kekompakan mereka sebagai <em>supporter</em> dalam mendukung peserta lomba dari Fakultas Kehutanan yang akan mengikuti perlombaan tahunan ini.</p><p style="text-align: justify;">Mulfest dan Mulgames dimulai menjelang dies natalis Unmul yang ke 57. Dengan dimulainya acara tahunan ini, maka perlombaan dan kegiatan sudah mulai dilaksanakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Cahyo menjelaskan jika setiap fakultas masing-masing membentuk kontingen dan dibedakan. Ia membedakan seperti kontingen per masing-masing daerah yang ada di Pekan Olahraga Nasional (PON).</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap Mulfes dan Mulgames bisa dihadiri oleh perwakilan peserta dari 14 fakultas, namun yang hadir hanya sebagian dari keseluruhan perwakilan fakultas yang ada di Unmul. Cahyo menjelaskan bahwa ia dan tim panitia sudah menghubungi fakultas untuk datang ke acara pembukaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita dari panitia sendiri sudah mencoba untuk menghubungi, mengajak semua fakultas untuk dapat hadir pada acara <em>grand opening</em> pada malam ini, cuman ada beberapa fakultas yang ada acara pada malam ini. Jadi ada fakultas yang tidak sempat hadir,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mulfest dan Mulgames 2019 diselenggarakan mulai dari tanggal 14 September hingga 14 Oktober mendatang. Perlombaan untuk Mulgames ada tiga jenis perlombaan, antara lain olahraga (futsal, catur, <em>basketball, volleyball</em>, sepak takraw, tenis meja, <em>petanque</em>, <em>e-sport</em>, dan bulu tangkis), seni (akustik, band, film pendek, tari kreasi Nusantara, <em>stand up comedy</em>, paduan suara dan fotografi) dan sains (Debat, essay, karya tulis ilmiah, orasi, pidato). Apabila salah satu fakultas berhasil menjadi juara umum di Mulfest dan Mulgames tahun ini, maka akan mendapatkan piala rektorat pada <em>closing ceremony</em> nanti.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk Mulfest akan mengadakan perlombaan nasional yakni lomba Debat Nasional dan Essay Nasional. Selain itu Mulfest juga menghadirkan rangkaian kegiatan lain yakni bazzar, <em>job fair,&nbsp;</em>serta pameran tiap fakultas, lembaga dan instansi serta acara seminar nasional yang juga digelar selama Mulfest berlangsung. <em><strong>(amn/ubg/els)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KOPI: Merancang Pemimpin Masa Depan Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/kopi-merancang-pemimpin-masa-depan-kaltim/baca </link>
<guid> kopi-merancang-pemimpin-masa-depan-kaltim </guid>
<pubDate> Mon, 16 Sep 2019 11:46:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan kegiatan KOPI. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/kopi-merancang-pemimpin-masa-depan-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2fq0tp9z1l.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KOPI: Merancang Pemimpin Masa Depan Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setiap individu memilki potensi kepemimpinan. Tentunya dengan kapasitas masing-masing. Potensi tersebut harus terus diasah agar mencapai titik maksimal atau idealnya seorang pemimpin.</span></p><p style="text-align: justify;">Sabtu (14/9) lalu, Komunitas Pemuda Inspiratif (KOPI) berkolaborasi dengan BEM FEB Unmul dalam menggelar seminar. &nbsp;Bertajuk <em>Mulawarman Future Leaders&nbsp;</em>dengan tema &ldquo;<em>Rise Our Passion to be a Powerfull Leader for Indonesia</em>&rdquo;, kegiatan ini bukan hanya diisi dengan seminar, namun sekaligus agenda pelantikan kepengurusan KOPI yang dilantik oleh Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Muyadi.</p><p style="text-align: justify;">Acara tersebut dihadiri oleh pemuda dari berbagai fakultas Unmul maupun di luar, seperti Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Muhammadyah Kalimantan Timur (UMKT) dan lain-lain. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh M. Reza Munandar selaku Gubernur BEM FEB Unmul, disambung dengan sambutan dari Wakil Rektor III Encik Ahmad Syaifudin sekaligus membuka acara.</p><p style="text-align: justify;">Acara kemudian masuk ke bagian inti, yakni seminar. Menghadirkan para pembicara luar biasa. Para peserta nampak antusias mendengarkan materi yang disampaikan. Pembicara pertama oleh Mujahid, pembicara kedua oleh Murtaza Azizah Khalish, kemudian Iqsan. Ketiga pembicara tersebut memiliki latar belakang yang berbeda namun tidak beda dalam prestasi yang sama-sama luar biasa.</p><p style="text-align: justify;">Setelah materi pertama selesai, panitia menyediakan hiburan yakni <em>solo vocal&nbsp;</em>dengan menyanyikan lagu wajib nasional. Sesi hiburan ini dilaksanakan sembari menunggu kedatangan Hadi Mulyadi. Setelah hiburan selesai, untuk mengefektifkan waktu, KOPI pun memperkenalkan sosoknya terhadap peserta yang ada sebelum akhirnya Hadi tiba dan dilakukan pelantikan kepengurusan sekaligus pengesahan berdirinya KOPI. Sebelum meninggalkan ruangan, Hadi menyampaikan motivasinya kepada para peserta agar bisa menjadi pemimpin yang baik dan unggul. Setelah itu, panitia menyediakan ishoma bagi para peserta.</p><p style="text-align: justify;">Hari sudah semakin siang. MC mengajak para peserta untuk bermain gim. Gim ini berhasil membuat peserta kembali semangat dan semakin antusias mendengarkan materi selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat diwawancari oleh <em>Sketsa</em>, Norman Iswayudi selaku Presiden KOPI, komunitas ini merupakan wadah bagi pemuda agar dapat mengembangkan potensinya, yang ke depannya diharapkan dapat terlahir menjadi pemimpin-pemimpin yang unggul dari Kalimantan Timur. Ia pun mengajak para pemuda yang ingin bergerak membangun bangsa dan negeri agar bisa bergabung dalam KOPI.</p><p style="text-align: justify;">Norman juga menyampaikan bahwa ia berharap dengan adanya acara ini yang menghadirkan pembicara dari berbagai bidang seperti politik, akademisi dan <em>entrepreneur</em> akan membuka pemikiran peserta yang hadir agar termotivasi untuk menjadi seorang pemimpin yang unggul di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya sih, teman-teman nantinya bisa menjadi pemimpin unggul yang lahir dari Kaltim. Seperti yang tadi kan ada pembicara yang mengupas dari segi politik, akademisi dan &nbsp;<em>entrepreneur</em>. Karena selama ini kita lihat, kebanyakan pemimpin-pemimpin itu asalnya dari Jawa. Tapi kita harapannya nanti ke depannya pemimpin-pemimpin juga ada yang dari Kaltim&rdquo;, jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja acara ini adalah acara yang memompa tekat dan niat kita agar menjadi pemuda yang kritis, kreatif dan analis. Khususnya mahasiswa, yang rugi jika semasa kuliahnya hanya kuliah pulang saja namun tidak ada kegiatan eksternal yang diikuti. Namun tidak selamanya semua kegiatan itu sesuai dengan kita. Maka dari itu, kita harus bisa memilih yang mana yang bermanfaat bagi masa depan kita, khususnya dalam menunjang pencarian jati diri dan pengasah kemampuan. <strong><em>(BIP/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Maba FKM Kritik Isu Kenaikan Tarif BPJS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-maba-fkm-kritik-isu-kenaikan-tarif-bpjs/baca </link>
<guid> aksi-maba-fkm-kritik-isu-kenaikan-tarif-bpjs </guid>
<pubDate> Mon, 16 Sep 2019 12:42:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa mahasiswa baru FKM melakukan aksi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-maba-fkm-kritik-isu-kenaikan-tarif-bpjs/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MX9gvqH6UW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Maba FKM Kritik Isu Kenaikan Tarif BPJS</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA</strong> - Usulan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait kenaikan tarif iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjadi polemik, khususnya masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Merespons isu tersebut, BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) melancarkan aksi, bertempat di persimpangan GOR 27 September Minggu (15/9) kemarin.</p><p>Aksi yang dilakukan siang itu merupakan salah satu program dari agenda SKIN (Skill Individual Action) yang bertujuan untuk melatih kepemimpinan mahasiswa baru (maba). Aksi yang dilakukan BEM FKM Unmul ini juga menggaet mahasiswa baru. Sebab melalui langkah ini, diharapkan maba akan mengerti bahwa pelayanan kesehatan Indonesia memiliki banyak permasalahan.</p><p>&quot;Aksi untuk BPJS belum, jadi kami ingin mencoba pergerakan terkait BPJS dibuka dengan agenda hari ini. Biarlah adik-adik mahasiswa baru ini paham bahwa Indonesia saat ini kesehatannya masih banyak permasalahan, ujar Bayu Rosandy Gubernur BEM FKM Unmul.</p><p>Sebelum turun aksi, maba FKM sebelumnya telah diberikan pembekalan melalui Focus Group Discussion (FGD) terkait BPJS. &quot;Kemarin teman - teman maba dibekali untuk FGD terkait BPJS. Jadi mereka sudah membaca dulu sebelum aksi, tadi pagi ada materi manajemen aksi , jadi siang ini langsung kita turunkan, jelas Bayu saat ditemui usai aksi kemarin.</p><p>Melalui aksi ini, Bayu berharap solusi yang nantinya diberikan pemerintah tidak menimbulkan permasalahan baru. Menurutnya, solusi yang diberikan saat ini justru makin memberatkan masyarakat ke depannya. Padahal pemerintah seharusnya mampu mengontrol masyarakat untuk membayar premi tiap bulannya.</p><p>&quot;Menurut data yang membayar (premi) secara terus-menerus hanya 53 persen dari peserta keseluruhan BPJS, bisa jadi defisitnya karena itu.&quot;</p><p>Aksi isu BPJS tidak berhenti sampai disini, ke depannya isu ini akan disampaikan ke Aliansi Garuda Mulawarman, untuk pergerakan lebih lanjut. Terkait isu BPJS ini juga, pihak internal Aliansi Segitiga Kesehatan di Unmul, yakni FKM bersama Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi sebenarnya sudah ingin melakukan pergerakan. Namun hingga kini masih belum menemukan kesepakatan, sehingga pergerakan dilakukan oleh masing-masing fakultas yang tergabung dalam aliansi tersebut. <strong><em>(kus/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Buntu KPK Raih Kekuatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-buntu-kpk-raih-kekuatan/baca </link>
<guid> jalan-buntu-kpk-raih-kekuatan </guid>
<pubDate> Wed, 18 Sep 2019 13:00:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi pelemahan KPK </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-buntu-kpk-raih-kekuatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sgH1lMxecU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Buntu KPK Raih Kekuatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;Apakah pembicaraan tingkat dua, pengambilan keputusan RUU tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dapat disetujui untuk disahkan menjadi UU?&quot; tanya Fahri di ruang rapat paripurna DPR.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setuju,&quot; jawab anggota DPR serempak, dikutip dari <em>Tirto.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Bunyi ketuk palu menandai telah diresmikan Rancangan Undang-undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Undang-Undang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dilansir dari Tirto.id, peresmian tersebut dilakukan melalui Sidang Paripurna DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, Selasa (17/9).</p><p style="text-align: justify;">Sebelum pengedahan menjadi UU, Badan Legislasi DPR RI, Supratman Andi telah membacakan pembahasan revisi UU KPK. Didapati tujuh fraksi yang menerima tanpa adanya revisi, yaitu PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, PPP, dan PAN.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dua fraksi lainnya dari Gerindra dan PKS menyatakan tidak sependapat, namun mereka memberikan catatan terhadap poin Dewan Pengawas yang dipilih langsung oleh Presiden. Karena siapa yang mengisi posisi tersebut harus melakukan <em>Fit and Proper Test</em>, hanya Demokrat yang belum memberikan pendapat.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>CNN Indonesia</em>, UU Nomor 30 Tahun 2000, mengenai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah diresmikan oleh Anggota Dewan. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly sebagai perwakilan Pemerintah, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo setuju dengan revisi kedua dari undang-undang tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Awal Keramaian dan Revisi Pasal</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebelum ditetapkan menjadi Undang-undang, ramai pemberitaan revisi Undang-undang KPK. Bahkan pergantian pemimpin KPK juga turut menyita perhatian publik. Hal ini disebabkan kontroversi dari masing-masing calon ketua KPK yang dinilai tidak layak memimpin karena teganjal pelanggaran kode etik, yang bisa pengaruhi kinerja KPK ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>Tirto.id</em>, pada (5/9) dalam rapat Paripurna, anggota DPR menyetujui adanya revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002. Dihadiri sekitar 70 orang dari 560 total jumlah anggota DPR RI periode 2014-2019. Para perwakilan dari masing-masing fraksi kemudian menyampaikan pandanganya. Mayoritas menyetujui semua paparan dari sepuluh fraksi, total waktu yang dihabiskan sekitar 20 menit.</p><p style="text-align: justify;">Adapun beberapa pasal yang direvisi pertama, pegawai KPK tidak lagi independen dan statusnya akan berubah seperti yang tercantum dalam Pasal 1 angka 7 dan Pasal 24 ayat 2 dan 3. Akibtanya pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (P3K). Hal ini kemudian dapat menghilangkan independensi KPK dalam bertugas karena akan berpengaruh terhadap kenaikan pangkat, pengawasan, hingga mutasi.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, mengenai izin yang harus diterima oleh Dewan Pengawas yang dibentuk oleh Presiden dengan bantuan DPR. Ketika KPK sedang melakukan penyadapan, penyitaan, hingga penggeledahan, seperti tercantum dalam pasal 12 B &amp; C dan 37 B &amp; E. Maka ruang gerak bakal dibatasi, misalnya penyadapan yang didasari oleh <em>lawful Interception</em> sesuai standar Eropa, dan harus mendapatkan izin dari Dewan Pengawas.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, penyidikan hanya boleh berasal dari Kepolisian, PPNS, dan Kejaksaan yang tercantum pada Pasal 43-43A dan Pasal 45-45A. Biasanyan perekruktan anggota berasal dari beragam latar belakang, agar mengurangi konflik kepentingan yang berujung indikasi penyidik tidak independen.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, ketika melayangkan tuntutan, KPK harus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung. Tercantum pada Pasal 12A, akibatnya dalam proses penuntutan harus mendapat izin dari Kejaksaan Agung.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, hilangnya kriteria penanganan kasus korupsi yang meresahkan publik. Pada pasal 11, kasus yang bisa diproses apabila mengalami kerugian sebesar Rp1 miliar. Padahal dalam penanganan kasus sebelumnya kerugian negara hanya terbatas pada Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor. Artinya untuk penanganan suap akan sulit dijalankan KPK.</p><p style="text-align: justify;">Keenam, KPK dapat menyudahi penyidikan dan penuntutan jika sudah melewati batas waktu satu tahun, sepertitertuang dalam Pasal 40. Apabila dihentikan, maka akan mencoreng integritas lembaga, serta dapat menimbulkan kesan adanaya tebang pilih dalam satu kasus.</p><p style="text-align: justify;">Selain UU yang telah diresmikan, nama Ketua KPK yang baru terpilih menjadi sorotan. Irjen Firli Bahuri dipertanyakan kelayakannya menjadi Ketua KPK. Karena beberapa catatan hitam yang dimiliki KPK. Dia saat ini masih menjabat di Kapolda Sumatra Selatan.</p><p style="text-align: justify;">Kontroversi yang dilakukan adalah ketika bertemu dengan Muhammad Zainul Madji, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Saat itu Zainul sedang diselidiki oleh KPK terkait kasus di PT Newmont. Firli mengakui kejadian tersebut dan dirinya sempat diperiksa oleh Pengawas Internal (PI) KPK, namun dia merasa tiada kode etik yang dilanggar.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu pelangaraan lain yang dilakukan oleh Firli yaitu pertemuanya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri. Serta pertemuannya dengan saksi kasus suap Perimbangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.<strong>&nbsp;(<em>mer/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Garda Mulawarman Desak Pemerintah Serius Tangani Karhutla </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/garda-mulawarman-desak-pemerintah-serius-tangani-karhutla/baca </link>
<guid> garda-mulawarman-desak-pemerintah-serius-tangani-karhutla </guid>
<pubDate> Wed, 18 Sep 2019 13:08:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa aksi sambangi Kantor Gubernur Kaltim, mendesak pemerintah tegas sikapi karhutla. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/garda-mulawarman-desak-pemerintah-serius-tangani-karhutla/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IaFKjRoroy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Garda Mulawarman Desak Pemerintah Serius Tangani Karhutla</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan menjadi ancaman besar, terlebih Kalimantan yang dijuluki sebagai paru-paru dunia. Alih-alih berkurang, karhutla khususnya di Kalimantan Timur tiap tahunnya bahkan selalu meningkat. Hal ini dapat diamati berdasarkan data Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI. Dalam kurun 8 bulan terakhir, tercatat luas karhutla pada Januari-Agustus 2019 mencapai 6.715 Ha.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentunya membawa sejumlah kerugian. Salah satunya dalam aspek pendidikan, beberapa sekolah di Berau terpaksa diliburkan. Sedangkan di Paser, sekolah ditunda hingga pukul 9 menunggu kabut asap mulai mereda. Berangkat dari keresahan, Fakultas Kehutanan (Fahutan) menginisiasikan untuk melakukan kajian berupa diskusi kecil bersama beberapa dosen serta konsolidasi untuk menyatukan seluruh pemikiran, untuk kemudian dibawa melalui aksi yang dilakukan Garda Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Selasa (17/9) pagi, sekitar pukul 09.00 Wita, rombongan massa aksi yang terdiri lebih dari seratusan mahasiswa bergerak menyerukan aksi selamatkan paru-paru dunia. Aksi tersebut diawali dengan longmarch dari Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur Kaltim sebagai titik aksi dan dilanjutkan dengan orasi. Ada empat tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut, pertama menuntut pemerintah Kaltim untuk mentransparansikan data karhutla. Kedua, menuntut pemerintah memberikan sanksi administrasi kepada pihak yang dengan sengaja membakar hutan dan mentransparansikan proses hukum. Ketiga, mendesak pemerintah untuk menuntaskan karhutla. Terakhir, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Aksi digelar hingga sekitar pukul 13.00 Wita. Melalui Muhammad Fathur Rahmat, selaku koordinator lapangan (korlap) aksi, ia menyebut pihak dari Kantor Gubernur Kaltim saat itu seolah-olah enggan untuk melakukan audiensi. &quot;Mereka terus mengulur waktu, berharap kami bisa pulang. Sampai akhirnya dapat masuk audiensi sebanyak 15 orang yang diwakili pemimpin dari tiap lembaga,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi dilakukan selama satu jam di dalam Kantor Gubernur antara Garda Mulawarman bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kehutanan (Dishut). Dalam forum tersebut, dihasilkan surat kontra politik dan komitmen sebagai MoU yang telah ditandatangi oleh semua peserta audiesi</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemerintah wajib memenuhi tuntutan yang kami berikan 7X24 jam. Sebab tadi Gubernur Kaltim sedang tidak ada di tempat. Maka kami memutuskan untuk menunggu hari di mana audiensi kedua akan dilakukan.<strong><em>&nbsp;(dyh/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Revisi UU KPK, Dosen Unmul: Kami Menolak! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/revisi-uu-kpk-dosen-unmul-kami-menolak/baca </link>
<guid> revisi-uu-kpk-dosen-unmul-kami-menolak </guid>
<pubDate> Wed, 18 Sep 2019 13:12:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sesi foto bersama setelah diskusi penolakan revisi UU KPK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/revisi-uu-kpk-dosen-unmul-kami-menolak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xSOjFxCDl2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Revisi UU KPK, Dosen Unmul: Kami Menolak!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Jumat (13/9) sore, suasana Aula Lantai 3 Gedung B Fakultas Hukum (FH) dipenuhi oleh beberapa mahasiswa dan dosen yang mayoritas mendukung penolakan revisi UU KPK. Mereka hadir dalam acara yang bertajuk Diskusi Publik dan Pernyataan Sikap: Dosen Unmul Menolak Revisi UU KPK, dimulai sekitar pukul 14.20 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi ini juga menghadirkan tiga pembicara sekaligus dari Koalisi Dosen Unmul Peduli KPK, di antaranya Guru Besar FISIP Aji Ratna Kusuma, akademisi FH Herdiansyah Hamzah, dan perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim Pradarma Rupang. Acara kemudian dibuka dengan sambutan oleh Dekan FH Mahendra Putra Kurnia, sekaligus membuka sesi pembahasan dan diskusi.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pemaparan sejarah awal terbentuknya KPK dan kinerjanya hingga kini oleh Ratna, dilanjutkan pemaparan oleh Castro&mdash;sapaan akrab Herdiansyah. Menurutnya, konsep dewan pengawas di KPK sangat dipertanyakan, sebab dinilai menghalangi kinerja KPK yang akan melaksanakan tugas tangkap tangan para koruptor.</p><p style="text-align: justify;">Tambahnya, KPK adalah lembaga independen yang juga diawasi oleh badan yudisial, seharusnya DPR menguatkan sistem pengawasan dan bukannya membentuk dewan pengawas yang sejatinya adalah non struktural.</p><p style="text-align: justify;">Castro juga mencurigai adanya ketidaksukaan dalam kerja KPK saat ini, hingga UU KPK harus dirombak dengan Undang-undangan yang dinilai melenceng dari kinerja KPK yang sebelumnya telah efektif. Ia juga menyayangkan perihal info 10 fraksi partai politik yang menyepakati RUU KPK.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjut oleh Rupang, ia menyebut kinerja DPR dalam RUU KPK ini dianggap sebagai gangguan, dan beberapa kinerja DPR RI dikecam. Dari sisi masyarakat, Rupang menjelaskan alasan Kaltim harus menjaga tradisi kerja KPK karena sebelumnya KPK berhasil meringkus kasus KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) oleh tiga bupati dan satu gubernur di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, Rupang menilai kinerja KPK sudah cukup efektif dalam mengurangi persentase korupsi di Indonesia. Walau KPK tidak memiliki anak cabang di daerah-daerah namun kinerja KPK sudah menjamah ke plosok daerah.</p><p style="text-align: justify;">Selain penyampaian dari para pembicara, ada pula selebaran petisi berisi pernyataan sikap dari Koalisi Dosen Unmul Peduli KPK yang dibagikan kepada peserta diskusi. Tak hanya pernyataan sikap saja, di lembaran tersebut juga tercantum nama-nama 115 dosen di Unmul yang berasal dari beberapa fakultas yang mendukung penolakan RUU KPK. Selain itu, ada pula pengumpulan tanda tangan dengan tujuan mendukung penolakan RUU KPK di atas spanduk putih yang terbentang di bawah panggung.</p><p style="text-align: justify;">Saat sesi diskusi dimulai, antusias peserta mulai membara. Terlihat dari salah satu peserta yang berasal dari kalangan dosen yang berorasi menyetujui penolakan RUU KPK yang secara nyata mengancam dan mematikan eksistensi KPK. Ada pula peserta yang menanyakan jalur yang ditempuh oleh masyarakat dalam menolak RUU KPK, serta mempertanyakan aksi nyata yang dilakukan Koalisi Dosen Unmul setelah berakhirnya agenda diskusi</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pergerakan Koalisi Dosen Unmul dalam Penolakan RUU KPK</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah diskusi berakhir, Castro menambahkan sedikit tanggapan kepada awak <em>Sketsa</em>, bahwa ia membentuk koalisi Dosen Unmul ini dilatarbelakangi gerakan dosen yang sudah terbentuk yakni koalisi dosen peduli KPK yang disi oleh berbagai dosen di perguruan tinggi Indonesia. Ia kemudian melebarkan wilayahnya hingga ke beberapa fakultas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya kita sudah mencoba menyebarkan petisi, pertimbangannya kalau cuma sekedar petisi saja teman-teman lain masih sangat sedikit dukungannya, sementara kita butuh respon lain, karena itulah kita buat agenda ini yang berisi diskusi publik sekaligus statement terbuka,&rdquo; ungkap Castro.</p><p style="text-align: justify;">Castro juga mengharapkan dukungan ini tidak hanya dari kalangan dosen Unmul, tetapi juga dari kalangan mahasiswa, lembaga masyarakat, masyarakat sipil ataupun masyarakat umum. Castro juga menerangkan visi yang harus dicapai dari adanya koalisi ini, di antaranya dapat menyebarkan virus perlawanan atas RUU KPK, karena pada prinsipnya KPK adalah amanah reformasi yang harus dipertahankan dan juga memiliki dukungan yang besar dari publik terutama dari lembaga besar maupun kecil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Klimaksnya nanti kita berharap ada agenda bersama, semacam aksi bersama, yang secara prinsipnya menyatakan sikap untuk menolak RUU KPK,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sikap menolak ini dinilai Castro bukan semata-mata tidak menerima adanya RUU KPK atau anti terhadap perubahan, tetapi inginnya dilakukan revisi yang benar-benar menguatkan fungsi KPK. Realita di lapangan, revisi ini diusulkan oleh DPR dan tidak melibatkan KPK. Padahal yang paling paham mengenai kinerja dan kelemahan dalam KPK adalah KPK itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya bukan hanya dosen Unmul yang menolak revisi RUU KPK namun mahasiswa Unmul juga terlibat. Di saat acara telah selesai, mahasiswa FH dengan dorongan dari beberapa dosen berencana akan membuat koalisi yang sama di kalangan mahasiswa. Harapannya seperti mengutip kembali dari ucapan Rupang, bahwa kita tidak cukup diskusi berada di dalam aula saja namun kita harus aksi turun ke jalan dan orasi di depan kantor-kantor pemerintahan. Begitupun dengan Castro yang mana sempat mengirimkan sebuah pesan singkat yang didapatkan Sketsa dari salah satu grup aktivis dengan isi untuk mendorong mahasiswa agar kiranya tidak duduk diam saja di kampus, namun keluar kampus dan melakukan aksi turun ke jalan.</p><p style="text-align: justify;">Castro juga berharap agar nantinya capaian dari adanya diskusi tersebut akan membawa kesimpulan yang satu, yakni satu suara turun ke jalan. Karena mengingat diskusi ini bukan hanya dilaksanakan di Unmul saja namun juga di berbagai kampus di Indonesia dengan inisiator dosen-dosen yang tergabung dalam lingkup Dosen Peduli KPK.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya RUU KPK adalah sebuah bentuk keinginan kecacatan KPK itu sendiri. Padahal, KPK sangat berperan penting dalam menjaga kestabilan Negara karena KPK yang akan memberantas para koruptor Indonesia yang kehadirannya sebagai parasit yang sedikit-demi sedikit menghancurkan tubuh Indonesia.&nbsp;<strong>(<em>cin/aul/wil</em>)</strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Segera  Rampung, Unmul Siap Soft Launching Gedung Proyek IsDB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/segera-rampung-unmul-siap-soft-launching-gedung-proyek-isdb/baca </link>
<guid> segera-rampung-unmul-siap-soft-launching-gedung-proyek-isdb </guid>
<pubDate> Fri, 20 Sep 2019 11:37:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi gerbang utama Unmul yang berlokasi di jalan M. Yamin. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/segera-rampung-unmul-siap-soft-launching-gedung-proyek-isdb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wF6Y6hfM2N.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Segera  Rampung, Unmul Siap Soft Launching Gedung Proyek IsDB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Memasuki akhir tahun, sejumlah gedung dan fasilitas yang berasal dari dana hibah Islamic Development Bank (IsDB) mulai menunjukkan megahnya. Bahkan direncanakan dalam waktu dekat ini akan digelar <em>soft launching</em> beberapa gedung. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi yang dilakukan pada Selasa, (17/9) lalu oleh Jaringan Advokasi (Jarvo) Mulawarman bersama pihak rektorat serta perwakilan Nusa Konstruksi Engineering (NKE).</p><p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa meminta adanya keterbukaan informasi termasuk transparansi dana terkait pembangunan IsDB. Menanggapi itu, Bohari Yusuf, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama dan Humas meminta mahasiswa untuk bersurat mengenai hal-hal apa saja yang ingin diketahui. &ldquo;Nanti akan kami konsultasikan terlebih dahulu dengan T4D (Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah) kejaksaan didampingi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), karena ada informasi publik yang tidak bisa kami bagikan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski proyek pembangunan ini ditujukan demi kemajuan Unmul, namun dalam prosesnya mengundang sejumlah keresahan, seperti yang disampaikan beberapa mahasiswa dalam audiensi tesebut. Fakultas Farmasi menjadi salah satu yang cukup merasakan efek getaran dari pengerjaan bangunan. Bahkan getaran tersebut terasa hingga menyebabkan sejumlah peralatan di lab jatuh. Kendaraan pengangkut barang dengan ukuran besar pun tak jarang lalu lalang di jam aktif perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pemasangan rambu lalu lintas sebagai bentuk peringatan masih minim ditemukan. Mahasiswa juga mengeluhkan posisi kaca cembung yang dinilai berada di posisi kurang tepat sehingga kurang berjalan efektif. Mengantisipasi titik-titik rawan terutama pada malam hari, mahasiswa menyarankan untuk dilakukan pemasangan stiker hologram yang dapat membantu pengendara ketika malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Vinna selaku dosen teknik yang juga tergabung dalam tim pembangunan proyek IsDB menegaskan bahwa ketidaknyamanan yang dirasakan saat ini merupakan konseksuensi. &ldquo;Itu adalah harga yang harus dibayar, demi rumah kita lebih baik dan nyaman. Bicara tentang proyek, itu tidak sesederhana yang kalian lihat, &lsquo;kami terganggu&rsquo;. Sementara yang di lapangan itu berjibaku antara waktu, biaya, dan menjaga kenyamanan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Mustaid Yusuf, Direktur Eksekutif Project Implementation Unit (PIU) menjelaskan bentuk pelaporan dana. Setiap bulan, Unmul harus menyampaikan laporan kepada pihak pemberi dana, dalam hal ini IsDB. Setelah itu, tiap tiga bulan diadakan rapat starring committee technical review team (SCTRT) ke Kemenristekdikti. Semua perkembangan tahapan pembangunan dipaparkan di sana, termasuk laporan keuangan. Ada juga monitoring dan evaluasi dari pihak Kemenristekdikti yang datang langsung ke Unmul untuk mengaudit , melihat seberapa jauh serapan keuangan. Selain itu, bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ada laporan triwulan, di mana seluruh projek dilaporkan.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai dana, Bohari menegaskan bahwa tidak ada sepeser pun dana dipegang pihak Unmul, melainkan oleh pihak IsDB di Jeddah. Sistem pembayaran yang dilakukan menggunakan sistem <em>direct payment</em>. Unmul berkontrak dnegan pihak NKE selama 22 bulan, hingga Juli 2020 mendatang. Meski begitu, Bohari berharap proyek pembangunan ini rampung di awal tahun depan. Dana kontrak Unmul bersama NKE sebesar Rp324 miliar. Dikatakan Bohari, sejauh ini dana yang sudah dikucurkan sekitar Rp150 miliar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rencananya, 26 September mendatang akan digelar<em>&nbsp;soft launching</em> beberapa gedung, di antaranya Science Learning Center (SLC), ICT Center dan juga gerbang depan Unmul &nbsp;di jalan M. Yamin. &ldquo;Sekalipun belum selesai 100%, tapi yang jelas jalannya sudah bisa dipakai. ICT juga belum 100 persen,&rdquo; jelas Bohari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ya&rsquo;qub Syahriar, selaku Quality Control NKE mengatakan jika awalnya <em>schedule project</em> pembangunan di Unmul sempat mengalami ketertinggalan sekitar 20% dari tiga universitas penerima dana hibah lainnya, yakni Universitas Negeri Jember, Universitas Negeri Malang dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Namun ketertinggalan itu disebut Ya&rsquo;qub di luar rencana. Kini, pembangunan Unmul bahkan sudah hampir setara dengan ketiganya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bicara tentang <em>traffic &nbsp;management</em>, mohon maaf kalau di Farmasi sampai merasakan getaran, karena itu cara yang paling efektif yang bisa kami lakukan. Jangan khawatir kami tidak berpikir soal kenyamanan operasional gedung di sekitar,&rdquo; kata Ya&rsquo;qub.</p><p style="text-align: justify;">Soal dana, Ya&rsquo;qub menyebut pihaknya tidak menutup informasi seputar transparansi dana, jika memang ada informasi yang ingin diketahui mahasiswa bisa langsung datang ke kantor atau berkirim surat, seperti yang disarankan Bohari. Sebab berdasarkan regulasi, ada informasi yang memang tidak boleh dibuka ke publik. Menanggapi saran rambu lalu lintas sebagai peringatan, Ya&rsquo;qub menegaskan pihak K3 NKE akan melakukan investigasi di lingkungan Unmul agar diupayakan dalam satu minggu sudah lengkap, dengan sebelumnya berdiskusi terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum audiensi ditutup, Vinna menyampaikan sebagai bentuk kontribusi dalam pembangunan Unmul, mahasiswa dapat ikut menyumbang pohon yang nantinya akan ditanam di gerbang M. Yamin. &ldquo;Nanti kalau sudah selesai fisiknya kami akan menanami pohon. Sebagai bentuk sumbangsih, mahasiswa bisa ikut menyumbang.&rdquo;<strong><em>&nbsp;</em>(<em>adl/ann</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membentengi Diri dari Bahaya Kabut Asap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membentengi-diri-dari-bahaya-kabut-asap/baca </link>
<guid> membentengi-diri-dari-bahaya-kabut-asap </guid>
<pubDate> Sat, 21 Sep 2019 11:45:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Siswanto, dosen FKM yang membuat buku 1 Masalah 100 Solusi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/membentengi-diri-dari-bahaya-kabut-asap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RVUZRW7LCS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Membentengi Diri dari Bahaya Kabut Asap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu isu nasional yang menarik perhatian belakangan ini. Bagaimana tidak, hutan dan lahan yang menjadi aset bangsa ludes terbakar, pun dengan segala seluruh satwa yang ada di sana. Dampaknya lainnya yang dirasakan ribuan jiwa ialah asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan banyak yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Mulai dari manusia hingga hewan-hewan terkena dampaknya.</p><p style="text-align: justify;">Samarinda menjadi salah satu wilayah di Kalimantan yang terdampak kabut asap, meski tidak separah di Kalimantan Tengah, tapi cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Disebutkan Siswanto, sebelum adanya kabut asap pun, data 10 penyakit dari puskesmas yang ada di Samarinda menunjukkan ISPA rata-rata yang tertinggi. Dengan adanya kabut asap, maka tentu akan terjadi penambahan jumlah penderita ISPA.</p><p style="text-align: justify;">ISPA sangat rentan dan berisiko menyerang orang-orang yang belum secara sempurna membentuk daya tahan tubuh, seperti bayi, balita, anak-anak, remaja, dan lansia. Sedangkan kelompok dewasa yang rentan adalah ibu hamil dan menyusui. Terkait masalah tersebut Siswanto punya solusi yang dibuat dalam sebuah buku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sudah menemukan satu masalah 100 solusi, dan itu sudah saya ajarkan. Jadi, tiga prinsip yang perlu dilakukan, strategi epidemologi-nya adalah membatasi agen, membatasi kabut asap, membatasi dampak. Cara mengatasi ke diri sendiri dengan pakai masker atau selayar,&quot; jelas Siswanto kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (18/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Cara selanjutnya adalah dengan mengendalikan lingkungan. Menurutnya, kabut akan banyak pada wilayah dengan jumlah pohon sedikit. Ini justru bisa menjadi momentun bagi masyarakat Samarinda untuk menghijaukan lingkungan dengan menanam pohon yang dampaknya bisa dirasakan untuk tahun-tahun mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mengubah perilaku juga sangat penting, dengan dua target utama yaitu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Keduanya dapat dipenuhi dengan cepat apabila bisa memenuhi nutrisi berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) sesuai kebutuhan, bukan keinginan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tiap-tiap orang dan tiap-tiap usia berbeda, kalau yang sering saya terapkan adalah program sehat 90 hari. Program ini mengajak sehat bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikologis, mental, sosial, dan spiritual,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Siswanto kemudian memaparkan satu per satu bagian dari program tersebut. Dari sisi fisik yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan makan dan minuman (<em>dietary habit</em>). Usahakan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan. Tak lupa dia mengingatkan agar mengurangi makanan berisiko seperti gorengan, makanan bakar, berpengawet, berpewarna, dan berperasa.</p><p style="text-align: justify;">Untuk minuman tak jauh berbeda dengan makanan, dia menganjurkan untuk mengurangi minuman yang beresiko seperti, minuman berpengawet, berperasa, berpewarna, terlebih yang mengandung alkohol. Siswanto kemudian menyarankan untuk orang yang malas gerak (mager) agar setidaknya minum 2 liter air setiap hari.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lakukan saja ini (minum air) selama 10 hari, ISPA-mu akan berkurang,&quot; imbuh Ketua Peminatan Jurusan Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain <em>dietary habit</em>, ada juga <em>lifestyle</em> yang terdiri dari tiga hal utama, yaitu aktivitas, istirahat, dan olahraga. Usahakan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat ada kabut asap. Istirahat yang efektif juga penting dilakukan, seperti halnya tidur sehat. Dia memberi contoh tidur yang sehat ketika sesorang kelelahan dan tertidur sebentar, maka saat bangun akan terasa segar, dibandingkan diwaktu tidur tetapi tidak bisa tidur.</p><p style="text-align: justify;">Olahraga merupakan suatu kewajiban, dikatakan Siswanto tidak ada yang bisa menggantikan olahraga. Minimal dilakukan selama 15 hingga 30 menit di pagi dan sore hari. Pilihan yang dilakukan bisa berlari, atau olahraga terstruktur dan seirama lainnya. Lalu dari sisi psikologis berkaitan dengan stres, harus ada tindakan <em>coping stress</em> yang sehat. Kemudian terapi pikiran menjadi rujukan untuk masalah mental, sosial dan spiritual.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga, ISPA tidak menjadi masalah jika upaya pencegahan dilakukan dengan benar. Siswanto sering berpesan kepada para mahasiswanya agar bisa melakukan hal lebih ketimbang membagikan masker, yang bisa dilakukan siapa saja. Tetapi, memberikan sumbangsih keilmuan dengan solusi yang efektif agar bisa lebih memberikan dampak bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya temuan 1 masalah 100 solusi miliknyakini telah dibukukan itu ditemukan untuk mengatai masalah demam berdarah di Berau, tetapi setelah dikembangkan dapat bermanfaat juga utuk mengatasi masalah karhutla. Karena konsep solusi yang ditawarkan adalah<em>&nbsp;low cost, hight impact, dan continues</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagaimana kita meningkatkan peran serta di masyarakat untuk mengatasi kabut asap sangat penting asal semuanya bekerja dengan <em>passion</em>, niat dari hati yang tulus. Turun ke masyarakat, kita bisa bantu apa nih? Mau audiensi dengan pemerintah kah? Tanam pohon kah? Apa saja,&quot; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dampak yang Terasa di &nbsp;Samarinda</strong></p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa turut merasakan dampak dari kabut asap yang terjadi belakangan ini di Samarinda, Pan salah satunya. Ia menyebut, meski kondisi kabut asap di Samarinda tidak berbahaya seperti daerah bahwa kondisi kabut asap di Riau dan Kalimantan Tengah, namun masyarakat tetap harus waspada dan melindungi diri dengan menggunakan masker.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;</em>Kalau di tempat saya tidak terlalu tampak, dari segi jarak pandang masih normal. Hanya saja untuk napas agak sesak. Harusnya sih pakai (masker), tutur mahasiswa jurusan Sastra Indonesia. ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Imbauan &nbsp;Dinas Lingkungan Hidup</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan tupoksinya, Nurrrahmi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda ditemui Rabu (18/9) lalu di ruangannya mengaku sudah memberikan imbauan kepada masyarkat dalam menghadapi kabut asap belakangan. Melalui surat edaran yang telah disebarkan, adapun poin -poin yang dijabarkan dalam imbauan tersebut ialah:</p><ol start="1" type="1"><li style="text-align: justify;">Tidak membakar sampah dan atau lahan sehingga dapat menambah kepekatan asap di Kota Samarinda</li><li style="text-align: justify;">Mengupayakan memelihara tanaman di pekarangan dan sekitar huniannya dengan melakukan penyiraman secukupnya</li><li style="text-align: justify;">Berhati-hati dalam menggunakan kompor untuk memasak</li><li style="text-align: justify;">Menghindari penggunaan listrik yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan beban berlebih pada jaringan listrik di dalam rumah/bangunan agar dapat terhindar dari bahaya kebakaran</li><li style="text-align: justify;">Tidak membuang puntung rokok dalam keadaan menyala ke lingkungan atau tempat yang mudah terbakar</li></ol><p style="text-align: justify;">Pihaknya juga menyertakan nomor telepon untuk masyarakat melaporkan, jika ada yang melihat atau menemukan oknum yang melakukan pembakaran lahan/sampah/objek benda terbakar atau lainnya yang berskala besar atau kegiatan kecil yang dapat mengakibatkan kebakaran besar. Usai disebarkannya informasi layanan pelaporan tersebut, hingga kini Nurrahmi masih belum menerima aduan dari masyarakat. &ldquo;Jika ada yang didapatkan dengan bukti otentik sedang membakar sampah, adukan ke kami. Karena itu bisa dituntut, dengan kurungan 3 bulan berdasarkan Perda Normo 2 Tahun 2011, dan atau denda maksimal Rp50 juta, terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kalau lahan, berdasarkan Perda Pasal 108 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, bisa kurungan 3-5 tahun dengan denda bisa 3-5 M. Harus ada bukti otentik, boleh laporkan ke kami atau ke aparat setempat, tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sebelumnya sudah mengumpulkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bersinergi dalam menangani kabut asap sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Dalam hal ini DLH telah memberikan imbauan, dan juga melakukan patroli untuk mengawasi titik-titik api di Samarinda. Nurrahmi berpesan, di luar dari konteks kemarau atau tidak, ia menekankan agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pembakaran itu mengandung dioksin dan furan yang bisa menyebabkan kanker paru dan masalah kesehatan lainnya, tegasnya. <em><strong>(wil/adl/hjr/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rumit dan Kalut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/rumit-dan-kalut/baca </link>
<guid> rumit-dan-kalut </guid>
<pubDate> Sun, 22 Sep 2019 12:50:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, Akuntansi FEB UNMUL 2016. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/rumit-dan-kalut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iHySKoLFFm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rumit dan Kalut</h1>
			              </header>
			              <p>Rumit dan kalut sebuah rasa<br>Untuk kamu yang sangat dekat<br>Pun sekaligus sangat jauh<br>Imajinasi tak henti berkonspirasi<br>Betapa bahagia menatap bola mata hitam legam menarik hati<br>Setiap kali kau berkisah sepaket dengan sejuta ekspresi<br>Aku terjebak dalam situasi</p><p>Maaf sekali<br>Aku cemburu pada pecundang yang selalu kau puja<br>Yang mendobrak ceria mu menjadi insan yang lemah<br>Yang tak henti kau tangisi<br>Dan tak pantas untuk kau perjuangkan</p><p>Maaf sekali<br>Hubungan ini harus ku hianati<br>Acapkali bertanda teman sejati<br>Berujung dengan lain arti<br>Biar malam ini kau habiskan dengan peluh<br>Percayalah aku bersama rembulan<br>Yang selalu siap menentramkan<br>Kutunggu hingga esok petang<br>Saat jiwa ragamu kembali riang<br>Hingga kau sadar didepan mu aku datang</p><p><strong><em>Ditulis oleh <span>Annisa Ulya Novriana, mahasiswi Akuntansi FEB UNMUL 2016.</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ribuan Massa Aksi Sambangi DPRD Kaltim dalam Aksi Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ribuan-massa-aksi-sambangi-dprd-kaltim-dalam-aksi-nasional/baca </link>
<guid> ribuan-massa-aksi-sambangi-dprd-kaltim-dalam-aksi-nasional </guid>
<pubDate> Mon, 23 Sep 2019 03:54:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa aksi di depan Kantor DPRD menolak pembungkaman demokrasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ribuan-massa-aksi-sambangi-dprd-kaltim-dalam-aksi-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/v0h7YuwUkd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ribuan Massa Aksi Sambangi DPRD Kaltim dalam Aksi Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Pukul 10.30 Wita, ribuan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Kaltim Melawan, Aliansi Garuda Mulawarman, Aliansi Kaltim Bersatu beserta organisasi lainnya menyambangi Gedung DPRD Kaltim. Mereka menyerukan suara untuk melawan pembungkaman demokrasi, dan mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas pelanggaran HAM dan mewujudkan kesejahteraan rakyat. Reformasi dikorupsi yang dalam hal ini rencana revisi UU KPK dinilai melemahkan peran KPK dan turut menjadi isu besar yang dibawa.</p><p style="text-align: justify;">Menyambut kedatangan mereka, jajaran aparat kepolisian berbaris berjaga di luar halaman gedung. Lagu Darah Juang mengiringi langkah massa aksi dari titik kumpul di Islamic Center. Bendera organisasi dikibarkan, sumpah solidaritas disuarakan. Tiga poin utama tuntutan dibawa massa aksi. Pertama, mendesak Presiden Joko Widodo secepatnya mengeluarkan Perpu terkait UU KPK. Kedua, tolak segala revisi UU yang melemahkan demokrasi. Ketiga, menolak sistem kembali pada rezim orde baru.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, massa aksi masih berorasi dan mendesak pagar gedung dibuka agar massa aksi bisa masuk ke dalam gedung. Saling dorong antar massa aksi dan aparat kepolisian sempat terjadi. Kepolisian juga meminta massa aksi menunjuk perwakilan untuk masuk ke dalam gedung dan diminta untuk tidak terprovokasi dan jangan memprovokasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami dari aliansi Kaltim bersatu ingin DPRD Kaltim menolak. DPRD adalah wakil kami, wakil rakyat. Sewajib-wajibnya jangan menolak aspirasi dari wakil rakyat sendiri,&quot; ujar Sayid Hasim Humas Kaltim Bersatu saat ditemui <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan estimasi peserta sekitar 3000 massa aksi dari Kaltim dan diperkirakan akan terus bertambah. <strong>(<em>adl/kus/pil/erp/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dari Pengajar Hingga Mahasiswa, Aksi Nasional Ricuh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dari-pengajar-hingga-mahasiswa-aksi-nasional-ricuh/baca </link>
<guid> dari-pengajar-hingga-mahasiswa-aksi-nasional-ricuh </guid>
<pubDate> Mon, 23 Sep 2019 05:26:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa aksi ricuh dan menaiki pagar Gedung DPRD Provinsi Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dari-pengajar-hingga-mahasiswa-aksi-nasional-ricuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ykRxAMnx0w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dari Pengajar Hingga Mahasiswa, Aksi Nasional Ricuh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Aksi yang dihadiri ribuan massa aksi ini tak hanya dihadiri mahasiswa, namun juga oleh pengajar kampus (baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ribuan-massa-aksi-sambangi-dprd-kaltim-dalam-aksi-nasional/baca)." style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ribuan-massa-aksi-sambangi-dprd-kaltim-dalam-aksi-nasional/baca).</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Beberapa dosen nampak hadir dan turut menyampaikan orasinya. Di antaranya Mahendra Putra Kurnia, Dekan Fakultas Hukum (FH) dan Irwan Gani, Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). <br><br>Di bawah terik matahari, keduanya berorasi dari atas mobil <em>pick-up</em> massa aksi. Ia menegaskan bahwa persoalan bangsa adalah persoalan bersama dan mesti diperjuangkan, terlebih sebagai akademisi. <br><br>&quot;Sesuai yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, negara harus melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, serta tidak membuat aturan-aturan yang sembarangan dengan cara membuat aturan yang justru membuat UU kita terancam,&quot; ujarnya. <br><br>&quot;Oleh karena itu rekan-rekan mahasiswa dan rekan-rekan dosen yang ada di sini, mari kita tetap bersatu, untuk mengawal jalannya proses demokrasi ini agar tetap sesuai dengan yang kita inginkan sesuai beberapa waktu yang lalu,&quot; serunya <br><br>Irwan Gani juga turut menyampaikan orasinya. Ia menitipkan amanat ini kepada mahasiswa. &quot;Sanggupkah mahasiswa merubah Indonesia? Tidak ada investor masuk ke Indonesia karena koruptor! Kami titipkan amanat ini kepada mahasiswa,&quot; tegasnya. <br><br>Aksi diisi dengan massa aksi yang bergantian menyerukan tuntutan, terlebih penolakan revisi UU KPK. Akses jalan masuk pun telah ditutup demi menjaga kekondusifan lingkungan. Aparat kepolisian juga terus meminta massa aksi untuk mengirimkan perwakilan untuk dilakukan mediasi.<br><br>Hingga saat ini, massa aksi pecah dan terlibat baku hantam dengan kepolisian. Massa aksi melempar botol, sepatu, kayu bahkan batu ke arah dalam gedung. Pihak kepolisian menyiramkan <em>Water Canon</em> ke arah massa aksi. Beberapa polisi pun terkena lemparan batu dan beberapa mahasiswa terluka. <strong><em>(adl/pil/kus/erp/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fraksi DPRD Kaltim Turun Minta Perwakilan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fraksi-dprd-kaltim-turun-minta-perwakilan/baca </link>
<guid> fraksi-dprd-kaltim-turun-minta-perwakilan </guid>
<pubDate> Mon, 23 Sep 2019 06:33:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perwakilan fraksi DPRD Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fraksi-dprd-kaltim-turun-minta-perwakilan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/maMaz1BcdB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fraksi DPRD Kaltim Turun Minta Perwakilan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Di tengah keramaian aksi, perwakilan fraksi DPRD Kaltim turun menemui massa. Syafruddin, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan bahwa pihak fraksi DPRD sudah berdiri di hadapan mahasiswa sejak pukul 10 pagi. Ia juga meminta mahasiswa untuk segera mengirimkan perwakilan atau delegasi massa sebanyak 20 orang.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan oleh Maskur Sarmian, dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia mengatakan jika mahasiswa tak mengirimkan perwakilan, maka pihaknya akan meninggalkan lokasi aksi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika mahasiswa tidak mengirimkan perwakilan, maka perwakilan fraksi akan meninggalkan tempat dan tak akan menggelar audiensi,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Rusman Yaqub yang juga merupakan salah satu anggota DPRD menegaskan bahwa 8 fraksi DPRD sudah siap menerima perwakilan. <strong><em>(adl/pil/kus/erp/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Kembali Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kembali-ricuh-polisi-tembakkan-gas-air-mata/baca </link>
<guid> aksi-kembali-ricuh-polisi-tembakkan-gas-air-mata </guid>
<pubDate> Mon, 23 Sep 2019 09:03:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi berlangsung ricuh hingga gas air mata ditembakkan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kembali-ricuh-polisi-tembakkan-gas-air-mata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oruOMYn0Bn.png" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Kembali Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sempat kondusif, aksi kembali ricuh selepas azan zuhur. Massa yang tersisa kembali berkumpul dan berusaha untuk masuk ke dalam gedung DPRD Kaltim. Para satuan Korps Brigade Mobil (Brimob) berjaga dan saling bersikutan dengan massa yang meringsek.</span></p><p style="text-align: justify;">Massa semakin menjadi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan, disusul dengan Brimob yang menyanyikan lagu mars mereka dengan lantang. Pertikaian tak berhenti hingga massa berhasil mendorong paksa gerbang DPRD Kaltim dan beradu pukul dengan Brimob yang berjaga di barisan depan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak kondusifnya keadaan dan memanasnya massa aksi serta satuan keamanan, polisi menembakkan gas air mata hingga massa aksi mundur dan berlari. Namun, massa masih berusaha untuk maju hingga gas air mata kembali ditembakkan.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, situasi masih belum kondusif akibat asap gas air mata. Beberapa massa dan aparat keamanan mundur sampai situasi dapat kembali dikondisikan. <strong><em>(len/pil/kus/erp/erz/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Ricuh, Encik Turun Pastikan Massa Aksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-ricuh-encik-turun-pastikan-massa-aksi/baca </link>
<guid> aksi-ricuh-encik-turun-pastikan-massa-aksi </guid>
<pubDate> Tue, 24 Sep 2019 03:38:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Spanduk yang dipasang massa aksi di depan gerbang Gedung DPRD Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-ricuh-encik-turun-pastikan-massa-aksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jckD58XiuH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Ricuh, Encik Turun Pastikan Massa Aksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Aksi nasional yang dilakukan di Gedung DPRD Kaltim pada Senin (23/9) kemarin bubar tanpa titik temu antara massa aksi dengan pihak DPRD. Sempat terjadi <em>chaos</em> akibat baku hantam yang kemudian berujung dengan penembakan gas air mata ke massa aksi, (Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kembali-ricuh-polisi-tembakkan-gas-air-mata/baca" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kembali-ricuh-polisi-tembakkan-gas-air-mata/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;). Hal ini membuat massa aksi bergerak menjauhi kantor DPRD Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;">Hingga sekitar pukul 17:30 Wita, massa aksi duduk berkumpul di jalan raya depan gedung. Di saat itu juga, Encik Akhmad Syaifuddin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul hadir. Ia nampak seorang diri datang menemui kepolisian dan presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Encik mengatakan bahwa aksi yang didominasi mahasiswa ini merupakan bentuk penyampaian pendapat yang bagaimana pun tetap memiliki aturan. Ia juga menegaskan, jika ada mahasiswanya yang terbukti berbuat anarkis, maka pihak kampus nantinya akan memproses untuk kemudian diberi sanksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan (aksi berujung rusuh) seperti ini kalau dari pandangan kami memang (bukan sah ya), artinya kalau cara menyampaikan pendapat itu ada peraturannya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah aksi kemarin, terdapat beberapa dosen Unmul yang turut menyuarakan aspirasinya dan berorasi (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dari-pengajar-hingga-mahasiswa-aksi-nasional-ricuh/baca).">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dari-pengajar-hingga-mahasiswa-aksi-nasional-ricuh/baca).</a> Menanggapi keterlibatan dosen di dalam aksi, Encik menyerahkan ini kepada kebijakan rektor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti di pak rektor ya. Saya ngurus mahasiswa saja dan datang ke sini karena sesuai aturan, (aksi akan bubar) kalau sudah jam 6. Saya memastikan mereka,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Massa aksi yang mendesak untuk bisa masuk ke dalam gedung kemudian ditanggapi oleh perwakilan anggota DPRD, dengan syarat (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fraksi-dprd-kaltim-turun-minta-perwakilan/baca).">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fraksi-dprd-kaltim-turun-minta-perwakilan/baca).</a></p><p style="text-align: justify;">Hingga massa bubar, tak ada perwakilan yang ditunjuk untuk masuk ke dalam gedung. Kepada <em>Sketsa</em>, Febri Abdul Haminuddin mengatakan bahwa keputusan itu berdasarkan hasil rapat teknis lapangan (teklap). &ldquo;Mengikuti hasil teklap, semuanya harus masuk. Kita semua ketua lembaga komitmen,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi penyebab ricuh kemarin, Febri mengatakan bahwa hal ini kemungkinan terjadi karena pihak kepolisian tidak sanggup membendung massa dengan jumlah ribuan. Tak menemui titik terang dengan aksi kemarin, rencananya, sore ini (24/9) akan kembali dilaksanakan konsolidasi lanjutan. <strong><em>(adl/len/erp/pil/kus/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FH Bangun Kesadaran Konstitusi Lewat Jambore </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fh-bangun-kesadaran-konstitusi-lewat-jambore/baca </link>
<guid> fh-bangun-kesadaran-konstitusi-lewat-jambore </guid>
<pubDate> Tue, 24 Sep 2019 11:44:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dr. Manahan Sitompul selaku hakim MK yang membuka kegiatan seminar regional dalam Jambore Konstitusi Mulawarman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fh-bangun-kesadaran-konstitusi-lewat-jambore/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PtXAva8M5R.JPG" />
					</figure>
			                <h1>FH Bangun Kesadaran Konstitusi Lewat Jambore</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Mahkamah Konstitus (MK) merupakan salah satu pemilik kekuasaan kehakiman milik negara. Tiap tahun MK memiliki program kerja dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai konstitusi di Indonesia. MK kemudian membuka peluang kerja sama dengan semua universitas di Indonesia untuk membuat kegiatan yang diikuti oleh beberapa universitas di Indonesia, salah satunya Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Fakultas Hukum (FH) Unmul hadir sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi Negeri yang memberikan perhatian besar tentang sistem ketatanegaraan, konstitusi, dan memperjuangkan hak-hak konstitusional warga negara, dengan cara menyosialisasikan nilai yang ada dalam Pancasila dan Konstitusi. Hal ini kemudian mendasari terselenggaranya acara Jambore Konstitusi. Bertemakan &ldquo;Memelihara Kebangsaan Melalui Konstitusi&quot;, kegiatan ini diselenggarakan pada 13 &ndash; 16 September 2019. Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara MK dengan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya Jumat (20/9), Rosmini selaku dosen FH yang juga ketua panitia acara tersebut membagikan kisahnya pada <em>Sketsa</em>. &quot;Jadi MK biasanya memberikan kesempatan untuk seluruh universitas yang ada di Indonesia mengajukan proposal berkaitan mengenai kegiatan tentang MK kemudian pengajuan proposal tersebut diseleksi di MK. Alhamdulillah kita terpilih,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan Jambore Konstitusi Mulawarman Kalimantan Timur juga terdapat seminar regional dengan tema yang sama dengan tema acara. Dihadiri oleh berbagai narasumber, di antaranya Hakim Konstitusi, Manahan MP Sitompul, bersama dengan Dekan FH Unmul, Mahendra Putra Kurnia.</p><p style="text-align: justify;">Dilaksanakan pula beberapa lomba lainnya, yakni poster, sekolah sadar konstitusi, dan lomba teater tingkat SMA serta lomba film pendek untuk tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi pemenang proposal bukanlah perkara yang mudah. Selain melalui seleksi internal yang cukup sulit juga banyak hambatan-hambatan yang dialami. Mulai dari pembuatan proposal, hanya tiga hari hingga terkendala karena adanya pemilihan presiden dan DPRD. Sekolah yang waktu itu dalam masa libur juga menjadi kendala sehingga membuat panitia pelaksana harus bekerja lebih giat lagi. Ke depannya, FH berharap agar tidak hanya dapat melaksanakan kegiatan setingkat jambore, tetapi lebih besar lagi seperti festival dengan skala nasional dengan peserta lebih banyak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapan kami tahun depan itu kami ingin mengadakan festival jambore, dan nanti bukan jambore lagi namanya kalau itu adalah festival. Mahkamah Konstitusi mengadakan festival, itu kegiatan se-Indonesia diundang seluruh provinsi,&quot; tutupnya. <strong>(<em>fir/hzk/zar/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmi Berpredikat A, Biologi FMIPA Tingkatkan Kinerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-berpredikat-a-biologi-fmipa-tingkatkan-kinerja/baca </link>
<guid> resmi-berpredikat-a-biologi-fmipa-tingkatkan-kinerja </guid>
<pubDate> Wed, 25 Sep 2019 11:04:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala program studi Biologi FMIPA, Nova Hariani. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-berpredikat-a-biologi-fmipa-tingkatkan-kinerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T6YUa9sppx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmi Berpredikat A, Biologi FMIPA Tingkatkan Kinerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Satu lagi program studi (prodi) Unmul berhasil meraih akreditasi A. Prodi yang berhasil menyusul dengan predikat tertinggi ini ialah Biologi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Intensitas pengejaran dan persiapan pun sudah dilakukan semenjak tahun lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Ditemui di ruangannya, Nova Hariani, Kepala prodi Biologi membeberkan proses peningkatan akreditasi. Ia mengatakan, dalam setahun mereka telah melengkapi dokumen, mengumpulkan data-data yang diperlukan, seperti mengakses data secara daring ataupun <em>tracer study</em> yang belum bisa diakses daring. Maka dari itu, pihaknya mendatangi alumni yang tersebar di Samarinda dan sekitarnya untuk bekerja sama dengan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua dokumen yang ada di standar satu sampai tujuh kami persiapkan maksimal. Meskipun di Biologi masih punya satu kendala, yakni masa studi mahasiswa. Masih banyak yang lulus di atas lima tahun, tapi itu juga jadi PR besar buat kami,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Para dosen pun diakuinya antusias dalam membantu proses pengumpulan data dengan menyerahkan hasil studi dan hibah ke prodi. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan cermin kerja sama antar semua lini civitas academica prodi Biologi dan juga support yang besar dari pihak fakultas yang ikut membantu.</p><p style="text-align: justify;">Selain pengumpulan data akademis, pihaknya juga berfokus pada visi misi prodi dan perbaikan kurikulum dengan mengadakan lokakarya setiap tahunnya sejak 2015. Bisa dikatakan bahwa tiap angkatan memliki kurikulum yang berbeda. Sebab, setiap tahunnya ada beberapa mata kuliah baru yang mengikuti mata kuliah wajib seperti Biologi Dasar dan Matematika Dasar.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa pun tak luput membantu proses peningkatan akreditasi, karena mahasiswa berprestasi juga termasuk dalam poin penilaian. Salah satunya ialah Virza Sigit Pratama yang telah memiliki 80 sertifikat dan piala penghargaan dari lomba karya tulis ilmiah (LKTI).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagusnya dia bisa jadi motor buat temen-temennya, mengikutsertakan temannya dalam setiap <em>event</em> yang diikuti,&rdquo; jelas Nova.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, dalam poin pembiayaan, pihaknya bersyukur bisa menjalankan anggaran sesuai rancangan rapat kerja pada tahun sebelumnya. Sehingga tidak ada dana yang tidak mereka kerjakan.</p><p style="text-align: justify;">Novi juga berharap bisa mempertahankan akreditasi ini dan lulusannya bisa terserap di instansi yang memiliki standar tinggi. Jika akreditasi ini bisa bertahan lama ia, juga ingin mendapat akreditasi secara internasional.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui terpisah, Sherly Asmarani selaku Wakil Ketua <em>Association of Biology Intellectuals</em> (ABI) berpendapat, bahwa dengan naiknya akreditasi, maka naik pula beban yang ditanggung &nbsp;mahasiswa. Hal ini akan menuntut setiap mahasiswa untuk bisa berpikir kritis juga kreatif serta inovatif demi memajukan prestasi Biologi ke depannya. Terutama di bidang penelitian, khususnya flora dan fauna endemik Kalimantan, yang harus lebih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk ke depannya, karena sudah akreditasi A berarti riset maupun penelitiannya juga lebih berkelas. Saya ucapkan juga terima kasih banyak buat tim dosen beserta seluruh staf dan keluarga Biologi yang telah bekerja keras untuk akreditasi ini dan saya bangga menjadi anak Biologi,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, prodi Biologi dapat melakukan penelitian-penelitian yang bisa dipublikasikan secara internasional, mampu bersaing secara internasional serta memberikan banyak prestasi yang membanggakan untuk Unmul. Selain itu juga mampu membentuk lulusan yang berkarakter tangguh, kritis, siap bekerja dan tentu yg memiliki jiwa melindungi dan melestarikan alam. <strong><em>(mrf/hdt/fqh/wil)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lagi, Aksi Lanjutan di Gedung DPRD Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-aksi-lanjutan-di-gedung-dprd-kaltim/baca </link>
<guid> lagi-aksi-lanjutan-di-gedung-dprd-kaltim </guid>
<pubDate> Thu, 26 Sep 2019 05:30:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salah satu sindiran mahasiswa saat berdemo di depan gedung DPRD Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-aksi-lanjutan-di-gedung-dprd-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DW0Kk65iDz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lagi, Aksi Lanjutan di Gedung DPRD Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah menggelar aksi Senin (23/9) lalu dan tak mendapatkan hasil, ribuan massa aksi dari Aliansi Kaltim Bersatu kembali menyambangi Gedung DPRD Kaltim hari ini (26/9). Pukul 11.00 Wita, rombongan massa sampai usai melakukan <em>long march</em> dari Masjid Baitul Muttaqien.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum massa tiba, massa sudah terlebih dahulu disambut oleh jajaran aparat dan kawat besi yang mengelilingi halaman gedung. Massa kali ini juga didominasi oleh mahasiswa dari berbagai universitas dan lembaga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Buat apa rusuh, buat apa rusuh, rusuh itu tak ada gunanya,&quot; nyanyi massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Matahari yang semakin terik tak membuat semangat kerumunan massa mundur. Mereka mengangkat tulisan-tulisan yang berisi tuntutan. Selang tak lama usai berorasi, pihak kepolisian menyampaikan bahwa perwakilan anggota DPRD Kaltim meminta beberapa perwakilan mahasiswa untuk melakukan mediasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tidak ingin berkompromi dengan siapapun. Kita di sini hanya ingin membatalkan rancangan undang-undang. Jika tidak, kita tidak akan pulang,&quot; teriak koordinator lapangan aksi memulai orasi.</p><p style="text-align: justify;">Perwakilan anggota DPRD Kaltim pun turun. Berhadapan dengan massa aksi dari balik kawat berduri pagar DPRD yang dipasang oleh pihak polisi, dan memanggil beberapa perwakilan untuk menyampaikan aspirasinya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum memberikan pernyataannya, perwakilan DPRD meminta bersama-sama untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, namun ajakan ini ditolak massa aksi. Mahasiswa juga membawa atribut berupa replika keranda yang bertuliskan RIP KPK serta satu kantung plastik besar yang dibubuhkan tulisan sampah untuk DPRD.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami dari dewan DPRD akan mempertimbangkan tuntutan mahasiswa dan kami memperjuangkan akan mendukung aspirasi kalian,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Rusman Yaqub, salah satu perwakilan DPRD yang hadir mengatakan akan menampung seluruh aspirasi mahasiswa dan turut memperjuangkan penolakan revisi ini hingga ke nasional.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, pihaknya juga meminta mahasiswa untuk melakukan konsolidasi sesama internal mahasiswa sebelum disampaikan ke anggota dewan. Saat ini, kawat berduri yang didirikan di depan pagar pintu masuk berhasil dirobohkan mahasiswa. Beberapa di antaranya sudah berdiri di depan pagar. <strong>(<em>sut/cin/rpi/mer/hlm/ran/fqh/adl</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siap Duduki DPRD dan Pelajar dalam Barisan Massa Aksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siap-duduki-dprd-dan-pelajar-dalam-barisan-massa-aksi/baca </link>
<guid> siap-duduki-dprd-dan-pelajar-dalam-barisan-massa-aksi </guid>
<pubDate> Thu, 26 Sep 2019 07:19:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keadaan massa aksi di lapangan setelah gas air mata ditembakkan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siap-duduki-dprd-dan-pelajar-dalam-barisan-massa-aksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vEOgfudNpx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siap Duduki DPRD dan Pelajar dalam Barisan Massa Aksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><u>Q</u>SKETSA</strong> - Siang ini massa aksi dari Aliansi Kaltim Bersatu masih berkumpul di depan pagar Gedung DPRD Kaltim. Mendesak pihak keamanan agar segera membukakan pagar dengan terus berorasi. Beberapa menit lalu sempat terjadi aksi lempar batu dan juga botol ke dalam arah gedung. Bahkan massa juga sempat menjadi sasaran <em>water cannon</em> yang dioperasikan.</span></p><p style="text-align: justify;">Setelah perwakilan DPRD meminta massa aksi melakukan konsolidasi, hingga saat ini belum ada perwakilan massa yang masuk ke dalam gedung. Richardo selaku kronolog aksi saat ditemui <em>Sketsa</em> mengatakan tujuan aksi ini mendorong agar presiden segera mengeluarkan Perpu, agar RUU KPK tidak melahirkan aturan yang melemahkan KPK sebagai lembaga independen.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita juga mendorong presiden segera menghapuskan RKUHP, salah satunya RKUHP revisi ketenagakerjaan, minerba, dan juga larangan mengkritik presiden. Kalau tidak dicapai, kita akan menduduki DPRD hingga malam,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tujuan menduduki Gedung DPRD Kaltim ini agar mendorong seluruh massa bisa masuk ke dalam. Ditanya perihal konsolidasi yang ditawarkan pihak DPRD Kaltim, (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-aksi-lanjutan-di-gedung-dprd-kaltim/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-aksi-lanjutan-di-gedung-dprd-kaltim/baca</a>) ia<span style="background-color: transparent;">&nbsp;mengatakan mahasiswa tetap memegang hasil rapat konsolidasi sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Capaiannya ialah menduduki DPRD tanpa mediasi dan audiensi. Karena kita tidak menginginkan kompromi, kita akan terus melakukan pencerdasan massa, supaya kekuatan massa bisa menekan ke dalam.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya mahasiswa, aksi hari ini turut dihadiri sekitar 300 pelajar yang berasal dari Aliansi Pelajar Samarinda. &quot;Kami pelajar sebagai generasi penerus ikut merasakan jika kebijakan ini (revisi) disahkan,&quot; tutur AM yang ingin namanya diinisialkan selaku anggota Aliansi Pelajar Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Adapun empat tuntutan ya ingin disampaikan oleh aliansi ini ialah menuntut pemerintah membuat Perpu menolak RUU KPK, menolak RUU KUHP, serta tarik militer dari Papua. Para peserta Aliansi Pelajar Samarinda yang didominasi oleh para pelajar SMK ini melakukan koordinasi lewat media sosial <em>Instagram</em> dengan akun Aliansi Pelajaran Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun pihak sekolah melarang pelajar turut ikut aksi, hal ini tidak menyurutkan niat para pelajar untuk turun aksi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pihak sekolah tentu tidak mengizinkan, tapi seperti yang saya orasikan tadi, kita sekolah dididik untuk berfikir kritis, kalau tidak diizinkan hapuskan saja sekolahnya,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, situasi tak kondusif setelah aparat menembakkan gas air mata ke arah massa aksi. Beberapa di antaranya dilarikan untuk ditangani Palang Merah Indonesia (PMI) di salah satu masjid belakang gedung. <strong><em>(adl/hlm/ran/kus/mer/cin/rpi/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kaos Aksi Sore Ini, Korban Berjatuhan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kaos-aksi-sore-ini-korban-berjatuhan/baca </link>
<guid> kaos-aksi-sore-ini-korban-berjatuhan </guid>
<pubDate> Thu, 26 Sep 2019 08:41:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana kekacauan aksi hari ini di depan gedung DPRD. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kaos-aksi-sore-ini-korban-berjatuhan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/swtWsnaaar.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kaos Aksi Sore Ini, Korban Berjatuhan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sore ini, situasi di Gedung DPRD Kaltim masih kaos. Tembakan gas air mata berkali-kali diturunkan. Massa aksi yang sempat kondusif kembali berhamburan. Tak sedikit yang tumbang dan musti segera mendapatkan pertolongan.</p><p style="text-align: justify;">Massa aksi saat ini berpencar di sekitar gedung. Tim medis dan relawan bergerak cepat menangani korban yang berjatuhan. Mobil ambulans berkali-kali wara-wiri di sekitar gedung mengangkut korban. Namun, hal ini tidak membuat mahasiswa mundur begitu saja. Beberapa kali mereka maju mendekati pagar gedung.</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, muncul pula segerombol pelajar Aliansi Pelajar Samarinda yang berjalan ke arah gedung DPRD. Berdasarkan pantauan <em>Sketsa</em>, Encik Akhmad Syaifudin selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul hadir dan masuk ke dalam gedung. <strong><em>(adl/hlm/ran/kus/mer/cin/rpi/hzk/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Situasi Terkini dan Kesigapan Tim Medis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/situasi-terkini-dan-kesigapan-tim-medis/baca </link>
<guid> situasi-terkini-dan-kesigapan-tim-medis </guid>
<pubDate> Thu, 26 Sep 2019 11:58:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Petugas medis yang bekerja pada aksi hari ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/situasi-terkini-dan-kesigapan-tim-medis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MLe8MLAw4Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Situasi Terkini dan Kesigapan Tim Medis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Hingga magrib tadi, ratusan massa masih memenuhi sekitaran gedung DPRD. Tembakan gas air mata yang berkali-kali dikeluarkan tak membuat mahasiswa bergeming, bahkan jumlah mahasiswa sempat membludak hingga menutupi jalan raya. Namun, saat ini jumlah massa di sekitar gedung sudah mulai jauh berkurang. Kebanyakan sudah mulai bergerak pulang atau menjauhi gedung.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski azan magrib tadi berkumandang, mahasiswa tetap menunggu agar tuntutan mereka ditindaklanjuti oleh anggota DPRD. Saat ini, kondisi mahasiswa di lapangan sudah mulai berpencar, meski gas air mata kembali ditembakkan.</p><p style="text-align: justify;">Terpantau pula di beberapa titik luar gedung, massa membakar ban. Korban yang terus berjatuhan membuat sejumlah tim kesehatan berseliweran membantu membawa tandu.</p><p style="text-align: justify;">Tak cukup penyerangan di depan gedung DPRD, penyerangan juga dilakukan di sekitaran pom bensin Jalan Teuku Umar. Hingga kini masih belum dapat dipastikan berapa jumlah korban yang terluka dan dibawa ke rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tim Medis Tangani Ratusan Korban</strong></p><p style="text-align: justify;">Di balik keriuhan aksi, kesigapan tim medis menjadi urgensi. Sukarelawan dikerahkan untuk membantu korban yang membutuhkan pertolongan. Salah satunya dari sukarelawan Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria).</p><p style="text-align: justify;">Rahmat, salah satu pasukan sukarela Satria yang ditemui <em>Sketsa</em> malam ini mengatakan korban dilarikan ke berbagai rumah sakit. Di antaranya Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Rumah Sakit Islamic, Rumah Sakit Tentara, Rumah Sakit Dirgahayu, dan juga Samarinda Medica Center (SMC). Ia juga mengatakan tim medis datang dari berbagai sukarelawan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada dari Satria, Balakarcana (Barisan Relawan Kebakaran &amp; Bencana Alam), relawan At-Taufiq, PMI (Palang Merah Indonesia), Danau City, SEA (Samarinda Escorting Ambulance), dan RPAI (Relawan Patwal Ambulans Indonesia),&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Syabil, salah satu sukarelawan menyebut tim medis yang dikerahkan kurang. Sejauh ini, sudah ada ratusan korban yang ditangani. &quot;Kita ada melakukan penanganan di tempat, kalau butuh pengobatan serius kita bawa ke rumah sakit terdekat,&quot; ujarnya. <em><strong>(</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>adl/hlm/ran/kus/mer/cin/rpi/hzk/fqh/len)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Negeri Dongeng Impian Alana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/negeri-dongeng-impian-alana/baca </link>
<guid> negeri-dongeng-impian-alana </guid>
<pubDate> Sat, 28 Sep 2019 11:13:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi negeri yang diimpikan Alana. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/negeri-dongeng-impian-alana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YWqPD8QPNd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Negeri Dongeng Impian Alana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Alana, seorang gadis kecil yang mungil. Ia lahir di pedalaman Kalimantan lima tahun yang lalu. Ayahnya seorang pekebun dan pencari rotan. Mereka hidup dari hutan Kalimantan yang kaya. Hasil hutan itu mampu menghidupi satu keluarga dan membeli buku dongeng untuk Alana. &nbsp;Hidup di tengah paru-paru dunia membuat Alana tumbuh menjadi anak yang sehat dan ceria. Kulitnya bersih, tidak berkawan dengan debu dan asap kendaraan seperti yang kebanyakan dialami oleh anak-anak yang hidup di kota. Setiap hari ibu memandikannya di danau yang airnya mengalir jernih. Di danau itu, warga pedalaman Kalimantan juga hidup sebagai nelayan. Setiap hari mereka pergi <em>merengge</em> atau memasang jala ikan untuk kemudian hasil tangkapannya itu dijual ke tengkulak.</p><p style="text-align: justify;">Setiap malam sebelum tidur, ibu selalu menceritakan satu dongeng untuk Alana. Alana senang sekali mendengarkan cerita putri dari negeri dongeng. Ia selalu membayangkan dirinya kelak akan menjelma menjadi putri cantik itu. Dijemput pangeran berkuda putih, duduk berdua di bawah pohon rindang di tepi danau atau bermain di taman bunga sambil mengejar kupu-kupu. Setiap mendengarkan cerita, Alana selalu bilang, <em>&ldquo;Ibu, Alana ingin jadi putri.&rdquo;</em> Dan ia selalu terlelap sebelum sempat mendengar jawaban ibunya. Malam itu hujan turun menambah sejuk udara pedalaman itu. Mengantar siapapun ke dalam tidur yang lelap.</p><p style="text-align: justify;">Malam berlalu, kicau burung menjadi alarm yang membangunkan Alana dari tidur panjangnya. Alana keluar dari bilik mencari ibunya. Ia menemukan ibunya sedang duduk bersama ayah menyeduh kopi di beranda rumah. Alana menghampiri mereka. Alana merentangkan tangan, menghirup udara dalam-dalam sambil memejamkan mata. Hujan semalam meninggalkan basah pada daun-daun di sepanjang jalan, membuat udara pagi menjadi lembab menyejukkan. Alana menari-nari riang sambil bernyanyi. Ayah dan ibunya tertawa kecil melihatnya. Dalam hati mereka berdoa, semoga kelak gadis kecil mereka tumbuh dengan baik. Sehat dan berbahagia.</p><p style="text-align: justify;">Matahari mulai tampak, menembus celah dedaunan dan berhasil &nbsp;menyentuh wajah mungil Alana. Beberapa menit setelah kopi di cangkirnya tanggal, ayah pamit berangkat ke hutan. Hari itu tujuan ayah tidak jauh, hanya beberapa puluh meter dari belakang rumah. Beberapa hari terakhir di hutan desa sebelah memang terjadi penebangan pohon secara besar-besaran. Jadi ayah tidak bisa lagi mencari rotan di tanah paman Rudi karena katanya pohon-pohon milik paman juga ikut dibabat. Hingga rotan-rotan di sana pun akan disingkirkan. Sepertinya paman telah menjual tanahnya. Menurut pengakuan warga yang ikut menyaksikan, lahan itu nanti akan dijadikan perusahaan kelapa sawit. Banyak warga yang senang mendengar kabar tersebut sebab jika perusahaan kelapa sawit didirikan, lowongan kerja akan segera dibuka dan mereka bisa mendapatkan pekerjaan baru serta &nbsp;mendapat upah yang banyak.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa bulan kemudian, dengan cepat profesi petani sawit mewabah di desa itu. Semua orang ramai-ramai menebang pohon dan mengubah tanahnya menjadi lahan kelapa sawit. Hanya tersisa beberapa orang saja yang masih menekuni pekerjaan berkebun dan mencari rotan. Termasuk ayah Alana. Semakin hari, udara di desa makin berubah. Orang-orang mulai mengeluh kepanasan saat siang hari. Tidak lagi adem seperti dulu. &nbsp;Satwa liar pun kehilangan tempat tinggalnya sehingga orangutan mulai sering masuk ke pemukiman warga dan merusak tanaman di kebun. Tidak hanya itu, jarak tanam kebun dan letak perusahaan kelapa sawit yang tidak jauh dari danau juga memberi efek yang buruk pada habitat ikan yang ada di danau tersebut. Seperti pencemaran limbah pabrik dan pestisida. Hal ini juga menyebabkan danau tidak lagi jernih dan sehat seperti dulu. Orang-orang jadi enggan mandi di sana karena takut kulitnya nanti gatal-gatal.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul dua siang, ayah Alana pulang ke rumah dengan wajah lesu. Ia membawa kembali rotan-rotannya yang tadinya ingin dijual.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yah, kenapa rotannya dibawa pulang kembali?&rdquo; tanya ibu Alana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ayah <em>ndak</em> jadi mau jual, bu. Harga rotan di pasar sekarang lagi anjlok-anjloknya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Oalah</em>, jadi <em>gimana&nbsp;</em>yah?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sabar ya bu. Semoga harganya segera membaik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Satu minggu berlalu, harga rotan tidak kunjung membaik. Hasil kebun pun tak seberapa. Sementara kebutuhan hidup terus mendesak. Ayah Alana terus mencari cara bagaimana agar rotan-rotannya bisa terjual dengan harga yang setidaknya tidak terlalu rendah. Tetapi nahas, ia tidak menemukan cara apapun. Ikan-ikan di danau pun sudah tidak bisa lagi diharapkan untuk menyambung hidup. Jalan satu-satunya yang bisa ia ambil adalah melamar menjadi karyawan di perusahaan sawit. Ia mendapat posisi rendah dengan gaji tak seberapa.</p><p style="text-align: justify;">Agustus tiba. Bulan yang telah jauh-jauh diprediksi sebagai puncak musim panas. Benar, sepanjang Agustus tidak sekali pun hujan turun menyapa dedaunan. Bahkan sampai pertengahan September, kemarau masih tetap bertahan. Orang-orang mulai mengeluh kekeringan. Panas dan kekurangan air bersih. Hingga pada suatu malam, petaka kemarau akhirnya tiba. Hutan gambut terbakar. Warga kelimpungan mencari air dan berusaha memadamkan api. Tetapi, kekeringan membuat api menjalar begitu cepat, hingga warga kehabisan cara untuk memadamkannya. Mereka akhirnya memilih pulang dan menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Mereka semua meninggalkan rumahnya dengan doa, semoga segalanya baik-baik saja.</p><p style="text-align: justify;">Alana yang masih tertidur pulas pelan-pelan digendong oleh ayahnya dan dibawa keluar dari rumah. Sementara ibunya menenteng barang-barang berharga yang bisa ia bawa. Mereka terus berjalan menjauh dari hutan. Hingga akhirnya mereka tiba di perbatasan yang memisahkan jalanan kota menuju pedalaman. Sudah cukup jauh dari tempat kebakaran. Setidaknya mereka bisa berlindung di sana sampai bala bantuan datang memadamkan api. Namun, sampai berhari-hari mereka di tempat pengungsian, tidak ada satu pun tanda-tanda serius bahwa kebakaran akan segera ditangani. Sementara api terus menjalar dan asap mengepul ke mana-mana. Semua orang mulai merasa sesak akibat kabut asap yang makin menjadi. Seorang warga berangkat ke kota meminta bala bantuan. Tetapi Bapak pemerintah katanya sedang liburan jadi belum bisa diganggu. Akhirnya ia pulang dengan perasaan kecewa.</p><p style="text-align: justify;">Alana, gadis kecil yang mungil. Setiap saat ia mengeluhkan asap yang sudah sejak kemarin menggerogoti paru-parunya. Dadanya sesak. Ibu dan ayahnya terus menempelkan kain basah ke wajahnya untuk menghalau asap. Tetapi setelah berhari-hari, cara itu mulai tidak berguna. Alana mulai lemah dan sulit berbicara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ibu, &nbsp;ayo kita pindah ke negeri dongeng&rdquo;, ucapnya dengan napas tersengal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ibunya mengangguk sambil berupaya menyembunyikan air matanya<em>.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;</em><span style="background-color: transparent;">Ibu, Alana ingin jadi putri,&rdquo;</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;ucapnya lagi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Iya nak. Alana cepat besar ya nak,&rdquo;</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;jawab ibunya. Tetapi Alana telah kembali terlebih dahulu terlelap sebelum sempat mendengar jawaban ibunya. Ia terlelap lama sekali. Ibu dan ayah mendekapnya. Menyadari bahwa anaknya telah tiada membuat mereka menangis sejadi-jadinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Hijrana, &nbsp;mahasiswa program studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, 2018.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anarki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/anarki/baca </link>
<guid> anarki </guid>
<pubDate> Sun, 29 Sep 2019 11:46:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi yang ditulis oleh Mochammad Fernanda Fadhila, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2016. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/anarki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PQCL8QCJAD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Anarki</h1>
			              </header>
			              <p>Tegangan tingkat tinggi<br>Aku entah akan lenyap ke mana<br>Pada padi yang berubah<br>Datang semut-semut merah<br>Kabin kapal lapuk juga<br>Demonstrasi massa<br>Kalau tembok tinggi menghadang<br>Tunggu aku dulu<br>Dua juta habis sudah<br>Kemudian akan tiba<br>Dibingkai semangat esok hari<br>Di lereng-lereng bukit<br>Terjang jalan terjal<br>Kita akan sampai pada waktunya<br>Kabut tipis tersibak<br>Tabir yang pernah hinggap<br>Kita akan sampai berdua<br>Berubah dimakan masa<br>Itu manusia-manusia<br>Lebur jadi dua<br>Oleh para peserta<br>Tembok tinggi mulai dipanjati</p><p><span><strong><em>Sebuah puisi yang ditulis oleh Mochammad Fernanda Fadhila, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2016.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Jilid III di Gedung DPRD </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-jilid-iii-di-gedung-dprd/baca </link>
<guid> aksi-jilid-iii-di-gedung-dprd </guid>
<pubDate> Mon, 30 Sep 2019 06:41:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa aksi yang membawa spanduk berisi tagar perjuangan dalam aksi hari ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-jilid-iii-di-gedung-dprd/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PbVJjecyYx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Jilid III di Gedung DPRD</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Untuk ketiga kalinya, hari ini (30/9) diadakan aksi di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) oleh Aliansi Kaltim Bersatu. Jauh lebih mundur dari pelaksanaan aksi sebelumnya, ribuan massa datang sekitar pukul 13.30 Wita. Massa datang dengan melakukan <em>long march</em> seperti aksi-aksi sebelumnya dari Masjid Baitul Mutaqien.</span></p><p style="text-align: justify;">Ada yang berbeda dari barisan kepolisian yang berada di belakang pagar kawat siang ini. Mereka menyambut mahasiswa dengan lantunan salawat. Polisi wanita juga mengenakan hijab putih, sedangkan polisi pria menggunakan kopiah dan serban putih yang di lehernya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara mahasiswa terus meneriakkan tuntutan dan juga sampaikan orasinya. Diselingi dengan lagu darah juang. Ada delapan tuntutan yang dibawa dalam aksi kali ini. Pertama, mendesak presiden untuk secepatnya mengeluarkan Perpu terkait UU KPK. Kedua, tolak segala UU yang melemahkan demokrasi. Ketiga, tolak TNI dan Polri menempati jabatan sipil. Keempat, bebaskan aktivis pro demokrasi. Kelima, hentikan militerisme di tanah Papua. Keenam, tuntaskan pelanggaran HAM, adili penjahat HAM: termasuk yang duduk di lingkaran kekuasaan. Tujuh, hentikan represifitas TNI, Polri, dan ormas reaksioner terhadap gerakan rakyat. Terakhir, tangkap, adili, denda, penjarakan, dan cabut izin korporasi pembakaran lahan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami turun ke sini bukan karena eksistensi, karena kami tahu Indonesia tidak sedang baik-baik saja,&quot; seru salah satu orator dari atas mobil.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa mulai bergerak maju, berhadapan dengan jajaran kepolisian setelah berhasil meringsek pagar kawat. Sementara jajaran kepolisian belum berhenti melantunkan salawat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam aksi sebelumnya, tepatnya Kamis (26/9) lalu. Salah satu anggota kepolisian sempat memberikan tanggapannya terkait aksi. Ia mengatakan bahwa pihaknya berempati dengan situasi aksi yang sempat kaos itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagaimanapun mereka adalah anak-anak kita yang menyampaikan aspirasinya, namun dengan cara-cara yang santun dan wajar. Sehingga bisa diterima oleh anggota-anggota dewan, kemudian disampaikan, pasti akan disampaikan kepada DPR RI,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu, tiga perwakilan DPRD turun menemui massa aksi. Rusman Yaqub, Syarifuddin, Sarkowi. Ketiganya naik ke atas mobil komando untuk memberikan pernyataannya. Namun setelah beberapa menit di atas, mahasiswa tidak juga memberikannya panggung.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sudah tiga kali kita aksi di sini. Kenapa harus ada korban dulu baru datang?&quot; seru salah satu orator aksi dari atas mobil komando.</p><p style="text-align: justify;">Merasa tak diberi kesempatan untuk berbicara, ketiga perwakilan tersebut turun dibarengi dengan sorakan massa aksi. Sempat terjadi saling dorong di barisan massa aksi yang menghadang kedua perwakilan DPRD tersebut masuk ke dalam gedung.</p><p style="text-align: justify;">Tak lama, perwakilan lainnya memberikan pernyataannya dari depan pagar gedung.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami menawarkan kepada mahasiswa. Berikan perwakilannya 30 orang, kita dialog di dalam. Mari bicarakan dari hati. Apa yg kalian resahkan juga merupakan keresahan kami.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Saat ini pihak perwakilan DPRD dan mahasiswa saling memberikan pernyataannya.<strong><em>&nbsp;(ubg/pil/adl/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konferensi Pers Sampaikan Mosi Tidak Percaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konferensi-pers-sampaikan-mosi-tidak-percaya/baca </link>
<guid> konferensi-pers-sampaikan-mosi-tidak-percaya </guid>
<pubDate> Mon, 30 Sep 2019 09:44:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyampaian mosi tidak percaya oleh massa aksi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konferensi-pers-sampaikan-mosi-tidak-percaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C0MmxKUB93.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konferensi Pers Sampaikan Mosi Tidak Percaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Di tengah-tengah aksi, Aliansi Kaltim Bersatu menggelar konferensi pers sore ini sekitar pukul 16:20 Wita. Tepat di depan gerbang Gedung DPRD Kaltim, melalui Yohanes Richardo selaku Humas Aliansi Kaltim Bersatu, tujuan aksi hari ini ialah untuk menduduki gedung DPRD. Selain itu, tujuan lain yang ia sampaikan ialah untuk mengeluarkan pernyataan mosi tidak percaya.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika kita menyatakan mosi tidak percaya, maka tidak ada kompromi, tidak ada mediasi. Kita sudah kecewa dengan lembaga pemerintah saat ini,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga membacakan delapan tuntutan yang dibawa dalam pergerakan massa hari ini. (Baca: https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-jilid-iii-di-gedung-dprd/baca)&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelum menutup konferensi pers tadi, ia juga sempat menyinggung Aliansi Garuda Mulawarman yang menyatakan mundur dari barisan aksi bersama Aliansi Kaltim Bersatu pada Kamis (26/9) lalu. Ia menyebut bahwa hal ini bertujuan untuk memecah belah persatuan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aliansi Garuda Mulawarman adalah kelompok yang ingin memecah belah persatuan, dan alergi dengan persatuan,&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga sore ini, mahasiswa masih berorasi untuk dapat memasuki gedung. <strong><em>(pil/kus/rpi/cup/adl/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Pecah Magrib Tadi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-pecah-magrib-tadi/baca </link>
<guid> aksi-pecah-magrib-tadi </guid>
<pubDate> Mon, 30 Sep 2019 10:57:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menjelang magrib, para demonstran terhambur akibat tembakan watercanon dan gas air mata </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-pecah-magrib-tadi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/op2FeOiXby.png" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Pecah Magrib Tadi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Riuh aksi pecah di depan gedung DPRD Kaltim magrib tadi. Sejak sore massa aksi mendesak masuk ke dalam gedung dengan berorasi dan mendorong gerbang. Langit mulai gelap, pukul 17.45 Wita, aparat kepolisian meminta massa aksi untuk segera membubarkan diri.</span></p><p style="text-align: justify;">Namun upaya itu tak mendapat perhatian lebih dari massa aksi, mereka tetap bergeming di tempat. Sekitar pukul 17.55 Wita, semburan air dari water cannon berkali-kali dikerahkan ke tengah-tengah rombongan massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Situasi makin pecah ketika pukul 18.00 Wita, tembakan gas air mata diluncurkan. Massa aksi langsung bergerak mundur. Berlarian menjauhi gedung, dan tak sedikit yang terpisah dengan kawan lainnya. Asap yang perih hingga menimbulkan banyak yang sesak napas membuat massa aksi mundur.</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, tak sedikit yang membutuhkan pertolongan tim medis, hingga ada yang dilarikan ke rumah sakit. Hingga kini, situasi di depan gedung DPRD masih belum kondusif. <strong><em>(pil/kus/rpi/cup/adl/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Garuda Mulawarman Walkout, Bagaimana Nasib Aliansi Kaltim Bersatu? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/garuda-mulawarman-walkout-bagaimana-nasib-aliansi-kaltim-bersatu/baca </link>
<guid> garuda-mulawarman-walkout-bagaimana-nasib-aliansi-kaltim-bersatu </guid>
<pubDate> Mon, 30 Sep 2019 12:13:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi depan sekretariat BEM KM Unmul yang dipenuhi tulisan berwarna merah. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/garuda-mulawarman-walkout-bagaimana-nasib-aliansi-kaltim-bersatu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hl7r1GQJu1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Garuda Mulawarman Walkout, Bagaimana Nasib Aliansi Kaltim Bersatu?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Di tengah hiruk pikuk para demonstran aksi jilid II (26/9) lalu, beberapa pimpinan tertinggi BEM Fakultas Universitas Mulawarman (Unmul) terlihat membentuk kerumunan sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa alasan, kerumunan yang mengatasnamakan Aliansi Garuda Mulawarman (Garmul) ini rupanya tengah mengadakan rilis singkat mengenai sikap mereka terhadap aksi yang berlangsung. Aliansi ini terdiri dari BEM KM Unmul, BEM FKIP, BEM FEB, BEM Faperta, BEM FMIPA, BEM FKM, BEM FIB, BEM FKTI, Lem Sylva, BEM Farmasi, dan BEM FK.</p><p style="text-align: justify;">Dalam video singkat yang beredar dengan tegas mereka menyatakan bahwa tidak lagi menjadi bagian dari Aliansi Kaltim Bersatu (AKB). Idet Arianto Putra selaku Gubernur BEM FKIP, juga pimpinan aliansi dengan lantang berujar bahwa mereka tak lagi mengikutsertakan diri mereka pada aksi yang akan datang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami menyatakan bahwa Aliansi Garuda Mulawarman keluar dari barisan aksi ini. Kami sangat menyayangkan adanya kerusuhan-kerusuhan di sekitar kantor DPRD Kalimantan Timur,&quot; ujar Idet dalam video singkat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain menyayangkan banyaknya tindak anarkisme yang terjadi, Garmul juga menyesali banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Idet menganggap aksi yang dua kali dilaksanakan sudah cukup menjadi bukti begitu banyak mahasiswa yang terpaksa terluka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami tidak ingin ada mahasiswa yang kehilangan masa depannya karena aksi ini,&quot; tambah Idet memaparkan alasan mundurnya Garmul dari barisan aksi.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi video yang telah beredar di media sosial, Aliansi Kaltim Bersatu juga mengeluarkan rilis yang berisi penyataan sikap mereka terhadap keluarnya Garmul dari barisan aksi. Dalam rilis yang telah beredar tertulis jelas bahwa apa yang dilakukan Garmul merupakan suatu bentuk tindakan pelemahan terhadap gerakan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini kembali dipertegas oleh Yohanes Ricardo yang merupakan Humas AKB bahwa mereka akan tetap melanjutkan perjuangan meski tanpa Garmul saat konferensi pers Minggu (29/9) kemarin di Fakultas Hukum Unmul. Dalam konferensi pers, Ricardo mengecam tindakan Garmul. Ia berpendapat bahwa memisahkan diri dari barisan merupakan tindakan yang dapat memecah belah persatuan dan perjuangan massa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sekre BEM KM Unmul Diserang</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukan menjadi rahasia umum lagi jika kini tengah beredar beberapa foto mengenai kondisi pasca aksi tolak revisi UU KPK dan KUHP di kantor DPRD Kamis lalu. Setelah menyatakan diri keluar dari AKB, sekretariat BEM KM Unmul yang berada di gedung Student Center kini terlihat penuh coretan.</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul yang memang merupakan salah satu bagian dari Garmul menjadi sasaran empuk bagi sebagian oknum yang tak terima keluarnya mereka dari barisan aliansi. Dinding berwarna abu-abu itu kini dipenuhi tulisan &apos;mundur adalah pengkhianat&apos; dengan ukuran yang cukup besar.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu terlihat jelas juga kondisi muka sekret yang dipenuhi sampah sehingga mengakibatkan kotornya halaman depan sekretariat. Tulisan-tulisan ini disinyalir sebagai bentuk protes beberapa oknum atau pihak akan mundurnya Garmul. Mereka yang menyuarakan protes ini beranggapan bahwa Garmul terkesan mencari aman dengan ingin menjaga nama baik kampus.</p><p style="text-align: justify;">Namun hingga kini belum diketahui siapa jelasnya pelaku yang menghiasi dinding sekretariat BEM KM Unmul itu. Hingga berita ini diturunkan, <em>Sketsa</em> masih mencoba mengonfirmasi ke beberapa pihak terkait untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. <strong>(<em>sut/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Garuda Mulawarman Menolak Anarkisme dan Konsisten dalam Gerakan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/aliansi-garuda-mulawarman-menolak-anarkisme-dan-konsisten-dalam-gerakan-mahasiswa/baca </link>
<guid> aliansi-garuda-mulawarman-menolak-anarkisme-dan-konsisten-dalam-gerakan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 30 Sep 2019 12:46:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana aksi mahasiswa di depan gedung DPRD yang timbulkan korban, membuat Garmul mundur dari aliansi. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/aliansi-garuda-mulawarman-menolak-anarkisme-dan-konsisten-dalam-gerakan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ouIuvSsqvb.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Garuda Mulawarman Menolak Anarkisme dan Konsisten dalam Gerakan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Gerakan mahasiswa terkait penolakan pelemahan KPK sudah tak terbendung mulai dari aksi kreatif bahkan demonstrasi. Kejadian ini juga dialami oleh mahasiswa Kalimantan Timur (Kaltim). Seluruh elemen gerakan bersatu dengan tujuan yang sama bahwa KPK harus diperkuat bukan melemahkan begitu juga rancangan UU lain yang bisa melehmahkan demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">Pada Kamis (19/9) kami melaksanan konsolidasi pertama untuk menyikapi tuntutan serta meyatukan gerakan dari seluruh lembaga dan kami mendirikan Aliansi Kaltim Bersatu. Sebagai respon gerakan terkait isu pelemahan KPK.</p><p style="text-align: justify;">Senin (23/19) melakukan aksi dengan massa yang begitu besar, sekitar 3 ribu orang lebih massa aksi turun ke jalan. Di tengah aksi ada pembicaraan bahwa anggota DPRD yang diwakili oleh seluruh fraksi DPRD Provinsi Kaltim akan menemui mahasiswa dan mendengar apa tututan yang dibawa mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Humas Aliansi Kaltim Bersatu mengomunikasikan dengan korlap (koordinator lapangan) dan pimpinan lembaga, apakah permintaan tersebut akan disetujui. Hasilnya adalah kami tetap ingin menduduki Kantor DPRD Provinsi dan massa aksi semuanya masuk.</p><p style="text-align: justify;">Waktu terus berjalan, massa aksi terus memksa masuk dan akhirnya terjadilah bentrok antara aparat dan mahasiswa. Sampai akhirnya aparat meluncurkan gas air mata agar maasa aksi terpecah. Korban terus berjatuhan hingga menuju magrib, dan timbul kesepakatan bahwa aksi hari ini akan diakhiri.</p><p style="text-align: justify;">Selasa (24/19) Aliansi Kaltim Bersatu mengadakan evaluasi aksi dan pada saat itu kami menyampaikan bahwa aksi kami gagal karena tuntutan kami belum diterima oleh pihak DPRD. Melalui diskusi panjang dengan seluruh lembaga, disepakati bahwa kita akan melaksanakan aksi kedua dengan catatan aksi kami harus mencapai tujuan.</p><p style="text-align: justify;">Kamis (26/9) aksi kedua dilaksanakan dengan beberapa tuntutan yang ditambahkan. Kali ini massa aksi berjumlah dua kali lipat dari aksi sebelumnya. Tentunya harapan kami lebih besar, tujuan utama kami adalah bisa menduduki kantor DPRD Provinsi Kaltim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tapi pada saat di lapangan aparat juga lebih siap, personil lebih banyak tentu menjadi kendala kami. Menuju pukul 12.00 Wita hampir seluruh anggota DPRD Kaltim keluar dan menemui mahasiwa dan pada saat itu saya mencoba mengkomunikasikan apa langkah kami.</p><p style="text-align: justify;">Dari keputusan yang didapat sebelunya adalah kami tidak memberikan panggung pada anggota dewan untuk bernegosiasi di luar dan kami tetap ingin menduduki kantor DPRD. Setelah solat zuhur massa aksi sudah berkeliaran kemana-mana dan kami coba merapatkan barisan kembali.</p><p style="text-align: justify;">Terik matahari terus menyengat, aksi kami masih mengambang, dan tujuan kami belum tercapai. Dari BEM KM Unmul coba menawarkan opsi kepada anggota DPRD Kaltim keluar dan menemui seluruh massa aksi dan semua masa aksi bisa melihat apa sikap yang di berikan oleh anggota DPRD Kaltim. Karena kami menyadari bahwa untuk masuk ke dalam sangat sulit. Meskipun kami sudah mecoba berbagai cara pun tidak berhasil.</p><p style="text-align: justify;">Sampai akhirnya keputusan yang diambil adalah kami tetap ingin masuk ke dalam. Namun yang terjadi adalah bentrok antara mahasiswa dan polisi. Penyiraman air dari <em>water &nbsp;c</em><em>annon</em> dan penembakan gas air mata ke massa aksi agar menghamburkan massa di lapangan. Banyak korban yang berjatuhan, hingga akhirnya beberapa dibawa ke rumah sakit dan tenaga mahasiswa juga sudah mulai terkuras.</p><p style="text-align: justify;">Dari sini kami melihat apa sebenarnya tujuan dari aksi kali ini, yang terjadi di lapangan hanya bentrok, anarkisme, dan vandalisme yang dilakukan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kami mengecam kekerasan yang dilakukan aparat seperti yang terjadi di Papua. Tapi di lapangan massa aksi justru menjadi anarkis saling pukul memukul dengan aparat. Tentu ini bukan cara yang harus dilakukan mahasiswa. Hampir semua media hanya mengabarkan mahasiswa yang anarkis dan bentrok bukan pada tuntutan dan substansi yang kami bawa.</p><p style="text-align: justify;">Kami juga mengecam pihak kepolisian yang meluncurkan gas air mata hingga akhirnya banyak korban yang berjatuhan. Bukan malah menganyomi tapi membuat mahasiswa terprovokasi. Bahkan sampai saat ini kami diteror dengan orang yang tidak bertanggung jawab. Ada vandalisme yang terjadi di sekertariat BEM KM Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kami mempunyai prinsip gerakan masing-masing tapi cara yang dilakukan bukan seperti ini, semacam tak punya pendidikan. Kami terbuka lebar dengan siapapun untuk memberi masukan dan mengkritik kami. Sekertariat BEM KM Unmul bukan milik organisasi secara pribadi tapi milik semua mahasiswa Unmul karena ini adalah salah satu lembaga tertinggi di Unmul, maka ini perlu dijaga bukan malah dirusak.</p><p style="text-align: justify;">Kami sampaikan bahwa kami tetap berada dalam perjungan ini untuk terus menguatkan KPK karena siapapun yang ingin menghianati reformasi adalah musuh kita bersama. Alasan keluarnya Garuda Mulawarman dari aliansi adalah karena kami menolak anarskisme dan vandalisme ini karena itu bukan cara seorang mahasiswa. Kondisi zaman dan pola gerakan kita harus sama-sama kami lihat dan kami kondisikan sesuai kebutuhan saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Kami menyatakan Alianasi Garuda Mulawarman adalah aliansi yang selalu konsisten mengawal isu dan gerakan mahasiswa. Di saat yang lain diam maka kami lah yang bersuara lantang menutut keadilan dan selalu menjadi mitra kritis pemerintah.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Derviansyah, Menteri Sosial Politik BEM KM Unmul 2019</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Jilid III Dibubarkan Orang Tak Dikenal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-jilid-iii-dibubarkan-orang-tak-dikenal/baca </link>
<guid> aksi-jilid-iii-dibubarkan-orang-tak-dikenal </guid>
<pubDate> Tue, 01 Oct 2019 05:20:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyebab bubarnya aksi kemarin termyata dipicu oleh sekelompok orang tak dikenal. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-jilid-iii-dibubarkan-orang-tak-dikenal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4E199sB9LT.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Jilid III Dibubarkan Orang Tak Dikenal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Meski sudah dibubarkan sejak magrib, terpantau <em>Sketsa&nbsp;</em>tadi malam ribuan massa aksi masih bertahan. Menumpuk di pertigaan jalan, tak jauh dari Gedung DPRD. Satu persatu dari mereka berorasi. Mulai dari mahasiswa hingga buruh ikut suarakan aspirasi dari atas mobil komando.</p><p style="text-align: justify;">Usai ricuhnya aksi di depan DPRD Kaltim yang dibubarkan oleh aparat menjelang petang kemarin (30/9), situasi lapangan mulai kondusif. Terlihat beberapa ambulans lalu lalang membawa massa aksi yang terpapar gas air mata. Sekitar 18:45 Wita, koordinator lapangan Aliansi Kaltim Bersatu mengonsolidasi massa untuk memindahkan titik kumpul di sekitar tugu persimpangan Jl. Tengkawang, sembari terus menyampaikan orasi.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 20.00 Wita, Humas Aliansi Kaltim Bersatu, Yohanes Richardo menanggapi perihal jatuhnya korban pada aksi kali ini. Ia menuturkan, belum mendapatkan data yang valid dan akurat dari lapangan. &quot;Yang jelas tadi dapat beberapa informasi, memang benar ada teman-teman kita yang hilang entah ke mana,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Richardo menyatakan pantang mundur dan massa aksi akan terus bertahan. &quot;Gerakan kita serius, gerakan kita berkomitmen pada perjuangan rakyat itu sendiri.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Richardo menjelaskan bahwa ia dan rekannya telah berkomitmen untuk tidak berkompromi dengan pihak DPRD Kaltim. Ia juga menyangkal tudingan dari DPRD yang mengatakan aksi kali ini ditunggangi kelompok tertentu karena tidak ingin membuka pintu dialog.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena sebenarnya kita sama sekali tidak percaya dengan DPR. Karena situasi krisis hari ini sedang terjadi. Ini bukan persoalan kubu 01, bukan persoalan kubu 02. Keduanya sama-sama buruknya,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 20.45 Wita, massa aksi kemudian bergerak perlahan membubarkan diri. Sebagian lagi kembali ke titik kumpul di Masjid Baitul Mutaqien. Mereka dibubarkan oleh sekolompok orang.<br><br>&quot;(Mereka) orang tidak dikenal,&quot; ujar Richardo dikonfirmasi pagi ini (1/10). <strong><em>(adl/kus/rpi/cup/pil/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bara Api Pemira FKIP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bara-api-pemira-fkip/baca </link>
<guid> bara-api-pemira-fkip </guid>
<pubDate> Tue, 01 Oct 2019 12:20:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selebaran anonim yang ditujukan kepada KPPR FKIP. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bara-api-pemira-fkip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XlAu83brug.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bara Api Pemira FKIP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki penghujung 2019, Pemilihan Raya (Pemira) bakal presiden dan wakil presiden maupun gubernur dan wakil gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas mulai nampak di sejumlah kampus. Mengawali pesta demokrasi ini, sempat berembus kabar tak sedap dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang telah memulai rangkaian Pemira sejak 27 Agustus.</span></p><p style="text-align: justify;">Pada 12 September lalu, melalui akun <em>Instagram</em> @pemirafkipunmul, diunggah sebuah postingan berupa surat pernyataan oleh Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR). Surat tersebut berisi keterangan bahwa KPPR telah menerima tindak intimidasi dan intervensi pada hasil verifikasi tahap II. Tindak intimidasi dan intervensi ini dilakukan oleh massa pendukung bakal pasangan calon Iqbal Usni Gabryella T - Aldo Aditya R yang mengakibatkan terjadinya kerusuhan dan kekerasan. Adapun terlampir nama-nama anggota KPPR yang mendapatkan perlakuan kurang baik sebanyak 11 orang.</p><p style="text-align: justify;">Pada poin ke-5 di surat pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa Ramli Koten sebagai Ketua KPPR FKIP mengaku kurang berpikir jernih sehingga mengeluarkan pernyataan atas nama pribadi yang berbunyi, &lsquo;Bakal pasangan calon yang gugur dapat mencalonkan kembali pasangan yang sama setelah verifikasi tahap II, dan panitia KPPR FKIP Unmul akan membuat form surat penyataan kesediaan untuk dipilih.&rsquo;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Ramli menjelaskan kronologi kerusuhan yang berlangsung pada verifikasi tahap II (11/9), tepatnya menjelang malam. Saat itu, berkas-berkas dalam keadaan telah diverifikasi dan pasangan calon yang lolos dan akan melanjutkan proses Pemira telah ditentukan, yakni M. Bima - M. Enggi Sulaiman.</p><p style="text-align: justify;">Kerancuan dimulai saat agenda penandatanganan hasil verifikasi tahap II. Timses bakal paslon Iqbal - Aldo enggan untuk menandatangani surat pernyataan tersebut. Dikatakan Ramli, mereka meminta pihak KPPR untuk merundingkan kembali terkait hasil verifikasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka meminta mediasi, ada beberapa hal yang mereka tanyakan, mereka meminta rapatkan pada saat itu juga selama 30 menit. Pada saat itu massa sudah datang sangat banyak, sudah berteriak mengeluarkan kata-kata kurang bagus,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ramli menyayangkan tindakan tersebut. Menurutnya selama ini tidak ada interupsi atau sanggahan dari awal. &ldquo;Tapi sampai masa pendaftaran selesai tidak ada paslon yang bertanya, jadi menurut kami tidak ada masalah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Merasa kondisi telah tertekan dan terintimidasi, alih-alih KPPR mengambil keputusan sebagaimana tertera di poin ke-5 pada surat pernyataan yang diposting akun @pemirafkipunmul, keputusan yang diambil berseberangan dan melanggar Tata Tertib Pemira (TAP) Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yakni pada pasal 12 ayat (5) yang berbunyi, &lsquo;Apabila hasil penelitian berkas pasangan calon sebagaimana dimaksud ayat (4) tidak memenuhi syarat dan ditolak oleh Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya, pasangan calon dinyatakan gugur.&rsquo;</p><p style="text-align: justify;">Menyadari kesalahan yang diperbuat, KPPR membuat surat keputusan ulang serta merilisnya di hari setelahnya. &ldquo;Setelah saya memberikan pernyataan, besoknya saya klarifikasi lagi atas kesalahan yang terjadi malam itu,&rdquo; ujar Ramli.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini pihak KPPR dan DPM telah membawa masalah ini ke birokrat. Mereka mendapat arahan agar tetap melanjutkan proses Pemira, kemudian memberikan waktu selama lima hari kepada paslon yang gugur untuk melengkapi berkas kembali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu masih bersinggungan juga dengan TAP DPM, jadi masih kami kaji soal itu. Entah hasilnya seperti apa, dari kami memang sudah siap dengan segala konsekuensinya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun pihak birokrat tetap kukuh dengan pendiriannya, kami juga tetap konsisten dengan jalan kami yang berpatokan pada aturan,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dikatakan Ramli sempat terjadi kericuhan setelah penyampaian surat keputusan, yang berupa tindak pemukulan terhadap salah satu mahasiswa yang disinyalir bukan bagian dari Tim KPPR FKIP.<br><br>&ldquo;Pada malam itu sempat ricuh juga setelah itu. Mereka memukul salah satu mahasiswa (kampus FKIP) Banggeris, dikejar dari lapangan parkir sampai pos sekuriti. Saat itu sudah selesai penyampaian (surat keputusan),&rdquo; ungkap Ramli.<br><br><strong>Klarifikasi Timses Bakal Paslon Iqbal-Aldo</strong><br><br>Kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (26/10) Nurul Ramlan Hariadi selaku ketua timses bakal pasangan calon Iqbal&ndash;Aldo menegaskan bahwa tak ada bentuk intimidasi yang mereka lakukan kepada pihak KPPR.<br><br>&ldquo;Tidak ada yang namanya intimidasi. Pada saat itu KPPR minta 30 menit untuk rapat dengan anggota dan kami pun menarik teman-teman ke tempat lain untuk berdoa,&rdquo; ujar Ramlan.<br><br>Setelah itu, pihak KPPR membuat nota kesepakatan yang menyebutkan bahwa KPPR akan memperpanjang masa perlengkapan berkas bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang dinyatakan gugur pada verifikasi II, kemudian menjamin tidak akan ada masalah yang dimunculkan saat Pemira berlangsung dan menjamin bahwa pelaksanaan berjalan damai dan kondusif, bahwa Pemira akan dijalankan secara jujur, adil dan menerima hasil perolehan suara yang ada. Nota kesepakatan ditandatangani oleh berbagai pihak yang bersangkutan.<br><br>Ramlan menilai bahwa KPPR tidak tegas dalam pelaksanaan Pemira ini, yang tidak memberikan kejelasan mengenai kelanjutan Pemira hingga saat ini. Menurutnya, sudah seharusnya ada pergantian ketua KPPR bahkan dibubarkan dan dibentuk ulang.<br><br>&ldquo;Harusnya pergantian ketua KPPR atau dibubarkan dan dibentuk kembali,&rdquo; tuturnya.<br><br>Ia juga menyayangkan sikap DPM yang tak tegas dalam mengambil kebijakan. &ldquo;DPM harusnya tegas dalam pengambilan kebijakan pada rapat paripurna tentang Pemira FKIP. Masa sekelas DPM menginginkan sebuah aklamasi,&rdquo; tutupnya. <br><br><strong>Selebaran Anonim</strong><br><br>Beberapa hari berselang, muncul selebaran tanpa identitas berjudul &lsquo;DPM &amp; KPPR BERPIHAK???&rsquo; yang berisi keresahan terhadap kinerja DPM dalam membentuk KPPR. Motif keikutsertaan organisasi juga turut menjadi alasan. Terpampang juga foto dari paslon yang lolos yakni Bima - Enggi serta dilengkapi foto Ramli Koten selaku Ketua KPPR.<br><br>&ldquo;Singkat cerita DPM FKIP GAGAL, bukan hanya gagal dalam menyatukan mahasiswa tetapi juga gagal dalam membentuk panitia dalam menyelenggarakan Pemira. KPPR yang seharusnya adil dan tidak memihak ternyata malah terlihat mendukung salah satu paslon karena berasal dari satu <em>background</em> lembaga bahkan membuat dan menciderai paslon-paslon yang seharusnya bisa lolos dalam berkas,&rdquo; tulisnya.<br><br>&ldquo;Ketua KPPR FKIP hanya meloloskan satu calon saja karena calon tersebut berasal dari lembaga yang sama dengan ketua KPPR yaitu Lembaga Dakwah Kemahasiswaan.&rdquo; <br><br>Ramli tak terlalu ambil pusing, sebab selebaran itu tak ada identitas yang bertanggung jawab terhadap apa yang disebar. Secara umum, menurutnya tak ada bukti kuat yang melengkapinya. Ramli menilai bahwa selebaran itu dibuat seakan KPPR memihak salah satu paslon. Padahal, secara mekanisme memang hanya satu paslon yang memenuhi berkas dan dinyatakan lolos seleksi.<br><br>&ldquo;Menurut kami, selebaran-selebaran seperti itu tujuannya membuat seolah-olah menyebar opini bahwasannya KPPR maupun DPM itu bermain tidak fair dalam Pemira,&rdquo; tukasnya. <br><br>Diketahui, dari total 11 bakal paslon yang mendaftar, hanya lima di antaranya yang mengembalikan berkas. Hingga pada seleksi tahap II ditentukan satu paslon yang lolos seleksi. Namun kini belum ada kelanjutan jadwal Pemira dari KPPR FKIP. <strong><em>(kus/ina/rst/snh/fqh/len)</em></strong><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Batik: Lebih dari Sekadar Kain Tradisional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/batik-lebih-dari-sekadar-kain-tradisional/baca </link>
<guid> batik-lebih-dari-sekadar-kain-tradisional </guid>
<pubDate> Wed, 02 Oct 2019 11:57:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/batik-lebih-dari-sekadar-kain-tradisional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9nApAhZxsD.png" />
					</figure>
			                <h1>Batik: Lebih dari Sekadar Kain Tradisional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tepat satu dekade lalu, <em>United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization</em> (UNESCO) mengakui bahwa batik merupakan Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (<em>Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity</em>) yang dimiliki Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari situs UNESCO, teknik, simbolisme, dan budaya terkait batik dianggap melekat dengan kebudayaan Indonesia. Bahkan, UNESCO menilai masyarakat Indonesia memaknai batik dari prosesi kelahiran sampai kematian. Batik juga menjadi refleksi akan keberagaman budaya di Indonesia, yang terlihat dari sejumlah motifnya. Meskipun dalam motifnya sendiri masih dipengaruhi berbagai simbol budaya negara lain.</p><p style="text-align: justify;">Namun, di era yang serba modern seperti saat ini apakah kaum muda masih menganggap batik sebagai bagian dari identitas Indonesia dan tak menganggap batik adalah pakaian orang tua?</p><p style="text-align: justify;">Mari kita sedikit telisik tentang stereotip apa yang muncul ketika seseorang menggunakan batik di tempat umum. Pasti sebagian orang akan menanyakan hal-hal menyebalkan seperti &quot;Wih, rapi amat mau ke kondangan siapa nih?&quot; atau &quot;Ada angin apa kamu pakai batik? Inikan enggak formal&quot; atau mungkin &quot;Waduh pak rapi sekali, mau rapat paripurna di mana?&quot; bahkan stereotip lain yang mendiskreditkan.</p><p style="text-align: justify;">Omongan-omongan tidak sedap di atas akan terus bergema karena sebagian orang masih tak paham akan subtansi yang dibawa oleh batik itu sendiri. Menganggap batik hanyalah pakaian yang dipakai ketika menghadiri acara formal atau bahkan untuk ke resepsi pernikahan. Padahal ketika memakai batik tidak kalah elegannya dengan pakaian lain. Lantas mengapa batik masih dipandang sebelah mata oleh beberapa orang?</p><p style="text-align: justify;">Jika diingat-ingat bahwa ketika masih sekolah dulu, kita diwajibkan memakai seragam batik khas sekolah kita sendiri setiap kamis. Saya kira tujuan sekolah hanya memberi variasi pada seragam yang kita pakai setiap harinya. Tapi, ternyata tujuannya yang sesungguhnya adalah membiasakan diri untuk menghargai karya negeri sendiri. Namun ketika memasuki dunia perkuliahan, apakah kebiasaan itu masih ada?</p><p style="text-align: justify;">Mungkin sebagian ada yang sudah menerapkannya melalui kebijakan kampus masing-masing. Meskipun tak ada peraturan tertulis, harusnya sebagai mahasiswa memiliki kesadaran sendiri dan berusaha untuk mengajak rekan rekannya untuk menggunakannya di hari Kamis. Meskipun saya tidak tahu kenapa harus Kamis.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, sedikit ingin menambahkan bahwa sejatinya batik jangan melulu dikaitkan dengan hanya sebagai identitas Indonesia, sebagai gimmick atau publisitas citra yang baik. Namun juga sebagai bentuk perjuangan bangsa yang membebaskan diri dari kekangan untuk berekspresi. Selamat Hari Batik Nasional, jangan pernah malu untuk memakainya ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Faqih Hendrian mahasiswa Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Audiensi dengan DPRD, Aliansi Garuda Mulawarman Sampaikan Tuntutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-dengan-dprd-aliansi-garuda-mulawarman-sampaikan-tuntutan/baca </link>
<guid> audiensi-dengan-dprd-aliansi-garuda-mulawarman-sampaikan-tuntutan </guid>
<pubDate> Wed, 02 Oct 2019 12:39:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi Aliansi Garuda Mulawarman bersama DPRD Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-dengan-dprd-aliansi-garuda-mulawarman-sampaikan-tuntutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A0RwDBbUeR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Audiensi dengan DPRD, Aliansi Garuda Mulawarman Sampaikan Tuntutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pasca keluarnya Aliansi Garuda Mulawarman (Garmul) dari barisan aksi bersama Aliansi Kaltim Bersatu (AKB), gerakan ini memulai aksi perdananya di kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (1/10) kemarin. Momen ini bertepatan dengan pelaksanaan Sidang Pengucapan Sumpah dan Janji Anggota DPRD 2019-2024.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sekitar pukul dua belas siang, puluhan massa anggota Aliansi Garuda Mulawarman yang terdiri dari BEM KM Unmul, BEM FKIP, BEM FEB, BEM Faperta, BEM FMIPA, BEM FKM, BEM FIB, BEM FKTI, Lem Sylva, BEM Farmasi, BEM FK, serta beberapa mahasiswa dari Polnes memadati halaman depan kantor DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Berbeda dengan sesebelumnya, aksi kerumunan kali ini berlangsung tertib dan damai. Selain orasi, aliansi ini juga turut mengadakan salat gaib untuk memperingati para pejuang demokrasi yang telah gugur.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aksi kali ini tidak hanya sekadar berisikan orasi belaka. Beberapa waktu lalu, Garmul telah mengirimkan surat audiensi yang ditujukan kepada DPRD Kaltim. Gayung pun bersambut, seluruh peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Garmul memasuki gedung dan melakukan audiensi bersama pimpinan DPRD di ruang paripurna dewan setempat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ada empat tuntutan yang dibawa dalam aksi kali ini. Pertama, tolak pasal-pasal dalam UU yang melemahkan KPK. Kedua, tolak pasa-pasal RKHUP yang tidak pro rakyat. Ketiga, mengecam tindakan represifitas aparat kepolisian terhadap rakyat. Keempat, mendesak Kapolri untuk segera mundur dari jabatannya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Saat audiensi, Garmul meminta kepada pimpinan DPRD Kaltim, untuk menjembatani serta menyampaikan beberapa tuntutan yang disuarakan dalam aksi yang berlangsung sebelumnya kepada DPRD pusat. Hasilnya, tuntutan pertama hingga ketiga disepakati.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Saya mengapresiasi tindakan kawan-kawan sebagai mitra kritis terhadap kinerja pemerintah daerah. Hari ini telah tercapai kesepakatan bersama dengan Aliansi Garuda Mulawarman dan telah ditandatangani bersama, saya atas nama pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Timur, turut mendukung aspirasi dan tuntutan kawan-kawan mahasiswa,&quot; &nbsp;beber Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Samsun usai audiensi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Samsun menegaskan, bahwasanya DPRD berada pada jalur perjuangan yang sama seperti mahasiswa. Ia turut mengomentari perihal aksi sebelumnya yang menimbulkan kaos.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Tidak perlu dengan cara yang tidak elegan. Kalau seperti ini kan caranya orang Indonesia, cara orang timur, cara yang berbudaya.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sementara itu, ditemui usai audiensi, Idet Arianto Putra, Komandan Aliansi Garuda Mulawarman, mengungkapkan bahwa akan terus mengawal tuntutan aksi. &ldquo;Garmul sendiri telah mengirim presiden BM KM Unmul ke Jakarta. Intinya, Aliansi Garmul dan DPRD Provinsi Kaltim sama-sama sepakat, satu suara,&quot; ujarnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sejak beredarnya video pengunduran diri Garmul, tudingan dan kecaman dialamatkan ke aliansi ini. Idet menanggapi bahwa mundurnya aliansi yang dinanunginya bukan untuk mengkhianati, melemahkan atau memecahkan gerakan. Namun ini merupakan pilihan mereka sendiri.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selepas audiensi di Gedung DPRD Kaltim, kerumunan massa aksi beralih menuju Polresta Samarinda untuk membahas tuntuntan terkait tindakan represif aparat yang telah menggugurkan oknum mahasiswa. Sebelum membubarkan diri, massa berdoa atas kehilangan teman-teman yang gugur di medan aksi diiringi turunnya hujan, seolah langit &nbsp;turut berduka.&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(nis/eqi/anm/cup/adl)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengujian ‘Sakti’ pada Hari Kesaktian Pancasila </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/pengujian-sakti-pada-hari-kesaktian-pancasila/baca </link>
<guid> pengujian-sakti-pada-hari-kesaktian-pancasila </guid>
<pubDate> Wed, 02 Oct 2019 13:00:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/pengujian-sakti-pada-hari-kesaktian-pancasila/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3u3wTe0qoI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengujian ‘Sakti’ pada Hari Kesaktian Pancasila</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tepat tanggal 1 Oktober di Indonesia dikenal dengan Hari Kesaktian Pancasila, yang juga ada keterkaitan dengan peristiwa G30S/PKI. Cuma, dalam benak saya ketika membaca hari peringatan itu di kalender, mengapa harus dikatakan &lsquo;sakti&rsquo;? Apakah Pancasila memiliki makna mandraguna, hingga layak diberi nama Kesaktian Pancasila?&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Munculnya peringatan Kesaktian Pancasila ini merupakan bentuk penghargaan atas tewasnya delapan perwira tinggi dan menengah serta dua orang perwira pertama TNI dalam pemberontakan 30 September 1965. Meski isu keterlibatan PKI masih simpang siur, para perwira tersebut sudah memperjuangkan makna Pancasila sebagai dasar negara yang mutlak.</p><p style="text-align: justify;">Namun saat ini, ruang Indonesia kerap diisi dengan bergam isu yang bertentangan dengan Pancasila. Isu dan wacana masuknya agama dalam politik serta gerakan primordial yang kuat sampai saat ini cukup menunjukkan bahwa bangsa ini sedang terjadi kesenjangan politik dan ideologi. Di ruang sosial sendiri, beragam gerakan primordialisme tersebut seakan memberitahukan adanya ancaman yang terus menghantui bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, baru satu isu kesenjangan yang dibahas di atas, apakah Pancasila masih bisa disebut &lsquo;sakti&rsquo;? Belum lagi kita membahas bagaimana ketidakseimbangan antara aparat-aparat atau oknum yang katanya mengayomi masyarakat, dengan masyarakat yang tentu juga harus dibimbing dalam hal nasionalisme atau apapun yang melindungi paham-paham di Indonesia. Malah oknum tersebut menyebarkan propaganda-propaganda aneh dan bertentangan dengan nilai Pancasila yang membuat otak masyarakat semakin sakit. </p><p style="text-align: justify;">Ada lagi, timbul isu lain yang cukup menarik. Bahwa PKI akan segera bangkit dan hadir kembali secara fisik di ruang politik dan kebangsaan Indonesia. Rakyat Indonesia biasa, yang memang paham atas kekacauan idealisme yang terjadi, seakan hanya menghembuskan napas berat. Capai.</p><p style="text-align: justify;">Di titik ini, kesaktian Pancasila memang harus dibahas dan diuji lagi &lsquo;kesaktiannya&rsquo;. Dibahas karena kesaktian Pancasila tidak serta merta terjadi hanya sehari yaitu hanya tanggal 1 Oktober saja. Pancasila harus terus dipertahankan dan harus semakin kuat ketika beragam ujian yang datang silih berganti bisa dilalui dengan aman, tentram, dan damai.</p><p style="text-align: justify;">Dan diuji lagi &lsquo;kesaktiannya&rsquo; karena Pancasila adalah darah daging Indonesia. Dengan kata lain, Indonesia menempatkan Pancasila sebagai inti utama. Di Pancasila, yang paham tentang Indonesia akan segera tahu bahwa bangsa ini memang berlandaskan pada aspek ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.</p><p style="text-align: justify;">Lima aspek yang juga menjadi lima sila sebagai pedoman bangsa Indonesia itu sudah sangat terang memberikan arahan bahwa kita beda, kita tidak sama, dengan negara lain di belahan dunia lain. Namun yang sama, yang pasti dan utama, bahwa kita semua di Indonesia harus mengakui bahwa Tuhan itu ada. </p><p style="text-align: justify;">Bukan berarti saat kita membahas atau hanya karena kita menyebut kata agama, akan jadi multitafsir dan sangat sensitif nantinya. Namun, dari beberapa pertimbangan oleh para pendiri bangsa, dan juga menghindari konflik besar hanya karena kata agama yang dinilai rancu oleh segelintir orang, maka mereka pendiri bangsa lebih memilih istilah ketuhanan daripada agama.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia juga dikenal kaya budaya, etnis, agama, bahasa, dan lain-lain. Rakyat Indonesia juga dituntut hidup bertoleransi dalam keberagaman manusia beserta kepercayaan yang dibawanya. Karena posisi manusia menjadi hal penting, itulah alasan pendiri bangsa meletakkan manusia menjadi landasan lain dari Pancasila setelah Tuhan.</p><p style="text-align: justify;">Hidup di Indonesia dengan karakteristik bangsa yang majemuk, pendiri bangsa kembali mengingatkan kita akan persatuan dan diletakkan sebagai bagian dari landasan Pancasila. Tanpa persatuan, mungkin Indonesia terus dihiasi oleh perang saudara. </p><p style="text-align: justify;">Perbedaan karakteristik bangsa di Indonesia juga memunculkan pikiran dan pendapat yang berbeda pula. Pengambilan keputusan menjadi perkara lain yang dipikirkan pendiri bangsa. Maka, mereka juga memunculkan istilah permusyawaratan, yang bertujuan agar setiap persoalan harus didiskusikan dengan baik. Tidak ada istilah mayoritas atau minoritas. Semua mempunyai hak untuk menyampaikan pendapatnya secara terbuka.</p><p style="text-align: justify;">Dari seluruh penjabaran aspek di atas, harus dilandaskan keadilan. Tujuannya agar yang diakui mayoritas tidak terus menindas dan memangsa minoritas, dan sebaliknya. Tidak ada istilah yang sedikit atau yang lemah yang akan tertindas.</p><p style="text-align: justify;">Sedemikian cerdasnya para pendiri bangsa terdahulu menciptakan dan melahirkan Pancasila, yang sangat sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Diistilahkan kembali, bahwa Pancasila sudah dibuat &lsquo;sakti&rsquo; sebagai dasar negara Indonesia. Maka mengapa masih ada kesenjangan sosial yang terjadi di bumi pertiwi ini?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mahnudhah Syarifatunissa, mahasiswi Manajemen, FEB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fasilitas Gedung Baru FIB Belum Paripurna </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fasilitas-gedung-baru-fib-belum-paripurna/baca </link>
<guid> fasilitas-gedung-baru-fib-belum-paripurna </guid>
<pubDate> Thu, 03 Oct 2019 01:21:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pindahnya Dekanat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Program Studi Sastra Indonesia (Prodi Sasindo) bukan hanya wacana. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fasilitas-gedung-baru-fib-belum-paripurna/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w5pwodQqqm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fasilitas Gedung Baru FIB Belum Paripurna</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>Sketsa</strong> - Pindahnya Dekanat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Program Studi Sastra Indonesia (Prodi Sasindo) bukan hanya wacana. Akhir Juli lalu, Prodi Sasindo sudah mencicil kepindahannya ke kampus Gunung Kelua, tepatnya di samping kiri jalan jika melalui gerbang masuk M. Yamin. Gedung baru dekanat fakultas ini tergabung dengan &nbsp;Gedung Doktoral Manajemen Pendidikan. Pindahnya Prodi Sasindo tidak diikuti dengan pindahnya prodi lain seperti Sastra Inggris dan Etnomusikologi karena ruang kelas yang terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Dekan Bagian Akademik FIB, Satyawati Surya mengatakan bahwa ada perbedaan yang harus dibiasakan dari pindahnya kantor administrasi mereka. Seperti berbagi lahan parkir hingga kesulitan air bersih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita bergabung bersama kayak gini, ada Manajemen Pendidikan, Kehutanan yang di sana, ya masalah parkir pastilah. Kita sebagai orang baru ya menyesuaikan saja, kalau tetangga yang sudah menempati lama komplain, ya kita bersabar,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal air, Satyawati menjelaskan bahwa kini mereka harus membeli air tandon. &quot;Air yang bermasalah. Kami kan selalu beli air pakai tandon, kalau di sana (Kampus Flores) air selalu lancar. Kayaknya masalah bersama ya air, kalau saya lihat di rektorat saja airnya kuning,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Hifni, Mahasiswa Sasindo angkatan 2016, mengungkapkan jika fasilitas di gedung baru masih banyak kekurangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak yang kurang. Perpus di sini enggak ada, kantin juga enggak ada. Beda jauh sama yang di Flores,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab pernyataan ini Satyawati mengatakan perpustakaan FIB tidak pindah dan tetap bisa digunakan. Selain itu di daerah Kampus Gunung Kelua juga sudah ada perpustakaan milik universitas yang juga bisa digunakan oleh mahasiswa Sasindo. Perihal kantin, Satyawati menerangkan bahwa, karena tempat relatif baru dan ruangan terbatas, maka kantin belum memungkinkan untuk diadakan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ada rencana meminjam lahan milik Pusrehut Kehutanan di lereng bukit gedung FIB sekarang untuk dijadikan lahan parkir. Satyawati juga menyatakan bahwa dekan FIB sudah membicarakan hal ini dengan rektor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sana juga ada bangunan bekas kantin, entah yang mengelola siapa, saya enggak tahu juga apakah nanti ada keinginan untuk membuka kantin atau tidak. Saya belum tahu,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>fer/els</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Pesta Demokrasi FEB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-pesta-demokrasi-feb/baca </link>
<guid> di-balik-pesta-demokrasi-feb </guid>
<pubDate> Thu, 03 Oct 2019 11:03:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tahapan pelaksanaan pemira di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-pesta-demokrasi-feb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rzqOsVIJdD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Pesta Demokrasi FEB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">- Mendekati masa satu tahun kepengurusan, beberapa fakultas telah bergerak sambut rangkaian pemilihan raya (pemira). Selain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bara-api-pemira-fkip/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bara-api-pemira-fkip/baca</a>), Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga tengah bergegas merancang pemira yang akan melahirkan gubernur dan wakil gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang baru.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rangkaian pemira di FEB dimulai sejak 12-13 September lalu dengan menggelar sosialisasi penyelenggaraan pemira. Dilanjutkan dengan pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur pada 14-17 September. Tahap verifikasi pada 22 September dan diumumkan 25 September. Dua pasangan calon yang naik ialah Syaprudin dengan Desy Alvionita dan Achmad Naim Najib dengan Muhamad Ramadhan Hadi Nata.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ditemui&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span></span><span><span>pada Selasa (1/10) lalu, Azhar Karim selaku Ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) FEB membeberkan jalannya pelaksanaan pemira saat ini.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Saat ini lagi kampanye, dari 26 September sampai 3 Oktober. Total yang mengambil formulir 7 (paslon), mengembalikan formulir 4, dan yang melengkapi 3. Kemudian yang lolos verifikasi berkas hanya 2,&quot; ungkapnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Masa kampanye akan berakhir pada Kamis (3/10) ini dan ditutup dengan kampanye akbar pada Jumat (4/10) besok. Setelah kampanye usai, dua bakal paslon ini nantinya akan berhadapan dalam debat kandidat pada Sabtu (5/10) mendatang. Menurut Azhar, ada beberapa hal yang dibutuhkan para paslon dalam mempersiapkan debat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Mereka harus siapkan visi misi dengan baik, bagaimana cara mereka (paslon) menyakinkan pemilih mereka, biar nanti di tanggal 9&nbsp;</span></span><span><span><em>insyaallah</em>&nbsp;</span></span><span><span>kita kumpulin suara, bisa meramaikan. Harapannya para bacalon, sudah mempersiapkan diri dan mematangkan lagi untuk menyakinkan pemilih,&quot; tuturnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Opini Anonim Komentari Pelaksanaan Pemira&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Agenda terkait pemira ini juga diinformasikan KPPR dengan melakukan sosialisasi ke tiap kelas dan memasifkan <em>update</em> di m</span></span><span><span>edia sosial. Dalam pelaksanaannya, beberapa waktu lalu beredar opini anonim melalui&nbsp;</span></span><span><span><em>WhatsApp</em>&nbsp;</span></span><span><span>pada 22</span></span><span><span>&nbsp;September lalu. Ada dua poin penting yang diangkat dalam tulisan yang tersebar itu, yakni kurangnya sosialisasi dari KPPR dan juga mempertanyakan panitia pengawas (panwas).&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Beberapa pertanyaan muncul, seperti siapa isi di dalam KPPR dan panwas? Adakah sosialisasi mengenai struktur di dalamnya? Saya rasa penting untuk semua mahasiswa tahu mengenai hal itu. Ini masih hal-hal yang terjadi di awal. Saya rasa pemira ini membingungkan banyak orang,&quot; tulis si pemilik opini.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menanggapi hal ini, Azhar mengaku bahwa hal tersebut dikarenakan kesalahan teknis.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Itu (opini) dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan kami gencar sosialisasi. Namun memang mengalami sedikit keterlambatan dalam meng-</span></span><span><span>upload&nbsp;</span></span><span><span>karena divisi medianya lagi sibuk. Tidak adanya sosialisasi itu tidak benar, namun memang terlambat,&quot; tukasnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tidak sampai di situ, opini itu juga turut menyinggung bakal calon gubernur yang sempat menjadi ketua KPPR sebelum akhirnya diserahkan kepada Azhar.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Contohnya saja saat hari terakhir pendaftaran gubernur dan wakil gubernur BEM FEB Unmul, yang saya tahu dia sebagai ketua KPPR malah mendaftarkan dirinya sebagai gubernur. Ini jelas tindakan tak beretika sekali, juga tindakan yang sarat akan ambisi terhadap kekuasaan. Masalahnya dia masih mengemban amanah sebagai ketua KPPR kok bisa sampai daftar itu, loh! Dia melepas begitu saja amanah yang telah diberikan kepadanya, demi mendapatkan jabatan yang lebih tinggi,&quot; bunyi opini anonim tersebut.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Azhar mengaku tak ingin ambil pusing. Menurutnya hal tersebut tidak melanggar sebab yang bersangkutan telah meminta izin kepada DPM terkait pencalonan ini dan telah mengundurkan diri.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;</span></span><span><span>Nggak</span></span><span><span>&nbsp;ada ya (pelanggaran). Semua orang punya hak untuk dipilih dan memilih. Selama masih mengikuti prosedur, kemudian sudah izin sama kami (KPPR) ingin mencalonkan diri.&quot;</span></span><span><span><strong><em>(len/kus/adl)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dongeng Tikus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dongeng-tikus/baca </link>
<guid> dongeng-tikus </guid>
<pubDate> Sat, 05 Oct 2019 13:08:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi dari Mahameru Primantoro, mahasiswa FKIP 2015. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dongeng-tikus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UUHhI2PcgP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dongeng Tikus</h1>
			              </header>
			              <p>(1)</p><p>Jarum jam menunjukkan pukul dua</p><p>Sunyi sangat kentara</p><p>Beberapa kendaraan masih terdengar lalu-lalang</p><p>Untuk pulang, namun ada baru akan memulai hari mereka menjemput uang</p><p>Kata mereka yang disebut pejuang</p><p>Hidup harus berimbang</p><p>Jam tampil kita berbeda, sesuai susunan acara</p><p>Setiap orang berbeda peran</p><p><br></p><p>(2)</p><p>Jarum jam sudah bergeser</p><p>Membentuk sudut yang menyiku</p><p>dan belum ada tebersit untuk tidur</p><p>sialnya aku teringat kisah , yang diberikan oleh nenekku</p><p>dahulu. semua hewan nyiyir</p><p>karena, tikus dapat membunuh para harimau</p><p>kalau dipikir bisa jadi kenyataan</p><p><br></p><p>(3)</p><p>Sedangkan manusia sedang sibuk membuat pembasmi tikus</p><p>Para peneliti sedang berlomba, memamerkan senjata siapa yang paling mutakhir</p><p>&ldquo;senjata ini dapat membunuh pimpinan besar&rdquo;</p><p>&ldquo;ciptaanku dapat membunuh semua tikus dari berbagai spesies&rdquo;</p><p>Sorak sorai dari mereka yang sepakat, kilahnya agar ada efek jera dan tidak berulang lagi di hari dikemudian</p><p>(4)</p><p>Namun, tentang keras dari para pejuang , karena cara itu tidak manusiawi</p><p>&ldquo;kan mereka bukan manusia&rdquo;</p><p>Cecar kaum yang sepakat dengan peneliti</p><p>Mereka sudah jenuh. Karena tikus selalu muncul di media</p><p>Dengan mimik tidak bersalah. Bahkan ada yang tampak lesung pipit di pipi</p><p>Akhirnya pemimpin mengumpulkan pejuang dan peneliti dalam satu meja</p><p>Peneliti berkeras, efek jeralah solusinya</p><p>Pejuang dengan santai mengingatkan. Bahwa harus menjaga keseimbagan bumi</p><p>Akhirnya pemerintah mengambil solusi</p><p>Dengan membunuh peneliti maupun pejuang. Mereka tidak sadar ternyata tikuslah di balik topeng pemimpin.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Mahameru Primantoro, mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP 2015.</em></strong></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rambo: Last Blood, Kembalinya Sang Veteran Perang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/rambo-last-blood-kembalinya-sang-veteran-perang/baca </link>
<guid> rambo-last-blood-kembalinya-sang-veteran-perang </guid>
<pubDate> Sun, 06 Oct 2019 11:59:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi film Rambo: Last Blood </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/rambo-last-blood-kembalinya-sang-veteran-perang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IpUknK77hi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rambo: Last Blood, Kembalinya Sang Veteran Perang</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;">Sutradara: Adrian Gurnberg<br>Produser : Avi Lerner, Kevin King-Templeton, Tarif Lerner, Les Weldin<br>Pemeran: Sylvester Stallone, Paz Vega, Adriana barazza, Yvette Monreal, Sergio Peris-Mencheta dan Oscar Jaenada<br>Perusahaan produksi: Millenium Media, Balboa Productions, Templeton Media<br>Distributor: Lionsgate<br>Genre: Laga<br>Tanggal rilis: 18 September 2019 (Indonesia)</p><p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA &ndash;&nbsp;</strong>John Rambo akhirnya kembali beraksi dalam film Rambo: Last Blood. Film berdurasi 1 jam 39 menit ini diawali dengan suasana khas pedesaan Amerika yang tenang dan damai. Film ini merupakan film ke 5 setelah film terakhir yang dibintangi oleh Sylvester Stallone yakni Rambo pada tahun 2008 dan juga ini menjadi sequel terakhir yang menceritakan kisah sang veteran yang satu ini.</p><p style="text-align: justify;">Di mana sebelumnya keempat film Rambo berlatar belakang peperangan, namun di film ini, Rambo tidak lagi berada di dunia peperangan dan juga suasana yang sudah berbeda seiring berjalannya waktu.</p><p style="text-align: justify;">Film ini lebih menceritakan Rambo yang sedang menikmati hari tuanya di kediamannya di kawasan Arizona.Setelah cukup lama menjadi veteran perang dan juga Rambo siap pensiun dari perang yang ia lalui. Ia sekarang menikmati hidupnya yang damai bersama teman lamanya Maria Beltran (Adriana Barraza) dan juga seorang gadis yang dianggap sebagai cucunya yakni Gabrielle (Yvette Monreal).</p><p style="text-align: justify;">Dikala sedang menikmati kehidupannya yang damai, ada sebuah hal yang mana Rambo tidak bisa hidup tenang yakni keinginan Gabrielle yang ingin menemui ayahnya. Rambo dan Maria merasa keberatan dan tidak memperbolehkan Gabrielle mencari ayahnya. Namun, Gabrielle mengabaikannya dan nekat mencari ayahnya ke Meksiko. Akan tetapi saat setelah bertemu ayahnya di Meksiko, Gabrielle diculik oleh geng kartel Meksiko yang dipimpin oleh Hugo Martinez (Sergio Peris-Mencheta) dan Victor Martinez (Oscar Jaenada).</p><p style="text-align: justify;">Mengetahui cucunya diculik oleh kartel tersebut, Rambo tidak tingal diam, lalu ia mencari keberadaan Gabrielle ke Meksiko. Tetapi pada saat dia bertemu dengan geng tersebut, dia berusaha membalas dendam dengan brutal akan tetapi dia dianggap kakek lemah oleh para geng tersebut hingga dia diserang habis oleh geng tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Usahanya untuk menyelamatkan Gabrielle gagal, Rambo mendapatkan bantuan dari Carmen Delgado (Paz Vega) yang merupakan seorang jurnalis asal Meksiko dan memberikan informasi tentang kartel tersebut yang menculik Gabrielle. Pada akhirnya Rambo berhasil menyelamatkan Gabrielle dari penculikan juga membebaskannya dari ancaman. namun saat di terowongan menuju Arizona, ternyata Gabriellesudah tidak bernyawa.</p><p style="text-align: justify;">Mengetahui Gabrielle meninggal, Rambo merasa terpukul. Ia mulai mengeluarkan aksi perangnya dulu untuk membalas perbuatan Martinez bersaudara (Hugo dan Victor) yang sudah menculik dan menyiksa Gabrielle sebagai pelacur. Rambo lantas memulai rencana dengan menjadikan rumahnya di Arizona sebagai medan perang.ia punmembuat sejumlah perangkap baru yang mematikan.</p><p style="text-align: justify;">Rambo memulai perang dengan memancing kartel tersebut bersama pasukannya ke rumahnya dengan membunuh Saudara Hugo yakni Victor. Dan pada akhirnya Hugo dan pasukannya datang ke kediaman Rambo. Ia punsudah siap dengan alat perang yang ia gunakan serta perangkapnya yang mematikan yang siap membuat kartel tersebut tak berdaya dan tewas secara menyakitkan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum mereka datang, Rambo sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Senapan, belati, panah, semuanya disuguhkan untuk menyambut para tamu kartel Meksiko tersebut, hingga mereka pada akhirnya datang ke kediaman Rambo di Arizona.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa perlawanan yang berarti, Rambo dengan mudah menghabisi pasukan yang dipimpin oleh Hugo Martinez yang mana pasukannya tewas menyakitkan tanpa ampun setelah disuguhkan dengan adegan yang sadis dan mematikan serta penuh dengan darah yang membuktikan bahwa Rambo tetaplah seorang veteran yang masih menjadi mesin pembunuh bagi siapapun meskipun usianya sudah tidak muda lagi.<strong><em>(anm</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akreditasi A Belum Cukup, Teknik Lingkungan Punya Rencana Lainnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akreditasi-a-belum-cukup-teknik-lingkungan-punya-rencana-lainnya/baca </link>
<guid> akreditasi-a-belum-cukup-teknik-lingkungan-punya-rencana-lainnya </guid>
<pubDate> Mon, 07 Oct 2019 13:46:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kunjungan tim asesor ke Prodi Teknik Lingkungan Unmul. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akreditasi-a-belum-cukup-teknik-lingkungan-punya-rencana-lainnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fCEPo3iNBB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akreditasi A Belum Cukup, Teknik Lingkungan Punya Rencana Lainnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> 14 September lalu, Unmul kembali mendapatkan kabar gembira. Pasalnya, Prodi Teknik Lingkungan mengukir prestasi sebagai prodi pertama yang meraih akreditasi A di Fakultas Teknik (FT). Untuk mengetahui lebih lanjut, <em>Sketsa</em> kemudian bertandang ke FT untuk berbincang dengan Kepala Prodi Teknik Lingkungan, Yuniarto Setiawan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Kaprodi yang kerap disapa Wawan ini mengisahkan perlu waktu dua tahun untuk mempersiapkan berkas dan borang akreditasi. Hal ini disebabkan karena ada tujuh poin penting yang harus dipenuhi, karena bisa mempengaruhi penilaian akreditasi, sehingga peran dosen sangat dibutuhkan. Terhitung sejak Oktober 2018, Prodi Teknik Lingkungan telah melakukan pengumpulan berkas ke Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjamin Mutu (LP3M).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, untuk persiapan berkas itu semua dosen ikut bantu. Ada 7 dosen di Teknik Lingkungan, termasuk dosen muda atau dosen CPNS dan semuanya turut ambil bagian,&quot; kata Wawan, Selasa (1/10).</p><p style="text-align: justify;">Hingga pada 6-7 September lalu, tim asesor pun datang untuk melakukan pengecekan. Ada dua tim asesor yang datang, masing-masing berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Diponegoro (Undip). Fasilitas yang dicek seperti perpustakaan hingga laboratorium. Mahasiswa Teknik Lingkungan juga turut andil dalam mendampingi tim asesor melakukan penilaian.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Wawan, dari hasil pengecekan berbagai fasilitas yang dimiliki Prodi Teknik Lingkungan, banyak evaluasi dan masukan dari tim asesor. Khususnya laboratorium yang perlu diperbaiki dan dilengkapi fasilitasnya. Sudah menjadi ketentuan jika laboratorium Prodi Teknik Lingkungan harus memiliki tiga unsur yaitu tanah, air, dan udara yang terpisah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk saat ini, lab kami tidak memiliki sekat atau batasan untuk membagi 3 unsur tersebut,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah 10 hari menunggu, akhirnya hasilnya keluar, akreditasi Prodi Teknik Lingkungan naik. Salah satu faktor kenaikan tersebut karena banyak alumni prodi Teknik Lingkungan yang memiliki pekerjaan layak dengan reputasi baik yang tersebar di Kalimantan Timur (Kaltim). Kemudian kebanyakan alumni bekerja di sektor pertambangan bagian teknik atau CSR. Kualitas yang dimiliki ini bisa dikatakan berbading lurus dengan kualitas para dosen pengajar.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ingin berpuas diri, Wawan sudah memiliki rencana bagi Prodi Teknik Lingkungan untuk pengajuan akreditasi internasional. Tak tanggung-tanggung, dia bahkan berencana mengirimkan dosen Prodi Teknik Lingkungan untuk mengikuti pelatihan borang dan akreditasi internasional.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang kita persiapan untuk menaikkan berkas untuk akreditasi internasional,&quot; tutup Wawan sumringah. <strong>(<em>ycp/ina/ffs/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Catatan Pemira FEB, Paslon Ngaret Hingga Kurangnya Atensi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/catatan-pemira-feb-paslon-ngaret-hingga-kurangnya-atensi-mahasiswa/baca </link>
<guid> catatan-pemira-feb-paslon-ngaret-hingga-kurangnya-atensi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Tue, 08 Oct 2019 14:07:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Usai kampanye akbar Jumat (4/10) lalu, kini Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul memasuki babak debat kandidat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/catatan-pemira-feb-paslon-ngaret-hingga-kurangnya-atensi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wo0ZGoVWd2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Catatan Pemira FEB, Paslon Ngaret Hingga Kurangnya Atensi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Usai kampanye akbar Jumat (4/10) lalu, kini Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul memasuki babak debat kandidat. Debat kandidat kali ini bertemakan &ldquo;Mengoptimalkan Peran FEB Bersama Civitas Akademika Kampus Demi Terwujudnya FEB yang Aktif, Kreatif, dan Berprestasi&rdquo; yang dilaksanakan pada Sabtu (5/10) di gedung Dekanat FEB Unmul lantai 3.</p><p style="text-align: justify;">Debat kandidat yang pertama sekaligus merupakan debat pamungkas sebelum hari pemilihan pada tanggal 9 Oktober mendatang ini menyisakan sejumlah catatan.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai macam aspek disajikan dalam sesi debat yang melibatkan pasangan calon (paslon) nomor urut satu yakni Achmad Naim Najib dan Muhammad Ramdhan Hadi Nata, serta Syaprudin dan Desy Alcivionita sebagai paslon nomor urut dua. Mulai dari masalah substansial internal FEB, kondisi perekonomian di Kalimantan Timur (Kaltim) hingga relasi program unggulan masing-masing calon dengan visi dan misi Gubernur Kaltim untuk membangun Kaltim turut dihadirkan oleh para panelis.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah akademisi turut hadir untuk menyaksikan debat kandidat paslon Gubernur dan Wagub, seperti Rachmad Budi Soeharto, selaku Sekretaris Program Doktor di FEB sekaligus Dosen S1 Ilmu Ekonomi turut berperan serta sebagai panelis dalam sesi debat.</p><p style="text-align: justify;">Turut pula hadir beberapa pendukung masing-masing calon lengkap dengan spanduk berisi dukungan. Debat kandidat ini terdiri dari lima babak, yakni pertanyaan dari para panelis yang berjumlah tiga orang, pertanyaan dari para hadirin khusus paslon nomor satu, pertanyaaan hadirin khusus untuk paslon nomor dua, serta sesi terakhir yaitu pertanyaan para hadirin untuk kedua paslon.</p><p style="text-align: justify;">Masing-masing calon beradu tentang program kerja masing-masing. Dimulai dari paslon nomor satu yang menawarkan kartu serbaguna yang dapat digunakan untuk bertransaksi di lingkungan FEB hingga paslon nomor dua dengan program perbaikan literasi. Tak jarang masing-masing pendukung berteriak riuh dan bertepuk tangan usai paslon selesai berbicara.</p><p style="text-align: justify;">Waktu dua puluh menit yang disediakan pada setiap sesi mampu dipergunakan dengan baik oleh masing-masing paslon, mengingat ini adalah debat pertama, berbagai macam perspektif pertanyaan dari para panelismulai dari permasalahan di FEB, pelayanan demokrasi, hingga pertanyaan yang dilontarkan dalam Bahasa Inggris pun mampu diselesaikan tanpa waktu berlebih.</p><p style="text-align: justify;">Namun, berjalannya debat kandidat pada hari itu bukannya mulus tanpa catatan. Pada sesi debat yang melibatkan tanya-jawab paslon dengan audiens, Siti, mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Sosial Pembangunan (IESP) 2016 menyayangkan jawaban paslon yang kurang memuaskan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktu ditanya mengenai keluhan UKT mahal yang sering santer terjadi di kampus, jawabannya terlalu diplomatis. Beberapa kali juga salah satu paslon terlihat gugup dalam menanggapi pertanyaan. Saya merasa debat ini masih kurang persiapan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pun demikian, Azhar Karim, Ketua Komite Penyelenggara Pemira Raya (KPPR) menyayangkan mulainya debat yang mundur satu jam karena salah satu paslon datang terlambat, hingga minimnya partisipasi mahasiswa FEB dalam pemilihan raya (pemira).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsep KPPR sendiri baru tahun ini digunakan di FEB karena tahun-tahun sebelumnya panitia pemira itu langsung dari DPM. Karena beberapa panitia merupakan anggota baru, jadi ada sedikit kendala dalam mempersiapkan susunan acara,&quot; ujar pria yang sempat menjadi Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pemira FEB tahun lalu ini.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah pengguna hak suara pada 9 Oktober nanti pun turut dikhawatirkan oleh Karim. Mengingat pada tahun-tahun sebelumnya antusiasme mahasiswa FEB terhadap pemira sendiri tidak terlalu besar. &ldquo;Kami sendiri sudah sosialisasi kepada mahasiswa, dan kami berharap semoga saja atensi dari mahasiswa tahun ini akan lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(nis/kus/wuu/omi/rpi/erp/len/pil/hlm/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hilangnya Kesakralan Puisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/hilangnya-kesakralan-puisi/baca </link>
<guid> hilangnya-kesakralan-puisi </guid>
<pubDate> Wed, 09 Oct 2019 12:54:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini karya Samsir Marangga, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Indonesia 2015. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/hilangnya-kesakralan-puisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WYVgXvXkHB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hilangnya Kesakralan Puisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Akhir-akhir ini banyak saya temukan pamflet di dunia maya maupun dunia nyata tentang lomba penulisan puisi atau yang lebih besar lagi tentang pelatihan sastra. Sebenarnya tidak ada masalah dengan lomba dan pelatihan tersebut. Tetapi, yang menjadi masalah adalah juri lomba penulisan puisi dan pembicara pada seminar sastra tersebut bukan &ldquo;orang sastra&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orang sastra&rdquo; yang dimaksud adalah minimal kuliah sastra dan lulusan sarjana sastra. Jangan hanya karena orang tersebut menulis puisi yang belum tentu puisi (hanya menurutnya itu puisi) sudah dianggapnya mampu berbicara puisi atau menilai puisi dan orang yang mengelola sebuah perpustakaan bergerak berbicara sastra lalu kalian menganggap dia ahli sastra (puisi).</p><p style="text-align: justify;">Sastra, dalam hal ini &ldquo;puisi&rdquo; tidak semudah itu, Ferguso.</p><p style="text-align: justify;">Kritikus sastra Saut Situmorang, sudah menyingung hal di atas dalam bukunya, &ldquo;Politik Sastra&rdquo; dengan mengatakan; &apos;Di negeri ini yang bukan &ldquo;orang sastra&rdquo; tidak merasa aneh ketika membicarakan sastra walau ala pseudo-akademis alias debat kusir. Pembicaraan dan penafsiran yang terjadi pada umumnya sangat tergantung pada kata hati belaka, karena memang begitulah sastra itu dianggap mereka: Sesuatu yang cuma berhubungan dengan &ldquo;hati&rdquo;, &ldquo;perasaan&rdquo;, bukan ilmu pengetahuan atau sains.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Banyak orang yang mengetahui puisi itu hanya sekadar kata-kata indah dan bait-bait yang memiliki bunyi yang sama. Padahal, puisi lebih dari itu. Puisi bisa berhubungan dengan masalah sosial, lingkungan sekitar, bahkan hal yang berhubungan dengan kegelisahan penyairnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum memulai menulis sastra, terkadang penulis melakukan riset yang mendalam tentang apa yang akan ditulisnya. Makanya tak heran puisi dipelajari di perguruan tinggi dibawah &ldquo;Fakultas Sastra&rdquo; bahkan hampir di seluruh dunia mempelajari sastra yang kini di Indonesia diganti menjadi &ldquo;Fakultas Ilmu Budaya&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Puisi tidak boleh ditulis sembarangan, sebab di dalam ilmu pengetahuan sastra sendiri terdapat teori puisi, sejarah puisi dan kritik puisi. Sama halnya dengan Ilmu Hukum, Ekonomi, Kimia, dll. Karena dalam penulisan puisi tidak cukup hanya mengandalkan tulisan yang indah tapi harus memiliki jiwa kesenian yang tinggi, memahami kaidah kebahasaan dan perenungan yang dalam. Sehingga dalam perenungannya, penyair peka terhadap apa yang diindranya mulai dari melihat, mencium, meraba, dan merasa.</p><p style="text-align: justify;">Saking menakutkannya puisi, filsuf Plato memiliki konsep lain terhadap puisi sehingga ia memiliki ketakutan dengan puisi. Ada dua alasan kenapa Plato takut terhadap puisi. Alasan pertama, puisi itu sebuah peniruan yang sukses. Kedua, puisi itu sebuah penularan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Plato &ldquo;peniruan&rdquo; itu merupakan hal yang buruk karena berasal dari sesuatu yang tidak asli. Plato memberikan contoh sebuah ranjang sudah merupakan peniruan dari &ldquo;gagasan&rdquo; tentang sebuah ranjang, paradigma ideal yang disalin oleh ranjang yang sesungguhnya walaupun dalam hal peniruan tidak sama persis dengan aslinya. Artinya suatu objek lukisan ketika ditiru atau deskripsinya dalam sebuah puisi akan mengalami pergerakan dua kali dari lukisan aslinya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ketakutan kedua Plato, ia mengatakan puisi itu &ldquo;menular&rdquo;. Maksud dari menular di sini, ketika membaca puisi pembaca membayangkan diri mereka sendiri terhadap tokoh puisi yang dibacanya. Hal inilah yang membuat Plato sangat menakuti puisi karena pembaca puisi tidak lagi menjadi diri mereka sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, puisi merupakan sesuatu yang sakral tidak bisa dinilai oleh mereka yang tidak bergelut di dunia sastra. Bagaimana mungkin kita mampu mendeteksi seekor hewan sedang terkena penyakit sedangkan kita bukan dokter hewan. Seharusnya pertanyaan yang sama terjadi di dunia sastra (puisi).</p><p style="text-align: justify;"><em style="background-color: transparent;"><strong>Ditulis oleh Samsir Marangga, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Sastra Indonesia 2015.</strong></em><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kiprah Perempuan dalam Kancah Perpolitikan Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kiprah-perempuan-dalam-kancah-perpolitikan-nasional/baca </link>
<guid> kiprah-perempuan-dalam-kancah-perpolitikan-nasional </guid>
<pubDate> Thu, 10 Oct 2019 11:27:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peran perempuan dalam politik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kiprah-perempuan-dalam-kancah-perpolitikan-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bsJolUC8jQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kiprah Perempuan dalam Kancah Perpolitikan Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sejarah boleh mencatat, bahwa selama 74 tahun Indonesia merdeka, baru di 2019 dilantik seorang perempuan untuk menduduki jabatan tertinggi sebagai wakil rakyat, yakni DPR RI. Masih segar diingatan tatkala Puan Maharani yang notabenenya putri dari mantan presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri, resmi menjabat sebagai ketua DPR RI periode 2019-2024. Puan sendiri juga tak menampik hal ini. Berkata pada media, ia justru menyebut naiknya ia sebagai ketua DPR RI adalah sebuah &apos;rekor baru&apos; atau &apos;pecah telur&apos;.</span></p><p style="text-align: justify;">Sejatinya, mungkin tak hanya Puan, perempuan yang sudah alang-melintang kiprahnya di dunia politik. Undang-undang juga sebenarnya telah mengatur keterlibatan perempuan dengan jelas. Seperti yang tertera dalam UU No. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik hingga UU No. 2 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR-DPRD. Dalam undang-undang tersebut telah dijelaskan bahwasanya setiap parpol untuk menyertakan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pendirian mau pun kepengurusan di tingkat pusat sebagaimana dilansir dari <em>detiknews.com</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apa dengan tertuangnya &apos;aturan&apos; tersebut lantas membuat kiprah perempuan semakin diakui di parlemen? Menurut Scholastica Grintya (2017) yang mengutip data <em>Inter Parliamentary Union</em> (IPU) mengatakan bahwa Indonesia menempati peringkat keenam se-ASEAN dalam keterwakilan perempuannya. Sementara angka tersebut harus terjun bebas tatkala bersaing di perhelatan internasional, yakni peringkat 89 dari 168 negara, tertinggal jauh di bawah Afganishtan, bahkan Timor Leste.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Eksistensi Perempuan dalam Belenggu Patriarki</strong></p><p style="text-align: justify;">Jikalau berbicara mengenai keterlibatan kaum hawa dalam kiprah politik nasional, nampaknya hal ini masih jauh dari angan-angan. Mengapa tidak, 2004 silam, perempuan hanya berhasil merebut 11.24% kursi di DPR. Menyusul pada pemilu setelahnya di 2009 naik menjadi 18.21%. Namun justru harus kembali menurun di 2014 dengan hanya 17%.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, mampukah angka 17% tadi mewakili seluruh suara perempuan yang tersebar di seantero negeri? Melihat kini begitu banyak polemik-polemik tentang perempuan yang mulai memekakkan telinga? Keterbatasan peran kaum perempuan tak sebatas salam berpolitik saja. Namun bisa merembet pada hal-hal pragmatis seperti falsafah kehidupan.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia adalah satu dari sekian banyak negara yang masih menganut budaya patriarki. Salah dua dari banyaknya alasan mengapa perempuan sulit untuk mengembangkan dirinya, apalagi hingga ranah politik. Pola pikir patriarki lebih dominan menempatkan perempuan di bawah kuasa laki-laki, sehingga eksistensi akan pengembangan diri tak sekuat kaum adam, termasuk dalam berpolitik. Pemikiran mendarah daging semacam inilah yang masih mencokol di benak sebagian besar perempuan Indonesia (termasuk saya).</p><p style="text-align: justify;">Selain patriarki yang agaknya masih menjadi momok, pemenuhan akan hak-hak perempuan di Indonesia juga masih minim. Di sebagian negara Eropa, perempuan justru mendapat cuti menstruasi ketika mereka bekerja. Ketika &apos;sang tamu&apos; datang, perempuan tersebut diperbolehkan untuk mengambil cuti istirahat, tentu saja karena rasa sakit yang tiada tara.</p><p style="text-align: justify;">Tak terbatas pada pemenuhan hak-hak perempuan dalam kehidupan sehari-hari, dalam dunia politik pun juga tak jauh berbeda. Sederet angka persen yang telah disebutkan di atas, nampaknya belum cukup membawa perempuan-perempuan di Indonesia sejahtera. Mengingat masih banyaknya kasus akan penganiayaan terhadap perempuan di masa ini.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan, sejatinya akan tetap menjadi perempuan walau tanpa patriarki. Begini, kedudukan perempuan selama ini memang kerap diperdebatkan. Antara harus tinggal di zona nyamannya, atau memberanikan diri mendobrak <em>comfort zone</em> tadi. Akan tetapi, sejauh apapun perempuan berkiprah di dunianya, termasuk juga politik, tak bisa rasanya mengabaikan begitu saja aspek keperempuanan yakni hal-hal mendasar seperti mengurus rumah tangga, jika ia telah memiliki. Karena, dalam agama yang diajarkan kepada saya, perempuan dan laki-laki akan selalu kembali kepada fitrahnya yakni melanjutkan dan memelihara keturunan dengan baik. <br><br>Dengan angka-angka yang sudah tersaji akan keterlibatan perempuan dalam berpolitik, nampaknya masih harus menjadi perhatian bagi kita semua. Agar mereka-mereka yang telah duduk nyaman di kursi kekuasaan bisa menggunakan <em>power</em> mereka dalam mengentaskan hal-hal yang merugikan rakyat. Termasuk juga representasi wanita dalam parlemen harus bisa, setidak-tidaknya mengakomodir kebutuhan perempuan di seluruh negeri.<br><br><strong><em>Ditulis oleh &nbsp;Suti Sri Hardiyanti, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2016.</em></strong><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gerbang Utama Usai Dibangun, Unmul Siapkan Rencana Tertib Lalu Lintas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gerbang-utama-usai-dibangun-unmul-siapkan-rencana-tertib-lalu-lintas/baca </link>
<guid> gerbang-utama-usai-dibangun-unmul-siapkan-rencana-tertib-lalu-lintas </guid>
<pubDate> Fri, 11 Oct 2019 13:14:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasubbag Humas Unmul, Dewi Novi Rianti. (Sumber: Shafira Pandu Winata) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gerbang-utama-usai-dibangun-unmul-siapkan-rencana-tertib-lalu-lintas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gQMuRw2xlU.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gerbang Utama Usai Dibangun, Unmul Siapkan Rencana Tertib Lalu Lintas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA &ndash;&nbsp;</strong>Saat ini Unmul akan segera memulai kampus tertib lalu lintas setelah peresmian gerbang utama yang telah direnovasi. Berawal dari penerapan alur pintu masuk dan pintu keluar yang telah berhasil mengontrol keamanan kampus dan mengurangi pencurian yang marak terjadi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keberhasilan tersebut membuat Unmul tergerak lebih untuk membuat kampus tertib lalu lintas dengan akan memasang rambu-rambu lalu lintas di sekitaran kampus. Adanya tertib lalu lintas ini akan memudahkan pihak keamanan menjalankan tugasnya karena jalur keluar dan masuknya jelas.</p><p style="text-align: justify;">Wacana tertib lalu lintas sebenarnya sudah lama yang dicanangkan Unmul. Namun sampai saat ini baru jalur keluar dan jalur masuk yang baru diterapkan. Pihak Unmul telah bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Perhubungan dan Polresta setempat untuk memasang atribut lalu lintas. Untuk &nbsp;mendapat keterangan lebih lanjut Mengenai wacana kampus tertib lalu lintas di Unmul, pihak <em>Sketsa</em> menemui bagian Humas Unmul untuk mendapatkan keterangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya ini wacana akan &nbsp;dilaksanakan bulan Juli, namun diundur pada tanggal 3-4 Oktober karena belum ada persiapan, nah ini, diundur lagi tanggal 9 Oktober namun katanya masih menunggu sampai tanggal 24 Oktober saat pelantikan Presiden RI dan sampai sekarang masih belum tahu,&quot; jelas Kasubbag Humas Unmul, Dewi Novi Rianti (1/10).</p><p style="text-align: justify;">Selain melengkapi atribut lalu lintas untuk menerapkan kampus tertib lalau lintas, Unmul juga akan diberikan pencerdasan mengenai lalu lintas oleh polisi yang disebut dengan <em>Police Go to Campus</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencana sih, jika rencana penerapan di 9 Oktober terlaksana maka di 10 Oktobernya polisi akan datang ke kampus sosialisasi mengenai lalu lintas. Tapi, karena diundur, jadi kita tunggu saja sampai pelantikan Presiden RI nanti,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Para mahasiswa yang mendengar kabar ini pun menyambut baik wacana ini. Seperti yang diakatakan Arjuna mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), ia sangat setuju dengan wacana ini. Asalkan sistem kemanannya juga diperketat untuk menghindari kembali terjadinya aksi pencurian, terutama pencurian helm. Setali tiga uang dengan Arjuna, Galih Erlianda salah satu mahasiswa Fakultas Hukum juga sangat mendukung wacana ini namun, juga harus dibarengi dengan komitmen kuat dari Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya rasa setelah mengeluarkan kebijakannya, pihak kampus harus tetap optimis dan komitmen terutama dalam wacana tertib lalin ini. Harus dilaksanakan agar tercipta keamanan dan kenyamanan. Tetapi yang perlu diingat ini bukan semata-mata kerja pihak kampus, tapi juga kerja sama dari mahasiswa, masyarakat. Karena semua itu pengguna jalan, jadi harus terlibat untuk mematuhi dan berkomitmen terhadap segala aturan yang dikeluarkan, jika sudah dikeluarkan kebijakannya, maka seluruh elemen harus disosialisasikan, agar mereka tau dan paham sehingga tercipta keamanan dan kenyamanan untuk pengguna jalan,&rdquo; tutur Galih.</p><p style="text-align: justify;">Harapan ke depan para mahasiswa dengan adanya wacana tertib lalu lintas ini adalah dapat mengurangi kemacetan yang kerap kali terjadi di sekitar Unmul. <strong><em>(fir</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>rst</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>nnd</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>hzk</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>aul</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>sii</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Vera Seredova </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/vera-seredova/baca </link>
<guid> vera-seredova </guid>
<pubDate> Sat, 12 Oct 2019 11:16:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya La Dores, mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP 2013. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/vera-seredova/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NkGP4Upq5v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Vera Seredova</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pada mulanya adalah namamu</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kemudian jadilah bunga-bunga</p><p style="text-align: justify;">Darinya keluarlah nektar yang dijaga ketat:</p><p style="text-align: justify;">Kawanan burung kalibri</p><p style="text-align: justify;">Tetes embun pagi</p><p style="text-align: justify;">dan nyanyian kabut hutan Kalimantan</p><p style="text-align: justify;">Maka di hari yang kudus</p><p style="text-align: justify;">Diberkatilah sebuah nama</p><p style="text-align: justify;">Oooo Vera Seredova</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku ingin memberimu sebuah puisi,</p><p style="text-align: justify;">yang tidak ditulis oleh nabi-nabi persia</p><p style="text-align: justify;">Tentang tahi lalat di kening</p><p style="text-align: justify;">Tentang kepak sayap kupu-kupu pada senyummu</p><p style="text-align: justify;">Atau tentang matahari kembar di matamu</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Antara kau dan aku</p><p style="text-align: justify;">memang tidak saling kenal mengenal</p><p style="text-align: justify;">Kita akan tua dan mati sebagai orang asing</p><p style="text-align: justify;">Tetapi namamu</p><p style="text-align: justify;">Oooo Vera Seredova</p><p style="text-align: justify;">Akan selalu hidup sebagai puisi</p><p style="text-align: justify;">Dengan huruf bergaya kufih masohif</p><p style="text-align: justify;">Kemudian orang-orang akan membacanya</p><p style="text-align: justify;">Dan menemukan kecantikanmu</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku tidak pernah mengetahui</p><p style="text-align: justify;">Di mana letak jantungku</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak pernah mengetahui</p><p style="text-align: justify;">Dengan lumpur apa lekuk tubuhku dibentuk</p><p style="text-align: justify;">Sebelum mengenalmu</p><p style="text-align: justify;">Ooo Vera Seredova</p><p style="text-align: justify;">Aku hanyalah bayangan</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku tidak ingin mencintaimu Vera</p><p style="text-align: justify;">Sebab dunia terlalu sesak</p><p style="text-align: justify;">Semua tempat adalah kegalauan dan kekacauan</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada tempat untuk cinta yang besar ini</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Ooo Vera Seredova</p><p style="text-align: justify;">Antara aku dan kau</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada yang abadi</p><p style="text-align: justify;">Kecuali puisi</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh La Dores, mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP 2013.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesehatan Jiwa Saat Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/kesehatan-jiwa-saat-ini/baca </link>
<guid> kesehatan-jiwa-saat-ini </guid>
<pubDate> Sat, 12 Oct 2019 13:20:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> World Mental Health Day 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/kesehatan-jiwa-saat-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Yll0Uri23t.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesehatan Jiwa Saat Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - 10 Oktober menjadi peringatan Kesehatan Mental Sedunia. &nbsp;yang mana Meski begitu, kesehatan mental hingga kini masih kerap menjadi topik yang dianggap remeh sebagian orang. Padahal kesehatan mental bisa mengarah ke hal serius, salah satunya bunuh diri. Ironisnya, bunuh diri akibat gangguan mental menjadi penyebab kematian terbesar kedua di dunia di usia 15 hingga 29 tahun.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Khusus untuk tahun ini, tema yang diangkat ialah <em>Mental Health Promotion and Suicide Prevention</em> atau Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri, sebagaimana dikutip dari laman resmi Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (WFMH) melalui <em>tirto.id</em>. Tujuannya agar semua lebih sadar dan peka dengan kesehatan mental secara individual dan juga peduli dengan orang lain yang membutuhkan bantuan secara psikologis. Di Indonesia, diakui Elda, salah satu dosen Psikologi Unmul, saat ini kepedulian terhadap kesehatan mental sudah semakin &nbsp;membaik dengan banyaknya gerakan-gerakan pencegahan dari masyarakat untuk membantu mengingatkan pentingnya kesadaran kesehatan mental &nbsp;sejak di usia remaja. Kesadaran kesehatan mental bukan hanya ditujukan kepada orang yang sedang mengalami gangguan, namun juga orang yang sehat agar lebih waspada.</p><p style="text-align: justify;">Seperti ketika seorang mahasiswa mengerjakan tugas tapi memiliki kendala yang tak bisa diselesaikan sendiri, seharusnya ia bisa lebih peduli dan waspada terhadap mentalnya. Salah satu cara mencari solusi dengan mengomunikasikan dengan orang lain untuk mencari bantuan.</p><p style="text-align: justify;">Biasanya ketika ada masalah, beberapa akan lebih memilih untuk diam. Hal itu dikarenakan tidak tahu dan tidak mau mencari bantuan. Bisa juga karena takut mendapatkan celaan dari sekitar jika ia menceritakan masalahnya.</p><p style="text-align: justify;">Cara yang bisa dilakukan lakukan ketika ingin membantu teman yang punya permasalahan yaitu dengan mendengarkan aktif dan menunjukan empati kita untuk melindungi apa yang orang itu rasakan. Sebagai pendengar, kita perlu aktif bertanya apa yang dia rasakan meskipun nanti kita tau jawaban sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika bercerita ke orang lain justru muncul insight sendiri yaitu pikiran yang kita sudah tau sebelumnya tapi kita mengelak terhadap pikiran itu,&quot; ujarnya saat ditemui Kamis, (10/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Faktor-faktor&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Faktor penyebab munculnya rasa tertekan yang dialami dan berdampak pada kesehatan mental ada banyak. Di antaranya dikatakan Elda yaitu karena orang tersebut tidak bisa mengeluarkan masalahnya yang terlalu banyak, seperti halnya balon jika diisi angin terus menerus nantinya akan meletus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau sudah pecah untuk mengembalikannya pun sulit dan memerlukan waktu yang lama dan itu pasti ada bekas yang ditinggalkan,&quot; tambahnya</p><p style="text-align: justify;">Kedua, ialah kurang bersyukur atas diri sendiri. Misalnya ketika mendapatkan hal yang tak diinginkan, seperti celaan yang selalu menghantui pikirannya. Meskipun orang tersebut tentunya memiliki kelebihan yang dimiliki yang tidak dimiliki orang lain.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena meskipun mendapat sesuatu yang buruk, kita enggak tau apa hikmah di balik itu. Sebaiknya kita introspeksi diri dengan menceritakannya dengan orang yang paling dipercaya,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, denial terhadap dirinya sendiri. Ia tak ingin mengakui kalau sedang butuh pertolongan. Jika masalah terlalu menumpuk, ia bisa saja melakukan hal yang tidak pernah diduga sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Pengaduan permasahan psikis di Unmul sudah terfasilitasi dengan formulir gratis yang bisa diakses melalui web psikologi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sudut Pandang Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Guna mengulik lebih jauh mengenai pemahaman kesehatan mental, <em>Sketsa</em> melakukan wawancara kepada beberapa mahasiswa. Menurut Dinda Hana Pratiwi, kesehatan mental merupakan kondisi di mana seseorang berusaha memposisikan keadaan psikis dan batin untuk tetap dalam keadaan stabil. Stabil yang dimaksud ialah keadaan tanpa adanya gangguan kecemasan, stres dan sebagainya. <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Di mana keadaan stabil adalah keadaan tanpa adanya gangguan seperti kecemasan, stres, dan lain sebagainya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai pengalamannya, mahasiswi yang kerap disapa Dinda itu mengaku pernah merasakan tertekan dan berpengaruh terhadap mentalnya. &quot;Kalau tertekan itu pernah, waktu awal kuliah sih sekitar semester 3,&quot; ungkapnya saat ditemui Rabu (9/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dinda menjelaskan bahwa perasaan tertekan yang ia alami itu terjadi karena banyaknya tugas mata kuliah sevara berkelompok, dan terasa seperti tugas individu. Ia merasa hanya bekerja sendiri dalam tugas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&quot;Tapi itu dulu, kalau sekarang sudah diajarkan <em>self talk</em>, motivasi diri yang seperti itu. Jadi kalau ada lagi, ya dijalanin aja,&quot; sarannya.</p><p style="text-align: justify;">Kalau Dinda pernah merasa tertekan karena tugas kelompok, lain halnya dengan Esmaya Regita. Mahasiswi kedokteran ini berujar bahwa ia acap kali mendengar dari beberapa teman-teman dari angkatan yang lebih tinggi, kalau tekanan utama mereka adalah rasa takut harus berlama-lama kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kedokteran kan kuliahnya lumayan lama ya, kebanyakan temen di sini itu baru mulai mengurus skripsi di semester 8. Karena semester sebelumnya masih sibuk tugas mata kuliah,&quot; jelas mahasiswi yang kerap disapa Esmaya ini. Waktu tercepat kelulusan di Kedokteran Unmul adalah 5 tahun perkuliahan, dan dari keterangan Esmaya hal itu sangat jarang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk dirinya, Esmaya berujar bahwa ia beberapa kali merasa sedikit tertekan. &quot;Dulu itu waktu nilai aku anjlok, itu sempet(tertekan). Kalau akhir-akhir ini, perkataan orang tua buat bisa koas tahun depan,&quot; jelas mahasiswa angkatan 2016 ini. Esmaya memiliki kebiasaan tersendiri yang kerap dilakukan saat merasa tertekan.&quot;Biasanya kalau udah begitu, aku pasti luangin waktu buat nge-<em>refresh</em> diri. Pergi ke mana gitu sendiri aja,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Esmaya berujar kalau menurutnya setiap orang memiliki cara sendiri dalam mengatasi rasa tertekannya, dan untuk dirinya dengan me-<em>refresh</em> diri membuatnya merasa lebih tenang dan mampu berpikir dengan lebih positif untuk mencari tahu penyebab perasaan tertekan. <strong><em>(fqh/ycp/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Li-Fi si Cepat Penerus Generasi Wi-Fi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/li-fi-si-cepat-penerus-generasi-wi-fi/baca </link>
<guid> li-fi-si-cepat-penerus-generasi-wi-fi </guid>
<pubDate> Sun, 13 Oct 2019 11:22:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi (Sumber: shuttersctok) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/li-fi-si-cepat-penerus-generasi-wi-fi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pYFLn33Ef3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Li-Fi si Cepat Penerus Generasi Wi-Fi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Teknologi yang berkembang sangat pesat memang kita sebagai pengguna terbantu sekaligus terkadang dibuat kewalahan. Dari sekian banyak teknologi tersebut ada beberapa di antaranya yang sudah membuat kita puas. Namun, di luar sana para ahli masih terus-menerus berinovasi dan mengembangkan teknologi yang telah ada. Salah satunya Wi-Fi.</p><p style="text-align: justify;">Di kutip dari laman technonews.id, Prof. Harald Haas dari Oxford University merupakan seorang yang melakukan serangkaian uji coba menggunakan cahaya sebagai medium pengantar data dan dipancarkan langsung secara nirkabel sehingga berperan serupa dengan jaringan Wi-Fi.</p><p style="text-align: justify;">Teknologi yang mulai diperkenalkan pada tahun 2011 ini dinamakan Li-Fi dan saat ini diklaim bisa menembus kecepatan 1,6 Gbps, tetapi secara teori teknologi mampu mencapai kecepatan 224 Gbps. Li-Fi juga lebih aman dari masalah gangguan frekuensi radio dan lebih aman untuk tubuh manusia karena sinyal Li-Fi tidak menyebar seperti sinyal Wi-Fi melainkan fokus di wilayah tertentu saja.</p><p style="text-align: justify;">Li-Fi sendiri merupakan akronim dari <em>Light Fidelity</em> yaitu sebuah jaringan nirkabel untuk sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai medianya. Dan teknologi ini tidak lagi memakai frekuensi radio konvensional pada Wi-Fi.</p><p style="text-align: justify;">Keuntungan menggunakan Li-Fi ini adalah memudahkan siapa saja untuk mengakses internet dimana pun bahkan di wilayah terpencil sekalipun yang tidak bisa dijangkau oleh kabel optik. Selain itu Li-Fi juga dapat digunakan mengontrol kondisi lalu lintas dengan cara menempatkan teknologi baru ini ke LED mobil.</p><p style="text-align: justify;">Meski memiliki banyak keunggulan, Li-Fi juga memiliki beberapa kelemahan dibanding sistem Wi-Fi konvensional. Li-Fi yang diterapkan secara <em>base station</em> pada langit-langit ruangan membutuhkan <em>direct line of sight</em> atau &ldquo;pandangan&rdquo; langsung ke perangkat tujuan. Direct line ini ternyata juga harus dilengkapi receiver khusus, seperti koneksi infra red pada gadget jadul.</p><p style="text-align: justify;">Di karenakan belum sempurna, maka Li-Fi belum sepenuhnya bisa dianggap menggantikan Wi-Fi konvensional untuk saat ini. Namun dengan potensi yang ada, serta tingkat efisiensi dan kecepatan transfer data, maka dalam satu dekade ke depan diharapkan akan ada penyempurnaan dan realisasi untuk aplikasi ke masayarakat umum. <strong>(<em>mrf/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hal-hal di Balik Hengkangnya Garmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hal-hal-di-balik-hengkangnya-garmul/baca </link>
<guid> hal-hal-di-balik-hengkangnya-garmul </guid>
<pubDate> Mon, 14 Oct 2019 14:08:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menteri Sosial dan Politik BEM KM Unmul, Derviansyah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hal-hal-di-balik-hengkangnya-garmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fPIT7RwMrr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hal-hal di Balik Hengkangnya Garmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pasc</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">a aksi besar-besaran 24 September lalu, awak&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Sketsa</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;menemui Menteri Sosial dan Politik BEM KM Unmul, Derviansyah setelah tidak mendapat respons langsung dari Idet Arianto Putra, pimpinan Garuda Mulawarman (Garmul) saat ini. Ia memaparkan sedikit mengenai &lsquo;pensiunnya&rsquo; Garmul dari barisan aliansi aksi saat itu.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain mengeluhkan soal banyaknya korban luka, Dervi juga sedikit menyesali adanya beberapa&nbsp;</span></span><span><span>miss</span></span><span><span>&nbsp;komunikasi yang terjadi antara Garmul dan lembaga lainnya di Aliansi Kaltim Bersatu.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Misalnya dalam konsolidasi tidak ada kesepakatan bahwa akan mendukung RUU-PKS untuk disahkan dalam aksi. Namun saat di lapangan, justru berbanding terbalik. Kalau sudah begini tidak sehat lagi aliansinya, jangan sampai ada terpengaruh dengan kepentingan lain,&rdquo; jelas Dervi saat ditemui Jumat (11/10) lalu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Keputusan ini &nbsp;juga diakui Dervi telah melalui proses komunikasi panjang sebelumnya. Bahkan saat malam di tengah kondisi kaos saat aksi, Garmul berkumpul dan mengajak berbicara rekan dari lembaga lainnya, hingga kemudian diputuskan untuk keluar dan membentuk gerakan sendiri. Selain beberapa poin dalam video yang menjadi pertimbangan untuk keluar, Dervi juga mempertegas bahwa beberapa kali dalam momen konsolidasi rencana</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>yang diajukan kerap mendapat penolakan. Bahkan hingga saat memutuskan untuk keluar, Dervi mengatakan pihaknya menyampaikan keluh kesah dan evaluasi aksi, namun tak digubris.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ada baiknya jika semua dipikirkan bersama, bukan hanya satu atau dua orang saja. Tuntutannya juga harus jelas, tuntutan yang seharusnya tidak ada, jangan sampai diada-adakan tanpa melalui proses pembicaraan,&rdquo; terangnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Seakan tak cukup dengan aksi coret dinding seketariat BEM KM saat itu, Dervi juga menjelaskan bahwa mereka kerap mendapat perlakuan tak mengenakkan berupa teror dari oknum tak dikenal. &ldquo;Kami sempat didatangi oleh preman tak dikenal, tahu-tahu datang. Kami semacam ditakut-takuti,&rdquo; tutup Dervi.&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(wil/vny/ hjr/sut/adl)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sukses Digelar, Mulfest dan Mulgames Resmi Ditutup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sukses-digelar-mulfest-dan-mulgames-resmi-ditutup/baca </link>
<guid> sukses-digelar-mulfest-dan-mulgames-resmi-ditutup </guid>
<pubDate> Tue, 15 Oct 2019 12:09:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Grand closing Mulawarman Festival dan Mulawarman Games. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sukses-digelar-mulfest-dan-mulgames-resmi-ditutup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ls9UGPSZwc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sukses Digelar, Mulfest dan Mulgames Resmi Ditutup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak terasa satu bulan sudah gelaran Mulawarman Festival dan Games Unmul 2019 berlangsung. Tepat Senin (14/10) malam kemarin, dilaksanakan <em>grand closing</em>, untuk menutup secara resmi seluruh rangkaian acara. Penutupan <em>event</em> besar helatan BEM KM Unmul ini turut mengundang civitas academica, tak terkecuali Encik Akhmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.</span></p><p style="text-align: justify;">Agenda dimulai sekitar pukul 21.00 Wita. Mahakarya Mulawarman ini diisi dengan serangkaian acara besar yang dihadirkan ke muka publik. Mulai dari <em>expo</em> saat Dies Natalis, jalan santai, hingga Seminar Nasional bertema &ldquo;Masa Depan Kaltim Berdaulat dan Narasi Milenial&rdquo; yang menghadirkan pembicara nasional Sherly Annavita.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian lomba seni, sains, dan olahraga turut dilaksanakan. Berbagai cabang perlombaan ini menganut sistem kontingen per-fakultas yang totalnya mencapai 7000 mahasiswa ikut terlibat.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, terdapat ajang penghargaan untuk mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan Unmul bertajuk Mulawarman Award. Nominasi di antaranya Top Leader, The Most Social Inspiring, Man &amp; Woman Activist, hingga The Most Productive Organization Unit.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan tahun sebelumnya, ini tahun pertama diadakan sistem suporter untuk masing-masing fakultas. Tak ayal, para suporter beramai-ramai memadati gor.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami ingin menunjukkan bahwa setiap fakultas itu memiliki ciri khas yang bisa dijadikan sebuah karya dan dapat bersaing dalam hal yang positif,&quot; ujar Aulia Furqon, Wakil Presiden BEM KM Unmul 2019.</p><p style="text-align: justify;">Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unmul, Mulawarman Games resmi ditutup dengan ditiupnya obor oleh Encik.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai penghargaan dan hadiah diumumkan pada malam itu, termasuk piala rektor bergilir yang kali ini diraih oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Selain itu, diberikan pula penghargaan suporter terbaik yang diraih oleh Fakultas Kehutanan.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya perasaannya mengenai <em>grand closing</em>, Furqon mengaku senang dan bangga. Ia mengapresiasi teman-teman panitia yang dikatakannya solid dan korsa serta bekerja keras.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Acara ini dari mahasiswa dan untuk mahasiswa. Kami akui ada beberapa kendala, namun kami percaya ini adalah sebuah proses belajar dan pendewasaan dalam dinamika berorganisasi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Fakultas Kehutanan ini juga memberikan semangat dan dukungan kepada kepanitiaan Mulawarman Games selanjutnya. &quot;Tetap dalam jalur perjuangan mahasiswa dan jangan pernah lelah menyatukan kolaborasi. Tetap semangat, perjalanan masih panjang, tetap berikan yang terbaik untuk Universitas Mulawarman!&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di penghujung acara, seluruh penonton menuruni podium dan berkumpul di tengah lapangan, dengan syahdu menikmati alunan merdu suara Rio Satrio sebagai <em>guest star&nbsp;</em>yang dihadirkan. <strong><em>(nis/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merayakan Hak Asasi Binatang dengan Menghargai Kehadiran Mereka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/merayakan-hak-asasi-binatang-dengan-menghargai-kehadiran-mereka/baca </link>
<guid> merayakan-hak-asasi-binatang-dengan-menghargai-kehadiran-mereka </guid>
<pubDate> Tue, 15 Oct 2019 13:12:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hak Asasi Binatang, 15 Oktober 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/merayakan-hak-asasi-binatang-dengan-menghargai-kehadiran-mereka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oFGJAVImvk.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Merayakan Hak Asasi Binatang dengan Menghargai Kehadiran Mereka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Siapa yang tidak tahu hak asasi manusia (HAM)? Bahkan HAM sendiri telah diajarkan sejak bangku sekolah dasar. HAM membicarakan hak-hak dasar manusia yang sudah dimiliki sejak berada dalam kandungan, dan berlaku untuk seluruh manusia di dunia (universal). Tapi, HAM hanya berlaku untuk manusia. Lalu, bagaimana dengan makhluk hidup lainnya, khususnya binatang?&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Tahukah kalian, bahwa mereka juga memiliki hak yang sama dengan manusia?</p><p style="text-align: justify;">15 Oktober ditetapkan untuk memperingati Hari Hak Asasi Binatang oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau <em>World Organisation for Animal Health</em> (dikenal dengan <em>Office International des Epizooties</em> atau OIE). Hewan tidak mampu memperjuangkan hak mereka, maka manusia yang harus bergerak memperjuangkan hak asasi mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak perlu muluk-muluk, mulailah dari hewan peliharaan, tentu saja bagi yang memilikinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kucing atau anjing, Beo, bahkan Arwana yang harganya menyamai harga gawai untuk <em>gaming</em>. Sebagai majikan yang baik, memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan hewan yang dipelihara merupakan suatu kewajiban.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hope, Orang Utan Korban Penembakan&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Sempat viral, seekor induk orang utan didapati dengan 74 peluru bersarang di tubuhnya. Parahnya, anak induk orang utan yang baru berusia satu bulan juga mati ketika dievakuasi karena kekurangan nutrisi dan kelaparan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kronologi yang terjadi pada Maret 2019 lalu ini berawal saat induk orang utan masuk ke kawasan kebun sawit milik warga. Orang utan itu dianggap mengganggu oleh warga. Padahal, ini terjadi karena tempat tinggal orang utan yang semakin sempit karena ulah manusia. Akibat dari tembakan tersebut, kedua mata Hope buta dan tidak memungkinkan untuk dilepas kembali ke alam liar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, dua remaja yang menembak Hope hanya diberikan sanksi sosial berupa azan di kota Subulussalam selama satu bulan. Alasannya karena kedua remaja tersebut masih di bawah umur, yaitu 16 dan 17 tahun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut saya, sanksi tersebut dikhawatirkan tidak akan menimbulkan efek jera terhadap pelaku. Memang terdapat Undang-undang (UU) Perlindungan Anak, tetapi tindakan kedua remaja tersebut di atas kewajaran anak di bawah umur. Juga peredaran senapan angin patut dipertanyakan. Bagaimana bisa anak di bawah umur memegang senapan angin, bahkan menembakkannya?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya kedua remaja itu terjerat UU No. 5 Tahun 1990 terkait observasi sumber daya alam dan ekosistemnya dan disanksi sesuai dengan usia kedua remaja tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Populasi Orang Utan yang Mengkhawatirkan&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Orang utan termasuk dalam kategori satwa yang terancam punah. Khususnya di Kalimantan sendiri, populasi orang utan diperkirakan sekitar 35.000-55.000 ekor dan semakin parah, bahkan menyamai jumlah populasi orang utan di Sumatera yang kritis. Diketahui memang cukup sulit untuk mengetahui jumlah pasti orang utan dikarenakan tempat tinggal mereka berada jauh di dalam hutan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurunnya jumlah populasi orang utan memiliki alasan klasik, yakni dirampasnya tempat tinggal orang utan untuk kepentingan manusia. Deforestasi semakin menjadi, kemudian perburuan serta penangkapan orang utan untuk dijual semakin liar. Kabarnya, ketika keluar dari hutan, harga yang dipatok untuk orang utan per ekornya seharga Rp500.000,00. Namun, akan berbeda jika sudah masuk ke pelabuhan, stasiun ataupun terminal. Bisa mencapai jutaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kita semua tahu, bahwasanya Kalimantan Timur (Kaltim) akan menjadi ibu kota. Dari sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara hingga Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Otomatis, hutan di Kaltim akan semakin dipangkas untuk kepentingan pembangunan ibu kota.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, hal ini tak luput dari mahasiswa yang setuju akan akibat dari pembangunan ini. Di mana menyebabkan kerugian pada alam, hutan, juga satwa di Kaltim. Berbagai macam pembahasan di kelas, maupun diskusi di luar kelas tidak ada habisnya membahas kerugian yang nantinya akan berdampak besar pada alam Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Saya selalu berharap, manusia dan binatang mampu memenuhi hak mereka masing-masing, meski faktanya hewan tidak bisa menyampaikan dan menyuarakan hak mereka. Maka, siapa yang harus menyuarakan hak mereka? Tentu saja kita sebagai manusia yang berakal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kita pun dapat membantu mereka pada perayaan Hak Asasi Binatang kali ini. Hari ini, tertanggal 15 Oktober, marilah kita bersama-sama melindungi dan melestarikan mereka. Agar anak cucu kita bisa tahu indahnya ciptaan Tuhan yang sangatlah beragam.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Khusairi, mahasiswa Ilmu Ekonomi, FEB 2018.<u>&nbsp;</u></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjelajah Literasi Digital dalam Serasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/menjelajah-literasi-digital-dalam-serasi/baca </link>
<guid> menjelajah-literasi-digital-dalam-serasi </guid>
<pubDate> Tue, 15 Oct 2019 13:50:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menyelam literasi digital bersama Serasi, kegiatan yang dipelopori GenBI Komisariat Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/menjelajah-literasi-digital-dalam-serasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0HCmmqRAa0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menjelajah Literasi Digital dalam Serasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Mulawarman pada Sabtu (13/10) mengadakan festival betajuk Serasi (Selaras dengan Literasi) yang bertempat di Jenggala, Perumahaan Alaya. Festival tersebut ditunggangi oleh Divisi Pendidikan yang mencoba hadir sebagai komunitas yang konsekuen di bidang literasi khususnya daerah Kota Samarinda.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ditemui oleh <em>Sketsa</em>, Anggie Octa selaku ketua panitia menceritakan bahwa kegiatan ini didorong oleh penggunaan gawai yang masih sebatas &apos;main&apos; di media sosial baik <em>chatting</em> atau <em>update</em> status.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengambil tema &lsquo;Literasi Digital&rsquo;, dari kegiatan ini mereka ingin memberitahukan kepada kawan-kawan muda bahwa dengan gawai yang mereka miliki dapat menambah wawasan dan selektif terhadap beredarnya berbagai macam informasi di media sosial. Terlebih dapat terhindar dari yang namanya hoaks.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang kita susah membedakan informasi yang masuk. Apakah termasuk informasi yang aktual atau informasi yang dibuat-buat (hoaks)&rdquo; tutur Anggie kepada <em>Sketsa</em>. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan dibuka dengan <em>Mini Talkshow&nbsp;</em>mengenai literasi digital dengan narasumber Robithoh Johan Palupi selaku wartawan Kaltimkece dan Dahri Dahlan selaku dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul yang dipandu oleh Sefty Wulandari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Materi pertama tentang literasi digital dari sudut pandang jurnalistik disampaikan oleh Robi. Ia menjelaskan bahwa ada perbedaan antara berita hoaks dan berita bohong. Kategori berita bohong adalah sumbernya jelas, namun apa yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Sedangkan untuk hoaks sendiri sumbernya tidak jelas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bijaklah dalam menerima dan menyebarkan informasi,&rdquo; tutur Robi kepada peserta.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Robi menambahkan, sebenarnya minat baca Indonesia tidaklah rendah, menilik penjualan <em>provider</em> yang semakin meningkat. Masyarakat lebih tertarik membaca status atau sekadar pesan singkat. Namun diakuinya, untuk literasi di bidang ilmu pengetahuan yang masih kurang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Materi kedua, masih dengan tema yang sama, dengan sudut pandang pendidikan disampaikan oleh Dahri. Ia menyampaikan, jika literasi digital dapat &apos;ditarik&apos; ke pendidikan, kita dapat melakukan kegiatan pendidikan dengan digital. Saat ini, kita bisa tahu apa yang terjadi di negara lain, dan sebaliknya mereka bisa tahu apa yang terjadi di negara ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia berpendapat bahwa semua orang dapat mengungkapkan pendapat mereka dengan kebenarannya masing-masing. Dengan kejadian seperti ini, Dahri menyimpulkan bahwa kata kuncinya adalah belajar kritis dan menyiapkan mental.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dunia sekarang adalah arena, kita harus siap. Kita jangan meratap,&rdquo; ucapnya di ujung penyampaian materi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain <em>Mini Talkshow</em>, sore itu juga ada pameran literasi yang diisi oleh Despro (Desain Produk) mahasiswa Politeknik Samarinda, Komunitas Muda Mengajar, Komunitas Lingkar Studi Kerakyatan, Komunitas Tipografi Samarinda, dan Divisi Pendidikan GenBI Komisariat IAIN Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Acara berlanjut hingga malam hari yang dipandu oleh Rahman dan Amelleya selaku <em>Master of Ceremony</em> (MC). Pembuka acara menghadirkan UKM Seni dan Kreatifitas dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul, dengan membakan lagu <em>Treasure</em> milik Bruno Mars dan Berharap Tak Terpisah dari Reza Artamevia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan musikalisasi puisi oleh Himabastra. Puisi pertama yang ditampilkan yaitu Sajak Putih karya Chairil Anwar, kemudian Kuhentikan Hujan karya Sapardi Djoko Damono, dan yang terakhir adalah <em>Thalassophile</em> karya Amink.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masuk ke penampilan dari <em>guest star</em>, Red<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Cherry tampil dengan membawakan lagu mereka yang berjudul <em>Let Me</em> dan <em>I Called My Mom</em> serta lagu <em>cover</em> dari Daft Punk yaitu <em>Get Lucky</em> dan Frank Sinatra yang berjudul <em>I Love You Baby</em>. Mereka berhasil membuat penonton bergoyang dan bernyanyi bersama mengikuti alunan musik yang dimainkan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Semakin malam, terdapat penampilan dari Malam Puisi Samarinda dengan membawakan puisi Mendekap Ibu, Baris Huruf dan Menata Rak Buku karya Dikablek dan Bukuku karya Kale. Penampilan ditutup dengan penampilan teater musikal dari Fasotik Unmul. <strong><em>(bip/mer/fqh/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Temukan Sertifikat TOEFL Palsu, Mahasiswa Terancam Terkena Sanksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-sertifikat-toefl-palsu-mahasiswa-terancam-terkena-sanksi/baca </link>
<guid> temukan-sertifikat-toefl-palsu-mahasiswa-terancam-terkena-sanksi </guid>
<pubDate> Wed, 16 Oct 2019 09:41:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terbukti memiliki sertifikat TOEFL palsu, dua mahasiswa terancam dapatkan sanksi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-sertifikat-toefl-palsu-mahasiswa-terancam-terkena-sanksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y3jHwc5AHn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Temukan Sertifikat TOEFL Palsu, Mahasiswa Terancam Terkena Sanksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Belakangan beredar kabar mengejutkan dari Fakultas Komputer dan Teknik Informatika (FKTI). Pasalnya, dua mahasiswa dari program studi Teknik Informatika diduga memalsukan sertifikat <em>Test of English as a Foreign Language&nbsp;</em>(TOEFL), yang menjadi tes wajib mahasiswa sebelum lulus.</span></p><p style="text-align: justify;">Dugaan ini ditemukan langsung oleh Balai Bahasa, selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) tes TOEFL mahasiswa Unmul. Kasus ini bahkan telah diserahkan untuk ditindaklanjuti pihak fakultas dan rektorat kampus.</p><p style="text-align: justify;">Aridah, Kepala UPT. Balai Bahasa Unmul mengatakan dugaan ini muncul saat dua mahasiswa FKTI datang, yakni RP dan OC, pada Jumat, (4/10) lalu untuk memverifikasi sertifikat TOEFL yang dimilikinya. Keduanya berasal dari angkatan 2015 dan 2016. Mereka meminta tanda tangan Aridah untuk legalisasi. Namun melihat sertifikat yang dibawa, Aridah enggan melakukan.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, secara kasatmata sertifikat itu sudah dapat dideteksi palsu. Bahkan ditemukan lebih dari 10 perbedaan dengan sertifikat asli. Di antaranya, bentuk sertifikat yang digunakan adalah model yang lama, dalam sertifikat tersebut tidak ada <em>watermark</em>, dan juga dalam sertifikat tersebut menggunakan nomor yang Aridah sendiri tidak tahu itu digunakan di tahun berapa.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pernyataan keduanya, sertifikat itu diterima usai mengikuti sebuah pelatihan singkat yang digelar di kampus. Dalam sertifikat tesebut, pelaksanaan tes dilaksanakan Juni lalu. Dua mahasiswa ini bersama beberapa rekan lainnya diajak senior untuk turut serta dalam pelatihan tersebut. Padahal, sertifikat TOEFL yang dikeluarkan UPT. Balai Bahasa untuk mahasiswa harus mengikuti tes terlebih dahulu. Aridah juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan pelatihan secara tidak resmi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak tahu siapa yang mengadakan dan itu pelatihan apa. Mereka juga tidak mau memberi tahu. Cuma bilangnya diajak sama kakak tingkatnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Katanya sih banyak (yang ikut pelatihan), tapi yang datang ke sini dan bawa sertifikat itu dua orang,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bukan Hal yang Baru</strong></p><p style="text-align: justify;">Rupanya kejadian ini bukan pertama kali dihadapi UPT. Balai Bahasa. Aridah mengatakan, kasus semacam ini dulu pernah terjadi bahkan dibawa hingga ke kepolisian. Akibatnya, oknum di balik pemalsuan yang merupakan eksternal kampus ini mesti mendekam di jeruji besi. Sebelumnya juga disebutkan Aridah ada mahasiswa pascasarjana lingkungan yang diketahui memalsukan sertifikat TOEFL.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Model sertifikatnya sama dengan yang ini. Berarti ini oknumnya satu, dan saya tanya (ke mahasiswa FKTI), &lsquo;kamu bayar?&rsquo; Mereka bilang enggak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menyadari rentannya sertifikat yang dipalsukan, merupakan bentuk evaluasi UPT. Balai Bahasa sejak tiga tahun terakhir dengan menggunakan sistem <em>online</em> untuk verifikasi sertifikat. Sehingga memudahkan pendeteksian pemalsuan.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pengalaman sebelumnya, mahasiswa yang diketahui memalsukan sertifikat akan dikenakan skorsing, harus menunggu dua kali wisuda untuk dapat melaksanakan wisuda. Hal ini tentunya menjadi kabar buruk bagi salah satu di antara dua mahasisiwa FKTI tersebut, karena ia sudah melalui tahapan pendadaran.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, KTM dua mahasiswa tersebut ditahan di UPT. Balai Bahasa. Penyelesaian dan tindak lanjut kasus ini akan dilakukan internal kampus. Lebih jauh, UPT. Balai Bahasa pada Selasa (8/10) telah mengirimkan surat ke beberapa pihak yang lebih berwenang untuk menyelidiki dan memberikan sanksi, yakni kaprodi Teknik Informatika (TI), wakil dekan I, dekan fakultas, serta wakil rektor I.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kaprodi TI: Mahasiswa Kami Korban Penipuan</strong></p><p style="text-align: justify;">Terpisah, ditemui <em>Sketsa</em> Kaprodi Teknik Informatika, Masnawati membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah mendapatkan kabar dari UPT Balai Bahasa, Masna, sapaan akrabnya, segera menelusuri kasus itu dengan memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi pada Senin (7/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut penelusurannya, ada oknum yang menawarkan jasa sertifikat kepada dua mahasiswanya dengan iming-iming bisa digunakan sebagai syarat lulus. Namun alih-alih sertifikat tersebut ilegal justru membuat RP dan OC terjerat kasus pemalsuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi sebenarnya mahasiswa kami ini juga korban penipuan. Tapi berdasarkan aturan yang ada, ini merupakan pelanggaran,&rdquo; tutur Masna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami dari FKTI sangat-sangat tidak menyetujui adanya tindakan kecurangan apapun. Seperti itu, sehingga kecurangan apapun yang terjadi di sini akan kita tindak lanjuti. Kalau ada sanksi yang mengatur, ya kita berpegangan pada sanksi itu,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati dua mahasiswa tersebut sebagai korban penipuan, namun aturan tetap aturan. Mereka dinyatakan melakukan tindakan pelanggaran. Dikatakan Masna, RP dan OC telah melanggar aturan Etika Sivitas Akademika Unmul. Pasal yang bersangkutan ialah pasal 22 tentang Pelanggaran Berat Mahasiswa ayat 2 berbunyi &ldquo;Membeli atau mengubah nilai hasil ujian&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Adapun sanksi yang dikenakan untuk pelanggaran berat mahasiswa yaitu larangan untuk mengikuti kuliah, ujian atau kegiatan akademik lain dari mata kuliah selama satu semester, dan larangan untuk mengikuti semua kegiatan akademik selama satu semester. Berdasarkan aturan yang ada, Masna mengatakan bahwa pihaknya tidak mentolelir adanya kecurangan. Pun kasus ini sedang dalam tahap proses untuk kemudian dilaporkan ke rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Isi sudah diproses di fakultas, untuk dilaporkan ke rektorat. Kami merespons apa yang disampaikan Balai Bahasa kami <em>crosscheck</em>, kami tanyakan ke mahasiswa yang bersangkutan. Seperti apa kronologisnya. Kemudian kami pelajari aturan-aturan yang mengatur masalah ini di tingkat universitas,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Oknum Bukan Civitas Academica Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah mendapatkan keterangan dari korban, Masna menelusuri identitas oknum yang menawarkan jasa sertifikat tersebut. Rupanya oknum itu bukan berasal dari civitas academica Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah kami bertanya kepada mereka, mereka menjelaskan bahwa ada oknum yang mana setelah ditelusuri, didapat informasi bahwa si oknum ini bukan bagian dari FKTI dan bukan internal Unmul juga,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Masna menegaskan jika kejadian pembuatan sertifikat ilegal tersebut bukanlah dari internal FKTI. &ldquo;Mungkin ada pihak yang berasumsi bahwa &lsquo;kayaknya FKTI nih sumbernya&rsquo;, kalau ada berita seperti itu, itu tidak benar,&rdquo; tegasnya</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, <em>Sketsa</em> tengah berupaya mengonfirmasi pihak terkait lainnya, termasuk mahasiswa bersangkutan untuk mendapatkan keterangan. <strong><em>(adl</em></strong><strong style="background-color: transparent;"><em>/ycp/snh/mer/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mendalami Company Profile serta Animo Mahasiswa yang Tinggi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mendalami-company-profile-serta-animo-mahasiswa-yang-tinggi/baca </link>
<guid> mendalami-company-profile-serta-animo-mahasiswa-yang-tinggi </guid>
<pubDate> Thu, 17 Oct 2019 02:04:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Career & Company Expo oleh UPT. Perkasa di hari kedua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mendalami-company-profile-serta-animo-mahasiswa-yang-tinggi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZRFpNX35sj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mendalami Company Profile serta Animo Mahasiswa yang Tinggi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Memperingati dies natalis Unmul ke-57, UPT. Perkasa kembali menyelenggarakan Career &amp; Company Expo yang bertempat di gedung Auditorium Unmul. <em>Event</em> ini dihelat selama tiga hari terhitung sejak 15 hingga 17 Oktober 2019.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hari kedua penyelenggaraan <em>expo</em>, UPT. Perkasa mempersembahkan presentasi profil dari perusahaan-perusahan besar yang ada di Kalimantan Timur. Tak hanya perwakilan dari perusahaan-perusahaan besar di Kaltim, beberapa lembaga dinas dan kepolisian turut hadir memeriahkan <em>event</em> tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu perusahaan yang turut hadir adalah PT. ITCI Hutani Manunggal. Perusahaan multinasional ini bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI). Yanuar sebagai perwakilan dari PT. ITCI Hutani Manunggal mengatakan bahwa pihaknya telah lima tahun bekerjasama dengan pihak Unmul dalam <em>event</em> ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita sudah lama bekerja sama dengan pihak Unmul, terutama di Fakultas Kehutanan dan Fakultas Pertanian. Karena merupakan salah satu prinsip dari perusahaan kita dan membudayakan karyawan dari Fakultas Kehutanan dan Pertanian di Universitas Mulawarman,&quot; jelasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setiap tahunnya, perusahaan tersebut terus merekrut karyawan-karyawan alumni Unmul khususnya dari Fakultas Kehutanan dan Pertanian, sebab sesuai dengan koor bisnis dari perusahan terkait hutan dan perindustrian. &quot;Jadi setiap tahun kita mengambil 10 atau 20 orang,&quot; ungkap Yanuar.</p><p style="text-align: justify;">Selain dihadiri oleh beberapa perusahaan dan kedinasan, <em>expo</em> juga diramaikan oleh mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi khususnya wilayah Samarinda. Kebanyakan dari mereka yang hadir memang mencari pekerjaan dan merupakan mahasiswa tingkat akhir. Salah satunya adalah Siti Aisah, mahasiswi Universitas Muhamadiyah Kalimantan Timur (UMKT).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena ingin tahu saja seperti apa gitu acaranya, dan juga nantikan di sini juga bisa nambah wawasan. Jujur ini pertama kalinya saya mengikuti acara ini, jadi saya sangat ingin sekali untuk hadir,&quot; kata perempuan berhijab itu. Ia mengetahui informasi terkait <em>event</em> ini dari salah satu kawannya yang berasal dari Unmul. &quot;Saya ada teman anak kos dari Unmul, kuliahnya di FKIP, nah saya dikasih tahu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Keseluruhan rangkaian acara pada hari kedua <em>event</em> sangat ramai, terlihat dari banyaknya pengunjung yang didominasi mahasiswa yang antusias terkait karir dan kewirausahaan. Stan-stan perusahaan dan kedinasan menyambut kedatangan mahasiswa yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait perusahaan dan kedinasan tersebut. Terlebih tentang perekrutan karyawan dan pegawai agar dapat bekerja di sana. Mahasiswa pun tidak sekadar menjadi tahu berbagai perusahaan ternama, namun mereka bisa mempersiapkan diri akan berkarir di mana nantinya. <strong><em>(hlm/vny/hzk/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepi Peminat, Pemira FKM Lawan Kotak Kosong </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-fkm-lawan-kotak-kosong/baca </link>
<guid> sepi-peminat-pemira-fkm-lawan-kotak-kosong </guid>
<pubDate> Thu, 17 Oct 2019 07:11:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FKM sepi peminat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-fkm-lawan-kotak-kosong/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/orpAjMvj1G.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepi Peminat, Pemira FKM Lawan Kotak Kosong</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki periodisasi kepengurusan lembaga, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di beberapa fakultas Unmul mulai melaksanakan pemilihan raya (pemira). Pesta demokrasi nampak jelas di tiap-tiap kampus. Namun, pelaksanaan pemira di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ternyata sepi pendaftar.</p><p style="text-align: justify;">Kamis (10/10) lalu, Ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) FKM Rilla Nadhirah memaparkan kronologis pelaksanaan pemira. Sosialisasi pemira mulai dilaksanakan di kelas-kelas pada 18-19 Oktober. Namun tidak semua kelas didatangi untuk sosialisasi, hanya kelas wajib dari angkatan 2017, 2018, dan 2019.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;2016 itu karena posisinya jarang di kampus jadi enggak kami masukkin,&quot; terangnya. Pendaftaran paslon juga diperpanjang hingga 27 September karena minimnya pendaftar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tepat pada hari terakhir pendaftaran, Rilla mengatakan terdapat dua paslon yang mengisi formulir pendaftaran. Mereka adalah Aiva D. G. Pakerrai - Raidatun Nisya dan Winda Wulandari - Tiara Aurahuda. Penetapan hasil yang harusnya diumumkan 5 Oktober diundur sehari setelahnya karena keterlambatan pengembalian berkas oleh paslon. Di tahap verifikasi kedua,  Winda - Tiara tidak memenuhi persyaratan berkas dengan alasan tidak ada niatan melanjutkan proses pencalonan. Alhasil hanya Aiva - Raidatun yang lolos dan ditetapkan memenuhi syarat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena salah satu paslon (Aiva - Raidatun) tidak mau adanya kotak kosong, berat melakukannya melalui uji publik, bukan debat kandidat. Kami lakukan mediasi hingga dua kali, sehingga diputuskan pasangan calon yang sudah memenuhi berkas bersedia melawan kotak kosong.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Mengenai alasan mundurnya salah satu paslon, Rilla mengatakan Winda - Tiara hanya ingin meramaikan pemira melihat kurang antusiasnya mahasiswa FKM mendaftarkan diri di pemira. &quot;Kalau dikatakan tidak memenuhi persyaratan pun iya, karena mereka mempunyai amanah di tempat lain. Karena menurut mereka ada yang lebih bisa menjabat dari angkatan yang lebih muda,&quot; ujar Rilla. Berdasarkan publikasi pelaksanaan pemira di akun resmi DPM FKM Unmul, Winda - Tiara tidak melanjutkan pencalonan karena masih memiliki tanggungan di kepengurusan BEM KM.</p><p style="text-align: justify;">KPPR memberikan waktu kepada Aiva - Raidatun dalam kurun waktu mulai 7-11 Oktober untuk kampanye, dilanjutkan uji publik pada 12 Oktober untuk menguji visi-misi paslon. Pemungutan suara dilakukan pada 16 Oktober. Rilla juga menjelaskan jika kotak kosong yang menang, akan dilakukan pemira ulang. Jika hasilnya masih sama di pemira selanjutnya, maka struktur BEM FKM akan vakum dan tidak dijabat selama satu periode.</p><p style="text-align: justify;">Rabu (16/10) kemarin, pemungutan suara Aiva - Raudatun melawan kotak kosong  dilaksanakan. <strong><em>(pil/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar Pemira di Berbagai Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-pemira-di-berbagai-fakultas/baca </link>
<guid> kabar-pemira-di-berbagai-fakultas </guid>
<pubDate> Fri, 18 Oct 2019 13:41:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serba-serbi pemilihan raya di fakultas Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-pemira-di-berbagai-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o2IUCj6Vrh.png" />
					</figure>
			                <h1>Kabar Pemira di Berbagai Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Pesta demokrasi terdengar dari balik-balik fakultas. Meski begitu, tahapan pemilihan raya (pemira) ada yang terdengar sepi peminat, bahkan ada juga yang baru dimulai. Seperti apa kondisi pemira di fakultas-fakultas Unmul?</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>FKTI</strong></p><p style="text-align: justify;">Pemira Fakultas Komputer dan Teknik Informatika (FKTI) dijadwalkan akan terlaksana bulan ini. Sejauh ini, tahapan pemira telah melalui proses sosialisasi dan pembentukan Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) serta Panitia Pengawas Pemilihan Umum Raya (Panwas). Tahapan sosialisasi dilakukan ke kelas-kelas. Pembentukan KPPR dan Panwas telah dilaksankan pada Jumat (4/10) oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKTI. Muhammad Alwi terpilih sebagai Ketua KPPR dan Syamsu Zahro Mustari selaku Ketua Panwas.</p><p style="text-align: justify;">Perkembangan terbaru terkait pemira FKTI telah sampai pada tahap pendaftaran pasangan calon yang berlangsung sejak 16-19 Oktober. Meski begitu, diakui Alwi belum ada pendaftar yang mendaftar untuk mengikuti pemira.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Fahutan</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Muslimin selaku Ketua Dewan Sylva Mulawarman (DPSM) menyampaikan bahwa mereka telah menyusun <em>timeline</em> pemira Fakultas Kehutanan (Fahutan) dalam rapat paripurna. Pemira akan berlangsung pada Oktober, diawali dengan <em>open recruitment&nbsp;</em>panitia pemira pada 10-15 Oktober.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pantia pemira terdiri dari perwakilan angkatan dan seluruh lembaga Fahutan,&rdquo; ujar Muslimin.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan pendaftaran Ketua dan Wakil Ketua LEM Sylva pada 28 Oktober hingga 3 November. Setelah penetapan calon ketua dan wakil ketua, akan diadakan pertemuan bersama pasangan calon (paslon) guna membahas <em>timeline</em> kampanye yang akan berlangsung selama dua pekan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada masa kampanye kita akan adakan diskusi terbuka dan mengundang &nbsp;seluruh mahasiswa Fahutan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Masa kampanye akan ditutup dengan debat kandidat antar paslon, setelah itu paslon akan menjalani masa tenang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>FISIP</strong></p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran pemira Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) telah dibuka sejak 2-8 Oktober 2019. Pendaftaran ini kemudian ddiperpanjang selama 3 hari, terhitung 9-11 Oktober. Sebab selama 7 hari posko pendaftaran belum memiliki pendaftar.</p><p style="text-align: justify;">BPPR telah terbentuk 3 minggu sebelum pendaftaran pemira, yang terdiri dari delegasi himpunan dan <em>open recuitment</em>. Anggota BPPR ada sebanyak delapan belas orang.</p><p style="text-align: justify;">Sosialisasi pemira juga sudah berjalan H-1 ke berbagai kelas, kemudian <em>update</em> di berbagai media sosial seperti <em>Instagram</em>. Mereka juga memasang spanduk mengenai pelaksanaan pemira yang terdapat di atas musala dan di dekat lapangan basket beberapa minggu sebelum pendaftaran agar semakin banyak mahasiswa FISIP yang mengetahui akan adanya pemira.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan kesepakatan yang dirilis pada laman <em>Instagram</em> @pemira_fisipol, posko pemira 2019 ditutup pada 11 Oktober 2019 pukul 17:00 Wita dengan jumlah pendaftar yang mengembalikan berkas hanya satu, yakni Andi Muhammad Akbar sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Mahasiswa. Panitia pemira memutuskan untuk memberikan waktu tambahan agar berkas bisa terlengkapi hingga 14 Oktober pukul 16:00 Wita. Jika Andi dapat melengkapi berkasnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka pemira akan tetap berjalan dengan satu calon anggota DPM. Tetapi apabila ia tidak dapat melengkapi berkas, maka pemira akan diserahkan kepada penanggung jawab pemira yaitu Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, berdasarkan hasil rapat pemira 2019 yang dirilis pada laman <em>Instagram</em> @pemira_fisipol menetapkan bahwa Andi dianggap gagal terverifikasi karena tidak melengkapi berkas pada waktu yang telah di tentukan panitia.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, pemira dikembalikan kepada penanggung jawab pemira dan kepanitiaan pemira 2019 dibubarkan. Kemudian dialihkan menjadi panitia sidang umum.</p><p style="text-align: justify;"><strong>FK</strong></p><p style="text-align: justify;">Pesta demokrasi pada kampus kedokteran telah berlangsung yang ditandai oleh terbentuknya KPPR pada Agustus lalu. Diikuti dengan dibukanya pendaftaran calon gubernur BEM FK Unmul pada 16 September. Pendaftaran ini ditutup pada 30 September lalu. Namun karena tidak adanya calon yang mendaftarkan diri, maka DPM FK Unmul memperpanjang masa pendaftaran hingga Kamis (10/10).</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya hingga Rabu (16/10), belum terdengar ada mahasiswa yang mendaftar menjadi calon gubernur BEM FK Unmul ini. Ini tentu membuat pemira menjadi terhambat. Selain karena tidak adanya calon yang mendaftar, adanya acara lain yaitu Dies Natalis FK Unmul juga menjadi alasan lain tertundanya pemira kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi mengenai tanggal pasti terkait pemira, pihak DPM FK Unmul mengatakan bahwa belum ada tanggal pasti sebab masih menunggu acara dies natalis selesai dan menunggu pasangan calon yang akan mendaftarkan diri. <strong><em>(wuu/omi/erp/hlm/len/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bebas: Nostalgia Masa SMA Hingga Reuni Mempertemukan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/bebas-nostalgia-masa-sma-hingga-reuni-mempertemukan/baca </link>
<guid> bebas-nostalgia-masa-sma-hingga-reuni-mempertemukan </guid>
<pubDate> Sat, 19 Oct 2019 05:11:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bebas, film adaptasi dari Korea Selatan yang bertajuk Sunny. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/bebas-nostalgia-masa-sma-hingga-reuni-mempertemukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rjDhiLcnYW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bebas: Nostalgia Masa SMA Hingga Reuni Mempertemukan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sutradara : Riri Riza</span><br></p><p style="text-align: justify;">Produser : Mira Lesmana</p><p style="text-align: justify;">Pemeran :</p><p style="text-align: justify;">- Agatha Pricilla</p><p style="text-align: justify;">- Baskara Mahendra</p><p style="text-align: justify;">- Lutesha</p><p style="text-align: justify;">- Maizura</p><p style="text-align: justify;">- Sheryl Sheinafia</p><p style="text-align: justify;">- Zulfa Maharani</p><p style="text-align: justify;">- Baim Wong</p><p style="text-align: justify;">- Indy Barends</p><p style="text-align: justify;">- Marsha Timothy</p><p style="text-align: justify;">- Susan Bachtiar</p><p style="text-align: justify;">- Widi Mulia</p><p style="text-align: justify;">- Salvita Decorte</p><p style="text-align: justify;">Produksi : Miles Films</p><p style="text-align: justify;">Distributor : CJ Entertaiment</p><p style="text-align: justify;">Rilis : 3 Oktober 2019</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Menghibur dan penuh tawa merupakan kesan yang didapat setelah menonton film Bebas. Film ini adalah garapan sutradara Riri Riza dan telah dirilis sejak 3 Oktober yang lalu. Mira Lesmana, Gina S. Noer dan Kang Hyong-Chul juga bertindak sebagai penulis naskah.</p><p style="text-align: justify;">Bebas merupakan adaptasi dari film Korea Selatan berjudul <em>Sunny</em>. Film yang berlatar Jakarta tahun 90-an ini diberikan pihak CJ Entertainment kepada Mira Lesmana. Sehingga film ini kemudian di garap sedemikian rupa agar menjadi film dengan khas Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Fim Bebas bercerita tentang enam orang sahabat yang tergabung dalam geng yang dinamakan Bebas. Dalam film ini, dikisahkan Vina (Maizuri) merupakan siswa pindahan dari Jawa Barat ke Jakarta. Ia kemudian dijadikan bahan lelucon oleh teman sekelas karena gaya bicaranya.</p><p style="text-align: justify;">Vina kemudian ditolong oleh sebuah geng, yang bernama Bebas. Mereka berisi Kris (Sheryl Sheinafia) sebagai ketua, Jessica (Agatha Pricilla) yang lucu dan suka dandan, Gina (Zulfa Maharani) salah satu yang terkaya, Suci (Luthesha) perempuan cantik dan misterius, serta Jojo (Baskara Mahendra) sebagai wakil ketua. Akhirnya, Vina juga bergabung dalam geng ini.</p><p style="text-align: justify;">Di masa sekolah, keenam siswa ini melewati suka duka bersama hingga mereka bertemu dengan suatu permasalahan yang memaksa mereka untuk berpisah dan kemudian bertemu kembali usai 20 tahun kemudian. Reuni geng Bebas dipenuhi rasa bahagia, nostalgia, dan penuh haru.</p><p style="text-align: justify;">Setelah bertahun-tahun lamanya, Vina dewasa (Marsha Timothy) tanpa sengaja bertemu dengan Kris dewasa (Susan Bachtiar) di rumah sakit. Kris mengidap penyakit kritis, usianya pun tidak akan bertahan lama. Kris kemudian membuat permintaan agar Vina mengumpulkan anggota geng Bebas.</p><p style="text-align: justify;">Vina berusaha menemukan sahabat lamanya, Jessica (Indy Barends), Jojo (Baim Wong), Gina (Widi Mulia) dan Suci (Salvita Decorte). Hal ini kemudian yang mengantar Vina kembali menyusuri kisah lamanya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum menyutradarai Bebas, Riri Riza merupakan sutradara film <em>Humba Dreams&nbsp;</em>(2019), <em>Kulari ke Pantai</em> (2018), <em>Ada Apa Dengan Cinta 2</em> (2016), <em>Athirah</em> (2016), <em>Solola, Rimba</em> (2013), <em>Atambua 39 Derajat Celcius&nbsp;</em>(2012), <em>Sang Pemimpi</em> (2009) dan banyak film lainnya. Tertarik untuk menontonnya? <strong><em>(wil/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Career and Expo 2019, Pusat Informasi Lowongan Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/career-and-expo-2019-pusat-informasi-lowongan-kerja/baca </link>
<guid> career-and-expo-2019-pusat-informasi-lowongan-kerja </guid>
<pubDate> Sun, 20 Oct 2019 02:08:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Career and Expo 2019 yang diselenggarakan oleh UPT. Perkasa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/career-and-expo-2019-pusat-informasi-lowongan-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KPbHwTEfcw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Career and Expo 2019, Pusat Informasi Lowongan Kerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">September lalu,</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Unmul semarak merayakan dies natalis ke-57. Salah satu rangkaian acara perayaannya ialah&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Career and Company Expo</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;yang diselenggarakan oleh UPT. Perkasa. Bertempat di gedung Auditorium Unmul, acara ini &nbsp;diawali dengan</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;<em>talkshow</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;yang berlangsung pada Selasa (15/10) lalu.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Talkshow</em></span></span><span><span>&nbsp;ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan dunia karier dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Di antaranya ada Dr. Meiliana, MM. sebagai Ketua Harian IKA Unmul, kemudian perwakilan dari Apindo Kaltim Dewi Wulan Sari, ada pula dari GNIK yang mendatangkan Marike Marsya dan Chairul Razak. Acara ini dibawakan Silvia Purwanti salah satu dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, selaku moderator.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tujuan&nbsp;</span></span><span><span><em>talkshow</em></span></span><span><span>&nbsp;ini adalah untuk memberikan wawasan demi persiapan diri menghadapi dunia kerja yang semakin ketat. Ada beberapa poin yang disampaikan, &nbsp;salah satunya oleh Marike, yang mengatakan pentingnya bahasa Inggris dalam dunia kerja. Wanita kelahiran Balikpapan ini juga mengatakan, &ldquo;Tidak selamanya bekerja harus sesuai dengan bidang.&quot;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Peserta yang hadir pun antusias dengan adanya&nbsp;</span></span><span><span><em>talkshow</em>&nbsp;</span></span><span><span>ini.&nbsp;</span></span><span><span><em>Career and Company Expo</em></span></span><span><span>&nbsp;2019 &nbsp;tidak hanya berakhir pada acara <em>talkshow</em> saja, &nbsp;ada&nbsp;</span></span><span><span><em>company profile</em></span></span><span><span>&nbsp;yang memberikan fasilitas perusahaan untuk presentasi memperkenalkan perusahaan mereka dalam berbagai hal.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ada pula sub kegiatan yang tidak kalah penting yaitu Konsultasi Karir, bekerja sama dengan <em>Melody Psycoteraphy</em> dan ECC UGM yang mengirimkan konsultan andal dalam melayani mahasiswa dan para pencari kerja yang datang. Terakhir yaitu adanya Gebyar Kewirausahaan, yang menampilkan berbagai usaha mahasiswa.&nbsp;</span></span><span><span><em>Career and Company Expo</em></span></span><span><span>&nbsp;berlangsung hingga Kamis (17/10).&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(bip/sii/fir/hzk/lim/adl)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peka Akan Pentingnya Kesehatan Mental </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/peka-akan-pentingnya-kesehatan-mental/baca </link>
<guid> peka-akan-pentingnya-kesehatan-mental </guid>
<pubDate> Sun, 20 Oct 2019 12:18:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi kesehatan mental seseorang yang tertekan karena banyak pikiran. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/peka-akan-pentingnya-kesehatan-mental/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jdUlYIaRVM.png" />
					</figure>
			                <h1>Peka Akan Pentingnya Kesehatan Mental</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Isu kesehatan mental menjadi perbincangan hangat publik saat ini. Masyarakat mulai tersadarkan jika kesehatan mental itu penting setelah melihat beberapa kasus yang terungkap. Seperti kasus aktris Korea yang meninggal bunuh diri karena berkaitan dengan kesehatan mental, serta film Joker yang tengah naik daun karena membawa isu kesehatan mental. Sebenarnya apakah kesehatan mental itu?</p><p style="text-align: justify;">Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh banyak aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial, kesehatan fisik, tingkat produktivitas, dan akses kebutuhan dasar. Perlu disadari jika tiap Individu memiliki kesehatan mental dipengaruhi sifat genetik dan kepribadian mereka. Ada juga faktor-faktor demografis seperti status sosial ekonomi, ras, identitas gender, dan orientasi seksual.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun setiap orang memiliki kesehatan mental yang berbeda beda, secara umum setiap orang dapat memperoleh manfaat dari kegiatan kecil yang dilakukan secara rutin sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka. Contohnya dengan cukup tidur dan rajin berolahraga dapat menjaga kesehatan mental kita.</p><p style="text-align: justify;">Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Apabila kesehatan mental atau psikis tidak dijaga dengan baik, maka dapat mempengaruhi kondisi fisiknya atau yang disebut psikosomatik.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari akun Twitter <em>@KemenkesRI</em>, psikosomatik adalah gangguan jiwa yang berhubungan dengan penyakit. Dalam kondisi ini, seseorang merasakan kondisi badannya sakit karena dipengaruhi kondisi psikisnya yang terganggu, seperti penyakit maag atau mengalami kekacauan asam lambung karena kecemasan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut data WHO, dalam rentang usia 15 - 29 tahun, satu orang setiap 40 detik dapat melakukan bunuh diri dan upaya bunuh diri. Jika dijumlah, tiap tahunnya hampir 800 ribu orang meninggal karena bunuh diri dan lebih dari 20 dengan upaya bunuh diri.</p><p style="text-align: justify;">Sementara hubungan antara bunuh diri dan gangguan mental (khususnya, depresi dan gangguan penggunaan alkohol) biasanya terjangkit oleh orang-orang yang sudah mapan, dan banyak yang bunuh diri secara impulsif di saat-saat krisis.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menghindari dampak negatif dari gangguan mental, maka ada baiknya kita mulai untuk menjaga kesehatan mental kita sendiri, dengan cara mengenali serta berdamai dengan diri sendiri. Menerima diri sendiri adalah langkah awal agar terhindar dari gangguan mental.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian mengambil waktu untuk diri sendiri penting untuk menghindari stres karena tuntutan hidup yang dijalani. Lakukanlah kegiatan yang disukai seperti menulis atau berolahraga yang terbukti mampu menjaga kesehatan mental, serta mengurangi konsumsi hal yang tidak baik bagi tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Nah, sekarang mulailah untuk peduli dengan kesehatan mental diri sendiri ya. Karena kesehatan mental sangat penting untuk kita semua sadari sebelum semuanya terlambat.<strong>&nbsp;(<em>fir/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Job Fair 2019 Career and Company Expo 2019 Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/semarak-job-fair-2019-career-and-company-expo-2019-unmul/baca </link>
<guid> semarak-job-fair-2019-career-and-company-expo-2019-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 21 Oct 2019 02:11:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kamis, (17/10) tampak keramaian di gedung Audit Universitas Mulawarman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/semarak-job-fair-2019-career-and-company-expo-2019-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/icoNcC0uKs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Job Fair 2019 Career and Company Expo 2019 Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Kamis, (17/10) tampak keramaian di gedung Audit Universitas Mulawarman. Orang-orang berdatangan memasuki gedung tersebut, sembari membaca kertas-kertas yang tertera di dinding gedung berisikan lowongan pekerjaan yang di tawarkan beberapa perusahaan. Keramaian tersebut berasal dari acara <em>Job Fair&nbsp;</em>2019<em>&nbsp;Career and Company Expo</em> 2019.</p><p style="text-align: justify;">UPT. Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa) sendiri rutin menggelar kegiatan <em>job fair</em> dan ini adalah kali ke tiga diadakannya kegiatan tersebut. Kegiatan <em>Career and Company Expo&nbsp;</em>(CCE 2019) Unmul kali ini diadakan bertepatan dengan Dies Natalis Unmul. CCE 2019 Unmul ini di laksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 15 hingga 17 Oktober.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini mempunyai beberapa sub kegiatan dan tidak terlepas dari acara inti yaitu <em>job fair</em>/bursa kerja, serta <em>talk show</em> yang menghadirkan narasumber hebat dan memberikan wawasan demi persiapan diri menghadapi dunia kerja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menghadirkan narasumber hebat dan memberikan wawasan demi persiapan diri menghadapi dunia kerja, mereka di antaranya Dr. Meiliana, MM. sebagai Ketua Harian IKA Unmul, kemudian perwakilan dari Apindo Kaltim Ibu Dewi Wulan Sari, ada pula dari GNIK yang mendatangkan Ibu Marike Marsya dan Bapak Chairul Razak,&rdquo; ujar Madyana Fajar selaku koordinator acara, ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> Kamis (17/10).</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, sub kegiatan selanjutnya yaitu <em>company profile</em> yang memberikan fasilitas perusahaan untuk presentasi. Ada pula sub kegiatan yang tidak kalah penting yakni Konsultasi Karir, bekerjasama dengan Melody Psycotherapy dan ECC UGM. Sub kegiatan terakhir yaitu Gebyar Kewiraushaan, menampilkan berbagai usaha mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">CCE 2019 kali ini bersamaan dengan ICCN Summit IV merupakan yang pertama kali diadakan di Samarinda. CCE 2019 tahun ini bertujuan untuk terus membangun sarana mempertemukan para pencari kerja dengan lowongan kerja yang tersedia, memberikan edukasi, wawasan yang lebih luas bagi sumber daya manusia di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya apa yang membedakan CCE tahun ini dan tahun sebelumnya Fajar menjelaskan, CCE tahun ini lebih banyak mendatangkan pengunjung dan pencari kerja dari tahun lalu. &quot;Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari karena tahun-tahun sebelumnya hanya dua hari saja. Dan pastinya narasumber yang berbeda dengan tema yang tidak kalah penting seperti tahun lalu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Fajar menjelaskan harapan dari rutinnya UPT. Perkasa melaksanakan CCE ini adalah dapat memberikan fasilitas sebanyak mungkin antara lapangan kerja dengan pencaker yang ada di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang paling utama adalah menumbuhkan animo serta pola pikir mahasiswa dan pancaker agar terus menjadi pemain dan pesaing utama sebagai SDM yang berkompeten dalam membangun negeri. Jangan sampai ada pikiran untuk pasrah dalam mengembangkan karir Anda,&quot; tutupnya. <strong>(<em>f</em><em>ir/hlm/hzk/sii/mrf/els/bip</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Career and Company Expo 2019 Hadirkan Tamu Kepolisian Republik Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/career-and-company-expo-2019-hadirkan-tamu-kepolisian-republik-indonesia/baca </link>
<guid> career-and-company-expo-2019-hadirkan-tamu-kepolisian-republik-indonesia </guid>
<pubDate> Mon, 21 Oct 2019 02:28:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Career and Company Expo 2019 Hadirkan Tamu Kepolisian Republik Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/career-and-company-expo-2019-hadirkan-tamu-kepolisian-republik-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wmIA92fzoA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Career and Company Expo 2019 Hadirkan Tamu Kepolisian Republik Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> UPT. Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, menggelar acara <em>job fair</em> selama 3 hari. Dimulai dari Selasa (15/10) hingga Kamis (17/10) bertempat di Gedung Auditorium Universitas Mulawarman. Acara ini merupakan rangkain kegiatan Career &amp; Company Expo 2019 dalam menyambut Dies Natalis Universitas Mulawarman ke-57. Topik yang dibahas dalam agenda ini yakni pengenalan sekaligus membuka membuka lowongan kerja untuk umum,<em>&nbsp;fresh graduate</em>, mahasiswa akhir, untuk lulusan SMA/D3/S1 segala jurusan.</p><p style="text-align: justify;">Banyak perusahaan-perusahaan yang membuka <em>stand</em> guna memberi informasi seputar perusahaan tersebut, para peserta juga berkesempatan melamar langsung pekerjaan yang mereka minati melalui<em>&nbsp;stand-stand</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari sekian banyak perusahaan yang membuka stand, ada satu hal yang menarik. Di mana terdapat<em>&nbsp;stand</em> dari Polresta Samarinda, yang juga ikut meramaikan acara <em>job fair</em>. Ipda Andi Sutanto merupakan anggota dari Polresta Samarinda yang mengawasi dan mengajak masyarakat umum yang datang untuk dapat mengenal lebih dekat tentang kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan kami sendiri yakni mengambil bagian dari pameran atau karir expo 2019 di Unmul ini. Kami ingin menyosialisasikan tentang penerimaan anggota Polri untuk tahun 2020, dan kami juga ingin menyosialisasikan apa saja aktivitas Kepolisian yang sangat perlu diketahui oleh mahasiswa, hingga kami pun juga mengenalkan pakaian Kepolisian,&rdquo; jelas Ipda Andi Sutanto.</p><p style="text-align: justify;">Banyak sekali masyarakat umum hingga mahasiswa yang ikut mengenal aktivitas dari kepolisian serta turut mencoba seragam keamanan lengkap yang sering digunakan pada saat terjadinya kericuhan. Salah satu pengunjung yang penasaran bagaimana rasanya mencoba seragam Kepolisian adalah Gilang Dwi Pratama, mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi, FEB Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat tertarik dari adanya tim Kepolisian yang ikut serta dalam rangkaian kegiatan expo ini, dan saya juga tertarik untuk mecoba pakaian keamanan kepolisian,&rdquo; ucap Gilang antusias. <strong>(h<em>zk/fir/hlm/sii/mrf/els/bip</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asa FK Unmul menuju Akreditasi A </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/asa-fk-unmul-menuju-akreditasi-a/baca </link>
<guid> asa-fk-unmul-menuju-akreditasi-a </guid>
<pubDate> Mon, 21 Oct 2019 12:08:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Upaya FK untuk mendapatkan akreditasi A. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/asa-fk-unmul-menuju-akreditasi-a/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yjyUXrugGU.png" />
					</figure>
			                <h1>Asa FK Unmul menuju Akreditasi A</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sejak 2001 silam, Fakultas Kedokteran (FK) Unmul hadir menjadi satu-satunya kampus di Kalimantan Timur hingga sekarang. 18 tahun dianggap sebagai usia yang cukup matang untuk melangkah lebih maju ke depan. Di bawah kepemimpinan Ika Fikriah, FK Unmul terus berusaha melakukan perbaikan baik dari segi kualitas proses akademik maupun fasilitas sarana dan prasarana.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Sabtu 19 Oktober, Prodi Pendidikan Dokter FK Unmul kedatangan asesor untuk melakukan pengamatan apakah sudah layak untuk menyandang gelar akreditasi A. Setelah gagal mendapat penilaian A di beberapa bulan yang lalu, pihak FK Unmul tidak ingin menyerah begitu saja sehingga permintaan banding pun dilayangkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, seluruh pihak yang ada di FK Unmul telah berusaha sekuat tenaga untuk menunjukkan yang terbaik dan sangat berharap mampu mendapat gelar akreditasi A untuk kampus tercinta. Apapun hasilnya, kami menyerahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai penentu takdir yang paling bijak.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswi yang menuntut ilmu di FK Unmul, saya merasa bangga bisa menjadi bagian di dalamnya. Saya cukup menikmati pembelajaran dan fasilitas yang telah disediakan. Seperti laboratorium, ruang kuliah yang nyaman, perpustakaan yang tenang, W<em>i-Fi</em> gratis, gazebo untuk berdiskusi dan masih banyak lagi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Walau demikian, saya tidak memungkiri bahwa masih ada kekurangan-kekurangan yang perlu untuk diperbaiki. Saya sangat paham bahwa tidak ada lembaga yang sempurna sehingga hal tersebut adalah satu kewajaran yang perlu untuk dimaklumi, sejauh kita masih mampu sadar untuk terus berbenah diri.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum membahas tentang Dies Natalis FK Unmul tahun ini, ada satu hal yang ingin saya <em>clear</em>-kan . Banyak kawan dari fakultas lain yang sering memertanyakan, &ldquo;Kok anak FK jarang gabung agenda-agenda kami? Kok kalian eksklusif? Kok anak FK suka main di kandang sendiri?&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Saya ingin memberikan sedikit opini untuk memuaskan kawan-kawan dari luar FK Unmul. Menjadi mahasiswa FK bukan perkara mudah, kami dituntut untuk membaca banyak hal, mempelajari tubuh manusia dengan baik, memahami penyakit dan bagaimana menyembuhkannya, kami dituntut untuk menguasai semua itu dalam kurung waktu yang begitu sempit dan padat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sehingga jika harus membagi waktu kepada hal lain di luar FK, sebagian besar dari kami akan berpikir beribu kali terlebih dahulu. Alasannya hanya satu, kami tidak ingin menjadi dokter yang nantinya merugikan pasien-pasien kami karena ketidaktahuan akibat melewatkan satu mata kuliah.</p><p style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">Untuk Dies Natalis FK Unmul tahun ini, ada beberapa agenda yang diselenggarakan yakni Seminar Nasional yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2019, Porseni yang dimeriahkan oleh seluruh civitas FK Unmul di tanggal 20 Oktober 2017. Selain itu ada agenda apresiasi bagi dosen terfavorit, mahasiswa terfavorit ,serta tenaga didik terfavorit pada 21 Oktober 2019.</p><p style="text-align: justify;">Dalam upaya mewujudkan rasa cinta kepada FK Unmul, setiap pihak yang ada di dalamnya punya cara masing-masing. Ada yang belajar dengan sangat baik untuk membanggakan FK Unmul di ranah akademis seperti ikut lomba olimpiade, menjadi peraih nilai UKMPPD terbaik dan sebagainya. Ada pula yang aktif berkompetisi di ajang non-akademis semata-mata untuk menunjukkan eksistensi bahwa anak FK Unmul tidak hanya ahli di bidang kedokteran saja tapi juga mampu bersaing di ranah lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Banyak pihak yang kemudian telah berusaha menunjukkan rasa cinta itu, begitupun dengan saya. Pencapaian yang sampai hari ini saya dapatkan, salah satu alasannya adalah untuk membuat FK Unmul bangga. Walau saya tidak bisa memastikan, FK Unmul benar-benar bangga atau tidak tapi yang terpenting saya sudah berusaha untuk itu.</p><p style="text-align: justify;">Untuk FK Unmul tercinta, saya sangat berharap ke depannya bisa menjadi lebih baik. Saya berharap FK Unmul dapat menghasilkan lulusan dokter terbaik yang mampu berkontribusi terhadap perbaikan kesehatan di negeri ini. Saya juga turut berdoa agar hasil visitasi kemarin diumumkan dengan pernyataan bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman layak berakreditasi A.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian bisa menjadi satu-satunya fakultas kedokteran se-Kalimantan yang menyandang akreditasi A. Saya memohon kerelaan hati para pembaca untuk mengaminkan. Semoga lewat tulisan ini, semakin banyak pihak yang mengenal FK Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Ainur Basirah Mulya, Mahasiswi <strong><em>Berprestasi Utama Universitas Mulawarman 2019,&nbsp;</em></strong>FK 2016.&nbsp;</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sketsa Award, Ajang Apresiasi dan Ekspresi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-award-ajang-apresiasi-dan-ekspresi/baca </link>
<guid> sketsa-award-ajang-apresiasi-dan-ekspresi </guid>
<pubDate> Tue, 22 Oct 2019 11:32:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan Sketsa Award 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-award-ajang-apresiasi-dan-ekspresi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Qz41ri0nBE.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sketsa Award, Ajang Apresiasi dan Ekspresi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memberikan apresiasi atas kerja keras seseorang menjadi kebanggaan tersendiri. Baik untuk penerima, dan juga untuk yang memberi. Melalui apresiasi, kerja dan karya terasa dihargai. Hal ini juga yang mendasari agenda tahunan <em>Sketsa</em> yang dilaksanakan di penghujung satu tahun kepengurusan. <em>Sketsa Award</em>, ajang penganugerahan untuk anggota aktif <em>Sketsa</em> yang juga diisi dengan penampilan anggota per-angkatan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dilaksanakan di Rumah Jabatan Rektor Unmul pada Sabtu, (20/10) malam lalu, acara ini mengusung tema <em>fancy</em> dengan konsep pesta topeng. Tiap pengurus datang dengan pakaian semi formal bernuansa hitam-<em>maroon</em>. Hidangan yang disajikan pun mengusung tema pesta, salah satunya dengan gelas minuman bergambar wajah yang menggunakan topeng</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Sketsa Award&nbsp;</em>malam itu diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Erzha Tegar Hati selaku ketua panitia. Dalam sambutannya, ia berpesan agar semuanya menikmati acara pada malam hari itu. &ldquo;<em>Enjoy the party</em>!&rdquo; ujarnya sambil tertawa. Sambutan dilanjutkan oleh Ketua Umum LPM Sketsa Unmul, Uswatun Hasanah, sebelum akhirnya pembacaan doa bersama dan masuk ke acara inti.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Acara dibawakan Shafira Panduwinata dan Faqih Hendrian. Keduanya tampak serasi, tak lupa topeng yang menutupi sebagian wajah melengkapi penampilan keduanya di atas panggung. Ada beberapa nama yang menyabet penghargaan yang diberikan pada malam itu, di antaranya predikat reporter terbaik angkatan 9 dan 10 yang diberikan kepada Mahameru Primantoro, reporter terbaik angkatan &nbsp;11 Christnina Maharani, reporter terbaik angkatan 12 oleh Khusairi, serta reporter terproduktif Fadiah Adlina. Sementara itu, kategori videografer terbaik jatuh kepada Fajar Tri Mahardika, desainer terbaik Eka Rizky, fotografer terbaik Andi Muhammad Rifky.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain itu, ada juga predikat anggota tereceh yang diberikan kepada Mahameru Primantoro, dan gantengnya kelewatan, yang diraih oleh William Maliki.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tidak hanya penghargaan yang diberikan, <em>Sketsa Award</em> malam itu juga diisi dengan hiburan yang disuguhkan dari para anggota.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Seperti tayangan video kompilasi yang dipersembahkan oleh angkatan 11, yang berisi pesan dan kesan di Sketsa. Ada juga penampilan tarian oleh anggota 12. Penampilan angkatan ditutup oleh angkatan 9, yang membawakan lagu Tulus berjudul <em>Monokrom</em>.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sebelum memasuki penghujung acara, penampilan terakhir dibawakan oleh Fadiah Adlina dan Uswatun Hasanah. Keduanya membawakan lagu <em>Jika</em></span></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dari Melly Goeslaw dan <em>Berharap Tak Berpisah</em> dari Reza Artamevia. Penampilan terakhir ini mengundang seluruh anggota untuk menyanyi bersama ke depan panggung untuk larut dalam kebersamaan dan lantunan lagu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Waktu semakin malam. Cerita <em>Sketsa Award</em> dicukupkan dan ditutup foto bersama. Meski tak berlangsung lama, kebersamaan itu menjadi hal tak terlupakan bagi seluruh awak <em>Sketsa</em> yang hadir. Berkutat dengan berita sehari-hari, malam itu sejenak semua melepas penat dan menyenangkan diri. Penghargaan hanyalah simbol dan pengingat. Masih panjang perjalanan untuk terus memberi kontribusi dan manfaat.<em><strong>(nis/rth/ran/adl)&nbsp;</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perempuan di Era Milenial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/perempuan-di-era-milenial/baca </link>
<guid> perempuan-di-era-milenial </guid>
<pubDate> Tue, 22 Oct 2019 12:41:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Talkshow ruang temu perempuan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/perempuan-di-era-milenial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dIMdM811Gx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perempuan di Era Milenial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Aula Gedung Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) lantai 3 sejak pagi terus didatangi oleh peserta <em>talkshow</em> &ldquo;Ruang Temu Perempuan&rdquo; yang diadakan oleh BEM FEB Unmul. Tak hanya mahasiswi, beberapa dosen perempuan juga turut memenuhi kursi yang tersedia.</p><p style="text-align: justify;"><em>Talkshow</em> yang mengambil tema &ldquo;Ada Apa Dengan Perempuan Millenial?&rdquo; ini diisi oleh beberapa mahasiswi serta pemateri lokal dan nasional yang dinilai menginspirasi bagi sebagian kaum hawa. Sebut saja Wakil Gubernur BEM FEB Unmul Agustin Dwi Damayanti, Ketua Forum Perempuan Ekonomi Rina Elfiana, dan Dekan FEB Unmul Syarifah Hudayah.</p><p style="text-align: justify;">Pemateri <em>talkshow</em> diisi pula oleh Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Halda Arsyad yang merupakan Direktur PT. Jasa Raya Borneo sekaligus Duta Wisata Samarinda dan Kaltim 2015, Nirmala Sari Herwanto penyabet gelar Putri Batik Samarinda 2014 , dihadiri pula oleh Meiliana selaku Ketua IKA Unmul dan Ketua IKA Fekon, selanjutnya Nurhadijah penyandang gelar Putri Muslimah Samarinda 2019 dan Putri Muslimah Inteligensia 2019, serta tak lupa Meyda Sefira sebagai pemateri nasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai pada pukul 09.24 Wita, dan dibuka dengan pembacaan Alqur&rsquo;an oleh Rika Nurul dan menyanyikan Indonesia Raya. Ada pula sambutan yang disampaikan oleh Syarifah Hudayah, laporan oleh Nurul Hatifah selaku Ketua Panitia, dan sepatah kata dari Rina Elfiana.</p><p style="text-align: justify;">Tak lama berselang, <em>talkshow</em> dimulai yang dimoderatori oleh Ainur Basirah Mulya. Untuk sesi pagi, pemateri yang didatangkan merupakan pemateri lokal dan dihadiri oleh empat pembicara inspiratif. Dalam pemaparannya Halda Arsyad menyampaikan bahwa perempuan milenial harus cerdas agar tidak mudah diperdaya. Ia turut menuturkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat tiap tahunnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjut oleh Meilliana, dengan tegas menyatakan bahwa perempuan milenial secara garis besar adalah perempuan yang bisa mengubah <em>mindset</em>-nya ke arah positif. Begitu pula dengan pemaparan Nirmala Sari Herwanto yang sudah memenangkan beberapa kontes kecantikan, ia menuturkan bahwa yang terpenting dari perempuan milenial adalah keberaniannya.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya Nurhadijah, perempuan lulusan sarjana Manajemen ini menambahkan bahwa awal dari semua yang sudah disampaikan adalah perempuan harus mengenali dirinya sendiri, agar ia bisa membawa ke arah mana nanti para perempuan milenial tersebut mengembangkan dirinya serta berguna bagi masyarakat disekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat dijeda, acara dilanjutkan kembali pada 13.45 Wita, dan kali ini diisi oleh penyampaian dari Meyda Sefira. Banyak sekali pemaparan menarik yang disampaikan oleh Meyda, seperti peranan perempuan yang dinilai sentral, karena selama ini perempuan dapat mengimbangi peran lelaki di dalam kehidupan.</p><p style="text-align: justify;">Meyda juga mengingatkan kepada audiens bahwa sebaik apapun kita bekerja di dunia, jangan lupa akan taat kepada Tuhan. Meyda mengibaratkan kehidupan dunia seperti <em>rest area,&nbsp;</em>dunia hanya sebagai tempat persinggahan sebelum ke tujuan akhir yaitu akhirat. Ia juga menambahkan ketika kita masih di tempat persinggahan tersebut, kita juga harus memanfaatkan waktu untuk melakukan hal-hal yang baik dan bernilai pahala.</p><p style="text-align: justify;">Meyda menutup sesi <em>closing</em>&nbsp;<em>statement &nbsp;</em>dengan beberapa kalimat yang memotivasi audiens. Ia menyampaikan bahwa semua perempuan itu cantik dan tangguh, tetap cintai diri apa adanya dan mensyukuri apapun yang telah diberikan Tuhan. Karena generasi yang maju lahir dari wanita yang tangguh dan cerdas.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum acara resmi ditutup, dibuka pula sesi pertanyaan kepada tiga peserta kepada Meyda. Setelahnya, acara ditutup dengan penyerahan plakat dan foto bersama.</p><p style="text-align: justify;">Nurul Hatifah menyampaikan alasan mereka memilih tema tentang perempuan milenial, karena kian hari stigma perempuan di zaman modern ini dianggap kolot. Dara angkatan 2018 ini berharap setelah acara ini usai, pemikiran-pemikiran peserta tentang perempuan di era millenial ini juga berkembang.</p><p style="text-align: justify;">Tambah Nurul, awalnya mereka hanya membuka acara seminar ini khusus kalangan mahasiswi FEB saja, namun mereka merasa bahwa antusiasme mahasiswi dari luar FEB juga besar sehingga mereka meluaskan cakupan peserta hingga ke masyarakat umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga mau mengundang pemateri nasional, termasuk juga dengan pemateri lokal, jadi dapat semua materinya. Kami juga rancang acara dijalankan selama sehari penuh,&rdquo; tutur mahasiswi prodi Ekonomi Islam tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Nurul memaparkan peserta yang hadir tidak datang dari kalangan mahasiswa saja, bahkan kagum ketika melihat beberapa peserta yang hadir berstatus ibu-ibu pekerja dan ibu rumah tangga. Ia juga mengaku bangga karena berhasil merangkul peserta dari beragam pekerjaan dan status.</p><p style="text-align: justify;">Kendala-kendala juga tidak bisa dihindari Nurul, seperti penentuan pemateri lokal atau nasional yang belum jelas, hingga mereka memutuskan mengundang Meyda Sefira sebagai pemateri nasional. Walau ada beberapa kendala lain, Nurul juga berharap acara serupa tetap dirancang kembali dan memperbaiki kendala sebelumnya. <strong><em>(bip/ubg/cin</em></strong><strong><em>/fqh</em></strong><strong><em>)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelik Isu Pergantian Jabatan DPM KM  Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelik-isu-pergantian-jabatan-dpm-km-unmul/baca </link>
<guid> pelik-isu-pergantian-jabatan-dpm-km-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 23 Oct 2019 12:06:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengumuman konferensi pers DPM KM pada Rabu, 23 Oktober 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelik-isu-pergantian-jabatan-dpm-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DzVNbUbUOF.PNG" />
					</figure>
			                <h1>Pelik Isu Pergantian Jabatan DPM KM  Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Beberapa waktu lalu, santer terdengar kabar Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul, Wisnu Rian Dani telah melakukan pendadaran. Sebagaimana diketahui, &nbsp;pendadaran merupakan tahapan seminar terakhir untuk melepas status mahasiswa, akibatnya banyak spekulasi yang menyebut bahwa yang telah melakukan pendadaran tidak dapat dikatakan sebagai mahasiswa aktif. Hal ini sontak menuai respons dan memicu pertanyaan khalayak mengenai status Wisnu. Ditambah sebelumnya tidak ada publikasi terkait mundurnya Wisnu sebagai ketua.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> sebelumnya telah berupaya meminta konfirmasi dari Wisnu. Namun lantaran Wisnu tengah berada di kampung halaman dan kurang responsif, <em>Sketsa</em> tak bisa mendapatkan banyak keterangan. Kamis (17/10) lalu, &nbsp;Fauzi Cahyama Ramdahan selaku ketua baru DPM KM Unmul &nbsp;yang menggantikan posisi Wisnu bersedia untuk memberikan sedikit komformasinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang benar Pak Wisnu sudah pendadaran,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, saat diwawancarai Fauzi mengatakan bahwa surat masuk ke DPM KM Unmul ialah surat pengunduran diri Wisnu dari Ketua DPM KM Unmul, bukan pengunduran diri dari keanggotaan DPM KM Unmul. Rencananya surat tersebut akan dipublikasikan dan sedang dalam tahap pembuatan postingan. Namun, terpantau hingga saat ini, Rabu (23/10) belum ada pemublikasian surat pengunduran diri dari Wisnu di media sosial <em>Instagram</em> DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Fauzi saat ini diputuskan mengganti posisi Wisnu sebagai Ketua DPM KM Unmul melalui rapat paripurna pada tanggal 12-13 Oktober melalui musyawarah mufakat. Posisi Wisnu kini menjabat sebagai Wakil Ketua II. Fauzi juga menambahkan bahwa status Wisnu sendiri masih diperdebatkan dan perlu ada pengujian terkait asumsi-asumsi yang beredar di mahasiswa untuk menentukan perlakuan hukum kepada Wisnu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Publik mengatakan bahwa Wisnu ini sudah bukan mahasiswa maka harus ada bukti yang kuat. Kemudian mengenai Surat Keterangan Lulus (SKL) harus dikonfirmasi ke Wisnu, apakah sudah ada atau tidak. Saya berencana juga &nbsp;akan konfirmasi langsung ke pihak kampus agar asumsi publik yang beredar bisa segera diselesaikan,&quot; pungkas Fauzi.</p><p style="text-align: justify;">Sore tadi, DPM KM menggelar konferensi pers dengan agenda penyampaian hasil rapat paripurna. Hal-hal yang dibahas antara lain pengunduran diri Wisnu sebagai Ketua DPM KM Unmul, &nbsp;rotasi pimpinan, dan rencana kerja. Terpantau Sketsa, hingga pukul 19.00 Wita agenda ini masih berlangsung.<strong><em>&nbsp;(nhh/hdt/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Hari Jadi, PBB Soroti Masalah Perubahan Iklim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/peringati-hari-jadi-pbb-soroti-masalah-perubahan-iklim/baca </link>
<guid> peringati-hari-jadi-pbb-soroti-masalah-perubahan-iklim </guid>
<pubDate> Thu, 24 Oct 2019 12:35:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari PBB ke-74. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/peringati-hari-jadi-pbb-soroti-masalah-perubahan-iklim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L5qc2nuDaC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Hari Jadi, PBB Soroti Masalah Perubahan Iklim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didirikan di San Francisco, Amerika Serikat pada 24 Oktober 1945 setelah berakhirnya Perang Dunia II. Namun, Sidang Majelis Umum yang pertama baru diselenggarakan pada 10 Januari 1946 di Church House, London yang dihadiri oleh perwakilan dari 51 negara.</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ini terdapat 193 negara yang menjadi anggota PBB. Semua negara yang tergabung dalam PBB menyatakan independensinya masing-masing. Sebagai organisasi yang menggerakkan kerja sama internasional, PBB menjadi wadah untuk menjaga perdamaian dan kesatuan dunia, serta memajukan hubungan internasional dalam bidang budaya, lingkungan, ekonomi, dan sosial.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, PBB memperingati hari kelahirannya yang ke-74. Semakin banyak kasus-kasus yang perlu ditangani oleh PBB dalam roda kepengurusannya. Salah satu yang menjadi pembahasan teratas dalam Sidang Majelis Umum PBB 2019 pada 23 September lalu adalah krisis perubahan iklim. Jika ditilik lebih dalam, masalah perubahan iklim kini menjadi masalah serius hingga berbagai kalangan turun untuk menyuarakan isu ini.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan laporan perubahan iklim dan pemanasan global dari PBB, disebutkan bahwa 2019 menjadi tahun &apos;terpanas&apos; dalam periode lima tahun terakhir. Dalam laporan tersebut juga tertera rata-rata suhu global pada 2015-2019 berada dalam jalur &apos;terpanas&apos;.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>cnnindonesia.com</em>, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan saat ini dunia semakin memiliki kesenjangan terkait perubahan iklim. Laporan terbaru merinci sejauh mana kesenjangan yang harus dilakukan dengan apa yang terjadi semakin melebar. Alih-alih berkurang, karbon dioksida tumbuh dua persen pada 2018, mencapai rekor tertinggi 37 miliar ton.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sampai di situ, gelombang panas dalam perubahan iklim ini menjadi sesuatu yang amat disoroti, sebab semakin banyak lapisan es di bumi yang semakin terkikis. Secara keseluruhan, jumlah yang hilang dari lapisan es Antartika meningkat enam kali lipat setiap tahun dalam rentang 1979 dan 2017. Sementara itu, hilangnya gletser pada 2015-2019 juga merupakan rekor tertinggi dalam periode lima tahun terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut diperparah dengan adanya musim panas tahun ini, yang kemudian termasuk bulan terpanas yang pernah tercatat. Pada Juli lalu terjadi kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kutub Utara.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar 60 kepala negara kemudian berencana untuk berbicara dalam KTT Aksi Iklim pada Senin (23/9) malam waktu New York, di mana para pejabat akan mengumumkan inisiatif yang mencakup emisi karbon bersih.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sejauh ini belum hasil konkret yang keluar sebagai bentuk implementasi dalam KKT tersebut. Saat ini PBB tidak memiliki badan khusus yang dapat bertugas memberantas polusi di seluruh dunia. Ini yang kemudian membuat PBB menunggu negara-negara yang menjadi anggota PBB bergerak untuk masalah perubahan iklim ini.</p><p style="text-align: justify;">Perubahan iklim harus ditanggapi sebagai masalah serius yang memengaruhi kehidupan masyarakat secara global. Harapannya, PBB tidak hanya memberi imbauan mengenai bahaya perubahan iklim. Tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat dunia untuk mengatasi masalah ini. <strong><em>(len/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Dokter Saat Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/nasib-dokter-saat-ini/baca </link>
<guid> nasib-dokter-saat-ini </guid>
<pubDate> Thu, 24 Oct 2019 13:14:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati Hari Dokter Nasional ke-69. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/nasib-dokter-saat-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nMqEDjOm6A.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Dokter Saat Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">24 Oktober setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Dokter Nasional, dan tahun ini adalah perayaan ke-69 sejak 1950 lalu. Hari Dokter Nasional sendiri sangat berhubungan erat dengan sejarah terbentuknya organisasi profesi kedokteran di Indonesia yaitu Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Organisasi yang memiliki lambang ular ini mempunyai sejarah pembentukan yang sangat panjang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bermula dari tahun 1911, perkumpulan kedokteran pertama di Indonesia bernama <em>Vereniging van Indische Artsenl</em> terbentuk dan pada 1926 perkumpulan itu beralih menjadi <em>Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen</em> (VGI). Tiga tahun kemudian pada masa penjajahan Jepang, perkumpulan tersebut dibubarkan dan berubah nama menjadi <em>Jawa IZI Hooko-Kai</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Singkatnya, pada 22-25 September diadakan Muktamar Ikatan Dokter Indonesia dan sebulan setelahnya, tepatnya pada tanggal 24 Oktober 1950, dr. Soeharto (pantia Dewan Pimpinan Pusat IDI waktu itu), atas nama sendiri, dan atas nama pengurus lainnya, yakni dr. Sarwono Prawirohardjo, dr. R. Pringgadi, dr. Puw Eng Liang, dr. Tan Eng Tie, dan dr. Hadrianus Sinaga menghadap notaris R. Kadiman untuk memperoleh dasar hukum berdirinya perkumpulan dokter dengan nama &lsquo;Ikatan Dokter Indonesia&rsquo; dan inilah IDI yang kita tahu hingga sekarang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Profesi dokter dari dulu hingga sekarang masih menjadi favorit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Terbukti dari banyaknya orang tua yang selalu mengharapkan anaknya untuk masuk ke Fakultas Kedokteran, padahal belum tentu sang anak menginginkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini juga ditunjukkan bahwa Fakultas Kedokteran atau pun Kedokteran Gigi selalu menempati urutan teratas dalam jurusan yang paling diminati. Hal ini disebabkan oleh pemikiran masyarakat awam mengenai profesi dokter, yang memiliki peluang kerja pasti dan mendapatkan penghasilan yang banyak. Belum lagi kebanggaan tersendiri bagi orang tua apabila orang lain mengetahui bahwa anak mereka sedang menempuh pendidikan di bidang kedokteran.</p><p style="text-align: justify;">Karena banyaknya peminat dan sedikitnya lapangan pekerjaan, membuat persaingan yang semakin ketat terjadi di lapangan. Sebenarnya bila ditelusuri lebih lanjut, profesi dokter masih sangat dibutuhkan di daerah terpencil. Namun, kebanyakan lulusan kedokteran hanya ingin bekerja di daerah perkotaan saja, sehingga seakan-akan lulusan kedokteran &ldquo;menumpuk&rdquo;. Banyak yang lebih memilih untuk bekerja di kota besar dikarenakan fasilitas yang lebih mendukung untuk proses pemeriksaan dan pengobatannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain karena lapangan pekerjaan yang semakin sedikit, fakta lain yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat adalah kurangnya pendapatan yang dihasilkan oleh dokter itu sendiri. Sebenarnya tidak salah menggangap bahwa dokter adalah salah satu profesi yang menghasilkan pendapatan yang lumayan. Namun hal ini berlaku hanya untuk dokter yang sudah meraih gelar spesialis saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untuk meraih gelar tersebut, butuh perjuangan yang lebih, entah itu berupa materi maupun tenaga. Sebab, untuk meraih gelar &ldquo;dr.&rdquo; saja sudah membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun serta biaya yang tidak sedikit, apalagi untuk meraih gelar &ldquo;sp.&rdquo; (gelar yang diberikan ketika sudah menyelesaikan pendidikan spesialis) tentu saja lebih membutuhkan perjuangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbagai perjuangan yang telah dilewati oleh para lulusan kedokteran ternyata tidak sebanding ketika mereka sudah berada di lapangan. Salah satunya adalah persoalan mengenai pendapatan. Memang, menjadi seorang dokter adalah profesi yang mulia karena bisa membantu banyak orang. Untuk menjadi seorang dokter juga dibutuhkan seseorang yang berjiwa besar dan ikhlas dalam membantu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, mereka pun tahu bahwa pendapatan itu tidak akan menutupi semua biaya yang mereka keluarkan selama menempuh pendidikan mereka. Tetapi, tidak munafik bahwa mereka juga menginginkan pendapatan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi betapa padatnya jam kerja yang dilakukan seorang dokter umum, sebab apabila hanya praktik di satu klinik akan susah untuk menutupi biaya hidup, sehingga harus bekerja di beberapa tempat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain pendapatan yang kurang, faktor penghambat lain dalam karir seorang dokter datang dari pasien mereka. Banyak pasien yang sudah pintar dalam menilai penyakit mereka sendiri, sehingga tidak sedikit yang malah tidak percaya dengan kemampuan dokter itu sendiri, tetapi cenderung lebih mempercayai apa yang mereka &ldquo;baca&rdquo;. Karenanya, tidak sedikit pasien yang lebih memilih untuk melakukan berbagai pengobatan tradisional meskipun belum terbukti secara ilmiah daripada pengobatan yang disarankan oleh dokter.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, masih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kesadaran rendah terhadap penyakit yang mereka derita. Banyak kasus yang terjadi, seperti pasien yang datang ke dokter ketika telah sakit parah. Padahal, apabila pasien memiliki kesadaran yang tinggi dan lebih mengenali kelainan yang timbul dalam dirinya, bisa saja penyakit itu dicegah sebelum lebih parah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untuk teman-temab sejawat yang sedang berjuang di luar sana, tetaplah semangat! Karena suatu hari nanti, nyawa seseorang akan berada di tangan kita. Teruslah belajar dan berkembang!&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andi Rizky Amalia Syahrir, mahasiswi Kedokteran, FK 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Adakan Diskusi Terkait Konflik di Papua, LPM Teropong Terancam Dibubarkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/adakan-diskusi-terkait-konflik-di-papua-lpm-teropong-terancam-dibubarkan/baca </link>
<guid> adakan-diskusi-terkait-konflik-di-papua-lpm-teropong-terancam-dibubarkan </guid>
<pubDate> Fri, 25 Oct 2019 12:20:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Intervensi pihak birokrat dan eksternal terkait diskusi yang digelar oleh LPM Teropong PEN Surabaya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/adakan-diskusi-terkait-konflik-di-papua-lpm-teropong-terancam-dibubarkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SnnQUjtvjL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Adakan Diskusi Terkait Konflik di Papua, LPM Teropong Terancam Dibubarkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Kericuhan yang terjadi di Wamena mengundang pelik bagi masyarakat Indonesia terutama pemerintah pusat. Sebagai bentuk kepedulian akan peristiwa yang terjadi di Papua, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ingin mengadakan diskusi yang berjudul &ldquo;Papua dalam Perspektif Media Arus Utama&rdquo; pada Rabu (9/10) lalu. Namun, malang tak dapat ditampik, diskusi ini justru mendapat penolakan bahkan terancam dibubarkan oleh pihak kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menilik pada <em>cnnindonesia</em></span></span><span><span><em>.com</em></span></span><span><span>, Fahmi Naufal Mumtaz selaku pemimpin umum dari LPM Teropong menjelaskan kronologi terjadinya pembubaran LPM Teropong. Pada Rabu sore anggotanya mengadakan selasar buku dan persiapan untuk diskusi pada malam harinya. Pada pukul 17.15, ada dua orang satpam yang mendatangi tempat diskusi dan meminta perwakilan LPM untuk datang ke pos satpam. Setelah dua perwakilan datang, ternyata di pos satpam sudah ada anggota Polsek Sukolilo yang menanyakan perihal substansi diskusi yang akan digelar.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kemudian Kanit Reskrim Polsek Sukolilo menemui pihak LPM Teropong dan menekankan bahwa seharusnya pihak penyelenggara memberitahukan tentang diskusi ini ke pihak keamanan kampus dan Polsek Sukolilo.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Perdebatan pun sempat terjadi antara LPM Teropong dan aparat sehingga pihak kemahasiswaan PENS menginstruksikan untuk membubarkan kelembagaan LPM Teropong. Pihak kampus berdalih diskusi tersebut tidak memiliki izin dan mengundang pihak luar kampus. Meski demikian diskusi tetap berlangsung namun di tempat yang berbeda yakni di luar kampus.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Setelah kejadian pembubaran LPM Teropong atas pengadaan diskusi &quot;Papua Dalam Perspektif Media Arus Utama&quot;, telah dilakukan sedikitnya dua kali mediasi antara pihak LPM Teropong dan birokrasi kampus. Mediasi yang pertama berlangsung pada Jumat (11/10) dengan keputusan berupa hilangnya perizinan kegiatan. Akan tetapi, mediasi kembali dilakukan oleh kedua belah pihak pada Selasa (15/10) dengan hasil mediasi adalah perizinan kembali LPM Teropong untuk beraktivitas selama mematuhi SOP yang berlaku. &nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>Tirto.id</em></span> dan <em>Merdeka.com</em><span>,&nbsp;</span><span>ada beberapa alasan yang diduga menjadi penyebab terjadinya kericuhan. Pertama, adanya ucapan rasis yang dilakukan oleh seorang guru di SMA PGRI Wamena pada 18 September lalu. Meski pihak sekolah telah mengajak para siswa dan guru untuk saling memaafkan, sayangnya isu ucapan rasis tersebut sudah tersebar di kalangan masyarakat Wamena yang berujung berkumpulnya massa aksi oleh pelajar di gerbang sekolah pada 23 September. Tak hanya itu, isu penangkapan tujuh pelajar yang dilakukan oleh aparat menjadi pemicu aksi pembakaran di Kantor Bupati.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kedua, munculnya kabar hoaks meninggalnya warga papua yang dikembangkan oleh oknum tertentu. Ketiga, penyerangan kepada TNI &ndash; Polri di Deiyai pada saat kerusuhan berlangsung yang dilakukan oleh kelompok Paniai dengan membawa panah, tombak, dan parang. Akibatnya, satu anggota TNI meninggal dunia dan lima aparat terluka terkena panah.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Keempat, adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam rangkaian kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Oleh karena itu, Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan kementrian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelejen Negara (BIN) untuk menangani masalah tersebut.&nbsp;</span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>hlm/ffs/ann</span></span></em></strong><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Joker:  Drama Perih Seorang Villain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/joker-drama-perih-seorang-villain/baca </link>
<guid> joker-drama-perih-seorang-villain </guid>
<pubDate> Sat, 26 Oct 2019 11:16:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Joker, film yang paling ditunggu di Oktober. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/joker-drama-perih-seorang-villain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZpytclY8wx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Joker:  Drama Perih Seorang Villain</h1>
			              </header>
			              <p align="left">Sutradara: Todd Phillips</p><p align="left">Produser: Todd Phillips, Bradley Cooper</p><p align="left">Pemeran: Joaquin Phoenix</p><p align="left">Distribusi: Warner Bros Picture</p><p align="left">Rilis: 4 Oktober 2019 (AS)</p><p align="left">Durasi: 122 menit</p><p align="left" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;</strong>- Bulan Oktober menjadi penantian panjang bagi <em>fans&nbsp;</em>DC Universe. Pasalnya, Joker adalah salah satu film yang ditunggu-tunggu dan diantisipasi setelah beberapa penggemar kecewa akan sosok Joker pada <em>Suicide Squad&nbsp;</em>(2016) yang diperankan oleh Jared Leto. Kali ini, Joaquin Phoenix didapuk sebagai pemeran Joker. Setelah film besutan Todd Phillips ini memenangkan <em>Golden Lion</em>, anugerah tertinggi pada gelaran <em>Venice Film Festival&nbsp;</em>pada September lalu, animo masyarakat menjadi tinggi dengan ekspetasi yang besar.</p><p align="left" style="text-align: justify;">Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) adalah seorang pria malang yang hidup dalam sisi gelap Gotham City. Profesinya sebagai badut membuat dirinya kerap kali mengalami kekerasan fisik dan dikucilkan oleh masyarakat. Sayangnya, kekerasan dan <em>bully&nbsp;</em>yang ia alami berasal dari gangguan kesehatan yang dimilikinya. Ketika ia sedih, marah, bahkan dalam keadaan terganggu, ia tak bisa mengendalikan tawanya, yang kemudian menjadi sasaran empuk orang lain untuk mengganggunya.</p><p align="left" style="text-align: justify;">Kondisi tersebut muncul akibat <em>pseudobulbar affect</em> (PBA) yang ia derita. PBA merupakan gangguan emosi yang ditandai oleh episode tawa atau tangisan yang datang mendadak dan tak terkendali. Hal ini umum terjadi pada orang-orang dengan kondisi neurologis tertentu atau mengalami cedera yang berpengaruh pada kerja otak sehingga sulit mengendalikan emosi.</p><p align="left" style="text-align: justify;">Karena penyakitnya, ia sering mengunjungi dinas sosial pada Arkham Asylum, sebuah rumah sakit jiwa di Gotham City, dengan harapan dapat menyembuhkan dirinya dari obat-obatan yang ia konsumsi.</p><p align="left" style="text-align: justify;">Arthur ingin menjadi seorang komedian terkenal. Ia mencatat berbagai <em>jokes&nbsp;</em>dalam buku tulisnya yang lusuh. Dirinya ingin, suatu saat semua orang mengakui dirinya dan berhenti memandang dirinya sebelah mata. Arthur ingin dikenal sebagai komedian yang sukses.</p><p align="left" style="text-align: justify;">Tetapi, hidup tidak semudah yang ia andaikan. Berbagai tantangan dan kejamnya kehidupan terus menggerus semangatnya, membuat penonton merasa suram dan kasihan terhadap <em>supervillain&nbsp;</em>yang menjadi musuh Batman tersebut. Dalam film ini, Bruce Wayne (Batman) bertemu dengan Arthur ketika dirinya masih kecil. Ada pula keterkaitan Arthur dengan Thomas Wayne (ayah Bruce) yang kemudian diketahui hanya &apos;khayalan&apos; ibunya, Penny Fleck.</p><p align="left" style="text-align: justify;">Ketika menonton film ini, tentu hal yang ingin diperlihatkan adalah drama dari seorang &apos;Joker&apos;, sang komedian. Kita akan dibuat berpikir, apakah lingkungan tempat Arthur tinggal yang mengubah dirinya menjadi seseorang yang berbeda, ataukah dirinya sendiri yang ingin menjadi seseorang yang lain; seseorang yang sesuai dengan keinginannya.</p><p align="left" style="text-align: justify;">Joker sendiri tidak disarankan untuk ditonton oleh anak-anak dibawah usia 17 tahun, sebab terdapat adegan kekerasan, sadisme, dan permainan psikologi yang tidak cocok untuk dikonsumsi anak dibawah umur.</p><p align="left" style="text-align: justify;">Di balik kelamnya cerita Arthur, sinematografi yang ditampilkan dan tata suara yang digunakan dapat memanjakan penonton dan membuat kita terhanyut dengan kisahnya selama kurang lebih dua jam. Meski DC mengumumkan bahwa Joker adalah film tunggal, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada sekuel dari sang komedian tersebut. <strong><i>(len/ann)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Listrik & Kurangnya Pemanfaatan Energi Terbarukan di Indonesia. </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/listrik-and-kurangnya-pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia/baca </link>
<guid> listrik-and-kurangnya-pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia </guid>
<pubDate> Sun, 27 Oct 2019 08:27:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Listrik Nasional, 27 Oktober 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/listrik-and-kurangnya-pemanfaatan-energi-terbarukan-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LRqAeHqVLH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Listrik & Kurangnya Pemanfaatan Energi Terbarukan di Indonesia.</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Hari ini, 27 Oktober 2019 merupakan Hari Listrik Nasional. Hal ini dapat dijadikan momentum agar Indonesia beralih dari energi yang tidak ramah lingkungan ke energi terbarukan yang ramah akan lingkungan.  Mengingat bahwa listrik merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, di mana sebagian besar aspek kehidupan bergantung pada listrik.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pernahkah kita berpikir bahwa suatu saat nanti kita akan kehabisan energi pembangkit listrik? Hal ini mungkin saja terjadi. Berdasarkan Laporan Statistik Energi 2018 yang dikeluarkan <em>International Energy Agency</em>, dari total 24.973 TWh kebutuhan listrik dunia, sebanyak 9.594 TWh di antaranya disumbangkan oleh batu bara. Jika suatu saat batu bara sudah tidak ada lagi, maka kemungkinan kita tidak bisa menikmati listrik seperti sekarang ini.</p><p style="text-align: justify;">Selain merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan batu bara merupakan salah satu penyumbang polusi udara yang menyebabkan pencemaran udara. Karena itu, kita harus berkomitmen untuk perlahan-lahan beralih kepada energi yang dapat diperbaharui, agar tidak lagi bergantung kepada energi-energi yang tidak ramah lingkungan. Salah satu cara untuk berperan aktif mengurangi dampak negatif dari penggunaan bahan yang tidak ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan listrik seperlunya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, banyak energi alternatif yang belum dimaksimalkan oleh pemerintah sebagai sumber utama pembangkit listrik di Indonesia. Contonya saja pemanfaatan <em>geothermal</em> atau panas bumi sebagai pembangkit listrik, mengingat Indonesia memiliki potensi panas bumi yang melimpah. Keuntungan tenaga panas bumi hampir tidak menimpulkan polusi atau emisi gas rumah kaca. Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat diandalkan. Pembangkit listik tenaga <em>geothermal</em> menghasilkan listrik sekitar 90%, dibandingkan 65-75% pembangkit listrik berbahan bakar fosil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, walaupun di Indonesia memiliki cadangan panas bumi hingga 40% dari cadangan panas bumi dunia, sumber energi terbarukan yang telah terbukti bersih ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. <strong><em>(hdt/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antara Angan dan Kenyataan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/antara-angan-dan-kenyataan/baca </link>
<guid> antara-angan-dan-kenyataan </guid>
<pubDate> Sun, 27 Oct 2019 09:00:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Yulia Cahyani Putri, mahasiswi Ilmu Administrasi Bisnis, FISIP 2017. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/antara-angan-dan-kenyataan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mDbgDGCkvN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antara Angan dan Kenyataan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Matamu menguar bias wajahnya&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Lirikanmu bermuara jua kesana</p><p style="text-align: justify;">Aku tahu,&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Semakin jelas kalau bukan aku&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ya sudahlah&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kucoba ikhlas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tapi, anganku menggila&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Liar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Membuatku kepayang di pinggir jurang pesakitan,&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengampar sangkalan,&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kau tak demikian&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kalau aku salah mengartikan&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Muaramu bukan di sana&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tapi, disini&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ke arahku,&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terus seperti itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seperti pecandu yang merindukan nikotinnya&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku sakau&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terperosok dalam jurang tak berujung&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menahan isakan&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Karena tahu, itu tak lebih hanya &nbsp;khayalku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Yulia Cahyani Putri, mahasiswi Ilmu Administrasi Bisnis, FISIP 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banyak Jalan Menuju Produktif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/banyak-jalan-menuju-produktif/baca </link>
<guid> banyak-jalan-menuju-produktif </guid>
<pubDate> Sun, 27 Oct 2019 10:54:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memaksimalkan status mahasiswa dengan menjadi produktif. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/banyak-jalan-menuju-produktif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HpDxg11KaH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banyak Jalan Menuju Produktif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menjadi mahasiswa adalah hal yang tidak dapat lagi disamakan dengan siswa. Kebiasaan baru pasti mengisi hari-hari mahasiswa, ditambah dengan status &lsquo;perantauan&rsquo; tentu kita sebagai mahasiswa mencari kegiatan yang dapat mengisi waktu luang kita agar terhindar dari kata bosan. Dari mulai mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), mengikuti Himpunan Mahasiswa (Hima), organisasi eksternal, bahkan bekerja.</p><p style="text-align: justify;">Masa muda memang seringkali membuat kita lalai. Yang harusnya digunakan dengan hal-hal yang produktif, tapi banyak dari kita lebih memilih untuk kuliah pulang atau kuliah <em>nongki. &nbsp;</em>Hal itu tidak menjadi salah apabila dilakukan sesuai kadarnya. Namun akan membuang-buang waktu ketika dilakukan terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan untuk tidak berkarya:<em>&nbsp;do nothing.</em> Nah, pertanyaanya adalah, apakah mahasiswa yang tidak mengikuti apa-apa akan kalah dengan yang mengikuti banyak kegiatan? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Karena banyak faktor seseorang memilih untuk tidak berorganisasi, beberapa di antaranya fisik yang mudah lelah dan rumah yang cukup jauh jaraknya dari kampus.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apa saja alternatif yang dapat kita tempuh sebagai mahasiswa dalam memperkaya khazanah pengetahuan, menambah relasi dan <em>softskill</em> kita? Terutama bagi kamu yang memilih untuk tidak bergabung di kegiatan manapun, jangan berkecil hati mari simak penjelasan berikut ini.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, kamu bisa bergabung di acara yang membutuhkan relawan atau yang biasa dikenal dengan istilah<em>&nbsp;volunteer</em><em>.&nbsp;</em>Adapun info semacam ini bisa didapat dengan mudah hanya dengan berkelana di <em>Instagram.&nbsp;</em>Akun seperti <em>@youcan.id, &nbsp;@sarjanavolunteer, @saudara1negara, @indonesiamengajar</em>, atau <em>@1000guru</em> memberi banyak informasi kepada mahasiswa yang mau mengembangkan <em>softskill</em>nya dan tumbuh dengan cepat lewat program yang disediakan. Kegiatan semacam ini juga ada yang dinaungi oleh pemerintah dan non-pemerintah. Pembiayaannya pun ada yang bersifat <em>self funded&nbsp;</em>(biaya ditanggung oleh peminat) atau <em>full funded &nbsp;</em>(biaya ditanggung oleh organisasi)<em>.&nbsp;</em>Pas<em>&nbsp;</em>untuk kamu yang tidak tertarik mengikuti Hima namun ingin menambah relasi taraf nasional maupun internasional dan kepiawaian dalam bersosialisasi.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, mengikuti lomba. Info lomba ini bisa kamu dapatkan dari <em>Web, Twitter</em> bahkan <em>Instagram</em> yang bisa jadi pendukung buat kamu dalam mengaktualisasikan diri. Mulai dari penyuka sastra, teknologi, bahkan olahraga. Lomba masa kini juga banyak yang bersifat daring atau <em>online.</em> Jadi, kamu tetap dapat berkarya dan berkompetisi tanpa harus meninggalkan kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, &nbsp;ikut kegiatan di luar kampus. Seperti mengikuti kegiatan belajar bahasa isyarat, ikut dalam aksi kamisan, malam puisi dan masih banyak lagi yang bisa kamu eksplor. Kegiatan ini bermanfaat untuk kamu menyalurkan bakat dan keingintahuanmu sebagai mahasiswa terlebih kegiatan ini tidak terikat, serta tidak memakan waktu yang panjang bagi kamu yang tidak suka berlama-lama berada di luar rumah.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, magang di instansi. Ini sangat perlu bagi kita sebagai mahasiswa untuk menambah pengalaman dan CV di dunia kerja nantinya. Info-info magang juga bersebaran di koran, televisi bahkan internet.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, berwirausaha. Tak dapat dipungkiri, <em>online shop</em> merajalela. Bagi kamu yang suka berbisnis, ini peluang bagi kamu!</p><p style="text-align: justify;">Nah, sebagai mahasiswa yang nantinya akan turun mengabdi pada masyarakat, banyak kan alternatif yang bisa kamu lakukan selain mengikuti Hima dan UKM? Tunggu apa lagi? Buang rasa malasmu dan manfaatkan kemudahan informasi saat ini! <strong>(<em>rst/ann</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Klarifikasi dalam Konferensi Pers DPM KM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klarifikasi-dalam-konferensi-pers-dpm-km/baca </link>
<guid> klarifikasi-dalam-konferensi-pers-dpm-km </guid>
<pubDate> Mon, 28 Oct 2019 09:16:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konferensi pers oleh DPM KM untuk mengklarifikasi permasalahan pergantian jabatan Ketua DPM KM. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/klarifikasi-dalam-konferensi-pers-dpm-km/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OVnDvYqykq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Klarifikasi dalam Konferensi Pers DPM KM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Rabu (23/10) Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul menyelenggarakan konferensi pers terkait pergantian jabatan Ketua DPM KM. Pertemuan tersebut juga untuk memberikan klarifikasi secara langsung mengenai status mahasiswa Wisnu Rian Dani yang telah mundur dari jabatan Ketua DPM KM. Konferensi pers tersebut berlangsung di ruang rapat lantai satu rektorat.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Fauzi Cahyama Ramadhan Ketua DPM KM terpilih di awal menjelaskan alasan keterlambatan pemublikasian mengenai pengunduran diri Wisnu. Diakuinya akun <em>Instagram</em> DPM KM terkena&nbsp;</span></span><span><span><em>hack</em></span></span><span><span>&nbsp;selama sepuluh jam, mulai dari pukul 12.00 Wita- 22.00 Wita, sehingga tidak bisa melakukan akses apapun. Namun, saat ini akun&nbsp;</span></span><span><span><em>Instagram</em></span></span><span><span>&nbsp;tersebut sudah normal seperti sedia kala dan dapat diakses kembali. Ia juga menambahkan, tujuan konferensi pers ini untuk menjelaskan secara resmi sekaligus menjawab asumsi-asumsi yang beredar. (Baca: https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelik-isu-pergantian-jabatan-dpm-km-unmul/baca) .</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Diakuinya, anggota DPM KM sendiri terkejut, lantaran status Wisnu saat itu masih menjabat sebagai ketua dan tidak ada komunikasi dengan anggota lainnya. Akibatnya, hal ini sempat membuat kondisi internal DPM KM tidak stabil dan tidak produktif.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kamis (10/10), DPM KM menerima surat pengunduran diri dari Wisnu sebagai ketua. Kemudian menindaklanjuti itu, digelar rapat paripurna pada Sabtu (12/10). Membahas perihal surat pengunduran diri Wisnu, pelaksana tugas dari Komisi 2, pemilihan ketua DPM KM, serta rancangan kerja DPM KM di sisa akhir periode. Hal ini sempat terkendala mengenai beberapa konfirmasi, baik dari pihak Wisnu maupun petinggi DPM KM. Rapat paripurna kemudian dilanjutkan kembali pada Minggu (13/10) dengan hasil musyawarah mufakat bahwa Fauzi Cahyama Ramdhan Farmasi 2015 terpilih sebagai Ketua DPM KM Unmul yang baru.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Wisnu yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut juga memberikan penjelasannya. Dirinya meminta maaf kepada internal DPM KM yang merasa kecewa dengan keputusannya yang telah melaksanakan pendadaran. Diakui Wisnu, dirinya memang tidak memiliki niat pendadaran dalam waktu dekat, hanya sampai seminar hasil. Namun, dikatakannya prodi Wisnu terus mendesak untuk segera melakukan pendadaran, ditambah dengan surat panggilan dari dekan untuk segera menghadap ke prodi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Semua surat-surat sudah saya serahkan ke DPM KM. Pendadaran itu lulus secara ujian lisan. Tetapi, secara administrasi masih mahasiswa, hingga surat keterangan lulus keluar (SKL),&quot; ujar Wisnu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dalam surat pengunduran diri Wisnu, ia m</span></span><span><span>engatakan</span></span><span><span>&nbsp;akan tetap mendampingi DPM KM</span></span><span><span>, h</span></span><span><span>ingga akhir kepengurusan dan tidak akan mengurus SKL hingga kongres.&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(nhh/hdt/zar/adl) </em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Luput dari (Sumpah) Pemuda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/yang-luput-dari-sumpah-pemuda/baca </link>
<guid> yang-luput-dari-sumpah-pemuda </guid>
<pubDate> Mon, 28 Oct 2019 10:39:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 92 tahun lalu, di Hari Sumpah Pemuda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/yang-luput-dari-sumpah-pemuda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZupORHCmjC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Yang Luput dari (Sumpah) Pemuda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Jika pernah menonton&nbsp;</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Charlie and the Chocolate Factory</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"> atau setidaknya pernah mendengar kisahnya pasti kenal dengan Charlie Bucket. Ia seorang bocah dari keluarga kelas bawah yang tinggal di rumah reyot dekat pabrik coklat milik Willy Wonka, bersama kedua orang tua dan empat kakek-neneknya yang masih hidup. Charlie yang bagaikan kejatuhan durian runtuh mendapatkan </span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">golden ticket</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"> dari sebungkus cokelat, berkesempatan menyambangi dan berkelana di dalam pabrik coklatnya Willy Wonka. Tidak hanya Charlie saja, setidaknya ada empat anak lain yang juga dapat </span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">golden ticket</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">. Cukup sampai disitu penjelasannya, karena selebihnya kita sudah tahu kelanjutannya dan resensinya bisa dicari dengan mudah lewat internet.</span></p><p style="text-align: justify;">Lalu, apa hubungannya <em>Charlie and the Chocolate Factory</em> dengan judul maupun yang selanjutnya akan ada dalam tulisan ini? Mungkin hampir tidak ada, namun izinkan saya mengajak pembaca sekalian untuk menyorot sejenak keluarga kecil Charlie. Ibu dan ayahnya siang-malam membanting tulang tidak hanya untuk menghidupi Charlie saja, namun juga orang tua mereka yang sudah tua renta. Maksud saya adalah, keluarga Charlie dalam film tersebut semacam gambaran mengenai ketimpangan demografis. Contoh nyatanya adalah negara Jepang di mana populasi lansianya lebih dari 30 persen dari total jumlah penduduk. Mengenaskan? Bisa jadi, karena dampaknya cukup signifikan terhadap keberlanjutan pembangunan ekonomi sosial dalam jangka panjang. Lalu konteksnya dengan yang ada di Indonesia?</p><p style="text-align: justify;">Boleh jadi demografi kita masih dalam batasan &ldquo;wajar&rdquo;. Gaung bonus demografi di tahun 2020 yang sering disuarakan jadi semacam secercah harapan bagi bangsa ini. Angkatan kerja yang melimpah jumlahnya ini dan relatif muda secara usia digadang-gadang mampu memakmurkan perekonomian Indonesia kira-kira selama 10-15 tahun. Akan tetapi, pernahkah terlintas dalam benak kita jika generasi milenial dan generasi Z mampu mengejar kesempatan tersebut sebelum mereka sendiri akhirnya juga menua? Jelas kita sepatutnya khawatir jika melewatkan kesempatan tersebut, karena menua adalah hal yang niscaya.</p><p style="text-align: justify;">Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sendiri saat ini sebesar 1,49 persen. Melihat proyeksi penduduk lansia 2010 &ndash; 2035 dari Kementerian Kesehatan, tahun 2035 jumlah penduduk lansia diperkirakan sebanyak 48,2 juta jiwa (15,77%). Sedangkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi pada 2045 menjadi 63,3 juta jiwa (19,9%).</p><p style="text-align: justify;">Jelas kita harus optimis menyongsong bonus demografi yang akan datang. Namun membayangkan skenario Indonesia menua dahulu sebelum kaya raya, rasanya kita harus sedikit was-was. Selain itu, &nbsp;carut-marut dan problematika yang dihadapi negeri ini nyatanya membuat sebagian dari kita sebagai pemuda Indonesia resah. Apa yang bisa diharapkan dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen jika kesempatan untuk menjadi tenaga kerja sendiri susah didapat.</p><p style="text-align: justify;">Terkadang kita dihibur dengan kata-kata penyemangat bahwa semua yang diinginkan bisa terwujud jika ada niat. Yang perlu diingat adalah tidak semua milenial bernasib seperti Nadiem Makarim dengan kesuksesan <em>startup</em>-nya, apalagi Mark Zuckeberg. Jauh sekali perbandingannya. Tapi siapalah saya, mungkin orang yang lebih kompeten di bidang terkait berkata lain. Mungkin kedengarannya sinis, tapi saya tidak bermaksud demikian. Terkadang kita mengabaikan latar belakang dan <em>wealth</em> dari keluarga seorang individu berperan dalam menentukan derajat kesuksesan hidupnya</p><p style="text-align: justify;">Seringkali kita menyalahkan sistem pendidikan yang kurang memadai dan belum merata sebagai penyebab mengapa predikat negara maju belum kita raih. Memang sistem pendidikan berperan dalam menentukan nasib generasi penerus dan arah pembangunan suatu negara, namun kesenjangan ekonomi dan sosial juga patut untuk dibenahi.</p><p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana pemuda generasi milenial dan generasi Z menghadapi tantangan tersebut? Macam-macam. Ada yang turun ke jalan meneriakkan slogan-slogan perjuangan sembari mempertanyakan argumentasi dari narasi yang disampaikan penguasa. Ada yang memilih masuk ke dalam lingkar kekuasaan supaya bisa menelurkan kebijakan yang progresif dan pro-rakyat. Tidak jarang juga ada yang <em>oblivious</em> (secara sadar maupun tidak) dengan sekitarnya dan lebih memikirkan bagaimana mereka bisa menggemukkan pundi-pundi finansial dan hasrat konsumtifnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkadang antara yang turun ke jalan dan yang masuk ke lingkar kekuasaan menganggap merekalah yang paling benar. Yang turun ke jalan menganggap oposisi adalah gerakan yang murni dan akan terus ada selama pemerintah terus berkuasa, serta menganggap orang yang masuk ke dalam lingkar kekuasaan sebagai pengkhianat perjuangan karena telah terkooptasi oleh kekuasaan itu sendiri. Di sisi lain, yang memilih masuk ke dalam lingkar kekuasaan menganggap dirinya realistis dan menganggap kaum yang turun ke jalan termakan romantisasi pergerakan pendahulunya.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara mengenai gerakan progresif, mungkin ada banyak yang lebih paham dari saya mengenai sejarah serta eksistensi dan orientasi pergerakan di luar sana. Perbedaan pandangan antara golongan tersebut sebenarnya wajar-wajar saja dalam arus dialektika, namun akan jadi penghalang jika perbedaan tersebut mengakibatkan konflik dan melenceng dari tujuan sebenarnya, yaitu gerakan yang membangun kesadaran dan didasari atas kepentingan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain masih terlihat jelas dalam beberapa pergerakan kita terkadang masih belum bisa membangun dan menyamakan persepsi dalam perjuangan secara total, apalagi konsolidasi secara menyeluruh. Terlebih dalam hal yang tidak hanya melibatkan mahasiswa, tapi juga kaum buruh, petani, dan kelompok marginal lainnya. Seolah-olah kelompok tersebut berenang di kolamnya masing-masing dalam memperjuangkan suara dan aspirasinya.</p><p style="text-align: justify;">Entah harus menunggu perayaan Sumpah Pemuda yang keberapa lagi agar generasi kekinian bisa sadar dengan substansi tiga poin yang disampaikan &nbsp;di Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928. Pemuda kita dalam beberapa hal sepandangan perihal <em>mengapa</em>-nya, namun tidak sejalan tentang <em>bagaimana</em>-nya.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh&nbsp;</strong><strong>Putera Tiya &nbsp;Ilahi,&nbsp;</strong><strong>mahasiswa Sastra &nbsp;Inggris, Fakultas Ilmu Budaya 2015.&nbsp;</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fenomena Crosshijaber dan Ancaman Sekuritas Privasi Perempuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fenomena-crosshijaber-dan-ancaman-sekuritas-privasi-perempuan/baca </link>
<guid> fenomena-crosshijaber-dan-ancaman-sekuritas-privasi-perempuan </guid>
<pubDate> Tue, 29 Oct 2019 12:41:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena crosshijaber yang kembali mengudara menjadi ancaman bagi privasi perempuan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fenomena-crosshijaber-dan-ancaman-sekuritas-privasi-perempuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iWIRXqbsW7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fenomena Crosshijaber dan Ancaman Sekuritas Privasi Perempuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Akhir-akhir ini, media sosial kembali dibanjiri dengan fenomena <em>crosshijaber</em>. Ini adalah modus baru dari para pelaku penyimpangan seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Crosshijaber</em> berasal dari kata <em>crossdresser</em> yaitu seorang laki-laki yang suka memakai pakaian lawan jenis, namun dalam kasus ini mereka lebih suka memakai pakaian syar&apos;i seperti jilbab dan cadar bahkan gamis. Busana tersebut digunakan agar mereka bisa masuk ke area khusus wanita seperti toilet atau saf jamaah wanita dan bebas melakukan kontak fisik terhadap lawan jenis.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini ternyata sudah berkembang ke berbagai pelosok daerah, termasuk Samarinda. Baru-baru ini kembali terjadi, di mana seorang laki-laki memasuki area khusus jamaah wanita di salah satu masjid dan tertangkap basah tengah menyamar. Modus operandinya, sang pelaku mengajak jamaah putri untuk berfoto bersama sembari memeluk.</p><p style="text-align: justify;"><em>Crosshijaber</em> merupakan lagu lama yang kini kembali mengudara. Bahkan, di laman <em>Instagram</em>, terdapat akun <em>crosshijaber</em> yang memiliki ribuan pengikut dengan ratusan unggahan foto.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi ini tentu saja membuat resah para kaum hawa, terutama mereka yang menggunakan busana dengan cadar. Sebab, ketakutan orang-orang terhadap kemungkinan yang bergabung bersama mereka dengan busana muslim syar&rsquo;i adalah seorang pria, menjadikan kaum perempuan-perempuan takut karena wilayah privasi mereka disusupi oleh pelaku <em>crosshijaber</em>, hingga memunculkan stigma negatif terhadap perempuan tulen yang menggunakan cadar.</p><p style="text-align: justify;">Dwi Rahmawati Wardani, seorang mahasiswi Unmul yang bercadar turut merasakan dampaknya. Mahasiswi semester lima yang di pertengahan tahun 2019 memutuskan untuk memakai cadar ini pada mulanya tidak mempermasalahkan dan merasa tenang saja bercadar tatkala perkuliahan. Namun, ketika berita crosshijaber hadir ke muka publik, dalam suatu perkuliahan, seorang dosen laki-laki menyeletuk dalam ruangan, &ldquo;Ini beneran yang makai cadar ini perempuan, bukan laki-laki?&rdquo; Untungnya, teman-teman selelas Dwi ikut buka suara mengatakan kalau sosok di balik busana tersebut adalah perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentu saja membuat Dwi resah. Sebab, para perempuan yang memutuskan untuk berpakaian demikian ikut terhantam rata. &ldquo;Jadinya merugikan kami dan bikin orang-orang nyeletuk iseng,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Siti Hasanah, mahasiswa Fisip angkatan 2017. Perempuan yang terkadang tampil bercadar ini mengaku risih dengan fenomena <em>crosshijaber</em>. &ldquo;Kami jadi punya ketakutan tersendiri karena bisa-bisa dituduh, dan bisa juga malah kami yang jadi korbannya,&quot; ucap Siti.</p><p style="text-align: justify;">Ke depannya, Siti berharap adanya keamanan dan petugas yang dapat melindungi kaum hawa baik saat beribadah maupun ketika pergi ke kamar kecil di area sekitar Kampus. <strong><em>(ycp/nis/wil/hjr/fqh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jarang Terdengar, Unmul Miliki Layanan Konseling untuk Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jarang-terdengar-unmul-miliki-layanan-konseling-untuk-mahasiswa/baca </link>
<guid> jarang-terdengar-unmul-miliki-layanan-konseling-untuk-mahasiswa </guid>
<pubDate> Tue, 29 Oct 2019 20:11:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak banyak diketahui, Unmul sebenarnya memiliki layanan konseling bagi mahasiswa yang dikelola oleh Lembaga Psikologi Unmul (LPU). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jarang-terdengar-unmul-miliki-layanan-konseling-untuk-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xUsQsL5mBY.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jarang Terdengar, Unmul Miliki Layanan Konseling untuk Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Merebaknya isu kesehatan mental belakangan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental bukanlah hal yang bisa disepelekan dan mampu melanda siapa saja. Sebuah artikel dari <em>idn.times</em> menyebutkan survei yang mengatakan mahasiswa dewasa ini rentan terkena gangguan mental yakni depresi. Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari lingkungan yang baru hingga <em>overthinking</em> untuk hal-hal yang akan dijalani.</p><p style="text-align: justify;">Tak banyak diketahui, Unmul sebenarnya memiliki layanan konseling bagi mahasiswa yang dikelola oleh Lembaga Psikologi Unmul (LPU). Berdiri sejak 2013, LPU telah memiliki Surat Keputusan (SK) Rektor di mana pelayanan ini terbuka untuk umum namun tetap mengutamakan mahasiswa. Dikatakan oleh Liesta Montesa, selaku Ketua Laboratorium Psikologi Unmul, rata-rata mahasiswa yang datang membawa keluhan kesulitan untuk beradapatasi dengan lingkungan karena masih mengalami transisi dari siswa SMA menjadi mahasiswa yang seringnya harus jauh dari orang tua. Namun, tak jarang ada mahasiswa yang datang dengan sekelumit masalah dan harus ditangani oleh tim yang profesional.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu dosen yang turut bergabung dalam LPU, Elda Trialisa Putri menjelaskan kategori pelayanan didasarkan pada urgensi sebuah masalah. Jika masalah yang dihadapi masih tergolong mudah, akan ditangani oleh mahasiswa psikologi semester 6 yang tergabung dalam LPU. Jika masalah sudah tergolong berat sampai terkadang menyakiti diri sendiri <em>(self harm)&nbsp;</em>akan ditangani oleh psikolog profesional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kadang ada yang datang cuma sekali, ternyata dia hanya perlu didengarkan. Kadang juga ada yang datang berkali-kali dan harus dilakukan terapi. Biasanya <em>brief theraphy</em> yang bisa sampai 3-4 kali pertemuan aja,&rdquo;ujar Elda.</p><p style="text-align: justify;">Terapi yang diberikan pun tergantung pada jenis masalah yang dihadapi. Bisa jadi terapi yang diberikan adalah terapi perilaku (<em>behavior</em>), kognitif perilaku, terapi psikoanalisa, atau pun terapi humanistik.</p><p style="text-align: justify;">Beredarnya tes kesehatan mental <em>online</em> yang sempat viral beberapa waktu lalu, Elda meminta kepada mahasiswa agar jangan melakukan <em>self diagnosed&nbsp;</em>(mendiagnosis diri sendiri) dengan mudah dan menganggap dirinya sudah depresi, <em>schizophrenia</em>, mengalami gangguan makan dan semacamnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih jauh, Elda menyebutkan jika biasanya setiap program studi psikologi di Indonesia memang memiliki layanan psikologi yang berfungsi sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan dosen dan melatih kemampuan konselor bagi mahasiswa psikologi.</p><p style="text-align: justify;">Beralih dari Kampus Gunung Kelua, Kampus Banggeris juga memiliki layanan konseling yang dijalankan oleh Pendidikan Bimbingan Konseling. Layanan konsultasi tersebut berupa bantuan kepada mahasiswa terkait masalah akademik, penyelesaian studi, pengembangan karir dan lain sebagainya. Meski begitu, ada pula mahasiswa yang berkonsultasi terkait masalah pribadi namun tidak signifikan dibandingkan masalah yang berkaitan dengan akademik. Tak hanya itu, bebapa tes juga dijalankan oleh pihak konseling yakni layanan tes bakat, tes minat, tes intelegensi, tes kreativitas, dan tes potensi akademik. Sama seperti LPU, Layanan ini tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi siswa dan masyarakat juga dapat turut berkonsultasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk saat ini biasanya yang datang itu ada siswa, beserta orang tuanya, misal kebingungan ini nanti kalau misalnya lanjut studi gimana, kemudian apa potensi mereka&rdquo; ujar Masnurrima Heriansyah, selaku dosen yang bertanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengatakan bahwa prodi Bimbingan Konseling tidak hanya sekadar mengadakan program layanan konsultasi dan tes. Ada pula kegiatan layanan motivasi kepada mahasiswa dan siswa yang telah terselenggara dan rutin dilakukan berkala.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga melakukan kegiatan motivasi kepada mahasiswa dan siswa yang sudah terselenggara yang kemudian akan lebih dijangkaukan lagi kepada masyarakat,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Program layanan konsultasi ini tidak hanya diampu oleh pihak dosen Bimbingan Konseling saja, melainkan ada mahasiswa yang menjadi asisten dalam menjalankan proses layanan konsultasi dan tes. Setiap asisten yang dipercayakan oleh pihak dosen memiliki bidangnya masing-masing, di antaranya adalah bidang yang fokus pada media dan instrumen, konseling dan konsultasi, publikasi, dan riset.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang dlpilih merupakan mahasiswa yang diunggulkan dalam akademik dan lingkungan sosial yang dianggap berpotensi menjadi asisten. Syarat lainnya adalah mahasiswa yang terpilih telah menempuh studi semester lima dan tujuh, karena dianggap telah mendapatkan materi dasar keterampilan konseling dan teknik dasar konseling.</p><p style="text-align: justify;">Terselenggaranya Bimbingan Konseling secara konsisten pun mendapat apresiasi dari pihak rektorat dan mendukung jalannya kegiatan tersebut. Menurutnya Masnurrima, laboratorium saat ini merupakan salah satu bentuk dukungan yang diberikan oleh rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir kalimatnya, ia berharap agar peserta dari kegiatan layanan konseling kegiatan tidak hanya datang dari mahasiswa prodi Bimbingan Konseling tetapi juga seluruh mahasiswa Unmul dan masyarakat di Kalimantan Timur khususnya Samarinda. <strong>(<em>ann/vny/rth/ran/els</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar Redenominasi Pada Hari Uang Nasional 2019 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/kabar-redenominasi-pada-hari-uang-nasional-2019/baca </link>
<guid> kabar-redenominasi-pada-hari-uang-nasional-2019 </guid>
<pubDate> Wed, 30 Oct 2019 10:56:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Uang Nasional, 30 Oktober 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/kabar-redenominasi-pada-hari-uang-nasional-2019/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hG9IWFGh5S.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar Redenominasi Pada Hari Uang Nasional 2019</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tepat hari ini, 30 Oktober 2019, merupakan perayaan Hari Uang Nasional untuk memperingati sejarah lahirnya mata uang Indonesia. Tahukah kamu? Uang pertama Indonesia diterbitkan pertama kali oleh pemerintah pada 1946 untuk mengantikan mata uang Jepang pada tahun tersebut. Kala itu, uang rupiah masih bernilai Rp1,00 saja. Kini, nilai rupiah telah mencapai Rp100.000,00.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa tahun lalu hingga saat ini, pemerintah mewacanakan redenominasi pada nilai rupiah. Misalnya pada nilai uang Rp1.000,00 akan menjadi &nbsp;Rp1,00 apabila redenominasi digunakan. Namun, wacana ini sampai sekarang masih belum terlaksana karena beberapa faktor, di mana pemerintah sendiri menganggap wacana ini bukanlah sesuatu yang <em>urgent</em>. Menurut pemerintah, masih banyak masalah perekonomian yang lebih serius&nbsp;daripada melakukan redenominasi.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip pada <em>cnbcindonesia.com</em>, bank sentral telah menyusun <em>timeline</em> redenominasi rupiah bila pada 2017 Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyederhanaan Mata Uang disahkan oleh DPR dan masuk menjadi Program Legilasi Nasional (prolegnas). Jika RUU itu disahkan, maka pada 2018-2019 akan menjadi tahun persiapan kemudian pada tahun 2020-2024 akan menjadi periode di mana rupiah diperkenalkan kembali sebelum dan sesudah redenominasi. Periode ini juga akan dimanfaatkan untuk melakukan pembiasaan dalam menggunakan nilai rupiah yang baru. Semua harga barang dan jasa wajib mencantumkan nilai rupiah lama dan nilai rupiah baru sesudah diatur pada RUU tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Redenominasi rupiah hingga saat ini masih menjadi wacana pemerintah. Masih belum ada kelanjutan tentang rencana ini, namun tidak menutup kemungkinan di periode ini wacana tersebut akan direalisasikan. Tentu perlu perancangan yang cukup matang agar redenominasi ini terlaksana dengan baik, terutama dalam peredaran rupiahnya nanti. <strong><em>(ajy/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Uji Publik RUU Pemira DPM KM: Adu  Mulut Hingga Walkout </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uji-publik-ruu-pemira-dpm-km-adu-mulut-hingga-walkout/baca </link>
<guid> uji-publik-ruu-pemira-dpm-km-adu-mulut-hingga-walkout </guid>
<pubDate> Wed, 30 Oct 2019 12:38:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi Uji Publik RUU Pemira KM pada Jumat (25/10). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uji-publik-ruu-pemira-dpm-km-adu-mulut-hingga-walkout/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M3UO8A7G5Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Uji Publik RUU Pemira DPM KM: Adu  Mulut Hingga Walkout</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>ㅡ&nbsp;</strong>Mempersiapkan rangkaian pemilihan raya (Pemira) Unmul, Jumat (25/10) DPM KM Unmul melaksanakan Uji Publik Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum Raya (RUU Pemira) Keluarga Mahasiswa (KM) di halaman teras Gedung Student Center. Tidak hanya dihadiri internal Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) selaku penyelenggara, tampak juga perwakilan DPM dari berbagai fakultas. Di antaranya Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Komputer dan Teknik Informatika (FKTI) serta Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) turut memenuhi undangan.</p><p style="text-align: justify;">Agenda dimulai sekitar pukul 15.00 Wita dan berjalan dengan kondusif. Namun situasi menegang ketika peserta menilai DPM KM tidak memberikan jawaban subtansif dan konkrit saat ditanya perihal RUU Pemira. Memanasnya konflik terjadi ketika peserta yang berasal dari DPM Fisip berinisial D duduk di atas kursi. Merespons hal ini, L yang merupakan pengurus DPM KM 2018 merasa etika D tidak sopan. Ia pun menyuruh D duduk lesehan bersama di bawah. Namun D menolak tegas, dengan alasan ia merasa tidak pantas duduk bersama orang ilegal, yakni delegasi DPM FIB yang ada di DPM KM.</p><p style="text-align: justify;">Alasan D diperkuat karena ketua badan legislasi (baleg) saat itu merupakan mahasiswa FIB. Dikonfirmasi saat itu juga, DPM FIB mengaku sudah menarik diri dari DPM KM, dan mengatakan bahwa seharusnya tidak ada perwakilan dari FIB di dalam DPM KM. Berdasarkan postingan <em>Instagram</em><em>&nbsp;</em>DPM FIB, diketahui DPM FIB telah melayangkan pernyataan sikap terkait <em>walkout</em> dari DPM KM Unmul. Langkah ini diambil oleh pihak DPM FIB atas ketidakjelasan sikap DPM KM terhadap keanggotan DPM KM Unmul dari perwakilan DPM FIB, juga lampiran berkas Legal Opini Tentang Kasus Pemilihan Ketua DPM FIB 2019 yang diduga merupakan opini hoaks yang bersifat subjektif yang dianggap tidak dapat menjadi dasar pengambilan keputusan lembaga legislatif.</p><p style="text-align: justify;">L yang panas akan pernyataan D, mengintervensi dan berniat mengancam akan menendang kursi ke D. Sontak, adu mulut pun terjadi. Beberapa peserta lainnya ikut melerai keduanya. Terpaksa, pemimpin sidang mengeluarkan D dan L dari forum beserta satu peserta lainnya. Forum dilanjutkan kembali sekitar pukul 16.00 Wita. Pihak DPM FIB mempertanyakan ketua baleg yang berasal dari DPM FIB, yang dinilai ilegal. Merasa DPM KM tak menghargai keputusan DPM FIB yang memilih melepas diri, DPM FIB memutuskan untuk tidak lanjut mengikuti forum dan memilh untuk menarik diri<em>.</em></p><p style="text-align: justify;">Setelah konflik menyurut, uji publik kembali dilanjutkan dengan peserta yang masih bertahan. Terlihat peserta berasal dari DPM KM, DPM FKTI serta BEM KM. Seusai uji publik, Ketua DPM KM Unmul Fauzi Cahyama Ramadhan menjabarkan kembali pembahasan sebelumnya, diantaranya pengaturan kembali RUU Pemira KM. Tak hanya bersama badan legislasi DPM KM, Fauzi juga mengajak perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa) lainnya untuk menyampaikan aspirasi maupun pendapat tentang progres badan legislasi DPM KM.</p><p style="text-align: justify;">Walau belum semua perwakilan ormawa hadir dalam uji publik, Fauzi memaklumi karena persiapannya mepet. Namun kendala tersebut tidak membuat DPM KM menutup ruang publik kepada mahasiswa yang belum menyampaikan aspirasinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi kami juga membuka forum aspirasi <em>online</em><em>&nbsp;</em>untuk RUU Pemira KM ini, yang dibuka mulai Jumat hingga Minggu jam 12 siang,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Fauzi juga menilai wajar perbedaan pendapat yang terjadi. Tetapi, dirinya menyayangkan adu mulut yang terjadi hingga membuat keadaan sempat tidak kondusif. Ia menyampaikan akan mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terjadi di kegiatan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya juga menyayangkan etika mereka dalam forum tadi. Beberapa peserta juga banyak memberikan masukan dan aspirasi mereka, kami coba tanggapi itu. Namanya juga forum diskusi, hal yang seperti cekcok tadi menurut saya wajar,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kembali menghubungi Fauzi untuk menjelaskan kembali hasil keputusan serta progres yang akan dijalankan oleh DPM KM. Hingga saat ini, masih belum ada konfirmasi terkait progres tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Fauzi juga memaparkan siapapun memiliki hak bersuara dalam RUU Pemira KM ini. Link RUU Pemira tersebut juga disampaikan kepada seluruh ormawa di seluruh fakultas. Harapannya RUU Pemira KM dapat dibahas dan dikaji kembali di tiap ormawa fakultas. <strong><em>(cin/pil/adl)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meresahkan, Oknum Eksibisionis Kembali Beraksi di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meresahkan-oknum-eksibisionis-kembali-beraksi-di-unmul/baca </link>
<guid> meresahkan-oknum-eksibisionis-kembali-beraksi-di-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 31 Oct 2019 02:18:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lagi, oknum eksibisionis muncul di sekitar kampus Gunung Kelua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meresahkan-oknum-eksibisionis-kembali-beraksi-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pICA5FCaVu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meresahkan, Oknum Eksibisionis Kembali Beraksi di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;</strong>&ndash; Lagi, oknum eksibisionis muncul di sekitar kampus Gunung Kelua. Sempat terjadi pada Februari 2016 (baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/eksibisionis-cuek-saja-jangan-teriak/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/eksibisionis-cuek-saja-jangan-teriak/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/eksibisionis-cuek-saja-jangan-teriak/baca</a>), kejadian meresahkan tersebut kini kembali terulang. Diduga, sang pelaku sengaja mengitari kampus-kampus dalam melancarkan aksinya. Hal ini tentu membuat lingkungan kampus menjadi tidak aman dan tidak luput menelan korban.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Jumat (25/10), IN, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 2017 ini mengalami peristiwa tak menyenangkan ini ketika sedang menuju kampus. Ia menuturkan, kejadian tersebut terjadi ketika dirinya sedang mengikuti kegiatan pada Minggu (20/10). Saat itu, IN sedang berkendara bersama temannya. Kemudian, saat akan memasuki lingkungan kampus, mereka berpapasan dengan sang pelaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pas ada belokan masuk ke FEB, ada cowok. Dia (dari arah) belokan (dekat) rektorat, jadi kami tuh kayak berpapasan. Aku pikir dia di tikungan itu berdiri dekatin kami, berdiri gitu di motor sambil megang motor. Sekalinya, dia (mau) ngeluarin itunya (alat kelamin), jadi aku langsung belok ke FEB,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah IN menceritakan hal tersebut kepada teman-temannya, ternyata hal serupa juga pernah dialami oleh salah satu teman se-organisasinya, yakni PI. Kepada <em>Sketsa</em>, PI mengaku bahwa dirinya mengalami kejadian meresahkan tersebut sebanyak dua kali. Pertama, ketika dirinya sedang berkendara bersama temannya saat keluar dari wilayah kampus di hari Sabtu. PI kemudian mengambil jalan pintas dan keluar melalui jalan magister ekonomi. Saat itulah, ia bertemu dengan sang pelaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tiba-tiba dia berdiri, terus kasih liat itu (alat kelamin). Dia pakai helm, dia kayak orang normal gitu. Terus, aku berhenti di persimpangan. Aku kaget, baru pertama kali kayak gitu,&rdquo; ungkapnya. &ldquo;Pas aku liat kaca spion karena takut dikejar sama orangnya, orangnya langsung duduk naik motor lagi kayak biasa.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Selang berapa minggu, saat jam kuliah tambahan hari Sabtu. Terus ketemu dia lagi. Dengan cara yang sama. Aku ngebut tapi posisinya dia dari rektorat, aku dari BNI. Ternyata ada juga cewek di belakang goncengan, terus juga langsung bingung gitu lihatnya. Padahal pas itu di Magister ada orang kuliah,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Senasib, NL, seorang mahasiswi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) juga mengaku mengalami peristiwa tersebut dua kali. Melalui rekaman via&nbsp;<em>WhatsApp</em>, ia menceritakan bahwa kejadian pertama terjadi saat Unmul sedang merampungkan proyek pembangunan gerbang, sehingga ia dan teman-temannya harus melewati jalan lain untuk pulang. Ketika akan memasuki jalan tersebut, ia melihat seorang laki-laki yang mengarahkan motornya ke tengah jalan, seperti bermaksud untuk mencegat NL dan teman-temannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai di dekatnya dia tuh kayak ngarah ke tengah, kayak mau cegat kita, sampai kayak buka celana mau ngeliatin (alat kelamin), saya (jadi) berpikiran negatif karena (dia) ngeliatin ke kita terus,&rdquo; katanya. Kali kedua, saat dirinya berkendara sendirian dari kampus selepas kuliah siang. NL kembali bertemu sang pelaku dengan modus yang sama. &ldquo;Saya lewat, dia kayak ngeliatin saya juga. Jadi saya buang muka, langsung kayak laju-laju gitu. Saya takutnya dia ngejar saya,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut penuturan mereka, ciri-ciri dari pelaku adalah laki-laki berusia dua puluhan, berkulit gelap, berperawakan kurus, serta menggunakan motor <em>matic</em>. &nbsp;<br><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Keamanan Unmul Menanggapi Isu Eksibisionis</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Rabu (30/10), Hasan selaku Kepala Satuan Pengamanan Unmul memberikan tanggapannya mengenai hal ini. Diakuinya, perbaikan jalur masuk dan pembangunan yang sedang dibangun ditujukan untuk mempersempit tindak kriminal di lingkungan kampus. Namun, mengenai kehadiran oknum eksibisionis, ia menyampaikan bahwa dirinya belum mengetahui kasus tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baru ini juga saya dapat kabar dan mendengar. Dulu, sekitar tahun 2007-2008 memang pernah, kita sudah antisipasi. (Dia) laki-laki dengan menggunakan sepeda, dan larinya ke rusunawa,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hasan menyebutkan untuk kasus seperti ini biasanya ia terima dari laporan-laporan para mahasiswi yang melewati lingkungan kampus. Kemudian, keamanan kampus akan langsung menindaklanjuti dengan memantau langsung daerah yang menjadi sasaran oknum semacam ini. &ldquo;Biasanya, lokasi yang dilewati adalah jalur yang sempit dan sepi (di lingkungan kampus).&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kurangnya personel serta ramainya mahasiswa dan pengguna jalan juga menjadi kesulitan tersendiri bagi keamanan kampus untuk memantau tiap sudut lingkungan kampus sehari-harinya. &ldquo;Namanya juga ribuan orang, belum mahasiswa, belum juga pengguna jalan. Itulah yang membuat kita susah untuk mengatur sedemikian rupa jumlah keamanan dengan jumlah mahasiswa dan pengguna jalan yang tidak seimbang,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(len/mer/vny/hlm/els)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jerat Sanksi Skorsing Sertifikat TOEFL Palsu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jerat-sanksi-skorsing-sertifikat-toefl-palsu/baca </link>
<guid> jerat-sanksi-skorsing-sertifikat-toefl-palsu </guid>
<pubDate> Thu, 31 Oct 2019 12:43:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konfirmasi selanjutnya mengenai kasus sertifikat TOEFL palsu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jerat-sanksi-skorsing-sertifikat-toefl-palsu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IEUPdvarnJ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jerat Sanksi Skorsing Sertifikat TOEFL Palsu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Guna menelusuri perkembangan kasus sertifikat TOEFL yang dinyatakan palsu oleh pihak UPT. Balai Bahasa, <em>Sketsa</em> berupaya mengonfirmasi pihak terkait lainnya, yakni dari pihak Wakil Rektor bidang Akademik dan dekan Fakultas Komputer dan Teknik Informatika (FKTI).</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>(Baca:&nbsp;</span></span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-sertifikat-toefl-palsu-mahasiswa-terancam-terkena-sanksi/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-sertifikat-toefl-palsu-mahasiswa-terancam-terkena-sanksi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temukan-sertifikat-toefl-palsu-mahasiswa-terancam-terkena-sanksi/baca</a>)&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mustofa Agung Sardjono Wakil Rektor Bidang Akademik yang juga menerima surat dari UPT. Balai Bahasa mengatakan bahwa kasus ini sudah ditindaklanjuti oleh dekan fakultas. Sehingga pihaknya memilih tak meneruskan laporan tersebut.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Menurut surat dekan, pihaknya sudah mengambil tindakan, diselesaikan di tingkat fakultas. Jadi tidak dibawa ke ranah komisi etika untuk memberi sanksi atau mendiskusikan kasus ini,&quot; ujarnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Agung juga menyebut tidak ingin menanggapi isu ini seperti beberapa tahun silam. Di mana pihak kepolisian turut disertakan demi meluruskan masalah ini. Sementara itu, Fahrul Agus selaku Wakil Dekan I FKTI mengatakan jika permasalahan ini sudah terselesaikan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Masalah ini sudah selesai, sanksi untuk mahasiswanya juga sudah keluar,&quot; tuturnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Fahrul menjelaskan kalau proses penyelesaian hal ini terbilang cukup cepat, walau ia tidak terlalu mengingat tanggal berapa tepatnya surat sanksi keluar. Tapi ia memastikan bahwa proses itu tidak lebih dari sebulan setelah pemberitahuan dari UPT. Balai Bahasa.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Untuk sanksinya, skorsing selama 1 semester perkuliahan,&quot; ungkap Fahrul.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dua mahasiswanya, RP dan OC dilarang untuk sementara waktu mengikuti kegiatan perkuliahan sampai semester ini berakhir, sehingga harus menunggu hingga awal semester depan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Sketsa</em> juga berupaya mengonfirmasi RP dan OC. Namun, keduanya kompak menolak memberikan konfirmasi dan enggan ditemui.&nbsp;</span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>y</span></span><span><span>cp/mer/snh/adl/wil</span></span></em></strong><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ancang-ancang Unmul Menjadi Kampus Ibu Kota </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancang-ancang-unmul-menjadi-kampus-ibu-kota/baca </link>
<guid> ancang-ancang-unmul-menjadi-kampus-ibu-kota </guid>
<pubDate> Fri, 01 Nov 2019 01:43:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wacana pemindahan beberapa kampus Unmul ke Taman Hutan Raya Bukit Soeharto. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancang-ancang-unmul-menjadi-kampus-ibu-kota/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8xK5mhOKR5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ancang-ancang Unmul Menjadi Kampus Ibu Kota</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur (Kaltim) memberi dampak luar biasa, termasuk bagi instansi pendidikan. Unmul pun tak terkecuali menyambut euforia ini. Beberapa waktu lalu, dilansir dari laman&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>kaltimkece.id</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">, disebutkan Unmul berencana membangun kampus baru di daerah Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Samboja, Kutai Kertanegara (Kukar). Lokasi ini berdekatan dengan lokasi rencana ibu kota negara (IKN) di wilayah Kukar dan Penajam Paser Utara.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tahura Bukit Soeharto berstatus hutan konservasi, dikelilingi dan berdekatan dengan &nbsp;Balikpapan, Penajam Paser Utara, hingga Samarinda. Area yang diusulkan Masjaya, Rektor Unmul, untuk dibangun kampus baru berada di blok Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul. Luasnya 20.271 hektare di Kecamatan Samboja, Kukar, mengacu SK Menteri Kehutanan No 160/Menhut-II/2004, tanggal 4 Juni 2004, perihal penunjukan Hutan Penelitian dan Pendidikan Bukit Soeharto Universitas Mulawarman. Dari jumlah itu, ada 10 persen kawasan diusulkan untuk fasilitas pendidikan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rektor dua periode ini menyadari bahwa area yang diusulkannya adalah area konservasi, sehingga ia berkonsultasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, beberapa waktu sebelumnya guna membahas areal blok konservasi yang akan dikelola menjadi fasilitas pendidikan. Dari pembicaraan awal, disadari ada indikasi lampu hijau selama untuk kepentingan publik. &quot;Saya minta 1.000 hektare di Tahura Bukit Soeharto, 20 kilometer dari IKN. Ternyata bukan hanya 1.000 hektare, dikasih 2.500 hektare,&quot; ungkap Masjaya. &quot;SK mungkin masih berproses,&quot; sambungnya, Kamis, 24 Oktober 2019, di sebuah acara di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda yang dikutip dari&nbsp;</span></span><span><span><em>kaltimkece.id.&nbsp;</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rencananya, Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, hingga Fakultas Ilmu Budaya direncanakan akan dibangun di lokasi baru sambil menunggu kepastiannya dari hasil kajian. Masjaya bertekad mewujudkan fasilitas baru di Tahura ini sebagai kampus utama Unmul sebagai bentuk menopang kehadiran IKN di Kaltim. Sementara kampus lama di Samarinda tetap di pertahankan. &quot;Supaya Unmul jadi kayak Universitas Indonesia di ibu kota negara,&quot; tegasnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ditemui Selasa (22/10) lalu, Wakil Rektor Bidang Perencanan Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf membenarkan, bahwa wacana pembangunan Kampus Unmul di Tahura telah mendapat persetujuan Menteri Kehutanan dan sedang dalam tahap proses alih fungsi lahan. Kaltim sendiri memliliki Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) seluas 22.000 Hektare di Bukit Soeharto, dan Unmul memiliki hak sebesar 10% untuk membangun kampus.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kawasan ini sangat bagus, dekat pantai juga. Ya berdoalah mudah-mudahan akan terealisasi. Yang jelas, lampu hijau dari pemerintah pusat kan sudah ada&rdquo;, ujarnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Salah satu fakultas yang diwacanakan pindah ke Tahura adalah Fakultas Pertanian (Faperta). Berkaitan dengan ini, salah satu awak&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>&nbsp;mencoba meminta tanggapan Hanif Sufyan, selaku Gubernur BEM Faperta. Dikatakan Hanif, ia menyetujui selama itu masih dalam bentuk rancangan. Namun, tidak jika sudah dalam tahap pembangunan. Terlebih saat ini gedung Unmul masih banyak yang belum selesai dan memakai dana hibah.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Meski begitu, ia mengapresiasi usaha Masjaya dalam upaya pemindahan kampus ke Tahura. Hanif menilai ini sebagai bentuk keseriusan Unmul dalam menyambut pemindahan ibu kota baru.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kalau bukan Unmul yang mewacanakan, bisa jadi kampus luar yang akan mewacanakan. Sempat ada beritanya UI bakal masuk ke wilayah IKN (Ibu Kota Negara), sehingga ini respons dari Pak Masjaya untuk menghindari Unmul kedua,&rdquo; tutur Hanif.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurut Hanif, kalau pun harus dipindahkan, jangan sampai menganak tirikan kampus di Samarinda. Untuk Faperta sendiri, kemungkinan pemindahan hanya berlaku untuk kelas saja, sedangkan laboratorium tetap berada di Samarinda. Pasalnya, ia melihat bahwa laboratorium di Faperta belum digunakan maksimal.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bicara soal mobilisasi, mengingat jarak yang cukup jauh untuk pemindahan Unmul ke Tahura, bagi Hanif hal ini tidak menjadi masalah. Pasalnya setelah mengikuti penyuluhan dari Menteri Perhubungan, ia diperlihatkan bagaimana teknologi yang maju akan diterapkan di sana.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kalau pindah ke sana jangan lambatlah untuk pemenuhan fasilitas Faperta. &nbsp;Mahasiswa juga harus siap dengan adanya IKN, karena masih banyak saya temui mahasiswa belum siap,&rdquo;, tutupnya.&nbsp;</span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>ann/wil/fir/adl</span></span></em></strong><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bentuk Talenta Ideal di Era Digital dengan Complicated 2019 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/bentuk-talenta-ideal-di-era-digital-dengan-complicated-2019/baca </link>
<guid> bentuk-talenta-ideal-di-era-digital-dengan-complicated-2019 </guid>
<pubDate> Fri, 01 Nov 2019 13:00:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cimplicated 2019, agenda GenBI yang menghadirkan Shafira selaku pembicara talkshow. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/bentuk-talenta-ideal-di-era-digital-dengan-complicated-2019/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M8GQUy9ajg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bentuk Talenta Ideal di Era Digital dengan Complicated 2019</h1>
			              </header>
			              <p><strong>SKETSA &ndash;</strong> Selasa (29/10) lalu, Generasi Baru Indonesia (GenBI) komisariat Universitas Mulawarman menggelar <em>talkshow</em> bertajuk Complicated 2019 di salah satu pusat perbelanjaan Samarinda. Complicated 2019 ini bertemakan Talenta Milenial Era Digital, yang berfokus mengembangkan sisi komunikasi, terutama <em>public speaking</em>.</p><p>Rio selaku Ketua Panitia Complicated 2019 menjelaskan acara ini hadir agar mereka yang punya <em>passion</em> dalam dunia komunikasi bisa lebih sadar bahwa itu bisa menjadi batu pijakan untuk meniti karir di masa depan. Terutama Indonesia yang sudah memasuki revolusi industri dan bisa memanfaatkan teknologi digital sebaik dan semaksimal mungkin. Ia juga membeberkan alasan di balik tema acara.&nbsp;</p><p>&ldquo;Kami sebenarnya tanpa mendiskreditkan <em>passion</em> teman-teman yang sudah ada. Tapi kami merasa ada orang yang tertarik di bidang komunikasi tapi kurang diberikan motivasi supaya lebih <em>aware</em> kalau misalnya karir di bidang itu (komunikasi), nyata dan beda hasilnya&rdquo;, ujar Rio.</p><p><span>Complicated sendiri merupakan akronim dari<span>&nbsp;</span></span><em>Communication for Applicative and be Talented.<span>&nbsp;</span></em><span>Acara ini merupakan bagian dari program kerja salah satu divisi di GenBI, yakni divisi komunikasi.&nbsp;</span></p><p>Acara dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Usai sambutan, Complicated 2019 memulai <em>talkshow</em>&nbsp; yang menghadirkan Shafira, seorang radio <em>announcer</em> dan tv <em>personality</em> di Jakarta. <em>Talkshow</em> ini dipandu Anggrelia Anugerah, selaku moderator yang merupakan presenter di TVRI Kaltim.&nbsp;</p><p>Di acara inti ini, Shafira membagikan pengalaman dan ilmunya dalam menjalani karirnya. Ia juga membagikan cerita hidupnya sebagai rantauan di &nbsp;Jakarta. Tak lupa, perempuan dengan senyum manis ini memberikan motivasi kepada hadirin, karena Kalimantan Timur akan menjadi ibu kota negara.</p><p>Shafira juga membuka kesempatan untuk bertanya. &nbsp;Ternyata ada banyak hadirin siang itu antusias bertanya. Namun saat itu hanya dibatasi 3 orang yang beruntung yang dapat menyampaikan pertanyaannya.&nbsp;</p><p><em>Talkshow</em> berakhir, Shafira mengucapkan terima kasih kepada yang hadir dan mendukung keberlangsungan acara Complicated 2019. &quot;Menarik ya acara ini. Menurutku memang harus sering dibuat sama komunitas-komunitas mahasiswa. Bukan cuma di sini doang harusnya, tapi di semua kota&rdquo;, ujar Shafira.&nbsp;</p><p>Ia juga mengharapka agar acara ini dapat menjadi acara rutin dan terjadwal. Selepas <em>talkshow</em> , masuk ke rangkaian pembacaan &nbsp;pengumuman pemenang lomba yang sudah digelar sebelum talkshow. Lomba tersebut diikuti oleh 110 peserta, di antaranya lomba poster, esai, vlog, dan <em>news casting</em>. Meski kebanyakan pemenang lomba adalah mahasiswa, namun ada juga pelajar yang berhasil memenangkan lomba vlog dan meraih juara 3.</p><p style="text-align: justify;">Acara kemudian ditutup dengan penampilan <em>dance cover</em> dan juga penampilan dari para panitia Complicated 2019 sebagai bentuk suksesnya acara. <strong><em>(bpi/anm/eqi/ann/adl)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecintaan Jefri dengan Tarung Drajat,  Berbuah Emas di Pomnas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/kecintaan-jefri-dengan-tarung-drajat-berbuah-emas-di-pomnas/baca </link>
<guid> kecintaan-jefri-dengan-tarung-drajat-berbuah-emas-di-pomnas </guid>
<pubDate> Sat, 02 Nov 2019 11:11:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jefri usai pemberian hadiah di Pomnas 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/kecintaan-jefri-dengan-tarung-drajat-berbuah-emas-di-pomnas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/B6wlFpI8wW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kecintaan Jefri dengan Tarung Drajat,  Berbuah Emas di Pomnas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong>Unmul seakan terus berpacu untuk melahirkan bibit-bibit unggul berprestasi. Mulai dari bidang akademik maupun non akademik, yang tentunya hal ini menjadi kebanggaan tersendiri dalam memberikan kontribusi &nbsp;untuk mengharumkan nama kampus. Kali ini, <em>Sketsa</em> berkesempatan menemui satu di antara sekian banyak &lsquo;permata&rsquo; Unmul, salah satunya &nbsp;dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).</p><p style="text-align: justify;">Jefri Andrianus, salah satu mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP ini berhasil menorehkan prestasinya di kompetisi bergengsi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2019 lalu di cabang olahraga tarung drajat. Rupanya, prestasi tersebut salah satu hasil dari ketelatenan pria yang akrab disapa Jefri ini menekuni dunia olahraga tarung drajat sejak bangku sekolah dasar.</p><p style="text-align: justify;">Jefri mengaku tidak serta merta belajar seni bela diri. Ia berujar, keinginannya untuk mendalami cabang olahraga ini berkat campur tangan sang ayah yang juga merupakan seorang atlet tarung drajat dan sukses meraih prestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bapak sempat menjuarai turnamen Pekan Olahraga Nasional (PON) di 2008,&rdquo; ceritanya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa angkatan 2018 ini juga menambahkan, seorang atlet sepertinya yang masih berstatus mahasiswa harus memiliki jadwal yang rapi untuk mengatur kegiatan sehari-hari. Termasuk membagi waktu antara perkuliahan dengan latihan. Terlebih lagi, Jefri tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen besar di November ini. Sempat beberapa kali menemukan kesulitan, Jefri mengaku dapat mengatasi itu.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Membagi waktu sebenarnya susah susah gampang. Semuanya kembali ke pribadi masing-masing,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain termotivasi dari sang ayah, ada alasan lain yang membuat Jefri jatuh cinta dengan tarung drajat. Ia menilai cabang olahraga ini memiliki keunikan. &ldquo;Ini satu-satunya seni bela diri yang tidak memakai tenaga dalam. Murni menggunakan fisik dalam tekniknya,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Berlaga hingga meraih prestasi tentunya tak lepas dari doa dan dukungan keluarga. Bukan hanya itu, kampus yang namanya juga tengah diperjuangkan turut serta memberikan dukungan, salah satunya dengan memberikan kemudahan dalam memperoleh perizinan. Hal sederhana ini disyukuri Jefri.</p><p style="text-align: justify;">Larut dan berkembang menjadi seorang atlet tarung drajat, Jefri menilai eksistensi tarung drajat sejauh ini masih belum maksimal layaknya cabang olahraga lainnya. Ia juga menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah dalam menyejahterakan kehidupan atlet-atlet muda berprestasi. &ldquo;Saya lihat apresiasi dan bentuk penghargaan dari pemerintah masih agak minim ya. Padahal kalau dipikir-pikir, kita sebagai atlet selalu membawa nama daerah dalam setiap kejuaraan,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Jefri mewakili suara atletnya, yang kerap dituntut untuk selalu bisa meraih medali emas di tiap kejuaraan yang diikuti. Ketika prestasi tersebut berhasil diberikan, apresiasi yang diberikan justru terkesan ala kadarnya. Hal ini juga masih menjadi kendala bagi Jefri dan atlet-atlet lain di luar sana. Kendati demikian, hal ini tak lantas menyurutkan tekad Jefri untuk tetap menjalani apa yang ia cintai dengan sepenuh hati.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena lewat tarung drajat saya banyak belajar. Karena setiap napas pertarungan adalah napas persaudaraan,&rdquo; tutupnya. <strong><i>(ira/sut/adl)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aku Bersama Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/aku-bersama-waktu/baca </link>
<guid> aku-bersama-waktu </guid>
<pubDate> Sat, 02 Nov 2019 11:57:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Waktu tidak akan terulang, manfaatkanlah sebaik-baiknya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/aku-bersama-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K8GDI86qRC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aku Bersama Waktu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Mataku terbuka, terkejut dan terbangun dari tidur lelapku. Napasku berat. Keringat bercucuran di pelipisku, seakan diriku sehabis mengitari beribu mil lapangan. Diriku masih terduduk di kasur sambil memegang dada. Buruk. Begitu buruk mimpi itu hingga ingin cepat kulupakan kisahnya. Mimpi hanya bisa diingat jelas dalam 3 detik saat kita terbangun. Namun, 3 detik itu mampu membawaku berkelana dalam mimpi buruk yang begitu panjang. Kututup sebentar mataku dan mulailah mimpi itu terulang di kepalaku.</p><p style="text-align: justify;">Aku merasakan cahaya yang begitu menyilaukan. Kulihat ke samping, sang sinar matahari yang menerobos masuk melalui celah gorden jendela kamarku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah, hari sudah siang lagi. Jam berapa ini?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kutengok ke kiri dan terlihat jam dinding memperlihatkan angka 12. Lagi-lagi hari ini aku terbangun ketika hari sudah siang. Kubuka pintu kamarku dan ke dapur, memakan apa pun yang tersedia di meja makan. Kulanjutkan dengan berbaring di sofa depan TV sambil nyemil dan memindah-mindah channel hingga menemukan acara yang bisa membuatku terbahak melupakan waktu. Hingga waktu pun berjalan melewatiku, yang tak melakukan apapun.</p><p style="text-align: justify;">Handphone-ku berdering, memperlihatkan pesan temanku yang mengajakku jalan. Aku pun langsung bangkit dari sofa dan segera bersiap-siap. Terdengar klakson mobil dari luar rumah. segera aku bergegas keluar rumah dan pergi bersama teman-temanku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada lapar enggak? <em>Nongki</em> dulu yuk di kafe biasa, baru lanjut nge-vape <em>kuy</em>!&rdquo; Ajakan temanku disetujui seluruh penghuni mobil.</p><p style="text-align: justify;">Sampailah kami di kafe dan duduk di ruangan <em>outdoor</em>. Segera, temanku mengisap rokoknya sembari menunggu makanan. Sambil makan, kami bercengkrama dan tertawa bersama, mengeluarkan kata-kata binatang yang menjadi andalan ketika heboh dengan cerita kami.</p><p style="text-align: justify;">Seusai makan, dilanjutkan dengan ritual kami yakni nge-vape. Tipikal anak sekarang yang tak mau ketinggalan jaman. Kami pun berlomba-lomba mengepulkan asap dari vape kami dengan bangga. Seolah kami berhasil menciptakan suatu karya seni.</p><p>Hari semakin larut malam kian gelap, jam menunjukan pukul 12 malam.</p><p>&ldquo;Hei, lanjut clubing yuk!&rdquo; ujar temanku.</p><p>&ldquo;Ah bosen sama club yang di sini, gimana kalo kita nge-clubing di kota sebelah? Katanya ada dj baru. Di sana lagi rame&rdquo;, ujar temanku yang lain.</p><p>Perjalanan malam kami pun berlanjut. Sampai di sana kami langsung masuk dan memesan segala minuman yang bisa menghilangkan akal pikiran kami. Aku meneguk habis minuman berwarna kuning dan jalan sempoyongan menuju lantai dansa untuk berjoget ria bersama semua orang di sana. Musik &nbsp;semakin kencang, semakin kencang pula ku berjoget di sana tanpa peduli siapa dan apa yang dilakukan orang disekitarku.</p><p>Hal-hal ini begitu menyenangkan di masa muda. Masa di mana kita bebas melakukan apapun pilihan kita. Pilihan apakah yang kita lakukan saat ini hanya untuk kesenangan sekarang dan masa depan. Pesta berakhir aku pun pulang bersama rombongan dengan keadaaan setengah sadar. Ku duduk di kursi belakang dan membuka jendela kaca mobil, ku keluarkan tanganku merasakan dingin angin subuh menyapa tangan ku. Dalam hati aku berkata, <em>&ldquo;sampai kapankah aku merasakan semua kenikmatan ini</em><em>?</em><em>&rdquo;</em> hingga mataku perlahan-lahan tertutup dan aku pun tertidur.</p><p>Saat ku kembali membuka mata. Mata ku melihat jam, dalam hati ku berkata, <em>&ldquo;ah jam 12 lagi. Tapi jam 12 apa kah ini ? Malam atau Siang?&rdquo;</em>. Ku tengok arah kiriku dan terlihat tiang infus. Aku menoleh ke kanan terlihat mesin &nbsp;pengukur detak jantung. Ku rasakan ruangan tiba tiba terasa dingin. Dingin yang begitu menusuk hingga mengalir pula keringat dingin di pelipisku. Aku ingin berteriak tetapi tak bisa, aku lemah. Aku ingin bangun dari sini tapi aku tak bisa, aku lemah. Aku menoleh, ku lihat seseorang dengan jas putih di sana berbicara dengan seseorang.</p><p>&ldquo;Hasil diagnosa menunjukan pasien positif <em>cardiomyopathy</em> yakni pelemahan jantung karena pasien mengonsumsi alkohol berlebihan. Selain itu paru-parunya juga sudah rusak di karenakan kebiasaan pasien merokok. Lambung dan ginjalnya pun mengalami kerusakan. Saat ini pasien hidup karena dibantu oleh alat. Kemungkinan pasien untuk sembuh sangat minim. Kami tak bisa berbuat banyak,&quot; ujarnya.</p><p>Aku sungguh kaget mendengarnya. Aku tak percaya. Benarkah aku yang sedang di bicarakan? &nbsp;aku yang kemarin baik-baik saja menjadi seperti ini? Tunggu! Aku belum melakukan apapun! Aku belum menggapai mimpiku, aku belum melakukan hal lain yang ku inginkan! Mengapa waktu begitu cepat berlalu? Ataukah aku yang selama ini mengabaikan waktu? Aku, aku menyesal. Kembalikan aku ke masa lalu aku ingin memperbaiki semuanya. Tolong! Aku ingin kembali, kembalikan waktuku! Aku tak mau berakhir seperti ini. Aku tak mau mengabaikan waktu ku lagi. Aku menyesal! Perlahan-lahan kakiku mulai mendingin, tenggorokanku tercekat. Nafasku mulai terputus-putus. Mataku perlahan-lahan mulai terpejam dan semua menjadi gelap.</p><p>Segera ku buka mataku. Nafasku masih tercekat, ku lihat sekelilingku dan menemukan diriku masih di kamar dengan jam menunjukan pukul 12. Aku mulai bernafas lega menyadari semua hanya reka ulang mimpi burukku. Kisah mimpi buruk yang bisa menjadi kenyataan jika aku mengabaikannya. Ku pandangi kembali jam di kamarku. Detik demi detik mengantarkan menuju masa depan dan masa lalu pun semakin terlewatkan. Kini, detik ini aku menetapkan tidak akan ku biarkan waktu melewatiku begitu saja. Tidak akan ku biarkan waktu berlalu tanpa mengubah diriku menjadi lebih baik. Aku bangkit dari kasur &nbsp;dengan tekad yang bulat ku awali prinsip baruku dengan menghadap kepada Allah SWT. Aku menunaikan kewajibanku seraya berdoa memohon restu kepadanya agar diriku senantiasa tidak melewatkan waktu begitu saja dan menjadi orang sia-sia. Kehidupanku bersama waktu yang menjadikan aku yang lebih baik pun dimulai.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Shafira Panduwinata, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas &nbsp;Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2016.&nbsp;</em></strong></p><p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perempuan Tanah Jahanam:  Cekik Kemiskinan Dan Teror Tanah Kelahiran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/perempuan-tanah-jahanam-cekik-kemiskinan-dan-teror-tanah-kelahiran/baca </link>
<guid> perempuan-tanah-jahanam-cekik-kemiskinan-dan-teror-tanah-kelahiran </guid>
<pubDate> Sun, 03 Nov 2019 09:18:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tara basro, sebagai pemeran utama dalam film Perempuan Tanah Jahanam. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/perempuan-tanah-jahanam-cekik-kemiskinan-dan-teror-tanah-kelahiran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/omhlL4rJqF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perempuan Tanah Jahanam:  Cekik Kemiskinan Dan Teror Tanah Kelahiran</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Sutradara</strong>: Joko Anwar</p><p><strong>Produser</strong>: Shanty Harmayn, Tia Hasibuan, Aoura Lovenson Chandra, dan Ben Soebiakto</p><p><strong>Pemeran</strong>: Tara Basro, Marissa Anita, Asmara Abigail, Christine Hakim, dan Ario Bayu</p><p><strong>Produksi</strong>: Rapi Films</p><p><strong>Rilis</strong>: 17 Oktober 2019</p><p><strong>Durasi</strong>: 109 menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah sukses dengan <em>Pengabdi Setan</em> (2017), Joko Anwar kembali membawa teror yang berbeda dalam Perempuan Tanah Jahanam. Tak hanya itu, Tara Basro juga hadir kembali sebagai tokoh utama dalam proyek kali ini. Dengan tagar promosi <em>#KerasaNggak</em>, Joko membawa penonton kepada kisah Maya (Tara Basro) yang hidup kesulitan bersama sahabatnya Dini (Marissa Anita).</p><p style="text-align: justify;"><em>Scene</em> dibuka dengan kesibukan Maya dan Dini sebagai penjaga <em>exit</em> tol yang saling berkomunikasi lewat telepon genggam. Maya mengaku bahwa berkali-kali dirinya mendapat perlakuan yang aneh dari seorang penumpang yang melewati tol tempatnya menjaga. Meskipun Dini menyuruh untuk mengabaikannya, malam itu sang penumpang kembali datang dan berusaha menyerang Maya. Penumpang tersebut terus-terusan bertanya apakah Maya adalah seseorang yang berasal dari Desa Harjosari dan bertanya apakah Maya bernama Rahayu sebelumnya. Ia pun semakin beringas dengan mengejar Maya dengan golok dan memintanya untuk mati sebab dirinya membawa kutukan. Nahas, penumpang tersebut mati ditembak polisi saat akan membunuh Maya.</p><p style="text-align: justify;">Beralih kepada tiga bulan setelah kejadian tersebut, Maya dan Dini telah berhenti menjadi petugas tol dan banting tulang dengan usaha pakaian mereka. Ketika sedang merokok sambil mengobrol di toilet, Maya memperlihatkan sebuah foto keluarga kepada Dini. Maya menduga bahwa mereka adalah keluarganya. Pada foto tersebut pula, terlihat rumah mewah dan besar yang berada di belakangnya.</p><p style="text-align: justify;">Meratapi kekurangan finansial mereka, Maya dan Dini memutuskan untuk pergi ke tempat orang tua Maya, yakni Desa Harjosari. Tujuan utama mereka hanyalah satu―yakni mencari tahu kepemilikan rumah besar tersebut, dan mengalihkannya sebagai warisan Maya; sebagai modal mereka untuk bertahan hidup dan mengumpulkan biaya untuk mencari usaha lain yang lebih menjanjikan.</p><p style="text-align: justify;">Selama lebih dari enam jam perjalanan, Maya terus terpikir akan rencana kepergiannya ini. Ia bimbang, apakah ia akan mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan dalam hidupnya mengenai keluarga yang tak pernah ia ketahui. Dalam perjalanannya, ia kemudian mulai mengalami kejadian aneh, hingga dirinya merasa semakin gelisah.</p><p style="text-align: justify;">Sesampainya di terminal, ia dan Dini akhirnya mendapatkan tumpangan delman untuk pergi ke Desa Harjosari, meskipun kesal karena tarif yang dipatok sang kusir amat mahal. Sepanjang perjalanan, Maya mencoba mengorek informasi dari kusir tersebut mengenai desa ini. Namun dirinya tetap tak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Dalam perjalanan, mereka melihat rumah besar yang terdapat di foto, tetapi dalam keadaan yang sangat tak terurus. Adanya pekuburan yang penuh dengan kuburan anak kecil pun membuat perasaan Maya dan Dini tidak tenang.</p><p style="text-align: justify;">Ketika mereka sampai ke kediaman kepala desa (Ki Saptadi, yang diperankan Ario Bayu) sedang tidak berada di rumah. Sang Ibu, Nyi Misni (Christine Hakim) tidak menyambut Maya dan Dini dengan bersahabat, dan menyuruh mereka untuk datang keesokan harinya. Beranjak dari rumah Ki Saptadi, mereka pergi kembali ke rumah besar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dan dimulailah teror tanpa henti yang membuka lembar demi lembar misteri yang menyelimuti desa tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Plot Klasik &nbsp;Dengan Sinematografi Apik</strong></p><p style="text-align: justify;">Apapun yang berhubungan dengan keturunan, perdesaan, dan ilmu hitam, sudah pasti akan menimbulkan kesan klasik dalam sebuah drama. Nampaknya Joko Anwar ingin membuat film yang dekat dengan kejadian sehari-hari yang muncul di lingkar kehidupan kita; seperti masalah finansial, keinginan akan warisan, serta konflik antar individu dalam masyarakat. Tetapi, Perempuan Tanah Jahanam patut diapresiasi sebab plot klasik tersebut berhasil disulap Joko menjadi sebuah sinematografi apik dengan alur yang tidak cepat basi. Peran aktris senior Christine Hakim juga patut diapresiasi karena totalitasnya sebagai Nyi Misni yang sangat ikonik.</p><p style="text-align: justify;">Sepanjang film yang berdurasi lebih dari satu jam ini, kita akan disuguhkan dengan berbagai adegan yang tidak biasa, yang membuat kita berusaha menebak-nebak apa yang akan terjadi pada adegan berikutnya. Aura mistis serta kelam sangat didukung dengan tata letak dan pencahayaan yang minim dan <em>background music</em> yang terkesan &ldquo;mengganggu&rdquo; dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Tentunya, film ini masih memiliki beberapa kekurangan, seperti pencahayaan yang terlalu minim pada adegan malam hari, penokohan yang kurang sesuai dengan alur cerita, serta klimaks yang terlalu cepat berakhir.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan Tanah Jahanam direncanakan akan debut di Malaysia pada 31 Oktober mendatang. Film ini memiliki <em>R-rated</em> alias rating dewasa (17 +) sehingga tidak disarankan untuk menonton bersama anak di bawah umur. Tertarik untuk merasakan teror di tanah jahanam? <strong><i>(len</i></strong><strong><i>/ann</i></strong><strong><i>)</i></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nabastala </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/nabastala/baca </link>
<guid> nabastala </guid>
<pubDate> Sun, 03 Nov 2019 09:50:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi puisi karya Annisa Ulya Novriani yang berjudul Nabastala. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/nabastala/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1Slv02pSkI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nabastala</h1>
			              </header>
			              <p>Hadir dengan rona berbeda</p><p>Menyajikan rupa sesuai suasana</p><p>Sejuk temaram menjelang pagi</p><p>Menyuguhkan semangat di awal hari</p><p>Teduh biru di tengah teriknya bagaskara</p><p>Meredamkan amarah yang tengah membara</p><p>Hingga berkompromi dengan rona jingga saat sore di ufuk barat</p><p>Mengajakku berdiskusi dibawah senja perihal masalah berat</p><p>Lalu kau hadirkan malam dengan gelap</p><p>Mengalah untuk membiarkan aku menikmati bintang</p><p>Terkadang sesekali memanggil rembulan</p><p>Membiarkanku mengadu penat di penutup hari</p><p>Saban waktu kau bersembunyi dibalik awan kelabu</p><p>Membiarkan mendung</p><p>dan kemudian mengalah pada rintik hujan</p><p>Tak heran terkadang aku rindu kala gerimis mengguyur bumi</p><p>Karena &nbsp;aku sedang mencarimu</p><p>Dan seakan bermain petak umpet</p><p>Kau kembali dengan membawa pelangi yang membusur</p><p>Hanya untuk membuatku terhibur</p><p>Kau Langitku,</p><p>Nabastalaku.&nbsp;</p><p><strong><i>Ditulis oleh Annisa Ulya Novriani, Mahasiswa Program &nbsp;Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2016</i></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Warung Prancis di Unmul, Bukan Sembarang Warung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/warung-prancis-di-unmul-bukan-sembarang-warung/baca </link>
<guid> warung-prancis-di-unmul-bukan-sembarang-warung </guid>
<pubDate> Mon, 04 Nov 2019 05:40:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerjasama Kedutaan Prancis dengan Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/warung-prancis-di-unmul-bukan-sembarang-warung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iEMrAyaAVb.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Warung Prancis di Unmul, Bukan Sembarang Warung</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata warung? Apakah nasi goreng? Es teh? Atau sembako? Kini, Unmul juga punya warung lho. Bertajuk French Corner atau lebih akrab disebut dengan Warung Prancis, warung ini akan bisa kamu nikmati padal 7 November mendatang di perpustakan Unmul lantai dua. Disebut demikian sebab warung adalah bahasa yang lebih menasional dan menarik perhatian orang-orang untuk berkunjung, walau pada kenyataannya warung ini tidak menjual makanan, namun sesuatu yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Widi Sunaryo, Kepala Unit Pelaksana Teknis Layanan Internasional (UPT LI) mengungkapkan bahwa Warung Prancis ini adalah hasil kerjasama Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dengan Unmul melalui Institute Francais d&rsquo;Indonesie (IFI).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Warung Prancis tersebar di kota-kota lain seperti Semarang dan Surabaya, namun hanya ada di universitas-universitas tertentu saja. Di Kalimantan ini, baru Unmul saja yang punya Warung Prancis,&rdquo; ungkap Widi.</p><p style="text-align: justify;">Warung Prancis ini menyediakan berbagai aneka informasi dan sosialisasi pendidikan dan &nbsp;kebudayaan yang ada di Prancis ke Indonesia, seperti studi, kebiasaan, hingga beasiswa. Selain itu, Warung Prancis juga merupakan pusat penelitian yang langsung berada di bawah &nbsp;pendidikan dan kebudayaan, dan akan menjadi program berkelanjutan di Unmul. Di sini, juga dilengkapi dengan ruangan khusus serta <em>brand ambassador</em> yang terdiri dari25 orang hasil <em>open recruitment</em> UPT LI yang juga merupakan mahasiswa Unmul. Dua orang paling potensial akan mendapatkan kesempatan beasiswa untuk belajar di Perancis. Brand ambassador sendiri berfungsi untuk &nbsp;melayani setiap orang yang datang untuk berkonsultasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nantinya kalau mahasiswa tersebut berhasil lolos, maka bisa turut membantu mengabdi untuk pengembangan Unmul kedepan, semisalkan nanti akan dibuka program studi Sastra Prancis kan, bisa turut berperan sebagai tenaga pengajar,&rdquo; ujar Widi.</p><p style="text-align: justify;">Pada saat peluncuran dan pembukaan nanti akan disertai dengan pengadaan kuliah umum dan mendatangkan narasumber seorang &nbsp;profesor dari Prancis, yang dapat dihadiri oleh seluruh mahasiswa dan masyarakat umum.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Siapa saja boleh datang,&rdquo; kata lulusan S3 George August-Universitat Gottingen ini.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mahasiswa yang sehari-hari lebih akrab dengan bahasa Internasional yakni bahasa Inggris, bahasa Prancis tentu merupakan hal yang masih baru. Namun, Widi optimis bahwa &nbsp;animo mengenai kebudayaan Prancis dapat ditumbuhkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sasaran tujuan dari dibukanya Warung Prancis ini adalah seluruh instrumen yang ada di universitas. Prancis itu mempunyai budaya yang luar biasa, baik dari segi seni hingga bahasa. Orang mereka itu sangat menjaga karakter. Yang mana patut kita contoh sebagai orang Indonesia,&rdquo; pungkasnya. <strong><i>(mer/ajy/nis/ann)</i></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><i>&nbsp;</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bersih Indonesia 2019, GenBI Kaltim Ajak Masyarakar Peduli Kebersihan Sungai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/bersih-indonesia-2019-genbi-kaltim-ajak-masyarakar-peduli-kebersihan-sungai/baca </link>
<guid> bersih-indonesia-2019-genbi-kaltim-ajak-masyarakar-peduli-kebersihan-sungai </guid>
<pubDate> Mon, 04 Nov 2019 10:38:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bersih Indonesia 2019, persembahan GenBI untuk lingkungan yang lebih baik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/bersih-indonesia-2019-genbi-kaltim-ajak-masyarakar-peduli-kebersihan-sungai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XLfcw49BxO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bersih Indonesia 2019, GenBI Kaltim Ajak Masyarakar Peduli Kebersihan Sungai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kaltim sukses menyelenggarakan Bersih Indonesia pada Sabtu (2/11) dengan menggandeng Komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM). Rangkaian kegiatan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, perwakilan komunitas yang ada di Samarinda, hingga warga sekitar.</span></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan berlangsung di Pangkalan Pungut GMSS SKM dan dimulai sejak pukul 6 pagi hingga 11 siang. Para peserta melakukan pemungutan sampah di sepanjang Jalan Tarmidi hingga Jalan Muso Salim secara berkelompok dan mengumpulkannya pada satu plastik besar.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, terdapat pula <em>talkshow</em> dengan pembicara Putri Muslimah Lingkungan 2018, Musdalifah. Adapun materi yang disampaikan seputar gerakan 3R, yaitu <em>Reduce</em>, <em>Reuse</em>, dan <em>Recycle</em>. Bersih Indonesia 2019 dimeriahkan juga dengan berbagai lomba, di antaranya lomba pungut sampah dengan perahu, fotografi, dan <em>selfie</em>.</p><p style="text-align: justify;">Disediakan pula <em>stand</em> untuk cek kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Poltekkes Samarinda. Warga juga diajak untuk memungut sampah plastik di sekitaran sungai, kemudia sampah tersebut bisa ditukarkan dengan <em>goodie bag&nbsp;</em>berisi sembako dan botol air minum.</p><p style="text-align: justify;"><em>Tagline</em> yang diusung pada agenda Bersih Indonesia 2019 ini adalah &quot;Bungas Sungaiku, Bungas Indonesiaku&quot;. Karena memang fokus pelaksanaannya di Sungai Karang Mumus, dengan tema &quot;Kado Bungas Untuk Indonesia&quot;, Bungas sendiri merupakan kependekan dari Bergerak untuk Lingkungan Bebas Sampah.</p><p style="text-align: justify;">Dwi Putri Barokah selaku ketua panitia tak menyangka acara ini akan berlangsung meriah dan peserta mampu melebihi target yang ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Program ini sebenarnya tidak hanya dari GenBI Kaltim, tapi dari Bank Indonesia dan berlangsung setiap tahun. Kami ingin dengan acara ini, masyarakat untuk jangka panjangnya sadar akan sampah. Kita hari ini bukan menghabiskan sampah, tapi budaya atau kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan,&rdquo; tutur Dwi.</p><p style="text-align: justify;">Misman, Ketua Komunitas GMSS SKM berharap kegiatan ini mampu terus berlanjut agar kesadaran masyarakat sadar dengan kelestarian air.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sungai Karang Mumus bukan parit atau pembuangan akhir, sampah itu bukan penyebab banjir Samarinda, tapi kesadaran masyarakat. Harapan saya GenBI mampu membuat jadwal rutin kegiatan yang menjaga kualitas dan kuantitas air seperti ini,&rdquo; ucap Misman.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Misman, Rachmawati, masyarakat yang turut serta menyambut baik kegiatan bersih lingkungan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acara ini bagus, ini jadi refleksi juga buat kita dan masyarakat bahwa sampah itu akan selalu ada. Bagaimana cara memberantasnya dengan inovasi kita untuk menguranginya. Saya berharap GenBI ke depan mampu membuat kegiatan lain atau serupa seperti ini yang bersifat berkelanjutan,&rdquo; pungkas Rachmawati. <strong><em>(syl/hdt/aul/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memupuk Kesadaran dengan Memungut Sehelai Sampah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/memupuk-kesadaran-dengan-memungut-sehelai-sampah/baca </link>
<guid> memupuk-kesadaran-dengan-memungut-sehelai-sampah </guid>
<pubDate> Mon, 04 Nov 2019 10:47:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gerakan pungut sampah dalam Bersih Indonesia 2019 inisiasi GenBI Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/memupuk-kesadaran-dengan-memungut-sehelai-sampah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5yvheBRFLV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memupuk Kesadaran dengan Memungut Sehelai Sampah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Masalah lingkungan akhir-akhir ini sangat mencemaskan. Terutama sampah yang peningkatan penumpukannya semakin bertamabah setiap tahunan. Untuk menumbuhkan kesadaran itu maka GenBI Kaltim berkerja sama dengan GMSS SKM mengadakan kegiatan Bersih Indonesia 2019 dengan tajuk &ldquo;Kado Bungas untuk Indonesia&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan kesadaran terhadap masyarakat mengenai betapa pentingnya tidak membuang sampah sembarangan. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Panitia Bersih Indonesia 2019, Dwi Putri Barokah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya sesuai dengan acara Bersih Indonesia ini kan mengenai pemungutan sampah. Jadi kami membuat acara memungut sampah dengan mengadakan lomba-lomba agar masyarakat dapat dengan sendiri merasakan bau sampahnya, dan mereka tidak mau lagi membuang sampah sembarangan,&quot; jelas Dwi, Sabtu (2/11).</p><p style="text-align: justify;">Salah satu lomba yang diadakan panitia yakni lomba pungut sampah dengan perahu. Lomba ini diikuti sebanyak 10 tim yang masing-masing terdiri dari empat orang yang yang dilengkapi dengan satu perahu lengkap dengan dayung, pelampung, sarung tangan karet, masker, dan pelastik untuk mengumpulkan sampah. Peserta lomba ini berasal dari beberapa komunitas dan siswa sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Selain peserta lainnya juga dipersilakan memungut sampah di sepanjang tepian Sungai Karang Mumus. Ada empat belas titik pengumpulan sampah, yakni sekitaran Jembatan Arief Rahman Hakim, Jembatan Kehewanan, Jembatan Lambung Mangkurat, dan Jembatan dekat Hotel JB, serta beberapa titik lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Acara pemungutan sampah di darat ini tidak kalah seru dengan lomba pungut sampah dengan perahu. 300 orang pertama yang berhasil mengumpulkan satu kantong penuh sampah plastik bisa mendapatkan sembako gratis dari panitia.</p><p style="text-align: justify;">Panitia menyediakan sarung tangan, masker dan kantong plastik besar agar mempermudah peserta untuk melakukan kegiatan memungut sampah. Kegiatan memungut sampah ini bukanlah kali pertama yang dilaksanakan GenBI Kaltim. Sebelumnya mereka telah melaksanakan kegiatan serupa namun, lokasi pemungutan kali ini jadi yang pertama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya ini bukan pertama kalinya GenBI melakukan pemungutan sampah namun dalam bentuk besar baru kali ini. Tahun ini dilaksanakan di Sungai Karang Mumus,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Kurang lebih dua jam waktu yang diberikan panitia untuk masing-masing peserta memungut sampah. Hasil sampah diserahkan ke masing-masing titik kumpul terdekat. Kemudian akan diangkut ke truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda. Dalam kegiatan ini, panitia menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan ini sebenarnya kita melakukan kerja sama dengan beberapa instansi dan komunitas misalnya DLH, GMSS SKM, BPBN, dan sebagainya,&quot; tambah Dwi.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan memungut sampah dalam rangka Bersih Indonesia 2019 ini mengundang antusias maayarakat. Bukan hanya diikuti beberapa komunitas tetapi juga warga sekitar ikut bekerja bersama memungut sampah. Tentu saja ini adalah kabar baik untuk mewujudkan tujuan dari kegiatan ini agar masyarakat bisa sadar tidak membuang sampah sembarangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampah itu tidak mungkin habis, kita bukan untuk menghabisi sampah tetapi kita menghabisi kebudayaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan,&quot; kata Misman, Ketua Komunitas GMSS SKM saat menyampaikan sambutan.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhir acara, hasil sampah yang dikumpukan oleh peserta lomba dengan perahu kemudian dihitung beratnya oleh dewan juri. Pada kesempatan kali tersebut terpilih tiga tim menjadi pemenang dan membawa hadiah uang. Mereka adalah tim Keluarga Bersih (juara 1), tim Spakat Berkah (juara 2), dan tim Uyuh (juara 3). <strong><em>(syl/hdt/aul/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dulu dan Kini, Riwayat Helm di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dulu-dan-kini-riwayat-helm-di-unmul/baca </link>
<guid> dulu-dan-kini-riwayat-helm-di-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 05 Nov 2019 12:40:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus pencurian helm yang seringkali terjadi di kampus Kelua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dulu-dan-kini-riwayat-helm-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bcGAqiETME.png" />
					</figure>
			                <h1>Dulu dan Kini, Riwayat Helm di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Kasus keamanan kampus seakan tak pernah selesai, selalu ada saja pencurian helm. Kejadian kali ini menimpa prodi yang baru saja pindah ke kampus Gunung Kelua, yakni Sastra Indonesia (Sasindo). sebanyak tiga helm raib saat kegiatan perkuliahan sedang berlangsung.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Novia Violonia, salah satu korban pencurian mengaku telah kehilangan helm sejak awal pindah kampus. Helm tersebut hilang pada saat sore hari ketika petugas keamanan tidak lagi berada di lingkungan kampus.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Waktu itu satpamnya sudah pulang, terus aku nanya ke petugas bersih-bersih dan katanya&nbsp;</span></span><span><span>nggak&nbsp;</span></span><span><span>lihat,&quot; ungkapnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain Novia, kasus serupa juga pernah menimpa Esty. Dia mengaku kehilangan helm sekitar September, tidak lama setelah prodi Sasindo resmi berpindah tempat ke kampus utama. Ketika ditanya mengenai keberadaan pihak keamanan, Esty menyebutkan bahwa petugas yang menjaga bukanlah orang yang ditugaskan untuk Fakultas Ilmu Budaya (FIB), melainkan Fakultas Kehutanan (Fahutan).&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Pertama aku datang itu ada satpamnya, tapi satpam dari Kehutanan. Dua hari setelahnya, aku tanya sama satpam dari FIB (tentang helm), dia (satpam)&nbsp;</span></span><span><span>nggak</span></span><span><span>&nbsp;jaga disitu (di tempat kampus). Nah, padahal itu pas jadwal kuliah,&quot; pungkasnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Nyatanya, kasus kehilangan helm bukanlah perkara baru. Keamanan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga kecolongan. Kerap kali helm hilang saat ditinggal di parkiran bersama motor. Bunga Anila, mengaku kehilangan helm sekitar September lalu. Saat itu, helm yang dipinjam oleh adiknya tersebut hilang di parkiran setelah selesai digunakan. Dirinya berharap, keamanan kampus segera diperbanyak.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Lebih dibanyakin satpamnya. Satpam lebih memperhatikan kondisi parkiran. Soalnya Unmul rawan maling, maling helm,&quot; ujarnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kasus hilangnya helm di FEB juga menimpa Inayah Wulandari, salah satu anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi. Ia kehilangan helmnya ketika sedang menghadiri rapat di sekretariat HMJ.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Saat itu naruhnya di depan sekretariat organisasi. Setelah rapat,</span></span><span><span>&nbsp;nggak</span></span><span><span>&nbsp;ada. Kemudian, dicariin, ditungguin. Sampai berpikiran mungkin anak-anak aja yang pinjam. Tapi setelah tiga sampai empat hari,&nbsp;</span></span><span><span><em>fix</em></span></span><span><span>&nbsp;hilang sampai sekarang&nbsp;</span></span><span><span>nggak</span></span><span><span>&nbsp;ada,&quot; ucapnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>&nbsp;berusaha menemui pihak keamanan Unmul untuk memperoleh informasi mengenai berbagai kasus kehilangan helm di area kampus. Hasan, Kepala Satuan Pengamanan Unmul menyebutkan bahwa pihaknya telah berusaha menindak pelaku pencurian helm yang terjadi di kampus Gunung Kelua.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Helm dalam kurun waktu tiga bulan ini pelakunya sudah sering kita amankan. Kalau yang sudah kita amankan, dia tidak berani lagi masuk karena ada yang mantau,&quot; sebutnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hasan juga menyatakan pihaknya siap menerima setiap laporan kehilangan. Ia menuturkan bahwa petugas keamanan akan selalu bergantian berjaga selama delapan jam untuk setiap tiga jadwal kerja. Perihal kehilangan helm di fakultas, ia meminta kepada siapa pun yang kehilangan untuk segera melaporkan ke pihak keamanan fakultas. Kemudian, pihak satgas akan membantu,.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Laporan saja. Kalau pelakunya memang tertangkap, diserahkan ke kita kemudian nanti di serahkan ke Polsek,&quot; tutupnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Jumlah personel keamanan Unmul sejauh ini berjumlah 130 orang. Mengingat Unmul memiliki kampus dengan wilayah yang luas, tentu hal ini menjadi kendala tersendiri bagi mereka dalam mengawasi setiap sudut kampus hingga saat ini.</span></span><span><span>&nbsp;<strong><em>(</em></strong></span></span><span><span><strong><em>hlm/len/mer/vny/wil</em></strong></span></span><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tim Futsal Unmul Raih Juara dan Berhasil Wakili Zona Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tim-futsal-unmul-raih-juara-dan-berhasil-wakili-zona-kalimantan/baca </link>
<guid> tim-futsal-unmul-raih-juara-dan-berhasil-wakili-zona-kalimantan </guid>
<pubDate> Wed, 06 Nov 2019 11:50:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKM Sepak Bola Unmul sukses menyabet gelar juara di Liga Mahasiswa Futsal Kalimantan Conference 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tim-futsal-unmul-raih-juara-dan-berhasil-wakili-zona-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/P9MoyMZHeM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tim Futsal Unmul Raih Juara dan Berhasil Wakili Zona Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mengawali bulan November, UKM Sepak Bola Unmul sukses membawa kabar gembira. Mereka berhasil menyabet gelar juara di Liga Mahasiswa Futsal Kalimantan Conference 2019.</span></p><p style="text-align: justify;">Liga ini sendiri awalnya akan dilaksanakan di Samarinda, sayang karena terkendala <em>venue</em>, terpaksa dipindah di Balikpapan. Liga ini merupakan babak penyisihan untuk zona Kalimantan. Pemenang dalam liga ini berhak untuk mewakili Kalimantan di tingkat nasional, pelaksanaanya di Malang.</p><p style="text-align: justify;">Laga yang berlangsung tujuh hari itu diikuti tujuh universitas. Tiga universitas mewakili Samarinda, yakni Unmul, Politeknik Pertanian Negeri (Politani), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Balikpapan diwakili Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas) selaku tuan rumah, Universitas Balikpapan (Uniba), Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) dan Universitas Mulia.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai awak <em>Sketsa</em> (5/11), Aris Didi Munandar selaku ketua UKM membagikan kebahagiannya. &ldquo;Sebelumnya untuk persiapan, agak mepet ya. Karena seleksinya dua minggu pas mau <em>open</em> pertandingan. Karena memang pemberitahuan dari hima nya mendadak juga sehingga usaha sendiri, komunikasi ke <em>coach</em> sendiri,&rdquo; jelas pria yang akrab dipanggil Aris itu.</p><p style="text-align: justify;">Total lima kemenangan diraih dari enam pertandingan hingga final. Bermodal dua minggu latihan, tim ini menjuarai kompetisi. Tim yang terdiri dari 14 orang, dengan tiga pelatih berlisensi, yang semuanya adalah alumni UKM Sepak Bola. Mereka adalah Yulian Saputra, Herdiansyah, dan Apriliansyah.</p><p style="text-align: justify;">Tim Unmul meraih kemenangan atas Politani, sehingga mengukuhkan <em>title</em> juara. Meski berhasil membawa gelar juara, namun ini tidak cukup memuaskan semangat mereka. Terbukti kini mereka mulai bersiap untuk kejuaraan Tun FC yang diselenggarakan di Bandung dalam waktu dekat, yang juga merupakan liga antar universitas se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depannya pasti kita akan mengikuti liga nasional yang ada dan juga ke depannya untuk putrinya akan di <em>fix</em> kan. Karena untuk tahun depan liga putri akan ada juga,&rdquo; harap pria bertubuh tegap itu.</p><p style="text-align: justify;">Tim putri sendiri awalnya sudah ingin dibentuk, namun karena terkendala baik dari pemain dan pelatih, sehingga kinginan itu belum terealisasikan. Aris selaku ketua UKM Sepak Bola dan Futsal berharap, tim ini bisa dibentuk tahun depan. Hingga kini timnya masih menunggu jawaban, untuk tim mana saja yang akan mewakili Kalimantan untuk melaju ke nasional. Sejauh ini Unmul sudah memperoleh 500 poin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah dua atau satu untuk perwakilannya. Kalau misal dua maka Unmul dan Politani,&rdquo; ujar pria yang juga <em>owner</em> dari Kedai Pinggiran itu. <strong><em>(asr/ffs/ran/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Permohonan Maaf dan Pencabutan Berita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/permohonan-maaf-dan-pencabutan-berita/baca </link>
<guid> permohonan-maaf-dan-pencabutan-berita </guid>
<pubDate> Thu, 07 Nov 2019 08:45:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Permohonan maaf dan pencabutan berita oleh Redaksi LPM Sketsa Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/permohonan-maaf-dan-pencabutan-berita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ViGDiDfP2l.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Permohonan Maaf dan Pencabutan Berita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Senin (4/9) lalu, berita berjudul &quot;Ricuh, Sejumlah Mahasiswa Kedokteran dan Penjaskes Nyaris Tawuran&quot; kami rilis di <em>website</em>&nbsp;<em>sketsaunmul.co</em>. Tulisan tersebut menuai protes karena tidak memuat konfirmasi dari pihak Penjaskesrek yang juga terkait dalam kejadian. Seolah memukul rata kerusuhan hanya berasal dari satu pihak, yakni Kedokteran. Berita juga kurang memuat kronologis atau asal mula kerusuhan terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Tulisan tersebut mengundang protes dan keberatan dari pihak yang merasa disudutkan. Tanpa bermaksud untuk memojokkan salah satu pihak, kami menjadi mengerti bahwa alih-alih menginformasikan kejadian kampus, berita tersebut justru bisa menggiring opini pembaca karena berita tersebut tidak imbang antara dua belah pihak yang terkait. Reporter tidak berada di lokasi kejadian hingga akhir kerusuhan, sehingga berita yang kami turunkan kurang memuat informasi lengkap. Meski terlepas dari itu, telah ada upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari Penjaskesrek saat kejadian. Beberapa kali menemui mahasiswa dari Penjaskesrek, namun selalu dijawab tidak tahu. Sayangnya keterangan tersebut tidak kami muat dalam berita, sehingga menimbulkan beragam spekulasi.</p><p style="text-align: justify;">Redaksi LPM Sketsa Unmul menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam kode etik jurnalistik. Menilai adanya kelalaian, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dari penayangan berita tersebut kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Kami juga memutuskan untuk mencabut berita tersebut sehari sesudah berita tersebut kami tayangkan di <em>website</em>.</p><p style="text-align: justify;">Terima kasih atas semua respons yang disampaikan secara langsung kepada kami. Kesalahan ini menjadi pelajaran penting bagi kami agar lebih baik lagi ke depannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Redaksi LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aturan Membuka Cadar, Solusi Fenomena Crosshijaber di Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-membuka-cadar-solusi-fenomena-crosshijaber-di-kampus/baca </link>
<guid> aturan-membuka-cadar-solusi-fenomena-crosshijaber-di-kampus </guid>
<pubDate> Thu, 07 Nov 2019 11:41:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perlu adanya regulasi terkait pengunaan hijab syari'i di kampus untuk menghindari crosshijaber. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-membuka-cadar-solusi-fenomena-crosshijaber-di-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YOP5KIwUhA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aturan Membuka Cadar, Solusi Fenomena Crosshijaber di Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Fenomena <em>crosshijaber</em> yang belakangan ini ramai dibicarakan menelan beberapa mahasiswi menjadi korban pelecehan (diajak berfoto dengan memeluk dan dengan sengaja menempelkan bagian tubuh tertentu) turut mendapat perhatian khusus dari kalangan akademisi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Septya Maharani, seorang dosen bercadar yang mengajar di Universitas Mulawarman ini turut mengecam fenomena <em>crosshijaber</em>. Ia berpendapat jika fenomena ini bisa merugikan perempuan, termasuk mereka yang memilih untuk menggunakan cadar.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Hal ini sangat merugikan kami yang menggunakan cadar, membuat kami diragukan apakah pria atau wanita yang mengenakannya,&quot; tutur Septya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia mengakui bahwasanya sebelum tahun ini, kasus <em>crosshijaber</em> pun pernah terjadi. &ldquo;Iya, mereka tinggal pakai mukena, terus salat. Tapi ada juga yang baik ya, yang kayak model transgender, yang pakai cadar biar merasa lebih <em>syar&rsquo;i</em>. Namanya juga transgender, mereka merasa bahwa sebenarnya dirinya itu adalah wanita,&quot; selorohnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dosen yang mengajar di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknik Informatika (FKTI) ini turut pula menjelaskan bahwa dalam menggunakan cadar, terdapat adab yang menganjurkan perempuan untuk membuka cadarnya apabila sedang berada di toilet.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Setelah kita buka itu ada adab lagi yaitu senyum, sapa, dan salam. Yang awalnya was-was jadi senyum sumringah,&quot; sebutnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dalam sebuah kajian pun, Septya menganjurkan agar hal ini dapat diberlakukan juga di lingkungan kampus. Menurutnya, hal ini akan mencegah hal yang diinginkan tidak terjadi, terutama saat beribadah.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Untuk muslimah sebaiknya membuka cadarnya saat sudah di dalam saf jamaah wanita ketika di dalam masjid. Sama halnya kalau berada di toilet. Harusnya ada himbauan seperti itu untuk kenyamanan bersama,&quot; tutupnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Crosshijaber</em> sendiri merujuk pada pria yang gemar berpenampilan layaknya perempuan. Umumnya, mereka tampil dengan hijab, lengkap dengan cadar yang menutupi sebagian wajah.&nbsp;</span></span><span><span>Perilaku ini kerap dianggap menyimpang. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai penyakit seksual.</span></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>(ycp/nis/wil/hjr/fqh/len)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bawa Prototype Pendeteksi Banjir, Mahasiswa Unmul Sabet Juara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bawa-prototype-pendeteksi-banjir-mahasiswa-unmul-sabet-juara/baca </link>
<guid> bawa-prototype-pendeteksi-banjir-mahasiswa-unmul-sabet-juara </guid>
<pubDate> Fri, 08 Nov 2019 12:15:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kembali unjuk gigi dalam bidan teknologi informatika dengan juarai ITK-ICon yang dihelat dalam Dies Natalis 5 Lustrum Pertama Institut Teknologi Kalimantan (ITK). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bawa-prototype-pendeteksi-banjir-mahasiswa-unmul-sabet-juara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zTftdaGq4A.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bawa Prototype Pendeteksi Banjir, Mahasiswa Unmul Sabet Juara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Unmul kembali unjuk gigi dan menorehkan prestasi di bidang teknologi. Kali ini, perwakilan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) mengirimkan dua timnya dalam ajang <em>Internet of Things Competition</em> (ITK-ICon).</span></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang bertajuk <em>&quot;Revolution 4.0: Digital Solution for a Better Nation&quot;</em> ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis 5 Lustrum Pertama Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Lomba yang berskala nasional tersebut merupakan kompetisi <em>Internet of Things</em> (IoT), teknologi berbasis <em>prototype</em>&nbsp;(purwarupa).</p><p style="text-align: justify;">Menurut <em>wikipedia.com</em>, IoT mengacu pada benda yang diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis internet. Tujuanya untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus.</p><p style="text-align: justify;">Tentu tujuan dari ajang ini adalah sebagai langkah awal menjadi generasi muda berprestasi dalam bidang teknologi informatika. Kedua tim yang mengikuti lomba ini, terlebih dahulu melewati tahap seleksi proposal pada 23 September, hingga presentasi finalis pada 2 November lalu.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu tim yang beranggotakan Rondonga Lorismawati dan Nona Fadillah lolos pada seleksi awal proposal, sedang tim lainnya harus gugur pada seleksi tersebut. Purwarupa yang dipresentasikan adalah pendeteksi banjir yang telah dirancang menjadi lebih matang dan menarik.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, pada Minggu (3/11), purwarupa tim Unmul keluar sebagai juara 3, sehingga tim Rondonga dan Nona masuk sebagai salah satu finalis dari lima tim yang terpilih. Adapun finalis lainnya seperti perwakilan tim Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Langlangbuana Bandung (UNLA), Universitas Sriwijaya (Unsri), dan tuan rumah, ITK.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Siapa sangka, mahasiswa semester 7 seperti kami ternyata masih dipercaya untuk mengikuti lomba dan menjadi pemenang juara 3 ITK-ICon,&quot; ujar Rondonga ketika diwawancarai <em>Sketsa</em>, Selasa (5/11).</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya terkait tindak lanjut dari purwarupa tersebut, ia menyebutkan bahwa proyek tersebut tetap akan berlanjut di bawah bimbingan dosen. Rondonga berharap agar purwarupa ini dapat dikembangkan sehingga bisa memotivasi generasi-generasi penerus dalam bidang teknologi untuk membangun bangsa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Prototype</em> tersebut tidak berhenti sampai diperlombaan, dan proyek tersebut akan didukung bersama pembimbing lomba (dosen). Semoga bisa memotivasi generasi muda lainnya,&quot; tutupnya. <strong><em>(eqi/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Tertunda, Program Studi Kimia Resmi Akreditasi A </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-tertunda-program-studi-kimia-resmi-akreditasi-a/baca </link>
<guid> sempat-tertunda-program-studi-kimia-resmi-akreditasi-a </guid>
<pubDate> Fri, 08 Nov 2019 13:06:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua program studi Kimia, Teguh Wiryawan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-tertunda-program-studi-kimia-resmi-akreditasi-a/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dVF4FwOdrn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Tertunda, Program Studi Kimia Resmi Akreditasi A</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Kabar gembira, satu lagi program studi di Unmul yang berhasil menyabet akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Resmi memperpanjang akreditasinya sejak masa visitasi pada 24-25 Oktober lalu, prodi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mendapat predikat A lima hari setelah masa visitasi.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ketua prodi Kimia, Teguh Wiryawan juga turut menyampaikan suaranya terkait akreditasi baru ini. Ditemui di ruangannya oleh awak&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>, Teguh berujar bahwa masa akreditasi prodi Kimia juga sudah berakhir sejak Mei lalu, sehingga butuh pembaharuan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kami sudah mengajukan sejak Maret lalu, sebelum berakhir di Mei, tapi karena ada kendala, proses visitasi baru bisa terlaksana di Oktober,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Layaknya visitasi pada prodi lain, Teguh juga menambahkan bahwa serangkaian proses panjang tentu harus ditempuh hingga mencapai predikat A ini. Termasuk mempersiapkan borang di jauh-jauh hari untuk pihak internal maupun eksternal.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Selama visitasi kemarin, peran mahasiswa dan dosen sangat diperlukan. Mahasiswa yang berprestasi dari prodi Kimia akan sangat memberikan pengaruh terhadap penilaian, pun sama halnya dengan dosen,&rdquo; tambah Teguh.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terkait molornya jadwal visitasi yang diinginkan, Teguh berujar bahwa pengajuan berkas yang diperlukan harus mengantre terlebih dahulu di Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) untuk dikoreksi.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Berbicara soal Surat Keputusan (SK) yang berisikan status baru prodi Kimia ini rupanya telah terbit meski sempat mengalami kendala sebelumnya (proses visitasi). Teguh juga menambahkan bahwa mahasiswanya tak perlu risau lagi terkait akreditasi yang akan tercantum di ijazah nanti.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Sebelum pengumuman resmi terkait akreditasi keluar, ada beberapa mahasiswa yang menunggu. Tapi sekarang karena sudah ada Surat Keputusannya, mahasiswa bisa langsung pendadaran jika sudah waktunya,&rdquo; tutupnya.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><span><span><strong><em>(ann/ina/sut/fqh)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cacat yang Bosan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/cacat-yang-bosan/baca </link>
<guid> cacat-yang-bosan </guid>
<pubDate> Sat, 09 Nov 2019 09:48:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/cacat-yang-bosan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8lUsAvh4Kb.png" />
					</figure>
			                <h1>Cacat yang Bosan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kasihan anak muda.</p><p style="text-align: justify;">Mereka bosan dan tak mau lama-lama berdiri.</p><p style="text-align: justify;">Mereka mengucap teori, lalu menjilat dan invalid.</p><p style="text-align: justify;">Aku melihat mereka berseteru dengan nasib.</p><p style="text-align: justify;">Memarahi awan, dan menghujat tanah.</p><p style="text-align: justify;">Mengucap serapah, sebab Ibu dan Ayah mereka tak seberuntung kawannya yang makan dengan sendok emas.</p><p style="text-align: justify;">Hei,</p><p style="text-align: justify;">Apakah kepala kalian terbentur idealisme terlalu keras, sehingga lupa diri kalau hanya setitik debu di semesta ini?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertempuran dan Konklusi Apik dalam Maleficent: Mistress of Evil </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/pertempuran-dan-konklusi-apik-dalam-maleficent-mistress-of-evil/baca </link>
<guid> pertempuran-dan-konklusi-apik-dalam-maleficent-mistress-of-evil </guid>
<pubDate> Sun, 10 Nov 2019 07:10:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maleficent: Mistress of Evil, sekuel dari film Maleficent yang dibuat pada 2014 silam. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/pertempuran-dan-konklusi-apik-dalam-maleficent-mistress-of-evil/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/izTwEWtSnL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertempuran dan Konklusi Apik dalam Maleficent: Mistress of Evil</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sutradara: Joachim R&oslash;nning</span></p><p style="text-align: justify;">Produser: Joe Roth, Angelina Jolie, Duncan Henderson</p><p style="text-align: justify;">Pemeran: Angelina Jolie, Elle Fanning, Chiwetel Ejiofor, Sam Riley, Ed Skrein, Imelda Staunton, Juno Temple, Lesley Manville, Michelle Pfeiffer</p><p style="text-align: justify;">Produksi: Walt Disney Pictures, Roth Films</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 18 Oktober 2019</p><p style="text-align: justify;">Durasi : 118 Menit</p><p style="text-align: justify;">Negara : Amerika</p><p style="text-align: justify;">Bahasa : Inggris</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &quot;<em>Dia jahat, lalu berubah menjadi baik, namun dia kembali menjadi jahat. Sulit memang untuk memahami Maleficent, tapi satu hal yang pasti: ketika membuat rencana untuk bertemu mertua di masa depan, tidak ada seorang pun yang mau mendengar, &quot;Maleficent akan datang untuk makan malam.&quot;&quot;</em></p><p style="text-align: justify;">Itu adalah kalimat dialog dalam film <em>Maleficent: Mistress of Evil</em>, sekuel dari film <em>Maleficent</em> yang dibuat pada 2014 silam. Sama seperti sebelumnya, film ini membuat aktris Angelina Jolie menggunakan kontak lensa berwarna hijau, tanduk berwarna hitam dan prostetik tulang pipi yang sangat menonjol. Namun sebagai film dongeng-aksi, film ini lebih berwarna, energik dan mengena ketimbang film pertama.</p><p style="text-align: justify;">Dalam film pertama, Maleficent berbalik menyayangi Aurora yang diperankan Elle Fanning, putri tidur yang pernah dikutuknya. Tetapi ketika film itu menghasilkan lebih dari US$700 juta, atau setara Rp9,9 triliun di seluruh dunia, ia harus mengucapkan selamat tinggal pada akhir yang bahagia selamanya, dan kembali pada jati dirinya yang sesungguhnya. Ditambah lagi, namanya identik dengan kejahatan. Dia benar-benar tidak punya banyak pilihan.</p><p style="text-align: justify;">Di film terbaru, Aurora telah menjadi Ratu Moor, hutan ajaib tempat dia dan Maleficent, ibu baptisnya tinggal. Efek spesial menghadirkan kehidupan yang hidup, dengan hamparan bunga yang bersinar dengan cahaya, kupu-kupu beraneka warna memenuhi udara dan makhluk kecil yang menggemaskan termasuk Pinto, sebuah variasi dari landak. Dia bertunangan dengan Pangeran Philip yang diperankan Harris Dickinson, dari kerajaan tetangga Ulstead, yang ciumannya mengagalkan kutukan Maleficent dan membangunkannya.</p><p style="text-align: justify;">Baik hati dan lembut, Philip begitu mencolok sehingga Anda mungkin tidak menyadari dia diperankan oleh aktor yang berbeda dari Maleficent pertama. Pilihan pemeran terbaik adalah dengan menambahkan Michelle Pfeiffer sebagai ibu Philip, yang menjadikan Ratu Ingrith yang cantik dan elegan sebagai penjahat yang jahat, yang senyum jinaknya menyamarkan rencananya untuk menggagalkan pernikahan dan mengambil alih bangsa Moor.</p><p style="text-align: justify;">Dia menyembunyikan plot ini dari putranya dan suaminya yang pecinta damai, Raja John (Robert Lindsay), tetapi di bawah ruang pakaiannya yang dipenuhi dengan gaun keperakan yang menakjubkan adalah bengkel kerja di mana antek-anteknya membuat debu merah beracun yang mematikan bagi Maleficent. Makan malam pertunangan ketika Maleficent bertemu dengan orang tua Philip memberinya alasan untuk melakukan kejahatan lagi. Ketika ranting-ranting pohon bergerak membentuk jembatan melintasi parit, bahkan efek khusus kecil pun dilakukan dengan anggun. Maleficent dengan enggan berjalan bersama Aurora ke istana Raja dan Ratu.</p><p style="text-align: justify;">Karena ingin orang tua tunangannya menyukai ibu baptisnya, Aurora membuat Maleficent menyembunyikan tanduknya di bawah syal, awal yang tidak menguntungkan untuk makan malam yang berakhir dengan sambaran cahaya hijau yang terbang dari tangan Maleficent yang marah. Dengan karakternya beralih dari baik ke buruk, dan ditambah dengan efek khusus, Jolie tidak perlu melakukan banyak hal selain berpose. Dia menunjukkan kilasan kecemburuan dan kemarahan, tapi juga sering sekali berganti pakaian.</p><p style="text-align: justify;">Seiring berjalannya waktu, banyak potongan-potongan adegan pada film ini yang tidak cocok untuk dikaitkan bersamaan. Ada upaya sporadis untuk secara diam-diam menyadarkan diri.<em>&nbsp;&quot;Ini bukan dongeng,&quot;</em> Ratu Ingrith memperingatkan Aurora yang naif tetapi tidak cukup untuk membuat film ini berhasil membuai orang dewasa. Ada juga petunjuk metafora; makhluk yang dikenal sebagai <em>fae</em>, dengan tanduk dan sayap seperti milik Maleficent, telah dipinggirkan dan diusir dari masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Mereka menciptakan hubungan yang samar-samar dengan prasangka dan kebencian kehidupan nyata, tetapi gagasan itu begitu samar sehingga tidak penting. Chiwetel Ejiofor secara praktis tidak dapat dikenali di balik topeng prostetik sebagai <em>fae</em> yang ingin berdamai dengan manusia, sementara yang lain dari jenisnya ingin pergi berperang dengan mereka. Di samping tikaman setengah hati pada resonansi kontemporer, ada sentuhan retro yang menggelegar. Ketika Philip melamar Aurora, dia berlutut dan memegangi sebuah kotak terbuka dengan cincin pertunangan, seolah-olah dia berada dalam film komedi-romantis kebanyakan.</p><p style="text-align: justify;">Kita ingin Aurora mendapatkan cinta, tetapi ornamen kuno ini bertentangan dengan film bertema perempuan kuat ini. Dengan Raja John yang berada di bawah mantra tidur hampir sepanjang film dan Pangeran Philip yang begitu membosankan, pria-pria dalam film ini dikesampingkan sementara para perempuan melakukan pertempuran. Pada hari pernikahan, ketika muslihat Ingrith mulai berlaku, para peri dan manusia saling bertarung di dalam dan di luar kastil.</p><p style="text-align: justify;"><em>Fae</em> bergabung dalam pertempuran, serangan tentara manusia, dan orang-orang berubah menjadi kambing. Ibu baptis peri Aurora yang baik, Knotgrass, Flittle, dan Thistlewit mencoba melarikan diri dari racun Ingrith. Urutan yang terlalu panjang terasa seolah-olah sekuel <em>Maleficent</em> ini meminjam efek khusus sisa <em>Avengers: Endgame</em> untuk akhir yang menggemparkan. Namun, sampai saat itu, <em>Maleficent: Mistress of Evil&nbsp;</em>membuai Anda dengan mudah. Seperti banyak film Disney, ini adalah perhitungan komersial dengan sedikit keajaiban.</p><p style="text-align: justify;"><em>Maleficent: Mistress of Evil&nbsp;</em> berhasil merebut tahta <em>Joker</em> yang dibintangi Joaquin Phoenix dari kejayaan di <em>box office</em> Amerika Utara selama dua pekan belakangan ini. Diketahui, pada pekan pertama penayangannya, Maleficent 2 berhasil meraup US$ 36 juta (Rp 509,2 miliar) di 3.790 layar. Tertarik untuk menyaksikannya?<em><strong>&nbsp;(hzk/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jangan Takut, Strok  Masih Bisa Dicegah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/jangan-takut-strok-masih-bisa-dicegah/baca </link>
<guid> jangan-takut-strok-masih-bisa-dicegah </guid>
<pubDate> Sun, 10 Nov 2019 10:12:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Strok Sedunia yang jatuh pada 29 Oktober 2019 lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/jangan-takut-strok-masih-bisa-dicegah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hwcUlhQbvz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jangan Takut, Strok  Masih Bisa Dicegah</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Saat ini, penyakit strok mungkin tidak asing bagi orang awam. Penyakit yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat gangguan suplai darah ini menjadi penyakit yang ditakuti bagi hampir seluruh orang. Seseorang dapat dikatakan menderita penyakit strok jika telah melalui proses diagnosis medis dan memerlukan uji serta pencitraan laboratarium. Adapun gejala strok yakni, sulit berjalan, berbicara, dan memahami, serta kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau tungkai.</p><p style="text-align: justify;">Penyakit dengan catatan 150 ribu lebih kasus yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia ini, disebut sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, dengan melakukan perawatan dapat membantu meringankan gejala yang dialami penderita penyakit stroke. Perawatan yang dapat dilakukan berupa pengobatan yang terdiri dari pengencer darah, penanganan dini dengan obat-obatan seperti tPA (tissue Plasminogen Activator) yang dapat menghancurkan gumpalan darah dan dapat meminimalkan kerusakan otak.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya ada perawatan pendukung &nbsp;dengan melakukan pemantauan jantung, menggunakan alat elektronik untuk memantau denyut dan irama jantung. Perawatan ini dapat dilakukan di rumah sakit atau pun di rumah. Dapat pula melakukan bedah dengan operasi pengangkatan plak yang menumpuk di arteri karotis yang berada di leher</p><p style="text-align: justify;">Kemudian menjalankan terapi berbicara, terapi fisik, dan terapi kerja yaitu meningkatkan kualitas hidup sehari-hari dan keterampilan kerja pasien. Serta melakukan rehabilitasi strok, yakni melatih kembali jalur otak untuk meningkatkan fungsi mental dan fisik setelah penyakit atau cidera misalnya cara berjalan dan berbicara.</p><p style="text-align: justify;">Selain melakukan perawatan bagi penderita, penting juga bagi setiap orang untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit strok. Langkah utama untuk mencegah strok adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu kenali dan hindari faktor risiko yang ada dan ikuti anjuran dokter. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah strok.</p><p style="text-align: justify;">Pertama dengan menjaga pola makan. Karena terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolestrol dalam darah dan risiko timbulnya hipertensi yang dapat memicu terjadinya strok. Kedua dengan berhenti merokok. Risiko strok meningkat dua kali lipat karena rokok, pasalnya merokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah menggumpal.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga dengan menghindari minuman beralkohol. Minuman beralkohol mengandung kalori yang tinggi dan jika dikonsumsi secara berlebihan maka seseorang tersebut akan rentan terhadap berbagai penyakit pemicu strok. Keempat, menghindari penggunaan Napza (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya). &nbsp;Ada beberapa jenis Napza yakni kokain dan <em>methamphetamine</em> yang dapat menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi aliran darah ke otak.</p><p style="text-align: justify;">Selagi masih muda, ada baiknya kita mulai menerapkan budaya hidup sehat yang telah disebutkan diatas. Karena, penyakit strok tidak hanya menghancurkan hidup satu orang, tapi sekeluarga. Sayangilah orang-orang di sekelilingmu dengan mulai hidup sehat. <strong>(<i>fty/ann</i>)</strong></p><p align="center" style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mubes LPM Sketsa Unmul Sukses Lahirkan Kepengurusan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-lpm-sketsa-unmul-sukses-lahirkan-kepengurusan-baru/baca </link>
<guid> mubes-lpm-sketsa-unmul-sukses-lahirkan-kepengurusan-baru </guid>
<pubDate> Mon, 11 Nov 2019 13:30:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Musyawarah Besar VII LPM Sketsa Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-lpm-sketsa-unmul-sukses-lahirkan-kepengurusan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TOSiqW13Y8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mubes LPM Sketsa Unmul Sukses Lahirkan Kepengurusan Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Memasuki penghujung tahun, beberapa organisasi mahasiswa (ormawa) masih terus disibukkan dengan berbagai kegiatan. <em>Sketsa</em> salah satunya. Di ujung periode 2018/2019, saatnya memilih orang-orang baru untuk meneruskan estafet kepengurusan.</p><p style="text-align: justify;">Dihelat di Gedung Student Center lantai III Sabtu (9/10) kemarin, agenda Musyawarah Besar VII LPM Sketsa Unmul berlangsung dan dihadiri oleh internal pengurus, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), dan alumni.</p><p style="text-align: justify;">Agenda yang dibuka pada 09.00 ini dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara hingga dilanjutkan oleh presidium sementara untuk membahas tata tertib mubes. Berlangsung sekitar 2 jam, pembahasan tata tertib berakhir dan memasuki pemilihan presidium tetap melalui kesepakatan forum. Humaira Permata, Restu Almalita, dan Hezki Arifani adalah 3 yang terpilih untuk memimpin jalannya mubes hingga akhir.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut dengan istirahat, sidang mubes dipending selama kurang lebih satu jam. Barulah pada 13.00 sidang kembali dilanjutkan dengan agenda pelaporan pertanggungjawaban program kerja selama setahun oleh Badan Pengurus Inti (BPI) yang bertugas. Satu-persatu BPI memaparkan pencapaian-pencapaian selama satu tahun kebelakang. Tak hanya itu, kendala juga saran tak lupa disampaikan, baik dari internal anggota, MPO, maupun alumni yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">Kumandang azan isya menandakan berakhirnya penyampaian LPJ oleh BPI yang bertugas. Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, presidium langsung membuka siding pleno III dengan agenda pembahasan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Sempat menemui beberapa perdebatan hingga akhirnya pembahasan panjang mengenai AD-ART selesai nyaris tengah malam.</p><p style="text-align: justify;">Hingga akhirnya saat-saat yang dinanti tiba. Sidang pleno IV dengan agenda penetapan BPI 2019-2020 sekaligus menetapkan MPO pun dimulai. Nyaris serupa dengan nuansa pembahasan AD-ART yang alot, penetapan pengurus baru juga sempat menemui kebuntuan.</p><p style="text-align: justify;">Hingga akhirnya terpilihlah nama Suti Sri Hardiyanti sebagai Ketua Umum baru LPM Sketsa Unmul. Bersama juga terdapat Siti Istaqul Mutafsiroh sebagai sekretaris, Humaira Permata sebagai bendahara. Adapun susunan kepala divisi terdiri dari William Maliki sebagai Ketua Redaksi, Ratih Puspa Ayudia sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Fernanda Fadhila yang akan memimpin Divisi Produksi, hingga Nawwar Hayyu Hastuty yang akan membersamai Divisi Biro Iklan dan Pemasaran hingga 2020.</p><p style="text-align: justify;">Penetapan pengurus baru kali ini boleh jadi memang alot dan sengit. Namun sederet nama-nama di atas tentu telah melewati serangkaian pertimbangan. Siapapun itu, dialah yang diberikan sebuah kepercayaan oleh berbagai pihak untuk meneruskan LPM Sketsa Unmul ke depannya. Bersama dengan itu juga harapan baru serta sebaris doa sama-sama dirapalkan oleh setiap insan yang hadir menjadi saksi terpilihnya pengurus baru.</p><p style="text-align: justify;">Di pundak mereka, akan ada tanggung jawab yang besar namun bukan sesuatu yang harus dijadikan momok ketakutan. Niscaya akan lahir ide-ide dan gagasan baru yang diharapkan bisa menjadi angin segar bagi LPM Sketsa Unmul. Bersama dengan pundak mereka juga, semoga senantiasa tercurah bongkahan semangat untuk membangun <em>Sketsa</em> menjadi lebih baik lagi. <strong><em>(sut/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Ayah Nasional, Hari Spesial Sosok Kebanggan Keluarga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-ayah-nasional-hari-spesial-sosok-kebanggan-keluarga/baca </link>
<guid> hari-ayah-nasional-hari-spesial-sosok-kebanggan-keluarga </guid>
<pubDate> Tue, 12 Nov 2019 13:43:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Ayah Nasional, 12 November 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-ayah-nasional-hari-spesial-sosok-kebanggan-keluarga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J18KY5AFwT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Ayah Nasional, Hari Spesial Sosok Kebanggan Keluarga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sosoknya lebih dikenal sebagai kepala keluarga, si pencari nafkah untuk anak dan istrinya. Tapi lebih dari itu, dia juga punya tanggung jawab untuk menjaga dengan penuh kasih sayang.</span></p><p style="text-align: justify;">Dia Ayah, entah apalah sebutannya. Ada yang menyebut Bapak, Abah, Abi, Papa, Babe, dan masih banyak lagi. Tapi, tahukah kamu, 12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Ya, bukan cuma ibu saja yang punya hari spesial, ayah juga memiliki hari spesial untuk dirayakan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Siapa sangka, Hari Ayah hadir dari &apos;surat untuk Ibu&apos;. Hal ini terjadi ketika Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP), sebuah paguyuban satu hati lintas agama dan budaya, mengadakan &apos;Sayembara Menulis Surat untuk Ibu&apos; di Solo, Jawa Tengah pada 2014 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Muncul pertanyaan, lalu bagaimana sayembara menulis untuk ayah? Sejak saat itu Hari Ayah mulai diperingati di Indonesia. Berbicara tentang Hari Ayah, bagaimana sih orang lain melihat sosok ayah?</p><p style="text-align: justify;">Ayah, bagi Rizki Amalia Oktarina merupakan sosok yang dalam hidupnya memikul beban sekaligus amanah yang luar biasa. Bagi gadis yang akrab disapa Kiki ini, ayah bertanggung jawab atas seorang wanita yang menjadi istrinya, dan anak-anak yang menjadi penerusnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin kedengarannya biasa, tapi kita tidak pernah benar-benar mengerti sampai kita menjadi seorang ayah,&quot; kata Kiki, Selasa (12/11).</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Kiki tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya karena pekerjaan. Dia harus menyelesaikan kuliahnya di Unmul. Karena jarak, Kiki sering merasa rindu kebiasaan yang dilakukan saat berkumpul dengan keluarga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kangen solat jamaah, terus bapak yang imamin, terus di akhir solat aku, mama dan adik cium tangan bapak bergantian,&quot; kenang mahasiswi Ilmu Komunikasi 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Wahyu Prasmana punya kisah lain dengan ayahnya. Sama-sama pendiam membuat dia tidak begitu dekat dengan ayahnya. Meski begitu bukan berarti mereka tak saling menyanyangi. Tapi, mereka punya cara tersediri untuk saling mengerti, seperti saat memulai obrolan soal kuliahnya di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Pria yang biasa disapa Pras ini, memang tidak tinggal dengan kedua orang tuanya. Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi 2017 ini merantau ke ibu kota Kalimantan Timur untuk melanjutkan pendidikannya. Diakui Pras, banyak hal yang membuat dia kagum pada sosok yang menurutnya kuat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak yang buat kagum. Dia pekerja keras, dia gak bisa diam. Ada aja yang dia lakukan, kayak berkebun, merawat lingkungan rumah,&quot; sebut mahasiswa asal Muara Muntai, Kutai Kartanegara itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ayah Pras juga sangat mendukung apa yang menjadi pilihan anaknya. Dia dibebaskan untuk melakukan apa yang disukainya, selama semua itu positif. Tidak ada tuntut menuntut menjadi ini dan itu, yang ada hanya harap agar selalu ingat kedua orang tuanya di kampung halaman.</p><p style="text-align: justify;">Lain lagi dengan Aji Ahmad Affandi, yang memiliki hobi yang sama dengan ayahnya. Bak kata pepatah buah tak jauh jatuh dari pohonnya, mereka sama-sama suka memancing, bermain <em>game</em>, dan bermain catur. Dikatakan Aji, ayahnya merupakan sosok yang selalu menjadi inspirasi bagi dia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Beliau sangat sayang kepada keluarganya selalu berkorban, tapi nggak pernah ngeluh. Intinya dia itu jago main catur, pintar strategi,&quot; ujar Aji.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Fakultas Hukum 2017 ini kemudian membagikan kisah unik dengan ayahnya. Kala itu, dia berkelahi dengan temannya, dan diincar oleh kakak kelas, katanya mau dikeroyok. Sehingga Aji tak berani ke sekolah lagi, dia bahkan sempat menangis karena ketakutan.</p><p style="text-align: justify;">Ayah yang melihat kejadian itu datang menghibur Aji dengan iming-iming mancing bareng. Dia ikut, namun arah perjalanan berubah, bukan ke sungai tapu ke sekolah. Ternyata benar sang ayah pergi ke sekolah dan langsung menuju ke kelas kemudian mencari anak yang ingin mengeroyok Aji.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Siapa mau keroyok Aji?&quot; tanya Ayah, seperti ditirukan Aji.</p><p style="text-align: justify;">Mendengar itu, semua isi kelas menunjuk satu murid yang berencana mengeroyok Aji. Dia kemudian menangis karena dimarahi ayah Aji, mereka akhirnya berdamai dan berteman kembali. Sepenggal cerita yang membuat Aji menjadi rindu akan suasana kampungnya di Desa Labangka Barat, Kabupaten Penajam Paser Utara.</p><p style="text-align: justify;">Di momen Hari Ayah ini, Aji kembali diingatkan dengan berbagai kegiatan yang sering dia lakukan bersama ayahnya. Dia kemudian menyampaikan kerinduannya pada ayah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ayah, aku kangen mancing bareng, kangen main catur bareng, aku kangen main game bareng. Anak-anakmu selalu bangga sama kamu,&quot; pungkasnya. <strong style="">(<em style="">wil/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Korps Brimob, Pahlawan Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/korps-brimob-pahlawan-masa-kini/baca </link>
<guid> korps-brimob-pahlawan-masa-kini </guid>
<pubDate> Wed, 13 Nov 2019 14:20:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Korps Brimob Nasional. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/korps-brimob-pahlawan-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7bfaoMuA6a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Korps Brimob, Pahlawan Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sabar, kuat, berani, selalu siap, pantang menyerah, dan memiliki jiwa nasionalisme serta patriotisme yang tinggi. Begitulah yang tergambar di benak kita ketika mendengar ataupun memikirkan tentang Brimob atau <em>Brigade Mobile</em>, yaitu kesatuan elit milik Polri.</p><p style="text-align: justify;">Kesatuan ini merupakan kesatuan semi militer yang dilatih khusus layaknya tentara. Salah satu tugas pentingnya adalah membantu militer Indonesia (TNI) dalam menjaga kedaulatan negara apabila terjadi perang. Itulah sebabnya mengapa kesatuan elit ini dilengkapi dengan senapan serbu dan kendaraan lapis baja.</p><p style="text-align: justify;">Brimob bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan khususnya yang berkenaan dengan penanganan gangguan keamanan yang berintensitas tinggi, dalam rangka penegakan keamanan dalam negeri.</p><p style="text-align: justify;">Di era reformasi, Polri mendapatkan dukungan publik yang begitu luas, ditandai dengan keputusan politik memisahkan Polri dari institusi dan garis komando TNI pada 1 April 1999. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Tap MPR/VI/2000 tentang pemisahan ABRI (TNI dan Polri) serta Tap MPR/VII/2000 tentang peran kedua lembaga tersebut dengan menempatkan TNI di bawah Departemen Pertahanan, khusus Polri berada langsung di bawah Presiden.</p><p style="text-align: justify;">Tindak lanjut dari keluarnya kedua Tap MPR tersebut adalah dikeluarkannya UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara, yang berkaitan juga dengan peran dan posisi TNI dalam peran perbantuannya pada Polri.</p><p style="text-align: justify;">Setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, secara resmi polisi memisahkan diri dari tubuh TNI dan menjadi Polisi Sipil. Perjalanan reformasi Polri secara garis besar dijelaskan bahwa Polri memiliki fungsi pemerintahan negara yang bertujuan dan berperan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) serta menegakkan hukum guna terpeliharanya keamanan dalam negeri dalam kultur polisi sipil.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini Brimob Polri sudah menanggulangi banyak sekali tugas dalam Kamtibmas berkadar tinggi, utamanya kerusuhan massa, kejahatan terorganisasi bersenjata api, bom, bahan kimia, biologi dan radioaktif yang pelaksanaan tugas Brimob tersebut dilandaskan atas fungsi Brimob Polri sebagai satuan pamungkas Polri (<em>Striking Force</em>) yang memiliki kemampuan spesifik penanggulangan keamanan dalam negeri yang berkadar tinggi dan penyelamatan masyarakat yang didukung oleh personel terlatih dan memiliki kepemimpinan yang solid, peralatan dan perlengkapan dengan teknologi modern.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan peran Brimob Polri dalam organisasi adalah melakukan manuver, baik secara individual atau dalam kelompok dengan daya gerak, daya tembak dan daya sergap untuk membatasi ruang gerak, melumpuhkan, menangkap para pelaku kejahatan beserta saksi dan barang bukti dengan cara: membantu, melengkapi, melindungi, memperkuat, dan menggantikan satuan kepolisian yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Intensitas perlibatan kekuatan Brimob Polri dalam penanggulangan tindak pidana terorisme di Indonesia meningkat pasca serangan teror Bom Bali I. Di samping dilibatkan dalam operasi-operasi kepolisian lainnya, khususnya dalam menghadapi kejahatan berintensitas tinggi. Seperti keberhasilan Polri dalam mengungkap dan menangani kasus terorisme di wilayah Poso, Sulawesi Tengah baru-baru ini juga tidak terlepas dari adanya peran Korps Brimob Polri yang tergabung dalam operasi Tinombala bersama dengan TNI. Juga di bulan September kemarin, Brimob Polri juga ikut serta proses pengamanan demo yang dilakukan seluruh mahasiswa yang menyuarakan penolakan terhadap RUU KUHP di gedung DPR.</p><p style="text-align: justify;">Polri juga dihadapkan pada tugas menangani kejahatan transnasional. Hal ini konsekuensi atas perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi, transportasi dan informasi yang kini batas-batas fisik suatu negara menjadi sesuatu hal yang maya. Kompleksitas pelaku dan objek perbuatan serta kesulitan akibat perbedaan hukum positif antar negara merupakan ciri khas dari kejahatan transnasional.</p><p style="text-align: justify;">Seperti, <em>money loundering</em>, <em>illegal fishing</em>, <em>human trafficking</em>, dan <em>drugs trafficking</em>. Hal seperti itu lah yang mengharuskan Brimob dituntut untuk selalu tegas dan selalu siap siaga apapun kondisinya dalam menghadapi berbagai macam konflik yang ada didalam negeri.</p><p style="text-align: justify;">Dalam menghadapi ancaman tugas diera modern seperti itulah, Polri dibawah kepimpinan Jenderal Polisi Tito Karnavian, menjawab dengan strategi delapan misi, sebelas program prioritas dan sepuluh komitmen. Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya) menjadi visi Kapolri yang harus ditindaklanjuti seluruh jajaran Polri termasuk Korps Brimob Polri telah membuat rencana aksi program prioritas Kapolri fungsi Brimob sebanyak 8 program terdiri dari 23 kegiatan dan <em>quick wins</em> dengan 7 kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam menghadapi ancaman tugas ke depan yang semakin berat dan kompleks Korps Brimob Polri selalu melakukan perubahan baik dalam hal meningkatkan kemampuan personel, persenjataan dan perlengkapan baik perorangan dan satuan serta terus melakukan penyegaran kepada para pejabatnya. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kegiatan <em>tour of duty</em> dan penyegaran terhadap para pejabat yang bersangkutan dalam karier pada organisasi Polri dan juga sebagai penyegaran di jajaran Korps Brimob Polri dalam meningkatkan profesionalitas satuan khususnya dalam bidang operasional.</p><p style="text-align: justify;">Selain bidang pembinaan yang memiliki peranan penting dalam suatu organisasi, bidang opersional satuan juga sangat memiliki peranan yang penting terutama dalam memberikan warna atau corak kepemimpinan pada suatu kesatuan. Suatu kesatuan akan dinilai baik dan berhasil apabila dalam bidang operasional dan pembinaan memiliki integritas dan soliditas tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Diawali dengan tampilan perorangan maupun kesatuan yang memiliki semangat tinggi dalam setiap pergerakan dan profesional dalam melaksanakan tugas sesuai dengan moto operasional kesatuan yakni &ldquo;Sekali melangkah pantang menyerah sekali tampil harus berhasil&rdquo; dengan tetap memegang teguh motto pengabdian &ldquo;Jiwa ragaku demi kemanusiaan&ldquo; sesuai koridor hukum dan peraturan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Besok, 14 November diperingati sebagai Hari Korps Brimob Nasional. Memasuki usia 74 tahun, tentu banyak tugas-tugas besar yang telah dilakukan. Sebagai komponen besar dalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, semoga selalu diberi kemampuan untuk menjalankan tugas yang tidak mudah ini dengan baik.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Hezki Arifani, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Raih Posisi Runner Up Ideas for Action, Mahasiswa Unmul Berkesempatan ke PBB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/raih-posisi-runner-up-ideas-for-action-mahasiswa-unmul-berkesempatan-ke-pbb/baca </link>
<guid> raih-posisi-runner-up-ideas-for-action-mahasiswa-unmul-berkesempatan-ke-pbb </guid>
<pubDate> Thu, 14 Nov 2019 09:20:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Raynold Raynaldo, project leader tim Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/raih-posisi-runner-up-ideas-for-action-mahasiswa-unmul-berkesempatan-ke-pbb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CDqXWGG9M4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Raih Posisi Runner Up Ideas for Action, Mahasiswa Unmul Berkesempatan ke PBB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong><span>&nbsp;</span>Mahasiswa memiliki peran sebagi<span>&nbsp;</span><em>agent of change</em><span>&nbsp;</span>di masyarakat. Perannya pun dapat dibuktikan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menuangkan ide terbaik dalam berbagai perlombaan. Hal tersebut di lakukan Raynold Raynaldo, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pagi itu, di gedung Rektorat (12/11) Raynold menceritakan pengalamannya kepada<span>&nbsp;</span><em>Sketsa&nbsp;</em>ketika mengikuti lomba <em>Ideas for Action Incubator 2019</em>. <em>Ideas for Action</em>, merupakan program bersama Bank Dunia dan <em>Zicklin Center for Business Ethics Research&nbsp;</em>di Wharton School.</p><p style="text-align: justify;">Merupakan kompetisi untuk pembiayaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Setiap tahun, akan ada mahasiswa dan profesional muda dari seluruh dunia berpartisipasi untuk merancang ide-ide inovatif untuk membiayai dan mengimplementasikan TPB.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, Tanoto Foundation dan Wharton School bekerja sama untuk mangadakan <em>Ideas for Action Incubator Competition 2019</em>. Tujuannya sama, untuk mengundang mahasiswa dan profesional muda Indonesia untuk mengembangkan gagasan mereka dalam solusi pembiayaan untuk implementasi TPB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi ini lomba mininya Tanoto. Digunakan untuk mengakselerasi anak-anak yang terpilih 1 secara nasional untuk untuk ikut internasional ke PBB langsung. Ini adalah lomba mininya dan kita bisa juara dua,&quot; jelas mahasiswa angkatan 2017 ini.</p><p style="text-align: justify;">Raynold menjelaskan bahwa timnya terdiri dari enam orang yang berasal dari lintas fakultas yang terdiri dari Oltri Pebri Meliyenni S mahasiswa Fahutan, Deardo Pangondian Napitu dari Faperta, Alzahra Sepbrina Arpani dari FEB, Raffi dari FKTI serta didampingi satu dosen FKTI, Anton Prafanto sebagai akademik advisor. Mereka bersaing dengan universitas besar lainnya di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).</p><p style="text-align: justify;">Adapun yang menjadi jawara dalam lomba tersebut dari ITB dan Unhas. Posisi<span>&nbsp;</span><em>runner up&nbsp;</em>diisi oleh Unmul, ITB dan UGM. &quot;Kita runner up, jadi kita 5 terbaik se-Indonesia,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tahapan seleksinya sendiri dilakukan secara online. Ide yang mereka bawakan dalam ajang tersebut adalah sebuah<span>&nbsp;</span><em>drone</em><span>&nbsp;</span>guna mengatasi kebakaran hutan dan untuk konservasi hutan.<span>&nbsp;</span><em>Drone</em><span>&nbsp;</span>ini bisa mengatasi kebakaran hutan dengan<em>&nbsp;fire extinguisher</em><span>&nbsp;</span><em>mini</em>. Memiliki Bentuk seperti<span>&nbsp;</span><em>fire ball mini</em>, tapi aman untuk lingkungan karena tidak merusak tanaman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang kita unggulkan juga ini<span>&nbsp;</span><em>drone low conservation budget&nbsp;</em>atau drone konservasi yang murah. Karena<span>&nbsp;</span><em>budget</em>nya cuma Rp35 juta dan Tanoto foundation ini membantu kita bukan hanya untuk memproduksi<span>&nbsp;</span><em>drone</em><span>&nbsp;</span>tapi bagaimana juga untuk menjualnya,&quot; terang Ray.</p><p style="text-align: justify;">Dia menjelaskan bahwa hadiah yang didapatkan jika memenangkan lomba ini adalah kesempatan terbang ke PBB dan akan menerima bimbingan dari Wharton School. Mentoring akan membantu tim pemenang dalam memperbaiki proposal mereka untuk pengumpulan tahap akhir ke panel juri <em>Ideas for Action</em> yang diadakan oleh PBB pada Februari 2020 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Jika proposal tersebut diterima, maka Raynold dan tim berkesempatan terbang ke New York, Amerika Serikat untuk mempresentasikan ide mereka di Kantor PBB. Raynold merasa berkat kerja sama tim akhirnya mereka bisa mendapatkan ide dan dapat meraih hasil terbaik dalam lomba tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bersama-sama, dalam teknologi tidak mungkin inovasi hanya satu orang saja. Dari kolaborasi itu yang bikin idenya keren,&quot; tutupnya.<span>&nbsp;</span><strong>(<em>ann/fir/zar/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Menang Lomba, Jamal: Tidak Tahu Prosesnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-menang-lomba-jamal-tidak-tahu-prosesnya/baca </link>
<guid> mahasiswa-menang-lomba-jamal-tidak-tahu-prosesnya </guid>
<pubDate> Fri, 15 Nov 2019 11:16:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nur Jamal, Kaprodi Penjaskesrek. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-menang-lomba-jamal-tidak-tahu-prosesnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Qb1GUnixnG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Menang Lomba, Jamal: Tidak Tahu Prosesnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) ke-XVI di Jakarta September lalu, membawa angin segar bagi Unmul. Prestasi gemilang diraih kontingen Kaltim dengan perolehan medali, yakni 3 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dua atlet yang menyumbang emas dari <span><span>cabang olahraga</span></span> (Cabor) tarung drajat adalah Jefri Andrianus dan Nikolaus Toni Sega Sera merupakan mahasiswa <span><span>Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (P<span><span>enjaskesrek).&nbsp;</span></span></span></span>Serta Cabor kempo yang turut menyumbang emas atas nama Ado Tia Saputra dari Fakultas Hukum.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mengetahui kabar peserta didiknya berhasil membawa nama Unmul bangga, Nur Jamal, Kaprodi Penjaskesrek mengaku bangga. Hal ini membuktikan kualitas mahasiswa Unmul pada kancah nasional, meski dalam proses pemilihan delegasi kontingen ia tak mengetahui prosesnya secara pasti.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Turut bangga serta apresiasi besar terhadap mahasiswa kami, namun, saya kurang tahu betul bagaimana prosedur pemilihan atlet, tahu-tahu langsung mendapat surat dispensasi mahasiswa bersangkutan,&quot; ungkapnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Melihat hal tersebut, Jamal berharap upaya transparansi administratif kepada rektorat serta melibatkan program studi dalam kepengurusan Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bopami) mengingat ranah olahraga dan atlet merupakan bidang yang dinaungi oleh program studi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Kami berharap, bisa melakukan audiens kepada atasan kami (Wakil Rektor III) mengenai keterlibatan kami, semoga bisa terealisasikan karena melihat potensi mahasiswa ini, perlu penguatan kepengurusan yang kuat secara administratif dan teknis,&quot; terang Jamal.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Jamal menambahkan perjuangan mahasiswa perlu mendapat dukungan yang jelas dan bertanggungjawab guna prestasi yang menjulang.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Sempat dapat kabar dari mahasiswa yang berangkat POMNas, yang seharusnya mereka tinggal memikirkan strategi memenangkan pertandingan harus terpikirkan akomodasi selama berada di tuan rumah, hal ini cukup memprihatinkan,&quot; tambah Jamal.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Guna mengetahui kejelasan lebih lanjut mengenai fasilitas yang diterima atlet selama berlaga.&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>&nbsp;melakukan upaya konfirmasi kepada salah satu mahasiswa atlet kempo yang ikut serta bertandang pada POMNas, Syahrida Febi Ananda.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&quot;Kurang lebih seminggu selama di Jakarta, akomodasi tetap Unmul menanggung, hanya saja untuk pengelolaan anggarannya, kami yang harus mutar otak sendiri. Pada POMNas sebelumnya kami terima bersih saja, tinggal siap bertanding, kemarin pikiran harus kebagi dua,&rdquo; ucap Febi.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Febi berharap, universitas mampu mendukung dan mengelola keperluan atlet dengan lebih baik ke depannya guna memaksimalkan produktivitas atlet.&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(syl/rst/ubg/ann)&nbsp;</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Temuan Uang Jutaan Rupiah Gegerkan FMIPA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temuan-uang-jutaan-rupiah-gegerkan-fmipa/baca </link>
<guid> temuan-uang-jutaan-rupiah-gegerkan-fmipa </guid>
<pubDate> Sat, 16 Nov 2019 11:28:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Misteri termuan uang jutaan rupiah di halaman parkir FMIPA. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/temuan-uang-jutaan-rupiah-gegerkan-fmipa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JvETPADGA3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Temuan Uang Jutaan Rupiah Gegerkan FMIPA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Rahmat Gunawan, seorang dosen Prodi Kimia di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kaget bukan kepalang. Pasalnya, ia menemukan amplop berisi uang jutaan rupiah di belakang mobil dekan yang terparkir di depan gedung A FMIPA, Rabu (6/11) lalu. Di atas amplop, tertera nama Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat, Bohari Jusuf.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat keluar (setelah berdiskusi), tahu-tahu ada uang yang ditutup dengan kuitansi. Saya ambil, (dan) kayaknya ini punya rektorat, soalnya ada nama Pak Bohari di bagian kopnya. Karena ini punya kampus, jadi saya panggil satpam,&quot; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Rahmat memaparkan, ia menemukan amplop sudah dalam kondisi terbuka. Selain uang yang diyakini bernominal Rp2 juta lebih, terdapat lembaran kuitansi Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) bermaterai dan belum ditanda tangani senilai Rp16 juta dalam keadaan terlipat.<br><br>&quot;Sebelum lapor ke satpam, saya lapor ke Pak dekan dulu. Pak dekan kaget pas saya nunjukkan amplop itu. Terus kami sama-sama panggil satpam, dan pak dekan bilang amplop ini harus dikembalikan, kayaknya punya Pak Bohari,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nominalnya hanya Rp2 juta sekian dalam bentuk <em>cash</em>, kebanyakan (lembaran) Rp100 ribu dan sisanya uang kecil-kecil. Pak satpam juga heran kenapa tertera Rp16 juta di kuitansi, (tetapi) belum diapa-apain dan cuma ada materai yang belum ditandatangani. Saya nggak tahu untuk keperluan apa itu,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Rahmat menyerahkan urusan amplop tersebut kepada satpam. Idris Mandang selaku dekan FMIPA segera menghubungi Bohari Yusuf melalui <em>Whatsapp</em> dan mengirim foto amplop tersebut. Disebutkan, Bohari membalas pesan tersebut dan mengatakan bahwa akan ada utusan yang mengambil amplop tersebut.<br><br><em>Sketsa&nbsp;</em>lalu mencoba mengkonfirmasi kepada Gunawan, satpam yang menangani kasus amplop. Ia menuturkan, Rahmatlah yang melaporkan terlebih dahulu penemuan amplop yang ditindaklanjuti oleh Idris dengan memanggil dirinya untuk menyerahkan kembali amplop itu kepada Bohari. Namun, bukan dirinya yang mengembalikan amplop tersebut, melainkan utusan yang dikirim Bohari. <br><br>&quot;Jadi, sekretaris WR IV sendiri yang ngambil kesini,&quot; ucapnya.<br><br>Gunawan menjelaskan, sebelum ia menyerahkan amplop berisi uang tersebut, ia terlebih dahulu menanyakan berapa nominal uang yang tersisa kepada sekretaris. Melihat sekilas, ia menduga ada sekitar Rp2,6 juta yang tersisa di dalam amplop tersebut. Ia juga melihat keterangan bahwa uang tersebut digunakan untuk membayar uang muka untuk menggelar sebuah acara di hotel. <br><br>&quot;Soalnya saya ini takut juga, kan. Makanya saya tanyain, &apos;Itu duitnya berapa?&apos; Saya tahan dulu (uangnya). Dia jawab sesuai nominal dan mengaku telah membayar untuk acara di hotel baru saya kasih uangnya&quot;, pungkasnya. <strong><em>(len/cin/ina/hdt/ann)</em></strong><br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hentikan Body Shaming Sejak Dini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/hentikan-body-shaming-sejak-dini/baca </link>
<guid> hentikan-body-shaming-sejak-dini </guid>
<pubDate> Sun, 17 Nov 2019 09:10:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hentikan body shaming sejak dini dan lebih menghargai diri sendiri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/hentikan-body-shaming-sejak-dini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gOLbLudsaC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hentikan Body Shaming Sejak Dini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pernahkah kamu merasa minder dan malu karena fisikmu? Misalnya, kamu pernah berpikir dan merasa bahwa dirimu kurang berisi, terlalu gemuk, atau memiliki beberapa bagian tubuh yang membuatmu ingin sembunyi?</span></p><p style="text-align: justify;">Lalu, apakah seseorang pernah mengatakan bahwa kamu bukanlah seseorang yang ideal dan proposional? Apabila kamu pernah merasakan beberapa hal di atas, maka artinya kamu sedang mengalami fase yang dinamakan <em>body shaming</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>Body shaming</em> sendiri adalah istilah lain untuk mencela diri sendiri atau orang lain atas bentuk fisiknya. Dari sini, dapat ditarik kesimpulan bahwa hal ini tentu bukan sesuatu yang membangun bagi pribadi kita dalam kehidupan sosial.</p><p style="text-align: justify;">Secara tidak langsung <em>body shaming</em> akan membuat diri sendiri terlihat buruk, baik untuk diri sendiri maupun di mata orang lain. Hal ini akan membuat seseorang semakin tidak bersyukur atas dirinya sendiri. Seseorang yang mengalami <em>body shaming</em> bisa saja mengalami penurunan kepercayaan diri bahkan depresi.</p><p style="text-align: justify;">Efek dari <em>body shaming</em> sendiri juga tak dapat disepelekan. Ketika mengalami <em>body shaming</em>, secara tidak langsung terdapat tekanan tersendiri yang membuat seseorang melakukan kegiatan atau perilaku ekstrem.</p><p style="text-align: justify;">Saat hal ini terjadi, korban <em>body shaming</em>&nbsp;bisa saja melakukan diet ketat dengan mengurangi porsi makan berlebih. Bahkan tidak makan dalam jangka waktu tertentu demi menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat. Semata-mata agar terlihat &ldquo;sesuai&rdquo; dengan standar lingkungannya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sampai situ, <em>body shaming</em> dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia nervosa. Padahal, yang diperlukan hanyalah menjaga pola makan dengan teratur dan berolahraga yang cukup. Apakah perlu untuk mengorbankan waktu dan porsi makan hanya untuk terlihat standar? Jawabannya tentu saja tidak.</p><p style="text-align: justify;">Bentuk tubuh atau fisik seseorang bukanlah parameter sosial yang dapat diukur. Dengan berbagai perbedaan yang ada, maka seharusnya semua orang dapat menghargai perbedaan. Lalu, seperti apa kunci untuk menghindari <em>body shaming</em>?</p><p style="text-align: justify;">Kuncinya adalah percaya diri. Dengan percaya diri, kamu dapat berkembang secara positif tanpa perlu khawatir dengan berbagai pendapat orang lain mengenai fisik yang dimiliki. Dengan menghindarinya, kamu sudah menyelamatkan orang lain dan dirimu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat, sudah banyak sekali kasus kematian yang disebabkan oleh stres karena mengalami gangguan eksternal yang didasari <em>body shaming</em>. Ini mencerminkan bahwa <em>body</em> <em>shaming</em> dapat mengancam kehidupan, terutama kebahagiaan dan kebebasan seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Maka, kita perlu untuk belajar mensyukuri diri sendiri.<em> Body shaming</em> bukanlah sesuatu yang patut dipertahankan, karena mengurangi berbagai aspek dalam hidup. Kita dapat melakukan berbagai hal positif yang dapat membangkitkan kepercayaan diri kita, seperti berolahraga ringan dan meditasi selama 3-5 menit setiap harinya untuk meningkatkan kebugaran tubuh dan kesehatan mental kita.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, tanamkanlah <em>mindset</em> bahwa setiap orang, termasuk dirimu memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri. Ini akan membuat kita semakin yakin bahwa seperti apapun bentuk tubuh atau fisik yang kita miliki, hal tersebut adalah anugerah yang harus kita rawat dan jaga dengan penuh perhatian.</p><p style="text-align: justify;">Bahagia adalah sebuah pilihan, sehingga hanya kita yang dapat menentukan ingin mengambil kebahagiaan itu atau tidak. Mulailah berhenti untuk membanding-bandingkan fisik dan cintailah diri kita apa adanya. <strong><em>(len/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lapangan Kurusetra Tidak Seindah Dulu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lapangan-kurusetra-tidak-seindah-dulu/baca </link>
<guid> lapangan-kurusetra-tidak-seindah-dulu </guid>
<pubDate> Mon, 18 Nov 2019 12:13:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Potret Lapangan Kurusetra sekarang. (Sumber: Istimewa) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lapangan-kurusetra-tidak-seindah-dulu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/URDbA8F7ps.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lapangan Kurusetra Tidak Seindah Dulu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sebagai universitas yang mendapat akreditasi A, Unmul terus berupaya membangun serta memperbaiki berbagai fasilitas yang ada secara bertahap. Dalam beberapa kurun waktu terakhir, infrastruktur pendukung dibangun agar dapat dinikmati oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, Unmul tampaknya lupa dengan sarana fasilitas yang cukup dibutuhkan, yakni lapangan sepak bola Kurusetra yang berlokasi dekat dengan rusun Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Lapangan sepak bola yang dimiliki Unmul sekarang ini kondisinya jauh dari kata layak. Sebagian besar sudah ditumbuhi rumput liar dan kondisinya tidak rata. Bahkan lapangan bisa tergenang apabila hujan deras. Selain lapangan, tribun penonton cukup memprihatinkan dengan atap yang sudah usang.</p><p style="text-align: justify;">Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) salah satu yang sering menggunakan lapangan Kurusetra turut bersuara. Ditemui Kamis (14/11) di Sekretariat BEM FISIP, Ketua Himaksi, Achmad Dhani Nugraha mengungkapkan impresinya tentang kondisi lapangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fasilitasnya enggak terawat sama sekali, mulai dari rumput, tribun, gawang juga. Dikatakan layak, bagi Himaksi sendiri sebenarnya udah enggak layak buat dipake, cuma enggak ada tempat lagi bagi teman-teman,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski kondisi lapangan kurang terurus, namun lapangan Kurusetra merupakan satu-satunya lapangan sepak bola yang ada di Unmul. Selain itu, alasan Himaksi hingga kini masih tetap menggunakan lapangan Kurusetra sebab tidak memakan banyak biaya, jika dibanding dengan lapangan lain yang harus disewa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada juga kayak beberapa keluhan yang tanahnya enggak rata sama sekali, jadi katanya kayak kurang maksimal mereka main di Kurusetra. Kalau hujan itu tergenang, kayak danau gitu,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pengguna lapangan yang cukup lama, Himaksi telah mencoba memberikan saran kepada Birokrat agar dapat memperbaiki lapangan Kurusetra. Namun kurangnya tanggapan maka hingga kini lapangan tersebut masih dengan kondisi yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini tayang, <em>Sketsa</em> masih berusaha mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak terkait di Unmul. <strong>(<em>anm/vny/rpi/erz/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sukses Gelar Seminar Kebangsaan, LKISH Suarakan Kebhinnekaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/sukses-gelar-seminar-kebangsaan-lkish-suarakan-kebhinnekaan/baca </link>
<guid> sukses-gelar-seminar-kebangsaan-lkish-suarakan-kebhinnekaan </guid>
<pubDate> Tue, 19 Nov 2019 13:47:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sesi foto bersama panitia penyelenggara Seminar Kebangsaan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/sukses-gelar-seminar-kebangsaan-lkish-suarakan-kebhinnekaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gbDOKLVJeR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sukses Gelar Seminar Kebangsaan, LKISH Suarakan Kebhinnekaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Hukum (FH) Unmul, Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum (LKISH) mengadakan Seminar Kebangsaan pada Senin (18/10).</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di Aula Gedung B, kegiatan ini merupakan rangkaian penutup dari <em>Mulawarman Law Fair 2019</em>. Kegiatan ini terdiri dari dua lomba, yakni debat dan karya tulis ilmiah, Seminar Kebangsaan menjadi penutup kegiatan ini.</p><p style="text-align: justify;">Seminar dimulai pada pukul 08.30 Wita dengan sambutan, penampilan tarian, musikalisasi puisi. Tema yang dipilih dalam Seminar Kebangsaan ini ialah &quot;Merawat Kebhinnekaan dengan Pancasila Demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Menghadirkan <em>keynote speaker</em> Wakil Walikota (Wawali) Samarinda, Muhammad Barkati. Adapun yang dibahas mengenai Pancasila, ia juga mengatakan kepada seluruh peserta seminar untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan yang nantinya dapat memecah belah.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, Barkati juga mengajak seluruh peserta seminar untuk mempersiapkan diri menjadi warga Ibu Kota Negara (IKN). &quot;Mari bersama-sama untuk tidak menyebarkan berita hoaks juga saling menghargai satu sama lain,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Tiga narasumber lainnya yang turut mengisi Seminar Kebangsaan adalah Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim Asmunie Ali, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Yudha Pranoto, dan Akademisi Fakultas Hukum La Syarifuddin.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya diperuntukan bagi mahasiswa FH, LKISH turut mengundang delegasi dari seluruh lembaga di Unmul, untuk hadir dalam seminar kali ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami sengaja membawa tema ini karena di Indonesia banyak perbedaan suku, agama, dan juga ras. Jadi kami ingin mempersatukannya dan memberi pengetahuan untuk mencari cara merawat kebhinnekaan,&quot; tutur Ketua Panitia, Muhammad Rafik. <strong><em>(bip/nhh/wil/rst/hlm)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kita Semua (Pernah Jadi) Anak-anak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kita-semua-pernah-jadi-anak-anak/baca </link>
<guid> kita-semua-pernah-jadi-anak-anak </guid>
<pubDate> Wed, 20 Nov 2019 11:02:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini untuk merayakan Hari Anak Sedunia karya Mahmudhah Syarifatunnisa, mahasiswi Manajemen, FEB 2016. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kita-semua-pernah-jadi-anak-anak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3LN6kQT0cO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kita Semua (Pernah Jadi) Anak-anak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ketika berbicara soal anak-anak, yang mungkin akan terlintas pertama adalah wajah menggemaskan dengan mimik ceria dan tingkah yang lincah. Anak-anak juga memiliki insting keingintahuan tinggi, yang membuat anak-anak adalah aset dunia paling berharga dan diharapkan memiliki masa depan yang gemilang.</span></p><p style="text-align: justify;">Hal inilah yang mendasari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk sebuah badan yang bernama UNICEF (<em>United Nations International Children&rsquo;s Emergency Fund</em>), yang tak hanya sekadar melindungi namun juga menyelamatkan kehidupan anak-anak, membela hak-hak mereka, serta menyelenggarakan pendidikan untuk membantu mewujudkan potensi anak-anak dan remaja. PBB juga menetapkan tanggal 20 November sebagai Hari Anak Sedunia. Lihat, anak-anak itu spesial, kan?</p><p style="text-align: justify;">Hanya saja, walau badan perlindungan untuk anak-anak telah dibentuk, masih saja ada segelintir orang dewasa yang menyakiti anak-anak baik verbal maupun fisik. Contoh sederhana, beberapa orang tua mengucapkan kata-kata kotor kepada anaknya dan ini dianggap sebagai hal yang lumrah. Kita memang tak tahu efek yang mungkin akan terjadi kepada anak tersebut, namun sang anak akan meniru tindak tanduk orang tuanya tanpa mengerti apa artinya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, ada beberapa orang tua yang mempekerjakan anaknya sebagai pekerja kasar, ditambah dengan kekerasan lain yang dilayangkan kepada anak tersebut. Contohnya seperti peristiwa pada September 2019 lalu di Kota Lhokseumawe, Aceh. Di mana seorang anak berinisial MS dipaksa mengemis oleh orang tua tirinya dan uang hasil mengemis tersebut digunakan untuk membeli narkoba. Mirisnya, MS akan dikurung dan dipukul jika hasil mengemis tersebut tidak mencapai target. Kasarnya, anak-anak hanyalah fasilitas untuk memenuhi kebutuhan orang tua.</p><p style="text-align: justify;">Anak-anak yang harusnya menghabiskan waktunya dengan bermain bersama teman seusianya, mendapatkan kasih sayang baik dari orang tuanya atau lingkungan sekelilingnya, malah harus tertindas oleh hasrat jahat orang tuanya atau orang dewasa di sekitarnya. Sejujurnya, para orang dewasa ini pernah menjadi anak-anak, bukan? Apa mereka tidak berpikir akan rasa sakit yang dialami oleh anak-anak yang tersebut?</p><p style="text-align: justify;">Mungkin ini menjadi pelajaran tambahan bagi orang tua, terutama bagi kalian yang akan berumah tangga, untuk memperlakukan anak-anak sebagaimana mereka makhluk yang punya hak hidup di dunia. Kalau Anda kelak memperlakukan anak Anda atau anak orang lain dengan kasar, apa Anda akan bangga dan dicap sebagai orang hebat?</p><p style="text-align: justify;">Kalau menurut saya, masa orang dewasa beraninya sama anak kecil? Masa orang dewasa berani untuk menindas makhluk kecil yang tidak mengerti apa-apa?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Eksploitasi anak sudah lama menjadi momok permasalahan. Anak yang seharusnya dirawat sedemikian rupa agar potensi mereka berguna bagi masyarakat di masa depan, malah dieksploitasi dan melakukan kegiatan berat yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa. Mereka memiliki hak yang sama pentingnya dengan orang dewasa, mereka juga bagian dari lingkungan sosial. Berhubungan dengan lingkungan sosial, sebagai orang tua atau orang dewasa, sudah sepatutnya menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan aman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Toh, kita semua pernah melewati fase menjadi anak-anak. Memiliki pemikiran yang masih lugu dan polos, tatapan sayang dan gemas dari orang sekitar saat kita masih kecil, dan sangat dilindungi oleh orang tua kita. Jarang sekali kita mendengar nada marah atau makian, waktu makan sangat diperhatikan, tidakkah kalian merindukan kasih sayang itu?</p><p style="text-align: justify;">Mendidik anak tidak perlu harus menegangkan urat, tidak perlu pula dengan nada tinggi, tidak juga dengan pukulan atau tamparan. Kita bisa mengajarkan hal-hal disiplin kepada mereka tanpa rasa otoriter yang berlebihan. Anak-anak juga bisa diberi pengertian dan pemahaman tanpa menyalahi hak mereka. Beri perlindungan yang cukup tanpa memberi kesan <i>over protect</i>. Berceritalah tentang pengalaman menyenangkan Anda semasa kecil kepada anak tanpa kesan menggurui.</p><p style="text-align: justify;">Perlu diingat kembali, kita semua pernah jadi anak-anak. Kita semua juga ingin punya pengalaman masa kecil yang indah, kan? Begitu juga anak-anak lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mahmudhah Syarifatunnisa, mahasiswi Manajemen, FEB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perbarui Fasilitas Perpustakaan Unmul, Supadi: Kami Ingin Pemustaka Nyaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perbarui-fasilitas-perpustakaan-unmul-supadi-kami-ingin-pemustaka-nyaman/baca </link>
<guid> perbarui-fasilitas-perpustakaan-unmul-supadi-kami-ingin-pemustaka-nyaman </guid>
<pubDate> Thu, 21 Nov 2019 13:08:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana fasilitas baru perpustakaan Unmul, agar pemustaka menjadi lebih nyaman saat berkunjung. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perbarui-fasilitas-perpustakaan-unmul-supadi-kami-ingin-pemustaka-nyaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LvvOO4rCe3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perbarui Fasilitas Perpustakaan Unmul, Supadi: Kami Ingin Pemustaka Nyaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mulai beberapa minggu lalu, terdapat perbedaan yang nampak pada lantai dua perpustakaan Unmul. Bagian kiri dari Bank Indonesia (BI) <em>Corner</em> yang mulanya kosong, kini dilengkapi meja yang melingkar pada tiap tiangnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, karpet juga turut disediakan untuk mempernyaman siapa pun yang berniat menggunakan. Selain itu, tersedia pula stopkontak pada bagian atas tiang, namun tak terlalu nampak sebab letaknya terlalu tinggi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai fasilitas tersebut, <em>Sketsa</em> menemui Supadi selaku Kepala Perpustakaan Unmul dan beberapa mahasiswa pengguna fasilitas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perpustakaan itu selalu berkembang,&quot; tutur Supadi.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menjelaskan bahwa dirinya dan para staf perpustakaan kerap memikirkan, seandainya mahasiswa atau pemustaka tidak hadir di sini, mereka akan mencari tempat di luar. Maka, dilengkapilah sarana dan prasarana untuk para pemustaka.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, selepas kuliah mahasiswa pasti cukup lelah. Ada pula kemungkinan untuk belajar atau mengerjakan tugas dengan santai sembari makan atau berbaring. &quot;Jadi karena itu, untuk memberikan kenyamanan para pemustaka,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan Supadi, bahwa tidak hanya fasilitas baru yang akan disediakan Perpustakaan Unmul. Ia menjelaskan bahwa fasilitas lainnya akan didukung dengan <em>Wi-Fi Corner</em>. Serta ada beberapa fasilitas yang sedang dipersiapkan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya membuka Jepang <em>Corner</em> merupakan bentuk kerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang untuk promosi kebudayaan Jepang. Rencananya, fasilitas ini baru bisa beroperasi pada Februari mendatang. Selain itu, dalam waktu dekat akan tersedia Perancis dan Irak <em>Corner</em>. Tak hanya itu ia juga menambahkan bahwa lantai 2 perpustakaan akan segera digunakan untuk ruangan tenaga IT.</p><p style="text-align: justify;">Lalu bagaiamana tanggapan pengguna fasilitas baru ini? Candra Ramadhan, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengaku baru pertama kali menggunakan fasilitas baru tersebut. Walau baru, Candra sudah memiliki masukan terkait fasilitas baru perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Fasilitasnya masih ada yang harus ditambah, seperti stopkontak dan kipas angin,&quot; sarannya.</p><p style="text-align: justify;">Selain Candra, Nur Farisya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah beberapa kali menggunakan fasilitas baru ini. Mahasiswi yang akrab disapa Farisya ini mengatakan lebih memilih untuk berada di sana karena tidak berniat meminjam buku.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebutkan bahwa dirinya hanya mencari tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas, sehingga tak jarang bisa menghabiskan waktu seharian. Farisya kemudian menyebutkan bahwa perpustakaan perlu menambahkan kipas angin.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menurut saya kipas sih, rada pengap soalnya ini,&quot; tutupnya.<strong><em> (rst/nhh/ina/ycp/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar Deforestasi pada Hari Pohon Sedunia 2019 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/kabar-deforestasi-pada-hari-pohon-sedunia-2019/baca </link>
<guid> kabar-deforestasi-pada-hari-pohon-sedunia-2019 </guid>
<pubDate> Thu, 21 Nov 2019 13:26:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Pohon Sedunia, 21 November 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/kabar-deforestasi-pada-hari-pohon-sedunia-2019/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Pwea3MGveB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar Deforestasi pada Hari Pohon Sedunia 2019</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tepat hari ini, 21 November 2019 merupakan perayaan Hari Pohon Sedunia. Dengan memperingati keberadaan pohon sebagai makhluk yang hidup berdampingan dengan manusia, sudah sepatutnya kita menjaga setiap pohon yang ada di sekitar. Selain membantu manusia dalam berbagai hal, pohon juga menjaga sebuah lahan agar tetap subur.</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, kini pepohonan telah berganti menjadi tiang-tiang beton yang kokoh. Berbagai lahan hijau kini tandas dihabisi para kontraktor. Tak jarang, beberapa peristiwa kebakaran hutan yang pernah terjadi merupakan hal yang disengaja oleh manusia, yang ingin memiliki &quot;masa depan&quot; dengan lahan-lahan yang luas. Hal ini dikenal dengan istilah deforestasi.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deforestasi diartikan sebagai penebangan hutan. Deforestasi terjadi saat area hutan ditebang habis dan diganti dengan bentuk penggunaan lahan lainnya. Istilah lainnya adalah penggundulan hutan yang biasanya dilakukan untuk mengubah fungsi lahan menjadi fungsi lain, seperti pertanian, peternakan, atau permukiman.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>foresteract.com</em>, deforestasi dapat terjadi baik di hutan temperate maupun di hutan hujan tropis. Negara-negara yang memiliki hutan tropis tercatat mengalami deforestasi signifikan. Hal ini didukung dengan deforestasi yang terjadi di hutan hujan tropis.</p><p style="text-align: justify;">Hutan hujan tropis memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan di bumi yang kaya akan keanekaragaman hayati serta menjadi penyimpan cadangan biomassa karbon. Namun hutan hujan tropis tidak dapat menjalankan fungsinya jika luasannya semakin menyempit.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mencegah laju deforestasi yang kian mengkhawatirkan, maka munculah sebuah sistem yang bernama penurunan emisi dari deforestasi dan pengrusakan hutan, atau <em>Reduction of Emissions from Deforestation and Forest Degradation</em> (REDD). REDD adalah sebuah mekanisme pengurangan deforestasi dan pengrusakan hutan dengan maksud mengurangi emisi dari deforestasi dan kerusakan hutan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, emisi tataguna lahan menyumbang hampir seperlima (sekitar 6 gt) total emisi dunia, dan hampir seluruhnya terjadi karena deforestasi dan pengrusakan hutan. Sayangnya, meskipun REDD ada pada skala negara, yang seharusnya dapat memonitor bahkan mencegah perpindahan tempat deforestasi (<em>leakage</em>), sistem ini masih belum begitu disoroti.</p><p style="text-align: justify;">Setengah dari emisi ini dihasilkan hanya oleh dua negara, yaitu Indonesia dan Brazil. Indonesia menghasilkan emisi dari deforestasi dan perusakan hutan dua kali lipat dari brazil, sehingga deforestasi di Indonesia menyumbang sekitar sepertiga total emisi dari deforestasi dan perusakan hutan.</p><p style="text-align: justify;">Yang buat prihatin, Indonesia sebagai penyumbang tujuh persen total emisi dunia marak dengan kebakaran hutan dan lahan serta pembukaan lahan secara besar-besaran. Tahun ini, beberapa provinsi di Indonesia seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua terlalap api dengan sebaran panas sebesar 4.012 titik.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang terbesar terjadi di Riau. Dikutip dari <em>kompas.com</em>, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur mengatakan, luas hutan dan lahan yang terbakar di Riau sejak 1 Januari hingga 9 September 2019 sebanyak total 6.464 ha. Dampaknya, timbul kabut asap yang mengganggu aktivitas manusia.</p><p style="text-align: justify;">Dari setiap peristiwa di atas, dapat dilihat bahwa kerusakan hutan dan hilangnya pepohonan menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem pada kehidupan. Meskipun keuntungan dari pembukaan lahan atau pembangunan baru sebagai alih guna fungsi meningkat dan dianggap penting, hal ini tetap tidak sebanding dengan efek yang ditimbulkan.</p><p style="text-align: justify;">Bayangkan, apabila 10 hingga 20 tahun ke depan populasi pohon dan keberadaan hutan semakin menipis dan berujung dengan kelangkaan, bagaimana manusia dan makhluk lainnya dapat mempertahankan eksistensinya?</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, mari kita mulai berbagai langkah kecil sejak dini untuk terus melestarikan pohon-pohon. Kita dapat memulainya dengan menanam pohon di sekitar rumah, membuat kampanye kecil untuk penanaman bibit pohon. Serta mendukung atau mendonasikan sedikit uang untuk membantu berbagai program penghijauan hutan. Selamat hari pohon sedunia! <strong><em>(len/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Tahun Dibekukan, BEM FH Direncanakan Bangkit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-tahun-dibekukan-bem-fh-direncanakan-bangkit/baca </link>
<guid> dua-tahun-dibekukan-bem-fh-direncanakan-bangkit </guid>
<pubDate> Fri, 22 Nov 2019 11:26:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nur Arifudin, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-tahun-dibekukan-bem-fh-direncanakan-bangkit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YI4OWEndV6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Tahun Dibekukan, BEM FH Direncanakan Bangkit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sempat dibekukan pada 2018, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Unmul kini direncanakan untuk bangkit kembali. Melalui audiensi terbuka pada Kamis (14/11) lalu, dikumpulkan tim evaluasi kemahasiswaan yang terdiri dari ketua jurusan, wakil dekan satu beserta dosen-dosen yang dianggap mampu untuk menganalisa situasi dan kondisi terkini di fakultas mereka. (Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca)" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-fh-resmi-dibekukan/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Audiensi terbuka yang diadakan di halaman parkir yang terletak di belakang gedung dekanat FH ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai angkatan. Audiensi diselenggarakan sebagai ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan pendapat serta masukan kepada tim evaluasi mengenai perencanaan dibentuknya kembali lembaga mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mahasiswa juga akan diberikan edukasi persuasif dalam bentuk pemahaman dan penjelasan mengenai keidealan sebuah organisasi mahasiswa atau kelembagaan dengan harapan mahasiswa lebih visioner di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Indonesia memang merupakan negara demokrasi, tetapi jangan sampai lupa kalau Indonesia itu adalah negara hukum dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 3. Jadi, jangan karena kebebasan berpendapat tetapi melanggar hukum, tetap harus tunduk pada pasal 1 ayat 3 UUD 1945,&rdquo; tutur Nur Arifudin selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni.</p><p style="text-align: justify;">Ia memaparkan, jalur BEM dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) akan dikembalikan ke level kesiapan mahasiswa. Jika mahasiswa mendukung, jalan menuju lembaga yang ideal akan mudah. Diharapkan, dengan dibukanya forum diskusi, maka tidak lagi menimbulkan bentrok antara keinginan fakultas dan mahasiswa tentang konteks kelembagaan. Fakultas sendiri tidak akan lepas tangan dalam proses karena dari mahasiswa sendiri membutuhkan pihak fakultas sebagai penengah dalam memecahkan masalah yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, kami ingin fakultas ini menjadi <em>center of ethic,</em> dimulai dari mahasiswanya mumpuni untuk berdemokrasi yang sehat, bijak dan bermartabat,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(hmm/hzk/ann/wil/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meski Molor, Pemira BEM KM Akhirnya Dibuka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-molor-pemira-bem-km-akhirnya-dibuka/baca </link>
<guid> meski-molor-pemira-bem-km-akhirnya-dibuka </guid>
<pubDate> Sat, 23 Nov 2019 12:03:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tahapan baru Pemira BEM KM Unmul 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-molor-pemira-bem-km-akhirnya-dibuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U880SgeJRT.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Meski Molor, Pemira BEM KM Akhirnya Dibuka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Berjalan lebih lambat dari tahun sebelumnya, Pemilihan Raya (Pemira) Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul memulai tahapannya. Ditemui awak <em>Sketsa</em> pada Kamis (21/11), Rahmat Maulana Nasution, Ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) mengaku tak mengetahui penyebab keterlambatan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau itu saya enggak tahu lebih jauh ya. Karena itu terkait internal DPM KM,&rdquo; ujar mahasiswa mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu, Rahmat pun membagikan beberapa informasi mengenai tahap awal terbentuknya KPPR ini, dimulai dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM yang melakukan rekrutmen terbuka dan terpilih 33 orang melalui wawancara dan seleksi dan ditetapkan Selasa (12/11).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;12 November ditetapkan, sudah sama panitia pengawas dan sekaligus pelantikan di Sekre DPM KM,&rdquo; kata mahasiswa angkatan 2017 ini.</p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa hari, diadakan rapat pleno pada Selasa (19/11) yang membahas penentuan timeline kegiatan Pemira. Meski waktunya terbilang singkat dan padat, Rahmat berharap mampu mengejar target agar bisa memaksimalkan tahapan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Mengacu pada <em>timeline</em> Pemira yang berjalan hingga Februari 2020, Rahmat membeberkan penyebabnya karena melihat pengalaman Pemira tahun lalu dilaksanakan pada Desember yang bertepatan dengan waktu ujian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat ini kalau kita lakukan di Desember, pemungutan suara itu pada saat hari ujian. Kemudian ada juga dari beberapa prodi yang sudah libur contohnya S1 PIN itu tanggal 10 Desember itu sudah libur,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menegaskan bahwa masa kampanye akan digencarkan pada Desember dan akan diberhentikan sementara begitu memasuki waktu ujian dan dilanjutkan dengan uji publik. Sementara itu akan dilakukan penetapan bersama untuk menyepakati Kampanye lanjutan di Januari mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi nanti kami akan ada penentuan internal KPPR. Kami akan menyusun strategi apakah kampanye media sosial atau nanti seperti apa kami akan susun dan akan tetapkan. <em>Fix</em>-nya hampir sebagian sudah ada cuman belum diputuskan,&rdquo; imbuh mahasiswa Prodi Agrobisnis perikanan ini.</p><p style="text-align: justify;">Terpantau melalui akun instagram <em>@pemiraunmul</em>, saat ini tahapan pemira telah memasuki babak dibukanya pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden serta panitia pemungutan suara, setelah sebelumnya diadakan sosialisasi terbuka di Halaman Auditorium Unmul, Jumat (22/11) kemarin. <strong><em>(ann/fir/zar/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Kebangkitan HMPKn: Menanam Kembali Sikap Kewarganegaraan yang Berintegritas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/hari-kebangkitan-hmpkn-menanam-kembali-sikap-kewarganegaraan-yang-berintegritas/baca </link>
<guid> hari-kebangkitan-hmpkn-menanam-kembali-sikap-kewarganegaraan-yang-berintegritas </guid>
<pubDate> Sun, 24 Nov 2019 12:13:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Kebangkitan HMPKn pada 21 November 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/hari-kebangkitan-hmpkn-menanam-kembali-sikap-kewarganegaraan-yang-berintegritas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SVo0oXP0bQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Kebangkitan HMPKn: Menanam Kembali Sikap Kewarganegaraan yang Berintegritas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Indonesia merupakan negara yang memiliki 1.340 suku bangsa dan 300 kelompok etnik dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Namun, seringkali Indonesia diterpa oleh berbagai masalah yang berkaitan dengan konflik antar individu atau antar kelompok hingga isu-isu negatif yang muncul dan menyebabkan terjadinya perselisihan di dalam masyarakat. Hal yang memicu timbulnya konflik atau isu adalah berkurangnya nilai-nilai pancasila yang dimiliki oleh masyarakat saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, seperti apa langkah yang harus dilakukan mahasiswa dalam memelihara nilai-nilai pancasila yang semakin ditinggalkan? Dalam perayaan hari kebangkitan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (HMPKn) yang ke 9 pada 21 November lalu, diangkatlah tema &quot;Reaktualisasi Wawasan Kebangsaan dalam Bingkai Pancasila untuk Mewujudkan Generasi Cerdas, Unggul dan Berkreativitas&quot; untuk memunculkan kembali wawasan mengenai pancasila yang kini semakin menghilang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti kita ketahui bersama tema yang kita ambil ini berdasarkan keadaan yang terjadi pada saat ini, terutama bagi kalangan muda. (Karena) hilangnya nilai-nilai pancasila, kami ingin memunculkan kembali bahwa Indonesia memiliki berbagai suku dalam bingkai pancasila yang dapat mewujudkan generasi cerdas, unggul dan berkreativitas,&rdquo; kata Ikhwanur selaku Ketua Panitia Hari Kebangkitan HMPKn.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkan olehnya, perayaan hari kebangkitan ini lahir sejak tahun 2011 saat seorang alumni PPKn bernama Wahyudi meraih juara debat tingkat nasional di Universitas Negeri Malang (UNM). Sehingga pada 21 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kebangkitan HMPKn. Membuka pendaftaran sejak 20 Oktober hingga 20 November 2019, mereka menyelenggarakan <em>Grand Opening&nbsp;</em>yang telah dibuka pada Sabtu (23/11) dengan lomba orasi yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa Unmul. Hari ini, Minggu (24/11) terdapat pula perlombaan <em>E-Sport Mobile Legends&nbsp;</em>yang dapat diikuti oleh mahasiswa FKIP dan lomba poster yang dapat diikuti oleh mahasiswa Unmul. Esok pada Senin (25/11) dan Selasa (26/11), diadakan lomba debat untuk seluruh mahasiswa FKIP. Kemudian Rabu (27/11) hingga Kamis (28/11) akan diselenggarakan lomba futsal khusus untuk mahasiswa FKIP.Tidak cukup sampai disitu, pada Jumat (29/11) akan berlangsung acara jalan santai untuk seluruh mahasiswa PPKN dan ditutup dengan <em>Grand Closing</em> pada Sabtu (30/11) dengan lomba tumpeng khusus mahasiswa PPKN.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan dari lomba-lomba tersebut agar para mahasiswa dapat menumbuhkan sikap kritisnya dan menjalin hubungan yang kuat antar sesama. Karena lomba ini juga bersifat kekeluargaan,&rdquo; tambah Ikhwanur.</p><p style="text-align: justify;">Harapannya, setelah acara selesai, setiap mahasiswa dapat kembali meraih prestasi terutama berprestasi di dalam bidang ilmiah. Kemudian kembali menumbuhkan sikap-sikap yang bermoral pada pancasila, yaitu sikap-sikap kewarganegaraan sebagai warga negara Indonesia. <strong><em>(bip/hzk/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengajar,  Sebuah Profesi dan Pengabdian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/mengajar-sebuah-profesi-dan-pengabdian/baca </link>
<guid> mengajar-sebuah-profesi-dan-pengabdian </guid>
<pubDate> Mon, 25 Nov 2019 11:32:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Guru, salah satu aset negara yang berharga. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/mengajar-sebuah-profesi-dan-pengabdian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/j2FbvYPquB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengajar,  Sebuah Profesi dan Pengabdian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Pengabdian mereka dalam mencerdaskan anak bangsa sangat berarti untuk perkembangan pendidikan di Indonesia. Beberapa mahasiswa yang sejatinya dikenal dengan sosok intelektualnya juga tergerak ingin mengajarkan ilmu yang telah mereka dapat kepada anak-anak penerus bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya adalah Rimadita Oktavia Ananda. Mahasiswi program studi (prodi) Psikologi ini mengaku awalnya tertarik untuk mengajar karena ajakan dari sanak saudaranya. Meski pernah mengeluh karena gaji yang diterimanya tidak sesuai dengan jam mengajarnya, namun tak menghalangi niatnya untuk terus mengajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dasarnya emang aku suka anak-anak dan aku juga punya dasar mengajar bahasa Inggris, makanya aku milih buat jadi guru TK,&rdquo; jelas Rima, sapaan akrabnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi angkatan 2018 ini pun bersyukur karena lembaga pendidikan yang ia tempati juga memberikan kelonggaran untuk menentukan jadwal mengajar, dan semaksimal mungkin Rima mengatur waktu antara kuliah dengan jam mengajarnya. Rima pun merasa terbantu dengan adanya kelonggaran tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pintar-pintar aja bagi waktu dan sesuai porsinya, misal dari Senin sampai Rabu aku fokuskan kuliah, kalau emang ada tugas ya pulang kuliah langsung dikerjakan. Kalau mengajar fokusnya di hari Kamis sampai Sabtu, jadi ngurus materi, dan menggunting bahan ajar,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Rima bercerita kembali ketika ia harus berpindah-pindah tempat mengajar dari satu sekolah ke sekolah lainnya dengan jarak yang cukup jauh, dan Rima merasa lelah. Hingga Rima terbiasa dengan kesehariannya dan memang Rima sangat suka jalan-jalan. Dalam sehari, Rima dapat mengajar di tiga sekolah, dan Rima hanya mengajar di hari Kamis sampai Sabtu. Ia mengaku upah yang diterima sudah lebih dari cukup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena aku kuliah, jadi penghasilanku memang lebih sedikit daripada yg memang mengajar penuh dari Senin sampai Sabtu. Alhamdulillah sebulannya dapat Rp500 ribu belum uang transport. Kalau misalnya jauh ke Samarinda Seberang dapat uang transport juga,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Rima mengaku ia banyak mendapat hal positif dari mengajar, salah satunya adalah perasaan bahagia ketika melihat anak didiknya senang dan antusias dengan materi yang diajarkan. Meski awalnya Rima mengeluh karena tidak bisa mengkondusifkan suasana kelas, Rima terus mencari metode ajar yang lebih menyenangkan untuk anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anak-anak tipenya cepat bosan, jadi harus cari metode baru lagi. Enggak cuma menyanyi nanti juga diselipin <em>games</em> atau <em>story telling</em>, makanya jadi semangat terus,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Walau bisa dibilang ini adalah pengalaman pertamanya mengajar dan baru menjalani sekitar 4 bulan lamanya, Rima mengaku sangat menikmati waktu ketika menyiapkan materi dan bahan ajar yang sudah ditentukan oleh lembaga pendidikan di tempat kerjanya. Ia juga sangat senang saat menentukan permainan apa yang akan dipakai mengajar. Menurutnya cara itu bisa meningkatkan antusiasme belajar anak didiknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau di lembagaku setiap semester ada <em>rolling</em> guru, sementara kontraknya kita 10 bulan, jadi si pengajar terserah mau memperpanjang lagi atau nggak. Kadang masalahnya kalau anak murid sudah terlanjur lengket sama guru sebelumnya yang sudah keluar, susahnya di guru penggantinya dan mereka jadi kurang perhatikan,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Harapan Rima bagi para pengajar muda, baginya guru tidak harus terpaku dengan materinya saja. Guru juga wajib peka terhadap perkembangan tren juga, agar murid-murid tidak kurang informasi. Apalagi kebanyakan sekolah sudah menerapkan sistem Kurikulum 2013 yang menuntut murid lebih aktif di kelas, Rima harus pintar dalam menentukan metode ajar. Guru pun dapat mempengaruhi muridnya, Rima beropini semakin bagus pengajarnya maka semakin bagus anak didik yang akan dihasilkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keinginan &nbsp;Mengabdi</strong></p><p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan Kafiefa Windiariesti, mahasiswi jurusan Pembangunan Sosial ini sudah memiliki keinginan besar untuk mengikuti kegiatan sosial. Dimulai saat ia masih berstatus mahasiswa baru, ia menjadi <em>volunteer</em> di Forum Gerakan Mengajar Mahasiswa Indonesia (GMMI), hingga semester lalu ia mengikuti program pengabdian bernama <em>Home-visit</em> Gerakan Mengajar (HGM) selama 3 bulan di Sungai Kerbau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem mengajarnya dua kali dalam seminggu, di Sabtu sama Minggu. Titik mengajar kami waktu itu di Sungai Kerbau, jadi kami mengajarnya di kampungnya sana. Yang diajarin anak-anak usia TK dan SD,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Di dalam progran HGM ini tidak hanya diisi oleh mahasiswa Unmul, namun beberapa mahasiswa dari perguruan tinggi di Samarinda seperti Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) juga turut berkontribusi. Saat HGM masih berkolaborasi dengan Unmul Mengajar (Unjar), titik mengajar mereka juga di Kampung Ketupat Mangkupalas dan daerah Jalan Batu Cermin.</p><p style="text-align: justify;">Kafiefa mengaku waktu mengajarnya tidak mengganggu jadwal kuliahnya, apalagi hanya berjalan setiap sore di akhir pekan. Namun, saat berada di Unjar beberapa kali ia mendapat jadwal mengajar di pagi hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau di Unjar sebenarnya di semester kemarin kita masih <em>ngajar</em> pagi hari di sekolahan itu Sabtu. Kalo Minggu setiap sore, dan ngajarnya ada titik kumpulnya semacam tempat khusus begitu, kami juga kerja sama dengan warga disana,&rdquo; ungkap dara angkatan 2018 ini.</p><p style="text-align: justify;">Walau menjadi <em>volunteer</em> yang notabenenya bekerja tanpa dibayar, Kafiefa mengaku pengalaman menjadi <em>volunteer</em> ini cukup menarik dan murni dari panggilan hatinya. Ditambah keinginan ini sudah muncul semenjak Kafiefa masih duduk di bangku SMA. Kafiefa sangat tertarik dengan kegiatan bakti sosial atau mengikuti program semacam kesehatan gratis.</p><p style="text-align: justify;">Adapun dampak yang dirasakan setelah menjadi <em>volunteer</em> adalah menjadi orang yang terbuka dan semakin peka terhadap lingkungan sekitar. Kafiefa berpendapat bahwa lingkungan juga dapat memengaruhi perilakunya secara tidak langsung, dan tidak terpaku pada <em>mindset</em> orang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Mindset</em> kita biasanya mikir buat apa ikut mengajar begitu dan malah dapat capek, tapi tergantung pandangan orang juga sih kan namanya mengabdi ada yang tujuan pemikirannya macam-macam, ada yang ikut-ikutan, ada yang pengin dilihat orang lain, atau mengisi waktu luang,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Kafiefa juga pernah kesulitan di pengalaman pertamanya mengajar, dilihat dari kebiasaan anak-anak yang senang bermain gawai walau tinggal di wilayah perkampungan, yang membuat mereka tidak fokus saat belajar. Kafiefa terus mencoba berbagai metode pembelajaran yang menyenangkan dan menarik minat anak-anak dalam belajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kami biasanya para pengajar datang mereka senang, macam &lsquo;Kakak, ayo bantuin ini,&rsquo; kalau ada PR ya kita bantu kerjakan, kalau nggak ada ya kita kasih pengajaran yang ke pendidikan karakter,&rdquo; ungkapnya sambil tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Kendala yang dirasakan Kafiefa adalah sumber daya manusia yang tersedia. Terjadinya seleksi alam dari <em>volunteer</em> membuat mereka harus menutupi kekurangan sumber daya manusia dan mempertahankan <em>volunteer</em> yang masih bertahan. Terkadang, ia juga merasa sedih jika hanya satu pengajar yang datang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang mau mengabdi atau berkontribusi di suatu organisasi mestinya kita itu harus berkomitmen,&rdquo; timpalnya.</p><p style="text-align: justify;">Kafiefa juga berpesan kepada para pengajar muda agar lebih semangat dalam mengajar, walau Kafiefa tidak memiliki dasar untuk mengajar tetapi teruslah mencoba untuk memberikan ilmu kepada anak-anak sebagai penerus generasi bangsa. <strong>(<em>cin/hmm/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Comminfair: Ekspresi Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/comminfair-ekspresi-kreativitas-mahasiswa-ilmu-komunikasi/baca </link>
<guid> comminfair-ekspresi-kreativitas-mahasiswa-ilmu-komunikasi </guid>
<pubDate> Tue, 26 Nov 2019 11:52:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda Communication Fair (Comminfair) oleh Himaksi FISIP Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/comminfair-ekspresi-kreativitas-mahasiswa-ilmu-komunikasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6Eb22SDvJO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Comminfair: Ekspresi Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul Sabtu lalu (16/11) gelar agenda tahunan, <em>Communication Fair</em> (Comminfair) di Jenggala.</span></p><p style="text-align: justify;">Comminfair sendiri lebih dikenal dengan nama Comminfest pada tahun lalu. Rangkaiannya terdiri dari Seminar Jurnalistik dan <em>Himaksi Cup</em>. Agenda ini digelar khusus bagi mahasiswa FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau sebelumnya lebih ke arah festival, untuk kali ini kami adakan lomba-lomba juga,&quot; tutur Ketua Panitia, Reza Vieri.</p><p style="text-align: justify;">Mengangkat tema Retrorica yang kental dengan suasana 90-an, begitu kental terasa saat pengunjung telah tiba. Tak hanya sekadar mengangkat tema 90-an, tak lupa juga Himaksi mengaitkan dengan bidang komunikasi.</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai pukul 19.00 Wita dan dibuka dengan sambutan Ketua Panitia Reza Vieri, kemudian dilanjut dengan sambutan Ketua Himaksi Achmad Dhani sekaligus menutup puncak acara.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian dilanjutkan penampilan-penampilan yang memeriahkan penutupan rangkaian acara, seperti Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ), band NKCTHI dari mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom), Meraki dari mahasiswa Ilmu Pemerintahan (IP), dan musikalisasi puisi. Tak ketinggalan pula Overtwentytwo ikut menyemarakkan acara.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya diramaikan dengan berbagai penampilan, dalam acara tersebut juga diumumkan para pemenang lomba yang telah digelar. Di antaranya adalah lomba <em>opinion</em><em>&nbsp;writing</em>, <em>podcast</em>, dan <em>news anchor</em>.</p><p style="text-align: justify;">Besar harapannya, Comminfair tak hanya menjadi cerminan acara tahunan dari Hima, tapi juga membuka ruang-ruang inovasi dan kreativitas mahasiswa yang tetap menjunjung tinggi keilmuan masing-masing prodi.<strong><em>&nbsp;(bip/nhh/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lika-liku Pemira Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-pemira-fakultas/baca </link>
<guid> lika-liku-pemira-fakultas </guid>
<pubDate> Wed, 27 Nov 2019 13:11:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar Pemira dari berbagai fakultas di Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-pemira-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pEwQm66WCg.png" />
					</figure>
			                <h1>Lika-liku Pemira Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="">SKETSA</strong> - Memasuki babak baru, beberapa fakultas telah tunai melangsungkan Pemilihan Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan siap untuk menjajaki masa jabatan setahun ke depan. Ada pula yang baru memulai tahapan pemira hingga molor karena indikasi kecurangan. Seperti apa kabar pemira fakultas saat ini?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tak Capai Target Suara</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski sempat terjadi konflik antar bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), akhirnya capai titik temu. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/bara-api-pemira-fkip/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/bara-api-pemira-fkip/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Seperti yang tertera pada Surat Keputusan (SK) Nomor 08 tentang Hasil Rapat Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR). Merupakan tindaklanjut dari surat pernyataan audiensi pasangan calon Iqbal Usni Gabryella dan Aldo Aditya yang berisi beberapa poin.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, KPPR FKIP Unmul menyatakan bahwa mereka menyayangkan sikap yang dilakukan oleh massa pendukung Terry-Aldo yang terlalu memaksakan kehendak sampai terjadi peristiwa kerusuhan.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, dengan ini kepengurusan KPPR FKIP di bawah Ketua Ramli Koten dinyatakan bubar. Terakhir, pelaksanaan Pemira FKIP untuk sementara waktu dilimpahkan ke Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, pada 11 Oktober lalu, melalui akun <em>Instagram</em> @pemirafkipunmul, KPPR FKIP resmi memiliki kepanitiaan baru di bawah komando Ahmad Fikrianto sebagai ketua panitia. Dengan terbentuknya KPPR, rentetan jadwal kembali dimulai, termasuk sosialisasi.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Ketua KPPR FKIP, Ahmad Fikrianto menyebutkan bahwa dari dua bakal pasangan calon (paslon) yang mendaftar, hanya satu di antaranya yang lolos seleksi. Sehingga, dibuka kembali penambahan calon gubernur dan wakil gubernur.</p><p style="text-align: justify;">Hadir paslon baru yang lolos tahap verifikasi. Adapun calon yang maju dalam pemira ialah paslon nomor urut 1 Muhammad Bima dan Enggi Sulaiman serta paslon nomor urut 2 Syarifah Fazlah dan Umar.</p><p style="text-align: justify;">Debat kandidat berlangsung pada 31 Oktober di Ruang Microteaching 2. Menghadirkan panelis Rizaldo selaku Presiden BEM KM Unmul 2017, Andi Wahyu Irawan dari kalangan akademisi, serta Jahroni, jurnalis Tepian TV.</p><p style="text-align: justify;">Pemungutan suara berlangsung pada 4 November. Total suara yang masuk berjumlah 1282 suara dengan rincian suara tidak sah berjumlah 23 suara. Paslon Bima - Enggi mengantongi 913 suara, sedangkan pasangan Syarifah - Umar mengantongi 346 suara.</p><p style="text-align: justify;">Pada masa pengajuan keberatan, Fikri menyebut tidak ada gugatan yang diterima. &ldquo;Setelah dicek dari Panwas, tidak ada gugatan. Jadi tetap tidak ada pengurangan dari suara yang ada,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tim KPPR FKIP awalnya menargetkan sebanyak 3000 suara sebagaimana target tahun lalu, namun alih-alih suara yang masuk justru jauh dari target, bahkan tidak setengahnya. Menurut Fikri, hal ini terjadi karena kurang masif sosialisasi yang dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Waktu sosialisasi yang singkat karena hanya dua hari untuk mengunjungi tiga kampus sekaligus, dinilai masih kurang sehingga banyak mahasiswa tidak terjangkau. Selain itu, tensi mahasiswa terhadap pemira juga turut menjadi alasan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Euforia pemira yang kurang terasa dampaknya ke suara yang agak jauh dari target kami. Tapi <em>alhamdulillah</em>, dari pelaksanaan pemira hari ini berjalan lancar sebagaimana kami harapkan,&rdquo; papar Fikri.</p><p style="text-align: justify;">Penetapan hasil pemira berlangsung pada 7 November melalui keputusan KPPR FKIP ke 15 dan 16. Akhirnya ditetapkan pasangan Bima-Enggi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKIP Unmul yang baru.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Diwarnai Isu Kecurangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah melewati tahap sidang pleno terbuka untuk melakukan penetapan calon dan pengundian nomor urut calon pada 31 Oktober lalu. Ditetapkan pasangan yang akan berlaga dalam Pemira FKTI tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Pasangan nomor urut pertama diisi oleh pasangan Rizky Afwan dan Mihdar Irwansyah, kemudian nomor urut kedua ditempati oleh pasangan Ahmad Yusuf dan Ucok Hamonangan, terakhir pada nomor urut ketiga diisi oleh pasangan Joji Kuswanto dan Efan Alfariski.</p><p style="text-align: justify;">Kampanye akbar dilaksanakan pada Rabu (6/11), selanjutnya ketiga pasangan calon (paslon) melaksanakan debat kandidat pada Sabtu (9/11). Tahapan kemudian memasuki pemungutan suara pada Selasa (12/11). Pemungutan suara dimulai pada pukul 09.00-17.00 Wita di Ruang 406 kampus FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Rekapitulasi suara dilakukan pada pukul 19.00 Wita di Ruang 411 A. Hasilnya, paslon satu mendapat dukungan sebanyak 209 suara, paslon dua memperoleh 98 suara, dan paslon ketiga meraih 341 suara. Kemudian, pada Jumat (15/11), KPPR melakukan rapat pleno terkait pemungutan dan rekapitulasi suara.</p><p style="text-align: justify;">Namun, diduga telah terjadi indikasi kecurangan, sehingga pada Rabu (13/11), <em>Sketsa</em> menerima laporan terkait isu Surat Keputusan (SK) KPPR FKTI dan Panitia Pengawas (Panwas) yang lambat dan tidak transparan sehingga tidak bekerja sesuai aturan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Pada laporan tersebut, disebutkan pula bahwa independensi KPPR dan Panwas tidak terintegrasi sehingga banyak mendapatkan intervensi dari pihak DPM. Mengklarifikasi hal ini, <em>Sketsa</em> menemui Nona Fadilla selaku ketua DPM FKTI perihal adanya indikasi kecurangan.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, ini adalah hal yang lumrah terjadi saat pemira berlangsung, sebab merupakan bagian dari berlangsungnya proses demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setiap pemira itu memiliki dinamika, ada yang sepaham dan ada yang nggak paham. Di situ juga ada permainan perpolitikan kampus,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyampaikan, bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan gugatan terkait indikasi kecurangan tersebut. Masa gugatan terhitung mulai 20 hingga 21 November lalu. Nona mengatakan, untuk mengajukan pendapat sudah ada mekanisme yang mengatur. Jika tidak sesuai, tidak bisa diadakan penindakan.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula dengan opini-opini yang serupa dengan laporan indikasi kecurangan tersebut. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya diperoleh hasil bahwa paslon ketiga yakni Joji Kuswanto dan Efan Alfariski diputuskan sebagai Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM FKTI periode 2019/2020.<strong><em>&nbsp;</em>(<em>snh/omi/hlm/ina/len/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Euforia Kurang, Hingga Sepi Peminat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/euforia-kurang-hingga-sepi-peminat/baca </link>
<guid> euforia-kurang-hingga-sepi-peminat </guid>
<pubDate> Wed, 27 Nov 2019 14:00:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira fakultas Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/euforia-kurang-hingga-sepi-peminat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e3XAaVef6C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Euforia Kurang, Hingga Sepi Peminat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Proses Pemira Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sendiri sudah dihentikan dan dikembalikan ke dalam mekanisme Sidang Umum (Sidum) Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Sidang umum rencananya akan dilaksanakan pada Desember mendatang, akan dibahas pendemisioneran BEM dan DPM FISIP. Sidum menjadi momen yang ditunggu untuk memperoleh kepastian, yakni musyawarah mufakat, aklamasi, dan <em>vote</em>, dalam hal ini adalah pemira.</p><p style="text-align: justify;">Antusiasme Pemira FISIP tidak terlihat karena sepi peminat. Menyikapi hal tersebut, ketua DPM FISIP, Dody Kusuma turut menanggapi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk tahun ini, tidak mengejutkan jika tidak ada peminat. Apakah kemunduran atau kemajuan, itu bergantung dari <em>statement</em> masing-masing orang. Saya menilai bahwa pemira tahun ini baik dari segi regulasi hukum dan kepanitiaan sudah berjalan maksimal,&quot; sebut mahasiswa angkatan 2016 ini.</p><p style="text-align: justify;">Dia kemudian menambahkan salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya dorongan dari himpunan mahasiswa (Hima) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Namun, bisa jadi ini sebagai pertanda bahwa akan terjadi konsolidasi suara bulat untuk penentuan Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP serta ketua DPM FISIP, karena berangkat dari mekanisme mufakat pada forum tertinggi,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dilansir dari <em>Instagram</em> @lensafisipunmul, terdapat postingan terkait pemira yang akan kembali diadakan. Berdasarkan postingan tersebut, DPM selaku penanggungjawab pelaksanaan pemira memutuskan untuk tetap melaksanakan pemira.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini didorong atas desakan anggota MPM FISIP untuk melangsungkan kembali pemira tahun ini. Disebutkan juga bahwa DPM FISIP telah melakukan sosialisasi TAP kepada lembaga kemahasiswaan FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pada Kamis (14/11) diadakan pertemuan MPM mengenai keberlanjutan pemira FISIP. Muncul dua opsi, yakni melakukan sidang umum terlebih dahulu pada Desember mendatang dan melaksanakan pemira di tahun berikutnya, atau kembali menggelar pemira saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, tercapai kesepakatan bahwa pemira akan tetap berlangsung dan sidang umum diundur. Hal ini disepakati setelah muncul pertimbangan terkait kepengurusan yang akan datang dan pengkajian surat keputusan (SK). Sebab, per 1 Januari 2020, setiap lembaga di FISIP wajib menyerahkan SK terkait permohonan kepengurusan baru dan pengajuan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaan pemira, tentu harapannya semua mahasiswa dapat mengetahui agenda peralihan kepemimpinan ini. Sayangnya, tidak semua mahasiswa mengetahuinya, seperti Muhammad Arsyad, salah satu mahasiswa FISIP yang kurang memahami proses jalannya pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebelumnya saya kurang paham mengenai pemira FISIP ini. Ada atau tidak adanya calon yang naik juga saya kurang paham. Yang saya tahu, pemira itu pemilihan raya yang diadakan tiap tahun sebagai acara seperti pemilu,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tidak Ada Aktivitas</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan FISIP yang terkesan sepi, perkembangan Pemira FMIPA masih berada pada tahap awal dan belum terdengar kabar pembentukan KPPR maupun Panwas. Tidak ada pula aktivitas yang berarti pada media sosial DPM FMIPA terkait pemira.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, <em>Sketsa</em> mencoba menghubungi pihak DPM FMIPA melalui pesan daring. Hesty Dwiyugo selaku Ketua Komisi B DPM FMIPA memberikan keterangannya terkait Pemira di kampusnya yang masih sepi kabarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang, untuk FMIPA sendiri bisa dibilang agak sedikit terlambat terkait pemira. Sejauh ini pun kami masih dalam tahap pemahaman kepada delegasi yang ditugaskan untuk melaksanakan pemira FMIPA.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami (dari) DPM mengusahakan untuk tetap terlaksananya pemira dan mengusahakan sekali untuk tidak aklamasi seperti beberapa tahun belakangan ini,&quot; tulisnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, ketua DPM FMIPA Tiara Halidah Ratnasari masih belum dapat dimintai keterangan mengenai kejelasan atas berlangsungnya pemira. <strong>(</strong><strong><em>snh/omi/hlm/ina/len/wil</em></strong><strong>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Kali Gagal, FK Akhirnya Raih Akreditasi A </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-kali-gagal-fk-akhirnya-raih-akreditasi-a/baca </link>
<guid> dua-kali-gagal-fk-akhirnya-raih-akreditasi-a </guid>
<pubDate> Thu, 28 Nov 2019 11:39:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ika Fikriah selaku dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-kali-gagal-fk-akhirnya-raih-akreditasi-a/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/57BcL7t6ff.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Kali Gagal, FK Akhirnya Raih Akreditasi A</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Fakultas Kedokteran (FK) Unmul kembali menunjukkan mutu bidang pendidikan yang sudah memenuhi standar dengan terakreditasinya program studi (Prodi) Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter menjadi A.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Ika Fikriah, dekan FK mengaku bahwa persiapan &nbsp;telah berlangsung sejak dua tahun silam. Setelah pada 2010 dan 2014 gagal mendapatkan akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemudian di 2014 saat Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), kami dapat B lagi, belum dapat A. Jadi di 2017 kami kembali bersiap-siap untuk menaikkan akreditasi,&rdquo; papar Ika.</p><p style="text-align: justify;">Di awal 2019, tim asesor kembali datang untuk mensitasi borang prodi dan fakultas. Hingga akhirnya, pengumuman keluar dari LAM-PTKes, namun masih mendapatkan nilai B.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat asesor datang waktu itu sebenarnya ada data yang belum kami masukkan sehingga belum sempurna. Saat itu poin untuk Prodi Kedokteran 353 dan untuk Profesi Dokter 351. Poinnya kurang dari 10 lagi. Karena itu, kami mengajukan banding akreditasi,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Dan akhirnya, setelah jerih payah dan upaya serta memakan dana yang tidak sedikit untuk biaya formulir LAM-PTKes secara resmi, pada November 2019 Prodi Kedokteran dan Profesi Dokter telah resmi meraih akreditasi A.</p><p style="text-align: justify;">Ika turut mengapresiasi seluruh komponen civitas academica yang telah membantu proses penunjangan akreditasi, termasuk mahasiswa. &ldquo;Mulai dari dosen, tenaga pendidik, alumni, <em>stakeholder</em>, hingga direktur rumah sakit diwawancarai oleh asesor saat penunjangan akreditasi. Semuanya memberikan nilai tambah,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Telah meraih akreditasi A tidak lantas membuat FK berhenti melakukan sepak terjang. Kedepannya, FK akan membuka prodi Spesialis Anestesi &nbsp;dan Paru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Adapun untuk program S2, kami akan coba mulai membuka kerjasama penelitian. Dan kedepannya, untuk Prodi D3 Keperawatan, akan kami buka menjadi S1. Saat ini kami masih menyusun borang untuk pengajuan S1 Prodi Keperawatan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ika pun berharap, FK akan terus berkembang dan dapat membuktikan prestasinya di jenjang nasional dan diakui di kancah internasional dalam hal penelitian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paling tidak di tingkat regional kami sudah membuktikan diri kami bisa mendapatkan A di Pulau Kalimantan dari empat FK yang ada,&rdquo; tutup Ika.<strong><em>&nbsp;(rth/nis/sii/ann)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-serbi Perayaan Hari KORPRI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/serba-serbi-perayaan-hari-korpri/baca </link>
<guid> serba-serbi-perayaan-hari-korpri </guid>
<pubDate> Fri, 29 Nov 2019 10:59:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Korpri, 29 November 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/serba-serbi-perayaan-hari-korpri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9aoHz8xvzO.png" />
					</figure>
			                <h1>Serba-serbi Perayaan Hari KORPRI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) seringkali dikaitkan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), padahal KORPRI merupakan organisasi di Indonesia yang anggotanya terdiri dari PNS, BUMN, BUMD serta beberapa anak perusahaan, dan perangkat pemerintah desa.</span></p><p style="text-align: justify;">Setiap tahun kumpulan para Aparatur Sipil Negara (ASN) melaksanakan upacara untuk merayakan hari KORPRI yang diperingati setiap tanggal 29 November dan memasuki ke 48 tahun. Didirikan pada tahun 1971, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 82 Tahun 1971.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini perayaan Hari KORPRI mengangkat tema &ldquo;Berkarya Melayani dan Menyatukan Bangsa&rdquo;. Harapannya para anggota tetap bersemangat dalam bekerja melayani kepentingan publik serta mewujudkan fungsinya sebagai perekat persatuan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan pelaksanaan perayaan Hari KORPRI, terdapat pedoman yang di keluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Yakni pelaksanaan acara yang sederhana, khidmat, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa daerah pun turut melaksanakan hari spesial ini, seperti oleh Gubernur Sulawesi Utara, pada Jumat (22/11) kemarin. Gubernur mengajak para pegawai KORPRI untuk apel olahraga, senam bugar, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan hingga pijat refleksi.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menggelar berbagai kegiatan dan lomba seperti gerak jalan, senam bersama, aksi donor darah. Ada juga pertandingan bola voli, tenis meja, bulu tangkis putra dan putri, futsal, hingga catur putra. Kegiatan yang digelar pada Rabu (27/11) diharapkan dapat memicu semangat kebersamaan dan peningkatan kinerja ASN.</p><p style="text-align: justify;">Namun berbeda dengan perayaan hari KORPRI di Jakarta, Dewan Pengurus Nasional KORPRI meminta sponsor kepada perusahaan swasta untuk merayakan hari jadi ke-48 pada tahun ini. Tak tanggunng-tanggung dana yang diminta sebesar Rp19,8 miliar yang berasal swasta.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun dalam Pasal 126 UU Nomor 5 tahun 2014, KORPRI tidak dilarang untuk bekerja sama dengan lembaga swasta. Namun hal ini termasuk melenceng dari pedoman yang ada yang mengharapkan pelaksanaan acara dapat di laksanakan secara sederhana dan khidmat.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada salahnya jika ingin melaksanakan perayaan yang mewah nan megah. Apa lagi jika acara tersebut mendatangkan presiden dan melaksanakan kegiatan positif besar-besaran. Namun, sesuai dengan agenda Hari KORPRI yakni menyejahterakan anggota.</p><p style="text-align: justify;">Jangan sampai hanya sekadar merayakan tanpa menumbuhkan semangat dalam bekerja, serta melayani kepentingan publik dan mewujudkan fungsinya sebagai perekat persatuan bangsa. Dirgahayu KORPRI ke-48!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Shafira Pandu Winata, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UKM Catur Unmul Bawa 5 Gelar Dari Turnamen Catur Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-catur-unmul-bawa-5-gelar-dari-turnamen-catur-nasional/baca </link>
<guid> ukm-catur-unmul-bawa-5-gelar-dari-turnamen-catur-nasional </guid>
<pubDate> Sat, 30 Nov 2019 07:11:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prestasi UKM Catur dalam Turnamen Catur Raja Brawijaya ke-VII. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ukm-catur-unmul-bawa-5-gelar-dari-turnamen-catur-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eAtVNTMd8F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UKM Catur Unmul Bawa 5 Gelar Dari Turnamen Catur Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mahasiswa Unmul kembali sumbang prestasi. Kali ini UKM Catur Unmul mengharumkan almamater pada Turnamen Catur Raja Brawijaya ke-VII. Ajang tersebut digelar di Gedung Samantha Krida, Malang.</span></p><p style="text-align: justify;">Irfan Fadil salah satu anggota Tim Catur Unmul yang berlaga, mengungkapkan kejuaraan ini merupakan laga yang tak kalah bergengsi setelah Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas). Oleh sebab itu, kontingen Unmul berusaha memberikan hasil yang terbaik dalam pertandingan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mengirimkan lima orang perwakilan, empat untuk cabor beregu, satu lagi untuk cabor individu. Tapi yang bermain pada kelas beregu main juga di per orangan,&rdquo; tutur Irfan kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (15/11).</p><p style="text-align: justify;">Perwakilan Unmul yang ikut diturunkan pada turnamen tersebut adalah Irfan Fadil mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2017, Rizwan Fahrony dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) 2015.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu ada juga Rozie Adam daru Fakultas Teknik (FT) 2017, Indah Permatasari Askali mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 2017, serta Trisna Alan Pasoso asal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2017.</p><p style="text-align: justify;">Irfan dan tim berlaga di Malang pada 31 Oktober hingga 5 November lalu. Hasilnya pun membanggakan, kontingen Unmul berhasil kantongi lima gelar juara. Di antaranya Juara Harapan 1 Beregu Kelas Rapid (Catur Cepat), Juara Harapan 2 Perorangan Kelas Blitz (Catur Kilat) atas nama Rizwan Fahrony. Sementara itu Juara Harapan 1 Perorangan Rapid atas nama Rozie Adam, hingga Juara 3 Perorangan Rapid dan gelar Best Woman disabet Indah Permatasari Askali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persiapan khusus tidak ada, hanya latihan rutin setiap Sabtu di Student Center, kami tidak ada pelatih, tidak ada biaya, otodidak saja, tapi dasarnya teman-teman memang para atlet,&rdquo; ungkap mahasiswa Program Studi Statistik ini.</p><p style="text-align: justify;">Irfan menambahkan, Universitas Gunadarma (UG) serta Universitas Negeri Malang (UM) menjadi pesaing terberat selama laga. Termasuk beberapa kendala selama juga dijumpai selama bertanding. Meski pada awal menggunakan dana mandiri selama bertanding, pihak kampus segera melakukan pencairan anggaran setelah regu catur memberikan laporan pertanggung jawaban kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Irfan salah satu strategi penempatan posisi atlet dalam berlaga menjadi kunci utama kontingen Unmul dalam menghadapi lawan main. Hal ini kemudian akan dikembangkan dan dipersiapkan untuk ajang serupa nantinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami target juara 1 tahun depan, medali emas, semoga tahun depan bisa nambah kekuatan pada kejuaraan nasional. Kebetulan kami dapat mahasiswa baru 2019 yang menang pada Porprov dan mendapat medali emas,&rdquo; pungkas Irfan. <strong>(<em>arr/syl/wil</em>)</strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penggunaan Kata Viral yang Kerap Disalahartikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/penggunaan-kata-viral-yang-kerap-disalahartikan/baca </link>
<guid> penggunaan-kata-viral-yang-kerap-disalahartikan </guid>
<pubDate> Sun, 01 Dec 2019 01:53:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Makna kata viral sesungguhnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/penggunaan-kata-viral-yang-kerap-disalahartikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aWv9mGcl2B.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penggunaan Kata Viral yang Kerap Disalahartikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Viral, viral, dan viral. Konten viral, berita viral, media sosial viral, makanan viral, semuanya mesti viral. Namun, apakah penggunaan kata viral tersebut benar?</span></p><p style="text-align: justify;">Banyak orang yang tidak asing dengan kata ini, terutama di dunia maya. Namun, sebagian besar tidak mengetahui arti dari kata viral dan terkadang tidak paham. Kita bertanya-tanya, apa itu viral dan mengapa viral dengan mudah ada di dunia maya terutama di media sosial?</p><p style="text-align: justify;">Viral adalah sebuah aktivitas dunia maya yang di mana terjadi peristiwa penyebaran sebuah informasi melalui media <em>online</em> yang tersebar dengan cepat sehingga membuatnya menjadi populer dan menjadi perbincangan khalayak umum.</p><p style="text-align: justify;">Viral juga merupakan sinonim dari kata virus yang mempunyai arti yang sama yakni menyebar luas dengan cepat. Kata viral cukup sering dikaitkan dengan kata virus yang mempunyai arti yang cukup sama. Viral mereplika dirinya dan berpindah-pindah yang membuat satu dan lainnya ikut tercermar viral yang sama dengan wadah yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Viral bukan masalah banyaknya tersebar maupun <em>view</em>, akan tetapi bagaimana hal itu tersebar seperti virus. Viral lebih dilihat sebagai orang-orang yang ada di seluruh dunia mengikuti fenomena di dunia maya dan tersebar sebanyak-banyaknya di dunia maya.</p><p style="text-align: justify;">Viral bukan melihat, <em>sharing</em>, dan menyimak isi dari informasi terebut, melainkan bagaimana masyarakat mengikuti isi dari informasi tersebut dan meniru isinya. Contoh fenomena yang viral dan diikuti banyak orang seperti <em>Harlem Shake</em>, <em>Mannequin</em>&nbsp;<em>Challenge</em>, dan DJ Gagak yang beberapa minggu terakhir cukup viral.</p><p style="text-align: justify;">Kita pasti pernah melihat beberapa berita yang menggunakan kata viral yang tidak tepat. Apabila penggunaan kata viral yang ada di berita tersebut benar, maka pembaca harus mengikuti yang ada di dalam berita tersebut. Contohnya, &ldquo;Viral Pria Pamer Kemaluan di Depan Wanita&rdquo;. Maka apabila berita ini viral, banyak pria yang akan memamerkan kemaluannya di depan wanita.</p><p style="text-align: justify;">Viral membawa sebuah ide di mana penerima ide mentransformasikan sesuatu yang menurutnya viral kemudian dibuat menjadi versinya tanpa ada maksud merusak nilai dasar dari fenomena tersebut dalam wadah yang berbeda namun mengandung intisari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Di sini bisa disimpulkan bahwa viral lahir karena sebuah ide yang menyebar secara luas dengan mereplika dirinya dengan berbagai bentuk dalam wadah yang berbeda, sehingga topik yang viral tersebut dibuat dengan karya aneh, namun masuk unsur viral. Jadi, viral bukan banyak ditonton, bukan sesuatu yang banyak dibagikan atau banyak dibicarakan.</p><p style="text-align: justify;">Apabila suatu konten atau informasi tersebut dibagikan, dilihat, dan dibicarakan oleh banyak orang, itu bukanlah viral. Namun, apabila konten atau informasi tersebut dibuat ulang oleh banyak orang dengan cara mereka sendiri tanpa merusak unsur dari konten tersebut, maka itulah yang disebut viral.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Andi Muhammad Rifky, mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perangi HIV/AIDS Melalui Jaringan Antar Komunitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/perangi-hivaids-melalui-jaringan-antar-komunitas/baca </link>
<guid> perangi-hivaids-melalui-jaringan-antar-komunitas </guid>
<pubDate> Sun, 01 Dec 2019 11:09:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari AIDS Sedunia, 1 Desember 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/perangi-hivaids-melalui-jaringan-antar-komunitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EQCivbcN5C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perangi HIV/AIDS Melalui Jaringan Antar Komunitas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tepat hari ini, 1 Desember berbagai organisasi internasional di seluruh dunia merayakan Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini digelar demi mengurangi jumlah kematian akibat HIV/AIDS dan memperkenalkan pengobatannya.</span></p><p style="text-align: justify;">Hari AIDS pertama kali digagas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1988. Setiap tahun, Hari AIDS membawakan tema yang berbeda-beda. Adapun tema yang diusung tahun ini adalah &ldquo;<em>Ending the HIV/AIDS Epidemic: Community by Community</em>&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Tema ini mengingatkan pentingnya bekerja sama antara komunitas satu dengan komunitas lainnya. Melalui jaringan antar komunitas dipercaya bahwa orang-orang yang sadar akan bahaya HIV dapat membuat masyarakat lain juga sadar serta memberikan pencegahan dan perawatan kepada setiap individu.</p><p style="text-align: justify;">Wabah tersebut muncul dari sekitar kita, maka masyarakat harus peduli untuk saling mengingatkan dan menghentikan penyebaran HIV/AIDS. Hal ini diperparah dari angka penderita HIV/AIDS tergolong tinggi. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2018, hingga triwulan II sudah ditemukan 21.336 kasus HIV, dengan 6.162 di antaranya positif AIDS.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan data kumulatif dari pertama kali dilaporkan pada tahun 1987 hingga Juni 2018, menyebut ada 301.959 kasus HIV, dengan 108.829 kasus AIDS.</p><p style="text-align: justify;">Provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi adalah DKI Jakarta (55.099), diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293), Papua (30.699), dan Jawa Tengah (24.757). Sedangkan untuk tingkat dunia pada akhir 2018, ada sekitar 37,9 juta orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia, menurut WHO.</p><p style="text-align: justify;">Perlu di pahami bahwa terjangkit HIV bukan berarti vonis kematian. Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS, yang merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sampai saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut Antiretroviral (ARV). Obat ini bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV dilengkapi dengan Terapi Antiretroviral (ART).</p><p style="text-align: justify;">Bermacam upaya terus dilakukan untuk menekan angka kematian akibat HIV/AIDS. Hal tersebut bisa dimulai dari kita yang sadar dan paham akan bahaya penyakit tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun, bukan berarti kita harus takut terhadap virus maupun orang yang terjangkit penyakit. Kita dapat mendukung mereka dengan mengkampanyekan bahaya yang menjangkit, dengan harapan semua orang bisa bergerak memerangi penyakit HIV/AIDS. Selamat hari HIV/AIDS Sedunia. <strong><em>(fir/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sebuah Pencarian Jati Diri yang Aneh dalam The End Of F****ing World </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/sebuah-pencarian-jati-diri-yang-aneh-dalam-the-end-of-fing-world/baca </link>
<guid> sebuah-pencarian-jati-diri-yang-aneh-dalam-the-end-of-fing-world </guid>
<pubDate> Sun, 01 Dec 2019 11:25:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah pencarian jati diri yang unik dalam The End Of F***ing World. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/sebuah-pencarian-jati-diri-yang-aneh-dalam-the-end-of-fing-world/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xVZvlmh52Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sebuah Pencarian Jati Diri yang Aneh dalam The End Of F****ing World</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Sutradara</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">: Jonathan Entwistle, Lucy Tcherniak</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Produser</strong></span></span><span><span>: Kate Ogborn</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Pemeran</strong></span></span><span><span>: Jessica Barden, Alex Lawther</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Genre</strong></span></span><span><span>:&nbsp;</span></span><span><span><em>Dark-Comedy</em></span></span><span><span>, Drama</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Distribusi</strong></span></span><span><span>: Channel 4, Netflix</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Rilis</strong></span></span><span><span>: 24 Oktober 2017</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Jumlah Episode</strong></span></span><span><span>: 8</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA</strong>&nbsp;</span></span><span><span>- Usia remaja merupakan sebuah anugerah serta tantangan yang harus dihadapi kehidupan sosial. Masa pencarian jati diri seringkali tidak disertai dengan keadaan atau lingkungan yang baik. Inilah yang memulai petualangan dua remaja aneh bernama James (Alex Lawther) dan Alyssa (Jessica Barden) dalam &apos;melawan&apos; dunia.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Diangkat dari novel berjudul sama karya Charles Formans,&nbsp;</span></span><span><span><em>The End Of F****ing World</em>&nbsp;</span></span><span><span>mengisahkan tentang James, remaja laki-laki yang percaya bahwa dirinya adalah seorang psikopat dan Alyssa, seorang gadis&nbsp;</span></span><span><span><em>moody</em>&nbsp;</span></span><span><span>yang senang bertindak sesuka hatinya dan terlihat seperti seorang sosiopat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sejak kecil, James mengalami trauma setelah melihat ibunya bunuh diri dan menjadi semakin kehilangan rasa kepekaannya. Ia mulai mencoba berbagai hal ekstrem seperti memasukkan tangannya sendiri ke dalam penggorengan panas dan mulai mencoba membunuh hewan-hewan. Tak hanya itu, ia juga berpikir untuk membunuh sesuatu yang lebih besar. Sementara, Alyssa hidup dengan keluarga yang kurang menyenangkan. Dengan seorang ibu yang kurang memprioritaskannya dan seorang ayah tiri yang seringkali mengucilkannya, ia menjadi muak dan mencari sebuah pelarian.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pertemuan mereka yang singkat membawa mereka dalam keadaan yang tidak terduga. Dimulai dari ajakan Alyssa untuk kabur dan mencuri mobil ayah James, hingga menerobos masuk ke dalam sebuah rumah. Namun, nasib malang rupanya mengikuti perjalanan mereka. Di mana sang pemilik rumah datang dan mencoba menyakiti Alyssa dengan memerkosanya. Tidak menemukan jalan lain, James kemudian tak sengaja membunuh pemilik rumah tersebut dengan pisau berburu yang ia miliki.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sadar akan keadaan yang kacau balau, mereka mulai memikirkan cara untuk membereskan segalanya dan berusaha kabur. Saat mencoba untuk membersihkan rumah tersebut dari segala barang bukti, mereka tak sengaja menemukan sebuah&nbsp;</span></span><span><span><em>camcorder</em>&nbsp;</span></span><span><span>yang ternyata berisi berbagai foto serta video kekerasan seksual yang dilakukan oleh pemilik rumah tersebut kepada beberapa gadis muda. Setelahnya, diketahui bahwa orang tersebut adalah profesor pada sebuah universitas dan sering dirumorkan sebagai pelaku kejahatan seksual pada mahasiswa yang diajarnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mereka yang kabur dan tak punya tempat untuk bersembunyi memutuskan untuk pergi jauh menuju rumah ayah kandung Alyssa. Untuk menyamarkan identitas, mereka menyamar dengan gaya rambut yang baru dan mengganti pakaian mereka. Meskipun begitu, Alyssa masih mengalami trauma atas kejadian yang menimpanya dan mulai menjauhi James tanpa alasan. Akhirnya, mereka terpisah untuk sementara sampai akhirnya kembali menemukan diri masing-masing dan memulai perjalanan mereka menuju ayah Alyssa.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Perjalanan kali ini pun tidak lantas berjalan mulus, di mana kematian sang profesor terungkap saat pembantu rumah tangganya datang dan melaporkan kepada polisi. Mereka juga terlihat dalam rekaman CCTV sebuah&nbsp;</span></span><span><span><em>mini market</em>&nbsp;</span></span><span><span>ketika mencoba untuk mengancam sang pemilik toko. Dua detektif yang menangani kasus ini segera mencari jejak kepergian mereka dan menemukan bukti bahwa James dan Alyssa sedang menuju rumah ayahnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Di lain sisi, Alyssa yang sebelumnya mempercayai dan menyayangi ayahnya menjadi sangat marah ketika mengetahui bahwa sang ayah mencoba menelepon polisi setelah menonton siaran televisi yang menunjukkan sebuah imbalan apabila berhasil menemukan James dan Alyssa. Tak memiliki jalan untuk kabur, mereka berdua akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi dan James terluka atas tembakan polisi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Berhubungan dengan Lingkungan Sosial Pada Umumnya</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dalam serial ini, sebenarnya dapat diketahui bahwa lingkungan sosial merupakan faktor terbesar dalam membentuk jati diri seseorang. Dari sisi James yang melabeli dirinya sebagai psikopat, sebenarnya hal tersebut adalah benteng yang ia bentuk untuk dirinya sendiri sebab dihantui sedih dan trauma yang mendalam atas kematian ibunya. Ia kehilangan rasa kepekaannya dan mulai rapuh perlahan. Pada Alyssa, sikap menyebalkan dan seenaknya sendiri muncul sebagai bentuk perlawanannya atas keadaan lingkungan yang mengucilkannya. Padahal, dirinya hanya ingin mendapat perhatian dan kasih sayang yang lebih baik dari keluarganya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pertemuan yang dialami lama kelamaan menjadi arti tersendiri bagi James dan Alyssa. Dengan Alyssa yang seenaknya, membangkang namun realistis, James mulai menyadari arti kehadiran orang lain dan perlahan membuka hatinya yang telah lama rapuh. Sedangkan, Alyssa yang skeptis terhadap semua orang dan segala hal menyadari bahwa dirinya tidak sendirian di dunia ini, dan masih ada orang lain yang membutuhkan dirinya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Meskipun sebelumnya James melihat Alyssa sebagai target yang tepat untuk dibunuh dan Alyssa menggunakan James sebagai alatnya untuk kabur, mereka sadar akan rasa bergantung dan membutuhkan satu sama lain.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hal ini juga seharusnya menyadarkan orang tua betapa pentingnya peran mereka dalam membantu proses pencarian jati diri yang dialami oleh anak-anak mereka, sehingga perasaan tak layak atau terkucil tidak menghalangi mereka untuk hidup di masyarakat.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain menarik untuk disaksikan, serial yang berlatar Inggris dan menggunakan aksen&nbsp;</span></span><span><span><em>british</em>&nbsp;</span></span><span><span>ini juga memiliki penataan latar tempat dan suasana yang cocok dengan jalan cerita yang disuguhkan, meskipun terdapat banyak sekali umpatan dan kata kasar yang seringkali diucapkan oleh Alyssa di berbagai kesempatan.&nbsp;</span></span><span><span><em>The End Of F***ing World</em></span></span><span><span>&nbsp;juga didukung sinematografi dan <em>soundtrack</em> yang berciri khas tahun 80-an seperti <em>Lonesome Town&nbsp;</em></span></span><span><span>dari Ricky Nelson.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Adapun beberapa kata yang diucapkan dalam serial ini menjadi ikonik, seperti &quot;</span></span><span><span><em>Should we go downstairs and have a glass of wine</em></span></span><span><span><em>?</em>&quot; yang diucapkan oleh Alyssa saat mereka berhasil menerobos rumah sang profesor.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tertarik untuk menontonnya?&nbsp;</span></span><span><span><strong><em>(len/ann)&nbsp;</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Wajib PKM Mahasiswa Bidikmisi FMIPA </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-wajib-pkm-mahasiswa-bidikmisi-fmipa/baca </link>
<guid> dilema-wajib-pkm-mahasiswa-bidikmisi-fmipa </guid>
<pubDate> Mon, 02 Dec 2019 11:35:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wacana wajib ikut PKM bagi mahasiswa bidikmisi FMIPA. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-wajib-pkm-mahasiswa-bidikmisi-fmipa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VTLG13z9U5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Wajib PKM Mahasiswa Bidikmisi FMIPA</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sebelumnya, santer k</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">abar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mewajibkan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi untuk mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM). Alhasil kabar tersebut menuai reaksi positif dari mahasiswa.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bidikmisi-fmipa-diwajibkan-pkm-mahasiswa-bantu-kembangkan-diri/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bidikmisi-fmipa-diwajibkan-pkm-mahasiswa-bantu-kembangkan-diri/baca)</a>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dikonfirmasi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Sri Wahyuningsih bahwa kabar tersebut bukanlah kewajiban bagi seluruh mahasiswa. Sri hanya mengimbau kepada mahasiswanya terkhusus bidikmisi untuk turut serta mengambil bagian dari PKM ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, ternyata belum ada Surat Keputusan (SK) khusus yang mewajibkan Bidikmisi untuk ikut PKM. Usulan mewajibkan ini tercetus dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. Namun hingga kini belum ada informasi lebih lanjut dari rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang dari kementerian itu mengimbau juga untuk seperti itu. Kalau yang saya lihat di beberapa universitas rektornya membuat surat itu. Nah, saya belum tahu yang di sini, kemarin mau tanya Pak Encik, beliau lagi di luar,&quot; paparnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (20/11).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Sri, jika memang PKM diwajibkan bagi mahasiswa Bidikmisi, kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk melatih keterampilan menulis dan ia berharap ini tidak dianggap sebagai sebuah beban oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun belum wajib, ia memiliki cara tersendiri untuk menyemangati mahasiswa dalam mengikuti PKM. Hal ini dituangkan dalam bentuk kampanye &lsquo;Ayo Gerakan 100 Proposal&rsquo;, wajib bagi seluruh mahasiswa FMIPA. Karena PKM sendiri merupakan salah satu indikator penilaian prestasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi semua program studi di-<em>support</em> untuk ada yang tembus (PKM). Karena inikan buat akreditasi mereka juga, bukan buat saya,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>nhh/ycp/hmm/fir/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bidikmisi FMIPA Diwajibkan PKM, Mahasiswa: Bantu Kembangkan Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bidikmisi-fmipa-diwajibkan-pkm-mahasiswa-bantu-kembangkan-diri/baca </link>
<guid> bidikmisi-fmipa-diwajibkan-pkm-mahasiswa-bantu-kembangkan-diri </guid>
<pubDate> Mon, 02 Dec 2019 12:26:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kewajiban mengikuti PKM untuk mahasiswa Bidikmisi FMIPA. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bidikmisi-fmipa-diwajibkan-pkm-mahasiswa-bantu-kembangkan-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2Ve5kxKIou.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bidikmisi FMIPA Diwajibkan PKM, Mahasiswa: Bantu Kembangkan Diri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak beberapa tahun terakhir, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) membuat kebijakan yang mewajibkan mahasiswa Bidikmisi untuk menjalankan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">PKM merupakan suatu program yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Program ini memfasilitasi potensi bakat yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi agar bisa diterapkam masyarakat luas.</p><p style="text-align: justify;">Adapun jenisnya terbagi tujuh yaitu, PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakt (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT).</p><p style="text-align: justify;">Rabu (6/10) lalu, <em>Sketsa</em> menemui salah satu mahasiswa FMIPA penerima beasiswa Bidikmisi, Langgeng Prassadewo Sukma Adi Winoto Basla.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;PKM bisa dikerjakan dan dijalankan oleh semua mahasiswa FMIPA tanpa terkecuali, akan tetapi terkhusus mahasiswa penerima Bidikmisi diwajibkan untuk menjalankannya,&quot; jelas mahasiswa yang kerap disapa Langgeng itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan proses PKM dijalankan dengan tim yang terdiri dari dua hingga tiga orang di bawah bimbingan dan pengawasan dosen FMIPA. Dalam satu tim bisa terdapat mahasiswa dengan prodi dan angkatan yang berbeda baik itu mahasiswa penerima Bidikmisi atau mahasiswa biasa. Mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih anggotanya sendiri atau berdasarkan pilihan dosen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Banyak mahasiswa FMIPA memilih untuk mengerjakan PKM-Penelitian, sebagaimana yang dikerjakan oleh Langgeng dan timnya. Rekan setimnya terdiri atas satu mahasiswa angkatan 2018 dan satu mahasiswa angkatan 2019 yang sedang mengerjakan proposal Penelitian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang kita tahu mahasiswa Bidikmisi itu ada kewajiban untuk mendukung program kampus, dengan adanya PKM ini justru bisa membantu kita untuk lebih mengembangkan diri,&rdquo; tutur mahasiswa yang juga anggota Gamadiksi Unmul itu.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, beberapa mahasiswa menganggap bahwa PKM bukan hal serius. Menurut Langgeng, dampak positif dari kewajiban PKM memudahkan mahasiswa untuk menjalankan potensi serta minat mendapatkan pengalaman baru. Sedangkan sisi negatifnya untuk mahasiswa baru yang belum terbiasa dengan penelitian akan merasa kewalahan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada beberapa mahasiswa yang sekadar menyerahkan proposal hanya karena kewajiban, setelah ditolak ia tidak melakukan perubahan,&rdquo; bebernya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mahasiswa semester satu kerap kali pulang malam karena menyelesaikan berbagai laporan dan praktik di kampus. <strong>(<em>ira/ycp/nhh/pil/yun/fer/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wakili Kaltim ke AS, Hanna Pertiwi: Belajar dan Kenali Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/wakili-kaltim-ke-as-hanna-pertiwi-belajar-dan-kenali-diri/baca </link>
<guid> wakili-kaltim-ke-as-hanna-pertiwi-belajar-dan-kenali-diri </guid>
<pubDate> Tue, 03 Dec 2019 10:55:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hanna Pertiwi, perwakilan Kaltim dalam program Outstanding Youth for The World dan International Visitor Leadership Program. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/wakili-kaltim-ke-as-hanna-pertiwi-belajar-dan-kenali-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/On4b9FW95j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wakili Kaltim ke AS, Hanna Pertiwi: Belajar dan Kenali Diri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Mengangkat pembahasan mengenai keterwakilan perempuan dalam bidang politik, Hanna Pertiwi mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris berkesempatan ke Amerika Serikat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Adapun program yang diikuti Hanna ialah <em>Outstanding Youth for The World</em> (OYTW) dan International <em>Visitor Leadership Program&nbsp;</em>(IVLP) yang diadakan dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dengan Amerika Serikat.</span></p><p style="text-align: justify;">OYTW merupakan program yang diadakan Kementrian Luar Negeri RI dan IVLP adalah program dari <em>Department of State</em> (DoS). Hanna menyebutkan dirinya melewati tiga tahapan yakni seleksi berkas, wawancara dan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD).</p><p style="text-align: justify;">Tahap pertama, ia harus bersaing dengan 548 pendaftar agar disaring menjadi 60 dengan mengumpulkan CV, esai, dan video <em>profile</em> yang semuanya berbahasa Inggris. Tahap kedua, seleksi dilakukan untuk mencari 20 pendaftar dan terakhir menjadi 10 pendaftar yang nantinya mengikuti program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dituturkan gadis kelahiran Samarinda ini, program tersebut awalnya ditujukan untuk pemimpin asing, profesor, dan beberapa orang rujukan. Namun, tahun ini dibuka untuk umum.</p><p style="text-align: justify;">Hanna menceritakan bahwa dirinya sempat salah mengirimkan berkasnya, namun selama proses seleksi berlangsung tidak ada kendala berarti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku sempat salah kirim <em>e-mail</em>, aku pikir bakal gak lolos. Juga mungkin kendalanya karena aku bukan anak Hubungan Internasional (HI), aku harus lebih keras belajar tentang diplomasi dan lain-lain.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dirinya mengaku memang tertarik dengan ilmu politik, esainya pun merupakan buah keresahan dalam memandang permasalahan negeri bahkan dunia. Ia mengaku bahwa mengangkat isu perempuan dan politik adalah penting.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seluruh belahan dunia membutuhkan keterwakilan perempuan dalam politik. Siapa lagi yang menyuarakan hak perempuan kalau bukan perempuan itu sendiri?&rdquo; ungkap gadis yang juga merupakan alumni Forum Indonesia Muda (FIM) ini.</p><p style="text-align: justify;">Program ini bersifat <em>fully funded</em>. Ia juga berterima kasih pada semua pihak yang mendukung dan membantunya dalam proses tersebut. Selama di negeri Paman Sam, ia mengunjungi empat negara bagian seperti Washington, D.C., New York, New Orleans, dan San Fransisco. Ia banyak mempelajari hal baru seperti tata kelola pemerintahan, <em>diversity</em>, <em>democracy society</em>, <em>local advocacy</em>, <em>cultural awareness</em>, dan <em>entrepreneur</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita juga ketemu sama Permias. Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. Kita ke PBB. Ikut kegiatan <em>volunteer</em> untuk difabel, dan <em>Indonesian Muslim Association in America</em> (IMAAM),&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Harapannya, setelah mengikuti program ini ia ingin menghidupkan kembali sekolah politik perempuan yang sempat ia canangkan dahulu saat berada di FIM. Namun, ia memaparkan bahwa dirinya sedang menyusun kurikulum yang akan diajarkan.</p><p style="text-align: justify;">Satu hal yang ia soroti adalah antusias anak muda yang ada di Kaltim saat mengikuti event atau program sejenis. Menurutnya, antusias tersebut masih rendah. Paparan informasi sejenis memang belum sebanyak di wilayah Jabodetabek. Namun baginya, itulah peluang besar anak muda di Kaltim untuk bisa lebih bersaing dengan wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berpesan agar anak muda di Kaltim rajin mencari informasi, belajar dan mengenali diri sendiri. &ldquo;Aku daftar juga, karena aku yakin aku bakal malas. Selagi rajin, <em>let&apos;s do that</em>,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(rst/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Public Health Expo, Sadarkan Masyarakat Arti Kesehatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/public-health-expo-sadarkan-masyarakat-arti-kesehatan/baca </link>
<guid> public-health-expo-sadarkan-masyarakat-arti-kesehatan </guid>
<pubDate> Tue, 03 Dec 2019 11:10:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegiatan Public Health Expo oleh GenBI. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/public-health-expo-sadarkan-masyarakat-arti-kesehatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9QPjhFIAHM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Public Health Expo, Sadarkan Masyarakat Arti Kesehatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Satu persatu peserta dengan <em>dresscode</em> merah mulai memadati Stadion Sempaja untuk mengikuti <em>Public Health Expo</em> (PHE), Minggu (1/12) lalu. Acara yang pertama kalinya digelar ini terbentuk atas inisiasi dari Divisi Kesehatan Masyarakat Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Unmul dalam rangka perayaan Hari AIDS Sedunia yang jatuh di tanggal yang sama.</span></p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara dimulai dengan jalan sehat yang dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Erham Yusuf. Ia turut mengapresiasi panitia yang berhasil menggelar acara sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan masyarakat Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Rio H. Sitinjak selaku ketua panitia membeberkan latar belakang terbentuknya PHE. Ia mengatakan, acara ini bertujuan sebagai bentuk <em>awareness</em> kepada seluruh masyarakat untuk sadar akan kesehatan. Tidak hanya itu, kampanye juga dilakukan dengan membawa spanduk dengan slogan &lsquo;Saya Sehat, Saya Berani&rsquo; saat jalan sehat berlangsung. Selain itu, dukungan kepada penyintas AIDS juga diberikan dalam bentuk pemberian tanda tangan yang dilakukan oleh komunitas-komunitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, tanda tangan dan cap tangan. Itu sebagai bentuk dukungan kita kepada teman-teman penyintas bahwa mereka juga manusia biasa seperti kita,&rdquo; ungkap mahasiswa prodi Akuntansi ini.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu, antusias peserta juga terlihat dari ludesnya tiket <em>doorprize</em> dan melebihi ekspektasi target keberhasilan. Hiburan yang ditampilkan juga bermacam-macam, mulai dari penampilan akustik, <em>dance cover</em>, hingga <em>mini games.</em></p><p style="text-align: justify;">Komunitas yang peduli dengan lingkungan turut hadir memeriahkan dan menarik perhatian. Sebut saja komunitas pencinta reptil, musang, hingga komunitas pencinta alam yang memamerkan produk kantong sampah dari baju bekas tanpa harus dijahit.</p><p style="text-align: justify;">Meski jumlah peserta dalam kegiatan kali ini terbilang banyak, Rio mengaku tidak ada hambatan yang berarti karena persiapan telah dilakukan sejak satu bulan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, teman-teman komunitas dan teman-teman organisasi di luar sana bisa sadar bahwa isu ini perlu diberikan sosialisasi agar lebih <em>aware</em> dengan isu dan permasalahan sosial yang ada,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(bip/ann/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Reward Bagi Mahasiswa yang Mengaji Satu Juz </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/reward-bagi-mahasiswa-yang-mengaji-satu-juz/baca </link>
<guid> reward-bagi-mahasiswa-yang-mengaji-satu-juz </guid>
<pubDate> Wed, 04 Dec 2019 11:52:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cara unik perpustakaan Unmul untuk memberikan reward kepada mahasiswa yang menyelesaikan bacaan alquran satu juz. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/reward-bagi-mahasiswa-yang-mengaji-satu-juz/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2cxxF6yUKK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Reward Bagi Mahasiswa yang Mengaji Satu Juz</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Perpustakaan Unmul terus berbenah dan semakin menunjukkan perhatiannya kepada pengunjung. Tak hanya koleksi buku dan jurnal, fasilitas perpustakaan juga turut dibenahi.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti di situ, beberapa kerja sama dengan pihak luar pun terus berjalan, tentunya menambah wawasan literasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kini perpustakaan Unmul memberikan <em>reward</em> kepada mahasiswa yang menyelesaikan bacaan Alquran satu juz. Reward ini rupanya telah berjalan lama dan dilaksanakan di musala perpustakaan. Mahasiswa yang menyelesaikan bacaan satu juz akan mendapat Rp25 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Kepala Perpustakaan Unmul, Supadi, <em>reward</em> baca Alquran terinspirasi saat dirinya berada di sebuah SPBU yang memberikan gratis bensin kepada yang selesai mengaji.</p><p style="text-align: justify;">Dari situ, Supadi mengajak internal untuk mencoba hal yang sama di perpustakaan Unmul, dan mendapat sambutan cukup baik dari mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi, mahasiswa tidak ingin diberi <em>reward</em>, niatnya beribadah saja,&quot; terang Supadi saat ditemui di ruangannya, Senin (18/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Karena banyak mahasiswa yang tidak mengambil <em>reward</em> tersebut, Supadi ingin memberikan alternatif yang bisa dinikmati mahasiswa yang akan mengaji.</p><p style="text-align: justify;">Ia ingin menggantinya dengan membelikan dispenser agar bisa digunakan untuk minum gratis ataupun sekadar membuat teh dan kopi yang telah disediakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tujuannya sambil mereka istirahat juga beramal. Kalau sudah agama kuat, harapannya dikemudian hari bisa jadi orang yang berakhlak mulia,&quot; pungkasnya. <strong><em>(ycp/rst/nhh/ina/ann)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira KM: Dua Bapaslon Gugur Pada Verifikasi Berkas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-km-dua-bapaslon-gugur-pada-verifikasi-berkas/baca </link>
<guid> pemira-km-dua-bapaslon-gugur-pada-verifikasi-berkas </guid>
<pubDate> Thu, 05 Dec 2019 08:34:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pasangan Ainur-Aji dan Reza-Akbar dinyatakan gugur karena berkas yang tidak lengkap. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-km-dua-bapaslon-gugur-pada-verifikasi-berkas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7NK7vy1rmh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira KM: Dua Bapaslon Gugur Pada Verifikasi Berkas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Rabu (4/12) Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) memperpanjang waktu pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul. Hal ini dilakukan sebab dua bakal pasangan calon (bapaslon) sebelumnya dinyatakan gugur pada tahap verifikasi berkas karena berkas yang tidak lengkap.</span></p><p style="text-align: justify;">Menurut Rahmad Maulana Nasution selaku Ketua KPPR Unmul, gugurnya dua bapaslon yang tak memenuhi berkas persyaratan disebabkan karena kurangnya kecermatan dalam membaca undang-undang (UU) Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Pasangan Ainur Basirah Mulya dan Aji Ahmad Affandi (Ainur-Aji) dinyatakan gugur karena tidak menyertakan fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan bukti registrasi (sireg).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hasilnya, ada beberapa berkas yang kurang. Verifikasi pertama dari Ainur-Aji. Mereka semuanya lengkap kecuali fotokopi KTM dan sireg. Sementara dalam undang-undang (UU) tertera yang fotokopi, jadi wajib untuk diserahkan,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, pasangan Mohammad Reza Munandar dan Muhammad Akbar (Reza-Akbar) juga dinyatakan gugur karena kurangnya berkas yang disertakan seperti bukti fotokopi registrasi dan e-KTM serta tidak terpenuhinya jumlah minimal di fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selain itu, tidak terpenuhinya surat cuti. Ada laporan ke kami, ternyata Akbar masih tercatat di salah satu UKM (yaitu) Sahabat Quran,&quot; tutur pria yang biasa disapa Tion itu, Senin (2/12).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perpanjangan Pendaftaran&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Pihak KPPR kemudian kembali membuka pendaftaran sekaligus pengembalian berkas hingga tanggal 4 Desember 2019. Namun, Tion menjelaskan untuk bapaslon yang dinyatakan gugur dan ingin mendaftarkan diri kembali harus mengganti pasangannya karena sudah diatur di dalam UU Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di UU, hak bapaslon yang gugur itu dinyatakan hilang. Jadi, ketika mereka ingin mendaftar harus mencari pasangan yang berbeda,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, ia menegaskan gugurnya bapaslon yang sudah memasuki tahap verifikasi ini tidak berpengaruh pada jadwal yang telah ditetapkan oleh KPPR. Jika nantinya ada perubahan jadwal, akan dikomunikasikan dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak empat bapaslon telah menerima berkas pencalonan dan melakukan pendaftaran kepada KPPR. Mereka adalah Kardiono Cipta Kanda-Heryandy Pratama, Michael-Khairatun Nur Azizah, Idet Arianto Putra-Mohammad Reza Munandar dan Bayu Rosandy-Faisal Riyanda.</p><p style="text-align: justify;">Rabu (4/12), dua bapaslon yakni Kardiono Cipta Kanda-Heryandy Pratama dan Idet Arianto Putra-Mohammad Reza Munandar telah mengembalikan berkas yang diperlukan. Kemudian hari ini, Kamis (5/12) KPPR melangsungkan rapat pleno untuk melakukan verifikasi berkas yang telah diterima. <em><strong>(ann/fir/hdt/zar/wil/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panitia 9, Langkah Awal Pencairan BEM FH </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-9-langkah-awal-pencairan-bem-fh/baca </link>
<guid> panitia-9-langkah-awal-pencairan-bem-fh </guid>
<pubDate> Fri, 06 Dec 2019 12:09:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Panitia 9, Langkah awal dalam babak terbaru pencairan BEM FH. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-9-langkah-awal-pencairan-bem-fh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0w0T1dHtCa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Panitia 9, Langkah Awal Pencairan BEM FH</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sehubungan dengan dibangkitkan kembali Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Hukum (FH) Unmul, maka pihak fakultas mulai bergerak dalam mencari calon anggota DPM FH.</span></p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-tahun-dibekukan-bem-fh-direncanakan-bangkit/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-tahun-dibekukan-bem-fh-direncanakan-bangkit/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Pada penyelenggaraan pendaftaran umum anggota DPM FH, tim penyeleksi yang terdiri dari para dosen FH membentuk panitia yang nantinya akan diberi wewenang dalam menyelenggarakan pembentukan anggota DPM. Mahasiswa FH yang aktif dipilih melalui proses administrasi serta <em>fit and proper test</em>. Dari 12 mahasiswa yang mendaftar, terdapat 9 orang yang terseleksi. Kemudian ditetapkan dan diberi nama Panitia 9 atau Presidium 9.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu anggota Panitia 9, Kardiono Cipta Kanda menjelaskan bahwa Presidium 9 yang disahkan pada tanggal 3 Desember 2019 ini terdiri atas 3 orang sebagai tim pemilihan, 3 orang sebagai tim pengawas, dan 3 orang sebagai tim penyelesaian sengketa yang terdiri dari mahasiswa lintas angkatan 2016 hingga 2017.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Dion, sapaan akrabnya, panitia melakukan sosialisasi ke kelas-kelas yang sebelumnya telah diberi himbauan mengenai panduan terkait tahapan serta syarat-syarat untuk menjadi anggota DPM FH. Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada mahasiswa FH serta menggapai lebih banyak calon anggota.</p><p style="text-align: justify;">Setelah sosialisasi, panitia akan membuka pendaftaran anggota DPM dan pengembalian berkas selama 3 hari. Lalu, dilakukan seleksi anggota yang kemudian dilanjutkan pada pemilihan dan diakhiri dengan penetapan. Pemilihan terakhir akan berlangsung pada 18 Desember dan penetapan akan dilakukan pada 19 Desember.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita (juga) akan membuka gugatan 2 x 24 jam sampai dengan tanggal 20 Desember. Jika tidak ada gugatan maka proses penyelenggaraan pemilihan DPM FH selesai,&rdquo; ungkap mahasiswa angkatan 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam proses penyelenggaraan, panitia akan diawasi dan terus berkordinasi oleh para dosen.<strong><em>&nbsp;(ann/hmm/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Petualangan Dramatis Elsa-Anna dalam Frozen II </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/petualangan-dramatis-elsa-anna-dalam-frozen-ii/baca </link>
<guid> petualangan-dramatis-elsa-anna-dalam-frozen-ii </guid>
<pubDate> Sat, 07 Dec 2019 10:39:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Petualangan Elsa dan Anna lebih berkembang pada Frozen II. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/petualangan-dramatis-elsa-anna-dalam-frozen-ii/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bYLAIlqYxg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Petualangan Dramatis Elsa-Anna dalam Frozen II</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Plot cerita yang dramatis, pembawaan karakter yang apik, hingga latar lagu yang tak diragukan lagi seolah menjadi ciri khas film besutan Disney.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Duo kakak beradik Elsa-Anna kembali ke layar kaca setelah hiatus kurang lebih 6 tahun. Setelah sukses menghadirkan lika-liku ketakutan Elsa dengan kekuatan sihirnya di seri pertama, <em>Frozen II</em> kembali hadir dengan petualangan dua saudari namun dalam bingkai yang berbeda.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Frozen II&nbsp;</em>kembali diprakarsai oleh sutradara Jennifer Lee dan Chris Buck dengan latar musim gugur (</span></span><span><span><em>autumn</em>)</span></span><span><span>&nbsp;sebagai temanya. Sepanjang film penonton disuguhkan dengan pemandangan indah daun kecoklatan yang berjatuhan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Seri lanjutan <em>Frozen</em> bukan menceritakan Elsa-Anna yang kerap berbeda paham akan sesuatu. Dalam <em>Frozen II&nbsp;</em>mereka tampil lebih dewasa, persis mendiang ayah dan ibu mereka. Karakter Anna yang cenderung lebih terbuka dan periang seakan menjadi pelengkap sosok Elsa yang masih belum bisa menanggalkan kemisteriusannya meski telah menjadi pewaris takhta kerajaan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Secara garis besar, <em>Frozen II</em> tak lepas dari andil keluarga Elsa-Anna di masa lalu, kesalahan yang berujung pada pengorbanan rakyat Arandelle. Hingga akhirnya Elsa-Anna yang harus menanggung dan menyelesaikan semuanya. Meski di awal terasa sulit dipahami karena sempat mundur ke masa lampau, semakin ke tengah penonton akan semakin paham. Bahwa semua yang ada di <em>Frozen</em>; baik seri pertama dan kedua saling terkait.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Satu demi satu misteri mulai terkuak tatkala Elsa mulai mengikuti isi hatinya. Mengikuti suara yang tak berwujud, suara yang tak diketahui dari mana ia berasal. Sama halnya dengan Anna, tak punya pilihan lain selain mendukung keputusan sang kakak, demi menjamin keselamatannya. Dua bersaudari ini juga tak henti-hentinya menyuguhkan hubungan sempurna antara kakak-beradik, saling mendukung dan percaya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Lebih dibuat dramatis dibanding seri sebelumnya, <em>Frozen II&nbsp;</em>tidak lupa menyelipkan candaan jenaka khas manusia salju; Olaf. Olaf dinilai sukses membawa derai tawa ke seluruh penonton karena tingkah-polahnya yang polos. Jangan lupakan sosok kekasih Anna; Kristoff dan Sven, keledainya. Kristoff yang mati-matian menunjukkan sisi romantisnya sedang Anna yang justru kadang salah tanggap.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selama kurang lebih 103 menit Frozen II sanggup membius penonton karena alur ceritanya yang ringkas dan karakternya yang apik. Sang sutradara mampu membangkitkan ketertarikan orang-orang untuk mengetahui sejauh mana Elsa dan Anna berkembang dari dua anak kecil mejadi dua pemimpin kerajaan. Hilang dari peredaran selama 6 tahun rasanya terbayarkan dengan aksi yang ditampilkan seluruh pemeran. Satu dari sekian banyak karya besutan Disney yang melejit di pasaran dan menemani akhir tahun Anda.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><span><span><strong><em>(sut/ann)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unjuk Kemenangan Unmul Dalam Keunggulan Website </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unjuk-kemenangan-unmul-dalam-keunggulan-website/baca </link>
<guid> unjuk-kemenangan-unmul-dalam-keunggulan-website </guid>
<pubDate> Mon, 09 Dec 2019 10:51:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kembali tunjukkan prestasi dengan meraih Juara Satu Keterbukaan Informasi Via Website Se-Provinsi Kalimantan Timur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unjuk-kemenangan-unmul-dalam-keunggulan-website/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Atk65dseHa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unjuk Kemenangan Unmul Dalam Keunggulan Website</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mengulang prestasi setahun yang lalu, Unmul kembali menyabet gelar Juara Satu Keterbukaan Informasi Via&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Website</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Se-Provinsi Kalimantan Timur. Gelar ini diberikan dalam rangka penganugerahan&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Web Awards</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>&nbsp;</em>Badan Publik 2019 atau biasa disebut KI Kaltim Awards yang diselenggarakan Komisi Informasi (KI) Kalimantan Timur pada Kamis (7/11) lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Unmul berhasil menyingkirkan ratusan&nbsp;</span></span><span><span><em>website</em></span></span><span><span>&nbsp;lain yang menjadi pesaingnya seperti&nbsp;</span></span><span><span><em>website</em></span></span><span><span>&nbsp;Kecamatan, Desa, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya. Dikutip dari&nbsp;</span></span><span><span><em>unmul.ac.id</em></span></span><span><span>, Ketua KI, Muhammad Khaidir mengatakan bahwa ada 365&nbsp;</span></span><span><span><em>website</em></span></span><span><span>&nbsp;dan 50 aplikasi dari 1.700 badan publik di Kaltim.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ditemui awak&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span>&nbsp;pada Kamis (5/12) lalu, Dewi Novi Rianti, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Unmul menyatakan bahwa humas akan mempertahankan keterbukaan informasi dan meningkatkan pelayanan yang lebih interaktif kepada publik.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kita tuh selama ini tetap terbuka. Namanya informasi harus tetap terbuka. Cuma mungkin kita akan lebih bisa&nbsp;</span></span><span><span><em>sharing</em></span></span><span><span>&nbsp;lagi dengan masyarakat umum karena mereka yang bisa menilai bagaimana pelayanan kami selama ini,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Lebih lanjut, disebutkan dalam laman <em>unmul.ac.id</em> bahwa kemenangan&nbsp;</span></span><span><span><em>website</em></span></span><span><span>&nbsp;Unmul jelas mendukung keberadaan Undang-undang No. 14 Tahun 2008 soal Keterbukaan Informasi Publik. Di mana hal ini memberikan dampak positif bagi Unmul dan publik itu sendiri. Keterbukaan informasi akan mendapat respek dari publik karena dianggap tidak anti kritik, tidak menutup-nutupi informasi, dan mendukung&nbsp;</span></span><span><span><em>open government</em></span></span><span><span><em>&nbsp;</em>atau tata pemerintahan terbuka.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Di sisi lain, publik juga akan mudah mendapatkan informasi yang memang seharusnya mereka dapatkan. Terang saja bahwa rektor Unmul, Masjaya sangat mengapresiasi capaian prestasi kali ini.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Apresiasi dari rektor bagus sekali. Pastinya ia ingin humas lebih maju lagi, lebih bisa mengakomodir pertanyaan-pertanyaan publik dan memberikan sarana informasi yang terbaik,&rdquo; tutup Dewi.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>wil/fer/ann</span></span></em></strong><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Antikorupsi, Tikus Berdasi Semakin Beraksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/hari-antikorupsi-tikus-berdasi-semakin-beraksi/baca </link>
<guid> hari-antikorupsi-tikus-berdasi-semakin-beraksi </guid>
<pubDate> Mon, 09 Dec 2019 11:01:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini memperingati Hari Antikorupsi, 9 Desember 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/hari-antikorupsi-tikus-berdasi-semakin-beraksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/86u0tJAII6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Antikorupsi, Tikus Berdasi Semakin Beraksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&lsquo;Tikus berdasi&rsquo; ungkapan yang bukan lagi menjadi bahan teka-teki, namun telah dipahami dengan baik oleh seluruh masyarakat. Para tikus berdasi yang bekerja di balik kursi kebesaran menggaungkan kepentingan rakyat.</span></p><p style="text-align: justify;">Tapi nyatanya mereka yang menyengsarakan rakyat. Menggerogoti uang rakyat sedikit demi sedikit, hingga kemudian habis tak tersisa. Tepat hari ini, 9 Desember diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia.</p><p style="text-align: justify;">Namun, peringatan tersebut hanyalah sebuah seremonial biasa tanpa dimaknai secara mendalam. Tanpa adanya upaya berlebih dalam mewujudkannya. Terbukti hingga kini masih banyak para koruptor hidup bebas melanglang buana tanpa adanya rasa bersalah, meski telah mencuri.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Kompas.com</em> Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada di rangking 89 dari 100 negara. Hal ini menandakan masih banyak kasus korupsi yang menjamur di Indonesia dan belum berhasil terungkap. Lalu, upaya apa yang sekiranya mampu memberantas korupsi hingga ke akarnya?</p><p style="text-align: justify;">Mengadopsi hukum Saudi Arabia, yaitu hukum pancung atau seperti di Vietnam yang menerapkan hukuman mati? Tetapi, agaknya hukuman-hukuman tersebut sulit diterapkan. Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi salah satu alasan, Indonesia sebagai negara yang menjunjung HAM sangat sulit untuk menerapkan hukum tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Menghukum para koruptor seumur hidup? Bukan suatu langkah yang efektif, karena mereka dapat dengan mudah membeli hukuman tersebut. Cukup membayar dengan setumpuk rupiah bewarna merah mereka dapat dengan mudah memperoleh hukuman ringan.</p><p style="text-align: justify;">Selain, itu mereka yang telah dihukum juga agaknya tidak jera dengan hukuman tersebut. Dengan status tersangka yang disandang, mereka masih mampu tersenyum di depan kamera awak media, bahkan wara-wiri dengan bebas. Penjara yang sejatinya adalah momok masyarakat, bagi koruptor layaknya hotel yang biasa mereka tempati kala pergi dinas.</p><p style="text-align: justify;">Di usia bangsa Indonesia yang semakin tua, tentu ibu pertiwi ingin melihat bangsa ini makmur dengan rakyat yang sejahtera di dalamnya. Namun, apa daya jika koruptur masih bisa melenggang bebas mengambil uang rakyat tanpa rasa bersalah.</p><p style="text-align: justify;">Di peringatan Hari Antikorupsi ini, ayo kita bersama bergandeng tangan memberantas korupsi dimulai dari diri sendiri. Hilangkan kebiasan korupsi dalam diri, sebarkan kebiasan tersebut kepada lingkungan sekitar. Maka kita sudah berperan dalam memberantas korupsi di negeri ini. Katakan tidak pada korupsi!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Siti Istaqul Mutafsiroh, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masihkah Anda Menjadi Perilaku Diskriminasi Dalam Hari HAM Sedunia? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/masihkah-anda-menjadi-perilaku-diskriminasi-dalam-hari-ham-sedunia/baca </link>
<guid> masihkah-anda-menjadi-perilaku-diskriminasi-dalam-hari-ham-sedunia </guid>
<pubDate> Tue, 10 Dec 2019 11:33:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Hak Asasi Manusia yang diperingati pada 10 Desember 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/masihkah-anda-menjadi-perilaku-diskriminasi-dalam-hari-ham-sedunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RaFDLZqNE4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masihkah Anda Menjadi Perilaku Diskriminasi Dalam Hari HAM Sedunia?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Hari ini, 10 Desember 2019 adalah peringatan bagi hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia. Peringatan resmi hak asasi manusia pada tanggal 10 Desember dimulai pada tahun 1950. Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundang semua negara dan organisasi untuk memperingatinya. Adapun tema yang diangkat untuk tahun ini adalah <em>Youth Standing Up for Human Rights&nbsp;</em>atau Pemuda Membela Hak Asasi Manusia.</p><p style="text-align: justify;">Menilik tema tersebut, tentunya peringatan HAM tahun ini bertujuan untuk melakukan selebrasi atas potensi pemuda sebagai agen perubahan yang konstruktif, menguatkan suara pemuda serta melibatkan kekuatan mereka dalam jangkauan yang lebih luas untuk mempromosikan perlindungan hak-hak asasi manusia.</p><p style="text-align: justify;">Memang, pemuda sudah seharusnya memiliki pandangan terbuka terkait HAM. Tak hanya melalui proses belajar mengajar saja, tetapi juga mencari tahu seperti apa perjuangan para penyintas yang berusaha untuk mempertahankan hak-hak mereka dalam situasi yang tidak mendukung.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, sudahkah kita sebagai pemuda berperan aktif? Nyatanya, sikap diskriminatif menjadi penghalang terbesar bagi para pemuda. Kita masih sering membandingkan antar suku dengan nada bercanda, seolah hal tersebut patut ditertawakan. Melakukan pembatasan terhadap perempuan, baik dalam lapangan pekerjaan, hingga pernikahan. Maraknya pembungkaman suara terhadap kaum minoritas.</p><p style="text-align: justify;">Hal-hal di atas hanyalah sebagian contoh dari berbagai bentuk diskriminasi yang dilakukan kaum muda di seluruh dunia. Meski kampanye Hari HAM Sedunia secara terus menerus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya para pemuda, tidak ada jaminan bahwa itu akan berpengaruh besar terhadap kehidupan nyata.</p><p style="text-align: justify;">Itulah diperlukannya bimbingan serta arahan dari lingkungan terdekat untuk membangun rasa kepekaan tersebut. Pemuda memiliki jiwa yang kuat, maka potensi itulah yang seharusnya dapat menolong korban kelalaian hukum terhadap HAM. Mulailah untuk saling menghargai dalam lingkungan terkecil yang ada pada kehidupan anda.</p><p style="text-align: justify;">Sesungguhnya, ketika HAM benar-benar diperlakukan sebagai tolok ukur tertinggi dalam menghormati keberadaan seseorang, maka dunia akan menjadi tempat yang lebih nyaman untuk hidup dan berkarya. Selamat Hari HAM Sedunia! <strong>(<em>len/rst)&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gerak Mahasiswa Kawal Pelanggaran HAM di Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/gerak-mahasiswa-kawal-pelanggaran-ham-di-kampus/baca </link>
<guid> gerak-mahasiswa-kawal-pelanggaran-ham-di-kampus </guid>
<pubDate> Tue, 10 Dec 2019 11:48:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini mahasiswa mengenai penegakan HAM. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/gerak-mahasiswa-kawal-pelanggaran-ham-di-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hLR2dtRJg2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gerak Mahasiswa Kawal Pelanggaran HAM di Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap pribadi manusia. Sebagai anugerah Tuhan yang dibawa sejak lahir sebagaimana diatur dalam konstitusi kita yang tertuang dalam Pasal 28 UUD 1945.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada setiap diri manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksi antara individu atau dengan instansi. Masalah HAM adalah sesuatu yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">HAM harus lebih dijunjung tinggi untuk diperhatikan, mengingat banyak kejadian pelanggaran HAM yang kemudian mengisi sejarah dan tidak boleh kita lupakan demi menjaga hak-hak hidup setiap manusia di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM berat juga harus menjadi refleksi kita bersama seperti aksi pembantaian pada era orde lama yakni 1965 dan 1966 di mana pembunuhan secara besar-besar dilakukan oleh penguasa dengan dalil menjaga keutuhan Negara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal jika kita lihat aksi pembantaian tersebut merupakan pelanggaran HAM berat yang kemudian menghilangkan hak fundamental manusia, hak untuk hidup yang kemudian sudah diatur dalam konstitusi, UUD 1945.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Orde baru juga demikian, meninggalkan luka yang sama dan sampai sekarang di era reformasi. Pelangaran-pelanggaran HAM masih terus berlanjut dan belum dapat diusut tuntas. Maka dari itu perlu ada gerakan secara berkelanjutan dan masif, mengawal serta terus medesak penegakan hukum pelanggaran-pelanggaran HAM, terutama di wilayah kampus di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini tanpa kita sadari banyak pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di lingkungan kampus. Dari keterlibatan aparat dalam bentuk represifitas dan pembatasan ruangan gerak mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kurangnya pemerataan hak mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang kemudian dirasa membebani. Sampai dalam tataran sistem yang diberlakukan di dalam kampus yang dirasa membatasai dan juga menindas mahasiswa itu sendiri, terus-menerus berjalan dan tidak ada penuntasan terkait pelanggaran hak tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu kami Aliansi Mahasiswa Unmul Peduli HAM menuntut:</p><p style="text-align: justify;">1. Tolak keterlibatan aparat TNI/POLRI dalam dunia pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">2. Hapuskan sistem uang pangkal dan lakukan audit terkait UKT di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">3. Wujudkan pendidikan ilmiah, demokratis, dan bervisi kerakyatan.</p><p style="text-align: justify;">4. Tolak segala macam bentuk sistem yang menindas dalam tataran fakultas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">5. Bebaskan tahanan politik aktivis lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Tunduk ditindas atau bangkit melawan karna mundur adalah bentuk pengkhianatan. Rapatkan barisan mari usut tuntas pelangaran HAM terjadi di lingkup kampus kita.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Raynaldo Rendi Andikha, mahasiswa Ilmu Hukum, FH 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> LTMPT Kenalkan SSO, Unmul Siap Sosialisasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ltmpt-kenalkan-sso-unmul-siap-sosialisasi/baca </link>
<guid> ltmpt-kenalkan-sso-unmul-siap-sosialisasi </guid>
<pubDate> Wed, 11 Dec 2019 11:29:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Single Sign On (SSO) merupakan tahap awal pendaftaran bagi calon peserta SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ltmpt-kenalkan-sso-unmul-siap-sosialisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CXkNPJzwqF.png" />
					</figure>
			                <h1>LTMPT Kenalkan SSO, Unmul Siap Sosialisasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tahapan registrasi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah dimulai. Dibuka dengan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 pada 2 Desember 2019 hingga 7 Januari 2020.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, ada kebijakan baru yang diterapkan oleh LTMPT di tahun ini. <em>Single</em><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Sign On</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"> (SSO) merupakan tahap awal pendaftaran bagi calon peserta SNMPTN, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).</span></p><p style="text-align: justify;">Para peserta diwajibkan untuk memiliki akun LTMPT terlebih dahulu. Karena sudah berbasis SSO, nantinya akan mempermudah pelaksanaan seleksi. Sebab SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN sudah terintegrasi melalui satu laman yakni, <em>portal.ltmpt.ac.id</em>, berbeda dengan sebelumnya menggunakan registrasi <em>link</em> yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, Unmul telah melakukan serangkaian persiapan untuk penerapan sistem baru ini. Menurut Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Unmul, Dewi Novi Rianti, pihaknya sudah mempersiapkan tim teknis sesuai tugas masing-masing. Selain itu akan dilakukan sosialisasi di Rektorat &nbsp;Lantai IV pada Senin (9/12).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Humas masih persiapan, semua punya tugas masing-masing. Kita rencananya kalau tidak ada perubahan jadwal akan sosialisasi, dimulai dari Samarinda,&rdquo; kata Dewi kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (5/12).</p><p style="text-align: justify;">Setelah Samarinda, akan menyusul beberapa sekolah di daerah lainnya seperti Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Bontang, Kutai Timur, Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan untuk dilakukan sosialisasi pengenalan sistem.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi berkas-berkas yang kita siapkan itu isinya <em>leaflet</em>, brosur-brosur terkait sistem tadi,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Dewi, dalam persiapan belum ada kendala yang cukup berarti yang ditemui, namun dia tak menampik jika ke depan pasti akan ada kendala. Terutama dalam pelaksanaan SSO, yang baru pertama kali diterapkan di tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Lalu apa saja yang perlu dipersiapkan? Dilansir dari <em>CNNIndonesia.com</em>, ada tiga hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan registrasi di laman &nbsp;LTMPT yaitu Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan tanggal lahir.</p><p style="text-align: justify;">NPSN bisa didapatkan dengan mengakses laman <em>referensi.data.kemedikbud.go.id</em>, peserta hanya perlu masuk ke Data Master Pendidikan kemudian memilih Pendidikan Dasar &amp; Menengah. Di mana informasi sekolah bisa dicari dalam entri tersebut. Sedangkan NISN bisa melalui <em>nisn.data.kemendikbid.go.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya tinggal memasukkan semua data yang diminta, setelah mengisi data utama dan mendaftarkan diri di LTMPT, peserta diwajibkan melakukan verifikasi data. Saat melakukan verifikasi data siapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), data pribadi, riwayat sekolah, dan pas foto.</p><p style="text-align: justify;">Yang terpenting, data yang sudah disimpan tidak dapat diubah, sehingga harus diisi dengan cermat. Setelah semua proses selasai, peserta hanya tinggal menunggu giliran pendaftaran SNMPTN 2020.</p><p style="text-align: justify;">Berikut beberapa tanggal penting pelaksanaannya. Pengisian PDDS oleh sekolah (13 Januari &ndash; 6 Februari 2020), pendaftaran SNMPTN (11 &ndash; 25 Februari 2020), kemudian pengumuman SNMPTN (4 April 2020). Sedangkan registrasi untuk UTBK dan SBMPTN dilaksanakan pada 7 Februari &ndash; 5 April 2020. </p><p style="text-align: justify;">Bagi yang masih merasa bingung, bisa melihat video tutorial Registrasi dan Verifikasi Akun Siswa di portal LTMPT 2020 di akun <em>Instagram</em> Unmul. Selamat mencoba! <strong><em>(wil/ann)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BNN: Miskin Terobosan, Terancam Bubar? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bnn-miskin-terobosan-terancam-bubar/baca </link>
<guid> bnn-miskin-terobosan-terancam-bubar </guid>
<pubDate> Thu, 12 Dec 2019 10:17:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wacana pembubaran BNN yang sempat berembus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bnn-miskin-terobosan-terancam-bubar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w7p7x4ofc9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BNN: Miskin Terobosan, Terancam Bubar?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dikenal sebagai lembaga pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya terancam dibubarkan. Ini bermula ketika Komisi III DPR RI menilai kinerja BNN dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia tidak maksimal, bahkan dianggap gagal.</span></p><p style="text-align: justify;">Kamis (21/11) lalu Komisi III DPR RI telah menggelar rapat kerja dengan BNN di Gedung DPR. Dalam rapat tersebut, Komisi III mengkritik BNN karena dinilai miskin terobosan. Padahal, narkoba di Indonesia telah memasuki tahap yang serius.</p><p style="text-align: justify;">Kritik tersebut dilayangkan oleh Anggota Komisi III Masinton Pasaribu. Menurutnya, saat ini narkotika yang masuk ke Indonesia jumlahnya masih cukup banyak. Ia juga mempertanyakan peran BNN dalam melakukan deteksi dini dan mencegah barang haram tersebut masuk.</p><p style="text-align: justify;">Rencana pembubaran ini menuai pro dan kontra dari beberapa kalangan. Tak ketinggalan, civitas academica Unmul pun menyoroti polemik ini. Ada yang mendukung wacana tersebut, ada pula yang tidak setuju.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang menolak pembubaran lembaga tersebut adalah Herdiansyah Hamzah. Akademisi Fakultas Hukum ini menilai bahwa rencana pembubaran BNN dirasa kurang tepat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu pernyataan ngawur. Sebenarnya itu bukan pernyataan Komisi III secara kelembagaan. Tapi pernyataan Masinton dan beberapa anggota komisi lainnya,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Melalui percakapan via <em>Whatsapp</em> pada Selasa (10/12), Herdi mengibaratkan rencana pembubaran tersebut dengan perumpamaan menangkap tikus. Ia menyebutkan bahwa hal tersebut sama dengan menangkap tikus di lumbung padi, tapi dengan cara membakar lumbungnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu kan logika yang kebalik. Mestinya BNN itu diperkuat, bukan malah minta dibubarkan,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara mengenai kinerja BNN dalam memberantas peredaraan narkoba hingga saat ini, ia mengatakan terlalu prematur untuk menyebutnya sebagai kegagalan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada yang kurang dan butuh dievaluasi dari kinerja BNN, iya! Proses penanganan kasus narkotika itu spesifik, jadi keberadaan BNN tetap kita butuhkan,&quot; tutur Herdi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia menambahkan bahwa lebih bagus apabila BNN didorong jadi lembaga negara independen seperti Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK), sehingga bisa bekerja tanpa intervensi kekuasaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi tentu saja mesti dibekali dengan kewenangan ekstra yudisial seperti penyadapan. Sehingga memungkinkan untuk bekerja lebih efektif menangani perkara narkotika,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Herdi, Afifah Asma Yulia, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi 2018 ini justru setuju dengan wacana pembubaran tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em> pada Rabu (11/12), ia menyebutkan bahwa BNN tidak lagi bekerja efektif dan hanya fokus terhadap kasus kecanduan narkoba. Menurutnya, kasus tersebut dapat ditangani dan diproses oleh kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">Afifah juga menyesali hadirnya pungutan biaya untuk rehabilitasi pecandu narkoba.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenapa harus tetap bayar? Sedangkan tidak semua orang memiliki biaya untuk rehabilitasi,&quot; tutupnya. <strong><em>(fty/mrf/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nikmati Harbolnas Dengan Bijak Berbelanja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/nikmati-harbolnas-dengan-bijak-berbelanja/baca </link>
<guid> nikmati-harbolnas-dengan-bijak-berbelanja </guid>
<pubDate> Thu, 12 Dec 2019 11:53:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Belanja Online Nasional, 12 Desember 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/nikmati-harbolnas-dengan-bijak-berbelanja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5X8LqgmxwL.png" />
					</figure>
			                <h1>Nikmati Harbolnas Dengan Bijak Berbelanja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Di penghujung tahun 2019 ini, masyarakat tidak hanya diramaikan dengan berbagai isu hangat serta hari libur. Kini, setiap 12 Desember, di Indonesia dirayakan Hari Belanja <em>Online</em> Nasional (Harbolnas) untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja daring.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Perayaan ini mirip dengan perayaan <em>Black Friday</em> yang dilaksanakan pada Jumat setelah <em>Thanksgiving Day</em>. <em>Black Friday</em> sendiri identik dengan mulainya musim belanja Natal. Selama perayaan hari belanja <em>Black Friday</em>, berbagai toko buka lebih lama dan berlomba-lomba untuk menawarkan diskon yang besar atau cuci gudang untuk menarik pembeli.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia kemudian memulainya pada 12 Desember 2012. Dengan tajuk promo 12.12.12, perayaan ajakan untuk berbelanja <em>online</em> ini dipelopori oleh berbagai <em>e-commerce</em> dan didukung oleh media-media besar lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jatuh pada hari ini, berbagai <em>e-commerce</em> menarik para pelanggan mulai dari gratis ongkir, diskon besar-besaran, hingga gratis item atau bonus item yang jumlahnya terbatas, kian buat masyarakat semakin &apos;tertantang&apos; untuk berbelanja.</p><p style="text-align: justify;">Namun tentu saja, hal ini membawa dampak yang cukup besar dan negatif, yakni munculnya konsumerisme. Tidak menutup kemungkinan, perayaan yang pada awalnya bermaksud menjadi edukasi akan berubah menjadi bumerang bagi kehidupan masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya adalah membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Dengan adanya berbagai promo, tindakan ini tak akan dirasa merugikan bagi pelakunya, sebab timbul sebuah <em>mindset</em> untuk memanfaatkan sesuatu yang menguntungkan. Lantas, apakah ini adalah tindakan yang bijak? Tentu saja tidak.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dengan adanya kemudahan bertransaksi, masyarakat akan semakin terdorong untuk melakukan belanja <em>online</em> berlebihan. Padahal, tingkat <em>cyber crime</em> dalam <em>online shopping</em> sangat tinggi dan semakin mudah untuk mengakses berbagai data dari situs-situs <em>e-commerce</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>tirto.id</em>, segala jenis transaksi yang dilakukan lewat ponsel pintar memperbesar risiko pencurian informasi pribadi oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Era digital sekaligus kehadiran digital banking nyatanya tak hanya memudahkan nasabah dalam bertransaksi, tetapi sekaligus memberi peluang bagi tindak kejahatan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui fakta di atas, tentunya masyarakat perlu terbuka dan lebih berhati-hati ketika berbelanja <em>online</em>, terutama pada perayaan Harbolnas ini. Sebelum memulai &apos;perburuan&apos;, ada baiknya kita memberikan batasan kepada diri sendiri terhadap barang yang akan kita beli. Perhatikan dan pastikan hanya membeli dari penjual yang <em>trustworthy</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, periksa kembali jalur pembayaran dan pengiriman. Apabila menggunakan<em> e-card</em> atau kartu debit virtual, maka pastikan bahwa aplikasi tersebut memiliki 3D-Secure yang memiliki kode unik yang hanya berlaku kurang lebih 3-5 menit. Kode unik ini sama halnya dengan <em>password</em>, jadi hindari untuk memberitahukannya kepada orang lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbelanja adalah hal yang menyenangkan. Karena itu, mari mengedukasi diri sendiri dan bijak dalam berbelanja <em>online</em>. Selamat bijak berbelanja! <strong><em>(len/hdt/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Petang di Taman, Apresiasi Mahasiswa Sastra Indonesia untuk Teater </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/petang-di-taman-apresiasi-mahasiswa-sastra-indonesia-untuk-teater/baca </link>
<guid> petang-di-taman-apresiasi-mahasiswa-sastra-indonesia-untuk-teater </guid>
<pubDate> Fri, 13 Dec 2019 11:08:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Petang di Taman, pentas teater persembahan mahasiswa Sastra Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/petang-di-taman-apresiasi-mahasiswa-sastra-indonesia-untuk-teater/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kmzNLzOwxf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Petang di Taman, Apresiasi Mahasiswa Sastra Indonesia untuk Teater</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu (7/10) suasana Fakultas Ilmu Budaya nampak lebih ramai. Malam itu, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2017 yang berada di kelas B menggelar pentas teater yang berjudul <em>Petang Di Taman</em>. Pentas ini merupakan tugas akhir mata kuliah teater yang harus mereka jalani.</span></p><p style="text-align: justify;">Para penonton mulai terlihat memadati panggung untuk mencari posisi yang nyaman. Terlihat ornamen-ornamen panggung yang memberikan teka-teki akan alur ceritanya. Teater <em>Petang di Taman</em> ini merupakan naskah drama karya Iwan Simatupang. Dalam pementasan teater tersebut, Dahri Dahlan dan Eka Yusriansyah terlibat sebagai dosen pengampu.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai pada pukul 20.00 Wita, pementasan diawali dengan sambutan-sambutan terlebih dahulu. Sambutan datang dari Pimpinan Produksi yakni Musdalipah, Dosen Pengampu Eka Yusriansyah, dan perwakilan Dewan Kesenian Kalimantan Timur. Kemudian, secara resmi pementasan dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Penonton cukup khidmat menyaksikan satu demi satu adegan yang disuguhkan. Peran yang apik didukung dengan latar musik dan kostum panggung yang serasi. Pementasan ini berdurasi sekitar tiga puluh menit saja, berbeda dari pementasan teater yang biasanya mencapai durasi kurang lebih satu jam. Pentas berakhir pada pukul 22.00 Wita dengan akhir cerita yang menggantung. Walau begitu, penonton merasa cukup puas dan baik.</p><p style="text-align: justify;">Eka Yusriansyah selaku dosen pengampu memberikan tanggapan ya mengenai teater ini. &quot;Pementasan ini untuk memberikan gambaran kepada masyarakat umum bagaimana kita mengapresiasi dunia teater,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir pementasan, para kru dan pemain melakukan sesi foto bersama dengan dosen pengampu. Tak lupa, diadakan pula evaluasi untuk pementasan yang telah dilaksanakan sebagai sarana edukasi mahasiswa yang telah melaksanakan tugas akhir ini.<strong><em>&nbsp;(bip/nhh/aul/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kuliah? Temukan Teman yang Tepat! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kuliah-temukan-teman-yang-tepat/baca </link>
<guid> kuliah-temukan-teman-yang-tepat </guid>
<pubDate> Fri, 13 Dec 2019 12:12:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Saat berkuliah tentu kita tak lepas dari ruang lingkup sosial. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kuliah-temukan-teman-yang-tepat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zl0IPQ0SJI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kuliah? Temukan Teman yang Tepat!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sebagai mahasiswa tentunya kita dihadapkan pada dunia perkuliahan yang beraneka ragam. Mahasiswa dituntut untuk dapat bekerja sama dengan teman kuliah dan membangun relasi dengan siapapun.</span></p><p style="text-align: justify;">Ada anggapan bahwa semakin luas pertemanan maka semakin luas juga relasi kita, termasuk dalam dunia perkuliahan. Karena dengan memilih teman yang tepat akan menentukan arah kehidupan kita di masa perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat beberapa alasan mengapa kita perlu memilih pertemanan yang tepat di bangku perkuliahan. Pertama, temukanlah teman yang memiliki prinsip yang sama denganmu, sebagai mahasiswa yang telah memasuki usia matang maka penting bagi kita memiliki prinsip hidup.</p><p style="text-align: justify;">Jika temanmu tidak memiliki prinsip yang sama denganmu maka akan menghambat potensi yang kamu miliki. Misalnya kamu tipikal yang memiliki prinsip tepat waktu mengumpulkan tugas namun temanmu malah memiliki kebiasaan santai dalam mengerjakan tugas, maka bisa mempengaruhi semangatmu.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, hindari pertemanan yang suka menyudutkan dirimu atau orang lain, tidak dapat dimungkiri bahwa banyak orang melakukan hal tersebut. Lebih baik kamu menghindari lingkungan pertemanan seperti ini karena akan menjadi kebiasaan buruk.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya perlu kamu perhatikan terlebih dahulu apakah lingkungan pertemananmu sering tidak menghargai perbuatanmu atau memberikan apresiasi kepadamu.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, temukanlah pertemanan yang memiliki gaya hidup yang sesuai dengan dirimu, karena pertemanan yang tidak sesuai dengan gaya hidupmu secara tidak langsung akan merubah karakter dirimu juga. Misalnya kamu yang awalnya memiliki gaya hidup anak kos yang hemat menjadi boros karena hobi teman temanmu yang suka belanja berlebihan.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, hindari teman yang hanya mendekatimu saat mereka hanya butuh. Kita harus menerima bahwa ada orang seperti ini di bangku kuliah maupun di luar perkuliahan. Buat kamu yang menemukan teman seperti ini lebih baik segera jaga jarak ya, karena teman yang baik tidak akan hilang saat kamu butuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, temukanlah teman yang &lsquo;segila&rsquo; dirimu. Ya, kita perlu menemukan teman yang bisa menemani kita di saat senang dan susah. Teman yang sepaham dengan dirimu akan mau membantumu dan membuatmu senang kembali di saat terpuruk karena memiliki &lsquo;kegilaan&rsquo; yang sama. Teman seperti ini lebih membantu kita di perkuliahan daripada teman yang <em>toxic</em> jauh dari karakter kita sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kita hidup memiliki banyak pilihan, salah satunya adalah memilih teman. Namun jangan sampai sikap memilih ini membuat kita tidak menyukai teman yang tidak satu &lsquo;frekuensi&rsquo; dengan kita ya. kita harus memahami bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda beda. Semoga kamu bisa menemukan teman yang tepat di kampus!<strong><em>&nbsp;(fir/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buroq dan Maxim: Tren Transportasi Online </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/buroq-dan-maxim-tren-transportasi-online/baca </link>
<guid> buroq-dan-maxim-tren-transportasi-online </guid>
<pubDate> Sat, 14 Dec 2019 11:24:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tren transportasi online kembali terbuka. Kali ini, Maxim dan Buroq hadir sebagai kompetitornya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/buroq-dan-maxim-tren-transportasi-online/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oG2f22EHty.png" />
					</figure>
			                <h1>Buroq dan Maxim: Tren Transportasi Online</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah dibanjiri oleh fenomena bisnis <em>online</em>. Baik <em>online shopping</em>, pembayaran <em>online</em> sampai jasa transportasi <em>online</em>. Ini sebagai bukti dari kemajuan zaman, pun sebagai konsekuensi terhadap revolusi industri 4.0. Di mana tiap negara tentu akan berlomba dalam adaptasi suatu masa.</span></p><p style="text-align: justify;">Berbanding lurus dengan kemajuan zaman, tren transportasi <em>online</em> tentu tak ketinggalan. Aplikasi dari karya anak bangsa hingga aplikasi dari luar negeri. Kita tentu mengenal si hijau karya anak bangsa, dan pesaingnya yang berasal dari negeri jiran. Dua jasa transportasi <em>online</em> itu tentu tak asing di penglihatan kita. Namun, bagaimana dengan si kuning dan si hijau yang disimbolkan kuda bersayap ini? Namanya memang baru saja beredar, <em>Maxim</em> dan <em>Buroq</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>Maxim</em> sendiri beroperasi pertama kali di Indonesia pada tahun 2018. Perusahaan ojek <em>online</em> (ojol) asal Rusia ini menyasar pasar Indonesia, tak terkecuali Kalimantan Timur. Walau sempat ditolak kehadirannya, bisa dilihat sendiri bahwa <em>Maxim</em> mulai menjamur. Ia menjanjikan harga yang terjangkau. Terbukti lewat aplikasi, bahwa <em>Maxim</em> jauh lebih murah dibanding kompetitornya, <em>Go-Jek</em> dan <em>Grab</em>. Walau belum dilengkapi oleh banyak fitur, Harga yang miring tentu menjadi pertimbangan bagi mereka yang sering menggunakan jasa ini.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana dengan si kuda bersayap yang baru saja beroperasi akhir tahun 2019 ini? <em>Buroq</em>, begitu ia disebut, sukses menghebohkan jagat maya (<em>Twitter</em>) dan mengundang gelak tawa bagi penikmat informasi pada saat itu. Meski tampaknya <em>Buroq</em> baru beroperasi di Jakarta, <em>Buroq</em> berhasil membuat pendengarnya bertanya-tanya: leluconkah atau nyata hadirnya aplikasi ini?</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dilansir oleh <em>TribunJogja.com</em>, bahwa beberapa waktu lalu telah beredar foto pengemudi ojol memakai jaket hijau bergambar kuda terbang. Warganet mengira foto tersebut adalah rekaan belaka, namun nyatanya ojol berjaket hijau lengkap dengan kuda bersayap itu merupakan aplikasi besutan PT. Buroq Sakti Terbang.</p><p style="text-align: justify;">Ada tiga aplikasi yang dapat digunakan pengguna <em>Buroq</em>. Di antaranya kereta kencana (ojek mobil), buroq (ojek motor), dan hidangan surga (jasa pesan makanan). Tak heran, <em>Buroq</em> membuat warganet geleng-geleng.</p><p style="text-align: justify;"><em>Buroq</em> sendiri istilah yang dikenal oleh tradisi Islam, yakni Buraq, kendaraan yang digunakan Nabi Muhammad SAW ketika Isra Mikraj. Buraq terkenal dengan kecepatannya yang secepat cahaya.</p><p style="text-align: justify;">Nah, bagaimana? Apakah kamu salah satu yang mengikuti tren jasa transportasi online?<strong><em>&nbsp;(rst/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jumanji The Next Level, Ketegangan Tanpa Akhir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/jumanji-the-next-level-ketegangan-tanpa-akhir/baca </link>
<guid> jumanji-the-next-level-ketegangan-tanpa-akhir </guid>
<pubDate> Sat, 14 Dec 2019 11:46:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jumanji The Next Level </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/jumanji-the-next-level-ketegangan-tanpa-akhir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Vtkf5Plaja.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jumanji The Next Level, Ketegangan Tanpa Akhir</h1>
			              </header>
			              <div autocomplete="on" class="fr-element fr-view" contenteditable="true" dir="auto" spellcheck="true"><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Spencer, Bethany, Martha, dan Fridge kembali berkumpul dan memulai alur cerita <em>Jumanji: The Next Level.</em> Keempatnya berjanji untuk bertemu di sebuah restoran bernama Norah, namun tidak hadirnya Spencer membuat tiga sahabat lainnya menjadi cemas.</p><p style="text-align: justify;">Hal tak terduga justru dilakukan Spencer dengan gim <em>Jumanji</em> yang telah rusak. Tanpa berpikir panjang, Spencer masuk kembali ke dalam permainan <em>Jumanji</em>. Sadar dengan apa yang telah diperbuat oleh Spencer, Martha dan Fridge ikut menyusul ke dalam permainan Jumanji. Dan babak permainan baru telah dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Ikut terseretnya Eddie (Kakek Spencer) dan Milo (Sahabat Eddie) menjadi cerita lucu yang cukup menghibur. Tidak akurnya kedua sahabat tersebut dalam dunia nyata juga ikut terbawa hingga dunia <em>Jumanji</em>. Film apik karya sutradara Jake Kasdan begitu memuaskan mata dan mampu menghadirkan suasana tegang sekaligus humor. Suasana petualang begitu kental mewarnai film ini. Mulai dari Gurun Pasir dan serbuan Burung Unta hingga melewati jembatan berputar dan serangan Mandril sejenis monyet ganas.</p><p style="text-align: justify;">Ciri khas tabuhan gendang dalam <em>Jumanji</em> turut menambah suasana tegang dan was-was. Terlebih dengan misi baru dan musuh yang dihadapi semakin membuat rasa antusias menonton tidak memudar. Film dengan durasi dua jam tiga menit tak terasa dengan suguhan permainan laga para pemeran dan suasana tempat serta animasi yang begitu menyegarkan.</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya Alex yang diperankan oleh Nick Jonas semakin membuat mata rela untuk berlama-lama menyaksikan akting dari penyanyi tampan tersebut. Tidak hanya itu, wujud Bethany yang sangat tidak terduga di dunia <em>Jumanji</em> juga mampu membuat decak tawa yang tak ada habisnya.</p><p style="text-align: justify;">Film ini mampu memberikan ketegangan yang meningkat dari awal cerita hingga ke akhir. Tidak hanya menyajikan petualangan serta humor, kisah sedih antara Eddie dan Milo juga mampu menguras emosi. Sesuai dengan dengan judulnya, film ini patut dikatakan sebagai <em>the next level.</em> <strong><em>(nhh/ann)</em></strong></p></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Knives Out: Potret Kebaikan Hati Mengalahkan Segalanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/knives-out-potret-kebaikan-hati-mengalahkan-segalanya/baca </link>
<guid> knives-out-potret-kebaikan-hati-mengalahkan-segalanya </guid>
<pubDate> Sun, 15 Dec 2019 11:55:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film baru yang turut meriahkan akhir tahunmu, Knives Out. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/knives-out-potret-kebaikan-hati-mengalahkan-segalanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zNgYGU0bGI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Knives Out: Potret Kebaikan Hati Mengalahkan Segalanya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Satu lagi rentetan film memukau yang siap menemanimu di penghujung tahun. Setelah Desember lalu dibuka dengan beberapa nama film seperti Frozen II: Sing A Long, Jumanji: The Next Level, menyusul kini yang sedang tayang yakni Knives Out. Membaca judulnya, mungkin hanya sekilas yang dapat memahami artinya. Sisanya justru dibuat penasaran, bahkan hanya dari dua kata dalam judul tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">Penikmat film akan lebih penasaran tatkala melihat sajian bintang yang menghiasi film tersebut. Mulai dari Daniel Craig, Ana de Armas, dan Jamie Lee Curtis bersama aktor muda Katherine Langford, dan Jaeden Martell akan beradu akting dengan Christopher Plummer, dan jangan lupakan sosok superhero kecintaan sejuta umat yakni &lsquo;Captain America&rsquo; Chris Evans.</p><p style="text-align: justify;">Chris Evans nampaknya harus merelakan citra baiknya dalam seluruh film superhero yang pernah dibintanginya, mengapa? Karena dalam Knives Out, kamu akan menemukan sosok lain yang dihadirkan oleh karakter yang diperankan Chris Evans. Mengusung genre komedi-kriminal-drama yang kompleks, kamu akan dibuat &lsquo;jalan-jalan&rsquo; mengenal satu per satu sosok keluarga Thrombrey. Mulai dari sang kakek kaya raya Harlan Thrombrey, serta anak-anaknya Linda, Walter, Ransom, Richard Thrombrey.</p><p style="text-align: justify;">Keluarga Thrombrey tak jauh berbeda dengan keluarga &lsquo;harmonis&rsquo; lainnya yang tak sabar menginginkan sang pemilik harta kekayaan untuk cepat-cepat menutup mata. Tujuannya jelas, agar rentetan hak waris bisa jatuh ke tangan masing-masing anak. Eits, jika kamu mengira keseluruhan film ini bercerita mengenai perebutan harta warisan, maka kamu salah. Karena misteri besar justru hadir menyelimuti kematian Harlan; sang kakek.</p><p style="text-align: justify;">Di ulang tahunnya yang ke-85, ia harus meregang nyawa lantaran ditemukan tewas dengan kondisi leher yang tersayat. Polisi setempat mengasumsikan kejadian ini sebagai peristiwa bunuh diri biasa. Namun tidak bagi Detektif Benoit Blanc yang diperankan dengan apik oleh Craig. Blanc yang sejak awal mengusut kasus tersebut sudah menaruh curiga pada kepingan-kepingan cerita yang dikumpulkan dari keluarga Thrombrey. Sekilas dari pengakuan para keluarga, termasuk perawat setia Harlan; Marta Cabrera tidak ada yang aneh. Namun, Blanc masih berkeras bahwa ada kepingan puzzle yang hilang, dan dia hadir untuk memecahkannya.</p><p style="text-align: justify;">Suguhan aksi aktor dan aktris berpengalaman akan memanjakan mata dan otak penonton selama 2 jam lebih. Bagi kamu yang mencintai genre-genre kriminal, maka ini merupakan film yang cocok untukmu. Karena sepanjang film kamu akan disuguhkan dengan alur cerita yang mendebarkan namun juga sulit ditebak.</p><p style="text-align: justify;">Setiap potongan cerita yang ada satu per satu akan terurai. Potongan tersbeut akan melengkapi kepingan yang hilang, yang mana sedang coba dipecahkan detektif Blanc. Lantas, apakah asumsi polisi benar bahwa Harlan bunuh diri? Atau justru Blanc menemukan fakta mencengangkan lain? Lalu bagaimana nasib harta kekayaan Harlan yang ia tinggalkan? Apakah ia membaginya bersama dengan anak cucunya, atau justru tidak sama sekali?</p><p style="text-align: justify;">Simpan keingintahuanmu dan segera tonton filmnya demi mengentaskan rasa penasaranmu. Karena Knives Out layak masuk dalam deretan film yang wajib ditonton pada penghujung 2019. <strong>(<em>sut/rst</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teruntuk Teman Berjuang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/teruntuk-teman-berjuang/baca </link>
<guid> teruntuk-teman-berjuang </guid>
<pubDate> Sun, 15 Dec 2019 12:11:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi karya Annisa Ulya, mahasiswi FEB 2016. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/teruntuk-teman-berjuang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L0uJla2Y24.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teruntuk Teman Berjuang</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Demisioner dalam organisasi yang sudah menjadi tradisi</span></p><p>Telah tergaris oleh-Nya sesuai porsi</p><p>Bahu membahu membangun visi</p><p>Dari kita yang berjuta ambisi</p><p><br></p><p>Biar Ruang kecil di kampus menjadi saksi bisu Atas juang yang tak pernah tabu</p><p>Meski kritikan kadang membuat ragu</p><p>Namun kita tetap satu</p><p><br></p><p>Kepada pundak-pundak yang pernah menerima amanah</p><p>Kini kita telah sampai pada waktunya</p><p>Memberi tongkat estafet kepada yang seharusnya</p><p>Meski telah usai tugas kita</p><p>Tapi percayalah</p><p>Atas nama langkah yang pernah kita lalui</p><p>Kata &quot;kita&quot; tak pernah mati</p><p><br></p><p>Terima kasih untuk kalian aktivis muda</p><p>Sudah menjadi teman berjuang</p><p>Dari petualangan hebat</p><p>Pembentuk pribadi yang kuat</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em style=""><strong>Ditulis oleh Annisa Ulya Novriana, Mahasiswa Akuntansi, FEB 2016.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mendadak Berubah, Ada Apa dengan Timeline Pemira BEM KM? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mendadak-berubah-ada-apa-dengan-timeline-pemira-bem-km/baca </link>
<guid> mendadak-berubah-ada-apa-dengan-timeline-pemira-bem-km </guid>
<pubDate> Sun, 15 Dec 2019 13:29:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rangkaian peristiwa yang terjadi pada Pemira tahun ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mendadak-berubah-ada-apa-dengan-timeline-pemira-bem-km/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bkkccdZhlC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mendadak Berubah, Ada Apa dengan Timeline Pemira BEM KM?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah sebelumnya telah melakukan verifikasi berkas pada Kamis (5/12). Panitia KPPR akhirnya hasilkan dua bakal pasangan calon (Bapaslon) presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Nomor urut satu yakni Idet Aryanto Putra dan Mohammad Reza Munandar (Idet-Reza), kemudian nomor urut dua Kardiono Cipto Kanda dan Heryandy Pratama (Dion-Andy). Rangkaian Pemira berlanjut ke tahapan pengumuman jadwal kampanye dan pembagian dana kampanye pada Jumat (6/12) di halaman Auditorium Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Namun, secara tiba-tiba panitia KPPR mengumumkan pengubahan jadwal <em>timeline</em> Pemira BEM KM Unmul melalui <em>Instagram</em> pada Senin (9/12). Terlihat pada kolom komentar dari postingan banyak yang memberikan respons terkejut dan mempertanyakan perubahan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya dari akun @unmulstory yang berkomentar, &ldquo;Waah ada cerita apa ini kok berubah jadwal PEMIRA??? Temen-temen KPPR @pemiraunmul lagi gamang yaa sama apa yang sudah dibuat bagi cerita kekkita dong.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> pun mencoba mengkonfirmasi hal tersebut. Ditemui di sekertariat DPM KM, Rahmad Maulana Nasution selaku ketua KPPR memaparkan alasan perubahan jadwal <em>timeline</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Faktor utama nya adalah keinginan pak rektor Pemira ini selesai di bulan Desember. Karena ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam SK-nya kepengurusan BEM KM itu sampe dengan Desember,&quot; kata pria yang biasa disapa Tion itu, Kamis (12/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Alasan lain yang disebutkan Tion yakni menjalankan pesan dari Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin. Unmul sebagai universitas terbesar di Kalimantan Timur diharapkan menjadi percontohan yang baik untuk universitas yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Pesan ini didapatkan sebelum pelaksanaan pencabutan nomor urut bapaslon Pemira BEM KM Unmul. Tion juga menambahkan, &ldquo;Supaya bisa jadi bahan percontohan, kalau molor-molor kan nanti bisa jadi <em>image</em> buruk.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hak Suara</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, <em>timeline</em> Pemira BEM KM Unmul terlaksana hingga bulan Februari dengan pertimbangan beberapa fakultas yang melaksanakan ujian di Desember dan ada yang telah memasuki masa libur semester.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya Program S1 Pemerintahan Integratif (PIN) FISIP Unmul telah memasuki libur semester sejak 10 Desember lalu. Mengenai hal tersebut Tion memaparkan bahwa pihak KPPR juga menyampaikan kendala tersebut kepada WR III, namun pertimbangan tersebut ditolak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sudah memperkirakan itu tapi dari mereka gak bisa.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Namun, Encik tetap memberikan solusi yakni dengan membuat surat edaran yang akan dikirim ke fakultas-fakultas untuk mengarahkan mahasiswa dalam proses Pemira BEM KM Unmul di waktu ujian.</p><p style="text-align: justify;">Terkait jadwal pemungutan suara pada 20 Desember yang bentrok dengan waktu libur PIN, Tion mengakui bahwa tahun ini tidak bisa berbuat banyak. Karena situasi pembentukan panitia KPPR berdekatan dengan waktu ujian mahasiswa PIN. Sehingga pihak KPPR merencanakan hanya pelaksanaan kampanye di kampus PIN.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, kampanye yang direncanakan tak terlaksana. Sebab, salah satu paslon yang menolak yakni Idet-Reza tidak menyanggupi karena pelaksanaan kampanye di luar <em>timeline</em> yakni pada Minggu (8/12).</p><p style="text-align: justify;">Tion menyatakan bahwa PIN tidak mempermasalahkan soal partisipasi dalam pemungutan suara Pemira BEM KM Unmul. Namun, mereka ingin kampanye tetap terlaksana di kampus. <strong>(<em>ann/fir/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Debat Kandidat: Molor Hingga Tangis Pecah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-molor-hingga-tangis-pecah/baca </link>
<guid> debat-kandidat-molor-hingga-tangis-pecah </guid>
<pubDate> Mon, 16 Dec 2019 12:24:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sesi debat kandidat Pemira KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/debat-kandidat-molor-hingga-tangis-pecah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3D9BOz1vUN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Debat Kandidat: Molor Hingga Tangis Pecah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Gedung Bundar Fakultas Pertanian (Faperta) dipadati sejumlah mahasiswa sejak Sabtu (14/12) pagi. Usut punya usut, di dalam gedung tengah dilangsungkan agenda debat kandidat pasangan calon (paslon) BEM KM Unmul. Acara yang diagendakan mulai pukul 8 pagi harus molor hingga kurang lebih 1 jam karena menunggu kedatangan kedua paslon.</p><p style="text-align: justify;">Sekitar 09.50 Wita, agenda resmi dibuka dengan diawali pembacaan tilawatil quran sekaligus doa oleh Ahmad Fatur Rahman (FEB). Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasissa (DPM KM), Fauzi Cahyama. Acara pembukaan dilanjutkan dengan sambutan ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR), Rahmad Maulana Nasution.</p><p style="text-align: justify;">Layaknya agenda debat kandidat pada umumnya, panelis debat kali ini datang dari kalangan akademisi dan aktivis. Mereka adalah Makhwarie dan Dimas Ronggo GP. Kedua paslon diberikan kesempatan oleh moderator, Muhammad Rachim (Faperta) untuk meyampaikan visi-misinya terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Paslon 01 Idet-Reza mengusung visi membentang manfaat untuk Indonesia, dalam arti Mulawarman berdaya untuk semua. Sedangkan misi yang dibawa berupa aksi daya, daya literasi, daya relasi, dan daya daya prestasi sesuai yang tertera dI akun <em>Instagram</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pembacaan visi-misi juga turut disampaikan oleh paslon 02 Dion-Andi. Mengusung BEM KM Unmul sebagai lokomotif pembaharuan karya untuk Indonesia sebagai visinya.</p><p style="text-align: justify;">Paslon ini juga membawa beberapa misi di antaranya aktif menjalin dan menjaga relasi, akselerasi karya kompetitif mahasiswa, kolaborasi gerakan sebagai wadah eksekusi aspirasi, responsif dalam pelayanan advokasi mahasiswa, yakin dan profesional dalam tata kelola organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Setelah penyampaian visi-misi, dilanjutkan dengan sesi lempar pertanyaan oleh masing-masing paslon. Dimulai dari paslon Dion-Andi yang mempertanyakan apakah program kerja <em>Mulawarman Capacity Building</em> yang diusung Idet-Reza hanya sekadar momentum atau berkesinambungan. Pertanyaan demi pertanyaan diajukan baik dari panelis, paslon lain, maupun penonton debat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mendadak Emosional</strong></p><p style="text-align: justify;">Serangkaian acara debat satu persatu selesai dilaksanakan. Sampai akhirnya tiba pada penandatanganan pernyataan siap menang dan kalah oleh kedua paslon. Momen yang harusnya hanya berlangsung singkat mendadak berubah jadi emosional. Pasangan Idet-Reza tak kuasa membendung air mata tatkala mereka ingin menandatangani pernyataan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Idet dengan tegas menyatakan kekecewaannya pada KPPR terkait perubahan <em>timeline</em> Pemira yang tiba-tiba. &ldquo;Jujur kami kecewa, tekait <em>timeline</em> yang berubah,&rdquo; tutur Idet.</p><p style="text-align: justify;">Ia kembali menegaskan bahwa mundurnya <em>timeline</em> pelaksanaan Pemira ini juga menandakan kemunduran dalam berdemokrasi. Ia menilai bahwa <em>timeline</em> sebelumnya yang di-<em>publish</em> sudah sesuai, tak perlu diubah lagi seperti sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sama-sama ingin memperbaiki Unmul, kami juga ingin meninggalkan Unmul dengan politik yang sehat dan politik yang memandang semua golongan,&rdquo; tegas Idet sembari terisak-isak.</p><p style="text-align: justify;">Diiringi basmalah dan tangis Idet dan pasangannya, merekapun menandatangani pernyataan siap menang-kalah. Agenda debat kandidat terpantau lancar hingga selesai kurang lebih tengah hari. <strong><em>(sut/ann/fir/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Reuni Manis Penuh Ancaman ala The End of F***ing World Season 2 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/reuni-manis-penuh-ancaman-ala-the-end-of-fing-world-season-2/baca </link>
<guid> reuni-manis-penuh-ancaman-ala-the-end-of-fing-world-season-2 </guid>
<pubDate> Tue, 17 Dec 2019 12:28:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seri kedua, The End of The Fxxxing World di Netflix. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/reuni-manis-penuh-ancaman-ala-the-end-of-fing-world-season-2/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LL34FGYM0I.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Reuni Manis Penuh Ancaman ala The End of F***ing World Season 2</h1>
			              </header>
			              <p><strong>Sutradara:</strong> Jonathan Entwistle, Lucy Tcherniak<br><strong>Produser:</strong> Kate Ogborn<br><strong>Pemeran:&nbsp;</strong>Jessica Barden, Alex Lawther, Naomi Ackie<br><strong>Genre:</strong> Dark-Comedy, Drama<br><strong>Distribusi:</strong> Channel 4, Netflix<br><strong>Rilis:</strong> 4 November 2019<br><strong>Jumlah Episode:</strong> 8</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Melanjutkan hidup setelah berbagai kenangan menyedihkan dan ada dalam trauma bukanlah hal mudah dilupakan, bahkan hingga dua tahun kemudian. Setelah musim pertama usai pada 2017, kini James dan Alyssa kembali menyapa pada <em>The End of F***ing World</em> musim kedua.</p><p style="text-align: justify;">Membawa kisah setelah dua tahun sejak pertemuan mereka, kali ini seorang tokoh baru ikut meramaikan reuni ini. Dibuka dengan sang tokoh baru yakni Bonnie (Naomi Ackie), dirinya terlihat sedang memasuki mini market dan membeli minum dan <em>snack</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ketika hendak membayar, sang kasir yang mengenalinya langsung menyapa dan menanyakan kabarnya. Bonnie segera menjawab bahwa dirinya usai dibebaskan dari penjara atas pembunuhan yang direncanakan.</p><p style="text-align: justify;">Ia semakin menakuti si kasir dengan membeli sebuah pisau lipat. Setelah ia kembali ke mobilnya, ia mengambil sebuah buku pada laci mobilnya dan menarik secarik koran dengan foto Alyssa di atasnya. Terlihat pula sebuah pistol pada laci tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, penonton akan diajak menelusuri siapakah Bonnie sesungguhnya. Nyatanya, ia mengalami kekerasan verbal dan fisik oleh ibunya sejak kecil. Keadaannya yang <em>broken home</em> juga membuat dia tumbuh menjadi sosiopat yang diganggu oleh teman sebaya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah tidak lulus ujian masuk universitas sesuai keinginan ibunya, ia memutuskan untuk bekerja di perpustakaan kampus demi melanjutkan keinginannya untuk masuk universitas.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hari, ia melihat sebuah selebaran mengenai jadwal perkuliahan. Karena penasaran, ia mengikuti kelas tersebut, dan terpesona terhadap profesor yang mengajar, Clive Koch--profesor yang terbunuh pada season lalu. Dengan segala cara, ia berusaha mendekati sang profesor, hingga kemudian berhasil dan berakhir dengan jatuh cinta serta obsesi yang aneh.</p><p style="text-align: justify;">Ia bahkan mencelakai seorang mahasiswi yang ia duga adalah simpanan Clive--yang ternyata adalah salah satu korban kekerasan seksual--dan berakhir di dalam penjara. Saat dipenjara, ia menerima pengakuan dari Clive bahwa dirinya telah mencintai Bonnie.</p><p style="text-align: justify;">Namun kesenangan tersebut tak berlangsung lama. Bersamaan dengan surat yang ia kirimkan kepada Clive, Bonnie mendengar kabar bahwa profesor tercintanya telah meregang nyawa karena dibunuh. Inilah yang kemudian membawanya pada James dan Alyssa; dengan niat balas dendam.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, penonton akan dibawa kepada James dan Alyssa, dua tahun setelah kejadian tersebut. Alyssa kini hidup bersama ibu dan adiknya di rumah saudara tiri sang ibu. Sambil mengisi waktunya, ia membantu menjalankan kafe sang bibi dengan menjadi pelayan.</p><p style="text-align: justify;">Di sana pula, ia bertemu dengan Todd, salah satu pelanggan tetap bibinya. Merasa tertarik satu sama lain, mereka berkencan dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Meskipun begitu, jauh di lubuk hatinya, Alyssa masih terguncang dan berusaha untuk melupakan kejadian tersebut, juga James.</p><p style="text-align: justify;">Namun, takdir membawa mereka bertemu tatkala James tertangkap langsung oleh Alyssa sedang mengamatinya dari kejauhan. Penonton mungkin sempat mengira bahwa James telah mati di musim pertama. Tetapi, dirinya harus mengalami berbagai operasi untuk dapat kembali berjalan, serta penjagaan ketat selama 24 jam dari kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">Meski akhirnya ia dibebaskan dari tuntutan penjara, ia mengalami hukuman sosial lainnya. Tak sampai situ, berselang kemudian ayahnya terkena serangan jantung hingga meninggal, hingga ia terpuruk sendirian.</p><p style="text-align: justify;">James menjadi semakin tertutup dan tak sehat. Sampai suatu hari, ia mendapatkan kiriman surat yang berisi sebuah peluru dengan namanya yang terukir di situ. Merasa hal tersebut ancaman, ia seketika mengingat Alyssa dan berusaha mencari tahu di mana keberadaannya.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan itu nyatanya tak mengubah fakta bahwa Alyssa akan segera menikah. James yang telah berusaha ikhlas dan beranjak pergi, dikejutkan kembali oleh Alyssa yang berdiri di pinggir jalan. Rupanya, ia ingin kabur dan menjauh dari keramaian pesta, juga suaminya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan tersebut, mereka akhirnya bertemu dengan Bonnie yang berpura-pura meminta tumpangan. Lalu dimulailah kisah mereka yang berujung pada nasib kematian James dan Alyssa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Plot Baru Dengan Kisah yang Mainstream</strong></p><p style="text-align: justify;">Meskipun sebagian fans dari serial ini sangat menikmati musim kedua, nyatanya hal ini tak menghasilkan kekuatan cerita yang sama layaknya musim pertama. Ini bisa dilihat dari alur cerita yang disuguhkan. Terlihat baru, namun secara garis besar mudah ditebak.</p><p style="text-align: justify;">Memang, pada akhirnya Alyssa dan James kembali bersama dan saling mengakui perasaan mereka, setelah dua tahun terpaut. Bonnie pun kembali waras dan mengakui segala perbuatannya. Namun, beberapa fans berpendapat bahwa kisah mereka seharusnya berhenti di musim pertama sehingga meninggalkan kesan yang menggantung tapi memuaskan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam musim kedua ini, <em>The End of F***ing World</em> masih didukung dengan sinematografi serta musik yang berbau 80-an. Untuk penggemar yang menunggu kelanjutan kisah mereka, tentu musim kedua ini adalah hal yang paling ditunggu-tunggu.</p><p style="text-align: justify;">Penonton masih dapat menemukan berbagai celetukan kasar Alyssa yang ikonik dan berbagai <em>dark comedy</em> yang mendalam. Musim kedua serial ini telah tayang sejak 4 November 2019 dan dapat disaksikan di Netflix. Tertarik untuk mengikuti kembali kisah mereka? <strong>(<em>len/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hanya 9 Calon, Pemira DPM FH Tetap Dilaksanakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hanya-9-calon-pemira-dpm-fh-tetap-dilaksanakan/baca </link>
<guid> hanya-9-calon-pemira-dpm-fh-tetap-dilaksanakan </guid>
<pubDate> Wed, 18 Dec 2019 12:22:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana pemilihan anggota DPM FH Unmul, Rabu (18/12) tadi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hanya-9-calon-pemira-dpm-fh-tetap-dilaksanakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fdCxiA1PZw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hanya 9 Calon, Pemira DPM FH Tetap Dilaksanakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Fakultas Hukum (FH) Unmul nampak ramai. Mahasiswa terlihat mengantre untuk memberikan hak suaranya. Hari ini, (18/12) dilaksanakan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FH.</p><p style="text-align: justify;">Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah dibuka sejak pukul 08.00 Wita dan berakhir pada pukul 14.00 Wita, yang kemudian dilanjutkan dengan penghitungan suara. Sedangkan, untuk penetapan akan dilaksanakan pada Kamis (19/12).</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Koordinator Presidium Tim Pelaksana Pemilihan, Kardiono Cipta Kanda, mengaku bahwa selama persiapan belum ada kendala yang dihadapi. Dua hari sebelumnya, telah terlaksana juga kampanye terbuka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Setelah kampanye terbuka, ada hari tenang. Kemudian hari ini masuk ke proses pemungutan suara,&quot; ucap pria yang biasa disapa Dion itu.</p><p style="text-align: justify;">Hanya ada sembilan calon yang &nbsp;berhasil lolos hingga tahap pemungutan suara hari ini. Apabila ditilik, dalam komposisi struktur DPM FH juga terdapat sembilan orang anggota. Nantinya, sembilan calon terpilih tersebut yang membentuk struktur.</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah dapat dipastikan jika kesembilan calon tersebut otomatis terpilih, namun ditekankan Dion proses pemilihan harus tetap dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mau tidak mau kita harus mengikuti alurnya. Karena ketika salah satunya tidak diikuti maka akan cacat formil.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, hasil suara yang terkumpul nantinya bisa menjadi salah satu rekomendasi dan pertimbangan internal DPM FH dalam menentukan struktur. Selain melihat pengalaman dan <em>track record</em> para anggota sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait partisipasi mahasiswa FH, Dion mengungkapkan bahwa ia sangat mengapresiasi. Bahkan saat dibuka pagi tadi, banyak mahasiswa yang mengantre meski berbarengan dengan pelaksanaan ujian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya pikir ini jadi salah satu respons mahasiswa Fakultas Hukum secara umum untuk kemudian menghidupkan kembali dua lembaga (DPM dan BEM) ini, yang merupakan representasi mahasiswa,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun panitia pelaksanaan pemilihan anggota yang bertugas disebut sebagai Presidium 9. Mereka terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Tim Penyelenggara, Tim Pengawas, dan Tim Penyelesaian Sengketa.</p><p style="text-align: justify;">Calon presidum harus melewati serangkaian tes sebelum akhirnya ditetapkan masuk ke dalam presidium, seperti tahap administrasi hingga <em>fit and proper test</em>. Seleksi tersebut dilakukan langsung oleh tim dosen FH.</p><p style="text-align: justify;">Firmansyah, salah satu mahasisiwa yang turut berpartisipasi memberikan suaranya mengaku bahwa dia sangat bersemangat. Menurutnya, ini merupakan salah satu momentum kebangkitan DPM.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan bahwa dirinya selalu mengikuti perkembangan DPM FH hingga hari ini. Baik melalui berbagai <em>platform&nbsp;</em>seperti informasi di mading kampus hingga akun media sosial FH.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa program studi Ilmu Hukum ini berharap jika lembaga di FH sudah terbentuk lagi, maka bisa menjadi wadah yang mewakili mahasiswa. &quot;Semoga bisa mendengar aspirasi-aspirasi mahasiswa Fakultas Hukum,&quot; ujarnya. <strong>(<em>wil/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Idet-Reza Bawa Figur Pemimpin dan Rangkul Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/idet-reza-bawa-figur-pemimpin-dan-rangkul-mahasiswa/baca </link>
<guid> idet-reza-bawa-figur-pemimpin-dan-rangkul-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 19 Dec 2019 13:55:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok Idet dan Reza, calon Presiden BEM dan calon Wakil Presiden BEM pada Pemira tahun ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/idet-reza-bawa-figur-pemimpin-dan-rangkul-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KBMIsFafYg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Idet-Reza Bawa Figur Pemimpin dan Rangkul Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jumat (20/12) besok akan dilaksanakan pesta demokrasi tertinggi mahasiswa. Rangkaian Pemira BEM KM Unmul akhirnya sampai pada pemungutan suara. Meski diwarnai dengan perubahan timeline yang lebih cepat, hingga keberatan dari kedua paslon, Pemira tetap berjalan.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, sudah tahukah kamu dengan kedua calon pemimpin mahasiswa setahun ke depan itu? Jika belum, berikut ulasannya!</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau berbicara figur kita di atas angin juga, siapa yang tidak kenal Gubernur BEM FKIP dan Gubernur BEM FEB? Walaupun maba, ketika Reza datang ke kampus langsung salim, di FKIP juga sama. Enggak sombong, tapi begitulah keadaan lapangan,&rdquo; kata Idet Arianto Putra, didampingi Reza Munandar, Paslon nomor urut 01, Sabtu (14/12).</p><p style="text-align: justify;">Selain bermodalkan figur, pasangan Idet-Reza dalam kampanyenya juga aktif melakukan pertemuan dengan para mahasiswa. Seperti jemput bola ke kelas-kelas agar bisa menyentuh dengan cara yang milenial, yaitu ceria dan tidak menampakkan raut yang &lsquo;garang&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">Adapun visi yang diusung pasangan Idet-Reza adalah BEM KM Unmul membentang manfaat untuk Indonesia dalam aksi manyala. Dikatakan Idet Manyala yang dimaksud adalah mulawarman berdaya merangkul semua, mereka ingin merangkul semua fakultas yang ada di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti, kita akan open recruitment BPH, untuk menghilangkan stigma bahwa &lsquo;BPH ini orang orang-orangnya&rsquo; kita akan coba rangkul semua kelompok-kelompok dan elemen mahasiswa, komposisinya akan kita samakan. Kalau perlu Sekab(sekretaris kabinet)nya nanti dari FISIP,&rdquo; ujar Idet.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian misi yang dibawa ada empat poin, yaitu Daya Aksi sebagai wadah gerakan mahasiswa dalam mengawal isu kampus hingga nasional. Kedua, Daya Literasi untuk membangkitkan minat literasi mahasiswa dalam bergerak.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, Daya Relasi sebagai bentuk jalin silaturahmi dan kerja sama civitas academica Unmul dengan <em>stakeholders</em>. Terakhir, Daya Prestasi untuk memberdayakan kapasitas dan kapabilitas mahasiswa sesuai minat, bakat, dan kompetensi.</p><p style="text-align: justify;">Jika terpilih, Idet-Reza punya keinginan agar bisa mewujudkan kawasan ramah mahasiswa. Nantinya kawasan ini bisa menjadi spot mahasiswa untuk melakukan berbagai aktivitas, karena menurutnya banyak kawasan di Unmul yang bisa dikembangkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin ini terlalu tinggi ya, contohnya kalau di Yogyakarta ada Malioboro. Nah, itu kan enak, nyaman, bisa membaca dan menulis. Seperti halaman Auditorium itu, bagus tempatnya tapi belum selesai pembangunannya,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski awalnya tidak maju bersama Reza, dikatakan Idet ini merupakan takdir bagi mereka berdua. Tiga bulan sebelumnya mereka sudah pernah bertemu dan membahas masa depan Unmul. Sehingga saat pembukaan pendaftaran kedua mereka akhirnya sepakat maju bersama perwakilan dua fakultas yang besar di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ini, sepertinya kita sudah ditakdirkan untuk berdua, untuk maju. Akhirnya kita percaya niat kita tulus dan baik karena melihat kita adalah fakultas besar, kita melihat kita mampu, kita punya pengalaman,&rdquo; pungkasnya. <strong>(ann/fir/fer/sut/wil)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dion-Andy dalam Centang Karya dan Kolaborasi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dion-andy-dalam-centang-karya-dan-kolaborasi-mahasiswa/baca </link>
<guid> dion-andy-dalam-centang-karya-dan-kolaborasi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 19 Dec 2019 14:28:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok Paslon 02 dalam Pemira BEM KM 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dion-andy-dalam-centang-karya-dan-kolaborasi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6RpEkQhqqe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dion-Andy dalam Centang Karya dan Kolaborasi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pemungutan suara Pemira BEM KM Unmul tahun ini tetap dilaksanakan dengan sistem <em>E-Voting</em> di posko setiap fakultas. Ada dua calon yang akan berebut kursi Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul, salah satunya Paslon Nomor 02 Kardiono Cipta Kanda dan Heryandy Pratama (Dion-Andy).</p><p style="text-align: justify;">Ketika di wawancarai awak Sketsa pada sabtu (14/12), Dion-Andy untuk melaju di Pemira BEM KM Unmul mengusung visi sebagai lokomotif pembaharuan karya untuk Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Serta menjalaknan beberapa misi yang terhimpun dari kata KARYA yaitu kolaborasi gerakan sebagai wadah eksekusi aspirasi, akselerasi karya kompetitif mahasiswa, responsif dalam pelayanan advokasi mahasiswa, yakin profesional dalam tata kelola organisasi, dan yang terakhir aktif menjalin dan menjaga relasi.</p><p style="text-align: justify;">Andy melanjutkan dan memapakan beberapa program kerja unggulannya bersama Dion, yaitu SIAP (Simpul Advokasi Pemilu), USB (<em>Unmul Sharing Bottom Up</em>), Pakar Mulawarman (Program Apresiasi Karya Mulawarman), PUBG (Program Unmul Bangga), terakhir Anime (Aksi menulis &amp; membaca).</p><p style="text-align: justify;">Pada saat sesi tanya jawab antar paslon dan penonton debat kandidat, program kerja unggulan paslon 02 ini di pertanyakan karena lebih banyak membawa program kerja yang terdahulu.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut Andy menjawab, &ldquo;Presiden Jokowi saja membutuhkan dua periode untuk melanjutkan menyelesaikan program kerja nya oleh karenanya kita melihat ada nih wadah untuk aspirasi mahasiswa yang ingin dan mampu menyatukan pergerakan universitas mulawarman adalah USB.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu strategi dari paslon Dion-Andy adalah mereka mencoba untuk memaksimalkan pemilih yang tengah melaksanakan ujian untuk tetap hadir pada saat waktu pencoblosan. Bahkan untuk mengumpulkan suara Paslon 02 mendatangi secara langsung ke kelas-kelas di beberapa fakultas dan berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari instagram @centangkarya.mulawarman, Dion memiliki beberapa pengalaman dalam berorganisasi, seperti Ketua Umum LD Al-Mizan, kemudian tergabung dalam Badan Kajian Hukum 2016-2017, ia juga tergabung dalam Lingkar Karya Pemuda Inspiratif dari tahun 2017-2019. Dion juga termasuk dalam panitia 9 pembentukan DPM KM Fakultas Hukum Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula dengan Andy, mahasiswa FKTI ini memiliki pengalaman organisasi yang cukup banyak. Di antaranya sebagai Staf Kementerian Sospol BEM KM Unmul, kemudian pernah menjabat sebagai Ketua BEM FKTI Unmul. Andy juga tergabung dalam KAMMI Unmul sejak tahun 2018 hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Apakah sudah punya pilihan? Jangan lupa besok datang ke TPS di masing-masing fakultas ya!<strong>&nbsp;(<em>ann/fer/sut/fir/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengumuman Anggota Sketsa #13 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pengumuman-anggota-sketsa-13/baca </link>
<guid> pengumuman-anggota-sketsa-13 </guid>
<pubDate> Fri, 20 Dec 2019 04:28:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengumuman anggota magang 13 Sketsa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pengumuman-anggota-sketsa-13/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ssiqO79Ejl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pengumuman Anggota Sketsa #13</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Setelah melakukan seleksi berkas pada Jumat (22/11) hingga Minggu (8/12) dan sesi wawancara berakhir Jumat (13/12), LPM Sketsa Unmul telah menerima 21 anggota baru. Selamat kepada para pendaftar yang telah berhasil lolos seleksi. Semangat Berbagi dan Menginspirasi!</p><table align="left" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"><tbody><tr><td width="208"><p align="center"><strong>NAMA</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>FAKULTAS</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>BIDANG</strong></p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Jeane Rahmawati Sari</p></td><td width="208"><p align="center">FISIPOL</p></td><td width="208"><p align="center">REPORTER</p></td></tr><tr><td valign="bottom" width="208"><p align="center">Ayu Purnamasari</p></td><td width="208"><p align="center">FH</p></td><td width="208"><p align="center">REPORTER</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Nadia Pradita</p></td><td width="208"><p align="center">FIB</p></td><td width="208"><p align="center">REPORTER</p></td></tr><tr><td valign="bottom" width="208"><p align="center">Muhammad Razil Fauzan</p></td><td width="208"><p align="center">FIB</p></td><td width="208"><p align="center">REPORTER</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Shafa Tajrifani Nahlan</p></td><td width="208"><p align="center">FIB</p></td><td width="208"><p align="center">REPORTER</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Andi Berbi Ollan Yunus</p></td><td width="208"><p align="center">FARMASI</p></td><td width="208"><p align="center">REPORTER</p></td></tr><tr><td valign="bottom" width="208"><p align="center">Nurliyana</p></td><td width="208"><p align="center">FKIP</p></td><td width="208"><p align="center">REPORTER</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Reni Setyowati</p></td><td width="208"><p align="center">FEB</p></td><td width="208"><p align="center">REPORTER</p></td></tr></tbody></table><table align="left" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"><tbody><tr><td width="208"><p align="center"><strong>NAMA</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>FAKULTAS</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>BIDANG</strong></p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Jeni Ananda Nur Islam</p></td><td width="208"><p align="center">FISIPOL</p></td><td width="208"><p align="center">DESAINER/LAYOUTER</p></td></tr><tr><td valign="bottom" width="208"><p align="center">Dirga Satriansyah Amin</p></td><td width="208"><p align="center">FKIP</p></td><td width="208"><p align="center">DESAINER/LAYOUTER</p></td></tr></tbody></table><table align="left" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"><tbody><tr><td width="208"><p align="center"><strong>NAMA</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>FAKULTAS</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>BIDANG</strong></p></td></tr><tr><td valign="bottom" width="208"><p align="center">Merry Andani</p><p align="center"><strong>&nbsp;</strong></p></td><td width="208"><p align="center">FK</p></td><td width="208"><p align="center">FOTOGRAFI</p></td></tr></tbody></table><table align="left" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"><tbody><tr><td width="208"><p align="center"><strong>NAMA</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>FAKULTAS</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>BIDANG</strong></p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Alisa Deliana</p></td><td width="208"><p align="center">FISIPOL</p></td><td width="208"><p align="center">PENELITIAN &amp; PENGEMBANGAN</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Syamsia Satra</p></td><td width="208"><p align="center">FAPERTA</p></td><td width="208"><p align="center">PENELITIAN &amp; PENGEMBANGAN</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Rizky Arif Rivai</p></td><td width="208"><p align="center">FAPERTA</p></td><td width="208"><p align="center">PENELITIAN &amp; PENGEMBANGAN</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Nanda Billah Aliffia Y.</p></td><td width="208"><p align="center">FAPERTA</p></td><td width="208"><p align="center">PENELITIAN &amp; PENGEMBANGAN</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Agil Anggini</p></td><td width="208"><p align="center">FKTI</p></td><td width="208"><p align="center">PENELITIAN &amp; PENGEMBANGAN</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Khoirun Nisa</p></td><td width="208"><p align="center">FIB</p></td><td width="208"><p align="center">PENELITIAN &amp; PENGEMBANGAN</p></td></tr></tbody></table><table align="left" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"><tbody><tr><td width="208"><p align="center"><strong>NAMA</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>FAKULTAS</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>BIDANG</strong></p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Muhammad Salim Mukrim</p></td><td width="208"><p align="center">FH</p></td><td width="208"><p align="center">VIDEOGRAFI</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">F. Sandro Asshary</p></td><td width="208"><p align="center">FIB</p></td><td width="208"><p align="center">VIDEOGRAFI</p></td></tr><tr><td width="208"><p align="center">Sherina Salsabilla Samudra</p></td><td width="208"><p align="center">FIB</p></td><td width="208"><p align="center">VIDEOGRAFI</p></td></tr></tbody></table><table align="left" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"><tbody><tr><td width="208"><p align="center"><strong>NAMA</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>FAKULTAS</strong></p></td><td width="208"><p align="center"><strong>BIDANG</strong></p></td></tr><tr><td valign="bottom" width="208"><p align="center">Fitri Wulandari</p><p align="center"><strong>&nbsp;</strong></p></td><td width="208"><p align="center">FH</p></td><td width="208"><p align="center">BIRO IKLAN &nbsp;&amp; PEMASARAN</p></td></tr></tbody></table><p align="center"><strong>&nbsp;</strong></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><br></p><p align="center"><strong>LPM SKETSA UNIVERSITAS MULAWARMAN</strong></p><p align="center"><strong>--Semangat Berbagi dan Menginspirasi--</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Riuh Pemira yang Minim  Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/riuh-pemira-yang-minim-mahasiswa/baca </link>
<guid> riuh-pemira-yang-minim-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 20 Dec 2019 14:40:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana Pemira di Economic Center, FEB Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/riuh-pemira-yang-minim-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kUmTrpzGKZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Riuh Pemira yang Minim  Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Semarak Pemira BEM KM Unmul terus berlanjut. Hari ini (20/12), dilaksanakan pemungutan suara dengan menggunakan sistem <em>e-Voting&nbsp;</em>di beberapa fakultas. Sehari sebelumnya, melalui Instagram @<em>pemiraunmul</em> diinformasikan sejumlah lokasi TPS yang tersedia di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah TPS terpantau mulai dibuka pukul 08.00 Wita sesuai jadwal, namun ada juga yang molor hingga 30 menit karena persiapan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Kondisi TPS di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) yang nampak sepi.</p><p style="text-align: justify;">Hanya terlihat sejumlah mahasiswa yang datang untuk menggunakan hak suara mereka. Hal ini di sebabkan oleh kegiatan perkuliahan yang sudah berakhir untuk sebagian jurusan di FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Reihan, mahasiswa FKTI angkatan 2019 ini mengetahui adanya pemungutan suara dari pesan yang di sampaikan di grup kelasnya. Ia kemudian berniat datang untuk menggunakan hak suaranya meskipun sudah tidak ada jadwal perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya udah ada niatan dari kemarin kemarin sih, ada jadwalnya. Emang sudah nggak ada kegiatan lagi,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lain lagi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Gunung Kelua. Dikatakan Ramli Koten, mahasiswa terlihat antusias memberikan suaranya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa antusias, mungkin karena pas sudah selesai ujian jadi mayoritas mahasiswa ada di kampus,&rdquo; kata Koordinator Acara dan Humas KPPR itu.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, jumlah mahasiswa yang berpartisipasi hingga pukul 14.18 Wita hanya sekitar 140 mahasiswa, seperti yang tertera pada daftar peserta yang telah melakukan <em>e-Voting</em>. Terlepas dari itu, majunya timeline Pemira membuat Ramli cukup keteteran, yang berimbas ke persiapan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persiapannya, malam rapat pagi kita eksekusi,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemandangan yang sama terlihat juga di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Pukul 14.29 Wita mahasiswa terus berdatangan ke TPS &nbsp;yang berlokasi di depan Economic Center (EC). Koordinator PPS FEB, Julianti Fitria Toufik mengatakan sudah ada 143 mahasiswa yang datang, termasuk dari fakultas luar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sini enggak cuma mahasiswa FEB, ada Fakultas Teknik (FT), Fisip juga. Dialihkan karena tidak disediakan TPS di sana (fakultas), saya kurang tahu alasannya. Mereka di arahkan ke TPS terdekat,&rdquo; jelas mahasiswa Manajemen 2019 itu.</p><p style="text-align: justify;">Ahmad Sidik, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang hadir melakukan <em>voting &nbsp;</em>di FEB. Dia mengetahui info pengalihan ini dari temannya yang lebih dulu datang, adapun info pengalihan secara resmi dari KPPR Sidik tak tahu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah (dialihkan) tempat enggak usah dibuat ribet, mau di mana aja bisa. Tapi masalah tempatnya ini (FEB) panas, tidak efektif,&rdquo; sebut mahasiswa Pembangunan Sosial itu.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke Fakultas Hukum (FH), dikatakan Koordinator Wilayah FH, Aisyah Firdayustika mahasiswa ramai setelah salat Jumat. Sempat juga ada kendala saat server <em>e-Voting</em> mengalami gangguan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Servernya nge-<em>down</em> karena ada banyak titik TPS. Ya alhamdulliah bisa kembali baik setelah menghubungi operatornya,&rdquo; ujar panita dari FEB ini.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pukul 14.49 Wita, 81 mahasiswa yang sudah melakukan <em>e-Voting</em>. Terkait pelaksanaan Pemira di FH, menurut Aisyah tentu akan ada pro dan kontra, tetapi semua mahasiswa seharusnya bisa terlibat dalam pesta demokrasi ini.</p><p style="text-align: justify;">Ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi panitia pemungutan suara. &ldquo;Saya kan mahasiswa kupu-kupu &nbsp;(Kuliah pulang-kuliah pulang), ya ada dapat teman baru lah dari fakultas lain.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Rima Purnama Wahyuni salah satu mahasiswa FH, saat ditemui <em>Sketsa</em> belum melakukan <em>voting&nbsp;</em>karena terkendala mempersiapkan berkas untuk pendadarannya. Bersama rekannya Rima tampak belum bisa mendatangi TPS, meski dalam kondisi sepi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencananya mau nge&shy;-<em>vote &nbsp;</em>tapi belum karena urus ini dulu. Kalau sudah selesai baru,&rdquo; kata Rima. &ldquo;Karena sudah mau lulus, jadi ya udah,&rdquo; timpal rekannya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian bertandang ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Jalannya Pemira terpantau ramai, meski sempat beberapa kali terjadi kendala, seperti yang dikatakan oleh Koordinator PPS FMIPA, Addurun Nafis Akbar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendala di koneksi <em>website</em> dan jumlah panitia yang bertugas. Karena hanya saya sendiri di FMIPA yang melakukan persiapan dari awal hingga selesai,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) mulai membuka TPS pukul 08.30 Wita, dan sudah ada sekitar 137 mahasiswa yang melakukan <em>voting&nbsp;</em>per 15.20 Wita. Beberapa mahasiswa tidak bisa melakukan <em>voting &nbsp;</em>karena lupa dengan <em>password&nbsp;</em>portal SIA Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rekapitulasi Suara&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Rapat Pleno pemungutan suara sendiri telah selesai dilaksanakan oleh KPPR, bertempat di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1. Dipimpin langsung oleh Ketua KPPR, Rahmad Maulana Nasution.</p><p style="text-align: justify;">Adapun jumlah suara yang terkumpul melalui <em>e-Voting&nbsp;</em>sebanyak 328 suara untuk paslon nomor 01, 1331 suara untuk paslon nomor 02. Rincian, sebanyak 1659 suara sah dan 58 suara tidak sah dengan jumlah 1717 suara, sebagaimana yang dibacakan dalam berita acara. <strong>(<em>fir/fer/wil/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudut Jalan Kota </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sudut-jalan-kota/baca </link>
<guid> sudut-jalan-kota </guid>
<pubDate> Sat, 21 Dec 2019 12:24:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sudut jalan kota sering lebih menjanjikan untuk hadapi sepinya manusia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sudut-jalan-kota/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xBO1biKZZ5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudut Jalan Kota</h1>
			              </header>
			              <p>Dalam gegap gempita yang diburu mimpi</p><p>Kota ini simpan harmoni</p><p>Tersimpul dalam ambisi</p><p>Berpacu sang waktu tiap hari</p><p><br></p><p><em>Tepianku</em> dalam sampul keberagaman</p><p>Pusat peradaban</p><p>Penuh pertanyaan dan keraguan</p><p><br></p><p>Terhadap yang pergi dan tinggal</p><p>Dibuktikan masa tiap jengkal</p><p><br></p><p>Melangkah jauh dari rumah</p><p><em>Tepian</em> yakinkan harap yang merekah</p><p>Kota yang sama buat ragu jadi tak punya sekatnya</p><p>Bertekuk, bersemoga, bersenandung, bercengkrama, berdoa di hadapan pencipta</p><p>Menuju amin atas nasib baik manusia</p><p><br></p><p>Malam merangkak lebih cepat</p><p><br></p><p>Tak beri ruang untuk mereka yang masih cemas karena nasib malang</p><p>Siap hadapi petang</p><p>Dan korbankan yang disayang</p><p><br></p><p>Sudut kota tampak lebih bersahabat</p><p><br></p><p>Buyarkan lamunan</p><p>Refleksikan kemauan</p><p>Terhadap hari yang dijalani makin hilang makna</p><p><br></p><p>Oh Tuhanku!</p><p>Bukan sudut kota ini yang kucemaskan</p><p>Bukan pula nasib malang yang kuprihatinkan</p><p>Namun diri yang dipaksa jadi penghasil tanpa pernah berpikir pulang ke pangkuan yang nyaman</p><p><br></p><p>Pulang, dan menghela nafas di sela ambisi setara gedung pencakar langit</p><p>Lihatlah! Jiwa yang damai atas hari hari dan semoga yang telah diutarakan pada Tuhan</p><p>Damai atas syukur yang ditulis di buku harian</p><p><br></p><p><em>Sudut kota, tampak lebih menjanjikan dalam sepinya manusia.</em></p><p><em><br></em></p><p><em><strong>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi FISIP Ilmu Komunikasi 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira 2019: Ancaman Pembubaran Hingga Kekosongan TPS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-2019-ancaman-pembubaran-hingga-kekosongan-tps/baca </link>
<guid> pemira-2019-ancaman-pembubaran-hingga-kekosongan-tps </guid>
<pubDate> Sat, 21 Dec 2019 13:12:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Suasana Pemira BEM KM Unmul, di FKIP Gunung Kelua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-2019-ancaman-pembubaran-hingga-kekosongan-tps/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H2yP5i9iHo.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira 2019: Ancaman Pembubaran Hingga Kekosongan TPS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pemira BEM KM Unmul yang diselenggarakan Jumat (20/12) sepi peminat. Ketua KPPR Unmul, Rahmad Maulana Nasution menyebutkan jumlah suara yang masuk ke sistem sebesar 1659 suara sah. Selain itu, Pemira juga tidak lepas dari berbagai kendala, salah satunya ancaman pembubaran TPS di beberapa fakultas.</p><p style="text-align: justify;">DPM Fakultas Ilmu Budaya (FIB) salah satu yang menentang adanya TPS. Alasannya, DPM FIB meminta surat dari birokrat serta meminta surat yang menurut mereka harus ada diberikan. Sedangkan menurut Tion, hal itu tidak diperlukan karena surat hanya ditujukan ke birokrat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka mengancam untuk mengangkut TPS,&rdquo; ujar Tion, saat di wawancara via pesan daring, Sabtu (21/12).</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Tion, sebelumnya ia telah berusaha menemui DPM FIB dan menjelasnya perihal Pemira yang diterima dengan baik oleh pihak fakultas. Tion lalu dipanggil kembali perihal ancaman pembubaran, ia menemui Wakil Dekan III FIB dan mendapat saran untuk membicarakan kembali dengan DPM FIB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun sudah disampaikan oleh WD III, ancaman itu tetap ada oleh wakil DPM FIB. Ancamannya via <em>chat</em>,&rdquo; ungkap Tion.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang sama terjadi di DPM Fakultas Pertanian (Faperta), yang meminta petugas untuk menunjukkan surat perizinan dari birokrat fakultas, yang kemudian berujung habisnya waktu pengambilan suara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak memberikan karena suratnya di birokrat, mereka minta ke kami, agak sedikit aneh tapi yaudah,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) turut diancam oleh beberapa mahasiswa untuk dibubarkan. Namun hingga TPS tutup, pembubaran itu tidak terealisasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tidak Ada TPS</strong></p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari ancaman pembubaran, kendala lain yang dihadapi KPPR ialah tidak dibukanya TPS di tiga fakultas. Yakni, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Kedokteran (FK). Terkait hal ini, Tion membeberkan akan mengeluarkan rilis resmi. Meski begitu, ia tetap menyampaikan alasan singkatnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Tion, kosongnya TPS di FISIP merupakan antisipasi KPPR akan diadakannya boikot TPS oleh DPM FISIP. Bukannya tanpa alasan, sejak diadakan konsolidasi DPM se-Unmul, DPM FISIP terang-terangan mengatakan untuk memboikot TPS.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ragu kalau buka posko di sana bakal aman. Kami enggak mau ambil sikap yang nantinya akan merugikan kami. Selain itu, fasilitas yang kami pinjam itu milik orang lain, bukan milik pribadi. Jadi di FISIP kami alihkan ke TPS terdekat,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, kekosongan TPS di FT terjadi karena tidak adanya konfirmasi dari birokrat kampus terkait perizinan kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau di FT, surat sudah kami masukkan ke birokrat fakultas h-2. Tapi tidak ada respons dibolehkan atau enggak. Kalau enggak ada izin kami juga khawatir buka posko di sana,&rdquo; jelas mahasiswa FPIK semester 5 ini.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan di FK, Tion mengakui adanya kesalahan dari tim KPPR, yang bermula dari kurangnya SDM. Sebenarnya, penanggung jawab TPS di FK telah ditentukan. Namun, hingga pelaksanaan petugas justru saling tunjuk dan berujung tidak sempatnya diantar bilik TPS.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin maksimal, tapi karena SDM dan kondisi waktu yang memberatkan kami, maka ini yang bisa kami maksimalkan,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em>ann/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Ibu: Sekali Setahun Merayakan, Tiap Hari Melantun Doa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-ibu-sekali-setahun-merayakan-tiap-hari-melantun-doa/baca </link>
<guid> hari-ibu-sekali-setahun-merayakan-tiap-hari-melantun-doa </guid>
<pubDate> Sun, 22 Dec 2019 05:45:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Merayakan Hari Ibu, tak lupa pula turut mendoa untuknya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-ibu-sekali-setahun-merayakan-tiap-hari-melantun-doa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vPJe2PE1fa.png" />
					</figure>
			                <h1>Hari Ibu: Sekali Setahun Merayakan, Tiap Hari Melantun Doa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tepat 91 tahun sejak Kongres Perempuan pertama kali diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Presiden Soekarno menetapkan Hari Ibu sebagai Hari-hari yang Bukan Hari Libur melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959. Penetapan ini berlangsung pada 16 Desember 1959 di Jakarta.</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun momen perayaan Hari Ibu pada tahun ini bertema &ldquo;Perempuan Berdaya, Indonesia Maju.&rdquo; Tema ini menjelaskan bahwa kaum perempuan turut andil dalam pembangunan Indonesia. Perayaan spesial ini merupakan ranah bagi kita semua untuk lebih menilik &lsquo;ibu&rsquo; sebagai representasi kaum perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menjadikan kita tidak hanya melihat perempuan dari segi domestik, tetapi melihat perempuan sebagai seorang manusia. Perempuan memiliki hak yang sama, yang terintegral dengan hak asasi manusia. Sudahkah kita menjaga kodrat dan martabat perempuan sebagai Ibu Bangsa?</p><p style="text-align: justify;">Menjadi seorang ibu tentu saja bukanlah hal yang mudah, bahkan benar-benar tidak mudah. Ibu diharuskan memiliki banyak sekali kecakapan dalam kehidupan sehari-hari. Ibu bisa menjadi seorang koki yang handal, tetapi juga mampu menjadi seorang akuntan yang paham pengeluaran.</p><p style="text-align: justify;">Seorang ibu selalu mendahulukan kepentingan keluarganya ketimbang dirinya sendiri. Ibu juga sebagai &lsquo;madrasah&rsquo; pertama untuk anak-anaknya. Inilah yang merupakan peran krusial dari seorang ibu.</p><p style="text-align: justify;">Ibu akan mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang tentu saja memiliki potensi untuk membangun Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Maka, sudah seharusnya kita lebih menghargai dan menghormati sosok ibu.</p><p style="text-align: justify;">Menghargai ibu tidak cukup hanya ditunjukkan pada 22 Desember di setiap tahunnya. Momen perayaan sekali setahun, terasa jauh sekali dari setiap pengorbanan yang telah diberikannya.</p><p style="text-align: justify;">Perayaan Hari Ibu adalah perayaan setiap hari. Setiap hari kita harus membantu ibu, menanyakan kabarnya, dan menyisihkan waktu untuk mendengar setiap ceritanya. Hal paling kecil yang mampu kita lakukan adalah dengan selalu mendoakannya. Sudahkah kamu mendoakan ibu hari ini?</p><p style="text-align: justify;">Untuk seluruh ibu dan seluruh perempuan yang kelak menjadi seorang ibu. Teruslah berdiri tegap. Bahumu harus mampu menopang kesulitan, sekaligus memberi ruang yang nyaman. Selamat hari ibu untuk para perempuan hebat yang dikirimkan Tuhan untuk membangun kemajuan. <strong>(<em>hlm/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Pemira FIB Tanpa Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-pemira-fib-tanpa-aklamasi/baca </link>
<guid> jalan-pemira-fib-tanpa-aklamasi </guid>
<pubDate> Mon, 23 Dec 2019 12:32:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rangkaian Pemira BEM FIB Unmul di Instagram. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-pemira-fib-tanpa-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VqaD1epqn6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Pemira FIB Tanpa Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong>- Setelah tiga tahun Pemira Fakultas Ilmu Budaya (FIB) berakhir aklamasi, tahun ini FIB resmi gelar Pemira non aklamasi. <em>Timeline</em> Pemira FIB digelar sejak 9 hingga 20 Desember 2019. Tahapannya dengan agenda sosialisasi dan pendaftaran calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) FIB 2019/2020.</p><p style="text-align: justify;">Ada dua pasangan calon (Paslon) yang mendaftar pada Pemira tahun ini yaitu pasangan Lova Daniel Simatupang (Sastra Indonesia 2017) dan Neni Julaikah (Sastra Indonesia 2017). Serta pasangan Pradika Danang Anjar Kurniawan (Sastra Inggris 2017) dan Novita Diah Purnawati (Sastra Inggris 2017).</p><p style="text-align: justify;">Kedua paslon ini melakukan penyerahan berkas pada 13 Desember 2019, di <em>Wifi Corner&nbsp;</em>FIB Flores. Kemudian pada 14 Desember 2019 memasuki tahap verifikasi berkas dari cagub dan cawagub, bertempat di ruang 4 Chairil Anwar FIB Flores dan dinyatakan lulus uji verifikasi.</p><p style="text-align: justify;">Pencabutan nomor &nbsp;urut dilakukan berbarengan dengan verifikasi berkas. Pasangan Lova-Neni mendapatkan nomor urut 01, sedangkan pasangan Pradika-Novita mendapatkan nomor urut 02.</p><p style="text-align: justify;">Tahap kampanye dilakukan pada 16 hingga 18 Desember 2019. Debat kandidat diselenggarakan pada 18 Desember 2019. Besoknya Kamis (19/12) dilaksanakan pemungutan suara di dua kampus, yakni FIB Gunung Kelua dan Flores.</p><p style="text-align: justify;">Proses rekapitulasi langsung dan pengumuman hasil Pemira FIB juga dilaksanakan pada hari yang sama. Paslon Lova-Neni, mendapatkan suara terbanyak yakni 134 suara, sedangkan paslon Pradika-Novita memperoleh 83 suara yang kemudian ditetapkan pada Jumat (20/12).</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil tersebut posisi Gubernur dan Wakil Gubernur FIB periode 2019/2020 diduduki oleh Lova Daniel Simatupang dan Neni Julaikah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keganjilan</strong></p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan <em>timeline</em> yang ada, Pemira FIB dilaksanakan dalam waktu singkat, yakni 12 hari sehingga persiapan pun juga dikebut. Hal ini kemudian dibenarkan oleh Ketua Badan Pekerja Pemilihan Raya (BPPR) FIB, Zain Aqil Hidayat.</p><p style="text-align: justify;">Pihaknya mendapatkan informasi dari DPM FIB terkait surat dari rektor tentang masa jabatan organisasi di kampus harus selesai pada Desember. &ldquo;Kenapa kami cepat, karena supaya Desember ini selesai dan Januari itu sudah rapat besar antar organisasi-organisasi di kampus,&rdquo; tuturnya Selasa (17/12).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, BPPR juga dinilai tidak konsisten, pasalnya penyerahan berkas paslon 01 telah melewati batas waktu yang ditentukan, yakni pada 13 Desember 2019 pukul 19.00 Wita. Akan tetapi, seperti yang tertera di Instagram @pemirafib paslon 01 menyerahkan berkas pada 22.41 Wita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetap diterima karena ada beberapa faktor, pertama faktor tanggal. Pengajuan berkas itu tanggal 13, jadi sebelum tanggal 13 itu berakhir masih bisa diterima. Dan juga ada pengajuan dari kelompok Lova minta pengunduran waktu, karena ada berkas yang masih harus dilengkapi,&rdquo; ungkap Zain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">UU Pemira FIB juga tidak sesuai dengan AD/ART yang ada. Dalam UU Pemira disebutkan bahwa pasangan cagub dan cawagub minimal telah berada di tahun ketiga perkuliahan, sedangkan dalam AD/ART minimal semester tiga. Namun Pemira tetap berjalan seperti biasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau masalah itu kami hanya mengikuti undang-undang tentang BPPR yang telah dibentuk oleh DPM. Jadi, kami BPPR hanya tinggal mengikuti saja dari DPM,&rdquo; ungkap pria berkacamata itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dikatakan Zain BPPR tidak mengetahui jika ada pihak yang telah mengajukan perubahan terkait UU Pemira yang telah disampaikan melalui posel. &ldquo;Kami fokus ke sosialisasi, terus gimana caranya agar tahun ini tidak aklamasi lagi,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Berkaca dari rangkaian Pemira tahun ini, zain berharap ke depannya pelaksanaannya bisa dipercepat. Kemudian untuk persiapannya sendiri bisa mulai dilakukan sejak pertengahan tahun sehingga pada November Pemira sudah terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap undang-undangnya itu lebih diperhatikan lagi dari pihak DPM dan BPPR jadi bisa sesuai dengan kondisi yang ada di FIB.&rdquo; <strong>(<i>hlm/vny/wil</i>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Menjadi Kurang Merupakan Kesempurnaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/ketika-menjadi-kurang-merupakan-kesempurnaan/baca </link>
<guid> ketika-menjadi-kurang-merupakan-kesempurnaan </guid>
<pubDate> Tue, 24 Dec 2019 05:38:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Imperfect, buah refleksi mengenai standar kecantikan di masyarakat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/ketika-menjadi-kurang-merupakan-kesempurnaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iMv2luLDR0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Menjadi Kurang Merupakan Kesempurnaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Tubuh ideal merupakan dambaan setiap insan. Mempunyai proporsi yang &quot;pas&quot; oleh sebagian individu mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi. Kendati demikian, standar kesempurnan badan tak memiliki indikator yang pasti. Sehingga, perspektif <em>body goals&nbsp;</em>akan berbeda pada setiap individu.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari fenomena <em>body goals</em> yang saat ini secara tersirat terjadi. Disutradarai oleh komedian sekaligus aktor papan atas Ernest Prakarsa. Dia mengangkat novel besutan Meira Anastasia berjudul Imperfect ke layar lebar. Sinema yang bertabur bintang dengan peran utama Jessica Mila (Rara) dan Reza Rahadian (Dika) menggambarkan realita yang terjadi antara penampilan dan karier seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Bermula dari Rara, seorang perempuan yang bekerja sebagai staf riset pada suatu perusahaan dihadapkan pada dinamika dengan pencalonan dirinya sebagai manajer riset. Kabar yang seharusnya disambut bahagia, nahas membawa Rara ke jurang rasa tidak percaya. Sang atasan, Kelvin (Dion Wiyoko) meminta Rara untuk mengubah penampilannya yang berperawakan rambut bergelombang, kulit gelap, dan berbadan berisi. Rara yang bersedih menceritakan hal tersebut kepada kekasihnya Dika dan memicu pertentangan. Bagi Dika, Rara telah sempurna di matanya.</p><p style="text-align: justify;">Mendapat dukungan dari Dika tidak cukup, Rara merasa ucapan Kelvin merupakan tantangan baginya untuk naik tingkat dan menjadi momen yang tepat untuk melepaskan dirinya dari belenggu <em>Body Shaming</em> yang kerap ia alami sedari dini.</p><p style="text-align: justify;">Akankah Rara berhasil melalui ini semua? Bagaimana respons Dika terhadap perubahan Rara? Apakah perubahan Rara menuju arah yang baik atau sebaliknya?</p><p style="text-align: justify;">Film Imperfect resmi tayang pada 19 Desember 2019 pada seluruh bioskop di tanah air. Film yang diproduksi oleh StarVision ini mempunyai misi mengedukasi masyarakat terkait <em>body shaming</em>. Stigma ini kerap menghantui dan tanpa sadar individu lakukan terhadap orang lain. Hal tersebut mampu memicu dampak buruk yang marak terjadi terutama pada masyarakat kota besar seperti <em>insecure</em> (rasa kurang percaya diri), hingga gangguan kecemasan yang mampu membahayakan mental seseorang. Menjadi sempurna merupakan impian, namun kehilangan diri sendiri atas haus kesempurnaan merupakan langkah awal merusak segalanya. Menjadi kurang itu baik, segera tonton sebelum turun layar ya! <strong>(<em>syl/hlm</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Natal Tiba, Coba Resep Berikut Agar Pestamu Lebih Berwarna </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/natal-tiba-coba-resep-berikut-agar-pestamu-lebih-berwarna/baca </link>
<guid> natal-tiba-coba-resep-berikut-agar-pestamu-lebih-berwarna </guid>
<pubDate> Tue, 24 Dec 2019 10:35:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Natal telah tiba, sudah menyiapkan hidangan apa saja kali ini? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/natal-tiba-coba-resep-berikut-agar-pestamu-lebih-berwarna/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/60Qhey87GB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Natal Tiba, Coba Resep Berikut Agar Pestamu Lebih Berwarna</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Tinggal sehari lagi, perayaan natal akan segera tiba. Berbagai sudut kota kini dihiasi dengan pernak-pernik khas natal yang ceria. Apakah kamu salah satu yang pulang, atau merayakannya di perantauan?</span></p><p style="text-align: justify;">Natal identik dengan berbagai sajian yang unik untuk disantap bersama. Bagi kamu yang berkumpul bersama keluarga, yuk coba berbagai resep di bawah ini untuk meriahkan hari natalmu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kue Jahe (<em>Ginger Bread</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan:</p><p style="text-align: justify;">300 gr tepung terigu</p><p style="text-align: justify;">170 gr margarin</p><p style="text-align: justify;">100 gr gula palem</p><p style="text-align: justify;">200 gr gula pasir</p><p style="text-align: justify;">1/4 sdt garam</p><p style="text-align: justify;">1 butir telur</p><p style="text-align: justify;">3 sdt jahe bubuk (bisa diganti 2 sdt jahe parut segar)</p><p style="text-align: justify;">1 sdt <em>baking powder</em></p><p style="text-align: justify;">1/2 sdt kayu manis bubuk</p><p style="text-align: justify;">1/2 sdt cengkeh bubuk</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Cara Membuat:</p><p style="text-align: justify;">Panaskan dulu oven dengan suhu 175&deg; C.</p><p style="text-align: justify;">Campur tepung terigu dengan kayu manis bubuk, cengkeh bubuk, jahe bubuk, baking powder dan garam hingga tercampur rata. Saring untuk memisahkan dari yang menggumpal. Jika menggunakan jahe parut, masukkan dan campur setelah tepung disaring.</p><p style="text-align: justify;">Di wadah terpisah, kocok margarin dengan gula hingga berubah putih dan lembut. Kemudian masukkan telur, kocok hingga tercampur rata. Tambahkan air dan aduk rata.</p><p style="text-align: justify;">Masukkan tepung terigu dan campur rata hingga jadi adonan kue.</p><p style="text-align: justify;">Ambil adonan, gulung dengan <em>roll</em> roti, cetak dengan cetakan sesuai selera atau bisa juga dengan cetakan kue jahe.</p><p style="text-align: justify;">Siapkan loyang, alasi dengan kertas kue, letakkan kue jahe pada loyang.</p><p style="text-align: justify;">Panggang selama kurang lebih 10 menit, keluarkan dari oven dan biarkan dingin. Baru bisa disimpan di wadah toples.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Plum &amp; Honey Tea Bread</strong></em></p><p style="text-align: justify;">Bahan:</p><p style="text-align: justify;">200g tepung terigu</p><p style="text-align: justify;">1 sdt baking <em>powder</em></p><p style="text-align: justify;">1 sdt soda bikarbonat</p><p style="text-align: justify;">1 sdt kayu manis tanah</p><p style="text-align: justify;">&frac14; sdt pala halus</p><p style="text-align: justify;">&frac12; sdt garam</p><p style="text-align: justify;">175ml <em>buttermilk</em> atau yogurt rendah lemak 125ml madu</p><p style="text-align: justify;">2 sdm minyak sayur</p><p style="text-align: justify;">1 telur, dikocok lepas</p><p style="text-align: justify;">3 buah plum, dipotong-potong halus</p><p style="text-align: justify;">60g kenari, dicacah</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Cara Membuat:</p><p style="text-align: justify;">Panaskan lebih dulu oven ke 160&deg;C. Pada cetakan, oleskan minyak sayur. Ayak tepung, baking <em>powder</em>, soda bikarbonat, rempah-rempah dan garam ke dalam mangkuk besar dan aduk rata.</p><p style="text-align: justify;">Masukkan <em>buttermilk</em> atau yogurt, madu, minyak, dan telur ke dalam mangkuk terpisah dan aduk hingga tercampur. Aduk campuran <em>buttermilk</em> atau yogurt ke dalam bahan-bahan kering, lalu masukkan plum dan kenari.</p><p style="text-align: justify;">Tuang ke dalam cetakan yang sudah disiapkan. Sisakan celah sekitar 3 cm di bagian atas. Panggang selama 50-55 menit. Biarkan sedikit dingin di dalam cetakan sebelum dikeluarkan.</p><p style="text-align: justify;">Sajikan selagi masih hangat.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Strawberry Pannacotta</strong></em></p><p style="text-align: justify;">Bahan:</p><p style="text-align: justify;">15 gram gelatin bubuk, tim dengan 3 sdm air panas sampai larut</p><p style="text-align: justify;">150 ml susu cair</p><p style="text-align: justify;">500 ml krim kental</p><p style="text-align: justify;">100 gram gula pasir</p><p style="text-align: justify;">2 sdt vanili bubuk</p><p style="text-align: justify;">250 gram buah stroberi</p><p style="text-align: justify;">1,5 sdm gula pasir</p><p style="text-align: justify;">1/2 sdt madu</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Cara Membuat:</p><p style="text-align: justify;">Campur larutan gelatin dengan susu cair dan aduk rata.</p><p style="text-align: justify;">Panaskan krim dan gula pasir di atas api kecil sambil terus diaduk sampai larut dan angkat.</p><p style="text-align: justify;">Tambahkan campuran susu dan gelatin serta vanili.</p><p style="text-align: justify;">Aduk saat masih panas dan gelatin benar-benar larut.</p><p style="text-align: justify;">Saring adonan dan masukkan dalam cetakan dan simpan dalam lemari es.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang buat sausnya, blender semua bahan saus dalam blender dan haluskan.</p><p style="text-align: justify;">Pindahkan dalam wadah dan simpan dalam lemari es.</p><p style="text-align: justify;">Keluarkan puding dari cetakan dan sajikan bersama saus dan juga potongan buah stroberi.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Resep-resep di atas sangat cocok dihidangkan bersama teh hangat atau minuman lainnya saat berkumpul bersama keluarga. Semoga resep-resep ini bermanfaat dan memeriahkan pesta natalmu. Selamat hari natal! <strong>(<em style="">len/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sleepless in Seattle: Ketika Keyakinan Menjadi Nyata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/sleepless-in-seattle-ketika-keyakinan-menjadi-nyata/baca </link>
<guid> sleepless-in-seattle-ketika-keyakinan-menjadi-nyata </guid>
<pubDate> Wed, 25 Dec 2019 12:02:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kehilangan orang tercinta nyatanya menjadi hal yang menyedihkan bagi sebagian orang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/sleepless-in-seattle-ketika-keyakinan-menjadi-nyata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cptC072vjL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sleepless in Seattle: Ketika Keyakinan Menjadi Nyata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Sutradara</strong>: Nora Ephron</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Produser</strong>: Gary Foster</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemeran</strong>: Tom Hanks, Meg Ryan, Bill Pullman, Rosie O&apos;Donnell, Rob Reiner, Ross Malinger</p><p style="text-align: justify;"><strong>Distribusi</strong>: TriStar Pictures</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rilis</strong>: 25 Juni 1993</p><p style="text-align: justify;"><strong>Durasi</strong>: 106 menit</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kehilangan orang tercinta merupakan salah satu peristiwa yang menyedihkan. Sam Baldwin (Tom Hanks), seorang arsitek asal Chicago harus rela melepas istrinya yang meninggal karena kanker. Dengan perasaan berat dan luka mendalam, ia memutuskan untuk pindah bersama putranya ke Seattle, demi menjauhkan diri dari segala kenangan antara ia dan istrinya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kemudian, penonton akan dibawa kepada kehidupan mereka, dua tahun setelah kepindahan. Pada malam natal, tanpa ia ketahui putranya Jonah (Ross Malinger) menelepon sebuah saluran radio yang dapat berbincang-bincang langsung dengan psikiater.</p><p style="text-align: justify;">Jonah menceritakan bahwa ayahnya mengalami duka yang mendalam dan tak bisa <em>move on</em> dari istrinya. Ia pun menyatakan bahwa dirinya ingin mencarikan ayahnya seorang istri baru, agar dapat menemani Sam.</p><p style="text-align: justify;">Ketika Sam menyadari bahwa Jonah sedang tersambung dengan radio, ia kesal dan mencoba untuk menutup telepon tersebut. Namun, sang psikiater di sambungan telepon mencoba untuk melakukan pendekatan agar Sam dapat menceritakan dan mencurahkan segala kerinduannya terhadap istrinya.</p><p style="text-align: justify;">Larut dalam duka, ia mencoba untuk menceritakan istrinya dengan baik. Ia juga mengakui bahwa dirinya tak bisa tidur dengan tenang setiap malamnya. Karena kisahnya yang begitu mengharukan, Sam kemudian dijuluki <em>Sleepless in Seattle</em>.</p><p style="text-align: justify;">Jauh dari Seattle, seorang jurnalis bernama Annie Reed (Meg Ryan) sedang bergembira karena dapat merayakan malam natal bersama keluarga dan tunangannya, Walter. Dalam perjalanan pulang, ia menyalakan radio dan kebetulan mendengarkan siaran bincang-bincang psikiater, di mana Sam sedang berbicara.</p><p style="text-align: justify;">Annie yang sangat peka menjadi tertarik dan terharu dengan cerita Sam mengenai istrinya. Meski begitu, ia mencoba untuk menjauhkan pikirannya terhadap Sam dan fokus pada perjalanannya menuju rumah Walter.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kisahnya viral, Sam kemudian menerima banyak sekali surat dari berbagai wanita yang menyatakan ingin menjadi istri, pendamping, atau pacar yang dapat menemaninya. Namun, tak satu pun surat tersebut ia gubris.</p><p style="text-align: justify;">Annie, yang juga mendengar kabar bahwa Sam menerima surat-surat dari para wanita, mencoba untuk berkonsultasi dengan sahabatnya. Ia mulai memiliki fantasi terhadap Sam yang belum ia temui. Akhirnya, ia memutuskan untuk menulis satu surat kepada Sam.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hari, Sam akhirnya mencoba untuk berkencan dengan rekan kerjanya. Saat itu, surat Annie akhirnya tiba dan dibaca oleh putranya. Jonah yang tertarik kepada surat tersebut membujuk Sam untuk bertemu dengan Annie di puncak Empire State Building, New York di hari valentine sesuai dengan yang tertulis di surat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sam hanya menghela napas dan menjelaskan pada Jonah, bahwa mereka yang berada di Seattle tidak mungkin pergi menemui Annie di Baltimore, apalagi New York. Ia kemudian meninggalkan Jonah untuk pergi berkencan.</p><p style="text-align: justify;">Jonah yang tak putus asa dan yakin dengan sosok Annie, mendapat bantuan dari temannya, seorang anak pemilik <em>travel agent</em>. Ia diberangkatkan menuju New York seorang diri, tanpa ayahnya ketahui. Bermodalkan nekat, ia pergi menuju Empire State Building untuk menemui Annie.</p><p style="text-align: justify;">Annie yang merasa putus asa sebab tak mendapatkan surat balasan serta mengetahui bahwa Sam memiliki teman kencan, mencoba mengacuhkan segala harapannya dan memilih pergi ke New York untuk makan malam bersama Walter.</p><p style="text-align: justify;">Di Seattle, Sam yang baru saja pulang, panik karena Jonah tak ada di rumah. Ia kemudian mencoba untuk bertanya kepada teman putranya, dan semakin panik mengetahui bahwa Jonah telah berangkat ke New York untuk mengejar Annie.</p><p style="text-align: justify;">Hingga malam hari tiba, Annie yang tak kunjung datang mulai membuat Jonah kehilangan harapan. Ia yang kebingungan akhirnya berhasil ditemui ayahnya. Sam merasa bersalah sebab ia tak bisa mengabulkan harapan anaknya untuk memiliki pendamping hidup. Dengan berat hati, mereka pergi meninggalkan puncak gedung tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Annie yang sedang makan malam bersama, tiba-tiba teringat akan Sam setelah melihat cahaya lampu berbentuk hati di puncak gedung Empire State Building. Ia mulai cemas, apabila Sam mungkin saja datang ke puncak gedung.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, Annie memilih mengaku dan jujur akan perasaannya terhadap Sam kepada Walter. Tak diduga, Walter menerima dengan tulus alasan Annie dan memintanya untuk mengejar kesempatannya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melintasi macet dan berlari sekuat tenaga, Annie tiba di puncak gedung, namun tak menemui seorang pun. Kecuali sebuah tas kecil berisi boneka beruang. Tak disangka, Sam dan Jonah kembali naik untuk mencari tas Jonah yang hilang.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, Sam dan Annie bertemu secara langsung. Jonah merasa puas dan senang atas kebahagiaan ayahnya. Mereka pun turun dari gedung bersama dengan harapan akan diri masing-masing.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Konflik Keluarga yang Dikemas Dengan Hangat</strong></p><p style="text-align: justify;">Di satu sisi, penonton dihadapkan dengan segala kegalauan Sam, yang sangat berduka dan sedih atas kematian istri tercintanya. Namun, kita juga dapat melihat bagaimana Jonah sebagai putranya mencoba untuk bangkit dari kesedihan dan menolong ayahnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada film ini, penonton dibawa dengan konflik antar ayah dan anak terhadap persepsi mereka dalam pasangan hidup. Sam yang berduka dan sulit membuka hati, dengan Jonah yang memiliki keyakinan tinggi akan kesempatan dan harapan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Ini membawa kita pada kesimpulan: bahwa sebuah keyakinan yang benar dapat membawa kita kepada jawaban yang tepat. Meskipun Sam berkencan dengan rekan kerjanya, ia tetap tak merasa &apos;hidup&apos; kembali. Namun ketika akhirnya ia memilih untuk percaya kepada keyakinan Jonah, ia kembali mendapat <em>chemistry</em> yang sama terhadap istrinya, saat melihat Annie.</p><p style="text-align: justify;">Film ini cocok untuk disaksikan saat liburan tiba. Tertarik untuk mengikuti kisah mereka?<strong>&nbsp;(<em>len/rst</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jaga Privasimu dengan Google </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/jaga-privasimu-dengan-google/baca </link>
<guid> jaga-privasimu-dengan-google </guid>
<pubDate> Thu, 26 Dec 2019 11:54:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Eratnya manusia dengan teknologi tak memungkiri privasi semakin terbuka lebar. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/jaga-privasimu-dengan-google/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lsoTbNpOV4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jaga Privasimu dengan Google</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Internet kian menjadi kebutuhan hidup manusia akhir-akhir ini. Penggunaan internet pun semakin banyak dan mudah di jangkau. Setiap <em>smartphone</em> yang kita miliki mempunyai fasilitas internet. Tetapi internet tak melulu menjadi faedah untuk penggunanya.</span></p><p style="text-align: justify;">Perlu di sadari bahwa kejahatan di dunia maya juga semakin mengancam seiring dengan perkembangan teknologi internet. Saat ini banyak <em>hacker</em> yang melakukan kasus kejahatan internet. Umumnya bersangkutan dengan privasi seseorang, baik itu pencurian dokumen rahasia, peretasan, hingga hal lain yang sudah pasti bersifat merugikan suatu pihak.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, google melakukan beberapa upaya untuk melindungi privasi data pengguna. Salah satu langkah nyata yaitu dengan meningkatkan teknologi keamanan dan fitur privasi agar penggunanya tetap aman dalam berinternet.</p><p style="text-align: justify;">Di lansir dari liputan6.com, Google mengajak pengguna di Indonesia untuk menjaga privasi saat menggunakan internet. #JagaPrivasimu merupakan insiatif dari perusahaan raksasa internet guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga privasi ketika berselancar di internet.</p><p style="text-align: justify;">Inisiatif tersebut dilakukan Google bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Siberkreasi, ID-IGF, IGF Youth, ICT Watch, dan Kreavi.</p><p style="text-align: justify;">Putri Alam selaku Head of Public Policy Google Indonesia mengatakan bahwa Google berupaya selalu menghormati pengguna dalam hal privasi data. Google memiliki tiga prinsip dalam menjaga data pengguna tetap bersifat personal, aman, dan terlindungi. Ketiga prinsip tersebut dapat memudahkan pengguna mengontrol privasi mereka, membuat teknologi keamanan terkuat di dalam tiap produk, serta memberdayakan pengguna untuk mengambil kendali atas keamanan dan privasi pemakaian internet.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saat berbicara privasi, kami paham, tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua orang. Tiap akun Google dibuat dengan kontrol data aktif atau nonaktif, sehingga pengguna bisa memilih setelan privasi yang tepat bagi mereka,&quot; ujar Putri di Jakarta, Selasa (20/8).</p><p style="text-align: justify;">Putri menyebut, produk dan layanan Google tetap aman ketika berada di dunia maya. Untuk memastikannya, Google menawarkan fitur Verifikasi Dua Langkah. Fitur ini membantu mencegah siapa pun yang tidak memiliki akses ke akun Google pengguna, untuk memakai faktor sekunder selain nama dan sandi untuk bisa masuk ke akun. Misalnya saja, dengan kode enam angka di aplikasi Google Authenticator untuk masuk ke sebuah akun <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat pula fitur Safe Browsing dan Enkripsi HTTPS untuk melindungi pengguna dari ancaman <em>phishing</em> dan situs yang berisiko. &quot;Google juga membantu pengguna memilih setelan privasi yang tepat untuk pengguna melalui fitur Pemeriksaan Privasi. Hanya beberapa menit, pengguna bisa mengelola data apa saja yang tesimpan di akun dan memperbarui informasi yang dibagikan. Pengguna bisa mengubah setelan ini sesering mungkin,&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam waktu yang sama, Staf Ahli Menkominfo Bidang Kebijakan Digital Dedy Permadi mengatakan Kemkominfo menyambut positif inisiatif Google dalam upaya #JagaPrivasimu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di era digital, orang Indonesia perlu memiliki kecakapan digital, keamanan digital adalah satunya. Untuk itulah, inisiatif #JagaPrivasi ini perlu dipupuk dan didukung agar generasi penerus bisa memanfaatkan internet sebaik-baiknya,&quot; jelas Dady. <strong>(<em>fir/rst</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lika-liku Wacana Penjatuhan Hukuman Mati Koruptor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-wacana-penjatuhan-hukuman-mati-koruptor/baca </link>
<guid> lika-liku-wacana-penjatuhan-hukuman-mati-koruptor </guid>
<pubDate> Fri, 27 Dec 2019 12:30:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya kasus korupsi membuat wacana hukuman mati muncul kembali. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-wacana-penjatuhan-hukuman-mati-koruptor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KAMcYi0sYy.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lika-liku Wacana Penjatuhan Hukuman Mati Koruptor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="">SKETSA</strong> &ndash; Wacana Presiden Jokowi beberapa waktu lalu mengenai hukuman mati bagi koruptor masih terus menuai polemik hingga saat ini. Sejak pernyataan tersebut dikeluarkan, banyak pihak yang turut menyampaikan tanggapan mereka. Mulai dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>tempo.co</em>, pimpinan KPK itu menolak usulan Presiden Jokowi. Ia beranggapan bahwa pola hukuman mati jutsru sudah ditinggalkan oleh negara yang indeks korupsinya jauh di atas Indonesia. Saut juga menambahkan bahwa pengentasan korupsi seharusnya dimulai dari hal mendasar dalam kehidupan agar mampu mengubah sudut pandang masyarakat. Seperti menangkap supir yang menyuap supir lain.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, bagaimana hukum memandang hukuman mati bagi tikus-tikus berdasi ini? <em>Sketsa</em> kemudian berkesempatan untuk menemui salah satu dosen Hukum Pidana, Fakultas Hukum (FH) Universitas Mulawarman, Orin Gusta Andini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hukuman mati itu sebenarnya tidak diatur dalam Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pidana untuk hukuman mati koruptor itu ada, namun dalam UU tersebut hanya diatur sebagai pemberatan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Orin melanjutkan bahwa hukuman mati sejatinya bisa saja diterapkan, namun tidak bisa diterapkan di semua kasus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;UU itu sendiri mengatur beberapa pembatasan, jadi kalau ini hendak diterapkan, batasan-batasan tadilah yang harus diperjelas,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Melanjutkan pernyataannya, Orin berpendapat bahwa hal ini bisa saja diterapkan. Namun butuh kajian dan riset mendalam dari seluruh aspek. Mulai dari penegasan aparat penegak hukum itu sendiri, perbaikan di sistem tatanan kelembagaan masyarakat, hingga bagaimana menimbulkan efek jera bagi para pelaku koruptor itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Orin juga menambahkan bahwa tren pemidanaan hukum yang sekarang inilah yang butuh dikritisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penjatuhan hukuman di peradilan ada yang 7 tahun, namun karena ada pengajuan kasasi, masa hukumannya bisa saja jadi berkurang,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketimbang wacana hukuman mati yang baru saja dilayangkan ini, Orin menilai bahwa perbaikan tatanan kelembagaan masyarakat jauh lebih <em>urgent</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persoalan sekarang ialah bagaimana menciptakan konsistensi bagi pemidanaan koruptor itu sendiri,&rdquo; tutup Orin.</p><p style="text-align: justify;">Penolakan hukuman mati koruptor juga datang dari mahasiswa FIB Unmul Yudha Arisandi. Menurutnya, pernyataan dari Presiden tersebut hanya sekadar formalitas belaka. Ia juga mengatakan pemerintah seharusnya menentukan seberapa besar dampak yang ditimbulkan koruptor sehingga bisa dijatuhi hukuman mati.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Yudha mengatakan yang paling penting adalah bagaimana menjerat tersangka korupsi yang terkesan kebal hukum karena terlibat kasus besar, namun tidak diusut pihak berwajib.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seperti itu tanggapan saya, sekalipun dilakukan hukuman mati para pelaku masih leluasa melakukan korupsi dikarenakan adanya urusan campur tangan pemerintah dan pelaku,&quot; tandasnya.<strong>&nbsp;(<em style="">sut/pil/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Padam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/padam/baca </link>
<guid> padam </guid>
<pubDate> Sat, 28 Dec 2019 11:35:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jadilah seperti lilin yang terus menyala meski sekitarnya padam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/padam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gSsvI9D0Ip.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Padam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Bunuh semua mimpi</p><p style="text-align: justify;">Bunuh semua sepi</p><p style="text-align: justify;">Kau adalah penopang bagi diri sendiri</p><p style="text-align: justify;">Persetan dengan semua hal yang akan dikenang nanti</p><p style="text-align: justify;">Memorimu tak cukup memuat lanskap cerita yang kau alami</p><p style="text-align: justify;">Wahai puan, rangkul aku dalam kisahku yang hilang arahnya akan ke mana</p><p style="text-align: justify;">Aku takut tak punya siapa siapa</p><p style="text-align: justify;">Namun kau siap dekap tanpa apa-apa</p><p style="text-align: justify;">Puan, jiwamu abadi karena tak peduli siapa yang bersamamu kini</p><p style="text-align: justify;">Kau cantik tanpa perlu terlalu rias diri</p><p style="text-align: justify;">Kau bersyukur apa adanya kau kini</p><p style="text-align: justify;">Puan, aku berdoa jiwamu hadir dalam diri ini</p><p style="text-align: justify;">Kau gila, yakin dan penuh percaya</p><p style="text-align: justify;">Kau, pantas dapatkan hal baik di dunia</p><p style="text-align: justify;">Bisa kau yakinkan aku masih mampu menyala?</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kolaborasi Unmul Mengajar dan Farmasi Mengajar untuk Pendidikan di Perbatasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/kolaborasi-unmul-mengajar-dan-farmasi-mengajar-untuk-pendidikan-di-perbatasan/baca </link>
<guid> kolaborasi-unmul-mengajar-dan-farmasi-mengajar-untuk-pendidikan-di-perbatasan </guid>
<pubDate> Mon, 30 Dec 2019 12:16:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unjar dan Farmasi Mengajar sedang berfoto bersama siswa SD Filial 004 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/kolaborasi-unmul-mengajar-dan-farmasi-mengajar-untuk-pendidikan-di-perbatasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5QsyuyBglg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kolaborasi Unmul Mengajar dan Farmasi Mengajar untuk Pendidikan di Perbatasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pembangunan suatu bangsa tidak lepas dari unsur pendidikan yang berkualitas. Salah satu isu yang hingga kini masih hangat yakni soal pemerataan pendidikan. Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur masih terdapat sekolah-sekolah yang tertinggal. Seperti SD Filial 004 Samarinda Utara, sebuah sekolah yang berdiri di tengah aktivitas pertambangan wilayah perbatasan antara Samarinda Utara dan Tenggarong Seberang.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhir November 2019 lalu, Universitas Mulawarman Mengajar (Unjar) berkolaborasi dengan Farmasi Mengajar mengadakan kegiatan <em>Goes To School</em> (GTS) Spesial Hari Anak Sedunia ke sekolah yang tengah viral di media ini. Jarak dari sekolah induk yang berada di Jalan Padat Karya cukup jauh. Medan yang ditempuh untuk sampai ke sekolah ini cukup menegangkan. Kondisi jalan berbatu, yang juga menjadi licin dan berlumpur saat hujan. Jalan alternatif lainnya dapat melalui L3, Tenggarong Seberang.</p><p style="text-align: justify;">Bangunan SD Filial 004 ini terbilang tua, pasalnya telah berdiri sejak lama dan juga pernah direnovasi. Bahkan, salah satu dari 2 guru yang mengajar merupakan alumni sekolah tersebut. Mirisnya, di beberapa sisi bangunan telah retak. Ubin-ubin di bagian kiri lantai ruang kelas banyak yang terlepas. Sebagiannya retak dan pecah. Sang guru kerap cemas sekolah akan rubuh sewaktu-waktu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak banyak fasilitas yang tersedia, hanya terdapat tiga ruangan. Satu ruang digunakan sebagai kantor guru dan dua lainnya dipakai untuk aktivitas belajar-mengajar total 17 orang siswa. Terdapat 1 siswa kelas I, 3 siswa kelas II, 3 siswa kelas III, 3 siswa kelas IV, 3 siswa kelas V, dan 4 siswa di kelas VI. Kedua tenaga pengajar yang mengabdi di sekolah tersebut masih berstatus honorer. Tidak terdapat perpustakaan maupun alat-alat praktik layaknya yang dibutuhkan siswa-siswa SD untuk menunjang proses belajar.</p><p style="text-align: justify;">Meski jumlahnya tidak banyak, antusias dan rona bahagia tersirat dari wajah-wajah siswa SD 004 Filial menyambut kedatangan volunter dengan almamater Unmul kala itu. Unjar dan Farmasi Mengajar hadir untuk menularkan semangat belajar dan menambah wawasan kepada anak-anak yang tinggal cukup jauh dari jangkauan keramaian.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan awal dimulai dengan senam pagi bersama di lapangan sekolah, kemudian dilanjutkan dengan agenda penyampaian bercerita tentang &ldquo;Kenapa Aku Harus Sekolah?&rdquo;. Judul ini disampaikan dengan tujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya belajar dan pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Pada GTS ini juga mengadakan agenda Apoteker Cilik. Sebuah kegiatan yang mengenalkan siswa-siswa dengan profesi apoteker beserta kerja yang dilakukan. Tak cukup sampai situ, kegiatan Apoteker Cilik yang diisi oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul tersebut memberikan kesempatan untuk siswa melakukan praktik langsung.</p><p style="text-align: justify;">Sore harinya, para siswa yang tinggal tak jauh dari sekolah datang kembali untuk nonton bersama. Berlanjut hingga salat magrib berjamaah dan belajar bersama untuk persiapan ujian semester. Kegiatan GTS yang berlangsung dari 29 November hingga 1 Desember 2019 itu ditutup dengan lomba-lomba dan pemberian surat kesan pesan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kakak nanti ke sini lagi, ya. Kami bahagia sama kakak karena kakak baik, cantik dan ganteng. Kami harap kakak bisa main lagi sama kami&rdquo;, tulis Dian, siswa kelas IV dalam suratnya.</p><p style="text-align: justify;">Kabarnya, sekolah ini masih menjadi sengketa antara Pemerintah Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini disebabkan oleh klaim Kukar terhadap SD 004 Filial lantaran lokasinya berada di wilayah Kabupaten Kukar. Akibatnya, SD Filial tak banyak dapat bantuan dari Pemda Samarinda bahkan sekadar perbaikan bangunan.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah dalam hal ini, perlu lebih sigap dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Kondisi-kondisi sekolah sebagai ladang ilmu dan tempat mengembangkan diri siswa dapat lebih diperhatikan. Mengingat anak-anak bangsa membutuhkan infrastruktur dan fasilitas belajar yang memadai demi mewujudkan pembangunan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Kobarkan Semangat Mengabdi untuk Pendidikan Indonesia!</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Ditulis oleh Public Relation Gerakan Unmul Mengajar 2019</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Panjang Pemira FK Melalui Sidang Umum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-pemira-fk-melalui-sidang-umum/baca </link>
<guid> jalan-panjang-pemira-fk-melalui-sidang-umum </guid>
<pubDate> Tue, 31 Dec 2019 11:32:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jalan panjang Pemira FK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-pemira-fk-melalui-sidang-umum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yrEtdTLYJV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Panjang Pemira FK Melalui Sidang Umum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah melewati serangkain proses yang panjang, akhirnya DPM Fakultas Kedokteran (FK) Unmul menetapkan Syaidah Alawiyah Dzakwan sebagai Gubernur BEM FK Unmul periode 2019/2020.</span></p><p style="text-align: justify;">Pemilihan gubernur BEM FK Unmul tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dilakukan melalui Sidang Umum Keluarga Mahasiswa (SUKM) FK Unmul. SUKM dihadir oleh perwakilan dari Prodi Kedokteran Umum, Prodi Kedokteran Gigi, dan Prodi D3 Keperawatan dari berbagai angkatan, serta perwakilan setiap UKM dan HIMA yang berada dalam lingkup FK.</p><p style="text-align: justify;">SUKM diadakan selama 5 hari. Namun, dari 16 perwakilan yang hadir, hanya 11 perwakilan yang memiliki hak suara untuk memilih gubernur BEM FK. Karena beberapa perwakilan tidak memenuhi persyaratan, yakni setidaknya harus mengikuti 2 kali sidang pleno. Selain itu, terdapat juga perwakilan yang mempunyai hak suara namun tidak hadir saat hari pemilihan gubernur BEM FK.</p><p style="text-align: justify;">Hari pertama SUKM, Jumat (20/12), peserta sidang mengusulkan nama-nama yang sekiranya pantas untuk dicalonkan sebagai gubernur BEM FK. Hasilnya didapatkan empat nama yang akan bersaing, yaitu Syaidah Alawiyah Dzakwan, Ainur Basirah Mulya, Kevin Sanjaya, dan M. Ridho Bagus. Sebenarnya terdapat dua nama lagi yang diusulkan oleh forum yaitu M. Erwhyn Salim dan M. Ananta Buana, namun mereka menolak untuk dicalonkan.</p><p style="text-align: justify;">Keempat calon ini akan melakukan pendaftaran berkas terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap berikutnya yaitu penyampaian visi dan misi. Namun, Kevin Sanjaya tidak mengumpulkan berkas sampai batas akhir untuk pengumpulan berkas sehingga tersisa tiga calon yang melaju hingga penyampaian visi misi pada Sidang Pleno 4 pada Kamis (26/12).</p><p style="text-align: justify;">Setelah para calon menyampaikan visi misi, forum kemudian melakukan diskusi untuk menentukan siapa yang pantas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Awalnya dilakukan musyawarah dan mufakat, namun keadaan kian memanas karena dikusi tak ada titik temu. Akhirnya diputuskan bahwa pemilihan gubernur BEM akan dilakukan dengan cara <em>voting</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dari hasil <em>voting</em> tersebut, Syaidah Alawiyah Dzakwan menang dengan perolehan 5 suara. Sedangkan Ainur Basirah Mulya mendapatkan 4 suara, dan M. Ridho Bagus 1 suara. Dengan total 10 surat suara sah dan 1 surat suara tidak sah.</p><p style="text-align: justify;">Pelantikan gubernur BEM FK terpilih sendiri akan dilaksanakan pada rapat kerja eksekutif dan legislatif, 2020 mendatang. <strong><em>(wuu/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resolusi Tidak Harus Selesai dalam Setahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/resolusi-tidak-harus-selesai-dalam-setahun/baca </link>
<guid> resolusi-tidak-harus-selesai-dalam-setahun </guid>
<pubDate> Wed, 01 Jan 2020 11:50:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terus berbenah untuk perbaiki resolusi yang belum rampung ditahan sebelumnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/resolusi-tidak-harus-selesai-dalam-setahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/diUHUowVQt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resolusi Tidak Harus Selesai dalam Setahun</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent;">&quot;Resolusi 2010 aja belum kelar, udah mau 2020 aja. TUHAAAANNN.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;">Bukan, itu bukan ucapan saya. Itu adalah postingan <em>Instagram</em> dari akun <em>@overheardjomblo</em>. Mohon jangan salah fokus ke nama akunnya. Karena yang mau saya bahas di sini adalah kata resolusinya.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Apabila melihat dari postingan tersebut yang merujuk kepada resolusi yang belum selesai sejak 2010, maka saat resolusi si pemosting dimulai, saya belum mengenal resolusi dengan benar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Menurut KBBI, resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang). Resolusi juga berarti pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Bahkan, menilik dari sejarahnya, resolusi sebenarnya merupakan bentuk persembahan bangsa romawi kuno kepada dewa-dewa dan ajang untuk beribadah kepada Tuhan bagi umat Kristiani. Namun, karena pergeseran budaya masyarakat yang menjadi sekuler, resolusi akhirnya dijadikan ajang untuk peningkatan diri sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Resolusi kemudian menjadi budaya setiap menuju tahun baru. Dengan pertanyaan yang sama, &quot;Jadi, apa resolusimu untuk tahun depan?&quot; yang diikuti jawaban yang juga sama, &quot;menyelesaikan resolusi dari tahun sebelumnya yang belum selesai dari tahun-tahun sebelumnya.&quot; Iya, gagalnya resolusi turut menjadi budaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Tenang, tidak perlu malu kalau resolusimu belum selesai sejak bertahun-tahun lalu. Pemerintah kita yang belum menyelesaikan resolusinya, masih duduk manis sambil saling lempar tanggung jawab.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Sebut saja permasalahan Jiwasraya yang kembali memanas akhir-akhir ini. Asal kalian tahu, asuransi plat merah ini sebenarnya sudah mengalami kebobrokan sejak 2006 silam. Disaat menteri BUMN sudah berganti beberapa kali, kasus ini belum selesai. Gila!</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Tapi itu masih belum cukup. Kasus Bank Century yang sudah merugikan negara sebesar Rp8 Triliun pun belum bisa diselesaikan. Masalah selanjutnya datang dari kasus HAM. Salah satu yang terpopuler adalah pembunuhan aktivis Munir dalam perjalanannya ke Amsterdam</span> yang diduga dilakukan oleh elit pemerintah. Masih ada lagi? Banyak!</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Saya ingin percaya bahwa pemerintah selalu berupaya keras dalam menyelesaikan janji resolusinya. Tapi fakta saat ini justru bertolak belakang. Ibarat pasangan yang meminta kali kedua, namun tidak menunjukkan itikad untuk memperbaiki. Maka, jangan heran jika masyarakat bersikap apatis dan lebih mementingkan dirinya sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Jadi, janganlah bermuram durja jika resolusimu belum tercapai dalam satu tahun. Karena pemerintah saja perlu waktu belasan tahun atau bahkan puluhan tahun untuk menyelesaikan resolusinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Saya tidak ingin berharap banyak karena tidak ingin dikecewakan. Tapi setidaknya, marilah percaya bahwa 2020 akan menjadi satu dari tahun baik yang akan kita lewati. Cheers!</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Hilda Annisa Nur Firdausi, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2016.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meski Jebol, Toilet Rektorat Masih Bisa Digunakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-jebol-toilet-rektorat-masih-bisa-digunakan/baca </link>
<guid> meski-jebol-toilet-rektorat-masih-bisa-digunakan </guid>
<pubDate> Thu, 02 Jan 2020 11:34:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keadaan toilet rektorat yang mengalami kerusakan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-jebol-toilet-rektorat-masih-bisa-digunakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XuUTaRCRYh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meski Jebol, Toilet Rektorat Masih Bisa Digunakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki awal 2020, salah satu fasilitas di Rektorat Unmul mengalami kerusakan. Dapat dilihat, pada plafon toilet lantai 3 yang jebol hingga lampu penerang ruangan menggantung.</span></p><p style="text-align: justify;">Ditemui pada Rabu (2/1), Kasubbag Rumah Tangga Unmul yakni Erwin mengatakan kerusakan tersebut terjadi karena rembesan air dari lantai atas. Hal yang sama pun terjadi di toilet lantai dua, gedung tempatnya bertugas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Udah tahunya (jebol) sudah sejak bolong, tapi gak tahu kapan pastinya. Karena rembesan air, di sini juga (jebol),&quot; kata Erwin.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Erwin, sisi pojok langit-langit toilet di lantai dua juga jebol. Namun, kondisinya belum separah kondisi plafon lantai tiga. Sedangkan di lantai satu kondisi salah satu toilet cukup gelap karena sumber penerangan tidak berfungsi.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini proses perbaikan sedang diupayakan namun masih menunggu anggaran. Sedangkan untuk proses perbaikan sendiri akan diserahkan sepenuhnya pada pihak ketiga dan akan diawasi oleh berbagai pihak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;(Anggaran) sudah diajukan, kita kan belum ada &apos;itu sudah boleh dikerjakan&apos; dari bagian perencanaan. Yang jelas itu sudah masuk prioritas (perbaikan),&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga siang tadi, terpantau belum ada imbauan apapun yang terpasang yang memberikan isyarat sedang terjadi kerusakan. Namun, menurutnya imbauan tersebut akan segera dipasang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Biasanya <em>cleaning service</em> yang pasang itu, mereka yang bersihkan. Biasanya mereka harus di kasi tahu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Pintu toilet pun masih terbuka. Meski masih bisa dilewati, civitas academica yang masuk harus tetap berhati-hati. Karena serpihan material plafon dan tetesan air berjatuhan, sehingga harus dibersihkan secara berkala oleh petugas.</p><p style="text-align: justify;">Kejadian serupa pun sebelumnya sudah pernah terjadi, bahkan lebih besar. Namun, setelah diperbaiki beberapa waktu berselang kembali jebol dan air merembes, diduga karena sistem air yang buruk.<strong><em>&nbsp;(wil/len)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Habibie & Ainun 3: Perjuangan Cita dan Cinta Sejati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/habibie-and-ainun-3-perjuangan-cita-dan-cinta-sejati/baca </link>
<guid> habibie-and-ainun-3-perjuangan-cita-dan-cinta-sejati </guid>
<pubDate> Fri, 03 Jan 2020 11:56:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Habibie & Ainun 3 menelisik melalui sudut pandang Ainun. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/habibie-and-ainun-3-perjuangan-cita-dan-cinta-sejati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OzQOFwDCoq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Habibie & Ainun 3: Perjuangan Cita dan Cinta Sejati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent;">SKETSA -</strong><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Sukses dengan dua film sebelumnya, saat ini sekuel dari film <em>Habibie &amp; Ainun</em> kembali rilis. <em>Habibie &amp; Ainun 3</em> rilis sejak 19 Desember 2019 lalu, dan telah meraih satu juta penonton.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Maudy Ayunda didapuk memerankan sosok Ainun, sedangkan Reza Rahardian masih dipercaya untuk memerankan tokoh Habibie. Berbeda dengan dua film sebelumnya, <em>Habibie &amp; Ainun 3&nbsp;</em>lebih menyoroti perihal perjuangan Ainun untuk menjadi seorang dokter.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Kisah diawali dari masa SMA Ainun dan Habibie yang telah memiliki ketertarikan satu sama lain. Namun, keduanya harus terpisah lantaran Habibie melanjutkan studi ke Jerman, sedangkan Ainun berkuliah di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (UI).</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Selama berkuliah, Ainun menjadi sosok perempuan cerdas, cantik, dan banyak digandrungi laki-laki. Meski banyak yang menyukainya, tak sedikit pula yang tega melakukan tindak diskriminasi terhadapnya, baik dari senior bahkan profesornya sendiri.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Perlakuan ini didapatkan Ainun, sebab perempuan yang bercita-cita menjadi seorang dokter merupakan hal yang tabu di masa itu. Perempuan identik sebagai sosok yang selalu berada di rumah (dapur). Menjadi hal yang aneh jika perempuan bercita-cita tinggi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Akan tetapi, stigma ini berhasil dipatahkan olehnya. Ia menjadi lulusan terbaik Fakultas Kedokteran pada masa itu. Hal inilah yang kemudian menyadarkan senior dan profesornya, bahwa cita-cita bukan perihal perempuan atau laki-laki, melainkan perihal Indonesia. Film ini sarat akan nasionalisme, lantaran antar tokoh Ainun dan Habibie sama-sama bercita-cita untuk membangun Indonesia.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Tidak hanya menyoroti perihal perjuangan Ainun untuk menjadi dokter, film ini juga menyajikan kisah percintaan antara Ainun dengan Ahmad (Jefri Nichol). Kisah percintaan inilah yang menjadi warna baru dalam tiga sekuel film <em>Habibie &amp; Ainun</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Ahmad adalah sosok yang supel, santai, dan terkesan kekanakan-kanakan. Diceritakan bahwa Ahmad adalah mahasiswa hukum UI. <em>Chemistry</em> antara Maudy dan Jefri sangat terbangun dalam film ini. Akan tetapi, kisah keduanya harus kandas lantaran Ahmad tidak memiliki pandangan yang sama seperti Ainun.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Ahmad memiliki cita-cita untuk keluar dari Indonesia karena ia muak dengan perangai orang Indonesia, sedangkan Ainun bercita-cita ingin membangun Indonesia apapun keadaannya. Hal inilah yang menjadikan hubungan keduanya harus kandas.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Film ini menampilkan sosok Habibie saat tua dan muda. Potret Habibie di masa tua dibalut dengan tata rias yang ciamik, menampilkan sosok Habibie seperti aslinya. Kerutan dan gestur wajah Reza, dibuat semirip Habibie asli.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Penggunaan efek <em>Computer Generated Imagery</em> (CGI), mampu menampilkan kesan Habibie semasa SMA. Penggunaan efek-efek canggih dalam film ini juga menghasilkan visual yang menyerupai suasana tahun 40-60an.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Perjuangan Ainun dalam meraih cita-citanya juga merupakan kelebihan dalam film ini. Ainun mampu menggebrak stigma lama tentang perempuan, yakni sumur, kasur, dan dapur. Ainun menjadi sosok yang mampu membuka mata kaum perempuan, bahwa mereka juga bisa meraih apa yang diinginkan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Bumbu percintaan antara Ahmad dan Ainun juga memberikan warna baru. Lika-liku asmara keduanya disuguhkan dengan <em>chemistry</em> yang apik. Adanya kisah cinta ini juga menunjukkan bahwa Ainun tidak langsung bersama Habibie tetapi juga pernah menjalin cinta dengan sosok lainnya. Hal ini memberi sudut pandang baru bagi penikmat film ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Telah lengkap sekuel <em>Habibie &amp; Ainun</em>. Sejauh apapun insan, jika mereka memang ditakdirkan untuk berada dalam satu frekuensi yang sama, maka akan bertemu juga. <strong>(<em>hlm/len</em>)</strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengawali Tahun dengan Declutering Ala Marie Kondo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengawali-tahun-dengan-declutering-ala-marie-kondo/baca </link>
<guid> mengawali-tahun-dengan-declutering-ala-marie-kondo </guid>
<pubDate> Fri, 03 Jan 2020 12:26:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bereskan rumah dengan seni berberes ala Marie Kondo. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengawali-tahun-dengan-declutering-ala-marie-kondo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5UQst6qkoo.png" />
					</figure>
			                <h1>Mengawali Tahun dengan Declutering Ala Marie Kondo</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent;">&nbsp;- Penghujung tahun merupakan waktu yang tepat untuk berlibur dan bersantai. Rehat sejenak untuk rutinitas yang padat. Pada dasarnya, tiap orang memiliki cara rehatnya masing-masing. Penyembuhan diri dengan beragam cara, tak melulu berlibur ke tempat rekreasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Ada yang memanfaatkan waktu dengan berjualan makanan kekinian, ada yang menghabiskan waktu di rumah menonton film dan membaca buku <em>best seller</em>, hingga bersih-bersih rumah agar ruangan terlihat makin lega. Ada juga yang lebih memilih rebahan dan bermalas-malasan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Setelah puas berlibur dan menikmati waktu bersantai, kini saatnya memulai hari di tahun yang baru dengan berbagai kegiatan positif. Hitung-hitung sebagai suntikan semangat untuk setahun ke depan. Salah satunya, dengan berberes ala Marie Kondo yang layak kamu terapkan agar pikiranmu tak kalut.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Marie Kondo sudah dikenal lewat <em>KonMari Method</em>-nya sejak 2015. Ia merupakan organizing<em>&nbsp;consultant</em> dan <em>author</em>. Lewat <em>Netflix</em> karyanya dapat kamu pelajari dengan jelas: <em>Tidying Up With Marie Kondo.</em></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Buku yang berjudul <em>The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing</em> juga sudah sangat terkenal. Lalu, apa yang sebenarnya menarik?</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam teknik <em>declutering</em> yang dikenalkan oleh Marie Kondo, ia memulai memisahkan baju dan barang-barangnya agar kebersihan rumah dapat tetap terjaga dan membawa penghuninya pada kebahagiaan dan ketenangan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Kondo percaya, bahwa semakin rapi hunian kita maka akan semakin baik. Ia menata lemari pakaian, ruang keluarga, bahkan sampai dapur. Menarik bukan? Lantas, seperti apa <em>KonMari Method</em> mengajarkan kita berberes, khusunya lemari pakaian?</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pertama, kita dipersilakan untuk memahami dengan baik apa tujuan kita berbenah? Apakah kita bisa baik-baik saja dalam kondisi ruangan yang berantakan dan sesak? Setelah itu terjawab, yang kedua ialah menyortir pakaian.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pakaian mana yang akan dibuang, disimpan untuk disalurkan ke orang yang membutuhkan, dan pakaian mana yang sekiranya masih memberi kabahagiaan atau <em>spark joy</em>. Kondo juga menyarankan kita untuk berterima kasih terhadap pakaian yang akan kita buang.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Langkah ketiga, melipat dengan baik dan terorganisir. Berikutnya, yang sebaiknya dilakukan adalah menggunakan wadah untuk pakaian yang sudah dilipat.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam teknik ini, pakaian yang masih layak, namun jarang sekali kita gunakan sebaiknya kita sumbangkan pada orang yang lebih membutuhkan. Teknik ini juga mengajarkan kita cara bersyukur dan tidak menimbun barang. Kita disarankan hanya menyimpan barang yang masih membawa kebahagiaan saat kita lihat dan pakai.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Nah, bagaimana? Siapkah kamu mengucapkan selamat tinggal untuk barang-barang yang selama ini sebenarnya kurang perlu? Kamu dapat mempelajari lebih lanjut tekniknya di berbagai video yang ada di&nbsp;<em>YouTube</em>, buku, maupun artikel. Selamat mencoba!<strong><em>&nbsp;(rst/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Life-changing App untuk Upgrade Keseharianmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/life-changing-app-untuk-upgrade-keseharianmu/baca </link>
<guid> life-changing-app-untuk-upgrade-keseharianmu </guid>
<pubDate> Sat, 04 Jan 2020 11:26:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Life-changing app untuk keseharianmu sebagai mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/life-changing-app-untuk-upgrade-keseharianmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oLedGbdXBO.png" />
					</figure>
			                <h1>Life-changing App untuk Upgrade Keseharianmu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">- Memasuki tahun yang baru, maka kita akan membuka kembali lembaran yang baru. Tak hanya menjalankan resolusi yang belum selesai, kamu juga perlu melakukan&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>upgrade</em>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">terhadap&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">kebiasaan</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;sehari-hari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sebagai mahasiswa, terkadang banyaknya tugas dan tuntutan lainnya menjadi salah satu beban serta tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu, aplikasi berikut ini hadir sebagai salah satu&nbsp;</span></span><span><span><em>support</em>&nbsp;</span></span><span><span>untuk membantumu. Ada apa saja?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong><em>Forest</em></strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mahasiswa pada umumnya&nbsp;</span></span><span><span>sering</span></span><span><span>&nbsp;tidak konsentrasi dalam belajar atau melakukan aktivitas lainnya. Salah satunya disebabkan oleh penggunaan ponsel yang berlebih.&nbsp;</span></span><span><span><em>Forest</em>&nbsp;</span></span><span><span>hadir sebagai aplikasi yang membantu kamu untuk mengatasi hal itu!&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dengan fitur yang unik,&nbsp;</span></span><span><span><em style="">Forest</em>&nbsp;</span></span><span><span>memberikan kemudahan bagi kamu untuk mengatur waktu fokus yang kamu butuhkan dengan menanam pohon. Jika mencoba untuk membuka aplikasi lain selama waktu fokus berlangsung, maka pohon yang ditanam akan mati. Ini akan membantu kita menjadi lebih fokus agar pohon yang ditanam tidak mati. Selain itu, terdapat grafik yang dapat memantau tingkat konsentrasimu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Apabila kamu memilih untuk berlangganan, kamu dapat bergabung bersama pengguna lainnya untuk menanam pohon yang sebenarnya dan membangun hutan dalam proyek&nbsp;</span></span><span><span><em>Trees for the Future</em></span></span><span><span>. Menarik, bukan?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong><em>Youper</em></strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Banyaknya tuntutan perkuliahan atau permasalahan pribadi membuat pikiran atau emosi menjadi tak stabil dan lelah.&nbsp;</span></span><span><span><em>Youper</em>&nbsp;</span></span><span><span>adalah aplikasi yang membantu penggunanya untuk mengekspresikan&nbsp;</span></span><span><span><em>emotional health</em>&nbsp;</span></span><span><span>mereka.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dilengkapi dengan&nbsp;</span></span><span><span><em>artificial inteligence</em></span></span><span><span>&nbsp;(AI),&nbsp;</span></span><span><span><em>Youper</em>&nbsp;</span></span><span><span>akan menjadi asisten kamu dalam memantau kesehatan mentalmu sehari-hari. Kamu dapat mengatur kapan <em>Youper</em> mengingatkanmu untuk&nbsp;</span></span><span><span><em>check-up</em>&nbsp;</span></span><span><span>dan melatih meditasi. Selain itu,&nbsp;</span></span><span><span><em>Youper</em>&nbsp;</span></span><span><span>juga merekam <em>insight</em> dan pemikiranmu sehari-harinya sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk menjalani aktivitasmu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em><strong>Presently</strong></em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Apakah kamu seringkali kesal dalam keseharianmu sebagai mahasiswa, sehingga kurang merasa bersyukur? Kalau iya, maka&nbsp;</span></span><span><span><em>Presently</em>&nbsp;</span></span><span><span>akan membantumu untuk mencatat sekecil apapun hal yang kamu syukuri setiap harinya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Meski terlihat sangat sederhana,&nbsp;</span></span><span><span><em>Presently</em>&nbsp;</span></span><span><span>akan membantu kita menjadi jurnal untuk berbagai hal yang patut disyukuri. Ini akan melatihmu untuk tetap konsisten dalam mensyukuri apapun yang terjadi sehari-seharinya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong><em>Slowly</em></strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dengan meningkatnya teknologi, maka segala hal menjadi mudah untuk diraih, termasuk dalam lingkup pertemanan. Namun, aplikasi yang satu ini menawarkan suatu hal yang berbeda bagi kamu yang ingin menambah teman di belahan dunia lainnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Slowly</em>&nbsp;</span></span><span><span>adalah aplikasi yang membantu kita mendapatkan sahabat pena di berbagai negara. Setelah menulis surat, kita akan menunggu surat tersebut sampai sesuai dengan jarak tempuh antar negara. Aplikasi ini akan membuat kamu merasakan serunya surat menyurat secara digital. Penggunanya dapat saling mengirimkan prangko dan mencari teman dengan minat yang sama.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Slowly</em>&nbsp;</span></span><span><span>juga membatasi penggunanya dalam pengiriman foto untuk alasan keamanan. Terdapat pula aturan surat menyurat yang tertulis, sehingga kamu dapat mencari sahabat pena dengan aman dan nyaman.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong><em>Canva</em></strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Perkuliahan membuat mahasiswa dituntut untuk mengembangkan kreativitasnya, baik di kelas maupun di luar kelas.&nbsp;</span></span><span><span><em>Canva</em>&nbsp;</span></span><span><span>adalah aplikasi yang dapat membantumu untuk membuat berbagai desain yang kreatif dan keren dengan&nbsp;</span></span><span><span>template&nbsp;</span></span><span><span>yang telah tersedia.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aplikasi ini sangat ramah terhadap pemula dalam desain. <em>Canva</em> menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam mengolah desain bagi penggunanya. Apabila kamu harus membuat desain untuk acara organisasi, menawarkan proyek perkuliahan, sampai membuat presentasi, maka&nbsp;</span></span><span><span><em>Canva</em>&nbsp;</span></span><span><span>layak untuk dicoba.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em><strong>VSCO</strong></em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kamu suka aktivitas fotografi, atau menyukai foto-foto di sela perkuliahanmu? Untuk membuat fotomu menjadi lebih berkesan,&nbsp;</span></span><span><span><em>VSCO</em>&nbsp;</span></span><span><span>memberikan akses bagimu untuk menciptakan foto dengan kualitas yang baik.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>VSCO</em></span></span><span><span>&nbsp;memudahkan penggunanya dalam melakukan penyu</span></span><span><span>nting</span></span><span><span>an di berbagai bagian dalam foto sehingga menghasilkan&nbsp;</span></span><span><span><em>output</em>&nbsp;</span></span><span><span>yang sesuai dengan keinginan. Aplikasi ini juga ramah bagi pemula yang ingin memperbaiki hasil fotonya, atau sekadar mempercantiknya.</span></span><span><span></span></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em><strong>Headspace</strong></em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Satu lagi aplikasi yang dapat membantu kesehatan mentalmu dalam menjalani perkuliahan.&nbsp;</span></span><span><span><em>Headspace</em>&nbsp;</span></span><span><span>hadir sebagai aplikasi yang membantumu untuk meditasi dengan berbagai sesi yang telah tersedia.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kita akan dipandu dengan meditasi yang&nbsp;</span></span><span><span><em>basic</em></span></span><span><span>, sebelum memulai meditasi yang sesungguhnya. Tahukah kamu, meditasi membantu kita dalam menciptakan pikiran yang damai dan tentram? Sangat cocok untuk kamu yang seringkali stres dengan aktivitasmu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aplikasi-aplikasi di atas akan membantu, apabila kamu juga memiliki komitmen untuk konsisten dan mencoba untuk tidak menyerah serta bersyukur atas hari-hari yang diberikan sebagai kesempatan untuk berubah. Selamat mencoba!<strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><span><span><strong><em>(len/rst)&nbsp;</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tempat Rahasia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tempat-rahasia/baca </link>
<guid> tempat-rahasia </guid>
<pubDate> Sat, 04 Jan 2020 11:55:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jadikan aku taman tempatmu berlindung </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tempat-rahasia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BqBz3mWyde.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tempat Rahasia</h1>
			              </header>
			              <p>Teruntuk kamu yang sedang singgah</p><p>Yang duduk di atas pecahan hati.</p><p>Lagi kutelusuri apa maksudmu.</p><p>Menetapkah?</p><p>Istirahatkah?</p><p>Pelariankah?</p><p>Beruntunglah dirimu.</p><p>Wajah manis,</p><p>Elok rupa,</p><p>Pandai bicara,</p><p>Lembut hatimu.</p><p>Sedang apa di dalam sana?</p><p>Menyusun kembali,</p><p>Atau memecahkannya dalam keping kecil?</p><p>Kalau kutebak,</p><p>Kau sedang merindukan kebahagiaan.</p><p>Lelah dengan rutinitas dan keadaan.</p><p>Mencari tempat untuk berteduh.</p><p>Dan kau menemukanku.</p><p>Sebuah sandaran nyaman dan rindang,</p><p>Sambil menikmati kopi yang kau seruput tiap sore.</p><p>Ada seseorang yang menantimu disana,</p><p>Cepat-cepatlah kau hampiri dia,</p><p>Sebelum jiwanya habis dimakan prasangka buruknya.</p><p>Cepat-cepatlah kau temui dia,</p><p>Sebelum hatinya lenyap ditelan kejamnya dunia.</p><p>Tenang,</p><p>Aku akan tetap disini,</p><p>Menjadi tempat rahasiamu,</p><p>Menunggumu kembali untuk singgah,</p><p>Duduk dan minum secangkir kopi,</p><p>Bersembunyi dari riuhnya semesta.</p><p>Bodohnya dirimu oh hatiku.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Ferren Novelin Laij, mahasiswi Ilmu Hukum, FH 2018.<br><br></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Penolakan Peleburan Pendidikan Paud dan Nonformal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-penolakan-peleburan-pendidikan-paud-dan-nonformal/baca </link>
<guid> suara-penolakan-peleburan-pendidikan-paud-dan-nonformal </guid>
<pubDate> Sun, 05 Jan 2020 12:13:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pada periode kali ini, banyak yang mengalami perombakan. Tak terkecuali di bidang pendidikan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-penolakan-peleburan-pendidikan-paud-dan-nonformal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t3V5frJQcw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Penolakan Peleburan Pendidikan Paud dan Nonformal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Memasuki dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) banyak hal mengalami perombakan, tidak terkecuali Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Presiden Jokowi pada Senin (16/12) menandatangani kebijakan baru Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kemendikbud, salah satu kebijakan yang di sorot adalah dileburnya Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) dengan Dirjen Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dua dirjen ini menjadi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan dan Menengah. Sehingga, menghilangkan nomenklatur Dikmas atau biasa dikenal dengan Pendidikan Nonformal.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan ini pun ditentang oleh beberapa ahli pendidikan, termasuk dari Unmul. Andi Ismail Lukman salah satu dosen pendidikan masyarakat atau pendidikan nonformal ini secara tegas menolak kebijakan tersebut pada Rabu (1/1).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selaku akademisi saya tidak setuju,&rdquo; tegas Ismail.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan bahwa Perpres no. 82 2019 yang telah dikeluarkan bertentangan dengan pasal 26 UU no 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). UU Sisdiknas no. 20 tahun 2003 jelas membagi 3 jalur pendidikan yakni pendidikan formal, nonformal dan informal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain itu, dalam struktur barunya pun istilah pendidikan nonformal tidak dipakai lagi oleh Kemendikbud,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini akademisi, praktisi, alumni Pendidikan Luar Sekolah, dan mahasiswa sedang berjuang agar pendidikan nonformal tetap diadakan. Mengingat peran pendidikan nonformal memiliki kontribusi besar untuk kemajuan pendidikan terkhusus untuk masyarakat miskin yang tidak memiliki akses pendidikan formal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami peduli terhadap anak-anak indonesia yang putus sekolah, mereka perlu sentuhan yang tidak dapat disentuh oleh pendidikan nonformal. Pemerintah harusnya perlu mendukung melalui kebijakannya dan perlu tetap mengadakan wadah atau rumah untuk pengiat pendidikan nonformal,&rdquo; tegas Ismail.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa usaha pun telah di kerahkan seperti audiensi dengan DPR RI Komisi X dalam rangka menyampaikan aspirasi para pegiat pendidikan nonformal pada Selasa (14/1), kampanye sosial media gerakan save dikmas, serta unjuk rasa dari para mahasiswa terkhusus mahasiswa pendidikan nonformal dan pendidikan paud.</p><p style="text-align: justify;">Erlangga mahasiswa pendidikan nonformal salah satu yang secara keras menolak kebijakan tersebut. Ia bersama teman-temannya melakukan aksi maupun kampanye menolak Perpres no. 82 tahun 2019. Ia menolak dengan alasan kebijakan tersebut bersifat kaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak hasil analisis yang telah kami buat salah satunya jikalau Pendidikan Luar Sekolah masuk dalam Dikdasmen, maka keluwesan dalam pelaksanaan pendidikan di masyarakat khususnya kepada yang putus sekolah akan lebih bersifat kaku,&rdquo; jelas mahasiswa angkatan 2017 ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia memberikan saran bahwa pengembalian Dirjen PAUD-Dikmas adalah langkah konkret yang dapat diwujudkan dengan harapan ada sebuah sistematis program dari PLS/PNF/DIKMAS itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Daripada dihapus mending ya di perbaiki regulasi kurikulumnya dan juga programnya. Sayang apabila di hapus anak-anak putus sekolah nantinya tidak akan ada tempat bernaung lagi untuk mengemban pendidikan.&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Suara yang sama datang daru mahasiswa pendidikan PAUD. Khusnul Khotimah Alawiyah Ismail mahasiswi pendidikan PAUD mendukung agar PAUD berdiri sendiri dan ditangani langsung oleh tenaga ahli dibidangnya. Karena tidak bisa sembarangan dalam mendidik karakter anak sejak dini, ia memilih untuk membuktikan lewat tindakan bukan terkurung dengan kebijakan yang mengekang.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Kami selaku calon guru PAUD sih cuma lebih memilih diam dan membuktikan lewat perbuatan&rdquo;, pungkasnya. <strong>(<em style="">fir/syl/ann</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 2020, Ucapkan Selamat Tinggal pada IndoXXI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/2020-ucapkan-selamat-tinggal-pada-indoxxi/baca </link>
<guid> 2020-ucapkan-selamat-tinggal-pada-indoxxi </guid>
<pubDate> Mon, 06 Jan 2020 10:58:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ucapkan selamat tinggal pada situs streaming film gratis terbesar di Indonesia, IndoXXI. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/2020-ucapkan-selamat-tinggal-pada-indoxxi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gBJbMqLzVr.png" />
					</figure>
			                <h1>2020, Ucapkan Selamat Tinggal pada IndoXXI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di <em>website</em> ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga kedepannya akan menjadi lebih baik. Salam, IndoXXI,&rdquo; adalah kalimat yang akan Anda temui tatkala mengakses situs <em>IndoXXI</em>.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Mari ucapkan selamat tinggal pada situs <em>streaming</em> film gratis terbesar di tanah air. Terhitung sejak 1 Januari 2020, situs ini sudah tak bisa lagi diakses. Kesedihan mendalam turut dirasakan sebagian besar pengguna laman ini.</p><p style="text-align: justify;">Sejak Desember lalu, pemerintah sudah aktif menyiarkan perihal penutupan ini. Maka tak heran ketika mengakses <em>website</em> tersebut, Anda akan disambut dengan rentetan kalimat bertuliskan perpisahan seperti di atas.</p><p style="text-align: justify;">Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kementerian Komunikasi &amp; Informatika (Kemenkominfo) menilai penutupan ini sebagai upaya dalam memberantas para pelanggar Hak Kekayaan Intelektual (HKI).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Upaya ini dilakukan dengan men-<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>shutdown</em> seluruh situs penyedia film bajakan, termasuk <em>IndoXXI</em>. Kemenkominfo, seperti yang dikutip pada <em>cnnindonesia.com</em> bekerja sama dengan <em>Coalition Against Piracy&nbsp;</em>(CAP) dan Ditjen HKI Kemenkumham.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, bak memberantas tikus-tikus berdasi, setiap satu situs yang dihapus akan muncul situs <em>streaming</em> dengan URL baru. Sederhananya, pemilik situs ini hanya bergonta-ganti domain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Memang, pembajakan film menjadi kasus serius yang ada di Indonesia. Tak hanya tanah air, negara-negara Asia Tenggara lain seperti Thailand juga memiliki catatan tinggi akan kasus pembajakan film melalui situs-situs <em>streaming online&nbsp;</em>gratis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Reaksi yang Muncul Terkait Penutupan Situs</strong></p><p style="text-align: justify;">Gonjang-ganjing penutupan ini juga tentu menghebohkan jagat maya. Mulai dari beberapa <em>hashtag</em> yang sempat trending di <em>Twitter</em>, hingga munculnya berbagai meme yang berkaitan dengan hal ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa warganet ramai-ramai mendukung keputusan ini, namun tak sedikit juga yang menyayangkan hal tersebut. Mereka menilai bahwa penutupan ini akan membatasi akses mereka dalam menikmati film-film gratis lagi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan penutupan ini, <em>Sketsa</em> mencoba mencari tahu bagaimana sudut pandang pengguna laman tersebut, yang kebanyakan dari kaum milenial apalagi mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini bagus sebenarnya, karena situs semacam itu jelas ilegal. Apalagi jikalau mau mendorong kemajuan industri perfilman tanah air,&rdquo; terang Derai Suryadi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini menambahkan jika penutupan tanpa solusi yang konkret juga bukan jalan satu-satunya. Ia menilai bahwa pemerintah harus lebih jeli memikirkan dampak setelahnya. Derai menambahkan, bahwa kota-kota yang belum tersedia bioskop juga perlu menjadi pertimbangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin pemerintah bisa bekerja sama dengan penyedia bioskop untuk menyediakan layanan streaming film yang sedang tayang. Semacam bioskop <em>online</em>, hanya saja lebih legal dan tertata penggunaannya,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Derai, Putri Yustisia juga menuturkan hal serupa. Ia menganggap fenomena penutupan ini cukup sulit dilakukan, mengingat penikmat situs <em>streaming online&nbsp;</em>sangatlah banyak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini sejujurnya jadi masalah serius karena buntutnya pasti pembajakan film. Apalagi kalau bukan menghambat industri film Indonesia,&rdquo; ungkap mahasiswi Psikologi 2018 ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jadi, terkait penutupan ini, sudahkan kamu <em>say goodbye</em> dengan penyedia layanan streaming film gratis beserta PeinAkatsuki atau Lebah Ganteng yang membantumu memahami isi film melalui <em>subtitle</em>? <strong><em>(sut/len) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lagi, Pemira FMIPA Berakhir Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-pemira-fmipa-berakhir-aklamasi/baca </link>
<guid> lagi-pemira-fmipa-berakhir-aklamasi </guid>
<pubDate> Mon, 06 Jan 2020 11:42:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FMIPA Berakhir aklamasi seperti tahun sebelumnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lagi-pemira-fmipa-berakhir-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FLWraTW104.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Lagi, Pemira FMIPA Berakhir Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah melalui proses panjang, akhirnya pada (27/12/2019) lalu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) laksanakan kegiatan pemilihan Presiden BEM dan Wakil Presiden BEM FMIPA.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Ditemui <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Jumat (20/12) lalu, M. Sigit Ariski selaku Ketua KPPR menjelaskan bahwa pemira tahun ini berakhir aklamasi seperti tahun-tahun sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Dari kami (KPPR) sebenarnya mau mengikuti tahun lalu seperti melawan kotak kosong, tapi dari DPM mengusulkan untuk aklamasi, karena kalo tetap mau dilanjutin takutnya bertabrakan dengan UAS. Jadi, langsung diumumin di kongres saja,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan Pemira FMIPA sendiri sempat menemui berbagai kendala, perubahan <em>timeline</em> salah satunya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya dari KPPR sudah menjadwalkan tahapan Pemira, seperti kapan debat paslon, melakukan kampanye, dan menyampaikan visi-misi. Tapi karena paslon 01 gugur verifikasi berkas dan yang lolos hanya paslon 02. Akhirnya <em>timeline</em> yang sudah dijadwalkan jadi dibatalkan,&rdquo; tutur mahasiswa Kimia angkatan 2018 ini.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Selain itu, Sigit juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemira tahun ini. Karena sebenarnya, KPPR sudah merencanakan dengan matang dan berusaha untuk Pemira tahun ini tak berakhir aklamasi. Namun nyatanya masih ada bakal pasangan calon yang gugur verifikasi berkas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Salah satu bakal calon tersebut tak lolos karena tidak memenuhi persyaratan pencalonan, yakni masih menempuh semester 3. Dalam AD/ART disebutkan bahwa syarat untuk mencalonkan diri adalah minimal menempuh semester 5.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga Pemira tahun depan, mahasiswa FMIPA mau mencalonkan. Sehingga paslonnya lebih dari satu, dan untuk lebih memperhatikan lagi syarat-syarat yang berlaku,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><em>Sketsa</em> kemudian menemui Igor Levi Satriani, Presiden BEM FMIPA yang terpilih secara aklamasi. Kepada <em>Sketsa,</em> dirinya mengungkapkan kegundahannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Pemira tahun ini, sangat tidak jelas dikarenakan dari KPPR nya sendiri yang tidak ada <em>follow up</em> ke kami. Sehingga dari kami bertanya-tanya tentang kelanjutan Pemira sendiri,&rdquo; ungkap mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2017 itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Menurutnya sangat susah untuk melawan aklamasi di FMIPA, karena kesan yang terbentuk seperti sibuk dengan praktikum dan laporan. Bagi Igor, organisasi merupakan wadah untuk bermain politik. Tapi mungkin karena faktor lingkungannya sendiri yang mengakibatkan mahasiswa tidak tertarik dengan organisasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Organisasi itu memerlukan pemikiran yang masih segar, tapi dari birokrat menerapkan peraturan untuk mahasiswa semester 1 dan 2 tidak diperbolehkan untuk mengikuti organisasi, sehingga menurutnya peraturan inilah yang membuat mahasiswanya malah menjauhi organisasi,&rdquo; terangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Igor pun juga menghimbau agar Pemira tahun depan, mahasiswa FMIPA bisa berkontribusi lebih. Apalagi keterlibatan aktif dalam BEM tahun ini mengalami kemunduran yang drastis.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Mungkin hal kecilnya seperti meramaikan, sehingga kita bisa merasakan tantangan demokrasi itu seperti apa. Karena kalau terus-terusan aklamasi, ini seperti mematikan pesta demokrasi,&rdquo; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Selain itu ia juga berharap untuk KPPR untuk meningkatkan komunikasi kepada paslon, kemudian DPM dapat lebih lebih memonitor jalannya Pemira. &ldquo;Karena dari saya sendiri itu gak enak sama paslon lain kalo tiba&ndash;tiba saya maju secara aklamasi,&rdquo; tutupnya.<strong><em> (ina/wil)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Risiko di Balik Fitur Dark Mode yang Lagi Tren </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/risiko-di-balik-fitur-dark-mode-yang-lagi-tren/baca </link>
<guid> risiko-di-balik-fitur-dark-mode-yang-lagi-tren </guid>
<pubDate> Tue, 07 Jan 2020 12:13:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bahaya Dark Mode </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/risiko-di-balik-fitur-dark-mode-yang-lagi-tren/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hPbwbTHGaE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Risiko di Balik Fitur Dark Mode yang Lagi Tren</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Mendekati penghujung tahun lalu, sejumlah pengembang aplikasi ponsel pintar baik Android maupun iOS mulai keranjingan merilis fitur <em>dark mode.</em></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Mulai dari Instagram, YouTube, Facebook, hingga WhatsApp adalah sederet aplikasi yang kini bisa dinikmati fitur <em>dark mode</em>-n<em>ya</em>. Selain itu beberapa perangkat juga sudah menyediakan fitur <em>dark mode</em> pada pembaruan sistem operasinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Mulai menjamurnya aplikasi yang menggunakan fitur ini dikarenakan minat masyarakat yang beranggapan bahwa <em>dark mode</em> dinilai lebih elegan dan tidak membuat mata cepat lelah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Tren penggunaan <em>dark mode</em> ini juga disambut baik oleh beberapa pengguna ponsel pintar. Termasuk juga sebagian mahasiswa, Roofy Prayogi adalah salah satu pengguna fitur <em>dark mode</em> ini. Menurutnya fitur <em>dark mode</em> sangat nyaman digunakan dan minimalis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Pemakaian fitur <em>dark mode</em> cukup nyaman karena tidak menyilaukan mata. Selain itu juga bisa menghemat penggunaan baterai,&rdquo; tutur mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi ini. Bahkan ia berharap semua aplikasi kelak dilengkapi dengan fitur <em>dark mode</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Namun, benarkah demikian? Meski dinilai tidak membuat mata cepat lelah karena tidak terlalu terang, namun nyatanya dark mode memiliki beberapa catatan tertentu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dilansir dari <em>cnnindonesia.com</em>, iFixit menyebut konsumsi baterai yang dihemat perangkat Android dengan mode gelap bisa sampai 63 persen. Wired juga menyebutkan bahwa penghematan ini baru bisa terjadi jika layar yang ditampilkan benar-benar berwarna hitam legam, bukan abu-abu gelap seperti pada beberapa tipe ponsel.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Di samping banyaknya kelebihan yang ditawarkan oleh aplikasi berfitur <em>dark mode</em>, beberapa hal di bawah ini juga bisa menjadi pertimbangan sebelum kamu mengaktifkannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Menurunkan Produktivitas Pengguna</strong></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Gaya hidup manusia yang cenderung beraktivitas di siang hari menjadikan kinerja otak lebih mendukung untuk melihat citra gelap yang ditampilkan di atas citra terang. Dengan menggunakan teks hitam di atas putih atau polaritas positif dalam mode terang, kita akan lebih mudah fokus pada tulisan, yang berdampak pada mudahnya kita mengidentifikasi huruf dan juga membaca dengan lebih cepat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Sebaliknya, menggunakan <em>dark mode</em> hanya akan membuat kita kesulitan untuk fokus pada tulisan yang ditampilkan sehingga kemampuan kita untuk memahami isi tulisan tersebut juga berkurang.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><strong>2. Ketegangan Mata yang Serius</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Teks hitam pada layar putih sebenarnya membantu mata kita untuk bekerja dengan efektif, karena iris mata tidak perlu terbuka dengan lebar untuk menyerap cahaya. Pupil pun akan menyempit sehingga membantu kita untuk fokus pada teks yang ditampilkan. Hal sebaliknya justru terjadi ketika kita membaca teks putih pada layar hitam.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Ketika kita membaca teks dengan dark mode, cahaya yang diterima oleh mata kita akan jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan light mode. Karena cahaya yang diterima hanya sedikit, iris mata kita perlu terbuka dengan lebar dan bekerja dengan lebih keras untuk menyerap cahaya.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Hal inilah yang menjadikan <em>dark mode</em> dapat menyebabkan mata kita mengalami ketegangan yang serius. Alasan yang sama juga menjadikan <em>dark mode</em> justru menyulitkan penderita agtigmatisme atau mata silinder untuk membaca teks dalam mode gelap.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><strong>3. Lebih Sensitif Terhadap Cahaya Terang</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Ketika kita terus-terusan menggunakan <em>dark mode</em></span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;mata kita akan beradaptasi dengan kondisi yang minim cahaya. Kondisi tersebut menjadikan mata kita menjadi lebih sensitif terhadap cahaya terang sehingga rasa tidak nyaman akan muncul ketika kita melihat pada layar terang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Nah, kamu tim mana nih original mode atau <em>dark mode</em>? <strong>(<em>sut/jen/wil</em>)</strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hercule Poirot's Christmas: Malam Natal Dengan Bumbu Misteri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/hercule-poirots-christmas-malam-natal-dengan-bumbu-misteri/baca </link>
<guid> hercule-poirots-christmas-malam-natal-dengan-bumbu-misteri </guid>
<pubDate> Wed, 08 Jan 2020 10:48:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi novel Agatha Christie </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/hercule-poirots-christmas-malam-natal-dengan-bumbu-misteri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JyxiwClmPF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hercule Poirot's Christmas: Malam Natal Dengan Bumbu Misteri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Penulis: Agatha Christie</p><p style="text-align: justify;">Negara: Inggris</p><p style="text-align: justify;">Genre: Kriminal</p><p style="text-align: justify;">Publikasi: Collins Crime Club</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 19 Desember 1938</p><p style="text-align: justify;">Halaman: 256 halaman</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Natal selalu identik dengan berbagai pernak-pernik cerah serta kegembiraan saat kumpul keluarga. Tak luput pula suasana damai, hangat dan tentram. Namun, Christie akan membawa kita kepada kisah pembunuhan brutal seorang pria di malam natal. Melalui tokoh sang detektif terkenal, Hercule Poirot kembali mengaktifkan &apos;sel-sel kelabu&apos; miliknya untuk mengungkap kasus misteri yang tak biasa ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Cerita diawali dengan Simeon, seorang ayah yang mengundang seluruh keluarganya untuk berkumpul merayakan Natal di Gorston Hall, kediamannya. Kecuali Alfred, anak sulungnya dan Lydia, istrinya (yang tinggal bersama dengan Simeon), anak-anaknya yang lain turut berdatangan.</p><p style="text-align: justify;">Mereka adalah George, anggota parlemen Westeringham yang datang dengan Magdalene, istrinya yang berusia 20 tahun lebih muda. Meskipun begitu George selalu meminta uang dari ayahnya untuk membiayai rumah tangganya.</p><p style="text-align: justify;">David, pelukis yang gagal dan meninggalkan Gorston Hall semenjak kematian ibunya (juga menuduh ayahnya sebagai pembunuhnya) datang istrinya, Hilda. David memilih kabur dari rumah karena tidak ingin bekerja dengan ayahnya. Simeon pun menyatakan akan mencoret nama David dari surat wasiatnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ada Harry, si anak hilang yang pergi dari rumah setelah mencuri uang Simeon. Ia datang seorang diri dari luar negeri. Kehadirannya membuat sang kakak, Alfred tidak senang.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya keempat putranya, datang pula seorang gadis bernama Pilar Estravados, cucu Simeon yang datang dari Spanyol. Pilar adalah anak Jennifer, putri Simeon satu-satunya yang menikahi seorang pelukis Spanyol yang telah meninggal. Ia datang tidak sekadar untuk merayakan natal, tetapi juga akan tinggal dengan kakeknya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan menuju rumah kakeknya, Pilar bertemu Stephen Farr, seorang laki-laki dari Afrika Selatan. Stephen mengaku sebagai anak dari kolega Simeon di Afrika Selatan. Saat bertamu di Gorston Hall, Simeon mengajaknya untuk tinggal selama natal.</p><p style="text-align: justify;">Pada sore saat malam natal (24/12), Simeon mengumpulkan mereka di dalam kamarnya. Tak disangka, Simeon mempermalukan semua anak laki-lakinya yang tak memiliki keturunan dan menyatakan niatnya untuk mengubah surat wasiat.</p><p style="text-align: justify;">Nahas, malam harinya Simeon ditemukan tergorok dan tewas dengan mengenaskan. Tak cukup dibunuh, berlian-berlian kasar miliknya yang bernilai 10 ribu <em>pound</em> hilang.</p><p style="text-align: justify;">Saat pembunuhan tersebut terjadi, Hercule Poirot kebetulan sedang berlibur di rumah temannya, yakni Kolonel Johnson sang kepala polisi di daerah itu. Kemudian anak buah Johnson, Inspektur Sugden mengabari bahwa telah terjadi pembunuhan di Gorston Hall. Maka, sang detektif pergi bersama kawannya menuju kediaman Simeon.</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari putranya, menantu, cucu, hingga orang terdekat Simeon langsung menjadi sasaran penyelidikan. Keduanya adalah Sydney Horbury, pelayan pribadi Simeon yang meninggalkan rumah pada saat kematian Simeon dan Tressilian, kepala pelayan Gorston Hall yang kebingungan karena peristiwa tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, siapakah orang yang mengakhiri hidup Simeon dengan tragis? Hingga babak terakhir dalam kasus ini, pembaca mungkin akan sulit sekali menebak dan memastikan siapa pelakunya.</p><p style="text-align: justify;">Kasus pembunuhan Simeon adalah kasus ruang tertutup yang cemerlang dengan perencanaan matang, yang kemudian dieksekusi dengan baik dan berhasil.</p><p style="text-align: justify;">Meski aksi si pembunuh begitu lincah, ia tetap terpukul mundur dengan kecerdasan Poirot dalam memecahkan kasus. Dengan apik, Christie menyiapkan kejutan tak terduga yang menjadi babak akhir dari peristiwa mengenaskan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Novel ini memuat kasus di mana Poirot menghadapi sebuah rencana pembunuhan brilian dan kompleks. Tertarik untuk membacanya? <strong>(len/rst)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Deadline </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/deadline/baca </link>
<guid> deadline </guid>
<pubDate> Thu, 09 Jan 2020 12:22:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerap dalam harinya manusia, kita temukan hal-hal di luar dugaan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/deadline/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i5HmkG05dZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Deadline</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku paling malas harus menginap bersama desain-desain majalah sial ini. Jujur saja, kalau bukan karena mati lampu di kos, aku tak akan bermalam di gedung jahanam ini. Berkali-kali kuhubungi anggota lainnya, tapi bukan mereka yang menyahut, namun suara halus seorang perempuan yang selalu mengatakan hal yang sama.</span></p><p style="text-align: justify;"><em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan...</span><br></em></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Berengsek! Setelah <em>deadline</em> ini berakhir, aku akan melepas tanggung jawabku sebagai ketua desain. Kuliah sudah cukup mengganggu hidupku, tapi hobiku ini rupanya lebih mengganggu dari dugaanku.</span></p><p style="text-align: justify;">Cepat-cepat aku menggerakkan tetikus dan segera meletakkan bagian desain yang sesuai. Sebisa mungkin <em>cover</em> ini harus selesai sehingga aku tak perlu menginap. Aku akan menggedor pintu kos siapapun yang mengaku berteman denganku.</p><p style="text-align: justify;">BRAK!</p><p style="text-align: justify;">Suara jatuh yang keras membuat jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Sebelum aku mulai berpikiran aneh dan mengerikan, segera kunyalakan <em>music player</em> dengan keras.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Permisi...&quot;</p><p style="text-align: justify;">Sangat memalukan, tapi aku berteriak kencang saat seseorang mendorong pintu sekretariat dan memunculkan kepalanya. Mataku kemudian mulai membiasakan diri. Oh, dia seorang gadis. Setelah pintu semakin terbuka, sosoknya lebih terlihat. Aku mengamatinya dari bawah ke atas.</p><p style="text-align: justify;">Kaki memijak tanah. Warna kulitnya bukan putih pucat, pakai seragam pramuka, menggotong tongkat-tongkat sendirian, maka bisa dipastikan kalau dia bukan setan. Aku menghela napas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maaf, saya teriak-teriak. Ada apa ya?&quot; tanyaku. Ia kemudian menunjuk ke arah tongkat-tongkat yang berjatuhan di lantai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bisa tolong bantu saya untuk angkat ini, Mas? Saya nggak kuat,&quot; jawabnya. Oh, kupikir hanya aku saja malam ini yang bernasib sial. Ia tampak kepayahan. Meski aku sangat ingin mengabaikannya karena desain yang belum rampung, tapi rupanya hati nuraniku masih berfungsi. Aku melangkah keluar, membantunya membereskan tongkat-tongkat tersebut, dan mengunci pintu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Biar saya bantu. Teman yang lain pada ke mana, Mbak?&quot; tanyaku. Ia diam sambil menundukkan kepala. Sedetik kemudian, ia menoleh dan menjawab.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lagi pergi, Mas. Tapi belum kembali sampai sekarang,&quot; sahutnya. Aku hanya bisa menyumpah dalam hati, bagaimana bisa gadis ini ditinggalkan sendiri dengan tongkat-tongkat biadab bersamanya. Kurasa para anggotaku tak lebih buruk dari anak-anak pramuka ini.</p><p style="text-align: justify;">Saat menaiki lantai tiga, lampu di atas kepala kami rupanya akan segera mati. Ia hanya berkedip-kedip dan membuatku semakin mati kutu karena takut. Aku lantas melirik kembali gadis ini. Oke, rupanya dia masih sama. Kakinya masih di lantai.</p><p style="text-align: justify;"><em>Mudahan dia bukan setan, amin</em>, doaku dalam hati.</p><p style="text-align: justify;">Sampai di depan gudang unit pramuka, ia mendorong pintunya dan langsung disambut dengan bebauan barang-barang tua yang mungkin bisa membuat tikus mati dalam sekejap.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ditaruh di sini aja, Mas,&quot; katanya. Aku, yang gengsi dan tak mau membantu setengah-setengah, ikut masuk dan mengikutinya ke dalam gudang. Anehnya, aku baru sadar kalau lampu ruangan ini sangat remang sampai aku tak bisa melihat terlalu jauh.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Anu, ini lampunya nggak diganti aja? Udah gelap gini...&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Woi, ngapain kamu?!&quot; teriak seseorang dari arah pintu.</p><p style="text-align: justify;">Aku menoleh ke belakang. Dua orang mahasiswa dengan kaus dan celana pendek tampak marah dan bingung menatapku. Langsung saja aku sadar, kalau mereka yang menelantarkan gadis ini sendirian. Kusingkirkan tongkat-tongkat itu dan mendatangi mereka.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hei, beraninya kalian ninggalin cewek sendirian! Bawa-bawa tongkat lagi! Kalian pikir bagus, ha?&quot; sergahku.</p><p style="text-align: justify;">Mereka tertegun dan saling menatap satu sama lain. Lelaki di depanku terlihat takut dan menelan ludahnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Em, bisa nggak kamu keluar dulu? Kami mau ngomong,&quot; kata si jangkung di depanku ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apaan sih...&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu dari unit apa? Kita ngobrol di sekretariat kamu aja,&quot; ucap temannya yang berbaju hijau di sebelahnya sambil mendorong bahuku keluar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Eh tapi dia gimana? Ditinggal?&quot; tunjukku ke dalam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Udah, kita turun dulu ya, nanti &apos;dia&apos; yang tutup pintu,&quot; sahut si jangkung.</p><p style="text-align: justify;">Aku dilanda bingung dan takut. Jangan-jangan mereka mau malak? Jangan-jangan mereka punya teman lain yang mau ngapa-ngapain cewek di atas? Atau mereka mau ngasih tahu sesuatu?</p><p style="text-align: justify;">Kami sampai di depan pintu sekre. Wajah mereka semakin bingung dan mulai kelihatan pucat dan takut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Anu, lain kali jangan diikuti ya, bahaya,&quot; ujar si baju hijau.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya, soalnya nanti kalo ada apa-apa kan bisa gawat,&quot; sahut si jangkung menimpali.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maksud kalian apa sih? Coba ngomong yang jelas!&quot; seruku mulai muak sembari mengingat <em>deadline cover</em> yang tinggal besok pagi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan muka yang ngeri, si jangkung memberikan penjelasan, dan aku ingin pipis di celana.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cewek yang kamu lihat itu, dia...penunggu di sini. Kamu nggak tahu ya? Kadang-kadang dia muncul di dekat unit mahasiswa pecinta alam, muncul di toilet sayap kiri, atau mondar-mandir di sekitar tangga dan lahan parkir,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Lututku lemas seketika. Jadi itu setan? Jelas-jelas kakinya memijak tanah! Tapi kalau dipikir, sejak tadi ia memang menundukkan kepala dan masuk gudang begitu saja tanpa reaksi apa-apa.</p><p style="text-align: justify;">Sialan, aku merinding luar biasa sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ah, kami juga minta maaf ya karena teriak-teriak. Soalnya kami yang harus jaga gudang malam ini. Pintunya belum diperbaiki, hehehe,&quot; kata si hijau.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oh iya, nggak apa. Makasih banyak ya. Kayaknya aku mau pulang aja deh, kerjaan belum kelar. Makasih banyak ya,&quot; ucapku. Aku segera membuka pintu sekretariat dan bergegas memasukkan barang-barangku ke dalam tas. Masa bodoh, aku takkan menghabiskan malam ini di sini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jon! Untung belum pulang! Ke kosan gue yuk, makan bakso!&quot; teriak seseorang di depan pintu sekretariat kami. Sebentar, kenapa Rafli ada di sini?</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lah, kamu ngapain di sini? Kok tahu aku di sini?&quot; tanyaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Disuruh sama anggotamu. Takut kamu diculik setan!&quot; sahut Rafli sambil tertawa. Aku merengut, lalu sadar bahwa dua mahasiswa tadi sudah tak ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oh, mereka tadi udah pergi ya?&quot; gumamku sambil mengunci pintu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hah? Mereka siapa? Cuma aku aja nih dari tadi!&quot; kata Rafli.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu, dua orang pake kaosan sama celana pendek!&quot; jeritku tak sabar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Wah, ngaco nih anak. Kamu tuh cuma sendirian tahu, di sini! Di parkiran cuma ada motor kita berdua. Tuh, lihat!&quot; serunya menunjuk lapangan parkir di bawah kami.</p><p style="text-align: justify;">Berengsek, memang hanya ada motorku dan motor butut Rafli.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yuk buruan cabut! Sekarang!&quot; ujarku sambil buru-buru menuruni tangga lantai dua. Rafli mengikuti dari belakang sambil berlari-lari. Dari sudut mataku, tepat di bawah lampu lantai tiga yang berkedip-kedip, aku melihat sesosok ramping yang melayang-layang.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sampai di parkiran, kami segera menyalakan motor dan melaju keluar dari gedung. Setelah ini, aku takkan lagi kemari sendirian!</span></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib FKTI Belum Jelas, Mahasiswa Kebingungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-fkti-belum-jelas-mahasiswa-kebingungan/baca </link>
<guid> nasib-fkti-belum-jelas-mahasiswa-kebingungan </guid>
<pubDate> Fri, 10 Jan 2020 12:33:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Polemik status dan legalitas FKTI. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-fkti-belum-jelas-mahasiswa-kebingungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9XRVuplD1N.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib FKTI Belum Jelas, Mahasiswa Kebingungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa hari belakangan, tersiar sebuah kabar yang kurang menyenangkan terkait status atau legalitas Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI). Pada Rabu (8/1) terlihat beberapa spanduk terpajang di area fakultas dengan tulisan yang provokatif.</p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;FAKULTAS ILEGAL! APA KABAR BIROKRAT #PERJUANGKANHAKKAMI</em>,&quot; bunyi salah satu spanduk yang terpasang.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa alasan, rupanya hal ini dipicu oleh tersebarnya surat dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Nomor B/788/C.C4/KB.03.00/2019 mengenai usul pendirian FKTI yang diajukan oleh Unmul. Terdapat tiga poin yang tertera dalam surat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, berdasarkan surat Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Nomor 4198/CC4/KL/2017 tanggal 5 Desember 2017 tentang Usul Pendirian FKTI, disebutkan bahwa usul pembentukan ini belum disetujui.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, sesuai dengan Surat Edaran Menristekdikti Nomor 05/M/SE/X/2017 tertanggal 31 Oktober 2017, terhitung sejak 1 November 2017 Menristekdikti telah melakukan penghentian sementara (moratorium) pembentukan fakultas dan jurusan pada perguruan tinggi negeri.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, atas kebijakan Menristekdikti mengenai efisiensi dan perampingan organisasi perguruan tinggi, program studi (prodi) pada fakultas yang diusulkan dapat diintegrasikan ke dalam fakultas yang sudah ada. Atas ketiga poin di atas, maka usulan yang Unmul ajukan untuk pendirian FKTI tidak dapat diproses.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, hal ini menimbulkan pertanyaan bagi civitas academica Unmul terkhususnya mahasiswa FKTI mengenai kejelasan akan status atau legalitas yang dimiliki oleh fakultas. Surat tersebut ramai-ramai diunggah mahasiswa ke media sosial masing-masing meluapkam rasa kecewanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kecewa sebenernya, kenapa baru sekarang kami tahu kalau status fakultas kami ternyata masih belum pasti, kenapa gak dari awal. Dan sekarang dampaknya ke kami yang semester akhir, jadi gak tahu statusnya,&quot; kata Hendra Wahyudi, salah satu mahasiswa FKTI.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seketika ngambang lulus dapat gelar apa, semoga aja gak benar,&quot; sebut Devi Yuliantika, mahasiswa FKTI lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Banyak mahasiswa semester akhir yang kemudian bingung dengan nasib studinya ke depan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak birokrat kampus terkait kasus ini. <strong><em>(</em></strong><strong><em>len/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Legalitas FKTI, Akhirnya Dosen Buka Suara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-legalitas-fkti-akhirnya-dosen-buka-suara/baca </link>
<guid> polemik-legalitas-fkti-akhirnya-dosen-buka-suara </guid>
<pubDate> Fri, 10 Jan 2020 13:06:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dosen angkat bicara perihal legalitas FKTI. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-legalitas-fkti-akhirnya-dosen-buka-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5q3xjoQY2r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Legalitas FKTI, Akhirnya Dosen Buka Suara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Banyaknya kabar yang simpang siur soal status FKTI, ditambah lagi setelah unggahan surat dari Kemenristekdikti tersebar. Membuat salah satu dosen FKTI, Reza Wardhana buka suara melalui unggahan <em>insta stories</em>-nya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam unggahannya, ia mencoba untuk meluruskan berbagai kabar terkait FKTI yang menurutnya tidak sesuai dengan keadaan lapangan, seperti ilegalnya FKTI dan prodi Ilmu Komputer.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya merasa perlu untuk mengonfirmasi tentang: 1.<span style="background-color: transparent;">&nbsp;Kabar tentang FKTI adalah ilegal it salah besar.</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;2. Kabar tentang program studi Ilmu Komputer ilegal juga salah besar,&quot; tulisnya pada unggahan </span><em style="background-color: transparent;">stories</em><span style="background-color: transparent;"> pertama, Jumat (10/1) tadi.</span></p><p style="text-align: justify;">Reza menuliskan, mahasiswa harus mengetahui bahwa terdapat dua unsur penyelenggaraan pendidikan di kampus. Yakni unsur manajerial yang meliputi fakultas dan jurusan, dan unsur fungsional pendidikan yang meliputi program studi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian untuk mendirikan sebuah prodi, pihak kampus perlu mengajukan izin kepada Dirjen Dikti untuk memperoleh legalitas penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan untuk fakultas dan jurusan, kampus dapat mendirikan fakultas yang diinginkan lalu mengajukan izin kepada Dirjen Dikti agar dapat diakui dalam Organisasi dan Tata Kerja (OTK).</p><p style="text-align: justify;">Pendirian FKTI sendiri didasarkan pada Surat Keputusan (SK) Rektor Unmul Nomor 602/KP/2016 dengan dua prodi di dalamnya, yakni Ilmu Komputer dan Teknik Informatika. Lalu dalam perjalanannya, FKTI mengajukan diri untuk diakui dalam OTK. SK Rektor ini sendiri akan berakhir pada Mei 2020.</p><p style="text-align: justify;">Saat moratorium keluar pada Oktober 2017 atas Surat Edaran Menristekdikti, FKTI akhirnya terkena dampak dari pemberhentian sementara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebagai Fakultas termuda di Unmul, FKTI terkena dampak dari moratorium tersebut.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Meski Unmul telah beberapa kali mengajukan agar dapat diakui dalam OTK, hal ini tak dapat diproses sebab adanya dasar efisiensi serta perampingan organisasi di PTN yang didukung moratorium yang diterbitkan.</p><p style="text-align: justify;">Terkait prodi Ilmu Komputer, disebutkan oleh Reza bahwa ini tak ada hubungannya dengan penggabungan FKTI dengan fakultas lain, meski berada pada <em>timeline</em> yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Izin penyelenggaraan prodi Ilmu Komputer sendiri telah ada sejak 2002, kemudian disusul oleh prodi Teknik Informatika pada 2010. Ini bermakna bahwa kedua prodi tersebut telah melalui proses legalisasi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Reza juga menanggapi isu penggabungan prodi Ilmu Komputer dengan prodi Teknik Informatika yang akan dileburkan menjadi prodi Informatika (tanpa Teknik). Menurutnya, keputusan ini diambil atas kebutuhan pasar akan lulusan prodi di perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Ini didasarkan pada Pedoman Nomenklatur atas Penamaan Program Studi Nomor 275 Tahun 2017, Nomor 33 Tahun 2018, dan Nomor 47 Tahun 2019. Di mana dalam pedoman tersebut, nama Ilmu Komputer/Teknik Informatika/Informatika adalah program studi dengan arti yang sama.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maka menyikapi perkembangan tren ini dan agar tidak terjadi kerancuan kedepannya, Prodi Ilmu Komputer dan Prodi Teknik Informatika yg ada di FKTI digambungkan menjadi satu dengan mengambil nama Informatika,&quot; lanjut Reza dalam unggahannya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan dibuatnya keputusan tersebut, maka FKTI kemudian mengajukan sejumlah prodi baru untuk memenuhi kebutuhan pasar terhadap lulusan Teknologi Informasi.</p><p style="text-align: justify;">Sebut saja prodi Sistem Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Rekayasa Sistem Komputer, dan Teknologi Informasi. Nama-nama prodi tersebut dahulunya hanya mata kuliah sebelum akhirnya ditetapkan dalam Pedoman Nomenklatur sebagai prodi.</p><p style="text-align: justify;">Setelah FKTI mengajukan beberapa prodi baru tersebut, izin penyelenggaraan untuk prodi Sistem Informasi dikeluarkan oleh Dirjen Dikti. Kemudian, fakultas mulai menerima mahasiswa baru sejak 2019 untuk prodi ini.</p><p style="text-align: justify;">Mengakhiri postingannya, Reza meminta mahasiswa FKTI untuk sabar dan mengingatkan bahwa moratorium ini bersifat sementara, yang sewaktu-waktu dapat dicabut. Ia berpesan agar civitas academica FKTI memantaskan diri, sehingga ketika moratorium dicabut, fakultas dapat mengajukan diri kembali sebagai fakultas telah diakui.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian mengonfirmasi Reza melalui <em>Direct Message</em> (DM) <em>Instagram</em>. Dia kemudian membenarkan surat dari Kemenristekdikti yang beredar selama ini. Serta bagaimana nasib FKTI ke depan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ia benar,&quot; jawabnya singkat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seluruh pejabat FKTI masih termasuk dekan masih menjabat sampai mei 2020. Atau smpai secara resmi FKTI bergabung dengan fakultas lain,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait unggahan <em>insta stories-</em>nya, Reza merasa sakit hati jika ada yang menyebut FKTI ilegal, sehingga dia perlu meluruskan semuanya. Karena memiliki tanggung jawab atas FKTI.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa waktu berselang, Reza kemudian Dia kemudian merevisi beberapa keterangan atas uanggahannya, terutama terkait peleburan FKTI dengan fakultas lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Beberapa mungkin yg saya revisi mbak ya, FKTI bukan dilebur ke fakultas lain, tp di Indukan. Ini dilakukan untuk legalitas lulusan FKTI setelah SK FKTI habis masa berlakunya Mei 2020,&quot; tulisnya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Terkait gedung baru yang digadang-gadang merupakan miliki FKTI di dekat Fakultas Teknik (FT) setelah kabar ini muncul, Reza berharap agar gedung tersebut masih menjadi milik FKTI yang bisa digunakan untuk kegiatan mahasiswa dan dosen FKTI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, <em>Sketsa</em> masih terus berupaya melakukan konfirmasi ke berbagai pihak.<strong><em>&nbsp;(l</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>en/wil)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gajah Mati Meninggalkan Gading, Manusia Mati Tinggalkan Global Warming </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/gajah-mati-meninggalkan-gading-manusia-mati-tinggalkan-global-warming/baca </link>
<guid> gajah-mati-meninggalkan-gading-manusia-mati-tinggalkan-global-warming </guid>
<pubDate> Sat, 11 Jan 2020 08:56:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gajah mati tinggalkan gading. Manusia mati tinggalkan global warming. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/gajah-mati-meninggalkan-gading-manusia-mati-tinggalkan-global-warming/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zWRApc5jtm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gajah Mati Meninggalkan Gading, Manusia Mati Tinggalkan Global Warming</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ling-kung-an. Dapat diartikan ke dalam segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan memengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Ya, saya kutip dari <em>Wikipedia</em>, namun kurang lebih artinya memang demikian, intinya lingkungan adalah tempat kita tinggal, tumbuh, dan berkembang (biak). Kalau lingkungan bengkok, namanya lengkungan. Ya, saya memang bercanda.</p><p style="text-align: justify;">Rex Reyler, salah seorang pendiri <em>Greenpeace International</em> menyatakan dalam tulisannya, kesadaran manusia akan lingkungan dimulai sejak 5000 tahun yang lalu. Dalam agama Veda, pengikutnya memuji hutan. Agama Tao mengajak pengikutnya untuk hidup mengikuti pola alam. Agama Buddha mengajar kasih kepada semua makhluk hidup.</p><p style="text-align: justify;">Pun demikian dengan ajaran-ajaran di Mesopotamia, Yunani Kuno, bahkan di kalangan suku Indian. Penduduk dunia kuno banyak mengajarkan tentang keseimbangan alam dan bagaimana manusia harus menjaganya.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Ribuan tahun berlalu, layaknya nasihat orang tua dan seiring berjalannya waktu, ajaran nenek moyang mudah terlupa</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;dari benak anak-cucunya. Kini kita semua hidup di tengah ketidakseimbangan lingkungan yang cukup parah. Sebut saja mencairnya es di kutub, perubahan iklim, banjir karena sampah dan pendangkalan, pencemaran lautan, hingga kebakaran hutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Manusia sudah tidak bersahabat dengan alam. Kita semua merusak lingkungan dan berlindung dengan dalih membangun peradaban. Lihat saja ke tongkang dan ponton yang lalu lalang di sungai atau digempurnya bukit kapur untuk disulap menjadi semen. Bukankah itu untuk membangun kota yang katanya lebih beradab?</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Mungkin, di masa depan kita tidak akan melihat lagi hinaan anak kecil kepada kawannya yang berbunyi, &quot;<em>Dasar monyet kamu!</em>&quot; Karena monyet sudah tidak ada saat itu. Belantara mulai terkikis habis, tumbuh jadi beton-beton. Sungai bukan lagi jadi habitat ikan Mas dan Mujair, tapi jadi tempat berenang kantung plastik dan pembalut bersayap bekas pakai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Akal serasa benda tumpul, karena solusi kita juga dangkal. Walaupun gaya hidup pro lingkungan mulai naik pamornya belakangan ini. Seperti menolak plastik dan memakai <em>totebag</em></span><span style="background-color: transparent;">, atau memakai sedotan berbahan <em>stainless steel</em> sebagai pengganti plastik.</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, gaya hidup itu hanya &lsquo;gaya&rsquo; dalam &lsquo;hidup&rsquo;. Tidak menjadi kebiasaan yang betul-betul baik, serta tidak memberi perubahan yang ciamik.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Perilaku kita membuat saya tidak percaya dengan teori Darwin bahwa manusia itu dari binatang. Tidak ada binatang yang menebang hutan, tidak ada binatang yang mencemari lautan, dan tidak ada binatang yang menghasilkan gas polutan. Binatang hidup di bumi hanya untuk numpang makan lalu jadi tulang.</span></p><p style="text-align: justify;">Lantas untuk apa hidup manusia? mungkin untuk menghancurkan lalu hilang.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mochamad Fernanda Fadhila, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anah, Gigih dalam Berbisnis Hingga Membuahkan Prestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/anah-gigih-dalam-berbisnis-hingga-membuahkan-prestasi/baca </link>
<guid> anah-gigih-dalam-berbisnis-hingga-membuahkan-prestasi </guid>
<pubDate> Sat, 11 Jan 2020 09:48:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok Anah, wirausahawan Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/anah-gigih-dalam-berbisnis-hingga-membuahkan-prestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zfyvmAEIP9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anah, Gigih dalam Berbisnis Hingga Membuahkan Prestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Terjun ke dalam dunia bisnis bukanlah hal yang mudah. Berbagai rintangan mesti dihadapi dalam menjejaki dunia bisnis. Tak jarang, kata gagal pun turut menghantui. Akhirnya banyak yang tidak bertahan dalam bisnisnya, namun tidak sedikit pula yang pantang menyerah dengan usaha yang dilakoni.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Salah satunya yaitu Anah, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang tak menyerah walau pernah gagal dalam berbisnis. Anah menggeluti dunia bisnis sejak 2016, dari menjadi <em>reseller</em> hingga memiliki produk sendiri. Jatuh bangun dalam bisnis ia rasakan saat menjalani prosesnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Mengawali dengan menjadi <em>reseller</em>, Anah menjual berbagai produk seperti kosmetik, tas, dan sepatu ke kelas-kelas. Pada saat itu juga Anah pertama kalinya mengeluarkan modal sebanyak 300 ribu untuk produk yang akan dijual atas permintaan temannya, namun hasilnya tidak sesuai dengan harapan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Ketika saat itu, saya merasa mendapat jaminan sama teman saya. Ketika saya beli produk itu maka mereka akan beli produk itu setelah barang <em>ready</em>,&rdquo; ceritanya saat diwawancarai via <em>Whatsapp</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Namun harapan saya tidak sesuai dengan kenyataan. Bahkan, mereka tidak beli produk itu. Saya merasa bahwa saya tertipu oleh teman saya sendiri.&rdquo;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Kehilangan modal lantas tak meruntuhkan semangatnya untuk terus berjuang dalam berbisnis. Anah lalu membuat produknya sendiri yaitu lulur tradisional <em>bedda lotong</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Inspirasi usaha ini datang dari hobinya yang suka meracik, seperti meracik masker organik. Namun, Anah memilih untuk fokus pada produk lulur daripada masker, menilai dari proses pembuatan masker organik yang lebih repot. Lulur <em>bedda lotong</em> sendiri turun temurun dari suku bugis, dan biasanya dijual dalam bentuk yang basah.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Menurutnya, tampilan produk yang seperti itu daya tahannya kurang lama, sehingga Anah membuat inovasi menjadikannya bentuk serbuk. &ldquo;Jadi cocok banget buat mahasiswa atau pelajar yang di tempat kosannya gak ada kulkas,&rdquo; jelasnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam menjalani bisnis lulurnya, ia tidak selalu menemui jalan yang mulus. kendala yang ditemui Anah salah satunya adalah fluktuasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Jadi turun naik permintaan konsumen. Biasanya tuh lagi rame-ramenya pada saat menjelang masuknya bulan Ramadan,&rdquo; kata mahasiswi jurusan Manajemen ini. Selain itu, hambatan lain yang ditemui yaitu pada saat menemui konsumen yang kurang baik.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Bagi Anah, kegagalan dalam bisnis adalah hal yang pasti. Anah menghadapi kegagalan dan mengatasinya dengan cara memperkuat komitmennya. Melihat kembali bagaimana memperjuangkan usaha dari awal sebagai motivasi untuk bangkit dari kegagalan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Ketika kita di awal kemarin mampu untuk melewati, kenapa pada saat gagal pertama aja misalnya gagal satu, dua kali aja udah nyerah&rdquo; tuturnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Berkat kegigihan dan perjuangannya menekuni dunia bisnis, Anah berhasil meraih Juara 1 Duta Wirausaha Unmul 2019. Meski awalnya sempat minder karena saingannya sudah memiliki bisnis yang besar, Anah tetap mencoba dan membuahkan hasil yang manis. Menurutnya, pantang menyerah dan konsisten menjadi kunci untuk <em>survive</em> di dunia bisnis.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Sebisa mungkin habiskanlah jatah gagal kita di masa muda karena kita nggak pernah tahu kedepannya kita seperti apa. Ketika kita masih muda tapi kita mudah menyerah, yaudah perkembangan kita sampai situ aja,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(rth/wuu/len)</em></strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dasar Manusia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dasar-manusia/baca </link>
<guid> dasar-manusia </guid>
<pubDate> Sun, 12 Jan 2020 10:51:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Manusia seringkali luput banyak hal. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dasar-manusia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e5gY5NB2sV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dasar Manusia</h1>
			              </header>
			              <p>1/ Dasar manusia,</p><p>datang jika butuh</p><p>ingat jika jatuh</p><p>selesainya, tiba-tiba menjauh</p><p>penyakit lupa ingatannya jadi kambuh</p><p><br></p><p>2/ Dasar manusia,</p><p>sibuk jadi alasan</p><p>sengaja menghindar karena bosan</p><p>lupa akan lisan</p><p>meninggalkan buruk pada kesan</p><p><br></p><p>3/ Dasar manusia,</p><p>saat dibutuhkan, ia bertanya itu siapa</p><p>tak mau diajak berjumpa</p><p>tak ingat masa susah pernah menimpa</p><p>saat senang tak bisa rasakan nestapa</p><p><br></p><p>4/ Dasar manusia,</p><p>sukanya ingkar janji</p><p>inginnya selalu dipuji</p><p>padahal perbuatannya keji</p><p>manusia baik hanya ada dalam imaji</p><p><strong><em>Sebuah puisi karya Briandena Silvania Sestiani, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Akuntansi 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Kata Ajaib </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tiga-kata-ajaib/baca </link>
<guid> tiga-kata-ajaib </guid>
<pubDate> Tue, 14 Jan 2020 11:44:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam hidup, sering kita luput untuk mengucap tiga kata berarti bagi orang lain. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tiga-kata-ajaib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6rtq18nvEl.png" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Kata Ajaib</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Maaf, tolong, dan terima kasih. Ketiga kata ini sering disebut sebagai tiga kata ajaib. Bukan tanpa alasan, ketiga kata ini mampu membawa keajaiban dalam hidup kita. Tolong, merupakan kata yang diucapkan saat kita membutuhkan bantuan dari orang lain. Terima kasih, kita gunakan sebagai wujud ekspresi rasa syukur. Dan tiga kata ajaib yang terakhir adalah maaf. Maaf sebagai ungkapan penyesalan atas suatu kesalahan atau bisa juga digunakan sebagai wujud perizinan dalam melakukan suatu hal.</span></p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, dewasa ini sangat jarang ditemui orang-orang yang mau mengatakan ketiga kata ini. Saya rasa hal ini aneh, apa sulitnya mengucapkan ketiga kata ini? Seringnya kita lalai dan enggan mengucapkannya. Gengsi. Ya, rasa gengsi membuat kita malas berucap tiga kata ini.</p><p style="text-align: justify;">Contohnya saja, mengucapkan kata tolong saat meminta bantuan. Cenderungnya kita tidak mengucapkan kata ini. Dan, nahasnya kita biasa saja melakukan hal ini pada orang tua, teman, keluarga, bahkan pada pasangan kita sendiri. Kenapa hal itu lantas terjadi? Misalnya, saat kita butuh bantuan ketika kesulitan membawa barang yang berat. Karena merasa telah akrab dengan kawan, kita seenaknya meminta bantuan tanpa mengucapkan kata tolong. Seperti &ldquo;eh berat nah, angkat pang!&rdquo;. Wah, mengerikan sekali jika kita berlaku demikian. Padahal, untuk mengucapkan hal ini tidak melulu hanya pada orang asing. Orang paling dekat sekalipun seharusnya juga kita perlakukan demikian.</p><p style="text-align: justify;">Pada kasus lain misalnya, saat kita berbuat salah. Mulut sangat berat berkata maaf, padahal diri ini mengetahui bahwa telah berbuat salah. Tak jarang, saya menemui orang yang berbuat salah tapi enggan mengucap maaf, bahkan memutar balik kata seolah dirinya tak salah. Sampai sini, saya hanya mampu geleng-geleng kepala. Semoga, kamu yang membaca tulisan ini tidak berlaku demikian ya. Terlebih pada orang-orang terdekatmu.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kata maaf juga dapat digunakan saat kita meminta izin melakukan suatu hal. Misal, saat ingin meminjam barang kepada teman. Kita dapat mengatakan &ldquo;maaf bolehkah saya pinjam bukumu?&rdquo; Serius, ini bukan hal yang aneh.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir adalah terima kasih. Mengucapkan terima kasih merupakan wadah untuk mengekspresikan rasa syukur. Rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan. Hal ini dapat berupa banyak hal, seperti mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan dari orang lain, atau saat diberikan hadiah oleh orang-orang terkasih. Nikmat Allah tidak hanya sebatas harta tetapi lebih dari itu. Saya meyakini bahwa setiap agama memiliki ucapannya tersendiri untuk mengatakan rasa syukur. Dalam agama Islam, kita mengenal Alhamdulillah sebagai wujud rasa syukur. Kedua kata ini, memiliki esensi yang sama. Dan harusnya kita sering mengucapkan demikian.</p><p style="text-align: justify;">Sejatinya ketiga kata ini memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat saat diucapkan dengan cara yang benar dan waktu yang tepat. Ketiga kata ini, mampu merubah lawan menjadi kawan. Mampu meredam amarah, dan mampu membuat kamu lebih dihargai orang lain. Loh kenapa bisa? Tentu saja bisa. Dengan sering mengucapkan ketiga kata ini, membuat kamu lebih menghargai orang lain. Oleh sebab itu, orang lain juga akan lebih menghargaimu. Jika kamu tidak terbiasa untuk mengucapkan hal ini, tentu akan mengalami kesulitan untuk memulai. Tapi jika tidak sekarang hal itu dimulai, mau kapan lagi?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Semakin bertambah usia, harusnya kita menjadi lebih tau etiket dalam berkomunikasi terhadap orang lain. Sangat diperlukan ketiga kata ini diucapkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Yuk! Berubah bareng!&nbsp;</p><p><strong><em>Ditulis oleh Halimatusya&apos;diyah mahasiswi FIB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dari Bapak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/dari-bapak/baca </link>
<guid> dari-bapak </guid>
<pubDate> Wed, 15 Jan 2020 12:40:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dari bapak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/dari-bapak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1JsT2YqAux.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dari Bapak</h1>
			              </header>
			              <div autocomplete="on" class="fr-element fr-view" contenteditable="true" dir="auto" spellcheck="true"><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em><strong>Nanti kamu tahu kalau sudah besar, ini bekal Bapak buat Elisa, Bapak titip ya</strong></em>.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tak hentinya aku memandangi kotak kaleng biskuit yang Bapak pesan kepadaku untuk membukanya kala usiaku menginjak 20.</p><p style="text-align: justify;">Per 11 Maret 2012, aku Elisa, 20 tahun.</p><p style="text-align: justify;">19 Desember 2008.</p><p style="text-align: justify;">Seperti biasa pada senja hari Ibu menyajikan semur daging beserta irisan cabai kesukaanku, oh ya tak lupa kangkung balacan kesukaan Bapak. Aroma hangat kangkung menyerbak pada setiap sudut rumah makan kendati hanya sebuah sayuran yang mudah dijumpai. Namun olahan tersebut, merupakan kuliner legendaris keluarga Asmoro, serta seperti biasa pula kami menunggu kedatangan Bapak untuk makan malam bersama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Eits. Tunggu Bapak pulang, cuci tangan dulu, dan intip sedikit jendela El,&rdquo; pinta Ibu kepadaku yang hendak bergegas menduduki kursi meja makan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selalu deh, Bapak tidak sayang kita apa ya bu? Pulang telat terus, dinas terus,&rdquo; keluhku pada Ibu sembari melakukan hal yang dia minta.</p><p style="text-align: justify;">Ibu melihatku sembari menghela napas, menata kembali kudapan yang berada di meja makan dan sesekali melihat detik jam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bapak kerja buat kita Elisa, Buat mbak sekolah juga, yuk berhenti marah ke Bapak, <em>toh</em> Bapak ga pernah pelit ngasih mbak uang saku kan?&rdquo; ucap Ibu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hm,&rdquo; sahutku.</p><p style="text-align: justify;">Di antara percakapan Ibu Helen dan anak gadisnya, suara pagar yang terbuka terdengar. Pasti Bapak, kedatangan Bapak, satu-satunya hal yang memaksa menunda lapar dan dahagaku adalah kedatangan beliau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Klik,&rdquo; suara kunci membuka pintu ruang tamu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bapak pulang,&rdquo; ucap pria paruh baya yang masih mengenakan kemeja garis-garis berwarna hijau <em>tosca</em> lengkap dengan tanda pengenal perusahaan yang mengalungi lehernya, tertulis Asmoro Alexander, ya dia adalah Bapak.</p><p style="text-align: justify;">.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak, <em>mangan</em>, <em>wis</em> kubuat kangkung kesukaan Bapak, ini nasi putihnya,&rdquo; sahut Ibu sembari menyiapkan hidangan Bapak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Puji Tuhan, ayo El kita makan,&rdquo; balas Bapak.</p><p style="text-align: justify;">Kedatangan Bapak pada hari itu entah kenapa membuatku kesal, seperti aku berada pada puncak emosiku ketika setiap hari berganti menunggu Bapak atau &apos;kehadiran&apos; Bapak untuk berkumpul bersama keluarga kecilnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak, Bapak kenapa sih pulang telat terus? Orang kantoran jug pulang jam 5, Bapak selalu sampai jam 7, kapan Bapak ada waktu buat Elisa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Elisa! Bapak mu baru pulang, kamu bicara apa?!&rdquo; tutur Ibu yang menatapku kesal melihat perilaku anak semata wayangnya pada senja itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Wis</em>, <em>wis</em> sudah Bu. Nak, habis makan, ada yang mau Bapak kasih liat ke Elisa, pasti kamu senang! Kado natal!&rdquo; sambung Bapak dengan semangat.</p><p style="text-align: justify;">Bapak merupakan salah satu pegawai administrasi pada salah satu bank swasta terkenal di sekitar kawasan Glodok. Sudah mengabdi hampir 5 tahun, status Bapak tidak pernah mengalami kenaikan jabatan, hal tersebut yang membuatku meradang mengingat Bapak yang telah berusaha keras dan setia hingga kerap kali melupakan keluarganya tak pernah mendapat keadilan dari tempat beliau bekerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara Ibu? Ibu merupakan seorang ibu rumah tangga, kendati tak ingin berharap lebih dengan penghasilan Bapak ditambah dirinya merupakan pribadi yang gemar berkegiatan, ibu membuka usaha kue kering kecil-kecilan. Pesanan akan membludak ketika menjelang hari raya seperti Idulfitri dan Natal.</p><p style="text-align: justify;">Ya, kegiatanku tak seperti anak pada usiaku saat itu yang dengan mudah berkumpul dan menonton Jikustik hingga langit gelap, keadaan memaksaku untuk membantu Ibu dan kue-kuenya guna berjalannya roda perekonomian keluarga Asmoro. Tuhan&hellip;&hellip;seperti tidak adil pada Elisa ya?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa kadonya sekarang, Pak? Jangan bilang, Bapak tidak bisa natalan sama Ibu sama Elisa tahun ini?&rdquo; tanyaku curiga bercampur aduk dengan rasa marah yang menyelimuti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sepertinya begitu Nak, maka itu ini Bapak senang sekali dengan kado ini untukmu El, sini-sini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BAPAK SELALU BEGITU! Mending bapak berhenti kerja aja disana yang enggak menghargai Bapak sama sekali!&rdquo; teriakku yang lantas segera meninggalkan ruang makan menuju kamar.</p><p style="text-align: justify;">Suasana menjadi keruh, ketika Ibu hampir tersulut pula emosinya melihat keadaanku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Elisa! Benar-benar ya anak itu!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Udah Bu, anak muda, emosinya belum stabil, nanti Eli ngerti keadaan ini akan membuatnya menjadi manusia sesungguhnya di masa mendatang, Bapak bicara dulu ya sama Elisa,&rdquo; sambung Bapak kepada Ibu sembari berusaha menenangkannya.</p><p style="text-align: justify;">.</p><p style="text-align: justify;">Bapak membawa kado yang berbentuk kubus berbalutkan kertas kado berwarna hijau denga pita merah di atasnya menuju kamarku.</p><p style="text-align: justify;">.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;El, Bapak mau ngomong bentar nak, boleh?&rdquo; terang Bapak yang berada tepat di depan pintu kamarku pada waktu itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Elisa, tidak suka! Elisa tidak mau!&rdquo; balasku membentak diiringi tangisku</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bentar nak,&rdquo; tutur Bapak dengan mencoba membuka pintu kamarku yang tak terkunci.</p><p style="text-align: justify;">Pada saat itu aku duduk di samping kasurku sembari menutupi diri dengan selimut rajut berwarna nilaku, memeluk Bonnie boneka kucing kesayanganku pemberian Bapak pada saat aku berusia 5 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Bapak menghampiri diriku dan duduk di sebelahku dengan mengelus pundakku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Elisa, Bapak minta maaf, bapak tidak menjadi Bapak yang selalu ada untuk kamu nak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bapak selalu peduli dengan kertas-kertas Bapak itu! Bapak lebih utamakan Bos Bapak yang masa tidak mikir sih pegawainya juga punya keluarga?!&quot; ucapku sembari menangis dan berusaha mengusap air mataku. Aku tak bisa membendung tangisku ketika Bapak berusaha merendahkan dirinya dan meminta maaf pada putri kecilnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selamat Natal, Elisa Anggraini, putri Bapak yang kuat, berbakti sama orang tua membantu Ibu buat kue, setia nunggu Bapak pulang setiap jam makan malam, di saat anak seusia kamu yang lain mungkin tak akan tahan untuk melakukan kegiatan monoton seperti itu, Bapak bukan bapak yang selalu ada buat kamu, Bapak juga bukan orang tua yang sempurna nak, tapi Bapak percaya, Tuhan berikan anugerah pada keluarga kita melalui perjuangan kita untuk keluarga kita. Bapak yang bekerja, Ibu yang menemani Elisa, Elisa yang menjaga dan menyayaingi Bapak dan Ibu hingga detik ini, Bapak sayang kamu Nak,&rdquo; ucap Bapak yang tak kuasa menahan air matanya dan memeluk tubuh mungilku.</p><p style="text-align: justify;">Aku tak kuasa akan bait-bait kata yang Bapak ucapkan, lantas aku langsung memeluk Bapak kembali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak, Elisa minta maaf ya pak, sudah keterlaluan sama Bapak, Elisa durhaka, Elisa egois tidak bisa mengerti Bapak,&quot; ucapku dengan nada terbata-bata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya nak, Bapak tidak pernah sakit hati sama kamu, ini kado natalmu, Bapak harus dinas natal besok ke Denpasar menemani pak Edy bos bapak menghadiri salah satu agenda natal dan tahun baru di sana, tapi percaya nak, Bapak sangat ingin merayakannya dengan kalian, kita berdoa bersama nanti ya, telpon Bapak, pada malam natal Bapak akan pimpin doa via telpon tapi ya,&rdquo; ucap Bapak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya Bapak, Elisa mengerti, beda sejam saja kok Jakarta sama Denpasar, laksanakan Pak Asmoro!&rdquo; ucapku riang seolah tak lagi merasa sepi atas kehangatan Bapak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nak, ini ada kado, kado ini spesial sekali, Bapak harap Elisa bersabar, buka ini pada usiamu menginjak 20 Nak,&rdquo; kata Bapak sembari menyodorkan hadiah berbentuk kubus tersebut ke hadapanku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa 20 pak? Kenapa tidak sekarang? 16? Biar <em>sweet sixteen</em> gitu,&rdquo; ucapku</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menjadi 20 itu pasti, menjalankan prinsip 20 itu pilhan, nanti Elisa bakal mengerti sendiri,&rdquo; senyum Bapak kepadaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oke deh, bearti kado tahun selanjutnya ada kan Pak? Gak dibuka pas aku 21 kan? Ini hadiah apa investasi pak?&rdquo; tawaku pada Bapak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hahaha, anak Bapak bercandanya sudah kayak mbak-mbak pekerja saja&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kamarku menjadi hangat atas percakapanku dan Bapak. Aku merasa damai, tenang, ketika bersamanya. Aku berterima kasih pada Tuhan menempatku terlahir pada keluarga kecil Asmoro, kendati kecil dan tak sempurna, begitulah kehidupan. Aku bersyukur mampu menghadapi situasi pemanasan ini pada usia 16 ku. Benar ucap Bapak, berkat situasi ini aku menjadi kuat dan belum tentu orang lain mampu setegar diriku. Maha besar Tuhan dengan segala karunia-Nya, ia tidak pernah buta.</p><p style="text-align: justify;">.</p><p style="text-align: justify;">11 Maret 2012.</p><p style="text-align: justify;">4 tahun berjalan dengan cepatnya. Pesanan kue kering Ibu kian laris, berkat oven kompor yang saat ini telah kami miliki. Ibu juga sudah mampu mempekerjakan 3 pegawai tetap di dapur kecilnya. Kegigihan dan semangat Ibu membuat usaha kue kering kami semakin terdengar pada pasar dan kegiatan inilah yang menjadi roda perkenomian keluarga Asmoro sejak Bapak kembali menuju surga-Nya pada Natal 4 tahun silam.</p><p style="text-align: justify;">Iya, ketika beliau sedang menjalankan dinasnya. Tepat pada hari natal 25 Desember 2008, kami mendapat kabar dari perwakilan bank menyatakan Bapak terkena serangan jantung akibat kelelahan pada sore hari. Malam sebelumnya, aku bersyukur Tuhan masih memberiku dan Ibu kesempatan untuk melakukan doa bersama Bapak. Siapa yang tahu, itulah saat terakhir interaksi kami dengan Bapak sebelum berpulang dengan peti mati bukan dengan berjalan.</p><p style="text-align: justify;">Dua tahun yang berat aku lalui, emosiku yang tidak stabil, urusan percintaanku yang kerap kali kandas, karena aku mencari sosok yang mampu menyayangi dan mengasihiku sebagaimana Bapak lakukan hingga aku takut akan kehilangan seseorang, namun tragedi-tragedi tersebut membuatku bangkit atas pesan Bapak. &ldquo; Aku menjadi kuat&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menghela napas dan setelah cukup memikirkan lama, aku yang kini berusia 20 berusaha membuka hadiah yang telah Bapak janjikan sejak 4 tahun lalu. Satu per satu aku buka dari bungkus hingga isi, nampak sebuah kumpulan kertas lengkap bersama fotoku sejak umur 1 bulan hingga 16 tahun pada kotak kaleng biskuit tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Setiap kertasnya Bapak menuliskan peristitwa yang terjadi pada umurku. Seperti pada usia 6 bulan, ternyata Bapak berusaha memberikan &ldquo;makanan&rdquo; lembek pertamaku selain ASI Ibu Helen berupa pisang yang dihaluskan. Lalu pada usia ku menginjak satu dekade, Bapak mengaku bangga denganku mengikuti lomba balap kelereng pada lomba 17-an di sekitar komplek kendati bukan aku pemenangnya tertulis &ldquo;Elisa selalu menjadi pemenang di hati Bapak&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku tak mampu menahan air mataku sekali lagi, kertas-kertas tersebut membawaku kepada kenanganku bersama Bapak. Aku merindukan Bapak. Namun kepergian Bapak mengajarkanku banyak hal, aku mampu memaknai hidup lebih lagi juga mendorongku menggapai cita dan harapan demi seseorang yang saat ini akan ku jaga dengan sebaik mungkin dan satu-satunya sandaran yang aku miliki, Ibu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari Bapak untuk Elisa, 20 merupakan angka kehidupan dimana kamu mencari, mendapat, dan menyelami segala sesuatunya yang terjadi, Bapak yakin hal-hal baik akan terus mengiringi kamu, kamu anak yang baik, Bapak sayang Elisa&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Selesai.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ditulis oleh Syalma Namira mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2017</strong></p></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> NFC, Fitur Teknologi Transfer Data Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/nfc-fitur-teknologi-transfer-data-masa-kini/baca </link>
<guid> nfc-fitur-teknologi-transfer-data-masa-kini </guid>
<pubDate> Thu, 16 Jan 2020 12:54:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Transfer data masa kini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/nfc-fitur-teknologi-transfer-data-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4VQU7plL7Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>NFC, Fitur Teknologi Transfer Data Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent;">&nbsp;- Zaman ini, perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang cukup pesat di segala sisi. Di mana manfaat yang didapatkan cukup mudah dan cepat. Contoh perkembangan teknologi yang kita gunakan sehari-hari adalah <em>smartphone</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam beberapa tahun terakhir, <em>smartphone</em> menjadi kebutuhan primer seiring dengan permintaan manusia yang selalu bertambah setiap saat. Pabrikan <em>smartphone</em> kini juga berusaha untuk menambahkan fitur-fitur teknologi yang cukup berguna dalam kehidupan kita, satunya diantaranya adalah NFC.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">NFC atau <em>Near-Field Communication</em> adalah teknologi komunikasi jarak dekat yang bisa digunakan antar perangkat pintar yang saling mendukung. Teknologi ini pertama kali dipatenkan pada tahun 1983 oleh Charles Walton. NFC memanfaatkan sistem RFID (<em>Radio Frequency Identification</em>) untuk saling bertukar data pada jarak yang dekat, yakni sekitar 4 inci.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Perangkat pendukung NFC berbeda-beda dan bisa digolongkan ke dalam dua tipe yaitu pasif atau aktif. NFC bekerja melalui sistem transmisi sinyal radio jarak pendek dan tidak memerlukan energi listrik besar dalam pengoperasiannya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Apabila <em>smartphone</em> melakukan transfer data antar perangkat melalui sentuhan dekat, prosesnya hanya memakan waktu kurang dari sepersepuluh detik.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">NFC sama seperti <em>Bluetooth</em>, namun perbedaannya adalah jangkauan yang dapat dicapai. NFC hanya bisa terkoneksi dengan jarak kurang dari 10 cm (bahkan sering kali harus saling ditempelkan). Sedangkan <em>Bluetooth</em></span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;bisa menjangkau hingga 10 meter.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Namun, NFC tidak membutuhkan proses <em>pairing</em> seperti <em>Bluetooth</em> sehingga lebih cepat dan praktis. Selain itu, NFC juga lebih hemat daya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Saat ini, NFC diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sekadar transfer data dalam jarak dekat saja, namun sudah bisa digunakan dalam transaksi perbankan, transportasi dan sarana hiburan yang menerapkan <em>cashless</em>/non tunai dan <em>paperless</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Contohnya, kita dapat mengecek saldo yang ada di kartu ATM kita dengan menempelkan kartunya ke <em>smartphone</em> yang di-<em>support</em> NFC dan memiliki aplikasi <em>mobile banking</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Setelah ditempelkan, kita bisa mengetahui langsung berapa saldo rekening dengan mudah tanpa harus mengeceknya lewat ATM atau aplikasi <em>mobile banking</em> di <em>smartphone</em> kita.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Contoh lainnya adalah poster informasi yang sudah menerapkan teknologi NFC. Pada poster yang sudah dilengkapi NFC dengan <em>tag</em> pasif, kita cukup menghubungkannya pada NFC di <em>smartphone</em> untuk melihat informasi lengkap terkait produk tersebut. Sehingga tak perlu lagi menggunakan brosur kertas yang tidak ramah lingkungan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam penggunaan sehari-hari, NFC cukup terjamin keamanannya sebagai teknologi jarak dekat yang digunakan baik sekarang maupun masa yang akan datang.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Fitur ini sudah melewati berbagai uji keamanan sehingga sangat aman untuk dipakai. Bahkan, NFC juga mendapatkan sertifikasi khusus untuk melakukan download data melalui TSM (<em>Trusted Service Manager</em>) sehingga melindungi semua data yang dimiliki oleh konsumen.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Walau belum semua <em>smartphone</em> punya fitur ini, namun di masa depan fitur NFC mungkin akan menjadi sangat penting. NFC ini biasanya ditemukan pada smartphone varian kelas atas (<em>flaghsip</em>). Tahun 2019, pabrikan <em>smartphone</em> mulai berlomba-lomba menghadirkan fitur tersebut di varian kelas menengah bahkan menengah ke atas.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Di Indonesia sendiri, penggunaan NFC masih tergolong sedikit karena kurang mengetahui fungsi dari teknologi ini. Tapi jangan khawatir, sebab beberapa tahun yang akan datang, NFC akan menjadi fitur utama di semua <em>smartphone</em>.&nbsp;</span><strong style="background-color: transparent;"><em>(anm/len)</em></strong><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini: Ada yang Hilang pada Suatu Keluarga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-ada-yang-hilang-pada-suatu-keluarga/baca </link>
<guid> nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-ada-yang-hilang-pada-suatu-keluarga </guid>
<pubDate> Fri, 17 Jan 2020 08:01:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nanti kita cerita tentang hari ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/nanti-kita-cerita-tentang-hari-ini-ada-yang-hilang-pada-suatu-keluarga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UosDJMfTrv.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini: Ada yang Hilang pada Suatu Keluarga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA-&nbsp;</strong>Setiap keluarga mempunyai cerita tersendiri, beragam sifat, pemikiran, peran dari ayah, ibu, dan anak. Tak terkecuali dengan keluarga Narendra. Kehidupan antara Ayah Rendra (Oka Antara, Donny Damara) dengan Ibu Ajeng (Niken Anjani, Susan Bachtiar) dan buah cinta mereka yang menginjak usia dewasa, Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara Aisha), serta Awan (Rachel Amanda).</p><p style="text-align: justify;">Rendra yang selama ini sangat menjaga ketiga anaknya, sehingga acapkali bersikap tegas pada Angkasa selaku anak pertama dan laki-laki satu-satunya. Ia diharapkan mampu menjadi tangan kanannya melindungi para adik terutama pada Awan, si bungsu. Namun siapa sangka, sikap Rendra selama itu menyimpan sebuah rahasia di antara mereka.</p><p style="text-align: justify;">Melihat perilaku sang ayah yang terkesan membatasi gerak Awan dalam menentukan arah hidupnya, tidak seperti saudara lain yang bebas. Awan merasa hidup tidak berlaku adil untuknya ditambah penolakan yang ia hadapi saat merintis karir membuatnya semakin terpuruk. Hingga suatu hari Awan bertemu Kale (Ardhito Pramono) Manajer Band, pada suatu acara yang Angkasa selenggarakan bersama rekan kerjanya. Kale menjadi cahaya di saat Awan merasakan gelap yang merekah.</p><p style="text-align: justify;">Melihat perubahan sikap Awan yang mulai berani. Rendra merasa khawatir dan gagal dalam mendidik Awan. Rasa sesalnya ia tumpahkan pada Angkasa. Hal tersebut membuat Angkasa berada pada titik jenuhnya selama 21 tahun sebagai kesatria yang menjaga adik-adiknya. Hingga membuat Angkasa berpikir untuk melanjutkan jalannya sendiri sebagai seorang Angkasa.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Aurora merasa keluarganya tidak pernah menganggap kehadiran &quot;anak tengah&quot; ada, sebab Awan selalu menjadi pusat perhatian. Namun, naluri Ibu Ajeng selalu menghangatkan Aurora ketika ia merasa sepi di antara keluarga Narendra.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, bagaimana nasib dari ketiga bersaudara tersebut? Apakah Angkasa akan melepaskan tanggung jawabnya sebagai anak sulung? Akankah Aurora mendapatkan kasih sayang yang selama ini ia dambakan? Bagaimana dengan kelanjutan kisah Awan, Kale, dan Ayah? Serta rahasia apa yang selama ini Narendra dan Ajeng rahasiakan?</p><p style="text-align: justify;">Film besutan rumah produksi Visinema yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko mengangkat kisah dari buku dengan judul yang serupa &quot;Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini&quot; karya Marchella Putri. Buku yang berisi kutipan motivasi dan harapan ditujukan kepada individu yang merasa hilang arah dan asa. Sehingga diharapkan mampu mengejar kembali apa yang mereka rasa hilang.</p><p style="text-align: justify;">Telah tayang pada pembuka tahun, 2 Januari 2020. Film ini disambut antusias oleh masyarakat. Sejak penayangan hingga hingga hari ketiga belas, jumlah penonton mencapai 1.626.828.</p><p style="text-align: justify;">Apakah kamu sudah bercerita tentang hari ini? Segera sebelum turun layar! <strong>(syl/hlm)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Wacana Penghapusan Mata Pelajaran Bahasa Inggris </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-wacana-penghapusan-mata-pelajaran-bahasa-inggris/baca </link>
<guid> dilema-wacana-penghapusan-mata-pelajaran-bahasa-inggris </guid>
<pubDate> Fri, 17 Jan 2020 12:11:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wacana penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-wacana-penghapusan-mata-pelajaran-bahasa-inggris/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4koXL0Vr0v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Wacana Penghapusan Mata Pelajaran Bahasa Inggris</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dunia pendidikan Indonesia dibuat kaget dengan beredarnya wacana penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk SMP dan SMA. Disebutkan, Bahasa Inggris nantinya tidak akan dipelajari dengan pedoman buku melainkan diubah menjadi praktik tata bahasa atau penggunaan bahasa sehari-hari.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Hal ini dilakukan untuk memudahkan para siswa untuk langsung mempelajari Bahasa Inggris dan tidak dibingungkan lagi dengan pelajaran buku yang saat ini digunakan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>pojoksatu.id</em>, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta pendidikan karakter berbasis agama dan Pancasila menjadi mata pelajaran (mapel) utama di SD.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena itu, mapel Bahasa Inggris dihapus untuk SMP dan SMA. Karena sudah dituntaskan di SD,&rdquo; kata Ramli.</p><p style="text-align: justify;">Pembelajaran Bahasa Inggris, lanjut Ramli, sebaiknya lebih difokuskan untuk mengajarkan percakapan, bukan tata bahasa. Kemudian, untuk SMP tidak boleh lebih dari lima mapel yang diajarkan kepada siswa. Sedangkan di SMA maksimal ada enam mapel tanpa penjurusan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya wacana tersebut membuat banyak guru pengajar Bahasa Inggris memikirkan nasib mereka ke depannya. Tidak hanya guru, mahasiswa-mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris juga ikut cemas dan dilema.</p><p style="text-align: justify;">Melihat keadaan ini, mahasiswa Unmul Prodi Pendidikan Bahasa Inggris angkat bicara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Masih mikir itu wacana sih. Cuma sayang ya, karena Bahasa Inggris itu kan bahasa global. Jadi kalau sampe dihapus ya mau belajar dari mana?&quot; ujar Nadya Oktavianti.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, mahasiswa angkatan 2016 juga menambahkan, jika memang akan dihapus harus disertai solusi juga bukan hanya main hapus. Misalnya dengan menghadirkan ekstrakulikuler atau <em>english club</em>. Lebih lanjut ia berujar bahwa dirinya tidak begitu khawatir dengan penghapusan ini jika dirinya lulus studi nantinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya enggak gimana-gimana. Kami bisa kerja di banyak tempat. Lulusan Bahasa Inggris enggak harus jadi guru ngajar. Kamu bisa buka <em>private</em>, terus masuk lembaga-lembaga seperti Briton,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Nadya, Roy Angga Octavianus Mahasiswa angkatan 2016 menyatakan ketidaksetujuannya dengan wacana penghapusan tersebut. Menurut Roy, siswa di Indonesia kurang memiliki motivasi untuk mempelajari Bahasa Inggris. Menurutnya, saat ini masih diajarkan belum tentu bisa dikuasai apalagi jika mata pelajaran ini sampai dihapuskan.</p><p style="text-align: justify;">Roy juga menambahkan, mungkin pemerintah melihat lingkungan masyarakat kalangan atas ataupun lingkungan perkotaan sudah lebih dahulu memahami Bahasa Inggris. Bahkan, mungkin beberapa diantaranya menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa sehari hari. Maka keadaan ini akan berbanding terbalik dengan masyarakat di daerah pedalaman. Mereka hanya bisa mendapatkan sumber belajar Bahasa Inggris dari sekolah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahasa Inggris di Indonesia secara umum bukanlah bahasa yang mudah dipelajari dengan natural (alami). Perlu dorongan dan masukan materi. Disinilah peran sekolah dan guru, masukan dan juga pelatihan bagi para siswa,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan dua mahasiswanya, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Unmul, Yuni Utama Asih enggan memberikan tanggapan mengenai wacana tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Isu itu masih wacana dan belum jadi keputusan. Maka saya belum bisa berkomentar apa-apa tentang hal yang belum ada dasar hukumnya,&quot; ujarnya singkat. <strong><em>(nhh/fir/ann)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Biru malamku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/biru-malamku/baca </link>
<guid> biru-malamku </guid>
<pubDate> Sun, 19 Jan 2020 11:56:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Biru malamku </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/biru-malamku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yUkR17jewo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Biru malamku</h1>
			              </header>
			              <p>Malamku bertaut lagi mengingat birumu</p><p>Seperti pandangan samar cahaya bulan yang lalu;</p><p>Lapang, penuh akan suka bertumpuk puja membisu</p><p><br></p><p>Rasanya selalu seperti ini bak pinggiran senja puan</p><p>Yang bertemu tudung langit kebiruan</p><p>Namun, waktu masih saja terasa kaku nan rentan</p><p>Tiap kali tatapan tak berujung gentar ku upayakan padamu pelan</p><p><br></p><p>Kau yang asik pada diam senja,</p><p>membiarkan angin timur meraba lembut di wajah</p><p>Sayang sekali tetap saja,</p><p>Dinginmu itu kudapati hangat menyejukkan rasa,</p><p>Senyummu yang sulit terbaca itu kuanggap sebagai sapa,</p><p>Katamu yang lekas usai itu kuanggap sebagai nyanyian sua</p><p>Memupuk terus gembira yang tak berujung di rongga dada</p><p><br></p><p>Kau mengesankan kelabu sayang</p><p>Biru kelabu yang sukar ku terawang</p><p>Misteri antara suka dan duka tidak ada yang menang</p><p><br></p><p>Kau pengandaian biru-biru indah,</p><p>melekat di jiwa terwarna di raga</p><p><br></p><p>Untukku kau adalah bahagia, kusimpulkan saja</p><p>Tak peduli diantara jutaan biru</p><p>Aku memilih untuk selalu tenggelam dalam birumu,</p><p><br></p><p>Karena untukku biru malam, biru kelabu juga biru yang kurindukan hanyalah birumu</p><p><br></p><p>Hari keberuntunganku adalah bertemu denganmu</p><p><br></p><p>&ldquo;Biru malam, biru kelabu juga biru yang kurindukan adalah birumu..&rdquo;</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Anisa Amalia mahasiswi Sastra Inggris 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lelaki Abu-abu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/lelaki-abu-abu/baca </link>
<guid> lelaki-abu-abu </guid>
<pubDate> Mon, 20 Jan 2020 12:17:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah seorang lelaki tua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/lelaki-abu-abu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EeBBhG50c6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lelaki Abu-abu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Gedung itu diresmikan bulan Agustus tahun 1975 oleh Gubernur. Sejak didirikan, gedung berlantai dua yang sekarang merangkap sebagai Balai Bahasa, ruang dosen sekaligus ruang akademik sebuah fakultas itu tidak pernah berubah. Selalu dicat dengan warna yang sama: abu-abu.</span></p><p style="text-align: justify;">Di halaman parkir gedung itu, seorang lelaki tua tengah berjalan di bawah terik matahari siang. Menenteng gitar dan kresek merah yang berisi pakaian. Mengambil botol Aqua yang berisi tetesan air dari <em>outdoor</em> pendingin udara begitu tiba di samping ruang dua, dan meneguknya.</p><p style="text-align: justify;">Gluk. Gluk. Gluk.</p><p style="text-align: justify;">Sedikit air lolos melalui celah di sudut mulutnya dan jatuh di kerah polo cokelat yang ia kenakan. Begitu tandas, lubang botol itu ia sejajarkan dengan posisi tetesan air jatuh seperti sedia.</p><p style="text-align: justify;">Lelaki tua itu mengambil sebatang begitu saya menyodorkan sebungkus rokok.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Di langit, arak-arakan awan bergerak perlahan ke timur. Menuju gumpalan besar awan hitam yang terlihat serupa kepulan asap pemukiman warga yang terbakar. Di kota ini, barangkali juga di kota atau tempat mana pun, banyak hal yang tak dapat dipastikan. Persis cuaca cerah yang mendadak akan menjadi hujan. Atau mungkin nasib seseorang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah 25 tahun saya kuliah di sini. Gedung rektorat dari dulu begini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia datang dari sebuah daerah terpelosok setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas. Ke kota ini dengan harapan akan membawa pulang sebuah gelar. Betapa pun semrawutnya, kota ini memberikan satu hal yang tak dimiliki kota lain: pendidikan tinggi dengan harga yang dapat dijangkau orang-orang miskin pada masa itu. Tapi dari ribuan orang dengan harapan yang sama, selalu ada yang gagal nantinya. Lelaki tua itu satu diantaranya.</p><p style="text-align: justify;">Ia banyak menghabiskan masa kecilnya di sawah, menangkap belalang atau mengusir segerombolan burung yang memakan biji-biji gabah, sebab ayahnya seorang petani. Sebidang sawah itu menghidupi keluarga mereka bertahun-tahun. Setiap kali teringat masa kecil itu ia akan menangis tersedu-sedu. Sawah itu dijual untuk membiayainya.</p><p style="text-align: justify;">Ia bisa membayangkan kekecewaan di wajah orang tuanya saat mengetahui ia gagal memenuhi harapan mereka. Ia tak berani menghadapi itu sehingga membuatnya jatuh depresi.</p><p style="text-align: justify;">Hingga puluhan tahun, ia masih di kota ini tanpa pernah sekali pun pergi. Orang tuanya sudah lama meninggal. Banyak hal telah berubah dan gedung itu sudah bukan gedung rektorat, meski masih terlihat sama seperti waktu pertama ia datang: abu-abu. Dan lelaki tua itu nyaris tak pernah beranjak dari gedung itu dan hidup dalam kenangannya dua puluh lima tahun silam sebagai seorang mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu,&rdquo; kenangnya, &ldquo;jalanan belum sepadat ini. Tak banyak orang yang memiliki kendaraan. Itu saja belum dibangun waktu itu,&rdquo; katanya sembari menunjuk Aston.</p><p style="text-align: justify;">Pepohonan yang rimbun, sungai yang dahulunya mengalir bersih dan ikan-ikan yang dapat dilihat dari tepi, tinggal kenangan. Kota ini tumbuh menjadi ibu kota yang sesak. Jalanan yang sempit dikerubungi segala macam merek kendaraan. Trotoar yang beralih fungsi menjadi tempat parkir atau jalanan sepeda motor ketika macet. Rumah-rumah yang berdempetan di tepi sungai, dan ketika sore hari para ibu akan mencari kutu anak-anak mereka di depan rumahnya. Cerita semacam ini terjadi di berbagai kota.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lantas?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lelaki tua itu menghembuskan asap rokoknya, mempertimbangkan jawabannya. &ldquo;Kau dilahirkan tanpa kenangan masa kecil.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Saya tak begitu mengerti maksudnya, saya tak lahir dan besar di kota ini. Tapi, saya pikir, memang mengerikan menyaksikan kota ini hancur perlahan-lahan hingga tak layak untuk dikenang. Siapa yang mau mengisi kenangannya di kota ini dengan kemacetan, sungai yang hitam dan siap mengeluarkan bau busuk. Bukankah kenangan adalah hal yang berharga ketika menjadi tua?</p><p style="text-align: justify;">Lelaki tua itu kemudian beranjak ketika langit semakin mendung. Saya menawarkan rokok sebelum ia pergi, tapi ia menolak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Satu-satunya yang bisa kuingat setelah itu adalah kresek merah yang tampak mencolok meski di kejauhan, satu-satunya warna yang terlihat ketika hujan lebat membuat dunia terlihat semakin abu-abu. Apa inti dari cerita ini?</p><p style="text-align: justify;">Tak ada. Kecuali, kau meyakini bahwa ini bukan fiksi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Fitra Wahyuliansyah, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2012.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Panjang  Perjuangkan FKTI: Terbang ke Jakarta hingga Aksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-perjuangkan-fkti-terbang-ke-jakarta-hingga-aksi/baca </link>
<guid> jalan-panjang-perjuangkan-fkti-terbang-ke-jakarta-hingga-aksi </guid>
<pubDate> Tue, 21 Jan 2020 13:47:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga tuntutan FKTI </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-perjuangkan-fkti-terbang-ke-jakarta-hingga-aksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Sxc6AA67VZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Panjang  Perjuangkan FKTI: Terbang ke Jakarta hingga Aksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Turun, turun, turun dosen-dosen. Turun dosen-dosen sekarang juga,&rdquo; adalah nyanyian mahasiswa dalam aksi <em>Save</em> FKTI Senin (20/1) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Kontroversi mengenai legalitas FKTI terus menuai pertanyaan hingga kini. Aksi digelar di halaman fakultas tepat pukul 13.07 Wita. Aksi yang bertajuk <em>Save</em> FKTI ini dihadiri sejumlah mahasiswa FKTI langsung guna menyampaikan suara mereka.</p><p style="text-align: justify;">Meski tidak dihadiri massa yang banyak, namun aksi tetap berlanjut. Nyanyian pembakar semangat tidak lupa dilantunkan untuk menemani aksi. Namun, desakan mahasiswa yang ada di tempat tidak begitu dihiraukan oleh pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai kapan kami berdiri di sini. Saya harap Pak Dekan atau dosen untuk datang dan berdialog dengan kami,&rdquo; teriak Joji Kuswanto selaku Ketua BEM FKTI terpilih.</p><p style="text-align: justify;">Aksi kali ini membawa tiga tuntutan utama yang harus dipenuhi, atau setidaknya didengarkan pejabat kampus FKTI termasuk dosen. Sebelumnya, sempat diadakan audiensi sebanyak dua kali namun tak membuahkan hasil. Hingga mahasiswa terus mendesak dosen agar mau menemui mereka dan menyelesaikan permasalahan bersama.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan yang dibawa mencakup hal-hal vital di FKTI. Pertama mendesak pemangku jabatan untuk menuntaskan permasalahan FKTI yang di dalamnya mencakup beberapa poin. Di antaranya peleburan FKTI dengan Fakultas Teknik (FT), penganggaran FKTI, hingga nasib mahasiswa dan alumni FKTI ketika fakultasnya belum menjadi OTK.</p><p style="text-align: justify;">Tidak berhenti sampai di situ, tuntutan ini juga memuat tindak lanjut dari nasib penerima beasiswa Bidikmisi atau PPA yang secara spesifik akan berkurang jatahnya serta keberlangsungan organisasi mahasiswa karena adanya peleburan. Hingga kekhawatiran masalah lain yang timbul yakni pemotongan jumlah mahasiswa baru yang akan masuk ke FKTI jika fakultas ini dilebur bersam FT.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan kedua, penolakan adanya pengindukan FKTI dengan FT. Hal ini juga kembali dipertegas oleh Joji. Ia menuturkan bahwa rektorat menginginkan pengindukan ini terjadi lantaran ingin menyelamatkan status mahasiswa yang akan lulus pada Maret nanti. Padahal jika dilitik kembali, menurut Joji SK Unit Pelaksana (UP) FKTI baru berakhir Mei 2020 nanti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya masih aman dong kalau lulus Maret nanti. Jadi, sebenarnya mahasiswa mana yang katanya mau diselamatkan ini?&rdquo; tanya Joji keheranan.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan ketiga berisikan perpanjangan SK UP FKTI. Joji menambahkan jika perpanjangan ini dilakukan maka fakultas masih bisa meluluskan mahasiswa dan bersiap untuk menjadi fakultas yang diakui.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sampai sekarang masih berstatus institut internal makanya hanya diakui di tingkat universitas,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Terbang ke Jakarta</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak cukup mendesak pihak internal kampus untuk menyelesaikan prahara FKTI, perwakilan mahasiswa juga membawa permasalahan ini hingga ke Jakarta. Audiensi di kampus dirasa tidak memberikan hasil yang berarti, Joji beserta lima mahasiswa lain sepakat untuk mencoba dialog dengan Dirjen Kelembagaan Kemendikbud langsung melalui perantara anggota DPR Komisi X.</p><p style="text-align: justify;">Susunan awal yang diagendakan akan dihadiri oleh Nadiem Makarim harus dibatalkan dan hanya dihadiri dua perwakilan lain, Ainun Na&rsquo;im selaku Sekjen Mendikbud dan Ridwan selaku Plt Dirjen Kelembagaan Perguruan Tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam audiensi tersebut, perwakilan mahasiswa kembali menyampaikan keresahan mereka terkait terombang-ambingnya keberlangsungan fakultas mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cita-cita dari menteri yang lalu adalah fakultas di Indonesia itu mau dirampingkan. Namun hingga kini, belum ada roadmap yang jelas terkait ini,&rdquo; tambah Joji.</p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian berujar bahwa Ridwan tidak tahu pasti apakah perampingan ini masih akan diteruskan oleh menteri baru atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa jika terjadi perampingan fakultas, maka pengindukan sementara tidak dapat dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau menginduk sementara berarti akan menginduk selamanya. Kalau sudah bergabung, akan sulit untuk menjadi fakultas (FKTI) lagi,&rdquo; khawatir Joji dan mahasiswa FKTI lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Audiensi Bersama Pejabat Kampus</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski sudah beberapa jam melakukan orasi dan meminta pihak dosen dan pejabat kampus untuk bertemu, permintaan tersebut tidak juga digubris. Setelah mahasiswa memberi tambahan waktu, pihak kampus menyanggupi bertemu dengan perwakilan mahasiswa. Namun tawaran tersebut ditolak, karena semua mahasiswa ingin terlibat dalam dialog tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sudah tidak sabar lagi menunggu, sempat terjadi ketegangan karena mahasiswa memaksa masuk untuk bertemu dengan pejabat FKTI. Hingga sempat terjadi keributan dengan mendorong pintu agar diijinkan masuk, akhirnya mahasiswa diperbolehkan masuk seluruhnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam forum tersebut dihadiri oleh Dekan FKTI, para dosen, dan pegawai di lingkungan FKTI. Mahasiswa membawa tuntutan yang sama, yakni menolak rencanan pengindukan FKTI ke FT dan menuntut agar UP FKTI tetap diberlakukan. Mahasiswa sempat dibuat heran karena seluruh dosen dan pegawai FKTI menyetujui pengindukan ke FT, berdasarkan poin-poin kesepakatan dosen yang ditampilkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kenapa kemudian birokrasi kita kali ini saya nyatakan adalah paling di depan untuk penggabungan FKTI ke Teknik. Hari ini mahasiswa adalah yang paling di depan untuk tetap mempertahankan FKTI, ada apa yang terjadi sebenarnya?&rdquo; tanya mantan Ketua BEM FKTI 2019, Heryandy Pratama.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi pertanyaan tersebut, Dekan FKTI, Nataniel Dengen yang saat itu bertindak sebagai mediator antara mahasiswa dan dosen meminta tanggapan para dosen. Seluruh dosen yang berbicara sepakat untuk mengikuti seluruh arahan dari pimpinan tertinggi di Unmul, yakni Rektor Masjaya dan WR I Mustofa Agung Sardjono selaku yang membidangi akademik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya begini pak, kita kan punya atasan pasti membuat satu keputusan yang sudah ada dasar-dasarnya. WR I pun maunya FKTI itu tetap ada, tapi kan kondisinya tidak memungkinkan, saya tetap mengikuti arahan dari WR I itu pasti yang terbaik,&rdquo; ujar Kaprodi Ilmu Komputer (Ilkom), Anindita Septiarini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apapun keputusan yang terbaik untuk semuanya kami mendukung, terutama menyelamatkan mahasiswa,&rdquo; kata Kaprodi Sistem Informasi (SI), Islamiyah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ditanya apa sih kepentingan kami sebagai dosen? Tidak ada, bahkan yang ada jabatan akhirnya tidak ada jabatan, tidak masalah dengan itu, kami cuma ingin prodi aman tetap bisa berproses,&rdquo; sebut Kaprodi Teknik Informatika (TI), Masna Wati.</p><p style="text-align: justify;">Nataniel kemudian menegaskan bahwa dasar yang menjadi rujukan para dosen adalah diskusi dengan WR I dan surat edaran dari Kemenristekdikti terkait moratorium pembentukan fakultas dan usulan pengintegrasian prodi di FKTI ke fakultas yang telah ada, dalam hal ini FT.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu mahasiswa tetap mempertanyakan keabsahan UP FKTI dengan membawa hasil pertemuan dengan Plt Dirjen Kelembagaan Kemendikbud, Ridwan menyatakan bahwa meski FKTI tidak ada di OTK dengan status UP masih tetap legal dan bisa meluluskan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih dapat (meluluskan) yang penting rektornya legal, senatnya legal, yang mengesahkan legal. Apakah sekarang ada aturan yang melarang fakultas yang belum OTK tidak bisa meluluskan mahasiswa, tidak ada!&rdquo; kata Joji berdasarkan pertemuan dengan Dirjen Kelembagaan Kemendikbud.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi yang lumayan lama dan cukup alot akhirnya mulai menemui titik terang, di mana mahasiswa dan dosen sepakat untuk mengajukan beberapa poin usulan kepada Rektor Masjaya yang isinya tetap memperjuangkan FKTI agar tetap berdiri sendiri dan menolak pengindukan. Dengan landansan hasil pertemuan mahasiswa di Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, dosen-dosen tetap menghendaki usulan tersebut harus dibawa berdasarkan dalil dan ketetapan yang jelas. Karena peryataan Ridwan belum memiliki kekuatan yang cukup untuk menjadi dasar yang kuat bagi FKTI untuk berpijak. Sehingga, mahasiswa disarankan untuk membuat notulensi pertemuan di Jakarta untuk kemudian disampaikan pada Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita masih bisa bertahan di UP, ya alhamdulillah. Itu kalau ada dasarnya, kita pertemukan Pak Rektor dan Pak Ridwan,&rdquo; kata Hamdani, salah satu dosen.</p><p style="text-align: justify;">Diakhir diskusi untuk kembali menyatukan suara, mahasiswa meminta agar dibuatkan nota kesepahaman yang isinya adalah &lsquo;Seluruh civitas academica FKTI menyatakan mendukung untuk mempertahankan UP FKTI&rsquo;. Surat tersebut ditandatangani oleh Dekan FKTI, Nataniel, perwakilan dosen, pegawai, dan mahasiswa di atas materai Rp6000 tertanggal 20 Januari 2020.</p><p style="text-align: justify;">Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah Dekan FKTI akan segera bersurat ke Rektor Masjaya untuk diadakannya pertemuan membahas usulan dari civitas academica FKTI yang tetap ingin mempertahankan UP FKTI dan menindaklanjuti hasil pertemuan mahasiswa di Jakarta.<strong><em>&nbsp;(sut/wil/ann)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kaleidoskop Unmul 2019: Polemik, Drama, dan Prestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kaleidoskop-unmul-2019-polemik-drama-dan-prestasi/baca </link>
<guid> kaleidoskop-unmul-2019-polemik-drama-dan-prestasi </guid>
<pubDate> Wed, 22 Jan 2020 12:07:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjalanan Unmul Selama setahun </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kaleidoskop-unmul-2019-polemik-drama-dan-prestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PiVlodO1tb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kaleidoskop Unmul 2019: Polemik, Drama, dan Prestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Melangkah di tahun yang baru tentu ada banyak harapan yang ingin dicapai. Namun, sebelum melangkah tentu sudah banyak yang terjadi selama setahun belakangan. Berbagai peristiwa penting pun warnai perjalanan Universitas Mulawarman (Unmul) selama 2019, berikut rangkumannya dari Sketsa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Januari</strong></p><p style="text-align: justify;">Awal tahun 2019 dibuka dengan polemik pemilihan rektor (pilrek) Unmul yang berlangsung dramatis. Asnar, salah satu bakal calon rektor melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 7 Agustus 2018, atas dugaan kecurangan dalam proses pilrek. Pada 3 Januari lalu, gugatan tersebut dikabulkan oleh Majelis PTUN Samarinda dan majelis hakim memerintahkan pemilihan ulang serta menyurati Menristekdikti untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan rektor Unmul terpilih.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tim hukum Unmul tidak tinggal diam. Koordinator Tim Pengacara Unmul, Muhammad Muhdar, menuturkan bahwa pihak Unmul telah mengajukan banding dan posisi Masjaya&mdash;calon rektor terpilih&mdash;masih sah sebagai rektor. Muhdar juga berkomentar terhadap keputusan hakim yang menggugurkan semua produk hukum Unmul karena statuta universitas yang tidak valid lagi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Februari</strong></p><p style="text-align: justify;">Memasuki awal Februari, dibuka dengan isu tudingan pemilihan ketua DPM FIB Unmul yang dinilai cacat. Pada pertemuan yang dlaksanakan pada 25 Januari lalu, Vicky Renaldy, menyatakan gugatan mengatakan mekanisme pemilihan ketua DPM FIB menyalahi aturan AD/ART KM FIB Unmul, yang hanya melibatkan golongan tertentu saja. Vicky juga mencurigai TAP yang dibuat oleh DPM FIB baru dibuat, sebab nomor TAP tidak beraturan.</p><p style="text-align: justify;">Aulia Agustini, ketua DPM FIB terpilih, mengklarifikasi soal gugatan Vicky yang dinilai tak rasional dan mempermasalahkan hal yang kurang penting. Aulia juga menepis pernyataan Vicky yang menuding pihak DPM FIB tak mampu memberikan bukti rekomendasi dari Hima Sasindo.</p><p style="text-align: justify;">Mendekati akhir bulan Februari, muncul teror surat kaleng tanpa identitas pengirim yang dikirimkan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa dari beberapa fakultas di Unmul. Surat tersebut berisi tudingan kepada Rektor Unmul Masjaya, yang dinilai belum mempertanggungjawabkan selisih kas Badan Layanan Umum (BLU) per 31 Desember 2017 silam sebesar Rp35 miliar, dan meminta Masjaya unutk menyelesaikan masalah tersebut ke ranah hukum. Yang lebih menghebohkan, surat kaleng itu muncul ketika momentum pemilihan rektor (pilrek) Unmul sedang memanas.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya dikirimkan ke beberapa BEM Fakultas, tetapi juga ditujukan kepada Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Rektor Universitas Balikpapan, Ketua Forum Anak Bangsa Kaltim. Kapolres Kota Samarinda, dan Dekan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Maret</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengawali bulan Maret pada (1/3) lalu, Masjaya memberikan klarifikasi terkait surat kaleng selisih kas BLU Unmul di depan Rektorat Unmul, yang sudah dihadiri puluhan mahasiswa Unmul. Masjaya menjelaskan informasi terjadi saat pilrek berlangsung, namun seolah-olah temuan selisih kas tersebut terjadi saat Masjaya menjadi rektor di periode sebelumnya. Masjaya menambahkan, sejak kepemimpinannya hingga kini selisih kas tersebut sudah jauh berkurang bahkan menyentuh angka sekitar Rp9 miliar.</p><p style="text-align: justify;">Hingga di penghujung bulan Maret, media ramai membahas euforia Pemilu 2019, tak terkecuali di lingkungan civitas academica Unmul. Hingga munculnya berita dari Bawaslu Samarinda yang menyatakan MI, salah satu dosen FEB Unmul yang berstatus ASN terbukti terlibat kampanye. Saat diwawancarai Sketsa pada (21/3) lalu, MI sempat mengelak jika dia disebut berkampanye atau terlibat dalam politik, dengan alibinya yang saat itu ia diundang sebagai pemateri dalam kegiatan bimbingan teknis laporan perolehan suara.</p><p style="text-align: justify;">MI disebut telah melanggar aturan ASN, tertulis dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam Pasal 4 ayat 12 disebutkan, bahwa setiap PNS dilarang ikut serta sebagai pelaksana kampanye, menjadi peserta kampanye dengan menggunakan atribut partai atau atribut PNS, sebagai peserta kampanye dengan mengerahkan PNS lain; dan/atau sebagai peserta kampanye dengan menggunakan fasillitas negara.</p><p style="text-align: justify;"><strong>April</strong></p><p style="text-align: justify;">Seperti kita ketahui bersama bahwa, mahasiswa harus mengikuti ujian TOEFL (<em>Test Of English as a Foreign Language</em>) sebagai salah satu syarat kelulusannya. Akan tetapi, Unmul memiliki terobosan baru perihal syarat kelulusan ini. Terobosan ini bernama MU-EPT (<em>Mulawarman University English Proficiency Test</em>). MU-EPT digunakan untuk menggantikan TOEFL dan pertama kali digunakan pada Juni 2018 hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Jika ingin mengikuti kelas MU-EPT, peserta harus mendaftar terlebih dahulu secara daring melalui website Balai Bahasa Unmul. Setelahnya membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 80 ribu. MU-EPT menyoal kepada pokok ilmiah seputar lingkungan universitas saja. Jumlah soal dalam MU-EPT berjumlah 150 soal, dengan sistem skoring yang berbeda dari TOEFL. Meski demikian, sertifikat MU-EPT tidak bisa digunakan untuk mendaftar pekerjaan. MU-EPT hanya dapat digunakan sebagai salah satu syarat kelulusan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mei</strong></p><p style="text-align: justify;">Kemunculan <em>Turnitin</em> turut menyita perhatian civitas academica Unmul. Turnitin digunakan untuk mengamankan karya civitas academica dari plagiat. Penerapan Turnitin Originality Checking ditargetkan akan mulai digunakan pada Februari lalu. Akan tetapi, belum terealisasikan. Unmul telah menggunakan <em>Turnitin</em> setelah menerima hibah dari UNY (Universitas Negeri Yogyakarta).</p><p style="text-align: justify;">Sempat terjadi hambatan saat Unmul melalui LP3M mengupayakan agar <em>Turnitin</em> cepat dimiliki Unmul. LP3M menyayangkan minimnya diskusi antara PPK dengan LP3M, sehingga tidak terjadi penundaan seperti saat ini. Menanggapi hal ini, PPK membeberkan bahwa terjadi kendala revisi daftar isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) yang seharusnya dimulai pada Februari, namun akhirnya turun pada 11 Maret dan <em>Turnitin</em> resmi diaktivasi Jumat (3/5).</p><p style="text-align: justify;">Akhir Mei, gedung rektorat dihebohkan dengan penempelan spanduk propaganda bertuliskan &lsquo;Bapak Rektor, Unmul sudah akreditasi A, kapan mau KTR?&apos;. Tetapi, spanduk ini hanya bertahan selama 15 menit, lantaran dicopot oleh Satuan Petugas (Satgas). Aksi ini dimotori oleh Aliansi Segitiga Kesehatan, gabungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran (FK). Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR), memang telah lama menjadi momok di Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juni</strong></p><p style="text-align: justify;">Isu pembangunan pabrik semen di daerah Karst Sangkulirang-Mangkalihat ramai diperbincangkan. Mulai dari dampaknya terhadap lingkungan, hingga pemajuan taraf ekonomi. Terhitung sudah dua kali mahasiswa turun aksi di halaman Kantor Gubernur, namun kenyataannya justru berbeda. Masyarakat Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, dan Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim) justru menyambut bahagia isu pembangunan pabrik semen ini.</p><p style="text-align: justify;">Isu mengenai KKN selalu menimbulkan banyak warna. Pasalnya pelaksanaan KKN pada 2019 sempat diwarnai isu perubahan lokasi KKN. Padahal pelaksaan KKN terhitung tinggal dua minggu lagi. Ditengah persiapan yang kian dimatangkan, kabar perubahan lokasi KKN ini sontak membuat kaget mahasiswa. Beredar kabar perubahan lokasi desa bagi kelompok KKN reguler yang memilih daerah Kutai Barat dan Mahakam Ulu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait perubahan itu, LP2M selaku penanggung jawab KKN meminta maaf karena peminadahan tersebut, dan segera mengganti segala keperluan mahasiswa yang telanjut tercetak seperti seragam. Kemunculan program KKN CSR Astra juga cukup membuat suasana KKN menjadi lebih menarik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juli</strong></p><p style="text-align: justify;">Memasuki bulan Juli di mana jadwal pembayaran Uang Kuliah Tunggal semester genap harus dilaksanakan, muncul isu adanya penerapan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) atau biasa disebut uang pangkal dan almamater berbayar bagi mahasiswa baru. Kebijakan terkait SPI berlaku untuk mahasiswa baru 2019 yang lolos jalur SMMPTN dan hanya untuk beberapa fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Diantaranya Fakultas Perikanan, Farmasi, Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Pertanian. Dengan nilai sebesar Rp2,5 juta hingga Rp250 juta. Di samping itu, edaran dari rektorat juga mengejutkan seluruh civitas academica yang menyatakan seluruh mahasiswa baru tahun 2019 harus membayar biaya almamater sebesar Rp200 ribu, namun dibatalkan setelah mahasiswa melakukan aksi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Agustus</strong></p><p style="text-align: justify;">Bulan Agustus menjadi bulan yang penuh cerita, pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasisa Baru (PKKMB) 2019 berlangsung pada 15 Agustus 2019. Salah satunya absennya FISIP. Hal ini diputuskan langsung oleh Dekan Fisip, Muhammad Noor melalui rapat internal wakil dekan, kepala program studi dan dosen bahwa untuk menjada situasi konsudif penyelenggaraan PKKMB, sehingga tidak perlu hadir.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, muncul kasus tidak sedap dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 45 bahwa adanya dugaan mesum yang dilakukan mahasiswa unmul di lokasi KKN tepatnya di kampung Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Berau. Tertulis di form nilai kelompok KKN tersebut ada 2 mahasiswa yakni atas inisial WJ dan MZA tidak mendapatkan nilai dari Kepala Desar (Kades).</p><p style="text-align: justify;">Ketua koordinator KKN Unmul, Esti Handayani bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut, bersama pihak birokrat dan juga pihak desa. Masalah ini berakhir damai karena kurang adanya bukti dan klarifikasi dari kedua belah pihak bersangkutan bahwa mereka tidak melakukan perbuatan mesum seperti yang dikabarkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>September</strong></p><p style="text-align: justify;">Pembangunan Gedung dan fasilitas yang berasal dari dana hibah <em>Islamic Development Bank</em> (IsDB) sudah mulai rampung dan siap untuk launching. Berkaitan dengan hal tersebut, Jaringan Advokasi (Jarvo) Mulawarman bersama pihak rektorat serta perwakilan Nusa Konstruksi Engineering (NKE) melakukan audiensi pada Selasa, (17/9). Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa meminta transparansi dana pembangunan dan menyampaikan keresahannya terkait dampak proses pembangunan IsDB terutama untuk Fakultas Farmasi yang terkena efek getaran dari pengerjaan bangunan yang akibatnya mengganggu proses perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Fakultas Farmasi yang terkena efek getaran dari pembangunan, menurut Ya&rsquo;qub Syahriar, selaku <em>Quality Control</em> NKE hal tersebut adalah <em>traffic management</em> yang paling efektif yang bisa dilakukan. <em>Soft Launching</em> beberapa gedung akan dilaksanakan pada 26 September, di antaranya <em>Science Learning Center</em> (SLC), ICT Center dan juga gerbang depan Unmul &nbsp;di jalan M. Yamin. Kemudian, mahasiswa juga dapat ikut menyumbang pohon sebagai bentuk kontribusi dalam pembangunan Unmul, dimana pohon tersebut nantinya akan ditanam di gerbang M.Yamin.</p><p style="text-align: justify;">Revisi UU KPK oleh DPR RI menuai gejolak di kalangan masyarakat. termasuk mahasiswa Unmul bersatu menyuarakan kontra pada Revisi UU KPK di Gedung DPRD Kaltim. Aksi ini merupakan aksi yang terbesar dan berkelanjutan hingga tiga jilid. Dimulai pada Senin (23/9), sekitar 3000 massa hadir di Gedung DPRD Kaltim. Berjalannya Aksi di juga turut dihadiri beberapa dosen dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, massa aksi pecah dan terjadi kericuhan dan terlbat baku hantam dengan pihak kepolisian dan melemparkan benda-benda ke dalam gedung. Pihak kepolisian pun menembakkan water cannon dan gas air mata untuk meredam kericuhan. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Encik Akhmad Syaifuddin turut hadir dan memastikan massa aksi di DPRD Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Belum mendapatkan hasil, mahasiswa pun kembali menyambangi Gedung DPRD pada Kamis (26/9). Pada aksi kali ini, mahasiswa terlebih dahulu disambut oleh jajaran aparat dan kawat besi yang mengelilingi halaman gedung. Massa kali ini juga didominasi oleh mahasiswa dari berbagai universitas dan lembaga. Rusman Yaqub, salah satu perwakilan DPRD yang hadir mengatakan akan menampung seluruh aspirasi mahasiswa dan turut memperjuangkan penolakan revisi ini hingga ke nasional. Situasi pada aksi ini tidak kondusif alias chaos, polisi berkali-kali menembakkan gas air mata dan banyak mahasiswa yang terluka. Tim medis yang berasal dari sukarelawan pun dikerahkan untuk membantu massa aksi yang terluka.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga kalinya, pada Senin (30/9) diadakan aksi di depan Gedung DPRD Kaltim oleh Aliansi Kaltim Bersatu. Ribuan massa datang pada pukul 13.30 wita, jauh lebih mundur dari jadwal aksi sebelumnya. Berbeda dengan aksi pada (26/9), mahasiswa disambut lantunan salawat dari kepolisian. Polisi wanita juga mengenakan hijab putih, sedangkan polisi pria menggunakan kopiah dan serban putih yang di lehernya. Massa aksi kembali pecah ketika magrib, kepolisian kembali menembakkan water cannon dan gas air mata. Hingga, massa aksi dibubarkan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Oktober</strong></p><p style="text-align: justify;">Di bulan ini pelaksanaan pemira fakultas mulai di gaungkan. Dimulai dari FKIP, berembus kabar tidak sedap dimana melalui akun Instagram <em>@pemirafkipunmul</em> diunggah sebuah postingan berupa surat pernyataan yang berisi bahwa KPPR menerima tindak intimidasi dan intervensi pada hasil verifikasi tahap II. Tindak ini dilakukan oleh massa pendukung bakal pasangan calon Iqbal Usni Gabryella T &ndash; Aldo Aditya R.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan pemira FKIP yang cukup kontroversi, pemira FKM terlihat sepi. Hal tersebut terlihat dari sedikitnya jumlah pendaftar. Tepat pada hari terakhir pendaftaran, ada dua paslon yang mendaftar, dan hanya 1 paslon yang lolos hingga verifikasi akhir yaitu Aiva &ndash; Raidatun. Pemungutan suara dilaksanakan pada 16 Oktober, pasangan Aiva &ndash; Raidatun melawan kotak kosong.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan di beberapa fakultas lain, FKTI, FISIP, dan FK belum ada pasangan yang mendaftar. Di FKTI, pemira dijadwalkan akan terlaksana bulan ini, sosialisasi pun sudah dilakukan ke kelas-kelas, dan tahap pendaftaran berlangsung sejak 16-19 Oktober. Di FISIP pendaftaran dibuka sejak 2-8 Oktober 2019, dan diperpanjang 3 hari. Sosialisasi pemira sudah berjalan di sosial media dan spanduk. Hanya ada 1 pendaftar yang mengembalikan berkas, yaitu Andi Muhammad Akbar sebagai calon Dewan Perwakilan Mahasiswa, dan gagal verifikasi karena tidak melengkapi berkas. Penanggung jawab dan kepanitian pemira pun dibubarkan, dan dialihkan menjadi panitia sidang umum. Di FK sendiri pun pelaksanaan pemira menemui kendala, yaitu belum ada yang mendaftar menjadi calon gubernur BEM FK Unmul dan adanya acara lain yaitu Dies Natalis FK.</p><p style="text-align: justify;">Civitas academica Unmul dikejutkan dengan kabar dua mahasiswa FKTI yakni RP dan OC yang diduga memalsukan sertifikat <em>Test of English as a Foreign Languange&nbsp;</em>(TOEFL). Dugaan ini ditemukan langsung oleh Balai Bahasa, selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) tes TOEFL mahasiswa Unmul. Kasus ini pun bahkan telah diserahkan untuk ditindaklanjuti pihak fakultas dan rektorat kampus.</p><p style="text-align: justify;">Aridah, Kepala UPT. Balai Bahasa Unmul mengatakan dugaan ini muncul saat dua mahasiswa FKTI, RP dan OC datang untuk meminta tanda tangan Aridah untuk legalisasi. Namun melihat sertifikat yang dibawa, Aridah enggan melakukan karena sertifikat tersebut palsu. Bahkan secara kasat mata bisa dilihat bahwa itu palsu, bahkan ditemukan lebih dari 10 perbedaan dengan sertifikat asli.</p><p style="text-align: justify;">Kendati dua mahasiswa tersebut adalah korban penipuan, aturan tetaplah aturan. Mereka dinyatakan melakukan tindakan pelanggaran dan dikenakan sanksi yaitu larangan untuk mengikuti kuliah, ujian, atau kegiatan akademik selama satu semester. Berdasarkan aturan yang ada, Masna Wati&ndash;Kaprodi Teknik Informatika (TI)&ndash;tidak mentolerir adanya kecurangan. Pun kasus ini sedang tahap proses untuk kemudian dilaporkan ke rektorat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>November</strong></p><p style="text-align: justify;">Awal november dibuka dengan gegernya berita pemindahan ibu kota ke Kalimantan. Sejalur dengan itu Unmul dengan julukan universitas tertua di Kalimantan mengajukan lokasi yang berletak di Bukit Soeharto sebagai Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. Disamping itu, juga beredar kabar bahwa beberapa fakultas di Unmul akan ikut pindah ke ibu kota yang baru.</p><p style="text-align: justify;">Di bulan November Unmul juga kebanjiran prestasi. Baik dari mahasiswa atau pun yang didekasikan untuk unmul secara langsung. Di antaranya ada sosok Jefri Andrianus yang berhasil membawa pulang emas dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di cabang olahraga tarung drajat.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya ada UKM Sepak Bola Unmul yang berhasil raih juara dan mewakili Kalimantan di tingkat provinsi. Ada juga mahasiswa FKTI menyebet juara tiga dalam perlombaan Purwarupa tingkat nasional. Kemudian ada Raynold Raynaldo yang berhasil menjadi runner up Ideas for Action dan berkesempatan ke PBB. Ditutup di akhir tahun dengan UKM Catur Unmul yang berhasil membawa pulang piala dari turnamen catur nasional.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Desember</strong></p><p style="text-align: justify;">Bulan desember dibuka dengan kabar gembira dari Hanna Pratiwi salah satu mahasiswa berprestasi unmul. Ia berhasil lolos ajang internasional dengan menyingkirkan ratusan peserta. Dengan menyoroti masalah perempuan dan kompetisi anak muda di Kalimantan Timur. Beberapa hari setelah itu Unmul kembali mendapat penghargaan keterbukaan informasi via <em>website</em> se-Kaltim dengan menyingkirkan 365 pesaing.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Desember menjadi rentetan besar Pemira BEM KM Unmul. Dua pasangan calon yang maju yakni Idet-Reza paslon nomor urut 01 dan Dion-Andi paslon nomer urut 02. Pada saat debat kandidat Idet selaku calon Presiden BEM KM kecewa karena timeline Pemira yang berubah. Idet menyuarakan kekecewaannya sambil berderai air mata. Walau demikian debat tetap berlangsung. Di hari berikutnya Pemira pun berlangsung sepi peminat, karena diselenggarakan bertepatan dengan hari libur mahasiswa. <em><strong>(ubg/rth/arr/hlm/cin/wil)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resep Liburan Produktif Ala Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/resep-liburan-produktif-ala-mahasiswa/baca </link>
<guid> resep-liburan-produktif-ala-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 24 Jan 2020 12:40:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isi liburan dengan produktif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/resep-liburan-produktif-ala-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q7lgrzPYF3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resep Liburan Produktif Ala Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Liburan adalah hal yang di tunggu-tunggu setiap orang setelah menjalankan pekerjaan selama berbulan-bulan. Tak terkecuali mahasiswa, liburan semester adalah hal yang dinantikan. Karena setiap liburan semester mahasiswa akan bebas dari kegiatan perkuliahan dan kesempatan pulang kampung bagi mahasiswa rantau.</p><p style="text-align: justify;">Namun, saat liburan terkadang mahasiswa yang biasanya aktif berkegiatan menjadi bingung ingin melakukan apa. Untuk mengatasi hal tersebut <em>Sketsa</em> memberikan beberapa tips jadikan liburan kamu lebih produktif.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melakukan Hobi yang Digemari</strong></p><p style="text-align: justify;">Terlalu sibuk dengan berbagai macam tugas dan kegiatan di kampus kadang membuat lupa untuk melakukan hobi kita. Nah, manfaatkan selama liburan ini untuk melakukan hobimu kembali.</p><p style="text-align: justify;">Misalnya ketika kamu pulang kampung dan hobi merawat kucing. Bisa juga untuk memamfaatkan liburan panjang ini dengan maraton menonton film atau drama favorit. Kalau kamu yang hobi membuat video bisa belajar editing dan videografi lagi.</p><p style="text-align: justify;">Melakukan hobi yang kamu gemari dapat membuatmu kembali semangat sebelum menjalankan perkuliahan. Serta dapat di pastikan liburan kamu jauh dari kata gabut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Membuat List Keinginan</strong></p><p style="text-align: justify;">Daripada pusing berpikir mau ngapain, lebih baik kamu ingat-ingat dulu hal apa yang ingin kamu lakukan tetapi belum tercapai saat sibuk kuliah. Ketika membuat list keinginan akan memudahkan dalam menyusun jadwal untuk diwujudkan. Tujuannya yakni membuat liburan lebih teratur dan tertata untuk mencapai tujuan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Contohnya saat sibuk kuliah kemarin kamu tidak punya waktu untuk membersihkan kamarmu maka bisa dimulai dari menuliskannya dan menjadwalkan kapan ingin membersihkan atau kamu tidak sempat membuat kue kesukaanmu, maka kamu bisa merencakaan kapan akan membuatnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melakukan Perawatan Diri</strong></p><p style="text-align: justify;">Tips ini mungkin sebagian besar ditujukan untuk para perempuan. Rutinitas di Kampus ataupun setumpuk kegiatan yang kamu lakukan pasti membuat penampilan terlihat lelah ataupun kusam tanpa disadari. Bagi kaum hawa pasti tidak asing dengan istilah touch up. Namun, hal ini pun tidak menyelesaikan masalah, maka di liburan ini kalian bisa memanfaatkannya untuk memanjakan diri. Mulai dari perawatan rambut, muka atau bahkan seluruh badan semuanya sangat pas dilakukan. Namun, jangan lupa untuk memperhitungkan <em>budget</em> ya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Membuka <em>Online Shop</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Waktu libur yang cukup panjang bisa kamu manfaatkan untuk membuka <em>online shop&nbsp;</em>dadakan. Lakukan penjualan yang sederhana dan yang mudah dilakukan, seperti menjual makanan ataupun hasil masakan sendiri. Yang memiliki hobi memasak bisa memanfaatkan hal ini sekaligus meraup pundi-pundi rupiah. Mungkin berawal dari dadakan bisa lanjut menjadi lebih serius.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berolahraga</strong></p><p style="text-align: justify;">Olahraga merupakan kegiatan yang paling bermanfaat untuk mengisi waktu liburanmu. Selain bagus untuk kesehatan fisik dan mental, olahraga juga cocok buat dijadikan ajang rekreasi bersama keluarga maupun teman-teman. Tidak harus setiap hari, kamu bisa tentukan hari apa saja dalam seminggu dan kapan waktunya kamu bisa berolahraga.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mencoba Alternatif <em>Staycation</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Liburan tidak melulu harus berkelana ke luar kota ataupun ke luar negeri. Kamu bisa coba konsep liburan <em>staycation</em>, yaitu liburan di kota sendiri. Keuntungan dari konsep liburan ini adalah pengeluaran dana buat liburan bisa lebih hemat karena tidak harus membayar biaya transportasi dan sewa tempat tinggal.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu juga tidak memakan waktu karena kamu bisa lebih fleksibel mengatur kapan memulai liburan. Dengan <em>staycation</em> kamu bisa memanfaatkan waktu liburanmu menjelajahi sudut-sudut kota mauapun destinasi wisata yang sebelumnya belum pernah kamu kunjungi.</p><p style="text-align: justify;">Menarik bukan, kira-kira dari beberapa tips di atas kamu tertarik mencoba yang mana? Selamat liburan produktif! <strong><em>(fir/nhh/pil/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Imlek 2020: Bawa Kegigihan dan Pantang Menyerah dalam Tahun yang Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/imlek-2020-bawa-kegigihan-dan-pantang-menyerah-dalam-tahun-yang-baru/baca </link>
<guid> imlek-2020-bawa-kegigihan-dan-pantang-menyerah-dalam-tahun-yang-baru </guid>
<pubDate> Sat, 25 Jan 2020 11:13:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Imlek tahun 2020 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/imlek-2020-bawa-kegigihan-dan-pantang-menyerah-dalam-tahun-yang-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FsiIMWCfp3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Imlek 2020: Bawa Kegigihan dan Pantang Menyerah dalam Tahun yang Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Hari ini (25/01) seluruh masyarakat etnis Cina sedang merayakan Tahun Baru China 2571. Sejumlah wilayah Indonesia kini dipenuhi dengan pernak-pernik berwarna merah dan emas, sebagai lambang dari kebahagiaan dan keberuntungan.</span></p><p style="text-align: justify;">Tikus logam menjadi shio pada tahun baru ini. Dalam satu tahun ke depan, bumi berada dalam pengaruh rasi bintang Tikus. Pada astrologi China, binatang ini mengawali tahun pertama dalam siklus 12 tahun. Tikus diyakini sebagai lambang kesuburan dan kekayaan.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Tikus sendiri dilambangkan sebagai karakter yang cerdik, pandai, ambisius dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan. Kemudian didukung dengan logam yang bermakna kuat dan bersungguh-sungguh, serta memiliki karakter yang unik.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Ini menandakan, bahwa tahun ini memiliki banyak harapan serta kesempatan bagi orang-orang yang ingin memulai suatu usaha, ataupun mengerjakan sebuah proyek dan pengembangan diri.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Meskipun begitu, tikus juga tak jauh dari sifat manipulatif atau penipu. Oleh sebab itu, kita perlu untuk melakukan evaluasi atau menilik kembali proses apapun yang telah dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Bagi sebagian orang, ramalan shio seperti ini merupakan sebuah peringatan yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan yang terbaik. Lambang tikus logam sebagai shio pada tahun kali ini juga membawa peringatan. Tentu saja agar tetap setia dalam menjalankan setiap proses pekerjaan, studi, dan proyek sehingga menjadi hal yang baik dan memperoleh hasil yang setimpal.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Jadi, dapat disimpulkan bahwa tahun ini adalah saat di mana kita harus lebih gigih untuk meraih berbagai tujuan hidup kita. Tidak luput pula tugas kita sebagai mahasiswa untuk terus menempa diri menjadi lebih berkualitas dengan bersungguh-sungguh menjalaninya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu menyertai semuanya. Selamat merayakan Imlek! <em><strong>(len/ann)</strong></em></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagaimana Kabar Keseimbangan Gizi Milenial? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bagaimana-kabar-keseimbangan-gizi-milenial/baca </link>
<guid> bagaimana-kabar-keseimbangan-gizi-milenial </guid>
<pubDate> Sun, 26 Jan 2020 07:26:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa kabar gizi kaum milenial masa kini? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bagaimana-kabar-keseimbangan-gizi-milenial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LBbKYZh9Un.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bagaimana Kabar Keseimbangan Gizi Milenial?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hari Gizi Nasional (HGN) diperingati setiap 25 Januari setiap tahunnya. Peringatan ini dibuat dalam upaya untuk mengampanyekan kesadaran tentang pentingnya gizi di kalangan masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;">Untuk tahun ini, Kementerian Kesehatan meluncurkan tema &ldquo;Gizi Optimal untuk Generasi Milenial&rdquo;. Menurut Kemenkes, tema ini didasari karena Indonesia memerlukan remaja yang produktif, kreatif, dan kritis demi kemajuan bangsa. Sehingga remaja yang sehat, kreatif dan memiliki pemikiran yang kritis dapat memaksimalkan produktivitas.</p><p style="text-align: justify;">Remaja yang sehat tidak hanya dilihat dari fisik saja, tetapi juga dari aspek kognitif, psikologis, dan sosial. Perkembangan saat remaja dapat menentukan kualitas seseorang dalam menjadi individu dewasa.</p><p style="text-align: justify;">Tujuannya dari tema tersebut adalah meningkatkan pengetahuan generasi milenial untuk sadar gizi dan kesehatan, melakukan penyebarluasan informasi dan promosi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi optimal, meningkatan peran media massa dalam kampanye gizi terhadap remaja, serta meningkatkan komitmen antara pemangku kepentingan baik sektor kesehatan ataupun non-kesehatan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, swasta dalam kesehatan dan gizi.</p><p style="text-align: justify;">Tema ini dirasa tepat untuk keadaan saat ini, di mana banyak remaja Indonesia baik perempuan dan laki-laki berlomba-lomba untuk memiliki tubuh yang ideal.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, niat bagus mereka itu tidak dibarengi dengan usaha yang baik dan benar. Beberapa remaja mencoba program diet yang mereka temukan di internet tanpa melihat apakah program tersebut memang cocok untuk dilakukan atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ah, yang penting aku kurus.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sebuah pemikiran yang sangat salah, karena kata &ldquo;ideal&rdquo; ini semakin lama semakin mengalami pergeseran arti. Ideal yang sebenarnya dalam konteks ini adalah bobot optimal dari tubuh untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Tetapi saat ini, banyak dari masyarakat yang menggangap bahwa ideal adalah kurus.</p><p style="text-align: justify;">Pergeseran makna mengenai tubuh yang ideal adalah tubuh yang memiliki kaki panjang, paha kecil, lengan kecil, perut rata, dan berbagai ungkapan dengan kata &ldquo;kecil&rdquo; di dalamnya. Hal yang sebenarnya sangat salah dan harus dibenarkan dalam masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Karena pemikiran inilah banyak orang yang sangat terobsesi untuk menjadi &ldquo;ideal&rdquo; dengan melakukan berbagai cara. Bahkan tidak sedikit yang melakukan diet ekstrim yang sebenarnya tidak bagus untuk tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena lainnya yang juga sering terjadi di kalangan remaja adalah anoreksia dan bulimia. Kedua penyakit tersebut adalah penyakit gangguan makan yang menyebabkan penderitanya akan melakukan apa saja untuk mendapatkan bentuk tubuh yang mereka inginkan.</p><p style="text-align: justify;">Penderita bulimia akan mengalami episode berulang dari makan berlebihan atau biasa disebut dengan <em>binge eating</em>. Setelahnya, mereka akan melakukan pembersihan diri dari makanan yang telah dikonsumsi tersebut dengan cara dimuntahkan kembali atau olahraga yang berlebihan. Sedangkan penderita anoreksia akan sangat membatasi makan mereka walaupun sebenarnya tubuh mereka sudah dalam keadaan yang tidak berlebihan berat badan.</p><p style="text-align: justify;">Dua fenomena ini marak terjadi karena pemikiran masyarakat bahwa cantik itu harus memiliki tubuh yang kurus. Padahal tubuh yang kurus itu belum tentu sehat, karena bahan bakar tubuh adalah makanan yang bergizi.</p><p style="text-align: justify;">Apabila kurang mengkonsumsi makanan bergizi, maka fungsi dari tubuh ini akan terganggu dan bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang produktif dan cenderung lebih mudah lelah. Selain itu, makanan juga secara tidak langsung bisa mempengaruhi emosi dari seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, masalah gizi yang sedang melanda remaja Indonesia saat ini adalah anemia defisiensi besi atau keadaan di mana kurangnya zat besi pada tubuh manusia. Keadaan ini lebih banyak terjadi pada remaja perempuan. Gejala dari penyakit ini sangat umum dan oleh karena itulah banyak yang tidak sadar kalau sedang mengalami penyakit ini.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, pemerintah sudah sadar akan bahaya dari penyakit tersebut dan telah memiliki program rutin untuk mengkonsumsi tablet penambah darah bagi wanita hamil dan wanita dalam usia subur.</p><p style="text-align: justify;">Namun, anggapan sepele serta kurang tersebarnya informasi menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus anemia di Indonesia. Oleh karena itu, tujuan dari tema tahun ini yaitu peran media massa dianggap sangat cocok untuk menjangkau kaum muda, karena remaja sangat terhubung dengan berbagai media.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah sangat peduli dengan kondisi gizi masyarakatnya. Terbukti dengan banyaknya program pemerintah yang mengajak masyarakat untuk menjaga gizi dan kesehatan. Tetapi kita seringkali kurang sadar dan cenderung tidak mempedulikan kesehatan kita sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Yuk, mulai sekarang sayangi diri kita! Dimulai dengan menjaga apa yang kita makan, karena apa yang kita konsumsi saat ini akan mempengaruhi diri kita 10 tahun yang akan datang.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Andi Rizky Amalia Syahrir, mahasiswi Kedokteran, FK 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Negeri Dagelan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/negeri-dagelan/baca </link>
<guid> negeri-dagelan </guid>
<pubDate> Sun, 26 Jan 2020 12:17:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Negeri dagelan, lantas apa? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/negeri-dagelan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w4v1mV75Ms.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Negeri Dagelan</h1>
			              </header>
			              <p>Negeriku negeri dagelan</p><p>Katanya sih pancasila</p><p>Namun silanya ternoda</p><p>Semua dijadikan sandiwara</p><p><br></p><p>Agamais terancamkan</p><p>Cingkrang dan cadar dilarang</p><p>Namun baju terbuka dibiarkan</p><p><br></p><p>Negeriku panggung dagelan</p><p>Mereka punya uang selalu bercanda</p><p>Rakyat bawah pun jadi sengsara</p><p><br></p><p>Menindas dengan hukum manusia</p><p>Hingga kelak Tuhan akan murka</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Taufik Noor, mahasiswa Fakultas Kehutanan 2015.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ada Pelangi di Matamu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/ada-pelangi-di-matamu/baca </link>
<guid> ada-pelangi-di-matamu </guid>
<pubDate> Mon, 27 Jan 2020 12:29:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen, ada pelangi di matamu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/ada-pelangi-di-matamu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tr3ZL6LJaF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ada Pelangi di Matamu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Aku masih duduk dan mematung. Berusaha untuk tetap tegak, sembari terus memantau setiap perkembangan jarum jam. Aku sedang menunggu. Setiap menit, detik, adalah kesempatan yang harus kubayar dengan begitu mahal.</p><p style="text-align: justify;">Ini menjadi kebiasaan. Suatu kebiasaan melelahkan, tapi lunas terbayar dengan sebentuk senyum yang sangat mematikan. Terkadang ada saat di mana aku ingin menyesali kebiasaan ini, tatkala tak mampu untuk membayar lebih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Tapi aku bertahan. Aku mencintai kebiasaan ini. Meski hanya pembenaran sekalipun, aku harus bertahan.</p><p style="text-align: justify;">-</p><p style="text-align: justify;">Penantianku tiba. Jarum jam telah sampai tujuan. Pukul 22.00. Kulemaskan otot-ototku yang sudah menegang sejak 3 jam yang lalu. Aku beranjak dari kursi, dan meraih sebuah amplop. Dengan hati yang mantap, kubuka amplop tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ada sebuah surat. Juga beberapa prangko di dalamnya. Kertasnya sudah begitu usang, tapi tak lekang oleh waktu. Masih kuingat betapa senangnya hatiku saat surat ini sampai ke tanganku. Ia menjadi satu-satunya dokumen yang tersisa saat api melalap semua sisa kenanganku.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, aku memejamkan mata. Hingga sebuah tepukan yang familiar membuka tirai mataku. Ia di sini, aku berbalik dan menemukan sosoknya. Hari ini, ia mengenakan sebuah gaun berwarna cerah. Dan senyum itu, merekah dengan indah di bibirnya.</p><p style="text-align: justify;">Judith. Itulah namanya. Meski telah bertahun-tahun, aku tak pernah sekalipun jenuh mengagumi dirinya. Sudah setua ini, tapi kasmaran selalu menampar diriku begitu kuat. Selalu muncul dalam benakku, bahwa keberadaannya adalah alasan jiwaku menolak tua.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ian, aku datang,&quot; sapanya dengan suara yang amat halus. Aku meraih tangannya. Tangan yang halus dan amat terawat. Kucium punggung tangannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku merindukanmu, Sayang,&quot; jawabku. Ia mengelus pundakku yang tegap dengan kasih sayang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oh, Ian. Kau tak harus melakukan ini demi diriku,&quot; ujarnya dengan nada cemas. Aku menggeleng kuat-kuat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak, Judy. Aku mencintaimu. Mencintai saat ini. Tak ada alasan bagiku untuk berhenti.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Judith tersenyum lebar. &quot;Ian, kau tak pernah berhenti keras kepala dan tetap manis. Aku tak bisa menolak orang tua dengan pesona seperti itu,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Aku memeluknya erat. Ia membalas pelukanku dengan hangat. Aku selalu ingin menangis saat memeluknya. Pelukan Judith membuatku merasa rindu dengan semua kehangatan dunia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kau ingin dansa apa hari ini?&quot; bisiknya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Waltz</em> saja,&quot; bisikku.</p><p style="text-align: justify;">Kami melepaskan pelukan. Aku menggenggam tangannya, dan ia menuntunku. Dansa ini adalah dansa kami. Pertemuan pertama kami. Momen di mana diriku tak ingin melepaskan pandanganku dari kelincahannya di lantai dansa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Judy, kapan kau berhenti membuatku bahagia?&quot; tanyaku. Matanya tersenyum, dan ia kembali bersuara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sampai kau lelah dengan kehadiranku,&quot; sahutnya dengan singkat. Aku menghela napas dan pasrah dengan jawabannya.</p><p style="text-align: justify;">Saat dansa kami berakhir, ia tetap menggenggam tanganku dengan erat. Kepalanya tertunduk, dan wajahnya seperti menahan tangis.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ian?&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, Judy?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ia mengambil sebelah tanganku dan memeluk keduanya. Aku terkejut dan mendekatkan diri padanya. Ia diam untuk sesaat. Aku merapikan rambutnya yang berjatuhan ke depan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ian, kesehatanmu memburuk. Berhentilah menemuiku,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku baik-baik saja. Tidakkah kau sadar betapa sehatnya diriku? Aku masih mampu!&quot; seruku menolak. Ia menggeleng.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bukan itu maksudku. Kita bertemu dengan tidak wajar. Tidakkah kau lelah dengan keadaan ini?&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lalu, apakah kau ingin aku menderita?&quot; sergahku.</p><p style="text-align: justify;">Ia memelukku kembali. Aku mendengar isakan yang sangat pelan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak, aku senang kau menemuiku. Aku merindukan setiap pertemuan kita. Tapi, Ian,&quot; ia meraih wajahku dengan kedua tangannya, &quot;Mari bertemu dengan baik, lain kali.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku merasakan dirinya menjauhi tubuhku. Tubuhku menjadi lemas dan bibirku tiba-tiba gagu. Sebelum Judith pergi, aku melihat dirinya tersenyum padaku. Bersama dengan pelangi di matanya, dan senyum yang selalu membekas.</p><p style="text-align: justify;">Lalu aku memejamkan mata.</p><p style="text-align: justify;">-</p><p style="text-align: justify;"><strong>14 Februari 2019</strong></p><p style="text-align: justify;">Masyarakat tiba-tiba gempar atas pemberitaan tak terduga. Suara sirene polisi dan ambulans mengiringi tangisan para penggemar yang histeris. Semua surat kabar dan televisi tak berhenti mengabarkan berita yang sama.</p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;Aktor senior Brian Green ditemukan tak bernyawa di rumahnya. Ia diduga meninggal dunia setelah overdosis...&quot;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;HOT NEWS: BRIAN GREEN TEWAS KARENA OVERDOSIS LSD!&quot;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;Polisi menemukan sejumlah besar lysergic acid diethylamide atau LSD dalam sebuah amplop beserta surat...&quot;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;Diduga ia mengidap depresi atas kematian istrinya Claudya Judith tiga tahun yang lalu...&quot;</em></p><p style="text-align: justify;">-</p><p style="text-align: justify;">Aku membuka mataku. Langkahku sangat ringan. Tak pernah aku menyapa udara sesegar ini.</p><p style="text-align: justify;">Namun yang terpenting adalah kekasihku yang menunggu di ujung jalan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ian!&quot; serunya dari kejauhan. Aku melangkah dengan mantap. Usai sudah tagihanku dengan dunia. Sebab aku melunasinya dengan ikhlas.</p><p style="text-align: justify;"><em>*catatan: LSD atau&nbsp;</em>lysergic acid diethylamide<em>&nbsp;adalah narkotika sintetis yang dibuat dari sari jamur kering yang tumbuh di rumput gandum dan biji-bijian. LSD biasanya ditambahkan dalam kertas penyerap kecil yang dibagi menjadi kotak-kotak kecil mirip prangko dan dihiasi dengan aneka desain dan warna.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eskalasi TikTok: Dulu Dihina Sekarang Dipuja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/eskalasi-tiktok-dulu-dihina-sekarang-dipuja/baca </link>
<guid> eskalasi-tiktok-dulu-dihina-sekarang-dipuja </guid>
<pubDate> Tue, 28 Jan 2020 12:36:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> TikTok bangkit kembali </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/eskalasi-tiktok-dulu-dihina-sekarang-dipuja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ri2h5sODMx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Eskalasi TikTok: Dulu Dihina Sekarang Dipuja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - &ldquo;Saya suka TikTok. Saya juga penggemar besar. Bahkan popuaritasnya bisa menggantikan Instagram di masa depan,&rdquo; tutur CEO Snapchat, Evan Spiegel dalam konferensi <em>Digital Life Designdi</em> Munich, Jerman, Selasa (21/1).</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Siapa yang tak familiar dengan aplikasi satu ini? Platform besutan Tiongkok yang kini sudah mencpai 400 juta pengguna semakin digandrungi. Sempat mengalami pasang surut ketenaran, perjalanan TikTok untuk menuai pupolaritas hingga kini turut diapresiasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Masih membekas di benak masyarakat, tatkala kehadiran TikTok pada 2016 lalu justru menuai banyak kritikan. Mulai dari dianggap alay, hingga berujung pada pemblokiran Kominfo Juli 2018 karena begitu banyak keluhan dari masyarakat yang masuk terkait pornografi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Karena ingin tetap melebarkan sayap di Indonesia, pihak TikTok melakukan pembenahan serius terkait konten-konten mereka agar bisa lolos dari balada blokir Kominfo. Hingga mendirikan markas baru di Indonesia lengkap dengan merekrut 200 karyawan dilakukan demi membranding citra TikTok.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">TikTok kala itu memang belum sepopuler sekarang. Konten-konten dan para pengguna TikTok mayoritas masih berusia belia, rata-rata anak SD-SMP. Kala itu salah satu pengguna TikTok yang paling menyita perhatian ialah Bowo Alpenliebe, yang ironisnya justru tak pernah lagi terdengar sekarang.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Seiring berjalannya waktu, netizen kini ramai-ramai berjoget ria di TikTok, ditemani lagu-lagu yang asik. Mulai dari artis/selebriti, selebgram, hingga komedian ramai-ramai mengabadikan diri mereka dalam TikTok. Sebut saja artis Gisella Anastasia yang cukup wara-wiri di laman utama TikTok bersama putrinya, Gempi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Beauty vlogger</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Tasya Farasya yang juga mulai merambah ke dunia per-TikTok-an. Sederet nama tadi hanya segelintir dari orang populer yang menggunakan aplikasi ini. Nyatanya, sangat banyak masyarakat di luar sana yang kecipratan nikmatnya membuat TikTok.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tak hanya sampai di situ, TikTok juga sukses membawa berkah bagi para penyanyi underrated yang karyanya masih perlu publikasi. Lagu-lagu seperti Roxanne oleh Arizona adalah salah satu lagu terpopuler di TikTok. Diakui oleh sang pelantun lagu, TikTok membawa perubahan baginya karena Roxanne semakin mendapat atensi di mata publik.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Jika sebelumnya pengguna TikTok masih berusia belia, kini para TikTokers--sebutan untuk pengguna TikTok--telah mengalami eskalasi dari segi usia. Rata-rata pengguna TikTok saat ini duduk di bangku SMA, mahasiswa, hingga pekerja-pekerja muda sampai akhir 30an.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Demam TikTok tak luput dari perhatian kalangan mahasiswa Unmul. Dewi Cahya mungkin salah satunya. Mahasiswi Ilmu Komunikasi ini juga salah satu TikTokers, menurut Dewi, aplikasi ini bisa membantunya mengembangkan hobi, selain sebagai media hiburan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Gerakannya banyak yang seru untuk diikuti, dan pengaruh selebgram banyak main juga jadi makin seru,&rdquo; ungkapnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hal serupa juga diungkapkan oleh Athaya Chairunisa. Ia mengatakan bahwa TikTok dulu memang sempat dicap alay, namun seiring perjalanannya, citra aplikasi ini sudah mulai berubah.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Sekarang jadi cukup seru karena bisa dimainkan bareng dengan teman-teman,&rdquo; tambahnya. Saat ditanya apakah pernah membuat video, Athaya menyebutkan sempat membuat video sebanyak 3 atau 5 kali.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Mengalami peningkatan besar dalam waktu yang cukup singkat membuat TikTok di atas angin saat ini. Meski di<em>bully</em> habis-habisan dua tahun silam, nyatanya sekarang masyarakat jutsru tak malu menampakkan diri mereka dalam TikTok video, secara terang-terangan bahkan. Jadi, apakah kamu juga sudah kecipratan demam TikTok sekarang? <em><strong>(arr/syl/sut/wil)</strong></em></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ingin Suasana Belajar yang Asik di Samarinda? Simak Rekomendasinya! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/ingin-suasana-belajar-yang-asik-di-samarinda-simak-rekomendasinya/baca </link>
<guid> ingin-suasana-belajar-yang-asik-di-samarinda-simak-rekomendasinya </guid>
<pubDate> Fri, 31 Jan 2020 12:03:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tempat belajar kece di Samarinda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/ingin-suasana-belajar-yang-asik-di-samarinda-simak-rekomendasinya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xzp8Waf4On.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ingin Suasana Belajar yang Asik di Samarinda? Simak Rekomendasinya!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Belajar merupakan aktivitas mengasah kemampuan otak yang bagi sebagian orang menguras tenaga hingga membosankan. Kegiatan ini tak mengenal usia. Umumnya menjadi pekerjaan utama bagi pelajar dan mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;">Mengingat proses belajar merupakan hal yang penting, tentunya ia dapat menjadi hal yang menyenangkan. Pemilihan waktu, suasana, dan tempat mampu mempengaruhi kenyamanan dalam belajar. Berikut beberapa referensi tempat belajar di Samarinda yang asyik untuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Ruangku <em>Co-working Space</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Berlokasi di kawasan Ahmad Yani, Sungai Pinang dan merupakan tempat kerja bersama pertama di Samarinda. Dilengkapi dengan fasilitas <em>full air conditioner</em>, bebas air minum isi ulang, stopkontak, <em>Wi-Fi</em>, hingga ruangan yang nyaman dengan karpet, meja, dan kursi. Pengunjung yang hendak menggunakan ruangan tidak perlu merogoh kocek yang dalam.</p><p style="text-align: justify;">Tempat ini buka setiap Senin hingga Jumat pukul 09.00-21.00 Wita. Hanya dengan Rp15 ribu dan menunjukkan kartu tanda mahasiswa, kamu dapat belajar dengan nyaman, tenang dan jauh dari kebisingan kota!</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Dekade Cafe and <em>Co-working Space</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Serupa dengan konsep <em>Co-working Space</em>, Dekade terletak pada pusat kota yang tak jauh dari lokasi Unmul, yakni Jalan Keledang Nomor 48. Tersedia pula <em>Wi-Fi</em>, stopkontak, meja, dan kursi. Selain meyediakan ruang belajar, Dekade memiliki mini bar yang menyajikan minuman teh hingga kopi. Tak hanya itu, sajian ringan seperti roti bakar dan mi instan siap menemani waktu belajarmu.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dekade buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 14.00-00.00 Wita. Menjadi tempat yang cocok guna mengejarkan tugas kelompok, mengejar sistem kebut semalam, hingga bercengkrama dengan teman. Tertarik untuk ke Dekade?</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>3. Ombe Tea</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Baru dibuka pada akhir 2019 kemarin, Ombe menjadi tempat andalan bagi muda Samarinda sebagai tempat berkumpul. Kafe yang menyajikan varian teh dan kopi dengan harga mulai dari Rp15 ribu ini cocok menjadi tempat belajar.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Interior ruangan yang didominasi oleh warna putih menciptakan sensasi ketenangan pada proses belajar. Tempat ini juga dilengkapi dengan <em>Wi-Fi</em> dan stopkontak. Terletak pada kawasan surga kuliner yakni Hasan Basri, Ombe Tea dapat menjadi destinasi tempat belajar selanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>4. CultuurVolk</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengusung konsep yang berbeda dari kedai kopi pada umumnya, CultuurVolk (eks Black Bird Coffee Shop) mengajak konsumen untuk menggalakan kembali minat membaca dan memulai kontribusi pada lingkungan sekitar. Memiliki sarana perpustakaan mini yang dilengkapi berbagai macam jenis buku, mampu memperluas referensi dalam ilmu pengetahuan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Wi-Fi</em> dan stopkontak tersedia pada gerai kopi yang berlokasi di Jalan M. Yamin tersebut. Buka sejak pukul 09.00-00.00 Wita, CultuurVolk mempunyai atmosfer yang tenang terutama pada pagi hingga sore hari. Cocok untuk belajar hingga mengejarkan tugas dan jenuh dengan suasana &ldquo;per-kampus-an&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Perpustakaan Kota Samarinda</strong></p><p style="text-align: justify;">Selama ini Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur tak terdengar asing bagi mahasiswa, namun jangan lupakan keberadaan perpustakaan kota!</p><p style="text-align: justify;">Terletak pada kawasan Kesuma Bangsa, perpustakaan kota mampu menjadi rekomendasi apabila kamu ingin belajar dan mengerjakan tugas akhir. Kendati berada di tengah kota dan wilayah perkantoran, perpustakaan ini memiliki ruang terbuka hijau dengan tempat bermain yang ramah bagi anak-anak.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Buka setiap hari Senin sampai Jumat pukul 08.00-16.00 Wita, perpustakaan kota menyajikan beragam referensi buku dan jurnal yang mampu membantumu dalam menuntaskan tugas kuliah.</span></p><p style="text-align: justify;">Jadi bagaimana? Mau belajar bersama atau sendiri? Beberapa ulasan tempat di atas semoga dapat membantu meningkatkan gairahmu untuk belajar ya! <strong><em>(syl/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ingkar Syukur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ingkar-syukur/baca </link>
<guid> ingkar-syukur </guid>
<pubDate> Sat, 01 Feb 2020 11:36:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ingat syukur </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ingkar-syukur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/geSYTShdfP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ingkar Syukur</h1>
			              </header>
			              <p>Pada siapa puan meminta</p><p>Kalau bukan Tuhannya yang Maha Segala</p><p>Jangan biarkan ia bersedih lagi</p><p>Tapi puan juga manusia, patut bersedih diri</p><p><br></p><p>Bagaimana jika ia karam di darat</p><p>Sedang cukup pun masih meminta karena merasa kurang sangat</p><p><br></p><p>Puan</p><p>Tak habis-habisnya air mata itu di pelupuk</p><p>Lupa juga kau tengok yang lebih terseok</p><p><br></p><p>Masih juga bercermin</p><p>Matamu pun setuju wajahmu tak juga berganti rupa</p><p><br></p><p>Lihat papan ulin itu, minta diinjak agar tak kepayahan kau membandingkan</p><p>Seakan kau paling payah dalam kehidupan</p><p><br></p><p>Masih juga minta lebih</p><p>Sedang yang lain dikasih sedikit tau berterima kasih</p><p><br></p><p>Sekolah Dasarmu rasanya tak sanggup ajarkan kamu bersyukur?</p><p>Lantas sudah dewasa, mengapa diri tak mengukur?</p><p><br></p><p>Repot sekali kalau sudah begini.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apakah Layak(?) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/apakah-layak/baca </link>
<guid> apakah-layak </guid>
<pubDate> Sun, 02 Feb 2020 12:34:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen ini menceritakan mengenai pengalaman pertama Irene menjadi seorang guru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/apakah-layak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jOluuOL1yF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Apakah Layak(?)</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kupandang diriku lamat-lamat melalui cermin. Kurasa pakaian yang kukenakan sudah pantas, pulasan lipstik di bibirku juga tidak mencolok. Semakin mendekati waktunya, jantungku semakin berdegup kencang. Rasanya aliran darahku tidak menyentuh ujung kaki dan tanganku. Kaki dan tanganku sudah sejak tadi dingin akibat grogi. Kutata buku-buku tak lupa juga membawa spidol. Oh satu hal lagi, aku mengabadikan fotoku hari ini sebagai kenang-kenangan. Katanya, hanya melalui foto kita dapat mengingat lagi suatu memori. Kumantapkan langkah, tak lupa meminta doa pada mamak. <em>Doakan anakmu ya Mak!</em></p><p style="text-align: justify;">Kukendarai motorku perlahan. Hingga aku tiba di depan gerbang yang terbuat dari tumpukan seng usang. Memang benar, jika dilihat dari luar seperti tak ada kehidupan di dalam gerbang ini. Tumpukan seng usang penuh karat, berwarna coklat yang ditata sembarangan. Memang membuat kesan yang memprihatinkan. Setelah aku buka gerbang, aku terhenyak dengan kondisi rerumputan yang tingginya hampir selutut. <em>Ini beneran sekolah atau bukan sih?</em>. Aku bergumam dalam hati. Hingga aku tiba di depan kelas tempat aku mengajar.</p><p style="text-align: justify;">Kulangkahkan kakiku menapaki lantai kayu yang berongga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Krriittt&quot; lantai itu berbunyi saat kakiku menginjaknya.</p><p style="text-align: justify;">Memang harus perlahan, di beberapa sisi lantai telah keropos dan menampilkan pemandangan tanah di bawah lantai. Mataku menyapu seluruh ruangan ini. Tak ada jendela di kelas ini. Padahal kondisi cuaca sangat terik. Panel listrik juga tidak ada, sehingga dalam kelas ini tidak ada alat elektronik seperti lampu apalagi kipas angin. Kondisi yang memprihatinkan di hari pertama aku mengajar. Dinding kelas yang juga keropos di beberapa bagian, lapuk dimakan zaman juga gigi-gigi rayap. Hingga aku tiba di kursiku, seluruh pemandangan ini membuatku dirundung nestapa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Assalamualaikum&quot; kataku. Kupandangi wajah mereka satu per satu. Total hanya ada enam siswa dalam kelas ini. Seragam mereka tak dapat kukatakan seragam, karena ada yang mengenakan kaus oblong. Jilbab yang dikenakan juga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Satu hal lagi, total hanya dua siswa yang mengenakan sepatu sisanya hanya mengenakan sendal yang penuh lumpur di sana sini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Wa&apos;alaikumsalam Bu guru&quot; ucap mereka serentak.</p><p style="text-align: justify;">Jika kalian menyaksikan pemandangan yang kulihat saat ini. Mungkin kalian tidak menyangka ada kondisi seperti ini di pinggiran kota.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya, Irene. Saya ditugaskan untuk mengajar pelajaran Kimia di kelas ini. Kalian panggilnya kak Irena saja ya, jangan Bu guru. Supaya kita lebih akrab,&quot; kulebarkan senyum pada mereka. Tak lupa aku meminta mereka untuk mengenalkan nama mereka masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalian memang jumlahnya hanya enam orang?&quot;, tanyaku. Tidak seperti sekolah kebanyakan, disini tidak ada buku absen, sehingga aku tidak mengetahui berapa jumlah siswa kelas ku ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya, ada delapan kak. Cuman dua nya lagi kerja, jadi enggak turun sekolah,&rdquo; Martio selaku ketua kelas yang menjawab pertanyaanku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kerja? Kerja apa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Muat sawit kak, atau <em>brondol</em>&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku benar-benar terkejut mendengar ada siswa kelas 10 sekolah sambil bekerja. Di lingkungan tempat aku mengajar memang ada perkebunan sawit. Jadi tak heran jika banyak warga desa ini bekerja di sana. Tak banyak anak-anak muda yang mau melanjutkan sekolah. Pun ada, mereka yang sekolah sambil bekerja. Akan lebih memilih bekerja, dan jarang turun sekolah. Hal ini dilakukan untuk membantu ekonomi orang tua.</p><p style="text-align: justify;">Hari pertama aku mengajar, aku memberikan materi terkait tabel periodik unsur. Aku membagikan selebaran kertas fotokopi tabel itu pada mereka. Pihak desa memang memberitahu padaku bahwa tidak ada suplai buku pelajaran di sekolah ini. Para guru membeli sendiri buku pelajaran dan memfotokopi jika ada materi yang dirasa perlu untuk dibagikan. Aku melihat antusiasme mereka dalam pelajaran kimia hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Setelah lama berselang, tak terasa telah banyak guratan tinta di papan tulis. Aku mencari penghapus di laci meja tempatku duduk. Kudapati tak ada rupanya di sana. Kulihat di atas meja juga tidak ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Penghapus di mana yah dik?&quot; aku bertanya pada seisi kelas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nggak ada kak,&quot; jawab salah satu siswa yang bernama Tiara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau mau menghapus pakai kertas aja kak,&quot; yang lain menimpali.</p><p style="text-align: justify;">Kurobek kertas dari buku tulis yang kubawa. Sedih sekali rasanya, untuk hal sekecil penghapus saja sekolah ini tak punya.</p><p style="text-align: justify;">Tak lama setelah itu, kilauan kilat menyambar. Suara guntur porak-poranda di atas sana. Hujan deras seketika membasahi gedung sekolah ini. Materi tetap ku lanjutkan beberapa saat hingga hujan mengguyur semakin deras. Suaraku kalah oleh derasnya hujan. Maklum saja, atap sekolah ini terbuat dari seng, tanpa adanya plafon. Sehingga saat hujan deras, hanya suara hujan yang terdengar. Aku terpaksa menghentikan pelajaran, lantaran tenggorokan ku sudah tak mampu lagi berteriak. Para siswaku juga sudah buyar konsentrasinya.</p><p style="text-align: justify;">Kurasakan rintik hujan membasahi kepalaku. Saat aku mendongak ke atas ternyata atap kelas ini bocor. Beberapa siswa bahkan sudah menutup kepalanya dengan tas mereka, ada juga yang berpindah tempat duduk mencari area yang tidak bocor. Namun, naas hampir seluruh atap kelas ini memang bocor. Melihat kondisi yang semakin kacau, kuputuskan untuk mengakhiri kelas hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kelas berakhir, memang kudapati ada beberapa siswa yang nekat menerobos hujan. Mereka mengatakan padaku, <em>awas kak nanti banjir malah susah keluar</em>. Ada dua siswa yang masih menunggu hujan reda. Sembari menunggu hujan reda, aku menyusuri koridor sekolah yang hanya ada tiga kelas di sana. Satu persatu kelas, kudapati hanya pemandangan kelas yang bocor di sana sini. Bahkan ada satu kelas yang lantainya telah tergenangi air. Ternyata para siswa dan gurunya telah pulang, hanya ada satu, dua anak yang duduk di depan kelas.</p><p style="text-align: justify;">Sekolah ini tidak memiliki perpustakaan, tidak ada kantor guru, bahkan toilet. Memang benar hanya ada tiga kelas saja. Dengan kondisi yang memprihatinkan. Saat cuaca panas, rasanya seperti terbakar di dalam kelas. Tetapi, saat hujan turun bocor dan air menggenang di dalam kelas. Ternyata halaman sekolah telah tergenangi air setinggi mata kaki. Ironis sekali menyaksikan pemandangan sekolah seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">Sambil memandang hujan aku bergumam pelan, <em>semoga kondisi sekolah ini lekas membaik. Dan tak ada kondisi serupa di tempat lain.</em></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Halimatusya&rsquo;diyah, mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya, 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Empat Kebijakan Pendidikan Tinggi Terbaru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengenal-empat-kebijakan-pendidikan-tinggi-terbaru/baca </link>
<guid> mengenal-empat-kebijakan-pendidikan-tinggi-terbaru </guid>
<pubDate> Mon, 03 Feb 2020 12:04:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menelisik empat kebijakan baru perguruan tinggi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengenal-empat-kebijakan-pendidikan-tinggi-terbaru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TSh38FTed7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Empat Kebijakan Pendidikan Tinggi Terbaru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pada Jumat (24/1) lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan empat kebijakan baru untuk pendidikan tinggi. Adapun kebijakan tersebut menyebutkan tentang otonomi bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) untuk melakukan pembukaan atau pendirian program studi (prodi) baru. Kedua, program re-akreditasi yang bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan prodi yang sudah siap naik peringkat.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ketiga, kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratan PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN BH tanpa terikat status akreditasi. Terakhir, memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS).</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Beredarnya berita ini tentu menuai beragam respon. Ainur Basyirah Mulya, mahasiswa Kedokteran 2016 berkesempatan untuk mengikuti forum diskusi empat kebijakan baru pendidikan tinggi di Jakarta. Bersama dengan Presiden BEM KM Unmul 2019, Febri Abdul Haminudin juga rektor, Ainur membagikan kisahnya saat mengikuti forum kepada awak <em>Sketsa</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ia menyebutkan, bahwa terdapat dua agenda yang dilaksanakan, yakni ulasan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan disertai dengan diskusi pada setiap sesinya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sesi tersebut dibagi perkebijakan. Setiap kelompok terdiri atas rektor, dosen dan mahasiswa berbeda almamater, agar saat diskusi terlihat <em>background</em> permasalahan yang ditilik dari berbagai sisi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dari diskusi tersebut, tiap kelompok mempresentasikan pandangannya tentang kurang, lebih, tantangan serta solusi dari kebijakan yang diulas.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Banyak pertanyaan yang muncul setelah forum itu. Mungkin itu juga tujuan adanya forum. Agar setelah forum selesai, mahasiswa bisa buka ruang diskusi terkait empat kebijakan tadi,&rdquo; terang mahasiswa berprestasi Unmul ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Selanjutnya, Ainur juga menjelaskan kebijakan pertama nantinya akan memudahkan universitas dalam membuka program studi baru. Otonomi ini diberikan jika PTN dan PTS tersebut memiliki akreditasi A dan B, juga melakukan kerja sama dengan organisasi atau universitas yang masuk dalam <em>QS Top 100 World Universities</em>. Terkecuali untuk Program Studi Pendidikan dan Kesehatan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Terkait kebijakan kedua, ia menuturkan tidak ada pengulangan. Akreditasi pun ketika pihak universitas meminta. Kecuali terdapat dua hal, yakni aduan dari masyarakat yang buktinya konkrit, dan lulusan universitas terkait ditinjau dari persentase lulusan yang mengganggur. Secara terpaksa</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">, Kemendikbud yang langsung mengakreditasinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kebijakan ini muncul dengan harapan semakin banyak <em>stakeholder</em> yang terlibat. Masyarakat sudah jelas menjadi elemen yang cukup untuk mempengaruhi, karena ikut menilai kualitas pendidikan tinggi di lingkupnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kebijakan ketiga diakui Ainur banyak membuat bingung mahasiswa, karena berkaitan dengan birokrasi kampus.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Menurut beberapa perwakilan mahasiswa yang lain, itu akan riskan karena bisa saja dipermainkan pihak universitas. Kebijakan 50 persen dari SN, dan kuota lainnya, itu bisa dipermainkan,&rdquo; paparnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Menelusur Kebijakan Keempat</strong></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tentu saat kebijakan diluncurkan, mahasiswa menjadi elemen yang nantinya akan terdampak. Dijelaskan Ainur, beberapa media konvensional melebihkan hal tersebut dengan menyatakan mahasiswa hanya wajib belajar selama 5 semester.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Padahal, kebijakan keempat memberi kewajiban untuk pihak kampus memfasilitasi adanya lintas prodi sesuai kehendak mahasiswa. Dan mahasiswa berhak menggunakan kesempatan untuk lintas prodi atau tidak.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Semisal mahasiswa teknik, mau mengambil prodi yang berkaitan dengan manajemen, itu bisa. Jika tidak ingin mengambil prodi apapun, perkuliahan tetap berjalan seperti biasa. Dan pengecualian tetap pada prodi pendidikan dan kesehatan,&rdquo; tegasnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Untuk urusan penilaian, penyetaraan, dan pemaksimalan teori-teori yang akan didapat mahasiswa nantinya memang masih menjadi tanda tanya. Sejauh ini, tujuan dari forum tersebut bagi Ainur adalah menyatukan pandangan dan <em>value</em> dari kebijakan yang telah dikeluarkan. Ia mengakui bahwa forum tersebut belum sampai pada pembahasan teknis atau praktiknya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sempat membuat diskusi <em>online</em> di Instagram, Ainur membagikan hasil diskusi kelompoknya dan menanyakan terkait pro dan kontra mahasiswa. Hasilnya, banyak yang kurang setuju karena kebijakan keempat dinilai sulit. Adapun pendapat untuk memperbaiki pola pendidikan lama yang sudah dijalankan muncul ke permukaan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Mengutip perkataan Nadiem Makarim selaku Mendikbud, &ldquo;kalian pilih mana, aturan yang tersusun tapi hasil nihil, dibanding satu hal yang kelihatannya amburadul, tapi bisa melahirkan orang yang bertahan di dunia kerja?&rdquo; Secara pribadi, ia setuju terhadap kebijakan keempat terlepas dari semua kesukaran yang nanti akan menjadi kendala pada praktiknya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tiga semester yang nantinya akan menjadi hak prerogatif mahasiswa bisa dimanfaatkan dengan <em>exchange</em>, magang di perusahaan, berwirausaha, atau mengambil lintas jurusan lainnya. Namun hasil dari itu semua tetap akan dilaporkan agar tak sia-sia.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Saat ditanya mengenai apa dampak bagi UKM ketika kebijakan itu terlaksana, Ainur berpendapat bahwa UKM akan berjalan seperti biasanya. Tetap menjadi wadah bagi minat serta bakat mahasiswa. Ia berharap itu dapat sejalan dengan kebijakan baru.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Menurutnya, mahasiswa yang berorganisasi tidak akan merasa terkucilkan, sebab takut nilai akademisnya tidak berjalan sebanding dengan aktif berorganisasi. Ia menyampaikan harapan Nadiem agar mahasiswa dapat bertindak <em>based on problem&nbsp;</em>untuk ke depan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Secara konsep seperti itu. Namun tetap ada prosedur juga praktiknya. Nanti pasti akan ada kendala, karena rombakannya besar,&rdquo; sebut Ainur.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Juga perlu waktu yang cukup lama untuk membuktikan. Mungkin nanti akan ada kampus percontohan dulu atau bagaimana, kita belum tahu,&rdquo; tutupnya.</span><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>&nbsp;(rst/len)</em></strong><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Kanker Sedunia: Sebuah Momen untuk Mengingat Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-kanker-sedunia-sebuah-momen-untuk-mengingat-kembali/baca </link>
<guid> hari-kanker-sedunia-sebuah-momen-untuk-mengingat-kembali </guid>
<pubDate> Tue, 04 Feb 2020 12:54:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Kanker Sedunia 4 Februari </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-kanker-sedunia-sebuah-momen-untuk-mengingat-kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fipWyfvLDK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Kanker Sedunia: Sebuah Momen untuk Mengingat Kembali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>- Penyakit datang tanpa mengenal usia, seperti kanker yang menjadi salah satu penyakit mematikan. Awalnya penyakit ini tidak menampakkan gejala-gejala awal, sehingga sering kali luput dari perhatian. Mengutip dari <em>tirto.id</em>, kanker merupakan penyakit mematikan nomor dua di dunia. Dan setiap tahunnya ada 9,6 juta jiwa meninggal akibat penyakit ini. Terhitung sebanyak 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah hingga menengah.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini tepat pada 4 Februari menjadi hari kanker sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pencegahan kanker sejak dini. Pencegahan yang dilakukan tidak hanya untuk penyakit kanker namun juga pada penyakit mematikan lainnya. <em>Union for International Cancer Control</em> (UICC), merupakan organisasi pencetus disepakatinya 4 Februari sebagai hari kanker sedunia. Dilansir dari <em>tirto.id</em>, Hari Kanker Sedunia (<em>World Cancer Day</em>) lahir pada 4 Februari 2000 dalam acara <em>World Summit Against Cancer&nbsp;</em>di Paris, yang membahas tentang penelitian, pencegahan, peningkatan layanan dan kesadaran akan penyakit kanker.</p><p style="text-align: justify;">Hari kanker sedunia menjadi salah satu hari peringatan yang penting diketahui sehingga masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaannya terhadap berbagai penyakit mematikan, salah satunya adalah kanker. Serta dapat menekan angka kematian dikarenakan kanker. Selain itu juga dapat memberikan semangat dan dukungan terhadap penyintas kanker. Peringatan ini juga bertujuan memberikan pengobatan yang tepat terhadap para penyintasnya.</p><p style="text-align: justify;">Setiap peringatan hari kanker sedunia diadakan <em>#Nohairselpie</em> untuk memberikan dukungan kepada penyintas kanker agar lekas terbebas dari penyakit yang dialami. Aksi gerakan <em>#Nohairselpie</em> juga disebut sebagai suatu tindakan yang menunjukkan keberanian para penyintas kanker.</p><p style="text-align: justify;">Selain gerakan tersebut peringatan hari kanker sedunia kali ini juga bertema <em>#IAmAndIWill</em> yang berarti bahwa setiap orang mampu melakukan pencegahan terhadap penyakit mematikan seperti kanker mulai dari hal kecil. Berdasarkan beberapa sumber, beberapa tahun terakhir penyakit kanker yang paling mematikan adalah jenis kanker paru, kanker payudara, dan kanker rahim (serviks).</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Kanker dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Seperti selalu menjaga kebersihan, misal mencuci tangan dan mengonsumsi banyak makanan bergizi. Adanya peringatan ini membuat kita semua lebih <em>aware</em> terhadap kondisi tubuh, serta turut memberikan <em>support</em> kepada penyintas kanker. <strong><em>(vny/hlm)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-Serbi Virus Corona </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-virus-corona/baca </link>
<guid> serba-serbi-virus-corona </guid>
<pubDate> Tue, 04 Feb 2020 12:57:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Novel Coronavirus, virus baru yang semakin mewabah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-virus-corona/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/j8dRbVOIv5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serba-Serbi Virus Corona</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kewaspadaan masyarakat dunia akan penyebaran <em>Novel Coronavirus</em> (2019-nCoV) terus meningkat. Seperti yang telah diketahui, pada 7 Januari 2020 pihak berwenang China mengonfirmasi mengenai hadirnya virus jenis baru dengan nama sementara 2019-nCoV. Informasi terbaru menyebutkan bahwa virus ini telah menyebar ke sedikitnya 23 negara di seluruh dunia, dengan 11.953 kasus telah dikonfirmasi. Adapun jumlah korban meninggal sebanyak 361 orang.</span></p><p style="text-align: justify;">Terdapat 132 kasus terkonfirmasi di luar negara China. Jumlah kasus terbanyak ditemukan di Thailand dengan 19 kasus, disusul Jepang dengan 17 kasus. Virus ini juga menjangkit negara lain seperti Singapura, Korea Selatan, Australia, hingga Finlandia. Filipina sendiri menjadi negara pertama di luar China yang mengumumkan adanya kasus pasien yang terinfeksi virus corona dan meninggal dunia.</p><p style="text-align: justify;">Virus corona sendiri merupakan jenis virus baru yang penyebarannya dimulai dari Kota Wuhan, China. Virus ini masih satu rumpun dengan virus penyebab <em>Severe Acute Respiratory Syndrome&nbsp;</em>(SARS) dan <em>Middle East Respiratory Syndrome&nbsp;</em>(MERS) yang pernah menimbulkan kepanikan global bertahun-tahun silam.</p><p style="text-align: justify;">Corona menyerang sistem pernapasan manusia dan memiliki kemampuan tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal. Virus ini diduga muncul pertama kali dari Huanan Seafood Wholesale Market yang terletak di Wuhan.</p><p style="text-align: justify;">Diduga proses penyebaran corona pada awalnya hanya dapat ditularkan oleh hewan ke manusia. Namun, virus ini rupanya ditularkan dari satu orang ke orang lain. Proses penyebarannya adalah melalui udara yang terhirup lewat hidung dan mulut, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. Proses ini dapat dikatakan mirip dengan penyebaran flu biasa.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya proses penyebarannya yang sama, virus corona juga memiliki gejala awal yang cenderung mirip dengan flu biasa, yakni batuk dan pilek. Sebagian besar penderita menganggap sepele gejala-gejala ini, lalu pergi ke rumah sakit ketika gejala klinis lain yang lebih berat muncul. Contohnya adalah sakit tenggorokan, badan lesu, dan gangguan pernafasan.</p><p style="text-align: justify;">Fakta bahwa pembawa virus tetap dapat menularkan virus ini kepada orang lain meski masih berada dalam masa inkubasi dan belum menunjukkan gelaja infeksi, menjadikan virus ini dengan cepat tersebar di seluruh dunia.</p><p style="text-align: justify;">Terhitung hingga 2 Februari 2020, terdapat 23 negara yang telah mengonfirmasi terinfeksi virus corona. Termasuk di dalamnya negara-negara tetangga kita, seperti Malaysia dan Singapura. Di Indonesia sendiri, belum terdapat kasus virus corona yang terkonfirmasi.</p><p style="text-align: justify;">Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengungkapkan bahwa terdapat setidaknya 13 orang yang diduga terkena virus tersebut, 11 orang di antaranya telah dikonfirmasi negatif dan 2 orang lainnya masih dalam tahap observasi dan masih menjalani serangkaian pemeriksaan.</p><p style="text-align: justify;">Kementerian Kesehatan RI terus melakukan upaya pencegahan masuknya virus corona di Indonesia dengan mengaktifkan 135 <em>thermo scanner</em> serta membagikan masker N95, <em>health care alert</em> dan KIE kepada para penumpang pesawat terbang. Kemenkes RI juga telah menyiapkan tenaga kesehatan dan 100 rumah sakit rujukan.</p><p style="text-align: justify;">Selain pemerintah, masyarakat umum juga diharapkan melakukan tindakan-tindakan pencegahan terhadap virus ini. Pencegahan dapat dilakukan dengan:</p><p style="text-align: justify;">1. Mencuci tangan dengan sabun secara berkala</p><p style="text-align: justify;">2. Gunakan masker jika batuk dan pilek</p><p style="text-align: justify;">3. Hindari kontak jarak dekat dengan siapapun yang mengalami demam dan batuk</p><p style="text-align: justify;">4. Hindari mengonsumsi produk hewani seperti daging dan susu yang mentah</p><p style="text-align: justify;">5. Konsumsi gizi seimbang, perbanyak konsumsi sayur dan buah</p><p style="text-align: justify;">6. Rajin berolahraga dan istirahat yang cukup</p><p style="text-align: justify;">7. Bila mengalami batuk, pilek, dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan</p><p style="text-align: justify;">Karena merupakan jenis baru, maka virus corona masih belum memiliki vaksin maupun obat. Namun, virus ini masih dapat disembuhkan melalui proses pengobatan berupa terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat pada dasarnya menjadi kunci utama untuk mencegah dan mengatasi virus corona.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kompas.com</em>, otoritas kesehatan China menyatakan setidaknya 475 pasien yang terinfeksi virus corona telah sembuh dan bisa pulang dari rumah sakit setelah menjalin masa pemulihan selama beberapa hari. Tentu saja belum ada keterangan resmi mengenai bagaimana ratusan pasien tersebut bisa sembuh. Dugaan sementara adalah <em>self limiting disease</em> atau sembuh dengan sendirinya.</p><p style="text-align: justify;">Di lain pihak, Badan Kesehatan Dunia atau <em>World Health Organization</em> (WHO) telah mengumumkan status darurat global akibat virus corona ini.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah Indonesia sendiri menyediakan <em>hotline</em> virus corona bagi masyarakat yang mengalami gejala serupa. Masyarakat dapat menghubungi layanan tersebut di nomor 021-5210422 atau 081212123119.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui grafik penyebaran virus corona, dapat dipantau melalui link di bawah ini:</p><p style="text-align: justify;"><a href="https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6">https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6</a></p><p style="text-align: justify;">Selalu jaga kondisi tubuh dan tetap konsisten pada gaya hidup yang sehat. <strong><em>(wuu/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Psycho: Standar Tinggi Horor Klasik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/psycho-standar-tinggi-horor-klasik/baca </link>
<guid> psycho-standar-tinggi-horor-klasik </guid>
<pubDate> Wed, 05 Feb 2020 11:58:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Psycho: Standar Tinggi Horor Klasik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/psycho-standar-tinggi-horor-klasik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DcPI3SfA7a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Psycho: Standar Tinggi Horor Klasik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Sutradara</strong>: Alfred Hitchcock</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemeran</strong>: Anthony Perkins, Janet Leigh, Vera Miles, John Gavin, Martin Balsam</p><p style="text-align: justify;"><strong>Musik</strong>: Bernard Herrmann</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sinematografi</strong>: John L. Russell</p><p style="text-align: justify;"><strong>Distribusi</strong>: Paramount Pictures</p><p style="text-align: justify;"><strong>Genre</strong>: <em>Psychological Horror</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>Rilis</strong>: 8 September 1960</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Nama Alfred Hitchcock mungkin agak sedikit asing di telinga masyarakat saat ini. Namun untuk penggemar horor atau <em>thriller</em>, Alfred yang dikenal sebagai &quot;<em>The Master of Suspense</em>&quot; adalah seorang tokoh yang telah menciptakan standar tinggi bagi sebuah film horor.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Psycho</em> adalah salah satu karyanya yang paling terkenal. Diangkat dari novel berjudul sama karya Robert Bloch, kisah dalam film ini sebenarnya cukup sederhana. Penonton akan diajak mengenal seorang wanita yang menarik bernama Marion Crane (Janet Leigh) dan pacarnya yang telah beristri, Sam Loomis (John Gavin). Sadar akan <em>affair</em> yang mereka lakukan, Sam berjanji pada Marion untuk menceraikan istrinya dan segera meminangnya. Mereka kemudian berjanji untuk bertemu kembali setelah pekerjaan Marion usai.</p><p style="text-align: justify;">Ketika kembali ke kantor, Marion kemudian digoda oleh salah satu klien bosnya, yang kemudian menitipkan uang sangat banyak padanya. Uang tersebut kemudian diminta sang atasan untuk segera dimasukkan ke bank. Mengiyakan bosnya, Marion segera menyimpan uang tersebut. Dan dengan alasan sakit, ia minta izin untuk pulang lebih awal dari kantor.</p><p style="text-align: justify;">Sampai di kediamannya, Marion tak tahan dengan uang sebanyak itu. Dengan niat liciknya, ia segera berkemas dan kabur membawa uang tersebut. Ia kemudian berkendara menuju tempat tinggal Sam di Fairvale, California.</p><p style="text-align: justify;">Saat merasa dirinya telah berada jauh, ia menepi dan tidur sebentar di dalam mobilnya. Di tengah tidurnya, seorang polisi datang dan mengetuk kaca mobilnya. Ia terbangun dan kaget sebab takut ketahuan. Nyatanya, sang polisi hanya meminta SIM Marion untuk diperiksa dan memintanya segera keluar dari jalur tersebut karena tidak diperbolehkan menepi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan terburu-buru, ia segera pergi dari jalur tersebut. Namun, sang polisi yang menaruh curiga akhirnya mengikuti Marion di sepanjang perjalanan. Marion yang semakin takut akhirnya mengambil jalur lain dan memisahkan diri dari sang polisi. Tak lantas merasa aman, ia segera menepi di sebuah dealer mobil dan mendesak sang pemilik untuk menjual mobilnya dan menukarnya dengan yang baru.</p><p style="text-align: justify;">Setelah akhirnya berhasil mendapatkan mobil baru, ia segera melaju ke luar kota tanpa diikuti polisi tersebut. Dalam perjalanan, ia mendengarkan saluran radio, namun terbayang-bayang dengan aksi yang ia lakukan. Ketika hujan turun dengan deras, tanpa sadar dirinya telah berada jauh dari kota dan merasa lelah.</p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian melihat sebuah plang nama dipinggir jalan yang bertuliskan Bates Motel. Karena tak ada pilihan lain, ia segera memasuki jalan tersebut dan sampailah dirinya di motel tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ternyata, motel ini dikelola oleh seorang pria bernama Norman Bates. Ia memiliki perawakan yang tinggi namun kurus, serta kepribadian yang agak aneh dengan selera humor yang sedikit dipaksakan. Ia terlihat sangat tertarik dengan Marion.</p><p style="text-align: justify;">Karena ingin &apos;mengenal&apos; Marion lebih dekat, maka Norman menawarkan makan malam kepadanya. Namun saat Norman kembali ke rumahnya untuk meminta izin sang Ibu, dia ditentang atas inisiatifnya ini. Marion lantas merasa tak enak.</p><p style="text-align: justify;">Dengan sedikit paksaan, akhirnya Marion mengikuti Norman untuk makan bersama di kantornya, tepat di sebelah kamar yang disewakan untuknya. Sambil duduk, Norman bercerita bahwa ia tinggal bersama ibunya yang <em>overprotective</em> dan pemarah. Ibunya tinggal di rumah mereka yang berada di bukit belakang motel ini.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Karena semakin lelah dan bosan menanggapi cerita Norman, Marion lantas pamit untuk beristirahat dan membersihkan diri. Setelah keluar dari ruangan kantor, ia bergegas mengeluarkan barangnya serta menyembunyikan uang curiannya ke dalam sebuah koran dan melipatnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Ia lalu melucuti semua pakaiannya dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tanpa ia sadari, Norman ternyata sedang mengintipnya dari lubang kecil di balik dinding kantornya. Saat Marion hendak mandi, ia kemudian menghilang dari kantornya.</p><p style="text-align: justify;">Senang karena akhirnya dapat melepas penat, Marion kemudian mandi dengan riang. Ia bahkan tak mendengar derit pintu kamarnya yang terbuka, diikuti langkah kaki seseorang, yang kemudian membuat dirinya menemui ajalnya. Bagian inilah yang membuat Psycho menjadi terkenal dan ikonik. Di mana Marion berteriak histeris saat seseorang yang misterius menusuknya berkali-kali secara sadis hingga mati. Ini dijuluki sebagai &apos;<em>the shower scene</em>&apos; yang legendaris.</p><p style="text-align: justify;">Setelah Marion &apos;menghilang&apos; tanpa kabar, saudarinya Lila Crane (Vera Miles) berusaha mencarinya. Ia merasa panik, takut, serta tertekan dengan kantor Marion yang merasa ditipu. Tahu bahwa penemuannya nihil, ia lantas mendapat bantuan seorang detektif swasta bernama Milton Arbogast (Martin Balsam), yang ternyata disewa untuk mencari jejak Marion.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Sam bertemu dengan Lila dan menjadi khawatir akan keberadaan Marion, entah nyawanya terancam ataupun sebagai buronan. Ia dan Lila akhirnya hanya bisa menunggu kabar dari sang detektif terkait investigasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Lalu, berhasilkah Milton menemukan Marion? Apakah akhirnya uang tersebut ditemukan? Lantas seperti apakah aksi Norman Bates sang pemilik motel? Semua akan terjawab pada akhir film ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Klasik Tak Murahan</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski masih berskala hitam putih, film ini tak lantas menjadi biasa saja. Dengan kepandaiannya meramu sebuah plot, Alfred berhasil menyajikan film ini dengan kelas yang berbeda. Dengan alur tak tertebak dan <em>twisted</em>, ia berhasil menjebak penonton untuk menebak-nebak siapakah pelaku pembunuhan Marion.</p><p style="text-align: justify;">Tak luput akting dari Anthony Perkins sebagai Norman Bates yang patut diapresiasi. Karena perannya inilah yang menggiring emosi serta mengundang <em>goosebump</em> dari siapapun yang menyaksikannya.</p><p style="text-align: justify;">Unsur yang tak kalah penting adalah <em>scoring</em> atau musik film yang digubah oleh Bernard Herrmann. Atas karyanya, <em>Psycho</em> menjadi sangat menarik dan mendebarkan. Untuk <em>shower scene</em>, ia menggunakan <em>string instrument</em> yang membuat bagian tersebut menjadi lebih kelam dan intens.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Meski <em>Psycho</em> kemudian dibuat menjadi <em>series</em>, film ini tetaplah &apos;tonggak&apos; utama dari kisah seorang Norman dengan motelnya yang misterius. Dengan <em>budget</em> yang sangat minim yakni $806,947 ribu (setara dengan Rp11 juta/lebih), film ini meraih <em>box office</em> dengan total pendapatan $50 juta (atau setara Rp683 juta/lebih).</span></p><p style="text-align: justify;">Film ini juga mendapat empat nominasi di <em>Academy Awards</em> (Oscar), termasuk <em>B</em><em>est Director</em> untuk Alfred Hitchcock dan <em>B</em><em>est Supporting Actress</em> untuk Janet Leigh.</p><p style="text-align: justify;">Berani untuk memacu jantung saat menontonnya? <strong style="">(<em>len/rst</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> IP di Bawah Standar, Bidikmisi Mahasiswa Akan Dicabut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ip-di-bawah-standar-bidikmisi-mahasiswa-akan-dicabut/baca </link>
<guid> ip-di-bawah-standar-bidikmisi-mahasiswa-akan-dicabut </guid>
<pubDate> Thu, 06 Feb 2020 14:38:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> IP di bawah standar, terancam dicabut Bidikmisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ip-di-bawah-standar-bidikmisi-mahasiswa-akan-dicabut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2mAKVRkCI0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>IP di Bawah Standar, Bidikmisi Mahasiswa Akan Dicabut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa waktu lalu beredar kabar melalui unggahan Gamadiksi Unmul, yakni organisasi yang menaungi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di Unmul. Unggahan tersebut tersebut berisi informasi bahwa kini mahasiswa yang memiliki Indeks Prestasi (IP) di bawah 2,5 akan dicabut beasiswanya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Senin (3/2) lalu Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, La Hasan membenarkan adanya kabar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak awalkan mahasiswa sudah menandatangani pernyataan kalau IP mahasiswa di bawah sekian (2,5) maka akan dicabut,&rdquo; ujar La Hasan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya mahasiswa masih diberi kelonggaran dengan batas maksimal tiga kali mengalami penurunan IP, ternyata kebijakan ini mendapatkan teguran dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Teguran ini tidak hanya satu atau dua kali, bahkan datang hingga tiga kali.</p><p style="text-align: justify;">BPKP merupakan salah satu lembaga pemerintah nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan keuangan dan pembangunan yang berupa audit, konsultasi, asistensi, evaluasi, pemberantasan KKN, serta pendidikan dan pelatihan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Tak mau ambil risiko, akhirnya kebijakan sebelumnya tidak dilanjutkan. Sejatinya, BPKP telah menyatakan bahwa mahasiswa penerima beasiswa tidak boleh memiliki nilai kurang dari 2,5. Jika ada, maka beasiswa Bidikmisinya harus segera dicabut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kan uang negara, kalau sudah jadi temuan berarti kita telah menyalahgunakan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan La Hasan, saat ini sudah ada mahasiswa yang telah dicabut beasiswa bidikmisinya karena perkara nilai tersebut. Nantinya, kuota yang kosong tersebut akan diberikan kepada pengganti yang diperoleh dari laporan fakultas yang benar-benar layak menerima.</p><p style="text-align: justify;">Meski merasa sedih dan tidak bisa berbuat banyak, La Hasan berharap kepada mahasiswa yang beasiswanya telah dicabut akan terus lanjut berkuliah dan tidak putus di tengah jalan.</p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi <em>Sketsa</em> melalui pesan WhatsApp, Ketua Umum Gamadiksi M. Fahruraji Annur, membenarkan adanya pencabutan tersebut. Saat ini mereka sedang berupaya untuk mengajukan audensi dengan Wakil Rektor III, bidang Kemahasiswaan dan Alumni.<em><strong>&nbsp;(sii/yun/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Trendi dengan Thrifting </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/trendi-dengan-thrifting/baca </link>
<guid> trendi-dengan-thrifting </guid>
<pubDate> Fri, 07 Feb 2020 12:43:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yuk! Mulai Thrifting untuk outfit keseharian kamu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/trendi-dengan-thrifting/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/15rQvQZGqi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Trendi dengan Thrifting</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - <em>Outfit</em> memang menjadi salah satu yang perlu diperhatikan saat ke kampus untuk sebagian orang. Pakaian yang kita kenakan, tentu akan memengaruhi <em>mood</em> dan tingkat percaya diri seseorang. Dengan demikian, seseorang khususnya wanita merasa perlu untuk membeli barang baru guna menyokong <em>outfit of the day</em>-nya. Namun ketika membongkar isi lemari lagi, sudah terlampau banyak pakaian yang jarang dikenakan. Lalu, bagaimana pilihan yang dapat diambil agar kita tetap trendi dengan memaksimalkan tanpa perlu membeli baru?</p><p style="text-align: justify;">Ini jadi peringatan penting yang harus disadari bersama, bahwa peduli terhadap lingkungan tidak sebatas membuang sampah pada tempatnya atau memakai sedotan stainless, karena lebih dari itu banyak faktor yang memengaruhi kelestarian lingkungan saat ini, salah satunya dengan mulai memperhatikan limbah tekstil dunia saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran itu dimulai dari mana? Di mulai dari merasa cukup dengan apa yang kita punya. <em>Mix and match</em> tentu menjadi jurus agar <em>outfit</em> kamu tak membosankan. Lantas, mengapa hal ini perlu?</p><p style="text-align: justify;">Data yang dikutip dan diunggah tahun 2018 dari<em>&nbsp;vice.com</em> bahwa sejak tahun 2000 hingga sekarang, data produksi busana sedunia tercatat meningkat dua kali lipat. Rata-rata konsumen membeli baju, celana, atau jaket lebih banyak 60 persen tiap tahun dibanding pada tahun-tahun awal Abad 21. Busana-busana itu sebagian besar tidak terlalu lama disimpan lama di lemari, beda dari perilaku konsumen 15 tahun lalu. Di negara-negara maju, bahkan sudah biasa jika baju bekas akhirnya menumpuk di tempat pembuangan sampah.</p><p style="text-align: justify;">Jika sudah begitu, pantas sepertinya kita membayangkan akan seperti apa bumi yang menjadi hunian kita beberapa tahun ke depan. Pantas pula jika dalam kurun waktu beberapa tahun, banyak kejadian terkait lingkungan yang buat geleng-geleng kepala.</p><p style="text-align: justify;">Lalu apa?</p><p style="text-align: justify;">Yuk, dimulai dari menilik lemari pakaian kamu. Memilah mana yang masih pantas dan sering kamu kenakan. Serta mana yang tidak layak dan jarang kamu pakai. Kamu bisa mendonasikan pakaian kamu ke korban bencana. Maksimalkan <em>outfit</em>-mu dengan isi lemari mu. Atau jika kamu sangat ingin membeli, kamu bisa berlayar ke Instagram dengan mencari <em>thriftshop</em> atau <em>preloved</em> saat ini. Kamu bisa pula mencari langsung ke pasar barang bekas yang ada di kotamu. Bahkan bisa pula mengenakan pakaian lama ibu atau kakak kamu yang masih trendi. Kesempatan kamu untuk mencari ide <em>outfit</em>, bukan?</p><p style="text-align: justify;">Tak ada yang salah dari membeli barang bekas, selama kebersihannya dapat kita jaga dan nilai konsumsinya masih dapat kita gunakan, mengapa tidak? Dengan <em>thrifting</em>, atau mengenakan yang ada kita ikut menjaga dan menurunkan limbah tekstil yang telah menjadi ancaman untuk daratan dan lautan kita. Tertarik menyelami dunia <em>thrifting</em>? <em><strong>(rst/hlm)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagi Padaku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bagi-padaku/baca </link>
<guid> bagi-padaku </guid>
<pubDate> Sat, 08 Feb 2020 11:53:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rasa apapun itu, bagikan kepadaku. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bagi-padaku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yYWaEnlPDA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bagi Padaku</h1>
			              </header>
			              <p>Kita berlarian di sepanjang garis pantai<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;</span></p><p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Bergandeng tangan di bawah guyuran hujan</span></p><p>Tertawa lebar dibawah kilau mentari</p><p>Menghabiskan sisa hari dengan tatapan hangat</p><p>Semua hal yang kita lakukan selalu menjadi hal termanis</p><p>Kau meringkas cerita dengan caramu</p><p>Tanpa perlu sibuk memberikan ini dan itu</p><p>Mencontoh sana dan sini</p><p>Hanya sesuai dengan aku dan waktu</p><p><br></p><p>Dan kemudian aku berterima kasih</p><p>Karena telah menjadikan aku pemeran utama dihatimu</p><p>Dengan segala tutur dan laku terbaik</p><p>Maka biarkan aku membalas padamu</p><p>Walau mungkin ini tak sepadan</p><p>Tapi setidaknya aku ingin jalinan ini menjadi simbiosis mutualisme</p><p>Sebuah hasil antara kamu dan aku</p><p><br></p><p>Dengarkan</p><p>Dan simpan di memori terdalammu</p><p>Aku tidak mau mengisi selamu</p><p>Aku tidak mau menjadi bahagiamu</p><p>Aku tidak mau bertumpu padamu</p><p>Aku tidak mau menjadi bayang pikirmu</p><p><br></p><p>Yang aku mau</p><p>Sepanjang kita berdua masih bernapas</p><p>Libatkan aku dalam arung panjang rasamu</p><p>Rasa apapun itu<br>Bagi padaku</p><p><strong><em>Ditulis oleh Nawwar Hayyu Hastuty, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lika-liku Sejarah Pers di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/lika-liku-sejarah-pers-di-indonesia/baca </link>
<guid> lika-liku-sejarah-pers-di-indonesia </guid>
<pubDate> Sun, 09 Feb 2020 12:52:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Pers Nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/lika-liku-sejarah-pers-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dHtMAJTsOd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lika-liku Sejarah Pers di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jurnalisme di Indonesia, ada karena semangat menyuarakan informasi yang bermanfaat bagi publik, gelora menyuarakan kebenaran dan keadilan. Kekuatan ini membuat api semangat jurnalisme masih menyala dan bertahan sampai detik ini.</p><p style="text-align: justify;">Hari Pers Nasional (HPN) diselenggarakan setiap tahun pada 9 Februari bertepatan dengan ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI No. 05 Tahun 1985 yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985.</p><p style="text-align: justify;">Dewan Pers kemudian menetapkan HPN dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Tentu terdapat cerita sejarah di balik penetapan HPN. Seperti adanya peran wartawan dalam pemberitaan yang membangkitkan kesadaran masyarakat serta menyulut perlawanan rakyat untuk meraih kemerdekaan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan ditetapkannya HPN, erat hubungannya dengan PWI, bahkan menjadi salah satu butir dari hasil kongres PWI ke-28 di Padang pada tahun 1978. Dalam kongres tersebut, tokoh-tokoh pers sepakat untuk memperingati HPN guna &nbsp;memeringati kehadiran dan peran pers Indonesia dalam lingkup nasional.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan HPN diharapkan menjadi pengingat bahwa pers dan masyarakat perlu berbenah untuk mewujudkan cita-cita Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kompas.com</em>, Soeharto menegaskan bahwa pers muncul sebagai obor penerangan. Soeharto juga memberikan penjelasan mengenai GBHN 1983 dan berusaha mengembangkan pers yang sehat, bebas, dan bertanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertumbuhan dan peningkatan pers nasional akan memberikan nilai positif bagi perkembangan dan pertumbuhan bangsa Indonesia,&rdquo; kata Soeharto.</p><p style="text-align: justify;">Dalam mengungkap kebenaran, pers &nbsp;kerap mengalami pasang surut dalam menjalankan tugas sebagai pewarta, mulai dari diancam oleh kolonialisme hingga kebebasannya yang dibungkam oleh pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan di zaman orde baru, pers mengalami kemunduran dan menjadi sejarah terburuk di Indonesia dengan adanya pembredelan pers yang anti pemerintah rezim Soeharto dan seluruh kroninya. Berbagai tindakan intimidasi, teror, hingga pembunuhan diterima wartawan.</p><p style="text-align: justify;">Sejak era reformasi, pers mendapat angin segar tatkala Soeharto mundur dari jabatanya. Setelah orde baru runtuh, pers mulai menggeliat. Jumlah media massa baik cetak maupun elektronik terus berkembang. Apalagi kebebasan pers dilindungi oleh undang-undang (UU) dan memiliki wadah yakni Dewan Pers.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jalan Pers Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Perkembangan dan semangat pers juga menjalar hingga ke kampus-kampus di Indonesia. Seperti pers pada umumnya, keberadaan pers mahasiswa (persma) punya tugas yang sama yakni mengawal birokrat kampus agar tak salah arah.</p><p style="text-align: justify;">Meski terkadang nurani harus dipertaruhkan untuk sekadar memilih berjalan sesuai kode etik atau menjaga nama baik. Ada pers ada ancaman, perjalanan persma juga tidak mulus, banyak yang mendapat intervensi hingga pembekuan pengurus.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>persma.org</em>, BP Advokasi Nas PPMI mencatat terdapat 58 jenis represi dari 33 kasus terhadap persma selama 2017-2019. Jenis represi paling sering dialami oleh persma yakni intimidasi, pemukulan, ancaman <em>drop out</em> (DO), kriminalisasi, dan penculikan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti halnya yang dialami BPPM Balairung UGM yang mengungkap kasus Agni malah mendapat kriminalisasi dari Polda Yogyakarta. Kemudian, seluruh pengurus Suara USU diberhentikan oleh rektor karena memuat &lsquo;cerpen LGBT&rsquo; dan masih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Dilema karena berlindung di bawah payung rektorat terkadang membuat gerakan persma tidak leluasa. Dua kasus di atas jadi bukti nyata, namun apapun alasannya tidakan birokrat dalam membungkam persma tetap tidak ada benarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sudah seharusnya persma bekerja sesuai dengan porsinya, birokrat harus paham bahwa persma bukanlah humas kampus yang hanya memberitakan yang baik-baik saja. Juga tidak mencari &lsquo;kejelekan&rsquo; semata, namun sebagai penyeimbang agar arus informasi birokrat dan mahasiswa terus ada.</p><p style="text-align: justify;">Kami, LPM Sketsa mengucapkan selamat Hari Pers Nasional untuk seluruh insan pers Indonesia, terkhusus pers mahasiswa. Semoga semangat persma selalu ada dan terus berkarya dengan segala keterbatasan yang ada. <strong style="">(<em>ina/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Urgensi RUU Keprofesian Psikologi di Era Revolusi Industri 4.0 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/urgensi-ruu-keprofesian-psikologi-di-era-revolusi-industri-40/baca </link>
<guid> urgensi-ruu-keprofesian-psikologi-di-era-revolusi-industri-40 </guid>
<pubDate> Mon, 10 Feb 2020 11:59:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> RUU Keprofesian Psikologi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/urgensi-ruu-keprofesian-psikologi-di-era-revolusi-industri-40/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bUJFE53oRA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Urgensi RUU Keprofesian Psikologi di Era Revolusi Industri 4.0</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Revolusi industri 4.0 sudah menjadi tantangan besar bagi manusia di era automasi saat ini. Banyak pekerjaan bahkan profesi sudah diambil alih oleh teknologi. Hal tersebut menjadi sinyal bahwa jika kita masih tidak peka dan tidak peduli terhadap kondisi sosial politik yang ada di masyarakat, maka kita akan digilas dan ditinggal oleh zaman.</span></p><p style="text-align: justify;">Persoalannya memang banyak sekali variabel yang mempengaruhi kita dalam bertindak. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk tidak bersaing dengan kecerdasan buatan. Karena kreativitas dan kemampuan berpikir kritis menjadi modal utama manusia di masa depan. Bukan lagi tentang nilai dan angka yang tertera di ijazah.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia, penggunaan teknologi dan internet tidak diimbangi dengan kemampuan bersikap kritis masyarakatnya. Hal ini membuat kita dengan gampangnya termakan berita bohong. Belum lagi di tahun 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi, yang di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibanding usia tidak produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Oleh karena itu, menjadikan sumber daya manusia memegang peranan penting dalam kemajuan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">DPR RI secara resmi menyetujui 248 RUU (Rancangan Undang Undang) yang masuk dalam PROLEGNAS (Program Legislasi Nasional) tahun 2020-2024. Sebanyak 50 RUU masuk dalam PROGLEGNAS prioritas tahun 2020, salah satunya RUU tentang Profesi Psikologi.</p><p style="text-align: justify;">Penulis yang sedang menempuh pendidikan S1 Psikologi di Universitas Mulawarman ini sangat prihatin dengan keprofesian psikologi, karena sampai saat ini RUU Keprofesian Psikologi masih sebatas rancangan saja.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan kalau kita lihat secara historis, RUU ini sudah dirancang sejak tahun 2007 oleh HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) yang kemudian Draft RUU dan Naskah Akademiknya disiapkan oleh DPR. Artinya, jarak waktu pada tahun 2007-2020 atau 13 tahun UU Keprofesian Psikologi ini hanya sebatas rancangan saja. Hal ini menjadi bukti ketidakseriusan HIMPSI dan DPR menangani hal ini.</p><p style="text-align: justify;">Kenapa RUU Keprofesian Psikologi harus segera disahkan?</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, banyak oknum yang keilmuan mereka bukan psikolog maupun sarjana psikologi melanggar kode etik psikologi. Contohnya penyalahgunaan alat psikotes, soal psikotes yang disebarluaskan padahal merupakan dokumen rahasia negara, dan analisis psikologi serta penanganan tak berdasarkan keilmuan psikologi yang diberikan kepada klien. Mungkin masih banyak lagi yang kita tidak tahu.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, penting adanya UU yang mengatur tentang Keprofesian Psikologi secara menyeluruh sebagai payung hukum dan sebagai bentuk legitimasi profesi psikolog di mata hukum, sehingga tidak ada lagi psikolog yang mengeluhkan contoh di atas.</p><p style="text-align: justify;">Akan sangat disayangkan jika kita masa bodoh terhadap hal ini. Sebab akan berdampak terhadap masa depan kita dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi atau era revolusi industri 4.0. Sudah menjadi tugas kita bersama yaitu psikolog, sarjana psikologi, dan mahasiswa psikologi untuk mengawal dan memperjuangkan RUU tentang Profesi Psikologi untuk segera disahkan menjadi UU di DPR.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Ikzan Nopardi, Mahasiswa Psikologi, FISIP 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kongres Ditunda, DPM KM Dianggap Tidak Serius </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kongres-ditunda-dpm-km-dianggap-tidak-serius/baca </link>
<guid> kongres-ditunda-dpm-km-dianggap-tidak-serius </guid>
<pubDate> Tue, 11 Feb 2020 11:51:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kongres KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kongres-ditunda-dpm-km-dianggap-tidak-serius/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t8bu6JjLSf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kongres Ditunda, DPM KM Dianggap Tidak Serius</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kongres KM Unmul yang dilaksanakan Sabtu (1/2) pekan lalu oleh DPM KM Unmul belum juga rampung. Agenda tahunan yang dihelat di Ruang Serbaguna lantai 4 Rektorat Unmul tersebut baru mencapai sidang pleno IV, dari delapan sidang pleno.</span></p><p style="text-align: justify;">Kongres berjalan dari pukul 8 pagi hingga 10 malam baru tuntas membahas Agenda Kongres, Tata Tertib (Tatib) Kongres, dan Pemilihan Presidium Tetap. Sedangkan Laporan Pertanggungjawaban BEM KM Unmul yang diagendakan pada sidang pleno IV akan dibahas di kongres lanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Selasa (4/2) <em>Sketsa</em> menemui Ketua DPM KM Unmul Fauzi Cahyamana. Ia mengungkapkan kendala waktu dan tempat menjadi alasan mengapa pelaksanaan kongres belum selesai.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Ya namanya forum ya, forum kongres forum musyawarah. Juga berjalannya begitu dinamis jadi kita juga mengikuti hasil dari kesepakatan temen-temen forum untuk akhirnya ditunda,&rdquo; ujar Fauzi.</span></p><p style="text-align: justify;">Beberapa perwakilan delegasi peserta sidang dari BEM KM Unmul, BEM fakultas, DPM fakultas dan UKM hadir dalam pelaksanaan kongres.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, DPM KM Unmul memuat imbauan agar delegasi kongres wajib membawa surat mandat dari ketua masing-masing lembaga dan UKM melalui akun Instagramnya. Hal tersebut menuai pertanyaan dan kritik di kolom komentar postingan tersebut karena dipublikasikan malam sebelum hari pelaksanaan kongres.</p><p style="text-align: justify;">Fauzi mengatakan hal tersebut disebabkan adanya kendala SDM yang kurang untuk publikasi. Namun perihal surat mandat menurutnya sudah ada di kongres sebelumnya dan sesuai dengan Tatib kongres. Surat mandat merupakan tanda delegasi yang diutus memang dari lembaga terkait, serta merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta sidang untuk dapat mengikuti Kongres KM.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan terpisah, Ahwil Ketua DPM FISIP yang turut menghadiri kongres mengatakan, persiapan penyelenggaraan Kongres KM Unmul kali ini sangat kurang. Sehingga banyak kendala yang terjadi, seperti kurangnya ketegasan dan pemahaman pimpinan sidang soal mekanisme sidang yang ujungnya memperlama waktu sidang.</p><p style="text-align: justify;">Kongres lanjutan yang rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (8/2) kemarin pun dibatalkan secara tiba-tiba oleh penyelenggara karena tidak tersedianya tempat untuk melanjutkan Kongres. Hingga kini belum ada kabar lebih lanjut dari DPM KM Unmul mengenai tanggal pasti dan tempat pelaksanaan kongres lanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, Ahwil menganggap memang tidak ada keseriusan dari penyelenggaran dalam mempersiapkan Kongres KM, bahkan pembatalan dilakukan secara dadakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ruangannya tidak bisa dipakai dan diinformasikan itu H-12 jam dan itu sangat mepet sekali. Ada beberapa fakultas setahu saya yang undangannya sudah disebar, untuk FISIP sendiri belum ada undangan. Jadi, menurut saya memang tidak ada keseriusan untuk melaksanakan Kongres di tahun ini,&quot; tutupnya. <em><strong>(ffs/pil/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eksplorasi Diri dengan Jejak Langkah Komunitas di Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/eksplorasi-diri-dengan-jejak-langkah-komunitas-di-samarinda/baca </link>
<guid> eksplorasi-diri-dengan-jejak-langkah-komunitas-di-samarinda </guid>
<pubDate> Wed, 12 Feb 2020 12:09:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Komunitas yang bisa banget kamu ikutin untuk mengisi masa muda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/eksplorasi-diri-dengan-jejak-langkah-komunitas-di-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1xgWUVpjPA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Eksplorasi Diri dengan Jejak Langkah Komunitas di Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Acapkali mahasiswa kerap melakukan rutinitas yang monoton. Masa perkuliahan merupakan waktu yang tepat mahasiswa dalam menggali lebih potensi dan <em>skill</em> pada dirinya. Tak pelak, beberapa mahasiswa mencari kegiatan lain terlepas dari belajar di ruang kelas. Sehingga banyak alternatif aktivitas dipilih mahasiswa seperti melakoni kerja <em>part time</em>, memiliki usaha berbasis kecil, hingga memperluas koneksi dengan terlibat dalam suatu komunitas atau organisasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Perkumpulan yang memiliki tujuan bersama ini menjadi wadah pertama mahasiswa dalam melatih kompetensi seperti bekerja sama dalam tim, komunikasi, melatih kepemimpinan, hingga keahlian khusus sesuai bidang mereka.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, komunitas apa saja ya yang berada di Samarinda? Berikut 5 ulasannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Generasi Baru Indonesia Kaltim (GenBi Kaltim)</strong></p><p style="text-align: justify;">Komunitas penerima beasiswa oleh Bank Indonesia ini terbentuk sejak 11 November 2019. Mahasiswa terpilih yang bergabung dalam komunitas ini harus melalui sederetan tahap seleksi. GenBi bergerak pada berbagai bidang yakni pendidikan, kesehatan masyarakat, kewirausahaan, hingga lingkungan hidup.</p><p style="text-align: justify;">Bertujuan mengembangkan mahasiswa berwawasan bank kesentralan dan berliterasi keuangan sehingga anggota GenBi dapat menjadi agen perubahan dan pemimpin masa depan pada masyarakat. Penjaringan anggota GenBi biasa dibuka pada awal tahun pada rentang Februari dan Maret, kamu tertarik bergabung?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Muda Mengajar (MM) Samarinda</strong></p><p style="text-align: justify;">Organisasi ini bergerak pada bidang pendidikan yang memiliki fokus literasi dan aplikasi bahasa inggris pada anak-anak. Berlatar belakang pada kontroversi wacana penghapusan mata pelajaran bahasa inggris pada murid sekolah dasar. MM singkatannya berusaha menyebar luaskan terapan bahasa inggris seluas-luasnya kepada seluruh anak dengan metode <em>fun learning</em>, belajar sembari bermain. Hingga 2019, komunitas MM berada di beberapa kota seperti Malang, Balikpapan, Lombok, dan Samarinda. MM Samarinda kerap kali membuka lowongan relawan terpantau dari Instagram <em>@mudamengajar_samarinda</em>. Tertarik untuk mencoba?</p><p style="text-align: justify;"><strong>1 Health Collaboraction</strong></p><p style="text-align: justify;">Berdiri pada 2018 dan menjadi <em>Non Government Organization&nbsp;</em>(NGO) resmi pada awal 2019 lalu merupakan organisasi besutan mahasiswi kesehatan masyarakat Unmul. Organisasi ini berupaya mewujudkan kolaborasi (<em>collaboration</em>) dan melakulan implementasi h(<em>action</em>) dalam proyek inovasi pembangunan kesehatan, khususnya mendukung pencapaian <em>zero hunger</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya bermarkas di Samarinda, Balikpapan juga menjadi tempat penggerak agen kesehatan ini. 1 Health terbuka seluas-seluasnya kepada seluruh pemuda untuk bergabung. Proses rekrutmen kerap kali dibuka menyesuaikan jumlah kebutuhan sumber daya 1Health dengan informasi yang dipublikasikan melalui Instagram. Bagaimana, apakah kamu tertarik menjadi agen perubahan bersama 1 Health?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Honote Class</strong></p><p style="text-align: justify;">Adalah komunitas yang berkecimpung pada dunia animasi yang berdomilisi di Samarinda. Berdiri pada 2018, Honote Class ingin memperkenalkan dunia ilustrasi dan mengembangkan kemampuan mengambar para anggota. Menjadi anggota komunitas ini memiliki beberapa syarat seperti siap berkomitmen, aktif, memiliki minat gambar dan berdomisili di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Komunitas ini memiliki kegiatan rutin setiap hari Minggu di Taman Cerdas Samarinda untuk mendalami ilustrasi manga dan menciptakan <em>bonding</em> dengan berkumpul bersama. Kamu siap menjadi anggota Honote Class?</p><p style="text-align: justify;"><strong>1000 Guru Samarinda</strong></p><p style="text-align: justify;">Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan ini mewadahi pemuda-pemudi yang ingin turut berkontribusi memajukan pendidikan di daerah tertinggal di Indonesia. Komunitas yang resmi dibentuk pada 26 Juli 2015 terbuka bagi seluruh kalangan.</p><p style="text-align: justify;">1000 Guru Samarinda merupakan salah satu bagian dari 1000 Guru yang berpusat di Jakarta. Beberapa program dari komunitas ini antara lain <em>Travelling and Teaching</em> (TNT), <em>Travelling and Giving&nbsp;</em>(TNG), <em>Millenial Talk</em> dan <em>With The Youth</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2017, komunitas ini memenangkan penghargaan Aksi Terinspiratif Untuk Anak Kaltim kategori komunitas pada Enggang Awards 2017. Komunitas ini kerap kali membuka pendaftaran untuk para anggota komunitas yang dapat diakses melalui akun Instagram <em>@1000_guru_samarinda</em>.</p><p style="text-align: justify;">Selalu ada jalan bagi kita untuk menggali lebih potensi yang ada pada diri kita, mengikuti kegiatan suatu komunitas dapat menjadi alternatif! <em><strong>(eng/ana/syl/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Technopreneur Mentality: Merespons Keterbatasan Lapangan Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/technopreneur-mentality-merespons-keterbatasan-lapangan-kerja/baca </link>
<guid> technopreneur-mentality-merespons-keterbatasan-lapangan-kerja </guid>
<pubDate> Thu, 13 Feb 2020 11:35:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar terkait keterbatan lapangan pekerjaan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/technopreneur-mentality-merespons-keterbatasan-lapangan-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4zI1euB0wg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Technopreneur Mentality: Merespons Keterbatasan Lapangan Kerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Dunia telah dihadapkan pada era yang menuntut kemajuan berpikir dan etos kerja yang baik. Era yang dipadati dengan kreasi juga inovasi ini membuat anak muda secara khusus dituntut merespons tantangan yang akan datang, terlebih pada pemanfaatan teknologi.</span></p><p style="text-align: justify;">Rabu (12/2) lalu, seminar <em>Technopreneur Mentality to Communication Science</em> diadakan di Dinas Perindustrian. Kezia Arum Sary selaku dosen dan fasilitator acara ini mengungkap bahwa ide ini muncul karena urgensi dalam menilik beberapa hal. Terkhusus untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menguasai praktik maupun teori.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Skill</em>-<em>skill</em> seperti <em>public speaking</em>, jurnalis, desain grafis, yang kemudian bisa dikembangkan dalam industri kreatif,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Acara ini dibuka dengan sambutan pihak-pihak terkait, yang diisi oleh pemateri yang kompeten di bidangnya. Seperti pada materi pertama oleh Muhammad Faisal selaku Kepala Dinas Perindustrian Samarinda, dilanjutkan dengan Syarif Hidayat, CEO dari Mobilmantan dan materi terakhir diisi oleh Charles Raymond, CEO dan CO-<em>Founder</em> dari Karja.id.</p><p style="text-align: justify;">Pemilihan pemateri di seminar ini bukan tanpa alasan. Dijelaskan, bahwasannya pemateri kali ini merupakan orang yang mengerti secara teori terlebih praktiknya. Dua pemateri juga merupakan anak muda, yang harapannya dapat menginspirasi dan jadi contoh konkret peserta seminar.</p><p style="text-align: justify;">Setelah seminar ini, Kezia berharap akan timbulnya kesadaran mahasiswa untuk berkontribusi di lingkup masyarakat. Juga bagaimana memberdayakan sumber daya di sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita sebagai manusia dapat menggali potensi yang ada, semisal ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya tidak bekerja. Harapannya timbul kesadaran untuk memikirkan apa yang akan dibuat, problem solving,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan lain, Muhammad Fiqri yang merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi menuturkan bahwa seminar ini banyak menambah pengetahuannya, termasuk bidang industri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi lebih tahu ke mana arahnya kalau mau buka usaha, industri-industri kreatif lainnya. Jadi lebih percaya diri dengan yang kita punya,&quot; tutupnya. <em><strong>(rst/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Baru FIB Dalam Menyikapi Sistem PKL </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-baru-fib-dalam-menyikapi-sistem-pkl/baca </link>
<guid> langkah-baru-fib-dalam-menyikapi-sistem-pkl </guid>
<pubDate> Fri, 14 Feb 2020 11:54:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Langkah FIB dalam memberlakukan PKL. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-baru-fib-dalam-menyikapi-sistem-pkl/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2pArO9W6uI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Baru FIB Dalam Menyikapi Sistem PKL</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><sub><span style="font-size: 14px;"><strong style="">SKETSA</strong> &ndash; Salah satu program pembelajaran bagi mahasiswa adalah Praktik Kerja Lapangan (PKL), yang umumnya dilakukan bagi mahasiswa yang telah menempuh semester ketujuh pada perkuliahan. PKL merupakan salah satu metode bagi mahasiswa untuk mendalami materi-materi yang telah diajarkan serta menerapkannya pada lingkungan sosial. Selama melakukan kegiatan PKL, mahasiswa akan mampu melatih diri ke tahap dunia kerja.</span></sub></span></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Sejak 2018 lalu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) memberikan dua pilihan praktik tersebut kepada mahasiswanya, yakni PKL Instansi dan yang terbaru ialah PKL Pengkaryaan. Berbeda dengan praktik lapangan pada umumnya, PKL Pengkaryaan justru mewajibkan mahasiswanya untuk membuat suatu karya sesuai dengan minatnya.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Mahasiswa diharuskan mampu membuat karya berupa antologi cerpen, antologi puisi, hingga film dokumenter. Bagi mahasiswa sastra di FIB, PKL Pengkaryaan jauh lebih efektif dibandingkan praktik langsung ke instansi-instansi.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Pada Rabu (05/2), Dahri Dahlan selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Sastra Indonesia mengumumkan bahwa sejak tahun ini, mahasiswa hanya akan melakukan PKL Pengkaryaan.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Saat ditemui pada Senin (10/02) kemarin, Dahri memaparkan bahwa PKL Instansi dinilai kurang efektif untuk mahasiswa.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">&ldquo;Makanya sekarang kita usahakan pengkaryaan, bukan lagi instansi. Karena dulu kan ke instansi mana gitu, kurang efektiflah. Itu juga menanggapi keluhan dari mahasiswa juga,&rdquo; paparnya.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Meski demikian, pada tahun 2019 tetap ada mahasiswa yang juga memilih PKL ke instansi, yakni angkatan 2015 dan 2016. Mahasiswa FIB yang memilih melaksanakan PKL ke instansi akan diarahkan ke lembaga-lembaga yang telah bekerja sama dengan fakultas seperti Balai Pelestari Cagar Budaya, Kantor Bahasa, dan Taman Budaya.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Berangkat dari berbagai pertimbangan serta evaluasi, maka FIB berencana akan fokus pada pengkaryaan sebagai pengganti PKL. Seperti pada kurikulum, maka pengkaryaan akan diterapkan mulai dari angkatan 2017 hingga angkatan seterusnya. Pihak kampus berencana akan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa yang akan melakukan kegiatan pengkaryaan sebagai bentuk pembekalan.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Pengkaryaan sendiri nantinya akan dilakukan selama dua bulan secara berkelompok. Terdiri dari delapan hingga sembilan mahasiswa dalam satu kelompok dan berdasarkan bimbingan dosen selama pengerjaannya.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Karya yang telah selesai dikerjakan, selanjutnya akan sampai pada proses pemaparan yang disebut launching. Pada pemaparan tersebut, mahasiswa dianjurkan menjelaskan dan menceritakan proses kreatifnya selama membuat karya.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub><span style="font-size: 14px;">Hasil karya yang berhasil diterbitkan oleh mahasiswa akan disimpan sebagai arsip serta menjadi dokumen yang dapat membantu fakultas dalam proses akreditasi.</span></sub></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14px;">&ldquo;Betul-betul diterbitkan, jadi kita dapat poin-poin pada saat akreditasi,&rdquo; pungkasnya. <strong>(<em style="">vny/arr/nhh/len</em>)</strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sayang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sayang/baca </link>
<guid> sayang </guid>
<pubDate> Sat, 15 Feb 2020 11:48:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi tentang alam yang kini telah rusak. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sayang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3pRpyJshkH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sayang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sore ini surya tenggelam pilu dalam peraduan&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Ia menjadi saksi atas dirimu yang perlahan telanjang</p><p style="text-align: justify;">Permadani hijau yang melingkupi dirimu, kini tak dapat kusaksikan lagi</p><p style="text-align: justify;">Berganti menjadi junjungan beton, baja, kokoh menjulang di sana-sini</p><p style="text-align: justify;">Digantikan dengan kawah-kawah menganga bekas penggalian</p><p style="text-align: justify;">Juga digantikan dengan pembangunan infrastruktur, yang katanya untuk keadilan</p><p style="text-align: justify;">Ada apa dengan wajahmu sayang?</p><p style="text-align: justify;">Tak kusaksikan lagi harmoni biru dan gugusan awan putih yang melayang</p><p style="text-align: justify;">Biru dan putihmu kini keabuan</p><p style="text-align: justify;">Tertutupi polusi yang kian mengerikan</p><p style="text-align: justify;">Siapa yang berbuat begini sayang?</p><p style="text-align: justify;">Ah, mengerikan jika membayangkan keberingasan wajah manusia atas dirimu</p><p style="text-align: justify;">Meski aku juga menjadi satu dari sekian</p><p style="text-align: justify;">Kini kita berdua beradu dalam ingar bingar penghidupan</p><p style="text-align: justify;">Maaf, kamu memberi segala</p><p style="text-align: justify;">Sedang kami, merusak semua</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh, Halimatusya&apos;diyah, mahasiswi Sastra Indonesia, FIB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lama Tak Terdengar, Bagaimana Kabar Unmul Mobile? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lama-tak-terdengar-bagaimana-kabar-unmul-mobile/baca </link>
<guid> lama-tak-terdengar-bagaimana-kabar-unmul-mobile </guid>
<pubDate> Sun, 16 Feb 2020 12:07:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagaimana kabar Unmul Mobile? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lama-tak-terdengar-bagaimana-kabar-unmul-mobile/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M2DuYtx8p8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lama Tak Terdengar, Bagaimana Kabar Unmul Mobile?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Unmul Mobile sempat menjadi sebuah terobosan yang cukup berani bagi kampus hijau dengan menjadi aplikasi yang bertugas untuk memudahkan para penggunanya. Namun belakangan ini, kabarnya tak lagi tersiar.</span></p><p style="text-align: justify;">Kamis (13/2) lalu, awak Sketsa mencoba mengonfirmasi kabar terkait Unmul Mobile. Reza Maulana selaku Humas Unmul menjelaskan, Unmul Mobile merupakan penawaran kerja sama oleh pihak Telkomsel kepada Unmul. Salah satu universitas yang juga ditawarkan ialah Universitas Padjajaran.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang telah dipaparkan, mesin dari Unmul Mobile ialah dari pihak Telkomsel, sedangkan untuk konten atau fitur, pengelolanya dari pihak Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kurang maksimalnya aplikasi ini, Reza mengakui akhir-akhir ini memang sering terjadi penurunan pada server.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Servernya masih di pihak Telkomsel, belum di migrasi ke sini. Kita ngasih ke pihak sana itu portal untuk bisa login. Kalau kita mau input berita, event-event itu servernya masih tersimpan di Telkomsel,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ke depannya, aplikasi ini akan berbenah agar lebih maksimal saat digunakan, khususnya untuk mahasiswa dan orang tua. Tentu perlu waktu untuk pihak Telkomsel kembali menawarkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Biasanya kalau ditawarin dan itu gratis, ketika kita mau meng-<em>upgrade</em> fitur-fiturnya itu perlu komunikasi lagi dengan pihak Telkomsel,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Reza juga menjelaskan dari kehumasan sendiri menyosialisasikan kepada mahasiswa baru tentang aplikasi ini. Tetapi terkait keinginan untuk men-<em>download</em> aplikasi tersebut, itu kembali pada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapannya bisa dimaksimalkan untuk tahu informasi rangking universitas Unmul dengan yang lain. Biar satu sama lain terkoneksi. Jika ada informasi juga bisa terbantu di satu aplikasi itu,&quot; tutupnya. <strong>(<em>rst/ffs/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gedung Baru FMIPA, Usung Tema Basic Science Laboratory </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gedung-baru-fmipa-usung-tema-basic-science-laboratory/baca </link>
<guid> gedung-baru-fmipa-usung-tema-basic-science-laboratory </guid>
<pubDate> Mon, 17 Feb 2020 10:59:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fasilitas Laboratorium FMIPA </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gedung-baru-fmipa-usung-tema-basic-science-laboratory/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VAkddX3N0l.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gedung Baru FMIPA, Usung Tema Basic Science Laboratory</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Unmul kini sedang giat-giatnya dalam pembangunan infrastruktur. Mulai dari perombakan pintu gerbang utama, <em>building center</em>, hingga pembangunan gedung baru yang turut melengkapi sejumlah titik pembangunan kampus yang harum wanginya dalam meraih akreditasi A ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Di antara sekian pembangunan tersebut, adalah gedung Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang berkonsep &apos;<em>basic science</em>&apos;. Laboratorium tersebut berfungsi sebagai fondasi untuk menunjang pengembangan ilmu sains dan teknologi. Gedung ini juga merupakan salah satu penambahan laboratorium bagi FMIPA yang belum memiliki fasilitas laboratorium lengkap.</p><p style="text-align: justify;">Namun, laboratorium ini akan melayani seluruh fakultas dengan ilmu eksakta yang berada di bawah naungan Unmul, baik disiplin Ilmu Biologi Dasar, Fisika Dasar, Kimia Dasar, dan Matematika Dasar. Ditemui Sketsa (12/2), Dekan FMIPA Idris Mandang, menerangkan bahwa laboratorium sejenis telah diterapkan di sejumlah universitas lain seperti UI dan ITB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsep ini namanya TPB (Tahapan Perkuliahan Bersama). TPB akan digunakan untuk mata kuliah dasar dan <em>center</em> labnya berlokasi di FMIPA. Koordinatornya pun berasal dari FMIPA, berikut pula asistennya. Ditambah dengan anggota lain dari fakultas yang menggunakan laboratorium,&rdquo; terang Idris.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, gedung laboratorium ini akan menjadi lokasi pemindahan Dekanat FMIPA yang akan berada di lantai II. Idris juga mewacanakan untuk gedung lama dapat bertransformasi menjadi gedung mahasiswa, mengingat laboratorium MIPA yang digunakan saat ini belum mencukupi untuk ruang perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsep ini sudah diajukan dari awal tahun 2015 dan sekarang sudah sampai proses diterima oleh rektorat. Harapannya sih Juni laboratorium tersebut sudah siap sedia untuk diserahkan kepada FMIPA,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung konsep &ldquo;<em>basic science laboratory</em>&rdquo;, laboratorium dengan bertingkat empat ini akan berjuluk &apos;<em>Science Learning Center</em>&apos; yang terinspirasi dari <em>Learning Center</em> di Bangkok, Thailand. Lantai I akan difungsikan sebagai perpustakaan, pusat pelayanan akademik, dan lada juga <em>lecture theater&nbsp;</em>didesain serupa studio 21, gedung ini juga dilengkapi <em>wifi</em> dan <em>soundsystem</em> untuk menunjang perkuliahan bersistem online dengan kapasitas 300 orang.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian di lantai III akan menjadi laboratorium bagi disiplin Ilmu Fisika dan Matematika, dan terakhir di lantai IV untuk Ilmu Kimia dan Biologi. Gedung ini juga dilengkapi dengan ruangan-ruangan kecil untuk keperluan mahasiswa berlatih seminar. <em><strong>(ina/boo/nis/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bawa 12 Tuntutan, Mahasiswa Gelar Aksi Lanjutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bawa-12-tuntutan-mahasiswa-gelar-aksi-lanjutan/baca </link>
<guid> bawa-12-tuntutan-mahasiswa-gelar-aksi-lanjutan </guid>
<pubDate> Mon, 17 Feb 2020 12:54:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi menuntut 12 tahun pemerintahanan jokowi-ma'ruf </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bawa-12-tuntutan-mahasiswa-gelar-aksi-lanjutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A0r4dtp6MI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bawa 12 Tuntutan, Mahasiswa Gelar Aksi Lanjutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Senin (17/2) tadi massa Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) Jilid II menggelar aksi untuk mengawal 100 hari kepemimpinan Jokowi - Ma&apos;ruf. Sebanyak 12 tuntutan dibawa dalam aksi tersebut, di antaranya menolak Omnibus Law Cilaka hingga menolak kenaikan iuran BPJS.</span></p><p style="text-align: justify;">Setidaknya ada 12 lembaga mahasiswa di Samarinda yang turut hadir dalam aksi ini. Berbagai atribut seperti bendera hingga spanduk yang berisi tuntutan juga dibawa.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung slogan #IndonesiaGawatDarurat (IGD), massa berharap agar bisa masuk dan menemui Gubernur Kaltim, Isran Noor.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> saat aksi, Humas Aliansi Mahakam Jilid II Faishal Alwan Yashir mengatakan jika aksi kali ini merupakan aksi lanjutan dari Aksi Pencerdasan di depan gerbang Unmul, Senin (3/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam aksi kali ini kita bukan hanya untuk pencerdasan tetapi upaya untuk advokasi sekaligus kita dapat beraudiensi dengan gubernur,&quot; kata Faishal.</p><p style="text-align: justify;">Melalui aksi ini, mereka berharap agar Isran Noor bisa mendukung dan menerima tuntutan yang dilayangkan. Kemudian, pihaknya juga ingin difasilitasi oleh gubernur agar bisa bertemu dengan instansi terkait, seperti BPJS Kesehatan untuk mengevaluasi manajemen kesehatan di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Aksi siang tadi cukup alot. Massa semakin bertambah, hujan yang awalnya gerimis pun berangsur jatuhkan butiran yang lebih besar. Meski demikian, massa tetap bersuara dan mulai membakar ban. Tak ayal timbulkan kepulan asap hitam yang lumayan banyak.</p><p style="text-align: justify;">Aksi yang awalnya kondusif sempat menjadi panas karena ban yang dibakar tiba-tiba dipadamkan oleh petugas Satpol PP. Aksi dorong-dorongan dan adu mulut antara massa aksi dengan petugas tak terhindarkan. Demi menghindari suasana yang makin panas, Satpol PP akhirnya mundur.</p><p style="text-align: justify;">Massa kemudian lanjut membakar ban dan berorasi menuntut agar bisa masuk. Menurut Faishal, jikalau aksi hari ini tidak berjalan sesuai rencana akan dirembukkan kembali secara internal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika tujuan kita memang belum tercapai, maka seluruh ketua lembaga akan kita diskusikan lagi. Untuk menentukan apa langkah yang harus kita lakukan, hasil konsolidasi ingin kita hari ini ketemu dengan perwakilan pemerintahan,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada disampaikan Korlap Aksi, yakni Rezky. Menurutnya, aksi kali ini lebih ingin berdiskusi dengan gubernur untuk menanyakan tanggapan terkait kebijakan-kebijakan pusat yang dinilai memberatkan rakyat, seperti kenaikan iuran BPJS.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita ingin minta respons beliau terkait kebijakan pusat. Jika belum ada jawaban, kita akan diskusikan lagi dengan aliansi pasca aksi,&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, kepulan asap hitam semakin tinggi, baunya pun semakin menyengat di hidung. Massa kian kuat bersuara agar bisa didengarkan tuntutannya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun 12 tuntutan yang dibawa adalah sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">1. Tolak Omnisbuslaw CILAKA dan RUU yang merugikan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">2. Tolak kenaikan BPJS dan tingkatkan fasilitas layanan kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">3. Berantas korupsi tanpa pandang bulu.</p><p style="text-align: justify;">4. Tangkap dan adili seluruh pelanggar HAM.</p><p style="text-align: justify;">5. Perkuat kedaulatan NKRI dan utamakan keaejahteraan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">6. Reforma agraria Sejati.</p><p style="text-align: justify;">7. Stop komersialisasi dunia pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">8. Ubah haluan ekonomi dan laksanakan pasal 33 UUD NKRI 1945.</p><p style="text-align: justify;">9. Libatkan rakyat dalam setiap pengambilan kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">10. Hentikan represif terhadap gerakan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">11. Tangkap dan adili pelaku kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">12. Pemerintah pusat harus memberikan pemerataan ekonomi di Kaltim dan seluruh Indonesia.<em><strong>&nbsp;(stn/rpi/wil/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Versus Stereotip Jurusan Kuliah yang Menyebalkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-versus-stereotip-jurusan-kuliah-yang-menyebalkan/baca </link>
<guid> mahasiswa-versus-stereotip-jurusan-kuliah-yang-menyebalkan </guid>
<pubDate> Tue, 18 Feb 2020 11:25:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Stereotip jurusan kuliah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-versus-stereotip-jurusan-kuliah-yang-menyebalkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qeY4FxkeLt.png" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Versus Stereotip Jurusan Kuliah yang Menyebalkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Selama masa perkuliahan berlangsung, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap jurusan dalam sebuah fakultas memiliki konsepsi atas sifat suatu golongan (yang dalam hal ini adalah jurusan) dengan dasar subjektif dan tak tepat. Inilah yang memicu terjadinya stereotip dalam jurusan perkuliahan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Seperti yang kita ketahui, Unmul sendiri memiliki 14 fakultas yang tersebar di beberapa titik Samarinda. Dengan fakultas sebanyak itu, dapatkah kamu bayangkan berapa macam stereotip yang muncul di setiap jurusannya?</p><p style="text-align: justify;">Perlu kita ketahui, stereotip ini biasanya muncul atas miskonsepsi terhadap jurusan kuliah yang dipilih mahasiswa dengan keadaan nyata yang ada di lapangan.</p><p style="text-align: justify;">Contohnya seperti jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Seringkali mahasiswa Akuntansi dicap sebagai mahasiswa &apos;halu&apos; karena terlalu banyak menghitung uang fiktif sepanjang masa perkuliahannya. Tak hanya itu, bahkan stereotip ini dapat membuat &apos;ramalan&apos; mengenai jenjang karier yang akan ditempuh seusai lulus kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Kamu nanti kerja jadi apa? Teller bank ya?</em>&quot; seperti inilah yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Ranti Balhargiasti, mahasiswa Psikologi 2017 membagikan pengalamannya terkait stereotip yang ia dapatkan selama menjalani perkuliahan di kampus. Menurut pengakuannya, terkadang ia kesal sebab orang-orang terdekatnya kurang mengerti mengenai jurusan yang sedang ia jalani.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Kalo</em> dari keluarga sendiri <em>sih</em> biasa stereotipnya itu bakal susah dapat kerja. Kadang ditanyain, <em>emang</em>&nbsp;<em>kalo</em> kuliah di jurusan ini bisa kerja apa. Kadang ditanyain juga bisa enggak baca karakter <em>ngelihat</em> dari muka <em>doang</em>,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, ia juga kerap mendapat anggapan bahwa Psikologi terbatas pada gangguan atau penyakit yang ada pada mental.</p><p style="text-align: justify;">Bernasib sama dengan Ranti, Natalia Tokan Yo, mahasiswi Kehutanan 2015 kerap mendapatkan pertanyaan mengenai karier seusai kuliah. Seolah menimbulkan persepsi bahwa lulusan Kehutanan hanya akan kerja di hutan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenapa masuk Fakultas Kehutanan (Fahutan)? Mungkin banyak yang berpikir seperti itu karena kalau lulus mau jadi apa? Mau seperti apa, kerjanya di mana? Apakah kerjanya di hutan? Seperti itu,&quot; ujar gadis yang akrab disapa Nata tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Cerita lain terjadi dengan Maria Oka Swandewi, mahasiswi Ilmu Hukum 2017. Ketika ia bertemu dengan seseorang atau teman yang tidak begitu mengerti dengan perkuliahannya, ia sering ditanya perihal hafal-menghafal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Capek ya <em>ngafalin</em> pasal-pasal. Jadi kesannya kalo masuk hukum itu ya kerjaannya menghafal,&quot; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang Perlu Diketahui?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kenyataannya, perkuliahan di lingkup hukum tidaklah terbatas seperti itu. Masih banyak dan begitu luas cakupan yang dapat dibahas, dan tak hanya terpaut soal pasal saja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Padahal selama ini aku kuliah, sama sekali <em>gak</em> pernah disuruh <em>ngehafal</em> pasal,&quot; tutur Oka, sapaan akrabnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian bagi Ranti, perkuliahan yang ia jalani dalam Psikologi pun mempunyai pembahasan yang luas, tak serta merta dapat membaca karakter seseorang hanya dari penampilan atau wajah belaka. Menurutnya, hal seperti itu haruslah melalui observasi dan wawancara terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Ia lalu menegaskan, Psikologi tidak hanya terbatas pada gangguan atau penyakit yang ada pada mental. Ranti menjelaskan, ia juga mempelajari hal-hal sosial yang berkaitan dengan fenomena atau isu dalam sebuah lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi Psikologi itu bukan jurusan yang hanya mempelajari kepribadian, tapi hampir semua hal yang terjadi dalam kehidupan itu bisa dipelajari di Psikologi,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Setali tiga uang, Nata memaparkan pendapatnya mengenai stereotip karier jurusan Kehutanan. Ia menjelaskan bahwa lulusan Fahutan tidak mesti harus kerja di hutan, tetapi dapat bekerja di manapun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita bisa kerja di bagian konservasi, kita bisa kerja di Taman Nasional, kita bisa jadi polisi kehutanan. Kita bisa kerja di BMKG. Kita juga bisa kerja di tambang batu bara atau di bagian perencanaan hutan,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, teman-teman atau masyarakat awam yang kurang mengerti mengenai jenjang karier Kehutanan tidak lagi men-<em>judge</em> atau berpikir sempit mengenai hal ini. Karena bagi Nata, masih banyak calon mahasiswa dan lulusan Kehutanan yang diperlukan masyarakat untuk terus menjaga keberlangsungan alam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk kedepannya, dibutuhkan sekali orang-orang Kehutanan untuk mengelola alam ini kembali,&quot; tutupnya. <em><strong>(len/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sikap Membenci Bikin Lupa Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sikap-membenci-bikin-lupa-diri/baca </link>
<guid> sikap-membenci-bikin-lupa-diri </guid>
<pubDate> Wed, 19 Feb 2020 11:29:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sikap Membenci Bikin lupa diri terhadap sekitar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sikap-membenci-bikin-lupa-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CjyYJdb6u4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sikap Membenci Bikin Lupa Diri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ben-ci dilansir dari <em>Merriam Webster,&nbsp;</em>adalah rasa tidak suka yang berlebihan kepada orang atau sesuatu. Rasa itu cenderung menimbulkan suatu hal yang buruk terhadap apa yang kita benci. Uniknya, rasa benci itu terkadang muncul tanpa alasan baik kepada orang yang kita kenal atau tidak. Karena rasa benci ini termasuk energi yang negatif tanpa kita sadari, membuat kita mempengaruhi orang lain untuk membenci. Salah satu bentuk dari kebencian adalah merundung.</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam KBBI merundung ialah menyakiti orang lain, baik secara psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dari waktu ke waktu. Seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, bahkan mengancam.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Mengalami kejadian yang tidak enak berkali-kali, identitas terancam, muncul rasa takut dan tidak aman kerap dirasakan oleh korban perundungan. Ada upaya sekeras mungkin untuk mempertahakan diri kerap tidak memberikan hasil yang baik. Tidak jarang dalam beberapa kasus perundungan menimbulkan luka seumur hidup terutama bagi pelajar.</span></p><p style="text-align: justify;">Menjamurnya kasus perundungan di kalangan pelajar menambah suramnya wajah pendidikan negeri ini. Kasus perundungan di SMP Muhammadiyah Butu, Purwerojo misalnya, yang diduga dilatar belakangi rasa sakit hati karena korban melapor ke gurunya. Atau pada kasus lain, jari siswa SMP di Malang harus diamputasi akibat perundungan. Belum lagi ditambah kasus perundungan yang dilakukan guru terhadap muridnya, perundungan antar sekolah, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Padahal dari kecil kita sudah diajarkan untuk saling menghargai. Etika dan sopan santun terhadap teman sebaya, guru, orang yang lebih tua sudah ditanamkan sejak dini. Melempar senyum saat kontak mata, mengucapkan salam sebelum masuk ruangan, menunduk ketika lewat di depan orang yang lebih tua. Budaya-budaya seperti ini sangat jarang kita temui. Sekiranya sia-sialah ajaran nenek moyang kita.</p><p style="text-align: justify;">Lalu kenapa semakin bertambah usia nilai moral tak jua tumbuh? Siapa yang salah sebenarnya? Diri kita? Lingkungan kita? Atau didikan orang tua kita? Bagaimana nilai moral kita kelak saat kata &ldquo;tolong, maaf dan terima kasih&rdquo; pun tak lagi terdengar. Hanya suara kebencian menjadi ingar bingar. Bahkan tak jarang diantara mereka ada yang bangga telah merundung. Membuktikan pada teman bahwa, aku lah yang terhebat!</p><p style="text-align: justify;">Sikap membenci sampai lupa diri seharusnya tidak lagi menjadi trendi. Ada banyak energi positif yang bisa mengimbangi. Bila pepatah mengatakan seberat-berat badan namun untung dilupakan jangan, seberat apapun cobaan yang dialami janganlah cepat menyerah karena selalu ada hikmahnya. Saya tahu orang yang memiliki rasa benci pun sama seperti korban perundungan. Diam-diam menderita, merasa di dunia ini sendiri, kurangnya rasa percaya terhadap apapun. Belum lagi ditambah dengan persoalan hidup yang lain seperti keluarga, teman, akademik, dan masalah lain yang mengikuti.</p><p style="text-align: justify;">Namun melalui tulisan ini, izinkan saya memberikan sedikit energi positif untukmu. Berjanjilah pada dirimu untuk tidak lagi membenci, berjanji untuk tidak lagi bungkam saat ada masalah. Semoga dibaliknya perih ada kabar baik hari ini.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh, Ayu Purnamasari mahasiswi Fakultas Hukum 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Osagi: Wujud Nyata Pengabdian Masyarakat dari Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/osagi-wujud-nyata-pengabdian-masyarakat-dari-mahasiswa/baca </link>
<guid> osagi-wujud-nyata-pengabdian-masyarakat-dari-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 19 Feb 2020 11:54:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Media Partner </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/osagi-wujud-nyata-pengabdian-masyarakat-dari-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tkGPBBQ9BE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Osagi: Wujud Nyata Pengabdian Masyarakat dari Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Olimpiade Sains Biologi (Osagi) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Pendidikan (FKIP) Unmul bukan sekadar kegiatan mahasiswa biasa, Osagi juga merupakan pengaplikasian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni dalam hal pengabdian masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;">Mengangkat tema Wujudkan Generasi Berkarakter dan Berjiwa Saintis. Osagi terlaksana dari 11-13 Februari. Tahun ini<span style="background-color: transparent;">&nbsp;Osagi berhasil menggaet banyak peserta dari seluruh Sekolah Menengah Pertama&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">(SMP) sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Terhitung sebanyak enam ratus tujuh puluh dua peserta yang mengikuti lima perlombaan yang terselenggara. Lima lomba tersebut ialah Olimpiade, Cerdas Cermat Biologi, Mading 3D, Poster, dan Karya Tulis Ilmiah.</span></p><p style="text-align: justify;">Pembukaan kegiatan Osagi dilaksanakan pada 11 Februari bertempat di GOR27 September Unmul. Dipandu oleh pembawa acara yang mengenakan busana adat Dayak, rangkaian agenda berjalan dengan tertib. Turut hadir Koordinator Program Studi Pendidikan Biologi<span style="background-color: transparent;">&nbsp;Herliani dan Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Yudo Dwiyono yang mana keduanya turut memberikan sambutan dalam agenda tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk tahun ini pencapaian jumlah pesertanya meningkat dan kami juga mengadakan kegiatan seminar lingkungan yang membahas mengenai penggunaan plastik,&quot; terang Taufiq Pradana selaku Ketua Panitia saat ditanya mengenai perbedaan Osagi tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara tiga hari tersebut berakhir pada 13 Februari dengan pengumuman pemenang lomba-lomba. Dimulai pada pukul 14.30 Wita dengan dihadiri 40 sekolah yang juga datang untuk menyaksikan pengumuman pemenang lomba. Tak hanya pengumuman lomba, Osagi juga memberikan piala bergilir bagi Juara Umum yang memenangkan lomba dalam jumlah banyak di setiap kategorinya. Tahun ini SMPN 2 Negeri Samarinda berhasil membawa pulang piala bergilir untuk kategori SMP/MTS sedangkan untukkategori SMA/MA dipegang oleh SMAN 3 Samarinda.<em><strong>&nbsp;(Bip/nhh/rst)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asa di Kota Layak Huni </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/asa-di-kota-layak-huni/baca </link>
<guid> asa-di-kota-layak-huni </guid>
<pubDate> Thu, 20 Feb 2020 11:14:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Asa di kota layak huni </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/asa-di-kota-layak-huni/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WQ5JinfNqM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Asa di Kota Layak Huni</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Bu, sampahnya saya ambil.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa detik, manusia di dalam rumah gedongan menyahut. &quot;Iya, ambil.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya hitung sampai lima, <em>gak</em> boleh nambah sampah lagi, ya!&quot; ujar lelaki itu menimpali.</p><p style="text-align: justify;">Kini giliran rumah tua nenekku yang disinggahi, dengan berujar sama.</p><p style="text-align: justify;">Namanya Ijar, tidak pernah tahu siapa nama aslinya. Mahasiswa yang kini berkeliling kampung sebagai pengumpul sampah. Hobinya mungkin berteriak dari rumah ke rumah. Penghasilan tentu tak seberapa, namun bisa jadi pengalaman dan kerja keras membuatnya lebih kaya dari mahasiswa yang mengejar IPK hari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Sesekali menyapa, sesekali tampak lelah. Kadang terpikir olehku, di mana letak gengsi manusia ini? Membawa sampah sore hari, membawa namanya dikenal sebagai tukang sampah.</p><p style="text-align: justify;">Namun, yang katanya tukang sampah bisa jadi lebih baik dari yang menobatinya. Akan jadi apa ia dikenang nanti? Kalau sampah adalah bawaan sehari-hari?</p><p style="text-align: justify;">Pada masa yang katanya revolusi industri 4.0, ia tetap santai dengan pekerjaannya. Lantas, apa sebenarnya kegentingan revolusi industri? Kalau untuk manusia bernama Ijar saja tak peduli akan hal ini? Rasanya ia lebih bahagia dari kita yang bahkan mencemaskan akan jadi apa nanti.</p><p style="text-align: justify;">Atau dia mencemaskan hidupnya lewat doa yang didengar penduduk langit di sepertiga malam-Nya?</p><p style="text-align: justify;">Penobatan Kota Minyak sebagai Kota Layak Huni pada beberapa tahun lalu, rasanya tak lantas mengantarkan ia menjadi manusia layak apresiasi. Penobatan, bisa jadi hanya pembalut gengsi untuk kota yang katanya kaya akan prestasi. Anak mudanya berlomba-lomba jadi keren, tanpa pernah benar-benar mengamati.</p><p style="text-align: justify;">Asamu memang harus digantungkan setinggi langit, tapi pekamu juga harus disusul dengan jadi pengamat hebat.</p><p style="text-align: justify;">Bukankah Ijar hanya salah satu dari sekian banyak orang yang menjalankan asa di kota yang dipandang mewah?</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berawal dari Meme, Kini Jadi Kenyataan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/berawal-dari-meme-kini-jadi-kenyataan/baca </link>
<guid> berawal-dari-meme-kini-jadi-kenyataan </guid>
<pubDate> Fri, 21 Feb 2020 13:20:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Era digitalisasi kini, bagaimana nasib pembayaran SPP/UKT? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/berawal-dari-meme-kini-jadi-kenyataan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tOLGIpfnXX.png" />
					</figure>
			                <h1>Berawal dari Meme, Kini Jadi Kenyataan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Bayar SPP pake gopay cashback 30% , Go-SPP.&quot; Demikian tulisan pada sebuah meme di laman <em>Akurat.co</em> pada Oktober 2019 lalu. Siapa sangka, meme tersebut kini menjadi kenyataan, terlepas dari <em>cashback</em> 30%-nya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Melansir dari laman <em>gojek.com</em>, disebutkan bahwa kini pembayaran SPP, uang seragam, serta uang buku di berbagai lembaga kini bisa dilakukan menggunakan GoPay melalui GoBills.</p><p style="text-align: justify;">Dari data yang ada pada Gojek saat ini terhitung sekitar 180 lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, sekolah, dan tempat kursus yang sudah terdaftar menjadi mitra.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin ketinggalan, salah satu dompet digital terkemuka, OVO turut berniat menyusul kompetitornya itu.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini, Lili Kurnia Sari salah satu mahasiswa Program Studi Teknik Informatika mengatakan ia belum pernah mendengar kabar ini sebelumnya. Meski begitu, ia merasa metode pembayaran ini tidak efisien.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan Lili bukannya tak berdasar. Ia menjelaskan bahwa nantinya metode ini menyulitkan wali siswa atau orang tua dari pelajar yang akan melakukan pembayaran karena beberapa orang tua kurang mengerti teknologi ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menerangkan bahwa sistem ini rentan terhadap risiko yang dapat merugikan konsumen dari aplikasi. Karena aplikasi ini membutuhkan nomor ponsel pengguna yang bisa saja diakses oleh orang lain menggunakan teknik tertentu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya, lebih baik ke bank untuk pembayaran dan tidak takut dengan adanya penipuan-penipuan secara <em>online</em> yang sudah pernah terjadi sebelumnya,&rdquo; ujarnya saat dihubungi via pesan daring.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, untuk saat ini Unmul sendiri masih menerapkan pembayaran konvensional melalui mitra bank. Selain itu, belum terdengar wacana dari Unmul terkait perubahan sistem pembayaran.</p><p style="text-align: justify;">Belum ada kelanjutan terkait metode ini akan diterapkan sepenuhnya pada lembaga pendidikan secara menyeluruh atau tidak dari pemerintah. <strong>(<em>Fzn/ann</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Crash Landing on You: Romansa Selatan dan Utara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/crash-landing-on-you-romansa-selatan-dan-utara/baca </link>
<guid> crash-landing-on-you-romansa-selatan-dan-utara </guid>
<pubDate> Sun, 23 Feb 2020 11:52:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi drama </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/crash-landing-on-you-romansa-selatan-dan-utara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yVWMHPD9nj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Crash Landing on You: Romansa Selatan dan Utara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>- Seperti yang diketahui oleh banyak orang, Korea Selatan dan Korea Utara memiliki ideologi yang<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;berbeda dan juga memiliki polemik permasalahan yang panjang. Namun, apa jadinya jika</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;polemik antara dua negara ini justru melahirkan sebuah takdir berliku pada dua insan manusia</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">.</span></p><p style="text-align: justify;">Diperankan oleh Hyun Bin dan Son Ye Jin yang merupakan artis senior dengan bakat akting yang tak<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;perlu diragukan lagi, <em>Crash Landing on You</em> berhasil menarik minat para penonton tak hanya</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;di Korea Selatan namun juga Internasional. Disiarkan melalui <em>TvN</em> dan juga <em>Netflix</em> drama ini</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;sukses menyedot perhatian sejak dirilis pada 14 Desember 2019 lalu. Tayang setiap Sabtu</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dan Minggu, drama dengan 16 episode ini berhasil mencetak rating tinggi di setiap penayangannya</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">.</span></p><p style="text-align: justify;">Awal cerita dimulai dengan kecelakaan paralayang yang membuat Yoon Seri (Son Ye Jin), seorang wanita<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;karier yang memiliki <em>brand fashion</em> ternama terdampar di Korea Utara terpaksa harus</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;menyamarkan diri agar tidak diketahui identitas aslinya. Dalam</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;penyamarannya Yoon Seri</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dibantu oleh Hyun Bin (Ri Jeong Hyuk) seorang pianis yang harus banting</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;setir menjadi seorang tentara Korea Utara untuk menyelidiki kematian sang kakak.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Crash Landing on You</em> merupakan drama yang dapat memadukan suasana komedi, tegang, dan sedih<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dalam setiap alur ceritanya. Suasana tegang selalu tercipta saat Ri Jeong Hyuk dengan berbagai</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;caranya berusaha untuk memulangkan Yoon Seri ke Korea Selatan. Karakter kedua</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;pemeran yang jauh berbeda membuat suasana drama menjadi lebih hidup dan cair</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">. Yoon Seri dengan tingkah aktifnya harus berhadapan dengan si kaku Ri Jeong Hyuk</span></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya totalitas akting aktornya, drama ini juga mengambil <em>setting</em> tempat di tiga negara berbeda<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;yakni Korea Utara, Korea Selatan dan Swiss. Sejumlah pujian pun didapatkan karena penggambaran</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;kehidupan di Korea Utara yang dirasa mirip dengan keadaan aslinya.</span></p><p style="text-align: justify;">Bukan saja penampilan dua pemeran utamanya yang menguras emosi, akting para pemain pendukung di<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;drama ini juga berhasil mencuri atensi perhatian dengan akting yang sangat sesuai dengan</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;peran mereka masing-masing. Bahkan, kisah <em>second lead</em> dalam drama ini juga berhasil</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;mencuri perhatian para penonton.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski sukses dengan penayangannya di setiap minggu, <em>Crash Landing on You&nbsp;</em>nyatanya sempat menimbulkan<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;berita yang kurang mengenakan. Partai Liberal Kristen Korea Selatan sempat mengajukan</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;gugatan terhadap <em>TvN</em> karena diduga melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Korea Selatan <em>National Security Act</em> (NSA) karena dinilai mengglorifiksi atau</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;memuliakan Korea Utara.</span></p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari gugatan tersebut, Nyatanya <em>Crash Landing on You</em> tetap berhasil memenangkan hati<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;para penggemarnya. Episode terakhir <em>Crash Landing on You&nbsp;</em>dengan raihan rating 24,1 persen menjadi drama <em>TvN</em> dengan rating tertinggi sepanjang sejarah bahkan mengalahkan drama terkenal Goblin. <em><strong>(nhh/hlm)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diklaim Sembuhkan Kanker, Bajakah Perlu Penelitian Lanjutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diklaim-sembuhkan-kanker-bajakah-perlu-penelitian-lanjutan/baca </link>
<guid> diklaim-sembuhkan-kanker-bajakah-perlu-penelitian-lanjutan </guid>
<pubDate> Mon, 24 Feb 2020 07:31:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bajakah berkhasiat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diklaim-sembuhkan-kanker-bajakah-perlu-penelitian-lanjutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E45odECOq3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Diklaim Sembuhkan Kanker, Bajakah Perlu Penelitian Lanjutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kabar mengenai bajakah yang bermanfaat menyembuhkan kanker payudara sempat marak beberapa saat yang lalu. Penemuan dari tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang menerima penghargaan internasional ini masih belum dapat dibuktikan khasiatnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Bajakah, berasal dari Bahasa Dayak yang berarti akar. Bajakah yang selama ini diteliti oleh siswa asal SMAN 2 Palangkaraya merupakan akar tanaman yang masih belum dipublikasikan spesiesnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> (21/2), salah satu dosen Fakultas Farmasi Unmul, Hajrah mengatakan jika akar tersebut mengandung senyawa fitokimia yang memiliki aktivitas antioksidan dan dapat mencegah tumbuhnya sel kanker. Namun, tidak semua akar tumbuhan atau yang dalam Bahasa Dayak disebut sebagai bajakah dapat menyembuhkan kanker, khususnya kanker payudara.</p><p style="text-align: justify;">Penelitian khasiat bajakah yang dapat mengobati kanker masih sekadar uji pendahuluan yang dilakukan oleh siswa asal SMAN 2 Palangkaraya. Untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan atau tidak harus melalui pengujian lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya sebagai seorang tenaga farmasi, dalam setiap penelitian harus disertai dengan terbitnya jurnal. Sehingga orang lain bisa mengetahui metode apa yang digunakan serta seperti apa pengujian yang dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena ketika kita ingin menguji suatu bahan itu, yang harus diperhatikan metodenya, pakai hewannya apa, kemudian pakai induktornya yang menyebabkan kankernya itu apa. Berapa banyak hewannya yang digunakan dosisinya bagaimana, tidak ada informasi terkait itu,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, belum ada data ilmiah mengenai pasien yang sembuh setelah mengkonsumsi bajakah. Sedangkan pasien yang mengaku keluhannya berkurang setelah mengonsumsi bajakah, tergantung lagi pada bahan yang dikonsumsi. Apabila bajakah yang dikonsumsi memiliki aktivitas antioksidan, maka efek berupa kurangnya rasa sakit dapat terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, bajakahkan saya tadi bilang akar&ndash;akaran, banyak sekali spesiesnya. Ada kanulawit, ada bajakah kuning, macam&ndash;macam bajakah dan kita tidak diberi tahu bajakah jenis apa yang digunakan oleh siswa tersebut. Jadi wajar jika akhirnya ada yang mungkin menggunakan bajakah dalam istilah palsu, akhirnya kita tidak dapat efeknya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia terdapat dua sistem pengelompokkan obat, yakni obat konvensional dan obat herbal. Obat herbal terbagi menjadi tiga kategori yakni jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Bajakah dapat diklaim sebagai jamu jika sudah ada data empiris atau data turun-temurun yang menyatakan bahwa bajakah dapat mengobati kanker.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk jenis obat herbal standar, bajakah harus melalui tahap standardisasi dan telah diujikan pada hewan. Sementara untuk fitofarmaka, bajakah harus memiliki data hewan dan data manusia yang mengonsumsi bajakah tersebut. Namun, ini hanya sebagai obat komplementer dan tetap harus menjalani kemoterapi serta mengonsumsi obat konvensional.</p><p style="text-align: justify;">Saat disinggung mengenai bajakah yang sempat viral sebagai obat penyembuh kanker beberapa waktu lalu, Hajrah menghimbau agar masyarakat harus lebih selektif dan bijak dalam menanggapi hal tersebut. Baginya, masyarakat harus cerdas dan tidak mudah percaya dengan kabar yang beredar di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena banyak sekarang orang yang mengambil kesempatan dalam kesempitan, yang harusnya bajakah yang itu tapi diakuinnya bajakah yang lain. Yang kita perlukan adalah mencerdaskan masyarakat kita terkait yang mana yang memberikan informasi yang benar terkait bajakah itu sendiri,&quot; tutupnya. <em><strong>(bey/eng/fhl/khn/yon/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perempuan dan Laki-laki itu Setara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/perempuan-dan-laki-laki-itu-setara/baca </link>
<guid> perempuan-dan-laki-laki-itu-setara </guid>
<pubDate> Mon, 24 Feb 2020 12:24:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini perempuan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/perempuan-dan-laki-laki-itu-setara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iR8Hiuwslg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perempuan dan Laki-laki itu Setara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sejak dahulu konstruksi budaya patriarki seakan telah mengakar dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pembagian perihal siapa laki-laki dan siapa perempuan? Memang telah dikonstruksi oleh budaya. Sebelumnya biar aku jelaskan sedikit tentang apa beda gender dan jenis kelamin.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Jenis kelamin adalah jenis manusia dilihat melalui kacamata biologis, bersifat kodrati dan tidak dapat diubah. Jenis kelamin meliputi laki-laki memiliki penis dan testis. Sedangkan, perempuan memiliki vagina, rahim, serta ovarium. Oleh sebab itu perempuan dapat hamil, melahirkan menyusui, dan menstruasi.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, gender adalah jenis kelamin dilihat melalui konstruksi budaya. Tentu saja berbeda dengan jenis kelamin yang dikonstruksi budaya. Bagaimana bisa jenis kelamin dikonstruksi budaya?</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja bisa. Bukankah sejak kecil kita telah dikenalkan perihal ini. Seperti anak kecil laki-laki, diberikan mainan mobil-mobilan dan bebas untuk pergi bermain keluar rumah. Para orang tua akan bangga jika anak lelaki mereka, memiliki banyak bekas luka akibat sering bermain keluar rumah.</p><p style="text-align: justify;">Namun, hal ini berbeda dengan perempuan. Sejak kecil perempuan telah ditanamkan &apos;sifat tubuh&apos;. Para orangtua tidak mengizinkan anak perempuannya bermain keluar rumah, mereka cenderung akan memberikan permainan seperti <em>Barbie</em> atau masak-masakkan.</p><p style="text-align: justify;">Juga sikap berjalan perempuan yang kerap mendapat kritik; &apos;perempuan <em>enggak</em> boleh jalan <em>ngangkang</em>, harus <em>rapet</em>!. Apakah kalian juga mengalami hal ini?</p><p style="text-align: justify;">Sampai dewasa pun, perlakuan seperti ini tak jarang terjadi. Seorang laki-laki akan dibebaskan untuk mengejar cita-citanya. Bebas berkarir, bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. Hal ini dilakukan karena kelak &apos;katanya&apos; laki-laki akan menjadi seorang kepala keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, hal berbeda kerap dialami kaum perempuan. Perempuan dibatasi ruang geraknya. Perempuan tidak diperkenankan keluar rumah untuk mengejar masa depannya. Bahkan dibatasi akses tehadap pendidikan. Perempuan tidak diperkenankan menempuh pendidikan tinggi hanya lantaran kelak mereka akan berakhir di dapur, di sumur, dan di kasur. Mengerikan sekali paradigma pemikiran seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">Apakah kalian perempuan, mengalami hal yang sama? Jika tekanan ini tidak berasal dari orang tua tentu saja bisa datang dari kerabat, sahabat, sampai orang lain. Lantas kalau aku perempuan kenapa? Bukankah sebagai manusia antara laki-laki dan perempuan hanya berbeda dalam empat hal.</p><p style="text-align: justify;">Hanya perempuan yang bisa menstruasi, hamil, melahirkan, dan menyusui. Selebihnya? Laki-laki dan perempuan adalah setara. Ini berarti perempuan memiliki kesamaan akses, sama seperti laki-laki. Pemikiran sempit seperti perempuan hanya akan menjadi ibu rumah tangga, perempuan di rumah saja adalah hal yang mengungkung kebebasan perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Pernah mendengar bahwa &quot;ibu adalah madrasah pertama untuk anaknya&quot;? Hal ini berarti perempuan haruslah seorang yang cerdas. Berarti perempuan tidak boleh dibatasi kehausannya terhadap ilmu pengetahuan.</p><p style="text-align: justify;">Akan berbeda jika perempuan dibatasi, bahkan mereka tidak mengenal aksara. Bukankah hal ini menjadi momok menakutkan. Perempuan memiliki andil besar untuk mencetak generasi penerus bangsa yang kompeten. Tentu saja akan berbeda seorang anak yang dididik oleh perempuan yang memiliki wawasan luas dengan yang tidak.</p><p style="text-align: justify;">Melalui tulisan ini marilah kita berkontemplasi sejenak, agar kita tidak turut andil memperkokoh budaya patriarki. Sejatinya kita semua memiliki kesetaraan akses, baik laki-laki maupun perempuan. Kita yang kelak juga akan menjadi orangtua tentu saja harus memiliki kelapangan pola pikir, sehingga anak tidak merasa terbatasi ruang geraknya.</p><p style="text-align: justify;">Dan, jika kamu bertemu dengan orang yang berkata, &quot;ngapain sih perempuan sekolah tinggi-tinggi? Toh ujungnya di rumah juga&quot;. Kamu bisa menjawab, &quot;Aku akan menjadi perempuan berkualitas sehingga mampu mencetak generasi cerdas&quot;.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Halimatu sya&rsquo;diyah mahasiswa program studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya, 2017.</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masih Bingung Cara Berpikir Kritis? Berikut Tipsnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/masih-bingung-cara-berpikir-kritis-berikut-tipsnya/baca </link>
<guid> masih-bingung-cara-berpikir-kritis-berikut-tipsnya </guid>
<pubDate> Tue, 25 Feb 2020 12:02:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cara berpikir kritis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/masih-bingung-cara-berpikir-kritis-berikut-tipsnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JsqSADTjj8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Masih Bingung Cara Berpikir Kritis? Berikut Tipsnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sebagian mahasiswa takut untuk melatih pikiran. Menurut mereka itu hal sulit, melelahkan, dan tidak mereka sukai. Berpikir kritis contohnya. Konvensi Internasional VIII mengatakan, jika berpikir kritis adalah proses untuk menganalisis informasi yang didapat, hasilnya digunakan sebagai panduan dalam bertindak.</span></p><p style="text-align: justify;">Dasarnya, mahasiswa dituntut untuk peka terhadap keadaan sekitar. Namun tak jarang kita dibuat bingung bagaimana cara untuk berpikir kritis. Nah, bagi kamu yang penasaran, berikut tipsnya kami rangkum.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Bagun Pondasi Ilmu</strong></p><p style="text-align: justify;">Ilmu merupakan modal utama untuk berpikir kritis. Tanpa ilmu kita hanya menjadi penonton dalam sebuah diskusi. Dalam perkembangannya saat ini, ilmu bisa didapatkan di manapun dan kapanpun. Misalnya, saat diskusi kita bisa langsung membuka layanan internet untuk mencari topik diskusi. Dengan ilmu yang cukup, kamu sudah punya pegangan untuk mulai berpikir kritis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Kembangkan Rasa Ingin Tahu</strong></p><p style="text-align: justify;">Berpikir kritis adalah sebuah proses, memiliki rasa ingin tahu tidak kalah penting. Rasa ini juga timbul atas pertanyaan dalam sebuah pernyataan atau kesimpulan yang didapat. Semakin kamu <em>kepo</em>, maka semakin kristis pula kamu mulai berpikir. Jadi jangan ragu untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya ya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Berdiskusi dengan Teman</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk membuka pikiran dari sudut pandang yang berbeda, meningkatkan kepercayaan diri, mempelajari bagaimana tutur bahasa, dan pembawaan mereka saat diskusi juga tidak kalah penting. Seperti dalam lingkaran pertemanan yang kecil, komunitas dan organisasi. Mendalatkan pengetahuan baru melalui diskusi pun bisa jadi pemacu kamu berpikir kritis, terlebih tentang informasi yang baru saja kamu tahu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Teliti Lebih Mendalam</strong></p><p style="text-align: justify;">Jila kamu mendapatkan informasi atau fakta terbaru berusahalah untuk mencari tahu kebenarannya. Salah satu caranya adalah melakukan riset kecil-kecilan, bertanya kepada teman atau dosen, atau membaca berbagai referensi dari buku dan internet. Ini akan memudahkan kamu untuk berpikir kritis dan semakin peka terhadap permasalahan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Orang yang berpikir kritis biasanya akan berusaha menyikapi informasi dengan rasional, masuk akal dan punya empati. Berpikir kritis pun tidak bisa didapatkan dengan mudah, perlu latihan sehingga kepekaan bisa muncul.</p><p style="text-align: justify;">Adanya kemauan yang kuat memberikan tujuan dari berpikir kritis bukan untuk diri sendiri. Berpikir kritis juga bisa mempengaruhi orang lain untuk peka terhadap permasalahan yang ada. Nah, itu tadi beberapa tips berpikir kritis yang kami sajikan. Tertarik melatih kemampuan berpikir kritis? Selamat mencoba.<em><strong>&nbsp;(ami/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Inovasi Tren Minuman Milenial dari Tahun ke Tahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/inovasi-tren-minuman-milenial-dari-tahun-ke-tahun/baca </link>
<guid> inovasi-tren-minuman-milenial-dari-tahun-ke-tahun </guid>
<pubDate> Wed, 26 Feb 2020 12:05:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tren minuman kekinian kalangan milenial </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/inovasi-tren-minuman-milenial-dari-tahun-ke-tahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TscXNX5LQ5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Inovasi Tren Minuman Milenial dari Tahun ke Tahun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa tahun terakhir inovasi pada minuman tengah gencar-gencarnya. Mulai dari teh, susu, hingga kopi yang merupakan minuman sehari-hari dikombinasikan dengan berbagai <em>topping</em> hingga variasi bubuk perisa. Rasanya belum afdal jika tak merasakan sensasi &quot;minuman kekinian&quot; yang digandrungi kawula muda saat ini. Lantas apa saja ya jenis-jenis minuman tersebut? Simak ulasannya!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cappucino</em> Cincau (2015)</strong></p><p style="text-align: justify;">Segarnya cincau dan tekstur yang kenyal dipadu padankan dengan manis <em>cappucino</em>, memuaskan dahaga pada tenggorokan. Kerap dijumpai di gerai kecil hingga <em>outlet</em> pada pusat perbelanjaan, minuman yang menjadi buah bibir pada kuarter 2015. Minuman ini dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Mulai dari Rp5 ribu rupiah serta penambahan <em>topping</em> seperti remahan biskuit, <em>chocochips</em>, hingga keju. Minuman modern dengan paduan cita rasa nusantara dari cincau!</p><p style="text-align: justify;">Siapa dari Anda yang belum mencoba minuman yang kerap dikenal capcin ini?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Thai Tea (2016)</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesuai nama depannya, minuman yang berasal dari negeri 1000 pagoda ini memang menggugah saliva masyarakat Indonesia. Teh yang identik berwarna oranye dari daun teh bercampur dengan krimer dan susu ini memberikan sensasi manis dan segar dan menjadi kombinasi yang apik. Salah satu brand terkenal, Dum Dum menjual minuman ini hingga sekarang. Thai tea mudah ditemukan karena tersebar pada berbagai gerai di Indonesia salah satunya di Samarinda. Sedangkan untuk harga dibanderol mulai dari Rp20 ribu rupiah dengan ukuran gelas besar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Es Kepal Milo (2017)</strong></p><p style="text-align: justify;">Berawal dari video yang tersebar di jagat maya, penampakan &quot;es serut&quot; yang dipadatkan lalu dilumuri kentalnya susu coklat milo menarik atensi masyarakat Indonesia. Meski eksistensinya tak bertahan lama, berbagai variasi rasa telah tercipta seperti es kepal dancow, es kepal ovaltine, hingga es kepal greentea.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cheese Tea (2018)</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa sangka keju ternyata bisa menjadi pasangan yang cocok untuk disatukan dengan teh. Pencetus inovasi ini berasal dari negeri surga kuliner, Taiwan. Adapun Keju yang dihidangkan tidak sembarangan, melainkan yang bertekstur krim kental. Di Samarinda, banyak gerai yang menjajakan minuman kekinian ini diantaranya Relish Tea dan Gulu-Gulu.</p><p style="text-align: justify;">Harga dibanderol mulai dari Rp27 ribu hingga Rp30 ribu dengan variasi rasa dari original, green tea, ovaltine, hingga Red Velvet.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Boba/Bubble (2019)</strong></p><p style="text-align: justify;">Kudapan yang terbuat dari tepung tapioka ini masih menjadi buah bibir dan primadona. Sama seperti Cheese Tea, inovasi boba yang dihidangkan bersama susu dan larutan gula merah ini berasal dari Taiwan. Dalam perkembangannya Boba hadir dengan berbagai rasa seperti Taro, Caramel, hingga Hazelnut. Rasa manis dan kenyal memenuhi rasa dahaga apabila lelah setelah beraktivitas. Boba sendiri<span style="background-color: transparent;">&nbsp;banyak dikombinasikan dengan berbagai hidangan seperti Roti Bakar, Pancake, Waffle, hingga mi instan! Ada-ada saja ya?</span></p><p style="text-align: justify;">Berbagai gerai Boba juga marak mewarnai kota Samarinda seperti ChatTime, Ombe Tea, Kamsia Bobba, Xi Bo Ba, Gulu-Gulu, serta Shumoo. Dari harga ekonomis Rp12 ribu hingga Rp30 ribu rupiah, kamu dapat memperoleh si bulat-bulat manis ini.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa ulasan tersebut menggugah saliva ya! Eits, tapi perlu diingat ya untuk mengonsumsinya tidak berlebihan. Supaya tetap bisa menikmati minuman-minuman tersebut dengan nyaman! <em><strong>(ami/dya/syl/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antara Hak Sebagai Manusia dan Warga Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/antara-hak-sebagai-manusia-dan-warga-negara/baca </link>
<guid> antara-hak-sebagai-manusia-dan-warga-negara </guid>
<pubDate> Thu, 27 Feb 2020 10:53:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini terkait pemulangan WNI eks ISIS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/antara-hak-sebagai-manusia-dan-warga-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vRgGM97rut.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antara Hak Sebagai Manusia dan Warga Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dalih khawatir akan menyebarkan virus terorisme di Indonesia dan mengancam keamanan nasional, presiden Jokowi memutuskan untuk tidak memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) eks anggota/simpatisan <em>Islamic State of Iraq and Syiria</em> (ISIS) ke Indonesia. Penyebaran virus radikalisme ini merupakan masalah yang berbeda dengan penyebaran virus korona yang sedang mewabah akhir-akhir ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Walaupun belum ditemukan vaksin pencegah penyebaran virus korona, namun wabah ini masih dapat ditangkal dengan budaya hidup dan lingkungan yang sehat. Berbeda halnya dengan penyebaran virus radikalisme yang tidak dapat ditangkal dengan hanya budaya hidup sehat, penyebaran virus ini dapat mewabah secara gerilya melalui berbagai cara yang selanjutnya akan bermuara pada ancaman keamanan nasional.</span></p><p style="text-align: justify;">Polemik penolakan pemulangan WNI eks ISIS ini menuai daya tarik tersendiri, pasalnya persoalan mengenai hal ini merupakan masalah yang kompleks. Di satu sisi negara menjamin rasa aman bagi warga negaranya dengan menghindari masuknya virus radikalisme ke Indonesia, namun di sisi lain hal ini berbenturan dengan hak asasi manusia (HAM) dari mantan kombatan ISIS tersebut. Apakah keamanan nasional merupakan hal yang dapat membatasi atau mengurangi HAM seseorang?</p><p style="text-align: justify;">Alasan pembatasan HAM diserahkan kepada negara masing-masing, namun harus tetap konsisten dengan hak-hak asasi lainnya serta tidak boleh menyalahi peraturan yang bersifat internasional. Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (<em>International Covenant On Civil And Political Rights</em>/ICCPR) mengatur bahwa tidak ada seorangpun dapat dirampas haknya secara sewenang-wenang untuk memasuki negaranya sendiri. Dari sini timbul pertanyaan, apakah para eks ISIS ini sudah hilang status ke-WNI-annya hingga hak untuk pulang ke Indonesia turut hilang?</p><p style="text-align: justify;">Masalah yang akhir-akhir ini panas dibahas dalam media dan tidak kalah panas dari pembicaraan masalah banjir di Jakarta adalah mengenai status kewarganegaraan dari WNI eks ISIS. Viralnya pembakaran paspor oleh WNI kombatan ISIS tidak serta merta menghilangkan status kewarganegraan atau <em>stateless</em> secara yuridis. Indonesia adalah negara hukum, maka semua aspek yang ada di negeri ibu pertiwi ini diatur dalam hukum tak terkecuali mengenai kewarganegaraan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia dan PP No. 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, dan Pembatalan Kewarganegaraan. Namun, jika ditilik dari pasal 23 huruf (d) mengenai kehilangan kewarganegaraan, frasa &ldquo;masuk dalam dinas tentara asing&rdquo; seakan menyentil alasan hilangnya kewarganegaraan WNI eks ISIS tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Topik selanjutnya yang penulis rasa sangat membutuhkan perhatian adalah mengenai nasib anak-anak eks ISIS. Di bawah naungan instrumen HAM internasional ICCPR maupun Konvensi Hak Anak (<em>The United Nations Convention on the Rights of The Child</em>/UNCRC), hak-hak anak sangat dilindungi tanpa mengecualikan anak-anak eks ISIS. Di samping itu, Indonesia sendiri memiliki payung hukum bagi perlindungan hak-hak anak yakni UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.</p><p style="text-align: justify;">Dilangsir dari laman <em>KOMPAS.com</em>, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menjadikan rencana pemulangan anak yatim piatu WNI eks ISIS sebagai kebijakan resmi dengan kualifikasi-kualifikasi tertentu, di antaranya seperti anak-anak usia di bawah 10 tahun dan anak-anak yang tidak terpapar virus terorisme. Mengenai anak-anak yang akan dipulangkan ternyata telah terpapar paham radikalisme, Mahfud MD menjawab bahwa pemerintah akan mengkajinya lebih dalam secara <em>case by case.</em></p><p style="text-align: justify;">Mengingat anak-anak memiliki masa depan yang panjang, secara pribadi penulis berpendapat bahwa setiap anak berhak untuk menikmati masa kecil.</p><p style="text-align: justify;">Mengisinya dengan pengetahuan sekaligus pengalaman serta berhak untuk berada di lingkungan yang baik yang nantinya akan mengantarkan mereka pada masa depan cemerlang.</p><p style="text-align: justify;">Namun, realita kerap kali menampar asa, di lain sisi pemikiran polos anak sangat mudah untuk diisi dan akan selalu melekat dalam ingatan mereka bahkan membentuk karakter mereka. Bagi anak-anak yang telah terjangkit virus terorisme, apakah dengan proses rehabilitasi, deradikalisasi, hingga mencekoki dengan ramuan berbau Pancasila akan menjamin mereka tidak akan menularkan virus tersebut?</p><p style="text-align: justify;">Selama menulis opini ini, sempat tersirat dalam benak penulis bagaimana jika penulis berada dalam posisi korban yang notabenenya sama sekali tidak memiliki niat untuk bergabung dengan ISIS, namun karena terdesak dengan keadaan harus pergi ke Suriah dan dianggap sebagai kombatan ISIS.</p><p style="text-align: justify;">Rasa tidak adil dan tidak adanya jaminan keamanan serta dirampasnya hak-hak asasi sebagai manusia akan terus menyiksa. Ditambah dengan penolakan pemulangan ke tanah kelahiran. Adapun jika halnya diizinkan pulang, dapat dipastikan susah untuk kembali diterima masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Melalui tulisan ini, penulis tidak bermaksud memengaruhi siapa untuk memihak siapa. Sebagai kaum terpelajar yang dielu-elukan sebagai <em>agent of change</em>, sudah seharusnya kita tidak menutup mata dengan hal-hal yang telah, sedang, dan yang akan terjadi. Penulis harap tulisan ini dapat membuka pintu kepekaan para pembaca untuk lebih peka dan lebih waspada dan bijaksana terhadap hal-hal disekitar dan situasi terkini.</p><p><em><strong>Ditulis oleh, Enggal Triya Amukti mahasiswi Fakultas Hukum 2018</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengintegrasian FKTI Tak Sesuai Kesepakatan, Mahasiswa Gelar Aksi Protes </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengintegrasian-fkti-tak-sesuai-kesepakatan-mahasiswa-gelar-aksi-protes/baca </link>
<guid> pengintegrasian-fkti-tak-sesuai-kesepakatan-mahasiswa-gelar-aksi-protes </guid>
<pubDate> Fri, 28 Feb 2020 11:52:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa menggelar aksi pada Rabu (26/2) atas pengintegrasian FKTI yang tak sesuai kesepakatan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengintegrasian-fkti-tak-sesuai-kesepakatan-mahasiswa-gelar-aksi-protes/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RTgBuVQLGj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengintegrasian FKTI Tak Sesuai Kesepakatan, Mahasiswa Gelar Aksi Protes</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Prahara pengindukan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) kian memanas. Setelah sempat melalui berbagai tahapan seperti audiensi dan rapat pada 21 Februari lalu, Peraturan Rektor (PR) Universitas Mulawarman Nomor 01 Tahun 2020 resmi dikeluarkan. Peraturan yang dikeluarkan akhir Januari lalu ini memuat pengintegrasian FKTI ke Fakultas Teknik (FT).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Pengindukan yang termuat dalam peraturan tersebut sontak memicu kemarahan dari mahasiswa FKTI. Rabu (26/2) kemarin gedung rektorat ramai-ramai dipadati oleh mahasiswa dari berbagai kalangan. Mulai dari BEM FKTI hingga mahasiswa yang tergabung ke lembaga seperti himpunan di FKTI. Semuanya seragam mengecam tindakan Rektor Unmul yakni Masjaya yang diangap tidak menyayangi FKTI dengan menyatukannya ke fakultas lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aksi yang dimulai pukul 09.00 Wita itu dimulai dengan pembacaan sejumlah tuntutan oleh Ketua BEM FKTI 2020, Joji Kuswanto. Dalam orasinya, Joji menyayangkan sikap Masjaya yang dianggap tidak konsisten dalam pengindukan sementara FKTI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maka sangat lucu ketika kata sementara yang lama diperdebatkan, malah tidak tercantum dalam integrasi peraturan rektor!&rdquo; kecam Joji di hadapan peserta aksi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Joji bersama segenap mahasiswa FKTI menuntut rektorat untuk segera membentuk tim pembentukan fakultas, dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK). Selain itu, dua tuntutan lain juga menyoal tidak diberikannya kepastian fasilitas perkuliahan di FKTI hingga mendesak agar PR yang terbaru segera direvisi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aksi ini disaksikan oleh sejumlah pegawai rektorat, termasuk Wakil Rektor III Bidang Alumni dan Kemahasiswaan, Encik Akhmad Syaifudin. Mewakili Masjaya yang kala itu tidak berada di tempat, ia turut menyampaikan beberapa penjelasan terkait PR yang dipersoalkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Poin pertama, dijelaskan Encik ialah usul pembentukan fakultas yang diajukan Unmul belum disetujui. Ia menekankan bahwa diksi belum disetujui berarti rektor masih bisa mengajukan proposal pengajuan pembentukan FKTI kembali, entah besok, lusa, atau bisa saja bulan depan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tolong dibedakan antara belum disetujui dengan tidak disetujui, anak-anakku sekalian,&rdquo; pinta Encik sembari membacakan poin tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Poin kedua, yakni program studi pada calon FKTI nantinya, agar segera diintegrasikan. &ldquo;Fokus pada calon, artinya ini akan terjadi. Kalau belum disetujui berarti boleh diajukan, dan kalau ada kata calon, berarti siap-siap untuk menjadi yang sebenarnya,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Membalas perkataan Joji dan tuntutan mahasiswa di hadapannya, Encik berujar bahwa rektor dan segenap pejabat lain termasuk dekan sangat serius dalam memperjuangkan FKTI. Encik mengangap salah satu langkah ini sebagai keseriusan rektor dalam menyediakan sarana dan prasarana demi terbangunnya FKTI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;FKTI ini mulai dari FIKOM tidak pernah didiamkan, salah satunya rektor memasukkan ini menjadi skema pembuatan gedung ke proyek IsDB. Proyek ini belum diserahkan, bahkan furniturnya saja belum ada. Inilah yang dinamakan proses,&rdquo; tandasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menjawab tuntutan berikutnya yakni pembentukan tim, Encik mengatakan bahwa usulan pembentukan ini harusnya datang dari civitas academica. Untuk itu menurutnya, hal ini lebih cocok jika dibuatkan permohonan tertulis yang berisikan pembentukan tim maupun revisi peraturan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Encik menekankan bahwa pengindukan atau pengintegrasian ini bertujuan agar mahasiswa FKTI bisa terselamatkan. Hal ini dianggap Encik sebagai formalisasi administrasi, sehingga jangan sampai tidak ada pengakuan yang seharusnya didapat. &ldquo;Bagaimana jika seseorang lulus tanpa adanya ijazah yang ditandatangani oleh dekan?&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Di ujung penyampaiannya, Encik menekankan kembali bahwa diturunkannya PR ini bukan untuk membohongi publik seperti yang dikatakan mahasiswa. Encik menampik, justru akan menyelamatkan mahasiswa secara formal dan administratif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia kembali menyarankan agar dibuatkan proposal yang memuat pembentukan tim ataupun kata sementara yang diperdebatkan agar bisa dipelajari kembali.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan karena peraturan ini dikeluarkan lalu kita berhenti berjuang. Unmul menganggap fakultasnya tetap ada 14, bukan 13. Jadi jangan sampai berpikiran bahwa ini sudah selesai,&rdquo; tutup Encik mengakhiri jawabannya terkait tuntutan mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, apa yang disampaikan Encik tidak membuat peserta aksi puas, karena dinilai tidak memberikan jawaban sesuai tuntutan. Joji kemudian kembali menegaskan tujuan mereka hadir dan menggelar aksi di depan rektorat. Yakni mempertanyakan kejelasan FKTI setelah diintegrasikan ke FT, apakah akan bisa berdiri menjadi fakultas dengan payung hukum yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berbicara peluang di sini, peluang FKTI berdiri kembali sebagai sebuah fakultas. Ketika tidak ada payung hukum yang mengatur FKTI untuk kembali berdiri, siapa yang bisa menjamin? Apakah bapak rektor akan menjabat selama delapan periode? Tidak!&rdquo; jelas Joji.</p><p style="text-align: justify;">Payung hukum yang jelas dikatakan Joji sangatlah penting untuk memberi asa pada mahasiswa FKTI. Dia kemudian memperjelas apa yang menjadi tuntutan mahaiswa pagi itu, yakni hasil rapat tertanggal 6 Januari 2020.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Saat itu, melalui usulan rapat dosen dengan birokrat memuat kata &lsquo;pengindukan sementara&rsquo;. Namun, kata tersebut tidak ditemukan dalam PR yang telah terbit, padahal menurut Joji hal ini sudah disepakati dalam rapat.</span></p><p style="text-align: justify;">Kemudian, perihal tidak adanya tim persiapan pembentukan fakultas, sangat disayangkan Joji. Karena ini akan semakin memperkecil peluang FKTI untuk bisa berdiri kembali nantinya. Terlebih hal ini juga tidak termuat dalam isi PR Pengitegrasian FKTI ke FT.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kewajiban, ini kewajiban! Simpel yang kita minta, hal ini (jika) tidak dituruti maka rektor hari ini tidak ingin untuk FKTI berdiri kembali. Betul teman-teman?&rdquo; tutup Joji.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Betul!&rdquo; balas peserta aksi.</p><p style="text-align: justify;">Karena merasa sia-sia tidak bisa bertemu dengan Masjaya, peserta aksi yang dipimpin Heryandy Pratama bergerak menuju persimpangan gerbang masuk rektorat. Dengan membentangkan spanduk yang berisi tuntutan, mahasiswa juga membakar ban sambil diisi dengan penyampaian orasi dari beberapa mahasiswa. <strong><em>(sut/ana/wil/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar hingga EO, IKA Unmul Ingin SDM Lebih Unggul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/seminar-hingga-eo-ika-unmul-ingin-sdm-lebih-unggul/baca </link>
<guid> seminar-hingga-eo-ika-unmul-ingin-sdm-lebih-unggul </guid>
<pubDate> Sat, 29 Feb 2020 13:06:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> MP IKA Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/seminar-hingga-eo-ika-unmul-ingin-sdm-lebih-unggul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Q6c2SAHSRH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Seminar hingga EO, IKA Unmul Ingin SDM Lebih Unggul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pasca pengumuman Presiden Jokowi pada Agustus 2019 bahwa IKN akan dipindah ke Kalimantan Timur, pelbagai persiapan dilakukan banyak pihak. Tak terkecuali oleh Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul). Selasa (18/2) lalu, perhimpunan alumni tersebut menggelar Diskusi Aktif di <em>Ball Room</em> Hotel Selyca Mulia Samarinda.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Diskusi yang mengundang beberapa instansi terkait serta BEM sebagai perwakilan mahasiswa ini mengangkat tema &quot;Kedaulatan Pangan dalam Rangka Menyongsong Kaltim Sebagai Ibu Kota Negara&quot;. Beberapa tokoh diundang untuk menjadi pembicara, salah satunya Endang Liansyah, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">IKA Unmul memandang bahwa Kaltim seharusnya dapat lebih mandiri dalam hal penyediaan pangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tema ketahanan pangan ini dipilih karena kita di Kaltim inikan banyak impor dari tetangga ya, seperti Sulawesi, Jawa. Sementara, kita kan sebenarnya punya,&quot; jelas Sri Wahyuni, Koordinator IKA Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Usai diskusi ini, terdapat tim perumus yang ditugaskan merangkum hasil diskusi untuk kemudian diserahkan pada Gubernur. Dengan ini, potensi-potensi yang ada disampaikan dan dijadikan pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, pihaknya tengah mewacanakan pembentukan kelompok pertanian semacam sarjana penggerak pertanian saat Orde Baru lalu. Untuk membangun kelompok tersebut, akan dipilih sebanyak 100 orang. Sri mengungkapkan, hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam pengembangan potensi number daya manusia di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Perihal SDM sebenarnya ini telah dibahas dalam diskusi serupa yang diselenggarakan sebelumnya. Disampaikan Sri, bahwa diskusi-diskusi ini merupakan serangkaian kegiatan yang dikonsepkan bertahap hingga tingkat diskusi nasional.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nanti, hasil ketiga diskusi tentang SDM, Ketahanan Pangan dan Tata Ruang ini dirangkum lagi dalam suatu diskusi nasional,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, kedepannya akan lebih banyak peserta yang diundang. Serta publikasi melalui media pun akan dilakukan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Membentuk EO</strong></p><p style="text-align: justify;">IKA Unmul memiliki visi yang kuat akan kualitas dan potensi sumber daya manusia. Hal ini tersirat dalam pelaksanaan diskusi aktif beberapa waktu lalu, bahwa ada <em>Event Organizer</em> khusus yang menangani teknis kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">EO ini dibentuk oleh IKA Unmul sebagai salah satu upaya pengembangan potensi SDM. Oleh karena itu, keanggotaannya diisi oleh mahasiswa-mahasiswa. Selain itu, diharapkan IKA Unmul dapat lebih dikenal lagi dengan adanya EO tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Gagasan ini awalnya dari Bu Meliana (ketua harian IKA Unmul). Beliau orang protokol, jadi itu yang ingin dikembangkan. Selain itu, kalau ada kegiatan kenapa enggak pakai IKA Unmul? Dari pada kita pakai orang lain, kita bisa ambil tenaga-tenaga dari kita sendiri,&quot; ujar Sri.</p><p style="text-align: justify;">Kedepannya, EO ini digadang-gadang menjadi wadah profesional. Selain sebagai wadah menambah pengalaman, juga sebagai ladang pekerjaan bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sri turut menjelaskan bahwa tidak ada kriteria khusus agar dapat tergabung dalam EO. Paling tidak memiliki pengalaman, tidak mesti sebagai EO, bisa pengalaman saat berada di organisasi. Info-info perekrutan nantinya akan disebar di media sosial. Namun, untuk saat ini, perekrutan belum lagi dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau sekarang, belum (perekrutan). Next, kedepan mungkin bisa. Syarat tetap sama, tapi mungkin nanti ada berbayar,&quot; tutupnya. <em><strong>(bip/yun/sut/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Milea, Suara dari Dilan: Jawaban Dilan Atas Hubungan dengan Milea </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/milea-suara-dari-dilan-jawaban-dilan-atas-hubungan-dengan-milea/baca </link>
<guid> milea-suara-dari-dilan-jawaban-dilan-atas-hubungan-dengan-milea </guid>
<pubDate> Sun, 01 Mar 2020 12:20:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagaimana sekuel yang juga akhir dari kisah romansa Dilan dan Milea ini? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/milea-suara-dari-dilan-jawaban-dilan-atas-hubungan-dengan-milea/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vOExxHHCYR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Milea, Suara dari Dilan: Jawaban Dilan Atas Hubungan dengan Milea</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&mdash; Akhir kisah dua insan yang bersama pada masa SMA yakni Dilan (Iqbaal Ramadhan) dan Milea (Vanessa Prescilla) berakhir tragis pada sekuel sebelumnya Dilan, 1991 yang tayang pada layar lebar di awal 2019 kemarin.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Publik seolah tak rela kisah kedua sejoli ini harus kandas serta Milea yang dikisahkan menemukan teman hidupnya, Mas Herdi (Andovi da Lopez). Teka-teki masih menyelimuti apa yang dipikirkan seorang Dilan ketika harus melepas Milea yang selama ini ia kasihi.</p><p style="text-align: justify;">Milea, Suara Dari Dilan merupakan rangkaian terakhir film sekuel Dilan sejak 2018. Film yang disutradai oleh Fajar Bustomi mengadaptasi novel karya Pidi Baiq ini memperlihatkan sisi dari Dilan yang dipertanyakan meninggalkan Milea.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai dari awal pertemuan Milea saat menjadi seorang murid baru hingga perpisahan atas kasus perkelahian yang kembali menjerat Dilan, Film yang tayang &nbsp;13 Februari 2020 ini menarik atensi masyarakat saat penayangan hari pertamanya, dibuktikan dengan 400.000 penonton.</p><p style="text-align: justify;">Diperankan sama oleh aktor serta aktris sebelumnya seperti Happy Salma, Adhisty Zara, Yoriko Angeline, Debo Andryos, Jerome Kurnia hingga Zulfa Maharani. Meski beberapa adegan mengambil pada episode sebelumnya, terdapat beberapa adegan baru yang menggambarkan suasana hati dan pikiran Dilan saat ia remaja hingga menjadi seorang pria dewasa.</p><p style="text-align: justify;">Jadi bagaimana? Apakah sudah terlalu berat rindu terhadap sekuel Dilan? <strong>(<em>rth/rst</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lewat Semesta, Mari Belajar Cintai Alam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/lewat-semesta-mari-belajar-cintai-alam/baca </link>
<guid> lewat-semesta-mari-belajar-cintai-alam </guid>
<pubDate> Mon, 02 Mar 2020 11:25:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keseruan dari nonton bareng Film Semesta hingga aksi nyata merawat alam Samarinda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/lewat-semesta-mari-belajar-cintai-alam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8HL2mCWuad.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lewat Semesta, Mari Belajar Cintai Alam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pelbagai cara ditempuh manusia untuk merawat lingkungan, namun tak sedikit cara yang dipilih justru malah merusak lingkungan. Meratapi kondisi bumi yang semakin tua, membuat sebagian orang memutuskan untuk menepi dari hiruk-pikuk duniawi.</span></p><p style="text-align: justify;">Termasuk 7 orang dari ujung Barat Indonesia yakni Aceh hingga membentang ke Kapatcol, Papua Barat. Kisah perjalanan 7 orang ini bukan <em>kaleng-kaleng</em>, mereka adalah orang yang sadar bahwa bumi semakin renta dan perlu tindakan khusus untuk tetap menjaganya.</p><p style="text-align: justify;">Cerita ketujuh orang ini dirangkum dengan apik dalam film dokumenter berjudul Semesta. Film besutan sutradara Chairun Nissa dan diproduseri Nicholas Saputra serta Mandy Marahimin ini resmi tayang 30 Januari lalu di bioskop. Mengangkat tema mengenai lingkungan, sang sutradara berharap melalui film ini kesadaran publik untuk menjaga alam semakin meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Semesta menceritakan perjuangan 7 orang yang berasal dari 7 perspektif berbeda. Mulai dari daerah atau tempat, kebudayaan, pola pikir, hingga agama dan kepecayaan. Ketujuh perspektif ini coba diramu tim produksi agar menghasilkan ajakan realistis demi menjaga keseimbangan alam. Berdurasi sekitar 1 jam setengah, penonton akan disuguhkan dengan berbagai wujud nyata dari keindahan alam Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Masing-masing keindahan alam yang hadir merupakan representatif dari manusia-manusia yang tinggal di dalamnya. 7 sosok luar biasa tadi menceritakan bagaimana pengalaman mereka ketika memutuskan untuk bersahabat dengan alam. tak hanya bersahabat, namun juga bagaimana hubungan mereka dengan alam akan selalu terjaga hingga bumi mencapai batasnya suatu saat nanti.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya diajak berkeliling melihat upaya ketujuh tokoh inspiratif dalam film, segenap kru produksi juga membawa misi lain bagi siapapun yang menyaksikannya. Latar belakang yang diangkat dalam film ini boleh jadi berbeda dengan film fiksi lain yang acap kali tayang di layar lebar. Namun pesan yang ingin disampaikan juga sangatlah kuat. Tentang ajakan menjaga lingkungan hidup yang kian memprihatinkan. Ajakan memulai langkah kecil dalam merawat lingkungan. Semua pesan tesebut dikemas dengan apik dan mumpuni layaknya film-film bertemakan fiksi yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Melalui ketujuh tokoh protagonis yang datang dari berbagai daerah seperti Bali, Kalimantan Barat, Aceh, Yogyakarta, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Jakarta akan menyadarkan kamu tentang pentingnya memperlakukan alam dengan baik. Kisah-kisah penuh perjuangan mereka dalam mewujudkan alam yang lestari akan kamu saksikan dalam Semesta.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tayang Perdana di Kalimantan: Bukan Sekadar Nonton Bareng</strong></p><p style="text-align: justify;">Film dokumenter besutan Tanakhir Films ini resmi bisa ditonton di layar kaca mulai 30 Januari lalu. Namun, Semesta tampaknya tak tayang secara reguler di seluruh bioskop kesayangan kamu, termasuk Samarinda. Berawal dari antusiasme publik yang tinggi terhadap Semesta, akhirnya membuat William Maliki, Anisa Nur Adnin, Wawan Adi Saputra, dan Merdi Sahara Anwar memberanikan diri untuk mengajukan nobar ke CGV Samarinda agar film ini bisa tayang.</p><p style="text-align: justify;">Serangkaian prosespun dilalui, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Mampu mengumpulkan penonton sebanyak 185 orang menjadi bukti bahwa Semesta memang layak untuk ditonton. Meski telah tayang terlebih dahulu di kota-kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta, Samarinda tetap tak mau ketinggalan. Tepat pada Rabu (26/02) lalu akhirnya rasa penasaran akhirnya terbayarkan dengan Semesta yang tayang secara perdana di Samarinda, bahkan pertama di Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai sejak 19.00 Wita antusiasme penonton sudah terlihat sejak mereka antre memasuki bioskop. Sebagian di antaranya sudah ada yang menebak-nebak akan bagaimana ahir dari film. Sebagian lagi tentu masih <em>clueless</em>. Penayangan selesai sekitar pukul 20.30 Wita, penonton dibuat berdecak kagum atas penyampaian pesan dalam film.</p><p style="text-align: justify;">Namun, penonton tak langsung beranjak dari kursi mereka, sebab panitia pelaksana mengadakan <em>mini talkshow</em> dengan pegiat lingkungan kondang di Samarinda. Ia adalah Misman, salah satu yang aktif menyuarakan betapa pentingnya menjaga alam. Bahkan Misman bisa saja menjadi yang kedelapan karena perjuangannya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Talkshow</em> singkat berdurasi 30 menit berisikan ajakan kembali untuk selalu berkontribusi dalam melestarikan alam. &ldquo;Bahkan dari tindakan kecilpun sebenarnya bisa dimulai,&rdquo; ujar Misman sembari mereview pesan-pesan yang disampaikan dalam film.</p><p style="text-align: justify;">Menutup sedikit <em>talkshow</em>-nya, Misman bersama panitia mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi menanam pohon di bantaran Sungai Karang Mumus, Minggu (1/3) ini. Sebagian hasil dari tiket pembayaran penonton, didonasikan untuk membeli bibit pohon yang akan ditanam di bantaran sungai. Sekali lagi, upaya kecil yang dilakukan bisa meyelamatkan bumi ini dari kesengsaraan. <em><strong>(sut/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Punya Waktu Luang? Habiskan dengan Cara yang Cermat! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/punya-waktu-luang-habiskan-dengan-cara-yang-cermat/baca </link>
<guid> punya-waktu-luang-habiskan-dengan-cara-yang-cermat </guid>
<pubDate> Mon, 02 Mar 2020 12:15:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada waktu luang? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/punya-waktu-luang-habiskan-dengan-cara-yang-cermat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l2TQgNU2rm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Punya Waktu Luang? Habiskan dengan Cara yang Cermat!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Saat memiliki waktu luang, apa yang biasanya kamu lakukan? Sebagian orang mungkin menggunakannya untuk beristirahat. Namun apa jadinya kalau waktu luang tidak dimanfaatkan dengan baik, di samping istirahat kita? Tentu saja akan timbul rasa malas yang berujung pada tingkat produktivitas seseorang.</span></p><p style="text-align: justify;">Kemudian, apa yang seharusnya dilakukan? Tentu saja memanfaatkan dengan cermat! Tidak hanya menghabiskan waktu luang, kita juga akan lebih produktif serta bersemangat. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum kegiatan yang dapat kamu lakukan di sela waktumu.</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Mengisi Teka-Teki Silang (TTS)</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain seru, TTS juga mengasah otak kita untuk berpikir dan lebih mendalami topik, serta menambah kosakata baru. TTS dapat kamu temukan di koran atau media cetak lainnya. Bisa juga dengan membeli buku khusus TTS yang harganya terjangkau.</p><p style="text-align: justify;">Masih ingin bermain TTS tapi tak ingin mengeluarkan uang? Tenang, kamu tetap bisa bermain dengan berbagai TTS yang tersedia di internet, atau men-<em>download</em> aplikasi <em>CodyCross</em> di <em>Play Store</em>. Ajak temanmu untuk bermain bersama!</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Membaca Buku</strong></p><p style="text-align: justify;">Buku mungkin terdengar membosankan untuk dibaca, terutama saat waktu luang. Namun tahukah kamu, buku memberikan berbagai hal yang mungkin saja tak kamu temukan di internet. Membaca buku juga melatih konsentrasimu dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Tak perlu buku dengan topik yang berat. Carilah buku yang menarik perhatianmu, berisi tentang hal yang kamu sukai, atau bacaan ringan lainnya. Gunakan hal ini untuk mengistirahatkan waktumu dari aktivitas harian dan media sosial.</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Meditasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Satu lagi hal yang terdengar membosankan: meditasi. Praktisnya, aktivitas meditasi sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Padahal, banyak hal yang kita dapatkan saat melakukan meditasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan kondisi yang memerlukan konsentrasi, memusatkan diri terhadap suatu titik/suara, meditasi membantumu untuk merefleksikan pikiran dan membangun suasana yang tentram dalam diri. Cocok untuk kamu yang seringkali stres dan lelah dengan aktivitasmu. Cobalah aplikasi <em>Headspace</em> (baca: <a href="https://sketsaunmul.co/teknologi/life-changing-app-untuk-upgrade-keseharianmu/baca">https://sketsaunmul.co/teknologi/life-changing-app-untuk-upgrade-keseharianmu/baca</a>)&nbsp;yang dapat membantumu berkonsentrasi dalam meditasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><br><strong>Merapikan <em>Workspace</em>/Kamar</strong></p><p style="text-align: justify;">Padatnya aktivitas membuat kita sering luput membereskan <em>workspace</em> atau kamar, bahkan seringnya berlanjut hingga berhari-hari kemudian. Saat waktumu luang, sudah waktunya untuk bersih-bersih!</p><p style="text-align: justify;">Rapikan semua barang-barangmu. Tempatkan kembali pada asalnya, atau ubah suasananya sesuai dengan keinginanmu. Jangan lupa untuk menyortir barang yang sudah tidak kamu perlukan agar tidak memenuhi kamarmu. Pasang pengharum ruangan untuk menutup kegiatan bersih-bersihmu. Selamat! Kamu telah berhasil menghabiskan waktumu dengan produktif!</p><p style="text-align: justify;"><br><strong><em>Journaling</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Pernahkah kamu menulis buku harian, atau menjurnal? Kalau belum, ini saatnya kamu mencoba. Tak perlu repot harus bagus atau rapi seperti <em>study blogger</em>, cukup refleksikan hari-hari yang kamu jalani dan tuangkan di dalam tulisanmu. Ingat kembali apa yang menjadi pencapaianmu hari ini, apa yang perlu kamu evaluasi, dan hal-hal apa saja yang perlu disyukuri.</p><p style="text-align: justify;">Masih juga malas menulis di buku? Gunakan aplikasi <em>Presently</em> (baca: <a href="https://sketsaunmul.co/teknologi/life-changing-app-untuk-upgrade-keseharianmu/baca)">https://sketsaunmul.co/teknologi/life-changing-app-untuk-upgrade-keseharianmu/baca</a>)&nbsp;untuk membantumu tetap konsisten dalam menulis keseharianmu. Aplikasi ini dilengkapi dengan reminder, sehingga kamu akan selalu ingat untuk menulisnya di <em>Presently</em>.<br><br>Kelima hal di atas tidak hanya terbatas pada saat waktu luangmu tiba. Kamu juga dapat memulainya sebagai kebiasaan baik untuk mendisiplinkan diri, juga merefleksikan pengalamanmu dengan benar.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada salahnya untuk memulai. Selamat menggunakan waktu luangmu dengan produktif! <strong><em>(len/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Disinformasi Virus Corona yang Perlu Dicermati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/disinformasi-virus-corona-yang-perlu-dicermati/baca </link>
<guid> disinformasi-virus-corona-yang-perlu-dicermati </guid>
<pubDate> Tue, 03 Mar 2020 12:13:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Disinformasi terkait corona </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/disinformasi-virus-corona-yang-perlu-dicermati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CoAiCbk1b4.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Disinformasi Virus Corona yang Perlu Dicermati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Indonesia resmi bergabung dalam peta sebaran virus corona. Sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi Senin (2/3) kemarin, dua orang WNI di Depok positif terjangkit virus yang berasal dari Wuhan ini setelah melakukan kontak dengan warga negara Jepang yang berdomisili Malaysia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Jika dilihat, banyak sekali informasi mengenai virus corona yang bertebaran di internet. Namun, tidak semua berita yang tersebar itu benar atau hoaks. Oleh karena itulah, <em>Sketsa</em> merangkum beberapa berita yang disinformasi mengenai virus corona.</p><p style="text-align: justify;">Informasi pertama yang menyatakan virus corona telah masuk ke indonesia diawali dengan terjangkitnya salah satu pekerja asal China di Gedung BRI 2 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Tentu saja informasi ini membuat masyarakat waspada. Namun, informasi ini telah dibantah oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate juga mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas menggunakan media sosial dalam menyebarkan informasi berita virus corona.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Kominfo, informasi mengenai virus corona di indonesia telah mencapai 86 hoaks (12/2/2020). Disinformasi virus corona yang tersebar di media massa seperti tersebarnya virus corona di beberapa daerah yaitu Jakarta, Depok, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Jember, Jombang, Tulungagung, Makassar, Medan, Palembang, Tarakan, Pontianak, Lombok hingga Banda Aceh.</p><p style="text-align: justify;">Tersebarnya berita hoaks mengenai virus corona tidak hanya terjadi Indonesia. Negara tetangga, Australia juga memiliki banyak berita hoaks&nbsp;mengenai virus ini. Salah satunya warga Australia dihimbau untuk menjauhi daftar makanan yang diduga terkontaminasi virus corona.</p><p style="text-align: justify;">Daftar makanan itu adalah: Mi Goreng, Lipton Peach Ice Tea, Yakult, Minuman Red Bull, Wagyu Beef, Fortune Cookies, Beras Wuxhang dan Xiozhan. Selain daftar makanan, hoax tersebut juga meminta warga Australia tidak mendatangi daerah Cabramatta, Burwood, Strathfield, Newtown, Chester Hill dan Guiford di dekat Sydney karena diduga telah terkena virus corona.</p><p style="text-align: justify;">Atas penyebaran hoaks, ini, Badan Kesehatan Negara Bagian New South Wales (NSW Health) menegaskan bahwa berita yang beredar terkait larangan makanan dan larangan kunjungan ke daerah tertentu adalah hoaks.</p><p style="text-align: justify;">Melihat disinformasi penyebaran virus corona ini, Kominfo mengimbau masyarakat dan netizen untuk ikut memantau penyebaran informasi virus corona. Jika mendapatkan informasi yang diduga hoaks, disinformasi atau kabar bohong, maka dapat melaporkan ke <em>aduankonten.id.&nbsp;</em><em><strong>(ana/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maret Tiba, Berikut Film yang Membuat Harimu Penuh Kejutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/maret-tiba-berikut-film-yang-membuat-harimu-penuh-kejutan/baca </link>
<guid> maret-tiba-berikut-film-yang-membuat-harimu-penuh-kejutan </guid>
<pubDate> Wed, 04 Mar 2020 12:26:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berbagai film yang tayang pada awal Maret 2020. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/maret-tiba-berikut-film-yang-membuat-harimu-penuh-kejutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/km6kWCWGBB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maret Tiba, Berikut Film yang Membuat Harimu Penuh Kejutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak terasa Februari telah kita lewati, dan sekarang kita sudah memasuki Maret. Tentu saja ada banyak pilihan kegiatan yang dapat dipilih untuk menghabiskan waktu. Salah satunya menonton film. Akan lebih lengkap rasanya jika menonton film bersama orang-orang tersayang.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>bookmyshow.id</em>, berikut daftar film di minggu pertama Maret beserta sinopsisnya:</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Guns Akimbo</strong></p><p style="text-align: justify;">Film yang dibintangi oleh Miles (Daniel Radcliffe) dan Nix (Samara Weafing) mengisahkan tentang seorang pria biasa yang terbangun dengan pistol di kedua tangannya. Selain harus bertahan melawan serangan Nix, Miles harus menyelamatkan mantan kekasihnya dari penculik.</p><p style="text-align: justify;">Apakah Miles berhasil menghindari serangan Nix dan menyelamatkan mantan kekasihnya? Tonton kisah selanjutnya di bioskop.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Onward</strong></p><p style="text-align: justify;">Film animasi garapan Pixar dan Disney ini menceritakan tentang sebuah dunia fantasi beserta makhluk yang tinggal di sana. Dua peri remaja yang diisi suara oleh Tom Holland dan Christ Patt memulai sebuah pencarian ke suatu tempat untuk bisa bertemu dengan sang ayah.</p><p style="text-align: justify;">Petualangan kedua peri ini tayang mulai tanggal 4 Maret 2020 di bioskop kesayangan kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. The Closet</strong></p><p style="text-align: justify;">Awal bulan ini juga diramaikan dengan tayangnya film horor asal Korea Selatan, yakni <em>The Closet</em>. Mengisahkan tentang usaha seorang ayah (Sang Won) dalam mencari anaknya (Ina) yang hilang di dalam lemari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Aku Tahu Kapan Kamu Mati</strong></p><p style="text-align: justify;">Film horor Indonesia juga tak kalah meramaikan awal bulan Maret kamu. Film yang dibintangi Natasha Wilona dan Al Ghazali ini menceritakan tentang kemampuan yang didapat oleh seorang gadis SMA setelah mati suri untuk mengetahui kematian seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Kamu bisa tonton seramnya film ini mulai tanggal 5 Maret 2020 di bioskop terdekat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Mekah I&rsquo;m Coming</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain genre horor, ada juga film Indonesia dengan genre komedi yang siap menceriakan awal Maret kamu.</p><p style="text-align: justify;">Mengisahkan tentang Eddy (Rizky Nazar) merayu orang tua Eni (Michelle Ziudith) untuk menikahi putrinya dengan mengatakan akan berangkat haji tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia lima film yang tayang di awal &nbsp;Maret 2020. Segera catat tanggal main film yang kamu tunggu ya! <em><strong>(eng/hlm)&nbsp;</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rawat Kebiasaan Ini untuk Jaga Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/rawat-kebiasaan-ini-untuk-jaga-lingkungan/baca </link>
<guid> rawat-kebiasaan-ini-untuk-jaga-lingkungan </guid>
<pubDate> Thu, 05 Mar 2020 12:17:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lakukan kebiasaan-kebiasaan ini untuk menjaga lingkungan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/rawat-kebiasaan-ini-untuk-jaga-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/paaWlwZQHq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rawat Kebiasaan Ini untuk Jaga Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">- Lingkungan semakin tercemar setiap harinya. Di mana plastik dan limbah industri menjadi salah satu faktor terbesar yang cemari lingkungan. Hal ini disebabkan oleh produksi plastik dan produk industri yang berlebih, ditambah lagi sikap konsumtif manusia terhadap plastik dan kebutuhan lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tetapi, belum terlambat untuk memupuk niat dan membiasakan diri hidup dengan ramah lingkungan. Tentunya kebiasaan ini berlaku bagi siapapun, termasuk mahasiswa sebagai&nbsp;</span></span><span><span><em>agent of chang</em></span></span><span><span><em>e</em>. Berikut&nbsp;</span></span><span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span></span><span><span>rangkum kebiasaan ramah lingkungan yang patut kamu coba.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Menggunakan Botol Minum Isi Ulang</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kita sangat sering menjumpai minuman dengan kemasan plastik sekali pakai. Meskipun didapatkan dengan harga terjangkau, sayangnya produk tersebut ujung-ujungnya akan berakhir sebagai sampah.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Karena itu, mulailah menggunakan botol minum yang dapat digunakan kembali. Selain menghemat biaya,&nbsp;</span></span><span><span>tumbler</span></span><span><span>&nbsp;sangat ramah lingkungan dan dapat dibawa ke manapun. Harganya juga terjangkau untuk dibeli, tapi kalau sudah ada tidak perlu beli lagi ya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Simpan Kantong Plastik untuk Digunakan Lagi</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ketika sedang berbelanja dan mendapatkan kantong plastik, jangan langsung dibuang! Setelah dipakai, lipat kembali kantong plastikmu dan simpan ditempat yang mudah dijangkau. Gunakan untuk menampung sampah di rumah, atau kamar kosmu. Bisa juga digunakan sebagai sarung tangan &quot;darurat&quot; saat membersihkan sepatu, tas, atau kamar mandi.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tetapi perlu diingat, tidak semua plastik ramah di kulit. Plastik berwarna hitam, dengan bahan yang kasar atau tebal biasanya sering meninggalkan noda atau bekas, yang berujung gatal. Gunakan plastik jenis ini untuk menampung sampah saja, ya. Tapi mulailah untuk menolak menerima plastik baru, gunakan yang sudah ada.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Membawa Tas Belanja Pribadi</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain mengurangi penggunaan kantong plastik, membawa tas belanja sendiri juga ramah lingkungan dan dapat dipakai berkali-kali. Biasanya, produk tas ini dibuat dengan kain atau karung yang didaur ulang dengan berbagai desain yang apik. Tidak hanya itu, tas ini juga dapat membuat penampilan saat belanja menjadi lebih trendi, loh!</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span><span>Lakukan&nbsp;</span></span><span><span><em>Thrifting</em>&nbsp;</span></span></strong><span><span><strong>dengan Pakaianmu</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tak jarang lemari kita bisa sesak karena terlalu banyak pakaian yang kita beli. Mengikuti tren memang boleh, tapi jangan sampai menambah limbah tekstil dari pakaian yang terus dibeli. Jadilah kreatif dengan membongkar isi lemarimu dan sortirlah pakaianmu. Pisahkan yang masih dipakai dan yang tak muat lagi.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pakaian yang sudah kecil, bisa kamu alihkan pada saudaramu, atau dengan menyumbangkannya ke panti asuhan. Kemudian, pakaian yang jarang kamu pakai dapat dikombinasikan dengan pakaian terbarumu untuk mendapatkan gaya milikmu sendiri. Jadi, tak perlu beli baju baru, kan?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Kurangi Mengonsumsi Makanan Siap Saji</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sadarkah kamu, berapa banyak sampah yang akan kamu buang ketika memesan makanan siap saji di restoran&nbsp;</span></span><span><span><em>fast food</em></span></span><span><span>? Mulai dari wadah makan dan minum hingga pembungkus untuk&nbsp;</span></span><span><span><em>take away</em></span></span><span><span>, masih banyak sekali menggunakan bahan dasar plastik.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tak hanya itu, setiap makanan siap saji yang dibekukan juga banyak menggunakan kemasan plastik. Ada baiknya jika ingin tetap makan di restoran&nbsp;</span></span><span><span><em>fast food</em>&nbsp;</span></span><span><span>dengan membawa wadah makanan dan minuman sendiri, jadi sampah plastiknya bisa berkurang bukan? Makanan&nbsp;</span></span><span><span><em>fast food</em></span></span><span><span>&nbsp;atau&nbsp;</span></span><span><span><em>junk food</em></span></span><span><span>&nbsp;juga tak baik untuk dikonsumsi terus menerus.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Meski beberapa kebiasaan di atas terlihat mudah dan simpel, tanpa ada komitmen akan sulit untuk dilakukan. Mulailah kebiasaan kecil seperti ini untuk menunjukkan dukunganmu terhadap gaya hidup dan kegiatan ramah lingkungan.&nbsp;</span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>len/wil</span></span></em></strong><span><span><strong><em>)</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik RUU Ketahanan Keluarga dari Segi Sosiologi Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-ruu-ketahanan-keluarga-dari-segi-sosiologi-hukum/baca </link>
<guid> menilik-ruu-ketahanan-keluarga-dari-segi-sosiologi-hukum </guid>
<pubDate> Fri, 06 Mar 2020 11:13:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melihat RUU Ketahanan Keluarga dalam sudut pandang sosiologi hukum. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-ruu-ketahanan-keluarga-dari-segi-sosiologi-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8ZzfRdWx6w.png" />
					</figure>
			                <h1>Menilik RUU Ketahanan Keluarga dari Segi Sosiologi Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menjadi salah satu Rancangan Undang-Undang (RUU) yang masuk daftar prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) untuk tahun 2020, RUU Ketahanan Keluarga kini marak dibicarakan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pasalnya, RUU ini dianggap terlalu mencampuri ranah privat warga negara. Misalnya pada poin yang mengatur hubungan antara suami dan istri dalam pernikahan.</span></p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Rabu (3/3), dosen Fakultas Hukum, Setyo Utomo mengatakan bahwa RUU Ketahanan Negara tidak perlu mengatur urusan pribadi secara signifikan. Cukup mengatur bagaimana substansi jika terjadi sengketa dalam pernikahan di kemudian hari. Dalam hal terjadinya sengketa rumah tangga, ia berpandangan bahwa pemerintah seharusnya meminimalisir hal tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pertama adalah dengan melakukan sosialisasi. Kedua monitoring, misalnya melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Ketiga adanya nilai moral yang ditanamkan dalam setiap keluarga,&quot; jelas Setyo.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Percuma banyak perancangan namun tidak berjalan secara efektif. Lebih baik pemerintah fokus pada monitoring,&quot; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu pasal kontroversial dari RUU ini adalah Pasal 25 yang mengatur tentang hak dan kewajiban suami serta istri yang dinilai terlalu kaku untuk diterapkan pada keluarga modern saat ini, yang dianggap lebih fleksibel.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai pasal ini, ia berpendapat bahwa hukum dibuat untuk menciptakan keadilan, bukan untuk menimbulkan ketimpangan antara suami dan istri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena pernikahan adalah suatu satu kesatuan. Lebih baik menanamkan nilai bagaimana kedudukan atas suami istri ini, jangan hanya menanamkan dalam suatu aturan. Yang paling penting adalah moral, &rdquo; ucapnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pasal lain yang tak kalah mengundang polemik adalah Pasal 85 dan 86 yang mengatur pelarangan perbuatan <em>Bondage and Dicsipline, Sadism and Masochism</em> (BDSM) dalam hubungan seks pasangan suami istri.</p><p style="text-align: justify;">Setyo menyebutkan, hukum cukup mengatur secara luas namun tidak terlalu mengerucut hingga ke ranah yang sangat intim sehingga menggiring pemikiran seseorang yang membaca regulasi tersebut ke arah sensitif. Akan lebih lebih efektif jika urgensi mengenai hal ini disebarkan melalui media sosialisasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Alangkah baiknya dilakukan dalam sosialisasi, tidak perlu dalam RUU. Dikhawatirkan, anak di bawah 17 tahun (yang) membaca naskah ini akan membayangkan bagaimana yang akan terjadi,&quot; tukasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terdapat pula pasal yang membahas mengenai krisis keluarga dan penyimpangan seksual, yakni Pasal 85, dan Pasal 86-87. Di dalamnya, keluarga yang mengalami krisis karena penyimpangan seksual wajib melaporkan anggota keluarganya. Setyo memandang bahwa sebelum peraturan ini ditetapkan, harus dipastikan kesiapan setiap lembaga yang menangani rehabilitasi bagi pengidap penyimpangan orientasi seksual.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Siapa saja <em>stakeholder</em>-nya? Misalnya dokter, peran BKKBN, Komisi Perlindungan Anak. Jangan sampai RUU ini jalan tapi <em>stakeholder</em>-nya tidak berfungsi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dibanding menetapkan RUU Ketahanan Keluarga, ia menilai bahwa Indonesia saat ini lebih memerlukan sosialisasi, monitoring dan peran para lembaga khususnya mengenai keluarga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saat melakukan monitoring, pemerintah akan melihat bagaimana efeknya, bagaimana peraturan ini berlaku 5-10 tahun kedepan. Jika tidak ada perubahan, langkah apa yang harus dilakukan pemerintah? Bagaimana peraturan terdahulu, saat ini, kemudian bermuara. Harus disesuaikan dengan Undang-Undang dan tatanan masyarakat,&quot; tutupnya. <strong><em>(ami/eng/len)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hanya Untuk Kamu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/hanya-untuk-kamu/baca </link>
<guid> hanya-untuk-kamu </guid>
<pubDate> Sun, 08 Mar 2020 12:29:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hanya untuk kamu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/hanya-untuk-kamu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xuRNXCYT3s.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hanya Untuk Kamu</h1>
			              </header>
			              <p>Untuk kamu, yang merasa terpuruk</p><p>Hari-hari dilewati dengan sangat berat</p><p>Berat untuk bersandar dengan kebahagiaan</p><p>Berat pula dipeluk kesedihan</p><p><br></p><p>Untuk kamu, yang merasakan sakit</p><p>Sakitnya dibelenggu stereotip</p><p>Sakitnya ditahan oleh pikiran</p><p>Sakitnya dianggap berbeda</p><p><br></p><p>Untuk kamu, yang berjuang</p><p>Berjuang merasakan lelah</p><p>Lelah akan senyum yang semu</p><p>Lelah akan tangis yang dusta</p><p><br></p><p>Untuk kamu, yang masih bertahan</p><p>Bertahan dengan anggapan negatif orang lain</p><p>Bertahan atas sikap orang terhadapmu</p><p>Bertahan diatas kesakitan di dalam diri</p><p><br></p><p>Untuk kamu, yang jiwanya terpuruk</p><p>Yang jiwanya mudah rapuh</p><p>Yang raganya diselimuti kusam</p><p>Yang tatapannya kosong tak bertuan</p><p><br></p><p>Untuk kamu, yang merindu</p><p>Merindu dengan tangan keadilan</p><p>Merindu dengan perhatian</p><p>Merindu dengan ekspektasi yang kini sudah hangus</p><p><br></p><p>Untuk kamu, hanya untuk kamu</p><p>Kamu hebat</p><p>Kamu kuat</p><p>Kamu istimewa</p><p><br></p><p>Untuk kamu, yang berbeda</p><p>Semoga cepat pulih</p><p>Semoga sehatmu kekal</p><p>Semoga jiwa dan ragamu bebas</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Mahmudhah Syarifatunnisa, mahasiswi FEB 2016</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Momen Sakral Menyambut Sketsa 13 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/momen-sakral-menyambut-sketsa-13/baca </link>
<guid> momen-sakral-menyambut-sketsa-13 </guid>
<pubDate> Tue, 10 Mar 2020 13:32:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> JC 2020 Sketsa 13 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/momen-sakral-menyambut-sketsa-13/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/94Fgh01PF4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Momen Sakral Menyambut Sketsa 13</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ada yang tidak biasa di Jumat (6/3) sore itu, <em>Student Center</em> (SC) tampak ramai oleh awak <em>Sketsa</em>. Bukan untuk menghadiri rapat redaksi, karena rapat diliburkan. Semua fokus menyiapkan salah satu acara yang cukup sakral bagi <em>Sketsa</em>, yaitu <em>Journalistic Camp</em> (JC).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, JC kali ini dihelat dalam kampus dengan membawa tema &quot;Menjadi Episentrum Jurnalis Muda&quot;. Seluruh peserta mulai berdatangan, agenda pertama sore itu adalah upacara pembukaan. Ketua LPM Sketsa, Suti Sri Hardiyanti bertindak sebagai pembina upacara, peserta dan panitia tampak khusyuk mengikuti rangkaian upacara.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan berlanjut, peserta JC yang hadir telah dibagi menjadi empat kelompok, terdiri dari warna merah, biru, kuning, dan hijau. Layaknya kegiatan mahasiswa lainnya, mereka harus menyiapkan jargon dan yel-yel yang menggambarkan kelompoknya. Shafira Pandu Winata yang memandu kegiatan sore itu.</p><p style="text-align: justify;">Malam tiba, setelah tadi peserta tertawa dan seru-seruan, kini mereka memasuki sesi materi. Divisi acara memilih <em>feature</em> sebagai pembahasan agenda &lsquo;kenali teman&rsquo; malam itu, William Maliki sedikit berbagi materi <em>feature</em> kepada peserta, dilanjutkan diskusi dan tanya jawab.</p><p style="text-align: justify;">Materi sudah didapat, saatnya peserta mulai menulis, mereka ditugaskan membuat <em>feature</em> bersama teman yang menjadi pasangan, syaratnya harus dengan teman yang tidak akrab. Mereka melakukan wawancara untuk saling menggali berbagai informasi. Beberapa tulisan yang terkumpul dibacakan kembali oleh peserta. Setelah agenda selesai, mereka akhirnya dipersilakan untuk beristirahat.</p><p style="text-align: justify;">Langit masih gelap, mata juga susah dibuka, tetapi semua harus bangun untuk mengikuti sesi &lsquo;<em>heart to heart</em>&rsquo;. Aula SC lantai tiga diterangi lilin-lilin, yang mana peserta dibagi ke setiap lilin dengan satu pendamping dari panitia. Pada agenda ini, peserta dibebaskan untuk bercerita apapun, entah masalah atau kendalanya selama berkuliah.</p><p style="text-align: justify;">Sesi cerita tak berlangsung lama, peserta kembali ke tempat istirahat sambil menunggu matahari kembali bersinar. Sementara itu menjelang pagi, panitia mulai mempersiapkan sarapan untuk semua. Sudah menjadi tradisi tidak tertulis, setiap agenda <em>Sketsa</em> selalu dihidangkan masakan khas <em>bude&rsquo;</em> Amel, menunya sederhana, namun cita rasanya istimewa.</p><p style="text-align: justify;">Perut sudah kenyang, tapi kepala tidak. Nah, pagi itu <em>Sketsa</em> kedatangan salah satu alumni, Wahid Tawaqal untuk membagikan ilmu dasar-dasar jurnalistik kepada peserta. Saat masih di <em>Sketsa</em> dia pernah menjabat sebagai Ketua Redaksi dan Ketua Umum di periode selanjutnya. Banyak hal yang dibagikan, mulai dari pengalaman sebagai persma hingga kode etik seorang jurnalis.</p><p style="text-align: justify;">Diselingi dengan <em>ice breaking</em>, peserta kemudian memasuki materi kedua, yakni kepemimpinan. Namun bukan dengan pemaparan dari panitia, tetapi melalui permainan. Seperti &lsquo;juju cha cha cha&rsquo;, membuat menara dengan tusuk sate yang dikerjakan bersama-sama serta melatih kekompakan masing-masing kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki waktu istirahat, agenda selesai dan dilanjutkan dengan makan siang. Setelah itu, semua kembali berkumpul di Aula SC lantai tiga, peserta duduk sesuai kelompoknya karena mereka akan mempresentasikan hasil buletin yang ditugaskan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Tugas ini selalu ada dalam setiap agenda JC, tiap kelompok diberi tema satu fakultas di Unmul dan bertugas membuat beberapa isian yakni, berita utama, <em>lifestyle</em>, sastra, lensa dan dibuatkan desain yang menarik. Konten-konten tersebut mewakili beberapa kegiatan yang dilakukan di <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, sambil bersantai panitia mengumumkan bahwa akan ada pentas seni. Semua kelompok harus menyiapkan satu persembahan spesial untuk malam itu. Di luar dugaan mereka memberikan penampilan yang sangat menghibur, walau dengan persiapan yang singkat. Ada yang membawakan puisi berantai, musikalisasi puisi, dan drama musikal. Riuh peserta dan panitia tak terbendung, semuanya bahagia dan menghabiskan malam bersama.</p><p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, tepat pukul 04.00 Wita satu lagi agenda sakral dilakukan, pengucapan Sumpah Sketsa. Dipimpin Suti, semua peserta dan panitia berbaur duduk melingkar, semuanya mengikuti tiap kata yang diucapkan. Di akhir, Suti memberikan beberapa pesan kepada anggota baru Sketsa agar selalu mengingat sumpah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke agenda selanjutnya, yakni senam pagi. Bertempat di teras SC lantai satu peserta dan panitia berkumpul bersama, dipandu oleh Ariani Maya dan Syalma Namira. Beberapa jenis senam dibawakan, sehingga bisa membuat peserta cukup panas, karena akan ada agenda seru di hari itu. Lelah dengan senam, peserta menuju ke Aula untuk sarapan, masih dengan masakan legendaris milik <em>bude&rsquo;</em> Amel.</p><p style="text-align: justify;">Badan sudah segar, perut sudah terisi, artinya peserta siap mengikuti agenda outbound. Setiap kelompok dikumpulkan di teras SC lantai satu dan secara bergantian menuju posko-posko yang telah disediakan panitia. Tersebar di beberapa titik di Unmul, peserta dituntut untuk bermain, belajar, dan menyelesaikan tugas yang diberikan.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya dari setiap tugas yang diberikan, peserta akan mendapatkan poin yang akan diakumulasikan diakhir JC. Agenda <em>outbound</em> selesai, semua beristirahat dan mulai makan siang. Tak terasa agenda JC selama tiga hari hampir usai. Ya, siang menjelang sore dilaksanakan upacara penutupan JC.</p><p style="text-align: justify;">Selepas upacara, ini merupakan inti dari seluruh rangkaian JC tahun ini. Semua peserta akan mendapat kartu pers, Suti mengalungkan kartu sakti itu kepada peserta, semua tampak senang. Selain itu peserta juga mendapatkan apresiasi berupa sertifikat karena telah mengikuti rangkaian JC.</p><p style="text-align: justify;">Dikalungkannya kartu pers, maka resmi sudah Sketsa 13 menjadi keluarga besar LPM Sketsa Unmul. Selamat datang dan selamat bergabung, ini merupakan awal untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi sebagai pers mahasiswa. <em><strong>(wil/rst)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wujudkan Sensus Penduduk 2020, BPS Kaltim Gandeng Mahasiswa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wujudkan-sensus-penduduk-2020-bps-kaltim-gandeng-mahasiswa-unmul/baca </link>
<guid> wujudkan-sensus-penduduk-2020-bps-kaltim-gandeng-mahasiswa-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 11 Mar 2020 11:31:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan Rapat Koordinasi Kampus (Rakorpus) BPS Kaltim dengan mahasiswa jurusan Matematika. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wujudkan-sensus-penduduk-2020-bps-kaltim-gandeng-mahasiswa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SsbfdZ4srJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wujudkan Sensus Penduduk 2020, BPS Kaltim Gandeng Mahasiswa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Kaltim) kini sedang giat-giatnya dalam melakukan Sensus Penduduk (SP) 2020. Mulai dari sosialisasi, perekrutan Sahabat Sensus, hingga melakukan Rapat Koordinasi Kampus (Rakorpus) dengan mahasiswa jurusan Matematika. Tepatnya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) pada Senin (9/3) lalu demi terwujudnya SP <em>Online</em> (SPO) 2020.</span></p><p style="text-align: justify;">Untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan SPO 2020, BPS Kaltim bekerja sama dengan Unmul melalui FMIPA dengan melibatkan 100 mahasiswa dari jurusan Matematika sebagai Sahabat Sensus. Mereka akan berperan dalam meningkatkan <em>response rate</em> SPO.</p><p style="text-align: justify;">Bertemakan Keterlibatan Perguruan Tinggi dan Mahasiswa dalam Sensus Penduduk 2020, Rakorpus yang dilaksanakan di Swiss Bell Hotel Samarinda dibuka secara simbolis oleh Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono.</p><p style="text-align: justify;">Rakorpus sendiri merupakan langkah BPS Kaltim dalam mewujudkan Program Sahabat Sensus dari BPS Pusat yang bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi se-Indonesia yang memiliki jurusan Matematika atau Statistika, termasuk Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai wujud komitmen sekaligus tanda peresmian anggota Sahabat Sensus untuk menjalankan tugasnya, mereka dikukuhkan dengan mengucapkan ikrar dan dibekali materi secara detail tentang SPO 2020.</p><p style="text-align: justify;">Selain pengukuhan, Rakorpus ini memberikan sosialisasi mengenai petunjuk teknis keterlibatan perguruan tinggi dalam sensus. Anggoro mengungkapkan, bahwa salah satu alasan menggandeng mahasiswa dalam SPO 2020 adalah karena pihak BPS yakin bahwa mahasiswa sudah peka terhadap teknologi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami yakin bahwa mahasiswa sekarang udah peka terhadap teknologi, dan momen 10 tahun sekali ini dapat dimanfaatkan mahasiswa sebagai pembelajaran sebelum memasuki dunia kerja,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan mekanisme pelaksanaan program Sahabat Sensus yang akan berjalan. &ldquo;Nantinya, masing-masing mahasiswa ditugaskan untuk mencari 30 responden untuk mengisi sensus penduduk online dan mereka harus membuat laporan ke pihak dosen,&rdquo; jelas Anggoro.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan SPO 2020 merupakan sensus penduduk pertama kali yang diselenggarakan dengan beberapa inovasi yang belum pernah dilakukan pada sensus-sensus sebelumnya. Salah satu inovasinya terdapat di bidang metodologi sensus. Di mana metode tradisional yang telah dilaksanakan selama beberapa dekade akan beralih ke metode kombinasi (<em>combined method</em>).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami memanfaatkan data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dari Ditjen Dukcapil. Apalagi Indonesia sekarang memasuki era digital, data kependudukan sangat penting agar kebijakan pemerintah tidak keliru,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan, SP 2020 ini menjadi salah satu agenda penting pemerintah yang akan diselenggarakan tahun ini. &ldquo;Dari sini, kita akan bisa mencapai tujuan besar yaitu dengan memiliki data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk, menuju satu data kependudukan Indonesia.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Anggoro, Dwi Indra Yunistya selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika juga menerangkan bahwa tujuan SP 2020 ini adalah untuk mewujudkan satu data kependudukan Indonesia. Sebagai salah satu Sahabat Sensus, ia mengaku bahwa ini merupakan inisiatifnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Alhamdulillah</em> inisiatif sendiri. Karena saya dan teman-teman ingin mendapatkan pengalaman yang belum tentu ke depannya akan mendapatkan kesempatan ini lagi,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Selasa (10/3).</p><p style="text-align: justify;">Menurut mahasiswa angkatan 2017 ini, menjadi Sahabat Sensus tentunya merupakan suatu kesempatan langka. Ia merasa beruntung sebab angkatannya bertepatan dengan pelaksanaan sensus penduduk. Ia juga berpesan bahwa pengalaman ini seharusnya tak disia-siakan sebagai wadah pembelajaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap kesempatan ini jangan disia-siakan. Menjadi Sahabat Sensus tentunya nanti akan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kami kedepannya,&rdquo; tutupnya.<strong><em>&nbsp;(ina/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terlambat Unggah Berkas, Akreditasi HI Turun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terlambat-unggah-berkas-akreditasi-hi-turun/baca </link>
<guid> terlambat-unggah-berkas-akreditasi-hi-turun </guid>
<pubDate> Thu, 12 Mar 2020 11:10:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akreditasi Prodi HI yang dikabarkan turun. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terlambat-unggah-berkas-akreditasi-hi-turun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uEloj4Miki.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terlambat Unggah Berkas, Akreditasi HI Turun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ditemui Kamis (5/3) lalu, Kepala Program Studi (Kaprodi) Hubungan Internasional (HI) FISIP Unmul, Rahmah Daniah menyatakan akreditasi prodi yang dipimpinnya mengalami penurunan dari yang semula B menjadi C.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rahmah, turunnya akreditasi ini sudah terjadi semenjak Prodi HI masih diketuai oleh Enny Fathurachmi. Dia menjelaskan turunnya akreditasi terjadi dikarenakan pengurusan borang yang terlambat sebab baru diunggah Kamis (27/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Alasan keterlambatan tersebut disebabkan beberapa kendala, diantaranya pemindahan menteri di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).</p><p style="text-align: justify;">Lalu karena nama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berganti menjadi Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), sehingga logo yang dipakai sebelumnya harus diganti dengan logo yang baru. Kemudian lokasi gedung BAN-PT dan Kemendikbud yang saat ini sudah pindah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Kendala itu) yang menyebabkan proses akreditasi kami belum selesai. Dan karena itu (proses akreditasi) belum selesai, supaya nanti misal ada mahasiswa yang mau lulus, jadi diberikan nilai itu (akreditasi C),&rdquo; tutur Rahmah.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, pihak prodi HI masih mengurus borang akreditasi tersebut dan status asesmen penilaian sudah di Asesmen Kecukupan (AK) dan menunggu surat pemberitahuan bahwa tim asesor akan mendatangi pihak HI untuk Asesmen Lapangan (AL).</p><p style="text-align: justify;">Rahmah juga mengungkapkan bahwa tidak hanya prodi HI yang mengalami kendala serupa. Ada ribuan prodi HI di tingkat nasional dan juga prodi lain yang masih menunggu proses AL hingga lebih satu tahun. Rahmah menilai keterlambatan pemberian akreditasi juga disebabkan lamanya menunggu proses AL ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di awal tahun kemarin anggaran kan juga belum turun, dan kita juga baru upload (borang akreditasi). <em>Upload</em> itu tugasnya nambah yang 7 standar (penilaian akreditasi) itu yang kita tambahkan, dan ada keterlambatan dari BAN-PT Jakarta itu setahun setengah,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Rahmah membantah terkait isu akreditasi prodi HI yang tidak tercatat. Rahmah kembali menegaskan bahwa akreditasi prodi HI sudah tercatat C. Namun, Rahmah tidak dapat menjelaskan mengapa HI memperoleh akreditasi C tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang menentukan nilai B menjadi C itu BAN-PT. Alasan dikeluarkannya nilai itu untuk memperbolehkan mahasiswa lulus dengan akreditasi C,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, mengetahui prodinya mengalami penurunan akreditasi menjadi C, Hizky Kaunang merasa cukup kecewa. Terlebih saat ini dia sedang menyelesaikan skripsi, tentu akan mempengaruhi kelulusannya nanti.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Akreditasi HI yang turun sih yang kutahu ada kesalahan dalam manajemen prodi. Karena sudah terlanjur ya awalnya kesal sih, cuma mau <em>gimana</em> lagi,&quot; imbuhnya, (12/3).</p><p style="text-align: justify;">Hal ini kemudian yang membuat Hizky memutar otak agar tidak terlalu berharap dengan Ijazah akreditasi C. Menurutnya, selain fokus mengerjakan skripsi, dia harus memperbanyak pengalaman dan <em>skill</em> agar bisa menaikan nilai tambah saat mencari pekerjaan setelah lulus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yah, mau <em>gak</em> mau tetap diusahakan selesaikan skripsi, karena <em>gak</em> bisa juga kalau <em>nunggu-nunggu</em> hal yang enggak pasti,&quot; tambah mahasiswa angkatan 2016 itu.</p><p style="text-align: justify;">Hizky berharap ke depan Prodi HI bisa menjaga kepercayaan mahasiswa dengan terus menjaga akreditasi. Menurutnya dengan kepemimpinan kaprodi yang baru, prodi HI mulai berbenah dan menciptakan sistem yang lebih baik antara mahasiswa, dosen, dan staf. <strong style="">(</strong><strong style=""><em>cin/i</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: justify;"><strong style=""><em>na/hmm/wil/ann</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Viral Kasus Dedy Susanto hingga Jalan Panjang Menjadi Psikolog </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/viral-kasus-dedy-susanto-hingga-jalan-panjang-menjadi-psikolog/baca </link>
<guid> viral-kasus-dedy-susanto-hingga-jalan-panjang-menjadi-psikolog </guid>
<pubDate> Sat, 14 Mar 2020 11:42:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus Dedy </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/viral-kasus-dedy-susanto-hingga-jalan-panjang-menjadi-psikolog/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DSEWbyiPH8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Viral Kasus Dedy Susanto hingga Jalan Panjang Menjadi Psikolog</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tahukah kamu perihal kasus &lsquo;doktor psikologi&rsquo; Dedy Susanto? Namanya mencuat tatkala berseteru dengan seorang selebgram bernama Revina VT. Pasalnya, Dedy diketahui tak memiliki izin praktik hingga terdapat isu pelecehan yang ia lakukan pada kliennya.</span></p><p style="text-align: justify;">Lalu, siapa sebenarnya yang bisa memberikan layanan psikologi hingga terapi? Sketsa kemudian berkesempatan berbincang dengan salah satu dosen Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul, Elda Trialisa Putri. Menurutnya, seseorang bisa dikatakan sebagai psikolog jika telah melewati serangkaian proses yang panjang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama dia harus menempuh pendidikan Sarjana Psikologi dan harus linear. Jadi kalau cita-cita kepengin jadi psikolog dari S1 harus ambil psikologi,&rdquo; sebut Elda.</p><p style="text-align: justify;">Sejak jenjang S1 Psikologi, mahasiswa akan mendapatkan peminatan konsentrasi seperti pendidikan, industri, dan klinis. Setelah selesai menempuh S1 Psikologi, harus mengambil S2 Profesi Psikologi. Pada umumnya akan ada tiga penjurusan besar yakni Jurusan Klinis, Industri, dan Pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Wanita yang juga merupakan lulusan S2 Profesi Psikologi ini mengungkap bahwa proses yang dilalui dalam seleksi tidaklah mudah. Ada serangkaian tes seperti psikotes, <em>Focus Group Discussion</em> (FGD), dan wawancara untuk bisa diterima. Dalam perkuliahan, dua semester awal ditempuh dengan materi kemagisteran dan satu semester lagi profesi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dua semester itu kita kuliah kayak S1, cuma di situ nanti akan membahas lebih dalam lagi teori ilmu Psikologi. Gimana sih menggunakan dalam sehari-hari kita untuk persiapan sebagai psikolog. Gimana cara kita berpraktik, kita mengasesmen, melakukan interpretasi data, dan bagaimana kita melakukan psikoterapi,&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (2/3).</p><p style="text-align: justify;">Jika telah menyelesaikan dua semester tadi, maka pada semester selanjutnya calon psikolog akan mulai terjun pada praktik kerja psikolog. Terdapat 10 Satuan Kredit Semester (SKS) yang terdiri dari kasus komunitas, kasus kelompok, hingga kasus individu yang dikerjakan. Terkhusus individu, ada beragam kasus seperti psikotik, neurotik, kasus anak, dan dewasa sesuai dengan peminatan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, mahasiswa juga diwajibkan untuk melakukan praktik kurang lebih selama 6 bulan dalam menghadapi klien sesuai dengan kasus yang ditugaskan. Kasus-kasus tersebut akan melewati serangkaian pengujian dari berbagai tenaga ahli seperti dosen dan diuji menyeluruh oleh psikolog senior dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi). Di sinilah para calon psikolog bisa dinyatakan lulus atau tidak sebagai psikolog.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi sebelum kita lulus Magister Profesi Psikologi, kan ada ujian Himpsi dulu untuk mendapat gelar psikolog, tapi enggak langsung dikasi sertifikat sebutan Psikolog loh, nanti kalau kita menyelesaikan tesis. Setelah wisuda nanti kita akan disumpah profesi, di situ kita dapat Surat Sebutan Psikolog (SSP) dan Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) dari HIMPSI,&rdquo; imbuh Elda.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kata lain, seseorang yang sudah dinyatakan lulus Magister Profesi Psikologi sudah bisa menyandang predikat Psikolog. Sehingga, berhak membuka praktik, termasuk telah mampu memberikan layanan psikoterapis.</p><p style="text-align: justify;">Sementara orang yang mendapat gelar S3 Psikologi namun tidak memiliki kualifikasi Sarjana Psikologi dan Magister Profesi Psikologi tidak dapat disebut sebagai seorang psikolog. Karena ilmunya harus linear, S3 Psikologi yang tidak linear hanya dapat disebut sebagai doktor psikologi atau ilmuwan psikologi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk menjadi psikolog harus melewati S1 dan S2 yang linear, S2-nya itu harus ambil profesi, wajib itu. Jadi, walaupun dia S1-nya non, S2-nya non psikologi, tapi S3-nya psikologi dia tidak bisa disebut psikolog. Boleh jadi psikolog kalau kembali menempuh S1 dan S2 psikologi, baru bisa dapat gelar profesi psikolog itu,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kasus yang dialami Dedy, Elda mengimbau mahasiswa atau masyarakat yang ingin melakukan konsultasi agar lebih mengetahui latar belakang psikolog yang ingin dituju. Termasuk tempat praktiknya, karena psikoterapi tidak dilakukan di tempat pribadi seperti kamar dan sebagainya, harus sesuai dengan kode etik Himpsi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Muncul aja kecurigaan itu bagus, <em>aware</em> berarti kita. Kok harus di tempat seperti ini sih, kok enggak ada siapa-siapa sih, administrasinya seperti apa sih. Karena nanti pasti ada pencatatan juga, sebagai bahan portofolio terapis untuk memperpanjang izin praktik,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyebutkan, terkait lokasi praktik untuk psikoterapis bisa dilakukan di tempat tertutup atau terbuka, karena menyesuaikan dengan kasus dari tiap-tiap klien. Misalnya kasus phobia sosial, terapi dilakukan di lingkungan yang ramai. Sedangkan, jika klien tidak bisa keluar melaukan terapi, psikolog bisa datang dan melakukan terapi di kamar namun klien harus didampingi oleh pihak keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Bagi yang belum tahu cara mengetahui legalistas seorang psikolog, bisa dicek melalui laman <a href="http://anggota.himpsi.or.id">http://anggota.himpsi.or.id</a> dengan memasukkan nama psikolog yang diinginkan. Sedangkan jika ingin datang ke psikolog klinis, bisa mengecek nama psikolog di laman <a href="https://simak.ipkindonesia.or.id/lacak-anggota-ipk-indonesia/.">https://simak.ipkindonesia.or.id/lacak-anggota-ipk-indonesia/.</a></p><p style="text-align: justify;">Adapun tambahan surat yang harus dimiliki oleh seorang psikologi klinis seperti Elda, selain SPP dan SIPP adalah Surat Tanda Registrasi (STR) layaknya dokter, perawat, dan bidan. Surat ini dikeluarkan langsung oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan praktik.</p><p style="text-align: justify;">Selain menjadi dosen, Elda juga membuka praktik di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Samarinda, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Provinsi Kaltim, dan tengah mengembangkan platform konsultasi psikologi yaitu DNR <em>Psychology Consulting</em>. Selain aktif memberikan info terkait dunia psikologi di Instagram (<em>@dnrpsy.co</em>), DNR <em>Psychology Consulting</em> juga membukan layanan konsultasi secara langsung bagi masyarakat umum.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Peserta Seminar</strong></p><p style="text-align: justify;">Kepopuleran Dedy Susanto sebagai doktor psikologi rupanya membuat salah satu mahasiswa Unmul pernah menjadi peserta seminar Dedy.</p><p style="text-align: justify;">Ialah Khairunnisa Rengganis, mahasiswi Ilmu Komunikasi yang menjadi salah satu pengikut di akun Instagram Dedy Susanto. Mahasiswi yang kerap disapa Ninis ini memaparkan telah menjadi <em>followers</em> Dedy cukup lama karena beberapa temannya yang sering membagikan postingan Dedy.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, postingan yang kerap membahas permasalahan kehidupan ini dirasa sangat pas dengan permasalahan yang sedang dihadapinya. Melalui postingan Dedy yang memperlihatkannya mengadakan seminar di 4-5 kota dalam satu bulan membuat Ninis cukup mempercayai bahwa Dedy sosok psikolog yang cukup hebat.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mencari tahu melalui internet terkait training atau seminar psikologi yang diadakan Dedy. Di mana dengan harga yang terbilang cukup mahal, sebesar Rp550 ribu tetapi banyak <em>review-review</em> positif. Hingga pada tanggal 25 Mei 2019 lalu, Dedy mengadakan seminar di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Sejak perseteruan Dedy versus Revina berlangsung, Ninis sangat terkejut dan syok. Pasalnya ia sudah merasakan keanehan tersebut sejak seminar yang diikutinya. Ninis mengatakan, sebelum seminar peserta diberitahu untuk membawa uang sebesar Rp100 ribu, membawa pas foto dan yang terakhir semua peserta khususnya perempuan dibariskan untuk <em>selfie</em> satu-persatu bersama Dedy, dan foto tersebut wajib dikirim ke nomor pribadinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seminarnya kayak biasa, dan hari itu disuruh bawa uang seratus ribu dan foto diri. Nah dia bilang foto <em>selfie</em> tadi harus dikirim sebelum jam 1. Ya aku mikir positif aja mungkin foto itu mau diposting di IG-nya,&rdquo; kata Ninis.</p><p style="text-align: justify;">Dedy yang selama ini terkenal sebagai doktor psikolog dalam seminar sesi terapi psikologisnya juga dibantah oleh Ninis. Ini dikarenakan sesi seminar hanyalah ruang curhat peserta hingga peserta menangis dan permasalahan apapun disebabkan oleh luka batin peserta. Hal tersebut membuatnya tak lagi mempercayai Dedy, terlebih setelah ia diketahui tidak memiliki lisensi yang jelas sebagai psikolog.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, kasus Dedy masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. <em><strong>(will/arr/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Salam, Yatim Piatu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/salam-yatim-piatu/baca </link>
<guid> salam-yatim-piatu </guid>
<pubDate> Sun, 15 Mar 2020 11:14:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi salam yatim piatu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/salam-yatim-piatu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NwvS6W7CIv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Salam, Yatim Piatu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Manusia rentan dengan lupa</p><p style="text-align: justify;">Lupa adalah pelarian,</p><p style="text-align: justify;">berbentuk pengecut dalam hati mereka</p><p style="text-align: justify;">Semakin lama lupa,</p><p style="text-align: justify;">maka abai pula mereka dengan urusan dunia.</p><p style="text-align: justify;">Lalu aku?</p><p style="text-align: justify;">Aku menolak lupa akan segala-galanya di langit,</p><p style="text-align: justify;">dan akan segala-galanya di tanah</p><p style="text-align: justify;">Meski aku adalah lumut dan luput dari</p><p style="text-align: justify;">segala bentuk perhatian manusia,</p><p style="text-align: justify;">namun bulan dan bintang tak ikut mengucilkanku.</p><p style="text-align: justify;">Yang kutahu,</p><p style="text-align: justify;">ketika dunia berakhir,</p><p style="text-align: justify;">hanya merekalah yang ingin kupeluk.</p><p style="text-align: justify;">Sebab kami adalah yatim piatu di dunia ini.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> By.U, Jawaban untuk Gen-Z yang Galau Kuota </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/byu-jawaban-untuk-gen-z-yang-galau-kuota/baca </link>
<guid> byu-jawaban-untuk-gen-z-yang-galau-kuota </guid>
<pubDate> Sun, 15 Mar 2020 12:28:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teknologi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/byu-jawaban-untuk-gen-z-yang-galau-kuota/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KQQ3QbyUVX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>By.U, Jawaban untuk Gen-Z yang Galau Kuota</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>- Kebutuhan Internet kalangan Generasi muda atau biasa disebut Gen-Z di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Dalam mendapatkan layanan Internet ini, Gen-Z sering kali harus dihadapkan pada pilihan mendapatkan layanan dengan kecepatan maksimal tetapi harus mengeluarkan biaya cukup mahal atau layanan Internet murah tapi dengan kecepatan kurang maksimal.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Menjawab permasalahan ini, Telkomsel sebagai <em>provider</em> layanan Internet nomor satu di Indonesia hadir dengan meluncurkan kartu prabayar digital bernama by.U.</p><p style="text-align: justify;">Bila biasanya kartu SIM prabayar dan kuota data sudah ditentukan oleh operator, maka berbeda dengan by.U. Disini pelanggan dapat mengostumisasi sendiri kuota data sesuai kebutuhannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini seperti kita memesan pizza, mau toppingnya apa, mau <em>tomato</em>, <em>cheese</em>, atau <em>mozzarella</em>. Seperti itu membeli produk ini. Anak muda bisa memilih kuota datanya untuk apa, untuk YouTube, Instagram, apakah Maxstream,&quot; ujar Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini di Jakarta, Kamis (10/10), seperti dikutip dari <em>Kompas.com.</em></p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Emma menjelaskan by.U sengaja didesain secara khusus agar sesuai dengan karakter Gen-Z yang aktivitas sehari-harinya tidak bisa lepas dari <em>gadget</em>.</p><p style="text-align: justify;">Karakteristik inilah yang menjadi alasan Telkomsel mengembangkan by.U dengan mengusung konsep digitalisasi, personalisasi, dan transparansi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, by.U menghadirkan pengalaman digital <em>end-to-end</em> bagi penggunanya meliputi seluruh proses penggunaan layanan, mulai dari pemesanan melalui aplikasi yang tersedia di Playstore (Android) dan Appstore (Ios), pemilihan opsi pengantaran kartu, nomor telepon by.U, kuota internet, kuota tambahan (<em>topping</em>), hingga berbagai pilihan opsi pembayaran.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai tambahan by.U sudah dapat digunakan pada semua jaringan Telkomsel (2G, 3G, 4G).</p><p style="text-align: justify;">Kabar baiknya, dengan segala macam kelebihan yang dimiliki by.U, kartu prabayar ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp4.000 untuk 1Gb/Hari - Rp50.000 untuk 10Gb/Bulan, ditambah biaya pengiriman Rp10.000 untuk seluruh daerah diluar pulau Jawa.</p><p style="text-align: justify;">Disamping itu, saat ini layanan by.U juga sudah tersedia di daerah Kalimantan khususnya Samarinda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang ini, Sketsa coba menemui salah satu pengguna by.U bernama Nurhakiki Muslimin yang juga merupakan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unmul angkatan 2018.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui disela kesibukannya di Samarinda, Senin (02/03), wanita yang biasa disapa Hakiki ini mengungkapkan telah menggunakan by.U sekitar 1 bulan.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, harga yang ditawarkan by.U cukup murah disertai koneksi yang lancar. Meski begitu, ia juga menyampaikan kekurangan dari aplikasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma itu kadang - kadang akun di aplikasi hpnya (Android) terkeluar sendiri, tapi ya enggak apa-apa karena dikasih tau kok kalau ada kesalahan teknis dan beberapa menit kemudian sudah kembali normal lagi dan tanpa perlu login ulang&rdquo;, ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, dengan adanya referensi diatas, apakah kamu tertarik untuk pindah ke by.U.&nbsp;<em><strong>(bei</strong></em><em><strong>/eng/fhl/khn/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antisipasi Virus Corona, Masjaya Terbitkan Edaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antisipasi-virus-corona-masjaya-terbitkan-edaran/baca </link>
<guid> antisipasi-virus-corona-masjaya-terbitkan-edaran </guid>
<pubDate> Mon, 16 Mar 2020 12:38:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat Edaran Rektor Unmul, Masjaya terkait Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Lingkungan Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antisipasi-virus-corona-masjaya-terbitkan-edaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hRlqzCIeLx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antisipasi Virus Corona, Masjaya Terbitkan Edaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Demi mencegah penyebaran virus corona (<em>Coronavirus Disease</em>, Covid-19) di Indonesia, sejumlah perguruan tinggi mulai terapkan kuliah daring. Terhitung mulai Sabtu (14/3) satu per satu kampus keluarkan surat edaran untuk membatasi kegiatan perkuliahan tatap muka.</span></p><p style="text-align: justify;">Media sosial sempat ramai dengan berbagai gambar surat edaran dari berbagai kampus. Seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (UGM), hingga Universitas Padjadjaran (Unpad).</p><p style="text-align: justify;">Menimbang hal ini, beberapa kampus di Samarinda juga mengeluarkan kebijakan yang serupa. Sebut saja Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), hingga Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dengan rentang waktu yang berbeda-beda.</p><p style="text-align: justify;">Tak menunggu lama, Rektor Unmul Masjaya kemudian resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 1067/UN17/TU/2020 tentang Pencegahan Penyebaran <em>Coronavirus Disease</em> (Covid-19) di Lingkungan Unmul. Surat tersebut terbit hari ini, Senin (16/3) dan terdiri dari beberapa poin.</p><p style="text-align: justify;">Edaran ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta kelanjutan dari seruan rektor Unmul tertanggal 2 Maret lalu. Civitas academica didorong untuk melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).</p><p style="text-align: justify;">Edaran yang terdiri dari tujuh poin itu memuat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan, namun kegiatan tatap muka akan ditiadakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terhitung sejak, Senin 16 Maret 2020 hingga akhir April 2020 di semester genap 2019/2020 mengubah bentuk kuliah tatap muka menjadi pembelajaran daring,&quot; bunyi salah satu poin dalam edaran.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan perkuliahan daring nantinya akan menggunakan <em>Mulawarman Online Learning System</em> (MOLS). Para dosen diberikan opsi agar mendistribusikan materi secara daring kemudian menetapkan jadwal untuk diskusi daring dengan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, untuk kegiatan praktikum baik lapangan maupun laboratorium untuk sementara juga ditunda. Sedangkan untuk Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) akan dilakukan secara daring atau tugas di rumah sesuai dengen preferensi dosen.</p><p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, dalam proses bimbingan dan konsultasi harus dilakukan secara daring atau menggunakan metode lain sesuai dengan kondisi mahasiswa dan dosen. Perihal ujian seminar proposal, seminar hasil, dan pendadaran masih dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta yang terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga mengalami penundaan hingga batas waktu yang belum dapat ditetapkan. Namun, jika masa studi mahasiswa terbatas dapat dilakukan penyetaraan KKN oleh fakultas berkoordinasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (termasuk KKN) yang melibatkan pengumpulan data dan aktivitas bersama masyarakat dapat dilakukan penjadwalan ulang (ditunda) dan disesuaikan dengan perkembangan keadaan.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Edaran ini juga berlaku bagi Unit Kerja dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unmul yang berencana membuat kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian harus ditunda atau dijadwalkan ulang. Seperti halnya Wisuda Gelombang I yang dijadwalkan pada 28 Maret mendatang juga ditunda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Meskipun, Wisuda Sarjana, Profesi, dan Pascasarjana Unmul Gelombang I yang direncanakan pada tanggal 28 Maret 2020 DITUNDA, para lulusan tetap diberikan hak guna mendapatkan salinan Ijazah asli.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Seluruh civitas academica juga diimbau agar tidak melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Bagi yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri diimbau untuk tidak masuk ke kantor selama dua pekan namun tetap bekerja dari rumah.</p><p style="text-align: justify;">Proses penerimaan mahasiswa baru yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) juga mengalami sedikit penyesuaian. Namun, Unmul masih tetap menunggu arahan dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Kemudian untuk Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN), Unmul tengah menyiapkan sistem ujian untuk menghindari kemungkinan kerumunan orang.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir edaran, rektor kembali menegaskan bahwa selain yang tersebut dalam surat tersebut, diimbau agar tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa sambil terus menunggu perkembangan terbaru dari Kemendikbud serta perkembangan virus corona. <strong><em>(wil/sii/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Temu Media, Masjaya: Pembatasan Kegiatan hingga Penundaan Wisuda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-temu-media-masjaya-pembatasan-kegiatan-hingga-penundaan-wisuda/baca </link>
<guid> gelar-temu-media-masjaya-pembatasan-kegiatan-hingga-penundaan-wisuda </guid>
<pubDate> Mon, 16 Mar 2020 13:25:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jumpa pers oleh Rektor Unmul, Masjaya terkait surat edaran pencegahan virus corona. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-temu-media-masjaya-pembatasan-kegiatan-hingga-penundaan-wisuda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z1rRhhiCvt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Temu Media, Masjaya: Pembatasan Kegiatan hingga Penundaan Wisuda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dampak virus corona (<em>Coronavirus Disease</em>, Covid-19) semakin meluas. Kian hari masyarakat yang terjangkit virus corona semakin bertambah. Pertimbangan inilah yang membuat Unmul turut keluarkan surat edaran terkait pencegahan virus corona.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Senin (16/3) siang tadi, Rektor Unmul Masjaya melakukan jumpa pers dengan sejumlah media terkait surat edaran yang baru saja dikeluarkan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa kegiatan perkuliahan mahasiswa tidak diliburkan, tetapi hanya metode perkuliahan yang berubah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pola tatap muka dosen dan mahasiswa diubah menjadi <em>online</em> atau daring. Jadi, perlu dicatat tidak libur, hanya polanya saja yang diubah,&rdquo; ujar Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi model perkuliahan baru yang diterapkan, Masjaya mengatakan bahwa Unmul telah menyiapkan media untuk sarana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring, yakni <em>Mulawarman Online Learning System</em> (MOLS). MOLS merupakan media pembelajaran Unmul yang telah lama ada dan telah digunakan oleh beberapa fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, tidak pungkiri bahwa MOLS masih memiliki kekurangan sehingga bisa terjadi gangguan atau kesulitan saat diakses. Nantinya MOLS akan terus dipantau perkembangannya oleh Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M). Apabila ditemui kendala, dapat segera melapor ke LP3M.</p><p style="text-align: justify;">Selain menganjurkan untuk melakukan KBM via daring, pelaksanaan wisuda yang akan dilangsungkan pada 28 Maret 2020 mendatang juga ditunda. Jika para calon wisudawan sangat membutuhkan ijazah, maka akan difasilitasi pihak rektorat untuk mendapatkan salinan ijazah yang telah disahkan selepas tanggal 28 Maret 2020 nanti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami memohon maaf kepada para wisudawan yang telah menyiapakan wisuda sedemikian rupa. Tapi harus tertunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan,&rdquo; sebut Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, kebijakan terkait penerimaan mahasiswa baru pihak Unmul sedang menunggu kebijakan dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Untuk penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang telah berjalan, akan menunggu pengumuman pada April mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Kuliah Kerja Nyata (KKN) &nbsp;juga tertunda dan akan dikordinasikan dengan Wakil Rektor I dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) terkait jangka waktu penundaan tersebut. Untuk pendaftaran KKN sendiri akan tetap berjalan sesuai jadwal, kendati pelaksanaannya masih menunggu keputusan final.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya juga menegaskan bahwa tidak boleh ada kegiatan yang memungkinkan banyak orang yang berkumpul. Jika sampai ada pihak yang melanggar ia meminta untuk segera melapor. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak Unmul tidak hanya berlaku bagi KBM namun, juga bagi seluruh UKM yang ada di Unmul untuk menunda kegiatan yang telah diagendakan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak bisa dong (melakukan kegiatan) kalau ada yang buat, lapor ke saya. Artinya dia yang bertanggung jawab, karena ini bukan main-main, semua orang serius melihatnya. Salah satu upaya paling efektif menghindari penyebaran virusnya adalah dengan kontak langsung tidak dilakukan,&quot; tutupnya. <strong><em>(wil/sii/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Open House BEM FEB Unmul, Hadirkan Diskusi Publik Pilwali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/open-house-bem-feb-unmul-hadirkan-diskusi-publik-pilwali/baca </link>
<guid> open-house-bem-feb-unmul-hadirkan-diskusi-publik-pilwali </guid>
<pubDate> Tue, 17 Mar 2020 11:04:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> MP Sketsa bersama BEM FEB Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/open-house-bem-feb-unmul-hadirkan-diskusi-publik-pilwali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QJO03XbdJJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Open House BEM FEB Unmul, Hadirkan Diskusi Publik Pilwali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kamis (12/3) nampak ada yang berbeda di Aula Lantai 4 Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul). Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Unmul berkesempatan untuk menghadirkan para calon Wali Kota Samarinda dalam satu forum diskusi publik.</span></p><p style="text-align: justify;">Diskusi Publik Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda ini merupakan rangkaian acara <em>Open House</em> BEM FEB Unmul dalam mengawali langkah kepengurusan baru. Hadir tiga calon wali kota yang akan bertarung dalam pilwali Samarinda tahun ini yakni Zairin Zain, Parawansa Assoniwora, dan Rusmadi Wongso mewakili Andi Harun.</p><p style="text-align: justify;">Said Husein dipilih untuk menjadi moderator dalam diskusi tersebut. Sesi diskusi pertama dibuka dengan pemaparan visi, misi, serta program unggulan masing-masing calon. Rusmadi Wongso hadir dengan gagasan perbaikan ekonomi, juga permasalahan banjir yang acap kali hadir di Samarinda, serta masalah pendidikan untuk masyarakat kalangan bawah.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Parawansa Assoniwora membawa gagasan untuk memperkuat basis data di instansi-instansi Samarinda. Hal ini dirasa cukup penting, melihat saat ini instansi di Samarinda tidak cukup memiliki data-data yang akurat. Sedang Zairin Zain, lebih menyoroti persoalan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menurutnya tidak begitu mendapat perhatian.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, sesi diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa yang hadir menyoroti berbagai hal seperti pengelolaan sampah plastik, lubang tambang, banjir, serta permasalahan narkoba di Samarinda. Tak hanya mahasiswa beberapa masyarakat yang hadir juga ikut memberikan pertanyaan mengenai lapangan kerja, UMKM, banjir, hingga parkir liar.</p><p style="text-align: justify;">Pukul 11.50 Wita diskusi publik ini ditutup dengan <em>closing statement</em> masing-masing calon. Sebagai akhir dari acara ini, dilakukan penyerahan cinderamata kepada masing-masing calon dan juga moderator.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM FEB Unmul, Achmad Naim Najib menyebutkan alasan di balik hadirnya Diskusi Publik Pilwali Samarinda. Menurutnya ini merupakan cara yang ditempuh mahasiswa untuk mengawal Pilwali Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami rasa (BEM FEB Unmul) perlu untuk mengawal isu ini, agar kedepannya kita sebagai mahasiswa paham dengan gagasan-gagasan pasangan calon dan juga tidak asal melakukan kritik kepada pemerintahan yang terpilih nantinya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, Achmad juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan ini, BEM FEB Unmul ingin menunjukkan kehadiran serta kepedulian mereka terhadap isu-isu ataupun permasalahan ke depannya. Tidak hanya kepada internal kampus, namun juga ke masyarakat luar. <em><strong>(bip/nhh/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mulfest 2019 yang Menyisakan Cerita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mulfest-2019-yang-menyisakan-cerita/baca </link>
<guid> mulfest-2019-yang-menyisakan-cerita </guid>
<pubDate> Wed, 18 Mar 2020 13:02:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mulfest </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mulfest-2019-yang-menyisakan-cerita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kry0ng9I77.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mulfest 2019 yang Menyisakan Cerita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Mulawarman <em>Games</em> &amp; Festival (Mulfest) boleh jadi usai 14 Oktober 2019 lalu. Namun, kegiatan yang sudah menjadi agenda rutinan BEM KM Unmul ini masih menyisakan persoalan hingga sekarang.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Closing ceremony</em> sendiri dihelat di markas kebanggaan Unmul, GOR 27 September. Meski <em>event</em> ini sudah terhitung usai di kepengurusan Febri-Furqon menjabat, namun kisah Mulfest belum juga usai.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini mencuat tatkala <em>Sketsa</em> menerima beberapa laporan bahwa uang pembinaan (hadiah) perlombaan belum sampai ke tangan para pemenang. Aduan ini kembali dipertegas oleh peserta Mulfest tahun lalu, <em>Sketsa</em> kemudian mencoba mengonfirmasi ulang.</p><p style="text-align: justify;">Syarifah Fazlah mahasiswa Pendidikan Geografi yang mengikuti lomba esai nasional dan meraih juara pertama hingga sekarang mengaku belum mendapatkan hadiah dari lomba tersebut. Dirinya pun masih sering menanyakan kepada pihak panitia terkait hadiah perlombaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari pihak panitia juga masih merespon dengan baik. Bahkan meminta maaf berkali-kali,&quot; ujar Syarifah, (16/3).</p><p style="text-align: justify;">Syarifah mengatakan awalnya hadiah akan diberikan saat pengumuman lomba namun ditunda hingga satu bulan lamanya. Syarifah juga menambahkan bahwa keterangan yang dia dapat dari panitia, salah satu penyebab hadiahnya belum ada karena dana dari rektorat yang belum cair.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka udah advokasi ke birokrat, tapi ya itu, belum dikasih juga,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Syarifah, Muhammad Salim mahasiswa Fakultas Hukum (FH) ikut merasa kecewa dengan Mulfest tahun ini. Dirinya bahkan mengikuti dua lomba sekaligus, yakni <em>short movie&nbsp;</em>dan fotografi. Namun, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan hadiah perlombaan selain sertifikat dari panitia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Panitianya sendiri bilang, di akhir pengumuman akan ada pembagian hadiah sekaligus sertifikat. Tapi ternyata cuman sertifikat saja. Itu juga dikasih dalam bentuk format <em>file</em>. Jadi, saya dan teman-teman <em>print</em> sendiri,&quot; papar Salim kepada <i>Sketsa</i>&nbsp;(18/3).</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya mengonfirmasi ke peserta terkait belum turunnya hadiah mereka, <em>Sketsa</em> juga berkesempatan untuk menanyakan langsung pada Wakil Ketua BEM KM 2019, Aulia Furqon. Saat ditemui di Ayam Thorr Pramuka (16/3) kemarin, ia turut menjelaskan terkait keterlambatan penerimaan hadiah ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi terkait Mulfest, ada anggaran yang teman-teman bayar (uang pendaftaran) dan sponsor itu masuknya ke biaya operasional,&rdquo; ujar Furqon sembari membuka penjelasan terkait keterlambatan ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa biaya operasional yang digunakan Mulfest kemarin cukup besar, sehingga panitia pelaksana membuat kebijakan uang pembinaan akan dislotkan pada RAB. &ldquo;Uang operasional sudah dijalankan dengan yang tadi, kalau uang pembinaan kita ambil dari anggaran universitas (BOPTN),&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai keterlambatan turunnya dana ini diakui Furqon menjadi sedikit penghalang terkait pendistribusian hadiah tadi. Ia juga menambahkan jika dana dari rektorat sudah cair sejak lama, maka hadiah juga seharusnya sudah dibagikan saat itu juga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dana pembinaan kita sudah upayakan sesuai dengan yang semestinya, dan kita juga ingin mengapresiasi teman-teman, makanya kita pakai anggaran BOPTN,&rdquo; jelas Furqon.</p><p style="text-align: justify;">Mulfest 2019 menjadi program kerja kepengurusan Febri-Furqon, yang artinya sekarang sudah digantikan dengan kepengurusan yang baru. Hal ini juga dipertegas kembali oleh Furqon bahwa Mulfest tahun lalu masih menjadi tanggung jawab kepengurusannya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait anggaran dari rektorat, Furqon menuturkan bahwa sudah ada sebagian yang turun, sekitar beberapa persen. Namun pihak panitia memutuskan akan mendistribusikan hak-hak peserta setelah semua dana telah cair seutuhnya. Ia juga kemudian menegaskan bahwa proses advokasi dan koordinasi dengan rektorat terus dijalankan hingga kini, meski kepengurusan telah berakhir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mulfest ini adalah wadah berkompetisi teman-teman jadinya kita akan terus perjuangkan hingga selesai, bahkan saya jamin haknya sampai ke teman-teman,&rdquo; yakinnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga tak lupa berpesan kepada seluruh peserta Mulfest untuk selalu bersemangat dan tetap bertahan demi terciptanya kolaborasi bersama. Karena sesungguhnya dia dan seluruh panitia ingin persoalan ini cepat terselesaikan. <em><strong>(nhh/sii/sut/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Susul Farmasi, FMIPA Produksi Hand Sanitizer untuk Internal Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/susul-farmasi-fmipa-produksi-hand-sanitizer-untuk-internal-kampus/baca </link>
<guid> susul-farmasi-fmipa-produksi-hand-sanitizer-untuk-internal-kampus </guid>
<pubDate> Thu, 19 Mar 2020 11:26:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hand sanitizer produksi FMIPA. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/susul-farmasi-fmipa-produksi-hand-sanitizer-untuk-internal-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mwJU17LjlS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Susul Farmasi, FMIPA Produksi Hand Sanitizer untuk Internal Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Meningkatnya kewaspadaan akan virus corona (Covid-19), khususnya di tanah air kian membuat berbagai antiseptik menjadi langka. Hal ini rupanya membuat civitas academica Unmul berlomba untuk membuat dan memproduksi salah satu jenis antiseptik, yakni <em>hand sanitizer</em>.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Fakultas Farmasi telah membuat <em>hand sanitizer</em> dan melayani produksi untuk instansi internal Unmul. Kini, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tepatnya Jurusan Kimia juga berhasil membuat <em>hand sanitizer</em> dalam rangka mencegah tersebarnya virus corona di area kampus.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, Kamis (19/03), <em>Sketsa</em> menemui salah satu dosen Kimia yakni Eva Marliana di Laboratorium Kimia Dasar (Kimdas) untuk mengetahui lebih lanjut terkait proses pembuatan <em>hand sanitizer</em> oleh FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Eva menuturkan, para mahasiswa dan laboran memproduksi <em>hand sanitizer</em> sendiri untuk lingkungan FMIPA dan produksinya telah dimulai dari seminggu yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya untuk mengatasi yang di lab karena bahan baku kita terbatas. Sebelum adanya surat rektor untuk mahasiswa kuliah di rumah. Jadi untuk mengurangi dampak Covid-19, sebelum masuk kelas harus disterilkan dengan memakai <em>hand sanitizer </em>ini,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengakui bahwa <em>hand sanitizer</em> ini masih belum bisa dijual untuk umum, sebab terkendala dengan bahan baku pembuatan. Namun, ia mengatakan bahwa fakultas siap memproduksi untuk umum apabila bahan baku tersedia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Stok bahan baku di lab sudah mulai menipis bahkan untuk botolnya juga mulai habis. Tapi kami juga siap apabila ada yang meminta kami buatkan dan mereka juga membawa bahan,&rdquo; jelas Eva.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memproduksi <em>hand sanitizer</em>&nbsp;sendiri tidak membutuhkan waktu yang lama karena proses pembuatannya yang cukup mudah. &ldquo;Sebentar saja, paling 1 jam saja sudah cukup apabila untuk memproduksi dalam jumlah besar. Tapi <em>kalo</em> sedikit paling beberapa menit saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Eva menambahkan bahwa <em>hand sanitizer</em> yang diproduksi telah sesuai dengan formula yang dianjurkan oleh <em>World Health Organizational</em> (WHO), namun dengan sedikit modifikasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk bahan bakunya sesuai dengan yang dianjurkan oleh WHO. Tapi kami juga sedikit memodifikasi <em>hand sanitizer</em> tersebut,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Diana Yanti, salah satu mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam membuat <em>hand sanitizer</em> ini juga menyebutkan bahwa kendala utama yang dialami adalah bahan baku, bukan proses pembuatannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak susah sih pembuatannya, kendala kami hanya bahan dan susahnya nyari botol,&rdquo; terang mahasiswa Kimia angkatan 2017 itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menceritakan bagaimana dirinya dapat terlibat dalam produksi hand sanitizer tersebut. &ldquo;Karena saya asisten (dan staff Laboratorium Kimdas), jadi saya bisa bergabung dalam proses pembuatan <em>hand sanitizer</em> ini,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(ina/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Diskusi Aktif, IKA Unmul bahas Pemindahan Ibu Kota Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/gelar-diskusi-aktif-ika-unmul-bahas-pemindahan-ibu-kota-negara/baca </link>
<guid> gelar-diskusi-aktif-ika-unmul-bahas-pemindahan-ibu-kota-negara </guid>
<pubDate> Fri, 20 Mar 2020 12:19:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> MP IKA Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/gelar-diskusi-aktif-ika-unmul-bahas-pemindahan-ibu-kota-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TOAu8Hjq62.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Diskusi Aktif, IKA Unmul bahas Pemindahan Ibu Kota Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Selasa (17/3) lalu, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) menggelar diskusi aktif yang bertempat di <em>Ballroom</em> Hotel Selyca. Acara dimulai pada pukul 10.00 Wita dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Unmul. Kemudian disusul dengan penampilan tarian daerah dari Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi. Tidak lupa sambutan dari ketua panitia, Wahyudi Manaf.</span></p><p style="text-align: justify;">Tema diskusi mengusung tentang pengelolaan tata ruang kabupaten/kota dalam menyangga provinsi Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara. Agenda ini adalah bagian dari rangkaian diskusi aktif yang telah memasuki tahap ketiga mengenai pemindahan Ibu Kota Negara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Alhamdulillah, ini merupakan rangkaian diskusi aktif yang ketiga. Dan akan ada diskusi yang keempat mengenai IKN ini,&quot; ujar Wahyudi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaannya, hadir pula Ketua Harian IKA Unmul, Meiliana yang berkesempatan pula memberikan sambutan sekaligus membuka acara.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi aktif ini dimoderatori oleh Sumurung Basa Silaban. Pemateri yang hadir antara lain adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Makmur, Plt Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Gema Repelita.</p><p style="text-align: justify;">Turut pula pemateri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang harus diwakilkan sebab kepala dinas berhalangan untuk hadir. Sedangkan dari sisi penanggap, terdapat Abdunnur selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan Unmul dan pimpinan majalah Gatra.</p><p style="text-align: justify;">Pemaparan pertama diawali oleh Makmur yang lebih menyorot dampak pemindahan IKN terhadap masyarakat Kaltim. Khususnya agar tidak terjadi kesenjangan pembangunan antara IKN dengan provinsi Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ke depannya, kita tidak perlu memakai orang-orang yang ada di Jakarta sana. Orang-orang kita (Kaltim) cukup berkompeten. Karena kita yang lebih tahu bagaimana keadaan daerah kita ini,&quot; terang Makmur dalam pemaparannya.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan pemaparan dari Plt Kakanwil Kemenhan yang memberikan gambaran bagaimana sistem pengamanan dari darat, laut, dan udara untuk menjaga IKN serta ditambah jumlah pengamanan untuk kepala negara.</p><p style="text-align: justify;">Perwakilan dari PUPR dan Bappeda masing-masing menjabarkan bagaimana model pembangunan yang akan digunakan untuk IKN serta bagaimana ketersedian lahan di daerah IKN dan dampak dari kawasan hijau yang ada di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Usai pemaparan berbagai narasumber, sesi tanya jawab pun dilakukan. Berbagai pertanyaan muncul dari para peserta yang hadir. Mulai dari pertanyaan yang menyorot bagaimana keseimbangan bisnis dan ekonomi di Kaltim, ketersedian air bersih, hingga menyorot kepada ketidakselarasan informasi antara legislatif dan eksekutif mengenai pemindahan IKN ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan waktu yang terbatas, diskusi aktif ini ditutup dengan kegiatan foto bersama dan juga makan siang bersama yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara. <em><strong>(bip/nhh/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memaknai Hari Puisi Sedunia di Tengah Social Distancing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/memaknai-hari-puisi-sedunia-di-tengah-social-distancing/baca </link>
<guid> memaknai-hari-puisi-sedunia-di-tengah-social-distancing </guid>
<pubDate> Sat, 21 Mar 2020 11:43:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari besar puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/memaknai-hari-puisi-sedunia-di-tengah-social-distancing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LwleDtHFPL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memaknai Hari Puisi Sedunia di Tengah Social Distancing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Warga dunia kembali peringati hari puisi yang jatuh setiap 21 Maret. Telah berlangsung dari tahun ke tahun semenjak disahkan pertama kali pada 1999 lalu oleh UNESCO, yakni Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.</span></p><p style="text-align: justify;">Hari puisi sejagat itu juga turut diperingati dengan sukacita di Indonesia. Disambut dengan antusias oleh para pecinta puisi, penyair, pengarang, sastrawan atau bahkan penikmat puisi.</p><p style="text-align: justify;">Namun Hari Puisi Sedunia tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Karena sebagian warga dunia, khususnya Indonesia yang sedang berusaha menangani virus corona (Covid-19) dengan menerapkan <em>social distancing</em> atau membatasi aktivitas sosial di tempat umum.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini kemudian berdampak pada beberapa agenda untuk merayakan hari puisi. Sehingga, kegiatan-kegiatan seperti pembacaan puisi yang biasa dilakukan di berbagai tempat, tidak dapat terlihat pada momen Hari Puisi Sedunia tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat para pecinta puisi untuk tetap memperingati Hari Puisi Sedunia. Seperti halnya, Dahri Dahlan, salah satu dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul yang punya cara tersendiri dalam memaknai hari puisi kali ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita masih beruntung ada media sosial. Beda dengan 10 tahun lalu. Bisa dengan menulis dan <em>posting</em> puisi, yang kira bisa meredam kepanikan soal corona,&rdquo; ungkapnya, Jumat (20/3).</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, memperingati hari puisi masih tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial untuk berbagi puisi. Tak hanya itu, FIB memiliki cara tersendiri dalam memperingati hari puisi, tidak hanya sekadar memperingatinya satu tahun sekali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;FIB membangun sikap intelektual setiap hari dan setiap semester terhadap puisi. Kami mengkaji, kami meneliti, dan kami menyiarkan makna-makna puisi,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski kadang dianggap sepele oleh sebagian orang, dikatakan Dahri, Hari Puisi Sedunia sangatlah penting untuk diperingati. Ini merupakan bentuk kesadaran manusia terhadap bahasa dan budaya, yang berwujud menjadi berbagi rasa melalui cara yang berbeda, serta sebagai bentuk kreatifitas manusia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sepenting puisi itu sendiri, dalam teori-teori sosiologi sastra, bahkan dalam teori sosial umum, karya sastra dianggap sebagai lembaga sosial. Supaya sekali dalam setahun masyarakat diingatkan bahwa puisi punya signifikansinya dalam kehidupan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait minat para generasi milenial terhadap karya sastra khususnya puisi, baginya sudah cukup baik karena sudah lebih mudah ditemui dalam berbagai bentuk karya. Hal tersebut merupakan kemajuan dan peningkatan yang sangat baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah bagus, puisi sekarang bisa dijumpai di film, di baju kaos, <em>totebag</em>, media sosial, mural, dan sebagainya. Sudah banyak media alternatif.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan peringatan Hari Puisi Sedunia ini, Dahri berharap agar minat puisi yang sudah ada, tetap dijaga dan dirawat, serta semangat dalam mencintai puisi tetap dilestarikan. &ldquo;Antusias sudah bagus, kita tinggal berharap semua bisa merawat nilai puisi dan merawat cara baik kita saat ini terhadap puisi.&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Puisi bukan hanya rangkaian kata biasa. Namun di dalamnya memiliki makna yang sangat mendalam. Jangan berhenti berbagi rasa melalui puisi, dan selamat Hari Puisi Sedunia! <em><strong>(khn/rth/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Down Syndrome Tidak Beda, Mereka Itu Istimewa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/down-syndrome-tidak-beda-mereka-itu-istimewa/baca </link>
<guid> down-syndrome-tidak-beda-mereka-itu-istimewa </guid>
<pubDate> Sat, 21 Mar 2020 13:45:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari besar down syndrome </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/down-syndrome-tidak-beda-mereka-itu-istimewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GrUzXH1eCA.png" />
					</figure>
			                <h1>Down Syndrome Tidak Beda, Mereka Itu Istimewa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &quot;Kita punya masa depan, anak dengan <em>down syndrome</em> juga punya masa depan, lalu apalah arti &apos;berbeda&apos;?&quot; - Anonim. Kutipan tersebut bisa jadi menggambarkan kehidupan para penderita <em>down syndrome</em> yang acap kali dipandang berbeda.</span></p><p style="text-align: justify;">Adanya pandangan ini karena &nbsp;fisik yang mereka miliki sedikit berbeda dengan manusia normal pada umumnya. <em>Down syndrom</em>e merupakan kondisi yang disebabkan oleh berlebihnya kromosom yang dimiliki penderita, yakni tiga kromosom 21, sedangkan umumnya hanya memiliki dua.</p><p style="text-align: justify;">Kelainan genetik ini menyebabkan penderitanya memiliki kelainan fisik khas yang cukup menonjol, tingkat kecerdasan yang rendah, serta berisiko memiliki cacat jantung bawaan. Banyak yang memiliki miskonsepsi tentang <em>down syndrome</em>, seperti sulit membaca atau menulis, sulit berolahraga, selalu berperilaku seperti anak kecil, harus bergantung pada orang lain, bahkan dianggap gila.</p><p style="text-align: justify;">Anggapan seperti ini yang kemudian tumbuh di masyarakat. Padahal pada kenyataannya penderita <em>down syndrome</em> tidak bisa kita sama ratakan, banyak dari penderita <em>down syndrome&nbsp;</em>bisa menjadi mandiri, sukses, dan dapat menjalankan kehidupannya sama seperti masyarakat pada umumnya.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu sosok penderita <em>down syndrome</em> yang sukses menorehkan prestasi ialah Stephanie Handojo (27) yang merupakan atlet renang. Meski dengan keterbatasan yang dimiliki, Stephani mampu menyabet dua emas di <em>Singapore International Swimming Championship</em> serta mendali emas di <em>Special Olympic Games</em> 2011.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya aktif di bidang olahraga, perempuan yang akrab disapa Fani ini juga menekuni dunia musik. Fani berhasil mencatatkan namanya di dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penyandang <em>down syndrome</em> pertama yang memainkan 22 lagu tanpa henti menggunakan piano.</p><p style="text-align: justify;">Selain Fani, Ada juga Michael Roshian Yacub. Tercatat memiliki IQ 40 tidak menyurutkan semangatnya untuk menjadi pemuda yang aktif dan berperestasi. Karena semangat ini Michael berhasil meraih medali dari cabang renang dan atletik.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2010 namanya tercatat di MURI sebagai pemain golf profesional pertama Indonesia yang menyandang <em>down syndrome</em>. Prestasi yang didapat Michael tidak lepas dari dukungan keluarga dan lingkungan sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Masih banyak orang-orang penderita <em>down syndrome</em> yang memiliki prestasi di luar sana. Fani dan Michael hanya dua contoh kecil, ini membuktikan bahwa suatu kondisi yang diderita bukanlah halangan untuk menorehkan keberhasilan besar.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, tepat diperingati sebagai Hari <em>Down Syndrome&nbsp;</em>Sedunia. Tentunya hari ini hadir sebagai bentuk refleksi umat manusia agar lebih menghargai sesama, terutama mereka yang hidup dengan <em>down syndrome</em>.</p><p style="text-align: justify;">Peran lingkungan dan keluarga sangat penting untuk menciptakan suasana yang suportif bagi mereka yang tetap semangat dan memiliki asa untuk menggapai cita-citanya di tengah keterbatasan yang ada. Selamat Hari <em>Down Syndrome</em> Sedunia, selalu bahagia! <em><strong>(hmm/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perangi Virus Corona, BEM FK Gelar Sosialisasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perangi-virus-corona-bem-fk-gelar-sosialisasi/baca </link>
<guid> perangi-virus-corona-bem-fk-gelar-sosialisasi </guid>
<pubDate> Sun, 22 Mar 2020 12:34:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosialisasi Corona FK </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perangi-virus-corona-bem-fk-gelar-sosialisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aQ0Mu0MPjy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perangi Virus Corona, BEM FK Gelar Sosialisasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu (14/3) lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) bekerja sama dengan Badan Eksekustif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul gelar sosialisasi untuk mengedukasi civitas academica mengenai virus corona (Covid-19).</span></p><p style="text-align: justify;">Mengangkat tema &ldquo;Ancaman Covid-19 dan Strategi Menghadapinya&rdquo;, sosialisasi kali ini menghadirkan dua pemateri yang juga merupakan dosen di FK Unmul. Di antaranya adalah Yadi, dosen mikrobiologi &nbsp;dan Nataniel Tandirogang yang juga merupakan dosen mikrobiologi serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Materi pertama yang disampaikan oleh Yadi membahas mengenai virus secara garis besar, struktur-struktur yang ada dalam sebuah virus, dan menjelaskan Covid-19 secara garis besar. Pemaparan lebih detail mengenai virus ini kemudian dibawakan oleh Nataniel.</p><p style="text-align: justify;">Nataniel menyebutkan bahwa virus ini lebih banyak menyerang masyarakat dengan usia yang lebih dari 50 tahun dan lebih rentan menyerang laki-laki. Sedangkan, penyebab pasien virus corona meninggal adalah karena terdapat penyakit penyerta yang dialami oleh pasien. Seperti diabetes mellitus, asma, bronkitis, dan penyakit lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga memaparkan bahwa terdapat kurang lebih 200 spesies virus corona yang tersebar di seluruh bagian dunia ini. Namun, hanya 7 spesies yang teridentifikasi bisa menginfeksi manusia, salah satunya adalah Covid-19. Terdapat juga virus SARS-Cov dan MERS-Cov yang pernah menghebohkan dunia beberapa tahun yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">Covid-19 disebutkan memiliki susunan materi genetik yang sangat mirip dengan SARS-Cov. Karena itu, virus ini juga disebut sebagai SARS-Cov 2. Selain itu, ketika dikelompokkan lagi, ternyata Covid-19 ini memiliki susunan RNA yang hampir sama dengan susunan RNA yang dimiliki oleh kelelawar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Barangkali memang awalnya hidup di kelelawar, dan menggunakan sebagian rantai RNA kelelawar untuk melakukan fungsi-fungsinya. Contohnya seperti menggunakan materi genetik dari <em>host</em> (inang) untuk membuat <em>kapsid</em> (kulit protein dari suatu virus),&rdquo; ungkap ketua IDI Kaltim ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gejala yang Dialami Pasien Virus Corona</strong></p><p style="text-align: justify;">Kedua pemateri juga menjelaskan mengenai gejala klinis yang timbul apabila seseorang terinfeksi oleh virus Covid-19 ini. Gejala yang paling umum adalah demam. Demam ini awalnya hanya berupa demam ringan dengan suhu antara 37,5 sampai dengan 38 celsius kemudian diikuti dengan batuk kering, kelelahan, hingga terasa ngilu pada sekujur tubuh. Ini adalah gejala awal.</p><p style="text-align: justify;">Gejala akan bertambah parah pada hari ke-5 hingga ke-8 pasca terinfeksi. Pada hari-hari inilah mulai timbul gejala gangguan pernapasan seperti sesak napas. Puncaknya terdapat pada hari ke-10. Di mana virus dapat menimbulkan <em>distress respiratory syndrome&nbsp;</em>pada pasien.</p><p style="text-align: justify;">Masa inkubasi virus ini adalah sekitar 2-14 hari pasca terinfeksi. Meskipun ada sebagian kecil kasus di mana pasien baru menunjukan gejala setelah 27 hari pasca infeksi.</p><p style="text-align: justify;">Pengobatan untuk virus ini sendiri belum ditemukan hingga saat ini sehingga yang bisa menangkal perkembangan virus ini adalah pertahanan tubuh kita sendiri. Oleh karena itu, pertahanan tubuh yang kuat sangat membantu dalam memerangi virus ini untuk masuk ke tubuh kita dan membuat efek yang sangat merugikan kedepannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tindak Pencegahan Terhadap Virus Corona</strong></p><p style="text-align: justify;">Karena belum adanya terapi atau obat untuk menangani virus corona, maka hal yang harus dilakukan adalah mencegah agar tidak terinfeksi virus ini. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari dan mencegah infeksi.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, melakukan anjuran dari Departemen Kesehatan yaitu GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) dengan melakukan pola hidup sehat dan memakan makanan bergizi.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, kebersihan juga harus dijaga. Baik kebersihan di lingkungan sekitar maupun kebersihan diri sendiri dengan cara rajin mencuci tangan apabila sudah menyentuh benda-benda sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Virus corona memiliki <em>kapsid</em> yang terdiri dari <em>glikoprotein</em> yang mudah larut dengan deterjen atau pun dengan cairan disinfektan lainnya. Dengan mencuci tangan di air mengalir, kita dapat menghambat transmisi dari Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, kurangi menyentuh daerah wajah, baik itu hidung atau mata karena virus dapat masuk ke tubuh melalui jalur ini.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, karena penularan virus ini melalui <em>droplet</em> atau percikan dahak, disarankan untuk menjaga jarak sekitar 1-2 meter ketika berkomunikasi dengan orang lain baik itu yang sedang sakit maupun sehat.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dikarenakan <em>droplet</em> hanya mampu terlempar dengan jarak kurang dari 2 meter. Nataniel juga mengaris bawahi bahwa ketika sedang sakit harus menggunakan masker. Ia menekankan bahwa yang menggunakan masker adalah orang yang sedang sakit, bukan untuk orang sehat. Sebab partikel dari virus ini sangat kecil bahkan lebih kecil dari pori-pori masker itu sendiri,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena virus ini besarnya kurang lebih 120 nanometer sedangkan masker tidak bisa menyaring partikel sekecil itu. Sehingga ketika memakai masker, tujuannya untuk menghalangi debu bukan virusnya,&rdquo; jelas Nataniel</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal lagi yang dapat dilakukan untuk mencegah, yaitu dengan menghindari pemakaian barang pribadi dengan orang lain. Contohnya seperti alat makan maupun alat mandi.</p><p style="text-align: justify;">Memperbaiki ventilasi ruangan juga salah satu langkah untuk mencegah penularan virus ini. Ini dikarenakan virus corona tidak tahan dengan sinar UV yang dihasilkan oleh sinar matahari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Istilah yang Digunakan Terkait Virus Corona</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain menjelaskan mengenai pencegahannya, para pemateri juga menjelaskan dua istilah yang digunakan dalam dunia kesehatan. Yakni Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).</p><p style="text-align: justify;">ODP adalah orang yang kembali setelah bepergian ke daerah yang sudah terjangkit virus, baik menimbulkan gejala maupun tidak. Status ODP ini akan dicabut dari seseorang apabila setelah 14 tidak menimbulkan gejala umum dari Covid-19 ini.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, PDP adalah orang yang sudah punya gejala khas dari Covid-19 ataupun memiliki riwayat kontak dengan penderita. PDP pada umumnya telah di test, namun belum bisa dipastikan apakah pasien terindikasi positif atau negatif terinfeksi dikarenakan masih menunggu hasil tes tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah sendiri sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi virus ini. Telah banyak rumah sakit menjadi rujukan untuk menangani kasus Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat 132 rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di Kalimantan Timur sendiri, terdapat 4 rumah sakit rujukan yang masing-masing terletak di Samarinda, Tenggarong, Balikpapan dan Paser.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah juga menginstrusikan bahwa penanganan pasien dengan kasus Covid-19 akan dibiayai oleh pemerintah menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, Nataniel berpesan untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan cara makan makanan bergizi, istirahat 7-8 jam, minum vitamin, menghindari faktor yang menyebabkan stres, olahraga yang rutin serta hindari asap rokok dan kurangi dahulu kebiasaan merokok.</p><p style="text-align: justify;">Ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> mengenai sosialisasi ini, Wanda Riskyna Harmawan selaku ketua panitia menjelaskan bahwa pelaksanaannya didasari karena banyaknya hoaks yang beredar di kalangan masyarakat, sehingga menimbulkan kepanikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita pilih tindakan sosialisasi mahasiswa. Karena kita tahu bahwa mahasiswa adalah pihak yang paling sering memakai media sosial. Sehingga paling mungkin untuk menginspirasi masyarakat di sekitarnya,&rdquo; jelas mahasiswi angkatan 2018 ini.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya kegiatan sosialiasi, BEM FK yang kemudian bekerja sama dengan Aliansi Segitiga Kesehatan juga turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi bagaimana pencegahan dari virus corona. Kegiatan ini sendiri berlangsung pada keesokan harinya, yakni 15 Maret 2020 dan bertempat di GOR Sempaja Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Wanda juga memaparkan hambatan yang dialami selama proses edukasi ini berlangsung. &ldquo;Karena ini kan virus baru aja masuk ke Indonesia, jadi kita harus cari tahu gimana caranya agar bisa mengedukasi masyarakat.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Secepat mungkin, agar tidak terlalu terlarut dalam hoaks dan juga dalam waktu di mana masyarakat bisa tertarik dengan topik ini,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(wuu/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Messiah: Konflik Sosial dan Euforia Kedatangan Sang Penyelamat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/messiah-konflik-sosial-dan-euforia-kedatangan-sang-penyelamat/baca </link>
<guid> messiah-konflik-sosial-dan-euforia-kedatangan-sang-penyelamat </guid>
<pubDate> Mon, 23 Mar 2020 11:23:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Messiah, sebuah serial dari Netflix. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/messiah-konflik-sosial-dan-euforia-kedatangan-sang-penyelamat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JiSahT2IXv.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Messiah: Konflik Sosial dan Euforia Kedatangan Sang Penyelamat</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Sutradara</strong>: Michael Petroni</span></p><p><strong>Pemeran</strong>: Michelle Monaghan, Mehdi Dehbi, John Ortiz, Tomer Sisley, Stefania LaVie Owen, Melinda Page Hamilton, Fares Landoulsi</p><p><strong>Sinematografi</strong>: Danny Ruhlmann</p><p><strong>Distribusi</strong>: Netflix</p><p><strong>Genre</strong>: Thriller</p><p><strong>Rilis</strong>: 1 Januari 2020</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dalam dunia yang kacau dan penuh konflik serta peperangan, tidak dapat dimungkiri akan timbul harapan akan kedatangan seorang penyelamat. Seorang Mesias, yang akan menghentikan segala perkara buruk yang memakan korban.</p><p style="text-align: justify;">Di dalam serial ini, penonton akan dibawa menuju kisah tentang sosok misterius yang mengguncang hati nurani dan kepercayaan seluruh dunia akan kedatangnya. Kisah dibuka dengan latar peperangan yang mencekam.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, Suriah sedang mengalami banyak sekali kendala dan mulai melemah saat berperang dengan para pemberontak yang bergabung di kelompok ISIS. Ibu kota Suriah yakni Damaskus menjadi kacau balau dan meninggalkan luka yang mendalam bagi para penyintas.</p><p style="text-align: justify;">Saat mereka hidup dalam ketidakjelasan nasib dan bertahan dengan teror yang terus menghantui, seorang pria misterius (Mehdi Dehbi) datang dan muncul di tengah kota. Ia berdiri di atas semua orang, dan mulai berkotbah tentang keyakinannya.</p><p style="text-align: justify;">Ia terus menyebutkan bahwa takdir manusia telah ditentukan Tuhan, dan percaya adalah jalan keluarnya. Pria ini juga mengajak mereka yang tersisa untuk percaya dan mengikutinya apabila ingin selamat dari segala ancaman.</p><p style="text-align: justify;">Namun ia mengalami penolakan dari para penyintas dan masyarakat. Mereka mulai mengatainya kafir dan orang gila, sebab mengutip ayat dengan tidak benar.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, datang badai pasir berskala besar yang membuat pasukan pemberontak mundur. Perlahan, apa yang dikatakan sosok misterius ini menjadi nyata. Mereka semakin yakin tatkala mendengar kabar bahwa pria tersebut tetap berkotbah selama badai pasir berlangsung, tanpa makan dan minum atau beristirahat.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya membuat, para pemuka agama juga dibuat takjub dengan kepiawaiannya dalam berkotbah dan mengutip ucapan para nabi. Tetapi di sinilah ia diperdebatkan, apakah dirinya benar seorang Al-Masih yang datang, atau bukan?</p><p style="text-align: justify;">Atas kejadian ini, sebanyak 2.000 orang yang terdiri dari berbagai kalangan berjalan dan bersama-sama mengikutinya melintasi gurun, menuju Yerusalem. Sesampainya di sana, mereka mengalami penolakan serta dikepung pasukan bersenjata Israel. Sang &apos;Al-Masih&apos; tetap maju dan melewati pagar pembatas.</p><p style="text-align: justify;">Karena dianggap memberontak, ia ditangkap dan dibawa ke rumah tahanan untuk diinterogasi. Seorang mantan militer yang kini menjadi detektif polisi bernama Aviram (Tomer Sisley) dikirim untuk memeriksa pria ini.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, bukan keterangan penting apapun yang sang detektif dapatkan, melainkan kisah hidup kelamnya yang berhasil direfleksikan kembali oleh pria tersebut dengan tepat. Aviram merasa terancam sebab ia dan koleganya tak pernah menyebutkan namanya, apalagi menceritakan kisah hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Di belahan dunia lainnya, kisah pria ini menjadi sangat viral dan terkenal di internet, hingga masuk ke dalam &apos;radar&apos; para agen rahasia, <em>Central Intelligence Agency</em> (CIA). Kisah sang &apos;Mesias&apos; menarik perhatian Eva Geller (Michelle Monaghan), seorang agen CIA senior. Ia sangat yakin bahwa terdapat sesuatu yang tak beres dengan kejadian ini, dan memasukan pria tersebut ke dalam daftar pengawasan.</p><p style="text-align: justify;">Eva lalu meminta agen serta kepolisian Israel untuk bekerja sama dalam memecahkan kasus ini. Tetapi dirinya harus menghadapi berbagai situasi serta berkejaran dengan waktu untuk mengungkap kebenaran dan identitas pria misterius ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penuh Kontroversi dan Teori</strong></p><p style="text-align: justify;">Netflix resmi merilis seri ini pada 1 Januari 2020. Sebelumnya, dua buah <em>trailer</em> telah diluncurkan untuk menarik minat penonton. Tak hanya antusias, ternyata kontroversi muncul dari berbagai teori yang dikemukakan netizen.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat teori bahwa kisah ini sebenarnya menceritakan seorang antikristus atau Dajjal. Datang untuk mengguncang iman serta kepercayaan masyarakat kepada Tuhan dengan berbagai kejadian ajaib. Ini didukung dengan beberapa bagian yang menunjukkan bahwa pria ini adalah seorang nabi palsu setelah identitas sebenarnya terkuak.</p><p style="text-align: justify;">Namun ada pula teori yang mengatakan bahwa sang kreator, Michael Petroni ingin membuat kisah lain. Yakni kedatangan kedua sang Mesias atau Kristus dengan penuh konflik dan ketidakpastian masyarakat atas kehadirannya.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari CNN Indonesia, Michael rupanya berani membawa konsep original ini kepada Netflix. Harapannya serial ini dapat membuat masyarakat berpikir kritis serta menciptakan debat yang berkualitas di antara penonton.</p><p style="text-align: justify;">Namun ia menyebutkan, bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menyinggung kepercayaan dan agama apapun dalam serial ini. Ia bersikukuh bahwa karyanya tidak berdasarkan teori agama manapun.</p><p style="text-align: justify;">Messiah juga membawa sinematografi yang apik dan fokus yang baik kepada setiap penokohan dan latar yang ditampilkan. Meski memiliki cerita yang sangat kompleks dan mungkin membingungkan, serial ini tetap layak ditonton. Tertarik untuk menonton dan membahas teorinya?<strong>&nbsp;(<em>len/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terhalang Covid-19, Ajang Pencak Silat International Ditunda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terhalang-covid-19-ajang-pencak-silat-international-ditunda/baca </link>
<guid> terhalang-covid-19-ajang-pencak-silat-international-ditunda </guid>
<pubDate> Tue, 24 Mar 2020 10:51:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ajang perlombaan pencak silat internasional ditunda akibat virus corona. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terhalang-covid-19-ajang-pencak-silat-international-ditunda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fsYlhluH9a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terhalang Covid-19, Ajang Pencak Silat International Ditunda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tidak dapat dipungkiri jika pandemi virus corona (<em>Covid-19</em>) dirasa menghambat beberapa aktivitas hingga harus menunda beberapa <em>event</em> yang sudah direncanakan dan bahkan siap untuk diselenggarakan.</span></p><p style="text-align: justify;">Salah satu ajang internasional yang harus ditunda adalah <em>The 5th Sebelas Maret International Pencak Silat PSHT Championship</em> yang rencananya akan dihelat pada 15-20 Maret 2020 di Gedung Student Center Universitas Sebelas Maret (UNS). Penundaan ini berkenaan dengan Surat Edaran Walikota Surakarta mengenai keadaan Kota Solo yang sudah masuk fase Keadaan Luar Biasa (KLB).</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Jumat (20/3), Ika Juliana Putri yang merupakan salah satu dari tujuh atlet perwakilan Unmul menyampaikan bahwa kontingen dari Unmul telah tiba di Jakarta untuk transit pada hari yang sama dengan keluarnya surat edaran tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, kontingen Unmul tetap menuju Solo sesuai dengan rute perjalanan. Mereka juga menyempatkan diri untuk singgah di hotel setempat selama dua hari untuk mengunjungi Gedung Student Center UNS di hari pertama dan melakukan karantina mandiri sesuai arahan dari Unmul di hari kedua.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Raju Sahri Artia yang juga merupakan peserta perwakilan dari Unmul memaparkan bahwa beberapa kontingen juga mengalami hal serupa. Kontingen yang sudah tiba di Solo antara lain adakah perwakilan dari Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin (UIN Antasari) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai hal ini, Raju dan Ika sepakat bahwa mereka sedikit kecewa mengingat usaha yang telah tim mereka lakukan. Mulai dari padatnya jadwal latihan hingga beban moril dari diri masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari universitas dan fakultas menargetkan juara. Ada beberapa medali yang ditargetkan tapi sampai Jakarta kita baru dapat informasi. Kecewa sih, dan juga beban moril, malu juga ke fakultas dan universitas,&rdquo; ungkap Raju.</p><p style="text-align: justify;">Raju berharap ia dan timnya tetap dapat mengikuti perlombaan ini. Mengingat bahwa perhelatan ini merupakan ajang bergengsi yang hanya diselenggarakan dua tahun sekali.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia lalu menambahkan bahwa sangat disayangkan jika perwakilan Unmul sampai tidak mengikuti ajang ini. Sebab Unmul meraih juara umum di kejuaraan yang sama pada tahun 2018 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun ajang perlombaan ini akan dihelat kembali pada 12-17 April 2020 mendatang di tempat yang sama. <strong><em>(ami/eng/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mereka yang Tak Bisa #DiRumahAja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mereka-yang-tak-bisa-dirumahaja/baca </link>
<guid> mereka-yang-tak-bisa-dirumahaja </guid>
<pubDate> Wed, 25 Mar 2020 13:08:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mereka yang tak bisa di rumah aja </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mereka-yang-tak-bisa-dirumahaja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A7qJGTsyzs.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mereka yang Tak Bisa #DiRumahAja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak temuan kasus pertama virus corona (Covid-19) di Indonesia, pemerintah pusat hingga daerah mulai menerapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya mengimbau masyarakat melakukan <em>social distancing</em> dengan berkegiatan di rumah saja.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul pun mengeluarkan kebijakan yang sama. Melalui edaran yang dikeluarkan, mahasiswa Unmul saat ini dilarang untuk berkegiatan di kampus. Seluruh kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring dari rumah.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah lagi edaran dari Pemprov Kaltim untuk berhenti beraktivitas di luar rumah. Meski demikian, banyak juga mahasiswa Unmul yang tetap bekerja, meski sudah ada imbauan untuk beraktivitas di rumah. Alasannya beragam, mulai dari tuntutan kantor hingga tanggung jawab pribadi.</p><p style="text-align: justify;">Agus Wahyudi salah satunya, mahasiswa Ekonomi Pembangunan ini merupakan seorang barista salah satu kedai kopi di Jalan Perjuangan. Tugasnya meracik kopi, melaporkan persedian barang, dan kebersihan toko.</p><p style="text-align: justify;">Dia belum lama bekerja, kini masih dalam masa <em>training</em>. Menghadapi situasi seperti saat ini, Agus dan teman-temannya masih terus bekerja. Namun ada beberapa penyesuaian seperti perubahan shift hingga penerapan Standar Operasi Prosedur (SOP) terkait kebersihan yang telah ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebelum ada virus corona, kita sudah ada SOP untuk menjaga kebersihan bar dan <em>coffee shop</em>. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Agus, kedai kopi tempatnya masih beroperasi karena tetap melayani promo <em>take away</em> dan <em>delivery</em>. Meski diliputi rasa takut dan was-was karena virus corona, Agus tetap teguh bekerja sebab sudah jadi tanggung jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Agus, berkurangnya pengunjung kedai cukup berdampak untuk masa <em>training</em>-nya, karena tidak bisa berinteraksi dengan pengunjung. Tapi ini bukanlah halangan karena baginya masih bisa berlatih dengan sesama barista lain.</p><p style="text-align: justify;">Bekerja di tengah wabah virus corona membuat orang tua Agus cukup khawatir. Namun Agus selalu berupaya untuk memberi kabar dan menjaga kebersihan. Kemudian, juga berpesan untuk mahasiswa lainnya yang masih bekerja untuk selalu menjaga kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jaga kesehatan, jangan panik. Selalu positif karena imun kita juga pasti lebih baik. Kalau selesai kerja pulang ke rumah bersih-bersih dulu,&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak berbeda jauh dengan Agus, Muhammad Fahrurraji yang merupakan reporter Balikpapan TV juga tetap bekerja. Hingga saat ini, ia disibukan dengan <em>deadline</em> serta berkutat dengan narasumber.</p><p style="text-align: justify;">Dia sedikit cemas bekerja di tengah pandemi ini, terlebih mobilitas yang tinggi membuat ia harus semakin waspada. Walaupun tetap bekerja dan turun ke lapangan ia tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk lebih memperhatikan kebersihan. Ia lebih sering mencuci tangan dan tak lupa meminum vitamin agar tetap sehat.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melakukan langkah yang dianggap sebagai usahanya agar terhindar virus, ia juga berdoa agar selalu dijaga oleh yang Maha Kuasa. Pihak kantornya bekerja diakuinya sudah mulai mengurangi intensitas pertemuan di kantor.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berhubung kantor ku ini kerja di bidang media ya jadi sampai saat ini gak memungkinkan sih untuk WFH (<em>Work From Home</em>),&quot; ujar pria yang akrab disapa Aji ini.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, ia sebenarnya ingin berada di rumah saja berhubung kondisi yang seperti ini. Namun, pekerjaannya dirasa tidak memungkinkan untuk WFH. Terlebih sejauh ini belum ada tanda-tanda pihak kantornya mengambil langkah WFH seperti yang dilakukan beberapa media nasional.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga selalu fit, tanggung jawab tetap harus di atas kepentingan pribadi,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang sama terjadi pada Ferry Febrian, mahasiswa Hubungan Internasional 2016 ini juga masih bekerja. Karena pekerjaan itulah keadaannya lebih berisiko saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena jujur aku pengin banget <em>stay</em> di rumah, ya turut serta membantu pencegahan virus ini,&quot; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia yang saat ini bekerja sebagai barista di CultuurVolk mengaku akan sulit untuk WFH karena bidang pekerjaan yang mengharuskannya untuk ada di tempat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kan aku bekerja di bidang minuman. Dan kalau harus tutup, ya berpengaruh dong sama pendapatan. Apalagi, <em>enggak</em> ada kompensasi kalau diliburkan,&quot; tambah Ferry.</p><p style="text-align: justify;">Selama bekerja, Ferry tetap berusaha untuk melakukan pencegahan mandiri dengan selalu mencuci tangannya setelah melakukan aktivitas. Mengenai kebijakan tempat kerjanya selama pandemi Covid-19, CultuurVolk telah mengimbau untuk melakukan pesan antar, dan membatasi waktu pelanggan yang ingin tinggal.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini rupanya tak luput dari perhatian pihak terdekatnya. Ia mengaku baik orang tua dan teman-temannya selalu memintanya untuk berhati-hati dan segera pulang setelah bekerja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Orang tua selalu ingatin untuk hati-hati sih. Kalo bisa di rumah aja kalo habis kerja. Temen-temen juga, selalu ngingetin untuk hati hati,&quot; pungkasnya. <em><strong>(len/rst/wil/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persma: Produktif dan Berkarya #DiRumahAja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persma-produktif-dan-berkarya-dirumahaja/baca </link>
<guid> persma-produktif-dan-berkarya-dirumahaja </guid>
<pubDate> Thu, 26 Mar 2020 13:36:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persma tetap produktif di tengah pandemi corona </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persma-produktif-dan-berkarya-dirumahaja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aj04D1NNQ9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Persma: Produktif dan Berkarya #DiRumahAja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pers mahasiswa (persma) menjadi tonggak terdepan mengabarkan informasi terkini seputar kampus dan peristiwa lainnya. Meski virus corona (Covid-19) telah membatasi kegiatan perkuliahan, rupanya tidak hentikan langkah persma dalam melakukan aktivitas kreatifnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Melalui wawancara via daring, Pemimpin Umum LPM Gemercik Universitas Siliwangi (Unsil), Muhammad Yusya Rahmansyah bagikan kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan selama pandemi berlangsung. LPM Gemercik sejauh ini telah menerapkan wawancara daring dan selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) selama peliputan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena berita kampus tidak jauh dari berita corona dan berita informasi keadaan kampus, kami menerapkan APD. Ketika meliput harus memakai sarung tangan, masker dan semacamnya. Ketika selesai liputan, mereka harus segera bersih-bersih,&rdquo; jelasnya, Kamis (26/3).</p><p style="text-align: justify;">Masih di daratan Jawa, datang dari Pemimpin Redaksi (Pemred) Linikampus BP2M Universitas Negeri Semarang (Unnes), Amilia Buana Dewi Islamiy. Saat ini kegiatan kemahasiswaan termasuk pers kampus telah menyesuaikan dan patuh terhadap protokol Unnes, sesuai dengan edaran bernomor T/1420/UN37/KM/2020 perihal Himbauan Mengosongkan PKM/Sekretariat bagi setiap lembaga kemahasiswaan per 16 Maret lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Intinya berisi anjuran untuk menunda segala kegiatan, baik UKM maupun kegiatan kemahasiswaan yang lain. Kegiatan perkuliahan dilakukan secara daring. Pelaksanaan perkuliahan ditunda sejak tanggal 16 Maret sampai 11 April 2020,&rdquo; ungkap gadis yang akrab disapa Amel ini.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, ini tidak menghalangi mereka dalam kegiatan redaksi dan perusahaan. BP2M Unnes sendiri masih melakukan peliputan lapangan dengan protokol kesehatan. Namun tetap mengimbau anggotanya untuk wawancara secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Adanya pembatasan kegiatan tentunya menjadi kendala tersendiri bagi persma untuk melakukan peliputan. Hal Ini dirasakan oleh Pemred LPM Dinamika UIN Sumatera Utara, Iin Prasetyo, yakni berpengaruh pada jalur koordinasi serta komunikasi antar anggota.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kesulitannya tidak bisa semua bahasa bisa didaringkan. Apalagi, Dinamika di awal-awal periode ini banyak progja (program kerja) yang harus diselesaikan seperti majalah dan tabloid, pelantikan, dan pelatihan,&rdquo; sebut Iin.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya dialami oleh Iin, kendala lain juga dialami Pemred LPM<span style="background-color: transparent;">&nbsp;Ukhuwah UIN Raden Fatah Palembang, Jaiwan Nada Rismin. Menurutnya, keadaan ini membuat pergerakan cukup sulit dan memengaruhi kinerja mereka dalam memproduksi berita.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalo bicara sulit ya sulit. Pandemi ini sangat menghambat kreativitas anak-anak Ukhuwah. Contohnya target sehari 2 berita, berhubung pandemi jadi gak ada target,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Serupa dengan cerita sebelumnya, Pemred LPM Intelligent Poltekkes Kemenkes Makassar, La Ode turut mengakui bahwa pandemi ini berdampak pada peliputan berita kampus. Isu yang diangkat kini berasal dari unggahan kampus di media sosial. Mereka memang meminimalisir reporter untuk terjun ke lapangan dengan melakukan wawancara daring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terakhir (23/3) kemarin saya turun sendiri untuk melakukan peliputan kegiatan penyemprotan desinfektan. Karena nda bisa memang kita turunkan semua reporter,&quot; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lain pula Sarjun Teha, Pemred LPM Himmah UII Yogyakarta ini mengaku ada perubahan pola-pola kerja terkait hadirnya Covid-19. Kerja keredaksian menjadi lebih fleksibel namun tetap konsisten. Untuk peliputan sendiri, sistem daring diutamakan. Diakui Sarjun, beberapa peliputan mengalami penundaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harus bisa mencari isu yang tidak dijamah oleh media arus utama sehingga peran persma sebagai media alternatif tidak hilang,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rapat dan Nasib Program Kerja</strong></p><p style="text-align: justify;">Demi menghindari kerumunan banyak orang, untuk menyiasati rapat redaksi sebagian lembaga pers melakukannya secara daring untuk tetap menjaga jalur koordinasi dan komunikasi. Seperti yang diterapkan Pemred LPM Cakrawala IAIN Samarinda dengan menggunakan aplikasi zoom.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini bukan alasan untuk kita tidak produktif, Persma tidak boleh melupakan tugas dan fungsi sebagai Pers itu sendiri,&quot; jelas Binti Syafaati Maysyaroh (26/3).</p><p style="text-align: justify;">UKPM Genta Andalas Universitas Andalas Padang juga mulai terapkan hal yang sama. Dikatakan Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas, Rahmat Fiqri hingga 24 Maret masih ada kegiatan di kampus, namun setelahnya mereka mulai rapat daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang benar-benar <em>stay at home</em>. Apalagi sekarang udah ada kondisi yang makin memanas karena beberapa ada kasus baru yang positif. Teman-teman jaga diri juga, jadi mereka kerja di indekos masing-masing,&rdquo; ucap Rahmat.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pilihan untuk melakukan rapat secara daring juga masih menjadi kendala untuk sebagian persma. Misalnya saja yang dialami UKPM Zawiyah News IAIN Langsa Aceh. Muhammad Faishal mengaku bahwa rapat secara online belum diterapkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami belum ada menerapkan rapat secara <em>online</em> karena dari beberapa pengurus tidak ada paket (data) atau paketnya sedikit untuk lakukan rapat secara <em>online</em>,&rdquo; kata Faishal, Pimpinan Umum UKPM Zawiyah News IAIN Langsa.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai program kerja, Faishal sendiri menyebut bahwa proker telah disusun secara pembagian divisi, namun belum dapat dilaksanakan sebab rapat kerja dan pelantikan kepengurusan tertunda karena pandemi Covid-19 ini.</p><p style="text-align: justify;">UKM Jurnalistik (Ujur) Politeknik Negeri Samarinda juga terkendala untuk jalankan salah satu program besar mereka. Dikatakan Koordinator Divisi Pers Ujur Polnes, Oktavinia Sabatini beberapa konten seperti lomba dan acara puncak Pekan Jurnalistik yang tiap tahunnya rutin diadakan sempat terganggu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai saat ini belum <em>urgent</em> banget yang sampai harus gunakan aplikasi group meeting ya. Jadi ya masih sebatas <em>chatting-</em>an.&quot; <em><strong>(len/rst/hlm/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senyap di Tengah Pandemi untuk Bumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/senyap-di-tengah-pandemi-untuk-bumi/baca </link>
<guid> senyap-di-tengah-pandemi-untuk-bumi </guid>
<pubDate> Sat, 28 Mar 2020 08:48:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senyap sejenak di tengah pandemi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/senyap-di-tengah-pandemi-untuk-bumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RZWzDW4oZ4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senyap di Tengah Pandemi untuk Bumi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sabtu terakhir Maret menjadi perayaan rutin <em>Earth Hour</em>. Sebuah gerakan yang dikoordinasi oleh <em>World Wide Fund for Nature&nbsp;</em>(WWF). <em>Earth Hour</em> merupakan gerakan yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis bahkan pemerintah untuk lebih sadar terhadap isu perubahan iklim yang saat ini dihadapi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Switch off&nbsp;</em>sangat berkaitan erat dalam gerakan ini, dengan mematikan lampu selama pukul 20.30-21.30 waktu setempat, diharap muncul kesadaran dari rumah ke rumah bahkan gedung ke gedung dalam memerhatikan emisi harian. Mematikan lampu selama sejam merupakan aksi nyata dan paling mudah yang dapat dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Biasnya, <em>Earth Hour</em> diagendakan dengan menyalakan lilin bersama gabungan komunitas dan individu. Namun kali ini, <em>Earth Hour</em> tampaknya harus dilaksanakan secara virtual disebabkan pandemi. Tak kehabisan cara, pihak <em>Earth Hour</em> Indonesia mengajak masyarakat untuk menggemakan <em>#RaiseYourVoiceForNature</em> dikanal Instagram.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia akan bergabung dengan lebih dari 180 negara lainnya yang tetap melaksanakan peringatan <em>Earth Hour</em>. Samarinda sendiri tak ketinggalan untuk bergabung.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengangkat tema &quot;Hantu Banyu&quot;, <em>Earth Hour</em> Samarinda tetap getol mengajak masyarakat dan pemerintah Kota Samarinda untuk berpartisipasi walaupun kali ini dilakukan di rumah saja lewat <em>live</em> Instagram.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tadinya perayaan <em>Earth Hour</em> akan digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, namun dialihkan agar menjadi satu <em>platform</em> dengan <em>Earth Hour</em> Indonesia, juga ada hiburan-hiburan di Instagram kami nantinya&quot; ujar Ina selaku Koordinator Kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana? Apa kamu sudah siap untuk menjadi bagian <em>Earth Hour&nbsp;</em>kali ini? Silakan meluncur ke kanal Instagram <em>@EHIndonesia</em> maupun <em>@EHSamarinda</em>, dan matikan lampumu selama sejam, ya! <em><strong>(rst/ann</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perempuan dari Antiparos </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/perempuan-dari-antiparos/baca </link>
<guid> perempuan-dari-antiparos </guid>
<pubDate> Sun, 29 Mar 2020 11:22:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya La Dores. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/perempuan-dari-antiparos/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tFDBpMNp3V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perempuan dari Antiparos</h1>
			              </header>
			              <p>Engkau adalah perempuan</p><p>Yang tidak datang dari rahim hawa</p><p>Tidak pula dari tulang yang ditarik dari tubuh adam</p><p>Kau datang dari sebuah dongeng atau lukisan</p><p>Dari sentuhan metafora atau kuas yang ditaburi lelehan cahaya</p><p>Dan tiupan roh yang lemah lembut</p><p><br></p><p>Bagaimana mungkin</p><p>Aku bisa melupakan mata mu</p><p>Bagaimana mungkin</p><p>Aku bisa melupakan alismu</p><p>Begitu pula pipimu yang ranum</p><p>Segala yang nampak darimu</p><p>Telah membolak-balik hatiku dengan ajaib</p><p>Tubuhmu ditempah dari sinar bulan purnama</p><p>Seolah-olah kau tidak pernah berbusana kecuali dengan cahaya</p><p><br></p><p>Kau seumpama bulan di langit</p><p>Sedang aku adalah komet yang jatuh ke bumi</p><p>Karena mencintaimu.</p><p>Aku ingin berpendar di sampingmu</p><p>Tetapi dunia menarik dan merantaiku dengan rindumu</p><p><br></p><p>Apa yang sedang kau tancapkan di dada ini kekasih</p><p>Sebilah badik ataukah cinta?</p><p>Darahku mengucur deras dan membuatku begitu lemas</p><p>Sementara kau menadah cawan-cawan ghaib para sufi dibawanya</p><p>Dan meneguknya dengan sangat buas.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh La Dores mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, 2013.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cegah Penyebaran Covid-19, Mahasiswa Lakukan Seminar Skripsi Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cegah-penyebaran-covid-19-mahasiswa-lakukan-seminar-skripsi-daring/baca </link>
<guid> cegah-penyebaran-covid-19-mahasiswa-lakukan-seminar-skripsi-daring </guid>
<pubDate> Mon, 30 Mar 2020 12:35:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar skripsi via daring cegah Covid-19 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cegah-penyebaran-covid-19-mahasiswa-lakukan-seminar-skripsi-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KHxfpIe9ws.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cegah Penyebaran Covid-19, Mahasiswa Lakukan Seminar Skripsi Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Mewabahnya virus corona (Covid-19) di Indonesia mewajibkan semua aktivitas dilakukan dari rumah atas arahan langsung dari Presiden Jokowi. Keputusan tersebut rupanya membuat civitas academica Unmul melaksanakan ujian skripsi dan seminar secara daring.</span></p><p style="text-align: justify;">Perlakuan ini juga sebagai bentuk tindak lanjut Surat Edaran Rektor Unmul Nomor 1157/UN17/TU/2020 tentang Peningkatan Status Kewaspadaan terhadap Penyebaran <em>Coronavirus Disease</em> (Covid-19) melalui Pembatasan Kegiatan di Lingkungan Kampus Universitas Mulawarman. Ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, khususnya di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Minggu (29/3), <em>Sketsa</em> mewawancarai Sri Wahyuni Nur Hidayah, salah satu mahasiswa yang melakukan seminar <em>online</em> untuk mengetahui lebih lanjut terkait seminar yang telah dilaluinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebetulan untuk proses <em>ngurus</em> seminarnya, berkasku sudah masuk prodi sebelum surat edaran rektor untuk seminar di rumah. Jadi, yang saya urus cuma proses berjalannya seminar atau pas Hari-H seminar,&rdquo; tutur mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2015 itu.</p><p style="text-align: justify;">Sri juga mengakui bahwa dirinya sempat menemui berbagai kendala. Kurangnya pengetahuan aplikasi adalah salah satunya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendalanya lebih ke teknis. Karena dari prodi dan beberapa dosenku <em>nyaranin</em> pakai aplikasi Zoom. Di mana cuma berdurasi 40 menit. Tapi satu dosen pembimbing nyaranin pakai aplikasi Google Hangouts yang <em>gak</em> ada durasinya jadi bebas aja waktunya,&quot; akunya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dan kendala (lainnya), tiga dosenku baru banget tahu tentang aplikasi ini. Jadi saat Hari-H, mereka kebingungan untuk <em>join</em> di grup Google Hangouts itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, pelaksanaan seminar lebih ribet jika dilaksanakan secara <em>online</em>. Bagi Sri, seminar lebih efektif jika dilaksanakan di kampus dan bertatap muka secara langsung dengan dosen penguji. &ldquo;<em>Gak</em> ribet <em>ngurusnya</em>, jadi saya lebih memilih seminar di kampus karena lebih efektif,&rdquo; ungkap Sri.</p><p style="text-align: justify;">Sri pun mengimbau agar mahasiswa lain lebih mempersiapkan seminar <em>online</em> tersebut. Karena dalam pengurusannya tidak semudah seminar di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harus lebih banyak tanya lagi mengenai seminar <em>online</em> ke prodi, karena ngurusnya tidak segampang seminar <em>offline</em>. Dan harus lebih banyak diskusi ke pembimbing dan penguji. Terkait mengenai mau pakai aplikasi apa biar nanti di Hari-H tidak kebingungan mengenai aplikasi yang akan dipakai,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Sri, Fatihah Noor Rahmaulidiyah dari program studi Statistika 2016 juga mengungkapkan kendala aplikasi yang dialaminya dalam pelaksanaan seminar <em>online</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keterbatasan waktu pada aplikasi yang digunakan sehingga harus 2-3 kali buat <em>room meeting</em>. Dan keterbatasan dalam presentasi karena saya belum terbiasa dengan presentasi secara <em>online</em>. Berkas nilai, berita acara juga masih belum bisa diurus,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam proses mengurusnya, Fatihah menyebut tak terlalu sulit karena ia telah mengurus berkas seminar sebelum adanya imbauan terkait surat edaran rektor tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebetulan kemarin saya <em>ngurusnya</em> sebelum ada imbauan kuliah <em>online</em>, jadi seperti biasa aja ngurus berkasnya. Terus pas sudah ada imbauan itu, pembimbing langsung hubungi saya terkait seminar <em>online</em> karena jadwalnya udah ada dari seminggu sebelumnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyarankan agar mahasiswa yang ingin melaksanakan seminar <em>online</em> untuk mempersiapkan diri, seperti melakukan simulasi secara mandiri di rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lebih mempersiapkan diri. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan seperti laptop, HP, jaringan internet, dan lakukan simulasi biar lebih terbiasa,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Senin (30/3), <em>Sketsa</em> menghubungi Memi Nor Hayati, dosen Jurusan Matematika sebagai salah satu dosen pembimbing yang telah melakukan seminar secara <em>online</em>. Dikatakan Memi, kendala yang dilalui terdapat selama proses seminar berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin saya pakai aplikasi Zoom. Karena saya sebagai pembimbing 1, saya bertindak sebagai <em>host</em>. Kendalanya, saya tidak punya Zoom premium. Kami semua hanya pakai Zoom yang gratisan dan hanya bisa 40 menit durasinya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Memi berpesan, kepada mahasiswa yang ingin melakukan seminar dapat terlebih dahulu untuk latihan seminar bersama pembimbingnya. Sehingga dapat meminimalisir kesalahan saat presentasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sarankan untuk latihan seminar di Zoom dengan pembimbingnya. Paling <em>gak</em> H-1 latihan dulu. Sehingga pas Hari-H bisa mengurangi durasi buat adaptasi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin seperti latihan cara menampilkan <em>slide</em>-nya di Zoom. Jika <em>slide</em>-nya kurang jelas, mahasiswa bisa ada waktu untuk revisi power point-nya,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(ina/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lawan Virus Corona, Satgas Covid-19 Unmul Produksi Jamu Bagi Petugas Medis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lawan-virus-corona-satgas-covid-19-unmul-produksi-jamu-bagi-petugas-medis/baca </link>
<guid> lawan-virus-corona-satgas-covid-19-unmul-produksi-jamu-bagi-petugas-medis </guid>
<pubDate> Tue, 31 Mar 2020 12:40:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim satgas Covid-19 Unmul produksi jamu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lawan-virus-corona-satgas-covid-19-unmul-produksi-jamu-bagi-petugas-medis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5Lcwnm3Gm0.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lawan Virus Corona, Satgas Covid-19 Unmul Produksi Jamu Bagi Petugas Medis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Penghujung 2019, dunia dihebohkan dengan kemunculan virus corona (Covid-19). Mulanya virus ini mewabah di Wuhan, Tiongkok, tetapi saat ini Covid-19 telah menjadi pandemi global dan menyerang banyak negara salah satunya Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;">Tercatat per 30 Maret 2020 pasien positif Covid-19 berjumlah 1414 orang, 75 orang sembuh, dan sebanyak 122 orang meninggal. Kalimantan Timur (Kaltim) tak luput dari penyebaran Covid-19. Diketahui, hari ini (31/3) sudah 20 orang yang dinyatakan positif dan tersebar di beberapa daerah. Satu pasien asal Balikpapan pun dikabarkan meninggal dunia.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi hal tersebut, Unmul sebagai salah satu universitas tertua di Kaltim menutup semua perkuliahan dan aktivitas yang melibatkan banyak orang. Rektor Unmul, Masjaya kemudian membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 yang diketuai oleh dr. Nataniel Tandirogang selaku dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unmul sekaligus Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Tim Satgas Covid-19 bertugas memberi masukan dan informasi kepada rektor sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan. Satgas tersusun atas dosen dari hampir seluruh fakultas di Unmul. Tidak hanya itu, nyatanya Tim Satgas Covid-19 juga memproduksi <em>Imun Booster</em>&nbsp;&quot;Neesfarm&quot; yang dibuat di Labolatorium Bioteknologi Fakultas Kehutanan (Fahutan).</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> mewanwancarai Sekretaris Satgas Covid-19 Unmul, Esti Handayani Hardi secara daring, Minggu (29/3). Esti menjelaskan bahwa dalam tim terdiri dari ketua, sekertaris, Bidang Sosialisasi, Bidang Analisis Risiko, dan Bidang Penanggulangan Covid-19. Setelah melakukan rapat, tim memutuskan untuk membuat jamu yang berasal dari bahan herbal seperti daun kelor, meniran, sambiloto, kunyit, jahe, kayu manis, dan madu kelulut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orang Indonesia kan biasa minum jamu cuma komposisinya ramuan-ramuan biasa. Nah ini kita coba meramu dari bahan-bahan hasil riset secara ilmiah itu memiliki dampak signifikan untuk meningkatkan sistem imun,&quot; jelas Esti melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui bahwa penyebaran Covid-19 sangat bergantung pada sistem imun manusia. Meskipun dapat meningkatkan sistem imun, disebutkan Esti jamu ini hanya berfungsi sebagai suplemen, bukan sebagai obat penyembuh Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Jamu mulai diproduksi sejak Kamis (26/3), sebanyak 150 botol dan berisi 250 ml perbotol. Target utama produk tersebut adalah para dokter dan perawat di rumah sakit. Kemudian, hingga Jumat (27/3) tim berhasil memproduksi total 300 botol jamu dan dibagi ke beberapa civitas academica Unmul, termasuk petugas pengaman yang sedang bertugas sebagai testimoni awal.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum jamu tersebut akan diproduksi massal, Tim Satgas Covid-19 meminta agar mereka yang telah mengonsumsi jamu tersebut agar mengisi <em>google form</em>, terkait manfaat yang dirasakan. Ternyata dikatakan Esti tanggapan yang diberikan sangat positif, seperti banyak yang merasa tubuhnya lebih segar, tidur lebih nyanyak, serta badan terasa enteng.</p><p style="text-align: justify;">Pada produksi jamu selanjutnya akan lebih banyak, dengan target 500 botol perhari. Sebelumnya untuk pemesanan jamu dilakukan melalui grup peneliti Unmul, hingga grup-grup dosen Unmul. &quot;Ke depannya dapat pesan ke Tim Satgas Covid-19 Unmul atau melalui saya,&quot; ungkap dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) itu.</p><p style="text-align: justify;">Jamu tersebut akan diberikan secara gratis nantinya, sehingga ada beberapa hal yang harus dipenuhi pemesan, yakni tujuan penggunaan yang jelas dan dibuktikan dengan adanya dokumentasi. Hal ini merupakan bentuk pertanggungjawaban Tim Satgas Covid-19 Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Namun, untuk saat ini Tim Satgas Covid-19 masih memprioritaskan penyaluran jamu yang diproduksi untuk tenaga medis di rumah sakit yang bertugas menangani Covid-19. Jika target tersebut sudah terpenuhi, maka jamu ini akan bisa dinikmati oleh masyarakat luas, khususnya di Samarinda dengan tanpa biaya.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh pendaanaan yang digunakan hingga saat ini bersumber dari iuran Tim Satgas Covid-19 dan dibantu oleh IDI Kaltim. Selain itu mereka juga bekerja sama dengan KPH Kandilo sebagai penyuplai madu kelulut, serta mahasiswa yang turut andil dalam penelitian sekaligus pembuatan jamu.</p><p style="text-align: justify;">Tim Satgas Covid-19 juga bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul sebagai distributor jamu ke pihak rumah sakit. Kabar baiknya, menurut Esti sudah ada beberapa perusahaan yang ingin bekerja sama dan membantu pendanaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapan saya, jamu ini bisa memberikan kepercayaan diri kepada masyarakat bahwa sebenarnya Covid-19 ini bisa sama-sama kita tanggulangi, semuanya berperan. Jadi masyarakat itu tidak khawatir, tidak was-was,&quot; tutupnya. <em><strong>(hlm/ubg/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Psychobabble, Sebuah Stigma Bagi Psikologi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/psychobabble-sebuah-stigma-bagi-psikologi/baca </link>
<guid> psychobabble-sebuah-stigma-bagi-psikologi </guid>
<pubDate> Thu, 02 Apr 2020 12:03:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini terkait stigma dalam ilmu pengetahuan psikologi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/psychobabble-sebuah-stigma-bagi-psikologi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z3TrUIBAmw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Psychobabble, Sebuah Stigma Bagi Psikologi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Psikologi, apa yang pertama kali timbul di benak kalian setelah membaca istilah tersebut? Orang yang berada di lingkup psikologi adalah paranormal? Atau menganggap seorang psikolog dapat membaca pikiran? Sebagian besar orang akan berpikir seperti itu. Saya mengaku saya pun demikian, sebelum berada di dalam lingkup psikologi. Saya termasuk orang-orang yang percaya dengan akun psikologi di media sosial, yang mem-posting gambar-gambar yang entahlah mungkin dipilih secara acak oleh pemilik akun, kemudian setelah memilih salah satu gambar tersebut maka kita mengetahui bagaimana kepribadian kita yang sebenarnya. Serta dulu saya juga percaya dengan <em>quotes</em> yang sering tersebar di media sosial yang memiliki embel-embel seperti &ldquo;Psikologi mengatakan..&rdquo; atau &ldquo;Dalam dunia psikologi ini tanda bahwa&hellip;&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;">Ketidaktahuan dan pandangan awam mengenai psikologi ini ada dan berkembang, tersebar luas di media sosial, dan ditelan mentah-mentah oleh pengguna media sosial. Sampai akhirnya ada orang-orang yang butuh penanganan serius mengenai kejiwaan mereka tertelan oleh ketidaktahuan dan jatuh ke dalam perangkap yang mengatasnamakan psikologi. Seperti kasus paduka DS yang terjadi beberapa bulan lalu. Lucu sekali jika mengingat bahwa DS berhasil menyembuhkan penderita bipolar, padahal di dalam keilmuan psikologi, bipolar adalah gangguan yang tidak bisa disembuhkan karena ia merupakan sebuah kasus kompleks yang melibatkan peran otak dalam diri seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena inilah yang dinamakan <em>psychobabble</em> atau <em>pseudosains</em> atau psikologi popular, di mana masyarakat percaya akan stigma-stigma bahwa psikolog adalah paranormal, percaya dengan test gambar di media sosial, dan lain-lain. Sedangkan, pengertian psikologi itu sendiri adalah ilmu yang memperlajari jiwa, tingkah laku, dan proses mental seseorang. Di mana seorang psikolog dapat mengetahui bagaimana kepribadian seseorang dengan cara melihat dinamika kebiasaan dan tingkah laku, tidak dengan cara spontan. Perbedaan pokok antara <em>psychobabble</em> dan psikologi ilmiah adalah <em>psychobabble</em> memberi konfirmasi atau pembenaran atas pandangan atau keyakinan yang ada (ini sebabnya <em>psychobabble</em> sangat menarik perhatian awam), sedangkan psikologi ilmiah justru seringkali mempertanyakan keyakinan dan pandangan yang beredar di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena <em>Psychobabble</em> ini ternyata sudah ada sejak abad ke-18 dan 19. Seperti pada tahun 1800-an para pendiri psikologi melakukan kesalahan yang cukup dahsyat dengan menciptakan teori <em>phrenology</em>. Dimana <em>Phrenology</em> itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti pelajaran mengenai pikiran. Dalam teori ini mereka mengatakan bahwa sifat-sifat seseorang dapat terbaca melalui benjolan tengkorak. Padahal sejatinya, otak kita terdiri dari saraf-saraf kompleks yang membentuk sebuah jaringan agar kita dapat menggunakannya sebagai alat berpikir untuk berinteraksi, bereaksi, belajar, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Lalu apa yang harus kita lakukan agar kita dapat terhindar dari <em>psychobabble</em> di masa sekarang?</p><p style="text-align: justify;">Cara agar kita dapat terhindar dari <em>psychobabble</em> adalah dengan menerapkan cara berpikir kritis dan kreatif terhadap psikologi. Berpikir kritis (critical thinking) kemampuan untuk membuat penilaian terhadap sejumlah pernyataan dan membuat keputusan objektif berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan berdasarkan fakta-fakta yang mendukung, bukan berdasarkan pada emosi dan anekdot. Dengan berpikir kritis, kita menjadi lebih kreatif dan konstruktif dalam menjelaskan berbagai alternatif dalam menghadapi permasalahan yang ada. Berikut adalah panduan penting yang dapat digunakan dalam proses berpikir kritis :</p><p style="text-align: justify;">Pertama, ajukan pertanyaan. Karena berdasarkan hasil observasi Vincent Ruggiero (1988), &ldquo;Mekanisme pemicu untuk berpikir kreatif adalah kecendrungan untuk ingin tahu, untuk berpikir, untuk menyelidiki, untuk bertanya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kedua, mendefiniskan. Istilah yang digunakan, dalam bertanya gunakan pemilihan kata yang baik agar tidak menimbulkan pertanyaan rancu yang justru membawa kepada jawaban-jawaban yang menimbulkan kesalahpahaman.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, menilai fakta. Para ilusionis seperti Andre Kole mengatakan bahwa orang-orang cenderung mempercayai fakta-fakta yang terlihat oleh mata mereka, meskipun hal tersebut terlihat tidak masuk akal dan menyesatkan.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, menganalisis berbagai asumsi dan bias, asumsi adalah keyakinan-keyakinan yang diterima begitu saja, tanpa dipertanyakan lagi. Dan bias adalah ketika sebuah asumsi atau keyakinan mencegah kita mempertimbangkan fakta secara adil atau membuat kita sepenuhnya mengabaikan fakta yang ada. Itulah mengapa, seorang yang berpikir kritis harus mencari atau mengevaluasi asumsi dan bias yang beredar. Dan lebih percaya kepada fakta yang ditemukan.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, hindari penalaran yang bersifat emosional, dalam berpikir kritis, seseorang yang memiliki komitmen kuat terhadap suatu pandangan dapat membuat seseorang berpikir lebih berani untuk mempertahankan ide-ide yang tidak populer, dan cenderung mencari fakta-fakta yang mendukung adanya teori-teori baru yang kreatif. Namun, jika sebuah pandangan selalu disasarkan pada persaan dan mengabaikan pemikiran jernih, maka hal tersebut dapat berakibat fatal. Seperti kesimpulan yang dikatakan oleh Edward de Bono (1981), &ldquo;Penganiayaan, perang, penyiksaan, adalah akibat fatal dari firasat yang selalu didasarkan pada keyakinan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Keenam, jangan terlalu menyederhanakan masalah. Salah satu bentuk sikap yang terlalu menyederhanakan masalah adalah berargumentasi dengan anekdot, dimana seseorang melakukan generalisasi berdasarkan sebuah pengalaman pribadi atau hanya menggunakan beberapa contoh untuk mencapai kesimpulan. Anekdot ini juga seringkali menjadi sumber terciptanya streotip, karena ia bersifat menggeneralisasi. Seorang pemikir kritis, haruslah menjadi orang yang menolak melakukan generalisasi yang terlalu cepat serta menolak untuk berpikir &ldquo;secara kaku&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Ketujuh, mempertimbangkan berbagai interpretasi lain, seseorang yang berpikir kritis dan kreatif haruslah menciptakan banyak penjelasan yang masuk akal atas permasalahan yang sedang dihadapi.</p><p style="text-align: justify;">Kedelapan, mentolerir ketidakpastian, dan pada akhirnya, berpikir kritis menunjukkan kepada kita bahwa ada hal-hal yang tidak pasti di dunia ini. Para pemikir kritis harus bersedia menerima kondisi tidak pasti, jangan takut untuk mengatakan &ldquo;saya tidak tahu,&rdquo; atau &ldquo;saya tidak yakin&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Karena dengan pengakuan tersebut, seseorang akan lebih terpacu untuk berpikir lebih kreatif lagi. Vincent Ruggiero (1988) mengatakan, &ldquo;Masalahnya tidak disebabkan karena seseorang mengikuti suatu ide, tetapi karena penolakan untuk mengikuti ide itu meskipun masuk akal. Kita boleh saja mempunyai suatu keyakinan dan menjadikannya sebagai pedoman, tetapi sebaiknya menyertainya dengan sikap bersedia meninjaunya kembali bila diperlukan, ketika ditemukan fakta baru.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Demikianlah penjelasan mengenai <em>psychobabble</em> serta cara-cara untuk menghindarinya. Artikel ini ada dan dibuat bukan untuk merendahkan pihak lain, melainkan meningkatkan kesadaran pembaca bahwa banyak sekali orang yang menjadikan psikologi sebagai suatu ilmu yang dapat memperdaya orang lain dan memprovokasi orang lain untuk melakukan hal-hal tertentu. Dan fenomena ini seringkali terjadi di media sosial. Meski tidak menutup kemungkinan bahwa ada para psikolog dan para psikiater hebat yang dapat kalian temui di media sosial.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Yasmin Dieva Islamiyah, Kader Himpunan Mahasiswa Psikologi FISIP Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tetap Produktif Kala Social Distancing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tetap-produktif-kala-social-distancing/baca </link>
<guid> tetap-produktif-kala-social-distancing </guid>
<pubDate> Fri, 03 Apr 2020 11:59:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jangan lupa untuk tetap produktif selama social distancing. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tetap-produktif-kala-social-distancing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VhQgPdO0J0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tetap Produktif Kala Social Distancing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Himbauan dari pemerintah pusat dan daerah untuk tetap berada di rumah dan membatasi aktivitas di tempat umum atau <em>social distancing</em> menjadi ramai diperbincangkan. Dengan melakukan imbauan tersebut, diharapkan dapat mengurangi penyebaran Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;">Imbauan tersebut menjadi kabar gembira bagi mahasiswa yang kurang menyukai aktivitas di luar rumah. Sekaligus menjadi kabar buruk bagi mahasiswa yang suka atau sering melaksanakan aktivitas di luar seperti mengikuti kegiatan sosial, berorganisasi, belajar bersama, jalan-jalan, ataupun sekadar berkumpul bersama teman-teman.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, banyaknya waktu yang bisa dihabiskan di rumah, seringkali dimanfaatkan untuk bersantai-santai. Tak jarang juga bisa mengundang rasa bosan hingga menunda berbagai pekerjaan yang sebenarnya bisa dilalukan.</p><p style="text-align: justify;">Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di rumah untuk mengurangi rasa bosan selama <em>social distancing</em>. Terlebih bagi kamu yang butuh penyesuaian diri agar tetap produktif walaupun tetap berada di rumah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Mengerjakan Tanggungan</strong></p><p style="text-align: justify;">Momen di rumah memang paling pas digunakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen. Jangan menunggu banyak dan menumpuk, apalagi mendekati <em>deadline</em> kamu akan kewalahan nantinya. Selain mengurangi rasa bosan, kegiatan ini juga menambah produktivitas di rumah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Melakukan Hobi</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengisi waktu senggang, sangat baik juga untuk melakukan hobi. Terkadang hobi tersebut sering tersingkirkan karena sibuk selama kuliah. Selain bisa menjadi salah satu kegiatan penghilang kebosanan, kamu bisa lebih produktif melakukan hobimu seperti menonton film, membaca buku, belajar memasak, main <em>game</em>, atau bahkan tidur seharian.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Kumpul Keluarga</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagi yang tinggal bersama orang tua, waktu di rumah aja merupakan saat yang tepat untuk kumpul bersama. Karena kesibukan di luar, terkadang komukasi langsung jarang terjadi. Nah, kamu bisa luangkan waktu untuk berkumpul dan berbincang hangat bersama mereka. Selain menghilangkan kebosanan, berbincang mengenai kegiatan perkuliahan sambil menonton tv dan menyantap kudapan akan menambah kehangatan keluarga.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Telepon Kerabat atau Orang Terkasih</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang tinggal jauh dari orang tua dan sanak saudara tentu semakin membuatmu makin bosan di indekos. Situasi seperti saat ini, menimbulkan kecemasan tersendiri bagi setiap orang hingga orang-orang terdekat mereka. Menghubungi mereka yang jauh di sana, sekadar memberi kabar bahwa kita dalam keadaan baik-baik saja tentu akan memberikan rasa lega agar mereka tidak khawatir. Kamu juga bisa terus mendapat kabar terbaru dari kampung halaman dengan terus berkomunikasi dengan mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Evaluasi Diri</strong></p><p style="text-align: justify;">Momen tetap berada di rumah juga menjadi waktu yang pas untuk istirahat dari kesibukan yang tiada habisnya. Kini saatnya kamu untuk merenung dan mengevalusi diri sendiri, serta mulai menyusun rencana untuk hari-hari berikutnya. Saatnya merancang masa depan dan tetap produktif meski hanya di rumah saja.</p><p style="text-align: justify;">Selain menerapkan beberapa tips di atas, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat. Terlebih dalam situasi seperti saat ini, penting untuk tetap berada di rumah dan jangan lupa untuk tetap produktif dan jaga kesahatan.<em><strong>&nbsp;(khn/eng/fhl/bey/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bait Perpisahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bait-perpisahan/baca </link>
<guid> bait-perpisahan </guid>
<pubDate> Sat, 04 Apr 2020 11:21:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi tentang perpisahan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bait-perpisahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g43P0MaGFx.png" />
					</figure>
			                <h1>Bait Perpisahan</h1>
			              </header>
			              <p>Dalam sebuah acara pertemuan, ku ramal kau akan menderita kehilangan</p><p>Sebab pertemuan mana yang tak menyisakan jejak saat ia diabadikan?</p><p>Pertemuan mana yang tak sisakan bekas pena saat ia dituliskan?</p><p><br></p><p><em>Pipimu memerah, kapan matamu menitikan air mata? Tanyaku kala itu</em></p><p><br></p><p>Bukan maksud ingin mendoa</p><p>Tapi acapkali begitu adanya</p><p>Naif tak menjadikanmu manusia paling utuh di muka bumi</p><p><br></p><p>Siapkah kau melepas genggaman yang sudah nyata menjadi doamu tiap malam?</p><p>Siapkah kau menyaksikan kepergian yang tak kenal kata pulang saat langit temaram?</p><p>Kesiapan memang sukar dilatih, bahkan ketika langkah sudah tertatih.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Mahasiswa Rantau di Tengah Pandemi Corona </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-mahasiswa-rantau-di-tengah-pandemi-corona/baca </link>
<guid> dilema-mahasiswa-rantau-di-tengah-pandemi-corona </guid>
<pubDate> Sun, 05 Apr 2020 11:37:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dilema mahasiswa rantau di tengah pandemi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-mahasiswa-rantau-di-tengah-pandemi-corona/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VXD8D6p0D8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Mahasiswa Rantau di Tengah Pandemi Corona</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pandemi virus corona (Covid-19) yang belum menemukan titik terang, membuat beberapa aktivitas masyarakat terhambat. Himbauan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meminta agar warga melakukan seluruh kegiatan dari rumah, seperti bekerja, beribadah, hingga proses pembelajaran. Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah asalnya tak luput terkena imbasnya. Dilema sedang dihadapi oleh pilihan menetap di tanah rantau atau kembali ke kampung halaman.</span></p><p style="text-align: justify;">Andi Ainun Namri salah satu dari mahasiswa yang mengalami kebimbangan. Ainun, sapaan akrabnya berasal dari Kota Bontang. Sebagai mahasiswa perantau, Ainun mengaku telah nyaman dengan rutinitas perkuliahan namun pandemi yang sedang melanda menggoyahkan pilihannya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Ainun memilih untuk kembali ke Bontang. Ia merasa lebih aman saat berada di rumah dan keluarganya meminta ia untuk kembali. Saat kembali ke rumah, pihak keluarga melakukan sterilisasi dengan menggunakan disinfektan kepada Ainun melalui penyemprotan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku putuskan untuk balik, orang tua juga minta, aku langsung lapor ke Dinkes setempat dan oleh pemerintah langsung meminta aku isolasi 14 hari, ini sudah hari ke 8 dan tidak ada pemeriksaan lebih lanjut, kecuali kalau aku bergejala,&rdquo; ungkap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) ini, Jumat (3/4).</p><p style="text-align: justify;">Keputusannya menjadikan Ainun sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) meski begitu ia mengaku hal tersebut biasa dan tidak mengartikan pandangan negatif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagiku, ODP itu hanya status untuk seseorang yang lepas berpergian seperti aku. Selama kita patuhi perintah pemerintah, aman aja, keluarga dan lingkungan sekitar rumah juga sejauh ini biasa saja walau aku ODP,&rdquo; tutur Ainun.</p><p style="text-align: justify;">Hal demikian juga terjadi pada salah satu mahasiswa Fakultas Hukum (FH) angkatan 2018 asal Kalimantan Utara (Kaltara). Dewi--bukan nama sebenarnya--mengaku bahwa masih nyaman berkegiatan di tanah rantau walau di tengah pandemi, namun ia harus kembali ke kampung halaman setelah berdiskusi dengan teman-teman yang tinggal seasramanya untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk di tanah rantau.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menjadikan ia dan teman-teman satu asramanya sebagai ODP sesampai di kampung halaman. Berbeda dengan Ainun yang mengaku hal ini merupakan hal biasa, Dewi mengaku merasa waswas mengenai statusnya.</p><p style="text-align: justify;">Lain pandangan dari Ainun dan Dewi, Lola Penni Lumi dan Josua Pramudya Lung memilih untuk tidak kembali ke kampung halaman.</p><p style="text-align: justify;">Lola sapaan akrabnya merupakan mahasiswa perantau dari Kabupaten Berau. Ia mengaku berat tidak dapat berkumpul kembali bersama keluarga dan berusaha menghadapi pandemi di tanah rantau dengan mandiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sedih banget enggak bisa pulang, sampai nangis, ingin kayak teman &ndash;teman lain bisa pulang, tapi ini demi kebaikan dan kesehatan keluargaku di sana (Berau),&rdquo; ucap mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi 2017 ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah dibujuk kedua orang tua untuk kembali, Lola memaparkan pertimbangannya untuk memilih menetap. Bagi Lola, pandemi corona adalah musuh saat ini yang harus dilawan secara tegas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Meski aku harus melakukan semuanya di kos, bahkan kayaknya bentar lagi tinggal aku aja yang di kos, tidak apa-apa,&rdquo; tambah Lola.</p><p style="text-align: justify;">Senada dangan Lola, Josua, panggilan sehari-hari mahasiswa program studi Ilmu Hukum mengaku bahwa sempat terbesit untuk berkumpul bersama keluarga di Ujoh Bilang, Mahakam Ulu. Namun, ia memutuskan untuk menetap di tanah rantau dengan alasan kesehatan dan kebaikan bagi keluarganya di sana.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun rasa khawatir kedua orang tua kerap menanyakan kapan Josua akan kembali ke kampung halaman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena sebelum pelarangan keluar itu udah tahu kalau memang <em>enggak</em> boleh balik. Lagipula jaringan <em>enggak</em> bagus disana, makanya <em>enggak</em> (balik), takut ketinggalan kuliah,&rdquo; pungkas Josua. <em><strong>(eng/syl/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Virus dalam Gerakan Melawan Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/virus-dalam-gerakan-melawan-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> virus-dalam-gerakan-melawan-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Tue, 07 Apr 2020 12:01:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah opini tentang maraknya pelecehan seksual di kalangan aktivis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/virus-dalam-gerakan-melawan-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CGOJrfCzQj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Virus dalam Gerakan Melawan Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kelamin. <em>Sange</em>. Urat malu. Retorika. Dialektika. Aktivis. Kemanusiaan. &nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Belum lama ini saya membaca utas di <em>Twitter</em> tentang seorang perempuan yang diperdaya, dijadikan budak seks oleh kekasihnya sendiri dengan melakukan hubungan badan berkali-kali sehingga hamil berkali-kali, lalu dipaksa meminum obat penggugur kandungan berkali-kali dengan dalih: <em>fetish</em>-<em>fetish</em> tahi anjing. Laki-laki itu kemudian enggan bertanggungjawab, sementara keluarganya bersikap sama saja. Padahal, dia berpendidikan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">13 November 2018, Lingkar Studi Kerakyatan mengeluarkan pernyataan sikap atas tiga pelaku pelecehan dan kekerasan seksual bernama Jamaluddin, Nalendro Priambodo, dan Sapri Maulana. Ketiganya bukan orang sembarangan, mereka punya nama dan dikenal memiliki integritas, keberpihakan luar biasa pada gerakan pembebasan perempuan dari belenggu kekerasan maupun cara pandang patriarkal yang selama ini dipahami sebagai bentuk opresi paling sistematis dan tertua dalam sejarah peradaban manusia.</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini, kasus kekerasan seksual yang melibatkan aktivis-<em>male feminist</em> terjadi lagi. Dilakukan sedemikian keji oleh Ade Fachrizal Rizky kepada sejumlah korban. Mulai dari perselingkuhan yang mengakibatkan penyintas mengalami gejala trauma dalam bentuk <em>trust issue</em>, penghakiman negatif, kekerasan verbal, fisik, hingga memaksa penyintas lainnya untuk berhubungan badan tanpa kesepakatan dan mengancam akan mengadukan kepada orang tua penyintas tanpa sama sekali mempertimbangkan psikis, apalagi masa depan penyintas.</p><p style="text-align: justify;">Yang dikedepankan hanyalah hasrat <em>sange</em>-<em>kaga</em>-<em>ketampung</em> (sagapung) yang menggebu, yang mesti ditunaikan buru-buru. Masa bodoh dengan teoritikal yang sudah dipelajari bertahun-tahun, diskusi-diskusi yang pernah diisi, maupun ratusan aksi massa atas nama pembelaan hak perempuan yang sempat dihadiri. Akhirnya, gara-gara <em>sange</em> sebelanga, rusak perjuangan yang belum sampai setitik.</p><p style="text-align: justify;">Sungguh, saya tidak menyangka orang-orang ini bisa melakukan perbuatan demikian, kendati berkali-kali saya mendengar bahwa siapa saja bisa jadi korban atau bahkan pelaku, sekalipun ia orang yang sadar. Jargon-jargon perlawanan ternyata cuma manis di bibir, sama bejat dengan pejabat yang selama ini dikritisi habis-habisan. Saya muak, malu, sekaligus sedih.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dari sekian banyak kasus pelecehan seksual yang pelakunya adalah aktivis, saya melihat adanya pola yang sama. Tentang mengapa selalu saja ada kelompok atau kolektif yang membela pelaku? Ideologi macam apa yang sebenarnya dianut? Perspektif yang bagaimana yang sedang dipakai? Pemahaman tokoh mana yang diaminkan? Dan, buku apa yang menjadi rujukannya?</p><p style="text-align: justify;">Kekerasan terhadap perempuan di ranah privat dengan korban dan pelaku berada dalam relasi perkawinan, pacaran, dan relasi intim lainnya menjadi kasus yang paling sering dilaporkan sekaligus yang persentasenya paling tinggi. Catatan Tahunan (Catahu) yang dirilis Komisi Nasional Anti Kekerasan Perempuan 2020 menunjukkan jumlah kekerasan terhadap perempuan di ranah personal mencapai 75 persen atau 11.105 kasus dari total 431.471 kasus yang dilaporkan. Khusus untuk kasus kekerasan dalam pacaran sebanyak 16 persen atau 1.815 kasus. Jika diakumulasikan dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792 persen (meningkat hampir delapan kali lipat dalam 12 tahun).</p><p style="text-align: justify;">Solusinya sudah pasti bukan Indonesia Tanpa Pacaran, tetapi gerakan penyadaran tanpa henti kepada laki-laki maupun perempuan serta bersepakat terhadap konsep kesetaraan dalam segala hal yang diwujudkan melalui praktik hidup keseharian.</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa kekerasan seksual ini juga kian menyadarkan saya dan semoga juga Anda yang membaca ini, bahwa terdapat virus tak kasat mata yang sewaktu-waktu berpotensi merusak proses perjuangan pembebasan perempuan. Solidaritas, pencerdasan massal, dan pengembangan organisasi atau komunitas perjuangan perempuan harus dilakukan seluas-luasnya. Apalagi, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) yang juga belum kunjung disahkan, sedangkan pemerintah sibuk mengurusi UU Cipta Kerja yang justru menyengsarakan rakyat. Belum lagi serangan dari kaum misoginis berkedok agama yang terus bergelora menentang RUU P-KS, semoga tidak menjadikan perjuangan ini semakin berat.</p><p style="text-align: justify;">Berakhirnya kasus kekerasan seksual mahasiswa UGM dengan kesepakatan damai dan dikriminalisasinya Ibu Baiq Nuril yang melaporkan pelaku pelecehan seksual adalah sekelumit realitas bahwa budaya impunitas di mana pelaku kekerasan bisa bebas dari hukuman, masih mengakar. Sudah waktunya relasi kuasa--yang dalam fokus opini ini dilakukan pelaku karena ilmu pengetahuan dan senioritas--dihapuskan. Begitupula dengan kebiasaan <em>victim blaming</em>, <em>revenge porn</em>, hingga klarifikasi diplomatis yang acapkali dilakukan pelaku demi menyelamatkan nama baik belaka. Sudah saatnya laki-laki dan perempuan bersekutu melawan kekerasan seksual.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Karenanya, pemecatan, pencabutan hak, maupun penjegalan pelaku dalam setiap momentum dan kesempatan adalah sikap paling tepat yang diambil oleh organisasi tempat pelaku berlindung. Pelaku harus dibuat jera sebagai langkah dalam upaya memutus rantai kekerasan seksual. Jangan pernah sekalipun menjadikan pelaku kekerasan seksual sebagai pemateri atau mengambil peran dalam agenda-agenda penting. Dan, mari berada di pihak penyintas. Hentikan diskriminasi pada mereka. Kalau tidak bisa bersolidaritas, maka lebih baik diam saja.</p><p style="text-align: justify;">Secara pribadi, menarik bagi saya menunggu langkah yang akan diambil para pelaku kekerasan seksual ini. Apakah akan jadi laki-laki baru atau justru hanya berakhir seperti Arman Dhani dengan tulisan &lsquo;Mengapa Saya Diam?&rsquo;. Akhirnya, selain berhati-hati dengan pandemi <em>Covid-19</em>, tolong hati-hati juga dengan predator kekerasan seksual. Mereka ada di mana-mana. Tidak terlihat dan mematikan.</p><p style="text-align: justify;">Hidup Perempuan yang Berlawan!</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Amelia Rizky Yunianty, Mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial, FISIP. &nbsp;</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maju Mundur Ungkap Jerat Predator Seksual Berkedok Aktivis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maju-mundur-ungkap-jerat-predator-seksual-berkedok-aktivis/baca </link>
<guid> maju-mundur-ungkap-jerat-predator-seksual-berkedok-aktivis </guid>
<pubDate> Wed, 08 Apr 2020 11:50:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kekerasan seksual lingkup kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maju-mundur-ungkap-jerat-predator-seksual-berkedok-aktivis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9VPMpweaqE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maju Mundur Ungkap Jerat Predator Seksual Berkedok Aktivis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sabtu (4/4) lalu, beredar sebuah kronologi kekerasan dan kejahatan seksual yang dilakukan oleh Ade Fachrizal Rizky (Ade Gembung) dalam unggahan Instagram akun <em>himapsos_unmul</em>. Diketahui, dari unggahan tersebut terdapat tiga orang yang menjadi korban Ade. Yang kemudian memberikan keterangan terkait tindakan kekerasan seksual yang mereka alami.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> berkesempatan untuk menghubungi salah satu penyintas, yakni Nia&mdash;bukan nama sebenarnya. Nia mengaku menjalin hubungan dengan Ade sejak September 2016. Kendati demikian, ia merasa hubungan keduanya berjalan secara &ldquo;sehat&rdquo; selama tiga bulan. Selama rentang waktu itu, sukar bagi Nia untuk terlepas dari jerat Ade yang ia anggap lihai dalam memanipulasi setiap pihak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku berhubungan dengan dia (Ade) selama 2 tahun 10 bulan, selebihnya aku mendapatkan kekerasan fisik maupun psikis, aku tidak bisa melawannya. Ade membuatku menjadi karakter yang tidak disukai orang-orang. Hal tersebut membuat mentalku jatuh, dia membuatku tidak layak dicintai oleh orang lain selain dia, itu susahnya pada saat itu,&rdquo; tutur Nia kepada <em>Sketsa</em>, Minggu (5/4).</p><p style="text-align: justify;">Puncaknya, ketika Nia semakin penasaran dan akhirnya mendatangi Ade guna menanyakan kejelasan hubungan Ade dengan perempuan lain yang selama ini ia dengar. Nia merasa Ade kerap kali menyembunyikan hal tersebut darinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat aku meminta bukti dengan memeriksa HP Ade, dia selalu menepis dan meminta putus, aku setuju. Saat HP tersebut dia berikan ke aku, ternyata benar terdapat <em>chat</em> seperti itu dengan orang lain. Tapi, setelah itu dia malah membabi buta ke aku. Melakukan penyerangan saat itu pada malam hari,&rdquo; ujar Nia.</p><p style="text-align: justify;">Adapun bentuk kekerasan fisik yang dialaminya seperti penamparan, penendangan pada bagian pinggang dan perut, pencekikan, hingga melindas kaki Nia dengan motor milik Ade. Pada saat ia tak berdaya, Ade merasa bersalah dan berusaha mengobati cedera yang diderita Nia setelah kejadian. Hal tersebut yang membuatnya hingga saat ini enggan melakukan visum, mengingat saat kejadian Nia merasa bingung akan perubahan sikap Ade yang drastis.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan kronologi yang beredar, beberapa kali setiap setelah perkelahian, Ade mengajak Nia untuk berhubungan seksual. Ajakan tersebut langsung ditolak oleh Nia, namun apa daya jika ditolak Ade akan jengkel dan meminta putus kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">Enam bulan pasca kandas hubungan keduanya, Nia melihat satu edaran di media sosial. Rupanya Ade menjadi pembicara dalam kegiatan memperingati <em>International Woman&rsquo;s Day</em> yang saat itu diselenggarakan di Tarakan pada 12 Maret 2020.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berangkat dari sana aku geram, pelaku kekerasan masih diberikan panggung seolah tidak melakukan apapun. Lantas, aku enggak mau berdiam diri dan mulai <em>speak up</em>, aku tidak mau ada korban lain selain aku,&rdquo; terang Nia.</p><p style="text-align: justify;">Ia memulai buka suara dengan mendatangi organisasi yang menaungi keduanya untuk memberikan bukti serta membentuk tim Kawan Penyintas dari berbagai organisasi sembari melakukan investigasi lebih lanjut. Setelah langkah tersebut ditempuh, Nia mengaku korban-korban lain berani mengikuti jejaknya, terhitung terdapat empat korban, namun satu di antaranya memilih untuk bungkam.</p><p style="text-align: justify;">Meski mengaku mendapat intimidasi dari beberapa pihak, Nia mengaku tak gentar dan akan terus menelisik lebih dalam kasus ini hingga Ade menadapat hukuman yang setimpal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini belum ada laporan ke pihak kepolisian karena hukum negara saat ini justru menyudutkan si korban, oleh karena itu aku dan tim masih mencari cara. Paling tidak dia mendapat sanksi sosial atas perbuatannya, jangan beri ruang bagi predator kekerasan untuk bersuara,&rdquo; ucap Nia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pengakuan hingga Tudingan</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak mau berdiam diri, Ade kemudian membuat sebuah pernyataan terbuka guna mengklarifikasi berbagai kabar yang beredar. Pernyataan tersebut diunggah Ade pada akun Instagram miliknya (<em>ade_fachrizal</em>), meski saat ini akun tersebut telah lenyap. Namun, banyak yang menduga bahwa pernyataan tersebut bukan hasil tulisan Ade seutuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan dalam unggahan <em>Instastories himapsos_unmul</em> (4/4), tulisan Ade disandingkan dengan pernyataan dari &lsquo;pelaku lainnya tahun 2018&rsquo; yakni Jamaluddin. Kecurigaan ini muncul karena terdapat kemiripan tulisan Ade dengan pernyataan yang dibuat oleh Jamal dua tahun lalu, sehingga diberi cetak merah sebagai tanda bagian yang mengalami perubahan.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual/baca)"><em>https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/penyintas-lain-dan-pengakuan-pelaku-pelecehan-seksual/baca</em>)</a></p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi <em>Sketsa</em> melalui pesan WhatsApp, Ade membantah jika dirinya melakukan plagiasi terhadap tulisan Jamal. Ade mengaku jika dia tidak pernah lagi bertemu dengan Jamal sejak 2017, bertemu pun hanya di Aksi Kamisan. Dia mengirimkan tangkapan layar catatan ponselnya yang berisi pernyataan yang dibuat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini surat yang aku buat sendiri, silakan dilihat tanggalnya. Kalau dibilang (plagiat) sih enggak benar. Karena aku sendiri yang nulis, bahkan aku punya saksi yang ngelihat aku nulis tulisan itu,&rdquo; jawab Ade, Minggu (5/4).</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, Ade tidak terlalu mempermasalahkan tudingan plagiat tersebut. &ldquo;Ya kalau kulihat sih emang kayak ada kemiripan, cuma aku bingung <em>copas</em>-nya di mana,&rdquo; timpalnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kronologi dari penyintas yang telah beredar, Ade tak menampik jika memang benar ia pelakunya. Sesuai dengan pernyataan yang dibuat. Namun menurutnya, kronologi yang disampaikan penyintas tidak berimbang. Masalah antara ia dan penyintas sebenarnya sudah selesai. Dia kemudian membagikan tangkapan layar percakapnnya dengan Nia, jika mereka sudah berdamai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya antara aku dan penyintas itu sudah <em>clear</em>, cuma enggak tahu kenapa dikuak dan mengatakan ini kasus kekerasan seksual,&rdquo; kata Ade.</p><p style="text-align: justify;">Ade dibuat bingung oleh pernyataan penyintas. Bahkan menurutnya, pada 2016 lalu Nia juga mendampingi Ade untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan penyintas lainnya. Selain itu, dikatakan olehnya hanya ada tiga penyintas yang pernah berurusan dengannya. Berbanding terbalik dengan pernyataan yang terdapat pada unggahan <em>himapsos_unmul</em>, jika masih ada penyintas lainnya yang belum mau buka suara.</p><p style="text-align: justify;">Ade tidak banyak memberikan jawaban secara jelas terkait tidak berimbang yang dimaksud, karena akan dihadirkan dalam kronologi yang akan dibuat. &ldquo;Gini ya, semakin aku sibuk mengklarifikasi, berarti semakin aku mengiyakan kalau itu benar aku lakukan. Aku sedang menyusun, nanti aku tulis dalam bentuk kronologi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia malah balik menuding jika penyintas juga pernah melakukan hal yang sama kepadanya. Disebutkan jika dia juga mendapatkan tindakan kekerasan dari penyintas 1 dan 2, termasuk yang menyebutkan adanya pengkhianatan dalam bentuk perselingkuhan. Dia bahkan menantang penyintas untuk mau mengakuinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gimana ceritanya kalau ini kekerasan seksual, sementara aku juga mengalami hal demikian dari yang mengaku sebagai penyintas,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernyataanku itu ya benar aku pernah melakukan, bahkan semua orang pernah melakukan. Lalu siapa yang berani mengatakan itu secara terbuka? Bahkan si penyintas yang pernah melakukan itu, apa berani jujur mengatakan kalau mereka juga adalah pelaku?&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Ade mengaku sedang menenangkan diri, dia juga merasa lebih baik di tempatnya sekarang. Baginya proses berubah tiap orang berbeda-beda, dan sekarang merupakan waktu yang tepat baginya untuk berubah. Dia kemudian mengapresiasi berbagai gerakan yang dibentuk dalam mengawal kasus ini. Segala konsekuensi akan diterima, termasuk jika dibawa ke ranah hukum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, itu sah-sah aja sih, dan aku mengapresiasi gerakan itu. Ya pasti akan siap akunya,&rdquo; tutup Ade.<em><strong>&nbsp;(wil/syl/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tetap Aman dan Nyaman Menatap Layar Monitor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tetap-aman-dan-nyaman-menatap-layar-monitor/baca </link>
<guid> tetap-aman-dan-nyaman-menatap-layar-monitor </guid>
<pubDate> Thu, 09 Apr 2020 13:00:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aman dan nyaman saat tatap layar laptop </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tetap-aman-dan-nyaman-menatap-layar-monitor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bVg4dm2xzI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tetap Aman dan Nyaman Menatap Layar Monitor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Istilah <em>Work From Home</em> (WFH) atau bekerja dari rumah semakin sering ditemui akhir-akhir ini. Banyak perusahaan mulai mengurangi aktivitas di kantor demi mencegah peyebaran Covid-19. Selain itu, kuliah daring juga mulai menjadi tren di kalangan mahasiswa, kuliah jadi lebih fleksibel dengan memanfaat laptop atau gadget masing-masing.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Selain untuk kebutuhan kuliah, seperti mengerjakan tugas atau ujian daring, banyak alasan yang buat orang-orang betah berlama-lama menatap layar komputer atau gadgetnya. Namun, berada di depan komputer atau gadget dalam jangka waktu lama tentu akan memberikan efek yang tidak baik bagi kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Hal umum yang terjadi bila terlalu lama berada di depan layar komputer atau gadget adalah gangguan kesehatan mata, sakit pada bagian punggung, leher, serta pusing. Jika hal ini dilakukan terus-terusan dalam jangka waktu yang panjang, tentu sangat beresiko menimbulkan dampak yang lebih buruk lagi bagi kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum semuanya terlambat, ada baiknya untuk menyimak beberapa tips berikut ini, agar kamu tetap rileks meskipun seharian berada di depan layar komputer atau gadget.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Posisi Duduk</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengatur posisi duduk saat berada di depan komputer atau gadget sangat penting. Jangan terlalu membungkuk karena dapat mengakibatkan tubuh cepat lelah terutama pada leher dan punggung. Atur posisi duduk senyaman mungkin ya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Jarak</strong></p><p style="text-align: justify;">Perhatikan juga jarak pandang terhadap layar komputer atau gadget agar tidak terlalu dekat. Karena radiasi yang dipancarkan oleh monitor tidak baik untuk kesehatan mata. Idealnya jarak mata ke monitor berkisar 45 cm.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Pencahayaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Kurangi tingkat kecerahan pada monitor komputer atau gadget agar tidak terlalu terang. Pancaran cahaya monitor yang terlalu terang dapat mengakibatkan mata cepat lelah. Kemudian hindari bekerja ditempat gelap, usahakan lampu ruangan cukup terang sehingga cahaya monitor tidak terlalu banyak masuk ke mata.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Istirahatkan Mata</strong></p><p style="text-align: justify;">Ternyata mata juga perlu istirahat. Saat di depan komputer atau gadget mungkin kamu jarang mengedipkan mata karena terlalu fokus dengan pekerjaan atau tugas kuliah. Cobalah untuk mengalihkan pandangan pada objek lain di sekitar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Gerakan Badan</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesekali bawa anggota tubuh untuk bergerak. Dimulai dari tangan, bahu, dada, leher, perut dan kaki. Lakukan setiap 30 menit sekali atau lebih, hal ini bisa membantu melancarkan peredaran darah dan juga untuk menghindari rasa pegal dan pusing. Cobalah untuk beranjak dari tempat duduk sementara waktu, sempatkan untuk berdiri atau berjalan agar tubuh tetap aktif bergerak.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Air Minum</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat duduk di depan layar komputer atau bekerja dengan gadget memang paling nikmat jika ditemani minuman favorit seperti segelas kopi atau teh hangat. Namun air putih adalah pilihan paling baik. Air bisa membantu agar kamu terhindar dari dehidrasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>7. Batasi Waktu</strong></p><p style="text-align: justify;">Menggunakan komputer atau gadget terlalu lama juga tidak baik. Batasi penggunaan nya untuk mengistirahatkan tubuh. Misalnya setiap satu jam kamu harus berhenti dari aktivitas pekerjaan kemudian mulai lagi setelah lima menit kemudian. Atau kamu bisa memberikan porsi menggunakan komputer maupun gadget paling lama tiga jam sehari, sehingga kamu bisa lebih produktif untuk melakukan pekerjaan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Intinya, buat tubuh senyaman mungkin saat beraktivitas menggunakan laptap, komputer atau gadget. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan selama di rumah, dan tetap produktif ya! <em><strong>(bey/eng/fhl/khn/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Disinfektan: Solusi atau Bahaya? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/disinfektan-solusi-atau-bahaya/baca </link>
<guid> disinfektan-solusi-atau-bahaya </guid>
<pubDate> Fri, 10 Apr 2020 11:55:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Disinfektan sebagai solusi ataukah bahaya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/disinfektan-solusi-atau-bahaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YybfBoQb5N.png" />
					</figure>
			                <h1>Disinfektan: Solusi atau Bahaya?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pandemi Virus Corona (Covid-19) masih menjadi topik utama perbincangan di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Saat ini, berbagai macam usaha dilakukan untuk memutus rantai penyebarannya. Masyarakat pun melalukan berbagai usaha untuk melindungi diri dari virus ini. Salah satunya adalah dengan menggunakan cairan disinfektan.</span></p><p style="text-align: justify;">Penggunaan cairan disinfektan semakin intens guna membunuh Covid-19. Penyemprotan disinfektan pun dilakukan pada berbagai tempat umum seperti fasilitas umum, jalan raya, daerah perkantoran, hingga ke perumahan. Tempat-tempat tersebut merupakan kawasan yang digunakan secara kolektif dengan kemungkinan penyebaran virus yang tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, penggunaan cairan disinfektan yang tidak tepat dapat membahayakan. Terutama penyemprotan langsung pada manusia. Pertama, disinfektan memiliki kandungan senyawa yang beragam. Di antaranya adalah senyawa <em>chlorin</em>, <em>hydrogen peroksida</em>, <em>creosote</em>, <em>aldehid</em>, <em>quaternary ammonium compunds</em> (<em>quats</em>), <em>idiofor</em>, dan alkohol. Cairan ini juga diketahui memiliki kandungan senyawa yang disebut dengan biosida dan memiliki kadar yang cukup tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>Klikdokter</em>, formula untuk membuat cairan disinfektan harus terdaftar pada badan EPA (<em>Environmental Protection Agency</em>). Hal tersebut diperlukan, mengingat senyawa yang diformulasikan dalam cairan disinfektan bekerja dengan cara merusak sel tubuh kuman, virus, dan bakteri.</p><p style="text-align: justify;">Maka, cairan ini akan lebih efektif jika digunakan dan diaplikasikan pada permukaan benda-benda yang ada di sekitar. Terutama pada benda yang sering digunakan. Senyawa yang terkandung di dalamnya memiliki dampak buruk terhadap kesehatan, apabila bersentuhan langsung dengan kulit dan wajah.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, disinfektan disinyalir dapat menyebabkan gangguan pernapasan akibat senyawa yang ada di dalamnya apabila terhirup.</p><p style="text-align: justify;">Tubuh manusia akan merespons hal tersebut apabila terjadi dalam jangka waktu pendek, dengan mengeluarkan zat beracun melalui sistem metabolisme tubuh. Tetapi, jika tindakan itu terjadi dalam jangka panjang mama sistem pertahanan tubuh akan menurun.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentunya dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada sistem pernapasan. Cairan disinfektan memiliki posibilitas tinggi terhirup secara tidak sengaja ketika disemprotkan langsung pada tubuh manusia.</p><p style="text-align: justify;">Merujuk pada bahaya tersebut, sebaiknya hindari penyemprotan cairan disinfektan secara berulang-ulang untuk menghilangkan dan mematikan virus. Cukup mencuci tangan untuk menangkal penyebaran virus secara rutin pada waktu-waktu yang penting. Contohnya ketika selesai berpergian dan memegang sesuatu.</p><p style="text-align: justify;">Dengan melakukan metode mencuci tangan secara benar dan tepat, kamu dapat mengoptimalkan tindakan pencegahan dan meminimalisir gangguan kesehatan lain yang bisa disebabkan karena penggunaan disinfektan yang tidak benar atau berlebihan.</p><p style="text-align: justify;">Disinfektan masih dianggap belum efektif untuk membunuh virus, kuman, dan bakteri apabila disemprotkan secara langsung ke tubuh manusia. Hal ini dikarenakan cairan disinfektan hanya mampu menyentuh bagian luar tubuh dan pakaian serta benda yang menempel pada tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Pasalnya, virus, kuman, dan bakteri yang menginfeksi tubuh masuk ke dalam sel-sel tubuh. Cairan disinfektan sebaiknya tidak disarankan untuk disemprotkan langsung pada tubuh manusia.</p><p style="text-align: justify;">Alih-alih untuk membunuh virus, penyemprotan disinfektan secara langsung ke tubuh manusia justru menimbulkan bahaya kesehatan lain pada manusia. Seperti potensi keracunan dan gangguan sistem pencernaan. Ini dapat terjadi apabila cairan tidak sengaja tertelan.</p><p style="text-align: justify;">Karenanya, sembari berjaga lebih baik hindari menyentuh mulut ketika sedang terjadi kontak dengan cairan disinfektan. Selalu tutup segitiga wajah apabila kamu hendak keluar rumah.</p><p style="text-align: justify;">Kamu juga dapat menggunakan masker sebagai tindakan pencegahan terhadap dampak buruk penyemprotan cairan disinfektan di tempat-tempat umum. <em><strong>(fir/rst/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kingdom Season 2: Melawan Parasit Penyebab Wabah Istana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/kingdom-season-2-melawan-parasit-penyebab-wabah-istana/baca </link>
<guid> kingdom-season-2-melawan-parasit-penyebab-wabah-istana </guid>
<pubDate> Sat, 11 Apr 2020 11:41:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melawan parasit </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/kingdom-season-2-melawan-parasit-penyebab-wabah-istana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/77kew8EtKI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kingdom Season 2: Melawan Parasit Penyebab Wabah Istana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Peperangan melawan wabah misterius yang mengubah orang-orang menjadi zombi yang haus darah dan daging manusia terus berlanjut. Berbagai misteri ini pun diungkap melalui musim kedua dari serial Netflix, Kingdom.</span></p><p style="text-align: justify;">Jika pada musim sebelumnya cerita lebih terfokus pada peperangan melawan para zombi dan konflik kerajaan menjadi cerita pendampingnya. Kali ini yang terjadi adalah sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Perebutan takhta kerajaan yang menegangkan dan penuh intrik kini menjadi fokus utama cerita. Putra mahkota kerajaan, Lee Chang (Ju Ji Hoon), harus memastikan agar kerajaan tidak jatuh ke tangan Ratu Cho yang haus kekuasaan.</p><p style="text-align: justify;">Masalah lain yang harus dihadapi Lee Chang adalah kelaparan yang melanda rakyat Sangju. Mereka terjebak dalam benteng, terkepung oleh para zombi yang siap memangsa kapan saja.</p><p style="text-align: justify;">Latar kerajaan era Dinasti Joseon masih menjadi keunggulan series ini dibanding dengan serial sejenis lainnya. Serial ini mampu membangun suasana tegang dengan elegan ala kerajaan melalui sinematografi yang ciamik nan mewah. Penggunaan efek <em>slow motion</em> dan efek suara juga semakin menambah rasa mencekam.</p><p style="text-align: justify;">Pada musim ini, karakter juga menunjukkan perkembangan yang luar biasa, jauh lebih baik dibandingkan dengan karakter pada musim sebelumnya yang cenderung stagnan. Tokoh Lee Chang yang digambarkan baik hati dan berani namun cenderung ragu dan takut untuk bertindak ini dapat lebih mampu untuk membuat keputusan seiring dengan berjalannya cerita.</p><p style="text-align: justify;">Tokoh lain yang menarik perhatian adalah Ratu. Menampilkan perkembangan yang luar biasa signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Ia ditunjukkan hanya sebagai boneka ayahnya untuk mendapatkan kekuasaan. Tokoh Ratu yang diperankan oleh aktris Kim Hye Jun ini benar-benar mampu memainkan emosi para penonton.</p><p style="text-align: justify;">Melalui tokoh Seo-bi (Bae Donna), juga terungkap berbagai rahasia mengenai wabah mengerikan ini, menjadikan cerita ini bukan hanya cerita zombi biasa. Meski pada musim ini cerita lebih terfokus pada konflik kerajaan, tidak serta merta menjadikan series ini kehilangan unsur menegangkan. Bahkan dapat dikatakan, musim ini jauh lebih menyeramkan dan penuh tragedi dibandingkan musim sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya harus bertempur melawan parasit istana, Lee Chang juga harus bertempur melawan parasit yang ternyata menjadi penyebab utama wabah ini. Tertarik melihat perjuangan pangeran kerajaan untuk menyelamatkan rakyatnya? Selamat menonton. <em><strong>(jen/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Paskah 2020: Kerja Kreatif di Balik Live Streaming Ibadah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/paskah-2020-kerja-kreatif-di-balik-live-streaming-ibadah/baca </link>
<guid> paskah-2020-kerja-kreatif-di-balik-live-streaming-ibadah </guid>
<pubDate> Sun, 12 Apr 2020 11:45:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Paskah berbeda tahun ini tak mengurangi esensinya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/paskah-2020-kerja-kreatif-di-balik-live-streaming-ibadah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/v88dennKDG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Paskah 2020: Kerja Kreatif di Balik Live Streaming Ibadah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Untuk pertama kalinya, tahun ini umat kristiani harus merayakan Paskah tanpa menghadirkan diri di rumah ibadah. Tentu saja, semua ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan aktivitas fisik selama virus corona (Covid-19) masih mewabah. Meskipun begitu, rupanya keterbatasan ini tidak menghalangi rumah ibadah maupun umat untuk tetap beribadah di rumah.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu perayaan yang ditunggu, Paskah kali ini hadir dalam bentuk yang berbeda. Dengan menggunakan fitur <em>live streaming</em> di YouTube, umat dapat turut serta merayakan Paskah bersama keluarga di rumah dengan tidak mengurangi esensi serta semangat yang ada. Di balik ibadah <em>online</em> yang digelar, terdapat tim yang harus bekerja dengan kreatif.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dilakukan oleh Ferren Novelin Laij, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) angkatan 2018 berikut ini. Ia yang tergabung dalam tim Veronica Photography bersama umat lainnya di Gereja Santo Lukas Temindung, Samarinda telah menyiarkan ibadah secara <em>online</em> sejak Misa Prapaskah IV pada Sabtu (21/3) lalu. Melalui kanal YouTube Dokumentasi Santo Lukas Temindung, terhitung mereka telah melakukan siaran hingga pagi ini (12/4) untuk perayaan Hari Raya Paskah.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ferren, ada beberapa hal yang perlu diusahakan selama mengurus <em>live streaming</em>. Pertama, membentuk kanal YouTube. Mulai dari membuat akun di Google hingga melakukan koneksi ke YouTube agar dapat menyiarkan ibadah secara <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, butuhnya aplikasi serta alat audio pendukung selama siaran berlangsung. Pada Santo Lukas sendiri, ia menuturkan bahwa mereka menggunakan aplikasi Open Broadcaster Software<em>&nbsp;</em>(OBS) Studio untuk menyokong keberlangsungan siaran. Selain aplikasi, perangkat seperti kamera video, mikrofon dan lainnya juga diperlukan selama siaran berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Ketika melangsungkan <em>live streaming</em>, ia menuturkan bahwa semua pihak yang terlibat telah melakukan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi di gereja itu memang hanya ada pastor dan orang-orang yang harus membantu dalam misa tersebut. Misalnya lektor bahkan misdinar tidak diperkenankan untuk mengikuti misa, kecuali untuk hari ini. Gereja juga menyediakan tempat cuci tangan umum di depan gereja, dan ketika masuk gereja juga ada bilik disinfektan. Di gereja juga harus menggunakan masker kecuali untuk pastor yang membawakan misa,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai antusiasme umat dalam mengikuti <em>live streaming</em> ini, Ferren menyebut bahwa umat tetap semangat dan antusias mengikuti ibadah berdasarkan jumlah penonton yang menyaksikan siaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Puji Tuhan antusias umat sangat tinggi, ya. Dilihat dari jumlah penontonnya, contohnya misa Kamis Putih mencapai 10 ribu penonton. Jadi bisa dilihat kalau antusias penonton itu sangat tinggi. Walaupun tidak bisa ke gereja, tapi punya niat yang besar untuk mau beribadah,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Kesulitan rupanya tak luput selama siaran ibadah berlangsung. Dikatakan Ferren, beberapa kendala terjadi saat siaran namun dapat diatasi dengan baik. Seperti mikrofon yang tak menyala, jaringan Wi-Fi yang kurang stabil, dan beberapa ketentuan YouTube yang harus ditaati terkait siaran yang dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya Jumat Agung. Video kita di-<em>remove</em> sama YouTube karena kita salah menggunakan <em>thumbnail</em>. Jadi kita pakai <em>thumbnail</em> tablo tahun lalu pada adegan Yesus disalib, dan memang dengan keadaan berdarah-darah, meskipun itu palsu dan hanya untuk drama saja. Tapi dilarang oleh YouTube karena kategori video kita adalah <em>made for kids</em>, jadi kurang cocok dengan <em>thumbnail</em> yang kita buat,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi pada saat <em>streaming</em>, sudah setengah jam berjalan tiba-tiba putus dan hilang, di-<em>remove</em> sama YouTube. Akhirnya kita <em>streaming</em> ulang lagi, walaupun sudah setengah jalan,&rdquo; ujarnya menambahkan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah perayaan Paskah usai, tidak berarti pekerjaan mereka dalam menyiarkan ibadah <em>online</em> lantas selesai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kan akan berlangsung sampai sekitar Mei, mengikuti imbauan Uskup. Jadi akan terus <em>streaming online</em> selama wabah corona ini belum berakhir. Semoga saja lancar sampai wabah ini berakhir,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ferren berharap, wabah ini akan cepat berakhir sehingga umat dapat kembali beribadah bersama seperti biasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kangen juga banyak umat di gereja, kangen juga kumpul beribadah bersama,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(len/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Corona Mengubah Segalanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/corona-mengubah-segalanya/baca </link>
<guid> corona-mengubah-segalanya </guid>
<pubDate> Sun, 12 Apr 2020 11:59:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini Corona </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/corona-mengubah-segalanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XkSNbVBshL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Corona Mengubah Segalanya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pada awal tahun 2020, kita mulai digegerkan dengan adanya virus corona. Virus ini berawal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Semakin berjalannya waktu, virus mematikan ini semakin cepat penyebarannya hingga ke beberapa negara yang ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Mereka melakukan segala pencegahan agar virus tersebut berkurang.</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, penyebaran virus juga mengakibatkan beberapa agenda dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun ini ditunda bahkan dibatalkan demi mengurangi penyebaran. Bukan hanya itu saja, virus ini juga merugikan ekonomi secara global. Mengapa virus ini bisa melumpuhkan segalanya?</p><p style="text-align: justify;">Virus corona atau <em>Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus</em> 2 (<em>SARS-CoV-2</em>) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut Covid-19. Virus corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, <em>pneumonia</em> akut, sampai kematian.</p><p style="text-align: justify;">Covid-19 ini pertama kali muncul pada 17 November 2019. Sebelum dinamakan virus corona, Pemerintah Tiongkok menyebutnya virus misterius. Orang pertama yang terjangkit adalah warga provinsi Hubei yang berusia 55 tahun. Setelah itu, sebanyak satu hingga lima kasus terus dilaporkan hampir setiap harinya.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat hingga 27 Desember 2019, Covid-19 mulai menyebar dan alhasil warga yang terinfeksi melonjak menjadi 180 orang. Para dokter di Tiongkok berupaya menelusuri virus tersebut, namun mengalami kesulitan karena hambatan birokrasi.</p><p style="text-align: justify;">Mereka tidak diperbolehkan untuk mengungkapkan seputar informasi virus corona kepada publik dan harus melapor kepada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit jika mendapat informasi mengenai virus ini. Beberapa dokter pun harus berurusan dengan pihak berwajib akibat penyebaran informasi tentang Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Alhasil, pada awal 2020 Covid-19 menjadi virus yang cukup mematikan di Tiongkok. Wuhan menjadi kota pertama di Tiongkok bahkan di dunia yang terdampak. Banyak sekali warga Wuhan yang terinfeks bahkan berujung korban jiwa. Namun, virus ini juga dengan cepat menyebar ke kota-kota lain di Tiongkok, terutama kota yang dekat dari Wuhan.</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya virus ini membuat beberapa negara di seluruh dunia mengevakuasi warganya dari kota Wuhan dan juga kota-kota lain di Tiongkok. Evakuasi ini bertujuan untuk menyelamatkan warganya dari serangan virus corona. Indonesia juga berhasil mengevakuasi warganya yang mayoritas pelajar di Wuhan.</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, Wuhan seakan menjadi kota mati tanpa kehidupan. Para tenaga medis di Tiongkok terutama Wuhan berupaya untuk menyembuhkan warga yang terinfeksi. Selain itu, petugas medis di Tiongkok juga harus bekerja siang dan malam untuk menyembuhkan mereka yang terinfeksi.</p><p style="text-align: justify;">Di saat Tiongkok berusaha menyembuhkan warganya yang terinfeksi virus corona, virus ini ternyata sudah ada di 140 negara di dunia. Termasuk Indonesia yang mengalami kasus setiap harinya. Tercatat hingga Minggu (12/4), warga yang positif Covid-19 mencapai 4.241 orang, 373 meninggal dunia dan 359 sembuh. Penyebaran virus corona di Indonesia pada rentang Maret-April cukup melonjak tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran virus ini ternyata cukup melumpuhkan seluruh aspek. Untuk sektor hiburan, beberapa film yang akan tayang di tahun ini terpaksa ditunda penanyangannya bahkan hingga 2021. Tempat hiburan juga ditutup untuk meminimalisir perkembangan corona. Untuk sektor olahraga, beberapa kompetisi terutama sepak bola terpaksa ditunda hingga waktu yang ditentukan atau kompetisi berjalan tanpa penonton.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa penerbangan tertentu terutama destinasi negara yang terdampak virus corona dikurangi bahkan ditutup sementara demi keselamatan. Negara menutup diri dari warga negara asing untuk mengurangi penyebaran virus. Dari segi ekonomi, beberapa saham global mengalami kerugian dan pertukaran mata uang juga mengalami pelemahan yang tidak terduga</p><p style="text-align: justify;">Untuk sektor produktivitas, pihak sekolah meliburkan siswanya selama dua minggu dan untuk pihak universitas kegiatan perkuliahan beralih ke kuliah <em>online</em>. Namun, ada juga perusahaan-perusahaan tertentu yang merumahkan pegawainya agar terhindar dari Covid-19. Terakhir, beberapa tokoh agama menyarankan untuk beribadah di rumah.</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran virus corona cukup berpengaruh dalam kehidupan diri sendiri dan juga kehidupan yang lain. Ada baiknya kita berusaha menjaga diri dari corona dengan tetap di rumah hingga virus ini mereda. Selain itu, kita juga sering mencuci tangan dengan sabun, membersihkan barang-barang yang kita pakai dan juga disarankan tidak keluar rumah kecuali <em>urgent</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tenaga medis di seluruh dunia juga berusaha untuk mengurangi virus ini dengan berbagai cara, bahkan menciptakan vaksin. Kita berharap supaya virus ini dengan cepat bisa berkurang bahkan hilang seutuhnya.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Andi Muhammad Rifky, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, FISIP 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kejar Ilmu dan Pengalaman ke Taiwan, Mahasiswa: Kami Aman! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kejar-ilmu-dan-pengalaman-ke-taiwan-mahasiswa-kami-aman/baca </link>
<guid> kejar-ilmu-dan-pengalaman-ke-taiwan-mahasiswa-kami-aman </guid>
<pubDate> Mon, 13 Apr 2020 12:00:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kejar ilmu di tengah pandemi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kejar-ilmu-dan-pengalaman-ke-taiwan-mahasiswa-kami-aman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Og2hF5u9Fr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kejar Ilmu dan Pengalaman ke Taiwan, Mahasiswa: Kami Aman!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memiliki kesempatan untuk belajar dalam lingkup yang lebih besar menjadi keinginan setiap orang. Baik untuk meningkatkan kemampuan diri, maupun mencari pengalaman selama proses pembelajaran.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski saat ini semua kegiatan belajar mengajar harus disiasati selama pandemi virus corona (Covid-19), rupanya tak menghalangi ketiga mahasiswa Unmul ini untuk mengejar pengalaman serta ilmu yang berharga. Ialah Annisa Febriana Sulaiman, Pasaribu, Rina Marentha dan Aulia Safira Putri.</p><p style="text-align: justify;">Ketiganya merupakan mahasiswa Kelas Bahasa Inggris (KBI) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2017 yang kini tengah menempuh <em>Student Exchange</em> di luar negeri. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama Unmul dengan Providence University di Taichung, Taiwan.</p><p style="text-align: justify;">Tepat pada Selasa, (18/2) lalu, mereka resmi dilepaskan untuk menimba ilmu selama satu semester. Tentunya hal ini terlihat riskan, apalagi bicara tentang penyebaran virus yang begitu cepat sehingga berpergian ke luar negeri khususnya Cina daratan tidak dianjurkan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian menghubungi mereka via WhatsApp pada Kamis (19/3) lalu. Dikatakan Rina, pihak fakultas sendiri selalu mengingatkan serta mengimbau mereka untuk tetap menaati protokol kesehatan, sebelum keberangkatan hingga tiba Taiwan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami diingatkan untuk menjaga kesehatan selama kami menempuh pendidikan di sini, agar tidak menghambat proses selama kami belajar di sini,&quot; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait rentang waktu program berlangsung, Aulia menuturkan bahwa program ini direncanakan dimulai pada 2 Maret 2020 dan selesai pada 30 Juni 2020. &quot;Tapi kami berangkat tanggal 25 Februari dan sampai di Taiwan tanggal 26 Februari,&quot; ucap gadis berkacamata ini.</p><p style="text-align: justify;">Menurut informasi yang tertera di laman <em>unmul.ac.id</em>, program <em>exchange</em> ini akan berlangsung sejak keberangkatan pada 25 Februari hingga selesai 21 Juli 2020 mendatang. Mengenai keamanan dan kenyamanan selama proses <em>exchange</em> berlangsung, mereka merasa cukup aman, sebab Taiwan telah cukup baik dalam menangani serta melakukan pencegahan virus.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian untuk pihak Providence University, dikatakan Rina bahwa protokol kesehatan telah diberlakukan. Seperti mengecek suhu tubuh seluruh mahasiswa sebanyak dua kali dan memberikan tanda berupa stiker yang dapat ditempel dan digunakan di sekitar kampus sebagai bukti telah melakukan pengecekan suhu tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Tak luput juga penyediaan <em>hand sanitizer</em> di beberapa gedung kampus terutama kantin dan imbauan wajib menggunakan masker. Ditambahkan oleh Annisa, tak hanya pada lingkungan kampus, edukasi mengenai pencegahan Covid-19 juga tersebar di setiap tempat dan dilakukan secara konsisten.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>It&rsquo;s everywhere</em>, ada di spanduk kecil di depan <em>dorm</em>, di setiap jalan masuk mau ke gedung kampus, ada di pos satpam gerbang kampus, ada di halte bus, di mana-mana,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Taiwan kan memang sangat preventif dari awal virus. Jadi dari awal pencegahan Covid-19, kami merasa cukup aman dan tenang tinggal di sini, karena orang-orang jadi kooperatif buat mencegah menyebaran,&quot; lanjut Anna, sapaan akrabnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai keputusan mereka untuk tetap melanjutkan <em>exchange</em> program ke Taiwan, Rina menyebut bahwa mereka telah melewati banyak proses sejak November 2019. Yakni sebelum virus corona menyebar dan menjadi pandemi global.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, kegiatan ini juga merupakan peluang yang sangat besar untuk menambah <em>internasional exposure</em> serta menjadi program pertukaran pelajar pertama bagi FEB.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dengan adanya kesempatan ini, kami berharap dapat menjadi contoh bagi adik-adik tingkat di FEB yang ingin mengikuti program internasional,&quot; tutupnya. <em><strong>(len/vny/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kuliah Daring, Masjaya akan Beri Subsidi dan Keluarkan Edaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kuliah-daring-masjaya-akan-beri-subsidi-dan-keluarkan-edaran/baca </link>
<guid> kuliah-daring-masjaya-akan-beri-subsidi-dan-keluarkan-edaran </guid>
<pubDate> Wed, 15 Apr 2020 06:02:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi secara daring yang dilakukan birokrat kampus dengan mahasiswa, Senin (13/4). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kuliah-daring-masjaya-akan-beri-subsidi-dan-keluarkan-edaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Gv3xyQM01q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kuliah Daring, Masjaya akan Beri Subsidi dan Keluarkan Edaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kebijakan <em>Work From Home</em> (WFH) dan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring telah ditetapkan Rektor Unmul. Namun, tak sedikit yang merasa kesulitan dengan sistem baru tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai kendala yang dialami tidak terlepas dari kurangnya pemahaman antara mahasiswa dan dosen sehingga butuh waktu dalam penyesuaian. Belum lagi banyaknya kegiatan perkuliahan yang dilakukan di luar waktu yang telah ditentukan, hingga membengkaknya penggunaan paket data.</p><p style="text-align: justify;">Keresahan tersebut kemudian mendapatkan respons dari birokrat kampus. Senin (13/4) lalu Rektor Unmul, Masjaya beserta wakil rektor gelar audiensi dengan perwakilan BEM KM dan BEM fakultas secara daring melalui aplikasi Zoom.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait bagaimana mahasiswa dalam melakukan aktivitas kuliah <em>online</em>, kendalanya di kuota. Insyaallah satu atau dua hari akan keluar surat edaran keputusan rektor untuk memberikan subsidi kepada mahasiswa dalam hal menambah kuota pada aktivitas daring,&rdquo; ucap Masjaya dalam forum daring tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, rektor akan memberi teguran dan sanksi apabila ada dosen yang melaksanakan kegiatan perkuliahan di luar jam yang telah di tentukan kecuali atas kesepakatan mahasiswa. Kemudian, mahasiswa semester akhir akan diberi keringanan berupa pembebasan UKT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagi mahasiswa semester akhir masa studi, kemudian sudah melakukan proposal apalagi hanya sisa pendadaran. Jika tidak selesai pada batas waktu semester ini maka akan diperpanjang. Bukan dipotong UKT-nya tapi dibebaskan UKT-nya bagi mahasiswa yang ingin melakukan pendadaran atau yang sudah mau berakhir. Bagi mahasiswa akhir tapi belum masuk tahapan skripsi maupun proposal (belum ada judul) tetap membayar UKT,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengimbau kepada semua pembimbing skripsi agar tetap melaksanakan bimbingan dan seminar skripsi secara online. Terkait syarat kelulusan yakni nilai TOEFL, akan difasilitasi dalam pengurusan TOEFL secara online. Adapun dalam forum tersebut dibahas teknis pelaksanaan KKN secara <em>online</em> tahun ini.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian menghubungi Presiden BEM KM Unmul, Kardiono Cipta Kanda Selasa (14/4). Terkait jalannya audiensi tersebut, dikatakan Dion merupakan buntut dari dikeluarkan edaran rektor tentang pemberlakukan kuliah daring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak yang mengeluh ke BEM KM, terkait dengan kuliah online. Mulai dari dosen yang menjadwalkan kuliah tidak sesuai dengan jadwal sebelumnya, permasalahan kuota,&quot; jelas Kardi.</p><p style="text-align: justify;">Dari permasalahan tersebut, terbit lah survei terkait permasalahan yang ada. Hasil survei tersebut kemudian disampaikan saat audiensi dengan pejabat rektorat, Senin (13/4) kemarin. Pihaknya masih akan menunggu perkembangan selanjutnya terkait edaran rektor dalam waktu dekat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita akan mengawal itu, semoga hasilnya sesuai dengan audiensi,&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut informasi terbaru yang tayang di Instagram Unmul, Rabu (15/3) terkait pemberian paket internet gratis, ada beberapa pemberitahuan yang terlampir. Bagi mahasiswa, diwajibkan untuk meng-update nomor ponsel masing-masing di SIA Unmul (sia.unmul.ac.id). Sedangkan bagi dosen, tenaga pendidik dan staf honorer diwajibkan untuk meng-update nomor ponsel masing-masing di aplikasi SIDAK (sidak.unmul.ac.id).</p><p style="text-align: justify;">Adapun ini dilakukan sebab paket internet akan dikirimkan melalui nomor ponsel pribadi. Kemudian batas waktu yang diberikan untuk memperbaharui data paling lambat, Jumat (17/4). <strong>(<em>bey/wil/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kamu Enek Karena Corona? Sama, Saya Juga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kamu-enek-karena-corona-sama-saya-juga/baca </link>
<guid> kamu-enek-karena-corona-sama-saya-juga </guid>
<pubDate> Wed, 15 Apr 2020 12:44:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini terkait corona. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kamu-enek-karena-corona-sama-saya-juga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RWjbL64GWV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kamu Enek Karena Corona? Sama, Saya Juga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Mungkin dari judul saja, Anda sekalian akan berpikir bahwa saya enek karena pemberitaan Virus Corona <em>as known as&nbsp;</em>Covid-19 yang tak usai-usai. Memang benar tebakan Anda. Ketika saya menulis ini, Indonesia telah mencapai 2.738 kasus, dengan 204 orang yang sembuh dan 221 orang meninggal.</span></p><p style="text-align: justify;">Menyesakkan, <em>toh</em>? Semakin diperburuk dengan ratusan ribu pekerja yang terpaksa mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pandemi ini. Sampai di sini saja, saya sudah mulas membayangkan betapa sulitnya mereka untuk bertahan hidup (apalagi yang digaji harian) karena kehilangan mata pencaharian.</p><p style="text-align: justify;">Tapi ada hal lain yang lebih membuat saya enek. Rupanya, pandemi ini tak juga membawa masyarakat Indonesia lebih erat, saling merangkul, atau setidaknya menaati berbagai imbauan yang telah diserukan pemerintah serta <em>World Health Organization&nbsp;</em>(WHO) untuk mencegah penyebaran virus.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum saya lanjutkan dan Anda salah paham, ini bukan berarti saya menggeneralisasi semua penduduk +62 berlaku demikian. Saya tahu, dan mungkin dapat Anda lihat sendiri bahwa masih banyak penduduk yang taat peraturan dan saling bahu membahu untuk bertahan dalam situasi seperti ini. Apa yang ingin saya bahas adalah segelintir pihak yang <em>panic at the disco</em>, terlalu <em>santuy</em> dan abai terhadap imbauan selama keadaan ini berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Biar saya paparkan untuk Anda. Pertama, drama <em>lockdown</em>. Sebelum Pakde kita tersayang mengambil kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, kata <em>lockdown</em> mendadak viral digaungkan masyarakat Indonesia pasca Wuhan, Tiongkok sebagai episentrum wabah melaksanakannya untuk memutus rantai penyebaran.</p><p style="text-align: justify;">Entah karena hal ini dirasa &lsquo;pas&rsquo; dan patut &lsquo;dipertimbangkan&rsquo;, beberapa kalangan masyarakat akhirnya mendesak pemerintah pusat untuk segera menyatakan pendapat, yang ujung-ujungnya memang ke arah <em>lockdown</em>.</p><p style="text-align: justify;">Namun tentu dong, Pakde enggak bisa begitu saja memutuskan untuk <em>lockdown</em>. Mari kita artikan secara harafiah kata ini. <em>Lockdown</em> sendiri memiliki arti dikunci. Jadi, kalau digunakan dalam situasi seperti ini, <em>lockdown</em> bermakna sebagai penutupan akses masuk maupun keluar suatu daerah yang terdampak.</p><p style="text-align: justify;">Sadar atau tidak, saya rasa Anda sekalian paham bahwa keputusan tersebut sangatlah berat untuk diterapkan sebuah negara. Keputusan yang bukan main-main dan tidak bisa dilakukan semudah mengepalkan tangan di ketiak dan menebarkan aromanya di udara.</p><p style="text-align: justify;">Nah, rupanya drama ini tidak berakhir sampai di situ. Pemerintah daerah di beberapa wilayah Indonesia rupanya merasa bahwa pemerintah pusat lamban dalam menetapkan regulasi, dan melakukan &lsquo;<em>lockdown</em>&rsquo; di daerahnya. Iya, Anda tidak salah lihat. Ini kemudian dinamakan <em>local</em>&nbsp;<em>lockdown</em> oleh mereka. Alasannya tentu sudah bisa ditebak: untuk menghentikan penyebaran virus (yang rupanya juga sedikit berbumbu-bumbu manis, <em>ahay</em>).</p><p style="text-align: justify;">Memang sih, mulia sekali maksud dan tujuannya untuk melindungi warga. Cuma, secara hukum ini mendahului pusat sebagai pemegang komando utama. Mungkin saya bisa paham kenapa.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai warga negara, saya juga pernah kok berpikir dan merasa bahwa pemerintah pusat lamban dalam hal regulasi. Tapi saat genting seperti ini, meskipun lamban, ya mau tidak mau kita harus patuh kepada pemerintah pusat.</p><p style="text-align: justify;">Kalau tiap pemimpin daerah mengeluarkan peraturan sendiri, sementara pusat masih menimbang serta memikirkan jalan tengah dengan skenario terburuk, apa nggak bikin masyarakat jadi tambah bingung? Siapa yang mau dipegang omongannya? Jangan sampai blunder sana-sini dan bikin <em>chaos</em> mendadak. Apalagi ketika berbagai negara menerapkan <em>lockdown</em>. Semakin panaslah permintaan ini untuk segera dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang kemudian mengantarkan saya pada poin kedua: skenario <em>social distancing</em> dan <em>physical distancing</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak perlu terjemahan lagi, saya yakin dua istilah ini sudah ramah di telinga Anda. Dua istilah ini mengacu pada pembatasan sosial dan fisik yang musti dilakukan selama Covid-19 masih <em>tralala tralili</em> dengan bebas di dunia, termasuk Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Makanya, untuk sementara semua kegiatan yang melibatkan keramaian ditiadakan. BUKAN DILIBURKAN, tolong diingat. Dari sekolah, kampus, sampai perkantoran meniadakan pertemuan tatap muka dan melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring, juga menerapkan kerja dari rumah yang beken disebut <em>Work From Home</em>.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, hal ini memang tak bisa diterapkan pada semua orang dengan keadaan yang berbeda-beda. Sebut saja pedagang, buruh, bahkan ojek <em>online</em>, yang menggantungkan hidup mereka dengan pendapatan harian. Mereka juga dihadapkan pada pilihan PHK sebagai imbas dari menurunnya sektor pendapatan mereka. Tak ada pilihan buat mereka untuk tetap bekerja dan berdoa serta menerapkan protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Sudah begini, masih saja ada oknum-oknum budek yang abai dan kurang bersyukur dengan kenikmatan <em>#DiRumahAja</em> yang tak dapat dirasakan beberapa pihak. Contohnya saja kota di mana saya tinggal. Masih terlihat anak-anak motor (amor) <em>mangkal</em> di sudut taman untuk memacu adrenalin dan nyawa orang lain. Untungnya hal ini sudah berkurang lantaran tindak tegas wali kota dalam menerapkan jam malam.</p><p style="text-align: justify;">Saat membuka grup <em>Whatsapp</em> keluarga, saya tertarik dengan sebuah video yang dikirim oleh paman saya. Dalam video tersebut, terlihat sekumpulan remaja sedang asyik berkerumun di warung internet (warnet).</p><p style="text-align: justify;">Bukan karena mereka tak mendapatkan akses internet yang cukup untuk belajar. Rupanya, mereka sedang taruhan sembari memainkan game <em>online</em> bersama. Ketika beberapa polisi datang untuk <em>sweeping</em>, tak terlihat wajah ketakutan atau cemas. Mereka dengan santainya mengabaikan aparat tersebut, bahkan tertawa ketika polisi tersebut memberi nasihat dan meminta mereka untuk tetap di rumah.</p><p style="text-align: justify;">Yang lebih ajaibnya, ketika akhirnya ditarik paksa, ada seorang remaja yang menyahut sambil bercanda. &ldquo;Di mana corona-nya? Sini kuhadapi!&rdquo; Jujur, saya ketawa dan sekaligus miris. Bisa-bisanya menantang wabah! Tak tahukah ia, bahwa gubernur kami di sini bahkan mengimbau untuk tetap di rumah karena &lsquo;musuh&rsquo;nya tak kelihatan?</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, ini mencerminkan betapa tidak meratanya akses informasi serta sosialisasi yang cukup tentang pandemi ini. Kecuali para remaja tersebut memang oknum budek, saya rasa mereka akan berpikir dua kali untuk mengabaikan imbauan <em>social distancing</em>.</p><p style="text-align: justify;">Covid-19 masih akan terus <em>ngelunjak</em> apabila kita tidak tegas dalam menaati imbauan maupun protokol kesehatan yang telah ada. Tak usah repot nasihati orang lain atau ngomel-ngomel dengan alasan <em>social distancing</em> dan lainnya apabila kita sendiri masih tak patuh dan tetap kongko-kongko di <em>caf&eacute;</em> atau keluyuran tanpa kepentingan.</p><p style="text-align: justify;">Tegaslah pada diri sendiri, ingatkan keluarga dan orang terdekat kita semampunya, terus dukung pemerintah, tenaga medis, dan seluruh pihak-pihak yang berjuang di baris depan untuk melawan pandemi bersama. Saya yakin, kita semua dapat melalui hal ini.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswi Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Imbas Covid-19, KKN 46 Unmul Berstatus KLB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-covid-19-kkn-46-unmul-berstatus-klb/baca </link>
<guid> imbas-covid-19-kkn-46-unmul-berstatus-klb </guid>
<pubDate> Thu, 16 Apr 2020 12:00:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan KKN 46 KLB. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-covid-19-kkn-46-unmul-berstatus-klb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uN5iy5QhGm.png" />
					</figure>
			                <h1>Imbas Covid-19, KKN 46 Unmul Berstatus KLB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Penantian panjang Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 46 akhirnya datang juga, meski dalam bayang-bayang Covid-19. Atas keadaan ini pula, pelaksanaan KKN akan berbeda dengan ditetapkannya Kondisi Luar Biasa (KLB). Penetapan tersebut dipilih untuk menjaga keselamatan dan mengingat kondisi kedaruratan selama pandemi berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Adapun yang menjadi rujukan penetapan tersebut yakni, Undang-undang (UU) No 24 Tahun 2007 Pasal 7 ayat (2) tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sipil Berskala Besar. Kemudian Surat Edaran Rektor Unmul No. 1157/UN17/TU/2020 tentang Peningkatan Status Kewaspadaan Terhadap Penyebaran <em>Coronavirus Disease</em> (Covid-19) melalui Pembatasan Kegiatan di Lingkungan Kampus.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em>, Koordinator KKN CSR, Sonny Sudiar mengatakan jika akan ada perubahan terhadap pelaksanaan KKN tahun ini, sehingga ada beberapa hal yang perlu dicermati. Mulai dari kegiatan KKN dengan status KLB yang dilaksanakan secara daring, yakni dari rumah masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lewat fasilitas daring. Tanpa sama sekali melakukan aktivitas ke desa-desa. Mengingat wabah membuat kita tidak dapat ke mana-mana. Disesuaikan dengan surat edaran rektor No. 1067/UN17/TU/2020 yang berkaitan dengan pengabdian terhadap masyarakat. Pendaftaran sudah dimulai,&rdquo; jelasnya Rabu (15/4).</p><p style="text-align: justify;">Persiapan yang telah dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) salah satunya melakukan konsolidasi dan koordinasi internal dengan pimpinan termasuk dengan wakil dekan I di semua fakultas. LP2M juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim dan kabupaten/kota untuk memetakan desa-desa yang memiliki akses internet bagus. Tak luput mengidentifikasi nama-nama dosen yang dapat terlibat dalam kegiatan ini untuk menjadi dosen pembimbing lapangan (DPL).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai topik yang akan diangkat, LP2M selaku penyelenggara menyiapkan tiga topik yang dapat digunakan oleh mahasiswa. Yakni Inovasi Sistem Pemberdayaan Masyarakat Daerah Penyangga IKN, Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kecamatan dalam masa Covid-19, dan Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kecamatan Pasca Pandemi Covid-19. Topik <em>Buttom-Up&nbsp;</em>dari masyarakat juga tetap ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita menyiapkan tiga topik unggulan berkaitan dengan topik pelaksanaan KKN itu. Karena Kaltim dipilih jadi IKN nantinya, jadi arahnya akan ke sana, sebagai penyangga IKN. Topik yang kedua, kita mengaitkan dengan kondisi wabah ini sehingga kita mengarahkan mahasiswa untuk mengambil topik pemberdayaan masyarakat desa. Yang ketiga masih berkaitan dengan pandemi, namun terfokus pada pasca pandeminya. Kemungkinan mereka akan mengusung topik yang lain,&rdquo; terang Sonny.</p><p style="text-align: justify;">Terkait implementasi pelaksanaan KKN, ia menuturkan bahwa terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan. Pertama, mahasiswa diminta untuk mendaftar di laman <em>kkn.unmul.ac.id</em> sebagai peserta KKN. Mahasiswa kemudian memilih kabupaten atau kota tempat pelaksanaan KKN, dan sistem akan mengelompokkan mereka secara acak.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, mahasiswa saling berkoordinasi dan berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya untuk mendesain dan merancang program yang akan mereka lakukan dalam KKN. Semua dilakukan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Koordinasi antar kelompok itu bisa dengan berbagai cara, lewat aplikasi apa saja yang memungkinkan untuk berinteraksi. Contoh lewat WhatsApp, Zoom atau mungkin bisa lewat MOLS, ya,&rdquo; sarannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun ini kita juga berbahagia. Karena FK yang biasanya melakukan KKN sendiri ikut bergabung. Jadi bisa memperkuat isu strategis tentang pencegahan dan penanganan Covid-19, juga bisa kerja sama dengan Kesmas.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Selain KKN Reguler, LP2M juga membuka program pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan baik secara individu atau kelompok yang dapat disetarakan dengan KKN. Misalnya, mahasiswa yang sudah di kampung halaman dan terlibat dalam pengabdian masyarakat di desanya. Peserta dianjurkan untuk mendaftar secara tim/berkelompok, untuk memudahkan proses administrasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti kegiatannya juga diajukan. Untuk yang penyetaraan akan di-<em>upload</em> paling lambat Senin ya. Itu untuk mengatasi mahasiswa yang sudah <em>kadung</em> pulang kampung dan sudah melakukan kegiatan pengabdian. Bagi yang belum, bisa mendaftar secara reguler seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Syarat mengikuti KKN juga masih sama seperti tahun-tahun yang lalu. Yakni telah menempuh 110 SKS termasuk yang sedang berjalan, minimal IPK 2.0, dan persyaratan lainnya. Kerja sama dengan beberapa mitra KKN untuk sementara tidak memungkinkan, namun bukan ditiadakan. Termasuk dengan KKN Kebangsaan yang rutin dilaksanakan, akan ditunda sampai kondisi perkembangan pandemi ini berakhir. <strong>(<em>len/sii/rst/stn/wil</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju KKN 46 KLB: Kendala Koordinasi dan Misinformasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-kkn-46-klb-kendala-koordinasi-dan-misinformasi/baca </link>
<guid> menuju-kkn-46-klb-kendala-koordinasi-dan-misinformasi </guid>
<pubDate> Thu, 16 Apr 2020 12:09:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berita terkait pelaksanaan KKN 46 KLB. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-kkn-46-klb-kendala-koordinasi-dan-misinformasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fZ0h7APLDv.png" />
					</figure>
			                <h1>Menuju KKN 46 KLB: Kendala Koordinasi dan Misinformasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Euforia KKN 46 kini mulai dirasakan, meski akan berlangsung dengan status Kondisi Luar Biasa (KLB) dan terbatas untuk KKN Reguler dan Penyetaraan KKN. Tentu perubahan-perubahan ini memunculkan kendala dari tim pelaksanan KKN. Koordinator KKN CSR, Sonny Sudiar memaparkan beberapa kendala yang dialami selama proses penyusunan program KKN KLB ini.</p><p style="text-align: justify;">Sonny tak memungkiri bahwa pelaksanaan KKN ini akan sangat berbeda meski belum terlihat kendala apa yang akan dihadapi mahasiswa, sebab memang belum dilaksanakan. Dia menyebut beberapa kemungkinan kendala seperti keterbatasan komunikasi untuk koordinasi, jangkauan internet serta kendala pasca KKN telah menjadi pembahasan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendalanya masih dapat kami atasi meskipun mempersiapkan dari rumah. Artinya kendala yang dikhawatirkan itu masih dapat diatasi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang ingin ia tekankan adalah perbedaan aktivitas KKN yang akan berlangsung. Biasanya, KKN dilakukan dengan bermukin di desa selama 50 hari produktif. Namun kini dilakukan secara <em>online</em>. Artinya, semua pihak yang ikut serta dalam KKN ini melakukan kegiatan pengabdian dari rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengharuskan kita mempersiapkan diri dengan cara berkomunikasi dari rumah masing-masing. Menghubungi pihak terkait desa, kecamatan, anggota kelompok dan lainnya. Merancang mendesain program apa saja nantinya selama KKN itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada banyak sebenarnya yang bisa dilakukan. Misalnya kampanye tentang pencegahan Covid-19. Membuat video tentang tata cara membuat cairan disinfektan. Membuat poster, panduan dan macam-macam. Intinya bermanfaat besar untuk pemberdayaan masyarakat, yang bisa dikontribusikan ke masyarakat desa,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya kendala, sejumlah misinformasi dan kabar-kabar tak resmi muncul bahkan sebelum LP2M memberikan informasi resmi di laman <em>kkn.unmul.ac.id</em>. Contohnya isu terkait pembukaan pendaftaran KKN lebih dulu untuk salah satu fakultas melalui <em>website</em> KKN setiap 15 menit. Kemudian beredar <em>database</em> tak resmi yang berisi nama-nama mahasiswa peserta KKN yang membuat panik beberapa mahasiswa karena takut ketinggalan informasi atau telat mendaftar.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dibantah oleh Sonny, sebab LP2M telah menjadwalkan <em>timeline</em> pelaksanaan KKN dari awal hingga berakhirnya KKN. &ldquo;Sudah ada jadwal untuk masing-masing fakultas, semuanya tertera,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Banyak mahasiswa kemudian dibuat bingung karena nama mereka tak muncul atau tak terdaftar sebagai peserta KKN, meski memiliki SKS yang mencukupi sebagai syarat. Untuk masalah ini, ia menyebutkan bahwa data-data tersebut akan kembali diperiksa dan disinkronasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti disinkronkan, ya. Saya kurang tahu kendala atau missing-nya dari mana. Yang jelas data-data itu dari BAK, yang digunakan untuk data pendaftaran. Tapi kemudian akan disinkronkan dengan data fakultas. Karena data valid itu dari fakultas,&rdquo; jelas Sonny.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, ia mengatakan bahwa semua informasi akan tertera di laman <em>website</em> KKN, sehingga mahasiswa diimbau untuk selalu mengecek secara berkala. Dalam praktiknya, KKN akan dilakukan secara daring, dan tidak harus menuju ke desanya. Adapun kepastian untuk pelaksanaan KKN ke desa masih akan disesuaikan dengan situasi perkembangan Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika sudah dianggap membaik, kami akan diskusi lagi. Namun, kami mengharapkan tidak perlu ke sana. Karena kekhawatiran kami pasca pandemi itu virus masih ada,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>len/sii/rst/stn/wil</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kejahatan Seksual Bukti Nyata Degradasi Moral Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kejahatan-seksual-bukti-nyata-degradasi-moral-bangsa/baca </link>
<guid> kejahatan-seksual-bukti-nyata-degradasi-moral-bangsa </guid>
<pubDate> Fri, 17 Apr 2020 11:50:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini mengenai maraknya kejahatan seksual. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kejahatan-seksual-bukti-nyata-degradasi-moral-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N7J9XWraTI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kejahatan Seksual Bukti Nyata Degradasi Moral Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Bangsa yang kuat adalah bangsa yang bermoral.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah viralnya covid-19, masih tercetak jelas di media sosial tentang bentuk kejahatan tak beradab pada salah seorang perempuan yang diperdaya dan dijadikan pelampiasan nafsu oleh seorang yang membungkus dirinya atas nama aktivis perjuangan hak perempuan. Perbuatan keji tak bermoral tak henti-hentinya dilakukan. Hubungan pacaran yang terjalin menjadi dalil pembenaran dari perbuatan tak beradab. Hubungan seksual tetap dilanjutkan layaknya kebiasaan yang normal dilakukan. Bukti nyata degradasi moral bangsa sudah nampak telah menyeruak ke permukaan.</p><p style="text-align: justify;">Telah beberapa kali nampak <em>aktivis-male feminist&nbsp;</em>yang memperjuangkan hak perempuan tapi malah terbukti sebagai dalang kejahatan seksual. Apakah perjuangan yang dilakukan hanya bentuk alibi untuk menutupi perbuatan keji pelaku? Membentuk pemahaman orang lain tapi tak bermoral dalam perbuatan yang dilakukannya. Rusak moralnya sebagai manusia indah tutur katanya tapi tak sesuai perbuatannya. Bukankah pencegahan adalah solusi paling tepat untuk mengatasi bentuk-bentuk kejahatan seksual yang semakin mendegradasi moral bangsa? Saya yakin meningkatkan pemahaman bahwa pacaran tak mampu menjadi gembok pelindung dari kejahatan seksual adalah bentuk pencegahan dini untuk mengatasi kejahatan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini kita sama-sama dikagetkan dengan kasus yang dilakukan oleh Ade Fachrizal Rizky biasa disapa Ade Gembung kepada beberapa korbannya. Perbuatan keji dilakukan dalam bentuk kekerasan verbal serta psikis untuk menjaga ikatan pacaran dengan dalil tak ingin putus. Narasi perjuangan yang disampaikan dalam membela dan memperjuangkan hak perempuan tak sejalan dengan bentuk perbuatan yang dikerjakan. Yang meneriakkan hak-hak perempuan malah menjadi aktor kejahatan seksual yang melecehkan perempuan. Apakah karena minimnya pengetahuan? Ataukah pendeknya diskusi yang dilakukan? ataukah sedikit sekali narasi perjuangan yang dikerjakannya untuk membela hak-hak perempuan?.</p><p style="text-align: justify;">Sudah acap kali berkiprah sebagai narasumber dan penggiat hak perempuan seringkali terlibat dalam diskusi keperempuanan dan sangat sering berjuang dalam barisan aksinya. Menjadi orang yang dipandang dalam gerakan feminis ternyata tak mampu menjadikan perbuatannya sejalan dengan pengetahuan dan diskusi keperempuanan yang dikerjakannya. Ternyata, pemahaman dan proses yang dilaluinya dalam memperjuangkan hak perempuan tak ubahnya buih dilautan, sebanyak apapun jumlahnya takkan bisa menjadi bukti aktivis yang memperjuangkan hak perempuan dengan kejahatan seksual yang dilakukannya.</p><p style="text-align: justify;">Dari data Catahu 2018 tercatat ada 2073 kasus dan 1075 kasus yang dilaporkan pada instusi pemerintah disebabkan kekerasan dalam pacaran dan tetap konstan peningkatannya hingga 2020. Munculnya RUU PKS yang menjunjung kebebasan dalam berhubungan tidak dapat memberikan titik terang pada kasus kejahatan seksual yang semakin meningkat. Kejahatan seksual yang semakin marak terjadi dan perlu solusi dalam meminimalisirnya yaitu dengan membentuk pemahaman lebih dulu dalam tataran keluarga. Ketika telah berdiri sebuah batang pemahaman yang kokoh dalam tataran keluarga, sebesar apapun badai yang menghujam takkan mampu goyahkan jati diri yang telah dibangun dan dipupuk dalam lingkungan keluarga. Kebebasan bukan merupakan solusi ketika yang kita harapkan adalah penyelesaian masalah kejahatan seksual. Hadirnya RUU PKS semakin tampak akan mendegradasi moral bangsa dan tak mampu menjadi solusi untuk atasi kejahatan seksual yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Virus kejahatan seksual ini tak akan mungkin diselesaikan jika penebar virusnya masih marak berkeliaran dan bebas menyebarkannya. Virus ini harus kita cegah terutama dengan membatasi virus yang masih berkeliaran dengan bebas. Kejahatan seksual ini akan terus berlanjut dan tak akan terhenti sampai kita menuntaskan penyebarnya. Pacaran sendiri akan menghadirkan kebebasan yang dapat menyebabkan terbentuknya ruang untuk kejahatan seksual dapat terjadi. Tutup setiap ruang yang berpotensi meningkatkan peluang kejahatan seksual dan bangun pencerdasan dengan memperkaya pemahaman di tataran keluarga. Pembentukan pemahaman dimulai dari keluarga. Untuk meminimalisir hal tersebut, RUU KK hadir menjadi solusi serta menjaga moral bangsa dengan penerapan konsep dan penanaman pemahaman yang mengakar menjadi ujung tombak atasi kejahatan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai bentuk klarifikasi telah dilaksanakan pelaku untuk menjaga nama baiknya termasuk menjadikan organisasi tempatnya terbentuk sebagai dinding pelindung. Karena itu, diskriminasi sosial dan pencabutan hak maupun pelaporan kepada pihak yang berwajib sangat perlu dilakukan untuk membuat jera pelaku kejahatan seksual. Mari bersama dengan para penyintas untuk mencegah kejahatan seksual terjadi lagi. Selalu mengedepankan moral dalam bertindak akan menjadi solusi bersama memutus rantai kejahatan seksual. Kejahatan seksual takkan terjadi tanpa adanya peluang maupun kondisi yang memungkinkan. Mempersempit peluang yang ada menjadi solusi minimalisir dan hentikan proses kejahatan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa! Hidup Perempuan Indonesia!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Joji Kuswanto Kepala Departemen Kebijakan Publik KAMMI Komisariat Unmul</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kenali Alkohol yang Aman Dipakai untuk Hand Sanitizer </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kenali-alkohol-yang-aman-dipakai-untuk-hand-sanitizer/baca </link>
<guid> kenali-alkohol-yang-aman-dipakai-untuk-hand-sanitizer </guid>
<pubDate> Fri, 17 Apr 2020 11:56:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kenali alkohol yang ramah digunakan untuk hand sanitizer. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kenali-alkohol-yang-aman-dipakai-untuk-hand-sanitizer/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vMwQ8y3AVP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kenali Alkohol yang Aman Dipakai untuk Hand Sanitizer</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Covid-19 yang menjadi pandemi global mengharuskan kita untuk terus waspada ketika bepergian keluar dan bertemu seseorang. Dampaknya, para produsen alat pelindung diri (APD), sarung tangan lateks, masker, dan <em>hand sanitizer&nbsp;</em>mulai meningkatkan produksi sebab ketersediaan barang-barang tersebut makin menipis.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Beberapa orang juga mulai membuat masker kain dan <em>hand sanitizer</em> sendiri. Dengan bahan dasar gel lidah buaya dan cairan alkohol untuk dipakai sendiri juga dijual kepada konsumen. Atas fenomena ini, pembuatan <em>hand sanitizer</em> mandiri menuai diskusi terkait penggunaan kadar alkohol. Mulai dari penggunaan alkohol yang berkadar 70 persen hingga 95 persen. Lantas, alkohol jenis apa yang aman dipakai oleh manusia?</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>stopoplosan.org</em>, alkohol juga mengandung zat yang berbeda-beda, diantaranya adalah metanol dan etanol. Kedua jenis zat alkohol ini mudah ditemui, namun penggunaannya sangat berbeda. Untuk etanol (C2H5OH), biasanya terkandung di dalam minuman beralkohol legal. Meski aman di dosis tertentu, ketahanan dosis di tiap orang berbeda. Resikonya meliputi penurunan kemampuan berpikir, kejang, hingga kerusakan hati.</p><p style="text-align: justify;">Berbanding dengan metanol (CH3OH), zat ini sangat berbahaya bila dikonsumsi. Zat ini sifatnya mudah terbakar dan beracun, dan biasanya digunakan untuk pelarut dan pembersih cat. Jika dikonsumsi, efeknya bisa merusak jaringan otak, pencernaan, bahkan kebutaan. Selain di pelarut cat, metanol juga ditemui dalam obat nyamuk cair dan pengawet.</p><p style="text-align: justify;">Jika dilihat dari penjelasan jenis alkohol di atas, sudah pasti alkohol dengan jenis zat etanol aman bila dibuat sebagai campuran pembuatan <em>hand sanitizer</em>. Menurut <em>pontianakpost.com</em>, selain alkohol dengan jenis etanol, jenis lainnya yang biasanya terkandung dalam antiseptik khususnya <em>hand sanitizer</em> adalah isopropil alkohol dengan kadar di atas 60 persen.</p><p style="text-align: justify;">Munculnya beberapa video mengenai kreasi <em>hand sanitizer</em> rumahan dengan bahan gel lidah buaya dan cairan alkohol menimbulkan perdebatan di kalangan peneliti. Dikutip dari <em>wartakota.tribunnews.com</em>, peneliti kimia dari Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI) menjelaskan penggunaan alkohol dengan kadar di atas 70 persen tidak disarankan. Pasalnya, alkohol dengan konsentrasi tersebut dapat menimbulkan iritasi pada kulit.</p><p style="text-align: justify;">Pembuatan <em>hand sanitizer</em> memiliki takaran yang disesuaikan dengan anjuran. <em>Hand sanitizer</em> juga berisi beberapa komposisi campuran bahan kimia lainnya yang memiliki fungsi serta kegunaan masing-masing. Dengan catatan bahwa kulit setiap orang sifatnya berbeda-beda jika terpapar bahan kimia. Ada yang sensitif dan tahan terhadap bahan kimia.</p><p style="text-align: justify;">Adapun yang perlu diperhatikan dalam pembuatan <em>hand sanitizer</em> ini diantaranya bahan-bahan dan komposisi. Harus sesuai dengan bahan farmasi atau kosmetik, alkohol yang digunakan memiliki standar <em>food-grade</em>, mengikuti bahan-bahan yang dianjurkan, serta mematuhi proses pembuatannya.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa bahan dasar pembuatan hand sanitizer adalah surfaktan, <em>emulsion gel agent</em>, gliserin, dan alkohol 70 persen. Bisa juga ditambahkan aroma pewangi untuk menghasilkan aroma pada <em>hand sanitizer</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kendati ramainya <em>hand sanitizer</em> rumahan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan penggunaan <em>hand sanitizer</em> sebagai pembersih tangan hanya ketika tidak menemukan sabun dan air. Kedua lembaga tersebut juga sepakat bahwa mencuci tangan menggunakan sabun adalah cara paling efektif untuk melindungi diri dari virus corona.</p><p style="text-align: justify;">Tetap jaga kesehatan dan sering cuci tangan, ya. <strong><em>(cin/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kontradiksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kontradiksi/baca </link>
<guid> kontradiksi </guid>
<pubDate> Sat, 18 Apr 2020 10:55:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi berjudul kontradiksi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kontradiksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8k9LaKwTvI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kontradiksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Manusia bergidik melihat manusia</span></p><p style="text-align: justify;">Terus menerka</p><p style="text-align: justify;">Entah berada dalam raga atau ada padanya</p><p style="text-align: justify;">Saat ini sua semacam petaka</p><p style="text-align: justify;">Tak ada lagi peluk mesra</p><p style="text-align: justify;">Sebab takut maut menjemput di depan mata</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Hilir mudik mencari berita,</p><p style="text-align: justify;">dari berbagai media</p><p style="text-align: justify;">Hoaks selalu menjadi bumbu di tengah fakta</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Pemimpin negara,</p><p style="text-align: justify;">perintahkan rakyat untuk di rumah saja!</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Jalanan lengang</p><p style="text-align: justify;">Tak ada ingar bingar yang pengang</p><p style="text-align: justify;">Manusia meradang</p><p style="text-align: justify;">Tapi,</p><p style="text-align: justify;">Bumi tersenyum riang</p><p style="text-align: justify;">Langit cerah mulai terpampang</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Bukankah selalu ada korban dari setiap permasalahan</p><p style="text-align: justify;">Manusia kah? Bumi kah? Yang menjadi korban</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Jika entitas bulat berduri tak kasat mata itu ada</p><p style="text-align: justify;">Manusia kehilangan citra</p><p style="text-align: justify;">Bahkan kepala</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Tetapi, Bumi</p><p style="text-align: justify;">Semakin berseri</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Manusia atau si bulat itu</p><p style="text-align: justify;">Sang virus sesungguhnya?</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Halimatusya&rsquo;diyah, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lewati Self Quarantine dengan Rekomendasi Drama yang Menarik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/lewati-self-quarantine-dengan-rekomendasi-drama-yang-menarik/baca </link>
<guid> lewati-self-quarantine-dengan-rekomendasi-drama-yang-menarik </guid>
<pubDate> Sun, 19 Apr 2020 12:11:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lima drama pilihan Sketsa untuk temani self quarantine kamu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/lewati-self-quarantine-dengan-rekomendasi-drama-yang-menarik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gSXux7aup9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lewati Self Quarantine dengan Rekomendasi Drama yang Menarik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Berbagai kegiatan marak dilakukan sebagai bentuk produktivitas selama menjalani <em>self quarantine</em>. Mulai dari mencoba berbagai resep baru yang sedang viral, aktif di media sosial dengan membagikan potret keseharian selama di rumah, hingga mencoba hal-hal menarik lainnya seperti membuat video TikTok.</span></p><p style="text-align: justify;">Selama masa pandemi masih berlangsung, ada berbagai tayangan drama yang menarik untuk disaksikan, loh. Apa saja, ya? Berikut <em>Sketsa</em> rangkum untuk kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Itaewon Class</strong></p><p style="text-align: justify;">Diadaptasi dari <em>webtoon</em> berjudul sama, Itaewon Class berkisah tentang kehidupan Park Sae-royi (diperankan Park Seo-joon), seorang pemuda yang gigih dan menentang ketidakadilan serta korupsi sejak remaja. Ia berupaya untuk membalaskan dendamnya kepada CEO sebuah perusahaan makanan dan anaknya. Berakhir pada 21 Maret lalu, episode terakhir Itaewon Class meraih rating sebanyak 16,548 persen, menjadikannya drama dengan peringkat tertinggi kedua di saluran JTBC.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. The World of The Married</strong></p><p style="text-align: justify;">Nampaknya drama bertemakan pelakor atau wanita idaman lain (WIL) kini kembali menjadi tren. Tayang sejak 27 Maret lalu, drama yang diadaptasi dari serial BBC One yakni Doctor Foster ini menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial. Bercerita tentang keluarga seorang dokter yang kompeten bernama Ji Sun-woo (diperankan Kim Hee-ae). Ia hidup bahagia bersama suaminya Lee Tae-oh (Park Hae-joon), seorang sutradara. Dikaruniai anak laki-laki, Sun-woo merasa telah menjadi perempuan yang berbahagia. Hingga ia menemukan kenyataan bahwa suaminya telah memiliki wanita lain selama dua tahun belakangan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Kingdom Season 2</strong></p><p style="text-align: justify;">Merupakan original series korea pertama Netflix, Kingdom telah merampungkan musim keduanya pada 13 Maret lalu dengan 6 episode. Diangkat dari seri <em>webcomic</em> berjudul The Kingdom of the Gods, Kingdom menceritakan wabah <em>zombie apocalypse</em> yang dibumbui misteri serta intrik dalam istana dengan latar era Joseon. Di musim kedua ini, cerita akan berfokus pada Putra Mahkota yang sebelumnya telah memulai penyelidikan untuk menemukan rahasia di balik insiden tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. I Am Not Okay With This</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski rilis pada 26 Februari lalu di Netflix, seri yang satu ini patut menjadi salah satu tontonanmu selama <em>self quarantine</em>. Melalui produser Stranger Things dan sutradara The End of the F***ing World, serial yang diadaptasi dari novel grafik Charles Forsman ini mengisahkan seorang gadis bernama Sydney (Sophia Lilis). Berusia 17 tahun, ia hanya memiliki seorang sahabat dan tetangga dalam kesehariannya. Sejak ayahnya meninggal, ia kehilangan semangat. Ini tak berlangsung lama, sebab Sydney memiliki kekuatan aneh yang dapat melayangkan barang atau merusak berbagai barang dengan dampak yang cukup membuatnya takut. Sejak saat itu, kehidupannya tak berjalan sama lagi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Money Heist Season 4</strong></p><p style="text-align: justify;">Telah tayang sejak 2 Mei 2017, Money Heist (<em>La casa de papel</em>) adalah serial Netflix asal Spanyol yang telah meraih segudang prestasi, salah satunya sebagai serial dengan penonton terbanyak di Netflix. Serial pemenang <em>Best Drama Series</em> di <em>International Emmy Awards</em> tahun 2018 ini mengisahkan tentang sebuah perampokan berencana di badan percetakan uang Spanyol. Berbeda dengan perampokan klise, dengan alur serta penokohan yang kuat, Money Heist berhasil memikat hati penonton. Pada musim keempat ini, berbagai hal <em>complicated</em> mulai terjadi karena konflik internal dalam misi penyelamatan yang berlanjut dengan perampokan emas di bank Spanyol.</p><p style="text-align: justify;">Itulah kelima rekomendasi <em>Sketsa</em> untuk menemani kamu yang sedang di rumah selama <em>self quarantine</em>. Semoga hari-harimu lebih menyenangkan dengan tayangan-tayangan di atas, ya. Selamat menyaksikan! <em><strong>(len/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Turnitin Mengubah Pengajar Menjadi Pemalas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/turnitin-mengubah-pengajar-menjadi-pemalas/baca </link>
<guid> turnitin-mengubah-pengajar-menjadi-pemalas </guid>
<pubDate> Sun, 19 Apr 2020 12:28:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini turnitin </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/turnitin-mengubah-pengajar-menjadi-pemalas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/92NUjPYALm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Turnitin Mengubah Pengajar Menjadi Pemalas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Perkembangan teknologi turut mengubah kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan setiap teknologi yang ditemukan atau diciptakan sudah tentu mampu mempermudah orang dalam kesehariannya. Dengan demikian, masyarakat sudah tentu mengalami dinamika tersendiri di berbagai bidang kehidupannya. Seiring dengan keberadaan suatu teknologi yang menyederhanakan urusan setiap orang.</span></p><p style="text-align: justify;">Salah satu bidang yang turut terdampak dengan adanya perkembangan teknologi adalah pendidikan. Sebelum ditemukannya kertas, manusia menyampaikan ilmu kepada sesamanya melalui suatu media dengan melukis pada batu, menulis di atas daun, dan lain sebagainya. Setelah ditemukannya kertas dan mulai mengenal aksara, manusia menggunakan penulisan kertas sebagai sarana menyampaikan pesan ilmu. Demikian pula setelah ditemukannya mesin ketik, komputer, hingga internet.</p><p style="text-align: justify;">Sejak ditemukan oleh Vint Cerf dan teman-teman sesama ilmuan lainnya hingga berkembang pada saat ini, internet turut serta membantu menyederhanakan sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang semakin sederhana tersebut menjadi salah satu faktor yang mengubah kebiasaan dalam dunia pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Pada konteks kekinian, segala ilmu dapat dicari dan tersedia dalam dunia maya. Hanya dengan membuka komputer, laptop, telepon genggam, tablet, dan perangkat lainnya dengan sangat mudah. Semua orang dapat mengakses serta membaca segala informasi dan pengetahuan kapan pun dan di manapun mereka berada.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini jauh berbeda dibandingkan dengan zaman dahulu. Sebelum secanggih sekarang, untuk mendapatkan suatu ilmu; selain diajarkan melalui pendidikan formal maupun secara tradisional, orang diharuskan pergi ke perpustakaan untuk membaca buku-buku ataupun sumber tertulis lain disana seperti koran, majalah, dan lain-lainnya. Hal ini sudah tentu menyulitkan orang tersebut karena sumber pengetahuan yang lebih terbatas, ketersediaan buku tidak terjamin, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya keberadaan internet mempermudah segala urusan dan membuat manusia menjadi lebih baik, termasuk dalam urusan pendidikan. Namun, ada saatnya internet justru mengubah kebiasaan orang menjadi buruk.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu kebiasaan tidak bagus yang muncul seiring dengan perkembangan internet adalah kemalasan. Tidak dapat dipungkiri dengan segala kemudahan untuk mengakses internet dan mendapatkan ilmu, perilaku para pelajar cenderung menjadi lebih pemalas daripada pendahulunya. Pelajar zaman sekarang bisa melihat internet untuk menyelesaikan tugasnya tanpa harus repot pergi ke perpustakaan untuk membuka buku.</p><p style="text-align: justify;">Seorang pelajar juga tidak diharuskan membuka satu persatu halaman di buku, karena dengan internet bisa dicari bahan pelajaran dengan hanya menuliskan kata kuncinya. Kemalasan pelajar yang berkepanjangan berpotensi meningkatkan kasus plagiarisme dalam dunia pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tidak mungkin seorang pelajar dapat menyalin utuh suatu pembahasan di internet tanpa mencantumkan sumber. Hal ini tidak ubahnya sama dengan perilaku menyontek seorang pelajar di kelas ketika sedang diadakan ujian akhir.</p><p style="text-align: justify;">Padahal penting bagi seorang pelajar untuk mencantumkan sumber bacaan yang didapatkannya dari internet. Selain untuk menghindari plagiarisme, sumber yang jelas secara tidak langsung akan menunjukkan keabsahan substansi dari sumber bacaan tersebut. Keabsahan substansi akan menentukan suatu fakta dalam sumber bacaan sehingga penting untuk memilah sumber bacaan yang memuat fakta atau bukan.</p><p style="text-align: justify;">Pelajar, selain diharuskan menghargai orisinalitas karya tulisan, juga dituntut harus memiliki kemampuan untuk memilih suatu sumber bacaan sehingga mereka bisa memvalidasi kebenaran ilmu yang didapatkan dari sumber di internet.</p><p style="text-align: justify;">Pelajar tidak boleh menjadi pemalas dengan hanya menyalin utuh suatu sumber bacaan yang ada di internet atas dasar penegakan norma untuk menghargai orisinalitas suatu sumber serta memvalidasi kebenaran ilmu yang didapat dari sumber tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Perilaku pelajar yang malas tersebut akan berdampak kepada perilaku para pengajar. Pengajar sudah tentu tidak menginginkan hasil pekerjaan pelajarnya berdasarkan hasil menyontek dari sumber daring. Dengan begitu dalam rangka mengantisipasi plagiarisme, pengajar dituntut untuk bisa memeriksa suatu tulisan atau tugas lain yang dibebankan kepada para pelajarnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini merupakan suatu tantangan yang sangat berat, mengingat seorang pengajar diberi tanggung jawab mengajar pada suatu kelas yang berjumlah olrang tidak sedikit sehingga sudah tentu merepotkan pengajar. Selain memeriksa satu per satu kebenaran dari tugas pelajar, pengajar juga dituntut untuk memvalidasi keabsahan sumber ilmu yang dibaca oleh pelajarnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi sebagian pengajar yang cukup &ldquo;melek teknologi&rdquo;, mereka tidak ragu untuk menggunakan suatu teknologi pengecekan otomatis suatu tugas atau tulisan, contohnya turnitin. Turnitin adalah aplikasi pengecek otomatis yang dapat digunakan sebagai fasilitas untuk memeriksa tingkat peniruan atau plagiarisme suatu tulisan dengan tulisan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan fasilitas tersebut seorang pengajar tidak perlu repot memeriksa satu persatu tulisan atau tugas para pelajarnya. Cukup dengan mengunggah file tulisan atau tugas kepada aplikasi pengecekan otomatis, dengan sederhana aplikasi tersebut akan memberi nilai keabsahan tulisan tersebut berdasarkan tingkat plagiarismenya. Semakin mirip suatu tulisan dengan sumber aslinya, semakin besar nilai plagiarisme yang ditunjukkan.</p><p style="text-align: justify;">Penggunaan turnitin atau aplikasi pengecek otomatis lainnya dapat berdampak positif apabila digunakan sebagai fasilitas tambahan untuk membantu pengajar menilai tugas pelajarnya. Pengajar tidak perlu kelimpungan dengan banyaknya tugas yang diterima dari para pelajarnya dan dengan mudah mengambil nilai dari hasil aplikasi tersebut untuk dijadikan acuan penilaian kepada pelajarnya. Dengan aplikasi pengecek otomatis, beban seorang pengajar menjadi lebih ringan dengan bantuan teknologi internet tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa disadari, aplikasi pengecek otomatis sebenarnya berpotensi membahayakan bagi sistem pendidikan, khususnya sistem pengajaran formal. Menurut pendapat Penulis, apabila aplikasi pengecek otomatis digunakan secara tidak bijak, maka penilaian tugas para pelajarnya akan menjadi tidak akurat. Hal tersebut sudah tentu merugikan para pelajar, karena mereka akan mendapatkan nilai buruk atas hasil subjektif dari aplikasi pengecek otomatis.</p><p style="text-align: justify;">Ini bukan isu isapan jempol belaka. Faktanya beberapa pengajar yang terlena dengan fasilitas ini bisa saja menjadi malas untuk melakukan pengecekan kembali pekerjaan pelajarnya untuk kemudian disesuaikan dengan hasil aplikasi pengecek otomatis tersebut. Oknum pengajar tersebut menjadi pemalas; hanya menggunakan subjektifitas aplikasi pengecek otomatis sebagai pertimbangan utama memberikan penilaian.</p><p style="text-align: justify;">Apabila hasil tes yang dilakukan aplikasi pengecek otomatis menunjukkan tingkat plagiarisme tinggi, oknum tersebut secara serta merta menganggap pekerjaan seorang pelajar salah karena dianggap telah &ldquo;menyontek&rdquo;. Padahal penilaian dari aplikasi pengecek otomatis hanyalah suatu &ldquo;kecurigaan&rdquo; atas plagiarisme yang dilakukan oleh pelajarnya. Selayaknya kecurigaan pada umumnya, kecurigaan mencontek pelajar seharusnya dibuktikan dengan dilakukannya pengecekan kembali supaya mendapatkan hasil yang lebih objektif.</p><p style="text-align: justify;">Kemalasan pengajar akibat penyalahgunaan aplikasi pengecek otomatis dapat memungkinkan terjadi suatu kerusakan dalam sistem pendidikan. Selain dapat memberikan penilaian yang tidak objektif, penyalahgunaan aplikasi pengecek otomatis bisa saja membuat pelajar mearasa pelajar tidak dihargai atas kejujuran dan kemampuannya terhadap tulisan atau tugas yang dibuatnya.</p><p style="text-align: justify;">Pisau akan menjadi berguna di tangan koki handal, tetapi akan menjadi berbahaya di tangan pembunuh. Aplikasi pengecek otomatis dapat didayagunakan dengan bijaksana, tetapi apabila digunakan dengan salah justru bisa merugikan.</p><p style="text-align: justify;">Penulis tetap menyalahkan perilaku menyontek atau plagiarisme yang dilakukan pelajar dalam mengerjakan tugas atau tulisan yang bersumber dari internet sehingga diperlukan suatu kemampuan bagi para pelajar untuk bisa melakukan riset dan penulisan yang layak. Kecurangan tetaplah menjadi suatu kecurangan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi ada baiknya pekerjaan para pelajar tetap dinilai objektif oleh pengajarnya berdasarkan substansi atau isi yang dituangkan dalam tugas mereka. Aplikasi pengecek otomatis selalu dapat dijadikan opsi untuk mempermudah mendeteksi kecurangan para pelajar.</p><p style="text-align: justify;">Hanya saja merupakan suatu tindakan yang tidak bijak apabila hasil aplikasi pengecek otomatis digunakan sebagai acuan penilaian utama terhadap pekerjaan pelajar tanpa suatu pertimbangan objektif lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Rifqi Akbar Darmawan, mahasiswa Ilmu Hukum, FH Universitas Padjadjaran.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasrullah, dari Aktivis hingga Menulis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/nasrullah-dari-aktivis-hingga-menulis/baca </link>
<guid> nasrullah-dari-aktivis-hingga-menulis </guid>
<pubDate> Mon, 20 Apr 2020 12:22:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok Nasrullah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/nasrullah-dari-aktivis-hingga-menulis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E7VaXylGIW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Nasrullah, dari Aktivis hingga Menulis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&quot;Motivasi saya menulis adalah menyebarkan gagasan dan kegelisahan. Dengan menulis, pikiran kita bisa dibaca orang lain. Kata dosen sekaligus guru saya, &lsquo;menulis adalah cara terbaik menyalurkan rasa sakit&rsquo;. Seperti apa yang dilakukan Anna Frank ketika terkurung oleh kekejaman Nazi Jerman.&rdquo;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Begitulah filosofi yang digambarkan oleh Nasrullah, salah satu dosen prodi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul yang gemar menulis.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Selasa (14/4) melalui pesan daring WhatsApp, Nasrullah merespons dengan sangat baik dan ramah dilihat dari gaya bahasa yang digunakan saat membalas pesan. Walaupun, kondisi saat itu sedang tidak baik akibat dampak dari pandemi, dia masih berkenan untuk dihubungi.</p><p style="text-align: justify;">Nasrullah mulai menceritakan pengalaman hidupnya yang membawanya bisa seperti sekarang. Berawal ketika ia menyelesaikan pendidikan menengah atas pada 2007 yang dihabiskan di Kabupaten Sinjai. Ia pergi bersekolah dengan jarak tempuh 15 Kilometer dari rumah sang Nenek, orang sangat berjasa dalam pembentukan karakternya hingga siap untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan estafet pendidikannya di salah satu universitas bergengsi di Kota Makassar yaitu Universitas Hasanudin (Unhas) yang ia selesaikan pada 2013 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dari rencana studi 7 tahun di mana ia sebut wajib belajar tujuh tahun, akhirnya studi yang di ambil diselesaikannya setahun lebih cepat. Ia mengakui hal itu membuatnya belajar banyak hal dan menimba pengalaman sebanyak-banyaknya adalah kesempatan yang tidak ingin ia lewatkan.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, masa-masa paling indah adalah masa perkuliahan S1 bukan pada masa SMA karena, saat itu Nasrullah banyak menghabiskan waktu dengan kuliah dan berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengakui, di dua tahun pertama perkuliahan ia fokus kuliah, kemudian dua tahun selanjutnya ia pusatkan dengan kegiatan kemahasiswaan untuk berorganisasi, serta dua tahun terakhir difokuskan untuk menimba pengalaman di luar kampus dan menyelesaikan studi dengan penelitian dan skripsi.</p><p style="text-align: justify;">Dari rencana studi S1 awalnya 7 tahun tadi beliau menyelesaikannya lebih cepat atas desakan orang tua dan motivasi keluarga untuk segera lanjut studi. Kemudian pada Agustus 2013 ia dinyatakan lolos seleksi untuk program pasca sarjana di salah satu universitas favorit di Yogyakarta yaitu Universitas Gajah Mada.</p><p style="text-align: justify;">Walau tak lagi aktif di organisasi mahasiswa, dia banyak menghabiskan waktu untuk belajar, meneliti, dan sesekali ikut klub-klub diskusi dan kajian keilmuan. Selain itu, ia juga menghadiri forum-forum seminar dan konferensi ilmu pengetahuan mengenai sastra, media, dan kebudayaan. Ia sendiri dapat menyelesaikan jenjang studi S2 dalam jangka waktu 1 tahun 10 bulan dengan gelar <em>Cum Laude</em> pada Oktober 2015.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Awal Karir</strong></p><p style="text-align: justify;">Lulus S2, Nasrullah langsung di terima sebagai tim peneliti puskapa Universitas Indonesia (UI) yang bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Australia hingga Desember 2015. Kemudian ia mengikuti <em>Taiwan Experience Education Program (TEEP) Winter Camp</em>, di National Chiao Tung University, Hsinchu, Taiwan dengan tema kegiatan mengenai Kajian Budaya (Cultural Studies) di Asia 2016 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tak lama sepulang dari Taiwan, Nasrullah diajak oleh pihak fakultas di almamaternya saat S1, Unhas untuk menjadi peneliti muda dan dosen luar biasa (sebutan lain dari dosen honorer atau sukarela).</p><p style="text-align: justify;">Ia rela tidak digaji dan menjalani pekerjaan tersebut selama setahun penuh di 2016. Sepanjang 2016, sembari mengajar ia juga meneliti di fakultas yang sama. Selain itu, ia menjadi asisten dosen di Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar. Di tahun yang sama ia dipercaya menjadi pengajar di Institut Seni dan Budaya Indonesia Sulawesi Selatan (ISBI SULSEL) pada program studi TV, Film, dan Desain Interior.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun ia bekerja tanpa digaji, Nasrullah terus bertekad walau hanya berbekal sedikit pengalamannya sebagai dosen dan peneliti selama setahun. Ia memberanikan diri untuk melamar menjadi dosen tetap di kampus negeri dan swasta untuk hanya ingin memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan demi kepastian status, kemandirian dan hak diupah layak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terhitung lebih sepuluh kampus yang saya kirimi berkas, dan hasilnya tak satupun yang bersedia menerima. Mulai dari kampus ternama hingga kampus yang kurang diminati bahkan nyaris tutup sekalipun, tidak bersedia menerima saya sebagai dosen tetap dengan alasan yang beraneka ragam,&rdquo; kenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti sampai disitu dengan doa serta kegigihan yang kuat, akhirnya ia diterima oleh Prodi Sastra Inggris FIB Unmul pada Januari 2017. Sejak 2017-2019, statusnya sebagai Dosen Tetap Non PNS. Targetnya untuk memiliki NIDN akhirnya tercapai. Bahkan, ia diberikan jabatan fungsional sebagai Asisten Ahli, sebagai tangga awal menuju Jabatan Guru Besar bergelar Professor. Ia juga langsung di tetapkan sebagai dosen CPNS di FIB Unmul sebagai langkah awal menjadi dosen PNS tetap.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Karya Tulis</strong></p><p style="text-align: justify;">Pria yang sangat dekat dengan mahasiswanya ini juga sangat pandai dalam hal tulis menulis. Keproduktifannya dalam hal tulis menulis juga banyak membuahkan hasil. Berawal dari sering menulis tugas kuliah hingga sering mendapat tugas untuk menulis notulensi dalam rapat-rapat lembaga kemahasiswaan atau organisasi yang di ikutinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya, kegiatan hanya mencatat dan buat resume/simpulan hasil rapat untuk disampaikan ke lembaga-lembaga dan organisasi terkait. Bentuk tulisannya kadang naratif kadang poin per poin,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga terkadang membuat <em>press release</em> dan pernyataan sikap untuk aksi demonstrasi mahasiswa. Dengan alasan tak jago orasi ia mengungkap sangat senang diberikan tugas seperti itu.</p><p style="text-align: justify;">Terkadang ia menggandakan selebaran, lalu mengirimnya ke jurnalis dan media-media serta membaginya ke masyarakat untuk di baca. Walaupun pada awalnya hal itu terkesan terpaksa karna tugas organisasi kini dia dapat menikmati dampak positif dari pengalamannya itu.</p><p style="text-align: justify;">Ia membeberkan, pada 2013 ia terus mengasah kebiasaan menulisnya ketika ia terjun ke Lingkar Advokasi Mahasiswa (LAM). Organisasi yang juga memiliki media penyalur bakatnya itu.</p><p style="text-align: justify;">Di organisasi tersebut ia juga menjadi pimpinan dan kontributor media. Terkadang ia melaporkan kegiatan lapangan dalam bentuk berita. Tulisannya juga banyak ia salurkan melalui opini pada waktu itu.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian semasa S2 juga ia banyak menulis esai, hingga sekarang bahkan ia menjelaskan bahwa sesekali ia menulis dan membaca puisi sejak menjadi dosen hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Dari kebiasaannya sering menulis itu, kini ia banyak mencipatakan beberapa buku sebagai bukti bahwa apa yang di lakukannya pada masalalu dapat menghasilkan suatu manfaat.</p><p style="text-align: justify;">Diantara beberapa buku yang telah ia luncurkan, salah satu yang menarik perhatian ialah buku ketiganya yang berjudul Budaya dan Media. Karena isi dalam buku tersebut mudah dipahami serta dapat menjadikan mahasiswa dan pembaca umum dapat berdialog melalui buku tersebut tanpa harus bertemu langsung.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya mengisahkan terkait pengalamannya dalam hal tulis menulis, ia turut menyampaikan pentingnya literasi karena hal tersebut sangat penting bagi generasi milenial yang kurang minat untuk membaca.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, literasi sebagai pola tidak semata-mata membaca dan menulis saja. Lebih dari itu, literasi adalah aksi membaca hingga praktik mengubah diri dan di luar diri kita.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika literasi diartikan sebagai aksi membaca dan dibaca kepada dan oleh kebudayaan, maka literasi sangat sangat penting. Bahkan, tak berlebihan jika dibilang lebih penting dari emas dan permata bagi yang meyakininya,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(fzn/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruang Juang Kartini Muda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ruang-juang-kartini-muda/baca </link>
<guid> ruang-juang-kartini-muda </guid>
<pubDate> Tue, 21 Apr 2020 11:56:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini mengenai esensi perayaan Hari Kartini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ruang-juang-kartini-muda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Jk6rPQYWBS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ruang Juang Kartini Muda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sejarah masih melekat dalam ingatan, kisah tentang sosok pahlawan wanita yang tangguh dan berani. Momennya yang selalu diperingati setiap tahun ditanggal 21 April. Inilah sejarah, kisah perjuangan tokoh pahlawan perempuan Indonesia, R.A. Kartini.</p><p style="text-align: justify;">Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Hari Kartini ditetapkan oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964, pada 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Nasional sekaligus menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.</p><p style="text-align: justify;">Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi, memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan. Di zamannya, perempuan pribumi tidak diberikan hak pendidikan akibat kentalnya adat dan budaya Jawa kala itu, di mana pendidikan dianggap tidak penting bagi kaum perempuan. Hal inilah yang membuat ia berjuang untuk memberikan hak pendidikan kepada kaum perempuan. Beliau berusaha mengajarkan cara membaca dan menulis bagi kaum perempuan dari usia anak-anak hingga dewasa.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sedikit yang menentang usahanya melawan adat dan budaya saat itu, Kartini terus berjuang dan tak patah semangat. Kini, perjuangan itu dapat dirasakan, dimana para perempuan diberikan hak dan wewenang untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.</p><p style="text-align: justify;">Menilik kisah perjuangan Kartini untuk para perempuan, menyadarkan kita bahwa perempuan memiliki peran yang besar dalam sebuah tatanan negara. Di mana, masa depan sebuah negara dapat dilihat dari perempuannya. Jika baik, cerdas dan bijak perempuannya maka baiklah negaranya, namun jika buruk maka buruklah negaranya. Itulah mengapa pentingnya pendidikan untuk para perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak peran penting yang dipegang oleh perempuan, peran sebagai anak yang dituntut mampu mengharumkan nama keluarga, peran sebagai istri yang setia dan mampu mendorong perjuangan dan kesuksesan suami, peran sebagai Ibu yang penuh kasih sayang dan kelembutan kepada anak, juga peran sebagai saudari maupun kawan yang mampu memberikan empati dan perhatian. Semua peran ini tentunya haruslah dijalani dengan bekal dan pemahaman yang cukup.</p><p style="text-align: justify;">Itulah kisah perjuangannya, walau sudah 116 tahun sejak meninggalnya Kartini, namun hal tersebut tidak mengartikan perjuangannya telah mati. Melainkan perjuangan itu kini melahirkan kartini-kartini muda yang tampil dan berjuang di semua lini kehidupan. Tak hanya pendidikan, juga turut andil dalam ruang publik politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Kini semakin luas ruang dan medan perjuangan Kartini. Mati satu, maka akan tumbuh seribu.</p><p style="text-align: justify;">Lalu bagaimanakah seharusnya para Perempuan Indonesia memaknai perayaan Hari Kartini pada 21 April ini?</p><p style="text-align: justify;">Pertama, merefleksi dan muhasabah diri, sudah sejauh mana perjuangan diri untuk memberikan perubahan positif bagi Perempuan Indonesia. Bersumber dari laman <em>komnasperempuan.go.id</em> (6 Maret 2020), tercatat 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari 421.752 kasus bersumber dari data kasus/perkara yang ditangani Pengadilan Agama, 14.719 kasus yang ditangani lembaga mitra pengada layanan yang terbesar sepertiga provinsi Indonesia, dan 1.419 kasus dari Unit Pelayanan dan Rujukan (UPR), unit yang sengaja dibentuk Komnas Perempuan untuk menerima pengaduan korban.</p><p style="text-align: justify;">Melihat dari tingginya angka pada kasus kekerasan perempuan, perlu adanya solusi konkret yang dapat mencegah terus bertambahnya kasus tersebut. Hadirnya RUU PKS bahkan tidak mampu menjawab dan menjadi solusi utuk mengatasi persoalan tersebut. Namun prinsip dan komitmen yang kuat perlu ditanamkan pada diri setiap Perempuan Indonesia, bahwa pentingnya pemahaman adalah solusi konkret.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menjadi muhasabah bagi kita, para kartini muda. Sudah sejauh mana perjuangan ini untuk memberikan perubahan baik bagi Perempuan Indonesia. Masih banyak perjuangan yang perlu dilakukan oleh para Kartini Muda untuk Perempuan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, menjadikan momentum Hari Kartini sebagai sarana edukasi dan pencerdasan kepada para Perempuan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Momentum tahunan Hari Kartini adalah momentum yang sangat cocok untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para perempuan Indonesia tentang pentingnya peran seorang perempuan. Moral dan akhlak menjadi cerminan bangsa, perilaku dan tindakan menjadi panutan teladan, dan tutur kata serta ucapan menjadi pecutan senjata peradaban. Maka pentingnya seorang perempuan memiliki pemahaman, pendidikan, dan kesadaran yang baik tentang hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, mengingat dan memperingati perjuangan Kartini seharusnya tidak hanya setahun sekali pada 21 April, tetapi setiap hari dan setiap saat.</p><p style="text-align: justify;">Kartini seorang perempuan yang berani, hasratnya akan pengetahuan dan menyuarakan pikiran yang sangat lantang. Beliau adalah sosok pemberani lagi tangguh, sehingga pantas dikenang dan diketahui kisahnya oleh para generasi muda Indonesia. Namun, ini bukanlah sekedar momen tahunan, tetapi lebih dari itu membawa semangat juang bagi para Kartini Muda. Para Kartini Muda harus menjadikan setiap harinya sebagai momen untuk berjuang demi memberikan perubahan yang baik bagi perempuan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai macam persoalan dan masalah tentang perempuan terus bermunculan, maka inilah waktunya Kartini Muda berjuang memastikan setiap Perempuan mendapatkan keadilan bukan kesetaraan.</p><p style="text-align: justify;">Maka, pastikan bahwa dirimu adalah 1 Kartini Mudah dari 1000 Kartini Muda lainnya, tegakkan bahumu, dan lantangkan suaramu untuk memberikan keadilan bagi Perempuan Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa!</p><p style="text-align: justify;">Hidup Rakyat Indonesia!</p><p style="text-align: justify;">Hidup Perempuan Indonesia!</p><p style="text-align: justify;">Hidup Perempuan Indonesia!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Rondongalo Rismawati, Menteri Penalaran dan Keilmuan BEM KM Unmul 2020.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sensasi Praktikum Daring, Mahasiswa: Lebih Enak Langsung! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sensasi-praktikum-daring-mahasiswa-lebih-enak-langsung/baca </link>
<guid> sensasi-praktikum-daring-mahasiswa-lebih-enak-langsung </guid>
<pubDate> Wed, 22 Apr 2020 11:53:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Praktikum online mahasiswa teknik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sensasi-praktikum-daring-mahasiswa-lebih-enak-langsung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qbEbptY7DD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sensasi Praktikum Daring, Mahasiswa: Lebih Enak Langsung!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Terhitung sejak 16 Maret 2020, seluruh perkuliahan dan sistem akademik di Unmul beralih ke media daring. Sejalan dengan Surat Edaran Rektor Nomor 1067/UN17/TU/2020. Hal ini membuat seluruh civitas academica memutar otak agar sistem belajar mengajar tetap berjalan secara efektif.</span></p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya perkuliahan di kelas yang dilakukan secara daring, melainkan praktikum juga berubah menjadi daring. Praktikum ini dilakukan oleh Prodi Teknik Industri, Fakultas Teknik (FT) Unmul pada mata kuliah Simulasi Komputer.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang menggunakan metode <em>online</em> ini saya masih kurang tahu matkul (mata kuliah) apa saja yang sudah menjalankan. Untuk metode <em>online</em> ini baru saya cobakan,&rdquo; ungkap Asisten Mata Kuliah Simulasi Komputer, Jerio.</p><p style="text-align: justify;">Praktikum secara daring ini telah berjalan sejak Jumat (17/4) lalu sebagai pertemuan pertama. Pada pertemuan saat itu memang belum dilaksanakan praktikum, masih membahas teknis dan aturan praktikum serta kesepakatan bersama antara asisten dengan praktikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetap dilaksanakan karena praktikum ini masih dapat dilakukan walau tanpa bertemu langsung, dalam artian kegiatan praktikum menggunakan aplikasi komputer jadi bisa dilakukan dari rumah,&rdquo; jelas Jerio kepada <em>Sketsa</em> via WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, adanya permintaan dari dosen agar praktikum tetap dilaksanakan untuk menghindari nilai yang tidak keluar. Pasalnya praktikum memiliki beban 1 satuan kredit semester (SKS) dalam mata kuliah Simulasi Komputer.</p><p style="text-align: justify;">Zoom dan YouTube digunakan untuk menunjang praktikum secara daring. Meski demikian, penggunaan Zoom masih dalam tahap uji coba terlebih banyak isu beredar terkait bahayanya penggunaan aplikasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jerio mengungkapkan dirinya merasa lebih mudah jika praktikum dilakukan secara langsung atau bertatap muka. Karena akan lebih mudah dalam pengawasan, interaksi, dan pemberian arahan terhadap praktikan.</p><p style="text-align: justify;">Setali tiga uang, dengan Jerio, Singgih Rahardjo selaku praktikan juga merasa lebih mudah jika praktikum dilakukan secara tatap muka. &ldquo;Tentu lebih mudah praktikum seperti biasa dan lebih maksimal, teman teman saat ini masih coba beradaptasi karena kami sama-sama tidak tau kapan kondisi ini berakhir,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk dapat mengakses aplikasi selama praktikum tentu saja diperlukan koneksi internet yang stabil, terlebih tidak semua wilayah memiliki kestabilan sinyal. Hal ini dirasa menjadi salah satu kendala dalam praktikum <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendalnya tentu di teknis kondisi jaringan yang beda-beda tiap daerah, perlunya data kuota internet yang tidak sedikit dan tidak semua mahasiswa didukung dengan <em>smartphone</em> atau laptop yang memadai,&rdquo; ungkap Singgih. <em><strong>(hlm/vny/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pandemi Corona, KKN FH  Ditunda Tahun Depan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pandemi-corona-kkn-fh-ditunda-tahun-depan/baca </link>
<guid> pandemi-corona-kkn-fh-ditunda-tahun-depan </guid>
<pubDate> Fri, 24 Apr 2020 12:42:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KKN FH ditunda tahun depan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pandemi-corona-kkn-fh-ditunda-tahun-depan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y9HzdrOU2u.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pandemi Corona, KKN FH  Ditunda Tahun Depan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Seperti yang telah diumumkan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul tahun ini akan berlangsung dengan Kondisi Luar Biasa (KLB) sebagai imbas dari pandemi virus corona (Covid-19). (baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-covid-19-kkn-46-unmul-berstatus-klb/baca)" style="text-align: inherit;"><em>https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-covid-19-kkn-46-unmul-berstatus-klb/baca</em>)</a><br></p><p style="text-align: justify;">Tentunya, sejumlah fakultas yang rutin mengadakan KKN secara mandiri mengalami kesulitan. Salah satunya adalah Fakultas Hukum (FH) yang memutuskan untuk menunda KKN Non Reguler hingga Januari 2021. Berdasarkan pengumuman yang diterbitkan FH Nomor 1486/UN17.8/AM/2020, terdapat tiga poin yang dibahas mengenai pelaksanaan KKN mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, pelaksanaan KKN Non Reguler FH tahun 2020 akan ditunda, bukan ditiadakan. Kedua, pelaksanaan KKN Non Reguler direncanakan berlangsung pada Januari 2021 bagi angkatan 2013, 2014, 2015, 2014, 2017. Terakhir, mahasiswa yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti KKN KLB tahun ini dapat mendaftar melalui laman <em>kkn.unmul.ac.id</em> pada 16-19 April.</p><p style="text-align: justify;">Mahendra Putra Kurnia selaku dekan FH turut memberikan tanggapannya mengenai penundaan KKN Non Reguler. Dihubungi via Whatsapp pada Jumat (17/4) lalu, ia menyebutkan bahwa penundaan KKN Non Reguler ini hanya berlangsung sementara selama pandemi masih berlangsung. Meski pada akhirnya diputuskan bahwa akan ditunda sampai Januari mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, KKN Non Reguler ditunda. Tetapi dipersilahkan mengikuti yang KKN Reguler LP2M. Kebijakan ini juga berlaku pada tahun-tahun sebelumnya. Hanya bedanya KKN Non Reguler ditunda sampai Januari 2020,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Apabila mahasiswa memutuskan untuk mengikuti KKN Non Reguler di tahun depan, Mahendra menuturkan bahwa tak ada perbedaan yang signifikan selain waktu pelaksanaan yang tertunda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sama seperti KKN Non Reguler sebelumnya, hanya beda waktu saja. Aturan KKN-nya tetap. Dapat dilihat di <em>website</em> FH Unmul,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pilihan Mahasiswa Terkait Penundaan KKN Non Reguler</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski telah diumumkan akan ditunda hingga tahun depan, tak sedikit mahasiswa yang tetap teguh untuk mengikuti KKN Non Reguler mendatang. Seperti Stanis Deri Burin, mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2017 yang memilih untuk mengikuti KKN tahun depan. Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Selasa (21/4), Deri mengaku bahwa dirinya telah berniat untuk mengikuti KKN Non Reguler sejak awal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuannya jelas untuk terjun langsung dalam profesi yang disasar. Sehingga terwujudnya implementasi nyata dan menyinkronkan ilmu yang sudah didapat di ruang kelas,&rdquo; sebut Deri, sapaan akrabnya.</p><p style="text-align: justify;">Deri juga menyebut bahwa KKN Non Reguler memiliki kelebihan yang cukup signifikan dibanding mengikuti KKN KLB tahun ini. Menurutnya, meski tidak berlangsung saat ini, esensi dari terjun langsung ke lapangan akan membuat mahasiswa lebih tepat sasaran serta mumpuni akan ilmu dan praktik konkret di dunia nyata.</p><p style="text-align: justify;">Punya pendapat yang berbeda, Syifa Nur Aini yang juga satu angkatan dengan Deri memutuskan untuk mengikuti KKN KLB tahun ini. Bagi Syifa, pelaksanaan KKN Non Reguler tertunda hingga tahun depan dikhawatirkan akan memperlambat kelulusan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena pelaksanaan KKN fakultas direncanakan pada Januari dan redaksi yang tertulis masih direncanakan, takutnya kalau nunggu KKN fakultas bisa memperlambat kelulusan,&rdquo; jelasnya pada <em>Sketsa</em>, Kamis (23/4).</p><p style="text-align: justify;">Ia juga setuju bahwa pelaksanaan KKN KLB yang dilaksanakan terlebih dulu menjadi kelebihan tersendiri bagi dirinya. Tak hanya itu, Syifa juga menambahkan bahwa ini adalah kesempatan untuk mendapatkan wawasan yang baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini memungkinkan kita banyak berinteraksi dengan banyak hal baru yang menambah wawasan saya. Di lain sisi, kita bisa dapat teman baru dari berbagai fakultas, dan pastinya mendapat pengalaman baru dengan orang-orang baru,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(len/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Khawatir Pakai Zoom, Berikut Aplikasi Telekonferensi Lainnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/khawatir-pakai-zoom-berikut-aplikasi-telekonferensi-lainnya/baca </link>
<guid> khawatir-pakai-zoom-berikut-aplikasi-telekonferensi-lainnya </guid>
<pubDate> Sun, 26 Apr 2020 11:55:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Zoom dinilai berbahaya, banyak orang mulai beralih ke aplikasi lain. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/khawatir-pakai-zoom-berikut-aplikasi-telekonferensi-lainnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2y9zjHNVV3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Khawatir Pakai Zoom, Berikut Aplikasi Telekonferensi Lainnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah merupakan anjuran yang terus disosialisasikan pemerintah guna memutus rantai Covid-19. Aplikasi telekonferensi Zoom menjadi popular sejak adanya pandemi ini. Namun sayang, Zoom kian hangat jadi perbincangan masyarakat. Mulai dari pemerintah yang ingin menarik pajak dari aplikasi ini hingga isu keamanan karena belakang diketahui aplikasi ini tidak memiliki <em>enskripsi end to end</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Enskripsi end to end</em> adalah metode komunikasi aman yang mencegah pihak ketiga mengakses data saat ditransfer dari satu sistem atau perangkat ujung ke yang lain. Hal ini tentu meresahkan para pengguna Zoom, terlebih lagi bagi mereka yang menggunakan untuk keperluan yang sangat privat. Seperti telekonferensi dalam pemerintahan.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang merasa khawatir menggunakan Zoom, berikut beberapa aplikasi telekonferensi yang bisa digunakan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Google Hangouts Meet</strong></p><p style="text-align: justify;">Aplikasi ini bisa digunakan lebih dari 100 orang dalam sekali pertemuan. Saat menggunakan versi gratis, kamu hanya bisa menerima panggilan video dan tidak dapat membuat panggilan. Jika tertarik, kamu bisa berlanggan dengan G Suite. Tak perlu khawatir, Google memberikan layanan gratis kepada masyarakat hingga 1 Juli mendatang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Skype</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu aplikasi yang lumayan populer sebelum kemunculan Zoom. Kamu bisa menggunakan Skype dengan dengan batasan jumlah perserta melalui &ldquo;Meet Now&rdquo; karena aplikasi ini membatasi jumlah perseta sesuai dengan platform dan perangkat yang kamu miliki.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Cisco Webex</strong></p><p style="text-align: justify;">Hadir dengan versi gratis demi dukung kegiatan di rumah aja selama pandemi Covid-19. Cisco Webex mendukung video yang jernih dan tajam, agar semua orang merasa seperti mereka duduk di meja yang sama saat meeting berlangsung. Kamu dapat membuat panggilan hingga 100 perserta tanpa ada batasan waktu 40 menit seperti di Zoom.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Jitsi Meet</strong></p><p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan aplikasi ini sama seperti Zoom. Kemanan menjadi yang diutamakan Jitsi Meet, paggilan video dienkripsi penuh, dan sepenuhnya gratis juga tidak memerlukan akun untuk bergabung. Keunggulan lainnya adalah aplikasi ini terintergrasi dengan Slack, Google Calendar, dan Office 365.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. WhatsApp</strong></p><p style="text-align: justify;">Pasti kamu tidak asing lagi dengan aplikasi ini. Bisa melakukan panggilan video hingga empat orang dan tentu sudah dijamin keamanannya. Cocok untuk kamu yang ingin berdiskusi dalam skala kecil dan intens, karena hanya bisa diikuti 4 orang saja. Namun, WhatsApp kini tengah mengembangkan panggilan video untuk 8 orang.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, aplikasi apa yang akan kamu pakai selanjutnya? Tetap jaga kesehatan dan produktif selama di rumah ya. <strong>(<em>ami/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resep Takjil Ikonik Ramadan untuk Berbuka di Rumah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/resep-takjil-ikonik-ramadan-untuk-berbuka-di-rumah/baca </link>
<guid> resep-takjil-ikonik-ramadan-untuk-berbuka-di-rumah </guid>
<pubDate> Wed, 29 Apr 2020 12:40:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resep takjil Ramadan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/resep-takjil-ikonik-ramadan-untuk-berbuka-di-rumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mRw3IdYA1z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resep Takjil Ikonik Ramadan untuk Berbuka di Rumah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Ramadan merupakan sebuah momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di tanah air. Salah satu tradisi yang sering dilakukan masyarakat ialah berburu takjil, yakni makanan untuk berbuka puasa. Hidangan manis seringkali menjadi pelengkap berbuka puasa. Namun tidak menutup kemungkinan bagi jajanan asin dan gurih untuk dipilih sebagai pendamping waktu berbuka.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya pandemi virus corona (Covid-19) dan imbauan <em>physical distancing</em>, waktu berbuka puasa pun menjadi kurang lengkap. Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga penutupan jalan di beberapa daerah membuat pasar ramadan sebagai tempat mencari takjil harus ditiadakan. Berbagai takjil ikonik yang hanya dijual selama bulan ramadan semakin sulit ditemui.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak bisa berburu takjil, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah untuk keluarga. Selain higienis, ada baiknya untuk mengolah dengan bahan-bahan yang segar dan sehat. Ini juga melatih kreativitas dan produktif selama berpuasa di rumah. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum resep takjil yang dapat kamu buat dan nikmati di rumah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Es Pisang Ijo</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan Utama:</p><p style="text-align: justify;">250 gr tepung protein sedang</p><p style="text-align: justify;">300 ml santan instan</p><p style="text-align: justify;">100 ml air pandan suji</p><p style="text-align: justify;">&frac12; sdt garam</p><p style="text-align: justify;">1 sdm margarin, lelehkan</p><p style="text-align: justify;">1 sisir pisang raja, kukus</p><p style="text-align: justify;">Bahan Saus:</p><p style="text-align: justify;">&frac12; sdt garam</p><p style="text-align: justify;">1200 ml santan</p><p style="text-align: justify;">150 gr tepung terigu/tepung beras (apabila ingin saus yang sedikit encer, takaran ini dapat dikurangi sedikit)</p><p style="text-align: justify;">&frac12; sdt garam</p><p style="text-align: justify;">200 gr gula pasir</p><p style="text-align: justify;">2 lembar daun pandan</p><p style="text-align: justify;">Bahan Pelengkap:</p><p style="text-align: justify;">Sirup cap Pisang Ambon</p><p style="text-align: justify;">Es</p><p style="text-align: justify;">Kental manis</p><p style="text-align: justify;">Cara membuat:</p><p style="text-align: justify;">Dalam wadah, campurkan tepung terigu, garam, santan dan air pandan suji. Aduk rata. Saring agar adonan lebih halus. Setelah disaring, tambahkan margarin dan aduk kembali.</p><p style="text-align: justify;">Setelah tercampur rata, tuang adonan ke wajan (disarankan wajan anti lengket) dan buat kulit pisang ijo-nya. Taruh pisang di atas kulit, lalu rapatkan agar pisang dan kulit saling menempel. Lakukan sampai adonan habis. Sisihkan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk saus, masak semua bahan dengan api kecil. Lakukan hingga saus mengental, kemudian dinginkan.</p><p style="text-align: justify;">Tata pisang di wadah, kemudian siram dengan saus dan sirup. Tambahkan es dan kental manis sebagai pelengkap. Es pisang ijo siap disajikan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sop Buah</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan:</p><p style="text-align: justify;">Buah-buahan, sesuai selera</p><p style="text-align: justify;">Biji selasih</p><p style="text-align: justify;">Nata de Coco</p><p style="text-align: justify;">Gula cair, sesuai selera</p><p style="text-align: justify;">Sirup rasa <em>cocopandan</em></p><p style="text-align: justify;">Kental manis</p><p style="text-align: justify;">Air</p><p style="text-align: justify;">Es</p><p style="text-align: justify;">Cara membuat:</p><p style="text-align: justify;">Potong-potong buah yang tersedia, kemudian sisihkan</p><p style="text-align: justify;">Campurkan kental manis, gula cair, sirup dan air ke dalam wadah. Aduk rata.</p><p style="text-align: justify;">Masukkan buah dan tambahkan es batu.</p><p style="text-align: justify;">Sop buah siap dinikmati.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bakwan Sayur</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan:</p><p style="text-align: justify;">&frac14; kol, iris tipis</p><p style="text-align: justify;">2 buah wortel, belah dan potong memanjang atau parut kasar</p><p style="text-align: justify;">1 buah jagung manis, pipil atau iris</p><p style="text-align: justify;">1 batang daun bawang, iris tipis</p><p style="text-align: justify;">5 siung bawang putih, haluskan</p><p style="text-align: justify;">2 buah kemiri, haluskan</p><p style="text-align: justify;">1 ruas kecil kunyit, haluskan</p><p style="text-align: justify;">5 sdm tepung terigu serbaguna</p><p style="text-align: justify;">2 sdm tepung beras</p><p style="text-align: justify;">Garam dan gula secukupnya</p><p style="text-align: justify;">&frac12; lada</p><p style="text-align: justify;">&frac12; sdt kaldu bubul</p><p style="text-align: justify;">250 ml air</p><p style="text-align: justify;">Cara membuat:</p><p style="text-align: justify;">Campur semua bahan di wadah, kemudian beri air sedikit demi sedikit. Usahakan agar adonan tidak terlalu kental atau terlalu cair</p><p style="text-align: justify;">Panaskan minyak di wajan, lalu tuang sebanyak 1 sendok sayur adonan ke dalam minyak. Goreng hingga matang. Tiriskan</p><p style="text-align: justify;">Sajikan bersama sambal atau cabai rawit.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Puding Lumut</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan:</p><p style="text-align: justify;">2 bungkus agar-agar tanpa rasa</p><p style="text-align: justify;">120 gr gula pasir</p><p style="text-align: justify;">2 butir telur, kocok lepas</p><p style="text-align: justify;">2 bungkus santan instan (65 gr)</p><p style="text-align: justify;">800 ml air</p><p style="text-align: justify;">200 ml jus pandan (dibuat dari 12 lembar daun pandan yang diblender dengan 200 ml air)</p><p style="text-align: justify;">Cara membuat:</p><p style="text-align: justify;">Campur agar-agar, gula pasir, telur, santan, air dan jus pandam. Masak hingga mendidih dan sesekali diaduk.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mendidih, campuran akan mulai bertekstur seperti lumut. Diamkan di suhu ruangan hingga puding tidak panas dan teksturnya sedikit mengental.</p><p style="text-align: justify;">Setelah didiamkan, tuang adonan puding ke dalam cetakan. Hasilnya, puding akan nampak terisi dengan &lsquo;lumut&rsquo;nya. Apabila langsung menuangkannya ke cetakan sebelum didinginkan, maka bagian lumut serta bagian puding yang lumut akan terpisah. Sesuaikan dengan selera masing-masing, ya.</p><p style="text-align: justify;">Cukup mudah, bukan? Keempat jenis takjil ini marak dijumpai saat ramadan tiba. Perhatikan bahan-bahannya, dan selamat mencoba! <em><strong>(fzn/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ikuti Foto Kontes: Cara Produktif saat di Rumah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ikuti-foto-kontes-cara-produktif-saat-di-rumah/baca </link>
<guid> ikuti-foto-kontes-cara-produktif-saat-di-rumah </guid>
<pubDate> Sat, 02 May 2020 12:05:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berita kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ikuti-foto-kontes-cara-produktif-saat-di-rumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/csFrMYhIDp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ikuti Foto Kontes: Cara Produktif saat di Rumah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dua mahasiswi Unmul mengikuti lomba yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB). <em>Student at Home Challenge</em> ini merupakan ajakan dari IPB untuk turut membantu pengendalian penyebaran Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam akun instagram <em>@shc_ipb</em>, menekankan pentingnya untuk berkontribusi dan berprestasi walau di rumah saja lewat bantuan teknologi. Virda Verdina, mahasiswi Administrasi Bisnis 2019 ini diketahui menjadi juara 3 dalam lomba <em>creative photo</em>. Selain itu ada Zharifa Aisha Puspa yang menjadi finalis.</p><p style="text-align: justify;">Lomba terdiri dari beberapa jenis, dan mereka mengikuti salah satunya. Diakui keduanya, lomba tersebut mereka ikuti atas arahan dosen mata kuliah Desain Berpikir. Adapun tenggat pengumpulan karya untuk lomba foto kontes tersebut dimulai dari 26 Maret hingga berakhir pada 7 April.</p><p style="text-align: justify;">Lomba tersebut terdiri dari beberapa tahapan seleksi, yang pertama semua foto dari seluruh Indonesia diseleksi terlebih dahulu oleh pihak penyelenggara, dan terkumpul sebanyak 22 finalis. Setelah terseleksi 22 finalis ini, pihak penyelenggara menyeleksi lagi untuk tahu siapa yang menjadi juara 1, 2, dan 3. Selain itu, ada juga juara favorit, dilihat berdasarkan jumlah like di Instagram.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran tidak dikenakan biaya, cukup mengisi formulir data diri dan mengunggah karya di Instagram. Peserta lomba mendapatkan sertifikat, dan dijelaskan Virda dirinya mendapatkan uang pembinaan senilai Rp1 juta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Reward-n</em>ya adalah sertifikat bagi finalis dan hadiah berupa uang Rp1 juta untuk juara 3. Reward belum saya terima karena masih dalam tahap administrasi,&quot; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (30/4).</p><p style="text-align: justify;">Virda sendiri mengaku ide foto tersebut terinspirasi dari adik dan kawan mainnya yang kini tidak lagi bisa bermain di luar rumah dengan bebas. Sedangkan Zharifa, merasakan pengalamannya yang biasa berkegiatan di luar rumah dan aktif dalam sanggar tari, kini seharian waktunya adalah di rumah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cobalah <em>explore</em> kegiatan-kegiatan yang menarik atau belajar mengenai hal baru untuk mengisi waktu selama pandemi ini,&quot; pesan Zharifa.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa Virda juga berpesan agar makin banyak orang-orang yang memanfaatkan waktu selama pandemi di rumah untuk selalu produktif. &quot;Tetap semangat beraktivitas dan jangan menganggap apapun yang dikerjakan sebagai hal yang berat,&quot; tutup Virda. <em><strong>(rst/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kapan Covid-19 Akan Berakhir di Indonesia? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kapan-covid-19-akan-berakhir-di-indonesia/baca </link>
<guid> kapan-covid-19-akan-berakhir-di-indonesia </guid>
<pubDate> Sun, 03 May 2020 12:06:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kapan Corona usai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kapan-covid-19-akan-berakhir-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ffcLMRgLyT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kapan Covid-19 Akan Berakhir di Indonesia?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pasien positif Covid-19 sampai hari ini sudah lebih dari 11.192 orang. Sejumlah penelitian menyebut bahwa Indonesia seharusnya sudah memasuki puncak di bulan April. Namun, saya lihat data yang dihimpun tersebut diragukan. Saya kira, ada banyak orang yang tidak terlacak dan terinfeksi Covid-19. Lalu jika belum mencapai puncak, kapankah Covid-19 akan berakhir di Indonesia?</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, sudah banyak kampus dan para ahli mengeluarkan prediksi masing-masing. Menurut saya, kita harus menggunakan informasi yang disampaikan tersebut sebagai data kualitatif. Jangan menganggap itu kuantitatif. Kenapa?</p><p style="text-align: justify;">Karena badan informasi yang paling sederhana pun, misalnya 1 orang terinfeksi, ketika dia mulai terinfeksi sampai dia sembuh, dia menginfeksi berapa orang, kita belum tahu. Kemudian, informasi berapa lama orang itu sakit sampai sembuh atau meninggal juga belum ada sampai saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga, para peneliti menggunakan data kira-kira. Mereka menggunakan parameter misalkan dari China, Korea Selatan dan sebagainya. Karena parameter kira-kira ini, tim ahli pun menggunakan model yang sama dan bisa menghasilkan data prediksi yang berbeda. Bahwa informasi yang ada, hasil penelitian yang ada, itu ada tahap kualitatif.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun prediksinya berbeda-beda, koalisinya berbeda-beda tapi yang harus kita ambil menurut saya adalah bahwa angka yang dikeluarkan untuk angka infeksi (prediksi infeksi) itu semuanya tinggi. Menurut saya ini yang lebih penting. Sehingga kita bisa siaga dan waspada serta tidak menggampangkan masalah ini.</p><p style="text-align: justify;">Dari beberapa penelitian kolega-kolega di Indonesia yang saya baca, mungkin lebih nyaman mengatakan paling cepat kondisi yang sangat ideal kita harapkan adalah mungkin akhir April atau pertengahan Mei. Sementara perhitungan yang lain mungkin bisa lebih panjang lagi. Bahkan ada yang mengatakan sampai bulan Juli.</p><p style="text-align: justify;">Prediksi panjang bisa dikarenakan proses mitigasi, misalnya ketika kita mengurangi interaksi kita dengan orang lain atau <em>social distancing</em>. Nah, <em>social distancing</em> ini jika berhasil juga bisa mendorong kontingen ke belakang tapi juga menekan jumlah korban. Jadi, banyak faktor yang terpengaruh terhadap proyeksi puncak tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dan yang dilaporkan secara resmi oleh pemerintah itu sebetulnya hanya sedikit dari kasus sebenarnya di lapangan. Jika misalnya kondisi di indonesia masih seperti sekarang ini maka pertambahannya juga akan meningkat seperti sekarang ini. Jadi, masih pada kisaran 100-200 orang.</p><p style="text-align: justify;">Nah, pada fase mana kita sekarang? Kita sekarang sedang pada posisi eksponensial naik, jika tidak segera melakukan pembatasan yang lebih ketat lagi. Sehingga proses dan langkah-langkahnya akan naik terus. Ini yang saya khawatirkan, artinya saya sepakat bahwa pemerintah harus segera tegas, PSBB segera dilakukan di seluruh tingkat nasional.</p><p style="text-align: justify;">Kalau dilihat dari prespektif matematika misalkan untuk kondisi ideal, kita bersama-sama melakukan <em>lockdown</em> diri kita langsung dengan tidak beraktifitas sama sekali. Selama 3 minggu saja, itu langsung bisa menghabiskan virus sebetulnya. Ini dari segi matematika, tetapi banyak faktor yang tidak memungkinkan untuk kita lakukan. Kerja sama antara berbagai pihak tentunya sangat penting untuk mencari solusi terbaik yang perlu segera dilakukan dan pemerintah perlu segera melaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Dan khasnya dari Covid-19 ini, dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics dengan mengamati lebih dari 2.100 anak yang terinfeksi Covid-19 di Cina, melaporkan bahwa sebanyak 90% anak-anak memiliki infeksi tanpa gejala, ringan, atau sedang.</p><p style="text-align: justify;">Hanya 5,9% memiliki kasus parah atau kritis, dibandingkan dengan hingga 20% pada orang dewasa. Sehingga mereka itu menularkan tanpa disadari. Karena itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat penting. Persoalannya, masih banyak masyarakat yang tidak sadar.</p><p style="text-align: justify;">Ini yang perlu dilakukan setiap orang di Indonesia sekarang. Setiap orang harus sadar, jika belum sadar lakukan pembinaan, kalau belum bisa dibina lakukan tindakan hukum atau diberikan <em>award</em> kepada yang sudah sadar. Jadi, ada insentif-insentif dan pinalti yang perlu diberlakukan agar PSBB ini benar-benar terimplementasi.</p><p style="text-align: justify;">Mobilitas juga harus dikurangi, jika mobilitas tidak dikurangi maka virus akan tersebar semakin luas. Kemudian kita juga perlu tes massal untuk mendapatkan gambaran se-realistis mungkin dengan <em>case</em> asli yang berada di lapangan.</p><p style="text-align: justify;">Tentang kondisi sosial juga, bahwa kadang karena kurangnya pengertian dan pemahaman. Ada juga alasan ekonomi, ini juga yang perlu mendapatkan perhatian. Jika kita mengharapkan masyarakat untuk mencari makan sendiri, saya pikir sangat sulit. Bahkan dalam kondisi normal pun kadang perlu bantuan. Selain itu kita juga harus saling membantu dengan masyarkat sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Yang paling penting <em>outbreak</em> ini akan berakhir ketika kekebalan manusia bisa mengatasi virusnya, artinya lebih kuat dari virus yang beredar. Seperti lazimnya ada siklus epidemi, kita lihat kurvanya ada naik kemudian mencapai puncak lalu turun. Insha allah bersama bisa menghentikan penularan Covid-19 ini.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Lisa Aprilia Gusreyna, mahasiswa Ilmu Hukum, FH 2019.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pers adalah Panggilan, Bukan Batu Sandungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pers-adalah-panggilan-bukan-batu-sandungan/baca </link>
<guid> pers-adalah-panggilan-bukan-batu-sandungan </guid>
<pubDate> Mon, 04 May 2020 12:32:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini mengenai pers dan yang berkaitan dengan itu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pers-adalah-panggilan-bukan-batu-sandungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GhemyyUFw0.png" />
					</figure>
			                <h1>Pers adalah Panggilan, Bukan Batu Sandungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sejak bergabung dalam pers mahasiswa (persma), saya sadar ada beberapa hal yang berubah dalam diri saya. Selain meningkatkan kemampuan dalam menulis dan belajar teknik mencari informasi yang baik dan benar, rupanya cara orang memandang saya juga sedikit berubah.</p><p style="text-align: justify;">Masih saya ingat, beberapa teman kelas saya menganggap &quot;profesi&quot; ini keren. Alasannya karena menjadi jurnalis pasti tahu segala hal&mdash;yang berkaitan dengan kampus. Meski begitu, pada awalnya beberapa teman menjadi sedikit berhati-hati terhadap saya. Entah karena takut tak sengaja membicarakan masalah organisasi mereka, atau hal-hal lainnya yang mereka anggap dapat menjadi &quot;ladang&quot; bagi saya sebagai jurnalis.</p><p style="text-align: justify;">Memang, saat akan bergabung pun saya sudah diperingati duluan oleh para senior, &ldquo;Hati-hati, kalau nanti temanmu jauhin jangan kaget ya.&rdquo; Saya akhirnya mengalami sendiri dalam kehidupan sosial saya. Puncaknya adalah ketika tak sengaja mendengar teman saya <em>nyeletuk</em>, &quot;Berarti kalian mirip-mirip <em>lambe</em>&nbsp;<em>turah</em> gitu ya?&rdquo; Waktu itu, saya hanya bisa diam dan pura-pura mengabaikan, toh mungkin hanya bercanda.</p><p style="text-align: justify;">Namun lama-kelamaan, ini menjadi perdebatan dalam diri saya. Apa iya, jurnalis atau pers tak ada bedanya dengan akun gosip yang memberitakan apa saja untuk <em>rating</em> dan pengikut? Bukan munafik, saya juga paham kalau berita yang jurnalis hasilkan pasti membutuhkan pembaca. Tapi dengan kode etik yang ada dan pengetahuan akan konfirmasi serta benar tidaknya berita tentu membuat awak jurnalis atau pers dapat dikatakan berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Dan nampaknya, sikap menggeneralisasi ini juga ditunjukkan oleh beberapa orang penting di lingkungan saya sebagai persma. Mungkin tak sebanyak senior-senior saya yang lebih berpengalaman, namun tindakan memberi &quot;ancaman&quot; halus kepada saya sebagai pers juga turut membuat saya kembali bertanya-tanya. Apakah sikap saya sebagai pewawancara kurang baik, ataukah berita yang akan saya garap memang bersifat sensitif? Meski sejauh ini, tindakan yang saya terima adalah peringatan untuk tidak menuliskan keterangan lebih jauh di dalam berita, atau meminta saya menulis dalam sisi yang lebih &quot;enak&quot; untuk dibaca.</p><p style="text-align: justify;">Keadaan ini tak hanya berlaku pada saya sebagai persma, tetapi pada semua jurnalis di luar sana. Terkadang, hal ini membuat saya sedikit murung. Terutama dengan mudahnya mereka meminta jalan alternatif pada awak pers. Apabila berita yang keluar tak sesuai yang diinginkan, dengan mudahnya awak pers dipandang sebelah mata. Dimulai dengan tak lagi mau dimintai keterangan, hingga berujung pembredelan dan kriminalisasi dalam celah yang dapat dimanfaatkan.</p><p style="text-align: justify;">Saya tak mau cerita panjang lebar tentang ketidakadilan macam apa saja yang telah dilayangkan pada insan pers di Indonesia. Mereka telah bekerja dengan baik, dan patut diapresiasi. Singkatnya, menjadi semangat bagi yang lainnya untuk tetap mewartakan kabar apapun bentuknya. Meski masih belum bebas dan kapan saja dapat dibungkam, menurut saya menjadi pers adalah sesuatu yang perlu dibanggakan. Tidak mudah untuk memiliki prinsip <em>cover both side&nbsp;</em>dan jujur. Namun menjadi pers akan mengajarkan kita untuk lebih bersabar dan bijaksana dalam berpikir.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah kata yang saya dengar di khotbah pastor pada Minggu lalu saat saya mengikuti misa daring. Kata tersebut yakni: semua yang kita kerjakan, apapun profesi kita, semuanya adalah panggilan. Apabila hal itu membawa berkah bagi kita dan orang lain, maka kita telah mendengar panggilan yang tepat untuk diri kita. Saya yakin, pilihan menjadi jurnalis adalah sebuah panggilan. Ada kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri ketika kita dapat menghadirkan berita yang informatif, valid, dan memberikan manfaat bagi orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah lewat sehari, izinkan saya mengucapkan selamat Hari Kebebasan Pers yang jatuh pada 3 Mei kemarin. Semoga saya, Anda, dan rekan-rekan pers di manapun kalian berada, selalu dilindungi dan tetap teguh akan perjuangan kalian.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, Redaktur Pelaksana LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Awalnya Iseng, Usaha Masker Bahzar Dilirik hingga Luar Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/awalnya-iseng-usaha-masker-bahzar-dilirik-hingga-luar-kalimantan/baca </link>
<guid> awalnya-iseng-usaha-masker-bahzar-dilirik-hingga-luar-kalimantan </guid>
<pubDate> Tue, 05 May 2020 12:00:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Usaha masker </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/awalnya-iseng-usaha-masker-bahzar-dilirik-hingga-luar-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IcIM0T42zw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Awalnya Iseng, Usaha Masker Bahzar Dilirik hingga Luar Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pandangan utama seluruh dunia kini tertuju pada pandemi Covid-19 yang muncul akhir Desember lalu dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Di Indonesia, pasien positif Covid-19 sudah menyentuh angka 10.000 pasien, dan diperkirakan akan terus meningkat. Sejak merebaknya wabah, organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengeluarkan berbagai imbauan menghadapi pandemi ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Imbauan tersebut di antaranya berisikan anjuran untuk selalu mencuci tangan dan mengenakan masker. Seiring berjalannya waktu, banyak pihak-pihak yang memandang pandemi Covid-19 sebagai wadah berbagi antar sesama.</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari banyaknya instansi atau universitas yang memproduksi <em>hand sanitizer&nbsp;</em>hingga masker secara mandiri. Meningkatnya permintaan masker, membuat sebagian orang memanfaatkan hal ini sebagai ladang usaha baru di tengah peliknya ekonomi karena wabah.</p><p style="text-align: justify;">Mohammad Bahzar seorang dosen FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Unmul yang kini ikut melayani pemesanan masker melalui usaha <em>digital printing</em> yang ia rintis Maret lalu. Merintis usaha <em>digital printing</em> saat pandemi melanda bukan hal yang diharapkan Bahzar sapaan akrabnya namun harus ia jalani. Maret merupakan saat di mana ekonomi sedang lesu karena corona. Namun Bahzar tak tinggal diam. Bermula dari hobinya memancing, ia memiliki beberapa peralatan dasar seperti kain scuba.</p><p style="text-align: justify;">Bersama dengan sang anak, Bahzar kemudian iseng-iseng berhadiah mencoba membuat sendiri masker berbahan dasar kain scuba. Tak disangka-sangka, bermula dari keisengannya, permintaan pasar akan masker kain yang diproduksinya meledak besar tatkala ia mempromosikannya melalui jejaring sosial Facebook miliknya.</p><p style="text-align: justify;">Bahzar yang saat itu diwawancara awak Sketsa (25/4) mengaku, permintaan masker yang ia produksi justru datang dari berbagai daerah luar Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Permintaan datang dari berbagai daerah seperti Kutim, Kubar, Surabaya, hingga Aceh,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahzar bersama 15 karyawannya mampu menghasilkan 6000 buah masker perharinya. Hal ini juga dipengaruhi oleh kecepatan pembuatan masker itu sendiri yang tidak membutuhkan jahitan melainkan hanya dengan <em>cutting</em> laser. Animo luar biasa yang datang dari masyarakat membuat Bahzar dan karyawannya terus melayani pemesanan hingga keluar daerah.</p><p style="text-align: justify;">Namun, hal lain juga kini ia keluhkan tatkala pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahzar mengaku bahwa kendala lain yang ia dan karyawannya temui ialah pada pengiriman ke luar daerah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendati demikian, kami tetap mengusahakan untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat lokal dulu, seperti pemerintah, LSM, atau kegiatan bakti sosial lainnya,&rdquo; tambah Bahzar.</p><p style="text-align: justify;">Ketika disinggung apakah masker yang ia produksi ini akan didistribusikan di kampus, Bazar mengaku siap jika di minta memproduksi masker bekerja sama dengan pihak kampus, namun belum terlaksana lantaran belum mendapat respons dari pihak yang lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sudah berbicara kepada beberapa pihak terkait, namun belum direspons hingga sekarang. Jadi kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya,&rdquo; terang Bahzar.</p><p style="text-align: justify;">Selain melayani kebutuhan pasar, Bahzar juga menambahkan bahwa cara ini dipilihnya sebagai metode untuk mendukung pemerintah agar senantiasa mengenakan masker kemanapun pergi.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, tak hanya masker, Bahzar dan karyawannya sedang mengusahakan pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis agar mampu digunakan saat menangani pasien Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya bisa segera didistribusikan juga nantinya jadi tenaga medis bisa pakai,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(fir/sut/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul April Mop: Dilema Kuota Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/unmul-april-mop-dilema-kuota-mahasiswa/baca </link>
<guid> unmul-april-mop-dilema-kuota-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 06 May 2020 12:04:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini mengenai distribusi kuota di kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/unmul-april-mop-dilema-kuota-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g655snrmfZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul April Mop: Dilema Kuota Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dalam situasi dan kondisi dunia terutama di Indonesia yang berada dalam keadaan genting yaitu wabah Covid-19, maka semua kegiatan yang berada di luar ruangan maupun kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa menjadi terhambat bahkan terhenti sama sekali. Terutama kegiatan di lingkungan kampus itu sendiri baik kegiatan akademik maupun di luar akademik seperti organisasi. Seluruh perguruan tinggi di Indonesia khususnya Universitas Mulawarman mengumumkan <em>lockdown</em> atau tidak beroperasi sementara untuk menghindari penyebaran Covid-19 terjadi di kalangan civitas academica.</p><p style="text-align: justify;">Keadaan tersebut menyebabkan banyaknya mahasiswa mengalami kendala yang cukup berat. Seperti berkuliah secara daring yang tidak efektif dikarenakan banyaknya tenaga pendidik atau dosen yang belum terlalu paham dengan sistem perkuliahan daring. Maupun fasilitas teknologi dan kuota internet yang belum terpenuhi bagi mahasiswa, terutama mahasiswa dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.</p><p style="text-align: justify;">Khusus dalam kuliah daring, banyaknya kendala yang telah disebutkan tadi menyebabkan kerugian yang mengakibatkan mahasiswa tidak mampu lagi melanjutkan kuliah. Salah satu kerugian tersebut adalah mahasiswa berpotensi tidak lulus dalam mata kuliah yang berkaitan dengan sistem kuliah daring, karena mahasiswa tidak memiliki cukup kuota internet dalam memenuhi pertemuan kuliah dengan dosen yang bersangkutan secara daring. Bagi mahasiswa yang mampu secara ekonomi, semuanya menjadi cukup mudah. Namun bagi mahasiswa yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah, semua hal tersebut bisa jadi mimpi buruk dalam mengejar cita-cita dan masa depan kelak.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, kuota internet sangat dibutuhkan oleh seluruh mahasiswa Unmul, terutama mahasiswa yang kurang secara ekonomi. Namun, tindak lanjut saat ini dari birokrat ternyata belum berjalan secara maksimal sehingga mahasiswa sudah mulai mengeluhkan sistem perkuliahan secara daring tanpa dukungan dari pihak universitas itu sendiri, terlebih mahasiswa saat ini tidak mampu menikmati fasilitas kampus secara langsung yang ditunjang oleh Uang Kuliah Tunggal (UKT) seluruh mahasiswa Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apakah sekarang kita mahasiswa sadar, bahwa saat ini untuk mendapatkan kuliah yang layak dengan situasi darurat sekarang, kita diharuskan kembali merogoh kembali kantong kita dengan uang pendapatan yang semakin menipis? Bayangkan dengan memeras pendapatan orang tua kita habis-habisan dengan selalu membeli kuota internet yang selalu cepat habis demi mengejar target perkuliahan secara daring, dengan fasilitas kampus yang tidak akan kita nikmati dalam beberapa waktu ke depan dan uang kuliah tunggal kita sudah bayarkan secara penuh selama satu semester ini. Maka hal ini sudah pasti menjadi kerugian kita jika hak-hak kami tidak terpenuhi sebagai mahasiswa, terutama menghadapi pandemi ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jangan sampai kuota internet yang telah dijanjikan birokrat kampus dengan serius meminta update nomor telepon di portal Sistem Informasi Akademik (SIA) hanyalah menjadi <em>prank</em> di April lalu, karena ini tidak lucu sama sekali, apalagi bagi seluruh mahasiswa Unmul yang saat ini dalam keadaan susah secara ekonomi.</p><p style="text-align: justify;">Jika <em>basic necessity</em> atau kebutuhan pokok mahasiswa saat ini seperti subsidi kuota saja belum bisa dipenuhi oleh birokrat kampus, bagaimanakah dengan nasib ribuan mahasiswa lainnya yang bahkan tidak sanggup lagi membayar UKT karena pandemi ini? Apakah kita harus terus menunggu dan menunggu hingga semuanya terlambat? Kita mahasiswa sudah menderita akibat pandemi ini, penderitaan kami jangan ditambah lagi dengan lambatnya kebutuhan yang sudah menjadi hak kami yaitu subsidi kuota untuk memenuhi kegiatan perkuliahan kami yang katanya birokrat kampus harus berjalan seperti biasa meski dalam kondisi terjadi pandemi seperti ini dengan cara <em>Working and Learning from Home.</em></p><p style="text-align: justify;">Kami harus meminta kepada siapa lagi dalam memenuhi kebutuhan kami dalam perkuliahan atau kehidupan ini. Seharusnya negara bertanggung jawab dalam memikirkan nasib rakyatnya apalagi mahasiswa yang saat ini dalam kesulitan pembiayaan hidup sehari-hari. Jika kebutuhan kami saja tidak mampu dipenuhi, buat apa ada pemerintah yang selalu kami sokong dengan pajak yang selalu kami bayarkan? Pemerintah, dalam hal ini pihak kampus sebagai perwakilan pemerintah di bidang pendidikan tinggi sudah seharusnya menunaikan kewajibannya memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswanya yang telah membayar UKT-nya dengan rutin dan dengan serius mengikuti perkuliahan apapun kondisinya. Sudah seharusnya pak rektor beserta jajarannya peka dalam melihat situasi seperti ini, terutama bagi mahasiswa yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah yang paling merasakan dampaknya paling nyata, juga harus diberikan dukungan nyata dan tidak hanya janji muluk-muluk saja.</p><p style="text-align: justify;">Banyaknya kendala yang dihadapi oleh mahasiswa Unmul dalam menghadapi beberapa situasi sekarang, terutama pada masa perkuliahan secara daring menjadikan isu ini sebagai sebuah keresahan bersama yang tidak bisa terelakkan lagi, terutama dalam pemenuhan subsidi kuota yang harus segera direalisasikan sesegera mungkin. Kami juga tidak ingin perkuliahan kami terganggu hanya karena kuota yang belum di distribusikan sama sekali dari pihak birokrat.</p><p style="text-align: justify;">Maka daripada itu, kami sebagai mahasiswa Unmul menawarkan beberapa rekomendasi dalam pelaksanaan perkuliahan daring kepada pihak terkait khususnya pihak Unmul dalam memenuhi kebutuhan kami selama berkuliah secara daring. Yaitu pemenuhan distribusi kuota secara merata kepada seluruh mahasiswa Unmul tanpa terkecuali dengan mengalihkan beberapa pendanaan yang seharusnya dipenuhi dalam kegiatan kampus secara normal yang telah dianggarkan dalam PNBP dan BOPTN untuk memenuhi kebutuhan kuota internet mahasiswa yang melaksanakan kuliah secara daring. Pemangkasan UKT untuk mahasiswa secara keseluruhan berhubungan dengan pandemi yang telah kita semua alami saat ini. Dengan penyerapan anggaran tahun ini saja juga baru terserap sebagian, maka tidak ada alasan lagi dari pihak kampus yang selalu menunda-nunda kebijakan yang dasarnya memenuhi kebutuhan dasar mahasiswanya sendiri. Mari bersama sebagai satu Unmul mengawal kebijakan rektor untuk Unmul yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Hidup Mahasiswa!!!</p><p style="text-align: justify;">Hidup Rakyat Indonesia!!!</p><p style="text-align: justify;">Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em style="font-weight: bold;">Ditulis oleh Tharuna Qalis Mula, mahasiswa PPKN, FKIP 2018</em>.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kamu Yakin Sendirian? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/kamu-yakin-sendirian/baca </link>
<guid> kamu-yakin-sendirian </guid>
<pubDate> Thu, 07 May 2020 12:57:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yakin sendirian? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/kamu-yakin-sendirian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FNf4zCK8s6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kamu Yakin Sendirian?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sudah hampir sebulan, kantong mataku semakin membesar. Tiap harinya, kepalaku sakit karena harus mengurus tugas-tugas perkuliahan selama di rumah. Tahu sendiri, kan? Corona sialan ini rupanya benar-benar membuatku repot dan ingin mengumpat setiap hari.</span></p><p style="text-align: justify;">Sudah begitu, bukan cuma tugas kuliah saja yang kukerjakan! Segala urusan rumah jatuh ke tanganku karena orang tuaku tak mendapatkan <em>privellege</em> untuk kerja dari rumah. Otomatis, bayanganku akan berleha-leha di rumah menjadi pupus seketika.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oy, kok diam aja sih? Ketiduran?&quot; seru suara di seberang telepon. Astaga, aku sampai lupa kalau sedang menelepon!</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak, maaf tadi ngelamun. <em>Bosen</em> banget nih, mana laper. Gas habis!&quot; sahutku. Pacarku tertawa di seberang sana.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ibu <em>nggak</em> titip uang? Kasihan banget sih kamu,&quot; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya gitu, deh. Masih jam segini lagi, duh...&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Eh, aku makan dulu ya! Nanti sambung lagi, udah dipanggil turun. Dah!&quot; ucapnya riang. <em>Sial, aku juga lapar.</em></p><p style="text-align: justify;">&quot;Oke!&quot; seruku lalu menutup telepon. Kalau begini, mau gak mau buat kopi, dah. Setidaknya perutku sedikit terisi. <em>Semoga masih ada biskuit di dapur, amin.</em></p><p style="text-align: justify;">Aku beranjak ke dapur dan meraih gelas di cucian piring. Entah kenapa aku makin mulas. Kurobek bungkus kopi rasa <em>cappucino</em> di atas meja dapur. Kutuangkan air panas dari dispenser, dan segeralah semerbak kopi membaui indra penciumanku. <em>Tahan lapar, tahan lapar,</em> batinku.</p><p style="text-align: justify;">TOK TOK TOK!</p><p style="text-align: justify;">Hampir kujatuhkan gelasku! Siapa sih ketuk-ketuk pintu keras begitu, sialan! umpatku dalam hati. Kulangkahkan kaki menuju pintu depan. Ketika mengintip dari balik gorden, aku terkejut melihat Bapakku sedang berdiri menunggu di depan. Cepat-cepat kuputar kunci dan membuka pintu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Loh Bapak? Kok jam segini sudah pulang?&quot; tanyaku. Anehnya, Bapak hanya tersenyum dan masuk ke rumah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pak?&quot; tanyaku. Ia masih tak menjawab, lalu duduk di kursi ruang tengah. Aku mengikutinya dan duduk di sampingnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kerjaan sudah selesai. Kasihan kamu sendirian,&quot; ucapnya singkat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oh, gitu. Tumben banget <em>gak</em> barengan Ibu,&quot; sahutku. Beliau hanya tersenyum, dan memandang lurus televisi di depan kami. Aneh sih, apa orang tuaku sedang bertengkar? Tapi tadi pagi baik-baik saja, kok.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pak, gasnya habis. Tolong isikan dulu ya. Lita mau nugas lagi,&quot; ujarku. Ia masih terdiam dan memandang lurus ke depan. Kuraih <em>remote</em> di samping televisi dan menyalakannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nonton aja dulu, Pak. Kalo udah hilang capeknya <em>ntar</em> mandi, ya!&quot; seruku sambil masuk kamar. Kuintip sedikit Bapakku dari balik pintu. Ia masih duduk mematung. Ah sudahlah, tugasku masih banyak. Lama-lama pasti beranjak juga dari kursi.</p><p style="text-align: justify;">---</p><p style="text-align: justify;">Sudah satu jam berlalu, tapi tak ada tanda-tanda televisi dimatikan atau suara air menyala dari kamar mandi. Apa Bapakku ketiduran, ya? Tapi sama sekali tak ada suara mendengkur seperti biasanya. Sial, tiba-tiba aku merinding.</p><p style="text-align: justify;">Aku beranjak dari kursi dan membuka pintuku. Bapakku tidak ada di kursi, dan televisi masih menyala memutar informasi terkini. Selain suara televisi, tak ada suara lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Apa beliau pergi beli gas?</p><p style="text-align: justify;">Aku berlari ke dapur, dan mendapati gas masih terpasang rapi di bawah komporku. Ke mana sih Bapak? Pikiranku mulai tidak tenang.</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, ponselku berdering dan aku hampir mengumpat saking kagetnya. Aku bergegas menuju kamar dan meraihnya. Sontak, aku terkejut melihat wajah Bapakku berada di layar ponsel. Karena kesal, kuangkat panggilannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bapak ke mana sih? Tevenya ditinggal gitu aja <em>gak</em> dimatiin!&quot; seruku marah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Loh, <em>nduk</em>, Bapak kejebak hujan ini. Sama Ibu juga, jas hujan Bapak ketinggalan di garasi. Makanya mau ngabarin,&quot; sahut Bapakku di ujung panggilannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ah, yang benar, Pak! Jelas-jelas aku tadi buka pintu ada Bapak pulang, kok!&quot; jawabku bersikeras. Tiba-tiba, panggilan beralih ke <em>video call</em>. Aku semakin terkejut tatkala melihat orang tuaku sedang berteduh dan hujan turun dengan deras.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu hati-hati loh, ya! Jangan buka pintu sembarangan! Tunggu Bapak pulang ya, masuk kamarmu!&quot; serunya. Aku mengangguk dengan gemetaran dan membanting pintu kamar. Kukunci pintu kamar, dan masuk ke dalam selimut. <em>Ah, panggilannya terputus!</em>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kucoba untuk kembali terhubung dengan Bapak. Sialnya, jaringanku menipis. Aku mencoba mengirim pesan, namun tak kunjung terkirim.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bangsat...&quot; umpatku. Itu siapa??? Siapa yang kubukakan pintu? Maling kah? Setan kah? Tapi itu jelas-jelas berwajah Bapakku sendiri! Tak mungkin kan aku salah lihat?</p><p style="text-align: justify;">Suara ketukan halus terdengar di pintu kamarku. Napasku tertahan, dan aku menutup mulutku rapat-rapat. Ketukan itu masih terdengar, dan aku menyembunyikan diri di dalam selimut.</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, suara ketukan itu berhenti. Aku masih gemetaran takut, dan ingin pipis di celana. Bapak, Ibu, cepat pulang dong!</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sendirian, ya? Keluar yuk, aku temani, hehehe,&quot; sapa sebuah suara yang sangat halus di balik pintu kamarku. <em>Anjir</em>, aku ingin menangis karena takut. Pelupuk mataku mulai dipenuhi air mata. Mataku semakin berat, dan aku merasa pusing.</p><p style="text-align: justify;">---</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nak! Nak! Bangun nak!&quot; seru seseorang ditelingaku. Aku langsung tersadar dan berbalik ke arah suara tersebut. Terlihat wajah Ibuku yang cemas dan Bapak yang bersandar di dinding dekat pintu. Aku memeluk Ibuku dan menangis lagi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;BAPAK, IBU, JANGAN TINGGALIN LITA DI RUMAH LAGI!&quot;</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Palang Merah Sedunia: PMI Samarinda dan Kerja Amankan Stok Darah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-palang-merah-sedunia-pmi-samarinda-dan-kerja-amankan-stok-darah/baca </link>
<guid> hari-palang-merah-sedunia-pmi-samarinda-dan-kerja-amankan-stok-darah </guid>
<pubDate> Fri, 08 May 2020 12:21:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Palang Merah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-palang-merah-sedunia-pmi-samarinda-dan-kerja-amankan-stok-darah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Yg3Zt1FKRy.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Palang Merah Sedunia: PMI Samarinda dan Kerja Amankan Stok Darah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Peringatan Hari Palang Merah Sedunia yang jatuh hari ini, 8 Mei diambil dari tanggal kelahiran Henry Dunant pada 1828. Henry merupakan pelopor berdirinya <em>International Committee of the Red Cross</em> (ICRC) atau Komite Palang Merah Internasional. Berkat dedikasinya, dia pun mendapat hadiah nobel perdamaian pada 1901.</p><p style="text-align: justify;">ICRC memiliki 186 perhimpunan yang tersebar di seluruh dunia. Perhimpunan nasional yang berada di Indonesia bernama Palang Merah Indonesia (PMI). PMI fokus bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan dan telah memiliki 408 cabang tingkat kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, salah satunya PMI Cabang Kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Melalui sambungan telepon, <em>Sketsa</em> berkesempatan berbincang dengan Ketua PMI Samarinda, Fakhruddin Noor, Selasa (5/5). Dalam peringatan Hari Palang Merah Internasional tahun ini dikatakan Fakhruddin tidak ada yang spesial, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 mereka tetap bekerja seperti biasa untuk melayani masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait Hari Palang Merah Sedunia pada tahun ini ditiadakan untuk perayaannya karena pandemi ini. Mungkin akan ada pengarahan melalui intenet serta apel. Saya berharap nantinya ada sambutan dari pusat untuk di sampaikan terkait ini,&rdquo; ujar Fakhruddin.</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan peringatan hari ini, Fakhruddin turut mengimbau masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah dengan berada di rumah dan selalu menggunakan masker saat bepergian. PMI Samarinda pun berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan serangkaian kegiatan selama pandemi ini berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami telah berkoordinasi dengan gugus tugas untuk melaksanakan penyemprotan rutin 2 minggu sekali pada tempat-tempat umum seperti terminal, kantor, dan lain sebagainya. Melakukan promosi kesehatan terhadap masyarakat dan membantu dalam pemberian sembako terhadap masyarakat terdampak pandemi ini,&rdquo; jelasnya kepada Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Bukan tanpa hambatan, disebutkan pria yang merupakan alumnus Faperta Unmul itu, masa pandemi yang bertepatan dengan bulan puasa menyebabkan penurunan jumlah pendonor darah. Sehingga stok yang ada kian menipis, sedangkan jumlah yang membutuhkan terus bertambah. Fakhruddin kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap mendonorkan darahnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir jika ingin mendonorkan darah, karena PMI Samarinda sudah melakukan serangkaian protokol kesehatan untuk cegah penyebaran Covid-19. Seperti penyemprotan disinfektan, penerapan <em>social distancing</em>, hingga tersedia keperluan kesehatan lainnya sehingga PMI tetap steril untuk didatangi.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, PMI Samarinda sudah sering melakukan kerja sama dengan beberapa organisasi di Unmul hingga ke tingkat fakultas. Disebutkan Fakhruddin, adapun kegiatan yang dilakukan yakni kegiatan donor darah rutin setiap dua bulan sekali. Dia juga membuka kesempatan bekerja sama untuk mengadakan pelatihan-pelatihan terkait nantinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mengapresiasi dengan diadakannya kegiatan donor darah di masing-masing fakultas. Akan tetapi saya berharap KSR tersebut bisa mendaftarkan diri kepada PMI agar kami bisa membantu dalam pelatihan kepalangmerahan,&rdquo; ujar pria lulusan 1987 itu.</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran PMI, menurutnya merupakan salah satu langkah untuk mendukung berbagai kegiatan sosial di masyarakat. Bukan hanya dalam pemenuhan kebutuhan darah, tetapi untuk menolong sesama jika terjadi bencana, peningkatan kemampuan tentang kepalangmerahan, serta pelatihan Korps Sukarela (KSR) di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mengharapkan untuk PMI Samarinda ke depannya dapat siap membantu korban bencana, pelatihan edukasi terhadap KSR baru, meningkatkan donor darah di Kota Samarinda dan di tingkat kecamatan. Rencananya akan diadakan peningkatan pengetahuan tentang kepalangmerahan yang kini telah di lakukan di 7 kecamatan di Samarinda,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>rkn/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Corona Tak Kunjung Usai, Unmul Terbitkan Edaran Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/corona-tak-kunjung-usai-unmul-terbitkan-edaran-baru/baca </link>
<guid> corona-tak-kunjung-usai-unmul-terbitkan-edaran-baru </guid>
<pubDate> Sat, 09 May 2020 11:54:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat edaran baru rektor </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/corona-tak-kunjung-usai-unmul-terbitkan-edaran-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Gh77tDUE7G.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Corona Tak Kunjung Usai, Unmul Terbitkan Edaran Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Resah akan pandemi virus corona tak kunjung usai. Bahkan, belum dipastikan kapan akan berakhir. Merespons situasi ini, Unmul memperpanjang masa <em>Work From Home</em> (WFH) sampai dengan 31 Mei 2020. Hal ini merupakan tindak lanjut dalam Surat Edaran Rektor Unmul Nomor 1281 Tahun 2020 tentang Peningkatan Status Kewaspadaan terhadap Penyebaran <em>Coronavirus Disease</em> (Covid-19) melalui Pembatasan Kegiatan di Lingkungan Kampus Universitas Mulawarman.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> mencoba meminta tanggapan civitas academica Unmul terkait hal ini. Salah satu dosen Fakultas Farmasi, Mukti Priastomo sangat setuju dengan poin-poin yang tertuang di edaran tersebut. Menurutnya edaran tersebut sudah sejalan dengan arahan dari Mendikbud mengenai proses pembelajaran secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan segala keterbatasan, saya mendukung keputusan tersebut. Hal ini mengingat juga bahwa Covid-19 belum berakhir,&rdquo; sebutnya, Rabu (26/4).</p><p style="text-align: justify;">Mukti juga menuturkan pengalamannya saat perkuliahan <em>online</em>. Hingga saat ini, ia masih melakukan penyesuaian agar lebih optimal saat mengajar. Diakuinya, penyesuaian tersebut lebih ke aplikasi yang digunakan. Awalnya, ia menggunakan aplikasi Zoom sebagai media mengajar. Namun kini, ia beralih ke Webex.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu perlu banyak penyesuaian agar bisa optimal. Hingga hari ini pun saya masih melakukan penyesuaian, hanya saja hasilnya sementara ini saya rasa belum maksimal,&rdquo; tutur Mukti.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, mahasiswa Unmul harus segera memahami perbedaan substansial antara kuliah dan sekolah agar pelaksanaan perkuliahan lebih aktif dan kreatif. &ldquo;Saat kuliah, dosen hanya berperan sebagai fasilitator belajar. Sehingga mahasiswa dituntut lebih banyak menggali informasi dan bukan menunggu informasi,&rdquo; tekannya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai rencananya selama pembelakuan edaran tersebut, Mukti berujar bahwa sampai saat ini masih belum ada keputusan mengenai proses evaluasi akademik untuk semester yang sedang berjalan. &ldquo;Mungkin UAS semester ini masih menggunakan metode konvensional, karena masih belum ada keputusan mengenai proses evaluasi akademik semester.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Mukti, Alim Khodimul Rahmat, mahasiswa Farmasi 2018 juga berpendapat bahwa surat edaran tersebut dinilai sangat tepat. Kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (7/5), Alim menyampaikan bahwa proses pembelajaran sistematis dengan tatap muka dan praktik laboratorium di lingkungan kampus dapat mengakibatkan kontak antar civitas akademica tak dapat dihindari. Ini akan memberikan resiko besar atas penularan Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya setuju dengan surat edaran tersebut dengan memperpanjang perkuliahan online. Di mana<span style="background-color: transparent;">&nbsp;kampus mengawal penuh seluruh civitas academica di masa pandemi ini agar tujuan belajar tercapai dan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 ini,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Ia juga turut mengalami kesulitan dengan metode <em>Learning From Home&nbsp;</em>(LFH) yang masih terus berlangsung. Keberadaan aplikasi alternatif juga tak membuat LFH ini maksimal karena keterbatasan waktu dalam penggunaannya. Namun dengan berjalannya waktu, Alim mengaku ia sudah mulai terbiasa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jujur sangat sulit awalnya dan harus menyesuaikan dengan metode LFH seperti ini, tapi dengan berjalannya waktu sudah mulai terbiasa. &nbsp;Mayoritas dosen menggunakan platform aplikasi yang tidak berbayar, sehingga keterbatasan waktu maupun akses sering dirasakan mahasiswa. Saran saya, (mereka) dapat penggunaan platform penyedia <em>learn streaming</em> dan <em>video conference</em> yang bisa memberikan akses premium kepada seluruh civitas academica.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan LFH ini juga berpengaruh dalam pelaksanaan praktikum <em>online</em> yang membuatnya cukup kesulitan. &ldquo;Proses praktikum tetap berjalan secara <em>online</em>, kemudian untuk praktik basah yaitu pengerjaan langsung (fisik) kalo dimungkinkan akan dijadwal ulang terkait pelaksanaannya,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tetapi info tersebut belum dikonfirmasi dari pihak fakultas. Sepanjang yang saya tahu, seperti surat edaran hanya rumor yang beredar saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa <em>event</em> organisasi yang telah direncanakan dalam program kerja pun diakuinya menjadi terhambat. Tetapi, Alim optimis bahwa ia dan kawan-kawannya akan berusaha maksimal sebab <em>event</em> tersebut hanya tertunda, bukan dibatalkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Beberapa <em>event</em> acara yang telah direncanakan dalam program kerja terhambat karena kondisi pandemi. Oleh karena itu mulai dari rapat sampai acara berlangsung diadakan secara daring. Terhambat, tetapi dapat dimaksimalkan,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian menghubungi salah satu Kasubag Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Saiful Ahmad, Kamis (7/5). Untuknya, beberapa kendala yang ia alami kurang lebih berhubungan dengan sulitnya akses internet.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pas dipercaya sebagai Kasubag, kok pas munculnya wabah Covid-19 ini. Jadi kerjanya agak terhambat. Apalagi kalau jaringan pas <em>lemot</em>, akhirnya terputus-putus,&rdquo; gundahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengungkapkan, terdapat perbedaan situasi atas tanggung jawab yang kini diembannya. &ldquo;Sebelumnya seperti kerja santai, yang penting kerja selesai. Setelah dijadikan Kasubag, menjadi sedikit beban karena ada tanggung jawab besar terutama dengan pimpinan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ahmad berharap, setelah wabah ini selesai semua yang terdampak dapat berjalan normal. Terutama pada ekonomi, dan pemerintahan di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya kegiatan ekonomi (maupun) politik dapat berjalan normal. Saya sebagai petugas baru dapat menjalankan tugas, karena saya masih belum tahu seperti apa kerja saya nanti,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(ina/bey/sii/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yuk, Nostalgia Serial Lawas di Rumah! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/yuk-nostalgia-serial-lawas-di-rumah/baca </link>
<guid> yuk-nostalgia-serial-lawas-di-rumah </guid>
<pubDate> Mon, 11 May 2020 13:08:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serial lawas yang bisa menemanimu saat di rumah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/yuk-nostalgia-serial-lawas-di-rumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hxw4GF4XtD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yuk, Nostalgia Serial Lawas di Rumah!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Hingga saat ini, virus corona masih terus menjadi ancaman. Keadaan ini tentunya membuat sebagian masyarakat tak punya pilihan selain tetap di rumah untuk memperkecil penyebaran virus. Namun, terus menerus berada di rumah juga dapat menimbulkan kebosanan.</span></p><p style="text-align: justify;">Setelah semua resep dan kegiatan fisik lainnya menjadi teman saat karantina diri, maka saatnya kamu bernostalgia dengan menonton kembali berbagai serial lawas bersama keluarga atau saudara di rumah! Berikut <em>Sketsa</em> rangkum serial-serial pilihan untuk kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Keluarga Cemara</strong></p><p style="text-align: justify;">Serial yang sempat fenomenal tahun 90-an ini tayang pada 6 Oktober 1996 hingga 28 Februari 2005. Diadaptasi dari cerita bersambung karya Arswendo Atmowiloto, Keluarga Cemara berkisah tentang sebuah keluarga kecil yang penuh lika-liku kehidupan. Terdiri dari Abah (diperankan oleh Adi Kurdi), Ema (Lia Waroka), dan anak-anaknya yakni Euis (Ceria Hade), Cemara atau Ara (Anisa Fujianti), dan Agil (Pudji Lestari). Cocok ditonton saat sedang kumpul keluarga.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Gokusen</strong></p><p style="text-align: justify;">Ingin tontonan yang penuh komedi dengan pesan-pesan berharga di dalamnya? Maka serial dari Negeri Sakura ini bisa jadi pilihanmu. Tayang pada 17 April 2002, Gokusen bercerita tentang seorang guru bernama Kumiko Yamaguchi (Yukie Nakama) yang selalu mendapatkan kelas berisi anak-anak bandel dan bermasalah. Meski begitu, ia sama sekali tak takut dan berusaha keras mengajarkan kepada semua muridnya untuk hidup menjadi manusia yang terhormat dan selalu pantang menyerah dalam segala situasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Friends</strong></p><p style="text-align: justify;">Sitcom yang satu ini sangat terkenal dan ikonik pada masanya. Dibalut dalam kisah komedi, Friends berkisah tentang kehidupan enam orang sahabat. Mereka adalah Phoebe (Lisa Kudrow), Ross (David Schwimmer), Monica (Courteney Cox Arquette), Chandler (Matthew Perry), Rachel (Jennifer Aniston), dan Joey (Matt LeBlanc). Berlatar di Manhattan, New York, acara ini disiarkan dari tahun 1994 sampai 2004 di Amerika Serikat. Serial ini juga memenangkan berbagai penghargaan dan dinominasikan untuk 63 Primetime Emmy Awards. Bisa dibayangkan keseruannya, kan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Mind Your Language</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau selama ini kita hanya mengenal Mr. Bean sebagai serial komedi asal Inggris, maka kamu wajib menonton Mind Your Language. Tayang pada 30 Desember 1977 sampai 15 Desember 1979, serial ini berkisah tentang Jeremy Brown (Barry Evans), seorang guru bahasa yang mencoba mencari nafkah dengan mengajar bahasa Inggris kepada para imigran. Dengan murid-murid dari India, Prancis, Cina, dan banyak negara lain, pelajarannya tidak selalu berjalan sesuai rencana. Mungkin setelah ini, kamu akan termotivasi untuk belajar bahasa asing.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Boys Over Flowers</strong></p><p style="text-align: justify;">Menonton serial atau drama Korea tak akan lengkap tanpa menyaksikan yang satu ini. Diadaptasi dari manga Jepang Hana Yori Dango, Boys Over Flowers tayang pada 5 Januari 2009 dan hingga 31 Maret 2009 dengan 25 episode. Drama ini bercerita tentang Geum Jan Di (Koo Hye Sun), seorang gadis dari keluarga biasa yang memiliki toko <em>laundry</em> yang terletak di dekat sekolah Shin Hwa, sekolah paling bergengsi di Korea Selatan. Awal cerita dimulai ketika ia akan mengantarkan <em>laundry</em> milik salah seorang siswa. Ternyata, <em>laundry</em> tersebut milik siswa yang akan bunuh diri karena stres di-<em>bully</em> dari F4. Tertarik untuk menonton kembali?</p><p style="text-align: justify;">Dengan nostalgia serial-serial ini, semoga rasa kebosanan kalian selama pandemi akan terobati, ya. Kamu bisa menyaksikan rekomendasi di atas baik di kanal YouTube atau di berbagai layanan streaming film, terlebih ada juga yang memberikan promo menarik selama di rumah aja. Selamat menyaksikan!<strong>&nbsp;(<em>len/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Raih Gelar Pilmapres, Bukti Pandemi Tak Halangi Prestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/raih-gelar-pilmapres-bukti-pandemi-tak-halangi-prestasi/baca </link>
<guid> raih-gelar-pilmapres-bukti-pandemi-tak-halangi-prestasi </guid>
<pubDate> Tue, 12 May 2020 12:06:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pilmapres Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/raih-gelar-pilmapres-bukti-pandemi-tak-halangi-prestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rs9mhwau3Y.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Raih Gelar Pilmapres, Bukti Pandemi Tak Halangi Prestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sumber daya manusia yang unggul dan memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual tentu dibutuhkan untuk membangun peradaban negeri ini. Untuk itu, berbagai ajang digelar untuk mencari bibit-bibit prestasi.</span></p><p style="text-align: justify;">Salah satunya ialah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres). Pilmapres adalah wadah bagi mahasiswa untuk menelurkan pemikirannya demi kemajuan Indonesia. Berbeda dengan sebelumnya, Pilmapres tahun ini digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud).</p><p style="text-align: justify;">Kompetisi ini tentu bukanlah jalan yang mudah. Pasalnya, para peserta harus melalui beberapa tahapan hingga sampai pada Pilmapres Tahap Nasional (Pilmapresnas). Penyelenggaraan Pilmapres 2020 di Unmul telah meloloskan satu pemenang pada tahap universitas. Yakni Muhammad Ananta Buana Burhan dari Fakultas Kedokteran, angkatan 2018.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema Kesehatan Tropis membawanya menjuarai Pilmapres. Dikatakan Ananta, hal ini telah sesuai dengan bidangnya (kedokteran). Selain itu, dirinya juga mendukung visi Unmul sebagai <em>Center of Excellence for Tropical Studies</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan, persiapannya untuk mengikuti ajang ini telah dilakukannya sejak masih menjadi mahasiswa baru (maba). Ananta banyak mempelajari terkait Pilmapres sembari mencari pengalaman, dan terus meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik. Dirinya kerap mengikuti seminar, organisasi, bahkan menjadi aktivis. Ananta juga mengatakan bahwa ia banyak belajar dari orang-orang yang berprestasi. Ini dilakukannya untuk memotivasi diri agar tergetnya tercapai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tak muluk-muluk targetnya, hanya mau juara di tingkat fakultas saja. Alhamdulillah, semakin ke sini saya meningkatkan target untuk juara di tingkat universitas. Alhamdulillah, sudah terwujud satu persatu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Jalan Ananta tentulah masih panjang. Setelah lolos pada tahap universitas, ia harus mengikuti seleksi pada tingkat regional. Jika ia lolos <em>passing grade</em> nasional, maka dirinya akan diundang pada tahap nasional untuk selanjutnya mengikuti Pilmapresnas.</p><p style="text-align: justify;">Pandemi virus corona yang masih mewabah merupakan kendala yang harus dihadapinya. Lantaran semua hal harus dilakukan secara daring, seperti proses bimbingan KTI (Karya Tulis Ilmiah) dan bahasa Inggris yang menjadi kendala. Meski dirasa kurang maksimal, ia tidak mudah putus asa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semuanya harus dilewati dengan sebaik mungkin. Kurangi mengeluh, dan tidak mudah putus asa,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ananta ingin terus maksimal dalam mengikuti proses seleksi ke depannya. Ia harap akan lolos ke tingkat nasional dan membawa nama Unmul di kancah Pilmapresnas tahun 2020. Ia juga berpesan kepada calon mahasiswa prestasi (Mapres) Unmul yang akan berkompetisi tahun depan agar mempersiapkan diri sedini mungkin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persiapan Mapres ini tidak sehari dua hari tapi membutuhkan waktu yang lama. Manfaatkan waktu sebaik mungkin, raih prestasimu, terus berkarya, dan jadilah mapres tahun depan,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(hlm/vny/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ambigu Edaran Rektor, Mahasiswa Lakukan Aksi Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ambigu-edaran-rektor-mahasiswa-lakukan-aksi-daring/baca </link>
<guid> ambigu-edaran-rektor-mahasiswa-lakukan-aksi-daring </guid>
<pubDate> Wed, 13 May 2020 13:28:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seruan Aksi Daring </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ambigu-edaran-rektor-mahasiswa-lakukan-aksi-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aMuhnbhNHr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ambigu Edaran Rektor, Mahasiswa Lakukan Aksi Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berlakunya <em>social distancing</em> tak menyurutkan mahasiswa dalam melakukan aksi. Bukan dengan berkumpul di lapangan, aksi ini dilakukan dengan menyerukan tagar <em>#UnmulLockdown</em>, <em>#KawalPembebasanUKT</em> serta <em>#UKTHakMahasiswa</em> di Instagram.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Aksi yang berlangsung pada Sabtu (9/5) lalu dimulai sejak pukul 21.00 hingga 22.00 Wita dengan cara memposting tuntutan. Adapun poin utama aksi ialah kepastian pembebasan UKT bagi semester akhir yang terdapat pada poin 9 Surat Edaran Rektor Nomor 1200.</p><p style="text-align: justify;">Adapun frasa yang tercantum ialah, &quot;dan bagi mahasiswa yang seharusnya bisa melaksanakan Semhas&quot; dinilai massa aksi bersifat <em>vage norman</em> atau kekaburan hukum. &quot;Objek<span style="background-color: transparent;">&nbsp;dan kriterianya masih belum jelas. Sehingga implikasinya adalah beda penafsiran beda pula implementasi di setiap fakultas,&quot; ujar Kardiono Cipta, Presiden BEM KM Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Dion, bahwa ia bersama anggotanya sempat mempertanyakan perihal ini ke rektor, dan jawabannya belum jelas. Namun, fakta di lapangan menunjukkan perbedaan penafsiran poin 9 di fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Pihaknya pun mencoba mengadakan audiensi lagi bersama rektor dan dekan, tapi tidak ada kepastian kembali dari pihak rektor terkait permintaan itu. Inilah yang akhirnya menginisiasi BEM KM dan BEM Fakultas yang tergabung melakukan audiensi dan aksi secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Dion, pihaknya telah mengerahkan partisipasi massa aksi di tiap fakultas dengan dibantu BEM fakultas. Ia sendiri tak bisa berkomentar kurang atau tidaknya partisipan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau persentasenya dari jumlah mahasiswa ya memang sedikit. <em>Cuman</em> poinnya adalah bahwa ketua-ketua lembaga sebagai representasi mahasiswa Unmul itu bergerak,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, akan dilakukan audiensi kembali dengan memasukan surat permintaan audiensi sebagaimana permintaan pihak rektor.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu massa aksi, Alim Khodimul Rahmat, mahasiswa Fakultas Farmasi semester empat mengaku, dirinya tergerak karena info dari BEM fakultasnya dan <em>broadcast</em> yang ia dapati di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Tentu semua ini dilatarbelakangi berbagai macam hal. Pertama, pihak kampus dinilai Alim tidak terbuka dengan mahasiswa terkait keputusan dan jalannya distribusi kuota. Kedua, terlambatnya distribusi kuota di luar tanggal yang telah disepakati. Ketiga, belum jelasnya nasib UKT mahasiswa tingkat akhir.</p><p style="text-align: justify;">Alim sendiri ialah mahasiswa yang terdampak. Di tengah pandemi, penghasilan orang tua tidak semaksimal biasanya. Selain itu, menurut Alim mahasiswa tidak menggunakan fasilitas kampus selama pandemi, dan menyebabkan adanya pertanyaan penggunaan UKT. Terlebih UKT mahasiswa kesehatan khususnya farmasi paling rendah berkisar Rp5 juta per semesternya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apakah Rp5 juta ini hanya diganti dengan kuota senilai 10 GB? Memang benar UKT tetap digunakan untuk pembiayaan aktivitas pembelajaran tetapi selama pandemi ini banyak biaya operasional yang dapat di potong. Misalnya, biaya listrik kampus, studi keluar negeri, biaya mobilitas dosen seperti rapat dan sebagainya,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Alim berharap agar UKT mahasiswa akhir dapat di bebas kan mengingat mahasiswa akhir mungkin hanya mengurus administrasi kampus saja. Juga melakukan penelitian yang dibiayai secara pribadi pula oleh mereka. Sehingga tidaklah arif jika mahasiswa semester akhir juga diharuskan membayar UKT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;UKT seluruh mahasiswa dapat disubsidi di semester berikutnya mengingat di semester ini UKT yang kita bayarkan tidak 100% kembali ke mahasiswa,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(rst/nhh/ina/khn/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisah Ramadan di Tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisah-ramadan-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> kisah-ramadan-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Thu, 14 May 2020 12:22:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Situasi ramadan saat pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisah-ramadan-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ck7WSSdLUw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisah Ramadan di Tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak munculnya kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia pada Maret kemarin, masyarakat mulai belajar menyesuaikan diri dengan situasi. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan pemerintah untuk mengurangi penyebaran pandemi tak ayal menimbulkan dampak sosial dan ekonomi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan bulan ramadan, kondisi saat ini nyatanya tak menjadi penghalang bagi beberapa orang dalam menjalankan kegiatannya masing-masing. Begitupun dengan civitas academica Unmul. Selama bulan ramadan, mereka tetap harus menjalankan aktivitas meski pandemi masih berlangsung. Bagaimana kisah mereka?</p><p style="text-align: justify;">Setiap tahunnya, Pusdima Unmul mengadakan Ramadan di Kampus Bersama (RDKB). Namun, kali ini pelaksanaan program tersebut diubah menjadi Ramadan #DiRumahAja Bareng Pusdima (RDBP). Kepada <em>Sketsa</em>, Ketua Umum Pusdima Pandu Fazri Harmawan mengatakan bahwa rangkaian agenda RDBP dilaksanakan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kegiatan dalam agenda itu tidak hanya sahur dan berbuka saja, tapi ada juga taklim, khataman Al-Qur&apos;an, tarhib ramadan, bangunin shur, Pusdima berbagi, sampai pembacaan zikir pagi <em>live</em> di media kami,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Pandu, Pusdima juga menyelenggarakan pembagian takjil bagi mahasiswa Unmul lewat donasi terbuka. Bila di tahun sebelumnya diiringi dengan buka puasa bersama dan kajian di Masjid Al-Fatihah (MAF) dan dihadiri banyak orang, ia menyebut bahwa saat ini pembagian takjil menyesuaikan dengan jumlah orang yang ada. Mengingat pembatasan berkegiatan di kampus masih berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Untuk teknis pembagian takjil, pada awalnya diantar ke kediaman mahasiswa. Lalu pembagian difokuskan di MAF, dengan mempertimbangkan jarak antar yang cukup jauh. Sehingga, mahasiswa yang ingin mendapatkan takjil harus langsung ke sana. &quot;Namun tetap diusahakan untuk social distancing. Untuk tahun ini, jatah 50 orang dan belum pernah lebih dari itu,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak semua takjil habis dibagikan, mengingat sedikitnya jumlah mahasiswa yang masih bertahan di Samarinda. Terlebih pembagian takjil dan makanan juga ada di tempat lain. Maka yang masih tersisa akan dibagikan kepada panitia dan <em>volunteer</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, mereka berencana untuk menyalurkan bantuan sembako bagi yang membutuhkan. Pandu dan rekan-rekannya juga akan mengadakan Cat Food untuk memberi makan puluhan kucing di sekitaran MAF dan kucing lainnya di sekitaran Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana kondisi mahasiswa yang sedang berjualan saat ramadan? Ariani Maya Aprilia Tinambunan, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2016 turut membagikan ceritanya kepada <em>Sketsa</em>. Ia mengaku, bahwa usaha warung milik orang tuanya masih berjalan seperti biasa. Adapun hidangan yang disediakan kurang lebih sama setiap tahun. Antara lain oseng-oseng, sayur masak, serta olahan ikan dan ayam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jualan bulan puasa lebih rame. Pembelinya banyak, karena gak semua orang bisa masak menu bukaan. Bahkan beberapa menu bisa habis sebelum jam 6 (waktu buka puasa),&quot; terang Ariani.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Ariani menyebut bahwa usaha yang sudah berdiri sejak 2002 ini menghadapi beberapa perbedaan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sejak munculnya pandemi, jumlah pembeli saat ramadan berkurang karena pembeli takut keluar. Ia mengatakan bahwa Ibunya juga tidak memasak terlalu banyak karena khawatir masakannya tidak terjual habis. Bahkan, terdapat karyawan di warungnya yang harus &quot;dirumahkan&quot; atau kerja setengah hari.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Ariani, warungnya masih seperti biasa dan tidak bisa diperkirakan. Kadang ramai, tetapi juga bisa sepi. Di samping berjualan langsung, ia juga membantu usaha orang tuanya lewat media sosial agar hidangannya bisa dipesan secara <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Namannya juga usaha, Mba. Jadi walau hujan, badai, pandemi, tetap harus bersyukur,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski tetap beraktivitas, tetap tak bisa disangkal bahwa ramadan tahun ini berjalan dalam situasi yang berbeda dan harus disikapi dengan bijak. Terutama sejak Unmul menghentikan segala macam kegiatan tatap muka dan berkumpul di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Putri Mei Lestari, mahasiswa Unmul asal Kediri ini punya kisah yang tak jauh berbeda. Dikatakannya, selain masih sibuk kuliah ia juga membuka usaha catering takjil supaya tetap ada pemasukan. Putri menganggap bahwa kuliah daring adalah hal yang biasa, walaupun ia kesulitan dengan tugas kuliah yang lebih banyak.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, ramadan tahun ini jelas terasa berbeda dengan yang sebelumnya. Baginya, pandemi ini membuat ramadan tidak seru seperti biasanya. Ini disebabkan karena tidak dilaksanakannya solat tarawih bersama di Masjid. Apalagi, jumlah jemaah tarawih di Masjid dekat kediamannya dibatasi. Namun, yang paling membuat sedih adalah tak bisanya Putri untuk pulang kampung dan buka bersama dengan keluarga besarnya sejak virus corona melanda Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dengan keadaan ini, ia mencoba untuk memahami keadaan dan menyikapi hal ini dengan semangat dan bijaksana. Meski sebelumnya sulit menerima perbedaan yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Awalnya iya. Tapi sekarang mulai bisa terima keadaan, meski agak berat gitu (tapi) mau mahamin kondisi sekarang,&quot; tutupnya. <strong>(<em>wuu/ycp/pil/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penyemangat UAS, Dosen Kompak Buat Video Kreatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penyemangat-uas-dosen-kompak-buat-video-kreatif/baca </link>
<guid> penyemangat-uas-dosen-kompak-buat-video-kreatif </guid>
<pubDate> Sat, 16 May 2020 11:18:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dosen buat video untuk menyemangati mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penyemangat-uas-dosen-kompak-buat-video-kreatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PclSGQWFBc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penyemangat UAS, Dosen Kompak Buat Video Kreatif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Senin (11/5) lalu, laman Twitter sempat dibuat ramai. Bukan karena mantra &lsquo;<em>Twitter, please do your magic</em>&rsquo; atau adanya utas cerita horor seperti KKN Desa Penari yang pernah heboh. Melainkan karena unggahan akun @jengojenga berisi video ucapan selamat dari dosen untuk mahasiswanya.</span></p><p style="text-align: justify;">Unggahan tersebut mendapat banyak respons dari netizen. Terpantau hingga Jumat (15/5), video berdurasi 2 menit 49 detik yang terbagi dalam dua utas tersebut telah mendapatkan 16 ribu lebih <em>like</em> dan 4 ribu lebih <em>retweet</em>. Komentar yang diberikan oleh netizen pun macam-macam, ada yang senang hingga merasa bangga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Dosen2 gue</em>,&quot; tulis @wordfangs diikuti dengan emoji menangis.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Salut. Keren energi baik untuk mahasiswanya</em>,&quot; bunyi cuitan @wahcuitan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Yaampun ini kenapa dosennya pada kompak bgtt, gumuyyy</em>,&quot; tulis @initiyannn. &quot;<em>Andai Bu Jund, Bu Yayuk, Pak Kadir, Pak Teguh, dan dosen lain (tanpa mengurangi rasa hormat), buat gituan ya mbk sep, Pasti temen2 smgt nugasnya . . Hehe,</em>&quot; balas akun @Ulinuha_Fay.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Meskipun bukan dosen sendiri tapi liatnya senang gitu:&rdquo;)</em>,&quot; sebut @AuliaSP.</p><p style="text-align: justify;">Video tersebut rupanya adalah hasil karya dari dosen-dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI). <em>Sketsa</em> kemudian berkesempatan berbincang dengan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UI, Endah Triastuti melalui sambungan telepon.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Awal Mula</strong></p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Endah, UI sebagai salah satu kampus yang melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk pertama kalinya tentu tidak mudah. Terlebih semua pihak harus menyesuaikan dengan sistem yang ada. Dia juga prihatin melihat kondisi mahasiswa yang cukup kewalahan. Banyak dari mereka yang akhirnya kelelahan dan waktu tidurnya terganggu selama PJJ. Kemudian berimbas pada penurunan motivasi belajar mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kondisi tenaga pengajar pun menurutnya masih banyak yang belum punya pengalaman dalam mengajar secara daring. Sehingga ia paham betul kesulitan yang dialami rekan-rekan dosen. Namun, mereka berusaha untuk menyesuaikan diri di tengah kondisi yang serba &lsquo;dadakan&rsquo; karena pandemi. Alhasil kegiatan PJJ yang dijalankan acap kali terganggu. Tetapi Endah tetap memaklumi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi ketika kuliah atau <em>ngajar</em> jam 7 terasa banget mahasiswa itu <em>demotisasi</em>&mdash;capek dan ada yang mulai insomnia. &apos;Mba, saya enggak ikut kelas ya. Saya capek mba, saya ngantuk, saya enggak bisa tidur.&apos; Jadi kalau mahasiswanya datang ke saya bilang mereka butuh tidur ya <em>gapapa</em>, enggak perlu hadir di kelas,&quot; jelas Endah, Rabu (13/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari keadaan tersebut, ia akhirnya mencari ide agar kondisi bisa lebih cair dan menyenangkan antar mahasiswa dan dosen. Sebelumnya, ada dosen yang menawarkan untuk bernyanyi bersama-sama tapi kurang mendapat respons dan belum jelas tujuannya. Endah kemudian mendapatkan inspirasi setelah melihat video di grup WhatsApp sekolah anaknya berisi ucapan selamat bagi siswa kelas 3 SMA yang baru lulus.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa pikir panjang, dia akhirnya meneruskan video tersebut ke grup dosen. Ia menyampaikan, karena sebentar lagi ujian akhir semester (UAS) dilaksanakan, mereka bisa memberikan semangat pada mahasiswa sehingga motivasi belajar kembali meningkat. Melalui video tersebut, Endah merasa akan lebih mudah direalisasikan dan tujuannya pun jelas.</p><p style="text-align: justify;">Para dosen kemudian mengatur segalanya, agar tak terlihat &lsquo;kasar&rsquo; seperti video-video TikTok yang disebut Endah banyak yang &lsquo;lempar-lemparan&rsquo;. Pembagian dilakukan, seluruh dosen yang terlibat bebas memilih media apa untuk digunakan menyampaikan pesan, yang jelas mereka harus membuat ucapan bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya bilang, &apos;Dari kiri ke kanan, ya&apos;. Walaupun pas sudah jadi juga <em>ngaco</em>. Kita kan bukan generasi digital, bagi saya yang dipegang tujuannya buat mahasiswa. Ada yang di laptop, ada yang di buku, enggak jelas. Kita bahkan tidak perhatikan detilnya kiri-kanan, atas-bawah,&quot; sebut Endah tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Tidak lama, video yang terkumpul selesai diedit dan langsung disebar ke grup mahasiswa agar lebih cepat disaksikan. Karena sesuai dengan kebijakan prodi, UAS harus selesai dilaksanakan sebelum Idulfitri yakni 21 Mei. Meski tampak lebih padat, namun hasil ini sesuai dengan keinginan mahasiswa sehingga setelah lebaran bisa beristirahat tanpa beban lagi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tidak Menyangka</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah video tersebut beredar di grup mahasiswa, ternyata ada yang mengunggahnya di Twitter, dan mendapatkan respons positif. Menurut Endah, mereka tidak ada niatan untuk membuat video tersebut viral. Terpenting baginya adalah tujuan pembuatan video tersebut sudah tercapai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya kaget ada yang ngomong viral di Twitter. Ternyata ada juga di surat kabar. Saya senang aja banyak mahasiswa yang japri saya, &lsquo;Mba Titut makasih, beri semangat&rsquo;. Bahkan alumni ada yang WA saya, &lsquo;Mba Titut aku lihat, aku mau kuliah lagi dan aku kerja jadi semangat&rsquo; <em>gitu</em>,&quot; ungkap dosen yang akrab disapa Titut ini.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir perbincangan, Endah menyebutkan jika banyak pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan PJJ karena pandemi ini. Baginya, nilai yang bisa diambil adalah saat semuanya bisa saling menghormati dan berempati satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk mahasiswa kadang kita harus <em>let go</em>, artinya enggak terlalu memaksa, enggak terlalu ambisius, enggak terlalu mengejar nilai, tetapi dinikmati prosesnya. Buat saya jika mereka bisa melihat bahwa satu semester di PJJ ini sebuah proses, itu mereka sudah lulus.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Titip pesan untuk mahasiswa di sana (Unmul) agar sehat-sehat, semoga bisa melewati pandemi ini dengan selamat dan tetap bahagia,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Respons Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu pengguna Twitter aktif, Yunisa Wahyuni turut mengetahui video ucapan selamat dari dosen yang telah beredar di <em>timeline</em>-nya. Ia mengaku bahwa aksi yang dilakukan tersebut terlihat keren. Karena dalam kondisi seperti saat ini, semangat sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Menurutnya, sebagai dosen Ilmu Komunikasi mereka sudah menggunakan cara yang tepat untuk menyampaikan pesan dengan cara yang sedang tren seperti di TikTok.</p><p style="text-align: justify;">Meski menurutnya ada beberapa dosen yang kaku, tetapi baginya itu sudah cukup menghibur mahasiswa. Yunisa yang juga merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman (Unmul) ini mengatakan, jika dia diposisikan sebagai mahasiswa yang mendapatakan ucapan tersebut pasti akan sangat terharu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apalagi kuliah online itu enggak gampang dan bisa bikin stres juga karena tugas yang numpuk. Mahasiswa merasa diperhatikan dan itu hal yang baik,&quot; sebutnya, Jumat (15/5).</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa bagi Yunisa sangat perlu dilakukan. Selain sebagai bukti saling mendukung, antar dosen dan mahasiswa akan tercipta juga rasa saling menghormati. Sehingga kegiatan belajar menjadi menyenangkan walau hanya di rumah saja. &quot;Mahasiswa bisa banget bikin video kreatif ucapan terima kasih.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan Yunisa, Fahira Sabila Yasyid juga ungkapkan pujian terhadap video yang dibuat tersebut. Selain lucu, menurutnya aksi tersebut sangat kreatif terlebih tujuannya untuk memberi semangat kepada mahasiswa yang akan mengikuti UAS yang menurutnya cukup terbebani dengan tugas yang diberikan dosen.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadinya mereka (mungkin) bikin video itu buat nyemangatin mahasiswanya juga. Ya setidaknya rasa kesal diberi tugas banyak tuh terkurangi gitu,&quot; kata mahasiswi Ilmu Komunikasi 2017 ini.</p><p style="text-align: justify;">Turut mengikuti perkuliahan secara daring, menurutnya cukup berdampak pada tugas dan ujian yang diberikan dosen yang membuat kewalahan karena mobilitas cukup terbatas untuk saat ini. Juga kendala pada sistem perkuliahan yang kadang mengalami gangguan. Adanya video tersebut sudah cukup mengobati kesulitan yang dialami mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Senang dan terharu juga lah gitu disemangatin dosen. Mungkin <em>feel</em>-nya bakal beda kalau yang bikin dosen sendiri,&quot; tutupnya.<em><strong>&nbsp;(wil/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apa Itu Buku? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/apa-itu-buku/baca </link>
<guid> apa-itu-buku </guid>
<pubDate> Sun, 17 May 2020 12:05:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menperingati Hari Buku Nasional. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/apa-itu-buku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/16euzal0Rn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Apa Itu Buku?</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tak pantas,</span><br></p><p>Ketika harus berbicara mengenai sekumpulan lembaran kertas,</p><p>Dengan selipan kata di setiap lapisnya yang di anggap alas,</p><p>Tersusun rapi bersama induk-induk kalimat yang jelas,</p><p>Mengandung makna tersirat di setiap rumpun yang menjadikannya memiliki ciri khas.</p><p><br></p><p>Buku, buku, buku...</p><p>Tak hanya berisi fiksi yang menghasilkan atensi untuk sebuah aspirasi.</p><p>Bahkan tertuang cerita biografi sang inpirasi serta diktator korupsi.</p><p>Tak luput pula coretan-coretan diksi yang dibaca dengan artikulasi.</p><p>Hingga sebuah ilmu pasti yang berfusi untuk mendapatkan akreditasi.</p><p><br></p><p>Dirayakan saat 17 Mei pada tahun kabisat.</p><p>Dikenang karena memberikan sumbangih pada dunia pendidikan yang awalnya tersesat,</p><p>Hingga kini mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan prestasi yang melesat.</p><p>Hanya berbekal sebuah kolokasi yang rapi dengan makna tersirat.</p><p>Menjadi bayang-bayang bagi pembaca untuk menjadikannya metapusat</p><p><br></p><p>Kutu buku....</p><p>Begitu pula para pembaca yang gemar padanya disebut.</p><p>Membongkar setiap huruf dari buku hingga berlarut-larut.</p><p>Namun selalu menutupnya dengan ucapan terima kasih agar tak luput.</p><p>Hingga detik terakhir jantung berdenyut.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semangat Jalani Hari dengan Playlist Pilihan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/semangat-jalani-hari-dengan-playlist-pilihan/baca </link>
<guid> semangat-jalani-hari-dengan-playlist-pilihan </guid>
<pubDate> Mon, 18 May 2020 11:59:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Playlist mingguan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/semangat-jalani-hari-dengan-playlist-pilihan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1lb5sFzntn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semangat Jalani Hari dengan Playlist Pilihan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak terasa, perkuliahan semester ini akan segera mendekati akhir pelaksanaannya. Sistem kuliah daring juga tetap menjadi satu-satunya pilihan selama pandemi virus corona masih menghalangi untuk beraktivitas di ruang kelas. Selain kendala kuota, keadaan ini nyatanya mulai buat mahasiswa jenuh.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Untuk mengatasinya, tentu diperlukan dukungan agar kamu tetap semangat menjalani aktivitas dari rumah. Salah satunya dengan mendengarkan lagu-lagu yang dapat menggugah semangat. Aktivitas mendengarkan musik rupanya dapat meningkatkan produktivitas juga, loh! Nah, berikut <em>Sketsa</em> rekomendasikan <em>playlist</em> khusus untuk kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Senin: Waktunya Bangkit</strong></p><p style="text-align: justify;">Senin seringkali ditandai sebagai hari dimulainya aktivitas selama seminggu ke depan. Oleh karena itu, kamu butuh lagu penambah semangat setelah menghabiskan waktu <em>weekend</em>. Maka, lagu yang cocok adalah <em>Buka Semangat Baru</em> dari Ello dan kawan-kawan. Dengan musik yang ceria dan lirik yang kuat, semangatmu akan kembali meningkat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Selasa: Bersiap untuk Proyek Kuliah</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika perkuliahan telah berlangsung, berbagai tugas dan proyek akan diberikan dosen untuk melatih mahasiswa. Kamu juga perlu semangat untuk mengerjakannya. Lagu yang cocok adalah <em>Up&amp;Up</em> dari Coldplay. Alunan lagu yang tenang dan lirik yang dalam, dijamin membuatmu lebih siap bertugas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rabu: Gerakkan Tubuhmu!</strong></p><p style="text-align: justify;">Selama tugas-tugas masih menumpuk, tak jarang kamu jadi lebih banyak duduk untuk mengerjakannya. Alhasil, mata menjadi lelah, sakit kepala, dan otot terasa pegal. Karena itu, kamu butuh untuk beristirahat setidaknya 15-30 menit setelah 1-2 jam mengerjakan tugas dan proyek perkuliahan. Tapi, jangan langsung berbaring. Gerakkan dulu tubuhmu untuk melemaskan otot agar segar kembali. Lagu <em>Melompat Lebih Tinggi&nbsp;</em>dari Sheila On 7 cocok untuk menemanimu bergerak dan tentunya membangkitkan semangat untuk kembali bertugas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kamis: Evaluasi Pekerjaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah menyelesaikan tugas, tentunya kamu perlu mengevaluasi apakah pekerjaanmu telah benar dan sesuai dengan permintaan dosen. Terkadang ada beberapa bagian yang luput dan harus kamu perbaiki bahkan mengulangnya kembali. Hal ini tentu berpotensi membuat semangat turun. Yuk, dengarkan lagu <em>Bad Day&nbsp;</em>dari Daniel Powter! Dalam lagu ini, sang penyanyi berpesan bahwa meskipun kamu mengalami hal yang kurang menyenangkan, semuanya akan baik-baik saja pada waktunya. Selain membuat <em>mood</em> membaik, semangatmu akan kembali naik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jumat: <em>Weekend</em> Produktif</strong></p><p style="text-align: justify;">Produktif untuk setiap orang tentu berbeda-beda. Diperlukan keinginan serta niat agar kegiatan yang direncanakan tidak menjadi wacana belaka. Semakin asyik apabila ditemani dengan musik yang lincah di <em>Stayin&apos; Alive</em> dari Bee Gees. Ini akan membuat tubuhmu lebih ringan dan lebih bersemangat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sabtu: Rileks dan Riang</strong></p><p style="text-align: justify;">Sudah menyelesaikan tugas dan mengevaluasinya? Kalau sudah, maka ini waktunya untuk rileks dan melakukan hal-hal yang sempat terlewatkan saat perkuliahan dan pengerjaan tugas berlangsung. Temani dirimu dengan <em>All Good</em> dari DJ asal Indonesia, Dipha Barus yang berkolaborasi dengan Nadin Amizah. Musiknya yang <em>upbeat</em> akan membawa energi positif untuk menghabiskan <em>weekend</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Minggu: Refleksi Diri</strong></p><p style="text-align: justify;">Kini, seluruh kegiatan kamu selama seminggu telah selesai. Tentu, kamu perlu melihat kembali progres yang telah berlangsung dengan merefleksikannya. Lihat dan cermati, apa saja yang menjadi pencapaian kamu selama seminggu. Apa yang dapat diperbaiki agar lebih baik lagi di waktu yang akan datang. Jangan lupa bersyukur atas hari-hari yang telah kamu lewati. Lagu yang cocok untuk temani Minggumu adalah <em>Brave</em> dari Sara Bareilles.</p><p style="text-align: justify;">Itulah rekomendasi <em>playlist</em> dari <em>Sketsa</em> untuk temani aktivitasmu selama seminggu. Selalu semangat jalani hari, dan tetap jaga kesehatan meski hanya dapat produktif dari rumah. Selamat mendengarkan! <em><strong>(len/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pandemi Covid-19: Raker BEM KM 2020 Terlaksana Online </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pandemi-covid-19-raker-bem-km-2020-terlaksana-online/baca </link>
<guid> pandemi-covid-19-raker-bem-km-2020-terlaksana-online </guid>
<pubDate> Tue, 19 May 2020 11:49:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Raker BEM KM terlaksana online </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pandemi-covid-19-raker-bem-km-2020-terlaksana-online/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fVF9RFBs7B.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pandemi Covid-19: Raker BEM KM 2020 Terlaksana Online</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Badan Eksekutif tertinggi di Unmul, BEM KM telah melaksanakan Rapat Kerja (Raker), Sabtu (2/5) lalu. Raker turut dihadiri oleh delegasi dari ormawa lain seperti UKM, maupun perwakilan dari BEM fakultas. Rapat yang dihadiri oleh segenap anggota BEM KM periode 2020 dan dipimpin oleh Presiden BEM KM Kardiono Cipta Kanda dan didampingi wakilnya, Heryandy Pratama.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski terhalang pandemi Covid-19 yang membuat pertemuan langsung ditiadakan, raker tetap berjalan secara daring melalui aplikasi Zoom, dan dimulai pukul 08.00 Wita serta dibuka langsung oleh Dion.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tujuan diadakannya Rapat Kerja Kabinet PENA ini tidak lain untuk mendengar dan menyamakan persepsi terkait dengan program kerja dari seluruh staf yang nantinya akan dipaparkan,&quot; ujar Dion, sembari menyapa seluruh audiens yang mengikuti rapat. Ia juga tak lupa menyampaikan permintaan maafnya mengenai rapat yang harus terlaksana secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi salah satu menteri Kabinet Pena, Raker seharusnya terlaksana lebih awal, namun terpaksa mundur karena masih menjalankan agenda internal seperti <em>Open Recruitment</em> dan <em>Leadership Camp&nbsp;</em>terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya sudah bisa terlaksana setelah dua kegiatan itu, namun keburu terlambat karena adanya Pandemi dan kondisi kampus diliburkan serta ditutup,&rdquo; ujar Menteri Sosial Masyarakat, Marini Juni Ananda.</p><p style="text-align: justify;">Jalannya raker kala itu dipimpin oleh moderator Reky Jatiwibowo, yang akan mempersilakan peserta rapat untuk menyampaikan suaranya. Penyampaian demi penyampaian program kerja disampaikan satu persatu melalui draf yang sehari sebelumnya sudah disebarkan melalui grup maupun personal. Melalui pemberitahuan yang dilakukan sebelumnya, telah disediakan pula format pengisian saran dan kritik melalui <em>bit.ly</em>.</p><p style="text-align: justify;">Mengawali pemaparan program kerja, Heryandy turut menyampaikan 5 program unggulan Kabinet PENA. Program tersebut terdiri dari SIAP (Simpul Advokasi Unmul), USB (Unmul Sharing Bottom Up), Pakar (Program Apresiasi Karya) Mulawarman, PUBG (Program Unmul Bangga), dan terakhir yakni Anime (Aksi Menulis dan Membaca).</p><p style="text-align: justify;">Pemaparan kemudian dilanjut oleh Sekretaris dan diikuti oleh Bendahara Kabinet. Setelah semua staf BEM KM Kabinet PENA menyampaikan program kerjanya, moderator lalu mempersilakan peserta rapat untuk memberikan tanggapan atau sarannya. Mulai dari Ketua BEM fakultas hingga ketua ormawa turut menyampaikan tanggapannya mengenai proker yang akan dijalankan selama setahun ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Rapat kerja yang dilangsungkan berlanjut hingga menjelang zuhur dan berakhir saat moderator usai memandu rapat dan berterima kasih kepada seluruh peserta yang sudah berkenan mengikuti jalannya raker Kabinet Pena.<em><strong>&nbsp;(sut/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suasana Harkitnas dalam Fenomena #IndonesiaTerserah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/suasana-harkitnas-dalam-fenomena-indonesiaterserah/baca </link>
<guid> suasana-harkitnas-dalam-fenomena-indonesiaterserah </guid>
<pubDate> Wed, 20 May 2020 12:17:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Harkitnas di tengah pandemi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/suasana-harkitnas-dalam-fenomena-indonesiaterserah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2FpZ3UEgRr.png" />
					</figure>
			                <h1>Suasana Harkitnas dalam Fenomena #IndonesiaTerserah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Hari&nbsp;Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-112 di tengah pandemi seharusnya bisa kita jadikan momentum untuk meningkatkan solidaritas. Perayaan Harkitnas diharapkan bukan seremonial semata. Saat ini Indonesia sedang genting. Covid-19 masih mangkir di setiap sudut bumi ibu pertiwi.</span></p><p style="text-align: justify;">Tenaga medis sebagai garda terdepan Covid-19 menjadi pahlawan masa kini. Mereka hadir dan berkerja di luar untuk kita. Keluarga, orang-orang yang dicintai, dan kehidupan normal di luar sana rela ditinggalkan. Bahkan, tak sedikit dari mereka gugur dalam menjalankan tugas. Dikutip dari <em>The Conversation</em>, persentase kematian tenaga medis akibat Covid-19 di Indonesia ada sekitar 6,5 persen. Hal ini sungguh sangat miris jika dibandingkan dengan negara lain seperti Inggris yang hanya sekitar 0,5 persen dan Amerika Serikat 0,16 persen.</p><p style="text-align: justify;">Cukuplah bagi kita untuk berkerja, belajar dan beribadah dari rumah sebagai bentuk penghargaan. Tapi lihat, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka. Kejadian di McD Sarinah, PSBB tak lagi diindahkan. Bandara dibuka, satu persatu keluar rumah dengan urusan yang tidak penting. Ini sontak membuat mereka yang berjuang demi keselamatan bersama ramai-ramai mengunggah tagar <em>#IndonesiaTerserah</em>.</p><p style="text-align: justify;">Melalui <em>#IndonesiaTerserah</em>, tenaga medis menyampaikan bentuk protes mereka terhadap masyarakat yang tidak mau berbenah dan menyesuaikan diri terhadap protokol kesehatan Covid-19 yang selama ini disuarakan. Tagar ini juga merupakan ekspresi kekecewaan dan sikap tidak percaya mereka terhadap pemerintah dan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya, fenomena ini tak hanya terjadi di kalangan tenaga medis. Terdapat sebuah kabar bahwa dalam rapat kabinet hanya salat Idulfitri yang diputuskan dilarang tegas dalam pelaksanaannya, tanpa ada pengecualian. Lalu bagaimana dengan mal, terminal, bandara dan tempat kerumunan lain yang kini mulai dilonggarkan peraturannya?</p><p style="text-align: justify;">Tentu tenaga medis dan yang lainnya tak memiliki daya untuk mundur dari tugas mereka. Seharusnya kita paham bagaimana kondisi mereka baik itu fisik maupun mental. Jangan sampai usaha kita selama ini menjadi sia-sia. Ini bukan soal kita dan kejenuhan kita selama di rumah saja. Tetapi, ini soal kita dan dunia.</p><p style="text-align: justify;"><em>#IndonesiaTerserah</em> dan satu tagar lainnya yakni <em>#sukasukakalian</em> bukan sekadar seruan biasa. Seharusnya, kita dapat memahami bahwa ada yang salah dengan masyarakat dan negara kita ini. Tanpa kita sadari, keduanya akan menimbulkan perpecahan sosial. Jika kamu tak mampu menjadi warga negara yang membanggakan negaranya di negeri orang, setidaknya jadilah warga negara yang membanggakan untuk negaranya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Teruslah ikuti instruksi <em>social/psychal distancing</em>, <em>Work From Home</em> (WFH), rajin mencuci tangan dan wajib memakai masker sebagai bentuk protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Mari kita jadikan Harkitnas ini sebagai bentuk solidaritas dan saling mendukung di antara sesama tanpa mengurangi rasa empati. Tumbuhlah menjadi manusia yang kuat dan sadar untuk tidak egois. Karena sampai waktu yang belum ditentukan, kita semua harus bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.<em><strong>&nbsp;(ami/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kurang Responsif, Mahasiswa Keluhkan Penyaluran Informasi KKN 46 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kurang-responsif-mahasiswa-keluhkan-penyaluran-informasi-kkn-46/baca </link>
<guid> kurang-responsif-mahasiswa-keluhkan-penyaluran-informasi-kkn-46 </guid>
<pubDate> Wed, 20 May 2020 12:36:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kurang responsif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kurang-responsif-mahasiswa-keluhkan-penyaluran-informasi-kkn-46/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2FjcKZaeNu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kurang Responsif, Mahasiswa Keluhkan Penyaluran Informasi KKN 46</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Informasi mengenai KKN menjadi salah satu perhatian besar bagi para mahasiswa yang akan melaksanakannya pada tahun ini. Setelah diputuskan akan berlangsung dengan Kondisi Luar Biasa (KLB), segala informasi resmi atau sekadar desas-desus melingkupi mahasiswa. Oleh karena itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) sebagai penghelat kegiatan menyediakan narahubung untuk mempermudah mahasiswa mendapatkan informasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pihak LP2M menyediakan tiga kontak yang terdiri dari staf LP2M pada bagian pendaftaran KKN daring dan bantuan teknis pendaftaran. Apabila mahasiswa mengalami masalah yang lebih serius terkait keberlangsungan KKN, maka dapat menghubungi dua kontak yang terdiri dari koordinator KKN.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya narahubung, tentu mahasiswa mengharapkan agar informasi terkait KKN dapat tersalurkan dengan baik sehingga tak terjadi <em>misinformasi</em> yang dapat membuat mahasiswa bingung. Sayangnya, sebagian mahasiswa mengalami kesulitan saat berusaha menghubungi kontak yang tersedia. Putri Ajeng Ngabito, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2017 ini adalah salah satunya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Ajeng&mdash;sapaan akrabnya, awalnya ia mengetahui informasi KKN hanya melalui teman-teman sekelasnya yang meneruskan pesan-pesan berisi informasi yang dianggap valid terkait pendaftaran KKN. Ia juga menyebutkan, selain dari <em>website</em> dirinya tak pernah mendapatkan informasi langsung dari pihak LP2M.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Nggak</em> pernah sama sekali. Selain karena info KKN ini pas Unmul juga lagi berhenti beroperasi, tapi via media pun aku <em>gak</em> pernah dengar arahan langsung dari LP2M. Bahkan <em>website</em> juga isinya tidak terlalu informatif,&quot; ujarnya, Kamis (14/5).</p><p style="text-align: justify;">Setelah mempersiapkan proses pendaftaran, ia juga ikut menunggu pemilihan kabupaten pada <em>website</em> resmi KKN 46 seperti mahasiswa lainnya yang berada di gelombang pertama. Tetapi pemilihan tersebut tiba-tiba mengalami penundaan. Diduga, pemilihan akan berlangsung pada tengah malam seperti yang terjadi pada angkatan-angkatan sebelumnya. Karena itulah, dia juga ikut begadang untuk menunggu pemilihan kabupaten. Nyatanya, pemberitahuan terkait penundaan pemilihan kabupaten datang esok paginya.</p><p style="text-align: justify;">Penundaan ini telah terjadi sebanyak dua kali. Apabila sesuai jadwal, maka pemilihan akan berlangsung pada 4-9 Mei 2020. Namun, agenda ini diundur menjadi 14 Mei yang kemudian molor kembali menjadi 16 Mei.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi hal ini, Ajeng menyayangkan sikap LP2M yang kurang informatif terkait pelaksanaan KKN. Menurutnya, ada beberapa hal yang masih luput disampaikan perihal ini sehingga timbul berbagai desas-desus tak bertanggung jawab yang dapat membuat mahasiswa bingung. &quot;Banyaknya rumor yang beredar tapi <em>gak</em> ada tanggapan juga. Dan waktu pemilihan kabupaten yang <em>gak</em> dijelaskan secara rinci.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi waktu kayak terbuang sia-sia kasarnya. Kegiatan yang bisa aku lakukan jadi <em>ketunda</em> karena <em>nunggu</em> info yang <em>nggak</em> pasti,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain masalah penempatan wilayah, terdapat pula beberapa nama yang muncul dalam Pengumuman Nomor 281/UN17. 41/KL/2020 yang dikeluarkan oleh LP2M sebagai calon mahasiswa KKN yang belum terdaftar di <em>database</em> LP2M. Nama-nama yang tercantum diminta untuk mendaftarkan diri ke program KKN Reguler/Penyetaraan KKN melalui <em>website</em>&nbsp;<em>kkn.unmul.ac</em>.id pada 7-8 Mei lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pasalnya, beberapa nama yang tercantum telah mengikuti KKN tahun sebelumnya. Seperti yang dialami oleh Rizky Agusma Putra, mahasiswa Ilmu Sosiatri 2016 berikut ini. Ia mengaku tidak tahu mengapa namanya berada pada pengumuman tersebut. &quot;Padahal, Januari aku sudah <em>setorin</em> sertifikatku. Tapi di LP2M <em>nggak</em>&nbsp;<em>terimput</em>. Jadi disuruh kirim ulang,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Informasi mengenai ini ia dapatkan dari pihak program studi (prodi). Beruntung, pihak terkait turut membantu permasalahan ini sehingga tak menjadi berkepanjangan. Rizky juga menyoroti pemilihan wilayah yang menjadi momok menahun bagi mahasiswa yang akan mengikuti KKN. Berdasarkan pengalamannya, angkatannya juga mengalami penundaan yang menyebabkan ia dan teman-temannya harus bolos perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harusnya jam 00.00 dibuka. Kami <em>nungguin</em> itu sampai subuh, belum ada buka. Ternyata, di <em>web</em> ada info jam 7-an dan diundur jadi jam 14.00. Dan jam 1 siang kami ada kuliah. Jadi bolos kuliah semua,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kejadian ini tentunya harus disikapi dengan tepat oleh LP2M. Sebagai corong informasi terdepan, juga untuk menghindari adanya isu-isu tak jelas terkait pelaksanaan KKN. Seperti yang dialami Ajeng dan kawan-kawannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga setelah pemilihan kabupaten ini, LP2M bisa lebih informatif dalam memberi informasi terkait KKN. Cukup sampai sini aja mahasiswa merasa kalo mereka &lsquo;diambang-ambang&rsquo; karena <em>gak</em> jelas,&quot; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Rizky juga berpesan agar LP2M dapat memberikan informasi lebih cepat agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik. &quot;Jangan kayak kami lagi yang awal <em>web</em> dibuka jam 00.00 bergadang, malah jadi 14.00 dan pengumuman diundurnya diedarkan pagi,&quot; tutupnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak LP2M belum dapat dimintai keterangan terkait hal ini.<em><strong>&nbsp;(sii/zar/len/rst/stn/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Imbas Pandemi, Proker Ormawa Terbengkalai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-pandemi-proker-ormawa-terbengkalai/baca </link>
<guid> imbas-pandemi-proker-ormawa-terbengkalai </guid>
<pubDate> Thu, 21 May 2020 12:01:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga perwakilan ormawa di Unmul bagikan kendala yang dialami selama pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-pandemi-proker-ormawa-terbengkalai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lB55SLv1Jq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Imbas Pandemi, Proker Ormawa Terbengkalai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> -<em>&nbsp;</em>Penerapan Permenkes No. 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19, menggerakan barisan pejabat birokrasi Unmul untuk memperpanjang masa <em>w</em><em>ork from home</em> (WFH) sampai dengan 31 Mei 2020.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini merupakan tindak lanjut dalam Surat Edaran Rektor Unmul Nomor 1281 Tahun 2020 tentang Peningkatan Status Kewaspadaan terhadap Penyebaran Covid-19 melalui Pembatasan Kegiatan di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Penerapan kebijakan ini tidak hanya berdampak pada kegiatan belajar mengajar, namun juga pada organisasi dan unit kegiatan mahasiswa lainnya. Larangan berkumpul dirasa menghambat pelaksanaan beberapa program kerja yang telah direncanakan dan dipersiapkan jauh hari sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> Sabtu (9/5) lalu, Presiden BEM KM Unmul 2020, Kardiono Cipta Kanda mengatakan, penerapan WFH oleh Unmul memengaruhi kegiatan organisasi mahasiswa. Sedangkan banyak hal yang harus dilakukan untuk memenuhi daftar program kerja. Ia mengatakan, dengan adanya musibah ini ada beberapa proker yang terganggu dan harus di lakukan secara <em>online</em>, tak heran jika nantinya ada beberapa proker yang harus di tunda untuk sementara waktu.</p><p style="text-align: justify;">Selang beberapa waktu lalu, pasca rapat kerja yang di lakukan BEM KM, banyak hal yang harus di evaluasi. Di antaranya ialah proker unggulan dan program besar tahunan yang memang sudah sering dilaksanakan. Serta beberapa proker yang mengharuskan untuk terjun ke lapangan sebagai syarat pelaksanaannya. Proker yang difokuskan dalam bidang pengkaryaan pun ditunda untuk sementara waktu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya karena memang kondisinya pandemi, saat ini enggak bisa turun ke lapangan jadi prokernya dialihkan ke diskusi (<em>o</em><em>nline</em>) dan lain sebagainya terutama jika hal itu mendukung atau menunjang proker-proker kementerian terkhusus juga program unggulan yang kami tawarkan yang memang difokuskan di bidang pengkaryaan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakannya, BEM KM terus melakukan optimalisasi jadwal dan proker yang mereka buat dan hal ini dapat diatasi dengan baik tanpa harus menunda dengan melaksanakan secara daring. &nbsp;Ia juga menegaskan akan berusaha memaksimalkan gerakannya jika memang ada hal-hal penting nantinya yang harus di lakukan dan di laksanakan secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proker yang telah kita susun kemudian kita tidak bisa terjun ke lapangan untuk mengeksekusi program kerja tersebut yah mau tidak mau kita laksanakan dengan <em>online</em>, sebagaimana kemudian juga pelaksanaan kuliah <em>online</em>&nbsp;<em>gitu</em> dan ini kita usahakan semaksimal mungkin,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dion berharap, hal-hal yang terjadi di tahun ini dapat segera pulih dan kembali normal dan tidak ada kasus positif lagi terkait Covid-19. &nbsp;Selain itu, seluruh masyarakat terutama kepada mahasiswa Unmul tidak terkena sama sekali dan dapat melaksanakan kegiatan serta beraktivitas secara normal sebagaimana mestinya.</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua UKM Teater Yupa Unmul, Wahyudi. Dia mengungkapkan, ada beberapa program kerja yang harus dijadwalkan ulang dikarenakan kondisi pandemi seperti sekarang ini. Tahun ini, Teater Yupa memiliki program kerja yang cukup padat di antaranya terdapat 4 program kerja nasional yaitu PEKSIMINAS, STIGMA 6 Banjarmasin, APSETRA XI, dan Temu Teman Lampung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ada beberapa program kerja unggulan seperti HUT Yupa, Dilaser, UAP, Infest, Mucil, Pentas Tahunan, serta Program Teater Sosial. Mengenai cara untuk menyiasati program kerja yang banyak tertunda, Wahyudi mengungkapkan saat ini Yupa sedang berusaha maksimal fokus di manajemen sembari membuat strategi ke depannya sehingga proker bisa terlaksana di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai latihan rutin yang sering diadakan, ia mengatakan bahwa latihan rutin tetap dijalankan meskipun dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini. Namun, yang membedakan adalah latihan rutin diadakan dengan <em>online</em> dengan memanfaatkan media yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua hal yang memang bisa kita alihkan ke <em>online,&nbsp;</em>tetap kita jalankan, seperti latihan <em>reading</em>, bedah naskah, sampai <em>casting</em> pun kita lakukan dengan sistem <em>online</em> ini,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Yupa juga rutin mengadakan berbagai kelas untuk sarana pembelajaran anggotanya. Adapun kelasnya antara lain kelas musik, <em>make-up</em>, <em>lighting, setting,&nbsp;</em>aktor, penyutradaraan, serta penulisan.</p><p style="text-align: justify;">Kelas pelatihan ini dipegang oleh divisi pendidikan dan latihan. Setiap pelatihan diajarkan oleh mentor yang sudah ditugaskan untuk masing-masing kelas. Pelatihan diadakan ketika melihat adanya waktu kosong yang dimiliki para anggotanya yang kemudian akan dijadwalkan oleh divisi pendidikan dan latihan. Tentu saja, semua dilakukan dengan <em>online</em> menggunakan media <em>zoom, &nbsp;discord,&nbsp;</em>ataupun <em>cisco webex</em>.</p><p style="text-align: justify;">Wahyudi juga menyebutkan, apabila dalam skenario terburuk, yaitu pandemi ini tidak berakhir hingga akhir tahun ini nanti, maka proker yang tidak sempat terjalankan akan dijadwalkan ulang di tahun berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Suara yang sama datang dari Wahyu Agung Ramdani, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya angkatan 2018 selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (Hima Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB).</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa &nbsp;</em>pada Senin (4/5), Wahyu memaparkan, pandemi Covid-19 menghambat beberapa pelaksanaan program kerja seperti <em>launching&nbsp;</em>buku dan kunjungan yang rutin dilakukan setiap dua bulan sekali hingga peringatan hari besar.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, salah satu mahasiswi Sastra Indonesia berminat bekerjasama untuk <em>launching</em> buku dengan Hima Sasindo juga harus tertunda. Menghadapi hal ini, Wahyu beserta anggota berkonsultasi dengan pembina dan para pengurus himpunan. Dari hasil konsultasi tersebut, pembina himpunan menyarankan untuk membatalkan kegiatan yang mengundang massa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena itu juga kami membuat semacam proker dadakan. Kalau misal teman-teman lihat di instagram Hima Sasindo ada 4 puisi yang dibuat oleh masing-masing divisi. Di samping itu, kami hanya memposting hari-hari besar menggunakan <em>picture</em> aja. Proker yang lain itu donasi, kami juga mengajak BEM untuk bekerjasama dan mengajak semua UKM/Lembaga untuk ikut serta atas nama KM FIB,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(wuu/eng/fzn/ann)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jawaban Tertulis Rektor, Dion: Kurang Sesuai Harapan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jawaban-tertulis-rektor-dion-kurang-sesuai-harapan/baca </link>
<guid> jawaban-tertulis-rektor-dion-kurang-sesuai-harapan </guid>
<pubDate> Fri, 22 May 2020 11:38:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjelas edaran surat yang ambigu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jawaban-tertulis-rektor-dion-kurang-sesuai-harapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u9SJhpo496.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jawaban Tertulis Rektor, Dion: Kurang Sesuai Harapan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Aksi daring mahasiswa yang dilakukan dengan menyerukan tagar #UnmulLockdown, #KawalPembebasanUKT, serta #UKTHakMahasiswa di Instagram pada Sabtu, 9 Mei 2020 lalu, direspons oleh birokrat kampus. Dengan dikeluarkannya surat edaran yang berisi Jawaban Tertulis Rektor No. 124 tertanggal 13 Mei 2020.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/ambigu-edaran-rektor-mahasiswa-lakukan-aksi-daring/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/ambigu-edaran-rektor-mahasiswa-lakukan-aksi-daring/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Dalam jawaban tertulis tersebut, dijelaskan secara rinci bahwa rektor Unmul beserta seluruh jajarannya telah berupaya keras untuk mengelola seluruh dampak yang terjadi akibat pandemi Covid-19. Termasuk memberikan klarifikasi atau penjelasan terhadap perbedaan persepsi pada edaran rektor No. 1200 terutama pada poin 9 yang menjadi fokus utama mahasiswa dalam melakukan aksi daring.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh mahasiswa yang masa studinya akan berakhir pada semester genap 2019/2020 dan membutuhkan perpanjangan penyelesaian studi maksimal 6 (enam) bulan dibebaskan UKT/uang kuliah untuk masa perpanjangan dimaksud, bunyi butir 3 poin a.</p><p style="text-align: justify;">Adapun ketentuan UKT untuk mahasiswa yang sedang melakukan bimbingan atau seminar, dan mahasiswa lain yang masih aktif dalam perkuliahan dijelaskan pada poin b dan c. Selain itu disampaikan juga bahwa bantuan paket internet telah dibagikan kepada lebih dari 27.000 nomor telepon yang telah diverifikasi oleh pihak kampus.</p><p style="text-align: justify;">Namun poin-poin yang disampaikan rektor tersebut dinilai masih kurang sesuai dengan yang diharapkan. &quot;Makanya kita mencoba untuk mengirim surat ke pak rektor agar kembali melakukan audiensi dan menjelaskannya secara langsung. Dan ada beberapa hal juga yang ingin kami sampaikan,&quot; ujar Presiden BEM KM Unmul, Kardiono Cipta Kanda Sabtu (16/5).</p><p style="text-align: justify;">Disamping itu juga, BEM KM Unmul tetap mengawal implementasi dari surat edaran yang dikeluarkan dan berharap besar untuk rektor melakukan audiensi itu lagi secara langsung. &quot;Kami akan mengawal jika ada terjadi kekaburan atau ketidakjelasan hukum atau aturan,&quot; pungkasnya. <strong>(<em>rst/nhh/ina/khn/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lamunku pada Angin Laut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/lamunku-pada-angin-laut/baca </link>
<guid> lamunku-pada-angin-laut </guid>
<pubDate> Sun, 24 May 2020 11:37:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lamunan pada angin laut. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/lamunku-pada-angin-laut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/anMQtklGQ5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lamunku pada Angin Laut</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Jalanku berpasir, menyisa jejak sajak romantisasi</span><br></p><p>Lamunku selapang tepi laut, terpaku ruang di atas bumi</p><p>pada angin, yang tak lepas dari rayu sua pikir deklamasi</p><p><br></p><p>Angin laut menghilir siang,</p><p>Tapi lamunku bak gulir ombak, tiap waktu bertandang</p><p><br></p><p>Sesekali kuutarakan prasangka tanyaku pada angin laut</p><p>Yang semoga sampai padamu di singsing angin darat</p><p><br></p><p>Apakah kamu ingat bagaimana berlabuh?</p><p>Bagaimana dengan pohon bakau?</p><p>Juga silau pasir putih di ilir dan di ulu?</p><p><br></p><p>Lamunku padamu yang mengarungi laut,</p><p>Kutunggu sahutanmu menyurat di bait-bait hikayat.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Anisa Amalia, mahasiswi Sastra Inggris, FIB 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ombak Mimpi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/ombak-mimpi/baca </link>
<guid> ombak-mimpi </guid>
<pubDate> Sun, 24 May 2020 12:03:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Riki yang gusar akan kelanjutan pendidikannya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/ombak-mimpi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EHLozMnZm8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ombak Mimpi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pagi merangkak lebih cepat dari biasanya. Ujian Akhir Semester dimulai pukul 07.30 Wita. Riki berdoa sebelum mulai mengisi lembar jawaban. Selain itu, Ibu juga menyuruhnya untuk taat pada yang punya kehidupan. Dibetulkannya posisi duduk, fokus benar pada soal-soal tertera.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian, Pak Andi bertanya adakah kertas cakaran yang tersisa. Dalam hati, Riki menggerutu. Bagaimana bisa guru-guru ini mengganggu murid yang sedang fokus berpikir hanya karena cakaran murid lainnya. Tetiba ia sadar, egois sekali menggerutu seperti itu.</p><p style="text-align: justify;">Lonceng berbunyi, Riki dan Baso berjalan kaki dari sekolah ke rumah. Bercucur keringat karena matahari terik sekali.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu jawab apa nomor 20 tadi?&quot; tanya Baso, ingin tahu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lupa,&quot; ucap Riki santai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Paket soal kita beda ya, Ki?&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku gak tau, So.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Emang kalau beda soal, kita semua gak bakal nyontek ya, Ki?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Riki memelankan jalannya. Menghela napas cukup panjang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;So, kalau soal diacak dan pakai paket bisa minimalisir kecurangan,&quot; jawabnya, tak yakin dengan ucapan sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi kecurangan masih aja ada kan, Ki?&quot; Baso mengelap kening yang mulai menetes keringat.</p><p style="text-align: justify;">Sesampainya di rumah, Riki mengganti baju dan makan siang. Di luar rumah, sayup terdengar anak tetangga asyik bermain di bawah pokok kelapa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Anggap aja kita orang kaya ya, kita pakai mobil. Nih, nih mobilnya!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku orang kaya, ya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Riki tersenyum. Apakah semua anak dari penjuru negeri bermimpi jadi orang kaya sedari dini? Tak terkecuali dirinya saat itu? Hidup memang teka-teki yang tak sudah. Riki banyak menghela napas untuk hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Pikirannya kalut akhir-akhir ini, sebab sakit ibu makin parah. Bapak harap cemas dengan hasil laut. Ia terus memikirkan kelangsungan pendidikannya, sebab butuh dua tahun lagi untuknya selesai menjalankan masa studi SMA.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi anak satu-satunya tak melulu soal makan enak, dan harapan yang senantiasa dipenuhi. Tak melulu soal kado-kado Ibu dan Bapak. Menjadi anak tunggal beban yang semakin nyata dirasakan Riki. Jika ekonomi keluarga semakin memburuk, ia mau tak mau membantu Bapak melaut.</p><p style="text-align: justify;">---</p><p style="text-align: justify;">Minggu ke minggu semakin berat dilaluinya. Libur akhir semester menyisakan tanda tanya. Akankah ia mengenyam pendidikan sampai usai?</p><p style="text-align: justify;">Cuaca buruk, Riki tidak ikut melaut dan bapak meminta Riki menjaga ibu. Riki di ambang kegentingan, ranking tak menjadikan ia aman dan bisa terus bersekolah. Seminggu lagi, ia masuk sekolah dan akan penjurusan.</p><p style="text-align: justify;">Senja indah sekali ditatapnya. Ibu masih tertidur lelap. Diceknya sesekali napas ibunya, barangkali nyawa sudah di tangan pencipta. Riki selalu berjaga akan hal itu.</p><p style="text-align: justify;">---</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ki, Bapak jujur aja sudah mulai gak sanggup bayar sekolahmu. Biaya berobat ibu juga bikin ngos-ngosan. Meskipun kamu sekolah negeri, Ki.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Terngiang selalu ucapan Bapak saat melaut waktu itu. Namun Ibu selalu jadi penguatnya untuk mengenyam pendidikan yang layak. Kata orang, belajar bisa di mana saja. Namun bagaimana jika ia belajar di rumah mengurus Ibu?</p><p style="text-align: justify;">Akankah ia dapat ijazah untuk melamar pekerjaan? Pihak mana yang mau memberinya kemudahan? Sial, belajar nyatanya tak selalu menjunjung tinggi kebebasan. Untuk orang kecil seperti Riki, sistem jadi pengikat dan cita-cita hanya delusi.</p><p style="text-align: justify;">Sudah cukup baginya Ibu dan Bapak direndahkan tetangga karena tak punya apa-apa. Kapal untuk melaut pun bukan milik bapak.</p><p style="text-align: justify;">Apa harus aku mendendam untuk jadi lecutan semangat dan bercita-cita jadi orang kaya dan dipandang? Tanya Riki di depan cermin tiap kali menyisir rambutnya.</p><p style="text-align: justify;">Langkahnya memulai hari pertama sekolah dengan gontai. Di tengah-tengah upacara saat menyanyikan Indonesia Raya, bendera SMAN 1 Mamuju berkibar. Tiang bendera juga masih kokoh berdiri. Anak-anak pesisir berbahagia, tidak dengannya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Apa betul bangsa ini merdeka?</em> Tanyanya dalam hati.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKP-KKN 46: Pengabdian Mahasiswa selama Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkp-kkn-46-pengabdian-mahasiswa-selama-pandemi/baca </link>
<guid> pkp-kkn-46-pengabdian-mahasiswa-selama-pandemi </guid>
<pubDate> Mon, 25 May 2020 11:47:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar mengenai Program Kegiatan Penyetaraan KKN 2020. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkp-kkn-46-pengabdian-mahasiswa-selama-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d59htTDuIw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKP-KKN 46: Pengabdian Mahasiswa selama Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Adanya pandemi membuat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 46 berlangsung berbeda, yakni Kondisi Luar Biasa (KLB). Selain KKN, Program Kegiatan Penyetaraan-KKN (PKP-KKN) juga sedang berlangsung di tengah wabah.</span></p><p style="text-align: justify;">Terkait pelaksanaan PKP-KKN, disebutkan Koordinator PKP-KKN tahun 2020, Esti Handayani Hardi pelaksanaannya telah dimulai sejak 4 Mei. PKP-KKN berkerja sama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tujuannya untuk memberikan edukasi, informasi dan pemikiran yang dipertanggungjawabkan berdasarkan data ilmiah guna mencegah penyebaran dan pengendalian virus Covid-19 saat ini,&quot; jelasnya, Kamis (14/5).</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Esti, program kegiatan PKP-KKN dibagi menjadi 3 kelompok besar program. Yakni Bidang Sosialisasi, Bidang Analisis Risiko dan Kebijakan, serta Bidang Penanggulangan yang melibatkan dosen, staf dan mahasiswa. Nantinya, kegiatan ini akan disetarakan sebagai kegiatan KKN tahun 2020 yang dirancang dalam PKP-KKN Bersama Tim Satgas Covid-19 Unmul dengan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan (DPL).</p><p style="text-align: justify;">Adapun program tersebut melibatkan mahasiswa dari 10 fakultas di lingkungan Unmul dengan total 96 mahasiswa. Dengan rincian 9 dari Fakultas Teknik (FT), 11 dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), 5 dari Fakultus Ilmu Sosial dan Pemerintahan (FISIP), 11 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 8 dari Fakultas Perikanan (FPIK).</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, 10 dari Fakultas Pertanian (Faperta), 17 dari Fakultas Kehutanan (Fahutan), 10 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), 10 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dan 5 dari Fakultas Hukum (FH). Sedangkan kegiatan yang dilakukan selama PKP-KKN menyesuaikan dengan keadaan saat ini bersama Tim Satgas Covid-19 Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk kegiatan yang akan diselenggarakan bersama Tim Satgas Covid-19 Unmul dan wajib diikuti mahasiswa PKP-KKN pada saat ini yaitu pembuatan jamu immune boster Neesfarm. Kemudian menyediakan dan membagikan nasi kotak untuk berbuka puasa mahasiswa Universitas Mulawarman,&quot; sebut Esti.</p><p style="text-align: justify;">Selain dua kegiatan tersebut, semua kelompok mengambil tema kegiatan yang sama. Menyesuaikan dengan keadaan yang sedang terjadi dan untuk mendukung kegiatan pencegahan Covid-19. Mahasiswa pun tetap harus aktif berkonsultasi dengan penanggung jawab kegiatan PKP-KKN.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kegiatan yang sudah dilakukan masing-masing kelompok di antaranya pembuatan media sosial yang menyediakan info terkait Covid-19, membuat poster kegiatan mengenai Covid-19, dan pembuatan tempat cuci tangan,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Esti juga memaparkan bahwa seluruh kelompok PKP-KKN ditempatkan di Samarinda dan lingkungan Unmul. Hal ini dilakukan guna memudahkan dosen pembimbing serta koordinator kegiatan dalam mengontrol jalannya kegiatan. Meski baru terlaksana, ia mengaku tak terdapat kendala yang berarti dalam pelaksanaan program ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selama kegiatan ini berjalan sampai saat ini, tidak terdapat kendala yang signifikan dan berjalan lancar. Mulai dari koordinasi hingga pelaksanaan, tetap menerapkan standar <em>safety</em> yang diperlukan,&quot; tutupnya. <strong>(<em>len/sii/rst/zar/stn/wil</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita dan Semangat Mahasiswa PKP-KKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-dan-semangat-mahasiswa-pkp-kkn/baca </link>
<guid> cerita-dan-semangat-mahasiswa-pkp-kkn </guid>
<pubDate> Mon, 25 May 2020 11:47:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKP KKN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-dan-semangat-mahasiswa-pkp-kkn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qgdYb3VjFE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita dan Semangat Mahasiswa PKP-KKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebagai salah satu kegiatan KKN tahun ini, Program Kegiatan Penyetaraan-Kuliah Kerja Nyata (PKP-KKN) sukses menggaet 9 kelompok. Kesemuanya berasal dari 10 fakultas di Unmul dan pelaksanaan telah berlangsung sejak awal Mei lalu.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkp-kkn-46-pengabdian-mahasiswa-selama-pandemi/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkp-kkn-46-pengabdian-mahasiswa-selama-pandemi/baca</a></em></p><p style="text-align: justify;">Tentunya, selama pelaksanaan terdapat banyak pengalaman yang dirasakan peserta KKN. Daniel Minggu, salah satu peserta PKP-KKN yang berada pada Kelompok 8 membagikan ceritanya kepada <em>Sketsa</em>. Baginya, kegiatan ini sangat menarik untuk dijalankan sebab berbeda dengan kegiatan KKN Reguler.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebutkan, selain belajar untuk tetap berbagi kepada sesama selama pandemi, kegiatan PKP-KKN menjadi pengisi waktu luang selama kuliah <em>online</em> masih berlangsung. Terutama seperti dirinya yang merupakan anak rantau dan tak bisa pulang kampung.</p><p style="text-align: justify;">&quot;PKP-KKN ini juga menambah pengalaman kami dalam hal pembuatan jamu dan bagaimana tetap menjaga kesehatan selama pandemi. Yang terutama yaitu kami bisa mendapatkan teman-teman baru yang berasal dari berbagai fakultas yang berbeda,&quot; ceritanya, Senin (18/5).</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang mereka lakukan tak jauh dari pembuatan jamu bersama Tim Satuan Tugas Covid-19 (Satgas) Unmul dan pembagian makanan berbuka puasa. Dalam pelaksanaannya, untuk pembagian makanan setiap kelompok akan bergantian setiap hari untuk menyiapkan dan membagikan makanan tersebut. Sama halnya dengan pembuatan jamu yang juga bergantian per kelompok berdasarkan jadwal yang sudah ada.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, masing-masing kelompok itu mendapatkan jatah kegiatan untuk membuat jamu <em>immune booster</em> dan membagikan makanan berbuka puasa untuk mahasiswa Unmul sesuai dengan jadwalnya,&quot; jelas Daming&mdash;sapaan akrabnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, terlepas dari kedua kegiatan wajib di atas, setiap kelompok pada PKP-KKN mengerjakan program kerja (proker) yang telah mereka buat. &quot;Dari setiap kelompok akan membantu proker masing-masing, seperti membuat video dan poster edukasi terkait Covid-19 yang dipublikasikan di akun media sosial masing-masing kelompok.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Terkait kendala, Daming mengaku bahwa ia dan kelompoknya belum menemui kesulitan dalam pelaksanaan sebab telah diatur sedemikian rupa oleh Tim Satgas Covid-19 Unmul agar dapat terlaksana selama pandemi masih berlangsung. Namun, Daming menyebutkan bahwa hal yang mengganggu selama pelaksanaan ini adalah diberlakukannya <em>social distancing</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena adanya <em>social distancing</em>, jadi harus tetap jaga jarak serta harus tetap menggunakan masker selama kegiatan. Terutama bagi teman-teman yang sedang menjalankan puasa harus menahan haus dan lapar selama kegiatan berlangsung,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berpesan untuk teman-teman yang sedang melaksanakan program ini agar tetap kompak dan semangat dalam menjalankan kegiatan atau program masing-masing. &quot;Tetap jaga kekompakan dan yang terutama tetap jaga kesehatan. Semoga kita diberikan kelancaran agar bisa menyelesaikan PKP-KKN sampai selesai dengan baik,&quot; tutupnya. <em><strong>(len/sii/rst/zar/stn/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usir Rasa Bosanmu dengan Rekomendasi Webtoon Ciamik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/usir-rasa-bosanmu-dengan-rekomendasi-webtoon-ciamik/baca </link>
<guid> usir-rasa-bosanmu-dengan-rekomendasi-webtoon-ciamik </guid>
<pubDate> Wed, 27 May 2020 12:42:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi webtoon sebagai hiburan untukmu di rumah aja. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/usir-rasa-bosanmu-dengan-rekomendasi-webtoon-ciamik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xPVXz3BRba.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usir Rasa Bosanmu dengan Rekomendasi Webtoon Ciamik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Apa kamu salah satu yang sudah mati gaya selama berkegiatan di rumah? Memang, selama pembatasan sosial masih diberlakukan, kita tak punya pilihan selain karantina diri dan berusaha tetap produktif dengan cara apapun. Namun, tentu saja berbagai selingan atau hiburan diperlukan untuk tetap santai dan menghindari stres.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Membaca <em>webtoon</em> atau komik daring adalah salah satu pilihannya. Saat ini, terdapat banyak platform <em>webtoon</em> yang tersedia untuk di-<em>download</em>. Yang paling banyak diunduh dan menjadi favorit di kalangan masyarakat adalah aplikasi LINE WEBTOON yang berada di naungan LINE Corporation. Sifatnya yang mudah diakses dan tak mengeluarkan banyak biaya membuat jenis komik ini menarik minat pembacanya.</p><p style="text-align: justify;">Kali ini, <em>Sketsa</em> ingin berbagi beberapa judul <em>webtoon</em> yang dapat menemanimu waktu luangmu. Yuk, simak rekomendasinya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>LARA(S)HATI dan Zona Maya (Tupaikidal)</strong></p><p style="text-align: justify;">Dua <em>webtoon</em> romantis asal Indonesia ini merupakan serial bersambung yang cukup populer dan memiliki fan yang cukup aktif. LARA(S)HATI sendiri berkisah tentang Radi, seorang siswa SMA yang menyukai gadis populer di sekolahnya yakni Laras. Namun, rupanya ia bukan satu-satunya yang mengalami hal ini. Kehidupan SMA-nya mulai terganggu sejak tiba-tiba dirinya dimasukkan dalam sebuah grup yang aneh. Sedangkan Zona Maya merupakan kisah tentang Maya, teman dekat Radi yang terpisah sejak Maya pindah sekolah. Mereka dipertemukan kembali pada masa kuliah. Dua seri ini semakin didukung dengan cerita yang ringan dan visual yang apik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Study Group (Hyungwook Shin/Seungyeon Ryu)</strong></p><p style="text-align: justify;">Suka dengan genre yang berbau aksi? <em>Webtoon</em> yang satu ini akan membawamu kepada Gamin Yoon, seorang siswa SMK Teknik Yusong yang sangat kurang dalam hal akademis dan bercita-cita ingin mendirikan sebuah <em>study group</em> di sekolahnya untuk meningkatkan nilai-nilainya dan anak-anak yang senasib dengannya. Namun, keadaan sekolahnya yang kacau, penuh perkelahian dan seolah &apos;diatur&apos; oleh salah satu siswa yang berpengaruh menjadikan hari-harinya lebih menantang. Lantas, bagaimana nasib <em>study group</em> miliknya?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Love Advice from the Great Duke of Hell (unfins)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Webtoon</em> berbahasa Inggris ini dapat kamu baca dengan mengubah konten bahasa yang terdapat di pengaturan LINE WEBTOON. Berjenis komedi, komik yang satu ini berkisah tentang Paul, seorang remaja tanggung yang menyukai gadis pelayan kafe di dekat rumahnya yang bernama Elena. Sayangnya, sang gadis tak menyadari hal itu. Pasrah karena tak memiliki teman dan keluarga yang dapat diandalkan untuk membantunya, Paul belajar untuk memanggil iblis demi mendapatkan saran tentang kisah cintanya. Tak disangka, iblis yang datang adalah bangsawan iblis tertinggi. Seperti apa petualangan mereka?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cursed Princess Club (LambCat)</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih berbahasa Inggris, <em>webtoon</em> bernuansa komedi dan drama ini sangat tepat bagi kamu yang sering merasa insecure atau tak percaya diri dengan keadaan fisik. Bercerita tentang Gwendolyn, seorang putri yang digambarkan berwajah seram dari Kerajaan Pastel. Ia memiliki dua kakak perempuan dan satu kakak laki-laki yang rupawan dan sangat menyayanginya. Namun, hal ini membuatnya tak percaya diri meskipun memiliki berbagai kelebihan yang sangat feminin layaknya putri pada umumnya. Perspektif mengenai dirinya mulai berubah tatkala menemukan sebuah klub yang berisi berbagai putri di seluruh penjuru wilayah. Bukan putri biasa, klub ini didedikasikan untuk para putri kerajaan yang dikutuk. Menarik, bukan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sweet Home (Kimcarnby/Youngchan Hwang)</strong></p><p style="text-align: justify;">Ingin bacaan yang menegangkan? Maka <em>webtoon</em> horor yang satu ini patut kamu pertimbangkan. Ini adalah kisah tentang Hyeonsu Cha, seorang remaja anti sosial yang menutup diri dari lingkungan. Sejak kecelakaan menimpa seluruh keluarganya, ia memutuskan untuk tinggal sendiri di sebuah apartemen. Diam-diam, ia merencanakan aksi bunuh diri setelah menonton film yang ia nantikan. Tetapi sebelum keinginannya terwujud, sebuah fenomena aneh bernama monsterisasi muncul dan membuat nyawanya serta penghuni apartemen lain di ujung tanduk. Berhasilkah mereka bertahan dan keluar dari apartemen yang penuh dengan monster?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Aegis Orta (lunaria_co)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Webtoon</em> fantasi asal Indonesia ini memiliki kisah yang unik dan penuh aksi. Tentang pemuda bernama Val yang diasuh di gereja oleh seorang pastor, Bapa Gregory. Selain bersekolah seperti biasa, dirinya juga memiliki dua sahabat yang senantiasa menemaninya. Hari-harinya yang tenang berubah ketika kenyataan demi kenyataan menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya, yakni keturunan Raja Iblis bernama Mammon yang mati ketika berusaha merebut kekuatan malaikat jahat yang menyerang dunia iblis. Apakah Val dapat menghadapi keadaan ini? Simak ceritanya langsung, ya!</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa rekomendasi <em>webtoon</em> yang asyik dan tentunya menarik untuk bersantai. Jangan lupa untuk <em>download</em> aplikasinya terlebih dahulu, ya. Selamat membaca dan bersenang-senang! <strong>(<em>len/rst</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Isa: Lebaran hingga Hidup di Tanah Rantau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/isa-lebaran-hingga-hidup-di-tanah-rantau/baca </link>
<guid> isa-lebaran-hingga-hidup-di-tanah-rantau </guid>
<pubDate> Fri, 29 May 2020 12:40:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah lebaran perantau. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/isa-lebaran-hingga-hidup-di-tanah-rantau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gHRbCKbK9C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Isa: Lebaran hingga Hidup di Tanah Rantau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Lebaran seharusnya menjadi kesempatan bagi yang merayakan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing. Namun, pandemi virus corona menyebabkan semua tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Meski sadar akan kebijakan pemerintah yang membatasi akses keluar masuk daerah untuk menanggulangi risiko penyebaran, banyak orang terpaksa harus kembali ke daerah asalnya untuk dapat bertahan hidup karena kehilangan sumber penghasilannya. Tetapi, ada beberapa yang memilih untuk tidak pulang ke kampung halaman.</span></p><p style="text-align: justify;">Inilah yang dialami oleh perantau asal Garut, Jawa Barat yakni Isa Abdul Munajat. Ia mengaku bahwa selama lima tahun lebih di Samarinda, baru sekali dirinya pulang kampung. Walaupun ada keinginan untuk merayakan lebaran di Garut bersama istrinya, tahun ini Isa memilih untuk tidak menghanyutkan diri ke dalam arus mudik karena situasinya belum memungkinkan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai perbedaan suasana perayaan Idulfitri antara di Samarinda dan di kampungnya, ia mengungkapkan bahwa umumnya sama saja. Hanya berbeda dalam kegiatan silaturahmi. Ketika di kampungnya, Isa dapat mengunjungi keluarga dan tetangga di sekitar rumahnya. Sedangkan di Samarinda, Isa hanya mempunyai kakak ipar dan satu paman. Selebihnya, semua ada di kampung halamannya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya rasa rindu dengan keluarganya yang tidak terbendung, pandemi ini juga sedikit memberatkan finansial keluarga kecil Isa. Apalagi saat ini istrinya sedang mengandung dan sedang mempersiapkan kelahiran anak pertamanya sehingga membutuhkan lebih banyak biaya lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk makan aja, ada dari gaji perusahaan masih cukup untuk makan. Tapi lebihnya untuk nabung itu agak susah juga. Ditambah lagi kan harganya gak tentu, kadang naik juga. Jadi ngebuat agak nge-press pengeluaran. Istriku mau lahiran, jadi awalnya yang ada tabungan jadinya berkurang buat lahiran,&rdquo; ujarnya, Jumat (22/5).</p><p style="text-align: justify;">Di tengah terancamnya sejumlah masyarakat akan kehilangan mata pencaharian imbas virus corona, beruntunglah Isa masih bekerja di salah satu perusahaan yang memiliki kerja sama dengan Bank Indonesia. Tugasnya di perusahaan tersebut adalah melakukan survei harga bahan pokok di pasar dan pedagang-pedagang besar.</p><p style="text-align: justify;">Pekerjaan ini juga melibatkan survei kepada konsumen. Ini untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang kondisi ekonomi terkini, enam bulan sebelumnya, dan enam bulan di masa yang akan datang. Ini mengharuskan dirinya turun langsung ke masyarakat untuk mendapatkan data konsumen.</p><p style="text-align: justify;">Karena kondisi pandemi yang membatasi interaksi antar individu, saat ini Isa melakukan survei melalui telepon untuk mendapatkan data responden. Selain itu, ia juga membantu kegiatan pesantren yang pernah menjadi tempat tinggalnya. Seperti melakukan pembagian sembako dan membagikan selebaran dari pesantren.</p><p style="text-align: justify;">Isa menceritakan sedikit mengenai dirinya yang kini menginjakkan kaki di Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) kepada Sketsa. Mulanya, ia sempat mengenyam pendidikan setelah tamat SMA di Bandung namun tak diteruskannya. Kemudian, Isa diajak oleh gurunya untuk merantau ke Samarinda. Sang guru memberikan rekomendasi sebab sekolah yang ada di sana berkaitan dengan pesantren yang di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Orang tuanya sendiri pada awalnya berat untuk melepas kepergiannya karena dirasa terlalu jauh. Atas tekad kuat dan sedikit nekat serta ingin meringankan beban orang tua, Isa memutuskan untuk mengenyam pendidikan tinggi di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lagian aku dapat beasiswa di sini jadinya sayang juga kan. Daripada di Bandung, kuliah harus bayar sendiri. Sudah nanya-nanya juga katanya Unmul ini bagus, jadi mending ke Kalimantan aja,&rdquo; kenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kuliah Sastra Inggris ternyata tidak semudah yang ia bayangkan sebelumnya. Isa mengira kuliahnya akan lancar seperti ketika ia masih kursus Bahasa Jepang di Bandung, yaitu hanya mempelajari bahasa asing dari dasar. Ia merasa bingung saat awal perkuliahannya di tahun 2015. Karena terlanjur mengambilnya, Isa tetap berniat menyelesaikan kuliahnya. Mau tak mau, Isa harus harus meluangkan lebih banyak waktunya untuk belajar dan mengejar ketertinggalan.</p><p style="text-align: justify;">Isa juga bernostalgia mengenai pengalamannya ketika baru menginjakkan kaki di Kaltim. Ia mengaku mengalami <em>culture shock&nbsp;</em>karena ada beberapa hal yang sangat berbeda dari daerah asalnya. Misalnya suasana perkotaan Samarinda yang berbeda dengan suasana kampung halamannya di Garut.</p><p style="text-align: justify;">Ia bercerita, orang-orang di kampungnya cenderung bekerja sama untuk membuat sesuatu daripada membelinya. Sangat terbalik dengan kultur di Samarinda yang cenderung lebih memilih untuk membeli sesuatu daripada membuatnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, gaya berbicara yang ada di Samarinda juga membuatnya sedikit mengalami <em>culture shock</em>. Isa menyebutkan, saat di Garut orang-orang berbicara dengan lembut dan menaikkan sedikit nada bicara akan dianggap tidak sopan. Namun di sini, menaikkan nada bicara adalah hal yang dianggap sangat wajar. Adapun beberapa kata yang digunakan dalam percakapan sehari-hari juga membuatnya sempat kebingungan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contohnya &lsquo;kayak apa pang?&rsquo; terus tiap pertanyaan ditambah &lsquo;kah&rsquo; diakhirnya. Kemudian ada beberapa kata yang sama tapi artinya beda. Orang sini bilangnya &lsquo;bujuran&rsquo; kan itu &lsquo;beneran&rsquo;. Tapi kalau di tempatku, &lsquo;bujur&rsquo; itu sesuatu hal yang tabu dan mestinya gak diomongin. Itu yang membuat aku kaget waktu pertama kali kesini,&rdquo; kenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Isa juga menyampaikan keluh kesahnya sebagai mahasiswa tingkat akhir. Ia mengemukakan soal skripsinya yang terhambat karena sulitnya untuk menentukan jadwal konsul kepada dosen pembimbingnya. Hal ini dikarenakan ada beberapa dosen pembimbingnya yang menginginkan untuk bertemu langsung sedangkan Unmul sendiri melarang untuk pertemuan tatap muka selama pandemi masih berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyayangkan sikap kurang ramah dari staf akademik fakultasnya dalam keadaan ini. Ia mengalami kesulitan untuk mengurus persyaratan beasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin aku mau ngurus persyaratan beasiswa, tapi agak susah. Untuk akademik, tolong mudahkan mahasiswanya buat ngurus persyaratan supaya dapat beasiswanya. Semacam aku kemarin, mau minta surat aktif kuliah dan transkrip kok ada omongan &lsquo;saya gak mau kalau satu orang.&rsquo; Masa kita harus nyari orang yang butuh transkrip, sementara yang butuh kita aja,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai masa pandemi, ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak bersikap egois dan bertindak bodoh selama virus corona masih menyerang. Menurutnya, situasi saat ini bukanlah hal yang main-main tetapi sebagian besar masyarakat malah mengabaikan imbauan pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, pemerintah lebih bersikap mengayomi, melindungi dan membantu masyarakat yang terdampak virus corona dan bukannya fokus ke masalah-masalah lain yang tidak terlalu penting. <strong><em>(pil/wuu/ycp/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memaknai Hari Lanjut Usia di Tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/memaknai-hari-lanjut-usia-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> memaknai-hari-lanjut-usia-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Fri, 29 May 2020 13:38:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Lanjut Usia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/memaknai-hari-lanjut-usia-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8EIO9rBLqE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memaknai Hari Lanjut Usia di Tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berkumpul bersama orang tua beserta kakek dan nenek merupakan salah satu kebahagiaan yang tidak bisa dirasakan oleh semua orang saat ini. Terutama bagi mereka yang terpisah jauh dari keluarga di tanah rantau, karena pandemi mereka hanya bisa bertemu secara virtual saja.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, perjumpaan dengan orang terkasih harus tetap disyukuri. Terlebih hari ini tepat diperingati sebagaai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). HLUN merupakan wujud kepedulian dan penghargaan terhadap orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas yang diperingati oleh Kementerian Sosial (Kemensos) setiap tahunnya.</p><p style="text-align: justify;">Berlangsung sejak 24 tahu lalu, HLUN selalu digelar meski tidak sepopuler peringatan-peringatan hari besar nasional lainnya. Berbagai kegiatan dilakukan oleh Kemensos yang melibatkan orang lanjut usia dengan tema yang berbeda-beda.</p><p style="text-align: justify;">HLUN ke-24 kali ini mengusung tema &ldquo;Negara Hadir untuk Lanjut Usia&rdquo;. Peringatannya sedikit berbeda tahun ini, karena memanfaatkan sarana dan prasarana media baik audio visual, media elektronik, media informasi, dan media lainnya. Hal tersebut dilakukan karena kondisi pandemi saat ini, sehingga harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, tanpa mengurangi makna dan esensi perayaan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari kemsos.go.id, pemerintah melalui Kemensos mengimbau agar segala kegiatan terkait HLUN agar dilakukan secara virtual. Mulai dari memanfaatkan media sosial, hingga kegiatan seperti sosialisasi, seminar, presentasi penelitian terkait lansia, yang memungkinkan terlaksana secara virtual akan mendapat dukungan dari Kemensos.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Dirjen Rehabilitasi Sosial (Rehsos) juga akan meningkatkan peran dalam penanganan Covid-19 melalui 8 langkah strategis, termasuk menyentuh kelompok lansia. Secara khusus Kemensos telah menyiapkan Balai Rehabilitasi Sosial untuk karantina bagi lansia yang terpapar Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Dalam peringatan HLUN tahun ini, salah satu yang dilaksanakan oleh Dirjen Rehsos yaitu penyiaran pidato Menteri Sosial, dengan materi isu lansia terkini, bagaimana lansia menghadapi pandemi covid-19 yang akan ditayangkan melalui media elektronik dan cetak.</p><p style="text-align: justify;">Peran HLUN menjadi sangat penting dalam situasi pandemi ini, karena lansia menjadi perhatian dari banyak pihak. Karena lansia termasuk salah satu kategori paling rentan terpapar Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Dirjen Rehsos juga berharap, ada upaya-upaya yang serius untuk mencegah penyebarluasan atau penularan covid-19 termasuk pada para lansia. Sehingga dengan adanya HLUN besar harapan untuk jaminan terhadap kondisi lansia agar tetap sehat, sejahtera, dan terhindar dari paparan Covid-19. <strong><em>(khn/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sederhana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/sederhana/baca </link>
<guid> sederhana </guid>
<pubDate> Sat, 30 May 2020 10:52:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita pendek dari makna sederhana. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/sederhana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CmQm0VNObp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sederhana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Ruang Satu</strong></p><p style="text-align: justify;">Aku menatap malas anakku, Ananta, yang kupangku di lututku dan sedang menepuk-nepuk pipiku yang tidak kucukur selama tiga minggu. Menatapnya, aku jadi berharap posisiku dan anakku yang masih berumur 8 bulan bisa bertukar walau sebentar, masih bisa tertawa lepas, masih belum memikirkan tagihan listrik dan air yang belum terbayar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Umumu... ayaa... waa...&rdquo;, tangan mungil Ananta lanjut menarik-narik rambut di daerah dahiku yang mulai menipis, karena memikirkan keadaan keuangan keluargaku yang semakin hari semakin menipis, semenjak bos kantorku menyuruh seluruh karyawannya bekerja di rumah. Entah aku mencari pemasukan dari mana lagi bahkan untuk membeli selembar pakaian baru untuk Ananta.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, istriku tidak terlalu memikirkan apa yang harus disediakan untuk lebaran tahun ini. Dia yang paling paham tentang keuangan di keluarga kami. Dia sendiri sudah pusing memutar uang yang setidaknya untuk membeli bahan makanan. Aku sangat bangga dengan kemampuan istriku dalam mengelola uang, bahkan dia membantuku mengumpulkan uang dengan memasarkan usaha parsel kue kering milik temannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak, buka puasa terakhir pakai es teh aja ya?&rdquo; istriku berteriak dari dapur, sedang menyiapkan hidangan buka puasa. Ya begitulah hidangan buka puasa di rumah kami, lauk pauk seadanya dengan segelas es teh. Ananta yang masih bayi pun ikut berbuka dengan kami dengan makan bubur bayinya. Yang penting masih ada yang bisa dimakan, dan Ananta tidak kelaparan.</p><p style="text-align: justify;">Tiriririringgg....</p><p style="text-align: justify;">Nomor tidak dikenal terpampang di layar ponselku, aku berusaha menggapai ponselku yang berada di atas meja kecil di depanku. Cepat-cepat aku menggeser tombol jawab sebelum direbut oleh tangan kecil Ananta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Halo?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Halo? Apa benar ini nomor Pak Ardi Muhammad?&rdquo; suara wanita terdengar dari seberang telepon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya benar, ini dari siapa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya Husna, saya dari humas Tim Satuan Petugas Covid-19 bagian Kantor YZ.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Begini pak, saya diberi rekomendasi oleh pihak HRD, bahwa beliau ingin Pak Ardi Muhammad untuk bergabung dalam tim Satuan Petugas Covid-19. Maka dari itu, saya ingin menawarkan Pak Ardi untuk bergabung dalam tim satgas.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sesaat pikiranku masih mencerna apa maksud ucapan orang ini. Aku baru tahu kalau kantorku juga membuat satuan petugas ini, dan lagi sejak kapan beroperasi?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak? Permisi?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah, maaf. Ada apa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana pak? Kalau Bapak mau bergabung dalam satgas, apa Bapak besok bisa datang ke kantor untuk <em>interview</em> singkat?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku terdiam sejenak. Aku memikirkan apakah dengan bergabung sebagai satgas akan digaji&mdash;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akan ada insentifnya pak, diluar dari THR dan tunjangan bulanan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baik! Saya akan datang besok ke kantor,&rdquo; jawabku cepat dengan perasaan senang yang tak terbendung.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">------</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ruang Dua</strong></p><p style="text-align: justify;">Selimut, tiga setel baju, dua jaket, buku catatan baru, dan sebotol jamu racikan ibuku tertata rapi di dalam tas ransel besar berwarna biru gelap yang sedang kujinjing. Saat ini aku berada di salah satu rumah sakit daerah, berdiri menunggu seorang perawat memanggilku untuk masuk ke salah satu ruangan di dalamnya. Hawanya terasa dingin, napas hangat dari hidungku yang tertutup masker kain menggantikan rasa dingin yang menjalar di sekitar wajahku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Atas nama Rizal, silakan ke ruang 202 ya,&rdquo; perawat yang berlabel nama Rini itu memanggilku dan mengantarku ke sebuah ruangan kecil terlebih dahulu. Di sana, aku diarahkan untuk membersihkan tanganku, memakai gaun medis berwarna biru muda, memasang penutup kepala, masker medis, dan sarung tangan pelindung.</p><p style="text-align: justify;">Pintu ruangan 202 dibuka oleh perawat tadi, mengarahkanku untuk duduk menghadap sebuah kaca pembatas yang besar. Di seberang kaca itu, ada Doni, adik bungsuku yang berumur 14 tahun, terduduk di ranjang pasien dan menggunakan piyama rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kaaaaakkk....&rdquo; suara Doni terdengar lesu, namun senyumnya sangat cerah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku datang. Ini ada salam juga dari Ibu,&rdquo; kataku sambil mengangkat tas ransel besar tadi dan menunjukkan padanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Boleh aku ambil tasnya? Aku mau lihat,&rdquo; Doni meminta tas tersebut, yang kemudian diantarkan oleh seorang perawat yang memakai alat pelindung diri yang sangat rapat.</p><p style="text-align: justify;">Doni membongkar isi tas itu, dan sangat senang melihat botol jamu tadi. Matanya berbinar sambil menunjuk-nunjuk botol jamu di tangan kirinya, cepat-cepat ia membuka botol jamu itu dan meneguknya seolah memeragakan iklan minuman. Kuakui, saat itu tingkahnya sangat lucu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti kalau aku balik kesini lagi, ada yang mau dititip lagi?&rdquo; tanyaku ke Doni yang masih bersemangat meneguk jamu. Seketika, Doni perlahan menurunkan botol jamu tadi dan raut wajahnya berubah serius dan menatapku dalam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kak, minggu depan aku enggak titip apa-apa, tapi Kakak sama Ibu kasih aku doa yang banyak dari rumah ya. Kemarin, temanku ada yang sudah boleh pulang. Aku pengin minggu depan aku dibolehkan pulang. Aku kangen Ibu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">------</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ruang Tiga</strong></p><p style="text-align: justify;">Rrrrrrr......</p><p style="text-align: justify;">Klik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Halo sayang?&rdquo; wajah sumringah Ani muncul dari seberang telepon video. Lesung pipinya masih setia terlukis di wajah bundarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hai. Apa kabarmu disana? Udah dua bulan nih, aku enggak balik ke Samarinda,&rdquo; jawabku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lama juga ya dua bulan....&rdquo; ucap Ani setengah menggumam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Disini baik semua kok sayang. Mama sekarang lagi merekap hasil jualan kuenya, kalau Papa lagi nonton sitkom tuh,&rdquo; celoteh Ani kemudian. Aku hanya tersenyum, asik mengamati wajahnya yang kurindukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu sendiri gimana, sayang? Ibu sama Bapak disana sehat aja, kan? Apa kabar Adel?&rdquo; tanya Ani bertubi-tubi. Aku terkekeh sesaat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ibu sama Bapak baik aja, mereka sudah libur kerja mulai kemarin. Adel.... rada sensitif gara-gara kelas <em>online</em> terus. Hehe,&rdquo; jawabku kemudian. Ani hanya mengangguk lalu tersenyum simpul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Habis lebaran nanti, kira-kira kamu balik ke Samarinda lagi, enggak?&rdquo; Ani kembali melempar pertanyaan padaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kurang tahu, masih lihat kondisi disini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ani terdiam, kemudian menyibakkan rambut sebahunya ke belakang telinganya. Aku ikut terdiam dan memikirkan topik pembahasan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gimana nanti kalau aku udah balik ke Samarinda, kita puas-puasin jalan? Kemana ya? Pantai? Taman? <em>Mall</em>? Atau ke event pameran?&rdquo; aku asal memberi ide saja, agar percakapan kami tidak berakhir begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">Lama Ani hanya menatapku dari telepon video, dengan senyum tipisnya. Ani kembali berbicara sesaat setelah menghela napas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk sekarang, aku cuma mau kamu kembali dulu ke Samarinda kalau kondisinya reda. Cukup kamu muncul berdiri di depanku dan kasih aku pelukan, itu udah buat hatiku tenang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tanpa sadar, air mata mengalir dari mata kananku. Ani juga terlihat mengusap pipinya yang terlihat basah. Hatiku terenyuh saat mendengar keinginan wanitaku, keinginan yang sederhana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Love you</em>. Sehat terus ya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sesederhana itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mahmudhah Syarifatunnisa, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 2016.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Larangan Memeluk Mimpi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/larangan-memeluk-mimpi/baca </link>
<guid> larangan-memeluk-mimpi </guid>
<pubDate> Sun, 31 May 2020 10:54:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/larangan-memeluk-mimpi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yUqrkdnD9x.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Larangan Memeluk Mimpi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Bagai keping tak berarti</span></p><p style="text-align: justify;">Gedongan tinggi hanya akan membuat jiwaku haram bermimpi</p><p style="text-align: justify;">Lalu ke mana lagi aku simpan harapan-harapan tinggi?</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Bagaimana bisa aspirasi bisa sampai dengan sekat tirani?</p><p style="text-align: justify;">Rakyat kecil hanya menunggu mati</p><p style="text-align: justify;">Dibunuh impiannya sendiri</p><p style="text-align: justify;">Digantung doanya malam tadi</p><p style="text-align: justify;">Dibodohi janji pemimpin masa kini</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kemelaratan itu terlihat jelas</p><p style="text-align: justify;">Di sudut kota</p><p style="text-align: justify;">Di lengan dan kolong jembatan</p><p style="text-align: justify;">Di rumah desa</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kemelaratan hati tergambar jelas di gedung tinggi beratasnamakan birokrasi</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Larangan bermimpi memang tak memiliki sanksi</p><p style="text-align: justify;">Namun telah terjadi</p><p style="text-align: justify;">Jauh sebelum hari ini</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Restu Almalita mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tetap Semangat, Pelantikan Ormawa Digelar Secara Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tetap-semangat-pelantikan-ormawa-digelar-secara-daring/baca </link>
<guid> tetap-semangat-pelantikan-ormawa-digelar-secara-daring </guid>
<pubDate> Tue, 02 Jun 2020 11:13:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelantikan Ormawa berjalan secara daring </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tetap-semangat-pelantikan-ormawa-digelar-secara-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IqHER8Wemj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tetap Semangat, Pelantikan Ormawa Digelar Secara Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pandemi Covid-19 tak ayal membuat kegiatan-kegiatan besar di Unmul menjadi terganggu. Mulai dari kegiatan perkuliahan, jam kerja civitas academica, hingga pelantikan organisasi mahasiswa (ormawa). Pelantikan yang seharusnya berlangsung di Ruang Serbaguna Rektorat Lantai IV ini terpaksa harus dilaksanakan secara daring mengingat situasi pandemi yang masih membahayakan untuk berkumpul.</span></p><p style="text-align: justify;">Pelantikan yang terlaksana melalui Zoom ini dihadiri oleh Masjaya selaku rektor dan beberapa pejabat lain seperti Wakil Rektor I hingga IV, beberapa dekan fakultas, pejabat tinggi rektorat atau fakultas, dan pembina dari ormawa. Pelantikan dimulai pukul 10.00-11.00 Wita pada Sabtu (30/5) lalu. Diikuti para petinggi ormawa seperti Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPK KM), Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP), acara pelantikan berlangsung khidmat sebagaimana ketika dilangsungkan secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">Dibuka dengan mendengarkan lagu kebangsaan <em>Indonesia Raya</em>, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur&apos;an. Setelahnya, sambutan pertama diberikan oleh Presiden BEM KM yakni Kardiono Cipta Kanda. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama guna menyukseskan pelantikan secara daring ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mari kita memanggil setiap semangat dan tanggung jawab baru kita. Di mana setiap dari kita berkomitmen akan semangat persatuan dan kesatuan bagi semua elemen yang ada di kampus ini,&rdquo; buka Dion dalam sambutannya kepada seluruh peserta. Ia juga tak lupa menyelipkan pesan agar selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Unmul meski dilanda pandemi virus corona.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mari ke depan kita bangun kepercayaan mahasiswa kepada seluruh ormawa yang ada di kampus ini. Oleh karena itu opsi kita satu, bertindak menjadi sejarah, atau diam menjadi sampah,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Selepas Dion menutup sambutannya dengan memberikan semangat untuk seluruh ormawa, Masjaya juga turut menyampaikan pesan-pesannya kepada seluruh petinggi ormawa yang baru disumpah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga dengan adanya amanah yang diberikan ini mampu dijalankan dan bisa memberi kontribusi serta peran penting dalam membangun Unmul,&rdquo; tutur Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Pelantikan secara <em>online</em> ini berlangsung sekitar 1 jam dan diakhiri oleh pesan dari Wakil Rektor III Encik Akhmad Syaifuddin selaku wakil rektor yang membidangi kemahasiswaan dan alumni. Encik berujar bahwa resmi sudah seluruh ormawa di lingkungan kampus untuk berkegiatan. Ia juga berpesan agar amanah yang sudah diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. <em><strong>(sut/sii/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Unmul Menyongsong New Normal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-unmul-menyongsong-new-normal/baca </link>
<guid> langkah-unmul-menyongsong-new-normal </guid>
<pubDate> Wed, 03 Jun 2020 13:43:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat edaran baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-unmul-menyongsong-new-normal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wRt6aGfq1T.png" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Unmul Menyongsong New Normal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Meski Covid-19 masih terus menyebar, namun langkah pemerintah untuk menerapkan kebijakan &apos;<em>New Normal</em>&apos; sudah di depan mata. Unmul sebagai salah satu perguruan tinggi yang terdampak pandemi mulai ambil ancang-ancang.</span></p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 1605 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Rektor Unmul, Masjaya pada Selasa (2/6) kemarin. Adapun isi edaran tersebut terkait Persiapan Menuju Tahapan Relaksasi Covid-19 dan Adaptasi &apos;Normal Baru&apos; di Lingkungan Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Surat yang ditujukan untuk seluruh civitas academica Unmul tersebut berisi beberapa aturan yang menyesuaikan dengan kebijakan <em>new normal</em>. Pertama, kegiatan belajar mengajar (KBM) termasuk seminar penelitian dan pelaksanaan berbagai ujian tetap dilaksanakan secara daring hingga 30 Juni 2020. Sedangkan untuk pelaksanaan wisuda ditunda hingga September mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berdasarkan hasil survei preferensi peserta masih perlu ditunda paling tidak untuk dilaksanakan serempak hingga September 2020 (Gelombang III).&quot;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan dilaksanakan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat oleh LP2M. Selain itu kegiatan seperti penelitian lapangan dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen atau mahasiswa dianjurkan untuk mengikuti peraturan yang berlaku di lokasi penelitian dan diusahakan tetap ada relevansi dengan pandemi saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda, seluruh kegiatan pratikum di laboratorium juga dianjurkan dilakukan secara virtual. Namun jika tidak memungkinkan dapat dilakukan dengan memperhatikan protokol Covid-19 yang telah berlaku. Pelaksanaan MU-EPT/TOEL dan pelayanana perpustakaan juga dilakukan secara daring dan akan terus dibenahi dan disosialisasikan.</p><p style="text-align: justify;">Pada poin ketiga secara khusus bagi mahasiswa akhir&mdash;jenjang S1 angkatan 2013; S2 angkatan 2016; dan S3 angkatan 2013&mdash;agar pihak fakultas mendorong mahasiswa menyelesaikan studinya sesegera mungkin di awal semester ganjil 2020/2021. Tanpa menunggu adanya perpanjangan waktu studi, mengingat permohonan Unmul belum mendapat tanggapan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hal tersebut mengingat surat permohonan Unmul yang telah disampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk diizinkan menambah waktu penyelesaian studi bagi para mahasiswa semester terakhir hingga akhir bulan Mei 2020 ini belum mendapatkan jawaban,&quot; bunyi kalimat akhir poin ketiga.</p><p style="text-align: justify;">Sementara seluruh kegiatan mahasiswa dan organisasi diimbau untuk dilakukan secara daring hingga diterbitkannya surat resmi dari Unmul. Pengecualian bagi aktivitas kemahasiswaan yang dapat dilakukan secara daring tetap berkoordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan tersebut terdata dan prestasi yang diperoleh juga terdata.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh pelayanan akademik serta pelayanan umum dan keuangan untuk dosen dan mahasiswa juga dianjurkan secara daring. Penerapan sistem ini merupakan salah satu bentuk upaya mengimplementasikan <em>new normal</em>, sistem ini ke depannya juga bisa jadi akan digunakan untuk kegiatan pendidikan tinggi lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya kegiatan pegawai di Unmul ditiadakan, kini terhitung sejak 5 Juni 2020 nanti kegiatan bekerja di kantor akan dimulai. Sedangkan untuk dosen dan tenaga kependidikan lainnya akan mulai berlaku pada 15 Juni 2020 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dosen (tanpa tugas tambahan) diperkenankan untuk mulai masuk kampus sesuai dengan kepentingan mendesak yang harus dijalankan, dan selebihnya tetap lebih banyak melaksanakan kewajiban/tugas dari rumah (WFH) hingga pengumuman lebih lanjut.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Bagi tenaga teknis dan fungsional yang mengikuti pratikum dan penelitian tetap dianjurkan untuk selalu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan di tempat tugas. Setiap hari harus ada petugas dalam setiap sub-bagian guna mempermudah pelayanan. Tenaga kependidikan diatur kehadirannya secara bergilir oleh unit tugas masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Semua kegiatan yang dilakukan oleh civitas academica Unmul harus mematuhi protokol Covid-19 yang telah berlaku. Kemudian Unmul akan sesegara mungkin berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Tim Satgas Covid 19 untuk menyesuaikan berbagai kebijakan agar sesuai dengan anjuran <em>new normal</em> guna agar tetap berjalannya berbagai kegiatan di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan tersebut akan diberlakukan hingga 30 Juni nanti, sambil terus memantau perkembangan Covid-19. Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga semua bisa beraktivitas tanpa rasa takut lagi. <em><strong>(sii/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fast Fashion dan Rasa Cukup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/fast-fashion-dan-rasa-cukup/baca </link>
<guid> fast-fashion-dan-rasa-cukup </guid>
<pubDate> Fri, 05 Jun 2020 12:03:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fesyen </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/fast-fashion-dan-rasa-cukup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1aT68QdOfd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fast Fashion dan Rasa Cukup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Revolusi industri tak ayal punya dampak dalam beragam sektor. Mulai dari pola-pola kerja, orientasi, hingga menyangkut perilaku masyarakat. Jika membahas banyaknya faktor kerusakan alam, yang disebut paling sering bisa saja penggunaan kantong plastik yang berlebihan atau energi tak terbarukan yang tereksploitasi sampai titik darah penghabisan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, beriring pula industri fesyen atau biasa disebut <em>fast fashion</em>. Jika di abad sekian fesyen menjadi hal mewah, maka sekarang siapapun bisa menikmatinya. Upah buruh yang rendah serta bahan kurang berkualitas menyebabkan fesyen bisa dikonsumsi siapa saja, bukan hanya kalangan atas.</p><p style="text-align: justify;">Industri fesyen dunia menyasar pekerja wanita yang berpendidikan rendah di kawasan Asia. Jika kalian pernah membaca tajuk runtuhnya Rana Plaza di Bangladesh, atau menonton film dokumenter berjudul <em>The True Cost</em>, maka hal itulah yang berkaitan dengan opini kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Namun, gemerlap fesyen yang terkesan masih menjadi <em>privilege</em> menyebabkan fesyen tak jadi perhatian utama dalam bahasan kerusakan lingkungan. Padahal, limbah tekstil tiap tahunnya menyumbang emisi.</p><p style="text-align: justify;"><em>Vice.com</em> menyebutkan industri fesyen menghasilkan emisi gas lebih merusak dibanding gabungan industri pelayaran dan penerbangan. Jumlah limbah dari aktivitas pembuatan baju, celana, hingga sepatu di seluruh dunia semakin meningkat, seiring dengan makin banyaknya air bersih terbuang demi mengikuti tren fesyen.</p><p style="text-align: justify;">Hal-hal genting memang luput diajarkan di bangku sekolah. Namun, manusia selalu punya kesempatan belajar dan membaca hal-hal baru di luar sana kalau saja mau. Untuk masyarakat urban seperti kita, mungkin tak pernah membayangkan dampak limbah tekstil akan seperti apa.</p><p style="text-align: justify;">Namun, apa yang jadi pembeda untuk kita yang mengenyam bangku sarjana dengan yang tidak, jika tak mampu menaruh simpati atau rasa ingin tau terhadap suatu hal?</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, industri <em>fast fashion</em> sendiri bercirikan selalu dengan banyaknya model fesyen dan mengikuti tren terbaru. Rentang waktu ditemukannya mode, pembuatan baju, hingga proses produksi tergolong singkat. Serta penggunaan bahan baku kurang tahan lama.</p><p style="text-align: justify;">Sebut saja <em>Zara</em>, <em>H&amp;M</em>, dan <em>Uniqlo</em> bisa saja memproduksi berpuluh-puluh mode dalam setahun. Namun penggunaan produk itu sendiri tak lewat dari setahun. Kalimat &quot;<em>sale</em>&quot; atau &quot;jangan sampai kehabisan&quot; menyebabkan masyarakat bersikutan untuk menjadi juara 1 lomba terkonsumtif, dan tak ingin ketinggalan tren terkini.</p><p style="text-align: justify;">Akun Instagram <em>@fash_rev</em> sendiri menyerukan tagar seperti <em>#WhoMadeMyClothes</em> sebagai bentuk perenungan manusia di dunia tentang keputusan mereka membeli pakaian baru, juga dukungan untuk memelankan laju fesyen beserta limbah tekstil nantinya atau dikenal dengan <em>slow fashion</em>.</p><p style="text-align: justify;">Hadir pula prinsip <em>The Buyerarchy Needs</em> yang dikemukakan oleh Sarah Lazarovic, bahwa sebelum membeli ada tahap-tahap yang dapat kita pertimbangkan. Pertama, <em>use what you need</em> atau pakai saja dulu apa yang kamu punya. <em>Mix</em>&nbsp;<em>and match</em> semampumu. Kedua, <em>Borrow</em> atau pinjam dengan teman. Hal ini bisa diterapkan jika ingin menghadiri acara yang menggunakan baju bertema.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, <em>thrift</em> atau yang sering dikenal dengan istilah &lsquo;baju cakar&rsquo;. Langkah ini mulai menjamur di Indonesia. <em>Thriftshop</em> mulai ada di mana-mana, dengan harga terjangkau tapi tetap bisa memukau. Keempat, <em>swap</em> atau tukar baju dengan temanmu. Mungkin memang kurang lazim di Indonesia, tapi tidak salahkan untuk dicoba? Kelima, <em>make</em>. Membuat baju sendiri atau di tukang jahit tentu bisa jadi pertimbangan untuk menuju langkah terakhir yakni membeli.</p><p style="text-align: justify;">Banyak hal yang bisa kita lakukan dan pelajari perlahan, bahwa kerusakan lingkungan tak melulu soal kantong plastik, walau sebenarnya mikro plastik tetap hadir dalam industri fesyen. Namun ketika kita mempelajari, kita jadi dapat mempertimbangkan lebih baik; benar-benar butuhkah saya untuk membeli dan membeli lagi? Apakah barang yang akan saya beli ini membuat hati saya senang, dan mata saya berbinar lebih lama? Atau ini cuma keinginan saya dengan ketidakmampuan saya untuk merasa &quot;cukup&quot;?</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Restu Almalita, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> #BlackLivesMatter dan Rasisme yang Terlanjur Jadi Kebiasaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/blacklivesmatter-dan-rasisme-yang-terlanjur-jadi-kebiasaan/baca </link>
<guid> blacklivesmatter-dan-rasisme-yang-terlanjur-jadi-kebiasaan </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jun 2020 12:23:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rasisme </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/blacklivesmatter-dan-rasisme-yang-terlanjur-jadi-kebiasaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/j3dxsBm5aJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>#BlackLivesMatter dan Rasisme yang Terlanjur Jadi Kebiasaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Berbicara tentang rasisme berarti mengupas borok sejarah nan kelam mengenai perlakuan timpang antar etnis dan budaya yang berbeda. Ini berarti, rasisme telah tumbuh bersama peradaban manusia, baik dulu maupun sekarang.</span></p><p style="text-align: justify;">Sudah lebih dari seminggu sejak kematian George Floyd (46), seorang pria kulit hitam yang menjadi korban rasisme kesekian kalinya di Amerika. Pada 25 Mei lalu, dirinya ditangkap oleh polisi Minneapolis atas dugaan penggunaan uang palsu saat membeli rokok.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya diborgol dan ditangkap, ia juga mengalami kekerasan oleh oknum polisi kulit putih bernama Derek Chauvin. Polisi tersebut menempatkan lutut kirinya di antara kepala dan leher Floyd, membuat pria tersebut tak bisa bernapas. Nahas, Floyd harus meregang nyawa satu jam setelah kejadian tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, peristiwa malang ini menjadi api dan memicu kemarahan warga dunia. Masyarakat bergerak dan bersuara, menuntut keadilan akan rasisme yang sudah-sudah. Tagar <em>#BlackLivesMatter</em> kembali naik sebagai bentuk protes dan dukungan masyarakat untuk menghentikan perlakuan rasis kepada warga sipil. Tak hanya menggema di Negeri Paman Sam tersebut, berbagai negara seperti Selandia Baru, Jerman, Australia dan Inggris. Mereka bangkit dan turut bersuara selama berhari-hari, mengharapkan adanya perubahan atas kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia juga turut menyumbangkan suara dan dukungan dalam gerakan ini. Dimulai dari meramaikan tagar hingga membuka donasi. Tak hanya menyatakan protes akan kasus Floyd, masyarakat juga ramai mengaitkan ini akan tindakan rasis serta represi aparat negara dan warga sipil Indonesia yang kerap dialami warga Papua selama bertahun-tahun, bahkan secara sistemik.</p><p style="text-align: justify;">Tak perlu saya jabarkan kembali apa saja tindakan-tindakan rasis dan tak masuk akal yang sudah terjadi pada masyarakat Papua. Itu adalah tugas Anda sekalian untuk mengedukasi diri sendiri agar segera sadar, bahwa perilaku rasis telah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Mari jangan munafik, mengatakan bahwa Anda maupun saya tak pernah melakukan tindakan rasis barang sekali. Setidaknya, satu kali dalam seumur hidup secara sadar maupun tak sadar kita pernah melakukan tindakan rasis. Entah itu berskala kecil atau besar.</p><p style="text-align: justify;">Pernahkah Anda tak sadar menggumamkan lelucon tentang warna kulit teman atau orang terdekat Anda? Apakah Anda atau keluarga pernah mendengar bahkan mengucapkan bahwa etnis tertentu memiliki sikap bawaan yang dianggap tak menyenangkan, meski tak terbukti? Atau, pernahkah Anda sekalian menolak dan merasa takut akan orang asing dan menolak memiliki hubungan dengan orang di luar dari lingkungan ras Anda?</p><p style="text-align: justify;">Mungkin sebagian besar masyarakat menganggap hal ini bukanlah masalah besar, terlebih karena embel-embel perbedaan adat istiadat yang menyebabkan rasisme mengalami generalisasi. Apabila kita mencoba untuk peka, maka seharusnya kita melihat bahwa lingkungan sosial kita dipenuhi oleh pemikiran yang rasis.</p><p style="text-align: justify;">Perlakuan yang terjadi kepada orang-orang Papua adalah contoh yang paling mudah dilihat serta paling berat untuk diatasi sebab adanya stereotip bodoh dan tak masuk akal yang terus menerus berkembang. Bahkan, saya maupun Anda secara tak sadar merupakan korban sekaligus pelaku rasisme.</p><p style="text-align: justify;">Karena itu, yang kita perlukan adalah edukasi yang baik mengenai berbagai budaya yang ada serta sikap menghargai orang lain yang harus terus dipupuk. Jadikanlah keadaan ini sebagai peringatan serta pelajaran, bahwa tak ada yang menyenangkan dari sikap rasis. Angkatlah suara Anda untuk mereka yang membutuhkan dukungan terhadap tindak rasisme yang menyakitkan.</p><p style="text-align: justify;">Jangan lupa, perbaiki sikap atau minta maaflah pada orang-orang yang secara sadar maupun tidak pernah menjadi sasaran rasisme kita di masa lampau. Tak ada salahnya untuk memulai dan belajar demi lingkungan yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bertahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bertahan/baca </link>
<guid> bertahan </guid>
<pubDate> Sun, 07 Jun 2020 12:09:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi bertahan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bertahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/THZTsIbRVD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bertahan</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Cercah cahaya tak kunjung kudapati atas tragedi yang terjadi</span></p><p>Orang atas terus gelontorkan aturan, perketat setiap jalanan agar protokol kesehatan terus dijalankan</p><p>Rakyat bawah semakin ringkih, dipaksa bersujud pada pemerintah hingga serasa mau muntah</p><p>Orang yang bekerja di garda terdepan kian hari, kian lelah, kian banyak yang berguguran. Hingga turunlah #IndonesiaTerserah</p><p>Nanti akan kuceritakan pada anak cucuku perihal tragedi ini</p><p>Aku teringat pada guyonan waktu ibuku kecil dahulu.</p><p>Katanya, 2020 akan terjadi kiamat.</p><p><br></p><p>Simalakama, ternyata itu faktual terjadi saat ini</p><p>Indonesia, dunia, kehilangan jutaan nyawa akibat pandemi yang tak kunjung usai terjadi</p><p>Atau perlukah? Sebagian penduduk bumi musnah dahulu baru &apos;kamu&apos; pergi?</p><p>Lalu saat ini jarak menjadi satu-satunya cara agar dirinya lekas hengkang dari bumi</p><p>Agaknya sudah ratusan hari terlewati</p><p>Nampaknya mampu bertahan sampai sampai pandemi reda sudah merupakan anugerah yang tak terperikan.</p><p><br></p><p>Bertahan, adalah jalan agar bayangan kematian tidak menjadi mengerikan</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Halimatusya&apos;diyah mahasiswi Sastra Indonesia 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Media Sosial Sebagai Pintu Wawasan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/media-sosial-sebagai-pintu-wawasan-baru/baca </link>
<guid> media-sosial-sebagai-pintu-wawasan-baru </guid>
<pubDate> Mon, 08 Jun 2020 11:09:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Manfaatkan waktu pandemi dengan eksplorasi media sosial. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/media-sosial-sebagai-pintu-wawasan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9bSFs0cxYH.png" />
					</figure>
			                <h1>Media Sosial Sebagai Pintu Wawasan Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Perkembangan zaman akan menuntut pribadi untuk menguasai <em>skill</em> guna bersaing dengan berbagai macam orang. Setelah tiga kecerdasan yakni <em>Intelligence Quotient</em> (IQ), <em>Emotional Quotient</em> (EQ) dan <em>Spiritual Quotient</em> (SQ) populer, tentu kajian tentang kecerdasan akan mengalami perkembangan pula. Menurut Paul G. Stoltz, <em>Adversity Quotient</em> (AQ) atau kecerdasan manusia dalam merespons hambatan juga penting untuk masa kini.</span></p><p style="text-align: justify;">Jika hidup makin kompleks, tentu hal-hal yang serba instan tak lagi dapat kita dahulukan. Dibutuhkan niat untuk belajar, berproses, mencoba, gagal, bangkit hingga akhirnya terbiasa. Belajar adalah fondasi utama dan media untuk belajar bisa dari apa saja. Baik buku, tontonan, biografi seseorang dan banyak lagi. Salah satu yang paling dekat dari kita adalah media sosial. Dunia dalam genggaman, belajar jadi kemudahan. Berikut <em>Sketsa</em> hadirkan rekomendasi kanal yang dapat kamu pelajari ilmunya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>YouTube</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang mudah akses internetnya, YouTube jadi hal yang hampir tiap hari kamu buka. Kalau biasanya <em>channel</em> kecantikan dan kebugaran menjadi primadona, kini kamu bisa memperluas konsumsi tontonan agar wawasan kamu semakin luas. Bagi kamu yang menyukai isu sosial atau cara manusia mengadvokasi kehidupannya, <em>channel</em> GreatMind dan Menjadi Manusia dapat kamu <em>subscribe</em> sekarang juga. Suka kisah nyata atau dokumenter? Watchdog Image sudah siap dengan tayangannya. Untuk kamu yang suka memperdalam ilmu psikologi dan filsafat, <em>channel</em> 1%, Ngaji Filsafat, bahkan Geolive dapat kamu singgahi, lho!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Instagram</strong></p><p style="text-align: justify;">Hampir semua mahasiswa memiliki akun Instagram. Namun yang membedakan ialah kualitas informasi yang didapatkan. Instagram menyuguhkan banyak informasi dengan beragamnya pilihan bidang. Tertarik dengan isu lingkungan? Akun seperti @zerowaste.id_official, @greenpeaceid akan menemanimu menyelami dunia lingkungan. Kalau tertarik dalam dunia volunteer atau relawan, akun seperti @idvolunteering dan @sarjanavolunteer akan memberimu banyak informasi. <em>Platform</em> edukasi dan dunia kuliah? Cek akun @luarsekolah dan @kinibisa yang dapat memberimu banyak <em>insight</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Spotify</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada <em>platform</em> digital yang satu ini, salah satu produk yang mulai digemari banyak kalangan ialah <em>podcast</em>. Dengan berbagai tema dan memiliki konsep seperti radio, <em>podcast</em> dapat menjadi pilihan untuk mengedukasi diri bahkan disaat sedang beraktivitas. Ingin bahasan dalam negeri yang cukup berat namun diulas dengan baik? Podcast dari Apa Kata Tempo akan cocok untukmu. Kamu akan dibimbing dengan Lisa Siregar dan Arif Zulkifli yang membuat <em>podcast</em> lebih ciamik. Tertarik dengan dunia bisnis? Maka <em>podcast</em> Ngomongin Bisnis membahas banyak hal untukmu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Banyak sekali informasi yang bisa menyokongmu dalam mempelajari hal baru. Menikmati media sosial memang tak selalu buruk. Hal yang membedakan adalah kualitas tontonan, bacaan, informasi dan apa yang diserap masing-masing kalangan. Yuk, selami banyak hal dari media sosial di atas. Sudah dapat informasi berkualitas apa dari hari ini? <strong><em>(rst/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengabdi dan Kembangkan Ilmu Melalui Program Relawan Covid-19 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengabdi-dan-kembangkan-ilmu-melalui-program-relawan-covid-19/baca </link>
<guid> mengabdi-dan-kembangkan-ilmu-melalui-program-relawan-covid-19 </guid>
<pubDate> Mon, 08 Jun 2020 12:39:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Relawan Kemendikbud </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengabdi-dan-kembangkan-ilmu-melalui-program-relawan-covid-19/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/irrQRzsrde.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengabdi dan Kembangkan Ilmu Melalui Program Relawan Covid-19</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa waktu lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) mengundang mahasiswa kedokteran tingkat akhir untuk menjadi relawan penanganan Covid-19. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em>, Senin (3/6) Daffaa Faizafahri Allam, mahasiswa FK yang ikut mendaftar mengaku mendapatkan informasi tersebut melalui poster perekrutan relawan Kemendikbud dari media sosial ISMKI. Dia menyebutkan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar.</p><p style="text-align: justify;">Adapun beberapa persyaratan tersebut di antaranya terbuka untuk tenaga medis, tenaga kesehatan, dokter <em>internship</em>, dan mahasiswa kesehatan. Kemudian peserta wajib mengikuti pelatihan yang diberikan, dalam keadaan sehat, tidak merokok ataupun sejenisnya, berkomitmen dan bertanggung jawab, hingga menyerahkan surat izin orang tua.</p><p style="text-align: justify;">Daffa mengaku mengikuti program ini atas inisiatifnya sendiri. Menurutnya melalui program ini dia bisa belajar untuk mengabdi kepada masyarakat dan mengembangkan ilmu lebih dalam lagi. Selain itu, dia berharap agar dapat menjalin relasi dengan berbagai macam <em>background</em> hingga asal daerah peserta lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain Daffaa, Gubernur BEM FK Unmul Sya&rsquo;idah Alawiah Dzakwan juga mengikuti program tersebut. Dia menyebutkan bahwa tugas para relawan Kemendikbud dibedakan berdasarkan kompetensi yang dimiliki masing-masing peserta.</p><p style="text-align: justify;">Bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan dokter internship bertugas turun langsung dalam menangani Covid-19. Sedangkan untuk mahasiswa kesehatan profesi kedokteran menjadi relawan dalam Aplikasi Recon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk mahasiswa kesehatan spesifiknya dokter muda (profesi kedokteran) itu menjadi relawan dalam Aplikasi Recon, yang mungkin sudah diketahui teman-teman. Jadi yang akan menjadi tim di belakang aplikasi Recon ini adalah kakak-kakak relawan dokter muda se-Indonesia,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sya&rsquo;diyah memamaparkan bahwa tugas dari mahasiswa S1 Kedokteran yakni melakukan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara <em>Online</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kami rutin mengirimkan klarifikasi hoaks di sosial media kami masing-masing dalam rangka membantu mengedukasi masyarakat agar tidak mudah percaya dengan info-info yang beredar,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(ina/eng/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> #PapuanLivesMatter: Ferry Butuh Solidaritas Mahasiswa Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/papuanlivesmatter-ferry-butuh-solidaritas-mahasiswa-indonesia/baca </link>
<guid> papuanlivesmatter-ferry-butuh-solidaritas-mahasiswa-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 10 Jun 2020 10:43:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Papua butuh solidaritas mahasiswa Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/papuanlivesmatter-ferry-butuh-solidaritas-mahasiswa-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2JNc5Eqa3y.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>#PapuanLivesMatter: Ferry Butuh Solidaritas Mahasiswa Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Di tengah gerakan penolakan rasisme terhadap masyarakat Papua yang mencuat, publik kembali dibuat prihatin akan kasus yang menimpa Ferry Kombo. Ia adalah mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) yang dituntut 10 tahun penjara dengan pasal makar.</span></p><p style="text-align: justify;">Kasus tersebut merupakan buntut dari aksi unjuk rasa yang dilakukan di Jayapura, Papua pada Agustus 2019 lalu terkait tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Dilansir dari laman <em>suara.com</em>, selain Ferry ada enam tahanan politik lainnya yang juga dituntut dengan masa tahanan yang bervariasi.</p><p style="text-align: justify;">Mereka adalah Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Alex Gobay yang dituntut 10 tahun penjara, Hengky Hilapok dengan tuntutan 5 tahun, Irwanus Urobmabin sebanyak 5 tahun. Selanjutnya ada Wakil Ketua II Badan Legislatif <em>United Liberation Movement for West Papua</em> (ULMWP) Buchtar Tabuni 17 tahun, Ketua KNPB Mimika Steven Itlay 15 tahun, dan Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Agus Kossay 15 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, mereka dititipkan di Rutan Kelas II Balikpapan karena alasan keamanan. Kini, kasusnya bergulir di Pengadilan Negeri Balikpapan sejak Januari 2020. Menanggapi kasus yang ia alami, Ferry kemudian menyampaikan kekecewaannya lewat sebuh video yang beredar di akun Twitter @VeronicaKoman pada Jumat (5/6).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau betul apa yang kami perbuat lalu dituntut seperti itu kami terima. Tapi ini betul-betul tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan pada saat demo juga maupun dalam persidangan,&rdquo; kata Ferry mengenakan jas almamater kampusnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian meminta dukungan masyarakat dan mahasiswa agar bisa dibebaskan. &ldquo;Sekali lagi saya minta dukungan kepada semua orang di luar, terutama teman-teman mahasiswa. Masyarakat dukung kami dalam doa juga solidaritas menyuarakan pembebasan kami, agar pada saat keputusan vonis nanti bisa kami bebas, kami mohon dukungannya,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Video tersebut kemudian mendapatkan banyak respons warganet, sebagian mempertanyakan kehadiran Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) untuk turut menyuarakan solidaritas. Kemudian, saat dihubungi <em>Sketsa</em>, Presiden BEM KM Unmul Kardiono Cipta Kanda mengatakan belum bisa memberikan pernyataan sikap karena masih terus mengikuti dan mengkaji kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya perjuangan solidaritas mahasiswa Papua masih dalam tahap eskalasi. Pastinya masih ada upaya hukum lanjutan untuk banding, ini tahap kedua ya. Sikap dari BEM KM masih mengkaji lebih dalam tentang kasus mahasiswa Papua yang diduga makar,&rdquo; jelas Dion, Selasa (9/6).</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, aksi solidaritas pun mulai dilakukan di media sosial dengan menggunakan beberapa tagar, salah satunya di Twitter. Seperti yang terlihat pada akun @PapuaItuKita yang terus menyuarakan solidaritas untuk ketujuh tahanan politik Papua tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Dear All, saat ini penting buat kita bersolidaritas utk Ferry Kombo Dkk, 7 tapol Papua yg mengalami pengadilan yg tidak adil. Praktek diskriminasi Hukum ini berbahaya bagi siapun juga. Dan thd orang Papua nyata didepan mata #FreeTapolPapua #PapuanLivesMatter #BlackLivesMatter,</em>&rdquo; bunyi cuitan @PapuaItuKita, Senin (8/6).<em><strong>&nbsp;(wil/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kelas dan Talkshow Daring: Jadi Tren Selama Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kelas-dan-talkshow-daring-jadi-tren-selama-pandemi/baca </link>
<guid> kelas-dan-talkshow-daring-jadi-tren-selama-pandemi </guid>
<pubDate> Thu, 11 Jun 2020 12:07:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tren kelas dan talkshow online selama pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kelas-dan-talkshow-daring-jadi-tren-selama-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BeopQMIbo2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kelas dan Talkshow Daring: Jadi Tren Selama Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pandemi yang terjadi menghambat berbagai kegiatan terutama yang mengharuskan berinteraksi langsung dengan lawan bicara. Namun siapa sangka justru selama pandemi ini, acara bincang-bincang dan kelas <em>online</em> mulai bertebaran dan jadi tren baru. Artis, kalangan <em>influencer</em>, mahasiswa, hingga masyarakat ramai-ramai melakukan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Seperti halnya kegiatan bincang-bincang yang rangkaian acaranya telah terencana dengan apik terancam tertunda hingga batal. Memutar otak, penyelenggara <em>talkshow</em> beberapa bulan terakhir diketahui melaksanakan bincang langsung tersebut secara daring melalui media masing-masing. Ada yang berupa webinar dengan Zoom, <em>live</em> Instagram, <em>live</em> YouTube, dan banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya dilakukan oleh biro konsultasi DNR Psychology. Mentari Nadia Widyanta, sebagai moderator salah satu acara DNR Psychology mengaku <em>talkshow</em> tersebut telah terencana sejak awal tahun dan pelaksanaannya pada Maret. Malang, sebelum terealisasi, Covid-19 datang menghampiri hingga mengharuskan masyarakat untuk berjaga jarak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alasan diadakan mini <em>talkshow</em> karena melihat Instagram jadi media sosial yang sangat menarik perhatian penggunanya, meningkatkan tingkat marketing DNR di Instagram, mengurangi biaya akomondasi pas juga kolaborasi dengan bintang tamu yang jauh posisinya dari Samarinda,&rdquo; tutur Mentari, saat awak <em>Sketsa</em> menghubungi melalui pesan WhatsApp (2/5).</p><p style="text-align: justify;">Mentari menambahkan tren kelas dan <em>talkshow</em> daring menjadi terobosan baru dalam beradaptasi pada interaksi sosial di tengah pandemi. Efektivitas waktu dan tempat yang berbasis pada kediaman masing-masing, memudahkan peserta dalam mengikuti rangkaian acara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut aku, bakalan masih eksis pun pasca pandemi (kelas atau <em>talkshow</em>) meskipun ada penurunan karena senyamannya <em>talkshow</em> kalau <em>face to face</em>. Tapi ini menjadi solusi bagi penyelenggara yang ingin ngadakan <em>talkshow</em> tapi berat diakomodasi,&rdquo; ujar Mentari.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Mentari, Ninik Wirasti, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat ini, pernah menjadi peserta dalam rangakaian acara serupa. Bagi Ninik, <em>talkshow</em> daring membawa beberapa manfaat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Talkshow online</em> itu sangat mudah karena kita tidak harus datang ke tempat acara kemudian menyimak materi. Kita juga dapat menyimak materi sambil mengerjakan hal lain, jadi dalam satu waktu kita bisa menyelesaikan beberapa hal,&rdquo; ungkap Ninik.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Ninik <em>talkshow online</em> sebagai solusi untuk mahasiswa dalam berkarya terutama pada kehidupan organisasi sehingga tidak menurunkan produktivitas anggota. Tren kelas atau <em>talkshow</em> daring mampu menjadi program kerja andalan selama pandemi atau bahkan setelahnya. Kendati demikian, terdapat beberapa kekurangan yang terjadi selama berlangsungnya <em>talkshow online</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mengikuti kegiatan <em>online</em> ada pertanyaan yang tidak tersampaikan karena keterbatasan waktu sehingga kita tidak dapat mengetahui dan mendapatkan jawaban yang kita inginkan dalam sebuah kegiatan diskusi. Kemudian juga, kegiatan <em>online</em> ada batasan jumlah bagi peserta yang mengikuti, sehingga kadang-kadang kuotanya sudah penuh tetapi kita tidak dapat ikut kegiatan tersebut padahal pembahasannya sangat menarik,&rdquo; jelasnya, Sabtu (2/5).</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Mentari dan Ninik, dikatakan Putri Ajeng Ngabito kepada <em>Sketsa</em> (10/5) meski kelas daring sangat membantu selama pandemi, namun dia merasa kelas daring kurang efektif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku ngerasa kurang aja, hanya bisa membaca materi, jadi kurang dapat intisarinya daripada bertatap muka langsung. Kerap kali, materi yang disampaikan terlalu cepat, jadi harus benar-benar menyimak, telat 1-2 menit sedikit sudah ketinggalan banyak, kayak kelas daring yang pernah aku ikutin pada aplikasi <em>social media</em> Whatsapp,&rdquo; pungkas mahasiswa Ilmu Komunikasi itu. <strong><em>(syl/rth/kus/ami/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebebasan Berpendapat Mahasiswa yang Mulai Diberangus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebebasan-berpendapat-mahasiswa-yang-mulai-diberangus/baca </link>
<guid> kebebasan-berpendapat-mahasiswa-yang-mulai-diberangus </guid>
<pubDate> Fri, 12 Jun 2020 11:11:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebebasan berpendapat diberangus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebebasan-berpendapat-mahasiswa-yang-mulai-diberangus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W8tpzY3v5t.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebebasan Berpendapat Mahasiswa yang Mulai Diberangus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa waktu lalu, media sempat digemparkan dengan pemberitaan diskusi yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM). Dilansir dari <em>cnnindonesia.com</em>, Dekan FH UGM, Sigit Riyanto menerangkan bahwa agenda diskusi berjudul &apos;Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan&apos; murni merupakan kegiatan mahasiswa. Agenda diskusi ini digelar oleh mahasiswa <em>Constitusional Law Society</em> (CLS) FH UGM yang mana sesuai dengan minat dan konsentrasi keilmuan mahasiswa di Bidang Hukum Tata Negara.</span></p><p style="text-align: justify;">Rencananya, agenda ini akan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2020. Namun terpaksa harus dibatalkan lantaran pembicara, moderator, dan narahubung agenda diskusi serta Ketua CLS mendapat teror dan ancaman pembunuhan sejak malam sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Teror dan ancaman ini berlanjut hingga tanggal 29 Mei 2020 dan bukan lagi hanya menyasar nama-nama tersebut, tetapi juga anggota keluarga yang bersangkutan, termasuk kiriman teks berikut kepada orang tua dua orang mahasiswa pelaksana kegiatan,&quot; terang Sigit.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, Unmul yang memiliki kampus hukum juga turut menyampaikan pendapatnya. Harry Setya Nugraha, salah satu tenaga pengajar di FH Unmul sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Terlebih pemberangusan terhadap mimbar akademik semacam ini tidak hanya sekali terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, diskusi-diskusi tersebut sesungguhnya bagian dari apa yang dinamakan sebagai kebebasan akademik. Hal ini tentu saja legal dan justru dilindungi oleh hukum.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kebebasan akademik dipahami sebagai kebebasan yang bersifat fundamental dalam rangka mengembangkan otonomi institusi akademik. Kebebasan tersebut merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dan berpendapat sebagai sistem hukum HAM universal yang diakui dan dilindungi keberadaannya di Indonesia melalui Pasal 28E ayat (3) UUD 1945,&quot; paparnya, Rabu (10/6).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai topik yang dibahas yakni pemberhentian presiden, ia mengatakan tidak ada masalah dengan hal tersebut. Mendiskusikan soal pemberhentian presiden sesungguhnya adalah bagian dari materi perkuliahan Hukum Tata Negara yang akan diterima oleh mahasiswa hukum pada semester 2.</p><p style="text-align: justify;">Harry menyampaikan, aktivitas akademik yang gagal terselenggara ini haruslah dilihat dan dinilai sebagai sebuah aktivitas diskusi yang berbicara tentang pemberhentian presiden sebagaimana secara konstitusional diatur dalam UUD 1945, bukan rencana pemberhentian presiden atau justru gerakan makar sebagaimana dituduhkan.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum (LKISH) FH Unmul Aji Ahmad Affandi turut memberikan suara terkait persoalan tersebut. Menurutnya, wajar jika berkumpul melakukan suatu diskusi. Permasalahan mengenai tema diskusi yang ingin mengkaji mengenai pemberhentian presiden dalam perspektif Hukum Tata Negara baginya adalah hal yang lumrah. Maka, agenda diskusi tersebut merupakan suatu bentuk implementasi kepedulian warga negara terhadap bangsanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sila keempat Pancasila kan &apos;Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan&apos;. Artinya ketika kita bicara permusyawaratan, itu tidak lepas daripada proses berpendapat. Ketika berpendapat dilarang dan berdiskusi dilarang, secara tidak langsung kita sudah menyampingkan nilai-nilai dasar negara ini yaitu demokrasi,&quot; jelas Aji.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Diskusi BEM UI yang Turut Menuai Kritik</strong></p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, tidak hanya mahasiswa Hukum UGM yang mengalami polemik kebebasan berdiskusi dan berpendapat. Dilansir dari <em>kompas.com</em>, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) baru-baru ini juga mengalami hal serupa yang dilakukan oleh pihak Rektorat.</p><p style="text-align: justify;">Mengadakan diskusi dengan tema #PapuanLivesMatter: Rasisme Hukum di Papua, BEM UI rupanya juga mengalami kritikan yang menyebut bahwa diskusi tersebut tidak berimbang dari pihak kampus sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Pihak UI menilai bahwa narasumber yang didatangkan BEM UI tidak memenuhi prinsip keberimbangan. Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia menerangkan bahwa hal tersebut menjadi alasan pihak kampus menganggap diskusi tersebut tidak menghadirkan pembicara yang layak.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Narasumber yang didatangkan tidak memenuhi prinsip keberimbangan (<em>cover both side</em>). Maka UI melihat secara keseluruhan diskusi ini tidak mengundang narasumber yang layak,&quot; kata Amelita, Senin (8/6).</p><p style="text-align: justify;">Adapun kegiatan diskusi yang digelar secara daring pada Sabtu (6/6) lalu tersebut dimoderatori oleh Ketua BEM UI Fajar Adi Nugroho. Pengisi acara diskusi tersebut adalah pengacara HAM Veronica Koman dan Papua Gustaf Kawer serta seorang mantan tahanan politik Papua yang tidak dipublikasikan namanya. <em><strong>(nhh/wuu/hmm/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buka 2 Prodi Baru, FT Terima Maba Jalur Mandiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buka-2-prodi-baru-ft-terima-maba-jalur-mandiri/baca </link>
<guid> buka-2-prodi-baru-ft-terima-maba-jalur-mandiri </guid>
<pubDate> Sat, 13 Jun 2020 07:29:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FT resmi buka dua prodi baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buka-2-prodi-baru-ft-terima-maba-jalur-mandiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EDJgb41rhF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buka 2 Prodi Baru, FT Terima Maba Jalur Mandiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah sekian lama hanya terpajang di papan nama program studi (Prodi) Fakultas Teknik (FT), Prodi S1 Arsitektur serta D3 Survei dan Pemetaan akhirnya resmi menjadi prodi baru fakultas ini. Proses perizinan pendirian kedua prodi ini sebenarnya sudah lama didapatkan, namun peresmiannya baru tahun ini dapat teralisasi.</span></p><p style="text-align: justify;">Kurangnya kesiapan tenaga pengajar menjadi sebab pendirian dua prodi ini urung dilakukan. &ldquo;Akhirnya sepakat, Dikti juga sampaikan itu belum ditutup izinnya, kita disuruh buka dan kami mencoba membuka dua prodi dulu. Karena dua prodi ini keliatannya dosennya sudah siap untuk membukanya. Baik jumlah dosen dengan kurikulum sudah siap untuk di-<em>launching,</em>&rdquo; ungkap Wakil Dekan (WD) I FT, Tamrin Rahman, Rabu (10/6).</p><p style="text-align: justify;">Meski awalnya ragu karena perizinan telah lama diberikan sedangkan pendirian prodi belum juga dilakukan. Tamrin mengatakan bahwa Wakil Rektor (WR) I sempat menyurati Dikti untuk mempertanyakan perihal masa berlaku izin pendirian dua prodi ini. Ternyata perizinan pendiriannya belum ditutup, sehingga dua prodi ini masih dapat dibuka.</p><p style="text-align: justify;">Dua prodi ini menurut Tamrin sangat dibutuhkan untuk pengembangan Kalimantan Timur (Kaltim) di masa mendatang. Terlebih, resmi berpindahnya ibu kota ke Kaltim semakin memperkuat pendirian S1 Arsitekur dan D3 Survei dan Pemetaan di FT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan kita menjadi tamu di negeri sendiri. Kita harus menjadi tuan rumah dan ikut terlibat dalam pembangunan apapun yang ada di Kaltim ke depannya,&rdquo; tutur Tamrin.</p><p style="text-align: justify;">Pandu Kusumoputro Utomo didapuk menjadi Ketua Prodi (Kaprodi) S1 Arsitektur, sementara Henny Magdalena resmi menjadi Kaprodi D3 Survei dan Pemetaan. Tamrin menuturkan bahwa dalam satu prodi diharuskan memiliki lima dosen. S1 Arsitektur telah memiliki empat dosen yang background-nya arsitek, dan ditambah dengan dosen-dosen lama turut andil. Bahkan Tamrin mengatakan, salah satu dosen Prodi D3 Survei dan Pemetaan adalah alumni S3 dari Amerika, bahkan pernah bekerja di NASA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin satu tahun ini, kita akan setelkan dulu kurikulum, setelah itu kita akan reakreditasi. Mudah-mudahan segera dapat B,&rdquo; imbuh Tamrin saat ditanya awak <em>Sketsa&nbsp;</em>perihal akreditasi dua prodi ini.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, kedua prodi ini belum membuka jalur pendaftaran selain melalui Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SMMPTN). Hal ini karena dua prodi tersebut belum dimasukkan ke dalam penerimaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belum dirancang. Jadi setelah UTBK Unmul, baru kita rancang. Bahwa tahun ini kita menerima mahasiswa D3 dengan Arsitektur sehingga jalurnya tentu ya, hanya lewat mandiri saja,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, terkait masih ada beberapa prodi yang hanya terpajang namanya saja. Disebutkan Tamrin perihal papan nama prodi di bawah naungan FT adalah prodi yang telah diberikan izin oleh kementerian, sehingga semua prodi tertulis di papan nama tersebut meski belum berdiri. Tamrin berharap ke depannya prodi-prodi lain dapat segera dibuka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi mudah-mudahan Petroleum Kimia dan Teknik Mesin kami akan realisasikan tahun depan. Kalau tidak ya tahun depannya lagi. Kami keterbatasan kelas, itu persoalannya,&rdquo; tutup Tamrin. <em><strong>(hlm/arr/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Audiensi Ormawa Se-Unmul: Pencairan Dana hingga Kebersihan Student Center </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-ormawa-se-unmul-pencairan-dana-hingga-kebersihan-student-center/baca </link>
<guid> audiensi-ormawa-se-unmul-pencairan-dana-hingga-kebersihan-student-center </guid>
<pubDate> Sat, 13 Jun 2020 11:52:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-ormawa-se-unmul-pencairan-dana-hingga-kebersihan-student-center/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OrLyIiU0Yl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Audiensi Ormawa Se-Unmul: Pencairan Dana hingga Kebersihan Student Center</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Audiensi lanjutan yang membahas beberapa keluhan dari organisasi mahasiswa (ormawa) kembali dilanjutkan. Hari ini, Sabtu (13/6) audiensi ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Akhmad Syaifudin serta beberapa staf birokrat bagian kemahasiswaan. Hadir pula beberapa petinggi ormawa sebagai peserta audiensi.</span></p><p style="text-align: justify;">Audiensi yang dimulai pukul 14.00 Wita ini dibuka dengan pernyataan Encik yang akan membahas keluhan beberapa ormawa yang dibawa oleh BEM KM beberapa waktu lalu. Di antaranya terdiri dari dana ormawa yang belum cair, kebersihan dan keamanan gedung <em>Student Center</em>, hingga pelantikan yang sudah dilaksanakan pada Mei lalu.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi dibuka dengan pertanyaan dari Fransiska Febriani perihal dana UKM yang belum cair hingga sekarang. &ldquo;Kami sudah dilantik untuk berkegiatan dari Oktober lalu, namun dana kami hingga sekarang belum turun juga,&rdquo; keluh Ketua UKM Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Unmul ini.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab keluhan Fransiska, Encik memberikan jawaban yang cukup tegas bahwa stafnya akan memproses hal ini sesegera mungkin. &ldquo;Minggu depan akan dipanggil per-UKM. Data-datanya akan dicocokkan juga. Mana yang sudah pas, akan dilakukan pencairan bertahap mulai minggu depan,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal pencairan dana yang tak kunjung turun ini memang membuat beberapa ormawa gelisah. Kegiatan operasional mereka ada beberapa yang terganggu bahkan dibatalkan dikarenakan kekurangan anggaran. Namun, dana yang mandek bukan satu-satunya titik kegelisahan mahasiswa, khususnya mereka yang mendiami <em>Student Center</em>. Kebersihan hingga keamanan juga kerap menghantui mahasiswa yang berkegiatan di sana.</p><p style="text-align: justify;">Tahta Agung, Ketua UKM Pramuka juga berkesempatan menanyakan perihal listrik yang tak merata khususnya di Lantai 3. &ldquo;Sekre kami tidak dialiri listrik, sehingga kami harus meminjam ke sekre sebelah kami,&rdquo; ujar Tahta. Ia juga menambahkan bahwa UKM Pramuka pernah berinisiatif untuk menyambangi PLN langsung terkait aliran listrik ini. Namun, PLN menjawab jika mereka belum bisa memproses lebih lanjut karena tidak tahu letak gardu utamanya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait keluhan mengenai listrik ini, Encik menyarankan untuk melakukan pendataan terkait UKM mana saja yang tidak memiliki aliran listrik pada sekretariatnya. &ldquo;Sebaiknya diakumulasi atau didata mana saja yang belum mendapatkan aliran listrik. Lakukan pengajuan keluhan sesuai prosedur yang berlaku, seperti kelengkapan surat, selanjutnya akan kami kawal,&rdquo; jelas Encik. Ia juga menambahkan bahwa jika terhalang jarak dikarenakan Covid-19, maka surat bisa dikirimkan melalui email dalam 1-2 hari ini untuk kemudian diproses lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi kembali dilanjutkan dengan pertanyaan seputar prosedural peminjaman gedung yang akan digunakan sebagai penunjang kegiatan ormawa. Kali ini UKM Mulawarman <em>Youth Entrepreneur</em> (MYE) melalui Reza Widodo menanyakan terkait proses peminjaman ruangan atau gedung di Unmul selama ini, apakah berbayar bagi mahasiswa atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Encik kemudian menjelaskan bahwa Unmul yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) ini mempunyai kewenangan untuk menambah pemasukan melalui sektor lain. Salah satunya ialah melalui peminjaman gedung untuk masyarakat umum. Ia berujar bahwa saat ini ada dua gedung yang kerap disewakan, yakni GOR 27 September dan aula di sebelah Gedung Auditorium. &ldquo;Kedua gedung ini biasa dipakai orang luar (Unmul) untuk acara-acara tertentu seperti perayaan hari-hari besar hingga pernikahan dan mereka menyewa jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Encik berujar bahwa mahasiswa sah-sah saja jika ingin melakukan peminjaman akan salah satu gedung atau fasilitas yang ada di Unmul, selama prosedur yang ditempuh jelas. &ldquo;Apakah peminjaman ini berbayar untuk mahasiswa? Tentu saja tidak,&rdquo; tegas Encik.</p><p style="text-align: justify;">Ia kembali menegaskan bahwa jika dipergunakan untuk kegiatan seperti BEM KM, DPM KM, atau UKM tidak dipungut biaya sama sekali. Namun menurut Encik, ada beberapa etika peminjaman yang perlu diperhatikan. Seperti pemastian tanggal kegiatan acara, apakah tidak bertabrakan dengan acara yang sudah terjadwal hingga proses koordinasi yang baik.</p><p style="text-align: justify;">La Hasan selaku Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan juga turut menambahkan bahwa tata cara peminjaman gedung benar-benar harus diperhatikan oleh calon peminjaman, dalam hal ini mahasiswa. &ldquo;Semua harus sesuai SOP yang berlaku. Jangan mengajukan peminjaman 2 atau 3 hari sebelum agenda dilaksanakan, tentu hal tersebut akan menyulitkan proses koordinasi,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia turut menyinggung soal uang makan, atau uang kebersihan yang selama ini jadi bahan pembicaraan. Ia berujar bahwa kegiatan mahasiswa yang kebnayakan dilaksanakan di <em>weekend</em> membuat beberapa staf harus berada di tempat acara. &ldquo;Biasa kegiatan mahasiswa itu kan dari pagi sampai sore, nah untuk kondisi seperti itu biasa ada namanya uang makan atau uang kebersihan, itu dikondisikan saja,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki waktu asar, audiensi ditutup dengan beberapa poin yang sudah ditanyakan maupun dijawab di atas. Meski begitu, terpantau beberapa organisasi mahasiswa tak hadir dalam audiensi ini. <em><strong>(sut/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM KM Unmul Masih Mengkaji, Aksi Solidaritas: Mana Sempat, Keburu Telat! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-masih-mengkaji-aksi-solidaritas-mana-sempat-keburu-telat/baca </link>
<guid> bem-km-unmul-masih-mengkaji-aksi-solidaritas-mana-sempat-keburu-telat </guid>
<pubDate> Sun, 14 Jun 2020 10:03:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketujuh tahanan politik Papua yang dituntut dengan pasal makar. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-unmul-masih-mengkaji-aksi-solidaritas-mana-sempat-keburu-telat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pVVCxApv38.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM KM Unmul Masih Mengkaji, Aksi Solidaritas: Mana Sempat, Keburu Telat!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Aksi solidaritas untuk ketujuh tahanan politik Papua yang didakwa pasal makar terus mengalir, terutama dari kalangan mahasiswa di Kalimantan Timur. Tetapi bukan dari internal Unmul, melainkan dari organisasi eksternal. Terpantau, BEM KM Unmul belum juga mengeluarkan pernyataan sikap, sedangkan tenggat putusan yang semakin dekat.</p><p style="text-align: left;">Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/papuanlivesmatter-ferry-butuh-solidaritas-mahasiswa-indonesia/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/papuanlivesmatter-ferry-butuh-solidaritas-mahasiswa-indonesia/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi Minggu (14/6) siang, Presiden BEM KM Unmul, Kardiono Cipta Kanda menyebutkan jika saat ini mereka belum bisa memberikan pernyataan sikap ataupun keputusan untuk bersolidaritas. Seperti yang telah diberitakan<em>&nbsp;Sketsa</em> sebelumnya, BEM KM Unmul tengah mengkaji kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belum ada (keputusan bersolidaritas). Dari Mensospol mau konsol nanti,&rdquo; jawab Dion singkat.</p><p style="text-align: justify;">Selangkah di depan, sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Rasisme (GEMPAR) telah laksanakan konsolidasi di Balikpapan Kamis (11/6) lalu. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk menggelar aksi solidaritas di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Senin (15/6) besok.</p><p style="text-align: justify;">Humas GEMPAR, Javier Christoffel saat dihubungi <em>Sketsa</em> menyebut aliansi ini baru dibentuk saat konsolidasi dan berisi beberapa organisasi mahasiswa di Kaltim. &ldquo;Saat konsolidasi awal ada GMKI, GMNI, BEM se-Balikpapan, dan BEM se-Kalimantan. Untuk saat ini kalau organisasi internal kampus masih BEM yang di bawah naugan BEM se-Balikpapan, dan BEM se-Kalimantan,&rdquo; kata Javier, Sabtu (13/6).</p><p style="text-align: justify;">Adapun tuntutan yang akan dibawa saat aksi selama tiga hari berturut-turut tersebut adalah sebagai berikut:</p><ol><li style="text-align: justify;">Hentikan pembungkaman, kriminalisasi, dan intimidasi dalam ruang demokrasi.</li><li style="text-align: justify;">Negara melakukan pendekatan kemanusiaan dan membuka ruangan dialog seluas-luasnya terhadap persoalan Papua.</li><li style="text-align: justify;">Tegakkan hukum seadil-adilnya dengan membebaskan 7 aktivis Papua yang ada di Balikpapan dan di seluruh Indonesia.</li></ol><p style="text-align: justify;">Aksi tersebut akan digelar mulai 15-17 Juni mendatang. Dikatakan Javier, alasan aksi tersebut digelar selama tiga hari agar telihat lebih masif dalam memberi dukungan dan mengawal kasus ini. Selain itu, pada Rabu (17/6) akan ada pembacaan putusan tahanan politik. Berdasarkan notulensi konsolidasi yang diterima <em>Sketsa</em> tertanggal 11 Juni, semua sidang vonis untuk ketujuh tahanan politik Papua tersebut diperkirakan selesai pada Juni ini.</p><p style="text-align: justify;">Kamis (11/6), aliansi juga melakukan konsolidasi <em>online</em> nasional. Pertemuan daring yang dimulai pukul 21.00 Wita itu diikuti oleh 40 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya yakni berupaya membuat gerakan pengalawan untuk Ferry dan kawan-kawan agar juga melakukan aksi serupa di daerah masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencananya kita mau buat aksi serentak, tapi kami kembalikan ke daerah masing-masing. Soalnya biar menyesuaikan juga untuk daerahnya,&rdquo; ujar mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Minyak dan Gas Bumi (STT Migas) Balikpapan itu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait inisiaif dari berbagai mahasiswa di Kaltim yang masih kurang dalam memberikan dukungan, Javier berharap agar seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam gerakan solidaritas kemanusiaan ini. Senada dengan Javier, Ketua DPD GMNI Kaltim, Andi Muhammad Akbar yang juga bagian dari Aliansi GEMPAR merasa saat ini perlu adanya solidaritas seluas-luasnya bagi Papua.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya persoalan Papua bukanlah masalah kemarin sore, bahkan sudah terjadi berpuluh-puluh tahun. Sehingga tidak perlu baginya menunggu terlalu lama jika nurani kemanusiaan sudah terketuk. Dia juga menyayangkan sikap beberapa perwakilan mahasiswa, seperti BEM yang tak kunjung bersolidaritas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gerakan mahasiswa tidak boleh selalu berkutat dengan teori, mereka harus turun ke rakyat. Sangat disayangkan jika hampir banyak BEM di luar sana yang bersolidaritas terhadap Papua, kita di sini yang paling dekat dengan tempat persidangan tahanan politik enggan bergerak. Sebagai kampus terbesar dan katanya menjadi pusat gerakan intra di Kaltim harusnya BEM KM Unmul lebih responsif,&rdquo; jelas Akbar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solidaritas dan Dukungan</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, solidaritas dari tanah Papua sudah lebih dulu terdengar. Dilansir dari <em>papuainside.com</em>, mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua yakni BEM, DPM, dan OKP se-Jayapura telah gelar aksi pada Sabtu (6/6) lalu di depan Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) dan bacakan 5 poin pernyataan sikap.</p><p style="text-align: justify;">BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) juga ikut dalam salah satu gerakan solidaritas ini. Mereka membuka posko pembebasan korban rasisme dan juga menggelar mimbar bebas di Lapangan Merah Hijau, USTJ Sabtu (13/6) lalu. Dilansir dari <em>jubi.co.id</em>, hal ini dibentuk sebagai dukungan kepada 7 tapol yang merupakan korban praktik rasisme terhadap Papua.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya di Papua, suara mahasiswa dari berbagai penjuru univeristas juga tak tinggal diam. Salah satunya datang dari BEM KM Universitas Padjadjaran (Unpad) dan KM Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berkolaborasi mengeluarkan rilis. Dalam rilisnya, kedua lembaga eksekutif ini sama-sama menyuarakan sikap dan juga mengecam keras tindakan penegak hukum di Indonesia yang dianggap masih tebang pilih, khususnya bagi mereka yang berada di tanah Papua.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, BEM Universitas Indonesia (UI) pada Sabtu (13/6) kemarin secara resmi mengeluarkan rilis terkait solidaritas penangkapan dan penahanan tujuh tanahan politik Papua. Dalam rilis tertanggal 11 Juni tersebut, terdapat 5 poin utama yang mengecam segala tindakan rasisme kepada warga Papua dan tindakan <em>unfair trial</em> oleh aparat. Serta mengajak masyarakat untuk bersolidaritas dan melawan segala bentuk kekerasan dan rasisme kepada warga Papua.</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Universitas Negeri Semarang (Unnes) juga merilis pernyataan sikap dan solidaritas terhadap penangkapan dan tindakan kriminalisasi aktivis anti rasisme Papua (12/6). Dalam keterangannya di Instagram @bemkmunnes, mereka mendesak pembebasan tujuh tahanan Papua dari segala tuntutan tanpa syarat hingga mendesak agar aparat tidak menggunakan pendekatan militeristik di tanah Papua.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Presiden Republik Indonesia dan Mahkamah Agung memastikan bahwa tahanan hati nurani asal Papua lainnya segera dilepaskan dari dakwaan dan tuntutan, khususnya terkait pasal makar, dengan segera dan tanpa syarat</em>,&rdquo; bunyi poin kedua.</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, BEM Seluruh Indonesia (SI) pada Kamis (11/6) lalu telah membuat pernyataan sikap yang disertai dengan pemaparan beberapa kronologi penangkapan terhadap 7 tahanan politik Papua. BEM SI memaparkan 3 poin utama pernyataan sikap, salah satunya mendukung solidaritas untuk ketujuh tahanan politik Papua dengan bentuk pengawalan kasus hingga meminta kejanggalan dalam kasus tersebut diusut tuntas. <strong>(<em>wil/sut/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teror Menyerang, Teknokra: Kami Tak Gentar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teror-menyerang-teknokra-kami-tak-gentar/baca </link>
<guid> teror-menyerang-teknokra-kami-tak-gentar </guid>
<pubDate> Mon, 15 Jun 2020 12:22:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Intervensi dan teror yang dialami UKPM Teknokra Unila. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/teror-menyerang-teknokra-kami-tak-gentar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Nn7NXCKKAL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teror Menyerang, Teknokra: Kami Tak Gentar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Isu rasial telah menjadi masalah yang pelik selama bertahun-tahun. Atas kasus yang menimpa George Floyd, seorang warga kulit hitam Amerika yang mengalami kekerasan rasial oleh oknum aparat pada Mei silam, tagar #PapuanLivesMatter naik sebagai peringatan akan besarnya rasisme terhadap warga Papua di Indonesia.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Intimidasi yang terjadi kepada asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 2019, pemblokiran akses internet di wilayah Papua dan Papua Barat hingga kasus 7 tahanan politik (tapol) Papua yang kini dituntut dengan tuduhan makar hanyalah segelintir cerita dalam sejarah kelam rasisme di tanah air.</p><p style="text-align: justify;">Baca: https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/papuanlivesmatter-ferry-butuh-solidaritas-mahasiswa-indonesia/baca</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar tersebut, Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung (Unila) membuka ruang diskusi yang bertajuk &apos;Diskriminasi Rasial terhadap Papua&apos;. Dikutip dari <em>teknokra.com</em>, Chairul Rahman Arif selaku Pemimpin Umum (Pemum) UKPM Teknokra memaparkan bahwa diskusi ini dilatarbelakangi atas isu-isu rasial di Indonesia terutama yang terkait dengan Papua.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapannya bagi yang mengikuti diskusi ini minimal memiliki pandangan bagaimana sebenarnya orang Papua itu, apakah stereotip yang berkembang selama ini benar atau tidaknya,&quot; ujar Chairul, Rabu (10/6).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Teror dan Intervensi&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Diskusi yang telah berlangsung pada Kamis (11/6) lalu di kanal YouTube UKPM Teknokra rupanya didahului dengan berbagai aksi teror serta intimidasi. Pertama kali dialami oleh Chairul yang menerima 8 kali panggilan lewat gawainnya saat sedang makan bersama Hendry Sihaloho (Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung dan Dian Wahyu Kusuma (Sekretaris AJI Bandar Lampung). Menurut pengakuan sang penelepon, ia adalah alumni dari Unila.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dirinya dihubungi oleh Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Yulianto untuk segera menghadap. Atas panggilan ini, Chairul dan Yesi Sarika selaku editor Teknokra pergi dan melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, Yulianto menyampaikan untuk menunda diskusi tersebut karena dirinya mengaku dihubungi oleh pihak Badan Intelejen Nasional (BIN). Ia juga menyarankan mereka untuk menambah narsumber dalam diskusi.</p><p style="text-align: justify;">Awak Teknokra kemudian berdiskusi atas hasil dari pertemuan tersebut, dan memutuskan untuk tetap menjalankan diskusi dengan narasumber yang ada. Hal ini dilakukan atas pertimbangan serta masukan serta arahan terkait pelaksanaan diskusi. Terdapat pula diskusi lanjutan dengan akademisi dan lainnya untuk mempertimbangkan saran dari Yulianto dan dewan pembina. Sementara itu, Chairul masih terus mendapatkan intimidasi lewat telepon untuk menghentikan diskusi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti pada Chairul, teror juga menyerang Mitha Setiani Asih, Pemimpin Redaksi Teknokra. Diawali ketika Mitha mendapatkam pesan kode <em>One-Time Password</em> (OTP) alias kode verifikasi dari salah satu aplikasi ojek daring. Tak berselang lama, akun WhatsApp miliknya menerima telepon dan <em>chat</em> dari banyak <em>driver</em> ojek daring.</p><p style="text-align: justify;"><em>Driver</em> menanyakan pesanan yang dipesan oleh akun ojek daring Mitha. Padahal, ia sama sekali tidak melakukan pemesanan. Kesulitan semakin terasa saat beberapa <em>driver</em> telah datang dan mengantarkan makanan. Semakin runyam sebab ia tak dapat membatalkan pesanan yang telah masuk proses pengantaran dan antaran makanan yang terus datang. Alhasil, Mitha kemudian menghubungi <em>Call Center</em> ojek daring untuk membekukan akunnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Atas kejadian ini, seluruh awak Teknokra mengamankan diri di suatu rumah yang aman sembari membawa barang-barang yang penting dari sekretariat. Meski begitu, intervensi masih menyambangi ponsel Chairul. Ia terus mendapatkan pesan berupa kata-kata ancaman dan tuduhan provokasi, bahkan dikirimi data-data identitas lengkap milik Chairul dan orang tuanya beserta foto yang tertera di Kartu Tanda Penduduk (KTP).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak luput, akun-akun media sosial Teknokra mulai diretas. Ada pula intervensi salah sasaran yang menyasar akun Instagram Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teknokrat TV, bukan Teknokra Unila. Selanjutnya, akun media sosial Mitha serta alumni Teknokra Khorik Istiana juga mengalami peretasan. Beruntungnya, akun-akun resmi milik Teknokra dapat diambil alih dan diamankan kembali.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pernyataan Sikap</strong></p><p style="text-align: justify;">Menanggapi teror dan intimidasi yang menimpa awak Teknokra karena penyelenggaraan diskusi daring tersebut, mereka kemudian merilis pernyataan sikap melalui akun Instagram <em>@teknokraunila</em>. Ini merupakan bentuk solidaritas lembaga pers yang kemudian disampaikan dalam 5 poin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pertama, Teknokra tetap melaksanakan diskusi daring sesuai dengan yang telah direncanakan, terlepas dari rentetan telepon dari orang yang mengaku alumni Unila serta imbauan pihak rektorat Unila agar menunda kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, mereka mengecam segala macam tindakan intimidasi yang diarahkan terhadap penyelenggara dan narasumber untuk menggagalkan diskusi daring. Pada poin ketiga, Teknokra mengajak semua pihak agar kebebasan berpendapat dan berekspresi bisa dihormati tanpa harus melakukan aksi teror, ancaman dan peretasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Poin keempat, mendesak polisi agar mengusut tuntas kasus teror dan peretasan yang dialami jurnalis Teknokra. Hal ini juga disampaikan dalam pernyataan sikap Koalisi Pembela Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi Lampung. Di mana Teknokra, AJI Bandar Lampung, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, LBH Pers Lampung, dan Aliansi Pers Mahasiswa Lampung bergabung ketika melaporkan kasus tersebut ke Polda Lampung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, mereka menyorot tugas dan kewajiban negara agar dapat menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi warga negaranya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pelaksanaan Diskusi</strong></p><p style="text-align: justify;">Kala diskusi berlangsung pada Kamis (11/6) lalu pukul 19.00 WIB di kanal YouTube milik Teknokra, Mitha mengaku bahwa nomor ponsel miliknya terus dihubungi oleh nomor tidak dikenal dari berbagai server luar negeri. Ini tentu mengganggunya sebab ia adalah moderator pada diskusi ini. Setelah mencoba berbagai cara, ia akhirnya memilih untuk mematikan jaringan dan mengalihkannya ke mode pesawat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di diskusi itu juga, WhatsApp ibu saya juga keretas. Ia (sang peneror) juga nelepon menggunakan akun WhatsApp ibu saya tapi nggak saya angkat karena pikir saya itu ibu saya sendiri. Terus siangnya baru ibu saya ngabarin kalau Whatsapp-nya nggak bisa dibuka,&quot; ungkap Mitha kepada <em>Sketsa</em> (13/6).</p><p style="text-align: justify;">Terkait segala teror atas ruang diskusi yang telah dibuka oleh Teknokra, menurutnya tak ada yang salah ketika membahas soal rasisme yang dialami Papua. Baginya, membahas isu rasial terhadap Papua bukan berarti mendukung gerakan separatis Papua Merdeka sebab itu merupakan dua narasi yang berbeda dan tidak dapat disamakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika kita menutup mata soal rasisme, sampai kapan pun kita melegalkan rasisme itu sendiri terjadi di Papua dan akhirnya masyarakat Papua merasa tersisihkan dan gerakan separatis Papua itu makin menjadi-jadi,&quot; sebutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berpendapat apabila masyarakat mengakui Indonesia secara utuh, maka sudah seharusnya menganggap Papua sebagai bagian dari Indonesia dan memiliki hak kewarganegaraan. &quot;Untuk apa kita tertutup ataupun berusaha membungkam ruang pendapat dari masyarakat Papua sendiri?&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk lembaga pers lainnya yang ingin mengadakan kegiatan serupa, ia berpesan agar tetap berani dan mempersiapkan ruang diskusi yang memadai dan melakukan pengamatan yang cukup terkait isu seperti ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau takut sebelum diskusi, mungkin bisa sharing ke teman-teman yang udah pernah ngadain diskusi. Apa aja yang bakal dialami, terus bagaimana cara mengatasinya. Berani aja gitu, yang penting ada perhitungan. Misalnya kayak saya (yang) kebetulan dekat sama anggota AJI. Jadi kalau ada apa-apa bisa (minta) bantuan ke anggota AJI,&quot; tutupnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski belum bisa bernapas lega, Mitha mengaku bahwa hingga kini mereka tidak lagi mendapatkan intervensi maupun ancaman-ancaman. <strong><em>(len/cin/pil/sut/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Segera Berakhir, PKP-KKN Maksimalkan Kinerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/segera-berakhir-pkp-kkn-maksimalkan-kinerja/baca </link>
<guid> segera-berakhir-pkp-kkn-maksimalkan-kinerja </guid>
<pubDate> Tue, 16 Jun 2020 12:26:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKP-KKN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/segera-berakhir-pkp-kkn-maksimalkan-kinerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3DRyIK3hnu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Segera Berakhir, PKP-KKN Maksimalkan Kinerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah terlaksana kurang lebih selama dua bulan lamanya sejak April lalu, pelaksanaan Program Kegiatan Penyetaraan-Kuliah Kerja Nyata (PKP-KKN) kini akan mencapai puncaknya. Saat ini beberapa agenda wajib telah selesai dilaksanakan, seperti pembuatan jamu <em>immune booster</em> yang menjadi salah satu kegiatan wajib.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, berembus kabar jika pembuatan jamu tiba-tiba dihentikan. Nyatanya, target dari produksi jamu tersebut memang sudah tercapai dan lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan. Seperti yang dikonfirmasi oleh Koordinator PKP-KKN 2020, Esti Handayani.</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan, awalnya pembuatan jamu ini mandiri dengan menggalang dana bersama anggota Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dan masyarakat. Setelah donasi tersebut digunakan, mereka mendapatkan bantuan dana dari pihak Unmul dan mengemasnya dalam bentuk KKN walaupun tidak hanya sebatas membuat jamu. Adapun dana yang didapat sebesar Rp100 juta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami membuat 10.000 botol yang dibuat dosen dan mahasiswa KKN. Untuk yang 5000 botol, kami bekerja sama dengan PT. Air Mancur,&quot; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (13/6).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai jadwal pembuatan jamu, Esti menyebutkan bahwa mereka menargetkan untuk membuat 400-500 botol per harinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi mengingat kebutuhannya banyak, masyarakat dan tenaga kesehatan juga membutuhkan, jadi 700 botol per produksi. Anggaran sudah habis dan target 10.000 botol itu sudah tercapai.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan PKP-KKN yang bekerja sama dengan Satgas Covid-19 ini juga dimaksimalkan dengan melakukan sosialisasi, upaya pengendalian dan upaya pencegahan. Seperti kegiatan publikasi dan komunikasi yang dilakukan melalui akun Instagram masing-masing kelompok KKN.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai sarana informasi dan wadah pencegahan pandemi, Satgas Covid-19 Unmul telah menjalankan tugas dengan bekerja sama dengan mahasiswa. Peserta yang terlibat dalam PKP-KKN ini telah memberikan dukungan dan bersinergi bersama dosen pembimbing dan Satgas. Bagi Esti, ini adalah kegiatan yang bisa dilakukan selama masa pandemi untuk mencegah transmisi dan memiliki nilai tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, panitia pelaksana menawarkan kegiatan lain dipenghujung berakhirnya program PKP-KKN. Penawaran ini berasal dari CV. Bio Perkasa yang berinisiasi untuk membuat buku saku terkait dengan pemanfaatan tanaman lokal yang berpotensi, khususnya di Kaltim sebagai <em>immunomodulator</em>--zat yang dapat memodulasi (mengubah atau memengaruhi) sistem imun tubuh menjadi ke arah normal.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Esti, bentuk insentif yang ditawarkan kepada mahasiswa apabila menjadi pemenang pertama dan kedua adalah pencetakan buku saku. Sebelum dicetak, buku saku tersebut nantinya akan diperbaiki sebelum diedarkan ke masyarakat. Tawaran ini pun tidak bersifat wajib, yakni sesuai dengan keinginan setiap kelompok peserta PKP-KKN.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada 9 buku saku kemarin, tidak semua kelompok memasukan. Semua diberi insentif, Rp250 ribu. Yang tidak memasukan ya tidak masalah karena bentuknya tawaran,&quot; papar Esti.</p><p style="text-align: justify;">Diakui Esti, program ini telah selesai berdasarkan persetujuan serta keputusan dari tim Satgas. Mereka telah menyelesaikan kegiatan dan fokus untuk menyiapkan protokol kesehatan bagi tenaga kerja Unmul yang datang dari luar daerah hingga calon mahasiswa yang telah menyelesaikan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu Ia menilai, untuk skala kegiatan PKP-KKN dari Maret hingga Juni telah cukup dan sudah memberikan edukasi serta informasi yang berarti kepada masyarakat. Karenanya Esti menganggap bahwa program ini dapat dikatakan selesai dilaksanakan. &quot;Di minggu kedua ini harusnya sudah <em>upload</em> ke sistem KKN Unmul. Sekarang masih ada beberapa kegiatan.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Meski telah selesai, beberapa peserta masih ada yang masih mencemaskan nasib mereka lolos atau tidak dalam program penyetaraan ini. Namun, menurut Esti, kemungkinan untuk tidak lolos program ini tidak ada. Sebab kegiatan ini merupakan rancangan Unmul bersama Satgas Covid-19 untuk melibatkan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena yang mendesain kegiatan itu kami, pelaksanaannya atas rekomendasi kami, pemantauan serta evaluasi itu kami. Jadi pasti lolos, hanya nilainya tergantung,&quot; tutupnya. <em><strong>(len/rst/sii/zar/stn/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Soft Skill Dalam PusBI Talks Perdana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/tingkatkan-soft-skill-dalam-pusbi-talks-perdana/baca </link>
<guid> tingkatkan-soft-skill-dalam-pusbi-talks-perdana </guid>
<pubDate> Thu, 18 Jun 2020 11:19:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pusbi Talks </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/tingkatkan-soft-skill-dalam-pusbi-talks-perdana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dAhrstaKqn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Soft Skill Dalam PusBI Talks Perdana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Meski harus beradaptasi dengan pandemi Covid-19, beberapa organisasi tetap optimis untuk menjalankan programnya. Saat ini, banyak hal yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka beralih menjadi kegiatan daring atau <em>online</em> sebagai respons atas protokol kesehatan. Untuk meningkatkan potensi diri serta menambah pengalaman selama berkegiatan di rumah, Perpustakaan Bank Indonesia (PusBI) bekerja sama dengan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kaltim menggelar kegiatan diskusi bertajuk PusBI Talks yang telah terlaksana pada Minggu (11/6) lalu. Ruang diskusi ini akan disajikan dalam 4 seri. Adapun seri pertama pada PusBI Talks ini menggunakan media telekonferensi Zoom.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dimulai pukul 10.00 Wita, diskusi perdana ini mengangkat tema &ldquo;Let&apos;s Build Our Personal Brand&rdquo; yang dibawakan oleh praktisi pendidikan dan komunikasi asal Jakarta, Vivid F. Argarini. Dipandu oleh Amelia Rizky Yunianty, PusBI Talks kali ini memberikan ruang pada peserta untuk mengetahui lebih dalam tentang personal brand. Baik dari pengertian, urgensi, hingga cara membangun <em>personal brand</em> untuk masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum ini cukup antusias dalam mengikuti diskusi. Untuk konsep diskusi, PusBI Talks memang direncanakan untuk membahas tema-tema mengenai <em>softskill</em>. &quot;Pusbi Talks diperuntukan bagi mahasiswa semester akhir dan masyarakat umum untuk memberikan bekal dalam meningkatkan <em>softskill</em> agar siap menuju dunia kerja nantinya&quot;, jelas Nurul Hidayati, salah satu panitia PusBI Talks saat dihubungi <em>Sketsa</em>, Senin (15/6).</p><p style="text-align: justify;">Meningkatkan <em>softskill</em> adalah bekal di dunia kerja. Berlangsungnya diskusi ini pun diharapkan dapat menjadi wadah bagi mereka yang ingin mengembangkan <em>softskill</em> dengan menata <em>personal brand&nbsp;</em>dalam diri sendiri. Sekitar pukul 12.00 Wita, diskusi berakhir dan penyelenggara mengundi 3 peserta beruntung untuk diberikan <em>doorprize</em> berupa <em>e-money</em>. <em><strong>(bip/yun/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Imbas Kuliah Daring, Mahasiswa Minta Keringanan UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-kuliah-daring-mahasiswa-minta-keringanan-ukt/baca </link>
<guid> imbas-kuliah-daring-mahasiswa-minta-keringanan-ukt </guid>
<pubDate> Thu, 18 Jun 2020 12:12:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Survei UKT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-kuliah-daring-mahasiswa-minta-keringanan-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n8y4NFqIdy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Imbas Kuliah Daring, Mahasiswa Minta Keringanan UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berbagai dampak terus menjalar dalam selimut pandemi Covid-19, tak terkecuali pada bidang Pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menetapkan proses pembelajaran tahun ajar 2020 hingga 2021 akan terus berlanjut dan proses transfer ilmu tetap melalui langkah &apos;daring&apos;.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena keselamatan nomor satu, semua perguruan tinggi masih melakukan perkuliahan <em>online</em> sampai nanti kebijakan perubahan, tapi saat ini belum berubah masih daring, jadi itu adalah keputusan dari Kemendikbud,&rdquo; kata Nadiem dalam video konferensi &apos;Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran dan Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19&apos; Senin (15/6) mengutip <em>medcom.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Melihat proses belajar yang berpusat pada jejaring internet, mahasiwa dari berbagai perguruan tinggi menyuarakan pendapat dan gerakan advokasi mengenai peringanan uang kuliah tunggal (UKT) melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Tak terkecuali beberapa BEM fakultas yang ada di Unmul yang menghimpun data lewat survei UKT.</p><p style="text-align: justify;">Seperti BEM Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dihubungi <em>Sketsa</em>, Ketua BEM FT, Nur Aisyah menyebutkan jika keringanan biaya pendidikan sangat dibutuhkan dalam situasi seperti saat ini. Mengingat semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring sehingga tidak digunakannya berbagai fasilitas kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Subsidi kuota (internet) yang diberikan universitas belum maksimal tersalurkan kepada mahasiswa itu sendiri. Untuk di FT sendiri kebijakan yang dikeluarkan dari kampus adalah adanya tinjau ulang UKT kepada mahasiswa FT yang terdampak ekonominya akibat Covid-19 ini,&rdquo; papar Aisyah.</p><p style="text-align: justify;">Aisyah menambahkan, proses peninjauan ulang sejauh ini masih berlangsung. BEM FT telah melakukan survei kepada mahasiswa yang belum memperoleh subsidi kuota serta mahasiswa tingkat akhir yang tengah menuntaskan skripsi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tinjau ulang mahasiswa melalui beberapa prosedur yaitu melengkapi berkas tinjau ulang UKT dan validasi kepada departemen advokasi kesejahteraan mahasiswa BEM FT. Prosedur selanjutnya yakni sesi wawancara kepada mahasiswa dan berkas akan diserahkan kepada pihak Fakultas Teknik,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap dengan terlaksananya survei ini, pihak birokrat kampus mampu memberi keringanan pada mahasiswa. Hal ini dimaksudkan agar mereka senantiasa bisa mengikuti proses pembelajaran tanpa kendala lagi di tengah pandemi.</p><p style="text-align: justify;">Berpindah ke FISIP, terpantau melalui akun Instagram <em>@bemfisipunmul</em> (23/5) BEM FISIP juga melakukan survei kebijkan UKT selama masa pandemi. Presiden BEM FISIP Rezky Nur, mengungkapkan gerakan tersebut merupakan langkah tanggap perkuliahan di tengah pandemi serta berangkat dari beberapa keluhan yang ia dengar langsung dari mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hasil survei ini tentunya akan menjadi salah satu dasar kita untuk bertemu dengan pihak fakultas, mengingat tidak adanya aturan yang spesifik mengenai masalah UKT bagi mahasiswa yang terdampak. Selain mahasiswa akhir yang seharusnya selesai studi pada tahun ini serta kita akan coba mendorong penurunan UKT secara menyeluruh,&rdquo; tutur Rezky.</p><p style="text-align: justify;">Tak tinggal diam melihat situasi perkuliahan yang menjadi dilematis akibat Covid-19, BEM FEB menyelenggarakan survei UKT untuk mahasiswa. Disebutkan Gubernur BEM FEB Achmad Naim Najib, survei menjadi salah satu bahan pertimbangan kepada birokrat fakultas untuk mengeluarkan kebijakan UKT. Terkhusus bagi mahasiswa yang keadaan finansialnya terguncang akibat Covid-19 serta memberikan keringanan bagi mahasiswa yang kurang mampu untuk membayar UKT.</p><p style="text-align: justify;">Naim menambahkan sebelumnya telah berlangsung audiensi antara BEM FEB beserta pihak birokrat kampus dan salah satu poin pembahasannya adalah kebijakan UKT. &ldquo;Untuk langkah selanjutanya hasil survei tersebut akan kami sampaikan kepada birokrat kampus agar dapat segera menghasilkan kebijakan untuk mahasiswa yang memang memiliki masalah terkait pembayaran UKT,&rdquo; ujar Naim.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan tiga fakultas sebelumnya, BEM FKIP juga melakukan hal serupa. Dikatakan Kepala Kepala Biro Riset Strategi dan Data BEM FKIP, Rizqy Amrullah kepada <em>Sketsa</em> jika pihaknya telah membentuk tim khusus yang bertugas mengawal proses audiensi UKT hingga tuntas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tim khusus tersebut dari Biro Riset Strategi dan Data BEM FKIP yang ditunjuk langsung oleh gubernur BEM untuk merancang survei tersebut. Setelah survei selesai, hasilnya akan diserahkan ke Dinas Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM FKIP untuk ditindaklanjuti sebagai bahan untuk menemui pihak birokrat kampus,&rdquo; terang Rizqy.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil riset yang telah dilaksanakan, 801 mahasiswa FKIP yang turut serta dalam survei tersebut. Di mana 96% mahasiswa FKIP di antaranya tidak setuju jika UKT dibayar penuh selama masa pandemi Covid-19 ini berlanjut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga UKT untuk seluruh mahasiswa dipangkas melihat fasilitas yang berada di kampus belum bisa digunakan oleh mahasiswa. Tentunya ini merugikan kita semua apalagi sampai sekarang kuota internet baru satu kali didistribusikan, tidak sebanding dengan dua bulan lebih kita kuliah secara daring,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(ami/rst/hmm/syl/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PusBI Talks Series 2: Manfaatkan LinkedIn untuk Perluas Kesempatan Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/pusbi-talks-series-2-manfaatkan-linkedin-untuk-perluas-kesempatan-kerja/baca </link>
<guid> pusbi-talks-series-2-manfaatkan-linkedin-untuk-perluas-kesempatan-kerja </guid>
<pubDate> Fri, 19 Jun 2020 11:20:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PusBI Talks seri kedua bersama Tania Winanto. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/pusbi-talks-series-2-manfaatkan-linkedin-untuk-perluas-kesempatan-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ke6hkIpZtz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PusBI Talks Series 2: Manfaatkan LinkedIn untuk Perluas Kesempatan Kerja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah PusBI Talks perdana berlangsung pada Minggu (14/6) lalu, agenda tersebut kembali hadir untuk seri kedua. Menghadirkan Tania Winanto, seorang HR dan <em>Recruitmen Systemiq</em> sebagai narasumber PusBI Talks untuk membahas pemanfaatan LinkedIn.</span></p><p style="text-align: justify;">Berlangsung pada Selasa (16/6) via Zoom, seri kedua mengangkat tema &quot;How to Rock Your LinkedIn&quot;. Dimoderatori oleh Hendra Wahyudi, agenda dimulai pada pukul 16.00 Wita dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tania.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pembukaan, Tania menjelaskan alasan mengapa kita harus mempunyai akun LinkedIn. Ini disebabkan karena 86 persen rekrurter di Indonesia menggunakan LinkedIn untuk mencari <em>talent</em>. Tak hanya itu, 71 persen pengguna akun tersebut menganggap LinkedIn sebagai akses yang tepat untuk mencari pekerjaan. Untuk pengguna LinkedIn sendiri, Indonesia mencapai kurang lebih 15 juta atau lebih. Inilah mengapa LinkedIn lebih dilirik oleh mereka yang yang ingin mencari pekerjaan atau pun magang.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut lagi, Tania mengatakan mengenai perbedaan profil pada LinkedIn dengan CV. LinkedIn lebih bisa memberikan gambaran mengenai profil si pengguna. Ini tentunya lebih memberikan ruang untuk menampilkan kepribadian kita kepada pembaca, dapat menampilkan rekomendasi, dan jaringan luas yang lebih hidup serta bisa berinteraksi dengan rekruter manapun.</p><p style="text-align: justify;">Adapun langkah-langkah untuk mengisi profil LinkedIn yakni dengan menampilkan foto yang menarik, mengisi <em>profile headline</em>, <em>experience</em>, dan <em>education</em>. Sebagai tips, Tania mengatakan bahwa pada bagian <em>experience</em> untuk mahasiswa yang belum mempunyai pengalaman bekerja bisa dengan mencantumkan pengalaman magang atau pun organisasi di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena 1 dari 5 rekruter memutuskan untuk merekrut kandidat <em>fresh graduate</em> ketika tercantum pengalaman <em>volunteering</em>,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai sesi akhir penyampaian materi, Ia memberikan trik agar bisa memanfaatkan LinkedIn secara maksimal. Pertama, perluas jaringan dengan bergabung pada komunitas dan menjalin pertemanan yang sesuai dengan ketertarikan bidang dan pekerjaan yang diminati.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, rajin untuk mengecek halaman &apos;<em>Jobs</em>&apos; untuk melihat <em>job advertising</em> yang sesuai dengan latar belakang kita. Terakhir, berinteraksi langsung dengan rekruter. Dalam melakukan interaksi dengan rekruter, kita juga harus memperhatikan kesopanan dan bobot pertanyaan yang akan ditujukan kepada rekruter.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan <em>copy paste</em> berbagai pesan untuk banyak rekruter, sesuaikan gaya bahasa dengan perusahaan si rekruter, dan beritahu tujuan kita secara spesifik,&quot; terang Tania.</p><p style="text-align: justify;">Selesai dengan sesi penyampaian materi, agenda dilanjutkan dengan sesi tanya jawab peserta dengan narasumber. Seri kedua ini berakhir pukul 17.30 Wita dengan penyampaian yang cukup efesien. <strong><em>(bip/nhh/len)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> New Normal FT: Praktikum Bergeser ke Akhir Semester </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/new-normal-ft-praktikum-bergeser-ke-akhir-semester/baca </link>
<guid> new-normal-ft-praktikum-bergeser-ke-akhir-semester </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jun 2020 11:57:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Surat Edaran Fakultas Teknik (FT) Unmul terkait pemberlakuan new normal. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/new-normal-ft-praktikum-bergeser-ke-akhir-semester/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lYAShRUusy.png" />
					</figure>
			                <h1>New Normal FT: Praktikum Bergeser ke Akhir Semester</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Saat ini istilah <em>new normal&nbsp;</em>terus digaungkan di seluruh penjuru negeri. Pemerintah bahkan terus menggelontorkan aturan-aturan guna menunjang kehidupan new normal ini. Manusia digadang-gadang tidak akan bisa kembali hidup seperti dahulu sebelum Covid-19 merajalela. Kehidupan kelaziman baru menjadi standar hidup yang akan dijalankan di tengah pandemi.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya <em>new normal</em> juga berimbas pada sektor pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Menilik pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dalam konferensi pers penyelenggaraan pembelajaran pada Senin (15/6) lalu. Dia menegaskan bahwa sistem pendidikan di perguruan tinggi secara keseluruhan akan dilaksanakan dengan sistem daring.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kebijakan tersebut, Fakultas Teknik (FT) Unmul kemudian mengeluarkan Surat Edaran (SE) pada (15/6) lalu terkait pemberlakuan <em>new normal</em> di lingkungan FT. Surat itu terdiri atas tiga poin besar, poin pertama menyoroti rencana kegiatan akademik pada semester ganjil (2020/2021). Poin kedua berisi daftar fasilitas yang disediakan pihak fakultas untuk menunjang <em>new normal</em>, dan poin terakhir mengenai semester pendek yang diselenggarakan dengan sistem daring.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan SE tersebut, rencananya perkuliahan pada semester depan akan menggunakan sistem <em>blended learning system</em> dan sistem blok. Berupa pembagian bulan efektif pembelajaran, pada September-Oktober dimaksimalkan untuk penyajian teori, November digunakan untuk praktik laboratorium (praktikum), dan pada Desember dilakukan evaluasi.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa diwajibkan menghadiri tatap muka di kelas pada November untuk menjalankan praktikum, selebihnya dilakukan secara daring. Kecuali untuk kegiatan akademik lain yang mendapatkan perizinan dari pihak fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di FT tentunya memang ada beberapa praktikum yang tidak bisa dilakukan secara <em>online</em>, karena dibutuhkan keterampilan mahasiswa untuk bisa menjalankan kegiatan itu,&rdquo; ungkap Wakil Dekan (WD) I FT, Tamrin Rahman kepada <em>Sketsa</em> (19/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menunjang kegiatan <em>new normal&nbsp;</em>di lingkungan kampus, FT menyediakan fasilitas sesuai protokol kesehatan, seperti adanya fasilitas cuci tangan bagi mahasiswa dan pegawai di beberapa tempat. Tamrin mengungkapkan, pihaknya merancang untuk membagikan masker guna memaksimalkan proses pembelajaran yang memerlukan pertemuan tatap muka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau terkait dengan kegiatan yang membutuhkan tatap muka harus menjaga jarak sehingga bisa saja nanti praktikum itu dibagi beberapa gelombang,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Interaksi antar mahasiswa sangat diminimalkan selama proses pembelajaran. Akan tetapi, Tamrin mengakui bahwa pihaknya masih terus menggodok pergeseran sistem praktikum yang dijalankan pada akhir semester tersebut. Dia berharap wabah ini segera mereda di akhir semester nanti. <strong>(<em>hlm/vny/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bersatu Melalui Musik Selama Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/bersatu-melalui-musik-selama-pandemi/baca </link>
<guid> bersatu-melalui-musik-selama-pandemi </guid>
<pubDate> Sun, 21 Jun 2020 10:11:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari musik internasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/bersatu-melalui-musik-selama-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZtkTM96nOu.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bersatu Melalui Musik Selama Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - 21 Juni ditetapkan sebagai Hari Musik Sedunia (<em>World Music Day</em>) untuk menghormati musisi profesional dan amatir di seluruh dunia. Namun, perayaan tahun ini sedikit berbeda. Tak ada festival maupun konser, sebab saat ini seluruh insan di dunia termasuk para musisi sedang menghadapi pandemi Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;">Di tengah perjuangan dunia melawan Covid-19, sejumlah musisi baik lokal hingga dunia merilis lagu yang didedikasikan untuk menyalurkan semangat selama berkegiatan di rumah. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum beberapa lagu yang rilis pada masa pandemi untuk meningkatkan semangatmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Ariana Grande ft. Justin Bieber - Stuck With U</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini menceritakan tentang rencana-rencana yang telah disusun sebelumnya yang menjadi gagal akibat dampak dari pandemi. Dalam video klip lagu ini, Ariana Grande dan Justin Bieber beserta beberapa orang terlihat menjalani aktivitas dan menghabiskan waktu bersama orang yang mereka sayangi dalam rumah masing-masing.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Project Pop x Cameo Project - Gara-Gara Corona</strong></p><p style="text-align: justify;">Project Pop bersama Cameo Project turut serta dalam menanggapi situasi pandemi. Seperti lagu-lagu Project Pop yang lainnya, lagu dan video klip &lsquo;Gara-Gara Corona&rsquo; ini dibawakan dengan gaya yang kocak. Berisi tentang dampak dari Covid-19 yang mengharuskan masyarakat melakukan segala aktivitas dari rumah dan menyebabkan tugas dan PR lebih banyak. Lagu ini juga memuat sindiran tentang harga masker dan <em>hand sanitizer</em> yang mahal dan langka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Yessiel Trivena - Demi Raga Yang Lain</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini berisi doa dan suntikan semangat untuk tenaga medis yang berjuang di garda terdepan selama pandemi ini. Lirik sederhana dipadu dengan alunan piano dalam lagu ini mampu memberi kesan yang mendalam bagi para pendengar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Aaliyah Massaid - Saling Peduli</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini berisi tentang stuasi yang diakibatkan oleh pandemi. Lagu ini ditujukan kepada masyarakat untuk saling peduli terkait keadaan yang menimpa dunia dan Indonesia saat ini. Lagu ini juga ditujukan kepada para pahlawan yang maju di barisan terdepan untuk melawan Covid-19.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Wali - Kisah Pahlawan Bermasker</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditujukan untuk mengapresiasi usaha para tenaga medis yang telah bekerja keras dalam penanganan Covid-19. Dalam &apos;Kisah Pahlawan Bermasker&apos;, digambarkan tentang perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan oleh tenaga medis selama pandemi berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Selain merilis lagu, beberapa musisi dan selebritas juga mengadakan konser dari rumah untuk membantu penggalangan dana selama pandemi. Dilansir dari <em>Merdeka.com</em>, puluhan musisi dunia termasuk Lady Gaga, Stevie Wonder, Taylor Swift, dan The Rolling Stones turut ambil andil dalam konser bertajuk &ldquo;One World: Together at Home&rdquo; pada 19 April 2020 lalu dan berhasil mengumpulkan dana sekitar 128 juta dolar AS untuk disumbangkan kepada World Health Organization (WHO).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, puluhan musisi Indonesia juga turut menggelar penggalangan dana bertajuk &apos;Konser Musik #DiRumahAja&apos; pada 25-28 Maret 2020 lalu. Sederet nama musisi yang turut andil antara lain Anji, Hivi, Tulus, Rossa, Afgan, Vidi Aldiano, Gamaliel, Ariel Noah, Yura Yunita, Kunto Aji, Raisa, Ardhito Pramono, Rendy Pandugo, Petra Sihombing, Ari Lasso, Iwan Fals, Trio Lestari, dan almarhum Didi Kempot sebagai penutup konser.</p><p style="text-align: justify;">Konser musik yang digelar Narasi TV, Najwa Shihab sebagai <em>Co-Founder</em> ini berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp9 miliar. Dalam penghimpunan donasinya, Narasi juga menggandeng <em>Kitabisa.com</em> dan akan disalurkan kepada kelompok rentan dan program penanganan Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa lagu yang didedikasikan oleh para musisi sebagai kontribusi kepada masyarakat. Walaupun di tengah pandemi seperti saat ini, mereka tetap dapat berkreasi sekaligus memberi dukungan dan motivasi melalui karya-karya mereka. <em><strong>(eng/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memori Tengah Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/memori-tengah-malam/baca </link>
<guid> memori-tengah-malam </guid>
<pubDate> Sun, 21 Jun 2020 11:50:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/memori-tengah-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6raCKjyjtj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memori Tengah Malam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku dan kau akan berdiri bersama di puncak dunia,</span><br></p><p style="text-align: justify;">menekan yang benar, memunggungi yang salah.</p><p style="text-align: justify;">Kau dan aku adalah angin yang mengipasi bara api.</p><p style="text-align: justify;">Kita akan menyaksikan pemandangan paling indah sedunia.</p><p style="text-align: justify;">Kemusnahan Si Bodoh.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kita akan berdansa riang di atas batang tubuhnya,</p><p style="text-align: justify;">hingga ia menjadi bagian dari kelam malam.</p><p style="text-align: justify;">Aku akan menggenggam tanganmu erat,</p><p style="text-align: justify;">dan kau akan menatapku dalam-dalam.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Di ujung dansa kita, aku akan menginjak apinya, dan mengenang keberadaannya.</p><p style="text-align: justify;">Lalu,</p><p style="text-align: justify;">kita akan pergi tidur tanpa sosoknya yang abadi.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mempersiapkan Diri Hadapi Interview Kerja dengan PusBI Talks </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/mempersiapkan-diri-hadapi-interview-kerja-dengan-pusbi-talks/baca </link>
<guid> mempersiapkan-diri-hadapi-interview-kerja-dengan-pusbi-talks </guid>
<pubDate> Mon, 22 Jun 2020 12:29:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Media partner </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/mempersiapkan-diri-hadapi-interview-kerja-dengan-pusbi-talks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NNMBvLhRX5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mempersiapkan Diri Hadapi Interview Kerja dengan PusBI Talks</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Melanjutkan rangkaian dari Pusbi Talks, kini kembali hadir dengan series ketiganya. Agenda yang dilaksanakan pada Kamis (18/6) lalu itu menghadirkan narasumber Esiana Putri yang merupakan <em>Senior Talent Acquisition</em> dan <em>Onboarding</em> Bukalapak.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilaksanakan melalui Zoom, peserta yang hadir dalam agenda mencapai sekitar 200 orang. Kali ini, acara dipandu oleh Bona Rikki selaku moderator, sesi materi dimulai pada pukul 16.00 Wita. Mengangkat tema &apos;Nail Your Interview and Land Your Dream Job&apos;, pembahasan yang disampaikan seputar dunia <em>interview</em> yang bisa dikatakan menjadi momok bagi para pelamar pekerjaan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penyampainnya, Esiana mengatakan ada dua tahapan yang biasanya dilakukan pada sesi <em>interview</em>. Tahap pertama ialah HR <em>interview</em> yang berisi mengenai persyaratan dasar, kepribadian, dan <em>soft skill</em> serta budaya kerja. Kemudian akan dilanjutkan pada tahap kedua, yakni <em>User Interview</em>. Pada tahap kedua ini sesi <em>interview</em> mengenai <em>technical skill</em>, komposisi tim, dan kecocokan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Biasnya nih, ketika di HR <em>interview</em> kita merasa orangnya bagus dan memenuhi standar. Tapi, nanti ketika di <em>user interview</em> bisa saja malah tidak cocok untuk mereka,&quot; papar Esiana.</p><p style="text-align: justify;">Esiana juga memberikan beberapa tips saat akan menghadapi <em>interview</em>. Terbagi menjadi tiga, <em>pre</em><em>&nbsp;interview</em>, saat <em>interview</em>, dan <em>pra</em><em>&nbsp;interview</em>. Tidak hanya mempersiapkan diri sebelum dan saat akan <em>interview</em>, ternyata kita juga perlu menyiapkan yang namanya momen <em>pra</em>&nbsp;<em>interview</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pada pra <em>interview</em> ini bisa menjalin komunikasi dengan <em>rekruter</em> ataupun mem-<em>follow up</em> melalui email. Yang mana tentunya dengan bahasa yang sopan dan tidak terkesan basa basi agar dapat menarik perhatian <em>rekruter</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya memberikan tips, wanita yang pernah menjadi <em>rekruter</em> di <em>Kapanlagi.com</em> dan OVO ini juga berbagi pola pikir untuk mahasiswa dan <em>fresh graduate</em> yang ingin melamar pekerjaan. Terdapat tiga poin yang disampaikan, yakni sikap belajar dan tidak hanya memikirkan persoalan uang, punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan jangan takut mencoba hal atau pengalaman baru diluar jurusan kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Know yourself</em>, <em>breakdown</em> kekurangan dan kelebihan kamu, cari tahu pekerjaan yang sedang banyak dibutuhkan. Ikuti <em>passion</em> dan <em>interest</em> kamu dan percaya diri,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir materi, Esiana memberikan studi kasus seputar <em>interview</em> ataupun hal-hal baru dalam <em>interview</em> pekerjaan yang akan dialami oleh pelamar maupun <em>fresh graduate</em>. Selesai dengan penyampaian materi tidak ketinggalan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Agenda ramping pukul 17.30 Wita tidak lupa sesi diskusi ketiga ini ditutup dengan sesi foto bersama secara daring. <em><strong>(bip/nhh/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekalan KKN-KLB Perdana: Mengembangkan Inovasi untuk Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-klb-perdana-mengembangkan-inovasi-untuk-masyarakat/baca </link>
<guid> pembekalan-kkn-klb-perdana-mengembangkan-inovasi-untuk-masyarakat </guid>
<pubDate> Tue, 23 Jun 2020 11:44:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembekalan perdana KKN-KLB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-klb-perdana-mengembangkan-inovasi-untuk-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yWmsCAq7JB.png" />
					</figure>
			                <h1>Pembekalan KKN-KLB Perdana: Mengembangkan Inovasi untuk Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah pembagian kelompok peserta beserta lokasi pengabdian oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unmul, tahap selanjutnya ialah pembekalan peserta KKN. Sesuai dengan <em>timeline</em> yang telah ditentukan, pada Kamis (18/6) lalu dilaksanakanlah pembekalan secara daring dalam bentuk <em>webinar</em>.</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun tema yang diangkat adalah &apos;Peran Mahasiswa dalam Program Kampus Merdeka: Membangun Masyarakat Desa&apos;. Rektor Unmul Masjaya beserta Direktur Belmawa Kemendikbud RI Aris Junaidi selaku dan Kadis DPMPD Provinsi Kalimantan Timur Moh. Jauhar Effendi menjadi narasumber pada pembekalan kali ini. Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono didapuk sebagai moderator.</p><p style="text-align: justify;">Disiarkan melalui media telekonferensi Zoom dan siaran langsung di kanal YouTube, pembekalan yang seharusnya dimulai pada pukul 13.30 Wita mengalami keterlambatan akibat masalah teknis. Beberapa di antaranya karena penuhnya partisipan di Zoom dan ramainya kolom komentar di YouTube. Meski salah satu narasumber, Aris Junaidi tidak dapat hadir karena berhalangan, pembekalan tetap berlanjut.</p><p style="text-align: justify;"><em>Webinar</em> diawali dengan sambutan dari Masjaya untuk seluruh peserta yang hadir dalam pembekalan. Dikatakan Masjaya, KKN adalah proses dan bagian dari tahapan-tahapan menuju berakhirnya masa studi. Baginya, mahasiswa sebagai bagian dalam berbagai tahapan tersebut tak bisa berhenti hanya karena kondisi dan pengaruh dari situasi yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam kondisi pandemi Covid-19, aktivitas KKN tetap dilakukan. Tentu dengan format dan pola kreasi yang berbeda. Ada perlakuan, ada mekanisme atau konsep baru yang kita lakukan dalam bentuk KKN ini,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Konsep baru yang dimaksud Masjaya ialah kegiatan KKN yang berlangsung dalam Kondisi Luar Biasa (KLB) yang dilakukan secara daring. Meski begitu, kondisi ini tidak mengubah makna pelaksanaan KKN yang merupakan sebuah bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya pada potensi alam di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyebutkan bahwa KKN ada sebagai wadah untuk mahasiswa dalam memberikan makna serta kontribusi dalam membangun bangsa. &ldquo;Masyarakat membutuhkan bantuan dalam memenuhi kebutuhan dan relasi dari persoalan masyarakat, dengan memberikan bimbingan oleh mahasiswa agar tercipta jalan keluar.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pembekalan dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber kedua, Jauhar Effendi. Dalam penyampaiannya, Jauhar menyarankan mahasiswa untuk berinovasi dalam membuat program kerja yang akan diimplementasikan di lapangan. Dalam hal ini, ia menyarankan agar mahasiswa dapat menjangkau masyarakat dengan membuat sebuah aplikasi untuk menyokong kebutuhan mereka sebagai pengembangan diri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap di dalam kelompok-kelompok lokasi tersebut, per kecamatan atau per kabupaten itu bisa membuat aplikasi yang sederhana yang bisa membantu pemerintah dan masyarakat desa dalam rangka mengembangkan dirinya,&rdquo; tutur Jauhar.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, ia mengatakan bahwa keberhasilan KKN ini dapat terjadi apabila terdapat sinergitas antara mahasiswa, dosen pembimbing serta pihak kecamatan, kelurahan, dan desa. &ldquo;Jadi saya berharap dari kabupaten dan kota, pemerintah kecamatan dan dari pemerintah desa dan kelurahan bisa memberikan data-data yang diperlukan oleh para mahasiswa untuk melakukan analisis, untuk membuat langkah-langkah dan saran-saran atau kebijakan ketika KKN itu sudah berakhir.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap mahasiswa juga mengidentifikasi kira-kira persoalan apa yang paling mendasar di desa maupun di kelurahan lokasi KKN,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai program kerja selama KKN berlangsung, ada 4 poin penting yang ditawarkan. Pertama, penentuan topik dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat di desa atau kelurahan tempat KKN. Kedua, membuat program penanganan Covid-19 tentang dampak pandemi terhadap pangan, ekonomi, dan sosial budaya. Ketiga, program kerja yang dibuat melalui diskusi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Terakhir, menyesuaikan dengan topik yang terdapat di buku panduan KKN-KLB.</p><p style="text-align: justify;">Pada pembekalan perdana ini, mahasiswa diingatkan kembali jika KKN akan berlangsung secara daring. Sehingga didukung dengan desa atau kelurahan yang memiliki akses internet dan dapat dikontak secara virtual. Selain itu, mahasiswa juga diimbau untuk tidak turun ke lapangan. Apabila memang mendesak, maka harus sepengetahuan DPL dan pihak desa atau kelurahan yang dituju.</p><p style="text-align: justify;">Seusai pemaparan materi, ruang diskusi terbuka untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa. Salah satunya dating dari Dwiyafet Paramma dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia menanyakan seberapa efisien KKN daring dapat diberlakukan di tengah situasi pandemi dan proker apa saja yang dapat diimplementasikan pada masa pandemi. Selain itu, Dwiyafet juga meminta kejelasan mengenai pelaksanaan KKN mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab hal ini, Anton Rahmadi selaku Wakil Ketua LP2M yang turut hadir pada pembekalan mengatakan bahwa ada dua hal penting yang perlu dibahas terkait pertanyaa tersebut. Pertama mengenai waktu pelaksanaan KKN. Pada Juli mendatang, mahasiswa akan dilepas secara formal untuk mengikuti KKN secara daring. LP2M juga telah memantau dan mengobservasi daerah mana saja yang memiliki cukup sinyal untuk mendukung KKN secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, mengenai tantangan dalam berkomunikasi dengan para kepala desa dan kepala kelurahan. Perlu adanya pembiasaan diri untuk saling berhubungan melalui daring agar informasi yang diterima dapat digunakan dengan maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Setelah berbagai pertanyaan tuntas terjawab, webinar diakhiri dan pembekalan kedua akan berlangsung hari ini (23/6) dengan tiga narasumber. Yakni M. Nurdin selaku Dirjen Kawasan Transmigrasi, Direktur Belmawa Kemendikbud RI Aris Junaedi dan Irfan A. Tachrir selaku <em>Direktor</em>&nbsp;<em>Human Capital Management</em> Telkomsel. <em><strong>(len/sit/zar/rst/stn/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Reaksi dan Persiapan Mahasiswa Jelang KKN-KLB 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/reaksi-dan-persiapan-mahasiswa-jelang-kkn-klb-2020/baca </link>
<guid> reaksi-dan-persiapan-mahasiswa-jelang-kkn-klb-2020 </guid>
<pubDate> Tue, 23 Jun 2020 12:20:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Webinar kedua </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/reaksi-dan-persiapan-mahasiswa-jelang-kkn-klb-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hAOjPt9y9A.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Reaksi dan Persiapan Mahasiswa Jelang KKN-KLB 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pembekalan perdana Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah berlangsung pada Kamis (18/6) lalu semakin mendekatkan mahasiswa pada pengabdian kepada masyarakat. Adanya pembekalan dengan narasumber yang mumpuni diharapkan dapat menjadi acuan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan situasi dan kondisi pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;">(<em>Baca:&nbsp;</em><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-klb-perdana-mengembangkan-inovasi-untuk-masyarakat/baca)" style="font-style: italic;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-klb-perdana-mengembangkan-inovasi-untuk-masyarakat/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Dilaksanakan melalui media telekonferensi Zoom dan siaran langsung YouTube, terpantau banyak mahasiswa yang hadir dan ikut menyimak. Namun, sejumlah reaksi mahasiswa saat mengikuti pembekalan menjadi sorotan. Terlihat mahasiswa menyuarakan beberapa hal seperti penurunan UKT, akses kuota gratis, permintaan KKN <em>offline</em> hingga berbagai humor serta candaan yang kurang pantas.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;PAK TURUNKAN UKT!!!&rdquo;</em> seru salah satu <em>username</em> bernama Minyak Urut.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;pak kuota saya kok belum masuk?&rdquo;</em> tulis Shella Listia.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;pak samboja zona hijau, jadi kkn offline aja,&rdquo;</em> ujar jerry hazyim rifai.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;PAK KKN OFFLINE DONG AKU MAU BIKIN SKANDAL,&rdquo;&nbsp;</em>sebut Ersha Aulia.</p><p style="text-align: justify;">Karena menumpuknya komentar yang memungkinkan mahasiswa tidak fokus dalam pembekalan, kolom komentar akhirnya dimatikan. Meski sempat ramai dan tak fokus, mahasiswa tetap antusias mengikuti pembekalan hingga sesi webinar berakhir.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Persiapan Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya pembekalan, mahasiswa juga diharapkan telah memiliki persiapan sendiri dalam menghadapi KKN secara daring. Selain membutuhkan niat dan semangat, koordinasi serta sinergitas diperlukan agar setiap kelompok KKN dapat bekerja sama dengan baik. Seperti Ihsanul Amiin, mahasiswa Sastra Inggris 2017 berikut ini. Ia dan kelompoknya mendapatkan penempatan di Desa Suka Damai, Muara Badak, Kutai Kartanegara.</p><p style="text-align: justify;">Ihsanul bersama teman-temannya adalah salah satu kelompok yang mengalami penggantian lokasi, sebab beberapa lokasi KKN yang dipilih tidak memiliki jaringan internet. Di awal pemetaan wilayah, kelompok miliknya hanya terdiri dari 5 orang. Setelah diacak, bertambahlah anggota kelompoknya menjadi 6 orang. Dengan anggota yang ada mereka kemudian mulai mempersiapkan hal-hal terkait KKN mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Malam ini mulai dibentuk struktur kelompok. Kemungkinan sampai beberapa hari ke depan akan membahas program kerja, karena seperti yang diketahui tahun ini KKN menggunakan sistem daring atau <em>online</em>. Dan di bulan Juli sudah mulai pelaksaaan KKN,&rdquo; jelas Ihsan kepada <em>Sketsa</em> (18/6).</p><p style="text-align: justify;">Terkait pembekalan KKN-KLB perdana, Ihsan merasa bahwa informasi yang diberikan telah jelas, sebab sebelumnya banyak sekali kabar simpang siur yang menyebabkan mahasiswa bingung. Meski begitu, ia tidak sepenuhnya paham mengenai pelaksanaan program kerja selama KKN. &ldquo;Pembekalan KKN tadi siang hanya penjelasan garis besar bagaimana pelaksanaan KKN tahun ini. Belum sampai ke detail contoh program kerja. Mungkin pembekalan KKN berikutnya akan dijelaskan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Nurul Afdhalia, mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan 2017 juga memberikan tanggapannya mengenai persiapan kelompoknya. &ldquo;Alhamdulillah teman-teman kelompok cepat tanggap, langsung membentuk struktur dan ancang-ancang program yang akan dilaksanakan dan sisanya masih menunggu pembekalan selanjutnya,&rdquo; ujar Nurul, Senin (22/6).</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Ihsan, Nurul menganggap bahwa pembekalan tersebut kurang maksimal dan terlalu bertele-tele sehingga tujuan intinya terdengar berbelit. Baginya, jawaban yang diberikan tidak memuaskan, sehingga ia tak begitu paham dengan hasil dari pembekalan tersebut. &ldquo;Mahasiswa perlu penjelasan yang lebih mengenai teknis KKN-KLB ini, pasti sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang nyata turun ke lapangan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Nurul berharap, pembekalan selanjutnya dapat lebih jelas dan informatif, sehingga mahasiswa lebih paham dan dapat mengimplementasikan hasil pembekalan dengan maksimal. <em><strong>(sii/zar/len/rst/stn/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Relaksasi UKT hingga Unmul yang Masih Stagnan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/relaksasi-ukt-hingga-unmul-yang-masih-stagnan/baca </link>
<guid> relaksasi-ukt-hingga-unmul-yang-masih-stagnan </guid>
<pubDate> Thu, 25 Jun 2020 12:51:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Siaran pers terkait kebijakan UKT kala pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/relaksasi-ukt-hingga-unmul-yang-masih-stagnan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BQxDYL1wUf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Relaksasi UKT hingga Unmul yang Masih Stagnan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menanggapi polemik Uang Kuliah Tunggal (UKT) di tengah pandemi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jumat (19/6) lalu luncurkan tiga kebijakan bagi yang terdampak Covid-19. Dua di antara tiga kebijakan ini terkait dukungan UKT dan dana bantuan UKT. Sedangkan kebijakan ketiga mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Kinerja.</span></p><p style="text-align: justify;">Nadiem Makarim, menjelaskan bahwa kebijakan ini telah melalui proses kajian dan koordinasi dengan berbagai pihak agar hasilkan kebijakan terbaik. Juga diharapkan sebagai upaya gotong-royong dan dukungan pemerintah terhadap seluruh insan dan satuan pendidikan yang terdampak pandemi.</p><p style="text-align: justify;">Kemendikbud, seperti yang tertulis dalam siaran pers bernomor 142/Sipres/A6/VI/2020, telah diatur sedemikian rupa mekanisme tiga kebijakan ini. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 Tahun 2020 telah diatur Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi. Peraturan ini bertujuan untuk meringankan biaya UKT terhadap mahasiswa yang alami kendala finansial selama pandemi. Ada empat arahan pada kebijakan pertama, seperti:</p><p style="text-align: justify;">1. UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi.</p><p style="text-align: justify;">2. Mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil SKS sama sekali (misal menunggu kelulusan).</p><p style="text-align: justify;">3. Pemimpin Perguruan Tinggi dapat memberi keringanan UKT atau memberlakukan UKT baru terhadap mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">4. Mahasiswa di masa akhir kuliah membayar paling tinggi 50% UKT jika mengambil kurang dari atau sama dengan 6 SKS:</p><p style="text-align: justify;">- Semester 9 bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan (S1, D4).</p><p style="text-align: justify;">- Semester 7 bagi mahasiswa program diploma tiga (D3).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Arahan kebijakan ini berdasarkan kesepakatan Majelis Rektor PTN (MRPTN) pada tanggal 22 April 2020,&rdquo; kata Nadiem mengutip siaran pers.</p><p style="text-align: justify;">Lewat kebijakan ini, diharap mahasiswa bisa mendapat berbagai manfaat, keberlanjutan kuliah tak terganggu dan hemat biaya saat fasilitas kampus dan layanan kampus tidak dinikmati. Selanjutnya, ada empat keringanan yang didapat mahasiswa atas kebijakan ini. Mahasiswa dapat mengajukan cicilan UKT bebas bunga, mengajukan penundaan UKT, mengajukan penurunan UKT, dan semua mahasiswa berhak ajukan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap para mahasiswa dapat berperan aktif dalam mencari pilihan keringanan yang telah diberikan oleh pemerintah,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan kedua, dana bantuan selama pandemi, diketahui dalam siaran pers tersebut terdapat penambahan jumlah penerima bantuan. Sebanyak 410.000 mahasiswa (utamanya PTS) di luar 467.000 mahasiswa yang menerima Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi dan KIP Kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Dana KIP Kuliah Reguler tahun 2020 tetap diberikan untuk 200.000 mahasiswa baru yang menjalankan semester 1 pada 2020. Adapun dana Bidikmisi tetap dilanjutkan bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di tahun 2020 dan tetap menjalankan program Afirmasi Pendidikan Tinggi dengan sasaran 267.000 mahasiswa. Ada tiga kriteria mahasiswa yang bisa menerima bantuan pandemi yakni kendala finansial, status beasiswa, dan jenjang kuliah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kebijakan Kampus Lain</strong></p><p style="text-align: justify;">Terdapat beberapa universitas yang sudah menjalankan kebijakan peringanan UKT kepada mahasiswa akibat Covid-19. Turut andil seperti, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Jember (Unej), dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).</p><p style="text-align: justify;">Melalui laman resmi <em>ugm.ac.id</em>, diberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan keringanan UKT. Mengutip laman tersebut, Permohonan keringanan pembayaran biaya perkuliahan diajukan kepada dekan fakultas sebelum masa pembayaran semester gasal tahun ajaran 2020/2021 berakhir. Syaratnya dengan menyertakan surat pernyataan penurunan kemampuan ekonomi akibat terdampak pandemi Covid-19, slip gaji atau surat keterangan penghasilan sebelum dan sesudah terdampak pandemi Covid-19, surat pemutusan hubungan kerja, atau bukti lainnya yang sah.</p><p style="text-align: justify;">Bentuk keringanan dapat berupa penurunan kelompok UKT bagi mahasiswa program diploma dan sarjana. Keringanan dengan persentase tertentu bagi mahasiswa program <em>International Undergraduate</em>, mahasiswa program profesi, dan mahasiswa program pascasarjana yang membayar UKT dengan dana sendiri (bukan penerima beasiswa/kerja sama).</p><p style="text-align: justify;">UGM juga membuka keringanan atau pengembalian UKT bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus yudisium sebelum tanggal 1 November 2020 dengan menyertakan surat keterangan lulus atau keputusan yudisium.</p><p style="text-align: justify;">Proses permohonan melalui Simaster UGM--kanal resmi memuat pangkalan data dan informasi mahasiswa. Melalui tiga tahapan, yaitu tahap pengajuan dari mahasiswa dimulai pada 18 Juni hingga 18 Agustus 2020, validasi oleh prodi atau departemen pada 18 Juni hingga 25 September 2020, hingga pada tahap akhir persetujuan oleh dekanat.</p><p style="text-align: justify;">Serupa dengan UGM, UNG juga sudah memberi edaran terkait dipensasi biaya pendidikan UKT semester ganjil ini. Mengutip <em>gopos.id</em>, UNG mengeluarkan 4 opsi keringanan pembayaran UKT di masa pandemi. Keringanan itu terdiri dari pengurangan, pembebasan sementara, hingga pembayaran secara angsur. Bahkan untuk mahasiswa studi akhir bisa mendapatkan diskon atau potongan.</p><p style="text-align: justify;">Kelompok mahasiswa yang mendapatkan prioritas keringanan adalah orang tua atau penanggung jawab biaya kuliah mahasiswa yang meninggal akibat terdampak Covid-19, dan mengalami penurunan atau bangkrut akibat Covid-19. Selain itu, pemotongan biaya pendidikan semester ganjil tahun ajar 2020/2021 bagi mahasiswa dalam proses penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi karena terkendala pandemi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan rincian, mahasiswa akhir studi mendapat potongan sesuai dengan proses penyelesaian tugas akhir. Misalnya, bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan ujian proposal mendapat potongan 30 persen, usai mengolah data mendapat potongan 40 persen. Bagi mahasiswa yang menuntaskan bimbingan dan sedang menunggu jadwal ujian komprehensif hingga batas waktu tanggal 31 Juli 2020 mendapat potongan 100 persen.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, berlaku juga sistem pembayaran secara angsuran untuk semua kelompok UKT bagi mereka yang belum dapat melunasi UKT akibat pandemi hingga batas waktu yang ditentukan. Dengan penyesuaian pembayaran maksimum sebanyak 3 kali.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, UPI memastikan tidak akan ada kenaikan UKT mahasiswa. Pihak kampus telah memberikan surat edaran kepada mahasiswa yang berisikan dua opsi pembayaran, opsi pertama yakni menyicil pembayaran UKT. Mahasiswa dapat membayar setengah atau seadanya dari UKT di bulan pertama dan melunasi sisanya di bulan kedua.</p><p style="text-align: justify;">Opsi kedua yang ditawarkan adalah pihak kampus akan memberikan keringanan bagi mahasiswa dengan membantu mahasiswa yang dianggap benar-benar tidak mampu. Mahasiswa yang mengajukan keringana UKT diwajibkan mengisi data dan diwawancara oleh pihak kampus terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut edaran yang tersebar, masa pendaftaran berlangsung pada 8-17 Juli 2020. Setelah itu mahasiswa yang mendaftarkan diri akan dihubungi oleh pihak kampus untuk menjalani wawancara daring. Wawancara tersebut juga melibatkan orang tua serta wali dari mahasiswa. Setelah dilakukannya wawancara maka hasilnya akan diklasifikasikan ke dalam dua kategori yakin dicicil atau diberikan bantuan oleh pihak kampus.</p><p style="text-align: justify;">Bergeser ke Unej, diketahui pihak birokrat akan merelaksasi pembayaran UKT bagi mahasiswa terdampak pandemi. Rektor Unej, Iwan Taruna menjelaskan perihal UKT saat audiensi dengan BEM dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM). Relaksasi tersebut berupa pergeseran kelompok UKT, mengangsur UKT, dan menunda UKT. Dengan memberi catatan bahwa kebijakan tersebut bersifat situasional. Apabila suasana sudah membaik, maka akan kembali seperti semula.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, terpantau Unmul belum menindaklanjuti kebijakan yang diluncurkan Kemendikbud tersebut, mengingat waktu pembayaran UKT yang kian dekat. Sedangkan,<span style="background-color: transparent;">&nbsp;tidak sedikit mahasiswa Unmul juga menjadi bagian yang terdampak Covid-19. Hingga berita ini diturunkan,&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Sketsa</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;masih berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.&nbsp;</span><strong style="background-color: transparent;"><em>(rst/hmm/ami/syl/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bekali Kemampuan Manajemen Keuangan dalam PusBI Talks Seri Keempat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/bekali-kemampuan-manajemen-keuangan-dalam-pusbi-talks-seri-keempat/baca </link>
<guid> bekali-kemampuan-manajemen-keuangan-dalam-pusbi-talks-seri-keempat </guid>
<pubDate> Fri, 26 Jun 2020 11:56:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PusBI seri 4 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/bekali-kemampuan-manajemen-keuangan-dalam-pusbi-talks-seri-keempat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WhtTKnE3VW.png" />
					</figure>
			                <h1>Bekali Kemampuan Manajemen Keuangan dalam PusBI Talks Seri Keempat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sebagai penutup rangkaian PusBI Talks, seri keempat hadir pada Sabtu (20/6) lalu melalui telekonferensi Zoom. Adapun diskusi kali ini mengangkat tema &apos;<em>How to Build Our Own Financial Planning 101</em>&apos; dan menghadirkan Yousef Alwini, seorang <em>financial advisor</em> dari Jouska Indonesia sebagai pembicara.</span></p><p style="text-align: justify;">Dipandu oleh Sri Susanti sebagai moderator, Yousef mengulas tentang manajemen keuangan khususnya untuk kaum muda. Ia membuka diskusi dengan menyampaikan pentingnya menentukan prioritas sebelum mengatur keuangan. Selain itu, dipaparkan pula contoh pencatatan pemasukan dana dan rencana pengeluarannya. Soal tabungan dan investasi pun disebutkan dalam pemaparan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkan olehnya, hal ini perlu dilakukan guna menyiapkan perencanaan masa depan sekaligus kiat mencapai <em>goals</em> para milenial. Hal ini sesuai dengan tujuan PusBI Talks diadakan, yaitu memberi bekal <em>soft skill&nbsp;</em>pada masyarakat umum dan mahasiswa khususnya <em>fresh graduate</em> sebelum memasuki dunia kerja.</p><p style="text-align: justify;">Usai pemaparan materi, diadakan sesi tanya jawab bagi peserta. Kemudian, seri keempat ini ditutup dengan kuis berhadiah. Peserta yang berhasil menjawab akan mendapatkan hadiah dari panitia.</p><p style="text-align: justify;">Meski PusBI Talks telah berakhir dengan 4 seri, penyelenggara berharap ilmu yang diberi oleh pemateri dapat diterapkan peserta dan manfaatnya dapat berlanjut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pastinya segala ilmu yang diberikan narasumber dapat diimplementasikan. Tidak hanya berhenti pada personal kita, tapi juga bisa dibagi kebermanfaatannya ke banyak orang&quot;, terang Nurul Hidayati, salah satu panitia penyelenggara Pusbi Talks, Selasa (23/6). <em><strong>(bip/yun/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lantunan Hasrat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/lantunan-hasrat/baca </link>
<guid> lantunan-hasrat </guid>
<pubDate> Sat, 27 Jun 2020 12:17:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/lantunan-hasrat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bF8wSzCrYs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lantunan Hasrat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Suatu hari, kita lumpuh, nyaman,</span><br></p><p style="text-align: justify;">lalu menikmati perjalanan yang panjang dan berkesan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku berbagi pesan pada seluruh darah di tubuhku, mereka kesepian.</p><p style="text-align: justify;">Memimpikan masa depan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku menduga-duga apa yang akan terjadi,</p><p style="text-align: justify;">akankah aku yang jadi pemenangnya,</p><p style="text-align: justify;">ataukah dirimu, yang menutup ruang-ruang ratap?</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Hingga kita sampai di titik tertinggi,</p><p style="text-align: justify;">inilah kesimpulanku.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kau remaja tangguh yang membuat rahimku geli,</p><p style="text-align: justify;">sejenak ketika mati di dasar lautan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Tanpa jawaban.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Lebih Memilih Luring, Wisuda Unmul Ditunda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-lebih-memilih-luring-wisuda-unmul-ditunda/baca </link>
<guid> mahasiswa-lebih-memilih-luring-wisuda-unmul-ditunda </guid>
<pubDate> Sun, 28 Jun 2020 11:55:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penundaan Wisuda Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-lebih-memilih-luring-wisuda-unmul-ditunda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QZaGZ1ZKLu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Lebih Memilih Luring, Wisuda Unmul Ditunda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Wisuda menjadi seremonial terakhir yang menandakan seorang mahasiswa telah berhasil melewati masa studinya. Pada momen tersebut pula secara resmi mereka menerima gelar sesuai dengan jurusan yang dipilih. Tak jarang wisuda juga menjadi ajang yang dihadiri oleh para sanak saudara dan disambut dengan sukacita.</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, agaknya tahun ini pelaksaan wisuda terhambat dan akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi yang tengah melanda Indonesia membuat beberapa kampus lebih memilih mengadakan wisuda daring. Bahkan, salah satu universitas di Jepang juga menggelar wisuda daring dengan bantuan robot.</p><p style="text-align: justify;">Unmul yang setiap tahun mengadakan wisuda sebanyak empat gelombang ini, akhirnya mengambil langkah. Diawali dengan penyebaran survei pelaksanaan wisuda melalui portal Sistem Informasi Akademik (SIA). Hasilnya menunjukkan bahwa para calon wisudawan Unmul lebih banyak tidak setuju jika wisuda dilaksanakan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Survei ini dilaksanakan selama dua minggu dan diinisiasi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Unmul, Mustofa Agung Sardjono. Dikatakan Mustofa, jika pada September nanti Covid-19 mereda, maka Unmul akan mengkaji kembali pelaksanaan wisuda secara luring. Namun, sebaliknya jika pandemi belum mereda, survei kedua akan dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nah, itu nanti kami akan buat survei lagi. Saya kira itu yang paling sesuai karena kami mengambil keputusan yang objektif dan <em>fair</em>. Perasaan saya kalau sampai September tidak bisa berlangsung lagi rasanya peminat untuk (wisuda) <em>online</em> akan meningkat,&quot; ujar Mustofa saat ditemui <em>Sketsa</em> di ruangannya, Selasa (9/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah pendaftar wisuda tahun ini pun menurun drastis, karena jumlah yang disebutkan Mustofa saat itu masih berkisar ratusan orang. Hal ini pun membuktikan jika mahasiswa masih mengharapkan adanya wisuda di Gor 27 September seperti biasanya.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, wacana wisuda daring telah terpikirkan sejak akan dilaksanakannya wisuda gelombang pertama, yaitu Maret lalu. Keseriusan Unmul ingin melaksanakan wisuda daring bukan angan belaka, bahkan Unmul telah menentukan tanggal pelaksanaan dan sudah berkoordinasi dengan pihak yang akan mendukung sistem wisuda daring ini, namun urung dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Keinginan Unmul untuk segera melaksanakan wisuda adalah agar para calon wisudawan segera memporeh haknya yaitu ijazah asli. Terlebih untuk mahasiswa angkatan atas dikhawatirkan mereka tidak akan memperoleh ijazah karena telah melewati batas akhir masa studinya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami ingin agar para mahasiswa segera memperoleh ijazah asli mereka, apalagi jika mereka yang sangat membutuhkan ijazah tersebut. Semoga wisuda dapat segera terlaksana,&quot; tutupnya. <strong><em>(sii/fzn/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kawal Nasib UKT, Jarvo Mulawarman Audiensi dengan Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawal-nasib-ukt-jarvo-mulawarman-audiensi-dengan-rektor/baca </link>
<guid> kawal-nasib-ukt-jarvo-mulawarman-audiensi-dengan-rektor </guid>
<pubDate> Tue, 30 Jun 2020 11:33:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Audiensi Perihal UKT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawal-nasib-ukt-jarvo-mulawarman-audiensi-dengan-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xiBdPzGSeR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kawal Nasib UKT, Jarvo Mulawarman Audiensi dengan Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah siaran pers dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu terbit, kini berbagai universitas di Indonesia turut mengeluarkan edaran guna merespons nasib Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa yang terdampak Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;">Melihat Unmul yang belum menerbitkan kebijakan terkait kejelasan UKT kala itu, Jaringan Advokasi (Jarvo) Mulawarman turun untuk melaksanakan konsolidasi. Adapun pembahasan bersama perwakilan seluruh fakultas pada Minggu (21/6) lalu ini menghasilkan 3 tuntutan:</p><p style="text-align: justify;">1. Meminta Rektor Unmul menindaklanjuti Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;">2. Memaksimalkan subsidi kepada mahasiswa sampai akhir semester ganjil.</p><p style="text-align: justify;">3. Menuntut Rektor untuk memperbaharui manual prosedur peninjauan ulang UKT sesuai dengan Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;">Tidak terbatas pada konsolidasi, muncul pula beberapa aksi di media sosial seperti meme dan video yang menyuarakan nasib UKT semester ini. Tak luput pemasangan spanduk di beberapa titik Unmul untuk mengawal permasalahan UKT.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari akun Instagram <em>@bemkmunmul</em> pada Kamis (25/6), terdapat unggahan kronologi terkait penolakan audiensi dari pihak birokrasi. Dijelaskan bahwa mulai dari 22 Juni lalu, Jarvo Unmul telah mengirimkan surat permohonan audiensi untuk membahas tindak lanjut Unmul terkait Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada konfirmasi maupun jawaban, mahasiswa kembali menunggu keesokan harinya. Mahasiswa kemudian disarankan untuk melakukan audiensi lewat video <em>conference</em>. Setelah itu, birokrat meminta perwakilan mahasiswa menjelaskan permohonan audiensi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan jadwal pas surat yang diberikan kepada birokrat, maka audiensi seharusnya dilakukan pada Rabu (24/6). Tak kunjung mendapat kepastian, audiensi kembali diundur keesokan harinya meski belum dipastikan kapan waktu dan pelaksanaan audiensi akan terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">Dianggap mengkhianati janji yang telah disepakati, maka pada Kamis (25/6) mahasiswa yang tergabung dalam Jarvo turun ke gedung Rektorat untuk memastikan kelanjutan audiensi. Singkatnya, BEM fakultas diberi kesempatan untuk menyampaikan orasinya. Perwakilan dari jajaran rektorat yang diwakili oleh Encik Akhmad Syaifudin menyampaikan bahwa Jumat (26/6) pukul 09.30 Wita akan dilakukan audiensi bersama Rektor yang bertempat di Aula Serbaguna Rektorat di lantai 3.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jawaban Rektor</strong></p><p style="text-align: justify;">Dinamika audiensi akhirnya dijawab langsung oleh Masjaya selaku Rektor Unmul sebagai kejelasan untuk UKT mahasiswa semester ini. Menghasilkan jawaban-jawaban, baik dari upaya Unmul atas tindak lanjut Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 hingga pemaksimalan subsidi kuota untuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai upaya Unmul dalam menindaklanjuti regulasi yang diatur pada Permendikbud, dijelaskan bahwa Komponen UKT yang berasal dari Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dituangkan dalam <em>range</em> golongan yang sudah disesuaikan dengan nilai minimal BKT dan disusun cukup strategis bagi kebutuhan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 Ayat 20 telah tertuang bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kondisi pandemi Covid-19, tentunya fasilitas kampus tidak diperoleh dan penggunaannya juga tidak maksimal oleh mahasiswa. Sehingga relaksasi terkait kondisi yang ada diperlukan penyesuaian. Disampaikan pula, Unmul akan menerapkan semua arahan dari Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020. Masjaya kembali menekankan bahwa arahan Permendikbud ini sesuai dengan siaran pers beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">Jenis keringanan bagi mahasiswa sesuai Permendikbud yakni cicilan, penundaan dan penurunan UKT. Ketiga hal tersebut akan dibuatkan aturan dan edaran secara tertulis oleh rektor kepada seluruh dekan fakultas. Ini akan berjalan dengan penyamarataan tindak lanjut aturan di setiap fakultas pada lingkup Unmul, serta adanya jaminan dari Masjaya selaku Rektor Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Formulasi untuk syarat pengurusan akan diedarkan sebelum waktu pembayaran UKT berlangsung (diharapkan pemberkasan diketahui dan ditandatangani oleh orang tua/wali mahasiswa bersangkutan),&quot; papar Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab terkait manual prosedur peninjauan ulang UKT kala pandemi, dijelaskan prosedur peninjauan ulang UKT Unmul yang sifatnya kaku akan diperbaharui dengan penyesuaian aturan Permendikbud Nomor 25 tahun 2020. Ini kemudian akan diterbitkan dan diteruskan ke seluruh dekan fakultas, dengan jaminan dari rektor dalam pelaksanaannya di tiap Fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Manual prosedur peninjauan ulang UKT akan diterbitkan sebelum jadwal pembayaran UKT dengan ketentuan dan syarat dalam pengurusannya. Bagi mahasiswa yang terkena bencana alam, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tidak mampu membayar UKT akan dibantu dan diberikan kelonggaran.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya juga kembali membahas terkait permasalahan distribusi subsidi kuota. Pada gelombang distribusi pertama, diminta untuk menindaklanjuti data mahasiswa yang mengalami keluhan lalu dihimpun oleh tiap fakultas untuk kemudian data nama mahasiswa yang bermasalah terkait distribusi disetorkan melalui pihak UPT TIK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa di luar daerah diharapkan memaksimalkan pendataan dan pemenuhan kondisi kartu <em>provider</em> internet yang bekerja sama dengan Unmul (Telkomsel dan Indosat) atau tindak lanjut penyalurannya bisa dibantu oleh BEM Fakultas masing-masing,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, belum ada edaran secara tertulis dari Kemendikbud mengenai keberlanjutan perkuliahan daring pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pemenuhan kuota oleh Unmul pun hingga saat ini hanya sebatas pada bulan Mei dan Juni 2020, sesuai kontrak dengan <em>provider</em>.</p><p style="text-align: justify;">Untuk pemenuhan selanjutnya, akan ditindaklanjuti setelah arahan Kemendikbud perihal kuliah daring disampaikan secara tertulis kepada seluruh Perguruan Tinggi Negeri.</p><p style="text-align: justify;">Apabila perkuliahan tetap dilaksanakan secara daring hingga akhir tahun 2020, maka Unmul berkomitmen memberikan subsidi kuota mahasiswa hingga akhir tahun 2020 sebesar 10 GB per bulan secara penuh. Ini juga didasari dengan kebutuhan kuota mahasiswa dalam proses pembelajaran daring yang begitu memakan dana.</p><p style="text-align: justify;">Seruan untuk mengawal audiensi lewat Instagram <em>live</em> ini telah disampaikan pula dalam unggahan BEM KM. Sketsa kemudian mewawancarai Presiden BEM KM, Kardiono Cipta terkait audiensi ini.</p><p style="text-align: justify;">Dion menuturkan bahwa audiensi ini dihadiri oleh BEM KM dan BEM fakultas yang tergabung dalam Jarvo.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan semakin dekatnya pembayaran UKT, ia menjelaskan bahwa Jarvo akan tetap mengawal pernyataan rektor terkait regulasi yang akan diterbitkan sebelum memasuki tanggal pembayaran UKT semester ganjil.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jarvo akan tetap mengawal itu, memastikan aturan keluar sebelum tanggal 2 Juli,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Peringanan UKT ini ditujukan untuk mahasiswa semester akhir dan mahasiswa yang terdampak pandemi. Hal terpenting yang akan dikawal adalah soal kriteria pembebasan sementara UKT, pengurangan UKT, penurunan kelompok UKT dan pembayaran UKT secara mengangsur atau penundaan.</p><p style="text-align: justify;">Dion menegaskan, dengan dikawalnya audiensi ini diharapkan dapat memberikan hasil bagi mahasiswa. &quot;Adanya sebuah aturan yang memang mencerminkan keadilan bagi mahasiswa sebagaimana yang telah kawan-kawan Jarvo perjuangkan,&quot; tutupnya.<em><strong>&nbsp;(rst/syl/hmm/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MU-EPT Online, Solusi Selama Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mu-ept-online-solusi-selama-pandemi/baca </link>
<guid> mu-ept-online-solusi-selama-pandemi </guid>
<pubDate> Thu, 02 Jul 2020 11:59:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar MUEPT online. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mu-ept-online-solusi-selama-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T8KJ0vUHQr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>MU-EPT Online, Solusi Selama Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebagai salah satu persyaratan kelulusan, <em>Mulawarman Univesity English Proficiency Test</em> (MU-EPT) hadir sebagai pengganti <em>Test of English as a Foreign Language&nbsp;</em>(TOEFL) bagi mahasiswa Unmul. Meski pandemi masih berlangsung, hal ini tak menghentikan pelaksanaan MU-EPT. Berlangsung secara <em>online</em>, pilihan ini dibuat agar mahasiswa yang ingin melakukan pendadaran tidak tertunda.</span></p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Noor Rachmawaty mewakili Kepala UPT. Balai Bahasa Unmul menyebutkan bahwa pelaksanaan MU-EPT secara <em>online</em> adalah arahan dari Wakil Rektor I Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono untuk membantu mahasiswa untuk tetap lulus tepat waktu. Apabila MU-EPT ditunda, maka seluruh masa studi mahasiswa akan lebih lama sehingga waktu untuk lulus tepat waktu akan ikut terundur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Agar pelayanan tetap berjalan, kita melaksanakan MU-EPT secara <em>online</em> karena menyesuaikan kondisi saat ini. Karena tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara <em>paper</em>&nbsp;<em>based test</em> karena harus mengumpulkan orang. Tindakan ini juga sebagai upaya patuh peraturan pemerintah tapi tetap menjalankan program kerja yang ada,&rdquo; paparnya, Selasa (19/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun persyaratan pelaksanaan MU-EPT <em>online</em> bagi peserta, yakni harus memiliki surat keterangan akan melaksanakan pendadaran dari akademik&mdash;bagi yang ingin pendadaran&mdash;foto surat keterangan lulus bagi calon wisudawan, dan sudah melakukan pembayaran <em>online</em> di bank. Untuk melakukan pembayaran, mahasiswa dapat mendaftar terlebih dahulu di <em>website</em> UPT Balai Bahasa, maka mahasiswa akan mendapatkan nomor <em>billing</em> untuk pembayaran.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, mahasiswa diharapkan telah membuat akun di aplikasi Geschool. Aplikasi berbasis web ini memiliki kemiripan dengan <em>Mulawarman Online Learning System</em> (MOLS) dengan fitur-fitur yang berbeda. Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendaftaran dan pembayaran, dapat menghubungi narahubung melalui WhatsApp untuk melakukan validasi dan menetapkan jadwal. Pada tahap ini, mahasiswa akan dimasukkan dalam grup Whatsapp dan kemudian mendapatkan pembagian jadwal hingga pembimbingan terkait pelaksanaan MU-EPT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diadakan <em>tryout</em> di internet. Lebih kepada uji coba terhadap mekanisme atau pelaksanaan teknis dari MU-EPT dengan <em>tryout</em> teknis,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun beberapa kendala seperti salah validasi dan perangkat <em>online</em> yang tidak memadai serta masalah jaringan menjadi hal-hal yang perlu diperhatikan mahasiswa saat ingin mengikuti MU-EPT. Selain itu, ia menyarankan agar mahasiswa mempersiapkan diri untuk tes sehari sebelum pelaksanaan agar tidak mengalami kepanikan dan mengantisipasi kendala jaringan dan perangkat selama ujian berlangsung..</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, mahasiswa yang mengalami kendala, selama sebelum mengerjakan soal ujian mereka bisa diundur,&rdquo; jelas Noor.</p><p style="text-align: justify;">Parameter keberhasilan MU-EPT <em>online</em> ini juga tidak luput dari kejujuran mahasiswa dalam mengerjakan tes. Sejauh ini, UPT. Balai Bahasa Unmul hanya melakukan pengawasan melalui <em>controller</em> yang dapat mengontrol berapa soal yang telah dijawab oleh mahasiswa. &ldquo;Dari pihak Balai Bahasa mengharapka kejujuran mahasiswa pada pengerjaan MU-EPT <em>online</em> ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil ujian MU-EPT yang dilaksanakan sebelumnya, terdapat 30 persen peserta yang tidak lulus. Noor menganggap bahwa hal ini wajar dan mahasiswa terbilang jujur dalam menjawab tes yang disuguhkan. Kini, pihak Balai Bahasa telah menambahkan sistem baru untuk mengawasi jalannya ujian, yakni menggunakan media telekonferensi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada perubahan di mekanisme pelaksanaan MU-EPT <em>online</em>. saat ini sudah ditambahkan dengan penggunaan Zoom,&rdquo; tambah Noor, saat kembali dihubungi <em>Sketsa</em> (30/6).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Peserta MU-EPT Online</strong></p><p style="text-align: justify;">Herman Mansa, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 2014 ini aadalah salah satu peserta MU-EPT <em>online</em>. Sebelumnya, ia mendengar bahwa tes TOEFL akan ditunda sementara waktu, sehingga ia akan terlambat dalam mengurus pendadaran. Atas masukan dari teman-temannya, Herman kemudian mencoba untuk mengikuti MU-EPT. Diakuinya, pada awalnya ia tak mengetahui adanya MU-EPT yang dilaksanakan oleh UPT. Balai Bahasa dan sempat bingung dengan prosesnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya bingung bagaimana tes <em>online</em> MU-EPT. Kukira TOEFL itu sama seperti MU-EPT, ternyata bisa menjadi berkas untuk pendadaran. Jadi langsung saya tanya bagaimana cara mengurusnya,&rdquo; jelasnya, Rabu (17/6).</p><p style="text-align: justify;">Menggunakan sistem tes secara daring, Herman menyebut bahwa pelaksanaan tes cukup mudah dan tidak memakan banyak waktu meski harus melewati beberapa prosedur yang telah ditetapkan. Seperti membuat akun Geschool kemudian membayar tes untuk proses registrasi, dan masuk dalam grup khusus MU-EPT. Adapun perangkat seperti ponsel dan laptop menjadi pilihan ketika akan melakukan tes. Meski begitu, tak sedikit kendala yang dialami saat tes berlangsung, terlebih bagi mereka yang menggunakan ponsel.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kasihan untuk teman-teman yang tesnya menggunakan HP dan terkendala jaringan. Karena MU-EPT ini butuh spesifikasi tertentu gitu. Untuk <em>device</em> yang harus Windows 10 lah, harus ini. Kan tidak semua teman-teman dapat memenuhi spesifikasi atau <em>device</em> yang sudah ditentukan,&rdquo; jelas Herman.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan Herman, Rizka Melda Sari mahasiswa FIB 2015 awalnya juga mencari informasi tentang tes TOEFL. Namun, ia hanya menemukan pendaftaran MU-EPT <em>online</em>, sehingga Rizka memutuskan untuk mendaftar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi awal mulanya tuh saya dikasih tahu teman kalau ternyata ada TOEFL <em>online</em>. setelah saya cari tahu, adanya cuma MU-EPT <em>online</em> aja, TOEFL-nya belum dibuka,&rdquo; papar Rizka, Kamis (18/6).</p><p style="text-align: justify;">Bagi Rizka, pelaksanaan MU-EPT yang dilakukan secara daring membantunya untuk tetap berada di rumah sebab pandemi masih berlangsung. Sayangnya, ia yang mengikuti tes menggunakan ponsel, seringkali mengalami kendala pada laman tes yang sedang dikerjakan. Ini membuatnya sering terkeluar dari aplikasi sementara waktu tes masih tetap berjalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi ini kayak kebuang waktunya gitu buat masuk lagi ke aplikasi terus ngejar lagi untuk ngisi soal yang tertinggal,&rdquo; kenangnya. <strong><em>(fir/len/rkn/yan/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Serbu Rektorat, Masjaya: Jaga Jarak, Jauh-jauh! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-serbu-rektorat-masjaya-jaga-jarak-jauh-jauh/baca </link>
<guid> mahasiswa-serbu-rektorat-masjaya-jaga-jarak-jauh-jauh </guid>
<pubDate> Wed, 08 Jul 2020 00:52:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa serbu rektorat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-serbu-rektorat-masjaya-jaga-jarak-jauh-jauh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C8uiJr1AdB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Serbu Rektorat, Masjaya: Jaga Jarak, Jauh-jauh!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Iring-iringan massa aksi Tolak SK Rektor dengan mantap menuju Rektorat Unmul, Selasa (7/7) pagi. Sebelumnya, massa yang tergabung dalam Aliansi Jarvo Mulawarman ini berkumpul di halaman Auditorium Unmul. Lengkap dengan almamater dan pengeras suara, peserta aksi juga bawa spanduk yang bertuliskan tuntutan aksi.</span></p><p style="text-align: justify;">Jalannya aksi diisi dengan penyampaian orasi dari perwakilan BEM fakultas. Gubernur BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Muhammad Bima jadi salah satu yang menyampaikan orasi. Mereka menuntut agar bisa bertemu dengan Rektor Unmul, Masjaya untuk meminta penjelasan. Sebab kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan tuntutan saat audiensi beberapa saat yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini FKIP Unmul memiliki kurang lebih 7000 mahasiswa dan hari ini begitu banyak yang mengeluh terkait UKT,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">1.Memperbaharui Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 910/KU/2020 yang cacat.</p><p style="text-align: justify;">2.Mengeluarkan manual prosedur keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang jelas berdasarkan Permendikbud Nnomor 25 Tahun 2000.</p><p style="text-align: justify;">3.Mengeluarkan peraturan tentang validasi mahasiswa Bidikmisi semester 9.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan tersebut dilayangkan karena terdapat beberapa kecacatan dalam SK yang dikeluarkan rektor Unmul. Seperti permasalahan beban Satuan Kredit Semester (SKS) yang harus dipenuhi pada diktum kedua SK, yakni kurang lebih 6 SKS. Sedangkan di beberapa fakultas dan prodi ada yang SKS skripsinya melebihi ketentuan. Terdapat 9 poin kecacatan yang ditemukan, sehingga massa sepakat untuk menolak SK rektor tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya yang tak kunjung turun membuat massa aksi mengancam akan memaksa masuk jika tidak bisa bertemu dengan orang nomor satu di Unmul itu. Hingga pada pukul 10.44 Wita, saat peserta aksi mulai bergerak masuk ke dalam Rektorat, Masjaya kemudian turun untuk temui peserta aksi. Hadir pula seluruh wakil rektor, beberapa dekan, wakil dekan, dan staf rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita kan sekarang lagi menjaga kesehatan, <em>sorry</em> ya. Suara saya keras insyaallah dengar semua,&rdquo; jawabnya menolak menggunakan pengeras suara yang digunakan massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Mengenakan kemeja putih dan masker berwana gelap dengan bordiran kuning bertulisakan Unmul, Masjaya menyebutkan jika sebelumnya dalam pertemuan dengan aliansi sudah ada kesepakatan. Sehingga aksi tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan jika SK telah dipahami maknanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menegaskan tidak akan pernah melanggar peraturan dari kementerian. Bahkan, Masjaya menjamin jika SK yang telah ditandatanganinya tersebut harus dilaksanakan oleh dekan. Jika nanti ada yang melanggar dan tidak sesuai aturan, dia meminta mahasiswa melaporkan dekan yang bersangkutan kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah sudah diverifikasi? Verifikasi dulu, belum ada buktinya kok. Silakan verifikasi dulu, kalau ditolak sampaikan ke saya, jika melanggar peraturan rektor sampaikan ke saya, selasai,&rdquo; kata Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal kecacatan yang dimaksud peserta aksi, dia mengaku belum paham letak kecacatan tersebut. Padahal menurutnya SK yang dikeluarkan sudah sangat jelas mulai dari mekanisme pengajuan hingga adanya lampiran yang dinilai sudah sangat lengkap, sehingga tidak menimbulkan perbedaan tafsir di fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tolong datang aja di fakultas, semua dekan itu sudah paham apa yang tertuang di SK tersebut. Makanya saya terkaget, kalau menolak SK rektor, logika berpikirnya kembali ke yang lama, kan begitu. Saya ini termasuk yang disumpahi kalau mau jujur, banyak dekan yang marah ke saya karena terlalu longgar saya memberikan perhatian ke anak-anakku sekalian,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkan Masjaya, saat ini Unmul tengah dalam situasi yang cukup sulit dengan dikeluarkannya Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020, di mana tingkat penerimaan Unmul diperkirakan turun sebesar 50 persen. Hal ini kemudian yang membuat rektorat harus berpikir keras agar pelayanan tetap sama namun dengan dana yang terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Poin-poin kecacatan yang dibawa peserta aksi kemudian ditanggapi oleh Masjaya, salah satunya terkait pembebasan sementara UKT. Menurut peserta aksi persyaratan yang tertulis justru serupa dengan penundaan UKT. Masjaya lalu menjelaskan alasan pendekatan yang digunakan adalah pembebasan sementara, namun turunannya berupa penundaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau fakultas mengatakan si A itu bebas semester yang bersangkutan, itu bebas (UKT), catat ini! Karena kita tidak tahu sebetulnya siapa yang dibebaskan, apa perlu kita bebaskan semua? Tidak mungkin kan!&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, pembebasan sementara UKT perlu dipahami sebagai prosedur pengajuan mahasiswa ke fakultas. Dalam prosesnya di fakultas jika diketahui orang tua mahasiswa tersebut terdampak Covid-19 hingga bangkrut dan tidak memiliki penghasilan atau dengan kata lain seluruh data yang diberikan benar, maka tidak perlu membayar UKT untuk semester ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini semester Covid-19, bukan untuk berikutnya. Jadi kalau dia tidak benar datanya tidak mungkin dibebaskan, makanya ada penundaan. Penundaan ini sebelum verifikasi, jadi kalau sudah verifikasi ada beberapa alternatif, ada yang bebas, mencicil, tertunda,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dialog sempat diwarnai perdebatan antara mahasiswa dan Masjaya. Beberapa kali Masjaya memanggil dekan yang hadir saat itu untuk mengonfirmasi tuntutan mahasiswa. Seperti pembebasan UKT untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang menurut tafsir massa terganjal syarat harus sudah seminar hasil. Hal tersebut langsung dijawab Dekan FK, Ika Fikriah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk FK yang belum seminar hasil tapi sudah punya tanggal (seminar hasil) itu bebas.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Di tengah jalannya aksi, Masjaya kembali mengingatkan mahasiswa untuk menjaga jarak aman untuk meminimalisir risiko penyebaran Covid-19. &ldquo;Tolong dijaga jarak, jangan sampai nanti kalau diperiksa mau positif (Covid-19) enggak? Jauh-jauhlah tolong, jarak jarak jarak jarak jarak,&rdquo; sebut Masjaya disambut riuh massa aksi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ancaman Bagi yang Nakal</strong></p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor II Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan yakni Abdunnur kemudian bersuara dan menyebutkan jika nantinya mahasiswa akan mengajukan berkas secara daring melalui sistem aplikasi yang akan disediakan di <em>website</em> Unmul sesuai dengan jenis permohonan masing-masing. Namun, hal tersebut masih akan dirapatkan dengan dekan, wakil dekan II, dan operator aplikasi (7/7).</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, dalam aplikasi tersebut akan tertera juga prosedur yang lengkap karena mahasiswa akan mengunggah masing-masing berkas permohonannya. Setelah itu akan melalui serangkaian proses verifikasi di fakultas hingga akhirnya ditetapkan oleh rektor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebetulnya bukan tergantung verifikasi tim di fakultas, se-validitas apa dokumen yang kalian <em>upload</em>. Jangan sampai ada yang enggak benar, karena di situ juga di diktum kelima rektor bahkan tidak menurunkan atau membebaskan, bahkan menaikkan kalau yang tidak benar,&rdquo; jelas Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Dia kemudian meminta BEM di setiap fakultas untuk turut mengawal proses tersebut, terlebih untuk menghindari oknum-oknum yang ingin berbuat curang dengan memalsukan data-datanya. Jika dalam tahap verifikasi berkas, rektorat menemukan data yang janggal maka rektor berhak menaikkan besaran UKT mahasiswa yang bersangkutan sebagai bentuk konsekuensi pemalsuan yang dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sepakat tidak ada kenaikan (UKT), kecuali yang nakal,&rdquo; Masjaya menimpali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yaaa,&rdquo; balas peserta aksi. <em><strong>(wil/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tuntutan Inovasi KKN-KLB 46 di Tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tuntutan-inovasi-kkn-klb-46-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> tuntutan-inovasi-kkn-klb-46-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Fri, 10 Jul 2020 11:42:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KKN KLB 2020 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tuntutan-inovasi-kkn-klb-46-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SHGsWKn3ta.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tuntutan Inovasi KKN-KLB 46 di Tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kuliah Kerja Nyata (KKN) 46 telah melewati rangkaian Pelepasan Rabu (8/7) lalu. Karena berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pelepasan digelar secara daring namun diharap tidak menghilangkan esensinya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pelepasan yang dilaksanakan di Ruang Heart of Borneo, Lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim ini disaksikan lewat tayangan di Unmul TV. Acara tahunan pengabdian mahasiswa ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Moh Jauhar Efendi yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur saat itu. Dari pihak Unmul sendiri dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara diawali dengan doa, lalu serah terima mahasiswa KKN-KLB oleh Mustofa Agung yang ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyerahan tanda peserta KKN kepada mahasiswa. Pelepasan ini juga disaksikan jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) serta civitas academica Unmul, dan diikuti secara virtual oleh dosen atau pendamping lapangan, kepala desa/lurah lokasi KKN KLB 2020.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan oleh Mustofa Agung dalam sambutannya, sejak Maret pandemi masuk ke Indonesia LP2M menyadari dan bekerja keras untuk mendesain model KKN yang memungkinkan untuk dilaksanakan di tahun 2020 ini. Pertimbangan utamanya agar KKN ini tidak menjadi kendala kelulusan mahasiswa. Ia bersyukur dengan upaya maksimal tim LP2M hingga akhirnya dapat dibuat KKN daring yang disebut sebagai KKN KLB. Meskipun tidak merasakan kondisi riil di lapangan seperti KKN pada umumnya, ia menuturkan semoga pelaksanaan KKN ini tak menghilangkan ruh meskipun pelaksanaan kali ini terdapat ketidaksempurnaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di samping itu kita sangat berharap agar model KKN KLB ini tetap memberi manfaat optimal,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Disebutkan bahwa peserta KKN KLB sebanyak 2.489 mahasiswa tersebar di 79 kecamatan terbagi pada 174 kelurahan dan 282 desa di sepuluh kabupaten dan kota se-Kaltim. Apabila ada hal yang sangat dibutuhkan, tentu harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Mustofa mengimbau agar mahasiswa kreatif dalam menjalankan KKN agar dapat berjalan dengan lancar. Juga untuk pendamping lapangan agar dapat mendampingi peserta KKN dengan serius.</p><p style="text-align: justify;">Jauhar mengungkapkan, Pemprov Kaltim sangat mendukung kegiatan rutin setiap tahun oleh Unmul dalam upaya menambah wawasan sekaligus mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan selama perkuliahan. Sebagai model KKN yang berbeda pertama kali, Jauhar menegaskan agar <em>output-</em>nya harus jelas dalam bentuk laporan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya juga berharap pendamping lapangan membantu memberikan data-data yang diperlukan adik-adik mahasiswa, sehingga bisa dilakukan analisis terhadap permasalahan yang barangkali bisa ditindaklanjuti untuk memecahkan persoalan,&quot; paparnya dalam sambutan itu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pertanyaan beberapa mahasiswa mengenai kehadiran peserta KKN di lapangan, ia menyampaikan hal tersebut seizin pihak Unmul agar tidak menambah klaster KKN yang kaitannya dengan Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah kondisi seperti ini, mahasiswa dituntut untuk berinovasi. Contohnya, aplikasi sederhana untuk mendorong bagaimana mengembangkan usaha milik desa. Tim atau kelompok KKN nantinya harus sering berdiskusi untuk memberikan sumbangsih apa yang dapat diberikan pada desa atau kelurahan.</p><p style="text-align: justify;">Disela sambutannya, Jauhar juga menjelaskan bahwa indeks desa membangun Kaltim berada pada peringkat yang lebih baik dari tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kerja sama yang baik ini kita harapkan terus berlangsung. Dan semoga semuanya dalam keadaan sehat,&quot; tutupnya. <em><strong>(rst/len/sii/zar/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebijakan Skripsi Sasindo: Bentuk Apresiasi dan Cinta Sastra Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebijakan-skripsi-sasindo-bentuk-apresiasi-dan-cinta-sastra-indonesia/baca </link>
<guid> kebijakan-skripsi-sasindo-bentuk-apresiasi-dan-cinta-sastra-indonesia </guid>
<pubDate> Sat, 11 Jul 2020 11:08:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebijakan skripsi dari prodi Sastra Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebijakan-skripsi-sasindo-bentuk-apresiasi-dan-cinta-sastra-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zzip4JgTRJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebijakan Skripsi Sasindo: Bentuk Apresiasi dan Cinta Sastra Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> &ndash; Belum lama ini, Prodi Sastra Indonesia (Sasindo), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul mengeluarkan kebijakan baru untuk mahasiswa semester akhir yang akan menggarap skripsi. Sebelumnya terdapat beberapa mahasiswa yang mengambil karya nonsastra Indonesia berupa karya terjemahan sebagai objek penelitian skripsi.</span></p><p style="text-align: justify;">Namun saat ini, prodi telah memutuskan tidak boleh lagi adanya objek kajian nonsastra Indonesia pada skripsi mahasiswa Sastra Indonesia. Dihubungi <em>Sketsa</em> melalui <em>Whatsapp</em>, Ketua Prodi Sastra Indonesia, Dahri Dahlan bagikan perihal kebijakan baru ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu memang prodi masih bimbang, karena ada yang bilang boleh ada yang tidak,&rdquo; ungkapnya, Rabu (1/7).</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan tersebut diartikan bahwa mahasiswa tidak diperbolehkan lagi menggunakan karya dari luar negeri, termasuk terjemahan sebagai objek kajian skripsi. Sehingga objek kajian skripsi yang menjadi fokus penelitian hanyalah karya-karya sastra dari Indonesia saja.</p><p style="text-align: justify;">Dahri menambahkan dengan adanya kebijakan tersebut merupakan perwujudan dari eksistensi Prodi Sastra Indonesia itu sendiri. Menurutnya ini akan menjadi ciri Sastra Indonesia dan yang akan membedakan dengan kajian Prodi Sastra Inggris.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya nama prodinya saja Sastra Indonesia. Kalau anak Sastra Indonesia boleh mengkaji Sastra Inggris, tidak ada bedanya dengan anak Sastra Inggris,&rdquo; jelas Dahri.</p><p style="text-align: justify;">Selain dari bentuk eksistensi prodi, dengan adanya kebijakan ini dia berharap arah perkembangan riset akan semakin jelas dan mahasiswa semakin memahami dan mencintai sastra Indonesia. Sehingga akan semakin banyak lagi kajian-kajian sastra Indonesia ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Satu suara dengan kebijakan prodi, mahasiswa Sastra Indonesia menyambut baik kebijakan tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Marisda, mahasiswi angkatan 2017, menurutnya dengan kebijakan baru ini akan meningkatkan kesusastraan Indonesia dan menjaga karya-karya sastra maupun budaya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Melalui ini pengarang akan lebih merasa antusias mencitpakan karya baru,&quot; sebutnya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Marisda, Galuh Candra Pratama mahasiswa angakatan 2018 ini juga setuju terhadap kebijakan baru dari prodi ini. Menurutnya kebijakan ini bisa mencegah terjadinya tindakan plagiarisme, yang tak jarang dilakukan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena banyak sekali hasil penelitian karya sastra dalam bahasa asing yang bisa saja dimanipulasi dengan cara memplagiatnya dan menerjemahkanya ke dalam bahasa Indonesia,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Galuh kebijakan ini tentu sangat baik. Karena melalui kebijakan baru ini mahasiswa Sastra Indonesia bisa lebih mengenal dan mengapresiasi karya-karya anak bangsa dari dalam negeri. <strong><em>(khn/nhh/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjalanan Menghargai Kehidupan dalam The Hours of My Life </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/perjalanan-menghargai-kehidupan-dalam-the-hours-of-my-life/baca </link>
<guid> perjalanan-menghargai-kehidupan-dalam-the-hours-of-my-life </guid>
<pubDate> Sun, 12 Jul 2020 12:07:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi bergenre melodrama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/perjalanan-menghargai-kehidupan-dalam-the-hours-of-my-life/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CdpdPaHsXq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perjalanan Menghargai Kehidupan dalam The Hours of My Life</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Judul: The Hours of My Life</span><br></p><p style="text-align: justify;">Genre: Melodrama, Romantis</p><p style="text-align: justify;">Waktu Tayang: 8 Januari &ndash; 19 Maret 2014</p><p style="text-align: justify;">Sutradara: Hayama Hiroki, Joho Hidenori</p><p style="text-align: justify;">Pemain: Haruma Miura, Tabe Mikako, Saito Takumi</p><p style="text-align: justify;">Episode: 11</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Mencari pekerjaan sebelum resmi lulus kuliah merupakan fenomena yang sering ditemui di kehidupan mahasiswa. Selain untuk mempersiapkan diri, mendapatkan pekerjaan tentunya bisa melatih agar bisa mandiri dan menjadi penopang dari segi finansial. Inilah yang dilakukan oleh Sawada Takuto, seorang mahasiswa tahun keempat yang kesulitan mencari pekerjaan.</p><p style="text-align: justify;">Selain kesulitan mendapat pekerjaan, ia yang merupakan anak pertama dari seorang direktur rumah sakit di Tokyo juga mendapat tekanan untuk mengikuti jejak ayahnya dan menjadi dokter. Ketatnya persaingan para pencari kerja di Jepang tak membuat Takuto patah arang. Bersama sahabatnya Mizushima Mamoru, ia terus mencari pekerjaan yang memungkinkan dan mempersiapkan dirinya sebaik mungkin.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hari saat <em>interview</em> perusahaan berlangsung, Takuto menolong seorang gadis yang ikut dalam <em>interview</em> tersebut dengan melindungi dirinya. Gadis bernama Hongo Megumi tersebut mengejar Takuto untuk berterima kasih, namun Takuto hanya menjawab bahwa yang ia lakukan sekadar membangun <em>image</em> baik di hadapan perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">Melaju ke beberapa waktu kemudian, Takuto kembali bertemu dengan Megumi yang ternyata satu fakultas dengannya. Keduanya saling menyapa dan mengabarkan bahwa masing-masing dari mereka tak mendapatkan pekerjaan tersebut. Ingin melepas penat, mereka kemudian pergi ke pantai untuk piknik singkat. Saat di pantai, mereka saling mengutarakan keinginan untuk menjadi seseorang yang mandiri dan bertanggung jawab dengan keputusan apapun yang akan diambil. Setelah mengobrol panjang, Takuto dan Megumi memutuskan untuk berteman dekat.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melalui hari-hari bersama dan berakhir sebagai sepasang kekasih, Takuto akhirnya mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan bernama Miyamae Furniture. Sayangnya, Megumi yang turut melamar tidak menerima kabar yang sama. Meski perbedaan pandangan terhadap pekerjaan tetap dan pekerjaan sementara&mdash;yang Megumi jalani sejak kuliah&mdash;tak dapat dihindari, mereka mencoba untuk saling mendukung satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">Hingga sebuah cobaan yang mengubah hidup mereka datang dan begitu menyakitkan. Tak lama setelah Takuto mulai bekerja, ia mulai merasakan sesuatu yang aneh dengan tangan kirinya. Saat bermain futsal bersama teman-temannya, kaki kirinya juga tak dapat menopang tubuhnya dengan kuat hingga ia jatuh. Berusaha mengabaikannya, Takuto tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa. Suatu hari, saat sedang mandi, ia sadar bahwa tangan kirinya tak lagi terasa, meski dia sedang memakai sampo.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya yang semakin khawatir mulai mencari tahu tentang keadaan tangannya. Dengan terkejut, ia menemukan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa dirinya mengalami gejala awal dari sebuah penyakit bernama <em>Amyotrophic Lateral Sclerosis</em> (ALS). Penyakit ini tak ada obatnya, dan membuat penderitanya mengalami kelumpuhan perlahan-lahan hingga meninggal dunia.</p><p style="text-align: justify;">Setelah membulatkan tekad, ia menemui seorang dokter untuk memeriksakan keadaannya. Ketakutan terbesarnya pun terjadi, sebab ia benar menderita ALS, dan akan terus lumpuh seumur hidupnya. Dalam kekalutannya, ia mencoba untuk tetap bertahan hidup. Salah satu keputusan terberatnya pun ia ambil, yakni memutuskan hubungan dengan Megumi agar ia dapat tetap bahagia tanpa dirinya yang sakit-sakitan.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, seperti apa Takuto menjalani hari-harinya sebagai pengidap ALS? Bagaimana dengan pekerjaan dan hubungannya dengan Megumi?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bukan Alasan Menyerah</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada umumnya, beberapa orang menjadi kurang percaya diri dan takut untuk menjalani hidup ketika mendengar dirinya mengidap penyakit mematikan. Hal ini juga tak luput dari diri Takuto. Namun, dengan segala keterbatasannya yang sangat menyulitkan, ia berjuang untuk tetap hidup dan beradaptasi dengan penyakitnya. Bahkan ketika akhirnya sebagian tubuhnya tak berfungsi, ia masih dapat bermain bola dengan kursi roda elektrik dan ikut perlombaan. Ia juga masih tetap bekerja di perusahaan, bahkan berniat kembali mengenyam pendidikan di jurusan kedokteran.</p><p style="text-align: justify;">Di sini kita dibawa untuk menelusur lebih jauh dengan sudut pandang penderita ALS, bagaimana keadaan mereka seringkali menjadi beban di lingkungan mereka. Dapat dikatakan, The Hours of My Life merupakan sebuah kisah yang realistis sebab tak banyak kejutan-kejutan ala keajaiban yang seringkali terjadi di plot semacam ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kecepatan alur yang santai dan tak terburu-buru, penonton akan lebih nyaman untuk menyaksikan kisah ini dengan lebih seksama. Singkat kata, tokoh Takuto menggambarkan betapa keinginan hidup seorang pengidap penyakit akut sangat besar dan membuatnya lebih hidup dan berdamai dengan dirinya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuanku? Tujuanku adalah menemukan tujuan,&rdquo; begitulah Takuto berseru akan hidupnya. Ia mempersiapkan dirinya untuk berbagai tujuan hidup yang ia rancang, sesuai dengan tingkat keparahan penyakitnya. Menginspirasi, bukan? Sangat cocok untuk ditonton bersama keluarga, atau bagi kamu yang sedang mengalami patah semangat.<em><strong> (len/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melihat New Normal dari Tiga Aspek Kehidupan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-new-normal-dari-tiga-aspek-kehidupan/baca </link>
<guid> melihat-new-normal-dari-tiga-aspek-kehidupan </guid>
<pubDate> Wed, 15 Jul 2020 12:58:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Narasumber: Siswanto, Rian Hilmawan, Martinus Nanang, dan Riza Hayati Ifroh. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-new-normal-dari-tiga-aspek-kehidupan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mIE9OgzPBW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melihat New Normal dari Tiga Aspek Kehidupan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menjadi salah satu kebijakan pemerintah di tengah pandemi, <em>new normal</em> atau sebagaimana direvisi istilahnya menjadi &lsquo;kebiasaan baru&rsquo; merupakan opsi yang diharapkan bisa jadi penyelamat ekonomi Indonesia yang lesu. Terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan No. HK.02.02/Menkes/335/2020 tentang Sektor Jasa dan Perdagangan (Area Publik) dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha menjadi dasar penerapan aktivitas <em>new normal</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dalam edaran tersebut terdapat berbagai acuan protokol kesehatan yang digunakan oleh pelaku usaha hingga tenaga kerja. Dilansir dari <em>CNN Indonesia</em>, selama pandemi perekonomian Indonesia pada kuartal I 2020 anjlok, yakni ada di level 2,97 persen, meski nilai tersebut terbilang masih positif. Lantas apakah penerapan <em>new normal</em> saat ini sudah tepat?</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> melalui sambungan telepon, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul, Rian Hilmawan menyebutkan jika kebijakan ini memungkinkan untuk dilakukan agar perekonomian kembali bergeliat. Karena ekonomi hanya bisa bertumbuh jika kegiatan produksi, proses distribusi, dan transaksi konsumsi meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya tingkat <em>fatality rate</em> atau angka kematian Covid-19 di Indonesia sangat bervariasi. Angka yang terkonfirmasi positif juga variatif jika dipecah hingga level kelurahan atau desa, di mana ada wilayah yang berzona hijau, kuning, dan merah. Sehingga penerapan <em>new normal</em>, yang mana masyarakat memulai kembali aktivitas dengan mengikuti standar protokol kesehatan, mungkin dilakukan. Pemerintah juga tidak bisa membuat masyarakat menghentikan aktivitasnya, karena menurut kacamata ekonomi dampaknya justru lebih fatal, masyarakat akan kehilangan pendapatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebijakan &lsquo;kebiasaan baru&rsquo; ini sendiri juga harus dipilih berdasarkan tingkat <em>fatality rate</em>-nya rendah atau tinggi, atau berdasarkan zonanya apakah berstatus hijau, kuning atau merah. Jadi di daerah seperti Jakarta atau daerah dengan konsentrasi mobilitas penduduk yang tinggi, itu tentu saja sangat berbahaya untuk menurunkan level kewaspadaan, namun di daerah berzona hijau idealnya harus kembali normal,&rdquo; jelasnya (25/6).</p><p style="text-align: justify;">Sementara untuk Kaltim, dia merasa <em>new normal</em> merupakan strategi yang rasional dengan syarat akses masuk penduduk dari luar Kaltim, terutama dari wilayah berzona merah sementara ditutup total. Dilansir dari <em>kompas.com</em>, jumlah kasus Covid-19 per Jumat (10/7) di Kaltim terkonfirmasi sebanyak 642, dengan rincian sembuh 478 orang dan meninggal 12 orang.</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat Kaltim dinilai sudah siap melakukan aktivitas ekonomi, karena jauh sebelum adanya wacana <em>new normal,</em> toko-toko sudah mulai buka, masyarakat juga sudah mulai berinteraksi. Meski masih terjadi penularan dan penambahan kasus, Rian tetap yakin jika Kaltim masih relatif aman menerapkan <em>new normal</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Strategi ideal ialah membiarkan masyarakat beraktivitas ekonomi dengan mematuhi protokol seperti penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Ini tidak hanya mencegah penularan, tapi juga penyakit lain, sehingga nett benefit-nya adalah angka prevalensi sakit menurun, sementara ekonomi masih bisa tumbuh,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, perlambatan ekonomi pun tidak bisa dihindari. Perekonomian Kaltim banyak distimulus oleh berbagai program anggaran pemerintah, akibat adanya Covid-19 beberapa anggaran yang seharusnya untuk infrastruktur kini dialokasikan untuk bantuan sosial sehingga ada sedikit <em>delay</em> dari segi stimulus pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Agar kebijakan <em>new normal</em> di Kaltim bisa berjalan dengan baik, Rian berharap pemerintah perlu melakukan revisi anggaran 2020 untuk dialokasikan kepada masyarakat kecil secara nyata. Adapun anggaran yang bisa dialokasikan adalah yang tidak terlalu mendesak untuk dilakukan selama pandemi berlangsung seperti perjalanan dinas, menurutnya anggaran tersebut nilainya cukup signifikan.</p><p style="text-align: justify;">Misalnya memberikan bantuan modal usaha atau kompensasi kepada UMKM yang terdampak Covid-19. Sehingga perlu adanya daftar UMKM yang benar-benar terdampak sehingga dana yang diberikan benar-benar tepat sasaran.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, secara jangka pendek dan jangka panjang pemerintah daerah harus memahami jika kegiatan ekonomi yang berasal dari masyarakat kelas bawah&mdash;UMKM, bisnis-bisnis kecil&mdash;adalah proteksi yang paling penting saat terjadi krisis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depan perlu ada upaya yang riil dan terperinci terkait bagaimana memberi sarana kepada UMKM lokal agar bisa naik kelas,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Rian berharap pemerintah tidak hanya fokus pada bisnis sektor besar saja dan membiarkan UMKM atau bisnis kecil lainnya ada pada level bawah terus. Sehingga jika terjadi krisis ke depan, dampak ekonominya tidak terlalu besar. Karena ekonominya masih bisa tumbuh, sebab ditunjang dengan proporsi dari sektor UMKM yang semakin besar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini kan sektor UMKM kita itu banyak, tetapi kontribusinya terhadap ekonominya itu kecil. Nah, gimana caranya agar yang kecil ini ke depannya bisa besar kontribusinya ke perekonomian. Jadi dua kunci itu sih menurutku jadi PR besar untuk pemerintah,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menganggap Enteng</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, menurut dosen Prodi Pembangunan Sosial, Martinus Nanang, pemberlakukan <em>new normal&nbsp;</em>merupakan salah satu upaya agar masyarakat bisa beraktivitas dan menjadi produktif kembali, termasuk aktivitas di kampus. Ini juga sebagai upaya mengurangi tekanan mental atau stres akibat tinggal di rumah dalam waktu yang cukup lama.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara tentang dampak <em>new normal</em> dari sudut pandang sosial, maka menurutnya hal ini kurang dipahami masyarakat. Karena yang masih terlihat adalah aktivitas dan perilaku yang masih berpola <em>old normal</em>&mdash;tidak pakai masker, bergerombol, dan lainnya. <em>New normal</em> sendiri terdiri dari dua kata yang penting, yakni <em>new</em> dan <em>normal</em>.</p><p style="text-align: justify;">Martinus kemudian membedah arti dari kedua kata tersebut, normal itu dari kata &lsquo;norma&rsquo;, artinya aturan, standar atau patokan. Kebiasaan dan adat istiadat juga termasuk dalam norma. Sehingga normal berarti sesuai dengan aturan atau patokan tersebut. Kata <em>new</em> berarti &lsquo;baru&rsquo;, dalam hal ini berarti aturan tersebut baru dalam hidup bermasyarakat. Istilah lain dari <em>new normal</em> adalah tatanan baru untuk membentuk perilaku baru. Dikatakan baru karena ancaman atau risiko Covid-19 mengharuskannya dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Dampaknya secara sosial, yakni ada kebiasan-kebiasan lama yang telah dianggap normal dan baik akan hilang untuk sementara waktu. Seperti menyampaikan salam dengan jabat tangan, <em>cipika-cipiki,</em> pelukan, duduk berdekatan, hingga berkumpulnya banyak orang. Hal ini akan digantikan oleh pola interaksi sosial yang baru, <em>social/physical distancing</em> dan komunikasi virtual akan menjadi norma baru yang menonjol.</p><p style="text-align: justify;">Pola ini akan berlaku juga terhadap orang-orang yang yang paling disayangi. Misalnya, untuk keselamatan orang tua atau anak, banyak yang terpaksa harus tidak bertemu satu sama lain meskipun sangat rindu. Sedangkan untuk kegiatan kampus seperti kuliah dan bimbingan, seminar, rapat, bahkan riset akan banyak terjadi secara virtual, yang menegaskan ciri revolusi industri 4.0.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain itu akan ada kebiasaan-kebiasaan pribadi yang akan berubah. Misalnya, ngopi-ngopi dengan teman, olahraga di <em>gym</em>, menonton bioskop,&rdquo; sebutnya (22/6).</p><p style="text-align: justify;">Baginya pemberlakukan <em>new normal</em> ini bisa berdampak positif dan negatif. Di satu sisi banyak pihak yang bisa berhemat dengan kegiatan virtual yang mulai dilakukan. Sementara itu, dari segi produktivitas bisa menurun karena masih banyak yang belum mengerti dan terbiasa dengan teknologi yang digunakan. Belum lagi yang sudah terbiasa bekerja dengan tim secara langsung dan butuh dorongan dan semangat dari kolega.</p><p style="text-align: justify;">Dia mengaku kurang yakin pelaksanaan <em>new normal</em> akan berhasil, terutama dalam mencegah penularan Covid-19. Karena pemerintah hanya berpegang pada satu pilar yaitu sosialisasi. Sedangkan dalam keadaan krisis pandemi seperti saat ini banyak orang kurang peduli. Pemerintah seperti tidak mengerti bahwa perilaku manusia dibentuk juga oleh struktur, bukan oleh pemahaman saja&mdash;diperoleh melalui sosialisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang saya maksud dengan struktur adalah hukum atau peraturan dan penegakannya jika terjadi pelanggaran. Penegakannya itu perlu instrumen dan sarana,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, bagi Martinus perlu adanya aturan yang mengharuskan setiap warga kampus berperilaku menurut norma baru tersebut. Aturan itu kemudian didiseminasi dan pelaksanaannya diterapkan dengan sanksi jika dilanggar. Menurutnya perilaku yang diharapkan itu hanya dapat dijalankan jika ada instrumen atau sarana untuk menjalankannya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti terbentuknya kebiasaan mencuci tangan akan berhasil jika sudah ada sarana cuci tangan. Menjaga jarak akan gagal kalau tidak ada ruangan yang memungkinkan 60 mahasiswa berjarak 1 meter di dalam kelas. Unmul harus memikirkan hal ini untuk mencegah ancaman covid-19 masuk kampus.</p><p style="text-align: justify;"><em>New normal</em> mengandaikan bahwa ancaman Covid-19 masih ada. Jika sudah tidak ada ancaman, maka bisa kembali ke <em>old normal</em>. Menurutnya yang perlu diwaspadai ialah anggapan bahwa ancaman itu sudah tidak ada, atau ada namun diangap enteng.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya perhatikan, perilaku orang di luar sana sebelum <em>new normal</em> diberlakukan sepertinya memperlihatkan bahwa mereka menganggap ancaman itu tidak ada atau enteng. Bila <em>new normal&nbsp;</em>diberlakukan, semakin orang akan menganggap enteng,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Razia hingga Literasi Kesehatan</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketua Peminatan Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Siswanto mengatakan, bahwa kebijakan new normal tidak hanya melihat dari sudut pandang kesehatan, melainkan untuk aspek kemaslahatan atau keseluruhan. Baginya, dalam sisi epidemiologi ini adalah langkah yang terbaik untuk masyarakat. Meski diakuinya, anjuran pemerintah ini dapat menimbulkan persepsi yang berbeda-beda di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya, keinginan pemerintah seperti ini, namun apakah sejalan dengan keinginan masyarakat? Kalau melihat keadaan sekarang, yang diharapkan adalah kedisiplinan. Dalam <em>new normal</em> ini, sebenarnya normal seperti apa yang diharapkan pemerintah? Tentu keadaan dengan disiplin pada protokol kesehatan,&rdquo; jawabnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (29/6).</p><p style="text-align: justify;">Menilik prosedur <em>new normal</em> yang membuat masyarakat menjadi lebih sering berkegiatan di luar rumah, Siswanto menyebut bahwa implementasi dari kebijakan inilah yang patut diwaspadai. Meski seruan <em>new normal</em> dari pemerintah sudah bagus, hanya saja proses menjalankannya yang tidak dapat menyesuaikan dengan semua situasi dan kondisi yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kan pemerintah berharap dengan keterlibatan Polri dan TNI, namun menurut saya itu tidak cukup. Perlu relawan satgas pengendali. Dengan adanya relawan ini, maka suatu pencegahan bisa dilakukan, contohnya dengan razia persuasif,&rdquo; ujar Siswanto.</p><p style="text-align: justify;">Adapun fokus pada razia ini tidak hanya sekadar penertiban biasa, melainkan dengan edukasi yang diperlukan. Terdapat pengawasan, pembinaan dan pengontrolan. Siapapun bisa menjadi relawan dalam hal ini, namun perlu dilengkapi dengan edukasi terkait komunikasi interaktif kepada masyarakat terlebih dahulu. Razia atau penerbitan ini juga dapat dilakukan di lingkungan kampus, asal dengan metode yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk lingkungan Unmul, Siswanto menyampaikan bahwa pemenuhan fasilitas hingga edukasi mengenai protokol kesehatan menjadi hal penting untuk dilakukan. Apabila tiba saatnya mahasiswa harus kembali beraktivitas di kampus meski dalam suasana pandemi, maka pihak kampus harus mempersiapkan metode-metode yang akan digunakan terkait kegiatan belajar mengajar yang akan berlaku ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa juga harus membekali diri dengan pola konsumsi yang sehat dan pikiran yang sehat. Lengkapi diri dengan asupan vitamin dan makanan yang dapat meningkatkan ketahanan tubuh, juga pemikiran-pemikiran positif dalam keadaan saat ini,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Siswanto, Ketua Peminatan Promosi Kesehatan FKM Riza Hayati Ifroh memiliki pandangan lain terkait regulasi <em>new normal</em> yang berlaku. Dari sisi kesehatan masyarakat dan menurut para ahli, pemerintah harus menelaah kembali kebijakan ini, sebab belum merupakan keputusan yang tepat. Dapat dilihat, setelah adanya kebijakan tersebut, terjadi peningkatan kasus di beberapa wilayah.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menentukan bahwa sebuah wilayah dapat melakukan <em>new normal&nbsp;</em>juga memerlukan berbagai pertimbangan dan proses. Seperti menentukan keadaan sebuah wilayah dalam lima level dalam memberikan scoring terhadap keparahan pandemi. Lima level tersebut adalah tingkat keparahan, krisis, substansial, level kasus (tinggi atau rendah) dan pemetaan kasus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena <em>new normal</em> hanya bisa dilakukan untuk mereka yang berada di zona hijau dan wilayah yang tidak mengalami perubahan signifikan pada kasus Covid-19. Beberapa indikator yang harus kita pertimbangkan untuk <em>new normal</em> adalah kesiapan dari beberapa sektor. Seperti pendidikan, ekonomi, dan pemerintahan, apakah sudah siap untuk menerapkan new normal. Jadi kalau menurut saya pribadi, keputusan ini betul-betul harus dipertimbangkan karena kita tidak bisa serta merta menerapkan new normal,&rdquo; jelas Riza, Kamis (2/7).</p><p style="text-align: justify;">Terkait strategi promosi kesehatan yang tepat untuk keadaan saat ini, Riza menyebutkan bahwa terdapat empat tindakan yang dapat dilakukan. Strategi tersebut adalah advokasi kesehatan, kemitraan, pemberdayaan masyarakat, dan bina suasana. Meski keempatnya harus dijalankan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ia menyebut bahwa meningkatkan literasi kesehatan atau health literacy adalah yang terpenting.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemberdayaan masyarakat bisa dilakukan apabila ada keterlibatan dari masyarakat itu sendiri untuk mau berperan serta menjadi kader-kader untuk peningkatan literasi kesehatan di masyarakat,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama pandemi masih terus berlangsung, mahasiswa masih diharuskan untuk tetap berkegiatan dan belajar di rumah. Tentunya ini mempengaruhi mental mahasiswa, seperti jenuh dan bosan. Ia menuturkan, hal ini dipengaruhi oleh gangguan dan kurangnya privasi selama di rumah. Selain itu, keadaan ini terjadi ketika seseorang secara secara mental tidak bisa melakukan coping stress pada tekanan-tekanan yang ada di sekitar mereka yang terbiasa dengan kegiatan berkumpul dengan teman, bermain dan saling berkomunikasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetapi, mereka dapat berupaya untuk melakukan pola hidup sehat. Dengan melakukan aktivitas fisik mereka bisa meringankan stres selama merasakan kejenuhan. Ini bisa membantu mereka untuk menangani tekanan-tekanan mental yang bisa mempengaruhi mereka.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, Riza menyarankan untuk terus menaati protokol kesehatan dan melakukan aktivitas fisik untuk meningkatkan stamina tubuh. Peran keluarga sebagai proteksi juga perlu ditingkatkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ia juga menganjurkan untuk mengindari kegiatan merokok karena akan meningkatkan resiko penularan 3-4 kali lebih besar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aktivitas merokok bisa menyebabkan penularan. Ini karena dalam aktivitas merokok menyebabkan mereka rentan untuk menyentuh bagian mulut, hidung, dan wajah,&rdquo; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;(len/rst/wil/ann)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Hadapan Rahasia: Sebuah Cara Mempertanyakan Kehidupan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/di-hadapan-rahasia-sebuah-cara-mempertanyakan-kehidupan/baca </link>
<guid> di-hadapan-rahasia-sebuah-cara-mempertanyakan-kehidupan </guid>
<pubDate> Thu, 16 Jul 2020 11:48:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di hadapan rahasia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/di-hadapan-rahasia-sebuah-cara-mempertanyakan-kehidupan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WHZLqqoLKF.png" />
					</figure>
			                <h1>Di Hadapan Rahasia: Sebuah Cara Mempertanyakan Kehidupan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Judul Buku: Di Hadapan Rahasia</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pengarang: Adimas Immanuel</p><p style="text-align: justify;">Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama</p><p style="text-align: justify;">Tahun Terbit: 2015</p><p style="text-align: justify;">Dimensi Buku: 140 hlm; 20 cm</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Masihkah kita harus bersengketa ketika hari hampir habis dan doa hanya menjadi ritus ala kadarnya, sementara daun-daun tak sekalipun menebak ke mana angin akan meniupnya. Seperti kita manusia, yang amat kecil di hadapan rahasia, yang tak sepenuhnya berkuasa atas jatuh-bangun kita, menjadi sinopsis yang tertera dalam buku kumpulan puisi besutan Adimas Immanuel ini.</p><p style="text-align: justify;">Bisa didapat di toko buku atau dalam bentuk <em>e-book</em> di aplikasi Ipusnas. Buku dengan <em>cover</em> berwarna <em>soft</em> ini memiliki desain sederhana yang juga sama &quot;rahasia&quot;nya dengan judul dan isi buku. Membuat penikmatnya bertanya-tanya apa yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Seperti puisi-puisi lain, diksi dalam buku ini sarat makna dan cukup berat untuk dipahami kelompok awam. Namun menariknya, penulis mempertunjukan kepiawaiannya dalam memperkenalkan kosa kata.</p><p style="text-align: justify;">Banyak sekali kosa kata yang akan kita dapat terlebih untuk pembaca yang ingin menambah perbendaharaan kata. Sebut seperti nira, pendulum, dan kelindan. Salah satu puisi yang banyak dikutip, di-posting ulang, dan cukup mengena salah satunya ialah;</p><p style="text-align: justify;">Requiem</p><p style="text-align: justify;">Katamu Tuhan tinggal dalam diri,</p><p style="text-align: justify;">tapi kau berdoa menatap langit</p><p style="text-align: justify;">tak menunduk menatap tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Seolah Tuhan begitu jauh.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa puisi yang ditulis oleh Adimas terinspirasi dari karya seni lain. Buku &apos;Di Hadapan Rahasia&apos; memuat 70 buah puisi yang sebagian besar lahir dari interpretasinya terhadap lukisan serta musik. Salah satunya dari lukisan Bertrand-Jean Redon &apos;Faust and Mephistopheles&apos; (1880). Ini semakin membuat buku kumpulan puisi ini unik. Seolah berpesan bahwa dalam aspek kehidupan kita selalu disuguhkan tafsir demi tafsir. Rahasia demi rahasia.</p><p style="text-align: justify;">Tak seperti film yang dapat dengan mudah diterjemahkan, atau cerita fiksi yang bisa dinyatakan lewat kesimpulan yang hampir sama pada beberapa orang, puisi menjadi karya sastra yang cukup berat, karena menggunakan diksi yang tentu memproyeksikan pesan-pesan menurut pengarang. Penikmatnya adalah mereka yang mencoba menerka.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Adimas Immanuel lewat buku ini, berhasil membawa pembaca memikirkan kembali hidup ini dengan segala kerumitannya. Tertarik membaca buku yang penuh tanda tanya ini? <strong><em>(rst/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masa-masa Paling Indah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/masa-masa-paling-indah/baca </link>
<guid> masa-masa-paling-indah </guid>
<pubDate> Sat, 18 Jul 2020 12:40:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/masa-masa-paling-indah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6Ql6mvMssy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masa-masa Paling Indah</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Usiaku menipis dan tak ada yang tersisa.</span></p><p>Bahkan kantong celanaku telah kosong sebelum berperang.</p><p>Tak ada yang tertinggal,</p><p>Entah kenang-kenangan,</p><p>atau uang kepingan.</p><p><br></p><p>Kini, beban dan lelah setia berkawan.</p><p>Sebelumnya,</p><p>mereka saling menyilangkan tangan</p><p>Lalu bertarung untuk jadi pemenang.</p><p>Diam-diam mereka berkencan,</p><p>sebab aku sudah tak sanggup untuk melarang.</p><p><br></p><p>Tak ada yang tersisa dari diriku.</p><p>Ini adalah penutup dari hidup Sang Parasit.</p><p>Aku akan pergi tidur dan mati tanpa bimbang.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-Serbi Dampak Pandemi pada Usaha Kuliner </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/serba-serbi-dampak-pandemi-pada-usaha-kuliner/baca </link>
<guid> serba-serbi-dampak-pandemi-pada-usaha-kuliner </guid>
<pubDate> Wed, 22 Jul 2020 12:07:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dampak pandemi dalam dunia kuliner. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/serba-serbi-dampak-pandemi-pada-usaha-kuliner/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J6peyxPbaJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serba-Serbi Dampak Pandemi pada Usaha Kuliner</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Meski pandemi Covid-19 menghampiri, roda perekonomian tidak dapat berhenti begitu saja. Terhambat oleh regulasi yang membatasi jumlah individu dalam berkumpul, pelaku usaha mau tak mau harus menaati aturan tersebut, seperti halnya para pemilik usaha kuliner di Samarinda.</span></p><p>Mentari Nadia Widyanta, mahasiswa Psikologi 2017 salah satu pemilik usaha rumahan berjenis makanan beku ini mengaku semenjak pandemi menghadang, aktivitas berbisnis pada bidang <em>food and beverages&nbsp;</em>menjadi lebih kompetitif. Hal ini dikarenakan produk olahan beku siap santap menjadi alternatif praktis dan kian dilirik oleh individu yang ingin memulai bisnis.</p><p>&ldquo;Walau sebenarnya bisnis aku enggak ada ngaruhnya ada dan tidak ada pandemi, tapi tetap harus kreatif sama produk ini. Karena makin banyak orang yang melihat peluang bisnis kuliner selama Covid, akibat produksi dan kerja dari rumah yang enggak perlu ketemu banyak orang,&rdquo; tutur Mentari.</p><p>Ia menerangkan, konsumennya tergolong stabil dan tidak mengalami penurunan yang signifikan. &ldquo;Aku sendiri juga enggak ada strategi khusus selama berjualan ini selain itu produk yang aku jual juga murah. Mungkin itu ada pengaruhnya sama daya beli konsumen, Alhamdulillah usaha masih bisa jalan walau lagi pandemi,&rdquo; jelasnya.</p><p>Senada dengan Mentari, Iffa Fiqrianti pemilik usaha panacoa.co yang bergerak pada bidang <em>bakery</em> mengaku tidak ada strategi yang dirancang khusus dalam memasarkan produknya. Berbeda dengan Mentari yang membuka usaha jauh sebelum pandemi, Ia membuka bisnis ini ketika pandemi lebih dahulu terjadi.</p><p>&ldquo;Sebenarnya rencana buka Februari, tapi keundur jadi Maret. Awalnya ragu karena yang kujual bukan kebutuhan pokok dan di masa sulit dan orang cenderung ngurangin jajan kan, tapi kalau ditunda lagi aku bisa kehilangan waktu membangun pasar untuk menuju lebaran,&rdquo; ungkap Iffa.</p><p>Tak ingin menyiakan kesempatan ia berani mengeksekusi tekadnya. Kendati dampak covid-19 tidak terjadi pada sisi pelanggan, namun dirinya mengaku kesulitan mendapatkan penyuplai bahan baku karena tidak tersedianya stok di toko akibat barang tertahan pada proses pengiriman. Terutama saat <em>lockdown</em> dan PSBB. Alhasil sembari menunggu, Iffa membatasi kuota produk agar senantiasa dapat berdagang.</p><p>&ldquo;Segmentasi pasar Panacoa <em>middle up</em>. Jadi secara umum daya beli nggak terlalu terpengaruh sama keadaan, semua orang bisa menikmati produk aku, dan daya tahan hidangan sendiri bisa sampai berhari-hari jika tidak berada di suhu ruang&rdquo; terang Iffa.</p><p>Jika Mentari dan Iffa mengaku tidak ada dampak berarti, hal tersebut berseberangan dengan Reynol Tri Atmaja pemilik usaha kuliner khas negeri ginseng yakni <em>Tteokbboki</em>. Reynol sapaan akrabnya, memaparkan pandemi saat berpengaruh pada usaha yang telah ia rintis.</p><p>&ldquo;Sekarang kan aku udah enggak di carnavian (gerai) lagi ya. Tapi, kemarin waktu masih di gerai pas awal corona banget, jujur semua pendapatan langsung turun. Kendala satu-satunya adalah kewaspadaan masyarakat juga, beberapa konsumen mengakibatkan kita para pebisnis semua jadi turun rata rata penghasilannya. Misalnya, karena mereka enggak ada yang keluar rumah untuk beli produk atau para <em>driver</em> enggak ada yang <em>standby</em> lagi. Jadi mau beli sendiri pun enggak bisa karena enggak ada yang mau keluar rumah, dan mau beli lewat Grab pun enggak bisa karena <em>driver</em> Grab-nya enggak ada yang keluar rumah,&rdquo; papar Reynol.</p><p>Pemilik usaha <em>tteokbeokki.smd</em> ini dengan cepat mencari jalan keluar atas permasalahan salah satunya dengan memberi promo dan potongan harga pada produk miliknya. Bagi Reynol, inovasi merupakan kunci utama agar usaha tetap bertahan terutama pada pandemi saat ini. Ia masih memiliki harapan dampak covid-19 tetap menghasilkan pendapatan walau segala sesuatunya saat ini sedang terhambat.</p><p>&ldquo;Harapan aku untuk aku dan semua pebisnis yang ada, semoga semua cepat kembali seperti rata-rata pemasukan kita semua. Berdoa dan usaha adalah salah dua hal yang paling penting. Gunain semuanya. Otak, fisik, mental, untuk ngebuat inovasi inovasi terbaru supaya narik hati konsumen kembali,&rdquo; pungkas Reynol. <strong><em>(syl/ann)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fitur Messenger Terbaru: Face ID untuk Tingkatkan Keamanan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/fitur-messenger-terbaru-face-id-untuk-tingkatkan-keamanan/baca </link>
<guid> fitur-messenger-terbaru-face-id-untuk-tingkatkan-keamanan </guid>
<pubDate> Sun, 26 Jul 2020 10:44:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fitur baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/fitur-messenger-terbaru-face-id-untuk-tingkatkan-keamanan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YvGWTsZJlD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fitur Messenger Terbaru: Face ID untuk Tingkatkan Keamanan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Juni lalu, Facebook dikabarkan sedang menguji fitur baru untuk aplikasi Messenger agar lebih aman. Di mana pengguna bisa menggunakan fitur Face ID untuk melindungi pesan mereka selama menggunakan aplikasi ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Kabar gembiranya, fitur tersebut kini sudah tersedia meski saat ini terbatas untuk pengguna iOS saja. Untuk mendapatkan fitur ini, pengguna cukup memperbarui aplikasi Messenger dan kemudian akan diberikan pilihan untuk menambahkan fitur Face ID. Fitur keamanan bernama App Lock ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengguna saat bercakap-cakap menggunakan aplikasi.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Facebook, lewat fitur ini pengguna memiliki lebih banyak opsi untuk menjaga privasi obrolan. Apabila fitur App Lock diaktifkan, maka saat akan membuka aplikasi pengguna perlu memasukkan data sidik jari atau wajah yang telah didaftarkan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, bagi pengguna iPhone lawas yang tidak memiliki sistem kamera TrueDepth, Facebook juga menambahkan dukungan fitur Touch ID. Dengan demikian, percakapan pengguna yang dilakukan lewat Messenger akan tetap aman meskipun ponsel dalam keadaan tidak terkunci.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk pengguna Android, fitur ini baru akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan. Kendati demikian, Facebook tidak memberikan tanggal pasti kapan fitur ini akan rilis di Messenger untuk Android.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>KompasTekno</em> (24/7), ke depannya Facebook juga berencana akan menguji coba sejumlah fitur keamanan lain. Salah satunya adalah fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol dan membatasi pesan masuk dari pengguna lain.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, nantinya Facebook juga menyamarkan foto yang dikirim pengguna tanpa persetujuan. Fitur ini sebelumnya sudah tersedia lebih dulu di dua platform milik Facebook yakni WhatsApp dan Instagram. Yuk, kita nantikan inovasi lainnya!<em><strong>&nbsp;(mrf/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penghapusan RUU PKS dari Prolegnas 2020, Orin: Kalah Seksi dari Omnibus Law! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penghapusan-ruu-pks-dari-prolegnas-2020-orin-kalah-seksi-dari-omnibus-law/baca </link>
<guid> penghapusan-ruu-pks-dari-prolegnas-2020-orin-kalah-seksi-dari-omnibus-law </guid>
<pubDate> Mon, 27 Jul 2020 12:13:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penghapusan RUU PKS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penghapusan-ruu-pks-dari-prolegnas-2020-orin-kalah-seksi-dari-omnibus-law/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ONRpq7PbpY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penghapusan RUU PKS dari Prolegnas 2020, Orin: Kalah Seksi dari Omnibus Law!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pencabutan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari daftar prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020 pada rapat kerja DPR RI Kamis (2/7) lalu menimbulkan polemik. Berbagai kalangan mempertanyakan nasib RUU yang sudah masuk dalam pembahasan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI sejak 2016 tersebut. Terlebih, keputusan tersebut keluar di tengah meroketnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;">Akademisi Fakultas Hukum (FH) Unmul Orin Gusta Andini lewat wawancaranya dengan <em>Sketsa</em> (16/7), menilai harus ada alasan yang jelas mengapa RUU PKS dicabut dari Prolegnas. Orin tak menampik bahwa RUU tersebut perlu dikaji secara komprehensif. Selain itu RUU PKS juga memiliki substansi cukup penting yang tidak diatur dalam hukum pidana seperti <em>victimology</em> atau perlindungan terhadap korban.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi tidak cuma dari proses penegakan hukum (hanya menghukum pelaku) tapi juga bagaimana sih upaya-upaya yang didapatkan oleh korban setelah ada tindak pidana yang merugikan dirinya,&quot; terang Orin.</p><p style="text-align: justify;">Adanya RUU PKS diharapkan dapat memberikan tanggung jawab terhadap negara yang selama ini hanya memprioritaskan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual. Apalagi jarang ditemukan rumusan pasal yang membahas secara rinci mengenai perlindungan terhadap korban yang diatur dan disusun secara sistematis.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai dampak dihapusnya RUU PKS dari daftar prioritas, Orin mengatakan penindakan kasus kekerasan seksual dan perlindungan terhadap kaum rentan akan jalan di tempat. Ia menilai instrumen hukum pidana yang ada saat ini masih terkendala alat bukti yang masih mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yaitu saksi, ahli, surat, petunjuk, dan keterangan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya RUU PKS tidak hanya berdasarkan lima alat bukti tersebut, tetapi juga menambahkan keterangan dari korban. Orin menjelaskan Keterangan tersebut nantinya dapat menjadi alat bukti. Ia juga mengatakan masyarakat dapat menilai sendiri keseriusan kinerja DPR RI untuk melindungi kaum rentan, terutama perempuan melalui RUU PKS ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang itu pada akhirnya membahayakan bagi si pelaku ini tadi. Saya tidak tahu apa yang membuat RUU ini ditarik ulur dan enggan dibahas, padahal kan tidak ada (unsur) uang di dalam undang-undang ini,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait alasan DPR RI yang menghapus RUU PKS dari daftar prioritas karena pembahasannya yang cukup sulit, Orin mengatakan kesulitan yang jadi hambatan DPR RI tidak bisa diukur karena itu sesuatu yang abstrak. Namun di satu sisi, ia mengakui perlu adanya kajian mendalam yang komprehensif untuk RUU PKS.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan bahwa hukum pidana perlu adanya kepastian pasal agar tidak ada multitafsir ataupun pasal yang abstrak, yang dapat menimbulkan isi RUU salah sasaran atau bahkan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Di sisi lain Orin tetap yakin bahwa pemegang kebijakan tetap perlu memerhatikan kembali urgensi RUU PKS, karena menurutnya undang-undang lahir dari realitas dan kebutuhan serta desakan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Orin juga menyebutkan jika belum ada peraturan jelas yang mengatur perlindungan korban kekerasan seksual dalam sistem peradilan pidana. Hal ini dapat dilihat dari rumusan tindak pidana dalam undang-undang yang mengatur norma-norma. Namun norma yang disebutkan di sini sifatnya abstrak sehingga kurang cocok jika dikaitkan dengan tindak kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang benar berkaitan dengan nilai-nilai kesopanan yang dianut masyarakat. Namun lebih penting sebenarnya melihat kekerasan seksual bukan dari paradigma itu pelanggaran terhadap norma, tapi melihat itu sebagai kepentingan perlindungan hukum terhadap korban,&quot; lanjut Orin.</p><p style="text-align: justify;">Paradigma tersebut diperlukan dalam perumusan RUU PKS sehingga penindakan kasus kekerasan seksual tidak hanya menjatuhkan proses hukuman bagi pelaku. Harus dirumuskan juga bagaimana menyembuhkan korban kekerasan seksual yang tidak hanya terluka secara fisik, tetapi juga mentalnya. Oleh karena itu, pemulihan bagi korban sama pentingnya dengan menjatuhkan hukuman bagi pelaku kekerasan seksual. RUU PKS juga dianggap lebih menyorot ke <em>sexual harassment</em>, berbeda dari apa yang diatur dalam KUHP, yaitu kejahatan khusus, pencabulan, dan pemerkosaan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, stereotip yang selama ini menyalahkan korban seperti cara berpakaian sehingga menimbulkan kekerasan seksual dapat diubah dengan perubahan paradigma berpikir. Menurutnya, RUU PKS kurang &quot;seksi&quot; jika dibandingkan dengan Omnibus Law yang lancar-lancar saja pembahasannya di tengah pandemi Covid-19 namun tidak kalah menuai kontra. Padahal Komnas Perempuan sudah memperingatkan naiknya jumlah kasus kekerasan seksual beberapa waktu belakangan ini.</p><p style="text-align: justify;">Dia juga menyoroti masyarakat yang masih menganggap tabu berbicara pendidikan seks terhadap anak sebagai bentuk pencegahan kekerasan seksual. Padahal masyarakat memiliki peran yang penting untuk mencegah. Ia menyorot kasus pencabulan anak di sebuah rumah ibadah ya sempat ramai di mana korban bingung tidak bisa menentukan perbuatan itu benar atau salah ketika dilecehkan oleh pelaku.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Yang Luput jadi Korban</strong></p><p style="text-align: justify;">Penghapusan RUU PKS tentunya membuat sejumlah pihak mendorong agar adanya kejelasan serta segera disahkannya RUU tersebut. Hartina salah seorang aktivis di Kelompok Belajar Anak Muda (KBAM) melihat kasus kekerasan seksual yang terjadi belakangan ini di mana korban sebagai pihak yang disalahkan karena pakaiannya bukanlah hal yang benar. Padahal perempuan dengan cara berpakaian yang dianggap masyarakat baik pun tidak lepas dari ancaman kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Hartina juga menyampaikan bahwa penghapusan RUU PKS dari Prolegnas 2020 adalah keliru, mengingat kasus kekerasan seksual yang terus bertambah. Padahal urgensi dari RUU PKS adalah sesuatu yang tidak bisa dikesampingkan. Ia juga menambahkan selama ini belum ada payung hukum yang melindungi dan memberikan rasa aman bagi korban kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dan yang terkadang kita luput bahwa korban kekerasan seksual ini tidak hanya terjadi pada perempuan, tapi juga pada anak-anak, laki-laki serta kaum minoritas lainnya.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk dukungannya terhadap pengesahan RUU PKS, Hartina melibatkan diri dalam aliansi International Women&apos;s Day 2020 serta diskusi dan kampanye secara luas tentang RUU PKS. Tidak hanya itu, Hartina mendiskusikan dan mempraktekkan di internal organisasinya agar mencegah perbuatan kekerasan seksual dalam keseharian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bergabung dalam organisasi yang memperjuangkan kesetaraan (hak-hak perempuan dan manusia), terus belajar lebih, pemberian <em>sex education</em> sejak dini. Jangan takut dan percaya diri dan yang terakhir pengesahan RUU PKS,&quot; tutupnya. <em><strong>(eng/amy/vny/pil/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Ada Apa-apa di Sini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tak-ada-apa-apa-di-sini/baca </link>
<guid> tak-ada-apa-apa-di-sini </guid>
<pubDate> Sat, 01 Aug 2020 12:15:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tak-ada-apa-apa-di-sini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NXNeXLydSQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Ada Apa-apa di Sini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kau meringkuk nyaman di bawah kuyup kesedihan</span></p><p style="text-align: justify;">Saling jaga sepi agar tak jatuh di ruang sesak pengharapan</p><p style="text-align: justify;">Itu jauh lebih menyenangkan</p><p style="text-align: justify;">Jauh sebelum getir menjelma gedung-gedung tinggi</p><p style="text-align: justify;">Congkak tak bakal goyah</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kau tenggelam di bawah tebal selimut</p><p style="text-align: justify;">Menyelami kesendirian yang di kirim gugus waktu</p><p style="text-align: justify;">Saling jaga lekuk senyum agar tak disenggol kejatuhan serupa</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kau memaksa disucikan, merapal mantra agar bantal-bantal mereduksi gelisah</p><p style="text-align: justify;">Hiruk-pikuk dirayakan</p><p style="text-align: justify;">Ditukar dengan keraguan</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Ada yang retak di sini, entah apa</p><p style="text-align: justify;">Bahkan mimpi burukmu enggan menjawab;</p><p style="text-align: justify;">Kau punya apa dan siapa.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Restu Almalita mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fetish dan Cerita di Baliknya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fetish-dan-cerita-di-baliknya/baca </link>
<guid> fetish-dan-cerita-di-baliknya </guid>
<pubDate> Wed, 05 Aug 2020 11:37:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fetish </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fetish-dan-cerita-di-baliknya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZDtMoVFCyR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fetish dan Cerita di Baliknya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;<em>Fetish</em> ini adalah suatu perilaku penyimpangan seksual yang masuk dalam tipe parafilia, atau adanya penyimpangan seksual yang ketertarikan seksualnya sangat kuat pada objek mati atau objek bagian-bagian tubuh non genitalia (kuku, rambut, kaki, dan sebagainya),&rdquo; sebut Ayunda Ramadhani, dosen prodi Psikologi, FISIP Unmul (2/8).</span></p><p style="text-align: justify;">Melihat fenomena &lsquo;bungkus kain jarik&rsquo; yang belum lama terungkap, Ayunda sebagai seorang psikolog klinis saat ini hanya berkapasitas menjelaskan berdasarkan teori dan literatur yang ada. Karena ia tidak bisa memeriksa secara langsung kondisi di lapangan, sehingga dia tidak bisa juga memberi diagnosa terhadap pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Seseorang dengan <em>fetish</em> tidak akan dianggap mengalami gangguan jika penderitanya tidak merugikan orang lain atau mengganggu kehidupannya sendiri. Terlebih menurut Ayunda, jika terjadi di ranah privat seperti dalam hubungan suami dan istri. Berbeda dengan kasus Gilang, yang terjadi pada ranah publik dan adanya pemaksaan hingga ancaman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi dari berita yang saya baca, ciri-ciri yang saya temukan dari berita itu, dari korban yang menceritakan pengalamannya di Twitter, dugaannya mengarah ke gangguan <em>fetisisme</em>. Yang perlu digarisbawahi itu kalau sudah sampai mengganggu fungsi seksual, fungsi sosial, fungsi normal,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ayunda menyebutkan, kemungkinan seseorang bisa memiliki <em>fetish</em> lebih banyak disebabkan karena pernah menjadi korban yang terpapar perilaku seksual yang tidak pantas. Ketika dalam proses traumatis tersebut, korban yang terpapar atau menggunakan salah satu objek tertentu bisa jadi akan teringat dan terpancing, yang kemudian menjadi <em>fetish</em>.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, masih banyak faktor lainnya yang bisa jadi penyebab timbulnya <em>fetish</em>. Seperti punya kepribadian yang rendah diri, merasa tidak bisa menjalin hubungan yang nyata dengan orang normal, sehingga dapat memunculkan perasaan direndahkan. Akhirnya, dengan melakukan <em>fetish</em> mereka akan merasa bisa melakukan kontrol.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya pada kasus ini, dia menyuruh seseorang untuk mengikuti tepat seperti yang dia mau. Kalau salah dikit, enggak kencang ikatannya, dia akan sangat marah. Sebenarnya dia di satu sisi itu rapuh, ragu tentang kejantanan dia sendiri, takut akan dapat penolakan dan penghinaan, makanya dia caranya dengan <em>fetish</em>-nya itu,&rdquo; papar Ayunda.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Terapi dan Pengobatan</strong></p><p style="text-align: justify;">Perilaku <em>fetish</em> berlebihan yang tak dapat terkontrol dan sudah mengganggu baik secara pribadi maupun lingkungannya bisa pulih dengan mengikuti terapi dari psikolog klinis dan psikiater. Sebab hanya dua profesi tersebut yang punya kompetensi untuk memberikan terapi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun jenis terapi yang biasa diberikan adalah <em>Cognitive Behavior Therapy</em> (CBT). Terapi ini bertujuan untuk mengubah pikiran yang sebelumnya tidak adaptif hingga mencapai perilaku yang lebih adaptif&mdash;lebih bisa diterima masyarakat. Kemudian, bisa juga melalui pengobatan atau farmakologis yang diresepkan oleh psikiater.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya ketika ditemukan kecemasan, berarti anti cemas. Jadi, obat-obat memang golongan tertentu yang sesuai dengan kondisi si penderita. Jadi kalau ada kesadaran dari penderita, kita bisa melakukan terapi-terapi itu,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk para korban dari pelaku gangguan <em>fetish</em> harus dilihat dulu seberapa besar dampak traumanya, kemudian akan disesuaikan dengan <em>treatment</em> yang diberikan. Secara umum korban akan mendapat pendampingan psikologis berupa konseling untuk kasus yang masih ringan hingga CBT untuk kasus yang lebih berat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya baca Unair juga sudah buka jalur untuk ditangani secara psikologi. Jadi bagus banget, semakin cepat ditangani, semakin bagus juga kesempatan dia (korban) untuk pulih dari trauma sehingga jangan sampai dia nanti menjadi pelaku,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir wawancara, Ayunda berpesan kepada para mahasiswa dan masyarakat umum agar berhati-hati dalam bergaul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan berarti saya mengajarkan pilih-pilih, enggak. Tapi pelajari dulu latar belakang teman yang bersangkutan, sehingga menjaga kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan memberikan nomor pada orang yang tidak dikenal, ketika ada yang nge-DM dengan modus begitu segera diblok, kadang ada yang manipulatif itu yang harus diwaspadai,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(wil/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merespons Stres Lewat Relaksasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/merespons-stres-lewat-relaksasi/baca </link>
<guid> merespons-stres-lewat-relaksasi </guid>
<pubDate> Thu, 06 Aug 2020 11:54:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lifestyle </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/merespons-stres-lewat-relaksasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Go4iP3Wlyu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merespons Stres Lewat Relaksasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Stres sejatinya tidak mengenal musim. Pandemi atau tidak, stres akan terus ada. Karena stres muncul ketika banyak hal yang terasa berat dan tidak mampu kita sikapi dengan tepat. Kali ini, mari kita kenali penyebab stres dan bagaimana merespons hal tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">Buku <em>Hello Stress!</em>, yang ditulis oleh Meilani Haryono menyebutkan bahwa stres adalah reaksi tubuh dan emosi yang terjadi sebagai respons dari suatu kejadian (<em>stressor</em>). Maka tidak aneh jika kamu mengalaminya di sela-sela harimu. Dalam kadar yang pas, stres sebenarnya tetap diperlukan.</p><p style="text-align: justify;">Sebaliknya, ketika berlebihan karena penanganan yang tidak tepat stres akan mengganggu aktivitas serta produktivitas seseorang. Hingga menjadi stres berkelanjutan atau <em>distress</em>. Untuk menghindari kepanikan, ada baiknya mengenali gejala dan dampak dari stres dalam aspek fisik, psikologis, sampai perilaku.</p><p style="text-align: justify;">Seperti contoh jika kamu mudah marah dan sering sakit kepala, ada baiknya kamu mencari tau apa akar masalahnya. Terlebih jika kamu tergolong dalam orang yang mudah stres. Saat merasa stres, tubuh akan mengeluarkan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Sangat penting untuk merelaksasi dirimu dengan kegiatan menenangkan agar respons negatif tubuh berkurang. Hal berikut bisa menjadi opsi untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Hiburan</strong></p><p style="text-align: justify;">Menonton film dan mendengarkan musik bisa jadi alternatif hiburan untukmu agar lebih santai menghadapi rutinitas. Dengan berbagai pilihan genre yang tersedia, hari-hari akan semakin terasa hidup dan tidak bosan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. <em>Me Time</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Pernah merasa tidak puas menjalani hari? Me time seperti merawat tubuh, memakai pakaian bersih dan wangi, mengurangi penggunaan media sosial, tidur cukup tentu akan sangat membantumu sekalipun kamu lelaki, lho!</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Berlibur</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk kamu para pekerja, ambil waktu berlibur adalah pilihan yang sangat menyenangkan. Tak mesti jauh, tempat yang kamu nyaman dan suka sudah lebih dari cukup. Yang penting bisa membuat bahagia dan bisa melepas penat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Membaca Buku</strong></p><p style="text-align: justify;">Penting untuk meningkatkan literasi dengan membaca buku agar daya imajinasimu tak terkungkung di situ-situ saja. Membaca buku juga dapat menurunkan hormon stresmu. Selain itu dengan membaca buku akan semakin menambah pengetahuan baru.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Melakukan Hobi</strong></p><p style="text-align: justify;">Berkebun, memasak, fotografi, menulis, bernyanyi, membuat kerajinan, apa saja yang merupakan hobi dan membawamu lebih positif dan rileks ada baiknya untuk dilakukan. Melakukan kegiatan yang menyenangkan tentu akan membuat kamu jadi bersemangat bukan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Aromaterapi</strong></p><p style="text-align: justify;">Apabila kamu senang dengan wewangian, aromaterapi lavender baik untuk kamu yang sering insomnia. Ada banyak tersedia wewangian lainnya, sesuai selera dan kebutuhan kamu juga.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, relaksasi kecil seperti mengatur napas bisa juga kamu lakukan terlebih ketika kamu merasa gugup tampil di depan umum, cemas, dan lain hal. Bisa kamu lakukan kapan dan di mana saja. Setelah itu, hindari makanan dengan konsumsi gula, kafein, lemak, serta alkohol berlebih untuk mendukung kegiatan yang telah kamu kerjakan.</p><p style="text-align: justify;">Olahraga seperti berjalan 30 menit, bersepeda, joging, yoga, juga akan sangat membantu. Tentu yang tak kalah penting adalah menjaga hubungan sosial. Ketika kamu merasa penat, jangan sungkan berkabar dengan teman dekat. Mengikuti kegiatan kerelawanan, memelihara hewan, dan terakhir bisa menuliskan hal-hal baik di jurnal pribadimu. Selamat mencoba! <em><strong>(rst/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cinta Kasih Ayah dalam Buku Ayahku (bukan) Pembohong </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/cinta-kasih-ayah-dalam-buku-ayahku-bukan-pembohong/baca </link>
<guid> cinta-kasih-ayah-dalam-buku-ayahku-bukan-pembohong </guid>
<pubDate> Mon, 10 Aug 2020 11:43:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi buku Tere Liye </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/cinta-kasih-ayah-dalam-buku-ayahku-bukan-pembohong/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mLxed28LP8.png" />
					</figure>
			                <h1>Cinta Kasih Ayah dalam Buku Ayahku (bukan) Pembohong</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Judul Buku: Ayahku (bukan) Pembohong</span></p><p style="text-align: justify;">Pengarang: Tere Liye</p><p style="text-align: justify;">Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama</p><p style="text-align: justify;">Tahun Terbit: 2011</p><p style="text-align: justify;">Tempat Terbit: Jakarta</p><p style="text-align: justify;">Tebal Buku: 304 halaman</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Ada banyak cara dan pilihan untuk mendidik dan membesarkan buah hati. Menjadi orang tua adalah pekerjaan yang tak berkesudahan. Jika salah mendidik, besar kemungkinan anak akan tumbuh dengan penyimpangan baik secara internal atau eksternal.</p><p style="text-align: justify;">Lain hal dengan keluarga Dam yang bersahaja. Dam, anak yang dibesarkan oleh ayah dan ibu yang mendidiknya dengan kesederhanaan. Ayahnya selalu hadir bercerita untuk Dam, agar Dam mengerti nilai-nilai kehidupan. Kisah Si Nomor Punggung Sepuluh, Apel Emas, atau Suku Penguasa Angin selalu terendap di otaknya semakin ia beranjak dewasa. Kehidupan sekolahnya dibumbui oleh beberapa teman yang suka mengejeknya pengecut atau keriting&mdash;karena rambut yang dimilikinya&mdash;namun ibu selalu berpesan agar sabar serta ayah selalu hadir dengan cerita sarat makna untuk menenangkan hati Dam.</p><p style="text-align: justify;">Ketika SMA, orang tuanya mengirim Dam ke Akademi Gajah, sekolah asrama yang turut mewarnai masa remaja Dam. Di Akademi Gajah, ia beberapa kali melanggar aturan yang membuatnya diingat oleh staf, baik guru, penjaga perpustakaan, sampai kepala sekolah. Setiap semester Dam pulang ke kampung halaman. Semester pertama dijemput oleh ibu dan ayahnya di terminal. Tahun pertama Dam diliputi rasa bahagia dan rindu saat bertemu ayah ibunya. Satu hal yang disorotnya, yakni kesehatan ibunya.</p><p style="text-align: justify;">Dam selalu ingin ibunya mendapat perawatan maksimal di rumah sakit. Ibu dan ayah selalu menolak, berkata bahwa dengan bahagia ibu akan baik-baik saja. Semakin dewasa, Dam mulai mempertanyakan cerita ayahnya. Ketika bertanya tentang nyata tidaknya cerita ayah, air muka ayah berubah.</p><p style="text-align: justify;">Hingga Dam mulai tak selera mendengar cerita-cerita itu. Sampai pada ibu jatuh sakit, dan Dam bersikukuh agar ibu dirawat, ayah harus menjamin keselamatan ibu. Malam sebelum ibu pergi, ayah lagi-lagi ingin mengulang cerita. Dam muak serta setelah kepergian ibu, Dam dan ayahnya semakin dalam relasi yang canggung. Dam dewasa adalah seorang arsitek dengan dua anak bernama Zas dan Qon. Istrinya adalah teman lamanya di SMP.</p><p style="text-align: justify;">Lama tinggal sendiri di rumah itu, ayah Dam dibujuk menantunya untuk tinggal bersama mereka. Dam sebenarnya tak pernah suka ayahnya tinggal di rumahnya. Karena ayah pasti akan bercerita dan memengaruhi Zas dan Qon. Seperti ia saat kecil dulu. Bagi Dam, cerita khayal ayah tidak pantas lagi di zaman sekarang. Dam selalu merasa berkuasa penuh untuk mendidik kedua anaknya. Kebenciannya pada cerita ayah, selalu mengingatkan akan kepergian ibunya beberapa tahun silam.</p><p style="text-align: justify;">Sampai pada satu waktu, pertengkaran ayah dan Dam terjadi. Dam menyuruh ayah untuk kembali tinggal di rumah sendiri agar tak memengaruhi Zas dan Qon dengan cerita-cerita bohong. Ayah tersinggung dan bersedih. Berkata akan tinggal sendiri, dan kapanpun ingin menjenguk pintu rumah akan selalu terbuka. Merasa sedih akan pertengkaran kakek dan ayahnya, Zas dan Qon memeluk kakek membujuk agar kakeknya tetap tinggal bersama mereka. Keputusan Dam sudah bulat.</p><p style="text-align: justify;">Besoknya, ayah Dam dikabarkan jatuh sakit. Malam setelah meninggalkan rumah itu, ayah Dam ziarah ke makam sang istri. Jalan menuju pemakaman licin dan ayah Dam tergelincir hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Mendapat kabar demikian, Dam mulai merasa bersalah. Ingatannya membawa pada memori saat ia harus kehilangan ibu. Dam lekas bergegas bersama istri dan kedua anaknya. Dalam hatinya sangat menyesal dan takut harus kehilangan seperti ia kehilangan ibu dulu.</p><p style="text-align: justify;">Di saat mencekam, ayah bangun dari koma dan ingin bercengkrama dengan Dam. Sedang dokter mengimbau untuk tidak terlalu lama bercengkrama, sebab kondisi ayahnya sangat mengkhawatirkan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam ruangan itu, Dam meminta maaf kepada ayahnya. Ayah membuka cerita, menjelaskan bahwa cerita ayah benar. Ayah tak pernah berbohong sekalipun cerita apel emas dan suku penguasa angin yang terdengar seperti fantasi. Semasa muda, ayah lulusan terbaik luar negeri kemudian bertemu ibu yang seorang artis cantik dan terkenal masa itu di bandara. Pertemuan ayah dan ibu Dam kala itu, diawali dengan tangisan ibu Dam yang divonis sakit berujung pada pemutusan kontrak. Sedangkan ayah Dam yang baru saja mengelana mencari arti kebahagiaan hingga harus berguru pada sufi terkenal.</p><p style="text-align: justify;">Di pertemuan kala itu, ayah Dam berujar bahwa kebahagiaan datangnya dari diri sendiri. Dan ibu Dam terenyuh karena sedang mengalami hal yang menyakitkan atas kariernya. Setelah pertemuan itu, mereka menjalin hubungan serius. Ibu Dam meninggalkan popularitas dan belajar menjadi ibu yang baik untuk anak semata wayangnya, Dam. Lahirnya Dam membawa kebahagiaan teramat. Ibu Dam mulai jarang sakit-sakitan. Vonis dokter yang mengatakan ia akan bertahan hanya beberapa tahun, nyatanya tak kunjung nyata. Dua puluh tahun ibu Dam bertahan. Lebih lama dari dugaan. Itu semua berkat kebahagiaan yang datang dari dalam diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dam memeluk ayah menangis merasa amat bersalah karena menuduh ayah pembohong. Menuduh ayah tak pernah membahagiakan ibu. Padahal, sikap ayah yang membumi dengan cerita-ceritanyalah yang membawa kebahagiaan untuknya dan ibunya. Meski beberapa waktu kemudian ayah telah tiada, Dam amat bersyukur karena telah memercayai ayahnya kembali. Ia menjadi anak yang dibesarkan dengan nilai-nilai kehidupan. <em><strong>(rst/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Penghujung Akhir KKN Online </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-penghujung-akhir-kkn-online/baca </link>
<guid> cerita-penghujung-akhir-kkn-online </guid>
<pubDate> Thu, 13 Aug 2020 11:42:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa membagikan pengalamannya menjalani KKN secara daring. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-penghujung-akhir-kkn-online/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZTStYPmSv0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Penghujung Akhir KKN Online</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Telah berlangsung sejak 8 Juli lalu, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata-Kejadian Luar Biasa (KKN-KLB) kini memasuki babak akhir. KKN akan selesai pada 18 Agustus mendatang. Tentu, kegiatan KKN tahun ini cukup sulit sebab dilakukan secara <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">Meski berkegiatan dari rumah, mahasiswa tetap dituntut membuat program yang kreatif di tengah keterbatasan yang ada. Ranti Balhargiasti M.V mahasiswi prodi Psikologi, selaku Humas Kelompok KKN-KLB Kelurahan Margasari Balikpapan membagikan pengalaman kelompoknya terkait pelaksanaan program kerja (proker) mereka serta beberapa kendala selama menjalankan KKN.</p><p style="text-align: justify;">Ranti menyebutkan, saat ini ia dan kelompoknya tengah berusaha untuk merampungkan proker dan mengusahakan agar semuanya dapat berjalan <em>online</em>. Proker unggulan yang mereka usung terdiri dari pembuatan <em>banner</em> dan video edukasi mengenai pentingnya menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan menyediakan masker <em>scuba</em> minimal 50 buah untuk masyarakat kelurahan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mereka juga membuat kegiatan edukasi seputar Covid-19 melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan Blogspot.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk <em>banner</em>, spanduk dan masker akan kami kirimkan melalui ekspedisi. Jadi tidak ada kontak dengan masyarakat di sana. Kami hanya melakukan kontak untuk serah terima saja dengan perwakilan kelompok,&rdquo; jelas Ranti, Senin (3/8).</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, selama KKN ada beberapa kendala yang mereka hadapi seperti lambatnya progres kelompok di awal karena tidak familiar dengan situasi. Lalu, pembimbing lapangan yang s<em>low response</em> saat dihubungi. Meski saat ini komunikasi telah terjalin dengan lancar, Ranti mengaku bahwa terkadang pihak kelurahan meminta kelompoknya untuk turun ke lapangan untuk komunikasi yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akan tetapi karena DPL tidak mengizinkan, kami tidak ada yang turun ke lapangan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, peran dosen pembimbing lapangan (DPL), baginya telah sangat membantu dan mudah berkoordinasi dengan kelompok. Mereka juga banyak diberikan saran serta informasi yang dibutuhkan. &ldquo;Yang agak sulit mungkin ketika ingin melakukan rapat, karena beliau cukup sibuk,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan Ranti, Kelompok KKN-KLB Desa Teratak juga memiliki kisahnya sendiri. Ahmad Baharuddin prodi Hubungan Internasional (HI), selaku ketua kelompok turut membagikan pengalaman kelompoknya, terutama dalam menyusun proker. Salah satunya program unggulan mereka, yakni buku saku untuk petani di Desa Teratak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuannya sebagai media informasi tentang bagaimana cara pengolahan hasil pertanian, penggunaan pestisida dan lain-lain,&rdquo; ujar Bahar kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (6/8).</p><p style="text-align: justify;">Selain proker unggulan, peserta KKN juga diwajibkan membuat proker individu untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Bahar memaparkan, proker individu tersebut terdiri dari sosialisasi tentang dampak sampah plastik sekali pakai dalam bentuk video, kelas edukasi pembuatan media belajar dalam bentuk buku tentang pengetahuan bahasa Inggris.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada juga video animasi dan poster terkait keuangan dan pemasaran, pengenalan tanaman obat keluarga (TOGA), video informatif anti korupsi dan sosialisasi terkait pentingnya melanjutkan pendidikan.Semua proker tersebut dirancang berdasarkan disiplin ilmu masing-masing anggota. Terkait kendala selama menjalankan proker, proses pembuatan video menjadi salah satu masalah yang mereka alami.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga bingung dalam pelaksanaan KKN ini, karena kami tidak tahu pasti apakah proker yang kami laksanakan ini tersampaikan kepada masyarakat atau tidak,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Adanya partisipasi DPL dalam komunikasi membuat mereka cukup bernapas lega. Lain halnya dengan komunikasi kepada pembimbing lapangan (PL) setempat yang terkendala jaringan internet sehingga PL harus ke kantor desa untuk menjangkau dan menjalin komunikasi.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Bahar, sejak awal mereka mengalami kesulitan karena tak dapat terjun langsung ke desa. Dalam proses perancangan proker, mereka beberapa kali melakukan perombakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karena mereka tidak bisa mengukur seberapa efektif proker yang ada untuk desa.</p><p style="text-align: justify;">Kendala ini juga berimbas kepada rencana diskusi bersama para pemuda di desa yang akhirnya tidak terlaksana. &ldquo;Dan lagi-lagi terkendala jaringan. Memang untuk wilayah pusat desa jaringan memadai, tapi untuk dusun lainnya mereka tidak dapat menjangkau jaringan,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>len</em></strong><strong><em>/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> If Cats Disappeared from the World: Menerima Kematian dalam Damai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/if-cats-disappeared-from-the-world-menerima-kematian-dalam-damai/baca </link>
<guid> if-cats-disappeared-from-the-world-menerima-kematian-dalam-damai </guid>
<pubDate> Fri, 14 Aug 2020 12:30:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi Film. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/if-cats-disappeared-from-the-world-menerima-kematian-dalam-damai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2WjmDOWGIj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>If Cats Disappeared from the World: Menerima Kematian dalam Damai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sutradara: <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Akira Nagai</span></p><p style="text-align: justify;">Pemeran: <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Takeru Sato, Aoi Miyazaki, Gaku Hamada, Mieko Harada, Eiji Okuda</span></p><p style="text-align: justify;">Distribusi: <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Toho</span></p><p style="text-align: justify;">Musik: <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Takeshi Kobayashi</span></p><p style="text-align: justify;">Genre: <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Drama</span></p><p style="text-align: justify;">Durasi: <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">103 menit</span></p><p style="text-align: justify;">Rilis: <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">14 Mei 2016</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Apakah kamu akan siap untuk menerima kenyataan, jika mengetahui usiamu hanya<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;tinggal hitungan jari? Akankah kamu bersedia untuk menukarkan satu kenanganmu dengan imbalan satu</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;kali nyawa setiap harinya? Inilah kisah seorang pengantar surat (Takeru Sato) dengan</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;penyakit tumor otaknya.</span></p><p style="text-align: justify;">Tinggal sendiri dan jauh dari kota, seorang pria muda bekerja sebagai pengantar surat (<em>postman</em>). Dalam perjalanannya<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;setelah mengantar surat, ia melewati sebuah pelabuhan sambil memikirkan</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;hidup yang sudah bahagia dan melangkah maju dari masa lalunya. Ia sadar bahwa dirinya tak</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;pernah memikirkan masa depan, sebab ia lebih suka menjalani hidup dengan menyambut hari esok. Tiba-tiba</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;kepalanya terasa amat sakit dan menyebabkan dirinya jatuh dari sepeda.</span></p><p style="text-align: justify;">Untuk memeriksakan dirinya, ia menemui dokter di rumah sakit. Sayangnya, yang ia dapatkan<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;adalah kabar memilukan. Ia memiliki tumor otak dan telah menyebar hampir ke seluruh batang otak.</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Sang dokter menyebut, ia memerlukan pemeriksaan lebih lanjut sebab potensi kanker selalu ada.</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Masalah semakin rumit sebab keadaannya cukup mengkhawatirkan dan sulit melakukan operasi.</span></p><p style="text-align: justify;">Terkejut dengan pernyataan dokter, ia menanyakan berapa lama dirinya dapat hidup. Jawaban<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dokter kembali membuatnya frustrasi. Dokter menyampaikan bahwa kemungkinannya agak ganjil</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;apabila ia dapat hidup lebih dari seminggu karena kondisinya saat ini cukup membuatnya untuk mati.</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Ia disarankan untuk segera melakukan perawatan. Pikirannya semakin berkecamuk dan ingin</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;kabur dari kenyataan. Ia pikir, ia tidak pernah khawatir akan kehilangan sesuatu. Kini, ia khawatir</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dan menjadi lebih cemas.</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan selera makan yang hilang dan perasaan sedih, ia pulang ke apartemennya. Ia memikirkan<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;siapa yang mungkin akan merindukannya saat ia mati, dan menemukan seseorang yang sangat</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;mirip dengannya sedang duduk dan menunggunya. Sosok misterius tersebut mengaku sebagai</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;seorang iblis. Sambil tertawa, &ldquo;iblis&rdquo; tersebut menyampaikan bahwa sang pengantar surat akan mati&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">besok.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Semakin takut, ia bergumam bahwa dirinya tak ingin mati dan iblis tersebut membuat sebuah penawaran untuknya. Apabila sang pengantar surat setuju untuk menghilangkan satu hal di dunia yang dipilih iblis tersebut, ia akan mendapatkan satu hari untuk hidup dan terhindar dari kematian. Iblis tersebut mengingatkan, bahwa setiap hal yang dihilangkan akan benar-benar terhapus keberadaannya dari dunia seolah tak pernah ada. Hal tersebut akan hilang di penghujung hari sehingga si pengantar surat dapat menikmatinya sebelum itu menghilang dari dunia. Lantas, seperti apa jawaban pria pengantar surat tersebut?<br></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Setiap Hal Berharga</strong><br></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dalam film berdurasi 103 menit ini, kita akan diajak untuk melihat kehidupan sang <em>postman</em> ketika satu demi satu hal hilang dari dunia dan ketika hal-hal tersebut masih ada di kenangannya. Ia harus merelakan seluruh kenangannya dengan mantan kekasihnya (Aoi Miyazaki) setelah telepon dihapus dari dunia. Berlanjut dengan kehilangan sahabatnya (Gaku Hamada) seiring dengan hilangnya seluruh jenis film yang ada di dunia. Semakin memilukan ketika jam dihapuskan, sebab itu adalah tiang utama kehidupan dan sumber penghasilan ayahnya (Eiji Okuda). Hilangnya jam memudarkan ingatan si <em>postman</em> bersama orang tuanya. Dan terakhir, hilangnya keberadaan kucing termasuk kucing peliharaannya. Kucing adalah hal terpenting dan merupakan ikatan batin antara dirinya dan sang ibu (Meiko Harada). <br></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Film yang diadaptasi dari novel berjudul <em>Sekai kara Neko ga Kieta nara</em> karya Genki Kawamura ini membawa kita untuk mendalami setiap hal yang sering dianggap remeh―seperti telepon, film, arloji, dan kucing. Saat mereka menghilang, tentunya beberapa bagian dalam hidup manusia turut terdampak. Mereka saling terpaut satu sama lain. Tanpa telepon, maka komunikasi jarak jauh akan susah terjalin. Tak adanya film berarti ruang-ruang seni peran menjadi sempit dan sulit menjadi hiburan semua lapisan masyarakat. Hilangnya jam dari dunia maka tak ada batas yang jelas antara waktu yang berlalu dan sedang berjalan. Kehadiran kucing yang dihapuskan juga akan berpengaruh pada rantai makanan, ekosistem, bahkan memori penting dengan sesama. Lalu, apa mungkin kita dapat hidup abadi tanpa kehadiran hal-hal semacam ini? Tentu saja tidak. <br></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Meski menggunakan alur maju-mundur dan sedikit membingungkan karena tidak ada batas yang begitu nampak dan jelas, visual yang ditawarkan begitu indah dan memikat. Salah satunya ketika sang <em>postman</em> dan mantan pacarnya melakukan <em>traveling</em> di masa lalu ke Argentina. Beberapa adegan <em>flashback</em> dengan ibunya juga diperkuat dengan visual yang apik sehingga hubungan antara anak dan ibu ditampilkan dengan baik. Film ini cocok ditonton saat waktu senggang atau bersama keluarga. <strong><em>(len/ann)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Remotely Killed VS Host: Dalam Cengkeraman Pandemi dan Teror </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/remotely-killed-vs-host-dalam-cengkeraman-pandemi-dan-teror/baca </link>
<guid> remotely-killed-vs-host-dalam-cengkeraman-pandemi-dan-teror </guid>
<pubDate> Sun, 16 Aug 2020 11:44:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hiburan di tengah pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/remotely-killed-vs-host-dalam-cengkeraman-pandemi-dan-teror/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ycjfs9nGmk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Remotely Killed VS Host: Dalam Cengkeraman Pandemi dan Teror</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pandemi Covid-19 masih menghantui seluruh warga dunia. Protokol kesehatan seperti<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;<em>stay at home</em> dan <em>work from home</em> menjadi primadona meski saat ini penerapan <em>new normal</em> atau</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;adaptasi kebiasaan baru telah digaungkan oleh pemerintah. Selama berkegiatan di rumah, tentunya</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;terdapat berbagai respons dari masyarakat. Entah memanfaatkan waktu dengan produktif atau</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;melakukan <em>self-healing</em> dengan beristirahat.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya masyarakat awam, keadaan ini rupanya digunakan para sineas untuk menciptakan karya-karya baru<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;yang berkaitan dengan aktivitas di rumah. Memakai konsep telekonferensi yang</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;sedang tren sebagai <em>lifestyle</em> saat <em>new normal,</em> mereka membuktikan bahwa pandemi tak</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;menghalangi kreativitas mereka.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebuah <em>Special Drama&nbsp;</em>asal Jepang bernama Remote de Korosareru (Remotely Killed) dan film<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;asal Inggris yakni Host membawa kisah <em>stay at home</em> dengan satu elemen yang sama: teror.</span></p><p style="text-align: justify;">Keduanya memberikan sensasi horor yang mencekam dengan dua jenis teror yang berbeda. Seperti<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;apa kisah dari kedua karya ini? Berikut <em>Sketsa</em> berikan sinopsisnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Remote De Korosareru (Remotely Killed)</strong></p><p style="text-align: justify;">Sutradara: Nakama Hideo</p><p style="text-align: justify;">Pemain: Honda Tsubasa, Mackenyu Arata, Emoto Tokio, Saotome Taichi, Maeno Tomoya, Maeda <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Atsuko, Saito Asuka</span></p><p style="text-align: justify;">Rilis: 26 Juli 2020</p><p style="text-align: justify;">Selama periode <em>stay at home</em> setelah pernyataan gawat darurat Covid-19, sebuah geng yang terdiri<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;atas enam orang sahabat SMA berkumpul melalui media telekonferensi. Perasaan mencekam</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;muncul ketika mereka mulai mendiskusikan kebenaran dari mantan teman sekelas mereka yang</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;meninggal karena bunuh diri. Namun, satu persatu dari mereka mulai terancam ketika satu demi</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;satu kebenaran terungkap. Tak hanya tercekat ancaman, keenamnya mulai terlibat dalam</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">e pembunuhan berantai secara <em>real-time</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Host</strong></p><p style="text-align: justify;">Sutradara: Rob Savage</p><p style="text-align: justify;">Pemain: Haley Bishop, Jemma Moore, Emma Louise Webb, Radina Drandova, Caroline Ward<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Teddy Linard, Seylan Baxter</span></p><p style="text-align: justify;">Rilis: 30 Juli 2020</p><p style="text-align: justify;">Berada dalam <em>self-quarantine</em> karena pandemi Covid-19, sekelompok teman memutuskan untuk<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">e mengadakan Zoom <em>meeting</em> mingguan untuk tetap berhubungan. Untuk giliran minggu ini, Haley</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;telah menyewa seorang medium atau host bernama Seylan untuk memimpin mereka dalam <em>s&eacute;ance</em></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;alias pemanggilan arwah. Salah satu dari mereka yang bernama Teddy sengaja meninggalkan obrolan karena</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;pacarnya terus menyela. Selama <em>s&eacute;ance</em>, Jemma mengaku telah melakukan kontak dengan</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;seorang teman yang melakukan bunuh diri bernama Jack. Ia kemudian mengakui bahwa&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;itu palsu setelah Seylan keluar dari panggilan. Orang-orang yang tersisa mulai mengalami fe</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">nomena aneh dan menakutkan.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski mengangkat kisah yang sama yakni teror selama kegiatan <em>meeting</em> berlangsung, keduanya tetap memiliki ciri khas dan warna tersendiri dalam plotnya. Ini juga dipengaruhi oleh &ldquo;faktor budaya&rdquo;, di mana beberapa drama dan film Jepang mengangkat kisah bunuh diri dan kisah </p><p style="text-align: justify;">pemanggilan arwah yang banyak disisipkan dalam film-film barat. Keduanya juga mendapatkan rating yang cukup tinggi dan dianggap menghibur. Tertarik untuk menontonnya? <strong><em>(len/ann)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Menyongsong Program Kampus Merdeka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/unmul-menyongsong-program-kampus-merdeka/baca </link>
<guid> unmul-menyongsong-program-kampus-merdeka </guid>
<pubDate> Wed, 19 Aug 2020 11:37:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Kampus Merdeka di Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/unmul-menyongsong-program-kampus-merdeka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m6PsdlTEkP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Menyongsong Program Kampus Merdeka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar yang ditujukan bagi pendidikan tinggi bertajuk Kampus Merdeka. Kebijakan ini disampaikan dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi pada Januari lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan kebijakan tersebut, Universitas Mulawarman (Unmul) bersama Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepakatan (<em>Memorandum of Understanding</em>/MoU) mengenai Program Kampus Merdeka pada 3 Maret 2020. Pada kesempatan itu, Rektor Unmul Masjaya mengungkapkan rasa bangga karena sudah mempersiapkan diri untuk menyongsong program dari Mendikbud, Nadiem Makarim yang disebut Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pada Nota Kesepakatan (<em>Memorandum of Understanding</em>/MoU), kerja sama ini akan melibatkan 3 bidang. Yaitu peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), kualitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Nasional (BOSNAS), dan Dana Kelurahan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam nota kesepakatan tersebut juga dikatakan bahwa kerja sama ini akan berlangsung selama lima tahun mendatang. Dengan berpartisipasi dalam program ini, Unmul menjadi kampus pertama di Indonesia yang mendeklarasikan Kampus Merdeka.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai kampus pertama yang mendeklarasikan diri dalam program Kampus Merdeka. Selasa (18/8) lalu, program studi (prodi) Administrasi Bisnis dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melaksanakan <em>Launching</em> Program Kampus Merdeka secara daring.</p><p style="text-align: justify;"><em>Launcing</em> dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 500 peserta yang merupakan dosen, mahasiswa dan alumni prodi Administrasi Bisnis. Diikuti pula oleh peserta yang berasal dari universitas lain yang ada di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">M. Fikry Aransyah selaku narasumber menyebut bahwa terdapat lima kebijakan yang bisa diterapkan dalam prodi Administrasi Bisnis. Di antaranya adalah Magang, Studi Proyek Independen, Asistensi Mengajar, Proyek Kemanusiaan dan Kegiatan Wirausaha.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mekanisme pelaksanaan Program Kampus Merdeka di prodi Administrasi Bisnis telah siap untuk dilaksanakan ditingkat prodi,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, mahasiswa yang ingin mengikuti program Kampus Merdeka dapat langsung melakukan komunikasi dengan prodi Administrasi Bisnis, dan akan disiapkan mekanisme pelaksanaanya.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Olli Chandra, Narahubung Kuliah Umum dan Launching Program Kampus Merdeka 2020.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanpa Apa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tanpa-apa/baca </link>
<guid> tanpa-apa </guid>
<pubDate> Sat, 22 Aug 2020 11:20:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tanpa-apa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RK73qhqAsH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tanpa Apa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Telapak tanganku tak punya gurat takdir yang membawa ke jurang-jurang dunia</span></p><p style="text-align: justify;">Tempat pecundang dilucuti</p><p style="text-align: justify;">Tak juga ada gurat takdir yang membawa ke bintang-bintang galaksi</p><p style="text-align: justify;">Tak hadir apapun di sini</p><p style="text-align: justify;">Tempat doa dan duka sekalipun disembunyikan</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Tidak ada ejaan nama-nama yang ku kagumi</p><p style="text-align: justify;">Tidak juga terang dan kepastian</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada peristiwa yang wajib dikenang</p><p style="text-align: justify;">Sekalipun kau menatap iba</p><p style="text-align: justify;">Berharap itu semua ada</p><p style="text-align: justify;">Di sini,</p><p style="text-align: justify;">tidak ada apa-apa,</p><p style="text-align: justify;">yang mesti digenggam</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masih Pandemi, SMMPTN Unmul: Ujian Mandiri di Rumah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masih-pandemi-smmptn-unmul-ujian-mandiri-di-rumah/baca </link>
<guid> masih-pandemi-smmptn-unmul-ujian-mandiri-di-rumah </guid>
<pubDate> Mon, 24 Aug 2020 10:16:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ujian Mandiri dari Rumah (SMMPTN) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masih-pandemi-smmptn-unmul-ujian-mandiri-di-rumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BIyyxxTpJp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masih Pandemi, SMMPTN Unmul: Ujian Mandiri di Rumah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah membuka kesempatan pasca SNMPTN dan SBMPTN, Unmul membuka jalur alternatif lain kepada calon mahasiswa baru (maba). Dilansir pada laman resmi <em>smmptn.unmul.ac.id</em>, Unmul menyediakan 1806 kursi pada jalur mandiri (SMMPTN). Imbas pandemi Covid-19, maka pelaksanaan SMMPTN akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yakni dengan metode daring dari kediaman peserta, dengan syarat mengunduh aplikasi khusus guna mengakses soal ujian pada laman akun peserta.</span></p><p style="text-align: justify;">Dewi Novi Rianti selaku Kepala Sub Bagian Humas Unmul menuturkan, metode baru yang diterapkan pada seleksi mandiri merupakan inovasi Unmul dalam aspek teknologi yang mampu memudahkan peserta dalam mengikuti ujian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain akibat pandemi yang menyebabkan hal tersebut, perkembangan teknologi yang semakin masif menuntut Unmul guna terus melakukan inovasi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,&rdquo; terang Novi.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat metode ini baru diterapkan, sebelum pelaksanaan seleksi Unmul terlebih dahulu melakukan banyak persiapan baik secara perencanaan dan teknis. Selain sistem yang berbeda, terdapat program studi (prodi) baru yang siap membuka kelas perdananya bagi calon mahasiswa. Adapun prodi yang akan membuka kelas ialah Arsitektur pada Fakultas Teknik (FT). Pada rumpun sosial, program studi Akuntasi dan Manajemen menyediakan kursi terbanyak dengan jumlah 77. Sementara, prodi Keperawatan menyediakan 100 kursi.</p><p style="text-align: justify;">Seleksi mandiri yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 Agustus lalu terbagi menjadi dua sesi dalam pelaksanaan setiap harinya. Sesi pertama pukul 09.00-11.00 Wita dan sesi kedua pukul 14.00-16.00 Wita. Peserta ujian mengikuti pembagian sesi yang telah dijadwalkan pada kartu peserta masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pada pelaksanaannya terdapat gangguan teknis yang menghambat sehingga beberapa peserta mengalami peralihan jadwal pada Rabu (12/8) dengan jam sesi yang sama seperti jadwal sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk prodi Kedokteran Gigi, calon maba kemudian mengikuti kembali ujian lanjutan, yaitu wawancara secara daring yang telah dilaksanakan pada Rabu (12/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun Materi yang diujikan berupa Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Bidang Studi Kemampuan Dasar (TBSD) dengan mata ujian Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta Tes Bidang Studi Kemampuan sesuai rumpun Saintek atau Soshum.</p><p style="text-align: justify;">Kendati seleksi mandiri, calon maba yang memperoleh bantuan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) mendapat pembebasan biaya pendaftaran dengan melampirkan kartu peserta KIP 2020.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi sistem seleksi mandiri Unmul, Ratna Yuliana, calon maba yang berasal dari Paser mengaku telah mengikuti tes simulasi percobaan sebelumnya. Namun, acapkali ia mengalami gangguan hingga harus mencoba kembali pada esok harinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah masuk tes uji coba, tapi sempat gangguan lamannya jadi &apos;<em>gak</em> bisa masuk pada pukul 10.33 Wita. Lalu, saya masuk kembali namun tetap belum bisa. Jadi pada esok harinya dicoba lagi,&rdquo; tutur siswa asal SMAN 1 Tanah Grogot ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski sempat bermasalah pada uji coba, Ratna mengaku tidak ada kendala berarti selama proses pendaftaran seleksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada bayangan gambaran soal yang diujikan seperti apa, karena pada saat uji coba gangguan. Tapi semoga pada saat pelaksanaan ujian tidak ada kendala berarti sehingga lancar dalam menjawab,&rdquo; jelas siswa yang memilih prodi Farmasi ini.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Ratna, Zulfahmi, calon maba asal Samarinda mengaku sudah memahami alur proses ujian mengingat pada tahun sebelumnya sudah mengikuti seleksi mandiri Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah paham. Tapi sejauh ini ada yang membuat risau, yaitu respons yang lambat dari admin untuk menjawab pertanyaan peserta. Mungkin karena banyak yang bertanya sepertinya. Sehingga saya sendiri yang harus inisiatif nanya ke sesama peserta untuk informasi mandiri lebih lanjut,&rdquo; sambung peserta yang memilih Sastra Indonesia sebagai prodi pilihannya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, pada pengerjaan soal ujian peserta menyalakan kamera guna mengantisipasi tindakan kecurangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walau dari registrasi sempat gangguan juga, sempat gagal verifikasi berkali-kali, namun sudah teratasi. Mungkin ini juga metode baru jadi melalui serangkaian percobaan,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Akhir dari rangkaian seleksi calon maba Unmul tahun ajaran 2020/2021 ini kemudian diumumkan pada Minggu (23/8) lalu. <em><strong>(fir/wuu/syl/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terkonfirmasi Kasus Positif Covid-19, Unmul Perketat Penjagaan Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terkonfirmasi-kasus-positif-covid-19-unmul-perketat-penjagaan-kampus/baca </link>
<guid> terkonfirmasi-kasus-positif-covid-19-unmul-perketat-penjagaan-kampus </guid>
<pubDate> Mon, 24 Aug 2020 10:24:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor II Unmul, Abdunnur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terkonfirmasi-kasus-positif-covid-19-unmul-perketat-penjagaan-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/X23Ayo01Zw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terkonfirmasi Kasus Positif Covid-19, Unmul Perketat Penjagaan Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Rektor Unmul, Masjaya resmi keluarkan imbauan setelah beberapa civitas academica Unmul dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan Unmul, Abdunnur saat dihubungi <em>Sketsa</em> Senin (24/8) sore.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya betul,&rdquo; jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Surat dengan nomor 2684/UN17/KU/2020 tersebut berisi enam poin arahan kepada seluruh pimpinan fakultas hingga unit kerja di Unmul. Seperti pelayanan yang tetap dilakukan secara daring dari rumah dan tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan di kantor. Selain itu, penjagaan kampus akan diperketat sehingga harus mendapatkan izin dari rektor untuk masuk kampus.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh pegawai, dosen, dan mahasiswa wajib mematuhi protokol kesehatan. Bagi yang melanggar, akan mendapatkan sanksi dan bisa dilaporkan ke rektor Unmul oleh pimpinan fakultas. Para dekan juga ditugaskan untuk menyosialisasikan dan menerapkan protokol kesehatan di unit tugas masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, tiap fakultas diimbau untuk membentuk satuan kerja yang melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan dan selalu berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Unmul. Sedangkan untuk Tim Satuan Petugas Keamanan rektorat dan fakultas beserta Satgas Covid-19 Unmul ditugaskan untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan di Lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Bagi civitas academica Unmul yang telah melakukan perjalanan ke luar kota menggunakan transportasi umum, diwajibkan melapor pada Tim Satgas Covid-19 Unmul melalui laman <a href="http://bit.ly/3LAPORSATGASCOVID19UNMUL."><em>http://bit.ly/3LAPORSATGASCOVID19UNMUL</em>.</a></p><p style="text-align: justify;">Terkait jumlah civitas academica yang dinyatakan positif, Abdunnur menepis berbagai kabar yang menyebutkan jumlah staf atau pegawai Unmul yang positif Covid-19. Sejauh ini secara keseluruhan terdapat empat orang yang dinyatakan positif Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hasil <em>rapid test/swab test&nbsp;</em>Klinik Unmul 1 dosen FEB dan 1 mahasiswa FKG. 1 orang staf protokol rektorat (hasil <em>swab test&nbsp;</em>BNI) dan 1 orang staf humas rektorat (hasil <em>swab test</em> mandiri di AWS),&rdquo; sebut Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Semua staf dan pegawai tersebut sudah menjalani proses pemulihan dan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan dan arahan Tim Satgas Covid-19 Unmul. Dari keempat orang tersebut, dua di antaranya telah dinyatakan sembuh setelah melakukan <em>swab test&nbsp;</em>dan <em>Immunofluorescence</em> (IFA) <em>test</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang 2 orang, dari FEB dan FK (Prodi KG) sudah dinyatakan sembuh. Tinggal dua orang saja yang sedang proses isolasi mandiri dan perawatan sesuai protokol kesehatan dan arahan Tim Satgas Covid-19 Unmul,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur kemudian menambahkan, imbauan yang baru dikeluarkan tersebut berlaku sesuai dengan edaran sebelumnya atau sampai ada edaran terbaru yang dikeluarkan. Sehingga civitas academica diminta untuk tetap di rumah dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. <em><strong>(wil/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Susul Kampus Lain, Unmul Gelar PKKMB Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/susul-kampus-lain-unmul-gelar-pkkmb-daring/baca </link>
<guid> susul-kampus-lain-unmul-gelar-pkkmb-daring </guid>
<pubDate> Tue, 25 Aug 2020 11:48:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan PKKMB daring. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/susul-kampus-lain-unmul-gelar-pkkmb-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EtO3A7CJdR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Susul Kampus Lain, Unmul Gelar PKKMB Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sejak pandemi menyerang di pertengahan Maret, seluruh aktivitas yang melibatkan kerumunan kini diganti menjadi kegiatan daring, termasuk sistem perkuliahan. Belajar tatap muka, praktikum laboratorium, hingga muncul wacana terbaru yakni sistem pengenalan kampus bagi mahasiswa baru secara daring.</span></p><p style="text-align: justify;">Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) sendiri telah mengeluarkan surat dan panduan bagaimana sistem penyelenggaraan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) daring 2020 melalui laman <a href="https://dikti.kemdikbud.go.id/.">https://dikti.kemdikbud.go.id/.</a> Sejak dikeluarkan pertengahan Juni lalu, berbagai universitas juga telah melaksanakan arahan ini.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan PKKMB sejatinya merupakan tahapan awal yang diselenggarakan universitas unutuk mengenalkan bagian-bagian kampus. Selain untuk mengenalkan, kegiatan ini juga sebagai ajang persiapan diri bagi mahasiswa baru dalam masa transisi ke jenjang pendidikan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan jauh sebelum dikeluarkannya panduan oleh Dikti, beberapa kampus ternama di Indonesia telah lebih dulu melaksanakan PKKMB daring sebagai skenario jika pandemi belum juga reda, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di antaranya. Selain itu, dilansir dari jawapos.com pada (1/6), Universitas Airlangga (Unair) juga telah mempersiapkan rencana serupa dan juga secara fisik ditunda ke semester berikutnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Konsep Ala Unmul dan BEM KM</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengikuti jejak beberapa universitas yang telah melaksanakan PKKMB daring, Unmul kini juga bersiap memasuki tahapan tersebut. Berbagai persiapan hingga konsolidasi telah dilakukan civitas academica dalam rangka mempersiapkan pengenalan untuk maba. Konsolidasi UKM se-Unmul telah dilaksanakan pada (9/8) lalu, dihadiri sejumlah UKM di Unmul untuk membicarakan mekanisme PKKMB daring.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil konsolidasi tersebut, PKKMB akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Media Teleconference dan ditayangkan di kanal YouTube resmi Unmul pada Kamis (27/8). Setiap UKM di lingkungan kampus diberi durasi 5 menit untuk memperkenalkan masing-masing lembaga dalam bentuk video.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, setiap UKM juga diperkenankan untuk memperkenalkan diri secara bebas, baik melalui video, desain ataupun seminar yang akan ditayangkan di IG TV, yang akan dilaksanakan selama beberapa hari, yakni pada 20-26 Agustus. Konsep ini diusung oleh BEM KM bersama beberapa UKM karena PKKMB yang diusung birokrat dirasa tidak cukup untuk mengakomodir seluruh UKM.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dalam rapat teknis (24/8) bersama Wakil Rektor III, Encik Akhmad Syaifudin dan beberapa staf kemahasiswaan, dijelaskan bahwa agenda PKKMB yang sudah disusun pihak kampus dirasa telah cukup untuk mempromosikan masing-masing lembaga kemahasiswaan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ibaratnya itu kan iklan, kan tidak ada yang lebih dari 5 menit. Jadinya, sebisa mungkin dalam 5 menit itu benar-benar informasi yang benar nantinya disampaikan kepada adik-adiknya. Supaya mereka juga tidak bingung,&rdquo; jelasnya kepada seluruh peserta rapat.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Encik juga menegaskan bahwa konsep PKMB daring yang disusun telah disesuaikan sedemikian rupa di tengah banyaknya keterbatasan. &ldquo;Dengan persiapan yang cukup, kami berharap ini bisa kembali mendulang kesuksesan, seperti tahun-tahun sebelumnya meski versi virtual,&rdquo; tegasnya lagi.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai konsep Pena Expo 2020 yang diusung BEM KM, Encik mengaku belum mempelajarinya lebih lanjut. Ia hanya menegaskan kembali pada seluruh ketua UKM yang hadir bahwa konsepan daring PKKMB universitas sudah disusun dengan baik dan sebentar lagi akan dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Dion Cipta Kanda selaku presiden BEM KM yang juga hadir dalam rapat, menyebutkan jika Pena Expo bukan diusung untuk menandingi konsepan PKKMB kampus. &ldquo;Pena Expo sebenarnya merupakan versi branding yang intens dari video pengenalan kampus yang 5 menit tadi, karena pengenalan disampaikan langsung oleh perwakilan lembaga, bukan melalui video atau tulisan semata,&rdquo; jelasnya. <strong><em>(khn/sut/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> RUU Kefarmasian dan Kekecewaan Dicabut dari Prolegnas Prioritas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruu-kefarmasian-dan-kekecewaan-dicabut-dari-prolegnas-prioritas/baca </link>
<guid> ruu-kefarmasian-dan-kekecewaan-dicabut-dari-prolegnas-prioritas </guid>
<pubDate> Wed, 26 Aug 2020 12:06:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> RUU Kefarmasian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruu-kefarmasian-dan-kekecewaan-dicabut-dari-prolegnas-prioritas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5nVxzLypPZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>RUU Kefarmasian dan Kekecewaan Dicabut dari Prolegnas Prioritas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa waktu lalu insan farmasis dibuat kecewa lantaran RUU Kefarmasian dicabut dari Prolegnas Prioritas 2020 DPR RI. Bentuk kekecewaan tersebut kemudian disampaikan ramai-ramai di media sosial dengan menggunakan tagar <em>#FarmasiKecewa</em> dan <em>#Pray4Farmasi</em>, dan sempat puncaki <em>trending topic</em> di Twitter.</span></p><p style="text-align: justify;">Banyak yang menyayangkan keputusan DPR itu, karena tidak hanya berdampak pada pekerja farmasi, tapi juga pasien. Keselamatan dan peningkatan kualitas hidup pasien serta masyarakat yang menjadi dasar perlunya RUU Kefarmasian sebagai payung hukum yang kuat. Tanpa RUU Kefarmasian maka sulit untuk membuat keteraturan dalam pelaksanaan pelayanan farmasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;RUU Kefarmasian ini sangat penting, dan diharapkan dapat segera terwujud menjadi undang-undang. Kita ketahui bahwa bidang kefarmasian sangat luas, sehingga tanpa RUU Kefarmasian, pelaksanaan tugas sebagai farmasis tidak bisa maksimal,&rdquo; ungkap dosen Fakultas Farmasi Unmul, Islamudin saat dihubungi <em>Sketsa</em> (28/7).</p><p style="text-align: justify;">Islamudin menyebutkan seperti halnya dalam pengawasan obat, makanan, dan kosmetik. Para apoteker tidak bisa berbuat banyak karena terhalang aspek legalitas dan payung hukum yang kurang mendukung, meski sudah dibekali pengetahuan yang mumpuni.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, di bidang lainnya seperti farmasis di rumah sakit dan puskesmas. Para apoteker tak bisa menjamin jika obat yang diberikan kepada pasien sudah tepat sasaran, tepat dosis, dan tepat penggunaan, lagi-lagi karena keterbatasan wewenang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagian distribusi obat, apoteker/farmasis hanya sebatas tukang teken saja karena semua diatur oleh pemilik modal, sama halnya di apotek. Oleh karena itu, harapan jika RUU Kefarmasian ini disahkan, maka peran apoteker dapat maksimal sesuai dengan ilmu yang dikuasai, belum lagi berbicara dari hulu ke hilir,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti Islamudin, Naufal sebagai mahasiswa Farmasi sangat mendukung pembahasan RUU Kefarmasian di DPR. Dia menganggap masih banyak masalah terkait kefarmasian yang muncul karena tidak adanya regulasi yang jelas, seperti kemunculan obat ilegal dan palsu di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, aksi yang dilakukan di media sosial tersebut sudah sewajarnya dilakukan dan cukup menggambarkan kekecewaan mereka. &ldquo;Bahkan dicabut itu kita tidak tahu bakal dibahas 2021 kah bakal dibahas di 2022 kah. Makanya teman-teman farmasi ini tetap ingin mendesak. Karena kami ini tidak memiliki payung hukum,&quot; ujar mahasiswa angkatan 2018 itu, (11/8).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Farmasi itu belum ada kejelasan payung hukum yang kuat dalam mengakomodir seluruh pekerjaan, pendidikan, yang menyeluruh di kefarmasian. farmasi ini udah lumayan tua tapi masih begini begini saja,&rdquo; tambahnya. <em><strong>(bey/fzn/nhh/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenali Potensi Keahlian untuk Profesi Impian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/mengenali-potensi-keahlian-untuk-profesi-impian/baca </link>
<guid> mengenali-potensi-keahlian-untuk-profesi-impian </guid>
<pubDate> Fri, 28 Aug 2020 12:20:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenali keahlian untuk mencapai profesi impian. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/mengenali-potensi-keahlian-untuk-profesi-impian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Juw8BZSHEu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenali Potensi Keahlian untuk Profesi Impian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Untuk mencapai profesi yang diinginkan, tentunya harus mengenali terlebih dahulu keahlian yang kita dimiliki. Untuk mendukung hal ini, Pers Mahasiswa Pijar Universitas Sumatera Utara (Pijar USU) pada Selasa (25/8) mengadakan webinar via Zoom Meeting yang bekerja sama dengan by.U.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Diikuti dengan peserta berjumlah kurang lebih 200 orang, webinar ini menghadirkan narasumber Ardian Bayu yang merupakan <em>Brand Activation Specialiast</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dimulai pada pukul 15.00 WIB, webinar kali ini mengangkat tema &quot;<em>Future Tech and Future Jobs Every Skills Gen-z Needs</em>&quot;. Di awal pemaparannya, Bayu menyampaikan bahwa terdapat sebelas <em>hard skills</em> yang bisa membuka peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Delapan di antaranya ialah <em>hard skills</em> di bidang IT yakni <em>computer progamming</em>, <em>cloud competing</em>, <em>data mining analysis</em>, <em>data management</em>, <em>network security management,&nbsp;</em><em>research skills</em>, <em>digital marketing skills</em>, dan <em>graphic design</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lalu bagaimana dengan yang tidak dari jurusan IT? Nah, masih ada 3 <em>hard skills</em> tersisa (yakni) <em>communication skills</em>, organizing skills, dan <em>financial skills</em>,&rdquo; terang Bayu.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, <em>communication skills</em> merupakan hal penting yang harus dipelajari bagi setiap orang. Tidak harus mengambil jurusan tersebut, bahkan saat ini sudah banyak tersebar pelatihan-pelatihan komunikasi mulai dari tingkat anak-anak hingga pada pekerja profesional.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya beberapa <em>hard skills</em> tersebut, Bayu juga menambahkan bahwa <em>World Economic Forum</em> (WEF) juga memberikan pemaparan mengenai skills yang dibutuhkan pada abad 21 ke atas. Pertama, <em>foundational literacy</em>, yakni ilmu-ilmu yang dipelajari sejak kecil seperti bahasa, matematika, sains, komputer, ekonomi, dan sosial budaya.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, ini sebuah keuntungan karena mayoritas sekolah di Indonesia telah mengajarkan beragam ilmu tersebut sejak tingkat Sekolah Dasar (SD). Selanjutnya ada <em>critical thinking</em>, <em>problem solving</em>, <em>creativity</em>, <em>communications</em>, <em>corporation</em> yang mana gabungan kelima hal ini adalah <em>soft skills</em> yang perlu dimiliki dan dilatih untuk bekerja dalam tim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orang yang terbiasa sendiri atau egois dan individual akan susah mengombinasikan lima hal ini menjadi satu. Karena yang dibutuhkan dalam <em>teamwork</em> adalah kelima <em>soft skills</em> ini, bukan hanya kemampuan diri sendiri,&rdquo; papar Bayu.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ada rasa ingin tahu, inisiatif, konsisten, mudah berdaptasi, <em>leadership</em>, dan <em>social culture</em>. Lebih lanjut Bayu juga menjelaskan bahwa <em>social culture</em> merupakan bagian yang butuh perhatian ekstra dan tenggang rasa. Karena bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang <em>social culture</em> yang berbeda tentunya bukanlah hal yang mudah.</p><p style="text-align: justify;">Selesai dengan pemaparan materinya, agenda dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta. Acara webinar ini berakhir pada pukul 17.00 WIB. <strong><em>(bip/nhh/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alami Kendala Teknis, Ujian SMMPTN Direlokasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alami-kendala-teknis-ujian-smmptn-direlokasi/baca </link>
<guid> alami-kendala-teknis-ujian-smmptn-direlokasi </guid>
<pubDate> Sat, 29 Aug 2020 11:42:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SMMPTN direlokasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alami-kendala-teknis-ujian-smmptn-direlokasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sPPrxJBiA6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Alami Kendala Teknis, Ujian SMMPTN Direlokasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Meski telah selesai, pelaksanaan SMMPTN tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, pasalnya ujian berlangsung secara daring. Ujian awalnya akan dilaksanakan pada 10-11 Agustus 2020, namun dikarenakan mengalami kendala teknis sehingga baru terlaksana pada Rabu (12/8).</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun mekanisme pelaksanaannya tetap sama, yakni secara daring. Bagi mahasiswa yang mengalami kegagalan dalam mengunduh soal akan diberikan waktu untuk mengulang pada Jumat (14/8).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pelaksanaan ujian yang tanggal 11 semua ditunda ke tanggal 12 untuk sesi 3 dan tanggal 13 untuk sesi 4. Sementara ujian susulan tanggal 14 hari Jumat itu diberikan kepada mahasiswa yang gagal <em>download</em> soal di tanggal 10 atau yang mengikuti penundaan gagal <em>download</em>,&rdquo; ujar Kepala UPT TIK Unmul, Hamdani saat dikonfirmasi <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Hamdani, aplikasi yang digunakan pada ujian kali ini sebenarnya sudah baik dan mudah untuk digunakan. Tetapi, meski demikian masih butuh banyak pembenahan pada bidang infrastruktur atau data <em>center</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem aplikasi sudah bagus, kita mengikuti pola sistem seperti UTBK. Jika peserta pernah mengikuti UTBK, saya yakin tidak akan kesulitan dalam penggunaan aplikasi,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain kendala teknis, Hamdali menyebutkan jika ada beberapa kendala lain yang terjadi selama ujian berlangsung, yaitu beberapa peserta yang belum tahu cara mengunduh dan menginstal aplikasi ujian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat ujian berjalan lancar saja, mungkin saja saat uji coba beberapa belum tahu cara <em>download</em> dan instal SEB, aplikasi untuk ujian daring, padahal semua sudah ada petunjuknya di <em>website</em> Unmul,&rdquo; terang Hamdani.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Hamdani mengatakan jika ke depannya akan ada evaluasi agar pelaksanaan ujian daring bisa lebih baik lagi. Setiap kegiatan melalui tahapan evaluasi agar pelaksanaan berikutnya dapat lebih baik. <em><strong>(fir/wuu/syl/ubg/hdt/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Host: Teror Online yang Jadi Nyata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/host-teror-online-yang-jadi-nyata/baca </link>
<guid> host-teror-online-yang-jadi-nyata </guid>
<pubDate> Sun, 30 Aug 2020 12:29:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi Film Host </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/host-teror-online-yang-jadi-nyata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OiWoCqo2e5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Host: Teror Online yang Jadi Nyata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Judul: Host 2020</span><br></p><p style="text-align: justify;">Genre: Horror</p><p style="text-align: justify;">Sutradara: Rob Savage</p><p style="text-align: justify;">Naskah: Gemma Hurley, Rob Savage, dan Jed Shepherd</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 30 Juli 2020</p><p style="text-align: justify;">Durasi: 56 menit</p><p style="text-align: justify;">Studio: Shudder</p><p style="text-align: justify;">Pemeran: Haley Bishop, Jemma Moore, Emma Louise Webb, Radina Drandova, Caroline Ward, Teddy Linard, dan Seylan Baxter</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Penyebaran Covid-19 tak membuat kreatifitas sutradara terkenal Rob Savage meredup untuk menciptakan karya baru dalam dunia perfilman. Sutradara &apos;Healey&rsquo;s House&apos; dan &apos;Dawn of the Deaf&apos; ini menghadirkan karya terbarunya selama <em>lockdown</em> di masa pandemi ini.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dirilis di Shudder beberapa waktu lalu, film buatan sutradara kebangsaan Inggris ini langsung menduduki peringkat tertinggi pada laman ulasan film Rotten Tomatoes sekaligus menjadi obrolan <em>trending</em> di media sosial. Meski hanya menyuguhkan konsep para aktor hanya bermain melalui layar komputer, tetapi mampu menyeret penonton untuk ikut meraskan atmosfir film ini.</p><p style="text-align: justify;">Host merupakan film bergenre horor yang terinspirasi dari penggunaan aplikasi video konferensi, Zoom sebagai alternatif media penghubung jarak jauh untuk mempermudah komunikasi. Host banyak diapresiasi karena <em>setting</em> serta alur cerita yang disajikan, bahkan film ini dianggap layak sebagai salah satu film horor terbaik 2020.</p><p style="text-align: justify;">Trailer Host: <em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=SNlKbqHqGcY&feature=youtu.be">https://www.youtube.com/watch?v=SNlKbqHqGcY&amp;feature=youtu.be</a></em></p><p style="text-align: justify;">Menghadirkan cerita tentang beberapa anak muda yang melakukan pemanggilan arwah melalui Zoom. Ketika tengah menggelar pertemuan, tiba-tiba ada sesuatu yang mengganjal dan tak diinginkan hadir ke dalam obrolan serta ritual yang dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Ritual tersebut berubah menjadi bencana, ketika salah satu pemain bernama Jemma melanggar aturan dari sang instruktur dan mempermainkan arwah yang akan dipanggil. Satu persatu pemain dalam film tersebut merasakan gangguan dan mendapatkan ancaman serius dari arwah yang datang untuk membunuh secara bergantian ke rumah mereka.</p><p style="text-align: justify;">Uniknya walaupun film Host hanya menampilkan layar komputer, tetapi hal itu mampu menciptakan alur yang asli serta natural. Bahkan Savage tidak mengganti nama asli dari aktor yang bermain dalam film ini. Selain itu, film ini sepenuhnya ditulis dan diproduksi selama <em>lockdown</em>. Bahkan sang sutradara tidak pernah bertemu secara langsung dengan para pemainnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya memberikan kesan nyata, film ini juga memberikan <em>jump scare</em> yang membuat penonton menjadi gelisah dan ketakutan karna ceritanya yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan bagi beberpa orang film ini akan membuat mereka parno setelah menontonnya. Berani nonton? <em><strong>(fzn/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Webinar terkait Pilkada, HIMIP: Jaga Demokrasi dari Pengebirian di Tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/gelar-webinar-terkait-pilkada-himip-jaga-demokrasi-dari-pengebirian-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> gelar-webinar-terkait-pilkada-himip-jaga-demokrasi-dari-pengebirian-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Tue, 01 Sep 2020 11:59:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Webinar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/gelar-webinar-terkait-pilkada-himip-jaga-demokrasi-dari-pengebirian-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Wa7Y1eHjLH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Webinar terkait Pilkada, HIMIP: Jaga Demokrasi dari Pengebirian di Tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pada pertengahan tahun 2020 ini, Indonesia sedang menghadapi dua babak baru. Pertama yakni era adaptasi kebiasaan baru (<em>New Normal</em>) lalu momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pilkada tahun ini akan menjadi sebuah babak baru sebab untuk pertama kalinya pesta demokrasi harus dirayakan di tengah pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;">Mei lalu, Presiden Joko Widodo secara resmi menunda pemungutan suara Pilkada 2020 yang semula dijadwalkan di bulan September dan mundur dua langkah menjadi bulan Desember. Keputusan tersebut dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) 7/2020.</p><p style="text-align: justify;">Adapun pada nomenklatur Perppu di Pasal 1 disebutkan bahwa pemungutan suara Pilkada 2020 ditunda karena bencana non alam, dalam hal ini pandemi Covid-19. Sementara Ayat 2 menyebutkan bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan pada Desember 2020. Kemudian pada ayat selanjutnya, terdapat ketentuan bahwa pemungutan suara dapat diundur kembali apabila pada akhir tahun belum juga dapat dilakukan pemungutan suara.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentu menjadi perhatian baru bagi pemerintah daerah setempat dalam menyelenggarakan sistem Pilkada yang aman dan memastikan kesehatan publik dari bayang-bayang Covid-19. Termasuk pemerintah daerah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan turut serta memeriahkan pesta demokrasi tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah perbaikan ekonomi setelah beberapa bulan mengencangkan ikat pinggang pasca pandemi menginfeksi bumi Kalimantan, juga disertai ketidakpastian di era adaptasi kebiasaan baru. Bukan tidak mungkin keberlangsungan Pilkada tahun ini turut menjadi ajang skeptisme masyarakat terhadap pemerintah terkait penanggulangan bencana.</p><p style="text-align: justify;">Isu ini kemudian menjadi bahan diskusi publik yang diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul. Diselenggarakan secara daring dengan mengangkat tema &ldquo;Kaltimtara Dalam Menghadapi Pilkada Serentak di Era New Normal 2020&rdquo; pada Sabtu (22/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi diisi oleh empat pemantik yakni Nur Hamin selalu Dosen Universitas Riau, Suardi sebagai Anggota KPU Provinsi Kalimantan Timur, Mohammad Taufik selaku dosen dari FISIP Unmul serta Suryanata Al-Islami selaku Ketua KPU Provinsi Kaltara.</p><p style="text-align: justify;">Suryanata Amin memulai diskusi dengan pemaparan mengenai langkah dan jadwal lanjutan terkait tahapan pemilihan Kepala Daerah. Sejauh ini, telah terbentuk Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) serta Pemutakhiran Daftar Calon Pemilih (Coklit).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap tahapan yang berjalan harus berdasarkan protokol kesehatan,&rdquo; imbuhnya. Suryanata Amin turut pula menuturkan tempat pemungutan suara di Kaltara akan berjumlah sebanyak 1584 pos, dan sebanyak jumlah itu pula protokol kesehatan terkait Covid-19 harus dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan oleh Suardi, diskusi membahas perihal menciptakan Pilkada di era kebiasaan baru berikut keselarasannya dengan protokol kesehatan. Nantinya, dalam prosesi pencoblosan akan diberi fasilitas sarung tangan, <em>hand sanitizer</em> dan pemeriksaan suhu tubuh lewat <em>thermo gun</em>.</p><p style="text-align: justify;">Meski diakui tidak ada penambahan dana Alat Pelindung Diri (APD), namun Suardi menyatakan bahwa tim penyelenggara pemilihan akan memastikan proses pencoblosan berjalan sesuai dengan anjuran kesehatan yang telah ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya bicara mengenai pemilihan di tengah pandemi, Nur Hamin sebagai pemantik selanjutnya turut membahas politik uang yang selalu santer terdengar setiap musim pemilu. Politik uang, seperti yang diketahui yaitu pemberian uang atau barang dari calon untuk kemudian secara tidak langsung mensugesti penerima agar memilih calon tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ini justru semakin ramai kala pandemi dengan menyasarkan bantuan logistik kepada khalayak yang tepat. Menurutnya, Pilkada tahun ini menjadi pengalaman yang berbeda bagi para calon sekaligus juga penyelenggara. Ajang Pilkada di tengah pandemi diharapkan dapat menjadi ajang inovasi dan batu lompatan besar bagi para petinggi, dan begitu pula sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi publik yang dilakukan via Zoom Meeting diramaikan oleh para peserta meskipun terbatas lewat virtual. Pertanyaan-pertanyaan dari para peserta juga memenuhi kolom chat publik saat sesi tanya jawab. Diskusi berakhir sekitar pukul satu siang waktu setempat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pengalaman Pertama HIMIP Selenggarakan Webinar</strong></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Di balik webinar yang sukses mengumpulkan 150 partisipan dari berbagai daerah, terdapat cerita menarik dibaliknya. Ini dituturkan oleh Muhammad Hasbi Wo&rsquo;a selaku Ketua Panitia kepada <em>Sketsa</em> via Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;">Hasbi membagikan pengalamannya tatkala Departemen Kajian Keilmuan (KKI) HIMIP berencana menyelenggarakan seminar <em>offline</em> dan telah membentuk panitia sejak bulan Maret lalu. Pandemi Covid-19 yang merebak membuat Hasbi dan kawan-kawan harus memutar otak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah terjeda selama tiga bulan, akhirnya kami bersepakat untuk menyelenggarakan <em>webinar</em>. Kebetulan sekarang ini momentum Pilkada sangat cocok untuk diangkat, mengingat kurva positif Covid-19 terus-menerus naik di daerah Kalimantan, kami tertarik mengupas hal tersebut. Jangan sampai pesta demokrasi ini malah menjadi cacat dan justru menimbulkan masalah baru,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Terpisahkan oleh jarak, Hasbi dan anggota lainnya kemudian berkomunikasi via Zoom Meeting. Terkadang, saat sedang rapat beberapa panitia tidak memiliki jaringan yang cukup memadai sehingga akses mereka terputus.</p><p style="text-align: justify;">Hasbi sendiri mengaku terkadang merasa kesulitan saat sedang rapat karena lokasinya saat ini berada di desa yang masih sulit jaringan. Ia harus merapat dan duduk di bawah tower apabila akan memulai rapat koordinasi.</p><p style="text-align: justify;">Diakuinya, dalam kurun waktu seminggu pendaftaran diskusi mampu mengumpulkan sebanyak 150 peserta yang tersebar di penjuru daerah bahkan hingga Pulau Jawa dan Sulawesi. Tercatat, mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) turut berpartisipasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah, saya merasa sangat puas walaupun dalam situasi seperti ini teman-teman masih tetap bersemangat dan berkemauan tinggi, terutama adik-adik mahasiswa baru Prodi Ilmu Pemerintahan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Suksesnya <em>webinar</em> ini tidak lantas membuat Hasbi dan teman-teman berpuas diri. Ke depannya, ia memiliki keinginan untuk berkolaborasi dengan mahasiswa Himpunan Program Studi Ilmu Pemerintahan universitas lain di luar Kaltim untuk bersama-sama membuat diskusi publik.</p><p style="text-align: justify;">Ia turut pula mengapresiasi kinerja dari teman-temannya di kepanitiaan. Hasbi berharap, keadaan ini tidak menghalangi mereka dalam berhubungan dan menjalin silaturahmi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga hubungan kita sesama kader HIMIP semakin intens dan jangan sampai terputus, dan mampu memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, bangsa dan negara, orang-orang sekitar kita dan tentunya almamater tercinta Universitas Mulawarman,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(bip/nis/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fitur Baru Alternatif Belajar Virtual Selama Pandemi dari Google </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/fitur-baru-alternatif-belajar-virtual-selama-pandemi-dari-google/baca </link>
<guid> fitur-baru-alternatif-belajar-virtual-selama-pandemi-dari-google </guid>
<pubDate> Wed, 02 Sep 2020 11:25:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teknologi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/fitur-baru-alternatif-belajar-virtual-selama-pandemi-dari-google/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DgWfcwvytT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fitur Baru Alternatif Belajar Virtual Selama Pandemi dari Google</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tanda-tanda keadaan pandemi akan pulih belum juga nampak, <em>new normal</em> dijalankan guna menyambung kembali kehidupan bermasyarakat meskipun harus hidup berdampingan dengan virus yang tak terlihat. Hal membuat beberapa kegiatan di masyarakat membutuhkan penyesuaian baru di berbagai bidang, tak terkecuali bidang pendidikan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Platfrom Google akhirnya merilis fitur baru guna memudahkan para tenaga pengajar, pimpinan sekolah, keluarga, hingga siswa yang menggunakan aplikasi google clasroom sebagai pilihannya. Google mengumumkan berbagai fitur baru di platform Meet, Classroom, G Suite, dan lainnya yang dapat membantu dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini kami merayakan momen &apos;kembali bersekolah&apos; melalui The Anywhere School, sebuah acara virtual untuk merayakan pendidikan dan mengumumkan berbagai hal baru seputar Google for Education kepada ribuan penonton di puluhan negara secara global,&quot; ujar Group Product Manager Google for Education Zach Yeskel, Rabu (12/8) dilansir dari Tempo.co.</p><p style="text-align: justify;">Melalui video konferensi, Zach Yeskel mengungkapkan, untuk sementara para tenaga pendidik di seluruh dunia mengubah praktik mengajar menjadi daring. Google pun menyesuaikan alat-alat demi memenuhi kebutuhan mereka dalam situasi pendidikan yang baru ini.</p><p style="text-align: justify;">Berikut ini beberapa fitur terbaru di Google clasroom:</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Pengalaman <em>Meet</em> lebih aman dan interaktif</strong></p><p style="text-align: justify;">Google mengumumkan sejumlah fitur baru Meet untuk mempermudah pengajar dalam memoderasi kelas dan meningkatkan interaksi. Rencananya pada September, Google akan menyediakan tata letak bersusun dengan tampilan lebih besar yang dapat menampilkan hingga 49 orang dan papan tulis Jamboard terintegrasi untuk mendukung kolaborasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga akan meluncurkan beberapa kontrol baru sehingga moderator dapat memilih untuk selalu menjadi yang pertama bergabung, mengakhiri rapat atau kelas untuk semua peserta, menonaktifkan chat selama rapat atau kelas, dan banyak lagi,&quot; kata Yeskel.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, Google akan meluncurkan fitur &apos;mengacungkan tangan&apos; bagi semua pelanggan serta fitur tanya jawab dan jajak pendapat bagi pelanggan G Suite Enterprise for Education. Serta pada Oktober, Google akan meluncurkan latar belakang kustom dan buram untuk memberikan privasi ekstra.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selain itu, kami akan meluncurkan fitur perekaman sementara yang akan tersedia gratis bagi semua pelanggan Education&mdash;perekaman premium akan masih menjadi bagian dari G Suite Enterprise for Education,&quot; katanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Memberikan dukungan bagi siswa, pengajar, dan admin di <em>Classroom</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Peralihan belajar secara daring membuat bertambah pesatnya jumlah pengajar di seluruh dunia yang menggunakan Classroom, Google ingin menjadikan Classroom lebih mudah digunakan dan lebih efisien dengan fitur-fitur baru. Widget daftar tugas baru di halaman Kelas akan membantu siswa melihat tugas yang akan datang, yang terlewatkan, dan yang sudah dinilai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Classroom juga akan segera tersedia dalam 10 bahasa tambahan, dengan total 54 bahasa,&quot; sebut Yeskel. Kemudian, pengajar sekarang bisa membagikan link kepada siswa agar mereka dapat bergabung ke kelas dengan lebih mudah.</p><p style="text-align: justify;">Yeskel menambahkan, Google memberikan admin lebih banyak alat yang efektif untuk mengelola G Suite dan Classroom. Untuk mendukung pengajar dan admin, Google juga mempermudah sinkronisasi nilai Classroom dengan Sistem Informasi Siswa (SIS) yang digunakan, dimulai dengan Infinite Campus dan akan mencakup SIS lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Terdapat sistem manajemen pembelajaran dengan <em>Assignments</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Produk terbaru Google bagi non-pengguna Classroom adalah Assignments, aplikasi untuk sistem manajemen pembelajaran (atau Learning Management System, LMS) yang memberi pengajar cara yang lebih cepat dan mudah untuk membagikan, menganalisis, dan menilai tugas siswa.</p><p style="text-align: justify;">Aplikasi penghemat waktu ini memungkinkan pengajar untuk secara otomatis membuat dan membagikan salinan tugas kelas yang dipersonalisasi ke folder Google Drive milik siswa, memberikan masukan dengan cepat, dan nilai secara konsisten dan transparan dengan laporan keaslian. <em>Assignments</em> kompatibel dengan LMS apa pun yang mendukung LTI 1.1 dan yang lebih tinggi, seperti Canvas, Schoology, Blackboard, dan banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Sumber informasi untuk terus mendukung keluarga</strong></p><p style="text-align: justify;">Pengunaan teknologi belajar secara daring membuat beberapa orang tua yang kurang melek teknologi merasa kesulitan menyesuaikan. Google mendengar adanya kebutuhan akan lebih banyak sumber informasi dan pelatihan bagi keluarga mengenai alat-alat Google. &quot;Untuk itu, kami telah menyusun Tech Toolkit for Families and Guardians, yang akan membantu orang tua untuk lebih memahami teknologi yang digunakan anak-anak mereka di ruang kelas,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Google juga telah menambahkan akun sekolah ke Chrome OS sehingga siswa dapat mengakses Classroom dan file sekolah mereka secara lebih aman dengan perlindungan Family Link. Terakhir, Teacher Center, pengajar bisa menemukan pelatihan, sumber informasi, dan program pengembangan profesional seperti program <em>Certified Coach</em> untuk mendukung mereka dalam menggunakan berbagai alat dan fitur Google di ruang kelas. <strong><em>(fir/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> E-wallet, Solusi Transaksi Aman Kala Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/e-wallet-solusi-transaksi-aman-kala-pandemi/baca </link>
<guid> e-wallet-solusi-transaksi-aman-kala-pandemi </guid>
<pubDate> Thu, 03 Sep 2020 13:10:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> E-wallet sebagai solusi transaksi aman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/e-wallet-solusi-transaksi-aman-kala-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qNOAuuK1bK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>E-wallet, Solusi Transaksi Aman Kala Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Perkembangan teknologi dan suasana pandemi yang masih mewabah sedikit demi sedikit mengubah gaya hidup manusia mulai dari aspek pendidikan hingga bidang finansial.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini, transaksi non-tunai melalui dompet digital (<em>e-wallet</em>) mulai ramai digunakan karena dirasa lebih aman, praktis, menghindari kontak fisik dan memiliki banyak promo dan <em>cashback</em> yang ditawarkan oleh setiap penyedia layanan pembayaran non-tunai.</p><p style="text-align: justify;">Dari sekian banyaknya penyedia layanan pembayaran non-tunai, tentunya terdapat beberapa aplikasi yang cocok dijadikan sebagai pilihan <em>e-wallet</em> milikmu. Berikut <em>Sketsa</em> berikan rekomendasinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. OVO</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>E-wallet</em> yang satu ini sangat mudah ditemukan hampir di semua pusat keramaian seperti <em>mall</em> atau kafe. Selain digunakan untuk berbelanja, kamu bisa dengan mudah membeli pulsa, membayar tagihan bulanan hingga membayar BPJS. Selain itu, kamu juga bisa dapatkan poin saat bertransaksi, <em>loh</em>! Bisa juga digunakan untuk mengatur keuanganmu melalui OVO <em>Invest</em> dengan melakukan <em>upgrade</em> ke OVO <em>Premier</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. DANA</strong></p><p style="text-align: justify;">DANA juga tidak kalah mudah ditemukan di pusat perbelanjaan. Dengan DANA, pembelian pulsa, transfer bank, bayar tagihan bulanan, hingga pajak kendaraan dapat kamu lakukan dengan mudah. Kamu juga bisa melakukan transaksi tanpa harus isi saldo terlebih dahulu. Caranya dengan dengan menambahkan kartu debit ke akun DANA. Selain itu, DANA juga sering memberikan promo mulai dari <em>cashback</em> hingga potongan harga bagi penggunanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. GoPay</strong></p><p style="text-align: justify;">Sering menggunakan layanan GoJek? Pasti sudah tidak asing dengan<em>&nbsp;e-wallet</em> ini. Kamu bisa membayar layanan Gojek dengan lebih murah menggunakan GoPay. Selain banyaknya promo yang ditawarkan, isi saldo GoPay juga sangat mudah dilakukan. Mulai dari <em>top up&nbsp;</em>melalui <em>driver</em> GoJek, bank, SMS <em>Banking</em>, hingga <em>request</em> ke teman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. ShopeePay</strong></p><p style="text-align: justify;">Suka belanja <em>online</em>? Pasti tidak asing lagi dengan Shopee. Dengan ShopeePay, kamu bisa membayar barang yang ada di keranjangmu dengan mudah dan lebih murah. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan potongan hingga gratis ongkos kirim dengan membayar melalui ShopeePay. Butuh mengisi saldo? Tinggal isi di Indomaret dan Alfamart/Alfamidi atau melalui transfer bank BCA, Mandiri, BNI, dan BRI.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. LinkAja</strong></p><p style="text-align: justify;">Sama dengan <em>e-wallet</em> di atas, melalui LinkAja kamu dapat dengan mudah membeli pulsa, paket internet, bayar tagihan bulanan, beli tiket pesawat, kereta, taksi, bis, membayar pajak dan retribusi hingga menebus pegadaian. Untuk mengisi saldo, bisa dilakukan melalui transfer dari bank, kartu debit, <em>merchant</em> dan GraPARI. Kamu juga bisa tarik saldo LinkAja menjadi uang tunai di ATM, merchant dan GraPARI hingga transfer ke rekening bank, <em>loh</em>!</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah memasuki fase Adaptasi Kebiasaan Baru atau <em>New Normal</em>, beberapa orang tetap memilih membatasi mobilitas dan kontak fisik untuk menghindari penyebaran virus. Tetapi, hal ini tentunya jangan sampai membatasi perputaran ekonomi. Dengan banyaknya pilihan dan mudahnya bertransaksi serta keamanan yang terjamin, dompet digital dapat menjadi solusi untuk membantu keseharianmu. <strong><em>(eng/hmm/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB Daring, Unmul Sambut 6.500 Mahasiswa Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-daring-unmul-sambut-6500-mahasiswa-baru/baca </link>
<guid> pkkmb-daring-unmul-sambut-6500-mahasiswa-baru </guid>
<pubDate> Fri, 04 Sep 2020 12:52:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB Daring Unmul 2020 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-daring-unmul-sambut-6500-mahasiswa-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ASV7UcjIwU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB Daring, Unmul Sambut 6.500 Mahasiswa Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) jadi ajang tahunan bagi setiap kampus untuk menyambut para mahasiswa baru. Namun, berbeda tahun ini, karena pandemi Covid -19 membuat pelaksanaan PKKMB Unmul berlangsung secara daring.</span></p><p style="text-align: justify;">PKKMB Unmul yang dilaksanakan pada Kamis (27/8) lalu secara daring dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Unmul TV. Kegiatan ini dimulai pukul 09.48 Wita dan berakhir pada pukul 14.52 Wita. Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat kampus mulai dari Rektor Unmul Masjaya hingga para jajaran wakil rektor, ketua LP2M, ketua LP3M, para dekan dan wakil dekan, serta jajaran birokat unmul lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan dibuka dengan perkenalan secara umum menggunakan bahasa Inggris, mulai dari klip sejarah Unmul hingga perkenalan fakultas-fakultas yang ada. Dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari ketua panitia PKKMB Unmul, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik Mustofa Agung Sardjono, kemudian dilanjutkan sambutan oleh rektor Unmul sekaligus membuka PKKMB secara resmi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ingin mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru mulawarman muda. Hidup mahasiswa!&rdquo; ucap Masjaya sembari mengangkat dan mengepalkan tangan kanannya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Masjaya menyayangkan pelaksanaan PKKMB secara daring terpaksa harus dilakukan demi mematuhi protokol kesehatan. Meskipun pada penerimaan mahasiswa baru jalur SBMPTN sempat dilakukan secara langsung ke kampus, tetapi pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru jalur SMMPTN juga harus dilakukan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya bersyukur atas diterimanya 6.500 mahasiswa baru Unmul. Dia juga berharap agar mahasiswa dapat menerapkan protokol kesehatan seraya berdoa agar pandemi ini segera berakhir sehingga dapat menjalankan perkuliahan seperti sedia kala lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau itu (pandemi) segera berakhir tentu semester yang kita canangkan pada semester awal ini yang akan dijelaskan insyaallah mudah-mudahan bisa dipahami dan dimengerti posisi kita sebagai mahasiswa dan peran kita dalam membangun bangsa dan negara,&rdquo; ungkap Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Acara kemudian berlanjut pada penyematan almamater secara simbolis yang disematkan secara langsung oleh orang tua mahasiswa baru dari rumah. Para dekan juga memperkenalkan diri masing-masing dan dilanjutkan penyampaian materi oleh jajaran birokrat Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Jika biasanya pada pelaksanaan PKKMB sebelumnya para mahasiswa baru akan diajarkan untuk membuat yel-yel atau menyaksikan secara langsung perkenalan lembaga kampus, maka tahun ini mengusung konsep yang berbeda. Para UKM kampus berlomba-lomba untuk menjaring mahasiswa baru melalui video perkenalan.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, kegiatan PKKMB ditutup oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Almuni, Encik Akhmad Syaifudin beserta para birokrat kampus yang sama sama mengucapkan slogan mulawarman jaya. <em><strong>(fir/ina/bey/eng/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak PKKMB Fakultas: Video Kreatif hingga Berbagai Kendala </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-pkkmb-fakultas-video-kreatif-hingga-berbagai-kendala/baca </link>
<guid> semarak-pkkmb-fakultas-video-kreatif-hingga-berbagai-kendala </guid>
<pubDate> Fri, 04 Sep 2020 13:20:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Semarak PKKMB Daring </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-pkkmb-fakultas-video-kreatif-hingga-berbagai-kendala/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i0VrI5TGFj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak PKKMB Fakultas: Video Kreatif hingga Berbagai Kendala</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak hanya PKKMB Unmul yang kena imbas pandemi, PKKMB fakultas juga dilakukan secara daring. Saat dihubungi <em>Sketsa</em>, Ketua Panitia PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), M. Farhan, mengakui walaupun dilakukan secara daring, acara tetap berjalan lancar.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah, berjalan dengan lancar. Hambatannya sih hanya kendala koneksi komputer dan jaringan maba yang sedikit bermasalah,&rdquo; sebutnya, Minggu (31/8).</p><p style="text-align: justify;">PKKMB FEB dilaksanakan pada 28&ndash;29 Agustus lalu melalui aplikasi Zoom <em>meeting</em>. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan informasi yang tepat mengenai sistem pendidikan di fakultas. Kegiatan yang dilakukan sama seperti tahun lalu, diisi dengan acara seremonial, pengenalan program studi, pengenalan lembaga, <em>sharing</em> bersama alumni dan penyampaian materi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan kami (panitia) mengadakan sesi <em>sharing</em> bersama alumni, karena kami ingin adik-adik maba punya tujuan mau jadi apa kedepannya. Dan juga membuat mereka bangga bahwa udah menjadi bagian dari FEB Unmul,&rdquo; ungkap mahasiswa Akuntansi 2018 ini.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun terdapat perbedaan sistem PKKMB tahun ini, mahasiswa baru FEB tetap antusias mengikuti rangkaian acaranya. Disebutkan Farhan, sebelum acara dimulai, maba diwajibkan untuk membuat video perkenalan diri secara kreatif dan diunggah di akun sosial media masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada maba yang ke kampus, cukup di rumah saja. Sebelum PKKMB kami meminta mereka membuat video perkenalan diri dengan se-kreatif mereka masing-masing. Ada yang menggunakan aplikasi editing video dan bahkan menggunakan aplikasi TikTok,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Farhan sangat berterima kasih kepada mahasiswa baru FEB yang udah mengikuti PKKMB dengan sangat antusias. Dan selalu jaga kesehatan selama perkuliahan daring. &ldquo;Terimakasi kepada kalian semua sangat antusias sekali mengikuti agenda PKKMB fakultas ini, tetap semangat meskipun perkuliahan nanti dilakukan secara daring, dan tetap jaga kesehatan masing-masing,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, salah satu mahasiswa baru FEB, Ahmad Syafi&rsquo;i mengaku sedikit kecewa dengan pelaksanaan PKKMB secara daring. Karena sejak awal Ahmad sangat ingin mengunjungi Unmul secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PKKMB kali ini kurang menyenangkan karena dalam kondisi saat ini mahasiswa baru harus PKKMB melalui daring, tidak hal seperti tahun lalu bisa melihat secara langsung Unmul didalamnya,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia lantas memaparkan proses PKKMB FEB yang dijalani. Adapun untuk persyaratan pembuatan video ia mengaku tidak ada persyaratan khusus, hanya perlu menggunakan setelan hitam putih, mengenakan dasi bagi laki-laki dan menandai akun Instagram <em>@ekonomfebunmul</em> dan untuk 10 video terbaik diunggah ulang oleh panitia.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun merasa sedikit kecewa, Ahmad tidak mengelak jika kegiatan PKKMB kali ini terasa menyenangkan karena di samping perlakuan panitia penyelenggara yang baik ia juga dapat menjalin relasi dengan teman-teman baru di luar daerahnya. Walaupun harus melaksanakan kegiatan PKKMB secara daring, hal ini tidak menyurutkan semangat dan rasa syukur Ahmad sebagai salah satu mahasiswa baru Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi waktu ingat keinginanku pengen kuliah di Unmul dari dulu hanya bisa melihat kakak-kakak dari Unmul saja datang ke sekolah dan akhirnya saya bisa menjadi mahasiswa Unmul gak nyangka. Saya bangga banget dari dulu saya cuma bisa lihat Unmul, akhirnya saya bisa menjadi bagian dari mahasiswa Unmul,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak seperti PKKMB FEB, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam pelaksanaan PKKMB tidak sepenuhnya dapat diikuti mahasiswa baru dari rumah. Ada 24 mahasiswa baru yang diketahui mengikuti PKKMB di kampus, mahasiswa tersebut merupakan perwakilan 4 orang dari setiap program studi di FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Ketua Panitia PKKMB FMIPA, Edberg Situmeang kepada <em>Sketsa</em>, kegiata yang dilaksanakan pada 28&ndash;29 Agustus ini berlangsung dengan lancar. Sistem yang diterapkan pun sama seperti tahun lalu, namun kali ini dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom <em>meeting</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maba akan dikumpulkan ke Zoom, lalu dikenalkan sistem perkuliahan seperti apa, pengenalan jurusan, dan ada seminar juga,&rdquo; ungkap mahasiswa Geofisika 2018 ini.</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti PKKMB FEB, FMIPA juga memiliki kendala seperti jaringan dan kendala pada aplikasi. &ldquo;Kendalanya bagi mahasiswa baru, ya ada yang terkendala jaringan, dan mungkin mereka belum terbiasa memakai Zoom jadi masih ada yang kebingungan selama berlangsungnya acara,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Bergeser ke Fakultas Pertanian (Faperta), PKKMB juga digelar secara daring. Pelaksanaannya juga berlangsung pada 28&ndash;29 Agustus dengan total 252 mahasiswa yang mengikuti agenda tersebut. Kegiatan pengenalan fakultas dilaksanakan oleh dosen dan setiap lembaga dengan perwakilan 5 delegasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kami panitia lumayan berkesan karena tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan ada PKKMB <em>online</em> seperti ini,&rdquo; sebut Ketua PKKMB Faperta, Syamsia Satra.</p><p style="text-align: justify;">Selain PKKMB di beberapa Fakultas, <em>Sketsa</em> juga menghubungi Ketua Panitia Pena Expo, Siti Latifa. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi dari 3 kementerian BEM KM Unmul yaitu Kolaborasi Mahasiswa (Koma), Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma), dan Kebijakan Kampus (Jakpus). Siti menyebut pelaksanaan Pena Expo berlangsung secara online pada 24&ndash;30 Agustus lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pena Expo diisi dengan berbagai kegiatan seperti Bisik UKM, Bincang Asik Bareng Kesma, serta Talkshow presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul. Siti juga menjelaskan tujuan Pena Expo sendiri pastinya untuk memperkenalkan UKM, fakultas, dan fasilitas yang ada di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pena expo tentunya memudahkan mahasiswa baru untuk lebih mengenal UKM dan juga Unmul di tengah pandemi saat ini. Mereka tidak dapat melihat secara langsung gimana sih fakultas mereka nantinya atau apa aja sih UKM yang nantinya mereka ikuti,&rdquo; terang Siti. <em><strong>(fir/ina/bey/eng/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> It's Okay to Not Be Okay: Para Luka yang Saling Menyembuhkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/its-okay-to-not-be-okay-para-luka-yang-saling-menyembuhkan/baca </link>
<guid> its-okay-to-not-be-okay-para-luka-yang-saling-menyembuhkan </guid>
<pubDate> Sun, 06 Sep 2020 11:53:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi Drakor </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/its-okay-to-not-be-okay-para-luka-yang-saling-menyembuhkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RkDxcjVVQH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>It's Okay to Not Be Okay: Para Luka yang Saling Menyembuhkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kesehatan mental akhir-akhir ini menjadi topik hangat yang dibicarakan pada berbagai kesempatan. Perlahan-lahan, terdapat berbagai orang yang mulai menaruh perhatian atau pegiat yang memberikan dukungan bagi para individu yang sedang berjuang menghadapi kondisi mentalnya. Bahkan, beberapa karya film dan serial juga mengangkat tema ini sebagai karya. Drama asal Korea Selatan yang satu ini juga mengangkat kesehatan mental dalam kisahnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Berjudul <em>It&apos;s Okay to Not Be Okay</em>, menggambarkan sosok Ko Moon Young (Seo Ye Ji) yang merupakan penulis buku cerita anak-anak terkenal dan memiliki gangguan kepribadian anti sosial yang tidak diketahui oleh banyak orang. Buku cerita hasil karyanya selalu menjadi primadona ketika diluncurkan. Tentunya, sebagian besar peminatnya adalah anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">Meski dirinya menulis buku cerita anak-anak, nyatanya cerita dan visual yang disuguhkan dalam buku tersebut bukanlah cerita anak-anak pada umumnya. Ada trauma dan ketakutan masa kecil Moon Young yang sepenuhnya belum sembuh tertuang dalam buku-buku tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Nasib yang sama dialami juga oleh Moon Gang Tae (Kim Soo Hyun), seorang perawat di Rumah Sakit Jiwa yang memiliki trauma saat masa kecilnya. Bukan sekadar masa lalu yang traumatis, Gang Tae harus berjuang hidup hanya berdua dengan kakaknya yang memiliki hal spesial dan tak seperti individu pada umumnya. Pertemuan antara Moon Young dan Gang Tae ini mengantarkan kita pada jalan cerita yang tidak terduga dan penuh dengan teka- teki.</p><p style="text-align: justify;">Jika drama Korea memiliki stigma cerita romantis yang picisan, maka hal tersebut tidak berlaku pada drama ini. Disiarkan melalui TvN dan Netflix setiap Sabtu dan Minggu dengan total enam belas episode, penonton akan merasakan <em>roller coaster</em> perubahan emosi dalam setiap ceritanya. Kita akan diajak berpikir dan memahami bagaimana perasaan sedih, sakit, dan bahagia pada setiap luka yang dialami oleh para pemerannya.</p><p style="text-align: justify;">Imej perempuan Negeri Ginseng yang begitu imut dan <em>charming</em> akan dibabat habis dengan permainan peran yang apik dari Seo Ye Ji. Di sini kita akan melihat bagaimana tingkah laku unik dan nyentrik Ye Ji yang bertolak belakang dengan sifat feminin seorang perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya Seo Ye Ji, kemampuan akting Kim Soo Hyun sudah pasti menuai decak kagum. Tak perlu diragukan lagi bagaimana kemampuan akting aktor termahal Korea Selatan ini. Kim Soo Hyun mampu membangkitkan permainan emosi yang hadir dalam setiap episode di dalam drama ini. Karakteristiknya yang tenang dari luar namun rapuh di dalam mampu menghadirkan rasa simpatik yang mendalam.</p><p style="text-align: justify;">Cerita semakin lengkap dengan para pemain pendukung lainnya dengan masing-masing cerita yang berbeda. Drama ini membuat kita melihat realita sesungguhnya, di mana lingkungan sekitar dan juga pengaruh orang terdekat nyatanya ikut menyumbang masa lalu traumatis. Jalan cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari akan membuat kita merasakan perasaan yang dialami oleh para pemeran.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari adanya kontroversi dalam drama ini di negeri asalnya, <em>It&apos;s Okay to Not Be Okay&nbsp;</em>sangat layak untuk ditonton bagi para pecinta drama korea atau yang ingin mengetahui penyakit psikologis. Bagi yang ingin menonton drama Korea dengan genre berbeda, drama ini dapat menjadi yang tepat.<em><strong>&nbsp;(nhh/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepada Lautan dan Penjelajah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kepada-lautan-dan-penjelajah/baca </link>
<guid> kepada-lautan-dan-penjelajah </guid>
<pubDate> Sun, 13 Sep 2020 10:40:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi mereka yang mencari dan menunggu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kepada-lautan-dan-penjelajah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uQDMEo1347.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kepada Lautan dan Penjelajah</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tidak ada yang istimewa dari derap langkahmu.</span><br></p><p>Tidak ada yang menarik di saku kemejamu.</p><p>Tidak ada yang penting dari siulanmu.</p><p>Tapi matamu,</p><p>adalah hasrat paling dalam yang pernah gaung di hati seorang gadis muda.</p><p>Juga ombak paling deras saat hidup tak bersahabat.</p><p><br></p><p>Pesan ini kukirimkan bersama dengan air mata yang perlahan mengering,</p><p>seiring hilangnya sosokmu yang berlayar,</p><p>dan tidak memastikan untuk kembali.</p><p>Egois adalah bajak laut yang jahat, namun aku memilih untuk menjadi batu karang,</p><p>tempat kau akan menepikan kapalmu di sana.</p><p><br></p><p>Ketika lautan membawamu pergi,</p><p>tolong ucapkan salamku padanya.</p><p>Meski kau tak berniat kembali ke sini.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Digelar Secara Daring, Opening Mulfest 2020 Hadirkan Suasana Berbeda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/digelar-secara-daring-opening-mulfest-2020-hadirkan-suasana-berbeda/baca </link>
<guid> digelar-secara-daring-opening-mulfest-2020-hadirkan-suasana-berbeda </guid>
<pubDate> Tue, 15 Sep 2020 12:05:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opening Mulfest 2020 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/digelar-secara-daring-opening-mulfest-2020-hadirkan-suasana-berbeda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fJdCixnVyI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Digelar Secara Daring, Opening Mulfest 2020 Hadirkan Suasana Berbeda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Meski di tengah pandemi, Mulawarman Festival (Mulfest) 2020 kembali hadir dan resmi digelar secara daring. Adapun pembukaan Mulfest dibuka oleh Wakil Rektor Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Ahmad Syaifuddin pada Sabtu (12/9) kemarin.</span></p><p style="text-align: justify;">Pembukaan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Unmul dari berbagai fakultas serta beberapa perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dilansir dari laman Instagram <em>@mulawarmanfestival2020</em>, kegiatan akan digelar dari tanggal 12 September hingga 31 Oktober 2020 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Namun, panitia masih akan melaksanakan konsolidasi terkait fiksasi kontingen lomba dan MoU terkait Mulfest. Tahun ini, kegiatan akan fokus pada beberapa lomba saja. Ini terdiri dari 12 lomba berdasarkan jenisnya yaitu <em>art</em>, <em>sport</em>, serta bidang sains.</p><p style="text-align: justify;">Tak kalah meriah dari tahun sebelumnya, tahun ini Mulfest hadir dengan menyuguhkan konten baru. Yakni Panggung Karya yang didalamnya akan menampilkan <em>podcast</em>, <em>talkshow</em> juga penampilan seni. Untuk <em>podcast</em> dan <em>talkshow</em> sendiri, panitia mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan menghadirkan <em>influencer</em>, aktivis, UKM, maupun berbagai lembaga mahasiswa dengan topik menarik dan <em>update</em>. Pada penampilan seni, akan ditampilkan kelompok-kelompok seni yang ada di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Pradika Danang Anjar Kurniawan selaku Ketua Panitia Mulawarman Festival menjelaskan beberapa hal tentang kegiatan yang digagas oleh BEM KM Unmul ini. Mulai dari persiapan hingga kendala yang dialami.</p><p style="text-align: justify;">Pradika mengaku ia dan panitia harus merombak konsep karena Mulfest yang diadakan secara <em>online</em> merupakan hal yang baru untuknya dan seluruh anggota. Ini disebabkan oleh butuhnya penyesuaian pada kondisi pandemi dan protokol kesehatan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, Mulfest tahun ini juga tak luput dari berbagai kendala yang harus dihadapi. Di antaranya yakni keterbatasan ruang komunikasi antar panitia saat diskusi daring. Juga kendala besar lain seperti minimnya sponsor yang menerima proposal acara sebab instansi terkait sedang mengalihkan dana ke penanggulangan Covid-19. Sehingga, panitia harus kreatif dalam mencari alternatif dana selain dari sponsor.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Pradika, pelaksanaan pembukaan Mulfest sudah sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya. Setelah pembukaan tersebut, panitia akan melakukan <em>launching</em> kontingen fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya semoga Mulfest tahun ini berjalan dengan sukses. Meskipun terlaksanakan secara <em>online</em>, semoga tidak menurunkan semangat teman-teman mahasiswa Universitas Mulawarman untuk berpartisipasi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berharap agar setiap mahasiswa tetap sportif dan mengikuti setiap kegiatan dengan baik. &quot;Semoga acara berlangsung kondusif dan teman-teman tetap menjunjung semangat sportivitas dalam mengikuti lomba-lomba yang ada,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Pradika menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa seluruh untuk bergabung menjadi bagian dari agenda Mulfest tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selamat bergabung di Mulawarman Festival 2020, semoga semangat teman-teman dalam berkarya dapat terus berkobar di tengah kondisi pandemi yang ada di Indonesia. Jangan lupa untuk tetap sportif dalam mengikuti lomba-lombanya. Mari tunjukkan hasil terbaik kalian untuk Mulawarman tercinta.&rdquo;<em><strong>&nbsp;(bey/fzn/fir/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Istri Positif Covid-19, Masjaya: Mohon Doanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/istri-positif-covid-19-masjaya-mohon-doanya/baca </link>
<guid> istri-positif-covid-19-masjaya-mohon-doanya </guid>
<pubDate> Wed, 16 Sep 2020 03:56:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Istri Rektor Unmul terkonfirmasi positif Covid-19. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/istri-positif-covid-19-masjaya-mohon-doanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/COI34PjMxk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Istri Positif Covid-19, Masjaya: Mohon Doanya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Sebelumnya, beberapa pegawai Unmul dinyatakan terjangkit virus corona, kini istri Rektor Unmul, Masjaya dikabarkan positif Covid-19. Diketahui sang istri saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>selasar.co</em>, kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Setyo Budi Basuki. Tes Swab dilakukan setelah kepala dinas merasakan beberapa keluhan yang mengarah pada gejala Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya, benar (positif Covid-19),&quot; ujar dr. Setyo, Selasa (15/9).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berdasarkan keluhan yang beliau rasakan (setelah tes Swab dilakukan), beliau kan dokter sehingga saat terasa gejala mengarah ke Covid-19, makanya beliau minta di-Swab. Kemudian diskusi dengan tim yang ada di Dinkes provinsi, dan ini juga bagian dari <em>surveillance</em> epidemiologi,&quot; tambabnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi <em>Sketsa</em>, Wakil Rektor II Unmul, Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan, Abdunnur mengonfirmasi terkait keadaan Masjaya. Dia menyebutkan jika saat ini rektor dalam keadaan sehat dan telah menjalani tes.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kondisi beliau baik dan sehat saja. Hasilnya (tes) negatif,&quot; jawabnya singkat (16/9).</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil tersebut, Masjaya masih tetap beraktivitas menjalankan tugasnya sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Unmul. Abdunnur menambahkan, aktivitas tersebut tetap dilakukan sesuai dengan memerhatikan protokol kesehatan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga menghubungi Masjaya melalui pesan WhatsApp. Ia menyampaikan bahwa kondisinya baik dan meminta doa kepada seluruh civitas academica Unmul untuk kesembuhan istri tercinta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Alhamdulillah (sehat), mohon doanya aja,&quot; sebut Masjaya. <strong><em>(wil/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dikonfirmasi Positif Covid-19, Masjaya Jalani Isolasi Mandiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dikonfirmasi-positif-covid-19-masjaya-jalani-isolasi-mandiri/baca </link>
<guid> dikonfirmasi-positif-covid-19-masjaya-jalani-isolasi-mandiri </guid>
<pubDate> Thu, 17 Sep 2020 04:42:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masjaya terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini (17/9). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dikonfirmasi-positif-covid-19-masjaya-jalani-isolasi-mandiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8LBWhpFzQq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dikonfirmasi Positif Covid-19, Masjaya Jalani Isolasi Mandiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -</strong> Kabar tak menyenangkan kembali datang dari Rektor Unmul, Masjaya. Sehari setelah sang istri dinyatakan positif Covid-19, hari ini (17/9) Masjaya juga dikonfirmasi mengalami hal yang sama setelah menjalani <em>Swab Test</em> yang dilaksanakan pada Rabu (16/9) kemarin di Laboratorium Mikrobiologi Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Masjaya tidak memberikan konfirmasi apa-apa selain meminta doa saat dihubungi <em>Sketsa</em> (16/9) karena masih menunggu hasil tes yang dilakukan. Keterangan yang diberikan Wakil Rektor II Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan, Abdunnur merupakan hasil tes yang dilakukan Masjaya pada 7 September yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/istri-positif-covid-19-masjaya-mohon-doanya/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/istri-positif-covid-19-masjaya-mohon-doanya/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi <em>Sketsa</em>, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf membenarkan kabar yang beredar. Saat ini, keadaan Masjaya terpantau baik dan sedang menjalani isolasi mandiri di kediamannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Insyaallah beliau baik-baik saja, hanya isolasi mandiri di rumah. Aktivitas tetap jalan melalui WFH, mohon doanya ya,&quot; sebut Bohari, Kamis (17/9).</p><p style="text-align: justify;">Bohari juga menyebutkan jika seluruh wakil rektor dan dekan-dekan di Unmul telah melakukan <em>Swab Test</em> dan hasilnya negatif. Ia berharap, seluruh civitas academica Unmul turut serta mendoakan kesembuhan rektor beserta istri dan meminta agar semuanya mematuhi protokol kesehatan Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pertama mohon doa untuk beliau, kemudian diharapkan semua menjaga diri dari penyebaran Covid-19 ini dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tetap belajar seperti biasa melalui <em>Learning From Home</em>,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, <em>Sketsa</em> juga mendapatkan konfirmasi dari Abdunnur (17/9). Melalui pesan WhatsApp, ia menyebut meski dinyatakan positif Covid-19, saat ini keadaan rektor baik-baik saja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya benar (positif Covid-19). <em>So far so good</em>, beliau alhamdulillah sehat saja,&quot; balasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa, ia meminta doa dan semangat dari seluruh civitas academica agar Masjaya bisa segera pulih sehingga bisa kembali menjalankan aktivitasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, berdasarkan rilis yang diterima Sketsa, disebutkan jika seluruh civitas academica Unmul dan masyarakat yang pernah melakukan kontak setidaknya 10 hari terakhir dengan Masjaya diimbau agar memeriksakan dirinya dan membuat laporan ke Satgas Covid-19 Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Kami memohon Bapak/Ibu/Saudara (i) memanjatkan do&apos;a untuk kesembuhan beliau semoga Allah SWT memberikan Lindungan-Nya, Amin.</em>&quot; <strong>(<em>wil/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rencana Persiapan Wisuda Daring Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-persiapan-wisuda-daring-unmul/baca </link>
<guid> rencana-persiapan-wisuda-daring-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 18 Sep 2020 12:32:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wacana Wisuda Daring Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-persiapan-wisuda-daring-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WTTAA1zbaP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rencana Persiapan Wisuda Daring Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kondisi pandemi nampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat ini. Di beberapa daerah, peningkatan kasus positif Covid-19 semakin tinggi setiap harinya. Bahkan, tercatat 1.641 kasus di Samarinda berdasarkan infografik Dinas Kesehatan.</span></p><p style="text-align: justify;">Pemerintah telah membuat langkah preventif untuk menangkal penularan virus corona dengan mengeluarkan protokol kesehatan. Hal tersebut tentunya menjadi kendala ketika hendak melaksanakan kegiatan yang melibatkan berkumpulnya massa.</p><p style="text-align: justify;">Tak terkecuali Unmul yang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan wisuda bagi mahasiswanya. Wakil Rektor I Bidang Akademik Unmul, Mustofa Agung Sardjono menyebutkan bahwa wisuda Unmul akan dilaksanakan secara daring. Ini disampaikan sesuai dengan rapat koordinasi pimpinan yang dilakukan pada Minggu (6/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena setelah dievaluasi, rasanya tidak mungkin lagi untuk menunggu terlalu lama kondisi normal karena kita tidak tahu. Sedangkan kita tanggungannya makin lama makin banyak. Kan ini sudah ada sekitar 2.872-an yang harus segera kita wisuda,&quot; ungkap Mustofa saat dihubungi <em>Sketsa</em>, Rabu (16/9) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan bahwa wisuda perlu sesegera mungkin dilaksanakan untuk memenuhi hak mahasiswa yang telah lulus. Mengingat banyak wisudawan Unmul yang sudah menuntut penerimaan ijazah mereka.</p><p style="text-align: justify;">Karena belum ada pelaksanaan wisuda pada gelombang Maret, Juni, dan September, Mustofa mengatakan penyelenggaraan kegiatan akan dilakukan bertahap. Wisuda Gelombang I (Maret) akan dilaksanakan pada 19 September esok, bagian II (Juni) akan berlangsung pada 20 September lusa. Kemudian, Gelombang terakhir akan dilaksanakan 26 September, tepat sehari sebelum Dies Natalis Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Mustofa juga menanggapi munculnya petisi yang menuntut pihak Rektorat Unmul untuk menyelenggarakan wisuda secara luring atau tatap muka. Ia paham bahwa proses wisuda merupakan momen yang sakral, namun pihaknya lebih memilih keselamatan demi kepentingan bersama. Yaitu dengan melangsungkan wisuda sesuai protokol kesehatan Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangankan dengan jumlah orang yang 1.500 itu, jumlah orang yang katakanlah 100 orang saja itu apa yang akan terjadi? Itu belum lagi keluarganya, belum nanti pedagang datang, sekali lagi nanti Unmul dianggap &lsquo;konyol&rsquo; banget. Bisakah mereka memberi jaminan tidak akan terjadi apa-apa meski seketat apapun juga protokol Covid-19-nya?&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, tak masalah jika yang bersangkutan tidak bersedia untuk melakukan wisuda daring. Ijazah yang sudah ditanda-tangani oleh dekan dan rektor bisa diambil sewaktu-waktu. Namun, Mustofa menegaskan jika masih bersikeras wisudawan dipersilahkan untuk mengikuti wisuda luring selanjutnya. Walaupun ia sendiri belum bisa menjanjikan kapan hal tersebut dapat terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">Terkait survei wisuda yang dilakukan oleh Unmul pada Mei - April lalu, Mustofa tidak menampik bahwa mayoritas dari responden lebih condong dengan pelaksanaan wisuda secara luring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saat itu, kita masih punya harapan untuk wisuda bisa langsung. Tapi faktanya tidak seperti itu. Makanya untuk membuat survei pun kami sudah membayangkan hasilnya masih akan tetap sama (secara langsung), cuma kita enggak punya daya. Saya paham, saya juga pernah jadi mahasiswa,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat saat ini Rektor Unmul Masjaya dikonfirmasi positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri, kemungkinan besar ia akan diwakilkan oleh salah satu wakil rektor atau ketua senat Unmul pada saat pelaksanaan wisuda nanti. <em><strong>(wil/pil/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib 3 Jurnalis Mahasiswa yang Ditangkap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-3-jurnalis-mahasiswa-yang-ditangkap/baca </link>
<guid> nasib-3-jurnalis-mahasiswa-yang-ditangkap </guid>
<pubDate> Sun, 20 Sep 2020 10:51:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 11 orang yang ditangkap, di antaranya 7 nelayan, 3 jurnalis persma, dan 1 aktivis lingkungan saat dibebaskan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-3-jurnalis-mahasiswa-yang-ditangkap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xtFkTvDvjX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib 3 Jurnalis Mahasiswa yang Ditangkap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa waktu lalu tersiar kabar kurang mengenakkan dari sesama rekan pers mahasiswa. Tiga jurnalis mahasiswa, seorang mahasiswa, dan nelayan Kodingareng ditangkap oleh pihak berwajib saat sedang meliput. Tiga orang jurnalis ini yakni Hendra Ketua Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Universitas Hasanuddin (UKPM Unhas), Mansyur Pimpinan Redaksi CakrawalaIDE Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UPPM-UMI), dan Muhammad Raihan anggota CakrawalaIDE UPPM-UMI.</span></p><p style="text-align: justify;">Melalui Instagram Catatan Kaki Unhas dijelaskan kronologi penangkapan tersebut. Pada Sabtu, (12/9) Nelayan Kodingareng aksi di wilayah tangkap mereka di Copong, Kepulauan Sangkarang. Pukul 07.30 Wita mereka berangkat dengan mengendarai <em>jalloro</em> (perahu besar) dan <em>lepa-lepa</em> (perahu kecil). Hari itu mereka hendak mengusir kapal PT Royal Boskalis yang pada hari itu juga kembali menambang di Copong. Saat hendak kembali menjalankan kapal, Polisi melepaskan tiga kali tembakan. Tak berselang lama, Polisi menarik paksa nelayan dan mahasiswa yang berada di kapal nelayan.</p><p style="text-align: justify;">Penangkapan terjadi sekitar pukul 09.40 Wita, saat kapal mereka hendak pulang dan akan sandar di Gusung (Kodingareng) tiba-tiba mereka dihadang oleh dua kapal sekoci Polisi Air dan Udara (Polairud). Masyarakat yang melihat perisiwa berteriak di pinggir Pantai. Mahasiswa dan nelayan dipukul dibagian wajah, badan, ditendang, dan diinjak lehernya. Beberapa warga mengalami luka dan berdarah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pembebasan Massa Aksi</strong></p><p style="text-align: justify;">Melalui laman instagram Catatan Kaki Unhas, Minggu (13/9) dikabarkan bahwa setelah dua puluh empat jam lebih ditahan oleh Dit. Polairud Polda Sulawesi Selatan, akhirnya masa aksi yang ditangkap dibebaskan termasuk tiga jurnalis pers mahasiswa. Awak <em>Sketsa</em> berhasil melakukan wawancara dengan Hendra dan Mansyur pada Rabu (16/9).</p><p style="text-align: justify;">Melalui wawancara via telepon, Hendra menjelaskan bahwa awal mula mereka meliput hal ini dikarenakan berita mengenai penambangan oleh kapal PT Royal Boskalis memang sedang ramai diangkat oleh beberapa media. Maka dari itu mereka juga turut melakukan peliputan ini dalam bentuk film dokumenter dengan terjun langsung bertemu para nelayan. Liputan ini mengangkat potret para nelayan perempuan daerah tersebut dan merupakan kerja sama antar dua pers mahasiswa Unhas dan UMI.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Hendra juga menjelaskan bahwa setelah ditangkap mereka pun diintegrosi terpisah dari yang lain. Selama penahanan ini mereka juga didampingi oleh kuasa hukum dari Lembaga Badan Hukum (LBH) Makassar. &lsquo;&rsquo;Kami terbukti tidak bersalah. Karena kami hanya melakukan peliputan dan tidak melakukan sesuatu yang melanggar,&rdquo; ungkap Hendra saat ditanya mengenai alasan pembebasan.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Hendra, Mansyur juga ikut buka suara mengenai penangkapan mereka. Dia menceritakan bahwa mereka diajak oleh Ibu-Ibu Nelayan pada hari itu untuk ikut dalam aksi mereka terhadap Kapal penambang pasir. Namun ketika sampai di tempat penambangan, ternyata kapal penambang telah pergi dan akhirnya kapal para nelayan pun berputar arah untuk kembali. Dalam perjalanan balik inilah akhirnya mereka dihadang oleh kapal sekoci Polisi Air dan Udara (Polairud). Polisi menahan semua nelayan laki-laki termasuk seorang mahasiswa dan tiga pers mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di dalam kapal kami dimaki-maki dan diteriakin. Kami juga dipukul, termasuk kami pers mahasiswa ini dan satu orang mahasiswa itu,&rdquo; papar Mansyur.</p><p style="text-align: justify;">Tindak represif pihak polisi tak hanya sampai disitu, di Markas Polairud mereka yang ditangkap disuruh jalan jongkok dan beberapa ada yang ditendang termasuk Hendra dan Raihan yang ikut terkena tendangan. Sedang Mansyur, dirinya mendapat pukulan di punggung, rahang, dan bibir.</p><p style="text-align: justify;">Meski sempat didampingi oleh LBH Makassar, nyatanya rekan-rekan dari LBH sendiri sempat dipersulit untuk mendampingi Mansyur dan rekan-rekannya yang ditangkap. Hingga tengah malam akhirnya hanya dua orang dari pihak LBH yang diizinkan mendampingi. Setelah dinyatakan tidak bersalah dan tidak terbukti melakukan sesuatu yang melanggar, esok harinya, Minggu (13/9) mereka yang ditahan akhirnya dilepaskan. <em><strong>(nhh/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gugatan Duo MNC Grup dalam Kacamata Akademisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gugatan-duo-mnc-grup-dalam-kacamata-akademisi/baca </link>
<guid> gugatan-duo-mnc-grup-dalam-kacamata-akademisi </guid>
<pubDate> Mon, 21 Sep 2020 12:28:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gugatan RCTI </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gugatan-duo-mnc-grup-dalam-kacamata-akademisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BepDFIds4j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gugatan Duo MNC Grup dalam Kacamata Akademisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Baru-baru ini salah dua stasiun TV swasta, RCTI dan iNews sedang ramai diperbincangkan karena gugatannya ke Mahkamah Konstitusi terkait <em>live streaming&nbsp;</em>yang hanya ada di media sosial. Inilah yang kemudian menjadi pro dan kontra, hingga memunculkan berbagai asumsi di masyarakat. Namun tak semata melayangkan setuju atau tidaknya, <em>Sketsa</em> menemui beberapa narasumber guna melihat perspektif dari sisi akademisi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Nurliah, dosen program studi Ilmu Komunikasi menyebutkan Indonesia sebenarnya mengalami ketidaksiapan pada berbagai hal terutama revolusi teknologi komunikasi. Menurutnya, sejak awal undang-undang penyiaran hanya menekankan pada televisi dan radio. Jadi, aturan penyiaran keduanya sudah masuk ke dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) seperti perilaku penyiar dan pembuat konten telah diatur ke dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kemudian muncul media baru yang sifatnya daring dengan segala kelebihannya. Belakangan, hal ini yang mungkin dirasakan penggugat, terkait keberadaan revolusi teknologi yang menggerus media konvensional secara finansial. Terlebih iklan produk sudah banyak beralih ke platform sosial media,&rdquo; tuturnya (3/9).</p><p style="text-align: justify;">Terkait kekhawatiran pengguna sosial media seperti Instagram dan YouTube yang akan dibatasi ketika gugatan ini disetujui, Nurliah menyebut pemerintah memang perlu mengawasi konten yang ditampilkan ke publik yang kemudian membagikan kekuasaannya ke KPI. Meski begitu, menurutnya UU yang dibuat terkadang condong terhadap kekuatan perusahaan media besar yang biasa disebut konglomerasi media. Di mana mereka mampu membayar kebijakan-kebijakan yang mereka tidak suka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sama halnya dengan kasus ini, bisa saja penggugat merasa punya kekuasaan untuk menuntut. Itu bayaran besar loh untuk mengajukan tuntutan ke mahkamah konstitusi untuk melakukan uji materi, indikasi itu dapat terlihat,&quot; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan Nurliah, media besar harusnya mengandalkan konten-konten yang kreatif dengan melakukan konvergensi. Ia juga menegaskan persoalan terkait penggolongan lembaga penyiaran masih terbatas pada televisi dan radio. Sehingga perlu dipikirkan kembali apakah internet juga membutuhkan undang-undang baru agar mendapat kejelasan terkait penggolongannya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dukungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), ia memastikan adanya pro kontra di tubuh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), tidak semua mendukung, tidak semua bersuara sama. Meski begitu, merekan sepakat untuk hadirnya aturan baru. Ia menjelaskan, saat dirinya menjadi komisioner KPID 2012-2019 memang sudah ada draf yang membunyikan tentang aturan itu, namun masih diperdebatkan hingga belum disahkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena orang mempertanyakan kenapa <em>online</em> masuk penyiaran kan tidak menggunakan frekuensi. Kalau radio dan teve kan menggunakan frekuensi meski memang sudah mulai melakukan konvergensi. RRI sekarang sudah menggunakan teve, melakukan <em>live streaming</em> mereka gunakan. Jadi perlu pengkajian yang kuat. Aturan memang tidak selalu diikuti dengan revolusi teknologi yang ada,&quot; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Disisi lain, Orin Gusta Andini dosen Fakultas Hukum menanggapi terkait gugatan yang dilayangkan. Menurutnya, gugatan yang dilayangkan oleh stasiun besutan MNC Grup tersebut sah saja karena hak untuk menggugat memang ada. Dampak lain yang berpotensi timbul adalah konten-konten dari saluran di luar teve dan radio nantinya akan berada di bawah pengawasan KPI yang mengatur pelanggaran dan pengawasan terhadap saluran teve dan radio.</p><p style="text-align: justify;">Orin mengatakan perlu dipikirkan kembali mekanisme pengawasan dan regulasi perizinan sosial media. Karena yang masyarakat tau selama ini sosial media seperti pasar, semua orang bebas mengunggah konten apapun selama tidak di <em>take down</em> oleh pihak tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dari segi hukum pengawasan selama ini secara resmi hanya diatur untuk teve dan radio, tapi bukan berarti karena tidak bakunya aturan tersebut jadi tidak ada mekanisme pengawasan dari pihak sosial media,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Suara lain datang dari Musyiir Sharaha, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Ia secara jelas menyampaikan ketidaksetujuannya dengan penindaklanjutan gugatan, yang apabila disetujui akan memonopoli penanyangan Indonesia, bukan hanya konten kreator, pedagang kecil yang menjualkan dagangannya lewat sosial media juga akan terkena dampaknya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin karena penonton teve Indonesia menurun akibat layanan <em>streaming</em>, tapi harusnya mereka juga berbenah,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Komentar senada dari Rima Dita mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ia sendiri telah merasakan manfaat dari <em>live streaming</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku kurang setuju, aku pernah coba jual barang, tapi sepi. Pas aku <em>live</em> di busam di luar ekspektasi. Langsung naik penjualan dan itu juga dirasakan sama beberapa temanku yang juga aktif jualan di sosial media,&quot; tutupnya. <em><strong>(rst/hmm/syl/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sketsa Award 2020: Salur Kehangatan dari Rumah ke Rumah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-award-2020-salur-kehangatan-dari-rumah-ke-rumah/baca </link>
<guid> sketsa-award-2020-salur-kehangatan-dari-rumah-ke-rumah </guid>
<pubDate> Tue, 22 Sep 2020 11:14:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sketsa award 2020 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-award-2020-salur-kehangatan-dari-rumah-ke-rumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pURr5krV3t.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sketsa Award 2020: Salur Kehangatan dari Rumah ke Rumah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Salah satu hal yang dinanti dalam masa kepengurusan ini akhirnya tiba. Acara ini ditujukan sebagai bentuk apresiasi dan kontribusi tiap anggota, demi terciptanya budaya organisasi yang mudah diterima masing-masing.</span></p><p style="text-align: justify;">Sabtu (19/9) lalu, Sketsa Award 2020 kembali digelar dengan situasi dan kondisi yang dibuat menyesuaikan dengan pandemi. Bertemakan <em>Stay At Home Edition</em>, tak mengurangi semangat awak <em>Sketsa</em> dalam menyusun dan menjalankan agenda spesial ini. Dilaksanakan di rumah masing-masing, koneksi internet yang diharap stabil, serta menatap layar <em>gadget</em> sudah tak asing dilakoni akhir-akhir ini. Namun malam itu hangat dengan tawa.</p><p style="text-align: justify;">Sketsa Award selalu diisi dengan nominasi-nominasi meriah dan penampilan tiap angkatan yang seru dan berkesan. Pukul 19.30 Wita, acara dibuka dan dipandu oleh Fety Fajriawati serta Enggal Triya Amukti.</p><p style="text-align: justify;">Usai menyapa anggota lainnya, doa dipanjatkan demi kesuksesan acara yang dipimpin Machyuzar Firdaus. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia Sketsa Award, M. Razil Fauzan dan Ketua Umum LPM Sketsa Unmul, Suti Sri Hardiyanti.</p><p style="text-align: justify;">Sesi berikutnya, acara inti yakni pembacaan nominasi dan penampilan angkatan. Nominasi malam itu sangat beragam. Reporter Terbaik pada angkatan 10 diraih oleh William Maliki, kemudian angkatan 11 diberikan kepada Christnina Maharani. Selanjutnya Reporter Terbaik angkatan 12 diperoleh Restu Almalita dan di angkatan termuda yakni 13 diberikan kepada Enggal Triya Amukti. Nominasi fotografer terbaik jatuh kepada Andi Muhammad Rifky dan Desainer Terbaik diraih oleh Jeni Ananda Nur Islam.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya keredaksian, hadir nominasi yang cukup mengundang gelak tawa seperti <em>The Most Shining, Shimmering, Splendid</em> (SSS) Member 2020. Ini ditujukan pada anggota <em>Sketsa</em> yang selalu mengajak anggota lainnya untuk terus berkarya dan diberikan kepada William Maliki.</p><p style="text-align: justify;">Nominasi Anggota Terlucu, siapa lagi kalau bukan Siti Istaqul Mutafsiroh yang selalu menghibur. Adapula nominasi Diam-diam Menghanyutkan (DDM) diberikan pada anggota yang jarang terlihat namun selalu menghasilkan karya bagi <em>Sketsa</em>. Ini diberikan kepada Dirga Satriansyah.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai apresiasi sebesar-besarnya untuk divisi yang mengerjakan program kerja dengan sepenuh hati, maka Sketsa Award menghadirkan nominasi khusus. Di antaranya <em>Honorable Mention</em> Biro Iklan dan Pemasaran (BIP) yang tak lelah menjadi media <em>partner</em> dan menghidupkan keuangan <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>Honorable Mention</em> Produksi yang senantiasa meramaikan media sosial <em>Sketsa</em> dan <em>Honorable Mention</em> Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang tak absen dalam mempererat internal <em>Sketsa</em>. Tentu semua telah melakukan kinerja dengan baik, penghargaan kali ini dibuat agar timbul sepemahaman untuk mengapresiasi satu dengan yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Acara malam itu diselingi dengan penampilan per angkatan. Karena virtual, penampilan ditampilkan di layar dalam bentuk video. Kehangatan semakin terasa saat angkatan 12 dan 13 menyuguhkan video berantai dan menulis ucapan terima kasih kepada angkatan 10 atas bimbingan terbaik mereka.</p><p style="text-align: justify;">Angkatan 11 menyuguhkan kompilasi momen di <em>Sketsa</em> dengan <em>backsound</em> Ingatlah Hari Ini yang sungguh menyenangkan dan membuat gelak tawa. Terakhir namun tak kalah berkesan, penampilan angkatan 10 yang menghadirkan video TikTok dengan saling mengoper kartu pers. Semakin membuat anggota lainnya terjebak nostalgia saat berjuang mendapatkan kartu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Malam semakin larut, acara ditutup dengan suka cita dan foto bersama. Meski terbatas karena tak dapat berinteraksi secara langsung, semua antusias dan menikmati kebersamaan. Pada akhirnya, penghargaan malam itu sebagai pengingat untuk selalu mengupayakan terbaik. Meski berupaya atas kinerja, tak luput untuk saling merangkul dan memberi selamat pada segenap jiwa yang sudah meramaikan, menjadi bagian, yang terus belajar dan menginspirasi di <em>Sketsa</em>.<em><strong>&nbsp;(rst/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perfect Blue: Metamorfosis dalam Krisis Identitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/perfect-blue-metamorfosis-dalam-krisis-identitas/baca </link>
<guid> perfect-blue-metamorfosis-dalam-krisis-identitas </guid>
<pubDate> Wed, 23 Sep 2020 11:20:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mima, publik figur yang mengorbankan ranah privasinya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/perfect-blue-metamorfosis-dalam-krisis-identitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C9i8mLxjwm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perfect Blue: Metamorfosis dalam Krisis Identitas</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Sutradara</strong>: Satoshi Kon</span></p><p><strong>Pengisi Suara</strong>: Junko Iwako, Rica Matsumoto, Shiho Niiyama, Masaki Okura</p><p><strong>Produksi</strong>: Madhouse</p><p><strong>Musik</strong>: Masahiro Ikumi</p><p><strong>Genre</strong>: <em>Psychological-thriller</em></p><p><strong>Durasi</strong>: 81 menit</p><p><strong>Rilis</strong>: 5 Agustus 1997 (Fantasia Festival), 28 Februari 1998 (Jepang)</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jika mendengar kata idola, apa yang akan terpikirkan oleh Anda? Serba bisa, pandai menyanyi serta akting, bersikap manis, dan digemari banyak orang. Namun, benarkah seorang idola semata-mata hanya figur hiburan bagi masyarakat, sementara ia mengorbankan waktu, pikiran, dan kehidupannya untuk menjadi sosok yang selalu sempurna? Mari kita menelusuri kisah Mima Kirigoe, seorang mantan idola yang memutuskan untuk mengejar kariernya sebagai aktris.</p><p style="text-align: justify;">Mima adalah salah satu <em>member</em> dari grup idola Jepang bernama CHAM! yang cukup sukses mempertahankan eksistensi mereka dan memiliki banyak penggemar. Di tengah kesuksesan tersebut, ia memilih untuk mundur dari profesi idolanya dan memutuskan untuk menjadi <em>full-time</em> aktris. Dalam perjalanannya, Mima didampingi oleh manajernya sekaligus mantan idola pop, Rumi Hidaka dan pemilik agensinya, Tadokoro.</p><p style="text-align: justify;">Tak menunggu lama setelah mundurnya ia sebagai idol, sebuah tawaran berupa peran pendukung datang untuknya. Atas keputusan bersama antara dirinya dan manajer serta pemilik agensi, ia menerima peran pertamanya dalam sebuah drama televisi bertema detektif berjudul <em>Double Bind</em>. Meski Mima berusaha untuk mengembangkan dirinya, tak sebagian orang menganggap ini sebagai hal yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa penggemarnya merasa kecewa dengan perubahan drastis yang terjadi pada persona Mima: seorang remaja polos yang menyenangkan, berubah menjadi aktris dengan peran suram dan dewasa. Perubahan ini sangat mengganggu seorang stalker pria berwajah seram yang menjadi penggemar setia Mima (bahkan menyebut dirinya sebagai Me-Mania). Pria ini digambarkan sebagai seorang fanatik yang mengikuti seluruh kegiatan Mima, baik kegiatan profesional maupun kegiatan pribadi.</p><p style="text-align: justify;">Suatu malam ketika hendak beristirahat, Mima menerima telepon dari ibunya. Saat ia bercakap-cakap mengenai kemundurannya sebagai idola, tiba-tiba dirinya mendapatkan panggilan telepon lainnya. Ketika ia mengangkatnya, tak terdengar suara apapun. Mengiranya hanya salah sambung, ia kembali berbicara kepada ibunya lalu menyudahi telepon dan melanjutkan kegiatan. Tidak lama kemudian, mesin faksimilenya berbunyi dan sebuah selebaran bertuliskan &ldquo;pengkhianat&rdquo;. Mima kaget dan mulai ketakutan.</p><p style="text-align: justify;">Hari syuting perdananya datang keesokan harinya. Sambil melatih dialognya, Rumi sang manajer membaca sebuah surat penggemar dan menyerahkannya kembali kepada Mima. Dalam surat tersebut, si penggemar menyarankan Mima untuk membuka suatu situs dengan forum bernama &ldquo;Kamar Mima&rdquo; atau <em>&ldquo;Mima&rsquo;s Room&rdquo;</em>. Dalam forum tersebut, terdapat diari yang dapat dilihat secara publik dan berisi segala tentang keseharian Mima dalam perspektifnya, di mana cerita-cerita tersebut terasa sangat nyata, akurat dan begitu mendetail. Karena kepikiran, ia meminta Rumi untuk menemaninya melihat forum tersebut, namun Rumi meminta Mima untuk mengabaikannya saja.</p><p style="text-align: justify;">Saat bagian Mima siap untuk di-<em>shoot</em>, sang sutradara bersama penulis naskah drama datang ke lokasi syuting. Melihat hal ini, Tadokoro sebagai pemilik agensi memohon agar bagian Mima dalam drama ini lebih diperbanyak agar perannya lebih menarik. Setelah sang sutradara berkelakar bahwa ia akan mempertimbangkannya, sebuah surat diberikan kepada Tadakoro agar disampaikan kepada Mima―yang nampak seperti surat penggemar. Malang, surat itu meledak ketika Mima akan mengucapkan dialognya. Tadakoro terluka cukup parah, namun syuting tetap harus berlanjut.</p><p style="text-align: justify;">Pulang ke rumah, ia dan Rumi memutuskan untuk melihat forum mencurigakan tersebut. Mima yang asing dengan internet, mencoba memperhatikan penjelasan Rumi terkait forum tersebut. Setelah sang manajer pulang, Mima mencoba mengakses sendiri forum tersebut. Semula, ia menganggap betapa aneh dan lucunya cerita-cerita yang benar-benar terjadi padanya tersebut. Sampai ia sadar, betapa mengerikannya hal ini, karena sama sekali tak ada yang terlewatkan dalam kesehariannya―seperti seolah memang dialah yang menulis semua cerita tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, Tadokoro rupanya berhasil melobi sutradara dan penulis naskah untuk menambah peran Mima menjadi lebih &ldquo;penting&rdquo; dalam drama ini. Namun, naskah tersebut memuat adegan di mana karakter yang diperankan Mima menjadi korban pemerkosaan di klub <em>striptease</em>. Tadokoro, terutama Rumi khawatir jika hal ini dapat mempengaruhi image Mima yang sudah ia bangun selama menjadi idola. Meski Mima juga meragukan naskah tersebut, ia tetap menerimanya dan berusaha meyakinkan kedua orang tersebut bahwa ia akan melakukan yang terbaik.</p><p style="text-align: justify;">Ketika syuting adegan tersebut dilaksanakan, terlihat betapa cemasnya Tadakoro dan Rumi yang melihatnya langsung di depan mata mereka. Selama syuting berlangsung, Mima memang diperlakukan baik dan profesional. Sayangnya, atmosfer dan pelaksanaan adegan pemerkosaan tersebut membuatnya mengalami pengalaman traumatik―ia mulai menyesali tindakannya yang mundur dari aktivitas idola, takut akan adanya seorang <em>stalker</em>, dan terobsesi oleh siapa yang menulis segala kegiatannya di &ldquo;Kamar Mima&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Ia mulai tak bisa membedakan kenyataan dari pekerjaannya sebagai aktris. Mima lalu &ldquo;melihat&rdquo; bagian dirinya yang lain: dirinya yang berwujud sebagai idola, polos, dan dicintai banyak orang. Sosok ini membuatnya semakin meragukan dirinya sendiri, tenggelam dalam paranoia serta ketakutan yang mengerikan. Sementara itu, berbagai orang yang berhubungan dengan &ldquo;berubahnya&rdquo; <em>image</em> Mima di masyarakat satu per satu mulai terbunuh. Dimulai dengan kematian sang penulis naskah hingga Tadokoro sang pemilik agensi. Apa yang sebenarnya terjadi?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Krisis yang Nyata</strong></p><p style="text-align: justify;">Melihat berbagai kejadian yang dialami Mima, tak bisa dipungkiri bahwa kehidupannya sebagai <em>public figure</em> sangat memengaruhi kesehatan mentalnya. Secara sadar, ia menginginkan pengalaman baru dalam hidupnya―tantangan baru untuk meningkatkan kemampuannya. Tetapi, tentu saja ia tak bisa mengenyahkan pandangan orang lain terhadap pilihannya, terutama para penggemarnya. Ini karena dirinya secara alamiah ingin &ldquo;didukung&rdquo; dan &ldquo;diapresiasi&rdquo; atas kerja kerasnya. Sayangnya, pengalaman traumatik yang ia alami juga berbagai kritik mengenai langkahnya dalam menjadi aktris menjadi beban psikologis. Di mana ia mengalami <em>psychotic disorder</em>, yakni gangguan mental yang membuatnya merasa &ldquo;lepas&rdquo; dari kenyataan.</p><p style="text-align: justify;">Meski bukan ditulis oleh sang sutradara―Satoshi Kon, <em>Perfect Blue</em> patut diapresiasi karena dibawakan sangat apik. Seperti kebanyakan karya Satoshi, garis antara kenyataan dan khayalan sangat kabur sehingga penonton perlu memperhatikan setiap kisahnya dengan baik. Dengan musik yang cukup <em>disturbing</em> pada bagian-bagian kritis, film ini juga diikuti dengan sinematografi yang cukup baik―mengingat <em>Perfect Blue</em> rilis pada tahun 1997.</p><p style="text-align: justify;">Yang menarik, meski film ini menyebut kata &ldquo;biru&rdquo; pada judulnya, tak ada kontras biru yang menonjol dalam berbagai adegan. Hampir semua bagian dari <em>Perfect Blue</em> didominasi warna merah, yang mencerminkan kegigihan, emosi, sensualitas, dan pertumpahan darah. Namun, frasa biru tersebut bisa diinterpretasikan sebagai perasaan melankolis, sedih yang mendalam, dan keadaan stres atau depresi. Ini sesuai dengan keadaan yang dialami Mima, terutama saat-saat menyedihkan ketika ia meragukan karirnya. Adapun istilah ini juga terkenal untuk menyebut unsur sinematik yang mengandung pornografi atau erotisme. Lagi-lagi, frasa ini tercerminkan perspektif Mima, di mana sebagai aktris ia mengalami kesulitan dan mengalami trauma ketika menjalani adegan pemerkosaan.</p><p style="text-align: justify;">Dapat disimpulkan, <em>Perfect Blue</em> ingin menyampaikan betapa sulitnya kehidupan <em>public figure</em> juga bagaimana mengerikannya ketika seseorang sangat terobsesi dengan idolanya. Tak luput, penggunaan internet yang kian mencekal kehidupan pribadi mereka sehingga kesulitan untuk &ldquo;berpegangan&rdquo; pada kewarasan. Tertarik untuk menyaksikannya? <strong><em>(len/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Kala Pandemi: Antara Selebrasi dan Pemutus Rantai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-kala-pandemi-antara-selebrasi-dan-pemutus-rantai/baca </link>
<guid> wisuda-kala-pandemi-antara-selebrasi-dan-pemutus-rantai </guid>
<pubDate> Sat, 26 Sep 2020 11:54:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wisuda daring </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-kala-pandemi-antara-selebrasi-dan-pemutus-rantai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EAzYWCZTah.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Kala Pandemi: Antara Selebrasi dan Pemutus Rantai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Di tengah pandemi Covid-19 yang belum memiliki tanda berakhir, suasana pelaksanaan wisuda yang biasanya ramai dengan selebrasi dari orang tua maupun kerabat menjadi berubah. Pelaksanaan wisuda sebagai agenda sakral perkuliahan di kebanyakan universitas dilakukan secara dalam jaringan (daring).</span></p><p style="text-align: justify;">Namun berbeda dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tetap melaksanakan Upacara Wisuda Periode IV TA 2019/2020 dan Periode I TA 2019/2020 secara luring (luar jaringan) dan daring pada Rabu (9/9) dan Kamis (10/9) lalu di Gedung Sportorium, UMY.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari halaman resmi website UMY <a href="https://www.umy.ac.id/laksanakan-upacara-wisuda-secara-luring-dan-daring-umy-perketat-protokol-kesehatan.html,"><em>https://www.umy.ac.id/laksanakan-upacara-wisuda-secara-luring-dan-daring-umy-perketat-protokol-kesehatan.html</em>,</a> pelaksanaan wisuda dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh UMY diterapkan bahkan sebelum hari H upacara wisuda. Calon wisudawan yang berasal dari luar kota diminta untuk hadir di Yogyakarta selambat-lambatnya 14 hari sebelum pelaksanaan wisuda serta diminta untuk melakukan <em>rapid test</em> jika berasal dari daerah yang merupakan zona merah dan hitam.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pelaksanaan gladi bersih wisuda pun ditiadakan. Pada hari H upacara wisuda, para wisudawan diwajibkan datang sendiri ke kampus tanpa didampingi oleh orang tua dan kerabat. Bahkan, titik pengantaran dan penjemputan para wisudawan telah ditentukan untuk menjaga agar tidak ada orang selain wisudawan yang berada di area kampus.</p><p style="text-align: justify;">Para wisudawan juga diminta untuk menjaga jarak minimal 1 meter, menggunakan masker dan <em>face shield</em> yang telah disediakan, melakukan pengecekan suhu di gerbang utama kampus dan di depan Gedung Sportorium, menyediakan hand sanitizer dan mencuci tangan, serta diminta untuk tidak berkumpul dan melakukan foto bersama dengan sesama wisudawan.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda halnya dengan Unmul, setelah dikeluarkannya pengumuman Nomor 3067/UN17/PP/2020 tentang pelaksanaan wisuda pada Maret 2020, Juni 2020 dan September 2020 yang akan dilaksanakan secara daring. Pengumuman ini menuai respons yang beragam dari calon wisudawan, Ada yang menyetujui dan ada juga yang tidak setuju dengan keputusan rektorat ini, alasannya pun beragam namun alasan yang paling menonjol adalah dikarenakan kurangnya esensi dari wisuda ini jika diadakan <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sendiri sebenarnya keberatan apabila diwajibkan mengikuti wisuda secara daring dikarenakan saya merasa saya kuliah selama ini salah satu yang ingin saya capai ialah upacara sakral yang dikenal dengan wisuda,&rdquo; ungkap PAN (akronim) yang merupakan calon wisudawan (17/9).</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, dikarenakan dia adalah anak pertama yang lulus S1 sehingga orang tuanya belum pernah menghadiri acara sakral seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yah meskipun acara wisuda luring nantinya tidak diperbolehkan kehadiran orang tua wisudawan, paling tidak dari segi orang tua juga banyak yang mendukung anak-anak mereka merasakan secara langsung meskipun mewajibkan mematuhi protokol kesehatan covid-19,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">PAN juga menyayangkan sikap rektorat yang mengambil keputusan sendiri tanpa diadakannya terlebih dahulu diskusi dengan para mahasiswa. PAN menjelaskan bahwa tidak ada tempat untuk menyampaikan pendapat ataupun argumen terkait pelaksanaan wisuda ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang terdapat grup Whatsapp terkait penampungan keluhan para calon wisudawan namun tidak menemukan solusi alias nihil. Pihak universitas juga sepertinya tidak terlihat seperti mengupayakan solusi yang dapat ditawarkan kepada mahasiswa calon wisudawan selain hanya mengambil keputusan sepihak,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Hal senada juga diungkapkan oleh Siska (bukan nama sebenarnya) kepada <em>Sketsa</em> (17/9). Menurutnya, bisa saja Unmul memberikan pilihan untuk pelaksanaan wisudanya, bisa daring ataupun luring.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, Unmul bisa mencontoh Standar Operasional Prosedur (SOP) wisuda luring dari universitas lain. Ia juga menyayangkan informasi yang terlalu mendadak mengenai wisuda <em>online</em>, karena dia sendiri baru mendapatkan kabar mengenai pelaksaan wisuda <em>online</em> ini pada 14 September sedangkan wisuda <em>online</em> sendiri sudah mulai dilaksanakan pada 19 September untuk gelombang 1.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk aksi protes, terdapat 300 lebih calon wisudawan menandatangani petisi penolakan dan menginginkan wisuda luring dengan protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat empat poin dalam petisi tersebut. Pertama, calon wisudawan meminta untuk dibiarkan menunggu hingga wisuda secara luring dilaksanakan oleh pihak kampus dan tidak mengikuti wisuda daring pada September ini.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, calon wisudawan siap mengikuti protokol kesehatan yang diajurkan pemerintah seperti wajib menggunakan masker, <em>face shield</em>, sarung tangan, pemberian jarak pada kursi, atau bahkan pemberlakuan <em>rapit test</em>, dan lain-lain jika pihak kampus melaksanakan wisuda luring.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, salinan ijazah yang dilegalisir tetap dibagikan kepada calon wisudawan yang tidak mengikuti wisuda secara daring. Keempat atau yang terakhir yaitu mengadakan diskusi antara pihak kampus dengan perwakilan calon wisudawan. Mereka pun berharap agar kampus tidak mengambil keputusan sepihak tentang pelasanaan wisuda secara daring maupun luring.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda lagi dengan AS (akronim), mahasiswa Fakultas Kedokteran ini sangat mendukung wisuda <em>online</em>. Menurutnya, penyebaran Covid-19 di Samarinda terus meningkat sehingga jalan terbaik untuk saat ini adalah wisuda <em>online</em>. Meski merasa esensi wisuda berkurang, namun dia lebih memilih untuk mencari aman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ragu jika wisuda <em>offline</em>, apakah benar bisa dengan protokol kesehatan yang mumpuni? Terkait hal itu kita tidak bisa tau mana orang dengan Covid-1o maupun tidak, karena sekarang banyak yang tidak bergejala. Jangan hanya karena untuk esensi atau kesenangan semata, nanti banyak orang yang akan dirugikan terutama keluarga. Saling mengalah dan memutus rantai penyebaran serta melindungi orang sekitar itu lebih penting&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em> (17/9).</p><p style="text-align: justify;">Cindy (bukan nama sebenarnya) sebagai wisudawan juga mengungkapkan, wisuda <em>online</em> merupakan keputusan yang bijak dari pihak rektorat dikarenakan kasus Covid-19 terus meningkat dan belum jelas kapan berakhir. Cindy mengaku prihatin jika ada yang ingin bekerja dan butuh ijazah namun harus menunggu wisuda luring dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mending <em>online</em> itu karena kita masih bisa merayakan bersama keluarga, daripada <em>offline</em> harus berkumpul dengan banyak orang di ruangan tertutup yang akan meningkatkan penularan covid-19 ini&rdquo; tutupnya (19/9). <em><strong>(mrf/wuu/ann)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diam dan Dengarkan: Kontemplasi untuk Ibu Bumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/diam-dan-dengarkan-kontemplasi-untuk-ibu-bumi/baca </link>
<guid> diam-dan-dengarkan-kontemplasi-untuk-ibu-bumi </guid>
<pubDate> Sat, 03 Oct 2020 12:22:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah film dokumenter tentang manusia dan peradabannya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/diam-dan-dengarkan-kontemplasi-untuk-ibu-bumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6hEYLmaC8N.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Diam dan Dengarkan: Kontemplasi untuk Ibu Bumi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Berkuliah daring, menatap layar <em>gadget</em>, tak bebas keluar rumah, harus mengalah untuk kebaikan bersama. Menodong pertanyaan soal kapan bisa beraktivitas dengan bebas tanpa harus pusing memperhatikan protokol kesehatan. Tak dapat dimungkiri, semua orang akan memikirkan hal tersebut. Sampai akhirnya kita terfokus pada apa yang akan datang, dan tidak sadar menjalani kehidupan saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah keterbatasan saat pandemi, siapa yang mengira karya anak bangsa malah membawa penontonnya berkontemplasi sebagai spesies di muka bumi. Adalah Anatman Pictures yang menghadirkan karya dokumenter berjudul Diam dan Dengarkan. Sebuah film tentang nilai kesadaran yang universal untuk manusia sebagai spesies yang sejatinya hidup berdampingan dengan spesies lain. Manusia memang unik, namun tak istimewa. Penyadaran kembali tentang siapa kita, apa peran kita, dan sudah seberapa merusaknya kita.</p><p style="text-align: justify;">Unggahan YouTube berdurasi 1 jam 26 menit ini secara komprehensif membahas spesies hingga permasalahan yang sedang dihadapi alam, dan tentu kaitannya dengan kehidupan manusia. Publik figur yang fokus terhadap isu lingkungan turut andil menjadi pengisi suara, seperti Arifin Putra, Eva Celia, Nadine Alexandra, dan Andien Aisyah. Dokumenter yang dibuat dalam 6 <em>chapter</em> ini diawali dengan menyentil peradaban Sapiens, lalu konsumsi manusia, kerusakan lingkungan, sampai kesenjangan serta kondisi sosial sebagai dampak.</p><p style="text-align: justify;">Tergelitik ketika pandemi yang harusnya jadi kesempatan manusia merenung, tapi muncul pertanyaan bagaimana jika tidak? Bagaimana jika manusia tak tersentil sedikit pun saat virus mewabah Dokumenter Diam dan Dengarkan dengan apik membahasnya.</p><p style="text-align: justify;">Seturut dengan lajunya kerusakan di bumi, materi menjadi hal yang dipikir bisa jadi solusi. Cermin bagaimana jauhnya manusia dari hal yang mendasar. Kepentingan ekonomi sering disebut-sebut bersinggungan dengan kepentingan ekologi. Pada <em>Chapter</em> 6 Samudra Cinta, dokumenter ini mengenalkan sosok dari keluarga Murdaya Poo, keluarga yang terkenal dari bisnisnya dan bergelimang harta. Prajna, anak yang dibesarkan dari keluarga tersebut mengaku bahwa ia tidak cukup bahagia hingga di titik terendah hidupnya, ia divonis sakit lever, dan bisa semakin parah.</p><p style="text-align: justify;">Bagian ini hendak menggambarkan bahwa naif jika seseorang tidak membutuhkan uang. Tapi miris ketika laju peradaban malah meninggalkan hal dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan rasa aman. Manusia sebagai spesies yang mampu membentuk sistem, namun ironi mengingat di tiap sistem selalu ada yang paling. Paling kaya, paling terkenal, dan paling lainnya. Membuat kesenjangan jadi hal biasa. Pengejaran atas materi jadi tak punya batasan yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">Film dokumenter senantiasa berhasil menunjukan sisi lain dari kehidupan. Di mana manusia dibuai dengan hiburan-hiburan soal percintaan, kekayaan, ketenaran, yang utopis. Diam dan dengarkan bisa menjadi alternatif agar kita sebagai salah satu spesies di muka bumi terbangun dari tidur panjang, yang menganggap dunia selalu baik-baik saja.</p><p style="text-align: justify;">Karena dibahas secara komprehensif, di awal pemutaran video pastikan kamu menyelami maksudnya dengan baik agar tak salah kira. Seperti judulnya, saat menonton diam dan dengarkan. Betapa kita sudah di ujung tanduk peradaban. <strong>(<em>rst/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masker Scuba Dilarang, Ini Alternatifnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masker-scuba-dilarang-ini-alternatifnya/baca </link>
<guid> masker-scuba-dilarang-ini-alternatifnya </guid>
<pubDate> Sun, 04 Oct 2020 11:39:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Alternatif masker scuba </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masker-scuba-dilarang-ini-alternatifnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fzkgqFZuLU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masker Scuba Dilarang, Ini Alternatifnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kesadaran akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan sudah mulai meningkat. Seperti menjaga jarak, mencuci tangan, hingga menggunakan masker sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;">Masker scuba merupakan salah satu jenis masker yang cukup banyak digunakan. Namun akhir-akhir ini penggunaan masker scuba mulai dilarang. Pasalnya, masker scuba diklaim kurang efektif digunakan karena kainnya yang tipis dan juga hanya satu lapis.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unmul, dr. Swandari Paramita. Menurutnya, karena scuba memiliki bahan yang tipis dan hanya satu lapis sehingga cukup berisiko jika digunakan. &ldquo;Tujuan kita pakai masker kan mencegah Covid-19, ya kalau cuma satu lapis kan serem-serem juga kita <em>make</em>,&rdquo; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (30/9).</p><p style="text-align: justify;">Disebutkan dr. Swandari, masker kain yang bagus dan sesuai dengan standar nasional Indonesia, yakni masker yang terdiri atas dua lapis kain yang dijahit. Dia juga mengakui jika harga masker kain di pasaran memang lebih mahal. Meski begitu, yang terpenting menurutnya adalah menjaga kesehatan masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, untuk menutup harga kain sesuai standart yang terbilang cukup mahal, ada alternatif lain yang lebih direkomendasikan. Terutama bagi daerah yang telah berstatus sebagai zona merah yaitu dengan menggunakan masker bedah.</p><p style="text-align: justify;">Penggunaan masker bedah lebih direkomendasikan dibanding masker kain. Ditambah lagi keberadaan masker bedah saat ini sudah relatif lebih mudah didapatkan dibanding awal-awal pandemi Covid-19, harganya pun relatif lebih murah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita di zona merah kayak Samarinda, Kukar, Balikpapan, <em>pake</em> masker bedah aja deh, toh tidak susah mencarinya sekarang,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dia berharap masyarakat dapat patuh terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. &ldquo;Pakai masker itu saja tidak cukup, harus juga dibantu mencuci tangan, jaga jarak, sama menghindari keramaian. Untuk masker scuba pelan-pelan kita naikkan menjadi masker kain,&rdquo; imbunya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nyaman dan <em>Stylish</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Berbagai alasan menyebabkan masih banyak yang menggunakan masker scuba, selain karena nyaman dipakai, masker scuba dirasa lebih keren dan <em>stylish</em>. Harganya pun lebih hemat dibanding masker bedah, masker scuba juga dapat dicuci dan digunakan berulang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau masker scuba kan 2 kali pakai lalu cuci bersih bisa dipakai kembali dan berbagai macam varian warna kain scuba,&rdquo; ungkap Dimas (22/9).</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul ini juga mengaku bahwa dia sering menggunakan masker scuba dan merasa kaget dengan adanya pelarangan tersebut. Namun, karena adanya larangan tersebut, Dimas mengaku akan berhenti menggunakan masker scuba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya saya kaget, tak percaya yang selama ini saya pakai masker scuba ternyata tidak efektif melawan virus corona. Saya akan beralih ke masker bedah yang lebih efektif.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Dimas, Rachel justru mengaku tidak nyaman menggunakan masker scuba. &ldquo;Ukuran telinganya ga pas, trus tuh kainnya engga enak aja buat mukaku brutusan, trus setauku scuba tuh kalo udah cuci udah <em>ga</em> bagus lagi,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Alasannya memakai masker scuba &nbsp;saat itu karena masker bedah sedang sulit-sulitnya didapatkan akibat penimbunan dan harga yang melambung tinggi. Dan saat itu yang paling banyak dijual adalah masker scuba, masker kain masih sangat jarang ditemukan di sekitar tempat tinggalnya,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika mengetahui adanya larangan menggunakan masker scuba, Rachel merasa seharusnya masker scuba tidak dilarang. &ldquo;Padahal masker lain di pasaran banyak yang satu lapis aja. Dan itu lebih tipis dibanding scuba, jadi yang perlu di sosialisasikan itu lapisan maskernya bukan bahan maskernya,&rdquo; tuturnya (21/9).</p><p style="text-align: justify;">Setelah tidak nyaman memakai masker scuba, Rachel beralih ke slayer yang sering dia gunakan karena lebih nyaman dan bisa diatur lapisannya. Rachel berharap untuk sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah lebih digiatkan lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Buat pengguna masker scuba yah <em>gapapa</em> beralih ke masker yang lebih dianjurkan aja jangan batu toh buat kepentingan bersama biar corona cepet hilang dan bisa bernapas tanpa masker lagi,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(sii/khn/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persiapan Pemira BEM KM dalam Situasi Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-pemira-bem-km-dalam-situasi-pandemi/baca </link>
<guid> persiapan-pemira-bem-km-dalam-situasi-pandemi </guid>
<pubDate> Tue, 06 Oct 2020 11:42:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira KM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-pemira-bem-km-dalam-situasi-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R8p2geuXBZ.png" />
					</figure>
			                <h1>Persiapan Pemira BEM KM dalam Situasi Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tak terasa saat ini kita telah menuju penghujung tahun, di mana pada situasi pandemi sebagian besar aktivitas dilakukan secara daring. Seperti berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) di Unmul yang harus memutar otak agar program-program yang dirancang dapat terlaksana dalam keadaan daring.</span></p><p style="text-align: justify;">Termasuk Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul yang sedang mempersiapkan Pemilihan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (Pemira BEM KM) 2020. Melalui laman Instagram DPM KM Unmul pada Rabu (16/9), diadakan survei mengenai pelaksanaan Pemira mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Ketua Satu DPM KM Unmul Fajar Fathur Rahman menjelaskan bahwa setelah melakukan diskusi dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Encik Syaifuddin dan memberikan beberapa opsi, disetujui bahwa pelaksanaan Pemira tahun ini dilakukan secara <em>online</em> dari kediaman mahasiswa masing-masing. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat dengan Rektorat dan pihak ICT Unmul mengenai persiapan sistem.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kelebihannya lebih efisien, baik secara waktu dan biaya. Kekurangannya dikhawatirkan adanya kecurangan saat hari pemilihan dengan penyalahgunaan hak pilih mahasiswa. Kami juga memiliki beberapa solusi yang saat ini masih dalam tahap pembicaraan dengan tim ICT Unmul,&rdquo; jelas Fajar kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (2/10)</p><p style="text-align: justify;">Mengenai <em>timeline</em> Pemira sendiri, Fajar menyebut bahwa saat ini sedang dalam tahap penyusunan. Sementara itu, muncul tanggapan mahasiswa mengenai survei yang telah dilakukan oleh DPM KM.</p><p style="text-align: justify;">Apriyadi, mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan angkatan 2018 mengatakan bahwa ia mengetahui survei ini meskipun tidak ikut berpartisipasi.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap DPM KM memiliki berbagai cara agar pelaksanaan Pemira tetap berjalan secara <em>offline</em> dan tidak melanggar aturan protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Serupa dengan Apriyadi, Muhammad Shaifullah, mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Kedokteran ini menyampaikan bahwa pengadaan survei tersebut merupakan langkah yang baik dari pihak DPM KM. Ia beranggapan, bahwa melalui survei ini, dapat dilihat jika DPM KM memiliki keinginan untuk melaksanakan Pemira yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai sistem <em>online</em>, Shaifullah mengatakan jika ini merupakan suatu hal yang baru dan tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi DPM KM, termasuk DPM yang ada di tingkat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama dari sistem <em>e-voting</em>, bagaimana caranya supaya ini tidak bisa disusupi, jadi (perlu) pembuatan sistem dengan keamanan tinggi. Selanjutnya, kemungkinan besar dari segi meningkatkan partisipasi. Bagaimana cara agar setiap fakultas itu tingkat keikutsertaannya tinggi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ditambah lagi kondisi <em>online</em> seperti ini. (Harapannya) informasi yang disebarkan DPM KM dapat tersebar masif sehingga euforia terpilihnya Pemimpin BEM Unmul dapat terasa oleh seluruh KM Unmul,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(nhh/wuu/bey/fty/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Naik Daun Selama Pandemi, Bagaimana Sih Sejarah Tie-dye? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/naik-daun-selama-pandemi-bagaimana-sih-sejarah-tie-dye/baca </link>
<guid> naik-daun-selama-pandemi-bagaimana-sih-sejarah-tie-dye </guid>
<pubDate> Wed, 07 Oct 2020 12:05:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejarah perkembangan tie-dye. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/naik-daun-selama-pandemi-bagaimana-sih-sejarah-tie-dye/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RnxeFkNbjJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Naik Daun Selama Pandemi, Bagaimana Sih Sejarah Tie-dye?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Selama pandemi Covid-19, beberapa tren menjadi populer dan dinikmati oleh masyarakat. Seperti tren motif <em>tie-dye</em> yang kembali hadir dan menarik perhatian publik. Motif yang dihasilkan dari teknik ikatan ini bisa dengan mudah kita temui di berbagai item fesyen mulai dari kemeja, kaos, <em>dress</em>, <em>sweater</em> hingga masker.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Tie-dye</em> merupakan teknik pewarnaan kain yang menggunakan metode celup sebagai teknik pewarnaannya. Pertama, kain akan diikat pada beberapa bagian tertentu sebelum dicelupkan atau diwarnai hingga memberikan efek-efek tertentu. Hasil pewarnaan dengan teknik ini akan menghasilkan pola geometris, abstrak, atau bahkan kombinasi keduanya. Pakaian dengan motif ini pun banyak digemari masyarakat secara luas sebab cocok untuk segala usia dan kalangan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Tie-dye</em> sendiri bukan barang baru di dunia fesyen. Tren ini bahkan sempat menjadi metode yang diaplikasikan untuk membuat dekorasi berbasis tekstil di seluruh dunia selama lebih dari 600 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada literatur pasti yang mencatat awal mula munculnya teknik pewarnaan kain serupa <em>tie-dye</em>. Beberapa pendapat percaya bahwa teknik ini telah hadir sejak ribuan tahun lalu di kawasan Mesopotamia dan India. Beberapa juga mencatat teknik tie-dye mulai ditemukan di Peru, Amerika Selatan.</p><p style="text-align: justify;">Ada pula gagasan yang menyebutkan bahwa teknik pencelupan memiliki akar yang kuat di negara-negara Afrika. Mengutip <em>Today</em>, imigran Afrika membawa keterampilan teknik pewarnaan ini ke AS pada era 1700 hingga 1800-an. Di Jepang, <em>tie-dye</em> dikenal juga dengan istilah <em>shibori</em>. Teknik <em>shibori</em> ini telah eksis sejak 552-794 Masehi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tie-dye Sebagai Simbol Perlawanan</strong></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari CNN Indonesia, dengan versi sejarah yang beragam banyak orang mengasosiasikan <em>tie-dye</em> dengan generasi bunga atau subkultur <em>hippie</em> di Amerika Serikat pada era 1960 hingga 1970-an.</p><p style="text-align: justify;">Kala itu, <em>tie-dye</em> menjadi simbol perlawanan bagi para &apos;<em>hippies</em>&apos; terhadap budaya arus utama yang berlaku pada saat itu. Termasuk terhadap kapitalisme dan keseragaman yang terjadi di tengah masyarakat saat penggunaan televisi mulai berkembang pesat. <em>Tie-dye</em> menjadi pernyataan <em>counterculture</em> pada era ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun kemudian populer di kalangan <em>hippies</em>. Kaum <em>hippies</em> yang anti-kemapanan memuja <em>tie-dye</em> yang dianggap sebagai produk yang lebih alami dan independen. <em>Tie-dye</em> menghasilkan kain atau produk yang lebih individual dan unik karena hasilnya yang akan selalu berbeda pada setiap proses pembuatannya.</p><p style="text-align: justify;">Popularitas motif ini pun dilirik oleh perusahaan pewarna kain Rit Dyes. Lewat pemasaran pewarnaan kain yang praktis, Rit Dyes memperkenalkan teknik pewarnaan yang mudah diakses dan menghasilkan kain yang unik. <em>Tie-dye</em> pun akhirnya membuat siapa saja bisa berpartisipasi dalam gerakan perlawanan lewat kreasi simbol perdamaian dan cinta.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menjajah <em>Runway</em> hingga Kembali Populer</strong></p><p style="text-align: justify;">Lambat laun, <em>tie-dye</em> pun terus menancapkan taringnya di dunia fesyen. Tak lagi jadi simbol perlawanan, kini busana<em> tie-dye</em> malah melenggang di atas panggung peragaan busana dari deretan desainer ternama.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip <em>Vogue</em>, pada gelaran Milan Fashion Week Fall 2017, sejumlah desainer unjuk karya bernuansa <em>tie-dye</em>. Warna-warni dalam ragam siluet busana dihadirkan oleh nama-nama desainer seperti Salvatore, Ferragamo, Marco de Vincenzo, Stella Jean, dan Massimo Giorgetti.</p><p style="text-align: justify;">Kini, pesona <em>tie-dye</em> kian kuat di tengah masa pandemi Covid-19. Teknik pewarnaan kain itu dinilai dapat menjadi pilihan aktivitas kreatif yang dapat memicu timbulnya perasaan bahagia.</p><p style="text-align: justify;">Pada Mei lalu, pencarian kata kunci &apos;<em>tie-dye</em>&apos; di <em>platform</em> media sosial <em>Pinterest</em> mencapai 462 persen. Tampaknya orang-orang berusaha menangkal rasa bosan dengan berkreativitas bersama motif unik ini.</p><p style="text-align: justify;">Perwakilan <em>Pinterest</em>, Larkin Brown mengatakan bahwa aktivitas yang memicu kegembiraan dan kreativitas seperti <em>tie-dye</em> terasa sangat penting selama masa pandemi. Dengan kreativitas, maka akan menimbulkan perasaan senang pada seseorang. <strong><em>(mrf/len)</em></strong>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> DPR dan Pemerintah Sahkan UU Cipta Kerja: Tanda Bahaya Kemunduran Demokrasi Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dpr-dan-pemerintah-sahkan-uu-cipta-kerja-tanda-bahaya-kemunduran-demokrasi-indonesia/baca </link>
<guid> dpr-dan-pemerintah-sahkan-uu-cipta-kerja-tanda-bahaya-kemunduran-demokrasi-indonesia </guid>
<pubDate> Thu, 08 Oct 2020 10:59:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini mengenai UU Cipta Kerja. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dpr-dan-pemerintah-sahkan-uu-cipta-kerja-tanda-bahaya-kemunduran-demokrasi-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p4Lse9orjz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>DPR dan Pemerintah Sahkan UU Cipta Kerja: Tanda Bahaya Kemunduran Demokrasi Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Jagat maya digemparkan dengan aksi ketok palu DPR bersama pemerintah untuk mengesahkan UU Cipta Kerja. Dikutip dari <em>Hukum Online</em>, sidang paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja di kompleks parlemen di Jakarta yang dihadiri sejumlah menteri seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Menkumham Yasonna Laoly, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Menaker Ida Fauziyah, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Menteri LHK Siti Nurbaya. &nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada hari ini, ketika melihat pola kerja DPR, nampak terang kemunduran demokrasi sedang mengerogoti Indonesia sebagai suatu bangsa. Semangat reformasi sejak jatuhnya era orde baru, yaitu semangat menggeser paradigma kedaulatan rakyat dengan prinsip demokrasi representatif menuju demokrasi partisipatif telah dilumpuhkan DPR.</p><p style="text-align: justify;">Dalam segi moral politik, Romo Frans Magnis Suseno merumuskan 4 butir prinsip yang harus diterapkan para pengemban amanah rakyat, yaitu kepastian hukum, tuntutan perlakuan yang sama, legitimasi demokrasi, dan tuntutan akal budi.</p><p style="text-align: justify;">Melihat titik poin ini saja, ada prinsip yang dilanggar, yaitu legitimasi demokrasi dalam hal ini kedualatan rakyat. Kedaulatan rakyat dianggap sebatas mengikuti pemilihan umum, setelah memilih wakilnya, rakyat tidak dipedulikan partisipasinya. Paradigma seperti ini kalau meminjam istilah dari pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar, beliau menggunakan istilah &ldquo;beli putus&rdquo; sehingga setelah para wakil rakyat dipilih mereka bebas mengambil keputusan dengan melegitimasi dirinya sebagai suara rakyat. Padahal ketika kita sisir lebih jauh, keputusan wakil rakyat ini tidak berpihak pada rakyat itu sendiri dan cenderung termaktub kepentingan diri dan golongan tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Prinsip kedua yang dilanggar adalah prinsip akal budi. Ini adalah prinsip manusia sebagai makhluk yang berbudaya. Sudah barang tentu para wakil rakyat di atas kursi terhormatnya adalah sosok yang berhati nurani dan berakal budi. Namun kenapa fenomena hari ini bisa terjadi, ketika sosok penyambung lidah rakyat mengkhianati prinsip akal budi yang itu adalah harga diri seorang manusia yang berbudaya. Kemudian berpaling kepada kepentingan oligarki yang mengatasnamakan investasi.</p><p style="text-align: justify;">Memang ketika merujuk pendapat Soerjono Soekanto kesadaran hukum memiliki empat tingkatan: pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum, dan pola perilaku hukum. Ketika kita tarik benang merah teori ini terhadap DPR yang mengesahkan UU cipta kerja, para wakil rakyat kita ketika dianalogikan, baru duduk di kelas &ldquo;memahami hukum&rdquo;. Sebenarnya para wakil rakyat paham soal tindakan mereka, ada pihak yang sangat dirugikan yakni para pekerja, namun mereka tidak sanggup naik ke kelas selanjutnya. Masih mengulang di kelas yang sama, tentu itu memalukan.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hal-hal di atas, kemunduran demokrasi pun tercipta. DPR dan pemerintah membutakan dan menulikan indra mereka terhadap partisipasi publik terlebih dalam kasus ini adalah para buruh yang sangat diancam hak hidupnya. Kendati demikian publik geram dan tidak akan tinggal diam, sudah pasti gong perlawanan akan di pukul untuk menegakan kedaulatan rakyat yang sudah dan sedang dikorupsi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Stanis Deri Burin, Kepala Departemen Pustaka dan Informasi Lembaga Kajian Ilmiah Studi Hukum FH Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Raih Prestasi Nasional, Buktikan Kreativitas dalam Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/raih-prestasi-nasional-buktikan-kreativitas-dalam-pandemi/baca </link>
<guid> raih-prestasi-nasional-buktikan-kreativitas-dalam-pandemi </guid>
<pubDate> Thu, 08 Oct 2020 11:19:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemenangan Prodi Psikologi Unmul dalam Lomba Poster Nasional. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/raih-prestasi-nasional-buktikan-kreativitas-dalam-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t5a6byuUjg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Raih Prestasi Nasional, Buktikan Kreativitas dalam Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Menjadi perwakilan dari sebuah perlombaan menjadi kebanggaan tersendiri bagi beberapa orang, apalagi bisa menambah pengalaman dan membuka wawasan menjadi semakin luas. Begitu pula yang dirasakan tiga mahasiswa asal program studi (Prodi) Psikologi 2018 yakni, Jihan Safitri, Meiliyanti Puspitasari, dan Zakki Abdallah Alkatiri. Ketiganya menjadi perwakilan Unmul di Perlombaan Poster Nasional yang diadakan oleh UKMF Penelitian Lingkar Ilmiah Mahasiswa Language &amp; Arts (LIMLARTS) Universitas Negeri Yogyakarta.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Zakki, awalnya mereka mendapat informasi lomba dari dosen pembimbing. Selanjutnya, Jihan mengajak Zakki untuk bergabung di tim karena keduanya telah terbiasa bekerja sama dan mengetahui kinerja masing-masing. Akhirnya, Meli turut bergabung dan melengkapi total anggota tim. Diketahui, mereka memang kerap mengikuti perlombaan.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun dunia perlombaan bukanlah hal baru bagi mereka akan tetapi Lomba Poster Nasional ini menjadi pengalaman pertama mereka dalam kategori lomba poster ilmiah.</p><p style="text-align: justify;">Untuk persiapan lomba sendiri Zakki mengungkapkan mulai dari pembuatan judul, pengerjaan poster, sesi presentasi, serta menyiapkan untuk sesi tanya jawab, ketiganya saling bertukar ide dan gagasan yang mendukung satu sama lain dilakukan secara daring. Karena hal itu juga, mereka sempat mengalami beberapa kendala.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya jadi sempat <em>miss-comm</em>, kita enggak ada bahas soal model, warna dan sejenisnya untuk membuat poster yang seperti apa karena masih minimnya perencanaan,&quot; ungkap Jihan. Ia pun menambahkan karena hal tersebut ia merombak kembali poster 5 jam sebelum batas pengumpulan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Semua kerja keras dan tantangan yang mereka lalui ternyata terbayar. Sabtu (3/10) kemarin, tim mereka berhasil meraih juara ke-2 (dua) Lomba Poster Nasional dengan judul poster &ldquo;Kesehatan Mental Generasi Muda Menyambut Indonesia Emas 2045&rdquo;. Berhasil melawan 65 lebih kontestan dari seluruh Indonesia, mereka mengaku kalau kemenangan itu di luar ekspektasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jujur tidak terpikir bisa juara, kami memutuskan untuk bersikap <em>nothing to lose</em>, namun disatu sisi kami tidak pesimis untuk bersaing bersama kampus-kampus ternama di Indonesia&rdquo; ungkap Zakki.</p><p style="text-align: justify;">Kemenangan tim ini membuktikan jika pandemi bukanlah hambatan bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi. <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Di masa pandemi Covid-19, generasi &nbsp;muda khususnya mahasiswa harus mampu beradaptasi dalam keadaan apapun untuk tetap berkarya, beraspirasi, dan memberikan ide serta gagasan yang berguna untuk masyarakat&rdquo; tutup Jihan. <strong><em>(rst/hmm/ycp/ann)&nbsp;</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masjaya dan Istri Sembuh, Imbau Civitas Unmul Patuhi Protokol Kesehatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masjaya-dan-istri-sembuh-imbau-civitas-unmul-patuhi-protokol-kesehatan/baca </link>
<guid> masjaya-dan-istri-sembuh-imbau-civitas-unmul-patuhi-protokol-kesehatan </guid>
<pubDate> Sat, 10 Oct 2020 10:47:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masjaya dan istri, didampingi dr. Marwan dan dr. Nathan dalam konferensi pers kesembuhan dari Covid-19. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masjaya-dan-istri-sembuh-imbau-civitas-unmul-patuhi-protokol-kesehatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e5YEuEwuDo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masjaya dan Istri Sembuh, Imbau Civitas Unmul Patuhi Protokol Kesehatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Beberapa waktu yang lalu, kabar gembira datang dari Rektor Unmul, Masjaya beserta istri yang dinyatakan telah sembuh. Semenjak terkonfirmasi positif Covid-19 pada (16/9) lalu, Masjaya beserta istri mulai menjalani perawatan dan isolasi mandiri.</span></p><p style="text-align: left;"><span>Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/dikonfirmasi-positif-covid-19-masjaya-jalani-isolasi-mandiri/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/dikonfirmasi-positif-covid-19-masjaya-jalani-isolasi-mandiri/baca</a></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kabar gembira tersebut disampaikan melalui konferensi pers yang digelar Masjaya dan juga istri. Mereka didampingi oleh dokter yang membantu proses pemulihan. Konferensi pers tersebut ditayangkan melalui kanal youtube Unmul TV (2/10).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Pada hari ini setelah masuk isolasi mandiri, dengan doa dan dukungan para dokter yaitu dr. Marwan, dr. Emil, dr. Nathan, dan satgas lainnya, saya dinyatakan alhamdulillah sudah proses penyembuhan,&quot; ungkap Masjaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Masjaya, Covid-19 merupakan penyakit yang bisa menyerang siapapun. Sehingga dia berpesan agar civitas academica Unmul tetap menjaga protokol kesehatan, serta banyak berdoa agar mendapat perlindungan dari Tuhan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu Masjaya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama jalani perawatan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Terima kasih semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan, bapak gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, seluruh tim dokter, Dinas Kesehatan provinsi maupun kota, para wakil rektor, para dekan, seluruh civitas academica, dan para forum rektor se-Indonesia, yang memberikan dukungan dan doanya. Insyaallah kita sehat semuanya,&quot; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai seorang pimpinan dari suatu universitas, Masjaya tentunya banyak sekali tugas yang harus diselesaikan. Namun, semenjak terpapar Covid-19 kemarin, Masjaya harus menjalani isolasi mandiri dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini diungkap oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf pada Jumat (9/10). &ldquo;Iya kan memang begitu, itu kan ditangani oleh dokter. Pertama isolasi mandiri, sekalipun di rumah ya, kemudian ya semua aktivitasnya distop.&rdquo;&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi <em>Sketsa</em>, Masjaya tidak memberikan keterangan, terkait pekerjaan yang harus ditinggalkan selama menjalani perawatan dan isolasi mandiri.&nbsp;</span><span>Namun, Bohari Yusuf menjelaskan bahwa tugas Masjaya Yang ditinggalkan selama menjalani isolasi dan perawatan tetap dapat ditangani.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita kan ada, wakil rektor ada, dekan-dekan ada, semua tertangani,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah dinyatakan sembuh, kini Masjaya sudah dapat menjalani tugasnya kembali sebagai Rektor Unmul seperti sebelumnya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. &ldquo;Tetap di sana (rumah), sekarang sudah normal lagi, tadi baru aja kami rapat lagi,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah ini, diharapkan seluruh civitas academica Unmul dapat lebih mematuhi protokol kesehatan yang ada. Dikatakan Bohari, hingga saat ini pengamanan di kampus tetap dilakukan, orang-orang juga dibatasi berkunjung. Meski begitu bahaya Covid-19 tetap tidak bisa dihindari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kita baru saja kehilangan dosen kita yang senior. Diharapkan semua civitas academica menjaga protokol gitu ya, kesehatan. Karna datangnya virus ini kan dari manapun,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>khn/pil/eng/wil</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sensasi Menuduh dan Tertuduh dalam Among Us </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/sensasi-menuduh-dan-tertuduh-dalam-among-us/baca </link>
<guid> sensasi-menuduh-dan-tertuduh-dalam-among-us </guid>
<pubDate> Sun, 11 Oct 2020 12:07:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serunya permainan Among Us. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/sensasi-menuduh-dan-tertuduh-dalam-among-us/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l5LFhFHuAu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sensasi Menuduh dan Tertuduh dalam Among Us</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sepanjang 2020, saat masyarakat Indonesia masih bergelut dengan pandemi yang sangat tidak bersahabat, justru banyak hal-hal baru yang bermunculan. Salah satu yang cukup menarik perhatian ialah permainan Among Us. Permainan yang menguji kerja sama dalam tim untuk menemukan penyusup di antara mereka.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>tirto.id</em>, Among Us merupakan gim daring besutan <em>developer</em> InnerSloth yang sudah dirilis sejak 15 Juni 2018 di Android dan iPhone, serta komputer atau PC Windows per 17 Agustus 2018 lalu. Among Us yang dijelaskan sebagai &quot;permainan kerja sama tim dan pengkhianatan&quot; ini, mengisahkan perjalanan 10 orang astronaut dalam misi luar angkasa.</p><p style="text-align: justify;">Namun, misinya bakal menemui tantangan, karena salah satu di antara mereka adalah seorang pembunuh yang menyamar. Dalam permainan, satu-satunya orang yang mengetahui pembunuh yang menyamar itu adalah penipu lain, dan tugas mereka adalah menyabot misi atau membunuh pemain lain tanpa diketahui.</p><p style="text-align: justify;">Ketika seseorang menemukan mayat, atau rapat darurat dua kali per pertandingan dilakukan, pemain berdebat tentang siapa yang menurut mereka penipu itu. Mereka akan berbagi informasi tentang apa yang mereka lihat, siapa yang tidak hadir, dan jika ada yang bertindak mencurigakan.</p><p style="text-align: justify;">Gim ini terasa cukup familier karena mirip seperti Werewolf atau Mafia, yang sudah ada sebelumnya. Tetapi dengan kurangnya bahasa tubuh untuk mendapatkan informasi, membuat Among Us disebut menjadi pengalaman yang lebih luar biasa daripada Werewolf ataupun Mafia.</p><p style="text-align: justify;">Keseruan permainan ini didukung dengan visualisasi gim yang terasa seakan nyata berada di luar angkasa. Misi yang dijalankan oleh pemain asli yang disebut <em>crewmate</em> terasa menyenangkan sekaligus menegangkan. Disaat <em>crewmate</em> berusaha menyelesaikan misi yang menjelajahi setiap bagian di pesawat ruang angkasa disaat itu pula pembunuh atau <em>impostor</em> menyerang juga menentukan waktu yang tepat untuk membunuh <em>crewmate</em> yang sedang menyelesaikan misi. <em>Impostor</em> dapat dikalahkan jika para <em>crewmate</em> telah berhasil menyelesaikan semua misi atau berhasil menebak <em>impostor</em> melalui <em>voting</em> saat rapat.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang terpenting dalam permaianan ini ialah alibi bagi setia pemain. Apa yang sedang dilakukan, bersama siapa menyelesaikan misi, sedang berada di mana saat diadakan panggilan <em>meeting</em>. Alibi-alibi seperti itu sangat perlu diperhatikan khususnya bagi yang menjadi <em>impostor</em> karena tugasnya hanya membunuh maka diperlukan alibi yang kuat agar tidak tertuduh dan dicurigai.</p><p style="text-align: justify;">Permainan ini cocok dimainakan bersama teman-teman untuk mengisi kebosanan selama di rumah ataupun sekadar hanya untuk seru-seruan. Jika tidak memiliki teman yang bisa diajak main, kita bisa menggunakan mode publik untuk bergabung dengan orang lain dalam permainannya. Namun, jika menginginkan permainan privat dan hanya berisi teman-teman yang dikenal saja bisa menggunakan mode privat yang tersedia dalam permainan tersebut. <strong><em>(nhh/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PWI dan AJI Dampingi 5 Jurnalis di Samarinda Lanjutkan Proses Hukum Oknum Aparat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pwi-dan-aji-dampingi-5-jurnalis-di-samarinda-lanjutkan-proses-hukum-oknum-aparat/baca </link>
<guid> pwi-dan-aji-dampingi-5-jurnalis-di-samarinda-lanjutkan-proses-hukum-oknum-aparat </guid>
<pubDate> Sun, 11 Oct 2020 12:49:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press release </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pwi-dan-aji-dampingi-5-jurnalis-di-samarinda-lanjutkan-proses-hukum-oknum-aparat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FsCLAUA48O.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PWI dan AJI Dampingi 5 Jurnalis di Samarinda Lanjutkan Proses Hukum Oknum Aparat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur mendampingi lima jurnalis lokal untuk melapor ke Propam Polresta Samarinda pada Sabtu (10/10) pukul 15.00 Wita.</span></p><p style="text-align: justify;">Para jurnalis ini melapor sesuai Pasal 18 UU Nomor 40/1999 tentang Pers Jo Pasal 335 (1) dan Pasal 351 (1) KHUP tentang Penganiayaan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena kami menilai, saat rekan korban menceritakan kronologi, ada dugaan penganiayaan. Bahwa itu terbukti atau tidak, itu kita lihat dari hasil pemeriksaan nanti,&quot; terang Sabir Ibrahim, kuasa hukum para korban.</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak lima jurnalis lokal mengalami kekerasan fisik saat menjalankan tugas jurnalistik di Samarinda. Mereka adalah Samuel Gading (Lensa Borneo/dijambak), Mangir (Disway Nomersatu Kaltim/diinjak kakinya), Kiky (Kalimantan TV/dipukul bagian dada), Yuda Almeiro (IDN Times/diintimidasi), dan Faishal Alwan Yasir (Koran Kaltim/ditahan sementara di Polres).</p><p style="text-align: justify;">Mereka mendapat tindakan represif dari aparat pada Kamis (8/10) malam, saat meliput aksi di depan Mapolresta Samarinda. Setelah pelaporan ini, selanjutnya para korban akan dipanggil pada Senin (12/10) untuk membuat berita acara. Sederet barang bukti tindakan represif oknum aparat berupa foto hingga video juga telah siap.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka berlima mengalami kejadian yang berbeda-beda. Tapi mereka berlima semuanya merekam video dengan titik yang berbeda. Jadi, video mereka masing-masing inilah yang akan disampaikan,&rdquo; tutur Sabir, Kuasa Hukum dari Jaringan Advokasi Masyarakat (JAM) Borneo ini.</p><p style="text-align: justify;">AJI sendiri berkomitmen mendampingi para jurnalis hingga mereka mendapat hak-haknya. Pelaporan sebagai upaya memberikan efek jera kepada para pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Apalagi, kasus kekerasan yang dialami lima jurnalis ini bukan yang pertama di Kaltim. Adapun kasus kerap berakhir hanya dengan permintaan maaf.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, para korban juga berhak menuntut haknya sebagai warga negara dan jurnalis yang pekerjaannya sudah dijamin oleh undang-undang. Kekerasan fisik dan intimidasi terhadap pewarta bisa diproses pidana karena secara nyata dan terbuka menghalangi-halangi kerja-kerja pers.</p><p style="text-align: justify;">Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40/1999 tentang Pers, &quot;Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta&quot;. &ldquo;Setiap orang&rdquo; dalam pasal itu termasuk polisi.</p><p style="text-align: justify;">Sepanjang April 2019-Mei 2020, AJI mencatat ada 31 kasus represif yang dilakukan oleh anggota Polri.</p><p style="text-align: justify;">Dua momen kekerasan terjadi ketika jurnalis meliput demonstrasi besar di bulan Mei dan September tahun lalu. Ditarik lebih jauh, medio 2006-September 2020, AJI mencatat ada 785 jurnalis jadi korban kekerasan.</p><p style="text-align: justify;">Kekerasan fisik berada di nomor satu kategori jenis kekerasan (239 perkara); disusul pengusiran/pelarangan liputan (91); dan ancaman teror (77). Dalam ranah pelaku, 65 orang merupakan anggota polisi, 60 massa, dan 36 orang tidak dikenal.</p><p style="text-align: justify;">AJI juga meminta kepolisian menghormati Nota Kesepahaman Dewan Pers-Polri terdaftar dengan Nomor: 2/DP/MoU/II/2017 dan Nomor: B/15/II/2017 tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Rilis ditulis oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepekan Omnibus Law: Kinerja Pemerintah hingga Tindakan Represif Aparat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepekan-omnibus-law-kinerja-pemerintah-hingga-tindakan-represif-aparat/baca </link>
<guid> sepekan-omnibus-law-kinerja-pemerintah-hingga-tindakan-represif-aparat </guid>
<pubDate> Tue, 13 Oct 2020 12:15:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kilas Omnibus Law dalam Sepekan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepekan-omnibus-law-kinerja-pemerintah-hingga-tindakan-represif-aparat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xmEaBX9SX3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepekan Omnibus Law: Kinerja Pemerintah hingga Tindakan Represif Aparat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Terhitung sudah sepekan berlalu sejak Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan pada Senin (5/10) oleh DPR RI. Namun berbagai kejanggalan dalam prosedur pembentukan UU serta berbagai pasal yang dianggap merugikan masyarakat khususnya pihak buruh dan pekerja memicu sejumlah protes dalam skala besar.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari Instagram <em>@tempodotco</em>, terdapat beberapa titik aksi demonstrasi seperti Bekasi, Tangerang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Jakarta dan Depok. Dimulai dengan berunjuk rasa ke gedung DPR hingga melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk penolakan.</p><p style="text-align: justify;">Lantunan aksi juga terdengar dari Bumi Etam, mahasiswa, buruh, dan masyarakat berkumpul untuk menyampaikan tuntutan dengan menyambangi DPRD Kalimantan Timur. Tak hanya itu, mereka juga mempermasalahkan sikap pemerintah yang tidak transparans dalam mengumpulkan aspirasi masyarakat ketika merancang UU Cipta Kerja.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Herdiansyah Hamzah menyebut jika pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menghimpun pendapat masyarakat ketika berurusan dengan peraturan perundang-undangan. Terlebih karena menyangkut kesejahteraan dalam kehidupan bernegara. Baginya, Presiden Jokowi seharusnya mengambil alih tanggung jawab untuk menengahi berbagai respons dan penolakan yang terjadi pada UU Cipta Kerja. Menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau Perpu dianggap menjadi langkah yang tepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semalam, kami rilis kembali di antara 423 akademisi se-Indonesia, 119 kampus dalam negeri dan 3 kampus luar negeri meminta agar Jokowi menerbitkan Perpu. Kenapa kami tidak mengambil langkah <em>judicial review</em>? Karena kami menganggap pemerintah yang mengusulkan <em>draft</em>-nya,&rdquo; jelas Herdi, Jumat (9/10).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai kapan Perpu dapat dikeluarkan, Herdi memaparkan jika Mahkamah Konstitusi (MK) dengan jelas telah memberikan syarat-syarat objektif penerbitan Perpu dalam Putusan MK No. 138/PUU-VII/2009. Di dalamnya tertulis tiga syarat sebagai parameter &ldquo;<em>kegentingan yang memaksa</em>&rdquo;. Seperti syarat pertama yang tertulis, &ldquo;adanya keadaan yaitu kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan Undang-Undang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kondisinya tepat. Omnibus ini inkonstitusional karena tidak dikenal dalam khazanah perundang-undangan kita. Jadi bisa dikatakan metode yang ilegal karena tidak dilegitimasi oleh UU No. 12 Tahun 2011 juncto UU No. 15 Tahun 2019 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski serangkaian aksi dan unjuk rasa telah dilakukan, nyatanya masih banyak masyarakat awam yang tidak mengerti duduk perkara yang sebenarnya. Ini membuat mereka rentan terpapar hoaks dan mengalami keraguan dalam menerima informasi.</p><p style="text-align: justify;">Herdi menyarankan agar masyarakat dapat memperhatikan sumber pemberitaan dan memperkuat pemahaman dengan mengikuti perkembangan politik terkini. Tak hanya berlaku untuk masyarakat, mahasiswa juga perlu mengedukasi diri agar lebih peka terhadap permasalahan dan hoaks yang berkembang. Tindakan ini merupakan langkah agar pemikiran apatis dapat dicegah.</p><p style="text-align: justify;">Contohnya ketika UU Cipta Kerja resmi ketok palu, terdapat perdebatan antar netizen di media sosial dengan dalih &ldquo;sudah dibaca belum <em>draft</em>-nya?&rdquo; yang membuat pro dan kontra di masyarakat sedangkan <em>draft</em> finalnya sampai sekarang tidak ada. &ldquo;Jangankan kita, mereka yang menduduki DPR aja sudah baca tidak? Saya ambil contoh, banyak pasal dan ketentuan yang nyeleneh dan tidak masuk akal. Mereka mungkin juga tidak baca.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bayangkan dalam waktu yang sangat cepat, membahas 11 klaster, 76 UU, 1000 halaman kan mustahil. Jadi ketika tudingan seperti itu muncul, saya pikir itu mestinya dikembalikan kepada anggota DPR. Jangan-jangan mereka yang tidak baca,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dalam mengawal isu ini perlu adanya basis argumen yang memadai. Untuk melakukan pergerakan, tentunya harus paham apa yang sedang diperjuangkan, bukan sekadar ikut-ikutan. Dalam situasi ini, beberapa informasi penting justru sulit untuk didapatkan sehingga sebagian besar masyarakat tidak paham.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tindakan Represif Aparat</strong></p><p style="text-align: justify;">Menjadi bagian dari Aliansi Akademisi Menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Herdi bersama kawan-kawan sejawat mengeluarkan rilis di mana salah satunya menyoroti pemerintahan Presiden Jokowi yang seharusnya tidak menggunakan cara-cara represif untuk meredakan aksi penolakan. Padahal, kebebasan berpendapat termasuk di muka umum dijamin dan dilindungi dalam UUD 1945.</p><p style="text-align: justify;">Artinya, menyatakan mendapat merupakan hak konstitusional warga negara dan pemerintah seharusnya tidak bisa menghalangi kebebasan ini. Sebaliknya, pemerintah harusnya melindungi hak ini sebagai perintah konstitusi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita anggap itu represif, karena bukan cuma buruh dan mahasiswa yang mendapat perlakuan tersebut tapi termasuk teman-teman media. Ada yang kamera dirampas dan dipukul. Kami ingin menegaskan, bahwa pemerintah tidak boleh menggunakan cara represif untuk meredam aksi-aksi politik yang dilakukan oleh warga negara akibat respons terhadap Omnibus Law,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(len/rst/wuu/wil)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Catatan Redaksi:&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara tertanggal 9 Oktober 2020 dengan keterangan pasal yang tertera pada draft UU Cipta Kerja tertanggal 5 Oktober 2020 (905 halaman) yang beredar di publik. Hari ini, Selasa (13/10), telah beredar draft final UU Cipta Kerja (1.035 halaman) dengan perubahan pada sejumlah pasal dari versi terakhir yang beredar sebelum sidang pengesahan.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melihat UU Cipta Kerja dari Sudut Pandang Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-uu-cipta-kerja-dari-sudut-pandang-hukum/baca </link>
<guid> melihat-uu-cipta-kerja-dari-sudut-pandang-hukum </guid>
<pubDate> Tue, 13 Oct 2020 12:24:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Omnibus Law dalam kacamata Hukum. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-uu-cipta-kerja-dari-sudut-pandang-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0qYgn6TzVS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melihat UU Cipta Kerja dari Sudut Pandang Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Gelombang penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja masih terus memanas. Tak hanya mahasiswa dan masyarakat umum, para akademisi juga turut mengkritisi adanya UU ini. Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Jumat (9/10) lalu, Herdiansyah Hamzah selaku akademisi sekaligus pengamat hukum memberikan pandangannya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Pertama, ia memaparkan bahwa metode Omnibus Law tidak dikenal dalam khazanah perundang-undangan Indonesia alias belum diadopsi dalam sistem hukum yang ada. Diperkuat oleh UU No. 12 Tahun 2011 juncto UU No. 15 Tahun 2019 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang belum mengatur metode Omnibus Law secara jelas.</p><p style="text-align: justify;">Herdi menyebut, Omnibus Law dalam penyusunan RUU Cipta Kerja tidak memiliki landasan hukum yang kuat. Kemudian, adanya cacat dalam prosedur pembentukan secara formal karena tidak melibatkan partisipasi publik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Termasuk juga UU tersebut dibuat secara sembunyi-sembunyi. Sampai sekarang pun, <em>draft</em> akhir atau final belum kita dapatkan. Ada kemungkinan <em>draft</em> itu masih bisa berubah,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, setelah UU Cipta Kerja disetujui bersama antara DPR RI dan pemerintah pada Senin (5/10), jika presiden belum menandatanganinya sampai 30 hari mendatang maka UU ini otomatis akan berlaku dan sah secara hukum. Selain itu, akses masyarakat terhadap informasi terhadap UU Cipta Kerja ini sulit ditemui karena tak adanya transparansi bagi publik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Substansi UU Cipta Kerja</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak tanggung-tanggung, Herdi mengatakan jika beberapa pasal yang diatur dalam UU ini memang bermasalah. Contohnya pada klaster tenaga kerja, di mana terdapat perdebatan soal pesangon. Meski pembahasan mengenai pesangon masih ada, namun tak dapat dimungkiri ada kejanggalan jika diperhatikan secara detail.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat perubahan frasa yang dulunya ada pada UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, di mana pengaturan mengenai pesangon menggunakan pendekatan paling minimal. Ini berarti, pesangon tidak dibatasi dan masih bisa bertambah. Namun, dalam UU Cipta Kerja merevisi Pasal 156 ayat (2) hanya membatasi jumlah tertentu tanpa bertambah lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Artinya ketika (seorang) pekerja di-PHK dan ia bekerja lebih dari 10 tahun, yang harusnya mendapat berapa kali upah bisa jadi hanya mendapat pesangon 1 kali gaji,&rdquo; terang Herdi.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diketahui, yang berhak untuk mendapatkan pesangon adalah pekerja tetap. Pada UU Cipta Kerja, ini dapat menjadi masalah di kemudian hari untuk pekerja dengan status kontrak. Pada Pasal 59 ayat (3) UU Ketenagakerjaan, status pekerja kontrak maksimal 3 tahun atau dua kali perpanjangan atau pembaruan kontrak. Berdasarkan pasal tersebut, jelas bahwa tindakan di luar ini tidak diperbolehkan.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, dalam UU Cipta Kerja perpanjangan atau pembaruan kontrak maksimal ini berubah dan didasarkan atas jangka waktu atau selesainya sebuah pekerjaan tertentu dalam kontrak. Artinya, seorang pekerja dapat menyandang status pekerja kontrak seumur hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau pekerja kontrak, otomatis gak dapat pesangon. Ini analisa kami soal pesangon yang merugikan buruh. Kendati pun itu tetap ada aturannya, esensinya merugikan dan berdampak ke teman pekerja,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ini belum termasuk permasalahan mengenai pekerja <em>outsourcing</em>. Menurut Pasal 65 ayat (2) C dan Penjelasan Pasal 66 ayat 1 UU Ketenagakerjaan, tidak semua rangkaian dan jenis pekerjaan dari suatu perusahaan pemberi pekerjaan dapat diserahkan kepada vendor atau <em>service provider</em> (perusahaan <em>outsourcing</em>). Akan tetapi hanya kegiatan penunjang perusahaan (<em>supporting</em>) secara keseluruhan dari rangkaian proses produksi, dan/atau hanya kegiatan jasa penunjang yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun pada UU Cipta Kerja, Pasal 65 ayat (2) yang berperan sebagai batasan pekerja <em>outsourcing</em> dihapuskan. Menurut Herdi, dengan ditiadakannya pasal tersebut artinya sistem kerja <em>outsourcing</em> dapat dilakukan di mana saja. Termasuk di inti kegiatan utama perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Outsourcing</em> bisa dipraktikan di mana saja dan jelas merugikan teman pekerja. Atau tidak ada lagi jaminan kepastian kerja, istilahnya <em>job security.</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pengaturan terkait ketentuan upah juga turut menjadi kontroversi. Diatur pada Pasal 88B UU Cipta Kerja, upah ditetapkan berdasarkan waktu satu waktu seperti harian, mingguan atau bulanan. Sementara, upah satuan hasil merupakan upah yang ditetapkan berdasarkan hasil dari pekerjaan yang telah disepakati.</p><p style="text-align: justify;">Ini memberikan kebebasan kepada pengusaha untuk menentukan unit keluaran yang ditugaskan kepada pekerja sebagai dasar penghitungan upah (dalam sistem upah per satuan). Lalu, dalam UU Ketenagakerjaan upah minimum ditetapkan di tingkat provinsi, kabupaten/kotamadya, dan sektoral diatur lewat Pasal 89. Di mana sistem ini diarahkan untuk pencapaian kelayakan hidup pekerja.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pasal tersebut, upah minimum provinsi akan ditetapkan oleh gubernur melalui pertimbangan atas rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan/atau bupati/walikota. Kemudian, penghitungan pada komponen dan pelaksanaan tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak diatur dengan keputusan menteri.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, UU Cipta Kerja menghapus pasal ini dengan menggantinya menjadi Pasal 88C. Di dalam pasal pengganti, upah sektoral dihapuskan dan penetapan upah minimum provinsi diatur dan ditetapkan gubernur berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan dengan syarat tertentu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;UMSK, implikasinya bagi teman yang bekerja di tambang. Masa kita mau samakan dengan sektor retail. Bukan mau membedakan, tetap sama. Buruh tidak terpisahkan dari jenis kelamin dan pekerjaan. Tapi ada nilai tambah yang berbeda,&rdquo; tegas Herdi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seorang buruh yang bekerja di Freeport misalnya, tidak mungkin kita samakan dengan mereka yang bekerja di retail. Karena itu adalah nilai tambah yang berbeda. Kalau UMSK dihapus, otomatis ada ketidakadilan,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada Pasal 88C UU Cipta Kerja, terdapat kalimat pernyataan di mana Gubernur dapat menetapkan upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu. Bagi Herdi, kata &lsquo;dapat&rsquo; dalam pernyataan tersebut memiliki arti bahwa pemerintah dapat mendorong upah minimum, atau tidak. Ini disebabkan karena secara hukum frasa tersebut bisa digunakan atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Ia menilai, selama ini upah minimum kabupaten/kota bersifat asimetris. Seperti Bontang, Balikpapan, dan Samarinda. Dengan tingkat kebutuhan yang tinggi, otomatis upah minimum seharusnya sesuai dengan kondisi ekonomi masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kata dapat tadi menghilangkan ketentuan upah minimum kabupaten atau kota. Padahal, dengan kondisi kabupaten atau kota masing-masing itu mestinya dihitung berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(len/rst/wuu/wil)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Catatan Redaksi:&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara tertanggal 9 Oktober 2020 dengan keterangan pasal yang tertera pada <em>draft</em> UU Cipta Kerja tertanggal 5 Oktober 2020 (905 halaman) yang beredar di publik. Hari ini, Selasa (13/10), telah beredar <em>draft</em> final UU Cipta Kerja (1.035 halaman) dengan perubahan pada sejumlah pasal dari versi terakhir yang beredar sebelum sidang pengesahan.</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Mulawarman Medical Fair 2020 dalam Pandemi Covid-19 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-mulawarman-medical-fair-2020-dalam-pandemi-covid-19/baca </link>
<guid> semarak-mulawarman-medical-fair-2020-dalam-pandemi-covid-19 </guid>
<pubDate> Wed, 14 Oct 2020 11:43:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rangkaian Medical Fair </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-mulawarman-medical-fair-2020-dalam-pandemi-covid-19/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EzpK9mYM9W.png" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Mulawarman Medical Fair 2020 dalam Pandemi Covid-19</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Mulawarman Medical Fair 2020 sukses dilaksanakan secara daring dengan total peserta lebih dari 100 orang. Agenda tahunan Fakultas Kedokteran yang digelar sejak 12 September 2020 ini menjadi tantangan tersendiri bagi panitia, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai. Waktu persiapan selama kurang lebih 3 bulan pun dimanfaatkan dengan maksimal.</span></p><p style="text-align: justify;">Penutupan kegiatan Mulawarman Medical Fair telah dilangsungkan pada Sabtu (10/10) kemarin. Tema yang di angkat juga cukup unik, yakni ERITROSIT atau &ldquo;<em>Excellent Event to Radiate your Skill, Intelligence, and Talent</em>&rdquo;. Ini bermakna bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan, kecerdasan, dan talenta untuk dimanfaatkan seluas mungkin. Seperti manfaat dari sel darah merah (eritrosit) itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat lima cabang lomba yang di bagi atas internal dan eksternal. Dua cabang lomba untuk mahasiswa FK Unmul, dua cabang lomba untuk siswa SMA jurusan MIPA tingkat wilayah dan satu cabang lomba mahasiswa jurusan kesehatan se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Untuk lomba internal, diadakan lomba Rangking 1 dan Mulawarman Medical Olympiad di mana pesertanya dibatasi untuk angkatan 2019, 2018, 2017 seluruh program studi di FK Unmul. Sedangkan untuk eksternal, diadakan lomba Medicraft (Medical Education Craft) berupa lomba poster publik yang diikuti oleh Siswa SMA jurusan MIPA se-Indonesia. Kemudian Medicine (Mulawarman Medical Science Challenge) berupa olimpiade sains kedokteran dasar yang diikuti oleh siswa SMA jurusan MIPA se-Kalimantan, dan National Essay Competition bertemakan kelainan jantung dan pembuluh darah yang diikuti oleh mahasiswa kesehatan se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Alliya Herwidia, mahasiswa Kedokteran 2019 selaku Ketua Panitia ERITROSIT mengaku jika dirinya puas dengan pelaksanaan acara untuk tahun ini. Terlebih karena antusiasme peserta yang lumayan tinggi meski berada pada masa pandemi dan pelaksanaan dilakukan <em>full-time</em> secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lingkup peserta juga semakin besar. Apalagi ada yang berasal dari Sumatera Utara, DKI Jakarta, Bali, dan sebagainya,&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (10/10).</p><p style="text-align: justify;">Acara ditutup melalui media daring bersama dengan pengumuman pemenang. Selain peserta dan panitia, hadir pula Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni yakni dr. Endang Sawitri. Pada sambutan beliau, ia memuji kinerja dari panitia beliau juga menyebut jika kegiatan ini dapat menjadi sarana promosi Unmul terkhusus Fakultas Kedokteran di kancah nasional. <em><strong>(rkn/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Riuh Tolak Omibus Law dalam Aksi Lanjutan Aliansi Mahakam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/riuh-tolak-omibus-law-dalam-aksi-lanjutan-aliansi-mahakam/baca </link>
<guid> riuh-tolak-omibus-law-dalam-aksi-lanjutan-aliansi-mahakam </guid>
<pubDate> Wed, 14 Oct 2020 12:41:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Omnibus Law </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/riuh-tolak-omibus-law-dalam-aksi-lanjutan-aliansi-mahakam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WtbqXYnety.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Riuh Tolak Omibus Law dalam Aksi Lanjutan Aliansi Mahakam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah melakukan aksi pada Rabu (7/10) lalu, massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat Mahakam dan Gerakan Buruh Menuntut Keadilan (GBMK) gelar aksi di depan DPRD Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (12/10).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Massa yang berkumpul sejak pukul 13.20 Wita tersebut melibatkan elemen buruh, terutama Serikat Buruh Borneo Indonesia (SBBI) dan organisasi masyarakat lainnya. Terlihat, kawat berduri kembali dipasang di depan gerbang gedung DPRD Kaltim sebagai penghalang.</p><p style="text-align: justify;">Kali ini, terdapat penyampaian konferensi pers oleh Humas Aliansi Mahakam asal Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Suardi. Tuntutan-tuntutan yang disampaikan pun masih sama. Yaitu mencabut pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh DPR RI.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diskriminasi kaum buruh cenderung menguntungkan korporat dan merusak lingkungan hidup. Proses pengesahan yang prematur mengabaikan tahapan dalam undang-undang,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pihaknya juga menuntut gubernur dan DPRD Kaltim untuk turut menolak Omnibus Law serta membuat <em>Memorandum of Understanding</em> (MoU) bersama massa aksi untuk mengawal gugatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan aksi sebelumnya, kali ini unjuk rasa berjalan dengan damai bahkan sempat dibumbui canda tawa. Peserta aksi juga mendengar puisi dan pantun yang disampaikan oleh teman-teman sesama mahasiswa dengan khidmat.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat kejadian unik, seorang pedagang asongan Tahu Sumedang bernama Imam Haryanto turut berorasi menyampaikan keluh kesahnya. Baginya, Omnibus Law hanya berpihak kepada konglomerat dan menyengsarakan buruh.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki pukul 19.20 Wita, aksi kian memanas membuat aparat menembakkan gas air mata untuk memukul mundur kerumunan mahasiswa yang masih berada di sekitar gerbang DPRD.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, aparat juga melakukan sweeping terhadap massa dimulai dari gerbang sampai gedung PUPR sembari terus menembakkan gas air mata. Diikuti dengan water canon yang terus disemburkan. Massa kemudian secepatnya membubarkan diri. <em><strong>(kus/pil/len/wil)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Kaltim dalam Aksi Bersama BEM SI di Jakarta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-kaltim-dalam-aksi-bersama-bem-si-di-jakarta/baca </link>
<guid> suara-kaltim-dalam-aksi-bersama-bem-si-di-jakarta </guid>
<pubDate> Wed, 14 Oct 2020 13:02:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peran Kaltim dalam aksi tolak Omnibus Law bersama BEM SI. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/suara-kaltim-dalam-aksi-bersama-bem-si-di-jakarta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Xf45Qz0StD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Kaltim dalam Aksi Bersama BEM SI di Jakarta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) satu dari sekian elemen yang turun ke jalan untuk aksi pada 8 Oktober 2020 lalu. Aliansi yang menaungi seluruh universitas yang ada di Indonesia ini tidak hanya melaksanakan aksi penolakan di ibu kota saja, namun secara serempak melalui BEM universitas di daerah-daerah.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebelum aksi digelar, BEM SI pada 5 Oktober segera melakukan konsolidasi nasional dengan seluruh perwakilan BEM universitas di seluruh Indonesia. Konsolidasi ini dilakukan menggunakan <em>Zoom Meeting</em>, menghasilkan sebuah tuntutan yang akan mereka ajukan kepada pihak istana saat unjuk rasa ini, yaitu pencabutan UU Cipta Kerja, baik itu melalui Perppu yang dikeluarkan presiden ataupun jalur lainnya seperti misalnya <em>judicial review</em>.</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul pun turut serta dalam aksi BEM SI ini dengan mengirimkan dua perwakilannya yaitu Kardiono Cipta Kanda dan Muhammad Akbar untuk mewakili suara Kaltim di nasional. Pada awalnya tidak hanya Unmul saja yang ingin berangkat ke nasional untuk menyuarakan pendapat, namun karena satu dan lain hal akhirnya hanya Unmul yang berkesempatan hadir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berangkat bersama presma BEM KM Unmul, karena selain melakukan aksi di wilayah, akan lebih efisien lagi jika kami menyerang di pusat. Hal ini karena yang memegang kewenangannya mengenai dicabutnya UU ini adalah pemerintah pusat,&rdquo; ujar Muhammad Akbar.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Akbar yang juga bertugas sebagai korlap dalam aksi tersebut. Peserta aksi dari aliansi BEM SI diperkirakan sekitar 3.000 orang dan berasal dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Selain itu massa aksi juga berasal dari berbagai alisnasi, seperti aliansi buruh, aliansi pelajar hingga aliansi petani. Jika ditotal, massa aksi saat itu mencapai angka 10 hingga 15 ribu orang.</p><p style="text-align: justify;">Aksi tersebut dimulai dari pukul 09.00 WIB, seluruh peserta aksi dari masing-masing universitas berkumpul dan mulai bergerak ke titik kumpul selanjutnya yaitu di STIAMI. Setelah itu mereka melakukan <em>long march</em> menuju istana negara pada pukul 11.00 WIB. Namun sebelum sampai, mereka sudah diblokade oleh aparat kepolisian yang bertugas. Kericuhan pun pecah dan tembakan gas air mata dilepaskan oleh pihak kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menyebabkan massa aksi menjadi terpecah, ada yang dipukul mundur hingga Tugu Tani dan ada juga yang dipukul mundur hingga bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat, karena ada beberapa orang yang masih bertahan hingga malam hari untuk melanjutkan aksi meskipun tidak sedikit juga yang terjebak karena tidak bisa pulang.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai kelanjutan aksi ini, Akbar dengan tegas menjelaskan bahwa kesepakatan aliansi BEM SI menyatakan aksi akan terus dilanjutkan hingga UU Cipta Kerja ini benar-benar dihapus sesuai tuntutan mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga menyampaikan bahwa walaupun pimpinan daerah dan wilayah menandatangani nota kesepakatan ataupun MoU, kami tidak akan berhenti hanya sampai mendapat tanda tangan. Kami akan terus melanjutkan aksi hingga Omnibus Law, UU Cipta Kerja ini benar-benar dicabut,&rdquo; tegasnya</p><p style="text-align: justify;">Meskipun presiden telah melakukan klarifikasi mengenai UU ini, pihak aliansi tersebut tidak akan berhenti karena berkaca pada UU KPK kemarin yang malah melemahkan kinerja KPK. Mereka tidak ingin hal serupa terulang lagi. <strong><em>(wuu/rst/len/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belajar Tumbuh dari Tren Merawat Tanaman Hias </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/belajar-tumbuh-dari-tren-merawat-tanaman-hias/baca </link>
<guid> belajar-tumbuh-dari-tren-merawat-tanaman-hias </guid>
<pubDate> Fri, 16 Oct 2020 12:49:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tren menanam tanaman hias kala pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/belajar-tumbuh-dari-tren-merawat-tanaman-hias/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DQ53KZY0In.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Belajar Tumbuh dari Tren Merawat Tanaman Hias</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Selama pandemi Covid-19 masih merebak, aktivitas manusia di luar rumah masih terbatas. Kegiatan yang dilakukan dalam rumah, semakin lama semakin terasa monoton hingga mengundang kebosanan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Hobi-hobi baru yang sebelumnya kurang populer, kini tiba-tiba naik daun dan jadi tren. Salah satunya yang sempat membumi yakni animo masyarakat terhadap kegiatan merawat tanaman hias. Tak hanya perempuan, banyak juga kaum pria yang turut serta dalam menekuni hobi ini.</p><p style="text-align: justify;">Nama-nama tanaman hias yang semula asing di telinga, kini disebut-sebut oleh banyak orang di mana-mana. Sebut saja Sanseviera, Bonsai, Aglaonema, Philodendron, Monstera, hingga Janda Bolong.</p><p style="text-align: justify;">Banyak yang jadi alasan orang-orang tertarik untuk melakukan hobi baru ini. Ada yang tertarik karena keindahannya, hingga harganya yang melonjak tinggi, turut menjadi pertimbangan tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya sebagai hobi, peluang bisnis tanaman hias pun turut tumbuh dengan pesat. Para pedagang tanaman hias mendapat keuntungan yang cukup meningkat. Sementara bagi pecinta tanaman hias, hal ini bisa dijadikan sebagai ajang investasi.</p><p style="text-align: justify;">Selain karena tren dan investasi, ternyata masih banyak sekali manfaat dari kegiatan merawat tanaman hias. Bagi sebagian orang, tanaman hias memiliki bentuk, warna, dan jenis yang beragam sehingga sangat cocok sebagai pelengkap dekorasi ruangan. Warna hijaunya yang menyegarkan, bagus untuk menghuni setiap pojok beragam ruangan.</p><p style="text-align: justify;">Baik untuk kesehatan, tanaman hias juga dinilai memiliki kemampuan untuk membersihkan udara dari racun dan menjaga suhu ruangan tetap sejuk, sehingga dapat mengurangi risiko beragam penyakit, mulai dari stroke, kanker hingga gangguan pernapasan.</p><p style="text-align: justify;">Bagi sebagian lainnya, merawat tanaman hias bisa menjadi media terapi yang murah, mudah, dan tentunya menyenangkan. Bisa dilakukan sembari berjemur pagi dan menghirup udara segar.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, sangat bermanfaat juga bagi kesehatan mental, tanaman hias memiliki efek relaksasi yang menenangkan. Selain mengurangi stres, juga bisa meningkatkan fokus dan juga produktifitas. Baik untuk kestabilan <em>good mood</em>, dan tentu saja meningkatkan imunitas tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Di samping kekayaan akan manfaatnya. Pelajaran untuk tumbuh dan berjuang juga bisa didapatkan bersamaan ketika merawat tanaman hias. Dalam merawat tanaman hias, pastinya diperlukan banyak waktu dan usaha dalam proses untuk membuatnya tetap tumbuh dan cantik. Diperlukan perawatan yang tepat dan tak asal-asalan.</p><p style="text-align: justify;">Perlu pupuk yang cukup, kadar air yang harus diperhatikan, kebutuhan sinar matahari yang harus dijaga, hingga kebersihan dari tanaman hias itu sendiri. Tak jauh berbeda dengan tumbuhan. Kita sebagai manusia pun, perlu perawatan untuk tetap tumbuh di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19 ini.</p><p style="text-align: justify;">Di samping merawat kesehatan diri dengan menjaga kebersihan, menjaga pola makan dan tidur, serta berolahraga juga penting dilakukan. Kesehatan mental juga perlu dijaga agar dapat tetap tumbuh dengan seimbang.</p><p style="text-align: justify;">Perbanyak aktivitas yang produktif, sisipkan dengan konsumsi ilmu-ilmu baru yang disukai, hindari konsumsi berita berlebihan. Tentunya harus terus semangat berproses seperti bagaimana proses merawat tanaman hias. Semoga meski di rumah saja, tak menghalangi kita untuk terus tumbuh dan berjuang. Yuk belajar tumbuh dari tren merawat tanaman hias. <strong><em>(khn/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Enola Holmes: Petualangan Si Bungsu Mencari Ibu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/enola-holmes-petualangan-si-bungsu-mencari-ibu/baca </link>
<guid> enola-holmes-petualangan-si-bungsu-mencari-ibu </guid>
<pubDate> Sun, 18 Oct 2020 12:23:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjalanan Enola Holmes tak kalah menarik dari Sang Kakak. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/enola-holmes-petualangan-si-bungsu-mencari-ibu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lMIcwTjD5w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Enola Holmes: Petualangan Si Bungsu Mencari Ibu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - &nbsp;Layanan <em>streaming</em> Netflix kembali menghadirkan tayangan dengan berbagai konten orisinalnya. Salah satu yang di rilis beberapa waktu lalu adalah film drama-misteri berjudul Enola Holmes.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dibintangi oleh Millie Bobby Brown, film ini menunjukkan potensi dari adik Sherlock Holmes yang tak kalah berbakat sebagai seorang detektif. Film ini disutradarai oleh Harry Bradbeer, diadaptasi dari novel yang di tulis dalam rentan waktu 2006&ndash;2010 untuk seluruh <em>series</em>nya, dengan judul serupa oleh Nancy Springer, yang juga menjadi penulis naskah difilm ini.</p><p style="text-align: justify;">Berawal pada hari ulang tahunnya ke-16, Enola Holmes terbangun dari tempat tidurnya dan mendapati kenyataan bahwa ibunya, Eudoria Holmes yang diperankan oleh Helena Bonham Carter, menghilang secara misterius dari rumahnya. Kepergian sang ibu membuat Enola terpaksa harus mengikuti kemauan kedua kakaknya untuk mendapatkan hak asuh, yaitu Sherlock Holmes (Henry Cavill) serta Mycroft Holmes (Sam Claflin).</p><p style="text-align: justify;">Keseluruhan jalan cerita merupakan sudut pandang Enola Holmes, si bungsu yang serampangan dari keluarga Holmes yang berniat mencari tahu keberadaan sang ibu. Bermodalkan petunjuk dan teka teki yang sengaja ditinggalkan oleh ibunya, Enola menyusuri London.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalannya, Enola bertemu dengan Lord Viscount Tewksbury (Louis Patridge) muda yang ternyata memiliki tujuan yang hampir sama yaitu mencari jati diri mereka. Dengan berbagai lika-liku dan kejutan yang ia temukan selama perjalanan, Enola berubah menjadi sosok detektif wanita yang cerdar. Sampai pada akhirnya dia menemukan apa yang dicarinya.</p><p style="text-align: justify;">Pada perannya di film ini, Enola Holmes adalah sosok periang, seorang remaja pemberani, juga memiliki keingintahuan yang sangat tinggi. Serta dibekali kemahiran dalam bermain kata bunga dan juga bela diri yang didapat secara langsung dari sang ibu.</p><p style="text-align: justify;">Dengan insting detektifnya, Enola langsung bekerja dengan luar biasa ketika ia mencoba mengungkap sebuah konspirasi yang mengancam sejarah. Latar film ini menggambarkan suasana politik Inggris pada tahun 80an, sehingga mungkin ada yang kesulitan memahami apa yang terjadi kala itu.</p><p style="text-align: justify;">Akhir cerita dari sekuel ini pun sedikit membuat penontonnya kebingungan, karena dibuat heran dan menerka-nerka bagaimana hubungan Enola dengan Tewkesbury, serta pekerjaan apa yang ibunya lakukan sampai harus meninggalkan Enola. Pertanyaan lainnya yang akan membuat penonton sedikit berimajinasi adalah apakah Enola bertemu dengan kedua kakaknya kembali atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Melalui penokohan Enola, ada nilai-nilai yang bisa menginspirasi, salah satunya adalah menjadi sosok perempuan yang berani dan mampu menentukan masa depan sendiri. Banyak hal menarik lainnya yang sulit digambarkan karena harus disaksikan secara langsung. Film ini layak untuk ditonton temani waktu akhir pekanmu.<strong><em>&nbsp;(fzn/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menikmati Ragam Hiburan Korea Melalui YouTube </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/menikmati-ragam-hiburan-korea-melalui-youtube/baca </link>
<guid> menikmati-ragam-hiburan-korea-melalui-youtube </guid>
<pubDate> Tue, 20 Oct 2020 11:29:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hiburan dari kanal YouTube Korea </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/menikmati-ragam-hiburan-korea-melalui-youtube/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zuZNBaExCk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menikmati Ragam Hiburan Korea Melalui YouTube</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Semenjak <em>Work From Home</em> mulai diberlakukan, banyak rekomendasi dan aktivitas yang viral di media sosial dan bisa dilakukan di rumah untuk mengusir kejenuhan. Salah satunya dengan menikmati berbagai konten menarik dari Negeri Ginseng, Korea Selatan. Terkenal sebagai penghasil <em>boygrup</em> dan <em>girlgroup</em> yang sukses menyita perhatian banyak orang, rupanya acara hiburan atau <em>variety show</em> Korea Selatan juga tidak kalah menghibur dan mengocok perut. Kali ini <em>Sketsa</em> merangkum beberapa <em>variety show&nbsp;</em>yang dapat di tonton melalui kanal YouTube.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Mapo Hipster</strong></p><p style="text-align: justify;">Dibintangi oleh Mino &lsquo;Winner&rsquo; dan P.O &lsquo;Block B&rsquo;, konten ini sukses menyita perhatian para penonton YouTube. Mengangkat tema <em>fashion</em>, mereka bersaing untuk mendapatkan poin tertinggi di setiap tantangan yang diberikan. Persaingan ini memperebutkan pin emas sebagai penanda <em>Master Fashion</em>. Kelucuan dan gelak tawa tersaji hampir dalam setiap episode yang diperankan oleh duo sahabat ini. Tak sekadar menghibur, penonton juga disuguhkan dengan perbedaan tampilan dan selera <em>fashion</em> dari Mino dan P.O yang memiliki ciri khasnya tersendiri. Kalian yang tertarik bisa menyaksikan acara ini di channel Full Moon.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Goganzi</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih seputar <em>fashion</em> dan disiarkan melalui <em>channel</em> Go High, konten ini merupakan kompetisi yang melibatkan anak-anak SMA di Korea untuk bersaing dalam pengetahuan dan kreativitas dunia mode. Dipandu oleh Heechul &lsquo;Super Junior&rsquo; dan menampilkan juri yang berkecimpung secara profesional dalam dunia <em>fashion</em> membuat suasana semakin hidup. Persaingan para peserta tentunya dilengkapi dengan tantangan dan kreativitas dalam setiap episodenya. Pemenang dari acara ini akan di support untuk membangun <em>brand fashion</em> sendiri serta bonus uang pembinaan. Acara ini sendiri telah berhasil menyelesaikan <em>season&nbsp;</em>keduanya di awal tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. ODG</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditampilkan melalui <em>channel</em> yang bernama sama, ODG berfokus kepada konten dengan menampilkan reaksi anak-anak Korea Selatan. Kepolosan anak-anak ini mampu membius penonton dengan pertanyaan serta cerita-cerita mereka. Mereka menampilkan bagaimana interaksi anak-anak ketika mengobrol dengan orang tua mereka mengenai topik tertentu hingga dipertemukan oleh penyanyi-penyanyi terkenal seperti Zico &lsquo;Block B&rsquo;, Suho &lsquo;EXO&rsquo;, Lee Hi dan sebagainya. Menariknya, ketika anak-anak ini dipertemukan dengan penyanyi terkenal seperti di atas, sebagian besar menjawab tidak tahu dan tidak kenal. Tentu ini membuat kita yang menonton menjadi gemas sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Kpop Daebak with Eric Nam</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditampilkan melalaui <em>channel</em> Dive Studios, konten yang yang dipandu oleh Eric Nam ini menampilkan obrolan-obrolan dengan bintang tamu penyanyi Korea Selatan yang sebagian besar berbicara Bahasa Inggris. Bukan hanya sekadar bincang biasa, konten ini mengulas perjalanan karier bintang tamu, berita terbaru seputar Kpop hingga pandangan seputar industri hiburan Korea Selatan. Konten ini tidak hanya bisa dinikmati melalui YouTube, namun juga bisa didengar melalui <em>podcast</em> di Spotify. Beberapa penyanyi yang pernah hadir di konten ini ialah Amber &lsquo;f(x)&rsquo;, Ailee, Jessi, Young K &lsquo;DAY6&rsquo; dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Showterview with Jessi</strong></p><p style="text-align: justify;">Jessi dikenal sebagai <em>rapper</em> wanita Korea Selatan yang terang-terangan dan sangar. Meski memiliki <em>image</em> yang disegani, nyatanya Jessi begitu mampu menghibur ketika datang dalam berbagai <em>variety show</em>. Pelafalan Bahasa Korea yang kurang sempurna serta bercampur dengan kosakata Bahasa Inggris menjadi ciri khas yang bagi dirinya. Melalui channel Mobidic, Jessi menampilkan kontennya sendiri dengan menampilkan sesi interview dengan berbagai artis. Beberapa diantaranya ialah HaHa Running Man, Solar &lsquo;MAMAMOO&rsquo;, Heechul &lsquo;Super Junior&rsquo; dan lainnya. <em><strong>(nhh/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Patah Arang, Aksi Cabut Omnibuslaw Masih Berlanjut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-patah-arang-aksi-cabut-omnibuslaw-masih-berlanjut/baca </link>
<guid> tak-patah-arang-aksi-cabut-omnibuslaw-masih-berlanjut </guid>
<pubDate> Wed, 21 Oct 2020 12:56:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi pencerdasan yang dilakukan aliansi mahasiswa di Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-patah-arang-aksi-cabut-omnibuslaw-masih-berlanjut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IYrjZMj90s.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Patah Arang, Aksi Cabut Omnibuslaw Masih Berlanjut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Perjuangan belum usai, Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) kembali menyuarakan penolakannya atas Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Senin (19/10).</p><p style="text-align: justify;">Adapun kegiatan ini terbagi atas tujuh titik aksi. Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Poltani) melakukan aksi di Samarinda Seberang. Bagi mahasiswa Unmul, aksi dilaksanakan di Simpang Empat Mal Lembuswana sementara mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melakukan aksi di Simpang Empat <em>flyover</em> Air Hitam.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan mahasiswa Widya Gama yang melakukan aksi di depan kampus Widya Gama dan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) di Tenggarong. Terakhir, mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) akan melakukan aksi di depan kampusnya dan Aliansi Mahakam melangsungkan aksi propaganda di PT. Somalindo, Kalamur, Pergudangan, dan Mal. Seluruh aksi ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Aksi pencerdasan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat umum terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja dan permasalahan yang perlu diketahui secara luas. Dalam selebaran aksi yang mereka bagikan, mereka menyebut jika peraturan ini adalah sikap pemerintah yang berfokus untuk menciptakan kemudahan berusaha dengan mendorong peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Tetapi berpotensi untuk menggerus hak-hak masyarakat, terutama kaum buruh demi kepentingan iklim yang kondusif bagi investasi, kepentingan korporasi serta akumulasi para pemodal.</p><p style="text-align: justify;"><em>Upaya mendorong Omnibus Law cipta lapangan kerja tentu menjadi preseden buruk bagi negara atas Ketidakmampuan negara mengelola dengan baik sumber daya alam akhirnya membuat rakyat semakin tergerus,</em> bunyinya.</p><p style="text-align: justify;">Mereka mengangkat beberapa pasal yang dinilai akan merugikan buruh atau pekerja. Pertama, Pasal 88B, di mana tidak ada jaminan sistem besaran upah minimum. Kedua, penghapusan</p><p style="text-align: justify;">Pasal 91 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang berarti tidak ada sanksi kepada pengusaha yang memberi upah pekerja di bawah upah minimum. Ketiga, Pasal 59 UU Ketenagakerjaan yang mengalami perubahan di UU Cipta Kerja pada status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya pasal ini, dikhawatirkan jenis pekerja kontrak akan semakin menjamurnya. Terakhir, Pasal 77 dalam UU Cipta Kerja terkait batasan waktu kerja dikecualikan untuk sektor tertentu. Ini akan menimbulkan kecemasan akan adanya perbedaan batas waktu kerja bagi sektor tertentu dan kompensasinya akan merugikan pekerja di sektor-sektor tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em>, Kardiono Cipta Kanda selaku Jenderal Lapangan mengatakan jika aksi ini tetap menjadi satu rangkaian dengan aksi sebelumnya serta mengawal aksi selanjutya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini adalah aksi pencerdasan, karena aksi hari ini merupakan rangkaian aksi sebelum juga yang akan datang nantinya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Orasi demi orasi pun silih berganti. Diiringi dengan nyanyian-nyanyian perjuangan yang diserukan mahasiswa.<strong><em>&nbsp;(kus/len/ann)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jelajah Virtual ke Museum lewat Google Arts & Culture </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/jelajah-virtual-ke-museum-lewat-google-arts-and-culture/baca </link>
<guid> jelajah-virtual-ke-museum-lewat-google-arts-and-culture </guid>
<pubDate> Fri, 23 Oct 2020 12:16:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menjelajah berbagai museum di Google Arts & Culture. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/jelajah-virtual-ke-museum-lewat-google-arts-and-culture/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Kylocng5Q3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jelajah Virtual ke Museum lewat Google Arts & Culture</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Penat karena berbagai pekerjaan dan studi via daring selama masa pandemi? Jalan-jalan ke museum, yuk! Tidak perlu keluar rumah atau merogoh kocek dalam-dalam, melalui Google Arts &amp; Culture kita bisa mengunjungi berbagai museum, loh.</span></p><p style="text-align: justify;">Lebih dari 2.000 museum dan galeri di seluruh dunia telah bekerja sama dengan Google Arts &amp; Culture untuk menawarkan tur virtual berbagai koleksi seni dan ruangan museum mereka. Nah, berikut <em>Sketsa</em> berikan rekomendasi museum-museum yang menarik untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Rijksmuseum (Amsterdam, Belanda)</strong></p><p style="text-align: justify;">Museum ini merupakan tempat bagi berbagai mahakarya dari zaman keemasan Belanda, seperti <em>Milkmaid</em> oleh Johannes Vermeer dan <em>The Night Watch&nbsp;</em>oleh Rembrandt van Rijn. Museum ini memiliki interior yang ikonik dan bangunan yang amat menarik. Dalam tur virtual ini, Google Arts &amp; Culture menyediakan 11 galeri <em>online</em>, 8 tampilan ruangan museum serta 164.511 item seni yang dapat memanjakan mata.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Museo Frida Kahlo (Mexico City, Meksiko)</strong></p><p style="text-align: justify;">Lebih dikenal dengan nama The Blue House (<em>La Casa Azul</em>), museum ini akan memperlihatkan private universe dari seorang seniman wanita asal Latin Amerika yang dihormati begitu banyak orang, Frida Kahlo. Blue House merupakan tempat Frida lahir, tinggal, dan mengembuskan napas terakhirnya. Meski tidak berskala besar, bangunan yang dibangun pada 1904 tersebut diwarnai dengan berbagai kesenian kreatif yang menunjukkan budaya Meksiko. Terdapat 1 galeri <em>online</em>, 68 item kesenian dan 4 tampilan bangunan yang sangat menarik untuk dikunjungi.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Solomon R. Guggenheim Museum and Foundation (New York, Amerika Serikat)</strong></p><p style="text-align: justify;">Berdiri pada tahun 1937, Yayasan Solomon R. Guggenheim didedikasikan untuk mempromosikan pemahaman dan apresiasi seni terutama pada periode modern dan kontemporer. Yayasan juga berkomitmen untuk mengembangkan diri melalui pameran, program, pendidikan, inisiatif penelitian, dan publikasi. Terdapat 5 galeri <em>online</em>, 208 item seni yang menarik, dan 4 tampilan ruangan museum yang apik dan unik.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Veneranda Biblioteca Ambrosiana (Milano, Italia)</strong></p><p style="text-align: justify;">Didirikan oleh Kardinal Federico Borromeo pada 7 September 1607, Veneranda Biblioteca Ambrosiana merupakan salah satu perpustakaan yang dibuka oleh umum dan diyakini sebagai pusat belajar dan kultur oleh sang <em>founder</em>. Terdapat 3 galeri <em>online</em> unik, 201 item kesenian yang indah dan 3 tampilan museum. Jika mengunduh aplikasi Google Arts &amp; Culture, maka kamu memiliki kesempatan untuk mengikuti 2 tur <em>virtual reality</em> untuk <em>The Countryard of The Great Souls</em> dan <em>Sala Fredericiana and Aula Leonardi</em>.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Korean Art Museum Association (Seoul, Korea Selatan)</strong></p><p style="text-align: justify;">Asosiasi Museum Seni Korea merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk mengembangkan dan berkontribusi pada seni dan budaya Korea. Sejak didirikan pada 2005 silam, mereka telah berupaya untuk mengembangkan kurang lebih seratus anggota museum melalui berbagai program dan proyek sumber daya seperti dukungan pengembangan karir dan festival seni. Terdapat 3 galeri <em>online</em> mengenai kultur seni Korea dan 7.564 item kesenian yang dapat dinikmati.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Palace of Versailles (Versailles, Prancis)</strong></p><p style="text-align: justify;">Terdaftar selama 30 tahun terakhir sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Palace of Versailles merupakan salah satu mahakarya seni terbaik milik Prancis pada abad ke-17. Terdapat 18 galeri <em>online</em> yang terdiri atas <em>science</em>, fashion dan lainnya. Kita juga dapat melihat 390 koleksi item kesenian yang indah serta menilik 5 tampilan museum yang megah dan tentram.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>7.The British Museum (London, Inggris Raya)</strong></p><p style="text-align: justify;">Museum ini memiliki berbagai koleksi luar biasa yang mencakup lebih dari dua juta tahun sejarah dan budaya manusia. Setiap tahunnya, British Museum mendapatkan lebih dari 6 juta pengunjung, loh! Beberapa koleksinya yang terkenal yakni Rosetta Stone, patung Parthenon hingga mumi Mesir. Terdapat 51 artikel menarik tentang kebudayaan dunia, 7.300 item kesenian yang beragam, dan 2 tampilan museum. Kamu juga bisa mengikuti 2 tur <em>virtual reality</em> jika mengunduh aplikasi Google Arts &amp; Culture.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>8. Museum of Fine Arts, Budapest (Budapest, Hungaria)</strong></p><p style="text-align: justify;">Terletak di ibu kota Hungaria, Museum Seni Rupa Budapest menyimpan salah satu koleksi penting seni Eropa. Pameran musimannya telah menarik lebih dari 500 ribu pengunjung dan terus meningkat setiap tahunnya. Beberapa koleksinya yang menarik ialah <em>Old Sculptures Collection</em>, <em>Egyptian Collection</em>, dan koleksi lukisan oleh Monet, Picasso, El Greco, dan Cezanne. Terdapat 1 galeri <em>online</em>, 503 item kesenian dan 1 tampilan museum.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>9. MNAA National Museum of Ancient Art (Lisboa, Portugal)</strong></p><p style="text-align: justify;">Berdiri pada 1884 dan bertempat di Pal&aacute;cio Alvor selama hampir 130 tahun, museum ini merupakan rumah bagi koleksi seni Portugis yang paling penting. Mulai dari lukisan hingga patung, serta peralatan emas dan perak juga seni dekoratif dari Eropa, Afrika dan Timur Jauh. Terdiri dari 40.000 item, koleksi MNAA memiliki jumlah karya terbesar yang diklasifikasikan oleh negara sebagai &ldquo;harta nasional&rdquo;. Terdapat 2 galeri <em>online</em>, 112 item kesenian yang bernuansa gelap, 5 tampilan museum dan 1 tur <em>virtual reality</em>.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>10. ARMA Gallery (Bali, Indonesia)</strong></p><p style="text-align: justify;">Agung Rai Museum of Art (ARMA) dibuka secara resmi pada 9 Juni 1999 oleh Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada saat itu. Tujuan dari museum ini sendiri ialah melestarikan karya seni, mengembangkan dan melestarikan lukisan, patung, tarian, musik tradisional, dan berbagai jenis seni yang lain serta menyediakan fasilitas bagi masyarakat lokal untuk belajar mengenai seni dan budaya. Terdapat 3 galeri <em>online</em> tentang lukisan, 151 item kesenian berlatar Bali dan 6 tampilan museum.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi museum-museum di atas? Kalian bisa langsung mengaksesnya di Google atau mengunduh aplikasi Google Arts &amp; Culture untuk pengalaman yang lebih seru. Semoga menghibur hari-harimu, ya. <strong><em>(len/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keterasingan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/keterasingan/baca </link>
<guid> keterasingan </guid>
<pubDate> Sat, 24 Oct 2020 12:30:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/keterasingan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zv7tdLzmtK.png" />
					</figure>
			                <h1>Keterasingan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ketakutan kembali mengetuk pintu tepat pergantian hari</p><p style="text-align: justify;">Tak dibukakan pun ia menyelinap dan bersembunyi</p><p style="text-align: justify;">Mengubah keterasingan</p><p style="text-align: justify;">Meminjamkan memori penyesalan&nbsp;</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Satu, dua, tiga, empat, minggu, bulan, tahun</p><p style="text-align: justify;">Asumsi bahwa lupa jadi jalan tengah</p><p style="text-align: justify;">Adalah salah</p><p style="text-align: justify;">Karena satu, dua, tiga, empat itu tak cuma deret angka</p><p style="text-align: justify;">Tapi juga hitungan mundur tentang luka</p><p style="text-align: justify;">Jarak bersembunyimu dan aku dari dunia&nbsp;</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Aku bertanya; kau pernah, tak sama sekali nyaman mengingat duka?</p><p style="text-align: justify;">Mengingat sekelebat bahkan membawa pada memori bersalah, amarah,</p><p style="text-align: justify;">yang sengaja dipadamkan karena tak tahu harus ditunjukan ke siapa sekalipun ada</p><p style="text-align: justify;">Jangan harap jawaban</p><p style="text-align: justify;">Karena sudah tak pernah ada</p><p style="text-align: justify;">Dimulai ketika pergimu berubah jadi satu, dua, tiga, empat, minggu, bulan, tahun, selamanya</p><p style="text-align: justify;">Dan aku tidak pernah lagi mendengar suara</p><p style="text-align: justify;">Kau dan aku berjarak, bersembunyi dari luka bahkan dunia</p><p style="text-align: justify;">Berharap tak pernah saling mengingat</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhir Perjalanan Yahoo: Dipuji hingga Tergerus Raksasa Teknologi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/akhir-perjalanan-yahoo-dipuji-hingga-tergerus-raksasa-teknologi/baca </link>
<guid> akhir-perjalanan-yahoo-dipuji-hingga-tergerus-raksasa-teknologi </guid>
<pubDate> Thu, 29 Oct 2020 12:27:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yahoo Groups akhir perjalanannya dengan menutup semua layanan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/akhir-perjalanan-yahoo-dipuji-hingga-tergerus-raksasa-teknologi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eKq0nutICm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhir Perjalanan Yahoo: Dipuji hingga Tergerus Raksasa Teknologi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Perjalanan Yahoo Groups, sebuah layanan <em>mailing list&nbsp;</em>yang sudah beroperasi 19 tahun akhirnya akan berakhir. Layanan tersebut akan ditutup secara permanen pada 15 Desember 2020 nanti.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>CCN Indonesia</em>, layanan ini awalnya muncul dengan nama Yahoo Clubs. Kemudian berganti nama pada 1998 menjadi Yahoo Groups, lalu semakin berkembang setelah perusahaan membeli situs komunitas, Geocities.</p><p style="text-align: justify;">Pada awal kemunculannya Yahoo Groups digadang-gadang akan menjadi wadah komunitas pengguna internet. Benar saja, Yahoo Groups menjadi sangat populer di era awal kehadiran internet, banyak orang yang bisa terhubung dalam berbagai forum daring.</p><p style="text-align: justify;">Yahoo Groups saat itu menjadi salah satu pionir yang memperkenalkan konsep forum daring dan mailing list yang menarik bagi banyak orang. Lalu pada 2002, Yahoo kembali mengakuisisi <em>eGroups.com</em> senilai 432 juta Dolar Amerika yang buat posisi Yahoo Groups kian berada di atas angin.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai sebuah <em>mailing list</em>, Yahoo Groups tidak hanya berfungsi untuk menyebarkan informasi melalui email ke beberapa orang dengan cepat. Yahoo Groups juga menawarkan beberapa fitur yang menarik yaitu sebagai tempat untuk berbagi foto, pesan dan data, melakukan polling dan mencatat kejadian di kalender Groups.</p><p style="text-align: justify;">Namun, seiring bertambahnya jumlah <em>platform</em>&nbsp;media sosial seperti Reddit, Google Group, dan Facebook Group, pengguna Yahoo Group mulai tergerus dan beralih menggunakan <em>platform</em> lain. Ditambah lagi, kehadiran media sosial semakin buat posisi Yahoo Groups kian merosot.</p><p style="text-align: justify;">Verizon sebagai pemilik Yahoo mengungkapkan, penutupan dilakukan akibat penurunan penggunaan yang stabil selama beberapa tahun terakhir. Verizon kemudian memutuskan untuk menutup Yahoo Groups melalui pengumuman lewat email kepada para pengguna Yahoo Group dan lewat situs web Yahoo.</p><p style="text-align: justify;">Secara bertahap Verizon mulai menghentikan layanan Yahoo Groups tahun lalu. Proses kedua tahap awal diumumkan pada Oktober 2019. Verizon menyampaikan jika saat itu pengguna tidak akan bisa lagi diskusi baru di laman Yahoo, tetapi bisa membuat grup baru dan mengirim email.</p><p style="text-align: justify;">Pengumuman terakhir muncul pada Selasa (13/10) lalu. Seperti yang dikutip <em>ZDNet</em>, per tanggal tersebut pengguna layanan Yahoo Groups tidak dapat membuat grup baru, hanya fungsi email yang akan dibiarkan aktif.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, fitur email juga akan dihentikan setelah 15 Desember 2020 saat Verizon akan menutup semua layanan Yahoo Groups. Penutupan ini menandai berakhirnya era bagi para pengguna internet sejak awal kemunculannya. Punya kenangan apa dengan Yahoo?<strong><em>&nbsp;(hdt/wil)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mubes Daring Sketsa: Pengurus, Semangat, dan Harapan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-daring-sketsa-pengurus-semangat-dan-harapan-baru/baca </link>
<guid> mubes-daring-sketsa-pengurus-semangat-dan-harapan-baru </guid>
<pubDate> Mon, 02 Nov 2020 12:47:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peserta Mubes VIII LPM Sketsa foto bersama selepas sidang usai. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-daring-sketsa-pengurus-semangat-dan-harapan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Kmx5hMGVDt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mubes Daring Sketsa: Pengurus, Semangat, dan Harapan Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Mendekati penghujung 2020, beberapa organisasi mahasiswa (ormawa) masih terus disibukkan dengan berbagai kegiatan. Salah satunya <em>Sketsa</em> yang kini tiba di akhir kepengurusan, Sabtu (31/10) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) VIII secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan tersebut terselenggara menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Meski pelaksanaannya kali ini tidak dengan tatap muka langsung, tetapi esensinya dirasa sama, yaitu berkumpul bersama dan mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Mubes dimulai dan dibuka dengan pembacaan doa oleh Hezki kemudian dilanjutkan penyampaian sambutan. Ketua Panitia Pelaksana Mubes, Muhammad Razil Fauzan tampil pertama memberikan sambutan kemudian disambung Ketua Umum LPM Sketsa 2019/2020, Suti Sri Hardiyanti.</p><p style="text-align: justify;">Adapun rangkaian kegiatan mubes terdiri dari pembahasan tata tertib mubes, penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Badan Pengurus Inti (BPI), pembahasan AD/ART, serta pemilihan BPI periode 2020/2021. Selain dihadiri anggota <em>Sketsa</em>, sidang juga sempat dihadiri beberapa alumni dan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO).</p><p style="text-align: justify;">Sidang pleno dipimpin oleh presidium tetap, yakni Andi Berbi Ollan Yunus, Jeni Ananda Nur Islami, dan Andi Rizky Amalia Syahrir. Meski berjalan lancar, sempat beberapa kali terjadi interupsi dan perdebatan sehingga mubes terpaksa ditunda dan terlaksana dua hari, hingga Minggu (1/11) sore.</p><p style="text-align: justify;">Hasil akhirnya, terpilih susunan BPI LPM Sketsa periode 2020/2021 sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">&bull; Ketua Umum: Syalma Namira (FISIP 2017).<br>&bull; Sekretaris: Ratih Puspa Ayudia (FISIP 2017).<br>&bull; Bendahara: Andi Berbi Ollan Yunus (Farmasi 2018).<br>&bull; Ketua Redaksi: Christnina Maharani (FEB 2017).<br>&bull; Ketua Penelitian dan Pengembangan: Andi Rizky Amalia Syahrir (FK 2018).</p><p style="text-align: justify;">Penetapan pengurus kali ini diwarnai berbagai argumen dan tanggapan. Namun sederet nama-nama di atas tentu telah melewati serangakaian pertimbangan. Siapapun itu, mereka yang diberikan sebuah kepercayaan oleh berbagai pihak untuk meneruskan LPM Sketsa ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Bersama dengan itu juga harapan baru serta sebaris doa sama-sama dirapalkan oleh setiap insan yang hadir menjadi saksi terpilihnya pengurus baru. Di pundak mereka, akan ada tanggung jawab yang besar namun bukan sesuatu yang harus dijadikan momok ketakutan. Niscaya akan lahir ide-ide dan gagasan baru yang diharapkan bisa menjadi angin segar bagi LPM Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Ibarat nakhoda yang berlayar di laut, pasti akan melewati ombak dan tak selalu mulus menuju persandaran, begitupun setiap organisasi. Semoga kepengurusan baru juga mencurahkan semangat baru untuk membangun LPM Sketsa menjadi berjaya dan lebih baik lagi. <strong>(<em>bey/rst/wil</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sah! UU Cipta Kerja Resmi Diteken Jokowi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sah-uu-cipta-kerja-resmi-diteken-jokowi/baca </link>
<guid> sah-uu-cipta-kerja-resmi-diteken-jokowi </guid>
<pubDate> Tue, 03 Nov 2020 06:41:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UU Cipta Kerja telah diresmikan Presiden Joko Widodo. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sah-uu-cipta-kerja-resmi-diteken-jokowi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ssWNwhA0Rx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sah! UU Cipta Kerja Resmi Diteken Jokowi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah diresmikan pada 5 Oktober 2020, UU Cipta Kerja menuai respons dari berbagai kalangan. Gejolak demonstrasi datang dari berbagai pihak seperti buruh atau pekerja hingga mahasiswa atas beberapa kejanggalan dalam prosedur pembentukan UU serta berbagai pasal yang berpotensi merugikan masyarakat di masa mendatang.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepekan-omnibus-law-kinerja-pemerintah-hingga-tindakan-represif-aparat/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepekan-omnibus-law-kinerja-pemerintah-hingga-tindakan-represif-aparat/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Senin (2/11) malam, Presiden Jokowi telah menandatangani UU Cipta Kerja (Ciptaker) dengan nomor UU 11 Tahun 2020. Dilansir dari <em>tirto.id</em>, setidaknya terdapat 1.187 halaman dengan deskripsi sebagai berikut: 769 halaman tentang isi pasal dan tanda tangan Presiden Jokowi dan sisa halamannya berupa penjelasan dari isi pasal-pasal yang diubah dalam UU Ciptaker.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun pemerintah telah mengunggah dokumen salinan resmi UU tersebut pada situs Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Sekretaris Negara (JDIH Setneg) di <em>jdih.setneg.go.id</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>tempo.co</em>, dalam UU tersebut Presiden Jokowi menimbang hal-hal sebagai berikut: &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">a. Bahwa untuk mewujudkan tujuan pembentukan Pemerintah Negara Indonesia dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara perlu melakukan berbagai upaya untuk memenuhi hak warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan melalui cipta kerja;</p><p style="text-align: justify;">b. Bahwa dengan cipta kerja diharapkan mampu menyerap tenaga kerja Indonesia yang seluas-luasnya di tengah persaingan yang semakin kompetitif dan tuntutan globalisasi ekonomi;</p><p style="text-align: justify;">c. Bahwa untuk mendukung cipta kerja diperlukan penyesuaian berbagai aspek pengaturan yang berkaitan dengan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah, peningkatan ekosistem investasi, dan percepatan proyek strategis nasional, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja;</p><p style="text-align: justify;">d. Bahwa pengaturan yang berkaitan dengan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah, peningkatan ekosistem investasi, dan percepatan proyek strategis nasional, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja yang tersebar di berbagai Undang-Undang<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;sektor saat ini belum dapat memenuhi kebutuhan hukum untuk percepatan cipta kerja sehingga perlu dilakukan perubahan;</span></p><p style="text-align: justify;">e. Bahwa supaya perubahan pengaturan yang berkaitan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah, peningkatan ekosistem investasi, dan percepatan proyek strategis nasional, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja dilakukan melalui perubahan Undang-Undang sektor yang belum mendukung terwujudnya sinkronisasi dalam menjamin percepatan<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;cipta kerja, sehingga diperlukan terobosan hukum yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dalam beberapa Undang-Undang ke dalam satu Undang-Undang secara komprehensif;</span></p><p style="text-align: justify;">f. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, dan huruf e, perlu membentuk Undang-Undang tentang Cipta Kerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sempat sulit diakses karena tingginya tingkat kunjungan dan unduhan salinan UU Ciptaker tersebut oleh masyarakat. Terpantau pada pukul 14.36 Wita, situs JDIH Setneg telah terbuka kembali. Hingga saat ini, salinan UU Ciptaker telah diunduh sebanyak 10.158 kali. <strong><em>(len/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ungkap Tahapan Pemira dalam Sosialisasi Terbuka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ungkap-tahapan-pemira-dalam-sosialisasi-terbuka/baca </link>
<guid> ungkap-tahapan-pemira-dalam-sosialisasi-terbuka </guid>
<pubDate> Thu, 05 Nov 2020 04:42:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosialisasi Terbuka Pemira BEM KM Unmul 2020. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ungkap-tahapan-pemira-dalam-sosialisasi-terbuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sbjKrJB3IF.png" />
					</figure>
			                <h1>Ungkap Tahapan Pemira dalam Sosialisasi Terbuka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Seperti tahun-tahun sebelumnya, pesta demokrasi Unmul yakni Pemilihan Umum Raya (Pemira) akan kembali digelar untuk memilih presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) periode mendatang. Rabu (4/11) Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) mengundang mahasiswa dan lembaga organisasi lainnya dalam Sosialisasi Terbuka Pemira BEM KM 2020. Dilaksanakan secara daring melalui Zoom, acara dibuka oleh Kasmiati selaku pemandu acara pada agenda kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan pembuka adalah penyampaian sosialisasi oleh Muhammad Guntur Saputra terkait Undang-Undang Pemira. Beberapa pasal pun akan disesuaikan dengan keadaan pandemi dan pelaksanaan Pemira <em>online</em>. Dilanjutkan oleh Ketua Panitia KPPR 2020, Wahyu Rawasa mengenai tahapan Pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Pada 1-5 November adalah waktu sosialisasi Pemira, di mana tanggal 4 November merupakan Sosialisasi Terbuka. Tanggal 6-15 November adalah waktu pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) yang akan maju ke Pemira. Mekanisme dilakukan secara daring dan dibuka pukul 08.00-17.00 WITA.</p><p style="text-align: justify;">Adapun pendaftaran bersifat terbuka dan bapaslon dapat menghubungi KPPR terlebih dahulu untuk mendaftar. Mereka wajib mengisi daftar kehadiran, formulir dan berita acara. Wahyu juga menyampaikan jika saat mendaftar, bapaslon wajib hadir berpasangan. Jika salah satu berhalangan, maka harus melampirkan surat kuasa. Kemudian, berkas pencalonan akan diberikan melalui <em>soft file</em>.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengisi berkas dengan lengkap, bapaslon terlebih dahulu menghubungi KPPR untuk selanjutnya diberikan <em>link</em> Google Form untuk mengirim berkas. Seluruhnya harus dikembalikan dan disatukan dalam bentuk <em>folder</em> .zip atau .rar dan dilengkapi dengan kata sandi untuk menjaga kerahasiaan sebelum dilakukan proses verifikasi. Apabila melewati batas waktu, maka bapaslon dianggap mengundurkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan UU Pemira yang direvisi pada pasal 46, ada perubahan minimal dukungan di setiap fakultas. Contohnya seperti Fakultas Teknik (FT) dengan 61 orang karena Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) telah bergabung dengan FT. Setelah pengumpulan berkas selesai, pada 16 November akan diadakan pleno untuk melakukan verifikasi berkas. Di tahap ini, KPPR akan mengkaji dan memeriksa apakah berkas telah lengkap dan valid sebelum melakukan penetapan paslon dan menetapkan nomor urut pada 17 November.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai kampanye, paslon akan diberikan waktu selama 10 hari. Terhitung dari 18-27 November, paslon dapat melakukan kampanye dan tentunya harus bersifat jujur, terbuka dan bertanggung jawab. Kemudian pada 28 November, KPPR memberikan satu hari untuk melakukan kampanye akbar untuk paslon dan dilanjutkan dengan debat kandidat pada 29 November untuk penyampaian visi dan misi.</p><p style="text-align: justify;">Karena Pemira pada tahun ini akan berlangsung secara <em>online</em>, KPPR akan menyiapkan sistem <em>voting online</em> yang dapat dilakukan di kediaman mahasiswa masing-masing. Uji coba sistem dan simulasi akan dilakukan pada 1 Desember. Pemungutan suara secara serentak akan dilangsungkan di semua fakultas pada keesokan harinya di 2 Desember mendatang. Rekapitulasi suara dilakukan secara langsung oleh KPPR dan terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya (Bawasra), saksi dan Tim Sukses (Timses) masing-masing paslon.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pengajuan gugatan pelaksanaan dan hasil rekapitulasi Pemira, maka KPPR membuka kesempatan bagi paslon untuk menyampaikan gugatannya pada tanggal 3-4 Desember. Terakhir, penetapan hasil Pemira baik dengan suara terbanyak atau aklamasi akan dilaksanakan pada 5 Desember.</p><p style="text-align: justify;">Usai pemaparan Wahyu, pemandu acara membuka sesi tanya jawab bagi peserta yang mengikuti sosialisasi. Perwakilan DPM Fakultas Hukum (FH), Adam Mukhsin memberikan beberapa pertanyaan terkait teknis pelaksanaan <em>voting online</em> dan sengketa yang dapat dibawa kepada Bawasra serta mempertanyakan waktu pengajuan gugatan yang dinilai terlalu singkat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika <em>online</em>, apakah suara dapat didelegasikan jika terjadi masalah teknis saat <em>e-vote</em>? Kemudian, apa saja sengketa yang bisa dipermasalahkan atau dibawa ke Bawasra? Sifat putusannya bagaimana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lalu, gugatan cuma dua hari, apa pertimbangan diberikan dua hari? Kalau ada banyak sengketa, apakah cukup menyelesaikan sengketa dalam waktu dua hari? Mungkin waktu dapat diperpanjang agar lebih maksimal dan objektif,&rdquo; lanjut Adam.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab hal ini, Wahyu menegaskan bahwa suara untuk pemilihan tidak dapat didelegasikan sebab sifatnya rahasia dan hanya mahasiswa tersebut yang dapat mengetahui siapa paslon yang akan dipilih dalam <em>e-vote</em>. Muqsith An Naafi selaku Ketua Bawasra turut menjawab pertanyaan Adam terkait sengketa yang dapat dibawa dan sifat putusan hasil akhir Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sifatnya final. Dan untuk pengajuan gugatan pertama ke KPPR, kemudian jika tidak selesai ke Bawasra. Untuk sengketa (yang dapat dibawa ke Bawasra), pastinya dalam tahapan Pemira, pelanggaran-pelanggaran saat pelaksanaan Pemira dari pendaftaran hingga hasil akhir Pemira itu sendiri. Juga pelaksanaan kampanye oleh Timses bakal calon,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain mengajukan pertanyaan, Adam juga menyampaikan beberapa saran, salah satunya untuk melakukan upaya preventif terkait teknis waktu pelaksanaan Pemira agar lebih jelas dan memiliki kepastian hukum untuk menghindari berbagai kesalahan teknis seperti gangguan sistem dan meminimalisir protes dari mahasiswa terkait <em>e-vote</em>.</p><p style="text-align: justify;">Usai tanya jawab, sosialisasi ditutup dengan closing statement oleh Wahyu sebagai Ketua KPPR. &ldquo;Harapannya semua yang ada di sini dapat menyampaikan kepada teman-teman yang tidak ikut sosialisasi agar mengetahui tahapan-tahapan pelaksanaan Pemira. Demokrasi Tanpa Batas, Golput Gak Jago!&rdquo; tutupnya sambil menyerukan jargon Pemira. (<em><strong>len/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UU Ciptaker Sah, Aliansi Mahakam Kembali Gelar Aksi Penolakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uu-ciptaker-sah-aliansi-mahakam-kembali-gelar-aksi-penolakan/baca </link>
<guid> uu-ciptaker-sah-aliansi-mahakam-kembali-gelar-aksi-penolakan </guid>
<pubDate> Thu, 05 Nov 2020 08:20:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) gelar aksi penolakan UU Cipta Kerja. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uu-ciptaker-sah-aliansi-mahakam-kembali-gelar-aksi-penolakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rwNR5ob2sr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>UU Ciptaker Sah, Aliansi Mahakam Kembali Gelar Aksi Penolakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menanggapi ketuk palu pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Hari ini (5/11) Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) melakukan demonstransi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebelum mencapai titik aksi, massa yang tergabung dalam persatuan mahasiswa dari sejumlah universitas di Kaltim tersebut melakukan long march dari Masjid Islamic Center Samarinda sejak pukul 15.00 Wita. Kendati di bawah terik matahari, tidak menyurutkan animo massa dalam menyuarakan penolakan atas UU Cipta Kerja yang resmi ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 2 November 2020.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim yakni Hadi Mulyadi telah menemui massa aksi pada Rabu, 21 Oktober lalu mengenai pasal mana saja yang ingin ditinjau oleh mahasiswa dan akan disampaikan kepada pemerintah pusat.</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Mahakam menuntut pemerintah agar mencabut UU Cipta Kerja serta mengecam tindak represif dan intimidasi aparat terhadap aktivitas penyamapaian pendapat oleh publik secara terbuka.</p><p style="text-align: justify;">Undang-undang yang memiliki tebal 1.187 lembar tersebut dianggap melanggar hak asasi manusia, terutama dalam bidang perkerjaan. Selain itu, regulasi yang tercipta diduga membungkam suara masyarakat. Sehingga sistem demokrasi dalam pelaksanaannya tidak terimplementasikan secara optimal. (<strong><em>syl/kus/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Ada Tindak Nyata, Ricardo: Pemerintah Hanya Omong Kosong </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-tindak-nyata-ricardo-pemerintah-hanya-omong-kosong/baca </link>
<guid> tak-ada-tindak-nyata-ricardo-pemerintah-hanya-omong-kosong </guid>
<pubDate> Thu, 05 Nov 2020 09:11:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski jumlah massa tidak terlalu banyak, barisan tetap dirapatkan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-tindak-nyata-ricardo-pemerintah-hanya-omong-kosong/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oQM0z7Plwh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Ada Tindak Nyata, Ricardo: Pemerintah Hanya Omong Kosong</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA&nbsp;</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">- Cuaca semakin terik, namun massa aksi penolakan tetap berkumpul dan merapatkan barisan di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim untuk menyampaikan gugatan terhadap pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Menyanyikan lagu Buruh Tani, massa yang diperkirakan terlibat kurang lebih berjumlah 100 orang dan turut membakar ban sebagai bentuk protes.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Humas Aksi Aliansi Mahakam Menggugat (Mahakam), Yohanes Ricardo menjelaskan demonstrasi yang kembali dilaksanakan menindaklanjuti tanggapan pemerintah yang sebelumnya menyampaikan suara masa kepada pemerintah pusat. Ia menyayangkan, hal tersebut dianggapnya hanya janji belaka.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada tindakan pasti hingga akhirnya UU Cipta Kerja tetap disahkan tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Kendati tagar #MosiTidakPercaya yang ramai pada kanal digital digaungkan oleh publik melalui berbagai cara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Target kami aksi ini akan terus berlanjut, bahkan hingga malam hari juga tidak masalah, kami ingin masuk ke dalam dan melakukan sidang rakyat,&quot; tegas Ricardo.</p><p style="text-align: justify;">Meski massa yang terlibat tak sebanyak aksi sebelumnya, Ricardo mengungkapkan kuantitas bukan menjadi penghalang jalannya aksi. Ia menyebut, penurunan massa terjadi akibat aktivitas individu masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Surat kemarin hanya melanjutkan, tapi pemerintah daerah hanya omong kosong, harusnya mereka ada tindak nyata. Kami akan membawakan poin-poin yang tidak berpihak pada rakyat di depan mereka (DPRD). Ini adalah luapan keresahan kami, kami tidak percaya dengan mereka, sumber permasalahan negeri ini adalah mereka,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain Rircardo, Sultan Makarete selaku anggota Serikat Buruh Sejahtera Independen (SBSI) 92 melalui orasinya menyampaikan akan melanjutkan aksi sampai tujuan pencabutan undang-undang ini terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perkebunan di Kalimantan Timur saja plasma penipuan semua. Para oknum dinas menipu rakyat, mereka hanya beralasan, semuanya diperalat, dana rakyat dari undang-undang ini larinya ke kantong mereka semua,&quot; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sultan mengajak mahasiswa agar bersatu melawan kebijakan pemerintah dan kembali menegaskan penghapusan UU Cipta Kerja. (<strong><em>syl/kus/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Semakin Panas, Aparat Tembakkan Gas Air Mata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-semakin-panas-aparat-tembakkan-gas-air-mata/baca </link>
<guid> aksi-semakin-panas-aparat-tembakkan-gas-air-mata </guid>
<pubDate> Thu, 05 Nov 2020 09:59:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Massa aksi dipukul mundur dengan water canon dan gas air mata. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-semakin-panas-aparat-tembakkan-gas-air-mata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aDx8d3Obgz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Semakin Panas, Aparat Tembakkan Gas Air Mata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Gerbang Gedung DPRD Kaltim mulai digedor paksa dan suasana aksi semakin memanas. Imbauan dari pihak aparat kepolisian pun terus berkumandang.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan terprovokasi, sekali lagi jangan terprovokasi! Silakan sampaikan aspirasi saudara secara tertib dan sopan,&quot; ucap aparat lantang.</p><p style="text-align: justify;">Namun, massa aksi terus memaksa masuk hingga gerbang mengalami kerusakan. Menggunakan balok kayu berukuran besar, gerbang depan akhirnya berhasil dibobol massa.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kericuhan ini, mereka terus menyerukan kepada partisipan lainnya agar merapatkan barisan ke depan. &quot;Jangan untuk panjat sosial belaka, ayo maju bersama. Ini suara kita terancam oleh ulah mereka!&quot; seru salah satu orator yang memimpin jalannya aksi.</p><p style="text-align: justify;">Tak berselang lama, aparat menghitung mundur serta menyerukan peserta aksi agar segera mengakhiri demonstrasi.</p><p style="text-align: justify;">Meski seharusnya dijadwalkan selesai pada 17.00 Wita, 30 menit pasca aksi aparat mulai menembakkan <em>water canon</em> bersamaan dengan gas air mata kepada massa aksi. <strong><em>(syl/kus/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kedapatan Bawa Sajam, Polisi Lakukan Investigasi Lanjut pada Peserta Aksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kedapatan-bawa-sajam-polisi-lakukan-investigasi-lanjut-pada-peserta-aksi/baca </link>
<guid> kedapatan-bawa-sajam-polisi-lakukan-investigasi-lanjut-pada-peserta-aksi </guid>
<pubDate> Thu, 05 Nov 2020 12:32:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peserta aksi diamankan ke dalam halaman DPRD Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kedapatan-bawa-sajam-polisi-lakukan-investigasi-lanjut-pada-peserta-aksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WqUXxU8XRP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kedapatan Bawa Sajam, Polisi Lakukan Investigasi Lanjut pada Peserta Aksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Aksi demonstrasi yang kian memanas, beberapa peserta aksi diamankan ke dalam halaman DPRD Kaltim. AKP Annissa Prastiwi selaku Kasubag Humas Polresta Samarinda menjelaskan, beberapa massa aksi terlihat melempar batu serta bom molotov ke arah aparat.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Akhirnya aparat memutuskan untuk pukul mundur massa aksi,&quot; terang perempuan berhijab tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Annissa menambahkan awalnya terdapat 6 orang yang diamankan. Rambut mereka dicukur dan diminta membuka baju. Salah satu di antaranya membawa badik. Sehingga, keenam orang tersebut dibawa menuju Polresta Samarinda untuk pendalaman lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat 3 orang lainnya yang diamankan. Mereka diduga merekam aksi dengan tujuan memprovokasi di media sosial. Sehingga, total 9 orang telah diamankan di Polresta Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aksi unjuk rasa ini turut diikuti oleh kelompok anarko yang ikut menunggangi aksi hari ini. Kemudian ada 3 orang lagi yang diamankan, mereka masih SMP. Masih kami dalami,&quot; tutup Annissa. (<strong style=""><em>syl/kus/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Berakhir, Aliansi Mahakam Gelar Konsolidasi Bersama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-berakhir-aliansi-mahakam-gelar-konsolidasi-bersama/baca </link>
<guid> aksi-berakhir-aliansi-mahakam-gelar-konsolidasi-bersama </guid>
<pubDate> Thu, 05 Nov 2020 13:51:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahakam duduk bersama peserta aksi tersisa untuk melakukan konsolidasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-berakhir-aliansi-mahakam-gelar-konsolidasi-bersama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fjs6xkoL2r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Berakhir, Aliansi Mahakam Gelar Konsolidasi Bersama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tunai sudah aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh massa aksi hari ini. Sempat pelik dan diwarnai kericuhan serta penangkapan beberapa demonstran, Aliansi Mahakam duduk bersama peserta aksi tersisa untuk melakukan konsolidasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain membuat 2 tim untuk mengecek rumah sakit (Dirgahayu, SMC dan Hermina) apabila terdapat massa aksi yang terluka. Kemudian dilanjutkan dengan aksi di depan Polresta Samarinda pada 20.09 Wita yang dipandu langsung oleh Humas Aliansi Mahakam, Yohanes Ricardo. Namun, aksi ini dibubarkan kembali oleh aparat.</p><p style="text-align: justify;">Lewat konferensi pers, Ricardo menyebut jika aksi hari ini telah diwarnai oleh tindakan represif dari aparat. Ia mengatakan jika beberapa massa aksi yang ditangkap juga belum dapat dibebaskan dan pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kesulitan dalam mengawal pembebasan ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami akan terus mendesak dan kami beri waktu sampai besok. Jika teman kami masih belum dibebaskan, maka kami akan melakukan desakan ini hingga teman kami dibebaskan!&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa aksi penolakan terkait UU Cipta Kerja dan segala bentuk pembungkaman suara masyarakat ini akan terus ditegaskan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami juga mempunyai sikap yang tegas untuk melakukan penolakan undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Dan juga tuntutan selanjutnya mengecam segala bentuk represifitas terhadap gerakan rakyat,&quot; tutupnya. (<strong><em>rfk/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Solidaritas Mahakam Tuntut Pembebasan Massa Aksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-solidaritas-mahakam-tuntut-pembebasan-massa-aksi/baca </link>
<guid> aksi-solidaritas-mahakam-tuntut-pembebasan-massa-aksi </guid>
<pubDate> Sat, 07 Nov 2020 08:03:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi solidaritas di taman samarendah untuk pembebasan massa aksi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-solidaritas-mahakam-tuntut-pembebasan-massa-aksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m4FYeo7TCg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Solidaritas Mahakam Tuntut Pembebasan Massa Aksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Proses penangkapan oleh aparat kepolisian terhadap massa aksi dinilai sangat mengandung unsur kekerasan. Selain karena dilakukan secara paksa, kejadian tersebut juga dilakukan dengan sangat brutal. Beberapa massa aksi mendapat perlakuan tidak layak seperti diinjak-injak hingga diseret layaknya binatang.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Yohanes Ricardo, Humas Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) menyebut jika proses penangkapan yang terjadi merupakan di luar rasa kemanusiaan karena sangat mengancam kebebasan berekspresi seperti yang telah tercantum dalam undang-undang. Menurutnya, ini adalah sikap tegas masyarakat dalam menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang meresahkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita akan melakukan sidang rakyat di dalam. Tapi nggak tahu kenapa kemudian gedungnya, pagar gedung DPR kemarin langsung ditutup dan kita dihadang. Nah, setelah itu kita ditembak gas air mata sama water cannon dan teman-teman kita ditangkap,&rdquo; jelas Richardo, Jumat (6/11) di hadapan pers.</p><p style="text-align: justify;">Komunikasi melalui pesan grup terus dilakukan untuk mengetahui kabar teraktual dari beberapa massa aksi yang ditangkap. Setelah dikabarkan bahwa 9 orang tertangkap, menurut info yang terbaru diketahui berjumlah 12 orang dan dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.</p><p style="text-align: justify;">Atas tuduhan kepemilikan senjata tajam (sajam), ia sendiri belum mengetahui kebenarannya. Dikarenakan jumlah massa aksi hingga sore hari kian bertambah, muncul kecurigaan jika mereka bukan bagian dari Aliansi Mahakam.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka merupakan bagian dari massa aksi dan kini sedang diupayakan pembebasannya. Bersinergi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), mereka berharap menemukan titik terang dan mendapatkan jalan keluar yang terbaik dari peristiwa penangkapan ini.</p><p style="text-align: justify;">Ricardo mengungkapkan, telah dilaksanakan aksi solidaritas untuk menuntut pembebasan serta membantu rekan-rekan LBH yang sedikit sulit untuk memandu proses pengawalan di Polresta Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Aksi yang dilaksanakan justru mendapatkan respons yang tidak baik hingga terjadi pembubaran. Taman Samarendah akhirnya menjadi pilihan untuk melakukan aksi solidaritas. Kabar baiknya, beberapa responden dari luar Samarinda turut memberikan tanggapan atas aksi yang direpresi oleh aparat Kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Solidaritas datang di antaranya dari Bogor, Palembang hingga dari Luwuk Banggai. Beberapa daerah lainnya sempat melakukan kegiatan solidaritas dengan membuat aksi di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makanya kalau memang misalkan teman-teman kita masih ditahan, ya kita akan menyerukan secara solidaritas nasional gitu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Mahakam sangat berharap massa aksi untuk dibebaskan. Komunikasi dengan LBH juga terus diupayakan demi mendapat pengawalan secara hukum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gak bisa juga kita hantam dari luar terus, sementara di dalamnya gak dikawal. Jadi harus bersinergi dulu. Kalau dari LBH masukannya untuk kita aksi, ya kita aksi. Kalau dari LBH kita melakukan dengan cara yang soft ya kita menggunakan juga arahan yang disampaikan oleh LBH,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>khn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Mahasiswa Jadi Tersangka, Tim Advokasi: Kami Siap Ajukan Praperadilan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-mahasiswa-jadi-tersangka-tim-advokasi-kami-siap-ajukan-praperadilan/baca </link>
<guid> dua-mahasiswa-jadi-tersangka-tim-advokasi-kami-siap-ajukan-praperadilan </guid>
<pubDate> Sat, 07 Nov 2020 09:59:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hasil konferensi pers yang digelar oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-mahasiswa-jadi-tersangka-tim-advokasi-kami-siap-ajukan-praperadilan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8ETdyH0Ia4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Mahasiswa Jadi Tersangka, Tim Advokasi: Kami Siap Ajukan Praperadilan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pada Jumat (6/11), dua mahasiswa berinisial FR dan WJ yang tergabung dalam aksi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (5/11) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Samarinda. Atas keterangan yang diberikan kepolisian, FR diduga membawa badik saat aksi berlangsung dan WJ diduga melakukan penganiayaan kepada aparat dengan melempari batu. Di hari yang sama, Tim Advokasi untuk Demokrasi menggelar konferensi pers pada pukul 19.30 WITA. Dipandu oleh Pradarma Rupang, tim advokasi menghadirkan Fathul Huda dan Bernard Marbun dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda serta Indra dari LBH Persatuan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Perkembangan atas penangkapan massa aksi baik dari Kamis hingga Jumat saat penetapan tersangka disampaikan oleh Fathul. LBH sendiri turut mendampingi serta mengumpulkan keterangan dari beberapa peserta aksi. Dalam hal ini, mereka menyoroti tindakan represif serta pembungkaman yang terjadi. Diketahui, beberapa massa aksi mendapati luka-luka karena diinjak, dipukul, ditendang, diseret, hingga pencukuran rambut yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penertiban.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, tindakan ini tidak manusiawi sebab massa aksi datang untuk menyatakan pendapat dan menegakkan keadilan demokrasi. Sedangkan, langkah yang diambil pihak aparat dinilai telah melanggar hak kebebasan berpendapat masyarakat. &ldquo;Kami meminta kepada aparat kepolisian yang telah melakukan kebrutalan kemarin sore untuk segera ditindaklanjuti,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Selaku penasihat hukum bagi massa aksi yang ditahan, Bernard menyebut bahwa ia mengalami kesulitan untuk mendampingi mereka ketika penangkapan terjadi. Aparat kepolisian menolaknya di Polresta Samarinda dengan alasan bahwa massa aksi sedang melalui tahap interogasi. Padahal, sebagai pengacara ia berhak untuk melakukan pendampingan.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan kronologis yang menimpa FR sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam (sajam) berupa badik. Berdasarkan keterangannya, saat kericuhan terjadi FR sedang membantu temannya. Setelah itu, ia terjatuh dan saat itu juga ditangkap. Badik itu sendiri berjarak 8 meter dari posisi FR, dan kepemilikan sajam tersebut dituduhkan kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">Bernard menyebutkan jika FR tetap bersikeras dan menolak tuduhan kepemilikan sajam bahkan tidak mengetahui dari mana asal badik tersebut. Ia juga mengaku tidak membawa senjata apapun saat mengikuti aksi. &ldquo;Tiba-tiba ada teriakan &lsquo;Ada sajamnya! Ada badiknya!&rsquo; dan dituduhkan ke FR. Kita terus berupaya dan tegaskan tuduhan itu tidak benar,&rdquo; tegas Bernard.</p><p style="text-align: justify;">Dari pihak LBH Persatuan, Indra mengaku bahwa ia datang dan menyusul ke Polresta sekitar pukul 20.00 Wita atas permintaan beberapa mahasiswa. Meski lebih mudah menemui massa aksi yang diamankan, mereka memastikan kelengkapan berkas dengan proses penjagaan yang ketat hingga akhirnya diizinkan menemui mahasiswa. Adapun bagi Indra sendiri, penetapan ini menurutnya berlebihan dan diduga melanggar Peraturan Kapolri (Perkap). Sebab tidak boleh ada tindak kekerasan pada massa aksi, baik dari polisi atau intel.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penanganan perlu dilakukan bersama agar dapat mengawal tindakan pihak kepolisian. Bagaimana tindakan kepolisian yang nyata-nyata melakukan tindakan represif, ini adalah pelanggaran dengan kode etik,&rdquo; ucap Indra.</p><p style="text-align: justify;">Pada pengawalan ini, LBH Persatuan mendampingi WJ yang diduga melakukan penganiayaan menurut berita acara pemeriksaan (BAP). Menurut hasil pertemuan pihaknya dengan yang bersangkutan, bentuk penganiayaan yang terjadi tidak secara langsung menggunakan tangan. Tetapi menggunakan batu dengan diameter kurang lebih 3 cm ke arah <em>water cannon</em>. Karena itu, Indra menegaskan perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut apakah batu tersebut memang mengenai seseorang, dalam hal ini aparat kepolisian atau meleset. Terutama karena hal tersebut dapat diperhitungkan sebagai bentuk spontanitas saat massa aksi mendapatkan serangan gas air mata dan banyak orang lain yang melakukan pelemparan serupa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana kemudian hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka? WJ itu disangka dia satu-satunya pelaku yang bertanggung jawab atas timbulnya korban entah di aparat atau massa aksi,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Yohanes Richardo, selaku Humas Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) turut menyampaikan suaranya. Pengangkapan serta penetapan massa aksi ini baginya diputuskan tanpa dasar. Apalagi dengan tuduhan kepemilikan sajam dan penganiayaan aparat, jelas Richardo mengutuk keras tindak kekerasan dan pembungkaman ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyampaikan jika polisi justru mencari celah agar dapat menetapkan sebagai pelaku anarki dengan membuat <em>framing</em> mahasiswa anarkis yang membawa sajam, melempar batu serta membawa bom molotov. &ldquo;Padahal itu bukan kelompok kami. Dan terlihat pada saat aksi terpecah, aparat melakukan tindak represif. Padahal kita menuntut dengan tujuan yang jelas. Walaupun pas kita mau masuk dipukul mundur, kami ingin ada sidang rakyat membahas klaster-klaster dalam Omnibus Law yang bermasalah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aparatur harusnya tidak melakukan tindakan pembungkaman. Kami akan melakukan aksi solidaritas jika teman kami masih ditahan. Kami mengatakan ini Kapolres kita sangat kejam. Ini adalah dukacita bagi demokrasi kita saat ini,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Mahakam juga membuka donasi untuk massa aksi yang terluka dan membutuhkan pengobatan. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti korban-korban selama aksi berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Dalam waktu dekat, Tim Advokasi untuk Demokrasi berencana melakukan gelar perkara serta minta permohonan praperadilan terhadap penetapan FR dan WJ sebagai tersangka. &ldquo;Kami akan mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Samarinda. Telah kami siapkan untuk mempersoalkan sah tidaknya penetapan tersangka, penangkapan dan penanganan terhadap FR dan WJ. Kami akan menguji proses penetapan tersangka,&rdquo; terang Indra.</p><p style="text-align: justify;"><em>Closing statement</em> kemudian diberikan oleh Fathul dengan memberikan semangat untuk terus mengawal penolakan UU Cipta Kerja. &ldquo;Jangan sampai semangat turun karena teman kita ditangkap, karena ini adalah oligarki yang kita lawan. Kejadian chaos kemarin disebabkan oleh ulah barbar DPR dan pemerintah. Jangan takut karena kami siap mendampingi. Terakhir, untuk Polresta silakan tindak anak buah anda yang melakukan tindak kezaliman terhadap teman-teman mahasiswa yang sedang memperjuangkan masa depan,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dia Akan Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dia-akan-kembali/baca </link>
<guid> dia-akan-kembali </guid>
<pubDate> Sun, 08 Nov 2020 04:57:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi Dia Akan Kembali </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dia-akan-kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/csadvM0Dop.png" />
					</figure>
			                <h1>Dia Akan Kembali</h1>
			              </header>
			              <p>Tetesan hujan mulai menindih permukaan tanah</p><p>Pohon pun berdiri kokoh menahan dinginnya malam</p><p>Begitu pula dengan bumi yang menampung sayup-sayup basah rerumputan</p><p>Di balik dahan-dahan ada pula mereka yang menahan kehidupan; burung-burung yang merindukan kehangatan</p><p>Tak luput pula kumpulan katak yang bernyanyi mengiringi runtuhnya air mata semesta</p><p>Segerombolan gemuruh hujan menghantam permukaan jalan</p><p>Dan membuatnya seolah menutupinya bak aliran sungai</p><p>Sejam sudah ia menari-nari di cakrawala</p><p><br></p><p>Sendu-sendu hujan hendak berpamitan</p><p>Namun dinginnya nirwana masih terasa menemani malam</p><p>Warna-warni bunga menjadi lebih mengkilap oleh ulahnya</p><p>Genangan air yang tertampung di taman mulai surut</p><p>Menyusur sudut-sudut tanah untuk bertatap dengan laut lepas</p><p>Dan hal itu akan berulang di kemudian hari</p><p>Iya, hujan tidak pernah takut jatuh ke bumi</p><p>Dan dia akan kembali kapan pun dan di mana pun termasuk di penghujung Oktober ini.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perekonomian Kian Sulit, Mahasiswa Farmasi Lakukan Bina Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/perekonomian-kian-sulit-mahasiswa-farmasi-lakukan-bina-masyarakat/baca </link>
<guid> perekonomian-kian-sulit-mahasiswa-farmasi-lakukan-bina-masyarakat </guid>
<pubDate> Mon, 09 Nov 2020 04:00:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) oleh mahasiswa Farmasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/perekonomian-kian-sulit-mahasiswa-farmasi-lakukan-bina-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pfnQcZ4WnO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perekonomian Kian Sulit, Mahasiswa Farmasi Lakukan Bina Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Banyaknya masyarakat di Desa Loa Ulung, Kutai Kartanegara (Kukar) yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal berdampak pada sumber penghasilan serta isu lingkungan. Hal ini menarik perhatian mahasiswa Farmasi Unmul dari&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) untuk melakukan program Budidaya Tanaman Herbal Sirih Hitam dengan Biofertilizer sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Kosong dan Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Loa Ulung.</span></p><p style="text-align: justify;">Program PHP2D diketuai Alim Khodimul Rahmat dan terdiri dari 16 orang serta 10 relawan. M<span style="background-color: transparent;">enyelenggarakan programnya pada 7 November 2020 dengan bantuan dana dari Kemendikbud, Alim dan rekan-rekannya melakukan budi daya sirih hitam. Dimulai dari pembibitan sampai dengan pemanenan, pengelolahan sampah anorganik ke dalam bentuk bank sampah <em>mobile</em> dan organik yang nantinya akan dibuat menjadi biofertilizer.</span></p><p style="text-align: justify;">Sirih hitam dipilih sebagai bagian dari program budi daya karena tanaman tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku obat baru industri farmasi yang sedang dirintis oleh salah satu dosen di Fakultas Farmasi Unmul, serta berkaitan pula dengan kurangnya pendapatan masyarakat desa akibat pandemi.</p><p style="text-align: justify;">Proses PHP2D dari mahasiswa farmasi ini telah berjalan 70% dalam pelaksanaan kegiatannya, 10% proses untuk menghasilkan produk, serta 20% untuk evaluasi dan monitoring program.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Manfaat dari program ini ialah pertama memberikan penaikan di sektor ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan khusus pertanian sirih hitam dan juga menyelesaikan isu lingkungan yaitu pengurangan di sungai dengan membuat bank sampah <em>mobile</em>,&rdquo; ucap Alim kepada Sketsa, Minggu (8/10).</p><p style="text-align: justify;">Program ini turut menyasar beberapa kelompok seperti kelompok tani, pemuda karang taruna, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, dan yang sudah memiliki pekerjaan ini akan mendapat pembinaan serta pelatihan di Desa Loa Ulung secara berkala dua kali dalam sepekan oleh Alim dan rekannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Program ini sangat memberikan pengalaman yang begitu besar serta tanggung jawab yang menyertainya, melakukan pemberdayaan desa sekaligus dengan melaksanakan perkuliahan tantangan yang asyik,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Alim berharap program ini dapat berdiri secara mandiri, serta berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan dampak besar dalam membantu perekonomian masyarakat di Desa Loa Ulung. (<strong><em>hmm/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memaknai Hari Pahlawan di Tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/memaknai-hari-pahlawan-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> memaknai-hari-pahlawan-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Tue, 10 Nov 2020 07:35:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memaknai Hari Pahlawan di Tengah Pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/memaknai-hari-pahlawan-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hmrRFVZpSr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memaknai Hari Pahlawan di Tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dalam sejarah bangsa Indonesia, kata pahlawan identik dengan deretan nama para pejuang kemerdekaan Indonesia. Dengan gagah berani, bergerak melawan para penjajah hingga kemerdekaan dapat diraih meski penuh darah dan taruhan nyawa.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tak sedikit berbagai peristiwa perlawanan terhadap penjajah yang terekam sebagai sejarah. Salah satunya peperangan dalam melawan pasukan Belanda pada 10 November 1945 di Surabaya. Ini disebut sebagai perang pertama setelah proklamasi kemerdekaan diserukan. Juga sebagai pertempuran hebat dalam sejarah revolusi Indonesia di Kota Surabaya yang mengorbankan begitu banyak nyawa para pejuang.</p><p style="text-align: justify;">Melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno, 10 November 1945 kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan bagi bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Setiap tahun, masyarakat Indonesia tak pernah luput merayakannya. Sejatinya, peringatan Hari Pahlawan adalah bentuk penghormatan dan mengenang perjuangan atas peperangan tersebut. Tak hanya sebagai seremonial belaka, semangat para pejuang terdahulu tentu harus direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Masih di tengah pandemi Covid-19, perayaan Hari Pahlawan kali ini cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain kegiatan yang didominasi oleh sistem daring, protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat ketika kegiatan secara luring tetap digelar.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema &quot;Pahlawanku Sepanjang Masa&quot;, ini didedikasikan kepada perjuangan para pahlawan yang dapat dimaknai secara terus menerus sepanjang masa. Dalam pelaksanaannya, diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat dan tidak mengurangi esensi dari makna yang terkandung dalam peringatan bersejarah ini.</p><p style="text-align: justify;">Pada Pedoman Pelaksanaan Hari Pahlawan yang diterbitkan oleh Kementrian Sosial (Kemsos) Indonesia, momentum ini diharapkan dapat memberikan energi tambahan untuk bersatu. Mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta saling membantu sesama sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi sebagai generasi muda, tentu besar harapan dapat menggaungkan semangat kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang dapat berpengaruh bagi kemajuan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, makna kepahlawanan semakin meluas. Tak hanya terbatas pada pejuang kemerdekaan. Lebih luas, pahlawan dimaknai sebagai sosok pembawa perubahan dan berkontribusi aktif dalam pengembangan negara dari berbagai bidang. Baik itu ekonomi, politik, kesehatan, sosial, hingga budaya.</p><p style="text-align: justify;">Siapapun berpeluang menjadi sosok pahlawan masa kini. Terutama sebagai pemuda, dengan semangat yang berapi-api harus saling berlomba dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan menjadi sosok pahlawan yang sesungguhnya. (<strong><em>khn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Implementasikan Ilmu dalam PKL Pengkaryaan FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/implementasikan-ilmu-dalam-pkl-pengkaryaan-fib/baca </link>
<guid> implementasikan-ilmu-dalam-pkl-pengkaryaan-fib </guid>
<pubDate> Wed, 11 Nov 2020 11:58:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak hanya Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia (Sasindo), PKL Pengkaryaan ini juga disusul oleh prodi lainnya seperti Sastra Inggris (Sasing) dan Etnomusikologi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/implementasikan-ilmu-dalam-pkl-pengkaryaan-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VXNWqMbXoX.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Implementasikan Ilmu dalam PKL Pengkaryaan FIB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak 2018 lalu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) memberikan dua pilihan Praktik Kerja Lapangan (PKL) kepada mahasiswanya. Yakni PKL Instansi kemudian yang terbaru ialah PKL Pengkaryaan. Berbeda dengan praktik lapangan pada umumnya, PKL Pengkaryaan mewajibkan mahasiswa untuk membuat suatu karya sesuai dengan minatnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-baru-fib-dalam-menyikapi-sistem-pkl/baca)" style="text-align: inherit;">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-baru-fib-dalam-menyikapi-sistem-pkl/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia (Sasindo), PKL Pengkaryaan ini juga disusul oleh prodi lainnya seperti Sastra Inggris (Sasing) dan Etnomusikologi. Dalam situasi pandemi, tentu pelaksanaan praktik melewati berbagai dinamika. Diwawancarai Sketsa pada Selasa (10/11), Kaprodi Sastra Inggris Singgih Daru Kuncara memaparkan beberapa hal terkait pelaksanaan praktik lapangan ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengakui jika selama praktik berlangsung, kendala yang begitu dirasakan terdapat pada pembangunan komunikasi. Seperti bagaimana pembimbing dan mahasiswa menjalin koordinasi. Koordinasi pun dilaksanakan secara daring. Jika harus melalui pertemuan tatap muka, tentu dengan mengikuti protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, ada 18 kelompok yang terlibat dalam PKL Pengkaryaan. Sebanyak 8 kelompok membuat karya <em>short story</em>, 6 kelompok membuat film, 4 lainnya membuat <em>poem</em> atau puisi. Karena banyak instansi yang tidak menerima mahasiswa untuk PKL dengan alasan Covid-19, maka tahun ini mahasiswa akan fokus pada PKL Pengkaryaan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk tahun berikutnya, mahasiswa akan tetap diberi opsi untuk memilih satu di antara kedua praktik tersebut. Sebab pelaksanaan PKL Instansi masih memberi dampak berupa peluang kerja pada mahasiswa yang memilih praktik ini.</p><p style="text-align: justify;">Adapun karya-karya yang dihasilkan oleh mahasiswa selama PKL telah dimuat dalam akun YouTube resmi FIB di saluran Elite FIB Unmul. &quot;Meski terbatas pandemi, karyanya tidak asal-asalan. Memang pandemi ini saya ada sedikit kekhawatiran (terutama protokol kesehatan), tapi setelah menonton karya mahasiswa, saya terharu,&quot; ucap Singgih mengenang.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Athariq, mahasiswa Sasing yang turut mengikuti PKL Pengkaryaan juga memberikan tanggapannya. Menurutnya, secara menyeluruh ada momen yang tepat bagi mahasiswa sastra untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam mengenali lebih jauh bagaimana sebuah karya dapat terbentuk dari proses kreatif hingga karya dapat dinikmati.</p><p style="text-align: justify;">Meski kesulitan dalam proses produksinya, namun ia menyebut PKL ini cukup efektif terlebih dalam penuangan ide-ide kreatif. Dosen yang membimbing mereka juga turut mengarahkan dalam pengerjaannya. Athariq berharap, hal ini bisa menjadi <em>event</em> besar untuk memperlihatkan pada angkatan muda terkait keilmuan prodinya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Athariq, Anggi Wuri, mahasiswa prodi Sasindo ini senang dengan PKL Pengkaryaan karena mahasiswa dapat menuangkan ilmu lebih jauh dan memproyeksikannya dalam bentuk seni sastra yang telah dipelajari. Meski terkendala dalam koordinasi, ia berharap agar jenis pengkaryaan baru lebih dimatangkan lagi terkait input yang ingin didapatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kedua prodi sastra milik FIB, Prodi Etnomusikologi juga menghasilkan karya berupa musik video dalam pelaksanaan PKL Pengkaryaan ini. (<strong><em>fzn/rst/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Satukan Tekad, Wujudkan Indonesia Sehat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/satukan-tekad-wujudkan-indonesia-sehat/baca </link>
<guid> satukan-tekad-wujudkan-indonesia-sehat </guid>
<pubDate> Thu, 12 Nov 2020 09:26:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-56, mengusung tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/satukan-tekad-wujudkan-indonesia-sehat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Xsn6ISu3ZV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Satukan Tekad, Wujudkan Indonesia Sehat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tepat pada hari ini (12/11), Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional. Saat ini masyarakat sedang dihadapkan dengan situasi dan bencana kesehatan yang telah merenggut ribuan nyawa, serta mengharuskan kita untuk menyesuaikan keadaan. Maret lalu, Indonesia dibuat gempar dengan masuknya virus SARS-Cov2 yang kini lebih dikenal sebagai Covid-19.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kemudian, kondisi ini ditetapkan sebagai pandemi. Pandemi lalu menjadi tantangan bagi Indonesia untuk bertahan, di tengah situasi yang berdampak pada seluruh sektor kehidupan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Tak terkecuali sektor pendidikan. Unmul pun juga sempat menutup kampus selama beberapa waktu saat kasus positif Covid-19 ditemukan di Kalimantan Timur. Hingga saat ini, masih banyak yang menerapkan metode <em>Work from Home</em> sebagai alternatif beraktivitas.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat pula beberapa kampus yang mulai dibuka untuk mempermudah proses pembelajaran. Tetapi dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mengingat kondisi Kaltim khususnya Kota Samarinda dengan munculnya kasus-kasus pada klaster yang tidak diketahui.</p><p style="text-align: justify;">Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-56, tema yang diusung pemerintah ialah &ldquo;Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat&rdquo;. Tema ini adalah upaya untuk membangun masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19 di era adaptasi kebiasaan baru.</p><p style="text-align: justify;">Terawan selaku Menteri Kesehatan mengimbau seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan agar selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah paparan Covid-19. &ldquo;Sekuat apapun upaya pemerintah, tidak akan cukup apabila tidak didukung oleh masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan&rdquo; sebutnya pada sambutannya.</p><p style="text-align: justify;">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga membuat beberapa agenda kegiatan yang telah dimulai sejak 4 Oktober hingga 7 Desember 2020. Beberapa acara dilaksanakan secara virtual seperti upacara virtual, bersama mengenang pahlawan kesehatan, Jambore Kesehatan, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa kegiatan juga berlangsung secara luring. Seperti kegiatan pengabdian masyarakat yang mengangkat berbagai tema seperti Deteksi Dini Covid-19, Bakti 3M, Edukasi Mengenai Hepatitis, dan Penyakit Tidak Menular (PTM).</p><p style="text-align: justify;">Pada peringatan kali ini, masyarakat diharapkan dapat membangun semangat dan tekad untuk terus berjuang bersama. Melalui rangkaian kegiatan yang ada, Kemenkes mengajak semuanya untuk belajar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri yang diwujudkan dengan berperilaku sehat. Mari, kita wujudkan Indonesia Sehat, karena sehat dimulai dari diri sendiri. (<em><strong>rkn/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memperingati Hari Ayah, Sang Pahlawan Kehidupan Keluarga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/memperingati-hari-ayah-sang-pahlawan-kehidupan-keluarga/baca </link>
<guid> memperingati-hari-ayah-sang-pahlawan-kehidupan-keluarga </guid>
<pubDate> Thu, 12 Nov 2020 11:08:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diperingati setiap 12 November, ini merupakan momen yang paling tepat untuk mengungkapkan rasa sayang dan hormat kita kepada ayah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/memperingati-hari-ayah-sang-pahlawan-kehidupan-keluarga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WPjug9WpuJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memperingati Hari Ayah, Sang Pahlawan Kehidupan Keluarga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ayah merupakan pria yang pertama kali kita kenal saat terlahir ke dunia. Ia merupakan sosok penting dalam memberikan kekuatan dan dorongan pada keluarganya. Menjadi seorang ayah tidaklah mudah, di mana ia memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat besar terhadap keluarga.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebagian orang tidak begitu mengenal Hari Ayah dibandingkan Hari Ibu. Diperingati setiap 12 November, ini merupakan momen yang paling tepat untuk mengungkapkan rasa sayang dan hormat kita kepada ayah. Mengutip dari laman Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hari Ayah Nasional dideklarasikan pertama kali di Solo pada tahun 2016.</p><p style="text-align: justify;">Penetapan tersebut lahir atas prakarsa Paguyuban Satu Hati, lintas agama dan budaya yang bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Awalnya, di tahun 2014 lalu mereka mengadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ibu di Solo sebagai bentuk peringatan Hari Ibu. Setelah acara, panitia penyelenggara dibuat terkejut dengan pertanyaan para peserta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kapan diadakan Sayembara Menulis Surat untuk Ayah? Kapan Peringatan Hari Ayah? Kami pasti ikut lagi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan tersebut menggugah hati untuk mencari tahu kapan Indonesia merayakan Hari Ayah. Melalui berbagai hal, PPIP menggelar deklarasi Hari Ayah untuk Indonesia dan menetapkan tanggal 12 November sebagai peringatan Hari Ayah Nasional.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Figur Ayah bagi Civitas Academica</strong></p><p style="text-align: justify;">Menurut Aldi Pratama, ayah merupakan sosok yang harus menjadi figur dan contoh bagi anak-anaknya. Mereka akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya, seperti apapun perilakunya. Karena itulah, ayah harus menjadi contoh yang baik agar perilaku baik juga dapat diikuti oleh anak-anaknya sebagai nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Pendidikan Biologi 2018 ini bertempat tinggal asli di Loa Kulu. Namun, perkuliahan membuatnya jauh dari orang tuanya. Aldi menuturkan, sang ayah merupakan sosok yang sangat peka terhadap apa yang dirasakan anaknya sampai pada hal-hal kecil sekalipun.</p><p style="text-align: justify;">&lsquo;&rsquo;Seperti, waktu aku sariawan atau mulai gak enak badan itu Bapakku tahu banget,&rsquo;&rsquo; ujar Aldi kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (12/11).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, ia mengaku bahwa dirinya tak begitu dekat dengan ayahnya. Karena ayahnya pendiam, Aldi menjadi jarang berbicara dengannya. Meski tak dekat dengan ayahnya , ia mengatakan bahwa dirinya belajar arti dari sabar dan rendah hati darinya.</p><p style="text-align: justify;">Selain Aldi, Deva Yunita memiliki kisah lain dengan sosok ayah. Mahasiswa asal Long Peso, Bulungan ini menuturkan bahwa ayahnya adalah sosok pahlawan yang luar biasa. Pribadi yang kuat, sabar, dan orang tua yang baik merupakan cerminan sang ayah bagi Deva.</p><p style="text-align: justify;">Merantau jauh untuk menimba ilmu di kota orang, Deva kerap kali merasa amat berat. Di mana ia tak bisa pulang setiap tahun karena berbagai hal. Ia mengaku sangat merindukan kebersamaan antara mereka.</p><p style="text-align: justify;">&lsquo;&rsquo;Kangen kebersamaannya, omelannya kayak kalau sama-sama itu pasti curhat satu sama lain,&rsquo;&rsquo; imbuhnya sambil mengenang momen tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang paling dikenang olehnya adalah ketika dirinya mendapat ucapan ulang tahun dari ayahnya. &lsquo;&rsquo;Itu jarang banget sih untuk aku. Apalagi posisi sekarang yang lagi jauh. Dan setahun sekali dia ucapin selamat ulang tahun itu luar biasa sekali buat aku,&rsquo;&rsquo; kenangnya.</p><p style="text-align: justify;">Jika diberi kesempatan untuk mengatakan sesuatu kepada ayah, Aldi dan Deva memiki ucapan yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">&lsquo;&rsquo;Mau bilang <em>thanks for everything and sorry for anything</em>, gitu,&rsquo;&rsquo; kata Aldi.</p><p style="text-align: justify;">&lsquo;&rsquo;Kalo aku ya, mau ucapin selamat Hari Ayah. <em>Happy father days</em> untuk orang yang luar biasa di dunia. <em>Saranghae</em>,&rsquo;&rsquo; tutup Deva. (<strong><em>yen/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lengang, Pemira FEB Berakhir Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lengang-pemira-feb-berakhir-aklamasi/baca </link>
<guid> lengang-pemira-feb-berakhir-aklamasi </guid>
<pubDate> Fri, 13 Nov 2020 11:03:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemilihan umum raya (Pemira) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  yang dilaksanakan secara daring ini berakhir dengan aklamasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lengang-pemira-feb-berakhir-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2Fjt7QFAJn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lengang, Pemira FEB Berakhir Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <div autocomplete="on" class="fr-element fr-view" contenteditable="true" dir="auto" spellcheck="true"><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Di tengah pandemi, pesta demokrasi rupanya telah menyambangi kampus ekonomi dan bisnis terlebih dahulu. Tak diketahui banyak mahasiswa, pemilihan umum raya (Pemira) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) telah usai dilaksanakan. Sayangnya, agenda yang dilaksanakan secara daring ini berakhir dengan aklamasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman Instagram <em>@pemirafebunmul</em>, <em>timeline</em> Pemira berlangsung sejak 27 September lalu dimulai dari sosialisasi Pemira melalui <em>broadcast message</em> dan <em>Zoom</em> hingga penetapan hasil Pemira atas pasangan calon (paslon) terpilih pada 1 November.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, terdapat tiga paslon yang mengambil berkas pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB. Mereka adalah Mei Nur Rahman, mahasiswa Manajemen 2019 dan Asmaul Husna dari Akuntansi 2017. Paslon selanjutnya yakni Hasan Aliannur dari Manajemen 2018 dan Hardijun asal Ekonomi Pembangunan 2018. Terakhir, Andi Indra Kurniawan dari Manajemen 2019 dan Saragih Risca Erviani asal Akuntansi 2018.</p><p style="text-align: justify;">Saat verifikasi berkas pada 13 Oktober, ketiganya dinyatakan tidak lolos dan diminta untuk melengkapi berkas yang kurang dengan waktu 2 x 24 jam. Namun hanya dua paslon yang mengembalikan berkas, yakni pasangan Indra-Risca dan Rahman-Husna. Hasil verifikasi kedua pun menyatakan jika pasangan Rahman-Husna tidak lolos dan Indra-Risca dapat maju ke tahapan berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) telah membuka kembali pendaftaran bakal paslon pada 19-21 Oktober, tidak ada calon lainnya. Sehingga, melalui Rapat Pleno Terbuka terkait penetapan gubernur dan wakil gubernur, Indra dan Risca dinyatakan sebagai pasangan terpilih melalui aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, pasangan ini melaju ke tahap pengenalan, bedah gagasan, uji publik dan resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FEB Unmul Periode 2020/2021 pada 31 Oktober 2020.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Minim Sosialisasi dan Partisipasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Berlangsungnya Pemira saat pandemi, berimbas pada kurangnya partisipasi civitas academica FEB. Sketsa sempat menghubungi Randy Wahyudi selaku Ketua KPPR FEB Unmul, namun yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan terkait jalannya Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Nur Sa&apos;diyah, mahasiswi Akuntansi 2017 memberikan pendapatnya terkait pelaksanaan Pemira yang berakhir aklamasi. Sebagai mahasiswa awam, ia tidak mengetahui jika Pemira telah berakhir dan hanya mengetahui paslon-paslon yang mendaftar.</p><p style="text-align: justify;">Selain tak mengikuti akun Instagram Pemira, ia juga tak mendapatkan <em>broadcast message</em> atau undangan Zoom dari manapun terkait sosialisasi Pemira. &quot;Aneh juga sih, tidak di <em>publish</em> yang <em>booming</em> di telinga anak FEB,&quot; tulisnya via Whatsapp, Jumat (13/11).</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Rabu (11/11) lalu, Andi Indra Kurniawan selaku gubernur terpilih juga turut menyayangkan hasil akhir Pemira yang berakhir aklamasi. Menurutnya, selama agenda berlangsung partisipasi dan antusias mahasiswa terpantau minim dan menjadi salah satu kendala bagi para paslon. Seperti sulitnya mengumpulkan bukti registrasi yang menjadi salah satu persyaratan untuk melaju ke tahap selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Indra menuturkan, kurangnya sosialisasi yang dilakukan KPPR kepada mahasiswa FEB menjadi salah satu faktor dari kurangnya partisipasi mereka untuk mengikuti perkembangan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Penyebaran informasi harus lebih masif oleh KPPR,&quot; tutupnya. (<em><strong>len/kus/rst</strong></em>)</p></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Puisi Senja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/puisi-senja/baca </link>
<guid> puisi-senja </guid>
<pubDate> Sat, 14 Nov 2020 12:47:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita kita. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/puisi-senja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HHvwmrL6Gp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Puisi Senja</h1>
			              </header>
			              <p>Pendar senja merekah di sebelah barat.</p><p>Kilaunya menghipnotis berjuta kornea.</p><p>Kupejamkan sejenak sepasang mata.</p><p>Menghirup hawa senja yang terasa hangat.</p><p><br></p><p>Kusapu ilalang dengan tangan kanan.</p><p>Kupandang angin yang menyapu gumpalan.</p><p>Melangkah perlahan sambil menikmati kicau burung di antara pepohonan.</p><p><br></p><p>Suaranya menenangkan.</p><p>Hawanya menyenangkan.</p><p><br></p><p>Sekejap kemudian sunyi datang.</p><p>Gemerlap bintang menggantikan.</p><p>Ditemani temaram rembulan,</p><p>Aku masih di sana.</p><p><br></p><p>Dan aku kembali memejamkan mata.</p><p>Menghirup hawa malam yang dinginnya kian terasa.</p><p>Kueratkan genggaman pada secangkir arabika.</p><p><br></p><p>Khayalku berkelana.</p><p>Pikirku penuh rencana.</p><p>Harapan kecil nan sederhana yang menunggu untuk diwujudkan.</p><p><br></p><p>Belum kutemukan seorang,</p><p>Yang kuharapkan agar hadirnya mengabadi di antara hati.</p><p>Yang ketika berbincang dengannya waktu terasa ingin berhenti.</p><p>Yang ketika renyah tawanya membuatku terasa tuli.</p><p>Yang ketika pancar matanya menjadi poros dunia.</p><p><br></p><p>Gelas kopi masih terasa hangat.</p><p>Katak dan jangkrik melanjutkan nyanyian.</p><p>Kudengar, senandung angin mulai mengusik.</p><p>Membuatku serasa ditelisik.</p><p><br></p><p>Di kejauhan, kuamati benderang sinar yang menyala.</p><p>Lagi,</p><p>Khayalku melanglang buana.</p><p>Tunduk pada suasana yang nyata.</p><p><br></p><p>Kali ini, hadirmu dapat kurasa, seperti nadi yang sejengkal jaraknya.</p><p>Kau rebahkan suraimu di pangkuan.</p><p>Jemariku membelai lembut benang kepala.</p><p>Senyum terukir di wajahmu, juga wajahku.</p><p>Kau dan aku membisu.</p><p>Bersama terpejam, sambil bernafas dan menghirup aroma.</p><p>Sekarang, kehangatan tak terpancar hanya dari secangkir arabika.</p><p>Genggamanmu juga menghangatkan.</p><p>Erat-nya menenangkan, tak ingin kulepas.</p><p><br></p><p>Kau tersenyum.</p><p>Lagi, lagi, lagi.</p><p>Membuatku menjadikanmu sebagai poros dunia.</p><p><br></p><p>Lalu, korneamu terbuka.</p><p>Memandang, menusuk bola mata.</p><p>Kau membuatku terkunci pada satu titik pandang.</p><p>Hingga kurasa waktu berhenti berdentang.</p><p>Tatapmu masih menyelidik,</p><p>Mencari cinta?</p><p>Atau apa?</p><p><br></p><p>Romansa yang tercipta. Tidakkah kau menyadarinya?</p><p>Masihkah kau ingin bertanya?</p><p>Ayolah... Hatimu dan Hatiku sudah berkonsorsium.</p><p>Saling memancarkan endorfin dan serotonin yang menjadi candu.</p><p>Dopamin menguar dengan dahsyat di antara kau dan aku.</p><p><br></p><p>Kau bangkit, lalu duduk bersanding.</p><p>Membuka topik perbincangan seperti kemarin.</p><p>Bosan? Belum kurasakan.</p><p>Semoga ia tak pernah hadir di antara kita.</p><p><br></p><p>Lagi, obrolan kita membunuh waktu.</p><p>Senyum hangat tetap terpancar dari wajahmu, juga wajahku.</p><p>Kau bilang, indahnya alam tak mendua.</p><p>Eloknya ada padamu sebagian.</p><p>Kau kan bagian dari alam?</p><p>Bagai angin yang menyejukkan,</p><p>Mentari yang menghangatkan,</p><p>Juga,</p><p>Rembulan yang sinarnya terpancarkan.</p><p><br></p><p>Aku berkata,</p><p>Kalau boleh, aku ingin habiskan hidup berdua.</p><p>Ditemani sabana yang sunyi dan menenangkan.</p><p>Diiringi decitan ubin kayu yang berbunyi ketika melangkah.</p><p>Duduk di selasar,</p><p>Ditemani wangi roti di samping secangkir kopi.</p><p>Lalu melanjutkan bincang yang tiada akhir.</p><p>Hingga nanti, waktu yang memisahkan.</p><p><br></p><p>Kau bangkit, mengulurkan tangan.</p><p>Kusambut dan kugenggam.</p><p>Langkah kaki kita melaju, beriringan.</p><p>Kau dan aku melangkah,</p><p>Bersama menguatkan.</p><p>Berjalan menuju satu titik pengembaraan.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Nanda Billah Aliffia, mahasiswa Teknik Hasil Pertanian, Faperta 2018.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Seharusnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tak-seharusnya/baca </link>
<guid> tak-seharusnya </guid>
<pubDate> Sun, 15 Nov 2020 12:20:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi tak seharusnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tak-seharusnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TWYzPVjQHJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Seharusnya</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kau tak seharusnya pernah menyalamiku petang itu</span></p><p>Tangan kokoh yang menyambut salammu kala itu</p><p>topeng yang senantiasa dilumurkan sekujur tubuh</p><p>Egoku adalah dinding tebal dan lebih tinggi dari tinggi badanmu</p><p>Sedang kamu mencari celah pada lekuk senyum dan caramu berpandang</p><p>Aku menelusur lebih hangat dari dingin yang kutampilkan,</p><p>kau dangkal dari hangat yang kau tawarkan.</p><p><br></p><p>Kita memulai sebagai kita</p><p>Namun, egoku terus menyimpulkan aku adalah milikku,</p><p>tak seorangpun memahami celahnya, sekalipun kau.</p><p>Aku tak pernah hangat, katamu</p><p>Wanita tak seharusnya begitu.</p><p><em>Dan, siapa peduli? Jawabku.</em></p><p><br></p><p>Kau pergi, dan sudah banyak yang pergi</p><p>Tak sanggup mendekati wanita yang dingin setengah mati</p><p>Mungkin kehangatan bukan jawaban satu-satunya untuk memahami</p><p>Lantas mengapa kita perlu itu?</p><p>&quot;Hanya demi menghangatkan kesedihan-kesedihan orang lain?&quot; Tanyaku</p><p>Itu jauh lebih menyedihkan,</p><p>menutup luka saat diri sendiri belum sepenuhnya sembuh</p><p><br></p><p>Telusuri aku lebih jauh</p><p>Jadikan aku teman berjalanmu, ingatanmu ketika pulang tanpa harus menagih hangat.</p><p>Kita,</p><p>tanggung jawab kita,</p><p>tak ada satupun, yang mampu memikul kebahagiaan orang lain,</p><p>dengan begitu, dingin tidak apa-apa.</p><p>Karena diri; milik sendiri,</p><p>Dingin; kita bagi untuk diri sendiri.</p><p><br></p><p>Namun terbelenggu atas kuasa yang lain</p><p>Kita,</p><p>kesedihan kita, senyum kita</p><p>diri; milik sendiri</p><p>Kau, milikmu</p><p>Aku, percaya aku</p><p><em>Keraguan adalah ladang persembunyian teraneh,</em></p><p><em>Sedang kepercayaan diri adalah topeng paling mewah.</em></p><p><br></p><p>Aku sedang memakai topeng paling mewah,</p><p>malamku adalah keraguan yang paling asing</p><p>Aku bukan permainan tebak-tebakan,</p><p>lagipula aku tak senang bermain tebak-tebakan</p><p>Kau, yang senang menebak.</p><p>Aku, terus menjadi aku.</p><p><br><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menelisik Efektivitas Bantuan saat Pandemi dalam Diskusi Publik BEM FEB Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/menelisik-efektivitas-bantuan-saat-pandemi-dalam-diskusi-publik-bem-feb-unmul/baca </link>
<guid> menelisik-efektivitas-bantuan-saat-pandemi-dalam-diskusi-publik-bem-feb-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 16 Nov 2020 05:58:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Unmul mengadakan webinar dengan tema "Efektivitas dan Manfaat Bantuan Sosial Tunai Masyarakat Kaltim di Tengah Pandemi Covid-19". </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/menelisik-efektivitas-bantuan-saat-pandemi-dalam-diskusi-publik-bem-feb-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yXxtnGDH6U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menelisik Efektivitas Bantuan saat Pandemi dalam Diskusi Publik BEM FEB Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Situasi pandemi membuat berbagai dampak yang ditimbulkan menjadi cukup rumit bagi masyarakat. Seperti sulitnya menjalankan usaha di tengah pandemi hingga masalah keuangan. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan pemerintah untuk memberikan bantuan yang efektif dan tepat.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Jumat (13/11) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Unmul mengadakan webinar dengan tema &quot;Efektivitas dan Manfaat Bantuan Sosial Tunai Masyarakat Kaltim di Tengah Pandemi Covid-19&quot;. Agenda ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Agus Hari Kesuma selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rhonie Parindra selaku Kepala PT Pos Samarinda serta Mulaiti, salah satu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dipandu oleh Andi Indra sebagai moderator acara, agenda dimulai pada pukul 20.00 Wita. Dilanjutkan kepada sambutan dari Kepala Departemen Sosial, Masyarakat, dan Lingkungan Gaung Bhima Hamisesa serta Gubernur BEM FEB, Achmad Naim Najib.</p><p style="text-align: justify;">Materi pertama disampaikan oleh Murliati. Pada sesi ini, ia menyampaikan empat pokok pembahasan. Yakni stimulus pemulihan ekonomi nasional, anggaran Covid-19 dan berbagai jenis program bantuan (Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTD) dari Dana Desa, Bantuan Sosial Tunai (BST), program sembako serta Program Keluarga Harapan (PKH)). Murliati juga menyampaikan efektivitas dan manfaat dari program-program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tujuan dari bantuan ini sebagai upaya pemerintah agar rakyat tidak terjatuh di bawah garis kemiskinan. Selama pandemi ini, tingkat kemiskinan naik sekitar 0,56%&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Penyampaian materi dilanjutkan oleh Rhonie Parindra terkait mekanisme penyaluran bantuan kepada masyarakat. Pada tahap pertama penyaluran (22/5), Rhonie menjelaskan bahwa PT Pos Indonesia cabang Samarinda membagikan sebanyak 12.004 bantuan tunai kepada masyarakat. Hingga saat ini, terhitung sudah tahap ketujuh dan berakhir pada Jumat (13/11) serta tengah memasuki tahap kedelapan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemerintah berencana akan menyalurkan bantuan ini (BST) hingga tahap kesembilan dan kita berharap tahap ini akan berakhir pada November 2020 ini,&rdquo; tutur Rhonie.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan bahwa wilayah kerja PT Pos Indonesia cabang Samarinda tidak hanya berfokus pada wilayah Samarinda saja, tetapi juga membawahi beberapa wilayah lainnya. &ldquo;Ada beberapa irisan di wilayah kabupaten Kutai Kartanegara dan beberapa kecamatan di wilayah Kutai Timur,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mekanisme penyaluran bantuan diawali dengan pembuatan undangan yang ditujukan kepada calon penerima bantuan, kemudian dibantu juga oleh Dinas Sosial kota. Lalu, penentuan jadwal pembayaran bantuan kepada calon penerima. Adapun masyarakat dapat mengecek progres penyaluran pada website PT Pos Indonesia. Di mana data akan selalu diperbaharui setiap lima belas menit sekali.</p><p style="text-align: justify;">Agus Hari Kesuma sebagai pemateri terakhir menjelaskan tentang jumlah penerima bantuan di Kaltim sebagai pemateri terakhir. Ia menuturkan, langkah-langkah yang diambil Dinas Sosial merupakan arahan Kementrian Dalam Negeri. Salah satu arahannya untuk melakukan perbaikan ekonomi dengan memberikan bantuan. &ldquo;Pemberian bantuan langsung tunai itu asalnya dari search engine Dinas Sosial,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Usai pemaparan materi oleh ketiga narasumber, agenda dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kemudian diakhiri dengan foto bersama pemateri dan seluruh peserta. (<em><strong>sii/fzn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unsung Cinderella: Kenalkan Pentingnya Apoteker di Rumah Sakit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/unsung-cinderella-kenalkan-pentingnya-apoteker-di-rumah-sakit/baca </link>
<guid> unsung-cinderella-kenalkan-pentingnya-apoteker-di-rumah-sakit </guid>
<pubDate> Tue, 17 Nov 2020 09:22:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Negeri Sakura juga mulai memperkenalkan profesi apoteker di rumah sakit melalui drama berjudul Unsung Cinderella: Midori, The Hospital Pharmacist. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/unsung-cinderella-kenalkan-pentingnya-apoteker-di-rumah-sakit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IaIDIbLp8c.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unsung Cinderella: Kenalkan Pentingnya Apoteker di Rumah Sakit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tak kalah populer dari drama Korea yang bertajuk dunia kedokteran, Negeri Sakura juga mulai memperkenalkan profesi apoteker di rumah sakit melalui drama berjudul Unsung Cinderella: Midori, The Hospital Pharmacist. Disutradarai oleh Ryo Tanaka, drama ini rilis pada 16 Juli 2020.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Unsung Cinderella mengisahkan seorang wanita bernama Aoi Midori (Satomi Ishihara) yang bekerja sebagai apoteker di Yorozu General Hospital. Ia merupakan sosok apoteker pekerja keras dan sangat peduli kepada seluruh pasien. Dirinya dapat mengetahui perasaan pasien hanya dengan menatap wajah mereka.</p><p style="text-align: justify;">Karena pengalaman masa lalunya, Aoi jadi sering menghabiskan waktunya bersama pasien. Ia yakin bahwa pengobatan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari pasien dan apoteker perlu mengetahui tentang pasiennya. Namun, kebiasaan ingin tahunya terhadap kehidupan pasien mengundang kritik dari rekan kerjanya.</p><p style="text-align: justify;">Aoi dianggap lamban, padahal seharusnya bisa memanfaatkan waktu untuk bekerja lebih dalam meracik obat dan memonitor obat pasien. Meski ia sangat terobsesi dengan kehidupan pasien, Aoi mempunyai masa lalu pahit saat masih kecil ketika kehilangan adiknya yang menderita kanker. Tetapi ia bangkit setelah ada seorang apoteker yang membantunya melewati masa sulit tersebut. Sejak saat itulah Aoi bermimpi ingin menjadi apoteker rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan rekannya, Ryo Onozuka (Sho Kiyohara) seorang farmasis komunitas yang bekerja di sebuah apotek lebih memilih mendahulukan kebutuhan obat pasien tanpa ikut campur dalam masalah pribadi pasien. Namun, pada akhirnya Ryo mulai memahami pasien dan menjadi apoteker di departemen gawat darurat rumah sakit Yorozu berkat Aoi.</p><p style="text-align: justify;">Uniknya, setiap episode dalam drama ini memunculkan berbagai permasalahan baru dan membawa penonton dalam suasana haru atau bahagia. Salah satu cuplikan yang membuat penonton menjadi terbawa perasaan yakni saat senior Aoi yaitu Shogo Seno (Kei Tanaka) divonis menderita kanker paru-paru dan ia ditunjuk sebagai apoteker penanggung jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Aoi dilibatkan dengan sebuah eksperimen terhadap Seno untuk menyembuhkannya dari penyakit kanker paru-paru yang tengah dihadapi. Di mana Seno harus meminum obat eksperimental untuk menyembuhkan kankernya. Dengan bantuan dokter yang bertanggung jawab dan apoteker, Seno akhirnya terlibat dalam eksperimen itu, meski obat tersebut mempunyai resiko yang tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Proses pengobatannya cukup sulit sehingga dilakukan penilaian pemeriksaan ulang. Akibatnya, Aoi harus bertanggung jawab karena mengabaikan peraturan dan dipindahkan ke rumah sakit Yorozu cabang. Di akhir cerita, Seno berhasil berjuang melawan penyakitnya dan sembuh namun harus menjalani fisioterapi lagi.</p><p style="text-align: justify;">Tiap adegan yang disuguhkan seolah-olah membuat penonton berada dalam drama tersebut dan ikut andil dalam setiap perannya. Mulai dari episode pertama dengan permasalahan alergi dan diabetes serta <em>syndrome HELLP</em> dan penyakit lainnya. Hingga episode akhir yakni permasalahan kanker paru-paru yang diderita senior Aoi dan penyakit epilepsi yang dialami pasien ibu hamil.</p><p style="text-align: justify;">Drama ini banyak memperlihatkan kegiatan apoteker di rumah sakit. Seperti meracik obat, melakukan monitor terhadap obat dan kontrol pasien sampai pelayanan informasi obat. Tak hanya itu, Unsung Cinderella menampilkan suka duka seorang farmasis di kehidupan nyata.</p><p style="text-align: justify;">Banyak pesan moral serta informasi yang dapat dipetik. Di antaranya seseorang harus punya prinsip kuat, tahan terhadap beban yang menimpa, serta bekerja secara ikhlas. Sama seperti judulnya, yakni Cinderella tanpa tanda jasa. Farmasis ialah mereka yang sangat berjasa dalam kehidupan pasien. Apoteker perlu tahu tentang kehidupan sehari-hari pasien untuk memastikan obat yang tepat diresepkan kepada mereka. Menghadapi banyak kritik, terutama dari dokter, tetapi tetap setia pada keyakinan kita dan terus membantu pasien.</p><p style="text-align: justify;">Inti ceritanya cukup sederhana, yaitu mencoba memahami peran apoteker yang seringkali dipandang sebelah mata. Ada sebuah kutipan andalan di setiap episode nya, yaitu &ldquo;semua orang menjalani hidup yang berarti di luar rumah sakit dan mereka punya masa depan untuk terus hidup. Orang yang akan melindungi mereka adalah apoteker&rdquo;. Tertarik untuk menontonnya? (<em><strong>bey/len</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diperpanjang, Pemira FKM 2020 Adaptasi di Masa Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diperpanjang-pemira-fkm-2020-adaptasi-di-masa-pandemi/baca </link>
<guid> diperpanjang-pemira-fkm-2020-adaptasi-di-masa-pandemi </guid>
<pubDate> Wed, 18 Nov 2020 10:24:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> pelaksanaan Pemira mengalami kendala lantaran adanya transisi terhadap Pemira konvensional dengan daring. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diperpanjang-pemira-fkm-2020-adaptasi-di-masa-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/65AZiaecC2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diperpanjang, Pemira FKM 2020 Adaptasi di Masa Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul rupanya ikut menyusul kampus-kampus lain dalam menggelar Pemilihan Umum Raya (Pemira). Tak mau kalah, kegiatan Pemira di FKM terpantau telah dimulai sejak Agustus lalu saat Panitia Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) dibentuk oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKM. Sayangnya, tak banyak yang mengetahui keberlangsungan agenda ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman media sosial Instagram @dpmfkm_unmul, sejak Selasa (10/11) hingga Sabtu (14/11) lalu, Pemira sudah memasuki tahap di mana para calon kandidat melengkapi berkas pendaftaran yang dikumpulkan melalui surel KPPR.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian pada Senin (16/11) kemarin, pihak pelaksana mengeluarkan keputusan KPPR No.06 tahun 2020 tentang perpanjangan melengkapi berkas Pemira BEM FKM Unmul karena terdapat kendala yang dialami pasangan calon dalam penerbitan beberapa berkas pendaftaran.</p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi awak <em>Sketsa</em> pada Selasa (17/11), Ketua KPPR Hilda Marfu&apos;ah Rozkiah mengaku jika keputusan itu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur lantaran hal tersebut bukanlah kesalahan dari pihak pendaftar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah dilakukan pembicaraan antara pasangan calon dan pihak pelaksana Pemira, hal tersebut bukan dilakukan atas dasar kelalaian pasangan calon. Pihak pelaksana memaklumi dan memberikan keringanan terkait melengkapi berkas dengan memberikan perpanjangan waktu,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya pengumpulan berkas, jika dilihat pada <em>timeline</em> Pemira yang diunggah di laman instagram DPM FKM, pelaksanaan Pemira seharusnya berakhir pada Sabtu (31/10) dengan penetapan hasil. Nyatanya, agenda harus mengalami penguluran waktu dan hingga kini masih dalam proses untuk melaju ke tahap selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Keadaan ini dibenarkan oleh KPPR. Hilda menyebut bahwa pelaksanaan Pemira mengalami kendala lantaran adanya transisi terhadap Pemira konvensional dengan daring. &ldquo;Karena ada beberapa kendala yang membuat jalannya Pemira di FKM sedikit terhambat, seperti yang dipaparkan di awal adanya perpindahan Pemira secara konvensional menjadi daring,&rdquo; tutur Hilda.</p><p style="text-align: justify;">Pihak KPPR pun sudah melakukan segala upaya untuk menyukseskan jalannya acara Pemira. Sejalan dengan persiapan tersebut, mereka juga mempersiapkan peraturan yang mengatur teknis Pemira yang beradaptasi dengan masa pandemi. Hal ini memaksa KPPR untuk mengambil langkah cepat dalam menemukan solusi serta menyiasati perubahan pelaksanaan Pemira yang berubah menjadi daring.</p><p style="text-align: justify;">Terkait partisipasi mahasiswa FKM terhadap Pemira tahun ini, ia menjelaskan bahwa mahasiswa FKM yang memiliki jumlah lebih sedikit dibandingkan fakultas lain serta berkaca dari jumlah partisipasi pada Pemira di tahun sebelumnya tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk memeriahkan pesta demokrasi ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa dilihat, meskipun adanya peralihan dari Pemira konvensional ke Pemira <em>online</em> teman-teman mahasiswa di FKM mendukung tetap diadakannya agenda Pemira di tahun ini sebagai langkah perputaran kepemimpinan BEM FKM,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan melakukan sosialisasi terkait tahapan Pemira melalui media sosial seperti Instagram dan yang lainnnya, pihak KPPR berharap mahasiswa FKM juga turut berpartisipasi dan melihat potensi baik dalam Pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini terdapat pasangan calon yang telah lolos verifikasi tahap satu dan sedang melengkapi berkas untuk masuk ke tahap selanjutnya. Ia berharap, proses Pemira FKM 2020 akan berjalan dengan lancar. &quot;Harapannya, Pemira di FKM tahun ini dapat berjalan dengan baik meskipun dilakukan secara daring,&rdquo; tutupnya. (<em><strong>fzn/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antusias Farmasi Jalani Pemira Fakultas Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antusias-farmasi-jalani-pemira-fakultas-daring/baca </link>
<guid> antusias-farmasi-jalani-pemira-fakultas-daring </guid>
<pubDate> Fri, 20 Nov 2020 12:15:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Euforia pesta demokrasi di Farmasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antusias-farmasi-jalani-pemira-fakultas-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Q0bpKzAdaA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antusias Farmasi Jalani Pemira Fakultas Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Euforia pesta demokrasi rupanya juga bergaung di Fakultas Farmasi. Terpantau, mereka turut meramaikan Pemilihan Umum Raya (Pemira) sejak 12 Oktober lalu dengan membuka pendaftaran pasangan calon (paslon) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi (BEM FF) Unmul.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Adapun proses pelaksanaan Pemira sudah cukup jauh berjalan. Dilansir dari laman Instagram @pemira.ff, terhitung sejak Sabtu (14/11) lalu, tahapan pemira telah sampai pada tahap uji kelayakan paslon. Terdapat dua paslon yang telah lolos seleksi berkas, yaitu Fauzan Afandi - Yusri dengan nomor urut 1 serta Adithya Rizky Irawan - Akhmad Ifda Hanip sebagai paslon nomor urut 2.</p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi <em>Sketsa</em> pada Selasa (17/11), Ketua Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) Margaretha Dwi Millenia menuturkan bahwa selama berlangsungnya kegiatan, tidak ada perubahan jadwal sampai saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sejauh ini tahapan-tahapan Pemira dari sosialisasi sampai debat kandidat, uji publik dan uji kelayakan di Pemira Farmasi bejalan sesuai timeline yang sudah diatur dan tidak ada kendala yang berarti,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari pelaksanaan di tahun sebelumnya, sistem sosialisasi yang dilakukan KPPR terkait pelaksanaan Pemira dilaksanakan secara daring. Panitia juga melakukan sosialisasi dengan cara membuat video dan disebarkan ke grup-grup kelas. Mereka berharap, seluruh mahasiswa dapat mengetahui keberlangsungan pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk tahapan sosialisasi pemira kemarin, kami membuat video sosialisasi dan mengirimkannya ke grup-grup angkatan dan kelas. Lalu di malam harinya, kami juga membuka <em>room meeting</em> (Zoom) untuk dilakukan sosialisasi,&quot; jelas Margaretha.</p><p style="text-align: justify;">Kendati dilaksanakan di tengah pandemi, partisipasi mahasiswa tidak lantas surut. Jika dilihat dari jumlah partisipan saat tahapan-tahapan Pemira dilaksanakan, Margaretha menilai bahwa partisipasi mahasiswa cukup antusias. Ia juga menambahkan bahwa antusiasme terjadi karena mudahnya akses untuk berpartisipasi dalam agenda Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin dikarenakan mudahnya ikut berpartisipasi dalam agenda-agenda tersebut hanya dengan join di room meeting,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai mekanisme dan sistem pelaksanaan pemungutan suara, ia mengaku bahwa mereka perlu melakukan penyesuaian terhadap keaadaan serta tetap mengikuti prosedur yang telah dibuat. Margaretha menyebut jika Pemira tahun ini nampaknya tidak bisa melakukan sistem coblos.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk mekanismenya sendiri menyesuaikan keadaan yang tidak bisa melakukan sistem coblos ya. Untuk sekarang saya, masih belum bisa menjelaskan lebih rinci.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia dan seluruh panitia KPPR berharap agar mahasiswa dapat menggunakan hak suaranya serta ikut memeriahkan perhelatan akbar ini. Selain itu, mereka akan terus memaksimalkan diri agar kegiatan berlangsung lancar tanpa ada kendala hingga penetapan gubernur dan wakil gubernur selesai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapan dari kami, tentu saja semoga Pemira ini dapat berjalan dengan lancar sampai penetapan hasilnya nanti. Kemudian juga banyak mahasiswa yang menggunakan hak suaranya. Semoga gubernur dan wakil gubernur yang terpilih nanti dapat mengemban amanahnya sampai akhir,&quot; tutupnya. (<em><strong>hdt/fzn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Malas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/malas/baca </link>
<guid> malas </guid>
<pubDate> Sat, 21 Nov 2020 10:12:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pagi hari baru tiba, namun langit telah menerima kabar buruk. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/malas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n5KWxcFsLK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Malas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pagi hari baru tiba, namun langit telah menerima kabar buruk. Macet menjadi sorotan, lalu klakson berperan sebagai figuran jalan raya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sementara burung-burung pergi mencari nafkah, aku bergulat seperti cacing di dalam selimut. Aku bosan dengan seluruh omong kosong dunia yang dipertontonkan di televisi, radio, atau orasi mahasiswa yang kosong.</p><p style="text-align: justify;">Malas adalah kawan, juga kekasih setia yang tidak pernah menyuruhmu bangun pagi untuk menanti dosen yang terlambat.</p><p style="text-align: justify;">Aku ingin murka karena tanah ini telah menjadi tempat yang sangat tak ramah kepada diriku. Dunia bahkan mengeluh karena lelah untuk bekerja pada para laknat yang membangkang.</p><p style="text-align: justify;">Aku menyaksikan hari libur dengan orang-orang berwajah senang dan hati palsu. Tak malukah mereka denganku, si pemuram yang tulus ini?</p><p style="text-align: justify;">Hingga kemanusiaan kembali berkumpul, aku akan tetap berada di sini. Di dalam selimut ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Literasi Media Lewat Film Tilik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/literasi-media-lewat-film-tilik/baca </link>
<guid> literasi-media-lewat-film-tilik </guid>
<pubDate> Sun, 22 Nov 2020 10:02:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film Tilik yang juga sarat akan makna literasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/literasi-media-lewat-film-tilik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gJDzziDi77.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Literasi Media Lewat Film Tilik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sempat heboh, film karya anak bangsa Ravacana Films sejak tiga bulan penayangannya menggaet 24 juta penonton. Dengan mengangkat isu sosial budaya, film Tilik disajikan secara singkat menceritakan lingkup ibu-ibu dengan perjalanannya menggunakan truk namun berhasil menyampaikan pesan untuk penonton. Lewat perannya, Bu Tedjo sukses memikat karena dianggap merepresentasikan era dari lakon tersebut.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Bu Tedjo, ibu-ibu yang dikenal dengan gawainya. Informasi di genggaman, bak jurnalisme warga yang siap melaporkan, meneruskan, bahkan membumbui pesan-pesan. Namun, mari melihat film Tilik terkait bagaimana literasi media digambarkan lewat film ini. Dasar dari perdebatan kelompok ibu-ibu ini adalah beredarnya informasi dan foto mengenai tokoh Dian sebagai kembang desa. Respons yang dilayangkan ibu-ibu tentu beragam.</p><p style="text-align: justify;">Masih sepaham dengan konteks warganet dalam film Tilik, literasi media sendiri diartikan sebagai kemampuan memahami, menganalisa hal yang timbul di media sebagai kebutuhan akan informasi. Data Kementerian Kominfo bahkan mengindikasikan terdapat 800 ribu situs penyebar berita palsu dan ujaran kebencian. Seperti pada konteks literasi pada umumnya, kemampuan ini penting karena menentukan perilaku masyarakat sehari-hari. Entah dalam menyikapi isu sosial, politik, lingkungan, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Bayangkan jika informasi tak disaring oleh tiap pembaca, bukan hanya menimbulkan dampak &apos;dugaan&apos; media terkhusus media baru sebagai kebenaran tunggal. Masyarakat juga menjadi malas untuk bersusah payah membandingkan informasi satu dengan lainnya atau bahkan tak mengetahui media yang kredibel seperti apa. Gentingnya, ketika masyarakat kerap berargumen tanpa dasar yang jelas, opini akan mudah sekali digiring karena kemampuan analisa atau daya kritis yang tak terasah dari kegiatan literasi.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin, generasi Z yang rentang kelahirannya akrab dengan sosial media tak terlalu khawatir dengan hal ini. Namun, bagaimana dengan mereka di luar dari generasi tersebut yang jarak kelahirannya dengan kemunculan teknologi dan gagap dalam penggunaannya?</p><p style="text-align: justify;">Seperti kasus dalam film Tilik ini, meskipun ibu-ibu telah menggunakan sosial media, setelahnya malah muncul pertanyaan bagaimana mereka menganalisa dan mendekonstruksi sajian di media? Meninjau informasi secara komprehensif tentu penting, sebagai mahasiswa yang memiliki banyak akses, sepantasnya kita mempertanyakan sejauh apa literasi media yang kita lakukan? Cerminan seperti apa media yang telah dikonsumsi?</p><p style="text-align: justify;">Menyinggung sedikit, disinformasi dapat digolongkan menjadi tujuh bagian yakni <em>satire of parody</em>, <em>misleading context, imposter content, fabricated content, false connection, false content</em> dan <em>manipulated content</em>. Lantas untuk <em>hoaks</em> dan <em>clickbait</em> sendiri, menurut Djiwandono menyebutkan ada enam standar intelektual yakni <em>clarity, accuracy, relevancy, deepth, breadth, logic</em>. Seperti ketika disajikan wacana, apabila salah satu standar tersebut tidak ada, maka itu dapat digolongkan sebagai <em>hoaks</em>. Karena nyatanya <em>hoaks</em> tak melulu berita bohong yang disengaja. Kekeliruan media atau bisa dari wacana tersebut ditujukan dengan maksud lain dan hal itu turut menjadi potensi munculnya <em>hoaks</em>.</p><p style="text-align: justify;">Harus menuliskannya sekali lagi, sebagai mahasiswa yang memiliki banyak akses. Mulai dari mencari, membaca, hingga menganalisa, harusnya kita satu level lebih baik dibanding ibu-ibu dalam truk yang ingin menilik Bu Lurah, karena kurangnya literasi media tidak hanya datang dari mereka tetua. Menjadi muda namun menghabiskan waktu ribut di kolom komentar karena idola juga harusnya amat disayangkan, terlebih tetap mengikuti akun gosip yang kerap kali tak bersumber atau melebih-lebihkan. Sebab, menginjak status sebagai masyarakat informasi atau siber, tentu tugas kita semakin banyak. Tak ada kemajuan jika tak mau menyaring apa-apa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masifnya Revenge Porn, Bagaimana Perlindungan Hukum dan Psikologis Korban? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masifnya-revenge-porn-bagaimana-perlindungan-hukum-dan-psikologis-korban/baca </link>
<guid> masifnya-revenge-porn-bagaimana-perlindungan-hukum-dan-psikologis-korban </guid>
<pubDate> Mon, 23 Nov 2020 10:06:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagaimana perlindungan dan kondisi korban revenge porn? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masifnya-revenge-porn-bagaimana-perlindungan-hukum-dan-psikologis-korban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vv4L4kmnw3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Masifnya Revenge Porn, Bagaimana Perlindungan Hukum dan Psikologis Korban?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Masih ingatkah kalian mengenai kasus penyebaran video asusila yang sempat menimpa seorang alumni sebuah Perguruan Negeri Tinggi (PTN) pada 2017? Status PTN dan namanya menjadi sorotan hingga ia mengalami pelecehan di media sosial serta <em>cyber-bullying</em>.</span></p><p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu, sebuah video serupa dengan sosok yang diduga mirip seorang artis juga tersebar luas di media sosial. Meskipun kasus tersebut masih diselidiki sampai sekarang, isu <em>revenge porn</em> kembali terangkat di tengah-tengah peristiwa ini. Lantas, seperti apa istilah <em>revenge porn</em> ini?</p><p style="text-align: justify;">Jika diartikan, <em>revenge porn</em> ialah sebuah bentuk balas dendam dengan media pornografi yang melibatkan penyebaran atau distribusi suara, gambar dan/atau video eksplisit tanpa adanya persetujuan dari pihak-pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>medium.com</em>, pada Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan 2019, Komnas Perempuan mencatat 97 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya yang terlapor pada 2018. Jumlah ini meningkat 67% dari 2017 yang jumlahnya 65 kasus. Dari 97 kasus, 33% di antaranya merupakan kasus <em>revenge porn</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, perilaku <em>revenge porn</em> justru semakin masif karena pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang ikut menyebarkan konten-konten tersebut. Mungkin kita sering sekali melihat cuitan &quot;<em>share link,</em> dong!&quot; atau &quot;wah, video pemersatu bangsa, nih!&quot; pada laman media sosial ketika tajuk trending dipuncaki konten pornografi.</p><p style="text-align: justify;">Orin Gusta Andini, akademisi Fakultas Hukum (FH) Unmul menyatakan bahwa <em>revenge porn</em> secara terminologi tidak dikenal dalam hukum. Namun, perbuatan tersebut dapat merujuk pada kejahatan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transkasi Elektornik (UU ITE).</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan bahwa kejahatan tersebut diatur dalam Pasal 27 ayat (1) UU ITE yang merupakan kualifikasi penyebaran konten bermuatan melanggar kesusilaan. Kemudian, tidak menutup kemungkinan dapat digunakan sebagai bentuk pencemaran nama baik apabila perbuatan tersebut mengakibatkan seseorang merasa nama baiknya dicemarkan karena delik defamasi bersifat subjektif.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Orin, regulasi tersebut cukup memberi payung hukum secara nyata bagi korban <em>revenge porn</em>. Tetapi ia menegaskan bahwa memadai atau tidaknya suatu regulasi tetap saja berrgantung pada pelaksanaan yang dilakukan aparat penegak hukum.</p><p style="text-align: justify;">Ia lantas mengungkapkan bahwa dalam hal ini Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) juga memiliki kaitan dengan <em>revenge porn</em> berupa objek yang sama untuk dilindungi, yakni perempuan selaku korban asusila.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keberpihakan Undang-Undang tergantung pada pelaksanaan dan pemberlakuannya nanti. Namun RUU (PKS) ini pro terhadap lemahnya korban ketika terjadi kasus kesusilaan. Karena biasanya pada kasus asusila, sangat minim saksi sehingga sulit dalam pembuktian,&rdquo; jelasnya pada <em>Sketsa</em>, Rabu (18/11).</p><p style="text-align: justify;">Dikutip pula dari <em>Tirto.id</em>, menurut Indriyanti Suparno selaku Komisioner Komnas Perempuan, korban dari perlakuan semena-mena <em>revenge porn</em> akan tetap berada dalam situasi yang sulit karena belum adanya cakupan hukum yang mengatur masalah <em>revenge porn</em> secara khusus.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Indriyanti, persoalan kekerasan di dunia maya selama ini diatur dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Namun hal tersebut hanya berlaku jika memang terjadi dalam hubungan suami istri. Ini tidak mencakup hubungan pacaran atau di luar pernikahan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lebih sulit lagi (diselesaikan) karena kendala hukum positif kita, terutama untuk proses pidana itu,&quot; katanya, dikutip dari <em>Tirto.id&nbsp;</em>(29/1/19).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memahami Kondisi Korban</strong></p><p style="text-align: justify;">&quot;Dampak yang paling terasa dialami ialah malu. Karena kontennya menyebar di dunia maya dan dapat diakses oleh orang-orang yang tidak dikenali. Kemudian ada trauma, harga diri menjadi turun, dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan mental lainnya seperti depresi. Itu yang tidak kita inginkan,&quot; sebut Ayunda Ramadhani, dosen psikologi klinis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul, Rabu (18/11).</p><p style="text-align: justify;">Meskipun <em>revenge porn</em> dapat mengenai siapa saja, tetapi perempuan cenderung menjadi korban dan dianggap sebagai figur yang bersalah. Bagi Ayunda, ini masih ada kaitannya dengan sistem patriarki. Sehingga ketika perempuan mengalami <em>revenge porn</em>, banyak yang menganggap jika perempuan pantas mengalami hal itu karena berbagai alasan.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyebutkan, hal ini terdapat pula di skenario KDRT. Di mana orang terdekat seperti suami atau mantan suami menjadi pelaku <em>revenge porn</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Relasi antara perempuan dan laki-laki tidak dipandang setara dalam budaya kita. Jika perempuan menjadi korban, justru masyarakat menganggap hal ini wajar. Yakni sebagai suatu &apos;pendidikan&apos; terhadap perempuan. Inilah stigma yang kita lawan, karena seharusnya perempuan tidak ditempatkan sebagai objek seksualitas,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Adanya <em>revenge porn</em> membuat korban menjadi lebih rentan terkena pelecehan seksual secara langsung. Ayunda menuturkan, dengan konten seksual korban yang tersebar di media sosial akan membuatnya lebih dikenali di lingkungan masyarakat dan besar kemungkinan dapat menjadi korban di dunia nyata.</p><p style="text-align: justify;">Selain melaporkan tindakan ini ke pihak berwenang, dibutuhkan berbagai perlindungan dan pengertian dari orang-orang terdekat korban ketika mengalami <em>revenge porn</em>.</p><p style="text-align: justify;">Hal pertama serta paling penting untuk dilakukan ialah pendekatan dan penguatan dalam keluarga. &quot;<em>Stop</em> untuk bertanya (secara) kronologis. Dalam hal ini, keluarga jangan memposisikan korban sebagai &apos;korban&apos; lagi. Jangan menimbulkan <em>secondary trauma</em>. Orang tua harus paham jika kondisi psikologis anak pada keadaan ini sedang berat. Jadilah tempat anak untuk bersandar dan bercerita,&quot; tutur Ayunda.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya yakni membatasi penggunaan media sosial untuk sementara, baik untuk keluarga maupun korban. Ini untuk mencegah adanya dampak yang lebih jauh dan menekan. Pendampingan profesional juga dibutuhkan untuk kedua pihak (keluarga dan korban) agar dapat fokus pada pemulihan dan menjauhkan distraksi.</p><p style="text-align: justify;">Ayunda berpesan, bijaklah sebagai pengguna media sosial dan waspada terhadap kondisi medsos yang tidak sepenuhnya aman. Perlu untuk memahami bahwa konsekuensi dunia digital tidak sepenuhnya baik. Maka, perhatikan jejak digital yang diunggah ke media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ketika sudah menjadi korban, kamu tidak sendiri. Banyak yang sayang sama kamu. Yuk, kita bantu kamu untuk sama-sama pulih dari peristiwa ini,&quot; tutupnya. <strong><em>(len/eng/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Partisipasi, Pemira FK Kembali Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-partisipasi-pemira-fk-kembali-aklamasi/baca </link>
<guid> minim-partisipasi-pemira-fk-kembali-aklamasi </guid>
<pubDate> Tue, 24 Nov 2020 08:23:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira di Fakultas Kedokteran (FK) telah dimulai sejak proses pendaftaran pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK pada 16 September. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-partisipasi-pemira-fk-kembali-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nMs2WwUNWJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Partisipasi, Pemira FK Kembali Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Satu lagi fakultas yang menggelar pesta demokrasi saat pandemi Covid-19 berlangsung. Dilansir dari laman Instagram <em>@dpmfkunmul</em>, Pemira di Fakultas Kedokteran (FK) telah dimulai sejak proses pendaftaran pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK pada 16 September. Agenda ini berakhir dengan ditetapkannya Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FK Unmul yang terpilih pada Senin (9/11).</span></p><p style="text-align: justify;">Rupanya, dibalik acara tersebut tersirat persiapan yang panjang dalam menyukseskan jalannya Pemira. Ketika diwawancarai oleh <em>Sketsa</em>, Ketua Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) Mahy Ragib menjelaskan bahwa persiapan telah direncanakan sejak bulan Maret lalu dengan terus memantau situasi untuk menyesuaikan keadaan serta peluang dalam melaksanakan Pemira secara luring atau daring.</p><p style="text-align: justify;">Namun, turunnya surat dari rektorat mengenai peringatan untuk tidak berkegiatan di kampus hingga akhir tahun nanti membuat pihak KPPR mengambil langkah cepat dan memutuskan Pemira tahun ini dilakukan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Pertama kalinya mengadakan Pemira secara daring membuat pihaknya melakukan penyesuaian untuk menyusun persiapan. &ldquo;Menyiapkan niat yang jelas. Kemudian yang kedua adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan <em>broadcasting</em> serta iklan yang menarik di media sosial untuk mengajak KM (Keluarga Mahasiswa) berpartisipasi,&rdquo; ungkapnya via LINE pada <em>Sketsa</em>, Kamis (19/11).</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, jika terdapat lebih dari satu pasangan calon maka akan disiapkan mekanisme yang berbeda pula untuk pemilihannya. Yakni dengan menyiapkan kode verifikasi yang berbeda untuk setiap orangnya, kemudian dikirimkan ke email masing-masing kepada semua pemilik akun yang tercantum dalam DPT. Selanjutnya, akan disediakan Google Form untuk memilih dan memasukkan kode verifikasi pada <em>form</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hingga perpanjangan pendaftaran dilakukan, sayangnya hanya terdapat satu pasangan calon yang mendaftar. Mereka adalah paslon M. Ridho Bagus Pratama dan Aegirine Rafilah Dahlan. Keadaan ini seakan mengulang tragedi tahunan, di setiap pelaksanaan Pemira berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Jika ditilik, tragedi calon tunggal sudah terjadi selama dua tahun belakangan. Sehingga civitas academica FK tidak benar-benar merasakan arti dari &lsquo;pesta demokrasi&rsquo; yang sesungguhnya. Bahkan ketika ditanya mengenai permasalahan ini, Mahy sendiri sangat menyayangkannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mempertanyakan bagaimana peran <em>upgrading</em> dan pendelegasian mahasiswa. Bahkan sampai keluar kota yang tujuannya meningkatkan skill kepemimpinan mahasiswa, bila ternyata minat memimpin masih saja,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemira kali ini juga menghadapi masalah lainnya, yaitu kurangnya antusiasme dari civitas academica FK. Perhatian mahasiswa terhadap keberlangsungan Pemira ini minim, meski pihak DPM telah mengupayakan berbagai hal. Seperti mengadakan sosialisasi Pemira ke setiap angkatan hingga promosi masif di media sosial. Tetapi, usaha tersebut tak kunjung mengundang perhatian dari mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin kami belum maksimal untuk <em>branding</em> kegiatannya, atau bisa juga karena KM yang terlalu fokus untuk belajar,&rdquo; kata Mahy .&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pihak KPPR akan terus meningkatkan kualitas kinerja serta melakukan konsultasi agar masalah-masalah serupa tidak terulang. &ldquo;Ada pertemuan dengan WD (Wakil Dekan) 1 dan beliau meminta bahwa masalah ini harus cepat selesai. Paling tidak periode selanjutnya KM FK bisa merasakan pemilihan yang sebenarnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Minim Partisipasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Lantas, ke mana partisipasi mahasiswa pada Pemira FK tahun ini? Gubernur BEM FK terpilih, M. Ridho Bagus Pratama mengaku bahwa sepinya pencalonan pada Pemira terkendala oleh berbagai faktor. Seperti persoalan akademik dan dukungan dari orang sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Memang tak bisa dipungkiri, rata-rata mahasiswa Kedokteran sangat berfokus akan kegiatan akademik. Hal inilah yang menjadi penghambat mereka untuk aktif di bidang lain, karena standar kelulusan dalam ujian pun cukup sulit. Selain itu, faktor dukungan dari orang sekitar pun juga sangat berpengaruh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak faktor yang mempengaruhi sebenarnya. Kita tidak bisa hanya berfokus karena tidak ada yang maju lalu menyalahkan kaderisasinya. Tidak seperti itu,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Bertentangan dengan pernyataan Mahy sebelumnya, Ridho menganggap bahwa kaderisasi tidak bisa menjadi patokan seseorang bisa maju melanjutkan estafet kepemimpinan di lembaga eksekutif. Ia menganggap kaderisasi yang ada di BEM FK dari awal sudah cukup baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena saya sendiri yang sudah mengikuti kaderisasi BEM, dari awal pun sangat merasakan manfaatnya dan menurut saya kaderisasi yang dilakukan hingga saat ini sangat bagus,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(w<span style="background-color: transparent;">uu/fzn</span></em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wakil Rektor III Unmul Terkonfirmasi Positif Covid-19 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wakil-rektor-iii-unmul-terkonfirmasi-positif-covid-19/baca </link>
<guid> wakil-rektor-iii-unmul-terkonfirmasi-positif-covid-19 </guid>
<pubDate> Tue, 24 Nov 2020 10:48:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yakni Encik Akhmad Syaifuddin beserta keluarga terpapar Covid-19. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wakil-rektor-iii-unmul-terkonfirmasi-positif-covid-19/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YBMs1MXe4x.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wakil Rektor III Unmul Terkonfirmasi Positif Covid-19</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Satu lagi kabar kurang menyenangkan datang dari pejabat kampus. Hari ini (24/11) tersiar sebuah <em>broadcast message&nbsp;</em>WhatsApp<em>&nbsp;</em>yang menyebut jika Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yakni Encik Akhmad Syaifuddin beserta keluarga terpapar Covid-19.</span><br></p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Assalamualaikum Bapak/Ibu, Qodarullah itu akhirnya tiba juga, pak Enci, WR3 beserta isteri dan anaknya terkonfirmasi positif Covid19. Mohon maaf atas segenap kesalahan kami, dan mohon doa untuk kesembuhannya sekeluarga. Bagi Bapak Ibu yang pernah kontak dengan kami terutama dalam masa 10 hari terakhir, diharapkan segera memeriksakan diri. Wassalamualaikum wr wb. Encik Akhmad Syaifudin dan Keluarga</em>,&quot; isi dari pesan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh dr. Nataniel Tandirogang selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unmul. Kepada Sketsa, ia menuturkan jika kabar tersebut benar dan Encik bersama keluarga berada pada kondisi stabil serta menjalani isolasi mandiri.</p><p style="text-align: justify;">dr. Nataniel juga mengimbau bagi seluruh civitas academica yang memiliki kontak erat dengan Encik untuk segera menghubungi Satgas agar dapat dilakukan <em>tracing</em>. Adapun ia memberikan penegasan terkait kontak pertemuan ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Riwayat kontak perdefinisi bertemu dengan beliau, berjam2 dalam ruangan tanpa protokol kesehatan. (Tidak memakai masker, jarak kurang dari 2 meter),&quot; katanya melalui pesan WhatsApp, (24/11).</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga menghubungi Encik melalui telepon WhatsApp. Ia menyampaikan bahwa kondisinya baik dan melakukan isolasi mandiri. Encik menuturkan bahwa saat ini ia tetap melakukan pekerjaan di rumah, namun mudah lelah.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, Jumat (13/11) adalah hari terakhirnya pergi ke kampus. Sedangkan Encik mulai merasakan gejala Covid-19 pada Kamis (19/11) minggu lalu. Karena tidak mengalami perubahan, maka ia meminta saran dari dr. Nataniel dan memutuskan untuk mengikuti <em>Swab Test</em>. Saat h<span style="background-color: transparent;">asil keluar, ia dan keluarga dinyatakan terpapar Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamis malam panas dingin. Dari minggu lalu melihat ritme yang seperti itu, (saya) kabari dokter Natan, minta di <em>Swab</em>. Hasilnya kemarin keluar, saya positif,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Encik menduga jika dirinya tak terpapar saat melakukan kegiatan di lingkungan kampus. Tetapi, ia mengimbau kepada semua pihak yang sempat bertemu dengannya untuk segera melakukan <em>tracing</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya ingatkan ke kawan-kawan yang 10 hari (lalu) ketemu saya langsung <em>tracing</em>,&quot; tutupnya. (<em><strong>len/syl/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Butuh Ketenangan? Dengarkan Album-album Berikut Ini! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/butuh-ketenangan-dengarkan-album-album-berikut-ini/baca </link>
<guid> butuh-ketenangan-dengarkan-album-album-berikut-ini </guid>
<pubDate> Wed, 25 Nov 2020 11:28:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kali ini, Sketsa ingin memberikan rekomendasi beberapa album musik yang dapat kamu dengarkan saat sedang sendirian dan ingin merasa tenang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/butuh-ketenangan-dengarkan-album-album-berikut-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iAY0KTkxl8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Butuh Ketenangan? Dengarkan Album-album Berikut Ini!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berkegiatan selama pandemi tentu melelahkan bagi setiap orang. Seringkali kita merasa penat dan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Bagaimana dengan ditemani musik?</span></p><p style="text-align: justify;">Kali ini, <em>Sketsa</em> ingin memberikan rekomendasi beberapa album musik yang dapat kamu dengarkan saat sedang sendirian dan ingin merasa tenang. Yuk, simak sama-sama!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nadin Amizah &ndash; <em>Selamat Ulang Tahun</em> (2020)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Selamat Ulang Tahun</em> merupakan album pertama musisi muda Nadin Amizah yang dirilis pada tahun ini. Dibawakan dengan apik dan personal, seluruh lagu di album ini menceritakan bagaimana proses menuju kedewasaan terjadi pada diri seseorang. Terdapat 10 lagu yang bisa kamu nikmati sambil beristirahat sejenak dari berbagai penat. Lagu favorit <em>Sketsa</em>: Beranjak Dewasa dan Bertaut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Yerin Baek - <em>Every letter I sent you.</em> (2019)</strong></p><p style="text-align: justify;">Datang dari musisi Korea Selatan, album <em>Every letter I sent you.</em> milik Yerin Baek berisi total 18 lagu yang didominasi lagu berbahasa Inggris. Album ini membawa suasana tenang dan damai, serta memiliki pesan-pesan personal yang menguatkan diri. Lagu favorit <em>Sketsa</em>: 0310 dan Rest.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Radiohead - <em>In Rainbows</em> (2007)</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski Radiohead merupakan grup musik <em>rock</em>, namun album ini memiliki suasana &apos;magis&apos; yang menenangkan. Mengusung <em>art rock</em> dan <em>experimental rock</em>, dengan cerdas mereka memadukan berbagai elemen musik yang membuat album ini terdengar lebih spesial. Terdapat 18 lagu di dalam album <em>In Rainbows</em>. Lagu favorit <em>Sketsa</em>: House of Cards dan Nude.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Isyana Sarasvati - <em>LEXICON</em> (2019)</strong></p><p style="text-align: justify;">Album ini sangat menarik karena kejujuran Isyana akan jati diri musiknya. Terdiri dari 8 lagu, dengan cerdas Isyana menyuguhkan musik klasik dengan eksperimen yang apik. Sangat cocok untuk kita yang ingin beristirahat dengan suasana &apos;opera&apos;. Namun, jangan kaget ketika mendengar lagu <em>LEXICON</em>, ya. <span style="background-color: transparent;">Lagu favorit <em>Sketsa</em>: Ragu Semesta dan Lagu Malam Hari.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Taylor Swift - <em>folklore</em> (2020)</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan nama albumnya, Taylor menceritakan berbagai kisah dalam setiap lagunya. Didominasi oleh <em>pop folk</em> yang lembut dan santai, alunan musik seakan dongeng pengantar tidur yang padat akan makna. Meski terdengar sederhana, <em>folklore</em> cocok menemani kita di penghujung hari sembari melepas lelah setelah bekerja. Lagu favorit <em>Sketsa</em>: cardigan dan epiphany.</p><p style="text-align: justify;"><strong>YUI - <em>From Me to You&nbsp;</em>(2006)</strong></p><p style="text-align: justify;">Musisi YUI mungkin sudah sering kita dengar dalam berbagai <em>soundtrack</em>&nbsp;<em>anime</em> saat kita masih kecil. Album debut ini membawa kita pada suasana melankolis yang optimis. Meskipun didominasi oleh <em>pop rock</em>, lagu-lagu di dalamnya berisi pesan penyemangat yang kuat sebagai pesan untuk menjalani kehidupan dengan tulus. Lagu favorit <em>Sketsa</em>: LIFE dan Tokyo.</p><p style="text-align: justify;">Demikian album-album rekomendasi yang kami sajikan untuk kamu! Tetap semangat dalam menjalani hari dan ambil istirahat yang cukup, ya. (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lika-liku Kendala Teknis Pemira FKIP 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-kendala-teknis-pemira-fkip-2020/baca </link>
<guid> lika-liku-kendala-teknis-pemira-fkip-2020 </guid>
<pubDate> Thu, 26 Nov 2020 05:58:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Antusias pelaksanaan pesta demokrasi juga turut diramaikan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-kendala-teknis-pemira-fkip-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QKLDmftBNS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lika-liku Kendala Teknis Pemira FKIP 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Antusias pelaksanaan pesta demokrasi juga turut diramaikan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP). Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Jumat (20/11), Muhammad Fajar Hidayat selaku Ketua Komisi Pemilu Raya (KPPR) menyebut bahwa penyelenggaraan Pemira FKIP sudah dimulai sejak 24 September 2020 yang ditandai dengan pelaksanaan sosialisasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Mengingat kegiatan Pemira dilaksanakan dengan cara yang berbeda alias berbasis <em>online</em>, panitia pun bekerja sama dengan <em>Information Center and Technology</em> (ICT) Unmul. Untuk pertama kalinya, sosialisasi dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting. Mekanisme yang berbeda tak menyurutkan partisipasi mahasiswa FKIP dalam mengikuti Pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Fajar menambahkan, hingga saat ini pelaksanaan masih terhenti di tahap pemungutan suara. Mengingat diperlukannya penjagaan sistem yang ketat dan bantuan ICT. Adapun pemungutan suara dilakukan melalui <em>web</em> yang telah disediakan pantia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena tahun kemarin dilaksanakan secara <em>offline</em>, dengan membentuk tiga posko pemungutan suara di tiga wilayah kampus FKIP. Yaitu Gunung Kelua, Banggeris, Pahlawan jadi tidak dibantu oleh pihak ICT karena sistemnya <em>offline</em>. Hanya panitia KPPR yang menyiapkan posko tersebut dan atribut pemungutan suara,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan perbedaan sistem yang ada, tentu menimbulkan berbagai kendala seperti sulitnya berkomunikasi dengan mahasiswa dalam penyampaian informasi terkait Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Ini disebabkan karena Pemira dengan sistem daring yang memengaruhi lini masa pelaksanaan. &ldquo;Karena masalah terkendala sistem ICT Unmul yang belum mendapatkan persetujuan soal SOP, maka diundur hingga tanggal 11 November untuk pemungutan suara.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemudian, terkendala masalah keamanan di sistem ICT yang kurang baik. Maka diundur kembali hingga waktu yang belum ditentukan serta menunggu kabar dari pihak Tim ICT (untuk) menambah tingkat keamanan sistem berupa Kode OTP. Terkait masalah ini masih diproses editing hingga sekarang,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai paslon pada Pemira kali ini, Fajar menyatakan terdapat tiga pasangan calon. Terdiri dari Kholid Syaifullah dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 2018 serta Bagus Rekso Setiawan asal Pendidikan Komputer 2018 sebagai pasangan nomor urut satu.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ada Umar dari Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 dan Ahmad Fikrianto, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2018 sebagai pasangan nomor urut dua. Terakhir, pasangan Ilham Nur Wachid asal Prodi Pendidikan Sejarah 2018 dengan Arnoldus Rivaldo dari Pendidikan Jasmani 2018 dengan nomor urut tiga.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Fajar berharap agar pelaksanaan Pemira dapat tetap berjalan lancar meski dengan berbagai perubahan dalam sistemnya. &ldquo;Harapanya, Pemira FKIP tahun ini meskipun dilaksanakan secara <em>online</em> (dapat) berjalan lancar dan siapa pun yang terpilih agar bisa amanah,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>eng</em></strong><em><strong>/len</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ESA-MUEPT 2020: Tingkatkan Pengetahuan Mahasiswa dengan Kiat Cemerlang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/esa-muept-2020-tingkatkan-pengetahuan-mahasiswa-dengan-kiat-cemerlang/baca </link>
<guid> esa-muept-2020-tingkatkan-pengetahuan-mahasiswa-dengan-kiat-cemerlang </guid>
<pubDate> Fri, 27 Nov 2020 11:29:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> English Student Association - Mulawarman University English Proficiency Test (ESA-MUEPT) 2020 sukses diselenggarakan secara daring pada tahun ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/esa-muept-2020-tingkatkan-pengetahuan-mahasiswa-dengan-kiat-cemerlang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/50JlRdq5h5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>ESA-MUEPT 2020: Tingkatkan Pengetahuan Mahasiswa dengan Kiat Cemerlang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; English Student Association - Mulawarman University English Proficiency Test (ESA-MUEPT) 2020 sukses diselenggarakan secara daring pada tahun ini. Agenda seminar serta <em>workshop</em> diselenggarakan oleh English Student Association (ESA) Unmul yang bekerja sama dengan UPT Balai Bahasa Unmul. Setidaknya terdapat 60 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Diawali pada Sabtu (20/11), hari pertama diisi dengan materi, tips dan trik oleh pemateri yang dibawakan oleh <em>stakeholder</em> MUEPT. Adapun materi yang dibawakan ialah <em>grammar</em>, <em>listening</em>, <em>reading</em> dan mekanisme pengerjaan MUEPT dengan pemateri yang kompeten di bidangnya.</p><p style="text-align: justify;">Materi <em>grammar</em> dibawakan oleh Setya Ariani, dilanjutkan oleh Syamdianita dengan materi <em>listening</em>. Kemudian pemaparan materi <em>reading comprehension</em> diberikan oleh Chris Asanti dan ditutup dengan penjelasan terkait mekanisme registrasi dan simulasi tes oleh petugas UPT Balai Bahasa, Abdi Rahman.</p><p style="text-align: justify;">Pada agenda awal ini, peserta diberikan dasar-dasar dalam pengerjaan soal MUEPT serta pemahaman tipe soal seperti apa yang nantinya akan keluar pada saat tes.</p><p style="text-align: justify;">Minggu (21/11) merupakan hari kedua agenda dari ESA-MUEPT 2020. Di mana materi-materi yang sudah diberikan akan diuji coba langsung kepada peserta melalui tes MUEPT yang diselenggarakan oleh UPT Balai Bahasa Unmul. Hasil tes yang telah dilaksanakan oleh peserta, nantinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan akademik peserta. (<em><strong>rkn/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Esti, Profesor Muda dengan Prinsip Kebermanfaatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/esti-profesor-muda-dengan-prinsip-kebermanfaatan/baca </link>
<guid> esti-profesor-muda-dengan-prinsip-kebermanfaatan </guid>
<pubDate> Sat, 28 Nov 2020 11:11:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Esti Handayani Hardi, Ia merupakan penyandang gelar profesor termuda di Universitas Mulawarman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/esti-profesor-muda-dengan-prinsip-kebermanfaatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g5VUyKtHYe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Esti, Profesor Muda dengan Prinsip Kebermanfaatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - &ldquo;Kalau kita melakukan sesuatu dengan lebih, justru kita bisa bermanfaat untuk orang banyak. Kalau kita cuma mau menikmati hidup kita saja, maka yang menikmati ya kita sendiri. Sementara Allah memberi potensi yang sangat besar yang nantinya kita bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk orang lain.&rdquo;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Begitulah prinsip kebermanfaatan yang membawa Esti Handayani Hardi sampai di titik saat ini. Ia merupakan penyandang gelar profesor termuda di Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi pada Selasa (24/11) melalui panggilan suara WhatsApp, perempuan berkacamata ini menyambut hangat awak <em>Sketsa</em>. Meski di tengah jadwalnya yang padat, ia menyempatkan diri untuk berbagi bersama kami.</p><p style="text-align: justify;">Beranjak dari lulusan S1 di Budidaya Perairan Universitas Diponegoro pada tahun 1998-2002, ia melanjutkan pendidikan S2 di Ilmu Perairan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2002-2003 hingga mendapatkan gelar doktornya di IPB 2008-2010.</p><p style="text-align: justify;">Esti mengaku bahwa kesuksesan yang telah diraihnya bukanlah hasil keringatnya sendiri, melainkan juga dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Mulai dari keluarganya, para mahasiswa hingga pihak fakultas yang selalu mendukung dalam bentuk fasilitas penelitian, atau fasilitas beberapa kegiatan yang menunjang.</p><p style="text-align: justify;">Sejak dahulu, Esti dikenal sebagai pribadi yang mampu menghadapi masalahnya sendiri. Inilah hal yang menjadi panutan bagi banyak orang. Ia selalu bertukar pikiran dengan orang yang dianggap lebih senior dan bijaksana. Dengan menceritakan kendala dan masalah yang sedang dihadapi, kemudian mendapatkan masukan dari pengalaman-pengalaman mereka yang telah sukses terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai perempuan yang menjadi cerminan para mahasiswa, membentuk dirinya menjadi pribadi yang kuat. Baginya, tantangan sebesar apapun jangan sampai membuat diri merasa rendah. Esti mengatakan, janganlah mundur apapun kesulitan yang sedang dihadapi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana bisa saya menasehati orang lain? Bagaimana saya memberikan contoh kepada orang lain kalau saya sendiri aja nggak kuat, kalau saya sendiri saja gampang nyerah,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kunci utama kekuatan Esti ialah kedua orang tuanya. Untuknya, doa orang tua adalah yang paling manjur. Setiap melakukan sesuatu, dirinya selalu mengawali dengan memberikan kabar walau hanya melalui telepon dan sekadar memohon doa serta meminta nasihat.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, ilmu bisa didapat dari mana saja termasuk orang di sekitar. Terkhusus dengan apa yang pernah ia dapatkan, yakni kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Seharusnya, hal ini dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai bentuk rasa syukur.</p><p style="text-align: justify;">Esti meyakini bahwa setiap orang memiliki potensi, entah disadari atau tidak dan potensi itu harus terus digali serta dimanfaatkan. Ia percaya, Tuhan memberi manusia potensi luar biasa dengan keberadaan akal yang tak terbatas sehingga kita dapat diarahkan ke jalur yang diinginkan. Kehidupan yang hanya sekali, harusnya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebermanfaatan sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, ia tak jarang geram dengan orang yang menganggap bahwa hidup hanya sekali justru harus digunakan untuk bersantai. Hidup harus bermanfaat dan orang lain harus memperoleh manfaatnya, bukan malah merugikan pihak lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kita memang hidup harus simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan dalam hal positif. Bahwa keberadaan kita, ilmu yang dikasih ke kita itu jangan cuma mentok di saya tapi harus dibawa ke orang lain,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat Esti diberikan amanah menjadi profesor di usia muda, ia merasa seharusnya bisa berbuat lebih banyak dengan ilmu yang dimiliki. Dirinya juga memiliki tekad untuk harus menghasilkan gebrakan-gebrakan inovatif yang bisa membantu nelayan, pembudi daya hingga masyarakat pesisir.</p><p style="text-align: justify;"><strong style="">Penelitian dan Karya Esti</strong></p><p style="text-align: justify;">Dengan keyakinan yang selalu konsisten terhadap prinsip kebermanfaatan, hal ini membuatnya selalu melakukan segala sesuatu dari hal yang kecil secara berkala. Aktivitas rutin yang dilakukan tak lepas dari kegiatan utamanya sebagai seorang dosen, penelitian juga pengabdian kepada masyarakat. Dengan harapan, ilmu yang dimiliki juga bermanfaat untuk pengembangan di masyarakat dan penelitian.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengunjungi hampir seluruh daerah di Kalimantan Timur, ia melihat secara langsung kondisi budidaya ikan di tanah Borneo. Esti merasa prihatin, karena belum ada obat yang dibuat khusus untuk perawatan ikan pada saat itu. Semua ikan diberi obat yang seharusnya untuk manusia. Ia merasa gelisah terkait masa depan budi daya ikan nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari hal itu, Esti yang berkonsentrasi di bidang kesehatan ikan memulai riset dan penelitiannya untuk meningkatkan budi daya ikan maupun udang dengan fokus pada penyediaan obat ikan pada tahun 2011-2012. Dimulai dengan beberapa proses yang panjang, hingga kemudian ramuannya paten dan dapat dimanfaatkan.</p><p style="text-align: justify;">Dari beragam prestasi dan karya yang telah diciptakan, keberadaan obat ikan yang berhasil diproduksi tersebut merupakan pencapaiannya yang paling membanggakan. Saat ini, banyak orang yang tak lagi kebingungan terhadap permasalahan kesehatan ikan setelah mengenal produk garapannya.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi, hingga kini obat ikan alami yang teregistrasi belum ada di Indonesia. Hanya produk inilah satu-satunya obat ikan alami dengan berbagai tantangan yang cukup besar karena pengujiannya harus dilakukan di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai dosen, puncak kebanggaannya berada ketika mahasiswa yang ia didik mencapai beberapa prestasi. Seperti melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau mendapat beasiswa ke luar negeri dengan membawa hasil riset yang masih satu rumpun dengan riset yang Esti lakukan.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menceritakan bagaimana tantangan yang harus dihadapi sejak awal melakukan riset. Kesulitan untuk meyakinkan orang lain bahwa apa yang dilakukannya adalah sesuatu hal yang besar atau berhasil.</p><p style="text-align: justify;">Esti menyebut, sulit sekali untuk mendapatkan dukungan karena orang-orang belum melihat hasilnya. Ditambah, dirinya pada saat itu belum cukup dikenal. Pada saat itulah, dibutuhkan orang lain yang punya pengalaman lebih dan selalu menjalin relasi untuk menjangkau ruang yang lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">Dengan keberhasilannya, kini dirinya sering diminta untuk menjadi narasumber dan penasihat obat ikan alami serta ketua inkubator bisnis di masyarakat akuakultur Indonesia. Esti juga sedang mengembangkan obat ikan alami supaya tidak ada peristiwa impor lagi. Selain menunggu selesainya administrasi yang sedang diurus, obat tersebut sudah dipasarkan hampir di seluruh Indonesia dan sudah diakui oleh lembaga resmi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya menceritakan kisah perjalanannya, Esti juga membawa pesan besar untuk seluruh mahasiswa Unmul. Ia mengatakan, setiap peristiwa tidak ada yang kebetulan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, itu adalah sesuatu yang sudah didesain oleh Tuhan. Bahwa para mahasiswa akan membawa nama besar Unmul. Jangan takut bermimpi, suatu saat itu kalian akan menjadi orang yang besar. Menjadi orang yang sangat bermanfaat untuk orang lain,&rdquo; pesan Esti.</p><p style="text-align: justify;">Dengan menghargai orang lain, uang serta pekerjaan, seharusnya mahasiswa tidak malu untuk melakukan hal baru sebagai bekal utamanya. &ldquo;Bukan fokus pada hal besar, tapi berani melakukan hal-hal kecil untuk menjadi suatu hal yang besar. Karena hal besar tidak langsung menjadi besar, tapi kita lakukan dari hal-hal kecil dan sederhana. Jadi menurut ibu, sekali lagi mahasiswa Unmul itu harus berani dan harus kuat karena nama baik Unmul ada di tangan-tangan mahasiswa,&rdquo; tutupnya.(<strong><em>khn/fzn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Piknik di Hari Libur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/piknik-di-hari-libur/baca </link>
<guid> piknik-di-hari-libur </guid>
<pubDate> Sun, 29 Nov 2020 03:54:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Manusia begitu miskin liburan. Setiap kepala menjadi tegang, persendian mereka membatu. Semua tak ubahnya macet di ibu kota. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/piknik-di-hari-libur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dX00WImpCf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Piknik di Hari Libur</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku hendak bertanya kepada awan,</span><br></p><p>&quot;Mengapa engkau memiliki hari libur terbanyak di seluruh alam semesta?&quot;</p><p>Manusia begitu miskin liburan. Setiap kepala menjadi tegang, persendian mereka membatu. Semua tak ubahnya macet di ibu kota.</p><p>Aku ingin berlari di antara rumput, pasir, salju, gurun dan apapun yang bisa kita pijak, sayang. Tetapi, tak ada piknik paling indah selain duduk dan menyaksikan wajahmu diterpa angin sore dan matahari senja.</p><p>Aku baru ingin menelepon Ibuku ketika ia muncul di beranda bersama Ayah seperti pasangan paling ramah sepanjang masa.</p><p>Aku, dengan ini menyatakan bahwa piknik ini telah sempurna.</p><p><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Beatles Malam Hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/beatles-malam-hari/baca </link>
<guid> beatles-malam-hari </guid>
<pubDate> Mon, 30 Nov 2020 11:04:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari ini kurang lebih diisi dengan kesialan. Pertama, hari ini hujan turun dengan deras selama seharian dan aku ketiduran sampai semua jemuranku kebasahan di halaman jemur indekos. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/beatles-malam-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GjoLuh3WjC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Beatles Malam Hari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hari ini kurang lebih diisi dengan kesialan. Pertama, hujan turun dengan deras selama seharian dan aku ketiduran sampai semua jemuranku kebasahan di halaman jemur indekos. Ketika langit malam akhirnya menyisakan gerimis (dan aku bisa keluar membeli makan), lampu tiba-tiba mati di tengah acara makanku.</span></p><p style="text-align: justify;">Kedua, rupanya hujan bertambah deras seiring malam dan baterai ponselku hampir meninggal. Gedung ini juga sepi karena penghuninya pergi satu persatu ke kampung halaman selama pandemi. Satu-satunya hiburan adalah menghubungi mereka yang mengaku temanku di kontak WhatsApp. Ngomong-ngomong, ini sudah pukul satu. Aku tak optimis jika pesan-pesanku akan dibalas seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Sampai akhirnya sebuah pesan masuk. Rupanya balasan datang dari Alyssa, juniorku di organisasi kampus. Sudah kuduga, ia pasti masih terjaga. Daripada gelisah karena hujan dan lampu yang dengan berengseknya masih padam, kuputuskan untuk mengobrol dengannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tuh baru sadar, ternyata dia itu ada di mana-mana! Serius, kalo nggak ngelihat foto-foto ultah atau kunjungan sekolah kemarin, aku nggak bakal sadar kalau selama ini dia ada! <em>Anjir</em>, keberadaannya tipis banget sih!&rdquo; seru temanku di telepon yang bercerita tentang gebetannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yah, aku aja gak bakal sadar kok kalau kamu nggak <em>mention</em>. Keberadaannya tipis kayak tetangga kosku, mana sepi lagi,&rdquo; sahutku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh, kenapa nggak bareng tetanggamu itu aja? Ngobrol kek, apa kek.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku aja bahkan nggak tahu dia gantung diri atau nggak di kamarnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oi oi, mulutmu. Serem banget sih malem-malem!&rdquo; jerit temanku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lah serius. Sudah berhari-hari nggak kelihatan, tapi ada musik yang nyala di kamarnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maksudnya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gini loh, setiap aku nyalakan mesin air aku lewat kamar itu. Kayak gak ada orang, tapi tiap magrib musiknya berhenti dan lampu tetap nyala. Lucunya, motor yang ada di kos ini cuma motorku,&rdquo; jelasku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anu, coba tanya orang kosmu nah. Takutnya itu ditinggal pergi terus lupa matiin lagu. Tapi kamu bilang tiap magrib musiknya mati? Mungkin emang ada orang kali?&rdquo; tanya Alyssa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, yang punya kos sekeluarga ke Balikpapan mulai kemarin. Entah pulang besok apa gimana, tapi aku dititipin rumah ini. Kupikir aku sendirian karena cuma ada motorku. Ternyata kamar ujung dekat WC selalu nyala lampunya!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Coba besok pagi diketok deh pintunya. Bukannya apa-apa sih, tapi semoga orang di dalam situ sehat walafiat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernah aku ketok, di dalamnya ada orang,&rdquo; jawabku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, terus gimana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terus ngelambai kayak siluet dari balik gorden. Eh, nyahut sih orangnya. Dia tanya, &lsquo;Napa, Mas?&rsquo; Baru kubilang aja kirain gak ada orang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia ada jawab lagi?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah dia jawab, &lsquo;Lah ada saya kok&rsquo; sambil ketawa gitu,&rdquo; ujarku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi ketawa manusia kan, Dim?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya iya ketawa mas-mas gitu. Mas biasa.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh bagus deh. Kenapa sih itu orang?&rdquo; jawab Alyssa dengan nada menyelidik.</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, kepalaku dipenuhi rasa penasaran. Kuputar kenop pintu kamarku, dan melirik ke luar. Ke arah kamar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dimas? Masih hidup kan?&rdquo; panggil temanku di seberang sana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya lah, <em>anjir</em>. Aku di luar nih. Lagunya berhenti, tapi lampunya nyala,&rdquo; kataku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kok bisa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kok bisa gimana? Eh, tunggu dulu! KAN MATI LAMPU!&rdquo; seruku kaget.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cek sana buruan!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bentar kuketok!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kulempar ponsel ke kasur dan segera berjalan cepat menuju kamar tersebut. Takut bercampur aduk dengan gelap dan dinginnya suasana ini. Kuberanikan diri, lalu ku ketok pintu kamar itu sekali lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Siapa?&rdquo; sahut sebuah suara di dalamnya. Namun tak ada tanda-tanda pintu kamar ingin dibuka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mas, tetangga. Lampunya kok nyala, ya?&rdquo; tanyaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh, lampu cas biasa. Hehehe,&rdquo; katanya sambil tertawa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oke mas, saya masuk dulu ya,&rdquo; jawabku lirih dan kembali dengan cepat. Teleponku masih nyala rupanya. Segera kuambil dan mengabari Alyssa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oi Sa!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gimana-gimana? Orang hidup kan?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bilangnya sih lampu casan biasa, terus udah deh aku pergi. Lampunya mati nih sekarang,&rdquo; tengokku dari balik jendela.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hih seramnya. Emang ada manusia yang tinggal di situ kan?&rdquo; deliknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah ini dia masalahnya, Sa. Kosku ini banyak yang sewa mingguan aja. Karena pekerja transit doang. Jadi banyak orang datang terus pergi gitu,&rdquo; paparku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kamu nggak tahu dia ini emang ngekos di sana dengan waktu berapa lama?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya tentu saja aku nggak tahu karena gak intens ketemu. Gebetanmu aja terlupakan, apalagi orang-orang ini,&rdquo; sahutku jahil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah ngeselin banget sih kamu! Terus, lagu yang terputar sama terus apa gimana?&rdquo; berondongnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sama terus. Aku tahu lagunya, <em>Eleanor Rigby&nbsp;</em>punya<em>&nbsp;</em>The Beatles. Makanya kupikir dia suka musik keren. Tapi, kemarin dia nyetel <em>Yesterday</em> dan <em>Let It Be</em> kok. Aku sadar karena biasanya sama terus.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah, pokoknya gini deh. Besok kalau yang punya kosan datang, tanyain aja itu orang pekerja apa bukan. Pastikan sih dia manusia,&rdquo; pesan Alyssa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya kali pekerja jarang keluar. Paling banter mahasiswa sih. Paling perantauan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi menurutmu, ada yang menarik gak sih dari lagu-lagu yang dia setel itu? Gak wajar banget tahu setiap hari nyetel lagu yang sama, diulang-ulang. Kayak gak ada Spotify aja,&rdquo; cibirnya.</p><p style="text-align: justify;">Baru saja ingin menjawab, sayup-sayup diantara hujan, lagu itu kembali terdengar. Kutempelkan telingaku di jendela, dan tak salah lagi. <em>Eleanor Rigby</em>!</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sa, musiknya kedengaran lagi!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Eh seriusan?! Bentar deh, aku mau ngecek isi liriknya!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gak ada yang menarik sih. Nih, aku kirimin liriknya ke chat,&rdquo; kataku sambil mem-<em>forward</em> lirik dari Google ke laman <em>chat</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dim, coba baca lirik pertama sebelum terakhir!&rdquo; teriak Alyssa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apaan dah?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;&rsquo;<em>Died in the church and was buried along with her name. Nobody came</em>.&rsquo; Serem gak tuh?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa hubungannya coba sama <em>Let It Be</em> dan <em>Yesterday</em>?&rdquo; ujarku bingung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Let It Be</em> itu kan lagu tentang Paul McCartney yang nggak mau The Beatles bubar. <em>Yesterday</em> itu tentang penyesalan. <em>Eleanor Rigby</em> tentang kesepian. Apa mungkin?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dia bubaran sama pacarnya, nyesel, terus kesepian baru mati?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya kali. Gak tahu, ah! Ngantuk nih aku, bubar duluan ya. Jangan mati malam ini ya, Dim!&rdquo; kata Alyssa sambil menutup telepon.</p><p style="text-align: justify;"><em>Siapa yang tadi tertarik banget, siapa juga yang pergi duluan</em>, batinku. Kurasa aku juga harus segera tidur. Bateraiku benar-benar habis, dan ini hampir jam dua dini hari. Semoga aku dapat jawaban atas keganjilan ini esok.</p><p>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku bangun kesiangan dan masih saja hujan. Sambil duduk di pinggir ranjang, samar kudengar suara orang-orang sedang berbincang. Kusibak gordenku, dan menemukan pemilik kosku sedang berbicara bersama seorang pria yang tinggi. Ada mobil pemilik kos dan sebuah mobil kecil penuh debu di depan mereka. Kuputuskan untuk keluar dan menyapa mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Permisi Pak, Mas,&rdquo; kataku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Eh, Dimas! Ini Mas Randi, kayaknya kalian belum ketemu! Kamarnya di sini, sebelah toilet,&rdquo; tunjuk Pak Diman pemilik kos.</p><p style="text-align: justify;"><em>OH. Ini kah sosoknya?</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Halo Dimas. Maaf baru kenalan, saya baru pulang dari Berau. Seminggu di sana karena Ibu sakit, jadi cuma numpang badan dua hari di kosan terus balik deh!&rdquo; katanya sambil menyalamiku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah iya, Mas. Salam kenal, saya Dimas,&rdquo; balasku menjabat tangannya. Hingga aku menyadari sesuatu yang aneh.</p><p style="text-align: justify;"><em>Apa? Seminggu di Berau? Jadi siapa yang menyetel&nbsp;</em>Eleanor Rigby<em>&nbsp;di kamar itu selama seminggu?</em></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari AIDS Sedunia: Solidaritas Global di tengah Tantangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-aids-sedunia-solidaritas-global-di-tengah-tantangan/baca </link>
<guid> hari-aids-sedunia-solidaritas-global-di-tengah-tantangan </guid>
<pubDate> Tue, 01 Dec 2020 11:41:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setiap tahunnya, 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini tentunya dilakukan untuk mencegah peningkatan penyakit AIDS. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-aids-sedunia-solidaritas-global-di-tengah-tantangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4UtIoKaYYX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari AIDS Sedunia: Solidaritas Global di tengah Tantangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setiap tahunnya, 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini tentunya dilakukan untuk mencegah peningkatan penyakit AIDS. Tidak hanya itu, momen ini sekaligus mengajak orang-orang untuk memerangi juga mendukung mereka yang terkena penyakit AIDS.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun masyarakat seluruh dunia dihadapkan oleh pandemi Covid-19. Hal ini berdampak pada komunitas-komunitas yang bergerak memerangi penyakit HIV/AIDS.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh aspek terganggu mulai dari pengobatan, pengujian, perawatan hingga layanan pencegahan akibat pandemi. Jika komunitas semakin rapuh, maka populasi dan tingkat kematian atas HIV/AIDS berpotensi untuk bertambah.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, <em>World Health Organization</em> (WHO) mengusung tema &ldquo;Global Solidarity, Resilient Services&rdquo; untuk memperingatinya. Resilient dapat diartikan sebagai ketahanan, juga penghormatan kepada orang-orang yang berjuang melawan HIV/AIDS, terutama tenaga kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">WHO pun turut menghimbau agar meningkatkan &ldquo;solidaritas global&rdquo; untuk bertahan dalam pencegahan penyakit HIV/AIDS. Meski dihantam ancaman kesehatan yang baru. Kendati demikian, komunitas tetap memberikan yang terbaik demi pencegahan penyakit HIV/AIDS.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman AIDS 2020, dengan adanya ancaman kesehatan baru, komunitas di seluruh dunia membentuk organisasi yang merawat orang sakit, bekerja untuk mencegah infeksi HIV baru, dan menganjurkan tindakan yang lebih besar untuk memerangi penyakit tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun menghadapi tantangan ilmiah dan kemanusiaan yang tampaknya tidak ada harapan, mereka yakni para ilmuwan dan aktivis bergabung bersama untuk mempercepat pengembangan pengobatan terobosan dan alat pencegahan biomedis.</p><p style="text-align: justify;">Melihat isu HIV/AIDS yang semakin kritis, solidaritas masyarakat sangat penting dalam memerangi HIV/AIDS. Di Amerika Serikat, komunitas melakukan kampanye &ldquo;Let&rsquo;s Stop HIV Together&rdquo; yang bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap pengidap HIV dan membantu mereka agar tetap sehat.</p><p style="text-align: justify;">Kalian juga dapat berkontribusi dalam kampanye ini, loh! Caranya dengan membagikan postingan atau gambar terkait kampanye serta membuat trending konten Hari AIDS Sedunia dengan tagar #WorldAIDSDay atau #WAD2020 dan #StopHIVTogether. Yuk, ikut bersama-sama! (<em><strong>rth/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Strategi Foto Produk dalam Bisnis Era Digital </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/strategi-foto-produk-dalam-bisnis-era-digital/baca </link>
<guid> strategi-foto-produk-dalam-bisnis-era-digital </guid>
<pubDate> Wed, 02 Dec 2020 09:47:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memulai bisnis pada era digital tentu memerlukan perencanaan dan konsep yang matang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/strategi-foto-produk-dalam-bisnis-era-digital/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qYcdMeLKxm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Strategi Foto Produk dalam Bisnis Era Digital</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Memulai bisnis pada era digital tentu memerlukan perencanaan dan konsep yang matang. Berbagai strategi dalam mengembangkan usaha kini menjadi kebutuhan yang penting. Salah satunya ialah berbisnis melalui foto produk. Menginisiasi hal ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar sebuah workshop bertajuk &ldquo;How To Take Your Picture For Your Business Product&rdquo; pada Sabtu (28/11) lalu dengan membawa Hendriawan selaku fotografer DAM Media sebagai narasumber.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Adapun tujuan dari agenda ini tak lain adalah sebuah upaya untuk mempersiapkan individu dalam merancang strategi bisnis melalui foto produk. Unsur tersebut memiliki peran penting serta sebagai pertimbangan pertama konsumen dalam menentukan barang atau jasa yang hendak dipergunakan. Dalam penyampaian materinya, Hendriawan menerangkan jika foto produk memiliki teknik dalam mengambil gambar suatu produk. Teknik tersebut digunakan untuk menjelaskan bentuk dan fungsinya. Era globalisasi serta pandemi Covid-19 memicu transaksi jual beli menjadi lebih masif secara daring sebab dimudahkan oleh akses yang tersedia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Korelasi foto produk, foto akan berperan besar dalam bisnis, unsur utama dalam menjual produk untuk kali pertama,&quot; sebut Hendriawan.</p><p style="text-align: justify;">Foto produk tak hanya meningkatkan kepercayaan pembeli. Kegiatan tersebut juga mampu menambah nilai jual, membentuk identitas dan citra barang atau jasa, serta sarana pemasaran di media sosial. Lebih lanjut, ia menambahkan agar pelaku usaha yang hendak melakukan foto produk tidak berkecil hati apabila tak memiliki instrumen atau peralatan yang memadai. Melalui gawai pribadi, foto produk dapat dilakukan tanpa perlu alat dengan kualifikasi khusus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan ragu gunakan gawai, gunakan tripod, perhatikan pencahayaan dan komposisi. Dari peralatan sederhana bisa untuk memulai, tidak langsung profesional,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Dihadiri oleh 70 peserta, kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut ditutup dengan pemberian plakat kepada pemateri serta dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Kendati demikian, rangkaian acara masih berlanjut setelah workshop selesai diselenggarakan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Yopin Pratama selaku ketua panitia workshop mengaku bahagia dengan antusias peserta yang hadir dan interaktif selama acara. Agenda ini juga turut dihadiri oleh masyarakat umum. Ia berharap workshop ini dapat memberikan ilmu dalam cakupan yang luas dan bermanfaat bagi peserta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Workshop ini sebenarnya tugas akhir dalam pemenuhan mata kuliah Perencanaan dan Pengorganisasian <em>Event</em>. Walaupun begitu, ilmu yang kami dapatkan di kampus belum tentu masyarakat dapatkan. Sehingga hal tersebut turut sebagai praktik untuk mengimplementasi ilmu kami ke khalayak selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmul,&quot; ucap pria yang akrab disapa Opin tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengungkap, pihaknya telah merencanakan adanya perlombaan foto produk setelah berjalannya workshop dengan hadiah untuk memeriahkan agenda dan mengapresiasi para peserta. &quot;Setelah webinar, ini ada lomba foto produk. Tentunya dengan ketentuan yang telah ditentukan panitia, hadiahnya Rp500 ribu rupiah,&quot; tutup Opin. (<strong>zar/syl/fzn</strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Difabel: Bukan Penghalang untuk Menginspirasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/difabel-bukan-penghalang-untuk-menginspirasi/baca </link>
<guid> difabel-bukan-penghalang-untuk-menginspirasi </guid>
<pubDate> Thu, 03 Dec 2020 07:52:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penderita disabilitas akan mengalami hambatan dan kesulitan berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan lingkungan sekitar berdasarkan kesamaan hak. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/difabel-bukan-penghalang-untuk-menginspirasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kOOT6musV3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Difabel: Bukan Penghalang untuk Menginspirasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setiap individu dilahirkan dengan kondisi berbeda, baik psikis maupun fisik. Jika membahasnya, maka ada yang kita kenal dengan disabilitas. Kondisi ini membuat aktivitas menjadi sulit, antara lain karena adanya keterbatasan fisik, intelektual, mental atau sensorik dalam jangka waktu yang lama. Penderita disabilitas akan mengalami hambatan dan kesulitan berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan lingkungan sekitar berdasarkan kesamaan hak.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sedangkan difabel merupakan penggambaran kondisi seseorang yang mengalami disabilitas. Terdapat permasalahan dengan struktur atau organ tubuh, seperti kecacatan dan mengakibatkan adanya batasan fungsional yang berkaitan dengan aktivitas penderitanya. Difabel juga lebih mengacu pada keterbatasan peran dalam kehidupan sehari-harinya di dalam masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Hari Disabilitas Internasional atau Hari Penyandang Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember. Juga diperingati untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan mereka di semua bidang dan pembangunan. Perayaan ini juga dibuat untuk meningkatkan kesadaran terhadap situasi para difabel di setiap aspek kehidupan, baik politik, sosial, ekonomi dan budaya.</p><p style="text-align: justify;">Siapapun berhak menjalani segala keinginan dalam kehidupannya. Tentu juga berhak merasakan kesuksesan. Termasuk para difabel. Tokoh-tokoh berikut ini bisa kalian jadikan motivasi untuk ikut bergerak menumbuhkan semangat dalam menggapai cita-cita.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>1. Nick Vujicic</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Pria bernama Nick ini berasal dari Australia. Semenjak lahir, Nick tidak memiliki tangan karena sindrom tetra-amelia. kakinya pun tak terbentuk dengan sempurna di dalam rahim. Keduanya sangat kecil dan memiliki jari-jari yang menempel. Sehingga saat masih bayi, Nick harus menjalani operasi untuk memisahkan jari-jari kaki tersebut. Anggota tubuh inilah yang ia gunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Mulai dari belajar, memegang benda, memasang pakaian dan lainnya. Bahkan Nick mampu menulis, mengoperasikan komputer, dan bermain gawai.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjadi motivator saat berusia 23 tahun, tepatnya 2005 silam. Mendirikan sebuah organisasi bernama &ldquo;Life Without Limbs&rdquo; yang membuat banyak orang mendapat bantuan baik moral maupun materil. Pada 2007, Nick mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang motivator yakni &ldquo;Attitude is Altitude&rdquo;. Melalui perusahaan inilah dirinya melanjutkan karier sebagai motivator. Tak hanya di negara asalnya, Nick memberi seminar motivasi di berbagai negara.</p><p style="text-align: justify;">Berkat usaha kerasnya melewati hidup, ia mampu menjadi motivator yang menginspirasi banyak orang di dunia. Tak hanya mengunjungi banyak negara, namun juga membuat banyak karya dalam bentuk buku dalam menyebarkan semangatnya kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>2. Muhammad Ade Irawan</strong></em></p><p style="text-align: justify;">Ade merupakan penyandang tunanetra, namun keterbatasan fisiknya itu mempertajam penggunaan indra lainnya. Kendati sempat terguncang, orang tua Ade menerima kondisi dan selalu mendukung minatnya.</p><p style="text-align: justify;">Singkat cerita, ibu Ade sering membawa putranya bermain di berbagai kafe dan bertemu teman-teman sesama musisi. Menginjak usia belasan tahun, permainan piano Ade semakin luar biasa dan tampil di <em>Chicago Winter Jazz Festival&nbsp;</em>pada tahun 2006 dan 2007, saat usianya 12 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, Ade telah melanglang buana. Berulang kali ia diundang untuk mengikuti jam <em>session</em> bersama musisi-musisi <em>jazz</em> di negeri Paman Sam. Salah satunya di <em>World Stage Community</em> yang merupakan komunitas <em>jazz</em> kulit hitam kondang di Los Angeles, Amerika.</p><p style="text-align: justify;">Seturut waktu berjalan, undangan untuk tampil terus berdatangan dari berbagai negara. Ade pernah tampil di Paviliun Indonesia, Italia, Kedutaan Besar RI di Bahrain, dan di Sydney Opera House, Australia.</p><p style="text-align: justify;">Nick dan Ade merupakan dua contoh dari keterbatasan yang tetap mampu menginspirasi sesama lewat karya yang mereka hasilkan. Semoga menjadi inspirasi untuk semangat dan terus berkarya sebagai jalan dalam memaknai hidup kita. (<em><strong>yen/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepi Peminat, Pemira BEM KM 2020 Sempat Ditangguhkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan/baca </link>
<guid> sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan </guid>
<pubDate> Fri, 04 Dec 2020 12:30:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira BEM KM 2020. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/X6dJyjNwwD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sepi Peminat, Pemira BEM KM 2020 Sempat Ditangguhkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kelesuan pesta demokrasi nampaknya tak hanya terjadi di lingkup fakultas. Tak seperti pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya, Pemilihan Umum Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul kini sepi peminat.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul terlebih dahulu melakukan kegiatan uji publik sebagai salah satu tahapan dalam mengesahkan Undang-Undang Pemira sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi dalam kegiatan ini. Melalui informasi pada Instagram <em>@dpmkmunmul</em>, pelaksanaan uji publik dilakukan pada 18 Oktober dan 20 Oktober silam. Dilanjutkan dengan terbitnya press release setelah dilaksanakannya Uji Publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemira BEM KM Unmul 2020.</p><p style="text-align: justify;">Hingga tenggat waktu penutupan pendaftaran, pengambilan dan pengembalian berkas Pemira terpantau berjalan dengan lancar. Sayangnya, hanya ada satu kandidat paslon yang mendaftar. Mereka adalah pasangan Joji Kuswanto dari Fakultas Teknik (FT) 2017 dan Abdul Muhammad Rachim asal Fakultas Pertanian (Faperta) 2017.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Senin (16/11), Wahyu Rawasa selaku Ketua KPPR menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan <em>platform</em> Zoom Meeting serta persiapan <em>e-vote</em> dengan hal-hal teknis yang diperlukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sistem pemilihan yang dilakukan menggunakan aplikasi. Namun, masih tak bisa diunduh bebas oleh mahasiswa karena berbasis web. Tidak seperti aplikasi yang mudah ditemui pada Playstore,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, hasil rapat pleno terbuka pada tahap verifikasi berkas (25/11) menyatakan bahwa Joji dan Abdul tidak lolos seleksi berkas. Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) menemukan berkas yang tidak sesuai dengan syarat. Adapun berkas yang dimaksud ialah bukti registrasi dan pas foto keduanya.</p><p style="text-align: justify;">Pada 26-29 November hingga lalu, dilakukan evaluasi terkait pelaksanaan Pemira antara penyelenggara dan penanggung jawab. Hasil evaluasi menyebutkan jika pelaksanaan Pemira akan ditangguhkan sampai dengan waktu yang ditentukan oleh penyelenggara.</p><p style="text-align: justify;">Kini, panitia KPPR tengah mengadakan Serap Aspirasi Pemira 2020 untuk menerima tanggapan dan saran dari KM Unmul terkait agenda Pemira. Selain itu, mereka juga mengumumkan perpanjangan pendaftaran pada hari ini (4/11).</p><p style="text-align: justify;">Sesuai yang tertera di Instagram <em>@pemiraunmul</em>, pembukaan kembali pencalonan akan berlangsung mulai 7-10 Desember mendatang. Ini didasari oleh Ketetapan Nomor 07 Tahun 2020 tentang Penjadwalan Kembali Tahapan Penyelenggaraan Pemira Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, <em>Sketsa</em> masih berusaha mengonfirmasi pihak KPPR terkait mekanisme Pemira yang akan datang. <strong><em>(bey/wuu/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Relawan Sedunia, Langgengkan Aksi Baik di tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-relawan-sedunia-langgengkan-aksi-baik-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> hari-relawan-sedunia-langgengkan-aksi-baik-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Sat, 05 Dec 2020 09:43:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Relawan Sedunia ditetapkan setiap tanggal 5 Desember oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-relawan-sedunia-langgengkan-aksi-baik-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BJ2b0vp196.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Relawan Sedunia, Langgengkan Aksi Baik di tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><sub><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Manusia sebagai makhluk sosial tak bisa lepas dari interaksi dan hubungan tolong-menolong dengan manusia lain. Atas nama kemanusiaan, Hari Relawan Sedunia ditetapkan setiap tanggal 5 Desember oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Meski jarang diketahui, namun dengan adanya perayaan ini diharapkan mampu merangsang beragam lapisan masyarakat, terkhusus kaum muda yang utamanya mahasiswa agar tergerak menjadi seorang relawan.</span><br></sub></p><p style="text-align: justify;"><sub>Peringatan Hari Relawan Sedunia ini juga sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih untuk para relawan karena memperjuangkan kemanusiaan dan perdamaian. Merekalah sosok yang pertama kali menjulurkan tangan di tengah krisis untuk membantu hidup jutaan orang tanpa memikirkan risiko keselamatan pribadi.</sub></p><p style="text-align: justify;"><sub>Kabar baiknya, di Indonesia sendiri para relawan telah banyak bermunculan. Dilansir dari <em>medcofondation.org&nbsp;</em>dan situs <em>indorelawan.org</em> sebagai salah satu referensi, tercatat ratusan ribu relawan yang siap menyumbangkan waktu dan tenaga untuk berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.</sub></p><p style="text-align: justify;"><sub>&ldquo;Anak-anak muda Indonesia saat ini semakin rutin untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, mulai dari kegiatan di daerah bencana, pendistribusian buku-buku, penggalangan dana, mengumpulkan bantuan logistik, pemberian wawasan dan keterampilan, dan sebagainya.&rdquo;</sub></p><p style="text-align: justify;"><sub>Ketika pandemi yang menjadi permasalahan global dan terjadi kesulitan bagi banyak pihak, sikap sukarela sangat dibutuhkan bagi kemanusiaan. Terutama kaum muda yang diharapkan menjadi agen terdepan dalam meningkatkan dan melanggengkan sukarelawan baik dalam lingkup lokal, nasional hingga internasional.</sub></p><p style="text-align: justify;"><sub>Momentum ini bisa dijadikan sebagai pemantik semangat untuk menumbuhkan sikap kesukarelawanan dalam kehidupan sosial sehari-hari dan mendeklarasikan kontribusi kepedulian sosial. Jadikan niat baik menjadi aksi baik, untuk kehidupan dunia yang lebih baik. (<em><strong>khn/rst</strong></em>)</sub></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akhir yang Tidak Berakhir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/akhir-yang-tidak-berakhir/baca </link>
<guid> akhir-yang-tidak-berakhir </guid>
<pubDate> Sun, 06 Dec 2020 10:51:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sementara waktu terus bergulir.

Akhirnya, musim penghujan telah habis masanya mengalir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/akhir-yang-tidak-berakhir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/frG9ZOQqvd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akhir yang Tidak Berakhir</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sementara waktu terus bergulir.</span></p><p>Akhirnya, musim penghujan telah habis masanya mengalir.</p><p>Digantikan kemarau yang terik dan panas semilir.</p><p><br></p><p>Sementara bumi terus berotasi.</p><p>Akhirnya satu persatu bintang mati.</p><p>Meninggalkan angkasa yang gelap, tapi masih memiliki arti.</p><p><br></p><p>Sementara jauh kembali kedalam bumi yang tak terjangkau jarak dan masanya, masih bergumul searus ombak yang kesana kemari terus berputar.</p><p>Bolak-balik menghampiri tepi pantai, menyapu setitik pasir yang kemudian mencipta pola-pola yang sama tak memiliki arti.</p><p>Terus berombak didalam kepala, memikirkan segala segala hal yang terjadi sudah terlampau silam, tetapi iramanya masih terasa seperti baru detik kemarin.</p><p><br></p><p>180 menit pada penghujan,</p><p>bersamaan dengan irama tetesnya yang setia menghidupi nyawa-nyawa di bumi.</p><p>Sampai pada kemarau pun,</p><p>iramanya masih terdengar seperti baru berlalu kemarin.</p><p><br></p><p>Sudah kusut.</p><p>Terombang ambing di atas kapal yang mengarung jauh masuk kedalam sanubari.</p><p>Terus terbawa arus yang menuju pemikiran-pemikiran pada penghujan yang penuh memori.</p><p>Sampai mau meledak kapasitasnya, bergemuruh lantang ingin mengulang lagi.</p><p>Sambil memaki waktu yang terus-terus bergulir, memaksanya berpindah pada kemarau yang tidak seperti penghujan yang memberikan irama menenangkan.</p><p><br></p><p>Kemarau dibenci lalu dimaki dan dicaci seperti hadirnya tak diingini oleh manusia dan penduduk bumi, yang tidak mampu menahan cerianya matahari bersinar, yang merenggut basah-basah yang ada untuk menghidupi bumi.</p><p>Menyerap semua tirta yang kemarin lusa terasa menyejukkan,</p><p>Meninggalkan bekas retak pada tanah yang menganga.</p><p><br></p><p>Pada akhirnya,</p><p>Bumi masih terus berotasi</p><p>Tak peduli seberapa inginnya kau ingin mengulang waktu kembali.</p><p><br></p><p>Pada akhirnya,</p><p>Penghujan akan tetap pergi</p><p>Walau kau lantang tak ingin menyambut kemarau yang kau benci.</p><p><br></p><p>Pada akhirnya,</p><p>Ada kisah yang dipaksa selesai dengan memori penghujan yang terus-terusan ikut serta mendampingi.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Nanda Billah Aliffia, mahasiswa Teknik Hasil Pertanian, Faperta 2018.&nbsp;</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampus Gunung Kelua Puncaki Pembangunan, Bagaimana Nasib Kampus Lain? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-gunung-kelua-puncaki-pembangunan-bagaimana-nasib-kampus-lain/baca </link>
<guid> kampus-gunung-kelua-puncaki-pembangunan-bagaimana-nasib-kampus-lain </guid>
<pubDate> Mon, 07 Dec 2020 08:57:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul terus melakukan peningkatan pembangunan di kawasan Kampus Gunung Kelua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-gunung-kelua-puncaki-pembangunan-bagaimana-nasib-kampus-lain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VH1LJSIT4I.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampus Gunung Kelua Puncaki Pembangunan, Bagaimana Nasib Kampus Lain?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Unmul terus melakukan peningkatan pembangunan di kawasan kampus Gunung Kelua. Sejak dilakukannya <em>grounbreaking</em> pada awal September 2018 lalu, project 4in1 Islamic Development Bank (IsDB) Unmul dalam bidang hard program pembangunan tujuh gedung baru, gerbang utama, dan <em>Outdoor Learning Space</em> (OLS) kini telah berdiri kokoh. Beberapa pembangunan telah mencapai 100 persen dan sisanya sedang memasuki tahap perampungan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf menyampaikan jika progres pembangunan telah hampir rampung. Namun, ada beberapa hal yang perlu disiapkan dan harus diselesaikan. &ldquo;Iya gedungnya (sudah rampung), isinya kan belum. Kalau gedungnya selesai 100 persen, nanti Desember bulan ini sudah rampung (sepenuhnya). Gedung udah selesai semua,&rdquo; paparnya, Rabu (2/12).</p><p style="text-align: justify;">Namun, proyek tersebut tak menandakan bahwa bangunan tersebut telah layak untuk digunakan. Sebab masih ada proses serah terima dari kementerian sebagai bentuk kepemilikan yang sah. Bohari menyebutkan jika pelaksanaan ini direncanakan terlaksana pada 2021 bersama dengan proses pelengkapan dan pengisian fasilitas penunjang.</p><p style="text-align: justify;">Pembangunan infrastruktur di Unmul terus berjalan menapaki perkembangannnya dari tahun ke tahun. Bohari menerangkan, tiap tahunnya akan selalu ada pembangunan dan hal ini tak akan berhenti demi menunjang fasilitas civitas academica. Pihaknya bahkan telah mengajukan proposal untuk kampus-kampus di luar wilayah Gunung Kelua bersama dengan masterplan dan sedang menunggu kucuran dana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selalu ada (pembangunan), gak ada habisnya. Kita sudah mengajukan proposalnya. Yang belum disetujui itu banyak, termasuk Flores dan Banggeris. Sekarang kan tinggal cari dananya. Untuk sebagian masih dipending, karena harus selesai ini dulu,&rdquo; sebut Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Bohari mengungkapkan, terdapat kampus di luar Samarinda yang masih dalam tahap pembangunan berada di daerah Teluk Dalam, Kutai Kartanegara yang digunakan sebagai kampus pertanian. Pembangunan tersebut telah dijalankan sejak lama, di antaranya dengan pembangunan <em>Greenhouse</em>, inkubator bisnis, produk-produk hingga kebun pertanian yang berbentuk lapangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahu nda, ada kampus di Teluk Dalam? Nah, itu kampus pertanian di kukar, untuk pembangunannya ini sudah lama, disitu ada <em>greenhouse</em>, inkubator bisnis, produk produk, kebun pertanian atau kebun percobaan. Jadi dia bentuk lapangan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pembangunan Kampus Luar Gunung Kelua</strong></p><p style="text-align: justify;">Berbanding terbalik dengan gemparnya pembangunan di Kampus Gunung Kelua, beragam fasilitas perkuliahan yang berada di kampus lain rupanya tak berjalan. Bahkan harus dihentikan karena beberapa kendala. Timpangnya pembangunan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menjadi salah satu contoh. Sempat diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Senin (30/11) lalu, Dekan FIB yakni Masrur mengungkapkan jika sejak lama belum ada pembangunan di wilayah Kampus Flores karena bangunan kampus merupakan bekas rektorat pertama. &ldquo;FIB belum pernah ada pembangunan, karena kampusnya menempati bangunan lama,&rdquo; sahutnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika disinggung mengenai pembangunan penunjang fasilitas kuliah, ia menyebut jika hal tersebut memang mereka perlukan. Terutama dengan lokasi yang cukup strategis, FIB cocok untuk dijadikan <em>business center</em> Unmul. &ldquo;Perlu (pembangunan), tetapi untuk Kampus Flores sangat cocok kalau dijadikan <em>business cent</em>er Unmul. Seperti universitas lain yang memiliki usaha bisnis,&rdquo; sebut Masrur.</p><p style="text-align: justify;">Saat <em>Sketsa</em> mengonfirmasi perihal ini kepada Bohari, pihaknya mengatakan jika sebenarnya semua perencanaan pembangunan kembali kepada kesanggupan fakultas. Apakah dana yang dimiliki cukup atau tidak. Ia menjelaskan, berbagai proyek dibangun oleh pihak universitas atau pihak fakultas. Adapun pembangunan tersebut membutuhkan berbagai tahapan dan perizinan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada istilah di-<em>stop</em>. Asal ada uang, kita bangun. Biasanya bertahap. Tahun depan sambung lagi, tahun depan lagi. Tapi kalo di FIB, itu bukan di (tingkat) universitas, itu fakultasnya&rdquo; tegas Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Ketimpangan yang sama juga terjadi di Kampus Pahlawan, tepatnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Rupanya pembangunan di kampus ini belum bisa direalisasikan sebab tidak adanya sertifikasi dan harus menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk Pahlawan, belum bisa (dilakukan pembangunan) karena sertifikatnya belum ada. Kita masih Pemprov, belum diminta di Pemprov, belum dikasih dan harus nunggu dari Pemprov. Harus diserahkan dulu dari Pemprov (terkait) penyerahan serah terima kalo Pahlawan&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama ini, pembicaraan mengenai pembangunan di lingkungan Unmul memang terlihat belum merata. Muncul persepsi bahwa pembangunan sarana dan prasarana hanya fokus pada Kampus Gunung Kelua, tanpa memikirkan nasib kampus lain yang lokasinya berjauhan dari kampus utama.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi keadaan ini, ia membeberkan jika pihaknya mengharapkan semua pembangunan dapat dilakukan merata. Sayangnya, kendala keuangan masih menjadi penghalang sehingga pihak rektorat mengutamakan pembangunan pada gedung-gedung yang sempat terhambat atau mangkrak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mau semuanya rata, tapi dananya belum ada. Kebetulan dapat yang ini (IsDB), selesaikan ini dulu. Prioritas kedua itu yang gedung-gedung mangkrak yang kita mau selesaikan. Kan ada gedung yang belum jadi tuh, banyak kan? Nah, itu dulu yang mau kami selesaikan,&rdquo; tutupnya. (<em><strong>fzn/eng/bey/len</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keberlangsungan Hidup Masyarakat di tengah Kerusakan Hutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keberlangsungan-hidup-masyarakat-di-tengah-kerusakan-hutan/baca </link>
<guid> keberlangsungan-hidup-masyarakat-di-tengah-kerusakan-hutan </guid>
<pubDate> Tue, 08 Dec 2020 10:29:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Greenpeace Indonesia mengunggah investigasi antara Greenpeace Internasional bersama Forensic Architecture pada 12 November lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keberlangsungan-hidup-masyarakat-di-tengah-kerusakan-hutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KOAR0RNBnB.png" />
					</figure>
			                <h1>Keberlangsungan Hidup Masyarakat di tengah Kerusakan Hutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Greenpeace Indonesia mengunggah investigasi antara Greenpeace Internasional bersama Forensic Architecture pada 12 November lalu. Dalam situsnya, terungkaplah kegiatan Korindo, sebuah perusahaan perkebunan milik konglomerat Indonesia-Korea yang telah membakar lahan untuk kepentingan ekspansi perkebunan di Provinsi Papua. Hasil lain yang dikutip dari Forest Watch Indonesia (FWI), lebih dari 23 juta hektare atau setara dengan 75 kali luas Provinsi Yogyakarta. Setidaknya, FWI mencatat Indonesia telah kehilangan hutan seluas itu sejak tahun 2000-2017.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada Selasa (17/11),&nbsp;<em>Sketsa</em> sempat meminta tanggapan akademisi Fakultas Kehutanan (Fahutan), Yaya Rayadin. Ia menuturkan, sebelum tahun 2000 pembukaan lahan dilakukan dengan pembakaran hutan sebab murah dan cepat. Tetapi, kegiatan ini mengganggu warga sekitar. Seperti munculnya polusi udara, keterbatasan jarak pandang, penerbangan terganggu hingga menyebabkan hewan-hewan yang masuk dalam kelompok herpetologi dan insek akan habis. Karena itu, pemerintah melarang ekspansi lahan dengan cara pembakaran hutan yang kemudian tertuang pada UU Lingkungan Hidup tahun 2009.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kemajuan teknologi saat ini, tidak ada yang bisa disembunyikan. Sehingga seharusnya kebakaran hutan yang disengaja ataupun tidak dapat dengan mudah terdeteksi oleh sistem. Disinggung terkait ganti rugi yang kerap kali muncul mengikuti isu ini, ia menjelaskan bahwa konteks tersebut bukanlah ganti rugi namun bermaksud agar kegiatan perusahaan itu lancar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada yang namanya <em>enviromental valuation</em>. Satu hektare berapa nilai di dalamnya, berapa nilai tegakkan di dalamnya, berapa nilai resapan karbon di dalamnya, berapa nilai macam-macam sumber pakan di dalamnya, berapa nilai tanaman obat di dalamnya. Tidak bisa (ganti rugi) tidak masuk akal. Dalam konteks sawit, perusahaan juga diwajibkan membuat plasma. Jadi PT yang bersangkutan menyiapkan plasma tidak untuk masyarakat? Kalau tidak, wah berarti ini pengin untung sendiri,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kaitannya dengan pemberitaan hutan Papua yang beredar, ia berharap pemerintah tidak hanya menunggu laporan. Komitmen perusahaan yang tertuang di dalam rencana pembangunan maupun Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) harus diawasi dengan benar, sebab tekanan pasar cukup besar. Pengawasan sangat diperlukan baik yang tertuang dalam dokumen Amdal maupun dokumen lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dicky Wilyam Sari, mahasiswa Fakultas Kehutanan turut menyampaikan kekecewaannya terhadap isu ini. Menurutnya, hutan tersebut telah menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Papua untuk menopang kehidupan sehari-hari dan menjamin kesejahteraan hidup. Selain itu, ganti rugi yang dilakukan oleh PT Korindo sangat tidak sebanding.</p><p style="text-align: justify;">Dicky menyebutkan, yang diperlukan Indonesia tidak hanya menghentikan deforestasi tetapi juga bagaimana agar para perusak hutan dapat bertanggung jawab. &ldquo;Hal ini sejalan dengan <em>polluter pays principle</em>, dan mendorong negara agar lebih serius dalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang pro perlindungan hutan dan restorasi dan penegakan hukum terhadap para perusahaan perusak hutan,&rdquo; tegasnya, Minggu (15/11).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sudut Pandang Hukum</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu akademisi Hukum Unmul, Rahmawati Al Hidayah menerangkan beberapa hal kepada kami terkait regulasi hukum yang digunakan pada kasus-kasus serupa. Untuk kegiatan usaha perkebunan seperti kelapa sawit, bentuk-bentuk lain seperti hutan tanaman industri memang perlu membuka lahan. Secara hukum, sudah ada pengaturan baik dalam tingkat Undang-Undang maupun peraturan menteri hingga ke peraturan daerah.</p><p style="text-align: justify;">Misalnya pada Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Di dalamnya diatur beberapa hal, salah satunya pada Bab X Bagian 3 Pasal 69 yang meliputi larangan melakukan pencemaran, memasukan benda berbahaya dan beracun (B3), memasukan limbah ke media lingkungan hidup, melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, dan lain sebagainya. Regulasi lainnya ialah peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2010 pada pasal 4, menjelaskan masyarakat hukum adat yang melakukan pembakaran lahan dengan pembakaran luas lahan maksimum 2 hektare per kepala keluarga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, tidak sembarang bakar dan kemudian larangannya itu tidak boleh dilakukan di musim kemarau dan seterusnya. Kebolehan membuka lahan dengan cara dibakar itu hanya diperuntukkan bagi masyarakat hukum adat yang memiliki keilmuan khusus. Kemudian cara-cara mekanisme tertentu ketika mereka membuka lahan dengan cara dibakar,&quot; paparnya kala membandingkan regulasi yang ditujukan untuk perusahaan dan masyarakat hukum adat, Rabu (2/12).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rahmawati, terdapat kelemahan dari sisi penegakan hukum sebab Indonesia masih mengandalkan investasi dalam konteks pengelolaan sumber daya alam. Ketika berbenturan antara kepentingan lingkungan dengan investasi, hasilnya cenderung mengedepankan kepentingan investasi. Contoh paling nyata, lahirnya Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Kebutuhan investasi lebih diutamakan, padahal ada hal lain yang dikorbankan seperti keberlangsungan dan keberlanjutan lingkungan hidup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena tadi saya bisa katakan penegakan hukum yang lemah. Paling buruh yang disuruh bakar saja atau orang yang kedapatan membakar, sementara perusahaan atau pemilik perusahaan itu lepas dari hukuman. Ada yang dihukum, (tapi) hukumannya itu tadi susah untuk dieksekusi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menegaskan bahwa kejadian yang melibatkan Korindo pernah terjadi di 2016, dan sempat menolak moratorium. Dari kejadian tersebut, ia berpesan agar setiap individu selalu peduli terhadap isu lingkungan dan berpartisipasi lewat kegiatan sederhana.</p><p style="text-align: justify;">Terlebih baginya, dalam perspektif Islam telah diingatkan bahwa kerusakan di darat dan di laut diakibatkan oleh ulah manusia. Rahmawati berpesan agar ini menjadi pengingat untuk mengawasi berbagai keputusan yang diambil pemerintah. Jangan sampai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan ternyata menimbulkan kerusakan bagi lingkungan kita. (<em><strong>yen/kus/rst/fzn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Generasi Muda, Gerakanlah Budaya Antikorupsi! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/generasi-muda-gerakanlah-budaya-antikorupsi/baca </link>
<guid> generasi-muda-gerakanlah-budaya-antikorupsi </guid>
<pubDate> Wed, 09 Dec 2020 09:20:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di tengah kesulitan global karena pandemi Covid-19, angka kasus korupsi di Indonesia masih terus mengancam. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/generasi-muda-gerakanlah-budaya-antikorupsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nD3AJOItPO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Generasi Muda, Gerakanlah Budaya Antikorupsi!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Bagaikan lagu lama, praktik budaya korupsi sudah seperti akar yang sulit dicabut. Di tengah kesulitan global karena pandemi Covid-19, angka kasus korupsi di Indonesia masih terus mengancam. Masih segar di ingatan kita, pada Minggu (6/12) lalu Menteri Sosial Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi program bantuan sosial (bansos) Covid-19. Diduga, ia menerima gratifikasi atau hadiah oleh penyelenggara negara terkait bansos tersebut.</span><br></p><p style="text-align: justify;">&quot;KPK menetapkan lima tersangka. Pertama sebagai penerima, yaitu saudara JPB, MJS dan AW. Sementara sebagai pemberi adalah AIM dan HS,&quot; ungkap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri pada konferensi pers daring pada Minggu dini hari (6/12), dikutip dari tempo.co.</p><p style="text-align: justify;">Beragam cara terus diupayakan agar rantai budaya korupsi dapat terputus. Salah satunya dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati pada 9 Desember setiap tahunnya.</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, KPK mengeluarkan surat edaran tentang imbauan penyelenggaraan kegiatan Hakordia Nomor 30 Tahun 2020 melalui situs kpk.go.id. Surat edaran tersebut berisi seruan kepada seluruh kementerian atau lembaga beserta pemerintah daerah (Pemda) untuk dapat menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hakordia dengan konsep dan bentuk pelaksanaan yang telah diserahkan lembaga pemerintahan setempat.</p><p style="text-align: justify;">Penolakan terhadap perilaku korupsi juga harus terus disuarakan. Mengusung tema &ldquo;Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Antikorupsi&rdquo;, perayaan kali ini merupakan upaya penyadaran publik bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang harus dihadapi dengan cara yang luar biasa.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, seluruh elemen masyarakat hendaknya dapat berperan aktif dalam melantangkan gerakan antikorupsi. Para pemuda sebagai generasi penerus bangsa juga sangat diharapkan sebagai pelopor gerakan ini.</p><p style="text-align: justify;">Terutama sebagai mahasiswa, nilai-nilai antikorupsi harus telah tertanam sebagai karakter. Tak hanya dalam kehidupan perpolitikan, sikap antikorupsi harus diterapkan dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam keseharian baik dalam dunia pendidikan maupun sosial.</p><p style="text-align: justify;">Upaya pelantangan antikorupsi dapat kita mulai dengan hal-hal kecil dalam keseharian yang nyata. Di antaranya dengan tidak melakukan sikap mencontek, berbohong ataupun melakukan tindak plagiarisme.</p><p style="text-align: justify;">Mari, kira bersama-sama menjadi generasi muda cerdas yang turut serta dalam menyuarakan budaya antikorupsi. Selamat Hari Antikorupsi Sedunia, semoga dunia aman tanpa korupsi. (<strong><em>khn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjadi Perempuan: Mendobrak Stigma dan Rasa Takut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjadi-perempuan-mendobrak-stigma-dan-rasa-takut/baca </link>
<guid> menjadi-perempuan-mendobrak-stigma-dan-rasa-takut </guid>
<pubDate> Wed, 09 Dec 2020 11:03:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perempuan dalam kepemimpinan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjadi-perempuan-mendobrak-stigma-dan-rasa-takut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TBUAA7hmUi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menjadi Perempuan: Mendobrak Stigma dan Rasa Takut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;-&nbsp;</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Magdalene.co</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;menuliskan, &quot;Oxfam (2020) menunjukan ketimpangan laki-laki dan perempuan dalam bidang ekonomi maupun politik.&quot; Adapun penduduk perempuan yang hidup di bawah garis kemiskinan lebih tinggi (10%) daripada laki-laki (9%) (menurut data Badan Pusat Statistik di 2018).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Di dunia kampus, beberapa sosok perempuan sudah berhasil mengisi ruang kepemimpinan. Contohnya seperti dekan, kepala program studi, ataupun mahasiswi yang memimpin sebuah organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Sya&rsquo;idah Alawiyah Dzakwan, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) Unmul adalah salah satunya. Baginya, pemimpin wanita itu sangat istimewa. Layaknya seorang ibu yang dapat melaksanakan banyak hal sekaligus, begitu pula seorang pemimpin wanita yang dapat tetap fokus walaupun memiliki banyak tanggung jawab.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Segala sesuatu yang dilakukan dari hati pasti akan sukses hingga akhir,&quot; ungkapnya pada <em>Sketsa</em>, Minggu (22/11).</p><p style="text-align: justify;">Berawal dari mimpi yang ingin diwujudkan dan kepercayaan teman-temannya bahwa ia mampu dan berkompeten menjadi pemimpin, akhirnya memantik keberanian Sya&rsquo;idah untuk menjadi Gubernur BEM FK. Menurutnya, menjadi pemimpin itu sesuai dengan niat, kemampuan, dan kepribadiannya, bukan bergantung pada gender.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi kalau ada laki-laki yang memang lebih baik dari ketiga hal tersebut, maka dia berhak menjadi pemimpin. Namun kalau ada perempuan yang lebih baik lagi, dia juga berhak. Saya <em>gak</em> pernah berpikir bahwa pemimpin harus laki-laki. Karena perempuan juga bisa memimpin,&quot; tegasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Sya&rsquo;idah, Riska Meyliana, mahasiswa asal Sastra Indonesia 2016 ini merupakan sosok perempuan yang pernah memegang kepemimpinan di Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (Hima Sasindo) pada 2017 silam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berawal dari minimnya partisipan laki-laki yang menyanggupi untuk menjadi ketua umum, membuatnya berani untuk mencalonkan diri dan mengikuti berbagai proses hingga akhirnya terpilih. Meski sempat ragu dan tidak percaya diri karena pemimpin sebelumnya selalu laki-laki, tetapi dukungan dari teman-temannya membuat langkahnya lebih kuat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perempuan dalam Kepemimpinan</strong></p><p style="text-align: justify;">Seperti proses kepemimpinan pada umumnya, berbagai kendala juga terjadi pada mereka. Sya&rsquo;idah mengaku, kendala terberatnya saat memimpin ialah ketika harus mengambil keputusan dan ternyata merugikan orang lain. Ia sempat merasa tidak percaya diri untuk mengambil keputusan lagi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari hal ini, dia belajar bahwa semua yang terjadi adalah pelajaran agar selanjutnya dapat lebih berhati-hati serta mempertimbangkan banyak hal saat mengambil keputusan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sadar kita <em>gak</em> bisa memuaskan semua orang. Pasti akan ada orang yang kecewa sama keputusan kita. Yang paling penting kita telah memilih keputusan tebaik pada saat itu. Hasil atau dampak yang terjadi itu di luar keinginan kita,&quot; kata Sya&rsquo;idah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Suara yang berbeda datang dari Riska. Ketika sedang menjabat, organisasinya mengalami diskriminasi dari pihak lain. &quot;Namanya (dia) perempuan, yah. Pasti <em>baper</em> (terbawa perasaan) dan lain-lain,&quot; contohnya, Jumat (4/12).</p><p style="text-align: justify;">Fatimah, akademisi Unmul asal Program Studi Sastra Inggris memaparkan jika kendala-kendala di atas dapat terjadi karena adanya perbedaan model kepemimpinan antara perempuan dan laki-laki.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perbedaan model kepemimpinan perempuan dan laki-laki seperti yang Robbins (1998) kemukakan bahwa pada dasarnya perempuan memiliki gaya kepemimpinan yang lebih demokratis, sedangkan laki-laki lebih bersifat <em>directive</em> (menekankan pada cara-cara yang bersifat perintah),&quot; ujarnya, Minggu (6/12).</p><p style="text-align: justify;">Sebagai seorang dosen yang sering membahas mengenai kritik feminis, baginya kendala perempuan ketika menjadi pemimpin seringkali ditinjau secara sosial budaya. Kodrat perempuan dianggap lebih rendah dari laki-laki. Lebih tepatnya, perempuan seharusnya tinggal di rumah dan mengurus keluarga. Adapun perempuan yang berkarier di lingkungan publik harus siap mengemban peran ganda sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai wanita karier.</p><p style="text-align: justify;">Fatimah memaparkan, saat ini perempuan terlihat menduduki berbagai jabatan sebagai pemimpin baik kepala desa, kepala kantor, kepala sekolah, pimpinan universitas, manajer perusahaan, sampai dengan presiden. Walaupun demikian, persentase perempuan sebagai pemimpin dibandingkan populasi perempuan secara keseluruhan masih lebih rendah dibandingkan dengan persentase laki-laki sebagai pemimpin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemimpin yang ideal tidak selamanya bergantung dari gender saja. Akan tetapi melihat kepemimpinan dari pengalaman dan sikap seseorang. Mulai dari integritas, lebih mengutamakan kepentingan orang banyak, jujur, dapat dipercaya, tegas, hingga pekerja keras,&quot; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Disinggung mengenai stigma terkait kepemimpinan perempuan yang seharusnya diemban laki-laki, ia mengungkapkan jika perempuan sama kuatnya dalam memimpin banyak hal. Tak jarang pula, mereka mendapatkan respons yang baik dari masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tentunya tidak asing lagi dengan deretan nama-nama pemimpin perempuan. Sebut saja Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani, dengan tanggapan-tanggapan positif dari masyarakat tentang kepemimpinan mereka. Mereka adalah bukti bahwa kemampuan perempuan dalam memimpin tak bisa diragukan. Mereka adalah perempuan, tapi bisa juga menjadi <em>leader</em> sebagaimana kepemimpinan para laki-laki.&quot; tutupnya. <strong><em>(khn/bey/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> eHAC, Solusi Berpergian Aman Kala Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/ehac-solusi-berpergian-aman-kala-pandemi/baca </link>
<guid> ehac-solusi-berpergian-aman-kala-pandemi </guid>
<pubDate> Thu, 10 Dec 2020 10:41:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah menerapkan pola adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19, kita kini dapat kembali beraktivitas dengan batasan-batasan tertentu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/ehac-solusi-berpergian-aman-kala-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ii6QVKYN51.jpg" />
					</figure>
			                <h1>eHAC, Solusi Berpergian Aman Kala Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Setelah menerapkan pola adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19, kita kini dapat kembali beraktivitas dengan batasan-batasan tertentu. Protokol kesehatan adalah salah satunya. Skenario ini membuat masyarakat bisa berpergian ke luar kota dengan menggunakan fasilitas berupa transportasi umum.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi sebelum melakukan perjalanan, kita harus melengkapi beberapa dokumen untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Apabila tidak melengkapi dokumen tersebut, masyarakat tak bisa begitu saja pergi keluar kota melalui jalur darat, laut, dan udara.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu dokumen yang menjadi syarat wajib dalam melakukan perjalanan, khususnya transportasi udara (pesawat) yakni berupa surat hasil pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif yang berlaku paling lama 14 hari.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kita juga dapat menggunakan surat keterangan hasil pemerikasaan Rapid Test antigen atau antibodi non reaktif yang berlaku paling lama 14 hari sejak surat keterangan diterbitkan. Dapat pula menggunakan surat keterangan bebas gejala influenza yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas.</p><p style="text-align: justify;">Calon penumpang juga wajib memiliki persyaratan dokumen setelah bepergian. Wajib menyerahkan kartu kewaspadaan kesehatan yang diisi secara elektronik sebelum bepergian. Peraturan ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Kartu kewaspadaan kesehatan elektronik ini lebih dikenal dengan Electronic Health Alert Card (eHAC). eHAC wajib di download oleh masyarakat apabila ingin bepergian ke luar daerah. Isi dari eHAC tersebut merupakan sebuah formulir data yang berisi kartu kewaspadaan kesehatan calon penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum dan harus diisi dengan lengkap.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman kemkes.go.id, berikut ini adalah langkah-langkah instalasi eHAC dan alur pembuatannya:</p><p style="text-align: justify;">1. Mengunduh aplikasi eHAC Indonesia di Google Store atau Apple Store.</p><p style="text-align: justify;">2. Setelah diunduh, lakukan setting aplikasi yang meliputi pemilihan bahasa, registrasi user atau pengguna baru dan setting lokasi perangkat.</p><p style="text-align: justify;">3. Setelah selesai melakukan setting awal, maka akan tampil halaman utama eHAC. Untuk membuat kartu, pilih tombol visitor atau pengunjung.</p><p style="text-align: justify;">4. Selanjutnya akan muncul pilihan beberapa tombol, yakni:</p><p style="text-align: justify;">- Data profil (untuk masuk halaman profil);</p><p style="text-align: justify;">- Panik (untuk ditekan saat kondisi darurat dan butuh bantuan medis;</p><p style="text-align: justify;">- Tombol HAC: Pilih tombol HAC untuk mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">5. Setelah memilih Tombol HAC, akan muncul 2 pilihan:</p><p style="text-align: justify;">- HAC Indonesia, untuk membuat kartu eHAC saat berkunjung ke Indonesia dari luar negeri;</p><p style="text-align: justify;">- HAC domestik Indonesia, untuk membuat kartu eHAC saat akan bepergian antar kota di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">6. Isi data diri pada formulir registrasi yang meliputi nama, usia, jenis kelamin, negara, nomor identitas, lokasi tujuan, perkiraan waktu kedatangan, kendaraan dan sebagainya. Jika sudah, klik selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">7. Isi formulir registrasi mengenai lokasi asal. Jika sudah selesai, klik selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">8. Mengisi formulir mengenai gangguan kesehatan yang dialami dengan menandai check box yang sesuai dengan gejala yang dirasa. Kosongi jika tak ada gejala. Selanjutnya, klik submit.</p><p style="text-align: justify;">9. Anda akan dibawa kembali ke halaman HAC dan di situ akan tampil eHAC yang baru dibuat.</p><p style="text-align: justify;">10. Pilih HAC untuk membuka menu pilihan. Akan muncul pilihan seperti:</p><p style="text-align: justify;">- Lihat HAC, untuk menampilkan informasi pada HAC dan menampilkan barcode HAC yang digunakan untuk ditunjukkan kepada petugas saat check point pemeriksaan;</p><p style="text-align: justify;">- Hapus HAC, bila ada informasi yang salah.</p><p style="text-align: justify;">Cara-cara di atas merupakan panduan penggunaan eHAC saat melakukan perjalanan. Apabila ada kesulitan dalam pembuatan eHAC melalui smartphone, Kementerian Kesehatan melalui kantor kesehatan pelabuhan di seluruh Indonesia telah menyediakan tempat untuk mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan baik secara elektronik maupun secara manual atau tertulis. (<strong><em>anm/bey/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memperingati Hari HAM: 6 Laskar FPI Tewas, Polisi Lakukan Pelanggaran HAM? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/memperingati-hari-ham-6-laskar-fpi-tewas-polisi-lakukan-pelanggaran-ham/baca </link>
<guid> memperingati-hari-ham-6-laskar-fpi-tewas-polisi-lakukan-pelanggaran-ham </guid>
<pubDate> Thu, 10 Dec 2020 10:57:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Namun, logika mengatakan bahwa seharusnya kepolisian hanya menembak mati dua orang pengguna senjata api guna meniadakan ancaman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/memperingati-hari-ham-6-laskar-fpi-tewas-polisi-lakukan-pelanggaran-ham/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m1SOUxA8ly.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Memperingati Hari HAM: 6 Laskar FPI Tewas, Polisi Lakukan Pelanggaran HAM?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Menjelang peringatan Hari HAM 10 Desember 2020, publik kembali geger dengan tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di tangan Kepolisian Kapolda Metro Jaya. Keenam laskar FPI meregang nyawa setelah peluru melesat menembus kematian mereka. Apakah kasus ini telah menistakan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM)?</span></p><p style="text-align: justify;">HAM merupakan hak yang dimiliki oleh setiap individu sebagai anugerah dari Tuhan sejak lahir. HAM terdiri dari tiga macam hak dasar yakni hak untuk hidup, memperoleh kebutuhan makan dan berpakaian dengan layak. Ketiga hal tersebut merupakan syarat dasar yang harus diperoleh seluruh manusia dengan diakui oleh setiap orang dan hak tersebut tidak boleh dicabut oleh siapapun.</p><p style="text-align: justify;">Pada tanggal 10 Desember 1948, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memotori Deklarasi Universal HAM dengan mengajak masyarakat dunia yang diikuti berbagai negara untuk andil dalam penegakan HAM. Maka sejak itu, setiap negara anggota PBB menyerap baik isi Deklarasi Universal HAM ke dalam hukum nasional masing-masing. Hukum nasional HAM pada suatu negara nantinya dijadikan tolak ukur oleh PBB dalam menilai seberapa besar hasrat suatu negara dalam menegakkan hak-hak asasi manusia yang berada di wilayahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum Deklarasi Universal HAM oleh PBB. Serta sebelum merdekanya bangsa yang sangat kita cintai ini, para pendiri bangsa secara tidak langsung telah khatam dengan baik tentang definisi HAM itu sendiri. Melalui sejarah kelam penjajahan melahirkan buah-buah pikiran para penggerak kemerdekaan yang mengkristal dalam Pancasila, Pembukaan UUD 1945, batang tubuh UUD 1945, serta undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah sejak tahun 1998-2005.</p><p style="text-align: justify;">Hal di atas merupakan bukti konkret betapa negeri ini menjunjung tinggi HAM sejak awal kemerdekaan. Sejalan dengan budaya bangsa Indonesia yang berlandaskan kepada adab-adab berkehidupan untuk setiap individu yang ada. Dengan ribuan perbedaan, rakyat Indonesia mengimplementasikan secara bijak HAM sejak dulu.</p><p style="text-align: justify;">Namun seiring dengan bergejolaknya situasi sosial, politik dan ekonomi di Indonesia, perlahan menyayat niat baik para penggagas kemerdekaan dalam penegakan HAM. Aktivis buruh wanita bernama Marsinah dibunuh secara keji setelah melakukan aksi mogok kerja pada tahun 1993. Marsinah ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan bekas luka penganiayaan yang sangat sadis. Bahkan kemaluan Marsinah ditemukan dalam keadaan hancur.</p><p style="text-align: justify;">Pada ruang waktu yang berbeda yakni 2004, seorang aktivis HAM atas nama Munir meregang nyawa saat perjalanannya menuju Amsterdam kala itu. Munir tewas di dalam pesawat Garuda Indonesia yang ditumpanginya setelah meminum kopi yang mengandung racun mematikan.</p><p style="text-align: justify;">Selain dari kasus pelanggaran HAM pada kedua aktivis tersebut, masih banyak lagi kasus pelanggaran HAM yang mewarnai sejarah kelam HAM di Indonesia baik yang dikabarkan maupun yang luput dari pengawasan publik. Tragedi ini menjadi bukti bahwa hukum HAM di Indonesia harus lebih diperketat lagi.</p><p style="text-align: justify;">Menjelang peringatan hari HAM dunia, masyarakat Indonesia kembali menyoroti peristiwa tewasnya 6 orang laskar FPI yang ditembak mati oleh polisi. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari tanggal 6 Desember 2020 di tol Cikampek. Beberapa kalangan menduga kasus ini merupakan kasus pelanggaran HAM.</p><p style="text-align: justify;">Dari pihak Kapolda Metro Jaya menyampaikan, bahwa saat kepolisian melakukan penyelidikan dengan mengikuti rombongan Habib Rizieq Shihab (HRS) tiba-tiba mobil yang dikendarai kepolisian dipepet dan ditembak oleh laskar FPI pengawal HRS. Dan akhirnya baku tembak pun terjadi dan menewaskan 6 orang laskar FPI.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi seberang, Sekjen FPI menyampaikan bahwa laskar FPI tidak mengetahui mobil yang mengikuti dari belakang adalah pihak kepolisian. Serta dalam aturan FPI sendiri, para laskar tidak diperbolehkan untuk membawa senjata tajam dan senjata api.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari kedua pernyataan pihak Kepolisian dan FPI, saksi mata mengatakan dalam konferensi pers Kapolda Metro Jaya memperlihatkan barang bukti senjata api dan senjata tajam milik laskar FPI, versi kepolisian. Terdapat dua buah senjata api yang diperlihatkan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, logika mengatakan bahwa seharusnya kepolisian hanya menembak mati dua orang pengguna senjata api guna meniadakan ancaman. Serta sisa laskar yang bersenjatakan senjata tajam cukup untuk dilumpuhkan dengan menembak anggota badan penggeraknya. Hal ini tentunya menjadi suatu kejanggalan.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari berbagai pandangan yang ada, fakta mengatakan bahwa 6 orang putra bangsa telah tewas. Secara pandangan dasar HAM itu sendiri, peristiwa ini jelas melanggar HAM karena mencabut hak hidup individu.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, dalam peristiwa ini Komnas HAM harus turun tangan. Penting adanya pembentukan tim investigasi independen guna mengungkap kasus dugaan pelanggaran HAM ini. Hal ini diperlukan dalam menegakkan HAM yang berdasarkan keadilan di Indonesia. Selain itu, kita sebagai warga negara Indonesia ikut andil dalam penegakan HAM di negeri yang kita cintai ini. Dibutuhkan inisiatif serta kontribusi aktif di lapangan untuk menghargai HAM di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andi Indra Kurniawan, Gubernur BEM FEB Unmul 2021.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kalau Saja Bukan di Perhentian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kalau-saja-bukan-di-perhentian/baca </link>
<guid> kalau-saja-bukan-di-perhentian </guid>
<pubDate> Sat, 12 Dec 2020 10:59:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Saat hari makin berat, dan aku mulai antusias dengan perbincangan kita </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kalau-saja-bukan-di-perhentian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wDYzA92vXM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kalau Saja Bukan di Perhentian</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Mengapa berhenti tiba-tiba?</span><br></p><p>Saat hari makin berat, dan aku mulai antusias dengan perbincangan kita</p><p>Melepas genggam tanpa aba-aba</p><p>&quot;Halo, kamu masih di sana?&quot;</p><p>Tanyaku yang tak pernah dapat jawaban.</p><p><br></p><p>Sebelum perhentian, kau memandang lurus jalan dengan aspal yang tak mulus</p><p>Mungkin kau hitungi daun yang jatuh dengan tulus</p><p>&quot;Tapi apa gunanya?&quot;</p><p>Tanyaku yang tak pernah tersampaikan.</p><p><br></p><p>Kita bercengkrama,</p><p>Saling janji berhenti di ujung jalan sana</p><p>Jauh sebelum perhentian, kau banyak bicara</p><p>Aku kira perjalanan ini akan lama</p><p>Menikmatinya tentu bukan masalah</p><p><br></p><p>Kau memperhatikan sekitar, jalan basah bekas hujan tadi pagi</p><p>Pengamen yang pakai topi</p><p>Dan dingin yang menyusup ke pori-pori</p><p>Seketika kau mengernyitkan dahi,</p><p>tipikalmu saat mulai menyusun satu persatu memori.</p><p><br></p><p>&quot;Kau sedang apa?&quot;</p><p>Hening, dan perjalanan hanya tinggal gema suaraku</p><p>&quot;Di depan nanti perhentian, kau mau apa?&quot;</p><p><br></p><p>Jawabmu;</p><p>&quot;Ingin berhenti sekarang&quot;</p><p>Dan kau meninggalkan semua percakapan,</p><p>gantung bahkan sebelum di ujung.</p><p>Menyudahi sebelum waktunya, adalah masalah</p><p><br></p><p>Jalan menuju perhentian ini padahal tak rumit</p><p>Keloknya sedikit, di markah jalan pohon rimbun yang jumlahnya tak sedikit</p><p>Tapi kau memilih berhenti, bahkan tak pernah datang lagi.</p><p><br></p><p>Jalan-jalan panjang mengingatkan percakapan, mengusik memori</p><p>Kalau saja bukan di perhentian, kita bertemu dan berpisah di mana?</p><p>Jangan harap jawaban,</p><p>Suaraku hanya menggema.</p><p>Asing di telinga sendiri, tak diterima udara.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Ekspor Benih Lobster dalam Kacamata Civitas Academica Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-ekspor-benih-lobster-dalam-kacamata-civitas-academica-unmul/baca </link>
<guid> polemik-ekspor-benih-lobster-dalam-kacamata-civitas-academica-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 14 Dec 2020 11:16:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tanggapan civitas academica terkait polemik ekspor benih lobster. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-ekspor-benih-lobster-dalam-kacamata-civitas-academica-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p1QQMljpWG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Ekspor Benih Lobster dalam Kacamata Civitas Academica Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Meski Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo tengah terjerat kasus korupsi terkait ekspor benih lobster dengan dugaan gratifikasi atas izin eksportir, polemik yang menyangkut benih lobster masih terus mengikuti. Berbuntut dari kebijakan Edhy yang tertuang pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Wilayah Indonesia. Menyebabkan gugurnya kebijakan yang dibuat oleh Susi Pudjiastuti selaku Menteri KKP sebelumnya pada Peraturan Menteri KKP Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan Lobster.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kebijakan yang menawarkan produk laut tanah air kepada negara asing, dengan daya jual benih lobster yang tinggi hingga menembus nominal Rp150 ribu per ekor tersebut diharapkan mampu mendongkrak perekonomian negara oleh Kementerian. Namun, pro dan kontra tak terbendung pada berbagai kelompok masyarakat. Bagaimana civitas academica Unmul menanggapi hal ini?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Selasa (8/12), Esti Handayani Hardi menyampaikan bahwa langkah pemerintah dalam mengatur ekspor benih lobster sudah tepat. Sebab ada atau tidaknya regulasi yang mengatur tentang ekspor benih lobster, kegiatan ekspor tersebut akan terus berjalan. Jika tidak ada peraturan terhadap ekspor benih lobster, pemerintah tidak akan menerima keuntungan dari aktivitas ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Negara sebenarnya melegalkan ekspor benih lobster itu benar menurut saya. Karena tanpa ada regulasi dari pemerintah, ekspor tetap berjalan tetapi ilegal. Kalo ilegal, nggak ada negara diuntungkan. Nol pendapatannya dan hanya masuk ke dalam kantong-kantong eksportir ilegal. Sehingga perlu dilakukan legalisasi dengan pengaturan yang sangat ketat,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, kebijakan perizinan ekspor lobster merupakan pilihan yang terbaik saat ini. Esti menuturkan, regulasi diambil sebab pemerintah dan <em>stakeholder</em> yang terlibat belum dapat mengolah pembudidayaan lobster secara optimal. Namun, jika mereka dapat mengolah budidaya lobster dengan optimal, maka ekspor benih lobster harus dihentikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemerintah harusnya akan melarang ekspor jika negara sudah berhasil atau masyarakatnya sudah berhasil melakukan budi daya. Kalau belum, nggak papa ekspor aja. Tapi kalau misalnya negara, masyarakat, perguruan tinggi dan balai riset sudah bisa mengembangkan budi daya dengan sangat baik, pemerintah harus menghentikan perizinan,&rdquo; tegas Esti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Boby Fathur Rachman, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul menyatakan p<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">enolakannya terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, nasib nelayan yang berlokasi di pesisir akan semakin terpuruk karena masih menggantungkan kegiatan transaksi pada pedagang perantara yang membeli hasil tangkapan nelayan dengan harga terjangkau.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Solusi terbaik adalah KKP atau DKP tiap kota dan provinsi dapat mendata dan memfasilitasi tempat pendaratan ikan, serta memberi edukasi pada nelayan mengenai pengolahan ikan yang baik agar dapat meningkatkan nilai jualnya,&rdquo; terang Boby pada <em>Sketsa</em>, Kamis (10/12).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain solusi, Boby berharap KKP dapat mengeluarkan kebijakan alternatif atau pendukung dari pencabutan regulasi sebelumnya. Hal tersebut dapat mendukung pengembangan budi daya lobster dalam negeri dan memenuhi kuantitas sebelum melakukan ekspansi ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berencana melakukan audiensi terkait fenomena tersebut dengan DKP Kaltim. Kami akan kawal tak hanya perihal lobster. Sejumlah permasalahan kelautan lain akan kami suarakan, seperti pengadaan alat tangkap cantrang yang kembali diperbolehkan, nasib nelayan andon hingga RZWP3K Kaltim. Rencana kami akan bertemu dinas terkait dalam waktu dekat,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pihak BEM FPIK telah mengeluarkan pernyataan sikap yang memuat tiga tuntutan terkait kebijakan ekspor benih lobster. Tertuang pada dokumen Kajian Lobster BEM FPIK Unmul, mereka meminta pelaku penangkapan dan pengekspor lobster ilegal agar memperoleh hukuman secara tegas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mereka berharap agar peran pemerintah semakin optimal dalam upaya pemerataan distribusi dan infrastruktur budi daya lobster di Indonesia guna meningkatkan kuantitas dan kualitas benih lobster. Terakhir, mereka mengajak agar masyarakat sadar dengan kondisi nelayan saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Jumat (11/12), Iwan Suyatna selaku Dekan FPIK Unmul turut menganggapi kebijakan ini. Menurutnya, pergantian menteri tentunya akan menerbitkan kebijakan yang berbeda dan memiliki dampak yang berbeda pula. Iwan menyebut, kebijakan yang diambil Edhy sulit untuk diawasi dan berpotensi menimbulkan praktik kecurangan dalam perizinan ekspor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Benih ekspor sebenarnya boleh diambil, asal sesuai perhitungan. Saya pribadi bisa saja menghitung jumlah <em>baby</em> lobster yang ditangkap dan diekspor. Tetapi siapa yang bisa mengawasi di lapangan ngambil sekian, (atau) ada persaingan antar perushaan dan nelayan.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang menjadi persoalan, kebijakan dari perizinan perusahaan eksportir. Ada perusahaan yang sudah <em>ngantri</em> mendaftar ke KKP untuk diberi izin ekspor. Banyak yang <em>gak</em> dapat, sementara ada beberapa perusahaan (yang) baru saja daftar (tapi) dia diprioritaskan. Ternyata perusahaan tersebut ada kongkalikong,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan, kebijakan yang mengizinkan ekspor benih lobter ini dapat mengancam ketersediaan benih lobster itu sendiri. Iwan menyampaikan sikap dukungannya terhadap pelarangan ekspor benih lobster.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalo saya pribadi, sebagai orang perikanan saya sepakat pelarangan kebijakan <em>baby</em> lobster. Karena tidak banyak dan tumbuhnya lama, jika diizinkan ekspor maka akan mengancam populasi. Intinya, saya <em>kalo</em> boleh mewakili (civitas) academica, saya tidak mengizinkan. Tutup saja kebijakan ini mumpung masih bermasalah,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(fzn/syl/hdt/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persiapan Panjang Pemira FT 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-panjang-pemira-ft-2020/baca </link>
<guid> persiapan-panjang-pemira-ft-2020 </guid>
<pubDate> Tue, 15 Dec 2020 10:49:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persiapan Pemira FT 2020. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-panjang-pemira-ft-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n4Ls2DHiei.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Persiapan Panjang Pemira FT 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pemilihan raya (Pemira) gubernur dan wakil gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) masih terus bergulir di seluruh fakultas Unmul, tak terkecuali Fakultas Teknik (FT). Kampus yang identik dengan warna oranye ini telah mempersiapkan Pemira sejak 30 Oktober 2020 lalu dengan membentuk Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR).</span></p><p style="text-align: justify;">Namun seperti yang dialami oleh fakultas lainnya, Pemira FT harus dilaksanakan secara daring sebab pandemi Covid-19 menyebabkan aktivitas kampus dibatasi. Atas kendala ini, pihak Badan Lembaga Hukum (BLM) FT mengaku telah menyiapkannya jauh-jauh hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sendiri sebelum bulan Oktober rencananya ingin diadakan secara <em>offline</em> dan <em>online</em> hanya untuk rencana candangan, karena sempat ada kabar kalau bisa masuk kuliah bulan November. Ternyata kasus Covid-19 meningkat dan kebijakan fakultas pun mengharuskan untuk tetap <em>online</em>,&rdquo; ungkap Ketua Umum BLM FT, Risky saat diwawancarai <em>Sketsa</em> Kamis (19/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk melaksanakan sistem Pemira <em>Online</em> ini sejak awal November kemarin. Persiapan meliputi beberapa aturan yang harus diubah untuk menyesuaikan dengan sistem yang sekarang. Risky menilai jika hal ini tidak mudah karena sistem daring baru pertama kali mereka laksanakan sehingga membutuhkan waktu untuk beradapatasi. Belum lagi dengan suasana perkuliahan yang sibuk mendekati akhir semester.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melakukan berbagai persiapan, Pemira FT berlanjut ke tahap sosialisasi. Agenda ini diadakan via Zoom Meeting kepada perwakilan setiap ketua lembaga Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di lingkungan kampus. Sosialisasi berlangsung dari 13 November hingga 18 November 2020.</p><p style="text-align: justify;">Karena pandemi menyebabkan minimnya pertemuan langsung, Risky mengungkapkan bahwa ini menjadi kendala tersendiri. Mereka mencoba untuk mengatasi dengan melakukan pendekatan di masing-masing internal HIMA. Dari BLM sendiri pun mengirimkan delegasi untuk masing-masing HIMA dan tiap delegasi tersebut diaktikfkan untuk selalu mengabarkan informasi mengenai Pemira. Diadakan pula rapat rutin dan kunjungan ke lembaga-lembaga yang ada di FT untuk meningkatkan antusiasme.</p><p style="text-align: justify;">Setelah diadakannya sosialisasi, tahap Pemira berlanjut ke tahap pendaftaran bakal calon ketua dan wakil ketua BEM FT Unmul. Pendaftaran mulai dibuka pada tanggal 19 November sampai 28 November 2020. Sayangnya, karena minim pendaftar maka diadakan kembali pendaftaran yang diperpanjang hingga 16 Desember mendatang. Perpanjangan ini dilakukan setelah melakukan rapat pleno dan dengar pendapat dari ketua lembaga di FT.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya mengenai bagaimana mekanisme pemilihan nanti, Risky menyebutkan bahwa pemilihan akan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dan Google Form.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Zoom nanti sebagai bilik suara dan Google Form sebagai kartu suara. Kemudian dibuat 1 hari per tiap HIMA. Karena di Teknik ada 7 HIMA, sehingga waktu pemilihan akan diadakan 7 hari. Nanti link Google Form-nya akan dikirimkan di Zoom dan akan diawasi disitu,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari Instagram <em>@blm_ftunmul</em>, terhitung hingga hari ini (15/12) terdapat satu orang yang telah mengambil berkas pendaftaran yakni Muhammad Ali Husein asal Program Studi Industri.</p><p style="text-align: justify;">Adapun pihak KPPR hingga saat ini tidak bisa dihubungi terkait keberlangsungan Pemira mendatang dan kami masih terus berusaha untuk mengonfirmasi. <strong><em>(wuu/len)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Update: Dilansir pada Instagram @blm_ftunmul, hari ini (15/12) terdapat dua paslon lainnya yang turut mengambil berkas. Mereka adalah Muhammad Ahyul asal Prodi Sipil dan Diaz Galuh Purwitasari dari Prodi Kimia. Keduanya mengambil berkas via Zoom Meeting. </em></strong><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selepas Wisuda: Pengalaman dan Harapan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selepas-wisuda-pengalaman-dan-harapan/baca </link>
<guid> selepas-wisuda-pengalaman-dan-harapan </guid>
<pubDate> Tue, 15 Dec 2020 10:53:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengalaman mahasiswa atas pelaksanaan wisuda Unmul secara daring dan luring. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selepas-wisuda-pengalaman-dan-harapan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BZhRwTQP5C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Selepas Wisuda: Pengalaman dan Harapan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menuju akhir tahun, Unmul kembali melaksanakan prosesi wisuda untuk keempat kalinya pada Sabtu (12/12) lalu. Mengusung konsep berbeda, acara berlangsung secara daring dan luring. Kombinasi dilakukan lantaran kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir. Kegiatan yang terlaksana di Ruang Serbaguna Lantai 4 Rektorat Unmul ini tetap menerapkan protokol kesehatan.&nbsp;&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>unmul.ac.id</em>, terdapat total 986 orang wisudawan dan wisudawati dari program Diploma, Sarjana, Profesi dan Pascasarjana Unmul. Sebanyak 18 orang perwakilan terbaik dari setiap fakultas dan pascasarjana menghadiri wisuda secara luring. </p><p style="text-align: justify;">Lulusan terbaik program sarjana diraih oleh Retno Hanani asal Program Studi Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3.91. Kemudian, dari Program Pascasarjana terdapat Yayu Wahyuni asal Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 4.00. Terakhir, Rochadi Kristiningrum dari Program Doktor Ilmu Kehutanan dengan IPK 4.00. </p><p style="text-align: justify;">Retno Hanani, salah satu lulusan terbaik asal Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) membagikan pengalamannya sebagai peserta wisuda luring. Ia menyebutkan, rangkaian acara berlangsung lancar dan tepat waktu. Meski tidak dapat dihadiri langsung oleh seluruh peserta, Retno mengatakan jika euforia kelulusan sangat terasa walau hanya bersama para perwakilan. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat rektor dan jajarannya memasuki ruangan dan diiringi dengan instrumen, membuat hati saya bergetar dan berkata dalam hati &lsquo;ini yang saya tunggu-tunggu selama masa perkuliahan&rsquo;. Namun, sayangnya tidak dapat dihadiri dan disaksikan langsung oleh seluruh wisudawan dan wisudawati,&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (14/12).</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku jika dirinya tak pernah berpikir akan menjadi perwakilan terbaik saat kelulusan tiba. Tetapi, Retno bersyukur mendapatkan kesempatan tersebut sehingga dapat hadir sebagai peserta luring dan diwisuda langsung oleh rektor Unmul. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sungguh pengalaman dan kesempatan yang luar biasa bagi saya. Terkendala oleh pandemi, namun saya masih tetap bisa merasakan wisuda secara langsung,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Retno menambahkan, pada saat wisuda luring berlangsung tidak terdapat kendala berarti. &ldquo;Hal ini pun tidak terlepas dari seluruh kerja keras panitia pelaksana yang telah merancang dan menyukseskan acara ini,&rdquo; terangnya. </p><p style="text-align: justify;">Cerita lainnya datang dari Ainun, mahasiswi asal Prodi Penjaskesrek yang mengikuti prosesi wisuda secara daring. Mahasiswi angkatan 2016 tersebut menuturkan jika ia tidak begitu merasakan suasana kelulusan yang sesungguhnya. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa saya bisa bilang seperti itu? Karena masalah teknis atau sinyal dan baik MC pun tidak memberitahu kapan kita harus pindah tali toga,&rdquo; kata Ainur, Senin (14/12).</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai kendala selama pelaksanaan wisuda, dirinya memaparkan jika beberapa kendala pada media telekonferensi yang digunakan hingga permasalahan internet. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada (kendala) jaringan, kemudian teknis dalam Zoom-nya. Kemudian kuota internet. Padahal <em>kan</em> angkatan atas ada yang membayar uang wisuda. Setidaknya ada paket setiap calon wisuda,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengenai target setelah kelulusan, baik Retno maupun Ainun menyampaikan jika mereka ingin segera bekerja dan melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga ada yang menerima lamaran kerja saya di salah satu instantsi dan jika diberi kesempatan serta rezeki, semoga bisa melanjutkan pendidikan dan terus bisa mengembangkan ilmu,&rdquo; harap Retno.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Insyaallah</em>, saya ingin menjadi PNS dan melanjutkan sekolah kembali,&rdquo; tambah Ainun. </p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, Ainun juga berharap agar Unmul dapat berkembang lebih baik dan menyampaikan semangat kepada mahasiswa yang masih mengejar gelarnya di kampus. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Satu harus kalian ingat, masih ada cita-cita dan impian yang berada di belakang punggung kalian untuk mencapai suatu kesuksesan! Optimis dan jangan lupa tersenyum,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(len/rst) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Saling Bertaut dalam Pena Persma: Jurnalisme Multimedia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/saling-bertaut-dalam-pena-persma-jurnalisme-multimedia/baca </link>
<guid> saling-bertaut-dalam-pena-persma-jurnalisme-multimedia </guid>
<pubDate> Tue, 15 Dec 2020 11:35:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan Pena Persma: Jurnalisme Multimedia bersama para delegasi secara daring. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/saling-bertaut-dalam-pena-persma-jurnalisme-multimedia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZGFQeZHXEQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Saling Bertaut dalam Pena Persma: Jurnalisme Multimedia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setiap tahunnya, pelaksanaan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) diadakan secara luring dengan mengirimkan delegasi langsung ke wilayah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) terkait.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 yang melanda di tahun ini tak menyurutkan esensi dan semangat peserta PJTLN LPM Dinamika UIN Sumatera Utara dari seluruh Indonesia yang mengikuti kegiatan secara daring.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema Jurnalisme Multimedia, perhelatan ini dibuka oleh Wakil Rektor III UIN Sumatera Utara, Nispul Khoiri pada Senin (14/12). Dihadiri pula oleh pembina, alumni dan kru LPM Dinamika serta 35 peserta yang menjadi delegasi PJTLN yang terdiri dari 19 LPM se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa (Pena Persma) ini bertujuan untuk mengenalkan bagaimana gambaran pers di masa depan yang mengutamakan dunia daring dan visual. Mempersiapkan pers kampus untuk menghadapi perubahan dunia pemberitaan, serangan hoaks, memperdalam pengetahuan desain grafis dan <em>video editing</em> serta melatih padi padan teknologi juga visual dalam membuat pemberitaan yang aktual dan menarik.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini, LPM Sketsa Unmul mengirimkan dua anggotanya sebagai delegasi. Mereka adalah Restu Almalita, Redaktur Pelaksana LPM Sketsa Unmul dan Andi Berbi Ollan Yunus selaku Bendahara LPM Sketsa Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari, dimulai sejak Senin hingga Kamis pada 14 Desember hingga 17 Desember 2020. Adapun peserta akan dibekali dengan simulasi penulisan <em>feature</em> dan video infografik.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun di Unmul sendiri sedang memasuki penghujung kalender akademik, hal ini tidak menjadi halangan bagi niat dan semangat kedua delegasi dalam mengikuti agenda tersebut. Pelaksanaan daring pun tidak memberi jarak terhadap ikatan persaudaraan antara seluruh pers mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya perwakilan dari Unmul yang mengikuti PJTLN ini, pihak Sketsa berharap ke depannya dapat memberikan ilmu dan manfaat untuk kepada sesama anggota Sketsa juga pada civitas academica Unmul. <strong><em>(bey/rst/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-serbi Kuliah Daring: Sulitnya Membagi Waktu antara Kampus dan Rumah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-kuliah-daring-sulitnya-membagi-waktu-antara-kampus-dan-rumah/baca </link>
<guid> serba-serbi-kuliah-daring-sulitnya-membagi-waktu-antara-kampus-dan-rumah </guid>
<pubDate> Wed, 16 Dec 2020 09:30:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sulitnya perkuliahan daring di rumah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-kuliah-daring-sulitnya-membagi-waktu-antara-kampus-dan-rumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SeQNeH8ROT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serba-serbi Kuliah Daring: Sulitnya Membagi Waktu antara Kampus dan Rumah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tak terasa, saat ini kita berada pada penghujung tahun akademik di 2020. Sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global, berbagai upaya pencegahan dilakukan demi menurunkan <em>positivity rate</em> dan tingkat kematian atas Covid-19 di Indonesia. Salah satunya dengan melaksanakan sistem pembelajaran daring untuk meminimalisir kontak dan penyebaran virus.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, kondisi ini menyebabkan keadaan yang sulit khususnya bagi mahasiswa. Kegiatan yang mayoritas dilakukan secara virtual rupanya dapat memicu stres mereka. Dilansir dari jurnal <em>Sistematik Review: Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi Covid-19 Terhadap Mahasiswa Indonesia</em> (Argaheni, 2020), pembelajaran daring memiliki beberapa dampak terhadap mahasiswa, yakni membingungkan mahasiswa atas sistem yang digunakan, pasifnya partisipasi, berkurangnya kreativitas dan produktivitas, menumpuknya informasi atau konsep pada mahasiswa, mengalami stres dan meningkatnya kemampuan literasi bahasa mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> berkesempatan untuk mewawancarai dua mahasiswa Unmul yang ingin membagikan pengalamannya selama perkuliahan daring berlangsung. Rara Asri Widyaningrum asal Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling 2019 menyampaikan jika beberapa hal kini berbeda sejak dirinya harus mengikuti berbagai kegiatan dengan sistem <em>online</em>. Sebelum kembali ke rumah, Rara menuturkan jika kegiatan yang ia jalani lebih santai. Seperti kuliah, memasak, menghabiskan waktu dengan menonton film hingga mengikuti kegiatan himpunan mahasiswa (HIMA). Namun saat ini, ia harus membagi waktunya dengan berbagai pekerjaan rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harus membantu ibu saya yang di warung, mengerjakan pekerjaan rumah, membuat tugas, ikut kegiatan HIMA. (Tapi) sulit untuk mengatur waktu saat berada di rumah. Karena saat mengerjakan tugas, bisa saja ter-<em>distract</em> oleh tugas-tugas lainnya,&rdquo; ujar Rara, Selasa (15/12).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga mengalami tekanan-tekanan baik dari kegiatan kuliah maupun rumahnya. Berbagai jadwal mata kuliah yang mengharuskannya untuk <em>stay online</em> karena sewaktu-waktu mengalami perubahan hingga jaringan dan perangkat belajar seperti laptop yang bermasalah. Belum lagi ketika ia diminta untuk membantu di warung sehingga semakin sulit untuk mengatur waktu kuliah dan tugas rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ada tugas rumah dan kuliah sebenarnya tidak masalah. Cuma jadwal jam kuliah ini kadang-kadang tidak teratur, kadang maju kadang mundur. Konfirmasi kehadiran saat dosen mengajar juga mendadak jadi gak sempat <em>prepare</em>. Apalagi yang menggunakan Zoom, mahasiswa dituntut rapi tapi ngasih <em>link</em> tiba-tiba,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan juga masalah durasi, penginnya durasi ketika online durasinya tidak seperti <em>offline</em>, (karena) sayang kuota. Kalau bisa materi dibagikan via Whatsapp aja, terus penjelasannya diakhir. Atau nggak 2 minggu sekali Zoom, jangan perminggu,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Kamis (10/12) lalu, pengalaman lain datang dari Wafiq Azizah, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2019. Saat sebelum pandemi, dirinya aktif dan sibuk berorganisasi sehingga banyak menghabiskan waktu di sekretariat atau mengerjakan tugas bersama teman. Selama berkegiatan di rumah, Azizah harus mengimbangi waktu untuk perkuliahan, mengerjakan tugas sampai membantu orang tuanya. Di mana segala aktivitas berubah menjadi daring dan juga harus mengerjakan tugas rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sementara tugas kuliah dari dosen kadang suka <em>nyebelin</em> kan ya. Terus kayak jadwal yang semau-maunya aja diganti. Nah, disaat yang sama juga harus tetap bantuin orang tua di rumah. Ganggu banget sebenarnya,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, perkuliahan daring membuat mahasiswa terpaksa untuk memahami sendiri materi atau informasi yang diberikan oleh dosen. Menurut Azizah, seharusnya ada pemaparan atau pembahasan lebih lanjut dengan mata kuliah terkait. Ia mengaku jika kuliah daring membuatnya kesulitan memahami materi serta penjelasan yang ada. Tak hanya itu, ia kerap kali harus membeli paket internet berlebih meskipun dirinya mendapatkan subsidi dari pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Berada di rumah dengan intensitas yang lebih lama membuat dirinya juga harus membantu membuat tugas sekolah adik-adiknya. Ini cukup membuatnya tertekan karena di satu sisi, ia harus menyelesaikan tugas-tugas yang ia dapatkan saat perkuliahan. Tetapi juga harus menjalankan tugasnya sebagai kakak di rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin aja pas UAS, adikku itu kan bersamaan sama kita UAS juga. Lagi sibuk-sibuknya ngerjain tugas, terus ada kelas. Nah, aku di situ juga harus bantuin kerjain ujiannya adikku. Gimana ya, aku mana ingat pelajaran anak SMP. Kesannya karena aku kakak tertua dan ada di rumah, ya aku harus bantu,&rdquo; papar Azizah.</p><p style="text-align: justify;">Azizah juga menambahkan jika terkadang dirinya mendapatkan tekanan dari orang tuanya selama perkuliahan daring. Meskipun tak terang-terangan menegur atau terus-terusan menyuruh, ia merasa tidak nyaman karena orang tuanya terkesan menyindir. Dirinya merasa tidak enak karena terlihat seperti tidak memedulikan keadaan rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Kan</em> pasti segala pekerjaan rumah, mamaku yang kerjain. Nanti kalau dia capek, (dia) ngeluh, tapi nyaring gitu. Ngomong &lsquo;capeknya begini, kita semua yang kerjain. Menyapu, memasak, cuci baju. Ada aja orang di rumah ini tapi gak mau dibantuinnya.&rsquo; Membantu orang tua? Iya, aku tahu itu kewajiban. Tapi bukan juga jadi kita yang harus mengerjakan semuanya. <em>Kan</em> anak juga harus sekolah, harus belajar. Aku rasa tuh, harus ngertiin juga lah posisinya gimana. Kita lagi kuliah, mikir itu juga capek loh daripada kerja fisik kaya gitu,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Baik Rara maupun Azizah sama-sama berharap dapat mengikuti perkuliahan secara luring jika keadaan memungkinkan. Jika situasi dan kondisi masih mengharuskan mereka untuk tetap berkegiatan <em>online</em>, mereka juga berharap agar dosen lebih responsif saat mengajar dan orang tua dapat lebih memberikan pengertian terhadap situasi yang saat ini sedang mereka jalani.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin dapat dipermudah lagi dalam penyampaian materi maupun tugasnya. Karena banyak mahasiswa yang terkendala jaringan dan fasilitas yang tidak terlalu memadai. Jika <em>offline</em>, penyampaian materi maupun diskusi lebih masuk ke otak dibandingkan <em>online</em> yang hanya mendengarkan saja. Harapannya juga dosen lebih responsif ketika ditanya perihal tugas atau materi dan memberi tugas sesuai kapasitas mahasiswa,&rdquo; kata Rara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku penginnya cepat selesai pandemi. Aku sesak banget di rumah. Harapanku kalau masih harus belajar di rumah, semoga kita semua terbebas dari yang namanya stres karena tugas. Kesehatan mental itu penting. Aku tahu, kita semua pasti pusing banget sama keadaan yang kaya gini. Tapi ingat, kamu gak sendiri. Kita semua sama,&rdquo; tutup Azizah.<strong><em>&nbsp;</em></strong><em><strong>(khn/jen/len/fzn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Stres Akademik, Peran Kuliah Daring hingga Tekanan Orang Tua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/stres-akademik-peran-kuliah-daring-hingga-tekanan-orang-tua/baca </link>
<guid> stres-akademik-peran-kuliah-daring-hingga-tekanan-orang-tua </guid>
<pubDate> Wed, 16 Dec 2020 10:49:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menilik kuliah daring dan tekanan orang tua dalam stres akademik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/stres-akademik-peran-kuliah-daring-hingga-tekanan-orang-tua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mwktpbNQDa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Stres Akademik, Peran Kuliah Daring hingga Tekanan Orang Tua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir menyebabkan sebagian besar kegiatan mahasiswa dilakukan secara daring. Selain harus melakukan aktivitas secara virtual, mayoritas mahasiswa perantauan kembali ke kampung halaman dan tinggal bersama keluarga. Meski pembelajaran terkesan efisien dan mudah selama <em>online</em>, nyatanya hal ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di lapangan.&nbsp;&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari infografis <em>tirto.id</em>, Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 20 provinsi dan 54 kabupaten/kota dengan 1.700 responden menyebutkan jika 73,2 persen anak terbebani tugas dan 77,8 persen anak kelelahan mengerjakan tumpukan tugas yang diberikan guru untuk dikerjakan dalam waktu singkat. </p><p style="text-align: justify;">Keadaan di rumah juga tak lantas membuat semangat belajar meningkat. Masih di infografis yang sama, Jajak Pendapat PEKA I Unicef Indonesia x CIMSA Indonesia memaparkan jika 38% anak dengan rentang usia 15-19 tahun tertekan oleh orang tua. Lalu, seperti apa fenomena stres akademik pada mahasiswa?</p><p style="text-align: justify;">Hairani Lubis, dosen psikologi klinis Unmul memberikan pandangannya terkait hal ini. Ia menyebutkan, stres merupakan bagian psikologis yang wajar dan pasti dialami oleh setiap individu. Ketika individu mengalami berbagai situasi yang mengancam, muncul reaksi fisiologis maupun reaksi psikologis sebagai respons terhadap stres. Adapun kondisi ini harus menjadi perhatian mahasiswa juga pihak universitas selaku penyelenggara pendidikan. </p><p style="text-align: justify;">Terutama, karena sistem perkuliahan daring yang baru diterapkan. Semua pihak baik mahasiswa, dosen, dan universitas tentunya masih dalam proses penyesuaian. Banyak hal yang harus dipelajari dan ada pula kebiasaan baru yang harus dilakukan. </p><p style="text-align: justify;">Di satu sisi, para dosen harus belajar memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan baik dan membuat media pembelajaran yang bisa diterima oleh mahasiswa dalam kondisi daring. Di sisi lain, mahasiswa pun harus belajar untuk beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh dan mendorong dirinya untuk belajar mandiri.</p><p style="text-align: justify;">Beban tugas yang banyak juga terbatasnya pergerakan mahasiswa menjadi salah satu pemicu stres akademik. &ldquo;Misalnya satu kata kuliah ada satu tugas. Bayangkan kalau ada empat atau lima mata kuliah, itu pasti banyak sekali tugasnya. Kemudian adanya keterbatasan ruang gerak karena <em>social distancing</em>. Ini menambah tekanan pada mahasiswa,&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (14/11).</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyoroti pemberian beban tugas mahasiswa yang berlebihan. Baginya, hal ini sama saja dengan tidak mendukung proses pembelajaran dengan baik. Sebab sejatinya, kegiatan belajar mengajar tak hanya terpaku pada tugas. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi bagaimana mahasiswa bisa belajar secara mandiri dan bagaimana ia bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari,&rdquo; tambahnya. </p><p style="text-align: justify;">Berbicara tentang stres dan depresi, semua kalangan masyarakat mempunyai prevalensi atau resiko yang sama. Namun, banyak penelitian yang menyatakan bahwa tingkat sosial ekonomi juga memengaruhi dan memicu stres akademik yang terjadi pada mahasiswa. </p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, mahasiswa dari keluarga ekonomi menengah ke bawah kebanyakan mengalami tekanan yang lebih berat. Selain mengalami tekanan dari beban tugas kuliah, mereka juga mengalami tekanan secara finansial akibat Covid-19. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya ada orang tua yang di-PHK atau pendapatan usaha pribadi menurun drastis. Sedangkan biaya rumah tangga semakin tinggi atau pendapatan menurun tapi biaya yang dikeluarkan tetap sama. Ini membuat kondisi keluarga menjadi tidak stabil. Berpengaruh juga dengan kondisi kesehatan mental,&rdquo; ujarnya. </p><p style="text-align: justify;">Ketika kondisi finansial bermasalah, maka itu akan menjadi beban pikiran mahasiswa. Seperti bagaimana caranya untuk dapat bertahan di kondisi finansial yang sedang tidak stabil. Terdapat beberapa mahasiswa yang harus bekerja untuk membiayai kuliah. Hal ini pun akhirnya juga meningkatkan stres mereka. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya mereka mengalami konflik di lingkungan kerja, kemudian membagi waktu antara kuliah dan kerja dan membagi waktu dengan mengerjakan tugas kuliah. Tekanan-tekanan ini menambah lagi tingkat stres yang terjadi,&rdquo; terang Hairani. </p><p style="text-align: justify;">Tak hanya ancaman stres, kecanduan internet juga mengusik perilaku mahasiswa selama berkegiatan di rumah. Menurutnya, jika mahasiswa bijak dalam menggunakan internet, mereka akan mengetahui seberapa lama ia harus mengalokasikan waktu untuk belajar daring dan berapa lama ia harus mengerjakan kegiatan lainnya. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang kalau kita telaah, potensi kecanduan itu memang ada. Namun selama mahasiswa bisa mengatur strategi belajar dengan tepat, hal tersebut bisa dihindari. Mahasiswa harus tahu, hal-hal apa saja yang menjadi prioritas belajarnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebanyakan mahasiswa yang kecanduan itu bukan menggunakan internet untuk kuliah daring. Tetapi menggunakannya untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan kuliah. Misalnya main <em>game</em> atau media sosial. Kegiatan-kegiatan itulah yang justru membuat mereka menjadi kecanduan internet. Jadi mau kuliah daring atau kuliah luring, potensi untuk kecanduan internet itu tetap ada,&rdquo; lanjutnya. </p><p style="text-align: justify;"><strong>Tekanan Keluarga</strong></p><p style="text-align: justify;">Disampaikan olehnya, salah satu faktor yang memengaruhi stres dan depresi ialah keluarga. Keluarga merupakan orang terdekat yang perilaku dan perkataannya sangat memengaruhi kondisi mental seseorang. Semakin tinggi dukungan yang diberikan keluarga, maka akan semakin rendah stres akademik yang dialami. Begitu pula sebaliknya. Semakin rendah dukungan yang diberikan oleh keluarga, maka semakin rentan pula mahasiswa mengalami stres akademik. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya tuntutan orang tua yang berlebihan mengenai prestasi. Orang tua menuntut anaknya harus memiliki IPK tinggi, sementara orang tua tidak pernah memberikan apresiasi. Hal-hal ini membuat anak menjadi tertekan,&rdquo; paparnya. </p><p style="text-align: justify;">Kemudian, sikap orang tua yang sering membanding-bandingkan anak dengan anak lainnya tanpa memberikan motivasi juga menjadi tekanan tersendiri. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang menjadi masalah adalah dukungannya. Kalau misalnya orang tua tidak tinggal bersama tetapi memberikan dukungan penuh kepada anak, maka anaknya akan memiliki tingkat stres yang rendah. Tetapi ketika mahasiswa ini tinggal bersama orang tuanya dan mereka memberikan tuntutan yang berlebihan tanpa penghargaan, maka ini yang akan memicu stres akademik kepada anaknya,&rdquo; papar Hairani.</p><p style="text-align: justify;">Kembali dari perantauan yang biasanya hidup sendiri dengan aturan sendiri, kini mahasiswa harus kembali di bawah aturan orang tua. Ia mengatakan, jika mahasiswa memiliki penyesuaian diri yang baik, dia akan berperilaku sesuai dengan norma yang ada. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Meskipun jauh dari orang tua, ia harus tetap mematuhi aturan di tempatnya berada, kan? Kalau misalnya ia melanggar aturan, pastinya akan terkena sanksi sosial. Mungkin untuk beberapa orang, ada yang mengalami konflik terhadap penyesuaian diri atau terbiasa melakukan sesuatu tanpa izin orang tuanya,&rdquo; katanya. </p><p style="text-align: justify;">Hal kecil seperti meminta izin kerap menyebabkan konflik dengan orang tua. Namun, Hairani menyarankan agar orang tua dan anak dapat berkomunikasi dengan baik untuk mengatasi konflik. Karena seharusnya, saat-saat inilah mahasiswa dapat meningkatkan kualitas komunikasi dengan keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, ia berpesan kepada orang tua untuk memberikan dukungan sebagai bagian terdekat dari kehidupan mahasiswa. Dukungan tersebut dapat berupa emosional hingga materiel.</p><p style="text-align: justify;">Dukungan emosional dapat dilakukan dengan memberikan pujian dan menghargai usaha yang telah dilakukan anak. Sedangkan dukungan materiel dapat diberikan dengan menyediakan fasilitas pendukung selama pembelajaran daring. Namun tetap sesuai dengan kondisi dan situasi orang tua. </p><p style="text-align: justify;">Kemudian, keluarga juga harus memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai. Selama hal tersebut tidak bertentangan dengan aturan dan tidak membahayakan dirinya dengan orang lain. Kesempatan ini bermaksud agar anak dapat untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dan mengembangkan dirinya. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orang tua juga dapat menciptakan kondisi rumah yang nyaman dan kondusif bagi anak untuk belajar. Jadi orang tua juga memahami bahwa ada waktu-waktu tertentu anak butuh ketenangan, seperti ketika sedang belajar <em>online</em>,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(len/khn/jen/rst) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Webtoon Horor Indonesia, Berani Baca? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-webtoon-horor-indonesia-berani-baca/baca </link>
<guid> rekomendasi-webtoon-horor-indonesia-berani-baca </guid>
<pubDate> Thu, 17 Dec 2020 10:35:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Eksistensi komik berbasis digital seperti LINE Webtoon memang sangat menarik perhatian. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-webtoon-horor-indonesia-berani-baca/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zrm5RcTqwi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Webtoon Horor Indonesia, Berani Baca?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Eksistensi komik berbasis digital seperti LINE Webtoon memang sangat menarik perhatian. Terlebih selama pandemi, kita menjadi lebih sering bercengkrama dengan ponsel masing-masing. Selain akses yang mudah dan tidak memakan banyak biaya, berbagai cerita dengan beragam genre dapat dinikmati oleh siapa saja.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya diisi komedi dan romantis, cerita-cerita horor juga tampak mengisi tajuk-tajuk komik digital di Webtoon. Beberapa di antaranya merupakan karya <em>author</em> Indonesia loh! Dengan unsur seram dan pendekatan budaya lokal Indonesia, <em>webtoon-webtoon</em> ini berhasil membuat setiap pembacanya merasakan suasana horor yang nyata. Berikut Sketsa berikan rekomendasinya untuk kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Gloomy Sunday</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Webtoon</em> ini merupakan karya dari Fanky Landerson yang lebih dikenal dengan nama Fankycon. Terbit setiap hari Minggu, Gloomy Sunday mengusung horor yang penuh kejadian mencekam dan menegangkan. Dengan grafis yang gelap dan sketsa yang terkesan kelam, Gloomy Sunday membahas berbagi cerita yang berbeda-beda. Uniknya, beberapa cerita tersebut saling bertaut dan membuat pembaca menjadi penasaran.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, komik ini dipenuhi hal-hal yang cukup mengerikan. Sehingga bagi kamu yang masih di bawah umur atau tidak nyaman dengan adegan sadis, disarankan untuk tidak membaca, ya! Selain itu, Gloomy Sunday juga telah memulai serial animasi mereka di kanal YouTube Gloomy Sunday Club.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Creep dan Creep In</strong></em></p><p style="text-align: justify;">Sempat berada di <em>webtoon challenge</em>, Creep karya Ino Septian ini berhasil menjadi <em>webtoon official</em> dan tayang pertama kali pada Juni 2016. Dengan latar yang didominasi gelap dan visualisasi yang seram, Creep diisi dengan berbagai cerita-cerita horor yang terasa lekat dan nyata.</p><p style="text-align: justify;">Namun agar kalian tidak bingung, Creep sebenarnya diisi dengan dua jenis cerita. Pertama dengan cerita yang saling bersangkutan dengan episode yang panjang, dan kedua adalah cerita yang habis dalam satu sampai dua episode. Setelah tamat pada episode 90 &ndash; berpisah, Creep kembali muncul dengan judul Creep In dan membawa pembaca kepada cerita lainnya yang tak kalah seram.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Kemala</strong></em></p><p style="text-align: justify;">Menjadi salah satu <em>webtoon</em> horor baru, Kemala merupakan karya dari Sweta Kartika yang berkolaborasi dengan Dedy Koerniawan dan Pierre Rangga. Webtoon ini bercerita tentang Kemala, seorang gadis yang terbangun sebagai arwah di sebuah gedung sekolah tua yang menjadi tempat pembuangan arwah-arwah penasaran yang juga dianggap berbahaya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan cerita yang kelam dan pendekatan melalui peristiwa yang sering terjadi di kalangan masyarakat, dengan cerdas <em>webtoon</em> ini mengantar kita kepada petualangan Kemala dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dialami para arwah. Didominasi gambar dan <em>tone</em> yang gelap dan mencekam, Kemala semakin menyeramkan dengan <em>sound effect</em> yang menakutkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>10 PM</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu suka mendengarkan radio? Bagaimana jika kamu mendengarkan siaran horor pada malam Jumat dengan kisah-kisah mistis nyata yang dapat membuatmu bergidik ngeri? Inilah yang membuat <em>webtoon</em> ini unik dan istimewa. Mengusung konsep siaran radio, Arvidan selaku pencipta dari 10 PM membawakan keseluruhan cerita dengan seru sekaligus menegangkan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sampai disitu, <em>webtoon</em> ini memiliki cerita yang saling terpaut dan akan mengantarkan kita pada cerita utama. Seperti mengapa sang penyiar radio membawakan kisah-kisah horor, hingga asal muasal stasiun radio dengan frekuensi yang tidak wajar tersebut. <em>Webtoon</em> ini sedang hiatus untuk persiapan <em>season</em> kedua.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Bloody Gaze</strong></em></p><p style="text-align: justify;">Dimulai pada 24 Juni lalu, <em>webtoon</em> ini merupakan karya dari Takamiwa dan Fatal Lemon ini menceritakan tentang Rion, seorang siswa SMA yang tiba-tiba mengalami berbagai kejadian buruk ketika seorang gadis bernama Bell datang dan membuat teror di sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan cermat, mereka membuat kisah misteri yang menarik dengan tampilan visual yang mencekam dan sadis. Perlu diingat, Bloody Gaze berisi adegan-adegan kekerasan dan lainnya, sehingga diperlukan kebijakan kalian untuk membacanya.</p><p style="text-align: justify;">Tertarik untuk membaca komik-komik di atas? Jangan lupa siapkan diri ya. Jika kamu mulai merasa tidak nyaman atau terganggu dengan adegan-adegan yang ada, segera hentikan membaca ya. Kalian juga dapat membacanya bersama teman jika diperlukan. Selamat menikmati! (<em><strong>len</strong></em>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Layanan Unmul, Tetap Beroperasi Kendati Pandemi Covid-19 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/layanan-unmul-tetap-beroperasi-kendati-pandemi-covid-19/baca </link>
<guid> layanan-unmul-tetap-beroperasi-kendati-pandemi-covid-19 </guid>
<pubDate> Fri, 18 Dec 2020 07:35:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul mulai membuka beberapa fasilitas kampus di tingkat fakultas dan universitas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/layanan-unmul-tetap-beroperasi-kendati-pandemi-covid-19/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TCJtr29yIw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Layanan Unmul, Tetap Beroperasi Kendati Pandemi Covid-19</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menjelang pergantian tahun 2021, pandemi Covid-19 masih melanda. Tak pelak, masyarakat beradaptasi menyesuaikan kondisi di tengah wabah virus menular tersebut. Begitupun civitas academica Unmul.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sempat ditutup pada awal pandemi di bulan Maret, Unmul mulai membuka beberapa fasilitas kampus di tingkat fakultas dan universitas. Kendati demikian, pembukaan layanan tatap muka harus menerapkan standar protokol Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, dan pembatasan individu. Lantas, apa saja layanan tersebut? Berikut <em>Sketsa</em> sajikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Perpustakaan Fisip Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Layanan tempat membaca buku mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) tersebut tetap beroperasi dan melayani peminjaman serta pengembalian buku selama pandemi. Sebelumnya mampu dikunjungi oleh 20 individu per hari. Kini, perpustakaan FISIP hanya mampu diakses maksimal 5 orang dalam sehari.</p><p style="text-align: justify;">Bermula dari nasib mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir yang mengalami kendala dalam memperoleh literatur, Kepala Perpustakaan Fisip Unmul, Marsanti, akhirnya membuka perpustakaan FISIP. Kepada awak <em>Sketsa</em>, Senin (14/12) Marsanti menyebut jika ia waktu kunjungan yang sebelumnya tutup pada pukul 16.00 Wita, selama pandemi menjadi 15.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa tetap bisa meminjam, mengembalikan dengan maksimal 8 buku. Pengembalian juga fleksibel selama pandemi. Mahasiswa luar turut dapat membaca di perpustakaan, Namun tak dapat meminjam,&quot; jelas Marsanti.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Marsanti menjabarkan terdapat wacana pengoperasian perpustakaan pada kanal <em>website</em> guna memudahkan mahasiswa dapat mengakses buku dan jurnal secara daring pada 2021.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pandemi buat kita berinovasi dan beradaptasi, kehadiran perpustakaan daring telah diketahui oleh Wakil Dekan I FISIP. Masih wacana. Namun, akan segera dirampungkan secepatnya,&quot; papar Marsanti.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Perpustakaan Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Di tengah pandemi saat ini layanan sarana membaca, Perpustakaan Unmul membuka hanya untuk pengembalian buku serta pengumpulan sumbangan buku untuk mahasiswa yang akan memasuki tahap pendadaran.</p><p style="text-align: justify;">Waktu tutup lebih cepat, pukul 16.00 Wita dipangkas menjadi 15.00 Wita. Meski begitu, mahasiswa yang ingin mengembalikan buku dapat melakukan secara mandiri lewat laman resmi perpustakaan Unmul. Operasional perpustakan saat ini akan berjalan hingga 2021 serta menyesuaikan situasi di tengah pandemi.</p><p style="text-align: justify;"><strong style="">3.</strong>&nbsp;<strong>Apotek Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya perpustakaan yang tetap beroperasi. Apotek yang dikelola oleh Fakultas Farmasi tersebut turut membuka layanan pada civitas academica Unmul.<span style="background-color: transparent;">&nbsp;Melayani penyediaan </span><em style="background-color: transparent;">hand sanitizer</em><span style="background-color: transparent;">, waktu operasional apotek pada Senin hingga Jumat pada pukul 09.00 hingga 16.00 Wita.</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Mahasiswa cukup menunjukkan KTM untuk mendapatkan </span><em style="background-color: transparent;">hand sanitizer</em><span style="background-color: transparent;">.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya <em>hand sanitizer</em>, obat berjenis OTC yakni obat tanpa resep dokter yang dapat diperoleh oleh masyarakat umum juga tersedia. Yang jadi catatan, apotek menerapkan pembatasan pengunjung. Serta mengimbau civitas academica agar tidak datang secara berkelompok.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Klinik Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Menjadi garda terdepan selama masa pandemi Covid-19, pusat layanan kesehatan yang dikelola oleh Fakultas Kedokteran Unmul tersebut, selain memberikan pelayanan pemeriksaan umum, klinik turut membuka konsultasi, pemeriksaan umum dan gigi, pelayanan KB, hingga membuka tes PCR guna mendiagnosis Covid-19 dan tes Swab Antigen. Layanan terbaru selama masa pandemi klinik memberikan akses khusus kepada individu yang positif terpapar Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Pelayanan <em>rapid test&nbsp;</em>turut dibuka kepada mahasiswa Unmul dengan membayar Rp100 ribu beserta lampiran KTM yang masih berlaku. Selain memberikan pelayanan secara langsung, klinik Unmul turut membuka pelayanan secara daring. Prosedur yang dilalui, pasien dapat menghubungi langsung dokter bersangkutan. Setelahnya, melewati tahap konsultasi, dan pada tahap akhir, pengambilan obat. Pasien tetap datang ke klinik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Waktu operasional dimulai dari Senin sampai Jumat, pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Ke depannya, klinik akan ikut serta dalam vaksinasi Covid-19. Untuk pelaksanaannya akan mengikuti arahan pemerintah dan menunggu terbitnya surat dari BPOM untuk vaksin.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai waktu operasional, klinik berencana untuk menambah waktu buka hingga hari Sabtu dan buka hingga malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Besaran biaya yang diperlukan untuk mengikuti tes Swab Antigen sebesar Rp800 ribu. Namun, pada perencanaan program terbaru terkait waktu operasional pada malam hari, pihak klinik Unmul akan mengurangi beban biaya yang diperlukan dengan memberikan potongan harga sebesar 5 persen. Sehingga pasien dapat membayar sebesar Rp740 ribu. Senada dengan Swab Antigen, klinik akan memberikan diskon sebesar 10 persen kepada individu yang hendak mengikuti <em>rapid test.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Bank Kaltimtara Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Di penghujung tahun, terdapat beberapa pelayanan jasa di dalam kampus Unmul yang masih melakukan aktivitas hingga saat ini. Salah satunya yakni Bank Kaltimtara, dengan memberikan segala pelayanan yang dibutuhkan oleh nasabah. Mengenai pelayanan yang ada, tidak terdapat pelayanan terbaru dari segi layanan secara daring maupun luring.</p><p style="text-align: justify;">Jika dahulu waktu operasional dibatasi hingga pukul 15.00 Wita, saat ini batas waktu buka Bank Kaltimtara Unmul hanya sampai pukul 14.00 Wita. Bank dibuka mulai dari Senin-Jumat pukul 08.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Pelayanan khusus mahasiswa yang ingin melakukan pembayaran UKT, dan wisuda. Bagi mahasiswa yang ingin melakukan legalisir, diwajibkan untuk datang ke <em>teller</em> dengan melampirkan KTM yang masih berlaku.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Copy Center Perpustakaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Merupakan tempat percetakan salah satu pelayanan kampus yang masih beraktivitas hingga saat ini, walaupun mengalami penurunan jumlah konsumen tiap harinya. Pihak pengelola <em>Copy Center</em> Perpustakaan Unmul tetap buka, dan melayani konsumen yang ingin mencetak tugas ataupun skripsi.</p><p style="text-align: justify;">Waktu operasional <em>Copy Center</em> buka pada Senin sampai Jumat pada pukul 08.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun sedang mengalami pasang surut hingga tutup selama 2 bulan, <em>Copy Center</em> tetap memilih untuk buka seperti hari biasa. <strong><em>(hzk/yen/syl/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pena Persma 2020: Semangat Baru Jelang Tahun Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/pena-persma-2020-semangat-baru-jelang-tahun-baru/baca </link>
<guid> pena-persma-2020-semangat-baru-jelang-tahun-baru </guid>
<pubDate> Fri, 18 Dec 2020 10:06:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pena Persma 2020 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/pena-persma-2020-semangat-baru-jelang-tahun-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y31LXGcoZW.png" />
					</figure>
			                <h1>Pena Persma 2020: Semangat Baru Jelang Tahun Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Sebab persma bukan humas kampus,&rdquo; setidaknya begitulah ujar Rianza Alfandi dari Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Sumberpost Banda Aceh dalam pesannya di penghujung acara. Empat hari itu terlewat dengan sukacita, karena 2020 tak melulu soal hal pelik. Pena Persma yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika UIN Sumatera Utara yang berakhir pada Kamis (17/12) lalu tetap sukses meski digelar virtual.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Diisi dengan empat ilmu yang menarik, yakni penulisan <em>feature</em> dalam jurnalisme lingkungan, pembuatan narasi berita, videografi dan <em>editing</em> serta pelatihan Search Engine Optimization (SEO). Peserta antusias mendengarkan pemateri dari hari pertama hingga berakhirnya acara. Terdapat masukan-masukan dari pemateri yang berguna dalam peningkatan kompetensi peserta.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi serba daring juga tak menghentikan persma dalam berkolaborasi. Sebanyak enam kelompok melebur dengan tema yang beragam untuk membuat video. Semakin mempererat solidaritas dalam berkarya, menghasilkan konten segar mendukung tema Jurnalisme Multimedia. Masing-masing kelompok mendengar saran dari Zulfikar, Kreator Multimedia Tempo. Peserta asyik mencatat dan mendengarkan. Dengan harapan hal tersebut dapat diimplementasikan pada LPM yang bersangkutan.</p><p style="text-align: justify;">Pada pemaparan terkait <em>web</em> dan SEO, banyak wawasan baru yang didapat peserta. Utamanya bagaimana memaksimalkan <em>website</em> LPM di era media baru. 37 insan pers masih saja antusias mendengar, mencatat, dan bertanya. Seperti tak habis tenaga untuk menampung ilmu baru.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum menutup acara, panitia menggandeng peserta dengan <em>ice breaking</em>. Bermain Gartic dan Kahoot, aplikasi yang membuat pertemuan jarak jauh ini terasa dekat dan hangat. Terlebih perkenalan masing-masing LPM, menguatkan persma dari kota ke kota dan pulau ke pulau. Sesudahnya, panitia mengumumkan penulis <em>feature</em> terbaik dan kelompok terbaik. Mereka yang mendapatkannya ialah Rianza dan kelompok 2.</p><p style="text-align: justify;">Ditutup dengan ucapan terima kasih ketua umum LPM Dinamika pada seluruh yang terlibat, dan diambil alih oleh pewara. Senyum dan sapaan yang terlihat di layar gawai itu menutup rangkaian pelatihan ini dengan manis. Sampai berjumpa lagi! <strong><em>(bey/rst/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tetap Aman Jelang Libur Akhir Tahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tetap-aman-jelang-libur-akhir-tahun/baca </link>
<guid> tetap-aman-jelang-libur-akhir-tahun </guid>
<pubDate> Sat, 19 Dec 2020 12:13:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> beragam tips yang dapat kalian gunakan saat berlibur agar tetap aman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tetap-aman-jelang-libur-akhir-tahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DLEU3wGOON.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tetap Aman Jelang Libur Akhir Tahun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tidak terasa, akhir tahun telah depan mata. Berbagai agenda liburan kini disiapkan untuk menghabiskan libur akhir tahun. Namun, liburan kali ini agaknya berbeda dengan tahun sebelumnya. Covid-19 yang masih menetap di Indonesia membuat kita harus beradaptasi, termasuk dengan penyesuaian liburan di tengah pandemi. Tak perlu khawatir, <em>Sketsa</em> akan sajikan beragam tips yang dapat kalian gunakan saat berlibur agar tetap aman.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Memerhatikan Jumlah Anggota Keluarga</strong></p><p style="text-align: justify;">Berlibur dengan keluarga besar memang hal yang menyenangkan. Tetapi, saat ini liburan dengan personel keluarga yang sangat banyak kurang dianjurkan. Kalian tetap bisa liburan, namun hanya dengan keluarga inti yang tinggal satu rumah dengan kalian.</p><p style="text-align: justify;"><strong style="">2. Selalu Membawa Hygene Kit</strong></p><p style="text-align: justify;">Selama pandemi, kita dianjurkan untuk terus menjaga kebersihan. Saat akan berlibur, menjaga protokol kesehatan harus selalu dilakukan. <em>Hygene kit</em> seperti <em>hand sanitizer,</em> disinfektan, tisu basah, sabun cair dan tisu kering merupakan daftar barang wajib yang harus dibawa saat berlibur, loh!</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Destinasi Wisata yang Tak Ramai</strong></p><p style="text-align: justify;">Musim liburan membuat beberapa tempat tujuan wisata menjadi lebih ramai. Berkunjung ke tempat wisata yang sangat ramai tidak dianjurkan. Karena itu, pilihlah tempat wisata yang tidak terlalu ramai pengunjung dan tetap aman untuk menjadi destinasi liburan.</p><p style="text-align: justify;">Bagi sebagian keluarga, berlibur menggunakan kendaraan pribadi di saat pandemi merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan. Namun, ada sebagian lainnya yang beranggapan bahwa menggunakan kendaraan umum lebih nyaman sebab dapat waktu dapat digunakan untuk beristirahat selama perjalanan. Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan umum, kita patut menjaga protokol kesehatan agar tetap aman.</p><p style="text-align: justify;">Para pengguna transportasi umum diharapkan untuk memastikan diri bahwa tubuhnya sehat sebelum melakukan perjalanan. Segera gunakan <em>hand sanitizer</em> setelah tangan kamu menyentuh sekitar. Hindari berbicara dengan penumpang lainnya jika tidak terlalu penting, karena kebanyakan orang cenderung menurunkan masker ketika berbicara sehingga meningkatkan risiko terpapar virus. Saat moda transportasi dirasa terlalu penuh, sampaikan kepada petugas untuk membantu mengatur penempatan penumpang agar lebih ideal dan tidak berdempetan.</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa tips ala <em>Sketsa</em> yang bisa kamu terapkan ketika berlibur di masa pandemi seperti saat ini. Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa terapkan protokol kesehatan. Selamat liburan, selamat bergembira! (<em><strong>sii/ffs/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Angka Kekerasan Seksual Melambung Tinggi, RUU PKS Dianaktirikan DPR </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/angka-kekerasan-seksual-melambung-tinggi-ruu-pks-dianaktirikan-dpr/baca </link>
<guid> angka-kekerasan-seksual-melambung-tinggi-ruu-pks-dianaktirikan-dpr </guid>
<pubDate> Sun, 20 Dec 2020 11:52:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kekerasan seksual bukan lagi suatu tindakan yang luar biasa di telinga kita. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/angka-kekerasan-seksual-melambung-tinggi-ruu-pks-dianaktirikan-dpr/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S1YT1wxbtm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Angka Kekerasan Seksual Melambung Tinggi, RUU PKS Dianaktirikan DPR</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kekerasan seksual bukan lagi suatu tindakan yang luar biasa di telinga kita. Saking seringnya tindakan ini terjadi, tanpa disadari angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Catahu (2019) Komnas Perempuan, angka kekerasan yang paling menonjol adalah KDRT/RP (Ranah Personal) sebanyak 11.105 kasus dengan persentase sebanyak 75%.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pada ranah publik dan komunitas, kekerasan pada perempuan tercatat 3.602 kasus dengan persentase 58% yang merupakan kekerasan seksual dan terdiri dari pencabulan (531 kasus), perkosaan (715 kasus) dan pelecehan seksual (520 kasus).</p><p style="text-align: justify;">Tingginya kasus kekerasan seksual dari tahun ke tahun mendorong gerakan untuk mengesahkan Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Karena dirasa Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku saat ini hanya mencakup pencabulan dan perkosaan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dianggap kurang memayungi kasus-kasus kekerasan seksual lainnya. Sehingga, RUU PKS diharapkan dapat menjadi aturan khusus yang akan memberikan perlindungan yang menyeluruh terhadap korban dan lebih menopang hukum pidana dari aspek yang lebih konkret.</p><p style="text-align: justify;">RUU PKS sendiri mengatur tindak pidana yang tidak diatur dalam KUHP. Sehingga, RUU tersebut akan menjadi lex specialist dari KUHP. RUU PKS sendiri mengategorikan kekerasan seksual menjadi sembilan kategori, yaitu penyiksaan seksual, pemerkosaan, pemaksaan kontrasepsi, pemaksaan perkawinan, eskploitasi seksual, pemaksaan aborsi, pemaksaan pelacuran, perbudakan seksual dan pelecehan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Dahulu pada KUHP, bentuk kekerasan seksual hanyalah perkosaan dan pencabulan. Pengaturan yang tersedia pun belum menjamin sepenuhnya hak-hak korban. Sehingga korban yang relasi kuasanya tidak sama dengan pelaku tidak dapat terlindungi secara menyeluruh. Melalui RUU PKS, ketiadaan tentang pengaturan yang mengatur tindakan hukum terhadap kasus kekerasan seksual selain pencabulan dan perkosaan, akan disempurnakan dan diakomodasi.</p><p style="text-align: justify;">RUU PKS juga memperbaiki pendefinisian mengenai perkosaan. Karena dahulu ketentuan mengenai perkosaan sulit di terapkan apabila perkosaan bukan dilakukan melalui penis (laki-laki) ke vagina (perempuan). Hal ini terjadi karena meski kejahatan perkosaan diatur dalam pasal 285-288 KUHP, pengunaan kata &lsquo;perkosaan&rsquo; hanya ada dalam pasal 285 KUHP, sedangkan pasal 286, 287, 288 menggunakan kata &lsquo;bersetubuh&rsquo;. Kata &lsquo;bersetubuh&rsquo; memiliki definisi kemaluan laki-laki harus masuk dalam kemaluan perempuan dan mengeluarkan mani.</p><p style="text-align: justify;">Apabila syarat ini tak terpenuhi, maka kasusnya akan beralih menjadi pencabulan. Penggunaan kata &lsquo;cabul&rsquo; dapat mengaburkan konteks tindak pidana perkosaan dan secara tidak langsung merugikan korban karena ancaman pidana pencabulan lebih rendah daripada perkosaan. Karena hal inilah, RUU PKS diharapkan akan menjadi penyempurna ketiadaan rumusan spesifik mengenai pendefinisian kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Delapan tahun setelah pengagasannya, RUU ini belum mendapatkan titik terang pengesahannya. RUU PKS masih belum menjadi peraturan perundang-undangan yang dapat mengatur secara khusus mengenai penghapusan kekerasan seksual. Komnas Perempuan mengkritisi lambannya DPR membahas Rancangan undang-undang ini.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, pengaturan terkait kekerasan seksual ini sangat minim sekali saat angka kekerasan seksual melambung tinggi. RUU PKS membawa tujuan yang cemerlang untuk melindungi korban kekerasan seksual. Walaupun begini, DPR sangat menganaktirikan RUU PKS dan menunda pembahasannya.</p><p style="text-align: justify;">Alasan DPR lamban membahas sebab RUU ini sulit untuk dibahas dan tak jelas urgensinya apa. DPR sampai menarik RUU PKS dari Prolegnas 2020 sampai waktu yang tidak ditentukan karena dianggap pembahasannya agak sulit. Pernyataan itu menyulut kekecewaan aktivis perempuan, terutama Komnas Perempuan.</p><p style="text-align: justify;">DPR seolah-olah menutup mata akan kekosongan hukum pada kasus kekerasan seksual yang dapat berakibat lemahnya hukum yang memayungi kasus kekerasan seksual selain pencabulan dan perkosaan. Jika alasan utama mogoknya pembahasan RUU PKS adalah karena pembahasannya yang &ldquo;sulit&rdquo;, hal ini tentu saja perlu dipertanyakan. Padahal, ini hanyalah masalah kemauan dan DPR tidak punya niatan untuk menghapuskan kekerasan seksual apalagi untuk menghentikannya.</p><p style="text-align: justify;">Urgensi dari RUU ini sangatlah jelas, RUU PKS hadir sebagai payung hukum untuk mencegah dan melindungi korban kekerasan seksual, saat KUHP tidak cukup memberikan perlindungan. Mirisnya, penarikan RUU dilakukan di tengah tingginya kasus kekerasan seksual. Padahal, isi RUU PKS lebih mengayomi dan melindungi korban seperti mengatur soal rehabilitasi terhadap korban yang mencakup aspek psikologis, medis serta ekonomi.</p><p style="text-align: justify;">RUU PKS juga menjamin korban untuk mendapatkan haknya dalam layanan yang sesuai dengan kebutuhan korban dan juga melindungi kerahasiaan identitas korban. Sehingga korban bebas dari ancaman, tindakan kekerasan lanjutan dan stigma buruk masyarakat. Regulasi juga mengatur pendampingan dan pemulihan fisik, psikis, hukum, ekonomi, sosial dan budaya. RUU ini juga menjamin hak untuk mendapatkan kompensasi. Hingga membahas soal pencegahan sehingga nantinya materi penghapusan kekerasan seksual akan menjadi bahan ajar anak usia dini sampai perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Isinya yang bagus nampaknya tidak dapat meluluhkan hati para wakil rakyat untuk mengusahakan pembahasan RUU PKS ini, sesulit apapun keadaanya. DPR berdalih bahwa ada sejumlah pasal dalam RUU PKS yang berkaitan dengan RKUHP. Oleh karena itu, sebelum mengesahkan RUU PKS, mereka harus mengesahkan RKUHP terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, pernyataan ini bukanlah pernyataan baru. DPR beranggapan RUU PKS yang merupakan lex specialis harus selaras dengan KUHP dalam aspek pemidanaan. Padahal, jika RUU PKS disahkan terlebih dahulu maka hukum yang bersifat khusus akan diutamakan keberlakukannya daripada UU yang bersifat umum.</p><p style="text-align: justify;">Akan lebih baik jika RUU PKS dijadikan rujukan dalam penyusunan RKUHP. Sebab RUU disusun berdasarkan dasar penghapusan kekerasan seksual, sedangkan RKUHP disusun berdasarkan dasar yang lebih umum. Melihat substansinya, tidak masalah jika RUU PKS disahkan terlebih dahulu dari RKUHP. Nantinya, badan legislasi dapat menjajarkan isi RUU PKS dan RKUHP agar pasalnya tidak kontradiktif satu sama lain.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan ini juga nampaknya nihil, karena sampai sekarang pun RKUHP mogok pembahasan juga. Sehingga, pembahasan RUU PKS semakin lama dan kekerasan seksual semakin memakan banyak korban dan tidak bisa di proses hukum. Karena payung hukumnya tidak memberikan perlindungan yang cukup.</p><p style="text-align: justify;">Imbas dari tidak disahkannya RUU PKS ini membuat korban kekerasan seksual harus membongkar kenyataan pahit yang tidak diikuti dengan hukum yang memadai. Banyak kasus kekerasan seksual yang terbengkalai, entah ujungnya seperti apa karena lemahnya perangkat hukum untuk menjerat predator seksual.</p><p style="text-align: justify;">Penundaan pembahasan ini membuat DPR terlihat tidak bisa membedakan mana masalah genting dan mana masalah biasa. Sebagai manusia yang peka akan isu sosial, yang dapat kita lakukan adalah mendorong DPR untuk melanjutkan pembahasan RUU PKS sesulit apapun karena itulah tugas mereka sebagai wakil rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya memberikan dorongan, kita harus terus meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengajak lingkungan sekitar untuk berpartisipasi dalam petisi &ldquo;Sahkan RUU PKS&rdquo;. Karena kita tidak harus menunggu korban yang lebih banyak lagi untuk menyadari bahwa permasalahan kekerasan seksual itu nyata dan harus segera ditangani.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Sheva Risda Aurelya, mahasiswa Psikologi, FISIP 2020.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Ibu yang Tak Lekang Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-ibu-yang-tak-lekang-waktu/baca </link>
<guid> hari-ibu-yang-tak-lekang-waktu </guid>
<pubDate> Tue, 22 Dec 2020 09:08:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Indonesia memperingati Hari Ibu Nasional setiap tanggal 22 Desember </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-ibu-yang-tak-lekang-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FjUa2avXrL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Ibu yang Tak Lekang Waktu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Indonesia memperingati Hari Ibu Nasional setiap tanggal 22 Desember. Tanggal tersebut ditetapkan oleh Presiden Soekarno untuk merayakan wanita Indonesia serta meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Hari peringatan ini dilatarbelakangi dengan pelaksanaannya Kongres Perempuan Indonesia pertama yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928 di kota Yogyakarta.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tanggal 22 Desember dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia. Di masa sekarang, perayaan Hari Ibu diperingati dengan mengutarakan rasa sayang dan cinta kepada ibu. Terdapat pula berbagai kegiatan yang menyelengarakan kompetisi atau lomba yang dapat dihadiri oleh kaum ibu.</p><p style="text-align: justify;">Perayaan Hari Ibu kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pandemi Covid-19, banyak hal dilakukan dengan sangat terbatas dan menuntut semua orang menjaga jarak serta kesehatan masing-masing. Termasuk anak dan ibu yang tidak bisa bertemu dikarenakan terpisah oleh jarak.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir oleh Portal Jombang dalam artikel &ldquo;Cara Merayakan Hari Ibu 22 Desember 2020 di Pandemi Covid-19, Rayakan dari Jarak Jauh dan Dekat&rdquo;, merayakan Hari Ibu di masa pandemi bisa dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana berkomunikasi dengan keluarga yang jauh. Apabila ingin memberikan ucapan kepada ibu kita, dapat melalui aplikasi-aplikasi yang menyediakan fitur <em>video call</em> sehingga bisa berbicara <em>face to face.</em></p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dimungkiri, sosok ibu memiliki jasa yang besar terhadap keluarga. Dari bangun dan melihat wajah ibu kita serta menerima hangatnya pelukan seorang ibu. Ia adalah sosok <em>role</em> <em>model</em>, panutan. Ibu merupakan mentor terbaik yang selalu mengajarkan hal-hal penting. Maka dari itu pendidikan di rumah langsung dikepalai oleh ibu.</p><p style="text-align: justify;">Penggalan lirik dalam lagu Bertaut oleh Nadin Amizah, &ldquo;Nyawaku nyala karena denganmu&rdquo; mengartikan bahwa seorang ibu akan selalu menjadi penyemangat anak ketika mengalami kehancuran maupun keberhasilan, kerap kali benar adanya. (<strong><em>sar/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kerja Keras Mahasiswa Psikologi dalam Raih Juara KTI Se-Asia Tenggara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kerja-keras-mahasiswa-psikologi-dalam-raih-juara-kti-se-asia-tenggara/baca </link>
<guid> kerja-keras-mahasiswa-psikologi-dalam-raih-juara-kti-se-asia-tenggara </guid>
<pubDate> Tue, 22 Dec 2020 12:15:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> mahasiswi program studi Psikologi menuturkan kisahnya dalam mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kerja-keras-mahasiswa-psikologi-dalam-raih-juara-kti-se-asia-tenggara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MvL0JQPCMz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kerja Keras Mahasiswa Psikologi dalam Raih Juara KTI Se-Asia Tenggara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak punya ekspektasi untuk menangkan lomba, namun dorongan dosen untuk melengkapi mata kuliah lewat kompetisi nyatanya berhasil menutup akhir tahun ini dengan sukacita. Veranda, mahasiswi program studi Psikologi menuturkan kisahnya dalam mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tingkat Asia Tenggara.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Membentuk tim secara mandiri, ia sadar bahwa dirinya serta anggota lainnya yakni Dewi dan Widya tak cukup hebat jika dibandingkan peserta lain. Namun, hal itu tak surutkan semangat untuk hasilkan yang terbaik. Seperti lomba pada umumnya, ajang kompetisi yang mereka ikuti dibagi menjadi beberapa tahap.</p><p style="text-align: justify;">Diawali dengan pendaftaran, selanjutnya ia dan dua kawannya harus melewati seleksi abstrak. Lolos di tahap tersebut, setelahnya pengumpulan <em>full paper</em> yang dilanjutkan pada seleksi lima besar serta presentasi hasil penelitian untuk menentukan juaranya.</p><p style="text-align: justify;">Melaju ke urutan lima besar menimbulkan perasaan campur aduk bagi timnya. &quot;Awalnya kan dari delegasi Unmul itu ada dua tim, salah satunya (tim) saya Psikologi satunya lagi dari Administrasi Bisnis. Nah, pas diharapkan satunya itu udah disebutin (perwakilan) Unmul yang Administrasi Bisnis itu, saya dan teman-teman itu udah kaya senang aja gitu. Ada nih harapan untuk bisa masuk ke tiga besar,&quot; ujarnya, Sabtu (19/12).</p><p style="text-align: justify;">Dan benar saja, Veranda dan tim mendapat juara tiga pada ajang kompetisi tersebut. Ajang Southeast Asia Student Research Competition on Mathematics Education (SEARCHMACCA) ini sebenarnya salah satu dari sekian lomba yang mereka ikuti. Namun, pada kesempatan ini mereka meraih juara setelah berjuang di berbagai kesempatan. Tak berhenti sampai disitu, dukungan baik materi dan moral juga datang dari Muhammad Fikry selaku dosen pendamping mereka.</p><p style="text-align: justify;">Sempat terkendala pencairan uang pendaftaran lomba, Veranda tak habis akal dan terus berusaha. Bahkan, ia meminta bantuan dari Fikry selaku dosen yang mendampingi. Terlebih kendala tersebut disebabkan karena wakil dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) sempat terkena Covid-19. &quot;Sempat terkendala waktu menunggu pencairan biaya karena wakil dekan saat itu positif covid,&quot; terang Veranda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pengumuman lima besar juga sempat terjadi kendala dari pihak panitia, jadi diundur beberapa hari. Hari H pelaksanaan lomba tanggal 9 Desember kemarin via Zoom,&quot; lanjutnya. Ia mengenang, kala itu presentasi hasil penelitian mereka berjalan lancar sesuai dengan yang sudah dipersiapkan. Pada 13 Desember melalui Zoom dan <em>live</em> di Facebook, pemenang diumumkan.</p><p style="text-align: justify;">Tak lengkap rasanya jika tak membahas judul yang mereka kaji dalam lomba ini. Veranda menjelaskan, ia dan timnya mengangkat judul &quot;Gambaran Interaksi Parasosial Pada Laki-Laki Penggemar Drama Korea&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengambil sub tema sosial, dirinya juga memaparkan bahwasannya judul tersebut memang telah menjadi pembahasan pada mata kuliah metodologi kualitatif. Saat memutuskan untuk mengikuti lomba ini, ia dan dua kawannya melengkapi serta memperbaiki hal-hal yang dirasa kurang.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Dukungan Dosen</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Tenaga pengajar tak ayal jadi alasan mahasiswa untuk belajar dengan giat. Muhammad Fikry, dosen pendamping mereka berkata bahwa ia amat bersyukur terhadap prestasi yang diraih mahasiswanya. Ia yakin bahwa mahasiswa Unmul bisa melaju ke level internasional, tetapi kerap diliputi rasa tak percaya diri. Dengan memaksa mahasiswanya berkompetisi, ia berharap agar mahasiswanya memiliki daya saing.</p><p style="text-align: justify;">Kurang menyukai perkuliahan dengan sistem daring, ia juga menjelaskan bahwa sebagian materi ia ganti dengan menantang mahasiswanya mengikuti lomba dan mengonversi prestasi yang akan didapat dengan nilai sempurna.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dicarikan pedoman lombanya dan dicarikan dananya juga. Sisanya tinggal ikut dan ikhtiar masing-masing,&quot; tutur Fikry saat ditanya perihal dukungan yang diberikan untuk mahasiswanya, Sabtu (19/12).</p><p style="text-align: justify;">Sama-sama menguntungkan, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan proses mengajarnya. Di satu sisi, mahasiswa mendapatkan pengalaman <em>soft skill</em> dan sertifikat. Di sisi lain, fakultas dan universitas dapat input akreditasi kala mahasiswa memenangkan lomba-lomba. Ia juga tak menutup pembahasan soal kendala. Fikry memaparkan bahwa tema ini berkaitan erat dengan matematika, karena tuan rumahnya merupakan Pendidikan Matematika.</p><p style="text-align: justify;">Memastikan Vernanda dan tim inilah yang merupakan tantangan baginya. Untuk pendanaan dari pihak fakultas, Wakil Dekan FISIP, Finnah Furqoniah tak pernah ragu dalam mendukung mahasiswa yang ingin berkembang dan berkompetisi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kendala biasanya di penghargaan di tingkat rektorat sih. Beribet banget mau cairkan hak mahasiswa di sana. Vernanda belum ke tingkat rektorat sih. Tapi nanti kan nanti juga berhadapan dengan rektorat,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menutup wawancara dengan awak Sketsa sembari berpesan, bahwa mahasiswa tidak seharusnya minder dan tak perlu beralasan terlebih ketika bertanding. Lantaran nantinya mahasiswa juga akan berkompetisi dengan lulusan universitas top dan tentu dengan tenaga kerja asing. (<em><strong>vyl/ash/rst/fzn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Pawn: Ketika Pundi-Pundi Lebih Berharga dari Seorang Anak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-pawn-ketika-pundi-pundi-lebih-berharga-dari-seorang-anak/baca </link>
<guid> the-pawn-ketika-pundi-pundi-lebih-berharga-dari-seorang-anak </guid>
<pubDate> Wed, 23 Dec 2020 10:47:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi film The Pawn </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-pawn-ketika-pundi-pundi-lebih-berharga-dari-seorang-anak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kNLbpkYcsY.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>The Pawn: Ketika Pundi-Pundi Lebih Berharga dari Seorang Anak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Sutradara</strong> : Kang Daeg-yu&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Produser</strong>: Choi Joon-Ho</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penulis Naskah</strong>: Yoon Je-Kyoon, Son Jo-Yeon</p><p style="text-align: justify;"><strong>Produksi</strong> : JK Film, Redrover Co Ltd, Film Company Youn</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemain Film</strong> : Sun Dong-il, Ha Ji-Won, Kim Hee-won, Park So-Yi</p><p style="text-align: justify;"><strong>Durasi</strong>: 1 jam 53 menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggal Rilis</strong> : 29 September 2020</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tahun 1993 di Kota Incheon, Korea Selatan, Doo-Seok (diperankan oleh Son Dong-il) bekerja sebagai penagih utang. Ia orang yang sangat tegas dan galak. Di sisi lain, ia juga memiliki hati yang hangat. Suatu kali, dia menemui Myung-Ja (Kim Yunjin) untuk menagih utang.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, Myung-Ja tidak bisa membayarnya hingga terpaksa memberikan anaknya yang bernama Seung-Yi (Park So-Yi) sebagai jaminan. Myung-Ja sendiri merupakan seorang imigran gelap dan harus dideportasi dari Korea Selatan ke negara asalnya. Awalnya, Doo-Seok enggan untuk merawat Seung-Yi. Di sisi lain, ibunya meminta untuk memberikan Seung-Yi kepada pamannya untuk membayarkan seluruh utang Myung-Ja kepada Doo-Seok.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya, sang paman memiliki niatan lain. Ia menjual Seug-Yi ke sebuah klub malam dengan harga 10 kali lipat dari hutang yang dibayarkan. Seung-Yi yang masih kecil menjadi sangat menderita. Ia terluka, tetapi orang tua angkatnya itu tidak membawanya ke rumah sakit. Doo-Seok yang mengetahui itu sangat marah dan membawa pergi Seung-Yi serta mengadopsinya. Akhirnya, Doo-Seok merawat dan melindungi Seung-Yi hingga ia dewasa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ironi Kesulitan Keuangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebuah kisah ironis dan sedikit menyinggung kehidupan masyarakat yang lebih mementingkan uang daripada memberikan kasih sayang kepada anaknya. Namun, <em>The Pawn</em> juga mengajarkan penonton untuk menghargai seseorang yang ada di sekitar kita. Film ini digambarkan dengan cermat meski memiliki latar tahun 1993. Kisah yang menarik membawa emosional penonton. Seolah-olah terbawa perasaan haru, sedih, bahagia dan mengundang tawa adalah nilai plus film ini. Sayangnya, alur maju-mundur yang diperlihatkan dalam film malah membuat cerita terkesan terburu-buru dan tidak konsisten. Sehingga membingungkan penonton dalam memahami tiap kisahnya.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun begitu, <em>The Pawn</em> sangat direkomendasikan bagi kalian yang menyukai film drama keluarga. Jangan khawatir, film ini memiliki akhir yang tidak menggantung atau membuat penonton kecewa. Selain kisahnya yang dibungkus dengan apik, amanat yang terkandung juga sangat menginspirasi. Tak lupa, film ini aman ditonton untuk semua umur. <strong><em>(lyn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rayakan Sukacita Natal Meski Berjarak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/rayakan-sukacita-natal-meski-berjarak/baca </link>
<guid> rayakan-sukacita-natal-meski-berjarak </guid>
<pubDate> Fri, 25 Dec 2020 06:08:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Momen paling membahagiakan menjelang akhir tahun akhirnya tiba. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/rayakan-sukacita-natal-meski-berjarak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y9Qew26TmZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rayakan Sukacita Natal Meski Berjarak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Momen paling membahagiakan menjelang akhir tahun akhirnya tiba. Setelah menjalani hari-hari dengan suka dan duka, tiba saatnya umat kristiani merayakan sukacita Natal bersama keluarga. Sayangnya, perayaan Natal tahun ini sedikit berbeda dikarenakan pandemi Covid-19 yang terus menghantui.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Perayaan besar, bahkan hingga di penghujung tahun memang akan berbeda kala pandemi. Sketsa mewawancarai dua dari sekian banyak mahasiswa yang merayakan Natal kali ini. &ldquo;Hal yang berbeda adalah kita tidak dapat berkumpul bersama keluarga besar, bahkan jumlah umat yang ikut merayakan di gerejapun dibatasi,&rdquo; ucap Sri Rosiana Bandong Galla, mahasiswa FEB 2018, Rabu (23/12).</p><p style="text-align: justify;">Bagaimanapun, Natal tetap dirayakan dengan penuh semangat. Layaknya Sisi, sapaan akrabnya, yang berharap keluarga tetap saling menyayangi dan mendukung satu sama lain. Ia juga menambahkan, kerinduan dapat sedikit terobati dengan berkomunikasi melalui media sosial. &ldquo;Bisa berbagi kabar melalui media sosial seperti <em>video call</em>, atau pesan WhatsApp,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula dengan Josua Sonniwinter Gultom, mahasiswa FIB 2018 yang merantau dari Pekanbaru ikut merasakan hal yang berbeda dari Natal kali ini. Ia mengatakan, dirinya sudah beberapa kali merayakan Natal berjauhan dengan keluarga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Natal tahun ini adalah Natal ketiga yang dirayakan tanpa keluarga besar,&rdquo; sebut mahasiswa Sastra Inggris itu, Rabu (23/12). Walau demikian, Josua menuturkan jika merayakan natal bersama atau tidak dengan keluarga, tidak akan merubah esensi dari Natal itu sendiri. Ia berharap keluarganya tetap dalam keadaan yang terbaik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan Natal tahun ini, semoga keluarga sehat selalu dan semakin tangguh menghadapi masalah,&rdquo; tutupnya. Perayaan seperti ini memang tak akan mengubah esensi teduh, hangat, dan kebahagiaan lainnya. Selamat merayakan bersama orang terkasih di sekelilingmu! (san/rst)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Bertarung dengan Kotak Kosong, Pemira FKM Dapatkan Pemimpin Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-bertarung-dengan-kotak-kosong-pemira-fkm-dapatkan-pemimpin-baru/baca </link>
<guid> sempat-bertarung-dengan-kotak-kosong-pemira-fkm-dapatkan-pemimpin-baru </guid>
<pubDate> Sat, 26 Dec 2020 11:31:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKM Unmul 2021 menandakan bahwa pesta demokrasi di FKM telah berakhir dengan aklamasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-bertarung-dengan-kotak-kosong-pemira-fkm-dapatkan-pemimpin-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DJjCYhXgf4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Bertarung dengan Kotak Kosong, Pemira FKM Dapatkan Pemimpin Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pemilihan umum raya (Pemira) di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) kini telah melahirkan pemimpin baru. Pasangan terpilih Yulvia Septi Annisa dan Rinna Rahmatika Purwati yang ditetapkan pada Jumat (18/12) lalu sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKM Unmul 2021 menandakan bahwa pesta demokrasi di FKM telah berakhir dengan aklamasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, keberhasilan tersebut tak lantas tanpa masalah. Terutama yang dirasakan oleh Panitia Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) dalam proses pelaksanaannya. Dilansir dari laman Instagram Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKM pada @dpmfkm_unmul, sempat beberapa kali terjadi kendala. Di antaranya ialah maklumat yang di publish pada (11/12) terkait pasangan calon (paslon) yang lolos tahap verifikasi secara demokrasi terpaksa harus melawan kotak kosong.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi oleh <em>Sketsa</em> pada Selasa (22/12) lalu terkait langkah dan keputusan yang diambil untuk menerapkan pemilihan suara, Hilda Marfu&apos;ah Rozkiah selaku Ketua KPPR menerangkan bahwa apapun kepurusan yang telah di ambil merupakan keputusan tepat. Lantaran hal itu demi kehidupan demokrasi di FKM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Insyaallah, dari kita merasa itu langkah yang cukup tepat untuk tetap mewujudkan kehidupan demokrasi di FKM. Di mana teman-teman mahasiswa tetap bisa memberikan hak suaranya,&rdquo; tutur Hilda.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Hilda juga menerangkan bahwa agenda Pemira yang diselenggarakan sudah sesuai dengan yang diharapkan. Ia menganggap, keberhasilannya dikarenakan gubernur dan wakil gubernur terpilih dapat melanjutkan kursi kepemimpinan di kampus tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun banyak kendala seperti yang sebelumnya sudah kita paparkan. Alhamdulillah Pemira Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKM Unmul sudah sesuai harapan. Di mana didapatkannya pasangan calon terpilih yang akan meneruskan kursi kepemimpinan BEM di FKM Unmul,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain kebanggaan akan keberhasilan KPPR yang telah mencetak pemimpin baru. Dirinya juga berpesan dan berharap, dengan adanya pemimpin baru yang melanjutkan estafet perjuangan di FKM menandakan bahwa demokrasi masih di junjung tinggi di kampus ini. Ia berdoa, semoga pemimpin terpilih mampu membuat FKM jauh lebih baik lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, dengan terpilihnya gubernur dan wakil gubernur BEM FKM yang baru dapat menjadikan FKM lebih baik lagi,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Persiapan-persiapan yang dilakukan untuk memeriahkan pesta demokrasi di FKM tak hanya dilakukan oleh KPPR saja. Paslon Yulvia dan Rinna yang menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih pun ikut sibuk dalam menjalankan persiapan pada Pemira ini.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Selasa (22/12), Yulvia selaku gubernur terpilih menerangkan bahwa dirinya dan Rinna sedikit kesulitan dengan waktu yang mepet. Di mana keduanya juga sedang menjalani Pengalaman Belajar Lapangan (PBL).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait persiapan kemarin, terdapat beberapa kesulitan. Dari waktu yang mepet, timeline Pemira yang singkat dan juga saat itu saya dan wakil saya sedang menjalani PBL seperti kegiatan KKN versi fakultas. Yang mana kegiatan itu merupakan kegiatan lapangan yang harus turun langsung ke masyarakat,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut rupanya tidak menjadi halangan yang berarti bagi mereka berdua. Perempuan yang kerap disapa Vivi itu menyatakan, kegiatan yang berbarengan tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus melaksanakan setiap tahapan-tahapan Pemira. Terutama terkait administrasi dan kampanye kepada setiap angkatan.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pandangan terhadap minimnya partisipasi mahasiswa dalam Pemira tahun ini, Vivi beranggapan jika hal tersebut disebabkan oleh mahasiswa dari beberapa angkatan yang ada memang tergolong sedikit.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait dengan paslon yang minim dalam mendaftar, hal tersebut akibat dari jumlah dua angkatan yang memang sedikit sejak awal, yakni angkatan 2018 dan 2019. Serta akibat dari jumlah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang banyak. Sebanyak 9 UKM dengan rentang jumlah mahasiswa yang sedikit,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan sistem pemungutan suara yang melawan kotak kosong, ia berpendapat jika keputusan yang telah diambil oleh penyelenggara dirasa sudah tepat. Mahasiswa yang menggunakan hak suaranya lebih memilih dirinya dan pasangannya. Menurutnya, mahasiswa FKM mengedepankan kepentingan pemimpin yang lebih baik di kampus tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemilihan kotak kosong memang dasarnya telah ditetapkan dari KPPR sejak lama, dan dari paslon harus bersedia dalam setiap ketetapan dan keputusan yang ada. Tepat atau tidak, melawan kotak kosong untuk menilai bagaimana tingkat partisipasi mahasiswa FKM Unmul dalam meramaikan Pemira tahun ini. Dengan jumlah pemilih sebanyak 202 orang yang sah, sebanyak 187 orang memilih paslon Vivi - Rinna, dan 15 orang memilih kotak kosong,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Vivi berharap, mahasiswa dapat lebih meramaikan pesta demokrasi di Pemira selanjutnya. Sikap ini merupakan bentuk dari hidupnya demokrasi di FKM, selain untuk meramaikan kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap, ke depannya bakal ada calon pemimpin dengan dua paslon. Sehingga euforia Pemira lebih terasa. Jika memang tahun depan tetap melaksanakan sistem <em>online</em>, maka pihak KPPR yang harus lebih progresif dalam mengupayakan sistem yg lebih baik,&rdquo; tutupnya. (fzn/len)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Adaptasi Selama Pandemi Covid-19, Bagaimana Tren Lifestyle di 2020? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/adaptasi-selama-pandemi-covid-19-bagaimana-tren-lifestyle-di-2020/baca </link>
<guid> adaptasi-selama-pandemi-covid-19-bagaimana-tren-lifestyle-di-2020 </guid>
<pubDate> Mon, 28 Dec 2020 06:37:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tren gaya hidup sehat dan kreatif saat pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/adaptasi-selama-pandemi-covid-19-bagaimana-tren-lifestyle-di-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RbxfoOAR21.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Adaptasi Selama Pandemi Covid-19, Bagaimana Tren Lifestyle di 2020?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Melanda secara global, pandemi Covid-19 tentu mengubah rutinitas kehidupan manusia di segala bidang. Seiring berjalannya waktu, tren gaya hidup sehat dan kreatif serta aktivitas virtual menjadi salah satu <em>highlight</em> yang muncul akibat dampak pandemi. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum untuk kamu.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Tren Tanaman Hias</strong></p><p style="text-align: justify;">Semenjak pandemi, tren merawat tanaman hias menjadi populer dan diminati oleh banyak orang. Tanaman hias menjadi hobi alternatif yang disalurkan masyarakat untuk mengisi waktu luang, juga menghilangkan rasa jenuh selama di rumah. Masifnya pembelian tanaman hias membuat harga mereka meroket hingga mencapai jutaan rupiah.</p><p style="text-align: justify;">Banyak pula pebisnis yang mulai membudidayakan tanaman hias untuk memperoleh keuntungan. Mereka menjual tanaman hias kekinian yang kerap dicari. Adapun jenis tanaman yang paling dicari saat pandemi antara lain adalah Jade Plant (<em>Crassula ovata</em>), Monstera (<em>Monstera deliciosa</em>), Aglaonema dan Lavender Kaktus.</p><p style="text-align: justify;"><strong style="">2. Tren <em>Fashion Tie-dye</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Tren fesyen di tahun 2020 memang tak terduga, salah satunya dengan kembalinya popularitas <em>tie-dye</em>. Teknik pewarnaan yang muncul pada tahun 1960-an ini mencuat sejak maraknya konten TikTok tentang <em>tie-dye</em>. Tren ini digemari sebab masyarakat membutuhkan sesuatu untuk mengisi waktu selama aturan <em>Work From Home&nbsp;</em>(WFH) dicabut.</p><p style="text-align: justify;">Cara pembuatannya yang relatif mudah mendorong masyarakat untuk membuatnya sendiri di rumah. Banyak sekali jenis dan motif <em>tie-dye</em> yang populer di masyarakat. Mulai dari sepatu hingga <em>hoodie</em>, tie-dye menjadi tren <em>outfit</em> sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;"><strong style=""><em>3.&nbsp;</em>Romantisasi<em>&nbsp;Mentall Illness</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Gangguan kejiwaan atau <em>mental illness&nbsp;</em>telah menjadi topik perbincangan yang populer selama beberapa waktu terakhir. Hal tersebut muncul di berbagai media. Mulai dari acara televisi dan film hingga media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.</p><p style="text-align: justify;">Sejalan dengan kepopulerannya, muncul serangkaian masalah baru yang berkembang di masyarakat, yakni sensasi dan romantisasi <em>mentall illness.</em></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari CNN Indonesia, penyanyi Nadin Amizah sempat mencuri perhatian netizen melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, @rahasiabulan. &ldquo;<em>Your girlfriend. Your mentally unstable girlfriend.</em>&rdquo; (Kekasihmu. Kekasihmu yang mentalnya tidak stabil), tulis Nadin di unggahan empat foto dirinya dengan berbagai pose dan ekspresi.</p><p style="text-align: justify;">Cuitan pelantun &lsquo;Bertaut&rsquo; tersebut lantas mengundang berbagai reaksi dan dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit yang mencibir dan menganggapnya meromantisasi kondisi kesehatan mentalnya. Lantas, apa yang dimaksud dengan romantisasi ini?</p><p style="text-align: justify;">Romantisasi <em>mental illness</em> adalah keadaan di mana penyakit mental dianggap glamor, indah, dan patut dibanggakan. Banyak kawula muda yang menjadikan hal tersebut sebagai konsep konten yang tren di media sosial. Mereka menganggap bahwa memiliki depresi, kecemasan atau penyakit kejiwaan lainnya merupakan hal yang keren dan unik.</p><p style="text-align: justify;">Perlu diingat, penyakit mental bukanlah hal yang romantis. Meromantisasi hal tersebut dapat membentuk pola pikir, pola emosi dan pola perilaku. Ketika hal tersebut telah menjadi kebiasaan, maka akan muncul sugesti diri yang negatif. Sehingga membentuk kepribadian yang mudah rapuh, pengeluh, suka mencari perhatian dan sebagainya. Dengan kata lain, romantisasi <em>mental illness</em> memiliki dampak jangka panjang dan perlu dihindari.</p><p style="text-align: justify;"><strong style=""><em>4.&nbsp;</em>Tren<em>&nbsp;Fashion E-Girl</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>POPBELA.com</em>, sosok yang disebut <em>E-Girl</em> adalah perempuan yang keren, lucu, sering berganti gaya rambut, memiliki <em>piercing</em>, mengenakan gaya pakaian ala tahun 90-an dan selalu tampil estetik. Banyaknya perempuan yang tampil dengan penampilan <em>E-Girl</em> di aplikasi TikTok menjadikannya tren <em>fashion</em> di tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;">Garis <em>eyeliner</em> yang tebal, <em>blush on</em> merah merona yang menyapu pipi dan hidung, serta tato palsu berbentuk hati atau bintang pada tulang pipi merupakan riasan yang identik dengan <em>E-Girl</em>. Tidak hanya riasan yang ikonik, konsep <em>E-Girl</em> juga memiliki gaya rambut unik. Yakni hanya mewarnai dua helai poni atau rambut terdepan pada bagian kanan dan kirinya serta menggunakan jepitan warna-warni.</p><p style="text-align: justify;">Selain <em>makeup</em> dan <em>hairstyle</em>, diperlukan juga <em>outfit</em> khas <em>E-Girl</em> untuk menunjang gaya tersebut. Outfit yang dibutuhkan adalah kaos <em>oversized</em> atau kaos lengan panjang yang di <em>double</em> dengan kaos lengan pendek, dengan perpaduan gaya antara <em>gothic</em> dan <em>punk</em>. Kemudian dipadukan dengan celana <em>high-waisted&nbsp;</em>atau rok kotak-kotak. Apakah kamu sudah pernah mencobanya?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>5.&nbsp;</em>Bersepeda di tengah Pandemi</strong></p><p style="text-align: justify;">Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh adalah hal yang sangat penting, khususnya saat pandemi. Gaya hidup sehat serta olahraga yang teratur dapat membentuk pondasi daya tahan tubuh yang kuat. Namun, adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat kegiatan olahraga yang dapat dilakukan menjadi terbatas. Hal inilah yang kemudian melahirkan tren bersepeda di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan bersepeda dipilih karena aman, ramah lingkungan dan dapat mengusir rasa jenuh akibat berada di rumah. Selain menyehatkan, bersepeda juga dapat mengurangi penyebaran virus. Sebab masyarakat memilih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi pribadi dibandingkan menggunakan transportasi umum.</p><p style="text-align: justify;">Saat bersepeda, jangan lupa untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Gunakan masker, menggunakan <em>hand sanitizer</em>, membawa minuman sendiri serta melakukan <em>physical distancing</em> agar bersepeda seorang diri, bukan gerombolan.</p><p style="text-align: justify;">Itulah rangkuman beberapa tren <em>lifestyle</em> di tahun 2020. Kini, kita telah tiba di penghujung tahun dan sedang bersiap menyambut kedatangan tahun 2021. Semoga di tahun berikutnya, banyak hal-hal baik yang menyapa. Jaga kesehatan, dan jangan abaikan protokol kesehatan, ya! (<strong><em>may/ems/rst/rkn/ffs/len</em></strong>).</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sederet Aplikasi Populer di 2020, Sudah Kamu Coba? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/sederet-aplikasi-populer-di-2020-sudah-kamu-coba/baca </link>
<guid> sederet-aplikasi-populer-di-2020-sudah-kamu-coba </guid>
<pubDate> Tue, 29 Dec 2020 08:55:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> sederet aplikasi yang banyak diunduh dan digunakan pada tahun 2020. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/sederet-aplikasi-populer-di-2020-sudah-kamu-coba/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kOJOl71NoU.png" />
					</figure>
			                <h1>Sederet Aplikasi Populer di 2020, Sudah Kamu Coba?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Perkembangan teknologi terus mengalami perubahan, guna menyesuaikan penggunaan oleh para konsumen yang membutuhkan layanan-layanan tertentu. Di tahun 2020, sangat banyak aplikasi yang diunduh oleh penggunanya. Mulai dari berbasis pendidikan hingga berupa layanan yang dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya pada tiap-tiap aplikasi yang dibutuhkan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Melonjaknya penggunaan aplikasi pada tahun ini juga dipengaruhi oleh hadirnya pandemi Covid-19. Di mana protokol kesehatan membuat masyarakat akhirnya mengunduh dan menggunakan beberapa aplikasi yang menunjang kegiatan mereka dari rumah. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum sederet aplikasi yang banyak diunduh dan digunakan pada tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kategori Media Sosial</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>TikTok</strong></p><p style="text-align: justify;">Aplikasi hiburan ini dikenal karena penggunanya dapat mengekspresikan kreativitas dengan <em>meng-upload</em> video menggunakan tema apa pun dalam durasi yang singkat. Dikutip dari <em>cermati.com</em>, di tahun ini TikTok menjadi aplikasi dengan total lebih dari 600 juta <em>penginstalan</em> pada <em>smartphone</em>. Terdapat pula akun bisnis bahkan perusahaan yang memanfaatkan TikTok sebagai media promosi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya berbisnis, TikTok justru membuktikan bahwa banyak anak muda Indonesia yang sangat kreatif dengan karya mereka di media sosial. Aplikasi ini memiliki <em>fitur-fitur</em> yang menarik seperti <em>efek</em>, musik hingga filter.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Instagram</strong></p><p style="text-align: justify;">Setiap tahunnya, pengunduhan Instagram mengalami peningkatan. Terutama di era pandemi seperti saat ini. Menurut NapoleonCat yang dikutip dari <em>kompas.com,</em> Instagram telah mencapai lebih dari 60 juta <em>penginstalan</em> di <em>smartphone</em>.</p><p style="text-align: justify;">Instagram yang memiliki fitur lebih lengkap seperti Instagram <em>Story</em>, Filter dan Instagram <em>Live</em> juga tak kalah saing dengan TikTok. Pengguna Instagram tak hanya dimiliki secara pribadi, melainkan perusahaan ternama, <em>outlet</em> belanja <em>online</em>, institusi bahkan kampus atau perkumpulan suatu organisasi yang membuat para pengikut akunnya semakin aktif memperbaharui informasi secara detail.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kategori <em>Games</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Subway Surf</strong></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>jalantikus.com,</em> Subway Surf menempati posisi teratas dalam kategori <em>game</em> dengan jumlah unduhan mencapai 1 miliar. Subway Surf selalu menghadirkan pesona baru dengan update-nya yang berkonsep <em>world tour</em>. Saat ini, ada lebih dari 80 tur dunia yang telah dirilis <em>game</em> ini, dan akan terus baru setiap bulannya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Game arcade</em> ini memiliki konsep dengan seorang anak yang tertangkap basah menggambar <em>grafiti</em> di sisi kereta api. Sehingga ia harus berlari melarikan diri dari inspektur polisi dan anjingnya. Pemain diminta untuk mengambil koin sebanyak mungkin dari udara, sekaligus menghindari tabrakan dengan kereta api dan benda-benda lainnya. Selain mudah dimainkan, game ini juga sangat simpel sehingga cocok untuk melawan hawa jenuh saat masa pandemi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Among US</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain Subway Surf, aplikasi <em>game</em> yang populer di tahun 2020 merujuk pada permainan laga yaitu Among Us. Dilansir dari <em>Kompas.com</em>, aplikasi ini telah di unduh sebanyak 86,4 juta dan menempatkan dirinya di puncak game terpopuler tahun 2020 setelah Subway Surf. Among Us sempat viral di pertengahan tahun bahkan menjadi <em>trending</em> di Twitter.</p><p style="text-align: justify;"><em>Game</em> ini terbilang mudah untuk dipelajari karena aturannya yang sederhana. Dengan jumlah kapasitas pemain yang banyak membuat <em>game</em> ini semakin seru untuk dimainkan bersama kelurga. Game ini mengajarkan untuk menjadi waspada, karena selain berperan sebagai teman dengan istilah <em>crewmate</em>, kerabat mereka juga bisa menjadi penjahat yang menyamar untuk bertugas membunuh orang lain alias <em>impostor</em>. Karakter game ini berbentuk lonjong berkaki tanpa tangan membuat game ini tampak menggemaskan, bahkan bisa dipadukan dengan warna atau aksesori, seperti topi, <em>Skin</em> dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kategori Pendidikan dan Pekerjaan</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Zoom</strong></p><p style="text-align: justify;">Di tengah anjuran <em>work from home</em> (WFH) saat pandemi Covid-19, virtual <em>meeting</em> menjadi hal yang umum dijumpai. Sejumlah aplikasi telekonferensi di tahun 2020 menjadi populer, termasuk dengan Zoom.</p><p style="text-align: justify;">Aplikasi ini telah menjadi fenomena selama berkegiatan di rumah. Ia dapat digunakan untuk menyelenggarakan pembelajaran, pesta, konser dan pertunjukan seni maupun hal lain. Popularitas Zoom didasarkan pada tata letaknya yang membuat setiap orang dapat berbicara dengan banyak peserta dalam satu sesi. Setiap pengguna dapat mengadakan video <em>conference</em> setidaknya 45 menit. Menurut laman <em>Google Playstore</em>, Zoom telah melebihi 500 juta pengunduh.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Zenius</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya Zoom, aplikasi Zenius di tahun ini juga sangat popular. Zenius, salah satu aplikasi pembelajaran <em>online</em> turut menyediakan kanal belajar daring untuk siswa sekolah dasar hingga menengah atas.</p><p style="text-align: justify;">Zenius dapat diakses dengan secara <em>offline</em> dan gratis. Mayoritas video pembelajaran dihadirkan dengan format <em>whiteboard</em> yang memerlukan kuota internet paling hemat. Mengutip <em>republika.co.id,</em> penggunaan Zenius pada masa pandemi ini berasal dari siswa SD dan tingkat pertumbuhannya mencapai lebih dari 150% dalam beberapa pekan terakhir. Pengguna terbanyak kedua Zenius adalah siswa SMA, dengan pertumbuhan lebih dari 60% dan SMP 50%.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kategori <em>E-Commerce</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Shopee</strong></p><p style="text-align: justify;">Dikenal sebagai platform <em>e-commerce</em> yang besar dan mampu bersaing dengan perusahaan dunia sekelas Alibaba atau Amazon. Aplikasi yang bergerak di bidang jual dan beli online ini dapat diakses secara mudah dengan menggunakan <em>smartphone</em>. Shopee menawarkan berbagai macam produk <em>fashion</em> hingga produk untuk kebutuhan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip melalui <em>dailysocial.id</em>, tahun ini Shopee merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan. Berdasarkan survei yang diadakan Shopee, sebanyak 85% dari 966 responden yang ada di Indonesia lebih dominan menggunakan Shopee dibandingkan aplikasi belanja <em>online</em> lainnya. Lantaran aplikasi ini menwarkan berbagai macam <em>fitur</em> dan salah satu <em>fitur</em> andalannya adalah <em>voucher</em> gratis ongkir yang disediakan layanan ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tokopedia</strong></p><p style="text-align: justify;">Diurutan kedua, ada perusahaan yang didirikan pada 17 Agustus 2009 oleh Wiliam Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison bernama Tokopedia. Dengan sistem yang sama seperti aplikasi belanja online lainnya, Tokopedia memiliki banyak produk digital yang membuat para penggunanya semakin nyaman untuk menggunakannya sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Melalui data <em>dailysocial.id,&nbsp;</em>sebesar 66% dari 966 responden condong menggunakan aplikasi ini di tahun 2020. Aplikasi ini juga banyak menawarkan <em>fitur-fitur</em> menarik, salah satunya adalah <em>TopPoints</em>. Di mana poin tersebut diberikan oleh Tokopedia kepada pembeli aktif yang beruntung. Tak main-main, poin yang didapatkan bisa ditukar dengan berbagai <em>voucher</em>. Seperti <em>voucher</em> diskon 20% untuk semua produk yang ada di Tokopedia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kategori Komunikasi</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>WhatsApp</strong></p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data yang dihimpun dari <em>statista.com</em>, per oktober 2020 aplikasi WhatsApp sudah memiliki lebih dari 2 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Alasan dari banyaknya pengguna aplikasi ini terutama di dunia pendidikan, salah satunya yakni dengan semakin banyaknya guru atau dosen yang memanfaatkan platform ini sebagai sarana untuk diskusi seputar perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Berikut ini beberapa <em>fitur</em> terbaru di WhatsApp:</p><p style="text-align: justify;">a.Pesan sementara dapat disetel agar hilang setelah 7 hari;</p><p style="text-align: justify;">b.Mencari stiker dengan teks, <em>emoji</em>, atau kategori;</p><p style="text-align: justify;">c.Hiasi foto dan video dengan gambar bebas yang lebih halus dan panduan penyelarasan baru; dan</p><p style="text-align: justify;">d.Menyetel <em>wallpaper</em>&nbsp;<em>kustom</em> untuk chat atau menyetel <em>wallpaper</em> dengan mode gelap.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Facebook Messenger</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain WhatsApp, aplikasi komunikasi lainnya yang juga banyak digunakan pada tahun 2020 adalah Facebook Messenger. Berdasarkan <em>statista.com</em>, saat ini tercatat sudah ada 1,3 juta pengguna di seluruh dunia. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengirimkan video, telepon video, telepon suara dan pesan teks secara gratis.</p><p style="text-align: justify;">Berikut ini beberapa <em>fitur</em> di Facebook Messenger:</p><p style="text-align: justify;">a.Pengiriman pesan dan telepon lintas aplikasi. <em>Fitur</em> ini memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan teman-teman di Instagram, yaitu cukup dengan mencari nama pengguna mereka agar bisa mengirim pesan atau menelepon.</p><p style="text-align: justify;">b.Mode menghilang. Pengguna dapat menghilangkan pesan yang sudah dilihat setelah keluar dari obrolan.</p><p style="text-align: justify;">c.Nonton bareng. Dengan fitur ini pengguna dapat menonton video, acara tv, dan film dengan teman melalui obrolan video dan forum <em>messenger</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kategori Layanan dan Jasa</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Gojek</strong></p><p style="text-align: justify;">Gojek adalah pelopor aplikasi ojek <em>online</em> di Indonesia. Aplikasi ini juga menjadi salah satu solusi transportasi untuk mempermudah dan mempersingkat waktu ketika sedang macet atau terburu-buru. Selain menawarkan jasa transportasi <em>online</em>, Gojek juga memberikan layanan-layanan yang mempermudah penggunanya melakukan berbagai aktivitas dari rumah seperti <em>GoFood</em>. <em>GoFood</em> diklaim mampu melayani permintaan pemesanan makanan selambatnya selama 60 menit. Waktu ini sudah termasuk memesan lewat aplikasi Gojek hingga makanan sampai ke tujuan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>dailysocial.id</em>, berdasarkan hasil survei sebanyak 51% dari seluruh responden yang memilih lebih banyak menggunakan <em>firtur</em>&nbsp;<em>GoFood</em> dari berbagai layanan pada Gojek. Lantaran sebanyak 74% memberikan alasan potongan harga yang lebih besar pada aplikasi ini. Selain itu, biaya antar menjadi lebih murah dengan metode pembayaran menggunakan <em>GoPay</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Grab</strong></p><p style="text-align: justify;">Memiliki sistem yang mirip dengan aplikasi Gojek, Grab juga dapat membuat konsumen diuntungkan dari segi waktu, biaya dan kenyamanan. Selain dari <em>fitur</em>&nbsp;<em>GrabBike</em> dan <em>GrabCar</em> yang menjadi fasilitas utamanya, Grab juga menyedikan <em>fitur</em> lain seperti pemesanan makanan (<em>GrabFood</em>). <em>GrabFood</em> adalah salah satu opsi yang tepat untuk memesan makanan dan minuman favoritmu.</p><p style="text-align: justify;"><em>GrabFood</em> menduduki peringkat kedua berdasarkan grafik pada <em>dailysocial.id</em>. Sebanyak 48% dari seluruh responden memilih <em>GrabFood</em> dibandingkan fitur lainnya. Layanan yang ditawarkan Grab juga sangat beragam. Mulai dari <em>GrabFood</em>, asuransi, kesehatan, tiket, tagihan bulanan, <em>top-up game</em> bahkan <em>booking</em> hotel terdekat melalui Grab.</p><p style="text-align: justify;">Dari sederet aplikasi yang kami suguhkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2020 sendiri kemajuan teknologi tidak mengubah sistem apapun di dalamnya. Pandemi justru membuat lonjakan pada penggunaan aplikasi di atas.</p><p style="text-align: justify;">Selain membantu kegiatan masyarakat, aplikasi tersebut juga lebih mudah diakses dan dapat digunakan kapanpun dan di manapun. (<strong><em>fzn/eng/ina/ krz/vyn/jla/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tontonan Asyik dan Seru Sepanjang 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/tontonan-asyik-dan-seru-sepanjang-2020/baca </link>
<guid> tontonan-asyik-dan-seru-sepanjang-2020 </guid>
<pubDate> Wed, 30 Dec 2020 07:38:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tontonan mana saja yang telah menemanimu selama 2020? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/tontonan-asyik-dan-seru-sepanjang-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SKRJ0D0Tbo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tontonan Asyik dan Seru Sepanjang 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Seperti berkejaran dengan waktu, kehidupan manusia sering kali penuh dengan kesibukan yang tiada habisnya. Selama masa pandemi dan adanya pembatasan aktivitas di luar dengan protokol kesehatan, kesibukan yang terjadi saat berada di rumah kerap kali berdampak pada munculnya rasa lelah, bosan dan jenuh.</span></p><p style="text-align: justify;">Untuk mengatasinya, masyarakat mengisi waktu di sela kegiatan dengan menonton sebagai alternatif hiburan. Beragam film dan tontonan berkualitas berhasil mencuri perhatian dan populer. Mereka turut mengisi dan menemani masa pandemi sepanjang tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum mengakhiri tahun ini, <em>Sketsa</em> akan mengajak kamu untuk bernostalgia pada beberapa film dan tontonan yang telah menemani kita di tahun ini. Berikut kami rangkum.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Film</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)</strong></p><p style="text-align: justify;">Membuka tahun 2020, NKCTHI membawa kisah sebuah keluarga yang menyimpan rahasia besar. Keluarga ini dikisahkan memiliki tiga orang anak, yaitu Angkasa, Aurora dan Awan. Kakak beradik ini hidup dalam keluarga yang nampak bahagia. Namun, kebahagiaan itu hanya terlihat dari luar saja. Membawa <em>tagline</em> &quot;Setiap Keluarga Punya Rahasia&quot;, ketiganya masing-masing memiliki cerita pilu. Sebagai anak bungsu, Awan, yang sedari kecil selalu diperhatikan oleh ayah dan ibunya mulai mencicipi dinamika hidup dan melalui proses pendewasaan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengalami kegagalan pertamanya dalam meraih karier, Awan berkenalan dan jatuh cinta dengan seorang lelaki bernama Kale. Pria eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup baru tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang dan semua ketakutan manusia pada umumnya.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, pertemuan dengan Kale itu ternyata membuat sikap Awan berubah hingga mulai mendapat tekanan dari keluarga. Hal itu pun membuat keduanya mulai memberontak hingga menyebabkan terungkapnya rahasia besar dan trauma dalam keluarga mereka.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>The Invisible Man</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Herbert George Well. Bercerita tentang kisah asmara tak harmonis antara Cecilia dengan kekasihnya Griffin yang berprofesi sebagai seorang illmuwan. Selang beberapa waktu kemudian, Griffin dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri.</p><p style="text-align: justify;">Cecilia tidak percaya kabar duka itu. Ia menyakini bahwa kekasihnya tersebut masih hidup. Seiring berjalannya waktu, keyakinan Cecilia terbukti ketika sang kekasih menerornya dengan menjadi makhluk tak kasat mata.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun berusaha meminta tolong kepada teman-temannya dan membuktikan bahwa dirinya benar-benar diburu makhluk tak kasat mata. Namun, orang disekitarnya justru menganggap dirinya tidak waras.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>The Social Dilemma</strong></p><p style="text-align: justify;">Media sosial (medsos) telah menjadi sesuatu hal yang sangat penting dalam pergaulan di era digital. Sangat <em>relate</em> dengan kondisi saat ini, The Social Dilemma akan mengupas tentang betapa pentingnya medsos sekaligus sisi jahat dan gelapnya algoritma dalam memanipulasi penggunanya. Sehingga membawa pengguna pada sebuah dilema.</p><p style="text-align: justify;">Film ini menunjukkan bagaimana medsos melakukan hal-hal mengerikan kepada para penggunanya. Mulai dari mengawasi hingga memanipulasi tampilan <em>feed</em> supaya individu tak bisa lepas dari medsos. Membedah fakta bahwa pengaruh media sosial pada isu-isu di masyarakat ternyata juga sangat besar. Di sisi lain, The Social Dilemma juga menyoroti sejumlah dampak positif. Seperti informasi yang sangat mudah didapatkan sehingga individu bisa terhubung dengan siapa saja.</p><p style="text-align: justify;">Film ini juga menampilkan sejumlah wawancara dengan beberapa sosok di balik kesuksesan medsos ternama. Lewat dokumenter ini, Jeff Orlowski sebagai sutradara ingin membantu menyadarkan kita bagaimana medsos menciptakan utopia dan distopia secara bersamaan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Drama</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>It&apos;s Okay to Not Be Okay</strong></p><p style="text-align: justify;">Drama populer asal Negeri Gingswng ini menceritakan kisah antara perawat bangsal kejiwaan dan perempuan penulis cerita anak yang antisosial. Perawat bangsal kejiwaan Moon Kang Tae (Kim Soo Hyun) sehari-harinya bertugas mencatat kondisi pasien dan sigap menghadapi segala tantangan. Ia banting tulang dan menghasilkan 1,8 juta won setiap bulannya.</p><p style="text-align: justify;">Kang Tae juga merawat kakaknya yang bernama Moon Sang Tae (Oh Jung Se). Sang kakak mengalami sindrom autisme. Sibuk dengan kehidupannya, Kang Tae tak sempat memikirkan cinta. Hidupnya perlahan berubah seiring datangnya Go Moon Young (Seo Ye Ji), penulis cerita anak yang populer namun egois, arogan dan angkuh.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Hospital Playlist</strong></p><p style="text-align: justify;">Drama ini mengisahkan tentang lima orang dokter yang berteman akrab sejak kuliah, hingga menjadi dokter spesialis andal dan bekerja di rumah sakit yang sama. Mereka ialah Lee Ik Joon, Ahn Jung Won, Kim Joon Wan, Yang Seok Hyung dan Chae Song Hwa.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan dimulai ketika para dokter mendapati Presiden Direktur Rumah Sakit Yuljae mengalami pendarahan di otak. Para dokter bertanya, siapa yang akan menggantikan posisi tersebut. Ketika presdir tiada, semua perlahan terungkap. Jung Won rupanya merupakan anak dari Presiden Ahn, pemilik Rumah Sakit Yuljae.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah perjalanan, rumah sakit tersebut kekurangan dokter sedangkan pasien menambah pesat. Tanpa berpikir panjang, Jung Won meminta bantuan teman-temannya untuk menjadi dokter mingguan di sana guna menangani bangsal VIP.</p><p style="text-align: justify;">Tak mudah meyakinkan empat orang sahabatnya tersebut, karena banyak syarat yang diajukan. Akhirnya, syarat yang tak begitu rumit terkabulkan. Setiap dari mereka memiliki pengalaman sedih dan bahagia dalam menangani pasien.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Itaewon Class</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih drama populer asal Korea Selatan, Itaewon Class bercerita mengenai seorang pemuda bernama Park Sae Royi yang memiliki dendam karena ayahnya dibunuh oleh Jang Geun Won. Meski begitu, Jang Geun Won terbebas dari hukuman karena kuasa ayahnya. Sae Royi justru harus mendekam dipenjara selama bertahun-tahun. Setelah keluar dari penjara, selama tujuh tahun ia berusaha mengumpulkan uang untuk membuka bisnis. Dendam membawanya ke daerah Itaewon. Bukan dendam untuk membunuh, melainkan dendam untuk sukses melebihi musuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Di Itaewon, ia bersama rekan-rekannya memulai bisnis bernama Dan Bam. Dari sinilah semua perjuangan dimulai. Di tengah usahanya membangun bisnis, Jo Yi Seo muncul dan bergabung bersama Dan Bam. Kemunculan Jo Yi Seo mengubah takdir Dan Bam yang semula hampir bangkrut hingga menjadi kedai makanan yang terkenal.</p><p style="text-align: justify;">Sae Royi adalah tokoh yang pantang menyerah dan paling membenci ketidakadilan. Ia selalu berusaha melindungi bisnis dan rekan-rekannya. Ayah Jang Geun Won yang merupakan pemilik bisnis makanan nomor satu bernama Jangga berusaha untuk menghancurkan bisnisnya. Tetapi, kegigihan Sae Royi mampu mengantarkan dia bersama rekan-rekannya untuk mewujudkan Dan Bam waralaba.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Animasi</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Digimon Adventure: Last Evolution Kizuna</strong></p><p style="text-align: justify;">Serial animasi Digimon tentu tidak asing di telinga kalian. Seri ini selalu menemani hari minggu kita saat masa kecil dulu. Seakan diajak bernostalgia, tahun ini Digimon merilis film terbarunya sekaligus merayakan anniversary ke-20. Digimon Adventure: Last Evolution of Kizuna juga menjadi penutup kisah dari Taichi dengan partnernya Agumon.</p><p style="text-align: justify;">Berlatar di tahun 2010, Taichi dan teman-temannnya sudah beranjak dewasa dan mengetahui bahwa hubungan mereka dengan masing-masing Digimon-nya akan segera berakhir. Seakan memberitahu penonton bahwa semakin bertambahnya umur maka akan ada sesuatu yang harus direlakan. Hubungan Taichi dan kawan-kawan dengan Digimon mereka akan segera berakhir, sebab mereka bukanlah lagi anak-anak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di saat bersamaan, sebuah Digimon bernama Eosmon muncul dan menimbulkan kekacauan. Taichi dan yang lainnya pun harus menghentikan Eosmon, meski harus mempertaruhkan hubungan mereka dengan masing-masing Digimon untuk bisa menyelamatkan dunia.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>The Croods: A New Age</strong></p><p style="text-align: justify;">Bercerita mengenai sebuah keluarga yang dipimpin oleh Grug (Nicolas Cage) dan berlatar pada zaman pra sejarah. Sekuel kedua ini menceritakan tentang keluarga Croods yang membutuhkan tempat tinggal baru setelah selamat dari bencana dan binatang buas. Mereka telah menemukan tempat yang tepat ketika melihat surga bertembok, lengkap dengan rumah pohon yang menjulang tinggi dan lahan beririgasi dari hasil bumi yang berwarna-warni dan segar.</p><p style="text-align: justify;">Namun, mereka menyadari bahwa tempat tersebut telah dimiliki oleh keluarga lain, yakni keluarga Bettermans. Mereka merupakan sebuah keluarga yang berevolusi. Pertemuan dua keluarga ini menjadi sangat menarik, sebab keluarga Croods melihat dunia baru dan keluarga Bettermans terpesona melihat sebuah keluarga yang kurang berkembang. Sehingga menyambut mereka sebagai tamu rumah tangga mereka. Namun, semuanya tidak berjalan mulus karena adanya ketegangan di antara dua keluarga yang mulai terjadi.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Soul</strong></p><p style="text-align: justify;">Merupakan hasil kerja sama produksi Disney dengan Pixar Animation Studio, Soul bercerita tentang Joe Gardner, seorang guru musik sekolah menengah yang bermimpi besar menjadi musisi <em>jazz</em>. Setelah berkali-kali gagal mencoba, Joe mendapat satu kesempatan untuk tampil di sebuah klub musik <em>jazz</em>. Joe tampil dengan baik dan akhirnya mendapat tawaran untuk bermain kembali. Ia pulang dengan perasaan sangat bahagia karena impiannya tinggal selangkah lagi terwujud.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan pulang, terjadi sebuah kecelakaan yang membuatnya koma hingga jiwanya terpisah dari tubuh. Joe kemudian dituntun menaiki tangga menuju The Great Beyond bersama para <em>soul</em> lainya.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, Joe berhasil kabur dan terperosok ke The Great Before. Dunia yang menjadi tempat para soul mengembangkan kepribadian, keanehan, dan sifat-sifatnya sebelum dikirim ke bumi. Joe bertemu dengan 22 (Tina Fey), <em>soul</em> lain yang enggan dikirim ke bumi karena memiliki pandangan buruk tentang kehidupan. Joe dan 22 harus mengikuti beragam pelatihan sebelum akhirnya dikirim ke bumi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya sebagai hiburan, deretan tontonan di atas juga memiliki makna serta pesannya tersendiri. Mana saja yang sudah kamu tonton sepanjang tahun 2020? <strong><em>(cal/nop/kus/khn/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merefleksikan Pendidikan Pasca Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/merefleksikan-pendidikan-pasca-pandemi/baca </link>
<guid> merefleksikan-pendidikan-pasca-pandemi </guid>
<pubDate> Thu, 31 Dec 2020 04:28:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mari merefleksikan pendidikan pasca pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/merefleksikan-pendidikan-pasca-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XJojiNB6wM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Merefleksikan Pendidikan Pasca Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pandemi Covid-19 sudah setahun lamanya hadir di tengah kehidupan manusia. Di Indonesia, usia formalnya sekitar sembilan bulan sejak pemerintah mengumumkan kasus pertama. Ibarat disrupsi yang hadir menyerang secara tiba-tiba. Efek kejutnya membuat kelabakan spesies manusia.</span></p><p style="text-align: justify;">Pasca pandemi atau dengan kata lain disebut &ldquo;<em>post-pandemic</em>&rdquo; dapat dimaknai sebagai kondisi sejak pandemi Covid-19 menyerang hingga setelahnya. Pasca pandemi tidak mesti dimaknai ketika pandemi usai. Tidak demikian sepantasnya kata &lsquo;<em>post</em>&rsquo; dimaknai.</p><p style="text-align: justify;">Pasca pandemi boleh dimaknai sebagai dampak pandemi Virus Corona sejak pertama kali menyerang hingga setelahnya selama dampak dan pengaruhnya masih terjadi. Pasca pandemi berarti kemarin, hari ini dan hari depan ketika pengaruh pandemi memberikan dampaknya. Baik secara praktik maupun dalam hal produksi pengetahuan dan kebudayaan.</p><p style="text-align: justify;">Dunia pendidikan adalah satu dari sekian banyak sektor yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Tatap muka di kelas dibatasi, semua serba daring (dalam jaringan) atau lebih dikenal serba <em>online</em>. Aplikasi-aplikasi pembelajaran daring mendadak <em>booming</em>. Manusia dipaksa me-<em>restart</em> dirinya, termasuk caranya dalam proses belajar mengajar di universitas.</p><p style="text-align: justify;">Sejak dekade 60-an di abad XX, dunia sudah membincangkan pandangan filosofi mengenai postrukturalisme. Dunia dipandang tak mesti berpusat. Dalam hal ini, pemikir postruktural dan <em>postmodern</em> lebih condong untuk mengakhiri cara pandang yang menganggap barat hasil pencerahan sebagai pusat.</p><p style="text-align: justify;">Satu hal yang berusaha digali oleh pemikir postruktural dan <em>postmodern</em> adalah sentralisasi Eropa (Eropasentris) dan pemujaan atas modernitas. Barat yang modern tidaklah mesti menjadi pusat dan kiblat semua negara di dunia, apa lagi negara bekas jajahan seperti Indonesia. Modernitas juga punya kelemahan, terutama dalam memperlakukan sesama manusia dan lingkungan hidup. Pemanasan global dan rasisme serta pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) adalah beberapa dari sekian tanda dari kegagalan pencerahan ala Eropa.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, pemikiran postrukturalisme dan <em>postmodernism</em> dinilai banyak kalangan masih memiliki anasir antroposentrisme yang kuat. Manusia masih dianggap sebagai subjek dominan dari subjek lainnya, termasuk menjadikan virus sebagai subjek. Makhluk renik sejenis virus masih belum dihitung sebagai subjek setara hingga hadirnya Virus Corona.</p><p style="text-align: justify;">Pandemi virus Corona mengkritik dan membanting habis antroposentrisme. Manusia ternyata bukanlah subjek dominan yang paling otoritatif. Manusia bisa tersingkir dan terkurung oleh subjek kecil dan makhluk renik yang kerap dikenal dengan sebutan virus. Dalam kata lain, virus mendisrupsi dan mendekonstruksi kuasa dominan manusia sebagai khalifah tunggal di Bumi.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 2015, terbit buku dengan judul <em>The NonHuman Turn</em> yang diedit oleh Richard Grusin. Buku ini menegaskan bahwa non-manusia adalah subjek yang mesti diakui keberadaannya. Dengan sendirinya, manusia tak bisa lagi mengaku sebagai penguasa segalanya di Bumi. Manusia bukanlah satu-satunya subjek dalam kelangsungan hidup semesta. Secara tak langsung, antroposentrisme dilucuti di dalam ide-ide di buku ini.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan <em>The NonHuman Turn</em>, salah satu penulis dari buku tersebut yakni Timothy Morton menerbitkan bukunya berjudul <em>Being Ecological</em> pada tahun 2018. Buku ini menekankan pentingnya manusia mempertimbangkan faktor ekologis dalam kehidupannya di Bumi.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi ekologis salah satu gunanya ialah memperpanjang napas Bumi. Barangkali, pesan lainnya adalah sebelum Bumi dan subjek lainnya menegur manusia yang terlalu dominan dan merusak, manusia sebaiknya bertobat terlebih dahulu dan menjadi lebih ekologis (mencintai lingkungan).</p><p style="text-align: justify;">Kedua buku di atas sesungguhnya banyak didiskusikan oleh kalangan terbatas akademisi dan sarjana belakangan ini. Inti ruang diskusinya adalah melihat kembali egosentrisme manusia dalam menjalani kehidupan selama ini hingga satu subjek non-manusia yaitu virus mendisrupsi dan mendekonstruksi habis kuasa manusia di Bumi.</p><p style="text-align: justify;">Dapat dikatakan, bahwa makhluk non-manusia jengah dengan ulah manusia yang menciptakan krisis ekologis, perubahan iklim hingga pemanasan global. Pendeknya, kuasa manusia dalam antroposentrisme beberapa abad terakhir membuat makhluk lain geram dan menegur manusia secara tegas. Hingga akhirnya, manusia sendiri tergopoh-gopoh dan berteriak tentang pandemi ketika satu dari sekian banyak makhluk itu menyerang. Hal itu kemudian menjadi pertanyaan, tobatkah manusia? Berakhirkah kuasa antroposentrisme?</p><p style="text-align: justify;">Di tengah pandemi, manusia akhirnya berakrobat dan tak kehilangan akal untuk lolos dari amukan virus. Disrupsi dihadapi dengan inovasi. Bahkan dengan perlombaan menemukan vaksin. Alih-alih reflektif, manusia sesungguhnya menunjukkan watak dan perangai resistensi.</p><p style="text-align: justify;">Berkaca dari pandangan Timothy Morton, Richard Grusin dan yang lainnya, akankah pendidikan pasca pandemi mengedepankan aspek intersubjektivitas dan <em>ecological oriented</em> (berorientasi lingkungan)? Akankah pendidikan ke depan mengarah pada bagaimana manusia melakukan tobat ekologis? (Meminjam salah satu judul artikel di salah satu media beberapa bulan lalu).</p><p style="text-align: justify;">Akankah pendidikan di tengah pandemi ini akan mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk mengurusi segala hal terkait krisis ekologis, pemanasan global dan perubahan iklim yang membuat subjek-subjek non-manusia seperti virus tidak semakin menegaskan diri untuk menegur manusia yang terlalu dominan di Bumi?</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, pertanyaan reflektif yang penting dijawab adalah: jelang awal dekade ketiga abad XXI ini, akankah pendidikan mengarah dan diarahkan untuk menciptakan manusia yang lebih ekologis, sebagaimana Morton tuliskan dalam bukunya di atas? Ataukah semakin ingin menjadi manusia segalanya?</p><p style="text-align: justify;">Bagi Universitas Mulawarman, akankah keberlangsungan hutan tropis lembap Kalimantan menjadi prioritas untuk diselamatkan di tengah ekspansi industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan monokultur kelapa sawit? Akankah Unmul akan semakin <em>being ecological</em>?</p><p style="text-align: justify;">Selamat memasuki dekade ketiga abad XXI. Mari bercermin untuk menatap masa depan pendidikan untuk kehidupan umat manusia di Bumi pasca pandemi. Semoga kita semakin reflektif dan lebih ekologis.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nasrullah, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Beragam Tantangan dalam Pemira FISIP 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/beragam-tantangan-dalam-pemira-fisip-2020/baca </link>
<guid> beragam-tantangan-dalam-pemira-fisip-2020 </guid>
<pubDate> Thu, 31 Dec 2020 04:55:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemilihan umum raya (Pemira) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) kini telah menetapkan presiden dan wakil presiden yang baru. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/beragam-tantangan-dalam-pemira-fisip-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hIiQNESKeN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Beragam Tantangan dalam Pemira FISIP 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pemilihan umum raya (Pemira) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) kini telah menetapkan presiden dan wakil presiden yang baru. Pasangan terpilih Ikzan Nopardi dari Program Studi (Prodi) Psikologi 2018 dan Muhammad Hasbi Mo&rsquo;a W.A asal Prodi Ilmu Pemerintahan 2018 resmi dilantik pada Selasa (15/12) lalu untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unmul.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Ikzan selaku presiden terpilih memberikan pengalamannya terkait pelaksanaan Pemira. Ia mengaku jika ia termotivasi dari problematika yang terjadi di FISIP dan juga tataran universitas. Ia melihat adanya kemunduran secara literasi dan budaya-budaya ilmiah yang ada di kampus. Baik dari persoalan kaderisasi serta respons atas isu-isu sosial politik yang dilihat semakin pasif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu ini (akan) menjadi evaluasi saya dan kawan-kawan BPH MPM FISIP. Ke depannya kami akan coba melakukan pendidikan politik terkait pemahaman soal organisasi dan politik kampus. Yang bertujuan untuk membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya partisipasi dalam sebuah demokrasi yang ada di kampus,&rdquo; pungkas Ikzan, Sabtu (26/12).</p><p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 yang menyerang sejak awal tahun mengharuskan kegiatan kampus dilaksanakan secara daring, begitu pula Pemira FISIP tahun ini yang harus dilaksanakan dengan sistem yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini pun dirasakan oleh pihak penyelenggara. Di mana segala hal yang seharusnya dilaksanakan dengan bertatap muka kini beralih menjadi daring. Panitia pun harus bisa memutar ulang kreativitas dan mekanisme Pemira agar tidak mengurangi esensi dari bebas, jujur, rahasia dan adil.</p><p style="text-align: justify;">Mereka sempat mengalami kendala saat pencairan, sebab pihak dekanat sedang disibukan dengan keuangan lembaga FISIP di penghujung tahun. Kurangnya antusiasme dari mahasiswa dalam menyambut Pemira juga menjadi hal yang harus dihadapi penyelenggara.</p><p style="text-align: justify;">Dari total 5336 lebih mahasiswa yang aktif kuliah di FISIP, hanya sekitar 348 mahasiswa yang ikut berpartisipasi memeriahkan Pemira FISIP 2020. Meski begitu, Yehezkiel selaku Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Raya (BPPR) menyebutkan jika ia bersyukur dengan keseluruhan acara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan sosialisasi terbuka dan terus menerus melakukan upload di media sosial, kepanitiaan sudah berusaha maksimal. Lalu para pemilih juga sudah berusaha untuk memilih dengan mekanisme baru. Dengan total 348 mahasiswa yang masuk Zoom, dari kami sudah bersyukur,&rdquo; tutur laki-laki yang akrab dipanggil Kiel ini kepada Sketsa, Minggu (27/12).</p><p style="text-align: justify;">Walau harus menghadapi beberapa tantangan, Pemira FISIP 2020 secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Mulai dari pembentukan kepanitiaan sampai dengan hari pelaksaaannya. (<strong><em>hmm/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sorot Unmul dalam Kaleidoskop Sketsa 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-unmul-dalam-kaleidoskop-sketsa-2020/baca </link>
<guid> sorot-unmul-dalam-kaleidoskop-sketsa-2020 </guid>
<pubDate> Thu, 31 Dec 2020 07:07:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebelum menutup tahun, mari kita mengingat kembali beragam peristiwa penting yang terjadi di Unmul sepanjang tahun 2020. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-unmul-dalam-kaleidoskop-sketsa-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8rAcmfQtgy.png" />
					</figure>
			                <h1>Sorot Unmul dalam Kaleidoskop Sketsa 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tinggal selangkah lagi, kita memasuki tahun yang baru. Sudah tentu beragam harapan ingin dicapai, terutama karena semua kalangan termasuk civitas academica terhalang oleh pandemi Covid-19. Sebelum menutup tahun, mari kita mengingat kembali beragam peristiwa penting yang terjadi di Unmul sepanjang tahun 2020. Berikut <em>Sketsa</em> sajikan rangkumannya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Januari</strong></p><p style="text-align: justify;">Di awal tahun, situasi kurang menyenangkan datang dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI). Tersiar kabar terkait status atau legalitas fakultas yang dipertanyakan atas tersebarnya surat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Nomor B/788/C.C4/KB.03.00/2019 mengenai usul pendirian FKTI yang diajukan oleh Unmul. Salah satu poin menyebutkan jika usul pembentukan FKTI belum disetujui. Alhasil, mahasiswa terutama di semester akhir menjadi kebingungan akan studi mereka.</p><p style="text-align: justify;">Aksi bertajuk #SaveFKTI digelar dalam mengawal kontroversi mengenai legalitas FKTI. Tuntutan yang dibawa mencakup hal-hal vital di FKTI, salah satunya peleburan FKTI dengan Fakultas Teknik (FT). Tidak cukup mendesak pihak internal kampus untuk menyelesaikan prahara FKTI, perwakilan mahasiswa juga membawa permasalahan ini hingga ke Jakarta. Joji Kuswanto selaku Ketua BEM FKTI saat itu bersama dengan lima mahasiswa lain mencoba untuk berdialog langsung dengan Dirjen Kelembagaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui perantara anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi X.</p><p style="text-align: justify;">Adapun audiensi bersama pejabat kampus berhasil menemukan titik terang, di mana mahasiswa dan dosen sepakat untuk mengajukan beberapa poin usulan kepada Rektor Unmul Masjaya yang isinya tetap memperjuangkan FKTI agar tetap berdiri sendiri dan menolak pengindukan. Dengan landasan hasil pertemuan mahasiswa di Jakarta. Namun, Peraturan Rektor Universitas Mulawarman Nomor 01 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada akhir Januari memutuskan pengintegrasian FKTI ke FT.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Februari</strong></p><p style="text-align: justify;">Kewaspadaan masyarakat dunia akan penyebaran Covid-19 terus meningkat. Pada Februari, virus ini telah menyebar ke sedikitnya 23 negara di seluruh dunia, dengan 11.953 kasus telah dikonfirmasi. Adapun jumlah korban meninggal sebanyak 361 orang. Terdapat 132 kasus terkonfirmasi di luar negara China.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah kasus terbanyak ditemukan di Thailand dengan 19 kasus, disusul Jepang dengan 17 kasus. Virus ini juga menjangkit negara lain seperti Singapura, Korea Selatan, Australia, hingga Finlandia. Filipina sendiri menjadi negara pertama di luar China yang mengumumkan adanya kasus pasien yang terinfeksi virus corona dan meninggal dunia.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mengawal 100 hari kepemimpinan Jokowi&ndash;Ma&rsquo;ruf, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggungat (Mahakam) Jilid II memenuhi Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim). Sebanyak 12 tuntutan dibawa dalam aksi tersebut, di antaranya menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja hingga menolak kenaikan iuran BPJS. Setidaknya ada 12 lembaga mahasiswa di Samarinda yang turut hadir dalam aksi ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Maret</strong></p><p style="text-align: justify;">Menyusul jejak perguruan tinggi lainnya dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Rektor Unmul Masjaya resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 1067/UN17/TU/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di lingkungan Unmul yang berisikan tujuh poin utama. Edaran ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekjen Kemendikbud serta kelanjutan dari seruan Rektor Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pada salah satu poinnya disebutkan terhitung sejak 16 Maret hingga akhir April di semester genap 2019/2020 kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka ditiadakan dan akan digantikan dengan sistem perkuliahan daring menggunakan <em>Mulawarman Online Learning System</em> (MOLS). Selain itu, dipaparkan pula beberapa poin lainnya terkait perubahan dan penyesuaian dari kegiatan maupun aktivitas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unmul produksi jamu bagi petugas medis. Mereka memutuskan untuk membuat jamu yang berasal dari bahan herbal seperti daun kelor, meniran, sambiloto, kunyit, jahe, kayu manis, dan madu kelulut. Jamu mulai diproduksi sejak Kamis, 26 Maret sebanyak 150 botol dan berisi 250 ml per botol. Target utama produk tersebut adalah para dokter dan perawat di rumah sakit. Kemudian hingga Jumat, 27 Maret tim berhasil memproduksi total 300 botol jamu dan dibagi ke beberapa civitas academica Unmul, termasuk petugas pengaman yang sedang bertugas sebagai testimoni awal.</p><p style="text-align: justify;"><strong>April</strong></p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2020 yang akhirnya menemukan titik terang. KKN angkatan 46 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, bersamaan dengan ditetapkannya Kondisi Luar Biasa (KLB) imbas dari pandemi Covid-19. Dengan status KLB, kegiatan KKN akan dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Koordinator KKN CSR, Sonny mengungkapan terdapat beberapa kendala dalam proses penyusunan program KKN KLB yang dialami oleh tim pelaksana. Lebih lanjut, ia menyebutkan beberapa kemungkinan kendala yang akan terjadi seperti keterbatasan komunikasi untuk koordinasi, jangkauan internet serta kendala pasca KKN.</p><p style="text-align: justify;">Selain kendala, terdapat pula sejumlah misinformasi dan kabar-kabar tak resmi yang beredar dan membuat mahasiswa kebingungan. Tetapi, ia kembali menegaskan bahwa semua informasi terkait KKN akan tertera di laman <em>website</em> KKN yakni kkn.unmul.ac.id.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mei</strong></p><p style="text-align: justify;">Merespon pandemi Covid-19 yang terus berlangsung, Unmul memperpanjang masa <em>Work From Home</em> (WFH) sampai dengan 31 Mei. Hal ini merupakan tindak lanjut dalam Surat Edaran Rektor Unmul Nomor 1281 Tahun 2020 tentang Peningkatan Status Kewaspadaan terhadap Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) melalui Pembatasan Kegiatan di Lingkungan Kampus Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Selain KKN, Program Kegiatan Penyetaraan-KKN (PKP-KKN) juga sedang berlangsung di tengah wabah. Terkait pelaksanaan PKP-KKN telah dimulai sejak 4 Mei dan bekerja sama dengan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unmul. Program kegiatan PKP-KKN dibagi menjadi 3 kelompok besar program.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat Bidang Sosialisasi, Bidang Analisis Risiko dan Kebijakan serta Bidang Penanggulangan yang melibatkan dosen, staf dan mahasiswa. Kegiatan ini disetarakan sebagai kegiatan KKN tahun 2020 yang dirancang dalam PKP-KKN Bersama Tim Satgas Covid-19 Unmul dengan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan (DPL).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juni</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih dalam nuansa pandemi, kegiatan-kegiatan besar di Unmul menjadi terganggu. Mulai dari kegiatan perkuliahan, jam kerja civitas academica, hingga pelantikan organisasi mahasiswa (ormawa). Pelantikan yang seharusnya berlangsung di Ruang Serbaguna Rektorat Lantai IV ini terpaksa harus dilaksanakan secara daring mengingat situasi pandemi yang masih membahayakan untuk berkumpul.</p><p style="text-align: justify;">Langkah pemerintah dalam menerapkan kebijakan <em>New Normal</em> telah di depan mata. Unmul sebagai salah satu perguruan tinggi yang terdampak pandemi mulai ambil ancang-ancang. Ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 1605 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Rektor Unmul, Masjaya pada 2 Juni. Isi edaran tersebut yakni terkait Persiapan Menuju Tahapan Relaksasi Covid-19 dan Adaptasi Normal Baru di Lingkungan Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Menuju pelaksanaan KKN-KLB, Unmul melakukan pembekalan perdana yang disiarkan langsung melalui <em>Zoom Meeting</em> dan <em>live streaming YouTube.</em> Adanya pembekalan dengan narasumber yang mumpuni diharapkan dapat menjadi acuan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan situasi dan kondisi pandemi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Juli</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah lama menunggu kepastian keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), akhirnya mahasiswa Unmul dapat merasa lega atas terbitnya Surat Keputusan (SK) Rektor Unmul 910/KU/2020 tentang Pedoman Pembayaran UKT Mahasiswa Program Sarjana dan Program Diploma. SK tersebut didistribusikan kepada setiap fakultas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Seluruh mahasiswa diharuskan untuk mengikuti segala prosedur yang berlaku. Yakni melewati tahap permohonan, tahap pertimbangan oleh dekan, dan penetapan dengan melengkapi beberapa berkas dan dokumen persyaratan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, <em>Mulawarman Univesity English Proficiency Test</em> (MU-EPT) digelar secara daring agar dapat tetap membantu mahasiswa selama pandemi. Pilihan ini dibuat agar mahasiswa yang ingin melakukan pendadaran tidak tertunda. Dengan menyelesaikan semua persyaratan, mahasiswa akan mendapatkan jadwal hingga bimbingan terkait pelaksanaan MU-EPT dengan basis <em>tryout</em>. Pihak Balai Bahasa juga menambah sistem baru untuk pengawasan ujian, yaitu menggunakan aplikasi telekonfrensi <em>Zoom Meeting</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Agustus</strong></p><p style="text-align: justify;">Berlangsung sejak 8 Juli dan berakhir pada 18 Agustus, pelaksanaan KKN-KLB memasuki tahap akhir serta diwarnai oleh suka duka sebab dilakukan secara daring. Meski dilaksanakan di kediaman masing-masing, mahasiswa tetap dituntut membuat program yang kreatif di tengah keterbatasan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Adanya beberapa civitas academica Unmul yang dinyatakan positif Covid-19, membuat Rektor Unmul, Masjaya mengeluarkan surat imbauan Nomor 2684/UN17/KU/2020 yang berisi enam poin arahan kepada seluruh pimpinan fakultas hingga unit kerja di Unmul. Pelayanan tetap dilakukan secara daring dari rumah dan tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan di kantor.</p><p style="text-align: justify;">Penjagaan kampus diperketat sehingga harus mendapatkan izin dari rektor untuk masuk kampus. Seluruh pegawai, dosen, dan mahasiswa wajib mematuhi protokol kesehatan. Bagi yang melanggar, akan mendapatkan sanksi. Para dekan juga ditugaskan untuk menyosialisasikan dan menerapkan protokol kesehatan di unit tugas masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) menjadi ajang tahunan bagi Unmul untuk menyambut kedatangan para mahasiswa baru (maba). Tahun ini, PKKMB digelar secara daring dengan 6.500 maba. Disiarkan secara langsung melalui kanal <em>YouTube</em> Unmul TV pada 27 Agustus dan dihadiri oleh para pejabat kampus.</p><p style="text-align: justify;"><strong>September</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya beberapa pegawai Unmul dinyatakan terjangkit Covid-19, istri Rektor Unmul Masjaya dikabarkan positif Covid-19. Tak berselang lama, Masjaya juga dikonfirmasi terpapar Covid-19 setelah menjalani <em>Swab Test</em> yang dilaksanakan pada 16 September 2020 di Laboratorium Mikrobiologi Unmul. Ia kemudian menjalani isolasi mandiri.</p><p style="text-align: justify;">Langkah preventif pemerintah untuk menangani penularan Covid-19 dengan mengeluarkan tindakan protokol kesehatan juga diamini oleh Unmul dengan merencanakan persiapan wisuda daring. Wakil Rektor I Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono menyebutkan bahwa wisuda Unmul akan dilaksanakan secara daring.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Oktober</strong></p><p style="text-align: justify;">Raih prestasi nasional, buktikan kreativitas dalam pandemi. Tiga mahasiswa asal Program Studi (Prodi) Psikologi 2018 yakni Jihan Safitri, Meiliyanti Puspitasari dan Zakki Abdallah Alkatiri menjadi perwakilan Unmul di Perlombaan Poster Nasional yang diadakan oleh UKMF Penelitian Lingkar Ilmiah Mahasiswa Language &amp; Arts (LIMLARTS) Universitas Negeri Yogyakarta.</p><p style="text-align: justify;">Oktober ini juga dikejutkan dengan disahkannya Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada 5 Oktober oleh DPR RI. Berbagai kejanggalan dalam prosedur pembentukan UU serta berbagai pasal yang dianggap merugikan masyarakat khususnya pihak buruh dan pekerja memicu sejumlah protes dalam skala besar. Lantunan aksi juga terdengar dari Bumi Etam. Mahasiswa, buruh, dan masyarakat berkumpul untuk menyampaikan tuntutan dengan menyambangi DPRD Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Menjadi bagian dari Aliansi Akademisi Menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Herdiansyah Hamzah bersama kawan-kawan sejawat mengeluarkan rilis di mana salah satunya menyoroti pemerintahan Presiden Jokowi yang seharusnya tidak menggunakan cara-cara represif untuk meredakan aksi penolakan. Padahal, kebebasan berpendapat termasuk di muka umum dijamin dan dilindungi dalam UUD 1945.</p><p style="text-align: justify;"><strong>November</strong></p><p style="text-align: justify;">Awal November dibuat geger oleh pemberitaan terkait ditekennya UU Cipta Kerja oleh Presiden Jokowi pada Senin, 2 November malam dengan nomor UU 11 Tahun 2020. Setidaknya terdapat 1.187 halaman dengan deskripsi sebagai berikut: 769 halaman tentang isi pasal dan tanda tangan Presiden Jokowi dan sisa halamannya berupa penjelasan dari isi pasal-pasal yang diubah dalam UU Ciptaker. Pemerintah mengunggah dokumen salinan resmi UU tersebut pada situs Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Sekretaris Negara (JDIH Setneg) di jdih.setneg.go.id.</p><p style="text-align: justify;">Sejalur dengan itu, Aliansi Mahasiswa Kaltim Menggugat (Mahakam) melakukan demonstrasi di depan Kantor DPRD Kaltim. Aksi berlangsung dengan panas dan ricuh. Dua massa aksi ditahan dengan tuduhan kepemilikan senjata tajam (sajam) dan pelemparan batu serta bom <em>molotov</em> ke arah aparat. Mereka kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Tim Advokasi untuk Demokrasi menghadirkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk mengawal kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">Di bulan ini, kabar kurang menyenangkan kembali datang dari pejabat kampus. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yakni Encik Akhmad Syaifuddin beserta keluarga terpapar Covid-19. Encik bersama keluarga berada pada kondisi stabil serta menjalani isolasi mandiri.</p><p style="text-align: justify;">Suasana pesta demokrasi mulai terdengar di beberapa kampus. Sayangnya, penyakit aklamasi turut hadir sebagai keputusan akhir. Seperti yang terjadi di Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Kedokteran (FK). Adapun kampus lainnya mengalami kendala dan kesulitan dengan Pemira daring.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Desember</strong></p><p style="text-align: justify;">Pemira Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul tahun ini sepi peminat. Sebelumnya, pihak Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul terlebih dahulu melakukan kegiatan uji publik sebagai salah satu tahapan dalam mengesahkan Undang-Undang Pemira sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi dalam kegiatan ini.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan uji publik dilakukan pada 18 Oktober dan 20 Oktober silam. Dilanjutkan dengan terbitnya <em>press release</em> setelah dilaksanakannya Uji Publik Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemira BEM KM Unmul 2020. Kini, Pemira BEM KM telah usai dengan Abdul Muhammad Rachim (Faperta 2017) dan Efan Alfarizki (FT 2017) sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih periode 2020/2021.</p><p style="text-align: justify;">Sempat ditutup pada awal pandemi di bulan Maret, Unmul mulai membuka beberapa fasilitas kampus di tingkat fakultas dan universitas. Kendati demikian, pembukaan layanan tatap muka harus menerapkan standar protokol Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, dan pembatasan individu. (<strong><em>len/ash/ahn/wps/rfk/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tahun Baru Tak Butuh Resolusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tahun-baru-tak-butuh-resolusi/baca </link>
<guid> tahun-baru-tak-butuh-resolusi </guid>
<pubDate> Fri, 01 Jan 2021 07:45:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apakah resolusi merupakan sebuah keharusan di awal tahun? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tahun-baru-tak-butuh-resolusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xA5r2KLfqb.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tahun Baru Tak Butuh Resolusi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hari terus berganti. 366 hari terlewati dan tahun yang baru telah datang menghampiri. Memasuki tahun yang baru, setiap orang selalu berharap akan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Tak sedikit yang berlomba-lomba menyusun resolusi tahun baru. Entah benar-benar ingin menjalaninya atau hanya sekadar ajang pamer dan mengikuti tren dengan menyiarkan resolusinya pada media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan KBBI, resolusi adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang). Resolusi juga berarti pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Jika melihat pada sejarah, ternyata membuat resolusi telah menjadi tradisi lama.</p><p style="text-align: justify;">Tradisi Romawi Kuno menganggap bahwa bulan pertama dalam kalender Masehi dipercaya memiliki simbol yang spesial. Orang Romawi percaya bahwa satu wajah Dewa Janus menghadap ke masa lalu dan satu wajah lainnya menghadap ke masa depan. Untuk menghormatinya, mereka melakukan pengorbanan kepada Tuhan dan berjanji akan berperilaku baik untuk tahun yang akan datang.</p><p style="text-align: justify;">Resolusi kemudian menjadi budaya kala pergantian tahun pada setiap tahunnya. Bisa dikatakan, tahun baru merupakan puncak suatu beban, beban terhadap segala perubahan dalam hidup dan juga beban dari resolusi yang tak selesai pada tahun-tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>kompasiana.com</em>, berdasarkan penelitian dari University of Stranton, hanya 8% orang yang berhasil mewujudkan resolusi tahun baru. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa sejak 12 Januari, semangat mewujudkan resolusi tahun baru mulai pudar. Bahkan menurut psikolog klinis, 80% resolusi tahun baru gagal di minggu kedua bulan Februari.</p><p style="text-align: justify;">Tak heran, keluhan setiap menjelang tahun baru selalu sama. &lsquo;Duh, resolusi tahun ini belum selesai!&rsquo; atau &lsquo;resolusi tahun lalu harus selesai pada tahun ini!&rsquo; yang terucap usai malam pergantian tahun. Tak hanya resolusinya yang membudaya, namun gagalnya resolusi pun turut serta menjadi budaya.</p><p style="text-align: justify;">Memang pada realitanya, dinamika kehidupan jauh lebih tak terduga dibanding rencana-rencana tertulis yang masih abstrak dan tidak memiliki kepastian. Faktor eksternal dan internal bisa menjadi penyebab kegagalan sebuah resolusi. Keadaan yang tak terduga dan di luar kendali merupakan faktor eksternal itu. Namun, faktor internal juga tak jarang berhasil menggagalkan segala resolusi yang tersusun rapi dan apik.</p><p style="text-align: justify;">Kebiasaan-kebiasaan diri yang telah menjadi budaya masyarakat merupakan masalah utamanya. Seperti keinginan mendapat segala sesuatu secara instan, kemalasan, kebiasaan menunda, mementingkan kenyamanan hingga <em>low effort &nbsp;syndrome</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pada masa kini, begitu banyak orang yang ingin mendapatkan segala sesuatu secara instan. Inginnya banyak dan cepat, tapi tanpa usaha yang besar. Sering malas dan suka menunda-menunda karena ada kenyamanan yang didapatkan.</p><p style="text-align: justify;">Puncaknya, berada pada bahaya <em>low effort syndrom</em>. Yakni suatu bentuk penolakan untuk bekerja keras dan berusaha ketika ada potensi kegagalan yang dirasakan. Juga sebagai prinsip kerja semudah-mudahnya, tetapi nilai diri harus tetap terjaga. Melakukan sesuatu dengan usaha yang minim namun berusaha untuk menutupinya. Sehingga segala sesuatu yang dihasilkan pun menjadi tidak maksimal karena dikerjakan secara ogah-ogahan dan yang penting selesai.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apakah menyusun resolusi sebagai sebuah langkah awal perubahan menjadi sebuah kesalahan?</p><p style="text-align: justify;">Jawabannya iya. Jika hanya sebagai ajang mengikuti tren dan budaya setiap tahun baru. Jika hanya disusun tanpa segera melakukan aksi dan jika hanya disusun dan berlalu setelah sekian hari. Apalagi kalau janji dan keinginan yang tertulis begitu besar, sampai-sampai merasa tidak sanggup di tengah jalan dan pada akhirnya berhenti sebelum prosesnya selesai pada tujuan.</p><p style="text-align: justify;">Jika perubahan menjadi tujuan yang ingin dicapai, kenapa harus menunggu tahun yang baru? Bukankah perubahan akan lebih baik jika disegerakan tanpa harus menunggu pergantian tahun? Tak harus menunggu datangnya Januari dan berhenti pada Februari, kan?</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kemampuan beradaptasi pada setiap keadaan menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam menjalani hidup. Ketika siap menyusun resolusi, berarti harus siap pula untuk menyiapkan segala strategi ketika keadaan tak sesuai pada rencana.</p><p style="text-align: justify;">Apalagi, keinginan untuk mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru tidak bisa dicapai dalam waktu seminggu dua minggu saja. Lebih dari itu, suatu kebiasaan baru secara rata-rata akan benar-benar terbentuk dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan bahkan lebih.</p><p style="text-align: justify;">Merasa suntuk karena resolusi tahun-tahun sebelumnya masih saja gagal menjadi hal yang diekspetasikan? Belajar hal baru dan mencoba strategi baru bisa menjadi salah satu alternatif untuk mewujudkan suatu resolusi lama yang tak terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Menyusun <em>list</em> resolusi yang sesuai dengan kapasitas diri dan tidak membebankan, lalu menggali potensi diri untuk mengembangkan diri dan juga berusaha menjalani setiap prosesnya. Tanpa terasa sebuah perubahan akan dicapai tanpa terbebani dengan target tinggi dari resolusi.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, mari tetap percaya dan berharap bahwa tahun yang baru akan membawa sesuatu yang lebih baik setelah melewati masa yang berat sepanjang tahun 2020. Selamat tahun baru 2021. Selamat berefleksi dan menyusun resolusi serta selamat melangkah menuju perubahan!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Khoirun Nisa, Mahasiswa&nbsp;</em></strong><strong><em>Sastra Indonesia, FIB 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut 2021 dengan Peluang Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/sambut-2021-dengan-peluang-baru/baca </link>
<guid> sambut-2021-dengan-peluang-baru </guid>
<pubDate> Fri, 01 Jan 2021 09:49:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kembangkan dirimu dengan beragam skill baru. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/sambut-2021-dengan-peluang-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W2AKaINdMH.png" />
					</figure>
			                <h1>Sambut 2021 dengan Peluang Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;</strong>&ndash;<strong>&nbsp;</strong>Selama pandemi, berbagai kegiatan menjadi terhambat. Namun, di sisi lain kondisi ini menawarkan kesempatan baru yang dapat membuka berbagai peluang. Pandemi membuat manusia harus berhadapan dengan beragam hal yang tidak nyaman. Termasuk saat melakukan pekerjaan dan agenda secara daring, tak semata menjadi tantangan yang dihadapi dalam beradaptasi.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apa kamu masih sibuk berkutat memikirkan resolusi yang kian tahun tak tampak progresif? Kini, <em>Sketsa</em> hadirkan berbagai kesempatan yang layak kamu coba agar 2021-mu tak lewat begitu saja.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Internship &nbsp;From Home</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Penawaran magang yang bersifat daring ini menjanjikan untuk mahasiswa. Mengingat kegiatan ini dapat menjadi nilai tambah untuk insan yang belum memiliki pengalaman kerja profesional. Menjajaki masyarakat informasi, memang kondisi seperti inilah yang harus kita hadapi. Berjejaring dan mengulik peluang-peluang di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Melalui platform Instagram misalnya, kamu dapat mengikuti akun pencari magang. Dapat pula membubuhkan tagar <em>#internshipfromhome &nbsp;</em>untuk melihat beragam postingan terkait. Jangan lupa untuk membaca syarat dan ketentuan dengan saksama. Apabila kamu lolos, selanjutnya kamu akan dipandu untuk menyesuaikan budaya perusahaan tersebut. Beberapa perusahaan juga membayar pemagangnya seperti biaya akomodasi atau biaya internet, loh!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Webinar</strong></p><p style="text-align: justify;">Sejak kemunculan Covid-19 pada Maret lalu, terhitung sejak itulah banyak komunitas juga civitas academica mulai memaksimalkan pembelajaran lewat Zoom Meeting. Meski sebagian pengguna kerap merasa bosan kala kuliah umum, tetapi jika kamu mengetahui minat apa yang ingin kamu kembangkan, sebenarnya ada banyak sekali webinar yang sesuai dengan minatmu di luar waktu perkuliahan. Mulai dari yang gratis sampai berbayar, sudah siap untuk mencari ilmu baru?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kursus</strong></p><p style="text-align: justify;">Di era saat ini, terdapat banyak sekali pekerjaan yang dapat dikatakan baru. Sebut saja <em>artificial intelligence</em>, <em>creative writing</em>, <em>copy writing</em>, dan SEO. Ketika kamu telah menemukan minat, taka da salahnya untuk memberanikan diri dan mengembangkan potensimu. Saat ini, beragam platform yang menawarkan kursus juga hadir di media sosial. Lagi-lagi, dari yang gratis sampai yang berbayar. Kursus berbahasa asing, <em>coding</em>, <em>data analytics</em>, digital marketing, dan masih banyak lagi. Mau coba salah satunya? Laman Skillshare bisa menjadi pilihanmu dalam memulai kursus yang menyenangkan.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga hal di atas adalah hal yang amat mungkin kamu kerjakan untuk mendukung pengembangan dirimu. Jangan lupa, CV-mu akan semakin cantik dengan berbagai pengalaman dan <em>skill</em> baru. Bagaimana? Berani untuk menjalani 2021 dengan beragam ilmu keren? <strong><em>(rst/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unit Layanan Terpadu Unmul, Melayani Berbasis Publik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unit-layanan-terpadu-unmul-melayani-berbasis-publik/baca </link>
<guid> unit-layanan-terpadu-unmul-melayani-berbasis-publik </guid>
<pubDate> Fri, 01 Jan 2021 10:49:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> ULT Unmul, unit baru yang siap melayani kebutuhan civitas academica dan publik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unit-layanan-terpadu-unmul-melayani-berbasis-publik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OeehmgVdAj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unit Layanan Terpadu Unmul, Melayani Berbasis Publik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Selain meningkatkan pembangunan infrastuktur, Unmul juga terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanannya. Salah satunya dengan mendirikan Unit Layanan Terpadu (ULT) Unmul. Berdirinya unit ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden Nomor 97/2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Peraturan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 59/2016 tentang Pelayanan Publik mengamanatkan pendirian ULT sebagai upaya nyata pelaksanaan <em>Good University &nbsp;Governance</em> (GUG). Layanan ini bertujuan untuk melayani civitas academica secara terpadu. Di mana ada sistem terintegrasi dan keterbukaan informasi.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Senin (28/12/20), Hamdani selaku Ketua ULT Unmul memaparkan bentuk layanan yang diberikan pada unit layanan ini. Terdapat tiga jenis layanan di ULT Unmul, yakni Layanan Sehari, Layanan <em>Approval</em>, dan Layanan Informasi. Pada Layanan Sehari, terdapat beberapa fasilitas seperti perbaikan data Sistem Informasi Akademik (SIA), penundaan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga pembuatan dan reset <em>password</em> email institusi. Kemudian pada Layanan <em>Approval</em>, layanan seperti pendaftaran peminjaman gedung, perbaikan ijazah hilang atau rusak sampai pembuatan Kartu Tanda Mahasiswa dapat dilakukan. Terakhir, Layanan Informasi yang memuat fasilitas layanan pendaftaran wisuda, <em>call &nbsp;center</em>, layanan registrasi mahasiswa lama, layanan panduan tata cara pembayaran UKT Bidikmisi dan layanan panduan tata cara pembayaran UKT bagi mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Layanan-layanan tersebut sudah mencakup layanan akademik, kepegawaian, keuangan, kemahasiswaan, humas, dan lainnya. Semua informasi terdapat di web <em>ult.unmul.ac.id</em>,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama pandemi masih berlangsung, tentu teknis pelayanan ikut menyesuaikan situasi dan kondisi. Hamdani menyebutkan, saat ini ULT membuka layanan secara daring bagi civitas academica yang membutuhkan. &ldquo;Bisa langsung berkunjung ke web atau menghubungi <em>call center</em>,&rdquo; kata Hamdani.</p><p style="text-align: justify;">Melayani dengan moto SEMANGAT (Senyum, Efektif, Mudah, Amanah, Nyaman, Giat, Aspiratif, Transparansi), ULT Unmul menerima respons yang baik dari civitas academica. Namun, pelaksanaan dan implementasi layanan juga tak luput dari beragam kendala. Ia mengaku, mereka memerlukan adaptasi dengan sistem yang baru. Sama halnya dengan komunikasi antarmahasiswa, dosen, pegawai, hingga operator.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai unit layanan yang masih berumur muda, Hamdani berharap agar ULT Unmul ke depannya dapat memberikan pelayanan yang prima kepada publik sebagai bentuk kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat. Adapun pelayanan yang dimaksud adalah pelayanan yang melebihi ekspektasi publik. &ldquo;Karena saat ini sudah eranya digital, oleh karena itu kita perlu memberikan pelayanan yang prima, transparan dan lebih cepat. Tentunya ditopang berbasiskan teknologi informasi yang baik, pelayanan kepada masyarakat nanti tentunya lebih optimal,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pengalaman &nbsp;Mahasiswa Gunakan Layanan ULT Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Rabu (16/12/20), Hiray Kiraya Azharani, mahasiswi Ilmu Pembangunan Sosial 2017 ini membagikan pengalamannya ketika menggunakan layanan pada ULT Unmul saat mengurus slip UKT yang hilang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya mengurus dari fakultas dulu untuk mengeluarkan surat pernyataan. Kemudian dibawa ke rektorat. Di situ dari rektorat diarahkan ke ULT via <em>chat</em> karena tidak menerima <em>offline</em>,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, pelayanan di ULT Unmul lumayan cepat dan lebih membantu karena bisa diproses secara daring. Namun, ada hal yang sedikit menyulitkannya. Seperti pengambilan surat pernyataan kehilangan yang mengharuskannya mengambil langsung ke fakultas terkait. Selain itu, ia berharap pada pelayanan selanjutnya ULT Unmul dapat memperjelas mekanisme waktu yang dibutuhkan untuk mengurus hal-hal yang dibutuhkan</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk ULT-nya, mungkin bisa memberitahu kepada mahasiswa untuk prosesnya itu bisa memakan waktu jam atau hari. Agar kita tidak bingung menunggu hari ini atau hari selanjutnya. Soalnya kan (saat itu) tertulis jam 14.00 Wita itu berakhir jam kerjanya, dan saya menerima surat itu jam 14.35 Wita. Saya kira lewat jam hari itu dikirim keesokan harinya,&rdquo; tutupnya. <strong><i>(fzn/</i></strong><strong><i>len/rth</i></strong><strong><i>/rst)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Evaluasi Kebijakan Pendidikan Tinggi hingga Pembungkaman Nalar Kritis Mahasiswa di 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/evaluasi-kebijakan-pendidikan-tinggi-hingga-pembungkaman-nalar-kritis-mahasiswa-di-2020/baca </link>
<guid> evaluasi-kebijakan-pendidikan-tinggi-hingga-pembungkaman-nalar-kritis-mahasiswa-di-2020 </guid>
<pubDate> Sat, 02 Jan 2021 05:10:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> catatan kritis di tahun 2020, khususnya pada dunia pendidikan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/evaluasi-kebijakan-pendidikan-tinggi-hingga-pembungkaman-nalar-kritis-mahasiswa-di-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RTcU07mZ9n.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Evaluasi Kebijakan Pendidikan Tinggi hingga Pembungkaman Nalar Kritis Mahasiswa di 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">2020 telah usai. Ada beberapa catatan kritis di tahun ini, khususnya pada dunia pendidikan. Berbagai kebijakan, penyelenggaraan hingga pembungkaman nalar kritis mahasiswa.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut akan kami rangkum dalam tulisan ini. Judul di atas merefleksikan peran pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa pada satu tahun terakhir. Yang jauh dari demokratisasi yang diamanatkan dalam konstitusi, kebebasan berpendapat, kebebasan akademis dan semakin menampilkan watak otoriter. Baik dari segi kebijakan maupun pada tataran akar rumput, khususnya dunia pendidikan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam menarasikan kebijakan yang dikeluarkan Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, perlu adanya evaluasi kebijakan yang dikeluarkan. Pertama, Kampus Merdeka. Dengan alasan bahwa mahasiswa harus lebih inovatif dan kreatif. Perguruan tinggi dituntut untuk dapat membentuk karakter mahasiswa sebagai pemimpin masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Namun jika ditelaah kembali, justru kebijakan kampus merdeka menjauhkan nilai-nilai <em>tri dharma</em> perguruan tinggi. Mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja di bidang industri. Hal yang menjadi sorotan adalah kemudahan perguruan tinggi untuk merubah statusnya menjadi PTN BH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) yang justru semakin memperluas praktik komersialisasi pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Karena, kampus dengan dalil otonomi non-akademik, akan mencari biaya sendiri untuk biaya operasional. Pada akhirnya, yang paling mudah dilakukan adalah menaikkan biaya kuliah. <em>Output</em>-nya justru jauh dari Pasal 31 UUD 1945 ayat 1, yaitu setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pendidikan tinggi akan semakin sulit dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 terkait keringanan UKT bagi mahasiswa selama pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut tidak menjawab permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Sebab mahasiswa tetap wajib membayar UKT secara penuh pada setiap semester (Pasal 9 ayat 1).</p><p style="text-align: justify;">Padahal, sangat rasional terjadi penurunan UKT karena proses perkuliahan dilakukan secara daring. Di mana secara tidak langsung fasilitas dan sarana prasarana kampus tidak terpakai maksimal mengingat dalam kondisi pandemi.</p><p style="text-align: justify;">Harusnya, keringanan UKT dapat dilakukan secara general. Karena ada hak yang berhak kita tuntut. Kemendikbud cenderung lepas tangan terhadap persoalan tersebut, karena kebijakan itu kembali ke perguruan tinggi masing-masing. Sehingga kampus dengan leluasa menentukan peraturan yang tidak berkeadilan, berpotensi diskriminatif serta jauh dari harapan mahasiswa dengan dalih dilegitimasi Permendikbud Nomor 25 tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, surat edaran Kemendikbud pada tanggal 9 Oktober 2020 yang secara tidak langsung melarang mahasiswa untuk tidak mengikuti kegiatan demonstrasi menolak UU Cipta Kerja. Hal ini justru mencederai semangat reformasi dan kebebasan berpendapat warga negara, khususnya mahasiswa. Padahal kemerdekaan menyampaikan pendapat sudah diatur dalam konstitusi negara kita.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Demokratisasi Kampus dan Pembungkaman Nalar Kritis</strong></p><p style="text-align: justify;">2020 juga menjadi catatan evaluasi tentang demokratisasi kampus bahkan pembungkaman nalar kritis mahasiswa. Tercatat, semenjak Nadiem menjabat marak terjadi kasus sanksi akademik bahkan <em>drop out&nbsp;</em>terhadap mahasiswa. Kita ketahui bersama, bahwa kebebasan akademik yakni kebebasan berpendapat adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dan hal yang harus dijunjung tinggi oleh kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kilas balik terkait studi kasus penjatuhan sanksi <em>drop out</em> di tahun 2020 ini antara lain 28 mahasiswa UKI Paulus dikeluarkan dari kampus hanya karena melakukan aksi demonstrasi terkait syarat pengurus organisasi kemahasiswaan. Kemudian, 37 mahasiswa Universitas Nasional yang di <em>skors</em> dan <em>drop out</em> karena menuntut keringanan UKT selama masa pandemi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan baru-baru ini, seorang mahasiswa Unnes yaitu Frans Josua Napitu yang mendapat <em>skors</em> enam bulan karena melaporkan rektornya kepada KPK atas dugaan tindak pidana korupsi, dan masih banyak lagi. Ketiga kasus di atas menjadi bukti konkret pembungkaman dan pengerdilan ruang kebebasan sipil di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini juga menjadi suatu kemunduran demokrasi di Indonesia, terlebih kampus. Kampus sebagai institusi pendidikan harusnya tidak mengekang kebebasan berekspresi dan ruang gerak mahasiswa dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai kaum intelektual.</p><p style="text-align: justify;">Catatan akhir tahun pendidikan tinggi ini menjadi evaluasi dan kegagalan pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal membentuk kebijakan yang tidak diskriminatif dan berkeadilan untuk kepentingan anak bangsa dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa. Serta kampus yang harus menjamin kebebasan berpendapat, berekspresi mahasiswa, menghargai, dan menjunjung tinggi ruang-ruang kebebasan sipil.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Rilis ditulis oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Politik Dinasti di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-politik-dinasti-di-indonesia/baca </link>
<guid> dilema-politik-dinasti-di-indonesia </guid>
<pubDate> Sat, 02 Jan 2021 10:50:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> politik dinasti yang terjadi di Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-politik-dinasti-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d3wTwqemz7.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Politik Dinasti di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah usai digelar serempak di seluruh Indonesia pada 9 Desember 2020 lalu. Miris, pesta demokrasi daerah ini dilaksanakan saat angka kematian atas pandemi Covid-19 berada pada puncaknya. Dilansir dari <em>m.cnnidonesia.com</em>, angka kematian tercatat berada di angka 18.171. Adapun akumulasi kasus positif Covid-19 mencapai 592.900 kasus.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya digelar saat pandemi berlangsung, terdapat pula hal menarik yang patut jadi sorotan. Seperti bagaimana anak dan menantu presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution ikut berlaga dalam Pilkada kali ini. Mereka sama-sama mencalonkan diri sebagai wali kota. Gibran mencalonkan diri sebagai wali kota Solo dan Bobby sebagai wali kota Medan. Keduanya pun menang pada gelaran ini berdasarkan hasil hitung cepat (Quick Count) <em>Charta Politika</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kejadian yang disebut sebagai &apos;sejarah&apos; ini mengingatkan kita kembali dengan politik dinasti yang sering kali terjadi di Indonesia. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), politik dinasti merupakan suksesi pejabat yang dilanjutkan oleh kerabat yang berkuasa.</p><p style="text-align: justify;">Secara etis, praktik ini memang tidak baik. Namun secara yudiris, selama mereka memenuhi persyaratan (ketika mencalonkan diri) mereka memiliki hak untuk terjun dalam kontes politik.</p><p style="text-align: justify;">Memang, tak ada larangan atau batasan bagi siapa pun untuk berpartisipasi dalam pemilihan semacam ini. Apalagi, sistem yang digunakan di Indonesia membuat seluruh masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dalam memilih sendiri pemimpin yang diinginkan. Lalu, bagaimana praktik ini terlihat dari pandangan civitas academica Unmul?</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Minggu (17/12/20) lalu, Budiman selaku dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan menyebutkan jika fenomena ini lebih banyak menimbulkan dampak negatif ketimbang dampak positif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hal itu (dampak negatif) dapat kita lihat dari potensi-potensi korupsi, kolusi dan nepotisme,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, politik dinasti membuat kesempatan bersaing dalam politik menjadi lebih sempit. &quot;Kebanyakan (para calon) yang keder duluan jika harus bersaing dengan istrinya bupati atau anaknya bupati. Mereka beranggapan &apos;ngapain?&apos;&quot; kata Budiman.</p><p style="text-align: justify;">Faktor lain penyebab adanya politik dinasti adalah kecenderungan partai politik yang jarang menggunakan kader mereka untuk maju dalam sebuah pemilu dan lebih mengutamakan keluarga. Baginya, hal ini memberikan dampak demokrasi yang tidak sehat. Sebab tidak memberikan kesempatan untuk pihak lain dalam bersaing secara demokrasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Para pemilih (seharusnya) dapat lebih selektif dan melihat rekam jejak para calon pemimpin, agar fenomena ini tidak terus terulang,&quot; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Alfian salah satu dosen Hukum Tata Negara berpendapat bahwa politik dinasti dapat dilakukan. Asal dalam prosesnya tetap sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak menyalahi undang-undang.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, tak masalah selama calonnya memiliki integritas, kapasitas dan kapabilitas. Apalagi jika cara yang ditempuh calon tersebut sah secara konstitusional dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Toh, sampai saat ini tidak ada aturan yang mengebiri hak politik seseorang untuk maju menjadi calon kepala daerah atau apa pun itu. Artinya, semua warga negara dapat mencalonkan dirinya sebagai kepala daerah,&quot; jelasnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (21/12/20).</p><p style="text-align: justify;">Alfian juga menuturkan, istilah politik dinasti kurang tepat untuk diberikan terhadap fenomena ini. Menurutnya, keadaan ini disebut dengan oligarki. Karena, para kerabat pemimpin daerah tersebut tetap harus bersaing dan menjalankan proses pemilihan sebagaimana diatur dalam undang-undang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berbeda dengan konsep dinasti pada bentuk pemerintahan kerajaan atau monarki, di mana jabatan raja langsung diturunkan kepada putra mahkota kerajaan,&quot; ujar Alfian.</p><p style="text-align: justify;">Untuknya, ini sangat subjektif sebab tergantung oknum dan individu masing-masing. &quot;Bahwa kenapa dia ingin menjadi seorang pemimpin atau presiden atau wali kota dan lainnya. Kalau dia niatnya menjadi seorang pemimpin (yang) benar-benar ingin menyejahterakan rakyatnya, tidak masalah dan tentu saja itu sangat mulia.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tetapi, apabila ada oknum (yang) ingin menjadi seorang pemimpin karena niat untuk mengeksploitasi sumber daya manusia atau sumber daya alam, nepotisme, korupsi, kolusi dan lain-lain. Maka oknum inilah (yang) biasanya sangat haus akan kekuasaan dan biasanya tidak rela apabila tampuk kepemimpinannya jatuh ke tangan orang lain,&quot; tutupnya. (<strong><em>sii/zar/eng/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menemani Masa Kecil dan Remajamu, Seperti Apa Kabar Majalah dan Tabloid Berikut? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/menemani-masa-kecil-dan-remajamu-seperti-apa-kabar-majalah-dan-tabloid-berikut/baca </link>
<guid> menemani-masa-kecil-dan-remajamu-seperti-apa-kabar-majalah-dan-tabloid-berikut </guid>
<pubDate> Mon, 04 Jan 2021 11:13:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Majalah menemani masa kecil. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/menemani-masa-kecil-dan-remajamu-seperti-apa-kabar-majalah-dan-tabloid-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5dBHTccACu.png" />
					</figure>
			                <h1>Menemani Masa Kecil dan Remajamu, Seperti Apa Kabar Majalah dan Tabloid Berikut?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Saat penggunaan gawai tidak sebanyak sekarang, anak-anak dan para remaja bercengkrama dengan produk seperti majalah dan tabloid. Mulai dari majalah berbau pendidikan dan kreativitas, musik dan <em>lifestyle</em> hingga kecantikan dan tips sekolah. Eksistensi mereka sebagai media informasi yang lengkap dan menarik menjadikan majalah ini memiliki daya tariknya tersendiri.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Seiring dengan perkembangan zaman, informasi kini dapat dimiliki oleh siapapun dan kapanpun tanpa batas tertentu. Beberapa majalah pada akhirnya mengikuti jejak untuk berjejaring dengan pembacanya. Namun ada pula yang masih mempertahankan keberadaanya sebagai media cetak. Di antaranya, sudah pasti ada yang menemani masa kecil dan saat-saat kita remaja. Apa saja ya? Berikut <em>Sketsa</em> sajikan untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tabloid Gaul</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak perlu diragukan lagi, tabloid yang satu ini selalu ditunggu-tunggu oleh pelanggannya. Terbit pertama kali pada 2002, majalah ini berisi seputar <em>entertainment</em> seperti film, tokoh penting hingga musik. Gaul menyajikan beragam informasi menarik sekaligus beragam bonus kepada pembaca. Seperti poster, gantungan kunci atau pembatas buku. Bagi kamu pecinta Korea, tentu tak asing dengan media ini. Sayangnya, pada pertengahan tahun 2014 Tabloid Gaul harus vakum dan berhenti berproduksi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Majalah KaWanku</strong></p><p style="text-align: justify;">Telah menemani kawula muda khususnya anak dan remaja perempuan sejak tahun 1970, KaWanku menjadi salah satu majalah yang populer dan memiliki banyak pembaca setia. Berisi konten menarik seputar <em>entertainment</em>, tips-tips <em>lifestyle</em>, musik hingga beragam wawancara menarik membuat majalah ini memiliki eksistensi yang cukup besar. Meski berhenti dalam bentuk cetak pada 21 Desember 2016 di edisi ke 26, KaWanku tetap hadir menemani pembaca dengan lahirnya <em>cewekbanget.id.</em><em>&nbsp;</em>Website ini merupakan penyempurnaan dari <em>kawankumagz.com</em> milik mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Majalah Bobo</strong></p><p style="text-align: justify;">Hayo, siapa yang masa kecilnya ditemani dengan Bobo, Coreng, Upik, atau Paman Gembul? Siapa yang masih ingat kisah Nirmala dan Kisah Negeri Dongeng? Majalah yang terbit sejak 14 April 1973 ini masih eksis hingga saat ini. Dengan slogan yang memiliki ciri khas yaitu &ldquo;Teman Bermain dan Belajar&rdquo;, Bobo merupakan bacaan populer anak-anak yang memberikan pendidikan sekaligus informasi menarik bagi anak-anak. Majalah Bobo masih hadir sampai sekarang, dengan berbagai penyesuaian dan inovasi. Tak jarang, bonus-bonus menarik seperti <em>booklet</em> atau kotak pensil pernah diberikan kepada pembaca.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nakayoshi Gress</strong></p><p style="text-align: justify;">Majalah dengan konsep berbentuk komik ini telah menemani para pembaca sejak diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada 2004. Nakayoshi sendiri merupakan majalah komik <em>shoujo</em> yang terbit di Jepang sejak Desember 1945. Namun, tidak semua serial yang terbit dalam Nakayoshi Jepang terbit pula di Indonesia. Majalah ini berisi beragam serial komik yang terbit setiap bulannya. Yang menarik, kita bisa mengirim surat pembaca atau <em>artwork</em> dan akan diterbitkan bersama dengan komik. Sedihnya, majalah yang sempat populer ini juga tutup terbitan pada 2016 silam.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Animonstar</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah 14 tahun menemani para pecinta Anime di Indonesia, majalah yang eksis dengan rubrik seputar manga, anime dan kultur Jepang ini berhenti terbit pada 2014 dengan edisi 185 yang dirilis digital dan gratis sebagai edisi perpisahan. Sebagai majalah dengan konten menarik, Animonstar menyajikan informasi tentang <em>pop culture</em>, <em>tokusatsu</em> dan lainnya. Terkadang, mereka merilis edisi spesial di luar edisi bulanannya yang menjadikan hal ini menarik bagi pembacanya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan tabloid dan majalah di atas, kita telah tumbuh dengan beragam informasi yang atraktif dan kreatif. Meskipun digerus oleh perkembangan teknologi khususnya penggunaan internet, tentunya mereka akan terus dikenang oleh para pembaca setianya. Apakah kamu salah satu yang masih mengoleksinya? (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usai, Pemira BEM KM 2020 Kembali Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-pemira-bem-km-2020-kembali-aklamasi/baca </link>
<guid> usai-pemira-bem-km-2020-kembali-aklamasi </guid>
<pubDate> Wed, 06 Jan 2021 10:17:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira BEM KM lagi-lagi aklamasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-pemira-bem-km-2020-kembali-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XCyxAhA0wN.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Usai, Pemira BEM KM 2020 Kembali Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sebelumnya, Pemilihan Umum Raya Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) mengalami penangguhan, Komisi Penyelenggaraan Pemilu Raya (KPPR) kembali mengadakan perpanjangan waktu untuk pencalonan bakal pasangan calon (Bapaslon) mulai dari pendaftaran, pengambilan berkas hingga pengembalian berkas. (<a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Masih diwarnai dengan berjejaring selama pandemi berlangsung, antusiasme mahasiswa dalam mencalonkan dirinya atau ikut mengawal jalannya pemira amat terasa. Terpantau dari laman Instagram <em>@pemiraunmul</em>, hanya ada satu Bapaslon yang mendaftarkan diri dan lolos verifikasi berkas hingga waktu yang telah ditentukan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan total dukungan sebanyak 1983 suara, pasangan Abdul Muhammad Rachim, mahasiswa Agroekoteknologi 2017 dan Efan Alfarizki asal Program Studi (Prodi) Informatika 2017 melaju ke tahap selanjutnya. Berdasarkan Rapat Pleno mengenai Perubahan tahapan penyelenggaraan Pemira Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul, terdapat beberapa perubahan kegiatan yang menyesuaikan dengan kondisi dan situasi pelaksanaan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Adapun proses pemilihan digantikan dengan Tour De Faculty (Kunjungan ke Fakultas) secara daring pada 20-30 Desember 2020, dilanjutkan dengan Debat Publik yang berlangsung pada 24 Desember lalu. Mengusung tema &ldquo;Peran BEM KM Unmul di Masa dan Pasca Pandemi&rdquo;, debat kali ini membuat mahasiswa lebih mengenal paslon dengan membedah visi dan misi serta program unggulan yang mereka usung. Debat ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir pada 25 Desember 2020, diadakan Rapat Pleno Penetapan Pasangan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2020/2021. Dengan ditetapkannya pasangan Abdul-Efan, maka ini menandai hadirnya aklamasi kembali pada pesta demokrasi BEM KM di tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Senin (28/12/20) lalu, Wahyu Rawasa selaku Ketua KPPR menyebut jika pengajuan keberatan telah melewati batas yang telah ditentukan sehingga keberatan terkait aklamasi tak bisa dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelumnya, presiden dan wakil presiden yang sekarang sudah ditetapkan. Maka sudah tertutup peluang untuk mengajukan keberatan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Wahyu juga mengungkapkan, tidak ada yang salah dengan calon tunggal. Sepanjang sesuai dengan Undang-Undang Pemira yang berlaku. Ia juga menyampaikan, Tour De Faculty direspons dengan penyampaian beragam keresahan mahasiswa dan saran untuk BEM KM ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, saat kembali dihubungi oleh <em>Sketsa</em> pada Kamis (31/12/20) perihal antusias dan jumlah kehadiran mahasiswa saat kunjungan fakultas, Wahyu tidak memberikan tanggapan apapun hingga saat ini. <strong><em>(wuu</em></strong><strong><em>/bey/len</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Record of Youth: Langkah Pasti Menghabiskan Masa Muda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/record-of-youth-langkah-pasti-menghabiskan-masa-muda/baca </link>
<guid> record-of-youth-langkah-pasti-menghabiskan-masa-muda </guid>
<pubDate> Thu, 07 Jan 2021 12:05:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Drama Korea yang dibintangi oleh Park Bo Gum, Park So Dam, dan Byeon Woo Seok ini disiarkan di TvN dan tayang perdana pada 7 September 2020 lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/record-of-youth-langkah-pasti-menghabiskan-masa-muda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k3kqe8i6dT.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Record of Youth: Langkah Pasti Menghabiskan Masa Muda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Drama Korea yang dibintangi oleh Park Bo Gum, Park So Dam, dan Byeon Woo Seok ini disiarkan di TvN dan tayang perdana pada 7 September 2020 lalu. Park Bo Gum yang berperan menjadi Sa Hye-jun di drama ini merupakan seorang model yang tampan dan sopan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, Hye-jun memiliki impian untuk menjadi seorang aktor. Sedangkan Ahn Jung-ha (Park So-dam) adalah seorang seniman tata rias yang sedang merintis kariernya. Ia adalah seorang gadis yang berperilaku positif dan sangat tahu apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Di sisi lain Won Hae-hyo (Byeon Woo Seok) dikisahkan sebagai pemuda dengan ketenaran namun, ia tidak bisa mengekspresikan pilihannya karena masih sangat diatur oleh sang ibu.</p><p style="text-align: justify;">Drama dengan keseluruhan episode sebanyak 16 ini sangat menggambarkan keseharian kita sebagai anak muda. Kegentingan di usia 20-an atau yang kerap disebut <em>quarter life crisis</em>. Hingga benturan atas dukungan orang terdekat. Tak kaget karena kisah yang ditawarkan sesuai dengan genre yang diusung yakni <em>youth romance</em>, tetapi semua masih sesuai porsinya.</p><p style="text-align: justify;">Drama ini sangat menggambarkan pekerjaan di dunia hiburan. Dinamika dari alur yang disuguhkan sangat terasa. Konfliknya dekat dengan kita juga, yang mana dapat membuat hati tersentuh. Seperti penokohan Sa Hye-jun yang memiliki keluarga lengkap tetapi terus merasa disudutkan, karna kariernya yang tak didukung oleh ayah dan kakak laki-lakinya. Kegagalan demi kegagalan malah disajikan dengan apik. Sa Hye-jun, pemuda berkepribadian tangguh, terjepit dengan waktunya untuk wajib militer, namun mencoba memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memaksimalkan kariernya.</p><p style="text-align: justify;">Karier Sa Hye-jun sebagai model berkenaan dengan sahabatnya dari kecil, Won Hae-hyo. Won Hae-hyo dibesarkan dengan gelimang harta orang tuanya. Bahkan, ibu Sa Hye-jun bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga untuk keluarga Won Hae-hyo. Meski bersahabat, status sosial membuat orang tua mereka tak akrab. Dengan ketenaran yang dibantu ibunya, Won Hae-hyo beberapa kali mendapat tawaran untuk bermain peran di drama. Sedangkan Sa Hye-jun selalu saja gagal dalam <em>casting</em>-nya karena ia dinilai tak cukup pengalaman serta ketenaran seperti sahabatnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalanannya, tokoh pemeran utama sangat konsisten. Terlihat dari penyelesaian konflik, hingga caranya bangkit dari keterpurukan bahkan omongan orang di sekelilingnya. Drama ini juga diramaikan dengan bumbu percintaan Sa Hye-jun dengan Ahn Jung-ha. Ahn Jung-ha yang bisa dibilang digambarkan sebagai perempuan mandiri dan terus bersabar dalam mendukung karier Sa Hye-jun.</p><p style="text-align: justify;">Hal menarik lainnya, drama ini cukup ideal dalam memberi visualisasi terkait bagaimana <em>self-awareness</em> dan <em>self-acceptance</em> itu berlangsung. Seperti saat Sa Hye-jun terus dicemooh oleh ayah dan kakaknya, ia tetap mengupayakan yang terbaik dan tak malu mengungkapkan keinginannya terhadap orang lain. Ia juga tau betul posisi dirinya dari kalangan menengah ke bawah, tetapi tak jadi alasan untuknya merasa rendah diri. Malah baginya itu menjadi ajang pembuktian agar lebih giat lagi mencapai mimpinya selama ini.</p><p style="text-align: justify;">Meski bisa dibilang drama ini tak <em>happy ending</em> karena Sa Hye-jun dan Ahn Jung-ha memutuskan untuk berpisah namun, jangan khawatir. Episode akhir dalam drama ini dikemas selayaknya solusi yang diinginkan semua orang berupa <em>win-win solution</em>. Semua tokoh melanjutkan hidupnya, dan menjalaninya dengan baik. Termasuk saat Sa Hye-jun kembali ke industri hiburan setelah memutuskan menjalani wajib militer.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun dirilis&nbsp;pada 2020, drama ini masih layak untuk kamu di tahun ini loh! Apalagi buat kamu yang ingin asupan semangat atau&nbsp; pecinta drama korea dan K-popers. Drama ini layak dan wajib kamu tonton sebagai referensi tontonan kamu. (<strong><em>rst/fzn</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Lingkungan Hidup Nasional: Rawat Lingkungan, Selamatkan Kehidupan Berkelanjutan! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-lingkungan-hidup-nasional-rawat-lingkungan-selamatkan-kehidupan-berkelanjutan/baca </link>
<guid> hari-lingkungan-hidup-nasional-rawat-lingkungan-selamatkan-kehidupan-berkelanjutan </guid>
<pubDate> Sun, 10 Jan 2021 05:45:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional kali ini, dapat menjadi momen yang tepat dalam upaya penyelamatan bumi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-lingkungan-hidup-nasional-rawat-lingkungan-selamatkan-kehidupan-berkelanjutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tB5awsR935.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Lingkungan Hidup Nasional: Rawat Lingkungan, Selamatkan Kehidupan Berkelanjutan!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Masih sering diabaikan, praktik-praktik keseharian manusia yang tidak memperhatikan hak bumi dan kaidah pelestarian alam begitu marak terjadi. Hal tersebut dapat memacu berkurangnya pohon serta lahan hutan dalam skala yang lebih serius. Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional kali ini, dapat menjadi momen yang tepat dalam upaya penyelamatan bumi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Meski diperingati setiap tahunnya, Hari Lingkungan Hidup Nasional ini memang jarang diingat dan diketahui oleh masyarakat. Beberapa kalangan seperti masyarakat konservasi dan juga aktivis lingkungan adalah mereka yang turut andil dalam meramaikan selebrasi ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya hari besar ini, diharapkan menjadi suatu gerakan kampanye cinta lingkungan. Sehingga dapat menumbuhkan kesadaran terkait pentingnya merawat dan mencintai lingkungan hidup.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, lingkungan menyediakan infrastruktur organik bagi manusia. Dalam hal ini, lingkungan berperan sebagai penyangga. Jika terjadi kerusakan, maka akan ada mata rantai kerusakan lainnya yang mengikuti. Sebagai jalan untuk membawa pandangan lebih jauh, mari menilik status <em>quo</em> lingkungan secara global. Yakni berupa deforestasi, penggunaan energi berlebihan, gaya hidup tidak ramah lingkungan, gas metana dari timbunan sampah hingga rentetan praktik-praktik lainnya yang berhasil menjadi akselerasi bagi perubahan iklim.</p><p style="text-align: justify;">Hubungan manusia dan lingkungan merupakan hubungan yang kompleks. Manusia dengan segala kebutuhannya, namun diiringi dengan pemenuhan kasih sayang pada lingkungan yang belum berimbang. Manusia sering lupa bahwa lingkungan berperan sebagai penopang. Jika manusia mau berpikir selayaknya orang yang bijaksana, merawat lingkungan bukanlah agenda formalitas tahunan.</p><p style="text-align: justify;">Esensi perayaan ini semestinya mengakar dari dalam diri sendiri dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten. Meskipun demikian, Hari Lingkungan Hidup setidaknya dapat menjadi pengingat ketika menjaga lingkungan luput dari ingatan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam peringatannya, banyak diisi dengan kegiatan menanam pohon bersama pada suatu kawasan. Berbagai organisasi lingkungan dan komunitas lainnya turut andil dalam langkah nyata merawat lingkungan dan bumi.</p><p style="text-align: justify;">Jika dilihat dari sisi pemerintah, mengutip dari <em>National Geographic</em>, kebijakan tentang kelestarian pohon sudah mulai diterapkan melalui gerakan Satu Miliar Pohon.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, sebagai individu masih memiliki banyak cara untuk menunjukkan kepedulian dalam aksi nyata. Beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai gerakan cinta bumi adalah dengan menanam pohon di sekitar rumah, membuang sampah pada tempatnya, mengurangi timbulan dan memilah sampah, menolak plastik dan hemat energi. Akankah kita konsisten melakukannya?</p><p style="text-align: justify;">Selamat Hari Lingkungan Hidup Nasional! Merawat lingkungan, selamatkan kehidupan berkelanjutan! (<em><strong>auf/dpt/khn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peroleh Suara Imbang, Fauzan-Yusri Terpilih dalam Pemira Farmasi 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peroleh-suara-imbang-fauzan-yusri-terpilih-dalam-pemira-farmasi-2020/baca </link>
<guid> peroleh-suara-imbang-fauzan-yusri-terpilih-dalam-pemira-farmasi-2020 </guid>
<pubDate> Mon, 11 Jan 2021 11:04:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> panitia Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) Fakultas Farmasi menerbitkan press release dengan nomor 03/PR/KPPR-FARMASI/XII/2020 dan menetapkan pasangan calon (paslon) Fauzan Afandi - Yusri sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peroleh-suara-imbang-fauzan-yusri-terpilih-dalam-pemira-farmasi-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xEKUiKQDjs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peroleh Suara Imbang, Fauzan-Yusri Terpilih dalam Pemira Farmasi 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Rabu (2/12), panitia Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) Fakultas Farmasi menerbitkan press release dengan nomor 03/PR/KPPR-FARMASI/XII/2020 dan menetapkan pasangan calon (paslon) Fauzan Afandi - Yusri sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih. Pemira kali ini sempat diwarnai dengan perolehan suara imbang antara paslon Adithya Rizky Irawan - Akhmad Ifda Hanip dan paslon Fauzan Afandi - Yusri. Namun, panitia memutuskan bahwa paslon nomor urut 1 keluar jadi pemenang berdasarkan nilai uji publik yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 November 2020.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Fauzan selaku gubernur terpilih mengungkapkan, beberapa kendala terjadi dalam pelaksanaan Pemira tahun ini. Tetapi, ia menjelaskan jika ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika pencalonan gubernur.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sangat banyak kendala dan dinamika yang terjadi sebelum mengemban amanah ini. Namun, kami yakin dan percaya bahwa amanah tidak pernah salah dalam memilih pundak. Oleh karena itu apapun dinamika yang ada pada saat mencalonkan diri kemarin, tetap kami hadapi sepenuh hati dan penuh kesabaran,&quot; terangnya saat dihubungi awak <em>Sketsa</em>, Rabu (6/1).</p><p style="text-align: justify;">Meski panitia telah upayakan yang terbaik dalam menyukseskan Pemira Farmasi 2020, Fauzan tak luput memberi saran bahwa perlu ada evaluasi terkait sosialisasi TAP Pemira. Mentransfer isi butir di dalam TAP Pemira kepada mahasiswa awam diperlukan agar hal tersebut dapat lebih komunikatif.</p><p style="text-align: justify;">Suara lainnya datang dari pihak mahasiswa yang mengikuti jalannya Pemira. Azzahra Aisyiyah Fadhillah, mahasiswi Program Studi Farmasi 2019 ini menyarankan agar ke depannya panita KPPR melakukan sosialisasi terkait Pemira jauh-jauh hari agar tidak banyak mahasiswa yang memilih golput. Tidak luput untuk mempertimbangkan jaringan internet yang kurang baik atau gangguan jaringan saat melakukan pemilihan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya harap pemberitahuan Pemira dilakukan lebih awal. Seperti beberapa hari sebelumnya agar mahasiswa dapat memperkirakan waktu untuk persiapan Pemira sehingga tidak banyak yang golput. Juga ada toleransi waktu karena jaringan yang tidak stabil sehingga tetap bisa ikut berpartisipasi dalam Pemira,&quot; tutupnya. (<em><strong>hdt/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apresiasi, Kendala Jaringan dan Miskomunikasi dalam Pemira FKIP 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/apresiasi-kendala-jaringan-dan-miskomunikasi-dalam-pemira-fkip-2020/baca </link>
<guid> apresiasi-kendala-jaringan-dan-miskomunikasi-dalam-pemira-fkip-2020 </guid>
<pubDate> Mon, 11 Jan 2021 12:04:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah merampungkan Pemilihan Umum Raya (Pemira) tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/apresiasi-kendala-jaringan-dan-miskomunikasi-dalam-pemira-fkip-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ip8Gerytcl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Apresiasi, Kendala Jaringan dan Miskomunikasi dalam Pemira FKIP 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menyusul fakultas lain dalam pelaksanaan pesta demokrasi tahunan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah merampungkan Pemilihan Umum Raya (Pemira) tahun ini dengan menetapkan gubernur dan wakil gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP periode 2021.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Minggu (3/1) kemarin, pasangan Umar dari program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia 2017 dan Ahmad Fikrianto dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2018 telah sah menduduki kursi kepemimpinan di BEM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat pelaksanaan Pemira melakukan penyesuaian terhadap situasi dan kondisi. Dengan cara yang cukup berbeda, pesta demokrasi di FKIP tersebut dilaksanakan secara daring dan proses pemilihannya dilakukan via Zoom. Di balik pelaksanaannya, tak ayal terdapat beberapa kendala pada pelaksanaanya.</p><p style="text-align: justify;">Raihan Zaid Al Ghifari, mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) mengaku jika euforia Pemira yang lalu tak terasa seperti Pemira di tahun-tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyatakan jika <em>timeline</em> Pemira kali ini tidak sesuai dengan yang telah dibuat sebelumnya. Panitia juga tidak memberikan informasi yang jelas mengenai tanggal pastinya, sehingga jarak dari waktu kampanye dan pemilihan berjauhan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ia mengapresiasi kerja keras panitia karena tetap mampu mengadakan kegiatan meski dalam keadaan pandemi dengan menggunakan sistem daring. Menurutnya, hal ini merupakan gebrakan yang baik walaupun di sisi lain masih banyak terdapat kekurangan. Namun, baginya hal itu dapat dimaklumi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga makin banyak lagi pemilih-pemilih dari FKIP dan banyak juga paslon yang mencalonkan. Tidak adanya lagi angka golput, karena masyarakat FKIP ini kan kalau tidak salah jumlahnya ada 3.000 (mahasiswa),&rdquo; katanya, Sabtu (2/1).</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, pada Minggu (3/1) Zahrah asal Prodi Pendidikan Guru Anak Usia Dini mengaku jika Pemira ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya sebab terdapat tiga pasangan yang mencalonkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ia menyayangkan sistem pemilihan yang kurang memadai. Di mana mahasiswa harus masuk Zoom dan menunggu tiga puluh menit bahkan lebih untuk bisa memilih. Ia menyebut jika hal tersebut membuat pemilih bosan. Selain itu, Zahrah menambahkan jika waktu untuk memilih dibatasi selama dua menit dan sempat terjadi kendala dalam melakukan submit pilihannya saat voting berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Nurfadillah asal Prodi Pendidikan Sejarah menyatakan bahwa Pemira kemarin kurang berjalan sebagaimana mestinya. Ia memaparkan, jika dirinya terkendala dalam menggunakan hak pilihnya karena di-<em>block</em> oleh <em>host</em> saat absen via Zoom.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada saat saya mencoba masuk ke link Zoom untuk mengikuti kloter selanjutnya, tidak bisa bergabung di link karna tadi udah di-block sama host,&rdquo; ucapnya, Selasa (5/1).</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, saat menghubungi kontak yang dicantumkan sebagai penanggung jawab masalah terkait kendala teknis, orang tersebut tidak memberikan solusi yang tepat dan hanya sekadar mengarahkan untuk membuat akun baru. Menurutnya, hal ini merepotkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada kontak yang dicantumkan, di mana itu adalah kontak yang punya tanggung jawab menangani permasalahan yang terjadi selama pemilihan yang disediakan untuk prodi di FKIP. Kemudian, saya bilang kalau saya kena block jadi gak bisa join. Kemudian di suruh buat akun baru aja lagi. Logika aja, masa saya yang di-block terus saya yang mau repot, semua orang ya gak akan mau,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi pada Senin (7/1), Nur Rahmatiah selaku Koordinator Acara Pemira FKIP mengonfirmasi jika beragam kendala terjadi karena kurangnya partisipasi mahasiswa FKIP dalam memilih. Ini disebabkan karena jaringan internet dan pemilih yang tidak mengkuti arahan yang telah ditentukan panitia saat pemungutan suara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendala di pemira FKIP hanya pada saat hari H. Kurangnya partisipasi mahasiswa FKIP dalam memilih karena jaringan dan juga karena pemilih tidak mengikuti arahan ketentuan panitia pada saat pemungutan suara,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Nur mengungkap, kebanyakan masalah yang dihadapi oleh pemilih terdapat pada sulitnya untuk <em>submit</em> pilihan saat voting. Mengenai hal ini, ia memaparkan jika KPPR telah memberitahukan kepada partisipan untuk memilih dalam waktu dua menit.</p><p style="text-align: justify;">Terjadi pula kesalahpahaman komunikasi partisipan yang tidak memahami teknis dari pemilihan tersebut. Kurangnya pemahaman akan aturan yang telah dibuat oleh panitia juga menjadi kendala tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tambahan ini sedikit penjelasan, intinya dari panitia sudah sosialisasikan terkait teknis penyelenggaraan dan semua prodi diperlakukan sama. Panitia melaksanakan sesuai dengan teknis yang sudah disepakati bersama,&rdquo; tutupnya. (<em><strong>eng/fzn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik UKT Semester Genap, Aliansi Mahasiswa Unmul Gelar Aksi Kawal Kebijakan UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-ukt-semester-genap-aliansi-mahasiswa-unmul-gelar-aksi-kawal-kebijakan-ukt/baca </link>
<guid> polemik-ukt-semester-genap-aliansi-mahasiswa-unmul-gelar-aksi-kawal-kebijakan-ukt </guid>
<pubDate> Tue, 12 Jan 2021 12:22:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul bersama dengan perwakilan mahasiswa lainnya menggelar konsolidasi bersama terkait kebijakan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-ukt-semester-genap-aliansi-mahasiswa-unmul-gelar-aksi-kawal-kebijakan-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZQZ3EVM4ns.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik UKT Semester Genap, Aliansi Mahasiswa Unmul Gelar Aksi Kawal Kebijakan UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebelumnya pada Sabtu (9/1) lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul bersama dengan perwakilan mahasiswa lainnya menggelar konsolidasi bersama terkait kebijakan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ini. Pembahasan mengarah seputar transparansi penggunaan dana UKT, efektivitas Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Mulawarman Nomor 02/KU/2021, transparasi anggaran subsidi kuota, uang pangkal atau Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) serta advokasi UKT.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Setelah memaparkan berbagai pendapat, diperoleh empat poin utama yang kemudian diterbitkan dalam <em>press release</em> atas nama Aliansi Mahasiswa Unmul. Adapun poin-poin tersebut antara lain menolak SK Rektor Nomor 02/KU/2021, menggratiskan UKT di semester genap, transparansi anggaran Unmul hingga menolak penerapan SPI di lingkungan fakultas Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini (12/1) Aliansi Mahasiswa Kaltim yang terdiri dari perwakilan mahasiswa FISIP, Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Hukum (FH) menggelar aksi di depan Rektorat Unmul. Namun sayangnya, aksi yang seharusnya berlangsung pada pukul 08.00 Wita harus tertunda hingga pukul 12.02 Wita akibat hujan yang melanda.</p><p style="text-align: justify;">Iksan Nopardi selaku Presiden BEM FISIP Unmul dalam orasinya mengungkapkan, pembebasan biaya kuliah selama masa pandemi bukan tanpa sebab. Tidak adanya aktivitas yang menggunakan fasilitas kampus oleh mahasiswa selama perkuliahan daring serta faktor ekonomi akibat orang tua peserta didik yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) diharapkan menjadi pertimbangan kuat bagi rektor dalam mengabulkan tuntutan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;SK Rektor Nomor 02 tahun 2021. Kita lihat ditandatangani pada 4 Januari. Kemudian diedarkan pada 8 Januari, artinya (jeda) ada empat hari. Rektor sengaja mengulur waktu guna mahasiswa segera membayar. Hal ini jelas tidak ada transparansi informasi publik serta mengindikasi institusi pendidikan yang payah,&rdquo; tutur Iksan.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, terdapat ketimpangan pemberlakuan SK yang tidak berpihak kepada seluruh mahasiswa. Berdasarkan surat keputusan yang beredar, hanya mahasiswa yang berada pada semester 10 ke atas yang dapat memperoleh keringanan UKT sebesar 50 persen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rektor memberatkan kondisi materiel mahasiswa saat ini. Kondisi pandemi berimbas pada seluruh aspek, banyak mahasiswa yang tidak bisa membayar uang kuliah yang semakin mahal. Kami tidak ada pakai listrik, papan tulis kampus selama berkuliah daring. Unmul seharusnya bisa menggratiskan UKT, bukan memprioritaskan pembangunan kampus pada situasi pandemi saat ini,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dandy Wijaya, koordinator lapangan (korlap) aksi juga turut menyampaikan pendapatnya terkait kebijakan pembayaran UKT 50% yang dirasa kurang menyeluruh. &ldquo;Itu hanya diberikan kepada semester 10 atau mahasiswa yang memiliki SKS atau beban SKS kurang atau sama dengan enam. Nah, hari ini sebagai contoh, ada beberapa kawan-kawan semester 8 itu kurang dari enam SKS-nya. Tetapi mereka juga tidak mendapatkan pemotongan 50 persen itu,&rdquo; kata Dandy.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Unmul mengadakan survei perihal UKT dan memperoleh responden sebanyak 654 mahasiswa dari 11 fakultas yang meminta keringanan biaya kuliah kepada pihak universitas. Menanggapi aspirasi mahasiswa, Encik Akhmad Syaifudin selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang juga mewakili Masjaya yang menjabat sebagai Rektor Unmul menegaskan jika dirinya akan menyampaikan suara mahasiswa kepada Masjaya. Encik mengungkapkan akan membuka ruang audiensi bersama rektor. &ldquo;Jadi kalau minta secepatnya dikabarkan kepada rektor, tentu ada kebijakan harus ada substansi,&rdquo; ungkap Encik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu kami akan melibatkan para ahli tentang apa yang menjadi keberatan ananda sekalian. Sesegera mungkin membuat surat kepada Pak Rektor untuk permohonan bertemu dengan menyampaikan kajian-kajian, pasal-pasal yang menurut ananda tidak manusiawi supaya Pak Rektor menjawab secara tertulis. Kami juga akan memfasilitasi pertemuan itu,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Turut menyambung pernyataan Encik, Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan, Abdunnur menyebut jika surat keputusan yang terbit merupakan bentuk kepedulian universitas kepada mahasiswa juga sebagai landasan prosedur UKT yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa yang terkendala ekonomi karena pandemi. Orang tua (juga) kehilangan pekerjaan, sehingga dapat memperoleh keringanan. Justru hingga saat ini, dari kementerian belum menerbitkan. Agar mahasiswa tidak galau, pedoman ini sangat penting. Kita tidak bisa membebaskan secara langsung, karena ada audit dan pertimbangan,&rdquo; ucap Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengatakan bahwa SK tersebut menjadi landasan hukum dalam kebijakan pembayaran UKT, bukan menjadi beban bagi mahasiswa. Menyinggung poin gugatan mengenai SPI, Abdunnur meluruskan jika SPI ditetapkan pada mahasiswa jalur mandiri dengan jumlah 20% dari total peserta didik. SPI dialokasikan sebagai biaya sarana fasilitas pendidikan kampus secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di dalam pembagian SPI, tidak ada universitas mengambil keuntungan. Itu murni untuk fakultas. Kita komitmen SPI berasal dari dana masyarakat untuk mendukung dan membangun proses pembelajaran. Sehingga secara langsung benar-benar dirasakan oleh mahasiswa. Serta hanya berlaku pada 4 fakultas,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak selang beberapa lama, massa aksi kemudian membubarkan diri setelah berdialog panjang. Kegiatan hari ini menghasilkan perjanjian dengan pihak rektorat terkait pertemuan peserta aksi dengan Rektor Unmul. (<em><strong>syl/rid/bay/len/vyn/rst/fzn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyelami Petualangan Wartawan Investigasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menyelami-petualangan-wartawan-investigasi/baca </link>
<guid> menyelami-petualangan-wartawan-investigasi </guid>
<pubDate> Wed, 13 Jan 2021 07:06:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Membawa kisah bertajuk dunia kewartawanan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menyelami-petualangan-wartawan-investigasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kqonvJOI0j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyelami Petualangan Wartawan Investigasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Judul Buku</strong>: Sang Pewarta</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pengarang</strong>: Aru Armando</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penerbit</strong>: Shofia</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tahun Terbit</strong>: 2019</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tebal Buku</strong>: 319 halaman</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Wartawan merupakan profesi yang bertujuan untuk memberikan hiburan, pendidikan, kontrol sosial hingga jembatan informasi yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, di samping tujuan tersebut, disertai beragam stigma yang mengikutinya. Tak dapat dihindari, beragam anggapan yang melekat pada profesi wartawan berupa ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga pers hingga pandangan bahwa jurnalis hanya cenderung mencari kesalahan orang lain dengan hanya meliput kejadian-kejadian yang bernilai negatif.</p><p style="text-align: justify;">Stigma tersebut melekat begitu saja tak diketahui akar atau awal kemunculannya dan tanpa mengetahui bagaimana kehidupan profesi jurnalis yang sesungguhnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak perlu berpikir panjang, dengan judul &lsquo;Sang Pewarta&rsquo; ini telah menginformasikan bahwa novel ini membawa kisah bertajuk dunia kewartawanan. Melalui 319 halaman, penulis berhasil menelanjangi kehidupan orang-orang yang bekerja di balik terbitnya suatu pemberitaan.</p><p style="text-align: justify;">Karakter tokoh utama, Tomi yang merupakan seorang sarjana hukum memilih bekerja sebagai wartawan. Ia begitu kuat untuk membawa pembaca hanyut pada petualangannya dalam melakukan investigasi terhadap suatu kasus dugaan penyelewengan proyek pengadaan alat kesehatan di suatu kementerian.</p><p style="text-align: justify;">Fakta demi fakta, bukti demi bukti, ia kumpulkan dan rangkai untuk diungkap dalam laporan khusus media tempatnya bekerja pada instansi yang berlabel &lsquo;Suara Nasional&rsquo;. Namun, kian dalam ia menggali sumur informasi, semakin dalam pula ia berada dalam lubang hitam yang telah lama menganga di tanah air ini. Tangan-tangan rahasia bekerja dan tak seorang pun yang tahu apakah dirinya seorang pahlawan, korban, ataukah pecundang yang nyata.</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, Dara yang merupakan sosok perempuan yang hatinya tertambat untuk Tomi justru menjadi bagian dari kantor hukum pengacara rekanan perusahaan pemenang tender yang diduga bermasalah. Kantor hukum tak tinggal diam dengan liputan-liputan yang menyudutkan kliennya. Buku ini membuat kita bertanya-tanya, bisakah cinta yang disembunyikan keduanya bekerja secara rahasia, menyatukan mereka? Siapakah pahlawan, korban, atau pecundang di dalam semesta cinta?</p><p style="text-align: justify;">Membawa jargon &lsquo;Cinta, Konspirasi, Investigasi&rsquo;, berhasil memikat pembaca dengan beragam konflik. Suasana investigasi ala jurnalis hukum yang kental dengan nuansa integritas dan menegangkan mendominasi dalam buku ini. Bahkan, keterkaitan Tomi dan Dara yang menimbulkan konflik cinta yang unik hingga konspirasi yang mengejutkan. Sehingga beberapa hal tersebut yang menggiring pembaca terus memburu keping demi keping <em>puzzle</em> cerita hingga akhir.</p><p style="text-align: justify;">Berlatar belakang seorang jurnalis, penulis berhasil menyajikan alur investigasi seorang wartawan yang begitu hidup namun ringan dibaca. Membuat pembaca dapat merasakan atmosfer baru dengan bagaimana menjalani kehidupan seorang wartawan tanpa harus terjun di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Banyak bagian mengejutkan yang juga tak disangka-sangka di dalamnya. Tak hanya menceritakan seorang wartawan, keterlibatan tangan-tangan rahasia yang bekerja tanpa orang-orang sadari digambarkan sebagai kelompok intelijen yang ternyata mengatur suatu skenario dalam penyelesaian konflik dan mereka tersebar saat menyamar dalam posisi-posisi yang tak disangka-sangka. Hal tersebut menghasilkan akhir cerita yang mengejutkan dan sulit untuk diterka.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya mengupas bagaimana cara kerja jurnalis investigasi atau menangkis beragam stigma yang melekat pada wartawan, namun juga menyinggung kritik terhadap kasus penyelewengan yang masih marak terjadi di tanah air. Ditambah pula dengan pembuktian tentang bagaimana intelijen di negeri ini bekerja secara sangat halus tak terendus.</p><p style="text-align: justify;">Membawa kisah wartawan menjadi suatu tema yang segar dalam kesusastraan Indonesia. Siapapun yang ingin mengenal kehidupan wartawan, novel ini dapat menjadi jawabannya. Terutama seorang jurnalis pemula atau yang ingin melangkah dalam dunia kejurnalistikan.</p><p style="text-align: justify;">Begitu menarik karena membawa kisah keberanian, sifat tahu diri, kecerdasan dan sekaligus kehati-hatian dalam mengungkap suatu kejahatan. Membaca buku ini membawa ilmu dan juga pengalaman baru pada setiap lembarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menjadi wartawan adalah sebuah pengabdian dan panggilan hati. Kita, wartawan, adalah jembatan dalam setiap strata kehidupan. Kita menghubungkan penguasa dan rakyatnya dan sebaliknya. Kita menghubungkan orang tahu dan tidak tahu. Bayangkan kalau jembatan itu rusak atau bahkan tidak ada. Itulah peran kita. Peran utama dalam membangun peradaban, bukan figuran,&rdquo; jelas kutipan yang tertuang dalam buku karangan Aru Armando ini. (<em><strong>khn/fzn</strong></em>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terbang ke Luar negeri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/terbang-ke-luar-negeri/baca </link>
<guid> terbang-ke-luar-negeri </guid>
<pubDate> Wed, 13 Jan 2021 11:16:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perkuliahan semester ganjil salah satu Universitas di Jakarta telah berakhir, UAS pun juga baru usai beberapa jam yang lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/terbang-ke-luar-negeri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CT0eFJqh84.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terbang ke Luar negeri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Perkuliahan semester ganjil salah satu Universitas di Jakarta telah berakhir, UAS pun juga baru usai beberapa jam yang lalu. Aku dan beberapa kawan mahasiswa akhirnya bisa bernapas lega meskipun nilai belum satupun keluar di situs penilaian kampus. Akupun segera pulang dari kampus dan Adnan sempat menyapa dan berbicara sebentar dengannya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Bray</em>, lu <em>btw</em> liburan ini mau ke mana? Ada rencana mau ke luar kota?&rdquo;, ujar Adnan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hm, belum tau sih mau ke mana, tapi pengin ke luar kota naik pesawat sih&rdquo;, sahutku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah, gayanya mau naik pesawat, naik pesawat aja kamu jarang banget,&rdquo; timpalnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau aku sarankan, coba terbang ke luar negeri kayak Singapura, Kuala Lumpur, atau ke Amsterdam bisa tuh, kamu pernah umrah beberapa tahun yang lalu, kan?&rdquo; tambah Adnan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Luar negeri...boleh juga. Saran yang bagus,&quot; jawabku sembari memikirkan.</p><p style="text-align: justify;">Aku bergegas pulang dan pamit ke Adnan yang juga bergegas hendak pulang ke rumahnya. Sesampai di rumah, aku memikirkan saran yang diberi Adnan. Saran penerbangan ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hm, luar negeri, sepertinya itu menarik bagiku. Apalagi aku baru kedua kalinya ke luar negeri setelah umrah beberapa tahun yang lalu...&rdquo; aku yang berpikir sambil bicara di dalam hati.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Singapura, boleh juga... lagi pula juga dekat dengan Jakarta, &quot; gumamku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa lagi saldo di ATM juga banyak dan paspor juga masih berlaku, bisa nih. Daripada terbengkalai,&quot; aku masih terus bergumam.</p><p style="text-align: justify;">Sontak aku ambil gawai untuk melihat penerbangan ke Singapura dan berniat mencari hotel yang terjangkau dalam waktu dekat di Traveloka. Beberapa menit kemudian, aku mendapatkannya lalu melakukan pembayaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akhirnya, aku dapat juga penerbangan dan hotel yang terjangka,&quot; ujarku yang penuh semangat.</p><p style="text-align: justify;">Aku harus bersiap-siap malam ini, penerbangan besok siang jam 12 naik SQ957 sudah menanti.</p><p style="text-align: justify;">Segera menyiapkan barang untuk berlibur ke Singapura dan bergegas tidur. Pukul 5 pagi, aku pesan taksi <em>online</em> dan pergi meninggalkan apartemen untuk beberapa hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akhirnya! Aku mau berlibur dulu...&rdquo; kataku sembari pamitan kepada apartemen yang kutempati dan pada jiwaku yang meraung penat atas rutinitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuannya ke Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta ya mas?&rdquo; ujar sopir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Betul! Kalau bisa cepat sampai ya!&rdquo; sahutku penuh semangat.</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak pernah menyangka bisa semangat begini, terlebih ini pertama kalinya aku keluar negeri sendirian. Walaupun ini sebenarnya kali kedua ke luar negeri, tapi bersama orang tua. Aku harus bisa mencoba bagaimana rasanya liburan sendirian ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, beberapa menit perjalanan. Aku sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta, tepatnya di keberangkatan terminal 3 <em>Ultimate</em> yang masih <em>fresh</em> terminalnya. Aku langsung keluar dari taksi dan masuk ke dalam terminal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wahhh! Keren juga ini terminal 3 nya....&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mas, bayar dulu mas....&rdquo; sahut sopir menyadarkanku dari kekaguman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ah iya, maaf,&quot; sahutku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oke, terima kasih banyak mas. Awas nyasar di terminal ini,&rdquo; balasan sopir sambil tersenyum ramah.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian aku langsung <em>check in</em> di <em>Counter Singapore Airlines</em>. Aku langsung menyerahkan KTP, paspor, tiket <em>online</em> yang aku pesan kemarin dan langsung pilih <em>seat&nbsp;</em>43A ke petugasnya, seat yang dekat dengan jendela. Karena itu adalah tempat favorit.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini ya tiketnya mas, silakan langsung ke <em>gate</em> 18 ya,&rdquo; ujar petugas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih mbak,&quot; balasku dengan sumringah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Duh, jauuh pula gate 18 ini, tapi tak apalah. Demi liburan, semangaat!&rdquo; seruku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Masih jam 6 rupanya. Pesawatku pukul 12:15.&quot;</p><p style="text-align: justify;">5 jam kemudian, pesawatku telah datang dan ternyata yang datang adalah Airbus A350-900. Betapa canggihnya <em>Airbus</em> yang satu ini. Akupun memfavoritkan pesawat ini karena teknologi dan badan pesawatnya yang keren. Beberapa menit kemudian sudah ada panggilan kepada penumpang SQ957 untuk masuk ke dalam pesawat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Asik, akhirnya dipanggil juga setelah sekian lama menunggu!&rdquo; ujarku dengan riang gembira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akhirnya, sekian lama aku gk naik pesawat, aku naik pesawat lagi yang canggih,&quot; ujarku sembari merekam masuk pesawat dengan <em>smartphone</em>&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Aku tak henti-hentinya bergumam karena liburan di depan mata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Welcome on board</em>,&rdquo; sapaan dari pramugari yang penuh senyuman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>May i know where my seat, the ticket showed my seat is 43 A,</em>&rdquo; balasku dengan nada medok sambil menunjukkan tiket ke pramugarinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Your seat in the right aisle. Your seat 3 seats before toilet,</em>&rdquo; ujar pramugari sambil menunjukkan arah kursinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Okay, thank you...&rdquo;</em> sahutku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>You&rsquo;re welcome and have a nice flight with Singapore Airlines,</em>&rdquo; balas dari pramugari tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, aku menemukan 43A. Dekat dengan jendela dan juga pemandangan <em>wing viewnya</em> juga dapat. Sebelum terbang, aku sempatkan membaca majalah, melihat kartu petunjuk keselamatannya dan <em>IFE</em> nya yang lebih lengkap dengan filmnya yang keren-keren. Dan pesawatku mulai berangkat beberapa meit kemudian, dan aku menikmati penerbangan selama 1 jam 50 menit di udara hingga aku tiba di Bandara Changi, Singapura.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Finally</em>, Singapore... yuhuuu...&rdquo; sahutku yang penuh antusias.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku telepon si Adnan dulu, sembari tunjukkin Singapura ke dia!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nan, makasih ya saranmu. Aku hari ini lagi di Singapura, baru aja sampai!&rdquo; teriakku senang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hah? Singapura? Bolehlah. Siap-siap, sama-sama&rdquo; balas Adnan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Eh, sebelum kau balik jangan lupa oleh-olehnya ya, <em>hehe</em>,&rdquo; tambah Adnan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oleh-oleh? Aman, nanti aku beli. Tapi gak banyak&rdquo; balasku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cakep, <em>have fun</em> yo...&rdquo; ujar Adnan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oke...&rdquo; sahutku sembari menutup <em>vidcall</em>.</p><p style="text-align: justify;">Akupun siap memulai liburan di Negara Singa, terima kasih Adnan. Saran terbaik untuk liburanku kali ini!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andi Muhammad Rifky, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eksistensi Situs Streaming Ilegal: Menghibur dan Melanggar Hak Cipta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/eksistensi-situs-streaming-ilegal-menghibur-dan-melanggar-hak-cipta/baca </link>
<guid> eksistensi-situs-streaming-ilegal-menghibur-dan-melanggar-hak-cipta </guid>
<pubDate> Thu, 14 Jan 2021 11:15:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sayangnya, sebagian orang masih memilih untuk menggunakan situs streaming ilegal sebagai alternatif menonton. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/eksistensi-situs-streaming-ilegal-menghibur-dan-melanggar-hak-cipta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JbS4DQUxTJ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Eksistensi Situs Streaming Ilegal: Menghibur dan Melanggar Hak Cipta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan penikmat film atau drama. Apalagi selama masa pandemi, masyarakat tentunya perlu menghibur diri dengan menonton. Sayangnya, sebagian orang masih memilih untuk menggunakan situs <em>streaming</em> ilegal sebagai alternatif menonton.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Maraknya situs penyedia tontonan ilegal yang kerap dijumpai di internet membuat masyarakat berbondong-bondong move on dari situs legal ke website tidak resmi. Menurut survei yang dilakukan YouGov untuk <em>Coalition Against Privacy</em> (CAP) dari <em>Asia Video Industry Association</em>, sebanyak 63% masyarakat Indonesia memang suka mengakses situs <em>streaming</em> atau <em>torrent</em> ilegal untuk menikmati konten premium tanpa membayar biaya langganan.</p><p style="text-align: justify;">Pengguna platform ilegal beranggapan, laman ilegal yang amat menjamur ini lebih mudah, irit dan efisien. Koleksi judul yang lengkap juga membuat para pengguna situs ilegal dapat dengan leluasa memilih apa yang ingin mereka tonton.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, film atau drama dapat diunduh dan ditonton secara <em>offline</em>. Inilah yang membuat pengguna bisa menonton di mana saja dan kapan saja. Meski seringkali muncul sisipan iklan dan disertai <em>buffering</em>, pengguna sama sekali tidak keberatan dengan tampilan tersebut. Sebab akses yang mudah dan gratislah yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan layanan ilegal. Meskipun tindakan ini sebenarnya merugikan pihak <em>sineas</em> atau rumah produksi.</p><p style="text-align: justify;">Dampak yang diberikan kepada para <em>sineas</em> tentunya tak jauh dari kerugian materiel, yang tidak sedikit diakibatkan oleh masyarakat yang lebih memilih menonton gratis dari situs ilegal dibandingkan menonton langsung di bioskop. Selain itu, hal ini juga telah melanggar hak cipta dari para <em>sineas</em>.</p><p style="text-align: justify;">Terkait permasalahan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tercatat telah berhasil memblokir 1.946 situs yang melanggar hak cipta dan hak paten selama tahun 2019. Tetapi, hal ini juga tidak dapat menghilangkan eksistensi dari situs tontonan ilegal. Sebab situs tersebut akan muncul kembali dengan domain yang baru. Lantas, mengapa situs semacam ini sulit untuk diberantas?</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>CNBC Indonesia</em>, menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Pangerapan, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah dengan industri film di Indonesia. Industri film harus proaktif dalam meningkatkan keamanan film agar tidak tersebar secara umum.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, harus segera mengadukan situs tontonan ilegal jika terdapat pelanggaran hak cipta agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah. Terakhir, dibutuhkan kerja sama antar pemerintah seperti Kemkominfo dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mencari pemilik situs agar dapat dibawa ke proses peradilan. Kolaborasi ini harus dilakukan secara terus menerus untuk dapat memberantas situs tontonan ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Selain pemerintah dan industri film, masyarakat juga memiliki peran besar dalam memberantas situs tontonan ilegal. Saat ini, masyarakat dapat menikmati film dengan menonton melalui situs <em>streaming</em> yang legal seperti GoPlay, Viu, Iflix dan Netflix dengan biaya yang terjangkau dan tentu tidak merugikan para <em>sineas</em>. Sehingga, masyarakat dapat terus mendukung industri perfilman di Indonesia. (<strong><em>krz/bae/ash/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Buatan UGM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/mengenal-genose-alat-deteksi-covid-19-buatan-ugm/baca </link>
<guid> mengenal-genose-alat-deteksi-covid-19-buatan-ugm </guid>
<pubDate> Fri, 15 Jan 2021 11:12:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar bahagia datang dari Prof. Kuwat Triyana, ketua tim pengembang Gadjah Mada Electronic Nose (GeNose) pada Kamis (24/12) lalu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/mengenal-genose-alat-deteksi-covid-19-buatan-ugm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e4DugxsQk9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Buatan UGM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kabar bahagia datang dari Prof. Kuwat Triyana, ketua tim pengembang <em>Gadjah Mada Electronic Nose</em> (GeNose) pada Kamis (24/12) lalu. Ia menyampaikan, alat pendeteksi Covid-19 yang diberi nama GeNose C19 secara resmi telah mengantongi izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kompas.com</em>, alat pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas ciptaan tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) ini siap didistribusikan ke seluruh Indonesia pada pertengahan Februari 2021 dengan kapasitas produksi lebih dari 5.000 unit.</p><p style="text-align: justify;">Bambang Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi (Menristek/BRIN) mengatakan bahwa saat ini GeNose C19 telah digunakan di sejumlah rumah sakit (RS). Beberapa di antaranya adalah RS Bhayangkara Yogyakarta, RS Karyadi Semarang, RS Moewardi Solo dan RS Sebelas Maret (UNS) Jawa Tengah.</p><p style="text-align: justify;">GeNose C19 adalah alat pendeteksi Covid-19 yang dapat mendeteksi hanya dengan embusan napas. Alat ini bekerja mendeteksi <em>Volatile Organic Compound</em> (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama embusan napas ke dalam kantong khusus. Selanjutnya, diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).</p><p style="text-align: justify;">Kuwat Triyana mengungkap, bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki karakteristik menghembuskan lebih banyak senyawa <em>ethyl butanoate</em> dibandingkan orang dengan kondisi sehat. Hal ini yang jadi pembedanya, bukan munculnya senyawa baru. Senyawa yang sudah ada itu kemudian akan memperlihatkan tinggi atau rendahnya senyawa yang diembuskan oleh seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Pada 28 Desember lalu, Bambang Brodjonegoro juga membeberkan bahwa GeNose tidak hanya mendeteksi adanya keberadaan virus Corona di dalam tubuh. Alat ini juga berbeda dengan <em>rapid test antibodi</em> yang mendeteksi respons imun tubuh lewat sampel darah, tetapi justru mendeteksi partikel atau senyawa secara spesifik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi yang dideteksi di sini bukan virusnya, bukan virus Covid-19. Tapi, yang dideteksi di sini adalah partikel atau senyawa yang memang secara spesifik akan berbeda jika terjadi atau dikeluarkan oleh orang yang mengidap Covid-19,&rdquo; tutur Bambang dalam konferensi pers di kanal YouTube Kemenristek.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cara kerja GeNose</strong></p><p style="text-align: justify;">GeNose C19 bekerja mendeteksi VOC yang terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas melalui embusan napas ke dalam tabung khusus. Sensor-sensor dalam tabung itu lalu bekerja mendeteksi VOC. Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan. Dalam waktu kurang dari dua menit, GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Teknologi ini juga memiliki aplikasi yang terhubung dengan sistem <em>cloud computing</em> untuk mendapatkan hasil diagnosis secara <em>real time</em>. GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam, sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tingkat akurasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>detik.com</em>, Dian K Nurputra yang merupakan Tim GeNose UGM menerangkan bahwa tingkat akurasi GeNose mencapai 97 persen. Ada dua penelitian yang laksanakan, yaitu uji validasi dan uji klinis yang dilakukan di RS Bhayangkara dan RS Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Yogyakarta. Dalam uji validasinya, ada sekitar 600 sampel napas, dan 382 napas di antaranya disebutkan berpola positif terpapar Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Uji validasi sebelumnya dilakukan untuk memetakan bagaimana pola yang jelas (Covid-19), dan bagaimana pola ke orang-orang yang sakit tapi non-Covid-19,&rdquo; jelas Dian.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Harga Unit dan Biaya Tes</strong></p><p style="text-align: justify;">Satu unit GeNose diperkirakan seharga Rp40 juta. Alat tersebut mampu melakukan sekitar 120 kali pemeriksaan per hari, dengan estimasi per pemeriksaan tiga menit selama enam jam.</p><p style="text-align: justify;">Kuwat juga mengatakan biaya tes deteksi Covid-19 menggunakan GeNose C19 cukup murah, yakni sekitar Rp15 ribu sampai Rp25 ribu rupiah. Selain itu, pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dinilai lebih nyaman. Ketimbang menggunakan metode usap atau <em>swab</em>.</p><p style="text-align: justify;">Penilaian masyarakat terhadap alat pendeteksi Covid-19 yang mahal inilah yang menjadikan adanya GeNose C19 hasil karya anak bangsa ini sangat disambut dengan antusias. Di samping itu, metode usap atau <em>swab</em> dinilai tidak nyaman karena memerlukan sampel darah dan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung atau tenggorokan. Juga dengan metode yang rumit serta membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan GeNose C19.</p><p style="text-align: justify;">Adanya alat pendeteksi ini memunculkan harapan baru bagi masyarakat karena dinilai dapat meningkatkan performa dan efisiensinya dalam mendeteksi Covid-19. Dibandingkan dengan sebelumnya, dalam penanganan Covid-19 hingga saat ini tidak ada tanda-tanda penurunan yang signifikan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>covid19.go.id</em>, terhitung pada tanggal 11 Januari 2021 terdapat sebanyak 836.718 orang positif Covid-19 di Indonesia dan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu bila tidak segera diatasi dengan penanganan yang efektif. (<em><strong>ems/cal/lyn/fzn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 5 Action Movie yang Masih Layak Tonton di 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/5-action-movie-yang-masih-layak-tonton-di-2021/baca </link>
<guid> 5-action-movie-yang-masih-layak-tonton-di-2021 </guid>
<pubDate> Sat, 16 Jan 2021 08:15:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sederet film action yang masih layak ditonton sepanjang 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/5-action-movie-yang-masih-layak-tonton-di-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uOPobCMui9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>5 Action Movie yang Masih Layak Tonton di 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Meski dilanda pandemi Covid-19 sejak 2020 silam, perkembangan pada industri film cukup menggembirakan. Terlihat dari jumlah produksi film yang terus meningkat, meski beberapa di antaranya sempat mengalami penundaan jadwal tayang. Sepanjang 2020, sangat banyak kumpulan film baru maupun lama dengan sekuel terbarunya yang dapat menarik perhatian bagi <em>cinephile</em> atau pencinta film tanah air maupun dunia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Di antara film-film yang sempat menghiasi dunia perfilman nasional maupun internasional, <em>action movie</em> merupakan salah satu genre yang paling banyak digemari. Bagaimana tidak, aksi-aksi yang disuguhkan membuat penontonnya seolah turut merasakan atmosfernya dan ini merupakan alasan mengapa genre ini banyak diminati. Nah, untuk kamu yang tidak sempat menonton beberapa film yang sempat tayang pada di tahun lalu, kamu dapat menyimak berikut Sketsa rangkum untukmu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Extraction</strong></p><p style="text-align: justify;">Film laga <em>thriller</em> bertajuk Extraction yang juga menjadi karya Russo bersaudara ini menceritakan Tyler Rake (Hemsworth), seorang tentara bayaran pasar gelap yang tak kenal takut. Dia sering menjalankan misi dari orang-orang besar atau berkuasa dan di film ini ia diminta menyelamatkan Ovi, anak dari pengedar narkoba terbesar. Hal itu bermula ketika terjadi persaingan bisnis antara pengedar narkoba terbesar di India dan Bangladesh. Seiring berjalannya misi penyelamatan, rahasia satu-persatu mulai muncul, termasuk latar belakang misi yang ia tangani. Kini Tyler justru berada dalam posisi berbahaya dan misinya menjadi tidak penting lagi. Film ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai film <em>action</em> dengan adegan-adegan bersenjata dengan alur cerita yang dikemas menarik dan cukup jelas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Shadow In the Cloud</strong></p><p style="text-align: justify;">Menceritakan kisah seorang pilot wanita yang diperankan Chloe Grace Moretz. Ia membawa kargo berisi bayi, namun dirahasiakan di dalam pesawat perang yang akan lepas landas. Kru yang semuanya laki-laki kasar awalnya enggan untuk mengetahui isi kargo itu, tetapi dengan cepat kecurigaan mereka tentang muatan misterius itu tumbuh. Beralih dari kecurigaan itu, masalah lainnya muncul. Makhluk seperti kelelawar berukuran besar berusaha masuk ke dalam pesawat dan hendak merebut bayi yang ada dalam kargo. Berlatar saat malam badai selama Perang Dunia II, membuat film ini menarik untuk dilirik. Tak hanya itu, film ini juga berhasil menyabet <em>People&apos;s Choice Award</em> untuk <em>Midnight Madness</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Tenet</strong></p><p style="text-align: justify;">Film arahan Christopher Nolan ini dibintangi oleh John David Washington dan Robert Pattinson. Berkisah tentang aksi spionase untuk mencegah Perang Dunia III, kedua aktor tadi berada dalam sebuah misi rahasia di mana keduanya akan mencoba untuk menghentikan adanya Perang Dunia III dengan menggunakan <em>time inversion</em> atau pembalikan waktu. Film ini terkesan memiliki sejuta misteri, dengan penayangan John David Washinton yang dihadapkan pada beberapa kejadian dengan waktu yang cukup membingungkan. Walaupun film ini dapat menimbulkan pertanyaan bagi penontonnya, film <em>action</em> ini cocok bagi kamu penyuka misteri dan <em>time travel</em> pada sebuah adegan film. Sebagai informasi tambahan, film ini digadang-gadang menjadi salah satu film dengan biaya produksi termahal di dunia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Mulan</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini merupakan adaptasi&nbsp;<em>live action</em>&nbsp;dari versi animasinya di tahun 1998 dengan judul yang sama. Hal menarik yang menarik dari Mulan tentu saja adegan pertempurannya yang epik. Selain menggunakan wushu, aksinya juga dibuat dengan realistis. Film ini bercerita tentang seorang anak perempuan pemberani yang mempertaruhkan segalanya demi menjadi pejuang terhebat di Tiongkok. Berawal dari ketertarikannya pada seni bela diri, hingga suatu hari terdengar kabar bahwa kerajaan membutuhkan anak laki-laki di setiap keluarga untuk berperang. Mulan akhirnya memutuskan untuk ikut berperang menggantikan ayahnya. Film ini direkomendasikan untuk kalian yang bosan di rumah atau bingung ingin beraktivitas apa. Film ini akan menampilkan berbagai aksi yang pastinya membuat kalian penasaran dengan kelanjutannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Wonder Woman 1984</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagi kalian pecinta film superhero, jangan yang satu ini terlewatkan. Diperankan oleh Gal Gadot yang akan memukau kalian dengan berbagai aksinya. Film ini merupakan kelanjutan dari film Wonder Woman sebelumnya yang tayang pada 2017 lalu. Berkisah tentang petualangan Diana Prince alias Wonder Woman yang terlibat konflik dengan Uni Soviet. Di film ini, dikisahkan bahwa Diana bekerja sebagai antropolog senior pada&nbsp;<em>Smith Sonian Institute</em> di Washington DC. Hingga suatu hari, ia mendengar kabar bahwa ada seseorang yang memiliki batu ajaib yang dapat mewujudkan keinginan seseorang. Diana pun berharap dapat memiliki batu itu untuk menghidupkan kembali nyawa kekasihnya yang telah meninggal dunia. Penasaran dengan kelanjutannya?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa film yang <em>Sketsa</em> rangkum dan bisa menjadi referensi tontonan bagi kalian yang sangat menggemari <em>action movie</em>. Kamu bisa menontonnya melalui platform <em>streaming</em> seperti Netflix atau yang lainnya. Bagaimana, apakah kalian tertarik untuk menontonnya? (<strong><em>fzn/lms/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sekilas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sekilas/baca </link>
<guid> sekilas </guid>
<pubDate> Sat, 16 Jan 2021 11:26:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak kusangka, hanya melewati sebuah pom bensin saja akan sesakit ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sekilas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dkxU669L8I.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sekilas</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tak kusangka, hanya melewati sebuah pom bensin saja akan sesakit ini.</span><br></p><p>Lokasi yang umumnya tak begitu berarti, namun memiliki kenangan tersendiri di hatiku.</p><p>Terpatri dengan jelas bagaimana tangis dan tawa kita di atas motor kala itu.</p><p><br></p><p>Hujan deras yang turun malam itu, membuat kita memutuskan singgah dan berteduh di pom bensin.</p><p>Tawa canda kita terdengar seperti beradu dengan derasnya hujan.</p><p><br></p><p>Di lain waktu, di pom bensin yang berbeda, tangis pun pernah terjadi di antara kita.</p><p>Menghabiskan waktu untuk mengantri dengan bayangan tentang masa depan yang mengakibatkan menetesnya air mata haru.</p><p>Seakan menjadi kita selamanya, menata semua impian untuk kebahagiaan, hingga tak sadar air mata pun jatuh.</p><p>Entah sebagai doa untuk masa depan atau hanya menjadi sebuah mimpi belaka.</p><p><br></p><p>Nyatanya, sekarang semua itu hanya kilasan kenangan di dalam kepala.</p><p>Kini aku berusaha untuk menata ulang hidupku, juga hatiku.</p><p>Sulit.</p><p>Bukan karena sudah terlanjur lama, ataupun karena sudah banyak yang dilalui bersama.</p><p>Mungkin karena kau sudah terlanjur begitu bermakna?</p><p><strong><em>Ditulis oleh Nabila Yasmin, mahasiswa Psikologi, FISIP 2019</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SANITATEAM: Inovasi Digital Sanitasi dari Mahasiswa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/sanitateam-inovasi-digital-sanitasi-dari-mahasiswa-unmul/baca </link>
<guid> sanitateam-inovasi-digital-sanitasi-dari-mahasiswa-unmul </guid>
<pubDate> Sun, 17 Jan 2021 08:09:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lima mahasiswa Unmul berhasil membuat inovasi berbasis digital website di bidang lingkungan dan kesehatan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/sanitateam-inovasi-digital-sanitasi-dari-mahasiswa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E7n7g8CI7A.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SANITATEAM: Inovasi Digital Sanitasi dari Mahasiswa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Lima mahasiswa Unmul berhasil membuat inovasi berbasis digital <em>website</em> di bidang lingkungan dan kesehatan. Adapun kelima mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut ialah Muhammad Ananta Buana Burhan (Fakultas Kedokteran 2018), Fitri Handayani (Fakultas Kesehatan Masyarakat 2018), Febrina Wahyu Ibtiyani (Fakultas Teknik 2018), Andi Giovanni (Fakultas Teknik 2018) dan Fauziyyah Ali (Fakultas Kedokteran 2019).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tim proyek ini bernama Sanitateam. Mereka mengikuti ajang kompetisi <em>Etam Impact Academic for Sanitation Heroes</em> (EIASH 3.0) yang diadakan oleh Sahabat Bumi Indonesia bersama YSEALI sejak Agustus lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan EIASH 3.0 merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mencari inovasi teknologi dan gagasan pemuda dalam mengimplementasikan poin <em>Sustainable Development Goals</em> (SDG&rsquo;s), terutama menyangkut penuntasan permasalahan Sanitasi dan Air Bersih. Sanitateam termasuk salah satu tim finalis yang berhasil mendapatkan suntikan dana hibah awal dari penyelenggara program EIASH 3.0.</p><p style="text-align: justify;">Sanitateam lalu merancang gagasan dan inovasi teknologi berbasis digital <em>website</em>. Komponen <em>website</em>-nya sebagai pusat data (profil dan transaksi) bank sampah, konten edukasi masyarakat (kesehatan dan kebersihan lingkungan) serta dirancang untuk program jangka panjang. Seperti program pencarian <em>crowdfunding</em>, kolaborasi mitra terkait dan bisnis sosial. Laman tersebut dapat dengan mudah diakses pada laman www.sisanitasi.site.</p><p style="text-align: justify;">Dalam prosesnya, mereka merancang gagasan pelaksanaan <em>website</em>, melakukan pengembangan <em>website</em> bersama dua mahasiswa FT Unmul, Alan Zulfikar dan Adrian Fahmi. Sanitateam mengikuti agenda implementasi dan mentoring program di EIASH 3.0 Sahabat Bumi Indonesia bersama YSEALI, juga melakukan kolaborasi dengan banyak pihak terkait upaya uji coba dan implementasi program.</p><p style="text-align: justify;">Saat masa uji coba dalam bentuk <em>prototype project</em>, Sanitateam melaksanakannya di Bank Sampah Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda selama dua bulan. Selain bank sampah, mereka berhasil menggaet mitra kolaborasi seperti Kampung KB Rawa Makmur, Duta Peduli Sampah Samarinda dan <em>Energizer Team</em> Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Adapun program-program implementasi yang telah dilaksanakan adalah memasukan data bank sampah, pembuatan artikel edukasi kesehatan, <em>campaign project</em> di platform media sosial sampai kegiatan luring seperti seminar terkait <em>stunting</em> dan bakti sosial bersih-bersih di Kelurahan Rawa Makmur.</p><p style="text-align: justify;">Mereka berharap, proyek ini dapat terus berjalan meskipun kompetisi telah usai. Tak hanya itu, Sanitateam ingin ke depannya banyak tangan-tangan baik yang mau mendukung program yang mereka kerjakan ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan <em>website</em> yang mendapat dukungan banyak pihak, Sanitateam berharap dapat menjadi pelopor awal dan pelecut semangat bagi pejuang sanitasi di Samarinda dan Kaltim secara luas.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Sanitateam, perwakilan Universitas Mulawarman dalam Ajang Kompetisi Etam Impact Academic For Sanitation Heroes (EIASH 3.0).</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terima Kasih Sudah Bertahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/terima-kasih-sudah-bertahan/baca </link>
<guid> terima-kasih-sudah-bertahan </guid>
<pubDate> Sun, 17 Jan 2021 11:16:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Orang lain bisa menghancurkan tanpa belas kasihan

Ingatlah, ada Tuhan yang menyelamatkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/terima-kasih-sudah-bertahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YLyvOyYKcK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terima Kasih Sudah Bertahan</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kepada malam kutitipkan cerita ini</span><br></p><p>Biarkan angin yang menjadi saksi bahwa ada hari di mana aku terjatuh sekali</p><p>Dunia menghempas, semesta mencerca</p><p>Air mata mengalir tanpa banyak bicara</p><p>Satu hal yang terlupa, waktu akan terus berjalan suka tidak suka</p><p><br></p><p>Hari ini dunia menjatuhkan bahkan semesta ikut melumpuhkan</p><p>Alam pun tertawa seakan hidup adalah sebuah candaan</p><p>Keberanian diri seolah hilang termakan cercaan dan hinaan</p><p>Sepi dan sendiri menjadi teman keseharian</p><p><br></p><p>Rapuh itu manusiawi</p><p>Menjadi tangguh itu keharusan</p><p>Hidup bukan tentang menjadi pemenang</p><p>Tetapi siapa yang mampu berjuang, bangkit menghadapi keadaan</p><p><br></p><p>Keadaan bisa saja membanting secara perlahan</p><p>Namun percayalah ada Tuhan yang membangkitkan</p><p>Orang lain bisa menghancurkan tanpa belas kasihan</p><p>Ingatlah, ada Tuhan yang menyelamatkan</p><p><br></p><p>Terus berjalan meski langkahmu dihentikan</p><p>Tetap bermimpi walau dihantam kenyataan</p><p>Sampai semesta berbisik, &ldquo;Kamu hebat. Terima kasih sudah bertahan.&rdquo;</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Siti Rahmi, mahasiswa Prodi Manajemen, FEB 2020.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wonder Women 1984: Musuh Baru hingga Batu Ajaib yang Mengubah Dunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/wonder-women-1984-musuh-baru-hingga-batu-ajaib-yang-mengubah-dunia/baca </link>
<guid> wonder-women-1984-musuh-baru-hingga-batu-ajaib-yang-mengubah-dunia </guid>
<pubDate> Mon, 18 Jan 2021 09:14:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah tertunda selama 12 bulan, film Wonder Woman 1984 yang merupakan sekuel lanjutan dari Wonder Woman (2017) telah di-release beberapa waktu lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/wonder-women-1984-musuh-baru-hingga-batu-ajaib-yang-mengubah-dunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7RZxN3fRy6.png" />
					</figure>
			                <h1>Wonder Women 1984: Musuh Baru hingga Batu Ajaib yang Mengubah Dunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah tertunda selama 12 bulan, film Wonder Woman 1984 yang merupakan sekuel lanjutan dari Wonder Woman (2017) telah di-<em>release</em> beberapa waktu lalu. Film ini merupakan hasil produksi dari DC Film yang menyuguhkan sosok wanita superhero DC sebagai pemeran utamanya. Menampilkan Gal Gadot sebagai Diana Prince di dalamnya, film ini berhasil menarik perhatian penonton.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tayang di Indonesia sejak 16 Desember 2020, WW84 menceritakan tentang kisah Diana Prince yang memulai babak baru kehidupannya sebagai arkeolog di Washington D.C, Amerika Serikat. Patty Jenkins sebagai penulis naskah tak kehabisan ide untuk memunculkan kisah-kisah baru di laga ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengangkat kisah 70 tahun setelah kejadian di film Wonder Woman yang pertama yakni Perang Dunia I, kali ini film mengambil setting saat Perang Dingin.</p><p style="text-align: justify;">Dengan lawan yang berbeda, dalam sekuel ini Diana menghadapi musuh barunya yaitu Max Lord (Pedro Pascal) dan The Cheetah (Kristen Wiig). Bekerja sebagai seorang antropolog, sebagai Wonder Women Diana masih berhadapan dengan kelompok penjahat. Hingga pada suatu hari, pengusaha kaya di Amerika Serikat bernama Maxwell Lord mengaku memiliki sebuah batu ajaib yang dapat mengabulkan keinginan siapa pun.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini diketahui Diana. Seperti orang lain, ia berharap dapat menggunakan batu itu untuk menghidupkan Steve Trevor (Chris Pine), kekasihnya yang telah meninggal dunia. Hal itulah yang kemudian disebut menjadi salah satu cara yang membuat Steve Trevor hidup kembali.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kematian Steve Trevor di film Wonder Woman (2017), Diana ternyata belum bisa membuka hatinya untuk pria lain. Dengan kekuatan yang sama pula, Lord mengubah Cheetah sepenuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya menampilkan Gal Gadot sebagai pemeran utama dan Kristen Wiig sebagai Barbara Ann Minerva alias Cheetah, film ini juga akan menampilkan sejumlah aktor dan artis lain seperti Chris Pine, Connie Nielsen, Robin Wright, Lilly Aspell, Additionally, Natasha Rothwell, Ravi Patel, Gabriella Wilde, Kristoffer Polaha dan Amr Waked.</p><p style="text-align: justify;">Pada sesi raising di plotnya, film Wonder Woman 1984, punya alur yang sedikit lambat. Hal itu membuat aksi Gal Gadot menjadi terkesan membosankan dan sedikit monoton. Namun, pada bagian pertengahan hingga akhir, kamu akan dikejutkan oleh kekuatan Wonder Woman. Ditambah dengan zirah superhero yang berbeda membuat penampilannya makin mempesona.</p><p style="text-align: justify;">Jika disimak lebih dalam, film kedua ini penuh warna dan punya kisah menyentuh dalam kehidupan baru Diana Prince. Baik secara personal maupun bagi para karakternya di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Plot ini dengan mudah menjadi sorotan sebagai film DC modern yang paling mengesankan. Berhasil membuktikan bahwa film superhero tak harus penuh ledakan untuk menunjukkan bagian heroiknya. Namun dengan adegan adegan-adegan yang elegan, film ini mampu membawa kita merasakan atmosfernya dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Kualitas visual terutama tiap adegan aksi dikemas dengan sangat apik dan membuat penonton enggan untuk melepaskan pandangannya dari layar.</p><p style="text-align: justify;">Film Wonder Woman 1984 juga masih mengandalkan adegan <em>slow motion</em> dan efek CGI yang halus. Adegan-adegan ekstrim yang ditampilkan secara visual seperti berayun pada petir pun mengingatkan kita pada adegan di komiknya. Ditambah lagi dengan <em>colour grading</em> yang baik serta sudut pengambilan gambar dengan <em>angle wide</em> membuat film ini terkesan nyata.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu pengikut atau fans dari Wonder Woman atau penyuka film aksi, WW84 layak ditonton sebagai salah satu referensi kalian. Gimana, tertarik buat menontonnya? (<em><strong>fzn/len</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hukuman Kebiri Kimia: Efektifkah Bagi Kasus Pelecehan Seksual? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hukuman-kebiri-kimia-efektifkah-bagi-kasus-pelecehan-seksual/baca </link>
<guid> hukuman-kebiri-kimia-efektifkah-bagi-kasus-pelecehan-seksual </guid>
<pubDate> Mon, 18 Jan 2021 11:28:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebagai salah satu langkah untuk menangani kasus semacam ini, pemerintah akhirnya menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hukuman-kebiri-kimia-efektifkah-bagi-kasus-pelecehan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/61aepA2Vid.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hukuman Kebiri Kimia: Efektifkah Bagi Kasus Pelecehan Seksual?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Seperti yang kita ketahui, kasus pelecehan seksual merupakan sebuah kejahatan serius yang melanggar hak asasi, menimbulkan trauma kepada para korban dan keluarga serta mengganggu ketenteraman di lingkungan masyarakat.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu langkah untuk menangani kasus semacam ini, pemerintah akhirnya menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>klikdokter.com,</em> kebiri kimiawi sendiri ialah bentuk kebiri dengan memasukkan zat kimia anti-androgen ke tubuh seseorang agar produksi hormon testosteron di tubuh mereka berkurang. Testosteron sendiri adalah hormon yang memengaruhi libido atau nafsu.</p><p style="text-align: justify;">Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan atau menyuntikkan zat kimia anti-androgen bersamaan dengan proses rehabilitasi. Cara kerjanya yakni dengan menurunkan kadar level androgen (hormon testosteron) di dalam darah. Pemberian zat anti-androgen ini tidak dilakukan hanya satu kali, melainkan harus secara rutin.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, peraturan ini memiliki pro dan kontranya tersendiri. Komisi Nasional (Komnas) HAM dikutip dari <em>kompas.com</em> berpendapat bahwa hukuman ini tidak sesuai dengan prinsip hak asasi manusia. Terutama dalam hal tidak melakukan hukuman yang kejam dan tidak manusiawi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, menyebut jika hal ini merupakan cara instan yang justru menjauhkan pemerintah dari tanggung jawab untuk mereformasi kompleksitas instrumen hukum dan kebijakan terkait perlindungan anak.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>asumsi.co</em>, Amnesty International Indonesia menyebut praktik ini melanggar peraturan internasional &quot;Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam, Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat&quot; yang diatur dalam Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (ICCPR) dan sudah diratifikasi oleh Indonesia di UU Nomor 5/1998.</p><p style="text-align: justify;">Dosen psikologi klinis Unmul, Ayunda Ramadhani turut menyampaikan pendapatnya terkait implementasi PP Nomor 70 Tahun 2020 ini. Menurutnya, penetapan ini akan menimbulkan pro dan kontra tergantung dari tinjauan mana yang ingin diambil. Ia berkata, jika ditinjau dari sisi kemanusiaan maka jelas melanggar sebab sifatnya mandat, bukan sukarela.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi, yang dikedepankan sebenarnya adalah bagaimana ini dilakukan sebagai upaya pencegahan tindak kejahatan seksual. Efektif atau tidak kita tidak (akan) pernah tahu karena belum terlaksana. Menimbang banyaknya negara yang menerapkan hukuman ini, akan efektif sepanjang tujuannya adalah untuk mencegah kejahatan seksual yang lebih ekstrim,&quot; jelas Ayunda kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (13/1).</p><p style="text-align: justify;">Adapun Ayunda mengatakan, sanksi-sanksi yang dikeluarkan pemerintah sebenarnya sudah cukup baik. &ldquo;Jadi kalau ditanya efektif atau tidak, prediksinya ini akan efektif sepanjang dilakukan secara konsisten dan tidak tumpang pilih,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, dengan adanya PP ini seharusnya dapat menekan para pelaku yang berpotensi melakukan tindak kekerasan seksual juga mengurungkan niatnya secara psikologis. Ayunda menyebut, kebijakan ini juga memerlukan banyak pertimbangan sebelum proses eksekusi dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Ada penilaian dari medis mulai dari psikiatri dan psikolog. Juga untuk menerapkan itu, tidak semudah hakim memutuskan. Masih memerlukan pertimbangkan hak-hak kemanusiaan pelaku untuk mendapat pemeriksaan.</p><p style="text-align: justify;">Berlakunya kebijakan tersebut tentu tidak dapat menyenangkan semua pihak. Tetapi jika melihat dari persepsi kepentingan perlindungan anak, maka kebiri kimia merupakan salah satu alternatif penambahan hukuman yang tepat. Asalkan diterapkan secara konsisten dengan tidak mengabaikan hak-hak si pelaku maupun korban.</p><p style="text-align: justify;">Meski cara ini menjadi alternatif yang tampak mudah dan instan namun, sebenarnya melalui serangkaian proses panjang untuk menentukan seseorang tersebut dihukum kebiri atau tidak. Mencegah anak menjadi korban kejahatan seksual itu butuh kompleksitas dan sinergitas berbagai pihak.</p><p style="text-align: justify;">Selain membicarakan teknis, anggaran yang diperlukan untuk melakukan kebiri kimia juga memakan biaya yang cukup besar. Sayangnya, anggaran perlindungan korban pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terus turun hingga Rp54,5 miliar pada 2020.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mengenai anggaran perlindungan, keadaan di lapangan memang terasa ada ketimpangan. Tak jarang, biaya perlindungan kepada korban tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Namun, kita harus tetap mengapresisasi tindakan yang dilakukan pemerintah.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ayunda berharap, kebijakan ini dapat membawa perubahan positif dan terlaksana secara konsisten sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menanggulangi kasus kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apabila ada hal yang dinilai kurang efektif, maka perlu dilakukan evaluasi lagi. Namun, tetap optimis bahwa PP Nomor 70 Tahun 2020 ini berjalan efektif dan dapat menekan angka kejahatan seksual pada anak,&quot; tutupnya. (<em><strong>len/piu/dyn/rvn/jhr/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembali Dikepung Aliansi Mahasiswa Unmul atas SK, Masjaya: Tolong Perhatikan Lagi! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-dikepung-aliansi-mahasiswa-unmul-atas-sk-masjaya-tolong-perhatikan-lagi/baca </link>
<guid> kembali-dikepung-aliansi-mahasiswa-unmul-atas-sk-masjaya-tolong-perhatikan-lagi </guid>
<pubDate> Tue, 19 Jan 2021 09:01:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahasiswa Unmul kembali mendatangi Rektorat Unmul guna menindaklanjuti empat poin tuntutan perihal Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada aksi pertamanya, Selasa (12/1) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-dikepung-aliansi-mahasiswa-unmul-atas-sk-masjaya-tolong-perhatikan-lagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DjbzBvZ2P8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kembali Dikepung Aliansi Mahasiswa Unmul atas SK, Masjaya: Tolong Perhatikan Lagi!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Aliansi Mahasiswa Unmul kembali mendatangi Rektorat Unmul guna menindaklanjuti empat poin tuntutan perihal Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada aksi pertamanya, Selasa (12/1). Massa kembali hadir atas kekecewaan akibat pertemuan yang pada awalnya direncanakan secara tatap muka berganti metode menjadi daring.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Digelar pada Senin (18/1) pukul 13.00 Wita, mahasiswa menyampaikan beragam orasi dan diikuti pembacaan puisi di teras rektorat. Turut menemui massa, Rektor Unmul Masjaya menegaskan jika dirinya menolak tuntutan mahasiswa yang disampaikan oleh aliansi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, membatalkan Surat Keputusan (SK) Rektor Unmul Nomor 02/KU/2021 tersebut justru akan menyulitkan finansial mahasiswa. Hal ini juga kembali merujuk pada Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 terkait kewajiban peserta didik dalam membayar UKT setiap semester.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tuntutan mahasiswa telah termuat dalam SK yang diterbitkan. Meliputi keringanan pembayaran, penggratisan UKT, serta pengangsuran pembayaran UKT. Tolong diperhatikan lagi. Didukung dengan syarat-syarat yang tercantum, hadirnya SK justru membantu meringankan finansial (mahasiswa),&rdquo; sebut Masjaya saat berdialog dengan mahasiswa, Senin (18/1).</p><p style="text-align: justify;">Terkait pemberlakuan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) di beberapa fakultas, Masjaya menerangkan bahwa ketentuan tersebut berdasarkan kesepakatan antara wali atau orang tua mahasiswa dengan pihak fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena itu, baca lagi SK tersebut. Di dalamnya tuntutan menggratiskan UKT ada bagi yang terdampak Covid-19. Silahkan ajukan. Ada juga pengurangan UKT dan penundaan. Dari mana sisinya rektor tidak peduli? Padahal rumusan yang kita keluarkan hasil rumusan bersama dekan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyampaikan, mahasiswa diberi waktu perpanjangan selama empat hari terhitung sejak tanggal 22 Januari 2021 kepada mahasiswa yang hendak mengurus permohonan UKT. Namun, tenggat waktu pembayaran tetap sama bagi mahasiswa yang tidak mengajukan keringanan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan penggratisan UKT bagi seluruh mahasiswa. Sebab mereka juga mengikuti pedoman yang dikeluarkan Menteri Pendidikan pada Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Ikzan Nopardi selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul mengatakan, dalam survei terbaru mereka ada 1500 mahasiswa dari 14 fakultas Unmul yang keberatan membayar UKT semester genap. Terlebih di masa pandemi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Ikzan menuturkan, bahwa pembebasan UKT yang disampaikan melalui SK Rektor masih tebang pilih. Ini dikarenakan hanya mahasiswa semester sepuluh ke atas atau yang hendak pendadaran dapat dikenakan pemotongan biaya UKT sebesar 50 persen.</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, Aliansi Mahasiswa Unmul juga kembali menuntut transparansi perumusan SK yang tidak melibatkan unsur mahasiswa. Begitu pun dengan pengelolaan anggaran dari biaya langsung (BL) dan biaya tidak langsung (BTL) untuk operasional kampus selama pembelajaran daring di semester sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah fasilitas seperti gedung dan listrik dipakai? Begitu juga perjalanan dinas. Padahal selama pandemi ini, pembelajaran dilakukan secara daring. 1500 mahasiswa menjadi bukti konkret bahwa harus ada penggratisan UKT semester genap,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>anm/syl/len/vyn/rst/rid/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cendekia di Luar Kampus: Ketika Menjadi Akademisi adalah Pilihan Terakhir Kaum Cerdik Pandai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/cendekia-di-luar-kampus-ketika-menjadi-akademisi-adalah-pilihan-terakhir-kaum-cerdik-pandai/baca </link>
<guid> cendekia-di-luar-kampus-ketika-menjadi-akademisi-adalah-pilihan-terakhir-kaum-cerdik-pandai </guid>
<pubDate> Wed, 20 Jan 2021 05:17:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tulisan ini adalah refleksi atas perjumpaan dengan beberapa cerdik pandai yang memilih berkarier di luar kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/cendekia-di-luar-kampus-ketika-menjadi-akademisi-adalah-pilihan-terakhir-kaum-cerdik-pandai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hfhdEGAE94.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cendekia di Luar Kampus: Ketika Menjadi Akademisi adalah Pilihan Terakhir Kaum Cerdik Pandai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tulisan ini adalah refleksi atas perjumpaan dengan beberapa cerdik pandai yang memilih berkarier di luar kampus. Menjadi cerdas dan terdidik (<em>being educated</em>) ternyata tak menjamin seseorang mau dan berkesempatan untuk menjadi akademisi di perguruan tinggi. Tentu hal ini berpengaruh terhadap kualitas pendidikan tinggi kita di Indonesia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Semenjak menjadi dosen lima tahun terakhir&mdash;baik sebagai dosen &lsquo;sukarela&rsquo;, dosen kontrak, maupun sebagai dosen CPNS&mdash; saya banyak bercakap dengan beberapa teman yang telah menyelesaikan studi master dan doktornya di kampus-kampus ternama di dalam dan luar negeri. Sayangnya, banyak dari mereka tak memilih dan tak berkesempatan menjadi dosen atau mengajar di kampus. Jujur saja, saya secara pribadi sangat menyayangkan hal itu terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Alasan dan penyebab mengapa hal di atas terjadi sangatlah beragam, meski kebanyakan sebenarnya bisa saja diatasi. Mulai dari alasan biaya, kendala beasiswa, harus cepat nikah, ikut suami/istri, harus segera bekerja, dan alasan yang sedikit lucu dan &lsquo;konyol&rsquo; adalah terlanjur asyik pulang kampung.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, saya berkali-kali mengakui dan mengatakan secara jujur dan tulus hati ke mereka, bahwa jika ada yang &lsquo;pantas&rsquo; untuk lanjut studi dan menjadi dosen serta mengajar di kampus, itu adalah mereka, bukan (tidak perlu) saya sebenarnya. Tapi, kenyataannya yang terjadi adalah sebaliknya. Saya yang secara akademik dan pengalaman tidaklah begitu &lsquo;<em>expert</em>&rsquo; dan tak berkemampuan di atas rata-rata dibanding beberapa kawan yang saya akui cerdas, berotak encer, rajin, dan bahkan ada yang saya katakan jenius malah yang berkesempatan lanjut studi dan menjadi dosen.</p><p style="text-align: justify;">Dengan begitu, kekecewaan dan rasa sayang saya menjadi berganda ketika ada teman potensial secara akademik dan pengalaman sudah memenuhi syarat administratif untuk menjadi dosen (akademisi) karena telah menyelesaikan studi master dan doktornya tapi nyatanya tidak juga memilih jadi dosen atau tak diberi kesempatan menjadi dosen. Itu ibarat mengabaikan emas yang sudah ada di depan mata.</p><p style="text-align: justify;">Memilih jalan untuk tidak menjadi dosen dari kawan-kawan yang saya sebutkan di atas bukanlah tanpa alasan. Beragam alasan baik secara pribadi maupun <em>institutional</em> menjadi penyebabnya.</p><p style="text-align: justify;">Faktor penyebab pertama, tak ada atau tak diberi akses. Kedua, institusi perguruan tinggi berkultur feodal. Ketiga, duitnya sedikit dibanding menjadi profesional, politisi, aktif di NGO, staf ahli, konsultan, membangun bisnis, ataupun <em>freelance</em>. Keempat mekanismenya ribet. Kelima, beban kerjanya banyak bersifat administratif, sehingga bikin ribet dan tumpul otak makanya tidak menarik. Itulah alasan-alasan yang sempat terdaftar dari percakapan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Kelima faktor di atas menyebabkan menjadi akademisi adalah pilihan kesekian dan terakhir dari mereka yang saya jumpai tersebut. Pun ada yang tetap mengajar, hanyalah sekadar menyalurkan hobi untuk berbagi, atau akan menjadi pilihan kalau sudah pensiun nanti. Sekali lagi, untuk pertimbangan produktivitas perguruan tinggi dan potensi yang terbuang dalam pemajuan pendidikan dan penelitian serta inovasi saintek, hal ini sangatlah disayangkan. Ada potensi yang dilewatkan secara sia-sia.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, jika yang memilih jalan tak mengabdi di kampus adalah sarjana yang hanya memiliki kemampuan rata-rata seperti saya, itu tak mengapa. Namun, bagaimana jika yang berpikir dan memilih jalan demikian adalah orang-orang cerdas, hebat, berdedikasi, <em>humble</em>, <em>friendly</em>&mdash;berkemampuan di atas rata-rata&mdash; namun tak ingin menjadi akademisi atau menjadi dosen karena alasan-alasan dan penyebab di atas? Siapakah yang rugi?</p><p style="text-align: justify;">Yang merasakan kerugian tentu bukanlah mereka yang ada di dalam institusi pendidikan tinggi dan sedang menikmati segala <em>prestise</em>, fasilitas, dan tunjangan kesejahteraan yang ada. Yang rugi tentu mahasiswa dan masyarakat yang tidak mendapatkan menu ilmu pengetahuan bergizi dari seorang yang &lsquo;<em>expert</em>&rsquo;, bernas, pendeknya ahli, dan berdedikasi di bidangnya.</p><p style="text-align: justify;">Di periode Kemenristekdikti sebelumnya, sempat ada formula men-dosenkan profesional di luar universitas untuk &lsquo;masuk kampus&rsquo;. Ini rupanya dalam rangka membuka &lsquo;akses&rsquo; para profesional dan kaum cerdik pandai, cendekia yang ada di luar sana untuk membagikan ilmunya ke dunia kampus. Polanya dengan memberikan NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus).</p><p style="text-align: justify;">Namun, sepertinya terobosan tersebut adalah dalam rangka &lsquo;menggaet&rsquo; dan menambah nilai jual jurusan ataupun kampus tersebut &lsquo;semata&rsquo;. Langkah tersebut sepertinya tidak disertai dengan &lsquo;pembenahan&rsquo; ke dalam di mana faktor-faktor di atas soal akses, kultur feodal, beban administrasi yang berat dan ribet serta tidak relevan untuk kemajuan ilmu pengetahuan, apalagi <em>money take home</em> (penghasilan berupa uang) tidak berupaya untuk diubah ke arah yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Saya jadi ingat pelajaran dari Prof. Habibie beserta puteranya Dr. Ilham Habibie, bahwa dengan diberhentikannya proyek strategis pesawat terbang di waktu krisis 1998, kita kehilangan ahli puluhan ribu yang terbang ke luar negeri. Karena tanpa pekerjaan dan proyek pengembangan, para anak bangsa terdidik dan ahli di bidangnya tidak akan mengembangkan dan mempraktikkan skill dan pengetahuannya. Kita kehilangan satu generasi emas.</p><p style="text-align: justify;">Akankah bangsa ini kembali kehilangan satu generasi emasnya hanya karena adanya pengabaian yang kesannya terjadi secara terstruktur dan tersistematis, lagi masif?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nasrullah, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tren Sepatu Lokal Dengan Kualitas Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tren-sepatu-lokal-dengan-kualitas-internasional/baca </link>
<guid> tren-sepatu-lokal-dengan-kualitas-internasional </guid>
<pubDate> Wed, 20 Jan 2021 11:42:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak kalah dengan brand-brand luar terkenal, sepatu lokal ini pun dengan mudah ditemui di pameran, mall dan e-commerce. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tren-sepatu-lokal-dengan-kualitas-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xrhTV2zh4j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tren Sepatu Lokal Dengan Kualitas Internasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tren sneakers memang tak ada habisnya. Antusias para penggemar sepatu sneakers berpengaruh pada tumbuhnya merek-merek lokal. Berbagai <em>brand</em> sepatu lokal belakangan ini memang sedang diminati di Indonesia oleh para <em>sneakerhead</em>. Tak kalah dengan <em>brand-brand</em> luar terkenal, sepatu lokal ini pun dengan mudah ditemui di pameran, <em>mall</em> dan <em>e-commerce</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya sneakers merek internasional saja yang mampu mendongkrak gaya kamu. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum sederet <em>brand</em> sepatu lokal dengan kualitas internasional!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Buccheri</strong></p><p style="text-align: justify;">Banyak yang tidak mengetahui bahwa <em>brand</em> yang satu ini merupakan karya anak bangsa. Tak heran, dari namanya saja memang bernuansa luar negeri. Buccheri sudah ada sejak tahun 1980 dengan menawarkan berbagai produk sepatu berbahan kulit dengan kualitas terbaik. Banyak yang membandingkan <em>brand</em> sepatu lokal ini dengan <em>brand-brand</em> terkenal asal luar negeri. Bagi kamu pecinta sepatu kulit, Buccheri bisa jadi tempat mencari model sepatu kesukaanmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Vantela</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Brand</em> sepatu lokal asal Bandung ini sangat populer dikalangan milenial. Bagaimana tidak, Vantela menawarkan produk sepatu berbahan <em>canvas</em> yang <em>wearable</em> untuk kegiatan sehari-hari. Kalau kamu suka dengan desain <em>streetwear</em> namun <em>casual</em> ala <em>Converse</em>, pasti akan menyukai produk yang satu ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>League</strong></p><p style="text-align: justify;">League memang sudah cukup populer di Indonesia. Produknya bisa didapatkan hampir di seluruh kota di Indonesia dengan harga yang terjangkau. <em>Brand</em> ini menawarkan sepatu berkonsep <em>sporty</em>, namun bisa digunakan dengan nyaman untuk penggunaan <em>workout</em> maupun kegiatan sehari-hari. Tak heran banyak kalangan remaja hingga atlet yang menggunakan produk lokal ini sebagai pilihan sepatunya. Bagaimana dengan kamu, apakah sudah memiliki sepatu ini?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Geoff Max Footwear</strong></p><p style="text-align: justify;">GeoffMax (GMX) merupakan sepatu buatan anak-anak muda kreatif indonesia yang berasal dari Bandung. Dengan konsep <em>old</em> school, <em>brand</em> sepatu ini menawarkan produk lokal yang mampu bersaing menghadapi sepatu-sepatu impor dari luar negeri yang menjamur di Indonesia. GMX digemari karena memiliki sol yang ringan dengan memiliki varian kulit, <em>suede</em> dan kanvas serta kualitas bahan yang sangat premium. Sepatu ini cocok untuk acara <em>casual</em> hingga kegiatan <em>sport</em> yang cukup <em>extreme</em>, loh.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Piero</strong></p><p style="text-align: justify;">Banyak orang yang sering salah paham dengan merek sepatu yang satu ini. Kualitasnya yang bagus dan model sepatu yang menarik membuat mereka mengira Piero ini merupakan merek sepatu yang berasal dari luar negeri. Piero mulai populer dan menjadi produk yang banyak digunakan sejak awal tahun 2000-an, beberapa saat setelah krisis moneter menghantui Indonesia. <em>Brand</em> ini menawarkan berbagai gaya sepatu yang keren. Akhir-akhir ini, Piero juga merilis seri premium dan kolaborasi yang layak menjadi salah satu pilihan koleksi kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Wakai</strong></p><p style="text-align: justify;">Wakai adalah <em>street style fashion brand</em> lokal asal Indonesia loh. Meskipun terinspirasi dari <em>Japanese lifestyle</em>, konsep itu berhasil menjadikan Wakai sebagai tren dan langsung diterima masyarakat sejak kali pertama hadir pada 2012 silam. Wakai selalu konsisten menghadirkan produk dengan gaya dan desain-desain bergaya Jepang. Wakai memiliki identitas terhadap setiap produk yang ia tawarkan. Nah, teruntuk kamu yang menyukai <em>fashion</em> bernuansa Jepang, sepatu ini cocok untuk menambah gaya kamu agar terlihat lebih elegan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Compass</strong></p><p style="text-align: justify;">Sepatu yang penggunannya didominasi oleh anak muda sangat <em>hype</em> akhir-akhir ini. <em>Brand</em> lokal yang juga diproduksi dari Bandung ini juga sudah ada sejak 1998. Namun, baru beberapa tahun terakhir ini mereka kembali populer karena rentetan kolaborasi <em>epic</em> yang dilakukan Compass terhadap produk yang dimilikinya. Selain gaya sepatu yang berbeda dari yang lain, sepatu ini memiliki harga yang cukup murah dan membuat sepatu ini semakin menarik bagi para pencinta sneakers.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa sepatu lokal yang <em>Sketsa</em> rangkum di atas, di antaranya sudah cukup populer bahkan sudah banyak dijual dan digunakan di luar negeri. Dengan kualitasnya yang mampu bersaing dengan <em>brand-brand</em> luar negeri terkenal, sepatu karya anak bangsa juga memiliki gaya dan desain yang unik. Sehingga membuat produk ini memiliki identitasnya sendiri. Nah, bagi kamu yang terlalu sering menggunakan produk impor, tak ada salahnya mencoba dan bangga menggunakan produk karya dalam negeri! (<strong><em>fzn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Soul: Petualangan Jiwa yang Tersesat Demi Mencari Tujuan Hidup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/soul-petualangan-jiwa-yang-tersesat-demi-mencari-tujuan-hidup/baca </link>
<guid> soul-petualangan-jiwa-yang-tersesat-demi-mencari-tujuan-hidup </guid>
<pubDate> Thu, 21 Jan 2021 05:44:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Soul, animasi terbaru Disney Pixar yang sarat akan makna kehidupan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/soul-petualangan-jiwa-yang-tersesat-demi-mencari-tujuan-hidup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MDiWYJriOT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Soul: Petualangan Jiwa yang Tersesat Demi Mencari Tujuan Hidup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sempat direncanakan tayang pada pada pertengahan 2020 lalu, akhirnya platform <em>streaming</em> baru Disney+ Hotstar baru-baru ini meluncurkan tayangan barunya berjudul Soul pada 25 Desember 2020 lalu. Tepat pada perayaan Natal 2020, kita disajikan dengan film animasi terbaru Disney Pixar ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Film yang dibintangi oleh Jamie Foxx sebagai Joe Gardner ini menceritakan tentang seorang guru band sekolah menengah dengan hasrat yang serius untuk meniti kariernya di bidang musik jaz. Walaupun ia telah dinyatakan diterima sebagai guru musik tetap di sekolah tersebut, Joe masih merasa belum bisa menyalurkan hasrat musiknya.</p><p style="text-align: justify;">Animasi yang diarahkan Pete Docter ini diawali dengan karakter utama yang memiliki nasib sial, yang seolah selalu mengelilinginya dan membuat putus asa. Pasalnya, keberuntungan tak kunjung berada dipihaknya meski telah puluhan tahun mencoba mewujudkan cita-citanya itu.</p><p style="text-align: justify;">Berlatar di kota New York sebagai tempat tinggal dan bekerja, pada akhirnya Joe tiba-tiba mendapatkan panggilan dari murid lamanya untuk tampil di atas panggung dengan salah satu musisi jaz ternama. Joe yang sudah bermimpi untuk menjadi seorang musisi jaz sejak kecil tentu saja antusias dengan tawaran tersebut dan tidak ada pikiran untuk menolaknya.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, setelah mendapatkan tawaran bagus untuk kariernya, Joe memutuskan untuk pulang ke rumahnya, namun kejadian tak diduga terjadi. Joe tidak sengaja jatuh ke dalam lubang. Jiwa dari Joe kemudian berada di sebuah jembatan akhirat. Ia kemudian menemukan dirinya sebagai jiwa yang pergi menuju Great Beyond yang menandakan bahwa dia harusnya tewas setelah kecelakaan tersebut. </p><p style="text-align: justify;">Tak ingin mati begitu saja, Joe mencoba melarikan diri, tetapi ia malah menemukan dirinya di Great Before. Tempat ini bisa dibilang merupakan jiwa-jiwa baru dari manusia untuk mendapatkan sifat, kepribadian serta minat dan keterampilan sebelum akhirnya mereka lahir ke Bumi. Di sana pula Joe bertemu dengan konselor jiwa, yang semuanya bernama Jerry. Mereka bertugas untuk mengatur dan mempersiapkan jiwa-jiwa muda untuk hidup di Bumi. </p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian ditugaskan menjadi mentor untuk sebuah jiwa muda bernama 22 (Tina Fey), yang tidak berminat untuk menjalani kehidupan di dunia serta ribuan kali mencoba menemukan minat untuk hidup. Ia ogah untuk lahir sebagai manusia. Tidak seperti Joe yang baru saja akan memulai petualangannya, 22 mengaku tak bisa ke Bumi karena tidak lulus dalam pencarian <em>spark</em>, sebuah percikan atau semangat hidup.</p><p style="text-align: justify;">Joe pun harus melatih 22 untuk mencari <em>spark</em> atau minat hidupnya agar dia bisa kembali lagi ke Bumi sebelum benar-benar meninggal dunia. Joe mencoba segala cara agar 22 dapat menemukan sesuatu yang menarik, tetapi tidak berhasil. Pada akhirnya mereka berhasil turun ke Bumi. Namun, dengan jiwa yang tertukar. 22 yang semula tak ingin merasakan kehidupan di dunia, secara tidak sengaja berada di tubuh Joe. Sementara Joe sendiri kembali ke kehidupannya namun berada di tubuh yang berbeda, bahkan dirinya berada di tubuh yang salah, yakni seekor kucing.</p><p style="text-align: justify;">Sadar mereka telah berada di tubuh yang berbeda tak lantas menghentikan perjalanan mereka. Petualangan mereka pun dimulai. Keduanya sama-sama menemukan berbagai makna kehidupan yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Bahkan, bagi Joe yang sudah hidup di Bumi selama puluhan tahun saja, dirinya masih menemukan sejumlah pelajaran hidup.</p><p style="text-align: justify;">Disutradarai oleh Pete Docter, Soul terasa lebih dari sekadar film yang ditonton di musim liburan. Dengan premis menarik yang berfokus pada kehidupan di bumi dan kehidupan setelahnya, Docter sukses membawa penonton berkelana dan mencari jati diri serta <em>spark</em>,&nbsp;seperti yang dilakukan Joe dan 22. Soul juga mampu menyentuh perasaan lewat serangkaian dialog cepat dengan alur yang terus maju.</p><p style="text-align: justify;">Tak heran jika film dengan konsep animasi modern ini nantinya mampu menyabet piala &ldquo;Film Animasi Terbaik&rdquo; di ajang Oscar mendatang. Selain alur cerita yang mampu menyeret penonton ke dalamnya, kita juga akan disuguhkan dengan alunan musik khas genre jaz, lengkap dengan piano dan juga saksofon mengiringi beberapa adegan di dalam film ini. Bahkan, ketika adegan-adegan sedih pun musik jaz yang menjadi instrumen utama di film ini berubah dan memiliki ritme yang lamban sehingga menambah kesan melankolis.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya sekadar menghadirkan adegan konyol dan lucu yang mampu membuat gelak tawa bagi penontonnya. Juga terdapat sebuah adegan yang menunjukkan kolase kehidupan setiap orang. Kehidupan Joe dinilai 22 merupakan kehidupan yang biasa saja dan cenderung suram. Namun, bagi penonton adegan-adegan seperti itu yang mengandung sejumlah momen dengan nilai moral. </p><p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan film ini menyuguhkan genre film humor. Tak pelak juga memiliki sisi emosional di dalamnya. Sangat cocok dijadikan referensi tontonan di kala libur atau pada saat berkumpul menikmati hari. Terlebih bersantai bersama keluarga. Bagaimana, tertarik menontonnya? <strong><em>(fzn/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> CePAD, Rapid Test Antigen Karya Anak Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/cepad-rapid-test-antigen-karya-anak-bangsa/baca </link>
<guid> cepad-rapid-test-antigen-karya-anak-bangsa </guid>
<pubDate> Fri, 22 Jan 2021 11:57:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rapid test berbasis antigen pertama yang diciptakan oleh Universitas Padjajaran (Unpad) yang bernama CePAD </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/cepad-rapid-test-antigen-karya-anak-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z5lspLgohc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>CePAD, Rapid Test Antigen Karya Anak Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Patut dibanggakan, kini Indonesia telah memiliki tes cepat atau <em>rapid test</em> berbasis antigen pertama yang diciptakan oleh Universitas Padjajaran (Unpad) bernama CePAD. Tersiar pula kabar bahwa alat kesehatan karya anak bangsa ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau dibanding produk <em>rapid test</em> lainnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kompas.com</em>, Diana Sari selaku Direktur Inovasi dan Korporasi membenarkan bahwa alat tes ini hanya dipatok seharga Rp120 ribu. Ia juga menyampaikan bahwa tingkat akurasi dan sensitivitas CePAD adalah 91,5 persen, melebihi dari ambang rekomendasi minimal yang ditetapkan oleh <em>World Health Organization</em> (WHO) yakni 80 persen.</p><p style="text-align: justify;">Sejak 10 Januari 2021 kemarin, kapasitas produksi alat tersebut telah menembus sebanyak 500 per bulan dan telah disebar luaskan ke seluruh daerah Provinsi Jawa Barat termasuk fasilitas kesehatan dan Labkesda.</p><p style="text-align: justify;">Masih mengutip Kompas, masyarakat tidak perlu lagi khawatir mengenai keamanan alat tes ini. Lantaran produk <em>rapid test</em> antigen CePAD sudah mendapat rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinis Indonesia dan telah memiliki izin edar sejak 4 November 2020 silam.</p><p style="text-align: justify;"><em>Rapid</em> antigen berbeda dengan <em>Polyester Chain Reaction&nbsp;</em>(PCR). Perbedaan terletak dari apa yang dideteksi. Dikutip dari <em>detik.com</em>, PCR mendeteksi material genetik virus, sedangkan <em>rapid test</em> antigen mendeteksi protein virus. Namun keduanya sama-sama mendeteksi keberadaan virus, sehingga pemeriksaan dilakukan di bagian nasofaring.</p><p style="text-align: justify;"><em>Rapid</em><em> test&nbsp;</em>antigen memiliki beberapa perbedaan dengan <em>rapid test</em> antibodi serta tes PCR. Perbedaan tersebut yang pertama dapat dilihat dari jenis sampel digunakan yaitu pemeriksaan <em>rapid test</em> antigen dan tes PCR dilakukan menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung ataupun tenggorokan, dengan metode usap (<em>swab</em>). Sedangkan, cara kerja <em>rapid test</em> antigen dinilai lebih akurat dibandingkan <em>rapid test</em> antibodi karena dapat mengidentifikasi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan. Identifikasi dilakukan dengan mencari protein dari virus corona.</p><p style="text-align: justify;">Selain dapat mendeteksi virus Corona, alat tes CePAD ini juga diklaim dapat mendeteksi mutasi virus selagi bukan protein virus yang bermutasi. Sehingga, mutasi virus dari Inggris atau negara lain masih bisa terdeteksi dengan alat ini.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>unpad.ac.id </em>dalam&nbsp;konferensi pers yang dilaksanakan secara <em>online</em> pada 28 Desember 2020 lalu, Prof. Bambang Brodjonegoro selaku Menteri Riset dan Teknologi RI mengatakan bahwa CePAD adalah salah satu produk inovasi yang dikategorikan sebagai alat untuk melakukan pendeteksian cepat terhadap keberadaan Covid-19 pada manusia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Inovasi anak bangsa ini mempunyai peran sangat penting dalam penanganan Covid-19 terutama dalam pelaksanaan 4T (<em>testing, tracing, tracking</em>, dan <em>treatment</em>),&rdquo; tutur Bambang.</p><p style="text-align: justify;">Diharapkan, alat yang dikembangkan oleh dosen Unpad, Muhammad Yusuf dan tim dapat menengahi keterbatasan uji PCR sebagai standar emas dalam pendeteksian Covid-19. Karena hasil dari tes PCR memerlukan waktu yang cukup lama untuk keluar, sehingga produk CePAD diharapkan dapat mempersingkat masa tunggu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kemampuan CePAD dalam mendeteksi virus saat viral <em>load</em>-nya sedang tinggi, membuat alat hasil inovasi anak bangsa ini mampu mendeteksi orang yang rentan menularkan virus Corona ke orang lain. Sehingga Yusuf berharap alat ini mampu menekan penularan Covid-19.(<strong><em>rea/vyl/krz/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Lady Gaga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-lady-gaga/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-lady-gaga </guid>
<pubDate> Tue, 26 Jan 2021 09:32:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yuk, simak rangkuman playlist Lady Gaga dari Sketsa berikut ini! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-lady-gaga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/G7KkJQnK1q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Lady Gaga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sempat menarik perhatian, penyanyi kondang asal Amerika yakni Lady Gaga menyanyikan lagu kebangsaaan Amerika Serikat berjudul <em>Star Spangled Banner</em> pada saat upacara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joe Biden dan Kamala Harris pada Rabu (20/1) di Gedung Capitol, AS. Tak hanya Gaga, sederet penyanyi lain turut hadir seperti Jennifer Lopez dan Garth Brooks dan berikan performa maksimal saat membawakan lagu persatuan.</span></p><p style="text-align: justify;">Gaga membuka upacara pelantikan yang sakral tersebut dengan&nbsp;<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">semangatnya yang <em>powerfull</em>. Tak heran panitia inaugurasi memilih Gaga sebagai penyanyi yang membawakan lagu kebangsaan tersebut. Lantaran pada tahun 2016, Gaga sempat memukau dunia dengan penampilannya ketika membawakan lagu kebangsaan saat membuka acara Super Bowl ke-50 di Santa Clara, California, AS.</span></p><p style="text-align: justify;">Penyanyi Hollywood yang satu ini sebenarnya sudah terjun ke dunia seni sejak remaja. Ia bernyanyi di klub-klub dan berakting di pertunjukan sekolah. Dirinya dikenal karena karyanya yang tidak konvensional, cenderung provokatif dan eksperimen visualnya. Namun, bagi kamu yang belum tahu dan mengetahui lagu-lagunya, berikut <em>Sketsa</em> rangkum lima lagu populer ciptaan Lady Gaga untukmu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Bad Romance</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Bad Romance</em> adalah salah satu karya Lady gaga yang cukup fenomenal. Lagu ini menduduki peringkat pertama di 18 negara dan peringkat kedua di Australia, Amerika serikat, dan Selandia Baru. Menceritakan kisah cinta tentang seseorang terhadap sesuatu, namun dirinya terjebak dalam lubang hitam yang membuatnya tidak nyaman. Dengan sedikit sentuhan <em>beat</em>, lagu ini bisa sedikit menghiburmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Paparazzi</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditulis dari kisah pribadi Lady Gaga, lagu ini berkisah tentang perjuangannya untuk menyeimbangkan kesuksesan juga masalah romansanya. Menggunakan istilah <em>Paparazzi</em> yang selalu mengikuti dirinya demi sebuah foto ataupun gosip. Seakan ia tak memiliki ruang pribadi dalam hidupnya. Hal itulah yang membuat Gaga bimbang sembari berjuang untuk mendapatkan kesuksesan di dunia hiburan atau hubungan percintaan. Bagaimana, menarik bukan kisah di balik lagu ini?</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Judas</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini memiliki makna yang dalam, dengan menceritakan sebuah konflik batin dan ironi setiap manusia pada umumnya. Satu saat melakukan kebaikan, namun di satu sisi menyukai dan melakukan hal-hal yang terkesan jahat. Di sisi yang lain sering pergi ke rumah ibadah dan berdoa untuk memohon ampun, namun di satu sisi membakar rumah ibadah lain dan kemudian berpuasa. Sisi lain melakukan kekerasan dengan alasan agama, menindas yang lemah dan minoritas. Itulah kisah yang tersirat dalam lagu berjudul <em>Judas</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. I&apos;ll Never Love Again</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu yang menjadi soundtrack film <em>A Star is Born</em> (2018) ini diciptakan Gaga untuk menghormati cerita Jackson dan Ally (diperankan Gaga) di dalam film. Dapat disimpulkan bahwa lagu ini memiliki makna yang dalam. Kesedihan hati seorang wanita bernama Ally karena ditinggalkan oleh lelaki yang sangat ia cintai. Kesedihan tersebut diperparah dengan kenyataan bahwa ia tak mampu untuk <em>move on</em> dari lelaki tersebut. Ketika ingin mendengarkan lagu ini siapkan tisu, karena kisah di balik lagu ini akan membuatmu sedih.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Till It Happens To You</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam lagu ini, Gaga tak sekadar membuat karya namun juga menyampaikan pesan soal pelecehan seksual yang terjadi di kehidupan kampus. Gaga ingin memberikan dukungan untuk semua korban pelecehan seksual bahwa mereka tidak sendiri. Hal itulah yang terlihat pada akhir <em>video clip</em> nya. Dengan efek hitam putih di akhir video, para korban menyadari bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap mereka. Walaupun sedikit sedih, lagu ini bisa memberikan kamu semangat, loh!</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia sederet lagu dari Lady Gaga yang memiliki makna beragam di dalamnya. Bagi kamu yang menyukai lagu-lagu barat, <em>tracklist</em> dari Lady Gaga yang <em>Sketsa</em> rangkum bisa jadi salah satu playlist di gawai untuk kamu dengarkan.<strong><em>&nbsp;(fzn/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yuk, Kenali Fast Fashion dan Slow Fashion! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/yuk-kenali-fast-fashion-dan-slow-fashion/baca </link>
<guid> yuk-kenali-fast-fashion-dan-slow-fashion </guid>
<pubDate> Tue, 26 Jan 2021 11:13:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Industri fashion Indonesia selalu melakukan pengembangan di setiap tahunnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/yuk-kenali-fast-fashion-dan-slow-fashion/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JA0a8tW3GV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yuk, Kenali Fast Fashion dan Slow Fashion!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Industri <em>fashion</em> Indonesia selalu melakukan pengembangan di setiap tahunnya. Pernahkah kalian berpikir bagaimana proses pembuatan pakaian yang kalian pakai pada hari ini? Dari mana asal pakaian tersebut dan siapa sih yang membuat pakaian tersebut?</span></p><p style="text-align: justify;">Pakaian yang kita gunakan saat ini tentu melewati proses yang begitu panjang dan dapat dikatakan menyedihkan. Para pekerja berjuang keras demi menghasilkan satu pakaian yang bagus dengan upah tak seberapa, ditambah lagi pencemaran terhadap lingkungan pun menjadi taruhannya. Kali ini, <em>Sketsa</em> akan berbagi informasi menarik terkait <em>Fast Fashion</em> dan <em>Slow Fashion</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em style="background-color: transparent;">Fast Fashion</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;sendiri merupakan sebuah konsep yang digunakan oleh industri tekstil. Mereka menghadirkan pakaian&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">ready-to-wear</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;dengan konsep pergantian mode yang cepat dalam waktu tertentu yang singkat dan terkadang tidak memperhatikan kualitas dari produk. Praktik produksi&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Fast Fashion</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;ini dibanderol dengan harga terjangkau dan berkiblat pada mode&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">fashion</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;terbaru yang ditampilkan di acara-acara peragaan busana. Mayoritas toko-toko retail pakaian yang kita temukan di beberapa mall dan pusat perbelanjaan jatuh ke dalam kategori&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Fast Fashion</em><span style="background-color: transparent;">.</span></p><p style="text-align: justify;">Sedangkan <em>Slow Fashion</em> merupakan antitesis dari konsep <em>Fast Fashion</em>. <em>Slow Fashion</em> sendiri dapat disebut dengan <em>sustainable fashion</em> yang artinya mode yang berkelanjutan. Berbeda dengan <em>Fast Fashion</em> yang mengikuti tren dan terkadang tidak memikirkan kualitas dari produk, <em>Slow Fashion</em> sendiri adalah gerakan untuk mendukung pembuatan dan terciptanya suatu produk fashion berdasarkan kualitas serta daya tahannya dengan memperhatikan unsur etis dan lingkungan bukan hanya berdasar pada tren yang berkembang di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Berdasarkan data yang dilansir dari&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Boston Consulting Group</em><span style="background-color: transparent;">, pada tahun 2015 industri mode menghabiskan 7,9 miliar meter kubik air, melepaskan 1,715 juta ton CO2, dan memproduksi 92 ton sampah. Mengingat&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Fast Fashion</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;menargetkan produksi pakaian dalam jumlah besar,</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;tentu saja dapat menciptakan angka polusi yang lebih besar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Terlebih lagi, industri&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Fast Fashion</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;menggunakan bahan baku&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">polyster</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;yang ketika dicuci dapat menimbulkan polusi sampah plastik. Beberapa&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">fashion</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;juga menggunakan bahan baku hewan seperti kulit ular, macan dan sebagainya sehingga dapat merusak ekosistem.</span></p><p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan <em>Slow Fashion?&nbsp;</em>Konsep ini diciptakan dengan panduan utama yang ramah lingkungan dengan material alami serta dapat dikembangkan secara berkelanjutan. <em>Slow Fashion</em> juga memilih bahan-bahan yang minimal zat kimia, pewarna tekstil alami dan mengurangi penggunaan bahan sulit terurai.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><em>Fast Fashion&nbsp;</em>memprioritaskan kuantitas daripada kualitas, sehingga terpaku pada pemenuhan target pasar tanpa mempertimbangkan kualitas bahan baku. Adapun pemilihan bahan baku kualitas rendah dapat menghasilkan pakaian dengan kualitas yang rendah pula.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><em style="background-color: transparent;">Slow Fashion justru</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;menggunakan bahan baku dengan kualitas premium yang dapat lebih tahan lama. Contoh pengaplikasian produk ini yaitu penggunaan bahan katun organik dengan kualitas tinggi sehingga usia pakaian pun lebih lama. Proses desain dan pembuatan pun jauh lebih baik karena tidak terburu-buru dalam proses manufakturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Nah, <em>Fast Fashion</em> membuat kita menjadi lebih konsumtif. Menurut data dari <em>American Apparel</em> and <em>Footwear Association</em> tahun 2013, rata-rata penduduk Amerika Serikat membeli 64 potong garmen per tahun.&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Fashion designer</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;juga diminta perusahaan retail untuk menciptakan penampilan baru setiap minggu. Ini memiliki tujuan agar konsumen merasa ketinggalan tren dan akan membeli model yang lebih baru lagi.</span></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, <em>Slow Fashion</em> menekankan pakaian yang berkelanjutan dan mengharapkan konsumen dapat memakai pakaian tersebut dengan jangka waktu yang lama. Hal tersebut juga ditinjau dari kualitas pakaian yang bagus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Implementasi dari <em>Slow Fashion</em>&nbsp;menjadikan kita sebagai masyarakat yang minimalis. Artinya, kita dapat membiasakan gaya hidup yang tidak konsumtif juga&nbsp;<em>aware</em> dengan isu sosial dan lingkungan yang terjadi di sekitar kita.</p><p style="text-align: justify;">Meningkatnya kesadaran manusia akan dampak buruk industri <em>Fast Fashion</em>, perlahan tapi pasti akan membawa dampak yang cukup positif terhadap perubahan gaya hidup masyarakat modern agar beralih ke produk yang ramah lingkungan.(<strong><em>rkn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Cerdas dan Mahasiswa Progresif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mahasiswa-cerdas-dan-mahasiswa-progresif/baca </link>
<guid> mahasiswa-cerdas-dan-mahasiswa-progresif </guid>
<pubDate> Wed, 27 Jan 2021 06:50:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> antara mahasiswa cerdas dengan prestasi akademiknya dan mahasiswa progresif dengan prestasi organisasinya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mahasiswa-cerdas-dan-mahasiswa-progresif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ph70czka09.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Cerdas dan Mahasiswa Progresif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tulisan ini tak bermaksud mendikotomi antara mahasiswa cerdas dengan prestasi akademiknya dan mahasiswa progresif dengan prestasi organisasinya. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengindentifikasi kedua karakter tersebut dan potensinya untuk berkolaborasi demi kemajuan bersama.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dua karakter di atas, yakni cerdas sekaligus progresif bisa ada dalam seorang mahasiswa. Sosok seperti inilah yang sangat pas menjadi pemimpin, meski akan langka ditemukan. Sosok pertama ini saya sebut sebagai mahasiswa ideal. Karakter yang banyak adalah mahasiswa dengan dominan memiliki satu karakter dari keduanya. Ada mahasiswa pintar secara akademik namun minus di organisasi, saya menyebut karakter kedua ini sebagai mahasiswa cerdas.</p><p style="text-align: justify;">Ada pula mahasiswa yang terampil berorganisasi, namun pas-pasan dalam hal akademik. Karakter ketiga ini saya sebut dengan mahasiswa progresif. Namun, ada juga mahasiswa yang tidak dominan di keduanya&mdash;tidak cerdas secara akademik, tidak pula menonjol di bidang organisasi. Karakter keempat seperti ini lebih banyak menjadi pengikut (<em>follower</em>). Saya menyebutnya sebagai mahasiswa kebanyakan.</p><p style="text-align: justify;">Keempat karakter yang saya definisikan di atas&mdash;mahasiswa ideal, mahasiswa cerdas, mahasiswa progresif, dan mahasiswa kebanyakan&mdash;tentulah memiliki potensi dan proyeksinya masing - masing. Mahasiswa ideal layaknya menjadi pemimpin ideal. Mahasiswa cerdas pas menjadi ilmuwan, analis, akademisi, konsultan, profesional dan penemu.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa progresif akan berproyeksi menjadi aktivis intelektual, politisi, usahawan, pekerja sosial serta pemimpin sosial dan struktural.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, mahasiswa kebanyakan potensial menjadi pengikut dari ketiga karakter mahasiswa sebelumnya. Fungsi <em>supporting</em>, akan lebih banyak diperankan oleh karakter ini.</p><p style="text-align: justify;">Potensi dan proyeksi keempat karakter mahasiswa di atas tentulah bukan hal yang final. Bukankah tak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan itu sendiri? Akan tetapi jika mencermati kondisi kekinian, keempat karakter mahasiswa di atas berikut potensi dan proyeksi ke depannya mengarah ke hal-hal yang disebutkan di atas.</p><p style="text-align: justify;">Namun, bagaimana jika sosok mahasiswa ideal dengan kecerdasan dan kejeniusan di atas rata-rata sekaligus aktif di organisasi semakin langka atau bahkan tidak ditemukan sama sekali pada rentang waktu tertentu? Bagaimana pula seandainya, hanya ada mahasiswa dengan IPK super tinggi, mahasiswa yang aktif berorganisasi dan berdemonstrasi lalu sisanya mahasiswa &lsquo;kupu-kupu&rsquo; (kuliah pulang, kuliah pulang) saja? Skenario kepemimpinan apa dan bagaimana yang sepatutnya dapat diwujudkan?</p><p style="text-align: justify;">Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan yang rumit dan kompleks di atas, alangkah baiknya kita sedikit reflektif sejenak. Para ahli pun sesungguhnya masih berdebat soal bagaimana kepemimpinan ideal diciptakan. Para ahli pun ada yang berpandangan bahwa pemimpin dapat dibentuk melalui sistem kaderisasi atau dibentuk oleh lingkungan sekitarnya. Olehnya, semua orang bisa menjadi pemimpin. Pandangan ini dikenal sebagai cara pandang liberal.</p><p style="text-align: justify;">Adapula sekelompok ahli yang percaya bahwa kepemimpinan bersifat &lsquo;genetik&rsquo;, diwariskan berdasarkan garis keturunan dengan harapan keunggulan-keunggulannya sebagai pemimpin pun turut diturunkan. Pandangan jenis ini lazim dikenal sebagai pandangan konservatif.</p><p style="text-align: justify;">Kedua cara pandang tersebut masih lazim diyakini dan dipraktikkan oleh banyak masyarakat. Terakhir, sejarawan fenomenal sekaligus kontroversial Yuval Noah Harari mengatakan dalam Sapiens - nya, bahwa: &ldquo;baik yang dibilang konservatif, maupun yang dilabeli dan mendaku liberal, sama-sama memuja&mdash;apa yang disebutnya sebagai salah satu yang membuat spesies Sapiens mampu bertahan hidup dan adidaya dari spesies lain: fiksi dan mitos&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Baik yang mengusung bahwa semua manusia sama/setara dan ada manusia unggul, kata Harari, adalah sama-sama mengusung fiksi. Karena secara biologis dan genetis, DNA manusia sudah pasti berbeda alias tidak ada yang sama sekaligus punya keunggulan masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Namun, luar bisanya, justru karena kemampuan mengelola &lsquo;yang fiksional dan mitologis&rsquo; itulah yang menjadi salah satu faktor manusia (Sapiens) mampu bertahan hidup dan menjadi unggul dari spesies lainnya. Dengan begitu, Harari ingin mengatakan bahwa tidak ada kesetaraan apalagi kesamaan secara biologis dan genetis sebagaimana klaim kaum liberal.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada pula keunggulan hierarkis yang bersifat tetap ala kaum konservatif. Pun, kalau dianggap ada, itu hanya diada-adakan untuk kepentingan tertentu melalui strategi penciptaan mitos. Sekali lagi, kata Harari, itu hanyalah strategi bertahan hidup dan juga strategi untuk berkuasa (the strategy to survive and the will to power).</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, dalam model memilih pemimpin sekalipun hingga hari ini tak sama. Monarki dan demokrasi masih tarik ulur. Bahkan, tak sedikit yang mencoba berdamai dengan menggabungkan monarki dan demokrasi. Maka lahirlah demokrasi konstitusional. Belum lagi model seperti RRC yang menggabungkan sistem politik yang tertutup dan sistem ekonomi yang terbuka. Lebih rumit lagi. Intinya tak ada sistem yang baku dan <em>fix</em> serta menjadi <em>role</em> model untuk semua.</p><p style="text-align: justify;">Terlebih lagi, makin kesini, kolaborasi kreatif baik secara sistem maupun aktor makin menunjukkan tingkat keberhasilannya menghadapi tantangan zaman. Mengutip Nassim Nicholas Taleb penulis Black Swan, dunia yang kita hidupi hari ini adalah dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian (the age of complexity and uncertainty). Olehnya, salah satu hal yang perlu disiapkan adalah bagaimana menghadapi kompleksitas dan ketidakpastian itu. Rumit kan?</p><p style="text-align: justify;">Abad XXI sering dibilang abadnya informasi dan teknologi. Budaya manusia di-<em>drive</em> oleh teknologi. Orang-orang banyak menyebutnya sebagai teknologi digital dan kecerdasan buatan. Hal ini dapat mengalahkan kecanggihan dan kecerdasan manusia itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kompleksitas, ketidakpastian dan hidup serba cepat di abad informasi ini, maka menjadi mahasiswa cerdas atau progresif saja sepertinya tidaklah lagi relevan. Menjadi mahasiswa di abad XXI ini rupanya mesti juga berpengetahuan dan berketerampilan kompleks jika ingin tetap relevan dan kontekstual dengan perkembangan zaman.</p><p style="text-align: justify;">Gerak zaman sepertinya menuntut hadirnya mahasiswa ideal dengan kecerdasan intelegensia dan kecerdasan emosional yang mumpuni sekaligus. Mahasiswa &lsquo;sepotong-sepotong&rsquo; dengan mengandalkan kecerdasan dan/atau kemampuan organisasional saja tak cukup. Apalagi mahasiswa yang tak punya keunggulan dari keduanya alias mahasiswa kebanyakan. Sudah dipastikan mahasiswa tipe terakhir akan menjadi <em>follower</em> dan konsumen saja. Ibarat daun kering, di mana angin berhembus di situ pula mereka berterbangan.</p><p style="text-align: justify;">Bicara soal mahasiswa dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, saya tak bisa tak mengingat pesan Professor B.J. Habibie. Ilmuwan sekaligus former presiden Indonesia pemilik IQ di atas ilmuwan sekaliber Einstein dan Newton serta IQ di atas presiden-presiden dunia sekelas Abraham Lincoln itu memiliki dua kata kunci: pendidikan dan pembudayaan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dua kata kunci selanjutnya adalah penguasaan iptek dan imtak (Iman dan takwa) pada setiap SDM Indonesia. Itulah kapasitas manusia Indonesia yang dicita-citakan ilmuwan jenius sekaligus presiden ber-IQ tertinggi yang pernah dimiliki Indonesia dan dunia tersebut. Darinya, kita belajar bahwa tak cukup dengan menjadi mahasiswa cerdas saja, tak cukup pula dengan menjadi mahasiswa baik-baik saja, termasuk baik dalam hal ber-organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, bagaimana jika sosok mahasiswa ideal tersebut sulit terbentuk dengan segala faktor, tantangan dan syarat-syarat khusus yang merintanginya?</p><p style="text-align: justify;">Kembali ke Sang Bijak yang senantiasa menasehati agar di tengah segala kekurangan untuk berkolaborasilah. Bergotong royonglah adalah kosa kata yang lekat di ingatan bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Bahwa mahasiswa cerdas butuh mahasiswa progresif untuk mobilitas-nya. Di sisi lain, mahasiswa progresif butuh mahasiswa cerdas untuk memantapkan analisanya. Sementara itu, mahasiswa kebanyakan butuh kehadiran kolaboratif keduanya untuk mereka ikuti. Dan pada akhirnya, mahasiswa ideal kita syukuri jika ada. Pun jika tidak hadir, biarlah menjadi cita-cita seperti bintang-bintang di langit yang eksis dan indah hanya di malam hari.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nasrullah, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisah Matahari Terbenam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/kisah-matahari-terbenam/baca </link>
<guid> kisah-matahari-terbenam </guid>
<pubDate> Wed, 27 Jan 2021 11:54:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menemui akhir hayat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/kisah-matahari-terbenam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eUxJR5WHdj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisah Matahari Terbenam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Gadis di sampingku masih betah merokok. Kakinya yang panjang berayun bebas di luar sela-sela terali jembatan yang mulai keropos dimakan usia. Malam begitu kelam dan menyisakan cahaya lampu jalan yang kelelahan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tak ada siapa pun kecuali kami di sini. Satu dua motor sempat lewat namun, tak ada apa-apa selain itu. Tak ada pula kata-kata yang terlontar darinya, maupun aku. Hingga ia menghabiskan dua batang dan melemparkannya ke sungai, gadis itu membuka mulutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah waktunya, ya?&rdquo; tanyanya pelan. Aku mengangguk. Lama, ia menatap sungai yang tak begitu deras arusnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu, larimu amat kencang. Terutama ketika Ibumu memanggil,&rdquo; kataku. Ia menoleh, kemudian tertawa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu saja. Tak ada petaka yang lebih buruk daripada lengkingan yang memotong senja hariku,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktu itu, aku hanya bisa menatap dirimu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa begitu?&rdquo; ia bertanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Matamu adalah matahari paling terang di bangku belakang taman kanak-kanak. Bibirmu juga merupakan danau paling ramah sedunia,&rdquo; ungkapku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan kau tak berniat mengunjunginya?&rdquo; sahut gadis itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku berniat, tapi aku hanya sebuah biji jagung yang cilik,&rdquo; balasku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Padahal, kau adalah pengecualian. Tapi kau pengecut,&rdquo; tukasnya. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tahu itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia berdiri dan ikut bersandar bersamaku. Di sela-sela bau rokoknya yang pekat, ada wangi kesepian yang memabukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini, besok atau lusa adalah garam di lukaku. Langit juga akan menjadi ladang tempat aku mati,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau suka lupa bahwa kenyataan seringkali menampar pipimu yang indah itu. Padahal, kau tumbuh menjadi peta dunia yang tiada duanya,&rdquo; keluhku.</p><p style="text-align: justify;">Gadis itu menutup matanya, kemudian menghela napas panjang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku lupa caranya hidup. Aku mencintai kedunguan luar biasa yang mendarah daging dalam hatiku yang tak tahu malu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lalu, apa itu alasanmu gantung diri pada omong kosong dunia dan memilih mati untuk hidup dengan mimpi-mimpi patah hati?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku benci dunia yang munafik. Aku benci cara mereka tertawa dan berbicara. Mereka bahagia serta menipu diri mereka sampai akhir. Mereka membunuh anak kecil dalam diri mereka,&rdquo; tegas gadis itu. Matanya penuh sorot kekecewaan. Ia sendu sejak lahir, merangkul dan memeluk dirinya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebaiknya memang kau sudahi saja matahari itu, Sayang. Ia ingin terbenam,&rdquo; kataku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang seperti itu yang aku inginkan. Bukankah kau membuatku menjadi yatim piatu agar kau dapat menjemputku di beranda?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kurasa begitu. Apa kau sudah siap?&rdquo; tanyaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau mau aku menunggu kantuk sembari meracik kopi dan mengulur kematian?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku hanya berharap, kali ini kau kembali ke pangkuan Ibumu. Dengarlah, derap-derap harap akan terulang kembali. Malam ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Malam itu ditutup dengan senyum termanis sang gadis. Ia melambaikan tangan padaku, lalu pergi menyusuri jembatan dan menghilang dalam kabut yang merangkum kelam.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017. </em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menemukan Refleksi Diri Dalam The Book of Imaginary Beliefs </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menemukan-refleksi-diri-dalam-the-book-of-imaginary-beliefs/baca </link>
<guid> menemukan-refleksi-diri-dalam-the-book-of-imaginary-beliefs </guid>
<pubDate> Thu, 28 Jan 2021 08:16:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> The Book of Imaginary Beliefs merupakan buku karya Lala Bohang yang terbit pada tahun 2019 dan diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Media. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menemukan-refleksi-diri-dalam-the-book-of-imaginary-beliefs/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tSgKLxYTB7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menemukan Refleksi Diri Dalam The Book of Imaginary Beliefs</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - <em>The Book of Imaginary Beliefs</em> merupakan buku karya Lala Bohang yang terbit pada 2019. Diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Media dengan teks yang menggunakan bahasa Inggris secara keseluruhan dan dijual dengan harga Rp108 ribu untuk wilayah Pulau Jawa. Buku bergenre <em>fiction</em> dengan tebal 152 halaman ini memiliki illustrasi yang berbeda-beda di setiap lembar halamannya, sehingga memiliki daya tariknya tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dengan tema dan desain yang didominasi oleh warna hijau, menghadirkan suasana yang tenang saat membacanya. Konsep dari buku ini sendiri yaitu perpaduan antara teks dan ilustrasi yang saling melengkapi, juga membawa kita hanyut dengan suasana yang sering kita alami pada kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Membaca buku ini dalam keadaan tenang dan sendirian terasa sangat cocok. Tiap-tiap kalimat yang disuguhkan seperti menyuarakan perasaan kita, apa adanya terhadap hari-hari yang telah kita lalui. Salah satu kalimat yang menjadi sorotan ada pada halaman dengan kalimat &ldquo;<em>Oh, stop being so hard on yourself</em>.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Banyak narasi yang mencerminkan rutinitas sehari-hari, di mana kita terkadang merasa sangat lelah. Membaca narasi tersebut seakan mengingatkan kita bahwa tidak semuanya harus serba terburu-buru dan tubuh serta pikiran juga memerlukan istirahat.</p><p style="text-align: justify;">Dari segi visual, <em>The Book of Imaginary Beliefs</em> sangat khas dengan manusia bertubuh garis-garis. Selain itu, visualisasi yang ditampilkan terkesan abstrak namun tetap menjadi satu kesatuan dengan teks yang ada pada buku ini.</p><p style="text-align: justify;">Buku ini bisa menjadi media yang membantu kita untuk menemukan refleksi diri, berusaha lebih dewasa lagi dalam berbagai hal juga menerima perbedaan. Kalimat-kalimat indah yang disajikan sangat <em>relate</em> dengan kehidupan kita. Salah satu makna penting dari buku ini yaitu &ldquo;<em>we don&rsquo;t share the same beliefs</em>,&rdquo; atau tidak semua orang punya pemikiran, pendapat, maupun kepercayaan yang sama terhadap sesuatu. <strong><em>(dyn/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semakin Canggih, Kini Smartphone Dijual Tanpa Adapter </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/semakin-canggih-kini-smartphone-dijual-tanpa-adapter/baca </link>
<guid> semakin-canggih-kini-smartphone-dijual-tanpa-adapter </guid>
<pubDate> Thu, 28 Jan 2021 10:39:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa brand kini meniadakan adapter charger dalam paket penjualannya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/semakin-canggih-kini-smartphone-dijual-tanpa-adapter/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CGO5THRjtw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semakin Canggih, Kini Smartphone Dijual Tanpa Adapter</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sempat heboh dengan peluncuran seri terbarunya, Apple menjual ponsel terbarunya tanpa menghadirkan<em>&nbsp;</em>adapter<em>&nbsp; charger</em> dalam paket penjualan mereka. Terbukti, perusahaan teknologi asal California itu menjual iPhone 12 mini, iPhone 12, iPhone 12 Pro, dan iPhone 12 Pro Max tanpa adapter dalam kotak kemasan paket penjualan telepon seluler tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Disinyalir, hal ini dilatarbelakangi oleh faktor lingkungan. Sebab jika adapter<em>&nbsp; charger</em> masih diikutsertakan ke dalam paket penjualan, terdapat kekhawatiran akan meningkatnya jumlah limbah plastik dan sampah elektronik yang dihasilkan setiap tahunnya. Langkah ini juga diikuti oleh vendor pesaing Apple yakni Samsung dan Xiaomi, setelah keduanya mengejek langkah Apple untuk menghilangkan adapter <em>charger</em>.</p><p style="text-align: justify;">CEO Xiaomi Corporation, Lei Jun mengkonfirmasi jika <em>smartphone</em> Xiaomi Mi 11 akan dijual tanpa <em>charger</em> dalam kotaknya dengan alasan mengurangi beban lingkungan. Ini karena <em>charger</em> Xiaomi bisa dipakai pada <em>smartphone</em> perusahaan jenis apapun.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>theverge.com &nbsp;</em>pada Senin (28/12/20) lalu, Lei Jun mengungkapkan keputusan tersebut di akun pribadinya pada media sosial Weibo. &quot;Dalam merespons panggilan perlindungan lingkungan dari sektor teknologi, <em>charger</em> dalam <em>box</em> dibatalkan,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ikuti jejak Apple dan Xiaomi, kini Samsung juga dikabarkan tak akan menyertakan adapter di kotak penjualannya. Merilis produk terbarunya, Samsung Galaxy S21 Ultra pada 14 Januari 2021 lalu terbukti tidak disertai aksesoris adapter yang biasanya tersedia di dalam paket penjualan <em>smartphone</em>. Namun, pihak Samsung menyebut akan menjualnya secara terpisah.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>kompas.com</em>, menurut situs berita Korea ETNews, langkah ini ditempuh Samsung atas asumsi bahwa aksesori pengisi daya tersebut sudah bertebaran di pasar. Terlebih sejak kurang lebih 10 tahun <em>smartphone</em> Samsung diluncurkan. Selain itu, hal ini juga dilakukan demi menekan biaya produksi, seiring dengan penambahan ongkos untuk memanufaktur <em>smartphone</em> 5G.</p><p style="text-align: justify;">Adanya faktor lingkungan membuat ketiga merek elektronik yang menjual gawai tersebut berlomba-lomba memenangkan persaingan dan unjuk kekuatan terhadap kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.</p><p style="text-align: justify;">Konsumen diprediksi tidak akan membuang adapter <em>charger</em> yang sudah mereka miliki sebelumnya. Artinya, mereka akan membeli adapter jika dibutuhkan sesuai tipe <em>smartphone</em> yang dimiliki. Lantaran, banyak konsumen enggan menggunakan adapter lama yang mereka miliki dengan alasan lambat pengisian dan tidak memiliki fasilitas <em>fast charging</em> seperti yang sedang populer saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Menolak pernyataan terkait alasan faktor lingkungan, menurut analis teknologi Ming-Chi Kuo yang dilansir dari <em>voi.id</em>, hilangnya aksesoris adaptor dan airpods dilakukan untuk menurunkan biaya penjualan ponsel mereka serta membuat kemasan iPhone jadi lebih ringkas.</p><p style="text-align: justify;">Perdebatan terkait alasan mengapa adapter tersebut dihilangkan dalam paket penjualan dan dijual terpisah kian bahas oleh para pengamat teknologi. Belum ada kejelasan yang pasti akan langkah yang diambil beberapa <em>brand</em> besar tersebut untuk mengembangkan perusahan mereka. Bagaimana denganmu? Sudah punya niatan untuk meng-<em>upgrade</em>&nbsp;<em>smartphone</em> kamu dengan seri terbaru? <strong><i>(hdt/fzn)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kehadiran Vaksin Covid-19 dari Kacamata Akademisi Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kehadiran-vaksin-covid-19-dari-kacamata-akademisi-unmul/baca </link>
<guid> kehadiran-vaksin-covid-19-dari-kacamata-akademisi-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 29 Jan 2021 09:55:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kehadiran vaksin Covid-19 telah menjadi topik yang hingga kini masih populer. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kehadiran-vaksin-covid-19-dari-kacamata-akademisi-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y6iKKlR7iE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kehadiran Vaksin Covid-19 dari Kacamata Akademisi Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sejak Desember lalu, kehadiran vaksin Covid-19 telah menjadi topik yang hingga kini masih populer. Dilansir dari <em>bbc.com</em>, Presiden Joko Widodo melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (16/12) lalu mengumumkan jika pelaksanaan vaksinasi Covid-19 gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia. Adapun pengumuman ini disampaikan Jokowi setelah &ldquo;menerima masukan dari masyarakat&rdquo; dan melakukan penghitungan ulang mengenai keuangan negara.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Masih dari <em>bbc.com</em>, Jokowi menyebut jika ia telah menginstruksikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati untuk memprioritaskan dan merealokasi anggaran lain untuk ketersediaan dan vaksinasi gratis. Munculnya pernyataan ini disebabkan atas kekhawatiran sejumlah pihak akan terjadinya komersialisasi vaksin Covid-19. Berdasarkan skema vaksinasi yang sebelumnya disiapkan pemerintah alias vaksinasi gratis dan mandiri atau berbayar. Lalu, bagaimana skema vaksinasi lewat pandangan akademisi Unmul?</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Kamis (7/1), Ketua Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul, Ratno Adrianto memaparkan pendapatnya terkait hal ini. Baginya, kehadiran vaksinasi adalah salah satu solusi penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Namun, ia menyebut jika vaksinasi ini tak akan bermanfaat apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai kita kebablasan dengan adanya vaksinasi. Kita merasa sudah bebas dan merasa ada suatu imunisasi baru pada tubuh kita, sehingga mengabaikan protokol kesehatan. Perlu diingat, masyarakat perlu diedukasi bahwa bahwa vaksin cukup untuk memproteksi masyarakat tapi tidak menjamin masyarakat bebas Covid-19 tanpa adanya kepatuhan pada protokol kesehatan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, tidak semua masyarakat di Indonesia akan mendapatkan vaksin. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan vaksinasi. Kriteria tersebut mencakup masyarakat berusia 18-58 tahun, tidak dalam kondisi hamil maupun penyakit serius lainnya juga belum pernah terpapar Covid-19. Ratno menambahkan, inilah yang akan menjadi batasan seseorang dalam menerima vaksin. Sehingga diperlukan proteksi tersendiri dari pemerintah untuk mencegah Covid-19 dan penularannya pada usia 60 tahun ke atas. Karena itu, hal ini harus difasilitasi dalam pelayanan kesehatan serta penguatan edukasi agar pemaparan Covid-19 dapat berkurang.</p><p style="text-align: justify;">Penganggaran dana tentu tak luput dari pembahasan. Mengenai perkiraan kasar total anggaran yang diperlukan pemerintah untuk dapat melaksanakan vaksinasi ini, Ratno mencoba memberikan rinciannya. &ldquo;Kalau kita lihat dari kondisi pandemi, negara mengalami defisit negara sebesar 5,7% terhadap produk domestik bruto pada tahun 2021 ini. Berdasarkan data, ada sebesar Rp47 triliun dana simpanan pada perhitungan anggaran 2020 yang dicadangkan untuk vaksinasi Covid-19. Kemudian pada APBN tahun 2021 ditambah lagi sebesar Rp18 triliun, sehingga total uang negara yang sudah disediakan untuk vaksinasi sebesar Rp65 triliun,&rdquo; jelas Ratno.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, masyarakat dapat kembali hidup produktif dan memiliki daya beli yang kuat, sendi-sendi ekonomi kembali terbuka sehingga nilai investasi yang dikeluarkan tadi (untuk vaksin) bisa berputar dengan efektif dan efisien. Sehingga negara tidak mengalami defisit yang besar,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain skema distribusi dan anggaran pada vaksinasi, ia menyampaikan jika pemerintah masih memiliki tantangan lainnya. Tantangan ini berupa efektivitas distribusi, menekan <em>fatality rates</em> akibat Covid-19 dan memastikan masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan meskipun alternatif vaksin telah ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemerintah harus memikirkan alternatif. Seperti membuka tempat karantina dan tidak langsung menutupnya ketika vaksin sudah beredar. Harus ada tim satgas khusus serta selalu mengevaluasi efektivitasnya,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Ratno, dosen Fakultas Farmasi (FF) Unmul, Hajrah mengatakan jika ia sepakat dengan adanya program vaksinasi sebagai tindakan untuk menanggulangi pandemi. Tetapi, ia sadar bahwa saat ini masyarakat dihadapkan dengan kebimbangan dan ketakutan atas keamanan produk vaksin itu sendiri. Maka, peran farmasi adalah memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa vaksin tersebut aman digunakan karena sudah melalui serangkaian pengujian untuk memastikan aktivitas, efektivitas, dan keamanannya. Indonesia sudah melakukan pengujian oleh pihak Bio Farma dan telah mendapatkan izin edar oleh BPOM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut amanat undang-undang, farmasi berperan dalam menyediakan dan mengendalikan mutu sediaan farmasi, salah satunya ialah vaksin. Jadi, tanggung jawab farmasi di sini memastikan bahwa vaksin yang sampai kepada masyarakat bermutu dan aman,&rdquo; ucapnya kepada <em>Sketsa</em>, Minggu (24/1).</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menetapkan tujuh vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksaaan Vaksinasi Covid-19, jenis vaksin yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc. and BioNTech, dan Sinovac Life Sciences Co., Ltd., adalah vaksin Covid-19 yang dapat digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Vaksin <em>Sinovac</em> menjadi sorotan sebab tingkat efikasinya yang hanya sebesar 65,3 persen. Masyarakat kemudian membandingkannya dengan <em>Pfizer</em> yang memiliki efektivitas lebih tinggi. Menurut Hajrah, dalam pemilihan vaksin banyak sekali yang harus dipertimbangkan. Misalnya terkait penyimpanan vaksin dan distribusi dalam skala besar.</p><p style="text-align: justify;">Contohnya, vaksin <em>Pfizer</em> yang menunjukkan efektivitas hingga 95 persen dalam membentuk kekebalan. Tetapi vaksin ini harus disimpan di suhu -70 derajat Celsius. Jika tidak disimpan sesuai temperatur stabilnya, maka vaksin tersebut akan rusak. Di Indonesia, teknologi pendingin seperti ini masih minim. Ditambah dengan iklim Indonesia yang tropis, maka kemungkinan rusaknya vaksin saat distribusi besar semakin tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sedangkan untuk <em>Sinovac</em> bisa disimpan dalam suhu 2-8 derajat Celsius dan sistem distribusi vaksin yang ada di Indonesia memungkinkan untuk vaksin tersebut. Selain itu, adanya perjanjian bilateral untuk transfer teknologi pembuatan vaksin Covid-19 memungkinkan kita dapat memproduksi vaksin sendiri. Sehingga kedepannya kita tidak perlu mengimpor vaksin Covid-19 lagi,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Mendukung pernyataan Hajrah, Ketua Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) FF Unmul, Niken Indriyanti menuturkan jika merek vaksin tidak masalah selama vaksinnya efektif. Idealnya, tentu pemerintah dan masyarakat menginginkan vaksin yang memiliki efektivitas 100 persen terjamin tanpa menimbulkan efek samping. Namun, saat membuat suatu produk bioteknologi dari material hidup, deviasi akan tetap muncul. Karena itu penelitian terus berkembang hingga efektivitas produk vaksin tersebut semakin meningkat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengenai kondisi saat ini, efektivitas vaksin <em>Sinovac</em> sudah sesuai standar BPOM dan WHO, sudah melalui uji klinis dan yang paling penting sudah di-<em>approve</em> oleh BPOM untuk digunakan di Indonesia saat ini,&rdquo; tutur Niken, Senin (25/1).</p><p style="text-align: justify;">Menyinggung soal izin edar vaksin, Niken mengatakan jika izin pengedaran akan diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI jika persyaratan efektivitas dan keamanan sudah terpenuhi. Pada 11 Januari lalu, terdapat siaran pers di <em>website</em>&nbsp;<em>pom.go.id</em> mengenai Penerbitan Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau <em>Emergency Use Authorization&nbsp;</em>(EUA) Pertama untuk Vaksin Covid-19. Ia juga mengimbau agar masyarakat selalu memantau informasi resmi dari laman tersebut untuk menghindari berita yang tidak benar.</p><p style="text-align: justify;">Kabar mengenai virus Covid-19 yang mengalami mutasi juga membuat masyarakat semakin cemas. Efektivitas vaksin pun dipertanyakan dalam menangkal kemungkinan terkena virus yang telah bermutasi. Baginya, mutasi genetik bisa membahayakan jika muncul <em>epitope</em> baru yang menimbulkan kesalahan pengenalan oleh antibodi anti Covid-19 yang sudah dibentuk oleh tubuh setelah vaksin diberikan untuk pertama kali. Pemetaan mutasi ini juga perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan tidak efektifnya vaksin yang sudah ada.</p><p style="text-align: justify;">Menjawab pertanyaan perihal pemberian vaksin pada masyarakat yang sudah terkena Covid-19, Niken mengatakan bila hal ini masih diperlukan. &ldquo;Antibodi dibentuk sesuai dengan jumlah paparan antigen yang masuk. Bisa jadi orang yang sudah pernah terkena Covid-19 telah memiliki titer antibodi yang cukup untuk mencegah infeksi ulang. Namun, belum ada jaminan kecukupan tersebut melihat dari jumlah kasus <em>relapse</em>. Maka, pemberian vaksin ini tetap diperlukan,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>len/bey/ahn/piu/lyn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbincang dengan Tenaga Kesehatan Terkait Vaksin Covid-19 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berbincang-dengan-tenaga-kesehatan-terkait-vaksin-covid-19/baca </link>
<guid> berbincang-dengan-tenaga-kesehatan-terkait-vaksin-covid-19 </guid>
<pubDate> Fri, 29 Jan 2021 10:31:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Distribusi dan proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berbincang-dengan-tenaga-kesehatan-terkait-vaksin-covid-19/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NA5clo1AWa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbincang dengan Tenaga Kesehatan Terkait Vaksin Covid-19</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Distribusi dan proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai sejak Rabu (13/1) lalu, dengan Presiden Joko Widodo sebagai orang yang pertama kali divaksin. Saat ini, proses vaksinasi diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 yang kian meningkat. <em>Sketsa</em> berkesempatan untuk mewawancarai nakes yang berada pada Tim Pengawas 112 atau Samarinda Siaga 112 pada Rabu (27/1). dr. Dian Margi Utami, Pengawas Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, memberikan tanggapannya seputar vaksin dan proses vaksinasi Covid-19.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Ia menyampaikan, proses vaksinasi pada tahap pertama memang difokuskan kepada nakes baik dokter, bidan hingga perawat dengan tujuan pencegahan penularan. Meskipun begitu, ada kriteria yang telah ditentukan sehingga tidak semua nakes akan divaksinasi. Misalnya, bagi nakes yang menjadi penyintas Covid-19 kemudian memiliki komordibitas yang berat, untuk sementara waktu tidak menerima vaksinasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena orang yang sudah pernah terpapar Covid-19 dan sembuh, secara alami antibodinya sudah terbentuk dengan sendirinya. Karena vaksin ini adalah antibodi juga, dikhawatirkan akan memicu bentrokan antara antibodi alami dalam tubuh dan antibodi baru yang menyebabkan penyakit autoimun,&rdquo; jelas Dian.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai pertanyaan masyarakat terkait efektivitas vaksin dalam mencegah Covid-19, ia mengatakan jika hal ini masih belum bisa diprediksi. Sebab kenyataannya, hingga saat ini jumlah kasus terus meningkat. Menurut grafik yang mereka miliki, kasus positif Covid-19 tidak mengalami penurunan sehingga efektif atau tidaknya vaksin tak dapat diukur untuk saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Efek samping setelah vaksinasi juga menjadi topik yang hangat diperbincangkan masyarakat. Dian mengaku, sejauh ini ia dan teman-teman nakes tidak merasakan efek samping yang berarti selain lemas dan sedikit pusing. &ldquo;Ada juga yang demam ringan. Itu variatif dan tidak semua nakes merasakan itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Vaksinasi dinilai lebih optimal jika dilakukan sebanyak dua kali. Terkait hal ini, Dian menjelaskan jika vaksin bertugas untuk membuat antibodi atau pertahanan dalam sistem tubuh. Apabila hanya disuntikkan sebanyak sekali, dikhawatirkan jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh untuk menjadi antibodi hanya sedikit.</p><p style="text-align: justify;">Adapun untuk vaksinasi tahap pertama, ia menyebut jika mereka terus melakukan observasi terkait kemungkinan munculnya gejala Covid-19 atau reaksi alergi terhadap vaksin. Setelah seseorang divaksin, ia tidak boleh meninggalkan tempatnya divaksin selama setengah jam untuk menghindari adanya kemungkinan-kemungkinan alergi sembari melakukan pengecekan tekanan darah. Namun, ada kasus di mana nakes yang telah divaksinasi mengalami gejala Covid-19 sebelum kemudian dikonfirmasi positif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya, ia sudah merasakan gejala itu semingu sebelumnya. Ia sudah merasakan gejala demam tapi tidak langsung di PCR pada saat itu. Kemudian pada tes <em>swab antigen</em>, ia dinyatakan negatif meski memiliki gejala (demam). Pada Selasa, ia mendapatkan vaksinasi namun di hari Kamis atau Jumatnya dia <em>swab</em> PCR dan hasilnya positif.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin dia sudah positif sebab standarnya (pemeriksaan) hanya berdasar pada PCR dan antigen yang hanya efektif di hari pertama. Jadi bukan vaksin yang menyebabkan dia positif, tetapi sebenarnya sudah positif dari awal dan tidak diperiksa lebih lanjut,&rdquo; lanjut Dian.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan, vaksinasi untuk masyarakat umum akan dilakukan pada bulan yang telah ditentukan dengan melibatkan pemerintah dan nakes untuk mendata serta melakukan prosesnya. Untuk Samarinda sendiri, ia menyebut jika saat ini target nakes sedang diselesaikan terlebih dahulu. Prioritas usia yang akan mendapatkan vaksinasi adalah usia 18-59 tahun, di mana mereka banyak melakukan aktivitas di luar atau bekerja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka adalah sumber penularan, jadi mereka divaksin agar tidak menularkan antara satu sama lain. Juga secara tidak langsung, vaksinasi ini melindungi lansia dari penularan Covid-19,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah vaksinasi tahap pertama di Samarinda terlaksana pada Kamis (14/1), maka tahap kedua dilaksanakan pada Kamis (28/1). Namun, untuk nakes di beberapa daerah seperti Palaran dan lainnya, kemungkinan pada tahap kedua ini akan selesai secara serentak di akhir Februari.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia turut menanggapi perihal penolakan vaksin yang kini ramai diserukan beberapa pihak masyarakat bahkan anggota pemerintahan serta dokter. &ldquo;Karena yang menganggap itu <em>hoaks</em> tidak hanya satu sampai dua orang. Banyak orang yang anti vaksin, bahkan ada anggota DPR dan dokter yang terang-terangan menolak. Saya pun juga sempat berpikir, &lsquo;Ih, iya, ya. Kita ikut tim yang nanti-nanti aja lah, biar kita lihat efeknya ini apa.&rsquo; Tapi, kemudian saya melihat di sekitar kita banyak sekali orang yang harus kita lindungi. Ada orang tua, anak-anak, suami dan teman-teman,&rdquo; akunya.</p><p style="text-align: justify;">Dian menegaskan, sudah sepatutnya masyarakat mengawal vaksinasi ini. Tentunya percaya dengan pemerintah atas distribusi dan prosesnya di lapangan, lalu menggali informasi yang lebih dalam mengenai vaksin dengan sumber terpercaya. (<strong><em>len/lyn/ahn/bey/piu/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hapus Sampah Digital, Bantu Selamatkan Bumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/hapus-sampah-digital-bantu-selamatkan-bumi/baca </link>
<guid> hapus-sampah-digital-bantu-selamatkan-bumi </guid>
<pubDate> Fri, 29 Jan 2021 11:58:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sampah digital juga turut andil dalam pencemaran lingkungan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/hapus-sampah-digital-bantu-selamatkan-bumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MURgTuI1PL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hapus Sampah Digital, Bantu Selamatkan Bumi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Di era revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi melaju dengan cepat. Tetapi, tahukah kamu bahwa sampah juga mengalami kemajuan yang pesat? Sebelumnya, telah kita ketahui jika sampah plastik begitu meresahkan karena berbagai akibatnya terhadap lingkungan. Namun, seiring berjalannya waktu ternyata sampah dari gawai pintar kita juga berdampak buruk terhadap lingkungan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tanpa kita sadari, data yang kita simpan (yang sebenarnya kurang atau tidak penting) baik di kartu memori, Google Drive, Clouds maupun penyimpanan internal gawai akan menyebabkan gas emisi karbon dioksida.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contohnya, setiap pesan email yang masuk ke akun kita akan menghasilkan berbagai gas emisi karbon dioksida. Di antaranya yakni email spam menghasilkan 0.3 gram, email reguler menghasilkan 4 gram dan email dengan lampiran menghasilkan 50 gram gas emisi karbon dioksida.</p><p style="text-align: justify;">Kebiasaan ini berkontribusi terhadap 28.5 kilogram emisi karbon per individunya (<em>bbc.com</em>). Selain itu, emisi karbon dari streaming film selama 30 menit ternyata sama dengan menyetir sejauh 200 meter atau setara dengan 56-114 gr per jamnya, dikutip dari <em>carbonbrief.org</em>.</p><p style="text-align: justify;">Perlu diketahui, platform penyimpanan atau perusahaan produksi gawai kita memakai energi yang sangat banyak. Dapat kita amati secara objektif, dalam pemakaian energi tersebut menghasilkan gas emisi karbon yang banyak pula, meskipun tergantung dari penggunanya.</p><p style="text-align: justify;">Bayangkan, bagaimana jika satu negara atau bahkan dunia terhitung per harinya? Wajar jika udara yang kita hirup sudah tidak bersih lagi karena kebiasaan buruk ini. Permasalahan lingkungan cukup genting di era ini, terutama dengan berkembangnya dunia digital yang semakin mendunia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kita dapat melakukan hal-hal kecil terlebih dahulu dengan menghapus data-data media (foto, video, pesan, histori, dsb), aplikasi yang kurang penting baik dari email, kartu memori, Google Drive, Clouds sampai penyimpanan internal kita. Selain itu, kita juga dapat menghemat energi yang ada di sekitar kita dengan menggunakannya sesuai kebutuhan.</p><p style="text-align: justify;">Yuk, beraksi bersama dan selamatkan bumi dengan menunjukkan kepedulianmu terhadap lingkungan. <strong><em>(lyn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Farmasi Unmul Lepas 272 Mahasiswa untuk KKN Tematik Online </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/farmasi-unmul-lepas-272-mahasiswa-untuk-kkn-tematik-online/baca </link>
<guid> farmasi-unmul-lepas-272-mahasiswa-untuk-kkn-tematik-online </guid>
<pubDate> Sat, 30 Jan 2021 05:57:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> panitia pelaksana Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Farmasi (FF) Unmul menyelenggarakan sosialisasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/farmasi-unmul-lepas-272-mahasiswa-untuk-kkn-tematik-online/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MEG80nFh1n.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Farmasi Unmul Lepas 272 Mahasiswa untuk KKN Tematik Online</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Selasa (19/1), panitia pelaksana Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Farmasi (FF) Unmul menyelenggarakan sosialisasi kepada mahasiswanya mengenai penyelenggaraan KKN tahun 2021. Tim panitia menjelaskan, pelaksanaan KKN kali ini berbeda dari tahun sebelumnya lantaran pandemi yang belum juga usai. Prosedur pelaksanaan KKN diselenggarakan secara daring dan setiap mahasiswa akan ditempatkan sesuai dengan domisilinya masing-masing.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaannya, mahasiswa harus mendapatkan surat persetujuan dari orang tua atau wali untuk mengikuti kegiatan KKN. Mahasiswa juga diberikan pilihan untuk mengikuti KKN di fakultas yang keseluruhan anggota kelompoknya adalah mahasiswa FF Unmul atau KKN di universitas yang anggotanya tak hanya meliputi mahasiswa Fakultas Farmasi saja.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi pada Jumat (22/1), Erwin Samsul selaku Ketua Panitia Pelaksana KKN FF Unmul mengatakan jika program kerja KKN pada tahun ini mengusung dua topik besar. Topik tersebut meliputi rencana kewirausahaan bidang farmasi dan pencegahan penyebaran Covid-19, ditinjau dari bidang farmasi dan kesehatan secara umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap kelompok yang sudah dibagikan, nantinya wajib melaksanakan dua program kerja tersebut,&rdquo; jelasnya pada Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Persiapan yang telah dilakukan oleh pihak fakultas berupa pembentukan tim panitia pelaksana KKN, pembuatan buku pedoman pelaksanaan, penilaian, pendataan mahasiswa dan <em>timeline</em> kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, adanya pelaksanaan KKN ini dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan agar dapat menghentikan penyebaran Covid-19. Serta mahasiswa dapat merencanakan sebuah wirausaha di masa pandemi yang tidak tentu ini,&rdquo; ungkap Erwin.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN untuk tidak melupakan tata tertib, terutama untuk selalu tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Rabu (27/1), Yusri, salah satu mahasiswa mengaku berada di sisi oposisi lantaran dirinya terpaksa mengikuti prosedur terhadap kebijakan pelaksanaan KKN secara daring. &ldquo;Namun, melihat kondisi pandemi saat ini, pastinya memaksa kita untuk bersikap pro terhadap kebijakan tersebut,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Yusri menjelaskan, alasan ia kontra terhadap pelaksanaan KKN daring disebabkan karena lamanya waktu pelaksanaan KKN yang sebanyak satu semester.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di Fakultas Farmasi sendiri, untuk semester enam sudah masuk skripsi satu, ditambah di semester ini juga kami mendapatkan beban lima praktikum,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, Yusri akan melaksanakan KKN di domisilinya, Kutai Timur. Namun, untuk penempatan desa masih harus menunggu informasi dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ia juga menambahkan, pembagian kelompok di daerahnya masih kurang merata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di kabupaten kami terdiri dari beberapa kecamatan. Namun, ada yang berdomisili di satu kecamatan, tetapi malah mendapatkan kelompok dengan mahasiswa farmasi yang ada di kecamatan lainnya,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun dilaksanakan secara daring, Yusri mengungkap bahwa ia dan teman kelompoknya sudah menyusun program kerja yang nantinya akan disesuaikan dengan arahan panitia KKN. Mereka juga telah merencanakan program kerja yang bisa dilakukan secara fleksibel di saat <em>online</em> maupun <em>offline</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Beberapa program kerja yang akan kami bawakan nantinya yaitu penanaman tanaman obat, sosialisasi mengenai protokol kesehatan, mengajar anak-anak dan program lainnya. Namun, untuk program yang ada saat ini masih akan dikonsultasikan kepada DPL terlebih dahulu. Jika memungkinkan serta mendapat izin dari pimpinan desa, maka program-program yang ada akan kami maksimalkan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dalam menyiasati pelaksanaan KKN nanti, Yusri dan teman sekelompoknya akan lebih gencar di media sosial. Seperti aktif di Instagram lalu mengimplementasikan program kerja mereka. Meskipun persentase keberhasilannya dirasa tidak akan lebih dari 50%.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika hanya menyampaikan (informasi) melalui media sosial, belum tentu informasi yang disampaikan bisa merata. Apalagi orang-orang di desa pasti banyak yang terkendala dengan jaringan maupun media atau <em>device</em>,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada Rabu (27/1) lalu, FF telah melaksanakan pelepasan KKN terhadap 272 mahasiswanya. Pelaksanaan pembekalan serta pelepasan mahasiswa KKN Tematik ini dihelat via Zoom dan <em>live</em> YouTube.</p><p style="text-align: justify;">Acara pembekalan dan pelepasan diselenggarakan secara daring dan kondisi jaringan yang kurang stabil. Namun, hal ini tak menyurutkan antusias mahasiswa dalam mengikuti agenda yang pertama kalinya dilakukan <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pembekalan dan pelepasan peserta KKN Tematik ditutup dengan beberapa patah kata dari panitia. &ldquo;Selamat melaksanakan KKN. Jaga almamater tercinta, terima kasih.&rdquo; (<strong><em>fsf/bey/vyn/rqf/bae/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> In This Corner of The World: Melihat Perang dari Sisi yang Berbeda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/in-this-corner-of-the-world-melihat-perang-dari-sisi-yang-berbeda/baca </link>
<guid> in-this-corner-of-the-world-melihat-perang-dari-sisi-yang-berbeda </guid>
<pubDate> Sat, 30 Jan 2021 06:12:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> In This Corner of The World membawa premis tersebut dengan apik dan istimewa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/in-this-corner-of-the-world-melihat-perang-dari-sisi-yang-berbeda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bvHg6FXFmb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>In This Corner of The World: Melihat Perang dari Sisi yang Berbeda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sutradara: Sunao Katabuchi</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pengisi Suara: Rena Nonen, Yoshimasa Hosoya, Megumi Han, Shigeru Ushiyama, Daisuke Ono, Nanase Iwai</p><p style="text-align: justify;">Produksi: MAPPA</p><p style="text-align: justify;">Musik: Kotringo</p><p style="text-align: justify;">Genre: Anime, War, Drama, Historical Fiction</p><p style="text-align: justify;">Durasi: 129 menit (original)</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 8 Oktober 2016 (TIFF), 12 November 2016 (Jepang)</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ketika mendengar kata perang, setiap orang pasti memiliki pandangannya sendiri. Entah tentang kehancuran, perpisahan, terluka, duka hingga kematian. Memang tak dapat dipungkiri, perang membawa begitu banyak peristiwa yang akan selalu membekas bagi mereka yang pernah ada pada situasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun, pernahkah kalian melihat peperangan dengan pandangan yang berbeda? <em>In This Corner of The World</em> membawa premis tersebut dengan apik dan istimewa. Berkisah tentang kehidupan seorang gadis bernama Suzu Urano dan keluarganya yang tinggal di sebuah kota yang berdekatan dengan laut bernama Eba (berjarak dekat dengan Hiroshima).</p><p style="text-align: justify;">Film yang berlatar belakang di tahun 1930 hingga 1940-an ini membawa kita kepada petualangan dan kehidupan Suzu yang pandai menggambar dan memiliki usaha keluarga yang mengolah <em>nori</em> (rumput laut yang bisa dimakan).</p><p style="text-align: justify;">Di tahun 1943, Suzu yang sedang berumur 18 tahun tiba-tiba mendapat lamaran pernikahan dari seorang pria. Pria itu bernama Shusaku Hojo, seorang pegawai angkatan laut yang berasal dari Kure. Sebuah kota pelabuhan angkatan laut yang besar dan berjarak 15 mil dari Hiroshima.</p><p style="text-align: justify;">Shusaku selalu mengingat pertemuannya dengan Suzu saat mereka bertemu di kota ketika masih kecil dan diculik oleh seseorang. Ia juga mengingat permen karamel yang diberikan Suzu, sehingga ia membawa permen tersebut bersamanya.</p><p style="text-align: justify;">Suzu akhirnya memutuskan untuk menikah dengan Shusaku dan tinggal bersama keluarganya di Kure. Rumah keluarga Shusaku yang berada di kaki gunung membuatnya merasa lebih tenang dan dapat melihat berbagai pemandangan menakjubkan.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya mengisahkan keindahan tempat tinggalnya, ancaman dari Perang Pasifik perlahan-lahan datang seiring dengan dimulainya kehidupan Suzu di Kure. Setiap harinya, warga harus menghadapi teror udara dan bersembunyi dalam tempat pengungsian yang ada pada tiap-tiap rumah. Kelangkaan bahan makanan juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Suzu tetap berusaha positif dan menguji kreativitasnya dalam mengolah masakan.</p><p style="text-align: justify;">Kehidupan selama peperangan ini tidak membuat Suzu patah semangat dan kecewa. Ia berusaha mempertahankan keceriaannya, hingga beragam tragedi menimpa dirinya dan membuatnya terluka. Ia menerima kabar bahwa kakaknya, Yoichi telah meninggal dan hanya menyisakan sebongkah kecil tulang. Tak sampai di situ, ia harus kehilangan keponakannya yang bernama Harumi serta tangan kanannya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini terjadi karena sebuah delay-action bomb meledak tepat di dekat mereka. Ini membuatnya memiliki rasa bersalah yang dalam serta depresi yang menyedihkan. Tetapi, Suzu berusaha terus bangkit meskipun perlahan-lahan kelelahan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah merasa lebih kuat, ia dan Shusaku berdebat tentang dirinya yang ingin kembali ke Eba bersama keluarganya untuk merayakan festival musim panas di kota Hiroshima pada 6 Agustus. Akhirnya, Shusaku mengizinkannya untuk pergi berkunjung.</p><p style="text-align: justify;">Saat sedang bersiap pergi pada 6 Agustus, tiba-tiba siaran radio Hiroshima dari NHK (perusahaan penyiaran Jepang) tidak aktif dan sebuah dentuman keras beserta kepulan awan yang asing terlihat jelas dari pegunungan yang mengarah ke Hiroshima. Setelahnya, ia mengetahui jika sebuah bom jenis baru (bom atom) telah diluncurkan sekutu dan meratakan Hiroshima dengan sekejap.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, bagaimana nasib keluarga Suzu dan dirinya dalam menghadapi peperangan ini? Simak filmnya hingga akhir.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Detil yang Luar Biasa</strong></p><p style="text-align: justify;">MAPPA sebagai rumah produksi <em>In This Corner of The World</em> berhasil menjadikan film ini sebagai karya yang begitu menyentuh dengan beragam hal detil yang tak terlewatkan. Bagaimana tidak, keindahan alam dan kultur tradisional Jepang sangat terasa dan tergambar dalam film ini. Sangat kontras dengan beragam tragedi yang kejam dan menyakitkan selama perang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Sinematografi yang diberikan pun amat apik dan indah. Sepanjang film, kita akan ditemani dengan warna-warna pastel yang lembut. Bahkan pada <em>setting</em> peperangan, penggambaran ini tetap konsisten sehingga perang terlihat melankolis ketimbang kejam. Musik dari Kotringo yang lembut dan menenangkan juga menjadi nilai tambah bagi film yang meraih <em>Japan Academy Prize</em> untuk <em>Best Animation of The Year</em> dan <em>Excellent Animation of The Year.</em></p><p style="text-align: justify;">Meskipun fiksi, kita juga dapat belajar banyak hal terkait sejarah pada <em>In This Corner of The World</em>. Tak hanya itu, Kure juga merupakan kota yang nyata, loh! Jika kamu berkesempatan untuk mengunjungi Jepang, maka jangan lewatkan kota ini untuk dikunjungi sekaligus tapak tilas. Nah, tertarik untuk menontonnya? (<em><strong>len/fzn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kaos Oversized: Tren Fesyen 2020 sampai Produk Lokal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kaos-oversized-tren-fesyen-2020-sampai-produk-lokal/baca </link>
<guid> kaos-oversized-tren-fesyen-2020-sampai-produk-lokal </guid>
<pubDate> Sat, 30 Jan 2021 10:31:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Oversized t-shirt atau kaus oversized belakangan sedang digandrungi orang-orang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kaos-oversized-tren-fesyen-2020-sampai-produk-lokal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EpRB66Z39V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kaos Oversized: Tren Fesyen 2020 sampai Produk Lokal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; <em>Oversized t-shirt</em> atau kaus <em>oversized</em> belakangan sedang digandrungi orang-orang. Mulai dari kawula muda hingga orang dewasa pun sama hebohnya tatkala merespons produk <em>fashion</em> yang populer pada tahun 2020 lalu.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tren memakai pakaian <em>oversized</em> atau yang sering disebut dengan anti-<em>fit</em> <em>style</em> ini ialah menggunakan pakaian dengan konsep ukuran lebih besar dari ukuran tubuh penggunanya. Pakaian <em>oversized</em> memang banyak diminati, selain nyaman dan membuat pemakainya bebas bergerak pakaian tersebut juga mudah dipadupadankan dengan <em>outfit</em> pilihan.</p><p style="text-align: justify;">Selain alasan kenyamanan, pakaian <em>oversized</em> juga telah menjadi <em>tren</em> di dunia <em>fesyen</em>. Saat memadukannya dengan cara yang benar, tentu saja dapat menunjang penampilan kita. Kamu akan terlihat lebih modern ketika menggunakannya. Warna yang dominan natural pada kebanyakan kaus <em>oversized</em> membuat kesan yang lebih elegan namun <em>sporty</em>.</p><p style="text-align: justify;">Biasanya, mereka yang menggunakan kaus <em>oversized</em> kerap kali memadukannya dengan <em>bucket hat</em>, celana cargo dan sepatu <em>converse</em> untuk memperlihatkan kesan <em>street wear</em> dari <em>outfit</em> yang mereka gunakan. Dibarengi oleh penggunaan <em>oversized t-shirt</em> yang mudah di-<em>mix</em> and <em>match</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pada umumnya, kaus ini diproduksi dengan bahan utamanya yang menggunakan <em>cotton combed</em>. <em>Cotton combed</em> mempunyai beberapa jenis ketebalan kain yang beragam. Di antara jenis kain dengan ketebalan berbeda, yang menjadi rekomendasi ialah kain <em>cotton combed</em> 24s. Bahan ini tidak terlalu tipis sehingga karakteristiknya akan sangat cocok untuk kaus <em>oversized</em> yang biasanya memang menggunakan bahan dasar tebal.</p><p style="text-align: justify;">Nah, bagi kamu yang sedang berminat menggunakan produk fesyen ini, <em>Sketsa</em> merangkum sederet rekomendasi toko <em>online</em> yang menjual produk <em>oversized t-shirt</em> dengan bahan yang berkualitas dan harga yang terjangkau untuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1.Life For Today</strong></p><p style="text-align: justify;">Berada di <em>e-commerce Shopee</em> dengan akun lifeclothing19, toko ini menjual berbagai produk <em>clothing</em> seperti kaus, <em>sweater</em> hingga sepatu. <em>Clothing brand</em> asal Bandung yang satu ini sangat terkenal dengan produk <em>oversized t-shirt</em> yang cukup laris di pasaran. Bagaimana tidak, dengan harga mulai Rp75 ribu kamu sudah mendapatkan kaus <em>oversized</em> dengan pilihan warna yang beragam dan cukup komplit.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2.Adler.studios</strong></p><p style="text-align: justify;">Adler.studios menawarkan kaus <em>oversized</em> yang polos dengan sentuhan aksen kantong di bagian dada kirinya. Membuat kaus ini terlihat cukup berbeda dari yang lainnya dan memiliki identitasnya sendiri. Selain itu, adler.studios juga memiliki ciri khas warna yang sedikit lembut dan tidak mencolok. Dibanderol dengan harga Rp89 ribu, kamu sudah bisa memesan baju ini melalui Instagramnya atau Shopee. Ukuran yang ditawarkan pada produk <em>oversized</em>-nya mulai dari S hingga XL.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3.Java Jones Clothing</strong></p><p style="text-align: justify;">Menawarkan produknya dengan harga Rp99 ribu, <em>oversized t-shirt</em> dari Java Jones Clothing memiliki gaya yang cukup menarik. Menaruh aksen saku yang hampir mirip dengan potongan cargo yang beragam, membuat produk ini sangat mewah. Dengan tipe kerah <em>drop shoulder</em> dan menaruh beberapa sentuhan ritsleting pada sakunya, membuat kaus terkesan mahal. Ukuran yang ditawarkan mulai dari L, M hingga XL.</p><p style="text-align: justify;">Sederet informasi di atas hanya sebagian kecil produk pilihan <em>Sketsa</em> yang dapat kamu pertimbangkan. Ketiga <em>clothing brand&nbsp;</em>ini menggunakan material cotton 100 persen. Walaupun terkesan futuristik, produk di atas merupakan produk lokal Indonesia, loh! Bagaimana, tertarik membeli kaos <em>oversized</em> untuk menyokong penampilanmu? (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jangan Gegabah, Waspada Fenomena Influencer Saham </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jangan-gegabah-waspada-fenomena-influencer-saham/baca </link>
<guid> jangan-gegabah-waspada-fenomena-influencer-saham </guid>
<pubDate> Mon, 01 Feb 2021 07:46:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> beragam tanggapan menghampiri instastory yang dibuat oleh Raffi Ahmad dan Ari Lasso atas rekomendasinya terhadap saham tertentu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jangan-gegabah-waspada-fenomena-influencer-saham/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BiqS58HXzA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jangan Gegabah, Waspada Fenomena Influencer Saham</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak ada yang salah dari terjun ke dunia saham. Namun, di era masyarakat informasi, potensi <em>misleading</em> bisa menjadi semakin besar. Terutama jika informasi berasal dari tokoh tersohor atau yang awam dengan sebutan <em>influencer</em>. Pada Sabtu (9/1) lalu, beragam tanggapan menghampiri <em>instastory</em> yang dibuat oleh Raffi Ahmad dan Ari Lasso atas rekomendasinya terhadap saham tertentu. Raffi menginformasikan portofolionya pada salah satu emiten, serta menghasilkan <em>capital gain</em> 20-30% selama kurun 2-3 minggu. Unggahan serupa juga datang dari Ari Lasso.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Menilik perkembangan dunia saham seperti yang dilansir dari <em>tirto.id</em>, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa selama tahun 2020 investor ritel didominasi masyarakat berusia kurang dari 30 tahun. Jumlahnya mencapai 54,8 persen. Porsi terbanyak setelahnya diisi oleh usia 31-40 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi fenomena tersebut, Agus Junaidi selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul memberikan tanggapan kepada <em>Sketsa</em>. Ia menjelaskan, dalam berinvestasi ada dua aspek yang perlu diperhatikan. Aspek berikut yaitu makro dan mikro ekonomi. Aspek makro ekonomi seperti suku bunga, di mana suku bunga memiliki efek terhadap harga saham. Ketika suku bunga mengalami kenaikan, maka harga saham akan turun. Selanjutnya, inflasi yang memiliki pengaruh pada harga saham. Jika inflasi mengalami kenaikan, maka akan berdampak pada turunnya harga saham.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya ialah aspek mikro yang terbagi menjadi dua. Pertama, kondisi perusahaan yang sahamnya akan kita beli. Tentu ketika membeli saham, riwayat perusahaan minimal dalam lima tahun terakhir menghasilkan laba. Kas dan keberlanjutan perusahaan juga menjadi perhatian.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Percuma saja kita membeli saham jika dua atau tiga tahun ke depan perusahaan tersebut sudah bangkrut,&quot; jelasnya, Kamis (28/1).</p><p style="text-align: justify;">Kedua, pelaku penanam saham itu sendiri. Sebagai penanam saham, diperlukan peningkatan kualifikasi diri sebab menanam saham adalah sebuah cabang usaha yang <em>high risk</em> dan <em>high return</em>. Karenanya, memiliki pengetahuan yang luas mengenai jenis saham perlu dipertimbangkan. Diperlukan pula kemampuan analisa pasar dan kemampuan emosional intelegensi yang bagus, seperti tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Agus, berada di masa produktif penting untuk mulai memahami investasi. Di usia muda, memiliki banyak keinginan juga harus sejalan dengan kondisi finansial yang cukup. Dengan berinvestasi, kedisiplinan juga akan tumbuh.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berinvestasi membutuhkan uang lebih dan semua itu bisa kita capai jika kita bisa berhidup hemat,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai pada Selasa (26/1), Rina Juwita, dosen Ilmu Komunikasi ini menyoroti fenomena &quot;sahamgram&quot; yang sedang terjadi . Baginya, sah saja apabila tokoh ternama membagikan pengalamannya untuk memotivasi yang lain atas keuntungan yang mereka dapatkan. Namun, dalam perspektif komunikasi perlu mengkritisi kembali motivasi yang dilakukan <em>influencer</em>. Seperti apa yang melandasi mereka berbagi kisahnya di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Apabila mereka di-<em>endorse</em> oleh perusahaan saham, tentu ada aturan-aturan terkait otoritas saham yang harus mereka penuhi sebagai penasihat saham. Merekomendasi secara sembrono terkait masalah finansial bisa menimbulkan kekeliruan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lagi-lagi, kita yang sebagai publik harus kritis melihatnya. Jangan asal ikut aja. Termasuk urusan sahamgram ini. Bahwa semua itu harus ada ilmunya, harus ada pelajarannya. Jangan ujug-ujug langsung ikutan tanpa paham tentang investasi saham itu sendiri bagaimana,&quot; pungkasnya. (<strong><em>nkh/str/rst/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jaga Kesehatan, Kenali Gejala Night Eating Syndrome </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/jaga-kesehatan-kenali-gejala-night-eating-syndrome/baca </link>
<guid> jaga-kesehatan-kenali-gejala-night-eating-syndrome </guid>
<pubDate> Mon, 01 Feb 2021 10:48:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> sindrom makan malam atau Night Eating Syndrome </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/jaga-kesehatan-kenali-gejala-night-eating-syndrome/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DVCqIx37i7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jaga Kesehatan, Kenali Gejala Night Eating Syndrome</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hidup sebagai mahasiswa cukup menguras waktu dan tenaga setiap harinya. Terkadang kita lupa akan gaya hidup sehat, seperti kebiasaan makan yang teratur. Penyebabnya tentu karena kesibukan akademik dan non akademik. Hati-hati, karena hal ini dapat memicu gangguan makan. Salah satunya yaitu sindrom makan malam atau <em>Night Eating Syndrome</em> (NES).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Eating disorder atau biasa dikenal dengan perilaku makan menyimpang, dapat diartikan sebagai gangguan terus menerus terkait perilaku makan seseorang yang dapat menganggu kesehatan fisik atau fungsi psikososial. Ini tak termasuk sebagai gangguan medis atau gangguan jiwa.</p><p style="text-align: justify;">Pada umumnya, seseorang yang mengalami <em>eating disorder</em> cenderung mengalami masalah makan berupa kebanyakan makan atau kegemukan. Beberapa orang mengalami masalah lain berupa diet ekstra, sehingga membatasi jumlah makan. Terdapat berbagai macam <em>eating disorder</em> selain NES, di antaranya ialah <em>Anorexia Nervosa</em>, <em>Bulimia Nervosa</em>, <em>Binge Eating Syndrome</em> dan <em>Eating Disorder Not Otherwise Specified</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apakah kalian cenderung memilih makan pada waktu yang tidak semestinya? Maka, kamu patut mewaspadai gejala NES. NES adalah suatu gangguan makan yang ditandai dengan tertundanya ritme sirkadian (irama tubuh) yang mengatur jam makan. NES sendiri berbeda dengan <em>binge eating disorder</em> atau BED. Mereka memiliki kriteria yang berbeda, meskipun para penderita NES sering kali merupakan binge eater (makan tidak terkendali).</p><p style="text-align: justify;">Perbedaan NES dan BED terletak pada jumlah makanan yang dikonsumsi malam hari. Para penderita NES biasanya merasa tidak memiliki kontrol atas pola makan mereka, bukan atas jumlah makan atau asupan mereka yang berlebihan.</p><p style="text-align: justify;">Gejala yang timbul pada penderita NES misalnya seperti baru teringat untuk makan pada malam hari. Mereka cenderung tidak lapar saat di awal hari. Lainnya ialah menunda jam makan pertama mereka sampai berjam-jam. Setelah menunda, penderita dapat makan lebih dari seperempat makanan yang mereka makan setiap harinya.</p><p style="text-align: justify;">Penderita NES biasanya juga memiliki masalah tidur, seperti kesulitan untuk tertidur atau untuk melanjutkan tidur. Pola makan ini tidak dapat dijelaskan dengan perubahan dari jadwal tidur atau rutinitas sosial seseorang. Orang yang memiliki masalah ini biasanya merasa kecewa atas sindrom yang dialami. Penderitas NES lebih mungkin mengalami obesitas dan depresi.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang membedakan dengan BED yakni pada penderita episode <em>binge eating</em> saat malam hari. Di mana penderita BED tidak mengalami episode malam yang dijelaskan sebelumnya. Namun, jika mereka mengalaminya mereka akan makan dalam jumlah besar dalam sekaligus. Sedangkan penderita NES cenderung makan dalam porsi kecil beberapa kali saat malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Sekarang, mari kita kenali gejala yang sering terjadi. Di antaranya tidak nafsu sarapan pagi, makan banyak di malam hari, tidur larut malam (insomnia), makan di antara waktu tidur dan pengulangan seluruh kriteria di atas dalam kurun waktu minimal 3 bulan. Jika mengalami tanda atau gejala, konsultasi bersama dokter sangat disarankan. Mengingat bahwa tubuh manusia tidak sama seperti robot, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda.</p><p style="text-align: justify;">Banyak faktor yang mempengaruhi NES. Pertama adalah usia, di mana NES banyak terjadi pada usia dewasa muda. Kedua terdapat pada jenis kelamin. Pada salah satu penelitian, seorang pria lebih cenderung mengalami NES daripada wanita. Ketiga, status gizi. Seseorang yang obesitas cenderung mengalami NES. Adapun faktor lain yang dapat memicu NES adalah kondisi emosional, rasa percaya diri, beban kerja, asupan energi dan zat gizi.</p><p style="text-align: justify;">Dampak yang ditimbulkan NES antara lain kegemukan (<em>overweight</em> hingga obesitas) hingga diabetes mellitus tipe 2. Ditemukan, 6,7 persen orang-orang gemuk menderita obesitas, sedangkan orang yang berbobot normal hanya 0,95 persen.</p><p style="text-align: justify;">Maka, penting untuk menjaga Indeks Massa Tubuh (IMT) yang ideal dengan cara mengontrol asupan gizi yang masuk ke tubuh kita. Makan dengan teratur dan tidak berlebihan, kurangi kecemasan dan lakukan manajemen stres karena hal-hal tersebut dapat memicu <em>Night Eating Syndrome</em>. (<strong><em>rkn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> M2 World Championship: Turnamen E-Sport Tingkat Dunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/m2-world-championship-turnamen-e-sport-tingkat-dunia/baca </link>
<guid> m2-world-championship-turnamen-e-sport-tingkat-dunia </guid>
<pubDate> Mon, 01 Feb 2021 11:11:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Turnamen Mobile Legends kelas dunia dengan tajuk M2 World Championship telah usai digelar secara langsung di hotel Shangri-La, Singapura </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/m2-world-championship-turnamen-e-sport-tingkat-dunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bQWbmdMMZp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>M2 World Championship: Turnamen E-Sport Tingkat Dunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Turnamen Mobile Legends kelas dunia dengan tajuk M2 World Championship telah usai digelar secara langsung di hotel Shangri-La, Singapura. Kegiatan ini merupakan kali kedua kompetisi dengan skala internasional untuk perlombaan Mobile Legends, setelah sebelumnya digelar dengan nama M1 World Championship yang bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Di turnamen lalu, sebanyak enam belas tim dari berbagai belahan dunia turut hadir meramaikan kompetisi. Berbeda dengan M2 kali ini, hanya 12 tim saja yang dapat mengikuti turnamen. Sayangnya, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Turki, Vietnam dan Thailand harus absen dari kompetisi ini. Belum ada keterangan pasti terkait penyebabnya, namun ada anggapan pandemi Covid-19 yang masih melanda menjadi alasan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun tim <em>e-sport</em> yang ikut berkompetisi di ajang turnamen M2 ini yaitu RRQ Hoshi (Indonesia), Alter Ego (Indonesia), Dreammax (Brazil), Todak (Malaysia), Unique Devu (Rusia), Impunity KH (Kamboja), Burmese Ghouls (Myanmar), 10S Gaming Frost (Jepang), Reseurgense (Singapura), Evos SG (Singapura), Omega Esport (Filipina) dan Bren Esport (Filipina). Dua belas tim dari sembilan negara tersebut berjuang untuk merebutkan kursi kemenangan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk sistem fase grup tahap satu <em>bracket</em> M2, semua tim dibagi menjadi empat grup yang berisikan tiga tim di dalamnya. Semua pertandingan dimainkan dengan seri BO3. Juara satu dari setiap grupnya akan masuk ke <em>upper bracket&nbsp;</em>di babak <em>playoffs</em>. Tim yang ada di posisi dua dan ketiga tidak langsung pulang, karena mereka juga akan bermain kembali untuk memperebutkan slot <em>lower bracket playoffs</em>. Tim Indonesia yaitu RRQ Hoshi dan Alter Ego tentu saja berada pada grup yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Pada pertandingan fase grup tahap satu pada 18 hingga 20 Januari kemarin, terdapat empat tim yang dinyatakan tidak lolos ke babak selanjutnya. Yakni Tim RSG Hoshi, Impunity KH, Dreammax dan Unique Devu. Menyisakan delapan tim yang melaju ke babak <em>playoffs</em>, kabar baiknya tim asal Indonesia sama-sama berhasil lolos masuk ke babak tersebut.</p><p style="text-align: justify;">RRQ Hoshi selama bertanding di fase grup belum pernah terkalahkan. Sedangkan Alter Ego kalah sekali dari Tim Filipina Bren Esport. Kendati demikian, saat meperebutkan slot <em>lower bracket plasoffs</em>, Alter Ego menang atas Rusia Unique Devu dan mengamankan namanya.</p><p style="text-align: justify;">Pada babak <em>playoffs</em> yang diselenggarakan tanggal 22 hingga 24 Januari, Alter Ego berhasil memulangkan tim asal Jepang 10S Gaming Frost. Sedangkan RRQ Hoshi berhasil menumbangkan Omega Esport yang membuat tim asal Filipina itu harus turun ke <em>lower bracket</em> dan bertemu Alter Ego di pertandingan selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Pertandingan Alter Ego dan Omega Esport berlangsung cukup sengit, tetapi Alter Ego tidak mau kalah dan berhasil memulangkan tim tersebut. Selanjutnya, Alter Ego berhadapan dengan Bren Esport, tim asal Filipina yang sebelumnya kalah dari Burmese Ghouls di <em>upper bracket</em>. Walaupun demikian, mereka masih bisa bertahan lantaran berhasil memulangkan Todak di pertandingan <em>lower bracket</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Butuh satu kemenangan lagi untuk RRQ Hoshi mendapatkan tiket menuju <em>Grand</em> <em>Final</em>. Namun, hal itu harus kandas karena kekalahannya atas tim Bhurmese Ghouls. Tim asal Myanmar itu berhasil mengamankan namanya di <em>Grand</em> <em>Final</em> dan menyisakan satu slot lagi untuk pemenang final <em>lower bracket</em> nanti. Kekalahan ini membuat tim kebanggan Indonesia harus turun ke final <em>lower bracket</em> dan menunggu pemenang dari pertandingan antara Alter Ego dan Bren Esport.</p><p style="text-align: justify;">Pertandingan Alter Ego dan Bren Esport selesai dengan kekalahan Alter Ego sekaligus membuat tim asal Indonesia itu dinyatakan angkat koper. Pertandingan masih berlanjut ke final <em>lower bracket</em> mempertemukan RRQ Hoshi dan Bren Esport untuk memperebutkan slot terakhir di <em>Grand</em> <em>Final</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pertandingan spektakuler itu berakhir dengan kekalahan tim Indonesia. RRQ Hoshi harus mengakui kekuatan dari Bren Esport dan gagal menuju ke <em>Grand</em> <em>Final</em>. Dua tim asal Indonesia harus pulang atas kekalahannya. Meskipun begitu, suporter kedua tim tersebut tetap mendukung dengan suportif.</p><p style="text-align: justify;">Pertandingan puncak yang dilaksanakan pada malam hari itu mempertemukan pemenang <em>upper bracket</em> Burmese Ghouls dan pemenang <em>lower bracket</em> Bren Esport.</p><p style="text-align: justify;">Hasilnya, Burmese Ghouls harus takluk dari Bren Esport dengan skor 3 - 4. Membuatnya keluar sebagai juara di turnamen <em>e-sport</em> skala internasional di Mobile Legends. Bahkan, tim asal Filipina ini berhasil memboyong <em>prize pool</em> M2 sebesar USD 300 ribu atau sekitar Rp4,5 miliar. (<em style="font-weight: bold;">vyn/fzn</em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keterampilan Medik Luring, Cara FK Pertahankan Kompetensi Mahasiswa saat Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterampilan-medik-luring-cara-fk-pertahankan-kompetensi-mahasiswa-saat-pandemi/baca </link>
<guid> keterampilan-medik-luring-cara-fk-pertahankan-kompetensi-mahasiswa-saat-pandemi </guid>
<pubDate> Tue, 02 Feb 2021 08:46:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keterampilan medik atau skill lab adalah metode pembelajaran yang berfungsi mempersiapkan keterampilan klinis bagi mahasiswa FK atau Kedokteran Gigi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterampilan-medik-luring-cara-fk-pertahankan-kompetensi-mahasiswa-saat-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l8ZS53MyQU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keterampilan Medik Luring, Cara FK Pertahankan Kompetensi Mahasiswa saat Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Beralihnya pembelajaran ke sistem daring menjadi tantangan bagi mereka yang bekerja di sektor pendidikan, tak terkecuali Fakultas Kedokteran (FK) Unmul. Banyak cara yang dilakukan oleh pihak kampus dalam menghadapi pandemi ini. Salah satunya ialah menyiapkan pembelajaran daring hingga pelaksanaan ujian daring. Namun, tentu saja ada beberapa hal yang tidak bisa dialihkan hanya dengan pembelajaran daring seperti keterampilan medik.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Keterampilan medik atau <em>skill lab</em> adalah metode pembelajaran yang berfungsi mempersiapkan keterampilan klinis bagi mahasiswa FK atau Kedokteran Gigi selama jenjang pendidikan sarjana. Sebelum memasuki pendidikan profesi, keterampilan yang diajarkan berupa komunikasi hingga melakukan pemeriksaan fisik. Atas hal tersebut, pembelajaran secara langsung oleh dosen sangat perlu untuk menghindari adanya kesalahan persepsi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, kegiatan ini akan diujikan kembali di akhir semester dengan <em>Objective Structured Clinical Examination</em> atau lebih dikenal dengan istilah OSCE. OSCE merupakan suatu metode untuk menguji kompetensi klinik secara objektif dan terstruktur dalam bentuk putaran <em>station</em> dengan waktu tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya edaran rektorat yang dikeluarkan saat Maret 2020 lalu, menjadikan penyampaian materi dilakukan melalui platform telekonferensi dan dikirim untuk diulas bersama. Metode ini dinilai kurang efektif meningkatkan keterampilan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dikhawatirkan, jika metode ini terus dipertahankan akan berakibat buruk untuk mahasiswa. Pihak akademik FK Unmul lalu memutuskan untuk mengalihkan kembali keterampilan medik ini menjadi luring seperti seharusnya.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FK Unmul, Siti Khotimah menyatakan bahwa ini dilakukan agar tercapai kompetensi mahasiswa yang lebih baik dan pihaknya telah lama mempersiapkan kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Proses penyusunan untuk keterampilan medik luring pun tidak mudah karena harus berkonsultasi dengan banyak pihak. Seperti pihak rektorat dan Satuan Tugas (Satgas). Dari hasil konsultasi, kemudian disusun Prosedural Operasional Baku (POB). <em>Swab</em> antigen pun turut diberlakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah ini sebenarnya masih menjadi pembahasan di tingkat Unmul, seperti apa hasilnya saya belum mengetahuinya. Karena hampir semua kegiatan keterampilan medik mahasiswa kedokteran, ada hal yang harus diluringkan. Sehingga <em>swab</em> antigen ini akan sangat besar biayanya. Ini ditanggung siapa, saya sampai saat ini belum tahu,&rdquo; jelasnya pada <em>Sketsa</em>, Senin (18/1).</p><p style="text-align: justify;">Apabila dalam tes <em>swab</em> antigen ditemui mahasiswa yang positif, maka mahasiswa tersebut tetap boleh mengikuti kegiatan keterampilan medik setelah melalui proses penyembuhan. Program studi akan memfasilitasi mahasiswa tersebut meskipun tertinggal dari teman-temannya yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap untuk tiap angkatan, dimulai dari angkatan 2017 terlebih dahulu. Ini setelah mempertimbangkan yudisium yang akan dilakukan pada April mendatang. Terlebih masa studi 4 tahun mereka akan berakhir saat Juni 2021.</p><p style="text-align: justify;">Keterampilan medik merupakan syarat untuk melaksanakan OSCE. Jika tidak dilaksanakan sesegera mungkin, maka syarat yudisium tidak tercapai sehingga mahasiswa tidak bisa lulus tepat waktu.</p><p style="text-align: justify;">Keterampilan medik angkatan 2017 sendiri awalnya dijadwalkan pada tanggal 11 Januari lalu. Namun, kondisi pandemi membuat pelaksanaannya terpaksa diundur menjadi 18 Januari dan berakhir pada 31 Januari. Dilanjutkan oleh keterampilan medik angkatan 2018 yang telah dimulai pada 1 Februari dan menyusul angkatan berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, masalah ini akan lebih rumit daripada biasanya sebab banyak hal yang harus diperhatikan. Ia berharap, OSCE yang akan diadakan nantinya tidak akan mengurangi keterampilan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai pada Sabtu (16/1), salah satu mahasiswa Kedokteran 2017, Sya&rsquo;idah Alawiah Dzakwan menyebut bahwa sudah selayaknya mahasiswa memanfaatkan fasilitas yang ada karena sudah disiapkan oleh fakultas. Ia juga mengungkapkan, para mahasiswa harus menyetorkan surat persetujuan dalam mengikuti kegiatan ini lengkap dengan tanda tangan orang tua mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mahasiswa harus sudah berada di Samarinda dua minggu sebelum kegiatan dilaksanakan untuk isolasi mandiri. Menurutnya, jarak waktu sosialisasi dengan keberadaan mahasiswa di Samarinda yang terlalu mepet untuk mempersiapkan semuanya cukup disayangkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah cukup baik menurutku. Fakultas pasti sudah memilih keputusan ini sebagai keputusan terbaik dengan membandingkan konsep-konsep lainnya. Persiapannya juga sudah cukup matang, namun fasilitas seperti masker dan face shield itu harus dari individu masing-masing. Kemarin juga tiba-tiba diundur satu minggu karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sempat kecewa sih karena kita udah standby dua minggu sebelumnya.&rdquo; tutupnya. (<strong><em>fty/kus/ami/wuu/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Waspada Ancaman Pandemi Baru dari Virus Nipah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-ancaman-pandemi-baru-dari-virus-nipah/baca </link>
<guid> waspada-ancaman-pandemi-baru-dari-virus-nipah </guid>
<pubDate> Tue, 02 Feb 2021 10:21:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Virus Nipah disebut-sebut sebagai ancaman pandemi baru di Asia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-ancaman-pandemi-baru-dari-virus-nipah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fGWlo91QAD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Waspada Ancaman Pandemi Baru dari Virus Nipah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pandemi Covid-19 belum berakhir, kini Virus Nipah disebut-sebut sebagai ancaman pandemi baru di Asia dengan tingkat kematian mencapai 75 persen. <em>World Health Organization</em> (WHO) memasukkan Virus Nipah ke dalam 10 besar daftar patogen dalam pantauan karena berpotensi memicu kedaruratan. Mereka fokus pada patogen yang paling mengancam kesehatan manusia, berpotensi menjadi pandemi dan belum ada vaksinnya. Lantas, seperti apakah Virus Nipah itu?</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman resmi WHO, Virus Nipah adalah virus zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia) dan dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau langsung antar manusia. Nama virus tersebut diambil dari nama sebuah kampung di Malaysia, Sungai Nipah, Ipoh, negara bagian Perak.</p><p style="text-align: justify;">Tercatat, di sanalah kasus pertama virus Nipah ditemukan pada tahun 1998 pada kalangan peternak babi di Malaysia. Penginfeksian tersebut disebabkan oleh kontak langsung dengan babi yang sakit atau jaringannya yang terkontaminasi. Virus Nipah yang semula hanya menginfeksi kampung Sungai Nipah justru menyebar hingga ke negara bagian lain di Malaysia dan Singapura yang secara geografis berdekatan.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>detik.com</em>, gejala virus Nipah pada umumnya muncul dalam 4 hingga 14 hari setelah terinfeksi. Adapun gejala awal virus ini yakni demam dan sakit kepala yang dapat berlangsung selama 3 hingga 14 hari. Dalam beberapa kasus, gejala Virus Nipah dapat memburuk hingga pasien mengalami koma dalam rentang waktu sekitar 24 hingga 48 jam.</p><p style="text-align: justify;">Gejala ringan yang terjadi berupa demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, sulit bernapas dan muntah. Sedangkan gejala tingkat lanjut meliputi disorientasi, kejang, koma, pembengkakan otak (ensefalitis) hingga kematian.</p><p style="text-align: justify;">Seseorang bisa tertular Virus Nipah melalui cairan seperti urin, darah dan air liur hewan yang terinfeksi virus tersebut. Virus dapat ditularkan dari makanan yang terkontaminasi oleh cairan hewan yang terinfeksi, seperti kurma atau buah-buahan yang terkena air liur atau air seni kelelawar pembawa Virus Nipah.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, penularan virus dari manusia ke manusia telah dilaporkan di antara keluarga dan perawat pasien yang terinfeksi. Di Siliguri, India pada tahun 2001, penularan virus dilaporkan dalam pengaturan layanan kesehatan, di mana 75 persen kasus terjadi di antara staf rumah sakit atau pengunjung. Dari 2001 hingga 2008, sekitar setengah dari kasus yang dilaporkan di Bangladesh disebabkan oleh penularan dari manusia ke manusia melalui pemberian perawatan kepada pasien yang terinfeksi.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, hingga kini masih belum ada obat resmi yang spesifik atau vaksin yang ditujukan kepada pengidap Virus Nipah. Selama ini, perawatan pada pasien hanya meredakan gejala yang muncul saja.</p><p style="text-align: justify;"><em>Centers for Disease Control and Prevention</em> (CDC) menyebut jika saat ini perawatan imunoterapi tengah dikembangkan dan dievaluasi untuk pengobatan pasien Virus Nipah. Obat ribavirin juga digunakan untuk mengobati sejumlah kecil pasien pada awal Virus Nipah menyebar di Malaysia, tetapi efektivitas obat tersebut belum jelas.</p><p style="text-align: justify;">Tak berbeda dengan cara mencegah penularan Covid-19, CDC pun menyarankan masyarakat untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air. Ada beberapa cara pencegahan spesifik yang perlu dilakukan seperti menghindari kontak dengan kelelawar atau babi yang sedang sakit, menghindari area tempat kelelawar biasa bertengger, hindari mengonsumsi kurma mentah, menghindari mengonsumsi buah-buahan yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar dan menghindari kontak dengan darah atau cairan tubuh siapa pun yang diketahui terinfeksi NiV (Virus Nipah).</p><p style="text-align: justify;">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia meminta seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman Virus Nipah yang menjadi kekhawatiran para ahli kesehatan dunia. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Didik Budijanto mewanti-wanti agar seluruh pihak mawas soal asal mula penyebaran Virus Nipah melalui perdagangan hewan ternak.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah pandemi Covid-19 yang masih menunjukkan peningkatan kasus, ia meminta seluruh pihak tetap bersatu bersama untuk menghalau potensi terjadinya epidemi hingga pandemi baru di Indonesia. (<strong><em>ems/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seorang Hipokrit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/seorang-hipokrit/baca </link>
<guid> seorang-hipokrit </guid>
<pubDate> Tue, 02 Feb 2021 10:50:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Reformasi dikorupsi! Begitu seruan para mahasiswa dari berbagai universitas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/seorang-hipokrit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HgXRr2BzIZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seorang Hipokrit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Reformasi dikorupsi! Begitu seruan para mahasiswa dari berbagai universitas, terlihat dari warna almamater yang berbeda dari satu dan lainnya. Terik matahari tidak menurunkan semangat dari mereka yang katanya sedang memperjuangkan hak para buruh, berjuang agar undang-undang yang menyulitkan para buruh itu tidak disahkan oleh para tikus berdasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Demi melihat itu semua, aku memilih untuk melipir di trotoar, berteduh di bawah pohon. Aku kembali menyesap rokok yang tersisa setengah batang. Ini adalah rokok kedua selama aku tiba di seberang kantor Dewan Perwakilan. Tempat yang menjadi titik aksi para mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya aku juga seorang mahasiswa. Bahkan, aku mengenakan almamater yang dibanggakan oleh tiap penjuru kabupaten dan kota di provinsi. Sayangnya, aku tidak tertarik untuk ikut menantang terik matahari hanya untuk memperjuangkan hal yang tidak pasti. Sebuah perubahan terhadap undang-undang yang jarak antara palu dan ketukannya hanya sebesar jengkal bayi manusia.</p><p style="text-align: justify;">Berkali-kali aku katakan hal tersebut pada Raia, kekasihku. Bahwasanya aksi sebanyak apapun tidak akan pernah bisa mengubah keputusan mereka yang duduk di kursi kekuasaan. Jika ingin merubah sesuatu, kau harus berkuasa dulu. Matanya membulat seketika, ia kemudian membalas bahwa aku terlalu pesimis, bahkan ia sampai mengatakan bahwa orang sepertiku akan menyesal di masa depan karena tidak ikut memperjuangkan hak mereka yang ditindas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kak, kamu lupa kalau Indonesia yang kita kenal saat ini ya karena perjuangan mahasiswa di masa lalu. Kejadian &apos;98 itu loh, buktinya mereka berhasil menjatuhkan Orde Baru dan melahirkan Reformasi. Menjadikan negeri kita ini lebih demokratis, Kak!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, tapi kenyataannya? Kalau sudah begini apa, kamu bilang Reformasi dikorupsi, kan? Itu tandanya apa lagi kalau bukan memperlihatkan sebenarnya negara kita ini belum siap untuk menjadi negara yang demokratis.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kulihat wajahnya memerah, ia sedang menahan amarahnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Negara kita siap menjadi negara demokratis, hanya saja kita sedang dipimpin oleh rezim yang seperti ini, rezim yang suka salah langkah! Makanya, kita sebagai mahasiswa yang notabene-nya adalah <em>Agent of Change</em>, harus bisa meluruskan rezim yang sekarang. Yang salah, ya harus ditegur, itulah fungsi demokrasi di negeri ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku menghela napasku kemudian menepuk-nepuk kepalanya. Gadisku ini terlalu kuat tabiatnya. Entahlah, mungkin ada darah Srikandi dalam dirinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berani banget bilang kayak gitu, gak takut tuh tukang sate depan rumah lagi bawa <em>walkie talkie</em>?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biarin aja! Lagian itu kan tukang sate andalan di rumah, kalau dia mau ngadu, ya kehilangan pelanggan setia, lah!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku tertawa seketika mendengar jawabannya. Raia, dengan segala imajinasinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kak Mahesa!&rdquo; seketika lamunanku tentang malam di mana aku dan Raia sedang duduk berdua di teras rumahnya hancur seketika. Membawa rohku kembali ke trotoar di seberang kantor Dewan Perwakilan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kak, ngapain sih malah duduk disini?&rdquo; tanya Raia. Aduh, lihatlah dia, wajahnya penuh dengan olesan odol.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ngadem,&rdquo; jawabku sembari membuang putung rokok ke sembarang arah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kak Hesa, mending ngadem di kosan aja sekalian!&rdquo; ia berseru kesal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, ini bentar lagi balik,&rdquo; ternyata jawabanku justru membuat Raia semakin kesal, ia langsung meninju lenganku dengan kekuatan yang ia punya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sakit, tahu!&rdquo; aku berseru sembari mengusap lengan dan seruanku hanya dibalas oleh juluran lidah oleh Raia. Ia kemudian melangkah meninggalkanku sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak menyukai aksi seperti ini sebenarnya. Entahlah, mungkin karena keluargaku adalah bagian dari Komisi Orang Hilang. Ibuku beberapa kali bercerita bahwa kakak laki-lakinya adalah seorang aktivis di tahun 1998. Ibu bercerita bahwa paman adalah laki-laki yang cerdas, seorang pujangga yang mencintai sastra begitu dalamnya hingga rela berdiri meski harus dihunus pedang demi memperjuangkan kebebasan sastra di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Ibu bercerita bahwa paman sudah tidak pulang sejak akhir tahun 1997 dan akhirnya hilang kabar pada bulan Maret tahun 1998. Aku bisa mendengar bagaimana ketir kesedihan dari nada ibuku saat ia menceritakan satu-satunya saudara yang ia miliki. Matanya yang sendu seperti memberitahuku, bahwa luka itu tidak pernah sembuh.</p><p style="text-align: justify;">Bahwa hingga hari ini, ia masih berharap dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada saudaranya yang hilang.</p><p style="text-align: justify;">Cerita ibu membawaku kepada buku dan film yang berkaitan dengan kejadian di tahun 1998. Terlalu abu-abu, kisah yang tidak pernah tercantum dalam buku sejarah di pendidikan formal itu terlalu kelam untuk diketahui. Bahkan aku hampir menangis saat membaca sudut majalah sebuah media yang menceritakan kisah tahun 1998 dari mereka yang pernah hilang tapi dipulangkan kembali. Kisah yang menceritakan bagaimana siksaan demi siksaan dialami oleh mereka yang memperjuangkan sebuah Indonesia yang &lsquo;demokratis&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">***</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hidup Rakyat!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hidup Mahasiswa!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Para mahasiswa masih bertahan dan berseru-seru di hadapan Kantor Dewan Perwakilan. Tidakkah mereka lelah berdiri dan berteriak seperti itu? Aku kemudian beranjak dan maju ke barisan para demonstran. Berjalan menembus sela-sela kawan mahasiswa demi menemukan Raia. Gadis yang aku percaya meski tanpa penjagaanku, ia bisa menjaga dirinya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Aku menemukannya, segera aku berdiri bersisian dengannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Katanya mau pulang,&rdquo; gumamnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau aku pulang nanti kamu diantar orang lain, gak aman.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dari sudut mataku, Raia terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.</p><p style="text-align: justify;">Aku kemudian menjadi seorang hipokrit, yang tidak percaya pada buah hasil perjuangan tapi tetap meneriakkan tuntutan dan ikut menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa. Biarlah kemudian aku menjadi seorang hipokrit. Karena belakangan aku mengetahui. Dari sajak-sajak yang ditulis oleh pamanku, aku melihat bahwa ia memilih untuk tidak berpihak pada siapapun atau apapun.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Yasmin Dieva Islamiyah, Mahasiswa Psikologi, FISIP 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> My Lecturer My Husband: Cinta dan Komedi dalam Kisah Mahasiswa dan Dosen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/my-lecturer-my-husband-cinta-dan-komedi-dalam-kisah-mahasiswa-dan-dosen/baca </link>
<guid> my-lecturer-my-husband-cinta-dan-komedi-dalam-kisah-mahasiswa-dan-dosen </guid>
<pubDate> Wed, 03 Feb 2021 11:45:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> My Lecturer My Husband sempat menghebohkan dunia perfilman lantaran adu peran Reza Rahadian bersama Prilly Latuconsina sebagai pasangan suami istri yang terikat perjodohan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/my-lecturer-my-husband-cinta-dan-komedi-dalam-kisah-mahasiswa-dan-dosen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M2xUquAASi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>My Lecturer My Husband: Cinta dan Komedi dalam Kisah Mahasiswa dan Dosen</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; My Lecturer My Husband sempat menghebohkan dunia perfilman lantaran adu peran Reza Rahadian bersama Prilly Latuconsina sebagai pasangan suami istri yang terikat perjodohan. Serial yang dikemas dalam delapan episode ini tayang di layanan streaming Iflix sejak 11 Desember lalu.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Lewat adaptasi dari novel Wattpad dengan judul yang sama karya Gitlicious, serial ini berkisah tentang Arya (Reza), dosen yang mengajar Inggit (Prilly) di kampus. Sikapnya yang sangat tegas menjadikan Arya seorang dosen <em>killer</em> dan Inggit sangat membencinya. Suatu ketika, Inggit harus menerima kenyataan pahit. Sang ayah sedang sakit keras di kampung halamannya, sehingga ia harus pulang ke Yogyakarta. Tak disangka, ayahnya telah menjodohkan dirinya dengan seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Inggit awalnya menolak perjodohan tersebut karena masih memiliki pacar bernama Tristan, dokter muda yang sedang menempuh masa pendidikan <em>co-ass</em>-nya di suatu rumah sakit. Inggit sempat meminta Tristan menemui ayahnya, guna memastikan hubungan mereka serius. Namun, kekasihnya itu justru enggan memberi kepastian.</p><p style="text-align: justify;">Inggit terpaksa menikah bersama Arya demi memenuhi keinginan ayahnya. Terlebih, Inggit tak ingin melihat ayahnya terus-terusan tergeletak di kasur rumah sakit. Meski telah menikah dengan Arya, Inggit sukses memintanya merahasiakan pernikahan mereka ketika di Jakarta. Tak luput, Inggit meminta agar dirinya bisa kembali ke Tristan suatu saat nanti.</p><p style="text-align: justify;">Sekembalinya ke Jakarta, Inggit berharap bebas untuk kembali ke kehidupan lamanya. Namun, harapan itu pupus sebab Arya juga ikut pindah ke rumah kontrakannya. Sejak saat, Inggit yang sedang menempuh semester akhir terpaksa berbagi rumah dengan Arya, yang kepribadiannya serba tegas dan tak berubah layaknya dosen.</p><p style="text-align: justify;">Ia terus berusaha keras merahasiakan status pernikahannya dari teman dekatnya dan juga Tristan. Ia yakin Arya akan melepaskannya seperti yang telah mereka rencanakan sebelum menikah. Detik itu pula drama percintaan yang sesungguhnya benar-benar dimulai. Inggit meminta Arya untuk tidak menyentuhnya sama sekali, meski sudah resmi sebagai pasangan suami istri. Walaupun Arya adalah pria yang tegas, dirinya selalu bersikap sabar ketika harus berhadapan dengan istri sahnya itu.</p><p style="text-align: justify;">Sering menyajikan pertengkaran Inggit dan Arya, drama ini juga menghadirkan nuansa komedi yang bisa membuat penonton senyum-senyum sendiri. Sikap Inggit yang terkesan kekanak-kanakan membuat serial bergenre drama ini mampu menggelitik penontonnya.</p><p style="text-align: justify;">Monty Tiwa yang menjadi sutradara sukses membuat jalan cerita serial ini seakan relate pada kehidupan beberapa orang yang juga terjebak dalam kisah percintaan yang sama. Namun, ia mengemasnya menjadi lebih menarik. Lantaran hubungan yang terjerat cinta segitiga ini mengandung bumbu-bumbu masalah serius dan tak pelak diselingi kejadian konyol di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang paling menarik dalam serial ini adalah adegan di mana Prilly menari dengan anggun di sebuah tiang atau Pole Dance. Sebagian orang terkejut akan keindahan yang disajikan Prilly ketika dirinya menarikan beberapa gerakan memukau di depan Reza Rahadian yang menjadi lawan mainnya.</p><p style="text-align: justify;">Tiba di akhir cerita, Arya mengantarkan Inggit untuk menemui sang kekasih yang telah berpacaran dengannya cukup lama. Meski kekecewaan diselimuti Tristan, ia masih mau berhadapan dengan Inggit untuk menyelesaikan dilema percintaan. Pada episode terakhir, ini Inggit telah memutuskan untuk memilih hidup bersama siapa. Bagaimana, penasaran untuk mengetahui kisah cinta antara dosen dan mahasiswanya ini? (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> I Am and I Will: Partisipasi dalam Aksi Melawan Kanker </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/i-am-and-i-will-partisipasi-dalam-aksi-melawan-kanker/baca </link>
<guid> i-am-and-i-will-partisipasi-dalam-aksi-melawan-kanker </guid>
<pubDate> Thu, 04 Feb 2021 11:38:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Kanker Sedunia diperingati pada 4 Februari setiap tahunnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/i-am-and-i-will-partisipasi-dalam-aksi-melawan-kanker/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ROrw38QUOj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>I Am and I Will: Partisipasi dalam Aksi Melawan Kanker</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Permasalahan kesehatan, masih menjadi ancaman besar yang mengintai setiap negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Tak kenal usia dan kelas sosial, penyakit dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Kanker menjadi salah satu yang perlu dikhawatirkan, sebab penyakit ini termasuk dalam daftar penyebab kematian terbanyak kedua di seluruh dunia setelah penyakit jantung.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Alodokter.com</em>, kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya. Sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Hari Kanker Sedunia diperingati pada 4 Februari setiap tahunnya. Momentum ini digunakan untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kanker dan mendorong pencegahan, deteksi juga pengobatan kanker. Selain itu, besar harapan untuk dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker secara signifikan pada beberapa tahun belakangan.</p><p style="text-align: justify;">Tema &ldquo;I Am and I Will&rdquo; pada peringatan kali ini berpesan agar kita selalu berkomitmen untuk melakukan sebuah tindakan positif. Tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang lain. Mengangkat sub tema &quot;Together, all our actions matter&quot;, tahun ini menjadi harapan agar masyarakat dapat melakukan sesuatu bersama-sama.</p><p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 menjadi pengingat akan kekuatan kerja sama dan saling mendukung. Ketika memilih untuk bersatu, maka tujuan akan lebih mudah dicapai. Yakni dunia yang lebih sehat dan lebih cerah tanpa kanker.</p><p style="text-align: justify;">Banyak cara untuk menunjukan kepedulian terhadap kanker. Pandemi pun seharusnya tak menjadi halangan, namun semangat untuk saling merangkul. Tak harus besar, setiap perbuatan kecil pun akan sangat berharga. Jika kamu ingin mengikuti kampanye I Am and I Will bersama, berikut <em>Sketsa</em> berikan informasinya (berdasarkan <em>cancerresearch.org</em>).</p><p style="text-align: justify;">1. Bergabunglah dengan Tantangan 21 Hari atau 21 <em>Days to Impact Challenge.</em></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>worldcancerday.org</em>, perlu 21 hari untuk menciptakan kebiasaan positif. Nah, kamu berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan pribadi, mendukung seseorang yang kamu cintai dengan kanker, mendidik diri sendiri tentang kanker, berbicara tenang kanker, atau membuat sejarah dengan membantu menghilangkan kanker serviks. Caranya, daftar ke salah satu dari lima tantangan untuk menerima inspirasi harian dan bimbingan praktis.</p><p style="text-align: justify;">Tantangan ini dapat diakses melalui laman <em>worldcancerday.org</em> dan ikuti langkah berikut.</p><p style="text-align: justify;">- Pilih salah satu dari lima tantangan</p><p style="text-align: justify;">- Mendaftar</p><p style="text-align: justify;">- Setiap pagi, terima email dengan aktivitas, inspirasi, pelajaran atau petunjuk baru</p><p style="text-align: justify;">- Lebih dekat untuk memenuhi komitmen &apos;I Am And I Will&rsquo;</p><p style="text-align: justify;">2. Bagikan kisahmu</p><p style="text-align: justify;">Ini adalah kesempatan besar bagi penderita atau yang berhasil sembuh dari kanker untuk membagikan kisah inspiratifnya. Tentang bagaimana menghadapi dan melawan kanker serta berjuang untuk sembuh. Tak hanya menginspirasi, namun juga menguatkan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">3. Membuat poster khusus</p><p style="text-align: justify;">Poster bisa menjadi media kampanye yang cukup baik. Buat poster yang berisi informasi kesehatan, cara mencegah atau bentuk motivasi yang kemudian disebarluaskan pada media sosial.</p><p style="text-align: justify;">4. Penggalangan dana untuk penelitian kanker</p><p style="text-align: justify;">Kepedulian terhadap kanker juga bisa dilakukan dengan cara melakukan penggalangan dana. Dana yang terkumpul dapat disalurkan kepada lembaga-lembaga terpercaya yang sedang melakukan penelitian terkait kanker.</p><p style="text-align: justify;">5. Memberi donasi</p><p style="text-align: justify;">Selain melakukan penggalangan dana, donasi juga bisa digalakkan untuk mereka yang menderita kanker di sekitar kita. Dapat juga kita berikan kepada lembaga yang menyediakan tempat singgah bagi para penderita kanker di beberapa daerah di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">6. Membuat acara <em>workshop</em> atau seminar <em>online</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Workshop</em> atau seminar <em>online</em> dengan tema seputar kanker menjadi salah satu langkah yang sangat berarti jika dilakukan. Seminar ini dapat menjadi ajang kampanye sosialisasi pencegahan kanker, seperti bagaimana gaya hidup yang rentan mengakibatkan kanker atau cara berdamai dengan kanker bagi mereka yang sedang berjuang.</p><p style="text-align: justify;">Apapun tindakan kita entah besar atau kecil, komitmen yang berada di dalamnya akan membawa kemajuan dan perubahan yang positif dan kuat dalam mengurangi dampak global dari kanker dalam jangka panjang.</p><p style="text-align: justify;">Hari Kanker Sedunia menjadi saat yang tepat untuk menjalankan komitmen kita. Sebab gerakan ini dibangun untuk menggemakan, menginspirasi perubahan dan menciptakan dunia yang cerah dan sehat tanpa kanker. (<strong><em>khn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dinamika Kampus Merdeka, Kesempatan Lintas Prodi Juga Penolakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-kampus-merdeka-kesempatan-lintas-prodi-juga-penolakan/baca </link>
<guid> dinamika-kampus-merdeka-kesempatan-lintas-prodi-juga-penolakan </guid>
<pubDate> Fri, 05 Feb 2021 08:39:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus Merdeka—Merdeka Belajar (KMMB) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-kampus-merdeka-kesempatan-lintas-prodi-juga-penolakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0xr3Gr0NWl.png" />
					</figure>
			                <h1>Dinamika Kampus Merdeka, Kesempatan Lintas Prodi Juga Penolakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pasca diluncurkannya kebijakan Kampus Merdeka&mdash;Merdeka Belajar (KMMB) yang ditujukan bagi perguruan tinggi oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Kini program tersebut telah diterapkan di Unmul pada semester genap ini, sebagai ajang perkuliahan lintas program studi (prodi).</span></p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, program ini memberikan hak kepada mahasiswa untuk menjalankan tiga semester belajarnya di luar program studi yang diambil. Ini membuka kesempatan luas bagi seluruh mahasiswa untuk memperkaya dan meningkatkan wawasan serta kompetensinya di dunia nyata, sesuai dengan <em>passion</em> yang dimiliki.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak banyak yang tahu terkait program ini, Unmul sebenarnya sudah melakukan sosialisasi di beberapa fakultas. Namun, situasi dan kondisi di masa pandemi menyulitkan penyebaran informasi ke semua civitas academica Unmul dengan maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa fakultas telah mengirimkan daftar mata kuliah yang ditawarkan untuk prodi lain kepada Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul agar dimuat ke Sistem Informasi Akademik (SIA) Unmul. Sehingga, informasi ini dapat disebarluaskan serta dipilih oleh mahasiswa. Sayangnya, banyak kendala yang mengadang program ini untuk berjalan dengan lancar.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi awak <em>Sketsa</em> pada Senin (1/2) lalu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono mengungkap bahwa pada semester genap ini program KMMB memang belum berjalan dengan maksimal. Tetapi, pihaknya berusaha untuk memperbaiki.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini kan semester pertama kita mengawali dengan perkuliahan lintas prodi, mungkin masih belum bisa berjalan lancar. Apakah sistemnya, prosesnya, tetapi lama-lama kita coba perbaiki dan mudah-mudahan di semester ganjil akan lebih bagus. Memang ada anak-anak mahasiswa mengambil 20 SKS di luar prodinya, kan ada kesempatan itu jadi memungkinkan,&quot; ujar Mustofa.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya terkendala dalam hal teknis, ia menyebut jika terdapat masalah lain terkait mata kuliah dari prodi lain yang dapat di ambil oleh mahasiswa. Beberapa perdebatan timbul, apakah mahasiswa dapat mengambil mata kuliah di luar rumpunnya. Sebab dari pusat sendiri belum mengeluarkan kebijakan yang jelas terkait hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini yang masih jadi perdebatan atau belum adanya satu ketentuan karena memang dari Jakarta sendiri itu tidak ada. Kalau di dalam hemat (pendapat) saya, harusnya boleh-boleh saja tapi memang harus dibatasi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai, nanti mahasiswa Kehutanan misalnya mengambil mata kuliah-mata kuliah yang tidak sesuai dengan kebutuhan dia menyelesaikan studinya, kan begitu,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, ada kekhawatiran dari pihak pengelola program ini. Kekhawatiran akan keahlian yang dimiliki mahasiswa ketika lulus justru akan kalah dengan keahlian di bidang dasar pendidikan yang ditempuh. Hal itu dapat terjadi jika mahasiswa terlalu banyak mengambil mata kuliah bidang ilmu atau rumpun lain.</p><p style="text-align: justify;">Terkait hal ini, perlu adanya proses dan pengalaman dari Unmul sendiri. Agar semakin yakin bahwa program kampus merdeka ini punya sasaran bagus yang memberi kesempatan dan alternatif bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Unmul juga harus bersiap untuk memberikan fasilitas bagi prodi, bahkan harus siap menghadapi mahasiswa dari universitas lain yang ingin mengambil mata kuliah di lingkungan Unmul. Pasalnya, program ini juga ditawarkan untuk universitas (luar Unmul).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai keefektifan dari program ini, Mustofa kembali berpendapat bahwa dirinya belum dapat melihat tingkat efektivitas dari program ini lantaran belum berjalan secara maksimal. Ini juga berlaku dengan perkuliahan pada umumnya. Tidak mengubah apa-apa, hanya berbeda pada jumlah mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga belum bisa memastikan apakah program ini memiliki dampak yang efektif bagi mahasiswa nantinya. Mustofa berharap, semuanya dapat berjalan sesuai dengan konsep yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kan baru semester pertama, nanti dari hasil semester pertama akan evaluasi efektivitasnya itu. Karena jujur saja dari sistem sendiri, kan termasuk baru di sistem SIA nya. Sistem akademiknya kan juga dibuat baru, jadi belum pernah digunakan sebelumnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kepada seluruh fakultas dan prodi, dapat mendukung program (KMMB) ini. Karena tujuannya merdeka, sebenarnya mengarah kepada individu atau seseorang untuk menentukan masa depan dia. Kita berhak mendukung dan serius Bukan soal proyek, ini soal keinginan untuk memberi ruang kepada setiap orang untuk bisa mencari kehidupan berdasarkan apa yang dia suka,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penolakan KMMB dan Pendapat Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan harapan Mustofa terkait permintaan dukungan dari semua prodi, terdapat Prodi Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang secara terang-terangan melarang mahasiswanya untuk mengambil mata kuliah di program KMMB ini.</p><p style="text-align: justify;">Lewat pesan siaran singkat yang disebar ke seluruh mahasiswa Prodi Manajemen, terdapat pesan berikut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa/i Managemen agar tidak Menginput pilihan kelas mata kuliah di SIA dengan kode MBKM (merdeka belajar kampus merdeka) karena kelas tersebut dikhususkan untuk mahasiswa dari prodi/fakultas lain,&rdquo; bunyinya dalam pesan singkat WhatsApp tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Adapun Syarifah Hudayah selaku Dekan FEB tidak merespons hal tersebut. Begitu pula dengan Wakil Dekan Bidang Akademik FEB, Zainal Abidin yang tidak memberikan tanggapan ketika ditanya terkait alasan yang mendasari pesan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Semarak terhadap pelaksanaan program ini juga muncul di kalangan mahasiswa. Salah satunya dari Khanaya Putri, mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis 2019.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tertarik, karena dari pemaparan yang diberikan saat sosialisasi tentang program ini ngasih gambaran tentang kita bisa mengambil mata kuliah dari Prodi atau fakultas lain. Bahkan bisa ikut mata kuliah dari universitas lain,&rdquo; ungkapnya saat dihubungi pada Senin, (1/2).</p><p style="text-align: justify;">Hal ini membuatnya tertarik karena keinginannya untuk menambah wawasan dan <em>experience</em> yang nantinya bisa diterapkan pada dunia kerja. Selain itu, Khanaya merasa senang sebab ada beberapa mata kuliah yang ia tidak bisa dapat di prodinya namun, dapat ia rasakan pada program Kampus Merdeka.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap agar program ini semakin baik dan terdapat pengembangan lainnya untuk memaksimalkan kegiatan belajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan adanya program Kampus Merdeka kan gak hanya untuk lintas mata kuliah, tapi juga buat yang mau coba magang di tempat kerja yang telah diizinkan. Jadi bisa merasakan pengalaman di tempat kerja,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>fzn/sar/hdt/vyn/krz/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hidup dalam Gelas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/hidup-dalam-gelas/baca </link>
<guid> hidup-dalam-gelas </guid>
<pubDate> Sat, 06 Feb 2021 10:20:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak ada suara menyaingi

Rintihan lara tak tertandingi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/hidup-dalam-gelas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jbpNfAoNVY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hidup dalam Gelas</h1>
			              </header>
			              <p>Tak ada suara menyaingi</p><p>Rintihan lara tak tertandingi</p><p>Bersama lautan kertas melingkari</p><p>Peluh mengalir dalam sunyi</p><p>Ribuan jari menari-nari tiada henti</p><p>Bahkan rembulan lelah menemani</p><p>Hingga baskara hendak mengunjungi</p><p>Kula pun tumbang sehabis berlari</p><p>Oh, pandemi!</p><p>Rimbunnya tiada henti</p><p>Terbit pilu nan ciut perihal mati</p><p>Terpasung dalam gelas menyendiri</p><p>Merindukan hiruk-pikuk samudra dalam hati</p><p>Penuh harap ingin kembali</p><p>Pulihlah bumi,</p><p>Tutur kula bagai cerat terkunci</p><p><strong><em>Ditulis oleh Khittah Muslimah, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB 2020.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Menuju Tanah dan Penabur Bunga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/jalan-menuju-tanah-dan-penabur-bunga/baca </link>
<guid> jalan-menuju-tanah-dan-penabur-bunga </guid>
<pubDate> Sun, 07 Feb 2021 08:12:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepada cerita di ruang fana, kualamatkan semua afirmasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/jalan-menuju-tanah-dan-penabur-bunga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lwJOPK9dYd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Menuju Tanah dan Penabur Bunga</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kepada cerita di ruang fana, kualamatkan semua afirmasi.</span><br></p><p>Bermula rundung, gelisah dan yang antah berantah.</p><p>Perkara menyangkal nyeri, kita paling bisa.</p><p>Membasuh dan bersepakat tak membahas siapa paling sakit siapa paling miris.</p><p>Tawa yang terdengar memang tak dibuat-buat, sebab kau tahu cara mengolah perih.</p><p><br></p><p>Kepada semua mosaik kualamatkan memori hari itu.</p><p>Menyangkal waktu tak bisa membawanya.</p><p>Meski sesungguhnya aku belum jadi pemain andal;</p><p>yang tahu di mana lahirmu, arti pulang bagimu, dan semringahmu saat masih belia.</p><p><br></p><p>Luput bertanya ada berapa mimpi buruk menyertaimu.</p><p>Seberapa jarak yang kamu tempuh dari rumah ke sekolah untuk bentangkan pilu juga sepi.</p><p>Tapi kau bilang hidup ini membumi dan berkawan adalah pasti.</p><p>Bagiku, berkawan dengan sepi itulah yang nyata dihadapi.</p><p><br></p><p>Kita arah mata angin yang membelakangi.</p><p>Aku belum juga menjangkaumu,</p><p>puluhan tulisan sepi ini kualamatkan;</p><p>segala lampiran sunyi tertera mengisi riuh.</p><p><br></p><p>Tiba di hari itu,</p><p>langkah ini melewati batu-batu kasar.</p><p>Kita bukan lagi arah mata angin yang membelakangi,</p><p>tapi kompas mimpi yang mengubah jadi apa saja yang dimau nasib.</p><p><br></p><p>Keyakinanku belum bisa memayungimu untuk pastikan kau tak basah dan senantiasa harum.</p><p>Siang itu, yang lain menangis,</p><p>aku telah habis air mata.</p><p>Bingung hendak apa, sebab aku penggemar realita; siap ungkap kemalangan di depan mata.</p><p>Kau penggila fiksi, jauh terhempas di balik doa dan tanda tanya.</p><p><br></p><p>Temanmu yang lain meringkuk, menggumpal tanah jadi bola kecil.</p><p>Aku tak paham berguna buat apa,</p><p>toh kau juga tidak bisa bermain dengan gumpalan itu,</p><p>yang lain ingin tinggal lebih lama.</p><p>Aku enggan.</p><p><br></p><p>Langkahku kian menjauh, meskipun aku yakinkan menjangkaumu.</p><p>Kamu telah jadi Utara.</p><p>Biarpun gumpalan tanah tergerus hujan,</p><p>Aku titip cerita dari doa yang sudah kurangkai meski tak cukup indah.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bencana Banjir Kalsel, Mahasiswa Unmul Turun Jadi Relawan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bencana-banjir-kalsel-mahasiswa-unmul-turun-jadi-relawan/baca </link>
<guid> bencana-banjir-kalsel-mahasiswa-unmul-turun-jadi-relawan </guid>
<pubDate> Mon, 08 Feb 2021 04:29:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita mahasiswa Unmul saat menjadi relawan di Kalsel pada peristiwa banjir yang lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bencana-banjir-kalsel-mahasiswa-unmul-turun-jadi-relawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EqSEO39BaF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bencana Banjir Kalsel, Mahasiswa Unmul Turun Jadi Relawan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Januari lalu, masyarakat dikejutkan dengan bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel). Sebanyak 70 kecamatan dari 11 kabupaten/kota terdampak banjir dan ribuan orang menjadi korban bencana. Mereka yang mengungsi tentunya membutuhkan uluran tangan pemerintah dan relawan dalam memenuhi kebutuhan sementara. Seperti tenda, dapur umum, obat-obatan hingga kebutuhan makanan dan minuman.</span></p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Unmul turut serta dalam membantu korban kebanjiran. Mulai dari menggalang donasi uang, pakaian, makanan sampai turun langsung menjadi relawan di tempat kejadian. Seperti Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMAPA) dan Korps Sukarela (KSR) Unmul yang mengirimkan timnya menjadi relawan.</p><p style="text-align: justify;">Senin (1/2) Ketua IMAPA Unmul periode 2019/2020, Ibnu Abbas, memaparkan kegiatan mereka selama melakukan persiapan dan distribusi bantuan. Ia menuturkan, sebelumnya mereka telah menerima informasi jika posko Pos Penanggulangan Bencana (P2B) di Martapura sangat membutuhkan alat pendistribusian logistik di daerah pinggiran sungai. Setelah membentuk tim yang terdiri dari 8 orang, mereka membawa 2 unit perahu karet yang biasa digunakan untuk pelatihan jeram dan satu perahu karet yang menggunakan mesin kapal. Tim sampai di Barabai, Kalsel, pada 20 Januari lalu.</p><p style="text-align: justify;">Selain memberikan bantuan, IMAPA juga membantu dalam penyaluran logistik bagi tempat-tempat yang terdampak dan masuk dalam pemulihan banjir. Mereka kemudian membagi tim menjadi dua agar penyampaian bantuan lebih luas dan efisien. Terdapat beberapa perkampungan yang tertutup oleh longsor, sehingga mereka harus membuka akses untuk mengantarkan logistik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi teman-teman dari UKM IMAPA Unmul dan tim komunitas <em>off-road</em> menuju akses ke kampung tersebut untuk membukakan akses jalur darat untuk bisa masuk bantuan logistik hingga ke sana,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Tim lainnya kemudian diberangkatkan ke Martapura untuk bergabung dengan posko relawan yang bertempat di SMA Negeri 2 Martapura. Di sana, mereka membantu pendistribusian barang terutama sembako, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan perlengkapan perempuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekitar 10 hari, kami membantu pendistribusian logistik yang ada di drop posko. Selain pendistribusian logistik ke tempat yang terdampak banjir, kami juga berfokus untuk evakuasi penduduk. Yang kami utamakan adalah lansia, terus ibu hamil dan anak kecil,&rdquo; jelas Ibnu.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini tak lantas tanpa kendala. Mereka kesulitan untuk mencapai daerah terdampak yang dituju karena beragam hambatan. &ldquo;Pada saat keberangkatan itu, kami terlambat karena sudah masuk di hari ke-10 serta transportasi yang sulit di dapat. Di sana, akses menuju Kota Martapura sangat susah karena beberapa jembatan putus akibat dampak banjir kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Cerita lainnya datang dari KSR Unmul yang berangkat pada 23 Januari lalu. Rahmad Hidayat, selaku koordinator lapangan menyebut jika mereka mempersiapkan kebutuhan <em>recovery</em> alias pemulihan pasca bencana. Seperti alat-alat kebersihan rumah, <em>chainsaw</em> untuk pembersihan kayu, tali, dan peralatan dapur umum. Sebagai organisasi yang bergerak di bidang kebencanaan dan kesehatan, mereka mengutamakan distribusi obat-obatan, makanan dan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paling utama obat-obatan kemudian distribusi makanan berupa nasi dari aplikasi dapur umum. Kami (juga) bawa tim medis untuk kesehatan. Di dapur umum, kami ingin agar masyarakat bisa memakan makanan sehat (bukan makanan instan) seperti sayur atau ayam,&rdquo; kata Rahmad kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (3/2).</p><p style="text-align: justify;">Proses bantuan dilakukan dengan tiga tahap. Pertama, melakukan evakuasi masyarakat terutama bagi mereka yang memilih tetap tinggal di rumah atau loteng rumah mereka. Kedua, melakukan pembersihan setelah bencana dan terakhir melakukan perbaikan fasilitas umum dan bentuk <em>recovery</em> lainnya. Seperti memastikan ketersediaan air bersih untuk sanitasi hingga membuat jembatan darurat. Selama 10 hari, ia dan rekan-rekannya membantu masyarakat sesuai dengan yang mereka butuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Trauma yang menimpa masyarakat serta keadaan yang tidak stabil menjadi kendala tersendiri bagi mereka. Selama 4 hari pertama, mereka berinisiatif untuk mengerjakan bantuan sendiri dengan bantuan beberapa orang. Lama kelamaan, masyarakat lain juga ikut turun dan bergotong royong. Pembangunan jembatan dan perbaikan pipa air dikerjakan bersama dengan warga dan organisasi lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain keadaan, ia mengatakan jika kendala di lapangan lebih minim kecuali dalam hal komunikasi dan tenaga. Sebab mayoritas masyarakat menggunakan Bahasa Banjar dan lumayan sulit untuk diikuti. Ia dan kesembilan rekannya juga kesulitan dalam urusan tenaga sehingga harus berganti-gantian ketika ada yang sakit atau <em>drop</em> karena kelelahan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanyakan perihal <em>support</em> dari kampus, Rahmad mengaku jika ia cukup kecewa sebab pihak Unmul tidak memberikan dukungan yang baik secara penuh. Ia menyebut, pihak rektorat mengusahakan untuk memberikan dana sebesar Rp5 juta untuk transportasi. Namun ketika di-<em>follow up</em>, dana tersebut bukan berasal dari anggaran rektorat, tetapi anggaran KSR yang dipotong rektorat. Akhirnya, mereka mendapatkan pencairan dana sebesar Rp1,5 juta. Untuk Rp5 juta yang telah dibicarakan sebelumnya, baru akan diberikan rektorat setelah laporan pertanggungjawaban mereka selesai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini bagusnya dua organisasi, ada IMAPA Unmul dan KSR Unmul kenapa nggak difokuskan ke situ untuk posko Unmul yang besar, bagus dan alatnya lengkap. Jadi, harus nunggu-nunggu, kah? Toh, ada juga anak organisasi yang berangkat ke sana,&rdquo; pungkas Rahmad. (<strong><em>ash/ans/len/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Punya Waktu Luang? Yuk, Maraton Film Karya Joko Anwar! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/punya-waktu-luang-yuk-maraton-film-karya-joko-anwar/baca </link>
<guid> punya-waktu-luang-yuk-maraton-film-karya-joko-anwar </guid>
<pubDate> Mon, 08 Feb 2021 04:37:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraton film Joko Anwar. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/punya-waktu-luang-yuk-maraton-film-karya-joko-anwar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sykuRmlzKo.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Punya Waktu Luang? Yuk, Maraton Film Karya Joko Anwar!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dengan dimulainya perkuliahan semester genap, tentu saja berbagai tugas akan mulai menemani hari-hari kita ke depan. Saat ada waktu luang, bagaimana kalau kamu mencoba untuk maraton film? Selain melepas stres, menonton secara maraton dapat kamu lakukan untuk melihat berbagai genre yang berbeda dalam beragam film. Kali ini, <em>Sketsa</em> ingin mengajakmu untuk maraton film karya salah satu sineas Indonesia yakni Joko Anwar. Tak hanya <em>Pengabdi Setan</em> atau <em>Perempuan Tanah Jahanam</em>, terdapat karya lainnya yang patut kamu tonton juga. Berikut rekomendasinya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Janji Joni</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk mengawali maratonmu, Janji Joni dapat menjadi pembuka yang manis. Film yang merupakan karya debut Joko Anwar sebagai sutradara ini dirilis pada tahun 2005. Dibintangi oleh Nicholas Saputra, Mariana Renata, Surya Saputra dan Rachel Maryam ini mengisahkan tentang Joni (Nicholas) seorang pengantar <em>roll</em> film antar bioskop. Suatu hari, ia bertemu seorang gadis dan dimulailah petualangannya yang penuh rintangan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Kala</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah menonton <em>Janji Joni</em>, kamu akan dibuat terkejut dengan film ini. <em>Kala</em> yang digadang-gadang sebagai film <em>noir</em> pertama Indonesia ini menceritakan sebuah premis yang tidak biasa antara pembunuhan dan sebuah perburuan harta karun. Diperankan oleh Fachri Albar, Ario Bayu dan Shanty, Kala mendapatkan banyak pujian dari kritikus internasional. Hal itu yang mengantarkannya memenangkan dua Piala Citra untuk kategori Sinematografi Terbaik dan Tata Artistik Terbaik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Pintu Terlarang</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk kamu yang menggemari film <em>thriller</em> psikologis, maka <em>Pintu Terlarang</em> adalah tontonan yang harus kamu saksikan selanjutnya. Dengan plot yang menarik tentang seorang pematung bernama Gambir (diperankan Fachri Albar), ia berada dalam puncak karirnya dalam mengeksploitasi tema wanita hamil. Gambir memiliki hidup yang nyaris sempurna dengan istri dan teman-teman yang loyal, hingga ia menemukan sebuah pintu tersembunyi di balik lemari studionya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. A Copy of My Mind</strong></p><p style="text-align: justify;">Beralih dari genre yang mencekam, <em>A Copy of My Mind</em> akan membawamu kepada kisah seorang pekerja salon kecantikan bernama Sari (Tara Basro) yang bermimpi memiliki <em>home theater</em> agar dapat menonton selayaknya bioskop. Ia yang hidup pas-pasan hanya bisa menonton film dari kaset-kaset bajakan dari layar televisinya yang kecil. Satu hari saat ia protes pada pemilik toko DVD (<em>Digital Video Disc</em>) bajakan atas kesalahan <em>subtitle</em>, Sari bertemu dengan Alex (Chicco Jerikho) yang merupakan penerjemah sekaligus pembuat <em>subtitle</em> film. Namun siapa menyangka, hal ini mengantarkan hidupnya yang tenang menjadi menegangkan atas penemuan tidak sengajanya pada sebuah DVD milik seorang pejabat yang ditahan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Gundala</strong></p><p style="text-align: justify;">Akhiri maratonmu dengan film yang heroik ini! <em>Gundala</em> merupakan film pahlawan super berdasarkan pada cerita karakter Gundala karya Harya Suraminata yang diproduksi bersama Screenplay Films, Legacy Pictures, Ideosource Entertainment dengan Bumilangit Studio sebagai pemilik hak cipta <em>Gundala</em>. Dibintangi oleh Abimana Aryasatya, film ini berkisah tentang Sancaka yang hidup di jalanan setelah ditinggal oleh ayah dan ibunya. Meski awalnya ia tak peduli dengan orang lain, namun kejahatan yang merajalela membuatnya keluar sebagai Gundala untuk membela kaum-kaum tertindas.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana, sederet karya Joko Anwar di atas menarik untuk ditonton bukan? Jangan lupa, sebelum menonton selesaikan tugas-tugasmu terlebih dahulu, ya. Selamat menyaksikan! <strong><em>(len/fzn)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Pers Nasional: Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-pers-nasional-bangkit-dari-pandemi-jakarta-gerbang-pemulihan-ekonomi-pers-sebagai-akselerator-perubahan/baca </link>
<guid> hari-pers-nasional-bangkit-dari-pandemi-jakarta-gerbang-pemulihan-ekonomi-pers-sebagai-akselerator-perubahan </guid>
<pubDate> Tue, 09 Feb 2021 04:58:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) jatuh setiap tanggal 9 Februari </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-pers-nasional-bangkit-dari-pandemi-jakarta-gerbang-pemulihan-ekonomi-pers-sebagai-akselerator-perubahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m8yDsXsTrD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Pers Nasional: Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh setiap tanggal 9 Februari, memberikan kesan yang berbeda pada tahun 2021. Pandemi Covid-19 membuat kegiatan Seminar Nasional peringatan HPN Tahun 2021 dilakukan secara virtual.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kali ini, perayaan HPN mengusung tema &ldquo;Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan&rdquo;. Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Seminar Nasional dengan tema &ldquo;Regulasi Negara dalam Menjaga Keberlangsungan Media Mainstream di Era Disrupsi Medsos&rdquo;. Seminar dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dan laman <em>live.kemenkumham.go.id</em> yang bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian pelaksanaan peringatan HPN 2021 telah dilaksanakan sejak 20 Januari dengan puncak kegiatan seminar hingga sosialisasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik memfasilitasi pelaksanaan empat seminar dan Konvensi Nasional Media Massa secara daring di masing-masing daerah.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, acara puncak peringatan HPN dijadwalkan berlangsung pada 9 Februari di Ancol dan dihadiri secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Merdeka. Tetap mengikuti protokol kesehatan, panitia HPN dan pengurus PWI pusat yang hadir langsung secara tatap muka wajib melakukan tes <em>swab</em> antigen sebelum pelaksanaan acara.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Komisi Informasi Publik Jawa Barat, Ijang Faisal menyampaikan harapannya kepada pers Indonesia di momentum HPN 2021. Ia berharap agar pers semakin inovatif dan optimistis dalam memproduksi produk jurnalistik yang berkualitas serta menyuguhkan berita-berita aktual dan berimbang, sesuai kaidah kode etik sebagai jurnalistik.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai informasi, pers sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi setelah legislatif, eksekutif dan yudikatif karena keberadaan pers memiliki posisi strategis dalam informasi massa, pendidikan kepada publik serta menjadi alat kontrol sosial, walaupun berada di luar sistem politik formal.</p><p style="text-align: justify;">Perayaan turut diisi dengan diskusi yang dilakukan oleh PWI dan Kemenkumham. Ketua Umum PWI, Atal S Depari menyampaikan agar aturan main yang transparan dapat dibuat agar adil dan menjamin kesetaraan serta adanya regulasi yang dapat menyeimbangkan antara media massa konvensional dan media massa digital.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini disebabkan oleh adanya kekhawatiran media konvensional sebagai akibat dari krisis disrupsi digital, yang tergerus oleh kehadiran media massa digital di mana kemudahan dan kecepatan akses dalam informasi ditawarkan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini kemudian direspon oleh Menkumham, Yasonna H. Laoly yang menyampaikan keprihatinannya atas tergerusnya media konvensional dengan hadirnya media massa digital sehingga berdampak pada penurunan omzet secara signifikan.</p><p style="text-align: justify;">Yasonna berharap, adanya kegiatan seminar ini dapat menghasilkan masukan positif terhadap regulasi yang akan dibuat. Regulasi harus disusun berimbang, sebagai langkah media konvensional dalam menghadapi disrupsi digital. (<strong><em>krz/ems/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konotasi Negatif Perempuan dalam KBBI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/konotasi-negatif-perempuan-dalam-kbbi/baca </link>
<guid> konotasi-negatif-perempuan-dalam-kbbi </guid>
<pubDate> Tue, 09 Feb 2021 08:46:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konotasi Negatif Perempuan dalam KBBI </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/konotasi-negatif-perempuan-dalam-kbbi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nskiYN7SFh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Konotasi Negatif Perempuan dalam KBBI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Beberapa waktu lalu, unggahan dari salah satu pengguna Instagram mengundang ragam tanggapan pro dan kontra dari masyarakat. Unggahan tersebut menyinggung makna kata perempuan dalam KBBI yang mengacu konotasi negatif. Cara KBBI mendefinisikan kata perempuan cenderung merujuk kepada hal yang sifatnya genital dan terkesan misoginis.</span></p><p style="text-align: justify;">Pasalnya apabila seseorang mencari kata perempuan pada KBBI, maka muncul definisi bahwa perempuan adalah seseorang yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui; istri; bini; dan betina (khusus untuk hewan) dan definisi tersebut disusul oleh kata geladak, jahat, jalanan, jalang, jangak, lacur, nakal, dan simpanan yang dimana semua kata tersebut mengandung konotasi negatif yang sifatnya merendahkan.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut mendorong adanya pendapat, bahwa definisi perempuan dalam KBBI justru merujuk kepada objek seksualitas. Padahal sejatinya jika ditinjau secara etimologis, kata perempuan berasal dari kata empu yang artinya adalah tuan, orang yang mahir atau berkuasa, ataupun kepala, hulu, atau yang paling besar. Bahkan Sudarti dan D. Jupriono menuliskan, kata perempuan memiliki nilai yang cukup tinggi. Maksudnya ia tidak berada di bawah melainkan sejajar atau bahkan lebih tinggi daripada kata lelaki. Kata perempuan juga berkaitan dengan kata ampu yang berarti sokong, penyangga, memerintah, penjaga keselamatan, bahkan wali.</p><p style="text-align: justify;">Definisi kata perempuan dalam KBBI seharusnya menunjukan keberdayaan dan perlawanan, bukan justru merujuk pada reproduksi atau segala sesuatu yang berkaitan dengan seks. Adanya konotasi negatif yang mengikuti definisi kata perempuan mengundang tanggapan dari Bahrul Fuad yang merupakan Komisioner Komnas Perempuan. Ia menilai bahwa arti kata perempuan dalam KBBI terlalu bias gender dan terkesan patriarki.</p><p style="text-align: justify;">Tertera di KBBI, perempuan diposisikan pada kerja domestik dalam rumah objek seksual yang pasif. Bahrul berpendapat bahwa ahli bahasa seharusnya melibatkan aktivis perempuan dan ahli gender dalam merumuskan definisi kata perempuan dalam KBBI agar menghasilkan sebuah definisi yang lebih konstruktif dan berkonotasi postif.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada tanggal 7-19 Agustus 2018, Ika Vantiani mencetak definisi kata perempuan dalam lima edisi KBBI pada kaca akrilik untuk kemudian dipamerkan di Galeri Nasional, Jakarta Pusat. Melalui pameran dan instalasi &ldquo;Perempuan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia&rdquo;, Ika ingin menyampaikan bahwa konotasi negatif yang mengikuti definisi kata perempuan masih belum juga berubah bahkan setelah 30 tahun lamanya. Padahal berdasarkan penuturan Ika, konotasi negatif yang mengikuti kata perempuan dalam KBBI dapat diubah menjadi sesuatu yang lebih positif dan konstruktif. Seperti mengubahnya menjadi kata anak perempuan atau bos perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Belum adanya tanggapan dari Badan Pengembangan Bahasa kembali mendorong para aktivis perempuan untuk mengangkat kembali isu ini ke permukaan pada aksi Hari Perempuan Sedunia. Ika Vantiani kembali menyuarakan dan mempertanyakan mengenai definisi perempuan dalam KBBI yang terkesan negatif namun, tidak pula dilakukan perubahan. Dalam hal ini pemerintah terkesan begitu patriarki dalam menjabarkan definisi perempuan dalam KBBI.</p><p style="text-align: justify;">Pasalnya kata yang berkonotasi negatif seperti jalang atau nakal justru menjadi pembenaran bahwa perempuan adalah objek seksual sehingga sah rasanya melakukan kekerasan terhadap perempuan. Sesuai dengan definisi yang tertera, bahwa jalang adalah perempuan yang nakal dan liar yang suka melacurkan diri. Belum lagi dengan kata jahat yang mengikuti, di mana j<span style="background-color: transparent;">ahat diartikan sebagai perempuan yang buruk kelakuannya (suka menipu, dsb).</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, mengapa tidak ada kata berkonotasi negatif yang mengikuti definisi kata &ldquo;laki-laki&rdquo;? Dalam KBBI, kata laki-laki hanya didefinisikan sebagai orang (manusia) yang mempunyai zakar, kalau dewasa mempunyai jakun dan adakalanya berkumis; jantan (untuk hewan); orang yang mempunyai keberanian; berani. Mengapa kata yang mengandung unsur seksualitas hanya ditujukan kepada perempuan, padahal seperti yang kita tahu secara umum laki-laki juga merupakan pelaku kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Mengapa tidak ada kata jahat yang mengikuti definisi kata laki-laki dalam KBBI? Adanya kesenjangan makna ini kemudian menimbulkan anggapan bahwa pemerintah memiliki sudut pandang patriarki dan terkesan membenci kaum hawa. Dengan demikian, aktivis perempuan terus menyuarakan terkait diharuskannya perubahan makna perempuan yang dianggap telah mengalami degradasi kata. Hal tersebut juga dikarenakan KBBI adalah kamus yang menjadi acuan utama dalam berbahasa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kritik mengenai definisi perempuan dalam KBBI, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengunggah tanggapan mereka terkait hal tersebut melalui akun Twitter resmi pada tanggal 3 Februari 2021 lalu. Dalam tanggapannya dijelaskan, bahwa KBBI merupakan kamus umum yang memiliki sifat historis. Berarti, KBBI merekam semua fakta kebahasaan yang pernah dan tengah hidup dalam masyarakat yang menggunakan bahasa Indonesia. KBBI juga merupakan kamus yang hidup (<em>living dictionary</em>) di mana jika ada konsep atau makna yang baru muncul pada suatu masa, maka konsep itu dicatat dengan urutan kronologis. Kata-kata dan makna tersebut kemudian disajikan berdasarkan urutan perkembangan, mulai dari yang pertama-tama muncul hingga makna yang dipahami saat ini. Contohnya seperti, kata &lsquo;kopi&rsquo; yang awalnya didefinisikan sebagai &lsquo;pohon&rsquo; lalu diubah menjadi &lsquo;buah&rsquo;, kemudian &lsquo;serbuk&rsquo; dan yang terakhir menjadi &lsquo;minuman&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan semacam itu telah dimiliki KBBI sejak awal penyusunan. Kini dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, tentu memudahkan editor KBBI untuk mencari, mengumpulkan, menyeleksi, dan memvalidasi entri atau kata yang akan masuk ke KBBI. Salah satu syarat agar sebuah kata dapat masuk ke dalam KBBI adalah berdasarkan tingginya frekuensi penggunaan yang harus dibuktikan dari data atau korpus (semacam bank bahasa) yang ada. Selain data tertulis, data yang didapatkan secara digital juga dianggap sebagai sumber yang sangat membantu dalam memverifikasi penggunaan kata yang umum digunakan.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan keterandalan data tersebut, gabungan kata yang mengikuti definisi kata perempuan seperti perempuan jalang dan perempuan simpanan dikatakan sangat mudah ditemukan dalam korpus dengan frekuensi penggunaan yang tinggi. Alasan kuat mengapa definisi tersebut masih dipertahankan adalah karena tim editor KBBI menganut prinsip <em>corpus-based</em> atau <em>corpus-driven lexicography&nbsp;</em>yang artinya, penyusunan kamus sepenuhnya bersandar pada korpus yang tersaji apa adanya, tanpa adanya modifikasi.</p><p style="text-align: justify;">Merujuk pada pernyataan Wittgenstein II (1953 : 23) mengenai <em>language game</em>, perubahan yang terjadi dalam pendefinisian sebuah kata adalah karena makna setiap kata tergantung pada penggunaannya dalam setiap kalimat; makna kalimat tergantung penggunaannya dalam setiap bahasa; dan makna setiap bahasa tergantung penggunaanya dalam setiap kehidupan. Adanya konotasi positif maupun negatif dari setiap kata yang tercantum dalam KBBI bergantung pada konteks penggunaan.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga dapat disimpulkan bahwa kata perempuan di KBBI merupakan cerminan sosial masyarakat Indonesia saat ini. Perempuan cenderung dilihat sebagai objek seksual dan harus menanggung stigma yang buruk setelah menjadi korban kekerasan seksual. Masyarakat Indonesia hari ini cenderung memberikan sanksi sosial kepada pihak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual atau kepada mereka yang menjadi lacur, memberikan penghakiman tanpa ingin memahami.</p><p style="text-align: justify;">Menganggap bahwa seorang perempuan yang sudah menjadi lacur bukan lagi perempuan yang baik. Hal tersebut berbanding terbalik dengan seorang laki-laki yang bisa dengan bangga mengatakan bahwa mereka telah melakukan aktivitas seksual tanpa rasa takut akan penghakiman lingkungan sosial.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, konotasi dan stigma negatif yang mengikuti perempuan tidak serta merta hanya diubah melalui penjelasan di dalam KBBI, melainkan harus dengan mengubah stigma masyarakat terhadap perempuan itu sendiri. Jika kemudian masyarakat memandang perempuan dalam konotasi positif tanpa melibatkan stigma negatif maka dengan sendirinya, kata-kata dengan makna positif akan ada dalam KBBI secara otomatis.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Yasmin Dieva Islamiyah, mahasiswi Psikologi, FISIP 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Luring, Wisuda Unmul Maret 2021 Direncanakan Kembali Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-luring-wisuda-unmul-maret-2021-direncanakan-kembali-daring/baca </link>
<guid> sempat-luring-wisuda-unmul-maret-2021-direncanakan-kembali-daring </guid>
<pubDate> Wed, 10 Feb 2021 07:31:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rencana wisuda daring Maret mendatang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-luring-wisuda-unmul-maret-2021-direncanakan-kembali-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mMpiZJ5FJp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Luring, Wisuda Unmul Maret 2021 Direncanakan Kembali Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pandemi Covid-19 yang masih belum mereda lagi-lagi membuat beberapa perencanaan kegiatan harus menyesuaikan dengan keadaan. Begitu pula dengan pelaksanaan wisuda Unmul.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sempat dihubungi <em>Sketsa</em> pada Jumat (29/1), Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono mengatakan bahwa kemungkinan wisuda akan kembali digelar secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin kan kita mengevaluasi dari Satgas Covid-19 Unmul, ternyata kita belum bisa melaksanakannya (wisuda) secara luring. Sehingga kesimpulannya, untuk pelaksanaan wisuda (Maret, gelombang pertama) akan dilaksanakan daring. Paling banter, akan dilaksanakan dengan sistem gelombang-gelombang seperti sebelumnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pihak Unmul telah memikirkan beberapa alternatif terkait pelaksanaan wisuda. Salah satunya adalah dengan mengadakan wisuda secara <em>drive thru</em>. Sayangnya, wacana terpaksa tidak direalisasikan karena beberapa pertimbangan seperti kondisi cuaca di Samarinda yang tidak dapat diprediksi hingga kemungkinan timbulnya antrian panjang.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan wisuda Maret ini pun tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan wisuda pada gelombang sebelumnya. Mustofa menuturkan, 18-20 orang perwakilan terbaik akan menghadiri wisuda secara luring. Tetap dengan protokol kesehatan, sehingga terbatas hanya untuk 40 orang.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Yang ada di dalam ruangan hanya rektor, para wakil rektor, para dekan, ketua senat, sekretaris senat, wakil wisudawan serta sebagian kecil panitia. Bahkan panitia lainnya pun tidak bisa masuk, hanya menunggu di luar saja saat itu,&rdquo; tuturnya saat dihubungi <em>Sketsa</em> via WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa kendala yang kerap dihadapi saat pelaksanaan wisuda daring ini. Salah satunya berkaitan dengan jaringan internet dan arus listrik. Dalam hal ini, ia menyebutkan jika pihak Unmul telah mengantisipasinya dengan menyurati pihak-pihak terkait. Seperti pihak provider Indosat untuk mengamankan jaringan internet dan pihak PLN untuk mengamankan jaringan arus listrik di sekitar Unmul agar tidak terjadi pemadaman.</p><p style="text-align: justify;">Nur Susilowati, mahasiswa Pendidikan Bahasa &amp; Sastra Indonesia 2016 berpendapat jika wisuda memang memungkinkan untuk dilaksanakan secara luring ia mengaku sangat senang. Apabila tidak memungkinkan, seharusnya itu bukan masalah.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Menurut saya yang terpenting adalah lulus. Kalau kita sudah lulus, itu artinya kita berhasil menyelesaikan satu tanggung jawab yang ada,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai persiapan wisuda, Nur mengungkapkan jika ia berkas dan persiapan lainnya telah siap. &ldquo;Kalo dipersentasikan, mungkin sekitar 60-70% khusus untuk masalah pemberkasan,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(sii/nkh/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anoreksia Nervosa, Masalah Diet Remaja Dewasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/anoreksia-nervosa-masalah-diet-remaja-dewasa/baca </link>
<guid> anoreksia-nervosa-masalah-diet-remaja-dewasa </guid>
<pubDate> Wed, 10 Feb 2021 11:25:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Waspada ancaman anoreksia nervosa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/anoreksia-nervosa-masalah-diet-remaja-dewasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1acBq3IziP.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Anoreksia Nervosa, Masalah Diet Remaja Dewasa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Saat ini, banyak sekali kasus <em>overweight</em> dan obesitas di Indonesia. Obesitas atau <em>overweight</em> sendiri adalah keadaan di mana seseorang mengalami kelebihan berat badan, biasanya terjadi akibat penumpukan lemak pada seseorang. Untuk mengetahui apakah sesorang masuk dalam skala <em>overweight</em> atau obesitas adalah dengan melakukan cek pada <em>Body Mass Index</em> (BMI). Pada obesitas, BMI akan berkisar 25-29,9 sedangkan pada obesitas 30-34,9.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Lantas, bagaimana dengan yang melebihi kisaran tersebut? Mereka akan masuk ke klasifikasi <em>Severe Obese</em> ataupun <em>Extreme Obese</em>. Kasus ini banyak menyerang remaja di usia 7 hingga 15 tahun. Berdasarkan data Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), angka obesitas setiap tahunnya semakin meningkat pada pria maupun wanita. Di Indonesia sendiri, wanita terhitung lebih banyak mengalami hal ini.</p><p style="text-align: justify;">Obesitas cenderung menyerang usia anak-anak hingga remaja. Di mana pada usia tersebut, rata-rata anak atau remaja belum memperhatikan tubuh dengan berat badan (BB) yang proposional. Tak jarang, hal ini banyak ditemukan pada mahasiswa yang melakukan diet <em>extreme</em>. Dari sekadar meminum air putih hingga hanya makan satu jenis makanan agar dapat menurunkan BB.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu kasus yang terjadi akibat menurunkan BB adalah anoreksia nervosa. Ini merupakan gangguan pola makan yang membuat seseorang melaparkan diri secara sengaja karena rasa takut akan gemuk. Para penderitanya sangat terobsesi untuk menjadi ramping dengan cara membatasi makanan. Jika ini berlanjut, dapat membahayakan penderita dan berakibat fatal.</p><p style="text-align: justify;">Seseorang yang menderita anoreksia nervosa memiliki target penurunan berat badan yang tidak rasional dan akan terus mencari cara menurunkan berat badan. Mereka tidak peduli berapa banyak berat badan yang sudah mereka kurangi, juga tidak memikirkan risiko yang terjadi setelahnya karena obsesi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak jarang, penderita meminum obat pencahar agar makanan yang telah dimakan cepat keluar atau memuntahkannya kembali agar tidak terjadi kenaikan berat badan. Kelainan ini merupakan kelainan psikologis, sesuai yang ditetapkan oleh <em>America Psychriatric Association</em>.</p><p style="text-align: justify;">Faktor penyebabnya sendiri sangat kompleks dan tidak hanya satu. Ada tiga faktor utama yang menyebabkan kondisi ini. Seperti faktor biologis, psikologis dan sosial. Faktor biologisnya ialah kelainan aktivitas otak pada bagian yang mengontrol kesenangan dan selera makan. Sementara, faktor psikologis dipengaruhi oleh sikap perfeksionis penderita yang memiliki pengharapan tidak realistis serta tidak memiliki identitas diri yang kuat. Di mana mereka memilih mengorbankan identitasnya demi menyenangkan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, faktor sosial cenderung berasal dari keluarga yang <em>overprotect</em> atau tidak harmonis atau memiliki konflik dan inkonsistensi. Keluarga juga seringkali punya harapan tinggi yang tidak realistis serta terlalu kaku.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana jika kalian merasa memiliki gejala tersebut? Ada baiknya untuk segera ke psikolog/pskiater atau dokter untuk mendapatkan tata laksana yang tepat. Terutama pada kondisi-kondisi tertentu yang berakibat fatal dan perlu penanganan dari rumah sakit. Apabila terdapat gejala-gejala kejiwaan, pasien dapat diberikan <em>treatment</em> perilaku hingga obat-obatan untuk masalah tersebut. Tidak lupa untuk selalu rutin ke dokter agar tidak terjadi kekambuhan.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, tidak ada pencegahan yang spesifik terkait kelainan ini. Namun, hal yang paling penting adalah mengurangi rasa <em>insecure</em> atas kondisi tubuh yang ada. Jika ingin melakukan diet, ketahui terlebih dahulu BMI dan target yang akan dicapai untuk posisi ideal yang tepat. Dapat juga dibarengi dengan membaca kiat-kiat diet yang sehat serta mengetahui kebutuhan kalori, kebutuhan olahraga dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Penting juga untuk selalu sabar menunggu hasil. Jangan mengharapkan hasil yang instan atau menghalalkan berbagai cara agar mendapatkan efek yang cepat tanpa memikirkan kesehatan ke depan. Perlu diingat, usaha tidak akan mengkhianati hasil meski membutuhkan waktu yang lama. Selalu jaga kesehatanmu, ya. <strong><em>(rkn/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Kiat Aman di Media Sosial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tiga-kiat-aman-di-media-sosial/baca </link>
<guid> tiga-kiat-aman-di-media-sosial </guid>
<pubDate> Thu, 11 Feb 2021 06:34:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penggunaan media sosial kian marak seiring pandemi berlangsung. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tiga-kiat-aman-di-media-sosial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OjegP52sXu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Kiat Aman di Media Sosial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Selama pandemi Covid-19, aktivitas penggunaan internet masyarakat meningkat drastis sebab adanya pembatasan kegiatan secara langsung. Layaknya yang termuat dalam <em>k</em><em>atadata.co.id</em>, survei Firma Konsultan Kantar menyatakan pengguna WhatsApp terus tumbuh dari hari ke hari. Pada hari-hari awal pandemi, penggunaan aplikasi tersebut secara global melonjak sampai 27% kemudian melonjak hingga 40%.</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun penggunaan media sosial (medsos) seperti TikTok, WhatsApp, Instagram, Twitter, Telegram hingga Facebook jadi beberapa aplikasi yang ramai digunakan untuk berkomunikasi hingga mencari hiburan.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun memiliki banyak manfaat, nyatanya beraktivitas di medsos tak selamanya aman. Selain berpengaruh kepada menurunnya produktivitas dan keadaan mental, penyampaian informasi yang kurang baik dapat memicu penyebaran hoaks. Mengekspos kehidupan secara berlebihan juga membahayakan.</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja, kebijakan dalam beraktivitas di medsos bergantung dengan penggunanya. Namun, perlu diingat, jejak digital tidak mudah untuk hilang dan sewaktu-waktu dapat disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Diperlukan kesadaran diri dan trik yang tepat untuk <em>survive</em> di medsos. Berikut <em>Sketsa</em> berikan tiga kiat ampuh untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Miliki Akun Medsos yang Aman</strong></p><p style="text-align: justify;">Agar akun kita terhindar dari penyalahgunaan oleh <em>hacker</em> atau orang asing, maka kita perlu mengetahui beberapa hal untuk mencegahnya. Pertama, selalu waspada ketika sedang <em>online</em> menggunakan fasilitas yang bukan pribadi (ponsel orang lain, komputer kampus/perpustakaan atau di kafe siber/warung internet). Selalu ingat untuk <em>log out</em> dari akun medsosmu.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, buatlah kombinasi <em>password</em> yang tidak umum digunakan orang. Sebisa mungkin, hindari menggunakan <em>password</em> yang umum digunakan (seperti nama, tanggal lahir, dsb<span style="background-color: transparent;">). Ciptakan kombinasi yang unik namun mudah diingat.</span></p><p style="text-align: justify;">Ketiga, selalu membersihkan riwayat pencarianmu pada <em>browser</em> yang digunakan untuk membuka medsos (jika tidak membukanya di aplikasi).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berteman Secukupnya</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat berselancar di medsos, tak jarang kita mendapatkan permintaan berteman dari orang asing atau kita sendiri yang mencari teman baru. Hal ini biasanya terjadi ketika kita berada di sebuah <em>base</em> fandom atau berdasarkan eksplor (pencarian seperti fotografi, makanan, seni, dsb.) terbanyak yang kita miliki di medsos.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, kita perlu memilah teman di dunia maya. Caranya, kamu harus selektif menyaring siapa saja yang dapat kamu jadikan teman di media sosial. Konfirmasi teman atau pengikut yang memiliki <em>mutual friend</em> dengan kita.</p><p style="text-align: justify;">Kamu juga dapat mengatur privasi di medsos dan membatasi informasi di profil dengan seperlunya. Meski dapat membuatmu aman, tetap batasi hal pribadimu dalam batas yang wajar. Saat ini terutama di Twitter, penggunaan carrd.co menjadi salah satu pilihan untuk mengantisipasi <em>mutual</em> yang tidak diinginkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berpikir Sebelum Posting</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak jarang, kita melihat <em>war</em> yang disebabkan oleh postingan seseorang. Hal ini terjadi karena pembahasan isu yang sensitif atau sekadar cuitan yang memancing klik. Agar kejadian ini tidak terjadi pada kita, ingatlah untuk selalu berpikir dan mempertimbangkan setiap postingan yang akan kita unggah.</p><p style="text-align: justify;">Selalu sensitif dan memantau tema atau tajuk yang dapat memancing reaksi spontan orang lain. Usahakan untuk tidak dengan sengaja terlibat obrolan yang bersifat SARA dan provokatif. Jika akun kita memang ditujukan untuk membahas hal-hal terkait SARA (dalam artian positif seperti memberikan pendidikan/ilmu baru), berikan <em>trigger</em>&nbsp;<em>warning</em> sebelum mengunggah.</p><p style="text-align: justify;">Waspada dengan berita yang naik menjadi <em>headline</em> juga patut diperhitungkan. Ketika muncul tajuk kontroversial, selalu cek berulang sumber berita untuk mengetahui kebenarannya. Jika kamu tidak menemukan sumber terpercaya, tahan dirimu untuk menyebarkannya.</p><p style="text-align: justify;">Itulah tiga tips yang dapat kami berikan. Jadilah pribadi yang tegas, berhati-hati, dan paham menggunakan medsos agar tetap aman. Selamat berselancar di dunia maya! (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nombeko Mayeki, Sosok Cerdik dalam The Girl Who Saved The King of Sweden </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/nombeko-mayeki-sosok-cerdik-dalam-the-girl-who-saved-the-king-of-sweden/baca </link>
<guid> nombeko-mayeki-sosok-cerdik-dalam-the-girl-who-saved-the-king-of-sweden </guid>
<pubDate> Thu, 11 Feb 2021 09:30:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> The Girl Who Saved The King of Sweden merupakan novel fiksi karya Jonas Jonasson </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/nombeko-mayeki-sosok-cerdik-dalam-the-girl-who-saved-the-king-of-sweden/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C2RGGa5wZz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nombeko Mayeki, Sosok Cerdik dalam The Girl Who Saved The King of Sweden</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - The Girl Who Saved The King of Sweden merupakan novel fiksi karya Jonas Jonasson. Buku ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2013 dan merupakan novel kedua dari sang penulis, setelah keberhasilannya pada novel pertama yang berjudul The Hundred-Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeard.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Mengisahkan sosok Nombeko Mayeki, seorang gadis buta huruf kelahiran Soweto yang merupakan sebuah perkampungan kumuh di Afrika Selatan. Ia telah ditinggalkan oleh sang ayah sejak 20 menit setelah pembuahan terjadi. Di usianya yang ke-10 tahun, ibunya pun meninggal akibat kecanduan tiner.</p><p style="text-align: justify;">Digambarkan, Nombeko tumbuh dan terkurung dalam truk pengangkut kentang bersama raja dan perdana menteri Swedia. Hal itu adalah kejadian dengan probabilitas statistik 1 : 45.766.212.810. Perhitungan tersebut dilakukan oleh dirinya sendiri. Ia diperlihatkan sebagai sosok protagonis yang pemberani dan cerdik dalam novel ini. Suatu hari, Nombeko justru menjadi anomali dari probabilitas statistik yang dihitungnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">The Girl Who Saved The King of Sweden membawa kita dari tahun 1970-an di Afrika Selatan menuju abad ke 21 di Swedia. Walaupun novel fiksi, tetapi tokoh sosial politik serta sejarah yang ada di dalamnya mengacu pada kejadian nyata. Contohnya Nelson Mandela yang ditahan akibat melawan sistem <em>apartheid</em>.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, referensi peristiwa sejarah dan pengenalan tokoh yang terlalu padat dibangun secara bertumpuk sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan.</p><p style="text-align: justify;">Bagian menarik dalam buku ini terdapat pada saat Nombeko harus menjadi budak kontrak. Suatu ketika ia ditabrak oleh insinyur alkohol bernama Westhuizen di Johannesburg, setelah melalui perjalanan panjang dari Soweto menuju Perpustakaan Nasional Pretoria. Di persidangan, hakim memenangkan sang insinyur yang lulus sekolah teknik melalui jalur nepotisme dan kecurangan.</p><p style="text-align: justify;">Karena kebodohan dan hasrat candu narkobanya, Westhuizen yang memegang program senjata nuklir di Afrika Selatan membuat Nombeko yang seorang jenius menjadi tangan kanannya. Secara resmi, gadis tersebut hanya petugas kebersihan. Peristiwa ini juga mempertemukannya dengan tiga wanita Tiongkok yang juga merupakan budak serta agen Mossad yang akan mengirimnya menuju Swedia.</p><p style="text-align: justify;">Meski dapat disimpulkan, jika banyaknya referensi yang diambil membuat pengenalan tokoh menjadi kurang membekas dengan alur yang cukup <em>absurd</em>. Novel ini menawarkan festival petualangan yang seru dan menyenangkan untuk dibaca.</p><p style="text-align: justify;">Diceritakan melalui sudut pandang orang, The Girl Who Saved The King of Sweden memiliki tokoh utama yang kuat dan gaya humor apa adanya. Novel setebal 554 halaman ini bisa menjadi referensi bacaan yang menghibur untukmu di tengah pandemi. (<strong><em>dyn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Pendaftar, Pemira FT 2021 Alami Penundaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-pendaftar-pemira-ft-2021-alami-penundaan/baca </link>
<guid> minim-pendaftar-pemira-ft-2021-alami-penundaan </guid>
<pubDate> Fri, 12 Feb 2021 06:35:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penundaan Pemira FT. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-pendaftar-pemira-ft-2021-alami-penundaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vrdbU769zY.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Pendaftar, Pemira FT 2021 Alami Penundaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Meski berjalan, Pemira Fakultas Teknik (FT) mengalami beberapa kendala. Hingga saat ini, belum ada pengesahan calon Ketua dan Wakil Ketua yang akan memimpin BEM FT untuk satu tahun yang akan datang. Sebab, pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur terus mengalami kemunduran dari jadwal aslinya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada awalnya, pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur dibuka pada 19 - 28 November 2020. Tetapi hingga tanggal 28 November, minimnya pendaftar membuat pihak Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) kembali memperpanjang pendaftaran hingga 16 Desember 2020. Terdapat empat calon yang mengambil berkas pendaftaran hingga pendaftaran ditutup. Namun, terjadi sedikit masalah pada saat pendaftaran. Seharusnya, pendaftaran ditutup pada tanggal 16 Desember 2020. Tapi pada 17 Desember 2020 masih ada bakal calon yang mendaftar dan diterima oleh KPPR FT.</p><p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi, Risky selaku Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FT mengungkapkan bahwa itu adalah murni kesalahan panitia. &ldquo;Iya itu ada kesalahan dari panitia, terjadi miskomunikasi di kalangan panitia sehingga masih dibukanya pengambilan berkas padahal sudah lewat batas waktu,&rdquo; ujarnya ketika diwawancarai <em>Sketsa</em>, Minggu (31/1).</p><p style="text-align: justify;">Kesalahan tersebut menjadi salah satu alasan pendaftaran Pemira FT kembali diperpanjang untuk kedua kalinya. Faktor lainnya disebabkan oleh empat bakal calon yang gagal untuk lolos ke tahap selanjutnya karena dokumen yang tak lengkap. Misalnya seperti jumlah dukungan sebanyak 200 suara. Risky menyebut, persyaratan tersebut berat untuk dipenuhi oleh bakal calon karena tidak dapat bertemu langsung dengan mahasiswa di masa pandemi sehingga pihaknya mengkaji ulang persyaratan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melakukan rapat besar untuk membahas dan mengkaji ulang persyaratan bersama Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Teknik (KBM FT), pihak KPPR memutuskan untuk mengurangi syarat jumlah dukungan suara menjadi 150 suara.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, pendaftaran bakal calon Ketua dan Wakil Ketua BEM FT kembali dibuka pada tanggal 6 - 13 Januari 2021 dengan persyaratan baru tersebut setelah sebelumnya melakukan sosialiasi pada 5 Januari 2021 via Zoom Meeting.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai dengan penutupan pendaftaran kemarin, total ada tiga calon yang mengambil berkas pendaftaran. Tetapi, hanya dua calon saja yang mengembalikan berkas, satu calon lainnya tidak mengembalikan. Namun, satu calon atas nama Muhammad Ali Husein yang sudah mengembalikan berkas ternyata tidak memiliki wakil sehingga tidak dapat lolos ke tahap selanjutnya,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pasangan calon yang dinyatakan lolos tahap pendaftaran adalah M. Rizky Ramadhan Kiay dengan Dwi Putro. Sayangnya, saat diverifikasi oleh pihak KPPR ditemukan kecatatan administrasi berupa kurangnya materai, kesalahan format kertas esai analisis BEM dan tidak melampirkan <em>excel</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat hal tersebut, saat ini kami sudah melakukan tahap-tahap rapat besar. Hari Rabu (27/1) kemarin sudah rapat, tapi masih pending dan rencana akan dilanjutkan pada hari Senin (1/2). Tinggal tunggu keputusannya bagaimana dan saya berharap tidak ada perpanjangan lagi,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari Instagram <em>@blm_ftunmul</em>, hasil akhir rapat besar yang sudah dilaksanakan mengenai administrasi kelengkapan pasangan calon M. Rizky Ramadhan Kiay dengan Dwi Putro menyatakan bahwa paslon dapat memperbaiki kelengkapan dan administrasi berkas maksimal 2 hari terhitung dari tanggal 2 Februari 2021. <strong><em>(wuu/fsf/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki: Sebuah Esai untuk Refleksi Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/i-want-to-die-but-i-want-to-eat-tteokpokki-sebuah-esai-untuk-refleksi-diri/baca </link>
<guid> i-want-to-die-but-i-want-to-eat-tteokpokki-sebuah-esai-untuk-refleksi-diri </guid>
<pubDate> Fri, 12 Feb 2021 10:18:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah buku self improvement dari Baek Se Hee. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/i-want-to-die-but-i-want-to-eat-tteokpokki-sebuah-esai-untuk-refleksi-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M4PgCcfMdi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki: Sebuah Esai untuk Refleksi Diri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Saat membaca judul buku ini, seperti apa bayangan kalian? Bagaimana kau ingin mati namun masih memikirkan jajanan kaki lima? Hal inilah yang menjadi tajuk dalam buku karya Baek Se Hee ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Terdiri dari 236 halaman, buku yang berisi esai mengenai pertanyaan, penilaian, saran, nasihat dan evaluasi diri dari sang penulis ketika ia menjalani pengobatan untuk distimia (depresi berkepanjangan) dan gangguan kecemasan yang telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun.</p><p style="text-align: justify;">Karena esai ini dibuat berdasarkan pengalaman asli, maka di dalamnya kita akan benar-benar melihat bagaimana proses pengobatan berjalan serta perkembangannya. Meski terdengar suram dan bersifat pribadi, kita akan menemukan penyebab yang mendasari depresi melalui situasi spesifik. Tak hanya itu, di dalamnya juga memuat bagaimana perjalanan untuk menerima keadaan diri sendiri dan berfokus pada kehidupan yang lebih sehat.</p><p style="text-align: justify;"><em>I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki</em> terdiri dari dua belas bab yang disusun berdasarkan minggu pengobatan. Kalian juga akan melihat, bagaimana seorang pasien dan pskiater tumbuh bersama seiring dengan berjalannya pengobatan ini. Tidak ada dokter yang sempurna atau pasien yang sempurna, semuanya mengalir apa adanya.</p><p style="text-align: justify;">Meski setiap bab menarik untuk dibaca, namun ada beberapa bab yang membuat kita kembali bercermin dan merefleksikan diri. Seperti bagian &ldquo;<em>Apa yang Harus Kulakukan Agar Mengenal Diriku Dengan Baik</em>&rdquo; dan &ldquo;<em>Mengatur, Membuat Kesimpulan, Kecewa, Pergi</em>&rdquo;. Kedua bab ini mengulas bagaimana Baek ingin mengenal dirinya dengan lebih baik, juga menerima bahwa setiap orang ialah spesial. Selain itu, menghentikan pemikiran bahwa orang lain selalu mencoba untuk meremehkan kita, sementara kitalah yang selalu meremehkan diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir buku ini, terdapat penutup dari sang pskiater juga beberapa catatan tambahan dari penulis mengenai apa efek positif dari merasakan depresi. Ini bukan menjustifikasi bahwa depresi adalah hal yang baik, namun menjadi sebuah pengalaman hidup untuk terus belajar dan memperbaiki diri.</p><p style="text-align: justify;">Ada satu kutipan akhir yang menarik untuk diingat. &ldquo;Jika aku tidak menyerah, aku pun bisa terus melanjutkan hidupku sambil tertawa maupun menangis. Aku ingin mengalami kegagalan kemudian mengarahkan kembali pandanganku ke jalan yang lebih baik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Hidup manusia memang kompleks. Kita tidak bisa hanya merasa senang atau sedih. Dengan merasakan keduanya, munculah evaluasi dan pengembangan untuk membenahi diri. Untuk mencintai dan menerima keadaan dengan apa adanya.</p><p style="text-align: justify;">Buku berkategori <em>self improvement</em> ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat dan menjadi <em>best seller</em> di Korea Selatan. Buku keduanya pun sudah terbit di pasaran. Bagaimana, tertarik untuk ikut membaca? <strong><em>(len/fzn)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebijakan Ekspor Benur Lobster: Solusi atau Delusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kebijakan-ekspor-benur-lobster-solusi-atau-delusi/baca </link>
<guid> kebijakan-ekspor-benur-lobster-solusi-atau-delusi </guid>
<pubDate> Fri, 12 Feb 2021 11:26:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembangunan sektor bidang kelautan dan perikanan di Indonesia menjadi salah satu perhatian pemerintah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kebijakan-ekspor-benur-lobster-solusi-atau-delusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jbPw4o8jTo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebijakan Ekspor Benur Lobster: Solusi atau Delusi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pembangunan sektor bidang kelautan dan perikanan di Indonesia menjadi salah satu perhatian pemerintah. Ini karena dukungan potensi dan keanekaragaman sumber daya yang dimiliki, salah satunya pada komoditas lobster. Tingginya permintaan ekspor terhadap komoditas lobster pada faktanya bukanlah tanpa masalah. Aspek yang menjadi perhatian adalah persoalan ekologi yang dapat terganggu apabila mengeksploitasi lobster di alam secara berlebihan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jenis lobster telah berada pada zona tereksploitasi sepenuhnya. Beberapa di antaranya bahkan telah dieksploitasi secara berlebihan (overexploited). Hal ini tentu menjadi dasar kekhawatiran dalam melaksanakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan. Diperlukan kebijakan pemerintah yang tepat untuk memanfaatkan potensi alam sebagai sumber perekonomian dengan tidak menimbulkan dampak buruk bagi alam itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai tindak lanjut atas permasalahan tersebut, KKP mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia (Permen KP No. 56/2016) yang melarang ekspor benur lobster ke luar negeri termasuk larangan menjual benur lobster untuk kepentingan budi daya.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan ini bertujuan untuk menjamin keberlanjutan kegiatan perikanan dan ketersediaan lobster yang berkelanjutan. Akan tetapi, menurut saya langkah tersebut belum dapat menjadi jawaban bagi nelayan dan petani lobster. Kenapa? Karena jangka waktu pertumbuhan lobster di alam memiliki waktu yang lama dan bersifat musiman. Masyarakat yang menggantungkan perekonomiannya pada komoditas ini menjadi kesulitan ketika hanya diizinkan untuk memanfaatkan lobster dewasa sebagai pokok penghidupan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Didasari oleh kesulitan masyarakat terhadap keberadaan kebijakan tersebut, KKP pada era kepemimpinan yang baru mencabut Permen KP No. 56/2016 dan mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Indonesia (Permen KP No. 12/2020) yang mendorong kegiatan budi daya dengan memberikan izin bagi nelayan untuk menjual benur lobster serta melibatkan korporasi sebagai eksportir benur ke luar negeri.</p><p style="text-align: justify;">Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan industri perikanan komoditas lobster serta mendorong kegiatan budi daya. Tidak hanya mengandalkan tangkapan alam saja, namun juga menjaga kelestarian sumber daya perikanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengembangan investasi, peningkatan devisa serta menekan praktik penyeludupan benur ke luar negeri yang merugikan negara.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan dalam Permen KP No. 12/2020 sangat bertolak belakang dengan kebijakan sebelumnya. Secara konsep tidak dapat dikatakan sebagai langkah yang tepat jika bertujuan untuk mendorong iklim budi daya dan kelestarian pada sektor komoditas lobster. Saya bisa katakan, bahwasanya kebijakan ini malah akan menyebabkan degradasi sumber daya lobster secara cepat bahkan mengancam kepunahan. Karena rentan untuk terjadi eksploitasi secara besar-besaran oleh nelayan dan pelaku usaha untuk mencari keuntungan.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan ini juga tidak tepat jika dikatakan bertujuan untuk meningkatkan investasi dan devisa. Dengan mengekspor benur, tentu akan menurunkan daya saing Indonesia sebagai pemasok lobster dewasa. Sebab kegiatan budi daya di Indonesia masih kurang jika dibandingkan dengan negara lain seperti Vietnam yang merupakan tujuan ekspor benur dari Indonesia, Di sisi lain, pasokan lobster tidak dapat terus mengandalkan tangkapan alam.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah dalam hal menentukan solusi harus bersikap secara bijak dengan mempertimbangkan serta mengkaji dampak yang timbul dari kegiatan ekspor benur ini. Kebijakan ini bukanlah solusi jika pemerintah ingin mendorong kegiatan budi daya dan perekonomian. Pemerintah seharusnya menganalisa bahwa kekurangan dalam Permen KP No. 56/2016 adalah masyarakat yang tidak memiliki sumber penghasilan ketika ada larangan menjual benur untuk budi daya dan kemampuan masyarakat kita yang masih kurang untuk melakukan budi daya serta mengelola hasil komoditas itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Ekspor benur bukanlah jalan keluar dari permasalahan tersebut. Pemerintah harus mendorong pembangunan industri budi daya lobster oleh nelayan dan pelaku usaha dalam negeri. Caranya dengan mengatur pembatasan jumlah benur yang dapat ditangkap untuk budi daya agar tak terjadi <em>overexploitation</em>. Selain itu, sangat perlu untuk mendorong pengembangan industri perikanan lainnya yang dijalankan secara beriringan.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahap implementasi, terdapat indikasi korupsi serta menopoli dalam proses pelaksanaan kebijakan ekspor benur. Walaupun sebenarnya, tindak pidana yang terjadi merupakan pembahasan yang berbeda dari konsep dibentuknya kebijakan ini yang sedari awal sudah tidak tepat. Namun, peristiwa tersebut mempertegas bahwa legalisasi ekspor benur nyatanya sarat akan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Ini tercermin dari kasus suap perizinan yang dilakukan eksportir benur kepada pejabat di KKP dan pelaksanaannya yang bertentangan dengan Pasal 3 ayat (1) huruf e dan Pasal 5 ayat (1) huruf c Permen KP No. 12/2020. Di mana pada pasal ini mensyaratkan pembudi daya dan eksportir harus melakukan panen lobster secara berkelanjutan dan melepasliarkan lobster tersebut sebanyak 2% dari hasil pembudidayaan.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, ditemukan bahwa beberapa eksportir yang menerima izin merupakan perusahaan-perusahaan baru yang sangat tidak logis. Terutama apabila perusahaan tersebut telah melakukan pembudidayaan secara berkelanjutan karena proses budi daya lobster yang membutuhkan waktu lama. Indikasi praktik monopoli jasa kargo turut menyiratkan bahwa telah terjadi persaingan usaha yang tidak sehat dalam teknis pelaksanaan kebijakan ekspor.</p><p style="text-align: justify;">PT Aero Citra Kargo (PT. ACK) menjadi satu-satunya ekspedisi yang digunakan dalam proses pengiriman ekspor benur dari Indonesia. Diduga, mereka melakukan penguasaan pasar pada jasa <em>freight forwader</em> serta persengkokolan dengan lembaga yang bersangkutan. Sebagaimana yang dilarang dalam Pasal 17 dan 24 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.</p><p style="text-align: justify;">Penggunaan hanya satu jasa ekspedisi dalam kegiatan ekspor benur ini tentu merupakan hal yang tidak wajar, sebab terdapat banyak badan usaha lain yang memiliki kapasitas untuk melakukan ekspedisi serupa. Sebagaimana halnya kegiatan ekspor komoditas lain yang membuka peluang bagi badan usaha untuk melakukan jasa <em>freight forwarder</em> apabila memiliki kapasitas.</p><p style="text-align: justify;">Praktik monopoli tentu akan membawa kerugian bagi masyarakat dan eksportir, sebab jasa kargo yang bersangkutan dapat memonopoli tarif layanannya dengan tinggi. Sehingga akan kontra produktif apabila kebijakan ekspor hadir sebagai upaya untuk menekan penyeludupan, karena mekanisme secara legal tidak dapat memberikan keuntungan yang optimal.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan ekspor benur lobster yang cacat dari segi konsep dan pelaksanaanya ini kemudian dihentikan sementara berdasarkan Surat Edaran Plt. Dirjen Perikanan Tangkap Nomor B.22891/DJPT/Pl.130/XI/2020 tangggal 26 November 2020. Surat edaran tersebut mengatur tentang Penghentian Sementara Penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP) kepada para Kepala Dinas KP provinsi/kabupaten/kota, Ketua Kelompok Usaha Bersama Penangkap BBL (Benih Bening Lobster) dan para eksportir BBL.</p><p style="text-align: justify;">Surat ini merupakan pemberitahuan internal kepada pihak yang terlibat dalam kegiatan ekspor benur lobster. Mengingat isi surat edaran hanya berupa pemberitahuan, maka materi muatannya tidak merupakan norma hukum sebagaimana norma dari suatu peraturan perundangan-undangan. Oleh karena itu surat edaran tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk menganulir peraturan menteri.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pertimbangan bahwa kebijakan ekspor benur lobster bukanlah solusi bagi permasalahan nelayan dan bukan langkah yang tepat untuk mendorong perekonomian, terlepas dari permasalahan korupsi yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah seharusnya lebih mengedepankan usaha pengembangan budi daya lokal serta ketegasan dalam penanganan penyeludupan benur ke luar negeri. Bukan seolah-olah mengambil jalan pintas dengan membuka izin ekspor benur tersebut. Kebijakan ini haruslah dihentikan secara permanen dengan membentuk tata kelola baru yang tepat dalam pengelolaan komoditas lobster.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Lisa Aprilia Gusreyna, mahasiswa Ilmu Hukum, FH 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ini 3 Situs Gratis untuk Tingkatkan Skill-mu Selama Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/ini-3-situs-gratis-untuk-tingkatkan-skill-mu-selama-pandemi/baca </link>
<guid> ini-3-situs-gratis-untuk-tingkatkan-skill-mu-selama-pandemi </guid>
<pubDate> Sat, 13 Feb 2021 11:22:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maksimalkan tahunmu dengan ikuti program-program berikut! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/ini-3-situs-gratis-untuk-tingkatkan-skill-mu-selama-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7BdEntDfeB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ini 3 Situs Gratis untuk Tingkatkan Skill-mu Selama Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Keterbatasan dalam berkegiatan dan harus beralih ke daring merupakan rutinitas selama pandemi. Di samping keterbatasan itu, ada pula kemudahan yang ditawarkan bersamaan dengan perkembangan teknologi. Banyak kesempatan untuk mengembangkan kompetensi diri lewat beragam situs secara cuma-cuma. Berikut <em>Sketsa</em> sajikan untuk kamu!</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>1.Skillseeker.id</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa bilang mengeksplorasi kemampuan harus merogoh kocek dalam? Pada platform Instagramnya, Skillseeker.id menawarkan beragam webinar gratis yang dapat kamu pilih. Sejak Agustus 2020, Skillseeker hadir menyediakan <em>workshop skill learning</em> gratis setiap minggunya. Dibentuk oleh lima orang mahasiswa, Skillseeker rutin mengadakan empat hingga enam kelas perbulannya dengan topik yang tak main-main. Mulai dari Seri Eksplorasi, Seri Spesialisasi, Seri Profesi dan Seri Kolaborasi.</p><p style="text-align: justify;">Skillseeker 1.0 telah sukses mengadakan kelas dari beragam tema. Dalam rangka perombakan produk dan <em>marketing</em>, Skillseeker 2.0 tak luput memperbaiki kualitas. Tema yang dibawa sesuai dengan perkembangan zaman seperti finansial, kesempatan magang juga karier sampai digitalisasi yang saat ini amat digandrungi. Cara bergabung di kelas ini pun mudah. Kamu hanya perlu mendaftar lewat tautan yang tersedia dan mengunggah poster kelas yang ingin kamu ikuti. Setelah itu, Skillseeker juga memberi akses untukmu yang ingin berdonasi dan mendapatkan materi presentasi dari pemateri.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2.RevoU_id</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika Skillseeker menawarkan produk webinar dan <em>workshop</em> dengan beragam topik. Maka RevoU menjadi platform bagi kamu yang tertarik di bidang <em>digital marketing</em>. RevoU memiliki kelas berbayar dan juga gratis. Kelas gratisnya dinamakan Mini Course dan siapa saja bisa mengikuti selama slot tersedia. Nantinya akan ada pengenalan dasar <em>digital marketing</em> serta tes wawasan untuk mendapatkan sertifikat pelatihan. Untuk menawarkan produk yang mempercepat karier seseorang di industri teknologi, RevoU menggandeng praktisi di dunia digital.</p><p style="text-align: justify;">Mencakup dasar <em>digital marketing</em>, peluang karir menjadi <em>digital marketer</em> bahkan hal penunjang yang diperlukan seperti <em>Search</em>&nbsp;<em>Engine Optimization</em> (SEO), <em>Search Engine Marketing&nbsp;</em>(SEM) dan <em>copy writer</em> turut dibahas di sini. Dalam kelas gratisnya, mereka menawarkan pelatihan selama seminggu agar peserta lebih memahami dunia <em>digital marketing</em>. Jika ingin menekuni lebih jauh, tersedia pula kelas berbayar. Tak usah takut, kelas ini dapat dijangkau dengan mudah dan tak menganggu aktivitasmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3.Scholars_ig</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk kamu yang ingin tingkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan serba-serbi edukasi, Scholars menawarkan hal tersebut. Berkomitmen sebagai platform edukasi, Scholars tak hanya membahas dasar berbahasa asing tetapi juga mendukungmu dalam belajar <em>Test of English as a Foreign Language</em> (TOEFL), <em>International Language Testing System</em> (IELTS) yang berguna jika ingin melanjutkan karier ke jenjang magister.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Scholars pun sering mengunggah informasi beasiswa dan menawarkan kursus gratis berbahasa Inggris dimulai dari dasar. Kelas yang tersedia seperti <em>grammar</em>, <em>speaking</em>, <em>pronounciation</em> dan TOEFL <em>structure</em>. Yakin mengabaikan kesempatan ini begitu saja?</p><p style="text-align: justify;">Ketiga situs tersebut dapat kamu akses dengan mudah. Kelas gratis yang ditawarkan amat bermanfaat untuk mendukung kompetensi dan <em>track record</em> di era seperti sekarang. Rebut 2021-mu dan tingkatkan kompetensimu! <strong><em>(rst/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bingung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bingung/baca </link>
<guid> bingung </guid>
<pubDate> Sun, 14 Feb 2021 11:00:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Padahal, menunduk dan menutup mata bukanlah aku. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bingung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w8p1eVG8kQ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bingung</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku adalah malam,</span><br></p><p>yang menunggu giliran untuk mewarnai dunia.</p><p>Namun aku tak sempat,</p><p>sebab kau lebih menyukai mendung, yang tak kunjung datang bersama hujan.</p><p>Sebenarnya,</p><p>aku dianggap apa oleh dunia?</p><p>Olehmu?</p><p>Padahal, menunduk dan menutup mata bukanlah aku.</p><p>Apa benar, berjuang akan membuahkan hasil?</p><p>Sebab satu langkahku terjatuh.</p><p>Lantas kapan kebahagiaan ini datang?</p><p>Aku seperti pohon yang tak bernyawa,</p><p>tak memiliki buah dan bunga.</p><p>Biarkan aku meratap untuk sementara,</p><p>bersama daun kering tak berwarna yang kau anggap tak berguna.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Kevin Geordy, mahasiswa Pendidikan Kimia, FKIP 2019.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut PKM, Unmul Siap Cetak Mahasiswa Berprestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-pkm-unmul-siap-cetak-mahasiswa-berprestasi/baca </link>
<guid> sambut-pkm-unmul-siap-cetak-mahasiswa-berprestasi </guid>
<pubDate> Mon, 15 Feb 2021 08:25:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski pandemi, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021 tetap dibuka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-pkm-unmul-siap-cetak-mahasiswa-berprestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bGp0r0OdXa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut PKM, Unmul Siap Cetak Mahasiswa Berprestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Meski pandemi, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021 tetap dibuka. Agenda yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ini kembali diadakan di lingkungan Unmul.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Mengacu pada <em>timeline</em> yang diterbitkan Ditmawa, PKM periode 2020/2021 sudah berjalan sejak Agustus 2020 untuk gelombang pertamanya. Namun, di tahun 2021 sendiri berjalan pada 1&ndash;12 Februari 2021 dan ini merupakan gelombang ke tujuh atau yang terakhir di tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengusung beberapa bidang di antaranya: PKM-R (Riset), PKM Kewirausahaan (PKM-K), PKM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM), PKM Penerapan IPTEK (PKM-PI), PKM Karsa Cipta (PKM-KC), PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI), PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT) dan PKM Gagasan Futuristik Kontekstual (PKM-GFK). Kedelapan bidang itu dijadikan pilihan bagi mahasiswa dari berbagai prodi untuk mengajukan proposal.</p><p style="text-align: justify;">Tiap tahunnya, Unmul rutin ikut serta dalam kegiatan ini. Sejalan dengan meningkatnya peringkat universitas. Tak dapat dipungkiri, di tahun 2020 Unmul masuk ke dalam klaster kedua yang mendapatkan kuota untuk mengajukan proposal lebih dari 600.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi&nbsp;<em>Sketsa</em>&nbsp;pada Kamis (11/2), Sahira selaku Tim PKM <em>Center</em> Unmul menuturkan jika PKM memakan waktu berbulan-bulan. Bahkan persiapannya sudah sejak tahun lalu. Adapun peran PKM <em>Center</em>&nbsp;yakni sebagai fasilitator mahasiswa yang membutuhkan informasi serta pelatihan terkait penyusunan proposal hingga alur pendaftaran yang dibutuhkan. Webinar bahkan informasi terkait <em>timeline</em> pelaksanaan juga diberikan oleh pihak PKM <em>Center</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk menyambut peserta PKM sendiri sekitar 3-4 bulanan, karena tim PKM ini sudah dibentuk di bulan September 2020 dan kami juga sudah melakukan konsolidasi 2 kali serta kami juga ada grup untuk Peserta PKM 2021,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai jumlah peserta yang mengikuti PKM tahun ini, Sahira mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui jumlah pastinya dikarenakan belum memiliki data terbaru. Selain itu, karena pedoman PKM juga baru keluar awal Februari sehingga banyak yang baru membentuk tim PKM.</p><p style="text-align: justify;">PKM <em>Center</em> sampai saat ini terus berupaya untuk memikat mahasiswa agar ikut meramaikan kegiatan yang mampu meningkatkan kompetensi serta keahlian mahasiswa dari berbagai bidang. Sejak awal, tim tengah mengadakan siaran Instagram dengan pemateri dari peserta PKM yang lolos ke Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) guna memperkenalkan sistem PKM juga <em>tips and</em> <em>trick</em> dalam menyusun proposal. Dalam siaran itu juga menjabarkan apa saja <em>feedback</em> yang akan didapat dari mengikuti kegiatan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Upaya yang kita lakukan saat ini mungkin lebih fokus untuk men-<em>share</em> sistematika dari proposal PKM itu sendiri, karena untuk (kendala) sinyal ini sendiri jika hanya bermasalah di situ terus maka planning yang lain akan tertunda. Untuk pihak universitas sendiri memfasilitasi terkait pemateri jika dari Tim PKM Center akan mengadakan webinar,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Mereka berharap, semangat dari teman-teman yang mengikuti PKM 2021 ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Meskipun kondisi saat ini sedang dalam masa pandemi, pihaknya terus berusaha untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala dalam menyusun proposal, serta memotivasi mereka untuk semangat dalam mengikuti PKM di tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan juga semoga di tahun ini banyak yang dapat meng-<em>upload</em> proposal nya serta lolos sampai tahap pendanaan dan Pimnas,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan <em>Reviewer</em> Internal PKM Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Atas peningkatan serta antusias mahasiswa yang mengikuti PKM tahun ini, Nurhasanah selaku <em>reviewer</em> internal PKM Unmul menyampaikan bahwa dari tahun-tahun sebelumnya sudah banyak mahasiswa yang mengikuti PKM. Namun, dirinya juga menyampaikan hal itu masih terus ditingkatkan lantaran jumlah jatah proposal yang bisa diunggah oleh Unmul meningkat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan naiknya Unmul ke <em>cluster</em> ke-2 maka jumlah jatah proposal yang bisa di-<em>upload</em> oleh Unmul itu meningkat jadi diharapkan animo mahasiswa lebih meningkat lagi,&rdquo; tutur Nurhasanah saat dihubungi <em>Sketsa</em> melalui telepon pada Rabu (10/2).</p><p style="text-align: justify;">Nurhasanah yang juga merupakan dosen Agroekoteknologi Faperta Unmul, menyampaikan bahwa untuk saat ini mahasiswa banyak yang mengikuti PKM. Namun, belum dapat melihat antusias mahasiswa yang mendaftar secara signifikan sebab proses penerimaan proposal secara internal di Unmul juga belum dilakukan begitu juga dengan proses <em>review</em> internal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau tidak salah proses <em>review</em> internal dilakukan pada minggu ke-3 Februari, kemudian nanti proses <em>upload</em> dilakukan di Februari,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hal itu, ia menyarankan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri. Mahasiswa juga masih bisa dan punya kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang disediakan.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini merupakan ajang untuk melihat kompetensi diri sebagai mahasiswa. Selain itu, ia menganjurkan agar mahasiswa harus ikut setidaknya satu kali. Sebab agenda ini bisa menunjukan bahwa seorang mahasiswa memiliki prestasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Suatu cara kalian menunjukan bahwa kalian mampu, bahwa kalian juga bisa, kalian bisa berprestasi, kalian juga bisa berkompetisi dengan mahasiswa lain yang ada di luar sana, yang ada di pulau Jawa ya. Jadi walaupun kalian di sini, ide dan pikiran kalian bisa kalian tuangkan dalam PKM,&rdquo; pintanya.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa, Nur Hasanah memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan dalam agenda ini. &ldquo;Keinginan adalah bagian terkuat dari diri kita. Karna kita punya keinginan, maka kita akan berusaha untuk mewujudkan apa yang kita cita-citakan.&rdquo; (<strong><em>fzn/khn/jla/dir/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lawan Kotak Kosong, Pasangan Syamsia-Hari Menangkan Pemira Faperta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lawan-kotak-kosong-pasangan-syamsia-hari-menangkan-pemira-faperta/baca </link>
<guid> lawan-kotak-kosong-pasangan-syamsia-hari-menangkan-pemira-faperta </guid>
<pubDate> Mon, 15 Feb 2021 11:22:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua KPPR Faperta, Amri Rosadi menjelaskan jika rendahnya partisipasi mahasiswa dalam disebabkan oleh pelaksanaan Pemira yang dilakukan secara daring. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lawan-kotak-kosong-pasangan-syamsia-hari-menangkan-pemira-faperta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kWz3FHT9Bk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lawan Kotak Kosong, Pasangan Syamsia-Hari Menangkan Pemira Faperta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dilansir dari akun Instagram <em>@kpprfaperta</em> melalui Surat Keputusan Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul No.06 Tahun 2020, panitia kemudian memutuskan pasangan calon nomor urut 2 sebagai Gubernur BEM dan Wakil Gubernur BEM terpilih pada Minggu (27/12).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan sebelumnya, pesta demokrasi yang dilaksanakan kali ini terasa kurang meriah karena tingkat partisipasi mahasiswa yang rendah. Baik dari pemilih maupun pasangan calon yang maju dalam kontestasi pemilihan Gubernur BEM dan Wakil Gubernur BEM Faperta. Hal ini dibuktikan dengan lolosnya satu pasangan calon (paslon) hingga tahap pemilihan dan melawan kotak kosong.</p><p style="text-align: justify;">Ketua KPPR Faperta, Amri Rosadi menjelaskan jika rendahnya partisipasi mahasiswa dalam disebabkan oleh pelaksanaan Pemira yang dilakukan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemira online sangat berpengaruh pada partisipasi mahasiswa. Karena saya rasa pesan dan euforianya kurang sampai kepada mahasiswa. Partisipasinya pada pemira <em>online</em> ini cenderung rendah,&quot; ujar Amri kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (26/1).</p><p style="text-align: justify;">Ia dan rekan-rekannya berharap, untuk kedepannya Pemira tidak lagi dilaksanakan secara daring agar Pemira lebih terasa dan dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga pandemi cepat berakhir dan Pemira tidak lagi dilaksanakan secara online agar euforia Pemira di kampus ini lebih terasa dan akan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam memilih,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM terpilih, Syamsia Sastra juga berpendapat sama. Menurutnya, faktor pandemi dan kendala jaringan adalah kendala selain kurangnya partisipasi mahasiswa dalam pencalonan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sehingga, hanya menghasilkan satu pasangan calon yang berhasil sampai tahap pemungutan suara,&quot; ujarnya, Senin (1/2).</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswi Agroekoteknologi 2018 ini berharap agar ia dan rekan yang terpilih dapat melakukan regenerasi demi meningkatkan partisipasi Pemira selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga kami yang terpilih bersama dengan stakeholder KM Faperta dapat memperbanyak regenerasi, sehingga Pemira selanjutnya, banyak yang berpartisipasi,&quot; tutupnya. (<strong><em>hdt/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Lagu Lawas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-lagu-lawas/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-lagu-lawas </guid>
<pubDate> Tue, 16 Feb 2021 09:14:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi lagu-lagu lawas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-lagu-lawas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Fs3RiAxmco.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Lagu Lawas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Apakah kamu salah satu yang masih mendengarkan lagu-lagu lama dalam menemani aktivitas sehari-hari? Karakteristik unik dan apik pada musiknya membuat kita betah untuk mendengarkan, juga tak luput membuat nostalgia. Berikut <em>Sketsa</em> sajikan rekomendasi lagu-lagu lawas untukmu!</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Whatever Will Be, Will Be (Que Sera, Sera) - Doris Day</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalian sudah pasti tak asing dengan lagu yang satu ini, sebab salah satu tayangan iklan di Indonesia pernah memakainya dengan sedikit modifikasi untuk menyesuaikan. Lagu ini dibawakan Doris Day pada film <em>The Man Who Knew To Much</em> karya Alfred Hitchcock di tahun 1956. Meski memiliki lirik yang mudah diingat dan santai, <em>Whatever Will Be, Will Be</em> meraih Oscar untuk kategori <em>Best Original Song</em> di tahun yang sama.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Night Fever - Bee Gees</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini merupakan soundtrack ketiga dari film <em>Saturday Night Fever</em> (1977). Dibawakan dengan <em>catchy</em> oleh tiga bersaudara Barry Gibb, Robin Gibb dan Maurice Gibb, <em>Night Fever</em> adalah lagu dengan genre disko yang akan membuatmu semakin semangat. Video musiknya juga keren, loh!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Plastic Love - Mariya Takeuchi</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa yang tahu lagu ini dari rekomendasi YouTube? Faktanya, lagu ini dirilis oleh Takeuchi pada 1984 di albumnya yang berjudul <em>Variety</em> sekaligus menjadi single ketiganya. Lagu ini kembali populer kala <em>vaporwave</em> dan <em>future funk</em> mencuat pada 2010-an. Dengan sentuhan <em>city-pop</em>, <em>Plastic Love</em> berkisah mengenai perempuan yang dihantui oleh kandasnya hubungan dan melihat cinta hanya sebagai permainan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Yogyakarta - KLa Project</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau kamu penggemar setia radio, maka lagu ini tentunya menjadi salah satu <em>track</em> yang sering diputar. <em>Yogyakarta</em> merupakan karya KLa Project pada album <em>Kedua</em> (1990) dengan <em>side</em> A dan B yang memiliki masing-masing 5 lagu. Dengan aransemen yang klasik dan santai, <em>Yogyakarta</em> meraih penghargaan BASF Award (sekarang AMI Award) pada kategori pop tekno terbaik. Selain itu, lagu ini juga dinobatkan sebagai salah satu dari <em>150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa</em> oleh majalah <em>Rolling Stone</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bebas - Iwa K</strong></p><p style="text-align: justify;">Yakin tidak mengetahui lagu yang legendaris ini? Dibawakan oleh musisi rap Iwa K pada album studio keduanya, <em>Topeng</em> (1994), <em>Bebas</em> menjadi lagu yang hit dan populer hingga saat ini. Jika kamu sempat menonton film <em>Bebas</em> (2019), lagu ini kembali didaur ulang dengan versi yang lebih riang bersama Sheryl Sheinafia, Maizura, Agatha Pricilia dan pemeran film lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kirana - Dewa 19</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu yang rumit dan magis ini dibawakan oleh Dewa 19 dan vokal Ari Lasso yang khas. <em>Kirana</em> merupakan ciptaan Erwin Prasetya bersama Ahmad Dhani untuk album Dewa 19, <em>Pandawa Lima</em> (1997). Uniknya, lagu yang satu ini tidak umum baik dari kord sampai notasinya. <em>Kirana</em> dan <em>Pandawa Lima</em> juga berjaya dalam AMI Award 1997 dengan memborong lima penghargaan termasuk <em>Pencipta Lagu Terbaik - Terbaik</em> dan <em>Album Terbaik - Terbaik.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>What Can I Do - The Corrs</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih dibawakan oleh grup bersaudara, <em>What Can I Do</em> dari The Corrs merupakan lagu yang manis tentang cara membuat seseorang tertarik dan jatuh cinta. Lagu ini dirilis pada 1998 ini berada pada album <em>Talk on Corner</em> yang juga menarik untuk didengarkan</p><p style="text-align: justify;">Itulah ketujuh rekomendasi <em>Sketsa</em> pada edisi <em>playlist</em> kali ini. Semoga dapat menghiburmu saat berkegiatan, ya! (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penjualan Melonjak, Mobil Listrik Indonesia dilirik Perusahaan Kelas Dunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/penjualan-melonjak-mobil-listrik-indonesia-dilirik-perusahaan-kelas-dunia/baca </link>
<guid> penjualan-melonjak-mobil-listrik-indonesia-dilirik-perusahaan-kelas-dunia </guid>
<pubDate> Tue, 16 Feb 2021 12:18:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mobil listrik yang kian dilirik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/penjualan-melonjak-mobil-listrik-indonesia-dilirik-perusahaan-kelas-dunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Kya8zzDItL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penjualan Melonjak, Mobil Listrik Indonesia dilirik Perusahaan Kelas Dunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tak hanya dalam hal teknologi digital, kini teknologi dalam lingkup otomotif kian berkembang. Akhir-akhir ini, Indonesia heboh dengan berbagai&nbsp;<em>brand</em> otomotif yang menjual produk kendaraan bermotor yang melakukan promosi terhadap karya terbaru berupa mobil bertenaga listrik.</p><p style="text-align: justify;"><em>Kompas.com</em><em>&nbsp;</em>menyebut, sebanyak 2.278 Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) untuk kendaraan berbasis listrik dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada September 2020 silam. Hal ini didukung lantaran hemat pengeluaran dalam hal bahan bakar juga tidak menghasilkan polusi yang dapat mencemarkan maupun merusak lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Kini bukan hanya Indonesia saja yang gencar-gencarnya mendukung kendaran berjenis elektro ini. Bahkan, dunia tengah beramai-ramai menuju transisi energi untuk mengembangkan kendaraan listrik sebagai peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak.</p><p style="text-align: justify;">Segenap perusahaan kelas dunia sedang bergemuruh untuk memproduksi mobil listrik seperti Hyundai, Wuling dan pelopor mobil listrik terkenal yaitu Tesla. Keberadaan pabrik baterai untuk menyimpan energi mobil listrik ini pun tentu menjadi sangat penting untuk dikembangkan.</p><p style="text-align: justify;">Banyaknya nikel di Indonesia yang merupakan sumber material dari baterai, menjadikan Indonesia dilirik beberapa <em>brand</em> terkenal yang memproduksi kendaraan listrik untuk melakukan investasi. Tersirat kabar, di antaranya ingin membangun pabrik yang berdomisili di tanah air untuk mempermudah produksi kendaraan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dijadikan peluang emas bagi Indonesia. Dilansir dari <em>p</em><em>ikiranrakyat.com</em><em>,&nbsp;</em>Direktur Industri Logam Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin), Budi Susanto memaparkan bahwa ke depannya akan ada bentuk investasi-investasi baru di Indonesia saat industri mobil listrik kian pesat.</p><p style="text-align: justify;">Ketika mobil listrik sudah mulai memasuki pasar otomotif Indonesia, maka peminatnya pun diperkirakan akan makin meningkat. Walaupun saat ini beberapa mobil listrik itu dibanderol dengan harga yang cukup menguras kantong, jika dilihat dalam jangka panjang keuntungan yang dapat dinikmati sangat banyak.</p><p style="text-align: justify;">Di wilayah Jakarta sendiri, berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 3 tahun 2020 tentang insentif pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, mobil listrik yang ada di DKI Jakarta, tidak akan dikenakan pajak BBN 12,5 persen. Aturan ini dengan jelas tertulis dalam Bab II Pasal 2 ayat (2), di mana seluruh kendaraan listrik berbasis baterai tidak akan dikenakan pajak BBN.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah berkeinginan agar nantinya Indonesia punya ekosistem mobil listrik yang baik. Tetapi sejauh ini, salah satu masalah krusial yang belum bisa diselesaikan adalah harga jualnya yang selangit. Bagi kaum menengah ke atas, harga sebesar Rp600 juta hingga Rp1,5 miliar adalah nominal yang biasa. Namun bagi beberapa orang, jumlah itu sangat tidak masuk akal.</p><p style="text-align: justify;">Kemajuan era mobil listrik di tanah air sebetulnya bukan cuma terlihat dari peluncuran model yang modis atau harga yang murah. Didukung pula dengan regulasi-regulasi yang menjadikan perkembangan industri otomotif ini juga menguntungkan negara, masyarakat dan semua pihak yang terlibat di dalamnya. (<strong><em>fzn</em></strong><strong><em>/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Limbah Medis: Beban Lingkungan Baru Bagi Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/limbah-medis-beban-lingkungan-baru-bagi-indonesia/baca </link>
<guid> limbah-medis-beban-lingkungan-baru-bagi-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 17 Feb 2021 07:38:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Indonesia kini tak hanya menghadapi masalah limbah plastik namun juga limbah medis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/limbah-medis-beban-lingkungan-baru-bagi-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S71blB41Yt.png" />
					</figure>
			                <h1>Limbah Medis: Beban Lingkungan Baru Bagi Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Maret 2020, kasus Covid-19 pertama hadir di Indonesia. Dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa, Indonesia kini tak hanya menghadapi masalah limbah plastik namun juga limbah medis. Adapun jenis limbah ini masih butuh penanganan optimal, sebab dikategorikan sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berpotensi menyebabkan infeksi. Sumbernya bisa dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti klinik dan rumah sakit.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dalam <em>Tirto.id</em>, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang mempunyai fasilitas pengolah limbah berizin saat ini baru berjumlah 120 dari 2.880 rumah sakit yang ada. Angka itu tentu belum memadai. Kategori limbah medis yang paling umum menurut WHO di antaranya ialah benda tajam (pisau bedah, pisau cukur), limbah menular (apa saja yang berpotensi menular), radioaktif (cairan penelitian laboratorium), patologi (cairan manusia, darah), obat-obatan (antibiotik, injeksi, pil), bahan kimia (disinfektan, pelarut untuk keperluan laboratorium) dan limbah genotoksik (bersifat karsinogenik atau mutagenik). Belum lagi berbicara ketika pandemi. Limbah seperti masker medis, sarung tangan dan Alat Pelindung Diri (APD) berpotensi menambah volume sampah.</p><p style="text-align: justify;">Pengelolaan yang tidak tepat, akan berakibat pada orang yang bekerja di bidang tersebut. Seperti petugas kesehatan, pasien, petugas pengumpulan dan pembuangan limbah serta lingkungan sekitar. Berdasarkan data pada 31 Januari lalu, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan tercatat sebanyak 175 ribu pasien. Kemudian, timbunan limbah yang dihasilkan bisa mencapai 138 ton per hari. Jika penanganan Covid-19 yang ada tidak diimbangi dengan pengelolaan medis yang seharusnya, maka potensi limbah medis yang dihasilkan mencapai 200 ton per hari.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan tegas mengatur bahwa setiap orang yang menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) wajib melakukan pengelolaan limbah B3. Dalam konteks pandemi, bukan saja <em>fasyankes</em> yang berpotensi menyumbang limbah medis. Namun, kita juga turut andil terutama saat menggunakan masker medis.</p><p style="text-align: justify;">Harga yang sempat melonjak membuka alternatif bagi masyarakat untuk menggunakan masker kain. Tetapi ketika harga kembali normal, kecenderungan untuk menggunakan masker medis tak bisa dimungkiri. Secara pribadi, apa yang dapat kita lakukan dalam mengelola limbah, khususnya masker medis ini?</p><p style="text-align: justify;">Pertama, kumpulkan masker medis bekas pakai. Kedua, merendamnya dengan disinfektan atau pemutih. Ketiga, mengumpulkan masker ke dalam wadah yang aman dan tidak tercampur dengan limbah rumah tangga lainnya, seperti sisa makanan serta sisa kemasan. Jangan lupa untuk memotong tali masker dan merobeknya. Keempat, buang ke tempat sampah domestik atau kubur. Membakar akan menimbulkan penyakit lain. Kelima, pastikan untuk mencuci tangan sesuai anjuran.</p><p style="text-align: justify;">Jika semua sudah diupayakan, maka penting untuk mengurangi mobilitas. Apalagi jika tidak memiliki keperluan mendesak seperti bekerja atau berbelanja. Sebab hal terpenting yang sering luput ialah mengurangi. Dengan berkurangnya aktivitas ke luar rumah, maka penggunaan masker medis bisa diminimalisir. Jangan lupa, ketika jarak pergimu terhitung dekat, gunakan masker kain. Tetap mencuci tangan serta menjaga jarak, ya! (<strong><em>wps/rst/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal dan Menghindari Toxic Friendship dengan Self Love </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-dan-menghindari-toxic-friendship-dengan-self-love/baca </link>
<guid> mengenal-dan-menghindari-toxic-friendship-dengan-self-love </guid>
<pubDate> Wed, 17 Feb 2021 09:51:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertemanan yang tidak sehat atau biasa disebut toxic friendship </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-dan-menghindari-toxic-friendship-dengan-self-love/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/12qrYfyGTa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal dan Menghindari Toxic Friendship dengan Self Love</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Hubungan pertemanan merupakan hal yang sangat penting bagi kebanyakan orang, sebab akan membawa banyak warna dalam kehidupan. Begitu banyak energi positif, rasa bahagia, berbagi duka, mengurangi stres, saling berbagi informasi, membantu menyelesaikan masalah sampai membawa inspirasi dan membuat diri menjadi lebih baik. Ini dapat terjadi jika berada dalam pertemanan yang sehat.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebaliknya, beragam energi negatif juga dapat dirasakan apabila berada dalam pertemanan yang tidak sehat atau biasa disebut <em>toxic friendship</em>. Istilah yang sering dikenal sebagai teman beracun ini sudah tak asing di telinga banyak orang. Maksud beracun di sini merujuk pada kondisi pertemanan yang tidak sehat, merugikan salah satu pihak juga membawa beragam dampak negatif dalam kehidupan terutama bagi kesehatan mental.</p><p style="text-align: justify;">Orang yang memberikan tempat istimewa dalam pertemanan, sering tak bisa menyadari bahwa hubungan pertemanannya berada dalam lingkaran <em>toxic friendship</em>. Mereka menjadi terjebak dan sulit untuk keluar. Padahal, pertemanan memerlukan strategi dan tidak asal pilih. Di mana seharusnya berdampak positif, bukan negatif.</p><p style="text-align: justify;">Maka, keadaan ini perlu disiasati. Jangan. sampai ingin hati mendapatkan teman seperjuangan, malah mendapat teman yang menyusahkan. Sangat penting juga untuk dapat menjaga dan mengenali bagaimana hubungan pertemanan yang sedang dijalankan. Apakah dalam keadaan sehat atau justru beracun. Yuk, Kenali ciri-ciri dan cara menghindarinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Tidak ada timbal&nbsp;</strong><strong>balik</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam kondisi ini, teman yang <em>toxic</em> akan selalu menuntut diberi dan diprioritaskan tanpa memikirkan hal sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Mereka membuatmu merasa tidak nyaman</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski menghabiskan waktu bersama, kondisi pertemanan ini menuntutmu menjadi orang lain yang ia inginkan. Sehingga berakhir dengan menimbulkan perasaan tidak nyaman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Memberi kritik, tapi tak mau dikritik</strong></p><p style="text-align: justify;">Teman yang sibuk mengubahmu dengan memberi kritik, kemudian merasa bahwa dirinya sudah benar tanpa harus dikritik kembali memberi dampak yang tidak baik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Membuatmu merasa kecil</strong></p><p style="text-align: justify;">Semua kritik yang dilemparkan justru membuat diri merasa lebih rendah dan kecil. Bukannya memberi dukungan dan motivasi, mereka justru sibuk menjatuhkan dirimu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Tidak pernah bertanggung jawab</strong></p><p style="text-align: justify;">Teman semacam ini tak pernah merasa jika hal-hal buruk yang terjadi adalah akibat dari perbuatannya. Karena ia merasa dirinya bersikap dengan baik dan benar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Membuatmu selalu merasa bersalah</strong></p><p style="text-align: justify;">Dengan membuatmu merasa bersalah, seorang teman akan lebih mudah mengendalikanmu untuk bertindak sesuai keinginannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>7. Cemburu</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukannya turut bersukacita atas kebahagiaanmu, teman yang <em>toxic</em> akan selalu merasa cemburu dan iri hati.</p><p style="text-align: justify;"><strong>8. Persahabatan ini membuatmu merasa lelah</strong></p><p style="text-align: justify;">Hubungan pertemanan yang sehat akan membuat kondisi kesehatan mental menjadi lebih baik, menciptakan bahagia dan terhindar dari depresi. Jika kamu merasa yang sebaliknya, ini membuktikan bahwa kamu terjebak dalam <em>toxic friendship.</em></p><p style="text-align: justify;">Apabila kalian telah merasakan beberapa atau justru semua ciri-ciri tersebut, saatnya kamu mengambil selangkah demi selangkah untuk keluar dari lingkaran tersebut. Meski rasa sayang terhadap pertemanan begitu besar, jangan mengabaikan diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Hindari teman yang beracun secara perlahan, memberi jarak dan menyibukkan diri dengan kegiatan yang tidak berhubungan dengannya. Perlahan-lahan tidak lagi mencampuri kehidupannya dan mulai menata kehidupan pribadi tanpa campur tangan darinya.</p><p style="text-align: justify;">Rasanya memang sulit untuk dilakukan, namun <em>self love</em> harus menjadi prioritas utama. Lebih baik sendiri daripada terjebak dalam lingkaran pertemanan yang merugikan. Di kemudian hari, kamu akan menyadari bagaimana tepatnya keputusan untuk keluar dari <em>toxic friendship</em>. Yuk, sayangi dirimu! (<strong><em>khn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Podcast Spotify Pilihan Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-podcast-spotify-pilihan-sketsa/baca </link>
<guid> rekomendasi-podcast-spotify-pilihan-sketsa </guid>
<pubDate> Thu, 18 Feb 2021 05:54:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi podcast Spotify untukmu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-podcast-spotify-pilihan-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cm9mPvoSMz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Podcast Spotify Pilihan Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak hanya sekadar lagu-lagu favorit, kini Spotify juga menghadirkan fitur siniar. Siniar atau siaran web tanalir saat ini lebih akrab dengan sebutan <em>podcast</em>. Sifatnya <em>on demand</em> dan tersedia dengan berbagai konsep juga tema yang unik. Seringkali, <em>podcast</em> menjadi pilihan utama bagi pendengarnya untuk menemani mereka dalam rutinitas sehari-hari. Berikut kami rangkum 7 <em>podcast</em> pilihan <em>Sketsa</em> khusus untukmu.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>So Mad About Life oleh Alvi &amp; Ardhi</strong></p><p style="text-align: justify;">Rekomendasi pertama datang dari <em>podcast</em> So Mad About Life oleh Alvi &amp; Ardhi. Sesuai namanya, di <em>podcast</em> ini kamu akan diajak untuk membahas berbagai hal dalam hidup yang sering membuat muak atau marah kepada dunia. Dengan kisaran durasi 25 menit, Alvi &amp; Ardhi menyajikannya dengan informasi, saran, dan tidak lupa diselingi banyolan khas mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Podcast Awal Minggu oleh Adriano Qalbi</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Podcast</em> yang diluncurkan setiap Senin oleh Adriano Qalbi ini memulai episode perdananya sejak 21 Februari 2019. Dengan durasi kurang lebih 1 jam, secara konsisten Adriano Qalbi menghadirkan topik-topik yang sedang hangat dan menarik untuk diulas. Tak jarang, <em>podcast</em> ini menghadirkan berbagai bintang tamu di episode tertentu untuk memberi suasana baru terhadap pendengar setianya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Satu Persen Podcast</strong></p><p style="text-align: justify;">Satu Persen berawal dari kanal YouTube yang sejak akhir 2019 mulai merambah dunia <em>podcast</em>. Di <em>podcast</em> ini, kalian akan diajarkan banyak hal penting dalam hidup yang tidak diajarkan di sekolah konvensional. Dikemas dengan rapi tanpa ada unsur menggurui, menjadikan <em>podcast</em> tersebut mempunyai kualitas yang sangat layak untuk kita dengar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rintik Sedu</strong></p><p style="text-align: justify;">Nadhifa Allya Tsana merupakan penulis terkenal yang ada di balik <em>podcast</em> Rintik Sedu. <em>Podcast</em> ini mengusung konsep cukup unik, layaknya seorang teman yang ingin bercerita kepada temannya (pendengar). Topik-topik yang sering dibawakan terkesan ringan namun sangat <em>relate</em> dengan mayoritas Generasi Z.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Suara Puan oleh Kata Puan</strong></p><p style="text-align: justify;">Tayang setiap Senin, Rabu dan Jumat, @kata.puan memfokuskan siniarnya pada literasi perempuan. Ada dua macam segmen yang dihadirkan Suara Puan. Pertama segmen monolog, durasinya berkisar 3-4 menit. Kedua, segmen &ldquo;Suara Mereka&rdquo; yang di dalamnya menampilkan cerita dari pengalaman seseorang dengan durasi berkisar 15 menit.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Teman Tidur oleh Dera Firmansyah</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Podcast</em> yang sengaja dibuat oleh Dera Firmansyah dengan segudang cerita untuk menemani pendengarnya tidur. Sejak awal tahun 2020, <em>podcast</em> ini konsisten untuk mengangkat topik cerita yang berhubungan dengan relationship. Untuk kamu yang ingin curhat dan berharap mendapat <em>feedback</em>, Teman Tidur membuka program surat pendengar melalui hai.temantidur@gmail.com.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menjadi Manusia</strong></p><p style="text-align: justify;">Sama seperti Satu Persen Podcast, Menjadi Manusia juga sebuah platform yang tidak hanya bisa kalian temui di <em>podcast</em> Spotify saja. Menjadi Manusia merupakan <em>social-platform</em> untuk mereka yang ingin berbagi dan mendengar cerita-cerita tentang kehidupan dari berbagai sudut pandang. Di mana hal ini diharapkan mampu menjadi sebuah tangga untuk mendapat setitik harapan bagi mereka yang memiliki persoalan-persoalan dalam kehidupan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan rekomendasi di atas? Semoga dapat menemani hari-harimu ya. Tetap semangat! <strong><em>(bae/dyn/nkh/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN Tematik Farmasi 2021: Peluang dalam Menebar Kebermanfaatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-tematik-farmasi-2021-peluang-dalam-menebar-kebermanfaatan/baca </link>
<guid> kkn-tematik-farmasi-2021-peluang-dalam-menebar-kebermanfaatan </guid>
<pubDate> Thu, 18 Feb 2021 10:33:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan KKN Tematik Farmasi 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-tematik-farmasi-2021-peluang-dalam-menebar-kebermanfaatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PQqclF0dqg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN Tematik Farmasi 2021: Peluang dalam Menebar Kebermanfaatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah resmi dilepas pada Rabu (27/1), sebanyak 272 mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul saat ini sedang melaksanakan KKN Tematik di domisili masing-masing. Terhitung tiga minggu sudah pelaksanaan KKN Tematik berlangsung, meski harus dilaksanakan di tengah pandemi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kendati pelaksanaannya berbeda dengan tahun sebelumnya, hal tersebut tidak melunturkan semangat mahasiswa Farmasi untuk mengabdi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan agar dapat menghentikan penyebaran Covid-19.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Rabu (17/2) kemarin, Fauzan Afandi, salah satu mahasiswa Farmasi yang sedang melaksanakan KKN di daerah kelurahan Gunung Lingai, Samarinda mengungkap bahwa di daerah tersebut masyarakatnya masih ada yang belum menegakkan protokol kesehatan (prokes) dan kurang edukasi mengenai urgensi prokes.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melihat kondisi tersebut, ia dan kelompoknya akan melaksanakan program kerja berupa pemberian edukasi kepada masyarakat setempat tentang pentingnya mematuhi prokes.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita akan membantu masyarakat di sana untuk memahami prokes namun tidak terjun secara langsung ke masyarakat. Tetapi menggunakan media seperti poster, <em>banner</em>, video edukasi dan sosialisasi menggunakan platform seperti Zoom,&rdquo; terang mahasiswa angkatan 2018 tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Program kerja lain yang diusung Fauzan dan kelompoknya adalah pemanfaatan sumber daya yang ada di daerah tersebut untuk dijadikan produk farmasi. Salah satunya yakni gula merah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk pemanfaatannya bisa kita lakukan secara <em>offline</em>. Namun, untuk mengambil sampelnya kita pasti menegakkan dan mematuhi protokol kesehatan. Tidak banyak orang yang ngambil, ya. Sekitar 1-2 orang saja. Nantinya, kita akan memanfaatkan dan mengolah gula merah yang merupakan primadona pada daerah tersebut menjadi jamu ataupun juga permen yang digemari oleh anak-anak,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun pelaksanaan KKN Tematik dilakukan secara daring, ia berharap agar kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk menebar kebermanfaatan bagi masyarakat dan meninggalkan sesuatu yang berguna untuk masyarakat. <strong><em>(fsf/vyn/bey/rqf/bae/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kendala dan Harapan Menuju Pembangunan RSGM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kendala-dan-harapan-menuju-pembangunan-rsgm-unmul/baca </link>
<guid> kendala-dan-harapan-menuju-pembangunan-rsgm-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 19 Feb 2021 11:36:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perencanaan pembangunan RSGM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kendala-dan-harapan-menuju-pembangunan-rsgm-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W37DLn4LB3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kendala dan Harapan Menuju Pembangunan RSGM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&minus; Menyoroti pembangunan infrastruktur pada lingkup perguruan tinggi, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendesak agar Unmul segera merampungkan persiapan fasilitas Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) bagi mahasiswa. Terhambatnya proyek tersebut menjadi PR bagi perguruan tinggi yang telah mengantongi akreditasi A ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>k</em><em>altimtoday.co</em>, Komisi IV DPRD Kaltim telah mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (11/2) lalu. Pertemuan yang turut dihadiri oleh Direktur Utama RSUD AW Sjahranie beserta Dekan Fakultas Kedokteran (FK) tersebut bermula dari aspirasi mahasiswa Kedokteran Gigi yang tengah menempuh koas. Aktivitas pekerjaan di rumah sakit yang terbatas akibat Pandemi Covid-19 membuat memperkecil ruang lingkup mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat RSUD AW Sjaharanie menjadi satu-satunya rumah sakit pendidikan di Samarinda, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub berharap agar RSGM yang dicanangkan dapat menjadi solusi guna praktik mahasiswa serta rumah sakit rujukan selain RSUD.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dokter muda itu kan harus praktik. Apalagi kalau dia dokter gigi, maka dia harus cari pasien dan membiayai pengobatan pasien itu. Kemudian, dikenakan lagi biaya penggunaan sarana dan prasarana. Biasanya menggunakan tarif umum,&rdquo; ungkap Rusman.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan tersebut menghasilkan dua poin evaluasi. Pertama, yakni mempercepat operasional RSGM yang akan dikelola oleh FK Unmul<strong>.&nbsp;</strong>Ini agar ke depannya<strong>&nbsp;</strong>mahasiswa tak menggunakan tarif umum dan benar-benar dipakai untuk pendidikan. Kedua, Komisi IV akan mengundang Badan Pengelola Beasiswa Kaltim<strong>&nbsp;</strong>Tuntas untuk membangun kembali kerja sama pelaksanaan pendidikan untuk jurusan tertentu, salah satunya Kedokteran.</p><p style="text-align: justify;">Menganggapi hal ini, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf mengungkap bahwa perencanaan RSGM telah diumukan sebelum RDP. Pembangunan fasilitas yang ditargetkan rampung selama satu tahun tersebut sedang menunggu persetujuan Dinas PUPR Kaltim guna diajukan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga ada bantuan subsidi dari pemerintah. Yang jelas, RSGM adalah syarat mutlak dari Program Studi Kedokteran dan Gigi,&rdquo; jelas Bohari kepada <em>Sketsa</em>, Senin (15/2).</p><p style="text-align: justify;">Kendati target perampungan selama setahun, Proyek RSGM telah melalui perencanaan sejak 2015 silam. Rahmat Bakhtiar, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK Unmul menuturkan, RSGM belum mengantongi izin dan ketersediaan lahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kedokteran gigi merupakan fakultas atau prodi yang berbiaya besar. Dulu waktu ada penilaian akreditasi, kemarin dapat C. Memang telah menganjurkan untuk adanya RSGM, sehingga kami menunjukkan bangunan yang berada di sebelah,&rdquo; ungkap Rahmat, Rabu (17/2).</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, izin tengah diproses dan rancangan bangunan serta fasilitas telah matang. RSGM akan memiliki 2 gedung dengan 3 lantai yang akan dibangun di sebelah gedung RSGM lama, yang sebelumnya sempat dipergunakan namun belum cukup rampung dan sesuai standar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain menjadi syarat, RSGM memudahkan mahasiswa dalam praktik. Tarif lebih terjangkau bila memiliki rumah sakit, juga dapat meringankan beban mahasiswa. Selain itu, masyarakat umum dapat menggunakan fasilitas serta memperoleh layanan pemeriksaan gigi lebih spesifik dengan harga lebih murah,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai pada Senin (15/2), penanggung jawab RSGM, drg. Masyhudi memaparkan beberapa pertimbangan dan kendala dalam pembangunan rumah sakit. Salah satunya adalah anggaran yang harus dipersiapkan dalam pembangunan rumah sakit. Dana tersebut mencapai Rp9 miliar, di mana angka tersebut tergolong kurang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada dua masalah. Pertama izin lalu kedua SDM dan biaya operasionalnya. Tidak mudah mengelola rumah sakit. Karena pelayanan masyarakat dengan segala kebutuhannya, tempat belajar mahasiswa, mengelola sarana penunjang medik, mengelola SDM adminitrasi keuangan dan mengelola sarana fisik lainnya. Sehingga hanya yang bermodal besar yang dapat menjalankan rumah sakit,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Masyhudi berharap agar pembangunan RSGM terus berlanjut dan infrastruktur serta fasilitas dapat terpenuhi. Mengingat rumah sakit perlu pembaharuan secara berkala, guna memberikan pelayanan yang prima.<strong></strong><br></p><p style="text-align: justify;">Perencanaan ini rupanya telah sampai ke telinga mahasiswa pula. Hanidah Fitri Hasanah, mahasiswa Kedokteran Gigi 2018 mengaku telah mengetahui proyek RSGM sejak lama. Perempuan yang akrab disapa Hanidah tersebut mengucapkan jika mahasiswa teah beberapa kali melakukan keterampilan medik di gedung RSGM yang belum rampung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurutku masih kurang memadai. Terakhir kali aku ke sana semester 3 sebelum pandemi, lantainya ada beberapa yang retak, <em>dental &nbsp;chair</em> juga ada beberapa yang rusak,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, kekurangan pada RSGM diharapkan menjadi perhatian universitas. Sehingga mahasiswa dapat menjalani proses pembelajaran dengan nyaman dan aman. &ldquo;Semoga pembangunannya bisa segera diselesaikan dan bisa segera difungsikan sebagaimana mestinya,&rdquo;pungkasnya. <strong><em>(syl/dpt/eng/rkn</em></strong><strong><em>/rvn/len</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Darahku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/darahku/baca </link>
<guid> darahku </guid>
<pubDate> Sun, 21 Feb 2021 09:17:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ada lagi garis kusut ini muncul di ujung kepalaku,

turut serta juga rintik di ujung mataku </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/darahku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zXXqkOBzQk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Darahku</h1>
			              </header>
			              <p>Ada lagi garis kusut ini muncul di ujung kepalaku,</p><p>turut serta juga rintik di ujung mataku</p><p>&ldquo;ada yang sakit,&rdquo; ia mengadu</p><p>&quot;itu darahku,&quot; jawabku</p><p><br></p><p>Isi kepalaku kelabu,</p><p>hampir mati,</p><p>dicekik garis hitam di bait satu</p><p><br></p><p>Sesuatu di ujung mataku memohon,</p><p>&ldquo;jangan mati, aku ingin yang sakit sembuh,&rdquo;</p><p>lalu rintik itu terus jatuh dan berdoa</p><p><br></p><p>Aku tak ingin mati tercekik pikiran sendiri</p><p>Aku tak ingin doa disertai tangis</p><p>Nyatanya tak apa,</p><p>nyatanya abadi memang tiada.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Nessa Witias Putri, Mahasiswi Fakultas Hukum 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siapa? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/siapa/baca </link>
<guid> siapa </guid>
<pubDate> Sun, 21 Feb 2021 10:00:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Siapa yang lebih hening daripada angin </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/siapa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EgEZaEti4C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siapa?</h1>
			              </header>
			              <p>Siapa?</p><p>Siapa yang lebih hening daripada angin?</p><p>Kamu, ketika aku bersemangat mencintaimu</p><p>Namun, kau tak menghiraukan perasaanku.</p><p><br></p><p>Siapa yang lebih marah daripada petir?</p><p>Kamu, ketika aku lengah dalam memerhatikanmu.</p><p>Namun, kau seolah berpaling tak memberiku maaf.</p><p><br></p><p>Siapa yang lebih dingin daripada air?</p><p>Kamu, ketika aku tak memberikan mu tentang keadaanku.</p><p>Namun, sikapmu berubah menjadi hening di hadapanku.</p><p><br></p><p>Siapa yang lebih padat dan keras daripada tahan?</p><p>Kamu, ketika kita harus berbeda pendapat.</p><p>Namun, kau berdiri kokoh dengan argumenmu.</p><p><br></p><p>Siapa yang lebih panas daripada api?</p><p>Kamu, dengan segala luapan amarahmu.</p><p>Namun, terkadang hal itu mampu meluluhkan perasaanku dan membuatku terasa hangat.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kritis  Berpendapat dalam Bayang-Bayang UU ITE dan Pembungkaman Publik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kritis-berpendapat-dalam-bayang-bayang-uu-ite-dan-pembungkaman-publik/baca </link>
<guid> kritis-berpendapat-dalam-bayang-bayang-uu-ite-dan-pembungkaman-publik </guid>
<pubDate> Mon, 22 Feb 2021 06:24:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kritis berpendapat dalam bayang-bayang pembungkaman publik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kritis-berpendapat-dalam-bayang-bayang-uu-ite-dan-pembungkaman-publik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HItn20LKEy.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kritis  Berpendapat dalam Bayang-Bayang UU ITE dan Pembungkaman Publik</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Senin (8/2) lalu, Presiden Joko Widodo meminta agar masyarakat dapat aktif melakukan kritik demi pelayanan publik yang lebih baik. Adapun ia menyebut jika masyarakat harus berani terbuka agar potensi maladministrasi dan penyelenggara pelayanan publik dapat meningkatkan upaya perbaikan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Lantas, pernyataan ini jelas kontradiktif dengan kenyataan di lapangan. Seperti yang kita ketahui, mulai dari individu hingga lembaga dibungkam dan dipolisikan atas layangan kritik mereka terhadap presiden. Baik melalui peraturan karet, yang tak lain adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sampai peretasan perangkat.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan catatan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dalam <em>tempo.co</em>, sebanyak empat belas orang dalam sepuluh peristiwa mengalami proses hukum kala mengkritik Jokowi. Lainnya, 25 orang pada empat belas peristiwa dengan objek kritik Polri disusul empat orang yang diproses karena mengkritik pemerintah daerah (Pemda).</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>tirto.id</em>, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mencatat setidaknya terdapat 351 kasus pelanggaran hak dan kebebasan sipil yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga sempat mengalami peretasan pada 15 Juni 2020 sehari setelah menggelar diskusi daring berjudul Mimbar Bebas Demokrasi Melawan Oligarki Seri 1: Tanda-Tanda Otoritarianisme Pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Bersumber dari beragam kasus pembungkaman kebebasan berpendapat inilah yang menyebabkan rendahnya persepsi publik terhadap tingkat demokratisasi di Indonesia. Berdasarkan Survei Indikator Politik, 36 persen responden menyatakan jika Indonesia kurang demokratis sedang 37 persen lainnya menyebut jika keadaan demokrasi di Indonesia tetap sama. Hanya 17,7 persen saja yang setuju jika Indonesia lebih demokratis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski presiden membuka peluang revisi juga penghapusan pasal karet, beragam kritik masih mewarnai. Para tokoh hingga warganet ramai-ramai menyampaikan pendapatnya atas pernyataan tersebut. Lalu, seperti apa pendapat civitas academica Unmul terkait hal ini?</p><p style="text-align: justify;">Koordinator Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul, Rina Juwita mengatakan bahwa dari sisi komunikasi politik, pernyataan Jokowi adalah suatu bentuk <em>branding &nbsp;</em>politik untuk membentuk opini publik. Ia menyebut bahwa dirinya adalah presiden yang demokratis, terbuka, dan bersahabat dengan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal tersebut nampaknya sebagai strategi politik beliau untuk merespons hasil survei yang menyatakan bahwa indeks demokrasi di Indonesia menurun beberapa saat yang lalu,&rdquo; ucap Rina kepada <em>Sketsa</em>, Senin (15/2).</p><p style="text-align: justify;">Gaya komunikasi yang digunakan pun sebenarnya belum tentu menghasilkan respons yang buruk dari masyarakat. Ini relatif dan tergantung dari tindak lanjut yang akan diambil Jokowi atas pernyataannya tersebut. Jika terjadi perbaikan hukum dan iklim demokrasi menjadi lebih sehat, tentunya publik dapat membangun kembali harapan mereka terhadap pemerintah. Namun apabila hanya menjadi wacana atau imbauan semata, maka respons publik akan pesimis dan menganggap hal ini hanya <em>statement</em> politik yang sudah-sudah.</p><p style="text-align: justify;">Herdiansyah Hamzah, dosen Fakultas Hukum (FH) Unmul turut memberikan tanggapannya kepada <em>Sketsa</em> terkait UU ITE yang kerap kali digunakan untuk menjerat masyarakat yang melakukan kritik, khususnya kepada pemerintahan. Ia memaparkan jika terdapat tiga lapisan persoalan dalam UU tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjabarkan, yang pertama ialah persoalan tafsir. Menurutnya, rumusan Pasal 27 hingga Pasal 29 tidaklah ketat sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian hukum alias multitafsir. Kemudian adalah bentuk penerapannya, di mana hal ini berkaitan dengan kegagapan aparat penegak hukum dalam merekonstruksi UU ITE. Terakhir, yakni dampak yang ditimbulkan oleh UU ITE sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada akhirnya cenderung digunakan sebagai alat untuk balas dendam, pembatasan kebebasan ekspresi, menggebuk lawan politik hingga barter kasus,&rdquo; jelasnya, Rabu (17/2).</p><p style="text-align: justify;">Herdi mengatakan jika UU ITE memerlukan revisi pada pasal-pasal terkait untuk memberikan masyarakat ruang kebebasan berpendapat senyaman mungkin tanpa ancaman pasal karet. Mengutip data SAFEnet, ia menuturkan jika pengguna pasal-pasal ini kebanyakan berasal dari kalangan pejabat. Sehingga tak hanya masyarakat saja yang perlu diedukasi mengenai UU ITE.</p><p style="text-align: justify;">Sependapat dengan pernyataan Damar Juniarto selaku Direktur Eksekutif SAFEnet, ia menyebutkan jika pasal-pasal bermasalah tersebut memang harus dihapus demi menjamin kemerdekaan berpendapat, sebagaimana diperintahkan dalam konstitusi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada alasan yang <em>rationable</em> untuk mempertahankan pasal-pasal karet tersebut,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(rst/aot/lms/len/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Clubhouse, Aplikasi Hit Berbasis Audio Asal Amerika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/clubhouse-aplikasi-hit-berbasis-audio-asal-amerika/baca </link>
<guid> clubhouse-aplikasi-hit-berbasis-audio-asal-amerika </guid>
<pubDate> Mon, 22 Feb 2021 07:20:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Eksistensi Clubhouse, media sosial baru berbasis audio-chat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/clubhouse-aplikasi-hit-berbasis-audio-asal-amerika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CrKPXdX9sQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Clubhouse, Aplikasi Hit Berbasis Audio Asal Amerika</h1>
			              </header>
			              <div style="text-align: justify;"></div><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jagat maya sedang dihebohkan oleh kemunculan sebuah aplikasi baru bernama Clubhouse. Aplikasi ini merupakan media sosial berbasis audio-<em>chat</em> khusus undangan yang diluncurkan pada tahun 2020 oleh pengembang perangkat lunak, Alpha Exploration Co.</p><p style="text-align: justify;">Pengguna bisa melakukan<em>&nbsp;streaming&nbsp;</em>audio, panggilan telepon hingga membuat acara dengan topik khusus yang dikemas dalam bentuk siniar (<em>podcast</em>). Clubhouse memungkinkan pengguna membuat satu ruang virtual yang digunakan untuk mengobrol dengan orang lain dalam panggilan konferensi yang besar. Hanya mengeluarkan suara tidak dengan gambar, video dan teks.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kompas.com</em><em>,&nbsp;</em>jumlah unduhan Clubhouse kini telah meningkat drastis. Menurut laporan dari firma riset aplikasi App Annie, jumlah <em>download</em> Clubhouse meningkat dari 3,5 juta pada 1 Februari 2021 menjadi 8,1 juta pada 16 Februari 2021. Artinya, aplikasi ini diunduh 4,6 juta kali hanya dalam dua pekan.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, jumlah ini tidak masuk akal. Lantaran saat ini Clubhouse hanya tersedia di Apps Store bagi pengguna platform IOS atau pengguna produk Apple dan belum tersedia bagi pengguna <em>smartphone &nbsp;</em>berbasis Android. Namun, pengaruh melonjaknya penggunaan Clubhouse juga dipengaruhi oleh sejumlah<em>&nbsp; selebgram</em><em>,&nbsp;</em>seperti Awkarin dan Arief Muhammad yang terlihat membagikan foto kala bergabung dengan aplikasi ini melalui <em>Instastory</em><em>.</em></p><p style="text-align: justify;">Meski popularitasnya meroket dan dapat diunduh dengan mudah, kamu tidak bisa serta-merta menggunakannya begitu saja. Agar dapat digunakan di perangkat produksi Apple seperti iPhone dan iPad, perangkat wajib menjalankan iOS dan iPadOS 13 atau yang lebih baru.</p><p style="text-align: justify;">Saat aplikasi Clubhouse terpasang diperangkat Apple yang kamu miliki, tidak ada jaminan bahwa kamu dapat langsung bergabung. Hal ini yang membuat orang-orang kesulitan untuk mengakses aplikasi dengan metode yang unik ini.</p><p style="text-align: justify;">Mengapa demikian? Karena peminat yang belum memiliki akun harus mendapat undangan terlebih dahulu dari orang yang sudah menjadi anggota Clubhouse sebelumnya. Setiap anggota baru yang tengah tergabung nantinya akan mendapat kuota untuk mengundang dua orang lain. Jumlahnya akan ditambah seiring dengan meningkatnya pemakaian.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pengundang harus memiliki nomor telepon orang yang akan diundang, untuk dikirimi pesan berisi tautan ke situs Clubhouse. Pada tahap inilah, calon pengguna bisa membuat akun dengan nomor telepon. Ini juga dilatarbelakangi aplikasi yang eksklusif dan hanya ada di Apple iOS hingga memerlukan undangan keanggotaan. Jumlah pengguna Clubhouse saat ini masih bersifat terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>detikfinance.com</em>, aplikasi ini dinilai tidak memiliki fitur keamanan seperti pemblokiran atau fasilitas untuk melaporkan pelecehan. Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan jika Clubhouse adalah bagian dari Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Mereka harus mendaftarkan diri pada Kominfo apabila masih menggelar layanannya ke pengguna internet Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Untuk pengguna Android, tak perlu berkecil hati. Tersirat kabar bahwa Clubhouse juga menghadapi persaingan dari Twitter yang sedang mengerjakan produk serupa dengan fitur baru yang disebut Spaces. Fitur ciptaan Twitter itu digadang-gadang lebih unggul, karena pengguna Spaces memudahkan pengguna menemukan audiens sebab fitur tersebut terintegrasi langsung dengan Twitter. (<strong><i>fzn</i></strong><strong><i>/rst)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tambah Wawasan, 5 Film Seputar Mitologi Yunani Siap Menemanimu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/tambah-wawasan-5-film-seputar-mitologi-yunani-siap-menemanimu/baca </link>
<guid> tambah-wawasan-5-film-seputar-mitologi-yunani-siap-menemanimu </guid>
<pubDate> Tue, 23 Feb 2021 11:49:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> film terkait greek mythology atau mitologi Yunani siap menemani </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/tambah-wawasan-5-film-seputar-mitologi-yunani-siap-menemanimu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FevdYKmqVh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tambah Wawasan, 5 Film Seputar Mitologi Yunani Siap Menemanimu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Beragam kegiatan selama pandemi sudah dilakukan, namun masih saja terasa membosankan dan monoton. Tak terkecuali membaca buku, menulis karya sastra, ataupun melakukan kegiatan yang dapat dilakukan secara <em>online</em> lainnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Jika banyak yang telah kamu lakukan, tetapi ingin terhibur sekaligus menambah wawasan, <em>Sketsa</em> akan membagikan beberapa rekomendasi film untuk kamu tonton sebagai referensi. Bukan sembarang film, kali ini film terkait <em>greek mythology</em> atau mitologi Yunani siap menemani. Selain menghibur, kamu juga dapat mempelajari sejarah, loh! Berikut <em>Sketsa</em> rangkum untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1.Clash Of The Titans</strong></p><p style="text-align: justify;">Clash of the Titans adalah film petualangan fantasi tahun 2010 asal Amerika Serikat yang di-<em>remake</em> dari film dengan judul sama pada tahun 1981. Disutradarai Louis Leterrier, film ini dikemas modern agar menghidupkan lagi kisah lama ini dalam bentuk visual yang lebih diterima konsumen saat ini. Dalam soal visual, Clash Of The Titans ini memang tak mengalami banyak masalah. Disajikan dalam dua format, 2D dan 3D. Teknologi <em>Computer Generated Imagery</em> (CGI) yang digunakan dalam film ini memang jauh lebih realistis dari versi aslinya.</p><p style="text-align: justify;">Mengangkat kisah tentang dewa Zeus (Liam Neeson), Perseus (Sam Worthington) dari mitologi Yunani terkenal, yang dibesarkan dari para manusia dan tak pernah tahu kalau ia memiliki kekuatan dewa. Perseus bahkan tak bisa berbuat banyak ketika keluarganya menjadi korban keganasan Hades (Ralph Fiennes) seorang dewa kegelapan, yang berusaha menguasai seluruh alam semesta. Penduduk pulau Argus yang menjadi setting utama film ini terlihat mulai membangkang pada dewa. Plot yang dikemas apik menjadikan film ini menarik untuk di tonton.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2.Percy Jackson: Sea Of Monsters</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini merupakan skenario tulisan Marc Guggenheim, berdasarkan novel Percy Jackson and the Olympians: The Sea of Monsters karya Rick Riordan. Film Percy Jackson: Sea of Monsters ini menghadirkan petualangan lanjutan seorang bocah laki-laki bernama Percy Jackson yang merupakan anak dari Poseidon, dewa penguasa lautan dari mitologi Yunani yang melakukan petualangan di tengah lautan penuh monster.</p><p style="text-align: justify;">Kisah dimulai tentang sejarah pelindung kamp yang berupa pembatas, melindungi para manusia setengah dewa dari monster. Thalia kecil berkorban menyelamatkan ketiga temannya yaitu Luke, Annabeth, dan Grover dari serangan raksasa Cyclops. Thalia berubah menjadi pohon yang melindungi kamp. Film dengan sentuhan fantasi ini cocok ditonton bersama keluarga saat akhir pekan, loh!</p><p style="text-align: justify;"><strong>3.Wrath Of The Titans</strong></p><p style="text-align: justify;">Dirilis pada tahun 2012, Wrath Of The Titans merupakan sekuel dari film Clash Of The Titans yang digarap oleh sutradara Jonathan Liebesmen. Film ini masih dibintangi oleh pemeran utama dan format yang sama yakni 2D dan 3D. Efek CGI yang disajikan dalam film ini tidak kalah menawan dari Clash Of The Titans.</p><p style="text-align: justify;">Berdurasi 99 menit, film ini melanjutkan kisah dari Perseus (Sam Worthington), yang memutuskan untuk hidup kembali sebagai orang biasa menjadi nelayan, dan tinggal bersama putranya Helius (John Bell) yang berusia 10 tahun. Kekuatan pada dewa melemah karena makin sedikitnya manusia yang berdoa kepada dewa. Hades (Ralph Fiennes) memanfaatkan kesempatan ini dan bersama dengan Ares (Edgar Ramirez), untuk membebaskan Kronos dari Thartarus dan mendapatkan keabadian. Mereka mengkhianati Zeus (Liam Neeson) dan Poseidon (Danny Huston) yang memicu pertempuran, dan harus menyeret Perseus untuk ikut bergabung melawan Hades, Ares, dan Kronos demi menyelamatkan dunia. Film ini cocok bagi kamu yang suka dengan plot cerita petualangan yang menegangkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4.300</strong></p><p style="text-align: justify;">300 merupakan film perang bergenre fantasi Amerika Serikat dirilis pada tahun 2007. Merupakan adaptasi dari serial komik dengan judul yang sama, karya Frank Miller dan Lynn Varley tahun 1998. Film ini menceritakan kembali pertempuran Thermopylae dengan Persia yang menyuguhkan visual karakter dan penggambaran peristiwa yang terlihat lebih nyata serta dikemas dengan apik. Film ini juga memperkenalkan makhluk fantasi dengan cara yang unik.</p><p style="text-align: justify;">Plot berkisah tentang sosok Raja Sparta, Leonidas (Gerard Butler) yang memimpin 300 prajurit melawan Persia yang dipimpin oleh Xerxes (Rodrigo Santoro). Ia datang dengan 170 ribu pasukan, dengan keberanian dan ketangguhan Leonidas, ia memimpin pasukan spartan yang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan pasukan Persia dan membuat keajaiban sehingga dikenang sebagai pahlawan negara. Film berlatar belakang sejarah ini dapat membawamu kembali ke masa lalu dan cocok ditonton kala senggang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5.Immortals</strong></p><p style="text-align: justify;">Film Amerika Serikat besutan sutradara Tarsem Singh, Immortals. Ialah film aksi fantasi yang dirilis pada tahun 2011. Mengemas kisah antara dewa Olympus dengan modern dan apik. Didukung dengan kostum para pemeran yang unik memberikan sentuhan tersendiri saat menontonnya.</p><p style="text-align: justify;">Immortals memiliki plot cerita ribuan tahun setelah para dewa menang melawan Titan, menceritakan Raja Hyperion (Mickey Rourke) yang gila kekuasaan menyatakan perang kepada manusia. Theseus (Henry Cavill) merupakan manusia biasa yang mempunyai tekad dan keberanian luar biasa. Ia harus menghadapi Raja Hyperion yang telah membunuh ibunya, dan berusaha menyelamatkan umat manusia.</p><p style="text-align: justify;">Dengan film-film di atas, kalian dapat menjelajahi asyiknya dunia mitologi Yunani dengan berbagai plot cerita yang menarik. Selain mengusir rasa bosan dan penat, kamu juga menyelami imajinasi penulis. Selamat menyaksikan! (<strong><em>fzn/ash/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belajar Menerima Kekurangan dari Looks That Kill </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/belajar-menerima-kekurangan-dari-looks-that-kill/baca </link>
<guid> belajar-menerima-kekurangan-dari-looks-that-kill </guid>
<pubDate> Wed, 24 Feb 2021 08:12:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film Looks That Kill. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/belajar-menerima-kekurangan-dari-looks-that-kill/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jHILW0kv2k.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Belajar Menerima Kekurangan dari Looks That Kill</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - <em>Looks That Kill</em> merupakan sebuah film bergenre komedi romantis yang di produksi oleh perusahan besar asal Amerika Serikat yakni LD Entertainment. Karya ini merupakan film debut besutan sutradara dan penulis naskah Kellen Moore yang sempat terkenal dengan filmnya berjudul <em>East Of Kensington</em> pada 2012 silam.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dibintangi Brandon Flynn dan Julia Goldani Telles, <em>Looks That Kill&nbsp;</em>rilis perdana pada Juni 2020 lalu. Berfokus pada karakter utama bernama Max Richard yang hidupnya dipenuhi pasang surut karena memiliki kelainan pada wajahnya.</p><p style="text-align: justify;">Bukan karena kekurangan pada wajahnya, adegan dibuka dengan derita Max sebagai seorang remaja yang mampu membunuh semua orang dengan wajah tampannya. Seumur hidup, ia harus menutup wajah dengan kain kasa. Ketika orang lain tak sengaja melihat ketampanan Max, mereka akan seketika terpesona dan langsung berhadapan dengan ajalnya.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi itulah yang membuatnya depresi dan sulit untuk menjalani hidup seperti manusia pada umumnya. Namun, kutukan itu seolah-olah hilang ketika seorang gadis bernama Alex yang juga memiliki penyakit aneh membantu Max dalam perawatannya. Sejak saat itu, pencarian jati dirinya dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda seperti Max, Alex juga tengah berjuang dengan kondisinya sendiri. Ia ternyata mengidap penyakit yang cukup langka. Jantungnya dapat membesar dari ukuran normal apabila ia merasakan emosi tertentu. Baik itu bahagia, sedih maupun marah. Ketika jantungnya tumbuh dan membesar terlalu cepat, ini akan menyebabkan dirinya meninggal. Hal itulah, yang membuat keduanya saling menguatkan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan durasi 92 menit, <em>Looks That Kill</em> berhasil menampilkan kesan romantis pada film ini. Seiring hubungan yang semakin dekat, perasaan cinta pun tumbuh di antara Max dan Alex. Dengan maslaah yang begitu kompleks, kisah percintaan kedua remaja ini begitu rumit.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir cerita, Alex tidak lagi merasa sebagai beban dan siap menerima kematiannya. Sementara Max menerima keadaan dan memanfaatkan wajah tampan nan mautnya untuk menolong orang-orang yang sedang menderita sakit parah untuk mendapatkan kematian yang tenang. Ia juga menjadi pribadi yang lebih optimis. Juga tak lagi merasa terpuruk dengan kutukan yang kini ia anggap sebagai anugrah untuk menolong orang lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengusung gaya sinematik berkonsep <em>dark comedy</em> dan sentuhan romance, film ini seolah membuat penontonnya harus menerka-nerka untuk membedakan bagian-bagian yang mengandung bumbu-bumbu komedi di dalamnya. Bagaimana tidak, film ini lebih banyak memunculkan adegan-adegan romantis ketimbang penokohan yang beralur komedi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ber-<em>setting</em> di sebuah kota kecil, <em>Look That Kill</em> punya premis yang bagus namun plotnya durasinya dikemas seperti terburu-buru. Tetapi dapat diimbangi dengan apik oleh <em>acting</em> Brandon Flynn dan Julia Goldani Telles yang membuat kita tertarik untuk menontonnya. (fzn/len)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dalam Penggunaan Istilah Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemenuhan-hak-penyandang-disabilitas-dalam-penggunaan-istilah-hukum/baca </link>
<guid> pemenuhan-hak-penyandang-disabilitas-dalam-penggunaan-istilah-hukum </guid>
<pubDate> Wed, 24 Feb 2021 11:36:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Belum lama ini, penerjemah bahasa isyarat digunakan dalam sebuah rilis kasus yang dilakukan oleh kepolisian. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemenuhan-hak-penyandang-disabilitas-dalam-penggunaan-istilah-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TfO3Ezfvjr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dalam Penggunaan Istilah Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Belum lama ini, penerjemah bahasa isyarat digunakan dalam sebuah rilis kasus yang dilakukan oleh kepolisian dengan maksud agar mudah dipahami oleh penyandang tuli. Selain dirasa perlu, ini juga dapat memudahkan penyandang tuli untuk memahami apa yang disampaikan dalam kegiatan jumpa pers. Terutama karena penggunaan masker selama pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kumparan.com</em>, Wakil Kepala Polresta Solo AKBP Deny Heriyanto mengatakan bahwa penerjemahan rilis dalam bahasa isyarat ini baru pertama kali diadakan dalam kegiatan jumpa pers kepolisian. Sempat terkendala, petugas penerjemah meminta waktu untuk mempelajari pernyataan polisi terlebih dahulu sebab banyak kosakata dalam hukum yang jarang dipelajari di sekolah. Lantas, seperti apa pandangan civitas akademica dalam merespons hal ini?</p><p style="text-align: justify;">Dosen Bahasa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul, Ian Wahyuni mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kemajuan agar para penyandang disabilitas rungu dan wicara bisa memperoleh informasi yang sama dengan orang-orang pada umumnya. Sudah sepatutnya, para penderita disabilitas mendapatkan kesempatan untuk mengetahui informasi dalam segala hal. Termasuk informasi hukum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ian juga menyebut, bahwa persoalan ini berkenaan dengan Pasal 143 UU.8/2016. Dalam pasal &nbsp;tersebut, jelas terpapar bahwa setiap orang dilarang menghalang-halangi dan melarang penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya. Yakni publik, kesehatan, berkomunikasi dan memperoleh informasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem bahasa isyarat itu berdasarkan leksikal dan pola kalimat bahasa Indonesia. Ada yang disebut SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia), sebagai representasi bahasa Indonesia lisan dalam bentuk isyarat. Bahkan, mulai dari unit terkecil. Misalnya, bunyi itu sudah dibedakan, makanya ada sekolah khusus SLB (Sekolah Luar Biasa),&rdquo; jelasnya kepada awak <em>Sketsa,</em> Senin (22/2).</p><p style="text-align: justify;">Ian memaparkan bahwa tak hanya bahasa tutur saja yang memiliki variasi. Pengguna bahasa isyarat memiliki variabel tertentu berdasarkan komunitas tutur tempat mereka berada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan penyandang disabilitas punya variasi bahasa juga berdasarkan regionalnya atau antar komunitas. Ini yang disebut Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia). Di luar itu, kalau memang dia tidak belajar atau mengetahui sama saja dengan orang normal yang buta huruf,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Menurutnya, penyandang disabilitas&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">perlu mempelajari istilah-istilah dalam hukum dan kepolisian ketika di bangku sekolah. Hal ini harus menjadi kesetaraan yang sama seperti orang pada umumnya. Proses pembelajaran nantinya menjadi tantangan bagi pengajar dan teman-teman penyandang disabilitas dalam memahami istilah-istilah hukum serta kepolisian, jika memang belum ada konsep leksikalnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Terakhir, dosen linguistik ini mengungkapkan bahwa SIBI adalah salah satu fasilitas bagi para pengajar untuk memberikan pendidikan kepada penyandang tuli secara linguistik. Sehingga, para penerjemah tidak akan kesulitan dalam menyosialisasikan. Seperti pengenalan istilah-istilah yang tidak awam secara fonologi, huruf dan bunyi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga hak kaum disabilitas semakin terpenuhi di Indonesia, agar masyarakat juga tidak awam lagi dengan keberadaan mereka. Dan mereka juga bisa bergaul secara normal dengan seluruh masyarakat tanpa ada diskriminasi. Haknya semakin terpenuhi,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(ans/jhr/sar/khn/fzn)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kamu Kebiasaan Tidur Larut Malam? Hati-hati Gejala Insomnia! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kamu-kebiasaan-tidur-larut-malam-hati-hati-gejala-insomnia/baca </link>
<guid> kamu-kebiasaan-tidur-larut-malam-hati-hati-gejala-insomnia </guid>
<pubDate> Thu, 25 Feb 2021 06:05:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hati-hati dengan gejala insomnia pada mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kamu-kebiasaan-tidur-larut-malam-hati-hati-gejala-insomnia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vrJM7HWyUx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kamu Kebiasaan Tidur Larut Malam? Hati-hati Gejala Insomnia!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tidur larut malam menjadi salah satu kebiasaan buruk yang sering terjadi di kalangan mahasiswa. Faktor penyebabnya pun beragam, mulai dari sekadar mengerjakan laporan, mengerjakan tugas kuliah sampai hanya bersenda gurau yang akhirnya menjadi suatu kebiasaan dan mengubah pola tidur.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tentu, hal ini cukup menyiksa jika perubahan pola tidur terlanjur terjadi. Di saat ingin tidur lebih awal, belum ada rasa kantuk sebab terbiasa tidur larut malam. Keadaan ini sering disebut dengan insomnia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Insomnia sendiri merupakan salah satu dari <em>sleep disorder</em> atau gangguan tidur. Insomnia sendiri berasal dari kata <em>In</em> yang berarti tidak dan <em>Somnus</em> yang berarti tidur, sehingga insomnia dapat diartikan sebagai kesulitan seseorang untuk memulai atau mempertahankan tidur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Karakteristik dari gangguan ini adalah kesulitan berulang untuk tidur atau untuk tetap tidur. Gangguan tidur tersebut mengakibatkan rasa lelah di siang hari, lantas menimbulkan tingkat stres pribadi yang signifikan. Ini terjadi karena seseorang kesulitan untuk tertidur, tetap tidur atau mengalami tidur yang membuat orang merasa segar dan berenergi. Seseorang dengan insomnia tidak memiliki kualitas tidur yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Faktor apa saja yang dapat memengaruhi insomnia? Pertama adalah usia, di mana pada usia lanjut keadaan ini lebih banyak terjadi. Semakin bertambahnya usia, jam tidur juga semakin berkurang. Contohnya, pada usia 12 tahun kebutuhan tidur adalah 9 jam. Kemudian pada usia 18 tahun, kebutuhan tidur berubah menjadi 8 jam. Hingga usia 60 tahun, kebutuhan tidur hanya menjadi 6 jam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Faktor kedua adalah jenis kelamin. Gangguan ini sering terjadi pada wanita daripada pria, akibat adanya pengaruh hormonal yang menyebabkan seorang wanita menjadi mudah gelisah atau cemas. Kemudian adalah faktor dari kondisi medis dan psikiatri, pada kondisi medis tertentu seperti penggunaan zat-zat kafein juga kondisi seperti kecemasan dan depresi. Ini berisiko menjadikan seseorang mengalami insomnia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir adalah faktor lingkungan dan sosial. Di mana suasana tidak nyaman seperti kebisingan, perasaan negatif, perubahan pola sosial dan lainnya dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya insomnia. Dengan segala faktor ini, bagaimana cara kita mengatasinya?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Cara pertama yang dapat kita lakukan adalah menjaga <em>sleep hygiene</em>. Menjaga kebersihan tempat tidur, menghindari zat-zat kimia yang menahan kantuk dan menjauhi kegiatan yang membuat kita kesulitan tidur, seperti memainkan ponsel atau menyalakan TV.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penting pula untuk menjaga waktu tidur yang konstan meski di hari libur. Berolahraga rutin 3-4 kali seminggu juga dapat membantu mengatasi hal ini. Lakukan pula aktivitas yang menenangkan seperti meditasi atau <em>practice gratitude</em> sebelum tidur.&nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika gejala-gejala tersebut tidak membaik, segera konsultasikan ke psikolog atau psikiatri untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Semoga kamu dapat tidur lebih berkualitas, ya! <strong><em>(rkn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Kinerja Gawai dengan Digital Decluttering </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tingkatkan-kinerja-gawai-dengan-digital-decluttering/baca </link>
<guid> tingkatkan-kinerja-gawai-dengan-digital-decluttering </guid>
<pubDate> Thu, 25 Feb 2021 07:20:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Coba digital decluttering, yuk! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tingkatkan-kinerja-gawai-dengan-digital-decluttering/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IubykUF7rV.png" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Kinerja Gawai dengan Digital Decluttering</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Di era serba teknologi, ternyata masih banyak yang belum mengetahui keberadaan sampah digital. Sama seperti rumah, gawai yang kita gunakan sehari-hari perlu dibersihkan. Upaya mengurangi dan memilah sampah digital dikenal dengan istilah <em>digital decluttering</em>. Istilah tersebut populer berkat tulisan karya Marie Kondo yang sempat tayang di platform Netflix. Mau ikutan juga? Berikut <em>Sketsa</em> rangkum langkah-langkah sederhana <em>digital decluttering</em> yang bisa kamu terapkan.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Menghapus foto dan berkas kurang penting</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika performa gawai mulai melambat, saatnya melakukan pembersihan. Dimulai dengan menghapus foto buram, media WhatsApp yang tidak dibutuhkan, <em>cache</em> aplikasi, historia pencarian dan <em>cookies</em> sampai mengosongkan folder sampah. Hal-hal ini kerap kita diabaikan. Padahal, membersihkan folder dapat memperpanjang umur gawai yang kita miliki.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Rutin mencadangkan foto dan dokumen penting</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk langkah ini, kamu bisa memanfaatkan GDrive, iCloud, Dropbox, OneDrive, SugarSync, iDrive, Mozy, Google Foto, atau eksternal <em>hardisk</em>. Mencadangkan foto dan file penting dilakukan agar tidak mudah hilang sekaligus melonggarkan <em>storage</em> gadget. Usahakan melakukan proses pencadangan secara berkala, agar pekerjaan ini tidak memakan banyak waktumu di kemudian hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Memilah dokumen sesuai jenisnya</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu menyimpan banyak dokumen dengan jenis yang berbeda-beda, pilahlah berdasarkan jenisnya. Misalnya, membuat folder &ldquo;Tugas Kuliah&rdquo;. Setelah itu, kamu bisa memilah lebih jauh lagi dengan membuat sub-folder dari folder yang sudah ada. Sebagai contoh, di folder &ldquo;Tugas Kuliah&rdquo;, kamu bisa membuat sub-folder &ldquo;Tugas Statistik&rdquo; dan &ldquo;Tugas Bahasa Inggris&rdquo;. Dengan kategori seperti ini, dapat memudahkanmu saat mencari dokumen yang spesifik atau ketika memilah dokumen yang perlu dan yang tidak diperlukan.</p><p style="text-align: justify;">4. Berhenti berlangganaan <em>newsletter</em> di <em>e-mail</em></p><p style="text-align: justify;">Pernahkah kamu merasa bingung saat menyadari terdapat ratusan hingga ribuan <em>e-mail</em> yang masuk di kotak masuk? Terkadang saat mendaftar sebagai member di suatu situs, secara otomatis kita terdaftar dalam <em>newsletter</em> dan menerima e-mail promosi. Coba cek dan lihat, <em>newsletter</em> apa saja yang kamu <em>subscribe</em>. Setelah itu, kamu bisa memutuskan mana yang diperlukan dan yang tidak. Jika menurutmu tidak perlu, kamu bisa memilih opsi <em>unsubscribe</em> agar tidak menerimanya lagi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Membersihkan <em>desktop</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika komputer atau laptop yang biasanya beroperasi dengan cepat kemudian menjadi lambat, cobalah perhatikan desktopmu. Apakah penuh dengan aplikasi atau folder? Jika iya, masing-masing item tersebut memenuhi memori sehingga membuat performanya menurun. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan <em>desktop</em> dengan cara menyimpan dokumen-dokumen digital di dalam folder &ldquo;My Documents&rdquo;, bukan di <em>desktop</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Membersihkan media sosial&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Penggunaan media sosial telah menjadi bagian dari rutinitas kita. Upaya yang dapat kita lakukan bisa dimulai dengan menghapus foto dan video di grup WhatsApp, meng-<em>unfollow</em> akun yang sudah tidak aktif atau jarang berinteraksi, menghapus akun yang sudah tidak digunakan dan menghapus aplikasi yang sudah jarang dipakai.</p><p style="text-align: justify;">Melakukan <em>digital decluttring</em> tak hanya membuat dokumen digital menjadi terorganisir, tetapi juga membuat gawai bekerja lebih cepat. Selain itu, kerapian dokumen-dokumen digital dapat meningkatkan produktivitas kerja. Mulai sekarang, jangan malas untuk memulai, ya! <strong><em>(nkh/ems/len)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ucapkan Selamat Tinggal Pada Penggemar, Cheetos, Lay's dan Doritos Stop Produksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/ucapkan-selamat-tinggal-pada-penggemar-cheetos-lays-dan-doritos-stop-produksi/baca </link>
<guid> ucapkan-selamat-tinggal-pada-penggemar-cheetos-lays-dan-doritos-stop-produksi </guid>
<pubDate> Fri, 26 Feb 2021 02:46:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat tinggal, Cheetos, Lay's dan Doritos! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/ucapkan-selamat-tinggal-pada-penggemar-cheetos-lays-dan-doritos-stop-produksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pwQ0OOZa1P.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ucapkan Selamat Tinggal Pada Penggemar, Cheetos, Lay's dan Doritos Stop Produksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kesedihan sepertinya harus dirasakan oleh penggemar tiga merek makanan ringan Cheetos, Lay&apos;s dan Doritos. Mulai Agustus 2021, produksi ketiga makanan ringan ini akan dihentikan di Indonesia. &nbsp;Banyak warganet yang ungkap kesedihan atas rencana penghentian ketiga produk <em>snack</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan besar itu terjadi karena PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. secara resmi membeli seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang awalnya dimiliki Fritolay Netherland Holding B.V., afiliasi dari PepsiCo Inc. mulai Februari 2021.</p><p style="text-align: justify;">Lay&rsquo;s, Cheetos dan Doritos merupakan produk olahan dan produksi dari PepsiCo., alias produsen minuman Pepsi yang saat ini sudah tidak lagi berada di Indonesia. PepsiCo. semula memiliki saham di IFL, namun sepakat untuk melepas 49 persen sahamnya di IFL.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kontan.co.id</em>, kabar pemberhentian produksi ini dibenarkan oleh General Manager Corporate Communication PT. Indofood Sukses Makmur Tbk., Stefanus Indrayana bahwa PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo. Adapun masa transisi diberikan selama enam bulan untuk menyelesaikan transaksi, terhitung 17 Februari 2021. Selama periode transisi penyelesaian transaksi, Lay&apos;s dan Cheetos masih tetap diproduksi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun nilai transaksi dari aksi beli saham tersebut mencapai hingga Rp494 miliar atau sebanyak 49 persen dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL. Saat ini, kepemilikan saham ICBP dalam IFL menjadi 99,99 persen dari total seluruh saham yang diterbitkan IFL. Setelah ICBP menguasai 100 persen saham, IFL selanjutnya menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek PepsiCo. yang harus diselesaikan dalam waktu 6 bulan sejak tanggal transaksi.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>kompas.com,&nbsp;</em>dengan selesainya hubungan kemitraan ini PepsiCo. tidak lagi memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan yang bersaing dengan produk IFL di Indonesia dalam 3 tahun ke depan. PepsiCo. menilai, Indonesia memiliki prospek industri makanan ringan yang kuat dan dapat menyaingi tiga produk tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pihak manajemen PepsiCo. juga mengungkap akan terus menawarkan produk Quaker Oat-nya di Indonesia. Mereka berharap dapat kembali lagi ke pasar Indonesia dengan produk &nbsp;serupa untuk memenuhi kebutuhan pasar.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan <em>food.detik.com</em>, perusahan makanan ringan ini dulunya bernama Frito-Lay yang merupakan perusahaan <em>snack</em> asal Amerika. Seiring berkembangnya waktu, perusahaan ini bergabung dengan perusahaan makanan PepsiCo. pada tahun 1961 dan terbentuklah &nbsp;Frito-Lay, Inc. Tepat pada tahun 1965, PepsiCo. resmi mengakusisi perusahaan Frito-Lay hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Berhentinya produksi ketiga <em>snack</em> tersebut tentunya membuat sedih para penggemar di Indonesia. Kendati demikian, di dalam negeri masih banyak produk serupa yang setidaknya dapat mengobati rasa rindu para penggemar pada Lay&rsquo;s dan kawan-kawannya. Beragam <em>snack&nbsp;</em>lokal produksi anak bangsa hingga produk jajanan yang memang diimpor dari <em>brand</em> internasional bisa menjadi alternatif pilihanmu.</p><p style="text-align: justify;">Pringles misalnya, <em>snack</em> berbahan dasar kentang yang merupakan produk makanan ringan asal Amerika, atau Twistko yang merupakan sesama produk makanan ringan produksi PT. Siantar Top yang didirikan pada tahun 1972. Keduanya bisa menjadi opsi untuk menemanimu kala mengerjakan tugas atau aktivitas lainnya. (<strong><i>fzn/nop</i></strong><strong><i>/rst)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> OFF THE RECORD: Petualangan Seru di balik Dunia Food-Vloger </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/off-the-record-petualangan-seru-di-balik-dunia-food-vloger/baca </link>
<guid> off-the-record-petualangan-seru-di-balik-dunia-food-vloger </guid>
<pubDate> Fri, 26 Feb 2021 11:02:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> OFF THE RECORD karya Ria SW. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/off-the-record-petualangan-seru-di-balik-dunia-food-vloger/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TZZdCcd6nl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>OFF THE RECORD: Petualangan Seru di balik Dunia Food-Vloger</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Konten video bertema kuliner seperti <em>mukbang</em>, perang makanan hingga <em>review</em> makanan di berbagai kanal YouTube memang sudah tidak asing bagi kita. <em>Youtuber</em> asal Indonesia, Ria Sukma Wijaya menjadi salah satu kreator yang selalu menyajikan konten menarik di <em>channel</em> miliknya. Ria menyuguhkan beragam kota dengan makanan-makanannya yang menarik dan unik, dari Indonesia, Korea hingga Taiwan.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, apakah kalian tahu apa saja hal-hal yang terjadi di balik layar pada proses pembuatan video tersebut? Perempuan berambut pirang yang kerap disapa Ria SW ini menuangkan kisahnya dalam buku OFF THE RECORD. Dengan total 224 halaman, buku ini dikemas dengan sangat menarik. Memiliki jalan cerita yang unik, OFF THE RECORD dipermanis dengan iliustrasi lucu yang membuat pembaca tak bosan.</p><p style="text-align: justify;">Pemilihan kata yang tidak terlalu kaku serta penggunaan bahasa gaul yang ringan dan tetap sopan membuat buku ini terkesan <em>friendly</em>. Selain itu, kualitas kertas yang baik dan tidak gampang menguning menjadikan buku ini terkesan mahal.</p><p style="text-align: justify;">Uniknya, masing-masing bab memiliki cerita yang dinamis dan didominasi beragam ilustrasi berbeda tiap halamannya. Kita pun dapat mengetahui bahwa kehidupan seorang <em>youtuber</em> tidak selalu menyenangkan seperti yang terlihat di depan layar. Beragam keceriaan hingga konflik dapat terjadi dalam kehidupan seseorang. Poin-poin itulah yang ingin ditonjolkan Ria dalam bukunya.</p><p style="text-align: justify;">Awal cerita dimulai ketika dirinya diterima di jurusan hukum, namun ditentang orang tuanya untuk beralih ke jurusan komunikasi. Tak berhenti sampai di situ, ia juga diselingkuhi pacarnya ketika berkencan hingga harus masuk ke rumah sakit karena masalah pencernaan pun turut dipaparkan.</p><p style="text-align: justify;">Menjelang lembaran akhir dari buku ini, ia memberikan jawaban yang selama ini sering ditanyakan oleh para pelanggan kanal pribadinya. Beragam jawaban diberikan untuk menjawab rasa penasaran yang sering dilontarkan <em>subscriber</em>-nya yang mencapai 3 juta.</p><p style="text-align: justify;">Selain pembawaannya konten yang lugas dan keren, membaca OFF THE RECORD akan membuat kita lebih mengenal sisi lain dari Ria. Kita juga akan belajar bahwa tidak selamanya perkerjaan yang terlihat menyenangkan dan mudah akan bebas dari tantangan. (<strong><em>ahn/fzn</em></strong><em>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kawal Pelantikan Wali Kota Samarinda, Aliansi Garuda Mulawarman: Jalankan Fungsi Sesuai Kebutuhan! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawal-pelantikan-wali-kota-samarinda-aliansi-garuda-mulawarman-jalankan-fungsi-sesuai-kebutuhan/baca </link>
<guid> kawal-pelantikan-wali-kota-samarinda-aliansi-garuda-mulawarman-jalankan-fungsi-sesuai-kebutuhan </guid>
<pubDate> Sat, 27 Feb 2021 06:47:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Aliansi Garuda Mulawarman dalam Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawal-pelantikan-wali-kota-samarinda-aliansi-garuda-mulawarman-jalankan-fungsi-sesuai-kebutuhan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yvWXivlm2w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kawal Pelantikan Wali Kota Samarinda, Aliansi Garuda Mulawarman: Jalankan Fungsi Sesuai Kebutuhan!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Jumat (26/2) kemarin, telah berlangsung pelantikan enam kepala daerah se-Kalimantan Timur (Kaltim) oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor. Pasangan Andi Harun dan Rusmadi selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda terpilih adalah salah satunya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Turut mengawal momentum tersebut, Aliansi Garuda Mulawarman kembali melakukan sejumlah aksi sebagai bentuk harapan akan wajah baru Samarinda di masa mendatang. Tak hanya menggelar konsolidasi, sehari sebelumnya Kamis (25/2), Aliansi juga memasang spanduk pada beberapa titik strategis di Samarinda. Seperti <em>fly over</em> Juanda, jembatan penyeberangan Juanda dan jembatan penyeberangan Pasar Pagi.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti sampai di situ, aksi dilanjutkan pada Jumat (26/2) yang dibuka dengan pembentangan spanduk, juga orasi-orasi politik oleh para gubernur dan ketua BEM fakultas di Unmul. Adapun pembagian selebaran terkait kawal pelantikan diberikan kepada masyarakat oleh massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan juga diisi dengan opera rakyat bertajuk &quot;Menanti Wajah Baru Pemimpin Samarinda.&quot; Tak luput pembentangan spanduk dari atas Kantor Gubernur Kaltim juga turut dilakukan sebagai bentuk peringatan agar dapat menjalankan fungsinya sesuai kebutuhan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kawal pelantikan kali ini, mahasiswa membawa tiga harapan bagi Andi-Rusmadi yang akan menjadi nahkoda Samarinda hingga 2024 mendatang. Pertama, menjamin ketersediaan ruang diskusi dan evaluasi dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan. Kedua, menyelesaikan permasalahan yang paling meresahkan masyarakat dan terakhir ialah menuntaskan visi, misi, program unggulan dan janji-janji saat kampanye.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Akbar selaku Jenderal Aliansi Garuda Mulawarman menyebut jika aksi ini akan mendapatkan tindak lanjut berupa konsolidasi lanjutan dan evaluasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Insyaallah</em> ada, nanti kami akan coba melakukan konsolidasi lanjutan membahas terkait pengawalan kinerja pemkot (pemerintah kota) yang diketuai Andi Harun dan wakilnya. Dan akan kembali mengevaluasi di momen 100 hari kerja mereka,&quot; pungkasnya kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (26/2). <strong><em>(bey/len/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kritik, Demokrasi, dan Rasa Takut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kritik-demokrasi-dan-rasa-takut/baca </link>
<guid> kritik-demokrasi-dan-rasa-takut </guid>
<pubDate> Sat, 27 Feb 2021 12:09:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> kritik sebagai bentuk kebebasan berpendapat justru menjadi hal menakutkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kritik-demokrasi-dan-rasa-takut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SSYsC8blqM.png" />
					</figure>
			                <h1>Kritik, Demokrasi, dan Rasa Takut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Profesor Jeffrey Winters mengatakan, &quot;demokrasi adalah sistem di mana kekuasaan politik formal tersebar&quot;. Kekuasaan politik yang tersebar adalah agenda utama demokrasi. Profesor Jeffrey Winters dalam kutipan di awal tulisan ini menegaskan bahwa kekuasaan politik yang mulanya terpusat harus disebar pada sistem demokrasi. Salah satu wujud kekuasaan yang disebar dalam demokrasi adalah hak menyampaikan pendapat dan memilih pemimpin kepada setiap warga negara. Termasuk menyampaikan pendapat melalui kritik.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Namun, bagaimana jika di alam demokrasi kritik sebagai bentuk kebebasan berpendapat justru menjadi hal menakutkan untuk dilakukan? Tentu ada yang salah, bukan? Benarlah apa yang Machiavelli pernah bilang bahwa pada sistem monarki, bisa saja pemerintahan berjalan secara demokratis, dan sistem demokrasi justru yang ditemukan adalah hal sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang Machiavelli pernah ujarkan berabad-abad lalu itu, sedikit banyaknya ada benarnya. Akhir-akhir ini di beberapa belahan dunia, bahkan beberapa ahli menegaskan fenomena yang sedang terjadi di negeri ini. Setidaknya, begitu pengakuan beberapa tokoh, akademisi, dan mereka yang dilabeli media sebagai &quot;pengamat&quot;. Demokrasi sedang diuji.</p><p style="text-align: justify;">Di alam demokrasi, kritik ibaratnya energi (<em>charge</em>) bagi sebuah gawai. Jika energi hasil &quot;<em>charging</em>&quot;-nya habis, maka matilah gawai itu. Jangankan menjadi gawai yang cerdas, menjadi &quot;gawai&quot; saja hanya tinggal nama. Tidak berfungsi.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, salah satu syarat utama demokrasi ialah adanya kritik sebagai sumber energi bagi kekuasaan. Selain itu, bukankah demokrasi memiliki prasyarat menyebar kekuasaan? Dengan begitu, langkah awal dalam menyebar kekuasaan dan memberi asupan energi kepada demokrasi, adalah dengan memberikan ruang seluas mungkin untuk kritik.</p><p style="text-align: justify;">Tentu saja, di era demokrasi digital ini pula, pemerintah dan publik perlu bersepaham bahwa &quot;kritik&quot;, berbeda dengan &quot;ujaran kebencian&quot; (<em>hate speech</em>), dan penyebaran hoaks. Agar demokrasi menjadi sehat, pemerintah dan publik perlu bersepaham dan bersepakat soal ini. Bahwa ujaran kebencian dan berita bohong berbeda dengan kritik.</p><p style="text-align: justify;">Para pemikir dan pelaku sejarah berusaha menciptakan demokrasi karena &quot;jengah&quot; dengan praktik otoriter monarki yang suka menyebar rasa takut. Tak ada kebebasan dan kemerdekaan berpendapat di sistem otoriter. Dengan begitu, sistem demokrasi bertujuan sejak awal melawan atau mengganti sistem yang bertindak otoriter demi kemerdekaan dan kebebasan serta menghilangkan rasa takut.</p><p style="text-align: justify;">Setidaknya, begitu pada mulanya mengapa republik lahir menggantikan monarki. Republik yang dicita-citakan bertindak demokratis, monarki yang ditinggal karena perilaku otoriternya. Sikap otoritarianisme tentu menyimpan sebuah trauma. Trauma, dimana-mana mencipta ketakutan untuk kembali. Maka, <em>move on</em>-lah mereka yang trauma dan yang menolak untuk trauma ini.</p><p style="text-align: justify;">Singkat cerita, digantilah model bernegara dan sistem berpemerintahan dari monarki ke republik, dari yang dibilang otokrasi menjadi demokrasi. Dari yang dibilang otoriter menjadi yang diharap demokratis. Dari yang pernah menakutkan menjadi yang diharap membahagiakan. Demokrasi bercita-cita untuk melawan dan meninggalkan &quot;rasa takut&quot; akan trauma otoritarianisme di masa lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan Indonesia? Di era pascakolonial dan pascaorba di Indonesia dewasa ini, demokrasi tentu mengalami tantangan hebat. Termasuk bagaimana melawan trauma pada sistem otoriter sebelumnya. Di alam demokrasi yang masih relatif muda seperti Indonesia, di mana demokrasi berjumpa dengan budaya digital dengan pengguna media sosial yang tinggi, demokrasi berpotensi menjadi &quot;banal&quot;. Indonesia sedang berada di tengah ujian itu.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, jika benar adanya wacana tentang <em>buzzer</em> yang terorganisir untuk melakukan serangan personal kepada pengkritik yang dianggap berpengaruh, maka semakin tidak eloklah demokrasi itu. Lebih celaka lagi, jika tindakan persekusi digital di media sosial itu membuat orang ketakutan atau minimal enggan bahkan malas melakukan kritik, karena menilai demokrasi tak lagi sehat. Jika hal itu terjadi, maka udara berkehidupan sosial budaya masyarakat kita juga akan tercemar seiring tercemarnya ruang publik kita oleh <em>buzzer</em> tersebut&mdash;terlepas siapa yang mengorganisir dan kepada siapa, serta untuk kepentingan apa dia bekerja.</p><p style="text-align: justify;">Indonesia sedang menjalani ujian sekaligus takdir demokrasinya. Di usia yang relatif muda, demokrasi Indonesia sedang berproses untuk menjadi dan menemukan bentuk idealnya. Dari kesadaran akan kondisi <em>in-progess</em> itu, maka dialog, debat, hingga kritik tak boleh berhenti atau dihentikan. Jika itu terhenti, maka berhenti pulalah &quot;proses menjadi&quot; Indonesia sebagai bangsa dan negara yang demokratis.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai refleksi, untuk menjaga demokrasi di Indonesia, fungsi kritik tentu penting dan perlu dalam mengoreksi dan mengevaluasi kekuasaan. Kebebasan melakukan kritik adalah cara untuk mendistribusikan kekuasaan kepada pemilik hak politik formal sebagaimana marwah demokrasi. Kritik adalah hak setiap warga negara.</p><p style="text-align: justify;">Demokrasi bertalian erat dengan kritik, bukan dengan ujaran kebencian apalagi berita bohong. Itu yang perlu dipahami dan disepakati bersama. Dengan kejelasan, kesepahaman, dan kesepakatan demikian, maka kritik sepantasnya bukanlah hal menakutkan, apalagi sampai menakut-nakuti para pengkritik. Fungsi kritik mestilah dikembalikan untuk menjaga marwah demokrasi (<em>dignity of democracy</em>).</p><p style="text-align: justify;">Ketika kritik di alam demokrasi berubah menjadi rasa takut, bukankah itu tanda-tanda <em>how democracies (will) die</em>? &mdash;Bagaimana demokrasi (akan) mati?</p><p style="text-align: justify;">Kita tentu tidak ingin demokrasi mati, bukan?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nasrullah, Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kalimantan Timur Alami Inflasi 0,14% </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kalimantan-timur-alami-inflasi-014/baca </link>
<guid> kalimantan-timur-alami-inflasi-014 </guid>
<pubDate> Mon, 01 Mar 2021 10:42:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Inflasi adalah suatu kenaikan terhadap nilai barang atau jasa yang di mana kenaikan barang atau jasa tersebut terjadi secara terus menerus dalam suatu periode tertentu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kalimantan-timur-alami-inflasi-014/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UjEZzb5e5f.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kalimantan Timur Alami Inflasi 0,14%</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Inflasi adalah suatu kenaikan terhadap nilai barang atau jasa yang di mana kenaikan barang atau jasa tersebut terjadi secara terus menerus dalam suatu periode tertentu mengalami kenaikan salah satunya dikarenakan jumlah barang yang bisa saja terbatas dan permintaan akan barang atau jasa tersebut bisa saja lebih tinggi dari barang atau jasa yang tersedia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Namun, salah satu faktor yang dapat menyebabkan inflasi ialah banyaknya jumlah pengangguran. Pengangguran ini dapat menyebabkan terjadinya inflasi, dikarenakan jika inflasi tersebut terjadi secara jangka panjang maka akan mengakibatkan harga barang domestik semakin tinggi. Masyarakat yang memiliki pendapatan tetap akan mencari barang pengganti lain yang harganya lebih murah. Salah satunya yaitu barang impor, jadi inflasi dapat mengakibatkan tingginya nilai impor dan berkurangnya nilai ekspor.</p><p style="text-align: justify;">Dengan berkurangnya nilai ekspor yang disebabkan karena masyarakat memilih barang impor, maka otomatis perusahaan akan mengurangi jumlah produksinya, secara otomatis juga akan mengurangi jumlah karyawannya. Bahkan di saat pandemi ini banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh sebab itu, inflasi dapat menyebabkan tingkat pengangguran meningkat, dan jumlah inflasi yang kian tinggi juga akan menurunkan tingkat konsumsi di masyarakat akan produk atau jasa.</p><p style="text-align: justify;">Ketika permintaan terhadap barang komoditas dan jasa meningkat relatif lebih tinggi dari penawarannya, maka permintaan tenaga kerja pun akan meningkat seiring kebutuhan perusahaan memproduksi produknya menjadi lebih banyak, karena itulah jumlah pengangguran memiliki dampak terhadap inflasi.</p><p style="text-align: justify;">Dari yang kita ketahui, provinsi Kaltim mengalami inflasi, seperti yang dilansir dari situs Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Desember 2020. Kaltim mengalami inflasi sebesar 0,25% dan pada Januari 2021 kembali mengalami inflasi sebesar 0,14%. Hal ini sedikit lebih baik dari bulan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Inflasi 0,14% yang terjadi di Kaltim sudah menurun dari bulan sebelumnya. Dengan adanya optimisme dari pemerintah, bahwa ekonomi akan membaik. Namun, perlu kita ketahui benar ekonomi bisa membaik tapi belum sepenuhnya akan pulih. Seluruh perkara ini juga disebabkan oleh Covid-19 dan penanganan pandemi yang belum ada kejelasannya. Sehingga membuat sebagian pabrik tutup atau mengurangi jumlah pekerjanya.</p><p style="text-align: justify;">Pariwisata lumpuh, logistik tersendat, kantor-kantor sepi karena pekerjaan dilakukan secara WFH, dan kegiatan perdagangan lesu. Akibatnya banyak sekali masyarakat yang pendapatannya menyusut, kehilangan mata pencarian atau bahkan dipecat, dan ini menambah rentetan panjang daftar masyarakat miskin dan pengangguran.</p><p style="text-align: justify;">Jika jumlah pengangguran di Kaltim terus meningkat dan permasalahan ekonomi Kaltim belum dapat pulih sepenuhnya. Maka dapat dipastikan inflasi yang ada di Kaltim juga akan mengalami peningkatan. Saat pandemi belum reda instabilitas harga barang dan jasa akan memperdalam luka rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Dari data BPS, diketahui bahwa masyarakat Kaltim masih banyak yang pengangguran karena kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan. Terlebih lagi menurut data BPS, jumlah penduduk akan mengalami kenaikan. Hasil Proyeksi 2021 menyebut sebanyak 3.708.936 jiwa. Jika jumlah penduduk di Kaltim bertambah dan tidak diimbangi dengan penduduk yang bekerja, maka lajur inflasi akan kian terus naik ditambah lagi dengan adanya pandemi ini.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu pemerintah provinsi Kaltim melakukan kebijakan untuk memulihkan ekonomi, salah satunya adalah dengan melakukan percepatan hilirisasi yang bermuatan teknologi dan penciptaan kesempatan kerja yang luas. Benar saja hilirisasi di Kaltim ini mulai terasa seiring dengan terealisasinya berbagai proyek hilirisasi. Seperti adanya proyek <em>coal to methanol</em> dan penambahan kapasitas industri pengolahan CPO menjadi biodiesel. Sehingga menciptakan iklim yang kondusif bagi masuknya investasi yang dapat membangun industri hilir dan menyerap tenaga kerja.</p><p style="text-align: justify;">Namun, itu semua masih belum cukup untuk menekan lajur inflasi. Harusnya pemerintah dapat mengandalkan generasi milenial, sebab uang itu hanya sebagai <em>creasing the transaction</em>. Uang itu hanya menjadi harta yang sejajar dengan emas. Terlebih pada 2008 terjadi yang namanya <em>Sub-prime Mortgage</em> dan sebagai awal dari teori era ekonomi digital, untuk mencapai Inflasi yang rendah.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diketahui, merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya menumbuhkan ekonomi tetapi juga mengangkat kesejahteraan masyarakat adalah dengan melakukan pengoptimalan ekonomi digital karena dapat memangkas rantai pasok produk pangan ke konsumen.</p><p style="text-align: justify;">Inflasi Kaltim benar mengalami penurunan ke angka 0,14%. Tetapi angka itu harusnya belum bisa membuat kita tenang-tenang saja. Kita tidak pernah tahu kapan inflasi itu akan naik. Kebijakan demi kebijakan telah banyak digunakan untuk menekan inflasi, dan kini kita telah memasuki era ekonomi digital. Kegiatan ekonomi dapat terus berjalan walau kita hanya menggunakan gawai di genggaman kita. Serta keharusan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, serta memanfaatkan teknologi untuk membangun ekonomi di era ekonomi digital ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Asby Wahyudi, mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 5 Konten YouTube Teknologi untuk Memperluas Wawasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/5-konten-youtube-teknologi-untuk-memperluas-wawasan/baca </link>
<guid> 5-konten-youtube-teknologi-untuk-memperluas-wawasan </guid>
<pubDate> Mon, 01 Mar 2021 12:16:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> YouTube saat ini sudah menjadi fasilitator untuk menemukan berbagai macam video yang seru untuk ditonton </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/5-konten-youtube-teknologi-untuk-memperluas-wawasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8ld4ORvzbS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>5 Konten YouTube Teknologi untuk Memperluas Wawasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; YouTube saat ini sudah menjadi fasilitator untuk menemukan berbagai macam video yang seru untuk ditonton. Dengan kreatornya yang beragam memunculkan konten-konten kreatif yang semakin beragam pula. Dihiasi beragam kategori video informatif mulai dari lifestyle, kecantikan, memasak, teknologi hingga pendidikan pun dapat ditemui di <em>platform</em> ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Teknologi sendiri termasuk konten yang sangat populer untuk ditonton dan dibahas, apalagi kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat banyak orang tertarik untuk mengikuti perkembangannya. Sudah sangat banyak kategori teknologi yang satu persatu mulai dikulik oleh kreator YouTube. Nah, kali ini Sketsa akan berbagi konten YouTube yang mampu memperluas wawasan dan pengetahuan mu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan)</strong></p><p style="text-align: justify;">Kategori ini memiliki kemajuan yang sangat bermanfaat bagi penggunanya. Seperti namanya, <em>Technopedia</em> menyebutkan bahwa <em>Artificial Intelligence</em> (AI) atau kecerdasan buatan, merupakan &ldquo;mesin pintar&rdquo; yang dapat bekerja dan bereaksi seperti manusia. Mesin ini dibuat agar mampu memahami manusia mulai dari wajah, suara, gerakan dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Gadget</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Smart gadget, handphone,&nbsp;</em>komputer dan laptop, termasuk jenis teknologi yang melalui proses perkembangan yang pesat. Perbedaan merek, spesifikasi, hingga perbandingan harga menjadi sesuatu yang menarik untuk ditonton. Kanal YouTube seperti Gadgetin, Jagat Review dan Bestindotech bisa menjadi referensi untuk menonton ulasan terkait barang apa yang ingin kamu beli atau hanya sekadar ingin menambah pengetahuan.</p><p style="text-align: justify;"><strong> 3. Media Informasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Teknologi informasi merupakan hal yang penting untuk kita semua ketahui. Munculnya edukasi informasi di berbagai penyedia layanan termasuk YouTube membuat kita sadar bahwa teknologi informasi ini sangatlah luas. Konten seperti tips and <em>tricks</em>, tutorial, ataupun info menarik tentang media informasi menjadi penting untuk kita ketahui, Kanal YouTube milik Kepoin IT bisa menjadi referensi untuk menambah wawasan mu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Kamera</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamera adalah teknologi yang juga banyak diperbincangkan, kehadiran berbagai macam tipe dan jenis membuat konten tentang dunia fotografi ini ramai. Tidak hanya membahas tentang spesifikasi kamera, biasanya para kreator konten fotografi juga membagikan tutorial, tips dan trik teknik fotografi. Bagi kamu fotografi pemula maupun profesional, kanal youtube milik fotografer beken Darwis Triadi bisa menjadi wadah untuk menambah ilmu fotografi mu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Pendidikan</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat ini banyak sekali anak muda yang turut memberikan edukasi secara gratis melalui konten YouTube mereka. Hal ini membawa dampak positif bagi perkembangan teknologi pendidikan di Indonesia menjadi lebih inspiratif. Kanal YouTube seperti Quipper, Kok Bisa? dan Zenius bisa menjadi acuan kamu untuk mendapatkan edukasi dan ilmu di YouTube.</p><p style="text-align: justify;">Semoga ulasan di atas bisa memotivasi kamu untuk menambah ilmu dan wawasan kamu, yaa! Tetap gunakan YouTube sebagai platform digital yang membawa banyak manfaat dan pengetahuan. (<strong><em>wps/piu/fzn</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Geez & Ann, Percintaan Rumit Sang Remaja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/geez-and-ann-percintaan-rumit-sang-remaja/baca </link>
<guid> geez-and-ann-percintaan-rumit-sang-remaja </guid>
<pubDate> Tue, 02 Mar 2021 07:34:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Geez & Ann, kisah cinta mengenai long distance relationship. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/geez-and-ann-percintaan-rumit-sang-remaja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OnXTJSaKSe.png" />
					</figure>
			                <h1>Geez & Ann, Percintaan Rumit Sang Remaja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Usia remaja adalah waktu untuk mengetahui banyak hal. Mencari tahu apa arti kehidupan, perjuangan hingga persoalan cinta yang dirasa begitu rumit. Begitu pula Geez &amp; Ann, film Indonesia terbaru yang mengemas kisah dua anak muda yang tengah jatuh cinta dan sedang mencari arti komitmen dalam percintaan mereka.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Diangkat dari novel populer karya Rintik Sedu dengan judul serupa, Geez &amp; Ann dirilis pada Kamis, 25 Februari di platform <em>steaming</em> Netflix. Film bergenre romansa ini diperankan oleh aktor muda berbakat Junior Roberts (Geez) dan Hanggini Purinda Retto (Ann). Melalui produksi MVP Pictures, visualisasi yang apik serta pengaturan pencahayaan yang tepat menjadikan film ini sangat nyaman ditonton dengan durasi waktunya 105 menit. Konsep ini juga dipakai pada film besutan rumah produksi tersebut pada karya lainnya seperti Mencari Hilal dan Tersanjung.</p><p style="text-align: justify;">Awal cerita pada film ini dimulai ketika Ann tak sengaja bertemu dengan Geez, seorang pria yang misterius. Pertemuan tersebut rupanya membuat mereka semakin merasakan gejolak asmara, saling berbalas perasaan dan memulai hubungan. Meski begitu, mereka harus berhadapan dengan berbagai masalah yang cukup pelik. Hubungan jarak jauh hingga serangkaian peristiwa yang menuntunnya pada kebohongan juga pertentangan keluarga turut dirasakan Ann.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya perjalanan Ann yang mengalami kendala. Geez yang merupakan salah satu personel band juga harus menghadapi tantangan. Geez yang sangat mencintai dunia musik justru harus menerima pahit orang tuanya yang melarang dirinya untuk bermain musik. Tak heran, ia diam-diam menyembunyikan gitarnya dan hasil rekaman musiknya.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah cerita, Ann mengetahui kenyataan bahwa Geez memiliki rencana untuk pergi ke Berlin demi mengambil kuliah Bisnis. Menyedihkan, hal ini bukan karena keinginan pribadi Geez melainkan kekangan orang tuanya. Ann kecewa terhadap ketidakadilan yang harus dilaluinya, terutama ketika sang kekasih itu harus berjauhan dengannya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya akan menjalani hubungan jarak jauh. Ibu Geez yang juga tidak menyukai hubungan keduanya sangat membenci Ann. Meski keduanya tak direstui, Geez yang telah berangkat ke Berlin itu masih menaruh harapan bahwa hubungan yang dijalaninya akan tetap baik untuk saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Kerasnya hati Ibu Geez akhirnya luluh ketika Geez pulang ke Indonesia. Bukan hanya untuk menghadiri wisuda Ann, melainkan turut merayakan ulang tahun ibunya. Sentuhan manis di bagian ini membuat penonton merasa sedih.</p><p style="text-align: justify;">Kesedihan juga masih berlanjut ketika Geez menghadiri acara wisuda Ann. Saat menyampaikan pidato kelulusan di depan orang-orang, Ann bukan berterima kasih kepada Geez. Melainkan Bayu, bos kedai kopi di tempat ia bekerja.</p><p style="text-align: justify;">Geez makin pupus ketika tahu bahwa Ann telah dipinang oleh laki-laki yang kian hari semakin dekat dengannya. Akhirnya, mereka bertemu untuk menumpahkan semua isi keluh kesah yang ada di hati keduanya. Sayang, kisah ini berakhir sampai di situ. <em>Ending</em> yang disuguhkan dalam film ini terasa gantung, lantaran tidak ada kejelasan siapa yang dipilih Ann untuk menjadi teman hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Keseluruhan cerita di film ini tidak hanya mengisahkan konflik percintaan kedua remaja tersebut, tetapi ada beberapa klip yang diisi adegan-adegan konyol. Bintang Emon yang juga turut bermain peran dalam film ini menjadi pelawak saat penokohan pada acara <em>stand-up comedy</em>. Menjadi daya tarik tersendiri karena selain kisah romantis dan peliknya percintaan Geez dan Ann, Emon hadir untuk mencairkan suasana.</p><p style="text-align: justify;">Untuk kamu yang menyukai genre romantis dengan konflik asmara, mungkin akan menyukai jalan cerita yang ditawarkan dalam film ini. Namun, bagi kamu yang sulit menerima cerita yang mengarah ke sad ending nampaknya harus siap bersabar saat menyaksikan. Nah, tertarik buat menonton? <strong><em>(fzn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 5 Film Detektif Untukmu yang Gemar Teka-teki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/5-film-detektif-untukmu-yang-gemar-teka-teki/baca </link>
<guid> 5-film-detektif-untukmu-yang-gemar-teka-teki </guid>
<pubDate> Tue, 02 Mar 2021 11:50:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi film dengan tema detektif untukmu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/5-film-detektif-untukmu-yang-gemar-teka-teki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SHqc14kVcF.png" />
					</figure>
			                <h1>5 Film Detektif Untukmu yang Gemar Teka-teki</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Bagi sebagian orang, menonton film merupakan suatu hal yang mengasyikkan. Beragam genre film dijadikan referensi &nbsp;tontonan untuk mengisi waktu luang serta menambah wawasan. Namun, kebanyakan pecinta film atau biasa disebut <em>cinephile</em> condong menonton film bergenre aksi, petualangan dan kriminal lantaran alur yang menantang.</span></p><p style="text-align: justify;">Jangan lupa, beberapa film menyuguhkan genre tersebut secara bersamaan. Apa lagi, kalau bukan film detektif? Film bertemakan detektif merupakan tayangan tentang penyelidikan yang mengandung misteri dan teka-teki dan perlu diungkap fakta-faktanya. Nah, kali ini <em>Sketsa</em> akan berbagi informasi seputar 5 film bertema detektif, berikut di antaranya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1.	Sherlock Holmes (2009)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film yang diadaptasi dari dari novel karya Sir Arthur Conan Doyle ini pertama kali tayang pada 2009 dari dua seri Sherlock Holmes yang ada. Film produksi Warner Bros tersebut merupakan salah satu karya yang meraih kesuksesan di perusahaan tersebut. Sekuel film Sherlock Holmes kemudian dirilis pada 2011 dengan judul <em>Sherlock Holmes: A Game of Shadow</em>.</p><p style="text-align: justify;">Bercerita tentang detektif bernama Sherlock Holmes dan rekannya, Dr. Watson yang harus menyelesaikan kasus pembunuhan seorang wanita oleh Blackwood (Mark Strong) yang sudah membunuh lima perempuan dengan cara yang sama. Film ini sangat menarik ditonton lantaran plot yang maju, namun terkadang memberikan klip-klip <em>flashback</em> mengenai kejadian lampau yang membuat penontonnya harus ikut menerka-nerka kejadian tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2.	Enola Holmes (2020)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini diangkat dari buku seri nominasi Edgar Award karya Nancy Springer yang berjudul The Enola Holmes Mysteries. Enola terlahir di keluarga Holmes, sebuah klan detektif terkenal Sherlock Holmes. Dengan kemampuan yang sama seperti kakaknya, Enola mampu memecahkan beberapa kasus investigasi di usianya yang masih muda. </p><p style="text-align: justify;">Lebih mengarah terhadap peran seorang gadis desa yang memiliki kemampuan luar biasa, film ini mengambil latar 1880-an. Menceritakan tentang petualangan detektif muda berbakat yang mencari tahu keberadaan ibunya. Dengan kemampuannya itu, Enola bersikeras untuk menemukan ibunya sehingga tak heran ia sampai mengecoh kedua kakaknya untuk keluar dari pengawasan mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3.	21 Bridges (2019)</strong></p><p style="text-align: justify;">Tayang perdana 2019, dibintangi oleh artis terkenal Chadwick Boseman yang memerankan Andrew Davis dan menjadi tokoh utama dalam film tersebut. Film besutan sutradara terkenal Brian Kirk ini sempat populer di Amerika. Bagaimana tidak, sinematografi dan visual yang apik menjadi daya tariknya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>21 Bridges</em> mengisahkan kehidupan Andrew, anak dari seorang perwira polisi. Meski ayahnya telah gugur saat bertugas menangkap pengedar narkoba, Andrew mewarisi bakat ayahnya sebagai detektif. Sejak saat itu, ia bertekad meneruskan perjuangan ayahnya sebagai seorang polisi. Dengan kemampuannya yang luar biasa itu, Andrew kerap menggunakan cara brutal dalam meringkus para pengedar narkoba dan tak segan untuk menghabisi nyawa mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4.	Se7en (1995)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Seven</em>, atau yang juga ditulis <em>Se7en</em> sesuai dengan judulnya, merupakan film yang rilis pada 1995 dan disutradarai langsung oleh David Fincher dan ditulis oleh Andrew Kevin Walker. Dibintangi detektif William R. Somerset (Morgan Freeman) yang dipasangkan dengan detektif muda David Mills (Brad Pitt), mereka adalah pemeran yang lebih menonjol dalam film ini. </p><p style="text-align: justify;">Kota bernama Metro tidak pernah lepas dari kasus kriminal. William dan David lalu menangani sebuah kasus pembunuhan. Suatu ketika, mereka bertugas dalam&nbsp;<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">kasus pembunuhan yang misterius sebab tidak ada motif yang melatarbelakanginya. Ketika menontonnya, kamu akan merasakan pengalaman luar biasa dalam menikmati film yang sangat menegangkan dan penuh teka-teki ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>5.	Zodiac (2007)</strong></p><p style="text-align: justify;">Zodiac diangkat dari novel non-fiksi berjudul sama oleh Robert Graysmith pada 1986 dan rilis pertama kali pada tahun 2007. Disutradarai David Fincher, <em>Zodiac</em>&nbsp;mampu mengadaptasi sebuah cerita, menarasikannya dengan lihai serta menciptakan alur yang membuat penonton ingin melihat film ini secara berulang. </p><p style="text-align: justify;">Film ini juga diadaptasi dari kisah nyata mengenai kasus serial pembunuhan yang terjadi di San Fransisco pada era 60-70an. Serangkaian&nbsp;pembunuhan yang pelakunya dikenal dengan nama Zodiac Killer adalah kasus yang cukup terkenal pada zamannya. Selain merupakan kasus yang tak kunjung terselesaikan. <em>Zodiac</em> bisa dikatakan tidak memiliki tokoh utama, tapi fokus pada interaksi natural pemeran di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Sederet film di atas bisa menjadi referensi tontonan bagi kamu yang sangat menyukai film bernuansa investigasi. Walaupun akan membuat kamu tegang, kelima film tersebut merupakan film yang sensasional pada zamannya, loh. Selamat menyaksikan! <strong><em>(fzn/rst)</em></strong></p><p></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Persona Dirimu Lewat CV </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tingkatkan-persona-dirimu-lewat-cv/baca </link>
<guid> tingkatkan-persona-dirimu-lewat-cv </guid>
<pubDate> Wed, 03 Mar 2021 08:30:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maksimalkan pengerjaan CV-mu, yuk! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tingkatkan-persona-dirimu-lewat-cv/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eWd9iAGrBk.png" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Persona Dirimu Lewat CV</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; <em>Work From Home</em> (WFH) masih berlangsung hingga saat ini. Kesempatan bekerja atau magang bagi mahasiswa juga kian membludak. Kini, menimba ilmu dan menambah pengalaman dapat kamu lakukan dari rumah. Platform informasi magang di Instagram bahkan LinkedIn akrab dengan <em>Curriculum Vitae</em> (CV). CV diartikan sebagai presentasi rekam jejak yang sifatnya umum.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Banyak lowongan magang dan kerja yang mengharuskan pelamar untuk mengirim CV dan berkas pendukung lainnya. Namun, kerap kali kamu bingung karena berpikir tak kompeten. Kendati kompeten, kamu malah gagal mengomunikasikan kualitas diri saat mendaftar. Memperbaiki CV adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk mendukung pengembangan dirimu. Yuk, simak kiat-kiatnya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ketahui Apa yang Menjadi Rencanamu</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukan pekerjaan mudah memang mengetahui minat, bahkan berpikir kamu <em>passionate</em> di bidang apa. Tapi ketahuilah, ini akan sangat membantu pengembangan dirimu secara komprehensif dan efisien. Mengetahui <em>passion</em> berarti mengenali diri sendiri dan menghargai potensi. Jangan terlalu minder karena berpikir kamu tak bisa apa-apa.</p><p style="text-align: justify;">Cara mudah yang bisa kamu lakukan ialah menganalisa mata kuliah apa yang kamu sukai. Serta kegiatan apa yang rela kamu kerjakan dengan maksimal. Sebagai contoh, kamu berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Mata kuliah yang kamu sukai adalah komunikasi pemasaran. Sedangkan kegiatan yang kamu paling sukai ialah menggunakan media sosial dan memperhatikan gaya konsumsi serta promosi. Nah, secara tidak langsung kamu sudah mengetahui minat dalam bidang <em>digital</em> <em>marketing</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menentukan <em>Personal Brand</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Menentukan <em>personal branding</em> bukan hanya buat pencitraan, loh! <em>Personal brand</em> dibutuhkan untuk melakukan langkah demi langkah agar dikenal sebagai sosok yang kamu inginkan. <em>Personal brand</em> membantumu konsisten mengerjakan apa yang kamu suka dan kuasai. Sebagai contoh, kamu telah mengetahui minat di bidang <em>digital marketing</em>. Menguliknya lebih jauh membuatmu ingin mempelajari, bahkan mengikuti kelas menjadi <em>digital marketer</em>. Tergambar, bukan?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tuliskan Esai Diri dan Apa yang Kamu Kerjakan</strong></p><p style="text-align: justify;">Menulis adalah hal penting dalam pembuatan CV. Penulisan yang spesifik akan membantu menggambarkan siapa diri kamu dan apa rekam jejakmu. Tapi jangan lupa, tuliskan hal-hal yang relevan dengan <em>personal branding</em>-mu, ya! Apabila kamu ingin dikenal sebagai mahasiswa yang berminat besar di dunia digital marketing, maka yang kamu cantumkan ialah hal relevan seperti kemampuan <em>copywriting</em>. Hal lain yang perlu kamu perhatikan ialah menuliskan aktivitas terbaru atau dalam kurun waktu tiga tahun. Menuliskan aktivitas atau pencapaian lamamu hanya akan membuat penyeleksi bertanya soal progres kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perhatikan Susunan CV</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu bisa menulis CV dengan informasi umum atau profil diri secara profesional. Mencantumkan hal-hal yang tidak bisa dibuktikan dengan pengalaman hanya akan mengurangi atensi penyeleksi. Contohnya, menuliskan bahwa kamu pendengar yang baik tak salah. Namun, hal itu terlalu umum dan sulit dibuktikan dari pengalaman yang akan kamu tulis nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang perlu kamu tulis berikutnya ialah riwayat pendidikan. Tak perlu dari SD, kamu bisa menuliskan mulai dari SMA atau kuliah. Selanjutnya kompetensi, pengalaman organisasi, pengalaman kerja, seminar atau pelatihan serta prestasi yang kamu raih dalam kurun waktu tiga tahun. Lagi-lagi, cantumkan hal yang relevan dengan <em>passion</em> dan <em>personal branding</em>-mu, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mendesain CV</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak kalah penting dari menulis, mendesain CV akan menambah atensi penyeleksi. Pastikan kamu menentukan warna utama dalam CV kamu. Tidak perlu memakai banyak warna agar tetap terlihat profesional. Selanjutnya tentukan gaya desain, perhatikan jenis <em>font</em> dan ukuran tulisan secara konsisten.</p><p style="text-align: justify;">Tertarik untuk mengembangkan diri dan memperbaiki CV kamu? Selamat mencari kesempatan belajar baru! <strong><em>(rst/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Relevan, Pernikahan Usia Dini Tuai Kontroversi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-relevan-pernikahan-usia-dini-tuai-kontroversi/baca </link>
<guid> tak-relevan-pernikahan-usia-dini-tuai-kontroversi </guid>
<pubDate> Wed, 03 Mar 2021 10:36:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena pernikahan usia muda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-relevan-pernikahan-usia-dini-tuai-kontroversi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/soUJc0JKOf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Relevan, Pernikahan Usia Dini Tuai Kontroversi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Fenomena pernikahan usia muda belakangan ini sedang hangat diperbincangkan di media sosial. Ini bermula dari sebuah <em>wedding organizer</em> (WO) yang mempromosikan pernikahan di usia muda. Berdasarkan materi promosinya, WO Aisha ini diketahui mengampanyekan menikah di usia 12-21 tahun. Tentunya, ini bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Di mana disebutkan, usia minimal pasangan menikah adalah 19 tahun.</span></p><p style="text-align: justify;">Irma Suriyani, salah satu dosen Fakultas Hukum (FH) Unmul memberikan tanggapan mengenai kasus tersebut. Menurutnya, pernikahan usia dini dinilai tidak relevan jika dilihat dari perkembangan zaman dan memberikan dampak negatif kepada anak. Karenanya, undang-undang mengenai pernikahan diperbaiki.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena perkembangan zaman dan peradaban manusia, pernikahan yang awalnya rata-rata pada umur 10-12 tahun, dianggap membawa masalah-masalah yang banyak. Salah satunya yaitu hak kesehatan, hak reproduksi, hak sosial, hak ekonomi dan hak pendidikan,&rdquo; ujarnya saat dihubungi <em>Sketsa</em> pada Senin, (22/2).</p><p style="text-align: justify;">Ia juga memaparkan contoh lain terkait kasus ini. Perbedaan budaya terdahulu yang tidak dituntut untuk berpendidikan tinggi seperti sekarang misalnya. Itulah yang kemudian melahirkan suatu hukum. Berubahnya suatu hukum disebabkan oleh berubahnya peradaban dan hal ini berkaitan dengan adanya masalah pernikahan dini.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, Irma menambahkan bahwa penerapan peraturan mengenai pernikahan anak ini sulit untuk diterapkan karena ada regulasi hukum yang tumpang tindih. Menurutnya, terlalu muda jika diperbolehkan menikah di rentang usia tersebut dan di anggap melanggar UU Perlindungan Anak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Padahal dalam UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, mengatakan bahwa anak yang masih berada dalam usia kandungan, dari 0-18 tahun itu masuk dalam kategori usia anak. Sementara, di UU Perkawinan diperbolehkan menikah pada usia 16 tahun, padahal itu masih dalam batas usia anak. Ada kontradiktif akan ketidakseragaman antara UU Perlindungan Anak dengan UU Perkawinan yang mengatur batas usia menikah,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari sisi Sosiologi, dosen Program Studi Pembangunan Sosial Sri Murlianti menjelaskan bahwa penyebab terjadinya pernikahan anak cenderung berbeda antar kasus di kampung dan perkotaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Faktor penyebab pertama adalah masalah ekonomi dianggap sebagai penyelesaian pintas. Faktor lain adalah kurangnya akses pendidikan dan informasi yang baik. Sehingga wawasan tentang hak-hak anak masih sangat terbatas<span style="background-color: transparent;">n. Ini untuk wilayah perkampungan. Untuk wilayah perkotaan, biasanya dipicu oleh pergaulan bebas, kurang pengawasan orang tua atau pengaruh&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">gagdet</em><span style="background-color: transparent;">,&rdquo; tukasnya, Jumat (26/2).</span></p><p style="text-align: justify;">Hariani Lubis, dosen Psikologi Unmul yang satu ini juga berkomentar mengenai dampak negatif dari pernikahan anak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak sekali dampak negatif yang mungkin bisa ditimbulkan dari pernikahan anak. Yang pertama dari segi perkembangan fisik. Kan organ reproduksi anak belum berkembang dengan matang, belum berkembang dengan sempurna. Nah, jadi bisa menyebabkan penyakit misalnya kanker serviks,&rdquo; terangnya saat dihubungi melalui WhatsApp pada Sabtu, (20/2).</p><p style="text-align: justify;">Selain dampak fisik, ia juga menjelaskan dampak pernikahan anak dari segi mental. Menurutnya, emosi yang belum stabil juga akan berpengaruh kepada pasangan suami istri dan rentan bertengkar lalu memicu pertengkaran. Ia beranggapan, pada usia tersebut anak masih kurang mampu untuk mengendalikan emosi. Cara berpikirnya masih egosentris dan masih egois. Sehingga ketika dihadapkan pada permasalahan dalam rumah tangga, mereka kurang mampu mencari solusi yang logis.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, semua pihak terkait seharusnya dapat ikut berperan dalam mencegah pernikahan anak. Mulai dari keluarga, pemerintah, pemuka agama hingga tenaga ahli seperti dokter dan psikolog. Di samping itu, orang tua juga harus berperan penting untuk meningkatkan keberfungsian keluarga dalam pengasuhan.</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, edukasi mengenai seks untuk anak dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan seksual sejak dini. Ini perlu agar anak mengetahui batasan-batasan dalam pergaulannya. Sehingga ketika mencapai usia remaja, mereka tahu bagaimana harus bersikap dengan lawan jenis dan membatasi pergaulan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, perlu ada peningkatan terkait pemahaman kepada masyarakat. Khususnya mengenai dampak negatif pernikahan anak, karena masih banyak nilai-nilai budaya yang melekat di masyarakat mengenai pernikahan anak. Di samping itu, perjodohan masih sangat sering terjadi. Maka, perlu dilakukannya sosialisasi dan edukasi bahwa pernikahan anak menimbulkan dampak yang negatif. (<strong><em>hdt/bey/ash/lyn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Waspada  Skema Ponzi dalam Kemudahan Investasi Berbasis Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-skema-ponzi-dalam-kemudahan-investasi-berbasis-daring/baca </link>
<guid> waspada-skema-ponzi-dalam-kemudahan-investasi-berbasis-daring </guid>
<pubDate> Thu, 04 Mar 2021 07:17:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Skema Ponzi dalam investasi online. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-skema-ponzi-dalam-kemudahan-investasi-berbasis-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Bav7LG1zuZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Waspada  Skema Ponzi dalam Kemudahan Investasi Berbasis Daring</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"> &ndash; Kegiatan investasi memang dinilai penting dalam mempersiapkan masa depan yang cerah secara finansial. Menempatkan sejumlah aset atau dana pada waktu tertentu terhadap perseorangan atau instansi perusahaan, diharapkan dapat menghasilkan keuntungan atau timbal balik yang lebih besar dari nilai investasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa, tentu kegiatan ini dapat kamu lakukan sebagai bekal finansial mendatang. Sebelum memutuskan terjun ke dunia investasi, ada baiknya untuk mempelajari terlebih dahulu seluk beluk investasi. Terutama dalam memilih jenis dan perusahaan investasi yang akan kamu coba. Hal ini guna menghindari aktivitas penipuan yang akan merugikanmu. Seperti menawarkan hasil investasi tinggi dengan modal dan usaha yang rendah layaknya skema Ponzi.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang kurang familier dengan hal ini, skema Ponzi dicetuskan oleh Charles Ponzi pada 1920 oleh Charles Ponzi. Di Indonesia sendiri, skema Ponzi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dijelaskan, skema Ponzi adalah sistem kegiatan usaha yang memperoleh keuntungan dan bukan berasal dari hasil kegiatan penjualan barang. Melainkan dengan memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra &nbsp;usaha, terutama dari biaya partisipasi orang lain yang akan terus bergabung atau yang telah bergabung.</p><p style="text-align: justify;">Dalam skema ini, peserta akan diminta untuk terus menerus meningkatkan nilai investasi agar keuntungan yang diperoleh semakin besar. Apabila tidak ada peserta baru atau tidak ada peserta yang menambah nilai investasi, maka keuntungan peserta akan terhenti.</p><p style="text-align: justify;">Nama skema Ponzi kembali muncul tatkala Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir aplikasi Vtube dan TikTok Cash, atas pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan pernyataan bahwa keduanya adalah ilegal. Vtube yang merupakan aplikasi keluaran PT Future View Tech dinyatakan ilegal sejak Juni 2020. Satgas Waspada Investasi (SWI) menyatakan bahwa Vtube merupakan investasi uang tanpa izin yang menawarkan keuntungan Rp200 ribu sampai dengan Rp70 juta hanya dengan mengklik iklan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, TikTok Cash menjanjikan hal serupa dengan melakukan <em>following</em> akun, <em>like</em><em>,</em> dan menonton video TikTok. Setelah melakukan semua hal tersebut, peserta diwajibkan untuk melakukan <em>screenshoot</em> untuk meraih keuntungan. Hasilnya berupa saldo yang dicairkan ke rekening bank pengguna. Syaratnya pengguna harus membayar biaya keanggotaan terlebih dahulu sebelum menghasilkan keuntungan. Namun, aplikasi ini tidak bermitra maupun berafiliasi dengan aplikasi TikTok. Sehingga dipastikan bahwa aplikasi investasi ini mencatut nama TikTok.</p><p style="text-align: justify;">Bergabung dengan keduanya, kini aplikasi SnackVideo ditetapkan ilegal oleh OJK, sebab tidak terdaftar sebagai penyelenggara sistem informasi di Kemenkominfo dan belum ada izin kegiatan usahanya di Indonesia. Atas hal itulah, pengoperasian aplikasi SnackVideo dihentikan sementara. Pihak OJK masih terus melakukan penelitian terkait aplikasi ini, sebab tidak menutup kemungkinan terdapat unsur permainan uang dan investasi ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya aplikasi semacam ini digemari masyarakat dari beragam kalangan sebab mudah, instan dan mendapatkan keuntungan dengan cepat. Silvia Ariyani, mahasiswi Pendidikan Biologi 2020 ini pernah mengikuti program yang ditawarkan oleh SnackVideo. Awalnya, ia mendapatkan beragam testimoni dari temannya. Ada pula yang menyebut telah mengundang 24 orang dan mendapat penghasilan sebesar Rp400 ribu. Silvia sendiri telah mendapatkan hasil sebesar Rp150 ribu, dengan Rp100 ribu telah ia tarik ke GoPay.</p><p style="text-align: justify;">Meski mengaku takut bermain di SnackVideo, ia punya alasan tersendiri untuk bergabung. Menurutnya, ini menguntungkan sebab hanya menonton, mengundang orang lalu mendapatkan hasil yang banyak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi aku butuh (uang) buat beli kuota kuliah <em>online</em>. Jadi aku nyoba-nyoba, ternyata aku bisa. Aku masih jalanin ini, tapi gak menutup kemungkinan beberapa orang menganggap ini ilegal walaupun dari SnackVideo-nya udah bikin konfirmasi sendiri di Instagram. Sedangkan di SnackVideo ini kita <em>nggak</em> ngeluarin uang sepeser pun, malah kita dikasih (uang) sama SnackVideo,&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (1/3).</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pihak SnackVideo membantah tudingan tindak penipuan yang merugikan penggunanya. Melalui pemberitahuan pada postingan Instagram resmi mereka <em>@snack_video_indonesia</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berkenaan dengan pembahasan dan informasi terbaru yang beredar mengenai program terbaru, SnackVideo mengundang teman #SnackUndangTeman yang memperbolehkan pengguna mendapatkan hadiah berupa koin yang bisa ditukarkan dengan uang dengan mudah,&rdquo; bunyi pesan tersebut pada Jumat (26/2). <strong><i>(rea/vyn/khn/len</i></strong><strong><i>/rst</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jadi Mitra, Unmul dan Gojek Siap Bersinergi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-mitra-unmul-dan-gojek-siap-bersinergi/baca </link>
<guid> jadi-mitra-unmul-dan-gojek-siap-bersinergi </guid>
<pubDate> Fri, 05 Mar 2021 09:30:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerja sama Unmul dan Gojek dalam pengembangan sumber daya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-mitra-unmul-dan-gojek-siap-bersinergi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VJQvNP2arJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jadi Mitra, Unmul dan Gojek Siap Bersinergi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menggandeng Gojek menjadi mitra, Unmul mengawali 2021 dengan upaya pengembangan institusi khususnya pada bidang teknologi. Gojek yang merupakan platform besutan anak bangsa, diharapkan dapat bersinergi lewat kolaborasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Gojek dan tim peneliti dari Fakultas Kedokteran (FK) serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul bekerja sama dalam penelitian terhadap 100 mitra driver Gojek di Samarinda. Adapun penelitian yang diangkat bertajuk &quot;Faktor Perilaku dan <em>Active Case Finding</em> dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Ojek <em>Online</em> di Samarinda.&quot; Penelitian ini dirilis pada 26 November 2020 lalu secara virtual.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil riset tersebut, Unmul lalu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek Indonesia pada Kamis (21/1) melalui Zoom Meeting.</p><p style="text-align: justify;">Kolaborasi tersebut di antaranya mencakup beragam aktivitas kemahasiswaan, penataan transportasi, logistik dan pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta implementasi dari <em>cashless society</em> melalui aplikasi Gojek di lingkungan akademik.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu peneliti yang mengepalai penelitian sebelumnya, Dina Lusiana Setyowati dari FKM turut memberikan tanggapannya mengenai kerja sama ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kerja sama ini dimulai dengan adanya penelitian perilaku tentang Covid-19 pada pengemudi Gojek di saat pandemi Covid-19 yang dibiayai oleh IDB. Dari hasil riset tersebut ada rekomendasi tentang kerja sama dengan pihak PT (perguruan tinggi), Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan. Sehingga ini salah satu tindak lanjut dari hasil riset tersebut,&rdquo; paparnya pada <em>Sketsa</em>, Kamis (25/2).</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan, kerja sama ini telah berjalan dan dalam tahap penyusunan program beserta teknis sosialisasi. Di waktu mendatang, terdapat magang bersertifikat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Magang ini nantinya dikoordinir oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifuddin. Sementara KKN akan dilangsungkan oleh pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M).</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>unmul.ac.id</em>, Anton Rahmadi selaku Ketua LP2M Unmul menjelaskan beberapa potensi kerja sama yang dapat terlaksana. Salah satunya yakni pelatihan dan fasilitas pemasaran, termasuk kewirausahaan dan promosi potensi <em>start up</em> yang berasal dari karya mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Meski beberapa mahasiswa belum mengetahui informasi ini, mereka tetap menyampaikan pesan optimisme agar kerja sama tersebut berujung pada kemajuan. Seperti Ghazy Muhammad dan Amadhea, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018. Keduanya menyebut jika mereka belum mengetahui program kerja sama Unmul dan Gojek.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ghazy, belum terbesit bahwa Gojek dapat masuk ke ranah akademik sebab aplikasi berbasis layanan itu hanya sebatas solusi atas gaya hidup. Namun, ia berharap jika prosesnya berjalan lancar. Ghazy juga berkeinginan untuk turut berpartisipasi dalam program yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Amadhea, yang paling penting adalah menelaah terlebih dahulu program yang ditawarkan. Apakah dibutuhkan untuk prospek mahasiswa ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita perlu lihat programnya, ya. Program yang disusun dibutuhkan nggak untuk mahasiswa. Soalnya jika dia bekerja sama dengan sebuah universitas, sepantasnya program tersebut harus berguna untuk mahasiswa universitas tersebut,&quot; tutupnya, Kamis (4/3). <strong><em>(syl/eng/rst/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meningkatkan Self-Branding, Kenapa Tidak? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/meningkatkan-self-branding-kenapa-tidak/baca </link>
<guid> meningkatkan-self-branding-kenapa-tidak </guid>
<pubDate> Fri, 05 Mar 2021 10:07:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meningkatkan self-branding. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/meningkatkan-self-branding-kenapa-tidak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fsOg6JNDR2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meningkatkan Self-Branding, Kenapa Tidak?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kamu tentu telah mengetahui penggunaan istilah <em>brand</em> pada berbagai merek-merek ternama seperti Starbucks, Apple, Samsung dan masih banyak lagi. Tapi, tahukah kamu bahwa penggunaan istilah ini juga dapat diaplikasikan pada diri sendiri? Inilah yang disebut sebagai <em>self-branding</em>, yakni caramu membangun citra diri kepada publik.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Saat mempublikasikan diri secara profesional, ada berbagai nilai yang harus kamu perhatikan agar reputasi yang ingin dibangun sesuai dengan harapanmu. Di antaranya adalah sisi keterampilan, perilaku, rekam jejak atau pengalaman hingga penampilanmu. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum untukmu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keterampilan</strong></p><p style="text-align: justify;">Setiap orang pasti punya kelebihan pada bidang-bidang tertentu. Karena itu, kamu perlu fokus dengan mengembangkan keterampilanmu dengan beragam fasilitas yang bisa kamu akses. Saat ini, telah tersedia berbagai macam platform untuk meningkatkan keterampilanmu dalam beragam bidang. Jangan takut, sebab tersedia dari yang gratis sampai berbayar. Baca di sini untuk rekomendasinya: https://sketsaunmul.co/life-style/ini-3-situs-gratis-untuk-tingkatkan-skill-mu-selama-pandemi/baca</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perilaku</strong></p><p style="text-align: justify;">Cara berperilaku akan menentukan seperti apa kepribadian serta kelebihan yang ada dalam dirimu. Untuk mewujudkan potensimu, melatih sikap yang positif adalah hal yang perlu kamu tekankan. Sebab dengan cara inilah, segala yang kita usahakan dapat menghasilkan nilai yang positif. Sebaliknya, apabila kamu mengembangkan tingkah laku yang negatif maka itulah yang akan kamu tuai.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pengalaman</strong></p><p style="text-align: justify;">Semakin banyak pengalamanmu dalam berbagai hal, maka wawasan serta relasi yang kamu dapat akan meningkat. Dengan inilah, koneksi yang lebih luas, pola pikir yang baik dan pengembangan potensi diri akan membuatmu semakin dikenal dengan baik. <em>Track record</em> ini dapat kamu manfaatkan untuk mempercantik CV-mu. Tapi bukan untuk pamer, ya. Baca di sini jika ingin membuat CV: https://sketsaunmul.co/life-style/tingkatkan-persona-dirimu-lewat-cv/baca</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penampilan</strong></p><p style="text-align: justify;">Representasi diri tentunya berawal dari penampilan. Selain menunjang pengenalan dirimu, hal ini juga dapat melatihmu dalam membangun kepercayaan diri yang lebih baik lagi. Bentuk penampilan yang kamu tonjolkan akan menjadi panduan orang-orang untuk melihat citra yang kamu bangun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nah,&nbsp;<em>self-branding</em> dapat dilakukan dengan cara yang paling mudah. Misalnya, menggunakan media sosial sebagai sarana untuk membangun branding dirimu. Mulai dari membentuk konsep dan konten atau berbagi keseharian dan edukasi, semuanya dapat kamu lakukan asal dibarengi dengan keinginan dan niat yang kuat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya <em>self-branding</em>, maka kamu akan melihat lebih banyak orang yang aktif terlibat, mengikuti dan berbagi konten yang telah kamu bagikan. Menarik, bukan?<strong><em>&nbsp;(dyn/len) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesawat Retro Livery </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/pesawat-retro-livery/baca </link>
<guid> pesawat-retro-livery </guid>
<pubDate> Sat, 06 Mar 2021 09:18:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akupun membuka handphone dan cek Instagram beberapa saat, setelah itu buka Flightradar24. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/pesawat-retro-livery/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/67jun7uEeY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pesawat Retro Livery</h1>
			              </header>
			              <hr style="text-align: justify;"><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Disaat aku bangun di pagi hari yang biasa saja. Aku melihat <em>handphone</em> ku sudah menuju jam 9 pagi. Habis salat subuh lanjut tidur beberapa menit setelahnya, <em>bablas</em> dah rutinitas pagiku.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yaaahh... dah jam 9 toh, aduh lewat <em>dah</em> rutinitas pagiku...&rdquo; rasa sesalku yang di tanggapi dengan santai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku buka <em>handphone</em> dulu lah..... siapa tahu ada hal yang menarik&rdquo; langsung cabut <em>handphone</em>-nya yang sudah terisi penuh.</p><p style="text-align: justify;">Akupun membuka <em>handphone</em> dan cek Instagram beberapa saat, setelah itu buka <em>Flightradar24</em>. Lalu cek-cek pesawat yang dari Jakarta menuju Balikpapan. Apakah ada pesawat yang menarik untuk di foto nantinya? Semenit kemudian aku menemukan yang menarik. Aku menemukan satu pesawat Garuda yang edisi retro livery 1969-1985 dari Jakarta ke Balikpapan jam 11 nanti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>HAH!!!</em> Retro liveryyyy.....&rdquo; kagetku dengan sedikit lebay dan gembira.</p><p style="text-align: justify;">Baru saja aku melihat pesawat tersebut di <em>Flightradar</em>, grup Whatsapp BPN <em>Spotter</em> udah rame soal pesawat retro tersebut. Banyak notifikasi yang menanyakan info kabar pesawat tersebut, dan benar saja pesawat spesial dengan registrasi PK-GHD itu akan tiba di Balikpapan sekitar jam 11 siang nanti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tanpa berpikir panjang, aku harus <em>prepare</em> dari sekarang...&rdquo; lantangku dengan penuh semangat.</p><p style="text-align: justify;">Aku langsung mandi dan sarapan setelahnya. Saat sudah meunjukkan pukul 09:50, aku langsung bergegas menuju tempat biasa spotting pesawat. Tepatnya di pohon ketapang ujung <em>runway</em>. Sesampainya di pohon ketapang, aku sudah bertemu dengan mereka yang siap berburu si retro ini.</p><p style="text-align: justify;">Aku bertemu dengan Ardo, Taufik, Haikal, Ahmad, Bima dan Bhisma yang nyusul saat pesawat sudah mau mendekat. Mereka pun menunggu kedatangan pesawat spesial tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah, ada si Andi datang,&rdquo; sambut Ardo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mantap nih, Andi datang juga akhirnya. Aku kira kamu enggak bakal datang,&rdquo; sahut Bima.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya tidak dong... aku juga mau foto si retro lah...&rdquo; balasku dengan nada canda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Eh si Ahmad, aku baru lihat kamu di <em>Static Show</em> Februari lalu loh...&rdquo; sambutku ke Ahmad.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya mas, kita pernah ketemu pas di <em>Static Show</em>,&rdquo; balas Ahmad dengan santai.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, aku dan mereka sempat ngobrol sebentar sembari memantau pesawat tersebut sampai mendekat ke Balikpapan. Hingga tepat pada jam 11, pesawat tersebut sudah beradai di udara Balikpapan dan siap <em>landing</em>. Kami pun langsung bergegas turun ke pantai yang sudah surut banget sejak pagi tadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Guys</em>, pesawatnya udah mendekat... yuk turun ke pantai,&rdquo; seru Ardo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yuk...yuk...&rdquo; seruan dari Bima.</p><p style="text-align: justify;">Saat menuju pantai yang surut, kita pun langsung bergegas lari supaya mendapakan hasil yang maksimal. Saat sudah berada di pantai semua, kita pun sudah melihat pesawat tersebut yang siap mendarat. Sesampainya di pantai yang sudah surut, semua ambil posisi dan bersiap menekan shutter kamera sebanyak mungkin untuk mendapatkan foto dari pesawat tersebut. Dan alhasil dapat foto yang cukup banyak. Namun, ada Bhisma yang baru menyusul disaat pesawat retro sudah mendarat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yess... aku dapat yang bagus-bagus...&rdquo; ungkapku dengan senang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yaah, aku malah kabur beberapa fotonya....&rdquo; kecewa Haikal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bah.... malah kepotong... tapi dapat beberapa yang bagus,&rdquo; ungkap Bhisma dengan tawa kecewa.</p><p style="text-align: justify;">Yang lain pada banyak dapat yang bagus ketimbang jeleknya. Tapi aku cukup senang, untuk pertama kalinya aku melihat pesawat <em>wide body</em> Airbus A330 Garuda ini pertama kali mendatangi Balikpapan. Pesawat yang dihiasi garis merah dan jingga dari hidung yang terus menjalar ke sepanjang jendela sampai ke atas ekor nya. Di ekornya itu, garisnya terputus dengan tulisan &ldquo;Garuda&rdquo;. Namun, di tengah pesawat tepat di atas garis merah dan jingga tersebut terdapat tulisan &ldquo;Indonesian Airways&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jarang-jarang <em>lek</em> Garuda retro datang kesini <em>lek</em>,&rdquo; kata Bima.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu sudah, walaupun enggak dapat yang versi <em>narrow body</em>-nya, tapi versi <em>wide body</em>-nya dapat dong,&rdquo; balasku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yuk, kembali ke pohon ketapang,&rdquo; tambahku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yuukkk....&rdquo; sahut Taufik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gimana foto kalian... pada bagus tidak?&rdquo; tanya Ardo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagus dong,&rdquo; jawab Taufik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku dapat bagus nih, walau ada yang blur,&rdquo; jawab Ahmad.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gimana punyamu pik,&rdquo; tanya Bima ke Taufik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baguslah lah fotonya,&rdquo; jawab Taufik dengan penuh tawa. Sembari menuju ke pohon ketapang, sekalian menujukkan hasil fotonya ke yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Pesawat yang mendarat pada jam setengah 12 dipekirakan akan terbang lagi di jam 1 siang. Kita pun sambil ngomong-ngomong hal apapun, termasuk pesawat yang kita foto tadi. Saat jam 12:45, pesawat retro pun bersiap untuk terbang lagi dengan ditandai lampu beacon-nya yang nyala dan pintu kargonya yang sudah ditutup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah, Garuda retronya udah mau siap-siap tuh,&rdquo; sahut Ardo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harus <em>standby</em> ini, enggak boleh dilewatkan....&rdquo; seru Bima sambil menyiapkan kamera.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gas <em>slurr</em>... siapkan kamera kalian,&rdquo; sahut Taufik dengan semangat.</p><p style="text-align: justify;">Ketika pesawat sudah di dorong mundur dari <em>apron</em><em>.</em> Pesawat <em>wide body</em> tersebut siap untuk <em>taxi</em> menuju <em>runway</em> 25. Kami pun sudah siap mengarahkan kamera untuk membidik gambar ke pesawat tersebut. Adapun yang sudah ambil foto pesawat tersebut sebanyak mungkin, bahkan ada juga yang memvideokannya.</p><p style="text-align: justify;">Akupun enggak mau melewatkannya begitu saja, aku langsung memfotonya beberapa kali dari dia di dorong mundur hingga menuju <em>runway</em>. Ketika pesawat retro sudah di <em>runaway</em>. Akupun tidak memfotonya lagi, namun memvideokannya menjelang pesawatnya <em>take-off</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Siap-siap <em>take-off</em> pesawatnya...&rdquo; ungkap Bhisma.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Waduhh</em>.... syahdu suara mesinnya,&rdquo; seru Taufik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Dadah</em> GHD...&rdquo; ucap Ardo sembari merekam video.</p><p style="text-align: justify;">Ketika pesawatnya sudah <em>take-off</em>, betapa merdunya suara mesinnya disaat pesawat tersebut yang siap meninggalkan Balikpapan. Pesawat retro sudah <em>take-off</em> dan terbang kembali menuju Jakarta. Sampai ketemu lagi Garuda retro, semoga bisa terbang kembali ke Balikpapan.</p><p style="text-align: justify;">Gak sia-sia lah datang untuk foto pesawat edisi spesial tersebut. ketimbang <em>mageran</em> di rumah.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andi Muhammad Rifky, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2017</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Akhir Pemira FT melalui Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-akhir-pemira-ft-melalui-aklamasi/baca </link>
<guid> jalan-akhir-pemira-ft-melalui-aklamasi </guid>
<pubDate> Sat, 06 Mar 2021 11:34:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Unmul ditetapkan melalui sidang oleh Badan Lembaga Mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-akhir-pemira-ft-melalui-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HoLd1a7MoO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Akhir Pemira FT melalui Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah melewati beberapa proses panjang sejak Desember hingga Februari lalu, pada Selasa (9/2) Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Unmul ditetapkan melalui sidang oleh Badan Lembaga Mahasiswa (BLM) FT Unmul dengan Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebelum ditetapkan, pasangan calon (paslon) M.Risky Ramadhan Kiay dan Dwi Tri Saputro Fambudi dinyatakan lolos verifikasi berkas pada Sabtu (6/2). Mereka diberikan perpanjangan waktu untuk memperbaiki kekurangan berkas. Keputusan perpanjangan perbaikan berkas ini diambil dalam sidang KBM FT pada Senin (1/2).</p><p style="text-align: justify;">Keputusan diambil karena forum menganggap bahwa cacat administrasi yang dilakukan oleh paslon ini masih bisa ditolerir. Sehingga diberikanlah waktu selama 2 hari lagi untuk memperbaiki berkas administrasi. Setelah SK verifikasi berkas dikeluarkan oleh KPPR, diadakan sidang lagi untuk menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur FT. Sidang tersebut dihadiri oleh perwakilan ormawa dan mahasiswa dari masing-masing prodi. Dalam sidang ini, pihak KPPR menimbang pandangan forum sebelum melakukan penetapan ketua dan wakil ketua BEM FT.</p><p style="text-align: justify;">Ketika disinggung mengenai antusiasme KM FT dalam pelaksanaan pemira ini, Risky selaku ketua BLM FT 2020/2021 menyatakan bahwa mahasiswa tetap merasa antusias meskipun Pemira dilaksanakan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Antusias saja sebenarnya. Tapi karena dilaksanakan secara daring, lebih kurang vibrasi yang dulu dirasakan karena tidak bertemu secara langsung,&rdquo; ujarnya ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Minggu (28/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya terkait minimnya paslon yang mendaftar, ia menjawab bahwa sebenarnya banyak yang mendaftar pada saat masa pendaftaran namun tidak berniat untuk menjadi paslon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rasanya memang yang daftar diawal banyak yang tidak berniat menjadi paslon. Namun hanya ingin meramaikan saja lewat pengambilan berkasnya sambil belajar juga untuk tahun depan,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Risky juga berkata, ke depannya untuk Pemira daring sebaiknya lebih adaptif lagi dengan keadaan dan lebih memanfaatkan media sosial dengan lebih baik. Ini karena Pemira tahun ini dinilai kurang berperan dalam promosi kegiatan pada medsos.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini juga terjadi karena orang yang memegang akun medsos tersebut sedang di kampung halaman, sehingga sinyal yang ada kurang memadai untuk selalu update mengenai informasi Pemira FT. Selain itu, perlu diperhatikan lagi pembagian <em>jobdesk</em> dan lokasi panitia.</p><p style="text-align: justify;">Risky juga berpesan, Pemira ini akan menjadi tolok ukur dan tantangan baru untuk kegiatan selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sendiri apresiasi ke panitia (yang) sudah mencoba beradaptasi dengan keadaan luar biasa ini, juga menjalani pemira dengan baik. Banyak evaluasi yang bisa menjadi loncatan di Pemira selanjutnya, dan harapannya nanti dapat melahirkan inovasi-inovasi baru,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>wuu/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampus Mengajar, Peluang Mahasiswa Mencari Pengalaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-mengajar-peluang-mahasiswa-mencari-pengalaman/baca </link>
<guid> kampus-mengajar-peluang-mahasiswa-mencari-pengalaman </guid>
<pubDate> Sun, 07 Mar 2021 04:58:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus Mengajar, peluang untuk baru mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-mengajar-peluang-mahasiswa-mencari-pengalaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nXwAjGSSMR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kampus Mengajar, Peluang Mahasiswa Mencari Pengalaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Selasa (9/2) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, pada kanal YouTube Kemendikbud RI secara resmi meluncurkan Program Kampus Mengajar angkatan pertama Tahun 2021 yang merupakan bagian dari program Merdeka Belajar &ndash; Kampus Merdeka (MBKM).</span></p><p style="text-align: justify;">Program yang merupakan hasil kerja sama Kemendikbud dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini membuka kesempatan bagi 15 ribu mahasiswa Indonesia untuk mengajar siswa Sekolah Dasar (SD) di lingkungan masing-masing. Nadiem juga memberikan keleluasaan bagi mahasiswa dari seluruh program studi dan perguruan tinggi di Indonesia untuk berkontribusi, membuat perubahan, sambil mengembangkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Kampus Mengajar 2021 menuntut mahasiswa untuk berperan meningkatkan mutu pendidikan mereka di tengah ancaman pandemi Covid-19. Khususnya pada daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan). Menghadapi tantangan belajar, sementara para guru harus beradaptasi dengan teknologi dan berkreasi. Dibukanya peluang ini, mahasiswa diharapkan dapat membantu mereka, mengubah tantangan menjadi harapan.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini kabarnya akan menyediakan bantuan pembayaran UKT, uang saku dan pengakuan konversi mata kuliah sebesar 12 SKS untuk mahasiswa terpilih. Selain bertujuan membantu anak-anak SD dan menambah pengalaman, hal ini juga menjadi daya tarik bagi para mahasiswa untuk berlomba-lomba mendaftar dalam program ini.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang mendaftar dalam program ini yaitu Ummi Haffizah, mahasiswi Prodi Sastra Inggris angkatan 2017. Dirinya termotivasi mengikuti program ini lantaran mampu mengisi waktunya yang sedang berada di akhir masa studi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Motivasi saya mengikuti program Kampus Mengajar ini adalah mengisi waktu yang ada di semester akhir. Walaupun berbarengan dengan skripsi tapi juga harus bisa bermanfaat untuk orang lain,&rdquo; tuturnya saat dihubungi awak <em>Sketsa</em>, Selasa (2/3).</p><p style="text-align: justify;">Ummi yang sebelumnya memiliki pengalaman pada tahun 2018 sebagai guru <em>private</em> untuk anak SD pun sangat bersemangat mengikuti program ini. Ia mengetahui dan mendapatkan informasi terkait melalui laman resmi Instagram Kampus Mengajar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hingga kini, Ummi tengah masuk pada seleksi tahap kedua yakni survei kebhinnekaan. Sebelumnya, ia berhasil melewati tahap pertama pada Februari lalu. Berbagai tahapan ini bertujuan untuk mengulik kemampuan mahasiswa yang mendaftar demi mendapatkan tenaga pengajar yang berkualitas dan mampu beradaptasi dalam lingkungan pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk kendala, sewaktu saya mengisi <em>website</em> kemarin sedikit bermasalah. Mungkin karena sudah mendekati waktu penutupan sehingga banyak sekali yang mendaftar dan menyebabkan <em>website down.</em> Sebab di tahun ini membuka sekitar 15.000 pendaftar,&quot; cetusnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain kendala tersebut, semuanya berjalan lancar terutama dalam hal pengurusan berkas. Dirinya dengan mudah mendapatkan surat persetujuan dari pihak fakultas yang ditandatangani oleh Wakil Dekan 1 Bidang Kemahasiswaan meskipun pengajuan permohonan tersebut terkesan mendadak.</p><p style="text-align: justify;">Ummi berharap, program Kampus Mengajar bisa membantu anak-anak dan guru yang berada di sekolah mendatang. Peluang ini juga diharapkan bisa mengembangkan potensi mahasiswa yang memiliki kemampuan mengajar. Ia beranggapan, mahasiswa harus terus bermanfaat untuk orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Slamet Dini Tiara Mardhani, mahasiswi Prodi Ilmu Pendidikan Fisika angkatan 2018 ini turut mengikuti Kampus Mengajar sebab termotivasi untuk membantu dan bermanfaat bagi orang lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Saya ingin merasakan serta membantu tenaga pendidik. Menurut saya, salah satu kendala yang saat ini kita rasakan adalah sulitnya pembelajaran jarak jauh terutama untuk anak sekolah dasar. Kemudian, tujuan saya adalah ingin mendapatkan pengalaman baru dalam hal mengajar,&rdquo; terangnya, Rabu (3/3).</span></p><p style="text-align: justify;">Tiara sendiri pernah mengikuti sebuah lembaga untuk mengajar les privat, yang membuatnya terpacu untuk mengikuti program ini setelah mendapat informasi dari kerabatnya yang turut mengajaknya.</p><p style="text-align: justify;">Ia memaparkan, hingga kini belum ada kendala yang dialami karena semua informasi sudah terpapar dengan jelas di buku panduan pada laman <em>website</em> Kampus Merdeka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini <em>alhamdulillah</em> belum ada kendala, menurut saya sudah cukup lengkap. Sebelumnya juga sudah ada dibagikan PDF pedoman mendaftar Kampus Merdeka. Jadi tidak sulit untuk dilakukan,&rdquo; papar Tiara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya, dengan adanya mahasiswa yang terjun langsung ke sekolah mampu menjadi energi besar untuk siswa sekolah dasar agar termotivasi dan tetap bersemangat dalam melakukan pembelajaran,&rdquo; tutupnya. (<em><strong>fzn/ems/nkh/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alive and On dan Epiphany: Buku Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alive-and-on-dan-epiphany-buku-karya-mahasiswa-ilmu-komunikasi/baca </link>
<guid> alive-and-on-dan-epiphany-buku-karya-mahasiswa-ilmu-komunikasi </guid>
<pubDate> Sun, 07 Mar 2021 08:20:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Karya tulis mahasiswa Ilmu Komunikasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alive-and-on-dan-epiphany-buku-karya-mahasiswa-ilmu-komunikasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cHLn9Gs2J8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Alive and On dan Epiphany: Buku Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dua buah buku yang digagas oleh Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Unmul pada sebuah kegiatan bernama <em>Asmen Creation Project&nbsp;</em>resmi terbit pada Februari 2021 lalu. Bertajuk &ldquo;Alive and On&rdquo; dan &ldquo;Epiphany&rdquo;, lahirlah karya antologi yang berkonsepkan inspirasi dan inspiratif.</span></p><p style="text-align: justify;">Ide tersebut diusung oleh Kezia Arum Sary, salah satu dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul yang kala itu sedang mengajar mata kuliah Asas-asas Manajemen di Prodi Ilkom. Dalam proses yang berlangsung selama kurang lebih lima bulan, kegiatan ini sukses mengharumkan nama universitas dengan karya dari kelas A dan B.</p><p style="text-align: justify;">Saat dihubungi awak <em>Sketsa</em> pada Selasa (2/3), Kezia memaparkan bahwa proyek ini dijadikan bahan penilaian Ujian Tengah Semester (UTS) serta pelatihan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berkomunikasi melalui media tulisan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apalagi mahasiswa Ilmu Komunikasi bukan hanya dituntut kemampuan komunikasi secara lisan tapi juga mampu berkomunikasi secara tertulis. Jadi lebih ke (proses) menanamkan keberanian untuk menulis, kapan pun dan di manapun menjadi sebuah gaya hidup,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Kisah-kisah inspiratif yang disajikan dalam buku ini ditulis langsung oleh mahasiswa dengan ringan dan sangat sederhana. Walaupun tak semuanya mahir menuangkan pikiran mereka ke dalam sebuah rangkaian tulisan. Hal itulah yang membuat buku antologi ini menjadi spesial daripada yang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dapat dilihat, tulisan yang ada dalam buku ini adalah tulisan-tulisan sederhana gitu, simpel. Menyajikan hal yang sehari-hari mereka rasakan terkait manajer di kehidupan mereka. Jadi, implikasinya terhadap mata kuliah ini adalah bagaimana konteks manajemen dilihat dari sudut pandang mereka memandang manajer. Kemudian mereka tuliskan dalam buku ini,&rdquo; ungkap Kezia.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga bercerita, dirinya sempat dilanda rasa pesimis terkait apakah karya ini bisa terus berlanjut sampai ke tahap penerbitan atau tidak. Karena baik dirinya maupun mahasiswa belum ada yang memiliki pengalaman menerbitkan buku. Kendati demikian, ia merasa bersyukur atas antusias mahasiswa yang tinggi. Ia berharap, ke depan kegiatan semacam ini tetap bisa berlanjut entah dengan mahasiswa atau kolaborasi dengan prodi lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Shiba Syahidah, perwakilan mahasiswa yang terlibat langsung dalam proses administrasi penerbitan mengaku mengalami beberapa kendala. Salah satunya, ia cukup kesulitan melakukan koordinasi dengan dua kelas yang berbeda. Mengingat semuanya dilakukan serba daring, tak jarang respons yang didapat lambat dan minim tanggapan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kadang saya harus ambil keputusan sendiri mengingat ketika saya tanyakan ke grup, mereka itu <em>slow response</em> dan minim tanggapan, tapi tentunya yang tidak merugikan,&rdquo; jelas Shiba, saat dihubungi melalui WhatsApp pada Rabu (3/3).</p><p style="text-align: justify;">Meskipun tidak sedikit kendala yang dihadapi, Shiba tetap senang karena dirinya mendapat banyak manfaat dan pengalaman baru pada kegiatan ini. Tak lupa ia juga menyampaikan banyak terima kasih terhadap semua pihak yang terlibat dan mendukungnya dalam proyek kali ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang pertama, terima kasih untuk Ibu Kezia yang sudah mengadakan <em>project</em> ini. Apalagi buat kita yang mengurus sampai proses penerbitan yang dalam artian belajar banyak banget tentang bagaimana cara koordinasi yang baik dengan dosen dan penerbit.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemudian, terima kasih juga untuk teman-teman yang sudah melakukan tugasnya masing-masing dengan <em>deadline</em> yang sudah ditentukan. Semoga kita semua tidak pernah berhenti untuk belajar,&rdquo; tutup Shiba. (<strong><em>nkh/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bunuh Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bunuh-diri/baca </link>
<guid> bunuh-diri </guid>
<pubDate> Sun, 07 Mar 2021 12:21:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bunuh diri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bunuh-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/obJ7vvj2tR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bunuh Diri</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Mataku lemah akan cermin-cermin indah yang ditawarkannya dalam segenggam dunia.</span></p><p>Aku seakan candu,</p><p>Hampir sekarat tanpa kehadirannya.</p><p><br></p><p>Ia memberi apa yang aku inginkan,</p><p>Hampir seperti Tuhan.</p><p>Aku mengandalkannya sebagai tempat istirahat,</p><p>Meski aku tak pernah benar-benar melakukannya.</p><p><br></p><p>Manis benar, sungguh tak ada keraguan.</p><p>Ia menjadi keseharianku.</p><p>Bagian dari diriku.</p><p>Lalu mengikis logikaku.</p><p>Lantas, tak tersisa apapun untuk akal sehatku.</p><p><br></p><p>Aku sadar bahwa ia bukanlah madu,</p><p>Namun aku membiarkannya membunuhku perlahan.</p><p><br></p><p>Dasar bodoh.</p><p>Aku selalu bodoh atas segala kelakuanku yang mengetuk pintu-pintu alasan untuk mengunjungimu.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Billie Eilish </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-billie-eilish/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-billie-eilish </guid>
<pubDate> Mon, 08 Mar 2021 05:34:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi lagu-lagu Billie Eilish </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-billie-eilish/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gj4q4QXhsK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Billie Eilish</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Saat &nbsp;pandemi, siapa sangka banyak musisi-musisi yang melahirkan karya berkualitas dan di antaranya memenangkan beragam penghargaan? Billie Eilish, gadis berkebangsaan Amerika yang kerap berpakaian nyentrik ini sempat menyapu bersih berbagai penghargaan bergengsi Grammy Awards. Dengan ciri khas musik yang unik dan tak biasa, Billie berhasil mengemas lagu-lagu miliknya secara apik dan membuat pendengarnya enggan untuk menjauh dari lirik-liriknya. Berikut sederet lagu Billie Eilish yang <em>Sketsa</em> rekomendasikan untuk kamu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bad Guy</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu yang dirilis pada 29 Maret 2019 dan ditulis langsung oleh Billie Eilish serta sang kakak, Finneas berhasil memikat pendengarnya. Lirik-liriknya mengisahkan sebuah hubungan yang memiliki perannya masing-masing. Seolah larik yang diusung dalam lagu ini mengisahkan gejolak hati sang penyanyi. Terbukti pada <em>video clip</em>-nya Billie sangat mendalami lantunan lagu yang dinyanyikan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ocean Eyes</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu yang membuatnya dikenal banyak orang ini memiliki atmosfer yang berbeda. Lagu yang dibawakannya terdengar <em>mellow</em> dan sarat makna cinta. Seolah ingin mengungkap gagasan, bahwa <em>&ldquo;eyes&rdquo;</em> atau mata tidak bisa berbohong. Siapa pun dapat menyembunyikan kesedihannya, namun ketika beralih ke pandangan matanya, mereka tidak bisa menutupi kebohongan itu. Lagu ini sangat nikmat ketika dilantukan untuk pengantar tidurmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>My Boy</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan judulnya, Billie ingin mengungkapkan perasaannya selama menjalin hubungan dengan sang kekasih yang dijuluki <em>&ldquo;my &nbsp;</em><em>bo</em><em>y&rdquo;</em> . Dalam lagu ini, <em>mood</em>&nbsp; lagu langsung berubah menjadi lebih <em>groovy, &nbsp;jazzy,</em> dan asyik. <em>my boy</em> berkisah tentang seorang gadis yang memiliki kekasih dan tidak mencintainya seperti yang dijanjikannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bitches Broken Hearts</strong></p><p style="text-align: justify;">Meskipun tergolong sangat muda, Billie menulis kebanyakan lagunya sendiri. <em>Bitches Broken Hearts</em> adalah salah satunya. Mengisahkan tentang orang-orang yang sulit mengakui perasaan cintanya, lagu ini mampu membawa kesedihan yang mendalam. Bukan karena nada sendu, namun alunan-alunan lirik yang seolah dihubungkan pada perasaan patah hati. Lagu ini bisa menjadi salah satu di koleksi <em>playlist-</em>mu loh!</p><p style="text-align: justify;"><strong>COPYCAT</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Why so sad, bunny, you can&rsquo;t have &nbsp;mine?&rdquo;</em> atau jika diartikan, &ldquo;mengapa begitu sedih, kau tidak bisa memiliki milikku?&rdquo; Sudah jelas membuktikan bahwa lagu ini mengungkap perasaan Billie. Dengan liriknya, ia mengkritik seorang gadis yang menyalin semua yang dia lakukan, dan menjadi marah karenanya. Dia juga bingung mengapa seseorang ingin menjadi dirinya karena Billie bahkan tidak menyukai dirinya sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>When The Party&rsquo;s Over</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>When The Party&rsquo;s Over</em> digambarkan dengan sangat jelas, bahwa emosi dapat dilukiskan dalam sebuah <em>&ldquo;</em><em>p</em><em>arty&rdquo;</em> yang ramai.<em>&nbsp;Yup</em>, emosi yang ada pada sebuah hubungan kekasih, namun salah satu di antaranya berlaku egois. Dari makna lagu yang dipancarkan, sudah jelas seperti apa gerak Billie membawakannya dalam video musik yang rilis. Benar, konsep monolog dibawakan dalam video seolah membuat dirinya menjadi sorotan yang merasakan egoisnya percintaan.</p><p style="text-align: justify;">Billie Eilish memiliki warna musik yang berbeda dari kebanyakan penyanyi wanita yang ada. Nah, beberapa yang kami sajikan di antaranya merupakan lagu-lagu yang populer dan dapat menjadi hiburanmu. Bagaimana, tertarik untuk mendengarkan? (<strong><em>fzn</em></strong><strong><em>/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudah Sehatkah Ruang Digital Kita? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-sehatkah-ruang-digital-kita/baca </link>
<guid> sudah-sehatkah-ruang-digital-kita </guid>
<pubDate> Mon, 08 Mar 2021 07:13:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagaimana ancaman dalam ruang digital kita? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-sehatkah-ruang-digital-kita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VbOvOHwxMp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudah Sehatkah Ruang Digital Kita?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Beberapa waktu yang lalu, hasil penelitian Microsoft yang mengukur tingkat kesopanan pengguna internet sepanjang 2020 menghebohkan jagat maya khususnya Indonesia. Penelitian &nbsp;yang berjudul <em>Digital Civility Index</em> (DCI) itu dilakukan mulai April dan Mei 2020. Hasilnya, netizen Indonesia merupakan pengguna internet paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Ini dibuktikan dengan posisi Indonesia yang berada di urutan ke-29 dari 32 negara yang disurvei. Lantas, akun Instagram milik Microsoft langsung diserbu oleh netizen Indonesia. Dengan reaksi positif hingga negatif yang membanjiri, fitur komentar pun terpaksa dinonaktifkan.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai pada Rabu (3/3), Muhammad Fajri Luthfi, mahasiswa Sastra Indonesia 2019 turut berkomentar mengenai keadaan ini. Menurutnya, kondisi ini juga dipicu oleh media yang seringkali menampilkan konten atau pemberitaan yang bernuansa negatif. Dampaknya, sikap netizen menjadi tidak terkendali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya banyak faktor yang menyebabkan kejadian ini, salah satunya adalah minat dari netizen Indonesia itu sendiri. Media akan selalu menampilkan berita yang memiliki nilai pasar. Seperti yang kita tahu, sangat banyak berita-berita di berbagai platform media sosial (dengan) mayoritas sensasi belaka. Seperti isu skandal, yang saya anggap sebagai pemicu dari ujaran kebencian. Menjadikannya faktor utama dalam penilaian ini,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebaliknya, Dewi Ramadhani Wulandari, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2020 justru menyayangkan sikap netizen Indonesia. Dia membenarkan bahwa sikap negatif memang tercermin dalam netizen Indonesia meski tidak secara keseluruhan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sikap buruk netizen Indonesia <em>tuh</em>, mereka cuma mau liat satu sisi dan <em>gak</em> liat ke semua sisi. Bisa dibilang <em>kek</em> terbawa emosi dan juga ikut-ikutan aja tanpa tahu jelas masalahnya apa. Makanya, netizen Indonesia ini jadi perhatian banyak orang di luar. Apalagi Indonesia punya banyak pengguna aktif media sosial. Sisi buruk sama sisi baiknya gak seimbang,&rdquo; tukasnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (3/3).</p><p style="text-align: justify;">Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul, Ainun Nimatu memberikan pandangannya mengenai riset yang dilakukan oleh Microsoft. Pertama, masyarakat harus memahami bahwa hasil tersebut berdasarkan survei dan kurang tepat apabila menggeneralisir seluruh netizen Indonesia memiliki sikap seperti itu. Lalu, riset ini sendiri hanya menggunakan <em>sample</em> sebanyak 16 ribu orang yang tersebar di 32 negara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga kurang bijak kalau dianggap menggambarkan 175 juta pengguna internet di Indonesia. Jadi, <em>gak</em> perlu berlebihan menanggapi sebenarnya,&rdquo; ungkapnya pada Sketsa, Sabtu (6/3).</p><p style="text-align: justify;">Baginya, hal ini sudah lazim terjadi bahkan kemungkinan akan kembali terulang di masa mendatang. Banyak faktor yang memengaruhi kesehatan dan keamanan di dunia maya. Dilansir dari <em>kompas.com</em>, ada tiga faktor yang berpengaruh pada risiko kesopanan di Indonesia. Pertama adalah <em>hoax&nbsp;</em>dan penipuan, dengan skor paling tinggi sebesar 47 persen. Kedua, faktor adanya ujaran kebencian dengan skor sebesar 27 persen. Lalu yang terakhir adalah diskriminasi sebesar 13 persen.</p><p style="text-align: justify;">Dalam ruang digital&minus;terlepas dari dampak positif, dampak negatifnya akan selalu mengikuti dan menjadi risiko. Ainun mengungkapkan jika hal tersebut merupakan fenomena sosial yang tidak terelakkan. Tidak memungkinkan adanya kondisi ideal di mana internet hanya diisi sisi positif saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di samping keadaan yang ada, diperlukan upaya perbaikan atau minimalisir yang seharusnya menjadi perhatian utama masyarakat. Ketika menggunakan medsos, usahakan untuk menggunakannya sesuai kebutuhan. Diikuti dengan menjaga sikap serta etika, mengikuti informasi yang bermanfaat, menjauhi akun yang <em>toxic</em> dan memanfaatkan pengetahuan yang ada semaksimal mungkin.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, masih ada beragam cara lain yang dapat digunakan untuk meminimalisir risiko ruang digital. Salah satunya dengan literasi digital, yang di dalamnya juga berbicara tentang <em>netiquette</em> atau etika berinternet. Ainun menegaskan, literasi digital menjadi tanggung jawab orang-orang terdididik dan berpengaruh dalam mengedukasi masyarakat secara umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cara lainnya dengan menciptakan norma yang mengandung <em>punishment</em>. Contohnya undang-undang yang jadi wilayahnya pemerintah. Keduanya harus berjalan beriringan supaya fungsi kontrol sosial di ruang digital bisa terlaksana,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Besar harapan, pengguna ruang digital dapat lebih bijak dalam menyikapi segala hal yang berkaitan dengan dunia maya. Meski dampak negatif akan selalu ada, namun ruang digital yang ideal juga perlu diusahakan. Mari mengupayakan ruang digital yang sehat dengan netizen yang cerdas! <strong><em>(nop/sar/jhr/rea/khn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rayakan Pencapaian dan Menerima Tantangan dalam Hari Perempuan Sedunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/rayakan-pencapaian-dan-menerima-tantangan-dalam-hari-perempuan-sedunia/baca </link>
<guid> rayakan-pencapaian-dan-menerima-tantangan-dalam-hari-perempuan-sedunia </guid>
<pubDate> Mon, 08 Mar 2021 10:04:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Perempuan Sedunia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/rayakan-pencapaian-dan-menerima-tantangan-dalam-hari-perempuan-sedunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jJMeMQgw2F.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rayakan Pencapaian dan Menerima Tantangan dalam Hari Perempuan Sedunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Perempuan memiliki peranan yang luar biasa dalam upaya pembentukan masa depan dan pemulihan yang lebih setara semasa pandemi Covid-19. Melihat hal ini, perayaan Hari Perempuan Sedunia atau yang biasa disebut <em>International Woman Day</em> mengusung tema &ldquo;<em>Choose To Challange</em>&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Diperingati pada 8 Maret setiap tahunnya, Hari Perempuan Sedunia merupakan peringatan akan pentingnya keberadaan perempuan serta merayakan segala prestasi dan pencapaiannya. Momen ini adalah <em>reminder</em> akan pentingnya emansipasi wanita dan juga kesenjangan gender yang masih sering terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Selain dirayakan di tengah-tengah pandemi, kegiatan kali ini dilakukan dengan beragam cara yang unik dan menyesuaikan keadaan tanpa mengurangi esensi perayaan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti Google <em>doodle&nbsp;</em>yang memberikan tampilan unik dan khusus pada laman utamanya. Ilustrasi dengan gambar dua telapak tangan yang saling menggenggam sebagai pengganti huruf &quot;O&quot; pertama pada kata &quot;Google&quot; dengan latar belakang tangan-tangan lain yang terangkat ke atas.</p><p style="text-align: justify;">Dalam <em>doodle</em> tersebut, terdapat juga sebuah video yang tak kalah menarik. Menampilkan ilustrasi para perempuan yang mencetak sejarah di dunia dalam berbagai bidang kehidupan. Melansir dari <em>google.com</em>, video tersebut dibuat untuk memberi penghormatan kepada para pahlawan perempuan. Dengan gambar tangan, dilambangkan telah membuka pintu bagi wanita selama beberapa generasi. <em>Doodle</em> hari ini merayakan para wanita di seluruh dunia yang mengatasi rintangan waktu mereka untuk menciptakan warisan yang langgeng.</p><p style="text-align: justify;">Menariknya, seluruh perempuan sedunia juga dapat merayakan momen ini dengan berkontribusi pada kampanye #ChooseToChallenge di media sosial. Dengan #ChooseToChallenge, para perempuan juga dapat memilih untuk mencari dan merayakan pencapaian kaum mereka. Tantangan inilah yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya bagi para perempuan di dunia.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kumparan.com</em>, cara berkontribusinya cukup mudah. Ikuti, yuk?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ambil foto dengan pose mengangkat satu tangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Pose ini digunakan untuk menegaskan, bahwa kamu ikut serta dalam berkomitmen dan memilih untuk menantang dan menyerukan ketidaksetaraan, mempertanyakan stereotip dan membantu membentuk dunia yang inklusif.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Posting di media sosial</strong></p><p style="text-align: justify;">Lengkapi kampanye #ChooseToChallenge dengan mem-<em>posting&nbsp;</em>foto tersebut di media sosial dengan tagar #ChooseToChallenge dan #IWD2021 untuk mengajak orang-orang ikut merayakan Hari Perempuan Sedunia ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Submit di website <em>internasionalwomendays.com</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Selain di media sosial, foto tadi bisa juga diunggah melalui website resmi IWD. Dengan membuat akun <em>International Women&rsquo;s Day,&nbsp;</em>lalu mengikuti langkah-langkahnya di <em>website</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kampanye ini bisa dilakukan oleh semuanya, baik laki-laki maupun perempuan secara individu atau bersama-sama. Selanjutnya, dengan mempelajari kisah-kisah sosok perempuan hebat juga dapat menjadi cara yang tepat dalam merayakan hari yang istimewa ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, turut menerapkan nilai-nilai yang mereka miliki dan memaksimalkan peran perempuan dalam berbagai ranah kehidupan. Turut berjuang melawan pandemi dan merayakan segala pencapaian kita. Tetap mengejar mimpi dan jadilah inspirasi dunia, perempuan-perempuan hebat sedunia! <strong><em>(khn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Virtual Police, Cegah Pelanggaran atau Kekang Kebebasan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/virtual-police-cegah-pelanggaran-atau-kekang-kebebasan/baca </link>
<guid> virtual-police-cegah-pelanggaran-atau-kekang-kebebasan </guid>
<pubDate> Mon, 08 Mar 2021 10:58:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keberadaan virtual police dalam ruang digital. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/virtual-police-cegah-pelanggaran-atau-kekang-kebebasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lVTFrl3ytw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Virtual Police, Cegah Pelanggaran atau Kekang Kebebasan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menanggapi fenomena negatif dunia maya yang kerap terjadi, pihak berwenang lantas melakukan langkah yang tegas. Salah satunya dengan mengoperasikan <em>virtual police</em> atau polisi virtual yang digagas oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ini adalah bentuk pencegahan terhadap tindak pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Harapannya, hal ini dapat digunakan untuk menekan tingginya angka penyebaran hoaks, penipuan, ujaran kebencian dan diskriminasi yang beredar di media sosial (medsos).</p><p style="text-align: justify;">Melansir dari <em>cnnindonesia.com</em>, <em>virtual police</em> akan beroperasi dengan tim yang melakukan patroli siber di medsos. Mereka mengawasi konten-konten yang terindikasi mengandung hoaks serta hasutan di berbagai platform, seperti di Facebook, Twitter, dan Instagram. Apabila <em>virtual police</em> menemukan konten yang terindikasi melakukan pelanggaran, maka tim akan mengirimkan peringatan lewat medium pesan atau <em>direct message</em> ke pemilik akun.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan tersebut diberikan usai tim melakukan kajian terhadap konten bersama dengan sejumlah ahli. Berikutnya, polisi akan melibatkan ahli bahasa, ahli pidana hingga ahli ITE. Hal tersebut dilakukan guna menekan subjektivitas polisi dalam menilai suatu konten yang tersebar di internet untuk kemudian diberikan peringatan.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, peringatan itu akan menginformasikan pemilik akun untuk menghapus konten yang berpotensi melanggar pidana dalam waktu 1x24 jam. Jika postingan tersebut tidak diturunkan pemilik akun, penyidik akan memberikan peringatan kembali sebanyak satu kali. Jika yang kedua masih belum direspons, maka tim akan memanggil pemilik akun untuk diklarifikasi. Hanya saja, kepolisian menekankan bahwa upaya penindakan akan dilakukan sebagai langkah terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Proses operasi oleh <em>virtual &nbsp;police</em> juga dikatakan telah sejalan dengan Surat Edaran dan Telegram Kapolri yang diterbitkan pada pertengahan Februari kemarin. Tak hanya itu, dipastikan tidak akan mengekang kebebasan warga sipil dalam berpendapat di ruang digital. Namun, keberadaannya menimbulkan polemik pro dan kontra tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Ainun Nimatu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul menanggapi hal ini dan menyambut gembira keberadaan <em>virtual police</em> sebagai bentuk apresiasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mengapresiasi inisiasi Polri dalam menjalankan penegakan hukum di dunia digital. Tapi tetap perlu di-<em>support &nbsp;</em>oleh masyakarat, agar tujuan edukasi tercapai. Balik lagi, kita <em>gak</em> bisa menciptakan dunia digital ideal yang hanya penuh <em>positivity</em>. Itu utopia. Yang perlu dilakukan netizen adalah memulai jadi <em>positivity</em> itu dulu. Masing-masing netizen bertanggung jawab atas dirinya sendiri dalam memilah dan bertindak di dunia digital,&rdquo; ungkapnya pada <em>Sketsa</em>, Sabtu (6/3).</p><p style="text-align: justify;">Berbanding terbalik dengan pernyataan Ainun, Muhammad Fajri Luthfi asal Sastra Indonesia 2019 justru merasa jika keberadaan <em>virtual police</em> kurang tepat. Dirinya beranggapan, seharusnya tugas mereka bukan hanya mengawasi kegiatan masyarakat Indonesia di media sosial, tetapi juga mencari celah dalam uu ite yang sering disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya, ini adalah tindakan yang salah, membuat tingkatan keamanan pada aturan, padahal aturannya saja bermasalah. Mereka tidak memberikan fokus untuk memperbaiki akar masalah dengan merevisi UU ITE, tetapi malah memberikan pengawasan berupa teguran jika berpotensi melanggar UU ITE,&rdquo; kecam Luthfi saat dihubungi melalui WhatsApp pada Rabu (3/3).</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Luthfi, mahasiswi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 2020, Dewi Ramadhani tidak menyambut keberadaan <em>virtual police</em>. Ia merasa, keberadaan patroli siber akan semakin membatasi privasi pengguna. Namun, ia setuju jika hal ini dapat digunakan untuk memberantas risiko dalam ruang digital</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harus mikir dua kali untuk menggunakan media sosial, karena mereka pasti takut buat mengeluarkan pendapat mereka dengan adanya pengawasan dari <em>virtual police.&nbsp;</em>(Tapi) bagusnya, <em>virtual police</em> (dapat) mengetahui oknum-oknum yang menyebarkan ujaran kebencian, diskriminasi dan <em>hoax</em>,&rdquo; papar perempuan yang kerap disapa Dewi ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, v<em>irtual police</em> dapat bekerja sesuai harapan masyarakat dan tidak menimbulkan masalah kembali. Dirinya juga berusaha optimis pada penegak hukum, agar patroli siber dapat tanggung jawab dengan bijak dan sebaik mungkin. Selain itu, ia berpesan bahwa masyarakat harus jadi bagian dari solusi ini dan menjadi kontrol penegakan hukum. (<strong><em>nop/sar/jhr/rea/khn</em></strong><strong><em>/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Musik Nasional: Apresiasi Musik Lokal Dari Rumah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-musik-nasional-apresiasi-musik-lokal-dari-rumah/baca </link>
<guid> hari-musik-nasional-apresiasi-musik-lokal-dari-rumah </guid>
<pubDate> Tue, 09 Mar 2021 09:34:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yuk, mengapresiasi musik lokal kita! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-musik-nasional-apresiasi-musik-lokal-dari-rumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l6wOgDDUuS.png" />
					</figure>
			                <h1>Hari Musik Nasional: Apresiasi Musik Lokal Dari Rumah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tahun 2021 merupakan peringatan ke-9 Hari Musik Nasional sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013. Tanggal 9</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Maret dipilih karena merupakan hari kelahiran pahlawan nasional yang telah berjasa menciptakan lagu kebangsaan Indonesia, Wage Rudolf Soepratman. Meski, belakangan diketahui bahwa tanggal kelahiran yang sebenarnya adalah 19 Maret.</span></p><p style="text-align: justify;">Penetapan Hari Musik Nasional bertujuan agar masayarakat dapat mengapresiasi musik dan meningkatkan kepercayaan diri juga motivasi para pelaku musik. Lebih lanjut, musisi diharapkan bisa terus memiliki prestasi. Baik dalam skala nasional sampai internasional.</p><p style="text-align: justify;">Biasanya, menjelang momen ini akan banyak festival musik diselenggarakan dan dapat disaksikan secara langsung. Maka tahun ini, para penikmat musik harus lebih bersabar. Pasalnya mereka masih belum bisa merasakan euforia konser secara langsung akibat <em>social distancing</em>. </p><p style="text-align: justify;">Walaupun sedang dalam masa pandemi, kita tetap bisa memberikan apresiasi terhadap musik lokal dari rumah, loh! Agar tidak bingung, berikut <em>Sketsa</em>&nbsp;rangkum hal-hal apa saja yang bisa kamu lakukan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mendengarkan Musik Lokal</strong></p><p style="text-align: justify;">Pandemi bukan alasan bagi para musisi tanah air untuk berhenti berkarya. Memanfaatkan kemajuan teknologi, mereka semaksimal mungkin melakukan promosi karyanya. Genre musik yang hadir juga beragam. Mulai dari <em>pop</em>, dangdut, <em>rock </em>hingga&nbsp;R&amp;B. Via Vallen, Tiara Andini, Marion Jola, Rizky Febian, Andmesh Kamaleng, Fiersa Besari, Ardhito Pramono, Sheila on 7 dan masih banyak lagi berbagai lagu dengan <em>mood</em>&nbsp;yang berbeda. Pastikan untuk mencari tahu lebih dalam lagu-lagu mereka, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mendengarkan dengan Cara Legal</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, telah hadir platform musik <em>streaming</em> legal dengan biaya berlangganan terjangkau. Nantinya, setiap <em>play</em> kita dalam situs <em>streaming</em> tersebut turut andil terhadap keuangan mereka. Mendengarkan musik pada tempat yang legal bisa kita jadikan sebagai langkah pertama untuk memberikan dukungan kepada para musisi. Yuk, berhenti&nbsp;<em>download</em> lagu sembarangan!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menyematkan Apresiasi Spesial di Media Sosial</strong></p><p style="text-align: justify;">Pernah dengar ungkapan <em>sharing is caring</em>? Kalau iya, sekaranglah waktu yang tepat untuk hal tersebut. Membuat unggahan khusus untuk mengapresiasi musik lokal kepada musisi favoritmu bisa dilakukan lewat media sosial. Meski terkesan sepele karena sekadar menuliskan kata-kata semangat melalui perantara. Ternyata hal ini bisa menjadi ajang promosi musisi favoritmu kepada <em>follower</em>-mu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana? Memaknai Hari Musik Nasional bisa dengan cara mudah. Mari kita dukung terus karya musik tanah air, ya! <strong><em>(nkh/rst)</em></strong></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Inkonsistensi Pemerintah Tangani Covid-19 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inkonsistensi-pemerintah-tangani-covid-19/baca </link>
<guid> inkonsistensi-pemerintah-tangani-covid-19 </guid>
<pubDate> Tue, 09 Mar 2021 11:25:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemerintah inkonsisten dengan peraturan yang mereka terapkan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inkonsistensi-pemerintah-tangani-covid-19/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iGSWWwjPUj.png" />
					</figure>
			                <h1>Inkonsistensi Pemerintah Tangani Covid-19</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Genap setahun lamanya, Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Beragam kebijakan pun telah digalakkan demi melakukan pencegahan penyebaran, seperti melakukan gerakan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) hingga kebijakan yang lebih besar seperti Pembatan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sayangnya, hingga akhir 2020 lalu, jumlah kasus terkonfirmasi bertambah. Hingga 8 Maret 2021, tercatat penambahan kasus sebanyak 6.894 dari total 1,39 juta.</span></p><p style="text-align: justify;">Lantas, pemerintah menelurkan kebijakan berupa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai salah satu solusi. Bukannya memberlakukan PSBB secara ketat, justru terbit Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang dianggap lebih ringan daripada PSBB.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dapat kita lihat bersama bahwa hal ini tak kunjung menurunkan kasus penyebaran, bahkan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) kian meningkat. Kebijakan-kebijakan yang diberikan seolah tak lagi menjadi halangan bagi masyarakat untuk beraktivitas tanpa prokes layaknya hari-hari normal. Presiden Joko Widodo juga enggan melakukan <em>lockdown</em> bagi wilayah-wilayah terdampak. Ia menyebut jika Indonesia beruntung tidak sampai lockdown <em>sebab</em> akan didera kerugian ekonomi.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>tirto.id</em>, pertimbangan Jokowi ini membuat Indonesia masuk dalam tahap PSBB dan PPKM dengan hasil yang kontraproduktif. Ekonomi menurun, tetapi kasus positif Covid-19 terus melonjak. Meski pemerintah menyebut prosedur PPKM membuat landai alias menurunkan kasus, nyatanya grafik tidak seperti itu. Jokowi lalu menganggap situasi ini tidak efektif dan kecewa sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Esti Handayani Hardi, sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unmul pun turut berkomentar terkait kasus ini. Ia menganggap, pemerintah seharusnya melakukan uji coba terhadap kegiatan masyarakat untuk mempersiapkan kondisi <em>new normal&nbsp;</em>yang sebenarnya, bukannya menerapkan kebijakan lain yang melelahkan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya, yang perlu digalakkan itu adalah memperjelas aturan mana yang mau dijadikan pedoman. Jangan diubah-ubah. Kalau berubah terus, saya yakin masyarakat akan semakin bingung dan semakin tidak tahu harus seperti apa menyikapinya,&rdquo; jelas Esti kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (2/3).</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, pemerintah dapat membuat latihan atau simulasi untuk memulai adaptasi. Apakah akan terjadi penambahan kasus saat simulasi atau tidak, semuanya patut dicoba untuk mengetahui hasilnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang perlu dilatih itu kan sebenarnya kedisiplinan. Bagaimana kita berinteraksi dengan orang, karena nggak mungkin kita selamanya begini,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan lain diberikan oleh Dewi Yuniar, dosen Administrasi Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Baginya, inkonsistensi pemerintah, kurangnya pengawasan dan naiknya angka kasus Covid-19 tidak terlepas dari pola masyarakatnya. Meskipun peraturan-peraturan tersebut diberlakukan, masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, kebijakan itu dibuat berdasarkan beberapa analisis dan melewati beberapa tahap. Coba masyarakatnya mendukung, mungkin bisa cepat menurunkan angka Covid-19,&rdquo; katanya, Rabu (17/2).</p><p style="text-align: justify;">Dewi menuturkan, meski keberadaan PSBB dan PPKM digalakkan, masyarakat masih tak menurut dan terus mengabaikan protokol yang ada bahkan semudah memakai masker atau mencuci muka. Namun, ia tak mengabaikan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap kebijakan mereka sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contohnya, gubernur kita kemarin bilang, &lsquo;Sabtu dan Minggu gak boleh ada apa-apa, steril.&rsquo; Lalu minggu selanjutnya, mall buka. Ia tidak konsekuen dengan kebijakannya sendiri. Jadi masyarakat menganggap remeh hal ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kayak sekarang, PPKM di Samarinda dengan pembatasan (sampai) jam 9. Awal-awal dipatroli, sekarang sudah nggak ada lagi. Jadi, masyarakat tuh bingung dengan kebijakan. Mereka berpikir, harus melakukan apa? Di sisi lain juga harus menyambung hidup, berjualan, bayar biaya sekolah,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai solusi, keduanya sepakat bahwa baik pemerintah dan masyarakat harus kembali bersinergi. Pemerintah konsisten dengan aturan yang diterapkan, masyarakat konsisten dengan melakukan protokol kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sebagai sesama masyarakat harus membantu dengan aksi nyata. Jangan sekadar mengkritik tanpa ada tindakan. Jangan lelah memberikan sosialisasi atau menegur dan memberi tahu. Fokuslah pada apa yang bisa kita selesaikan,&rdquo; tukas Esti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsisten itu artinya kan harus terus menerus diberlakukan. Kalau masih kecolongan, berarti peraturan pemerintah masih tidak konsisten. Kalau pemerintahnya konsisten, masyarakat pasti taat dan disiplin asal benar-benar bertanggung jawab,&rdquo; tutup Dewi. <strong><em>(zar/sar/wuu/len/ptc/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fitur Baru MyHeritage, Buat Foto Jadul Kamu Bisa  Bergerak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/fitur-baru-myheritage-buat-foto-jadul-kamu-bisa-bergerak/baca </link>
<guid> fitur-baru-myheritage-buat-foto-jadul-kamu-bisa-bergerak </guid>
<pubDate> Wed, 10 Mar 2021 09:56:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Coba fitur MyHeritage, yuk! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/fitur-baru-myheritage-buat-foto-jadul-kamu-bisa-bergerak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HWiBdHvCDD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fitur Baru MyHeritage, Buat Foto Jadul Kamu Bisa  Bergerak</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"> &ndash; Teknologi kecerdasan buatan Deepfake baru-baru ini tengah hangat dibicarakan. Lantaran aplikasi Deepfake MyHeritage meluncurkan fitur baru yang membuat foto </span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">jaman dulu</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"> (jadul) bisa bergerak. Sempat viral di Twitter, beberapa beranggapan ini terksesan seram dan menyeramkan namun tidak sedikit yang takjub akan hadirnya fitur ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Deepfake sendiri merupakan video rekayasa atau materi digital yang dibuat oleh kecerdasan buatan canggih, hingga menghasilkan gambar dan suara yang terlihat dan terdengar asli. Aplikasi MyHeritage pada mulanya merupakan <em>platform&nbsp;</em>pengecekan keturunan keluarga. Layanan utamanya adalah pengujian DNA untuk melacak asal-usul pengguna.</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini MyHeritage meluncurkan fitur yang terbilang cukup sederhana bernama Deep Nostalgia. Fitur ini akan memproses foto orang-orang lawas dan membuatnya bisa bergerak. Tentu saja ini akan membuat kalian takjub. &nbsp;Ternyata, senyum kakek dan nenek kita di masa mudanya cukup memesona. Di dalamnya, foto tersebut akan menggelengkan kepala, mengerling dan tersenyum manis</p><p style="text-align: justify;">Nah, aplikasi ini akan menyempurnakan gambar sebelum mengubahnya ke .gif. Untuk dapat menggugah foto, pengguna harus mendaftar agar mendapatkan akun gratis di MyHeritage. Setelah kamu terdaftar, pilih opsi <em>animate photo</em> dan unggah foto yang ingin digerakan. Untuk melindungi privasi pengguna, aplikasi ini tidak membagikan foto kepada pihak manapun dan menghapus foto yang diunggah jika pengguna tidak menyelesaikan pendaftaran.</p><p style="text-align: justify;">Fitur baru ini menggunakan AI berlisensi dari D-ID untuk menciptakan efek foto bergerak. Deep Nostalgia bisa mengambil foto dari bermacam-macam kamera dan membuatnya tampak seperti hidup. Pengguna bisa mengunggah lima foto secara gratis, dengan <em>watermark&nbsp;</em>di sisi kanan bawah. Untuk foto keenam dan seterusnya, kamu harus mendaftar akun berbayar</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, aplikasi ini tetap memiliki batasannya. Misalnya, hanya bisa menangani satu kepala foto untuk digerakkan. Selain itu, pergerakan pada foto hanya terdapat pada kepala, leher dan wajah. Kamu tidak bisa berekspektasi akan menggerakan seluruh tubuh yang ada di dalam foto melalui fitur ini</p><p style="text-align: justify;">MyHeritage bisa digunakan di-<em>website</em> atau langsung di aplikasi, tergantung kenyamananmu. <em>Hayo</em>, siapa yang sudah pernah mencobanya? <strong><i>(vyn/len)</i></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fear of Missing Out, Dilema Keresahan Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/fear-of-missing-out-dilema-keresahan-masa-kini/baca </link>
<guid> fear-of-missing-out-dilema-keresahan-masa-kini </guid>
<pubDate> Thu, 11 Mar 2021 10:55:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fear of Missing Out (FOMO) adalah sebuah gangguan di mana seseorang menjadi cemas dan merasa kehilangan suatu hal karena kurang update akan sesuatu yang baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/fear-of-missing-out-dilema-keresahan-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RVN8ovkFvs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fear of Missing Out, Dilema Keresahan Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Apakah kamu sering kali tidur larut malam karena sibuk mengecek media sosial (medsos)? Seperti meletakkan ponsel tidak jauh dari jangkauanmu? Lalu, rutin melihat ponsel minimal 10 menit? Hati-hati, sebab kemungkinan besar kamu mengidap FOMO.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) adalah sebuah gangguan di mana seseorang menjadi cemas dan merasa kehilangan suatu hal karena kurang <em>update</em> akan sesuatu yang baru. Biasanya, perasaan ini diawali setelah berselancar dalam waktu yang lama di medsos.</p><p style="text-align: justify;">Memang, menjamurnya media sosial membuat penggunanya kian banyak, terlebih sering merasa tertinggal secara <em>intens</em>. Keadaan pandemi yang mengharuskan kita untuk berjejaring juga menjadi faktor meningkatnya perasaan ini.</p><p style="text-align: justify;">Istilah FOMO sendiri muncul di <em>Oxford Dictionary</em> pada 2013, setelah penelitian yang dilakukan oleh Professor Andrew Przybylski, psikolog dan peneliti asal University of Essex, Inggris. Ia mengamati bagaimana <em>smartphone</em> menjerat penggunanya. Salah satu fakta yang ia temukan, pengidap FOMO bisa berulang-ulang membuka akun medsosnya hanya dalam waktu satu jam.</p><p style="text-align: justify;">Sadarkah kamu, jika keadaan ini merupakan hal yang serius dan dapat berpengaruh di setiap lini kehidupan? Adanya FOMO membuat kita terus menerus intens pada penggunaan medsos agar tidak ketinggalan oleh apapun. Padahal semakin sering kita beraktivitas di medsos, semakin rendah pula kita melihat diri sendiri (<em>low self-esteem</em>).</p><p style="text-align: justify;">Medsos menyuguhkan begitu banyak potret kehidupan berbagai macam orang dari beragam kalangan. Ini jugalah yang membuatmu secara tak langsung merasa tidak puas dengan kehidupan yang sedang dijalani. Ketika melihat sesuatu yang keren, terkini dan viral, kita lantas berpikir bahwa apa yang sedang kita lakukan kurang menyenangkan, kurang keren, kurang ini, dan itu.</p><p style="text-align: justify;">Selain mendorong diri untuk terus-menerus mengikuti <em>update</em> dan membuka medsos&mdash;baik ketika baru saja bangun tidur, beraktivitas hingga sebelum tidur&mdash;FOMO juga mengindikasikan bahwa salah satu sumber masalahnya adalah ketidakbahagiaan. Benar, semakin kamu membandingkan kehidupanmu dengan orang-orang, perasaan tidak bahagia mendominasi diri untuk terus menerus mengikuti tren, agar tak tertinggal.</p><p style="text-align: justify;">Menurut artikel &ldquo;<em>Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out</em>&rdquo; oleh Przybylski dan rekan pada 2013, orang yang merasakan dan mengalami FOMO, diketahui memiliki tingkat kepuasan hidup yang rendah. Sebab terus membandingkan diri secara negatif dengan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Namun, belum terlambat untuk keluar dari keadaan yang tidak sehat ini. Banyak cara untuk mengatasi FOMO, meskipun tentu saja tidak instan. Pertama-tama kita harus menerima diri sendiri dengan baik. Sulit, ya? Mengingat kita tidak mungkin terus-menerus mengikuti perkembangan atau keadaan menyenangkan lainnya. Kurangilah membuka konten atau akun medsos yang kurang bermanfaat untukmu. Menyeleksi ketat siapa yang kamu ikuti sesuai dengan minatmu, bisa jadi cara. Mendekatkan diri kepada orang-orang terdekat juga bisa kamu lakukan. Dengan dukungan mereka, setidaknya kamu lebih mudah menerima keadaan hidupmu.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, membatasi penggunaan medsos dan mempererat koneksi sosial secara langsung. Berselancar di internet dengan impulsif atau terlihat berbeda di medsos tidak membuat kamu lantas akan dipedulikan orang lain. Sebaliknya, dengan mengurangi penggunaannya, kita dapat melakukan <em>quality time</em> dengan nyaman.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, perbanyak menghargai diri sendiri. Fokuslah kepada kehidupan yang sedang kita jalani, bersyukur atas apapun yang telah kita miliki. Berlatih <em>mindfulness</em> akan membantumu untuk menghindari FOMO. Yuk, kita benahi kebiasaan ini sama-sama. Meski perlahan-lahan, tetap konsisten dan percaya bahwa kamu bisa melaluinya dengan berlatih. (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wadah Mahasiswa Berprestasi Unmul, Komapres Siap Jalankan Program </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wadah-mahasiswa-berprestasi-unmul-komapres-siap-jalankan-program/baca </link>
<guid> wadah-mahasiswa-berprestasi-unmul-komapres-siap-jalankan-program </guid>
<pubDate> Fri, 12 Mar 2021 10:57:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Untuk menjaga regenerasi Mawapres, tempat bagi Mawapres kini digagas Kementerian Penalaran dan Keilmuan BEM KM. Bernama Komunitas Mahasiswa Berprestasi (Komapres) Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wadah-mahasiswa-berprestasi-unmul-komapres-siap-jalankan-program/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kSbOZ0tDd0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wadah Mahasiswa Berprestasi Unmul, Komapres Siap Jalankan Program</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setiap tahunnya, Unmul mencetak mahasiswa berprestasi (Mawapres) dari beragam fakultas, melalui pemilihan mahasiswa berprestasi (Pilmapres). Untuk menjaga regenerasi Mawapres, tempat bagi Mawapres kini digagas Kementerian Penalaran dan Keilmuan BEM KM. Bernama Komunitas Mahasiswa Berprestasi (Komapres) Unmul. Lewat wadah ini, diharapkan komunikasi sesama Mawapres terus terjalin serta dapat menjalankan program dengan maksimal.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tergolong muda, Komapres dibentuk pada tahun 2020 lalu oleh Muhammad Ananta Buana Burhan, sebagai Mawapres Utama Unmul dari FK. Ia berperan sebagai penggagas sekaligus ketua Komapres. Selain mewadahi Mawapres, Komapres dibentuk dengan maksud menjadi ruang diskusi untuk pembuatan program yang bermanfaat bagi mahasiswa awam. Serta berjalannya proses regenerasi Mawapres di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung visi sebagai wadah para Mawapres untuk mengabdikan diri, ilmu, dan prestasi dalam <em>Tri Dharma</em> Perguruan Tinggi. Guna melahirkan generasi Mahasiswa Berprestasi di Universitas Mulawarman. Selain itu, Komapres juga memiliki beragam rancangan program kerja untuk bibit-bibit baru mahasiswa berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi Sketsa pada (8/3) melalui telepon, Ananta Buana memaparkan beberapa rancangan program kerja yang dimilikinya. <em>Pertama</em>, ialah penguatan internal dari Mawapres. Dengan dibentuknya grup untuk bercengkerama dan mengadu gagasan terkait permasalahan, ataupun hal-hal yang ingin diskusikan Mawapres. <em>Kedua</em>, ialah regenerasi Mawapres, dalam program ini terbagi menjadi beberapa, di antaranya program Mawapres Menyapa, diadakan <em>roadshow</em> sekaligus menyematkan informasi Mawapres tahun yang akan datang.</p><p style="text-align: justify;">Program selanjutnya, Kelas Pendampingan Mawapres, kelas ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan mentoring kepada pendaftar Pilmapres di masing-masing fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, kita menghimpun seluruh mahasiswa yang ikut kompetisi Pilmapres, lalu diberikan pelatihan. Misalnya pelatihan cara menyusun biodata, karena itu sangat penting di kompetisinya. Kemudian ada pelatihan penulisan karya tulis ilmiah, karena hal itu menjadi salah satu syarat untuk menjadi Mawapres. Ada juga pelatihan terkait <em>public speaking</em>, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan kompetisi Pilmapres,&quot; ujar Ananta.</p><p style="text-align: justify;">Lalu akan ada Akademi Mawapres, sebuah rancangan program yang mengumpulkan masing-masing juara satu dari setiap fakultas, kemudian diberikan pelatihan secara khusus untuk menghadapi kompetisi Pilmapres di tingkat universitas dan nasional.</p><p style="text-align: justify;">Selain rancangan program yang telah dipaparkan, Komapres juga memiliki Program utama yang disebut sebagai Mawapres <em>Project</em>. &ldquo;Jadi, setiap Mawapres itu diberi ruang untuk berkolaborasi antar Mawapres untuk membuat dan menghasilkan suatu proyek sosial di masyarakat,&ldquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kepengurusan internal Komapres sendiri, mayoritas memang dipilih dari orang-orang yang mengikuti dan memperoleh juara dari Pilmapres. Namun, beberapa di antaranya bukan dari Mawapres namun memiliki peran dalam berjalannya Komapres.</p><p style="text-align: justify;">Ananta juga menjelaskan beragam manfaat yang akan diperoleh bagi mahasiswa yang ingin meraih prestasi serta ingin berkenalan dengan Mawapres dengan bergabung dalam Komapres. Relasi yang lebih luas juga akan didapatkan mereka yang bergabung.</p><p style="text-align: justify;">Lebih dari itu, mahasiswa pastinya akan mendapatkan banyak kegiatan positif. Misalnya menulis dan menerbitkan buku. Komapres sendiri sudah menghasilkan buku yang berjudul Mawapres Unmul, dan akan segara diterbitkan dalam beberapa waktu ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menjadi bagian dari Komapres, Ananta, penggagas Komapres mengungkapkan bahwa mahasiswa harus mengikuti kompetisi Pilmapres terlebih dahulu, yakni sebuah kompetisi, yang tidak hanya dilihat dari prestasi akademiknya, tetapi semua prestasi itu dinilai hingga dapat merebut juara Mawapres.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kompetisi Pilmapres akan dibuka akhir Maret di tingkat fakultas, tetapi sampai sejauh ini belum ada panduan, dan undangan resmi dari Kemendikbud selaku penyelenggara, kita tunggu saja, tetapi biasanya di akhir Maret. Sedangkan, untuk tingkat Universitas biasanya berselang 2-3 minggu pasca pembukaan di tingkat Fakultas. Kemudian akan berlanjut di tingkat nasional sekitar bulan Mei,&rdquo; jelasnya kepada awak Sketsa.</p><p style="text-align: justify;">Berdirinya Komapres juga memberikan harapan besar bagi regenerasi Mawapres di Unmul. &ldquo;Kedepannya, diharapkan tetap solid karena susah sekali membentuk Komapres ini, dan harus sesuai dengan cita-cita utama kita untuk melahirkan regenerasi Mawapres di Unmul agar memiliki kualitas yang lebih baik,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>bae/lyn/khn/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penghapusan FABA dari Limbah B3, Aktivis: Ini Kejahatan Lingkungan dan Romantisme Oligarki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penghapusan-faba-dari-limbah-b3-aktivis-ini-kejahatan-lingkungan-dan-romantisme-oligarki/baca </link>
<guid> penghapusan-faba-dari-limbah-b3-aktivis-ini-kejahatan-lingkungan-dan-romantisme-oligarki </guid>
<pubDate> Sat, 13 Mar 2021 06:30:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menghapus Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari kategori Limbah Bahan Berbahaya Beracun (LB3) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penghapusan-faba-dari-limbah-b3-aktivis-ini-kejahatan-lingkungan-dan-romantisme-oligarki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gUpYGWW3Oj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penghapusan FABA dari Limbah B3, Aktivis: Ini Kejahatan Lingkungan dan Romantisme Oligarki</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Satu lagi kabar tidak menyenangkan datang dari kebijakan pemerintah. Beberapa hari lalu, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menghapus <em>Fly Ash</em> dan <em>Bottom Ash</em> (FABA) dari kategori Limbah Bahan Berbahaya Beracun (LB3). Kebijakan ini terdapat pada peraturan turunan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup.</span><br></p><p style="text-align: justify;">FABA sendiri tak lain adalah limbah padat hasil pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), boiler dan tungku industri untuk bahan baku konstruksi dan bangunan. Limbah ini tentu saja berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, sebab mengandung senyawa kimia seperti arsenik, timbal, merkuri, kromium, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Greenpeace</em> Indonesia, sebelumnya terdapat 14 orang yang meninggal dunia akibat FABA yang ditimbulkan oleh PLTU batu bara Mpanau di Palu. Mayoritas meninggal karena kanker <em>nasofaring</em>, paru-paru hitam dan kanker paru-paru. Adapun penetapan aturan ini tak terlepas dari intensitas Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), termasuk Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI-ICMA).</p><p style="text-align: justify;">Jumat (12/2), Koalisi Bersihkan Indonesia menggelar konferensi pers secara daring. Menghadirkan beberapa narasumber dan aktivis seperti Merah Johansyah dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Nasional, Andri Prasetiyo dari Tren Asia, Fajri Fadhillah dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) hingga Herlambang P. Wiratraman selaku akademisi Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR).</p><p style="text-align: justify;">Kala FABA masih berstatus sebagai limbah B3, banyak studi kasus yang menunjukkan bahwa perizinan belum berhasil memastikan adanya perlindungan atas risiko limbah. Para penghasil abu maupun pihak ketiga yang mengelola abu belum benar-benar mengelola risiko dan memenuhi persyaratan teknis yang layak, sebagaimana diatur dalam regulasi.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa kasus menunjukkan jika pemilik izin pertambangan melakukan pembuangan abu secara <em>illegal</em>, tanpa adanya pengelolaan di sungai, rawa, tanah kosong dekat pemukiman penduduk sampai memberikan secara cuma-cuma kepada penduduk sebagai material <em>urug</em>. Contohnya ialah kasus PT Indominco Mandiri yang terletak di Bontang, Kalimantan Timur. Perusahaan ini telah divonis bersalah atas pengelolaan FABA yang buruk dan tak ada pemulihan lingkungan di lapangan. Nilai denda yang dijatuhkan juga sangat kecil dan tak sebanding,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Begitu juga warga di dekat PLTU Mpanau, Sulawesi Tengah. Warga yang sakit dan mengadu ke pemerintah justru diminta untuk membuktikan sendiri keterkaitannya penyakit yang diderita dengan dampak FABA operasi PLTU. Jadi, perlindungan warga dari limbah FABA itu omong kosong,&rdquo; tukas Merah dari JATAM.</p><p style="text-align: justify;">Dihapusnya FABA dari daftar limbah B3 adalah keputusan yang bermasalah. Upaya masif oligarki batu bara ini dimulai dari revisi UU Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba), Omnibus Law UU Cipta Kerja, proyek hilirisasi batu bara yang berusaha membajak RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBT), lalu menghapus limbah FABA dari jenis limbah B3. Kebijakan-kebijakan ini hanya bertujuan agar industri energi kotor batu bara dapat terus mengeruk keuntungan yang berlipat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penghapusan FABA dari kategori limbah berbahaya ini adalah bagian dari Paket Kebijakan Besar (<em>Grand Policy</em>) yang secara sistematis dirancang untuk memberikan keistimewaan bagi industri energi kotor batu bara mulai dari hulu hingga ke hilir,&rdquo; ucap Andri, peneliti dan pengkampanye Trend Asia.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi masalah kandungan unsur dalam batu bara yang mengancam. Batu bara sendiri mengandung unsur racun juga logam berat dan radioaktif. Saat batu bara dibakar pada pembangkit listrik, maka unsur beracun ini terkonsentrasi pada hasil pembakarannya, FABA. Ketika FABA berinteraksi dengan air, unsur yang beracun ini akan <em>terlindikan</em> secara perlahan ke badan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Unsur-unsur ini sifatnya <em>karsinogenik, neurotoksik</em> dan beracun bagi manusia, ikan, biota air dan satwa liar. Alih-alih memperkuat implementasi pengawasan dan penjatuhan sanksi pengelolaan abu batu bara dari pembangkit listrik yang memperkecil risiko paparan, pemerintah justru melonggarkan aturan pengelolaan abu batu bara dengan mengeluarkannya dari daftar Limbah B3,&rdquo; kata Fajri dari ICEL.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Herlambang, akademisi FH UNAIR, hal ini terjadi karena adanya relasi kuasa oligarki di tengah menguatnya model otoritarianisme. Sehingga, terjadi kelonggaran pengaturan pengelolaan FABA yang bertentangan dengan perlindungan hak konstitusional atas lingkungan hidup yang bersih dan nyaman. Hasilnya, terdapat state capture alias korupsi kebijakan dan pembajakan negara oleh kepentingan <em>private.</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Krisis keadilan eko-sosial kian meluas dan sistematik, mengancam masyarakat adat, lokal dan daya dukung ekologis. Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) akan meluas seiring dengan potensi penyalahgunaan kekuasaan atas nama hukum,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya, jika pemerintah memang mempunyai orientasi serta niat yang baik pada upaya pembangunan yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan hidup, mencegah bencana lingkungan dan masalah kesehatan masyarakat. Maka, pemerintah harus mengatur FABA batu bara sebagai limbah B3, karena kebijakan yang berdalih mendorong pemanfaatan ini dapat berakhir sebagai langkah ekonomi yang berisiko tinggi. (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Menuju Legalitas PMK FKIP, Adrianus: Kami Ingin Beribadah di Kampus dengan Nyaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-menuju-legalitas-pmk-fkip-adrianus-kami-ingin-beribadah-di-kampus-dengan-nyaman/baca </link>
<guid> jalan-menuju-legalitas-pmk-fkip-adrianus-kami-ingin-beribadah-di-kampus-dengan-nyaman </guid>
<pubDate> Sat, 13 Mar 2021 06:41:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul serta permasalahan legalitas yang tak kunjung mereka dapatkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-menuju-legalitas-pmk-fkip-adrianus-kami-ingin-beribadah-di-kampus-dengan-nyaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/czpYDCJAau.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Menuju Legalitas PMK FKIP, Adrianus: Kami Ingin Beribadah di Kampus dengan Nyaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Beberapa waktu yang lalu, sebuah <em>Instastory</em> dari akun <em>@martindani299</em> nampak disorot oleh mahasiswa. Dalam postingannya, terdapat pembahasan mengenai Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul serta permasalahan legalitas yang tak kunjung mereka dapatkan. Beberapa potongan <em>screenshot</em> juga turut diunggah dan memperlihatkan beberapa percakapan yang mempertanyakan proyeksi PMK pada civitas academica FKIP.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Terkait hal ini, <em>Sketsa</em> kemudian mewawancarai Dani Martin Hutajulu, mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN) 2017 selaku pembuat postingan dan anggota PMK FKIP. Menurut penuturannya, ia kecewa sebab PMK hingga saat ini belum mendapatkan legalitasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan karena lembaga yang tidak memperjuangkan haknya. Tapi ada sekelompok orang yang sepertinya menghalangi PMK untuk legal, sehingga sampai saat ini tidak ada pelegalan,&rdquo; tuturnya pada <em>Sketsa</em>, Senin (8/3).</p><p style="text-align: justify;">Dani turut menyampaikan, sulitnya birokrasi dan upaya penolakan dari oknum dan sekelompok mahasiswa di kampus membuat hak berkumpul, berserikat dan mengemukakan pendapat mereka terhalangi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya seluruh mahasiswa FKIP harus terbuka akan hal seperti itu, bukan hanya mahasiswa Kristen saja. Ini peran bersama. Karena sebagai mahasiswa yang diperjuangkan, ini hak yang seharusnya didapatkan. Tidak ada yang salah. Tapi kenapa ada yang menghalangi?&rdquo; sebut Dani.</p><p style="text-align: justify;">Disampaikan olehnya, PMK sama sekali tidak bertujuan menguasai politik kampus. Melainkan rumah untuk mahasiswa Kristen yang ingin bertumbuh bersama secara kerohanian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu landasan yang dibangun, agar tidak ada yang berpendapat lain bahwa PMK adalah alat politik untuk mendapatkan kekuasaan di kampus. Itu salah. Jangan karena anggapan itu, PMK dihalang-halangi.&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi unggahan ini juga, Ketua PMK FKIP, Adrianus Pakiding mengatakan jika ia bersyukur masih ada orang-orang yang mau berjuang untuk memperjuangkan PMK. Adrian memaparkan, mereka hadir bukan semata-mata ingin legalisasi, namun sebagai wadah mahasiswa Kristen di FKIP untuk mengembangkan bakat, menumbuhkan iman dan tempat berbagi bagi mereka yang kesulitan dalam perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat senang, ada orang-orang yang mau berjuang walaupun banyak tantangan dan rintangan. Tapi dengan keyakinan, pasti akan Tuhan tolong,&rdquo; kata mahasiswa PKN 2017 ini, Senin (8/3).</p><p style="text-align: justify;">Adrian membagikan perjalanan advokasi yang mereka lakukan terkait permintaan legalitas PMK FKIP. Pengurus PMK belum pernah ke dekanat secara langsung, sebab setahu mereka hal ini harus diurus melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP terlebih dahulu. Lantas, ia dan teman-teman sempat mengurus legalitas ke BEM. Dari pihak eksekutif, mereka meminta salah satu syarat, yakni Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) kepada PMK FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pihaknya juga pernah mengambil langkah lain dengan meminta posko mahasiswa baru (maba) untuk sosialisasi organisasi kepada dekanat, namun pihak fakultas menyerahkan semuanya ke BEM. Pada waktu itu, mereka tidak mendapatkan posko karena alasan tidak legal dan tidak ada Surat Keterangan (SK). Ini terjadi pada tahun kepengurusan 2018-2019.</p><p style="text-align: justify;">Ia menegaskan, mereka kesulitan mendapatkan hak mereka meskipun bertujuan untuk memperkenalkan organisasi dan juga kesulitan menanggapi anggapan-anggapan yang berkembang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PMK itu bukan gereja. PMK ini bukan aliran sesat atau aliran terlarang dan lain sebagainya. Tapi PMK benar-benar rumah bagi setiap mahasiswa Kristen untuk bertumbuh, beribadah dan berbagi. Itu sudah saya rasakan juga sebagai mahasiswa Kristen dan sebagai anggota PMK. Di PMK berbicara mengenai mahasiswa, memperkuat iman dan semangat untuk menyelesaikan studi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, adanya posko maba sangat penting. Dengan begitu, kita bisa menjelaskan langkah danjuga menyampaikan kegiatan-kegiatan yang kami lakukan,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Harapannya pun sederhana, ia hanya ingin PMK legal secara resmi supaya kegiatan yang dilakukan tidak dianggap melanggar aturan dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Supaya kami juga boleh beribadah di kampus dengan nyaman, dengan baik. Juga boleh mendapatkan posko setidaknya untuk menyampaikan kegiatan PMK. Selama ini, kami kesulitan untuk menyampaikan itu. Ini bukan supaya dilihat baik atau bagus, tetapi agar tidak melanggar ketentuan dan melanggar peraturan yang ada,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Umar, Gubernur BEM FKIP periode 2021 turut memberikan tanggapannya mengenai legalitas ini. Ia mengaku memang belum melihat secara langsung postingan <em>Instastory</em> tersebut, namun mengetahui kabar jika PMK ingin melakukan legalisasi. Menurutnya, jika ada kendala yang berhubungan dengan BEM, dapat dikomunikasikan langsung kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paling tidak, jika ingin difasilitasi, yang harus dihubungi adalah orang-orang yang berkaitan. Alangkah baiknya, teman-teman jika ingin menyampaikan hal itu bisa langsung ke saya, kalau memang berhubungan dengan saya,&rdquo; jawab Umar, Jumat (12/2).</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai legalisasi organisasi mahasiswa di FKIP, ia menjawab jika prosedur tertulis terkait hal ini belum mereka dapatkan. Umar mengatakan, jika PMK membutuhkan perantara BEM sebagai fasilitator untuk mengkomunikasikan legalisasi mereka bersedia untuk membantu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama, saya belum ada komunikasi dengan PMK. Maksudnya, teman-teman PMK pun juga belum ada bangun komunikasi dengan saya atau dengan BEM tahun ini. Saya kurang tahu dengan BEM di tahun 2017 atau 2018. Terkait administrasi yang dibutuhkan, mungkin saya (akan) coba komunikasikan terkait hal tersebut,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya kabar ini, ia akan berusaha untuk membantu advokasi dan komunikasi kepada dekanat sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai pemimpin baru di BEM FKIP. &ldquo;Tahun ini, saya sebagai gubernur. Artinya, saya punya kewajiban untuk menjadi fasilitator buat mahasiswa-mahasiswa yang ada di FKIP. Kita akan dukung selagi itu baik untuk mahasiswa secara umum. Kita akan mencoba untuk bisa selalu membantu mahasiswa-mahasiswa yang membutuhkan,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>vyl/len/dir/ahn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lose and Give Up </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/lose-and-give-up/baca </link>
<guid> lose-and-give-up </guid>
<pubDate> Sun, 14 Mar 2021 11:29:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/lose-and-give-up/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A3ns0NiV2w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lose and Give Up</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Seperti biasa pukul 4 sore, aku duduk di kedai kopi yang menjadi langgananku sejak 2 tahun lalu. Hari ini tidak ada tugas kuliah. Beruntung sekali, aku tidak seperti teman-temanku yang setiap hari dijatuhi tugas. Bersyukur&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">karena jadwalku tidak padat dan dosen-dosenku pun tidak menyusahkan.</span></p><p style="text-align: justify;">Aku bosan di rumah, dengan kegiatan yang itu-itu saja. Bangun tidur, sarapan, kuliah daring, datang ke kedai kopi, kemudian kembali tidur. Ibuku pernah menyuruhku untuk mencari kesibukan lain, tapi kurasa ini sudah cukup. Aku tidak perlu uang tambahan dan kesibukan lainnya yang membuatku lelah ketika pulang ke rumah,</p><p style="text-align: justify;">Masih pukul 5 sore, aku hanya duduk melamun sesekali mengecek akun Instagram-ku yang memamerkan kesibukan dan kebahagiaan orang lain. Menjadi penonton di kehidupan orang memang menjadi rutinitas kita saat ini. Walaupun hanya beberapa persen dari kehidupan nyata, orang-orang yang membagikan ceritanya di media sosial sudah pasti sebisa mungkin memamerkan hal bahagia. Setidaknya yang menurut mereka bahagia untuk diri mereka pula.</p><p style="text-align: justify;">Raga, salah satu barista yang paling akrab denganku tiba-tiba ikut duduk bersamaku. &ldquo;Kenapa?&rdquo; sambarku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lala, nggak mikirin apa-apa, kan? Aku punya sesuatu untuk kamu pikirin,&rdquo; katanya, sambil menggulung lengan baju kaosnya.</p><p style="text-align: justify;">Raga adalah orang yang merekomendasikan kedai kopi ini. Awal aku bertemu dengannya yaitu saat duduk bersebelahan di MRT dan aku tak tahu ternyata dia baristanya. Sebuah <em>marketing</em> yang awalnya membuatku jengkel. Raga adalah orang yang ramah, supel, dan tahu bagaimana ia akan menempatkan diri. Aku orang yang susah berkenalan dengan siapapun. Tetapi dengan Raga, aku bisa percaya bahwa kedai kopi rekomendasinya memanglah nyaman dipertemuan pertama kami bertemu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku putus sama Wanda,&quot; satu kalimat itu membuatku terkejut.</p><p style="text-align: justify;">Raga menghembuskan napas dan lanjut bercerita sebelum aku sempat menjawab. &ldquo;Ternyata dia nggak <em>happy</em> sama aku. Dia merasa aku membatasi geraknya. Kasian dia, setiap hari nangis karena kepikiran aku yang suka marahin dia kalau nggak ada waktu buat aku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya <em>bener</em>, dong? Dia kan nggak ada waktu buat kamu. Bener aja kamu marah,&rdquo; jawabku menyosor.</p><p style="text-align: justify;">Dia hanya diam, masih belum menjawab. Raga kemudian bertanya apakah dia boleh meminjam <em>handphone</em>-ku&nbsp;yang mana langsung kuberikan.</p><p style="text-align: justify;">Raga membukanya sebentar dan melihatkan satu foto perempuan cantik dengan memegang sertifikat juara 1 lomba debat. Itu foto Wanda di akun Instagram miliknya.</p><p style="text-align: justify;">Aku masih bingung, dari dulu aku tahu bahwa Wanda memang perempuan cerdas, aktif berorganisasi dan banyak mengikuti lomba. Tapi apa maksud Raga?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut kamu, gimana?&rdquo; tanya Raga.</p><p style="text-align: justify;">Aku menjawab singkat, tidak sabar dengan maksud Raga. &ldquo;Keren.. Aku tahu sih, Wanda memang cerdas.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Raga tersenyum. &ldquo;Iya, Wanda emang keren. Hebat banget.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi aku nggak bangga, La. Justru disaat dia <em>dapet</em> apa yang dia mau, aku nggak <em>seneng</em>. Aku nggak ada di waktu dia berdarah-darah untuk mencapai semua cita-citanya. Aku bukan alasan di balik foto bahagianya, Wanda kuat karena Wanda sendiri, La. Bukan karena aku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Aku hanya diam menunggu kata-kata selanjutnya. Aku merasa ini masih panjang.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi ternyata, Raga tidak melanjutkan ceritanya lagi. Dia memilih untuk lanjut bekerja, membuat kopi, membuat apapun yang bisa mengalihkan pikirannya. Dan aku, benar-benar dibuatnya menjadi memikirkan segalanya.</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak yang menyangkut dipikiranku, termasuk mengapa Raga bisa tidak bangga dan ikut bahagia saat Wanda berhasil. Bagaimana perasaan Wanda saat tahu bahwa pacarnya sendiri tidak pernah mendukung apapun yang ia lakukan?</p><p style="text-align: justify;">Jawaban yang akhirnya aku sadari. Alasan itulah yang membuat Raga memutuskan hubungannya dengan Wanda.</p><p style="text-align: justify;">Aku kembali mengecek jam di gawaiku, tidak terasa sudah pukul 6.30. Barusan aku dihubungi teman satu kelompokku untuk hadir di pertemuan daring nanti malam. Aku memutuskan untuk pulang, berpamitan dengan Raga dan mengatakan hubungi aku jika suatu saat ingin bercerita, Raga hanya menjawab dengan anggukan.</p><p style="text-align: justify;">Diperjalanan pulang, aku kembali memikirkan Wanda, perempuan cantik dan cerdas itu ternyata selalu menangis karena orang yang ia sayangi tidak mendukungnya. Di balik keberhasilannya, ternyata ada orang yang membenci hal bahagia itu. bagaimana bisa Raga seegois ini?</p><p style="text-align: justify;">Sesampainya dirumah aku bergegas kembali ke kamarku, segera membersihkan tubuh, kemudian menyelesaikan tugas kelompok daring. Malam ini aku akan fokus mengerjakan tugas saja. Biasanya, aku akan menunda sampai satu hari sebelum tenggat. Tetapi entah kenapa kali ini aku merasa aku perlu lebih banyak melakukan sesuatu.</p><p style="text-align: justify;">Baru saja aku bilang perlu lebih banyak melakukan sesuatu, Raga menelepon. Raga memang suka menelponku atau hanya sekadar <em>chat</em> untuk bertanya apakah aku akan ke kedainya atau tidak. Tapi kali ini berbeda, Raga ternyata ingin melanjutkan ceritanya, tentang alasan mengapa ia tidak bahagia saat Wanda bahagia, cerita yang dimulai dari awal terjadi percikan api hingga sudah menjadi abu. Semuanya kudengarkan.</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba di sela hening yang agak lama, Raga memanggilku. &ldquo;La.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu jadi pacarku ya, La?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nessa Witias, mahasiswa Ilmu Hukum, FH 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Luka dan Penawar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/luka-dan-penawar/baca </link>
<guid> luka-dan-penawar </guid>
<pubDate> Sun, 14 Mar 2021 11:34:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/luka-dan-penawar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0jtl7uSxtM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Luka dan Penawar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tatapku yang bergulir pada beningnya matamu</span></p><p style="text-align: justify;">Seolah membawaku pada ruang candu </p><p style="text-align: justify;">Aku tak mengerti kenapa</p><p style="text-align: justify;">Bahkan mendengar namamu pun terasa sangat asing di telinga</p><p style="text-align: justify;">Kini perasaan yang dulu kuanggap singkat menjadi lekat</p><p style="text-align: justify;">Memang tak seindah kisah Dilan dan Milea</p><p style="text-align: justify;">Pernah juga saling merasa tak pantas</p><p style="text-align: justify;">Hanya karena hati yang panas</p><p style="text-align: justify;">Namun segera sadar berpisah bukanlah hal yang pas</p><p style="text-align: justify;">Terima kasih telah hadir</p><p style="text-align: justify;">Karena bagiku kamu luka sekaligus penawar terbaik yang pernah ada.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Afriza Ramadhona Patience, mahasiswa FKIP 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi ASTRO </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-astro/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-astro </guid>
<pubDate> Mon, 15 Mar 2021 09:16:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sederet lagu dari boy group ASTRO. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-astro/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HVEWvp7Ixa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi ASTRO</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Siapa yang tak kenal sosok Cha Eun Woo? Selain menjadi seorang <em>actor</em>, dirinya turut dikenal lantaran memilki bakat pada bidang tarik suara. Ia tergabung di sebuah grup vokal pria asal Korea Selatan bernama ASTRO yang bermakna bintang. Lagu yang diciptakan grup vokal ini memiliki banyak melodi yang menarik dan mampu menaikan <em>mood</em>. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum sederet lagu dari ASTRO yang bisa mengisi playlist kamu!</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>All Night</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika mendengarkan lagu ini, kita akan disambut dengan lantunan piano yang indah ditambah visualisasi yang elegan pada video musiknya. Lirik <em>All Night</em> memiliki makna seorang yang sedang terjebak dalam perasaan rindu dan ingin mendengarkan suara orang yang dirindukannya melalui telepon. Namun, sosok yang membayanginya itu memiliki banyak perasaan bimbang untuk menghubunginya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Run</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini dikemas dengan nada akustik gitar yang mendominasi dalam lantunannya. Liriknya menceritakan bagaimana seorang pasangan yang beranjak dewasa dan mulai membangun hubungan dengan berkencan untuk pertama kalinya. Bagi kamu yang sedang kasmaran, lagu ini sangat pas didengarkan karena memiliki kesan romantis dan sangat nyaman untuk diputar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>We Still</strong></p><p style="text-align: justify;">Menyuguhkan kelembutan pada melodi yang dinyanyikan, lagu ini membuat suasana hati menjadi lebih tenang ketika mendengarkannya. <em>We Still</em> memiliki cerita mengenai bagaimana kita masih dapat bertahan meski sudah melalui berbagai hal dalam kehidupan. Lagu ini juga diciptakan ASTRO sebagai tanda terima kasih kepada para penggemarnya yang sudah setia mendukung mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>You Are My World</strong></p><p style="text-align: justify;">Berhasil meraih <em>Top 5 Most Listened ASTRO Song</em> pada tahun 2019, lagu ini membuktikan bahwa grup ini menyuguhkan gaya musik yang <em>easy-listening</em>. Lagu ini memilki cerita mengenai sepasang kekasih yang akhirnya memutuskan untuk mengikat janji suci dan disatukan dalam pernikahan demi membuat semua orang bahagia. Lagu ini juga menjelaskan bagaimana seseorang akhirnya menemukan pasangan yang tepat untuk mendampinginya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>No, I Don&rsquo;t</strong></p><p style="text-align: justify;">Merupakan lagu yang dikeluarkan ASTRO setelah mereka vakum selama lebih 1 tahun sebab masalah internal. Lagu ini diproduksi sebagai tanda bahwa mereka merelakan beberapa penggemarnya yang sudah meninggalkan ASTRO. Liriknya sendiri memilki makna untuk merelakan apa yang sudah pergi dan tidak mungkin dipaksa kembali. Meski lagu ini memiliki lirik yang sedih, tetapi ASTRO menggunakan musik yang bernada ceria untuk menyampaikan bagaimana merelakan seorang pergi, namun kita harus tetap mampu untuk hidup bahagia.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa lagu yang mungkin bisa menemani kamu ketika ingin mendengarkan musik dengan makna yang dalam. Bagi kamu pencinta Korea atau <em>K-pop,</em> pasti akan menjadikan lagu ini sebagai koleksi dalam <em>playlist</em> kamu. Bagaimana, tertarik dengan lagu-lagu ASTRO? (<strong><em>ahn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berlatih Mindfulness Bersama Aplikasi yang Ciamik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/berlatih-mindfulness-bersama-aplikasi-yang-ciamik/baca </link>
<guid> berlatih-mindfulness-bersama-aplikasi-yang-ciamik </guid>
<pubDate> Mon, 15 Mar 2021 11:20:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> rekomendasi aplikasi-aplikasi mindfullness </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/berlatih-mindfulness-bersama-aplikasi-yang-ciamik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GGrm5HN2Fh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berlatih Mindfulness Bersama Aplikasi yang Ciamik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hidup yang serba cepat, penuh tuntutan, dan tantangan terkadang membuat kita menjadi lebih mudah lelah. Menyalahkan keadaan serta kehilangan motivasi untuk melakukan sesuatu. Tak jarang, beban kegiatan atau pekerjaan yang banyak menyebabkanmu kurang memikirkan diri sendiri. Akhirnya, kita kurang bersyukur dan tidak menikmati kehidupan hari ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Apakah kamu pernah mendengar istilah <em>mindfulness</em>? Meski memiliki pengertian yang beragam, arti <em>mindfulness</em> sendiri adalah fokus pada apa yang sedang kita lakukan. Menjalani &ldquo;saat ini&rdquo; dengan kesadaran penuh, menerima segala pikiran, emosi, dan perasaan apapun. Terdengar mudah, ya? Namun, praktiknya membutuhkan waktu juga penyesuaian. Terutama jika kamu terbiasa menghakimi setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupmu tanpa mengenali sebab akibat atau perasaan yang mungkin terabaikan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mencapai <em>mindfulness</em>, dibutuhkan keinginan bahkan tujuan yang spesifik dalam menjalaninya. Nah, kali ini <em>Sketsa</em> akan memberikan rekomendasi aplikasi-aplikasi yang dapat membantumu berlatih sekaligus belajar melakukannya. Simak, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Intellect</strong></p><p style="text-align: justify;">Aplikasi dengan slogan <em>Create a Better You</em> ini akan menuntunmu dalam path yang kamu inginkan. Intellect membantumu untuk memulai kebiasaan baru yang diharapkan mampu memperbaiki sifat dan perilaku yang selama ini kita jalani.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat fitur-fitur yang dapat digunakan untuk belajar mengatasi kesulitan seperti <em>procrastination</em>, rendahnya harga diri atau tingginya tingkat kecemasan. Kamu akan dipandu untuk memilih <em>journey</em> yang fokus untuk kamu perbaiki. Selain itu, kamu dapat mengisi jurnal-jurnal yang terdiri dari <em>open journal, gratitude, reflection, dan problem solving</em>. Jika membutuhkan meditasi, kamu dapat memilih menu <em>rescue sessions</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>InnerHour</strong></p><p style="text-align: justify;">Di dalamnya terdapat fitur-fitur terapi yang fokus kepada perawatan gejala depresi, kecemasan, stres, dan masalah tidur. Terdapat enam bagian <em>courses</em> yang bisa kamu ikuti. Mulai dari <em>Depression, Anxiety, Sleep, Stress, Anger,</em> dan terakhir <em>Happiness</em>. Setiap harinya, kita dapat melakukan aktivitas <em>self-care</em>, <em>goal setting</em>, dan <em>mood tracking</em> serta mendapatkan artikel, tips, juga inspirasi melalui terapis yang ada pada aplikasi ini. Menarik, bukan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Riliv</strong></p><p style="text-align: justify;">Merupakan aplikasi karya anak bangsa, Riliv mengusung bentuk pelayanan <em>one stop service.</em> Tidak hanya mengatasi masalah pribadi dengan konseling, aplikasi ini juga menyediakan layanan meditasi daring. Kita juga dapat mengisi jurnal hanya dari gawai, loh! Terdapat jurnal harian, jurnal tidur sampai jurnal untuk mengatasi khawatir dan cemas. Apabila ingin mencoba konseling, kamu harus berlangganan terlebih dahulu agar leluasa memilih. Kemudian, pilihlah topik-topik yang tersedia seperti Karier, Pendidikan, Masalah Umum, Hubungan, dan Keluarga. Ada juga artikel kesehatan yang dapat kamu baca, apa lagi <em>mood tracker</em>. Lengkap, deh!</p><p style="text-align: justify;">Ketiganya tentu bermanfaat dalam melatih <em>mindfulness</em>. Selanjutnya akan bergantung kepada dirimu sendiri. Siapkah untuk memusatkan perhatian pada hidupmu di hari ini? (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> U-Mart, Inovasi BPU Dongkrak Perekonomian Unmul 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/u-mart-inovasi-bpu-dongkrak-perekonomian-unmul-2021/baca </link>
<guid> u-mart-inovasi-bpu-dongkrak-perekonomian-unmul-2021 </guid>
<pubDate> Tue, 16 Mar 2021 05:59:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peluncuran U-Mart dan Jualankampus.com oleh BPU Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/u-mart-inovasi-bpu-dongkrak-perekonomian-unmul-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HutNtSYrxP.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>U-Mart, Inovasi BPU Dongkrak Perekonomian Unmul 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Dalam rangka meningkatkan perekonomian universitas, Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul kian aktif membuat inovasi. Kali ini, mereka menciptakan wadah transaksi jual beli pada lingkungan kampus bernama U-Mart. Ini adalah gerai yang menawarkan berbagai produk olahan makanan hingga barang kebutuhan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Jumat (26/2), Nataniel Dengen selaku Kepala BPU Unmul menerangkan bahwa U-Mart akan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi kampus yang berlokasi di kawasan Gunung Kelua tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;U-Mart sebagai wadah berbisnis bagi seluruh civitas academica. Fungsinya seperti swalayan, namun tidak menutup kemungkinan civitas academica dapat membuka U-Mart pada daerah asal masing-masing. Ke depannya, U-Mart diharapkan dapat diakses di mana saja,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, pihaknya akan menggandeng usaha lokal maupun nasional dalam memasarkan produk pada etalase swalayan. Beberapa nama telah mendukung pembukaan operasional U-Mart. Sebut saja Mayora, Wings, Coca-Cola dan Indomarco.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita membuka ruang wirausaha bagi mahasiswa dan alumni, supaya mereka bisa berkontribusi untuk keperluan mereka dan masyarakat juga,&rdquo; imbuh Nataniel.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya membuka gerai di Kampus Gunung Kelua, ke depannya Kampus Banggeris, Flores dan Pahlawan Unmul akan terlibat dalam memasarkan swalayan U-Mart.<strong></strong><br></p><p style="text-align: justify;">Selain itu, BPU turut menciptakan inovasi lain yang diharapkan dapat meningkatkan minat wirausaha. Melalui laman <em>Jualankampus.com</em>, Nataniel mengaku sistem niaga yang dirancang merupakan hasil kerja sama mereka dengan alumni serta mahasiswa dengan latar belakang Teknik Informatika, Ekonomi dan Ilmu Komunikasi. Karenanya, konsep yang digunakan berjenis <em>e-commerce.</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Modelnya seperti Shopee, Tokopedia, Gojek. Produk U-Mart turut termasuk di dalam <em>Jualankampus.com</em> sehingga kedua usaha tersebut masih memiliki benang merah,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Jualankampus.com</em> juga berpotensi untuk bersaing dengan perusahaan lainnya. Ini karena produk yang ditawarkan oleh U-Mart memiliki ciri khas tersendiri dan berbeda dari usaha lainnya. Untuk ikut serta di dalamnya, mahasiswa dapat mengunjungi BPU dan akan diarahkan langsung dalam mengisi registrasi.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, bagaimana respons warga kampus? Tony Manurung, pemilik Copy Center menyambut baik rancangan usaha BPU tersebut. Pria berkacamata tersebut menuturkan, U-Mart dapat menjadi salah satu solusi dalam menyediakan kebutuhan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak aktivitas pada lingkungan kampus. U-Mart dapat memudahkan semua kebutuhan dari makanan, penyediaan toga dan perlengkapan wisuda hingga bantuan fotokopi melalui Copy Center,&rdquo; ucap Tony.</p><p style="text-align: justify;">Kendati telah berdiri di gedung yang sebelumnya merupakan bangunan Radio Metro, beberapa mahasiswa mengaku belum mengetahui U-Mart. Nabila Nayif, mahasiswa Fakultas Farmasi ini menuturkan jika dirinya hanya mengetahui sekilas tentang U-Mart. Ia juga tidak mengetahui perbedaan swalayan tersebut dengan jenis usaha lain yang disediakan oleh BPU.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak tahu persiapannya, juga modelnya seperti apa,&rdquo; ucapnya singkat melalui WhatsApp, Senin (1/3)</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Nabila, Farah, mahasiswa Kedokteran mengaku tidak memahami urgensi dari pendirian U-Mart terutama di tengah pandemi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku yakin bukan hal yang jelek dalam perancangannya, Mungkin juga membantu tenaga kerja yang ekonominya berdampak akibat pandemi. Bisa tidaknya bersaing dengan gerai lain, U-Mart harus bisa membuat gerakan yang berbeda. Mungkin dengan potongan harga,&rdquo; papar Farah, Rabu, (3/3)</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Farah berharap U-Mart mampu menjadi harapan bagi mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. &ldquo;Semoga bisa konsisten dan bertahan lama,&rdquo; pungkasnya. <strong><i>(syl/wuu/hdt/len)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Hipospadia, Kelainan yang Dialami Aprilia Manganang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-hipospadia-kelainan-yang-dialami-aprilia-manganang/baca </link>
<guid> mengenal-hipospadia-kelainan-yang-dialami-aprilia-manganang </guid>
<pubDate> Tue, 16 Mar 2021 07:04:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tahukah kamu mengenai hipospadia? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-hipospadia-kelainan-yang-dialami-aprilia-manganang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g5NIX6lVn2.png" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Hipospadia, Kelainan yang Dialami Aprilia Manganang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hipospadia menjadi ramai diperbincangkan sejak kabar mantan atlet voli tim nasional (Timnas) putri Indonesia, Aprilia Manganang dinyatakan sebagai seorang pria. Fakta tersebut baru diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Korps TNI Angkatan Darat (TNI AD) pada 3 Februari lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada 2016, Aprilia direkrut sebagai anggota TNI AD lewat rekrutmen khusus bintara berprestasi. Kala itu, pemeriksaan medis yang dilakukan belum lengkap. Sehingga, fakta bahwa Aprilia mengalami hipospadia baru diketahui belakangan ini. Tahukah kamu, apa itu hipospadia?</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman<em>&nbsp;alodokter.com</em><em>,&nbsp;</em>Hipospadia merupakan suatu kelainan bawaan sejak lahir yang menyebabkan letak lubang kencing (uretra) bayi laki-laki menjadi tidak normal. Pada kondisi normal, uretra terletak tepat di ujung penis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, pada bayi dengan hipospadia, uretra berada di bagian bawah penis. Hal ini berisiko menyebabkan penderita hipospadia bisa kesulitan buang air kecil atau berhubungan seksual saat ia dewasa.</p><p style="text-align: justify;">Jika dipahami lebih dalam, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko hipospadia pada bayi. Di antaranya seorang ibu mengandung bayi saat berumur 35 tahun ke atas, ketika hamil sang ibu sering terpapar asap rokok atau pestisida, menderita obesitas, dan diabetes saat hamil. Sang ibu melakukan terapi hormon kesuburan untuk merangsang kehamilan, bayi yang lahir secara prematur, sampai faktor genetik keluarga juga turut mempengaruhi.</p><p style="text-align: justify;">Penanganan secara cepat dan tepat sangat penting. Sebab bila tidak segera ditangani, penderita hipospadia akan mengalami masalah berkemih dan terganggangunya aktivitas seksual mereka. Lalu, kapan hipospadia harus ditangani?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hipospadia harus segera mendapat penanganan dokter apabila terdapatnya saluran kencing di bawah penis, ketika berkemih urine yang keluar menetes serta tidak memancar, dan bentuk penis tidak wajar (melengkung ke bawah).</p><p style="text-align: justify;">Hipospadia dapat ditangani dengan cara operasi menempatkan lubang kemih kembali pada posisi normal. Operasi tersebut juga bisa dilakukan beberapa kali menurut keparahan yang dialami. Menurut anjuran dokter usia 6-12 bulan adalah waktu ideal untuk melakukan operasinya. Nah, semoga kamu lebih paham ya!&nbsp;<strong>(<em>nkh/piu</em></strong><strong><em>/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 12 Angry Men: Perdebatan 12 Juri Persidangan Terhadap Seorang Terdakwa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/12-angry-men-perdebatan-12-juri-persidangan-terhadap-seorang-terdakwa/baca </link>
<guid> 12-angry-men-perdebatan-12-juri-persidangan-terhadap-seorang-terdakwa </guid>
<pubDate> Tue, 16 Mar 2021 07:37:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 12 Angry Men, dua belas juri yang memutuskan hidup dan mati seseorang dalam sebuah persidangan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/12-angry-men-perdebatan-12-juri-persidangan-terhadap-seorang-terdakwa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qdCBXmQMlV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>12 Angry Men: Perdebatan 12 Juri Persidangan Terhadap Seorang Terdakwa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Sutradara: &nbsp;</strong>Sidney Lumet</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemain: &nbsp;</strong>Henry Fonda, Lee J. Cobb, Jack Klugman, Ed Begley, Jack Warden, E. G. Marshall, Joseph Sweeney, George Voskovec, Martin Balsam, John Fiedler, Edward Binns, Robert Webber.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sinematografi: &nbsp;</strong>Boris Kaufman</p><p style="text-align: justify;"><strong>Musik: &nbsp;</strong>Kenyon Hopkins</p><p style="text-align: justify;"><strong>Distribusi: &nbsp;</strong>United Artists</p><p style="text-align: justify;"><strong>Genre: &nbsp;</strong>Drama</p><p style="text-align: justify;"><strong>Durasi: &nbsp;</strong>96 menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggal &nbsp;Rilis</strong>: 10 April 1957</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Nampaknya, karya legendaris berjudul 12 Angry Men ini cocok dijadikan wujud nyata dari istilah <em>old but gold</em>. Bagaimana tidak, film klasik yang sudah dirilis selama hampir 64 tahun silam tersebut berhasil melahirkan 17 penghargaan dan terdaftar sebagai nomisasi Oscar dalam kategori <em>Best &nbsp;Picture, Best Director,&nbsp;</em>dan <em>Best Writing</em>. Bahkan, film ini turut memecahkan rating sempurna yakni sebesar 100 persen di Rotten Tomatoes dan 9/10 di IMDb.</p><p style="text-align: justify;">Ruang persidangan menjadi adegan pembuka yang disuguhkan pada menit-menit awal ketika film dimulai. Di sanalah, tampak seorang remaja yang tengah diadili sebagai tersangka yang menikam ayah kandungnya hingga tak bernyawa. Setelah jaksa penuntut menyelesaikan tugasnya, para saksi memberikan keterangannya masing-masing. Ketika bukti sudah dirasa cukup, hakim mempersilahkan kedua belas juri yang hadir untuk berunding dan memberikan keputusan apakah terdakwa dinyatakan bersalah atau tidak bersalah. Kemudian, adegan beralih latar ke sebuah ruangan dengan meja panjang yang dikelilingi oleh banyak kursi.</p><p style="text-align: justify;">Di ruangan itulah kedua belas juri yang tidak saling mengenal, dengan latar belakang dan karakter yang berbeda, berkumpul untuk memberikan keputusan bulat terkait nasib terdakwa. Juri nomor 1 yang juga merangkap sebagai moderator selama perundingan berlangsung, menyarankan agar mereka melakukan <em>voting</em>. Cara yang cukup mudah untuk menentukan hidup-mati seseorang, karena terdakwa terancam dijatuhi hukuman mati jika juri memutuskan bahwa ia bersalah. <em>Voting</em> pun dilakukan dengan hasil yang tak terduga, yakni 11 suara bersalah dan 1 suara tidak bersalah.</p><p style="text-align: justify;">Konflik muncul ketika film ini memasuki adegan saat para juri menerima perbedaan suara. Pasalnya, juri nomor 8 memberikan pendapat yang berbeda dari kesebelas juri yang lain. Ini membuat perundingan menempuh waktu yang lebih lama. Karena dengan perbedaan suara tersebut, para juri akan berdiskusi untuk membulatkan suara dan sebagian juri geram karena menganggap juri nomor 8 membuang waktu secara cuma-cuma.</p><p style="text-align: justify;">Hasil <em>voting</em> tadi kemudian menggiring kedua belas juri dalam sebuah perdebatan. Juri nomor 8 bersikeras bahwa terdapat kemungkinan terdakwa tidak bersalah. Pernyataan yang dibuatnya bukan sekedar omong kosong belaka, tetapi disertai bukti dan analisis yang masuk di nalar. Setelah juri nomor 8 selesai memaparkan analisisnya, <em>voting</em> kembali dilakukan untuk yang kedua kalinya. Lagi-lagi, pemungutan suara itu membuahkan hasil yang tak terduga. Kali ini, terdapat 10 suara bersalah dan 2 suara tidak bersalah. Artinya, para juri harus kembali berdebat dengan analisis mereka masing-masing dan kembali melakukan <em>voting</em> hingga suara menjadi mutlak.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun 12 Angry Men tampil dengan <em>tone</em> warna hitam putih ala film lawas dan hampir keseluruhan hanya disorot di satu tempat dengan waktu yang sama. Penonton tidak akan merasa bosan karena perdebatan antar tokoh disampaikan secara intens. Apalagi, cuaca yang panas dan lembab membuat perdebatan berlangsung semakin tak terkendali karena beberapa tokoh menjadi lebih mudah tersulut amarah. Tidak perlu teknologi <em>special &nbsp;effect&nbsp;</em>ataupun <em>scoring&nbsp;</em>yang dramatis, adegan-adegan yang ada di film ini sudah sangat emosional dengan argumen yang luar biasa.</p><p style="text-align: justify;">Kedua belas tokoh tersebut berhasil membawakan perannya masing-masing dengan sangat baik dan menarik. Percakapan dan <em>gesture&nbsp;</em>yang mereka lontarkan secara tidak langsung mencerminkan kepribadiannya masing-masing. Mulai dari karakter yang egois, tenang, cerdas, sopan, keras kepala, arogan hingga karakter yang labil. Setiap tokoh memiliki porsi <em>screen time&nbsp;</em>yang hampir sama, walaupun juri nomor 8 tetap ditonjolkan sebagai tokoh utama.</p><p style="text-align: justify;">Analisis-analisis serta reka adegan yang dilakukan oleh para juri berdasarkan keterangan para saksi, kemudian membuka detail-detail yang terlewat dalam persidangan. Lantas, apakah hasil akhir <em>voting</em> menjadi 12 suara bersalah, atau 12 suara tidak bersalah? Segera tonton untuk temukan jawabannya! <strong>(<em>ems/fzn</em>).</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diterpa Hujan Deras, Kampus FISIP Alami Longsor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diterpa-hujan-deras-kampus-fisip-alami-longsor/baca </link>
<guid> diterpa-hujan-deras-kampus-fisip-alami-longsor </guid>
<pubDate> Wed, 17 Mar 2021 06:01:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Longsor di FISIP. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diterpa-hujan-deras-kampus-fisip-alami-longsor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LhrEvLFwKp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diterpa Hujan Deras, Kampus FISIP Alami Longsor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa waktu lalu, hujan deras sempat mengguyur kawasan kampus hijau Unmul. Alhasil, salah satu kampus yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) mengalami amblas pada bagian pinggir jalannya. <em>Sketsa</em> kemudian meminta keterangan dari Aziz, satpam fakultas yang berjaga untuk mengetahui kronologinya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan, longsor terjadi sampai ke gudang namun tidak terlalu parah. Ini terlihat melalui CCTV pada pukul 00.20 dini hari. Aziz juga menyampaikan, sebelum amblas jalanan tersebut sudah direncanakan untuk diperbaiki. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terdapat keretakan di jalanan sepanjang parkiran kendaraan dosen dan pejabat gedung pascasarjana. Hindari dulu melalui daerah ini. Pimpinan fakultas berunding juga dengan pihak rektorat, belum tahu perbaikan kapan,&quot; tuturnya, Kamis (11/3).</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Sabtu (13/3), Paijan selaku Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Umum dan Barang Milik Negara (BMN) Fisip mengatakan jika fakultas telah membuat proposal yang nantinya akan diajukan ke kementerian. Mengingat hal ini membutuhkan bantuan dana perbaikan yang cukup besar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang, kita prioritaskan perbaikan darurat. Kita mengatasi hal-hal yang bersifat insidentik dengan memasukan di program 2021,&quot; ucapnya singkat.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini, Dekan FISIP Unmul, Muhammad Noor turut menyampaikan jika ia mendapatkan informasi longsor tersebut pada subuh hari. Setelahnya, ia langsung menyampaikan hal tersebut kepada rektor dan diminta menuliskan laporan secara tertulis. Laporan tersebut dibuat untuk mengantisipasi perbaikan longsor yang sudah terjadi dan perkiraan longsor susulan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pak rektor berikan upaya jangka pendek sementara menyampaikan ke kementerian. Minta bantuan ahli teknik membuat gambaran biaya perbaikan,&quot; tukasnya, Senin (15/3).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai anggaran, Noor mengaku semuanya telah dibuat sesuai alokasi yang ada berdasarkan distribusi kegiatan. Saat ini, yang bisa mereka lakukan ialah mengajukan bantuan atau subsidi jika memungkinkan, juga membuat bantuan ke pihak eksternal. <strong><em>(syl/len/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PHP2D: Implementasi Kompetensi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/php2d-implementasi-kompetensi-mahasiswa/baca </link>
<guid> php2d-implementasi-kompetensi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 17 Mar 2021 11:43:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PHP2D, wujud implementasi kompetensi mahasiswa dalam pembangunan desa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/php2d-implementasi-kompetensi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CkrRwl4hNR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PHP2D: Implementasi Kompetensi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Untuk memajukan desa dan mewujudkan implementasi kompetensi mahasiswa di masyarakat, Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) menjadi kegiatan yang mendukung kemerdekaan belajar berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2020. Untuk diketahui, pada 2011 silam program ini dikenal dengan nama Program Hibah Bina Desa (PHBD).</span></p><p style="text-align: justify;">PHP2D menyasar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa, dengan harapan tumbuh rasa peduli untuk membangun desa. Lokasi yang dipilih juga dapat menjadi desa binaan kampus secara berkelanjutan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, desa yang dituju dapat mandiri, aktif, dan berwirausaha. Ruang lingkup PHP2D pun beragam, mulai dari pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, lingkungan, pariwisata hingga manufaktur.</p><p style="text-align: justify;">Pada <em>Sketsa</em>, Minggu (14/3) Kiswanto selaku Koordinator Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2KPM-LP2M) menuturkan, mahasiswa Unmul dari semua fakultas dapat mendaftarkan diri pada program ini melalui tautan yang telah disiapkan Kemdikbud. Pendaftaran dan unggah proposal dapat dilakukan sampai dengan 7 April 2021.</p><p style="text-align: justify;">PHP2D juga dapat disetarakan dengan KKN (3 SKS) melalui prosedur pengusulan yang berlaku di Unmul. Segala hal teknis terkait proposal tertera di laman <em>kemdikbud.go.id</em>. Terkait dosen yang mendampingi, ia menyebutkan jika hal ini dapat diajukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proses pembimbingan dapat dilakukan dosen melalui permintaan mahasiswa. Namun demikian, LP2M bisa membantu mengarahkan sekaligus menyarankan dosen yang membimbing mahasiswa,&rdquo; papar Kiswanto.</p><p style="text-align: justify;">Alim Khodimul, mahasiswa Fakultas Farmasi 2018 membagikan pengalamannya saat mengikuti program ini pada 2020 lalu. Ia mengetahui program PHP2D dari media sosial Kemdikbud.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bersama dosen pembimbing, ia menyusun program, lalu mendaftar secara berkelompok. Maju ke tahap pengajuan proposal, hingga akhirnya lolos dan mendapat pendanaan ke desa yang mereka ajukan. Adapun desa yang mereka tuju sudah melewati hasil survei sebelumnya. </p><p style="text-align: justify;">Selama 6 bulan, dirinya mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. &ldquo;Selama program ini saya sangat mendapatkan pelajaran, cara bersosialisasi mengatasi masalah di lapangan, benar-benar program ini membuat mahasiswa tidak hanya merencanakan tetapi terjun ke masyarakat 100 persen,&rdquo; tuturnya, Senin (15/3).</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, antusiasme mahasiswa amat besar pada kegiatan ini. Pertanyaan atas pengalamannya itu bahkan datang dari mahasiswa kampus lain, seperti Universitas Lambung Mangkurat dan Pekalongan. Belum lagi universitas lain yang juga mengikuti sosialisasi program ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagaimana mahasiswa mari kita bergerak untuk masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan kita masing-masing menuju rakyat kuat bersama mahasiswa,&rdquo; pesannya. <strong><em>(eng/aot/rst/len)</em></strong></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKNT Farmasi Unmul 2020: Maksimalkan Program Kerja Semi Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kknt-farmasi-unmul-2020-maksimalkan-program-kerja-semi-daring/baca </link>
<guid> kknt-farmasi-unmul-2020-maksimalkan-program-kerja-semi-daring </guid>
<pubDate> Thu, 18 Mar 2021 11:00:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kkn famul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kknt-farmasi-unmul-2020-maksimalkan-program-kerja-semi-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WpgaYXgk8B.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKNT Farmasi Unmul 2020: Maksimalkan Program Kerja Semi Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pelaksanaan KKN tematik daring Farmasi Unmul (Famul) yang sudah dijalankan sejak Februari lalu. Hingga saat ini sudah berada di tahap pengerjaan program kerja (proker). Meskipun KKNT ini terbilang <em>online</em>, namun ada beberapa proker yang harus dilaksanakan secara <em>offline</em>. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pengerjaan proker serta memenuhi harapan masyarakat.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Salah satu proker yang sudah terlaksana di lapangan adalah sosialisai vaksin dan penjelasan mengenai perbedaan <em>rapid</em> dan <em>swab</em> kepada warga Kampung Pinisi, Kota Balikpapan yang dilaksanakan oleh kelompok 4 KKNT Famul. Pelaksanan proker secara <em>offline</em> ini tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan hanya menghadirkan sepuluh peserta warga dari setiap bloknya.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Sabtu (13/3), Faisal, selaku ketua kelompok 4 yang sedang melaksanakan KKNT di kota Balikpapan. Ia mengungkapkan baru satu proker yang terlaksana di lapangan, yaitu sosialisasi tentang vaksin serta memberikan edukasi mengenai perbedaan rapid dan <em>swab</em>. Kegiatan tersebut dibatasi dengan perwakilan warga sepuluh orang. Jadi, setiap blok terdapat perwakilan satu orang. Tentunya dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.</p><p style="text-align: justify;">Selain sosialisasi vaksin, ada beberapa proker lain yang akan dilaksanakan secara <em>offline</em> dari kelompok ini. Rencananya, proker tersebut akan dilaksankan setiap minggu secara berkelanjutan dan berkerja sama dengan institusi lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang sudah terlaksana itu sosialisai tentang vaksin serta penjelasan mengenai perbedaan <em>rapid</em> dan <em>swab</em>, di minggu kedua ada sosialisasi pembuatan jamu, minggu selanjutnya sosialisasi pembuatan sabun, kemudian nanti akan ada penanaman tanaman hidroponik dan penanaman toga di rumah bibit. Nah, kami juga ada proker pembuatan toilet dan pembenahan Posyandu untuk isolasi mandiri warga yang terkena Covid. Proker yang satu ini kami jalankan dengan berkolaborasi bersama kelompok KKN dari ITK,&quot; pungkas Faisal.</p><p style="text-align: justify;">Kendati pelaksanaan KKNT ini dilakukan semi <em>online</em>. Namun, beberapa kendala seperti padatnya kuliah, penyusunan skripsi, serta bentrok jadwal temu antara mahasiswa dengan warga, ditambah peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah terkait pembatasan kegiatan, membuat pelaksanan KKNT ini sedikit lebih sulit dari perkiraan.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari kelompok 4, beberapa kelompok seperti kelompok 6 melaksanakan proker semi <em>online</em> ini dengan sistem yang berbeda. Mereka lebih menekankan untuk melaksanakannya secara <em>online</em>, seperti membuat video mencuci tangan yang benar serta membangun ruang diskusi via Whatsapp. Kelompok 6 ini juga berencana memadatkan proker <em>offline</em>-nya di akhir, dengan tujuan menghindari hal yang tidak diinginkan.</p><p style="text-align: justify;">Meski menerapkan sistem penekanan secara <em>online</em>, ternyata ada beberapa kendala yang dialami. Salah satunya adalah banyaknya warga yang masih belum memiliki <em>smartphone</em> sebagai alat untuk mempermudah kelancaran proker ini. Hal ini menyebabkan respons masyarakat sangat minim pada program kerja kelompok KKNT ini, dan berharap diadakannya proker yang dilaksanakan secara <em>offline</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi pada Minggu (13/3), Ahmad Akbar, selaku ketua kelompok 6 KKNT mengungkapkan surveinya tentang respons masyarakat terhadap proker mereka, &ldquo;untuk sekarang respons dari warga masih minim, tapi kalau dari survei kemarin, warga menginginkan kegiatan (proker) dilaksanakan secara <em>offline</em>.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dengan melihat hasil survei, rencananya proker selanjutnya akan dilaksanakan secara langsung sesuai dengan keinginan warga. Program juga akan dipersiapkan sebaik mungkin dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan mengusung tema Corona, kelompok ini berharap semua proker dari program KKNT Famul dapat memberikan edukasi serta manfaat bagi warga desa dan khalayak umum. (<strong><em>fsf/vyn/bey/rqf/bae/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembukaan Debat Terbuka RUU P-KS: Molor dari Jadwal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembukaan-debat-terbuka-ruu-p-ks-molor-dari-jadwal/baca </link>
<guid> pembukaan-debat-terbuka-ruu-p-ks-molor-dari-jadwal </guid>
<pubDate> Fri, 19 Mar 2021 09:17:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan Debat Terbuka RUU P-KS. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembukaan-debat-terbuka-ruu-p-ks-molor-dari-jadwal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fS7xvLVK4o.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembukaan Debat Terbuka RUU P-KS: Molor dari Jadwal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Hari ini, Jumat (19/3) Debat Terbuka Pro Kontra RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (BEM FISIP) dan BEM Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul dilaksanakan di depan gerbang utama Unmul dan terbuka untuk umum.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Meski dijadwalkan pada pukul 15.00 Wita, persiapan yang dibutuhkan membuat kegiatan dimulai pukul 16.35 Wita. Dibuka oleh moderator, acara hari ini memiliki beberapa agenda. Pertama, penyampaian argumen dari kedua belah pihak. Dilanjutkan dengan adu argumen, tanya jawab hingga penutupan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun masing-masing pihak diberikan waktu selama 10 menit untuk menyampaikan suara mereka. Pembukaan argumen dimulai dari BEM FISIP yang diwakili oleh Monalisa, Menteri Kajian dan Strategis. Menurut mereka, sampai saat ini kekerasan seksual belum memiliki payung hukum yang menaungi. Ia menyebut, kekerasan seksual terjadi tanpa memandang gender.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di seluruh dunia, setidaknya 1 dari 3 perempuan mengalami kekerasan seksual. Tidak hanya perempuan yang mengalami kekerasan seksual, tapi laki-laki juga terjadi. Menurut data, 1 dari 6 laki-laki pernah mengalami kekerasan seksual,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mona berpendapat, RUU ini akan efektif karena disusun berdasarkan audiensi dengan korban, pemuka agama dan para ahli.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut kepada pihak BEM KM yang diwakili oleh Indra Muliawati selaku Menteri Keperempuanan. Ia menyampaikan, ada kekosongan hukum yang terjadi dan RUU ini tidak mampu mengakomodir semua bentuk kekerasan seksual. Indah pun mengajukan perubahan redaksi, dari kekerasan seksual menjadi kejahatan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harus ada perubahan total pada landasan hukum dan definisinya. Diperlukan kajian yang komprehensif tentang RUU ini,&quot; tukas Indah.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, sesi pertama berakhir dan dilanjutkan dengan sesi kedua yakni tanya jawab. <strong><em>(bay/zar/ash/dyn/vyl/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kilas Debat Terbuka RUU P-KS: Argumen Memanas Hingga Dibubarkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-debat-terbuka-ruu-p-ks-argumen-memanas-hingga-dibubarkan/baca </link>
<guid> kilas-debat-terbuka-ruu-p-ks-argumen-memanas-hingga-dibubarkan </guid>
<pubDate> Fri, 19 Mar 2021 11:12:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kilasan Debat Terbuka Pro Kontra RUU P-KS. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-debat-terbuka-ruu-p-ks-argumen-memanas-hingga-dibubarkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PS1kw97XvI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kilas Debat Terbuka RUU P-KS: Argumen Memanas Hingga Dibubarkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Usai pemaparan argumen baik dari pihak BEM FISIP dan BEM KM selaku pendukung pro dan kontra RUU P-KS (19/3), debat dilanjutkan dengan sesi adu argumen. Pihak pro yakni BEM FISIP maju untuk memberikan pertanyaan mengenai maksud dari bentuk kejahatan seksual yang diajukan oleh BEM KM.</span><br></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami ingin menanyakan, kejahatan seksual apa hubungannya menurut teman-teman? Dan apa aja bentuk dari kekerasan seksual yang kalian maksud ini?&quot; tanya perwakilan BEM FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Pihak BEM KM kemudian menjawab dengan lantang jika bentuk kejahatan seksual adalah 9 indikator kekerasan seksual pada Pasal 11 Ayat 1 RUU P-KS.</p><p style="text-align: justify;">Sesi ini berlangsung ricuh sebab ada provokasi dari audiensi yang hadir. Setelah moderator meminta mereka untuk tenang kembali, kegiatan kembali berlanjut.</p><p style="text-align: justify;">Argumen juga berputar pada orientasi seksual, juga perilaku main hakim yang dilakukan oleh masyarakat terkait kasus pelecehan seksual. Pihak BEM KM menilai jika penyimpangan orientasi seksual merupakan hal yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tentu saja melanggar norma agama yang ada di Indonesia dan melanggar Pancasila yang pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa!&quot; seru pihak kontra.</p><p style="text-align: justify;">Adu argumen berlanjut dengan cukup alot dan beralih kepada sesi selanjutnya, yakni tanya jawab. Beberapa audiens berpartisipasi aktif dalam memberikan pertanyaan baik untuk pro dan kontra. Seperti landasan yang digunakan dalam kajian yang dibuat oleh pihak kontra juga bentuk argumentasi yang dibawa oleh pihak pro terkait pemenuhan hak asasi dalam RUU P-KS.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, kedua pihak diminta untuk menyampaikan <em>closing statement</em> mereka sebagai penutup debat sore ini. BEM FISIP menegaskan jika ada pasal yang multitafsir, seharusnya pihak BEM KM membuka ruang diskusi untuk membahas hal ini lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan malah mengambil sikap sendiri, seharusnya melibatkan fakultas-fakultas yang ada di sini! Kalau kita mahasiswa, harusnya ada diskusi, ajak ngobrol, mana yang menjadi kontra. Itu sikap mahasiswa yang baik. Kita ini harus bersatu ya, karena masalahnya ada di DPR, bukan kita!&quot; seru pihak pro.</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga menegaskan jika semua poin-poin yang diberikan dalam penolakan RUU P-KS oleh BEM KM dalam kajian mereka merupakan asumsi. Seharusnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang merilis kajian terkait RUU P-KS memberikan <em>support</em> bagi sesama khususnya terkait kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut kepada BEM KM yang mengatakan jika penolakan ini bukan berarti mereka tidak memedulikan korban kekerasan seksual. Mereka juga menyatakan jika telah membuka ruang diskusi dan melakukan pengkajian secara komprehensif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami dari BEM KM Unmul menyatakan bahwa bentuk respons dari polemik ini adalah dengan mengubah secara total bentuk, visi misi dan pasal-pasal dalam naskah RUU P-KS. Kami dengan tegas, lugas dan mantap menarik Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual!&quot; teriak pihak kontra dengan tegas.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, sempat terjadi keributan sehingga pihak keamanan kampus turun dan meminta kegiatan untuk tidak dilanjutkan. Debat pun diambil alih dan dibubarkan. <strong><em>(bay/zar/ash/vyl/dyn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemilihan Dekan Faperta 2021: Dianggap Tidak Transparan dan Pemenuhan Statuta Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemilihan-dekan-faperta-2021-dianggap-tidak-transparan-dan-pemenuhan-statuta-unmul/baca </link>
<guid> pemilihan-dekan-faperta-2021-dianggap-tidak-transparan-dan-pemenuhan-statuta-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 20 Mar 2021 11:19:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anggapan kejanggalan dari pemilihan dekan Faperta. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemilihan-dekan-faperta-2021-dianggap-tidak-transparan-dan-pemenuhan-statuta-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ycdywXPjJL.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemilihan Dekan Faperta 2021: Dianggap Tidak Transparan dan Pemenuhan Statuta Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sempat terdengar kabar yang kurang menyenangkan terkait pemilihan dekan periode 2021-2025 di Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul. Proses penyelenggaraan yang berlangsung sejak Januari lalu, rupanya dianggap tidak transparan oleh beberapa pihak lantaran beberapa calon dekan yang terdaftar terlihat tidak siap dalam pemilihan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Anggapan miring tersebut diperkuat dengan adanya beberapa informasi yang beredar, salah satunya dari <em>broadcast message</em> WhatsApp yang dikirim oleh organisasi mahasiswa (ormawa) di Faperta. Di dalamnya terdiri dari 4 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan 2 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Pesan tersebut berisi proses pengawalan yang dilakukan ormawa. Pihak mereka menemukan beberapa kejanggalan yang terjadi selama prosesi pemilihan dekan, yaitu tidak diberikannya ruang untuk menyampaikan aspirasi dalam prosesi pergantian dekan. Adapun inkonsistensi <em>timeline</em> dalam proses pencalonan dekan dan adanya ketidakseriusan dosen ketika mencalonkan diri sebagai dekan. Ini dibuktikan dengan dua calon dekan yang tidak menyampaikan visi dan misinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pergantian pemimpin adalah suatu momen yg kita tunggu-tunggu dalam rangka perubahan menuju yang lebih baik, dan hari ini faperta unmul telah menyelenggarakan momentum pergantian dekan. Terkait dengan hal itu maka, seharusnya dan sepantasnya kami dari ormawa faperta mendedikasikan diri untuk mengawal pergantian dekan periode 2021-2025, dalam proses pengawalan ini kami mendapati beberapa kejanggalan yang terjadi selama prosesi pemilihan dekan berlangsung,&rdquo; isi <em>broadcast</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain mengenai kejanggalan, pesan tersebut juga memaparkan dua tuntutan yang dilakukan oleh pihak ormawa. Di antaranya terkait terjaminnya keterbukaan ruang diskusi dan evaluasi dengan mahasiswa dalam rangka kemajuan dan perbaikan Faperta Unmul. Mereka juga menuntut diadakannya agenda bedah visi misi dekan terpilih bersama mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat permasalahan tersebut, kami ormawa fakultas pertanian unmul menyatakan sikap kecewa dalam prosesi pergantian dekan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain itu kami ormawa faperta menuntut kebijaksanaan dari calon dekan terpilih untuk memenuhi tuntutan kami demi tercapainya fakultas pertanian yang berjaya,&rdquo; sambung pesan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> pun melakukan konfirmasi kepada pihak penyelenggara, Odit Ferry Kurniadinata selaku Ketua Panitia Pemilihan Dekan Faperta pada Selasa (16/3) juga Ketua Senat yaitu Juraemi pada Kamis (11/3). Sayangnya, hingga kini keduanya tidak memberikan tangapan sebab keduanya mengaku sedang berada di luar kota.</p><p style="text-align: justify;">Kami turut meminta tanggapan kepada Syamsia Sastra selaku Gubernur BEM Faperta Unmul terkait hal tersebut. Dirinya memaparkan, sidang senat terbuka ini sudah diklarifikasi oleh ketua senat dan ketua panitia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait pada saat sidang senat terbuka, aturannya kemarin sudah diklarifikasi oleh ketua senat kemudian ketua panitia. Bahwa dalam statuta Unmul itu wajib ada tiga calon. Kemarin sudah disampaikan oleh ketua panitia, jadi dari panitia itu sudah berusaha,&rdquo; tuturnya kepada awak <em>Sketsa</em>, Selasa (16/3).</p><p style="text-align: justify;">Syamsia juga menjelaskan, berdasarkan pernyataan ketua panitia, pihak mereka telah mengikuti aturan. Panitia melakukan penjaringan calon hingga mendapatkan 8 orang, kemudian menyurati delapan dosen tersebut untuk meminta ketersediaan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, dari delapan orang hanya lima orang yang mengisi persyaratan. Empat orang di antaranya mengatakan tidak bersedia dan hanya satu orang yang mengatakan bersedia. Sempat terjadi perpanjangan waktu, namun tetap tak ada yang bersedia.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, pihak panitia mengajukan satu nama ke rektorat. Pada saat pengajuan tersebut, ada pihak yang menggugat lantaran tidak sesuai dengan statuta Unmul. Berdasarkan statuta sendiri, harus ada tiga calon yang memenuhi syarat agar acara pemilihan tersebut dapat berjalan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penjelasannya, pihak rektorat kemudian mengeluarkan surat imbauan untuk menugaskan pihak fakultas menyediakan tiga calon yang memenuhi syarat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam statuta itu, suka tidak suka, mau tidak mau sebaiknya harus ada tiga calon dan kewenangan untuk menujuk orang itu diserahkan oleh senat,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pemaparan Syamsiatra, dari situ pihak senat menunjuk dua orang yang saat itu tidak bersedia. Mereka adalah Ahmad Zaini dan Bernatal Saragih dan akhirnya menjadi calon bersama dengan Rusdiansyah yang menyatakan bersedia. Dengan adanya tiga calon tersebut, kemudian sidang senat terbuka dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam klarifikasi tersebut, dijelaskan bahwa ketidaksiapan pemilihan dekan ini bukan karena sekedar formalitas saja. Melainkan dua calon tersebut terpaksa ditunjuk oleh senat demi memenuhi syarat dan ketentuan pemilihan dekan. <strong><em>(fzn/vyn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Hutan Sedunia: Ketahui Peran Penting Hutan Untuk Kita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-hutan-sedunia-ketahui-peran-penting-hutan-untuk-kita/baca </link>
<guid> hari-hutan-sedunia-ketahui-peran-penting-hutan-untuk-kita </guid>
<pubDate> Sun, 21 Mar 2021 09:56:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Hutan Sedunia, 21 Maret 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-hutan-sedunia-ketahui-peran-penting-hutan-untuk-kita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mg2FPnsCei.png" />
					</figure>
			                <h1>Hari Hutan Sedunia: Ketahui Peran Penting Hutan Untuk Kita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak 8 tahun silam, tanggal 21 Maret selalu diperingati sebagai Hari Hutan Sedunia atau <em>International Day of Forest</em>. Keputusan tersebut ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui resolusi PBB pada 28 November 2012. Tahun ini, Hari Hutan Sedunia mengusung tema &ldquo;Restorasi Hutan: Jalan Menuju Pemulihan dan Kesejahteraan.&rdquo;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Melalui perayaan ini, diharapkan masyarakat di seluruh dunia dapat meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya keberadaan hutan. Tidak hanya untuk kelangsungan hidup manusia di masa sekarang, tetapi juga untuk generasi penerus di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo, hutan menutupi lebih dari 30% daratan bumi dan menjalankan fungsi vital di seluruh dunia. Sekitar 1,6 miliar penduduk dunia bergantung pada hutan sebagai mata pencaharian dan tempat tinggal mereka.</p><p style="text-align: justify;">Untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap keberadaan hutan, ada baiknya kita mengetahui seberapa besar hutan berperan penting bagi makhluk hidup. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum apa saja peran penting hutan untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mencegah dan Memitigasi Bencana Alam&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Berkurangnya lahan hutan yang ada di Indonesia mulai kita rasakan dampaknya. Banjir jadi salah satu bencana alam yang paling akrab. Awal tahun 2021 bahkan diawali oleh banjir besar di wilayah Kalimantan Selatan. Setelah ditelusuri, penyebab utamanya adalah masifnya angka deforestasi yang terjadi. Dengan lahan hutan yang terus berkurang, maka bencana alam semacam ini jadi lebih sulit untuk dihindari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sumber Utama Pemasok Oksigen&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalian semua pasti familiar dengan istilah &ldquo;Hutan merupakan paru-paru dunia&rdquo;. Ya! berbagai jenis tumbuhan yang terdapat dalam hutan merupakan pemasok oksigen paling utama bagi bumi. Selain menghasilkan oksigen, hutan juga sekaligus berfungsi menyerap karbon dioksida.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menjaga Tingkat Kesuburan Tanah</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tahukah kamu? Ternyata hal sepele seperti daun yang berguguran di dalam hutan dapat menjaga tingkat kesuburan tanah. Daun yang berguguran selanjutnya secara alami akan membusuk dan terurai. Begitulah kira-kira proses hutan menjaga tingkat kesuburan tanahnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Habitat Utama Makhluk hidup</strong></p><p style="text-align: justify;">Ada banyak makhluk hidup yang berhabitat di dalam hutan. Apabila kegiatan penggundulan hutan terus-menerus berlanjut, secara otomatis mereka akan kehilangan tempat tinggal dan terancam punah. Punahnya salah satu makhluk hidup akan mengganggu keberlangsungan ekosistem dan berakibat buruk terhadap hal lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sumber Keanekaragaman Hayati&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Semua tumbuhan yang ada di dalam hutan dapat dikatakan sebagai sumber keanekaragaman hayati. Maksudnya, keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya dapat bermanfaat bagi manusia. Manfaatnya mulai dari bahan baku pembuatan obat-obatan, sumber pangan dan lain sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, peran penting hutan yang sudah dipaparkan di atas belum mencakup secara keseluruhan. Di momen ini, mari berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian hutan! <strong><em>(nkh/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usai Debat Terbuka RUU P-KS: Peneguhan Sikap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-debat-terbuka-ruu-p-ks-peneguhan-sikap/baca </link>
<guid> usai-debat-terbuka-ruu-p-ks-peneguhan-sikap </guid>
<pubDate> Sun, 21 Mar 2021 11:25:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Debat terbuka terkait RUU-PKS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-debat-terbuka-ruu-p-ks-peneguhan-sikap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QqKxK8h3id.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usai Debat Terbuka RUU P-KS: Peneguhan Sikap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Jumat (19/3) lalu, Debat Dilanjutkan Pro Kontra RUU P-KS telah terlaksana. Setelah kegiatan usai, beragam pandangan terkait RUU ini turut menghiasi suasana yang ada.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Wakil Gubernur BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Ahmad Fikrianto, debat seperti ini perlu dilaksanakan karena mahasiswa memiliki pandangan yang berbeda. Sehingga, perlu adanya pihak yang mengakomodir terlaksananya ruang bicara. Meski demikian, Ahmad menambahkan bahwa dalam diskusi yang menyangkut pihak pro dan kontra, perlu adanya kemauan untuk menerima ketika terjadi perbedaan pendapat.</span></p><p style="text-align: justify;">Ia adalah salah satu pihak yang kontra terhadap pengesahan RUU PKS. Dijelaskan, bahwa pihak kontra telah mengkaji dari RUU PKS hingga KUHP. Berdasarkan pemahamannya, Ahmad menganggap bahwa RUU PKS tidak mengakomodir kekosongan yang ada di dalam KUHP.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu juga ia mengungkapkan kekhawatiran terkait terjadinya diharmonisasi antara RUU PKS dengan pelaksanaan hukum di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya memang memiliki keresahan. Keresahan saya ada yang tidak terakomodir di KUHP tersebut. Nah, ketika hadirnya RUU PKS ini tidak mengakomodir kekosongan hukum yang ada di KUHP, maka saya juga tidak sepakat. Ketika adanya pengesahan undang-undang, pasti memakan banyak biaya. Kalau RUU PKS ini malah menjadi disharmonisasi pelaksanaan hukum yang ada di indonesia, maka hal tersebut sangat riskan,&rdquo; ucapnya kepada <em>Sketsa</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM, Abdul Muhammad Rachim sebagai pihak kontra juga menyebut bahwa terdapat poin-poin yang dianggap multitafsir. Bermula dari judul, pihaknya menganggap bahwa terdapat perbedaan definisi antara kekerasan dan kejahatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, pada pasal 1 ayat 1 kata &quot;menghina&quot; dianggap tidak dapat didefinisikan sebagai apa pelaksanaannya di lapangan dan sifatnya sangat subjektif. Pada kata &quot;hasrat seksual&quot;, mereka berpendapat bahwa kata ini dapat menjurus dengan hal yang mengarah kepada penyimpangan orientasi seksual.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pihak BEM KM menawarkan agar melakukan perubahan total, mulai dari judul hingga penambahan hal-hal yang dianggap dapat melindungi korban kekerasan secara utuh dan secara luas di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maka yang kami tawarkan adalah RUU P-KS harus direvisi secara total mulai dari judul, kemudian menambahkan hal-hal yang perlu untuk menjawab kekosongan hukum yang ada pada hari ini. Sehingga akan melindungi korban secara utuh dan secara luas di Indonesia,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai dilaksanakannya debat ini, Presiden BEM KM berharap bahwa forum atau wadah diskusi seperti ini dapat terus dilanjutkan. Sebab kegiatan ini dapat wadah bagi mahasiswa menyampaikan dan mempertanggungjawabkan pendapat pro dan kontra. Lalu diperkuat berdasarkan kajian yang dimiliki oleh pihak masing-masing dan tidak dengan cacian atau makian yang tidak memiliki substansi.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, dalam debat tersebut pihak BEM FISIP menganggap bahwa BEM KM memberikan pendapat atau argumen yang hanya berdasarkan asumsi. Bukan berdasarkan data dari Komnas perempuan. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Monalisa selaku Menteri Kajian Strategis dari BEM FISIP juga mengatakan, masih terdapat ketidaksesuaian substansi pada RUU PKS dalam 5 poin yang disampaikan pihak BEM KM melalui unggahan Instagram.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mau mendengar, membuka ruang diskusi. Apa sih yang membuat teman-teman BEM KM itu menolak RUU P-KS. Jadi berlandaskan kajian gitu, loh. Tetapi BEM KM ini ternyata dengan pernyataan-pernyataan yang sudah diberikan saat debat tadi tidak berlandaskan data melainkan hanya berdasarkan asumsi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, BEM KM tidak perlu menolak RUU P-KS sepenuhnya. Apabila ada pasal-pasal yang dianggap multitafsir, ia menyarankan agar membuka lebih banyak ruang untuk mendiskusikan hal tersebut. Baginya, hingga hari ini belum ada payung hukum yang komprehensif menangani kasus kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, masih belum ada tanggapan dari pihak BEM FISIP terkait apakah akan diadakan debat atau diskusi lanjutan pihak pro dan kontra.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM FISIP, Ikzan Nopardi kemudian menyampaikan harapannya kepada kedua belah pihak yang terlibat dalam debat terbuka ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, kita bisa satu persepsi mengenai hal ini. Lepaskan dulu kepentingan-kepentingan kelompok manapun. Lepaskan dulu dari kepentingan-kepentingan orang yang justru tidak berpihak tapi lihat bagaimana aspirasi dan kajian dari seluruh mahasiswa Universitas Mulawarman,&quot; tutupnya. (<strong><em>bay/zar/ash/vyl/dyn/len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Raya and The Last Dragon: Film yang Kental Akan Kultur Asia Tenggara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/raya-and-the-last-dragon-film-yang-kental-akan-kultur-asia-tenggara/baca </link>
<guid> raya-and-the-last-dragon-film-yang-kental-akan-kultur-asia-tenggara </guid>
<pubDate> Mon, 22 Mar 2021 10:59:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Raya and The Last Dragon, animasi terbaru oleh Disney. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/raya-and-the-last-dragon-film-yang-kental-akan-kultur-asia-tenggara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C64fPP9SZM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Raya and The Last Dragon: Film yang Kental Akan Kultur Asia Tenggara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Resmi dirilis pada Rabu (3/3) lalu, film animasi yang diproduksi oleh Disney yakni Raya and the Last Dragon sukses membuat penontonnya tercengang. Bukan hanya alur yang disuguhkan, tetapi karena film animasi garapan sutradara Varlos Lopez Estrada dan Don Hall ini mencuri perhatian dengan memasukan unsur-unsur budaya Asia Tenggara ke dalam film tersbut.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dengan melibatkan beberapa artis Asia seperti Nora Lum yang lebih dikenal dengan nama panggungnya Awkwafina, Sandra oh Gemma Chan, Daniel Dae, Benedict Wong dan Izaac Wang sebagai pengisi suara karakter Sisu, Virana, Namaari, Benja, Tong, serta Boun. Sedangkan Kelly Marie Tran memerankan karakter utama sebagai Raya dan Alan Tudyk sebagai Tuk Tuk.</p><p style="text-align: justify;">Berdurasi selama 107 menit, latar bermula dengan dunia fantasi bernama Kumandra. Saat itu, manusia dan naga hidup berdampngan secara harmonis. Sayangnya, keadaan seketika berubah. Suatu hari, Druun, wabah yang tercipta dari perselisihan manusia menyerang Kumandra dan mengubah semua makhluk menjadi batu dan mencerai berai mereka. Saat itu, para naga harus berjuang mengorbankan diri mereka demi menyelamatkan manusia.</p><p style="text-align: justify;">Ketika proses penyelamatan tersebut, para naga termasuk Sisu, naga terakhir yang selamat dari Druun memusatkan semua sihirnya menjadi permata dan memusnahkan para Druun. Berkat sihir naga Sisu, semua orang yang berubah menjadi batu kembali hidup, kecuali para naga. Sejak saat itu, naga Sisu menghilang dan hanya menyisakan permata sihirnya. Manusia yang takut akan kemunculan kembali Druun, saling berebut untuk memiliki permata sihir tersebut yang mengakibatkan Kumandra terpecah menjadi lima suku yaitu Taring, Hati, Cakar, Tulang dan Ekor.</p><p style="text-align: justify;">Cerita berlanjut kepada 500 tahun kemudian setelah kejadian itu. Benja (Daniel Dae), Kepala Klan Hati mengundang semua suku untuk datang ke Kumandra dan mengajak berdamai serta membangun kembali tempat yang sempat tercerai berai tersebut. Di tengah acara, Suku Taring berkhianat dan berniat mencuri permata sihir Sisu yang dijaga oleh Suku Hati.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhasil merebut permata tersebut secara utuh, perkelahian terjadi dan membuat permata tersebut terpecah belah. Masing-masing suku mengambil pecahan tersebut, namun pecahan permata justru membangkitkan kembali Druun dan mengubah semua orang menjadi batu termasuk Benja, ayah Raya.</p><p style="text-align: justify;">Satu-satunya cara yang bisa menyelamatkan negeri dari kehancuran Druun adalah bangkitnya naga terakhir yang sempat berhasil memusnahkan Druun dari negeri Kumandra. Raya, sebagai keturunan penjaga roh naga bertanggung jawab untuk membuat kondisi ini menjadi normal dan mencari jalan keluar atas kutukan itu.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya terpaksa harus membangkitkan naga terakhir dan mengumpulkan semua kepingan roh naga untuk mengalahkan Druun. Namun, kebencian antar klan menjadi tantangan baginya. Raya tidak memiliki pilihan selain mencari keberadaan naga terakhir yang mampu menyatukan dan menyelamatkan Kumandra kedua kalinya.</p><p style="text-align: justify;">Saat Raya dan Tuk Tuk bertualang mencari Sisu di berbagai sungai, akhirnya mereka berhasil menemukannya. Pertemuan Raya dan Sisu itu bukanlah akhir dari perjalanan atau kunci persatuan dan keselamatan dunia. Mereka harus melewati berbagai rintangan dan pertarungan yang mengancam. </p><p style="text-align: justify;">Lucunya, Sisu bukanlah karakter naga yang bijaksana. Justru sebaliknya, karakter riang dan lucu dimunculkan lewat candaan dan celotehnya yang mampu menetralisir ketegangan di sepanjang film berlangsung. Lebih dari itu, Sisu juga banyak mengajarkan Raya tentang pentingnya kepercayaan dalam upaya menyatukan dan menyelamatkan dunia.</p><p style="text-align: justify;">Ketika menonton film ini, ada banyak elemen yang cukup dekat dengan budaya Asia Tenggara salah satunya Indonesia. Terlihat dari beberapa properti dan ornamen yang muncul seperti senjata andalan Raya yang berupa pedang menyerupai keris. Lalu, warna kulit Raya yang sawo matang layaknya orang Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Potrait pemandangan sawah-sawah yang mirip dengan Indonesia, juga kostum para prajurit yang sekilas identik dengan kostum prajurit kerajaan Indonesia di masa kerajaan Sriwijaya atau Majapahit juga turut menghiasi visual film ini. Tak sampai di situ, ada adegan ketika Virana, Kepala Klan Taring mendongeng kepada anak-anak menggunakan boneka seperti wayang. Ada pula adegan seorang wanita tengah melakukan proses membatik kain.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya budaya Indonesia yang dimuat, topi yang dikenakan Raya mirip dengan Salakot atau tutup kepala tradisional khas Filipina. Kemudian, sahabat Raya, yang juga alat transportasinya yakni Tuk Tuk merupakan sebutan untuk becak yang adalah moda transportasi populer di kawasan Asia Tenggara.</p><p style="text-align: justify;">Dalam adegan-adegan perkelahian yang ditayangkan, nampaknya terinspirasi dari teknik bertarung silat atau seni bela diri tradisional yang umum dipraktikkan di Malaysia dan Indonesia.  Budaya Asia Tenggara juga makin ditonjolkan saat film ini memunculkan aksen-aksen seperti kain bercorak, makanan penuh warna, candi dan pemandangan alam khas negara tropis yang eksotis.</p><p style="text-align: justify;">Identitas Asia Tenggara sangat dimunculkan dalam film ini. Terbukti ketika potongan-potongan budaya itu digabungkan menjadi satu. Seolah menjunjung <em>multiculturalism</em> atau toleransi antar budaya Asia. Hal itu juga didukung lantaran Adele Lim yang merupakan penulis naskah merupakan perempuan kelahiran Petaling Jaya, Malaysia.</p><p style="text-align: justify;">Film ini sangat cocok ditonton bagi orang-orang yang menyukai film animasi dengan unsur-unsur budaya yang melekat dalam audio visual berbentuk animasi. Mengenai persoalan grafis memang sulit buat diperdebatkan. Disney selalu menjadi juaranya dalam membuat film animasi. Bagaimana, tertarik menonton film ini? <strong><em>(fzn/len)</em></strong></p><p></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dekorasi Estetik Indekosmu Agar Tak Bosan! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/dekorasi-estetik-indekosmu-agar-tak-bosan/baca </link>
<guid> dekorasi-estetik-indekosmu-agar-tak-bosan </guid>
<pubDate> Tue, 23 Mar 2021 08:38:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dekorasi kamar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/dekorasi-estetik-indekosmu-agar-tak-bosan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9O8QtKtraW.png" />
					</figure>
			                <h1>Dekorasi Estetik Indekosmu Agar Tak Bosan!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Berada di rumah tentu itu akan membuat kita jenuh. Belum lagi, kamu dihantui sesak dengan tugas dan suasana yang rasanya kian hari kian menghimpit. Apa kamu sadar, sebenarnya ada banyak cara untuk menyiasati kejenuhanmu?</span><br></p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang dapat kamu lakukan ialah mengubah dekorasi untuk indekos atau kamar di rumahmu. Mengubah beberapa ornamen baru di kamar kamu, akan membuat pandangan ruanganmu terlihat baru dan fresh, loh! Utamanya bagi kamu penyuka keindahan. Berikut Sketsa berikan tips dan trik dekorasi kamar yang elegan agar terlihat estetik!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Ubah Tata Ruang</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengubah tata letak kasur, lemari, meja akan membuat kamar kamu terlihat luas dan memiliki penampilan baru. Kamu bisa meletakkan kasurmu berdekatan dengan jendela misalnya, hal itu akan membuat sentuhan baru dan membuat mu mudah melihat keluar jendela ketika sedang berbaring. Mengurangi barang-barang yang tidak berguna dari kamar juga akan menambahkan ruang untuk mengekspresikan diri. Ingat, barang menumpuk hanya akan membuatmu mudah stres.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Mengecat Kamar</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengubah warna cat kamar ke warna yang lebih terang cenderung lembut, akan membuat kamu merasa lega ketika di kamar. Cat dengan warna pastel atau <em>water color</em> seperti biru muda, <em>peach</em>, <em>cream</em> atau cokelat akan membuat kamarmu tidak terlalu <em>over view</em> dan enak untuk dipandang. Kamu juga bisa mengombinasikan beberapa warna untuk menambahkan aksen <em>cool</em> atau bisa melukisnya dengan mural yang elegan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Poster</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika enggan untuk mengecat kamar, kamu bisa menggunakan poster untuk menutupi dinding kamar kamu. Menempelkan poster pada salah satu dinding kamar akan membuat kamarmu menjadi spot foto, ditambah hal itu akan membuat kamarmu lebih bewarna. Kamu bisa mencetaknya sendiri atau memesan secara daring, serta percetakan terdekat dengan gambar atau desain yang kamu sukai. Upayakan poster yang kamu gunakan tak terlalu ramai, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Lampu</strong></p><p style="text-align: justify;">Coba dekorasi kamarmu dengan beragam lampu-lampu yang menarik. Misalnya, lampu <em>track lamps</em> yang bisa kamu gunakan untuk menyoroti dinding kamarmu yang gelap dan menambah kesan tegas pada dinding kamar. Menggunakan lampu LED <em>Strip</em> yang berwarna juga akan membuat kamarmu terlihat <em>aesthetic</em>, kamu bisa mengubah warnanya tergantung <em>mood</em>. Ini juga akan mengubah konsep kamarmu yang awalnya monoton dengan lampu berwarna putih menjadi konsep industrial dengan lampu yang beragam.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Cermin</strong></p><p style="text-align: justify;">Memberi ornamen-ornamen kaca atau meletakkan cermin dengan <em>shape</em> yang unik akan membuat kamar mu terlihat luas, karena cermin mampu memberikan trik visual yang unik. Gunakan kaca-kaca heksagonal untuk membuat kamarmu memberikan pandangan baru yang tajam. Jika kamu tidak bisa membelinya di toko kebutuhan rumah, kamu bisa menemukan kaca-kaca itu diberbagai tempat, di <em>market place online</em> misalnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Furnitur</strong></p><p style="text-align: justify;">Menganti furnitur lama dengan yang baru akan mengubah konsep kamarmu yang monoton. Coba dengan furnitur minimalis dan berwarna <em>soft</em>. Misalnya, rak buku yang berwarna coklat seperti kayu, aksen kayu akan mengubah kamarmu memiliki kesan yang lebih alami. Menambahkan ornamen-ornamen kecil seperti <em>terrarium</em> di atas furnitur yang kamu miliki juga patut dicoba.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa tips dan trik mendekorasi kamar agar mengubah konsep kamarmu yang lama menjadi terkesan baru dan estetik. Kamu juga bisa mencoba cara lain dengan gaya atau selera yang kamu miliki. Misalnya, dengan memberikan aksen-aksen futuristik yang kontras juga layak dicoba. (<strong>fzn/rst</strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Lagu Mood Booster </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-lagu-mood-booster/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-lagu-mood-booster </guid>
<pubDate> Wed, 24 Mar 2021 10:57:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isi hari-harimu yang melelahkan dengan lagu-lagu berikut! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-lagu-mood-booster/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Fxi3f8c6gw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Lagu Mood Booster</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tekanan dan tuntutan, baik dalam perkuliahan dan pekerjaan terkadang membuat diri kita jenuh. Ada kalanya rasa bosan dan lelah datang karena penatnya aktivitas. Namun, kamu tahu tidak? Sebenarnya, musik mampu masuk ke dalam pikiran manusia dan mengurangi beban tersebut? Nah, karena musik bisa menjadi alternatif tersebut. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum sederet lagu yang bisa meningkatkan mood-mu!&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Happiest Years (Jaymes Young)</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu dengan gaya musik <em>mellow</em> ini dibawakan oleh Jaymes Young. Bercerita tentang seseorang yang menyesal karena telah salah mengambil keputusan dalam hal percintaan. Ia menyesal sebab meninggalkan kekasih yang sebenarnya ia cintai. Ketika mendengarkan lagu ini untuk pertama kalinya, kamu akan tercengang lantaran liriknya yang sangat dalam.</p><p style="text-align: justify;"><strong>I Love You (Billie Eilish)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>I Love You&nbsp;</em>memiliki arah musik yang elegan dengan ciri khas suara yang unik. Berkisah mengenai kisah percintaan sepasang kekasih yang sedang memperjuangkan suatu hubungan rumit yang sulit dirangkai dengan baik. Meskipun begitu, salah satu pemeran dalam hubungan itu sangat mencintai pasangannya. Dari lirik yang disuguhkan, kamu akan merasakan <em>feel</em> yang benar-benar rumit. Namun, dengan dominasi lirik &ldquo;<em>I Love You</em>&rdquo; itu terselip harapan dan semangat untuk merangkai cinta.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Arcade (Duncan Laurance)</strong></p><p style="text-align: justify;">Hal unik dalam lagu ini ialah ceritanya, yakni kehidupan sang penyanyi sendiri. Melukiskan perasaan rindu akan cinta dan kehilangan seorang yang amat dicintainya. Menariknya, lagu ini dikemas minimalis namun tetap terdengar modern. Pendengar akan merasakan <em>vibes</em> sang penyanyi yang membawakannya dengan teknik <em>falseto</em> disertai iringan piano.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Get You The Moon (Kina, Snow)</strong></p><p style="text-align: justify;">Menceritakan tentang kisah cinta <em>anonymous</em> yang begitu mencintai sesorang. Namun, proyeksi &lsquo;seseorang&rsquo; dalam lagu ini bisa berarti siapa saja termasuk sahabat, pacar maupun orang tua. Ketika mendengarkannya, kamu seolah-olah diberikan harapan bahwa masih ada orang yang mencintai dan menyayangimu. Coba deh, tambahkan lagu ini di-<em>playlist</em> kamu dan dengarkan sesekali.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Drivers License (Olivia Rodrigo)</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini bermakna tentang perasaan seorang wanita yang patah hati kepada laki-laki yang disukainya. Kisah di balik lagunya saja sudah membuat kita tertarik untuk mendengarkannya. Tak heran jika banyak pengguna aplikasi TikTok yang menjadikan <em>Drivers License</em> sebagai <em>backsound</em> video mereka. Dengan ciri khas suara Olivia yang lembut, lagu ini nyaman didengarkan dan memembuat pikiran kita terasa tenang.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa lagu yang bisa kamu coba untuk dengarkan saat merasa dipenuhi dengan beban pikiran. Perlu <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">kamu perhatikan, musik tidak bisa sepenuhnya menghilangkan beban-beban tersebut. Cobalah imbangi dengan kegiatan-kegiatan seru yang bermanfaat dan dapat membuat senang. Selamat mendengarkan! <strong><em>(fzn/len)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Beragam Olahraga dengan Anime Bertema Sports </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/mengenal-beragam-olahraga-dengan-anime-bertema-sports/baca </link>
<guid> mengenal-beragam-olahraga-dengan-anime-bertema-sports </guid>
<pubDate> Thu, 25 Mar 2021 07:47:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi anime dengan genre sports. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/mengenal-beragam-olahraga-dengan-anime-bertema-sports/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qkx477yQmZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Beragam Olahraga dengan Anime Bertema Sports</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Eksistensi <em>anime</em> atau animasi asal produksi Jepang sudah tak bisa ditampik kepopulerannya di Indonesia. Dengan berbagai genre, <em>anime</em> menawarkan grafik dan cerita yang ciamik. Salah satu jenis genre yang populer adalah s<em>ports</em> atau olahraga. Beberapa di antaranya terkenal karena berhasil mempopulerkan jenis olahraga terkait, sampai dengan plot yang apik dan menarik untuk disaksikan. Berikut <em>Sketsa</em> berikan rekomendasinya untukmu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Slam &nbsp;Dunk &ndash; 1993</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa yang tak kenal dengan <em>anime</em> legendaris yang satu ini? Diangkat dari manga laris karya Takehiko Inoue, <em>Slam &nbsp;Dunk</em> berkisah mengenai Hanamichi Sakuragi, seorang berandalan sekolah yang sering ditolak perempuan. Suatu hari, gadis bernama Akagi Haruko menganjurkannya untuk bergabung dengan tim basket SMA-nya, Shohoku. Di sinilah kisah Hanamichi dengan basket dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Memiliki 101 episode, serial ini memiliki popularitas yang tinggi. Inoue selaku <em>mangaka</em> mendapatkan penghargaan khusus dari Asosiasi Bola Basket Jepang pada 2010 atas partisipasinya mempopulerkan basket di Jepang. <em>Slam Dunk</em> juga didukung visual yang keren, penokohan yang baik dan humor yang segar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Big &nbsp;Windup! &ndash; 2007</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Anime</em> yang satu ini mengangkat tema <em>baseball</em> sebagai topiknya. Bercerita tentang Ren Mihashi, seorang mantan <em>ace pitcher</em> di SMP-nya. Ia dibenci oleh rekan-rekannya sebab ia diduga mendapatkan posisi tersebut karena kakeknya adalah pemilik sekolah. Timnya pun sering kalah dan ia lulus dengan kepercayaan diri yang amat rendah. Mihashi lalu masuk SMA Nishiura, di mana tidak ada satupun koneksi kakeknya di sana.</p><p style="text-align: justify;">Ia berencana untuk tidak melanjutkan <em>baseball</em>, namun berakhir masuk dalam tim <em>baseball</em> karena pelatih Tim Nishiura menyeretnya. Bersama Nishiura, Mihashi tumbuh menjadi seseorang yang lebih percaya diri dan penuh <em>skill</em>. Serial ini terdiri dari 38 episode dengan dua musim. <em>Manga</em>-nya sendiri memenangkan penghargaan bergengsi Tezuka Osamu Cultural Prize untuk <em>Best Creative Work</em> di 2006.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Haikyu!! &nbsp;&ndash; 2014</strong></p><p style="text-align: justify;">Dari <em>manga</em> berjudul sama karya Haruichi Furudate, <em>Haikyu!!</em> merupakan <em>anime</em> dengan voli sebagai fokusnya. Menceritakan tentang Hinata Shoyo, seorang siswa SMA yang sangat tertarik dengan voli setelah menyaksikan SMA Karasuno memenangkan pertandingan menuju kejuaraan nasional di TV sebuah toko elektronik. Ia terinspirasi dengan seorang pemain yang dijuluki <em>Little Giant</em> (Raksasa Kecil), <em>spiker&nbsp;</em>yang bertubuh pendek namun berbakat.</p><p style="text-align: justify;">Petualangan Hinata dalam seluk beluk voli dimulai dengan kelelahan dan sedih yang luar biasa. Namun, dirinya yang tak pantang mundur terus maju hingga ia masuk ke dalam tim inti Karasuno dan berkembang sebagai pemain yang hebat dan unik. Dengan 85 episode yang masih tayang hingga sekarang, <em>Haikyu!!</em> mendapatkan respons yang positif dan populer. Visualnya pun tak kalah baik, dengan menyelipkan humor yang unik sebagai pendukung yang kuat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Chihayafuru &nbsp;&ndash; 2011</strong></p><p style="text-align: justify;">Sedikit berbeda dari jenis olahraga sebelumnya, <em>Chihayafuru</em> merupakan serial yang mengangkat permainan tradisional Jepang bernama karuta. Permainan ini dilakukan dalam kompetisi sehingga bisa juga disebut sebagai <em>kyogi karuta</em> (karuta kompetitif). Cerita berfokus pada Ayase Chihaya, seorang gadis yang selalu dibayang-bayangi oleh karir kakaknya.</p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian menemukan sesuatu yang menarik setelah bertemu dengan Wataya Arata, seorang pemain karuta yang berbakat. Meskipun berteman, mereka harus terpisah dan berjanji akan menjadi pemain yang hebat. Di SMA, Ayase bersama teman masa kecilnya, Mashima Taichi membentuk klub Karuta Mizusawa dan dimulailah perjalanan mereka dalam mengejar titel pemain karuta terbaik.</p><p style="text-align: justify;">Karuta sendiri dimainkan dengan menggunakan satu set kartu <em>yomifuda</em> (kartu yang dibaca) dan <em>torifuda</em> (kartu yang diambil). Isi dalam <em>yomifuda</em> adalah lantunan puisi bernama <em>Hyakunin &nbsp;Ishhu</em>, koleksi 100 puisi pendek khas Jepang. Dalam <em>kyogi karuta</em>, para pemain tidak hanya harus menghafal lantunan puisi, namun juga melatih daya ingat, pendengaran, konsentrasi dan menjaga stamina selama pertandingan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Captain &nbsp;Tsubasa &ndash; 1983&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Setidak-tidaknya, serial yang satu ini pernah menemani masa kecil kalian. Pastinya, lirik lagu, &ldquo;Lari, lari, lari, terbang dan berlari,&rdquo; masih kalian ingat sebagai <em>soundtrack</em> pembukanya. Serial yang membawa sepak bola sebagai fokusnya ini merupakan salah satu anime favorit di Indonesia pada masanya. Membawa kisah mengenai Tsubasa Ozora, seorang anak yang menyukai permainan sepak bola dan bermimpi ingin memenangkan FIFA World Cup untuk Jepang.</p><p style="text-align: justify;">Serial ini fokus pada pengembangan diri yang terjadi pada Tsubasa selama berlatih sepak bola, hubungan dengan rekan-rekannya, bertemu dengan rival dan kompetisi yang ia hadapi. Kita juga akan melihat bagaimana <em>skill&nbsp;</em>yang dimilikinya bertambah seiring ia tumbuh dewasa. Meski memiliki 128 episode, kamu tidak akan bosan menontonnya! Di Indonesia, Captain Tsubasa pernah tayang di RCTI, TV7, Global TV dan NET.</p><p style="text-align: justify;">Itulah lima rekomendasi <em>Sketsa</em> untuk serial <em>anime</em> dengan tema olahraga. Selain mendapatkan pengetahuan yang lebih seputar olahraga, kita juga dapat menikmatinya sebagai hiburan saat memiliki waktu senggang. Jangan lupa untuk menontonnnya di kanal yang resmi, ya. Selamat menyaksikan! <strong><em>(len</em></strong><strong><em>/fzn</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Batal Terlaksana, Tiga Hima Prodi Isi Struktur BEM FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-batal-terlaksana-tiga-hima-prodi-isi-struktur-bem-fib/baca </link>
<guid> pemira-batal-terlaksana-tiga-hima-prodi-isi-struktur-bem-fib </guid>
<pubDate> Thu, 25 Mar 2021 11:37:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Batalnya pesta demokrasi FIB Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-batal-terlaksana-tiga-hima-prodi-isi-struktur-bem-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sP7O6vh9uX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Batal Terlaksana, Tiga Hima Prodi Isi Struktur BEM FIB</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Lama tak terdengar, pesta demokrasi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul akhirnya dihentikan setelah melalui perpanjangan pendaftaran. Dilansir dari Instagram <em>@dpmfibunmul</em>, tahapan Pemira FIB dimulai dari sosialisasi dan pendaftaran pasangan calon pada 16 Februari-13 Maret hingga Kongres FIB Unmul yang dilaksanakan pada Sabtu (20/3) lalu. Hasilnya, Pemira dibatalkan dan struktur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB akan diisi oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) ketiga program studi yakni Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Etnomusikologi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Mengenai hal ini, <em>Sketsa</em> menghubungi Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB periode 2021, Shafa T. Nahlan untuk mengonfirmasi hasil kongres tersebut. Ia menuturkan jika pembatalan ini dilakukan karena nihilnya pendaftar. Nahlan menyebut, Badan Penyelenggara Pemira Raya (BPPR) memperpanjang masa pendaftaran setelah mengadakan konsolidasi dengan lembaga yang ada di FIB, dengan harapan adanya mahasiswa yang tergerak mencalonkan diri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kira ini yang paling ideal karena sudah diputuskan secara mufakat di forum. Memaksa untuk melanjutkan Pemira pun hanya membuang-buang waktu karena Hima-hima tidak menyiapkan paslon sejak awal, dan birokrat secepatnya akan mengetahui hasil keputusan keluarga mahasiswa FIB ini,&rdquo; tuturnya, Rabu (24/2).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia menjelaskan jika DPM sendiri telah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada Hima. &ldquo;Memang sempat ada bakal paslon dari salah satu Hima dan BEM. Tapi akhirnya, mereka mengurungkan karena tidak memenuhi persyaratan administrasi. Pertimbangan Ketua DPM (yang lalu) mengundur Pemira dan kongres sampai bulan ini juga salah satunya karena itu,&rdquo; papar Nahlan.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai unggahan hasil amandemen Pedoman Kerja BEM FIB, struktur BEM dalam periode ini dibentuk sebagai formalitas SK. Di mana dalam kerja-kerja BEM, kedudukan tiga hima prodi sejajar dalam perjalanannya. Karena itu, ia berharap agar mahasiswa FIB dapat berbesar hati menerima dan menyokong perubahan kondisi BEM FIB tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depannya, kami selaku DPM juga akan bekerja lebih ekstra untuk melakukan pengawasan, sembari menekankan lembaga dalam KM FIB supaya mampu membentuk kader-kader yang dapat disiapkan untuk regenerasi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Keputusan ini tentunya mengundang beragam tanggapan dari mahasiswa, terutama karena pelaksanaan Pemira merupakan ruang demokrasi bersama bagi warga kampus FIB. Ihsanul Amiin, mahasiswa Sastra Inggris 2017 ini menyampaikan pendapatnya. Baginya, keadaan ini pastinya dipengaruhi oleh pandemi dan partisipasi mahasiswa yang memang pasif. Namun, ini tidak terlepas dari lemahnya penjagaan kader oleh organisasi yang ada di FIB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah ini juga membuat sulit ruang demokrasi yang ingin dibuka oleh pihak panitia Pemira. Karena memang bisa dibilang kondisi di FIB ini lebih banyak mahasiswa yang pasif daripada mahasiswa yang aktif. Makanya ketika ada pembukaan <em>Open Recruitment</em> Pemira, partisipasinya berkurang,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (25/3).</p><p style="text-align: justify;">Ihsan menambahkan, peranan BEM FIB begitu penting, sebab mereka merupakan wadah pengembangan kader agar termotivasi untuk maju dalam Pemira. Perlu adanya sosok-sosok pemimpin yang bisa merangkul mahasiswa. Selain itu, sosialisasi yang diadakan oleh DPM FIB menurutnya kurang maksimal karena bersifat daring dan dilakukan saat pandemi. Lantas, terkait keputusan yang diambil mengenai pengambilalihan struktur BEM oleh Hima dinilai kurang tepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya, DPM FIB yang mengambil alih ranah kerja dari BEM FIB. Kalau melihat <em>impact</em>-nya ke depan, akan sangat sulit untuk teman-teman Hima dalam mengelola BEM FIB. Di satu sisi, teman-teman Hima juga kekurangan kader-kadernya tetapi di sisi lain harus mempersiapkan kader-kader selanjutnya pada kepengurusan BEM FIB,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak jauh berbeda dari Ihsan, Khittah Muslimah, mahasiswi Sastra Indonesia 2020 ini mengungkapkan jika keputusan pembatalan Pemira secara tidak langsung menutup pengembangan kemampuan mahasiswa dalam berorganisasi di lingkungan kampus. Tetapi ia optimis jika hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pembatalan Pemira FIB ini cukup disayangkan bagi saya sendiri dan tentunya teman-teman yang ingin melakukan pengembangan diri. Namun, kita tidak bisa serta merta memblokade satu pihak keputusan tersebut. Karena pastinya memiliki alasan yang jelas akan hal itu. Saya juga yakin, ke depannya kejadian ini tidak akan terjadi kembali di lingkungan kampus Ilmu Budaya,&rdquo; jawab Khittah, Kamis (25/3).</p><p style="text-align: justify;">Andi Rina Andriana, mahasiswa Sastra Indonesia 2019 juga memberikan tanggapannya. Dari dirinya sendiri, keputusan ini dinilai telah tepat karena sudah melalui hasil kesepakatan bersama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengingat kongres ini kan sifatnya terbuka. Jadi apapun yang diputuskan di kongres adalah kesepakatan bersama. Sehingga sejauh dilaksanakannya kongres, saran yang terbaik adalah keputusan yang sudah diambil saat ini,&rdquo; pungkasnya, Kamis (25/3). <em><span style="background-color: transparent;">(</span><strong style="background-color: transparent;">len/rst</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em>)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usung “Unity in Biodiversity”, Earth Hour 2021 Respons Perubahan Iklim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/usung-unity-in-biodiversity-earth-hour-2021-respons-perubahan-iklim/baca </link>
<guid> usung-unity-in-biodiversity-earth-hour-2021-respons-perubahan-iklim </guid>
<pubDate> Sat, 27 Mar 2021 11:53:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Earth hour </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/usung-unity-in-biodiversity-earth-hour-2021-respons-perubahan-iklim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4BvQcAWbSj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usung “Unity in Biodiversity”, Earth Hour 2021 Respons Perubahan Iklim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Setelah istilah dan gerakan pertamanya populer di 2007, <em>Earth Hour</em> terus digalakkan. Menjadi peringatan tahunan agar penduduk dunia peka terhadap isu lingkungan, terkhusus perubahan iklim.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilaksanakan pada Sabtu, 27 Maret 2021 tepat pada pukul 20.30 - 21.30 waktu setempat, momen ini dijadikan ajang untuk hening sejenak bagi masyarakat. Tahun ini juga merupakan kali kedua <em>Earth Hour</em> harus digelar virtual. Dalam balutan &ldquo;<em>Unity in Biodiversity</em>&rdquo;, peringatan Earth Hour gencar dikampanyekan sejak beberapa minggu lalu.</p><p style="text-align: justify;">Melalui slogan kampanye <em>Unity in Biodiversity</em> itu, pesan untuk perubahan gaya hidup berkelanjutan disematkan. Setidaknya 32 kota di Indonesia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini secara daring.</p><p style="text-align: justify;"><em>Earth Hour</em> sendiri adalah sebuah kegiatan global yang digawangi <em>World Wide Fund for Nature&nbsp;</em>(WWF), yang tak pernah absen tiap tahunnya. Kegiatan itu dilakukan dalam bentuk pemadaman lampu selama satu jam, sebagai usaha meningkatkan kesadaran akan perlunya langkah serius menghadapi perubahan iklim. Sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat dan pemimpin dunia merespons perubahan iklim.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengusung tema &ldquo;Jeritan Alam, Panggilan Pemuda&rdquo;, Kota Samarinda menjadi salah satu daerah yang turut berpartisipasi dalam gerakan ini. Muhammad Ikram Faishal selaku Koordinator <em>Earth Hour</em> Samarinda menuturkan, sejauh ini persiapan berjalan dengan baik dan lancar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Alhamdulillah untuk persiapan <em>switch off</em> tahun ini berjalan lancar, tapi kita belum tau untuk pelaksanaannya, yang jelas saat ini kita sedang meminimalisir kesalahan teknis yg sewaktu-waktu bisa terjadi. Kesalahan teknis itu pasti terjadi, kita hanya mencoba untuk meminimalisir,&quot; ungkapnya Sabtu (27/3).</p><p style="text-align: justify;">Faishal juga menuang harapan dari kegiatan yang digelar rutin ini. Ia mengungkap bahwa gerakan ini dapat membawa satu kebiasaan baru bagi seluruh lapisan masyarakat terkhususnya Samarinda, untuk melakukan kebiasaan menghemat energi di skala rumahan dan berlanjut pada skala yang lebih besar. Hingga akhirnya menjadi budaya yang melekat di masyarakat Kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Meski daring, momen <em>Earth Hour</em> akan dilaksanakan secara virtual selama satu jam di kanal media sosial <em>Earth Hour</em> Indonesia. Tak perlu bersedih, kamu tetap dapat terhubung dengan masyarakat di berbagai belahan Bumi yang berbeda, loh. Yuk, jangan lupa untuk mematikan lampu dan menghemat energi! (<strong><em>auf/rst/fzn</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Outdoor Learning Space, Inovasi Pembangunan Unmul di tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/outdoor-learning-space-inovasi-pembangunan-unmul-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> outdoor-learning-space-inovasi-pembangunan-unmul-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Sun, 28 Mar 2021 07:17:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Outdoor Learning Space, ruang terbuka hijau untuk civitas academica. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/outdoor-learning-space-inovasi-pembangunan-unmul-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WAkg90Cvh4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Outdoor Learning Space, Inovasi Pembangunan Unmul di tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Unmul terus melanjutkan proyek pembangunan kala pandemi berlangsung. Setelah membangun dan memperbaiki beberapa gedung perkuliahan, Unmul juga membangun <em>Outdoor Learning Space</em> (OLS). OLS sendiri memiliki konsep ruang terbuka hijau yang dibangun di dua tempat, yaitu di depan gerbang Unmul pada Jalan M.Yamin serta di depan Fakultas Farmasi (FF) juga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). OLS yang terletak di depan gerbang Unmul disebut OLS 1 dan OLS 2 adalah yang berada di depan Fakultas Farmasi dan FKIP.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Latar belakang dibangunnya OLS ini tak lain untuk meningkatkan kenyamaan mahasiswa ketika sedang belajar atau berkegiatan di luar ruangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelumnya, belum ada tempat-tempat duduk. Masih berupa tanah dan rumput-rumput saja. Jadi kita buat bagaimana caranya supaya mahasiswa bisa nyaman bila duduk-duduk di ruang terbuka. Sehingga dibuatlah <em>Outdoor Learning Space</em> ini,&rdquo; ungkap Reza selaku staff Humas Unmul kepada <em>Sketsa</em>, Minggu (21/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ruang terbuka ini sendiri juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni, seperti teater atau pementasan seni lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di situ ada lingkaran kecil, bisa dijadikan tempat pentas. Bisa juga digunakan untuk acara-acara seni. Di OLS 1 tampilannya seperti tempat pentas, ada tempat duduk bertingkat lalu ada bundaran kecil di depan yang bisa dijadikan tempat belajar, tempat seni juga bisa,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembangunan ini memakan waktu 2 tahun. Reza menjelaskan, proses dimulai pada 2018 dengan tahap <em>groundbreaking</em>. Dilanjutkan pada 2019 untuk tahap pengerjaan dan berakhir di Desember 2020 sebagai penyelesaiannya. Ini sesuai dengan kontrak pengerjaan OLS, yang menyatakan bahwa semua pembangunan harus berakhir pada Desember 2020.</p><p style="text-align: justify;">Untuk sekarang, pembangunan telah selesai 100 persen dan masuk pada tahap <em>maintenance</em>. Hal tersebut dilakukan untuk memantau, apakah ada hal-hal yang kurang berfungsi dengan benar dari OLS ini.</p><p style="text-align: justify;">Pembangunan ini memiliki beberapa kendala, terlebih karena dilakukan saat pandemi seperti. Terutama adalah para pekerja, khususnya pada bulan puasa lalu. Banyak pekerja yang memilih pulang kampung dan tidak kembali lagi untuk bekerja, sehingga pengerjaan tertunda untuk beberapa saat.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat beberapa fasilitas pada OLS, salah satunya adalah keran air yang bisa diminum langsung. Ia mengatakan, sumber airnya berasal dari <em>Water Treatment Plant</em> Unmul yang dibangun di samping Fakultas Pertanian (Faperta). Pengolahan airnya juga menggunakan teknologi terkini, sehingga aman untuk dikonsumsi dan cukup untuk memenuhi kebutuhan air baik di OLS 1 maupun OLS 2.</p><p style="text-align: justify;">Reza menambahkan, ke depannya selain <em>jogging track</em> yang sudah dibangun di sekitar OLS akan dibangun pula tempat untuk berjualan dan makan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin ke depannya disitu akan ada tempat-tempat makan dan orang-orang berjualan yang diatur serapi mungkin agar mahasiswa nyaman sambil belajar sambil makan,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(wuu/rid/hmm/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fragmen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/fragmen/baca </link>
<guid> fragmen </guid>
<pubDate> Sun, 28 Mar 2021 07:44:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fragmen </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/fragmen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vP5jtfb2Mw.png" />
					</figure>
			                <h1>Fragmen</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Renungmu bersembunyi di balik dinding</span><br></p><p>Namun ia merayap mengantarkan bisik</p><p>Apa yang kau sesali,</p><p>adalah ragu tak kenal sudah</p><p><br></p><p>Foto kau kumpulkan bersama bingkai,</p><p>tersusun rapi dari jahit-jahit kerajinan tangan</p><p>Kau piawai mengandalkan diam</p><p>Bertutur simbol yang tak renggang makna</p><p><br></p><p>Di hari kematian,</p><p>kau kalungkan segala doa</p><p>Dan merajutnya menjadi pelipur lara</p><p>Ritus yang tak pernah tergores dalam tinta sejarah</p><p><br></p><p>Kau petikan demi petikan kesakitan</p><p>Serapah kau sematkan jadi catatan kaki</p><p>Kadang jadi kidung,</p><p>yang kau gelontorkan diam-diam</p><p><br></p><p>Tapi dinding, merekammu</p><p>Bingkai memuat kisah, satu demi satu</p><p>Mosaik indah yang kau sebut waktu</p><p>Telah gugur diserbu rindu</p><p>Kini kau pecahan; sepersekian dari utuh</p><p><strong><em>Ditulis oleh Restu</em></strong><em><strong>&nbsp;Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2018.</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Luncurkan Fitur Terbaru, Telegram Dianggap Tiru Clubhouse </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/luncurkan-fitur-terbaru-telegram-dianggap-tiru-clubhouse/baca </link>
<guid> luncurkan-fitur-terbaru-telegram-dianggap-tiru-clubhouse </guid>
<pubDate> Sun, 28 Mar 2021 10:04:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fitur terbaru Telegram. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/luncurkan-fitur-terbaru-telegram-dianggap-tiru-clubhouse/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2OfIYD8wsI.png" />
					</figure>
			                <h1>Luncurkan Fitur Terbaru, Telegram Dianggap Tiru Clubhouse</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Belum lama ini, aplikasi pesan Telegram memamerkan fitur barunya berupa obrolan suara untuk memeriahkan suasana percakapan platform tersebut. Meski telah diluncurkan secara resmi pada Desember 2020 silam, namun penggunanya baru bisa mengaksesnya pada 19 Maret 2021 lalu di channel dan group Telegram.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Digelari Voice Chat 2.0, fitur ini memiliki keunggulan untuk memungkinkan penggunanya melakukan obrolan suara di dalam sebuah <em>channel group</em> tanpa batasan peserta. Rupanya fitur ini digadang-gadang mirip dengan aplikasi Clubhouse yang juga mengandalkan suara sebagai wadah obrolan.</p><p style="text-align: justify;">Simak, <a href="https://www.sketsaunmul.co/teknologi/clubhouse-aplikasi-hit-berbasis-audio-asal-amerika/baca">https://www.sketsaunmul.co/teknologi/clubhouse-aplikasi-hit-berbasis-audio-asal-amerika/baca</a></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman resmi <em>Telegram.org</em>, pada pembaruan ini juga telah dilengkapi fitur rekam obrolan dan sistem daftar peserta yang sudah lebih baik. Fitur baru seperti angkat tangan, tautan undangan khusus bagi pembicara dan pendengar, juga judul obrolan suara dan tampilan khusus bagi tokoh terkenal untuk bergabung ke obrolan suara sebagai <em>channel</em> sudah tersedia. Yuk, kenali fungsi dari fitur-fitur tersebut!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Obrolan Suara Tanpa Batas</strong></p><p style="text-align: justify;">Layaknya radio, admin <em>channel</em> dan grup publik kini dapat mengadakan obrolan suara untuk jutaan pendengar secara langsung. Siapa pun dapat mendengar siaran di <em>channel</em> yang kamu buat. Untuk memulai obrolan caranya sangat mudah, cukup dengan membuka profil grup atau <em>channel</em> di mana kamu sebagai admin, lalu ketuk tanda (⋮) atau (⋯), kemudian pilih bagian Mulai Obrolan Suara. Dengan melakukan langkah-langkah itu kamu sudah bisa mengakses fitur tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rekam Obrolan</strong></p><p style="text-align: justify;">Sering melawatkan momen saat melakukan obrolan? Tak perlu khawatir, dalam fitur terbarunya, kini obrolan seru yang ingin kamu abadikan dapat dilakukan oleh Telegram. Sekarang, admin dapat merekam audio di obrolan suara untuk menyimpan momen penting yang ingin diabadikan, kemudian membagikannya ke peserta yang belum sempat mendengarkan percakapan suara tersebut secara langsung. Setelah kamu selesai merekam, audio tersebut akan langsung tersedia di bagian Pesan Tersimpan. Demi kenyamanan, pihak Telegram menandai obrolan yang sedang direkam dengan tanda titik merah tepat di sebelah judul obrolan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Angkat Tangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Peserta yang sedang disenyapkan dalam obrolan, bisa menggunakan fitur angkat tangan dengan mengetuk tombol angkat tangan untuk memberi tahu admin bahwa mereka hendak berbicara. Kemudian, akan muncul animasinya angkat tangan yang lucu dan menggemaskan. Dalam fitur ini, bio kamu akan masuk dalam <em>list</em> bersama peserta lain. Jadi jangan lupa untuk memasang informasi menarik seputar kepribadian mu. Hal ini akan membantu admin untuk memilih peserta saat sesi tanya jawab atau berkomentar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tautan untuk Pembicara dan Peserta</strong></p><p style="text-align: justify;">Kini tautan undangan langsung untuk obrolan dapat dilakukan oleh admin. Selain itu, dapat dibuat secara terpisah untuk undangan pembicara dan undangan pendengar umum. Jadi, kamu tidak perlu mengaktifkan pengeras suara pembicara ketika mereka bergabung. Tautan undangan juga dapat digunakan untuk mempromosikan obrolan suara ke berbagai komunitas lainnya untuk bergabung. Judul khusus pada fitur ini sangat bermanfaat digunakan pada obrolan suara agar peserta dapat mengetahui topik pembicaraan sebelum bergabung.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bergabung Sebagai Alias</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika masuk ke obrolan suara di <em>channel</em>, pendengar dapat bergabung dengan akun pribadi atau memilih tampilan channel sebagai &lsquo;alias&rsquo;. Fitur ini sangat bermanfaat bagi tokoh penting atau <em>public figur</em> yang terkenal untuk menghindari terlalu banyak perhatian pada akun pribadi mereka. Sehingga mereka tidak akan mengalami kebanjiran pesan oleh penggemar mereka pada akun pribadi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Beberapa Fitur Lainnya</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu tidak sengaja meneruskan pesan ke grup yang tidak seharusnya, kamu bisa tekan tombol (X) sebelum mengirimkan untuk membatalkan terusan atau memilih obrolan lain. Selain itu, kamu juga bisa melanjutkan memutar kembali audio dari bagian terakhir yang kamu dengarkan saat memutar pesan suara yang panjang.</p><p style="text-align: justify;">Pengguna Android juga dapat mencoba fitur gestur dengan memilih tindakan sesuai gestur pada geser kiri dari daftar obrolan. Akan muncul menu untuk mengarsipkan obrolan, menyematkan, hapus obrolan, membuat senyap atau menandai sudah dibaca. Untuk iOS semua gestur sudah tersedia, tergantung arah geser pengguna.</p><p style="text-align: justify;">Dalam balutan fitur-fitur tersebut, Telegram nampaknya telah melakukan persiapan panjang dalam pembaharuan ini. Terlihat dengan penambahan <em>tools-tools</em> sederhana yang kadang tak ditemukan dalam aplikasi lainnya. Bagaimana, tertarik untuk menggunakan fitur ini? Yuk, segera perbarui Telegrammu dan coba fitur barunya! (<strong><em>khn</em></strong><strong><em>/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Butuh Motivasi? Simak Rekomendasi Film Biografi Berikut Ini! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/butuh-motivasi-simak-rekomendasi-film-biografi-berikut-ini/baca </link>
<guid> butuh-motivasi-simak-rekomendasi-film-biografi-berikut-ini </guid>
<pubDate> Mon, 29 Mar 2021 11:34:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi film-film biografi yang menginspirasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/butuh-motivasi-simak-rekomendasi-film-biografi-berikut-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yj0Y86qbXm.png" />
					</figure>
			                <h1>Butuh Motivasi? Simak Rekomendasi Film Biografi Berikut Ini!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Berkegiatan dari rumah memang bukan hal yang menyenangkan saat pandemi seperti ini. Rasa bosan dan frustrasi dapat menyerang pada waktu yang tak terduga. Ini diakibatkan oleh kegiatan yang monoton. Meski dapat mengisi kejenuhan tersebut dengan kegiatan menghibur, perasaan ini tetap membuat kita merasa terperangkap dengan situasi dan pikiran menjadi semakin berat.</p><p style="text-align: justify;">Namun, apakah kamu sudah mencoba menonton film sebagai alternatifnya? Cobalah mencari film berjenis biografi dengan kisah-kisah inspiratif! Selain membuatmu terpacu untuk menjalani hidup yang lebih baik, ini juga akan memberikan pengalaman menarik dari karakter yang biasanya diangkat dari kisah nyata. Berikut <em>Sketsa</em> berikan rekomendasi film biografi untukmu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>127 Hours (2010)</strong></p><p style="text-align: justify;">Disutradarai oleh Danny Boyle dan rilis di tahun 2010, 127 Hours memiliki alur cerita yang menarik. Selain diangkat dari kisah nyata, film ini memiliki daya tarik tersendiri karena mengisahkan petualangan yang menantang. Menawarkan kisah mengerikan dari Aron Ralston yang diperankan oleh James Franco. Aron harus berjuang menghadapi situasi hidup mati di tengah alam bebas.</p><p style="text-align: justify;">Aron pergi mendaki bebatuan merah dan berpasir di Taman Nasional Blue John Canyon, Utah, Amerika Serikat. Perjalanan itu dilakukannya seorang diri dengan membawa beberapa perbekalan dan alat panjat tebing. Dengan percaya diri, ia berpergian dengan nekat. Sialnya, ia terperosok jatuh ke dalam ceruk yang tinggi. Aron terhimpit tebing selama 127 jam dan dihantui kematian yang diam-diam memburunya. Namun dengan usahanya, ia terus berjuang dan akhirnya ditemukan oleh pendaki yang lain.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lion (2016)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film debut sutradara Garth Davis yang diangkat dari buku nonfiksi berjudul <em>A Long Way Home</em> karya Saroo Brierley ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Bercerita mengenai Saroo (Sunny Pawar) yang mencari keluarga kandungnya setelah berpisah selama 25 tahun. Saroo tinggal di perkampungan kumuh dan rutin membantu sang ibu (Kamla Munshi) dan kakaknya mengumpulkan batu.</p><p style="text-align: justify;">Konflik dalam film dimulai ketika Saroo terpisah dengan kakaknya di stasiun kereta api yang sangat sepi. Ia menaiki suatu kereta hingga membawanya ke stasiun lain. Kereta tersebut akhirnya berhenti di sebuah stasiun. Saroo yang masih kecil pun harus belajar bertahan hidup dalam situasi kebingungan dan rasa takut karena tersesat. Suatu ketika, ia diangkat oleh orang tua asuh dan dibesarkan hingga dewasa. Saat itulah, tanpa putus asa ia terus berjuang untuk bertemu keluarga kandung yang ia cintai itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Theory Of Everything (2014)</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa yang tak kenal dengan sosok Stephen Hawking? Sosok fisikawan paling cemerlang dan terkemuka yang berasal dari Cambridge. <em>Yups</em>, film ini menceritakan perjalanan hidup Stephen dan istrinya yang berpusat pada kisah cinta. Keduanya bertemu saat berkuliah di Cambridge University. Kala itu, Stephen yang masih menjadi seorang pelajar doktoral di bidang kosmologi terlihat canggung ketika pertama kali bertemu dengan Jane.</p><p style="text-align: justify;">Puncak cerita muncul ketika Stephen didiagnosis menderita penyakit motor syaraf yang melemahkan <em>sklerosis lateral amyotrophic</em>. Ia merasa hancur dan pupus akan harapan akibat derita yang dialaminya. Dokter menyatakan Stephen tidak akan bertahan hidup lebih dari dua tahun. Meski begitu, kemampuan otaknya tidak akan menurun dan Stephen terus melanjutkan penelitian untuk menemukan <em>&apos;theory of everything&apos;</em> yang juga menjadi judul film ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Pursuit of Happyness (2006)</strong></p><p style="text-align: justify;">Diangkat dari sebuah kisah nyata perjalanan seorang ayah bernama Chris Gardner dan anaknya dalam menempuh pahitnya kehidupan hingga hidup sederhana sebagai <em>multimillionaire</em> di pasar saham. Chris berhadapan dengan masalah finansial yang melilit hidupnya. Ia hidup dengan mengandalkan penjualan sebuah mesin yang dianggapnya sangat revolusioner, yakni mesin pemindai kepadatan tulang. &nbsp;Namun, keberuntungan tidak berpihak dengannya lantaran alat tersebut tidak laris terjual.</p><p style="text-align: justify;">Konflik pecah ketika ia bangkrut karena masalah pajak dan sang istri meningalkan Chris dan anaknya. Ia disebut sebagai tunawisma oleh orang-orang karena tidak memiliki apapun kecuali anak yang selalu menemaninya. Pada akhirnya, Chris terus berusaha mendapatkan pekerjaan hingga menjadi pialang saham dan membangun reputasi dirinya, juga lulus <em>interview&nbsp;</em>di perusahaan yang ia inginkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gandhi (1982)</strong></p><p style="text-align: justify;">Berkisah tentang sosok Mohandas Karamchad Gandhi atau yang lebih dikenal dengan Mahatma Gandhi. Seorang tokoh yang namanya telah mendengung dalam sejarah umat manusia modern. Gandhi merupakan seorang pria asal India yang dikenang sebagai pejuang idealis yang mempertahankan prinsip <em>non-violence</em>, atau penolak kekerasan.</p><p style="text-align: justify;">Film yang rilis tahun 1982<strong>&nbsp;</strong>ini mengkisahkan perjuangan Gandhi yang kala itu menunutut hak-hak bangsanya melalui gerakan kampanye antikekerasan. Kampanye ini ditujukan sepenuhnya untuk menghadang penjajahan Inggris di India. Gerakannya mendapat ancaman serius dan ia sempat dipenjarakan oleh pihak Inggris. Namun, ia tidak menyerah begitu saja. Perjuangan tersebut membuahkan hasil dan ia diakui sebagai tokoh hebat yang sangat peduli pada perdamaian dan kemanusiaan di India kala itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hichki (2018)</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengusung cerita yang sangat menginspiratif tentang seorang gadis yang berjuang agar mendapatkan kepercayaan diri, meski memiliki kekurangan pada fisiknya. Dimainkan oleh Rani Mukerji sebagai Naina Mathur, sosok sentral ini dan menelan ejekan dari mata umum karena sindrom <em>tourette</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>Trigger</em> dalam film ini terkuak ketika Naina melamar ke berbagai sekolah untuk menjadi seorang guru. Sayangnya, kedua belas sekolah yang ia tuju tak satu pun menerima lantaran sindrom yang dideritanya. Suatu ketika, ia berhasil diterima pada satu sekolah sederhana. Malang, Naina mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari murid-muridnya. Lantas, ia berjuang untuk membuktikan bahwa murid-murid tersebut merupakan orang-orang yang mempunyai kemampuan seperti murid lainnya di sekolah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sederet film tadi tentunya akan membuat kamu termotivasi dengan alur cerita yang disuguhkan. Beberapa di antaranya akan membuatmu merasa emosional karena sentuhan-sentuhan sedih di dalamnya. Selamat menyaksikan!<strong>&nbsp;<i>(fzn</i></strong><strong><i>/len</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Polemik Pencabutan FABA dari LB3 dalam Kacamata Akademisi Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-polemik-pencabutan-faba-dari-lb3-dalam-kacamata-akademisi-unmul/baca </link>
<guid> menilik-polemik-pencabutan-faba-dari-lb3-dalam-kacamata-akademisi-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 29 Mar 2021 11:56:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Faba </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-polemik-pencabutan-faba-dari-lb3-dalam-kacamata-akademisi-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f7GSJNZFwO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Polemik Pencabutan FABA dari LB3 dalam Kacamata Akademisi Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; 12 Maret lalu pemerintah memutuskan untuk mencabut <em>Fly Ash</em> dan <em>Bottom Ash</em> (FABA) dari kategori Limbah Bahan Berbahaya Beracun (LB3). Ini terdapat pada peraturan turunan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kebijakan tersebut menuai banyak tanggapan serta protes keras dari sejumlah pihak, terutama para aktivis dan masyarakat terdampak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">(Baca</span><span style="text-align: inherit; background-color: transparent;">&nbsp;juga,&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penghapusan-faba-dari-limbah-b3-aktivis-ini-kejahatan-lingkungan-dan-romantisme-oligarki/baca)." style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penghapusan-faba-dari-limbah-b3-aktivis-ini-kejahatan-lingkungan-dan-romantisme-oligarki/baca).</a></p><p style="text-align: justify;">Beragam pendapat juga datang dari kalangan akademisi. Muhammad Busyairi, dosen Program Studi Teknik Lingkungan mengatakan bahwa peraturan ini akan menjadi tantangan tersendiri. Ia menjelaskan, sebelum kebijakan pencabutan ini ada, banyak penelitian dari pihak ketiga yang menyatakan bahwa FABA dari PLTU tidak memenuhi karakteristik limbah B3.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya akademisi tak tutup mata jika FABA memiliki dampak kesehatan. Sejak 2014, FABA masih masuk ke dalam kategori LB3 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Hal ini dikarenakan pemanfaatannya yang memiliki <em>cost</em> tinggi, beberapa PLTU mengumpulkannya dalam penyimpanan sementara atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS) B3, hingga berakhir sebagai tumpukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya, PLTU difasilitasi dengan teknologi yang memadai agar limbah FABA tidak menyebar ke masyarakat. Selama statusnya limbah B3, harus didampingi dengan syarat-syarat dan regulasi yang ketat serta melakukan perlindungan lingkungan dengan pengelolaan yang benar. Tapi tidak menutup kemungkinan, ada beberapa aktivitas PLTU yang mungkin tidak memiliki syarat. Sehinga akhirnya mempengaruhi masyarakat di lingkungan sekitar (tambang),&rdquo; terangnya kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (27/3).</p><p style="text-align: justify;">Menurut keterangan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati menyebut jika material FABA yang menjadi limbah non B3 hanyalah yang melalui proses pembakaran batu bara di luar fasilitas stoker boiler dan/atau tungku industri. Antara lain PLTU yang menggunakan sistem pembakaran <em>pulverized coal</em> (PC) atau <em>chain grate</em> stoker. Lantas, pembakaran yang masih menggunakan stoker boiler dan/atau tungku industri tetap dikategorikan sebagai LB3.</p><p style="text-align: justify;">Namun, penghasil LB3 tetap memiliki kewajiban untuk memenuhi standar dan persyaratan teknis yang ditetapkan dan tercantum dalam persetujuan dokumen lingkungan. Menanggapi hal ini, Busyairi memaparkan jika salah satu pemanfaatannya dalam digunakan sebagai filter atau pengisi pengganti subtitusi dari pasir untuk <em>paving block</em>, batako, bata ringan dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu, FABA juga dimanfaatkan hanya saja perizinannya lebih panjang. Jadi kalau mau memanfaatkan limbah B3 harus (mengurus) ke KLHK, makanya beberapa perusahaan memanfaatkan FABA dari perencanaan mereka sendiri dan dikendalikan pada masing-masing sektor.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang, potensi yang ingin digali adalah limbah yang sudah berlimpah tersebut. Satu hal yang harus digarisbawahi, PLTU yang ingin memanfaatkan limbah non B3 harus ada persetujuan terlebih dahulu,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pemanfaatan potensi FABA di Indonesia, sebenarnya banyak sekali kombinasi yang dapat dilakukan untuk memaksimalkannya. Saat ini, terdapat dua jenis pemanfaatan yakni di bidang sipil sebagai bahan baku konstruksi pengganti atau subtitusi, serta pengolahan air asam tambang juga media tanam. Tetapi ia juga menyoroti efek negatif yang selama ini terjadi , baik terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar pertambangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PLTU sekarang harusnya memungkinkan untuk meminimalisir debu dari proses pembakaran dan bisa menangkap serta mencegah debu. Modelnya seperti vakum. Penyimpaan FABA saat ini harusnya ditata lebih baik. Karena volumenya yang besar, FABA menjadi menumpuk. Mudah-mudahan hak ini dapat dimanfaatkan teman-teman peneliti untuk menemukan solusi dan tetap mengacu pada PP Nomor 22 Tahun 2021 ini,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai pada Sabtu (20/3), Dosen Program Studi Pembangunan Sosial, Sarifudin turut menyampaikan pendapatnya. Baginya, peraturan semacam ini berbahaya dan akan merugikan masyarakat atas kandungan FABA yang beracun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebijakan ini merugikan masyarakat lokal. Seharunsya, pemerintah melindungi kesehatan masyarakat lokal di sekitar perusahaan,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, dari sudut pandang tanggung jawab sosial perusahaan atau <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR), ia mengatakan jika perusahaan tambang seharusnya melaksanakan perannya dalam mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh operasi yang dilakukan. Sarifudin berharap, pemerintah dapat meninjau ulang keputusan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya melihat adanya kepentingan pengusaha yang mengesampingkan kesehatan masyarakat. Maka, regulasi ini perlu diadvokasi ulang dan diawasi dalam pelaksanaannya,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>hdt/dyn/ans/len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Unmul Raih Penghargaan di Istanbul Youth Summit 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/mahasiswa-unmul-raih-penghargaan-di-istanbul-youth-summit-2021/baca </link>
<guid> mahasiswa-unmul-raih-penghargaan-di-istanbul-youth-summit-2021 </guid>
<pubDate> Mon, 29 Mar 2021 12:20:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Istanbul youth </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/mahasiswa-unmul-raih-penghargaan-di-istanbul-youth-summit-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SnLsJ6KMQA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Unmul Raih Penghargaan di Istanbul Youth Summit 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Istanbul Youth Summit</em> 2021 atau yang biasa dikenal dengan istilah IYS menjadi perhelatan international <em>summit</em> awal tahun yang menarik diikuti oleh ratusan peserta, dengan latar belakang berbeda mulai dari SMA, mahasiswa hingga <em>fresh graduate</em> berkumpul bersama sebagai ajang tukar pikiran dalam diskusi mengenai isu terkini.</span></p><p style="text-align: justify;">Diagendakan di Istanbul Turki, IYS 2021 Kali ini hadir dengan Tema &quot;<em>Leadership Public Through Crisis</em>&quot; atau Kepemimpinan Melalui Masa Krisis, para peserta yang terlibat turut serta menghadirkan solusi dengan gerakan diranahnya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Empat Pemuda dari Unmul menjadi bagian dari delegasi di agenda IYS 2021. Salah satunya Fahrian dan Agus Salim, yang berlatar belakang keilmuan sebagai mahasiswa teknik Unmul mengangkat permasalahan mengenai perubahan iklim.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Perubahan iklim merupakan tantangan besar dikemudian hari, karena begitu banyak faktor penyebabnya, seperti efek rumah kaca, penggunaan transportasi bermotor yang semakin meningkat, kondisi ruang terbuka hijau yang minim di perkotaan dan banyak lainnya. Kemudian kita usung <em>campaign action.id</em>, sebagai gerakan sosial yang bertujuan untuk melakukan kampanye pencerdasan cinta lingkungan dan sadar akan perubahan iklim dengan melalui program <em>action talk</em> yang dilakukan melalui Instagram, podcast, dan media sosial lainnya, serta mewadahi bagi anak muda yang punya inovasi barang ramah lingkungan,&quot; ungkap Fahrian sebagai <em>Chief of Finance Action.id</em></p><p style="text-align: justify;">Beda halnya dengan Aulia Furqon, dengan ranah government mengusung <em>Government in Youth Hand</em> (GNYD). Ada tiga program utama yang di usulkan oleh GNYD, yaitu mengangkat <em>mentality, education, dan enterpreneurship</em> sebagai pembahasan utama. Untuk menindaklanjuti programnya, GNYD bekerja sama dengan pihak terkait serta pemerintah setempat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;GNYD <em>mentality</em> mengajak masyarakat lokal untuk menggambar. Hasil gambar tersebut akan di cetak diatas kain yang selanjutnya akan diserahkan kepada ibu-ibu janda setempat untuk dijahit dan disulap menjadi pakaian jadi. Hal ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi masyarakat setempat. Masyarakat juga diajak untuk lebih mendalami budaya lokal melalui GNYD <em>Education</em>. Kemudian GNYD <em>preneur</em> menggabungkan keduanya dan membantu pemasarannya bersama pemerintah dan pihak terkait,&rdquo; pungkas Aulia.</p><p style="text-align: justify;">Aulia sebagai leader of GNYD juga berpesan kepada anak muda bahwa waktunya anak muda yang bergerak dalam pembangunan masyarakat, menjadi mitra kritis pemerintah dengan memulai gerakan nyata bersama masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu mahasiswa Unmul yang turut berpartisipasi yakni Affan Aswin mahasiswa Fakultas Kedokteran ia mengangkat bidang pendidikan. Berfokus pada pengembangan <em>soft skill</em>, dengan <em>campaign Youth Skill Development</em> (YSD), bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pemuda melalui pelatihan keterampilan, dan menjadikan pemuda Indonesia yang kompeten, kompetitif, dan produktif (K2P). Tujuan inilah yang menjadi visi utama berdirinya YSD.</p><p style="text-align: justify;">Penghargaan juga turut diraih delegasi dari Samarinda, kelompok 6 yakni Fahrian dan Agus. Mereka berhasil meraih penghargaan &quot;<em>Honorable Mention Project</em>&quot;. Sedangkan Kelompok 3 Aulia Furqon meraih &quot;<em>Outstanding Group</em>&quot; dan &quot;<em>Outstanding Project</em>&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian dengan berbagai macam <em>campaign</em> yang didiskusikan tersebut, IYS juga menghadirkan pembicara nasional dan internasional lainnya seperti Billy Mambrasar (staf khusus Presiden RI), lalu Muhammad Iqbal (duta besar Indonesia untuk Turki), dan juga Aziz Syamsuddin (Wakil Ketua DPR RI) yang dihadirkan membahas mengenai peran pemuda di masa krisis, serta memotivasi para peserta untuk turut aktif melakukan gerakan di berbagai macam sektor, seperti pendidikan, sosial, Lingkungan, kesehatan, ekonomi untuk sama-sama melalui masa krisis.</p><p style="text-align: justify;">Pembicara internasional seperti Ahmet Atabas, selaku kepala departemen dari mahasiswa internasional penerima beasiswa YTB Turki, membahas mengenai beasiswa dari pemerintah Turki untuk mahasiswa internasional.</p><p style="text-align: justify;">Begitu banyak narasi gagasan para peserta yang didiskusikan, serta pembicara nasional dan internasional yang terlibat membuat IYS 2021 sebagai ajang yang cukup bergengsi di 2021. Sesuai dengan visinya, IYS yakni membentuk calon pemimpin masa depan yang berkontribusi bagi bangsa dan negaranya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Aulia Furqon, Delegasi Istanbul Youth Summit 2021.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minari: Mengenal Rumah yang Sesungguhnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/minari-mengenal-rumah-yang-sesungguhnya/baca </link>
<guid> minari-mengenal-rumah-yang-sesungguhnya </guid>
<pubDate> Tue, 30 Mar 2021 07:59:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Minari, film tentang keluarga imigran Korea di perdesaan Arkansas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/minari-mengenal-rumah-yang-sesungguhnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mDps0Pc4d3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minari: Mengenal Rumah yang Sesungguhnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Sutradara</strong>: Lee Isaac Chung</p><p style="text-align: justify;"><strong>Produser</strong>: Dede Gardner, Jeremy Kleiner dan Christina Oh</p><p style="text-align: justify;"><strong>Musik</strong>: Emile Mosseri</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sinematografi</strong>: Lachlan Milne</p><p style="text-align: justify;"><strong>Produksi</strong>: A24, Plan B Entertaiment</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rilis</strong>: 12 Februari 2021 (Amerika Serikat)</p><p style="text-align: justify;"><strong>Durasi</strong>: 115 menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemeran</strong>: Steven Yeun, Han Ye-ri, Alan Kim, Noel Kate Cho, Youn<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Yuh-jung, Will Patton</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sejatinya, rumah pertama yang kita kenal adalah keluarga sendiri. Semua orang berperan sebagai tempat bernaung yang nyaman. Setiap keluarga memiliki impian, juga jati dirinya sendiri. Nilai kekeluargaan pun merupakan sesuatu yang penting di masyarakat. Inilah yang ingin disampaikan Lee dalam <em>Minari</em>, sebuah film semi-autobiografi yang telah memenangkan banyak perhatian di skala internasional.</p><p style="text-align: justify;">Berlatar pada tahun 1983, keluarga Yi yang merupakan imigran Korea baru saja pindah dari California menuju tanah perdesaan di Arkansas. Jacob dan Monica, pasangan suami istri tersebut telah bekerja selama bertahun-tahun di tempat penetasan dengan memilah-milah jenis kelamin ayam. Jacob bermimpi untuk memiliki lahan pertaniannya sendiri, dan menanam tanaman Korea untuk dijual kepada vendor di Dallas. Meski ia optimis dengan hal ini, Monica kecewa dan khawatir karena kondisi kesehatan anaknya, David. Sang anak memiliki jantung yang lemah, sehingga ia dilarang untuk pergi terlalu jauh atau berlari.</p><p style="text-align: justify;">Konflik mulai muncul tatkala Jacob dan Monica kesulitan mengawasi anak-anak saat bekerja. Akhirnya, mereka mengatur keberangkatan ibu Monica, Soon-ja dari Korea Selatan ke Arkansas. Hal ini rupanya tidak disambut baik dengan David, yang menganggap jika sang nenek tidak seperti &ldquo;nenek&rdquo; pada umumnya karena tidak bisa memasak kue, selalu bermain kartu dan kerap mengucap sumpah serapah. Namun, Soon-ja tetap gigih membangun hubungan dengan cucu-cucunya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ayah dan ibunya bekerja, David dibawa oleh neneknya menuju anak sungai di dalam hutan. Soon-ja menyebut, <em>minari</em> (seledri air) akan tumbuh dengan subur di sana. Mereka menanam bersama dan David mulai merasa nyaman berdekatan dengan Soon-ja. Sang nenek juga selalu mendukungnya untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik agar dapat membantunya menjadi lebih kuat.</p><p style="text-align: justify;">Di saat keadaan mulai membaik, sumur yang Jacob pakai untuk rumah dan mengairi kebunnya mengalami kekeringan. Ia enggan membayar <em>county water</em> (semacam air PDAM di Indonesia), namun terpaksa harus membayarnya. Tak sampai di situ, vendor di Dallas yang berjanji akan mengambil hasil tanaman miliknya justru membatalkan perjanjian tersebut di menit terakhir.</p><p style="text-align: justify;">Rumah tangga Jacob dengan Monica mulai goyah, terlebih ketika Soon-ja secara tiba-tiba terserang strok. Sang istri kukuh untuk pindah kembali ke California, sementara Jacob menganggap kebunnya lebih penting dan mempersilakan istrinya untuk pergi. Lalu, seperti apakah nasib keluarga ini? Simak filmnya hingga usai, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Potret <em>American Dream</em> dan Arti Sebuah Rumah</strong></p><p style="text-align: justify;">Di awal film, kita akan disuguhkan wajah Monica yang terlihat tak senang dengan rumah baru mereka. Ia menanggap bahwa tempat tersebut bukanlah rumah yang ia harapkan, sebab nyatanya mereka tinggal di sebuah lahan luas dengan rumah semi-kendaraan dan jauh dari para tetangga. Belum lagi, jauh dari rumah sakit di mana David harus memeriksakan jantungnya.</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, Jacob ingin dianggap berhasil oleh kedua anaknya, Anne dan David. Ia ingin menjadi figur ayah yang sukses dalam menapaki <em>American Dream</em> dengan mengelola lahan pertanian miliknya. Sementara itu, kedua anaknya menginginkan figur orang tua yang rukun. Beruntung, kehadiran Soon-ja sebagai sosok nenek yang mengayomi dapat menyegarkan suasana di sepanjang film ini.</p><p style="text-align: justify;">Minari tidak hanya sekadar film tentang kehidupan imigran, namun juga mengajarkan arti keberadaan keluarga sebagai rumah yang kita kenali. Dengan musik yang <em>dreamy</em> juga sinematografi yang apik, potret budaya kekeluargaan hingga hal-hal terkecil dapat dirasakan dengan nyata dalam film ini.</p><p style="text-align: justify;">Atas karya yang luar biasa, film ini meraih 6 nominasi di Academy Award ke-93 yakni <em>Best Picture</em>, <em>Best Director</em>, <em>Best Original Screenplay</em>, <em>Best Actor</em> untuk Yeun, <em>Best Supporting Actress</em> untuk Youn serta <em>Best Original Score</em>. <em>Minari</em> juga memenangkan Golden Globe Award untuk <em>Best Foreign Language Film</em>. Tertarik untuk menyaksikannya? <strong><em>(len/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dinamika Industri Film Saat Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/dinamika-industri-film-saat-pandemi/baca </link>
<guid> dinamika-industri-film-saat-pandemi </guid>
<pubDate> Tue, 30 Mar 2021 10:41:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati momen Hari Film Nasional. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/dinamika-industri-film-saat-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SOZyMUQ8LI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dinamika Industri Film Saat Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Industri perfilman merayakan harinya pada 30 Maret 2021 lewat peringatan Hari Film Nasional. Selain harus bertarung dengan Covid-19, hal ini berdampak pada jalannya produksi perfilman Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;">Perlakuan pembatasan menyebabkan proses produksi, jadwal rilis dan promosi film harus ditunda. Tak sedikit pula yang harus mengeluarkan dana tambahan untuk protokol kesehatan dan tes PCR kru yang bertugas. Bioskop-bioskop di Indonesia harus ditutup sementara guna mencegah penyebaran virus yang lebih luas. Belum lama ini, bioskop yang menjadi jembatan untuk insan perfilman dan penikmatnya mulai beroperasi meski dengan protokol kesehatan yang ketat.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa film yang ditunggu, terpaksa harus ditunda penayangannya akibat pandemi. Di antaranya <em>Tersanjung the Movie</em> dan <em>Miracle in Cell No. 7</em>. Menurut <em>kompas.com</em>, sutradara ternama Hanung Bramantyo menuturkan bahwa banyak film yang sudah ditempuh setengah jalan harus menunda produksinya. Sebut saja<span style="background-color: transparent;">&nbsp;<em>Surga yang Tak Dirindukan 3</em>, <em>Ibunda&nbsp;</em>dan rencana produksi film besar <em>Satria Dewa: Gatotkaca</em>.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski keadaan belum 100 persen aman, aktivitas produksi film di Indonesia kembali berjalan dengan menyesuaikan keadaan. Hal ini juga menjadi tantangan para pegiat film untuk menjalankan produksi film dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Salah satu cara adalah dengan beralih ke platform digital, seperti Netflix, iFlix, Disney+ Hotstar, Viu dan masih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, penonton dapat menikmati tayangan film yang disukai secara daring dari kediaman masing-masing. Selain platform digital, sejumlah industri juga menyediakan alternatif lain sepeti <em>drive-in cinema</em>. Hal ini memungkinkan untuk menonton bioskop dari layar lebar yang di letakan di sebuah area luas tanpa harus keluar dari mobil. Meskipun diketahui, baru beberapa bioskop yang menyediakan layanan ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya alternatif tersebut, pegiat film Indonesia tetap bisa memaksimalkan produksi film yang tertunda. Bahkan<span style="background-color: transparent;">&nbsp;menghasilkan karya luar biasa di tengah keterbatasan. Terlebih, masyarakat Indonesia dapat memenuhi kebutuhan akan rekreasi dan hiburan tanpa harus khawatir soal kesehatan. Selamat Hari Film Nasional! (</span><em style="background-color: transparent;"><strong>hmm/rst</strong></em><span style="background-color: transparent;">)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rayakan Momen Hari Film Nasional dengan Rekomendasi Film Terbaik Indonesia Sepanjang Masa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rayakan-momen-hari-film-nasional-dengan-rekomendasi-film-terbaik-indonesia-sepanjang-masa/baca </link>
<guid> rayakan-momen-hari-film-nasional-dengan-rekomendasi-film-terbaik-indonesia-sepanjang-masa </guid>
<pubDate> Tue, 30 Mar 2021 11:31:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi Film Indonesia terbaik sepanjang masa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rayakan-momen-hari-film-nasional-dengan-rekomendasi-film-terbaik-indonesia-sepanjang-masa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RmhXe6HYvf.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Rayakan Momen Hari Film Nasional dengan Rekomendasi Film Terbaik Indonesia Sepanjang Masa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebagai warga negara Indonesia, kita patut merasa bangga, sebab industri perfilman lokal yang kita miliki mampu bersaing di kancah internasional. Ini membuktikan adanya peningkatan kualitas dari segi akting para pemain, teknologi yang digunakan sekaligus hidupnya alur cerita yang disajikan. Dari sekian banyak film Indonesia yang telah dirilis sejauh ini, <em>Sketsa</em> merekomendasikan lima judul film ini sebagai film Indonesia terbaik sepanjang masa. Apa saja, ya? </p><p style="text-align: justify;"><strong>Laskar Pelangi (2008)</strong></p><p style="text-align: justify;">Sempat populer di 2008, film berdurasi 125 menit ini telah tayang di lima benua di seluruh dunia. <em>Laskar Pelangi</em> bercerita tentang kerasnya perjuangan anak-anak di Belitung untuk bisa mengenyam pendidikan. Berbagai karakter unik yang ada di dalamnya berhasil dimainkan oleh para pemeran dengan apik. Dengan berbagai penghargaan tingkat internasional yang berhasil diraih, <em>Laskar Pelangi</em> membuktikan jika kualitas film ini layak diberi acungan jempol.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ada Apa Dengan Cinta (2002)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Ada Apa Dengan Cinta (AADC)&nbsp;</em>menceritakan kisah cinta dua sejoli yang karakternya sangat bertolak belakang. Rangga (Nicholas Saputra) adalah tipe orang yang sangat cuek terhadap sekitar, sedangkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) adalah pribadi yang ceria dan cenderung cerewet. 14 tahun berlalu sejak dirilis tahun 2002, membuat Miles Productions selaku rumah produksi memutuskan untuk  menggarap sekuel film tersebut dengan cerita yang tak kalah menarik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Imperfect: Karier, Cinta &amp; Timbangan (2019)</strong></p><p style="text-align: justify;">Disutradarai oleh Ernest Prakasa, film ini berhasil mencapai lebih dari seratus ribu penonton pada hari pertama pemutaran di bioskop. Rara (Jessica Mila) diceritakan selalu mengalami <em>body shammin</em><em>g</em> sebab fisiknya dinilai tidak memenuhi standar kecantikan pada kebanyakan wanita. Perjalanannya bertemu Dika (Reza Rahadian) yang merupakan cinta sejatinya menyisipkan banyak sekali pelajaran positif yang bisa kita petik. Selain itu, porsi komedi yang hadir dalam <em>Imperfect</em> sangat pas sehingga mampu menjadikannya sebagai tontonan yang seru.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cek Toko Sebelah (2016)</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih disutradarai oleh Ernest Prakasa, <em>Cek Toko Sebelah</em> juga banyak memancing banyak perhatian publik. Saat penayangan perdananya, film ini telah mendapat ulasan positif dari kritikus maupun penonton. Ernest menceritakan tentang kehidupannya dengan mengangkat fenomena yang terjadi pada keluarga keturunan Tionghoa. Ide cerita <em>Cek Toko Sebelah</em> sebenarnya berkisah mengenai seorang anak yang telah bersekolah sampai tingkat tinggi namun berakhir dengan menjaga sebuah toko. Problematika yang tersaji di dalamnya tak lain adalah realita sosial terjadi pada kehidupan nyata. Tak luput, film dikemas secara menarik dengan aksi komedi serta pelajaran hidup yang akan menginspirasi anda.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Habibie &amp; Ainun (2012)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini mengisahkan tentang kisah cinta Presiden Republik Indonesia ketiga yaitu mendiang B. J. Habibie dan mendiang sang istri, Hasri Ainun Besari. Masuk dalam daftar film terlaris kelima sepanjang masa Indonesia, <em>Habibie &amp; Ainun</em> berhasil meraih 4,5 juta penonton hingga mendapat banyak penghargaan, salah satunya ialah skenario terbaik. Tak hanya menceritakan tentang kisah cinta mereka, film ini juga menuturkan perjalanan awal Habibie saat menuntut ilmu di Jerman. Tentunya, banyak pesan yang dapat kita ambil dari film yang satu ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa film Indonesia terbaik yang dapat menjadi referensi tontonan untukmu. Kamu bisa menontonnya melalui platform streaming seperti Netfix atau yang lainnya. Bagaimana apakah kalian tertarik untuk menontonnya? <strong><em>(nkh/lms/len)</em></strong></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Percantik Presentasi Kuliahmu dengan 4 Situs Berikut! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/percantik-presentasi-kuliahmu-dengan-4-situs-berikut/baca </link>
<guid> percantik-presentasi-kuliahmu-dengan-4-situs-berikut </guid>
<pubDate> Wed, 31 Mar 2021 12:28:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Situs pengunduhan templat PowerPoint gratis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/percantik-presentasi-kuliahmu-dengan-4-situs-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hVJd2Hv1RI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Percantik Presentasi Kuliahmu dengan 4 Situs Berikut!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; PowerPoint adalah salah satu program dari Microsoft Office untuk membuat presentasi. Biasanya, sebuah presentasi terdiri dari salindia yang memuat teks singkat tentang materi yang ingin dijelaskan. Tak hanya kompetensi berbicara di depan publik yang harus maksimal, tampilan PowerPoint juga menjadi salah satu daya tarik untuk audiens ketika presentasi. Yuk, simak beberapa situs untuk mengunduh templat PowerPoint agar presentasimu ciamik!</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Canva</strong></p><p style="text-align: justify;">Ratusan desain templat yang menarik disediakan oleh Canva. Semuanya dapat diunduh melalui aplikasi resminya atau melalui website <em>canva.com</em>. Tak hanya itu, kamu  juga bisa mendesain salindia buatan sendiri sesuai keinginan. Canva juga memiliki banyak fitur menarik seperti animasi yang dapat digunakan untuk mempercantik presentasi yang kamu buat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Slidesgo</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam website ini, disediakan berbagai macam desain templat pada berbagai bidang yang bisa dipilih sesuai keperluan. Selain desainnya yang kece, cara mengunduhnya pun anti ribet. Bahkan, desain yang dipilih bisa langsung di-<em>copy</em> ke Google Slide dan mempermudah pengerjaan tugas jika menggunakannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Templatewise</strong></p><p style="text-align: justify;">Templatewise kebanyakan menyediakan desain templat presentasi yang cocok untuk bidang akademik. Ribuan desain disediakan dan dapat dinduh secara gratis. Desain-desainnya yang elegan menjadi salah satu alasan untuk mencoba menggunakan templat presentasi dari situs ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>All PPT</strong></p><p style="text-align: justify;">Situs ini bisa menjadi salah satu pilihan, jika ingin membuat presentasi menggunakan templat yang simpel tetapi tetap berkualitas. All PPT menyediakan berbagai macam pilihan desain berbagai kategori seperti abstrak, olahraga, edukasi, alam hingga makanan. Kamu bisa memilih sesuai kategori yang kamu inginkan guna menyokong performa dalam presentasimu.</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa situs yang dapat dikunjungi untuk mengunduh templat presentasi secara gratis. Selain desain yang menarik, beberapa hal dapat ditambahkan dalam tiap salindianya guna menunjang performamu. Belum lagi dengan memadukan gambar yang menunjang teks, klip audio dan transisi animasi. Tertarik mencoba? <strong><em>(str/rst)</em></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Atasi Insomnia dengan Teknik Pernapasan 4-7-8 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/atasi-insomnia-dengan-teknik-pernapasan-4-7-8/baca </link>
<guid> atasi-insomnia-dengan-teknik-pernapasan-4-7-8 </guid>
<pubDate> Thu, 01 Apr 2021 10:55:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Metode 4-7-8 yang akan membantumu terlelap lebih nyenyak. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/atasi-insomnia-dengan-teknik-pernapasan-4-7-8/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a8oBs7N2fT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Atasi Insomnia dengan Teknik Pernapasan 4-7-8</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Istilah insomnia atau sulit tidur bukan lagi sesuatu yang terdengar asing di telinga kita. Kerap kalinya, insomnia menjengkelkan bagi orang-orang yang mengalaminya. Tak dapat dipungkiri, tidur yang nyenyak dan berkualitas adalah keinginan setiap orang. Jika kamu salah satu yang menginginkan hal tersebut, simak metode 4-7-8 yang akan membantumu terlelap lebih nyenyak!</span><br></p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>klikdokter.com</em>, teknik pernapasan 4-7-8 merupakan sebuah metode yang terinspirasi dari praktik India kuno bernama &lsquo;<em>Pranayama</em>&rsquo;. Teknik tersebut merupakan salah satu komponen utama dalam yoga untuk fokus pada pengendalian pernapasan.</p><p style="text-align: justify;">Andrew Weil, dokter medis lulusan Harvard University adalah sosok pelopor dari teknik pernapasan ini. Ia juga mengklaim bahwa metode tersebut dapat membuat orang mengantuk bahkan tertidur dalam waktu 60 detik.</p><p style="text-align: justify;">Teknik pernapasan 4-7-8 memiliki cara kerja yang mirip dengan meditasiq karena mampu membuat tenang dan melepaskan beban pikiran. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum langkah-langkah penerapannya untuk kamu yang ingin mencoba.</p><p style="text-align: justify;">1. Posisikan ujung lidah pada atap mulut, tepat di area gusi di atas gigi. Pertahankan dan pastikan posisi lidah tidak berubah sampai akhir latihan.</p><p style="text-align: justify;">2. Buang napas dengan tekanan yang cukup kuat melalui mulut hingga terdengar suara &ldquo;<em>whoosh</em>&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">3. Katupkan mulut dan tarik napas lembut melalui hidung dalam hitungan 4 detik. Kamu bisa menghitungnya dalam hati sambil menarik napas.</p><p style="text-align: justify;">4. Tahan napas sampai hitungan 7 detik.</p><p style="text-align: justify;">5. Kemudian, keluarkan napas secara perlahan melalui mulut dalam sekali embusan dengan hitungan 8 detik dan buatlah suara mendesis.</p><p style="text-align: justify;">6. Tarik napas lagi dan ulangi cara-cara di atas sebanyak tiga kali.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya membuat tertidur lebih cepat, teknik pernapasan 4-7-8 juga dapat membantumu meredakan stres dan kecemasan. Ini karena teknik tersebut memungkinkan paru-paru untuk mengambil lebih banyak oksigen dan menyalurkannya ke tubuh, sehingga sistem saraf menjadi lebih santai dan tenang.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, tubuh memerlukan istirahat yang cukup dan berkualitas setelah seharian lelah beraktivitas. Dengan istirahat yang cukup, maka kondisi tubuh yang segar dan bugar dapat tercapai di keesokan hari. Metode 4-7-8 ini dapat menjadi cara alternatif untukmu yang sulit tidur di malam hari. Namun, jika gangguan tidurmu tak kunjung membaik, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter, ya. Selamat mencoba! (<strong><em>ems/fzn</em></strong>).</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Telah Dinantikan, WhatsApp Luncurkan Fitur Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/telah-dinantikan-whatsapp-luncurkan-fitur-baru/baca </link>
<guid> telah-dinantikan-whatsapp-luncurkan-fitur-baru </guid>
<pubDate> Fri, 02 Apr 2021 11:07:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fitur Terbaru WhatsApp. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/telah-dinantikan-whatsapp-luncurkan-fitur-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WNhc4qcAkR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Telah Dinantikan, WhatsApp Luncurkan Fitur Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - WhatsApp akhirnya meluncurkan fitur barunya, yakni <em>voice call</em> dan <em>video call</em> di WhatsApp desktop. Fitur baru ini sebenarnya sudah lama dinanti banyak orang dan sudah bisa digunakan sejak Kamis (1/4) kemarin. Perlu diketahui, terdapat perbedaan WhatsApp desktop dengan WhatsApp via <em>browser</em>. Pada WhatsApp desktop, pengguna hanya perlu membuka aplikasi yang sudah diunduh pada <em>device</em> tanpa perlu lagi membuka situs WhatsApp di <em>browser</em>.</span></p><p style="text-align: justify;">Aplikasi tersebut tentunya sudah bisa diunduh pada situs resmi WhatsApp masing-masing platform, baik Windows PC atau Apple Mac. Syarat minimum untuk bisa menggunakan fitur baru ini yakni Windows 10 64-bit versi 1903. Sedangkan untuk MacOS 10.13. Sesuai dengan namanya, fitur <em>voice call</em> atau <em>video call</em> memungkinkan anda melakukan panggilan suara dan video melalui komputer laptop atau desktop dengan layar lebar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Artinya, aplikasi WhatsApp akan mirip dengan aplikasi Google Meet dan Zoom. Kendati demikian, fitur baru ini memiliki kelemahan. Yakni tidak dapat melakukan panggilan secara kelompok.</span></p><p style="text-align: justify;">Untuk menggunakan fitur baru ini, pengguna perlu membuka aplikasi yang sudah terunduh di desktop masing-masing. Selanjutnya, pengguna juga harus memilih salah satu <em>chat room</em> kontak yang hendak dihubungi. Pada saat di dalam <em>chat room</em> inilah pengguna akan melihat ikon baru di samping kiri fitur <em>search</em> yang digambarkan seperti kaca pembesar.</p><p style="text-align: justify;">Adapun ikon dari fitur baru tersebut diwakilkan dengan &ldquo;gagang telepon&rdquo; untuk <em>voice call</em>, dan &ldquo;perekam video&rdquo; untuk <em>video call.</em> Pada saat pengguna memulai panggilan dengan menekan salah satu ikon tersebut, akan muncul jendela kecil sebagai penunjuk status panggilan. Di jendela tersebut, terdapat pula beberapa tombol seperti membungkam suara, memulai video, dan mengakhiri panggilan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ketika pengguna menerima panggilan dari orang lain maka akan didapati jendela (<em>pop-out</em>) yang akan muncul, dari jendela ini akan terlihat tombol untuk merespons panggilan tersebut, seperti menolak atau menerima panggilan suara dan video. Tampilan ini pada umumnya mirip dengan versi <em>mobile</em>. Khusus panggilan video, WhatsApp dapat menyesuaikan orientasi tampilan layar dalam posisi <em>vertikal</em> atau <em>horizontal</em>. Terlebih jendela panggilan akan selalu ditampilkan paling depan agar tidak tertumpuk jendela lain.</p><p style="text-align: justify;">Fitur panggilan yang baru diluncurkan ini sudah terenkripsi secara <em>end-to-end</em>, artinya pihak WhatsApp tidak dapat mendengar dan melihat panggilan pengguna. Keamanan terenkripsi secara <em>end-to-end</em> ini juga ada di versi <em>mobile</em> sehingga pengguna bisa melakukan panggilan secara aman baik di komputer laptop maupun telepon genggam tanpa harus khawatir panggilannya tersadap pihak lain.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun sudah mulai diluncurkan, masih banyak pengguna WhatsApp desktop di Indonesia yang tidak dapat fitur ini. Disebabkan adanya syarat minimum <em>device</em> untuk bisa menggunakan fitur baru ini. Kemungkinan pihak WhatsApp tengah meluncurkan fitur ini secara bertahap agar semua pengguna WhatsApp desktop dapat menggunakan fitur ini. (<strong><em>vyn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyusul Kampus Lain, Kini Unmul Masuk Tahap Dua Vaksinasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyusul-kampus-lain-kini-unmul-masuk-tahap-dua-vaksinasi/baca </link>
<guid> menyusul-kampus-lain-kini-unmul-masuk-tahap-dua-vaksinasi </guid>
<pubDate> Sat, 03 Apr 2021 11:38:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Vaksinasi Covid-19 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyusul-kampus-lain-kini-unmul-masuk-tahap-dua-vaksinasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rAhuXUNfrp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyusul Kampus Lain, Kini Unmul Masuk Tahap Dua Vaksinasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dilansir dari <em>CNN Indonesia</em>, Nadiem Makarim memastikan akan membuka sekolah tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK setelah vaksinasi Covid-19 tenaga pengajar selesai. Ia menyebut, hanya perguruan tinggi yang masih bisa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Sedangkan untuk PAUD sulit melakukan PJJ.</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Nadiem juga memaparkan wacananya untuk memperbolehkan universitas dibuka kala pandemi. Namun, semua regulasi akan bergantung pada perguruan tinggi terkait.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk universitas itu yang akan kita izinkan untuk dibuka, tapi ujung-ujungnya keputusan rektor untuk melakukan tatap muka. Karena mereka yang paling <em>possible</em> masih bisa melakukan PJJ,&rdquo; paparnya, Rabu (10/3) .</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua riset yang kita lihat di dunia, semakin muda (usianya) tingkat penularannya semakin kecil. Antara anak ke anak itu semakin kecil. Tentunya, yang kita tahu bahwa imunitas anak jauh lebih tinggi dari orang dewasa. Tapi maksud saya transmisinya pun jauh lebih kecil semakin muda,&rdquo; sambung Nadiem.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum pemaparan Nadiem tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani telah membuat pernyataan terkait dibukanya kampus pada Juli 2021.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Ya benar (kampus diizinkan buka pada bulan Juli), dengan menerapkan protokol 5 M, diizinkan Satgas (Satuan Tugas Covid-19) dan menerapkan SKB (Surat Keputusan Bersama) PTM,&quot; kata Nurwardani melalui pesan singkat kepada <em>CNN indonesia</em>, Sabtu (6/3).</span></p><p style="text-align: justify;">Beberapa perguruan tinggi kini tengah melakukan vaksinasi. Salah satunya Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Tasikmalaya. Melalui <em>website</em> resminya kampus mereka telah menyelenggarakan vaksinasi Covid-19. Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah kampus Cirebon dan bekerja sama dengan UPT Puskesmas Kesambi, Kota Cirebon.</p><p style="text-align: justify;">Agenda ini rupanya hanya diikuti oleh seluruh pegawai Poltekkes Tasikmalaya juga masyarakat yang ada di lingkungan setempat. Sedangkan untuk mahasiswa, masih dalam tahap perencanaan vaksinasi sesuai instruksi dan program pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Tak mau kalah, Unmul juga mulai melakukan vaksinasi sesuai instruksi Dinas Kesehatan. Vaksinasi tahap pertama telah dilaksanakan pada Januari lalu, mencakup dokter, perawat, koas dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Spesialis yang ada di bawah naungan Unmul. Sedangkan untuk tahap dua dilakukan pada Maret silam dengan sasaran tenaga kesehatan yang belum divaksin, lansia serta masyarakat di sekitar Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi awak <em>Sketsa</em> pada Jumat (26/3), Evi selaku penanggung jawab vaksinasi Unmul mengungkap bahwa vaksinasi telah dilakukan kepada 500 orang dan kini memasuki tahap dua vaksinasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencananya mulai Senin sudah masuk vaksin kedua untuk tahap dua ini. Kan dua kali ya, vaksin itu (dalam satu tahap). Dengan interval 28 hari antara vaksin pertama dan vaksin keduanya&rdquo; jelas Evi.</p><p style="text-align: justify;">Pelayanan publik diadakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda langsung sekaligus dengan menentukan tempat kegiatan vaksinasi massal. Unmul melalui rektor kemudian bersurat dan meminta 2.000 dosis untuk alokasi pelayan publik, di antaranya dosen dan civitas academica. Untuk pelaksanaannya, Evi mengatakan jika pihak Unmul masih menunggu arahan dari Dinkes, baik pelaksanaannya di klinik Unmul maupun teknisnya.</p><p style="text-align: justify;">Evi juga menyampaikan bahwa vaksinasi mahasiswa belum dapat dilakukan. Ini karena Unmul harus menunggu instruksi Dinkes, selain karena program ini diatur langsung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Fokus mereka saat ini hanya untuk pelayanan publik, termasuk tenaga kesehatan dan lansia. Vaksin S<em>inovac</em> yang digunakan kini telah kosong dan akan dilanjutkan dengan merek berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Untuk implementasi vaksin, Evi dan tim tetap mengikuti jadwal dari pemerintah, dalam hal ini Dinkes Kota Samarinda. Ia terus berkoordinasi untuk mendapatkan hak vaksin bagi seluruh civitas akademica Unmul, meskipun belum dapat menentukan waktu pastinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Tentunya berharap dengan yang kita laksanakan ini. Pertama, kita dapat membantu program pemerintah secepatnya untuk penanggulangan Covid-19 ini. Khususnya, kita berharap bisa melindungi seluruh civitas academica Unmul dari penulararan Covid-19,&rdquo; tukasnya.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akhirnya, kita berharap kegiatan proses belajar mengajar di lingkungan Universitas Mulawarman ini bisa kembali normal, bisa kita laksanakan secara optimal,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya vaksinasi, maka pembentukan <em>herd immunity&nbsp;</em>akan semakin cepat. Di mana hal itu memungkinkan untuk terbebas segera dari Covid-19. (<strong><em>bey/rvn/rea/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepasang Sepatu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sepasang-sepatu/baca </link>
<guid> sepasang-sepatu </guid>
<pubDate> Sat, 03 Apr 2021 11:50:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi sepasang sepatu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sepasang-sepatu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ae9HYmAkF0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepasang Sepatu</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dikala ku miskin, tak punya rumah dan terasingkan.</span><br></p><p>Aku memiliki teman yang selalu menemaniku.</p><p>Menemani kemanapun langkahku berpijak.</p><p>Mengiringiku di mana pun bumi kutapaki.</p><p><br></p><p>Aku terkadang terheran-heran kepadanya.</p><p>Apa yang menyebabkannya enggan untuk menjauh dariku.</p><p>Hati ku bertanya-tanya. Apakah dia menginginkan sesuatu dariku?</p><p>Atau aku yang menginginkannya terus hadir mendampingiku?</p><p><br></p><p>Pertanyaan itu selalu keluar dari pusat sistem saraf yang memiliki 100 juta sel neuron.</p><p>Selalu kugumamkan suara itu dalam sistem artikulasi suara yang kumiliki.</p><p>Bahkan, suatu ketika pertanyaan konyol muncul pada sistem kognitifku.</p><p>Apakah dia jodohku? Sontak aku pun tertawa membayangkannya.</p><p><br></p><p>Sampai akhirnya aku tersadar. Saat itu ada yang meneriakiku.</p><p>&ldquo;Dasar Miskin!&rdquo; &ldquo;Gilaaa!&rdquo; kata perempuan yang lari di hadapanku.</p><p>Rupanya, dia yang selalu menemaniku hanyalah sepasang sepatu yang selaluku pakai kemanapun aku pergi.</p><p>Dan yang membuat aku tak tahu bahwa itu hanya sepasang sepatu ialah karna aku sedang &ldquo;gila&rdquo;.</p><p><span><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2018</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Greenwashing dan Narasi Soal Ramah Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/greenwashing-dan-narasi-soal-ramah-lingkungan/baca </link>
<guid> greenwashing-dan-narasi-soal-ramah-lingkungan </guid>
<pubDate> Sun, 04 Apr 2021 10:51:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini Lingkungan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/greenwashing-dan-narasi-soal-ramah-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l2GL2CGMV7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Greenwashing dan Narasi Soal Ramah Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Beberapa <em>brand</em> baik dari perusahaan terkemuka dan yang belum, kerap menyematkan klaim &ldquo;ramah lingkungan&rdquo;. Demi meyakinkan konsumen bahwa <em>brand</em>-nya memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan saat ini. Tapi pertanyaan terpenting adalah, apakah perusahaan telah merogoh kocek untuk benar-benar bertanggung jawab atas aktivitas industri yang mereka lakukan kepada lingkungan dan masyarakat?</span><br></p><p style="text-align: justify;">Untuk diketahui, awal mulanya istilah <em>greenwash</em> terjadi atas kritik Jay Westerveld lewat esainya terkait praktik industri sebuah hotel pada 1986. Peneliti sekaligus ahli lingkungan itu menyampaikan pandangannya soal inisiasi sebuah hotel &ldquo;<em>save the towel</em>&rdquo;, dengan alasan penyelamatan terumbu karang untuk lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi sebaliknya, solusi atas lingkungan itu tak siginifikan, lain halnya dengan keuntungan yang hotel tersebut peroleh lewat inisiasi tersebut. <em>Save the towel</em> itu menurut Jay malah kontradiktif dengan apa yang hotel itu inisiasi, sebab hotel tersebut berekspansi ke arah pantai.</p><p style="text-align: justify;">Hal-hal senada itulah yang kini kian masif. Perusahaan tak ubahnya membelokkan narasi soal ramah lingkungan, soal produk yang menyelamatkan lingkungan. Padahal di sisi lain, mereka mendulang untung atas inisiasi atau keterlibatan mereka yang &lsquo;tampaknya&rsquo; peduli. Atas inisiasi mereka yang pada akhirnya menggerakkan masyarakat untuk membeli produk mereka. Pada akhirnya, <em>call to action</em> yang mereka bangun adalah pembelian produk, bahkan <em>repeat order</em>.</p><p style="text-align: justify;">Strategi komunikasi dalam membentuk citra hijau inilah yang dikenal sebagai <em>greenwashing</em>. Kekeliruan ini hadir bukan saja murni dari pelaku industri, tapi juga sistem yang ada, baik dari regulasi yang dibuat atau untuk kebutuhan pasar. Dengan citra yang terbangun di masyarakat, brand akan mendapatkan perhatian atas posisi mereka yang &lsquo;kelihatannya&rsquo; solutif dan reponsif terhadap isu lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu <em>brand</em> air minum dalam kemasan (AMDK) terkenal di Indonesia, menyatakan dalam iklan bahwa produknya memiliki 3 perlindungan. Salah satu perlindungan yang disebut berkenaan dengan ekosistem sumber airnya. Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Sukabumi pada 2010 mencatat total terdapat 102 perusahaan besar yang terdaftar memanfaatkan air tanah di kabupaten Sukabumi, dari perusahaan garmen hingga perusahaan air minum dalam kemasan.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa media siber menyebut, daerah Sukabumi yang dikenal dengan mata airnya, warga sekitar kini kesulitan untuk dapatkan akses air bersih. Ironi itu hanya satu dari sekian banyaknya dampak yang terjadi. Di sinilah peran kita sebagai masyarakat sekaligus konsumen agar skeptis terhadap informasi yang didapat mengenai suatu produk. Tak lantas mengagungkan mereka yang menawarkan klaim &apos;hijau&apos;. Baik dari produk AMDK, <em>skincare</em>, fesyen, bahkan sektor industri lain yang lebih besar seperti pertambangan.</p><p style="text-align: justify;">Mengenali <em>greenwashing</em> yang dilakukan perusahaan memang cukup sulit, mengingat akhir-akhir ini banyak produk dari bisnis yang dibangun bertebaran. Namun, biasanya penyematan kata <em>eco-friendly, sustainable, biodegradable,</em> atau organik tanpa mendapat makna yang jelas, perlu dipertanyakan. Hal lainnya adalah ketika pemasaran suatu produk menonjolkan sesuatu yang tampak &apos;hijau&apos;, tapi aspek lain tak mendukung narasi itu.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang paling penting ialah menyortir informasi, yang bisa didapat dari kemasan dan media sosial produk tersebut. Contoh paling mudah bisa dikaitkan dengan produk <em>skincare</em>. Kerap produk <em>skincare</em> menyematkan kalimat natural, organik, atau bahkan menggunakan elemen alam seperti <em>planet</em>, <em>earth</em>, <em>green</em>, dan hal senada. Kita bisa mengecek ulang dalam platform kredibel soal kesehatan, jurnal atau bahkan penelitian. Benar tidaknya komposisi yang mereka pakai sejalan dengan promosi yang ditawarkan.</p><p style="text-align: justify;">Apakah media sosial mereka menampilkan informasi dan <em>awareness</em> terkait lingkungan? Apakah informasi yang mereka tawarkan di media sosial hanya sebatas untuk <em>content marketing</em>? Bagaimana komitmen mereka dalam meminimalisir risiko pencemaran lingkungan selain <em>recycling</em>? Konsistenkah <em>brand</em> tersebut dalam menyuarakan suatu isu? Ataukah isu tersebut sebatas nama dan klaim-klaim yang lebih sering multitafsir?</p><p style="text-align: justify;">Tidak skeptisnya kita sebagai konsumen sejalan dengan maraknya fenomena <em>greenwashing</em>. Sebab ketika membahasnya tak berhenti pada lingkungan saja. Tapi bagaimana keterlibatan produsen dalam mendorong daya literasi konsumen dalam bijak mengonsumsi. Efisien dalam menggunakan suatu produk. Hal yang terjadi hari ini, masyarakat hanya dikonversi menjadi angka penjualan. Ketidaksanggupan kita dalam literasi suatu produk sering dipermainkan untuk mendulang laba.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kobaran Cipta Sungkawa BEM FISIP Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/kobaran-cipta-sungkawa-bem-fisip-unmul/baca </link>
<guid> kobaran-cipta-sungkawa-bem-fisip-unmul </guid>
<pubDate> Sun, 04 Apr 2021 11:29:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press release oleh BEM FISIP Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/kobaran-cipta-sungkawa-bem-fisip-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VjIdMzgUh5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kobaran Cipta Sungkawa BEM FISIP Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Beberapa waktu terakhir, telah terjadi peristiwa-peristiwa yang sangat beragam. Mulai dari kejadian yang menimpa Gereja Katedral Makassar, penggusuran warga Pancoran, Jakarta, Bara-Barayya Makassar, dan Tamansari Bandung. Kriminalisasi masih terjadi, terutama kepada aktivis penolak Omnibus Law yang masih ditahan di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk di</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Samarinda, yakni Wisnu Juliansyah dan Firman Ramadhani.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Selanjutnya, peristiwa penganiayaan yang dialami Jurnalis Tempo juga banjir bandang di Bima. Tidak lupa, peristiwa yang dialami saudara kita di Myanmar yang sedang berjuang melawan Junta Militer di negaranya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Peristiwa-peristiwa di atas menjadi sorotan BEM FISIP Unmul karena menimbulkan keresahan di masyarakat, melanggar hak asasi manusia, kebebasan bertempat tinggal, kebebasan berpendapat hingga melanggar hukum, merampas ruang hidup masyarakat, azas demokrasi, semangat pancasila dan toleransi di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dalam UUD 1945 telah memuat dan mengatur serangkaian hak asasi manusia baik dalam rumpun hak sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Mulai dari hak atas penghidupan yang layak, hak atas hidup, serta hak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Selain itu ada hak untuk perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, perlakuan yang sama dihadapan hukum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terlebih, Indonesia adalah negara yang terlibat dalam Deklarasi Umum HAM, Kovenan Hak Sipil dan Politik, dan Kovenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Sehingga sudah menjadi kewajiban negara untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak asasi manusia warga negaranya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan peristiwa yang terjadi dan dikaitkan dengan instrumen HAM, maka BEM FISIP Unmul melakukan aksi solidaritas, doa bersama dan pernyataan sikap antara lain:</p><p style="text-align: justify;">1. Turut berduka cita bagi para korban dan keluarga. Mengutuk keras peristiwa di Gereja Katedral Makassar. Dan menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga semangat toleransi bangsa kita.</p><p style="text-align: justify;">2. Hentikan perampasan ruang hidup rakyat dan penggusuran yang terjadi di Pancoran Jakarta, Bara-Barayya Makassar dan Tamansari Bandung.</p><p style="text-align: justify;">3. Bebaskan seluruh tahanan Omnibus Law di berbagai daerah, termasuk di Samarinda yaitu Wisnu Juliansa dan Firman Ramadhani.</p><p style="text-align: justify;">4. Bersolidaritas dan berdiri bersama rakyat Myanmar yang berjuang melawan Junta Militer.</p><p style="text-align: justify;">5. Dan berbagai peristiwa-peristiwa kemanusiaan lainnya yang kehilangan haknya sebagai manusia.</p><p style="text-align: justify;">Karena penghormatan terhadap hak asasi manusia berlaku universal dan dunia akan lebih damai jika setiap manusia saling menghormati harkat dan martabat satu dengan yang lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh BEM FISIP Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nelayan dan Berbagai Persoalannya Hari Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/nelayan-dan-berbagai-persoalannya-hari-ini/baca </link>
<guid> nelayan-dan-berbagai-persoalannya-hari-ini </guid>
<pubDate> Tue, 06 Apr 2021 10:36:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari nelayan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/nelayan-dan-berbagai-persoalannya-hari-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I2dSywqyNH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Nelayan dan Berbagai Persoalannya Hari Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setiap tahunnya 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional, dan telah ditetapkan sejak zaman orde baru. Hari Nelayan Nasional sudah sepantasnya menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan yang masih tertinggal. Namun, segudang permasalahan masih menjadi kendala yang membuat para nelayan kesulitan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Selain menjadi bentuk apresiasi terhadap nelayan yang telah berjasa menjadi penyedia lauk dalam konsumsi harian. Peringatan ini juga sebagai tradisi turun-temurun untuk ungkapkan rasa syukur atas keberlimpahan yang ada di Indonesia. Atas sumber daya alam yang hadir di wilayah geografis negeri ini.</p><p style="text-align: justify;">Masih banyak persoalan yang menyebabkan pendapatan nelayan sulit meningkat, di antaranya adalah kualitas dan kuantitas hasil tangkapan nelayan lokal yang kini harus bersaing dengan nelayan asing. Penyebabnya beragam, mulai dari keterbatasan alat tangkap, kapal nelayan yang kurang memadai, hingga ketersediaan cold storage sebagai tempat penyimpanan yang merupakan sarana prasarana logistik dan distribusi ikan ke pasaran.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi saat menilik kondisi perairan Indonesia saat ini. Pencemaran lingkungan yang ada di perairan, menjadi dilema tersendiri atas kebutuhan dan keberlanjutan di masa mendatang. Minimnya konservasi atau pelestarian, turut menyebabkan ekosistem perairan harus betul-betul dijaga oleh semua pihak, tak hanya nelayan yang melaut.</p><p style="text-align: justify;">Situasi pandemi seperti ini juga menyebabkan penghasilan nelayan semakin menurun. Dikutip dari <em>pmb.lipi.go.id</em>, selama pandemi rantai pasok komoditas perikanan terjadi penurunan permintaan ekspor sebesar 10-20 persen. Kondisi ini disebabkan banyaknya restoran yang tutup dan kebijakan pembatasan ekspor di berbagai negara.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, negara seyogianya hadir guna mengatasi permasalahan yang dialami nelayan. Membangun ruang diskusi partisipatif, memperkuat pembangunan komunitas pesisir. Agar nelayan tak hanya diingat saat hari peringatan seperti ini saja. Lebih dari itu, nelayan bisa menjadi harapan untuk masa depan pangan Indonesia. (<strong><em>hdt/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sehat Bagi Seluruh Rakyat Indonesia! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sehat-bagi-seluruh-rakyat-indonesia/baca </link>
<guid> sehat-bagi-seluruh-rakyat-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 07 Apr 2021 11:15:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini hari kesehatan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sehat-bagi-seluruh-rakyat-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c6Os5313zb.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sehat Bagi Seluruh Rakyat Indonesia!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sejak tahun 1950, tanggal 7 April diperingati sebagai &ldquo;<em>World Health Day</em>&rdquo; atau Hari Kesehatan Dunia. Hal ini ditujukan untuk menciptakan kesadaran terkait permasalahan kesehatan. Setiap tahunnya, tema yang diusung dalam peringatan ini disesuaikan dengan bidang prioritas yang sedang menjadi perhatian <em>World Health Organization</em> (WHO).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman resmi <em>who.intl</em>, tema dari World Health Day tahun 2021 adalah &ldquo;<em>Building a Fairer, Healthier World</em>&rdquo;. Tema yang berarti membangun dunia yang lebih adil, dan lebih sehat ini ditujukan sebagai bentuk kampanye dari permasalahan kesehatan saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 telah menjadi permasalahan hampir seluruh negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Dampak dari pandemi Covid-19 tak hanya mempengaruhi permasalahan kesehatan namun juga sosial, pendidikan, bahkan ekonomi. Hal ini pun sangat berdampak pada masyarakat dengan pendapatan yang kurang, memliki kondisi perumahan yang tidak layak, serta pendidikan rendah, yang mempengaruhi akses lingkungan yang aman serta memiliki air dan udara yang bersih.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, permasalahan itu juga disebabkan kurangnya ketersediaan pangan yang dimiliki, ditambah dengan kurangnya akses untuk pelayanan kesehatan. Masalah ini menjadikan mereka yang sebelumnya rentan terpapar penyakit menjadi lebih rentan lagi. Oleh sebab itu, WHO berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap orang, di mana pun dapat mewujudkan hak atas kesehatan yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia sendiri, hak untuk hidup sejahtera lahir batin dan hak mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan hak warga yang termaktub dalam konstitusi Negara Republik Indonesia. Kewajiban negara untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan diatur secara khusus dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan nasional dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 2014, sebagai bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan hak kesehatan, pemerintah meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tercapainya jaminan kesehatan semesta atau <em>Universal health Coverage</em> (UHC) tahun 2019 merupakan target pemerintah. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PRAKARSA, cakupan kepesertaan JKN berdasarkan data per Desember 2019 , baru 224,1 juta atau 83 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Dapat diartikan bahwa target yang dicanangkan pemerintah gagal untuk dicapai.</p><p style="text-align: justify;">Terlambatnya capaian kepesertaan JKN, tentu berhubungan dengan defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang selalu menjadi permasalahan di setiap tahunnya. Mengutip data penelitian dan pengembangan (Litbang) Kompas, Defisit BPJS pada tahun 2014 tercatat sebesar Rp1,94 triliun, lalu di tahun 2015 defisit Rp4,42 triliun, tahun 2016 turun menjadi Rp150 milyar. Setelah itu, membengkak kembali menjadi Rp13,8 triliun di tahun 2017, Rp19,4 triliun di tahun 2018, dan Rp13 triliun di tahun 2019. Namun, pada tahun 2020, BPJS Kesehatan mencatatkan surplus arus kas Rp18,7 triliun.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu tentu kasus yang baik, namun perlu diperhatikan apakah bersifat permanen atau hanya sementara. Pasalnya, menurut Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), ditengah Covid-19 kunjungan peserta JKN-KIS ke fasilitas kesehatan berkurang hingga 40 persen. Tentu antisipasi perlu dilakukan oleh pihak BPJS Kesehatan, demi mencegah terjadinya defisit kembali pada keuangan BPJS kesehatan, jika sekiranya setelah keadan normal maka peserta JKN-KIS yang kembali berobat membludak.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti di situ, tidak meratanya cakupan pelayan kesehatan juga menjadi penyebab dari tidak tercapainya target UHC 2019. Seperti penelitian yang dilakukan oleh PRAKARSA, mereka menemukan bahwa beberapa provinsi di Pulau Jawa dan bagian Barat Indonesia memiliki cakupan layanan kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan provinsi di luar Jawa, terutama bagian Timur Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mencapai UHC, pemerataan cakupan pelayanan kesehatan tentu harus diterapkan. Tidak hanya di Pulau Jawa saja, namun juga di luar Jawa, terkhusus bagian timur Indonesia. Kesenjangan dan ketidaksetaraan alokasi sumber daya daerah, kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional, penerapan akses perawatan bagi pengguna JKN yang kurang berkualitas di beberapa daerah, serta kemiskinan yang berhubungan erat dengan munculnya masalah kesehatan, menjadi hal yang harus segera diatasi oleh pemerintah.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Winda Wulandari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat FKM 2019.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rosna Islamika, Menjadi Versi Terbaik dalam Mencapai Prestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/rosna-islamika-menjadi-versi-terbaik-dalam-mencapai-prestasi/baca </link>
<guid> rosna-islamika-menjadi-versi-terbaik-dalam-mencapai-prestasi </guid>
<pubDate> Thu, 08 Apr 2021 09:19:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok mahasiswa berprestasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/rosna-islamika-menjadi-versi-terbaik-dalam-mencapai-prestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gMh9FLJGWk.png" />
					</figure>
			                <h1>Rosna Islamika, Menjadi Versi Terbaik dalam Mencapai Prestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - &ldquo;Tidak ada cara khusus untuk tetap konsisten dalam mencapai prestasi selama ini. Tentunya, niat dan juga tujuan selalu saya pegang teguh untuk menjadi versi terbaik diri saya.&rdquo;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Itulah kunci dalam menggapai segudang prestasi bagi Rosna Vidya Islamika. Gadis yang merupakan wisudawati terbaik Unmul ini lulus dari dari Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan IPK 3,95 alias nyaris sempurna.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Minggu (4/4) lalu, Rosna menyambut hangat awak <em>Sketsa</em> untuk berbagi pengalamannya. Mahasiswi kelahiran Samarinda tersebut mengaku jika ia selalu menerapkan afirmasi positif dalam perjuangannya meraih prestasi. Ini membuatnya yakin bahwa secara mental dan fisik, ia dapat lebih percaya diri serta lebih kuat menghadapi tantangan. Perjuangan yang dilakukan membuatnya mampu menghadapi berbagai situasi, sehingga niat dan tujuan awal yang telah dibuatnya akan tercapai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun tidak mendapatkan prestasi, menurut saya kita tidak akan kecewa. Kembali lagi bahwa cara tersebut ditujukan untuk memiliki rasa percaya diri juga pantang menyerah dalam berbagai hal,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, memiliki afirmasi positif akan berpengaruh kuat terhadap peneguhan diri. Hal tersebut akan mempengaruhi bagaimana perjalanan ke depan, kemudian membantunya meraih prestasi sebagai hasil dari perjuangan yang telah dilakukan selama ini.</p><p style="text-align: justify;">Di lingkungannya, Rosna mengatakan jika ia dikenal sebagai sosok yang ambisius dalam meraih cita-citanya. Dia pun tidak merasa keberatan dengan hal tersebut, justru menganggapnya sebagai hal yang positif. Tekadnya itu membuatnya memikirkan <em>planning</em> dan strategi yang harus dilakukan untuk kepentingan masa depannya.</p><p style="text-align: justify;">Rosna pun tak mengindahkan segala bentuk ucapan negatif terkait dirinya dan menanggapinya dengan santai. &ldquo;Saya bodoh amat aja sih. <em>Ngapain</em> terlalu dipikirin, santai saja selama mereka tidak dengki kepada saya, tidak melukai saya. Tidak masalah karena setiap orang berhak untuk berpendapat,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Secara pribadi, ia bersedia untuk memotivasi sekitarnya dalam menyebarkan semangat yang memacu berkarya. Ia menyebutkan, setiap orang memiliki cara tersendiri dalam mencapai cita-citanya. Rosna meyakini, jika segala keberhasilan dan prestasi yang telah di genggamnya merupakan hadiah kecil atas penghargaan dari Tuhan untuk sebuah niat dan tujuan yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Kepercayaan terhadap kekuatan niat dan tujuan baik, membuatnya memiliki motivasi yang begitu besar. Faktor inilah yang membantunya terus maju dan melangkah dalam meraih prestasi. Seperti membahagiakan kedua orang tua, kerabat juga seluruh pihak yang telah memberinya dukungan dan doa selama ini.</p><p style="text-align: justify;">Gadis yang berpengalaman sebagai staf administrasi dan keuangan Salty Indonesia tersebut turut menjelaskan bahwa mengerjakan sesuatu dengan ikhlas juga tulus akan meningkatkan motivasi dalam menggerakan niat dan meraih tujuan yang telah diprioritaskan.</p><p style="text-align: justify;">Rosna juga membagikan kiat-kiatnya dalam pengerjaan skripsi. <em>Pertama</em>, tidak menganggap skripsi sebagai beban. Lalu, tidak terlalu menekan diri dan menjadikan skripsi sebagai penyebab masalah atau stres. Melainkan dengan pembawaan yang santai namun konsisten. Kemudian, jangan mengerjakan skripsi dalam sekali waktu atau menggunakan sistem maraton karena memicu stres.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gak apa-apa kalau hari ini kita <em>stop</em> dulu, santai dulu. Yang penting konsisten mengerjakan. Jangan sebulan gak ngerjain, keterlaluan tuh. Pelan pelan dengan konsisten, dibandingkan cepat-cepat tapi tidak ada konsistensi,&rdquo; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai progres apa yang ia kerjakan, ia berkeinginan agar semua ilmu yang ia miliki dapat bermanfaat bagi orang lain. Rosna juga memiliki harapan yang besar untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, ia berpesan kepada para mahasiswa yang masih berjuang untuk tidak mudah menyerah, putus asa sampai terbawa stres yang berlarut dalam pengerjaan skripsi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika sedang mengalami kebingungan hingga putus asa dengan skripsi, segera cari seseorang yang dapat diajak untuk berdiskusi dan bertukar pikiran. Bisa dengan senior atau kakak tingkat, maupun kenalan yang dianggap mampu. Jangan lupa pula untuk terus berkomunikasi dengan dosen pembimbing dalam memperlancar proses skripsi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Terus yakin dan percaya diri dapat menjadi kekuatan lebih dalam menjalani setiap prosesnya. Itulah yang harus ditanamkan pada setiap pribadi. &ldquo;Kalau kamu sendiri sudah tidak yakin dengan dirimu sendiri, bagaimana orang lain mau membantu kamu? Jangan menjadi penghambat bagi diri sendiri,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>khn/len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bahaya! Ini Dampak Negatif Multitasking </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/bahaya-ini-dampak-negatif-multitasking/baca </link>
<guid> bahaya-ini-dampak-negatif-multitasking </guid>
<pubDate> Thu, 08 Apr 2021 11:18:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bahaya multitasking </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/bahaya-ini-dampak-negatif-multitasking/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mkAbBjpOmA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bahaya! Ini Dampak Negatif Multitasking</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Yakin, <em>deh</em>. Kebanyakan dari mahasiswa menerapkan bahkan berusaha untuk selalu bisa <em>multitasking</em>, alias mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Sebagian orang berpendapat bahwa kebiasaan ini dapat menuntaskan pekerjaan dengan lebih cepat. Tanpa kita sadari pula, sebenarnya <em>multitasking</em> sudah menjadi keseharian. Mengerjakan tugas sambil buka <em>chatting</em> di ponsel, makan malam sambil menonton televisi, hingga menyetir sambil menerima telepon.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Padahal, kemampuan ini tidak menandakan kamu selalu produktif. Guy Winch, penulis <em>Emotional First Aid</em> mengatakan bahwa pada dasarnya manusia tidak bisa multitasking. Nah, yang benar adalah task-switching atau berganti-ganti tugas. Lantas, mengapa hal ini tidak baik dilakukan terus menerus? Berikut <em>Sketsa</em> rangkum untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memperlambat Kinerja</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukannya <em>multitasking</em> membuat pekerjaan cepat selesai? Berlawanan dengan anggapan yang ada, sebenarnya hal ini malah membuat kinerjamu lambat karena konsentrasimu bakal terpecah-pecah antara tugas satu dengan lainnya. Sebaiknya, lakukan salah satu pekerjaan dahulu kemudian lanjutkan dengan yang berikutnya. Tentu saja setelah yang pertama telah kamu tuntaskan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memicu Stres</strong></p><p style="text-align: justify;">Hal ini disebabkan oleh terbaginya konsentrasi dan menyebabkan otak selalu &lsquo;waspada&rsquo; dengan kegiatan lainnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Irvine dari University of California, orang yang melakukan multitasking cenderung memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan tingkat stres yang tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya. Saat berbagai informasi menumpuk, otak akan menjadi lelah serta terbebani.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rentan Menyebabkan Kesalahan</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat <em>multitasking</em>, fokus akan terbagi dan produktivitas melambat. Alhasil, kesalahan pengerjaan muncul sebagai bentuk dari beban yang tidak sepadan. Kembali kepada pengertian di mana manusia tidak dapat melakukan dua pekerjaan dalam waktu bersamaan. Apalagi jika beban kerja yang lebih dari itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kehilangan Momen</strong></p><p style="text-align: justify;">Waktu kamu sibuk melakukan dua hal atau lebih secara bersamaan, fokus terhadap sekeliling menjadi berkurang. Akibatnya, kamu akan melewatkan beragam momen penting, baik besar maupun kecil dalam hidupmu. Contoh kecilnya saja, ketika kamu sibuk berjalan sambil membalas <em>chatting</em>. Jika kita hanya sekadar jalan-jalan, mungkin saja ada hal menarik yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Merusak Memori Otak</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika otak dipaksa untuk melakukan <em>multitasking</em>, sebenarnya kita jadi melewatkan hal-hal detail pada kegiatan yang sedang dilakukan. Misalnya saat kamu berselancar di Instagram sambil menonton televisi. Ketika otak sedang berkonsentrasi pada satu objek lalu terganggu dengan objek lain, maka otak mengalami sedikit &lsquo;blank&rsquo; dan sejumlah informasi menjadi hilang. Bayangkan jika hal ini sering kamu lakukan, sudah berapa banyak informasi yang kamu lewatkan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menghambat Kreativitas</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dibantah, <em>multitasking</em> akan membuat kerja otak meningkat dua sampai tiga kali lipat dari kapasitas normalnya. Selain lelah, otak tidak memiliki kesempatan untuk berpikir secara kreatif sebab dipaksa melakukan banyak hal secara bersamaan. Makanya, <em>multitasking</em> membuat ide yang datang secara spontan dan imajinatif menjadi berkurang.</p><p style="text-align: justify;">Jika kamu merasa harus mengerjakan banyak hal, maka buatlah skala prioritas. Ini akan membantumu menyelesaikan pekerjaan yang paling kamu butuhkan lebih dulu, sehingga fokusmu akan lebih kuat dan mencapai hasil yang bagus. Biasakan untuk mengerjakan tugasmu satu per satu, ya! (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Healing Time Bersama Soundtrack Album Studio Ghibli </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/healing-time-bersama-soundtrack-album-studio-ghibli/baca </link>
<guid> healing-time-bersama-soundtrack-album-studio-ghibli </guid>
<pubDate> Fri, 09 Apr 2021 11:09:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Soundtrack gibli </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/healing-time-bersama-soundtrack-album-studio-ghibli/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VapTjeuF1V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Healing Time Bersama Soundtrack Album Studio Ghibli</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Penat dengan kegiatan dan tugas-tugas yang terus berdatangan? Kamu butuh relaksasi dengan melakukan <em>healing time</em>. Selain membantumu kembali tenang dan rileks, pekerjaan jadi lebih mudah dan membuatmu tidak merasa terbebani. Cobalah menggunakan musik dalam kesempatan ini! Jika biasanya kamu hanya mendengarkan musik-musik dari rekomendasi radio atau <em>playlist</em> lagu pop, kali ini <em>Sketsa</em> akan memberikan <em>soundtrack</em> album milik Studio Ghibli untukmu.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu asing dengan Ghibli, mereka adalah studio animasi asal Jepang yang telah menghasilkan banyak sekali film-film berkualitas. Tak hanya didukung sinematografi yang apik, musik di dalamnya juga asyik untuk didengarkan. Berikut rekomendasi kami!</p><p style="text-align: justify;"><strong>My Neighbor Totoro Soundtrack (1988)</strong></p><p style="text-align: justify;">Ingin kembali merasakan kembali suasana masa kecil? Maka album ini cocok untuk menemanimu! Joe Hisaishi selaku komposer akan membawamu pada suasana petualangan yang fantastis. Terdiri dari 20 lagu, kamu dapat mendengarkannya ketika sedang istirahat. <em>The Path of the Wind</em> adalah salah satu yang bernuansa magis. Semakin seru dengan <em>theme song</em> yang dinyanyikan oleh Azumi Inoue, yakni My Neighbor Totoro.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Whisper of the Heart Soundtrack (1995)</strong></p><p style="text-align: justify;">Dengan total 22 lagu, album ini dikemas dalam nuansa musik yang lembut juga mendatangkan suasana hangat. Album ini diisi oleh komposisi yang unik oleh Yuji Nomi, komposer yang bekerja dalam film <em>Whisper of the Heart</em>. Coba dengarkan <em>A Hilly Town</em> dan <em>The Song of Baron</em> yang memiliki kesan <em>dreamy</em>. Jangan lupa juga <em>Take Me Home</em>, <em>Country Roads</em> yang menjadi <em>theme song</em>-nya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Howl&rsquo;s Moving Castle Soundtrack (2004)</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa yang tidak mengenal film animasi yang satu ini? Album yang masih diisi dengan <em>scoring</em> oleh Joe Hisaishi, akan memberikan suasana petualangan yang berbeda. Berisi 26 lagu, komposisi klasik nan indah membuatmu lebih <em>enjoy</em>! Coba dengarkan <em>theme song</em> pada album ini, <em>Merry-Go-Round of Life</em> yang diisi oleh vokal Chieko Baisho sang pengisi suara <em>Sophie</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>From Up On Poppy Hill Soundtrack (2011)</strong></p><p style="text-align: justify;">Tenang dan menyegarkan sepertinya cocok disematkan untuk album yang satu ini. Dibawakan oleh produser Satoshi Takabe, sebanyak 28 lagu akan memanjakan telingamu seolah berada dalam film. Ditambah dengan vokal Aoi Tejima pada lagu <em>First Love</em> dan t<em>heme song, Summer of Farewells</em>, dijamin akan membuat harimu lebih lega. Jika ingin mendengarkan soundtrack dengan versi vokal, kamu bisa mendengarkan koleksi lagu yang dinyanyikan oleh Aoi Tejima dengan judul album yang sama.</p><p style="text-align: justify;"><strong>When Marnie Was There Soundtrack (2014)</strong></p><p style="text-align: justify;">Menyuguhkan 34 lagu yang dibagi menjadi dua disc, album ini sangat minimalis, klasik dan mengundang rasa haru seperti filmnya sendiri. Digubah oleh komposer Takatsugu Muramatsu, soundtrack ini berhasil mengeluarkan emosi yang mendukung alur cerita dalam <em>When Marnie Was There</em>. Priscilla Ahn, penyanyi yang membawakan <em>Fine on the Outside</em> sebagai <em>theme song</em> juga mengeluarkan album <em>Just Know That I Love You</em> sebagai bagian dari film ini. Lagu <em>This Old House</em> dan <em>You&rsquo;re a Star</em> bisa menjadi pilihan untuk kamu dengarkan.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia lima album pilihan kami! Kamu juga bisa mengulik masing-masing lagu yang ada di setiap albumnya sebagai refrensi. Jangan lupa untuk selalu mengambil waktu jeda dan istirahat dari pekerjaanmu. Selamat mendengarkan! (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Menjadi Polemik, Apakah Impor Beras Memang Perlu? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-menjadi-polemik-apakah-impor-beras-memang-perlu/baca </link>
<guid> sempat-menjadi-polemik-apakah-impor-beras-memang-perlu </guid>
<pubDate> Fri, 09 Apr 2021 11:53:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Polemik kebijakan impor beras </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-menjadi-polemik-apakah-impor-beras-memang-perlu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m9OOWDKbjM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Menjadi Polemik, Apakah Impor Beras Memang Perlu?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pada Maret lalu, wacana impor beras sebanyak 1 juta ton yang digagas pemerintah memicu pro dan kontra di berbagai kalangan. Dilansir dari <em>tempo.co,</em> Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengatakan jika langkah tersebut diperlukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di Indonesia. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi juga menyatakan jika impor ini tidak akan mengganggu harga gabah. Rencananya, beras impor tersebut akan digunakan sebagai <em>iron stock</em> atau cadangan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sementara, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menyebut jika kebijakan ini dapat menyulitkan pihaknya dalam mendistribusikan beras. Dengan referensi keputusan impor di 2018, hingga kini masih ada beras impor yang belum tersalurkan dan mengalami penurunan mutu.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah rencana impor ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan data prognosa mengenai ketersediaan pangan pokok periode Januari-Mei 2021. Atas data tersebut, ia menegaskan jika neraca pangan pokok khususnya untuk komoditas beras dalam keadaan cukup. Pada data tersebut, tercatat stok beras pada akhir 2020 sebesar 7,38 juta ton dengan perkiraan produksi dalam negeri sebesar 17,51 juta ton.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, pemerintah Indonesia dan Thailand dikabarkan menandatangani <em>Memorandum of Understanding</em> (MoU) terkait pengadaan beras pada akhir Maret dengan nilai 1 juta ton. Di mana perjanjian ini merupakan langkah kedua negara untuk saling memenuhi pasokan beras. Mengutip <em>kompas.com</em>, Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksawisit mengungkapkan jika perjanjian yang diteken adalah pasokan beras asal Thailand ke Indonesia dengan kadar retak 15-25 persen alias beras medium. Impor beras yang dilakukan Indonesia juga dilakukan dengan syarat tertentu, yakni tergantung produksi beras kedua negara tersebut dan harga beras dunia.</p><p style="text-align: justify;">Adanya saling silang di pemerintah pusat terkait hal ini membuat khawatir sejumlah pemerintah daerah. Mereka sepakat untuk menolak impor beras karena mencemaskan harga beras petani lokal yang akan semakin anjlok. Mengutip <em>tempo.co</em>, Presiden Joko Widodo kemudian memastikan jika Indonesia tidak akan mengimpor beras hingga Juni mendatang. Ia mengakui adanya MoU tersebut, tetapi kesepakatan tersebut hanya bersifat sementara untuk berjaga-jaga dalam situasi pandemi yang tak dapat diprediksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berasnya belum masuk. Saya pastikan beras petani akan diserap oleh Bulog dan saya akan segera memerintahkan Menteri Keuangan agar membantu terkait anggarannya. Saya tahu, kita memasuki masa panen dan harga beras di tingkat petani belum sesuai diharapkan,&rdquo; tegas Jokowi.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai respons pun datang dari praktisi agraria, akademisi, petani hingga masyarakat. Salah satunya datang dari Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul, yakni Prof. Bernatal Saragih yang tidak sepakat akan impor beras. Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Jumat (2/4), dengan tegas ia menolak keputusan pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk periode Maret tidak perlu impor. Karena stok beras masih cukup hingga Juni,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kajian milikinya melalui Bernatal Saragih <em>ResearchGate</em>, rendahnya harga gabah saat ini dinilai tidak sebanding dengan harga produksi, pupuk serta tenaga kerja yang dilakukan selama masa panen. Pada 2019, Indonesia mengalami surplus beras sejumlah 1,9 juta ton ditambah dengan cadangan Bulog sebanyak 883.585 ton. Akumulasi kembali terhitung dari pemasukan hasil panen pada Januari hingga Maret 2021 yang mencapai 14 ton. Sehingga, pasokan beras masih lebih dari cukup dengan jumlah 16,8 juta ton.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perkiraan, kebutuhan kita dari Januari hingga Maret adalah 6.302.101 ton. Maka, kita memiliki beras 10,5 juta ton yang artinya masih cukup hingga Juni 2021,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, pemerintah dapat mempertimbangkan nasib petani serta mengimbau harga gabah menjadi stimulan bagi petani dalam memproduksi hasil panen.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa juga turut memberikan tanggapannya. Nur Widya Sari, mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian 2019 ini menyayangkan langkah yang hendak ditempuh pemerintah bila terimplementasi. Baginya, petani akan bekerja lebih keras untuk memproduksi beras serta bersaing dengan produk luar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Impor beras itu bisa kita lakukan, tapi kalau memang kita sudah benar-benar menyerah dan tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari produksi di dalam negeri,&rdquo; tukasnya, Jumat (2/4).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maret sampai April itu puncaknya panen raya dan cadangan beras masih banyak, jadi kayak kurang tepat aja gitu,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan serupa juga disampaikan oleh Risky Muhammad Ridho. Diwawancarai Sketsa pada Rabu (7/4), mahasiswa Agroteknologi 2018 ini menolak wacana pemerintah terhadap impor beras. Menurut Ridho, pemerintah seharusnya dapat berfokus pada penyerapan hasil panen guna membantu petani dalam memenuhi kebutuhan pangan negara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita tidak perlu melakukan yang namanya impor beras. Karena dalam kondisi panen raya yang surplus di beberapa daerah, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan beras di tiap daerah saya rasa cukup,&rdquo; pungkasnya. (<em><strong>jhr/fsf/syl/len</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Civitas Academica Terhadap Pro dan Kontra Larangan Mudik Lebaran 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/civitas-academica-terhadap-pro-dan-kontra-larangan-mudik-lebaran-2021/baca </link>
<guid> civitas-academica-terhadap-pro-dan-kontra-larangan-mudik-lebaran-2021 </guid>
<pubDate> Sat, 10 Apr 2021 12:13:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Larangan Mudik 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/civitas-academica-terhadap-pro-dan-kontra-larangan-mudik-lebaran-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xhvzBWbnh9.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Civitas Academica Terhadap Pro dan Kontra Larangan Mudik Lebaran 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ini merupakan kali kedua Indonesia menghadapi bulan suci ramadan dan perayaan Idulfitri di tengah pandemi. Menyikapi momentum tersebut, pemerintah menetapkan kebijakan yakni melarang masyarakat mudik pada lebaran tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>detik.com</em>, Presiden Joko Widodo melaksanakan Rapat Koordinasi Tingkat Menteri pada Selasa (23/3). Berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), rapat tersebut menghasilkan kebijakan bahwa mudik Lebaran 2021 ditiadakan. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Termasuk di antaranya ASN, TNI, dan Polri, serta karyawan BUMN.</p><p style="text-align: justify;">Aturan tersebut ditetapkan berdasarkan pertimbangan beberapa hal, seperti mengurangi angka penularan virus Covid-19 terhadap masyarakat dan tenaga kesehatan. Keputusan turut didasarkan pada pengalaman sebelumnya. Di mana pada beberapa libur panjang, angka positif Covid-19 kian meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan ini pun tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). Dijelaskan bahwa cuti bersama yang semula terdapat 7 hari, dipangkas menjadi 2 hari. Kegiatan mudik dilarang pada 6-17 Mei 2021 dan pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar pada tanggal tersebut, kecuali dalam keadaan perlu dan mendesak.</p><p style="text-align: justify;">Bersama dengan SKB yang diterbitkan oleh pemerintah pusat, Ketua Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul, Ratno Adrianto, menyambut baik larangan mudik lebaran yang telah menjadi tradisi masyakarat Indonesia tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp, pada Jumat (2/4) lalu, melalui evaluasi yang dilaksanakan pasca arus kedatangan masyarakat yang bepergian ke luar daerah oleh pemerintah, terdapat lonjakan kasus Covid-19. Kendati masih berupa imbauan, Ratno berharap pemerintah segera merampungkan wacana tersebut menjadi Peraturan Pemerintah (PP) yang selanjutnya diteruskan menjadi Peraturan Daerah (Perda) guna disosialisasikan kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga kebijakan tersebut dapat membawa dampak positif bagi kita semua,&rdquo; singkat Ratno.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia juga berharap agar pemerintah dapat menutup akses transportasi keluar wilayah pada tanggal yang telah ditetapkan. Ini agar masyarakat tidak dapat mencari celah.</p><p style="text-align: justify;">Respons juga berdatangan dari mahasiswa yang sedang menempuh studi di luar daerah asalnya. Salah satunya Umar, yang memberikan tanggapan melalui pesan WhatsApp. Bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Olahraga 2018 ini, keputusan pemerintah dalam menangani laju virus telah tepat. Namun, baginya pelarangan bukanlah solusi yang efektif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita bisa beradaptasi dengan normal, misal dengan mudik, terapkan protokol kesehatan. Wajib melakukan tes <em>rapid antigen</em> atau semacamnya, jadi perketat aturan selama mudik,&rdquo; paparnya pada Selasa (6/4).</p><p style="text-align: justify;">Umar sendiri berencana merayakan hari raya Idulfitri bersama keluarga di Kutai Barat. Ia menambahkan, pandemi yang tidak dapat diprediksi waktu usainya akan menuntut masyarakat menyesuaikan segala aktivitas dengan aturan kesehatan yang disiplin.</p><p style="text-align: justify;">Berasal dari daerah yang sama, Fatur Rahman Subianto, mahasiswa Pendidikan Biologi 2018, mengatakan jika dirinya berkeinginan merayakan hari raya bersama keluarga tercinta. Baginya, kebijakan yang diumumkan telah melalui serangkaian pertimbangan yang matang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan melarang mudik sepenuhnya, masyarakat bisa siasati dengan mudik dari jauh-jauh hari sebelum tanggal yang ditetapkan oleh pemerintah,&rdquo; terang Fatur, Selasa (6/4).</p><p style="text-align: justify;">Kedua mahasiswa tersebut berharap, peraturan larangan tersebut dapat menekan angka pertumbuhan Covid-19. Kendati demikian, individu harus disiplin dengan mengimplementasikan protokol kesehatan kala bepergian. (<strong><em>syl/ffs/krz/rst</em></strong>).</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Partisipasi Mahasiswa Unmul dalam Program Kampus Mengajar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-program-kampus-mengajar/baca </link>
<guid> partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-program-kampus-mengajar </guid>
<pubDate> Sun, 11 Apr 2021 07:24:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus mengajar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-program-kampus-mengajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wzjda5dO0F.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Partisipasi Mahasiswa Unmul dalam Program Kampus Mengajar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dilansir dari laman <em>kemdikbud.go.id</em>, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah melakukan seleksi akhir bagi mahasiswa untuk Program Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Nama-nama mahasiswa, dosen pendamping lapangan dan Sekolah Dasar (SD) tempat penugasan juga telah diumumkan melalui email serta akun masing-masing mahasiswa dan dosen pada tanggal yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Seperti diketahui, program ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadi pengajar di SD. Khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan) dan pelosok yang membutuhkan bantuan para pendidik dari mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Agar dapat mengikuti program, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan mahasiswa saat mendaftar. Seperti halnya memastikan data diri (nama, tempat tanggal lahir, Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK)) telah sesuai dengan yang ada di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, mahasiswa harus memastikan jika data kecamatan, kabupaten dan provinsi di data diri aplikasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) sesuai dengan domisili saat ini. Terakhir adalah melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan perguruan tinggi atau fakultas.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian mewawancarai beberapa mahasiswa yang lolos pada tahap seleksi tersebut. Rizka Rini, mahasiswa Pendidikan Biologi 2018 ini membeberkan keinginannya dalam Program Kampus Mengajar.</p><p style="text-align: justify;">Rizka mengatakan, alasan utamanya mengikuti program adalah untuk mendapatkan pengalaman mengajar secara langsung. Ia juga tertarik untuk mengetahui bagaimana guru-guru di sekolah mengajar selama pandemi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun Program Kampus Mengajar ini untuk SD, tapi hitung-hitung bekal saya untuk semester 7 nanti dalam mengikuti PLP. Selain itu, kita juga mendapatkan sertifikat langsung dari Kemendikbud yang bisa digunakan sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI),&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (1/4).</p><p style="text-align: justify;">Perihal lainnya datang dari Rizky Arif Rivai asal Agroteknologi 2018. Keikutsertaannya menjadi jalan untuk meneguhkan hati dan mengabdi pada masyarakat atas ilmu yang telah ia tempuh hingga saat ini. Rizky juga berkeinginan untuk memperkaya pengalaman dan membagikan ilmu dengan lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada dasarnya, banyak sekali anak-anak yang ingin mengenyam pendidikan layak tapi tidak kesampaian karena kekurangan mereka. Saya berharap dengan kehadiran saya, dapat membuat mereka menjadi terinspirasi untuk semangat dalam menuntut ilmu,&rdquo; ungkapnya, Jumat (2/4).</p><p style="text-align: justify;">Pearly Talencia, mahasiswa Pendidikan Biologi 2018 turut serta memberikan pendapatnya mengenai program mengajar ini. &ldquo;Saat pembekalan, kami diberi arahan agar mendampingi guru dalam proses pembelajaran. Di mana kami dapat membantu dalam bidang akademik, administrasi dan pengembangan IPTEK di sekolah tersebut,&rdquo; katanya pada Minggu (4/4).</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, program ini dapat berjalan lancar agar semua distribusi ilmu dapat bermanfaat dan mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berharga selama kegiatan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Pearly, Tri Astuti asal Agroteknologi 2018 ini optimis jika program yang diusung pada situasi ini dapat membantu mahasiswa dalam menekan dampak-dampak pandemi khususnya terhadap pendidikan dasar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Banyak sekali yang bisa dilakukan tentunya. Pertama dengan menekankan protokol kesehatan di SD penempatan, membantu proses belajar mengajar dan membantu guru dalam segala bidang apa. Intinya kepedulian kita terhadap keadaan di sekolah penempatan,&quot; pungkasnya, Minggu (4/4).</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, ia sangat mengharapkan jika Program Kampus Mengajar dapat terus berlanjut agar pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan lebih luas serta meningkatkan taraf pendidikan di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga dari kampus mengajar Angkatan 1 ini dapat menginspirasi siswa-siswa sekaligus teman-teman seperjuangan yang selanjutnya dapat meneruskan pengabdian dan mendaftarkan diri pada kesempatan berikutnya,&quot; tutup Tri. (<strong><em>nop/bae/sar/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hilang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/hilang/baca </link>
<guid> hilang </guid>
<pubDate> Sun, 11 Apr 2021 09:57:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi hilang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/hilang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/G1esXgznEm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hilang</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Debur ombak seakan mencari sesuatu yang hilang,</span><br></p><p>suaranya berusaha mengusir bising yang memuakkan.</p><p>Meski sebenarnya hening,</p><p>karena jiwa yang harusnya hidup kini telah mati.</p><p><br></p><p>Dalam diri sang puan, jiwanya telah hilang, mati, tak ditemukan.</p><p>Ia berjalan di bawah langit biru yang luas,</p><p>tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa hasrat.</p><p><br></p><p>Debur ombak seakan menyapa dirinya yang mati,</p><p>membuatnya terus melangkah karena mencari kehidupan.</p><p>Hingga akhirnya ia menemukan jiwanya,</p><p>meski raga tak lagi jadi miliknya.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Yasmin Dieva Islamiyah, mahasiswi Psikologi FISIP 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panglima </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/panglima/baca </link>
<guid> panglima </guid>
<pubDate> Sun, 11 Apr 2021 10:49:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/panglima/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R9DBSvf46y.png" />
					</figure>
			                <h1>Panglima</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Berdasarkan adaptasi dari legenda masyarakat Dayak.</em></strong></span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada suatu hari, di sebuah desa kecil di pedalaman hutan Kalimantan, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Pune. Kakeknya merupakan seorang kepala suku di wilayah tersebut. Sementara ibunya adalah seorang pengrajin kain tenun dan ayahnya adalah petani. Pune sangat dekat dengan kakeknya. Mereka sering melakukan segala sesuatu bersama-bersama seperti berkebun, menanam padi, mengumpulkan getah karet sampai memancing ikan di sungai.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hari, saat sedang berenang di sungai. Pune melihat seekor burung Enggang yang terluka karena tembakan seorang pemburu liar. Merasa kasihan, Pune memutuskan untuk membawa burung itu pulang. Takut akan dimarahi sang ibu, Pune pun menyembunyikan hewan langka tersebut di belakang rumah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tunggulah di sini, sobat. Aku akan kembali,&rdquo; kata Pune.</p><p style="text-align: justify;">Menjelang tengah malam saat semua orang terlelap, Pune mengendap-ngendap ke belakang rumah untuk mengobati burung Enggang yang terluka itu. Kemudian, Pune dikejutkan oleh kakeknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa yang kau lakukan tengah malam begini? Kenapa kau belum tidur, Pune?&rdquo; tanya sang kakek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku hendak mengobati burung Enggang yang aku dapatkan tadi, kakek,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Pune pun mengobati burung tersebut dengan dibantu oleh kakeknya. &ldquo;Apakah kakek pernah menceritakan tentang seorang pahlawan yang bertugas melindungi hewan dan tumbuhan di bumi kita ini?&rdquo; tanya kakek.</p><p style="text-align: justify;">Pune menggelengkan kepalanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masyarakat menyebutnya Panglima, ia terlahir dari setiap generasi untuk melanjutkan tugas Panglima generasi sebelumnya. Panglima adalah seorang pahlawan yang datang hanya saat situasi genting dan untuk membawa keseimbangan bagi kehidupan kita,&rdquo; jelas kakeknya.</p><p style="text-align: justify;">Keesokan hari, desa tersebut kedatangan para penebang liar yang meminta penduduk untuk pindah karena ingin memperluas lahan. Masyarakat menolak memberikan lahan yang sudah menjadi warisan turun-temurun keluarga mereka. Keributan pun tak terhindarkan. Para penebang diusir, dan mereka berjanji akan mendapatkan lahan itu bagaimana pun caranya.</p><p style="text-align: justify;">Pada ulang tahunnya yang kedelapan belas, Pune dihadiahkan sebilah Mandau oleh kakeknya. Ia telah belajar banyak tentang kepemimpinan dari sang kepala suku. Dengan harapan dapat menggantikannya suatu hari nanti. Pune juga bersahabat baik dengan Burung Enggang yang dulu ditemukannya.</p><p style="text-align: justify;">Suatu hari, Pune diperintahkan oleh ibunya mencari ikan ke sungai untuk merayakan keberhasilan panen. Tanpa sepengetahuannya, datanglah para penebang untuk menepati janji mereka.</p><p style="text-align: justify;">Merasa terhina atas perlakuan masa lalu, membuat mereka berambisi untuk mendapatkan lahan tersebut. Mereka membakar desa berserta hasil panen, membunuh hewan ternak dan para penduduk termasuk ayah, ibu, dan kakek Pune.</p><p style="text-align: justify;">Kedatangan mereka yang secara mendadak membuat kepala suku tidak bisa berbuat banyak. Rumah Lamin sepanjang lima puluh meter habis dilalap api dalam hitung menit. Burung Enggang memperingatkan Pune untuk pulang, tapi tidak diherankan karena ikan tangkapannya masih sedikit.</p><p style="text-align: justify;">Sembari menebar jaring, Pune terus memikirkan tentang seorang pahlawan yang diceritakan kakeknya. Di sisi lain, pembantaian terus terjadi di desa. Rintihan penduduk yang kesakitan memekakkan telinga. Begitu juga bau hangus yang tercium sedemikian jauhnya.</p><p style="text-align: justify;">Burung Enggang terus memperingatkan Pune untuk segera pulang. Jauhnya jarak membuat Pune tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia terus memikirkan tentang pahlawan yang diceritakan kakeknya sewaktu ia masih kecil.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa benar ada pahlawan bernama Panglima yang bertugas untuk menjaga keseimbangan? Huh, kakek ada-ada saja!&rdquo; ujar Pune dalam hati.</p><p style="text-align: justify;">Lelah diperingatkan oleh Enggang terus-menerus, akhirnya Pune mengakhiri buruannya dan bersiap untuk pulang. Dengan Mandau yang diikatkan di pinggangnya dan ikan buruan di kedua tangannya, ia pun pulang ditemani Enggang yang terlihat khawatir. Untungnya, para penebang telah lama pergi meninggalkan desa.</p><p style="text-align: justify;">Bau hangus yang semakin menusuk, asap hitam meninggi di atas desa. Pune menyadari sesuatu dan bergegas. Ia dikejutkan oleh mayat penduduk yang berserakan dan beberapa telah hangus. Kesedihan terpancar dari matanya, terlebih lagi saat melihat kedua orang tua yang hampir tidak dikenalinya.</p><p style="text-align: justify;">Ia mencoba mencari kakeknya. Sang kepala suku tergeletak kesakitan dengan darah di seluruh tubuhnya.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Jangan sia-siakan hidupmu, Pune. Berjuanglah untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Kamu akan selalu menjadi cucu kesayanganku, Pune,&rdquo; kata terakhir sang kepala suku.</p><p style="text-align: justify;">Pune mencapai titik terendah dalam hidupnya. Warna matanya berganti menjadi hitam pekat, Mandau miliknya melayang bersama dengan milik warga yang tewas. Burung Enggang mengibaskan sayapnya. Kepala suku sekaligus Panglima yang baru telah terpilih. Seorang Panglima mampu mengidentifikasi teman atau musuh, levitasi dan keahlian menggunakan Mandau.</p><p style="text-align: justify;">Sesampainya di perkemahan para penebang, pembantaian pun tak terelakan. Pune menghabisi siapa pun yang terlihat. Pune mengingat perkataan kakeknya, ia akan berjuang untuk mendapatkan yang ia inginkan, dengan anggapan &lsquo;mata dibayar mata.&rsquo; Beberapa penebang mencoba lari, namun tidak cukup cepat untuk menghindari Mandau miliknya.</p><p style="text-align: justify;">Ada juga yang mencoba melawan, tetapi justru mendapat imbalan sayatan pada leher mereka. Tidak hanya di satu perkemahan, ia menyerang seluruh perkemahan penebang liar yang tersebar di seluruh hutan Kalimantan. Kekuatan seorang Panglima didasarkan pada roh nenek moyang yang mengonsumsi rasa amarah.</p><p style="text-align: justify;">Semakin tinggi amarah Pune, semakin sulit untuk menjadi dirinya semula. Burung Enggang yang menyadari hal itu mencoba memperingati Pune. Tetapi, ia terlalu menikmati kekuatan barunya, dan menghabisi para musuh. Burung Enggang terus mencoba menyadari Pune. Merasa terganggu, secara tidak sengaja ia mengarahkan Mandau ke arah sahabat baiknya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Seorang Panglima seharusnya melindungi hewan dan tumbuhan serta membawa keseimbangan, bukan sebaliknya. Kematian Enggang menyadarkan Pune. Ia kehilangan tujuan setelah kematian keluarga dan sahabat baiknya. Sembari menangis, Pune melarikan diri dan tinggal di hutan sekaligus melatih kekuatan barunya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh F. Sandro Asshary, mahasiswa FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hustle Culture: Kerja Keras Berujung Petaka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/hustle-culture-kerja-keras-berujung-petaka/baca </link>
<guid> hustle-culture-kerja-keras-berujung-petaka </guid>
<pubDate> Tue, 13 Apr 2021 07:51:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hustle Culture </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/hustle-culture-kerja-keras-berujung-petaka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vUpoxShIaV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hustle Culture: Kerja Keras Berujung Petaka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ketika mencapai usia dewasa, pekerjaan adalah suatu hal yang penting dan harus dicari demi berbagai tujuan. Utamanya, bekerja adalah cara kita untuk mendapatkan penghasilan. Apapun pekerjaannya, penghasilan yang didapatkan akan setara dengan kerja keras kita selama bekerja.</p><p style="text-align: justify;">Inilah yang menciptakan budaya <em>hustle culture</em>, atau yang biasa disebut &lsquo;budaya gila kerja&rsquo;. Budaya ini menggambarkan keadaan di mana seseorang terobsesi untuk bekerja keras. Selain itu, orang yang termasuk dalam kategori ini biasanya selalu ingin terlihat bekerja terus menerus. Baik dengan alasan ingin sukses ataupun ingin mempunyai banyak penghasilan.</p><p style="text-align: justify;">Budaya ini merupakan gaya hidup dengan sebuah kondisi, saat seseorang hanya memikirkan pekerjaannya kapan pun dan di manapun. Mereka yang menyukai budaya ini akan merasa puas dengan selalu bekerja. Kegiatan yang diisi dengan kesibukan bekerja terkadang membuat mereka sendiri bangga, sebab telah menghabiskan tenaga untuk memprioritaskan pekerjaannya.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun budaya ini membawakan hasil yang memuaskan, belum tentu selamanya akan sepadan, loh. Tidak jarang, orang-orang yang terjerumus pada budaya ini kemudian membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang menurutnya lebih sukses. Rasa bersalah yang berubah menjadi rasa iri, datang memengaruhi diri untuk bekerja lebih keras lagi tanpa memikirkan kondisi tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita gali lebih dalam, perilaku <em>hustling</em> mewajibkan seseorang untuk bekerja tanpa henti secara terus menerus untuk memenuhi tuntutan korporasi, ambisi diri sendiri serta untuk menempatkan posisi martabat agar bisa dipandang. Jika kamu menyadarinya, ini akan membuatmu mendapatkan gelar baru sebagai budak korporat.</p><p style="text-align: justify;">Harus diketahui bahwa <em>hustle culture</em> membawa kita harus melakukan segala hal dengan sempurna. <em>Lifestyle</em> ini tentunya bisa memunculkan banyak dampak negatif dan hidup menjadi tidak seimbang dengan aspek yang lain. Banyak cerita di mana mereka yang menjalani gaya hidup ini menjadi lupa untuk memanjakan diri, lupa dengan keluarga, bahkan lupa dengan kesehatan fisiknya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa hal yang menjadikan <em>hustle culture</em> ini membawa dampak negatif. Pertama, budaya ini memaksa kita untuk <em>multitasking</em> yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas hasil dari yang telah dikerjakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kedua, mereka yang termasuk penggiat kerja tidak kenal waktu akan memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan. Seperti terkena hipertensi, serangan jantung, infeksi kronis, permasalahan dengan metabolisme, kurang tidur, <em>anxiety </em>dan&nbsp;bahkan terkena depresi.</p><p style="text-align: justify;">Semoga rangkuman ini dapat membuka pandanganmu dari sisi positif dan negatif terhadap budaya <em>hustle culture</em>. Apapun yang berlebihan memang tidak akan efektif, termasuk bekerja. Segala hal bisa menjadi <em>toxic</em> jika tidak ada kontrol diri terhadap sesuatu yang kita lakukan. Bekerjalah sesuai kemampuanmu dan selalu utamakan kesehatanmu, ya! (<strong><em>cal/wps/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sederet Tradisi Saat Menyambut Ramadan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/sederet-tradisi-saat-menyambut-ramadan/baca </link>
<guid> sederet-tradisi-saat-menyambut-ramadan </guid>
<pubDate> Tue, 13 Apr 2021 10:12:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tradisi sambut ramadhan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/sederet-tradisi-saat-menyambut-ramadan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q0kcz3U5lF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sederet Tradisi Saat Menyambut Ramadan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Bulan Ramadan telah tiba menghampiri. Bagi umat muslim, Ramadan sangat ditunggu-tunggu lantaran bulan tersebut penuh rahmat. Biasanya, umat muslim sangat antusias dalam menyambut datangnya bulan Ramadan dengan mempersiapkan beragam hal, dengan tujuan menambah semangat dan semarak dalam menjalankan ibadah di bulan suci.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Saat mendekati datangnya Ramadan, tak jarang umat islam berbondong-bondong mempersiapkan diri. Mulai dari persiapan materi, makanan, pakaian, fisik, batin, dan jiwa demi sambut Ramadan. Namun, tahun ini merupakan tahun kedua di mana bulan Ramadan diselimuti oleh pandemi Covid-19. Beberapa kegiatan untuk mempersiapkan bulan suci ini pun harus di sesuaikan dengan keadaan. Nah, penasaran kan apa saja sih tradisi yang biasa dilakukan orang-orang dalam menyambut Ramadan. Berikut <em>Sketsa</em> berikan informasinya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Memperkokoh Iman</strong></p><p style="text-align: justify;">Bertemu dengan bulan yang suci ini merupakan sebuah berkah yang baik. Biasanya orang-orang banyak yang semangat untuk memperdalam ilmu dan pengetahuan mereka seputar agama lantaran akan menambah wawasan religi mereka. Terkadang, sebagian orang juga melakukan ibadah sunah puasa atau melunasi hutang-hutang mereka di tahun sebelumnya. Agar dapat melaksanakan puasa di tahun berikutnya dengan sempurna. Tak hanya itu, mereka terkadang mempelajari juga mengenai tata cara ibadah yang baik dan benar, karena bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk berebut pahala.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Mengatur pola hidup sehat</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak dapat kita pungkiri, berpuasa memang banyak menguras tenaga. Hal itu menyebabkan kondisi lemas dan lesu. Makanya kebanyakan orang meluangkan waktu mereka sebelum Ramadan untuk melakukan beberapa aktivitas, seperti berolahraga seperti yang di anjurkan Rasulullah, yaitu berenang dan memanah. Kegiatan tersebut mampu membuat diri kita selalu sehat dan bugar <em>lho</em>. Jadi ketika puasa tubuh telah siap untuk menahan beragam rintangan yang dihadapi. Kebanyakan orang juga biasanya sudah mulai mengatur pola makan mereka dengan mengonsumsi makanan yang lebih sehat untuk men-<em>detox</em> diri mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Mempersiapkan kebutuhan selama Ramadan</strong></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini biasanya sangat ditunggu-tunggu saat menyambut bulan suci Ramadan. Bagaimana tidak, pada kesempatan ini biasanya orang-orang membeli keperluan untuk berpuasa. Baik berbelanja kebutuhan dapur seperti bahan pangan, maupun untuk memenuhi kebutuhan ibadah seperti membeli alat salat. <em>Eits</em>, tak harus membeli kok, sebagian orang terkadang hanya sekadar membersihkan peralatan ibadah mereka agar lebih khusyuk saat digunakan. Hal ini sangat bermanfaat agar Ramadanmu lebih esensial.</p><p style="text-align: justify;">Kebanyakan orang juga menyusun rencana menu sahur maupun berbuka mereka dengan menu yang variatif, agar puasa mereka tidak terkesan monoton. Mereka juga biasanya menyusun menu takjil yang merupakan ciri khas jajanan saat bulan puasa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Syukuran</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagian daerah di Indonesia memiliki tradisi uniknya masing-masing dalam menyambut Ramadan. Kegiatan yang paling umum bagi sebagian orang dalam menyambutnya adalah dengan syukuran. Biasanya kegiatan ini diisi dengan berdoa bersama kemudian dilanjutkan dengan makan-makan bersama keluarga dekat. Tujuan dari tradisi ini sebenarnya hanya sekedar mengucap rasa syukur bahwa mereka dipertemukan kembali kepada bulan suci tahun ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Nyekar</strong></p><p style="text-align: justify;">Nyekar diambil dari kata sekar yang dalam bahasa Jawa yang artinya kembang atau bunga. Beberapa keluarga rutin berziarah, mengunjungi makam keluarga yang telah tiada beberapa hari sebelum berpuasa. Sebab Ramadan ialah bulan kebaikan untuk melakukan aktivitas. Banyak dari mereka yang membeli bunga beragam dan daun pandan, untuk mengharumkan makam ketika ziarah. Saat nyekar juga beberapa keluarga membawa peralatan untuk membersihkan rumput-rumput liar di sekitar makam.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa tradisi yang biasanya dilakukan kebanyakan orang dalam menyambut bulan suci Ramadan. Terlepas dari itu, Ramadan sudah seharusnya memberi makna untuk hidup ke depannya. Selamat menjalankan ibadah puasa! (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pernyataan Sikap Himagrotek atas Keputusan Impor Beras di tengah Panen Raya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pernyataan-sikap-himagrotek-atas-keputusan-impor-beras-di-tengah-panen-raya/baca </link>
<guid> pernyataan-sikap-himagrotek-atas-keputusan-impor-beras-di-tengah-panen-raya </guid>
<pubDate> Wed, 14 Apr 2021 08:02:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press Release Himagrotek terhadap impor beras. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pernyataan-sikap-himagrotek-atas-keputusan-impor-beras-di-tengah-panen-raya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l8uC6TioFz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pernyataan Sikap Himagrotek atas Keputusan Impor Beras di tengah Panen Raya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi (Himagrotek) Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul menilai, kebijakan impor beras sangat bertolak belakang dengan visi besar Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan swasembada, kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Menanggapi hal tersebut, kami menyampaikan pernyataan sikap untuk menolak kebijakan impor beras dengan membuat video pernyataan sikap di persawahan petani yang berada di Desa Kerta Buana pada Sabtu (10/4) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Ketua Umum Himagrotek, Renaldi Saputra menolak kebijakan impor beras yang diambil oleh pemerintah Indonesia dengan alasan yang tidak jelas. Terlebih ketika beras lokal sedang melimpah karena memasuki panen raya di berbagai sentra produksi. Beberapa poin pernyataan sikap Himagrotek sebagai berikut :</p><p style="text-align: justify;">1. Mendesak pemerintah pusat untuk tidak melakukan impor beras dan memaksimalkan penyerapan dari dalam negeri.</p><p style="text-align: justify;">2. Menuntut adanya transparansi rencana alokasi impor beras.</p><p style="text-align: justify;">3. Mendorong pemerintah untuk meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian yang berkelanjutan dan berkemajuan.</p><p style="text-align: justify;">Himagrotek sangat menyayangkan keputusan pemerintah tahun ini, yang mengatakan bahwa akan melakukan impor beras sebanyak 1 sampai 1,5 juta ton. Kami menganganggap, pemerintah tidak pro kepada rakyat khususnya petani dalam pengambilan kebijakan serta keputusan. Pasalnya, wacana pemerintah untuk mengimpor beras dalam waktu dekat ini menuai banyak kritikan dari beberapa kalangan masyarakat. Seperti mahasiswa juga khususnya para petani.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut dianggap tidak masuk akal, karena sejumlah indikasi menunjukan bahwasanya produksi padi pada tahun 2021 akan meningkat. Dengan kata lain, begitu juga dengan kondisi beras di tanah air. Namun, pemerintah seakan buta melihat fakta yang sebenarnya ada.</p><p style="text-align: justify;">Selain bertolak belakang dengan visi besar Presiden Jokowi, pemerintah juga dalam hal ini mengkhianati para petani. Diketahui, wacana impor beras ini bertepatan dengan panen raya di beberapa daerah. Ini membuat petani merasa cemas akan keputusan impor tersebut. Pemerintah seakan lupa perjuangan para petani pada tahun 2020, saat ekonomi Indonesia merosot jauh karena pandemi Covid-19. Namun, bidang pertanian lah yang mendukung secara positif&nbsp;<span style="background-color: transparent;">bidang ekonomi dalam PDB.</span></p><p style="text-align: justify;">Diketahui pula, kondisi produksi padi berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami peningkatan produksi dari 2019 ke 2020 hingga mencapai 45 ribu ton. Pada 2019, produksi padi mencapai 54.604.033,34 ton lalu meningkat menjadi 54.649.202,24 ton. Di kuartal I tahun ini, BPS juga memperkirakan produksi beras akan meningkat 26%. Ini juga sama persis pada 2021 di mana produksi akan lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Kepala BPS, Suhariyanto yang menyampaikan bahwa potensi produk beras periode Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton atau meningkat 3,08 juta ton (26,84%) dibandingkan dengan periode Januari-April 2020 sebesar 11,46 juta ton. Adapun potensi luas panen padi pada periode Januari&ndash;April 2021 mencapai 4,86 juta ha atau meningkat sekitar 1,02 juta ha (26,53%) dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 3,82 ha.</p><p style="text-align: justify;">Jadi untuk siapakah impor beras ini?</p><p style="text-align: justify;">Impor beras akan memberikan efek kepada pasar. Pasokan yang berlebihan akan menyebabkan harga di tingkat usaha tani semakin jatuh. Pada bulan Februari saja, harga gabah kering panen (GKP) di sentra produksi sudah mencapai Rp3.995 per kg, turun dari harga di Januari yang sebesar Rp4.600 per kg. Harga ini diperkirakan akan turun lebih rendah pada Maret&ndash;April mengingat adanya panen raya.</p><p style="text-align: justify;">Bulog juga tidak bisa menyimpan beras terlalu lama. Kejadian ini pernah terjadi pada 2018, saat 20.000 ton beras Bulog terancam busuk karena terlalu lama disimpan di gudang penyimpanan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perkiraan produksi panen raya periode Januari&ndash;April 2021, stok beras di Perum Bulog pada Desember 2020 tercatat masih ada sekitar 7 juta ton beras. Melihat hal itu, sebenarnya kita sedang menghadapi surplus untuk pasokan beras pada 2021. Apabila impor ini memang menjadi alasan untuk menjalin hubungan bilateral, apakah harus dengan bertepatan dengan musim panen raya?</p><p style="text-align: justify;">Bukankah adanya impor di tengah surplus ketersediaan beras justru akan lebih banyak menurunkan harga beras dalam negeri? Pemerintah seharusnya lebih kritis melihat hal&ndash;hal tersebut bukan malah membuat petani semakin miris dengan kebijakan&ndash;kebijakan yang diambil yang katanya ingin mensejahterakan petani.</p><p style="text-align: justify;">Semoga suara rakyat, suara mahasiswa terutama suara petani masih mau didengar oleh pemerintah dan kami mengharapakan adanya koordinasi yang baik antar lembaga untuk mengurusi hal ini, sehingga masalah seperti ini tidak akan terulang lagi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Renaldi Saputra, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi Faperta Unmul 2021.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meski Terkesan Vintage, Kamera Analog Hasilkan Potretan Ciamik! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/meski-terkesan-vintage-kamera-analog-hasilkan-potretan-ciamik/baca </link>
<guid> meski-terkesan-vintage-kamera-analog-hasilkan-potretan-ciamik </guid>
<pubDate> Wed, 14 Apr 2021 11:43:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kamera analog. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/meski-terkesan-vintage-kamera-analog-hasilkan-potretan-ciamik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dH5uS2zoQR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meski Terkesan Vintage, Kamera Analog Hasilkan Potretan Ciamik!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Siapa yang tak tahu akan bentuk peralatan potret bernama kamera analog? Perangkat ini sempat populer pada tahun 1981 di periode pertama kemunculannya. Belakangan ini, kamera analog kembali digemari oleh para fotografer maupun di kalangan para peminat yang baru terjun di dunia fotografi analog. Maraknya penggunaan kamera analog dijadikan sebagai ajang berekspresi oleh para penggunanya, untuk memamerkan eksistensi mereka di jagat maya. Lantas, apa alasan yang mendasari fotografi analog kembali <em>hype</em> akhir-akhir ini?</span></p><p style="text-align: justify;">Nah, apa sih fotografi analog itu? Ini adalah proses representasi citra menggunakan film, yang mana merupakan medium perekam dan penyimpanan data berupa citra visual dengan proses kimiawi tertentu. Singkatnya, teknik pemotretan kamera analog menggunakan rol film yang dimuat di dalam kamera lalu hasil jepretan akan terekam oleh film tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Memang, tak sepraktis kamera digital yang tak perlu membeli rol film atau mencuci rol. Kamera analog memiliki sensasi dan kesenangan tersendiri bagi yang menggemarinya. Banyak konten-konten fotografi analog yang dapat kamu intip di Instagram, misalnya melalui tagar #35mmfilm, #35mm photography, #analogphotography serta masih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa orang mengatakan, memakai kamera analog membawa sensasi dan kepuasan tersendiri. Ruwet nan lawas, membuat kita sabar akan proses yang tidak instan. Kamera analog mengajarkan kita berpikir sebelum bertindak, menghargai setiap jepretan yang diambil karena memiliki <em>frame</em> yang terbatas dalam satu rol film.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian meninggalkan kesan visual kamera yang klasik, unik dan estetik&nbsp;menjadi ciri khas bentuk kamera analog yang bervariasi. Harganya yang lebih murah dari kamera digital, memungkinkan untuk mengoleksi beberapa mode kamera analog sekaligus.</p><p style="text-align: justify;">Fotografi ini menawarkan pengalaman yang tidak didapatkan di fotografi digital. Sebab kita harus menajamkan insting penguasaan fitur-fitur kamera. Dengan mengutak-atik sendiri akan membuat kita lebih paham mengenai cara kerja kamera. Selain itu, kita dapat mempelajari tentang pencahayaan dan warna. Dalam beberapa rol film dengan <em>merk</em> yang berbeda, terdapat karakteristik pencahayaan dan warna yang berbeda pula. Bahkan foto yang gagal akan tetap terlihat&nbsp;estetik meski tidak sempurna.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat berbagai macam jenis kamera analog dapat kamu gunakan. Seperti kamera <em>box</em> atau kamera kotak, kamera <em>pinhole</em>, kamera <em>large format</em>, kamera <em>point and shoot</em>, kamera <em>rangefinder</em>, kamera TLR (<em>Twins Lens Reflex</em>) dan kamera SLR (<em>Single Lens Reflex</em>). Rol film juga memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari 135mm, 120mm dan 110 mm. Pemakaiannya tergantung dari kebutuhan dan selera para fotografer.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang suka dengan pengaturan kamera dan tidak puas dengan hanya sekali jepret tanpa pengaturan, kamera analog jenis SLR atau TLR bisa menjadi pilihan. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk berpetualang bersama kamera analog? (<strong><em>sar/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Puasa dalam Kacamata Sains </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/puasa-dalam-kacamata-sains/baca </link>
<guid> puasa-dalam-kacamata-sains </guid>
<pubDate> Thu, 15 Apr 2021 10:44:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puasa dalam kacamata sains </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/puasa-dalam-kacamata-sains/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RDMI3FYTly.png" />
					</figure>
			                <h1>Puasa dalam Kacamata Sains</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Bulan Ramadan menjadi momen paling ditunggu seluruh umat muslim di dunia. Tak terkecuali bagi mayoritas umat muslim yang berada di Indonesia. Pasalnya ada banyak sekali ibadah khusus yang hanya bisa dilaksanakan di bulan penuh berkah tersebut. Salah satunya adalah puasa wajib.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Bagi umat muslim, puasa artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa. Durasi puasa di Indonesia sekitar 14 jam lamanya. Dimulai dari terbitnya fajar hingga matahari terbenam. Puasa Ramadan ini dilangsungkan selama satu bulan penuh. Tapi sudah tahukah kamu, bahwa ternyata puasa tidak hanya sebuah kewajiban yang diganjari pahala? Dikutip dari laman <em>alodokter.com</em>, puasa yang sehat dapat bermanfaat secara psikis dan fisik.</p><p style="text-align: justify;">Dari aspek psikis, puasa dapat melatih orang yang menjalankannya untuk belajar mengendalikan diri. Sehingga dengan berpuasa, seseorang dapat mengatasi depresi dan stress yang ia alami. Di dalam darah akan terjadi peningkatan endorfin yang akan memberikan perasaan sehat secara mental bagi tubuh, setelah beberapa hari berpuasa. Lalu, berikut manfaat puasa secara fisik dalam kacamata sains, yang <em>Sketsa</em> rangkum untukmu:</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Menyehatkan jantung</strong></p><p style="text-align: justify;">Melansir dari <em>health.detik.com,</em> sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa. Meskipun begitu, penyakit jantung sampai saat ini masih menjadi penyebab utama kematian di seluruh penjuru dunia. Untuk itu menerapkan pola dan gaya hidup sehat sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko penyakit ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Mengontrol gula darah</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengurangi resistensi insulin dapat dilakukan dengan membatasi asupan kalori, dan itu bias didapat saat seseorang berpuasa. Dengan mengurangi resistensi insulin, sensitivitas tubuh terhadap insulin dapat meningkat. Sehingga glukosa dari aliran darah bisa berpindah ke sel tubuh lebih efisien. Lebih lanjut, diketahui bahwa gula darah seseorang yang melaksanakan puasa cenderung menurun.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Meningkatkan fungsi otak dan mencegah penyakit <em>neurodegenaratif</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Sebuah penelitian yang melibatkan hewan menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan otak. Menurut studi tersebut, puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan pembentukan sel saraf guna meningkatkan fungsi kognitif. Puasa dapat mengurangi peradangan dan membantu mencegah gangguan <em>neurodegenaratif</em>, seperti penyakit parkinson dan <em>alzheimer</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Membantu pencegahan kanker dan meningkatkan efektivitas kemoterapi</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam artikel <em>detik.health.com</em> disebutkan juga penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa puasa dapat membantu mencegah kanker dan meningkatkan efektivitas proses terapi kanker. Sebuah studi pada tikus bahkan menunjukkan pola &apos;satu hari puasa satu hari tidak&apos; turut membantu mencegah pembentukan tumor.</p><p style="text-align: justify;">Selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh akan berkurang seiring faktor pertumbuhan yang menurun akibat terbatasnya asupan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kondisi tersebut juga berlaku pada manusia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Meningkatkan hormon pertumbuhan</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Human growth hormone</em> (HGH) yang dimaksud di sini adalah hormon protein yang penting bagi banyak aspek kesehatan. Sejumlah studi menunjukkan, puasa dapat secara alami meningkatkan kadar hormon pertumbuhan. Peningkatan kadar hormon pertumbuhan dapat terjadi sebab kadar gula darah dan insulin yang menjadi lebih terkontrol ketika seseorang berpuasa.</p><p style="text-align: justify;">Nah, bagaimana? Sudah jauh lebih paham tentang manfaat puasa dalam sains, kan? Beberapa manfaat perlu penelitian lebih lanjut, dan bisa kamu baca untuk menunggu waktu berbukamu. Selamat berpuasa! (<strong><em>nkh/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ‘Pelita’ Bagi Penyintas Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/pelita-bagi-penyintas-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> pelita-bagi-penyintas-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Fri, 16 Apr 2021 04:44:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kekerasan seksual terhadap perempuan seakan tak ada habisnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/pelita-bagi-penyintas-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rH9gQfOvdh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>‘Pelita’ Bagi Penyintas Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><em>Perhatian: Kisah dalam tulisan ini bisa memicu trauma bagi korban pelecehan seksual. Kebijakan pembaca diharapkan.&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kekerasan seksual terhadap perempuan seakan tak ada habisnya. Saat kasus kekerasan seksual dilaporkan artinya menjadi tertangani. Namun jika banyak menerima laporan, tandanya kasus kekerasan membludak. Syalma Namira, jurnalis mahasiswa dari LPM Sketsa Unmul, mereportase tiap cerita, berjibakunya sebuah lembaga bak &lsquo;Pelita&rsquo; di tengah suramnya penanganan kasus pelecehan seksual di Kalimantan Timur.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sekelompok orang tampak menyeruput minuman pesanan pada suatu gerai kopi pada kawasan Gatot Subroto di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, petang itu, medio tengah Maret 2021 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Mereka kompak berseragam putih dilengkapi dengan logo pada lengan kiri yang bertuliskan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Seorang perempuan menyambut saya dengan hangat. Ia adalah Rina Zainun yang merupakan Ketua Tim Reaksi Percepatan Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Provinsi Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Kendati tersenyum lepas saat bersenda gurau, rupanya Rina menyimpan luka yang ia pendam. Tak satupun anggota keluarganya mengetahui rahasia ibu tunggal tersebut. Ia mengalami kekerasan seksual saat ia berumur 7 tahun oleh keluarga terdekatnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini ada bekas luka di bibir bawah dan pelipis kiri bagian atas. Karena pecahan kaca aku kabur. Luka fisik bisa hilang, tapi sampai usiaku 44 tahun, kejadian tersebut masih teringat,&rdquo; ujarnya sembari menunjuk bekas luka di wajahnya.</p><p style="text-align: justify;">Rina merangkul perempuan yang sedang bersamanya. Dia adalah Nana, anggota lain yang berperan sebagai Humas TRC PPA Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Serupa dengan Rina, Nana juga penyintas kekerasan seksual. Sambil sesekali matanya menerawang, masih lekat dalam memorinya saat Nana berusia 14 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Kala itu, Nana remaja sedang berjalan di sekitar kawasan Bukit Biru, Kabupaten Kutai Kartanegara. Ini adalah rute biasa yang ia tempuh saat hendak pulang ke rumah.</p><p style="text-align: justify;">Namun, saat berjalan malam itu, tiba-tiba dua orang pria tak ia kenali menarik dan melecehkannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku sempat terjun ke pergaulan bebas karena itu. Sedih, malu, marah. Enggak ada yang bisa aku ceritakan. Orang tua sibuk. Aku jadinya tumbuh dengan pengalaman ini,&rdquo; tutur Nana.</p><p style="text-align: justify;">Rina dan Nana memilih bergabung dengan TRC PPA Kaltim selama dua tahun terakhir. Memiliki trauma yang sama, keduanya ingin memastikan tidak ada sosok Rina dan Nana lain yang menjadi sasaran predator seksual.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak mudah menjadi ibu tunggal dan penyintas. Namun, dari situasi tersebut saya ingin menegaskan kekerasan seksual bukanlah hal yang tabu. Perempuan bisa menyuarakan apa yang mereka rasakan dan berhak mendapatkan pertolongan,&rdquo; ucap Rina.</p><p style="text-align: justify;">Rina dan Nana juga harus menghadapi stigma akibat perpisahan rumah tangga keduanya. Menurut mereka, status janda kerap kali dipandang miring oleh masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak mudah menjalani kehidupan pascacerai. Terutama kalau punya anak. Masalah finansial menjadi faktor yang paling terasa dampaknya,&rdquo; jelas Nana.</p><p style="text-align: justify;">Berbekal cerita pilu itu, Saya pun menemui Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (YLBH APIK) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Kamaswati, Ketua YLBH APIK Kaltim, mengatakan, sepanjang tahun ia menerima setidaknya 200 laporan kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan.</p><p style="text-align: justify;">YLBH APIK Kaltim mendapatkan laporan 30 kasus setiap tahun. Angka ini belum termasuk korban yang enggan melapor karena berbagai pertimbangan dan kondisi termasuk stigma yang akan disematkan oleh keluarga dan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak dari mereka yang akhirnya mencabut laporan akibat memperhitungkan kehidupan setelah menikah bila menjadi orang tua tunggal. Besar faktor pada keuangan. Perasaan malu dan takut disalahkan masih menghantui sebagian besar dari pelapor, Padahal trauma yang mereka alami dapat lebih berat bila harus bertemu dengan pelaku yang tinggal satu atap dengan mereka,&rdquo; sambung Kasmawati.</p><p style="text-align: justify;">Bak buah simalakama, Ia mengaku tak pernah berharap ada perempuan yang datang sebagai korban ke kantor LBH APIK. Trauma para korban acap kali membuatnya merasa harus melakukan sesuatu untuk membantu mereka.</p><p style="text-align: justify;">Itulah ihwal LBH APIK memberikan pelatihan bagi korban kekerasan seksual agar memiliki keterampilan dan mampu bertahan hidup. Selain itu terapi psikis turut perlu dijalankan beriringan dengan pelatihan keterampilan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kaltim (UPTD PPA), terdapat 216 kasus kekerasan seksual per 2020. Sementara pada 2019 terdapat 200 kasus. Kasus kian melonjak kala Pandemi Covid-19 menghadang.</p><p style="text-align: justify;">Ternyata, pendidikan seks jadi pemicu. Setidaknya ini yang disampaikan Fachmi Rozano, Plh UPTD PPA Kaltim. Faktor kurangnya edukasi seksual pada masyarakat menjadi bibit dari maraknya kekerasan seksual di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terdapat faktor yang beragam, Namun, maraknya kasus seksual di tengah masyarakat yang melibatkan rekan terdekat menujukkan indikasi masyarakat masih belum dan sadar akan empatinya dengan kasus tersebut,&rdquo; ucap Fachmi.</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran TRC PPA Kaltim menjadi benang merah di antara institusi dengan masyarakat sebagai lembaga yang tanggap dengan penangangan kasus kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;&ldquo;Mereka itu sekelompok orang kerjanya cepat dan tanggap. Namun, kami berharap setiap laporan bisa dikoordinasikan juga dengan kita (UPTD PPA), Kita luruskan benang yang masih bengkok,&rdquo; ungkap Fachmi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pelita Bagi Penyintas dan Orang Tua Korban</strong></p><p style="text-align: justify;">Di tengah perbincangan kami, Rina mengangkat dering telpon yang berbunyi. Nampak ekspresi serius terlukis jelas dari wajah perempuan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada kasus lagi di Samarinda ini,&rdquo; ucap Rina sembari menatap layar ponselnya.</p><p style="text-align: justify;">Regu TRC PPA yang berada di dekat Rina bergegas berdiskusi bersama. Sementara mereka berkumpul, seorang perempuan bersama anaknya turut menyaksikan dari kejauhan.</p><p style="text-align: justify;">Dia adalah Fitri, bukan nama sebenarnya. Satu di antara orang tua korban yang kasusnya ditangani oleh TRC PPA Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Pascakasus anak gadisnya yang mendapatkan kekerasan seksual oleh mantan suaminya sendiri, Fitri menjalin komunikasi dengan TRC PPA selama masa pendampingan sang buah hati. Ini juga yang membuat Fitri menjadi lebih dekat dengan TRC PPA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka ada buat aku dan anak sampai keputusan pengadilan. Aku sempat bolak-balik ke kepolisian sebelumnya, tapi selalu ditolak,&rdquo; kata Fitri sembari menyeka air mata.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Fitri, Kadir, bukan nama yang sebenarnya, adalah orang tua dari seorang anak laki-laki yang ditemukan meninggal dunia. Hingga saat ini kasus anaknya tersebut masih berlanjut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Alhamdulillah</em>, semua dari awal dibantu TRC. Lama-lama kasus semakin ada titik terang. Kita tunggu saja. Saya bersyukur dengan TRC PPA,&rdquo; ucap Kadir.</p><p style="text-align: justify;">Fitri dan Kadir adalah dua orang tua korban dari puluhan lainnya yang ditangani kasusnya oleh TRC PPA Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cukup kami aja. Jangan ada korban lain,&rdquo; tegas Nana.</p><p style="text-align: justify;"><strong>***</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Liputan ini menjadi bagian dari program Pelatihan dan Hibah <em>Story Grant</em>: Anak Muda Suarakan Keberagaman yang didukung oleh USAID MEDIA, Internews dan Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK).</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fatima: Kesaksian Seorang Anak Terhadap Perempuan Suci </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/fatima-kesaksian-seorang-anak-terhadap-perempuan-suci/baca </link>
<guid> fatima-kesaksian-seorang-anak-terhadap-perempuan-suci </guid>
<pubDate> Fri, 16 Apr 2021 07:51:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi Film Fatima. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/fatima-kesaksian-seorang-anak-terhadap-perempuan-suci/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LtqQqkzPeu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fatima: Kesaksian Seorang Anak Terhadap Perempuan Suci</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Film yang rilis pada 2020 silam ini mengisahkan tentang tiga anak muda yang menyaksikan mukjizat dan menerima pesan perdamaian yang mampu mengubah dunia. Diadaptasi dari kisah nyata yang terjadi pada 13 Oktober 1917 di Fatima, Portugis. Film bergenre drama-biografi besutan Marco Pontecorvo ini sukses menarik perhatian penonton lantaran film ini dikemas menjadi lebih modern.</span></p><p style="text-align: justify;">Kisah diawali dengan petualangan dari tiga orang anak, yaitu Lucia muda berumur 10 tahun yang diperankan oleh Stephanie Gil, kedua sepupunya bernama Jacinta, dan Francisco, tentang perjumpaan mereka dengan Bunda Maria.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang menjadi daya tarik, ketika penuturan ketiganya menggemparkan penduduk desa, termasuk pihak gereja katolik dan pemerintah setempat yang diwakili oleh sosok wali kota.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sialnya, kala itu Lucia dan kedua sepupunya harus berhadapan dengan ketidakpercayaan masyarakat desa. Bahkan, saat itu juga orang tua mereka yang sangat mencintai mereka menolak atas kesaksian mereka berjumpa dengan Bunda Maria.</p><p style="text-align: justify;">Sosok Lucia sendiri memiliki nama lengkap L&uacute;cia de Jesus dos Santos, yang juga dikenal sebagai L&uacute;cia dari F&aacute;tima. Kini dirinya dikenang sebagai salah satu pemuka agama katolik dengan nama religiusnya Suster Maria L&uacute;cia dari Yesus dan Hati Tak Bernoda. Dulunya, ia merupakan seorang biarawati Karmelit Katolik yang berasal dari Portugis.</p><p style="text-align: justify;">Dalam film ini, Suster Lucia dewasa diperankan oleh S&ocirc;nia Braga. Dalam laganya, Suster Lucia melakukan wawancara bersama salah satu penulis buku bernama Profesor Nhicols yang diperankan oleh Harvey Keitel. Ia menceritakan kesaksiannya kepada Nhicols.</p><p style="text-align: justify;">Uniknya, Fatima menyisipkan dua sudut pandang film yang mengesankan. Di satu sisi, ketika pengambilan <em>shoot</em> adegan wawancara Nhicolas bersama Suster Lucia, bersamaan dengan itu pula kita disuguhkan cerita Suster Lucia dalam visual berbentuk drama. Konsep ini kemungkinan besar diletakkan sang sutradara, agar seolah-olah penonton dapat langsung merasakan cerita dari suster tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke konflik, cerita memuncak ketika keraguan atas kesaksian tersebut muncul dari sang ibu, wali kota, dan pendeta pada kisah Lucia dan kedua sepupunya. Anehnya, ketika pendeta dan ibunya tidak percaya, justru hal ini berbanding terbalik dengan penduduk desa. Mereka mulai percaya dan mengikuti pesan damai yang dituturkan oleh Lucia.</p><p style="text-align: justify;">Makin memasuki pertengahan cerita, kala itu wali kota yang khawatir akan pengaruh pesan damai tersebut mampu membuat pemerintah menutup gereja. Tak lama cerita tersebut tersebar, wali kota memanggil ketiga anak tersebut dan menginterogasi mereka berulang-ulang. Wali kota yang cukup kesal dengan Lucia berupaya membuat Lucia dan kedua sepupunya tertekan dengan dihujani pernyataan bahwa mereka berbohong.</p><p style="text-align: justify;">Ibu yang menyaksikan cerita Lucia, menjadi emosional dan tertekan sehingga meminta agar Lucia menghentikan kegilaannya. Lucia membuka pikiran puluhan dan bahkan ratusan umat untuk berziarah ke Fatima demi berdoa bersama. Hal itu dilakukan demi menyaksikan Bunda Maria dan memohon kesembuhan serta keselamatan bagi anak laki-laki mereka yang sedang pergi bertempur di medan perang.</p><p style="text-align: justify;">Nasib kurang baik menghampiri penduduk desa, mereka putus asa lantaran Bunda Maria tidak juga menampakkan diri. Penduduk mulai merasa gelisah. Kegelisahan ini membuat keluarga, penduduk desa, gereja dan wali kota gusar lantas menuduh Lucia dan kedua sepupunya membuat cerita yang bersifat omong kosong belaka.</p><p style="text-align: justify;">Namun, di akhir cerita Bunda Maria memberikan penampakan terakhirnya. Sosok perempuan suci itu tersenyum dan dengan suaranya yang lembut mengatakan bahwa perang akan segera berakhir, yang terkena wabah akan sembuh jika dia mulai percaya. Ia juga menyarankan orang harus lebih banyak berdoa dan memanjatkan doa rosario kepadanya.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, ada puluhan ribu orang yang datang dan menyaksikan Lucia berkomunikasi dengan roh Bunda Maria dan keajaiban pun seketika terjadi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menunjukkan jarinya ke arah matahari dan berkata bahwa Tuhan sedang memerhatikan penduduk desa. Lalu, matahari tersebut memancarkan sinar yang sangat terang dan membuat penduduk desa lari ketakutan. Akhirnya, seluruh penduduk desa percaya atas apa yang dikatakan Lucia atas kesaksiannya.</p><p style="text-align: justify;">Tokoh utama Lucia lebih banyak menunjukkan perjuangan kerasnya untuk meyakinkan penduduk desa atas kesaksian yang dia alami. Meski tidak memberikan kesan emosional yang berlebih, ketika menontonnya siapa saja akan merasa kagum dan heran dengan alur yang ada. Penokohan karakter yang apik juga membuat film ini seperti nyata.</p><p style="text-align: justify;">Film ini banyak mengajarkan arti kesabaran atas apa yang dilalui oleh Lucia muda. Selain itu, kekuatan iman yang kuat juga tergambar jelas bahwa kita harus berpegang teguh atas apa yang kita imani, tanpa harus memikirkan perkataan orang. Film dengan kisah religi ini bisa menjadi salah satu rekomendasi tontonan kamu selama pandemi. (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pergi Tapi Ada </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/pergi-tapi-ada/baca </link>
<guid> pergi-tapi-ada </guid>
<pubDate> Sun, 18 Apr 2021 09:57:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/pergi-tapi-ada/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/F4CVrJ9KNj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pergi Tapi Ada</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ditemani danau yang menjadi saksi kehadiran mereka di tempat ini. Dua anak perempuan itu saling menatap satu sama lain. Mili dan Michi, sepasang anak kembar yang selalu bersama kemana pun mereka pergi. Keduanya tak pernah terpisah dan tidak pernah ingin berpisah.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Angin sejuk menerpa rambut hitam mereka. Senyuman manis seolah tak pernah pudar dari bibirnya. Bagi Mili, Michi adalah kehidupannya dan begitu pula sebaliknya. Rupa mereka hampir sama, bahkan jika orang awam melihat sekilas mungkin akan sulit membedakan antara Mili dan Michi.</p><p style="text-align: justify;">Mili berjongkok di hadapan Michi yang sedang duduk di atas kursi rodanya. Kedua tangan Mili tergerak menggenggam jari-jemari halus Michi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Michi harus janji ya kalau Michi bakal sembuh,&quot; ucap Mili dengan pengharapan besar di hatinya.</p><p style="text-align: justify;">Kembarannya itu hanya menanggapi dengan senyuman manis. Ingin rasanya mengucapkan kata &lsquo;<em>iya</em>&rsquo;, tetapi jauh di lubuk hatinya itu adalah suatu hal yang sudah tidak mungkin. Michi mengidap kanker hati yang sudah memasuki stadium empat. Kenyataan pilu yang tidak bisa ditolak dari takdir hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Michi kok diam aja? Michi enggak mau janji? Michi mau ninggalin aku ya?&quot; Celetuk Mili dengan pertanyaannya.</p><p style="text-align: justify;">Butiran air mata itu akhirnya lolos dari pelupuk mata Mili. Baginya, tidak ada yang lebih ditakutkan di dunia ini selain kehilangan Michi. Tidak ada yang lebih menyedihkan selain menatap rasa sakit Michi, sedangkan ia tidak mampu berbuat apapun.</p><p style="text-align: justify;">Michi menggelengkan kepalanya. Tangannya mengusap air mata yang jatuh di pipi Mili.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kata siapa Michi bakal ninggalin kamu? Enggak ada yang pernah bilang begitu kan?&quot; bujuk Michi kala itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tetapi, dokter tadi bilang kemungkinan Michi bertahan lama itu kecil,&quot; sergah Mili.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapannya kecil bukan berarti enggak ada harapan sama sekali kan?&quot; Michi menyangkal pernyataan Mili.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Michi.....&quot; gerutu Mili.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mili, kalaupun Michi udah enggak di samping Mili lagi, Mili harus ingat bahwa Michi akan selalu hidup di hati Mili,&quot; papar Michi untuk menenangkan Mili.</p><p style="text-align: justify;">&bull;&bull;&bull;</p><p style="text-align: justify;">Notifikasi ponsel yang sedikit nyaring berbunyi, tepat disebelah gadis yang sedang tertidur pulas dengan selimut Doraemonnya. Ia bangkit dan menatap jam di sebelahnya. Pukul 21.00 malam rupanya.</p><p style="text-align: justify;">Mili mengedarkan pandangannya ke kasur yang berada di sebelahnya. Dirinya tersenyum menatap kembarannya yang juga terlihat sedang tidur pulas. Mili lebih tenang mengetahui jika kepergiannya kembarannya itu hanyalah bunga tidurnya saja.</p><p style="text-align: justify;">Gadis itu bangkit dari kasur dan meninggalkan Michi yang terlihat tidur pulas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mama,&quot; panggil Mili pada ibunya yang sedang menonton televisi.</p><p style="text-align: justify;">Mili langsung mengambil tempat tepat di sebelah ibunya dan menyenderkan kepala di bahu sang ibu. Ayahnya bekerja di luar kota, jadi hanya ibunyalah yang menemani kesehariannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu kebiasaan banget deh setiap habis magrib selalu tidur,&quot; tegur sang ibu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bukan tidur, tetapi ketiduran aja,&quot; sahut Mili.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya sama aja kan, sama-sama tidur,&quot; terang sang ibu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Beda tau,&quot; Mili kembali menjawab pernyataan ibunya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lagian kamu aneh, setiap habis magrib selalu tidur tapi setiap malam pasti begadang. Yaudah sana makan malam dulu,&quot; ucap ibu.</p><p style="text-align: justify;">Mili bangkit dan melangkahkan kakinya menuju meja makan yang tidak jauh dari ruang keluarga mereka. Segelas air putih diminumnya terlebih dahulu sebelum mengambil lauk yang hendak dimakannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ma, Michi udah makan belum?&quot; Tutur Mili.</p><p style="text-align: justify;">Ibunya tersentak mendengar pertanyaan putrinya itu. Dirinya tersenyum dengan terpaksa lalu berkata &quot;Udah, kamu aja sana.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yaudah aku bangunin Michi dulu kasian dia pasti belum makan juga,&quot; ucap Mili.</p><p style="text-align: justify;">Mili berdiri dari tempat duduknya, namun langkahnya terhenti karena mendengar teguran dari sang ibu. Kali ini nada bicara ibunya terlihat lebih tegas dari sebelumnya. Bahkan, raut wajahnya pun seketika berubah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mili berhenti! Kembali ke meja makan dan makanlah,&quot; desak sang ibu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi aku mau bangunin Michi dulu,&quot; sangkal Mili.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Michi gak bakal bangun, lebih baik kamu makan sekarang,&quot; tutur ibunya dengan nada cemas.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, Mili mengurungkan niatnya untuk membangunkan Michi. Menyebalkan, ibunya selalu saja begini. Seakan melarangnya berdekatan dengan Michi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan lupa habis makan nanti cuci piringnya,&rdquo; ujar sang Ibu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hmm,&quot; jawab Mili singkat.</p><p style="text-align: justify;">Raut wajah cemberut ditunjukkan Mili karena kesal pada ibunya. Ia memilih duduk dan menghabiskan makanannya dengan cepat. Setelah mencuci piring, Mili bergegas ingin kembali ke kamarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mili, mau kemana?&quot; tanya sang ibu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Balik ke kamar,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Mili menjeda ucapannya sejenak, lalu berkata. &quot;Aku mau bangunin Michi.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mili, sini nak,&quot; ujar ibunya.</p><p style="text-align: justify;">Gadis cantik itu kembali mendekat kepada ibunya dan duduk disebelah wanita paruh baya itu. Ibunya mengelus rambut Mili penuh kasih sayang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sampai kapan kamu begini terus?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Mili hanya diam.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mili, sadar nak. Michi udah gak ada. Michi udah ninggalin kita selamanya, bahkan dari dua tahun yang lalu. Dia gak akan bisa balik lagi,&rdquo; ungkap sang ibu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kapan kamu bisa terima kenyataan ini nak? Sejak kepergian Michi, kamu selalu berhalusinasi seolah-olah kamu melihat dia,&quot; tatapan sendu terpancar di sorot mata ibunya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tetapi, tadi di kamar aku beneran liat Michi,&quot; kekeh Mili.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mili, setop. Dia bukan Michi, dia hanya halusinasi kamu,&quot; bentak ibunya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Prang...</em></p><p style="text-align: justify;">Tidak ada angin ataupun sesuatu yang mengganjal, vas bunga di belakang sofa yang mereka duduki tiba-tiba saja jatuh dan berserakan di lantai. Mili dan ibunya sontak menoleh kebelakang dan melihat apa yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Michi....&quot;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Siti Rahmi, Mahasiswi Manajemen, FEB 2020.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Feminis: Konotasi Negatif dalam Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/feminis-konotasi-negatif-dalam-masyarakat/baca </link>
<guid> feminis-konotasi-negatif-dalam-masyarakat </guid>
<pubDate> Sun, 18 Apr 2021 11:00:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini feminist </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/feminis-konotasi-negatif-dalam-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vtnnj60a86.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Feminis: Konotasi Negatif dalam Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Konotasi feminis dalam masyarakat masih menjadi hal yang negatif. Feminis sering diasumsikan sebagai upaya perlawanan yang dilakukan oleh kelompok gender perempuan terhadap laki-laki. Hal ini kemudian menimbulkan pandangan negatif terhadap feminis, yang dianggap sebagai pemberontak dari nilai norma yang telah berasa di masyarakat. Selain itu, masyarakat beranggapan bahwa feminis adalah nilai-nilai yang dibawa oleh budaya Barat. Ini mengakibatkan penolakan oleh masyarakat karena dinilai tidak sesuai dengan budaya Asia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa FISIP yang meneliti permasalahan gender dalam masyarakat Asia. Feminis merupakan gerakan yang lebih dari sekedar &quot;pemberontakan&quot;. Penggunaan feminis bukan sebagai upaya untuk mengubah norma dan nilai-nilai budaya di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, hakikat dari feminis adalah memperjuangkan hak-hak asasi perempuan sebagai manusia. Di mana mereka tidak dapat menggunakannya karena ada sistem yang menormalisasi peran mereka. Sehingga, perempuan sebagai manusia tidak dapat memaksimalkan peran mereka sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara pada masyarakat Asia, memforsir peran perempuan dan laki-laki sesuai dengan ekspektasi masyarakat. Dalam pengertiannya, penjelasan yang saya berikan dapat mengarah pada kebebasan individu.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, feminis dengan jelas tidak semerta muncul untuk memberontak. Tetapi sebagai reaksi dari realita fenomena sosial budaya patriarki, di mana perempuan dalam kualitas perannya dibatasi. Lalu kemudian memengaruhi jumlah perannya dalam ruang publik.</p><p style="text-align: justify;">Feminis tidak hanya digunakan dalam budaya Barat, tetapi juga budaya Timur. Feminis bukan perspektif yang berasal dari budaya Barat. Tanpa feminis pun, dorongan untuk memberdayakan perempuan dan kesetaraan gender tetap akan terjadi. Feminis menjadi wadah bagi gerakan perempuan, agar pemerintah dapat membuat kebijakan dan melindungi hak-hak mereka sebagaimana telah tercantum dalam HAM.</p><p style="text-align: justify;">Memang dalam Undang-Undang Dasar, warga negara telah dilindungi hak-haknya sebagaimana tidak bisa diambil oleh siapapun. Pada realitanya, &quot;legalitas&quot; ruang publik didominasi oleh laki-laki sebagai dampak dari keberlangsungan sistem pemisahan peran gender yang telah ada bahkan sebelum industrialisasi berkembang di dunia. Terdapat perubahan fenomena di mana keberlangsungan ekonomi negara bergantung pada faktor produksi. Sementara faktor produksi juga membutuhkan tenaga kerja laki-laki dan perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Karena budaya patriarki, aturan domestik juga ditentukan dan dikepalai oleh satu orang yang mayoritas adalah laki-laki. Ini menyebabkan perempuan sulit untuk berpartisipasi dalam ruang lingkup laki-laki, dalam hal ini ruang publik.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, untuk menjembatani sistem norma budaya patriarki dengan kebutuhan ekonomi negara. Diperlukan pendekatan feminis agar perempuan juga dapat berpartisipasi dalam ruang publik.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Salshabila Anggrahini Subekti, mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menangkal Teroris dalam Sudut Pandang Civitas Academica </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menangkal-teroris-dalam-sudut-pandang-civitas-academica/baca </link>
<guid> menangkal-teroris-dalam-sudut-pandang-civitas-academica </guid>
<pubDate> Tue, 20 Apr 2021 10:05:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sudut pandang civitas academica dalam menangkal terorisme. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menangkal-teroris-dalam-sudut-pandang-civitas-academica/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MpzPpfXT38.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menangkal Teroris dalam Sudut Pandang Civitas Academica</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Maraknya aksi terorisme yang belakangan ini terjadi di Indonesia menjadi perbincangan banyak pihak. Kasus ini menuai beragam kritik, lantaran pelaku dari aksi ini melirik golongan tertentu dan mempunyai target usia korbannya. Dilansir dari <em>kompas.com</em>, Badan Intelijen Negara (BIN) menyebutkan bahwa masyarakat usia 17-24 tahun menjadi sasaran utama paham radikalisme.</span></p><p style="text-align: justify;">Rahmat Aprilian, mahasiswa FISIP yang juga menjadi Koordinator Media di Duta Damai Kalimantan Timur (Kaltim) berpendapat bahwa pelaku terorisme memiliki target tertentu. Ia mengatakan, radikalisme yang mengarah ke tindakan ekstremisme (terorisme) mudah menyerang anak muda, terutama bagi yang masih berada di-fase pencarian jati diri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal ini dapat terjadi dikarenakan pelajar atau mahasiswa ini lagi haus-hausnya cari ilmu, cari pengetahuan dan nggak sedikit juga yang malah cari pengakuan,&rdquo; papar Rahmat saat diwawancarai <em>Sketsa</em>, Senin (12/4).</p><p style="text-align: justify;">Sulitnya penyelesaian permasalahan ini terjadi karena masih banyak faktor yang menyebabkan terorisme terus berkembang. Salah satu penyebabnya ialah cara pandang mereka terhadap perspektif positif atau negatif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika diperhatikan dari kasus teror beberapa tahun terakhir, pelaku meyakini bahwa apa yang mereka kerjakan adalah sesuatu yang benar atau positif. Mereka tidak akan melakukan hal tersebut jika mereka menganggap hal itu salah.</p><p style="text-align: justify;">Selain cara pandang terhadap perspektif positif atau negatif, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi hal tersebut.<span style="background-color: transparent;">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Biasanya mereka terjebak di lingkungan yang&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">toxic.</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Entah pertemanan atau keluarga dan enggak sedikit yang terpapar paham ekstremisme-radikalisme karena salah mencari guru. Selain itu, banyak kasus terorisme yang terjadi akibat si pelaku menerima pemahaman tersebut dari media sosial tanpa mencari kebenarannya,&rdquo; jelas Rahmat.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebagai seorang mahasiswa yang tergabung dalam komunitas Duta Damai Kaltim, ia menerangkan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kawula muda dari dampak paham radikalisme.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu di antaranya yakni sama-sama membangun perspektif agar tak menilai banyak hal berdasar emosional saja. Tetapi, logika dan akal sehat juga perlu dipakai. Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas pergaulan, menerima perbedaan pendapat, tidak mudah menghakimi orang lain serta berpikir terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Rahmat juga sudah merealisasikan upaya untuk mencegah beredarnya paham-paham ekstrimisme termasuk radikalisme dengan mengumpulkan lebih dari 30 organisasi kepemudaan, kedaerahan dan kemahasiswaan untuk mengampanyekan pesan-pesan perdamaian dan toleransi. Kegiatan-kegiatan lain seperti <em>goes to school</em>, audiensi dengan berbagai instansi dan produksi konten-konten edukasi tentang perdamaian turut digencarkan.</p><p style="text-align: justify;">Media <em>online</em> juga turut menjadi faktor paham radikalisme ekstrem ini hadir. Rina Juwita yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi Unmul pun turut menuangkan opininya yang dimuat <em>prokal.co</em> terkait masalah ini. Ia berpendapat, perlu adanya kebijakan preventif seperti penertiban masyarakat dan kampanye kontra narasi terhadap propaganda kelompok radikal (seperti ISIS) di ranah <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kompleksnya, kampanye media sosial kelompok tersebut memberi kesempatan terhadap perempuan atau kalangan awam untuk merasa diterima dan menciptakan ikatan dengan komunitas radikal <em>online</em>. Sebab ini merupakan kebijakan preventif seperti program pengenalan literasi media yang menyasar anak muda dan perempuan, bahkan kalangan awam merupakan suatu keharusan.</p><p style="text-align: justify;">Rini Apriani, dosen Fakultas Hukum (FH) turut menyampaikan kepada <em>Sketsa</em> jika di Indonesia sendiri sudah ada regulasi mengenai aksi terorisme. Aturan hukum tersebut tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah. Peraturan tersebut juga sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang.</p><p style="text-align: justify;">Sanksi pidana yang tercantum di dalam regulasi tersebut juga sudah jelas. Mulai dari pidana penjara yang minimalnya dua tahun, pidana penjara seumur hidup, bahkan sampai pidana mati.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Selain kedua pidana pokok tersebut, mereka yang terlibat juga dapat dikenakan sanksi tambahan berupa pencabutan hak-hak tertentu, seperti pencabutan hak untuk memiliki paspor atau pas lintas batas. Namun, faktanya masih sedikit perbuatan terorisme yang diadili di pengadilan secara hukum.</span><br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebanyakan pelaku dari perbuatan yang dituduhkan sebagai perbuatan terorisme itu langsung ditembak mati di tempat, dengan berbagai alasan ataupun langsung meninggal di tempat kejadian perkara karena peledakan bom yang dibawanya,&rdquo; paparnya, Selasa (13/4).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rini, cara mencegah aksi terorisme terutama di lingkungan kampus sendiri harus dengan kontribusi semua pihak. Pertama, pemerintah dan aparat penegak hukum harus memberikan kejelasan terkait terorisme dan klasifikasi perkumpulan teroris tersebut. Sehingga hal itu dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bisa mencegah terjadinya terorisme terutama di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, dengan adanya sentuhan pendidikan dan keteladanan dari keluarga, dapat terwujud individu-individu berstatus mahasiswa yang berakhlak baik. Selain peranan keluarga, diperlukan juga peranan masyarakat untuk melakukan kontrol atas perbuatan menyimpang yang terjadi di tengah masyarakat. Termasuk peranan dari pihak perguruan tinggi untuk melakukan kontrol tersebut. Akan tetapi, kontrol yang dilakukan haruslah sesuai dengan norma dan aturan hukum yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir adalah peran dari negara yang bertugas untuk mengurusi kepentingan warga negaranya dan memberikan perlindungan terhadap mereka. Perlu adanya konsistensi aturan, kejelasan aturan dan pengayoman yang harus dilakukan oleh institusi negara. Dalam hal ini pemerintah dan aparat penegak hukum yang harus lebih banyak mengambil peran. (<strong><em>rst/eng/fsf/rvn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosiologi dan Perkara Radikalisme dalam Beragama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosiologi-dan-perkara-radikalisme-dalam-beragama/baca </link>
<guid> sosiologi-dan-perkara-radikalisme-dalam-beragama </guid>
<pubDate> Tue, 20 Apr 2021 10:36:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Paham radikalisme dalam kacamata Sosiologi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosiologi-dan-perkara-radikalisme-dalam-beragama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9DFiLOu0bu.png" />
					</figure>
			                <h1>Sosiologi dan Perkara Radikalisme dalam Beragama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Membahas radikalisme dalam konteks agama, kerap jadi perdebatan dari berbagai disiplin ilmu. Atas kejadian teror di Gereja Katedral Makassar pada Maret lalu, <em>Sketsa</em> mewawancarai civitas academica untuk mengetahui bagaimana radikalisme dari kacamata akademisi dan mahasiswa yang aktif tergabung dalam komunitas Duta Damai Kaltim.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menangkal-teroris-dalam-sudut-pandang-civitas-academica/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menangkal-teroris-dalam-sudut-pandang-civitas-academica/baca</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dosen Program Studi (Prodi) Pembangunan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Sri Murlianti mengungkap pembahasan radikalisme ini dalam sudut pandang Sosiologi. Melalui pesan WhatsApp pada Rabu (14/4), ia mengatakan bahwa paham radikalisme Islam yang masuk ke Indonesia merupakan efek dari globalisasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Semakin meningkat kehidupan ekonomi Indonesia, semakin besar pula kesempatan masyarakat belajar agama langsung ke Timur Tengah. Yakni melalui aliran-aliran tekstual yang berkembang, seperti <em>salafiyah</em> dan <em>takfiriyah</em> yang cenderung radikal.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut menambah warna baru bagi perkembangan Islam di Indonesia. Sebelumnya, ajaran Islam dilakukan melalui pendekatan corak budaya yang ada di Indonesia dan lebih bersifat kontekstual (Ahlus Sunnah Wal Jamaah) juga lebih toleran. Setelah kesempatan belajar tersebut semakin besar, muncul paham-paham baru yang diterima masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Stigmatisasi radikal yang cenderung buruk ini dibantah Sri dalam perbincangannya bersama awak <em>Sketsa</em>. Radikal tak selalu buruk, sebab pada prinsipnya adalah sikap yang menghendaki perubahan dari akarnya. Di mana dalam konteks Islam adalah sikap untuk membuat ajaran Islam tersebut semurni mungkin sebagaimana ajaran tekstualnya (Al-Qur&rsquo;an).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun dalam praktiknya, cara untuk mewujudkan ideologi ini sering kali sangat ekstrem dan tanpa kompromi terhadap model-model tafsir lain. Pada titik yang paling ekstrem, yang tidak sepaham dianggap harus dimusnahkan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Radikalisme bisa diterima beberapa orang, karena tampak menggunakan pijakan ayat-ayat yang memang secara tekstual ada di dalam kitab suci. Mereka yang belajar dari akarnya, yang juga menjadi tokoh teroris tampak fasih menggunakan ayat Quran hingga muncul pembenaran atas tindakan tersebut. Terlebih doktrin mati syahid, yang secara sosiologis memberikan rasa eksklusivitas dalam beragama.</p><p style="text-align: justify;">Sistem sosial yang hadir di Indonesia, sedikit banyaknya memengaruhi cara masyarakat dalam mengulik perihal agama secara komprehensif. Dengan literasi yang rendah, masyarakat terkaveling pada satu aliran baik pondok atau tokoh-tokoh tertentu. Dalam kondisi seperti ini, wawasan keagamaan cenderung terkotak-kotak dan kesulitan untuk membuka diri pada model-model pemahaman yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Di lain hal, kondisi ekonomi bisa menjadi hal yang dipermainkan untuk membangun narasi &ldquo;tak bahagia di dunia, maka temuilah bahagia di surga&rdquo;. Kondisi tersebut sering dimobilisasi tokoh teroris agar calon korban dapat bergabung. Dari hal tersebut, aksi teror dibahasakan sebagai sebuah jalan pembebasan hidup dunia yang berat menuju impian hidup lebih bahagia dan kekal di surga atas nama agama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam kondisi daya literasi rendah, sangat mudah pemahaman agama diarahkan pada satu bentuk pemahaman dan aksi keagamaan diarahkan. Budaya literasi yang rendah, terutama literasi beragama yang egalitarian dan kemiskinan tampaknya menjadi dua variabel yang menyuburkan radikalisme dan terorisme,&rdquo; ungkap Sri.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa alternatif menurutnya mengatasi kondisi tersebut. Pertama, menumbuhkan budaya beragama yang egalitarian, namun tidak semata-mata melihat tafsir tekstual yang kaku. Tetapi melihat secara kontekstual munculnya perintah-perintah Tuhan di kitab suci yang menjadi dasar akan sikap radikal dan memicu terorisme.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ajaran jihad misalnya, tidak melulu soal perang fisik dan pembunuhan yang berbeda pandangan. Tetapi bisa dikembangkan lebih ke arah jihad melawan diri sendiri: nafsu, kebodohan, kerakusan, keserakahan, korupsi, dan lain-lain. Kan juga mengarah pada perbaikan kemanusiaan yang lebih baik juga,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, literasi kehidupan beragama pada konteks-konteks masyarakat yang berbeda. Seperti yang diungkap Clifford Geertz, ahli antropologi dalam kajian berjudul &quot;Islam Observed&rdquo;, ia menganalisis bagaimana ajaran Al-Qur&rsquo;an dan nabi yang sama (Islam) bisa berkembang membentuk corak budaya Islam yang sama sekali berbeda pada konteks sosial, demografi, dan ekonomi. Layaknya Indonesia dan Maroko, dengan aspek budaya yang berbeda juga menghasilkan penerimaan beragama yang beda. Ajaran yang sama bisa membentuk pola atau corak Islam yang beragam.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, pengentasan kemiskinan. &ldquo;Secara psikologis, sangat mudah terseret oleh doktrin-doktrin yang menjual kehidupan surga. Mengatasi kemiskinan akan mempermudah mereka untuk lebih belajar terbuka terhadap banyak kemungkinan tafsir lain dalam beragama,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada tataran pendidikan tinggi, Sri menyebut jika pengembangan Islam yang moderat seharusnya dapat dilaksanakan dengan baik. Kampus sebaiknya tak alergi membicarakan agama dengan mendatangkan pembicara dari beragam latar belakang. Sebab dengan diskusi terbuka, literasi beragama semakin kuat dan timbul kesadaran untuk menghargai kemanusiaan.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara dampak, Sri menuturkan bahwa di masyarakat akan timbul kepanikan, sikap saling curiga, fanatik terhadap penebar teror, dan stereotip.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Stereotyping</em> memunculkan sikap menjaga jarak dan saling curiga, menjadikan hidup mereka berat, mendapat hukuman sosial atas apa yang belum tentu mereka sepaham. Pada sisi lain, terorisme justru sangat merusak citra Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(rst/eng/rvn/fsf/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penganiyaan Jurnalis Masih Terjadi, Potret Pers Indonesia Masih Gamang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penganiyaan-jurnalis-masih-terjadi-potret-pers-indonesia-masih-gamang/baca </link>
<guid> penganiyaan-jurnalis-masih-terjadi-potret-pers-indonesia-masih-gamang </guid>
<pubDate> Wed, 21 Apr 2021 07:59:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus kekerasan pada jurnalis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penganiyaan-jurnalis-masih-terjadi-potret-pers-indonesia-masih-gamang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8lkvbM8fjP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penganiyaan Jurnalis Masih Terjadi, Potret Pers Indonesia Masih Gamang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kasus kekerasan pada jurnalis kembali terjadi di Indonesia. Wartawan Tempo bernama Nurhadi mendapatkan tindakan represif saat sedang melakukan investigasi dugaan kasus suap pajak oleh Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. Kala itu, ia sedang memotret acara resepsi pernikahan anak Angin yang berlangsung di Surabaya, Sabtu (27/3).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Seketika, Nurhadi langsung ditarik oleh dua orang tidak dikenal. Meski ia telah memperkenalkan diri sebagai wartawan Tempo, oknum tersebut merebut ponsel miliknya dengan cepat. Dilanjutkan dengan memiting leher Nurhardi. Kejadian tidak berhenti sampai di situ. Ia dibawa menuju Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dirinya kembali mendapat kekerasan dengan dicekik, ditampar serta disekap selama dua jam. Pelaku kembali bertambah sekitar 10 hingga 15 orang.</p><p style="text-align: justify;">Kasus Nurhadi adalah satu dari sekian banyak potret kekerasan yang menimpa jurnalis. Tindakan main hakim menjadi bentuk pembungkaman suara pers ketika melakoni peran kontrol sosial. Merespons kasus tersebut, Nurliah selaku dosen Ilmu Komunikasi Unmul menyayangkan sikap tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apapun profesi harus dilindungi secara hukum, harus <em>fair</em> (adil),&rdquo; ucap Nurliah kepada <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp, Sabtu (17/4).</p><p style="text-align: justify;">Dosen yang mengajar mata kuliah Jurnalistik tersebut menegaskan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 menjadi landasan hukum pers di Indonesia. Hal itu dirasa cukup memberikan arahan dalam penegakkan hukum agar tidak terjadi tindak persekusi seperti kasus Nurhadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya hukum menghormati Undang-Undang. Sudah disosialisasikan juga oleh AJI dan berbagai lembaga pers lainnya,&rdquo; sebutnya menanggapi.</p><p style="text-align: justify;">Menyatakan dukungannya kepada aksi yang menimpa Nurhadi, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) wilayah Samarinda menggelar aksi solidaritas, Kamis (8/4) lalu. Berbagai agenda berlangsung dengan penampilan orasi, pembacaan puisi, hingga gelaran teatrikal yang mengusung tema &ldquo;Ancaman Otoritarianisme Terhadap Kebebasan Pers (Solidaritas Terhadap Penganiyaan Wartawan Tempo)&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Ketua AJI Samarinda, Nofiyatul Chalimah menyatakan jika pihaknya mengutuk keras segala tindakan represif kepada sesama jurnalis. Tak hanya Nurhadi, kasus senada turut menimpa lima jurnalis Samarinda ketika sedang meliput aksi demo Omnibus Law pada Oktober 2020 silam, yang hingga saat ini kasus tersebut belum menemukan titik terang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;AJI Samarinda mendesak Kapolda Kaltim, Irjen Herry Rudolf Nahak untuk mengusut pelaku penganiyaan baik secara pidana maupun etik,&rdquo; papar Nofi kepada <em>Sketsa</em>, Senin (19/4).</p><p style="text-align: justify;">Nofi setuju apabila kasus Nurhadi menjadi contoh terkekangnya pers Indonesia hingga kini. Ia mengimbau kepada semua pihak agar menghormati Undang-Undang Pers yang berlaku. AJI Samarinda turut bergerak menyosialisasikan kebebasan pers kepada publik guna mengawal kasus kekerasan hingga tuntas dan menegakkan keadilan bagi pers.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pasal 18 UU Pers, menyebut ancaman hukuman bagi yang menghalangi atau menghambat ada ancaman pidana penjara 2 tahun dengan denda 500 Juta,&rdquo; tutup Nofi. (<strong><em>wuu/ lyn/vyn/ahn/syl/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Waspada Toxic Productivity, Kecenderungan Produktif Melebihi Kemampuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-toxic-productivity-kecenderungan-produktif-melebihi-kemampuan/baca </link>
<guid> waspada-toxic-productivity-kecenderungan-produktif-melebihi-kemampuan </guid>
<pubDate> Wed, 21 Apr 2021 11:08:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Toxic productivity </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-toxic-productivity-kecenderungan-produktif-melebihi-kemampuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CR3K657y4V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Waspada Toxic Productivity, Kecenderungan Produktif Melebihi Kemampuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memiliki kinerja yang baik adalah keinginan semua orang. Apalagi di masa pandemi, sebagian orang dituntut untuk beraktivitas meski di rumah saja. Memang, tetap produktif di segala kondisi adalah hal yang positif. Namun, jika berlebihan tentu menimbulkan dampak buruk pada diri sendiri. Kecenderungan untuk tetap produktif melebihi batas kemampuan inilah yang disebut <em>toxic</em> <em>productivity</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Melansir dari <em>kumparan.com</em>, <em>toxic</em> <em>productivity</em> adalah sebuah obsesi untuk mengembangkan diri dan merasa selalu bersalah jika tidak bisa melakukan banyak hal. Berikut <em>Sketsa</em> uraikan beberapa tanda dari kebiasaan ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bekerja berlebihan hingga tidak memperdulikan kesehatan dan lingkungan sekitar</strong></p><p style="text-align: justify;">Bekerja keras memang dibutuhkan untuk mencapai target yang diinginkan. Namun, tidak jarang hal ini justru membuat kita lupa akan kebutuhan pokok seperti makan, minum dan beristirahat. Terkadang, sebagian orang lebih memilih untuk menunda kebutuhan pokoknya dibanding menunda pekerjaan. Secara langsung juga akan berdampak pada kesehatan, <em>loh</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kecenderungan untuk bekerja berlebihan hingga lupa waktu, dapat menyebabkan hubungan dengan lingkungan terdekat menjadi terganggu. Orang yang mengalami <em>toxic productivity</em> hanya fokus pada pekerjaannya, tanpa peduli dengan yang terjadi pada lingkungan sekitar. Bahkan dapat menjadikan pribadi yang individualis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Merasa tidak pernah cukup dan terobsesi pada kesempurnaan</strong></p><p style="text-align: justify;">Seseorang yang mengalami keadaan ini umumnya tak akan merasa puas jika pekerjaan yang dilakukan tidak sempurna atau tidak sesuai yang diinginkan. Rasa kecewa bahkan marah akan datang, jika tidak mampu mencapai ekspektasi yang telah dirancang. Parahnya, mereka juga cenderung membandingkan diri sendiri dan orang lain yang dianggap lebih produkif. Hal ini dapat memberi tekanan untuk melakukan produktivitas berlebih agar bisa mengalahkan orang lain.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Merasa bersalah jika tidak menggunakan waktu dengan produktif</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak bisa diam dan beristirahat adalah salah satu kecenderungan saat mengalami <em>toxic productivity</em>. Ada perasaan bersalah dan hampa jika memilih rehat, apalagi dalam kondisi pekerjaan yang belum selesai. Mereka lebih memilih menghabiskan waktu seharian dengan bekerja atau melakukan kegiatan dibanding beristirahat karena hal itu dianggap hanya akan membuang waktu.</p><p style="text-align: justify;">Nah, untuk menguranginya kamu dapat melakukan berbagai cara. Seperti membuat target kerja yang realistis sesuai kemampuan, mengingat pentingnya kesehatan diri dan istirahat yang cukup serta <em>mindfulness</em>.</p><p style="text-align: justify;">Mengukur kemampuan diri dengan pekerjaan yang sedang dijalani adalah hal yang penting. Berusaha meningkatkan kemampuan dengan menjadi produktif, tetapi tidak memaksakan diri untuk mengerjakan sesuatu yang tidak mampu dilakukan. Apakah kamu turut merasakan <em>toxic productivity</em> ? (<strong><em>str/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Warnet Era 2000-an </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-warnet-era-2000-an/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-warnet-era-2000-an </guid>
<pubDate> Thu, 22 Apr 2021 11:06:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nostalgia playlist internet </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-warnet-era-2000-an/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Fsvs1b4Krg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Warnet Era 2000-an</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pada era 2000-an, warung internet (warnet) menjadi tempat yang kerap kita kunjungi untuk bermain game <em>online</em> atau sekadar <em>browsing</em> dan menggali informasi. Tak lengkap rasanya jika tidak mendengarkan lagu favorit kita sembari berselancar di dunia maya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sayangnya, kemajuan teknologi yang sangat cepat membuat jumlah warnet kian hilang digerus oleh waktu. Untuk membawa kalian merasakan kembali atmosfer suasana warnet yang sederhana,&nbsp;</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sketsa</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;berikan sederet lagu-lagu yang kerap diputar pada saat di warnet. Berikut rekomendasinya!</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Dear God - Avenged Sevenfold</strong></p><p style="text-align: justify;">Avenged Sevenfold tidak menyadari bahwa lagunya ini menjadi lagu legendaris warnet se-Indonesia. Hal itu disebabkan karena lagunya sering kali diputar dari awal dirilis hingga saat ini. <em>Dear God</em> merupakan tembang hit dari album <em>Avenged Sevenfold</em> pada 2007 silam. Lagu bergenre <em>rock country</em> tersebut dibuat dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Pembawaan lagu ini lebih halus dibanding yang lainnya. Alhasil, Dear God mampu membawa kita ke suasana yang lebih nyaman saat di warnet dalam waktu yang cukup lama.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bunga - Bondan &amp; Fade 2 Black</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu besutan Bondan bersama Fade 2 Black ini juga menjadi lagu yang populer pada masanya. Tak jarang, sebagian besar warnet memutarkan lagu yang satu ini. Musik bergenre pop yang dipadukan dengan nuansa <em>rap</em> dari Fade 2 Black sangat <em>easy listening</em>, apalagi sambil <em>browsing</em> di warnet. Lagu yang dirilis pada 2005 ini menceritakan perasaan seorang cowok yang ragu untuk mengungkapkan perasaan cinta kepada wanita pujaannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>I&rsquo;m Yours - Jason Mraz</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu pop yang dirilis pada 2009 ini sangat kental dengan akan nadanya yang khas. Hal itu membuat pendengarnya merasakan nuansa yang lebih rileks. Dengan lagu yang tergolong santai ramah di telinga, sebagian besar anak muda pada masanya mengidolakan lagu yang dinyanyikan oleh Jason Mraz ini. Tak heran jika Jason menjadi musisi yang populer berkat lagu tersebut. Maknanya sendiri<span style="background-color: transparent;">&nbsp;mengemas kisah sang musisi yang menyanyikan sang kekasih sebuah lagu dengan cara yang menyenangkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Bring Me To Life - Evanescence</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu <em>rock</em> yang satu ini pastinya membuat kita betah berlama-lama berada di warnet, terutama jika sedang bermain game <em>online</em>. Namun siapa sangka, lagu yang dipopulerkan oleh Evanescence ini memiliki beberapa makna penting dalam merubah kehidupan seseorang. Diris pada 2003, <em>Bring Me To Life</em> menceritakan keinginan seseorang untuk keluar dari semua kesalahan yang telah diperbuat. Selain itu, lagu ini mengajak kita untuk membuka pikiran yang dulunya tertutup untuk lebih <em>open minded.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>In The End - Linkin Park</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini nampaknya sangat mewakili kaum pria yang kerap sedih karena direndahkan oleh wanita yang ia cintai. Bercerita tentang kekesalan seorang lelaki yang merupakan penulis lagu. Ia merasa sedih dan sakit hati karena usahanya untuk mendapatkan perempuan idamannya sia-sia. Padahal, ia sudah mengorbankan segalanya. Meskipun memiliki cerita yang cukup sedih, lagu bergenre <em>indie</em> yang rilis pada 2001 ini menjadi populer pada masanya dan menjadi lagu wajib oleh kebanyakan warnet di Indonesia. Lantaran nuansa musiknya yang cukup asik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kukatakan Dengan Indah - Peterpan</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski saat ini grup musik Peterpan beralih nama menjadi Noah, lagu-lagu yang dibawakan oleh sang vokalis alias Ariel cukup populer dan enak didengar hingga kini. Dari sekian banyaknya lagu Peterpan yang ciamik di era 2000-an, <em>Kukatakan Dengan Indah</em> menjadi lagu favorit yang sering diputarkan di warnet. Lagu bergenre <em>alternative</em><em>&nbsp;pop</em> yang rilis pada 2004 tersebut mengisahkan seseorang yang menyerahkan segalanya kepada orang terkasih. Dihampiri permasalahan yang ada, semuanya harus berakhir karena keadaan buruk yang tidak bisa diperbaiki.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Manusia Bodoh - Ada Band</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu dari Ada Band ini menjadi lagu populer mereka sepanjang masa dan juga lagu favorit di warnet. Dengan genre pop dan nuansa galau, Manusia Bodoh rilis pada 2004 lewat album <em>Heaven Love.</em> Donnie, mantan vokalis Ada Band menciptakan lagu ini berdasarkan kisah nyata sahabatnya, seorang wanita yang kelewat cinta dengan mantan yang menyakitinya. Donnie pun menyebut bahwa sahabatnya tidak sadar kalau telah menjadi manusia bodoh. Ia membantu sahabatnya untuk terbebas dari gelar &lsquo;manusia bodoh&rsquo; dengan mengenalkannya kepada orang yang lebih baik. Akhirnya, sang sahabat berhasil bebas dan hidup bahagia dengan orang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa lagu yang kerap kali diputar apabila kita berkunjung di warnet. Pada masa jayanya, lagu-lagu di era ini amat <span style="background-color: transparent;">populer lantaran nyaman untuk didengarkan. Bagaimana, tertarik untuk bernostalgia dan mendengarkan lagu-lagu di atas? (</span><strong style="background-color: transparent;"><em>anm/fzn</em></strong><span style="background-color: transparent;">)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pro dan Kontra Kebijakan Royalti Musik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pro-dan-kontra-kebijakan-royalti-musik/baca </link>
<guid> pro-dan-kontra-kebijakan-royalti-musik </guid>
<pubDate> Thu, 22 Apr 2021 11:19:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Royalti musik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pro-dan-kontra-kebijakan-royalti-musik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k6mY6ImdpP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pro dan Kontra Kebijakan Royalti Musik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pada 30 Maret 2021, Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik, yang merupakan amanat dari pasal 35 ayat (3) UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Kini, dasar hukum mengenai pemungutan dan royalti menjadi lebih kuat.</span></p><p style="text-align: justify;">Ditetapkannya PP mengenai pengelolaan royalti hak cipta lagu atau musik tentu menuai pro dan kontra dalam masyarakat. Meski sebagian menganggap bahwa PP tersebut akan membawa angin baru. Seperti pernyataan Anang Hermansyah, Selasa (13/4) sebagai Ketua Harian Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia yang dilansir dari <em>kontan.co.id</em>, PP tersebut akan memberikan dampak baik pada industri musik di Indonesia. Terlebih<span style="background-color: transparent;">&nbsp;ketika melihat adanya keinginan pemerintah untuk memahami teknologi digital agar menciptakan suatu sistem yang lebih transparan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kebutuhannya sudah cukup mendesak untuk penarikan royalti ini. Hal ini juga menjadi sistem yang akuntabel dan menunjukkan adanya <em>concern</em> terhadap penegakan hak cipta di Indonesia,&rdquo; ujarnya pada laman <em>kontan.co.id.</em></p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, Roy Nicholas Mandey yang merupakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berharap agar aturan yang ditetapkan dalam PP itu ditangguhkan dulu pelaksanaannya selama pandemi Covid-19. Dilansir dari <em>Asumsi.com</em>, Roy menyatakan adanya kewajiban membayar royalti ini akan memberikan beban biaya tambahan dan akan memberatkan pengusaha ritel. Sebagai tambahan, Roy menganggap bahwa aturan ini tidak mendesak untuk diterapkan.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan dari implementasi mengenai PP ini dijelaskan oleh akademisi Unmul, Zulvia Makka, dosen Fakultas Hukum (FH) Unmul pada Selasa (13/4) lalu. Ia menjelaskan bahwa PP Nomor 56 Tahun 2021 tentang pengelolaan royalti dan hak cipta lagu/musik adalah sesuatu yang baru dan dianggap dapat memberikan kepastian hukum terhadap pencipta lagu, pemegang hak cipta, penyanyi atau hak serupa sebagai manfaat ekonomi dari keuntungan yang didapatkan atas lagu yang dikomersilkan oleh orang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dikatakan dalam Pasal 3 yang melakukan penggunaan secara komersil lagu atau musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersil harus membayar royalti kepada pencipta, pemegang hak cipta, pemilik hak terkait melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apa lembaga ini? Lembaga ini adalah lembaga yang memiliki kewenangan untuk menarik menghimpun dan mendistribusikan royalti serta pengelolaan kepentingan mengenai keuntungan pencipta maupun hak terkait dalam bidang lagu dan musik,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, royalti bersifat komersil apabila lagu tersebut diperdengarkan pada saat seminar, konferensi, restoran, kafe, pub, diskotik, klub, konser, kapal laut, pesawat, bus, dalam pameran atau pasar. Lagu yang disiarkan tersebut akan diberikan royalti. Selain itu, pada saat di bioskop wajib memberikan royalti. Bank, pusat rekreasi, hotel, pertokoan sampai radio. Hal tersebut menjadi bentuk penambahan layanan publik yang bersifat komersil.</p><p style="text-align: justify;">Sejalan dengan pendapat yang diberikan Zulvia, Febri Noor Hediati, dosen FH pada Selasa (13/4) lalu menyatakan bahwa PP tersebut akan memberikan keuntungan kepada pencipta lagu atau musik. Juga memberikan perlindungan hukum serta mengoptimalisasikan royalti yang didapatkan pencipta terkait dengan pamanfaatan ciptaan serta produk hak yang berkaitan dengan bidang lagu atau musik, sehingga ia cenderung mendukung diterapkannya PP tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, ia melanjutkan bahwa membutuhkan waktu yang lama dalam memberikan sosialisasi terkait dengan PP tersebut agar sampai kepada seluruh lapisan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah disosialisasikan butuh kesadaran dan kejujuran dari masyarakat mengenai penggunaan lagu atau musik,&rdquo; ucap Febri.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu pemilik kafe di Samarinda, Nova, menjelaskan bahwa hingga saat ini ia belum mendapatkan sosisalisasi terkait dengan PP Nomor 56 Tahun 2021. Meskipun demikian, ia mengaku bahwa kafe miliknya sering kali memutar musik guna menghibur pengunjung. Sehingga bagi Nova adanya kebijakan terkait dengan pengelolaan royalti dan hak cipta lagu atau musik merupakan sesuatu yang membebani usahanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapanya bisa diperjelas lagi mana yang termasuk pembayaran royalti dan mana yang bebas royalti. Misal usaha karaoke kan jualan utamanya memang lagu. Seperti itu pantas untuk membayar royalti, tapi kami kan bukan menjual lagu. Hanya menambah kenyamanan pengunjung menggunakan lagu.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kecuali jika lagu itu kami buat&nbsp;<em>live</em> dan di-<em>cover</em>, mungkin bisa dikenakan royalti tanpa terlalu memberatkan tentunya. Kalo hanya memutar ulang di YouTube atau MP3 saran saya sih jangan ditarik royalti,&rdquo; tutupnya (21/4). (<strong><em>wps/vyl/hdt</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Latih Diri Untuk Mencoba Berbagai Hal Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/latih-diri-untuk-mencoba-berbagai-hal-baru/baca </link>
<guid> latih-diri-untuk-mencoba-berbagai-hal-baru </guid>
<pubDate> Fri, 23 Apr 2021 11:26:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> melatih diri agar lebih berani mencoba hal-hal baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/latih-diri-untuk-mencoba-berbagai-hal-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SMlDk0M7MY.png" />
					</figure>
			                <h1>Latih Diri Untuk Mencoba Berbagai Hal Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sering kali kita melewatkan banyak kesempatan karena hal-hal klasik yang sering kita lontarkan. Entah karena takut mencoba sesuatu yang sangat asing untuk dilakukan, tidak siap dengan perubahan, sampai membatasi diri sendiri dengan kata &ldquo;tidak sanggup&rdquo; atau &ldquo;tidak mungkin bisa dilakukan&quot;. Kalau begini terus, kapan kamu akan berkembang?</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, tantangan ada untuk menguji sejauh mana kemampuan yang telah kita miliki. Apakah dapat dimaksimalkan, atau harus mengubah haluan? Semuanya tak dapat diketahui sampai kita melaluinya. Untuk itu, kamu butuh melatih diri agar lebih berani mencoba hal-hal baru. Berikut <em>Sketsa</em> berikan tips-nya untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Katakan &ldquo;iya&rdquo;</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat mendapatkan tawaran yang menarik, kita cenderung berpikir terlalu jauh dan berakhir dengan tidak mengambilnya. Ini karena kita kerap memproyeksikan diri, apa yang akan terjadi seandainya mengambil kesempatan tersebut. Kebiasaan ini akan membentuk <em>self-doubt</em> dan secara tidak sadar ingin menolak. <em>Yuk</em>, tepis <em>habit</em> yang satu ini dan raih kesempatan tersebut!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ubah kata &ldquo;tidak bisa&rdquo; menjadi &ldquo;pasti bisa&rdquo;</strong></p><p style="text-align: justify;">Merasa kegiatan yang kamu lakukan monoton? Hal ini terjadi karena kita selalu berada di <em>comfort zone</em> alias zona nyaman, sehingga membatasi diri pada hal di luar kebiasaan kita. Bohong <em>deh</em>, kalau tidak pernah berpikir bahwa kemampuan kita tidak cukup untuk melakukan kegiatan lainnya. <em>Nah</em>, coba ubah kata &ldquo;tidak bisa&rdquo; tadi menjadi &ldquo;pasti bisa&rdquo;. Ulangi terus ketika kamu tidak yakin saat mengambil keputusan. Pastinya jangan lupa untuk terus mempelajari hal tersebut agar mumpuni.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berikan waktu dan lakukan dengan perasaan senang</strong></p><p style="text-align: justify;">Keluar dari rutinitas memang bukan sesuatu yang nyaman. Langkah pertama adalah tahap tersulit, jadi lakukan dengan perlahan-lahan. Perhatikan dengan baik seluruh tahapan, kemudian coba mengerjakannya secara mandiri. Jangan jadikan hal ini beban, ya! Sesuatu yang dilakukan dengan hati yang senang pasti lebih baik. Kuncinya adalah jangan <em>overthinking</em>, kerjakan dulu hingga selesai. Paksa dirimu untuk setidaknya memulai dan fokus pada apa yang kamu harus kerjakan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berteman dengan kesalahan</strong></p><p style="text-align: justify;">Kesalahan itu adalah hal yang sangat normal, bukan sebuah tanda kegagalan. Kita akan menjadi lebih berkembang dengan mengetahui pada bagian apa saja kita melakukan kesalahan. Ini akan membantumu mencoba banyak hal untuk hasil yang terbaik. Jangan biarkan kesalahan atau revisi membuatmu <em>down</em><em>!</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>Jangan berhenti mencoba dan terus belajar</strong></p><p style="text-align: justify;">Semakin lama melakukan hal-hal baru, otomatis akan membuatmu mencari banyak hal yang berhubungan dengan kegiatanmu. Selain mengetahui teorinya, praktik dibutuhkan untuk melatih ketepatan pengerjaan dan menghindari kesalahan di tempat yang sama. Lakukan trial and error untuk mengetahui cara yang paling nyaman kamu gunakan saat melakukan pekerjaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Visualisasikan keberhasilanmu</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukan bermaksud <em>overconfident</em>, tetapi hal ini dapat memberi <em>suggestion</em> yang positif bagi otak kita. Kebanyakan dari kita sering memikirkan kegagalan sebelum melalui tahap-tahapnya. Padahal, dengan melakukan visualisasi atas keberhasilan kita akan membuat diri menjadi lebih semangat dan tidak mudah menyerah. Terlebih ada perasaan menghargai diri sendiri dalam mencapai keberhasilan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Usir kebiasaan burukmu</strong></p><p style="text-align: justify;">Malas gerak alias mager sepertinya memang menjadi masalah tersendiri bagi masing-masing individu. Belum lagi ketika menemukan kesulitan saat mengerjakan sesuatu, kita cenderung pasrah lalu mencari-cari alasan bahkan menyalahkan orang lain atau keadaan. Biasakan untuk lebih terbuka dan memberi waktu jeda jika membutuhkannya. Bagi pekerjaanmu menjadi poin-poin sederhana agar mudah dikerjakan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Setidaknya, kita sudah mencoba</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika pada akhirnya kita tidak berhasil atau gagal, tidak masalah! Dari sini, kita akan paham mana sesuatu yang memang dapat kita lakukan atau tidak, juga mengetahui di mana passion kita sebenarnya. Banyaknya kesalahan yang muncul dapat dijadikan pelajaran di kemudian hari. Seenggaknya, kita sudah berani melangkah untuk mengerjakan sesuatu di luar zona nyaman.</p><p style="text-align: justify;">Itulah tips yang dapat kami berikan untukmu. Berhenti membatasi diri dengan <em>negative thoughts</em> sebelum mencoba sesuatu. Kamu akan mengetahuinya nanti, setelah pekerjaan tersebut selesai. Banyak <em>loh</em>, hal-hal yang akan terlewatkan saat kamu berkata tidak untuk kesempatan baru. Jadi, jangan menyerah dan terus belajar, ya! (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penerapan Stoisisme dalam Kehidupan Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/penerapan-stoisisme-dalam-kehidupan-kampus/baca </link>
<guid> penerapan-stoisisme-dalam-kehidupan-kampus </guid>
<pubDate> Sun, 25 Apr 2021 10:23:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menerapkan stoisisme dalam masa perkuliahan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/penerapan-stoisisme-dalam-kehidupan-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y1WFCTbTpO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Penerapan Stoisisme dalam Kehidupan Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Semenjak Covid-19 mulai menyebar ke seluruh dunia, semua kegiatan sehari-hari mulai dibatasi. Baik itu perekonomian, juga aktivitas perkuliahan yang berdampak kepada sistem pembelajaran itu sendiri. Perkuliahan di Indonesia masih dilakukan secara daring, hanya beberapa universitas yang sudah menerapkan sistem <em>blended learning</em> namun masih memerlukan penyesuaian.</span></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan perkuliahan yang dilakukan secara daring tersebut memanfaatkan media komunikasi. Sayangnya, hal ini membuat beberapa mahasiswa kurang bersemangat dalam mengikuti perkuliahan. Selain tidak dapat berinteraksi secara langsung dengan teman sekelas atau teman satu organisasi. Ada pula faktor eksternal lain yang membuat mahasiswa kurang termotivasi mengikuti pembelajaran. Seperti pemberian tugas perkuliahan yang rutin diberikan oleh dosen tanpa ada penjelasan materi sebelumnya. Ini berdampak pada stres akademik yang dialami oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Menurut hasil penelitian oleh Psikologi Unmul, stres yang paling banyak dialami mahasiswa saat ini ada pada kategori stres sedang. Kondisi tersebut membuktikan, mahasiswa mengalami tekanan akademik selama melaksanakan kuliah daring di masa pandemi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Jika dikaitkan dengan salah satu filsafat yakni stoisisme, perkuliahan daring tersebut tergantung dari persepsi setiap individu dalam menyikapinya. Baik itu positif atau negatif.</p><p style="text-align: justify;">Stoisisme sendiri merupakan cabang filsafat yang dipopulerkan oleh Epictectus (Budak), Seneca (Pejabat) dan Marcus Aurelius (Kaisar Romawi). Di mana ajaran tersebut masih relevan di mplementasikan hingga zaman modern seperti saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Inti ajaran itu sendiri adalah menyelaraskan hidup kita dengan alam. Alam bisa dikaitkan dengan seluruh isi semesta, termasuk manusia, tugas kuliah dan gangguan lainnya. Saat menjalani kehidupan, ada beberapa hal yang dapat kita kendalikan seperti diri sendiri (internal) juga hal yang tidak dapat kita kendalikan (eksternal) yakni di luar dari diri kita.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Epictectus yang merupakan seorang budak, &quot;Yang membuat susah perasaan seseorang bukan lah sesuatu itu sendiri melainkan penilaian mereka tentang hal tersebut.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Contoh kasus dalam masa kontemporer yakni pemberian tugas perkuliahan oleh dosen kepada mahasiswa. Bukan tugas perkuliahan yang membuat mahasiswa itu stres, namun penilaian mengenai tugas perkuliahan tersebut yang membuat mahasiswa tertekan.</p><p style="text-align: justify;">Bisa saja, mahasiswa A menganggap pemberian tugas perkuliahan membuat adaptasi pembelajaran mandiri mahasiswa meningkat. Namun menurut mahasiswa B, pemberian tugas kuliah merupakan cara dosen melakukan pembelajaran. Dan menurut mahasiswa C, pemberian tugas dapat dikarenakan dosen malas untuk melakukan pembelajaran. Sehingga dari kasus tersebut, penilaian atau persepsi dari tugas perkuliahan berbeda dari setiap individu.</p><p style="text-align: justify;">Pemberian tugas perkuliahan oleh dosen itu merupakan sesuatu di luar kendali kita. Kembali lagi ke diri kita, apakah tugas tersebut mau di kerjakan atau tidak. Alam sudah mengingatkan, jika tugas tidak dikerjakan akan berdampak pada hasil akhir. Lantas kembali lagi ke setiap individu masing-masing dalam menyikapinya.</p><p style="text-align: justify;">Marcus Aurelius yang merupakan seorang Kaisar Romawi sering bertanya kepada dirinya sendiri, &quot;Kebajikan apa yang diberikan alam kepadaku untuk berurusan dengan situasi ini?&quot; Di mana secara alami mengarah ke pertanyaan, &ldquo;Bagaimana orang lain mengatasi tantangan yang serupa?&rdquo; atau jika di masa sekarang &quot;Bagaimana mahasiswa lain dapat mengerjakan tugas tanpa ada rasa takut dan tidak stres?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Henry Manampiring selaku penulis buku Filosofi Teras menawarkan metode dalam mengendalikan diri dengan S-T-A-R (<em>Stop</em>, <em>Think &amp; Asses</em>, <em>Respond</em>), yakni sebuah metode yang diadaptasi dari filosofi stoisisme itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Pada &quot;<em>Stop</em>&quot;, terkadang kita harus berhenti sejenak dan tidak larut dalam tekanan atau emosi negatif. Kemudian dalam &quot;<em>Think &amp; Asses</em>&quot;, berpikir secara rasional bahwa penilaian kita terhadap emosi negatif harus di lakukan secara objektif. Sementara &quot;<em>Respond</em>&quot;, memikirkan secara objektif untuk merespon tekanan atau emosi negatif tersebut dengan nalar bijak, berani dan adil.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Taufiq Ramadhan, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menantang Pemerintah Untuk Pulihkan Kaltim Dari Kerusakan Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menantang-pemerintah-untuk-pulihkan-kaltim-dari-kerusakan-lingkungan/baca </link>
<guid> menantang-pemerintah-untuk-pulihkan-kaltim-dari-kerusakan-lingkungan </guid>
<pubDate> Mon, 26 Apr 2021 09:41:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tetapi Covid-19 juga menjadi momentum bersama untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan lingkungan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menantang-pemerintah-untuk-pulihkan-kaltim-dari-kerusakan-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ba0tT5y8TW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menantang Pemerintah Untuk Pulihkan Kaltim Dari Kerusakan Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kaltim salah satu daerah terdampak Covid-19, dalam memperingati Hari Bumi 22 April lalu tidak hanya menyinggung soal aktivitas pertambangan, soal sampah, dan limbah. Tetapi Covid-19 juga menjadi momentum bersama untuk merefleksikan kembali hubungan manusia dengan lingkungan. Sebab terjadinya pandemi ini berkaitan erat dengan kerusakan lingkungan akibat perilaku manusia khususnya para pemangku kebijakan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kaltim yang terkenal sebagai paru-paru dunia adalah salah satu provinsi paling mematikan bagi warganya. Mengapa demikian? Pasalnya, sejak zaman kolonial Belanda sekitar 1894, provinsi yang dulu disebut tanah Borneo ini sudah melakukan ekstraksi pada alamnya sendiri melalui pembongkaran minyak dan gas alam. Hingga saat ini kegiatan-kegiatan itu masih berjalan, kekayaan alam terus dikeruk. Hingga hari ini, Kaltim masih mengandalkan perekonomian pada penebangan pohon untuk Hutan Tanan Industri (HTI) dan Hutan Pengusahaan Hutan (HPH), pengerukan batu bara, dan pembukaan perkebunan sawit.</p><p style="text-align: justify;">Dari banyaknya data yang ada di Kaltim, seperti maraknya aktivitas pertambangan, baik legal maupun ilegal, lubang-lubang tambang yang tidak direklamasi, kondisi masyarakat di lingkar tambang, kondisi lahan pertanian, pencemaran lingkungan karena limbah, dan lainnya. Dari banyaknya data, dengan segala bentuk kebijakan baik pusat dan lokal berencana menciptakan ruang hidup yang buruk hingga menakutkan bagi masyarakat. Seperti yang diketahui, segala jenis izin ekstraksi akan memberi daya rusak, mengancam, melanggar hukum, dan mematikan kehidupan.</p><p style="text-align: justify;">Menolak untuk lupa, sejak 2011 hingga sekarang, sudah ada 30 anak lebih yang meninggal di lubang bekas tambang. Ini disebakan karena banyaknya lokasi-lokasi pertambangan yang sudah menyalahi undang-undang (UU), karena berada kurang 500 meter dari permukiman warga. Padahal juga, mengenai lubang-lubang tambang itu semua sudah diatur dalam UU bahwa 30 hari pasca menambang itu harus ditutup. Namun, faktanya lubang-lumbang tambang yang ada justru dibiarkan selama bertahun-tahun.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya aktivitas pertambangan yang saat ini menjadi permasalahan di Kaltim, tetapi ada banyak isu-isu lingkungan lain yang seharusnya juga menjadi prioritas pemerintah untuk bisa diselesaikan. Ada 10 isu lingkungan hidup yang ditetapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim di antaranya:</p><p style="text-align: justify;">1.Pencemaran air, udara, dan tanah yang disebabkan oleh aktivitas manusia.</p><p style="text-align: justify;">2.Belum tertanganinya pengelolaan limbah padat/sampah dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)</p><p style="text-align: justify;">3.Banjir yang terus terjadi setiap tahun di sejumlah lokasi walaupun saat ini sifatnya hanya genangan sementara.</p><p style="text-align: justify;">4.Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam yang kurang menerapkan prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan</p><p style="text-align: justify;">5.Kerusakan pesisir dan laut.</p><p style="text-align: justify;">6.Kerusakan lahan akibat kegiatan pertambangan batubara.</p><p style="text-align: justify;">7.Degradasi hutan</p><p style="text-align: justify;">8.Menurunnya keanekaragaman hayati</p><p style="text-align: justify;">9.Gangguan terhadap kawasan lindung dan dilindungi yang masih sangat tinggi.</p><p style="text-align: justify;">10.Belum optimalnya implementasi rencana kelola dan perlindungan lingkungan/keanekaragaman hayati</p><p style="text-align: justify;">Merujuk pada pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kaltim, dengan banyaknya isu-isu lingkungan yang belum terselesaikan mungkinkah Kaltim akan semakin baik atau justru malah semakin memburuk dengan didirikannya IKN baru ini?</p><p style="text-align: justify;">Saat ini kita bisa melihat kebijakan-kebijakan pemerintah banyak mengalami kemunduran khususnya untuk lingkungan. Pemerintah justru mengemas pembangunan-pembangunan yang berdampak pada lingkungan dan cenderung tidak pro terhadap rakyat. Seharusnya pemerintah melakukan pemulihan terhadap kondisi lingkungan yang ada di Kaltim bukan malah sebaliknya, prioritas mendirikan IKN di tengah kondisi lingkungan sedang tidak baik.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu pemerintah perlu ditantang untuk bisa mengatasi isu-isu atau permasalahan lingkungan yang ada di Kaltim. Karena yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah pemulihan bukan hadirnya Kaltim sebagai IKN.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Renaldi Saputra, mahasiswa Fakultas Pertanian.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sokola Rimba: Sebuah Renungan Atas Arah Pembangunan Hari Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/sokola-rimba-sebuah-renungan-atas-arah-pembangunan-hari-ini/baca </link>
<guid> sokola-rimba-sebuah-renungan-atas-arah-pembangunan-hari-ini </guid>
<pubDate> Tue, 27 Apr 2021 07:59:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sokola Rimba: Sebuah Renungan Atas Arah Pembangunan Hari Ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/sokola-rimba-sebuah-renungan-atas-arah-pembangunan-hari-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/taGPhVLU6s.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sokola Rimba: Sebuah Renungan Atas Arah Pembangunan Hari Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sekolah rimba yang didirikan Butet Manurung bukan tanpa alasan, atau sekadar terlihat keren dalam aksi kerelawanan. Butet yang awalnya terlibat dalam lembaga non-pemerintah bernama Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, mengajar baca tulis hitung masyarakat adat di pedalaman Jambi. Tak mudah mendekati kelompok masyarakat adat, butuh adaptasi cepat seperti meniru cara berpakaian, penggunaan bahasa, serta budaya mereka agar diterima.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kisah inspiratif yang diadaptasi dari buku ini, tertuang dalam film berjudul <em>Sokola Rimba</em> besutan produser Riri Riza dan Mira Lesmana sebagai sutradara. Meskipun film ini diproduksi sudah sejak 2013, namun nilai-nilai yang dibangun dalam film ini masih lekat terhubung, menjadi permasalahan yang tak kunjung usai tentang arah pembangunan Indonesia sebenarnya. Khususnya pada tataran pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Tokoh Butet yang diperankan oleh Prisia Nasution harus didampingi oleh banyak kru, baik dari tim internal maupun lokal saat proses syuting berlangsung. Film ini juga lebih memilih masyarakat adat langsung sebagai aktor, dibandingkan mencari pemeran yang dirasa lebih mumpuni. Latar dan pakaian yang dipakai pun khas masyarakat adat Jambi, atau disebut Orang Rimba yang bermukim di Taman Nasional Bukit Duabelas. Sebab itu film ini di awal terasa seperti film dokumenter. Meski demikian, narasi yang dibangun film ini tak melakukan improvisasi berlebihan.</p><p style="text-align: justify;">Kisah diawali saat Butet yang hendak mengajar seperti biasa dan berjalan jauh menuju masyarakat adat bagian hulu. Namun, kondisinya yang tak stabil membuat ia pingsan di tengah hutan, sampai akhirnya diselamatkan oleh Bungo. Seorang anak hilir yang belum terpapar ilmu pengetahuan, tetapi selalu penasaran tentang hal tersebut. Hingga akhirnya Bungo mengantar Butet pada kelompok Orang Rimba hulu.</p><p style="text-align: justify;">Saat bangun, anak hulu menceritakan siapa yang membawanya ke sini. Dengan rasa penasaran yang tinggi, Butet selalu bertanya-tanya siapa nama anak itu. Suatu hari, Bungo mengintip di kejauhan, tercermin jelas di wajahnya bahwa ia juga ingin menimba ilmu. Beindah dan Nengkabau, sepasang anak yang dekat sekali dengan Butet ini pun menghampirinya. Lalu, perkenalan dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Butet hendak mendatangi Orang Rimba di Hilir, ingin menjangkau lebih komunitas yang akan ia ajarkan baca tulis. Kedatangan Butet ditemani dengan Beindah dan Nengkabau, awalnya disambut baik. Bungo senang dan sempat bercerita soal surat perjanjian alih lahan yang ingin sekali diketahuinya dengan membaca. Namun, ibu Bungo marah sebab kepercayaan bahwa pensil (alat tulis) akan membawa penyakit. Ilmu pengetahuan dapat mendatangkan malapetaka. Butet akhirnya kembali ke komunitas Orang Rimba hulu.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya, Butet mendapat jalan untuk mengajar di rumah rantauan Jawa Tengah, yang sering disinggahi Orang Rimba hilir dan Bungo ada di dalamnya. Hari demi hari dihabiskan anak-anak rimba dengan belajar bersama ibu guru Butet, begitu dia akrab disapa. Bungo yang dilematis sebab di satu sisi ingin belajar, di sisi lain tumbuh besar menjadi anak dari komunitas adat. Mau tak mau harus menyisihkan waktunya untuk berjalan dari hilir menuju pemukiman ramai penduduk untuk dapat membaca, menulis, dan berhitung.</p><p style="text-align: justify;">Suatu waktu, Bungo dipaksa pulang sebab kepercayaan adat itu benar dialami kelompoknya. Salah satu orang meninggal dan mereka harus nomaden mencari tempat tinggal baru sampai duka itu hilang. Kecamuk yang dirasakan Bungo juga menjadi titik balik untuk Butet. Sebab, petaka dari ilmu pengetahuan itu memang ada, kesedihan yang dirasakan Butet dari mengajar menjadi salah satunya.</p><p style="text-align: justify;">Butet mengundurkan diri dari KKI dan rehat ke ibu kota. Setelah mendapat motivasi dari sang Ibu, ia berniat mendirikan sekolah rimba, yang dalam bahasa Orang Rimba disebut &ldquo;Sokola Rimba&rdquo;. Inisiatifnya itu didanai. Akhirnya, film ditutup dengan perjumpaan Butet dengan Orang Rimba di pondok Sokola Rimba. Selain itu, Bungo kini sudah mampu membacakan surat perjanjian saat ingin &lsquo;dikibuli&rsquo; oleh pebisnis sawit, agar mereka mau melepas tanah adatnya.</p><p style="text-align: justify;">Film ini setidaknya memperlihatkan kita wajah pembangunan sejak dulu hingga sekarang yang agaknya tak kunjung progresif. Masyarakat adat masih dianggap terbelakang dan miskin, dengan segala standarisasi yang mungkin tak pernah disepakati dan diiyakan oleh masyarakat adat. Lantaran masyarakat adat sudah &lsquo;kaya&rsquo; lewat orientasi komunal mereka, bukan laba seperti kita masyarakat urban.</p><p style="text-align: justify;">Cerminan lain yang disuguhkan film ini terpancar ketika masyarakat adat harus menghadapi kegiatan pembukaan lahan sawit. Satu sisi masyarakat adat telah diatur dalam Undang-Undang (UU), di sisi lain pemberdayaan atas masyarakat adat belum dimaksimalkan. Selain itu, pendidikan masih menemukan ketimpangannya.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana, tertarik menonton film Sokola Rimba yang menyuguhkan alur cerita ciamik, dan merupakan kisah nyata ini untuk menemani puasamu? (<strong><em>rst/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Puisi Nasional: Stigma Puisi di Kalangan Anak Muda Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-puisi-nasional-stigma-puisi-di-kalangan-anak-muda-indonesia/baca </link>
<guid> hari-puisi-nasional-stigma-puisi-di-kalangan-anak-muda-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 28 Apr 2021 10:37:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Stigma Puisi di Kalangan Anak Muda Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-puisi-nasional-stigma-puisi-di-kalangan-anak-muda-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MAsjjj5bgr.png" />
					</figure>
			                <h1>Hari Puisi Nasional: Stigma Puisi di Kalangan Anak Muda Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berdasarkan keputusan UNESCO, Hari Puisi Sedunia dirayakan pada 21 Maret setiap tahunnya. Sedangkan untuk beberapa negara Eropa memilih hari puisinya jatuh setiap 15 Oktober. Tanggal tersebut dipilih sebab merupakan hari lahir dari seorang penyair terkenal pada masa Romawi, Virgil.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda, di Indonesia sendiri Hari Puisi Nasional diperingati setiap tahunnya pada 28 April. Dengan tujuan mengenang kepergian penyair lokal legendaris, Chairil Anwar. Puisi-puisi yang ditulis oleh sosoknya ini dianggap memiliki pengaruh luar biasa pada angkatan &apos;45.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum membahas lebih jauh, sudah tahukah kamu apa itu puisi? Puisi merupakan suatu karya sastra tertulis yang di dalamnya mengandung unsur-unsur seperti irama, rima, baris, dan bait. Biasanya seorang penyair yang ingin menyampaikan pesan melalui puisi akan menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa sehari-hari. Keunikan sebuah puisi memang terletak pada bahasa yang indah dan sifatnya yang imajinatif.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, masih banyak anak muda yang memandang puisi dan ragam sastra yang lain sebagai suatu hal yang hanya cocok dinikmati oleh &quot;<em>orang baperan</em>&quot; atau &quot;<em>yang suka galau</em>&quot; saja. Sejatinya puisi bukanlah sebatas kata-kata indah yang dirangkai menjadi sebuah kalimat dalam bait. Lebih dari itu, sebenarnya puisi bisa menjadi salah satu wadah yang tepat bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan dan emosi berkaitan dengan kesehariannya, kontemplasi, sampai respons atas isu-isu terkini.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman berdikaribook.red yang ditulis oleh M. Dihlyz Yasir. Dirinya mencontohkan realita yang terjadi tentang stigma tersebut. &ldquo;Ketika seseorang nongkrong di kafe dengan buku puisi di tangannya, terlebih lagi jika seseorang itu adalah laki-laki berambut gondrong yang juga kebetulan seorang perokok aktif. Maka suara spontan yang muncul dari sekitarnya adalah: &quot;<em>Bacaanmu kok puisi, sih, lagi galau ya?</em>&rsquo;&quot;, atau &quot;<em>wajahnya sangar kok bacaannya puisi?</em>&quot;, atau respons terparah yang biasa diberikan oleh si penanya setelah mengetahui bahwa seseorang yang ditanya itu membaca buku puisi, hanya sekedar: <em>&quot;oh,</em>&quot; lalu ditutup dengan raut wajah yang seolah-olah menganggap puisi itu tak lebih dari sekadar kumpulan kata-kata indah yang hanya cocok dikonsumsi laki-laki baperan.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke negara Inggris, ternyata minat generasi milenial terhadap karya sastra puisi meningkat. Penjualan buku puisi mencatatkan rekor tertingginya pada 2018. Data dari Nielsen BookScan menunjukkan penjualan tumbuh lebih dari 12% dari tahun sebelumnya. Dimana 1,3 juta volume buku puisi telah terjual selama 2018. Lonjakan penjualan buku puisi ini disinyalir karena adanya pergolakan dari konflik politik. Sehingga puisi dijadikan alat untuk memahami berbagai fenomena tersebut sekaligus sebagai alternatif memahami dunia secara lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">Melihat hadirnya pandangan negatif terhadap puisi yang terjadi di tengah muda-mudi Indonesia, bisa saja muncul dikarenakan oleh ketidakpahaman mereka terhadap cerita panjang puisi dan kekuatannya. Tentunya hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut agar sastra di Indonesia bisa lebih berkembang.</p><p style="text-align: justify;">Menghadapi stigma terhadap puisi dapat diminimalisir dengan mengonsumsi beragam bacaan. Dengan begitu, kita jadi memahami bahwa puisi tak sekadar bacaan sendu di kala hati tak menentu. Namun, lebih dari itu. Siap berpuisi hari ini? (<strong><em>nkh/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN-PLP FKIP 2021, Siap Atasi Masalah Pendidikan di Desa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-fkip-2021-siap-atasi-masalah-pendidikan-di-desa/baca </link>
<guid> kkn-plp-fkip-2021-siap-atasi-masalah-pendidikan-di-desa </guid>
<pubDate> Wed, 28 Apr 2021 11:48:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan KKN-PLP FKIP tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-fkip-2021-siap-atasi-masalah-pendidikan-di-desa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RdIztj72i5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN-PLP FKIP 2021, Siap Atasi Masalah Pendidikan di Desa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Demi melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) tahun 2021, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul siap menggelar kegiatan pengabdian ini dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 142/UN17.5/PP/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan KKN.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Surat ini, berisi penyampaian bahwa KKN mahasiswa FKIP tahun ini akan dilaksanakan oleh pihak fakultas secara mandiri dan terpisah dari KKN yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LP2M).</p><p style="text-align: justify;">Terdapat pula teknis pelaksanaan KKN-PLP yang dilakukan pada awal Juli. Selain itu, bagi mahasiswa yang telah mengikuti program Kampus Mengajar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak perlu lagi mengikuti kegiatan KKN-PLP lantaran telah diakui sebagai pengganti KKN.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi Sketsa pada Jumat (23/4), Zulkarnaen selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unmul memaparkan, meski pelaksanaannya terpisah dari LP2M kegiatan ini tetap berkoordinasi dengan mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, jadi (kegiatan) ini langsung dikelola oleh fakultas. Tetap koordinasi dengan LP2M, tapi yang menyelenggarakan tetap FKIP sendiri,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan, kegiatan ini sudah memasuki tahun keempat pelaksanaan dan terpisah dari KKN Reguler. Alasannya karena hanya dikhususkan di bidang pendidikan dan fokus kepada mahasiswa FKIP.</p><p style="text-align: justify;">Terkait proses pelaksanaan, Zulkarnaen membeberkan bahwa kini tengah memasuki proses pendaftaran mahasiswa. Setelah itu, pihaknya akan mempersiapkan beberapa pembekalan teoretik untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait kegiatan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang ini sudah proses pendaftaran mahasiswa. Habis itu, ini lagi menyiapkan materi pembekalan untuk mahasiswa,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya terkait metode pelaksanaan secara daring atau tidak, ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak dapat dipastikan. Ini akan ditentukan saat mahasiswa telah berada di sekolah tempat mereka melakukan KKN. Semua kebijakan menyangkut daring atau luringnya proses pembelajaran tergantung kesiapan di lapangan atau di sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga juga menegaskan bahwa ada kemungkinan besar beberapa tempat dapat melakukan luring. &ldquo;Kalau melihat sekarang ini, kemungkinan besar nanti di lapangan itu akan luring,&rdquo; ujar Zulkarnaen.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, tujuan dari kegiatan ini tentunya agar mahasiswa lebih tanggap dengan permasalahan pendidikan di desa tempat mereka melaksanakan KKN. Selain itu, dapat memberikan alternatif dan melaksanakan solusi untuk menyelesaikan masalah. Mahasiswa juga dituntut untuk lebih masif dalam berkolaborasi dan berkomunikasi, agar bisa membangun desa bersama warganya.</p><p style="text-align: justify;">Zulkarnaen berharap, mahasiswa dapat mengalami secara utuh proses yang dirasakan guru saat berada di lapangan dan apa yang dirasakan murid di lapangan. Juga merasakan dan melihat secara langsung, permasalahan apa yang terjadi di lapangan khususnya di sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Fatur Rahman Subianto, mahasiswa Pendidikan Biologi 2018 ini turut menyampaikan pendapatnya. Menurutnya KKN-PLP dirasa lebih efektif untuk mahasiswa FKIP dibanding dengan KKN Reguler.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena lebih terkerucutkan dan jelas seperti apa arah KKN-PLP tersebut,&rdquo; paparnya, Jumat (23/4).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain mendapat pengabdian dalam pendidikan, kita juga dapat (melakukan) pengabdian kepada masyarakat di mana kita bertempat nanti,&rdquo; sambung Fatur.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyisipkan harapan, pelaksanaan KKN-PLP ini nantinya dapat dipersiapkan secara matang oleh pihak fakultas maupun dari mahasiswanya sendiri yang menjalankan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga panduan, teknis pelaksanaan, administrasi, pelayanan serta lainnya sudah ada jelas dan detail. Sehingga mempermudah kita dalam mengikuti dan menjalani KKN-PLP,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(fzn/rea/sar/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hidup Higienis dan Manfaatnya Bagi Tubuh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/hidup-higienis-dan-manfaatnya-bagi-tubuh/baca </link>
<guid> hidup-higienis-dan-manfaatnya-bagi-tubuh </guid>
<pubDate> Thu, 29 Apr 2021 10:34:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kenapa harus menerapkan pola hidup higienis? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/hidup-higienis-dan-manfaatnya-bagi-tubuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u1xivXcXHO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hidup Higienis dan Manfaatnya Bagi Tubuh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;</strong>&ndash; Menerapkan pola hidup higienis menjadi hal yang penting untuk melindungi diri dari berbagai penyakit dan menjaga kesehatan tubuh. Namun, menerapkannya tentu membutuhkan waktu serta usaha yang lebih. Memiliki kebiasaan buruk dan rutinitas yang padat akan memengaruhi aktivitas, pola hidup serta waktu tidur. Lantas akan berdampak negatif pada kesehatan dan memicu munculnya beragam penyakit.</p><p style="text-align: justify;"><em>Hygiene</em> atau higienis sendiri merupakan suatu upaya atau tindakan untuk menjaga/ meningkatkan kebersihan dan kesehatan, dengan melakukan pemeliharaan dini terhadap semua individu dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Tujuannya agar setiap individu tidak terkena kuman penyebab penyakit.</p><p style="text-align: justify;">Ini dapat diterapkan melalui <em>personal hygiene</em><a name="_Hlk70316357"></a> atau kebersihan perorangan<em>&nbsp;&nbsp;</em>serta kebersihan makanan dan minuman. Hasilnya akan terlihat dari kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan menjaga kebersihan. Meliputi kebersihan kulit, gigi, mulut, rambut, mata, hidung, telinga, kaki, kuku dan genitalia serta kebersihan dan kerapian pakaian.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kebersihan makanan dan minuman juga penting untuk dijaga. Karena itu, kita perlu untuk memperhatikan kualitas kebersihan tempat dan peralatan untuk makan, orang yang menyajikan dan bahan makanan yang digunakan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memulai pola hidup higienis, kamu dapat melakukannya dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Misalnya seperti mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan atau setelah beraktivitas, mandi dan menggosok gigi secara teratur pada pagi dan malam, juga selalu mencuci peralatan masak dan wadah makan setelah selesai digunakan.</p><p style="text-align: justify;">Menerapkan hal ini juga membantu keberlangsungan hidup secara keseluruhan. Selain melindungi tubuh dari timbulnya penyakit, kesehatan badan akan lebih terjaga dan meningkatkan produktivitas. Pola hidup sehat juga membantu kesehatan mental menjadi lebih stabil.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada ruginya untuk memulai. Lakukan perlahan-lahan dimulai dari yang termudah. Jadikan hal ini menyenangkan dan beralih menuju kebiasaan hidup yang lebih sehat! <strong><em>(jhr/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hindari Kejahatan Transaksi Online dengan Tips Berikut! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/hindari-kejahatan-transaksi-online-dengan-tips-berikut/baca </link>
<guid> hindari-kejahatan-transaksi-online-dengan-tips-berikut </guid>
<pubDate> Thu, 29 Apr 2021 11:33:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tips belanja online dengan aman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/hindari-kejahatan-transaksi-online-dengan-tips-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KwJqy4BBhK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hindari Kejahatan Transaksi Online dengan Tips Berikut!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jual beli <em>online</em> di era serba digital saat ini semakin diminati banyak orang. Apalagi sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mulai diterapkan di Indonesia akibat pandemi. Dengan berbelanja secara daring, kita dapat mencari barang hanya dengan klik tanpa harus bertemu secara langsung dengan penjual.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentunya sangat memudahkan banyak orang terutama pada kondisi sekarang. Namun, resiko adanya kejahatan dalam transaksi <em>online</em> perlu diwaspadai agar kita tetap dapat berbelanja dengan nyaman. Nah, berikut <em>Sketsa</em> rangkum sederet tips menarik agar kamu terhindar dari kejahatan transaksi <em>online</em>!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Periksa Identitas Penjual</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang secara <em>online,&nbsp;</em>sangat penting bagi kita untuk mengetahui identitas penjual. Seperti nama perusahaan, alamat, email dan kontak yang dapat dihubungi. Perhatikan juga tanda verifikasi yang tertera pada identitas penjual. Biasanya, tanda tersebut berada di setiap web. Misalnya <em>top seller</em>, <em>star seller</em>, <em>verified seller</em> dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jangan &nbsp;Tergiur dengan Barang Murah</strong></p><p style="text-align: justify;">Kita sering kali mudah tertarik dengan barang yang harganya murah. Jangan sampai terlena begitu saja! Jika harga yang diberikan terlalu murah, maka patut untuk dicurigai. Kita juga perlu berpikir realistis, bahwa barang yang berkualitas akan sebanding dengan harga yang diberikan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melihat &nbsp;Testimoni atau Ulasan Pembeli</strong></p><p style="text-align: justify;">Ulasan dari pembeli sebelumnya dapat menjadi pegangan untuk mengetahui kredibilitas <em>online shop</em> tersebut. tetapi, kita juga tidak boleh terlalu percaya dengan ulasan yang diberikan. Bisa saja perusahaan tersebut membuat ulasan palsu, seakan-akan pembeli puas dengan barang yang dijual. Sebelum skenario terburuk terjadi, perhatikan gaya tulisannya. Ulasan yang terlalu berlebihan perlu kamu waspadai.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Baca &nbsp;Deskripsi Produk</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesuaikan judul dengan deskripsi yang ada di halaman produk. Pastikan nama barang, varian, spesifikasi hingga kelengkapan yang ditawarkan sudah sesuai.Apabila informasi kurang lengkap, kamu bisa menanyakan langsung ke penjual melalui fitur pesan. Yakin deh, tips yang satu ini gak akan membuatmu kecewa ketika berbelanja <em>online</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cermati &nbsp;Syarat dan Ketentuan</strong></p><p style="text-align: justify;">Setiap toko memiliki syarat dan ketentuan masing-masing, baik itu masa garansi maupun perjanjian waktu pengembalian dan lain sebagainya. Dengan mencermati syarat dan ketentuan yang diberlakukan setiap toko, kita sudah siap menerima apa yang telah dijanjikan oleh penjual.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lindungi &nbsp;Informasi Pribadi</strong></p><p style="text-align: justify;">Biasanya, situs <em>online shop</em> akan meminta rincian kartu kredit, alamat dan nomor telepon. Jika situs web tersebut meminta sesuatu yang berlebihan, jangan melanjutkannya. Hanya dengan informasi standar, kita dapat terhindar dari penipuan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pastikan &nbsp;Keamanan Perangkat</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat berbelanja <em>online</em>, utamakan menggunakan perangkat <a href="https://www.tokopedia.com/p/komputer-laptop/laptop">laptop</a> atau <a href="https://www.tokopedia.com/p/handphone-tablet/handphone"><em>smartphon</em></a><em>e</em> miliki pribadi. Hindari belanja di tempat dan menggunakan perangkat umum, sebab keamanan tak terjamin.<strong>&nbsp;</strong>Selain itu, usahakan <em>install</em> aplikasi <a href="https://www.tokopedia.com/blog/top-antivirus-terbaik-pc-laptop-tek/">antivirus terbaik</a> yang mampu menangkal berbagai ancaman di dunia maya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pastikan &nbsp;Pembayaran Aman</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebaiknya kamu perlu berhati-hati dalam mengeluarkan uang terutama dalam proses transaksi. Terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembayaran. Pastikan <em>Personal Identification &nbsp;Number</em> (PIN) atau <em>One-Time Password</em> (OTP) yang kamu miliki tidak bocor pada siapapun, termasuk petugas bank. Selain itu, ganti PIN atau kata sandi secara teratur, dan jangan menggunakan <em>Wi-Fi</em> publik saat bertransaksi. Aktifkan notifikasi SMS atau Email agar dapat memantau aktivitas keuangan kita.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Simpan Bukti Pembayaran</strong></p><p style="text-align: justify;">Jangan pernah membuang segala bukti yang berkaitan dengan transaksi, seperti bukti percakapan melalui SMS atau bukti transfer. Agar lebih aman, sebaiknya menyimpan segala bukti tersebut hingga barang yang kita pesan sudah berada di tangan kita. Ini bertujuan untuk berjaga-jaga, apabila seandainya kita menjadi korban penipuan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Minta Nomor Resi Pengiriman</strong></p><p style="text-align: justify;">Nomor resi adalah bukti nomor barang yang akan dikirimkan kepada pembeli melalui jasa ekspedisi pengiriman barang. Melalui nomor resi ini, kita dapat memeriksa identitas paket serta merupakan bukti bahwa paket pesanan kita telah benar-benar dikirim oleh toko <em>online.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>Hilangkan &nbsp;Data Jejak</strong></p><p style="text-align: justify;">Biasanya saat barang dikirim akan ada identitas pembeli yang berisi data-data pribadi. Seperti nama, alamat hingga nomor telepon. Jangan biarkan data-data tersebut kamu buang begitu saja di tempat sampah. Sebelum kertas catatan berisi data itu dibuang, gunting atau hancurkan terlebih dulu agar tidak terbaca untuk menghindari penipuan yang dapat mengatasnamakan diri kita berbekal data-data yang tertera pada paket pengiriman.</p><p style="text-align: justify;">Memastikan langkah-langkah di atas merupakan hal yang penting dilakukan setiap kita ingin belanja <em>online</em>. Dengan mengikutinya, hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari demi kenyamanan dan keamanan bertransaksi secara <em>online</em>. Sudahkah kamu menerapkannya? <strong><i>(rvn/npy/fzn)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju KKN 47: Usung Desa Tangguh Penyangga Ibu Kota Negara dan Berbasis Program </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-kkn-47-usung-desa-tangguh-penyangga-ibu-kota-negara-dan-berbasis-program/baca </link>
<guid> menuju-kkn-47-usung-desa-tangguh-penyangga-ibu-kota-negara-dan-berbasis-program </guid>
<pubDate> Fri, 30 Apr 2021 11:02:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menuju KKN 47. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-kkn-47-usung-desa-tangguh-penyangga-ibu-kota-negara-dan-berbasis-program/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N0H6XdQYwf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju KKN 47: Usung Desa Tangguh Penyangga Ibu Kota Negara dan Berbasis Program</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Belum usai setahun pandemi, civitas academica Unmul terus melaju merumuskan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 47 periode 2021. Mengusung &ldquo;Desa Tangguh Penyangga Ibu Kota Negara&rdquo;, KKN 47 diketahui berbasis program. Seperti yang disebutkan, mulai dari program Mengajar di Desa, Pusat Teknologi, UKM Bangkit, Desa Tangguh dan Penguatan BUMDes.</span></p><p style="text-align: justify;">Prosedur KKN tahun ini meliputi pendaftaran, penentuan kelompok dan dosen pembimbing Lapangan (DPL). Dilanjutkan pada kegiatan KKN, laporan, penilaian serta sinkronisasi Sistem Informasi Akademik (SIA). Berbeda pula dengan KKN angkatan 46 yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) dan didominasi oleh kegiatan daring.</p><p style="text-align: justify;">KKN tahun ini pun nampaknya harus kembali menyesuaikan kondisi. Artinya, memungkinkan peserta KKN untuk mengadakan kegiatan daring maupun luring dengan protokol kesehatan yang ketat. Peserta pun diwajibkan untuk memilih lokasi KKN sesuai dengan domisili masing-masing, agar mobilisasi saat pandemi dapat diminimalisir.</p><p style="text-align: justify;">Pada 12-24 April lalu, mahasiswa telah melakukan pendaftaran KKN. Namun, bagi beberapa fakultas informasi KKN ini dinilai mendadak. Tergambar pula <em>gap</em> antara peserta yang seharusnya memenuhi syarat untuk melaksanakan KKN dengan mahasiswa yang belum mendaftarkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Kamis (29/4) lalu, Kiswanto selaku panitia KKN dan juga Koordinator Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pengabdian Masyarakat (P2KPM) turut membuka suara. Menurutnya, semua telah dipersiapkan dan tak ada yang mendadak. Informasi KKN juga telah disosialisasikan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan bahwa lima program yang termuat dalam informasi KKN merupakan pengelompokkan secara umum. Mahasiswa hanya perlu memikirkan rencana program kerja sesuai tema yang diusung. Selain itu, tema tersebut dapat diimplementasikan dalam berbagai program seperti Tangguh Bencana, Tangguh Kesehatan, Tangguh Ekonomi, Tangguh Pangan, Tangguh Pendidikan, Tangguh Teknologi dan Tangguh Sosial Budaya.</p><p style="text-align: justify;">Ditegaskan olehnya, KKN 47 akan melakukan kombinasi dalam pelaksanaannya. Mahasiswa bisa melaksanakan kegiatan KKN secara luring apabila lokasi domisili sama dengan lokasi KKN. Jika domisili mahasiswa berbeda dengan lokasi KKN, maka mahasiswa tersebut akan melaksanakannya secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kemungkinan mahasiswa mendapat wilayah KKN di luar dari domisilinya, ia menuturkan hal tersebut kemungkinan terjadi. Ini dikarenakan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pihak penyelenggara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sangat mungkin, dengan pertimbangan terjadi penumpukan mahasiswa pada beberapa lokasi tertentu dan jumlah lokasi desa atau kelurahan yang diajukan oleh pemerintah kabupaten, atau kota tidak seimbang dengan jumlah desa, atau kelurahan yang menjadi domisili mahasiswa,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pelaksanaan PKP-KKN</strong></p><p style="text-align: justify;">Terdapat pula Program Kegiatan Penyetaraan Kuliah Kerja Nyata (PKP-KKN). Program tersebut meliputi PKP-KKN Kemahasiswaan, KKN Profesi, KKN Nasional, KKN Internasional hingga KKN Industri. Kiswanto mengatakan, program ini adalah kegiatan yang dapat disetarakan dengan KKN. Artinya, mahasiswa membuat program dan melaksanakan kegiatan baik melalui fakultas maupun kemahasiswaan Unmul. Setelah itu, mengajukan kepada LP2M untuk disetarakan sebagai KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadwal PKP-KKN bisa kapan saja. Waktu dan programnya bisa menyesuaikan penyelenggara. Misal ada program PHP2D, PKM dari kemahasiswaan (melalui WR 3), ada KKN Profesi yang diselenggarakan Fakultas, ada KKN Tematik lainnya yang diselenggarakan kementerian,&rdquo; ungkapnya saat dihubungi melalui WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mahasiswa yang melaksanakan PKP-KKN itu sulit diprediksi, karena sifatnya dilaksanakan secara mandiri (tidak difasilitasi LP2M). PKP-KKN sebenarnya lebih banyak digunakan sebagai penghargaan atas prestasi mahasiswa di luar kegiatan akademiknya, seperti mendapatkan hibah PHP2D atau memenangkan PKM, dan lain-lain,&rdquo; pungkas Kiswanto.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Mahasiswa KKN Angkatan 47</strong></p><p style="text-align: justify;">Informasi KKN pada awal pendaftarannya sempat memunculkan tanda tanya. Bagaimana tidak, banyak mahasiswa yang baru mengetahui informasi hanya berdasarkan pesan siaran WhatsApp yang beredar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah penutupan pendaftaran, tersuar kembali surat imbauan dari LP2M perihal peserta KKN tahun 2021. Dalam surat nomor 740/UN17.LI/TU/202I itu, dipaparkan data terkait perbandingan jumlah mahasiswa yang telah mendaftar pada sistem KKN dengan jumlah mahasiswa yang sebenarnya telah memenuhi persyaratan menurut SIA.</p><p style="text-align: justify;">Terkait banyaknya <em>gap</em> dari beberapa fakultas, <em>Sketsa</em> mewawancarai salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul terkait hal itu. Manurung Aris Justinus, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika 2018 menuturkan alasannya. Menurutnya, jarak yang terjadi di FKIP karena pelaksanaan KKN-PLP telah dimulai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">(baca:https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-fkip-2021-siap-atasi-masalah-pendidikan-di-desa/baca)</p><p style="text-align: justify;">Sampai saat ini, dirinya belum mendaftarkan diri sebab dilema memilih lokasi sekolah KKN yang akan dituju. Informasi terkait ketentuan sekolah yang dapat dipilih menurutnya masih minim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya yang sudah ikut Kampus Mengajar tidak perlu dimasukkan ke dalam data. Kemudian, faktor selanjutnya adalah karena saling menunggu teman yang lain mendaftar, dan ragu-ragu untuk memilih lokasi atau sekolah yang akan dituju. Yang mana diakibatkan minimnya informasi dan juga mungkin belum ada sosialisasi yang lebih rinci terkait KKN-PLP di FKIP,&rdquo; paparnya, Selasa (27/4).</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Manurung, Nurhikma Arjuliani Iskandar yang merupakan mahasiswa Prodi Sastra Inggris telah mendaftarkan diri. Dirinya mendapatkan informasi lewat grup kelas dan langsung mendaftarkan diri. Meski ia menyebutkan dirinya kurang mengetahui KKN 47 akan seperti apa, tetapi Nurhikma dan teman-temannya segera mendaftarkan diri.&nbsp;</p><p><span style="background-color: transparent;">&ldquo;</span><span style="background-color: transparent;">Kalau untuk sosialisasi gitu setau saya belum ada. Kemarin info dari akademik itu dikasih tau sama ketua tingkat,&rdquo; terangnya kepada&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Sketsa</em><span style="background-color: transparent;">, Selasa (27/4) .</span></p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Selasa (27/4), Wahyu A. Ramdani yang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Prodi Sastra Indonesia ini juga telah mendaftarkan diri sepekan lalu. Ia mendapatkan informasi pendaftaran KKN dari grup WhatsApp KM FIB. Setelahnya, ia juga berkoordinasi kepada Kaprodi untuk memastikan bahwa informasi tersebut valid.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setahuku enggak ada (sosialisasi). Cuma, di grup KM kami memang berisi informasi-informasi yang memang diperlukan untuk mahasiswa/i FIB. Grup ini juga menjadi koordinator dan tempat diskusi dari teman-teman lembaga ke teman-teman yang lain. Jadi masih mandiri untuk tanya-tanya biar enggak salah arah,&rdquo; tukasnya. (<strong><em>rst/nop/vyl/ffs/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buruh Menjadi Penggerak Ekonomi Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/buruh-menjadi-penggerak-ekonomi-bangsa/baca </link>
<guid> buruh-menjadi-penggerak-ekonomi-bangsa </guid>
<pubDate> Sat, 01 May 2021 09:01:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Buruh Menjadi Penggerak Ekonomi Bangsa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/buruh-menjadi-penggerak-ekonomi-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ppLKYp6laa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Buruh Menjadi Penggerak Ekonomi Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Fakta sejarah mengatakan Hari Buruh atau biasa disebut dengan <em>May Day</em> muncul saat salah satu tokoh kolonial mengkritik harga sewa tanah milik para buruh yang sangat murah untuk dijadikan lahan perkebunan. Para buruh bekerja dengan upah yang amat tidak layak. Dari sejarah itu, bukan hanya terjadi dalam waktu itu saja, banyak berita yang menghiasi media mengenai buruh yang tidak henti-hentinya. Dalam UU Nomor 12 Tahun 1948 diatur bahwa setiap tanggal 1 Mei buruh tidak boleh bekerja. Dari itu tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Buruh.</span></p><p style="text-align: justify;">Menurut UU Nomor 22 Tahun 1957 tentang penyelesaian perselisihan perburuhan, mendefinisikan buruh adalah mereka yang bekerja pada majikan dan menerima upah. Dalam budaya Indonesia tataran orang-orang elit berbicara tentang buruh dimaksud pekerja &ldquo;<em>blue collar</em>&rdquo; yang selalu identik dengan kumuh, gali lobang tutup lobang, sampai kemiskinan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang kita rasakan dari sejak awal datangnya pandemi Covid-19 sampai sekarang, ekonomi masyarakat semakin perih. PHK di perusahaan-perusahaan banyak bergiliran, upah gaji semakin mengerucut nilainya. Buruh merupakan unsur pendukung dan sebagai tulang punggung untuk kemajuan ekonomi Indonesia. Apabila tidak ada buruh suatu perusahaan yang menghasilkan produk maka akan mengalami kelumpuhan. Tidak lepas dengan kata produksi pasti sangkut paut dengan upah.</p><p style="text-align: justify;">Pemberian upah kepada tenaga kerja dalam suatu kegiatan produksi pada dasarnya merupakan imbalan dari para produsen kepada tenaga kerja, atas apa yang sudah disumbangkan dalam kegiatan di perusahaan tersebut. Upah buruh diberikan tergantung pada biaya keperluan hidup minimum pekerja dan keluarganya, yang termuat dalam peraturan UU yang mengikat tentang upah minimum pekerja (UMR). Maka dengan ini perlu pencerdasan kepada seluruh masyarakat Indonesia, buruh jangan dilihat sebelah mata. Buruh juga perlu disejahterakan, dengan apa? Dengan memberikan upah sesuai dengan apa yang dikerjakan. Ketika pengusaha meraup untung sebesar-besarnya, sedangkan buruh memperoleh upah bulanan yang amat tidak layak. Hal itulah yang perlu kembali direnungkan hari ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Andi Sigalingging, Staff Kebijakan Publik KAMMI Komisariat Unmul.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Inovasi Air Siap Minum dengan Water Treatment Plant Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inovasi-air-siap-minum-dengan-water-treatment-plant-unmul/baca </link>
<guid> inovasi-air-siap-minum-dengan-water-treatment-plant-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 01 May 2021 11:42:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Water Treatment Plant Unmul, siap distribusikan air minum melalui fasilitas publik kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inovasi-air-siap-minum-dengan-water-treatment-plant-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fLyniz8C2W.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Inovasi Air Siap Minum dengan Water Treatment Plant Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Tahukah kamu, jika Unmul kini memiliki sistem pengolahan air siap minum sendiri? Melalui hibah dana Islamic Development Bank (IsDB), Water Treatment Plant (WTP) dibangun untuk memenuhi kebutuhan civitas academica akan air bersih. Bangunan ini sendiri terletak di sekitar Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Kamis (29/4), Bohari Yusuf selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat mengaku jika latar belakang dibangunnya fasilitas ini adalah kurangnya kebersihan air di lingkungan universitas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena di Unmul, sekian puluh tahun airnya nggak pernah bersih. Itu aja dasarnya, karena kita memang membutuhkan. Jadi supaya gedung di kampus mendapat pemasukan air bersih,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Memakan waktu pembangunan kurang lebih selama setahun, Bohari menjelaskan jika gedung tersebut dilengkapi dengan laboratorium. Dalam pengolahan air tersebut, ia menyebut secara keseluruhan dilakukan dengan metode komputerisasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi prosesnya sesuai standar air minum. Bahkan bisa langsung diminum. Prosesnya mencakup beberapa langkah, terdapat pula penambahan <em>chemical ingredients</em>,&quot; sebut Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Karena terbilang masih baru, WTP sendiri masih berada pada tahap pemeliharaan sehingga pengeluaran dana per bulan untuk produksi air belum dapat ditentukan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini karena baru, masih dalam pemeliharaan oleh kontraktor. Yang jelas, diperlukan <em>maintenance</em>, diperlukan <em>chemical</em>-nya per bulan berapa masih dihitung.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya pendanaan ini ditujukan untuk 7 gedung baru di Unmul, namun kami berinisiatif untuk membangun WTP yang dapat mengaliri seluruh kampus,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski dapat didistribusikan pada area publik kampus, produksi air pada WTP tidak digunakan untuk produk berbasis air minum milik Unmul seperti Amula.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya inovasi pembangunan ini, Bohari berharap agar civitas academica dapat merawat dan turut menjaga keberlangsungan fasilitas ini bersama-sama.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Pembangunan yang dilakukan saat pandemi, tentunya kurang mendapat perhatian dari mahasiswa. Adanya pembelajaran jarak jauh selama setahun terakhir membuat WTP terdengar asing bagi sebagian mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Seperti Lela Vitaloka, mahasiswa Psikologi 2019 ini. Sebelumnya, ia tak mengetahui jika fasilitas tersebut adalah baru dan tidak pernah mendengar sama sekali mengenai WTP.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya (baru) tahu tentang proyek ini pada saat mengantar proposal organisasi. Karena kebetulan ada acara kegiatan secara <em>online</em>, jadi proposal diantar <em>offline</em>. Pas lewat depan situ (Faperta) baru tahu kalau ada proyek ini. Jadi saya sempat bingung gitu, lalu nanya ke teman,&quot; ceritanya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (29/4).</p><p style="text-align: justify;">Lain lagi dengan Achmad Rifani, mahasiswa Agroekoteknologi 2017 yang mengaku telah mengetahui pembangunan ini sebelumnya. Tetapi, sebelumnya ia pernah keliru tentang proyek hibah IsDB tersebut</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya, saya mengira ini merupakan proyek dari Faperta karena terletak di dekat fakultas tersebut,&rdquo; tuturnya, Kamis (29/4).</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana pun, pembangunan tersebut merupakan dilakukan demi kenyamanan civitas academica Unmul. Keduanya berharap, WTP dapat menjadi fasilitas yang mendukung inovasi lainnya serta membawa perubahan pada lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagus banget proyek ini, kita bisa dapat air minum di beberapa titik di Unmul. Ini pun bisa dijadikan sebagai ajakan untuk mengurangi sampah plastik,&quot; kata Achmad.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dengan adanya WTP ini, Unmul sudah membantu kita sebagai mahasiswa. Ini juga sebuah terobosan baru, kampus kita gak kalah sama kampus yang ada di luar, seperti Jawa, walaupun secara bertahap,&quot; tukas Lela. <strong><em>(jla/krz/san/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Hari Buruh, Aliansi BEM Samarinda Desak Jaminan Kesejahteraan Bagi Buruh Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringati-hari-buruh-aliansi-bem-samarinda-desak-jaminan-kesejahteraan-bagi-buruh-indonesia/baca </link>
<guid> peringati-hari-buruh-aliansi-bem-samarinda-desak-jaminan-kesejahteraan-bagi-buruh-indonesia </guid>
<pubDate> Sun, 02 May 2021 05:00:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi memperingati Hari Buruh Sedunia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringati-hari-buruh-aliansi-bem-samarinda-desak-jaminan-kesejahteraan-bagi-buruh-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i5qbOX40Zd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Hari Buruh, Aliansi BEM Samarinda Desak Jaminan Kesejahteraan Bagi Buruh Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Peringatan Hari Buruh Sedunia yang dirayakan setiap 1 Mei menjadi tajuk yang ramai untuk dibahas. Selain membahas dan menilik buruknya regulasi yang menimpa para buruh, masyarakat dari beragam kalangan turut melakukan aksi di berbagai tempat dalam rangka menyuarakan hak-hak buruh. Seperti kegiatan yang dilakukan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Samarinda pada Sabtu (1/4) lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Berlokasi di kawasan persimpangan Mal Lembuswana,&nbsp;<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;aksi berlangsung pada pukul 15.00 WITA. Meski cuaca cukup terik, semangat juang yang mereka bawa meningkatkan animo massa.</span></p><p style="text-align: justify;">Aksi dilakukan dengan unjuk rasa dan menyampaikan tuntutan. Terdapat lima poin yang menjadi sorotan, yakni mencabut Undang-Undang Cipta Kerja, menghentikan pemutusan hubungan kerja secara sepihak, mendorong transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam perumusan kebijakan publik, menjamin tunjangan hari raya dan kesejahteraan hak bagi para buruh.</p><p style="text-align: justify;">Humas Aksi juga Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul, Ikzan Nopardi menyebutkan jika nasib buruh hingga saat ini belum merdeka. Melalui lima tuntutan tersebut, ia berharap agar hak buruh dapat terwadahi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pandemi Covid-19 mencatat ada 2,56 juta penduduk menjadi pengangguran. Dengan tambahan tersebut, jumlah pengangguran di Indonesia menjadi 10,58 juta orang. Disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja semakin menambah bencana bagi tenaga kerja di Indonesia,&quot; tegas mahasiswa yang akrab disapa Ikzan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya menanggapi tuntutan, Aliansi juga membawa Perihal Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang menetapkan upah, kedudukan, jabatan, tunjangan hingga fasilitas kerja sebagai permasalahan. Ikzan mengatakan, hal ini dianggap tidak menjamin batasan waktu pada kontrak kerja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk jaringan konsolidasi, kita sudah membangun secara nasional. Kita melibatkan inisiatif BEM yang ada di Samarinda untuk menjamin kesejahteraan buruh di Indonesia.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Dalam Undang-Undang Cipta Kerja, pelibatan tenaga kerja dan akademisi tidak dilakukan. Padahal, buruh yang mendapatkan dampak dari Undang-Undang tersebut,&quot; tukasnya. <strong><em>(syl/len)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Pendidikan Nasional 2021: Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-pendidikan-nasional-2021-serentak-bergerak-wujudkan-merdeka-belajar/baca </link>
<guid> hari-pendidikan-nasional-2021-serentak-bergerak-wujudkan-merdeka-belajar </guid>
<pubDate> Sun, 02 May 2021 08:41:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Pendidikan Nasional 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-pendidikan-nasional-2021-serentak-bergerak-wujudkan-merdeka-belajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fl6QuCaQcK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Pendidikan Nasional 2021: Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Peringatan tersebut bertujuan untuk mengenang hari kelahiran pelopor pendidikan bagi kaum pribumi dari zaman penjajahan Belanda yakni Ki Hajar Dewantara. Tidak hanya itu, peringatan ini juga dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme bagi seluruh insan pendidikan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusung tema &ldquo;Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar&rdquo; untuk peringati Hardiknas. Merdeka Belajar, artinya setiap unit pendidikan yaitu sekolah, para guru, dan murid-murid memiliki kebebasan. Kebebasan untuk berinovasi serta kebebasan untuk belajar dengan lebih mandiri dan kreatif.</p><p style="text-align: justify;">Adapun program Merdeka Belajar memiliki empat pokok kebijakan pendidikan yaitu:</p><p style="text-align: justify;">1. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diselenggarakan hanya oleh sekolah.</p><p style="text-align: justify;">2. Ujian Nasional (UN) hanya akan diselenggarakan hingga tahun 2020, sementara mulai 2021 UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi) dan penguatan pendidikan karakter.</p><p style="text-align: justify;">3. Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan hanya memuat tiga komponen yakni tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen.</p><p style="text-align: justify;">4. Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi digunakan dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.</p><p style="text-align: justify;">Terkhusus pendidikan tinggi, pemerintah kini mengeluarkan kebijakan baru di tengah pandemi Covid-19 yaitu Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM). Kebijakan ini memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas dan kompetensi baru melalui kegiatan pembelajaran di luar program studi yang ditempuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi berupa relawan pengendalian Covid-19 (RECON) juga melaksanakan beberapa program lain seperti KKN Tematik, Mengajar Dari Rumah (MDR) dan Permata Sakti. Seluruh program tersebut diikuti oleh ratusan ribu mahasiswa di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, pandemi Covid-19 menjadi tantangan yang berat dalam dunia pendidikan. Pemerintah mesti menyusun kebijakan baru di tengah pandemi sebagai alternatif pembelajaran. Selain itu, tenaga pendidik dan para murid maupun mahasiswa harus beradaptasi dengan kebijakan baru. Hingga kendala-kendala lain baik dari dalam maupun luar yang dihadapi setiap individu.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan pembelajaran daring dipilih pemerintah untuk seluruh jenjang pendidikan sebagai alternatif di masa serba terbatas ini. Bukan tanpa alasan, kebijakan ini dinilai sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Setiap insan pendidikan yang ada, harus mampu beradaptasi dan berinovasi menggunakan teknologi untuk melaksanakan pendidikan di masa pandemi. Perlu disadari, tantangan penggunaan teknologi saat ini akan membentuk mahasiswa dan pelajar menjadi lebih kompeten di abad ke-21. Di mana keterampilan yang paling utama ialah pembelajaran mandiri atau <em>self directed learning</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pelajar, sudah selayaknya memaknai Hari Pendidikan Nasional ini dengan terus semangat menuntut ilmu meski dalam krisis pandemi. Oleh karena itu, mari serentak bergerak wujudkan merdeka belajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan tanah air. <strong><em>(str/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekalan Perdana KKN 47: Tantangan Merancang Program Pengabdian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-perdana-kkn-47-tantangan-merancang-program-pengabdian/baca </link>
<guid> pembekalan-perdana-kkn-47-tantangan-merancang-program-pengabdian </guid>
<pubDate> Sun, 02 May 2021 11:14:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembekalan perdana KKN 47. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-perdana-kkn-47-tantangan-merancang-program-pengabdian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U2Dto3EnJ2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pembekalan Perdana KKN 47: Tantangan Merancang Program Pengabdian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah melewati proses pendaftaran, Sabtu (1/5) lalu pembekalan perdana untuk KKN 47 telah terlaksana. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini sebelumnya telah diinformasikan melalui surel dan grup Telegram. Dimoderatori oleh Dina Lusiana, pembekalan turut dihadiri oleh Anton Rahmadi selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Membahas tiga topik utama, pelaksanaan KKN dijelaskan oleh Kiswanto selaku Ketua KKN 47, dilanjutkan dengan Miftakhur Rohmah terkait program kerja dan dr. Swandari Paramita yang memaparkan terkait protokol kesehatan.</span></p><p style="text-align: justify;">Pada pembukaan, Anton menyebutkan bahwa KKN dapat menjadi ajang pengenalan Ibu Kota Negara (IKN) di masa mendatang. Selanjutnya, Kiswanto memaparkan mengenai Kampus Merdeka dan Indikator Kerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta <em>Sustainable Development Goals</em> Desa (SDGs Desa).</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya Covid-19 membuat KKN perlu melakukan penyesuaian, seperti KKN-KLB pada tahun lalu. Tentunya, di tahun ini Unmul sudah lebih siap dalam merancang sistem KKN dengan mempertimbangkan 3 hal; menargetkan luaran, kombinasi kegiatan luring dan daring serta berbasis program. Desa Tangguh yang dimaksudkan pada tema kali ini, dapat diterjemahkan dalam program seperti Kampung Iklim, Profil Desa, UMKM Bangkit dan Desa Siaga Bencana.</p><p style="text-align: justify;">KKN yang akan dilaksanakan pada 21 Juni-14 Agustus mendatang memiliki beberapa catatan. Pertama, kemungkinan peserta tak mendapat lokasi KKN sesuai domisili. Hal ini mengharuskan program daring dan luring dikombinasikan sesuai dengan keadaan kelompok. Kedua, target luaran yang harus terukur dan dapat dipublikasikan. Seperti dalam bentuk artikel ilmiah atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI).</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, terdapat 2.478 mahasiswa yang akan mengikuti KKN tahun ini. Terdiri dari 12 fakultas dan 49 prodi. Termasuk di dalamnya 16 provinsi, 43 kabupaten/kota, 149 kecamatan serta 488 desa/kelurahan. 95 persen peserta KKN ada di Kaltim dan Kaltara, sisanya berada di luar wilayah. Ini menyebabkan pengelompokkan KKN menjadi tak mudah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Kalian bisa membayangkan betapa ruwetnya, jadi sabar dan tunggu. Di dalam KKN, diperlukan keragaman disiplin ilmu,&quot; ucap Kiswanto dalam pertemuan virtual tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">Nantinya, akan ada lima kali pembekalan yang harus diikuti peserta KKN. Terdiri dari pembahasan teknis, pembahasan bersama DPL-PL, pembekalan bersama narasumber luar, pembekalan desa tangguh dan telekomunikasi-digitalisasi. Terakhir, Kiswanto menuturkan bahwa laporan mingguan akan dilakukan secara individu. Sedangkan laporan akhir bersifat kelompok dan dilakukan pada 23-28 Agustus mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap laporan akan ada validasi dari DPL. Pastikan kalian mendiskusikan dengan DPL, mengingatkan mereka dan gunakan fitur <em>help desk</em>,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Program Kerja dan Protokol Kesehatan KKN 47</strong></p><p style="text-align: justify;">Terkait proyeksi program kerja (proker) KKN 47, Miftakhur Rohmah menjelaskan jika terdapat proker utama dan unggulan yang sifatnya wajib. Proker individu menjadi semi wajib berdasarkan bidang keahlian, mengingat adanya kendala Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Proker yang disusun harus jelas, terintegrasi dan fleksibel sesuai dengan kondisi lokasi KKN. Perumusan proker sepatutnya mempertimbangkan adanya interaksi antara dosen, warga, mahasiswa, pemerintah dan swasta. Selain itu memikirkan pula bagaimana keberlanjutan proker serta hasil dan dampak terukur (<em>outcome</em> dan <em>impact</em>-nya). Kombinasi yang seimbang antara <em>learning process</em> dan <em>problem solving</em>, serta <em>based community service</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pilihan tema proker disesuaikan secara <em>bottom-up</em> dari masyarakat. Produk akhir dari KKN dapat berupa laporan, prototipe, <em>policy brief</em>, buku, publikasi artikel pengabdian, HKI dan lain-lain, dengan catatan menggambarkan proses juga hasil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Komunikasi membutuhkan waktu lebih lama. Kita coba sinergikan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, bukti-bukti kegiatan tidak hanya berupa foto,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhir pemaparannya, ia mengingatkan bahwa KKN kali ini jangan sampai bersifat formalitas atau seremonial. Kesungguhan untuk berdialog dan merancang proker bersama anggota kelompok dari lintas disiplin ilmu harus dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">dr. Swandari Paramita, dosen Fakultas Kedokteran (FK) melanjutkan sesi dengan perbincangan seputar protokol kesehatan. Ia mengatakan, mencegah potensi virus dengan protokol kesehatan yang ketat diperlukan agar tak terjadi kasus seperti di India. Jika nantinya mahasiswa harus turun ke lapangan, masker harus terus dipakai. Bahkan saat ingin berfoto untuk mendokumentasikan kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Selain menjaga kesehatan selama KKN berlangsung, mahasiswa juga perlu mengetahui kondisi perkembangan Covid-19 agar selalu ingat untuk menerapkan 3M bahkan 5M. Kendati akan menemukan kesulitan, mahasiswa harus berupaya agar penggunaan masker dan kebersihan tangan dijaga.</p><p style="text-align: justify;">Ia turut menambahkan jika belum ada informasi lebih lanjut terkait vaksinasi untuk mahasiswa. Swandari berharap agar kabar baik untuk akses vaksin mahasiswa segera tiba. BPJS yang diminta saat formulir pendaftaran berfungsi untuk menjaga apabila dalam perjalanannya peserta KKN terkendala kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tolong tetap disiplin, pakai maskernya dengan bahan yang tepat. Tahun ini masker medis lebih mudah aksesnya, dan masker kain 3 lapis, jangan lupa cuci tangan,&quot; tukasnya menutup pertemuan virtual itu. <strong><em>(rst/len)</em></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendidikan Indonesia Masa Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pendidikan-indonesia-masa-pandemi/baca </link>
<guid> pendidikan-indonesia-masa-pandemi </guid>
<pubDate> Sun, 02 May 2021 12:06:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Momen Hardiknas dalam suasana pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pendidikan-indonesia-masa-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vXBXjK8ZZU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendidikan Indonesia Masa Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tanggal 2 Mei merupakan peringatan Hari Pendidikan Nasioanal (Hardiknas). Lazimnya, dilaksanakan upacara bendera di berbagai sekolah, instansi maupun organisasi masyarakat. Selain itu, terdapat pula perlombaan yang dilaksanakan dalam memperingati Hardiknas.</span></p><p style="text-align: justify;">Pendidikan merupakan salah satu sektor penting yang harus dibahas serius oleh pemerintah Indonesia di masa pandemi, yang sampai sekarang masih belum selesai. Bahkan, pemerintah belum sepenuhnya menyelamatkan sektor pendidikan saat pandemi. Beberapa permasalahan seperti persiapan pembelajaran tatap muka, <em>mental health</em> siswa dalam pembelajaran secara daring, asesmen nasional, upah guru non PNS, sampai fasilitas pendidikan yang masih belum merata.</p><p style="text-align: justify;">Dengan refleksi pendidikan, Hardiknas dilatarbelakangi oleh sosok yang memiliki jasa luar biasa dalam dunia pendidikan kita. Yakni Ki Hajar Dewantara yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Ia yang terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat dikenal sebagai tokoh pendidikan di Indonesia. Ketika mendirikan sekolah Taman Siswa, Ki Hajar Dewantara menciptakan tiga buah semboyan yang sampai saat ini masih digunakan di dunia pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga semboyan itu adalah Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani. Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat lalu di belakang memberi dorongan. Ketiga semboyan peninggalannya kemudian menjadi semboyan dalam pendidikan di Indonesia. Bahkan Tut Wuri Handayani menjadi bagian dari logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, ia adalah seorang penulis dan jurnalis yang lalu terjun sebagai aktivis kebangsaan. Kegiatannya itu menyadarkannya untuk melawan kolonialisme harus dimulai dari pendidikan. Kemudian, ia mendirikan sekolah Taman Siswa untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Setelah proklamasi kemerdekaan, Ki Hajar Dewantara ditunjuk sebagai Menteri Pengajaran RI yang pertama oleh Presiden Soekarno. Meski jabatan itu hanya diembannya selama tiga bulan, ia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan mengingat semangat Ki Hajar Dewantara untuk pendidikan, harapannya pemerintah dapat menanggulangi permasalahan pendidikan di Indonesia. Melalui peran menteri Mendikbud Nadiem Makarim berserta jajarannya dan semangat anak muda dalam memajukan pendidikan di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dalam surat edaran yang dirilis oleh Nadiem Makarim pada 26 April 2021, ia mengumumkan bahwa Kemendikbud akan menyelenggarakan upacara bendera pada 2 Mei 2021 pukul 08.00 WIB secara tatap muka, terbatas, minimalis dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Instansi pusat, darah, satuan pendidikan serta kantor perwakilan Indonesia di luar negeri yang berada di zona hijau dan kuning diperkenankan untuk menyelenggarakan upacara bendera Hardiknas 2021.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, upacara bendera harus terbatas, minimalis dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, Kemendikbud juga merekomendasikan aktivitas atau kegiatan memperingati dan memeriahkan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2021 secara kreatif. Menjaga dan membangkitkan semangat belajar di masa darurat Covid-19 serta mendorong pelibatan dan partisipasi publik, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Naufal Randa Ramadhani, Staf K</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>ebijakan Publik KAMMI Unmul.&nbsp;</em></strong></span></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bahagia dengan Pola Hidup Minimalis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/bahagia-dengan-pola-hidup-minimalis/baca </link>
<guid> bahagia-dengan-pola-hidup-minimalis </guid>
<pubDate> Mon, 03 May 2021 11:18:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menjadi bahagia dengan pola hidup minimalis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/bahagia-dengan-pola-hidup-minimalis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JHILIdF8hR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bahagia dengan Pola Hidup Minimalis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Saat ini, gaya hidup konsumtif sudah menjadi suatu hal yang lumrah. Bahkan, banyak orang yang terjebak sehingga sulit keluar dari perilaku tersebut. Orang-orang dengan gaya hidup konsumtif biasanya disebut sebagai kaum konsumerisme, lantaran memiliki ideologi dalam menggunakan barang-barang hasil produksi secara berlebihan. Tak jarang, mereka dengan perilaku konsumtif sulit untuk mengatur keuangannya loh!</span></p><p style="text-align: justify;">Sebaliknya, kaum minimalis yang sangat menerapkan gaya hidup sederhana justru tak sejalan dalam prinsip yang dilakukan oleh mereka yang gemar menghambur-hamburkan uang untuk memuaskan diri. Gaya hidup minimalis terbukti dapat membantu seseorang untuk hidup hemat dan memiliki banyak waktu luang. Penasaran bagaimana mengubah pola hidup kamu menjadi lebih minimalis? Berikut <em>Sketsa</em> berikan tipsnya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Gunakan sistem <em>reuse</em> dan <em>repurpose</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Kita sudah tak asing dengan penerapan konsep <em>reduce, reuse,</em> dan <em>recycle</em> atau 3R. Tetapi, apakah kamu sudah mengenal konsep <em>reuse</em> dan <em>repurpose</em> yang mungkin jarang digunakan? Kedua konsep ini mampu menyadarkanmu untuk kembali menggunakan barang-barang yang kamu miliki dan tidak pernah kamu gunakan. Dengan ini, kamu tidak perlu membeli barang baru lagi. Secara tidak langsung, pola ini menjadi salah satu penerapan gaya hidup minimalis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Mengurangi berbelanja <em>online</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Kecanduan belanja <em>online</em> memang sangat sering terjadi. Kita tidak bisa menghindarinya lantaran akses serta sistem yang sangat mudah terjangkau. Hanya dengan menggunakan gawai, kamu sudah bisa melakukan transaksi jual beli. Apalagi saat ini, sangat banyak sistem pinjam <em>online</em> yang ditawarkan <em>e-commerce</em> yang membuat kita luput akan dampaknya. Untuk memulai pola hidup minimalis, kamu harus menghindari kegiatan itu. Sisihkan uangmu untuk ditabung dan manfaatkan untuk hal-hal yang esensial pada masa depanmu nanti.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Fokus kepada kebutuhan</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, banyak sekali orang yang membeli barang bukan karena kebutuhan melainkan karena gengsi. Padahal, dengan mengatur pola <em>needs</em> (kebutuhan) dan <em>wants</em> (keinginan) akan membantu menangani pemborosan pengeluaran. Biasanya, tanpa sadar seseorang tak berpikir ulang apa yang benar-benar dibutuhkan dengan yang hanya ingin mereka miliki. Sekarang cobalah fokus untuk membeli barang-barang yang memang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan. Jujurlah pada diri sendiri dengan bertanya ulang. Selain mampu memanajemen keuangan, hal itu akan mengubah pola pikirmu untuk lebih mementingkan kebutuhan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Jangan terpaku pada materi</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagian orang lebih terpaku untuk mencari uang yang banyak demi memuaskan diri. Padahal, kekayaan belum tentu menyenangkan, terutama dalam hal kebahagian. Sebab uang tidak bisa digunakan untuk membeli kebahagiaan diri. Bekerja bukan hanya sekadar mencari materi, namun juga harus nyaman di lingkungan kerja yang kamu miliki agar bahagia. Mulai sekarang, cobalah mengubah pola pikirmu dengan prinsip hidup minimalis. Karena materi yang berlimpah dan barang-barang mewah bukan lah sebuah patokan kebahagian.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Gunakan barang yang multifungsi</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagai seseorang yang ingin menuju pola hidup minimalis, kamu sebaiknya memikirkan produk apa yang menawarkan kegunaan lebih atau multifungsi. Ini akan membuatmu terhindar dari tumpukan barang yang <span style="background-color: transparent;">memakan ruang tempat tinggalmu. Meski sedikit mahal, dengan kualitas optimal hal tersebut akan membantumu agar tidak membeli barang lebih banyak. Hidup minimalis berfokus pada kegunaan, bukan semata pada harga yang murah.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Makan dan membeli produk lokal</strong></p><p style="text-align: justify;">Konsep hidup ini sebenarnya banyak digunakan oleh orang-orang yang gemar akan gaya hidup mengonsumsi produk organik. Meski demikian, konsep ini kini juga banyak diadaptasi oleh penganut gaya hidup minimalis. Dengan membeli makanan atau produk hasil olahan petani lokal, kamu akan lebih menghemat pengeluaranmu dibanding membeli di supermarket besar yang terkadang harganya bisa melambung 2 hingga 3 kali lipat. Selain itu, dengan membeli bahan makanan lokal kamu akan mengonsumsi makanan yang sehat lantaran petani biasanya minim penggunaan bahan kimia untuk merawat tanaman mereka.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia sederet tips untuk memulai gaya hidup minimalis yang lebih mementingkan kebutuhan daripada keinginan. Melalui penerapannya, kamu akan sadar betapa penting dan bermanfaatnya kesederhanaan. Minimalis mampu membuat kita bahagia lantaran tidak banyak beban yang harus kita pikirkan. Bagaimana, tertarik untuk memulai hidup minimalis? (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dia Tidak Sendiri di Bukit Soeharto </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/dia-tidak-sendiri-di-bukit-soeharto/baca </link>
<guid> dia-tidak-sendiri-di-bukit-soeharto </guid>
<pubDate> Tue, 04 May 2021 08:03:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ia tak sendiri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/dia-tidak-sendiri-di-bukit-soeharto/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RdpQZJuTBQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dia Tidak Sendiri di Bukit Soeharto</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ujang memegang lehernya sebab merinding kedinginan. Gerimis dan kabut tebal menutupi mata tajamnya, bulu badannya berdiri kaku. Tak ada sedikit pun suara bising kendaraan terdengar, hanyalah suara gesekan dari ranting pohon tua. Pohon-pohon besar tak lagi terlihat indah di malam hari. Semua hitam tak berwarna.</span></p><p style="text-align: justify;">Siapa yang kini menemaninya, Ujang tak tahu. Tak satu pun kendaraan lewat ia lihat. <em>Salah sendiri</em>, bisik batinnya. Mengapa ia bodoh, ingin buang air kecil di tengah hutan rimbun. Mestinya ia sadar, seharusnya sebelum berangkat ia lebih dulu buang air kecil di WC indekos.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Permisi!&rdquo; celetuk seorang bapak-bapak yang tengah menghampirinya.</p><p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, di tengah kegelapan seseorang menyapanya. Tentu saja Ujang kaget hingga batang rokok yang ia pegang terjatuh. Bapak itu menatap mata Ujang seakan ada yang ingin ia beritahu, pakaiannya tak sama seperti yang Ujang gunakan, dengan baju bahan kain tipis. Badannya harum seperti bau bunga, namun bau harum tersebut belum pernah ia cium sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya Pak, ada apa?&rdquo; tanya Ujang kepada bapak itu.</p><p style="text-align: justify;">Ujang tak sadar bahwa ia sedang berdiri di tepi jurang dekat pembatas jalan. Lalu, Ia kembali bertanya kepada pria itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa yang Bapak lakukan disini, ke mana mobil <em>travel&nbsp;</em>yang bapak tumpangi?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bapak itu seketika merubah raut wajahnya, lalu berkata, &ldquo;Mereka sudah pergi ke arah sana,&rdquo; sambil menunjuk jurang.</p><p style="text-align: justify;">Ujang merasakan dingin yang luar biasa. Ia kembali mengambil rokok dari sakunya dan membakarnya. Rasa dingin itu tidak membuat badannya hangat, waktu tak akan pernah berhenti, serentak dengan sautan suara jangkrik Ujang pun pelan-pelan menjauh dari bapak itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengapa kamu keluar mobil dengan sendiri? Ke mana teman-temanmu? Kembalilah dengan segera ke mobilmu,&rdquo; perintah bapak itu.</p><p style="text-align: justify;">Ujang menundukkan kepalanya dan tersenyum manis kepada bapak itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya Pak, saya baru saja buang air kecil, lalu mengapa bapak sendiri disini?&rdquo; tutur Ujang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak sendiri,&rdquo; sahut bapak itu.</p><p style="text-align: justify;">Ujang menawarkan rokoknya kepada bapak itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini Pak, rokok saya?&rdquo; tawar Ujang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Simpan saja dua batang rokok itu ke sebelah kananmu, tepat di balik pohon,&rdquo; sangkal bapak itu.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sungguh aneh bapak ini</em>. Ujang pun meletakkan lima batang rokok ke arah yang bapak itu tunjukkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengapa kamu memberikan lebih dari dua batang rokok?&rdquo; tanya sang bapak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak apa-apa Pak, rokok itu bisa menemani bapak sendiri di tengah dinginnya hutan.Di depan itu ada warung, nanti bapak bisa ke sana,&rdquo; jelas Ujang.</p><p style="text-align: justify;">Ujang tidak menawarkan tumpangan sebab khawatir itu hanyalah modus untuk merampok. Ujang ingat, bahwa ia membawa hadiah untuk adik kecilnya di kampung. Ia tak mau kehilangan hadiah itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sudah bilang saya tidak sendiri,&rdquo; pria itu menatap mata ujang dengan sangat dalam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa Pak? Ada yang salah dari saya?&rdquo; Tanya Ujang kembali.</p><p style="text-align: justify;">Ujang mulai berpikir logika dengan pria tua yang sendiri di tengah hutan, berpakaian kuno, harum bunga, dan banyak garis cakaran pada pipi dan lehernya. Ia berpikir bahwa yang ada di depannya saat ini bukanlah penumpang <em>travel</em> lain. Berpura-pura bahagia sudah biasa, namun berpura-pura menjadi orang bodoh saat berhadapan dengan sosok misterius adalah hal yang tak mungkin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya duluan ya, Pak,&rdquo; tegas ujang.</p><p style="text-align: justify;">Segera Ujang berlari mendatangi mobil <em>travel</em> yang ia tumpangi bersama dengan teman-temannya. Tibalah ia di mobil <em>travel&nbsp;</em>yang ia tumpangi, di dalam mobil ia masih melihat temannya sedang bercanda dengan sopir <em>travel</em> sambil menceritakan masa-masa muda dulu. Ujang membuka <em>handphone</em>-nya untuk melihat jam, ia kaget ternyata masih pukul 01:47 dan ia tahu persis jam berapa ia turun dari mobil. Tepat pukul 01:45, ia turun dari mobil untuk buang air kecil. Padahal, ia merasa cukup lama saat ia pergi tadi.</p><p style="text-align: justify;">Mobil yang ia tumpangi berjalan mulus memecah dinginnya malam di tengah hutan. Ujang mulai menceritakan dengan apa yang ia alami barusan. Seakan memahami dengan yang ujang alami, sopir <em>travel&nbsp;</em>memotong percakapannya dengan temannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti saja diceritakan di depan dek,&rdquo; sergah sang sopir.</p><p style="text-align: justify;">Suasana berubah menjadi hening, sepanjang jalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bang, saya pusing,&rdquo; ucap teman Ujang kepada sopir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya sudah, buka saja kaca jendela itu, biar saya matikan AC-nya,&rdquo; kata sopir.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan kembali membaik dan semua pun memutuskan untuk tidur. Namun di tengah lelapnya bermimpi, ada hal yang membuat kecepatan mobil ini bertambah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ihhh.. bau apa ini? Bau amis,&rdquo; tutur Ujang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya bau darah,&rdquo; tambah temannya Ujang.</p><p style="text-align: justify;">Bau amis itu tercium sangat menyengat hingga ke dalam mobil, sopir kembali menutup kaca jendela agar tidak tercium.</p><p style="text-align: justify;">Semua diam dan hanya saling menatap. Sekitar 20 menit, mereka pun tiba di Balikpapan dan bertanya-tanya. Siapakah sosok laki-laki misterius yang Ujang temui. Apakah benar yang tercium itu adalah bau darah? Semua tak bisa memberikan jawaban yang tepat. Apa yang sebenarnya terjadi di bukit Soeharto waktu itu? Seperti bayangan yang sekilas namun terlihat.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Kevin Geordy, Mahasiswa Kimia, FMIPA 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pomodoro, Manfaatkan Efektivitas dan Efisiensi pada Kegiatanmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/pomodoro-manfaatkan-efektivitas-dan-efisiensi-pada-kegiatanmu/baca </link>
<guid> pomodoro-manfaatkan-efektivitas-dan-efisiensi-pada-kegiatanmu </guid>
<pubDate> Tue, 04 May 2021 10:15:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lebih produktif dengan Teknik Pomodoro. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/pomodoro-manfaatkan-efektivitas-dan-efisiensi-pada-kegiatanmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iNKuKfStRc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pomodoro, Manfaatkan Efektivitas dan Efisiensi pada Kegiatanmu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Waktu adalah uang. Peribahasa ini sangat cocok menggambarkan betapa berharganya waktu yang berjalan. Bagi sebagian orang, mengelola waktu bukan perkara mudah. Sering kali waktu 24 jam dalam sehari tidak cukup untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada. Apalagi jika banyak hal lain di luar pekerjaan yang turut memecah konsentrasi. Untuk mengatasinya kamu bisa mencoba Teknik Pomodoro untuk memaksimalkan waktu secara produktif.</p><p style="text-align: justify;">Pomodoro sendiri adalah teknik manajemen waktu yang diperkenalkan oleh Francesco Cirillo pada 1992. Pomodoro berasal dari bahasa Italia yang berarti &lsquo;tomat&rsquo;. Kata <em>pomodoro</em> diambil karena pada masa itu, Francesco menggunakan mesin penghitung waktu yang berbentuk tomat.</p><p style="text-align: justify;">Saat menggunakan teknik ini, manajemen waktu diterapkan dengan beberapa sesi. Setiap 25 menit yang dihabiskan untuk mengerjakan tugas, akan diberikan waktu 5 menit untuk beristirahat sejenak setelahnya. Ada 6 langkah yang dapat dilakukan ketika menggunakan Teknik Pomodoro. Yuk, ikuti langkah-langkahnya!</p><p style="text-align: justify;">1. Persiapkanlah <em>timer</em> yang akan digunakan.</p><p style="text-align: justify;">2. Buatlah daftar tugas atau pekerjaan yang akan dilakukan. Tentukan pula prioritas pekerjaan yang harus dikerjakan terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">3. Atur <em>timer</em> selama 25 menit. Dalam jangka waktu ini, kerjakan pekerjaan berdasarkan skala prioritas secara fokus dan jangan melakukan hal lain di luar tugas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">4. Ketika <em>timer</em> berbunyi, berhentilah mengerjakan selama 3-5 menit. Jeda waktu ini dapat dipergunakan untuk beristirahat sejenak seperti memeriksa ponsel, ke toilet, atau melakukan hal lainnya. Namun, istirahat ini tidak boleh melebihi 5 menit agar waktu yang ada tetap efisien dan mencegah pikiran terdistraksi lalu membuang-buang waktu.</p><p style="text-align: justify;">5. Setelah istirahat usai, lanjutkan kembali pekerjaan yang belum terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">6. Jika sudah selesai, berikan tanda centang pada pekerjaan yang telah dikerjakan. Setelah 4 kali centang atau 4 kali sesi Pomodoro, ambil istirahat lebih selama 15-30 menit. Lakukan tahapan-tahapan ini hingga seluruh pekerjaan usai.</p><p style="text-align: justify;">Adapun teknik ini memiliki beberapa keunggulan yang akan membuatmu lebih maksimal dalam melakukan pekerjaan. Seperti meningkatkan fokus dan arah prioritas pekerjaan, tidak panik saat menyelesaikan penugasan dan meminimalisir tingkat stress saat bekerja. Selain dapat membagi waktu dengan efektif juga efisien, tugas akan terselesaikan tepat waktu.</p><p style="text-align: justify;">Penerapan manajemen waktu dengan Pomodoro akan meningkatkan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Teknik ini banyak digunakan karena efektif untuk menghindari distraksi yang ada di sekitar kita. Implementasinya yang mudah, membuat Pomodoro cocok dilakukan oleh siapa saja. Apakah kamu juga tertarik untuk menerapkan teknik ini? <strong><em>(str/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Side Track </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-side-track/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-side-track </guid>
<pubDate> Tue, 04 May 2021 10:34:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Playlist dengan lagu-lagu side track rekomendasi Sketsa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-side-track/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hqf0xfyyAR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Side Track</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ketika kita mendengarkan lagu-lagu pada sebuah album musik, terdapat lagu utama atau <em>title track</em> yang menjadi <em>highlight</em> dari album tersebut dan <em>side track</em> sebagai pendampingnya. Meskipun sering dianggap pelengkap dari <em>title track</em> yang menduduki kepopuleran karena sifat komersial. <em>Side track</em> sebenarnya memuat warna lain yang ingin disampaikan sang musisi. Tak jarang, lagu-lagu ini menjadi terkenal karena memiliki arti tersendiri bagi para pendengarnya. Berikut <em>Sketsa</em> berikan rekomendasi berbagai <em>side track&nbsp;</em>yang menarik untukmu!</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Coldplay &ndash; <em>Amsterdam</em></strong> </p><p style="text-align: justify;">Lagu terakhir dari album <em>A Rush of Blood to the Head</em> (2002) ini memiliki makna yang mendalam. Berkisah mengenai seseorang yang mengalami masa sulit bahkan setelah ia terus berusaha dengan hal lainnya. Ia terus kembali pada siklus yang sama dan membutuhkan orang lain untuk segera menolongnya. Beruntung, ia menemui seseorang yang dapat membantunya pulih dan melewati masa-masa kritis. Berdurasi sekitar 5 menit, <em>Amsterdam</em> memiliki lantunan yang cukup tenang dan emosional. Uniknya, lagu ini diberi judul Amsterdam karena ditulis saat mereka berada di Amsterdam, Belanda.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Linkin Park &ndash; <em>The Messenger</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Jika mendengar nama Linkin Park, sudah pasti kita teringat dengan musiknya yang keras dan vokal khas Chester Bennington yang apik. Namun, lagu yang satu ini dibawakan secara akustik dengan petikan gitar yang lembut dan menenangkan. Dituturkan oleh Chester sendiri, <em>The Messenger</em> dipersembahkan untuk para remaja yang sedang bertumbuh. Bagaimana hidup akan semakin sulit seiring berjalannya waktu, dipecundangi oleh lingkungan, lalu terluka olehnya. Lagu ini membawa pesan bahwa apapun yang terjadi, selalu ada rumah untuk kembali. Lagu ini sendiri berada pada album <em>A Thousand Suns</em> (2010) dengan durasi 3 menit.</p><p style="text-align: justify;"><strong>John Mayer &ndash; <em>Edge of Desire</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Merupakan <em>track</em> kesembilan pada album <em>Battle Studies</em> (2009), <em>Edge of Desire</em> mempunyai interpretasi yang cukup dalam pada liriknya. Isinya mengenai konflik &lsquo;keinginan dan kebutuhan&rsquo; akan cinta, di mana hal ini dapat membuat seseorang hanya berlari-lari tanpa arah dan tujuan yang tidak terbatas. Ketika mencintai orang terkasih, maka akan ada konsekuensi untuk kehilangan dan terlupakan. Lantas muncul dua pilihan, tetap memperjuangkan atau berhenti. Dilengkapi dengan instrumen yang menenangkan, lagu ini berputar dengan durasi 6 menit.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Arctic Monkeys &ndash; <em>505</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Menjadi <em>track</em> terakhir pada album <em>Favourite Worst Nightmare</em> (2007), lagu ini memiliki musik yang asik dan lirik yang menarik. Seorang pria berusaha kembali kepada kekasihnya setelah memutuskan hubungan. Ia gelisah akan perpisahan mereka dan masih sangat mencintai. Sadar telah menyakiti perempuan terkasihnya, ia takut jika akan menemui kata &lsquo;sampai jumpa&rsquo; lagi. <em>505</em> sendiri berdurasi sekitar 4 menit dengan iringan instrumen yang cukup emosional.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Death Cab for Cutie &ndash; <em>Passenger Seat</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Membutuhkan lagu yang tenang dan indah? Lagu dengan alunan piano yang lembut ini mencerminkan makna sederhana tentang cinta. Sama seperti judulnya, <em>Passenger Seat</em> mengisahkan seseorang yang sedang berada dalam perjalanan pulang. Ia duduk di kursi penumpang, dipenuhi pikiran-pikiran tak menyenangkan. Kegusaran itu perlahan-lahan hilang saat ia sadar sedang bersama orang terkasihnya. Perjalanan menjadi nyaman dan santai, sebab ia bersyukur atas hal-hal indah yang sederhana. Lagu ini terdapat pada album keempat Death Cab for Cutie, <em>Transatlanticism</em> (2003). </p><p style="text-align: justify;">Menarik, bukan? Lagu-lagu di luar <em>title track</em> mungkin tidak menghasilkan kepopuleran secara komersial, namun memiliki warna dan idealisme tersendiri dari musisi yang menciptakannya. Jangan lupa untuk memasukkan <em>side track</em> ini ke dalam <em>playlist</em> barumu, ya! <strong><em>(len/fzn)</em></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Fenomena Gig Economy </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-fenomena-gig-economy/baca </link>
<guid> mengenal-fenomena-gig-economy </guid>
<pubDate> Wed, 05 May 2021 11:16:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa itu Gig Economy? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-fenomena-gig-economy/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GsBeBOtiwS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Fenomena Gig Economy</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pernah mendengar istilah <em>freelancer</em>, pekerja paruh waktu atau <em>on-demand workers</em>? Bekerja secara <em>nonpermanen</em> menjadi <em>freelancer</em>, pekerja paruh waktu atau <em>on-demand workers</em> kini tengah berkembang di era industri 4.0. Istilah ini disebut dengan <em>gig economy.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><em>Gig economy</em> adalah fenomena di mana para pekerja memilih untuk bekerja dengan kontrak jangka pendek. Seperti <em>freelancer</em> yang bisa mendapatkan lebih dari satu pekerjaan, juga <em>on-demand workers</em> yang bekerja ketika dibutuhkan saja.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan definisi dari <em>TechTarget</em>, <em>gig economy</em> berasal dari dua kata, yaitu <em>gig</em> dan <em>economy</em>. <em>Gig</em> yang artinya manggung adalah istilah yang biasa digunakan dalam dunia musik. Istilah ini berarti manggung di waktu tertentu saja dan tidak terikat lokasi.</p><p style="text-align: justify;">Nah, dapat disimpulkan bahwa <em>gig economy</em> adalah sistem kerja baik perusahaan atau lembaga lebih memilih untuk merekrut pekerja yang independen dengan kontrak jangka pendek.</p><p style="text-align: justify;">Kelebihan yang dirasakan bagi pekerja ialah dapat mengambil kesempatan di mana saja karena kontrak yang singkat. Selain itu, peluang pekerjaan lebih potensial dan lebih menguntungkan.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan bagi perusahaan, hal ini juga menjadi kesempatan untuk menemukan pekerja terbaik. Perusahaan tidak perlu memberikan tunjangan, asuransi ataupun benefit tambahan lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Gig economy</em> tentunya memiliki kekurangan. Dari sisi pekerja adalah sulit untuk menemukan kehidupan kerja yang seimbang, sebab situasi kerja yang fleksibel. Eksploitasi juga menjadi salah satu kekurangan <em>gig economy</em> karena kurangnya perlindungan terhadap pekerja. Ekonomi pekerja tentu akan menjadi terganggu.</p><p style="text-align: justify;">Lantas bagaimana jika kamu yang dihadapkan dengan situasi demikian? Berikut <em>Sketsa</em> berikan tipsnya untuk kamu:</p><p style="text-align: justify;">1. Memperluas dan mengembangkan jaringan pertemanan. Hal ini penting untuk menambah wawasan dan informasi serta partner bisnismu nanti.</p><p style="text-align: justify;">2. Selalu meningkatkan <em>hardskill</em> dan <em>softskill</em> yang kamu punya. Berbagai macam seminar, kursus atau <span style="background-color: transparent;">belajar otodidak dapat membantu kamu saat menjadi&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">freelancer</em><span style="background-color: transparent;">.</span></p><p style="text-align: justify;">3. Jangan takut untuk mencoba hal baru, pengalaman akan sangat berguna untuk karier kamu ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">4. Selalu mengambil kesempatan, dengan itu kamu akan menambah wawasan dan pengalaman. Klien kamu juga akan percaya terhadap jam terbang yang kamu miliki.</p><p style="text-align: justify;"><em>Gig economy</em> diprediksi akan terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama sampai ke industri-industri selanjutnya. Dengan membaca artikel ini, kamu jadi lebih siap, <em>kan</em>? Yuk, semangat dalam meningkatkan kualitas diri dan selalu cermat dalam kariermu. (<strong><em>wps/cey/rst)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, UTBK Unmul 2021 Usai Terlaksana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terapkan-protokol-kesehatan-ketat-utbk-unmul-2021-usai-terlaksana/baca </link>
<guid> terapkan-protokol-kesehatan-ketat-utbk-unmul-2021-usai-terlaksana </guid>
<pubDate> Thu, 06 May 2021 11:01:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan UTBK Unmul 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terapkan-protokol-kesehatan-ketat-utbk-unmul-2021-usai-terlaksana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/D5klMVR9JL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, UTBK Unmul 2021 Usai Terlaksana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah rampung terselesaikan Selasa (4/5) lalu. Dengan total 74 pusat UTBK dan 51 pusat UTBK tuna netra yang tersebar di seluruh negeri, Unmul menjadi salah satu pusat pelaksanaan UTBK di Samarinda, Kalimantan Timur.</span></p><p style="text-align: justify;">Terdiri dari gelombang pertama dan kedua, pelaksanaan kali ini merupakan tahun kedua yang diadakan di tengah pandemi setelah 2020 lalu. Kendati demikian, keadaan tersebut tidak menurunkan antusiasme para peserta UTBK-SBMPTN 2021. Tak terkecuali bagi peserta yang melaksanakan tes masuk perguruan tinggi tersebut di Unmul. Adapun sekitar 8 ribu hingga 9 ribu peserta mengikuti UTBK di Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Selasa (4/5), Mustofa Agung selaku Wakil Rektor Bidang Akademik memaparkan bahwa sebanyak 93 persen dari seluruh peserta yang terdaftar mengikuti UTBK di Unmul telah hadir.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sisanya tidak ikut atau ada yang hasil tes <em>swab</em>-nya positif. Kalau tes <em>swab</em>-nya positif, maka tidak diperbolehkan masuk,&quot; terangnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait pelaksanaan prosedur protokol kesehatan selama UTBK berlangsung, ia menjelaskan bahwa surat hasil tes <em>swab</em> harus dibawa oleh peserta dan akan dicek oleh panitia sebelum masuk ke Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika hasil yang tertera di surat tersebut negatif, maka peserta akan diizinkan masuk dan mengikuti UTBK. <em>Physical distancing</em> atau jaga jarak juga diterapkan oleh pihak Unmul, salah satunya penempatan tempat duduk peserta yang berjarak aman.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, sterilisasi ruangan juga dilakukan, yakni sebelum dan sesudah ruangan tersebut digunakan agar tetap higienis serta mencegah rantai penularan Covid-19. <em>Hand</em><em>&nbsp;sanitizer</em> dan tempat cuci tangan juga tersedia dan merupakan bagian dari prosedur prokes yang dilakukan oleh pihak Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya Unmul, peserta UTBK juga diwajibkan untuk menggunakan masker medis. Adapun penggunaan <em>face shield</em> tidak diharuskan bagi peserta, namun digunakan oleh penjaga UTBK yang sudah berumur. Mustofa menyebutkan, peserta tak harus melakukan tes <em>swab</em> antigen di Klinik Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada beberapa tempat yang boleh selain Klinik Unmul asal instansi pemerintah, rumah sakit pemerintah dan rumah sakit besar seperti Pertamina. Karena satgas<span style="background-color: transparent;">&nbsp;mengkhawatirkan adanya pemalsuan hasil tes. Tapi memang, dari 9.000-an peserta ada sekitar 7.000-an yang mengambil tes <em>swab</em> di Klinik Unmul.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Mungkin yang menjadi alasan karena harga pengambilan tes <em>swab</em> di Unmul lebih murah, yakni hanya Rp135 ribu dan untuk pengaju KIP hanya Rp50 ribu saja. Selain itu, mereka beranggapan jika melakukan tes <em>swab</em> di Unmul maka sudah pasti hasil tesnya akan diterima,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Mengenai pelaksanaan teknis seperti gedung untuk melakukan ujian, ia mengatakan bahwa UTBK hanya dilaksanakan di sepuluh lokasi yang memiliki komputer saja. Lokasi tersebut berada di gedung Rektorat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Kehutanan (Fahutan), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Tekni (FT), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Lab. Informatika Puskom.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Alhamdulillah</em> lancar-lancar saja. Cuma memang karena Unmul termasuk dari 13 universitas di Samarinda yang satgas Covid-nya mengharuskan persyaratan tes <em>swab</em>, maka pada gelombang pertama ada sekitar 39 peserta yang tidak boleh mengikuti ujian karena tidak lolos hasil tes. Dari segi teknis tidak ada kendala, paling hanya mati listrik sekali dan diperbaiki dari satu jam sebelum tes dimulai,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Mustofa berharap, para calon mahasiswa ini dapat menunggu dengan sabar. Sebab setelah pengumuman UTBK, masih ada tes masuk secara mandiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kuota Unmul hanya 3.000-an saja dan tidak semuanya bisa diterima. Maka kalau mereka ingin masuk Unmul, berusaha melalui tes mandiri lagi,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>vyn/nkh/ems/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Shiny Object Syndrome: Distraksi yang Menurunkan Produktivitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/shiny-object-syndrome-distraksi-yang-menurunkan-produktivitas/baca </link>
<guid> shiny-object-syndrome-distraksi-yang-menurunkan-produktivitas </guid>
<pubDate> Fri, 07 May 2021 09:59:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal Shiny Object Syndrome. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/shiny-object-syndrome-distraksi-yang-menurunkan-produktivitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vvOd6dnfsc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Shiny Object Syndrome: Distraksi yang Menurunkan Produktivitas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pernah mengikuti sebuah tren tanpa mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya terlebih dahulu? Misalnya, ketika melakukan diet. Kamu sudah menentukan jenis diet apa yang akan kamu ambil. Belum saja tujuanmu tercapai dengan jenis diet tersebut, kamu justru beralih dengan jenis diet lain yang terlihat praktis. Padahal, mungkin saja cara tersebut tidak efektif. Waspada, bisa jadi kamu sedang mengalami <em>shiny object syndrome</em>!</span></p><p style="text-align: justify;">Apa itu <em>Shiny object syndrome</em>? Ini merupakan sindrom distraksi berdasarkan pada kebiasaan anak kecil yang akan berlari kesana kemari untuk menghampiri benda-benda yang berkilau dan baru. Pada dasarnya, <em>shiny object syndrome</em> ini bukanlah &lsquo;sindrom&rsquo; yang sifatnya medis. Istilah ini cenderung digunakan untuk kondisi yang cukup umum dalam dunia bisnis dan kreatif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Alasan mengapa seseorang mengalami sindrom ini adalah kurangnya pengalaman, sedang dalam pengaruh <em>fear of missing out</em> (FOMO) dan belum menemukan passion dalam kegiatan yang dilakukan. Untuk orang dewasa, sifat distraksi ini juga berlaku demikian. Terlebih dengan luasnya jangkauan dan kuatnya pengaruh <em>influencer</em> di media sosial. Faktor ini membuat kita sulit untuk konsisten mencapai suatu tujuan dari kegiatan yang sedang dilakukan. Bahkan, <em>shiny object syndrome</em> turut menyebabkan stres serta mengganggu produktivitas. Untuk menghindarinya, berikut <em>Sketsa</em> berikan tipsnya untukmu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Membuat estimasi waktu</strong></p><p style="text-align: justify;">Membatasi waktu terhadap kegiatan yang dilakukan dapat meminimalisir adanya ide-ide baru. Kamu akan lebih fokus untuk menyelesaikannya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Hal ini juga akan membuatmu mempertimbangkan terlebih dahulu tindakan-tindakan baru yang akan diambil.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Kurangi waktu bermain media sosial</strong></p><p style="text-align: justify;">Jangkauan medsos yang luas pastinya akan meningkatkan distraksi saat berkegiatan. Akhirnya, kamu takut untuk meninggalkan medsos sebab tak ingin ketinggalan hal-hal baru. Karena dapat mengganggumu, ada baiknya untuk istirahat sejenak atau <em>log out</em> dari medsos selama mengerjakan tugas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Membuat daftar keberhasilan kegiatan</strong></p><p style="text-align: justify;">Dengan membuatnya, kamu dapat dengan mudah mengukur kemampuan diri sendiri. Ini akan membantumu mengetahui seberapa besar komitmen yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan untuk suatu kegiatan. Daftar ini juga akan menjadi <em>reminder</em>-mu agar mencapai tujuan yang diinginkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Membangun motivasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Motivasi adalah salah satu hal yang dapat mendorongmu untuk tidak teralihkan atau terganggu selama mengerjakan sesuatu. Motivasi juga menekankan fokus dan konsistensi terhadap kegiatan yang dijalankan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melawan distraksi dan keinginan lain memang sulit, sebab rasa tidak puas tak akan pernah habis. Diperlukan niat serta proses untuk tetap konsisten. Yuk, coba cara-cara di atas untuk melatih dirimu! (<strong><em>npy/vyl/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apakah Vonis Kasus Korupsi di Indonesia Sudah Layak? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/apakah-vonis-kasus-korupsi-di-indonesia-sudah-layak/baca </link>
<guid> apakah-vonis-kasus-korupsi-di-indonesia-sudah-layak </guid>
<pubDate> Fri, 07 May 2021 10:55:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apakah putusan vonis kasus korupsi di Indonesia telah sesuai? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/apakah-vonis-kasus-korupsi-di-indonesia-sudah-layak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8bRbRVppin.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Apakah Vonis Kasus Korupsi di Indonesia Sudah Layak?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kasus korupsi ekspor benih lobster yang dilakukan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Direktur PT Dua Putera Perkasa, Suharjito telah sampai pada tahap persidangan. Sidang tersebut menghasilkan vonis 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp250 juta serta subsider 3 bulan kurungan kepada Suharjito. Putusan hakim ini lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut vonis 3 tahun penjara dan denda Rp200 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun majelis hakim menjelaskan hal-hal yang memberatkan dan meringankan Suharjito pada kasus ini. Pertama, ia tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi sehingga hal ini menjadi tolak ukur beratnya putusan hukum. Namun, karena terdakwa belum pernah dipidana sebelumnya, bersikap kooperatif serta berperan sebagai tulang punggung keluarga membuat vonisnya menjadi lebih ringan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, diketahui Suharjito memberikan kesempatan kepada 10 karyawannya untuk melakukan umrah serta berperan dalam pembangunan 2 masjid juga rutin memberikan santunan kepada yatim piatu. Lantas, apakah hal ini dapat dianggap layak untuk mengurangi vonis kasus korupsi?</p><p style="text-align: justify;">Rini Apriyani, dosen Fakultas Hukum (FH) Unmul menerangkan bahwa putusan majelis hakim terhadap Suharjito telah sesuai dengan Undang-Undang (UU) yang berlaku, yakni UU Nomor 20 Tahun 2001 pasal 5 ayat (1) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dinyatakan, pidana paling singkat adalah 1 tahun dan paling lama 5 tahun dengan dengan denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta. Terdapat pula pasal 13 UU Tinda Pidana Korupsi dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan/atau denda paling banyak Rp150 juta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat ketentuan dari 2 pasal yang digunakan untuk menuntut Suharjito, bisa terlihat bahwa penjatuhan pada kasus tindak pidana korupsi ada batas minimal dan batas maksimal yang harus dipenuhi. Maka, ancaman pidana yang dijatuhkan hakim tidak boleh kurang dari batas minimal dan juga tidak boleh melebihi batas maksimal dari ketentuan pasalnya,&rdquo; jelas Rini kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (4/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, putusan hakim yang lebih rendah daripada tuntutan JPU memang merupakan bagian dari kewenangan hakim. Sesuai dengan UU Pokok Kekuasaan Kehakiman, sehingga tidak ada yang salah dari vonis hakim tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ringannya vonis hakim ini berkaitan dengan alasan yang dianggap mendukung, lalu dinyatakan sesuai dengan keyakinan hakim setelah melihat proses persidangan. Pada akhirnya akan bersifat subyektif sebab kembali pada sosok hakim yang mengadili suatu perkara.</p><p style="text-align: justify;">Keyakinan terkait dengan alasan yang meringankan atau memberatkan terdakwa dalam suatu persidangan merupakan kewenangan hakim. Ini merupakan tugas hakim untuk memeriksa perkara dan memperhatikan jalannya proses persidangan yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Alasan pemberat atau keringanan dalam vonis pada putusan hakim tentunya melalui dasar pertimbangan. Rini menyebut, dasar pertimbangan hakim dalam putusan didapatkan dari fakta-fakta yang diperoleh selama proses persidangan. Baik melalui keterangan yang disampaikan para saksi sampai barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana yang sedang diperiksa.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apakah kewenangan akan menyebabkan budaya korupsi semakin tumbuh subur? Baginya, hal tersebut tidak berhubungan sebab korupsi dapat dicegah dengan kesadaran hukum masing-masing dalam masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Budaya artinya sesuatu yang secara umum dilakukan oleh masyarakat. Tidak terkait dengan adanya alasan yang meringankan terdakwa di persidangan. Karena alasan tersebut <em>toh</em> hanya berkaitan dengan keyakinan hakim, melihat fakta yang terjadi dalam proses persidangan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi masyarakat awam, kebijakan ini masih dianggap berat sebelah. Terutama karena besar kerugian yang dihasilkan tidak sepadan dengan penetapan vonis yang diberikan dipengadilan. Hal tersebut juga menimbulkan pemikiran jika proses penanganan kasus korupsi tidak masuk akal. Seperti Alda Nadhira, mahasiswa Psikologi 2017.</p><p style="text-align: justify;">Alda mengatakan, pengurangan masa tahanan untuk pelaku korupsi sering kali tidak layak. Ini disebabkan oleh ruginya masyarakat dan negara secara luas. Kemudian, kebiasaan korupsi yang terlalu sering terjadi menandakan jika hukuman yang telah diberikan tak membuat koruptor jera.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya tidak masuk akal. Alasan apapun, korupsi tetap korupsi. Mau berangkatkan haji atau pun umroh (karyawan), uang korupsi tetap uang haram yang dicuri dari orang-orang tidak bersalah,&rdquo; tutupnya, Senin (3/5) lalu. <strong><i>(eng/ahn/wuu/len)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Segera Hadir, Beasiswa LPDP Dukung Empat Program Kampus Merdeka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/segera-hadir-beasiswa-lpdp-dukung-empat-program-kampus-merdeka/baca </link>
<guid> segera-hadir-beasiswa-lpdp-dukung-empat-program-kampus-merdeka </guid>
<pubDate> Fri, 07 May 2021 12:45:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerja sama Kampus merdeka dengan LPDP. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/segera-hadir-beasiswa-lpdp-dukung-empat-program-kampus-merdeka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wZ5Ul3fynF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Segera Hadir, Beasiswa LPDP Dukung Empat Program Kampus Merdeka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setahun belakangan, dunia pendidikan Indonesia tak hanya menghadapi begitu banyak tantangan. Namun&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">juga transformasi-tranformasi yang dilakukan demi kualitas pendidikan yang lebih baik lagi.</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Beberapa program baru dibuat dalam rangka menciptakan peluang dan merespons perubahan teknologi, sosial dan lingkungan yang sedang terjadi secara global. Seperti program Merdeka Belajar&mdash;Kampus Merdeka yang kini tengah berjalan.</span></p><p style="text-align: justify;">Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus bergerak sebagai upaya perbaikan dan juga pengembangan. Bersama dengan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) S-2 dan S-3 yang telah berjalan, Kemdikbud berkolaborasi dengan LPDP untuk memperluas ruang lingkup dan sasaran program ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kemdikbud.go.id</em>, sebelumnya telah hadir beberapa program kolaborasi antara Kemendikbud dan LPDP. Yakni <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">beasiswa afirmasi, beasiswa <em>targeted group&nbsp;</em>dan beasiswa umum. Tahun ini, kedua belah pihak bekerja sama dalam mengusung sederet program baru. Kampus Merdeka, program untuk dosen dan tenaga kependidikan, program untuk guru dan tenaga kependidikan, program vokasi, program prestasi serta beasiswa kebudayaan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Terdapat empat program yang didukung LPDP di tahun 2021, yaitu Kampus Mengajar, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (<em>microcredentials</em>), <em>Indonesian International Student Mobility Awards</em> (IISMA) dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Kampus Mengajar, Kemdikbud mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan pendidikan dengan mengajar di &nbsp;berbagai SMP terpilih. Mahasiswa membantu pembelajaran literasi dan numerasi untuk pelajar SMP selama satu semester dengan tujuan peningkatan skor <em>Programme for International Student Assessment</em> (PISA).</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan untuk Magang dan Studi Independen Bersertifikat (<em>microcredentials</em>), biaya hidup dan jaminan SKS diberikan untuk mahasiswa yang berhasil diterima magang pada program dan organisasi kelas dunia yang diakui Kemendikbud selama 1 sampai 2 semester penuh. Mahasiswa akan terlibat dalam pemecahan masalah mau pun isu nyata, mendapat bimbingan secara <em>full time</em>, serta intensif dan disertai sertifikat industri.</p><p style="text-align: justify;">Beasiswa <em>Indonesian International Student Mobility</em>&nbsp;<em>Awards</em> (IISMA) diberikan kepada mahasiswa S1 yang belajar 1 sampai 2 semester di perguruan tinggi luar negeri terpilih. Mahasiswa dapat memilih beberapa jenis kegiatan. Seperti <em>student exchanges&nbsp;</em>selama satu semester yang berjumlah 10 hingga 20 SKS, <em>visiting student programme</em> selama satu semester yang berjumlah 10 hingga 20 SKS, atau <em>short courses</em> di bawah 1 semester dengan jumlah SKS variatif.</p><p style="text-align: justify;">Program lain dari Kampus Merdeka yang didukung LPDP yakni Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Program ini memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang melakukan pertukaran ke perguruan tinggi lain di dalam negeri selama satu semester. Tujuannya adalah untuk saling mengenal antardaerah. Mahasiswa diharapkan dapat mempelajari keragaman kebudayaan Indonesia serta mendorong penguatan dan perluasan kompetensi akademik mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Kabar baik ini belum lama diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim. Disampaikan dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode 10: Perluasan Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Jakarta pasa Kamis (22/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Program-program tersebut direncanakan akan mulai berjalan pasa Agustus dan September 2021. Merespons hal ini, pihak birokrat Unmul mengungkap bahwa mereka menyambut dengan baik. Meskipun begitu, Encik Akhmad Syaifuddin selalu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengaku belum mendapatkan surat resmi dari Kemdikbud untuk dilaksanakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Saya kira kebijakan itu suatu terobosan yang sangat positif dan <em>insyaallah</em> kami sangat mendukung hal tersebut. Mengingat akan lebih banyak lagi mahasiswa S-1 yang akan menerima manfaat beasiswa LPDP,&quot; ucapnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (5/5).</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, Unmul masih menunggu surat resmi maupun sosialisasi lebih lanjut dari program baru Kemdikbud tersebut. Harapannya, realisasi program dapat segera diterima dan bisa berjalan pada semester ganjil mendatang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tunggu saja surat dan panduan dari Kemdikbud terkait teknisnya, mudah-mudahan dalam waktu singkat sudah disampaikan,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski menunggu beasiswa LPDP untuk S-1 diluncurkan, informasi lebih lanjut &nbsp;dapat diketahui melalui laman beasiswa LPDP pada tautan <a href="https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/">https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/</a> atau laman Kemdikbud melalui tautan <a href="https://beasiswa.kemdikbud.go.id/.">https://beasiswa.kemdikbud.go.id/</a></p><p style="text-align: justify;">Semua program akan dibuka untuk pendaftaran per tanggal 2 Mei 2021. Pertanyaan seputar program dapat disampaikan melalui helpdesk-beasiswa@kemdikbud.go.id. <strong><em>(nop/sar/hdt/khn/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Terhapus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/yang-terhapus/baca </link>
<guid> yang-terhapus </guid>
<pubDate> Sat, 08 May 2021 10:26:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi Yang Terhapus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/yang-terhapus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lV5cd7SAtG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yang Terhapus</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Terhitung sejak pertama kali aku berkunjung ke bola mata dan pelukannya, 20 tahun sudah aku ada di dunia.</span></p><p>Tuturnya adalah cahaya. Sampai-sampai setiap jalanan gelap, aku selalu mengandalkannya agar bisa pulang.</p><p>Jantungnya adalah dalang dari aliran-aliran doa, yang memompa keberanian, memompa kemampuan untuk bertahan.</p><p>Bilamana nanti cahayamu sudah berpulang dan aku ditelan gelap hidup-hidup.</p><p>Bilamana aliran sungai doa-doa sudah tak dapat kau rapalkan.</p><p>Masihkah bunda setidaknya bisa mendengarku dari langit sana?</p><p><strong><em>Ditulis oleh Talitha Aufa Nabilah, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, FKM 2020.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kenali Bystander Effect, Rasa Apatis dalam Musibah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kenali-bystander-effect-rasa-apatis-dalam-musibah/baca </link>
<guid> kenali-bystander-effect-rasa-apatis-dalam-musibah </guid>
<pubDate> Sun, 09 May 2021 10:45:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa itu Bystander Effect? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kenali-bystander-effect-rasa-apatis-dalam-musibah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L2bGV3iJau.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kenali Bystander Effect, Rasa Apatis dalam Musibah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pernah mendengar istilah <em>Bystander Effect</em>? Ini merupakan suatu fenomena di mana semakin banyak saksi atau kehadiran orang di Tempat Kejadian Perkara (TKP), semakin sedikit pula keinginan mereka untuk membantu korban yang mengalami kesulitan di TKP tersebut. Dalam hal ini, jumlah kehadiran orang-orang sangat berpengaruh terhadap berapa lama bantuan yang akan didapatkan korban.</span></p><p style="text-align: justify;">Konsep ini muncul dan dipopulerkan oleh penelitian yang dilakukan Bibb Latane dan John Darley, setelah terjadinya kasus pembunuhan tragis Kitty Genovese pada tahun 1964. Ketika Genovese pulang kerja dan memasuki gerbang masuk apartemennya, seorang lelaki bernama Winston Moseley tiba-tiba menusuknya. Teriakan meminta bantuan telah dilontarkan berkali-kali oleh Genovese, akan tetapi tak satupun tetangga apartemennya mendengar dan menelepon polisi. 30 menit setelah kejadian penusukan, barulah ada yang memanggil polisi.</p><p style="text-align: justify;">Penelitian tersebut lantas membenarkan hipotesis konsep ini. Pada satu eksperimen, subjek-subjek ditempatkan pada tiga kondisi; sendirian, dengan dua partisipan lain atau dengan dua peneliti yang berpura-pura menjadi partisipan. Hasilnya, ketika subjek mengisi kuesioner di ruangan sendirian dan tiba-tiba ada asap, 75% subjek segera melapor ke peneliti mengenai asap tersebut. Pada kondisi kedua, hanya 38% dari partisipan di ruangan yang melaporkan asap tersebut. Kondisi terakhir, hanya 10% dari partisipan yang melaporkan.</p><p style="text-align: justify;">Eksperimen tambahan yang dilakukan oleh Latane, ditemukan bahwa 70% orang akan membantu ketika ia menjadi satu-satunya yang ada di ruangan. Tetapi hanya 40% orang akan membantu ketika ada orang lain yang hadir. Latane serta Darley mengaitkan efek ini dengan dua faktor, yaitu difusi tanggung jawab dan pengaruh sosial.</p><p style="text-align: justify;">Difusi tanggung jawab sendiri merupakan peristiwa ketika manusia melihat orang lain terkena musibah di tempat publik. Rasa tanggung jawab kita untuk menolong berkurang karena hadirnya orang lain di tempat itu. Sementara, pengaruh sosial adalah waktu di mana seseorang takut bahwa keinginan kita untuk menolong dapat membahayakan diri sendiri, juga ketika tindakan kita tidak sesuai dengan yang diinginkan orang-orang. Gampangnya adalah &lsquo;takut salah&rsquo; (evaluasi perilaku).</p><p style="text-align: justify;">Tahukah kamu bahwa hukum legal terhadap penolongan yang salah juga berlaku? Inilah yang membuat orang-orang terkadang takut untuk menolong terlebih dahulu. Tak usah khawatir, terdapat hukum untuk melindungi saksi yang mencoba menolong. Selanjutnya, keambiguitasan juga menjadi faktor perilaku ini. Seperti pada saksi kasus Kitty. Mereka mengira, teriakan Kitty hanya merupakan perkelahian kekasih biasa.</p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dipungkiri, sering kali kita melihat di sebuah <em>scene</em> film atau kejadian di lingkungan sekitar saat ada korban perundungan. Orang-orang di sekitar biasanya berdiam diri saja, kemudian datang beberapa atau bahkan satu sosok pahlawan yang berani membela korban perundungan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sosok tersebut disebut <em>upstander</em>. Mengapa <em>upstander</em> bisa begitu berani menolong? Karena mereka mempunyai nilai-nilai moral dan kepercayaan yang kuat. Mereka percaya, sekecil apapun tindakannya akan memberikan perubahan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini pun dapat menjadi langkah agar kita terhindar dari efek ini. Berikutnya adalah meningkatkan kesadaraan akan kecenderungan sifat, menumbuhkan empati, memposisikan diri sebagai korban dan jangan menunggu atau mengharapkan orang lain bertindak terlebih dahulu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bertindaklah seolah-olah kita saksi satu-satunya, sehingga mempunyai rasa tanggung jawab yang lebih untuk menolong. Kemudian, penting untuk mengarahkan atau mengajak orang lain untuk terlibat dalam pertolongan. Lakukan yang terbaik dan jangan takut salah.</p><p style="text-align: justify;">Namun, bagaimana jika posisi kita sebagai korban? Ketika meminta bantuan, pilihlah satu orang yang akan kita mintai tolong. Berikan <em>eye contact</em> atau kode bahwa kita membutuhkan pertolongannya. Biasanya, orang akan segan untuk menolak dan mau tak mau segera membantu. Cara ini juga cukup efektif untuk membuat orang-orang tersadar dan segera membantu ketika terjadi suatu musibah.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya sederet dampak negatif yang ditimbulkan dari <em>Bystander Effect,</em> rupanya ada pula dampak positif yang bisa diperoleh. Orang akan cenderung berperilaku baik ketika mereka &lsquo;diawasi&rsquo; dan merasa tidak nyaman dengan perilaku yang tak selaras dengan <em>value</em> ataupun identitas sosial mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dinamika psikologis seperti ini dapat membantu dalam hal <em>helping behavior</em> di masyarakat atau suatu Individu. Nah, biasakan untuk lebih peka dan tanggap dengan situasi di sekitarmu, ya! (<strong><em>dpt/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tradisi Khas Sambut Hari Raya Idulfitri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tradisi-khas-sambut-hari-raya-idulfitri/baca </link>
<guid> tradisi-khas-sambut-hari-raya-idulfitri </guid>
<pubDate> Mon, 10 May 2021 11:23:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa saja sih, tradisi jelang Lebaran? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tradisi-khas-sambut-hari-raya-idulfitri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sdCNwkeHSz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tradisi Khas Sambut Hari Raya Idulfitri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tak terasa, kita sudah menuju akhir perjalanan dalam bulan Ramadan. Ada rasa sedih ketika meninggalkan bulan yang suci, namun rasa bahagia juga turut hadir kala menyambut kedatangan Idulfitri. Sejalan dengan perayaan Lebaran yang sudah di depan mata, banyak persiapan yang dilakukan dengan penuh suka cita. Yuk, intip tradisi khas jelang Lebaran yang sudah melekat di masyarakat!</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Baju Baru</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baju baru <em>a</em><em>lhamdulillah</em>, &apos;tuk dipakai di Hari Raya.&rdquo; Begitulah kira-kira lantunan lagu milik Dea Ananda yang berjudul &ldquo;Baju Baru&rdquo;. Menjelang Idulfitri, masyarakat mulai ramai mendatangi tempat-tempat yang menjual pakaian. Apalagi, terdapat diskon spesial yang menambah euforia ketika berburu baju baru.</p><p style="text-align: justify;">Tahukah kamu, kalau tradisi ini telah ada di Indonesia sejak tahun 1596 pada masa Kesultanan Banten? Dilansir dari <em>kompas.tv</em>, Marwati Djoened Poesponegoro dan Nugroho Notosanto dalam buku Sejarah Nasional Indonesia menyebutkan bahwa menjelang Idulfitri, mayoritas penduduk Muslim di bawah Kerajaan Banten sibuk menyiapkan baju baru. Wah, ternyata tradisi ini sudah dimulai sejak lama sekali, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Tunjangan Hari Raya (THR)</strong></p><p style="text-align: justify;">Mendapatkan THR bisa dibilang menjadi hal yang paling ditunggu bagi penerimanya. Momen ini biasanya dilakukan oleh para orang tua atau sanak saudara kepada anak-anak. Nominalnya pun disesuaikan dengan usia si anak. Semakin t<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ua, maka semakin besar pula nominalnya. THR biasanya dimasukkan ke dalam amplop-amplop kecil beraneka warna dengan motif yang unik dan kemudian dibagi-bagikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Kue Lebaran</strong></p><p style="text-align: justify;">Sering kita jumpai, pemandangan stoples-stoples berisi aneka kue kering telah berjejer rapi di atas meja. Mulai dari kue nastar, kastengel hingga putri salju yang identik dengan Lebaran. Biasanya, orang-orang meluangkan waktu mereka untuk membuat kue kering sendiri karena perayaan Idulfitri hanya setahun sekali. Namun, tidak sedikit pula yang memilih untuk membeli kue kering di toko kue karena lebih praktis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Berbagi Makanan</strong></p><p style="text-align: justify;">Bulan Ramadan merupakan waktu untuk berbagi kebaikan. Mendekati Lebaran, beberapa orang memberikan parcel atau bingkisan kepada teman juga keluarga dengan berbagai macam isi. Seperti sirop, roti kaleng dan kue kering agar hubungan silaturahmi tetap terjaga keharmonisannya. Berbagi makanan kepada orang yang membutuhkan bahkan sempat menjadi tren konten di aplikasi TikTok. Konten tersebut berisi orang-orang yang membagikan makanan untuk berbuka puasa kepada mereka yang ditemui di pinggir jalan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Mudik</strong></p><p style="text-align: justify;">Lebaran merupakan momen berharga untuk berkumpul seraya bercengkrama bersama keluarga. Tak heran, tradisi yang satu ini menjadi agenda penting bagi para perantau yang bekerja atau menuntut ilmu di penjuru negeri. Mereka memanfaatkan libur Lebaran yang umumnya lebih panjang dibandingkan hari libur lainnya untuk mengunjungi kampung halaman tercinta. Sayangnya, pemerintah menerbitkan larangan mudik pada tahun ini. Bukan tanpa alasan, ini merupakan bentuk dari pencegahan penularan Covid-19 yang masih mewabah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Halalbihalal</strong></p><p style="text-align: justify;">Halalbihalal menjadi puncak dalam perayaan Idulfitri. Dikutip dari <em>dream.co.id</em>, hal ini adalah istilah yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menyebut tradisi saling mengunjungi dan bermaaf-maafan dengan teman, tetangga dan sanak saudara. Umumnya, tradisi tersebut dilalui dengan penuh haru lantaran satu sama lain saling meminta maaf dan memaafkan kesalahan-kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Seiring dengan perkembangan zaman, kini halalbihalal dapat dengan mudah dilakukan secara virtual melalui gawai dan media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Itulah rangkaian tradisi khas jelang Lebaran yang <em>Sketsa</em> rangkum untukmu. Memang, pandemi membuat perayaan Idulfitri menjadi berjarak. Alhasil, rasa rindu kepada teman atau kerabat yang berjauhan terpaksa dituntaskan secara daring. Bagaimanapun kondisinya, tentu tidak mengurangi keceriaan dalam menyambut hari kemenangan dan selalu ada hikmah yang bisa kita rasakan. Sudahkah kamu mempersiapkannya? <strong><em>(ems/len)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menghargai Hidup Hari Ini dengan Digital Fasting </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/menghargai-hidup-hari-ini-dengan-digital-fasting/baca </link>
<guid> menghargai-hidup-hari-ini-dengan-digital-fasting </guid>
<pubDate> Tue, 11 May 2021 10:16:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menghargai Hidup Hari Ini dengan Digital Fasting </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/menghargai-hidup-hari-ini-dengan-digital-fasting/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LOSLVVToIs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menghargai Hidup Hari Ini dengan Digital Fasting</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Di zaman sekarang lepas dari perangkat digital merupakan tantangan. Terlebih perangkat digital senantiasa berkembang, dan juga semakin canggih. Seiring masifnya penemuan baru, sejalan dengan perangkat digital yang akan bermunculan. Dengan kondisi demikian, masyarakat diberi keluasaan dalam menjelajahi kecanggihan dunia <em>siber</em>. Berbagai dampak juga turut dimunculkan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya ialah sifat konsumtif dan individualis. Hal ini dikarenakan berkurangnya intensitas dalam berkomunikasi. Selain itu kondisi demikian memunculkan opsi untuk berjejaring lewat media sosial dibanding berinteraksi secara langsung. Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi pengguna internet di Indonesia pada 2019 sebesar 73,7 persen atau 196.714 jiwa. Tentu dengan jumlah sebanyak itu akan menggeser pola perilaku penggunanya. Salah satunya dalam merespons &quot;candu&quot; bermain media sosial.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai upaya dilakukan agar mereka tidak terlalu bergantung pada perangkat digital. Baik dengan melakukan hobi. Upaya lainnya yakni <em>digital fasting</em>. <em>Digital fasting</em>, atau puasa dari gawai guna mengurangi intensitas pemakaiannya. Namun, tak serta-merta memberhentikan pemakaiannya, biasanya <em>digital fasting</em> dilakukan bertahap dan sesuai kemampuan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu yang perlu dilakukan adalah menetapkan waktu seberapa lama kita akan melakukan <em>digital fasting.</em> Selanjutnya, siapkan pilihan lain agar bisa kamu kerjakan di waktu luang, guna menghindari gawai. Salah satu yang dapat dikerjakan ialah mengeksplor minatmu. Baik dari kesenian, olahraga, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;">Layaknya puasa yang ditetapkan kapan kita harus sahur dan juga berbuka. Dengan mengurangi intensitas penggunaan gawai, harapannya kembali membuka mata betapa banyaknya alternatif kegiatan yang dapat dilakukan. Puasa dari gawai juga menurut sebagian orang membantu untuk lebih fokus mengerjakan tugas yang ada di depan mata. Mengurangi multitasking, dan mengurangi menunda pekerjaan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Digital fasting</em> sebetulnya sudah sangat umum di Indonesia, di mana beberapa selebgram mulai menerapkan hal ini agar tidak melulu memegang gawai. Meski penghasilan mereka dari media sosial, namun maraknya pembahasan kesehatan mental turut serta disandingkan dengan keputusan <em>digital fasting</em> ini. Beristirahat adalah cara tepat bagi sebagian orang untuk menata ulang kehidupan dan produktivitasnya.</p><p style="text-align: justify;">Butuh waktu dan komitmen untuk melakukannya. Ketika menetapkan tujuan dari <em>digital fasting</em>, bisa jadi kamu yang selanjutnya setuju dengan pengalaman banyak orang dari manfaat <em>digital fasting</em> ini. Tertarik mencobanya? (<strong><em>ahn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kinipan: Benang Kusut Komitmen Pemerintah Tanggapi Isu Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/kinipan-benang-kusut-komitmen-pemerintah-tanggapi-isu-lingkungan/baca </link>
<guid> kinipan-benang-kusut-komitmen-pemerintah-tanggapi-isu-lingkungan </guid>
<pubDate> Tue, 11 May 2021 10:30:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kinipan: Benang Kusut Komitmen Pemerintah Tanggapi Isu Lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/kinipan-benang-kusut-komitmen-pemerintah-tanggapi-isu-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2JziYJwjux.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kinipan: Benang Kusut Komitmen Pemerintah Tanggapi Isu Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah sukses dengan film dokumenter berjudul Sexy Killers, Watchdoc yang merupakan rumah produksi asal Indonesia ini kembali merilis film terbarunya yang berjudul Kinipan. Film ini diciptakan sebagai cerminan sejauh apa komitmen pemerintah dalam merespons kerusakan lingkungan di Indonesia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Selama beberapa pekan, film dokumenter ini dijadikan agenda nonton bersama (nobar), dan telah melanglang buana untuk dijadikan bahan diskusi oleh berbagai kelompok masyarakat. Kini, Kinipan dapat diakses oleh semua kalangan di kanal YouTube Watchdoc, dengan durasi 2 jam 38 menit.</p><p style="text-align: justify;">Dikemas ke dalam 7 bagian cerita yang menarik, dokumenter ini nampak kompleks dalam menyusun <em>puzzle-puzzle</em> permasalahan di negeri ini. Menjelaskan bagaimana deforestasi terjadi, aktivis lingkungan bekerja, kebijakan pemerintah yang masih dipertanyakan, dan advokasi masyarakat adat, hingga situasi pandemi yang masih mencekam.</p><p style="text-align: justify;">Kinipan membuka ceritanya melalui upaya <em>reforestasi</em> di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Basuki Santoso, pegiat lingkungan dari Friend of National Park Foundation (FNPF) menceritakan bagaimana upayanya bersama warga setempat dalam menjaga hutan Kalimantan. Ia menuturkan bahwa pembukaan lahan menyebabkan minimnya cadangan air. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga menyebabkan potensi kebakaran hutan di lahan gambut semakin besar.</p><p style="text-align: justify;">Basuki juga memaparkan pertumbuhan pohon yang ditanam sangat lambat, dan menurutnya Ini yang menjadi permasalahan serius. Jika laju deforestasi dengan <em>reforestasi</em> tak sejalan, maka penanaman pohon harus terus digalakkan dari sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, film dokumenter ini memperkenalkan Feri Irawan yang merupakan mantan atlet panjat tebing di Pekan Olahraga Nasional, yang kini mendedikasikan dirinya untuk mendampingi masyarakat Bengkulu. Ia juga membantu kampanye penyelamatan hutan masyarakat adat hingga ke Eropa.</p><p style="text-align: justify;">Beranjak dari pengenalan dua tokoh ini, film ini menjelaskan segala upaya dan keterkaitan atas kerusakan lingkungan di Indonesia. Bagaimana kedekatan antara hilangnya hutan dengan patogen saat ini. Keberadaan hutan yang menjamin ekosistem terus berputar seperti sediakala, beberapa tahun belakangan ini mengancam kesehatan manusia karena satwa yang seharusnya tetap berada di rantai makanan malah terganggu habitatnya oleh aktivitas pembukaan lahan. Ketidakseimbangan itulah yang menjadi alasan mengapa perlu menjaga hutan.</p><p style="text-align: justify;">Terbenturnya masyarakat adat dengan perusahaan yang ingin menggerus keberadaan hutan juga dibahas di sini. Selain itu, film ini menyisipkan tanda tanya besar untuk pemerintah dalam memberi perizinan ke perusahaan. Iming-iming lapangan kerja dinilai tak tepat sasaran, khususnya untuk masyarakat adat yang paling terdampak sebab kesehariannya bersanding dengan hutan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami tidak bisa lagi berladang, berburu. Kami tidak bisa lagi mengambil air dan ikan, lihat sungai kami ini keruh,&quot; keluh perwakilan adat Laman Kinipan dalam film tersebut. Effendi Buhing, tokoh adat yang beberapa waktu lalu diwawancarai di program Mata Najwa, dalam edisi &quot;Hukuman Suka Suka&quot; menjadi gambaran rentannya masyarakat adat dipenjarakan atas tuduhan mengganggu usaha.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah lagi dengan undang-undang sapu jagat atau yang dikenal Omnibus Law, menambah keprihatinan aktivis lingkungan dan akademisi. Sebab, hal itu dianggap melanggengkan kekuasaan perusahaan tanpa memikirkan dampak lingkungan yang akan dirasakan masyarakat dan kaum marjinal.</p><p style="text-align: justify;">Keberadaan hutan tak hanya dirampas perusahaan swasta, namun juga program <em>Food Estate</em> yang digagas pemerintah. Jokowi mencanangkan lumbung pangan ini di tiga pulau besar, yakni Sumatra, Kalimantan, dan Papua dengan luas yang bervariasi. Petani menganggap lumbung pangan dengan maksud untuk mengatasi masalah pangan ini malah berpotensi menambah krisis. Hama yang melanda dan kegagalan panen yang menghantui, jadi alasan mengapa lumbung pangan tak serta-merta jadi solusi.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi tanda tanya disematkan pada definisi restorasi ala pemerintah. Konsesi perusahaan restorasi ekosistem kerap tumpang tindih dengan masyarakat adat. Layaknya yang terjadi di Jambi. Dalam izin ini, perusahaan tidak boleh menambang, menebang, juga membuka perkebunan satu jenis seperti sawit. Mereka hanya diperbolehkan membuka jasa lingkungan dan menjual hasil hutan non-kayu, seperti madu.</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat bersitegang saling tuduh dengan perusahaan, terkait siapa yang melakukan pembakaran hutan. Bahkan di wilayah yang sudah disepakati untuk tidak dieksploitasi. Di sinilah kekacauan atas komitmen pemerintah baik Indonesia maupun negara maju dalam merespons krisis iklim. Perdagangan karbon yang mereka perbincangkan lagi-lagi dinilai tak tepat sasaran untuk masyarakat adat, yang mana seharusnya merasakan dampak kesejahteraannya ketika membahas hutan dan hasil alam.</p><p style="text-align: justify;">Masih rancunya aturan dan komitmen pemerintah terkait lingkungan tentu akan menyengsarakan tak hanya manusia, namun juga spesies lain yang tentu butuh hidup. Rusaknya ekosistem alam punya efek domino terhadap kesehatan dan kesejahteraan. Film dokumenter Kinipan ini bisa menjadi opsimu menyelami isu lingkungan saat ini <em>lho</em>. Bagaimana, tertarik menyaksikan? (<strong><em>rst/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Audiensi Jarvo Mulawarman: Ungkap Keterlambatan Sistem Layanan Hingga UKT Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-jarvo-mulawarman-ungkap-keterlambatan-sistem-layanan-hingga-ukt-mahasiswa/baca </link>
<guid> audiensi-jarvo-mulawarman-ungkap-keterlambatan-sistem-layanan-hingga-ukt-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 12 May 2021 10:34:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Advokasi kepada birokrat terhadap permasalahan kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/audiensi-jarvo-mulawarman-ungkap-keterlambatan-sistem-layanan-hingga-ukt-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zm4xQxzNSL.png" />
					</figure>
			                <h1>Audiensi Jarvo Mulawarman: Ungkap Keterlambatan Sistem Layanan Hingga UKT Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Mengungkap keresahan mahasiswa&nbsp;terhadap jajaran petinggi Unmul, Jaringan Advokasi (Jarvo) Mulawarman gelar audiensi terbuka secara daring pada Kamis (6/5) lalu. Agenda yang berlangsung melalui Zoom Meeting tersebut dihadiri 70 peserta dari 14 fakultas mulai pukul 14.00-16.00 Wita.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Turut pula menghadirkan Rektor beserta para wakil rektor I hingga IV serta perwakilan fakultas oleh para dekan. Dalam hal ini, Jarvo mengharapkan agar tuntutan dapat terealisasi oleh pihak Unmul dan tak semata ditampung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Poin yang disampaikan meliputi pemberian jaminan kesehatan, keselamatan dan keamanan dalam proses perkuliahan secara luring, pemenuhan distribusi kuota mahasiswa yang masih belum merata juga transparansi layanan perkuliahan pada laman resmi <em>unmul.ac.id</em>. Tak luput, Jarvo juga meminta adanya sistem teknologi yang memudahkan administrasi dan menyajikan data anggaran secara terperinci. </p><p style="text-align: justify;">Membuka alur diskusi, Koordinator Lapangan (Korlap) Jarvo, Andi Indra Kurniawan secara tegas meminta birokrat untuk memperhatikan sistem layanan perkuliahan terutama dengan metode daring. Menurutnya, banyak mahasiswa yang merasa resah dengan lambatnya pelayanan sampai luputnya birokrasi dalam memberikan keterangan lebih lanjut. Sehingga, ia berharap agar kampus dapat memberikan transparansi dalam penyampaian informasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Data statistik kampus tidak ter-<em>update</em> secara berkala. Jangan sampai <em>update</em> hanya untuk peningkatan akreditasi, sementara layanan mahasiswa yang setiap hari itu tidak diberikan secara optimal,&rdquo; ucap Andi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Andi, perwakilan mahasiswa yang hadir turut membuka suara. Mei Nur Rahman, mahasiswa asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini menyoroti sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada mahasiswa baru 2021 jalur SNMPTN. Terdapat laporan jika mereka memperoleh golongan UKT yang tidak sesuai dengan keadaan ekonomi masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pelayanan lambat, UKT mahasiswa baru terlampau melebihi kemampuan ekonomi mereka. Harusnya ada pendoman yang jelas terkait UKT,&rdquo; papar Rahman.</p><p style="text-align: justify;">Yulfia Septi Annisa, perwakilan BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) juga menuturkan jika sistem pelayanan menggunakan aplikasi WhatsApp tidak efektif. Kendati, sistem administrasi semenjak pandemi Covid-19 beralih menjadi daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada tanggapan dari fakultas untuk pelayanan mahasiswa, informasi akademik  lambat. Mahasiswa mengalami ketidakjelasan akhirnya,&rdquo; sambung Yulfi.</p><p style="text-align: justify;">Jarvo mendesak agar permasalahan ini dapat ditindak lanjut oleh Unmul secara tanggap. Mereka menargetkan, dalam dua bulan seluruh tuntutan dapat terealisasikan. Apabila tidak memenuhi, Jarvo akan kembali melakukan audiensi.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Menanggapi tuntutan Jarvo, Rektor Unmul, Masjaya akan memeriksa kembali sistem pelayanan mahasiswa yang bermasalah. Dirinya tidak bisa langsung menyimpulkan kesalahan terdapat pada sistem atau mahasiswa.</span><br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem pelayanan publik kita terbaik di Kaltim dan nasional. Setahu saya keterangan aktif kuliah, data alumni dan data lainnya lengkap di Unit Layanan Terpadu (ULT). Laporan dari pelayanan ULT diberikan tidak sampai dua hari, namun akan saya periksa kembali,&rdquo; jelas Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kuota, Masjaya mengaku Unmul telah mendistribusikannya dengan baik sejak awal pandemi. Mahasiswa yang mendapatkan kuota ia paparkan berdasarkan pendataan oleh fakultas. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, kebijakan berubah oleh Menteri. Untuk kuota sekarang diatur Kemendikbud, sehingga universitas tidak boleh mengganggarkan. Jadi, verifikasi oleh mereka langsung, bukan dari kami. Kami sudah komplain ke mereka,&rdquo; jelas Masjaya. </p><p style="text-align: justify;">Ia membenarkan, hampir 10 ribu mahasiswa belum mendapatkan kuota Kemendikbud dan Unmul sedang mengawal permasalahan ini. Tak hanya Masjaya, Wakil Rektor II Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan, Abdunnur mengaku siap menerima saran perihal UKT dari setiap fakultas. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait UKT, hasil verifikasi dan validasi sebetulnya secara pedoman teknis sudah ada. Namun jika ada melihat yang tidak sesuai, silakan laporkan. Apalagi jalur SNMPTN biasanya tidak ada kebijakan yang sesuai dengan dokumen yang dimasukkan oleh mahasiswa sehingga banyak terjadi miss, Silakan didata dan akan langsung kami kawal,&rdquo; tanggap Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor I bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono, mengungkapkan jika Unmul saat ini tengah mempersiapkan perkuliahan kembali secara tatap muka. Namun, persiapan yang dibutuhkan melalui banyak proses. Mereka berharap agar pembelajaran dapat berlangsung aman mengingat pandemi Covid-19 yang belum usai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak bisa langsung menjanjikan, sistem masih kita uji coba. Entah nanti mahasiswa masuknya bergantian dan masih melihat pertimbangan Satgas Covid-19 Unmul karena situasi masih riskan,&rdquo; tandas Agung. <strong><em>(syl/rst)</em></strong></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjelajah Misteri dan Kasus Bersama Agatha Christie </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/menjelajah-misteri-dan-kasus-bersama-agatha-christie/baca </link>
<guid> menjelajah-misteri-dan-kasus-bersama-agatha-christie </guid>
<pubDate> Wed, 12 May 2021 10:54:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi novel misteri karya Agatha Christie. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/menjelajah-misteri-dan-kasus-bersama-agatha-christie/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RoFMQ6iEvA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menjelajah Misteri dan Kasus Bersama Agatha Christie</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Selain ragam cerita romantis, komedi atau <em>slice of life</em>, genre misteri maupun detektif menjadi salah satu jenis cerita yang memiliki banyak penggemar. Sering kali novel-novel dengan tema tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dalam melihat sebuah kejadian atau peristiwa, kemudian diikuti dengan pemecahan masalah.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Salah satu penulis novel misteri yang terkenal sepanjang masa adalah Agatha Christie. Disebut sebagai &quot;<em>The Queen of Mystery</em>&quot;, penulis asal Inggris ini telah menulis sebanyak 66 novel detektif dan 14 koleksi cerita pendek. Christie merupakan sosok di balik tokoh detektif terkenal Hercule Poirot dan Miss Marple. Karya-karyanya juga telah diterbitkan dalam berbagai bahasa bahkan diadaptasi menjadi serial dan film. Penasaran dengan kasus-kasus menarik yang menegangkan? Berikut <em>Sketsa</em> berikan rekomendasinya untukmu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>And Then There Were None</strong></p><p style="text-align: justify;">Awalnya, novel ini terbit dengan nama <em>Ten Little Niggers</em> pada 1939. Namun, pada tahun 1940 berganti judul menjadi And <em>Then There Were None</em>. Dengan latar &apos;Pulau Negro&apos; di kawasan Devon, Inggris, 10 orang diundang untuk menikmati &apos;liburan&apos; dari seseorang misterius yang berinisial U.N.O. Namun, kesepuluh orang ini memiliki riwayat pembunuhan yang berbeda-beda di masa lalu. Dalam waktu 36 jam, mereka semua mati mengenaskan di pulau itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Baca kisahnya hingga akhir, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>The ABC Murders</strong></p><p style="text-align: justify;">Seperti namanya, <em>The ABC Murders</em> merupakan kisah pembunuhan berantai yang melibatkan abjad dari nama-nama korban secara berurutan. A untuk Andover, di mana Mrs. Ascher dipukul hingga mati. B untuk Bexhill yang merupakan lokasi Betty Barnard mati dicekik, serta C yang berarti Churston dan Sir Carmichael ditemukan tewas terbunuh. Pelaku turut menyertakan sebuah buku yang dibuka pada halaman tertentu. Inilah yang menjadi salah satu petunjuk dalam pemecahan kasus. Di dalam novel ini, kamu akan mengetahui bagaimana Hercule Poirot beraksi dengan sel-sel kelabu di otaknya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hercule Poirot&apos;s Christmas</strong></p><p style="text-align: justify;">Natal biasanya identik dengan suka cita dan kehangatan bersama keluarga. Simon Lee adalah seorang kaya raya yang memiliki hubungan tidak harmonis dengan keluarganya. Pada perayaan Natal, sanak keluarganya hadir di rumahnya. Sebagian ingin merayakan Natal, ada pula yang datang mengharapkan warisan Simon. Tiba-tiba, Simon tewas mengenaskan dan menjadi histeria pada keluarga tersebut. Pada cerita kali ini, kamu akan menemui sebuah kasus pembunuhan yang sangat unik alias <em>out of the box</em> dengan metode yang tidak biasa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Murder Is Easy</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagaimana jika kamu menemukan sebuah kisah pembunuhan yang mendetail dan mengerikan dari sebuah tempat? Luke Fitzwilliam, seorang mantan polisi bertemu dengan seorang wanita tua bernama Miss Pinkerton dalam perjalanannya ke Scotland Yard. Selama di kereta, Miss Pinkerton menceritakan kasus-kasus kematian yang terjadi di desanya. Ia merasa sangat janggal lalu mencurigai seseorang, karena itu ia hendak melaporkannya ke polisi. Setelah berpisah, Luke kemudian berpikir jika kasus-kasus tersebut terlalu detail dan mungkin hanya mengada-ngada. Sampai kemudian ia mendengar kabar jika Miss Pinkerton tewas karena tabrak lari di hari pertemuan mereka. Luke akhirnya memulai investigasi dan menyamar menuju Wychwood under Ashe, tempat semuanya dimulai.</p><p style="text-align: justify;"><strong>A Murder is Announced</strong></p><p style="text-align: justify;">Siap-siap untuk memecahkan kasus bersama Miss Marple yang cerdas. Ini merupakan salah satu novel pembunuhan paling rumit. Di sebuah desa bernama Chipping Cleghorn, terdapat sebuah &lsquo;iklan&rsquo; atau berita pembunuhan pada Jumat, 9 Oktober di Little Paddock pukul 6.30 sore. Karena itulah, penduduk beramai-ramai mendatangi tempat tersebut. Saat sedang menunggu &lsquo;kejadian&rsquo;, lampu tiba-tiba padam dan seorang lelaki menerobos masuk membawa pistol. Anehnya, lelaki tersebutlah yang meregang nyawa. Belum berakhir sampai di situ, dua orang lainnya lalu mati overdosis dan seorang lagi mati dicekik. Plot cerita yang kompleks dengan banyaknya orang yang terlibat akan membuatmu lebih tertantang dalam menyelesaikannya.</p><p style="text-align: justify;">Itulah kelima rekomendasi novel Agatha Christie yang <em>Sketsa</em> rangkum untukmu. Selain mendapatkan kisah-kisah menarik yang membuat tercengang, kamu juga dapat melatih penalaran sembari ikut &lsquo;memecahkan&rsquo; kasus. Apakah kamu sudah membaca salah satu di antaranya?<strong><em>&nbsp;(len/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rayakan Lebaran di Perantauan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rayakan-lebaran-di-perantauan/baca </link>
<guid> rayakan-lebaran-di-perantauan </guid>
<pubDate> Thu, 13 May 2021 07:37:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Merayakan lebaran di perantauan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rayakan-lebaran-di-perantauan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IN1xvTluQ1.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rayakan Lebaran di Perantauan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah pemerintah mengeluarkan edaran terkait larangan mudik termasuk mudik lokal antar kota dalam provinsi, tidak ada pilihan lain bagi perantau untuk merayakan Lebaran di kampung halaman. Tak terkecuali Misbahuddin, mahasiswa Kehutanan 2019 ini.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tahun ini adalah kali keduanya merayakan Lebaran tanpa keluarga. Karena faktor perkuliahan dan bekerja juga protokol kesehatan Covid-19, ia memutuskan untuk tetap di Samarinda. Tentu saja, ia merindukan keluarganya dan berharap dapat berkumpul bersama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rindu campur sedih, cuma bisa <em>video call</em>-an dan cuma bisa melihat masakan orang tua dari jauh sambil bilang &apos;enak&apos;. Rindu masakan orang tua, mengobrol dengan sanak saudara,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Minggu (9/5).</p><p style="text-align: justify;">Ia lalu menyusun acara sederhana bersama teman dekatnya yang berada di sekitar rumah. Tidak lupa bersilahturahmi ke rumah pamannya yang berada di kota yang sama. Walaupun berbeda suasana, setidaknya Misbahuddin tak lagi merasa sendirian.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada opor ayam, daging rendang, ketupat atau segala macam hidangan yang berkaitan dengan hari kemenangan. Menjalani Lebaran di perantauan dan jauh dari sanak keluarga adalah salah satu resiko yang harus diterima. Ini membuat kita lebih menghargai rasa kebersamaan dan hangatnya hubungan keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Meski bersilahturahmi tanpa jabat tangan dan berpelukan, makna dari kebersamaan tetap tak tergantikan. Kita harus bersyukur sebab era teknologi saat ini memungkinkan untuk tatap muka melalui media daring. Selamat Idulfitri untuk kamu, di mana saja. <strong><em>(ans/aot/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> YOLO, Gaya Hidup Toxic di Kalangan Milenial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/yolo-gaya-hidup-toxic-di-kalangan-milenial/baca </link>
<guid> yolo-gaya-hidup-toxic-di-kalangan-milenial </guid>
<pubDate> Fri, 14 May 2021 06:01:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> You Only Live Once. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/yolo-gaya-hidup-toxic-di-kalangan-milenial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8mFPMRb8jZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>YOLO, Gaya Hidup Toxic di Kalangan Milenial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - <em>You Only Live Once</em> atau yang kerap disingkat YOLO, merupakan gaya hidup yang belakangan ini sangat populer di kalangan milenial. Istilah ini merupakan <em>lifestyle</em> yang cenderung mengarah pada kegiatan yang konsumtif. YOLO mengutamakan prinsip yang menekankan kebebasan dan memiliki pola pikir untuk menikmati hidup semaksimal mungkin, sebab hidup hanya sekali.</span></p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, dalam realitanya tidak sedikit yang menggunakan tren ini sebagai pembenaran dalam berfoya-foya. Memang, yang satu ini tidak selamanya berkonotasi negatif. Bagi sebagian orang, gaya hidup ini diartikan sebagai sebuah usaha memaksimalkan segala sesuatu dalam hidup.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, generasi milenial umumnya sudah berpenghasilan. Namun, apabila mereka selalu impulsif mengambil keputusan maka akan selalu merasa kekurangan. Berapa pun gaji yang diterima, tidak akan pernah cukup jika selalu menuruti gaya hidup yang terus meningkat. Apalagi nafsu untuk mengikuti lifestyle terbaru memang sangat tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>rumah123.com</em>, kenaikan harga rumah jauh lebih besar dibanding kenaikan pendapatan per tahunnya. Di Indonesia, harga properti memiliki rata-rata kenaikan per tahunnya sebesar 17 persen. Sedangkan untuk Upah Minimum Regional (UMR) sendiri, kenaikannya tidak sampai menyentuh angka 10 persen. Dalam tiga tahun ke depan, diperkirakan hanya sekitar 5 persen kaum milenial (kelahiran 1982-1995) yang sanggup membeli rumah. 95 persen sisanya tak memiliki tempat tinggal tetap.</p><p style="text-align: justify;">Dilihat dari perspektif finansial, gaya hidup YOLO memiliki banyak sisi negatif. Bagi kamu yang mungkin ingin memiliki masa depan lebih baik, tak ada salahnya mengikuti beberapa tips yang dapat mengontrol keuanganmu di masa depan. Berikut <em>Sketsa</em> bagikan tipsnya untuk kamu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mulai membiasakan diri menabung dan menginvestasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Masa depan merupakan hal yang tidak bisa kita capai secara instan. Untuk itu, mulailah membiasakan diri untuk menabung dan berinvestasi. Dalam hal menabung, sifat konsisten adalah hal yang lebih penting dibandingkan jumlah hal yang ditabung. Mulailah dari yang kecil dan bertahap, seperti Rp500 ribu sebulan untuk yang bergaji UMR atau Rp1 juta sebulan untuk yang gaji di atas Rp5 juta sebulan.</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan berinvestasi, memulainya secara bertahap sangat dianjurkan. Ada banyak jenis investasi yang dapat kamu pilih seperti membeli saham dan menabung emas. Selain itu, kamu juga bisa mengikuti <em>workshop</em> untuk meningkatkan <em>skill</em> kamu dalam berkarier, kegiatan itu juga bisa menjadi salah satu opsinya, loh.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Membuat perencanaan keuangan secara matang&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Membuat daftar rincian rencana keuangan dalam jangka mingguan dan bulanan dengan konsisten bisa menjadi cara yang efektif untuk meninggalkan kebiasaan hidup YOLO. Sebagai contoh, kamu bisa menjabarkan kebutuhan apa saja yang kamu perlukan. <span style="background-color: transparent;">&nbsp;Kemudian membagi total nominal tersebut ke dalam jangka mingguan. Misal biaya untuk makan dalam sebulan adalah Rp2 juta, maka setiap minggunya tidak boleh menghabiskan lebih dari Rp500 ribu. Lakukan langkah ini pada target pengeluaranmu yang lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Memperbanyak referensi mengelola keuangan dari ahli finansial</strong></p><p style="text-align: justify;">Di era digitalisasi ini cukup banyak <em>financial planner</em> atau <em>influencer</em> yang membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka secara gratis di media sosial. Berbagai informasi tersebut dapat kamu rangkum sebagai referensi mengatur finansialmu. Seorang <em>financial planner</em> biasanya tidak hanya terpaku pada segi teori saja. Sebaliknya, mereka turut memberikan gambaran tentang langkah-langkah yang bisa diambil agar terhindar dari stres finansial.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Strategi menahan diri 48 jam</strong></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>liputan6.com,</em> strategi ini cocok diterapkan ketika kamu tergoda untuk membeli suatu barang yang belum tentu kamu butuhkan. Saat ini, kita bisa membeli segala sesuatu dengan praktis melalui <em>online</em>. Namun di sisi lain, hal ini juga membuat kamu sulit melakukan kontrol diri dari sifat konsumtif. Sebelum memutuskan untuk membayar, sebaiknya tahan dulu dirimu selama 48 jam atau dua hari. Bisa saja, setelah dua hari, kamu tidak lagi menginginkan barang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui gaya hidup YOLO dari informasi di atas, sudah tahu bukan tips untuk mengatasinya? Kamu juga bisa mengikuti cara lain untuk menghindari dampak buruk yang ditimbulkan dari penerapan gaya hidup ini. Semoga beberapa tips ini bermanfaat, ya! (<strong><em>nkh/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wajah Baru Gedung Proyek IsDB Unmul, 2021 Siap Beroperasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-gedung-proyek-isdb-unmul-2021-siap-beroperasi/baca </link>
<guid> wajah-baru-gedung-proyek-isdb-unmul-2021-siap-beroperasi </guid>
<pubDate> Fri, 14 May 2021 11:21:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pasca tiga tahun peletakan batu pertama pada Project Implementation Unit (PIU) IsDB Unmul, 6 gedung yang telah rampung kini dapat digunakan. Adapun jalannya serah terima di salah satu gedung baru dipimpin oleh Rektor Unmul, Masjaya pada Kamis (1/4) lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-gedung-proyek-isdb-unmul-2021-siap-beroperasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lHBPRyD2Dj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wajah Baru Gedung Proyek IsDB Unmul, 2021 Siap Beroperasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pasca tiga tahun peletakan batu pertama pada <em>Project Implementation Unit</em> (PIU) IsDB Unmul, 6 gedung yang telah rampung kini dapat digunakan. Adapun jalannya serah terima di salah satu gedung baru dipimpin oleh Rektor Unmul, Masjaya pada Kamis (1/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pembangunan yang dilakukan sejak 2018 tersebut menghasilkan fasilitas dan sarana baru bagi fakultas dan universitas. Di antaranya, <em>Science Learning Center</em> Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), gedung perkuliahan dan laboratorium Fakultas Teknik (FT), Fakultas Farmasi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) serta Gedung <em>Integrated &nbsp;Laboratory</em> (I-LAB) dan <em>Water &nbsp;Treatment Plant</em> (WTP).</p><p style="text-align: justify;">Proyek ini memiliki nominal dengan rincian <em>hard program</em> mencapai USD29.5 juta atau senilai Rp324.118 miliar. Sementara <em>soft</em>&nbsp;<em>program</em> untuk pengadaan barang dan peralatan dialokasikan sebesar USD12.83 juta. Bohari Yusuf, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat mengungkapkan bahwa proyek yang telah direncanakan sejak 2016 silam tersebut telah siap digunakan oleh civitas academica.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu semua total Rp317 miliar, harapannya dapat digunakan dengan baik dan sesuai dengan harapan mereka (civitas academica),&rdquo; ucap Bohari kepada <em>Sketsa</em> melalui sambungan telepon, Rabu (5/5).</p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu fakultas yang menerima gedung baru untuk menunjang proses pembelajaran di kampus, Dekan FMIPA, Idris Mandang menyebutkan jika Gedung</p><p style="text-align: justify;">Telah menerima gedung yang siap menunjang proses pembelajaran di Kampus, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Idris Mandang menyebutkan jika <em>Science Learning Center</em> memiliki fasilitas baru seperti tambahan laboratorium dasar Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Fasilitas ini dapat digunakan oleh fakultas lain untuk praktikum. Terdapat pula <em>Lounge Room</em> dan <em>Lecture Theatre</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Konsepnya sama seperti yang di luar negeri. Kami juga mengusulkan konsep fasilitas yang dibutuhkan. Kemungkinan gedung akan ditempati sepenuhnya pada Oktober 2021,&rdquo; sambung Idris.</p><p style="text-align: justify;">Gedung yang memiliki 4 lantai tersebut turut menambah ruang belajar pada lantai 3 dan 4 serta pusat administrasi fakultas di lantai 2. Gedung baru yang masih satu wilayah dengan gedung sebelumnya, diharapkan dapat membantu untuk menampung mahasiswa pada fakultas yang mengantongi akreditasi A tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin masih minim ruangan perkuliahan, sampai mahasiswa berada di kampus hingga magrib. Semoga dengan adanya gedung baru, kegiatan mahasiswa hanya sampai pukul 16.00 Wita,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Idris, Iwan Ramdan selaku Dekan FKM menyambut baik serah terima gedung. Sempat diwawancarai Sketsa pada Jumat (30/4) lalu, ia mengatakan, keberadaan gedung baru yang berada di satu kawasan fakultas diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam aktivitas perkuliahan. Lebih lanjut, ia memaparkan fasilitas penunjang yang tersedia. Seperti Laboratorium Kesehatan Lingkungan, Keselamatan Kerja, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Gizi Kesmas, Mikrobiologi dan Komputer, <em>Theater &nbsp;Room</em>, Perpustakaan, <em>Researcher Room</em> hingga kafetaria.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kegiatan perkuliahan program studi S1 Kesehatan Masyarakat sebagian masih di gedung lama. Rencana, gedung lama akan digunakan untuk program studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Tapi masih dalam proses pengajuan izin,&rdquo; terang Iwan kepada <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa pun turut buka suara mengenai gedung-gedung ini. Salah satunya Andi Berbi Ollan Yunus, mahasiswa Farmasi 2018. Berbi, sapaan akrabnya menuturkan jika ia mengetahui peresmian gedung baru di fakultasnya meski belum melihat secara langsung karena pelaksanaan kuliah daring. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gedungnya didesain lima lantai, tentu kapasitas lab lebih besar dari yang sebelumnya. Ada lift juga, jadi mahasiswa enggak capek buat naik turun tangga,&rdquo; terang Berbi kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (8/5).</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, penggunaan gedung lama juga masih aktif digunakan oleh seluruh civitas academica Farmasi. Ia mengaku tidak sabar memulai perkuliahan di gedung baru, apabila pembelajaran kembali secara tatap muka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelumnya, lab sering terkena banjir. Sekarang sudah ada baru, jadi enggak khawatir lagi kebanjiran,&rdquo; tandasnya. <strong><em>(rid/fsf/yvn/syl/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Edukasi Imunitas Tubuh dan Vaksinasi Covid-19 dalam Webinar Tim 6 KKNT Farmasi Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/edukasi-imunitas-tubuh-dan-vaksinasi-covid-19-dalam-webinar-tim-6-kknt-farmasi-unmul/baca </link>
<guid> edukasi-imunitas-tubuh-dan-vaksinasi-covid-19-dalam-webinar-tim-6-kknt-farmasi-unmul </guid>
<pubDate> Sun, 16 May 2021 10:31:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Media Partner. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/edukasi-imunitas-tubuh-dan-vaksinasi-covid-19-dalam-webinar-tim-6-kknt-farmasi-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YxJIkAMXXw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Edukasi Imunitas Tubuh dan Vaksinasi Covid-19 dalam Webinar Tim 6 KKNT Farmasi Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Minggu (9/5) lalu, mahasiswa Fakultas Farmasi (FF) Unmul yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) melakukan webinar bertema &ldquo;Pentingnya Imunitas Tubuh dan Vaksinasi Covid-19.&rdquo; Agenda yang dilaksanakan melalui Zoom tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi serta pengetahuan terhadap masyarakat akan pentingnya menjaga imunitas tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini didasari atas anggapan masyarakat yang kerap menganggap sepele imunitas tubuh. Padahal, imunitas sangat penting dalam mencegah virus Covid-19 masuk ke tubuh. Sama halnya dengan vaksinasi, masih banyak asumsi miring yang timbul di benak masyarakat terkait vaksinasi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, mahasiswa FF Unmul khususnya tim KKNT yang berasal dari kelompok 6 mengadakan webinar untuk menambah wawasan masyarakat terhadap pentingnya kesehatan tubuh dan simpang siurnya informasi mengenai Covid-19 . Tak hanya itu, acara ini juga dibuat untuk menyadarkan masyarakat yang enggan untuk peduli akan pentingnya imunitas tubuh serta vaksinasi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaannya, ada tiga poin utama yang disampaikan. Yakni perilaku <em>New Normal</em> atau normal baru dalam mencegah penularan Covid-19, upaya meningkatkan imunitas tubuh dan upaya vaksinasi efektif. Penyampain materi tersebut disampaikan langsung oleh dosen Farmasi Unmul, Niken Indriyanti selaku narasumber.</p><p style="text-align: justify;">Niken menyampaikan, pada perilaku <em>New Normal</em> kali ini banyak masyarakat yang menggunakan masker tidak sesuai dengan standar <em>World Health Organization</em> (WHO). Seharusnya, masker kain yang sesuai standar WHO terdapat tiga lapisan. Sama halnya dengan masker medis yang memiliki tingkat efektivitas tinggi untuk menangkal virus, karena ada tiga lapisan dan sudah memiliki standarisasi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga menjelaskan penggunaan vitamin dan obat herbal tidak perlu dilakukan setiap hari. Ini karena imunitas tidak dapat dipaksakan. Adapun gaya hidup sehat dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika imunitas atau fisik kita baik, olahraga cukup, makan makanan bergizi, dan kondisi tubuh fit maka tidak perlu minum vitamin. Penggunaan vitamin jadi tidak ada gunanya jika (tubuh) dirasa kurang fit. Jika sedang memerlukan, baru dapat digunakan,&rdquo; jelas Niken.</p><p style="text-align: justify;">Tak luput, ia menyampaikan bahwa upaya meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh dapat dimulai dengan cara-cara yang sederhana. Cara tersebut dapat dimulai dengan makan-makanan bergizi seimbang, olahraga, mencukupi kebutuhan vitamin D, minum vitamin dan jamu jika perlu serta pastikan kita tidak terkena autoimun. Perlu diperhatikan, jika sistem imun meningkat maka akan berbahaya khususnya untuk penderita autoimun.</p><p style="text-align: justify;">Niken turut menyampaikan mengenai efektivitas vaksin yang hanya ada pada orang sehat, bukan pada orang yang sakit. Menurutnya, jika sedang dalam kondisi dengan keluhan atau <em>suspect</em> maka akan berisiko pada saat diberikan vaksinasi. Sebab vaksin merupakan virus yang dilemahkan atau dimatikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan olehnya, jika ada virus dalam tubuh yang masih aktif, maka vaksin tersebut tidak berguna. Tak hanya itu, ia juga mengungkap pentingnya <em>screening</em> terlebih dahulu sebelum vaksinansi. Vaksin Covid-19 sendiri tidak dapat diberikan kepada penderita komorbid berat. Seperti penderita diabetes juga tak bisa diberikan pada ibu hamil. Namun pada ibu menyusui justru dapat dilakukan vaksinasi.</p><p style="text-align: justify;">Vaksinasi ini penting lantaran setelah proses penyuntikan, vaksin akan memaksa sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi anti Covid-19. Maka, orang yang ingin divaksin harus sehat supaya antibodi yang didapatkan bisa maksimal. Kemudian, <em>booster</em> atau vaksinasi ulang juga diperlukan agar titer antibodi mampu lebih tinggi lagi di dalam tubuh. Sehingga kemampuan mencegah infeksi Covid-19 lebih kuat.</p><p style="text-align: justify;">Terkait perilaku standar <em>New Normal</em>, menurutnya kebutuhan vitamin atau suplemen, herbal atau jamu dan vaksin menjadi kunci supaya kasus Covid-19 tidak meningkat kembali. Harapannya, <em>Herd Immunity&nbsp;</em>segera tercapai dan semua aktivitas masyarakat bisa terlaksana dengan baik. <strong><em>(bey/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Candu dan Rindu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/candu-dan-rindu/baca </link>
<guid> candu-dan-rindu </guid>
<pubDate> Sun, 16 May 2021 10:40:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi Candu dan Rindu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/candu-dan-rindu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iKlOtYNW1Q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Candu dan Rindu</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Seperti malam yang tak pernah bertemu siang</span><br></p><p>Layaknya langit yang tak pernah menyentuh bumi</p><p>Di dalam gelap aku bertanya, apakah kita bisa bersama?</p><p><br></p><p>Kamu adalah pertanyaan yang tidak kutemukan jawabnya</p><p>Sebuah rahasia yang tidak mampu terungkap kebenarannya</p><p>Duduk bersama tanpa cerita</p><p>Berjalan beringiran tapi tak pernah menyapa</p><p><br></p><p>Kepingan harapan sudah kandas</p><p>Hingga menimbulkan luka hebat yang tak berbekas</p><p><br></p><p>Semua tampak semu, berbayang-bayang, dan tidak menentu</p><p>Kamu adalah candu untuk diriku yang sendu</p><p>Lantas, apakah boleh aku rindu?</p><p><strong><em>Ditulis oleh Siti Rahmi, mahasiswi Manajemen, FEB 2020</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membaca vs Menonton, Mana yang Patut Diberdayakan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/membaca-vs-menonton-mana-yang-patut-diberdayakan/baca </link>
<guid> membaca-vs-menonton-mana-yang-patut-diberdayakan </guid>
<pubDate> Mon, 17 May 2021 11:40:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Membaca vs Menonton, Mana yang Patut Diberdayakan? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/membaca-vs-menonton-mana-yang-patut-diberdayakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JdtOAxSGvJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Membaca vs Menonton, Mana yang Patut Diberdayakan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kebudayaan baca memiliki usia yang lebih tua daripada budaya menonton. Membaca telah menjadi saksi atas perkembangan peradaban manusia, yang muncul ketika aksara diciptakan hingga ditemukannya kertas. Teknologi semakin berkembang dengan adanya mesin cetak, ditambah kemajuan teknologi yang memungkinkan keberadaan buku dalam bentuk digital.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sementara, kebudayaan menonton dimulai dari menyaksikan pertunjukan panggung. Kemudian lahirlah bioskop, televisi, dilanjutkan dengan aktivitas menonton pada smartphone juga komputer dan laptop.</p><p style="text-align: justify;">Era digital yang menuntut kepraktisan dan serba instan membuat kegiatan menonton lebih diminati dibandingkan membaca. Sebelum pandemi, bioskop lebih ramai ketimbang toko buku atau perpustakaan. Memang ketika pandemi, minat baca cukup naik terutama dengan maraknya penyedia buku digital.</p><p style="text-align: justify;">Namun, mayoritas kegiatan baca belum sampai pada tahap &lsquo;minat&rsquo; atau menjadi kebiasaan. Minat menonton sendiri juga bertambah besar. Bahkan tak sedikit yang rela menghabiskan banyak kuota dan membayar media <em>streaming</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>goodnewsfromindonesia.com</em>, selama pandemi dan pelaksanaan PSBB pada April lalu, jumlah pengunduh iPusnas diketahui melonjak tiga kali lipat mencapai 42.645 kali unduhan. Data statistik Perpusnas juga memperlihatkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2017, persentase minat baca di Indonesia mencapai 36,48 persen. Persentase tersebut meningkat signifikan pada 2018 yang mencapai 52,92 persen. Di 2019, minat baca masih menunjukkan peningkatan yaitu di 53,84 persen.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, layanan <em>streaming</em> film melonjak lebih tinggi salah satunya Netflix. Dikutip dari <em>kompas.com</em>, Netflix memiliki lebih dari 200 juta pelanggan berbayar. Jumlah tersebut meningkat 30 persen dari tahun 2019. Sebanyak 37 juta pelanggan baru menggunakan layanan Netflix di 2020, termasuk tambahan 8,5 juta pengguna baru dalam tiga bulan terakhir di tahun tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Jika dibandingkan, lebih utama mana antara membaca atau menonton? Meski menonton juga memiliki sejumlah manfaat, namun membaca memiliki nilai yang jauh lebih utama. Selain menjadi media hiburan dan penambah wawasan, aktivitas menonton lebih cepat diterima oleh otak. Misalnya melihat gambar makanan yang enak, maka tanpa melalui proses berpikir kita akan merasa ingin makan. Berita yang sifatnya mengancam eksistensi hidup juga kita akan segera direspons.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, membaca akan melibatkan otak ketiga yakni otak <em>neokorteks</em> untuk bernalar dan berlogika. Membaca kumpulan huruf, untaian kata dan kalimat akan merangsang otak untuk berpikir terlebih dahulu sebelum diterima sebagai informasi. Membaca juga akan melatih daya ingat dan konsentrasi dalam jangka waktu yang lama. Membaca buku secara rutin, otak distimulasi untuk terbiasa mengolah pikiran dan memori, serta fokus terhadap suatu hal selama beberapa waktu. Dengan kata lain, membaca dapat mencegah penurunan daya ingat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, membaca juga dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, penghilang stres serta mengasah emosi seperti simpati dan empati terhadap sesama. Masih ragu untuk mulai membaca buku? Yuk, mulai membiasakan diri membaca buku! Berikut Sketsa berikan tipsnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cari buku sesuai minat atau kegemaran</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu suka kisah-kisah romansa, cobalah dengan mencari bacaan dengan kisah cinta atau cari buku dengan nuansa petualangan jika kamu suka akan tantangan. Buku yang sesuai dengan minatmu bisa menjadi langkah pertama dalam membaca.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tetapkan niat dan tujuan</strong></p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, tetapkan niat dan tujuanmu dalam membaca. Bisa sebagai terapi anti stres, memperbaiki kualitas tidur, hiburan pengisi waktu luang atau mempelajari sesuatu yang baru. Hal ini akan meningkatkan motivasimu dalam membaca.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menyisihkan waktu untuk membaca</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu termasuk orang yang tidak memiliki waktu untuk membaca, cobalah meluangkan waktu beberapa menit sebelum tidur, ketika istirahat atau bahkan memanfaatkan waktu menunggumu dengan membaca. Tidak harus berjam-jam, beberapa menit per hari saja sudah cukup.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Target membaca</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah kamu menyukai buku pertamamu, coba untuk membuat target membaca untuk melatihnya menjadi kebiasaan.</p><p style="text-align: justify;">Buku merupakan teman terbaik di mana saja dan kapan saja. Dia membantumu mengenal dunia lebih baik, entah dalam bentuk cetak atau digital. Pada perayaan Hari Buku Nasional kali ini, kamu dapat menjadikannya sebagai langkah untuk mulai membaca atau mengembalikan minat baca yang sempat tertidur. Selamat mencoba! (<strong><em>khn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transfer Uang ke Sesama Pengguna, Twitter Luncurkan Fitur Tip Jar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/transfer-uang-ke-sesama-pengguna-twitter-luncurkan-fitur-tip-jar/baca </link>
<guid> transfer-uang-ke-sesama-pengguna-twitter-luncurkan-fitur-tip-jar </guid>
<pubDate> Thu, 20 May 2021 05:22:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fitur baru twitter </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/transfer-uang-ke-sesama-pengguna-twitter-luncurkan-fitur-tip-jar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6lGuyb6hAx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Transfer Uang ke Sesama Pengguna, Twitter Luncurkan Fitur Tip Jar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Maraknya pembayaran digital merupakan kesempatan yang tepat bagi para pengembang untuk berinovasi. Jack Dorsey selaku CEO Twitter baru-baru ini menelurkan fitur Tip Jar yang dapat mengirimkan sejumlah uang kepada pengguna lain.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Namun, fitur teranyar ini hanya dapat dinikmati oleh kelompok tertentu saja. Twitter mengaku, kelompok tersebut mencakup kreator, jurnalis, pakar dan organisasi nirlaba. Terlebih lagi, fitur ini masih terbatas pada perangkat seluler saja.</p><p style="text-align: justify;">Dengan menambahkan ikon kecil pada profil pengguna, Tip Jar menyediakan berbagai macam metode pembayaran termasuk PayPal, Venmo, Cash App, Bandcamp, dan Patreon. Sayangnya, metode ini dianggap beresiko karena menggunakan bantuan pihak ketiga dan dapat mengekspos surel penerima.</p><p style="text-align: justify;">Pimpinan produk Twitter, Kayvon Beykpour menegaskan bahwa pihak Twitter tidak dapat mengendalikan masalah tersebut karena metode pembayaran merupakan kuasa PayPal. Sementara itu, pihak PayPal mengatakan jika fitur Tip Jar menggunakan pilihan &lsquo;barang dan jasa&rsquo; sehingga informasi pengguna rentan terekspos. PayPal menyarankan supaya pengguna beralih ke pilihan &lsquo;teman dan keluarga&rsquo; untuk menghindari masalah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tip Jar bukanlah satu-satunya inovasi Twitter dalam beberapa waktu terakhir. Kuarter kedua tahun ini, mereka telah mengakusisi <em>Scroll</em> dan menawarkan fitur premium terhadap akses artikel serta berita. Twitter berharap agar inovasi yang ditawarkan dapat memudahkan jurnalis dan pembuat konten lainnya. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini? (<strong><em>san/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Film Bertema Keluarga yang Wajib Ditonton </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-film-bertema-keluarga-yang-wajib-ditonton/baca </link>
<guid> rekomendasi-film-bertema-keluarga-yang-wajib-ditonton </guid>
<pubDate> Fri, 21 May 2021 10:56:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nonton film sama keluarga, yuk? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-film-bertema-keluarga-yang-wajib-ditonton/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oZfntBKi8Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Film Bertema Keluarga yang Wajib Ditonton</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Film menjadi salah satu alternatif tontonan yang banyak digemari oleh masyarakat. Biasanya akan ditonton kala waktu senggang untuk hiburan atau sekadar melepas penat. Berbagai genre yang ditawarkan film seperti <em>action</em>, horor, komedi, drama, <em>romance</em>, fantasi hingga <em>family</em> memiliki daya tarik lantaran keragaman pilihan yang dimiliki.</span></p><p style="text-align: justify;">Film bertemakan keluarga menjadi salah satu favorit orang-orang sebab menawarkan keseruan cerita dalam setiap sajiannya. Tema ini biasanya memiliki banyak makna dan arti mengenai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Penasaran film apa saja yang termasuk ke dalam genre ini? Berikut <em>Sketsa</em> rekomendasikan sederet film keluarga yang layak kamu tonton!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2019)</strong></p><p style="text-align: justify;">Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, NKCTHI tayang pada 2 Desember 2019. Film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini sempat mengambil banyak perhatian masyarakat di Indonesia. Menceritakan kisah sebuah keluarga yang terlihat baik-baik saja, Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara Aisha), dan Awan (Rachel Amanda) tiga bersaudara yang diperlihatkan hidup bahagia.</p><p style="text-align: justify;">Uniknya, di pertengahan cerita, film ini mengemas konflik mengenai kegagalan demi kegagalan yang dialami Awan. Hal itu membawa dirinya bertemu dengan Kale (Ardhito Pramono) dan menggiringnya secara perlahan untuk memahami makna kehidupan, patah, tumbuh, jatuh dan bangun. Perubahan sikap Awan kemudian mendapat tekanan dari orang tuanya sehingga mengungkap rahasia dan trauma luka besar dalam keluarga mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Be With You (2018)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film asal Korea Selatan ini dirilis pada Maret 2018 lalu dan diadaptasi dari film Jepang berjudul sama yaitu Ima, Ai Ni Yukimasu tahun 2004. Mengisahkan Soo Ah (Son Ye Jin) yang sebelum meninggal berjanji akan kembali pada tahun depan di awal musim hujan. Secara misterius, Soo Ah kemudian benar-benar muncul di hadapan suami serta putranya. Alur cerita yang tidak mudah ditebak serta plot <em>twist</em> yang dihadirkan pada akhir film semakin menambah daya tarik film ini.</p><p style="text-align: justify;">Sinematografi yang ditampilkan juga menambah kesan mendalam dari alur ceritanya. Film ini membawa pesan akan pentingnya orang-orang di sekitar saat masih ada dan momen-momen berharga di hidup yang sering dilewatkan. <em>Be With You</em> bergelut dalam genre keluarga dan fantasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Maquia: When the Promised Flower Blooms (2018)</strong></p><p style="text-align: justify;">Populer dengan sebutan Sayoasa, film fantasi asal Jepang ini disutradarai oleh Mari Okada yang diproduksi oleh P.A. Works. Film animasi ini sangat unik lantaran menampilkan desain karakter milik Yuriko Ishii yang diadaptasi dari desain asli karya Akihiko Yoshida.</p><p style="text-align: justify;">Tayang pada 24 Februari 2018, mengisahkan tentang Maquia yang merupakan bagian dari bangsa lorph yang umurnya lebih panjang dari peradaban manusia pada umumnya. Puncak cerita terlihat saat Maquia sendirian melewati hutan. Ia menemukan Ariel, bayi kecil yang kehilangan orang tuanya. Kemudian, Maquia perlahan berubah dari gadis yang penakut menjadi ibu yang bisa diandalkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Go Brother! (2018)</strong></p><p style="text-align: justify;">Diadaptasi dari <em>manhwa</em> (komik) berjudul <em>Please Take Away My Brother</em> karya You Ling, film yang dibintangi Wendy Zhang dan Peng Yu Chang ini menceritakan kisah kakak adik yang tidak pernah akur. Sang kakak Shi Fen (Peng Yu Chang) selalu menjahili adiknya Shi Miao (Wendy Zhang) dan membuatnya kesal. Shi Miao sangat membenci kakaknya, hingga suatu hari pada hari ulang tahunnya ia berharap kakaknya menghilang dan menjadi anak tunggal.</p><p style="text-align: justify;">Alur cerita yang naik turun membuat penonton merasakan perasaan yang bercampur aduk saat melihat sang adik akhirnya menyadari arti penting kakak baginya. Banyak makna yang dapat diambil dari kisah di film ini, terutama mengenai hubungan dalam <em>circle</em> keluarga sangat penting untuk terjalin dengan baik. Film ini cocok bagi kamu yang memiliki saudara dan ingin mendapatkan <em>insight</em> baru tentang hubungan kakak-adik!</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Coco</strong>&nbsp;<strong style="">(2017)</strong></p><p style="text-align: justify;">Berlatarkan tradisi budaya Meksiko, film animasi fantasi 3D produksi Pixar yang dirilis oleh Disney Walt Pictures ini memberikan pesan moral terkait hubungan keluarga. Disutradarai oleh Lee Unkrich dan Adrian Molina, <em>Coco</em> rilis perdana pada 24 November 2017 lalu di Indonesia. Meski sudah lama dirilis, hingga kini masih sangat layak ditonton lantaran alur cerita yang menarik dan sifat tontonannya yang <em>lifetime</em>.</p><p style="text-align: justify;">Menceritakan tentang Miguel yang merupakan cicit keluarga Rivera, ia ingin menjadi seorang musisi. Akan tetapi, pengalaman pahit leluhur keluarganya membuat Miguel harus mengurungkan mimpinya. Sampai akhirnya, ia secara tak sengaja menjatuhkan foto keluarga dan menemukan fakta bahwa gitar kakek buyutnya yang ada dalam foto tersebut sama dengan gitar milik idolanya, Ernesto de la Cruz. Kejadian tersebut kemudian membawa Miguel menemukan banyak rahasia terlebih ketika ia terjebak di <em>Land of the Dead.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Canola (2016)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini mengisahkan seorang nenek bernama Gye Choon dan cucunya Hye Ji yang tinggal berdua di Pulau Jeju, Korea Selatan. Suatu hari saat mereka pergi ke pasar, H<span style="background-color: transparent;">ye Ji menghilang secara misterius. Setelah 12 tahun menghilang, Hye Ji tiba-tiba muncul dan bertemu neneknya. Misteri yang terdapat di dalam film ini sangat tidak tertebak dan pada penghujung film, semua misteri yang terjadi selama 12 tahun terkuak.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Canola</em> memperlihatkan gambaran hubungan antara nenek dan cucu yang menghangatkan hati. Alurnya pun tidak terlalu cepat dan mengupas setiap kisah satu persatu. Latar tempat juga menambah daya tarik karena memperlihatkan keindahan Pulau Jeju. Bagi kamu yang suka dengan plot <em>twist</em> mengejutkan, film ini bisa masuk list kamu!</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa film bertemakan keluarga yang kami rangkum dan bisa menjadi referensi tontonanmu. Karya-karya tersebut juga cocok disaksikan bersama kerabat ataupun menghabiskan <em>quality time</em> bersama keluarga. Jadi, tunggu apalagi? Segera catat ke dalam <em>list</em> tontonan kamu ya! (<strong><em>vyl/ash/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Parkinson's Law: Dilema Menunda dan Menyelesaikan Tugas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/parkinsons-law-dilema-menunda-dan-menyelesaikan-tugas/baca </link>
<guid> parkinsons-law-dilema-menunda-dan-menyelesaikan-tugas </guid>
<pubDate> Fri, 21 May 2021 11:06:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pernahkah kamu mengalami dilema dalam menyelesaikan tugas? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/parkinsons-law-dilema-menunda-dan-menyelesaikan-tugas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ovcLFAyDZZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Parkinson's Law: Dilema Menunda dan Menyelesaikan Tugas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kamu lebih memilih mengerjakan tugas dengan <em>deadline</em> satu bulan atau satu minggu? Kecenderungannya seringkali memilih tugas dengan <em>deadline</em> satu bulan. Dengan lama waktu tersebut, kamu akan mempersiapkan apa-apa saja yang diperlukan untuk tugasmu, atau kamu bisa melakukan kegiatan lain sampai hari di mana tenggat waktu tugasmu berakhir. Namun, sebenarnya kamu bisa mengerjakannya dalam beberapa hari.</span></p><p style="text-align: justify;">Ada yang dinamakan sebagai konsep <em>Parkinson&rsquo;s Law</em>. Konsep ini merujuk pada sebuah buku yang berjudul <em>Parkinson&rsquo;s Law</em> yang diterbitkan pada 1957 ditulis oleh dr. Northcote Parkinson. Ia dikenal sebagai pakar yang ahli dalam sejarah kelautan di Inggris, selain itu ia dikenal sebagai seorang penulis andal dengan hampir 60 buku.</p><p style="text-align: justify;">Dalam buku tersebut dirinya mengemukakan bahwa &ldquo;waktu penyelesaian suatu pekerjaan akan melebar mengikuti waktu yang tersedia&rdquo;. Artinya, jika kita mengizinkan diri sendiri mengerjakan suatu pekerjaan dalam tenggat waktu tiga hari padahal dapat diselesaikan dalam waktu hanya setengah hari, maka secara psikologis pekerjaan tersebut terkesan lebih kompleks, rumit, sulit dan membuat kita percaya bahwa memang butuh waktu tiga hari untuk menyelesaikannya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, kamu ditugaskan untuk membuat surat dengan tenggat 15 hari. Kamu akan berpikir untuk memilih alat tulis yang mana, kertas yang akan digunakan seperti apa dan kapan akan mulai mengerjakannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, semua hal itu akan berbeda ketika kamu diberi 15 menit saja, kamu tidak akan sempat berpikir untuk mencari hal lain yang dibutuhkan untuk tugasmu, tetapi akan langsung mengerjakannya. Hasilnya, kedua surat dengan <em>deadline</em> yang berbeda itu akan sama saja. Ini menunjukan bahwa tenggat waktu sangat mempengaruhi produktivitas, seseorang mudah hanyut dalam tenggat waktu yang lama daripada yang sebentar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengerjakan tugas yang sebenarnya bisa selesai dalam dua jam namun memiliki tenggat waktu masih satu minggu, akan membuat tugas terlihat lebih rumit dan berat. Kelebihan waktu ini memengaruhi produktivitas dengan menunda pekerjaan, lalu pekerjaan akan terus bertambah rumit dan berat. Selain dari kerumitan yang bertambah, hal itu bisa memunculkan stres dan berakhir pada kondisi menyerahnya seseorang untuk menyelesaikan tugas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, ada beberapa cara agar kamu bisa terlepas dari jeratan <em>Parkinson&rsquo;s Law&nbsp;</em>sehingga kamu bisa menyelesaikan tugas tanpa berlama-lama dengan hasil kinerja yang maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, kamu harus bisa menentukan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu tugas, tentukanlah waktunya secara realistis. Penentuan ini bisa dibuat di luar dari tenggat waktu asli. Sebagai contoh, ketika kamu mendapat tugas yang harus diselesaikan hingga akhir bulan tapi sebenarnya bisa diselesaikan sampai pertengahan bulan, maka ambillah itu sebagai tenggat waktumu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, kerjakan secara disiplin dan maksimal sesuai waktu yang ditentukan sebelumnya sehingga tugas cepat rampung dengan hasil yang bagus. Ketiga, kamu bisa membantu orang lain dalam menentukan waktunya, dan berikan dorongan agar dapat menyelesaikan sesuai waktu yang diberikan.</p><p style="text-align: justify;">Pertimbangkan pula kegiatan lain yang dikorbankan untuk satu tugas, sehingga jangan sampai tidak disiplin dan hanya menyia-nyiakan waktu yang ada. Fokuslah pada manajemen waktu dan maksimalkan kinerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pastikan kamu buat tenggat waktu bukan untuk dilewati. Konsep ini dicontohkan oleh konsekuensi hukum <em>Parkinson</em> sebagai berikut, &ldquo;<em>If you wait until the last minute, it only takes a minute to do</em>.&rdquo; (<strong><em>vyn/rqf/rst</em></strong>).</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Social Dilemma: Kecanggihan Teknologi dalam Mengubah Perilaku Manusia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-social-dilemma-kecanggihan-teknologi-dalam-mengubah-perilaku-manusia/baca </link>
<guid> the-social-dilemma-kecanggihan-teknologi-dalam-mengubah-perilaku-manusia </guid>
<pubDate> Sat, 22 May 2021 10:59:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kecanggihan Teknologi dalam Mengubah Perilaku Manusia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-social-dilemma-kecanggihan-teknologi-dalam-mengubah-perilaku-manusia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JURp3fchpS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>The Social Dilemma: Kecanggihan Teknologi dalam Mengubah Perilaku Manusia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sutradara: Jeff Orlowski</span><br></p><p style="text-align: justify;">Produser: Larissa Rhodes</p><p style="text-align: justify;">Musik: Mark A. Crawford</p><p style="text-align: justify;">Sinematografi: John Behrens, Jonathan Pope</p><p style="text-align: justify;">Produksi: Exposure Labs, Argent Pictures, The Space Program</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 9 September 2020 (Amerika Serikat)</p><p style="text-align: justify;">Durasi: 94 menit</p><p style="text-align: justify;">Menampilkan: Tristan Harris, Aza Raskin, Justin Rosenstein, Shoshana Zuboff, Jaron Lanier, Skyler Gisondo, Kara Hayward, Vincent Kartheiser, Anna Lembke</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tak dapat dimungkiri, media sosial (medsos) kini menjadi salah satu bagian dari kehidupan. Keberadaan medsos membuat antar individu bahkan masyarakat menjadi terhubung satu sama lain. Semua merasa dimudahkan dengan adanya aplikasi-aplikasi atau layanan berbasis daring, sebab akses yang diberikan dapat dijangkau siapapun.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, senaif itukah kita berpikir tentang hal ini tanpa sadar dengan sisi lain di baliknya? Inilah poin terpenting dalam The Social Dilemma, sebuah docudrama yang akan membawa kita kepada fakta-fakta di balik layar medsos.</p><p style="text-align: justify;">Film yang satu ini menampilkan kegiatan wawancara dengan beragam mantan karyawan, eksekutif dan orang-orang profesional dari perusahaan teknologi besar bahkan <em>platforms</em> medsos besar dunia. Orang-orang tersebut kebanyakan berasal dari perusahaan mega industri seperti Google, Facebook, Twitter, Mozilla, Pinterest dan YouTube.</p><p style="text-align: justify;">Mereka kemudian memaparkan pengalaman bekerja juga diskusi terhadap pengaruh medsos yang telah memberikan dampak negatif terhadap isu sosial, politik juga budaya. Meskipun begitu, beberapa diantaranya menilai jika layanan tersebut juga menghasilkan perubahan positif bagi masyarakat. Selain adegan wawancara, ditampilkan pula sebuah potret drama di mana remaja mengalami adiksi terhadap medsos.</p><p style="text-align: justify;">Pembahasan dimulai dengan bagaimana pengaruh segelintir perusahaan teknologi terhadap masyarakat. Sebagai narasumber, para mantan karyawan dan eksekutif kemudian meninggalkan pekerjaan mereka karena beragam masalah etik pada industri tersebut.</p><p style="text-align: justify;">The Social Dilemma lalu mengupas lebih dalam tentang teknik manipulasi yang diklaim merupakan cara perusahaan dalam membuat masyarakat menjadi adiktif dalam memakai medsos. Mereka menyebut, secara tidak sadar manusia kini menjadi &lsquo;produk&rsquo; bagi medsos itu sendiri dengan adanya kecanduan dan tanpa diketahui menjadi monetisasi yang menguntungkan bagi perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan pula, medsos adalah salah satu alasan mengapa tingkat depresi dan bunuh diri pada remaja dan dewasa muda khususnya perempuan meningkat. Peningkatan perilaku bunuh diri sebesar 70% pada remaja usia 15-19 tahun dan 151% pada remaja usia 10-14 tahun, hal itu terjadi di 2009 ketika medsos pertama kalinya diperkenalkan.</p><p style="text-align: justify;">Semakin jauh, mereka menerangkan jika perusahaan selalu memantau dan mengawasi pergerakan setiap pengguna <em>platforms</em>. Hal ini kemudian menjadi sebuah &lsquo;model&rsquo;, menciptakan prediksi-prediksi dari seluruh kegiatan masyarakat selama <em>online</em>. Model tersebut dapat memperkirakan apa saja yang akan kita lakukan. Di balik layar, perusahaan mengeruk hasil dengan adanya keterlibatan, pertumbuhan dan pendapatan iklan dari aktivitas daring tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak sampai di situ, pembahasan mengenai <em>Artificial Intelligence</em> (AI) atau kecerdasan buatan serta maraknya berita palsu turut disampaikan. Tristan Harris, Mantan Google <em>Design Ethicist</em> berpendapat jika hal ini merupakan model bisnis dengan disinformasi sebagai profit utama. Ini membuat perusahaan semakin untung dengan membiarkan aktivitas tanpa regulasi atau kontrol hukum dijangkau semua orang demi &lsquo;harga terbaik&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;">Semua narasumber sepakat jika keadaan ini perlu berubah, di mana ketakutan mereka terhadap peran AI di medsos dan pengaruh <em>platforms</em> ini perlahan menjadi kenyataan di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Sampai sini, apakah kamu sadar jika medsos sedikit banyak mengubah keseharianmu? Apa yang nampak nyata di layar kita, kini menjadi standar yang tidak masuk akal untuk diikuti. Sesuatu yang kita anggap penting dan menarik atensi agar terus <em>online</em>, mengurangi waktumu bersenang-senang di dunia nyata dan lingkunganmu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Justin Rosenstein, Mantan Facebook Engineer mengatakan jika perhatian merupakan produk yang kita hasilkan untuk perusahaan. Mereka &lsquo;menambang&rsquo; setiap ketertarikan kita untuk terus menatap layar, menatap iklan daripada menghabiskan waktu untuk menikmati hidup.</p><p style="text-align: justify;">Ini memang benar adanya. Coba perhitungkan, berapa banyak momen yang kamu lewatkan ketika sibuk berjejaring? Keadaan ini tidak akan ada habisnya jika masyarakat mengabaikan kenyataan yang ada saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip Jaron Lanier, penulis <em>Ten Arguments for Deleting Your Social Media Accounts Right Now</em> (2018), ia mengatakan jika kita meneruskan situasi saat ini, dapat dikatakan dalam 20 tahun ke depan peradaban akan hancur karena kebodohan yang disengaja. Jadi, maukah kamu berperan bersama dalam mendukung perubahan teknologi ini menjadi ramah dan beretika? (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sewindu Bertanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sewindu-bertanya/baca </link>
<guid> sewindu-bertanya </guid>
<pubDate> Sun, 23 May 2021 11:28:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sewindu-bertanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/17LEhajWP9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sewindu Bertanya</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Entah bagaimana ujung kisah ini akan berakhir,</span></p><p>Mempersiapkan ikhlas sepertinya pilihan yang paling mutakhir.</p><p>Lebih dari pada sebuah tali gantung,</p><p>Aku dan kamu masih berusaha mempererat simpul yang <em>hm</em>,</p><p>berapa kali ia melonggar (?)</p><p>Sekali? Dua, tiga, empat (?)</p><p>Sudah tak hingga sepertinya selama hampir setengah windu.</p><p><br></p><p>Aku tidak sedang bermain dengan ketulusan.</p><p>Benar- benar ku persembahkan untuk menghadapi kamu yang</p><p><em>hm</em>, dominan berlogika (?)</p><p>Pada renungan 5 purnama lalu, mungkin (?)</p><p>aku menyadari sebuah hal bahwa</p><p>memang tak bisa ia bersimpul sekuat selamanya</p><p>Pun harus bersiap pada kapan ia harus terlepas atau dipaksa lepas.</p><p>Tapi sekarang belum saatnya kan(?)</p><p>Aku masih tidak ingin.</p><p>Meresahkan juga tak mendengar kabarmu walau hanya 3 jam (?)</p><p>Haha karna kamu pasti akan memberi kabar walau itu dikuasai setengah kantuk.</p><p><br></p><p>Aku berusaha mengingat batas batas.</p><p>Walau terkadang kamu tidak ingat dan dikuasai emosi yang lepas.</p><p><br></p><p>Sudah terlalu panjang.</p><p>Katamu, aku pandai merangkai kata. Sedang kamu bodoh bermain di dalamnya.</p><p>Kurasa kita perpaduan yang tepat bukan? Konsep berpikirmu ku tuangkan sempurna dalam aksara yang dapat dicerna pendengar kita.</p><p>Ini adalah peringatan juga. Manusia memang tidak boleh diciptakan sempurna melainkan Tuhan. Pun sama dengan aku dan kamu.</p><p>Sempurna kita harus ada cacat didalamnya kan (?)</p><p>Dan batas itu ku nilai menjadi sebuah cacat yang indah.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Nanda Billah Aliffia, mahasiswa Tekonologi Hasil Pertanian, Faperta 2018.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekalan KKN 47: Pengembangan Desa Melalui Sustainable Development Goals </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-47-pengembangan-desa-melalui-sustainable-development-goals/baca </link>
<guid> pembekalan-kkn-47-pengembangan-desa-melalui-sustainable-development-goals </guid>
<pubDate> Mon, 24 May 2021 09:30:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembekalan KKN 47, Sabtu (22/5) lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-47-pengembangan-desa-melalui-sustainable-development-goals/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/s7g3j7U40Q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembekalan KKN 47: Pengembangan Desa Melalui Sustainable Development Goals</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sebelumnya, kegiatan pembekalan perdana Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 47 telah berlangsung di awal Mei. Sabtu (22/5) lalu, mahasiswa kembali diberi pembekalan mengenai pembangunan desa sebagai penyangga ibu kota negara. Menghadirkan perwakilan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Muhammad Aswin dan Sirajuddin selaku perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) sebagai pembicara.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan pembekalan secara resmi dibuka oleh Rektor Unmul, Masjaya dengan pemberian sambutan. &ldquo;Kita perlu hadir di tengah-tengah desa tangguh ini. Agar kemudian hari mereka tidak tersingkirkan ketika Kaltim sudah menjadi IKN (ibu kota negara) nanti dan mahasiswa bisa menjadi pendamping masyarakat yang akan menduduki desa tangguh IKN.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Anton Rahmadi selaku Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menuturkan jika pelaksanaan KKN tahun ini akan dilakukan secara daring dan luring. Adapun tema &quot;Desa Tangguh Penyangga Ibu Kota Negara&quot; dipilih untuk mendukung pembangunan IKN dan mempersiapkan Unmul menjadi universitas ibu kota.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aswin sebagai pembicara pertama memberikan materi mengenai perencanaan pembangunan daerah Kalimantan Timur (Kaltim). Ia menyebut, peran mahasiswa sangat penting dalam membentuk dan membangun perkembangan daerah terutama meningkatkan potensi desa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Tujuan kita adalah bagaimana supaya Kaltim ini bisa menyambut IKN dengan baik di tengah pandemi dan menjadikan daerah ini sebagai tuan di daerahnya sendiri. Jangan hanya desanya saja yang tangguh, tetapi orang-orangnya pun juga harus tangguh,&rdquo; sebutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menegaskan, apabila mahasiswa harus turun ke lapangan maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari dan mengetahui monografi desa terlebih dulu. Kemudian, seperti apa status desanya serta berapa jumlah penduduk desa terkait. Ini dapat memudahkan mahasiswa untuk memahami apa saja kebutuhan desa tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pembekalan dilanjutkan oleh Sirajuddin sebagai pembicara kedua. Ia mengatakan, peran mahasiswa dalam KKN kali ini harus menyasar pengembangan status desa melalui <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs). Di mana SDGs merupakan pembangunan berkelanjutan secara total, yang artinya seluruh masyarakat terlibat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, seluruh aspek pembangunan harus dirasakan oleh seluruh warga desa melalui dana yang telah dianggarkan. Diharapkan seluruh elemen baik pemerintah, swasta dan masyarakat dapat berkesinambungan membantu desa tertinggal menjadi desa berkembang. <strong><em>(ffs/len) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 113 Tahun Indonesia Bangkit, Mahasiswa Resahkan Pelanggaran HAM dan Korupsi yang Tak Kunjung Tuntas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/113-tahun-indonesia-bangkit-mahasiswa-resahkan-pelanggaran-ham-dan-korupsi-yang-tak-kunjung-tuntas/baca </link>
<guid> 113-tahun-indonesia-bangkit-mahasiswa-resahkan-pelanggaran-ham-dan-korupsi-yang-tak-kunjung-tuntas </guid>
<pubDate> Mon, 24 May 2021 10:14:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati 23 tahun reformasi dalam Hari Kebangkitan Nasional, Jumat (21/5) lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/113-tahun-indonesia-bangkit-mahasiswa-resahkan-pelanggaran-ham-dan-korupsi-yang-tak-kunjung-tuntas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XhFCti8Inq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>113 Tahun Indonesia Bangkit, Mahasiswa Resahkan Pelanggaran HAM dan Korupsi yang Tak Kunjung Tuntas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Euforia Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei lalu menarik atensi masyarakat dalam memaknai 113 tahun Indonesia bangkit. Semula, peringatan tersebut diinisiasi oleh organisasi Budi Oetomo pada 1908. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Kendati masih dalam suasana pandemi Covid-19, perhelatan aksi solidaritas turut digelar oleh Gerakan Masyarakat Sipil Kalimantan Timur pada Jumat (21/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Berlangsung pada pukul 10.00 Wita, kegiatan yang mengusung tema &quot;Reformasi Dikhianati: Nyalakan Tanda Bahaya&quot; tersebut digelar di depan Kantor Gubernur Kaltim. Penyampaian orasi, pembacaan puisi hingga aksi tabur bunga dilakukan sebagai tanda berkabungnya masyarakat atas gagalnya 23 tahun reformasi negeri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Massa yang tergabung berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Unmul, BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul, BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unmul (FPIK), BEM Fakultas Peternakan Universitas Widyagama, Himpunan Mahasiswa Peternakan, Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian Unmul, GMNI Samarinda, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda, POKJA 30, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Kaltim serta Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Humas aksi, Aji Ahmad Affandi menerangkan jika tujuan aksi merupakan perantara informasi kepada masyarakat mengenai maraknya isu pelanggaran HAM yang kian terjadi pada para aktivis hingga korupsi yang tak kunjung tuntas. Aji menganggap, banyak isu darurat yang tidak mendapat tindak lanjut serta tidak diketahui secara luas oleh publik.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, massa aksi turut mengkritik adanya upaya pelemahan Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK diharapkan dapat bersifat independen serta tajam dalam mengusut tuntas segala duduk perkara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami akan senantiasa melakukan tindak lanjut pasca aksi ini. Pergerakan selalu ada di tangan kami sebagai pemuda untuk menjaga dan mengawal Pancasila sebagaimana mestinya,&quot; terang Aji.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat empat tuntutan yang disampaikan massa aksi. Pertama, bersihkan KPK dari hal-hal yang melemahkannya mulai dari pimpinan hingga yang terlibat di dalamnya. Kedua, menegakkan negara hukum yang berdasarkan pancasila. Selanjutnya, menghentikan kriminalisasi terhadap pejuang demokrasi dan lingkungan hingga usut tuntas pelanggaran HAM masa lalu dan sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kepada seluruh teman-teman yang hari ini masih terdiam, mari kita gaungkan suara. Lantangkan kebenaran, buktikan garis perlawanan masih ada,&quot; tutupnya. <strong><em>(syl/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Butuh Motivasi Belajar? Simak Rekomendasi Study Blog Berikut Ini! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/butuh-motivasi-belajar-simak-rekomendasi-study-blog-berikut-ini/baca </link>
<guid> butuh-motivasi-belajar-simak-rekomendasi-study-blog-berikut-ini </guid>
<pubDate> Tue, 25 May 2021 08:29:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi Study Blog untuk membantumu belajar. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/butuh-motivasi-belajar-simak-rekomendasi-study-blog-berikut-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hfTagOKcyL.png" />
					</figure>
			                <h1>Butuh Motivasi Belajar? Simak Rekomendasi Study Blog Berikut Ini!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Acapkali ketika belajar, kita kesulitan untuk tetap fokus dan terdistraksi dengan hal-hal lainnya. Tentu keadaan seperti ini dapat dipicu oleh rasa jenuh, subjek mata kuliah yang tidak menyenangkan, sampai cara belajar yang tidak sesuai. Agar motivasi belajarmu meningkat, bagaimana jika mencari inspirasi melalui <em>study blog</em>?</span><br></p><p style="text-align: justify;">Buat kamu yang belum tahu, blog semacam ini awalnya populer di platform Tumblr. Selain membagikan kegiatan belajar sehari-hari, <em>study blog</em> biasanya berisi rekomendasi mengenai peralatan catat mencatat, aplikasi penunjang belajar hingga tips-tips dalam menghadapi kesulitan fokus saat belajar. Berikut <em>Sketsa</em> berikan beberapa blog yang dapat kamu kunjungi!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Eintsein</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Study blog</em> yang satu ini berbasis di Tumblr dan memiliki banyak pengikut. Menggunakan Bahasa Inggris secara keseluruhan, laman Eintsein diisi dengan tips-tips produktivitas khususnya perkuliahan. Misalnya saja bagaimana menulis catatan perkuliahan agar lebih mudah dipahami, cara melakukan <em>journaling</em> yang tepat, tips mengembalikan motivasi untuk belajar sampai cara mengatur pola tidur. Jika kamu tertarik, kamu bisa menyelami lebih jauh dengan klik tautan berikut untuk mengunjungi blog ini: <a href="https://eintsein.tumblr.com">https://eintsein.tumblr.com</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>2. studywithara</strong></p><p style="text-align: justify;">Sering aktif di Instagram? Kamu dapat mengunjungi blog ini ketika membutuhkan motivasi untuk belajar. Didominasi oleh <em>feeds</em> berwarna hijau yang nyaman, kamu akan mendapatkan berbagai tips mengenai cara belajar yang baik, mengatasi <em>procrastination</em>, aplikasi-aplikasi yang membantu proses belajar hingga website belajar daring. Laman <em>@studywithara</em> cukup sering melakukan <em>update</em>, jadi jangan takut ketinggalan, ya. Klik tautan berikut untuk mengunjungi blog ini: <a href="https://www.instagram.com/studywithara/">https://www.instagram.com/studywithara/</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>3. thenerdyproject</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih lewat platform Instagram, laman dari <em>study blog</em> tersebut memberikan tips untuk menyusun presentasi dengan baik dan kreatif, rutinitas belajar yang <em>simple</em>, perencanaan belajar sampai tips menghadapi stres saat belajar. Meski menggunakan Bahasa Inggris, penjelasan yang diberikan mudah dimengerti dan ringkas. Untuk kamu yang menggunakan iPad, blog ini juga memberikan rekomendasi pemanfaatannya dalam belajar. Penasaran? Klik tautan berikut untuk mengunjungi blog ini: <a href="https://www.instagram.com/thenerdyproject/">https://www.instagram.com/thenerdyproject/</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>4. studyingmood</strong></p><p style="text-align: justify;">Di laman yang satu ini, kamu akan disuguhkan <em>feeds</em> yang <em>catchy</em> dan sangat menarik! Berbasis di Instagram, <em>study blog</em> asal Penang, Malaysia ini memberikan banyak sekali inspirasi dan trik menulis jurnal yang asik, rekomendasi <em>stationery</em>, membagikan informasi bahkan tips seputar kesehatan mental dengan menarik dan mudah dipahami. Menggunakan Bahasa Inggris secara keseluruhan, kamu tidak perlu khawatir karena blog ini menggunakan beberapa ilustrasi yang akan membuatmu lebih paham. Klik tautan berikut untuk mengunjungi blog ini: <a href="https://www.instagram.com/studyingmood/">https://www.instagram.com/studyingmood/</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>5. just_me_studying</strong></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari <em>study blog</em> lainnya yang mengusung tema minimalis atau cerah, blog ini menggunakan <em>tone</em> gelap seperti hitam untuk membuatnya lebih <em>stand out</em>. Bagi kalian yang sedang belajar pada jurusan medis atau kesehatan, laman ini akan cocok untuk diikuti. Mulai dari tips-tips belajar, cara merangkum, dan membuat catatan yang efektif hingga informasi seputar dunia kesehatan. Blog ini juga menampilkan ilustrasi seperti anatomi tubuh manusia yang pastinya akan membantumu lebih paham. Langsung saja klik tautan berikut untuk mengunjungi blog ini: <a href="https://www.instagram.com/just_me_studying/">https://www.instagram.com/just_me_studying/</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>6. zazzystudies</strong></p><p style="text-align: justify;">Merupakan <em>study blog</em> baru, laman ini cukup lengkap dalam memberikan tips dan hal lainnya seputar belajar, loh! Dengan penggunaan <em>tone</em> yang hangat pada <em>feedsnya</em>, <em>@zazzystudies</em> menyuguhkan konten-konten yang fokus pada produktivitas belajar. Adapun penjelasan yang diberikan dapat mudah dipahami meskipun menggunakan Bahasa Inggris. Bagi kamu yang sering kesulitan fokus dan produktif belajar, laman yang satu ini dapat menjadi pilihanmu. Klik tautan berikut untuk mengunjungi blog ini: <a href="https://www.instagram.com/zazzystudies/">https://www.instagram.com/zazzystudies/</a></p><p style="text-align: justify;">Memang, belajar membutuhkan keinginan dan niat yang kuat dari diri sendiri. Namun, tak ada salahnya untuk mencari berbagai inspirasi belajar agar semakin semangat sembari mengetahui informasi menarik lainnya. Asyiknya lagi, <em>study blog</em> semacam ini sering mengadakan <em>giveaway</em> untuk <em>followers</em>-nya. Semakin seru, kan? Semoga informasi ini membantumu dalam membuat iklim belajar yang dinamis, ya! (<strong><em>len/jhr/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hentikan Sikap Konsumtif di balik Kedok Self-Reward </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/hentikan-sikap-konsumtif-di-balik-kedok-self-reward/baca </link>
<guid> hentikan-sikap-konsumtif-di-balik-kedok-self-reward </guid>
<pubDate> Tue, 25 May 2021 11:10:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konsumerisme di balik self-reward. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/hentikan-sikap-konsumtif-di-balik-kedok-self-reward/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mWLT0VBjmw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hentikan Sikap Konsumtif di balik Kedok Self-Reward</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Memberikan apresiasi terhadap diri sendiri sering kali dilakukan saat kita telah menyelesaikan suatu pekerjaan atau mampu mendapatkan pencapaian. Kerap kali, kegiatan <em>self-reward</em> ini dilakukan dengan membeli barang-barang yang telah lama diinginkan atau mengonsumsi makanan kesukaan dalam jumlah yang banyak. Ini dianggap wajar sebab beberapa orang menyebutkan jika <em>self-reward</em> dapat meningkatkan semangat dan keinginan untuk menyelesaikan pekerjaan. Lantas, apakah benar begitu?</span><br></p><p style="text-align: justify;">Harus kamu sadari, sebenarnya bentuk <em>self-reward</em> semacam ini dapat menimbulkan sifat konsumerisme. Memang, tidak ada salahnya untuk memberi penghargaan kepada diri sendiri. Namun, terus menerus menghabiskan uang untuk alasan tersebut perlu kamu kendalikan. Jika siklus ini terus berlanjut, kamu hanya akan mempersulit dirimu sendiri atas perilaku tidak hemat. Nah, untuk menjauhi sikap konsumtif yang muncul saat ingin melakukan <em>self-reward</em>, kamu harus memperhatikan beberapa kiat untuk menghindarinya. Berikut <em>Sketsa</em> berikan tipsnya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Kenali tingkat kesulitan tugas atau pekerjaan yang dilakukan</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak jarang sering kali kita yang menginginkan hal-hal menyenangkan setelah mengerjakan berbagai tugas atau pekerjaan. Tetapi, terkadang beban kerja yang kita hadapi tidak sesuai dengan <em>self-reward&nbsp;</em>yang ingin diberikan, lalu berujung pada pemborosan. Karena itulah, kamu perlu tahu tingkat kesulitan dari kegiatan yang kamu lakukan. Jangan menghabiskan banyak uang hanya untuk hal-hal sepele.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Yakinkan dirimu, apakah self-reward tersebut kamu butuhkan</strong></p><p style="text-align: justify;">Melakukan <em>self-reward</em> juga ada pemicunya. Selain karena keinginan untuk melepas lelah sehabis bekerja atau mengapresiasi diri atas pencapaian yang telah diraih, kadang-kadang kita latah dengan hal-hal yang orang lain lakukan untuk <em>self-reward</em> mereka. Belum lagi jika berkaitan dengan kedok menyenangkan diri sendiri. Lantas, kamu rela merogoh kocek untuk sesuatu yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Ingat, <em>self-reward</em> haruslah hal yang kamu butuhkan, bukan hanya hal yang kamu inginkan semata. Pikirkanlah dengan baik, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Punya tabungan khusus</strong></p><p style="text-align: justify;">Punya tabungan untuk diri sendiri itu penting apabila ada kebutuhan darurat. Tetapi, bukan berarti dapat seenaknya kamu gunakan untuk <em>self-reward</em> tanpa perhitungan. Jika memungkinkan, buatlah tabungan khusus untuk hal ini. Hindari menggunakan dana sehari-hari bahkan dana darurat yang kamu miliki. Setelah memiliki tabungan, selanjutnya adalah membuat anggaran perkiraan. Ini akan mencegahmu mengeluarkan uang tabungan dengan sembarangan. Kalau tidak punya dana simpanan semacam ini, jangan memaksakan diri untuk melakukan <em>self-reward</em> yang membutuhkan uang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Tidak harus dengan barang dan menghabiskan uang</strong></p><p style="text-align: justify;">Yap, <em>self-reward</em> juga dapat kamu lakukan tanpa mengeluarkan uang atau membeli barang-barang yang kamu inginkan. Hal ini tidak akan mengurangi esensi dari mengapresiasi diri, <em>loh</em>. Sebaliknya, kamu akan lebih menghargai pencapaianmu dan paham jika menyenangkan diri sendiri dapat dilakukan dengan kegiatan yang tidak memakan biaya. Misalnya, kamu dapat menikmati waktu sendiri dengan membaca buku yang seru, mengajak peliharaanmu jalan-jalan di taman atau bahkan menikmati tidur siang. Lebih hemat dan masih menyenangkan, bukan?</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa tips yang dapat kami berikan untukmu. Jangan sungkan untuk melakukan apresiasi diri ya, karena hal itu sangat wajar untuk dilakukan. Tetapi, selama kamu bisa mengendalikannya dengan baik. Berikan dirimu hal-hal yang memang dibutuhkan, bukan semata-mata tergerak karena keinginan sambil lalu. Siap melakukan <em>self-reward</em> yang lebih bermakna? (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pulang Sejenak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/pulang-sejenak/baca </link>
<guid> pulang-sejenak </guid>
<pubDate> Wed, 26 May 2021 06:24:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kembali pulang ke rumah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/pulang-sejenak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zGZgWJcoIV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pulang Sejenak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Lebaran kali ini terasa berbeda dengan lebaran sebelumnya karena ada larangan mudik untuk tahun ini, sebelum hingga lebaran usai. Dato yang merupakan salah satu mahasiswa perantau, tak bisa datang ke rumah orang tuanya sebelum lebaran. Larangan tersebut membuat dirinya tak bisa mudik sepenuhnya pada tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, dia tidak bisa pulang lantaran larangan mudik di tahun kemarin. Kini, ia harus pasrah untuk tidak pulang ke rumah orang tua untuk kedua kalinya. Namun, ia masih berharap dapat pulang ke rumah orang tuanya, walau lebaran telah usai.</p><p style="text-align: justify;"><em>Ibu...aku ingin sekali pulang. Namun larangan mudik kali ini membuatku bingung ingin pulang apa tidak</em>, lamun Dato sembari memandang sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, dering telepon mengejutkannya. Sang Ibu yang menelponnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Assalamualaikum</em>, Nak Dato. Kamu kapan bisa pulang, Nak? Lebaran kemarin kamu gak pulang,&quot; tanya Ibu sambil cemas lewat telepon.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Waalaikumsalam</em>, Bu. Hm... sebelumnya Dato mohon maaf lahir dan batin ya, Bu. Sebenarnya Dato pengin pulang, Bu. Tapi, Dato belum bisa pulang lebaran ini karena larangan mudik,&quot; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya ampun, larangan mudik lagi,&quot; balas Ibunya dengan rasa kecewa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ibu gak perlu kecewa. Nanti coba pikir-pikir dulu ya, Bu,&quot; balas Dato.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ya udah. Walau lebaran sudah lewat, diusahakan pulang ya, Nak. Ibu dan Bapak sama adik-adikmu menanti.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebelumnya, Ibu juga mohon maaf lahir dan batin ya, Nak. <em>Assalamualaikum</em>,&quot; sambung Ibu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Waalaikumsalam</em>,&quot; tutup Dato sambil menutup teleponnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Mereka ternyata menginginkan aku pulang, karena sudah hampir dua tahun tidak mudik. Namun, aku harus berusaha untuk bisa pulang kampung walau hanya sebentar saja</em>, batinnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin ini waktu untuk pulang ke rumah. Walau sebentar, yang penting mereka senang. Kalau gitu aku akan coba berangkat setelah salat Isya,&quot; sebut Dato.</p><p style="text-align: justify;">Dia pun mempersiapkan barang yang akan dibawa sebelum berangkat ke kampung pada malam hari menggunakan motor.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oke. Barang sudah beres, saatnya menunggu waktu,&quot; ujarnya penuh semangat.</p><p style="text-align: justify;">Waktu Isya telah usai, Dato pun mulai bersiap-siap menuju kampung untuk pulang ke keluarganya. Ia meninggalkan kota, menempuh jarak yang jauh dengan waktu cukup lama. Meski perjalanannya tak sebentar, dirinya tetap semangat untuk memacu di jalan. Ia berada di perjalanan selama satu malam lamanya.</p><p style="text-align: justify;">Mendekati azan Subuh, ia makin dekat dengan tujuannya. Dato berhenti sejenak untuk melaksanakan salat Subuh. Setelahnya, ia melanjutkan perjalanan hingga berhasil tiba di rumah pada pagi hari.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Akhirnya, tiba di rumah juga,&quot; gumam Dato yang bersyukur bisa kembali ke rumah.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengetuk pintu, ia mencoba memanggil orang di rumah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Assalamualaikum</em>! Ibu, ini Dato!&quot; ucapnya dengan nada tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Waalaikumsalam</em>, Dato. <em>Alhamdulillah</em>, kamu akhirnya pulang juga, Nak,&quot; balas Ibunya dengan penuh kejutan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Iya, Bu. Mohon maaf Dato baru pulang sekarang,&quot; ucap Dato sembari mencium tangan Ibu dan memeluknya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Yang penting, kamu tiba dengan selamat!&quot; sahut Ibunya dengan senyuman.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bapak dan adik-adik mana, Bu?&quot; tanya Dato.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mereka masih tidur, tuh. Semalam tadi ada acara sampai tengah malam,&quot; jawab Ibu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Wehladalah, &quot; kata Dato sambil tersenyum.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andi Muhammad Rifky, mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2017. </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Personal Boundaries: Pentingnya Membangun Batasan di Kehidupan Sosial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/personal-boundaries-pentingnya-membangun-batasan-di-kehidupan-sosial/baca </link>
<guid> personal-boundaries-pentingnya-membangun-batasan-di-kehidupan-sosial </guid>
<pubDate> Wed, 26 May 2021 09:25:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Personal Boundaries: Pentingnya Membangun Batasan di Kehidupan Sosial </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/personal-boundaries-pentingnya-membangun-batasan-di-kehidupan-sosial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/arWfdZmJhy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Personal Boundaries: Pentingnya Membangun Batasan di Kehidupan Sosial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Membangun batasan dengan orang lain seringkali dimaknai sebagai suatu tindakan negatif. Bahkan anggapan bahwa seseorang sebagai pribadi yang dingin. Padahal sebenarnya membangun batasan personal atau <em>personal boundaries</em> merupakan hal penting untuk kita lakukan, <em>lho</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Personal boundaries</em> merujuk pada suatu tindakan membuat batas diri dan menciptakan jarak dengan orang lain untuk membangun privasi. Batasan ini penting karena pengaruhnya terhadap kondisi kesehatan mental seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Dengan membangun <em>personal boundaries</em>, kita jadi mempunyai waktu untuk mengenal diri sendiri serta mengeksplor hal-hal yang kita sukai. Kita juga dapat mengenal identitas diri kita dengan lebih dalam dan membangun komunikasi yang lebih baik (komunikasi interpersonal).</p><p style="text-align: justify;"><em>Personal boundaries</em> sendiri terbagi menjadi beberapa jenis yaitu <em>material boundaries, physical boundaries</em>, dan <em>mental boundaries</em>. Tanpa adanya <em>personal boundaries</em>, kita dapat dengan mudah dimanfaatkan dan dijatuhkan oleh orang lain. Nah, mengingat pentingnya <em>personal boundaries</em>, <em>Sketsa</em> akan membagikan tips membangun perisai tak kasat mata ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hormati diri sendiri</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebelum menghormati orang lain, penting bagi seseorang untuk menghormati dirinya sendiri. Apapun yang terjadi di masa lalu adalah hal yang telah berlalu. Lupakanlah hal yang buruk dan maafkanlah dirimu. Sekarang kamu hanya perlu fokus ke masa depan dan menerima apapun kekuranganmu. Melatih diri untuk menyadari hidup hari ini. Dengan cara itu, kamu akan mampu menghormati dirimu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bertanggung jawab</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam mengambil keputusan, terkadang kita memang memerlukan bantuan dari orang lain. Namun, ada kalanya kamu juga harus mengambil keputusan sendiri tanpa campur tangan dari pihak lain. Tidak bergantung hanya pada pendapat orang lain dan mulai membuat keputusan sendiri merupakan langkah krusial dalam membangun <em>personal boundaries</em>. Dengan cara seperti ini, perlahan kamu berlatih bagaimana cara mengambil suatu keputusan dan bertanggung jawab kepada keputusan itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memberi peringatan</strong></p><p style="text-align: justify;">Seringkali, tindakan seseorang yang telah melewati batas masih kita toleransi dengan berbagai alasan. Semisal karena posisi orang tersebut yang dinilai lebih tinggi atau karena kamu percaya orang tersebut akan berubah. Perlu diingat, jika kamu sudah merasa sangat terganggu dan merasa bahwa tindakan orang tersebut merugikanmu, jangan takut untuk memberikan mereka peringatan. Tentunya dengan membangun komunikasi yang baik terlebih dulu. Jika mereka masih belum merubah perlakuan mereka, ada baiknya kamu perlahan menurunkan intensitas interaksi dengan mereka di kehidupanmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Detach yourself</strong></p><p style="text-align: justify;">Mungkin kamu merasa lebih nyaman ketika berada di dalam suatu kelompok dan lebih menyukai suasana yang ramai. Namun, perlu diingat bahwa kamu memerlukan privasi dan waktu sendiri untuk mengekspresikan diri tanpa rasa canggung dan takut akan penilaian orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hal di atas memang tak dapat langsung kamu terapkan. Untukmu yang sangat mudah termanipulasi, ada baiknya melatih hal di atas dari sekarang. (<strong><em>ahn/jen/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Mental Health Melalui Rekomendasi Buku Berikut Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/mengenal-mental-health-melalui-rekomendasi-buku-berikut-ini/baca </link>
<guid> mengenal-mental-health-melalui-rekomendasi-buku-berikut-ini </guid>
<pubDate> Thu, 27 May 2021 12:12:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sederet rekomendasi buku dengan tajuk mental health. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/mengenal-mental-health-melalui-rekomendasi-buku-berikut-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iYyR9d2SgL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Mental Health Melalui Rekomendasi Buku Berikut Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Apa kamu sering mendengar sebutan bahwa buku adalah jendela dunia? Yap, julukan itu rasanya dapat dibenarkan. Ketika kita membaca sebuah buku, akan selalu ada informasi baru dan menarik yang akan kita dapatkan. Tak heran jika aktivitas membaca buku mampu memperkaya wawasan membantumu mengetahui banyak hal. Apalagi, buku menawarkan beragam genre menarik yang bisa saja sesuai dengan kegemaranmu.</p><p style="text-align: justify;">Kini, salah satu genre yang digemari kaum muda ialah buku bertema<em> mental health</em>. Topik ini mampu membawa para pembacanya untuk ikut meniti kisah dari penderita gangguan mental serta mengajarkan pentingnya penerimaan.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, beberapa buku bahkan mengemas cerita unik yang dapat membawamu ke dalam teka-teki dan kemungkinan-kemungkinan di setiap halaman buku. Berikut sederet rekomendasi buku dengan tajuk <em>mental health</em> untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. 24 Wajah Billy</strong></p><p style="text-align: justify;">Novel karya Daniel Keyes ini mengangkat kisah nyata dari sosok William Stanley Milligan, atau lebih dikenal dengan &ldquo;Billy&rdquo;. Ia merupakan seorang penderita <em>multiple personality disorder</em> atau gangguan kepribadian ganda. Milligan adalah seorang kriminal pertama di Amerika yang dianggap tidak bersalah karena gangguan yang ia derita.</p><p style="text-align: justify;">Dikisahkan dalam novel tersebut, terdapat 24 kepribadian berbeda dalam diri Billy. Masing-masing memiliki nama dan profesinya masing-masing, seperti Philip yang merupakan penjahat kelas teri, Kevin seorang dalang perampokan toko obat, April seorang wanita dengan ambisi membunuh ayah Billy dan David si anak laki-laki berusia 8 tahun yang menjadi penanggung rasa nyeri serta dua puluh kepribadian lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini lantas membuatnya tidak memiliki kendali atas dirinya. Ketika satu kepribadian mengambil alih dirinya, Billy akan lupa dengan apa yang telah dilakukan oleh kepribadian tersebut. Buku ini akan membawa kita ke dalam kisah penyebab kepribadian Billy terpecah. Juga bagaimana ia menjalani hidupnya serta cara ia keluar dari penderitaannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki</strong></p><p style="text-align: justify;">Buku yang memiliki <em>cover&nbsp;</em>bernuansa manis dengan judul yang terkesan &lsquo;suram&rsquo; ini adalah ditulis oleh Baek Se Hee berdasarkan pengalaman yang ia rasakan secara langsung. Mengisahkan perjalanan Hee dalam menemukan rumah sakit yang cocok untuk mengobati <em>dysthymia&nbsp;</em>(depresi berkepanjangan) dan gangguan kecemasan yang telah ia alami selama 10 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Saat membaca buku ini, kamu akan dibawa ke dalam sebuah dialog antara si penulis yang digambarkan sebagai &lsquo;Aku&rsquo; (A) dan &lsquo;Psikiater&rsquo; (P). Diceritakan, Hee yang yang menyukai tteokpokki sedang dalam pengobatan dan terapi bicara. Selain berisikan dialog, buku ini juga mengandung halaman yang berisi pikiran dari penulis dan kalimat dari psikiater yang sifatnya <em>relatable</em>, loh!</p><p style="text-align: justify;">Buku ini sangat cocok bagi kamu yang ingin mengetahui tentang <em>self-acceptance</em> atau penerimaan diri. Sebab perjalanan Hee membawamu untuk belajar menerima dan mencintai diri, meski harus melewati proses yang sulit. Perlu diperhatikan, pastikan kamu membacanya ketika sedang berada dalam kondisi mood yang baik, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Gone Girl</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan judulnya, buku ini mengisahkan tentang seorang wanita bernama Amy Dunne. Ia hilang di ulang tahun pernikahannya yang kelima dengan sang suami bernama Nick Dunne. Di setiap ulang tahun pernikahan, Amy memang sering kali bermain &lsquo;pencarian harta karun&rsquo;. Tetapi yang berbeda kali ini, Amy benar-benar menghilang.</p><p style="text-align: justify;">Buku yang ditulis dari dua sisi oleh Gillian Flynn ini pada awalnya menceritakan bagaimana tiap kejadian dari sudut pandang Nick yang harus memecahkan setiap teka-teki yang diberikan oleh Amy. Lalu, ditemukannya buku harian milik Amy membuat Nick menjadi seorang tersangka dan penyebab hilangnya sang istri.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh seorang Nick pada wanita yang begitu dicintai? Kenapa ia menjadi penyebab hilangnya Amy? Hal tersebut akan kamu temukan ketika membaca sembari menggali teka-teki di dalam novel ini. Sang penulis nampaknya mengemas tiap cerita lengkap dengan teka-teki yang menantang bagi pembaca.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Turtles All The Way Down</strong></p><p style="text-align: justify;">Sukses dengan kisah Hazel, seorang remaja dengan kanker tiroid yang telah menyebar ke paru-parunya dalam buku The Fault In Our Stars hingga cerita tentang Quentin, remaja yang berpetualang menelusuri petunjuk-petunjuk atas kepergian sahabatnya dalam buku Paper Towns, kini John Green kembali melahirkan karya fenomenal yang berjudul Turtles All The Way Down.</p><p style="text-align: justify;">Rilis pada tahun 2017, Turtles All The Way Down menceritakan tentang Aza Holmes, seorang gadis yang tidak bisa menikmati kehidupan remajanya secara normal lantaran ia mengidap <em>Obsessive Compulsive Disorder</em> (OCD). Ini membuat Aza melewati hari demi hari dengan menghadapi pikirannya dan melawan ketakutannya terhadap bakteri C. Diff, yang ia yakini dapat membuatnya mati.</p><p style="text-align: justify;">Namun, usahanya untuk menghilangkan kecemasannya tidak semudah yang dibayangkan. Meskipun telah mendapatkan pengobatan dari psikiater, Dr. Singh, pikiran tentang bakteri yang bisa kapan saja menyerangnya selalu ada dalam benak Aza. Lantas, apakah kemudian ia dapat mengendalikan pikiran negatifnya tentang bakteri C. Diff yang selama ini berkecamuk di dalam dirinya? Temukan jawabannya dalam buku ini!</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. A untuk Amanda</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengangkat premis tentang gadis yang menderita depresi, buku A untuk Amanda karya Annisa Ihsani berkisah tentang Amanda, remaja berprestasi yang selalu mendapatkan nilai A dalam setiap mata pelajaran di sekolahnya. Ia merasa hidupnya baik-baik saja, hingga Amanda mengalami kejadian yang membuatnya mempertanyakan eksistensinya.</p><p style="text-align: justify;">Berawal ketika seorang guru memberikan pertanyaan kepada teman sekelasnya, Amanda merasa bahwa jawaban dari temannya salah dan jawaban miliknya yang benar. Ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Sejak saat itu, Amanda yang selama ini aktif menjawab pertanyaan dari guru dengan benar, merasa jika selama ini dirinya hanya beruntung ketika mendapatkan nilai-nilai sempurna.</p><p style="text-align: justify;">Pikiran Amanda yang dipenuhi dengan perasaan bahwa ia tidak sepintar yang dikira, membuatnya merasa jika semua orang telah salah menilai dirinya. Lantas, ini berujung pada depresi yang kemudian dideritanya. Ia mengidap gangguan<em> Impostor Syndrome</em> atau sindrom penipu dan membuatnya menarik diri dari orang-orang sekitar dan menutup diri dari kegiatan sosial.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. 13 Reasons Why</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu pasti sudah familiar dengan judul yang satu ini. Pasalnya, buku 13 Reasons Why karangan Jay Asher berhasil menjadi karya populer yang kemudian diadaptasi oleh Netflix sebagai serial hingga 4 seasons. Masih tentang gadis remaja yang mengalami depresi, buku ini berkisah tentang Hannah Baker yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Kematian Hannah yang mendadak mengundang segudang pertanyaan bagi murid-murid di sekolahnya. Hingga akhirnya Clay Jansen, teman Hannah yang kebetulan mengambil beberapa kelas mata pelajaran yang sama dengannya mendapat kiriman berisi tujuh kaset tape.</p><p style="text-align: justify;">Ketika memutar tape yang pertama, betapa terkejutnya Clay saat mendapati suara dari rekaman tape tersebut. Suara itu adalah suara Hannah, teman yang ia sukai dan telah tewas bunuh diri dua minggu yang lalu. Tape-tape itu berisi 13 alasan mengapa Hannah memilih mengakhiri hidupnya dan dikirimkan kepada orang-orang yang membuatnya bunuh diri. Apa alasan dan siapa saja yang membuat Hannah bunuh diri? Apa yang dilakukan Clay kepada Hannah hingga ia termasuk dalam daftar nama-nama yang membuat Hannah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya? Langsung saja baca bukunya untuk temukan jawabannya, ya!</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa rekomendasi buku dengan tema <em>mental health</em> yang Sketsa rangkum untuk kamu. Membaca buku yang mengenai fenomena ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembacanya. Namun, perlu diingat agar kamu tidak melakukan <em>self-diagnose</em> atau upaya mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang diperoleh secara mandiri, ya. Semoga bermanfaat! (<strong><em>vyl/ems/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Army of The Dead: Perjalanan Menegangkan Melawan Zombi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/army-of-the-dead-perjalanan-menegangkan-melawan-zombi/baca </link>
<guid> army-of-the-dead-perjalanan-menegangkan-melawan-zombi </guid>
<pubDate> Fri, 28 May 2021 10:28:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi Film Aotd </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/army-of-the-dead-perjalanan-menegangkan-melawan-zombi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HqNkJoSsAi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Army of The Dead: Perjalanan Menegangkan Melawan Zombi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sutradara: Zack Snyder</span><br></p><p style="text-align: justify;">Penulis: Zack Snyder</p><p style="text-align: justify;">Produser: Zack Snyder dan Deborah Snyder</p><p style="text-align: justify;">Pemeran: Dave Bautista, Ella Purnell, Omari Hardwick</p><p style="text-align: justify;">Distribusi: Netflix</p><p style="text-align: justify;">Rilis: 21 Mei 2021 (AS)</p><p style="text-align: justify;">Durasi: 137 Menit</p><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sutradara Zack Snyder akhirnya kembali berkarya lewat genre zombi yang sempat melambungkan namanya di kancah Hollywood. Melalui <em>Army of The Dead</em>, kini ia menawarkan tema perampokan di tengah Las Vegas yang dipenuhi zombi. Film yang diumumkan pada 2007 ini akhirnya tayang melalui layanan streaming Netflix pada Jumat (21/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Film yang mengisahkan Scott (diperankan oleh Dave Bautista) ini bermula ketika pemindahan sebuah eksperimen pemerintah The Alpha mengalami kecelakaan. Insiden tersebut mengakibatkan kaburnya zombi Alpha, lantas menjadi awal wabah besar-besaran di Las Vegas. Memiliki kecerdasan dan kemampuan yang unik, The Alpha mampu memerintah siapapun yang terinfeksi.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke sebuah restoran cepat saji, Scott didatangi oleh pemilik kasino bernama Bly Tanaka, yang memintanya membawa keluar uang 200 juta dolar yang terdapat pada kasino miliknya. Scott yang tergiur dengan hadiah yang ditawarkan mulai membentuk sebuah pasukan. Sayangnya, situasi yang dihadapi Scott menjadi semakin rumit setelah putrinya, Kate memaksa untuk ikut misi berbahaya tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Petualangan mereka diawali dengan munculnya seekor zombi harimau bernama Valentine dan diikuti oleh seorang zombi Alpha bernama the Queen. Sebelum diizinkan lewat, Scott dan pasukannya melakukan perjanjian kepada the Queen. Mereka mengorbankan seorang petugas cabul, Burt Cummings, agar mendapatkan izin dari the Queen.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun baru mengenal satu sama lain, hubungan antara Scott dan pasukannya semakin terjalin. Mirisnya seorang pasukan bernama Martin membunuh the Queen yang mengakibatkan Scott dan pasukannya menjadi korban dari keganasan The Alpha.</p><p style="text-align: justify;">Berita terbaru mengabarkan pemerintah mempercepat peluncuran nuklir menuju Las Vegas. Sadar nyawa yang semakin terancam, lantas mengharuskan Scott dan Kate melarikan diri bersama pasukan yang tersisa. Scott terinfeksi oleh The Alpha yang memaksa Kate mengambil keputusan terberat dalam hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun hadir dengan tema yang tak familier, film ini memiliki beberapa kelemahan. <em>Army of The Dead</em> memiliki terlalu banyak konflik yang mengakibatkan jalan cerita tak memiliki fokus yang jelas. Bahkan, beberapa karakter tidak mendapatkan eksekusi dengan baik dan seringkali terlupakan. Menitikberatkan pada konflik Scott, yang mencoba memperbaiki hubungan dengan putrinya Kate, membuat film tampak tertatih-tatih.</p><p style="text-align: justify;">Sisi baiknya, <em>Army of The Dead</em> mampu menawarkan tema misi pencurian yang berbeda dengan film yang bertema sama. Dengan prolog yang dipenuhi <em>slow-motion</em> ala Zack Snyder, selaku <em>Director of Photography</em>, juga membuat keindahan film semakin terasa. Ditambah karakter yang terlatih membuat <em>Army of The Dead</em> dipenuhi aksi tembak-tembakan serta kekerasan berdarah yang seru.</p><p style="text-align: justify;">Bagi penikmat genre zombi yang dipenuhi aksi tembak-tembakan ketimbang bersembunyi dan mengendap-ngendap, Army of The Dead patut masuk dalam daftar film wajib ditonton untuk tahun ini. Kabarnya, Zack Snyder sudah merencanakan sekuelnya dan berkaitan langsung dengan ending Army of The Dead, loh! Tertarik menyaksikannya? (<strong>san/rst</strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terbukti Efektif, Ini Dia Sederet Aplikasi yang Mampu Membantu Mahasiswa! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/terbukti-efektif-ini-dia-sederet-aplikasi-yang-mampu-membantu-mahasiswa/baca </link>
<guid> terbukti-efektif-ini-dia-sederet-aplikasi-yang-mampu-membantu-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 28 May 2021 11:22:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aplikasi mana saja yang sudah kamu gunakan? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/terbukti-efektif-ini-dia-sederet-aplikasi-yang-mampu-membantu-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DpiMlJ4rke.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terbukti Efektif, Ini Dia Sederet Aplikasi yang Mampu Membantu Mahasiswa!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Perkembangan zaman membuat teknologi mengalami kemajuan secara pesat dan canggih. Segala hal menjadi mudah dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Di samping itu, berbagai lapisan masyarakat ikut merasakan dampak dari perkembangan teknologi termasuk mahasiswa. Tidak heran jika di zaman milenial seperti saat ini, begitu banyak bermunculan aplikasi yang turut andil membantu kegiatan akademisi. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum deretan aplikasi yang dapat menunjang perkuliahanmu!</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. WPS Office</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa, tentu tidak asing dengan makalah, laporan, proposal hingga jurnal. WPS Office hadir memberi solusi sebagai aplikasi yang dapat membantumu membuat, mengedit, dan membaca dokumen. Tidak hanya di laptop, aplikasi ini dapat pula diunduh pada <em>smartphone</em>. Kemudahan tersebut akan lebih menghemat waktumu jika sedang bepergian. Kamu dapat tetap mengerjakan dan mengakses dokumen di mana saja dan kapan saja.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. CamScanner</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak jarang, tugas-tugas yang diberikan dalam perkuliahan harus dikerjakan dalam bentuk tulisan tangan dan dipindai menjadi bentuk <em>Portable Document Format</em> (PDF). CamScanner adalah aplikasi yang dapat memindai dokumen atau gambar menjadi digital. Hasil yang didapatkan pun berkualitas <em>High Definition</em> (HD). Selain itu, kamu dapat mengunduh hasil pindaian tersebut dalam bentuk <em>Joint Photographic Group</em> (JPG) atau menjadikannya PDF.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. YouTube</strong></p><p style="text-align: justify;">Aplikasi yang satu ini tentu tidak asing lagi di telinga kita. Selain sebagai hiburan, YouTube juga dapat gunakan sebagai salah satu media pembelajaran dalam bentuk video yang membantu memahami suatu materi lebih cepat. Namun, beberapa video yang disajikan dalam aplikasi ini memang tidak semuanya didasari dengan informasi yang kredibel. Sehingga kamu perlu memilahnya lebih jauh ketika hendak menonton video pembelajaran yang dibutuhkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Zoom</strong></p><p style="text-align: justify;">Zoom masih menjadi primadona untuk kebanyakan dosen dan mahasiswa dalam melakukan perkuliahan di masa pandemi. Aplikasi ini memungkinkan pertemuan tatap muka antara dua orang atau lebih secara virtual. Dilengkapi dengan fitur <em>share screen</em> yang tentu akan membantu dalam mempresentasikan materi perkuliahan. Sayangnya, aplikasi ini mengharuskan penggunanya untuk berlangganan jika ingin menggunakan fitur <em>advance</em>-nya. Jangan angan khawatir, kamu tetap bisa mengaksesnya secara gratis meski terbatas selama 45 menit untuk satu kali pertemuan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Google Meet</strong></p><p style="text-align: justify;">Serupa dengan Zoom, Google Meet juga mempermudah pertemuan virtual antara dosen dan mahasiswa. Jika kamu tidak ingin mengunduh aplikasi ini, kamu dapat mengaksesnya melalui <em>website</em> Google. Di samping itu, kelebihan lain yang dimiliki aplikasi ini yakni dapat mengadakan pertemuan tanpa batasan waktu. Beberapa keunggulan yang ditawarkan Google Meet tak kalah dengan penyedia layanan telekonferensi lainnya, loh.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Google Drive</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain sebagai tempat menyimpan file-file penting, Google Drive juga memberikan fitur canggih lainnya seperti menjadi tempat berbagi file dengan orang lain. Penggunaannya yang mudah biasanya dimanfaatkan dosen untuk memberikan bahan ajar melalui Google Drive. Kemudian bisa langsung diunduh oleh masing-masing mahasiswa yang memiliki tautan dokumen tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>7. iPusnas: Perpustakaan Digital Indonesia</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelajar Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menciptakan aplikasi perpustakaan digital yang dapat diakses dengan mudah melalui gawai. Berbagai jenis buku dihadirkan dalam perpustakaan ini seperti psikologi, agama, fiksi dan lainnya. Sebagai mahasiswa, aplikasi ini cocok digunakan untuk mencari referensi tambahan sebagai bahan perkuliahan. Untuk mengakses ribuan buku digital di dalamnya, kamu cukup registrasi menggunakan Email atau Facebook yang dimiliki.</p><p style="text-align: justify;"><strong>8. Todoist</strong></p><p style="text-align: justify;">Todoist sangat cocok untuk mahasiswa yang ingin mengatur waktu dengan efisien, agar mampu mengerjakan semua tugas tepat waktu. Aplikasi ini akan membantu mengingatkan deretan jadwal yang harus dilakukan terlebih dahulu. Dengan menggunakan Todoist, kamu akan dengan mudah mendapatkan <em>reminder</em> atau pengingat serta jadwal yang kamu miliki akan lebih teratur.</p><p style="text-align: justify;"><strong>9. Duolingo</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu ingin belajar berbagai bahasa asing tetapi dengan cara yang menyenangkan, Duolingo adalah salah satu aplikasi yang patut dicoba. Gabungan audio visual yang dihadirkan dalam aplikasi ini membantu mahasiswa yang ingin belajar bahasa asing menjadi lebih mudah. Duolingo tersedia untuk Android, iOS, dan Windows Phone, serta dapat pula diakses dalam versi <em>website</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa, rasanya sayang sekali jika tidak mampu mengefisiensi penggunaan ponsel maupun laptop di tengah maraknya berbagai aplikasi yang mampu mempermudah kegiatan perkuliahan. Dari beberapa rekomendasi di atas, masih banyak aplikasi lain yang bisa menunjang proses pembelajaranmu dengan efektif. Semoga sederet informasi yang kami berikan dapat membantu kamu, ya! <em>(<strong>str/piu/fzn</strong>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buka Jalur Usaha, Unmul x Gojek Adakan Kelas Bisnis STARBIZ-IN2BIS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buka-jalur-usaha-unmul-x-gojek-adakan-kelas-bisnis-starbiz-in2bis/baca </link>
<guid> buka-jalur-usaha-unmul-x-gojek-adakan-kelas-bisnis-starbiz-in2bis </guid>
<pubDate> Sat, 29 May 2021 11:11:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kelas bisnis yang diusung Unmul dan Gojek dalam meningkatkan perkembangan kewirausahaan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buka-jalur-usaha-unmul-x-gojek-adakan-kelas-bisnis-starbiz-in2bis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IrJk71Ar7m.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Buka Jalur Usaha, Unmul x Gojek Adakan Kelas Bisnis STARBIZ-IN2BIS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah Unmul menyatakan bermitra dengan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek Indonesia (baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-mitra-unmul-dan-gojek-siap-bersinergi/baca)," style="text-align: inherit;">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-mitra-unmul-dan-gojek-siap-bersinergi/baca),</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;kini mereka mengusung konsep kelas bisnis bertajuk Sekolah Startup Bisnis UMKM dan Alumni (STARBIZ-IN2BIS).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Nantinya, STARBIZ-IN2BIS ini akan menawarkan beberapa kelas. Di antaranya kelas penggunaan wirausaha yang ditujukan untuk mahasiswa dan alumni. Besar kemungkinan, akan dibuka pula kelas untuk umum.</p><p style="text-align: justify;">Adapun kelas ini berangkat dari target dan tujuan di mana perguruan tinggi dapat melahirkan alumni-alumni yang siap bekerja. Dalam artian, tidak hanya sebagai pekerja tetapi seorang wirausahawan.</p><p style="text-align: justify;">Diharapkan ketika mahasiswa telah menyelesaikan studinya, ia kelak menjadi wirausahawan serta dapat meningkatkan akreditasi dari almamater. Harapan lainnya, para alumni dari kelas ini dapat menjadi pengusaha yang dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat terutama adik-adik tingkatnya.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran STARBIZ-IN2BIS telah dibuka sejak 26 April lalu hingga akhir Mei ini. Mahasiswa maupun alumni yang berminat untuk mempelajari dan mengembangkan bisnis dapat mengikuti kelas tersebut. Hadi Pranoto, Kepala Pusat Produk Inovatif dan Inkubator Bisnis LP2M Unmul menjelaskan jika mereka menargetkan minimal 200 peserta dalam pembukaan kelas kali ini. Sebab Gojek sebagai mitra ingin menciptakan seribu wirausahawan muda melalui mahasiswa dan alumni di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kelas ini memiliki keunikan tersendiri dan berbeda dari pelatihan-pelatihan bisnis lainnya. Yakni terjadwalnya kurikulum yang telah disiapkan, bahkan pihak Gojek juga ikut andil dalam penyusunannya. Seluruh mahasiswa boleh mengikutinya, tak dibatasi harus memiliki usaha perintis. Sehingga, mahasiswa yang belum memiliki usaha mendapatkan bimbingan untuk menemukan ide bisnisnya. Sementara, mahasiswa yang telah memiliki rintisan akan dibantu melalui pengembangannya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rancangan program, mahasiswa akan dikelompokkan. Pertama yakni kelompok pra-inkubasi, di mana terdapat peserta yang belum memiliki ide usaha. Kedua, kelompok inkubator bisnis untuk peserta yang telah memiliki ide untuk pengembangan bisnis. Terakhir yakni kelompok pasca inkubasi. Ini bertukuan untuk startup-startup yang sudah berjalan, sehingga pelatihannya akan berfokus pada pengembangan usaha, cara pemasaran, pengemasan, memperbaiki produk, menjaga kualitas sampai cara perizinannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang kalau mahasiswa punya usaha misalnya produk, kadang-kadang ada masalah diperizinan ketika membuat digital market. Nantinya, pelatihan-pelatihan dari Gojek yang berkerja sama dengan Telkom mengarahkan kepada pemasaran secara online,&quot; ujar Hadi kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (18/5).</p><p style="text-align: justify;">Hingga sampai saat ini, peserta yang sudah mendaftar mencapai hampir 120 peserta. Bagi kalian yang berminat untuk mendaftar, dapat mengunjungi <em>website</em>&nbsp;<a href="https://in2bis.unmul.ac.id/.">https://in2bis.unmul.ac.id/.</a> Beberapa persyaratan peserta kelas ini di antaranya adalah:</p><p style="text-align: justify;">1. Merupakan alumni Unmul atau UMKM Mitra PT AKAB atau UMKM calon mitra.</p><p style="text-align: justify;">2. Mendaftarkan diri dengan:</p><p style="text-align: justify;">&bull;Mengisi biodata.</p><p style="text-align: justify;">&bull;Mengisi <em>form</em> komitmen kehadiran total 11 kali pertemuan (pembukaan 9x konten kegiatan dan penutupan atau pemberian sertifikat).</p><p style="text-align: justify;">&bull;Mengisi <em>form</em> kesediaan untuk didata dalam direktori bisnis IN2BIS Unmul.</p><p style="text-align: justify;">3. Per-<em>batch</em> kelas terdiri dari 25-30 peserta untuk setiap kelas inkubasi.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan rapat awal Unmul dengan Gojek, setelah pendaftaran ditutup maka kelas akan dimulai pada minggu kedua atau minggu ketiga. Peserta akan terlebih dahulu disesuaikan dengan kelompoknya, kemudian penyesuaian terhadap kurikulum dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penanggung jawab, Hadi mengaku jika dirinya berkeinginan untuk memajukan kegiatan kewirausahaan terutama bagi mahasiswa dan alumni. Ia berharap, STARBIZ-IN2BIS dapat meningkatkan kredibilitas Unmul, mempercepat alumni dalam mendapatkan pekerjaan serta membuka lapangan pekerjaan baru di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Silahkan buat teman-teman mahasiswa nanti dapat ikut andil membagikan informasi mengenai pendaftaran ini. Supaya nanti alumni-alumni kita juga dapat mengetahui informasi tentang ini,&quot; tutupnya dengan optimis. (<strong><em>lyn/jen/lsm/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengatasi Zoom Fatigue, Kelelahan Akibat Konferensi Video </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengatasi-zoom-fatigue-kelelahan-akibat-konferensi-video/baca </link>
<guid> mengatasi-zoom-fatigue-kelelahan-akibat-konferensi-video </guid>
<pubDate> Sat, 29 May 2021 11:23:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengatasi Zoom Fatigue, Kelelahan Akibat Konferensi Video </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengatasi-zoom-fatigue-kelelahan-akibat-konferensi-video/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UqXKjeonQm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengatasi Zoom Fatigue, Kelelahan Akibat Konferensi Video</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pernah merasa kelelahan akibat seringnya melakukan aktivitas rapat, diskusi, konferensi sampai pembelajaran daring yang dilakukan melalui fitur <em>video call</em> atau <em>video conference</em>? Fenomena ini dikenal dengan istilah <em>Zoom Fatigue</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Istilah ini mulai dikenal sejak diterapkannya aturan bekerja dari rumah, di mana kita diharuskan melakukan aktivitas <em>video conference</em> secara berkepanjangan. Dinamakan <em>Zoom Fatigue</em> bukan berarti terbatas pada platform Zoom saja, tetapi juga untuk semua platform aplikasi.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kompas.com</em>, <em>Zoom Fatigue</em> adalah perasaan lelah, jenuh, gelisah, cemas sampai kehilangan konsentrasi dalam menghadapi kegiatan <em>video conferencing</em>. Pertemuan yang dilakukan secara virtual ternyata lebih menimbulkan efek kelelahan yang parah karena mengharuskan kita berhadapan dengan layar komputer atau pun <em>smartphone</em>.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi permasalahan kualitas jaringan internet, adanya beban untuk tampil maksimal karena merasa diawasi dan diperhatikan, gangguan bising dari lingkungan sekitar hingga tuntutan agar selalu aktif juga responsif karena akan terasa canggung dan tidak nyaman jika hanya berdiam diri saja.</p><p style="text-align: justify;">Agar tidak berdampak pada masalah yang serius dan membahayakan kondisi kesehatan, berikut <em>Skesta</em> rangkum beberapa tips mengatasi <em>Zoom Fatigue untuk kamu.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>Praktikkan teknik 20-20-20</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah menatap layar selama 20 menit, lihatlah benda sekelilingmu yang berjarak 20 kaki selama 20 detik. Hal ini dapat membantumu mengurangi rasa lelah pada otot mata karena menatap layar komputer.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Istirahat sejenak</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat melakukan kegiatan <strong>video conference</strong> yang lama, kamu bisa beristirahat sejenak dengan mematikan kamera sekitar 5-10 menit dan melakukan peregangan ringan agar ototmu rileks.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hindari multitasking</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Multitasking</em> mengharuskan otak untuk bekerja lebih keras sehingga kamu lebih cepat merasa lelah. Biasakan diri untuk fokus melakukan satu kegiatan agar tidak cepat lelah dan tidak kehilangan konsentrasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Matikan video jika tidak diwajibkan</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengaktifkan video terus-menerus akan membuatmu merasa diawasi oleh orang lain dan mengurangi konsentrasi, karena kamu akan lebih fokus ke penampilanmu.</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa tips yang dapat kami berikan untukmu. Pastikan untuk selalu jaga kondisi kesehatan dengan istirahat yang cukup sebagai upaya agar terhindar dari <em>Zoom Fatigue</em>. (<strong><em>fsf/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perpustakaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/perpustakaan/baca </link>
<guid> perpustakaan </guid>
<pubDate> Sun, 30 May 2021 09:11:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/perpustakaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l4zs5X7sYs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perpustakaan</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Terjadi keheningan luar biasa di antara para pengunjung,</span></p><p>Juga di dalam benakku.</p><p><br></p><p>Kenapa ingar-bingar kota dan alun-alun kalah dengan kesunyian abadi?</p><p><br></p><p>Sejenak aku sadar,</p><p>Bahwa otoriter tidak lain adalah memendam sunyi dan masalah sendirian.</p><p><br></p><p>Langit mulai menyentuh daun jendela,</p><p>Namun penghuninya masih setia tinggal di antaranya.</p><p><br></p><p>Entah urusan belajar dan moral,</p><p>Atau untuk berjabat tangan dan berdamai dengan masalah yang sudah-sudah.</p><p><br></p><p><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjalanan KKN Tematik Farmasi 2021 dalam Pandemi Covid-19 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjalanan-kkn-tematik-farmasi-2021-dalam-pandemi-covid-19/baca </link>
<guid> perjalanan-kkn-tematik-farmasi-2021-dalam-pandemi-covid-19 </guid>
<pubDate> Sun, 30 May 2021 10:54:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjalanan KKN Tematik Farmasi 2021 dalam Pandemi Covid-19 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjalanan-kkn-tematik-farmasi-2021-dalam-pandemi-covid-19/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qVDaxwTpuv.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perjalanan KKN Tematik Farmasi 2021 dalam Pandemi Covid-19</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Farmasi kini resmi ditutup. Berlangsung sejak 25 Januari hingga 22 Mei lalu, kegiatan yang dihelat secara daring dan luring ini memiliki cerita tersendiri bagi para pesertanya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, Farmasi menyelenggarakan KKN-T selama satu semester atau 5 bulan pelaksanaan. Tak hanya itu, agenda tersebut tak dilaksanakan saat waktu libur, melainkan pada hari-hari perkuliahan. Sehingga, pelaksanaan KKN Tematik berjalan berdampingan dengan pelaksanaan perkuliahan. Tentu saja, hal ini menimbulkan kesulitan bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Penutupan diakhiri dengan penyampaian program yang telah terlaksana juga program kerja kewirausahaan dari tiap-tiap kelompok KKN-T. Adapun saran dan masukan pada proker mahasiswa disampaikan oleh tiap Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).</p><p style="text-align: justify;">Meski kegiatan pengabdian terlaksana di lapangan dan di rumah, tak berarti mengurangi esensi dan tujuan utama KKN kali ini. Caecilia Sirengke, mahasiswa Farmasi 2018 yang melaksanakan KKN di daerah Toraja menyebut jika ia dan kelompoknya kerap kali mengalami kendala. Seperti proker yang bertabrakan dengan jadwal kuliah, fasilitas yang kurang memadai di tempat KKN hingga jaringan yang kurang mendukung ketika ada agenda daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Meskipun berjalan dengan kendala yang ada, puji Tuhan semua program kerja terlaksana dengan baik. DPL juga turut memberikan masukan terkait program kerja yang dilaksanakan,&rdquo; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (29/5).</p><p style="text-align: justify;">Keadaan yang serupa juga turut dirasakan kelompok KKN-T di Desa Sekurou Jaya. Meilina Purnama selaku anggota menyampaikan pengalamannya selama berkegiatan di desa. Ia menuturkan, kondisi pandemi merupakan kendala terbesar bagi kegiatan ini terutama pemilihan proker yang cocok.</p><p style="text-align: justify;">Inilah yang membuat kerja sama tim harus berjalan dengan baik. Selain itu, peran DPL dalam agenda KKN sangat penting untuk memantau jalannya kegiatan dan memberikan arahan pelaksanaan program kerja.</p><p style="text-align: justify;">Proker yang mereka usung pun beragam. Edukasi kesehatan, pembagian masker, Farmasi Mengajar serta penyuluhan. Terdapat pula program unggulan lain seperti donor darah dan ruang diskusi bersama masyarakat. Ia menambahkan, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan program kewirausahaan terkait kefarmasian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada program kerja kewirausahaan sendiri, kami membuat minuman cincau yang dibuat dari daun cincau asli. Kewirausahaan ini juga merupakan sebuah kerja sama dengan salah satu warga desa Sekurou Jaya yang memiliki usaha pembuatan cincau,&rdquo; sebutnya, Sabtu (29/5).</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan yang dilakukan selama pandemi rupanya tetap memberikan kesan mendalam termasuk untuk dirinya sendiri. Dengan adanya kerja sama kelompok yang baik dalam selama KKN berlangsung, ia berharap agar keadaan ini dapat dipertahankan dengan sistem yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga KKN Tematik pada Fakultas Farmasi Unmul ke depannya akan lebih baik lagi dengan sistem yang sesuai dengan keadaan sekarang ini,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>bey/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekalan KKN FH Unmul: Perkenalkan Hukum Melalui Teknologi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-fh-unmul-perkenalkan-hukum-melalui-teknologi/baca </link>
<guid> pembekalan-kkn-fh-unmul-perkenalkan-hukum-melalui-teknologi </guid>
<pubDate> Sun, 30 May 2021 11:29:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan pembekalan KKN FH 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-fh-unmul-perkenalkan-hukum-melalui-teknologi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SexvXpxdNe.png" />
					</figure>
			                <h1>Pembekalan KKN FH Unmul: Perkenalkan Hukum Melalui Teknologi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pada Sabtu (29/5) kemarin, Fakultas Hukum (FH) Unmul telah melaksanakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) non-reguler secara daring melalui Zoom. Kegiatan KKN yang dilaksanakan untuk kedua kalinya di tahun ini terdiri dari KKN Profesi dan KKN Inovatif yang diperuntukan untuk mahasiswa angkatan 2018.</span></p><p style="text-align: justify;">Acara pembekalan dibagi menjadi dua sesi dan dipandu oleh Alfian selaku moderator sekaligus sekretaris panitia pada agenda KKN ini. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga dibuka secara resmi oleh Dekan FH Unmul, Mahendra Putra Kurnia.</p><p style="text-align: justify;">Adapun pembekalan diawali dengan pemaparan materi oleh Sugiharta yang menjabat sebagai dosen luar biasa Program Pasca Sarjana FH Unmul sekaligus Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Bandung. Pembahasan berlangsung seputar peran dan fungsi hakim dalam menegakkan hukum dan keadilan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam penyampaian materi, ia menyebut bahwa teori seringkali tidak sesuai dengan keadaan saat dipraktikkan. Maka dari itu, perlu dilakukan penelitian di pengadilan. Kemudian ia menutup pemaparan materi dengan berpesan bahwa mahasiswa harus mempersiapkan diri pada era percaturan dunia. Sehingga, mahasiswa harus mampu menguasai teknologi, sistem informasi dan bahasa asing.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua oleh Muhammad Gatot Subratayuda. Ia membagikan pengalamannya terkait profesi Jaksa dan memaparkan tugas pokok serta fungsinya sebagai bagian dari lembaga kejaksaan.</p><p style="text-align: justify;">Gatot menuturkan, dalam dunia peradilan dan hukum kita harus mampu beradaptasi dengan cepatnya perkembangan teknologi dan informasi. &ldquo;Kebutuhan hukum juga perlu di-<em>update</em>. Apakah masih sesuai dengan keadaan saat ini atau sedang terjadi kekosongan hukum,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemaparan materi berikutnya dibawakan oleh Nun Fadilah Muslimah yang berprofesi sebagai Notaris. Kali ini, ia membahas mengenai tugas pokok dan fungsi notaris. Disambung oleh Inspektur Polisi Satu (IPTU) Edy Hariyanto sebagai perwakilan dari Polisi Republik Indonesia (POLRI) yang turut menyampaikan tugas pokok dan fungsi kepolisian sebagai bagian dari lembaga hukum.</p><p style="text-align: justify;">Pembekalan pada sesi kedua diisi oleh Dahri Dahlan selaku dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Ia menjelaskan mengenai tahapan-tahapan dalam pembuatan film. Pada sesi ini, tak hanya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan. Namun para dosen pembimbing juga turut bertanya seputar produksi film, khususnya bagi KKN Inovatif. (<strong><em>ami/eng/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keren Tanpa Rokok </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/keren-tanpa-rokok/baca </link>
<guid> keren-tanpa-rokok </guid>
<pubDate> Mon, 31 May 2021 07:40:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tidak merokok itu keren! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/keren-tanpa-rokok/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YcExAITJyE.png" />
					</figure>
			                <h1>Keren Tanpa Rokok</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">31 Mei ialah momentum dalam memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau <em>World No Tobacco Day</em> (WNTD), di mana seharusnya menjadi perhatian serius bagi bangsa Indonesia. Peringatan tersebut diprakarsai WHO sejak 1987 dan tahun ini mengangkat tema &quot;<em>Commit to Quit</em>&quot;.</span><br></p><p style="text-align: justify;">WHO menyebutkan bahwa kehadiran tembakau telah menyebabkan 8 juta kematian setiap tahunnya, dari 1,3 miliar pengguna tembakau di seluruh dunia. Setidaknya, kurang lebih 60 persen perokok (sekitar 780 juta orang) telah menyatakan keinginannya untuk berhenti. Namun, hanya 30 persen yang berhasil berhenti.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data statistik konsumsi rokok dunia pada tahun 2014, hasilnya mencapai 5,8 triliun batang dan 240 miliar batang (4,14 persen) di antaranya dikonsumsi oleh perokok Indonesia. Sedangkan menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada 2016 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, didapatkan hasil bahwa perokok di Kalimantan Timur (Kaltim) yang berusia lima tahun ke atas mencapai 19,78 persen atau sekitar 628 ribu penduduk. Anggapan lah di antara 100 orang, terdapat 20 perokok. Rata-rata konsumsi rokok perhari 15 batang.</p><p style="text-align: justify;">Data tersebut menunjukkan besarnya konsumsi masyarakat Indonesia khususnya Kaltim dalam penggunaan tembakau. Belum lagi dampak dari penggunaan tembakau untuk kesehatan. Tidak terbayangkan jika masyarakat maupun pemuda terutama di Kaltim terkena penyakit yang disebabkan oleh penggunaan tembakau, baik rokok dari tembakau maupun rokok elektrik (vape).</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut sangat meresahkan, apalagi di kalangan yang notabenenya mahasiswa kesehatan. Belum optimalnya penanganan pemerintah dalam pelarangan merokok di area terbuka, pun anak muda yang berada dalam tipu daya industri rokok menyebabkan mereka melampiaskan stres mereka dengan merokok. Ini adalah bukti nyata pemerintah Indonesia belum serius dalam menangani permasalahan ini.</p><p style="text-align: justify;">Maka, untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah dengan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penerapan KTR ini sangat gencar dilakukan oleh Menteri Kesehatan Indonesia. Hal tersebut dapat menjadi solusi untuk menekan angka perokok, serta meminimalisir munculnya perokok pemula dan melindungi perokok pasif yang masih menginginkan udara segar tanpa adanya asap rokok.</p><p style="text-align: justify;">Menteri Kesehatan juga mempunyai inovasi baru seperti Layanan Konseling Bebas Pulsa di nomor 0800-177-6565. Layanan tersebut dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin berkonsultasi terkait upaya berhenti merokok atau terkait kesehatan dari dampak rokok. Diharapkan, konseling ini nantinya dapat menurunkan angka stres remaja sehingga tidak merokok. Menurut Borneo Student Research, remaja sering kali melampiaskan stres terhadap perilaku merokok.</p><p style="text-align: justify;">UU tentang Pertembakauan sendiri mempunyai dasar seperti KTR yang diatur oleh UU RI Nomor 36 Tahun 2009, Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2003, Pergub Kalimantan Timur Nomor 01 Tahun 2013, serta Perwali Samarinda No 51 Tahun 2012. Nyatanya, keadaan ini tetap sulit untuk menerapkannya.</p><p style="text-align: justify;">Terbukti di lapangan baik tempat umum maupun kampus-kampus di Kaltim masih banyak yang belum memiliki KTR. Belum lagi masyarakat, dosen dan mahasiswa yang terlihat mengisap rokok masih terlihat di lingkungan sekitar baik di tempat kerja maupun tempat umum.</p><p style="text-align: justify;">Jika tempat-tempat umum diterapkan sebagai KTR, hal tersebut tentu mempersempit gerak perokok untuk merokok di tempat umum. Selain mendapatkan udara segar dan bebas dari asap rokok, ini dapat mengurangi potensi terkena penyakit akibat asap rokok. Dibuatnya lembaga konseling untuk masyarakat agar tak kecanduan merokok pun akan lebih keren lagi.</p><p style="text-align: justify;">Harapannya, dengan momentum peringatan Hari Tanpa Tembakau ini masyarakat khususnya pemuda akan konsisten untuk berhenti merokok. Sebab selain peduli dengan kesehatan, tidak merokok akan membuat kita lebih percaya diri dan lebih keren. Mari, bersama-sama kita ciptakan budaya Keren Tanpa Rokok.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andi Berbi Ollan Yunus, Mahasiswa Farmasi, FF 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Morning Anxiety: Kecemasan Berlebih Saat Pagi Hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/morning-anxiety-kecemasan-berlebih-saat-pagi-hari/baca </link>
<guid> morning-anxiety-kecemasan-berlebih-saat-pagi-hari </guid>
<pubDate> Mon, 31 May 2021 10:39:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pernahkah kamu merasa cemas di pagi hari? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/morning-anxiety-kecemasan-berlebih-saat-pagi-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6x2Altlprp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Morning Anxiety: Kecemasan Berlebih Saat Pagi Hari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Bangun di pagi hari merupakan hal yang lazim kita lakukan untuk memulai aktivitas sehari-hari. Namun, pernahkah kamu merasa cemas berlebih saat bangun di pagi hari? Bahkan, menyebabkan rasa khawatir yang berlebih terhadap hal-hal yang belum tentu terjadi hari ini?&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>healthline.com</em>, kecemasan di pagi hari atau biasa disebut <em>Morning Anxiety</em> bukanlah istilah medis. Ungkapan ini menjelaskan tentang perasaan di mana seseorang merasa cemas, khawatir, hingga stres ketika ia bangun tidur. Beberapa hal yang dapat dirasakan saat mengalami <em>Morning Anxiety</em> yaitu <em>overthinking</em> dengan hal buruk yang belum tentu terjadi di hari itu, merasa terperangkap dengan komitmen dan tanggung jawab yang telah dibuat, sulit mengalihkan fokus terhadap hal yang dikhawatirkan, bahkan terlalu terpaku dengan sesuatu yang tidak penting.</p><p style="text-align: justify;">Namun perlu diperhatikan, ada banyak penyebab yang memungkinkan timbulnya rasa cemas berlebih saat baru bangun di pagi hari. Misalnya buruknya kualitas tidur, mengkonsumsi gula secara berlebihan, dan mimpi buruk. Nah, berikut <em>Sketsa</em> berikan beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi <em>Morning Anxiety.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Meningkatkan Kualitas Tidur Menjadi Lebih Baik</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada orang dewasa, durasi tidur yang cukup yaitu selama 7 hingga 8 jam per hari secara teratur. Usahakan tidak merasa lapar saat hendak tidur, tetapi jangan makan saat terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, buatlah kondisi kamar senyaman mungkin untuk membantumu menciptakan tidur dengan kualitas yang baik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Rutin Berolahraga</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu dapat menggunakan waktu 30 menit di pagi hari untuk berolahraga. Lakukan hal ini sebanyak lima kali dalam seminggu untuk mendapatkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar. Tubuh yang sehat akan membawa pikiran yang sehat pula dan tentu saja meminimalkan kemungkinan terjadi <em>Morning Anxiety.</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Melakukan Perawatan Diri Setiap Pagi</strong></p><p style="text-align: justify;">Mandi dengan air hangat atau berjalan-jalan sebentar di luar rumah sebelum memulai aktivitas akan mengurangi rasa cemas yang timbul di pagi hari. Sebagai opsi lain, kamu juga bisa melakukan meditasi sederhana, karena kegiatan itu dapat membuat diri menjadi lebih tenang untuk menjalani hari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Tidak Membuka Ponsel Ketika Bangun Tidur</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagian orang memiliki kebiasaan untuk langsung membuka ponsel saat bangun di pagi hari. Namun, tahukah kamu kebiasaan ini sangat berbahaya? Pasalnya, radiasi yang terdapat pada ponsel dapat menyebabkan melemahnya otak, sehingga otak menjadi lebih sulit bekerja dan mudah merasa pusing. Selain itu, penggunaan ponsel ketika baru saja bangun di pagi hari juga dapat meningkatkan stres dan rasa cemas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Latihan Pernapasan Dalam</strong></p><p style="text-align: justify;">Melakukan latihan pernapasan dalam atau bisa disebut <em>deep breathing</em> secara rutin merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kegelisahan. Tubuh akan jauh lebih tenang dan rileks. Saat latihan pernapasan, kamu juga bisa ditemani lilin aromaterapi agar lebih merasakan ketenangan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Mengidentifikasi Penyebab Kecemasan</strong></p><p style="text-align: justify;">Identifikasilah yang menjadi penyebab dari gangguan kecemasan. Pikirkan dengan baik dan tenang agar dapat mengidentifikasinya. Setelah itu, kamu dapat mencari solusi terbaik bagaimana menghilangkan pusat masalah dari kecemasan berlebihan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Perlu kamu ketahui, menjalani hari dengan perasaan cemas adalah sesuatu yang tidak menyenangkan bahkan dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Kecemasan berlebih di pagi hari akan mengganggumu menjalani aktivitas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apabila kecemasan ini selalu timbul setiap harinya, langkah terbaik yang dapat diambil yaitu berkonsultasi dengan terapis. Jadi, jangan berlarut begitu saja dan membiarkan rasa cemas itu terus membelenggu setiap hari, ya. (<em><strong>str/fzn</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengupas Isu Sosial Indonesia Melalui Buku Melawan dari Mahakam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengupas-isu-sosial-indonesia-melalui-buku-melawan-dari-mahakam/baca </link>
<guid> mengupas-isu-sosial-indonesia-melalui-buku-melawan-dari-mahakam </guid>
<pubDate> Mon, 31 May 2021 10:52:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perilisan buku Melawan dari Mahakam. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengupas-isu-sosial-indonesia-melalui-buku-melawan-dari-mahakam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vR2mh2cjiv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengupas Isu Sosial Indonesia Melalui Buku Melawan dari Mahakam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Semilir angin malam menemani sekumpulan orang yang tengah duduk memperhatikan tiga orang yang sedang bercerita di atas panggung. Tak hanya itu, tampak tersusun rapi tumpukan buku berwarna hitam bertuliskan &ldquo;Melawan dari Mahakam&rdquo; pada meja berbentuk persegi panjang di atas panggung, Sabtu (29/5).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Jarum jam menunjukkan pukul 20.00 Wita, dua pria dan satu wanita yang kompak mengenakan kacamata menjelaskan tujuan mereka duduk berdampingan menghadap audiens yang hadir. Mereka adalah Herdiansyah Hamzah, Maria Teodora Ping, dan Muhammad Yopin Pratama sebagai moderator.</p><p style="text-align: justify;">Kerlipan lampu yang menyoroti panggung, menemani mereka kala membahas perilisan buku berisi kumpulan orasi para aktivis Aksi Kamisan Kaltim yang memuat 11 bab utama. Sebanyak 289 halaman tak terasa kala dibaca, sebab tulisan pada buku tidak hanya diisi oleh Herdiansyah dan Maria, akan tetapi dengan penulis lainnya seperti, Abi Muhammad, Ahmad Naelul Abrori, Asman Azis, Fachri Aziz, Ficky Yosi Ardilles, Haris Retno Susmiyati, Hartina, Hari Widyantoro, Kelik Ismunandar, Lorensius Amon, Mareta Sari, Maria Yuno, Nasrullah Mappatang, Nelly Agustina Br Harahap, Orin Gusta Andini, Panji Aswan, Roedy Haryo, Widjono AMZ, Sholihin Bone, Sri Murlianti, Taufik Iskandar, Wawan Darmawan dan Yustianus Sapto Hardjanto.</p><p style="text-align: justify;">Agenda yang berlangsung tak sebatas mengenalkan buku, melainkan mengajak <em>audiens</em> melakukan sesi diskusi mengenai isu sosial yang terjadi saat ini di Indonesia. Menggenggam erat mikrofon yang dipegangnya, Herdiansyah dengan lantang membahas sistem politik yang dianggapnya ternoda oleh beberapa oknum tidak bertanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaitkan fenomena dengan tulisan yang ia buat pada bab Politik Tanpa Korupsi pada buku Melawan dari Mahakam. &ldquo;Politik kita begitu kotor. Survei global oleh <em>Corruption Barometer</em> menunjukkan lembaga paling korupsi adalah DPR. Ada 589 anggota dari pusat hingga kabupaten kota dan daerah yang melakukannya,&rdquo; ucap Herdiansyah yang juga akademisi Fakultas Hukum (FH) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Melalui buku itu, ia berharap khalayak dapat mengetahui fenomena yang sesungguhnya terjadi pada negeri. Sesekali menggerakkan jemarinya, Herdiansyah menegaskan ketidakadilan yang terjadi harus disikapi dengan keberpihakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita lihat siapa yang dirugikan secara sistematis dan politis. Beban sejarah itu kita semua masih tanggung,&rdquo; tegas Herdiansyah.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Herdiansyah, Maria Teodora Ping, ungkap keresahannya melalui kaum milenial dan beban sejarah pada salah satu bab yang ia tulis di buku itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tulisan yang saya buat tentang beban sejarah harus dipikul pada setiap generasi. Beban itu akan selalu kita panggul, kalau kita tidak tahu apa yang terjadi dengan sejarah, kita tidak akan tahu beban kita,&rdquo; tutur perempuan yang merupakan akademisi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Maria menambahkan masalah sejarah negara tidak hanya menjadi pekerjaan rumah kepada pemerintah melainkan seluruh masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk publik bisa memiliki kesadaran kolektif, kita masih punya utang beban sejarah mengenai hak asasi manusia yang berat. Perlu keterlibatan kita sama-sama mendorong penyelesaian itu,&rdquo; jelas Maria.</p><p style="text-align: justify;">Buku kumpulan orasi Melawan dari Mahakam merupakan karya lanjutan dari buku sebelumnya berjudul Senjata Kata-Kata pada 2020 silam. Berbeda dari buku yang baru saja dibahas, buku berjudul Senjata Kata-kata berisikan kumpulan puisi oleh para aktivis Aksi Kamisan Kaltim. (<strong><em>syl/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fenomena Book Snob dalam Dunia Literasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/fenomena-book-snob-dalam-dunia-literasi/baca </link>
<guid> fenomena-book-snob-dalam-dunia-literasi </guid>
<pubDate> Tue, 01 Jun 2021 10:19:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena Book Snob dalam Dunia Literasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/fenomena-book-snob-dalam-dunia-literasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jq48y4m1IY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fenomena Book Snob dalam Dunia Literasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Aktivitas membaca buku menjadi salah satu hal yang digemari banyak orang hingga saat ini. Adanya beragam jenis bacaan tentu meningkatkan wawasan dan pemahaman seseorang, entah melalui karya nonfiksi maupun fiksi. Setiap orang seharusnya merasa nyaman dengan selera bacaannya masing-masing. Utamanya karena membaca dapat meningkatkan angka melek literasi bahkan di era penuh disrupsi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, kehadiran kaum <em>book snob</em> justru menjadi salah satu faktor menurunnya minat membaca. Jika kamu tidak familier dengan sebutan ini, <em>book snob</em> sendiri adalah istilah untuk seseorang yang meremehkan orang lain karena tidak memiliki minat yang sama dengan dirinya―dalam hal ini adalah buku.</p><p style="text-align: justify;">Mereka yang merupakan <em style="">book snob</em> akan menganggap dirinya lebih intelek atas buku-buku yang telah ia baca. Misalnya menganggap orang lain yang tidak membaca sastra klasik, filsafat atau politik merupakan kaum terbelakang. Dapat pula merendahkan selera membaca orang-orang yang menyukai sastra populer seperti novel romansa atau komedi.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya, istilah ini muncul dengan adanya <em>literature snob</em>. Di mana beberapa orang memandang kelompok karya sastra yang terkenal dan termasuk sastra serius merupakan hal yang penting. Dalam hal ini, mereka cenderung membandingkan mana karya yang layak menjadi konsumsi publik dan mana yang tidak. Sehingga, sastra populer dianggap tak pantas untuk dibaca karena tidak memuat isi yang kritis atau merangsang nalar.</p><p style="text-align: justify;">Pemicunya tentu tidak jauh dari sejarah di Indonesia sendiri, terutama pada kondisi sosial politik Indonesia sebelum kemerdekaan hingga awal abad ke-21. Mengutip dari laman <em>berdikaribook.red</em>, karya sastra populer memang mendapatkan ruang yang luas pada era kolonial hingga sebelum reformasi sebab tak membuat pembaca berpikir secara kritis dan penuh poin-poin klise. Adapun karya sastra serius menjadi hal yang berbahaya karena dapat membuat masyarakat memahami keadaan dengan menggugah nalar mereka.</p><p style="text-align: justify;">Tak bisa ditampik jika buku-buku bernuansa serius memang tidak begitu dilirik oleh masyarakat, ini karena adanya perbedaan pemahaman atas suatu masalah atau kejadian pada setiap orang. Sebaliknya, ragam buku dengan tema populer atau kekinian menjadi primadona sebab didasari pada minat yang digemari orang-orang. Ini menjadikannya lebih <em>related</em> terhadap kehidupan, meskipun bacaan sastra serius memiliki gagasan yang lebih dalam.</p><p style="text-align: justify;">Meski terdapat sejarah dalam hadirnya kaum <em>book snob</em> saat ini, tentu saja tidak membenarkan sikap pamer atau justifikasi pada orang lain terkait apa yang mereka baca. Para <em>book snob</em> pada dasarnya menganggap bahwa membaca buku merupakan suatu pencapaian. &ldquo;Sudah berapa buku yang kamu baca setahun? <em>Gue</em> sebulan 10 buku, masa <em>lo</em> kalah?&rdquo;, &ldquo;sudah baca bukunya Pram, belum? Cupu deh, kalau belum!&rdquo; sampai pernyataan &ldquo;baca buku kok punya Fiersa Besari!&rdquo; adalah ucapan yang mungkin terlontar ketika menghadapi kaum semacam ini.</p><p style="text-align: justify;">Tahukah kamu jika Indonesia menempati ranking 62 dari 70 negara terkait dengan tingkat literasi? Survei yang dilakukan <em>Program for International Student Assessment</em> (PISA) dan dirilis oleh <em>Organization for Economic Co-operation and Development</em> (OECD) pada 2019 lalu menunjukkan jika kita masuk dalam 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Sementara, kaum <em>book snob</em> yang cenderung menggunakan pondasi emosional untuk melakukan kritik pada bacaan seseorang bisa jadi salah satu faktor turunnya minat baca yang sedang dibangun seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya kritik yang dibangun dapat menghadirkan beragam referensi lainnya untuk dibaca. Bukan sekadar menunjukkan tendensi bahwa bacaan yang serius merupakan keharusan yang ideal. Semakin banyak buku yang kita baca, biasanya dapat memperluas sudut pandang terhadap suatu masalah. Hadirnya perbedaan sisi dalam karya sastra, baiknya dibarengi dengan sikap menghargai dan menciptakan iklim membaca yang lebih menyenangkan. Yuk, tingkatkan referensi dan keragaman buku yang kita baca! (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kripto Kian Digemari, Berisiko Kah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/kripto-kian-digemari-berisiko-kah/baca </link>
<guid> kripto-kian-digemari-berisiko-kah </guid>
<pubDate> Tue, 01 Jun 2021 10:47:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apakah investasi kripto berisiko? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/kripto-kian-digemari-berisiko-kah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/56udnVJgrm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kripto Kian Digemari, Berisiko Kah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mata uang kripto atau sering juga disebut <em>Cryptocurrency</em> saat ini sedang menjadi tren di kalangan investor, baik nasional maupun mancanegara. Berbeda dengan mata uang konvensional, mata uang kripto merupakan mata uang digital yang digunakan untuk kebutuhan transaksi secara virtual.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Awal mula kemunculannya bermula pada tahun 1998 dan digagas oleh Wei Dai. Namun, pada tahun itu mata uang kripto belum bisa digunakan karena belum adanya sistem yang mencatat transaksi antar pengguna. Barulah pada tahun 2009, muncul <em>bitcoin</em> yang merupakan mata uang kripto pertama yang memiliki sistem pencatatan transaksi atau sering disebut dengan <em>blockchain</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tak heran kepopuleran investasi melalui kripto ini mampu mengubah harga <em>bitcoin</em>&nbsp;meningkat cukup drastis. Hanya dalam waktu hitungan bulan saja, nilainya bisa menembus <em>all-time high</em> yang baru. Harganya pernah naik hingga 354% pada tahun 2020 yang membuatnya bisa mengalahkan <em>return</em> aset keuangan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Seiring berjalannya waktu, mata uang kripto kian digemari oleh investor dan menjadi salah satu instrumen investasi yang menjanjikan. Dilansir dari <em>kompas.com</em>, Wahyu Laksono yang merupakan <em>Analis Capital Futures</em> mengungkapkan bahwa meningkatnya animo masyarakat dalam berinvestasi di mata uang kripto disebabkan oleh ketidakpercayaan terhadap mata uang resmi atau uang fiat yang terus tergerus inflasi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan lain Wahyu juga berpesan kepada masyarakat awam yang tertarik terjun berinvestasi ke mata uang kripto agar memahami risiko yang perlu diwaspadai. Seperti penipuan, penggelapan hingga transaksi bodong. Ia juga menambahkan agar masyarakat berinvestasi ke lembaga yang sudah mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap investasi ada risikonya. Nah, yang utama, lihat dulu produknya diatur atau tidak? Saran saya bagi yang masih awam, tidak usah macam-macam pemikirannya. Untuk awam percaya saja kepada pemerintah dulu. Levelnya yang di situ dulu,&rdquo; tukas Wahyu. <strong><em>(hdt/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> GMNI Samarinda Sebut Esensi Pancasila Bukan Kemiskinan, Ketimpangan dan Kerusakan Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/gmni-samarinda-sebut-esensi-pancasila-bukan-kemiskinan-ketimpangan-dan-kerusakan-lingkungan/baca </link>
<guid> gmni-samarinda-sebut-esensi-pancasila-bukan-kemiskinan-ketimpangan-dan-kerusakan-lingkungan </guid>
<pubDate> Tue, 01 Jun 2021 13:12:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press Release GMNI dalam momen Hari Kelahiran Pancasila. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/gmni-samarinda-sebut-esensi-pancasila-bukan-kemiskinan-ketimpangan-dan-kerusakan-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VY2RuFXBWP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>GMNI Samarinda Sebut Esensi Pancasila Bukan Kemiskinan, Ketimpangan dan Kerusakan Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hari Kelahiran Pancasila dirayakan pada tanggal 1 Juni. Tentu saja ini menjadi peringatan penting sejarah perjalanan bangsa, bahwa Pancasila digunakan sebagai pedoman berkehidupan berbangsa dan bernegara yang memiliki cita-cita luhur. Yang kemudian digali oleh Bung Karno sebagai arah bangsa melalui Trisakti ajaran <em>founding father</em>.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Ketua GMNI Samarinda, Yohanes Richardo Nanga Wara mengatakan, momentum untuk merefleksikan sejauh mana negara mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila ialah menuju tatanan masyarakat adil dan makmur tanpa adanya ketimpangan, kemiskinan dan kerusakan lingkungan yang terjadi. Meskipun kita menyadari butuh perjuangan serius.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sejatinya, Pancasila jalan pembebasan rakyat dari cengkraman sistem kekuasaan yang yang tamak. Sebab esensi Pancasila bukanlah kemiskinan, ketimpangan, kerusakan alam, kebodohan. Peran negara tidak boleh meninggalkan roh Pancasila yang sebenarnya,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Richardo, di Kaltim pembangunan masih hancur serta adanya kemiskinan yang meningkat. Kerusakan lingkungan juga tengah berlangsung dan sangat bertentangan dengan semangat butir-butir Pancasila, salah satunya poin Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.&nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Kalimantan Timur pada September 2020 mencapai sebanyak 243,99 ribu (6,64 persen). Di Maret 2020 terdapat sebanyak 230,26 ribu (6,10 persen), yang berarti jumlah penduduk miskin secara absolut bertambah 13,73 ribu orang yang secara persentase naik 0,54 persen. Sementara tingkat Garis Kemiskinan naik menjadi 1,11 persen. Sementara, banyak anggaran yang terbuang sia-sia karena pembangunan Kaltim masih miris.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara berdasarkan data, besarnya anggaran Provinsi Kaltim mestinya dioptimalkan yang lebih maksimal. Perlu adanya pengawasan oleh publik karena APBD Kaltim tahun 2021 mencapai Rp11,61 triliun. Dengan rincian pendapatan direncanakan sebesar Rp9,58 triliun dan terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp5,39 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp4,18 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp12,27 miliar (sumber: <em>kaltimprov.go.id</em>). Tetapi, infrastruktur masih hancur terkhusus daerah-daerah pelosok.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan sampai ada anggaran, tapi tidak ada pembangunan infrastruktur, lalu ke mana anggaran tersebut diperuntukkan?&quot; pungkas Richardo.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, ia mengatakan bahwa adanya pembiaran masalah lingkungan. Pemerintah tutup mata dan tak acuh melihat problematika pencemaran lingkungan yang punya kaitan erat dengan industri. Sebab Kaltim tengah berada dalam pusaran lingkar industrial ekstraktif, baik pertambangan batu bara maupun perkebunan sawit yang tidak mematuhi peraturan. Ini karena lemahnya pengawasan dari aparat penegakan hukum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada sebanyak 1.735 lubang tambang di Kaltim yang dibiarkan di berbagai daerah. Belum lagi 39 anak yang mati di lubang tambang juga kriminalisasi bagi gerakan rakyat. Sebagai contoh, kasus kriminalisasi masyarakat adat dayak Long Bentuk yang mempertahankan tanahnya dan camat Tenggarong yang menjadi sasaran empuk kekerasan dan penganiayaan saat berhadapan dengan aktivitas pertambangan batu bara di tempatnya.</p><p style="text-align: justify;">Maka, banyak sekali persoalan yang perlu menjadi substansi penting agar Pancasila berjalan sesuai dengan koridornya. Bahwasanya perjuangan untuk pembebasan umat manusia tidak akan mungkin tergapai jika masih ada kemelaratan bagi rakyat. Karena dalam Pancasila, kita menemukan kemurnian dan kemuliaan sumber arah bangsa yang adil makmur dan harus kita bumikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Nilai Pancasila harus kita bumikan, karena di situlah kita menemukan jati diri bangsa yang mengakomodir kekuatan rakyat. Negara jangan kemudian menjadikan Pancasila sebagai legitimasi kekuasaan, menindas yang dalam implementasinya ternyata bertolak belakang dengan substansi Pancasila. Apalagi hanya sekedar manipulasi rakyat dengan slogan-slogan pencitraan,&quot; tutup Richardo.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Samarinda.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Indonesia Menuju Net Zero Emission: Wacana atau Bantuan Nyata Bagi Lingkungan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/indonesia-menuju-net-zero-emission-wacana-atau-bantuan-nyata-bagi-lingkungan/baca </link>
<guid> indonesia-menuju-net-zero-emission-wacana-atau-bantuan-nyata-bagi-lingkungan </guid>
<pubDate> Wed, 02 Jun 2021 11:52:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Indonesia Menuju Net Zero Emission </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/indonesia-menuju-net-zero-emission-wacana-atau-bantuan-nyata-bagi-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SlIjLkuSjj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Indonesia Menuju Net Zero Emission: Wacana atau Bantuan Nyata Bagi Lingkungan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Belakangan ini, dunia sedang gencar untuk melakukan pembangunan rendah karbon dalam mencapai <em>Net Zero Emission</em> (NZE) atau netralitas karbon. Hal itu diperkuat pula dengan wacana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia yang sedang menyusun komitmen untuk mencapai NZE. Khususnya dalam penurunan emisi gas rumah kaca, sebagaimana yang dituangkan dalam <em>Nationally Determined Contribution</em> (NDC).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Gas rumah kaca sendiri bisa menipiskan lapisan ozon serta dapat menimbulkan beragam polemik terhadap isu iklim. Tak hanya itu, hal ini juga akan meningkatkan pemanasan global. Secara tidak langsung, implikasi NZE merujuk pada pengaruh yang begitu besar sehingga penting bagi masyarakat agar lebih <em>concern</em> pada hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan wacana pemerintah Indonesia untuk mencapai NZE, <em>Sketsa</em> mewawancarai Fahrizal Adnan selaku dosen Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan bidang Rekayasa Lingkungan, Jumat (28/5). Menurutnya, jika Indonesia ingin berkonsentrasi ke arah sana, maka harus ada teknologi baru atau energi terbarukan. Sehingga, Indonesia dapat migrasi dari bahan bakar minyak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau NZE, (kita) bisa menggunakan bahan bakar listrik. Layaknya kendaraan listrik berbahan bakar non-bbm seperti tenaga surya, angin, air dan lainnya. Atau cenderung emisinya rendah, nggak ada emisinya. Tetapi mungkin radiasi saja. Kalau misalnya dikelola dengan baik, bisa memberi efek yang besar seperti nuklir. Walaupun ini di Indonesia agak terbatas,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai langkah pemerintah serta tantangan yang akan dihadapi, ia mengatakan jika implementasi ini tentunya harus melalui tahap-tahap. Pemerintah pastinya akan melakukan target nasional untuk melihat daerah-daerah yang nantinya akan dilakukan evaluasi terkait berapa karbon emisinya. Kemudian, evaluasi tersebut dapat digunakan untuk <em>almost zero</em> (emisi).</p><p style="text-align: justify;">Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Dengan memahami penutupan emisi tersebut, maka pemerintah harus menggunakan langkah-langkah baru untuk menghadapi tantangan yang ada. Sebab dengan emisi yang sangat beragam, perlu perubahan bertahap untuk meminimalisirnya. Di sisi lain, menyediakan riset dan <em>development</em> bagi penelitian dan tekonologi baru agar pengeluaran emisi bisa dikembangkan.</p><p style="text-align: justify;">Selain emisi yang dihasilkan rumah industri, adapula emisi yang ditimbulkan dari hutan dan dapat menjadi penyumbang utama emisi karbon. Salah satunya karena kebakaran, terutama di lahan gambut untuk proses pembukaan lahan. Adanya sistem jaminan legalitas kayu atau Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) digadang-gadangkan mampu menekan dan mencegah deforestasi juga berkontribusi mengurangi emisi.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, Fahrizal menganggap sistem ini merupakan keputusan dan langkah baik yang bisa dilakukan. Adapun istilah ini dikenal dengan nama <em>green economy</em> atau ekonomi berbasis pada aspek lingkungan. Jika pemerintah ingin melakukan improvisasi pada parameter ekonomi tetapi tidak meninggalkan aspek-aspek lingkungan, maka dapat dikategorikan sebagai <em>green economy.</em></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama, saya menyambut baik kalau ada hal tersebut dan kita perlu <em>support</em> ke arah sana. Sebagai pihak yang <em>concern</em> terhadap lingkungan dan akademisi, sebenarnya kalau kita melihat lebih lanjut siklus kebakaran hutan yang bisa menghasilkan emisi tersebut itu juga dikarenakan faktor kondisi alam kita,&rdquo; papar Fahrizal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Area gambut itu kadang-kadang tidak dibakar dengan sengaja. Tetapi juga karena ada faktor musim atau faktor iklim, sehingga ketika terkena dengan panas maka mudah tersulut dengan api,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, jika pemerintah ingin mencapai target untuk meraih NZE maka harus holistis untuk mengurangi emisi. Misalnya dengan disertifikasi kayu, mitigasi terhadap kebakaran hutan, kemudian memerhatikan solusi dan tanggap cepat jika terjadi kebakaran hutan.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi Sketsa pada Kamis (27/5), Rizky Arifandra, mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan 2017 ini juga menanggapi program pemerintah untuk mencapai NZE. Ia tidak sependapat dengan wacana pemerintah untuk melakukan deforestasi, sebab diperkirakan dapat menurunkan angka produksi emisi karbon.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kurang setuju dengan itu, karena dengan menekan deforestasi akan menimbulkan dampak positif dan negatif. Positifnya, deforestasi akan mengurangi produksi emisi karbon dan akan menghasilkan <em>biofuel</em>. Namun, deforestasi memiliki dampak negatif yang cukup krusial bagi Indonesia. Yaitu akan memicu berbagai bencana alam termasuk banjir, longsor dan kekeringan juga mempercepat terjadinya perubahan iklim,&rdquo; ungkap Rizky.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan bahwa ada berbagai cara untuk menurunkan angka produksi emisi karbon. Mulai dari hal kecil yang biasa kita lakukan sehari-hari, misalnya dengan menghemat penggunaan listrik atau lebih banyak menggunakan transportasi umum.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, upaya skala besar bisa dicapai dengan memperhatikan perencanaan tata ruang yang baik seperti pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sehingga dapat menekan produksi emisi karbon. Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga bisa mengurangi produksi emisi karbon.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, masyarakat juga harus turut berperan untuk mengurangi emisi karbon. Bagi Rizky, mahasiswa pun dapat membantu mewujudkan NZE.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya, mahasiswa dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan <em>Zero Emission</em>. Seperti <em>Zero Emission Day</em> atau kampanye untuk menghemat listrik yang mengingatkan, menyadarkan dan mengedukasi lingkungan masyarakat sekitar,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>fzn/jla/rvn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KPK Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi: Independen atau Intervensi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kpk-setelah-putusan-mahkamah-konstitusi-independen-atau-intervensi/baca </link>
<guid> kpk-setelah-putusan-mahkamah-konstitusi-independen-atau-intervensi </guid>
<pubDate> Fri, 04 Jun 2021 10:29:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KPK Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi: Independen atau Intervensi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kpk-setelah-putusan-mahkamah-konstitusi-independen-atau-intervensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Nl2fdzSF96.png" />
					</figure>
			                <h1>KPK Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi: Independen atau Intervensi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Dibutuhkan KPK yang bersifat independen untuk melakukan pemberantasan korupsi. KPK yang dikualifikasikan sebagai lembaga eksekutif, akan berpengaruh terhadap fungsinya sebagai pemberantas korupsi di Indonesia&rdquo;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Perkembangan negara modern dewasa ini membuat konsep trias politica yang diungkapkan Montesquieu sudah mengalami pergeseran, yaitu dengan adanya lembaga-lembaga baru yang bersifat independen. Bruce Ackerman mengatakan bahwa mengenai struktur cabang kekuasaan di Amerika Serikat, yang kini tidak lagi bertumpu kepada tiga cabang kekuasaan seperti yang dicetuskan Montesquieu, tetapi struktur kekuasaan di Amerika terdiri dari lima bagian cabang, seperti <em>House of Representatives, Senate, President as Chief of Executive, Supreme Court</em> dan <em>Independent Agencies.</em></p><p style="text-align: justify;">Pada sisi lain, salah satu lembaga baru yang dibentuk Indonesia adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Munculnya KPK dilatar belakangi adanya delegitimasi lembaga negara dalam konsep trias politica Montesquieu. Hal tersebut disebabkan karena munculnya asumsi bahwa pada pemerintahan orde baru banyak terjadi korupsi yang mengakar dan sulit diberantas.</p><p style="text-align: justify;">Lembaga kepolisian dan kejaksaan dinilai gagal dalam memberantas korupsi di Indonesia. Untuk mengembalikan kepercayaan pemberantasan korupsi di Indonesia, maka dibentuklah KPK degan disahkannya UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2019 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK direvisi oleh lembaga legislatif, tetapi mendapatkan reaksi penolakan yang sangat luas dari kalangan masyarakat sipil, khususnya dari mahasiswa dan kelompok pegiat anti korupsi. Salah satu yang menjadi isu krusial dalam penolakan ini adalah perihal &ldquo;independensi KPK&rdquo;. Sebagai lembaga negara independen, KPK seharusnya diberikan kewenangan untuk bekerja secara mandiri tanpa adanya intervensi kekuasaan mana pun. Desain kelembagaan KPK diubah secara drastis dengan disahkannya UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. KPK ditempatkan sebagai bagian dari rumpun eksekutif dan juga implikasinya terhadap keseluruhan sumber daya KPK yang menjadi satu kesatuan dengan sumber daya pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Akibat dari penolakan yang sangat luas di kalangan masyarakat, maka dilakukan <em>judicial review</em> UU tersebut Mahkamah Konstitusi (MK). Secara maraton MK membacakan 7 putusan permohonan <em>judicial review</em> UU itu. Namun, dari ketujuh putusan terdapat dua permohonan yang berdampak terhadap KPK, yaitu Putusan Nomor 70/PUU-XVII/2019 dan Putusan MK Nomor 79/PUU-XVII/2019.</p><p style="text-align: justify;">Pada Putusan MK Nomor 70/PUU-XVII/2019, para pemohon meminta pengujian formil terkait pembentukan UU tersebut dan pengujian materiel atas Pasal 1 angka 3,</p><p style="text-align: justify;">Pasal 3, Pasal 12B, Pasal 24, Pasal 37B ayat (1) huruf b, Pasal 40 ayat (1), Pasal 45A ayat (3) huruf a, dan Pasal 47 UU Nomor 19 Tahun 2019. MK dalam melakukan pengujian formil menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya, dan dalam pengujian materiel mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian.</p><p style="text-align: justify;">Terkait uji materiel, yang menjadi sorotan utama terkait independensi KPK yakni pengubahan Pasal 1 angka 3, karena di dalamnya berbunyi, &ldquo;Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang selanjutnya disebut Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara dalam rumpun kekuasaan eksekutif yang melaksanakan tugas pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sesuai dengan UU ini.&rdquo; MK dalam Putusan Nomor 70/PUU-X-VII/2019 menyebutkan, &ldquo;Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga negara dalam rumpun kekuasaan eksekutif yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Secara konseptual terdapat kemiripan antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam sistem ketatanegaraan khususnya setelah dilakukannya Amandemen UUD NRI 1945. Merujuk pada teori <em>The New Separation of Power&nbsp;</em>yang berkembang di Amerika Serikat yang dicetuskan oleh Bruce Ackerman secara fungsional. Poros-poros kekuasaan yang diuraikan dari teori ini adalah legislatif, eksekutif, yudikatif dan komisi independen. Bruce Ackerman mengidealkan bahwa bentuk terbaru dari pemahaman pemisahan kekuasaan modern tidak hanya terbatas dalam teori trias politica, melainkan telah terwujud ke dalam lembaga yang ada pada sistem kelembagaan negara itu sendiri. Oleh karena itu, komisi negara independen Indonesia dapat disamakan dengan komisi independen di Amerika Serikat karena berada di luar ranah cabang kekuasaan trias politica. Cabang kekuasaan keempat dalam teori <em>The New Separation of Power</em> dapat dimaknai sebagai komisi negara yang independen dikarenakan keberadaannya tidak berada dalam cabang kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif.</p><p style="text-align: justify;">Jika dibandingkan dengan negara lain, Komisi Anti Korupsi Thailand, juga menempatkan lembaga tersebut sebagai lembaga negara independen, yang disebutkan dalam konstitusi. Begitu pula dengan Filipina yang menempatkan Komisi Anti Korupsi sebagai lembaga independen dan sebagai organ konstitusional. Selain kedudukan Komisi Anti Korupsi sebagai <em>independent agencies</em> berdasarkan konstitusi, komisi anti korupsi yang independen di berbagai negara juga memiliki kedudukan sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU atas amanat konstitusi. Misalnya, <em>Egypt&rsquo;s Constitution of 2014</em> pada <em>article 218 section eleven</em> dalam <em>subsection two</em> tentang <em>independent bodies and regulatory agencies.</em></p><p style="text-align: justify;">Jika dibandingkan dengan negara lain, maka dapat dilihat bahwa KPK sebagai organ dan tidak lagi dapat ditempatkan dalam ketiga cabang kekuasaan trias politica. Kelahiran komisi independen dapat menjalankan kekuasaan dan kewenangan lembaga sebelumnya pada rumpun eksekutif dan dialihkan menjadi lembaga independen.</p><p style="text-align: justify;">Putusan MK Nomor 70/PUU-XVII/2019 sebagaimana telah mengubah Pasal 1 angka 3, mengkualifikasikan KPK sebagai lembaga eksekutif tetapi bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan siapa saja. Hal ini menjadi bias karena KPK ditempatkan dalam rumpun eksekutif di mana terdapat banyak pandangan akan adanya intervensi yang akan dilakukan, walaupun telah ditegaskan, &ldquo;independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan manapun.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Secara teoritis maka kelembagaan KPK setelah adanya putusan ini tidak menganut teori <em>The New Separation of Power</em> karena penempatannya dimasukkan dalam cabang kekuasaan eksekutif. Masuknya KPK dalam lembaga eksekutif tidak terlepas dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 36/PUU-XV/2017 mengenai pengujian UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang menyebutkan bahwa KPK merupakan lembaga penunjang yang terpisah, bahkan independen. KPK dikualifikasikan sebagai lembaga eksekutif karena melakukan fungsi-fungsi dalam domain eksekutif yaitu penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Penempatan KPK dalam ranah eksekutif ini membawa dampak yang luas bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Intervensi yang dilakukan, akan menjadi pertanyaan yang mendasar dan ketidakpercayaan pada KPK juga patut dipertanyakan. Akankah seperti ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepolisian dan kejaksaan di masa kelam orde baru? Keberadaan KPK sebagai taring pemberantasan korupsi di Indonesia harus lebih kuat seperti halnya tuntutan reformasi &ldquo;Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme&rdquo;, karena apabila melihat data <em>Transparency Internasional Indonesia</em> (TII) yang merilis indeks persepsi korupsi (IPK) atau <em>Corruption Perception Index</em> (CPI) Indonesia 2020, Indonesia berada pada skor 37 dengan ranking 102 dari 180 negara. Sebelumnya, Indonesia berada di posisi 85 sehingga taring KPK harus dikuatkan untuk mewujudkan Indonesia bersih tanpa korupsi.</p><p style="text-align: justify;">Masih ada pihak yang menyayangkan masuknya KPK ke dalam rumpun eksekutif karena ditakutkan akan ada intervensi dari pemerintah, maka solusi yang dilakukan adalah sebagai berikut. Pertama, melakukan perubahan terhadap UU Nomor 19 Tahun 2019 untuk memurnikan independensi KPK. Kedua, dapat melakukan amandemen UUD NRI 1945, yaitu merekonstruksi lembaga independen di Indonesia, seperti halnya negara lain yang memasukkan lembaga anti korupsinya ke dalam konstitusi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Lisa Aprilia Gusreyna, mahasiswi Fakultas Hukum.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> RUU Praktik Psikologi: Legalitas dan Payung Hukum Psikologi Serta Problematika yang Belum Terjawab </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ruu-praktik-psikologi-legalitas-dan-payung-hukum-psikologi-serta-problematika-yang-belum-terjawab/baca </link>
<guid> ruu-praktik-psikologi-legalitas-dan-payung-hukum-psikologi-serta-problematika-yang-belum-terjawab </guid>
<pubDate> Sat, 05 Jun 2021 11:26:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini tentang RUU Praktik Psikologi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ruu-praktik-psikologi-legalitas-dan-payung-hukum-psikologi-serta-problematika-yang-belum-terjawab/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rydqItDHU3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>RUU Praktik Psikologi: Legalitas dan Payung Hukum Psikologi Serta Problematika yang Belum Terjawab</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), pada (23/3) lalu resmi mengumumkan 33 daftar Rancangan Undang-Undang (RUU) yang termasuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. Termasuk di dalamnya adalah RUU Praktik Psikologi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Secara perkembangannya, RUU ini diajukan sejak 2007 dan termasuk dalam prolegnas prioritas pada tahun 2020, namun tak kunjung disahkan. Penyusunan RUU ini menurut penjelasan umum, bahwa RUU Praktik Psikologi didasari oleh keperluan pembangunan nasional yang perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten di bidangnya.</p><p style="text-align: justify;">Peranan tenaga psikologi sangat penting untuk menentukan seseorang sesuai dengan bakat, kemampuan, dan kepribadiannya. Maka karenanya dibutuhkan peraturan perundang-undangan setingkat Undang-Undang (UU) yang dimaksudkan agar ada kepastian dan perlindungan hukum kepada semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan praktik psikologi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, maraknya fenomena penyalahgunaan disiplin ilmu psikologi oleh oknum-oknum tanpa kualifikasi pendidikan, kompetensi, dan pengalaman tertentu yang merugikan masyarakat sehingga menimbulkan keresahan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan perkembangan ilmu psikologi yang semakin luas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik secara individu maupun kelompok mulai dari kualitas tenaga psikologi, kepastian standar layanan psikologi dan kesadaran masyarakat tentang ilmu psikologi sehingga dibutuhkan kepastian perlindungan hukum kepada seluruh pihak pengguna dan penyedia jasa layanan psikologi.</p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan hal tersebut, sepanjang 2020-2021 berbagai diskusi publik pun diselenggarakan oleh lembaga sosial, akademisi, maupun organisasi-organisasi yang berlatar belakang psikologi untuk mengkaji dan membahas isi dari RUU ini. Hasilnya, tentu sudah dapat diprediksi akan timbul berbagai pandangan pro dan kontra.</p><p style="text-align: justify;">Empat pembahasan inti pada naskah akademik RUU Praktik Psikologi akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini diantaranya adalah tenaga psikologi, layanan praktik psikologi, pendidikan psikologi dan organisasi profesi.</p><p style="text-align: justify;">Tenaga psikologi diatur dalam Pasal 1 Ayat 4, Pasal 5 dan Pasal 6 RUU Praktik psikologi. Namun sangat disayangkan, pada pasal-pasal terkait tidak terdapat uraian batasan-batasan kewenangan layanan praktik psikologi antara psikolog praktik dengan keahlian khusus, psikolog, asisten psikolog, dan praktisi psikologi.</p><p style="text-align: justify;">Tenaga psikologi yang dibagi menjadi beberapa bidang diantaranya pendidikan, perkembangan dan keluarga, industri dan organisasi, klinis dan kesehatan, sosial dan komunitas, hukum, olahraga serta militer dan kepolisian (Pasal 7 Ayat 2) tentu memiliki kompetensi dan kewenangan yang berbeda. Dijelaskan pada Pasal 7 Ayat 4, &ldquo;Bahwa kewenangan layanan praktik psikologi ditetapkan oleh organisasi profesi (HIMPSI) dapat terlihat&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, batasan kewenangan tersebut seharusnya juga dipertimbangkan atas tinjauan pemerintah yaitu Kementerian yang menaungi praktik psikologi. Hal itu bertujuan sebagai pengawasan dan perlunya tinjauan konkrit yang menyeluruh terkait wewenang layanan praktik dengan tenaga psikologi yang didasari kompetensi pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">Jika batas kewenangan tersebut ditentukan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) yang merupakan lembaga mandiri, maka uraian batasan-batasan kewenangan tersebut juga perlu dijabarkan dalam RUU Praktik Psikologi. Hal itu agar dapat dijaga objektivitasnya dan diketahui oleh masyarakat umum yang membutuhkan layanan praktik psikologi serta menghindari penyalahgunaan ilmu psikologi oleh oknum-oknum tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Layanan praktik psikologi diuraikan pada Pasal 7 ayat 1 RUU Praktik Psikologi huruf (a) hingga (k), yang kemudian dijabarkan pada Pasal 8 hingga Pasal 20 ayat 3. Pada naskah akademik RUU Praktik psikologi dijelaskan secara terperinci mengenai layanan-layanan praktik psikologi dari berbagai bidang yang disebutkan pada Pasal 7 ayat 2, namun terdapat beberapa redaksi yang dinilai memiliki makna yang rancu.</p><p style="text-align: justify;">Misalnya dalam redaksi &ldquo;lainnya&rdquo; pada Pasal 8 ayat 2 yang memberikan kesan abu-abu mengenai alat asesmen psikologi yang dapat digunakan secara legal, sehingga memberi peluang penyalahgunaan alat asesmen psikologi ilegal oleh oknum tertentu sebagai bentuk keabu-abuan kata &ldquo;lainnya&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Redaksi &ldquo;lainnya&rdquo; juga terdapat pada Pasal 9 ayat (2) yang menjabarkan fungsi psikologis, padahal fungsi psikologis seperti kepribadian, kognitif, motivasi dan lainnya. Tidak perlu diatur atau disebutkan dalam peraturan perundangan-undangan, karena justru penambahan kata &ldquo;lainnya&rdquo; pada akhir redaksi memberi kesan ambigu pada pasal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kata &ldquo;lainnya&rdquo; pada pembuatan keputusan hasil evaluasi psikologi (Pasal 9 ayat 3) perlu diatur lebih lanjut guna menguraikan fungsi dan kegunaan hasil evaluasi psikologi. Hal itu juga untuk menghindari penyalahartian kata &ldquo;lainnya&rdquo; yang berisiko memunculkan permasalahan baru terkait penyalahgunaan hasil evaluasi psikologi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, redaksi &ldquo;mandiri dan bersama-sama&rdquo; pada Pasal 7 ayat 5 perlu diberikan batasan wewenang tenaga psikologi yang dapat melaksanakannya, tidak terbatas pada kuantitas pelaksananya. Kemudian, Pada pasal 20 ayat 3 tentang standar layanan praktik psikologi disebutkan bahwa &ldquo;Standar layanan praktik psikologi ditetapkan oleh organisasi profesi&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Apabila RUU ini diharapkan menjadi payung hukum yang legal, standar layanan praktik psikologi seharusnya perlu diatur dalam RUU ini secara terbuka dengan mempertimbangkan usulan ahli hukum, praktisi psikologi, dan akademisi psikologi. Karena, standar layanan praktik merupakan salah satu komponen penting yang juga akan bersinggungan dengan pengguna layanan, sehingga tidak serta merta diatur oleh organisasi profesi secara mutlak tanpa diuraikan pada peraturan perundang-undangan yang nantinya akan berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Pendidikan psikologi kemudian dibahas pada Pasal 21 dan Pasal 22 RUU Praktik Psikologi. Namun, terdapat redaksi yang memberikan kesan ambigu yaitu Pasal 21 ayat 2 bahwa &ldquo;Standar kompetensi psikologi ditetapkan oleh organisasi profesi&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia, terdapat berbagai kualitas pendidikan psikologi pada perguruan tinggi, sehingga perlu dilakukan standar kompetensi lebih lanjut bagi pihak yang ingin melakukan praktik psikologi. Hal itu guna menjaga kualitas tenaga psikologi, namun tentu standar kompetensi tersebut perlu dibahas secara lebih lanjut dalam RUU Praktik Psikologi ini, sehingga tidak terikat pada organisasi profesi HIMPSI saja. Meskipun penyelenggara uji kompetensi psikologi tersebut merupakan organisasi profesi HIMPSI.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, jenjang pendidikan psikologi telah diuraikan pada Pasal 22 ayat 1 sampai 13. Standar pendidikan psikologi beserta kewenangannya diatur lebih lanjut pada Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU DIKTI) dan Kode Etik Psikologi Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Organisasi profesi menurut Pasal 1 ayat 11 adalah &ldquo;Himpunan Psikologi Indonesia, selanjutnya disebut HIMPSI sebagai wadah berhimpun Tenaga Psikologi, berbentuk badan hukum, dan menyelenggarakan Praktik Psikologi di Indonesia.&rdquo; Peraturan terkait kedudukan, fungsi, tujuan, wewenang, dan susunan organisasi serta keanggotaan secara lebih lanjut diatur pada Pasal 45 sampai Pasal 54 RUU Praktik Psikologi.</p><p style="text-align: justify;">HIMPSI yang sudah berdiri sejak 1959 dengan nama terdahulu ISPsi ini memiliki wewenang yang secara rinci terurai pada RUU Praktik Psikologi. Sebelum adanya RUU Praktik Psikologi, HIMPSI memiliki tugas dan wewenang secara menyeluruh dalam layanan praktik psikologi. Mulai dari standar pelayanan, prosedur, hingga yang bersifat pelanggaran pada praktik psikologi di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dengan adanya RUU Praktik Psikologi yang secara latar belakang disusun untuk perlindungan hukum yang legal dan mencegah penyalahgunaan disiplin ilmu psikologi. Kemudian, Undang-Undang ini diharapkan menjadi landasan hukum yang berkeadilan guna memenuhi layanan praktik psikologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga terkait tugas dan kewenangan organisasi profesi yang mutlak perlu diatur secara lebih lanjut agar lebih proporsional.</p><p style="text-align: justify;">Masuknya RUU Praktik Psikologi pada Prolegnas Prioritas 2021 yang termasuk dalam usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum bagi tenaga psikologi dan pengguna layanan psikologi. Sehingga layanan psikologi tidak terbatas pada konteks gangguan mental melainkan seluruh komponen dari fenomena manusia.</p><p style="text-align: justify;">RUU Praktik psikologi dapat menjadi perlindungan hukum dalam mencegah penyalahgunaan ilmu psikologi oleh orang tanpa kualifikasi pendidikan, kompetensi, dan pengalaman tertentu yang melakukan praktik psikologi di masyarakat. Maraknya buku-buku tes psikotes yang tersebar luas padahal tidak dapat dipastikan kompetensi penyusunnya, penggunaan alat tes psikologi tidak pada bidangnya, hingga kesalahpahaman kajian ilmu psikologi yang dipercaya masyarakat, tentu perlu diluruskan dan diatur secara hukum negara.</p><p style="text-align: justify;">Kasus-kasus malpraktik dan penyalahgunaan wewenang tenaga psikologi terhadap klien juga membutuhkan payung hukum yang legal untuk menjaga hak-hak pengguna layanan psikologi. Terlebih, layanan psikologi yang menjadi kebutuhan penting masyarakat saat ini di masa pandemi untuk menjaga kesehatan mental perlu dilindungi dan didukung pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai problematika yang ada tidak dapat serta merta menjadi alasan utama pengesahan RUU Praktik Psikolog, jika RUU tersebut masih tidak dapat menjawab kebutuhan akan praktik psikologi. Penulis yang bukan merupakan ahli hukum ataupun praktisi psikologi ini meninjau dari segi kebutuhan dan upaya yang saat ini sedang dilaksanakan sepanjang proses penyusunan RUU Praktik Psikolog.</p><p style="text-align: justify;">Perlindungan dan legalitas hukum sangat dibutuhkan, namun alasan tersebut tetap harus diimbangi dengan kebutuhan masyarakat dan menjawab keresahan masyarakat akan praktik psikologi dan juga menghindari risiko problematika baru yang kemungkinan akan muncul setelahnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Tsamara Khaerunisa, Kader Himpunan Mahasiswa Psikologi FISIP Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sketsa Weeks 2021: Sebarkan Ilmu Jurnalistik dengan Cara yang Asyik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/sketsa-weeks-2021-sebarkan-ilmu-jurnalistik-dengan-cara-yang-asyik/baca </link>
<guid> sketsa-weeks-2021-sebarkan-ilmu-jurnalistik-dengan-cara-yang-asyik </guid>
<pubDate> Sun, 06 Jun 2021 11:29:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sketsa Weeks 2021: Sebarkan Ilmu Jurnalistik Dengan Cara yang Asyik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/sketsa-weeks-2021-sebarkan-ilmu-jurnalistik-dengan-cara-yang-asyik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DdvO6JB7R5.png" />
					</figure>
			                <h1>Sketsa Weeks 2021: Sebarkan Ilmu Jurnalistik dengan Cara yang Asyik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - LPM Sketsa Unmul menyelenggarakan agenda Sketsa Weeks untuk memperingati hari jadi yang ke-14 pada 21 Mei lalu. Jika sebelumnya Sketsa memperingati hari jadi secara internal, tahun ini digelar secara terbuka. Kegiatan ini didukung oleh Diskominfo, KPFM Samarinda, dan Sejuta Cita sebagai media partner.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sketsa Weeks memiliki rangkaian kegiatan lomba, yakni Fotografi Jurnalistik dengan tema &ldquo;Pandemic Effect to Society&rdquo;, <em>Voice Over</em>, Infografis dan Opini dengan tema &ldquo;Peran Multimedia dalam penyebaran Informasi di Era Digital, yang dapat diikuti oleh kalangan umum.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran dibuka menjadi dua gelombang, masa pendaftaran gelombang pertama dimulai 1-15 April 2021 dilanjutkan pendaftaran gelombang kedua, 16-30 April 2021. Antusias pendaftar lomba sangat terlihat jelas lewat banyaknya pendaftar terutama dalam lomba sulih suara atau <em>Voice Over</em>.</p><p style="text-align: justify;">Usai beragam lomba, seminar nasional secara daring pada 5 Juni 2021 dengan tajuk &ldquo;Content and Creativity in Digital Journalism&rdquo; menjadi puncak acara dalam agenda ini. Materi dari tajuk tersebut disampaikan oleh Head of Multimedia Tempo Media Group, Nana Riskhi Susanti. Berikut dengan pewara Efrianti, dan moderator Arya Tarakanatha.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mobile journalism is still journalism&rdquo;, begitulah yang dikatakan oleh Nana selaku pemateri sebagai kalimat pembuka acara seminar. Diisi dengan ilmu-ilmu menarik, yakni Visual <em>Storytelling</em>, Teknik Dasar Videografi, dan Teknik Menulis <em>Storyline</em>&nbsp;<em>Video Feature</em>. Meski daring, peserta seminar menyimak dengan antusias dan membawa segudang pertanyaan.</p><p style="text-align: justify;">Berada di zaman revolusi industri 4.0 terlebih pandemi, menyadarkan pentingnya dunia digital saat ini. Bermain gawai untuk melepaskan stres, mengonsumsi berita dan konten sudah jadi hal lumrah. Itu juga yang menyebabkan panitia Sketsa Weeks memilih tajuk di atas. Dengan memahami pembuatan konten berkualitas, harapannya peserta piawai dalam mengolah informasi dan menyampaikannya dalam bentuk visual.</p><p style="text-align: justify;">Nana siang itu juga menyampaikan bahwa semua orang memiliki peluang sekaligus tantangan sebagai <em>content creator</em> yang dapat ditayangkan di platform masing-masing. Namun, tak sekadar menjadi <em>content creator</em>, sudah seharusnya kita bertanggung jawab terhadap konten yang dibuat, menjunjung integritas sebagai penikmat dan pembuat konten. Terlebih untuk jurnalis muda, profesionalisme sepatutnya diimplementasikan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mendengar materi dan berdiskusi, acara ditutup dengan pemberian sertifikat, foto bersama, dan pengumuman pemenang dari setiap kategori lomba Sketsa Weeks. Pemenang mendapatkan hadiah berupa sertifikat dan uang sesuai juara dan kategori lomba. Tak lupa, untuk partisipan lomba pun seminar mendapatkan sertifikat partisipasi sebagai tanda terima kasih telah ikut memeriahkan agenda Sketsa Weeks kali ini. Tepuk tangan dan senyum yang terlihat di layar siang itu menutup rangkaian seminar ini dengan baik. (<strong><em>ans/sar/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesempatan Kuliah Internasional Kala Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesempatan-kuliah-internasional-kala-pandemi/baca </link>
<guid> kesempatan-kuliah-internasional-kala-pandemi </guid>
<pubDate> Mon, 07 Jun 2021 11:20:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kesempatan Kuliah Internasional Kala Pandemi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesempatan-kuliah-internasional-kala-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DYaKEDpHQZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesempatan Kuliah Internasional Kala Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah melewati masa seleksi dan wawancara hingga pengumuman pada 25 Mei lalu, Program Transfer Kredit Internasional 2021 yang dilaksanakan oleh UPT. Layanan Internasional Unmul saat ini tengah memasuki masa registrasi di universitas mitra. Kemudian, peserta akan menjalani pembekalan dan mengikuti pelaksanaannya sesuai dengan kredit yang diambil. Program ini tentu dilaksanakan secara daring karena pandemi Covid-19 masih melanda.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Kamis (3/6) lalu, Sukemi selaku narahubung dari Program Transfer Kredit memaparkan beberapa hal mengenai kegiatan ini. Ia mengatakan, agenda tersebut bertujuan agar mahasiswa mendapatkan nilai tambah melalui peningkatan harmonisasi antara <em>hard skill</em> dan <em>soft skill</em>, memperluas dan memperkuat jejaring, kerja sama, pemahaman sosio-kultur, internasionalisasi sistem pendidikan tinggi Indonesia, serta pengembangan diri yang berkelanjutan (<em>continous self-development</em>).</p><p style="text-align: justify;">Pada pelaksanaannya, mahasiswa yang dapat mengikuti program ini adalah mereka yang berada pada minimal semester 3 di semester berjalan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebagaimana termuat dalam panduan, artinya mahasiswa semester 2 saat ini boleh mendaftar. Karena program ini akan dilaksanakan pada semester depan atau semester ganjil tahun akademik 2021/2022,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan keikutsertaan mahasiswa, maka mata kuliah atau kredit yang diambil pada universitas tujuan akan menjadi mata kuliah pengganti maupun mata kuliah pilihan/tambahan di universitas asal. Sehingga program studi (prodi) peserta terkait mewajibkan mengakui kredit yang telah ditempuh oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sukemi berharap, hal ini dapat meningkatkan persentase prodi dalam menjalankan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) khususnya yang bersifat internasional. Selain itu, dapat menaikkan minat mahasiswa dalam mengambil kesempatan semacam ini. Sehingga mereka dapat memiliki bekal dalam persaingan global.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga berkesempatan mewawancarai dua mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menjadi peserta dalam program ini. Mereka adalah Khusnul Yumni Bulan Sari asal Pendidikan Biologi 2019 dan Tias Bonita dari Pendidikan Biologi 2020.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara tentang kesiapan, Khusnul menyebut jika persiapan yang terpenting ialah berdoa agar diberi kelancaran sembari meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan mengikuti tes TOEFL.</p><p style="text-align: justify;">Sependapat dengan Khusnul, Tias menuturkan bahwa meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris adalah hal yang utama. Karena bagaimana pun, akan sulit menerima pelajaran yang didapat apabila tidak mengerti bahasanya.</p><p style="text-align: justify;">Mencari pengalaman baru sembari melatih kemampuan berbahasa Inggris menjadi tujuan mereka dalam mengikuti Program Transfer Kredit Internasional.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menurut saya, kalau keadaannya mewajibkan menggunakan bahasa Inggris setiap hari. Tentunya saya yang berbahasa Inggris kurang jadi sangat giat belajar bahasa tersebut dan mampu mengasah cara berbicara saya,&rdquo; ucap Tias</p><p style="text-align: justify;">Setali tiga uang, Khusnul pun berpendapat sama. Selain itu, ia ingin mendapatkan ilmu yang baru. &quot;Ini tentunya adalah pengalaman baru. Terutama di bidang yang berkaitan dengan prodi saya, yaitu Pendidikan Biologi dan sekaligus melatih kemampuan Bahasa Inggris saya juga,&rdquo; kata Khusnul.</p><p style="text-align: justify;">Mereka berharap dapat memiliki pengetahuan dan teman baru, hingga mempelajari budaya dari luar negeri. Tidak lupa meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai modal di masa mendatang nantinya. (<strong><em>sar/ans/kus/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Gim Simulasi Anti Bosan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/rekomendasi-gim-simulasi-anti-bosan/baca </link>
<guid> rekomendasi-gim-simulasi-anti-bosan </guid>
<pubDate> Tue, 08 Jun 2021 11:14:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lagi bosan? Yuk, main game simulasi! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/rekomendasi-gim-simulasi-anti-bosan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0mTFAA5oSc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Gim Simulasi Anti Bosan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dunia gim <em>online</em> saat ini sudah mengalami banyak perkembangan. Tidak sedikit pula yang dibuat dengan genre dan tema beragam. Tentunya hal ini demi menarik pemain untuk memainkan gimnya. Seperti gim simulasi yang memiliki keunikan tersendiri. Para pemain akan dibuat seolah-olah mereka benar-benar melakukannya di dunia nyata. Itulah yang menjadi daya tarik bagi mereka. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum sejumlah gim <em>online</em>&nbsp;simulasi untuk kamu!</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Microsoft Flight Simulator 2020</strong></p><p style="text-align: justify;">Microsoft Flight Simulator 2020 dirilis pada 17 Agustus 2020 melalui Xbox Game Studios. Belum sebulan dirilis, permainan yang satu ini sudah tembus 1 juta pemain. Di dalamnya menggambarkan bagaimana kerja pilot di balik kokpit pesawat. Tak jarang pula gim ini digunakan oleh calon pilot di sekolah penerbangan maupun pilot profesional untuk mengasah kemampuannya.</p><p style="text-align: justify;">Menghadirkan pengalaman bermain simulasi penerbangan yang jauh lebih realistis juga, loh! Sebab edisi kali ini melebihi Microsoft Flight Simulator versi sebelumnya atau gim serupa lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Keunggulan yang ada antara lain terdapat mode <em>live weather</em> yang memungkinkan pemain bisa merasakan cuaca secara <em>real time</em>. Lewat Microsoft Flight Simulator 2020, kalian bisa merasakan bagaimana rasanya menerbangkan pesawat sekaligus menikmati keindahan alam yang ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Infinite Flight</strong></p><p style="text-align: justify;">Gim simulator penerbangan yang tersedia untuk platform Android dan iOS ini menyuguhkan pengalaman bermain yang tak kalah dengan gim sebelumnya. Meski menyerupai Microsoft Flight Simulator 2020, namun ada penyesuaian-penyesuaian tertentu agar tidak memakan banyak <em>storage</em>. Gim ini menghadirkan pengalaman bermain yang cukup realistis, mulai dari grafis hingga alur permainannya.</p><p style="text-align: justify;">Keunggulannya memungkinkan pengguna dapat menambahkan jenis pesawat, maskapai bahkan bandara baru sesuai keinginan menggunakan <em>mod</em>. Oleh karena itu, tak perlu heran apabila banyak video dari gim ini berseliweran di media sosial dan memperlihatkan berbagai pesawat milik maskapai tanah air. Infinite Flight merupakan gim berbayar yang bisa kalian dapatkan di Google Play Store dan App Store.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Overcooked 2!</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu pengguna Windows, MacOS, SteamOS, Linux, PS4, Xbox One dan Nintendo Switch, Overcooked 2 bisa menjadi pilihan yang tepat untuk bermain bersama teman-teman. Mengusung genre <em>cooperative</em> <em>simulation</em>, pemain diharuskan bekerja sama dalam dapur memasak dari menyiapkan bahan-bahan hingga menyajikan kepada pelanggan. Gim ini dirilis pada 7 Agustus 2018 dan telah menyabet penghargaan <em>&ldquo;Best Family Game&rdquo;</em> dalam ajang Game Awards 2018.</p><p style="text-align: justify;">Overcooked 2 menyajikan rintangan yang beragam dengan <em>setting</em> dapur di sungai, di balon udara, pantai bahkan di gunung. Mereka juga memiliki tema yang berbeda-beda, seperti <em>chinese restaurant</em>, toko kue, restoran burger dan lainnya. Kamu pun bisa memilih karakter kokimu sendiri. Dijamin tidak akan membosankan dan menguji koordinasimu dan teman-teman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Phasmophobia</strong></p><p style="text-align: justify;">Gim bergenre horor ini membuatmu merasakan menjadi <em>ghost hunter</em>. Diproduksi oleh Kinetic Games, Phasmophobia merupakan gim <em>co-op</em> yang terdiri dari 4 pemain. Pemain bertugas untuk mencari hantu di sebuah lokasi dan menginvestigasi keberadaan hantu di lokasi tersebut. Dalam permainannya, setiap pemain dapat membawa perlengkapan seperti senter, kamera, <em>spirit box, motion sensor, smudge sticks, crucifix </em>dan&nbsp;garam. Tidak hanya itu, pemain juga harus menyelesaikan misi-misi lain yang diberikan agar permainan dapat berakhir.</p><p style="text-align: justify;">Pada saat investigasi, pemain dapat berbicara satu sama lain di dalam gim. Hal yang membuat Phasmophobia menjadi menegangkan ketika ada pemain yang dibisik oleh hantu, serta saat hantu tersebut hunting dimana ia akan mengejar pemain. Pemain harus bersembunyi agar tidak terbunuh. Jika ingin tantangan yang berbeda di gim, maka yang satu cocok untuk dimainkan bersama teman-temanmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Hay Day</strong></p><p style="text-align: justify;">Hay Day merupakan gim bertema pertanian (<em>farming</em>) yang wajib ada di <em>list</em> permainan kamu. Gim ini akan membuatmu menjadi petani yang hebat tanpa harus tinggal di pertanian. Sebelum memainkannya, Hay Day akan memberikan <em>scenario</em> di mana paman pemain merasa tidak sanggup lagi mengurus lahan pertanian. Kemudian lahan tersebut diwariskan kepada pemain untuk diambil alih. Gim ini dimulai saat muncul orang-orangan sawah yang akan memberikan tutorial bagaimana mengurus pertanian. Di dalamnya, ada kegiatan menanam dan berternak untuk level pemula.</p><p style="text-align: justify;">Hay Day tersedia di Google Play Store ataupun platform iOS, kamu tidak akan susah mencari lagi gim ini di situs lain, selain itu kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengunduh gim ini. Hay Day memang gratis, kendati demikian kita bisa membeli <em>diamond</em> dengan <em>voucher</em>&nbsp;Google Play Store untuk membeli item eksklusif yang diinginkan. Gim ini dapat tersambung dengan akun media sosial, misalnya Facebook. Dengan menyambungkannya ke akun Facebook, kamu bisa mengajak teman-teman untuk memainkannya bersama.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Neko Atsume</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu memiliki minat terhadap kucing atau ingin memelihara, namun tidak ada waktu untuk mengurusnya? Jangan berkecil hati, <em>developer</em>&nbsp;Jepang telah membuat gim simulasi untuk kamu pecinta kucing. Neko Atsume alias Kitty Collector, merupakan gim simulasi bertema kucing dengan <em>gameplay</em> yang sangat mudah. Kamu jadi tidak susah lagi untuk bermain dengan berbagai macam kucing yang ada.</p><p style="text-align: justify;"><em>Gameplay</em> dari Neko Atsume terbilang cukup mudah. Kamu akan mengoleksi kucing-kucing liar, melihat tingkah mereka dan menikmati kelucuan kucing-kucing ini. Kamu hanya perlu memberi makan dan meletakan mainannya di tempat tertentu. Makanan dan mainan tersebut akan menarik perhatian berbagai macam kucing untuk datang ke rumah kamu. Namun kamu tidak bisa menangkapnya karena menghormati kebebasan kucing.</p><p style="text-align: justify;">Itulah sederet rekomendasi gim simulasi yang bisa kamu mainkan. Selain seru, tentunya bisa melepas jenuh setelah seharian bekerja. Gim ini juga cocok untuk mengisi waktu luang, karena cukup ringan dan tidak memerlukan waktu panjang untuk memainkannya. (<strong><em>anm/vyn/rth/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persiapan Mahasiswa Unmul dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-mahasiswa-unmul-dalam-kompetisi-nasional-matematika-dan-ilmu-pengetahuan-alam-2021/baca </link>
<guid> persiapan-mahasiswa-unmul-dalam-kompetisi-nasional-matematika-dan-ilmu-pengetahuan-alam-2021 </guid>
<pubDate> Wed, 09 Jun 2021 08:52:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perhelatan Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-mahasiswa-unmul-dalam-kompetisi-nasional-matematika-dan-ilmu-pengetahuan-alam-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xrzGIZfpfC.png" />
					</figure>
			                <h1>Persiapan Mahasiswa Unmul dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>- Unmul kembali mengirimkan mahasiswanya untuk bertanding dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN MIPA). Usai melalui seleksi pada 22 hingga 23 April, sebanyak 140 mahasiswa yang terdiri dari 8 Fakultas rumpun sains dan teknologi, mengikuti seleksi tingkat universitas, selanjutnya dibina sebelum penjaringan tingkat wilayah Kalimantan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Unmul memilih 20 peserta pada setiap bidang perlombaan dengan formasi 5 peserta pada setiap bidang. Adapun bidang yang dimaksud yakni Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika pada kompetisi yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tersebut. Aditya Wirawan, Staf Kemahasiswaan Unmul, juga turut menjadi Ketua Panitia pelaksana KN MIPA Unmul menuturkan saat ini masing-masing regu peserta sedang menjalani pembinaan bersama dosen hingga 20 Juni.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah melakukan pendaftaran peserta pada tanggal 3 Juni guna tahap wilayah, tunggu pengumuman seleksi pada 12 Juni 2021 untuk selanjutnya dipersiapkan kembali ke tingkat nasional,&rdquo; jelas Aditya kepada awak <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp, Selasa(1/6).</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan KN MIPA Nasional berlangsung pada 27 hingga 30 Juli 2021, Unmul telah jauh hari mempersiapkan mahasiswa agar dapat bertanding dengan optimal. Dengan berlangsungnya berbagai lomba untuk mahasiswa, ajang tersebut diharapkan Aditya tidak hanya dijadikan kesempatan untuk mencetak sertifikat dan piala, melainkan dapat mendorong semangat belajar dan meningkatkan kompetensi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini kita selalu sampai tingkat nasional (KN MIPA), walaupun belum mendapatkan prestasi yang maksimal. Kalau di wilayah kita lolos terus. Setiap tahun kemampuan mahasiswa kita grade-nya semakin bagus, kita ingin mendorong mereka, prestasi ini penting terutama berguna juga untuk Surat Pendamping Ijazah mereka,&rdquo; papar pria berkacamata tersebut.</p><p style="text-align: justify;">KN MIPA sendiri telah digelar sejak 2009. Dengan syarat peserta telah terdaftar aktif maksimal 8 semester, terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti) pddikti.kemdikbud.go.id, dan tentunya berasal dari bidang Ilmu MIPA atau yang relevan. (<strong><em>syl/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bungkam Selama Lima Bulan Kepengurusan, di mana Peran DPM FF? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bungkam-selama-lima-bulan-kepengurusan-di-mana-peran-dpm-ff/baca </link>
<guid> bungkam-selama-lima-bulan-kepengurusan-di-mana-peran-dpm-ff </guid>
<pubDate> Wed, 09 Jun 2021 10:36:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bungkam Selama Lima Bulan Kepengurusan, di mana Peran DPM FF? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bungkam-selama-lima-bulan-kepengurusan-di-mana-peran-dpm-ff/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rzJo64j1uC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bungkam Selama Lima Bulan Kepengurusan, di mana Peran DPM FF?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Seperti bangunan tanpa fondasi yang utuh, kiranya menggambarkan organisasi mahasiswa (ormawa) Keluarga Mahasiswa Farmasi (KMF) saat ini. Absennya Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Farmasi (FF) Unmul dalam rentang lima bulan kepengurusan menghambat beberapa hal. Seperti ketidakjelasan pelaksanaan rapat koordinasi antar lembaga KMF, khususnya pembagian dana. Ini menyebabkan banyak program kerja (proker) ormawa KMF tak dapat berjalan maksimal.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Menyikapi minimnya respons dan kinerja DPM FF, pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FF Unmul kemudian menyurati pihak mereka pada 4 Mei terkait pelaksanaan rapat koordinasi dan audiensi. Hingga 29 Mei, masih tidak ada tanggapan sama sekali terkait hal ini. Sehari setelahnya pada 30 Mei, BEM FF mengeluarkan pernyataan sikap di resmi Instagram <em>@bem_famul</em>&nbsp;dan memaparkan tiga tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, menuntut pihak DPM FF untuk segera melaksanakan rapat koordinasi antar lembaga KMF. Kemudian, segera mengumumkan amandemen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Musyawarah Besar (Mubes) KMF 2020-2021. Terakhir adalah melaksanakan rekomendasi yang telah diberikan saat mubes tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Senin (7/6) lalu, Gubernur BEM FF Unmul, Fauzan Afandi menyampaikan jika sebelumnya mereka telah mengupayakan hal-hal lain untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak DPM FF. Sayangnya, setelah menghubungi beberapa perwakilan yang ada di DPM FF, tak ada tindak lanjut yang berarti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga kami melakukan seruan aksi media untuk menjelaskan secara terbuka kepada mahasiswa Farmasi mengenai apa yang terjadi dan beberapa tuntutan yang kami cantumkan,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Masalah yang turut menyangkut pendanaan kemahasiswaan ini lalu diambil alih oleh birokrat kampus. Fauzan menjelaskan, pihak birokrat memberikan pernyataan bahwa dana kemahasiswaan akan dibagi langsung oleh mereka dan tidak lagi melalui DPM FF. Namun, pernyataan resmi dari perihal tersebut belum diumumkan kepada seluruh lembaga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pihak birokrat sendiri yang langsung menyampaikan kepada saya terkait sistem pembagian dana kemahasiswaan tersebut. Di mana hal ini dilakukan oleh pihak birokrat karena tidak adanya respons DPM ketika ditanya langsung oleh mereka terkait rapat koordinasi dan pembagian dana kemahasiswaan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Rapat koordinasi pun akhirnya terlaksana pada Minggu (6/6). Tetapi tidak ada pembahasan mengenai pembagian anggaran, karena pihak BEM FF telah menyampaikan jika terdapat informasi bahwa pembagian anggaran akan dilakukan birokrat. Fauzan juga meminta agar diadakan koordinasi terlebih dahulu antara pihak DPM FF dan birokrat mengenai kejelasan dan sistem pembagian dana kemahasiswaan.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, pihak DPM FF dapat melaksanakan kinerja yang nyata sesuai dengan tupoksi yang tertera dalam AD/ART serta melakukan tugasnya dengan totalitas dan penuh tanggung jawab. Apabila ke depannya tuntutan-tuntutan tersebut tidak digubris oleh DPM FF, maka BEM dan lembaga lainnya akan kembali menggelar aksi konkrit untuk memperjuangkannya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat dihubungi pada Kamis (3/6) lalu, Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Muslim (KMM) Ibnu Sina Farmasi Unmul, Rizky Pratama turut mengutarakan pendapatnya. Selama bungkamnya DPM FF, ia menyebut jika KMM kesulitan untuk menjalankan proker dengan maksimal sebab pendanaan yang mandek. Dirinya bersama kawan-kawan lantas menyuarakan aspirasi mereka kepada pihak BEM FF, lalu ditindaklanjuti terkait keresahan yang dialami KMM hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin adanya pembagian dana untuk setiap organisasi KMF dengan seadil-adilnya agar mencapai harmonisasi dalam setiap program kerja yang akan dilaksanakan ke depannya. Semoga DPM FF dapat mengoptimalkan kerja-kerja organisasi dan berkoordinasi kepada setiap ormawa KMF dan civitas academica,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> pun telah mencoba menghubungi pihak DPM FF untuk meminta keterangan terkait hal tersebut tetapi tidak mendapatkan respons apapun sampai saat ini. Pada laman Instagram <em>@dpm.famul&nbsp;</em>milik DPM FF, terlihat postingan <em>launching</em> kepengurusan pada 25-26 Mei dan terhenti pada pengumuman Komisi I. (<strong><em>len/jla/bae/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prestasi Tim Nasi Mentai, Perwakilan Unmul dalam KBMI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prestasi-tim-nasi-mentai-perwakilan-unmul-dalam-kbmi/baca </link>
<guid> prestasi-tim-nasi-mentai-perwakilan-unmul-dalam-kbmi </guid>
<pubDate> Thu, 10 Jun 2021 11:53:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perwakilan Unmul dalam ajang Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prestasi-tim-nasi-mentai-perwakilan-unmul-dalam-kbmi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mr07P3I982.png" />
					</figure>
			                <h1>Prestasi Tim Nasi Mentai, Perwakilan Unmul dalam KBMI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA</strong><strong>&nbsp;&nbsp;</strong>&ndash; Tahun ini nampaknya dipenuhi dengan beragam kesempatan dan peluang bagi mahasiswa, khususnya pada bidang kompetisi. Februari lalu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Aris Junaidi menyurati Pimpinan Perguruan Tinggi dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I-XV terkait pelaksanaan Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI) tahun 2021. Agenda ini terdiri dari Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI), Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) dan Pendampingan Wirausaha Mahasiswa Indonesia (PWMI) tahun 2021 sebagai bentuk implementasi kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) serta mendorong munculnya wirausahawan mahasiswa di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Unmul pun tak mau ketinggalan untuk berpartisipasi. Mahasiswa dari berbagai fakultas turut mengikuti KBMI karena memiliki motivasi dan semangat dalam berwirausaha. Kegiatan ini selayaknya menjadi wadah agar mereka dapat mengembangkan usaha dan menciptakan budaya kompetisi yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Melalui proses seleksi dan penilaian, satu tim dari Unmul berhasil mendapatkan bantuan dana pengembangan wirausaha dan pendampingan usaha dari <em>CEO Academy</em>. Mereka adalah Tim Nasi Mentai yang terdiri dari tiga anggota, yakni Aulia Maya (Farmasi 2018), Lutviatul Muzhahadah (Farmasi 2018) dan Fatimah Zohra (Informatika 2018).</p><p style="text-align: justify;">Mereka mengaku mendapatkan informasi mengenai ajang tersebut melalui Instagram dan langsung berminat untuk mendaftar. Kepada Sketsa, Aulia mengatakan jika ia dan timnya sempat mengikuti sosialisasi. Mulai dari tata cara mendaftar hingga pengisian proposal. Mereka merasa sangat terbantu selama proses pendaftaran dan seleksi hingga dana bantuan cair. Akhirnya, Aulia dan rekan menjadi satu-satunya tim yang lolos ke nasional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Motivasinya ingin punya usaha sendiri. Tetapi perlu adanya modal yang lebih agar usaha ini tidak berada di titik itu-itu saja. Maka saya berinisiatif untuk mendaftarkannya ke dalam KBMI, agar nantinya usaha ini memiliki nama yang lebih dikenal,&rdquo; ungkapnya, Selasa (8/6).</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, timnya tidak mengalami kendala selama pendaftaran, persiapan dan pelaksanaan sebab turut dibantu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi (FF). Namun, sulitnya manajemen waktu dan kesibukan pribadi sempat menjadi kesulitan tersendiri. Sebelumnya, terdapat sekitar 3-4 kelompok yang mendaftar tetapi mengalami kesulitan dan batal berkompetisi.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai produk yang mereka usung, Nasi Mentai sendiri merupakan inovasi baru pada olahan nasi. Nasi ini dibuat seperti <em>sushi</em> yang dibalut dengan <em>nori</em> atau rumput laut yang sudah diolah. Dengan isian beragam mulai dari <em>belly</em>, <em>crab stick</em>, sosis, <em>nugget</em> dan lain-lain. Kemudian, nasi dicampur dengan bahan lain seperti telur dan sayuran. Nasi Mentai memadukan cita rasa lokal dengan model yang kekinian.</p><p style="text-align: justify;">Aulia menjelaskan, pemilihan Nasi Mentai dapat membantu petani lokal dan nelayan dalam menyuplai bahan-bahan yang akan digunakan nantinya. Kemudian, rasa pedas juga menjadi hal yang khas dalam kuliner Indonesia. Sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk mengonsumsinya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya soal itu, mereka juga mempelajari teknik dalam wirausaha, memahami program Excel dan keuangan sampai mengurus bisnis dan koordinasi tim. Ia berharap, produk mereka dapat diperlihatkan dalam Expo dan usahanya dapat berkembang lebih pesat hingga memiliki <em>outlet</em> di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, mahasiswa Unmul bisa terus berkarya dan berinovasi. Tidak peduli latar belakang jurusan untuk memulai hal baru yang berbeda dari jalan yang sudah ditempuh. Saya yakin, setiap orang memiliki <em>passion</em>. Kalau merasa tidak punya <em>passion</em>, cobalah untuk mengikuti KBMI di tahun selanjutnya. Siapa tahu <em>passion</em> kalian di bisnis,&rdquo; tutup Aulia. <em>(<b>bey</b></em><strong><i>/len</i></strong><em>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antusiasme Mahasiswa dalam Perhelatan MTQ di tengah Pandemi Covid-19 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antusiasme-mahasiswa-dalam-perhelatan-mtq-di-tengah-pandemi-covid-19/baca </link>
<guid> antusiasme-mahasiswa-dalam-perhelatan-mtq-di-tengah-pandemi-covid-19 </guid>
<pubDate> Fri, 11 Jun 2021 02:44:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perlombaan MTQ oleh Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antusiasme-mahasiswa-dalam-perhelatan-mtq-di-tengah-pandemi-covid-19/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dKPK4aS0GK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antusiasme Mahasiswa dalam Perhelatan MTQ di tengah Pandemi Covid-19</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA</strong> &ndash; Pada Mei lalu, Unmul menggelar perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan terbuka untuk semua fakultas. Ajang ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaring mahasiswa yang unggul dalam hal pemahaman dan membaca Al-Qur&rsquo;an. Sebelumnya, mahasiswa harus melewati seleksi terlebih dahulu pada tingkat fakultas. Kemudian, peserta yang lolos akan didaftarkan fakultas terkait ke Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyebutkan jika MTQ diikuti oleh seluruh fakultas dengan 9 tangkai lomba yang diselenggarakan Unmul, dari total 15 tangkai lomba secara nasional. Adapun pelaksanaan kegiatan diselenggarakan pada 24-25 Mei dan pemenang diumumkan pada 31 Mei. Ia turut menyampaikan tujuan agenda tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan dari kegiatan MTQ ini salah satunya ialah untuk men-<em>support</em> akreditasi institusi, pemeringkatan kemahasiswaan dan indikator kinerja utama yang mana semuanya berpangkal diprestasi mahasiswa&rdquo; ujar Encik selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni pada Selasa (25/5).</p><p style="text-align: justify;">Aditya selaku Ketua Panitia Pelaksana MTQ kali ini mengatakan bahwa para pemenang, yakni juara 1, 2 dan 3 sendiri akan mendapatkan reward berupa pembebasan UKT oleh Rektor Unmul. Penilaian lomba sendiri dilakukan berdasarkan <em>passing grade</em> dari tiap-tiap lomba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain itu ada instruksi dari Pak Rektor, untuk yang juara 1 <em>reward</em>-nya akan dibebaskan UKT selama 3 semester walau perlu disiapkan lagi administrasinya karena lintas bidang. Untuk yang juara 2 akan dibebaskan UKT selama 2 semester dan juara 3 dapat pembebasan UKT selama 1 semester. Karena hadiahnya luar biasa, maka penilaiannya juga harus luar biasa,&rdquo; ucapnya, Selasa (25/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya hal tersebut, tentu saja mahasiswa menjadi lebih bersemangat dalam kompetisi ini. Salah satunya Muhammad Ramadhan dari Farmasi 2020 yang merupakan peserta sekaligus peraih juara 2 MTQ bidang Fahmiil Qur&rsquo;an. Meski mengaku kesulitan saat hanya diberikan waktu sehari untuk menghafal materi sebanyak 278 halaman, ini tak melunturkan motivasinya untuk menambah pengalaman dan pengetahuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Motivasi ikut karena saya ingin belajar tentang Agama Islam juga ingin menambah wawasan lebih tentang agama saya sendiri, yaitu Agama Islam&rdquo; kata Muhammad pada <em>Sketsa</em>, Senin (7/6).</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Muhammad, Arif Fadillah, mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan 2017 yang meraih juara 1 pada bidang Tartiil Qur&rsquo;an juga mengikuti kegiatan ini karena hobi membaca Al-Qur&rsquo;an dengan irama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun kemarin nggak ikut, tapi sempat didaftarin dari pihak kampus. Cuma tidak ada pemberitahuan ke sayanya. Jadi kesempatan kali ini harus ikut dan senang aja gitu baca Qur&rsquo;an pake irama-irama gitu,&rdquo; jawab Arif, Selasa (8/6).</p><p style="text-align: justify;">Ia juga sempat mengalami kendala selama perlombaan. Seperti jaringan internet yang kurang memadai karena sedang berada di kampung halaman. Namun, kerja kerasnya membuahkan hasil yang baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Alhamdulillah</em>,bersyukur banget bisa dapat juara 1. Lombanya sangat bermanfaat karena potensi mahasiswa dapat tersalurkan. Selain itu membangkitkan semangat mahasiswa untuk lebih dekat dengan Al-Qur&apos;an. Harapan saya, mudah-mudahan lombanya terus berlanjut dan sosailisasinya lebih diluaskan. Saya pikir, banyak mahasiswa yang mau mengikuti perlombaan ini tapi sosialisasinya kurang,&rdquo; pungkasnya. <strong><i>(bey</i></strong><strong><i>/len</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usai Aksi Kaltim Selamatkan KPK Jilid I, Mahasiswa Alami Peretasan dan Ancaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-i-mahasiswa-alami-peretasan-dan-ancaman/baca </link>
<guid> usai-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-i-mahasiswa-alami-peretasan-dan-ancaman </guid>
<pubDate> Fri, 11 Jun 2021 10:16:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peretasan dan seruan ancaman kepada peserta aksi KPK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-i-mahasiswa-alami-peretasan-dan-ancaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DLIDa8cmHz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usai Aksi Kaltim Selamatkan KPK Jilid I, Mahasiswa Alami Peretasan dan Ancaman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Isu pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian menjadi polemik. Setelah sebelumnya kehilangan ruang gerak atas sahnya Revisi Undang-Undang KPK (RUU KPK) yang keluar sebagai UU No.19/2019, kini pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) menjadi bentuk pembungkaman terhadap pegawai dan penyidik kasus korupsi kelas kakap. Beberapa di antaranya adalah Novel Baswedan, Ambarita Damanik, sampai Harun Al Rasyid.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa tentu merasa jengah akan hal tersebut, terutama di tengah lambannya pengusutan kasus besar yang melibatkan para penguasa. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Samarinda menyikapi hal tersebut dengan penerbitan infografis yang disusun dengan pengiriman pesan kepada Ketua KPK, Firli Bahuri untuk mundur. Dilanjutkan dengan pemasangan <em>twibbon</em> dan aksi &ldquo;Kaltim Selamatkan KPK&rdquo; di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Senin (7/6) lalu. Dengan membawa narasi &ldquo;COPOT KETUA KPK&rdquo;, mereka membawa empat tuntutan dengan lantang.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, mendesak Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan Ketua KPK Firli Bahuri. Selanjutnya, menuntut presiden membatalkan penonaktifan 75 anggota KPK yang gugur karena TWK. Kemudian, menuntut agar presiden mengembalikan independensi KPK, dan terakhir adalah menuntut pemerintah untuk menegakkan kembali janji reformasi dalam menegakkan pemberantasan korupsi.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, pada Selasa (8/6) lalu, beredar sebuah <em>broadcast message</em> WhatsApp lengkap dengan sebuah video yang menyatakan jika dua mahasiswa mengalami peretasan dan mendapatkan pesan-pesan ancaman pasca aksi dilaksanakan. Akun Instagram dan WhatsApp milik seorang peserta di-<em>hack</em> dan digunakan untuk mengirim video tak senonoh pada kontak-kontak yang terdaftar. Sementara seorang lainnya dikirimi pesan ancaman untuknya dan keluarga. Tak sampai situ, ia juga diminta mengajak mahasiswa lain untuk menghapus <em>twibbon</em> tersebut dan meretas akun WhatsApp orang tuanya.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Baca WA saya yang menggunakan nomor ibu mba&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Baiklah jika mba gak mau kerjasama, 30 menit lagi akan datang ratusan driver gojek online mengirim barang ke rumah anda&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Tolong sampaikan ke anak bapak yang bernama ***** (nama disamarkan) untuk menghapus link tersebut&hellip;..Saya tidak mau tahu! Tolong hapus ini! Sekarang juga!!!!!!!&rdquo;</em> tulis pengirim tak dikenal kepada salah satu korban dan orang tuanya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian menelusuri dan mendapatkan kabar jika salah satu korban peretasan adalah Wakil Gubernur BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Akhmad Fikrianto. Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 2018 ini turut menceritakan kronologinya kepada kami.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, ia sedang mendapatkan giliran untuk berorasi kala aksi pada Senin (7/6) lalu. Ketika Fikri sedang menyampaikan orasi, tiba-tiba akun Instagram-nya diretas dan memberikan komentar pada postingan <em>snapgram</em> Instagram BEM FKIP Unmul (<em>@bemfkipunmul</em>). Ia mengatakan, kala itu komentar yang masuk bernarasi, &ldquo;nomor ini akunnya berapa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Memasuki waktu asar, dirinya kaget ketika melihat hal tersebut. padahal, sudah jelas ia tidak dapat memegang ponsel karena masih berorasi. &ldquo;Namanya orang orasi, pasti kan yang dipegang <em>toa</em>. Itu (cuplikan orasi Fikri) juga ada di snapgram Garuda Mulawarman dan di-<em>repost</em> oleh BEM FKIP Unmul. Ketika saya cek, ternyata benar ada notifikasi dari email bahwa IG saya ada yang <em>log in</em> dari Bekasi,&rdquo; paparnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (9/6).</p><p style="text-align: justify;">Setelah hal tersebut terjadi, Fikri segera mengganti seluruh <em>password</em> dan <em>log out</em> dari seluruh akun. Kemudian setelah pelaksanaan aksi dan pernyataan sikap, dirinya pergi untuk melakukan rapat evaluasi bersama dinas dan biro BEM FKIP. Kala itu, ia tidak membuka WhatsApp sama sekali. Usai berdiskusi dengan kawan-kawan dan menjelang magrib, barulah ia membuka aplikasi tersebut. Tiba-tiba, akunnya meminta verifikasi. Ini menandakan jika nomornya telah disadap.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku bahwa nomor tersebut masih aktif dan berada di ponselnya. Namun Fikri tak bisa meminta kode OTP dan berlangsung sampai 16 jam kemudian. Ketika pagi hari, WhatsApp miliknya mendapatkan kode tersebut namun terautentikasi dua arah bersama dengan si penyadap.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;WA saya tidak bisa diakses dan saya membuat yang baru. Setelah itu, saya dikabari oleh teman-teman bahwa saya (WhatsApp nomor lama) mengirim pesan-pesan berbau porno, tidak senonoh dan tidak baik. Saya kemudian langsung menyampaikan klarifikasi kepada seluruh teman-teman yang ada di WhatsApp,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Jelas tercermin jika upaya-upaya mahasiswa untuk bersuara masih rawan pembungkaman. Tetapi hal ini tak lantas menyurutkan semangat mereka dalam menyampaikan pendapat. <strong><em>(</em></strong><strong><em>len/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembali Melawan Pelemahan KPK Dalam Aksi Kaltim Selamatkan KPK Jilid II </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-melawan-pelemahan-kpk-dalam-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-ii/baca </link>
<guid> kembali-melawan-pelemahan-kpk-dalam-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-ii </guid>
<pubDate> Fri, 11 Jun 2021 10:44:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kembali Melawan Pelemahan KPK Dalam Aksi Kaltim Selamatkan KPK Jilid II </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-melawan-pelemahan-kpk-dalam-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-ii/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2zj53Rh7Cn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kembali Melawan Pelemahan KPK Dalam Aksi Kaltim Selamatkan KPK Jilid II</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Upaya mahasiswa untuk menyuarakan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terstruktur dan sistematis masih belum selesai. Melanjutkan aksi sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Samarinda kembali menggelar &ldquo;Kaltim Selamatkan KPK Jilid II&rdquo; pada Kamis (10/6) kemarin. Berlangsung di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), kegiatan ini juga disiarkan langsung melalui Instagram @bemkmunmul.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Membawa tuntutan yang sama, aksi ini sejatinya dilakukan agar Kaltim dapat menyelamatkan lembaga KPK yang dibentuk untuk memberantas korupsi. Namun, tak ada respons dari wakil rakyat Kaltim terkait hal ini. Gubernur BEM Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul, Syamsia Satra menyebut, setelah banyaknya pemecatan yang dilakukan KPK terhadap beberapa pegawai dan penyidik KPK dengan dalih Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kini timbul kecurigaan yang besar terhadap cara kerja pemerintah yang sekarang sedang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Massa aksi sempat mencoba mendobrak paksa pagar gedung DPRD Kaltim, namun kemudian mulai mencopoti baliho-baliho di sekitar gedung beserta seruan kecewa dan kemarahan mahasiswa. Tak luput menyanyikan lagu Darah Juang sambil membakar ban. Karena cuaca kurang mendukung, siaran langsung saat itu menjadi terganggu dan terhenti.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> saat aksi (10/6), Andi Indra Kurniawan selaku koordinator lapangan (korlap) aksi mengatakan jika mereka menginginkan adanya sambutan yang baik dari anggota DPRD untuk isu yang mereka lantangkan. Meski telah menghubungi pihak DPRD dari jauh hari, Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK tak dapat menemui mahasiswa karena ada perjalanan dinas ke Bontang.</p><p style="text-align: justify;">Ia memaparkan jika pihak massa aksi memberikan dua pilihan bagi DPRD dalam menyikapi aksi ini. &ldquo;Pertama, seluruh massa aksi masuk dan menduduki tangga gedung DPRD untuk menyatakan sikap. Kedua adalah meminta perwakilan anggota DPRD agar keluar bersama mereka dan mengambil sikap terkait proses pelemahan KPK yang terjadi,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul ini juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan mundur sebelum tuntutan tersebut direspons.</p><p style="text-align: justify;">Setelah menunggu selama lebih dari 3 jam, aksi ini akhirnya membuahkan hasil. Terdapat perwakilan rakyat yang turun dan memberikan tanggapan terkait masalah ini. Hasilnya, DPRD Kaltim serta mahasiswa menolak keras setiap bentuk pelemahan terhadap KPK. Sebab lembaga ini merupakan anak kandung reformasi, juga lembaga independen yang memberantas korupsi. Mereka pun menyepakati keinginan mahasiswa untuk melakukan audiensi. Maka pada Senin (14/6) mendatang, 20 orang perwakilan Aliansi BEM Samarinda akan bersuara dalam audiensi bersama Makmur HAPK.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini (11/6) melalui Instagram @bemkmunmul, Kementerian Sosial Politik BEM KM Unmul mengumumkan aksi serentak secara daring untuk membuat tagar #BeraniJujurPecat dan #SaveKPK menjadi trending mulai pukul 19.00 WIB. (<strong><em>ahn/kus/len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sungai Santan: Warisan Maut Generasi Mendatang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sungai-santan-warisan-maut-generasi-mendatang/baca </link>
<guid> sungai-santan-warisan-maut-generasi-mendatang </guid>
<pubDate> Sat, 12 Jun 2021 11:54:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sungai Santan: Warisan Maut Generasi Mendatang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sungai-santan-warisan-maut-generasi-mendatang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mNfiRXz5iu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sungai Santan: Warisan Maut Generasi Mendatang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Isu kerusakan lingkungan semakin hari kian memprihatinkan dan belakangan ini terdengar semakin jelas. Satu lagi datang dari Kalimantan Timur yang dikenal dengan sumber daya alam melimpah, terutama sumber daya tambang. Hal itu seolah melanggengkan praktik pembangunan dengan narasi besar menyejahterakan rakyat. Padahal, justru masyarakat yang harus menanggung wajah suram lingkungan sekitar.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diungkap dalam Diskusi dan Bedah Laporan &ldquo;Membunuh Sungai&rdquo;, hasil kolaborasi Jaringan Advokasi Tambang (Jatam Kaltim), Tani Muda Santan dan Program Studi (Prodi) Pembangunan Sosial Fakultas Unmul kali ini. Berlangsung secara virtual pada Jumat (11/6) kemarin dengan menghadirkan Pradarma Rupang, Dinamisator Jatam Kaltim dan Taufik Iskandarsyah, Ketua Tani Muda Santan sebagai penyaji serta Sri Murlianti, dosen Pembangunan Sosial sebagai penanggap.</p><p style="text-align: justify;">Jatam Kaltim secara gamblang mengungkap, bagaimana cengkeraman salah satu perusahaan tambang raksasa PT Indominco yang telah beroperasi lebih dari dua dekade. Diduga, mereka telah mencemari air Sungai Palakan dan Sungai Santan hingga menyisakan lubang-lubang tambang berukuran besar yang belum direklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Dugaan pencemaran sungai tersebut diulas dengan sangat detail, berdasarkan temuan-temuan berupa data dan penelitian investigasi dalam laporan yang berjudul Membunuh Sungai yang diterbitkan Jatam Kaltim pada Kamis (3/6) lalu. (baca : <a href="https://www.jatam.org/pt-indominco-membunuh-sungai-di-kaltim/)">https://www.jatam.org/pt-indominco-membunuh-sungai-di-kaltim/)</a></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Rupang mengungkap bahwa 43% luas daratan wilayah Kalimantan Timur sudah dikonversi menjadi pertambangan batu bara. Besarnya aktivitas pertambangan tersebut berdampak besar bagi perubahan bentang alam. Seperti yang ditemukan Jatam, setidaknya terdapat 53 lubang tambang yang ditinggalkan menganga sejak pertama kali beroperasi hingga diperkirakan tahun 2025.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun mengungkap bahwa hasil aktivitas pertambangan berupa limbah mengalir melalui anak sungai dan menyebar di Sungai Santan. Sungai tersebut memiliki identitas yang sangat kuat dengan masyarakat sekitar. Selain menjadi sumber ekonomi, Sungai Santan adalah jantung kehidupan desa. Di mana airnya digunakan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertambangan yang dilakukan PT Indominco Mandiri telah meninggalkan warisan maut dan meracuni air Sungai Palakan dan Sungai Santan di wilayah Marangkayu, Kukar, Kalimantan Timur. Limbahnya dibuang ke Sungai Palakan dan Sungai Santan. Bukan lagi menurunkan fungsi ekologisnya, tetapi langsung membunuh eksistensi sungai itu sendiri,&rdquo; ujar Rupang.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, tim Jatam Kaltim lalu mengambil sampel dari tiga titik. Hasil uji lab menunjukkan, pencemaran yang konsisten dengan beberapa kandungan membuat air sungai menjadi tak layak pakai. Ditambah dengan kondisi air yang secara fisik sangat keruh dengan warna kecokelatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini skema yang dianggap sebagai sesuatu yang normal dan masyarakat dibuat beradaptasi dengan situasi yang sebenarnya merusak dan beracun ini,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemaparan Rupang tadi diperkuat oleh Taufik Iskandarsyah yang memaparkan usaha masyarakat yang bergerak dalam menghadapi aktivitas dan dampak pertambangan batu bara PT Indominco Mandiri.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, pelantangan suara terhadap penolakan sudah lama terjadi. Beberapa kali pada 2015, warga Desa Santan melakukan aksi perlawanan. Di antaranya dilakukan ketika perusahaan berencana melakukan peningkatan produksi dengan pengerukan dan pemindahan sungai yang kemudian berakhir dengan revisi AMDAL oleh PT Indominco Mandiri setelah proses yang cukup panjang.</p><p style="text-align: justify;">Selain pencemaran air sungai dan memburuknya kualitas air, Taufik juga mengungkap bahwa semenjak terjadi aktivitas penambangan, intensitas banjir tak dapat dibendung. Kini, banjir semakin meningkat karena hutan yang seharusnya menjadi daerah resapan air telah digunduli untuk aktivitas tambang.</p><p style="text-align: justify;">Satu lagi bukti dari pencemaran lingkungan oleh aktivitas pertambangan didapat dari hasil investigasi langsung dengan melihat perbedaan terhadap badan sungai yang dilewati dan tidak dilewati oleh aktivitas pertambangan. Hasilnya, sungai yang tidak dilewati tersebut memiliki kondisi fisik dengan air yang jernih. Sementara, sungai yang dilewati aktivitas pertambangan terlihat sangat keruh. Dibuktikan pula dengan kesaksian empiris dari warga sekitar Sungai Palakan dan Sungai Santan terhadap kerusakan-kerusakan lingkungan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ternyata dari krisis lingkungan yang terjadi, masyarakat yang harus merasakan semua beban akibat dari krisis lingkungan di Desa Santan,&rdquo; tutup Taufik.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi diakhiri oleh Sri Murlianti yang membawa filosofi Michele Faucault di mana pengetahuan itu diproduksi oleh penguasa. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan dominan yang disokong aparatus, institusi dan instrumen.</p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan isu Sungai Santan, warga terus diberi kampanye bahwa air sungai masih bisa dikonsumsi. Tanpa menjelaskan kadar atau ukuran layak konsumsi serta tidak mengungkapkan kandungan-kandungan berbahaya di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Sri mengatakan, kontrol negara sangat lemah dan negara gagal melindungi warga. Mereka baru muncul ketika rakyat sudah berteriak. Selain itu, dia berpesan kepada para akademisi untuk tidak alergi dengan pengetahuan kritis. Sebab ilmu yang didapat seharusnya dapat menggugah ke arah tindakan yang menghidupkan kemanusiaan. (<strong><em>khn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKM: Ajang untuk Belajar dan Mengharumkan Program Studi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkm-ajang-untuk-belajar-dan-mengharumkan-program-studi/baca </link>
<guid> pkm-ajang-untuk-belajar-dan-mengharumkan-program-studi </guid>
<pubDate> Sat, 12 Jun 2021 12:07:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKM: Ajang untuk Belajar dan Mengharumkan Program Studi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkm-ajang-untuk-belajar-dan-mengharumkan-program-studi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jlAd8JlV5E.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKM: Ajang untuk Belajar dan Mengharumkan Program Studi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah berbagai tahap dilalui peserta Pekan Kreativitas Mahasiswa atau yang biasa disebut PKM, beberapa waktu lalu tiba saatnya pengumuman tim yang lolos untuk didanai dari masing-masing bidang. Sebagai program tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), informasi mengenai PKM disalurkan melalui sosialisasi di setiap fakultas. Namun, tidak sedikit juga yang mencari secara mandiri di media sosial seperti Instagram atau langsung mengakses lewat laman resmi Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Simbelmawa).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kabar baik datang dari Prodi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), yang berhasil mengirimkan 9 judul proposal di bidang riset dan sampai pada tahap pendanaan. Salah satunya adalah Siti Maisyah selaku ketua tim. Melalui WhatsApp (9/6), dirinya mengaku mendapat info PKM lewat sosialisasi, dan pemberitahuan dari kakak tingkat maupun dosen. Tak hanya imbauan untuk mengikuti PKM, kesempatan ini juga jadi kesempatan emas dalam mendapatkan nilai sempurna untuk mata kuliah eksperimen.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengangkat topik Mindfulness&nbsp;Based Cognitive Therapy: Menurunkan Quarter Life Crisis dalam Mencapai Kebahagiaan. Kesempatan PKM ini dimanfaatkan Siti dan tim dengan baik, hingga akhirnya sampai pada titik ini. Seperti yang tertera dalam laman Simbelmawa Kemdikbud, kini tahap pelaksaan dimulai pada 1 Juni lalu dan berakhir di bulan September mendatang sebagai penilaian laporan akhir. Berlanjut dengan penetapan peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas), yang merupakan kegiatan puncak pertemuan nasional sebagai perwujudan kreativitas dan penalaran ilmiah mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengikuti PKM Riset ini, Siti berharap dirinya dan tim tak hanya bertambah pengalaman, namun juga wawasan. Selain kerja sama tim, kebanggaan juga dirasakan sebab dapat membawa nama Prodi Psikologi Universitas Mulawarman di tahap selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Semoga diberi kelancaran dalam melakukan penelitian, dapat menambah wawasan ini baik pribadi dalam bidang penelitian dan juga melatih kerjasama tim, untuk subjek penelitian dengan adanya penelitian eksperimen ini dapat menjadikan subjek penelitian menjadi lebih baik lagi,&quot; tutupnya. (<strong><em>dpt/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelepasan KKN Non Reguler FH Unmul: Memasyarakatkan Hukum Melalui Teknologi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelepasan-kkn-non-reguler-fh-unmul-memasyarakatkan-hukum-melalui-teknologi/baca </link>
<guid> pelepasan-kkn-non-reguler-fh-unmul-memasyarakatkan-hukum-melalui-teknologi </guid>
<pubDate> Sun, 13 Jun 2021 10:49:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelepasan mahasiswa FH Unmul yang akan melaksanakan KKN Non Reguler. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelepasan-kkn-non-reguler-fh-unmul-memasyarakatkan-hukum-melalui-teknologi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/43W9461H7K.png" />
					</figure>
			                <h1>Pelepasan KKN Non Reguler FH Unmul: Memasyarakatkan Hukum Melalui Teknologi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Jumat (10/6), Fakultas Hukum (FH) Unmul laksanakan pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Non Reguler pada seluruh mahasiswanya. Setelah beberapa kali melaksanakan pembekalan pada akhir Mei lalu, kegiatan pelepasan tersebut akhirnya terlaksana dengan mengusung tema &ldquo;Memasyarakatkan Hukum Melalui Teknologi&rdquo;. Agenda turut dihadiri wakil-wakil instansi mitra FH Unmul dalam melaksanakan KKN Non Reguler, khususnya KKN profesi tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Pelepasan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan doa. Agenda tersebut juga dibuka dengan laporan Ketua Panitia, Irma Suryani. Ia menyampaikan pesan dan harapannya pada pelaksanaan KKN Non Reguler mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat (mahasiswa) terjun langsung ke dunia kerja, mereka sudah memiliki gambaran mengenai instansi tempatnya bekerja. Kami berharap semoga para mahasiswa memiliki kecerdasan baik dari intelektual maupun akhlak,&rdquo; ucapnya.<span style="background-color: transparent;">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Mahendra Putra Kurnia selaku dekan FH Unmul juga memberikan sambutan dalam kegiatan ini. Dirinya menyampaikan pesan kepada mahasiswa serta mengucapkan terima kasih pada instansi-instansi mitra strategis FH Unmul atas kesediaannya untuk kembali bekerja sama dalam program KKN tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa KKN diharapkan bukan hanya menerima ilmu, namun juga memberi manfaat pada instansi dan masyarakat. Semoga mahasiswa dapat melaksanakan KKN sesuai dengan keadaan,&rdquo; tutur Mahendra.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun sambutan disampaikan pula oleh Umi Laili, Kepala Bidang Hak Asasi Manusia (HAM) Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai wakil dari instansi mitra FH Unmul. Ia berharap, dengan adanya program ini mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu dan bersinergi dengan instansi. Umi menyebut bahwa instansi memerlukan masukan dan saran dari mahasiswa dalam mengikuti perkembangan zaman.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, pihak instansi menerima mahasiswa untuk KKN di sana dengan terbuka. Kali ini, pelaksanaan akan dilakukan secara langsung di lapangan dengan menerapkan protokol kesehatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih pak dekan, telah mempercayakan mahasiswanya untuk KKN di tempat kami dan telah bekerja sama dalam beberapa kesempatan,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>ami/eng/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Self Sabotage: Ketika Diri Sendiri Menjadi Musuh Terbesar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/self-sabotage-ketika-diri-sendiri-menjadi-musuh-terbesar/baca </link>
<guid> self-sabotage-ketika-diri-sendiri-menjadi-musuh-terbesar </guid>
<pubDate> Sun, 13 Jun 2021 11:15:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pernahkah kamu merasa selalu gagal dan melakukan hal-hal yang tidak penting? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/self-sabotage-ketika-diri-sendiri-menjadi-musuh-terbesar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3OdeYxoBRy.png" />
					</figure>
			                <h1>Self Sabotage: Ketika Diri Sendiri Menjadi Musuh Terbesar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sering merasa takut gagal saat ingin memulai sesuatu? Sering sengaja menunda tugas dengan aktivitas lain padahal urgensinya lebih rendah? Jika iya, pertanda kamu sedang mengalami <em>self sabotage.</em></span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Self sabotage</em> akhir-akhir ini cukup populer namun merupakan salah satu istilah yang rumit untuk didefinisikan secara tegas. Fenomena ini sering terjadi pada diri sendiri, baik secara sadar maupun tidak sadar sebab berbagai hal.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip pendapat seorang psikolog klinis, Nick Wignall, pada website resminya <em>nickwignall.com</em>. Secara sederhana <em>self</em>&nbsp;<em>sabotage</em> adalah ketika kamu merusak tujuan dan nilaimu sendiri. Dengan kata lain, kamu mengakui bahwa ada sesuatu di luar sana yang benar-benar kamu inginkan dan yakini baik untukmu, tetapi kemudian kamu malah melakukan hal-hal yang secara langsung bertentangan dengan tujuan awalmu.</p><p style="text-align: justify;">Bentuk<em> self sabotage</em> secara sadar, misalnya kamu tahu bahwa kamu masih memiliki tugas tertentu yang harus segera diselesaikan. Namun, secara bersamaan kamu malah menunda tugas tersebut dengan hal-hal yang tidak begitu penting. Seperti bermain <em>game</em>, menonton film, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan <em>self sabotage</em> yang secara tidak sadar dilakukan adalah perasaan takut gagal sebelum memulai sesuatu yang baru. Perasaan takut tersebut terkadang juga sering menjadi pembenaran untuk tidak melakukan usaha secara maksimal. Apabila dibiarkan begitu saja, tentu bisa menjadi kebiasaan buruk dan dalam jangka panjang dapat menghambat tujuan yang ingin diraih.</p><p style="text-align: justify;">Lalu seperti apa cara yang dapat kamu terapkan agar tidak terjebak dengan fenomena <em>self sabotage</em>? Berikut <em>Sketsa</em> rangkum tips-tipsnya khusus untukmu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Berkomitmen kuat terhadap jadwal yang telah disusun</strong></p><p style="text-align: justify;">Membuat jadwal atau daftar perencanaan kegiatan yang akan dikerjakan tentu akan memudahkan kamu dalam mengalokasikan waktu yang kamu miliki agar tidak terbuang sia-sia. Namun, jauh lebih penting dari itu adalah komitmen yang hadir. Sehingga kamu harus memastikan dirimu sendiri untuk bisa berkomitmen penuh terhadap jadwal yang telah kamu buat sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Tidak terlalu keras pada diri sendiri</strong></p><p style="text-align: justify;">Seringkali sifat <em>toxic</em> yang menghambat tujuan yang ingin dicapai berasal dari diri sendiri. Misalnya pemikiran bahwa kegagalan merupakan sebuah aib. Dari pola pikir tersebut kamu dapat dikatakan terlalu keras pada dirimu sendiri. Cobalah untuk memahami bahwa kegagalan bukan suatu aib melainkan sesuatu hal yang wajar terjadi. Jangan halangi dirimu untuk mencoba hal baru karena alasan takut gagal.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Pemahaman antara <em>self reward</em> dan <em>self sabotage</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Banyak orang yang masih keliru dalam membedakan dua hal ini. Sesuatu dapat dikatakan <em>self reward</em> apabila setelah melakukannya mampu membuat kita lebih semangat mengejar suatu tujuan. Misalnya ketika sedang diet seseorang memanfaatkan <em>cheating day</em> miliknya untuk menikmati es krim yang sejak lama dia inginkan. Hal ini bertujuan agar proses diet yang dilakukan tidak membuat jenuh dan pada hari selanjutnya orang tersebut menjadi lebih semangat melanjutkan diet keesokan hari.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan <em>self sabotage</em> justru sebaliknya, setelah melakukannya seseorang cenderung malas menggapai tujuan awal. Masih dalam contoh yang sama seperti sebelumnya, saat sedang <em>cheating day</em>, orang tersebut secara bebas makan dengan berlebihan. Sehingga tentu saja diet yang dilakukan gagal total gara-gara satu hari dan menyebabkan malas untuk melanjutkan proses diet pada esok hari.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana, sudah jauh lebih tahu tentang fenomena <em>self sabotage</em>, bukan? Semoga beberapa tips di atas bisa kamu terapkan untuk menghindari dampak buruk adanya <em>self sabotage</em>, ya! (<strong><em>nkh/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wira Desa 2021: Bangun Harapan, Pulihkan Perekonomian Desa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wira-desa-2021-bangun-harapan-pulihkan-perekonomian-desa/baca </link>
<guid> wira-desa-2021-bangun-harapan-pulihkan-perekonomian-desa </guid>
<pubDate> Mon, 14 Jun 2021 10:22:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengembangan potensi wirausaha bersama Wira Desa 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wira-desa-2021-bangun-harapan-pulihkan-perekonomian-desa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6nXNja4zRg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wira Desa 2021: Bangun Harapan, Pulihkan Perekonomian Desa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kabar baik datang dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan bagi mahasiswa yang ingin menantang diri dalam pengembangan perekonomian desa melalui program wirausaha. Kali ini, Wira Desa hadir sebagai wadah untuk menumbuhkan potensi ekonomi desa melalui penguatan karakter dan budaya wirausaha sumber daya manusia (human capital) menuju desa wirausaha secara berkesinambungan dan terukur.</p><p style="text-align: justify;">Melalui implementasi kebijakan Merdeka Belajar &ndash; Kampus Merdeka (MBKM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menyasar calon peserta yang tergabung dalam unit kegiatan atau lembaga kemahasiswaan guna berpartisipasi dalam Wira Desa.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan surat yang diedarkan oleh kementerian, mahasiswa yang telah menempuh kuliah minimal semester 4 dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif minimal 2,75 dapat mengikuti kegiatan ini. Selanjutnya, calon peserta dapat mendaftar pada program tersebut hingga 17 Juni 2021 melalui laman <em>dikti.kemendikbud.go.id</em> atau <em>php2d.kemendikbud.go.id</em>. Adapun tema yang diusung kali ini bertajuk &ldquo;Terwujudnya mahasiswa Indonesia yang memiliki empati tinggi terhadap pembangunan desa melalui transmisi pola pikir dan perilaku wirausaha sebagai implementasi Merdeka Belajar &ndash; Kampus Merdeka&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin mengaku bahagia dengan pelaksanaan program tersebut. Ia membagikan antusiasmenya kepada <em>Sketsa</em> pada Rabu (2/6) melalui sambungan WhatsApp. Dirinya mengatakan jika Unmul telah menawarkan Wira Desa kepada 14 fakultas di kampus hijau ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Unmul sudah menerima pengumuman PHP2D tahap I. Di mana sekitar 15 lembaga kemahasiswaan baik pada tingkat fakultas maupun universitas telah lolos administrasi,&rdquo; papar Encik.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Unmul telah melakukan tindak lanjut pada program canangan kementerian yang serupa yakni Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Rangkaian kegiatan tersebut setara dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan memuat nilai 3 SKS selama 6 bulan pelaksanaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wira Desa merupakan program pelurusan pasca PHP2D. Waktu pemasukan proposal bersamaaan dengan persiapan tahap II PHP2D. Kegiatan hampir bersamaan di desa, dan pelaksananya juga lembaga kemahasiswaan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati merasa program tersebut baik bagi mahasiswa, Encik mengaku tidak memaksa mereka dalam mengikuti Wira Desa. Namun, pihak kampus akan selalu membagikan informasi terkait kegiatan yang mampu mengaktualisasi kinerja mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Turut menanggapi perihal tersebut, Ketua <em>Student Enterpeneur Community</em> (SEC), Bella Robhiatul Adawiyah ikut merasakan antusias atas hadirnya Wira Desa bagi mahaiswa. SEC sendiri merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) yang bergerak pada bidang kewirausahaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentunya kami menyambut baik program ini. SEC juga memiliki tujuan yang selaras dengan Wira Desa. Yakni untuk membentuk karakter dan mencetak insan kampus yang berkualitas, berjiwa wirausaha, memiliki tanggung jawab dan peduli terhadap kemajuan wirausaha,&rdquo; kata Bella kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (5/6).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai pengiriman delegasi SEC pada Wira Desa, ia mengungkapkan jika anggotanya belum ada yang terlibat dalam agenda kerja tersebut. &ldquo;Sudah banyak teman-teman yang mungkin berminat mengikuti program ini, tapi merasa disulitkan dengan jarak dan beberapa prosedur pencegahan Covid-19,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun belum dapat berpartisipasi, dirinya yakin jika program tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi krisis ekonomi yang melanda akibat pandemi. Khususnya meningkatkan perhatian dalam menanggulangi pengangguran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak sekali masyarakat yang terdampak pengurangan karyawan oleh perusahaan, Sehingga, program kewirausahaan mungkin jadi salah satu cara untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(syl/rid/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Tren Hybrid Cloud </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/mengenal-tren-hybrid-cloud/baca </link>
<guid> mengenal-tren-hybrid-cloud </guid>
<pubDate> Mon, 14 Jun 2021 11:30:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal Tren Hybrid Cloud </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/mengenal-tren-hybrid-cloud/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mI5NxiUooU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Tren Hybrid Cloud</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Di zaman sekarang manusia dan teknologi adalah dua unsur kehidupan yang sulit dipisahkan. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Indonesia dijuluki sebagai raksasa teknologi Asia. Dengan jumlah penduduk sebesar 250 juta jiwa, itu artinya potensi pasar dan pengguna gawai sangat pesat.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Berkembangnya teknologi juga memunculkan inovasi dalam bidang keamanan data di dunia siber, seperti <em>Hybrid Cloud</em> yang banyak dipakai oleh perusahaan besar untuk meningkatkan keamanan di perusahaan besar mereka. Bahkan dalam beberapa sumber, Indonesia dipilih oleh Google menjadi basis dalam pengembangan pusat data layanan teknologi <em>cloud</em> ini.</p><p style="text-align: justify;">Dalam laman <em>nagitec.com</em>, <em>Hybrid Cloud</em> merupakan teknologi yang menggabungkan antara dua cara kerja <em>cloud</em> yaitu <em>Public Cloud</em> dan juga <em>Private Cloud. Hybrid Cloud</em> ini berusaha untuk mengintergasikan kedua <em>cloud</em> agar dapat menghasilkan ragam fungsi untuk perusahaan ataupun organisasi yang menggunakan teknologi ini. Jika dimplementasikan secara langsung pada perusahaan, misalnya dalam <em>website e-commerce</em> yang menggunakan <em>Hybrid Cloud Hosting</em> untuk menyimpan <em>website e-commerce&nbsp;</em>mereka dalam <em>Public Cloud</em>, dan <em>website</em> informasinya disimpan dalam <em>Public Cloud</em>. Hal ini tentunya sangat menghemat biaya bagi perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">Selain kelebihan teknologi seperti contoh di atas, masih banyak kelebihan yang ditawarkan teknologi ini dalam penerapannya. Pada laman <em>robicomp.com</em>, kelebihan teknologi ini antara lain skalabilitas <em>Hybrid Cloud</em> banyak menawarkan penggabungan dua model, <em>Public Cloud</em> dan <em>Private Cloud</em> dengan memindahkan banyak fungsi yang tidak sensitif sebanyak itu ke <em>Public Cloud.</em></p><p style="text-align: justify;">Hal memungkinkan perusahaan mendapatkan manfaat dari skalabilitas <em>Public Cloud</em>. Kemudian keuntungan berikutnya, <em>Hybrid Cloud</em> juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi, dalam penerapannya mewarisi tingkat keamanan <em>Private Cloud</em> yang memerlukan operasi sensitif. Keuntungan terakhir ialah fleksibilitas ketersediaan baik dari sumber daya yang aman dan juga sumber daya publik yang hemat biaya.</p><p style="text-align: justify;">Meski terlihat sangat canggih, teknologi ini juga memiliki kekurangan seperti adanya peraturan ketat yang memastikan bahwa layanan <em>cloud</em> harus sesuai dengan kebijakan pemerintah. (<em><strong>ahn/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Kaltim Selamatkan KPK: Batalnya Konsolidasi Hingga Blokade Jalan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kaltim-selamatkan-kpk-batalnya-konsolidasi-hingga-blokade-jalan/baca </link>
<guid> aksi-kaltim-selamatkan-kpk-batalnya-konsolidasi-hingga-blokade-jalan </guid>
<pubDate> Tue, 15 Jun 2021 10:01:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Kaltim Bersatu menggelar aksi Kaltim Selamatkan KPK di depan Kantor DPRD </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kaltim-selamatkan-kpk-batalnya-konsolidasi-hingga-blokade-jalan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ArmS4VXb4Q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Kaltim Selamatkan KPK: Batalnya Konsolidasi Hingga Blokade Jalan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Perjuangan melawan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus menyala. Senin (14/6) kemarin, Aliansi Kaltim Bersatu menggelar aksi Kaltim Selamatkan KPK di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur seperti sebelumnya. Massa aksi terlebih dahulu berkumpul di Islamic Center dan kemudian bergerak ke titik aksi pada pukul 14.00 Wita.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Agenda tersebut menghimpun mahasiswa dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Garuda Mulawarman dari Unmul, Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda, Widyagama serta Aliansi Masyarakat Sipil Kaltim. Kali ini, mereka ingin menindaklanjuti permintaan audiensi yang diinginkan mahasiswa pada aksi yang lalu. (baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-melawan-pelemahan-kpk-dalam-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-ii/baca)">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-melawan-pelemahan-kpk-dalam-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-ii/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Menjawab hal tersebut, Muhammad Udin selaku perwakilan Anggota Komisi I bidang Regulasi dan Pemerintahan mengatakan jika mereka mengizinkan diskusi tersebut dengan 20 orang perwakilan mahasiswa. Ia menyebut bahwa pihak DPRD sepakat apabila massa aksi seluruh lembaga memberikan perwakilan setidaknya 1 orang. Ini mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 dan menghindari kerumunan.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, beberapa perwakilan mahasiswa menanggapi jika saran tersebut tidak sesuai dengan konsolidasi yang mereka sepakati, di mana seluruh massa yang hadir dapat ikut masuk dan berdiskusi. Selain itu, mereka juga menghindari anggapan bahwa tidak semua mahasiswa dapat terlibat.</p><p style="text-align: justify;">Udin pun memotong pernyataan tersebut dengan memberikan saran lainnya. Selain 20 orang yang mengikuti diskusi secara langsung, ia menawarkan agar massa aksi yang tersisa dapat menyaksikan dan memberikan pendapatnya melalui Zoom.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak pernah membatasi orang untuk bisa menyampaikan aspirasinya. Cuma di saat ini, pandemi membatasi kita. 20 orang perwakilan, lainnya menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Lebih dari 200 orang bisa masuk ke forum tersebut,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Karena tidak mencapai titik terang, mahasiswa merapatkan barisan dan mencoba memasuki gedung DPRD. Blokade jalan juga dilakukan hingga terjadi keributan antara massa aksi dan pengguna jalan. Hal tersebut terjadi karena terdapat pengguna jalan yang memaksa lewat lalu memainkan knalpotnya di antara kerumunan blokade. Semakin tidak kondusif, massa aksi menjadi terpancing dan sempat terjadi kejar-kejaran serta perkelahian. Setelah situasi aman, mereka membubarkan diri pada pukul 17.03 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai oleh <em>Sketsa</em>, Ikhsan Nopardi selaku Koordinator Lapangan Aliansi Kaltim Bersatu memberikan tanggapannya mengenai pelaksanaan aksi yang kesekian ini. Dipaparkan olehnya, audiensi yang diinginkan mahasiswa adalah bentuk strategi dari Aliansi Kaltim Bersatu. Tetapi, ia mengucapkan jika DPRD tak dapat mengakomodir seluruh massa untuk masuk ke dalam gedung bersama. Ikhsan juga menjelaskan mengapa mereka tidak menginginkan sistem perwakilan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena itu sudah sesuai dengan hasil kesepakatan konsolidasi. Bahwa tidak ada sistem perwakilan untuk audiensi dengan DPRD Kaltim. Masuk satu, masuk semua,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai audiensi secara <em>online</em>, ia menuturkan bahwa hal tersebut akan kurang efektif. &ldquo;Sesuai dengan poin tuntutan, kita membutuhkan pertemuan secara langsung. Karena di situ ada berbagai pembahasan, seperti pencabutan ketua KPK hingga evaluasi terkait penegakan korupsi di Indonesia,&rdquo; pungkasnya. Konsolidasi lanjutan terkait aksi akan kembali diadakan pada Rabu (16/6) mendatang. (<strong><em>bay/len/fzn</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Happy Old Year: Menyelisik Memori yang Tertinggal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/happy-old-year-menyelisik-memori-yang-tertinggal/baca </link>
<guid> happy-old-year-menyelisik-memori-yang-tertinggal </guid>
<pubDate> Tue, 15 Jun 2021 11:24:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melihat makna minimalis dalam film Happy Old Year. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/happy-old-year-menyelisik-memori-yang-tertinggal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/soqmBBFJ3L.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Happy Old Year: Menyelisik Memori yang Tertinggal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menuju ruang minimalis nyatanya tak mudah untuk diterapkan begitu saja. Perlu adanya langkah serta niat dan komitmen dalam perjalanannya. <em>Happy Old Year</em>, sebuah film Thailand yang disutradarai oleh Nawapol Thamrongrattanarit ini mengisahkan tentang Jean (diperankan oleh Chutimon Chuengcharoensukying) yang baru saja pulang dari Swedia. Lantas, ia ingin mengubah seisi rumahnya menjadi minimalis dengan bantuan sahabatnya, Pink. Jean bermaksud agar barang yang ada hanya yang sarat akan fungsi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dalam kisahnya, ibu dan adiknya, Jay menentang keinginan tersebut. Jean beranggapan, setiap sudut rumah telah penuh sesak dengan barang ayahnya yang sudah lama bercerai dengan sang ibu. Jay melunak, namun ibunya kukuh mempertahankan barang terutama piano mantan suaminya. Barang yang hadir di mana-mana ini sampai membuat si ibu harus tidur di antara tumpukannya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan bantuan sang adik, ia mulai mengemasi barang lamanya. Jean menjual sebagian barang dan membuang sisanya tak terkecuali. Muncul percakapan dari si adik apakah tindakan itu tepat. Sampai akhirnya, Pink sang sahabat membantu dan mengetahui barang yang ia beri untuk Jean berakhir di wadah pembuangan. Saat itu, Jean menganggap hal ini normal ketika seseorang ingin berberes.</p><p style="text-align: justify;"><em>Happy Old Year</em> menyuguhkan scene sederhana namun konsisten untuk membagikan pesan-pesan minimalis. Utamanya saat Jean menemukan barang pemberian mantan kekasihnya. Dari situlah ia bermaksud mengembalikan semua barang pada pemiliknya. Tak terkecuali milik Aim (diperankan oleh Sunny Suwanmethanont), mantannya.</p><p style="text-align: justify;">Meski keraguan kerap muncul, akhirnya Jean dan Aim kembali berbincang dan menjalin komunikasi. Mengetahui bahwa Aim telah memiliki kekasih baru, membuatnya maju mundur dalam berkemas sebab banyak hal yang mengganggunya. Ia kembali berkutat dengan keraguan, sebab barang yang bersamanya penuh dengan memori.</p><p style="text-align: justify;">Terlebih ketika Jean menemukan perasaan bersalah akan cerita yang baru ia ketahui saat bersama Aim. Dirinya menyadari ada begitu banyak memori yang ikut pergi saat banyak membuang barang. Ia juga dihantui kesedihan karena teringat telah meninggalkan Aim sepihak saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Film ini memberi banyak sentuhan otentik meski minim percakapan. Seperti halnya pakaian yang dikenakan Jean; hitam dan putih tanpa banyak detail yang akan mengganggu inti pesan minimalisme. Gaya rambut hingga seluruh yang ia kenakan sarat akan kesederhanaan dan warna basis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penokohan Jean yang tak pandai basa-basi juga berhasil membawa cerita dengan baik. Disajikan pula juga enam langkah dalam proses decluttering yang dihadapinya. Pertama, <em>Set Goals &amp; Find Inspirations</em>. Kedua, <em>Don&rsquo;t Reminisce The Past</em>. Ketiga, <em>Don&rsquo;t Feel Too Much</em>. Keempat, <em>Don&rsquo;t Waver Be Heartless</em>. Kelima, <em>Don&rsquo;t Add More Things</em>. Terakhir, <em>Don&rsquo;t Look Back</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dari sini, penonton dibawa untuk menyelisik bagaimana rumitnya ikatan manusia dengan barang yang terasosiasi dengan memori. Jean adalah satu dari banyaknya orang yang mencoba mengarungi jerat kenangan. Meski penuh dengan rasa bersalah saat membuang barang, terutama mengetahui cerita demi cerita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jean akhirnya menyadari bahwa berberes bukanlah perjalanan singkat, melainkan memperkuat prinsip yang ingin ditempuh. Minimalis bukanlah sekadar tren, tetapi kisah spiritual kita terhadap seluruh kejadian yang telah terlewati untuk direnungkan kembali. Mana yang akan dipertahankan dan dilupakan.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak semua relasi dapat dipertahankan Jean, ia mendapat banyak pelajaran dalam memahami kehidupan. Berhati-hati untuk memiliki barang, dan tak terikat berlebihan adalah satu cara yang ditempuhnya. Tertarik untuk menemukan cara lain yang bisa dipelajari dari kisah Jean dalam <em>Happy Old Year</em>?<strong><em>&nbsp;(rst/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bingung Dengan Urutan Film Marvel? Berikut Rekomendasinya di Fase Satu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/bingung-dengan-urutan-film-marvel-berikut-rekomendasinya-di-fase-satu/baca </link>
<guid> bingung-dengan-urutan-film-marvel-berikut-rekomendasinya-di-fase-satu </guid>
<pubDate> Tue, 15 Jun 2021 11:42:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> urutan waktu dari film-film yang ada di MCU </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/bingung-dengan-urutan-film-marvel-berikut-rekomendasinya-di-fase-satu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Bf7UVEYAE9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bingung Dengan Urutan Film Marvel? Berikut Rekomendasinya di Fase Satu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kamu pasti tak asing dengan sederet film seperti Iron Man 3, Thor: The Dark World, Captain America: The Winter Soldier, dan Avengers: Age Of Ultron? Ketika membahas film tersebut maka pikiran kita pun akan tertuju pada rumah produksi asal Amerika Serikat bernama Marvel Studio. Marvel terkenal lantaran telah mengorbitkan karakter-karakter superhero yang bersal dari komik dan menghidupkannya pada dunia yang dikenal sebagai &lsquo;jagat Marvel&rsquo; atau yang kerap disebut Marvel Cinematic Universe (MCU).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Bagi para penggemarnya, Marvel mampu membius mereka dengan cerita-cerita seru dan aksi keren dari karakter superhero ikonik yang menawan. Dengan sekuel dan easter egg yang ada dalam setiap filmnya, MCU rasanya terlalu mencolok untuk diabaikan begitu saja. Nyatanya, hingga kini para penontonnya yang merasa susah untuk mengurutkan semua film MCU sesuai timeline.</p><p style="text-align: justify;">Meski MCU memiliki banyak rangkaian waktu dalam setiap rilisan film-film yang dimilikinya, hal itu justru membuat Marvel terasa istimewa di mata para maniaknya. Namun, untuk kamu yang belum tahu urutan waktu dari film-film yang ada di MCU atau kamu baru ingin menontonnya, berikut <em>Sketsa</em> urutkan rekomendasi film yang ada di fase satu dalam MCU untuk kamu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ironman (2008)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini merupakan film pembuka di fase satu dalam dunia MCU. Tak hanya itu, Film ini menampilkan Tony Stark (Robert Downey, Jr), sang karakter utama yang paling banyak penggemarnya di antara anggota Avengers lainnya. Pada film ini kita akan melihat akting Tony dalam membangun sosok pahlawan bernama Ironman dan kita diperkenalkan dengan intelegensi artifisial bernama Jarvis untuk pertama kalinya, ia kemudian akan berubah menjadi Vision di sekuel selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Incredible Hulk (2008)</strong></p><p style="text-align: justify;">Dirilis di tahun yang sama dengan Ironman, film ini menyorot sosok monster berukuran besar bewarna hijau bernama Hulk, yang diperankan Edward Norton sebagai Bruce Banner. The Incredible Hulk bercerita bagaimana sosok Hulk tercipta akibat paparan sinar gama dari kecelakaan yang terjadi di sebuah laboratorium, yang kemudian membuatnya berubah menjadi makhluk hijau raksasa kuat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ironman 2 (2010)</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah kesuksesan Marvel di film Ironman yang pertama, kini muncul sekuel dari film tersebut yang bercerita mengenai kepopuleran Tony Stark sering masuk majalah dan televisi. Namun seiring ketenarannya, karya Tony justru menjadi incaran militer Amerika Serikat (AS) yang ingin memanfaatkannya. Mereka ingin meniru baju besi yang Tony ciptakan. Dengan dalih penelitian, militer Amerika membujuk Tony untuk meminjamkan baju besinya. Namun, ketika itu Tony menolak.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Thor (2011)</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam film ini, Marvel memperkenalkan karakter Thor yang diperankan oleh Chris Hemsworth dan keberadaan dewa-dewa yang ada di semesta ini. Thor berlaga menjadi sosok superhero yang memiliki kekuatan dan dilengkapi dengan sebuah palu berkekuatan dahsyat. Film ini tidak memamerkan kemajuan teknologi seperti film Marvel lainnya, justru bercerita mengenai dewa-dewa yang ada di Asgard (kota kelahiran Thor).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Captain America: The First Avenger (2011)</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam film ini kita akan diperkenalkan dengan sosok Red Skull yang menjelaskan di mana pertama kali Tesseract (sebuah mesin waktu) ditemukan di bumi yang pada film Thor akhirnya dipegang oleh Nick Fury. Uniknya, film ini berakhir dengan menunjukkan jembatan menuju film The Avengers, di mana Steve Rogers (Kapten Amerika) sang karakter utama terbangun pada era modern karena diselamatkan oleh S.H.I.E.L.D.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Avengers (2012)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini merupakan film pertama dari Marvel yang menggabungkan beberapa superhero di dalamnya setelah memperkenalkannya di film-film sebelumnya. Uniknya, The Avengers menggabungkan semua karakter untuk berkerja sama dalam satu tim dan melahirkan laga-laga yang mengesankan. Film ini merupakan tontonan terahir yang ada dalam timeline MCU di fase 1 sekaligus menjadi penutup film Marvel di 2012.</p><p style="text-align: justify;">Nah itu dia rekomendasi bagi kamu yang baru ingin menonton film-film milik Marvel Studios. Namun, bagi kamu para pecinta film-film yang diproduksi oleh marvel, sudah selayaknya menonton mengikuti runtutan waktu yang dihadirkan dalam jagad marvel. Bagaimana, setelah mengetahui urutan tontonan di fase satu, apakah kamu penasaran dengan rentetan keseruan film yang ada di fase dua? Nantikan rekomendasi selanjutnya ya! (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Butuh Stok Gambar? Berikut Rekomendasi Situs Penyedia Gambar Gratis Untukmu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/butuh-stok-gambar-berikut-rekomendasi-situs-penyedia-gambar-gratis-untukmu/baca </link>
<guid> butuh-stok-gambar-berikut-rekomendasi-situs-penyedia-gambar-gratis-untukmu </guid>
<pubDate> Wed, 16 Jun 2021 11:24:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jangan takut kehabisan stok gambar atau ilustrasi. Yuk, kunjungi situs-situs ini! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/butuh-stok-gambar-berikut-rekomendasi-situs-penyedia-gambar-gratis-untukmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K8KR3LacNV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Butuh Stok Gambar? Berikut Rekomendasi Situs Penyedia Gambar Gratis Untukmu!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebagai <em>content writer</em> di suatu media atau platform, foto atau ilustrasi menjadi salah satu komponen yang sangat dibutuhkan untuk memberikan gambaran pada tulisan yang kita miliki. Sering kali, kita menggunakan gambar untuk <em>cover</em> atau menyisipkannya di tengah-tengah tulisan. Namun, terkadang sulit untuk menemukan gambar dengan kualitas yang baik atau sesuai kebutuhan kita.</span></p><p style="text-align: justify;">Perlu diketahui bahwa penggunaan gambar dalam artikel tidak bisa sembarangan. Apalagi jika ingin mengirimnya pada media nasional. Ilustrasi, gambar atau foto tersebut harus&nbsp;<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">memiliki sumber yang kredibel. Nah, kali ini kami akan membagikan sederet situs penyedia gambar gratis yang dapat mendukung artikel dan kebutuhanmu. Simak, ya!&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong style="">Freepik</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Freepik.com</em> menjadi salah satu situs yang banyak digunakan untuk mengunduh grafik vektor atau gambar ilustrasi bagi desainer grafis maupun <em>content writer</em>. Freepik juga dapat membantumu dalam menemukan seni vektor, ilustrasi, ikon dan foto gratis untuk digunakan pada artikel, situs web, pembuatan spanduk dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pexels</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Pexels.com</em> menyediakan ratusan ribu stok foto gratis dan menambahkan foto baru beresolusi tinggi setiap harinya. Semua yang disediakan dapat dipilih langsung baik dari foto yang diunggah membernya atau yang diambil dari situs web gambar gratis. Pexels juga meng-<em>claim</em> bahwa semua gambar yang dipublikasikan berkualitas tinggi dan memiliki lisensi mereka. Bagi kamu yang kebingungan mencari gambar dengan kualitas yang ciamik, situs yang satu ini bisa menjadi opsi untuk kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Unsplash</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Unsplash.com</em>&nbsp;juga merupakan penyedia gambar gratis yang banyak membantu para pekerja di industri fotografi. Bagaimana tidak, situs ini sering kali menolong para pekerja kreatif dalam menyediakan presentasi <em>mockup</em> yang baik. Unsplash juga memberikan izin untuk mengambil gambar dan mengedit sesuai dengan keperluan-keperluan komersil. Kerennya, gambar yang tersedia beresolusi tinggi dan sering <em>update</em>, loh!&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>StockSnap</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak kalah dengan Unsplash, StockSnap merupakan mesin pencarian gambar yang mengagumkan dengan ratusan gambar beresolusi tinggi. Situs ini sangat didambakan para penggunannya, lantaran selalu menambahkan gambar baru di setiap minggunya. Tak hanya itu, situs ini juga memiliki fitur pencarian praktis dan memudahkan dirimu untuk menelusuri ribuan gambar yang tersedia. StockSnap juga mampu melacak tampilan dan unduhan sehingga kamu dapat menemukan foto paling populer yang tersedia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pixbray</strong></p><p style="text-align: justify;">Pixabay merupakan situs penyedia stok gambar yang sangat populer dan terfavorit. Kamu bisa mencari gambar-gambar gratis yang kamu inginkan, lalu menggunakannya tanpa perlu membayar! Situs ini telah memiliki koleksi lebih dari satu juta gambar yang terus diperbaharui. Gambar dapat diunduh dalam format JPG dan memiliki beberapa resolusi gambar yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan keperluanmu.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa situs penyedia gambar gratis yang dapat kamu gunakan kunjungi. Di antara banyaknya situs serupa, mereka adalah laman yang paling sering dijadikan referensi. Apakah kamu sudah mencoba di antaranya? <strong><em>(fzn/len) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Time of Your Life: Melihat Masa Mudamu dengan Sejujurnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/time-of-your-life-melihat-masa-mudamu-dengan-sejujurnya/baca </link>
<guid> time-of-your-life-melihat-masa-mudamu-dengan-sejujurnya </guid>
<pubDate> Wed, 16 Jun 2021 11:29:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Time of Your Life akan membawamu pada tahap-tahap perjalanan yang sulit sebagai orang muda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/time-of-your-life-melihat-masa-mudamu-dengan-sejujurnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mgA7dj0SUD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Time of Your Life: Melihat Masa Mudamu dengan Sejujurnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; <em>&ldquo;Masa muda adalah saat kamu merasa: bingung, tidak berdaya, takut, kesepian, cemas sekaligus berbahagia. Itulah masa muda.&rdquo;</em>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kalimat di atas menjelaskan bahwa tidak ada masa muda yang ideal. Langkah-langkah yang saat ini kita ambil akan membentuk pengalaman berharga. Po</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">in inilah yang ingin disampaikan sang penulis, Rando Kim. Ia merupakan seorang profesor dan mentor di Seoul National University yang terkenal akan pandangannya mengenai para remaja dan kaum muda masa kini yang frustasi oleh tuntutan keluarga, masyarakat dan pergaulan.</span></p><p style="text-align: justify;">Melalui empat bagian, <em>Time of Your Life</em> akan membawamu pada tahap-tahap perjalanan yang sulit sebagai orang muda. Pada Bagian 1: Jawabannya Ada di Matamu, kita diajak untuk menghadapi tantangan, kesempatan dan menyikapi keterpurukan. <em>&ldquo;Tidak pernah terlalu terlambat, atau dalam kasusku, terlalu cepat, untuk menjadi siapa pun yang kamu inginkan.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Seperti inilah kenyataannya, semuanya kembali pada metode kita dalam menghadapi persoalan. Pilihlah pekerjaan yang mengharuskanmu untuk memulai dari nol, seperti sebuah kertas. Sisakan sebuah tempat untuk setiap kesempatan yang datang tanpa diduga ketika kamu sedang merencanakan hidupmu. Kemudian selalu ingat, jika setiap bunga akan mekar ketika saatnya tiba.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kim menuliskan, <em>&ldquo;Bebungaan itu tahu kapan akan mekar, tidak seperti kebanyakan dari kita yang selalu ingin mendahului yang lain&hellip; Ingatlah bahwa kamu memiliki masa mekarmu sendiri, begitu juga dengan teman-temanmu. Angkat kepalamu dan bersiaplah menyambut musimmu.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Bagian 2: Titik Terendah dalam Hidupmu Tidak Sejauh yang Kamu Perkirakan. Bab ini akan membantumu berhenti untuk menghakimi diri sendiri dan lebih banyak bersyukur. Jika kamu menganggap cobaan itu berat, maka ia akan menjadi berat. Sebaliknya, cobaan yang tak dapat diukur dapat menjadi senjatamu. <em>&ldquo;Menyerah tidak selalu menjadi tindakan pengecut. Ketika beban yang kau tanggung terlalu berat, lepaskan tali itu. Biarkan sayap-sayap kepercayaan dirimu mengembang.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Apa kamu setuju dengan hal tersebut? Memang, konsep atau cara pandang semua orang akan berbeda saat menghadapi cobaan. Tetapi yakinlah, kita adalah apa yang kita dedikasikan dalam hidup kita. Sudah sewajarnya kita belajar hidup dengan sedikit ketakutan dan keraguan akan masa depan. <em>&ldquo;Berpikir, menderita dan berkaca pada dirimu sendiri, dengan segala yang ada dalam dirimu.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Memasuki Bagian 3: Keajaiban Datang Secara Perlahan, kita akan semakin sadar jika setiap hal tak akan berjalan sempurna dan instan. Saat ini, revolusi manusia membuat segala hal menjadi cepat berjalan. Lalu acapkali menutup mata kita akan proses-proses tumbuh dan berkembang yang sesungguhnya. Di sinilah peran orang terdekat kita melalui dukungan dan evaluasi, bukan dengan perbandingan pengalaman.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Setiap generasi memiliki caranya sendiri dalam melakukan sesuatu yang berkaitan dengan masa ketika mereka tumbuh. Sangat berbahaya untuk memaksakan pengalaman seseorang kepada orang lain yang berbeda generasi.&rdquo;</em> Jadikan ini catatan untukmu saat tumbuh menjadi orang tua di masa mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Bagian 4: Hidup yang Ditentukan oleh Hari Esok, Hidup yang Ditentukan oleh Panggilan Hidupmu adalah bab terakhir sekaligus menegaskan <em>statement</em> bahwa kamu harus menjalani kisahmu sesuai dengan jalan yang kamu pilih. <em>&ldquo;Kamu adalah satu-satunya orang yang harus menghadapi segala sesuatu yang telah disediakan kehidupan&nbsp;</em><em>untukmu.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Kutipan di atas sebaiknya membuatmu kembali berpikir mengenai <em>track</em> yang telah kamu jalani hingga hari ini. Sebab semuanya adalah jalan untuk dapat menerima dirimu sendiri dengan layak. Kepedihan, senang dan bahagia merupakan pelajaran penting agar selalu teguh dan bertanggung jawab atas sesuatu yang kamu putuskan bagi dirimu sendiri. Apakah kamu siap untuk hidup dengan sejujurnya pada masa mudamu? (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju SMMPTN Unmul: Tetap Berlangsung Daring di Masa Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-smmptn-unmul-tetap-berlangsung-daring-di-masa-pandemi/baca </link>
<guid> menuju-smmptn-unmul-tetap-berlangsung-daring-di-masa-pandemi </guid>
<pubDate> Fri, 18 Jun 2021 11:11:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan SMMPTN Unmul mendatang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-smmptn-unmul-tetap-berlangsung-daring-di-masa-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1K4JNRN8K6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju SMMPTN Unmul: Tetap Berlangsung Daring di Masa Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Musim penerimaan mahasiswa baru (maba) masih terus berlangsung. Setelah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) terlaksana, kini Unmul membuka pendaftaran mandiri melalui Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) bagi calon maba dengan daya tampung sebanyak 1.856 kursi untuk 13 fakultas.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Senin (14/6), Mustofa Agung Sardjono selaku Wakil Rektor Bidang Akademik mengungkapkan jika ini merupakan kali kedua pelaksanaan jalur mandiri dalam kondisi pandemi Covid-19. Sehingga, ujian akan dilakukan secara mandiri dari rumah masing-masing calon maba. Agenda tersebut nantinya berlangsung selama satu minggu dan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah disusun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai contoh, tahun lalu kita buat sekaligus hanya dalam waktu dua hari. Jadi antara saintek dan soshum, masing-masing diselenggarakan dalam sehari. Ternyata kewalahan juga karena sistem jaringannya tidak kuat. Atas dasar evaluasi tersebut, maka sekarang kita buat bertahap. Kita mencoba untuk selalu belajar dari pengalaman,&rdquo; ungkap Mustofa.</p><p style="text-align: justify;">Unmul sendiri resmi membuka pendaftaran jalur mandiri sejak 7 Juni lalu. Bagi calon maba yang memilih Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani dan Prodi Etnomusikologi dapat mendaftar sekaligus meng-<em>upload</em> portofolio secara daring. Pendaftaran dibuka hingga 21 Juni mendatang, sementara ujian akan berlangsung dengan dua tahap. Pertama, uji coba pelaksanaan pada 23-24 Juni. Kemudian diakhiri dengan ujian final pada 28 Juni hingga 5 Juli mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai persiapan penyelenggaraan, ia mengaku bahwa pihaknya selalu mengadakan evaluasi setiap selesai melaksanakan ujian. Terutama karena Unmul masih mengadakan ujian secara <em>online</em>, berbeda dengan kebanyakan kampus di Indonesia yang memilih untuk menggunakan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan meniadakan tes.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, hal tersebut hanya akan merugikan Unmul. Pertama, jelas bahwa calon maba yang tidak mengikuti UTBK akan otomatis tak dapat masuk melalui jalur mandiri. Kemudian, umumnya UTBK bersifat nasional. Sehingga calon maba dari daerah lain akan lebih banyak masuk ketimbang dari Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri. Karena itulah, Mustofa meminta beberapa dosen untuk berpartisipasi dalam membuat soal ujian mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sudah minta beberapa dosen dari setiap fakultas yang memiliki bidang yang akan diujikan. Mungkin ada sekitar lebih dari 30 atau 40 dosen yang membuat soal,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berpesan, bagi calon maba yang ingin mengikuti jalur SMMPTN dapat memperhatikan segala syarat dan ketentuan yang telah dipaparkan secara detail dalam Pedoman Operasional Baku (POB) SMMPTN Unmul yang dapat diakses pada laman <em>smmptn.unmul.ac.id</em>. Ia juga berharap agar Unmul mendapatkam bibit-bibit terbaik untuk bisa bersaing dengan para mahasiswa jalur SNMPTN dan SBMPTN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap bahwa calon mahasiswa mempersiapkan diri baik-baik. Karena jujur saja, berdasarkan pengalaman kami di antara jalur SNMPTN, SBMPTN dan SMMPTN yang paling baik itu memang yang SBMPTN. Biasanya, prestasi-prestasi mahasiswa yang menonjol berasal dari jalur SBMPTN. Setelah itu jalur SNMPTN dan yang terakhir itu jalur SMMPTN,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat dihubungi <em>Sketsa</em> pada Sabtu (12/6) lalu, Julia Fidianty yang merupakan salah satu calon maba Unmul jalur mandiri ini membagikan alasannya dalam memilih Unmul sebagai kampus tujuan. Salah satunya agar tak perlu ke luar kota untuk menempuh perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena saya anak pertama di keluarga, jadi orang tua saya belum mau saya ke luar kota,&rdquo; aku Julia.</p><p style="text-align: justify;">Sempat memilih <em>gap year</em> atau menunda kuliah, ia sendiri mengetahui benar tahapan mengenai ujian masuk PTN. Julia pun telah mempersiapkan diri secara mandiri untuk mengikuti ujian dengan belajar dari beragam situs daring.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga tak kesulitan mendapatkan informasi mengenai SMMPTN Unmul. Baginya, informasi yang diberikan sudah jelas dan mudah diakses melalui website ataupun media sosial Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di Instagram-nya juga sudah sering di <em>upload</em> tentang alur dan cara pendaftarannya, bahkan cara bayarnya juga sudah diberitahukan. Terus tanggal-tanggalnya juga sudah jelas, pelaksanaan uji coba dan ujian aslinya kapan, dibedakan antara saintek dan soshumnya sudah jelas,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap agar saat ujian berlangsung tidak ada kendala seperti mati lampu hingga koneksi internet yang buruk. &ldquo;Semoga dilancarkan juga dan keterima di Unmul,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(vyn/cal/ems/khn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Podcast Lingkungan Pilihan Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-podcast-lingkungan-pilihan-sketsa/baca </link>
<guid> rekomendasi-podcast-lingkungan-pilihan-sketsa </guid>
<pubDate> Fri, 18 Jun 2021 12:01:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tertarik dengan isu lingkungan? Yuk, dengarkan podcast rekomendasi kami! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-podcast-lingkungan-pilihan-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FqWeJz2ZqY.png" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Podcast Lingkungan Pilihan Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kini, <em>podcast</em> semakin populer di kalangan milenial lantaran menjadi alternatif untuk menemani aktivitas sehari-hari. Beragam topik yang ditawarkan juga membuat pendengarnya merasa asyik. Salah satu topik yang cukup hit dibahas yakni&nbsp;mengenai lingkungan. Penasaran, bagaimana bahasan yang diangkat seputar hal ini? Berikut <em>Sketsa</em> berikan rekomendasi untukmu!&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>#NgobrolLingkungan</strong></p><p style="text-align: justify;">Para aktivis lingkungan pasti tidak asing dengan Greenpeace Indonesia atau <em>greenpeace.org</em>. Lembaga yang satu ini membuat sebuah <em>podcast</em>&nbsp;bernama #NgobrolLingkungan. Telah hadir&nbsp;sejak Juni 2020, Greenpeace mengajak pendengarnya untuk membahas isu-isu lingkungan yang terjadi saat ini. Pengemasannya juga secara ringan serta mudah dipahami, loh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bacotan Lingkungan</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Podcast</em> dari <em>bujur.co</em> bertajuk Bacotan Lingkungan ini berisi tentang sebuah obrolan mengenai masalah lingkungan. Seperti&nbsp;kebijakan-kebijakan pemerintah yang dapat merusak lingkungan sampai tren permasalahan yang ada di lapangan. Selain itu, <em>podcast</em> ini juga memberikan solusi-solusi yang dapat kita gunakan untuk memperbaiki lingkungan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Police (Podkes Lingkungan Cekitar)</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kalian ingin mendengarkan <em>podcast</em> lingkungan yang fun dan menyenangkan, Police adalah jawabannya. Dika, Niko dan Lia selaku <em>podcaster</em> membawakan topik lingkungan secara <em>fun</em> dan menyenangkan lewat <em>podcast</em> ini. Tayang&nbsp;setiap Rabu, Police membawakan isu-isu lingkungan yang dikemas secara menarik, ramah dan menyenangkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Belajar Lingkungan</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika kalian ingin mulai belajar untuk mencintai lingkungan, maka simaklah <em>podcast</em> berikut ini. Belajar Lingkungan&nbsp;memberikan informasi berupa topik-topik seputar isu lingkungan. Pembahasan yang biasanya dibicarakan mengenai teori dasar sampai isu terkini lingkungan. Dipandu&nbsp;oleh Rama dan Dita, Belajar Lingkungan disajikan santai dengan bahasa yang mudah dimengerti.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ngobralin (Ngobrolin alam dan lingkungan)</strong></p><p style="text-align: justify;">Carala Rosadi adalah sosok pendiri di balik&nbsp;<em>podcast</em> bernama Ngobralin, yang berarti Ngobrolin alam dan lingkungan.&nbsp;Di dalamnya, Carala membagikan cerita unik tentang alam, hutan dan lingkungan bahkan menceritakan dirinya saat masih menjadi mahasiswa Kehutanan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia deretan rekomendasi <em>podcast</em> pilihan <em>Sketsa</em> untuk kamu yang ingin mendapatkan edukasi mengenai lingkungan. Semoga kamu bisa mendapatkan ilmu yang menarik serta manfaat dari <em>podcast</em> tersebut, ya. (<strong><em>anm/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hentikan Rape Culture, Selamatkan Korban Pelecehan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hentikan-rape-culture-selamatkan-korban-pelecehan/baca </link>
<guid> hentikan-rape-culture-selamatkan-korban-pelecehan </guid>
<pubDate> Sun, 20 Jun 2021 11:02:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perlakuan wajar terhadap kasus pelecehan seksual di masyarakat harus dihentikan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hentikan-rape-culture-selamatkan-korban-pelecehan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MKYDXzpSfR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hentikan Rape Culture, Selamatkan Korban Pelecehan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak lagi asing di telinga, lonjakan kasus pelecehan seksual kian terdengar. Beberapa di antaranya sempat menyita perhatian publik, hingga perbincangan mengenai pelecehan seksual kembali menjadi topik yang hangat bahkan trending di media sosial.</span></p><p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang paling memprihatinkan adalah hadirnya narasi-narasi yang justru menyalahkan dan menyudutkan korban dengan beragam stigma dan <em>victim blaming</em>. Perempuan sebagai korban kerap mendapat komentar miring terhadap pakaian, pergaulan sampai tuduhan tidak bisa menjaga diri. Hal tersebut menciptakan &quot;pemakluman&quot; terhadap pelecehan seksual, juga menimbulkan penilaian bahwa masyarakat sendirilah yang menjadi faktor melanggengnya kasus pelecehan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perspektif budaya, pemakluman terhadap kasus pelecehan seksual tersebut merujuk pada istilah <em>rape culture</em>. <em>Rape culture</em> sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul dari Amerika Serikat sekitar tahun 1970-an yang merespons adanya sebuah tindakan kewajaran terhadap pelecehan dan kekerasan seksual di mata masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apa yang terjadi? Ketika laki-laki melakukan pelecehan terhadap perempuan, masyarakat menganggap hal ini biasa. Laki-laki sebagai pelaku, didukung dengan ideologi patriarki yang mengakar kuat di masyarakat. Sementara, perempuan yang menjadi korban kerap disalahkan dan masyarakat menganggap bahwa &apos;kodrat laki-laki&rsquo; memang seperti itu.</p><p style="text-align: justify;">Indrawan Dwisetya Suhendi, dosen Gender dan Feminisme Fakultas Ilmu Budaya (FIB), mengungkap besarnya pengaruh ideologi patriarki terhadap <em>rape culture</em>. Sebuah penelitian tahun 2014 mengatakan, budaya patriarki di negara berkembang seperti Indonesia sangat mengakar kuat. Ideologi patriarki sebagai sebuah ideologi yang menganak emaskan laki-laki, menjadikan perempuan sebagai <em>second sex</em> atau setengah manusia. Hal tersebut didasarkan pada anggapan terdahulu bahwa perempuan dalam sejarah dipandang sebagai setengah manusia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, perlakuan laki-laki terhadap perempuan sering kali dinormalkan oleh ideologi patriarki yang sangat mengakar dan melembaga. Kalau ada perempuan diperkosa, pasti yang disalahkan adalah si perempuan itu. Itu sebagai bagian dari <em>rape culture</em>, menyalahkan korban,&quot; jelasnya kepada <em>Sketsa</em> melalui telepon pada Jumat (18/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Indrawan mengaku bahwa faktor penyebab masyarakat melakukan <em>victim blaming</em> berakar dari kekuatan ideologi patriarki di masyarakat. Di mana perempuan sering kali menjadi korban sekaligus tertuduh dan disalahkan atas perbuatan yang menimpa dirinya. Ia kemudian menyinggung dan merasa aneh terhadap kasus pelecehan yang terjadi di musala yang belakangan sempat viral di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah komen-komen yang muncul, bisa kita temukan lebih banyak menyorot kenapa perempuan beribadah di luar rumah. Ini kan aneh. Masyarakat kita justru menyalahkan si perempuan karena dia salat di luar rumah, sementara perbuatan si laki-laki yang biadab itu justru sering kali bias.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Baginya, hal tersebut merupakan satu indikasi bahwa <em>rape culture</em> sangat bias gender. Karena selalu menjadikan kelompok perempuan sebagai korban dan tertuduh, sementara kelompok laki-laki selalu mendapat privilese.</p><p style="text-align: justify;">Meski kelompok perempuan mendominasi sebagai korban, hal itu tidak menutup kemungkinan terjadinya pelecehan terhadap kelompok laki-laki. Menurut Indrawan, siapa pun pelaku entah perempuan ataupun laki-laki patut disalahkan atas perbuatannya. Di sisi lain, dia juga mengungkap adanya konstruksi sosial yang dibentuk oleh budaya untuk mengatribusi jenis kelamin. Seperti keharusan bersikap sesuai jenis kelamin. Jika terlahir sebagai perempuan, maka harus seperti ini dan itu yang kemudian berlaku pula pada laki-laki.</p><p style="text-align: justify;">Konstruksi sosial yang mengatribusi jenis kelamin tersebut pun berlaku pada pelecehan seksual. Dalam konteks perempuan sebagai pelaku pelecehan seksual, sering kali juga mengalami berbagai stigma di masyarakat. Seperti ungkapan &lsquo;perempuan kok seperti itu?&rsquo; dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu juga sebenarnya bias gender, karena masyarakat menganggap perempuan sebagai sosok yang lemah sementara laki-laki sosok yang kuat. Maka akan diwajarkan oleh masyarakat apabila laki-laki memperkosa perempuan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi apabila seorang perempuan melecehkan laki-laki, maka si perempuan itu juga akan mengalami stigma. Misalkan stigmanya adalah &apos;perempuan kok seperti itu?&apos;, &apos;perempuan kok binal?&apos; Intinya ada stigma yang menyalahkan kekuasaan si perempuan saat dia memperkosa laki-laki. Walaupun memang dalam konteks itu, jelas si perempuan salah.Tidak ada yang betul kalau seseorang melakukan pelecehan seksual atau kekerasan seksual apa pun jenis kelaminnya,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain terhadap perempuan, laki-laki sebagai korban juga mendapat komentar miring. Seperti anggapan bahwa laki-laki tersebut lemah, di mana dalam konstruksi sosial laki-laki diidealkan sebagai sosok yang kuat dan sudah seharusnya melakukan perlawanan. Padahal, pelecehan seksual dapat terjadi di mana-mana, dan tidak memandang jenis kelamin juga gender.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa korban yang sempat melakukan <em>speak up</em> terhadap pelecehan yang menimpa dirinya juga patut diapresiasi. Menurut Indrawan, <em>speak up</em> merupakan langkah paling penting dan paling esensial untuk mencegah maraknya kasus pelecehan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena dengan bicara, kamu bisa membuka mata dunia bahwa terjadi sesuatu hal yang mengerikan terhadap saya dan terjadi lingkungan sekitar. Nah dengan kamu <em>speak up</em>, dengan korban <em>speak up</em> maka masyarakat sekitar menjadi <em>aware</em> bahwa di lingkungannya ada pelaku pelecehan seksual. Maka akan muncul mekanisme-mekanisme hukum atau mekanisme-mekanisme sosial lainnya untuk mengontrol supaya peristiwa itu tidak terjadi lagi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bagi Indrawan, ketidakmampuan korban untuk <em>speak up</em> menjadi salah satu penyebab angka kasus terus menerus meningkat. Ini berakar dari <em>rape culture</em> yang memposisikan korban sebagai pihak yang dituding dan acapkali mendapat komentar miring tadi.</p><p style="text-align: justify;">Pendidikan seks juga menjadi langkah selanjutnya yang perlu dilakukan. Dalam hal ini, peran keluarga terutama orang tua menjadi sangat penting dalam melakukan edukasi dan pembelajaran seks terhadap anak. Seperti makan, minum dan tidur, seks juga merupakan bagian yang melekat pada diri seseorang apa pun gendernya. Bukan sebagai hal yang tabu karena menjadi bagian dari aktivitas yang dilakukan manusia sehari-hari. Nantinya, pendidikan seks justru akan membuka wawasan anak-anak dan remaja sehingga mereka akan berani melapor ketika telah menimpa mereka.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, ia mengajak mahasiswa untuk melawan budaya <em>rape culture</em> dari sistem ideologi patriarki yang sangat melembaga dan mengakar kuat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi buat adik-adik mahasiswa, misalkan merasa mengalami pelecehan seksual entah itu di lingkungan kampus, lingkungan sekitar kampus maupun di lingkungan lain. <em>Speak</em><em>&nbsp;up</em>, <em>speak up</em> kepada orang yang kamu percaya. <em>Spe</em><em>ak up</em> kepada teman, sahabat, keluarga, orang yang berwajib supaya mereka bisa mengambil tindakan terhadap apa yang kamu alami. Jangan pernah takut untuk memperjuangkan tubuhmu, jangan pernah takut memperjuangkan kemanusiaanmu yang sudah dirampas oleh si pelaku pelecehan tersebut. Jangan pernah takut <em>speak up</em>,&quot; pungkasnya. (<strong><em>zar/hdt/khn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belenggu Masa Lalu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/belenggu-masa-lalu/baca </link>
<guid> belenggu-masa-lalu </guid>
<pubDate> Mon, 21 Jun 2021 11:14:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hanya penyesalan dan rasa bersalah yang tertinggal dalam dirimu karena pilihanmu saat itu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/belenggu-masa-lalu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Wu9SSmP5eW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Belenggu Masa Lalu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em>Beep&hellip;beep&hellip;beep</em>. Bunyi alarm memecah keheningan di pagi hari. Mataku yang terasa berat harus kupaksakan untuk bangun. Aku bangkit dari tidurku, lantas memandang sekeliling kamarku dan berhenti pada angka yang ditunjukkan alarm, pukul 04.35. Matahari pun bahkan belum menampakkan wujudnya. Aku menghela napas, mengingat hari ini adalah Senin, hari yang paling padat bagiku.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Aku beranjak menuju kamar mandi dengan lemas dan mencuci muka. Air dingin yang menampar wajahku seolah menyadarkan untuk menghadapi realita yang harus kuhadapi. Aku menyentuh air di bak mandi yang telah terisi penuh sebelum masuk ke dalamnya. Suhu airnya hangat dan sangat cocok untuk berendam, sontak saja aku menuju bak dan berdiam diri di dalamnya. Setidaknya air hangat ini menghiburku pagi ini.</p><p style="text-align: justify;">Aku menuruni anak tangga dan melihat cahaya dari dapur beserta suara riuh seseorang yang sibuk memotong sayur.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Loh ibu, tumben jam segini sudah masak?&rdquo; tanyaku penasaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, banyak yang harus ibu siapin jadi harus mulai pagi-pagi. Oh, iya. Yola itu kentang tolong kamu cuci ya habis itu dipotong dadu,&rdquo; jawab ibu sambil menunjuk wadah berisi setumpuk kentang di sebelahku.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa berpikir panjang, aku mengambil wadah tersebut dan menuju wastafel. &ldquo;Memangnya ada acara apa bu, kok sampai buat makanan sebanyak ini?&rdquo; kataku sambil mencuci kentang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu lupa hari ini hari apa?&rdquo; tanya ibu. &ldquo;Hmm, hari Senin bu,&rdquo; jawabku singkat. &ldquo;Ya ampun, Yola kamu bener-bener lupa ya. Hari ini kan ulang tahun pernikahan ayah sama ibu, kita mau piknik bareng, kamu juga ikut kan? Minggu lalu kamu bilang mau izin gak masuk kantor hari ini,&rdquo; jelas ibu.</p><p style="text-align: justify;">Tanganku terhenti saat mendengar jawaban ibu, seketika ingatan itu tiba-tiba muncul secepat kilat. Aku lupa jika seharusnya hari ini izin bekerja. Aku terdiam dan cepat-cepat menyelesaikan pekerjaanku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ibu, kentangnya sudah selesai aku potong-potong. Aku mau naik ke atas dulu ya,&rdquo; ungkapku dengan resah. &ldquo;Iya, nanti turun ya jam setengah tujuh, kita sarapan dulu sebelum pergi,&rdquo; ucap ibu. &ldquo;I-iya bu,&rdquo; jawabku terbata-bata.</p><p style="text-align: justify;">Sesampainya di kamar aku terdiam dan memikirkan bagaimana caranya bilang kepada ibu. Mataku terus bergantian melihat ke kanan dan ke kiri. Piknik bersama merupakan tradisi dalam keluargaku untuk merayakan ulang tahun pernikahan orang tuaku.</p><p style="text-align: justify;">Tiga tahun terakhir ini, aku tidak ikut karena sibuk dengan pekerjaan dan minggu lalu aku berjanji akan ikut hari ini. Pikiranku kacau selama beberapa saat dan tidak menemukan solusi yang tepat untuk keadaan ini. Mau tidak mau aku harus menentukan salah satu pilihan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kak Yo, disuruh ibu sarapan,&rdquo; panggil Farris. &ldquo;Iya dek, sebentar kakak lagi siap-siap,&rdquo; sahutku. Aku bergegas mengancing bajuku dan pergi ke ruang makan. Di sana sudah ada ayah, ibu dan juga Farris. Aku duduk dengan canggung dan makan dengan perlahan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika aku ingin berbicara, nada dering ponselku berbunyi menandakan telepon masuk. &ldquo;Iya pak, saya sudah siapkan bahan rapatnya hari ini,&rdquo; jawabku menyahut orang di telepon. &ldquo;Iya, pak saya akan segera ke sana,&rdquo; ucapku kemudian menutup telepon. Ibuku berdiam diri memandangiku. Seolah menunggu penjelasan keluar dari mulutku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hmm, maaf ya bu, ayah. Yola sepertinya hari ini harus masuk kerja karena ada rapat dengan beberapa klien sampai sore,&rdquo; ungkapku dengan nada suara yang rendah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukannya kamu sudah izin kerja? Kenapa hari ini harus masuk kerja?&rdquo; tanya ibu dengan heran. &ldquo;Yola lupa bu kalau hari ini harusnya Yola izin dan ikut piknik bareng, maafin Yola ya? Yola janji deh tahun depan bakal ikut,&rdquo; jelasku.</p><p style="text-align: justify;">Raut wajah ibu berubah menjadi kecewa. &ldquo;Ya sudah, semoga tahun depan kamu gak kelupaan lagi ya,&rdquo; ungkap ibu murung. &ldquo;Sudah bu, nggak apa-apa. Yola kamu gak usah pikirin lagi ya fokus aja dengan rapatmu hari ini,&rdquo; kata ayah. &ldquo;Iya, makasih ya yah,&rdquo; ucapku gembira kepada ayah.</p><p style="text-align: justify;">Aku keluar dari ruang rapat dengan lesu. Tiga rapat dengan klien sudah aku lalui. Aku melirik arloji yang terpasang di tangan kiriku. &ldquo;Seharusnya mereka saat ini sedang makan bersama di sana,&rdquo; gumamku membayangkan keluargaku yang sedang piknik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yola,&rdquo; panggil seseorang di belakangku. Aku menegok ke arah suara dan melihat atasanku. &ldquo;Iya, ada apa pak?&rdquo; tanyaku. &ldquo;Kamu sudah boleh pulang sekarang, rapat dengan klien sore ini ditunda karena beliau ada urusan mendadak, jadi nanti kamu atur jadwal ulang untuk rapat ya,&rdquo; ucap atasanku. &ldquo;Baik, pak,&rdquo; balasku bersemangat. Mendengar hal tersebut, pikiranku langsung tertuju untuk mendatangi keluargaku. Aku bergegas menuju mobil dan berangkat ke tempat piknik.</p><p style="text-align: justify;">Angin kecil berhembus lembut di wajahku. Sinar mentari yang menusuk mataku membuatku terbangun. Aku melihat ibu tersenyum di hadapanku kemudian mengusap rambutku dengan tangannya yang kasar. Entah mengapa usapannya terasa hangat dan membuatku tenang. &ldquo;Yola, sampai kapan kamu mau baring di pangkuan ibu?&rdquo; tanya ibu membuyarkan lamunanku. Ah, benar tadi aku buru-buru pergi dari kantor dan menyusul mereka. &ldquo;Mau lama-lama aja hehe, soalnya empuk banget nih,&rdquo; godaku. &ldquo;Ibu sudah pegel nih, ayo cepat bangun,&rdquo;sahut ibu. &ldquo;Hahaha, iya ini Yola bangun,&rdquo; jawabku.</p><p style="text-align: justify;">Aku memandangi hamparan lapangan hijau di depanku. Kulihat Ayah dan Farris sibuk mencoba menerbangkan layang-layang. Sangat lucu melihat tingkah laku mereka berdua, benar-benar ayah dan putranya. Pandanganku kemudian beralih kepada ibu yang sedang membaca buku sambil bergumam.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa sadar, seutas senyum terukir di wajahku. Aku berpikir sejenak dan menyadari betapa aku sangat menyayangi keluargaku, begitu juga dengan mereka. Mereka adalah segalanya bagiku. &ldquo;Ah, andai waktu bisa berhenti saat ini juga,&rdquo; gumamku sambil mendongak menatap langit.</p><p style="text-align: justify;">Suara langkah kaki terdengar di sepanjang koridor. Della berhenti di depan kamar 104 dan masuk ke dalamnya. Sosok wanita berwajah pucat dengan mata sayu dan perawakan yang kurus terlihat sedang duduk memandang keluar jendela sambil tersenyum.</p><p style="text-align: justify;">Ia penasaran apa yang sedang dipikirkan wanita itu tetapi ia mengurungkan niatnya untuk bertanya, takut menganggu lamunan menyenangkan tersebut. Ia kemudian menghampiri wanita tersebut kemudian menatapnya dengan simpati.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Malang sekali dirimu, kenapa kau jadi seperti ini? Semenjak hari itu, tiga tahun lalu, kau sudah tidak menjadi dirimu lagi. Kau benar-benar telah hancur dan menyerah pada segalanya bahkan dirimu sendiri. Waktu seolah telah berhenti sejak saat itu, saat keluargamu meninggalkanmu untuk selamanya. Hanya penyesalan dan rasa bersalah yang tertinggal dalam dirimu karena pilihanmu saat itu. Pada akhirnya kau mulai menciptakan duniamu dan hidup di sana. Aku harap suatu saat nanti kau benar-benar bisa bahagia. Semoga lekas sembuh, Yola,&quot; wanita itu tidak berkutik, hanya diam dengan tatapan kosongnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ditulis oleh Hasanah, mahasiswa Psikologi, FISIP 2019</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menutup  Rangkaian Aksi Kaltim Selamatkan KPK, Aliansi Kaltim Bersatu Sambangi Kembali DPRD Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menutup-rangkaian-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-aliansi-kaltim-bersatu-sambangi-kembali-dprd-kaltim/baca </link>
<guid> menutup-rangkaian-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-aliansi-kaltim-bersatu-sambangi-kembali-dprd-kaltim </guid>
<pubDate> Tue, 22 Jun 2021 07:19:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penutupan aksi Kaltim Selamatkan KPK oleh Aliansi Kaltim Bersatu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menutup-rangkaian-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-aliansi-kaltim-bersatu-sambangi-kembali-dprd-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p3oo8dJdq9.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menutup  Rangkaian Aksi Kaltim Selamatkan KPK, Aliansi Kaltim Bersatu Sambangi Kembali DPRD Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Terik matahari tak menyurutkan pergerakan massa Aliansi Kaltim Bersatu yang kembali menyerbu Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Senin (21/6) kemarin. Masih mengusung &ldquo;Kaltim Selamatkan KPK&rdquo;, kegiatan ini adalah kali keempat sekaligus penutup dari keseluruhan agenda aksi penyelamatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengalami pelemahan secara terstruktur. (Baca kilasan aksi sebelumnya:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kaltim-selamatkan-kpk-batalnya-konsolidasi-hingga-blokade-jalan/baca" style="text-align: inherit;"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kaltim-selamatkan-kpk-batalnya-konsolidasi-hingga-blokade-jalan/baca" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-kaltim-selamatkan-kpk-batalnya-konsolidasi-hingga-blokade-jalan/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">)</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tuntutan yang diajukan pun masih konsisten hingga saat ini. Yakni pemberhentian masa jabatan Ketua KPK terpilih, Firli Bahuri serta Ketua Badan Kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana,membatalkan keputusan pemberhentian 75 anggota KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK. Mendesak pembentukan Undang-Undang Independensi KPK hingga penegakan pemberantasan korupsi seadil-adilnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum aksi berlangsung, massa terlebih dahulu berkumpul dan melakukan <em>long march&nbsp;</em>dari kawasan Islamic Center Samarinda menuju Kantor DPRD Kaltim pada pukul 14.00 Wita. Humas Aliansi Kaltim Bersatu, Aji Ahmad Affandi menyebut jika massa akan tetap maju hingga tuntutan terpenuhi. Meskipun tindakan memukul mundur dari aparat kerap menimpa mereka dan membubarkan barisan aksi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini adalah aksi penutupan untuk KPK. Kami mendengar, hari ini Koalisi Anti Korupsi Indonesia telah dipanggil Mahkamah Konstitusi terkait sidang permulaan peralihan pegawai KPK menjadi ASN. Ini adalah aksi puncak dari kami,&rdquo; papar Aji yang mengenakan almamater berwarna kuning tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, agenda keempat ini merupakan penyempurnaan dari aksi-aksi sebelumnya. Di mana kesamaan visi di antara massa aksi masih belum tercipta. &ldquo;Hari ini massa lebih kuat. Kami akan melakukan aksi hingga dapat memberi <em>pressure</em> kepada pemerintah. Selama keadilan di negeri ini tidak akan pernah habis,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menariknya, pelaksanaan aksi bertepatan pada hari lahir Presiden Joko Widodo. Meski tak menduga akan hal ini, Aji berharap agar kegiatan serupa yang terjadi di berbagai daerah khususnya di Kaltim dapat menjadi hadiah bagi presiden.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ucapkan panjang umur dan sehat selalu. Semoga tersadarkan, bahwa masih banyak isu-isu yang tidak terdengar di telinga beliau,&rdquo; terang Aji.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah berlangsungnya aksi, anggota Komisi I bidang Regulasi dan Pemerintahan, Muhammad Udin menyambangi massa yang tengah berkumpul. Udin mengimbau massa agar tetap memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu, ia menjelaskan jika pihak DPRD Kaltim terbuka untuk pernyataan sikap melalui perwakilan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya inisiatif menemui teman-teman. Saya ingin teman-teman menyatakan sikap di dalam melalui perwakilan 10 hingga 20 orang, saya (yang) undang. Lalu sisanya melalui Zoom Meeting<em>.&nbsp;</em>Kan sama-sama terwakili,&rdquo; jelas Udin.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan tersebut lantas memicu berbagai respons dari massa hingga menimbulkan dialog antara Udin dan perwakilan massa aksi yang cukup alot. &ldquo;Gedung ini milik rakyat, Kalau pun masuk satu, semua harus masuk. Kalau alasannya Covid-19, di dalam juga berlangsung (sidang) paripurna,&rdquo; teriak Ricardo, salah satu peserta aksi. <strong><i>(bay/syl/len)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kilas Unmul dalam Pelaksanaan NUDC dan KDMI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-unmul-dalam-pelaksanaan-nudc-dan-kdmi/baca </link>
<guid> kilas-unmul-dalam-pelaksanaan-nudc-dan-kdmi </guid>
<pubDate> Wed, 23 Jun 2021 04:44:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kilas pelaksanaan NUDC dan KDMI di tingkat universitas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-unmul-dalam-pelaksanaan-nudc-dan-kdmi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ccUhOyBOxM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kilas Unmul dalam Pelaksanaan NUDC dan KDMI</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pandemi Covid-19 nampaknya tak menjadi alasan bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan menorehkan prestasi. Sebelumnya, <em>National University Debating Championship</em> (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat universitas telah usai dilaksanakan. Kegiatan seleksi yang berlangsung di Unmul ini dilakukan pada 25-26 Mei 2021 untuk NUDC dan 27-28 Mei 2021 bagi peserta KDMI. Awalnya, seleksi NUDC ditargetkan untuk terlaksana selama 3 hari dimulai pada 24 Mei lalu. Namun, 26 Mei merupakan tanggal merah sehingga seleksi diperpendek menjadi 2 hari saja.</p><p style="text-align: justify;">Seleksi ini melibatkan seluruh fakultas yang ada di lingkungan Universitas Mulawarman dan menghasilkan Fakultas Kedokteran sebagai Juara 1 untuk KDMI dan NUDC. Pembicara terbaik KDMI diperoleh oleh Talitha Aufa Nabila, Kesmas 2019 dan La Ode Muhammad Sakaum dari Kedokteran 2019. Untuk juri binaan diambil dari pembicara terbaik ketiga yaitu Arif Dwi Andika asal Kedokteran 2020. Ketiga mahasiswa ini akan mewakili Unmul untuk seleksi KDMI tingkat wilayah di Banjarmasin mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Pembicara terbaik pada NUDC diperoleh Andrian Bethel asal Kedokteran 2020 dan Ananda Nazeli Ahsan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2019. Sebelumnya, pembicara terbaik kedua diraih oleh Rifqi Favian Anargya, FISIP 2018. Namun, yang bersangkutan mengundurkan diri dengan pernyataan tertulis kepada panitia. Sehingga, Ananda menggantikan posisi Rifqi. Sedangkan juri institusi atau N1 diraih oleh Daffaa Faizafahri Allam, Kedokteran 2018. Seleksi ini pun akan dilaksanakan di Banjarmasih, tetapi masih belum ada kepastian lebih lanjut terkait bentuk pelaksanaan yang akan digunakan (daring atau luring).</p><p style="text-align: justify;">Agenda ini tentunya tak lepas dari peran panitia yang menghelat kegiatan tersebut hingga selesai terlaksana. Bibit Suhatmady selaku Ketua Panitia Pelaksanaan NUDC dan KDMI kemudian memaparkan persiapan yang mereka lakukan kepada <em>Sketsa</em>. Pertama, sosialisasi untuk seluruh fakultas dilakukan pada 22 Maret &ndash; 12 April 2021.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, setiap fakultas diminta untuk mengirimkan nama perwakilannya paling lambat 4 Mei 2021 pukul 12.00 Wita. Lantas, seleksi tingkat universitas dilaksanakan usai panitia mendapatkan peserta dari tiap fakultas. Pembukaan seleksi berlangsung pada 20 Mei 2021 lalu dilanjutkan dengan <em>workshop</em> dan <em>exhibition</em> bagi peserta agar mendapatkan <em>insight</em> mengenai pelaksanaan debat yang akan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai target capaian yang ingin diraih Unmul, ia mengaku jika dirinya belum bisa menentukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun lalu, NUDC mendapatkan <em>second winner novice</em> dan salah satu <em>debater</em> masuk Top 10. Karena <em>debater</em> yang kemarin tidak lagi mewakili Unmul, maka belum tahu nanti Unmul masuk <em>novice</em> atau di atasnya. Begitu juga dengan KDMI,&rdquo; jawab Bibit saat ditemui pada Senin (31/5) lalu, bertepatan dengan penutupan seleksi.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi pandemi yang berlangsung, Ketua Tim Teknis Chris Asanty menyebutkan jika seleksi harus dilakukan secara daring kembali seperti 2020 silam. Terdapat pula perubahan mengenai tata pelaksanaan seleksi. Jika tahun lalu menggunakan aplikasi Mixidea yang merupakan aplikasi khusus untuk debat. Maka tahun ini seleksi dilakukan memakai aplikasi telekonferensi Zoom.</p><p style="text-align: justify;">Pergantian aplikasi ini diputuskan atas evaluasi pelaksanaan seleksi tahun sebelumnya. Di mana Mixidea memakan lebih banyak kuota internet dan wajah pendebat tidak akan kelihatan. Sehingga menyulitkan peserta untuk melihat ekspresi juga melakukan deteksi apabila terdapat kecurangan selama kegiatan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal tersebut diperbaiki tahun ini, dicari solusinya. Sehingga diputuskan untuk memakai Zoom Meeting, karena di nasional nanti juga akan memakai Zoom Meeting. Jadi tidak perlu adaptasi berulang lagi,&rdquo; ungkapnya pada <em>Sketsa</em>, Senin (31/5).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Peserta</strong></p><p style="text-align: justify;">La Ode Muhammad Sakaum, salah satu pembicara terbaik dalam KDMI turut mengungkapkan partisipasinya dalam agenda tersebut. Saka―sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia sudah sering mengikuti kompetisi debat dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Pada awalnya, ia mengikuti kompetisi debat Bahasa Inggris. Namun dirinya mengaku jika berkeinginan untuk menambah pengalaman dalam debat menggunakan Bahasa Indonesia. Hal ini menimbulkan beberapa kesulitan baginya, seperti dari segi bahasa dan dan sistem penjurian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada dua kesulitan utama sih. Pertama dari segi bahasa. <em>Gak</em> tahu kenapa aku lebih lancar ngomong Bahasa Inggris kalau debat, dibandingkan Bahasa Indonesia. Jadi kalau debat Bahasa Indonesia masih suka terbawa istilah-istilah Bahasa Inggris. Kedua itu masalah sistem penjurian. Kalau debat Bahasa Inggris itu argumen lebih diutamakan, tapi kalau debat Bahasa Indonesia ada beberapa juri yang melihat tata karma dan tata bahasa juga,&rdquo; paparnya saat dihubungi via LINE pada Rabu (2/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang senada juga diutarakan oleh Andrian Bethel, salah satu pembicara terbaik NUDC. Ia pun sering mengikui agenda serupa dan ingin berkompetisi kembali saat perkuliahan ini. Andrian mencoba untuk ikut serta dalam NUDC sebagai wadah untuk menambah pengalamannya. Meski begitu, ia mengaku tak mengalami kesulitan dalam penggunaan bahasa sebab tidak banyak perubahan yang dirinya rasakan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai target untuk NUDC dan KDMI tahun ini, mereka kompak menjawab bahwa ingin memenangkan juara 1 dalam kompetisi debat bergengsi ini. &ldquo;Menang NUDC sih, terus mau ikut kompetisi debat lain dan menang juga,&rdquo; tutup Andrian. <strong><em>(wuu/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Partisipasi Mahasiswa Unmul dalam IISMA Kampus Merdeka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka/baca </link>
<guid> partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka </guid>
<pubDate> Wed, 23 Jun 2021 11:15:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul dalam IISMA. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vcGDErmGMb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Partisipasi Mahasiswa Unmul dalam IISMA Kampus Merdeka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hadirnya program Kampus Merdeka yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud-ristek) terbukti membuka banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dalam mempersiapkan karier yang komprehensif. Setelah Kampus Mengajar, kini Kampus Merdeka siap untuk memasuki babak yang baru dengan agenda berskala internasional.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Melalui laman resmi Kampus Merdeka, pemerintah melakukan program launching untuk <em>Indonesian International Student Mobility Awards</em> (IISMA) pada April lalu. IISMA merupakan skema beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk mendanai mahasiswa dalam program mobilitas di universitas terkemuka di luar negeri. Mahasiswa akan menghabiskan satu semester di universitas mitra untuk melakukan pembelajaran lintas budaya. </p><p style="text-align: justify;">Beasiswa ini dikelola secara terpusat oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kemdikbud-ristek dan terbuka untuk mahasiswa jenjang sarjana dari seluruh perguruan tinggi Indonesia di bawah Ditjen Dikti. Setelah melewati proses registrasi dan penilaian, kandidat terpilih pun diumumkan melalui laman yang sama. </p><p style="text-align: justify;">Sebanyak tujuh mahasiswa Unmul berhasil meraih beasiswa ini. Sketsa berkesempatan untuk mewawancarai dua di antaranya yang berasal dari Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Mereka adalah Ananda Nazeli Ahsan asal Ilmu Komunikasi 2019 dan Erzha Tegar Hati dari Ilmu Komunikasi 2018. Keduanya diterima di kampus daratan Eropa, yakni Hochschule Hannover, Jerman serta Universitat Pompeu Fabra, Spanyol. </p><p style="text-align: justify;">Kepada kami, Ananda menyebut jika awalnya ia ragu untuk mendaftar pada program tersebut. Sebab di waktu yang sama, dirinya sedang mengikuti seleksi <em>National University Debating Championship</em> (NUDC, baca selengkapnya: https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-unmul-dalam-pelaksanaan-nudc-dan-kdmi/baca) tingkat universitas. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi setelah saya berpikir lagi, iseng-iseng berhadiah gitu. Kalau lolos <em>alhamdulillah</em>, kalau tidak ya fokus di debat saja,&rdquo; tuturnya, Minggu (20/6). </p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Erzha mengungkapkan jika peluang beasiswa ini datang dari <em>broadcast message</em> yang dikirimkan oleh Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Rina Juwita pada grup angkatannya. Ia memutuskan untuk ikut serta karena ingin mengisi waktu perkuliahan dengan kegiatan yang beragam. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pikir ini sudah saatnya untuk ngisi kuliah dengan program-program seperti itu. Karena awalnya saya berencana untuk tidak terlibat dulu di semester-semester awal. Saya ingin terlibat pada kegiatan-kegiatan seperti magang atau <em>volunteer</em> sambil skripsian di semester akhir,&rdquo; jelasnya melalui telepon, Senin (21/6).</p><p style="text-align: justify;">Untuk memenuhi persyaratan yang ada, salah satunya membutuhkan sertifikasi kemampuan Bahasa Inggris. Dikatakan Ananda, kebanyakan mahasiswa yang mendaftar masih belum memiliki sertifikasi atau mengikuti tes yang berkaitan dengan hal tersebut. Maka, Unmul mengadakan <em>pretest</em> untuk membantu mahasiswa yang ingin mengikuti beasiswa ini. Nantinya, biaya tes <em>official</em> akan ditanggung oleh kampus. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Alhamdulillah</em> kemarin saya mendapat peringkat pertama, jadi otomatis tes Bahasa Inggris saya dibiayakan oleh Unmul,&rdquo; akunya. Ia dan Erzha turut mengambil tes melalui <em>Duolingo English Test</em> dan berhasil lolos seleksi berkas dan sesi interview yang dilakukan pihak Ditjen Dikti.  </p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, Erzha menambahkan jika ada beberapa hal yang ia dan teman-temannya siapkan saat mendaftar. Seperti membuat curriculum vitae (CV) dan menulis esai terkait keinginannya untuk belajar di universitas terkait. Keduanya dikumpulkan untuk seleksi berkas. </p><p style="text-align: justify;"><strong>Pilihan Kampus</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya perihal kampus pilihan yang menjadi tujuannya, Ananda menuturkan bahwa kelas-kelas yang tersedia di Hochschule Hannover bisa dikonversi pada mata kuliah yang ada di Prodi Ilmu Komunikasi. Bukan karena wilayah kampus, ia mendaftar karena beragam kelas tadi sesuai dengan jurusan dan minatnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Courses</em> yang saya ambil di antaranya <em>Journalism</em>, <em>Advertising Campaign</em>, <em>Social Media</em> dan menulis blog. <em>Courses</em> tersebut apabila dikonversi ke mata kuliah Ilmu Komunikasi sangat nyambung (relevan) dan saya juga sudah bertanya pada kepala prodi,&rdquo; ucapnya. </p><p style="text-align: justify;">Pada Erzha, ia mengalami kasus yang cukup unik. Yakni harus mengalami relokasi dari kampus tujuan yang dipilih olehnya. Di awal, ia sendiri memilih tujuan yang sama dengan Ananda sebab tertarik dan ingin mempelajari lebih lanjut mengenai fotografi dan dokumenter. Setelah Surat Keputusan terkait beasiswa keluar, Erzha direlokasi ke Universitat Pompeu Fabra, tepatnya di Barcelona, Spanyol. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya awalnya kecewa karena terelokasi. Terutama karena tidak tahu apa-apa soal Pompeu Fabra. Tapi ketika saya mengetahui relokasi tersebut ke Barcelona, <em>gas</em> deh. <em>In term of location</em> juga bagus untuk fotografi. <em>At least</em> saya masih bisa minta catatan teman saya sih, karena kebetulan dia dapatnya di Jerman,&rdquo; ceritanya.</p><p style="text-align: justify;">Tentu, ada tujuan masing-masing yang ingin mereka capai. Bagi Ananda, kesempatan ini ingin ia gunakan untuk memperluas relasi dan membangun pengalaman yang lebih banyak. Khususnya karena ada perbedaan kultur budaya serta tingkat cakupan ilmu pada peminatan Ilmu Komunikasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ingin belajar, pengin dapat ilmu baru, dapat teman baru dan bikin relasi seluas-luasnya mumpung lagi di negeri orang di Jerman. Untuk ilmu yang (akan) saya dapatkan, saya penginnya (nanti) kerja yang berhubungan dengan media seperti TV atau bikin vlog. Pasti bakalan terimplementasikan ilmu-ilmu yang dipelajari di sana nanti,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sependapat dengan Ananda, Erzha pun juga ingin adanya <em>exchange of culture</em> selama ia menjalani program ini. Dengan adanya adaptasi, maka akan muncul diskusi-diskusi. Kemudian, secara akademis dirinya akan mendapatkan edukasi dan kesempatan belajar yang lebih intensif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk <em>short-term</em>-nya, sekarang kita jalankan misi budaya gitu. Nah buat <em>long-term</em>, pengennya sih kalo ada acara-acara budaya di sana bisa ada kesempatan untuk terlibat atau berpartisipasi. Lalu setelah sampai di Indonesia, menjadi <em>ambassador</em> tak langsung untuk program ini di tahun berikutnya. Juga membuat wadah yang tepat untuk mengajarkan ulang apa yang saya peroleh,&rdquo; tutupnya.<strong><em>&nbsp;(len/nop/fzn)</em></strong></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p> </p><p></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memasuki Pertengahan 2021, LEM Sylva Fahutan Tak Kunjung Dilantik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memasuki-pertengahan-2021-lem-sylva-fahutan-tak-kunjung-dilantik/baca </link>
<guid> memasuki-pertengahan-2021-lem-sylva-fahutan-tak-kunjung-dilantik </guid>
<pubDate> Wed, 23 Jun 2021 11:41:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Vakumnya LEM Sylva Fahutan dalam kelembagaan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memasuki-pertengahan-2021-lem-sylva-fahutan-tak-kunjung-dilantik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QjemPPo7Tc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memasuki Pertengahan 2021, LEM Sylva Fahutan Tak Kunjung Dilantik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tak terasa, 2021 telah memasuki pertengahan tahun. Pada periode tersebut, tak pelak berbagai lembaga melakukan agenda evaluasi guna mendorong kinerja paruh waktu yang tersisa. Kendati telah setengah tahun terlewati, santer terdengar Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Sylva Fakultas Kehutanan (Fahutan) belum tampak pergerakan untuk melaksanakan agenda kelembagaan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> mencoba untuk menghubungi LEM Sylva terkait kabar tersebut, namun pihak mereka enggan untuk memberikan tanggapan. Begitu pula saat kami mengonfirmasi melalui Dewan Perwakilan Sylva Mulawarman (DPSM) Fahutan. Kabar datang dari Hamdi Setiyawan, Wakil Ketua LEM Sylva periode 2019. Menurut penuturannya pada Jumat (18/6) lalu, ia mengaku jika konferensi LEM tertunda akibat pandemi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Hamdi mengetahui, jika kepengurusan lembaga hingga saat ini belum melaksanakan pelantikan. &quot;Semua komponen vakum, apa yang perlu di-revaturi? Satu-satunya jalan konferensi Sylva Mulawarman untuk membentuk DPSM yang baru agar Pemira kembali,&quot; tegas Hamdi.</p><p style="text-align: justify;">Ia merasa hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Tak hanya dirinya, Fitri Ajeng Rizky salah satu mahasiswa Fahutan 2018 turut memberi tanggapan. Ajeng, sapaan akrabnya, memerhatikan jika LEM Sylva mengalami kemerosotan dalam kinerja.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kayaknya menurun peran dan keaktifannya. Selain itu, mulai kendor dalam mengakomodir mahasiswa,&quot; ucap Ajeng pada <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp, Jumat (18/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyayangkan minimnya publikasi pada linimasa LEM Sylva yang dianggap tidak mampu menarik atensi mahasiswa. Memasuki masa penerimaan mahasiswa baru, seharusnya lembaga mampu menjaring calon mahasiswa baru dalam membantu administrasi perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Ajeng juga turut prihatin dengan kinerja DPSM yang ia rasa lamban dalam mengatasi masalah LEM Sylva. &quot;Dari 2019, DPSM memang lambat pergerakkannya. Dampak dari belum terlantiknya pengurus LEM sangat berpengaruh kepada kegiatan UKM Fahutan. Karena mereka berada di bawah naungan LEM,&quot; tandas Ajeng . <strong><em>(rid/syl/khs/ans/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Koneksi Semakin Cepat dengan Jaringan 5G </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/koneksi-semakin-cepat-dengan-jaringan-5g/baca </link>
<guid> koneksi-semakin-cepat-dengan-jaringan-5g </guid>
<pubDate> Thu, 24 Jun 2021 05:36:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sudahkah kamu kenal dengan jaringan 5G? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/koneksi-semakin-cepat-dengan-jaringan-5g/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IeaQDfXZcU.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Koneksi Semakin Cepat dengan Jaringan 5G</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Jaringan 5G saat ini menjadi primadona baru bagi pengguna internet di seluruh dunia. Terutama karena kecepatan internet yang ditawarkan melalui jaringan tersebut. Yuk, kenalan dengan 5G ini!</span><br></p><p style="text-align: justify;">Jaringan 5G merupakan jaringan seluler generasi kelima yang menawarkan kecepatan internet jauh lebih tinggi dibandingkan jaringan generasi sebelumnya, yakni 4G. Dengan adanya 5G, kecepatan transfer data bisa mencapai 10 hingga 100 kali lebih besar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan hadirnya 5G, maka perangkat yang biasa kita gunakan akan saling terkoneksi satu sama lain. Jaringan tersebut dapat mentransfer data dari satu telepon ke telepon lainnya dengan kecepatan satu milidetik. Tak hanya menjangkau perangkat telekomunikasi, tetapi juga bisa menjangkau ke beberapa perangkat lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Kerennya, 5G menjanjikan kecepatan data internet yang setara dengan Wi-Fi. Dengan ini, tentu saja kalian bisa mengunduh film ke ponsel dalam hitungan detik. Kecepatan idealnya bisa mencapai 10 Gbps bahkan maksimal 20 Gbps (gigabits per second), dengan latensi atau keterlambatan hanya sekitar 4 hingga 5 milidetik.</p><p style="text-align: justify;">Selain keunggulan tersebut, jaringan 5G juga memiliki kemampuan lainnya. Di mana 5G bisa mengurangi tingkat latensi saat melakukan transfer data secara signifikan. Hal ini membuat 5G dapat menghemat energi, mengurangi biaya dan menambah kapasitas sistem pada internet.</p><p style="text-align: justify;">Tentu kehadiran 5G akan menimbulkan efek secara tak langsung. Salah satunya adalah dampak ekonomi yang akan terjadi pada tahun 2035. Sebab pengembangan jaringan ini dapat membantu lebih dari 22 juta pekerjaan di seluruh dunia.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Qualcomm, 5G akan memberikan dampak pada rantai OEMs, operator, para pembuat konten, para developer dan tentunya para konsumen. Situasi ini diprediksikan dapat menghasilkan sekitar US$3,5 triliun pada rata-rata pendapatan di tahun 2035 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai negara pun sudah menerapkan jaringan 5G, di mana Asia Pasifik menjadi wilayah yang memimpin penyebaran jaringan tersebut. Pada 2021, diperkirakan ada lebih dari 50 negara yang sudah bisa menikmati 5G dan salah satunya adalah Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia sendiri, jaringan teranyar ini sudah resmi diperkenalkan pada tanggal 27 Mei 2021 oleh Telkomsel. Mereka akan menjadi operator pertama yang meluncurkan jaringan 5G. Meski sudah tersedia, penggunaannya masih terbatas karena beberapa faktor pendukung yang belum sepenuhnya siap.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, bukan berarti kamu harus buru-buru untuk mengganti kartu dengan jaringan ini, ya! Sebab masih ada tahap-tahapan penyesuaian dan penyempurnaan agar 5G bisa berkembang dengan baik di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Apabila kalian masih menggunakan jaringan 4G LTE, jangam lantas berkecil hati. Jaringan tersebut pun masih bisa digunakan bahkan tetap bagus hingga beberapa tahun yang akan datang. Jadi tahu banyak, kan, soal 5G? Semoga bermanfaat! <strong><em>(anm/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut 2.542 Calon Mahasiswa Baru Melalui Jalur SBMPTN, Unmul: Melebih Target Sebelumnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-2542-calon-mahasiswa-baru-melalui-jalur-sbmptn-unmul-melebih-target-sebelumnya/baca </link>
<guid> sambut-2542-calon-mahasiswa-baru-melalui-jalur-sbmptn-unmul-melebih-target-sebelumnya </guid>
<pubDate> Thu, 24 Jun 2021 11:04:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jumlah peserta lulus SBMPTN melebihi target. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-2542-calon-mahasiswa-baru-melalui-jalur-sbmptn-unmul-melebih-target-sebelumnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uf6dXEl9Ah.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut 2.542 Calon Mahasiswa Baru Melalui Jalur SBMPTN, Unmul: Melebih Target Sebelumnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pasca pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang terlaksana dua gelombang, dimulai pada gelombang pertama 12-18 April 2021 serta gelombang kedua pada 26 April-2 Mei 2021. Penantian panjang calon mahasiswa baru terjawab sudah dengan pengumuman hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 14 Juni silam. Di tahun ini, Unmul menerima 2.542 calon mahasiswa baru.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebanyak 1.201 peserta dinyatakan lulus pada program studi Saintek, sementara 1.130 lainnya berhasil menduduki program studi Soshum. 211 peserta ujian dinyatakan lulus pada bidang campuran. Unmul menerima kuota mahasiswa melalui jalur SBMPTN sebanyak 40%. Berbeda dari jalur SNMPTN sebanyak 20% dan SMMPTN yang memuat 30% dari kuota.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono, mengaku kendati Pandemi Covid-19 melanda, animo calon mahasiswa baru menurutnya sangat tinggi. Hal tersebut ditandai dengan jumlah calon mahasiswa yang dinyatakan lulus melebih target dari yang sebelumnya diperkirakan, berjumlah 2.481 calon mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, Mahasiswa yang saat ini terhimpun datanya bisa saja berubah. Karena yang daftar ulang dari pengalaman biasa hanya 85 hingga 90% saja,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp, Minggu (20/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Agung menambahkan beberapa fakultas yang memiliki peminat tertinggi oleh calon mahasiswa antara lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Farmasi, serta Fakultas Kedokteran (FK).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pendaftar tidak menurun,&rdquo; singkat Agung menanggapi. Luapan bahagia turut dirasakan oleh calon mahasiswa baru, Ibnu Khaikal Rajab, siswa asal Kabupaten Paser, Tanah Grogot mengaku Unmul menjadi impiannya untuk melanjutkan studi sejak bangku sekolah menengah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya dinyatakan diterima pada program Teknik Sipil, pilihan keduanya Pendidikan Komputer. Dua-duanya saya pilih Unmul, karena Unmul universitas yang bagus,&rdquo; papar Khaikal sapaan akrabnya melalui pesan Instagram kepada <em>Sketsa</em>, Rabu(23/6).</p><p style="text-align: justify;">Haikal mengungkapkan ingin merasakan perkuliahan secara semi daring. Baginya, mahasiswa dapat menjaga dirinya sendiri dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia mengaku akan menjadi kurang maksimal bila perkuliahan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Khaikal, Amelia Sadna calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus pada program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) merasa tak sabar akan perkuliahan yang berada di depan matanya. &ldquo;Saya memilih Unmul karena akreditasi bagus. Kebetulan Unmul tidak jauh dari rumah saya,&rdquo; ucap Amel Rabu (23/6).</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Amel, Binti Hanifah Husnul Khotimah, siswa asal Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, dinyatakan lolos pada program studi Farmasi Klinis pada jalur SBMPTN 2021.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya masuk di sana (Unmul) saya pikir peluang masuknya besar,&rdquo; ringkas Binti, Rabu (23/6).</p><p style="text-align: justify;">Pasca SBMPTN, Unmul tengah melaksanakan Seleksi Masuk Mandiri (SMMPTN) Unmul pada 7-21 Juni 2021. Proses ujian masuk akan digelar pada 28 dan 29 Juni 2021 dengan metode UTBK. Sedangkan pengumuman hasil SMMPTN digelar 16 Juli 2021 mendatang. (<strong><em>syl/rth/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melihat Penggunaan Medsos Sebagai Ruang Speak Up Penyintas Sexual Abuse </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-penggunaan-medsos-sebagai-ruang-speak-up-penyintas-sexual-abuse/baca </link>
<guid> melihat-penggunaan-medsos-sebagai-ruang-speak-up-penyintas-sexual-abuse </guid>
<pubDate> Fri, 25 Jun 2021 06:19:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apakah media sosial merupakan tempat yang aman bagi penyintas kekerasan seksual? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-penggunaan-medsos-sebagai-ruang-speak-up-penyintas-sexual-abuse/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OkZZfFPFDQ.png" />
					</figure>
			                <h1>Melihat Penggunaan Medsos Sebagai Ruang Speak Up Penyintas Sexual Abuse</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Tak mudah bagi korban <em>sexual abuse</em> untuk angkat bicara dan terbuka atas kejadian yang mereka alami. Berbagai faktor seperti rasa trauma, perasaan tidak aman serta stigma masyarakat menjadi dinding yang seolah menghalangi penyintas kekerasan seksual untuk <em>speak up</em> pada publik. Alhasil, kasus-kasus semacam ini berakhir dengan terkubur sementara lingkungan sosial semakin tidak <em>aware</em> dan mengabaikannya.</span></p><p style="text-align: justify;">Dewasa ini, beragam gerakan dan kampanye anti kekerasan seksual di media sosial (medsos) membuat fenomena baru di masyarakat. Di mana para korban mulai berani untuk buka suara serta mengedukasi warga maya berdasarkan kasus yang menimpa mereka melalui berbagai platform. Dalam hal ini, medsos menjadi ruang baru untuk <em>speak up</em> serta meningkatkan kesadaran akan besarnya peluang kekerasan seksual di ranah publik.</p><p style="text-align: justify;">Ayunda Ramadhani, dosen Psikologi Klinis dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengutarakan pendapatnya mengenai keadaan ini. Ia berpendapat bahwa fenomena tersebut muncul seiring dengan pesatnya perkembangan digitalisasi, sehingga penyebaran dan penerimaan informasi menjadi lebih cepat. Medsos lalu berperan sebagai ruang pengaduan yang lebih efektif daripada melapor ke pihak berwajib dengan proses yang berbelit.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menyebut jika sebuah kasus menjadi viral, pelaku akan lebih cepat mendapatkan sanksi sosial. Selain itu, ruang yang digunakan dapat menjadi alat untuk menyambungkan korban pada layanan hukum yang seharusnya bisa mereka dapatkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak orang yang <em>speak up</em> di media sosial karena hasilnya lebih baik. Ketika para korban <em>speak up&nbsp;</em>di media sosial, sejatinya mereka sudah berani dan hal itu perlu didukung. Perlu diberikan apresiasi karena mereka berani,&rdquo; kata Ayunda kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (19/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu faktor yang membuat korban tidak berani untuk <em>speak up</em> adalah stigma yang berkembang di masyarakat. Sebagian besar kasus-kasus yang ditemukan menimbulkan rasa trauma bagi korban. Inilah alasan mengapa mereka tidak berani untuk menceritakan apa yang dialami, terutama akibat rasa ketakutan dalam diri serta kurangnya kepercayaan dengan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, korban baru akan <em>speak up</em> setelah ia mengumpulkan keberaniannya. Entah karena timbulnya rasa ketakutan pada masyarakat dan pelaku, atau ia masih dalam tahap pemulihan rasa trauma,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan publikasi dan sorotan yang hadir, tentu akan memengaruhi korban dalam mendapatkan dukungan atas pengalaman traumatisnya. Ayunda juga mengatakan bahwa <em>speak up</em> di medsos sama halnya dengan pisau bermata dua, yang tidak bisa dihindari dampak positif dan negatifnya.</p><p style="text-align: justify;">Apabila korban memiliki bukti yang jelas bahwa ia dilecehkan, maka dukungan dari netizen akan mengangkat kembali kasus tersebut. Pelaku lantas akan mendapatkan sanksi sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Di sisi lain, masyarakat bisa saja bersikap skeptis hingga menimbulkan <em>victim blaming</em> dan menganggap korban tidak benar bahkan mencari sensasi. Ayunda menyarankan agar keluarga juga tetap mendampingi ketika korban mengalami hujatan di medsos.</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Inilah peran penting keluarga dalam memberi dukungan serta rasa aman kepada korban. Setidaknya, langkah untuk <em>speak up&nbsp;</em>perlu diapresiasi karena telah berani dan terbuka untuk menceritakan kondisinya.</span></p><p style="text-align: justify;">Lalu, medsos merupakan tempat yang aman bagi korban untuk <em>speak up?</em></p><p style="text-align: justify;">Bagi Ayunda, ketika korban hendak berbicara maka harus mempertimbangkan apakah privasinya terjamin atau tidak. Jelas risiko yang besar dapat membayangi mereka bahkan setelah melakukan <em>speak up</em>. Korban akan di-<em>stalking&nbsp;</em>juga dicari oleh orang-orang yang penasaran. Ini akan menimbulkan kejahatan lain, seperti penggunaan data palsu untuk mencari tahu lebih dalam tentang korban.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Medsos memang tidak menjamin keamanan dan banyak risiko yang musti dipikirkan, terlepas dari <em>speak up&nbsp;</em>tentang pelecehan. Maka, korban harus bijak dan berhati-hati ketika ingin memposting foto dan video. Jangan sampai merugikan diri sendiri di masa mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga kembali mengingatkan agar orang-orang terdekat seperti keluarga atau sahabat dapat menjadi <em>support system</em> terdepan. menjadi salah satu hal yang sangat penting. Selain itu, menyebarkan <em>awareness</em> terkait <em>sexual abuse</em> perlu dilakukan mulai dari lingkungan yang paling kecil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Komunikasi adalah hal yang paling penting antara keluarga. Peran kita adalah meningkatkan kesadaran, memperhatikan keadaan dan melakukan dialog,&rdquo; ucap Ayunda.</p><p style="text-align: justify;">Jika kamu mengalami perlakuan pelecehan atau kekerasan seksual, ia menyarankan untuk dapat berkonsultasi langsung Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sana menangani perempuan dan anak korban pelecehan seksual maupun pemerkosaan. Kepada para korba, nantinya akan dibantu masa pemulihan dan itu semuanya gratis,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(aot/jhr/len)&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Windows 11: Sistem Operasi Generasi Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/windows-11-sistem-operasi-generasi-baru/baca </link>
<guid> windows-11-sistem-operasi-generasi-baru </guid>
<pubDate> Fri, 25 Jun 2021 10:49:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Microsoft mengembangkan sistem operasi windows 11. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/windows-11-sistem-operasi-generasi-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/urXgwsziRd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Windows 11: Sistem Operasi Generasi Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Belakangan ini jagat maya dihebohkan akan kabar kehadiran Windows versi terbaru, yaitu Windows 11. Sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft ini memang terus mengalami perkembangan seiring dengan berjalannya waktu. Ini karena perusahaan yang mengembangkan, membuat, memberi lisensi tersebut memiliki peran penting dalam dunia komputer.</span></p><p style="text-align: justify;">Banyak masyarakat yang sangat antusias dengan munculnya Windows 11 ini. Pembaharuan ini dinilai memiliki tampilan yang <em>fresh</em> dan lebih baik dari sebelumnya. Tentu membuat beberapa orang tidak sabar mencoba versi beta yang telah keluar sebelum waktu perilisan.</p><p style="text-align: justify;">Meski lebih banyak yang antusias dengan hadirnya versi terbaru, tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa Windows keluaran terbaru ini hanya mengalami sedikit perubahan. Beberapa orang bahkan beranggapan untuk tidak mengganti sistem operasi komputer mereka dengan versi baru.</p><p style="text-align: justify;">Microsoft sendiri resmi meluncurkan Windows 11 pada Kamis (24/6) lalu. Jelang kedatangannya, sejumlah bocoran mengenai sistem operasi ini terungkap ke publik. Program ini digadang-gadang membawa pembaruan berupa fitur multi-monitor. Pembaruan ini berpotensi memperbaiki masalah memindahkan jendela atau tab acak atau menjejalkan semua aplikasi yang dibuka di salah satu monitor.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya dari <em>spek</em> yang dimiliki, rupanya Windows 11 memiliki keunikan dari logo yang digunakan. Di mana logo baru yang akan digunakan adalah empat buah persegi yang berukuran sama. Dengan logo trapesium yang lebih mengarah ke bentuk persegi, tetapi dengan perspektif yang membuatnya terlihat seperti trapesium.</p><p style="text-align: justify;">Adapun Windows 11 dirancang dengan baik khususnya untuk kegiatan <em>multi-tasking</em>. Halaman bekerja secara bersamaan dengan membuka beberapa aplikasi sekaligus dan menampilkannya secara <em>split-screen</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <i>detik.com</i>, Windows edisi ini menyertakan menu dan tombol <em>Start</em> baru. Posisinya tidak lagi di ujung kiri layar, melainkan dipindah ke tengah. Tak ada <em>Live Tile</em> yang menjadi ciri khas sistem Microsoft sejak Windows 8 dihadirkan. Suasana tema juga mengalami perubahan, di mana terdapat pilihan yakni <em>Light</em> dan <em>Dark</em> Mode dengan latar belakang transparan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi kiri, Microsoft menempatkan widget yang didukung oleh <em>Artificial Intelligence</em> (AI) dan menampilkan berbagai informasi yang dapat dipersonalisasi. Windows 11 akan mulai beroperasi untuk semua pengguna pada musim liburan atau kemungkinan akhir November. Sebelum itu, Microsoft akan merilis versi beta untuk publik mulai minggu depan.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa informasi menarik seputar Windows 11 yang dapat segera menghiasi layar penggunanya. Cukup menarik, bukan? Apakah kamu salah satu yang ingin mencobanya?(<strong><em>rea/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Financial Modeling World Cup, Ajang Perlombaan E-Sport Menggunakan Microsoft Excel </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/financial-modeling-world-cup-ajang-perlombaan-e-sport-menggunakan-microsoft-excel/baca </link>
<guid> financial-modeling-world-cup-ajang-perlombaan-e-sport-menggunakan-microsoft-excel </guid>
<pubDate> Sat, 26 Jun 2021 11:12:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perlombaan dari microsoft excel </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/financial-modeling-world-cup-ajang-perlombaan-e-sport-menggunakan-microsoft-excel/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lQPtJqJSVh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Financial Modeling World Cup, Ajang Perlombaan E-Sport Menggunakan Microsoft Excel</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Perangkat lunak Microsoft Excel yang sering kita gunakan dalam mengolah data, kini membuka cabang olahraga <em>e-sport</em>. <em>E-Sport santer</em> terdengar sebagai olahraga elektronik yang memiliki sebutan familier lain, seperti <em>Esports</em>, <em>E-sports</em>, atau <em>Electronic Sports</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada tanggal 8 Juni 2021, Microsoft Excel menggelar <em>Financial Modeling World Cup</em> untuk pertama kalinya. Kejuaraan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 8 negara antara lain Inggris, Kanada, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Polandia, India, Australia, dan Malaysia.</p><p style="text-align: justify;">Layaknya perlombaan <em>e-sport</em> yang kerap digelar, <em>Financial Modeling World Cup</em> juga dipandu oleh <em>shoutcaster</em> yaitu Adam Callens dan Danielle Stein Fairhurst. Kegiatan ini disiarkan langsung di kanal Youtube&nbsp;<em>Financial Modeling World Cup</em>.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan nama perlombaannya, peserta diberikan waktu 40 menit untuk memecahkan permodelan keuangan yang diberikan, mulai dari pencatatan gaji, biaya ekspedisi, pendapatan, hingga biaya produksi.</p><p style="text-align: justify;">Selain mencari cara menyelesaikan permodelan keuangan yang diberikan, para peserta dituntut untuk mencari cara terpendek dan paling efektif dalam memecahkan masalah yang diberikan. Tentunya hal ini memerlukan kemampuan khusus, pemahaman matematika dan kemampuan berpikir cepat.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melewati beberapa ronde, peserta asal Kanada, Michael Jarman terpilih sebagai pemenang dengan skor akhir 700, disusul peserta asal Inggris, Andrew Ngai dan peserta asal Australia, John Lim menempati posisi kedua dan ketiga dengan skor masing-masing 640 dan 625. Dengan hasil ini Michael Jarman berhasil mendapatkan hadiah sebesar 20 ribu dolar AS atau setara dengan 285 juta rupiah. (<strong><em>hdt/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sebentar Saja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sebentar-saja/baca </link>
<guid> sebentar-saja </guid>
<pubDate> Sun, 27 Jun 2021 11:23:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Karena yang sebentar saja sudah mampu membuat tetap hidup meski retak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sebentar-saja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c7LFG6CXS3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sebentar Saja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kau tak mengerti bagaimana aku memaksa diriku berdiri di saat nyaring kudengar kasak-kusuk orang di luar sana.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dalam menikmati itu semua, aku menjadi orang paling amoral yang tanpa izin berlindung pada tenangnya naunganmu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Melempar diriku dalam kepastian,</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">bahwa suatu saat aku bergantung pada sesuatu yang tiada.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Karena yang sebentar saja sudah mampu membuat tetap hidup meski retak,&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">kita sepakat memaknainya sebagai kasih yang abadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi oleh Talitha Aufa Nabila, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, FKM 2020.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perpanjangan Masa Pendaftaran Wira Desa 2021, Encik: Makin Banyak Peluang Untuk Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perpanjangan-masa-pendaftaran-wira-desa-2021-encik-makin-banyak-peluang-untuk-mahasiswa/baca </link>
<guid> perpanjangan-masa-pendaftaran-wira-desa-2021-encik-makin-banyak-peluang-untuk-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 28 Jun 2021 05:57:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perpanjangan pendaftaran Wira Desa 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perpanjangan-masa-pendaftaran-wira-desa-2021-encik-makin-banyak-peluang-untuk-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PiR0e7IAvz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perpanjangan Masa Pendaftaran Wira Desa 2021, Encik: Makin Banyak Peluang Untuk Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><strong>&nbsp;</strong>&ndash; Sebelumnya, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan mengumumkan penawaran program Wira Desa 2021 sebagai implementasi dari kebijakan Merdeka Belajar &ndash; Kampus Merdeka (MBKM) untuk mahasiswa yang ingin menumbuhkan potensi ekonomi desa menuju desa wirausaha yang berkelanjutan dan terstruktur.</p><p style="text-align: justify;">Berbekal surat yang diedarkan kementerian, Unmul kemudian menawarkan program ini kepada seluruh fakultas untuk ditindaklanjuti. Wira Desa pun merupakan program pelurusan pasca Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Di mana waktu untuk memasukkan proposal bersamaan dengan persiapan tahap kedua PHP2D. (Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wira-desa-2021-bangun-harapan-pulihkan-perekonomian-desa/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wira-desa-2021-bangun-harapan-pulihkan-perekonomian-desa/baca"><em>https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wira-desa-2021-bangun-harapan-pulihkan-perekonomian-desa/baca</em></a>).</p><p style="text-align: justify;">Untuk memperluas kesempatan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti seleksi, panitia pelaksana Wira Usaha melalui Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan memutuskan untuk memperpanjang waktu pendaftaran dan <em>upload</em> proposal hingga 20 Juni 2021. Adapun sistematika penulisan proposal dan ketentuan lainnya masih sama dan merujuk pada panduan yang terdapat di laman resmi <em>dikti.kemendikbud.go.id</em> atau <em>php2d.kemendikbud.go.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya peluang ini disambut dengan baik, terutama di lingkungan kampus hijau Unmul. Melalui pesan WhatsApp pada Jumat (18/6) lalu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin menyebutkan jika perpanjangan ini sejatinya dapat memperbanyak cakupan mahasiswa yang akan turut berpartisipasi. Beberapa tim terpantau turut mengambil bagian pada agenda tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mohon doanya. Sejauh ini sudah ada tiga hingga empat tim yang bergabung,&rdquo; ucap pria berkacamata tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia berharap agar perpanjangan ini dapat menjadi dorongan yang positif bagi mahasiswa untuk melibatkan diri dan terus berkarya dalam membangun masyarakat, khususnya di desa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semakin banyak peluang, kawan-kawan lembaga pun (dapat) ikut serta,&rdquo; pungkas Encik. Apakah kamu salah satu yang mendaftarkan diri? Tetap semangat, ya!&nbsp;<strong><em>(syl</em></strong><strong><em>/len</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Isu RUU KUP  dan PPN Pendidikan di tengah Pandemi, Bagaimana Tanggapan Civitas Academica  Unmul? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-ruu-kup-dan-ppn-pendidikan-di-tengah-pandemi-bagaimana-tanggapan-civitas-academica-unmul/baca </link>
<guid> isu-ruu-kup-dan-ppn-pendidikan-di-tengah-pandemi-bagaimana-tanggapan-civitas-academica-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 28 Jun 2021 10:28:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendapat civitas academica Unmul terkait polemik RUU KUP dan PPN Pendidikan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-ruu-kup-dan-ppn-pendidikan-di-tengah-pandemi-bagaimana-tanggapan-civitas-academica-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9OJM4cVPoY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Isu RUU KUP  dan PPN Pendidikan di tengah Pandemi, Bagaimana Tanggapan Civitas Academica  Unmul?</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Beberapa waktu lalu, muncul wacana dari pemerintah terkait pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang kebutuhan pokok. Kebijakan ini sendiri direncanakan akan tercantum dalam perluasan objek PPN yang diatur dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Adapun pemberlakuan pajak akan diatur dalam Pasal 4A draf revisi UU Nomor 6. Tentu hal ini memunculkan pro dan kontra di masyarakat, terutama karena sembako merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.</span></p><p style="text-align: justify;">Terkait hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah tak akan memungut PPN Sembako yang dijual di pasar tradisional. Dilansir dari tempo.co, ia menjelaskan jika pemerintah hanya mengenakan pajak bagi sembako yang bersifat impor dan premium. Seperti beras basmati, shirataki hingga daging sapi Wagyu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu asas keadilan dalam perpajakan, di mana yang lemah dibantu dan dikuatkan dan yang kuat membantu dan berkontribusi,&rdquo; sebutnya, Senin (14/6).</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, jasa pendidikan dihapus dari daftar jasa yang tidak dikenakan PPN dalam draft Perubahan Kelima Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Apabila Rancangan Undang-Undang (RUU) KUP disahkan, maka jasa pendidikan berpotensi dikenakan PPN.</p><p style="text-align: justify;">Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Neilmaldrin Noor menyebutkan jika pemerintah memastikan bahwa pengenaan PPN Pendidikan tidak akan membebani warga masyarakat golongan menengah ke bawah terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaannya nanti, pungutan PPN tersebut hanya dikenakan untuk jasa pendidikan yang bersifat komersial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini bukan pendidikan seperti yang disampaikan selama ini. Misalnya, &lsquo;wah, ini bisa putus sekolah.&rsquo; Tentu bukan pendidikan yang seperti itu. Ini pendidikan yang dikonsumsi masyarakat dengan daya beli jauh berbeda, sesuai <em>ability to pay</em>,&rdquo; kata Noor, masih dari <em>tempo.co</em> pada Senin (14/6).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Civitas Academica&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Cornelius Rantelangi, dosen Akuntansi Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memberikan tanggapannya terhadap polemik tersebut. Jika benar wacana mengenai RUU KUP akan disahkan, menurutnya akan memberatkan masyarakat di tengah pandemi. Ini disebabkan karena harga barang dan jasa yang dikenakan PPN pasti mengalami kenaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Andai kata dikenakan PPN pada jasa pendidikan, jasa medis dan juga barang konsumsi masyarakat yang selama ini tidak dikenakan PPN yang bukan merupakan objek PPN, maka menjadi beban bagi masyarakat. Tarif berobat di rumah sakit ikut naik, tarif pendidikan juga akan naik, begitu juga beras serta barang konsumsi umum akan naik,&rdquo; jelas Cornelius ketika dihubungi Sketsa melalui telepon, Sabtu (19/6) lalu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Intinya barang yang dikenakan PPN pasti harganya naik. Pada situasi seperti sekarang, jika dikenakan PPN pastinya berdampak pada daya beli masyarakat. Terutama untuk masyarakat berpenghasilan di bawah rata-rata. Terlebih lagi, akibat dari pandemi ini membuat perekonomiam masyarakat lesu,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan bahwa kebijakan pengenaan PPN pada bahan pokok ini hanya akan jadi wacana dan tidak akan diterapkan dalam situasi saat ini. Sebab sejatinya sembako merupakan hal vital bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai konsultan pajak serta dosen perpajakan, saya tidak yakin bahwa pemerintah akan mengenakan PPN atas jasa pendidikan, medis serta barang konsumsi utama masyakakat seperti gula, beras, dan sebagainya pada situasi sekarang. Mungkin akan dikenakan apabila pertumbuhan ekonomi bagus, masyakarakat memiliki penghasilan meningkat (baru) cocok dilaksanakan pengenaan PPN,&rdquo; tuturnya. <br><br>&nbsp;Menurutnya, masih ada alternatif lain jika pemerintah ingin menaikkan pendapatan dari sektor pajak. Yaitu dengan cara mengintensifkan pemasukan dari wajib pajak yang potensial. Selama ini, masih banyak wajib pajak yang tidak disiplin membayar pajak dan harus dimaksimalkan,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Intensifikasi itu maksudnya wajib-wajib pajak potensial yang selama ini melakukan pembayaran pajak. Itu dioptimalkan secara maksimal, karena banyak wajib pajak yang selalu menekan pembayaran pajak dengan berbagai cara. Misalnya tidak melaporkan sebagaimana keadan bisnisnya yang sebenarnya, pendapatan tidak dilaporkan dengan baik, menurunkan laba pendapatan pada perusaahan, dan lain-lain.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kedua, fungsi ekstensifikasi adalah menelusuri masyarakat wajib pajak. Banyak yang selama ini belum mendaftarkan diri sebagai wajib pajak, padahal ia memiliki pendapatan atau penghasilan. Tapi tidak pernah mendaftarkan diri secara sukarela untuk diberikan NPWP,&quot; tukasnya. <br><br>Tidak hanya dari dosen, tanggapan juga datang dari mahasiswa. Sempat dihubungi Sketsa pada Senin (14/6), Muhammad Upi Arjuna asal Program Studi Manajemen 2019 ini berpendapat bahwa isu tersebut penting untuk dibahas. Masyarakat memerlukan penjelasan, sebab menyangkut kondisi ekonomi masyarakat di tengah pandemi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Masyarakat yang seharusnya butuh subsidi lebih dengan kondisi sekarang, malah diberi kabar dengan isu (pengenaan) pajak sembako sekolah dan pelayanan medis. Misal pajak tersebut diberlakukan, besar kemungkinan harga bahan pokok masyarakat pasti naik sehingga menekan masyarakat menengah ke bawah. Dengan kemungkinan tersebut, sudah jelas masyarakat butuh penjelasan lebih mendetail terkait informasi pajak pertambahan nilai ini,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ditambahkan olehnya, jika memang kebijakan ini menyasar pada masyarakat menengah ke atas maka harus ada informasi kebijakan yang jelas. Jangan sampai hanya disampaikan setengah-setengah dan berakhir membingungkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurutku, misalnya PPN ini menyasar rakyat menengah ke atas pun harus jelas bagaimana konsep dan sistemnya. Jangan sampai nanti sudah terlaksana, tapi malah ikut berimbas ke masyarakat yang memiliki pendapatan menengah ke bawah,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menutup pernyataannya, Upi dengan tegas mengatakan jika ia menolak kebijakan tersebut. Menilik dari potensi yang memberatkan rakyat, dirinya menyarankan agar pemerintah dapat mengkaji kebijakan ini lebih dalam lagi. Penting untuk memutuskan hasil yang adil bagi rakyat, khususnya pada situasi pandemi. <strong><em>(nov/nkh/hdt</em></strong><strong><em>/len</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik  Peraturan Hukum Indonesia Bagi Korban Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-peraturan-hukum-indonesia-bagi-korban-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> menilik-peraturan-hukum-indonesia-bagi-korban-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Tue, 29 Jun 2021 07:56:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seperti apa penegakan hukum bagi kasus kekerasan seksual di Indonesia? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-peraturan-hukum-indonesia-bagi-korban-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uEKEvFuQxq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik  Peraturan Hukum Indonesia Bagi Korban Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash;&nbsp;</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sexual abuse</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;seakan tak pernah berhenti menjadi isu dan kasus. Entah terjadi karena pemakluman pelecehan seksual yang merujuk pada&nbsp;</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">rape culture</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;dan timpangnya perlakuan masyarakat antara peran laki-laki dan perempuan (baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hentikan-rape-culture-selamatkan-korban-pelecehan/baca" style="text-align: inherit;"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hentikan-rape-culture-selamatkan-korban-pelecehan/baca" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hentikan-rape-culture-selamatkan-korban-pelecehan/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">). Sampai kekerasan berbentuk&nbsp;</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">revenge porn</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">, sebuah bentuk balas dendam dengan media pornografi yang melibatkan penyebaran atau distribusi suara, gambar dan/atau video eksplisit tanpa adanya persetujuan dari pihak-pihak terkait (baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/masifnya-revenge-porn-bagaimana-perlindungan-hukum-dan-psikologis-korban/baca" style="text-align: inherit;"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/masifnya-revenge-porn-bagaimana-perlindungan-hukum-dan-psikologis-korban/baca" style="text-align: inherit;">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/masifnya-revenge-porn-bagaimana-perlindungan-hukum-dan-psikologis-korban/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">).</span></p><p style="text-align: justify;">Ketika sebuah kasus terjadi, tentu saja tak akan langsung terungkap ke publik. Ini disebabkan karena trauma, perasaan tak aman sampai stigma yang hadir di masyarakat akan kekerasan seksual. Tidak jarang pula kasus semacam ini tidak mendapat penanganan yang tepat, bahkan cenderung timpang sebelah dan tidak efektif. <em>Speak up</em> melalui media sosial (medsos) pun menjadi pilihan para penyintas. Selain memaparkan kasus langsung dari sudut pandang korban, medsos berperan dalam menyambungkan korban pada layanan hukum yang seharusnya bisa mereka dapatkan (baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-penggunaan-medsos-sebagai-ruang-speak-up-penyintas-sexual-abuse/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-penggunaan-medsos-sebagai-ruang-speak-up-penyintas-sexual-abuse/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-penggunaan-medsos-sebagai-ruang-speak-up-penyintas-sexual-abuse/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Perlindungan terhadap korban kekerasan seksual yang sering kali tidak optimal sejatinya melanggengkan kejadian-kejadian serupa di masyarakat. Sudah terjadi begini, sebenarnya bagaimana <em>sih</em> penanganan kasus kekerasan seksual di Indonesia?</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Senin (21/6) lalu, Rini Apriyani selaku dosen Fakultas Hukum (FH) Unmul turut menanggapi hal ini. Berdasarkan sudut pandang hukum, sebenarnya sudah banyak regulasi yang berkaitan dengan pengaturan terhadap tindak pidana pelecehan seksual dan perbuatan sejenisnya seperti pemerkosaan dan pencabulan.</p><p style="text-align: justify;">Ini terdapat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang merupakan aturan mendasar dari berbagai tindak pidana yang terjadi secara umum. Pengaturan tersebut terdapat dalam Pasal 281 sampai 301 KUHP. Terdapat pula pengaturan khusus di luar KUHP, antara lain dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau UU PKDRT dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.</p><p style="text-align: justify;">Khusus yang berkaitan dengan perlindungan korban, diatur pula dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban atau disingkat UU LPSK. Di mana dalam Pasal 5 Ayat (1) Huruf a, menyatakan bahwa saksi dan korban berhak untuk memperoleh perlindungan atas keamanan pribadi, keluarga dan harta bendanya serta bebas dari ancaman yang berkenaan dengan kesaksian yang akan, sedang atau telah diberikannya.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan aturan-aturan tersebut, Rini menyampaikan bahwa produk hukum yang ada harusnya mampu memberikan perlindungan maksimal terhadap korban yang ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketidakmaksimalan pemberian perlindungan hukum tersebut juga dikarenakan terbatasnya sumber daya manusia untuk bisa memberikan perlindungan terhadap korban. Termasuk juga pendampingan terkait traumatisme yang diderita oleh korban.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain itu, terbatasnya anggaran menyebabkan kurangnya sarana dan prasarana yang bisa menunjang kemaksimalan perlindungan terhadap korban tindak pidana pelecehan seksual dan kejahatan sejenis,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menyoroti secara Hukum Islam, Rini mengatakan jika terdapat sistem sanksi yang memuat dua tujuan yaitu pencegahan dan penebus dosa. Pencegahan ditujukan tidak hanya kepada pelaku, tetapi juga kepada orang lain. Caranya dengan menjatuhkan hukuman kepada pelaku kejahatan di lapangan terbuka yang bisa dilihat semua orang. Sehingga, semua akan sadar dan paham akan konsekuensi yang diterima jika menjadi pelaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aturan Hukum Islam juga memberikan upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana pelecehan seksual dan kejahatan sejenis. Di mana ada pembatasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, kecuali dalam persoalan perkawinan, muamalat, pekerjaan serta belajar mengajar. Hukum Islam juga memberi batasan terkait persoalan berpakaian bagi laki-laki dan perempuan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Semua contoh pembatasan tersebut bertujuan agar dapat meminimalisir terjadinya pelecehan seksual dan kejahatan sejenis, sehingga tidak perlu muncul korban pelecehan seksual. Adapun faktor lain yang juga mempengaruhi penegakan hukum tersebut antara lain ada pada aparat penegak hukum. Tentunya ini berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) yang ternyata masih kurang untuk dapat memberikan perlindungan secara menyeluruh terhadap korban.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi jika berbicara mengenai anggaran yang berdampak pada lemahnya sarana dan prasarana untuk penanganan kasus kekerasan seksual. Juga faktor <em>mindset</em> masyarakat serta budaya yang berpengaruh terhadap perlindungan korban.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Faktor-faktor inilah yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Alih-alih merevisi aturan hukum yang pada akhirnya akan sama dengan aturan hukum yang sudah ada, sebaiknya pemerintah mencari tahu akar masalah dari terjadinya pelecehan seksual dan kejahatan sejenis. Kemudian, menyelesaikan akar masalah tersebut dengan benar,&quot; tukasnya.&nbsp;<strong><em>(ash/rvn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kekuatan Korean Wave Dalam Menarik Massa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kekuatan-korean-wave-dalam-menarik-massa/baca </link>
<guid> kekuatan-korean-wave-dalam-menarik-massa </guid>
<pubDate> Tue, 29 Jun 2021 11:21:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Korean Wave dalam kajian komunikasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kekuatan-korean-wave-dalam-menarik-massa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0ZgGzg9o97.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kekuatan Korean Wave Dalam Menarik Massa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Drama Korea kian menggoda di masa pandemi. Terbukti dari beberapa media siber yang mengungkap bahwa terjadi peningkatan tayangan drama atau film Korea di 2020, pada layanan <em>streaming</em> seperti Iflix. Menjamurnya budaya populer dari Korea Selatan, mulai dari produk drama, musik, film, <em>style</em>, tak hanya berdampak pada negara yang memproduksi, namun juga negara yang menerima budaya ini.</p><p style="text-align: justify;">Lumrah disebut sebagai <em>Korean Wave</em> atau gelombang Korea, fenomena ini menjadi bahasan menarik dalam kajian komunikasi. Tak semata soal <em>oppa</em>, secara garis besar kajian komunikasi, <em>Korean Wave</em> layak diulik dari berbagai hal. Pada 9 Juni 2021, BTS Meal hasil kolaborasi BTS dan McDonalds (McD) menunjukkan betapa kuat proses komunikasi yang dilakukan pihak Mcd dalam pemasaran produknya.</p><p style="text-align: justify;">Hebohnya peluncuran produk kolaborasi ini disebabkan banyaknya jumlah fans BTS (ARMY) di Indonesia. Meski pandemi, kelompok ini tak habis akal dalam menyatukan gerakan sosial seperti berdonasi untuk mitra Gojek. Meski tampak sederhana, jika diusut lebih jauh kuatnya getaran sebuah <em>boyband</em> asal Korea Selatan inilah yang harus dipertanyakan.</p><p style="text-align: justify;">Tentu media tak luput sebagai alat penyebarannya. Harus diakui, bahwa Korea Selatan menjelajah pasarnya dengan gaya modern yang bisa diterima banyak kalangan. Jika Indonesia masih berkutat di persoalan sinetron dengan polemik alur cerita mentah, Korea Selatan justru hadir sebagai alternatif hiburan kalangan menengah ke atas, lengkap dengan ciamiknya sinematografi dan alur cerita beragam.</p><p style="text-align: justify;">Jika berbicara film dan drama, Korea Selatan bisa jadi lebih fasih dalam merepresentasikan maskulinitas. Maskulinitas (KBBI), diartikan sebagai kejantanan laki-laki yang dihubungkan dengan kualitas seksualnya. Seringnya, dalam drama Korea laki-laki kerap ditampilkan sebagai &ldquo;jagoan&rdquo; dengan paras yang menawan. Untuk representasi maskulin di Korea, bahwa laki-laki digambarkan sebagai pelindung, bergaya, dan merawat diri sama seperti wanita. Hal inilah yang akhirnya diterima masyarakat Indonesia penikmat drama Korea.</p><p style="text-align: justify;">Konstruksi sosial bahwa laki-laki tak patut &lsquo;berdandan&rsquo; atau menggunakan produk perawatan tubuh tersingkirkan sejalan dengan Korean Wave. Dapat dilihat dari pergeseran pandangan dan kebutuhan komersial produk seperti <em>skincare</em> yang diisi oleh para lelaki.</p><p style="text-align: justify;">Satu contoh menarik lainnya ialah film <em>Kim Ji Young, Born 1982</em>. Film ini berhasil menjadi media komunikasi yang menguraikan patriarki di Korea Selatan. Pada film ini perempuan kerap dinomor duakan, baik dalam mencapai tujuan ataupun menyampaikan suara penolakan.</p><p style="text-align: justify;">Adanya posisi dan kegentingan yang berbeda antara lelaki dan perempuan, di mana agenda perempuan dianggap tidak sepenting lelaki bisa ditinjau dalam <em>Genderlect Styles Theory</em>. Film <em>Kim Ji Young, Born 1982</em> bukan lagi sebatas tontonan, tetapi juga hadir dengan kuatnya pesan bahwa patriarki menjadi permasalahan negara mana saja. Terlebih lagi, santer terdengar bahwa audiens drama Korea belajar dari film dan drama yang mereka tonton.</p><p style="text-align: justify;">Tak salah, sebab Korea Selatan &lsquo;mendunia&rsquo; dari cara mereka memanfaatkan potensi industri. Dengan ragam media, negara ini bisa menarik audiens atau penikmatnya untuk mengenal lebih jauh negara ini. Hal ini mendulang keuntungan lebih besar dari berbagai sektor seperti kebutuhan komersil, pendidikan (kesempatan beasiswa di Korea Selatan), wisata, penelitian, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dari beberapa hal di atas, bagi saya gelombang Korea bukan masalah sepele. Bukan hanya masalah selera antara barat dan timur. Namun, persoalan bagaimana komunikasi efektif itu diimplementasikan lewat berbagai media. ARMY dapat melakukan gerakan sosial, karena punya tujuan yang sama dalam solidaritas sesama penggemar. Berduyun-duyunnya ARMY, yang mana diisi oleh kalangan menengah bisa jadi adalah kunci dalam menggerakkan massa di waktu mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Berjam-jam penayangan drama Korea yang ditunggu masyarakat kita hari ini, bisa jadi bekal untuk Indonesia dalam memaksimalkan media film dan menyebarkan nilai-nilai budaya di masa mendatang. Sebab, gelombang Korea saat ini tak hanya bicara kualitas, tapi juga berbicara angka dan massa, yang mudah digerakkan ketika proses komunikasi itu berhasil tersampaikan pada audiens. Di sisi lain, massa bisa menjadi bumerang ketika proses komunikasi tak berjalan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tren Cancel Culture: Baik atau Buruk? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tren-cancel-culture-baik-atau-buruk/baca </link>
<guid> tren-cancel-culture-baik-atau-buruk </guid>
<pubDate> Tue, 29 Jun 2021 11:36:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Istilah cancel culture marak digunakan sebagai upaya untuk menyudutkan ataupun memboikot seseorang yang melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap ofensif dan problematik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tren-cancel-culture-baik-atau-buruk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6kQZ7kf8co.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tren Cancel Culture: Baik atau Buruk?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;<em>You&rsquo;re cancelled</em>!&rdquo; kalimat tersebut tampaknya tak asing bagi kita karena sering kita jumpai di media sosial, khususnya Twitter. Hal tersebut umumnya dikenal dengan istilah <em>cancel culture</em>. Hal ini kerap diibaratkan sebagai pedang bermata dua karena bisa berdampak positif dan berdampak negatif bagi seseorang.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Istilah <em>cancel culture</em> marak digunakan sebagai upaya untuk menyudutkan ataupun memboikot seseorang yang melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap ofensif dan problematik. Tidak ada definisi mutlak mengenai <em>cancel culture</em> ini, sehingga bisa dimaknai secara berbeda-beda bagi sebagian orang.</p><p style="text-align: justify;">Tren ini dapat menyebabkan perbedaan pendapat di kalangan masyarakat, di mana sebagian merespons positif dan sebagian lainnya merespons negatif.</p><p style="text-align: justify;"><em>Cancel culture</em> dinilai sebagai suatu budaya yang baik buruknya dapat dilihat dari bagaimana kebudayaan ini digunakan karena kita tidak bisa langsung menjustifikasi apa yang dianggap benar dan tidak benar.</p><p style="text-align: justify;">Penting untuk mencari informasi mengenai suatu hal secara mendalam untuk melihat validitasnya karena tren ini bisa membuat seseorang mudah menghakimi dan mengadili orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Budaya <em>cancelling</em> acap kali memberikan dampak yang serius bagi seseorang terutama figur publik karena jika sudah di &lsquo;<em>cancel</em>&rsquo; maka dapat memengaruhi kehidupannya, seperti rusaknya <em>image</em> baik di mata publik dan hilangnya pengaruh di ruang digital maupun nyata.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu saja, dampak lain yang didapat dari <em>cancel culture</em> ini, yaitu terbentuknya sifat <em>judgemental</em> di dalam diri karena menilai perbuatan seseorang hanya dari subjektivitas yang kita percaya seperti dari media sosial dan omongan orang lain tanpa mengetahui kebenarannya.</p><p style="text-align: justify;">Tren ini juga menjadikan seseorang sulit menerima perbedaan pendapat. Sebenarnya, tidak ada salahnya untuk memberikan pendapat yang kita percaya dan yakini benar, tetapi sebagai pribadi, tak bijak mengatakan bahwa apa yang kita yakini ialah sebuah kebenaran yang mutlak.</p><p style="text-align: justify;">Sebaliknya, tren ini juga dapat memberikan dampak yang positif, seperti membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai sebuah isu dan membantu korban penyintas ketidakadilan bersuara bersama-sama demi tercapainya suatu keadilan. Singkatnya, jika cancel culture dilakukan sebagai alat perubahan ke arah yang positif dengan tujuan dan alasan yang jelas, maka hal tersebut tidak ada salahnya untuk dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Nah, sebagai warganet yang cerdas, sudah sepantasnya kita menerapkan etika dalam bermedia sosial untuk meminimalisir terjadinya <em>cancel culture</em> dengan memberikan kritik yang membangun, berpendapat menggunakan bahasa yang sopan, memastikan kebenaran suatu informasi, dan berhati-hati sebelum memberikan suatu komentar. (<em style=""><strong>fsf/rst</strong>)</em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serial TV Bergenre Action yang Layak Kamu Tonton </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/serial-tv-bergenre-action-yang-layak-kamu-tonton/baca </link>
<guid> serial-tv-bergenre-action-yang-layak-kamu-tonton </guid>
<pubDate> Thu, 01 Jul 2021 11:27:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi serial TV genre action. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/serial-tv-bergenre-action-yang-layak-kamu-tonton/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tKKNMPnq5C.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serial TV Bergenre Action yang Layak Kamu Tonton</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kini, banyak sekali kawula muda yang gemar menonton serial Televisi (TV). Selain karena mudah ditemukan di beberapa layanan streaming seperti Netflix, Disney+ Hotstar ataupun Ilfix, serial TV juga menawarkan beragam genre menarik sesuai dengan kesukaan penontonnya. Salah satu genre yang banyak digemari ialah <em>action</em>. Penasaran bagaimana serial TV dengan genre <em>action</em>? Berikut rekomendasinya untuk kamu!</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Loki - 2021</strong></p><p style="text-align: justify;">Serial TV besutan Marvel Studio ini tampaknya telah ditunggu-tunggu para penggemarnya. Dalam serialnya, Loki memperkenalkan dunia jelajah waktu yang sebelumnya belum pernah dieksplorasi oleh jagat sinema ini. Dalam laganya, Otoritas Variasi Waktu (TVA) yang menjadi latar tempat di serial ini memiliki peranan penting dalam memantau tingkah laku Loki yang tidak tertebak.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Wanda Vision - 2021</strong></p><p style="text-align: justify;">Terdiri dari 9 episode, Wanda Vision dibuka dengan dua episode awal yang <em>mindblowing</em>. Dalam serialnya, Wanda diperankan Elizabeth Olsen, serta Vision diperankan Paul Bettany yang keduanya menikah dan tinggal di kota kecil bernama Westview. Mereka coba menjalani hidup ideal seperti pasangan pada umumnya, namun hal-hal diluar dugaan timbul akibat kekuatan Wanda yang kian tidak terkontrol.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Falcon and the Winter Soldier - 2021</strong></p><p style="text-align: justify;">The Falcon and the Winter Soldier nampaknya masih sangat terpaku pada seri film Captain America, menceritakan penyalahgunaan serum super soldier oleh suatu kelompok bernama Flag Smashers yang dipimpin Karli Morgenthau. Dalam laganya, film ini banyak menyoroti kisah-kisah heroik yang dibangun oleh narasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>9-1-1 Season 4 (2021)</strong></p><p style="text-align: justify;">Serial TV 9-1-1 yang hadir di Disney+ Hotstar ini dapat menjadi pilihan untuk kamu tonton. Serial ini berkisah tentang kehidupan polisi, paramedis, petugas pemadam kebakaran, dan <em>dispatcher</em> atau petugas operator komunikasi di Los Angeles, Amerika Serikat. bila kamu menyukai adegan-adegan <em>action</em> yang heroik, serial ini cocok untuk kamu tonton sebagai referensi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jupiter&apos;s Legacy - Season 1 (2021)</strong></p><p style="text-align: justify;">Diproduksi oleh Netflix, serial ini nampaknya tidak perlu diragukan lagi mengenai plot yang disuguhkan. Serial ini mengisahkan sekelompok pahlawan super bernama The Union. Adegan yang ditampilkan penuh dengan konflik pahlawan super antargenerasi, dan banyak menampilkan tragedi kekacauan besar di antara rasa bersalah orang tua terhadap anaknya. Dalam serial ini lebih condong memperlihatkan berbagai masalah yang dihadapi pahlawan super dalam kehidupannya.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa serial TV yang bisa menjadi rekomendasi untuk kamu tonton diwaktu senggang atau saat berkumpul bersama keluarga di akhir pekan. Kamu juga masih bisa menemukan rekomendasi serial TV maupun film di website Sketsa, lho. (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Didukung Elemen  Kampus, BEM FH Akhirnya Kembali Bangkit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/didukung-elemen-kampus-bem-fh-akhirnya-kembali-bangkit/baca </link>
<guid> didukung-elemen-kampus-bem-fh-akhirnya-kembali-bangkit </guid>
<pubDate> Fri, 02 Jul 2021 02:29:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bangkitnya BEM FH Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/didukung-elemen-kampus-bem-fh-akhirnya-kembali-bangkit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XWHhlvnfQD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Didukung Elemen  Kampus, BEM FH Akhirnya Kembali Bangkit</h1>
			              </header>
			              <p align="center" style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;&ndash; Semenjak dibekukan pada 2018 silam akibat kisruh Pemilihan Raya (Pemira), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Unmul akhirnya kembali bangkit. Melansir dari laman Instagram&nbsp;</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">@dpmfh_unmul</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">, terpantau adanya pelaksanaan pelantikan anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FH serta ketua dan wakil ketua BEM FH periode 2021 pada 1 Mei lalu.&nbsp;</span></p><p align="center" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hasilnya, Dandi Wijaya dan Muhammad Mahib Alatif keluar sebagai pemimpin terbaru dari lembaga eksekutif ini. Dengan membawa nama Lazuardi sebagai nama kabinet, BEM FH melakukan&nbsp;</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">launching</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;di Instagram resmi mereka (</span><em style="background-color: transparent; text-align: inherit;">@bemfhunmul</em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">) pada Minggu (13/6). &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian mencoba menghubungi pihak DPM sebelumnya untuk mengonfirmasi terkait hal ini. Melalui keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPM FH 2020 Nurul Hidayati, kebangkitan BEM FH bermula dari audiensi keluarga mahasiswa dan pihak birokrat di FH.</p><p style="text-align: justify;">Adanya dorongan maupun tekanan untuk menghidupkan lembaga tersebut membuat mereka berdiskusi dan berunding bersama. Usai audiensi, kedua pihak sepakat untuk membentuk kembali BEM FH setelah hampir tiga tahun dibekukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengingat urgensi dari keberadaan DPM dan BEM itu sangat krusial, hal inilah yang menjadikan birokrat percaya kepada teman-teman mahasiswa untuk bisa mengakomodir pembentukan DPM maupun BEM itu kembali,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em>, Minggu (27/06).<br><br>Selain itu, Nurul menambahkan jika BEM sangat diperlukan mahasiswa dalam menjalankan kegiatan kemahasiswaan di lingkup fakultas. Ia berpendapat jika tidak seharusnya kegiatan kemahasiswaan di FH selalu diakomodir oleh birokrat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya personal, lembaga kemahasiswaan seperti BEM maupun DPM ini harus ada. Harus tetap eksis karena memang kebutuhan dari mahasiswa itu sendiri. Tidak mungkin dong, untuk kegiatan kemahasiswaan akan selamanya diakomodir oleh pihak birokrat? Tentu kiranya ini bukan ranah mereka. Alangkah lebih idealnya ketika statusnya kegiatan kemahasiswaan, maka yang harus meng-<em>handle</em> adalah mahasiswa itu juga,&quot; jelasnya. <br><br>Ketika ditanya mengenai legalitas BEM FH yang baru menjabat, Nurul mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia menyebut, setelah 2 bulan dilantik seharusnya mereka sudah mendapatkan SK maupun surat tugas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk BEM ini saya kurang tahu ya, apakah sudah mendapatkan surat tugas maupun SK. Tapi idealnya sudah ya, mengingat ini sudah bulan Juni sementara mereka kemarin sudah kami (DPM) lantik bulan April. Artinya sudah terlewati dua bulan kurang lebih,&quot; tutur Nurul. <br><br>Terkait hal tersebut, kami lalu mengonfirmasi langsung kepada Dandi Wijaya selaku Ketua BEM FH terpilih. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengantongi surat tugas dari dekanat. Namun untuk surat keputusan (SK), masih melalui proses ke pihak rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk saat ini, SK BEM itu dikeluarkan secara langsung oleh pihak rektorat. Jadi, untuk sementara ini belum diterbitkan. Akan tetapi, untuk BEM sendiri kami baru memiliki surat tugas dari dekan FH. Terkait SK masih proses pengajuan oleh pihak dekan,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dandi juga turut memaparkan pendapatnya terkait pembentukan kembali BEM FH. Baginya, tak ada kendala yang berarti kecuali pandemi Covid-19 sebab pelaksanaan musyawarah besar (mubes) mereka harus tertunda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena memang di awal tahun 2020 (harusnya) sudah mulai mubes, namun ditunda sampai dengan 2021 awal kemarin,&quot; jawab Dandi. <br><br>Antusiasme tak hanya datang dari mahasiswa. Pihak birokrat pun diakuinya sangat menyambut baik kehadiran BEM FH. Ia juga menyampaikan jika Dekan FH, Mahendra Putra Kurnia memberikan pesan khusus untuk kepengurusan baru ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pesan dari Pak Dekan, BEM yang hadir saat ini jangan membuat hal-hal yang jauh dari kegiatan akademik. Juga harus membawa perubahan karakter pada mahasiswa yang ada saat ini,&quot; tutupnya. <strong><em>(syl/eng/nkh/hdt</em></strong><strong><em>/len</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kolaborasi Budaya dan Pengembangan Desa Wisata Kampung Ketupat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kolaborasi-budaya-dan-pengembangan-desa-wisata-kampung-ketupat/baca </link>
<guid> kolaborasi-budaya-dan-pengembangan-desa-wisata-kampung-ketupat </guid>
<pubDate> Fri, 02 Jul 2021 03:32:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengembangan Kampung Ketupat melalui program kerja PKM-PM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kolaborasi-budaya-dan-pengembangan-desa-wisata-kampung-ketupat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rsYGRHUffP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kolaborasi Budaya dan Pengembangan Desa Wisata Kampung Ketupat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menjadi salah satu ajang bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki serta menerapkan ilmu yang telah didapatkan pada bangku perkuliahan kepada masyarakat luas. Salah satunya datang dari kelompok PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul. Berawal dari kecintaan untuk terjun langsung ke masyarakat, PKM-PM kali ini menyasar Kampung Ketupat yang berlokasi di Samarinda Seberang. Tepatnya di Jalan Mangkupalas, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan namanya, masyarakat yang menetap di sana sehari-hari bekerja sebagai pengrajin ketupat. Adapun kampung ini semakin ikonik dengan berdirinya tugu berbentuk ketupat. Meski telah diresmikan sebagai kampung wisata, sarana dan prasana yang ada dinilai masih sangat kurang. Selain itu, masyarakat juga dinilai kurang memiliki rasa kepedulian pada tempat yang mereka huni. Inilah yang mendasari tim PKM untuk mengembangkan kampung tersebut agar dapat menarik pengunjung dan kembali berwisata. Tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes)</p><p style="text-align: justify;">Sebulan berlangsung, tim ini telah melakukan beberapa program pengembangan dan pelestarian. Dimulai dari gotong royong di sekitar objek wisata, kegiatan pembaruan melalui pengecatan, sosialisasi pariwisata hingga pentas seni (pensi). Agenda ini diselenggarakan untuk memperkenalkan Kampung Ketupat secara intens, sehingga mendapat perhatian oleh pemerintah kemudian dikembangkan. Sosialisasi pun dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kampung wisata bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Andi Rina Andriana, mahasiswa Sastra Indonesia 2019 sekaligus ketua dari tim PKM ini mengaku jika program yang telah dilaksanakan akan hadir secara berkelanjutan. Dengan bantuan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) selaku mitra mereka, kegiatan akan diteruskan sehingga pengembangan Kampung Ketupat dapat terus berjalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nantinya, kami akan memberikan panduan mengenai program-program kami selama berada di sana. Harapannya, dari panduan itu program-program yang sebelumnya sudah terlaksana dapat terus berlanjut dan dilanjutkan oleh masyarakat di sana,&rdquo; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (28/6) melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Gotong royong sendiri berlangsung pada Sabtu (12/6), dilanjutkan dengan pengecatan selama 4 hari hingga Rabu (16/6). Kegiatan ini juga dilakukan bersama dengan pembaruan sarana dan prasarana fisik. Kemudian, pengembangan masyarakat dilaksanakan melalui sosialisasi pada Sabtu (26/6) lalu. Kegiatan diisi dengan menanamkan kepedulian dan pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya Kampung Ketupat yang mereka huni.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya objek wisata atau kampung wisata ini potensinya sangat banyak sekali. Jika masyarakat tahu cara mengelolanya, mereka juga dapat menghasilkan (pendapatan) dan menjadi lapangan kerja baru untuk mereka,&rdquo; papar Andi.</p><p style="text-align: justify;">Pada hari yang sama, kegiatan pensi juga dilangsungkan usai sosialisasi. Membawa kekhasan dari fakultas budaya, panggung seni dikonsep semenarik mungkin. Pentas yang digelar secara <em>blended</em> ini dapat disaksikan secara daring melalui Zoom, juga secara langsung di Kampung Ketupat. Mengusung tema &quot;Bersinergi sebagai Wujud Pelestarian Budaya Nusantara&quot;, pensi tersebut bermaksud untuk melestarikan, memperkenalkan dan memberikan pengetahuan mengenai budaya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kami juga mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, kami rasa sekalian saja. Sehingga penampil-penampil pentas seni itu dari teman-teman mahasiswa juga. Namun, di luar itu kami juga membuka penampilan umum untuk masyarakat yang ingin tampil,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Harus melaksanakan dua kegiatan sekaligus dalam satu hari, ia mengaku tidak memiliki persiapan yang panjang. Andi dan timnya harus bekerja keras untuk menyelesaikan rangkaian agenda tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Wah</em>, untuk persiapan sebenarnya singkat sekali. <em>&lsquo;</em><em>Gak</em> sampai satu bulan. Bahkan hitungannya sudah kayak sistem kebut. Kami bagi tugas juga sampai harus nginap di lokasi semalam karena takut telat dan harus memastikan semua aman saat acara berlangsung. Maka jadilah dua kegiatan tersebut di satu hari, sosialisasi pagi dan pentas seni sore,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada kendala yang berarti, acara berjalan dengan lancar didukung dengan antusiasme masyarakat yang sangat baik. Sebagai adaptasi atas kondisi pandemi, prokes pun diterapkan dengan sangat ketat. Selain menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, tim PKM juga melakukan edukasi untuk masyarakat. Dengan membagikan beberapa kotak masker kepada mereka yang datang tanpa menggunakan masker, juga menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer. Tak lupa, selalu menghimbau secara langsung kepada masyarakat untuk tetap mematuhi prokes. Ini dilengkapi pula dengan beberapa papan peringatan yang dipasang di sekitar lokasi sebelum acara dimulai.</p><p style="text-align: justify;">Selain pengabdian kepada masyarakat, tim ini juga tengah berproses menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) sebagai puncak dari rangkaian kegiatan PKM. Bagi mereka, parameter keberhasilan program kerja ini yakni ketika kegiatan dapat disambut dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat serta memiliki manfaat untuk pengembangan wisata.</p><p style="text-align: justify;">Andi dan timnya berharap, Kampung Ketupat bisa menjadi objek wisata yang lebih dikenal. Khususnya untuk masyarakat Samarinda dan sekitarnya agar dapat mengembangkan sektor pariwisata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya kalau untuk PIMNAS itu bonus, yang penting lokasi PKM kami dikenal, berkembang dan memberikan kesadaran akan pentingnya kampung wisata bagi masyarakat sana melalui sosialisasi pariwisata itu tadi,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan positif lainnya datang dari Bayu Aji Nugroho, dosen pembimbing dari tim PKM ini. Ia sangat bangga terhadap kegiatan pengabdian yang merupakan salah satu wujud implementasi dari tri dharma perguruang tinggi. Meski dalam proses membimbing, Bayu merasa terkendala karena pandemi. Ditambah dengan posisinya yang sedang berada di luar Kalimantan, membuatnya harus melakukan bimbingan secara virtual.</p><p style="text-align: justify;">Bayu berharap, setelah PKM selesai masyarakat dapat memiliki kesadaran untuk mengembangkan objek wisata di Kampung Ketupat yang merupakan khas dari Samarinda. Sehingga, objek wisata tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di lingkungan sekitar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap mereka dapat mengkader adik-adik di bawahnya dan melakukan pembimbingan. Sehingga pada akhirnya, nanti akan lahir ide-ide atau gagasan yang inovatif,&rdquo; ungkap Bayu kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (30/6).</p><p style="text-align: justify;">Abdul Aziz selaku Ketua Pokdarwis Kampung Ketupat juga sangat senang dengan gelaran pentas seni tersebut. Dia berkeinginan kegiatan tersebut dapat diadakan kembali secara rutin dan berkala.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa kita isi dengan yang khas-khas daerah untuk menambah daya tarik, agar semakin banyak peminat atau pengunjung yang datang. Karena tujuan kita untuk memulihkan perekonomian masyarakat yang ada di lingkungan desa wisata Kampung Ketupat ini,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Melalui panggilan telepon pada Rabu (30/6), Abdul turut mengungkap rasa syukur dan kebahagiaannya atas kedatangan tim PKM yang telah melakukan upaya pengembangan di Kampung Ketupat. Ia sepakat jika ada manfaat serta perbedaan yang hadir ketika tim PKM menjalankan proker mereka. Mengingat kondisi pandemi, diperlukan berbagai upaya agar desa wisata tetap eksis dan tidak ditutup. Abdul menilai, dibutuhkan semacam pelatihan, pembinaan atau pengolahan baik sarana dan prasarana.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai Ketua Pokdarwis, Abdul mengatakan jika warga membutuhkan pembinaan. Dengan status desa wisata yang belum lama disandang, ia merasa perlu adanya pihak ketiga yang bisa membantu objek wisata dalam 4 pilar berupa pembinaan, pelatihan dari segi lingkungan, pendidikan, kesehatan dan kewirausahaan. Diharapkan, pengembangan tidak hanya terbatas pada Kampung Ketupat saja. Terakhir, ia mengucapkan terima kasih kepada Andi dan timnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah melakukan kegiatan di Kampung Ketupat beberapa pekan ini. Saya sangat mengapresiasi dan tak lupa saya memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya,&rdquo; tutupnya. <strong><i>(khn/zar/auf</i></strong><strong><i>/len</i></strong><strong><i>)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alternatif Mesin Pencari yang Penting untuk Diketahui! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/alternatif-mesin-pencari-yang-penting-untuk-diketahui/baca </link>
<guid> alternatif-mesin-pencari-yang-penting-untuk-diketahui </guid>
<pubDate> Fri, 02 Jul 2021 10:44:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi search engine alternatif. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/alternatif-mesin-pencari-yang-penting-untuk-diketahui/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/20O9EdZQCh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Alternatif Mesin Pencari yang Penting untuk Diketahui!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Penggunaan mesin pencari tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat di era digital seperti saat ini. Dengan adanya <em>search engine</em>, kegiatan seperti mencari informasi, melakukan kegiatan transaksi dan kegiatan lainnya menjadi lebih mudah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, mesin pencari yang paling populer dan banyak digunakan oleh masyarakat dunia adalah Google. Selain Google, ternyata masih banyak <em>search engine</em> alternatif yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan sehari-hari. Berikut rekomendasi<em>&nbsp;Sketsa.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Bing</strong></p><p style="text-align: justify;">Bing atau yang biasa dikenal dengan Microsoft Bing merupakan mesin pencari kedua paling populer setelah Google.&nbsp;<span style="background-color: transparent;">Bing mengelompokkan pencarian berdasarkan empat kategori yaitu </span><em style="background-color: transparent;">website, images, news</em><span style="background-color: transparent;"> dan </span><em style="background-color: transparent;">xRank</em><span style="background-color: transparent;">. Untuk </span><em style="background-color: transparent;">xRank</em><span style="background-color: transparent;"> sendiri, biasanya digunakan untuk pencarian siapa dan apa yang paling banyak dicari oleh pengguna Bing.</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dalam <em>cnnindonesia.com</em>, Bing mempunyai program hadiah, loh! Saat pengguna memakainya, mereka dapat mengumpulkan poin dan busa ditukarkan pada toko Microsoft maupun Windows untuk mendapatkan suatu hadiah. Penawaran inilah yang menjadi daya tariknya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Ecosia</strong></p><p style="text-align: justify;">Ecosia adalah bisnis sosial yang berbasis di Berlin dan didirikan oleh Christian Kroll pada tahun 2009. Alasan utama Ecosia diciptakan adalah untuk membantu mendanai penanaman pohon dan proyek restorasi. Situs ini juga kerap kali dikenal sebagai &ldquo;mesin pencari penanaman pohon&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana cara kerjanya? Ecosia menghasilkan uang untuk mendukung perencanaan pohon dengan menampilkan iklan di hasil pencarian mereka. Setiap kali iklan diklik, ecosia mendapat bagian kecil. Diperkirakan dibutuhkan sekitar 45 pencarian untuk membiayai penanaman satu pohon. Selain dapat membantumu mencari informasi, situs ini juga bisa mengajak penggunanya untuk berdonasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. DuckDuckGo</strong></p><p style="text-align: justify;">DuckDuckGo diciptakan 13 tahun lalu oleh Gabriel Weinberg, tepatnya pada 25 September 2008. Mereka mengklaim akan menomorsatukan privasi dari para penggunanya. Dilansir dari <em>liputan6.com</em>, saat ini mesin pencari DuckDuckGo memiliki keunggulan dalam keamanan privasi penggunanya. Jaminan itu dibuktikan dengan tidak mengumpulkan sandi dan tidak menyimpan riwayat penjelajahan para penggunanya.</p><p style="text-align: justify;">Selain dalam keamanan yang terjamin, ada beberapa fitur unik yang bisa digunakan contohnya fitur <em>stopwatch, password generator</em>, dan pengecekan status suatu <em>website</em>. Situs pencarian ini juga memiliki tampilan yang simpel dan membuat mata nyaman saat menjelajah dengannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Yandex</strong></p><p style="text-align: justify;">Yandex adalah mesin pencari yang secara total mudah digunakan layaknya mesin pencarian seperti Google. Penggunanya dapat mencari situs, web, gambar, video, dan berita dalam tata letak yang ramah visual. Yandex juga memiliki fitur tambahan seperti aplikasi seluler, peta, terjemahan, penyimpanan <em>cloud</em>, dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski dominan digunakan oleh warga Rusia, Yandex memiliki kinerja yang mampu memberikan hasil pencarian relevan, serta sangat bermanfaat bagi para pengguna sambil meningkatkan berbagai algoritma berteknologi tinggi untuk memaksimalkan hasil pencarian lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia sederet situs alternatif <em>search engine</em> atau mesin pencari yang bisa kamu gunakan jika terjadi kendala pada mesin pencari utama yang biasa kamu gunakan. Apakah kamu pernah menggunakan di antaranya? (<strong><em>han/piu/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kehadiran  Kembali BEM FH, Civitas Academica Hukum: Harus Rangkul Semua Lembaga di FH </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kehadiran-kembali-bem-fh-civitas-academica-hukum-harus-rangkul-semua-lembaga-di-fh/baca </link>
<guid> kehadiran-kembali-bem-fh-civitas-academica-hukum-harus-rangkul-semua-lembaga-di-fh </guid>
<pubDate> Sat, 03 Jul 2021 09:45:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tanggapan civitas academica FH terkait kepengurusan BEM FH terkini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kehadiran-kembali-bem-fh-civitas-academica-hukum-harus-rangkul-semua-lembaga-di-fh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Tz9Cx5XPAs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kehadiran  Kembali BEM FH, Civitas Academica Hukum: Harus Rangkul Semua Lembaga di FH</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA &ndash;&nbsp;</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kembali beroperasinya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) tentunya tak lepas dari peran kampus dan mahasiswa (baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/didukung-elemen-kampus-bem-fh-akhirnya-kembali-bangkit/baca" style="text-align: inherit;"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/didukung-elemen-kampus-bem-fh-akhirnya-kembali-bangkit/baca" style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/didukung-elemen-kampus-bem-fh-akhirnya-kembali-bangkit/baca</a><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">). Setelah resmi dengan kepengurusan baru, civitas academica Hukum pun turut menyampaikan tanggapan mereka. Sempat diwawancarai pada Kamis (24/6) lalu, Nur Arifudin, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni mengaku jika perwakilan yang terpilih sebagai pengurus telah dipilih secara demokratis dan aktif di lingkungan kampus.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Anggota (pengurus BEM saat ini) merupakan mahasiswa yang aktif dan produktif berdasarkan hasil demokrasi yang sehat,&rdquo; terangnya pada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut jika saat ini BEM telah mendapatkan surat tugas dari dekanat, tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari rektorat yang masih dalam proses. Terkait beberapa mahasiswa semester atas yang menjabat sebagai pengurus, Nur mengatakan jika pihaknya masih optimis jika organisasi akan berjalan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Langkah ini juga ditempuh untuk melawan stigma mahasiswa &lsquo;aktivis&rsquo; yang kerap kali diilustrasikan sebagai mahasiswa yang terlambat lulus karena selalu mengurus organisasi. &ldquo;Umumnya mahasiswa aktivis lulus lama. Namun FH mencoba mengarahkan bahwa mereka juga peduli kuliahnya dan dapat lulus sesuai harapan,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Nur, ini merupakan momentum yang baik untuk mengasah kepemimpinan bagi era prestasi di FH. &ldquo;Dengan meningkatkan peran mahasiswa dalam kegiatan peduli masyarakat serta pembangunan hukum melalui sinergi antara mahasiswa, dosen, tendik dan masyarakat itu sendiri.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lantas seperti, apa antusiasme mahasiswa? Melalui pesan WhatsApp, Aenal Kholifah yang merupakan mahasiswa angkatan 2018 menjelaskan jika ia cukup senang dengan kabar tersebut. Menurutnya, hal ini dapat menjadi angin segar bagi kelembagaan yang ada di FH sekaligus penyempurnaan gerakan politik kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kholif yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum (LKISH) FH Unmul 2021 juga memberikan pandangannya mengenai pengurus BEM saat ini. Di mana beberapa di antaranya merupakan orang-orang yang sama sebelum BEM FH dibekukan. Ia berpendapat jika hal tersebut bukan suatu masalah. Justru menjadi sebuah nilai positif, sebab artinya BEM FH membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar di kelembagaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejatinya setiap orang berhak untuk belajar dan berdinamika di manapun, apalagi di FH Unmul. Apabila mereka telah terpilih, artinya mereka orang yang mumpuni dan dipercaya di bidangnya. Selagi mereka mau berkontribusi, bersungguh-sungguh dan bersikap sebagaimana mestinya, tidak ada yang perlu ditakutkan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyarankan agar sifat keterbukaan menjadi perhatian pengurus, agar kekisruhan sebelumnya tidak terjadi kembali. Seperti terbuka untuk menerima kritikan, terhadap laporan kegiatan yang akan dilaksanakan, terbuka dalam pertimbangan baik dan buruknya suatu keputusan hingga merangkul setiap insan dan lembaga yang ada di FH Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga bisa berperan sebagaimana lembaga eksekutif pada hakikatnya. Merangkul setiap lembaga yang ada. Jangan pernah merasa tinggi hati, hanya karena anda pengurus BEM FH. Patrilah dalam pikiran bahwa kalian bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan BEM FH Unmul,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>syl/eng/nkh/hdt/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jadi Masalah Menahun,  Student Center Masih  Dipenuhi Sampah dan Rumput Liar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-masalah-menahun-student-center-masih-dipenuhi-sampah-dan-rumput-liar/baca </link>
<guid> jadi-masalah-menahun-student-center-masih-dipenuhi-sampah-dan-rumput-liar </guid>
<pubDate> Sat, 03 Jul 2021 10:12:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keadaan student center yang kurang perhatian. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-masalah-menahun-student-center-masih-dipenuhi-sampah-dan-rumput-liar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ER73pOGmv1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jadi Masalah Menahun,  Student Center Masih  Dipenuhi Sampah dan Rumput Liar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA</strong><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;</strong><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">-</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Satu setengah tahun berjalan pasca pandemi menyelimuti, perhatian tertuju pada bangunan serta fasilitas kampus yang terpantau sepi dan minim aktivitas. Salah satunya gedung Student Center (SC) Unmul. Tempat yang tersusun atas 3 lantai tersebut menjadi pusat kegiatan mahasiswa yang terletak tepat di belakang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).</span></p><p style="text-align: justify;">Melalui pantauan <em>Sketsa</em>, tampak rumput liar mulai memenuhi area parkir serta tumpukan sampah yang menggunung hingga mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Terlihat pula kondisi kamar mandi yang dipenuhi bercak berwarna kecoklatan, mengeluarkan bau tidak sedap juga aliran air yang tak lagi mengalir.</p><p style="text-align: justify;">Melihat keadaan tersebut, <em>Sketsa</em> lantas menghubungi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin guna meminta tanggapan. Mengenai nasib SC, ia mengaku jika hal tersebut sempat didiskusikan olehnya dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) serta Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berencana mau audiensi, namun ditunda karena teman-teman ada agenda. Jadi, ini sudah mau dibahas sehingga belum ada komentar dulu,&rdquo; ringkas Encik pada <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp, Kamis (24/6).</p><p style="text-align: justify;">Encik mengaku baru melihat kondisi SC secara sekilas, tetapi tidak secara keseluruhan. Tak hanya dirinya, <em>Sketsa</em> berusaha menanyakan kondisi perawatan bangunan kepada Abdunnur selaku Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan.</p><p style="text-align: justify;">Dia sendiri bertutur bahwa bidangnya memiliki wewenang penggunaan dan pemanfaatan serta pengawasan terhadap infrastruktur Unmul, salah satunya SC. &ldquo;Saya sebagai WR 2 dan Biro Umum, siap melakukan pembersihan dan pemeliharaan. Jika (Encik) dan bagian kemahasiswaan ada laporan dan koordinasi,&rdquo; ucap Abdunnur melalui WhatsApp, Kamis (24/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Selang satu hari pasca dimintai tanggapan. Abdunnur langsung menerjunkan regu yang terdiri atas <em>cleaning service</em> serta Satuan Pengamanan Unmul guna melakukan pembersihan pada area parkiran dan lantai dasar SC, Jumat (25/6).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Atas instruksi saya, Walau belum ada instruksi dari WR 3 dan bagian mahasiswa yang melaporkan. Sambil menunggu dari bagian kemahasiswaan,&rdquo; sambung Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Respons turut datang dari unit kegiatan mahasiswa yang mendiami SC. Siti Rahma, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Yupa Unmul sempat mempertanyakan keseriusan birokrat kampus dalam pengelolaan SC.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sempat didatangi DPM terkait serap aspirasi SC. Kita diberikan WC tapi kita tidak diberikan air. SC jadi terlihat lebih jorok. Gimana mau bersih kalau enggak ada air?&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Rahma mengaku untuk buang air kecil mahasiswa harus menggunakan fasilitas kamar mandi fakultas lain. Ia merasa pembersihan selama pandemi sangat kurang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu sebelum pandemi kebersihan cukup diperhatikan. Setiap lantai ada yang bersihin. Sekarang kumuh banget. Kami melihatnya pihak yang melakukan pembersihan hanya di beberapa titik. Hanya untuk formalitas,&rdquo; ucap Rahma.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya kebersihan, Rahma turut menyoroti keamanan SC yang mengganggu akibat banyak aset milik lembaga dan unit kemahasiswaan yang dikabarkan raib. Dirinyaa merasa waspada dan tak nyaman kala melakukan aktivitas di SC.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah ngobrol ke kepala petugas kebersihan Unmul. Kami sampai sediakan tandon sendiri.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Rahma menyayangkan belum adanya gerakan konsolidasi oleh BEM terkait urgensi pemeliharaan gedung tersebut. Ia juga berkeinginan agar seluruh pihak dapat memprioritaskan permasalahan SC yang belum mendapatkan titik terang.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> pun turut menghubungi Menteri Lingkungan Hidup BEM KM Unmul, Fatur Rahman Subianto mengenai polemik SC.</p><p style="text-align: justify;">Fatur memaparkan jika ia bersama divisi yang dipimpinnya akan melaksanakan konsolidasi serta gerakan pembersihan SC.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perlu ada pembicaraan bersama seluruh UKM terkait hal ini. Tidak bisa didiamkan terus menerus,&rdquo; terang Fatur melalui WhatsApp, Senin (28/6).</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, dirinya mengatakan jika BEM KM telah menampung aspirasi setiap UKM. Kondisi SC menjadi salah satu prioritas utama. &ldquo;Setidaknya ada kerja sama antara birokrat dan mahasiswa,&rdquo; tukasnya. <strong><em>(</em></strong><strong><em>len/lyn/syl</em></strong><strong><em>/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Waspada dan Kenali Tanda-tanda Cyberbullying </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-dan-kenali-tanda-tanda-cyberbullying/baca </link>
<guid> waspada-dan-kenali-tanda-tanda-cyberbullying </guid>
<pubDate> Sun, 04 Jul 2021 10:41:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teknologi saat ini memperluas lingkup bullying menjadi lebih besar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/waspada-dan-kenali-tanda-tanda-cyberbullying/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m6HzmuEOr2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Waspada dan Kenali Tanda-tanda Cyberbullying</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Perundungan tak hanya terjadi di dunia nyata. Faktanya, teknologi saat ini memperluas lingkup <em>bullying</em> menjadi lebih besar. Baik media sosial (medsos) maupun platform digital lainnya berperan dalam kehadiran perundungan dunia maya yang lebih dikenal dengan nama <em>cyberbullying</em>. Dikutip dari <em>UNICEF</em>, <em>cyberbullying</em> sendiri adalah perilaku agresif yang dilakukan suatu kelompok atau individu secara berulang dari waktu ke waktu terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Perbedaan kekuatan atau kuasa antara pelaku dan korban menjadi salah satu faktor dalam tindakan tersebut. Dalam hal ini merujuk kepada persepsi atau anggapan terhadap kapasitas fisik dan mental. Implementasinya lantas terwujud dalam rasa takut, marah, hingga malu yang dirasakan oleh seseorang atau kelompok yang diserang.</p><p style="text-align: justify;">Jika menilik lebih dekat, perbuatan ini dapat terjadi bahkan dari hal yang paling sepele. Contohnya seperti melontarkan lelucon, atau candaan antara satu sama lain. Terutama di internet, terkadang sulit untuk membedakan apakah seseorang hanya sedang bercanda atau benar-benar berniat untuk menyakiti secara tidak langsung.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui apakah sedang terjadi <em>cyberbullying</em> pada seseorang, kamu perlu memperhatikan dan mengenali gejala yang mengarah kepada perundungan tersebut. Berikut <em>Sketsa</em> paparkan tanda-tanda yang dapat kamu amati dan telusuri.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Kewalahan</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam skema <em>bullying</em>, biasanya terdapat sikap intimidasi yang ditujukan kepada korban. Ketika hal tersebut terjadi, seseorang akan merasa tersudutkan juga tertekan karena adanya perbedaan kekuatan antara korban dan pelaku. Merujuk pada cara kerja internet, mereka yang terintimidasi sering kali merasa terkucil dan akhirnya memutuskan untuk membuat pesan-pesan pertolongan tersirat bahkan <em>deactive</em> dari medsos.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Tak Berdaya dan Terekspos Berlebihan</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalian pastinya tahu, jika sesuatu yang kontradiktif di masyarakat dapat menimbulkan ekspos yang tinggi atas sebuah isu? Ini juga berlaku di dunia maya. Ketika seseorang mendapatkan perundungan atas hal yang dianggap tidak sesuai dengan standar di internet, akan banyak perhatian yang tertuju pada korban. Sayang tak semua berwujud positif, bahkan sering kali diperparah dengan <em>statement</em> miring yang tidak benar. Terutama jika diserang melalui akun-akun anonim. Perlakuan tersebut dapat melemahkan korban dengan rasa tak berdaya dan intimidasi yang intens.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Marah</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa sih, yang senang di-<em>bully</em>? Selain menyebalkan, serangan intimidasi membuat seseorang merasa sendirian dan kehilangan teman di dunia maya. Perasaan marah lantas muncul sebagai respons dari perundungan tersebut. Tak jarang, korban menjadi reaktif dan turut membalas dengan metode yang sama pula dengan pelaku. Nyatanya, hal tersebut hanya akan membuat korban semakin lemah dan mudah untuk diserang.</p><p style="text-align: justify;"><b>4. Depresi</b></p><p style="text-align: justify;">Depresi terjadi ketika perundungan yang diberikan sudah tak dapat dikendalikan. Atas perasaan ditertawakan atau dilecehkan orang lain, membuat korban semakin menutup diri. Tak lagi sebatas kewalahan, mereka yang mengalami depresi atas <em>cyberbullying</em> dapat melakukan tindakan ekstrem jika tidak diawasi.</p><p style="text-align: justify;">Memang, tak semua tanda di atas dapat diamati begitu saja. Jika seseorang yang mengalaminya merupakan <em>mutual</em> dekat di internet atau teman bahkan kerabat di real life, tentu akan lebih mudah bagimu untuk membantu mereka menangani perundungan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tawarkan dukungan atau bantuan, tetapi jangan lupa untuk mendengarkan korban terlebih dahulu. Pahami perasaan mereka, sampaikan untuk tetap tenang dan memberikan ruang untuk berpikir lebih dingin. Kamu juga bisa membantu mereka untuk melakukan privasi akun atau memblokir akun pelaku <em>cyberbullying</em> agar lebih merasa aman. Melapor pada pihak berwajib atau meminta bantuan profesional lainnya juga sangat disarankan jika korban membutuhkannya.</p><p style="text-align: justify;">Apabila kamu menyaksikan seseorang tak dikenal menjadi sasaran <em>cyberbullying</em>, kamu dapat memberikan bantuan dengan respons atau <em>reply</em> yang dapat menguatkannya. Jika memang perlu, ajak teman-teman lain untuk menghentikan perundungan tersebut dengan melaporkan dan blokir akun sang <em>bully</em>. Yuk, jadikan internet sebagai tempat yang ramah dan aman bagi semua orang. (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Proses Adaptasi KKN 47 yang Dilaksanakan Semi Luring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-proses-adaptasi-kkn-47-yang-dilaksanakan-semi-luring/baca </link>
<guid> menilik-proses-adaptasi-kkn-47-yang-dilaksanakan-semi-luring </guid>
<pubDate> Sun, 04 Jul 2021 11:18:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pandemi menjajaki tahun kedua, dengan banyak adaptasi, Kuliah Kerja Nyata (KKN) 47 tahun ini dilaksanakan daring dan luring dengan catatan tetap menaati protokol kesehatan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-proses-adaptasi-kkn-47-yang-dilaksanakan-semi-luring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Cm8U1bsLGS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Proses Adaptasi KKN 47 yang Dilaksanakan Semi Luring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dengan banyak adaptasi, Kuliah Kerja Nyata (KKN) 47 tahun ini dilaksanakan daring dan luring dengan catatan tetap menaati protokol kesehatan. Setelah menghadapi keterlambatan pembagian Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), tepatnya (24/6) lalu mahasiswa KKN 47 mendapat kepastian dan dapat mencanangkan program kerja dengan berkoordinasi bersama DPL.</span><br></p><p style="text-align: justify;">KKN kali ini fokus pada luaran program kerja yang terukur, seperti contoh buku yang didaftarkan ISBN, Hak Cipta, atau merek dagang. Di tengah ketidakpastian angka Covid-19, mahasiswa wajib menyesuaikan dengan kondisi utamanya dalam memutuskan kegiatan daring dan luringnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, cerita datang dari KKN UMKM. Tiap kelompok mulai melakukan persiapan setelah menjalani minggu pertama KKN. Pada Senin (28/6), <em>Sketsa</em> melakukan wawancara kepada Agustina Sarah, mahasiswi Ilmu Komunikasi 2018 sebagai salah satu anggota kelompok KKN UMKM <em>crochet</em> atau rajut. Persiapan kelompok mereka dimulai dari survei lokasi usaha dan barang dagang seperti konektor hijab, <em>strap mask</em>, gantungan kunci, dan barang lainnya yang dijual. Tak hanya itu, mereka juga melakukan wawancara terkait dengan kendala yang dialami selama membangun usaha tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sarah, sapaan akrabnya. Ia menceritakan kendala yang dialami kelompoknya, seperti wilayah UMKM yang jauh dari tempat tinggal, serta aturan-aturan yang masih dianggap abu-abu dan dianggap cenderung seperti KKN desa. Meski demikian, koordinasi antara mahasiswa dengan Pendamping Lapangan (PL) diakuinya terjalin dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini kelompoknya sedang merancang program kerja dan memprioritaskan peningkatan kualitas UMKM sebagai program kerja kelompok. Melalui KKN UMKM ini, ia dan anggota lainnya berharap dapat mengembangkan usaha menengah yang ada di tengah masyarakat melalui implementasi strategi pemasaran digital.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, ini kami sebenarnya sudah juga mulai menuju action karena sebagian sudah mulai dilakukan begitu. Kalau dari strategi membantu UMKM-nya kami membantu dalam digitalisasi pemasarannya. Mulai dari memanfaatkan penggunaan media sosial, serta bagaimana cara membuat <em>caption</em> nih. Karena pemilik UMKM kebetulan agak kesulitan dalam membuat caption, membantu dalam pembuatan logo sampai <em>packaging</em>-nya,&rdquo; papar Sarah.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian pada program KKN IKN yang fokus ke dalam pemberdayaan desa dalam rangka implementasi Desa Tangguh Penyanggah Ibu Kota Negara. Persiapan juga mulai dilakukan oleh kelompok Maya Rohani yang merupakan mahasiswi Pembangunan Sosial 2018, salah satu anggota dari Kelompok IKN 17 yang melakukan KKN di Desa Tengin Baru, Sepaku. Saat diwawancara <em>Sketsa</em>, Selasa (29/6), diketahui persiapan di minggu pertama kelompoknya dimulai dengan mempersiapkan program kerja dan melakukan diskusi dengan pihak terkait di desa. Mereka juga telah mempersiapkan posko dan tugas-tugas dari KKN seperti struktur keanggotaan dan penyusunan jadwal untuk kunjungan ke pihak-pihak terkait di desa.</p><p style="text-align: justify;">Maya menjelaskan bahwa sejauh ini kelompok KKN mereka seringkali terkendala akibat adanya anggota yang berpartisipasi secara daring, karena hal itu akan menyulitkan kelompok dalam penyusunan rancangan kegiatan di lapangan. Selain itu, kendala yang dihadapi adalah kurangnya partisipasi masyarakat hingga menghambat perancangan program kerja. Meskipun demikian, koordinasi antara PL dengan kelompok KKN terjalin dengan baik terlihat dari bagaimana PL mendukung setiap hal yang dikerjakan oleh kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan pula bahwa yang menjadi prioritas kelompok mereka adalah <em>output</em> setelah dilaksanakannya KKN, seperti manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar karena kelompok IKN 17 sangat mengutamakan kolaborasi dari masyarakat. Kelompok mereka juga memiliki program kerja unggulan seperti budidaya perikanan dan pojok literasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada desa Tangguh budi daya perikanan itu untuk tema besar proker unggulan, dan ada pojok literasi. Untuk pojok literasi, luarannya berupa buku dan yang mintain itu dari anak-anak desa setempat, kayak anak-anak SD itu dia membuat cerita atau menulis cita-cita atau harapan kedepannya. Nanti, setelah itu hasilnya dibukukan. Kalau untuk desa Tangguh budidaya perikanan itu, kita luaran berupa tempat pariwisata dan juga berupa meningkatkan produk dari ikan lele, sebagai abon. Jadi luaranya itu produk tersebut,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>nop/vyl/rst/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tentukan Prioritas dengan Eisenhower Matrix </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tentukan-prioritas-dengan-eisenhower-matrix/baca </link>
<guid> tentukan-prioritas-dengan-eisenhower-matrix </guid>
<pubDate> Fri, 09 Jul 2021 10:00:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Eisenhower Matrix untuk menentukan skala prioritas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tentukan-prioritas-dengan-eisenhower-matrix/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M2AmfuQIbp.png" />
					</figure>
			                <h1>Tentukan Prioritas dengan Eisenhower Matrix</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pernah nggak sih, saking banyaknya hal yang perlu diselesaikan, kamu bingung harus mengerjakan apa terlebih dahulu? Ujung-ujungnya, kamu terjebak pada kondisi tidak menyelesaikan satu hal pun. Terlebih malah sibuk mengerjakan pekerjaan yang tidak mendesak dan mengabaikan pekerjaan yang penting dan mendesak. Hal ini tentu dapat mengganggu produktivitas kita, <em>loh</em>. Jangan khawatir, <em>Sketsa</em> punya solusi nih, buat kamu!</span><br></p><p style="text-align: justify;">Untuk membantu kita memilah pekerjaan mana yang harus segera kita selesaikan dan mana yang tidak, kita bisa menggunakan <em>eisenhower matrix</em>. Bukan tentang <em>shower</em> untuk mandi, <em>eisenhower matrix</em> merupakan bagan yang membantu kita mengelola pekerjaan. Caranya dengan membagi pekerjaan-pekerjaan itu ke dalam empat kategori berdasarkan seberapa penting dan mendesaknya pekerjaan tersebut. Empat kategori itu yaitu <em>do, plan, delegate</em>, dan <em>eliminate</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Penting dan Mendesak: Do</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika suatu pekerjaan bersifat penting dan perlu diselesaikan secepatnya, maka pekerjaan tersebut masuk dalam kategori <em>do</em> (lakukan). Tugas yang masuk dalam kategori ini harus segera kamu kerjakan dan selesaikan, ya! Contohnya tugas kuliah yang <em>deadline</em>nya 5 jam lagi. Tugas kuliah bersifat penting karena berdampak pada nilai kuliahmu dan mendesak karena harus selesai dalam waktu 5 jam.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Penting Namun Tidak Mendesak: Plan</strong></p><p style="text-align: justify;">Konten yang akan diunggah di media sosial komunitas seminggu lagi memang bersifat penting, namun tidak mendesak. Pekerjaan yang bersifat penting namun tidak perlu selesai secepatnya masuk dalam kuadran kedua <em>eisenhower matrix</em>, yaitu <em>plan</em> (rencanakan).</p><p style="text-align: justify;">Kamu harus menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan yang penting dan mendesak. Setelah itu, kamu bisa merencanakan kapan pekerjaan-pekerjaan yang penting namun tidak mendesak akan kamu kerjakan dan bagaimana kamu akan menyelesaikannya sebaik mungkin.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Tidak penting namun mendesak: Delegate</strong></p><p style="text-align: justify;">Kuadran ketiga dari <em>eisenhower matrix</em> adalah <em>delegate</em> (alihkan). Pekerjaan yang bersifat tidak penting namun mendesak, bisa kamu alihkan untuk dikerjakan oleh orang lain, terutama apabila sebenarnya pekerjaan itu merupakan prioritas seseorang yang dialihkan kepadamu.</p><p style="text-align: justify;">Misal, seorang teman memintamu mengajarinya bagaimana cara meyelesaikan tugas yang <em>deadline</em>nya 5 jam lagi tadi. Mengajari temanmu bukan merupakan sesuatu yang penting bagimu, namun sifatnya sama mendesaknya. Kamu bisa menolak secara halus permintaan temanmu atau merekomendasikan temanmu untuk meminta bantuan teman lainnya yang sudah menyelesaikan tugas tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Tidak penting dan tidak mendesak: Eliminate</strong></p><p style="text-align: justify;">Episode terbaru drama yang kamu ikuti sudah dirilis? Kamu tentu ingin segera menontonnya, namun kamu masih punya banyak pekerjaan yang masuk dalam kategori lainnya. Penting bagimu untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya yang lebih penting atau mendesak dan mengeliminasi pekerjaan yang masuk pada kuadran ini.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana, apakah kamu siap mengimplementasikan <em>eisenhower matrix</em> ini dalam kehidupanmu? (<strong><em>jen/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bercengkrama Dalam Perpaduan Rustic dan Hidangan Unik Bersama Hayyu Coffee and Bakery </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/bercengkrama-dalam-perpaduan-rustic-dan-hidangan-unik-bersama-hayyu-coffee-and-bakery/baca </link>
<guid> bercengkrama-dalam-perpaduan-rustic-dan-hidangan-unik-bersama-hayyu-coffee-and-bakery </guid>
<pubDate> Fri, 09 Jul 2021 11:10:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gerai kopi tak pelak menjadi perhentian yang nyaman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/bercengkrama-dalam-perpaduan-rustic-dan-hidangan-unik-bersama-hayyu-coffee-and-bakery/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c0KeyZKrOx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bercengkrama Dalam Perpaduan Rustic dan Hidangan Unik Bersama Hayyu Coffee and Bakery</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Ingar bingar perkotaan cukup membuat kita penat dalam beraktivitas. Mengambil jeda kala bekerja menjadi pilihan individu guna menyeimbangkan rutinitasnya. Gerai kopi tak pelak menjadi perhentian yang nyaman. Tak sebatas untuk menikmati kopi atau hidangan lainnya, pengunjung juga dapat merasakan suasana yang baru.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada Rabu (7/7) lalu, <em>Sketsa</em> berkesempatan untuk mengunjungi Hayyu Coffee and Bakery, sebuah kafe yang berlokasi di kawasan M. Yamin. Mengusung tagline &quot;<strong>Kopi Terbaik Hari Ini</strong>&quot;, kamu dapat mencicipi kenikmatan kopi buatan mereka yang diseduh secara langsung. Aroma biji kopi yang digiling, berpadu dengan wangi segar dari roti panggang. Ya, sangat menggugah selera.</p><p style="text-align: justify;">Tentu kami ingin menjelajah lebih dekat dengan tempat yang satu ini. Rasa ingin tahu kami lantas dilengkapi oleh pertemuan bersama Marius, barista sekaligus pengelola dari Hayyu Coffee and Bakery. Ia mengungkapkan jika Hayyu menyediakan 24 jenis olahan roti. Mereka pun tak berhenti pada varian yang ada dan selalu menciptakan kreasi menu baru.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya ialah kudapan Nanas Goreng yang memiliki tekstur renyah dan <em>juicy</em> di dalam. Perpaduan rasa asam dan manis, menjadikan hidangan tersebut segar dan unik. Pada olahan roti, <em>Blueberry Cream Cheese</em> menjadi primadona di antara pengunjung. Lembutnya roti dengan krim keju yang gurih dan <em>milky</em>, menjadi sajian penunda lapar yang lezat dinikmati bersama dengan Signature Hayyu, kopi khas dari kafe ini. Kombinasi espresso dengan sari jeruk, pastinya berbeda dari kopi pada umumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami selalu memanggang roti setiap hari, pada pagi dan sore hari. Selama PPKM Mikro, kami buka dari pukul 8 pagi hingga 10 malam. Semua mengikuti protokol kesehatan, jadi diutamakan <em>take away</em>. Namun bila ingin <em>dine in</em>, pengunjung harus menjaga jarak,&rdquo; tutur Marius.</p><p style="text-align: justify;">Bertempat di sekitar kawasan perguruan tinggi seperti Unmul, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Wicida serta Universitas Widya Gama, Marius menambahkan bahwa gerai tersebut akan segera membuka <em>co-working space</em> pada lantai dua serta <em>meeting room</em> yang dapat digunakan oleh mahasiswa ketika ingin mengerjakan tugas.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Terdapat promo (juga). Setiap pembelian akan mendapatkan kupon dengan minimum pembelian Rp25 ribu. Bila telah mengumpulkan 5 kupon, pada pembelian kelima gratis capuccino serta minuman base espresso lainnya,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Gerai yang resmi dibuka pada 5 November 2020 tersebut, cukup menarik animo pengunjung. Hayyu Coffee and Bakery juga dilengkapi dengan WiFi, Ruangan Merokok dan Ruangan Tidak Merokok pada lantai pertama serta pendingin ruangan. Konsep <em>rustic</em> dengan ornamen lampu hias yang mengilap dan berwarna kuning keemasan membangun suasana nyaman kala bersantap dan melakukan aktivitas lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Jangan khawatir untuk merogoh kocek yang dalam, karena hidangan yang tersedia dipatok mulai dari harga Rp15 ribu. Siapa yang sudah tertarik untuk mengunjungi? Dapatkan pengalamannya langsung di Hayyu Coffee and Bakery! (<strong><em>zar/syl/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perihal Distribusi Vaksin, Dosen AKK Unmul: Diprediksi Rampung Dalam Setahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perihal-distribusi-vaksin-dosen-akk-unmul-diprediksi-rampung-dalam-setahun/baca </link>
<guid> perihal-distribusi-vaksin-dosen-akk-unmul-diprediksi-rampung-dalam-setahun </guid>
<pubDate> Sat, 10 Jul 2021 10:56:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyebaran Vaksin di Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perihal-distribusi-vaksin-dosen-akk-unmul-diprediksi-rampung-dalam-setahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1cUkhnZf0a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perihal Distribusi Vaksin, Dosen AKK Unmul: Diprediksi Rampung Dalam Setahun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berdasarkan keterangan dari <em>World Health Organization</em> (WHO), sebanyak enam negara diketahui masih tidak memiliki akses vaksin yang cukup untuk memulai vaksinasi Covid-19. Secara global, ini menandakan bahwa pendistribusian vaksin memang belum sepenuhnya berjalan dengan baik.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Di tanah air, dosis pertama vaksin Covid-19 pertama kali diterima oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. Sejak pertengahan Januari 2021, Indonesia diketahui telah memulai pelaksanaan vaksinasi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>cnnindonesia.com</em>, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi memastikan bahwa program vaksinasi virus corona nasional telah sesuai. Meski pendistribusiannya terkesan &lsquo;jomplang&rsquo; atau tidak merata, ternyata hal ini telah melalui kajian dari pihak Kemenkes.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, seperti apa tanggapan dari civitas academica Unmul?</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> melalui panggilan WhatsApp pada Kamis (8/7) lalu, Ratno Adrianto yang merupakan dosen Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) menilai bahwa program vaksinasi di Indonesia sudah cukup merata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi secara proses sudah berjalan secara merata. Kalaupun ada yang belum dapat, tinggal menunggu giliran,&rdquo; ungkap Ratno.</p><p style="text-align: justify;">Terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlangsung 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang, Ratno beranggapan bahwa hal tersebut disebabkan oleh membludaknya antrean vaksin yang sempat terjadi beberapa hari terakhir. Pasalnya, dalam aturan tersebut diwajibkan untuk memiliki kartu vaksin Covid-19 bagi mereka yang akan melakukan perjalanan domestik.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya berharap, jangan sampai ada klaster baru pada saat menunggu giliran vaksin. Selain itu, ia juga berpesan kepada instansi kesehatan terkait agar memperketat protokol kesehatan. Ratno beranggapan bahwa perlu adanya penataan ulang sistem antrean agar tidak menimbulkan kerumunan.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, setidaknya sudah tiga negara yang telah memberikan bantuan Covid-19 kepada Indonesia. Di antaranya Jepang dengan 2,1 juta dosis vaksin AstraZeneca. Australia sendiri memberikan dana sebesar 77 juta dolar yang rencananya akan dialokasikan menjadi 10 juta dosis vaksin. Selain itu, bantuan 4 juta dosis vaksin Moderna juga datang dari Amerika Serikat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika pemerintah konsisten untuk membeli dan mendapatkan hibah dari beberapa negara sahabat, saya optimis dalam satu tahun ini distribusi vaksin sudah bisa mencakup seluruh rakyat Indonesia,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>vyn/nkh/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bisakah Tidurmu Sebentar Saja? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bisakah-tidurmu-sebentar-saja/baca </link>
<guid> bisakah-tidurmu-sebentar-saja </guid>
<pubDate> Sun, 11 Jul 2021 08:30:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi rindu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bisakah-tidurmu-sebentar-saja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tBomHW4y62.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bisakah Tidurmu Sebentar Saja?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku ingin seikhlas langit ketika ia menjadikan udara dingin hanya untuk melahirkan embun tanpa harus diketahui daun yang jatuh cinta kepadanya.</span></p><p style="text-align: justify;">Aku ingin seikhlas langit saat awan gelap menurunkan hujan tanpa menjanjikan pelanginya datang.</p><p style="text-align: justify;">Aku ingin seikhlas langit yang tetap mempersembahkan indahnya semburat senja sekalipun malam perlahan mengusir cahayanya.</p><p style="text-align: justify;">Aku ingin lebih ikhlas dari langit ketika ia mampu menerima apa pun ketentuan Tuhan, tanpa perlu banyak bertanya.</p><p style="text-align: justify;">Kepergian bukan tanpa alasan, itu terjadi karena sudah Tuhan tetapkan, Aku mulai belajar berdamai dengan hatiku agar tak besar egoku</p><p style="text-align: justify;">Sudahkah kau dapati paket rinduku?</p><p style="text-align: justify;">Yang selalu menyapamu kala matahari masih terpejam.</p><p style="text-align: justify;">Kukirim dengan balutan yang paling lembut</p><p style="text-align: justify;">Yang kusebut dengan nama panjangmu Jecyka Tri Putri Andiska.</p><p style="text-align: justify;">Rindu.</p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Ditulis oleh Kevin Geordy, mahasiswa Pendidikan Kimia, FKIP 2019</em></strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Prinsip Ikigai Sebagai Seni Menjalankan Hidup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-prinsip-ikigai-sebagai-seni-menjalankan-hidup/baca </link>
<guid> mengenal-prinsip-ikigai-sebagai-seni-menjalankan-hidup </guid>
<pubDate> Sun, 11 Jul 2021 10:55:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> prinsip Ikigai dinilai bisa kembali menyemangati mereka dalam menjalani hidup </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-prinsip-ikigai-sebagai-seni-menjalankan-hidup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qe35ykfsD5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Prinsip Ikigai Sebagai Seni Menjalankan Hidup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kemalasan tentu tidak baik untuk produktivitas sebagai anak muda. Bagi sebagian orang, prinsip <em>Ikigai</em> dinilai bisa kembali menyemangati mereka dalam menjalani hidup. Lantas, apa itu prinsip <em>Ikigai</em>?</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Ikigai</em> merupakan istilah dari bahasa Jepang, yaitu <em>iki</em> dan <em>gai</em>. <em>Iki</em> berarti kehidupan dan <em>gai</em> berarti nilai. Istilah ini menggambarkan nilai atau makna kehidupan. Prinsip ini menjadi sebuah kunci untuk kehidupan yang lebih bermakna, bermanfaat, dan seimbang.</p><p style="text-align: justify;">Dapat disimpulkan bahwa <em>Ikigai</em> merupakan nilai hidup yang akan memberikan semangat serta tujuan untuk menjalani hari. <em>Ikigai</em> akan mendorong untuk lebih menghargai hidup, mengetahui arah dan tujuan yang diinginkan.</p><p style="text-align: justify;">Prinsip ini akan menjadi alasan seseorang bangun di pagi hari dan tahu apa yang akan diperjuangkan. Sesederhana itu untuk memahami prinsip ini. Dengan begitu, seseorang akan terus memiliki harapan dan akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Akan banyak manfaat yang diperoleh dengan menerapkan prinsip <em>ikigai</em>. Meningkatnya motivasi dalam mengerjakan suatu hal, serta produktivitas yang meningkat akan berdampak baik pada pekerjaan yang dilakukan, dan membuat seseorang memiliki etos kerja yang baik. Prinsip ini berdampak baik pula pada kesehatan mental dan fisik, salah satunya adalah mengurangi risiko stres. Tetapi, bagaimana menemukan <em>Ikigai</em> dalam hidup?</p><p style="text-align: justify;">Untuk menemukan <em>Ikigai</em>, tentunya kita perlu mengenali diri sendiri secara mendalam. Untuk itu, prinsip ini memperkenalkan diagram <em>venn</em> yang berisi irisan-irisan yaitu <em>Passion</em>, <em>Mission</em>, <em>Vocation</em>, dan <em>Profession</em> serta empat aspek yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri. Berikut penjelasannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang kita sukai?</strong></p><p style="text-align: justify;">Mendapatkan <em>ikigai</em> dapat diawali dengan menemukan <em>passion</em>. Cari tau hal yang membuatmu bahagia, saat kamu melakukannya waktu terasa sangat cepat berlalu karena kamu sangat menikmati aktivitas tersebut. Dengan <em>passion</em>, akan muncul dorongan dari dalam diri, antusias, dan gairah yang akan menimbulkan perasaan bahagia saat melakukan sesuatu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa keahlian yang dikuasai dengan baik?</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk menentukan <em>passion</em>, tidak hanya mempertimbangkan apa yang kita sukai, namun juga keahlian yang dimiliki. Terkadang, seseorang tidak menyadari keahlian yang sebenarnya ia kuasai dengan baik. Untuk mengetahui hal ini, carilah pendapat atau penilaian orang lain terkait dengan hasil karyamu. Apabila mendapat pujian dan respon positif, bisa jadi itulah passion kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang dibutuhkan dunia atau bermanfaat untuk orang banyak?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kita perlu melihat sesuatu dari luar diri kita yang dibutuhkan oleh orang lain, ataupun dunia. Melakukan hal yang bermanfaat dan dipadukan dengan hal yang disukai, maka diartikan dalam irisan <em>ikigai</em> sebagai <em>Mission</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang bisa jadi sumber penghasilan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, pertimbangkan apa sesuatu yang memberimu penghasilan memadai, apakah hal yang tidak kamu sukai? Dalam irisan <em>ikigai</em>, apabila mengerjakan hal yang dikuasai dan dibayar untuk itu, maka disebut dengan <em>Profession</em>. Lalu, jika mengerjakan hal yang tidak disukai namun bermanfaat bagi banyak orang dan dibayar, maka disebut dengan <em>Vocation</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ketika keempat aspek ini sudah seimbang dan saling melengkapi, hal yang paling berat selanjutnya adalah berada pada jalan yang sesuai dengan <em>ikigai</em> kita. Untuk itu, mulailah lakukan perubahan dengan hal-hal kecil.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itulah nilai hidup dan makna yang bisa diterapkan dari prinsip <em>Ikigai</em>. Bagaimana denganmu, tertarik menguliknya lebih lanjut? (<strong><em>rst/jhr/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Diberi Ruang Berpendapat, Suara Mahasiswa Bagai Dibelenggu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-diberi-ruang-berpendapat-suara-mahasiswa-bagai-dibelenggu/baca </link>
<guid> tak-diberi-ruang-berpendapat-suara-mahasiswa-bagai-dibelenggu </guid>
<pubDate> Mon, 12 Jul 2021 11:23:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagaimana keadaan Indonesia khususnya kebebasan dalam menyampaikan kritik, dan menilik bagaimana hegemoni membelenggu kebebasan berpendapat mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-diberi-ruang-berpendapat-suara-mahasiswa-bagai-dibelenggu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OKh04Dohyn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Diberi Ruang Berpendapat, Suara Mahasiswa Bagai Dibelenggu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Aspirasi-aspirasi di berbagai kanal media sosial kian menjamur. Akhir-akhir ini misalnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menghebohkan dunia maya lantaran menyuarakan kritik terhadap Presiden Joko Widodo. Lembaga mahasiswa itu mengunggah sebuah gambar di Instagram @bemui_official dengan tajuk konten &ldquo;<strong>Jokowi: The King of Lip Service</strong>&rdquo;.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Unggahan pada (26/6) lalu itu memamerkan foto Presiden Joko Widodo memakai jas dan mahkota di kepala. Lantas menjadi viral di media sosial dan menuai banyak kritikan. Mulai dari dukungan atas penyampaian kritik maupun ancaman yang menghujani kolom komentar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sederet orang dari berbagai kalangan yang kontra pun menganggap tindakan mahasiswa ini melanggar aturan berkritik dan berpendapat, serta dapat dikenakan pasal UU ITE. Di sisi lain hadir anggapan bahwa mereka hanya berusaha memaparkan bagaimana keadaan Indonesia khususnya kebebasan dalam menyampaikan kritik, dan menilik bagaimana hegemoni membelenggu kebebasan berpendapat mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> Senin (5/6), Herdiansyah Hamzah yang merupakan Dosen Fakultas Hukum (FH) ini pun turut menyampaikan pendapatnya. Baginya isu mengenai gelar The King of Lip Service yang diberikan kepada Presiden itu mempunyai dasar atau gagasan yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pikir yang dilakukan oleh BEM UI soal <em>tagline</em> Jokowi: The King of Lip Service adalah hal yang biasa saja. Karena habitatnya mahasiswa itu ya kritis, persoalan itu bahwa melanggar aturan atau tidak, itu kan omongan birokrasi UI,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga yakin tindakan yang dilakukan BEM UI itu merupakan upaya membuka kebebasan berpendapat yang dijamin oleh Undang-Undang dan negara, termasuk demokrasi kampus. Namun, hal itu harus memastikan hak konstitusional itu terpenuhi dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat rekam jejak birokrasi kampus, malah birokrasi kampus itu seharusnya mendukung demokrasi kampus. Jadi, dasar apalagi jika bukan pembungkaman, dan ada relasinya dengan para intelektual kampus atau intelektual kambingnya. Apalagi memanggil mahasiswa di hari minggu untuk menurunkan tagline itu,&rdquo; jelas Herdi.</p><p style="text-align: justify;">Herdi juga beranggapan bila ada birokrat atau pejabat yang melaporkan kasus seperti ini, itu menandakan ada indikasi mereka tidak memahami <em>critical thinking</em> ataupun <em>hate</em><em>&nbsp;speech</em>. Selain itu, mereka seakan-akan buta dan tuli dengan tugas dan tanggung jawabnya, lantaran hal itu sebuah konsekuensi seorang pejabat yang harus siap dikritik.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menekankan bahwa tak sepatutnya masalah ini dijadikan delik pencemaran nama baik dalam UU ITE. Sehingga, perlu adanya perubahan atau revisi dalam UU ITE, terutama mengenai pasal-pasal karet. Ini juga berhubungan dengan situasi demokrasi Indonesia yang dibuktikan dengan indeks demokrasi Indonesia yang menurun.</p><p style="text-align: justify;">Penurunan indeks demokrasi Indonesia yang menurun dinilai berkaitan dengan persoalan dalam pemahaman mengenai <em>hate speech</em> atau <em>critical thinking</em>. Tak hanya itu, aturan multitafsir dalam UU ITE juga berpengaruh terutama pada pasal-pasal karet yang berakhir dengan menghambat kebebasan sipil.<br></p><p style="text-align: justify;">Menurut Herdi, sudah ada payung hukum yang jelas dan mendasar bagi mahasiswa agar bebas menyatakan pendapatnya. &quot;Konstitusi pasal 28 ayat 3 itu hakiki untuk melindungi mahasiswa atau warga sipil dalam kebebasan berpendapat,&quot; tuturnya.<br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Batasan dalam kebebasan berpendapat dalam kacamata hukum ada dua yakni, kebebasan dalam pikiran dan tindakan. Sepanjang tidak memukul itu tidak masalah sebenarnya, dan delik dalam bidangnya itu tidak sampai memukul atau menyentuh . Tetapi jika ekspresinya dalam bentuk pikiran, pendapat atau gagasan, kecuali sudah menyentuh ranah pribadinya,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kisah Senada Pembungkaman Suara Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika menyandingkan kasus ini dengan lingkungan Unmul, hal ini pernah dialami beberapa mahasiswa. Di antara mahasiswa tersebut salah satunya ialah Wakil Gubernur BEM Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Ahmad Fikrianto. Dirinya pernah mendapatkan ancaman hingga peretasan akun media sosial miliknya. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-i-mahasiswa-alami-peretasan-dan-ancaman/baca)">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-aksi-kaltim-selamatkan-kpk-jilid-i-mahasiswa-alami-peretasan-dan-ancaman/baca)</a></p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya kepada dirinya, ancaman tersebut juga turut dirasakan orang tua Fikrianto. Kedua orang tuanya mendapatkan panggilan secara berulang dari orang yang tidak dikenalnya, dan mengancam postingan-postingan kritiknya di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orang tua saya ditelepon terus, disampaikan bahwa anaknya harus menghapus postingan-postingan tersebut. Jadi segala hal yang berbau dengan aksi media kami disuruh hapus dari pihak yang meretas ini,&rdquo; ujar Fikrianto pada awak <em>Sketsa</em>, Senin (5/7).</p><p style="text-align: justify;">Bentuk pembungkaman mahasiswa yang berujung ancaman seperti ini sudah jelas dapat mengganggu kegiatan pribadi korbannya. Fikrianto hanya berusaha mencari pelaku secara mandiri, lantaran jika melalui jalur hukum menurutnya tidak perlu dilakukan karena masih dibatas yang masih bisa dirinya kendalikan. Meski begitu, apabila ada tindakan yang mengganggu kenyamanan pribadi atau keluarganya, ia tak segan untuk menempuh jalur hukum untuk mengawal hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dilontarkan pertanyaan mengenai bagaimana kebebasan serta keleluasaan bersuara dan berpendapat dalam ranah mahasiswa, ia menjawab bahwa hal itu merupakan hak warga negara untuk bebas bersuara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini adalah bentuk dari pemotongan hak kita sebagai seorang manusia karena sudah termaktub pada Undang-Undang No. 39 tahun 1999 pasal 23 ayat 2 itu setiap orang itu berhak untuk menyebarluaskan, mempublikasikan pendapatnya dengan tetap memperhatikan nilai-nilai yang tercantum pada undang-undang tersebut,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, orang yang kemudian membungkam suara rakyat yang tidak hanya di ranah kampus ketika ada yang membatasi suara mahasiswa. Namun, mungkin orang lain yang dengan sengaja untuk membungkam suara-suara mereka. Maka mereka telah melanggar undang-undang tersebut. Pada dasarnya semua orang memiliki hak yang sama sebagai seorang manusia.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah seharusnya dapat menindak tegas orang-orang yang melakukan pembungkaman. Tak hanya itu, sebagai mahasiswa dirinya tetap harus terus menyampaikan aspirasi, tetap harus menjaga daya kritis, dan mengkritik atas setiap permasalahan yang terjadi selama tidak melanggar nilai-nilai yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, jika masih ada bentuk-bentuk pembungkaman, mahasiswa sepatutnya lebih lantang menggaungkan suara dan dukungan terhadap pergerakan yang sama di muka umum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maka ketika kita menemui ada orang-orang, ada oknum seperti itu kita harus lebih lantang lagi. Maka kita harus semakin bersolidaritas dan bersuara kembali atas setiap permasalahan yang terjadi,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>fzn/syl/str/lyn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dari Produksi Pengetahuan Hingga Kebijakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dari-produksi-pengetahuan-hingga-kebijakan/baca </link>
<guid> dari-produksi-pengetahuan-hingga-kebijakan </guid>
<pubDate> Tue, 13 Jul 2021 08:40:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus, parlemen, dan pemerintah adalah tiga institusi penting dalam menentukan arah, tujuan, dan pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dari-produksi-pengetahuan-hingga-kebijakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iPPlTFLcQe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dari Produksi Pengetahuan Hingga Kebijakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kampus memproduksi pengetahuan, parlemen memproduksi aturan, pemerintah memproduksi kebijakan. Disadari atau tidak, ketiganya adalah tiga mata rantai menentukan dalam kehidupan di masyarakat.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kampus, parlemen, dan pemerintah adalah tiga institusi penting dalam menentukan arah, tujuan, dan pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ke mana arah kehidupan berbangsa dan bernegara, sedikit banyaknya ditentukan oleh ketiga institusi ini.</p><p style="text-align: justify;">Kerja sama ketiga institusi ini sangat menentukan. Produksi pengetahuan, aturan dan kebijakan ditentukan oleh ketiganya. Bahkan, persekongkolan ketiganya pun juga membahayakan. Sebuah kebijakan oleh pemerintah yang ingin diloloskan, bisa saja dibuatkan aturan oleh parlemen dan dibenarkan secara ilmu pengetahuan oleh kampus.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya, kebijakan akan berbuah kontroversi dan atau bertentangan dengan kemaslahatan orang banyak. Di belakang persoalan, yaang jelas aspek formalnya lolos dulu. Ada &quot;kesepakatan&quot; melalui aturan dan ada &quot;pembenaran&quot; oleh ilmu pengetahuan dari kampus. Sah.</p><p style="text-align: justify;">Sebut misalnya, sebuah aturan mengenai pendidikan tinggi. Justifikasi moral filosofis, argumen ilmu pengetahuan hingga menjadi aturan dan mewujud ke kebijakan adalah sebuah perjalanan panjang. Perdebatan di tataran ilmu pengetahuan panjang sekali. Hanya saja, yang menentukan adalah kekuasaan, pemerintah dan parlemen tentunya. Mazhab dan orientasi pengetahuan apa yang ingin dipakai: konservatif, liberal atau kritis? Atau ada kombinasi dari ketiganya?</p><p style="text-align: justify;">Dalam konteks ini, produksi pengetahuan tidak boleh tidak dianggap sebagai hal yang politis. Produk pengetahuan yang dihasilkan, terutama yang berkenaan dengan aturan dan kebijakan pada umumnya adalah sepaket. Sebuah kebijakan ekonomi dan pendidikan misalnya, membutuhkan aturan untuk menjalankannya. Sementara itu, sebuah aturan paling tidak membutuhkan backing atau landasan pengetahuan minimal berupa naskah akademik.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dalam ranah akademik, perdebatan teoritik dan filosofis tak berkesudahan. Lantas filsafat, paradigma, teori dan pendekatan mana yang digunakan pada naskah akademik aturan tersebut? Apakah berupa pesanan dari pembuat aturan atau empunya (calon) kebijakan? Perlu diperiksa baik-baik untuk membuktikannya. Yang jelas, harus dipilih dari sekian banyak pilihan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan begitu, berarti apakah ilmu pengetahuan bukanlah hal yang netral dan bebas nilai? Memang.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada ilmu pengetahuan yang bersifat netral dan bebas nilai, sesungguhnya. &quot;Ilmu pengetahuan memiliki kepentingannya sendiri,&quot; kata Jurgen Habermas dalam karyanya, <em>Knowledge and Human Interest</em>. Selalu ada kepentingan manusia pada setiap ilmu pengetahuan. Disadari atau tidak, disengaja atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Habermas membagi tiga jenis ilmu pengetahuan, berikut kepentingan atau agendanya. Pertama, ilmu-ilmu alam. Kedua, ilmu-ilmu sosial (masyarakat). Ketiga, humaniora atau ilmu-ilmu budaya.</p><p style="text-align: justify;">Jenis ilmu pengetahuan pertama bersifat positivis. Jenis kedua bersifat konstruktifis dan yang ketiga bersifat kritis. Kepentingan yang pertama adalah regulatoris, keteraturan. Kepentingan yang kedua adalah agenda eksplanatoris, yaitu menjelaskan konstruksi masyarakat. Lantas yang terakhir adalah agenda emansipatoris, yakni membebaskan keterkungkungan manusia.</p><p style="text-align: justify;">Dari ketiga paradigma pengetahuan di atas, maka dapat mencerminkan aturan dan kebijakan yang dihasilkan. Ke mana arah suatu aturan dan kebijakan, dapat dilihat dari paradigma pengetahuan apa yang digunakan. Kepentingan di baliknya dapat dibaca. Untuk mengatur, menjelaskan, atau membebaskan?</p><p style="text-align: justify;">Dari uraian Habermas di atas, pahamlah kita bahwa <em>interest</em> atau kepentingan selalu menyertai hadirnya ilmu pengetahuan.</p><p style="text-align: justify;">Ilmu-ilmu alam dengan paradigma positivismenya memang dihadirkan untuk menciptakan kepastian dan keteraturan. Sementara itu, ilmu-ilmu sosial dengan paradigma konstruktivismenya tercipta untuk mengurai dan menjelaskan bagaimana sebuah tatanan sosial masyarakat tercipta. Sedangkan, humaniora dengan paradigma kritisnya hadir untuk membebaskan manusia dari keterkekangan.</p><p style="text-align: justify;">Keterkekangan manusia dinilai oleh para ilmuwan kritis adalah hasil dari pencerahan yang terlalu menonjolkan positivisme ilmu-ilmu alam di segala bidang pengetahuan. Dengan kata lain, kekangan ilmu pengetahuan yang bersifat saintifik ini adalah hasil dari beroperasinya paradigma dan metode ilmu-ilmu alam atau sains di ranah ilmu sosial dan humaniora. Termasuk pula di bidang ilmu hukum yang menghasilkan aturan dan bidang sosial politik yang menghasilkan kebijakan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nasrullah, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Marak Unggahan Kritik Atas Pemerintah: Bagian Dari Critical Thinking atau Hate Speech? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/marak-unggahan-kritik-atas-pemerintah-bagian-dari-critical-thinking-atau-hate-speech/baca </link>
<guid> marak-unggahan-kritik-atas-pemerintah-bagian-dari-critical-thinking-atau-hate-speech </guid>
<pubDate> Tue, 13 Jul 2021 11:51:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kejadian ini dapat mengaburkan batas antara sesuatu yang bisa dianggap sebagai critical thinking atau ditindak sebagai hate speech </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/marak-unggahan-kritik-atas-pemerintah-bagian-dari-critical-thinking-atau-hate-speech/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AsUUtSwXbj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Marak Unggahan Kritik Atas Pemerintah: Bagian Dari Critical Thinking atau Hate Speech?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Umum diketahui jika mahasiswa memiliki tiga peran penting. Salah satunya ialah peran sebagai kontrol sosial. Dalam melaksanakan peran tersebut, mahasiswa sering kali melakukan aksi di jalan atau memberikan kritik terhadap pemerintah melalui media <em>online</em>. Hal tersebut dilakukan atas nama demokrasi serta memanfaatkan ruang kebebasan dalam berpendapat.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) pada Sabtu (26/6) lalu melalui postingan &lsquo;<em style="">Jokowi: The King Of Lip Service</em>&rsquo;. Mereka mengungkap adanya ketidaksesuaian antara pernyataan Presiden Joko Widodo dengan fakta di lapangan. Postingan tersebut juga disertai dengan desain yang menuai kontroversi, sebab pada halaman depan postingan tersebut memperlihatkan Presiden Jokowi yang sedang berdiri di sebuah mimbar dan mengenakan tahta raja berlatar belakang bibir.</p><p style="text-align: justify;">Menyusul tindakan tersebut, beberapa universitas kemudian mengunggah postingan dengan kritik serupa. Dimulai dari Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan &ldquo;<em>Penobatan Jokowi Sebagai Duta Ketidaksesuaian Omongan dan Tindakan</em>&quot;, BEM Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan &quot;<em>Indonesian Political Troll</em>&quot; hingga rilisnya unggahan BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul dengan judul &quot;<em>Jokowi and The Gang: Rezim Of Paradox</em>&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun perihal di atas telah menyatakan maksud dan tujuan serta literatur yang mendukung, tak semua orang merasa sepakat atau satu suara. Mulai dari anggapan jika mahasiswa kelewat kurang ajar dan tidak sopan sampai pembungkaman melalui surat pemanggilan dan peretasan akun media sosial. Kejadian ini dapat mengaburkan batas antara sesuatu yang bisa dianggap sebagai <em>critical thinking</em> atau ditindak sebagai <em>hate speech</em>. Bagaimana tanggapan civitas academica Unmul terkait hal tersebut?</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan sudut pandang komunikasi strategis, Ainun Ni&rsquo;Matu selaku dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unmul menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh BEM UI tidak memiliki tujuan yang jelas. Dirinya menyebut, apabila sebuah postingan diunggah ke media sosial maka perlu sebuah <em>outcome</em> yang jelas. Jika tidak, maka unggahan tersebut hanya akan menjadi viral untuk sesaat. Tetapi, ia menegaskan jika terdapat perbedaan penting dan mendasar antara <em>critical thinking</em> dan <em>hate speech.</em></p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Critical thinking</em> menyusun argumen setelah melakukan kajian ke banyak sumber yang kredibel, melakukan analisis, lalu membuat abstraksi kemudian sampailah pada kesimpulan. Sementara hate speech umumnya bersifat asumsi, artinya mungkin tidak didasari sumber kredibel atau murni pandangan subjektif yang bertujuan mengkerdilkan pihak lain,&quot; paparnya kepada <em>Sketsa</em>, Senin (12/7).</p><p style="text-align: justify;">Dalam menyampaikan sebuah kritik, Ainun menjelaskan bahwa komunikator harus memiliki <em>bargaining position</em> yang kuat terhadap konteks yang hendak disampaikan. Alangkah lebih baik, jika gerakan tersebut adalah hasil aliansi dari seluruh BEM di Indonesia. Kemudian, pesan yang disampaikan sebaiknya tidak menyerang hanya seorang figur karena dalam pemerintahan banyak pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Lalu, <em>outcome</em> dari sebuah kritik haruslah jelas agar tak hanya mengejar atensi masyarakat hingga viral kemudian menghilang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pesan yang disampaikan baiknya cerdas, tidak menyerang figur, karena pemerintahan dijalankan bukan oleh (satu) figur tapi banyak pihak terkait dan banyak pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan. Bisa jadi, figurnya memang berkehendak A, tapi realisasi dengan pertimbangan banyak hal jadi gak bisa A. Menyerang figur mungkin menarik orang untuk terlibat dalam diskusi tapi esensinya justru bias,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pendapat lainnya datang dari Iksan Nopardi, mahasiswa Psikologi 2018 sekaligus Presiden BEM FISIP Unmul yang menyatakan bahwa dirinya bersikap pro terhadap unggahan BEM UI karena terkait dengan kritik terhadap kerja-kerja Presiden Jokowi selama dua periode.</p><p style="text-align: justify;">Sikap tersebut dapat terlihat dari postingan di Instagram BEM FISIP Unmul teranyar, &ldquo;Jokowi and The Gang: Rezim Of Paradox&rdquo;. Di mana menurut Iksan, postingan tersebut memiliki tujuan yang sama dengan BEM UI. Yakni untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik, pemerintahan yang mengedepankan masyarakat dan menjamin hak-hak kebebasan berekspresi dan berpendapat sesuai amanat konstitusi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Justru, ketika ada pihak yang kontra harus dipertanyakan. Apa dasarnya mengatakan kontra? Tentu ada dua kemungkinan. Orang-orang terdekat Jokowi atau buzzer yang membuat narasi tandingan dan cenderung sentimen pribadi serta pembunuhan karakter,&rdquo; ujarnya, Senin (12/7).</p><p style="text-align: justify;">Dikatakan olehnya, kritik dari BEM UI sendiri tidak mengandung ujaran kebencian atau <em>hate speech</em> karena tidak ada unsur pencemaran Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) serta terdapat fakta dan data yang dilampirkan berdasarkan referensi media yang terpercaya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Iksan, kritik ini bukan sebuah bentuk penghinaan atas simbol negara. Karena berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 24 Tahun 2009, simbol negara Indonesia mencakup bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan Indonesia dan bukan presiden.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bentuk infografis tersebut juga dianggap bukan bagian dari ungkapan kebencian terhadap presiden. Seharusnya, publik lebih fokus pada permasalahan yang diungkap dalam postingan tersebut,&quot; tukasnya. (<strong><em>bey/vyl/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rencana Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unmul, WR IV: Doakan Cepat Prosesnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pembangunan-rumah-sakit-pendidikan-unmul-wr-iv-doakan-cepat-prosesnya/baca </link>
<guid> rencana-pembangunan-rumah-sakit-pendidikan-unmul-wr-iv-doakan-cepat-prosesnya </guid>
<pubDate> Wed, 14 Jul 2021 10:44:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wacana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pembangunan-rumah-sakit-pendidikan-unmul-wr-iv-doakan-cepat-prosesnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dJ32n3JHvm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rencana Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unmul, WR IV: Doakan Cepat Prosesnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sekitar akhir Juni lalu, sebuah foto yang memperlihatkan beberapa petinggi kampus di depan spanduk bertuliskan &ldquo;<em>MOHON &nbsp;DOA RESTU DAN DUKUNGAN, PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNIVERSITAS &nbsp;MULAWARMAN</em>&rdquo; tersebar di media sosial seperti WhatsApp dan Instagram. Hal ini lantas mengejutkan beberapa pihak lantaran Fakultas Ilmu Budaya (FIB) baru saja beralih ke Kampus Gunung Kelua secara keseluruhan. Tak sedikit pula yang mengapresiasi rencana pembangunan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> kemudian menghubungi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf untuk meminta keterangan lebih lanjut. Ia menjelaskan, Unmul memang telah memiliki wacana untuk membuat sebuah rumah sakit pendidikan. Salah satu alternatif lokasinya yakni berada di Jalan Flores yang dulunya merupakan kampus FIB. Meskipun, diakuinya bahwa Gunung Kelua turut menjadi opsi lokasi.</p><p style="text-align: justify;">Selain menjadi alternatif, pihak Unmul juga telah memiliki sertifikat tanah pada lahan di Kampus Flores. &ldquo;Misalkan, untuk mendapat pendanaan kan harus ada tanah sendiri. Gak bisa tanah orang lain. Kalau yang di (kampus) Pahlawan kan belum punya sertifikat (jadi tidak bisa),&rdquo; terangnya kepada kami, Jumat (9/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bohari menuturkan, sudah seharusnya Unmul memiliki rumah sakit terutama untuk menunjang praktik mahasiswa Kedokteran. &ldquo;Harusnya dari dulu, ya. Masa dua puluh tahun kedokteran tidak ada rumah sakit. Universitas lainnya kan sudah punya, Unmul belum punya sama sekali. Jadi harus punya, lah,&rdquo; sambungnya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perencanaan ini pun masih berada di tahap awal. Ia menyebut jika proses yang dijalani masih sangat panjang. Hal tersebut berkaitan dengan pendanaan dan proposal pembangunan yang harus disusun dan diajukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Uangnya aja belum jelas dari mana. Ini kan baru proposal awal, gitu. Perencanaannya kemarin baru mau dibikin. Jadi ini sangat awal, ya. Kalaupun jadi, (masih) beberapa tahun ke depan lagi. Doakan saja cepat prosesnya,&rdquo; pungkas Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Kami pun turut meminta pendapat mahasiswa Kedokteran mengenai kabar pembangunan ini. Salah satunya dari Aegirine Rafilah Dah, mahasiswa Kedokteran 2018 yang sempat kami hubungi pada Selasa (6/7) lalu. Ia sendiri mengetahui informasi tersebut dari bincang-bincang dan unggahan salah satu dokter yang mengajar di kelasnya. Aegirine mengaku jika merasa antusias akan rencana tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena selama ini kami belum punya rumah sakit pendidikan sendiri, masih (menumpang) di RSUD AWS, sehingga semua kegiatan kita tak hanya berdasarkan kebijakan kampus, tapi juga kebijakan dari RS tersebut. Dengan dibangunnya rumah sakit pendidikan sendiri, mahasiswa FK bisa lebih leluasa dan dapat memanfaatkan seluruh fasilitas dengan mudah,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kendala yang dihadapi selama melaksanakan praktik di RSUD, ia menjelaskan jika tak ada kesulitan yang dihadapi olehnya sejauh ini sebab para dosen selalu memfasilitasi dengan baik. Ia lebih antusias akan pembangunan rumah sakit pendidikan karena dirinya yakin mahasiswa akan lebih fokus. Bahkan dapat melaksanakan perkuliahan di luar kelas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga cepat selesai pembangunannya dan fasilitas yang ada bisa semaksimal mungkin menunjag proses belajar mahasiswa FK,&rdquo; tutup Aegirine.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pihak birokrasi FK tidak memberikan tanggapan mengenai pembangunan rumah sakit pendidikan tersebut. <strong><i>(syl/nkh/nop/len)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Isu Pemindahan FIB Unmul, Dekan FIB: Bukan Karena Rumah Sakit Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-pemindahan-fib-unmul-dekan-fib-bukan-karena-rumah-sakit-pendidikan/baca </link>
<guid> isu-pemindahan-fib-unmul-dekan-fib-bukan-karena-rumah-sakit-pendidikan </guid>
<pubDate> Wed, 14 Jul 2021 10:48:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemindahan FIB Unmul ke Kampus Gunung Kelua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-pemindahan-fib-unmul-dekan-fib-bukan-karena-rumah-sakit-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tel8OA9SHd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Isu Pemindahan FIB Unmul, Dekan FIB: Bukan Karena Rumah Sakit Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kabar mengenai pengalihan fungsi gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul yang berada di Jalan Flores sempat menjadi perbincangan. Hal ini bermula dari beredarnya foto beberapa petinggi kampus dengan spanduk yang meminta doa dan restu akan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unmul. Foto tersebut pun menuai spekulasi jika pemindahan FIB ke Kampus Gunung Kelua berkaitan dengan pembangunan ini.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi isu yang ada, Masrur Yahya selaku Dekan FIB mengaku jika pihaknya belum mendengar kabar pembangunan tersebut. Namun, ia membantah kabar yang menyebut bahwa pemindahan kampusnya berkaitan dengan rencana pembangunan rumah sakit ini. Dirinya justru senang, sebab Unmul berniat untuk memiliki rumah sakit pendidikan sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya senang mendengar kabar ini, karena Unmul punya Fakultas Kedokteran (FK) sudah lama namun belum punya RSP. Seharusnya universitas yang punya FK itu harus memiliki RSP. Jadi kalau berita ini benar, saya senang mendengarnya. Saya harap, mahasiswa juga senang mendengar berita ini.&rdquo; tuturnya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (8/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pemindahan kampus FIB sendiri dilakukan secara bertahap hingga seluruh program studi kini bergabung di Gunung Kelua. Masrur mengungkapkan jika mereka memanfaatkan Gedung Pascasarjana Kehutanan Unmul yang saat ini tidak digunakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kondisi gedung tersebut juga masih baik dan cukup untuk menampung semua mahasiswa FIB yang terdiri dari 3 prodi ini. Namun, memang diperlukan beberapa perbaikan terhadap gedung tersebut. Sehingga belum bisa dilakukan kepindahan secara total,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Keadaan ini tak luput dari perhatian mahasiswa FIB juga. Mereka tentu memiliki pendapat tersendiri mengenai fasilitas yang tersedia di kampus utama. Muhammad Atthariq, mahasiswa Sastra Inggris 2017 ini mengatakan jika pemindahan kampus memiliki plus dan minusnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagusnya, mahasiswa di Flores tak perlu bolak-balik lagi untuk mengurus urusan akademik. Tapi kalau melihat ke belakang, sudah banyak pembenahan di Kampus Flores seperti pembangunan panggung seni. Sayang rasanya jika tidak dipergunakan,&rdquo; kata Atthariq, Jumat (9/7).</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan komentar Atthariq, Alfi yang juga merupakan mahasiswa Sastra Inggris 2019 turut mengungkapkan hal yang serupa. Sebenarnya, ia berharap agar pemindahan tersebut tidak dilakukan secara terburu-buru. Mengingat banyak fasilitas yang kurang dan perlu dilengkapi serta dibenahi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fasilitas di Gunung Kelua sebenarnya masih jauh dari kata cukup, jadi tidak perlu terburu-buru memutuskan. Namun karena ini masih daring, diharapkan masih banyak waktu untuk melengkapi fasilitas tersebut,&rdquo; tukasnya. <strong><i>(wuu/khn/len)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembali Dilaksanakan, Program Pertukaran Mahasiswa Diharapkan Terlaksana Luring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-dilaksanakan-program-pertukaran-mahasiswa-diharapkan-terlaksana-luring/baca </link>
<guid> kembali-dilaksanakan-program-pertukaran-mahasiswa-diharapkan-terlaksana-luring </guid>
<pubDate> Thu, 15 Jul 2021 11:17:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> esensi pertukaran mahasiswa ini akan terasa kurang saat pandemi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-dilaksanakan-program-pertukaran-mahasiswa-diharapkan-terlaksana-luring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uNelDGBult.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kembali Dilaksanakan, Program Pertukaran Mahasiswa Diharapkan Terlaksana Luring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah berhasil melaksanakan program kampus mengajar dan IISMA, kini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sedang menjalankan program kampus merdeka lainnya, salah satunya ialah program pertukaran mahasiswa. Program ini ditujukan agar mahasiswa yang mengikutinya dapat mengeksplor dan mempelajari keberagaman budaya nusantara, berteman dengan mahasiswa dari berbagai daerah, serta mendapat kesempatan belajar lewat kampus lain di Indonesia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Adapun lini masa program pertukaran mahasiswa yang telah tertera di laman kampus merdeka, saat ini telah mencapai batas terakhir untuk mendaftar. Pendaftaran telah ditutup pada Senin (5/7). Awak <em>Sketsa</em> pun mewawancari Malik, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) 2019 yang ikut berpartisipasi pada program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Malik mengungkap bahwa dirinya mengikuti program pertukaran mahasiswa ini agar dapat langsung merasakan perbedaan kultur dari berbagai daerah, terlebih lagi pada pertukaran ini ia mengambil semua pilihannya di luar pulau Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pelaksanaanya, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka menyiapkan pilihan untuk mengisi mata kuliah saat pendaftaran atau ketika sudah diterima. Untuk pemilhan mata kuliah sendiri, diharuskan sejurus dengan program studi yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar memudahkan konversi nilai nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Program ini tidak langsung dapat memilih universitas mana yang akan dituju oleh peserta, tetapi dilakukan pemilihan sebanyak 3 pulau terlebih dahulu. Setelah itu sistem yang akan menentukan di Universitas mana ditempatkan. Lantas ketika peserta lolos, ia tidak perlu lagi mengambil mata kuliah satu semester yang tertinggal di Universitas asal, dikarenakan menggunakan hasil belajar dari universitas luar.</p><p style="text-align: justify;">Malik sendiri memilih Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi. Ketika ditanya alasan mengapa memilih pulau tersebut, Malik cukup tertarik dengan pulau Jawa dikarenakan banyak perusahaan terkenal yang dibangun. Beserta alasan lain yang menurutnya menguntungkan dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, proses pendaftaran pertukaran mahasiswa yang dilaluinya tidak begitu sulit. Hanya saja ia cukup berharap jika diterima dalam program ini, masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), cepat berakhir agar dapat melakukan perkuliahan secara luring di pulau pilihannya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Raihan mahasiswa Fakultas Teknik 2020 mengungkapkan bahwa ia mengikuti program pertukaran mahasiswa karena dirinya yang baru beranjak semester 3. Sehingga menurutnya, ia bisa mencoba untuk mendaftar program ini. Dirinya jua sudah dapat memenuhi syarat. Sedangkan untuk program lain, memiliki persyaratan pendaftaran minimal semester 5.</p><p style="text-align: justify;">Adapun, pulau yang menjadi tujuannya untuk melakukan pertukaran mahasiswa ialah Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Sumatra. Berbeda dari sebelumnya, Raihan mengungkapkan bahwa motivasinya ingin ke pulau tersebut ialah dirinya ingin mengeksplorasi lebih banyak tempat di sana. &ldquo;Kemarin rencananya kalau kegiatanya bisa diadakan secara luring, akan ada kegiatan di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk eksplor tempat-tempat yang ada di sana. Namun, jika ternyata angka Covid-19 masih tinggi maka kegiatan yang direncanakan sebelumnya akan batal,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat sekarang keadaan yang masih belum memungkinkan untuk tatap muka, ia merasa esensi pertukaran mahasiswa ini akan terasa kurang. Raihan tetap berharap ketika diterima dalam program ini, ia bisa tahu lebih banyak mengenai budaya di luar Kalimantan, serta mendapatkan koneksi yang lebih luas lagi. (<strong><em>rvn/rea/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jokowi and The Gang: Rezim of Paradox </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/jokowi-and-the-gang-rezim-of-paradox/baca </link>
<guid> jokowi-and-the-gang-rezim-of-paradox </guid>
<pubDate> Thu, 15 Jul 2021 11:49:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden dan beberapa menteri hingga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru mengeluarkan statement dan kebijakan yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/jokowi-and-the-gang-rezim-of-paradox/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AexkxUHik8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jokowi and The Gang: Rezim of Paradox</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Berdiri sebagai negara demokrasi, Indonesia memiliki peluang yang baik bagi masyarakat dalam menentukan hak dan kesejahteraannya sesuai yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang dipilih langsung oleh rakyat juga tentu harus mengedepankan kepentingan rakyat. Namun, jika melihat data, fakta dan analisis beberapa tahun belakangan ini. Presiden dan beberapa menteri hingga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru mengeluarkan statement dan kebijakan yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Selain permasalahan itu, kebijakan Undang-Undang (UU) yang menuai protes dari masyarakat yang justru tetap disahkan. Sehingga, kami memberikan nama rezim Jokowi sebagai rezim paradoks. Paradoks sendiri adalah keadaan di mana pernyataan yang disampaikan seolah-olah bertentangan dengan kebenaran. Jika pernyataan yang dikeluarkan bisa begini, ternyata kenyataannya tidak seperti itu. Banyak bicara, minim implementasi. Berikut lima hal paradoks yang disampaikan oleh Jokowi dan jajarannya.</p><p style="text-align: justify;">1. Jokowi yang menyampaikan <em style="">tweet</em>-nya di Twitter soal lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ayo berikan ide, bagaimana supaya orang memiliki kesadaran tidak mengotori lingkungan kita.&rdquo; Cuitan ini muncul dalam postingan Twitter pribadi @jokowi.</p><p style="text-align: justify;">Namun faktanya, melalui PP No 21 Tahun 2021 yang merupakan peraturan turunan dari Omnibus Law Cipta Kerja. Presiden Jokowi resmi menghapus limbah batu bara dari kategori bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal ini jelas menimbulkan pertanyaan soal komitmen pemerintah yang tertuang dalam janji-janji manis Nawacita, yaitu pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Jika melihat kondisinya, hari ini kerusakan lingkungan hidup sebagai akibat dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Hal tersebut dapat terjadi atas kendali Presiden Jokowi. Ini juga disebabkan karena telah disahkannya sejumlah produk hukum kontroversial seperti UU Minerba dan Omnibus Law. Fenomena ini merupakan sebuah paradoks yang kerap kali dibuat oleh rezim Jokowi.</p><p style="text-align: justify;">2. Puan Maharani (Ketua DPR RI) pernah menyampaikan untuk berjanji tidak paksa selesaikan UU yang masih kontroversi.</p><p style="text-align: justify;">Pada hakikatnya, tugas dan wewenang DPR sebagai penyambung lidah rakyat ialah menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat. Namun pada kenyataanya, esensi dari &ldquo;Wakil Rakyat&rdquo; itu sendiri sudah jauh dari tingkah laku para anggota DPR.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai produk UU yang cacat secara formil, minim pelibatan masyarakat dan menuai penolakan dari rakyat tetap disahkan bahkan saat tengah malam. Hal tersebut kemudian semakin membuat masyarakat melontarkan #MosiTidakPercaya kepada para Dewan Perwakilan Rakyat (rakyat yang mana?).</p><p style="text-align: justify;">3. Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara pernah menyampaikan kalimat tentang korupsi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sekali-kali melakukan korupsi, sebab jika seseorang tertangkap lantaran korupsi, maka beban akan ditanggung oleh seluruh keluarganya. Mulai suami atau istri hingga pada anak serta keluarga terdekat,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari kenyataannya, Juliari Batubara yang merupakan menteri Jokowi keempat dan menteri sosial kedua justru ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena korupsi. Di tengah pandemi Covid-19, di mana seluruh sektor mengalami kelumpuhan termasuk sektor ekonomi, pemerintah berinisiatif untuk memberikan bantuan kepada rakyat Indonesia. Namun, dana bantuan sosial justru dikorupsi oleh Menteri Sosial. Hal ini merupakan sebuah paradoks yang membuat semakin krisisnya keadaan di tengah ketidakpastian hidup masyarakat Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">4. Dalam pidato kenegaraan sidang tahunan MPR, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa pemerintah menaruh perhatian kuat terhadap penghormatan, perlindungan, pemenuhan dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemerintah berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu serta meningkatkan perlindungan HAM agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari,&rdquo; seloroh Jokowi dalam pidatonya.</p><p style="text-align: justify;">Berbalik fakta, justru komitmen Jokowi soal penyelesaian kasus HAM berat di masa lalu dan penegakan HAM hanya sebatas ucapan yang minim implementasi. Masih terdapat pelarangan demonstrasi dan tindakan represif terhadap kebebasan berpendapat, hingga kriminalisasi terhadap masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">5. Menteri Perhubungan, Budi Karya pernah mengatakan virus Covid-19 tidak masuk ke Indonesia karena &ldquo;Nasi kucing&rdquo; dan beberapa menteri lainnya menyampaikan hal yang meremehkan Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Pada kenyataannya, pandemi Covid-19 menyita perhatian masyarakat Indonesia termasuk pejabat publik. Sebelum adanya virus Corona di Indonesia, beberapa negara mengumumkan jika virus telah masuk di negara mereka. Hal ini justru tidak membuat pemerintah Indonesia waspada. Beberapa menteri pun melontarkan tanggapan yang kontroversial.</p><p style="text-align: justify;">Kini, pandemi telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap sektor ekonomi, sehingga hal ini yang seharusnya menjadi perhatian oleh pemerintah. Pemerintah seharusnya tidak memanfaatkan kondisi pandemi untuk melahirkan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat, salah satunya dengan disahkannya UU Cipta Kerja.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh BEM FISIP Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Isran Noor: The King Of Comedy </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/isran-noor-the-king-of-comedy/baca </link>
<guid> isran-noor-the-king-of-comedy </guid>
<pubDate> Fri, 16 Jul 2021 11:20:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isran Noor, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) ini seringkali memberikan pernyataan yang membuat publik tertawa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/isran-noor-the-king-of-comedy/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/flK0YxhVTF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Isran Noor: The King Of Comedy</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sebagai pejabat publik, setiap tindakan, sikap, dan pernyataannya menjadi representasi rakyatnya. Terlebih sebagai orang nomor satu di suatu daerah. Sebagai pejabat publik juga seharusnya memperlihatkan dan mempertimbangkan setiap ucapan dan tindakannya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Isran Noor, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) ini seringkali memberikan pernyataan yang membuat publik tertawa. Karakter seperti ini akan memberikan citra yang tidak baik. Sehingga, Isran Noor bisa dinobatkan sebagai <strong><em>The King Of Comedy</em></strong> dengan berbagai <em>statement</em>nya yang kerap kali dilontarkan di media. Berikut diantaranya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Kematian 30 anak di lubang bekas tambang pada tahun 2018</strong></p><p style="text-align: justify;">Ditanya soal upaya dirinya sebagai Gubernur dalam bagaimana mengatasi peristiwa itu tidak terulang lagi dan menelan korban jiwa berikutnya, Isran justru punya jawaban yang unik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Korban jiwa itu di mana-mana terjadi. Ya, namanya nasibnya dia meninggalnya di kolam tambang. Kan gitu! Gitu aja, prihatin,&quot; tutur isran kepada media.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Heran juga aku. Jangan-jangan ada hantunya. Kok, banyak korban anak-anak,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Beragam kritik akhirnya muncul. Ia tak sewajarnya melontarkan pernyataan tersebut secara senonoh. Sebagai gubernur ia seharusnya mengeluarkan pernyataan yang sesuai dengan substansinya sebagai pemimpin. Misalnya seperti ini:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sebagai Gubernur Kalimantan Timur akan segera menindaklanjuti perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggung jawab oleh dampak aktivitas pertambangan yang telah merenggut nyawa anak-anak yang mati di lubang tambang tersebut. Berdasarkan Pasal 71 UU 39/1999 tentang HAM, pemerintah memang sesungguhnya berkewajiban melakukan kontrol atas korporasi, terutama apabila korporasi terindikasi melanggar hak-hak dasar warga negara.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Terkait virus Covid-19</strong></p><p style="text-align: justify;">Gubernur Kaltim lagi-lagi mengeluarkan tanggapan yang kurang relevan mengenai isu virus Covid-19. Dalam pernyataannya di hadapan pers, ia pernah mengeluarkan ucapan yang menggelitik publik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Umrah dari Indonesia tidak dibatasi karena Indonesia itu izin masuknya Panjang. Birokrasinya tinggi, jadi virus malas ngurus izinnya terlalu lama, makanya ke negara lain. Kalau disini (Indonesia) enggak mau dia (virus korona) masuk,&rdquo; ucap Isran Noor.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai tokoh publik, sudah selayaknya ia berpendapat dengan korelasi data yang terhadap kondisi pandemi saat ini. Misalnya, &ldquo;Pandemi Covid-19 merupakan ancaman terhadap seluruh sektor mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, politik dan lain-lain. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat dan khususnya pada pemerintah provinsi Kaltim untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya virus Covid-19 secara terstruktur, sistematis dan masif. Sehingga Ketika virus corona masuk ke Indonesia dan khususnya di Kalimantan Timur, kita sudah menyediakan payung sebagai amunisi.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kalimantan Timur</strong></p><p style="text-align: justify;">Isran Noor pernah mengeluarkan jawaban yang membuat publik tertawa atas tuturannya saat ditanya media tentang isi UU Cipta Kerja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak sekolah, saya tidak paham isinya,&rdquo; celetuk Isran Noor dalam menyikapi aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Bukannya mengeluarkan statement yang mengundang gelak tawa, Isran seharusnya menjawabnya dengan kalimat seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak awal proses pembentukan, UU ini tidak mengedepankan asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan, salah satunya asas keterbukaan, yang justru tidak melibatkan partisipasi masyarakat. Saya menyambut baik protes dan kritik mahasiswa Kalimantan Timur terhadap persoalan UU kontroversial ini. Terlebih, dalam UU ini akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan yang ada di daerah kami, karena dalam Omnibus Law izin lingkungan dihilangkan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi</strong></p><p style="text-align: justify;">Kasus serupa mengenai ucapan-ucapan Gubernur Kaltim yang dianggap seperti lelucon bagi masyarakat kerap kali terjadi secara tidak sengaja. Seperti <em>statement</em> Isran Noor yang satu ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma api asmara yang tidak bisa dipadamkan,&rdquo; sahut Gubernur Kaltim saat menanggapi kasus kebakaran hutan di Kalimantan.</p><p style="text-align: justify;">Ia seharusnya menanggapi kasus tersebut dengan serius, misalnya dengan membuat pernyataan terhadap penanggulangan kebakaran hutan. Sebagai contoh di bawah ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Secara garis besar, kebakaran hutan dapat terjadi akibat faktor alami dan faktor ulah manusia. Hutan memiliki peran sentral sebagai penghasil oksigen bagi umat manusia, gangguan kesehatan akibat polusi udara dari kebakaran hutan sangat rentan terjadi. Mitigasi yang seharusnya kita lakukan apabila kebakaran hutan tersebut disebabkan oleh ulah manusia adalah dengan meminta pertanggungjawaban industri yang terus bertindak bebas tanpa hukuman, serta memastikan agar kesehatan masyarakat lebih didahulukan daripada keuntungan perusahaan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Respon Isran Noor terkait persoalan jalan rusak dan perusahaan yang nakal</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nda marah, artinya itu bergembira. Karena jalanan kita kaya lautan pasifik (bergelombang),&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perusahaan enggak nakal cuma &lsquo;mucil&rsquo; aja. Artinya itulah karena kemajuan kan. Belum ada izin aja udah ditambang,&rdquo; elak Isran.</p><p style="text-align: justify;">Bukannya berdalih dengan menyangkut pautkan &lsquo;lautan pasifik&rsquo; Isran seharusnya membuat pernyataan yang tegas seperti, &ldquo;Perputaran ekonomi yang baik dari desa ke kota dan antar kabupaten dipengaruhi oleh akses menuju daerah tersebut. Tentu jalan yang bagus untuk dilintasi mempengaruhi cepatnya perputaran ekonomi, ini harus jadi perhatian kita bersama, menjadi prioritas untuk pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota dalam hal menjamin kenyamanan dan kesejahteraan rakyat Kalimantan timur, serta terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ataupun mengeluarkan pendapat seperti ini, &ldquo;Terkait perusahaan yang nakal, tentu kami punya aturan dan kebijakan yang tegas terkait perusahaan yang menambang secara <em>illegal</em>. Ini bukan persoalan untung tapi ini persoalan kelestarian lingkungan untuk anak cucu kita, maka sebagai pemangku kebijakan perlu tegas untuk memperhatikan kesejahteraan hajat hidup orang banyak, bukan kepentingan kelompok tertentu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ditulis oleh BEM FISIP Unmul.</strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persiapan Dirimu Karena Beasiswa Unggulan 2021 Telah Dibuka! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-dirimu-karena-beasiswa-unggulan-2021-telah-dibuka/baca </link>
<guid> persiapan-dirimu-karena-beasiswa-unggulan-2021-telah-dibuka </guid>
<pubDate> Fri, 16 Jul 2021 11:35:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beasiswa Unggulan yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi telah dibuka untuk tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-dirimu-karena-beasiswa-unggulan-2021-telah-dibuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1qaDPDeeFT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Persiapan Dirimu Karena Beasiswa Unggulan 2021 Telah Dibuka!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Beasiswa Unggulan yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi telah dibuka untuk tahun ini. Beasiswa tersebut dapat diikuti oleh mahasiswa baru maupun mahasiswa yang telah menempuh perkuliahan maksimal semester dua. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman <em>beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id</em> yang dapat diakses mulai 1 Juli hingga 15 Agustus 2021 mendatang.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Terdapat tiga program beasiswa yang ditawarkan, yakni Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi (umum), Beasiswa Unggulan untuk Pegawai Kemendikbudristek dan Beasiswa Unggulan Penyandang Disabilitas. Terkhusus Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi, ditujukan kepada mahasiswa pada jenjang Sarjana, Magister dan Doktoral. Sedangkan dua program lainnya hanya diberikan pada jenjang Magister dan Doktoral.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Selasa (13/7), Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni turut menyampaikan tanggapannya mengenai kehadiran beasiswa unggulan tahun ini. Menurutnya, beasiswa tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa. Terlebih, pendaftaran dilakukan secara daring sehingga membutuhkan keaktifan mahasiswa calon peserta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya, mahasiswa selalu update bukan hanya soal pembiayaan semata. Melainkan juga untuk berbagai peluang lainnya, seperti kerja sama penelitian atau riset, lapangan pekerjaaan, kesempatan berwirausaha dan lain-lain,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Encik juga mengimbau agar mahasiswa yang tertarik mengikuti Beasiswa Unggulan dapat segera mendaftar. &ldquo;Mengingat mahasiswa yang boleh mengakses ini maksimum berada pada semester dua dan pendaftaran berlangsung pada 1 Juli sampai dengan 15 Agustus, maka saya harap segera saja,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sempat dihubungi pada Selasa (6/7) lalu, Muhammad Ananta Buana Burhan, mahasiswa Kedokteran 2018 sekaligus salah satu penerima Beasiswa Unggulan 2019 ini membagikan pengalamannya saat mendaftar hingga berhasil menjadi penerima Beasiswa Unggulan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selain persyaratan prestasi, persyaratan esai dan proposal adalah salah satu tantangan. Biasanya, kita menulis terkait alasan kita pantas menerima Beasiswa Unggulan dan apakah kita layak disebut sebagai generasi unggul kebanggaan Indonesia,&rdquo; ungkap Ananta.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga menerangkan manfaat yang ia peroleh semenjak terpilih sebagai penerima beasiswa. &ldquo;Benefit-nya, pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek menanggung tiga komponen biaya tiap mahasiswa penerimanya. Biaya UKT, biaya hidup, biaya buku, itu semua didapat full hingga delapan semester perkuliahan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia sangat berharap, ada mahasiswa Unmul lainnya yang diterima menjadi award Beasiswa Unggulan tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Komentar lainnya juga datang dari Selfia Sandra, mahasiswa Manajemen 2020 yang senang akan kehadiran beasiswa yang satu ini. Baginya, Beasiswa Unggulan dapat sangat membantu mahasiswa utamanya saat pandemi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terlebih untuk menyuntikkan semangat kepada para mahasiswa untuk lebih giat lagi dalam perkuliahan. Di samping mengurangi beban ekonomi orang tua tentunya. Dengan tidak adanya batasan pasti akan kuota yang dibuka, semakin terbuka lebar kesempatan untuk lolos,&rdquo; ucapnya, Rabu (7/7).</p><p style="text-align: justify;">Tak bisa dipungkiri jika Beasiswa Unggulan merupakan salah satu beasiswa dalam negeri yang begitu diimpikan. Sasaran program ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Untuk pendaftaran dan informasi persyaratan lainnya, kalian dapat mengunjungi laman <em>beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id.</em> Selamat berjuang! (<strong><em>nop/ans/str/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Local Indie </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-local-indie/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-local-indie </guid>
<pubDate> Sat, 17 Jul 2021 07:49:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi lagu local indie. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-local-indie/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bHz8wVWt0F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi Local Indie</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Siapa yang sering mengira jika <em>indie</em> merupakan genre musik? Padahal, <em>indie</em> tak mengacu pada jenis musik melainkan sebuah gerakan musik yang bebas, tak bergantung dan mandiri. Diambil dari kata <em>independent</em>, musik <em>indie</em> tidak bergantung pada label besar dan jauh lebih segar sebab cenderung menegaskan karakter melalui lirik dan musik yang eksperimental dan tak <em>mainstream</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kurang lebih satu dekade belakangan ini, skema musik <em>indie</em> di Indonesia kian merebak. Terbukti dengan munculnya <em>band</em> dan penyanyi <em>indie</em> yang kerap meramaikan belantika musik tanah air dengan berbagai genre musik. Berikut lagu-lagu <em>local indie</em> rekomendasi dari <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hindia - Evaluasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski lebih dikenal sebagai vokalis .Feast, Baskara atau Hindia memiliki <em>project solo</em> untuk lagu-lagunya. <em>Evaluasi</em> adalah salah satu dari sekian lagu yang ada di album <em>Menari dengan Bayangan</em> (2019). Bercerita tentang seseorang yang menghadapi masalah hidup, bahasa yang digunakan cukup santai dan dituturkan dengan baik. Liriknya pun sangat mendukung, menjadikannya lebih<em>&nbsp;relate</em> dengan kehidupan. Lagu yang satu ini akan membuatmu lebih baik setelah mendengarkannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lomba Sihir - Jalan Tikus</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya sukses menghadirkan musik yang menarik dalam album solonya, Baskara tak lantas berhenti dan justru membuat <em>project</em> yang tak kalah menarik. Baru-baru ini, ia dan musisi pengiringnya membentuk sebuah band dengan konsep yang berbeda bernama Lomba Sihir dan mendebutkan album Selamat Datang di Ujung Dunia (2021).</p><p style="text-align: justify;"><em>Jalan Tikus</em> merupakan salah satu <em>track</em> yang menarik dalam albumnya. Mengisahkan tentang manusia yang kerap mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah hidup. Pemilihan istilah yang menarik dan lirik yang personal membuat lagu ini sangat mudah untuk dinikmati. Dengan musik yang tak kalah menarik, tertarik untuk mendengarkan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Barasuara - Bangkit dan Berlari</strong></p><p style="text-align: justify;">Band yang memiliki album perdana pada 2015 ini memang kerap mengeluarkan lagu yang menarik. Salah satunya adalah <em>Bangkit dan Berlari</em> yang rilis pada 2020 lalu. Lagu tersebut memiliki musik yang meriah dan lirik yang dapat memberikanmu semangat. Jika kalian mencari lagu yang cocok didengarkan untuk mengawali hari, maka yang satu ini dapat menjadi pilihanmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>DERE &ndash; Berisik</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu ini mengisahkan tentang manusia yang kadang lupa untuk menjaga perkataannya, sekaligus sebagai pengingat DERE akan dirinya sendiri. Walaupun tergolong penyanyi baru, DERE kerap menulis lirik yang menarik dan dekat dengan kehidupan. Dibungkus dengan musik yang sederhana dan suara yang merdu, menjadikan lagu ini yang nikmat didengarkan ketika kamu sedang bersantai.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Biru Baru &ndash; Sejenak</strong></p><p style="text-align: justify;">Memiliki konsep <em>ethnic art pop duo</em>, Biru Baru kerap menggabungkan musik elektrik dan sentuhan instrumen tradisional. Berdiri pada 2018, duo yang beranggotakan Goldan Tambayong dan Talitha Belinda Esmeralda ini telah merilis album perdana mereka yang berjudul Selamat Datang (2020).</p><p style="text-align: justify;"><em>Sejenak</em> menjadi salah satu lagu yang sangat menarik karena mengisahkan tentang perubahan hidup saat pandemi. Musik yang berbeda dan lirik yang dekat dengan kondisi saat ini, membuat lagu tersebut mudah dinikmati. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Adams &ndash; Timur</strong></p><p style="text-align: justify;">Rilis pada 2019, album ketiga dari The Adams yaitu <em>Agterplaas</em> dengan mudah menarik perhatian para pendengar. Salah satu lagu yang paling diminati yakni lagu bertajuk <em>T</em><em>imur.</em> Terbukti dengan angka pemutaran lebih dari empat juta kali di Spotify. Uniknya, lagu ini diambil dari nama anak sang vokalis dan gitaris, Ario Hendrawan.</p><p style="text-align: justify;">Ditulis sendiri oleh Ario, <em>Timur</em> menceritakan bagaimana menghadapi masa depan di tengah ketidakpastian. Dengan hadirnya sang anak, memberikan harapan bagi masa depan yang akan ia jalani.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Murphy Radio - Graduation Song</strong></p><p style="text-align: justify;">Membawakan genre musik <em>math</em><em>-rock</em>, band asal Samarinda ini mengeluarkan album perdananya pada 2018 silam. Salah satu lagu yang paling banyak diputar yakni yaitu <em>Graduation Song</em>. Lagu ini menyajikan instrumen yang membawa kita bernostalgia ke masa-masa SMA. Adanya ritme-ritme yang energik cocok untuk menemanimu belajar maupun berolahraga.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa rekomendasi lagu <em>local indie</em> dari <em>Sketsa</em>! Jangan lupa untuk memasukkannya ke dalam <em>playlist</em> barumu, ya.&nbsp;<strong><em>(zar/hdt/len)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Film yang Diangkat dari Kisah Nyata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-film-yang-diangkat-dari-kisah-nyata/baca </link>
<guid> rekomendasi-film-yang-diangkat-dari-kisah-nyata </guid>
<pubDate> Sat, 17 Jul 2021 10:45:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Deretan film yang diangkat dari kisah nyata. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-film-yang-diangkat-dari-kisah-nyata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lSLdWWs1ec.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Film yang Diangkat dari Kisah Nyata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>- Pernahkah kamu melihat tulisan &ldquo;<em>Based On True Story</em>&rdquo; pada menit-menit awal ketika film dimulai? Jika iya, artinya kamu sedang menyaksikan suatu karya yang melibatkan rangkaian kejadian nyata di dalamnya. Biasanya, film dengan embel-embel berdasarkan kisah nyata sering kali mengundang ketertarikan tersendiri bagi penikmatnya karena memiliki keunggulan dari segi cerita.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kisah kehidupan yang dikemas menjadi film biasanya berisi peristiwa atau kejadian yang menarik, atau bahkan tak lazim dengan ciri khasnya masing-masing. Tak heran jika beberapa film ini dijadikan umpan sebagai konsumsi publik. Penasaran film apa saja yang telah diangkat dari kisah nyata? Berikut <em>Sketsa</em> berikan rekomendasinya untuk kamu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Adrift</strong></p><p style="text-align: justify;">Diperankan oleh Shailene Woodley sebagai Tami dan Sam Claflin sebagai Richard, Adrift tayang di layar lebar pada paruh kedua tahun 2018. Film ini mengangkat kisah pilu antara sepasang sejoli bernama Tami Oldham dan Richard Sharp yang mengalami kejadian nahas di tengah lautan.</p><p style="text-align: justify;">Tami dan Richard memulai petualangan mereka dari satu tempat ke tempat lain dan sudah berlangsung selama enam bulan lamanya dengan berlayar. Namun, perjalanan yang menyenangkan terpaksa kandas dalam sekejap karena suatu hari badai besar menghantam kapal mereka.</p><p style="text-align: justify;">Dengan sekujur tubuh yang terluka, Tami berusaha mencari Richard serta berjuang agar dapat bertahan hidup di laut lepas selama 40 hari dengan bahan makanan seadanya. Tidak hanya menampilkan kisah dramatis antara Tami dan Richard, menuju ending film ini juga menghadirkan <em>plot twist</em> yang dapat menyayat hati para penonton. Jangan lupa siapkan tisu, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. The Classified File</strong></p><p style="text-align: justify;">Film yang dibintangi oleh Kim Yun Seok sebagai seorang detektif bernama Kong Gil Young dan Yoo Hae Jin sebagai seorang peramal bernama Kim Joon Sang ini mengadaptasi kasus penculikan anak selama 33 hari yang terjadi di Kota Busan. Seorang anak perempuan bernama Jung Eun Joo, anak semata wayang dari pengusaha kaya diculik ketika ia pulang sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Merasa resah, ibu dan bibi Eun Joo mendatangi para peramal di Busan untuk bertanya apakah Eun Joo masih hidup atau tidak. Hampir semua peramal yang mereka datangi berkata kalau Eun joo sudah tiada, kecuali seorang peramal bernama Kim Joon Sang. Ia berkata kalau Eun Joo masih hidup. Bahkan, ia juga meramal tanggal ketika pelaku akan menghubungi keluarga Eun Joo, dan ramalan itu menjadi kenyataan.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah, detektif Kong Gil Young dan peramal Kim Joon Sang kemudian bekerja sama dalam proses pencarian Eun Joo. Kasus ini merupakan kasus kepolisian pertama di Korea yang melibatkan bantuan peramal dalam penyelidikannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. The Aeronauts</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini berkisah tentang perjuangan bertahan hidup di udara. Diperankan oleh Eddie Redmayne, pada tahun 1862 James Glaisher yang merupakan seorang ahli meteorologi merangkap seorang ilmuwan berpendapat bahwa cuaca sebenarnya dapat diprediksi dengan mempelajari lapisan udara. Awalnya, pendapat James dianggap remeh dan dijadikan lelucon oleh para ilmuwan lain. Kejadian tersebut membuat ia ingin membuktikan kepada rekan-rekannya bahwa teorinya bukanlah bualan semata.</p><p style="text-align: justify;">Demi membuktikan teorinya itu, James harus terbang ke angkasa. Menyadari ia tidak memiliki pengalaman dalam penerbangan, ia kemudian meminta bantuan Amelia Wren yang berprofesi sebagai pilot balon udara. Setelah mencapai kesepakatan, akhirnya mereka terbang dengan balon udara milik Amelia dan disaksikan oleh kerumunan penduduk kota.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa jam melayang di angkasa, kejadian-kejadian yang sebelumnya tidak mereka prediksi mulai berdatangan. Semakin tinggi mereka berada, semakin dingin pula udara yang mereka rasakan. Bahkan, James sempat tidak sadarkan diri. Tidak sampai di situ, katup ventilasi udara di bagian atas balon ternyata beku dan tidak bisa dibuka, sehingga Amelia harus merayap naik ke atas balon untuk membukanya secara manual agar balon udara yang mereka tumpangi bisa turun perlahan. Menegangkan, bukan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Habibie dan Ainun</strong></p><p style="text-align: justify;">Diadaptasi dari buku autobiografi Presiden ketiga Republik Indonesia, BJ Habibie, film ini mengisahkan seorang genius ahli pesawat terbang, BJ Habibie (diperankan oleh Reza Rahadian) atau yang lebih dikenal dengan nama Rudy Habibie. Ia memiliki mimpi besar, yaitu membuat pesawat terbang untuk negerinya dan sebagai bentuk baktinya kepada Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Dalam film ini, Reza juga beradu peran dengan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun (istri Rudy Habibie. Cinta Habibie dan Ainun tumbuh seiring perjalanan menggapai mimpi untuk menciptakan pesawatnya. Hidup di Jerman yang dingin saat bersalju, rasa sakit, kesepian, serta godaan harta dan kuasa yang dihadapkan pada mereka saat kembali ke tanah air pun telah mereka arungi dalam perjalanan hidup yang membuat mereka satu.</p><p style="text-align: justify;">Film ini akan menyuguhkan pelajaran hidup bahwa di setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Setiap kisah pasti ada akhirannya, dan setiap mimpi pasti akan memiliki batasannya. <em>Recommend</em> banget buat kamu nih anak muda yang sedang mengejar mimpi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Surat Kecil Untuk Tuhan</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini menceritakan kisah hidup Gita Sesa Wanda Cantika atau yang dikenal dengan nama panggilan Keke. Seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang sangat berada. Namun, kehidupannya tidak begitu sempurna lantaran dirinya merupakan seorang penyintas.</p><p style="text-align: justify;">Keke adalah pengidap <em>Rhabdomyosarcoma</em> (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi &quot;monster&quot; hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemoterapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual.</p><p style="text-align: justify;">Walau akhirnya dirinya meninggal dunia, Keke membuktikan bahwa sakit tak menghalangi prestasinya di sekolah. Film ini banyak mengajarkan kita arti perjuangan hidup yang sesungguhnya. Ketika menonton film ini, kita akan merasakan atmosfer yang sendu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. Merry Riana</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini terinspirasi dari kisah Merry Riana, perempuan asal Indonesia yang berhasil meraih satu juta dolar pertamanya di Singapura pada usia 26 tahun. Kisah dalam film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar bermula saat Indonesia terkena krisis moneter pada tahun 1998.</p><p style="text-align: justify;">Dengan berbekal uang seadanya, Merry harus memutar otak supaya bisa bertahan hidup dan mewujudkan mimpinya untuk kuliah. Selain menceritakan perjuangannya, film ini juga mengisahkan kisah cintanya dengan Alva yang diperankan oleh Dion Wiyoko.</p><p style="text-align: justify;">Itulah sederet film yang diangkat dari kisah nyata dan hadir untuk menemani keseharian kita. Terus dukung dunia perfilman dan terus berkarya. Selamat menyaksikan! (<strong><em>ems/lms/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Awas Jadi Lapar, Berikut Tayangan Bertema Kuliner yang Wajib Kamu Tonton! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/awas-jadi-lapar-berikut-tayangan-bertema-kuliner-yang-wajib-kamu-tonton/baca </link>
<guid> awas-jadi-lapar-berikut-tayangan-bertema-kuliner-yang-wajib-kamu-tonton </guid>
<pubDate> Sun, 18 Jul 2021 07:47:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> rekomendasi tayangan bertema kuliner </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/awas-jadi-lapar-berikut-tayangan-bertema-kuliner-yang-wajib-kamu-tonton/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LzPERzoMgF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Awas Jadi Lapar, Berikut Tayangan Bertema Kuliner yang Wajib Kamu Tonton!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Jika membahas mengenai kuliner, sudah pasti membawa kita menuju berbagai jenis olahan makanan dengan beragam cita rasa dari tempat-tempat tertentu. Adapun setiap masakan mencerminkan sebuah kisah di balik layar yang tentunya menarik untuk ditelusuri.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Hal ini turut menginspirasi para sineas untuk menghadirkan tayangan berupa film atau drama dengan tema yang serupa. Selain menggugah selera penonton, mereka juga memperkenalkan berbagai hidangan sebagai bentuk keberagaman dalam kehidupan. Mari, simak bersama rekomendasi tayangan bertema kuliner dari <em>Sketsa</em>!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Chef</strong></p><p style="text-align: justify;">Eksperimental, kreatif, dan berani. Inilah tiga kata yang tepat untuk menggambarkan film karya Jon Favreau kali ini. Berkisah mengenai seorang <em>chef</em> bernama Carl Casper yang sangat suka memasak dan selalu berkreasi dalam menciptakan resep-resep yang unik dan nikmat. Sayangnya, ia harus kehilangan pekerjaannya di sebuah restoran terkenal atas insiden yang menimpa dirinya. Dengan dukungan keluarga dan orang terdekat, Carl berusaha untuk memulai hidup baru dan bereksperimen bersama kreativitasnya dengan memulai berjualan menggunakan <em>food truck</em>. Kamu akan mengikuti perjalanan Carl di sepanjang daerah tujuan dan berkenalan dengan kuliner khas yang menggoda selera.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Midnight Diner: Tokyo Story</strong></p><p style="text-align: justify;">Tayangan yang berikut ini sangat cocok untuk kamu saksikan saat bersantai. Cerita dimulai dengan sebuah restoran kecil bernama Meshiya, milik seorang pria paruh baya yang kerap disapa dengan panggilan Master. Berbeda dengan kedai pada umumnya, restoran tersebut baru beroperasi di tengah malam, yakni pada pukul 12 malam hingga pukul 7 pagi. Meski hanya memiliki dua menu, namun dirinya dapat memasak hidangan lainnya sesuai yang diinginkan pelanggan. Asal ia mempunyai bahan yang sesuai, maka dirinya dengan senang hati akan memasaknya. Setiap pelanggan yang berbeda akan membawa kalian menuju cerita yang beragam di setiap episode. <em>Sst</em>, kamu juga bisa mencoba memasak makanan yang dibuat oleh Master di rumah, <em>loh</em>!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Let&apos;s Eat</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa yang suka menyaksikan mukbang? Drama asal Korea Selatan ini dijamin akan membuatmu lapar dan ingin ikutan makan! Terdiri dari tiga season, tokoh utama yang diperankan oleh Yoon Doo-joon dari &apos;<em>Highlight</em>&apos; ini mengisahkan tentang Koo Dae-young, seorang marketing asuransi sekaligus pemilik blog kuliner &quot;Let&apos;s Eat&quot;. Uniknya, ia selalu memposting piring kosong bekas makannya sebagai bahan postingan. Selain andal mendeskripsikan hidangan dengan baik, inilah yang membuat blognya menjadi populer. Di setiap season <em>Let&apos;s Eat</em>, selalu diawali dengan Dae-young yang berpindah ke tempat baru. Hal menarik lainnya juga dapat kamu temukan dalam perjuangannya pada pekerjaan dan kisah cinta.</p><p style="text-align: justify;"><strong>One Hundred Foot Journey</strong></p><p style="text-align: justify;">Apabila kamu pernah menyaksikan tayangan asal India, sering kali yang ada di benak kita ialah drama yang kompleks beserta adat dan kesenian yang kental. Namun kali ini, kita akan bertemu dengan satu keluarga yang merantau demi nasib yang lebih baik. Berkisah mengenai Hassan Kadam, seorang pria yang sangat senang memasak dan merupakan anak dari pemilik restoran di India. Karena situasi politik yang memanas di negaranya, kedai keluarga mereka dibakar dan Ibunya tak bisa diselamatkan. Sang ayah, Papa Kadam berinisiatif untuk mengajak anak-anaknya merantau ke Eropa. Dalam salah satu perjalanan, mobil yang dikemudikan Papa Kadam mengalami rem yang malfungsi. Beruntung, mereka bertemu dengan seorang gadis bernama Marguerite. Ia merupakan seorang chef di restoran Perancis milik Madame Mallory di desa St. Antonio. Peristiwa inilah yang menemukan keluarga ini dengan sebuah bangunan kosong yang menjadi titik balik kehidupan dan kuliner khas keluarga yang harus dibudayakan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Aruna dan Lidahnya</strong></p><p style="text-align: justify;">Indonesia sendiri beragam kuliner khas di setiap daerahnya. Ada cita rasa yang unik, unggul dan berbeda pada berbagai olahan tradisional. Didukung pula dengan tradisi turun temurun dan kebudayaan yang membuat hidangan-hidangan ini menjadi nikmat untuk disantap. Film produksi Palari Films ini membawa kita pada Aruna Rai, seorang ahli Epidemiologi yang ditugaskan untuk menginvestigasi wabah flu burung yang ditengarai tengah terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Bersama dengan sahabatnya, Bono sang <em>chef</em>, Nad sang kamus kuliner berjalan dan Farish, mantan seniornya di kantor, mereka menjelajahi 4 lokasi sembari menikmati hidangan khas yang ada. Mulai dari Surabaya, Pamekasan, Pontianak sampai Singkawang, kita tak akan berhenti disuguhkan dengan olahan yang ciamik dan kisah mereka yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Itulah rekomendasi tayangan dengan tema kuliner yang dapat kamu saksikan saat butuh hiburan. Jangan lupa untuk mencobanya juga saat di rumah! (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lukisan yang Berkisah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/lukisan-yang-berkisah/baca </link>
<guid> lukisan-yang-berkisah </guid>
<pubDate> Sun, 18 Jul 2021 11:16:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hal terakhir yang Sabrina ingat adalah keinginan untuk melupakan hidupnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/lukisan-yang-berkisah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/P99IcfTPbC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lukisan yang Berkisah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Hal terakhir yang Sabrina ingat adalah keinginan untuk melupakan hidupnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sabrina bangkit dari ranjang milik Tamara. Si empunya tempat tidur tengah asyik melukis sesuatu di atas sebuah kanvas kecil, tak jauh dari ranjang tempat Sabrina berada.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa saat lalu, Tamara bercerita. Sabrina adalah orang baik dan ramah yang punya banyak teman. Sabrina percaya, ia adalah orang baik karena pada dasarnya semua orang adalah baik. Tetapi tergantung kepada siapa mereka bersikap. Seperti saat ini. Sabrina berusaha bersikap baik dan hati-hati pada Tamara yang pertama kali dilihatnya saat ia terbangun dari tidur pagi tadi.</p><p style="text-align: justify;">Tamara membereskan peralatan melukisnya, memberi isyarat pada Sabrina untuk mengikutinya keluar kamar. Mereka berkeliling cukup lama. Sabrina pikir, rumah Tamara terlalu luas untuk ditempati seorang diri. Keduanya lalu melewati meja makan besar dengan 6 kursi di sekelilingnya, terlalu suram untuk dipakai makan sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Tamara menggeser pintu besi, gelap yang menyapa. Sabrina memandangnya horor. Tapi tanpa ragu, Tamara melangkah menuruni tiap anak tangga, menuju rubanah.</p><p style="text-align: justify;">Diliriknya Sabrina yang membatu &ldquo;Ikuti aku,&rdquo; pungkasnya sambil tersenyum.</p><p style="text-align: justify;">Lampu di atap rubanah menggunakan sensor yang tiap kali Sabrina dan Tamara menjejakkan kaki akan menyala dan lampu yang sudah mereka lalui akan padam. Sabrina menyembunyikan garpu yang tadi dicurinya dari meja makan di balik dress-nya sambil memperhatikan rambut Tamara yang bergoyang seiring dengan langkah kakinya.</p><p style="text-align: justify;">Kini anak tangga berganti lorong panjang. Dindingnya putih dan lampu menyala terang, di kanan dan kiri lorong itu ada banyak lukisan. Sabrina mengira lukisan tersebut pasti karya Tamara. Seperti berjalan di sebuah pameran yang sepi, Sabrina menilik satu per satu lukisan yang dilihatnya.</p><p style="text-align: justify;">Sabrina menarik sudut bibirnya, lukisan berjudul &quot;Tikus yang Selalu Sedih dan Katak yang Baik Hati&quot; menarik perhatiannya. Judul lukisan itu tidak masuk akal dan nyeleneh, padahal isi lukisan tersebut adalah seorang anak perempuan yang memanyungi anak perempuan lain yang kehujanan. Meski begitu, lukisan-lukisan itu tampak tidak asing bagi Sabrina. Sekelebat ingatan tentangnya dan Tamara seketika melintas di kepalanya.</p><p style="text-align: justify;">Tamara menuntun Sabrina ke depan lukisan utama berisi siluet dua anak perempuan di tepi dermaga. Di ujung lukisan tersebut tertera tulisan &quot;Katak Jahat dan Tikus yang Tidak Pernah Bahagia&quot; karya T.</p><p style="text-align: justify;">Sabrina terbelalak, ia menoleh ke belakang tetapi lukisan-lukisan yang ia lihat sebelumnya menghilang dilahap dinding putih. Sabrina kebingungan, ia ingin memastikan bahwa lukisan sebelumnya adalah karya Tamara dan ia tidak salah lihat.</p><p style="text-align: justify;">Sabrina membalikkan badan dan mendapati lukisan karya T. secara ajaib perlahan membesar, seolah memaksa Sabrina untuk mengingat kembali kenangan dalam lukisan tersebut. Sabrina menjatuhkan garpu yang digenggamnya erat sejak tadi, memegangi belakang kepalanya yang terasa nyeri. Memaksa Sabrina membuka pandora dalam memorinya.</p><p style="text-align: justify;">Pagi itu, hari ulang tahun Sabrina. Ayah menghadiahinya sepatu bewarna biru kesukaannya. Tamara yang melihat itu cemburu dan pergi mengadu pada ibu. Ia menangis dari pagi hingga menjelang sore. Ibu berkali-kali menenangkan dan mengulangi kalimat yang sama, &ldquo;iya, nanti ibu belikan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tamara menutup telinga. Tamara pernah menonton acara televisi yang mengatakan, kalau nanti artinya sesaat sebelum mati. Jadi, ia terus merengek sampai akhirnya ayah kembali dari bekerja sambil membawa kue tar strawberry.</p><p style="text-align: justify;">Ayah meletakkan kue itu di atas meja makan, memanggil Sabrina yang sibuk menyelesaikan tugas menggambarnya untuk menikmati kue itu bersama. Tamara menyeka air mata di pipinya, turut melingkar di meja makan bersama ayah dan Sabrina sedangkan ibu pamit pergi membeli beras.</p><p style="text-align: justify;">Sabrina dan Tamara sama-sama diam memerhatikan ayah yang membuka kotak kue dan menaruh lilin angka 11 di atasnya. Ayah menyanyikan lagu selamat ulang tahun, Tamara memeriahkan dengan tepukan tangannya sebelum meniup lilin dan tiba saat yang Tamara tunggu-tunggu. Ayah memotong kue menjadi bagian kecil dan membaginya di piring <em>dessert</em>.</p><p style="text-align: justify;">Tamara bergeming menanti suapan, tetapi ayah dan anak itu sama sekali tidak memedulikan keberadaan Tamara. Ia pun berinisiatif utuk mengambil sendiri bagiannya. Sayangnya, belum sempat sendok logamnya menyentuh krim kue, ayah sudah menepis tangan kecil Tamara membuat sendok itu terlepas dari genggamannya dan jatuh di kaki meja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau apa kamu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ayah menatap Tamara tajam. Ayah Sabrina bukan ayahnya, jadi Tamara sadar betul kalau keberadaannya tidak disukai orang itu. Tetapi bersedia menikahi Ibu Tamara, berarti seharusnya menerima ia juga &lsquo;kan? Ibu selalu bilang Tamara harus bisa mengambil hati ayah, sekarang Tamara sedang berusaha.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kuenya kelihatan enak!&rdquo; ujar Tamara. Ia tak gentar, matanya justru berbinar riang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pergi, sana!&rdquo; Kata-kata singkat itu keluar dari mulutayah, nada dinginnya mencapai ulu hati Tamara bahkan membuat Sabrina merinding. Tamara tidak kuat lagi menahan air mata yang memupuk, kaca di matanya akhirnya pecah membanjiri wajah cantiknya. Tamara lelah berusaha, ia juga sudah bosan sendirian dan selalu diasingkan. Saat ini, ia hanya butuh Ibu yang memeluknya, tapi ia juga benci Ibu yang selalu membela Ayah Sabrina.</p><p style="text-align: justify;">Tangisannya semakin menjadi, mengusik ruang pendengaran Ayah. Ayah pun membara, ia benci mendengar orang merengek, ia tidak butuh anak yang lemah dan cengeng. Ayah hanya suka Sabrina yang sempurna. Ayah lantas menyeret tangan Tamara, membanting anak itu ke sofa panjang ruang keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Ayah melepas gesper yang melingkar di pinggangnya. Melilitnya sedikit di tangan sebelum melayangkan ikat pinggang berbahan kulit rusa itu ke tubuh Tamara.</p><p style="text-align: justify;">Tamara memekik, kaos merah mudanya tidak bisa menutupi rasa perih kala kepala gesper mencium punggungnya. Ayah Sabrina adalah orang jahat. Ini bukan yang pertama kali Tamara dipukul, tetapi ini yang paling mengerikan. Tamara merapalkan maaf berulang kali, tapi Ayah sudah dikuasai roh jahat, ia menjadi ganas dan tuli.</p><p style="text-align: justify;">Sabrina mengintip dari balik tembok, berpikir ratusan kali untuk membantu atau tidak. Lama-lama Sabrina resah sendiri, dilihatnya Tamara sudah seperti siput yang ia tetesi jeruk nipis kemarin malam. Sabrina memanggil Ayah dengan berteriak tapi Ayah tak dengar. Jadi Sabrina cepat-cepat menghampiri Ayah dan menjadikan tubuhnya tameng. Gesper itu jatuh mengenai bahunya, Sabrina menggigit bibir menahan sakit. Ia memandang Tamara yang meringkuk penuh luka dan peluh. Tamara sudah bertahan sampai akhir.</p><p style="text-align: justify;">Ayah terkejut dengan kehadiran Sabrina. Ia membuang ikat pinggangnya jauh ke belakang dan bertanya pada Sabrina apa ia kesakitan. Bagi Sabrina, Ayahnya tentu orang yang baik. Tapi belum tentu bagi orang lain, lebih-lebih lagi Tamara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini sedikit perih, tapi aku baik-baik saja,&rdquo; jawab Sabrina</p><p style="text-align: justify;">Tanpa berkata sepatah kata lagi Ayah pergi mencari obat apapun yang bisa menghilangkan perih di bahu Sabrina.</p><p style="text-align: justify;">Sabrina mengambil es batu di kulkas dan membungkusnya dengan plastik lalu menggendong Tamara di punggungnya, membawa saudara tirinya itu ke dermaga tak jauh dari rumahnya. Sabrina juga sudah memotong sebagian kue tar strawberry dan membawanya.</p><p style="text-align: justify;">Mereka tiba di dermaga menjelang magrib. Semburat oranye menghiasi langit, burung-burung gereja berlalu lalang hendak pulang, para nelayan juga menarik jangkar untuk pergi memancing ikan.</p><p style="text-align: justify;">Keduanya duduk di tepi dermaga. Sabrina memberikan kue tar pada Tamara yang duduk sambil meringis. Disikapnya kaos merah muda Tamara, memperlihatkan memar panjang yang tercetak di punggung Tamara. Sabrina penah membaca di satu buku, kalau es batu bisa meredakan rasa perih. Jadi ia langsung saja menempelkan es batu sealur dengan memar panjang tak beraturan itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa kamu nggak mau pergi, Tamara? Berada di sini pasti menakutkan,&rdquo; tanya Sabrina.</p><p style="text-align: justify;">Tamara berhenti mengunyah. &ldquo;Maksudnya? Pergi ke mana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sabrina menerawang kapal yang pergi dari kejauhan. &ldquo;Nggak tahu, tapi bukankah rumah kita adalah neraka bagimu?</p><p style="text-align: justify;">Tamara memandang kue tar strawberry tidak lagi berselera. Jauh di lubuk hatinya, Tamara menyetujui pernyataan Sabrina.</p><p style="text-align: justify;">Suhu tubuh Tamara meningkatkan, mempercepat proses pencairan es batu. Air yang mengalir kini tidak hanya dari matanya, tetapi juga punggungnya, membasahi belakang kaos merah muda. Sabrina berhenti mengompres luka Tamara karena kehabisan es batu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ikut aku, Mara.&rdquo; Sabrina menarik lengan Tamara agar ia berdiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke mana?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sabrina mengangkat tangannya, menunjuk matahari tenggelam di ufuk Barat. &ldquo;Tempat yang jauh.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tanpa aba-aba Sabrina melompat bebas mencium air laut. Tamara yang digandengnya terkejut dan turut jatuh. Di bawah permukaan air, Sabrina melepas pegangannya pada Tamara. Membiarkan adik tirinya terus mengepak-epak dan mencari pijakan sedang Sabrina membiarkan dirinya tenggelam hingga kesadarannya perlahan memudar.</p><p style="text-align: justify;">Tamara bodoh, seharusnya ia tenang kalau ingin hidup.</p><p style="text-align: justify;">Jam beker berdering nyaring, gadis berambut panjang mematikan alarm tersebut tanpa bangkit dari ranjang. Sudah semenjak sepuluh tahun lalu, bangun adalah yang paling ia hindari. Tiap kali bangun, kepalanya pening seperti mau pecah dan tiap kali ia melihat matahari hari ini rasa bersalah mencubit dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Seorang Ibu masuk ke kamarnya, menyikap gorden dan menyuruhnya bangun. Suaranya lembut yang memasuki ruang pendengarannya pagi ini, adalah satu-satunya harapan meski di saat yang sama suara itu membuatnya semakin dibelenggu rasa sesal. Ibu tirinya yang baik. Maaf, Bu. Seharusnya aku pergi sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Bintang Hidayah, mahasiswa FKIP 2020.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dipercaya Membuka Peluang Besar, Program Magang Kampus Merdeka Kian Diminati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dipercaya-membuka-peluang-besar-program-magang-kampus-merdeka-kian-diminati/baca </link>
<guid> dipercaya-membuka-peluang-besar-program-magang-kampus-merdeka-kian-diminati </guid>
<pubDate> Mon, 19 Jul 2021 08:16:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sambut karir masa depan dengan pengalaman kerja yang berharga. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dipercaya-membuka-peluang-besar-program-magang-kampus-merdeka-kian-diminati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N5J7cqAFAp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dipercaya Membuka Peluang Besar, Program Magang Kampus Merdeka Kian Diminati</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menyusul beragam agenda Kampus Merdeka yang telah berjalan, kini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program magang bagi mahasiswa. Dengan tagline &ldquo;Sambut karir masa depan dengan pengalaman kerja yang berharga,&rdquo; mereka menawarkan beberapa keuntungan yang akan didapatkan ketika mengikuti magang tersebut. Seperti keberlanjutan karir, pengalaman kerja yang berharga, gambaran nyata dunia bekerja serta membangun dan memperluas koneksi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Program ini sendiri dibuka sejak bulan Juni lalu, di mana pelaksanaan pendaftaran dapat langsung dilakukan di <em>website</em> resmi Kampus Merdeka. Sistem yang dimiliki oleh program magang cukup berbeda dengan program lainnya. Sebab pelaksanaan pendaftaran serta perekrutan mahasiswa dilakukan oleh mitra yang bersangkutan. Proses pendaftaran magang dilakukan sejak 10 Juni hingga 15 Juli, sedangkan proses perekrutan dilaksanakan pada 16 Juni sampai 31 Juli mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Pada media sosial utamanya Twitter, program magang cukup menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa, apalagi oleh mahasiswa yang tengah memasuki semester lima. Ada yang&nbsp; mendaftar dan ada pula yang berkabar bahwa dirinya telah diterima di suatu perusahaan. Namun, tidak sedikit yang berujar bahwa mereka baru mengetahui keberadaan program ini.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em>&nbsp;kemudian mencoba untuk mewawancarai salah satu mahasiswa yang ikut serta dalam program magang Kampus Merdeka. Herti Cutie Manurung, mahasiswi Sastra Indonesia 2019 ini mengungkap jika dirinya turut mengambil bagian dalam agenda tersebut. Baginya, ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mengembangkan <em>soft skill</em> masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut aku, program magang dari Kampus Merdeka ini sangat bagus sekali. Karena, program ini adalah kesempatan emas bagi saya dan mahasiswa lainnya untuk mengasah kemampuan dan keilmuan yang didapatkan di kampus untuk mengaplikasikannya di dunia kerja,&rdquo; tuturnya pada Kamis, (15/7).</p><p style="text-align: justify;">Selama proses pendaftaran, ia mengaku tidak ada kendala berarti yang dirasakan karena semua prosesnya berlangsung secara <em>online</em>. Untuk pemilihan tempat magang sendiri, pihak Kampus Merdeka tidak memberi batasan kepada mahasiswa yang ingin mendaftar. Namun, disarankan untuk mendaftarkan diri pada bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.</p><p style="text-align: justify;">Herti juga menambahkan, tidak masalah jika mendaftar ke perusahaan yang tidak selinier dengan jurusan saat ini. Meskipun beberapa perusahaan ada yang menetapkan kewajiban harus sejalan dengan jurusan yang sedang ditempuh. Oleh karena itu, mahasiswa harus pandai menyesuaikan dengan perusahaan yang akan dituju.</p><p style="text-align: justify;">Aturan serta persyaratan yang termaktub di <em>website</em> sudah tersedia dengan lengkap dan jelas. Tiap perusahaan juga telah menetapkan beberapa bidang sebagai lowongan yang akan dipilih mahasiswa nantinya. Apabila diterima, mereka akan mendapatkan email dari perusahaan yang bersangkutan.</p><p style="text-align: justify;">Herti sendiri mendaftar di beberapa perusahaan seperti Zenius, Skilvul, Narasi dan Tanihub sebagai tempat magang. Ia merasa bahwa perusahaan tersebut sejalur dengan minat dan kemampuan yang dimilikinya. Ia berharap dapat mengembangkan dirinya di empat perusahaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, semoga dengan adanya program ini dapat mengembangkan dan mengasah kemampuan dan keilmuan dan juga skill di dalam dunia pekerjaan,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>rea/rvn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Covid-19 dalam Sudut Pandang Epidemiologi: Penyebab, Analisa Hingga Solusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/covid-19-dalam-sudut-pandang-epidemiologi-penyebab-analisa-hingga-solusi/baca </link>
<guid> covid-19-dalam-sudut-pandang-epidemiologi-penyebab-analisa-hingga-solusi </guid>
<pubDate> Mon, 19 Jul 2021 10:29:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Covid-19 tak hanya dikenali dari satu sudut pandang melainkan dari semua perspektif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/covid-19-dalam-sudut-pandang-epidemiologi-penyebab-analisa-hingga-solusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NBYzsA9LZC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Covid-19 dalam Sudut Pandang Epidemiologi: Penyebab, Analisa Hingga Solusi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 6 Juli 2021 mendeteksi, dari proses pemeriksaan <em>whole genome sequencing</em> (WGS) setidaknya ada lima jenis varian baru Covid-19 yang dibagi menjadi 3 varian. Dengan golongan <em>Variant of Concern</em> (VoC), terdapat jenis <em>alpha</em>, <em>beta</em> dan <em>delta</em> sedang dua lainnya adalah <em>Variant of Interest</em> (VoI) yakni varian <em>eta</em> dan <em>kappa</em>.</span></p><p style="text-align: justify;">Siswanto, Dosen Epidemiologi Unmul menyatakan jika Covid-19 tak hanya dikenali dari satu sudut pandang melainkan dari semua perspektif. Mulai dari penyebab, lingkungan sebagai habitatnya dan lingkungan <em>host</em> atau orang-orang yang mungkin bisa terjangkit serta solusinya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, virus-virus varian baru hasil mutasi dari Covid-19 yang mulai diidentifikasi di Indonesia merupakan sebuah ujian bagi pemerintah dan masyarakat. Sejumlah oknum minim empati dan mencuri-curi kesempatan dari situasi kondisi saat ini. Ia menyebut, banyak oknum yang kurang peduli dan mengambil keuntungan dalam <em>Fearness Industry</em> (industri kecemasan atau ketakutan).</p><p style="text-align: justify;">Misalnya seperti masker dan hand sanitizer yang sempat susah dicari, sehingga ada suplementasi harga yang di luar nalar. Saat ini pun sedang viral sebuah merk susu dan vitamin yang dianggap dapat menyembuhkan penderita Covid-19 hingga membuat barang tersebut semakin dicari dan harganya melonjak tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, beberapa penggiringan opini yang tak bertanggung jawab turut memperparah keadaan. Misalnya, beberapa kali pelaku perjalanan domestik maupun internasional dianggap sebagai pembawa virus-virus varian baru ke Indonesia. Akibatnya, masyarakat saling menghakimi serta menyalahkan pemerintah atas longgarnya peraturan terkait perjalanan internasional. Padahal masih banyak masyarakat yang tidak taat bahkan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) selama pandemi berlangsung, meskipun tidak melakukan perjalanan domestik maupun internasional.</p><p style="text-align: justify;">Dilihat dari angka <em>evidence based</em> Badan Litbangkes Kemenkes RI pada 6 Juli 2021, ada sebanyak 553 kasus varian baru dengan akumulasi 436 kasus varian <em>delta</em>, 57 kasus varian <em>beta</em>, 51 kasus varian <em>alpha</em>, 5 kasus varian <em>eta</em>, 2 kasus varian <em>kappa</em> dan 1 kasus varian <em>lota</em>. Virus-virus ini disebut sebagai penyebab utama meledaknya kasus Covid-19 saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tentu kita perlu waspada, karena virus varian baru ini berbahaya dan memiliki penularan yang cukup cepat. Tapi pada kenyataannya, banyak perilaku oknum masyarakat baik pelaku perjalanan atau bukan sering kali tidak menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta tidak menjalankan protokol kesehatan sebagaimana semestinya. Jadi, kita tidak bisa menilai sesuatu dari satu perspektif saja,&quot; tukasnya kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (9/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, tercatat bahwa mutasi Covid-19 yang dikenal sebagai varian <em>delta</em> (B.1.617.2) merupakan virus yang paling cepat penularannya. Terdapat 436 kasus yang tersebar di sembilan provinsi di Indonesia, khususnya DKI Jakarta yang merupakan provinsi paling banyak teridentifikasi kasus varian <em>delta</em> sebesar 195 kasus. Adapun Jawa Barat 134 kasus, Jawa Tengah 80 kasus, Jawa Timur 13 kaus, Banten 4 kasus, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur masing-masing 3 kasus dan ada 1 kasus di Gorontalo.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah lantas mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia termasuk Kalimantan Timur. Dirinya menilai, regulasi yang ditetapkan pemerintah tentunya dibuat secara holistik dan komprehensif. Siswanto mengatakan, ada lima analisa situasi yang dilakukan oleh epidemiologi.</p><p style="text-align: justify;">Pertama yakni analisa status kesehatan. Saat ini, angka masyarakat yang terpapar Covid-19 sedang tinggi dengan persentase kematian yang serupa. Namun selain itu, masih ada penyakit penyerta (komorbid) seperti penyakit jantung, asma, strok dan lainnya yang mempermarah dan memicu kematian.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ada analisa kependudukan. Dituturkan olehnya, sejatinya masyarakat memerlukan interaksi sebagai makhluk sosial. Adanya pandemi membuat mereka menjadi sulit satu sama lain, sehingga perlu perhatian lebih dari pemerintah terkait basis interaksi selama keadaan ini berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga ada upaya pelayanan kesehatan. Saat ini, terlihat bahwa rumah sakit daerah, rumah sakit swasta dan puskesmas masing-masing bekerja sendiri dan kurang bersinergi. Perlu adanya koordinasi untuk saling bahu membahu dalam situasi yang sulit seperti sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya yakni perilaku kesehatan. Ada terlalu banyak oknum yang sulit diatur untuk menerapkan PHBS dan prokes. Perilaku merokok dan buang sampah sembarangan juga tak menjadi perhatian. Padahal, limbah medis berbahaya dan memerlukan cara khusus untuk membuangnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir ialah analisa lingkungan. Masyarakat butuh untuk memahami lingkungan dan demografi agar tak ada tumpang tindih opini mengenai penanganan Covid-19 pada daerah satu dengan yang lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah kebijakan yang dikeluarkan di level pemerintah pusat, selanjutkan teknis akan dijalankan oleh level daerah. Dengan adanya identifikasi, efektifitas dan efisiensi serta metode penerapan kebijakan. Maka kebijakan dari PSBB, PPKM hingga PPKM mikro dijalankan.</p><p style="text-align: justify;">Meski ada pro dan kontra terkait keputusan tersebut, ia menyebut jika penerapan pembatasan tersebut pasti setidaknya membuahkan hasil. Seperti di Kaltim sendiri, angka kasus Covid-19 sempat menurun. Namun, masyarakat yang sudah merasa aman menjadi lalai menerapkan prokes hingga kasus positif kembali meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Oknum-oknum dari jajaran pemerintah pun masih sering abai dan tidak konsisten dalam menjalankan prokes. Siswanto mengatakan jika tak ada artinya bila kedua belah pihak sama-sama tak peduli dengan keadaan saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang, ada beberapa kelemahan dalam teknis penerapan kebijakan saat ini. Sehingga terlihat kurang optimal dan terkesan kaku,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya penerapan kebijakan, mekanisme proses pelaksanaan distribusi vaksin juga harus diperhatikan untuk mencapai target <em>herd immunity</em>. Antar <em>input</em>, <em>process</em>, <em>output</em> dan <em>outcome</em> harus seimbang agar vaksin diharapkan dapat diterima masyarakat secara menyeluruh.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga berpendapat bahwa saat ini dibutuhkan pemimpin yang bersedia turun langsung ke lapangan, guna memonitoring evaluasi secara terstruktur dan terjadwal. Menurutnya, pemimpin wilayah harus memiliki <em>mindset</em> untuk menjaga wilayahnya supaya terhindar dari Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Siswanto menyoroti kebijakan Unmul dalam menerapkan PPKM di lingkungan kampus. &quot;Regulasi ini tentunya tak bisa diterapkan secara menyeluruh sebab ada kemungkinan seperti hal mendesak yang mengharuskan civitas academica untuk pergi ke kampus. Maka dari kebijakan yang ada, perlu untuk dibijaksanai,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, civitas academica juga dapat mendukung kebijakan tersebut dan bersinergi bersama dalam menghadapi pandemi. (<strong><em>bae/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prokrastinasi: Kenali Tipe dan Cara Mengatasinya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/prokrastinasi-kenali-tipe-dan-cara-mengatasinya/baca </link>
<guid> prokrastinasi-kenali-tipe-dan-cara-mengatasinya </guid>
<pubDate> Tue, 20 Jul 2021 09:16:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tipe-tipe prokrastinasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/prokrastinasi-kenali-tipe-dan-cara-mengatasinya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CyfmX33AP5.png" />
					</figure>
			                <h1>Prokrastinasi: Kenali Tipe dan Cara Mengatasinya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebagai mahasiswa, menemui beragam penugasan sudah menjadi bagian dari rutinitas. Belum lagi ketika pandemi. Setiap hal ingin menjadi prioritas kita, lalu menumpuk di satu tempat. Untuk menghadapi skenario semacam ini, sering kali kita memutuskan untuk membuat jadwal atau <em>to-do list</em> dengan harapan dapat mengorganisir tugas-tugas yang ada.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Meski telah menyusun jadwal, sebenarnya kita semua memiliki kecenderungan untuk menunda pekerjaan. Fenomena ini biasa disebut prokastinasi. Prokrastinasi merupakan kegagalan regulasi diri. Pernyataan ini didukung oleh Timothy Pychyl, seorang peneliti asal Carleton University, Kanada.</p><p style="text-align: justify;">Mereka yang memiliki kebiasaan ini menganggap bahwa aktivitas lain di luar dari prioritas terlihat menyenangkan dan berharga. Tetapi menjadi kewalahan ketika tugas yang penting mendekati <em>deadline</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, ada beberapa tipe <em>procrastinator</em> yang perlu kamu ketahui. Dikutip dari <em>The Procrastinator Ultimate Guide </em>milik Dan Silvestre, berikut <em>Sketsa</em> sajikan untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. <em>Optimistic Procrastinators</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Pada tipe berikut, seseorang merasa jika kemampuan mereka dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan lebih besar daripada tantangan yang harus dihadapi ketika pekerjaan tersebut dilakukan. Mereka cenderung menunda dan tidak memulainya karena merasa bosan, <em>overconfident</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kebiasaan yang dilakukan <em>Optimistic Procrastinators</em>:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Tidak membuat <em>deadline</em> sama sekali di buku catatan atau kalender</p><p style="text-align: justify;">b. Berjanji untuk mengerjakan sesuatu esok hari, hanya untuk mengulangi penundaan yang sama hingga tenggat waktu mendekat</p><p style="text-align: justify;">c. Memberi tahu semua orang jika hal tersebut mudah atau memamerkan rencana-rencana yang dibuat untuk menyelesaikan pekerjaan itu</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solusi yang dapat kamu lakukan:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Meningkatkan rasa urgensi terhadap tugas yang harus diselesaikan</p><p style="text-align: justify;">b. Memperbaiki ekspektasi yang berlebihan atas pekerjaan tersebut</p><p style="text-align: justify;">c. Menjadikan pekerjaan itu sebuah tantangan untuk dilakukan secepat mungkin</p><p style="text-align: justify;">d. Membuat waktu khusus atau <em>non-negotiable hour</em> untuk mengerjakan tugas tersebut. Lakukan di awal dan lanjutkan setiap hari untuk memberimu momentum. Setidaknya satu jam cukup. Jika masih kesulitan untuk konsentrasi dalam waktu sejam penuh, kamu bisa mencoba teknik Pomodoro. Baca di sini: <a href="https://sketsaunmul.co/life-style/pomodoro-manfaatkan-efektivitas-dan-efisiensi-pada-kegiatanmu/baca">https://sketsaunmul.co/life-style/pomodoro-manfaatkan-efektivitas-dan-efisiensi-pada-kegiatanmu/baca</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>2. <em>Distracted</em></strong><strong><em>&nbsp;Procrastinators</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu mungkin menyukai pekerjaanmu, tetapi ada hal-hal lain yang lebih menarik perhatianmu. Akhirnya, kamu tak dapat berhenti mengerjakan aktivitas lain kecuali deadline sudah ada di depan mata. Kalau sudah begini, kamu harus memperbaiki lingkungan sekitarmu. Jika tidak, tak perlu hitungan jam tekadmu untuk melakukan sesuatu akan memudar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kebiasaan yang dilakukan&nbsp;</strong><em><strong>Distracted Procrastinators</strong></em>:</p><p style="text-align: justify;">a. Menganggap jika terganggu beberapa menit saat bekerja adalah masuk akal</p><p style="text-align: justify;">b. Percaya bahwa kebiasaan buruk ini baik dalam skala yang sedang, tetapi tidak menghargai batasan waktu yang telah dibuat</p><p style="text-align: justify;">c. Sebelum kamu mulai bekerja, setengah harinya kamu habiskan untuk melakukan tugas-tugas kecil. Kemudian saat kamu melakukan tugas yang mendesak, kamu tidak mempertanyakan apakah itu berguna atau tidak</p><p style="text-align: justify;">d. Kamu tidak pernah merasa mengerjakan sesuatu dengan 100% kehadiranmu dan merasa berada di tengah-tengah</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solusi yang dapat kamu lakukan:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Jika diperlukan, ambil tindakan ekstrem dengan memblokir apa yang membuatmu terganggu. Misalnya, kamu terdistraksi dengan adanya media sosial, maka hapuslah aplikasinya untuk sementara. Matikan notifikasi dari WhatsApp juga bisa kamu lakukan. Nyalakan kembali hanya saat pekerjaanmu sudah selesai.</p><p style="text-align: justify;">b. Merencanakan <em>self-reward</em> yang terjangkau untuk diri sendiri, sehingga tidak tergoda oleh hal-hal kecil yang sebelumnya menarik. Sebelum melakukan hal ini, perhatikan kiat berikut agar tidak salah langkah: <a href="https://sketsaunmul.co/life-style/hentikan-sikap-konsumtif-di-balik-kedok-self-reward/baca">https://sketsaunmul.co/life-style/hentikan-sikap-konsumtif-di-balik-kedok-self-reward/baca</a></p><p style="text-align: justify;">c. Membuat <em>not-to-do list</em> alias hal-hal yang tidak boleh lakukan selama periode mengerjakan tugas. Cobalah untuk patuh dengan peraturanmu sendiri</p><p style="text-align: justify;">d. Membagi tugas-tugasmu dalam prioritas agar lebih mudah. Coba <em>Eisenhower Matrix</em> berikut ini: <a href="https://sketsaunmul.co/life-style/tentukan-prioritas-dengan-eisenhower-matrix/baca">https://sketsaunmul.co/life-style/tentukan-prioritas-dengan-eisenhower-matrix/baca</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>3. <em>Perfectionist Procrastinators</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Tipe yang satu ini tidak akan tenang apabila segala pekerjaan tidak dilakukan sempurna. Kamu ingin meningkatkan kualitas, tapi tak mengerjakan tugas yang ada secara maksimal. Meskipun sudah memiliki prioritas, kamu malah memberikan perhatian terlalu banyak pada setiap detail yang sebenarnya tak penting dan akhirnya membuang-buang waktumu</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kebiasaan yang dilakukan <em>Perfectionist Procrastinators</em>:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Kamu tahu apa yang harus dilakukan begitu pula dengan cara kerjanya. Namun sebelum kamu memulai, sebuah pemikiran tidak rasional akan kegagalan menjebakmu untuk tidak melakukannya</p><p style="text-align: justify;">b. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk memulai sesuatu secara sempurna, dari langkah yang harus dilakukan sampai mengimplementasikannya</p><p style="text-align: justify;">c. Merasa tidak puas dan ingin melakukan sebuah perubahan secepatnya bahkan sebelum mengerjakan apa-apa</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solusi yang dapat kamu lakukan:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Alihkan fokusmu dari hasil (<em>result</em>) ke tindakan (<em>action</em>) sampai kamu terbiasa dengan rutinitas ini</p><p style="text-align: justify;">b. Tentukan batas waktu yang realistis dalam mengerjakan tugasmu. Pilah-pilah pekerjaanmu dalam beberapa bagian.</p><p style="text-align: justify;">c. Setelah membagi tugas, pastikan hal tersebut dapat kamu lakukan dengan waktu yang singkat. Singkirkan juga pemikiran &ldquo;semuanya harus selesai sekarang&rdquo;, sebab ini membuatmu semakin takut akan gagal.</p><p style="text-align: justify;">d. Turunkan ekspektasimu. Bebaskan dirimu dari pemikiran jika semua hal harus 100% baik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. <em>Guilty</em></strong><strong><em>&nbsp;Procrastinators</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Permasalahan yang ada pada tipe ini berkaitan dengan interpretasi tentang kegagalan yang menghalangi seseorang untuk bekerja. Keadaan tesebut dapat terjadi sebab pernah mengalami kegagalan atas strategi yang digunakan sehingga sulit menerima hasil akhirnya. Adapun <em>mindset</em> semacam &ldquo;apapun yang kulakukan akan gagal&rdquo; menghantui secara terus menerus.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kebiasaan yang dilakukan <em>Guilty Procrastinators</em>:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Menerima distraksi sebagai hal yang biasa karena anggapan &ldquo;aku sudah kalah&rdquo; dan ironisnya percaya jika segala sesuatu pada akhirnya akan membaik</p><p style="text-align: justify;">b. Merasa jika orang di sekitar sedang marah dengan dirimu atau tidak memahami posisimu yang &ldquo;lemah&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">c. Mulai meninggalkan kebiasaan-kebiasaan baik lainnya karena &ldquo;membenarkan&rdquo; kegagalan untuk segala bidang</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solusi yang dapat kamu lakukan:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Ingatlah jika rasa bersalah yang berlebihan dapat merugikan, terutama jika berhubungan dengan kecenderungan penundaan pekerjaan</p><p style="text-align: justify;">b. Beralih dari mengkritik diri sendiri ke mengasihi diri sendiri. Maafkan dirimu karena sudah menunda pekerjaan dan mulai dengan perlahan</p><p style="text-align: justify;">c. Sadari jika kamu sudah melakukan hal yang terbaik</p><p style="text-align: justify;">d. Cobalah untuk menenangkan dirimu saat perasaan kalah atau bersalah kembali hadir. Kamu bisa melakukan meditasi atau bersantai sejenak. Coba juga aplikasi ini untuk membantumu: <a href="https://www.sketsaunmul.co/teknologi/berlatih-mindfulness-bersama-aplikasi-yang-ciamik/baca">https://www.sketsaunmul.co/teknologi/berlatih-mindfulness-bersama-aplikasi-yang-ciamik/baca</a></p><p style="text-align: justify;"><strong>5. <em>Busy Procrastinators</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika kamu berkomitmen dengan banyak sekali proyek dalam satu waktu, kamu akan melihat pekerjaan-pekerjaan ini dengan pandangan melelahkan. Bahkan jika kamu memiliki waktu, kamu tidak melihat adanya kegunaan untuk menyelesaikannya. Sampai di sini, kamu tidak mengambil tindakan karena merasa tidak ada kesempatan untuk berpikir.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kebiasaan yang dilakukan <em>Busy Procrastinators:</em></strong></p><p style="text-align: justify;">a. <em>Multitasking</em> alias mencoba menyelesaikan semua tanggung jawab sekaligus</p><p style="text-align: justify;">b. Meski sudah mengerjakan apa yang diperlukan, kamu merasa tidak mendapatkan hasil sama sekali</p><p style="text-align: justify;">c. Hanya ingin menghabiskan waktu untuk mengerjakan proyek yang kamu sukai</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solusi yang dapat dilakukan:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Fokus dengan hasil pekerjaanmu</p><p style="text-align: justify;">b. Katakan tidak untuk tawaran tugas yang tidak sesuai dengan waktumu</p><p style="text-align: justify;">c. Prioritaskan tujuanmu. Pilih tiga tugas penting setiap harinya dan kerjakan. Jangan lakukan pekerjaan tidak penting</p><p style="text-align: justify;">d. Selalu ingat, kamu tetap ber-<em>progress</em> meski tidak mengerjakannya secepat kilat</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. <em>Disorganized Procrastinators</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Masalah yang paling penting dalam tipe ini adalah: <em>time-management</em> yang buruk. Ini menyebabkan seseorang sering menunda terutama ketika mengerjakan proyek dengan jangka waktu yang panjang. Mereka yang berada pada tipe ini tak menyukai rutinitas karena konsep kebebasan dan luang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kebiasaan yang dilakukan <em>Disorganized Procrastinators:</em></strong></p><p style="text-align: justify;">a. Terlalu lama mempersiapkan <em>workspace</em> saat ingin memulai pekerjaan</p><p style="text-align: justify;">b. Sengaja menunda di menit awal, lalu berujung menghabiskan waktu dengan menundanya sampai akhir</p><p style="text-align: justify;">c. Meski sudah tahu sedang menunda, kamu lebih suka menyelesaikan hal yang kamu tunda dibandingkan beralih ke bagian yang penting</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solusi yang dapat dilakukan:</strong></p><p style="text-align: justify;">a. Coba mengorganisir waktumu dengan <em>Eisenhower Matrix</em>. Baca di sini: <a href="https://sketsaunmul.co/life-style/tentukan-prioritas-dengan-eisenhower-matrix/baca">https://sketsaunmul.co/life-style/tentukan-prioritas-dengan-eisenhower-matrix/baca</a></p><p style="text-align: justify;">b. Berkomitmen untuk menyelesaikan tugas terpenting selama satu jam penuh</p><p style="text-align: justify;">c. Gunakan pengaturan <em>Objective, Keyword, Result</em> (OKR) untuk menentukan tujuanmu</p><p style="text-align: justify;">Itulah keenam tipe <em>procrastinator</em> yang dapat kamu kenali dan cegah. Perlu diingat, semua solusi dapat efektif hanya jika kamu berniat untuk melakukannya. Semoga kamu bisa mengatasi prokrastinasi yang menyerang, ya! (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dinamika KKN 47 Unmul: Pelonjakan Kasus Covid-19 Hingga Adaptasi Kelompok </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-kkn-47-unmul-pelonjakan-kasus-covid-19-hingga-adaptasi-kelompok/baca </link>
<guid> dinamika-kkn-47-unmul-pelonjakan-kasus-covid-19-hingga-adaptasi-kelompok </guid>
<pubDate> Tue, 20 Jul 2021 09:27:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peserta KKN 47 Unmul positif Covid-19 hingga kini terdata 26 orang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-kkn-47-unmul-pelonjakan-kasus-covid-19-hingga-adaptasi-kelompok/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TN6iCMdYCK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dinamika KKN 47 Unmul: Pelonjakan Kasus Covid-19 Hingga Adaptasi Kelompok</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Lonjakan kasus positif Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) kian meninggi. Hal tersebut membuat panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) 47 Unmul mengimbau peserta untuk mengisi formulir jika merasakan gejala Covid-19. Hingga kini, tercatat ada 26 orang yang mengalami Covid-19. Sebanyak 10 di antaranya dinyatakan sembuh. Data yang didapat menyebutkan jika mahasiswa terbanyak berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) serta berdomisili di Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;">Pada Sabtu (17/6), <em>Sketsa</em> melakukan wawancara kepada dr. Swandari Paramita selaku Koordinator Bidang Kesehatan Panitia KKN 47 Unmul. Ia menjelaskan, sebagai upaya mencegah pelonjakan Covid-19, sebenarnya KKN sudah dilaksanakan di domisili masing-masing. Hal tersebut sudah cukup menjaga agar tidak ada pergerakan antar kabupaten kota. Saat pembekalan KKN pun telah disosialisasikan kepada peserta KKN untuk menerapkan 6M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi makan bersama). Namun, ia mengatakan bahwa temuan kasus positif ini didapatkan bukan pada saat KKN lapangan tapi didapatkan pada lingkungan keluarga peserta KKN sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tetapi saya konfirmasi, mereka itu katanya bukan dari saat KKN <em>loh</em> (terkenanya), tapi kluster keluarga. Kenanya dari orang tua, kakak, dan kami tidak bisa kendalikan. Walaupun mereka tidak (turun lapangan) KKN,&rdquo; ujarnya via telepon.</p><p style="text-align: justify;">Swandari turut memaparkan bahwa sejak adanya temuan kasus positif pada peserta KKN, semua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sepakat untuk mengalihkan bimbingan menjadi daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi sejak awal pertama kasus muncul, saya selalu ngomong (di grup DPL), &quot;pak/bu ini ada kasus positif.&quot; Mereka kaget, &quot;iya langsung kami <em>online-</em>kan.&quot; Selang berapa jam lagi saya ngomong lagi di grup, &quot;pak/bu ini ada lagi yang positif.&quot; Saking seringnya saya mengumumkan ada lagi yang positif, akhirnya semua DPL jadi paham, sudahlah kita <em>online</em> aja daripada dokter Swandari posting lagi kasus mahasiswa positif, tambah repot,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Pihak Unmul pun telah menyurati Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda untuk mengajukan vaksinasi khusus untuk mahasiswa KKN 47 Unmul, meski sampai saat ini belum ada tanggapan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga melakukan wawancara kepada salah satu peserta KKN 47 Unmul yang salah satu anggota kelompoknya terkonfirmasi positif. Dhiyaul Sainah, mahasiswa Sastra Inggris dari kelompok 23 itu membenarkan adanya temuan kasus positif Covid-19 pada salah satu teman kelompoknya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Diakuinya, kasus positif Covid-19 tersebut sedikit mengganggu produktivitas kelompok KKN mereka. Namun, dari awal kelompoknya sudah ada antisipasi jika memang harus berjalan dengan daring.</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Selain masih ada waktu, terdapat pula program kerja (proker)&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">online</em><span style="background-color: transparent;">.</span><br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita dari awal memang kebanyakan luaran hasil prokernya&nbsp;<em>online</em>, cuma kami melakukan kegiatannya secara <em>offline</em>,&rdquo; katanya pada awak <em>Sketsa</em>, Minggu (18/7).</p><p style="text-align: justify;">Dhiyaul menyebut, dari pihak DPL sendiri telah mengimbau mereka untuk tidak menjalankan KKN sepenuhnya secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau pihak PL kami, kami memang dari awal memberikan himbauan dan pengertian bahwa kami enggak bisa sepenuhnya <em>offline</em> jadi mereka pun mengerti juga. Kebetulan <em>kan</em> PL kami dari pihak kelurahan, pada saat kami di <em>online</em>-kan mereka juga sedang WFH. Jadi kami enggak apa gitu loh,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, koordinasi antar anggota kelompoknya terjalin dengan baik. Setiap ada permasalahan akan langsung dibahas bersama dan tidak menunda-nunda. Setelah temuan kasus positif Covid-19 ini, mereka memaksimalkan pertemuan dalam seminggu sebanyak 4 kali. Ini agar mereka tidak terlalu sering bertemu dan memiliki waktu untuk beristirahat. <em>(<strong>rst/nop/vyl/len</strong>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belum Genap Setahun, Fitur Fleets Twitter Akan Dihapus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/belum-genap-setahun-fitur-fleets-twitter-akan-dihapus/baca </link>
<guid> belum-genap-setahun-fitur-fleets-twitter-akan-dihapus </guid>
<pubDate> Wed, 21 Jul 2021 11:04:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Twitter mengumumkan Fleets tidak lagi dapat diakses mulai 3 Agustus 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/belum-genap-setahun-fitur-fleets-twitter-akan-dihapus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SUlJdHTtmS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Belum Genap Setahun, Fitur Fleets Twitter Akan Dihapus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak kehadirannya pada tahun 2006, Twitter tak berhenti melakukan inovasi untuk menciptakan berbagai fitur bagi kenyamanan penggunanya. Salah satunya fitur <em>fleets</em>&nbsp;yang muncul di atas <em>timeline</em> beranda. Serupa dengan Instagram <em>stories</em>, fitur ini memungkinkan penggunanya untuk berbagi gagasan yang terbersit hingga 24 jam.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Fitur ini hanya bisa dinikmati oleh pengguna iOS dan Android. Di sini, pengguna bisa membagikan teks, video, GIF, stiker, foto, sampai cuitan seseorang. Inovasi tersebut juga dilengkapi dengan opsi untuk mengedit latar belakang dengan berbagai pilihan yang ciamik.</p><p style="text-align: justify;">Dirilis di Indonesia pada November 2020, <em>fleets</em>&nbsp;awalnya bertujuan agar mempermudah orang untuk berpartisipasi dalam percakapan di Twitter. Sebab bagi sebagian orang, karakteristik <em>tweet</em> yang sifatnya permanen dan memiliki jangkauan publik dirasa kurang nyaman. Sehingga banyak <em>tweet</em> pada akhirnya hanya tersimpan sebagai draf.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum resmi hadir di Indonesia, Twitter telah lebih dulu melaksanakan uji coba di beberapa negara. Di antaranya ada Brazil, India, dan Korea Selatan. Hasil uji cobanya pun mendapat sambutan positif dari beberapa negara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Namun bertolak belakang dengan fakta sebelumnya, baru-baru ini Twitter mengumumkan <em>Fleets</em> tidak lagi dapat diakses mulai 3 Agustus 2021. Dilansir dari laman <em>blog.twitter.com</em>, fitur ini dihapus sebab dinilai kurang efektif. Sejak kali pertama diluncurkan, <i>fleets</i>&nbsp;tidak banyak digunakan pengguna Twitter seperti yang diharapkan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah resmi dihapus, nantinya para pengguna akan mendapati notifikasi <em>Twitter Spaces</em> pada bagian teratas linimasa. Sedangkan beberapa fitur yang sebelumnya telah hadir di <i>fleets</i>, akan dipindahkan ke fitur kamera yang ada di menu unggah <em>tweet</em> biasa.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun dianggap kurang berhasil karena sepinya peminat <i>fleets</i>&nbsp;selama 8 bulan terakhir, hal tersebut tak lantas membuat Twitter berhenti menghadirkan berbagai hal baru di masa mendatang. Bagi kamu pengguna setia platform Twitter, silakan nantikan terus inovasi selanjutnya, ya! (<strong><em>nkh/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Luncurkan Telemedicine Covid-19, Unmul Siap Bantu Pasien Isolasi Mandiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/luncurkan-telemedicine-covid-19-unmul-siap-bantu-pasien-isolasi-mandiri/baca </link>
<guid> luncurkan-telemedicine-covid-19-unmul-siap-bantu-pasien-isolasi-mandiri </guid>
<pubDate> Thu, 22 Jul 2021 09:53:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peresmian program Layanan Telemedicine Covid-19 Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/luncurkan-telemedicine-covid-19-unmul-siap-bantu-pasien-isolasi-mandiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VGHGG7NVuY.png" />
					</figure>
			                <h1>Luncurkan Telemedicine Covid-19, Unmul Siap Bantu Pasien Isolasi Mandiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;</strong> Melalui Fakultas Kedokteran (FK), Unmul meluncurkan program yang digadang-gadang dapat membantu masyarakat dalam menjalani isolasi mandiri atau isoman. Bertajuk &ldquo;Layanan <em>Telemedicine</em> Covid-19 Unmul&rdquo;, program tersebut diharapkan menjadi bantuan bagi mereka yang ingin berkonsultasi kepada dokter selama masa isoman. Hal ini termasuk dalam konsultasi obat-obatan yang akan dikirim ke pasien apabila diperlukan.</p><p style="text-align: justify;">Rabu (21/7) kemarin, <em>live streaming</em> peresmian <em>Telemedicine</em> Covid-19 ditayangkan melalui kanal YouTube Unmul TV dan terbuka untuk semua orang. Hadir pula Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim Padihal Mante Runa, Rektor Unmul Masjaya, Dekan FK dr. Ika Fikriah dan Kepala Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, dr. Nataniel Tandirogang bersama civitas academica Unmul lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, dr. Nataniel mengungkap bahwa program ini sebenarnya telah dilakukan sejak merebaknya pandemi Covid-19. Saat itu, konsultasi hanya dilakukan secara pribadi melalui aplikasi WhatsApp dan menugaskan kurang lebih 20 dokter yang masing-masing menangani pasien.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sampai saat ini, kami sudah menangani 3 ribu sampai 4 ribu pasien secara konsultasi melalui via WhatsApp,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat kondisi ini, maka perlu adanya partisipasi dari Unmul secara masif. Masjaya selaku Rektor Unmul kemudian melancarkan ide untuk membuat <em>telemedicine</em> yang bisa menjangkau hingga pelosok-pelosok Kaltim. Dalam waktu satu minggu, Tim IT Unmul bekerja untuk membuat <em>web</em> program ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mudah-mudahan melalui web ini, masyarakat kita yang belum tersentuh atau tertangani oleh dinas kesehatan setempat serta dokter di Unmul dapat terbantu. Terutama pasien-pasien yang ada di rumah dan sedang melakukan isolasi mandiri,&rdquo; jelas Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya, <em>telemedicine</em> akan membantu dalam hal obat-obatan yang berkerja sama dengan pemerintah Provinsi Kaltim. Tentunya juga didukung oleh peralatan medis yang memadai, seperti tabung oksigen.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya turut mengutarakan bahwa pemberitan soal Covid-19 hingga saat ini cukup mengerikan. Utamanya mengenai sejumlah masyarakat yang tak bisa mendapatkan perawatan lanjutan karena rumah sakit telah penuh. Melalui program ini, ada 20 dokter yang siap untuk memberikan konsultasi dan membantu dalam penyaluran obat-obatan. Para dokter yang akan membantu pun diberi persiapan agar dapat menjangkau seluruh orang yang membutuhkan. Selain melalui <em>web</em>, mereka masih bisa memberikan perawatan melalui WhatsApp</p><p style="text-align: justify;">&quot;Program ini tidak hanya dilakukan di Samarinda saja. Ini juga akan menjangkau seluruh masyarakat Kalimantan Timur dan akan terus kita kembangkan,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Dukungan atas hadirnya program telemedicine juga datang dari pemerintah daerah. Gubernur Kaltim, Isran Noor menyebut jika program yang diinisiasi oleh Unmul ini sangat diperlukan. Khususnya di wilayah Kaltim yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 secara dinamis.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, fasilitas rumah sakit saat kini tengah mengalami masa kritis bahkan sudah melampaui kapasitas yang ada. &ldquo;Dengan demikian, para pasien-pasien yang mestinya bisa dirawat tidak mendapat kesempatan untuk dirawat dengan baik,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyatakan agar semua pihak harapannya dapat mengerti jika upaya-upaya pemerintah juga memiliki keterbatasan. Isran juga mengingatkan kembali mengenai kesadaran yang harus ditanamkan agar informasi mengenai Covid-19 dan protokol kesehatan dapat disampaikan secara tepat. Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang menggagas program ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Artinya inovasi menjadi bagian yang harus kita lakukan dan Unmul mendapat predikat terbaik dalam hal riset. Itu juga merupakan kebanggaan yang kita miliki bersama,&rdquo; ucap Isran.</p><p style="text-align: justify;">Setelah sambutan usai, rangkaian acara dilanjutkan dengan peluncuran <em>website</em> yang diresmikan dengan menampilkan sebuah video yang berisikan kutipan dari beberapa tokoh yang berperan dalam kehadiran <em>telemedicine</em>. Setelah pemutaran video, adapula penyerahan obat-obatan, makanan sehat juga alat kesehatan, dalam hal ini tabung oksigen. Pemberian ini dilakukan oleh gubernur dan kepala dinkes kepada rektor serta kepala satgas sebagai bentuk dukangan pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Agenda diakhiri dengan pemutaran video demo uji coba penggunaan website program ini. Dalam pemutaran uji coba, diperlihatkan bagaimana cara mengisi identitas diri untuk registrasi. Setelah semua proses registrasi dilakukan, pasien akan mendapatkan <em>email</em> yang berisi <em>username</em> dan <em>password</em> untuk masuk ke laman <em>telemedicine</em> ini. Ditampilkan pula cara berkonsultasi kepada dokter sampai terapi jenis apa yang akan diberikan kepada pasien. Terapi tersebut bisa juga dilakukan dengan pemaketan obat kepada pasien sesuai kebutuhan dan akan ada notifikasi jika pasien sudah mendapatkan obatnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang membutuhkan bantuan, silakan kunjungi websitenya di <a href="https://bantucovid19.unmul.ac.id/"></a><a href="https://bantucovid19.unmul.ac.id/">https://bantucovid19.unmul.ac.id/</a>. Tetap jaga kesehatan dan menaati protokol keehatan! <strong><i>(vyn/len)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menambahnya Varian Covid-19, Dosen FK Unmul: Utamakan Vaksinasi dan Double Protection </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menambahnya-varian-covid-19-dosen-fk-unmul-utamakan-vaksinasi-dan-double-protection/baca </link>
<guid> menambahnya-varian-covid-19-dosen-fk-unmul-utamakan-vaksinasi-dan-double-protection </guid>
<pubDate> Thu, 22 Jul 2021 10:56:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perketat protokol kesehatan karena Covid-19 semakin bermutasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menambahnya-varian-covid-19-dosen-fk-unmul-utamakan-vaksinasi-dan-double-protection/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qFVcDLiLAD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menambahnya Varian Covid-19, Dosen FK Unmul: Utamakan Vaksinasi dan Double Protection</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setiap harinya, pandemi Covid-19 terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Terhitung, sudah ada 2.950.058 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan tingkat kematian sebanyak 2,6% atau 76.200 kasus meninggal dunia per 20 Juli 2021. Tingginya angka kematian ini diduga ada hubungannya dengan varian baru Covid-19 yang beredar sekarang. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menyebutkan, setidaknya ada lima jenis varian baru Covid-19 yang dibagi menjadi 3 varian. Dengan golongan <em>Variant of Concern</em> (VoC), terdapat jenis <em>alpha</em>, <em>beta</em> dan <em>delta</em> sedang dua lainnya adalah <em>Variant of Interest</em> (VoI) yakni varian <em>eta</em> dan <em>kappa</em></p><p style="text-align: justify;">dr. Swandari, Dosen asal Fakultas Kedokteran (FK) Unmul menjelaskan bahwa perbedaan mendasar dari semua varian itu adalah rangkaian <em>ribonucleic acid</em> atau RNA yang terdapat pada masing-masing virus</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diibaratkan gelang yang ada manik-manik, virus juga ada manik-maniknya atau disebut. RNA atau DNA, manik-manik ini yang kemudian berubah dari segi susunannya atau warnanya sehingga memunculkan banyak varian baru,&rdquo; jelas Swandari.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menentukan varian dari masing-masing juga virus, membutuhkan proses yang panjang dan waktu yang lama. Proses tersebut dikenal dengan istilah <em>sequencing</em> atau mengurangi RNA atau DNA (<em>deoksiribonukleat</em>) virus. Pelaksanaannya pun tidak bisa dilakukan di sembarang tempat dan hanya laboratorium resmi saja yang bisa melakukannya. Salah satu contohnya adalah laboratorium Kemenkes yang terletak di Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Terbatasnya fasilitas untuk melakukan <em>sequencing</em> ini membuat proses identifikasi untuk mendeteksi varian baru terhambat. Ini karena lamanya waktu yang dibutuhkan, bahkan untuk menguraikan 1 RNA saja membutuhkan waktu 24 jam. Belum lagi, laporan mengenai hal tersebut baru dapat dikeluarkan dalam waktu berminggu-minggu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya hingga sekarang, kita tidak pernah tahu varian <em>delta</em> atau variannya India. Kita menebak-nebak saja, ini kenapa gejalanya ringan, kok ini gejalanya berat,&rdquo; ujarnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Timur (Kaltim).</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menegaskan, bahwa apapun variannya yang diutamakan saat ini adalah melakukan vaksinasi dan menggunakan proteksi lebih. Seperti menerapkan <em>double</em> masker, yaitu memakai masker medis pada bagian dalam kemudian memakai masker kain pada bagian luar. Untuk vaksinasi sendiri, diharapakan bisa mencapai tingkat <em>herd &nbsp;immunity</em> 70% pada akhir tahun ini. Tingkat tersebut dapat dicapai apabila setidaknya dilakukan vaksinasi kepada 1 juta orang setiap harinya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, kepatuhan masyarakat Kaltim untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini terbilang cukup baik. Swandari menyatakan, warga Kaltim termasuk ke dalam lima besar provinsi yang mematuhi protokol kesehatan jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Jakarta atau Jawa Timur. Namun, ia tetap menyayangkan bahwa di sini masih ada beberapa daerah yang tak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, ketika disinggung mengenai masyarakat yang hingga saat ini tidak mempercayai adanya Covid-19, dirinya enggan berkomentar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami di grup IDI hanya bisa berdoa, semoga mereka dapat diberikan kesehatan dan didoakan yang baik-baik saja,&rdquo; tutupnya. <strong><i>(rkn/wuu/len)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dampak PPKM Darurat Terhadap Efektivitas KKN 47 Fakultas Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dampak-ppkm-darurat-terhadap-efektivitas-kkn-47-fakultas-hukum/baca </link>
<guid> dampak-ppkm-darurat-terhadap-efektivitas-kkn-47-fakultas-hukum </guid>
<pubDate> Fri, 23 Jul 2021 10:55:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KKN Profesi Fakultas Hukum selama PPKM Darurat berlangsung. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dampak-ppkm-darurat-terhadap-efektivitas-kkn-47-fakultas-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/unQyOe9zQ6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dampak PPKM Darurat Terhadap Efektivitas KKN 47 Fakultas Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kembali memasuki zona merah akibat pandemi Covid-19, pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) lantas menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat guna menurunkan lonjakan kasus positif sejak 12 Juli hingga 20 Juli lalu. Salah satu peraturan yang perlu ditaati adalah pelaksanaan <em>Work From Home</em> (WFH) atau bekerja dari rumah pada sektor non-esensial.</span></p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut tentu saja berdampak pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi yang sedang dilakukan oleh mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH) Unmul. Kepada <em>Sketsa</em> pada Selasa (20/7), Destitatika Raka Zain, mahasiswa yang tengah menjalankan KKN Profesi di Pengadilan Negeri/HI/TIPIKOR Kelas IA Samarinda menjelaskan bahwa sejak 13 Juli kelompok KKN miliknya harus melakukan kegiatan di rumah masing-masing. </p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, hal tersebut tidak mengganggu efektivitas pengerjaan program kerja mereka. Sebab kegiatan yang harus dilaksanakan secara luring telah selesai sehingga sisanya dapat dilakukan secara daring. Seperti pengadaan webinar, pembuatan poster preventif Covid-19 dan video layanan masyarakat. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika <em>offline</em> memang ada pekerjaan yang harus dilakukan di kantor. Tetapi karena instansi lumayan kooperatif, jadi saat WFH sudah tidak ada pekerjaan lagi. Kami membuat kegiatan sendiri selama WFH,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Situasi ini rupanya berbeda bagi kelompok KKN Inovatif yang terkendala dalam mengumpulkan data akibat adanya WFH selama PPKM Darurat. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu anggota kelompok KKN Inovatif, Richard Hendrawan yang sedang melaksanakan KKN di Kebanpol, Dinas Pendidikan Kabupaten Kukar. Meski berjalan secara normal, kelompoknya terkendala pada saat pengumpulan data.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terdapat kendala dalam pengurusan izin peliputan dan pengumpulan data terkendala karena instansi terkait jaraknya cukup jauh. Juga terjadi pembatasan baik dari pihak instansi terkait ataupun dari pemerintah,&rdquo; tukasnya.&nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Richard juga menuturkan bahwa pengerjaan proker secara daring berpengaruh terhadap efektivitas kelompok mereka. Contohnya, sering terjadi keterlambatan dalam pengerjaan program juga <em>misscomunication</em> dalam bekerja. <strong><em>(eng/vyl/len) </em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memasuki Semester Ganjil, Unmul Tetap Laksanakan Perkuliahan Secara Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memasuki-semester-ganjil-unmul-tetap-laksanakan-perkuliahan-secara-daring/baca </link>
<guid> memasuki-semester-ganjil-unmul-tetap-laksanakan-perkuliahan-secara-daring </guid>
<pubDate> Fri, 23 Jul 2021 11:12:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sistem perkuliahan Unmul semester ganjil. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memasuki-semester-ganjil-unmul-tetap-laksanakan-perkuliahan-secara-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ntxi9LEfIJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memasuki Semester Ganjil, Unmul Tetap Laksanakan Perkuliahan Secara Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Unmul tengah memasuki semester ganjil, namun tampaknya nihil tanda-tanda aktivitas perkuliahan akan dijalankan secara normal atau luring. Seperti yang tertera dalam Surat Edaran (SE) Rektor Nomor 2396 tahun 2021 serta rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unmul. Tetapi tak menutup kemungkinan untuk diadakannya kegiatan akademik secara luring dengan berbagai adaptasi dan tentunya mengikuti protokol kesehatan (prokes).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Praktikum maupun penggunaan laboratorium yang seyogianya tidak bisa diganti dengan daring, dapat dilaksanakan secara luring dan hanya dibatasi berkisar 10 hingga 15 peserta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya praktikum bergilir dan prokes ketat sudah dilaksanakan sejak semester Genap 2020/2021 kemarin, didahului dengan tes Swab. Itupun harus seizin orang tuanya. Tetapi fakultas yang bisa mempertimbangkan kesiapannya karena berisiko juga (untuk peneliti dan pendamping),&rdquo; Jelas Mustofa Agung selaku WR I ketika diwawancarai awak <em>Sketsa</em> (12/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dilakukan di dalam maupun di luar Unmul, prinsipnya dijalankan secara daring penuh hingga Desember 2021. Hal ini berdasarkan rekomendasi oleh Satgas yang kemudian diilhami dalam SE Rektor. Sebagaimana yang dituturkan Mustofa, bahwa perkuliahan khususnya pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) kecil kemungkinan untuk dilakukan secara luring. Hal ini disebabkan peserta yang banyak dan kesulitan apabila dilakukan bergilir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Adapun yang sifatnya terbatas pesertanya bisa diatur bergiliran dan dengan prokes ketat. Dalam hal ini fakultas atau unit kerja yang akan mengatur pada level mikro,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini terbit, aktivitas perkuliahan lainnya seperti pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 47 Unmul masih berjalan. KKN 47 yang dilaksanakan dengan campuran daring dan luring pada awalnya, direncanakan beralih menjadi daring, sebagaimana KKN 46 lalu. Berkaca dari peningkatan kasus Covid-19 dan situasi pandemi yang menuntut pengurangan mobilitas. Belum lagi rentannya terpapar Covid-19 varian baru akhir-akhir ini.</p><p style="text-align: justify;">Keselamatan menjadi fokus utama Unmul dalam menelurkan kebijakannya. Sehingga apabila memang ada penurunan kasus Covid-19, tampaknya butuh pertimbangan yang sangat matang untuk menormalkan kegiatan perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau korban berjatuhan, tidak ada artinya kualitas (pendidikan) setinggi apapun. Pada prinsipnya dasar kebijakan adalah &ldquo;keselamatan&rdquo;, karena proses belajar mengajar <em>full</em> daring juga sangat membebani dosen. Waktu dan beban kerja bisa lebih dua kali lipat yang konvensional. Unmul pasti mengambil kebijakan terbaik bagi kesehatan dan mutu pendidikan&rdquo; tutupnya. (<em><strong>kus/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kehancuran Kedua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kehancuran-kedua/baca </link>
<guid> kehancuran-kedua </guid>
<pubDate> Sat, 24 Jul 2021 11:58:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Amalia Nur Azizah, mahasiswa Hubungan Internasional 2020. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kehancuran-kedua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Soir6f9iZA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kehancuran Kedua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dunia saat ini meredup kembali</p><p style="text-align: justify;">Di tengah kondisi yang kembali darurat</p><p style="text-align: justify;">Badai kembali menerjang</p><p style="text-align: justify;">Kehidupan umat manusia di bumi nan damai</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Diawali dengan gemparnya kehancuran kedua</p><p style="text-align: justify;">Berakibat kembali pada ketidakadilan</p><p style="text-align: justify;">Kepintaran dan hati nurani sudah tak berarti</p><p style="text-align: justify;">Tergantikan oleh pahitnya uang dan keegoisan diri</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Amalia Nur Azizah, mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP 2020.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memori Mesin Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/memori-mesin-waktu/baca </link>
<guid> memori-mesin-waktu </guid>
<pubDate> Sun, 25 Jul 2021 05:11:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah puisi karya Afriza Ramadhona Patience, mahasiswa Pendidikan Masyarakat, FKIP 2019. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/memori-mesin-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wNA6L4UY6m.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memori Mesin Waktu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Mesin waktu memainkan tempo dengan begitu cepat</p><p style="text-align: justify;">Sekejap menyadari bahwa sudah lama tak menghabiskan waktu bersama</p><p style="text-align: justify;">Isi kepalaku bagai pita kaset yang mengalunkan memori</p><p style="text-align: justify;">Perasaan indah dan sedih bercampur menjadi satu&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Melihat sudut mata yang membuat teduh di kedai kopi Samarinda kala itu</p><p style="text-align: justify;">Tak banyak yang diceritakan namun mampu membuatku lega</p><p style="text-align: justify;">Beranjak dari situ deru motor menyapu jalanan tepian</p><p style="text-align: justify;">Dingin malam seolah hilang berganti hangatnya peluk</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Skenario mendadak terhenti</p><p style="text-align: justify;">Hari ini aku merayu semesta lagi</p><p style="text-align: justify;">Namun ia bungkam tak bergeming</p><p style="text-align: justify;">Membuat pertemuan kita tak lagi sering</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Afriza Ramadhona Patience, mahasiswa Pendidikan Masyarakat, FKIP 2019. </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi ONE OK ROCK </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-one-ok-rock/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-one-ok-rock </guid>
<pubDate> Sun, 25 Jul 2021 10:56:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi playlist ONE OK ROCK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-one-ok-rock/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pVZQR62e3O.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi ONE OK ROCK</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Bagi kamu penggemar setia serial film Rurouni Kenshin, pasti sudah tidak asing dengan <em>band</em> yang menjadi langganan mengisi <em>soundtrack</em> di dalamnya. Beranggotakan Toru Yamashita (<em>leader, guitarist</em>), Tomoya Kanki (<em>drummer</em>), Takahiro Moriuchi (<em>vocalist</em>) dan Ryota Kohama (<em>bassist</em>), ONE OK ROCK tak hanya terkenal di Jepang melainkan juga di kancah Internasional. Dibentuk di Tokyo pada 2005 silam, band ini telah memenangkan beberapa penghargaan bergensi seperti <em>Classic Rock Roll of Honour Awards</em> pada <em>Eastern Breakthrough Male Band 2016</em> dan <em>Artist of the Year</em> dalam <em>MTV Video Music Awards Japan 2019.</em></span><br></p><p style="text-align: justify;">Nama &ldquo;ONE OK ROCK&rdquo; sendiri pun memiliki cerita yang unik. Ini berasal dari waktu latihan mereka setiap akhir minggu, yakni pada pukul satu siang (<em>one o&rsquo;clock</em>). Para anggota memilih waktu tersebut sebab biaya yang dikeluarkan untuk menyewa studio lebih murah. Mengingat bahwa dalam bahasa Jepang tidak ada perbedaan antara huruf &lsquo;r&rsquo; dan &lsquo;l&rsquo;, kata &ldquo;<em>o&rsquo;clock</em>&rdquo; kemudian diubah menjadi &ldquo;O&rsquo;CROCK&rdquo; atau &ldquo;O&rsquo;KROCK&rdquo; yang bertransformasi sebagai &ldquo;OK ROCK&rdquo;. Mengusung beragam genre seperti <em>alternative rock, post-hardcore</em> hingga <em>pop rock</em>, mereka turut menggunakan bahasa Jepang dan Inggris pada lirik di lagu-lagu ONE OK ROCK. Penasaran dengan lagu-lagunya? Berikut rekomendasi dari <em>Sketsa</em>!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Wherever you are &ndash; Niche Syndrome (2010)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Wherever you are, I&rsquo;ll always make you smile</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Wherever you are, I&rsquo;m always by your side.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Merupakan lagu cinta yang ikonik dari ONE OK ROCK, <em>Wherever you are</em> diiringi dengan alunan <em>rock-ballad</em> yang manis dan lirik yang memikat. Lagu tersebut memaknai rasa kasih sayang kepada orang terkasih, di manapun mereka berada dan berjanji untuk hidup bersama selamanya. <em>Wherever you are</em> adalah satu-satunya lagu <em>non-single</em> yang dapat memuncaki Japan Billboard <em>charts</em> dan berjaya di peringkat 4. Awalnya, lagu ini ditulis Taka untuk pernikahan temannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Listen &ndash; Ambitions (2017)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;I&rsquo;ve go so much love for you, my friend</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Ride or die until the end</em></p><p style="text-align: justify;"><em>But only you can save yourself.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Membawa tema berupa harapan, ambisi dan keinginan untuk bernyanyi bersama, <em>Ambitions</em> merupakan album yang fokus dengan sifat-sifat personal seperti mimpi, hidup, keluarga serta menghadapi depresi. Salah satu lagu bertajuk <em>Listen</em> mengisahkan tentang kesulitan orang-orang yang mengalami depresi dan ingin bunuh diri. Mereka ingin menyampaikan pesan semangat untuk tidak menyerah dan tetap hidup. Pada album edisi Jepang, lagu ini dinyanyikan bersama musisi <em>rock</em> asal Kanada, Avril Lavigne.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Take What You Want &ndash; Ambitions (2017)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Still remember a time when you felt like home</em></p><p style="text-align: justify;"><em>You and me up against the great unknown</em></p><p style="text-align: justify;"><em>You were my life, now you&rsquo;re out of my life</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Yeah, I guess that&rsquo;s life.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Berada pada album yang sama, <em>Take What You Want</em> turut mengantarkan pesan personal tentang melanjutkan hidup. Menggandeng 5 Second of Summer sebagai <em>feature artist</em>, lagu ini merupakan catatan dan komitmen untuk diri sendiri agar dapat melangkah dari masa lalu dan mempersiapkan diri dalam menghadapi apa yang ada di masa depan. Musiknya yang menggebu dengan lantunan drum yang dominan membawa kesan dan energi untuk lebih bersemangat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Stand Out Fit In &ndash; Eye of the Storm (2019)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;I know they don&rsquo;t like me that much</em></p><p style="text-align: justify;"><em>Guess that I don&rsquo;t dress how they want</em></p><p style="text-align: justify;"><em>I just wanna be myself</em></p><p style="text-align: justify;"><em>I can&rsquo;t be someone else.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Membawa unsur <em>electronic rock, single</em> kedua dari album <em>Eye of the Storm&nbsp;</em>ini memiliki makna yang cukup menohok dan dekat dengan keadaan masa kini. Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang memiliki konflik batin antara ekspektasi orang lain dengan keinginan pribadi dalam hidup mereka. Disebutkan pula representasi bagaimana pandangan orang lain cenderung berlebihan dibandingkan pandangan diri sendiri. &ldquo;<em>Stand out</em>&rdquo; dengan mencapai hal-hal besar, tetapi melakukannya dengan cara yang diterima masyarakat semata-mata untuk &ldquo;<em>fit in&rdquo;</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Renegades &ndash; Renegades (2021)</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;For all of the times that they said it&rsquo;s impossible</em></p><p style="text-align: justify;"><em>They built the hurdles, the walls, and the obstacles</em></p><p style="text-align: justify;"><em>When we&rsquo;re together, you know we&rsquo;re unstoppable now.&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;">Ditulis bersama dengan musisi Ed Sheeran, <em>Renegades</em> merupakan lagu pertama ONE OK ROCK di tahun 2021. Secara keseluruhan, lagu ini merupakan sebuah pesan mendesak yang mempertanyakan keadaan di seluruh dunia. Melihat kondisi pandemi bersama dengan iklim politik yang kurang baik, mereka menyuarakan &ldquo;pemberontakan&rdquo; agar semua orang dapat tetap &ldquo;bertarung&rdquo; dengan keadaan dan membiarkan <em>passions</em> mereka berjalan meskipun diabaikan berbagai pihak. <em>Renegades</em> turut menjadi original <em>soundtrack</em> dari film <em>Rurouni Kenshin: The Final</em> yang tayang di Jepang pada 23 April yang lalu.</p><p style="text-align: justify;">Itulah kelima lagu ONE OK ROCK yang kami rekomendasikan untukmu. Selain menambah <em>playlist</em>-mu, musik yang mereka bawakan juga sarat akan makna sehingga dapat membantumu lebih bersemangat untuk menjalani hari. Selamat mendengarkan! (<strong><em>len/khn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tembus Melebihi Kuota, Unmul Rangkul 2.670 Mahasiswa Baru Jalur SMMPTN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tembus-melebihi-kuota-unmul-rangkul-2670-mahasiswa-baru-jalur-smmptn/baca </link>
<guid> tembus-melebihi-kuota-unmul-rangkul-2670-mahasiswa-baru-jalur-smmptn </guid>
<pubDate> Mon, 26 Jul 2021 06:37:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penerimaan SMMPTN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tembus-melebihi-kuota-unmul-rangkul-2670-mahasiswa-baru-jalur-smmptn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qpXqu9mHxO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tembus Melebihi Kuota, Unmul Rangkul 2.670 Mahasiswa Baru Jalur SMMPTN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berakhir sudah seleksi mahasiswa baru Unmul untuk tahun ajaran baru. Ditandai dengan pengumuman kelulusan Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) sebagai jalur terakhir dari serangkaian seleksi yang dibuka. Meski sempat ada beberapa gangguan teknis dan jaringan, ujian yang dilaksanakan secara daring dengan dua tahap ini mengumumkan calon mahasiswa yang lulus tes pada 16 Juli lalu.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Meski memiliki daya tampung sebanyak 1.856 kursi, nyatanya peserta yang berhasil melewati seleksi terhitung melebihi kuota. Sebanyak 2.670 orang dinyatakan lolos SMMPTN yang diselenggarakan oleh Unmul. 54 persen di antaranya pada bidang Sosial dan Humaniora (Soshum), sementara 46 persen sisanya pada bidang Sains dan Teknologi (Saitek). Dengan porsi kuota yang semula 30 persen dari daya tampung, kemudian dinaikkan dengan pertimbangan adanya pengalaman dari beberapa mahasiswa baru yang tidak melakukan daftar ulang pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang mencapai 15 persen. Hal tersebut disampakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono melalui pesan WhatsApp pada Kamis (22/7).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena peminat melimpah, terutama ada juga kelas kerja sama dan afirmasi dari ADIK dan ADEM, serta kemungkinan tidak daftar ulang maka ada kelebihan sedikit sampai dengan 45 persen,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Mustofa juga menyampaikan, lima besar fakultas yang memiliki jumlah kelulusan mahasiswa SMMPTN tertinggi (di atas angka 200) antara lain Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 534 peserta, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) dengan angka 420, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan 373 peserta, disusul Fakultas Teknik (FT) yang mencapai 272 dan Fakultas Farmasi (FF) dengan 226.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, mahasiswa baru yang lulus pada jalur SMMPTN ini dapat belajar dengan baik agar dapat bersaing dengan mahasiswa yang lulus pada jalur SNMPTN dan SBMPTN yang seleksinya pada level nasional.</p><p style="text-align: justify;">Euforia kelulusan tentu tak terpisahkan dari mahasiswa baru yang berhasil lolos. Seperti yang dialami Dinda Sekar, mahasiswa baru yang memilih Ilmu Komunikasi sebagai program studi (prodi) tujuannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Senang banget dong, karena itu penantianku selama 2 tahun,&rdquo; ungkap Dinda kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (23/7).</p><p style="text-align: justify;">Jawaban lainnya datang dari Cichilia Ester yang diterima di prodi Ilmu Kelautan. Dengan beragam alasan yang dimiliki, Unmul merupakan target yang tepat bagi pendidikannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena di Unmul saya punya banyak teman. Akreditasi kampusnya pun bagus, terlebih karena masih di Samarinda juga kampusnya,&rdquo; ungkap Cichilia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka turut berharap agar perkuliahan ke depan dapat berlangsung dengan baik dan lancar, meskipun ada keinginan perkuliahan secara luring. <strong><em>(ans/cey/khn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Magang: Cara Kamu Kembangkan Potensi dan Relasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/magang-cara-kamu-kembangkan-potensi-dan-relasi/baca </link>
<guid> magang-cara-kamu-kembangkan-potensi-dan-relasi </guid>
<pubDate> Mon, 26 Jul 2021 11:44:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pentingnya magang bagi mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/magang-cara-kamu-kembangkan-potensi-dan-relasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o9lMhPi14F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Magang: Cara Kamu Kembangkan Potensi dan Relasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kuliah tidak hanya sebatas teori. Masa perkuliahan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mahasiswa mencari berbagai pengalaman sebagai bekal setelah kelulusan. Salah satu bekal penting yang bisa menambah wawasan dan pengalaman dapat didapatkan melalui program magang.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Magang sendiri merupakan wadah bagi mahasiswa untuk dapat merasakan secara langsung seperti apa dunia kerja, budaya, dan etos kerja. Meskipun dalam magang tidak mengikat seperti kerja <em>fulltime</em> dan tidak selalu mendapat gaji bulanan seperti pekerja tetap, pada umumnya. Namun, ilmu dan pengalaman saat magang belum tentu bisa didapatkan selama berkuliah. Berikut <em>Sketsa</em> bagikan alasan mengapa magang menjadi suatu hal yang penting bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Merasakan Pengalaman Kerja Sesungguhnya</strong></p><p style="text-align: justify;">Adanya program magang membuat mahasiswa harus beradaptasi dengan jenis pekerjaan yang diampunya. Mulai dari manajemen waktu, disiplin, hingga bertanggung jawab dalam pekerjaan. Kamu juga berkesempatan beradaptasi dengan berbagai kepribadian setiap karyawaan. Pada masa inilah mahasiswa dilatih sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Meningkatkan Wawasan dan Kompetensi</strong></p><p style="text-align: justify;">Ilmu yang didapat saat berkuliah tanpa diaplikasikan seakan sia-sia. Program magang hadir agar mahasiswa dapat secara langsung mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari. Wawasan-wawasan baru pun akan diperoleh dari dunia kerja saat magang. Tidak hanya itu, kemampuan non-teknis yang secara alami ada pada diri seseorang pun akan ikut berkembang. Seperti kemampuan berkomunikasi, mengelola kerja tim, berdaptasi pada lingkungan, bersosialisasi dan ketelitian dalam bekerja. Kemampuan non-teknik inilah yang tidak semua bisa didapatkan saat berada di bangku kuliah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Menambah Relasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dimungkiri, magang menjadi salah satu program untuk menambah relasi baru. Melalui magang kita akan menemui orang-orang baru sekaligus lingkungannya. Dari sinilah kita dapat berbagi pengalaman dan memperluas jaringan yang mungkin akan berguna di kemudian hari. Lingkaran pertemananmu juga tak lagi sebaya, namun juga mereka yang berusia di atasmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Memperkaya CV</strong></p><p style="text-align: justify;">Pengalaman mengikuti magang dapat dicantumkan dalam <em>Curriculum Vitae</em> (CV) yang nantinya menjadi bekal penting saat lulus kuliah. Adanya pengalaman magang ini membuat CV lebih menarik sehingga kesempatan diterima kerja menjadi lebih besar. Sebab, hal utama yang dilihat oleh perekrut pekerjaan adalah CV dan surat lamaran kerja yang diajukan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Kesempatan Direkrut Setelah Lulus Kuliah</strong></p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang bekerja dengan baik saat magang tentu akan mendapat penilaian bagus dari pihak perusahaan. Hal ini akan memberi kesempatan lebih besar kepada mahasiswa tersebut untuk direkrut secara langsung menjadi karyawan tetap di tempatnya magang ketika lulus kuliah. Tidak sedikit yang sudah merasakannya, itu semua tentu karena performa yang dilakukan saat magang sangat baik dan maksimal.</p><p style="text-align: justify;">Magang tidak hanya sebagai syarat kelulusan di suatu universitas. Program ini akan memberi gambaran secara langsung kepada mahasiswa tentang kondisi dan tantangan dunia kerja. Lalu, apakah kamu sudah siap untuk melaksanakan magang? (<strong><em>str/cal/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jadi Program Studi Terbaru, Magister Akuntansi Siap Beroperasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-program-studi-terbaru-magister-akuntansi-siap-beroperasi/baca </link>
<guid> jadi-program-studi-terbaru-magister-akuntansi-siap-beroperasi </guid>
<pubDate> Tue, 27 Jul 2021 08:49:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul resmi memperoleh izin untuk menyelenggarakan Program Studi S-2 Akuntansi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-program-studi-terbaru-magister-akuntansi-siap-beroperasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KMkhFQbP6p.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jadi Program Studi Terbaru, Magister Akuntansi Siap Beroperasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah melalui proses dan penantian panjang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul resmi memperoleh izin untuk menyelenggarakan Program Studi S-2 Akuntansi. Pendaftaran mahasiswa sendiri telah dibuka sejak 21 Juni hingga 7 Juli lalu, dan akan memulai perkuliahan pada 18 Agustus sampai 10 Desember mendatang.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> turut menghubungi Syarifah Hudayah selaku Dekan FEB untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kabar ini. Ia menjelaskan, program magister ini didirikan atas keinginan untuk membangun sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang Akuntansi baik untuk daerah maupun nasional.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum dirinya menjadi dekan, pihak fakultas sendiri telah mencoba untuk mewujudkan hal tersebut proses demi proses, meski harus memenuhi beberapa kriteria. Dikarenakan telah memiliki kerangka dasar pembangunan, Syarifah beserta jajarannya kemudian melakukan koordinasi dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) dan melangsungkan rapat untuk pengisian borang bagi Prodi baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena itulah, persiapan selama kurang lebih 6 bulan dilakukan demi kelancaran bersama. Kita cukup bekerja keras untuk menghasilkan satu borang Magister Akuntansi (Maksi) yang bisa disetujui oleh pusat,&rdquo; terangnya kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (23/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam persiapannya, ia mengatakan jika mahasiswa banyak terlibat dalam pendirian Maksi. Terutama dalam urusan kemahasiswaan, administrasi dan <em>sounding</em>. &ldquo;Kami melibatkan mahasiswa, mempromosikannya pun melibatkan mahasiswa. jadi ada kepanitiaan memang untuk membuat borang Maksi ini. Tentu mahasiswa ikut terlibat dalam memberikan masukan-masukan,&rdquo; papar Syarifah.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, terdapat dua konsentrasi yang ditawarkan pada program ini. Bidang-bidangnya adalah Akuntansi Sektor Publik dan Akuntansi Manajemen. Ketika ditanya mengenai tenaga pengajar yang akan mengisi perkuliahan, dirinya memaparkan bahwa penyerapan sumber daya dilakukan dari staf pengajar yang telah ada di FEB khususnya di bidang Akuntansi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita tidak mencopot sembarang. Jadi ada kriteria bahwa dosennya harus S3, kemudian juga jurusannya harus linier dan itu semuanya memang ada di Akuntansi. Dari staf kita khususnya dosen Akuntansi, kita libatkan hanya lima orang. Ada dua dari pengelola di jurusan dan tiga orang dari universitas sebagai <em>homebase</em>,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada pembukaan perdana ini, sebanyak 16 orang yang telah melakukan pendaftaran masuk. Setelah melewati seleksi, 15 orang berhasil memenuhi kriteria. Meski terlihat sedikit, jumlah ini sudah cukup untuk syarat membuka sebuah kelas. &ldquo;Ini kan tahun pertama, mudah-mudahan tahun berikutnya kita bisa mempromosikan dan menambah kerja sama sehingga Maksi bisa berkembang dengan baik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Adapun koordinator prodi yang akan memimpin telah diusulkan. Tetapi fakultas masih menunggu surat keputusan (SK) terkait pengajuan jabatan, serta keadaan pandemi Covid-19 yang membuat civitas academica harus bekerja dari rumah. Syarifah menuturkan bahwa hal ini akan segera diumumkan sebelum proses perkuliahan dimulai. Ia pun berharap, hadirnya Maksi dapat membantu masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan lanjutan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami yakin bahwa Akuntansi itu diperlukan di mana saja. Dengan Maksi yang kehadirannya semakin tinggi, semakin berkembang, insyaallah dapat memberikan solusi pengembangan terhadap masalah-masalah yang mungkin berada di lapangan,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sependapat dengan Syarifah, Novita Sari, mahasiswa Akuntansi 2017 turut menyampaikan kebahagiaannya terhadap pendirian program teranyar ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai mahasiswa Akuntansi, tentunya bangga dan bersyukur karena akhirnya Magister Akuntansi telah dibuka. Ini bukan hal yang mudah dan butuh proses panjang hingga bisa dibuka di tahun ini,&rdquo; ucapnya yang sempat diwawancarai pada Jumat (16/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Novita juga menyampaikan jika ia memiliki minat untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di Maksi. &ldquo;Minat untuk melanjutkan pendidikan ke Magister Akuntansi tentu ada, jika kondisi memungkinkan nanti,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>sar/ash/len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usir Rasa Takutmu Soal Hal Mistis, Berikut Anime Bertema Supernatural yang Wajib Kamu Tonton! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/usir-rasa-takutmu-soal-hal-mistis-berikut-anime-bertema-supernatural-yang-wajib-kamu-tonton/baca </link>
<guid> usir-rasa-takutmu-soal-hal-mistis-berikut-anime-bertema-supernatural-yang-wajib-kamu-tonton </guid>
<pubDate> Wed, 28 Jul 2021 10:18:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi anime supernatural. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/usir-rasa-takutmu-soal-hal-mistis-berikut-anime-bertema-supernatural-yang-wajib-kamu-tonton/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gOglxODwIu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usir Rasa Takutmu Soal Hal Mistis, Berikut Anime Bertema Supernatural yang Wajib Kamu Tonton!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sadar atau tidak, budaya terhadap hal-hal mistis atau gaib masih sangat lekat dengan kehidupan di masyarakat. Entah dituturkan secara turun temurun, atau disampaikan melalui cerita dan legenda kontemporer yang memperkuat eksistensinya. Dalam budaya populer dan fiksi, terdapat genre atau jenis yang disebut supernatural. Genre ini mencakup fenomena atau entitas yang tidak sejalan dengan hukum alam. Biasanya, supernatural dikaitkan dengan entitas semacam malaikat, setan, dewa dan roh. Dapat pula berupa kemampuan yang terbentuk dengan keberadaan entitas-entitas tersebut. Termasuk dengan sihir, telekinesis sampai prekognisi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Supernatural juga menjadi genre yang diminati dalam produksi animasi. Misalnya pada <em>anime</em> yang mengambil konteks folklor atau paranormal sebagai latar belakang atau inti cerita. Dukungan dari grafik serta musik turut menambah daya tarik tersendiri terhadap tema ini. Yuk, simak bersama rekomendasi anime supernatural dari <em>Sketsa</em>!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jujutsu Kaisen &ndash; 2020</strong></p><p style="text-align: justify;">Ingin menyaksikan pertarungan antara penyihir dan kutukan? Jujutsu Kaisen yang diadaptasi dari manga berjudul sama karya Gege Akutami ini membawa kita pada Yuji Itadori, seorang siswa SMA yang menghabiskan sebagian besar harinya di Klub Paranormal dan rumah sakit untuk mengunjungi kakeknya yang dirawat. Tak lama, sang kakek tutup usia dan meninggalkan wasiat kepada Yuji untuk terus menolong orang lain karena dirinya kuat.</p><p style="text-align: justify;">Sayang, keadaan menjadi kacau karena benda terkutuk yang ia pungut untuk senior di klubnya. Itu adalah jari milik iblis yang dijuluki Raja Kutukan, Ryoumen Sukuna. Hal tersebut mengantarkan Yuji kepada Sekolah Tinggi Teknik Jujutsu Tokyo Metropolitan dan jalan sebagai seorang penyihir Jujutsu. Tak hanya memiliki plot yang seru, kamu akan disuguhkan pertarungan epik yang memikat dan <em>scoring</em> yang cocok.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba &ndash; 2019</strong></p><p style="text-align: justify;">Siap-siap tisu, karena anime yang satu ini akan membuatmu menangis dan tertawa. Sejak kematian sang ayah, Tanjiro Kamado berusaha menghidupi keluarganya dengan menjual arang ke desa di bawah kaki gunung. Meskipun hidup miskin dengan sedikit uang, mereka menikmati kehidupan yang relatif damai dan bahagia. Suatu hari ketika dirinya turun membawa arang ke desa, ia terpaksa menginap di rumah seorang pria yang memperingatkannya tentang keberadaan iblis yang mengintai hutan di malam hari.</p><p style="text-align: justify;">Saat Tanjiro sampai di rumah keesokan harinya, ia terkejut atas pemandangan mengerikan yang ada di depannya. Seluruh keluarganya telah dibantai dengan keji, dan satu-satunya yang selamat ialah saudara perempuannya, Nezuko. Miris, sang adik telah berubah menjadi iblis yang haus darah dan hampir membunuhnya. Dengan amarah dan benci, ia bersumpah untuk membalaskan dendam keluarganya dan menjaga Nezuko. Tanjiro lalu bertemu dengan Giyuu Tomioka, salah satu bagian dari Korps Pembunuh Iblis yang membuka jalannya menjadi seorang <em>demon slayer</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bungou Stray Dogs &ndash; 2016</strong></p><p style="text-align: justify;">Seorang remaja laki-laki bernama Atsushi Nakajima tinggal di sebuah panti asuhan yang telah diganggu oleh harimau mistis selama berminggu-minggu. Karena diduga berada di balik insiden ini, ia tiba-tiba diusir dari panti lalu dibiarkan kelaparan dan berkeliaran di kota. Saat berencana untuk mencopet karena sangat lapar, dirinya bertemu dengan seorang pria aneh yang mengapung di sungai. Meski awalnya enggan, ia akhirnya menyelamatkan laki-laki bernama Osamu Dazai tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Osamu yang ternyata seorang detektif nyentrik lalu membawa Atsushi untuk bertemu dengan Doppo Kunikida, partner kerjanya. Mereka berdua ditugaskan untuk menangkap seekor harimau yang sama dengan yang telah meneror panti asuhan Atsushi sebelumnya. Inilah permulaannya bergabung dalam para detektif bersenjata yang selalu menyelidiki kasus berbahaya. Meski namanya &ldquo;detektif bersenjata&rdquo;, tapi yang mereka gunakan sebenarnya adalah kekuatan supernatural. Para tokoh di dalamnya pun diambil dari nama-nama sastrawan Jepang terkenal.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Noragami &ndash; 2014</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengusung kisah mengenai dewa, Noragami menceritakan tentang pertemuan Hiyori Iki dan Yato dalam sebuah kecelakaan. Hiyori yang merupakan siswa SMP biasa, suatu hari tertabrak bus ketika hendak menyelamatkan seseorang yang mengenakan jaket olahraga bernama Yato. Akibat kejadian tersebut, Hiyori memiliki masalah tertidur secara tiba-tiba karena rohnya keluar dan membuatnya menjadi setengah hantu. Insiden ini juga yang membuatnya mengetahui bahwa Yato merupakan seorang dewa.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Yato hanyalah dewa yang keberadaannya kecil dan hampir terlupakan. Ia bercita-cita untuk membangun kuil sendiri dan mencari pekerjaan dengan mencantumkan nomornya di area publik untuk orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Setelah menerima pekerjaan dari Hiyori untuk mengembalikan dirinya seperti semula, mereka menjadi sering terlibat dalam berbagai penyelesaian kasus.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Yu Yu Hakusho - 1995</strong></p><p style="text-align: justify;">Niat baik berujung nahas menimpa seorang siswa berandalan berusia 14 tahun bernama Yusuke Urameshi. Dalam perjalanan pulang, ia melihat seorang anak laki-laki yang sedang mengejar bola ke tengah jalan. Sadar bahwa sang bocah dalam bahaya, dia berlari untuk menyelamatkannya. Yusuke pun tertabrak dan mati dalam kecelakaan tersebut. Ketika sampai di alam baka, ia bertemu dengan Koenma, pewaris takhta dunia roh. Saat membahas laporan kematiannya, Koenma menawarkan Yusuke kesempatan untuk hidup kembali sebab pengorbanan terakhirnya tak sesuai dengan karakter berandalan yang ia miliki.</p><p style="text-align: justify;">Untuk itu, ia harus menyelesaikan serangkaian tugas serta menerima perannya sebagai Detektif Roh dan membasmi seluruh kehadiran roh jahat yang mengganggu. Dalam misinya selaku detektif, Yusuke dibimbing oleh seorang dewa kematian bernama Botan. Bersama mantan saingannya Kazuma Kuwabara, dua iblis yaitu Hiei dan Kurama serta mentornya Genkai, mereka berlatih dan bertempur melawan berbagai musuh. Meskipun tergolong anime lawas, kalian tidak akan bosan sebab cerita dan grafik yang digunakan sangat baik.</p><p style="text-align: justify;">Itulah lima rekomendasi serial <em>anime</em> dengan genre supernatural untukmu. Selain menampilkan produk animasi yang memukau, kamu bisa menghibur dirimu di waktu senggang. Selamat menonton! (<strong><em>len/khn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cepat Tanggapi Keluhan Mahasiswa, Birokrat Farmasi Beri Keringanan UKT Usai Audiensi Bersama BEM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cepat-tanggapi-keluhan-mahasiswa-birokrat-farmasi-beri-keringanan-ukt-usai-audiensi-bersama-bem/baca </link>
<guid> cepat-tanggapi-keluhan-mahasiswa-birokrat-farmasi-beri-keringanan-ukt-usai-audiensi-bersama-bem </guid>
<pubDate> Sat, 31 Jul 2021 12:17:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hasil audiensi BEM FF dengan Birokrat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cepat-tanggapi-keluhan-mahasiswa-birokrat-farmasi-beri-keringanan-ukt-usai-audiensi-bersama-bem/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vmXU1rUo6R.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cepat Tanggapi Keluhan Mahasiswa, Birokrat Farmasi Beri Keringanan UKT Usai Audiensi Bersama BEM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki tahun ajaran baru, kebijakan terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) selalu menjadi sorotan. Seperti yang sempat terjadi di Fakultas Farmasi (FF) Unmul beberapa waktu yang lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Melansir akun Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FF pada <em>@bem_famul</em>, lembaga tersebut menggunggah infografis bertajuk &quot;Kawal UKT Mahasiswa Farmasi&quot; pada Jumat (16/7). Di dalamnya, terdapat beberapa tuntutan mengenai keringanan beban biaya kepada mahasiswa Farmasi khususnya bagi mereka yang tengah menempuh tugas akhir atau skripsi.</p><p style="text-align: justify;">Menurut infografis tersebut, tercantum bahwa pada 14 Juli permohonan keringanan UKT telah disetujui. Kendati demikian, hasilnya tak sesuai dengan keadaan di lapangan. Di mana mahasiswa semester akhir hanya mendapat potongan sebesar Rp500 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Rektor No. 951/UN17/HK/2021 terkait Keringanan UKT Semester Ganjil Tahun Akademik 2021/2022 khususnya pada pengurangan 50% dari biaya UKT. BEM FF akhirnya mengadakan audiensi dengan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Herman.</p><p style="text-align: justify;">Fauzan Afandi selaku Gubernur BEM FF membenarkan peristiwa yang terjadi. Ia mengaku bahwa satu jam pasca advokasi UKT, mereka mendapat respons positif dari pihak birokrat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Fakultas Farmasi pun langsung mengevaluasi hal tersebut, sehingga untuk sekarang ini sebagian besar mahasiswa yang menyisakan ujian sarjana sudah mendapatkan pembebasan UKT,&quot; ucap Fauzan kepada <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp, Sabtu (24/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menambahkan, mahasiswa yang masih menempuh perkuliahan dengan 6 SKS atau kurang akan mendapatkan potongan biaya UKT sebesar 50%.</p><p style="text-align: justify;">Atas hal ini, pihaknya sangat mengapresiasi birokrasi fakultas yang dianggap mendengar suara mahasiswa. Fauzan berharap, koordinasi antara mahasiswa dan birokrat dapat terjalin lebih baik pasca dipertemukannya kedua belah pihak melalui evaluasi audiensi UKT Farmasi.</p><p style="text-align: justify;">Turut menanggapi permasalahan tersebut, Absharina Qisthi asal Farmasi 2017 mengaku lega atas keringanan UKT yang diterimanya oleh fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;<em>Alhamdulillah</em> sangat terbantu dan puas karena sudah di semester akhir,&quot; tutur Rina, Minggu (25/7).</p><p style="text-align: justify;">Ia menuturkan, proses advokasi dimulai dari pengajuan keringanan melalui BEM yang turut menyediakan Posko Advokasi UKT. Kemudian, mahasiswa diarahkan mengisi formulir untuk mendata peserta didik yang belum memperoleh keringanan pembayaran sebesar 50%. Tak perlu menunggu waktu lama, status Rina kemudian tervalidasi dan mendapatkan keringanan biaya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengannya, Jihan Nazhiirah dari Farmasi 2020 juga mendapat keringanan biaya. Perempuan yang akrab disapa Jihan ini mendapatkan penurunan jumlah UKT. Kendati sebelumnya, ia mengajukan pilihan perubahan golongan UKT.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Walaupun gak sesuai, karena (aku) mengajukan penurunan golongan UKT. Mungkin dilihat juga dari data yang kuajukan dan birokrat Fakultas Farmasi menilai memang sudah paling sesuai dapatnya itu. Jadi aku tetap bersyukur sih, seenggaknya pengajuannya diterima,&quot; papar Jihan kepada <em>Sketsa</em>, Minggu (25/7).</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, ke depannya proses validasi UKT di fakultasnya dapat melangsungkan proses wawancara agar hasil keringanan biaya dapat terlihat secara objektif. Mengingat pendataan saat ini masih dianggap memberatkan beberapa hal, terutama untuk mahasiswa yang masih menempuh pembelajaran di kelas.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, pembayaran UKT Unmul telah terlaksana sejak 1 hingga 30 Juli kemarin. Atas edaran mengenai peringanan biaya UKT, mahasiswa setidaknya mendapatkan angin segar perihal pembayaran biaya kuliah menjelang pembelajaran yang akan segera berlangsung. <strong><em>(bey/fsf/aot/syl/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Kualitas Hidup dengan 5 Rekomendasi Buku Self-Improvement Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/tingkatkan-kualitas-hidup-dengan-5-rekomendasi-buku-self-improvement-ini/baca </link>
<guid> tingkatkan-kualitas-hidup-dengan-5-rekomendasi-buku-self-improvement-ini </guid>
<pubDate> Sun, 01 Aug 2021 11:08:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi buku self improvement. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/tingkatkan-kualitas-hidup-dengan-5-rekomendasi-buku-self-improvement-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rgOcPD08oL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Kualitas Hidup dengan 5 Rekomendasi Buku Self-Improvement Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dalam kehidupan, tentu kita membutuhkan dukungan untuk terus berproses dengan baik. Selain dari eksternal, dukungan dari dalam diri juga perlu dibangun untuk mempertahankan performa kita. Baik dari sisi profesional seperti pekerjaan, sampai hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan mental dan gaya hidup. Kali ini, <em>Sketsa</em> ingin membagikan beberapa rekomendasi buku <em>self-improvement</em> untuk menemukan motivasi dan inspirasi yang dapat mendukungmu untuk terus berproses. Simak daftarnya di bawah ini!</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Goodbye, Things: Hidup Minimalis ala Orang Jepang &ndash; Fumio Sasaki</strong></p><p style="text-align: justify;">Apakah rumah atau kamarmu sesak karena berbagai barang yang memenuhi setiap sudut ruang? Lantas, masih bermanfaatkah barang-barang tersebut bagimu? Di buku ini, kamu akan menjelajahi kisah sang penulis alias Fumio Sasaki dan perjuangannya untuk menjadi minimalis. Berawal dari tinggal di sebuah apartemen yang dipadati beragam barang selama 10 tahun, ia memutuskan untuk pindah ke apartemen lain. Sejak itulah, Fumio memikirkan kembali tujuan hidupnya dan mulai memahami konsep minimalisme. Kamu akan menemui beragam tips darinya untuk berpisah dari barang-barang serta pola hidup minimalis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Outliers: The Story of Success &ndash; Malcolm Gladwell</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dipungkiri jika lingkungan seseorang akan berhubungan dengan munculnya dorongan dan motivasi diri. Kemudian diikuti dengan kemungkingan atau peluang untuk sukses. Pada buku ketiganya ini, Malcolm mengemukakan poin-poin penting untuk melihat kesukesan dengan cara yang berbeda. Bukan mengenai faktor kecerdasan dan ambisi, melainkan tentang kesempatan dan warisan budaya. Ia turut menulis tentang komitmen berlatih selama 10.000 jam untuk benar-benar mengasah kemampuan dan membentuk seseorang menjadi <em>expert</em> pada bidang yang diminati. Bagi kamu yang sedang menekuni suatu hal tertentu, <em>Outliers</em> cocok untuk kamu baca.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Productivity Hack: 80 Inspirasi Untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi &ndash; Darmawan Aji</strong></p><p style="text-align: justify;">Mungkin selama ini, kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk melakukan berbagai kegiatan. Namun, benarkah jika hal tersebut dapat dikategorikan sebagai produktif? Sebagai seorang <em>productivity coach</em> dan penulis blog, Darmawan ingin berbagi mengenai teknik pengelolaan energi, menata pikiran, hati, serta mengatur perilaku ke arah yang diinginkan. Ia menyebut, menjadi produktif tak berarti hidup tanpa ada distraksi teknologi, melainkan mampu mengerjakan hal yang penting dengan meminimalkan gempuran distraksi yang ada. Dalam prosesnya memang tak mudah, namun niat yang kuat dapat menopang keinginan tersebut menjadi nyata.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Subtle Art of Not Giving a F*ck &ndash; Mark Manson</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih populer hingga sekarang, buku yang satu ini akan mengajakmu untuk menerapkan sikap &ldquo;bodoh amat&rdquo; dengan cara yang unik. Kita sering kali tenggelam atas kesedihan atau kekecewaan karena tak hidup sebahagia orang lain. Lantas, energi dan waktu yang kita miliki terbuang percuma karena terjebak pada penyangkalan atas masalah yang ada. Menurut Mark, sudah seharusnya kehidupan diwarnai dengan serangkaian masalah yang takkan pernah ada habisnya. Maka kembali kepada diri sendiri, bagaimana menyikapi hidup, bangkit dari kegagalan, melihat sebuah kelemahan, berjalan menuju kebahagiaan dan mengucapkan kata tidak bagi setiap hal yang melenceng dari keinginan kita.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Things You Can See Only When You Slow Down: How to Be Calm and Mindful in a Fast-Paced World &ndash; Haemin Sunim</strong></p><p style="text-align: justify;">Mari kita akui bersama bahwa benar-benar beristirahat adalah hal yang sulit kita lakukan saat ini. Setiap harinya dipenuhi dengan aktivitas, rutinitas, stres dan rasa sesak. Padahal, kita bisa mengambil jeda untuk membuka ruang baru dan bernapas lega. Buku yang telah terjual lebih dari tiga juta eksemplar ini seakan ingin menyadarkan kita untuk sejenak istirahat dan bahagia dengan momen yang ada. Terdiri dari delapan bab, Haenim membahas berbagai aspek hidup dari cinta, persahabatan dan aspirasi. Setiap bab dibuka dengan esai yang diikuti dengan serangkai pesan-pesan singkat. Kamu yang membutuhkan ketenangan, sangat disarankan untuk membaca ini.</p><p style="text-align: justify;">Itulah kelima rekomendasi yang dapat kamu nikmati di waktu luang. Semoga dengan membaca buku-buku di atas, kalian dapat menemukan keinginan dan motivasi untuk terus maju dan berkembang dalam kehidupan. Selamat membaca! (<strong><em>len/khn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ciptakan Infografis Keren dengan Rekomendasi Aplikasi Berikut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/ciptakan-infografis-keren-dengan-rekomendasi-aplikasi-berikut/baca </link>
<guid> ciptakan-infografis-keren-dengan-rekomendasi-aplikasi-berikut </guid>
<pubDate> Tue, 03 Aug 2021 08:11:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi aplikasi pembuat infografis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/ciptakan-infografis-keren-dengan-rekomendasi-aplikasi-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NfmDtaKK2K.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ciptakan Infografis Keren dengan Rekomendasi Aplikasi Berikut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Dalam menyampaikan informasi kepada pembaca, sering kali media menggunakan desain visual untuk meningkatkan atensi dan perhatian kepada topik yang ingin disebar luaskan. Seperti infografis yang menampilkan kesan efektif dan efisien kala mengemukakan data.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Membuat infografis tentu memerlukan teknik dan pemahaman terkait visualisasi informasi dengan grafis yang sesuai. Bagi kamu yang ingin belajar atau mencoba membuat infografis, ada beberapa aplikasi yang memudahkanmu dalam menyusunnya. Simak rekomendasi <em>Sketsa</em> berikut ini!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Canva</strong></p><p style="text-align: justify;">Aplikasi ini sangat ramah bagi pemula, bahkan digunakan untuk kepentingan profesional. Canva memiliki banyak templat infografis yang gratis serta fitur yang canggih. Jika ingin membuat infografis tanpa templat yang tersedia, kamu dapat membuatnya sendiri dengan bantuan elemen yang tersedia.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Piktochart</strong></p><p style="text-align: justify;">Dapat digunakan dengan sangat mudah, Piktochart menawarkan beragam templat infografis yang menarik dan <em>customizable</em>. Tersedia pula <em>tools</em> dan format infografis yang dapat membantumu berkreasi lebih baik. Selain tersedia gratis, kamu dapat berlangganan mulai dari Rp175 ribu per bulannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Infogram</strong></p><p style="text-align: justify;">Mau menampilkan data dan grafik dengan menarik, tapi kesulitan untuk memberikan visualisasinya? Maka Infogram adalah aplikasi yang tepat untukmu. Dengan beragam variasi <em>chart</em>, grafik hingga peta, kamu bisa menggunakannya untuk membuat infografis yang kece. Apabila ingin mengakses fasilitas pro, kamu bisa mengambil paket sebesar Rp350 ribu untuk setiap bulannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Easel.ly</strong></p><p style="text-align: justify;">Siapa bilang menghasilkan infografis yang keren itu sulit? Aplikasi yang satu ini dapat kamu andalkan untuk mengembangkan informasi secara visual. Ada berbagai visual yang ciamik dan bisa kamu pilih dari beragam templat. Tak hanya itu, kamu akan mendapatkan akses ke perpustakaan yang berisi macam-macam elemen dan gaya teks yang menarik. Ingin beralih ke akun pro? Per bulannya hanya Rp60 ribu, loh!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Venngage</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain Canva, Venngage merupakan aplikasi pembuat infografis yang juga populer digunakan oleh banyak kalangan. Banyaknya templat yang tersedia akan membantumu dalam menghemat waktu. Kamu dapat mengaksesnya secara gratis, atau berlangganan untuk fasilitas premium dengan paket sebesar Rp270 ribu per bulan.</p><p style="text-align: justify;">Itulah rekomendasi aplikasi pembuat infografis dari <em>Sketsa</em> untukmu. Selain berguna untuk mempelajari komunikasi visual, membuat infografis dapat mengasahmu dalam menyampaikan informasi yang efektif. Selamat mencoba! (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menelusur Masa Kini dan Masa Depan Jurnalistik dalam Kenal Sastrawi: Jurnalisme Data </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/menelusur-masa-kini-dan-masa-depan-jurnalistik-dalam-kenal-sastrawi-jurnalisme-data/baca </link>
<guid> menelusur-masa-kini-dan-masa-depan-jurnalistik-dalam-kenal-sastrawi-jurnalisme-data </guid>
<pubDate> Tue, 03 Aug 2021 11:58:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kelas Jurnalisme Data dalam Kenal Sastrawi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/menelusur-masa-kini-dan-masa-depan-jurnalistik-dalam-kenal-sastrawi-jurnalisme-data/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KMIyy4gh7S.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menelusur Masa Kini dan Masa Depan Jurnalistik dalam Kenal Sastrawi: Jurnalisme Data</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - &ldquo;Jurnalisme berbasis data adalah masa depan.&rdquo; Setidaknya itulah kutipan dari Tim Berners-Lee yang disampaikan oleh Mawa Kresna sebagai pemateri dalam Kelas Jurnalisme Sastrawi yang akrab disebut Kenal Sastrawi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Digelar untuk kelima kalinya oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Universitas Riau (Unri), tahun ini pelaksanaan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) tersebut harus berlangsung secara virtual. Telah dimulai sejak Sabtu (24/7) lalu hingga Sabtu (7/7) mendatang, penyampaian materi dilakukan selama tiga hari dengan durasi dua jam setiap harinya.</p><p style="text-align: justify;">Mawa Kresna, Redaktur Pelaksana dari <em>Project Multatuli</em> berhasil membawa materi pertama dengan asyik dan komunikatif. Peserta diajak berkutat dengan angka dan data melalui cara yang berbeda. Mulai dari pengantar jurnalisme data, proses pemerolehan data, proses pengolahan data hingga visualisasi data dengan hasil akhir berupa sajian informasi yang menarik dan mudah dipahami.</p><p style="text-align: justify;">Begitu banyak wawasan baru yang didapat oleh peserta. Terutama berhubungan dengan data yang identik pada pola kerja jurnalistik. Sebelum mendalami angka dan data, peserta diperkenalkan dengan eksistensi jurnalisme data dalam dunia jurnalistik di masa kini dan masa depan. Di hari pertama, peserta begitu antusias mendengarkan. Barangkali untuk dapat membawa bekal bagi pengembangan LPM masing-masing usai pertemuan.</p><p style="text-align: justify;">Diperkenalkan pula beragam <em>software</em> yang dapat membantu dalam proses pengolahan juga visualisasi data. Seperti Tableau hingga Florish disertai dengan cara kerjanya. Pemaparan praktik dan proses tersebut berlangsung pada hari kedua, Minggu (25/7).</p><p style="text-align: justify;">Untuk merasakan prosesnya, 25 peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang berbeda untuk berkolaborasi menyajikan data-data dari musisi pilihan yang berbeda menjadi informasi yang menarik. Mawa menyampaikan, bahwa berkutat dengan data dan angka tidak melulu soal bilangan yang banyak dan rumit. Bahkan data soal musisi dapat diolah menjadi sebuah sajian yang apik.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga tak lupa untuk terus mengingatkan bahwa kata kunci jurnalisme data terletak pada kata jurnalisme. Sehingga setiap jurnalis perlu terbuka pada setiap proses pengolahan dan penyajiannya ketika dipublikasi.</p><p style="text-align: justify;">Tugas dari masing-masing kelompok kemudian dievaluasi olehnya pada Sabtu (31/7) dengan berbagai kritik dan saran yang sangat berguna bagi peserta. Meski belum sempurna, semua kelompok berhasil belajar dengan terjun langsung pada proses pengolahan data. Berbagai kesalahan yang ada tak luput menjadi pembelajaran yang berarti.</p><p style="text-align: justify;">Tak terasa, tiga hari berlangsung begitu cepat. Kelas ditutup dengan senyuman pada foto bersama seluruh peserta dan Mawa Kresna. Meski hanya sebentar, kelas harus diakhiri dan berlanjut pada agenda selanjutnya. Jurnalisme Narasi akan menjadi materi yang akan dipelajari berikutnya. Nantikan keseruan Jurnalisme Narasi setelah ini! (<strong><em>khn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program KMMI UPT Perkasa, Bantu Mahasiswa Hadapi Era Revolusi Industri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-kmmi-upt-perkasa-bantu-mahasiswa-hadapi-era-revolusi-industri/baca </link>
<guid> program-kmmi-upt-perkasa-bantu-mahasiswa-hadapi-era-revolusi-industri </guid>
<pubDate> Wed, 04 Aug 2021 10:21:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa) Unmul mengadakan program Kredential Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) sebagai upaya mendukung program Kampus Merdeka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-kmmi-upt-perkasa-bantu-mahasiswa-hadapi-era-revolusi-industri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eZ3aF2yj07.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program KMMI UPT Perkasa, Bantu Mahasiswa Hadapi Era Revolusi Industri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Menggandeng beberapa lembaga seperti Bank Indonesia, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa) Unmul mengadakan program Kredential Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) sebagai upaya mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Melalui program ini, UPT Perkasa membantu mahasiswa mempersiapkan diri dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Peserta akan diberikan pembekalan pengetahuan kewirausahaan dengan empat konsentrasi pilihan <em>course</em> yaitu digital marketing, pengemasan, legal, dan keuangan.</p><p style="text-align: justify;">Demi menyukseskan program ini, UPT Perkasa banyak menjalin kerjasama dengan pihak-pihak di luar Unmul, terutama pihak-pihak yang berasal dari dunia usaha dan industri. Pembicara dalam pelatihan program ini nantinya akan beragam, tidak hanya dari internal Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran program KMMI sendiri telah dibuka sejak 16 Juli dan ditutup pada 24 Juli. Peserta yang telah mendaftar akan diseleksi dan dipecah menjadi empat sesuai dengan konsentrasi <em>course</em> yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Rusliansyah, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjelaskan bahwa saat ini, program KMMI menerima 400 mahasiswa yang tidak hanya berasal dari FEB, namun mahasiswa Unmul secara keseluruhan.</p><p style="text-align: justify;">Keuntungan yang didapatkan peserta nantinya tidak hanya ilmu yang aplikatif. Pelatihan ini juga dapat dikonversi menjadi 3 SKS pada mata kuliah yang relevan dengan program studi asal masing-masing peserta.</p><p style="text-align: justify;">Rusliansyah menyampaikan pula kemungkinan keberlanjutan program KMMI. &ldquo;Program ini akan kami usahakan untuk terus berlanjut,&rdquo; tutup Rusliansyah kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (24/7)</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, mahasiswi Pendidikan Matematika, Sahdina Fauziah, menyampaikan bahwa keuntungan ini menjadi salah satu alasannya mengikuti program KMMI. Dirinya juga menyebutkan dalam program KMMI ia memilih sub-program <em>legality</em> karena melihat banyaknya usaha-usaha yang tidak legal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Emang sih, ngurus kaya gitu nggak cepet, tapi setidaknya harus ada izin. Jadi aku tertarik untuk ambil sub program ini,&rdquo; papar Sahdina kepada <em>Sketsa</em> melalui Whatsapp, Selasa (3/8).</p><p style="text-align: justify;">Sahdina juga berharap program ini tidak tidak hanya dilaksanakan tahun ini. &ldquo;Harapan ke depannya program ini dapat diadakan setiap tahun, biar seru aja gitu,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>rva/jla/jen/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dukung Privasi Remaja, Instagram Hadirkan Fitur Perlindungan Khusus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/dukung-privasi-remaja-instagram-hadirkan-fitur-perlindungan-khusus/baca </link>
<guid> dukung-privasi-remaja-instagram-hadirkan-fitur-perlindungan-khusus </guid>
<pubDate> Thu, 05 Aug 2021 10:58:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> penggunaan Instagram oleh remaja dinilai kurang memperhatikan isu privasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/dukung-privasi-remaja-instagram-hadirkan-fitur-perlindungan-khusus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pqGozJ1BOp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dukung Privasi Remaja, Instagram Hadirkan Fitur Perlindungan Khusus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Instagram merupakan salah satu platform jejaring sosial yang menarik perhatian remaja. Mereka menggunakan aplikasi ini untuk membagikan foto diri, menyalurkan informasi sampai media berkomunikasi. Akan tetapi, penggunaan Instagram oleh remaja dinilai kurang memperhatikan isu privasi. Di mana mereka sering kali kurang memiliki kesadaran untuk melindungi privasinya di Instagram.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu media sosial yang populer di kalangan muda khususnya remaja, tentu Instagram memiliki dampak positif serta negatif. Di satu sisi, keberadaannya telah membuat remaja menjadi lebih kreatif dalam menciptakan konten-konten digital serta praktik-praktik budaya partisipatif.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, Instagram juga mendorong munculnya perilaku <em>overshared</em> atas informasi pribadi. Entah dalam bentuk data diri yang dicantumkan pada profil, sampai mengunggah foto dan/atau video pada <em>feeds</em> atau <em>stories</em>. Fenomena ini erat kaitannya dengan isu pelanggaran privasi yang akhir-akhir ini terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Melalui blog resmi Instagram, mereka menghadirkan fitur baru yang diharapkan dapat mengatasi hal-hal tersebut. Ini mencakup <em>tools</em> keamanan dan pengaturan privasi terbaru. Selain kebijakan itu, para remaja juga didorong untuk menjadikan akun mereka privat.</p><p style="text-align: justify;">Pihak perusahaan ini mengatakan, mereka ingin agar setiap orang tua memiliki akses informasi sehingga bisa membantu anak-anak mereka dalam mendapatkan pengalaman yang aman di Instagram.</p><p style="text-align: justify;">Memiliki akun pribadi tentunya akan menawarkan lebih banyak perlindungan bagi remaja, karena mereka dapat lebih mengontrol siapa yang dapat melihat dan berinteraksi dengan konten mereka. Instagram mengatakan bahwa pihaknya akan mengubah pengaturan akun default ke mode <em>Private</em> secara khusus pada pengguna di bawah usia 18 tahun ketika mereka mendaftar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan pengaturan mode <em>Private</em>, berarti hanya pengikut yang disetujui yang dapat melihat postingan dari pengguna remaja. Langkah ini dilakukan sejatinya untuk menghindarkan interaksi yang menganggu, di mana orang dewasa tak dikenal menyerang pengguna remaja. (<strong><em>han/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hidup Lebih Simpel dengan Capsule Wardrobe </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/hidup-lebih-simpel-dengan-capsule-wardrobe/baca </link>
<guid> hidup-lebih-simpel-dengan-capsule-wardrobe </guid>
<pubDate> Fri, 06 Aug 2021 11:09:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berkenalan dengan capsule wardrobe untuk fesyenmu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/hidup-lebih-simpel-dengan-capsule-wardrobe/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DnrBOV0ic0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hidup Lebih Simpel dengan Capsule Wardrobe</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong>- Pakaian merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan manusia. Sebagian orang bahkan selalu membeli pakaian secara teratur setiap bulannya meski sudah memiliki banyak pakaian di lemari. Pakaian menjadi salah satu cara diri mengekspresikan tentang kepribadian. Sebab itu, tren fesyen saat ini berkembang dengan pesat dan menjadi godaan bagi para konsumen. Terutama kaum wanita untuk membeli benda-benda trendi dengan alasan mengikuti perkembangan zaman.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Apakah kamu termasuk orang yang <em>up to date</em> mengenai fesyen dan memiliki banyak pakaian di lemari? Jika iya, kamu harus berkenalan dengan istilah <em>Capsule Wardrobe</em>&nbsp;yang pertama kali dicetuskan oleh Susie Faux pada tahun 1970-an. Ia merupakan seorang pemilik butik dari London yang bernama &ldquo;Wardrobe.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Konsep ini menyarankan agar setiap wanita memiliki <em>wardrobe</em> sendiri. Di mana pakaian terdiri dari beberapa jenis, yaitu 2 celana panjang berbahan kain, 1 rok atau dress, 1 jaket, 1 jas, 1 atasan, 2 pasang sepatu, dan 2 tas. Para penganut konsep <em>capsule</em><em>&nbsp;wardrobe&nbsp;</em>beranggapan bahwa dengan koleksi ini mereka sudah cukup berpenampilan menarik sepanjang tahun. Koleksi tersebut biasa disebut 7 <em>Easy Pieces</em>.</p><p style="text-align: justify;">Agar dapat mengadaptasi konsep tersebut, ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan. Berikut <em>Sketsa</em> uraikan untuk kamu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Memilih warna-warna senada</strong></p><p style="text-align: justify;">Umumnya warna-warna yang dipilih adalah warna polos dan dasar, seperti hitam, putih, cokelat dan abu-abu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pakaian dengan desain klasik</strong></p><p style="text-align: justify;">Pilihlah desain pakaian yang cocok digunakan hingga masa kapanpun. Kamu tidak perlu membeli pakaian hanya karena mengikuti tren, karena biasanya hanya akan bertahan beberapa bulan saja.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bahan yang dipilih berkualitas</strong></p><p style="text-align: justify;">Penting rasanya memilih pakaian dengan kualitas yang baik agar dapat dikenakan dalam waktu yang panjang dan berulang kali.</p><p style="text-align: justify;">Ada banyak keuntungan dari diterapkannya konsep <em>capsule wardrobe</em> ini. Meski awalnya sulit diterapkan, jika konsisten lama kelamaan akan terbiasa dan kamu dapat merasakan banyak manfaat dari penerapannya. Berikut beberapa keuntungan yang bisa didapat dari penerapan konsep unik ini:</p><p style="text-align: justify;">1. Orang-orang yang menerapkan <em>capsule wardrobe</em> akan menghemat uang setiap bulannya sebab mereka hanya membeli beberapa pakaian saja. Mereka juga tidak perlu membeli pakaian secara rutin, begitu pula dengan item fesyen pendukung lain. Tanpa disadari, dalam satu tahun saja mereka sudah bisa menghemat finansialnya.</p><p style="text-align: justify;">2. Konsep&nbsp;ini bisa membuat hidup dengan penampilan yang lebih simpel juga nyaman. Sebab pakaian ini pada umumnya cocok untuk berbagai acara sekaligus.</p><p style="text-align: justify;">3. Tidak perlu sibuk mengikuti tren pakaian kekinian.</p><p style="text-align: justify;">4. Praktis dan lebih menghemat waktu sebab tidak perlu membutuhkan banyak waktu untuk hanya sekedar memilih-milih pakaian.</p><p style="text-align: justify;"><em>Capsule wardrobe</em> merupakan salah satu cara untuk menyederhanakan hidupmu. Selain untuk berhemat, konsep ini juga mengajarkan agar tidak menyia-nyiakan barang yang dimiliki. Tertarik mencobanya? (<strong><em>cal/str/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Film Musikal Pilihan Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-film-musikal-pilihan-sketsa/baca </link>
<guid> rekomendasi-film-musikal-pilihan-sketsa </guid>
<pubDate> Sat, 07 Aug 2021 10:57:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> sederet film bertemakan musikal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-film-musikal-pilihan-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LWTx8JO6d6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Film Musikal Pilihan Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tak heran jika film musikal menjadi tontonan yang menarik dan menghibur karena menampilkan tarian serta nyanyian yang apik. Iringan musik sering kali menggambarkan perasaan karakter sehingga penonton dapat lebih mendalami cerita. Nah, kali ini Sketsa rekomendasikan sederet film bertemakan musikal yang bisa menjadi referensi untuk kamu!</span><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Sweeny Todd: The Demon Barber of Fleet Street</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini digarap oleh Tim Burton dan dimainkan oleh aktor dan aktris terkenal yaitu Johnny Depp dan Helena Bonham Carter. Film ini bahkan memenangkan <em>Academy Awards</em> sebagai film dengan desain produksi terbaik di tahun 2008.</p><p style="text-align: justify;">Menceritakan Benjamin yang bersumpah akan membalas dendam kepada hakim yang telah menuduhnya atas kejahatan yang tak pernah dilakukan selama masa hidupnya. Di samping itu, Benjamin tidak dapat menemukan istri dan anak perempuan yang ia telah tinggalkan selama 15 tahun. Hal ini membuat Benjamin semakin geram dan merencanakan balas dendam yang tragis.</p><p style="text-align: justify;">Film ini diiringi dengan sensasi musikal yang menarik dan menegangkan, cocok dengan sentuhan horror dan <em>thriller</em> dari kisah Benjamin. Selain itu, cerita yang dibawa membawa <em>plot twist</em> yang membuat penonton semakin penasaran akan akhir dari pembalasan dendam Benjamin.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Pitch Perfect Series</strong></p><p style="text-align: justify;">Beca, seorang mahasiswa baru yang bercita-cita menjadi seorang produser musik harus memasuki masa kuliah di Barden University dan memilih salah satu klub untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasinya. Siapa sangka, Chloe, senior klub acapella Barden Bellas tertarik dengan kemampuan bernyanyi Beca. Barden Bellas memiliki tujuan untuk melanjutkan kompetisi acapella tingkat internasional yang tahun lalu mereka lalui namun gagal. Beca dengan ide dan kemampuannya di bidang musik menjadi kunci kesuksesan untuk membawa Barden Bellas ke panggung internasional.</p><p style="text-align: justify;">Series ke-2 Pitch Perfect melanjutkan kisah Barden Bellas, diawali dengan pengrekrutan anggota baru: Emily, yang ternyata adalah anak dari salah satu alumni Barden Bellas. Kali ini, Barden Bellas harus berhadapan dengan tim acapella profesional sekaligus pemandu sorak. Film ini diakhiri dengan Beca yang akhirnya berhasil menggapai cita-citanya menjadi produser musik dan menampilkan kontribusi terakhirnya bersama Barden Bellas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Corpse Bride</strong></p><p style="text-align: justify;">Kembali lagi dengan karya Tim Burton, film drama musikal ini berupa animasi. Film yang memenangkan <em>Saturn Awards</em> sebagai film animasi terbaik ini juga diisi oleh Johnny Depp dan Helena Bonham Carter sebagai pemerannya. Film ini berkisah mengenai keluarga Van Dort yang dikenal sebagai keluarga kaya baru, membuat keluarga Everglot harus menikahi putri satu-satu mereka: Victoria, dengan Victor yaitu putra satu-satunya keluarga Van Dort.</p><p style="text-align: justify;">Film ini disertai dengan plot twist yang tidak terduga dan nilai moral yang kuat. Siapa sangka, Emily memiliki hubungan dengan Lord Barkis di masa lalu. Hal ini menjadi alasan Emily memaafkan kecerobohan Victor dan merestui pernikahan Victor dan Victoria.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. The Greatest Showman</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini mengisahkan Barnum dalam perjalanan hidupnya sebagai seorang akuntan di sebuah perusahaan. Ia kemudian menikahi Charity dengan dikaruniai dua putri yaitu Caroline dan Hellen dengan hidup sederhana. Namun, Barnum dipecat dari perusahaannya. Hal ini menjadi titik awal Barnum memulai pertunjukkan sirkus dan membuat P.T Barnum Circus dan banyak merekrut banyak orang yang unik sebagai pemainnya.</p><p style="text-align: justify;">Pertunjukkan sirkusnya meroket dan mendatangkan banyak uang serta memberikan kehidupan yang layak kepada keluarganya. Ia bahkan mendapatkan kesempatan menampilkan sirkusnya di hadapan Ratu Inggris. Film ini juga menampilkan tarian dan nyanyian apik, salah satunya lagu yang berjudul This Is Me dan memenangkan piala <em>Golden Globe</em> di tahun 2017 sebagai lagu original terbaik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. High School Musical</strong></p><p style="text-align: justify;">Film High School Musical memiliki 3 season dan ditayangkan di <em>channel</em> Disney. Diperankan oleh bintang remaja pada saat itu, Zac Efron sebagai Troy dan Vannesa Hudgens sebagai Gabriella, Ashley Tisday sebagai Sharpay, dan Lucas Grabeel sebagai Ryan. Memiliki jumlah penonton terbanyak pada hari penayangannya, menjadikan <em>soundtrack</em> album film produksi DCOM ini menjadi album yang paling laris di Amerika tahun 2006</p><p style="text-align: justify;">Di musim pertama, menceritakan Troy dan Gabriella yang bertemu untuk pertama kalinya di pesta malam tahun baru dan dipanggil melakukan duet menyanyikan sebuah lagu. Di musim kedua, murid East High menyambut liburan musim panas. Sharpay meminta manajer klub olahraga (Lava Springs) miliki keluarganya untuk membujuk Troy bekerja di sana dan Sharpay berniat mengajak Troy bernyanyi bersama di acara pencarian bakat. Sedangkan di musim ketiga, film ini menyajikan cerita bagaimana Troy dan Gabriella serta siswa Wildcats menghabiskan hari-hari terakhir di sekolah East High sebelum menempuh perjalanan hidup masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa film yang mungkin bisa menjadi alternatif pilihan kamu jika ingin menonton film dengan unsur musikal di dalamnya. Selain menampilkan produk dengan unsur musik yang memukau, kamu juga bisa menghibur dirimu di waktu senggang. Selamat menonton! (<strong><em>jla/sar/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sering Tak Sadar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sering-tak-sadar/baca </link>
<guid> sering-tak-sadar </guid>
<pubDate> Sun, 08 Aug 2021 07:55:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku tak segan menggambarkanmu yang elegan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sering-tak-sadar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RHEbcKuylI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sering Tak Sadar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku tak segan menggambarkanmu yang elegan</span><br></p><p style="text-align: justify;">Meski banyak penolakan yang hinggap</p><p style="text-align: justify;">Tak membuatku berhenti tuk cakap</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku cuman awan bukan mendung yang mempesonamu</p><p style="text-align: justify;">Aku cuman angin bukan udara yang membuatmu bersyukur</p><p style="text-align: justify;">Aku senantiasa datang meski kau tak kunjung pulang</p><p style="text-align: justify;">Aku senang mendengarkan meski kau anggap hewan peliharaan</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kau menjelma alasan aku kuat bertahan</p><p style="text-align: justify;">Kau tempat menumpahkan keluh kesah yang diwajarkan</p><p style="text-align: justify;">Kau obat bagi segala yang tak bisa disembuhkan</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Dengan berani aku katakan</p><p style="text-align: justify;">Aku memilihmu meski kau anggap ini pelampiasan</p><p style="text-align: justify;">Dengan malu aku katakan</p><p style="text-align: justify;">Aku merindukanmu meski kau anggap tak berarti apapun</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Ditulis oleh Aura Mahoni Pitaloka, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP 2019</em></strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabarkan Siapa yang Merdeka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kabarkan-siapa-yang-merdeka/baca </link>
<guid> kabarkan-siapa-yang-merdeka </guid>
<pubDate> Sun, 08 Aug 2021 10:50:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku melihat serpih asa hadir di sini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kabarkan-siapa-yang-merdeka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JlcBXlv3bK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabarkan Siapa yang Merdeka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku melihat serpih asa hadir di sini</span></p><p style="text-align: justify;">Di antara megahnya bangunan perusahaan</p><p style="text-align: justify;">Dengan uap dan limbah yang mengancam nyawa pelan-pelan</p><p style="text-align: justify;">Tapi semua diam, mondar-mandir saja seolah tidak apa</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Di sini tidak ada mimpi setinggi langit, yang mereka tau; jika kau mau hidup, bekerjalah, apa saja</p><p style="text-align: justify;">Seperti mesin produksi yang terus bergerak tak mau tau kami batuk dan mulai sulit bernapas</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Tak perlu menyoal privilese, dilema usia dua puluh, dan apalah itu persetan yang orang kota bicarakan</p><p style="text-align: justify;">Modernitas masuk tanpa permisi</p><p style="text-align: justify;">Namun yang mereka tau berjoget dengan musik yang lagi laku,</p><p style="text-align: justify;">Sedang ditanya cita-cita bungkam takut dihakimi</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Kau harus masuk lebih dalam untuk menemukan mata-mata yang berbinar</p><p style="text-align: justify;">Kaki yang kuat berlari ke sana dan kemari</p><p style="text-align: justify;">Baju yang kedodoran karena sering dipakai bermain di lapangan desa</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Jangan harap seperti di kota</p><p style="text-align: justify;">Apapun kau minta telah tersedia</p><p style="text-align: justify;">Semua pembahasan diromantisasi</p><p style="text-align: justify;">Di sini semua diraih dengan hati-hati</p><p style="text-align: justify;">Mimpi dinyalakan dengan ragu</p><p style="text-align: justify;">Bahkan lebih nyala kerlip gedung megah itu</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Di tapak sekolah negeri berdinding hijau ini aku tak yakin,</p><p style="text-align: justify;">Benarkah kita merdeka?</p><p style="text-align: justify;">Benar anak-anak di hadapanku ini tau kita merdeka?</p><p style="text-align: justify;">Dan tau bahwa untuk bercita-cita kau dibebaskan untuk menggapainya?</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Sedang di dalam gedung megah itu;</p><p style="text-align: justify;">kekayaan diwujudkan, diam-diam</p><p style="text-align: justify;">Tak usah bicara empati dan berdaya, urus saja diri sendiri,</p><p style="text-align: justify;">yang maksudnya sama dengan kau bodoh aku tidak peduli.</p><p><span><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mencuatnya Kekerasan Gender Berbasis Online di tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mencuatnya-kekerasan-gender-berbasis-online-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> mencuatnya-kekerasan-gender-berbasis-online-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Mon, 09 Aug 2021 10:48:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meledaknya penggunaan media sosial menyebabkan lahirnya Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mencuatnya-kekerasan-gender-berbasis-online-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kEggVuCj8Q.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mencuatnya Kekerasan Gender Berbasis Online di tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Di masa pandemi, keinginan untuk berselancar di dunia maya semakin tinggi. Dengan jangkauan internet yang semakin luas dan perkembangan teknologi yang canggih, menyebabkan pengguna sosial media semakin meningkat. Terlebih lagi karena keterbatasan dalam berinteraksi secara langsung membuat media sosial menjadi pilihan alternatif untuk tetap terkoneksi dengan orang lain.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Namun, dibalik meledaknya penggunaan dunia <em>online</em> atau sosial media menyebabkan lahirnya hal yang tidak diinginkan, salah satunya Kekerasan Gender Berbasis <em>Online</em> (KGBO). Istilah ini merupakan kekerasan yang didasarkan atas seks dan gender, termasuk juga tindakan-tindakan yang menyebabkan bahaya seperti penderitaan fisik, mental, seksual hingga ancaman atau paksaan.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>femaledaily.com</em>, sejak 2015 Komnas Perempuan telah memberikan catatan tentang kekerasan terhadap perempuan yang terkait dengan dunia <em>online</em>. Mereka menggaris bawahi bahwa kekerasan dan kejahatan siber memiliki pola kasus yang semakin rumit.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 2017, ada 65 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan di dunia maya yang diterima oleh Komnas Perempuan. Setidaknya ada delapan bentuk kekerasan berbasis gender <em>online</em> yang dilaporkan kepada Komnas Perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Dari delapan kekerasan tersebut diantaranya yaitu, pendekatan untuk memperdaya (<em>cyber grooming</em>), peretasan (<em>hacking</em>), konten ilegal (<em>illegal content</em>), pelanggaran privasi (<em>infringement of privacy</em>), ancaman distribusi foto/video pribadi (<em>malicious distribution</em>), pencemaran nama baik (<em>online defamation</em>), rekrutmen <em>online</em> (<em>online recruitment</em>), serta pelecehan <em>online</em> (<em>cyber harassment</em>).</p><p style="text-align: justify;">Semenjak masa pandemi Covid-19, masyarakat diharuskan untuk menjaga jarak dan tetap di rumah. Hal tersebut menjadikan internet &ldquo;makanan&rdquo; sehari-hari agar tetap saling terhubung dalam segala aktifitas. Sayangnya, hal itu justru membuat kasus KGBO pun semakin meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari laman <em>kemenpppa.go.id&nbsp;</em>milik Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) Republik Indonesia, adapun beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengintegrasikan perspektif gender di ranah digital dan upaya penanggulangan KBGO.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(1) Penguatan daya perempuan melalui pendidikan kritis, kesadaran gender dan literasi digital; (2) Peningkatan kapasitas aparat penegak hukum (APH) dan lembaga layanan dalam menyikapi kasus KBGO; (3) Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual; (4) Merevisi pasal dalam undang-undang yang berpotensi mengkriminalisasi korban KBGO dan mengesahkan undang-undang terkait pengamanan data pribadi,&quot; dalam laman yang di-<em>publish</em> pada (6/8).</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman yang sama, Bintang Puspayoga selaku Menteri PPPA menyayangkan penggunaan internet yang mengalami kenaikan di masa pandemi tidak dibarengi dengan literasi digital yang mumpuni. Khususnya bagi perempuan dan anak sehingga lebih sulit bagi mereka untuk melindungi diri di internet.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perlu kita ingat bahwa tidak ada satu pun orang yang berhak mendapatkan kekerasan, bagaimanapun situasinya. Oleh karena itu, marilah kita bangun kerja sama antar sektor baik itu pemerintah, swasta dan penyedia layanan teknologi dan telekomunikasi, media, penegak hukum dan seluruh masyarakat untuk menatap satu tujuan, yaitu dunia yang aman bagi perempuan dan anak,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bersama-sama, kita buka akses yang seluas-luasnya bagi perempuan dan anak supaya dapat melek digital, sekaligus mendapatkan literasi digital yang mumpuni, sehingga mereka dapat melindungi diri di masa kini maupun masa depan,&rdquo; tutup Bintang. (<strong><em>yen/nop/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masyarakat Adat yang Terpinggirkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/masyarakat-adat-yang-terpinggirkan/baca </link>
<guid> masyarakat-adat-yang-terpinggirkan </guid>
<pubDate> Tue, 10 Aug 2021 08:18:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Masyarakat Adat Internasional. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/masyarakat-adat-yang-terpinggirkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hdAWCnjVYd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Masyarakat Adat yang Terpinggirkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Masyarakat adat adalah sekelompok orang yang hidup secara turun temurun pada wilayah geografis tertentu. Memiliki asal usul leluhur, kesamaan tempat tinggal, identitas budaya, hukum adat serta mempunyai kebebasan dalam menentukan kebijakan politik untuk mengembangkan kemajuan ekonomi, sosial budaya dan sumber daya mereka.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kemarin, momentum perayaan Hari Masyarakat Adat Internasional yang jatuh pada tanggal 9 Agustus di setiap tahunnya kembali dirayakan. Penetapan tanggal ini dilakukan sejak Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan mengadopsi Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat (<em>The United Nations Declaration on the Right of Indigenous Peoples</em>) pada 13 September 2007. Masyarakat adat pun turut menyambut dengan suka cita atas diadopsinya deklarasi yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun oleh berbagai organisasi masyarakat adat di seluruh dunia.</p><p style="text-align: justify;">Namun pelaksanaan norma internasional tersebut masih belum mampu terealisasi dengan baik. Padahal, adanya deklarasi ini tentu menjadi sebuah harapan akan perubahan terhadap pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia sendiri, hak-hak masyarakat adat masih belum mampu terlindungi dengan baik. Belum lagi kebutuhan hidup dan kesehatan yang buruk. Menurut <em>Health and Indigenous Peoples</em> dari PBB, mereka (masyarakat adat) memiliki angka kematian bayi tertinggi, tingkat harapan hidup yang lebih rendah dan lebih banyak terkena penyakit kronis dibandingkan penduduk yang bukan penduduk asli negara manapun.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya konflik agraria yang terjadi akibat kebijakan pemerintah dalam pembangunan yang sifatnya <em>top-down</em> dan eksploitatif terhadap sumber daya alam yang menjadi tumpuan kehidupan masyarakat adat sehari-hari. Kebijakan pemerintah yang tidak berorientasi pada status quo masyarakat adat mengakibatkan rasa ketidakadilan dan mereka menjadi termarginalkan dalam peradaban. Contohnya seperti kasus yang terjadi pada warga Dayak Modang Lai di Kaltim, di mana selama 13 tahun mereka mencari keadilan sebab tanah adat mereka telah rusak akibat ulah para korporasi.</p><p style="text-align: justify;">Bila ditilik dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, terdapat tiga amanat yang menjadi dasar konstitusional untuk menjamin eksistensi masyarakat adat. Yaitu dalam Pasal 18B Ayat (2) sebagai pengakuan serta menghormati terhadap keberadaan masyarakat adat, Pasal 28I Ayat (3) sebagai penghormatan negara terhadap hak asasi manusia masyarakat adat dan Pasal 32 Ayat (1) dan (2) sebagai penghormatan dan menjamin kebebasan untuk mengembangkan kebudayaan adat. Isi dan substansi dalam pasal tersebut belum mampu terealisasi hingga saat ini. Bahkan bisa kita katakan masih jauh dari harapan.</p><p style="text-align: justify;">Janji Presiden Jokowi yang hendak menuntaskan berbagai permasalahan dan melindungi masyarakat adat sebenarnya telah termanifestasi dalam poin-poin nawacita. Yakni pengesahan RUU Masyarakat Adat, pembentukan Satgas Masyarakat Adat, meninjau ulang berbagai peraturan sektoral, membentuk mekanisme nasional untuk penyelesaian sengketa, melaksanakan Putusan MK 35/2012 dan memulihkan korban-korban kriminalisasi.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, hal-hal tersebut belum menunjukkan suatu kejelasan. Dengan terbitnya undang-undang yang bertolak belakang dari harapan masyarakat adat seperti Undang-Undang Minerba atau Omnibuslaw UU Ciptaker menunjukkan belum tuntasnya penunaian janji Jokowi kepada masyarakat adat hari ini.</p><p style="text-align: justify;">Aktualisasi norma internasional tentang perjuangan hak-hak masyarakat adat harus tersematkan dalam nurani pemangku kebijakan agar terealisasinya cita-cita dan harapan masyarakat adat di Indonesia. Pemerintahan Jokowi pun harus berkejaran dengan waktu untuk memenuhi janji politik yang belum mampu terpenuhi dalam periode lalu dengan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengakui dan melindungi hak-hak masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;">Dalam momentum ini, kita senantiasa harus bersuara kepada para pemangku kebijakan untuk sekadar mengingatkan janji-janji politik yang telah kalut dimakan masa. Janji pemerintah akan selalu menjadi harapan bagi setiap pejuang-pejuang hak masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Hari Setyo Nugroho, mahasiswa Fakultas Pertanian 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB 2021: Sinergi Kampus Menyambut Maba Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2021-sinergi-kampus-menyambut-maba-unmul/baca </link>
<guid> pkkmb-2021-sinergi-kampus-menyambut-maba-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 10 Aug 2021 11:40:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB Unmul mendatang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-2021-sinergi-kampus-menyambut-maba-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pbN2NSEGdW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB 2021: Sinergi Kampus Menyambut Maba Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sama seperti tahun sebelumnya, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2021 tetap dilaksanakan secara daring. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin, mengatakan PKKMB kali ini sedikit berbeda karena dilaksanakan selama empat hari.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahun ini (PKKMB) dilaksanakan empat hari. Dua hari pertama merupakan PKKMB tingkat universitas, dan dua hari terakhir merupakan PKKMB fakultas,&rdquo; tuturnya, Senin (2/8).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Encik juga memastikan kepanitiaan PKKMB masih melibatkan lembaga kemahasiswaan dan akan dilaksanakan pada 11 hingga 14 Agustus 2021. Koordinasi terus berjalan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kendala teknis, jaringan, sistem aplikasi, hingga konten yang ditawarkan.</p><p style="text-align: justify;">Encik bersyukur atas keberhasilan 6.424 Mulawarman Muda yang dinantikan tahun ini. Ia berpesan semoga mahasiswa berperan aktif dalam menjalankan kewajibannya menuntut ilmu dan mengikuti kegiatan kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa harus aktif mengikuti informasi baik akademik intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler kampus. Serta aktif kuliah dan menjalankan kewajiban lain seperti praktikum, mengerjakan tugas, dan sebagainya,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">PKKMB sendiri akan dibagi dalam tingkat universitas dan fakultas. Selama dua hari di tanggal 11 dan 12 Agustus, mahasiswa baru akan mengikuti PKKMB universitas yang masing-masing harinya dibagi menjadi dua sesi di pagi dan siang hari.</p><p style="text-align: justify;">Hari pertama setelah pembukaan, akan dipaparkan materi seputar Unmul oleh panitia. Kemudian di sesi siang, terdapat materi mengenai pemahaman pancasila, penanggulanan intoleransi radikalisme terorisme dan bertentabgan dengan ideologi negara bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Di akhir kegiatan, akan ada tes responsi untuk menguji pemahaman peserta.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara di hari kedua, sesi pagi akan dibuka dengan materi pencegahan penyalahgunaan narkoba, bijak dalam berkomunikasi melalui media sosial serta strategi pembangunan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka di Unmul. Kemudian, sesi siang akan diisi dengan pengenalan lembaga kemahasiswaan dan ditutup dengan tes responsi serupa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keterlibatan BEM KM Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, Abdul Muhammad Rachim selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) menegaskan bahwa pihaknya tak terlibat sebagai pelaksana.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari mahasiswa (BEM KM) tidak terlibat, dari birokrat yang jadi pelaksananya. Tapi, ada undangan pertemuan terkait pembahasan PKKMB,&rdquo; terangnya pada Minggu (8/8).</p><p style="text-align: justify;">Abdul mengatakan, pihaknya hanya diminta mengirim video pengenalan lembaga dan video ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BEM KM beserta UKM lain hanya diminta mengirimkan video pengenalan lembaga, serta video ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru,&rdquo; ujar Abdul.</p><p style="text-align: justify;">Meski tidak turut berperan dalam agenda tersebut, pihaknya tetap mengikuti sosialisasi terkait kegiatan ini dan pihak birokrat sedikit mengevaluasi dari PKKMB tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada saat sosialisasi kemarin pun, dari pihak birokrat sudah sedikit mengevaluasi dari PKKMB tahun lalu,&rdquo; papar Abdul kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sosialisasi tersebut, Encik sebagai perwakilan birokrat kampus menyampaikan proses penyampaian materi, pengenalan Unmul, diusahakan agar disampaikan bukan hanya dengan metode ceramah, tetapi bisa diimprovisasi agar lebih menarik dan tidak membosankan. <strong><em>(san<span style="background-color: transparent;">/rea/ems/jen/fzn/rst</span></em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Maba yang Adaptif, Kritis dan Bersolidaritas dalam KPMF 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-maba-yang-adaptif-kritis-dan-bersolidaritas-dalam-kpmf-2021/baca </link>
<guid> sambut-maba-yang-adaptif-kritis-dan-bersolidaritas-dalam-kpmf-2021 </guid>
<pubDate> Tue, 10 Aug 2021 12:11:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB daring FISIP. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-maba-yang-adaptif-kritis-dan-bersolidaritas-dalam-kpmf-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ocpjkTw0o4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Maba yang Adaptif, Kritis dan Bersolidaritas dalam KPMF 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kembali menyesuaikan keadaan, Kegiatan Pengenalan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (KPMF) 2021 dilaksanakan secara daring. Agenda penyambutan tersebut akan bergabung dalam rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIP mendatang.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Mengenai alur kegiatan dan persiapan kegiatan, <em>Sketsa</em> menghubungi Yudhi Iqbal Syarif, selaku Ketua Panitia KPMF tahun ini untuk keterangan lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">Dipaparkan olehnya, pelaksanaan KPMF dijadwalkan berlangsung pada 13-14 Agustus mendatang sesuai dengan pengaturan yang dilakukan Unmul terkait PKKMB fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tetapi karena jadwal baru keluar beberapa hari yang lalu, kemungkinan akan ada penyesuaian. Karena PKKMB FISIP diurus oleh dosen-dosen dan staf-staf fakultas, sedangkan KPMF diurus oleh mahasiswa,&quot; paparnya, Kamis (5/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pengenalan tiap program studi (Prodi) sendiri langsung tergabung dengan PKKMB fakultas. Yudhi menjelaskan, FISIP akan diperkenalkan melalui para staf juga Kepala Prodi (Kaprodi) yang berwenang. Setelahnya, akan dibuat <em>breakout room</em> untuk setiap Prodi sehingga staf dari masing-masing Prodi dapat memberikan pengenalan.</p><p style="text-align: justify;">Agar lebih bermakna dan tidak menjadi seremonial belaka, ia mengaku jika panitia merancang beberapa kegiatan yang sesuai dengan tema yang mereka siapkan. Yakni &apos;Mewujudkan Transisi Mahasiswa Baru yang Adaptif, Berjiwa Kepemimpinan, Berpola Pikir Kritis serta Solidaritas Melalui KPMF 2021&apos;.</p><p style="text-align: justify;">Di tahun ini, ia menerangkan jika ada tiga bagian dari KPMF. Pertama ada Pra KPMF, kemudian Hari H KPMF dan terakhir pasca KPMF. Pra KPMF sendiri dilaksanakan kurang lebih satu bulan dengan beberapa kegiatan yang mereka suguhkan kepada mahasiswa baru, seperti kumpul kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Di dalam kelompok tersebut, terdapat koordinator dan pendamping yang akan menyampaikan materi. Dilanjutkan dengan <em>discussion corner</em> atau diskusi tentang nama kelompok mereka masing-masing. Kali ini, panitia membuat nama kelompok dengan isu-isu politik. Nantinya, akan ada dua kelompok yang saling berhadapan dan berdiskusi terkait nama kelompoknya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hal ini bertujuan agar mahasiswa baru khususnya mahasiswa FISIP tidak bersikap apatis terhadap isu-isu politik yang ada di Indonesia tahun ini. Agar mahasiswa baru mengerti bahwa ada isu-isu yang harusnya tidak diabaikan oleh mahasiswa sebagai penggerak pemuda,&quot; ungkap Yudhi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, ada pula kegiatan tur kampus dalam bentuk video yang ditampilkan di setiap kelompok. Terakhir, agenda ditutup dengan <em>social project</em>. Setelah sebelumnya membahas tentang isu-isu politik, maka proyek ini membawa isu yang menjadi keresahan sosial di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, di hari H KPMF panitia akan mengenalkan lembaga-lembaga di FISIP serta penyampaian testimonial yang lebih intens dan menarik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lalu untuk pasca KPMF, kami akan membentuk kepanitiaan pertama untuk mahasiswa baru. Di mana nanti teman-teman mahasiswa baru bebas untuk berekspresi dan menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan apa yang mereka nanti sepakati,&quot; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski terlihat siap untuk melangsungkan agenda secara daring, ia mengakui jika skema KPMF ini awalnya dirancang untuk kegiatan luring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tetapi melihat situasi dan kondisi serta surat edaran dari pemerintah mengenai pandemi yang semakin memburuk, akhirnya panitia memutuskan untuk dilaksanakan secara online demi menjaga kesehatan teman-teman panitia dan mahasiswa baru,&quot; tutur Yudhi.</p><p style="text-align: justify;">Kendala soal internet turut mewarnai persiapan dan pelaksanaan acara. Hal-hal seputar masalah jaringan atau kuota menjadi kekhawatiran sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat panitia yang tinggal di desa, sehingga kesulitan pada jaringan, juga masalah biaya-biaya untuk membeli paket internet.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum menutup, ia kembali mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung bagi mahasiswa baru yang akan menempuh perkuliahan di kampus sosial dan politik ini. Ia berpesan, belajar di kelas belum cukup untuk meningkatkan nalar kritis sebagai mahasiswa. Oleh karenanya, ia berharap agar mereka dapat mengikuti kegiatan berorganisasi yang positif saat berdinamika di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terakhir, pesan untuk mahasiswa baru agar tetap semangat menjalani perkuliahan meskipun di era pandemi covid-19. Tetap jaga kesehatan dan jangan lupa patuhi protokol kesehatan,&quot; tutupnya. (<strong><em>ems/len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alih-alih Khawatir, Mental Illness Justru Diglorifikasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alih-alih-khawatir-mental-illness-justru-diglorifikasi/baca </link>
<guid> alih-alih-khawatir-mental-illness-justru-diglorifikasi </guid>
<pubDate> Wed, 11 Aug 2021 09:37:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Muncul tren menganggap mental illness sebagai sesuatu yang keren. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alih-alih-khawatir-mental-illness-justru-diglorifikasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9XQSKk1oSZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Alih-alih Khawatir, Mental Illness Justru Diglorifikasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Belakangan ini kesehatan mental menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan. Alih-alih bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap persoalan ini, beberapa orang dengan mudahnya mengaku mengalami gangguan mental berdasarkan informasi yang didapatkan. Akibatnya, muncul tren glorifikasi <em>mental illness</em> yang dianggap sebagai sesuatu yang keren.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Glorifikasi <em>mental illness</em> merupakan sebuah sikap bangga terhadap gangguan mental yang dialami. Hal ini justru berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain. Ketika seseorang menunjukkan sikap bangga dengan kondisinya di media sosial, orang lain dapat terpengaruh untuk melakukan diagnosa pada diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Ayunda Ramadhani, dosen Psikologi Unmul mengatakan bahwa tren ini sangat mengkhawatirkan jika sekedar membesar-besarkan kondisi yang dialami tanpa mencari pertolongan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harus digarisbawahi bahwa perilaku ini harus diikuti dengan adanya perilaku untuk mencari pertolongan atau bantuan dari profesional. Seperti psikolog klinis ataupun psikiater, sehingga kondisi yang dialami tidak menjadi parah,&rdquo; ucap Ayunda kepada <em>Sketsa</em>, Minggu (8/8).</p><p style="text-align: justify;">Media sosial kini menjadi ruang terbuka yang digunakan untuk berekspresi. Lantas, apa akibat dari memamerkan gangguan mental yang dialami di media sosial?</p><p style="text-align: justify;">Ayunda menjelaskan, ketika seseorang dengan bangga memperlihatkan kondisi gangguan mentalnya di media sosial, tentu akan menimbulkan respons negatif dari orang-orang yang melihatnya. Hal ini menjadi wajar ketika orang-orang berpendapat bahwa ia berlebih-lebihan terhadap kondisi yang dialaminya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kondisi gangguan mental merupakan kondisi yang serius, dan membutuhkan penanganan segera oleh profesional. Ketika seseorang sedang merasa tidak baik-baik saja, maka sudah seharusnya mencari bantuan dan tidak boleh dibiarkan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga memaparkan cara untuk mengetahui kondisi mental seseorang sedang tidak baik-baik saja. Caranya dengan memperhatikan perubahan emosi yang terjadi dalam diri dan kesehatan fisik serta melihat adanya indikasi menyakiti diri sendiri dan orang lain. Selain itu, tidak perlu takut untuk berkonsultasi ke psikolog klinis atau psikiater.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Ia menyarankan kepada semua orang untuk lebih peduli terhadap sekitar dengan cara mengedukasi ataupun memberikan pertolongan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Arahkan bahwa diperlukannya pertolongan yang tepat. Jangan hanya di media sosial, tetapi juga harus diikuti dengan perilaku menolong diri sendiri,&rdquo; pungkas Ayunda.</p><p style="text-align: justify;">Sempat diwawancarai&nbsp;pada Jumat (7/8) lalu, Siti Fatimah, mahasiswi Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Unmul ini juga memberikan tanggapannya mengenai hal ini. Menurutnya, seseorang yang memperlihatkan kondisi mentalnya tersebut benar-benar membutuhkan pertolongan serta dukungan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga menambahkan bahwa faktor lain yang mengakibatkan munculnya tren glorifikasi <em>mental illness</em> ini dapat berasal dari musik dan film. Siti berpendapat, bahwa remaja rentan terpengaruh terhadap dua media ini.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, untuk menghindari kesalahpahaman dan penyalahgunaan informasi kesehatan mental di media sosial adalah dengan berperilaku bijak dan memperhatikan batasan-batasan dalam bermedia sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contohnya media sosial harus digunakan yang sudah berumur 18+ tidak ada saran lain selain mematuhi aturannya,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>aot/ans/jhr/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bekerja Sama dengan Lembaga Kemahasiswaan, FIB Gelar PKKMB Tingkat Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bekerja-sama-dengan-lembaga-kemahasiswaan-fib-gelar-pkkmb-tingkat-fakultas/baca </link>
<guid> bekerja-sama-dengan-lembaga-kemahasiswaan-fib-gelar-pkkmb-tingkat-fakultas </guid>
<pubDate> Thu, 12 Aug 2021 05:25:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB di FIB. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bekerja-sama-dengan-lembaga-kemahasiswaan-fib-gelar-pkkmb-tingkat-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MdhxNn6I66.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bekerja Sama dengan Lembaga Kemahasiswaan, FIB Gelar PKKMB Tingkat Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah sebelumnya struktur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) diisi oleh ketiga program studi yakni Sastra Indonesia, Sastra Inggris dan Etnomusikologi (<em>https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-batal-terlaksana-tiga-hima-prodi-isi-struktur-bem-fib/baca</em>), kini pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di kampus budaya menjadi pertanyaan.</p><p style="text-align: justify;">Sempat beredar kabar, jika PKKMB kali ini tak lagi dilaksanakan oleh lembaga kemahasiswaan karena alasan struktural. Sehingga fakultas mengambil alih kegiatan penyambutan tahunan ini. Kepada <em>Sketsa</em>, Wakil Dekan I Bidang Akademik FIB, Satyawati Surya membantah perihal polemik tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan diambil alih, tapi mestinya dari dulu seperti itu. Fakultas lain sejak dulu kepanitiannya disusun dan dilaksanakan oleh mereka dengan merangkul BEM. Kalau di FIB, saya memberi kesempatan penuh kepada mahasiswa,&rdquo; tuturnya saat diwawancara <em>Sketsa</em> via WhatsApp, Selasa (10/8).</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Satya juga mengungkapkan bahwa BEM FIB tak absen secara struktural sebab Surat Keputusan (SK) Rektor terkait keberlangsungan kepengurusan BEM telah terbit.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai poster <em>Open Recruitment</em> Panitia PKKMB 2021 yang terdapat di laman Instagram BEM FIB, ia mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Meski begitu, pihak fakultas tetap menggandeng mereka untuk bekerja sama dalam agenda PKKMB FIB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya gak pernah dapat info soal itu (<em>Open Recruitment</em>). Hanya saja pada rapat pertama fakultas soal PKKMB, saya hanya mengundang Reza, ketua BEM, dan memberi slot kepada mahasiswa untuk ikut dalam kepanitiaan,&rdquo; ujar Satya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang berlangsung pada 14 dan 16 Agustus mendatang ini akan diikuti sekitar 241 mahasiswa baru. Ia berharap agar semua proses dapat berjalan lancar dan berkesan.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan pernyataan Satya, Dani Rahman selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris membenarkan adanya kerja sama antara pihak fakultas dan mahasiswa dalam pelaksanaan PKKMB FIB. Ia turut menyampaikan bahwa persiapan PKKMB berjalan tanpa kendala.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini belum ada kendala mengingat masih ada dua hari lagi menjelang PKKMB tersebut. Saya sangat mengapresiasi atas kerja sama ini. Artinya semua orang baik itu mahasiswa, dosen, staf, dekan itu mau bersinergi dalam mensukseskan kegiatan ini,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai poster <em>Open Recruitment</em> Panitia PKKMB 2021, ia mengungkapkan bahwa hal itu bukan merupakan arahan dari fakultas, melainkan dari inisiatif BEM FIB. Lebih lanjut, Dani menyampaikan bahwa panitia tersebut telah dibubarkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan, kepanitiaan ini dibentuk bermula dari inisiasi BEM fakultas karena sebelumnya tak ada koordinasi dari fakultas terkait PKKMB fakultas mendatang. Setelah mendengar surat rektor terkait panduan PKKMB tersebut yang mana memberikan hak penanggung jawab PKKMB ke dekan masing-masing fakultas, kepanitiaan yang sudah dibentuk sebelumnya pun dibubarkan,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (10/8).</p><p style="text-align: justify;">Ketiga himpunan mahasiswa di FIB pun turut mengambil peran dan bekerja sama mengarahkan dan membimbing mahasiswa baru dalam pengenalan kampus. Terkait dengan mekanisme pelaksanaan, Dani menyampaikan bahwa PKKMB akan dilaksanakan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sepenuhnya daring, <em>live</em> di YouTube,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>jen/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jurnalisme Naratif: Atmosfer Baru Dalam Membaca dan Menulis Berita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/jurnalisme-naratif-atmosfer-baru-dalam-membaca-dan-menulis-berita/baca </link>
<guid> jurnalisme-naratif-atmosfer-baru-dalam-membaca-dan-menulis-berita </guid>
<pubDate> Thu, 12 Aug 2021 11:02:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sesi kedua PJTLN bersama pemateri terakhir. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/jurnalisme-naratif-atmosfer-baru-dalam-membaca-dan-menulis-berita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EQHQkIJ4C4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jurnalisme Naratif: Atmosfer Baru Dalam Membaca dan Menulis Berita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>&ldquo;Bercerita melalui sebuah berita.&rdquo; Inilah kalimat yang tepat dalam menggambarkan bagaimana jurnalisme naratif bekerja. Muncul sebagai materi kedua dalam Kenal Sastrawi, jurnalisme naratif menjadi pembahasan yang tak kalah menarik dibanding materi sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti materi pertama, agenda ini kembali digelar selama tiga hari dengan durasi dua jam setiap harinya. Meski sempat terjadi perubahan jadwal, hal tersebut tak mengurangi antusiasme peserta dan kelas masih berjalan dengan lancar. Chik Rini didapuk sebagai pemateri yang membawa peserta menyelami kedalaman dari jurnalisme naratif atau yang kerap disebut jurnalisme sastrawi.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya pada Minggu (1/8), disampaikan bahwa jurnalisme naratif merupakan sebuah genre dalam jurnalisme yang berkembang di Amerika Serikat. Liputan ini sendiri dikerjakan secara mendalam. Tak hanya itu, penulisannya juga dilakukan dengan gaya sastrawi agar hasilnya enak dibaca.</p><p style="text-align: justify;">Terkait perbedaannya dengan jenis lain seperti berita harian atau <em>hard news</em>, Chik Rini<em>&nbsp;</em>turut memaparkannya secara rinci. Materi yang dijelaskan tak jauh berbeda dengan yang tertulis pada pengantar jurnalisme sastrawi (baca: <a href="http://www.andreasharsono.net/2006/01/ibarat-kawan-lama-datang-bercerita.html?m=1"></a><a href="http://www.andreasharsono.net/2006/01/ibarat-kawan-lama-datang-bercerita.html?m=1">http://www.andreasharsono.net/2006/01/ibarat-kawan-lama-datang-bercerita.html?m=1</a>). Genre ini berbeda dari reportase sehari-hari sebab menggunakan adegan demi adegan (<em>scene by scene construction</em>), reportase yang menyeluruh (<em>immersion reporting</em>) dan menggunakan sudut pandang orang ketiga (<em>third person point of view</em>) yang dipenuhi dengan detail.</p><p style="text-align: justify;">Ketika laporan tersebut menyampaikan informasi dan pengetahuan, maka cerita atau narasi akan menciptakan pengalaman. Saat laporan menunjuk pada sesuatu, maka cerita membawa kita pada sesuatu. Laporan terkandung pada berita langsung atau <em>hard news</em>, sementara cerita terkandung dalam jurnalisme narasi. Walau berupa narasi, ini bukanlah karya fiksi karena di dalamnya penuh dengan data dan fakta.</p><p style="text-align: justify;">Seperti sebelumnya, peserta kembali diajak mengurai ilmu yang didapat. Usai diskusi, tanya jawab dan konsultasi pada Selasa (3/8) peserta ditugaskan untuk menulis cerita dalam sebuah berita secara individu. Chik Rini menyampaikan bahwa kunci dari jurnalisme naratif adalah sebuah detail. Sehingga, akan sulit dikerjakan tanpa reportase langsung ke lapangan. Kekuatan kelima indra menjadi kunci jurnalis dalam menulis narasi ini.</p><p style="text-align: justify;">Kerumitan pemahaman materi nampaknya masih begitu membekas di benak para peserta hingga acara usai. Terutama ketika evaluasi tugas pada Sabtu (7/8) lalu. Sebagian peserta merupakan jurnalis kampus dengan jam terbang yang belum tinggi, sehingga jurnalisme naratif mengemas pengalaman yang berbeda dalam membaca dan menulis berita.</p><p style="text-align: justify;">Selain diisi dengan evaluasi tugas, Sabtu siang itu peserta juga diajak menyampaikan beragam kendala dan kesulitan dalam mengerjakan narasi. Begitu banyak yang tercatat, sebab prosesnya pun tidak main-main. Sangat disayangkan bahwa jenis tersebut tidak cukup berkembang di Indonesia lantaran ruangnya yang sedikit.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir agenda, foto bersama dilakukan untuk menutup rangkaian kegiatan PJTLN Kenal Sastrawi oleh LPM Bahana Unri. Setelahnya, panitia membagikan sertifikat melalui grup WhatsApp. Sementara, evaluasi setiap tulisan akan dikirim secara berkala oleh Chik Rini.&nbsp;</p><p><em><strong>Ditulis oleh Khoirun Nisa, delegasi LPM Sketsa Unmul.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Sambutan Hingga Undian Berhadiah dalam PKKMB Universitas Hari Pertama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-sambutan-hingga-undian-berhadiah-dalam-pkkmb-universitas-hari-pertama/baca </link>
<guid> semarak-sambutan-hingga-undian-berhadiah-dalam-pkkmb-universitas-hari-pertama </guid>
<pubDate> Thu, 12 Aug 2021 11:57:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda PKKMB Unmul 2021 hari pertama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-sambutan-hingga-undian-berhadiah-dalam-pkkmb-universitas-hari-pertama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FJNQ35NjJ0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Sambutan Hingga Undian Berhadiah dalam PKKMB Universitas Hari Pertama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Akhirnya, hari yang dinanti oleh seluruh mahasiswa baru (maba) Unmul telah tiba. Berlangsung secara daring melalui Zoom dan <em>live</em> YouTube, hari pertama PKKMB 2021 diarahkan oleh Rohman Hidayat dan Anggrelia Anugerah selaku pembawa acara. Pelaksanaan dimulai pada 08.00 Wita hingga 15.30 Wita. Adapun pembacaan POB (Prosedur Operasional Buku) PKKMB Unmul 2021 turut dilakukan guna memastikan kelancaran agenda ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan kali ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia yakni&nbsp;<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Nadiem Anwar Makarim hadir dan memberikan sambutan kepada para maba yang hadir. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa diberikan kebebasan untuk belajar, terlepas dari jurusan yang dipilihnya.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menjadi mahasiswa tidak sama dengan kenaikan jenjang sekolah. Melainkan, kalian (mahasiswa) memiliki kemerdekaan yang lebih luas untuk menentukan arah masa depan,&rdquo; tuturnya, Kamis (12/8).</p><p style="text-align: justify;">Nadiem menambahkan bahwa Kemendikbudristek juga memberikan hak kepada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk belajar di luar jurusannya selama 3 semester. Hak tersebut tertuang melalui program-program Kampus Merdeka yang diharapkan dapat menjadi jalan dalam meraih mimpi serta wadah kontribusi untuk membangun negeri.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Presiden BEM KM Unmul 2021, Abdul Muhammad Rachim. Ia berpesan bahwa menjadi mahasiswa merupakan amanah dari orang tua dan masyarakat, karena mereka menanggung harapan agar senantiasa menyuarakan kebenaran, melawan kebatilan dan mendekatkan keadilan.</p><p style="text-align: justify;">Tak luput, Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono selaku ketua panitia memberikan sambutan kepada 5,900 Mulawarman Muda. Dirinya kembali menegaskan bahwa PKKMB akan terlaksana selama empat hari. Dua hari dilaksanakan oleh universitas yaitu tanggal 12 dan 13 Agustus, sedangkan dua hari terakhir dilaksanakan oleh fakultas di tanggal 14 dan 16 Agustus.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan terakhir diberikan oleh Rektor Unmul, Masjaya. Dirinya yakin bahwa maba yang menghadiri PKKMB hari ini merupakan pejuang bangsa, bermartabat, bermakna dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat. Masjaya juga menekankan bahwa komitmen tetap terjalin walaupun kegiatan dilaksanakan secara daring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun tidak dapat bertemu langsung di kampus, tetapi melalui kesempatan ini, komitmen, hati dan perjuangan kita semuanya tetap satu. Yaitu memajukan pendidikan, mensejahterakan masyarakat dan mengangkat derajat serta prestasi Universitas Mulawarman,&rdquo; tukasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bekerja sama dengan Telkomsel, mahasiswa yang mengaktifkan NSP Mars UNMUL kemudian mencantumkan nama, NIM dan nomor Telkomsel-nya pada tautan yang disiapkan panitia berkesempatan memenangkan hadiah kuota internet sebesar 2,5 GB bagi 5 mahasiswa yang beruntung. Selain itu, hadiah berupa saldo LinkAja sebesar Rp300 ribu turut disediakan bagi 5 mahasiswa terpilih setelah mendaftarkan kartu Telkomsel milik mereka beserta dengan NIM.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum dilakukan pemaparan materi, penerimaan secara simbolis yaitu pemakaian jaket almamater dilakukan oleh perwakilan mahasiswa baru. Terakhir, agenda ditutup oleh pengumuman pemenang undian Telkomsel serta imbauan untuk mengisi tes responsi. Mereka akan kembali mengikuti agenda PKKMB universitas yang terakhir pada Jumat (12/8). Tetap semangat, ya! <strong><em>(ems/san/fzn/rea/jen/len) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yuk, Ambil Peluang Kredit Internasional Bersama Borneo Scientific Network 2021! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yuk-ambil-peluang-kredit-internasional-bersama-borneo-scientific-network-2021/baca </link>
<guid> yuk-ambil-peluang-kredit-internasional-bersama-borneo-scientific-network-2021 </guid>
<pubDate> Fri, 13 Aug 2021 10:40:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Borneo Scientific Network dari UPT. Layanan Internasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/yuk-ambil-peluang-kredit-internasional-bersama-borneo-scientific-network-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fUBwXMM3De.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yuk, Ambil Peluang Kredit Internasional Bersama Borneo Scientific Network 2021!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kesempatan belajar di lingkup internasional nyatanya semakin luas kala pandemi Covid-19. Dalam rangka mewujudkan merdeka belajar, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Internasional Unmul kembali membawa peluang bagi mahasiswa. Kali ini, Kredit Transfer Nasional hadir dalam sebuah program bertajuk Borneo Scientific Network (BSN).</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, UPT Layanan Internasional turut mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yakni Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) di mana sebanyak 7 mahasiswa lolos dalam program tersebut. Lalu Hibah Kredit Transfer Internasional yang telah mengirim 10 mahasiswa serta Kredit Transfer Internasional untuk negara Malaysia dan Thailand.</p><p style="text-align: justify;">BSN sendiri hadir untuk mahasiswa pulau Borneo. Sebanyak 11 universitas besar akan menjalin kerja sama ini. Di dalamnya termasuk Universiti Brunei Darussalam, Universiti Malaysia Sabah dan Universiti Malaysia Sarawak. Adapun Unmul, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Universitas Balikpapan (Uniba) menjadi tiga kampus di Kaltim yang membuka kesempatan untuk mahasiswanya.</p><p style="text-align: justify;">Widi Sunaryo selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) menuturkan, nantinya mahasiswa yang mendaftar dapat memilih mata kuliah yang diinginkan. Apabila lolos, perkuliahan daring akan mengikuti skema penjadwalan dari kampus tujuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap universitas mengirimkan dua mata kuliah yang akan dijadikan mata kuliah pilihan untuk seluruh mahasiswa di pertukaran mahasiswa BSN. <em>Alhamdulillah</em> kita mengirimkan 3 mata kuliah,&rdquo; terang Widi melalui <em>Zoom Meeting</em>, Rabu (11/8).</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apa keuntungan yang akan didapatkan peserta yang berhasil mengikuti program? Menjawab hal ini, ia menyebut bahwa mahasiswa yang lolos akan memperoleh sertifikat kredit. Sertifikat tersebut akan ditransfer ke Unmul dan dapat dimasukkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) atau transfer akademik. Mahasiswa juga akan mendapatkan pembiayaan dari UPT Layanan Internasional, seperti honor kesehatan. .</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk tiga mata kuliah yang kita daftarkan (sudah diseleksi) penyelenggaraanya tidak seperti reguler. Nanti akan ada pembiayaan dari UPT Layanan Internasional. Artinya akan mendapatkan tambahan-tambahan misalkan honor kesehatan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Harapannya, BSN bisa menjadi wadah agar mahasiswa dapat melampaui batas-batas akademis. Dengan pengalaman menjalin relasi, membangun jejaring dan mengambil mata kuliah lain di universitas lain selayaknya modal dan bekal yang amat berarti ketika lulus atau terjun ke masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Seperti penuturan Widi, mahasiswa dapat mendaftarkan diri sesuai dengan format yang telah disampaikan. Yakni dengan mengisi formulir, melengkapi berkas seperti transkrip, bukti Kartu Tanda Mahasisa (KTM) dan persyaratan lengkap sebagaimana yang termuat di laman resmi <em>unmul.ac.id</em>. &ldquo;Nanti surat legalisasinya kami akan menandatangani. Kemungkinan juga hasil seleksinya akan keluar sesegera mungkin,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(ahn/nkh/rst</em></strong><strong><em>/len</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sorot PKKMB Hari Kedua: Padat Materi dan Beragam Komentar Salah Fokus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-pkkmb-hari-kedua-padat-materi-dan-beragam-komentar-salah-fokus/baca </link>
<guid> sorot-pkkmb-hari-kedua-padat-materi-dan-beragam-komentar-salah-fokus </guid>
<pubDate> Fri, 13 Aug 2021 12:11:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan PKKMB universitas hari kedua. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sorot-pkkmb-hari-kedua-padat-materi-dan-beragam-komentar-salah-fokus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CGd16ARJrL.png" />
					</figure>
			                <h1>Sorot PKKMB Hari Kedua: Padat Materi dan Beragam Komentar Salah Fokus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Hari ini (13/8), Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul telah memasuki babak akhir. Agenda yang dimulai pukul 08.00 Wita melalui Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube UNMUL TV tersebut nampak tak jauh berbeda dari kegiatan sebelumnya di hari pertama. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-sambutan-hingga-undian-berhadiah-dalam-pkkmb-universitas-hari-pertama/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-sambutan-hingga-undian-berhadiah-dalam-pkkmb-universitas-hari-pertama/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-sambutan-hingga-undian-berhadiah-dalam-pkkmb-universitas-hari-pertama/baca</a>)</p><p style="text-align: justify;">Di awal acara, peserta PKKMB disuguhkan dengan profil berbentuk video mengenai awal pembangunan Unmul yang terkenal dengan julukan Kampus Hutan Tropis Lembab atau <em>Tropical Rain Forest Campus&nbsp;</em>ini. Dalam tayangan tersebut, &nbsp;Unmul &nbsp;juga memamerkan visi misi serta 13 fakultas dan semua jurusan yang ada di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki agenda utama, kegiatan dibuka oleh pembawa acara yakni Rohman Hidayah dan Anggrelia Anugrah. Keduanya mengumumkan bahwa acara akan sedikit spesial lantaran ada pengenalan lembaga dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum video pengenalan diputar, sesi pertama terlebih dahulu diisi oleh Deni Dharmapala, perwakilan dari BNN Indonesia. Dirinya menyampaikan materi bertajuk &ldquo;Pemuda Bersih Narkoba untuk Indonesia Unggul&rdquo;. Dalam pemaparannya, Deni menjelaskan dengan gambling terkait ancaman narkotika di Indonesia terutama bagi orang muda.</p><p style="text-align: justify;">Mirisnya, selama proses pemaparan pemateri tersebut, kolom <em>live chat</em> YouTube UNMUL TV dipenuhi beragam komentar yang salah fokus. Cukup banyak mahasiswa baru yang kurang fokus terhadap materi yang disampaikan, bahkan membahas hal di luar materi.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;R &nbsp;bapak betagar ala ala british aksen xixixi,&rdquo;</em> tulis akun Yasmin Fadila.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;pak &nbsp;saya ga enakan,&rdquo;</em> sebut Rizky Ramadany kala Deni menjelaskan presentasi tentang penolakan penggunaan narkoba</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;udh &nbsp;menguap kesekian ribu kali,&rdquo;</em> tulis Nurfitri Kasran.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, terjadi pula kendala teknis saat tautan daftar hadir disebar. Seharusnya, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mendapat giliran mengisi kehadiran. Namun ketika tautan dibuka, ternyata isinya merupakan daftar hadir mahasiswa Fakultas Farmasi. Lantas, butuh hampir satu jam sampai <em>link</em> yang baru akhirnya diberikan oleh pihak panitia.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki sesi kedua, penyampaian materi dilanjutkan oleh Siber Kreasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo). Dengan bahasan yang cukup menarik, mereka membawa pembahasan hoaks yang marak terjadi serta cara untuk memanfaatkan media sosial dengan baik juga menghindari konten-konten negatif.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, materi terakhir ditutup oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M), Lambang Subagio. Ia membahas tentang strategi pengembangan Kampus Merdeka dan tujuan pembelajaran perguruan tinggi serta bagaimana Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dilakukan di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dan terjadi lagi, kolom <em>live chat</em> kembali tak kondusif dan mengandung kata-kata yang kurang pantas. Kejadian inipun mengundang kemarahan beberapa orang yang merasa terganggu, sebab mengganggu proses pelaksanaan PKKMB.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Jangan &nbsp;&ldquo;BERKOMENTAR&rdquo; aneh-aneh di kolom komentar. tadi sudah di sampaikan mengenai &nbsp;ETIKA BERMEDIA SOSIAL. Jadi tolong diterapkan, sudah jadi mahasiswa, sudah &nbsp;pasti paham betul maksud saya,&rdquo;</em> geram akun bernama Viya di kolom tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pengenalan &nbsp;Lembaga dan UKM Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah pemberian materi usai, agenda terus berjalan dengan pengenalan lembaga dan UKM melalui video profil. Sebelum pengenalan secara rinci, panitia memutar video dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) yang berisi ucapan selamat datang. Tertulis pula di akhir video bahwa BEM KM akan melaksanakan Kuliah Super 2021 dan Mulawarman Festival.</p><p style="text-align: justify;">Pengenalan kemudian dimulai dan diisi dengan kompilasi video yang apik dan menarik dari kurang lebih 11 lembaga dan organisasi mahasiswa yang ada Unmul di sesi pertama sebelum memasuki istirahat salat dan makan siang. Pukul 13.30 Wita, kegiatan diikuti kembali dengan perkenalan setiap lembaga dan UKM yang ada. Sekiranya, ada 15 lembaga dan organisasi yang ditampilkan.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah pengenalan, kolom <em>live chat</em> kembali heboh dengan adanya kehadiran mahasiswa baru dari universitas lain serta komentar unik mengenai video yang diputar.<em></em><br></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;ini &nbsp;pkkmb ipb?&rdquo;</em> ujar Anugerah Tampubolon</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;waktu &nbsp;itu saya daftar SNMPTN di Unmul tidak keterima, akhirnya saya coba SBMPTN di &nbsp;UGM kedokteran Alhamdulillah di terima,&rdquo;&nbsp;</em>ucap seseorang bernama Aufa Rifki.</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;gak &nbsp;ad ukm Mobile legend kh?&rdquo;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;minat &nbsp;doang ga bakat gapapa kan wkwk&rdquo;</em> sebut Dinda RA tatkala pembawa acara mengajak mahasiswa yang berminat pada setiap lembaga dan UKM untuk mendaftar. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di penghujung acara, peserta diwajibkan mengisi daftar hadir sebanyak dua kali dan mengisi tes responsi. Uniknya, peserta tercepat, terbenar dan beruntung dalam mengisi tes tersebut akan mendapatkan hadiah. Agenda pun ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Encik Akhmad Syaifudin dengan sambutan akhir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Demikian, barangkali kegiatan PKKMB ini tidak ditutup, karena penutupan itu ada di fakultas masing-masing. Artinya kita mengakhiri PKKMB di tingkat universitas,&rdquo; ungkap Encik. Doa bersama dan pengumuman hadiah <em>giveaway</em> pun menyudahi seluruh kegiatan PKKMB hari kedua ini. <em><strong>(</strong></em><em><strong>rea/fzn/</strong></em><em><strong>ems/san/</strong></em><em><strong>jen/</strong></em><em><strong>len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wujudkan Bakti Tanpa Henti Lewat Pramuka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/wujudkan-bakti-tanpa-henti-lewat-pramuka/baca </link>
<guid> wujudkan-bakti-tanpa-henti-lewat-pramuka </guid>
<pubDate> Sat, 14 Aug 2021 05:39:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari pramuka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/wujudkan-bakti-tanpa-henti-lewat-pramuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hpwkm1EOtS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wujudkan Bakti Tanpa Henti Lewat Pramuka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setiap tahunnya, 14 Agustus diperingati sebagai Hari Praja Muda Karana (Pramuka). Peringatan tersebut sudah hadir sejak 1961 dan kali ini genap pada perayaan ke-60.&nbsp;</span>Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sendiri telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 027 Tahun 2021 tentang logo 60 tahun gerakan Pramuka beserta slogannya. Adapun Slogan yang ditetapkan yaitu &ldquo;Berbakti Tanpa Henti&rdquo; dan bermakna bahwa seluruh anggota Pramuka diharapkan selalu siap sedia untuk berbakti pada negeri hingga kapan pun.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan kepanduan dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan, di mana sasaran akhirnya ialah pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Setiap gerakan pramuka harus berlandaskan beberapa prinsip dasar seperti iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama makhluk hidup, dan alam seisinya, peduli terhadap diri pribadinya juga taat kepada kode kehormatan pramuka.</p><p style="text-align: justify;">Selain prinsip dasar, Gerakan Pramuka juga berlandaskan beberapa metode berupa cara belajar interaktif dan progresif. Ini diwujudkan melalui pengamalan kode kehormatan Pramuka, belajar sambil melakukan, kegiatan berkelompok, bekerja sama dan berkompetisi, penghargaan berupa tanda kecakapan dan satuan terpisah antara putra dan putri.</p><p style="text-align: justify;">Pramuka biasanya dilakukan di luar lingkungan sekolah. Setiap kegiatannya pun dikemas dalam bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan serta terarah. Di antaranya yaitu kegiatan jambore dan penjelajahan.</p><p style="text-align: justify;">Jambore sendiri adalah kegiatan perkemahan dalam skala besar yang digelar oleh setiap kwartir gerakan. Mulai dari jambore ranting, jambore daerah, jambore cabang, jambore nasional hingga jambore di tingkat internasional. Sedangkan kegiatan penjelajahan merupakan agenda yang biasanya dilakukan di alam terbuka agar mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah didapat selama menjadi anggota pramuka seperti penggunaan peta, kompas, pengenalan medan secara langsung, serta ilmu untuk bertahan hidup.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, ada banyak manfaat baik yang bisa diterima melalui kegiatan semacam Pramuka. Seperti melatih setiap anggota untuk mandiri, membangun rasa gotong royong antar sesama, meningkatkan kepedulian, melatih kepemimpinan dan pastinya belajar lebih mencintai alam.</p><p style="text-align: justify;">Pramuka menjadi salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang selalu dimiliki oleh setiap sekolah. Biasanya, pramuka menjadi salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh para siswa sekolah. Maka, terbentuknya karakter anggota pramuka yang mandiri, disiplin, jujur dan berani diharapkan dapat memberi andil penting dalam masyarakat melalui pembaktian kepada negeri secara sukarela demi kepentingan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Seperti moto Gerakan Pramuka, &ldquo;Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubuktikan&rdquo; yang memiliki arti yaitu setiap janji atau komitmen diri yang telah terucap haruslah menjadi ketetapan yang harus ditepati dan dilaksanakan, baik dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Kita juga harus mempertahan semangat nasionalisme dan patriotisme hingga akhir hayat. Selamat Hari Pramuka ke-60! (<strong><em>str/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Film Vertikal: Gaya Baru Menonton Film </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/film-vertikal-gaya-baru-menonton-film/baca </link>
<guid> film-vertikal-gaya-baru-menonton-film </guid>
<pubDate> Sat, 14 Aug 2021 05:56:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tren baru film vertikal. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/film-vertikal-gaya-baru-menonton-film/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/G8cH3VdOkS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Film Vertikal: Gaya Baru Menonton Film</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Heboh di jagat maya, TikTok, dan Studio Antelope meluncurkan film pendek vertikal pertama di Indonesia berjudul &ldquo;X&amp;Y&rdquo;. Film besutan Jason Iskandar ini digadang-gadang akan menjadi titik mula terhadap konsep baru dalam dunia film dan hiburan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari laman <em>antaranews.co</em><em>m</em>, beberapa riset mengatakan jika <em>engagement rate</em> dan <em>video completion</em> dari video vertikal lebih tinggi daripada video horizontal. Hal ini dikarenakan sebagian besar netizen cenderung lebih nyaman menonton menggunakan telepon genggam dengan format vertikal.</p><p style="text-align: justify;">Sejak awal kemunculannya, film pendek dengan konsep potrait ini menjadi perhatian para sineas. Selain terkesan unik, konsep ini seperti memberi warna baru terhadap suasana perfilman yang mulai kaku.</p><p style="text-align: justify;"><em>Eits</em>, Sebelum makin penasaran terhadap gaya baru ini, berikut <em>Sketsa</em> akan berikan beberapa informasi terkait film vertikal untuk kamu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa itu film vertikal?</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya film vertikal memiliki isi yang sama dengan film pada umumnya, diselimuti dengan plot yang menarik serta penokohan yang apik. Hanya saja film vertikal menyuguhkan konsep video yang dibuat dalam mode potrait. Dalam artian, film dengan konsep ini memiliki tinggi gambar yang lebih panjang daripada lebarnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang harus diperhatikan?</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Yup</em>, tentu saja kamu harus menentukan rasio yang kamu gunakan saat menonton film dengan konsep vertikal ini. Jika kamu ingin membuat film pendek dengan konsep ini, Sketsa sarankan untuk menghindari transisi <em>fast-moving</em> dan perhatikan variasi pengambilan gambarnya, ya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kenapa harus film vertikal?</strong></p><p style="text-align: justify;">Tanpa kita sadari, pengguna telepon pintar cenderung menyukai menonton dengan gaya vertikal. Selain itu, dengan mendukung hadirnya film vertikal ini, kita secara tidak langsung mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Kita juga memberi kesempatan kepada kreator muda untuk membangun karier di dunia <em>entertainment</em>.</p><p style="text-align: justify;"><em>Nah</em>, itu dia beberapa informasi terkait film vertikal. Kini, kamu enggak perlu memutar telepon pintar kalau mau nonton, nih. Sekarang kan sudah ada film vertikal! Tertarik menikmati terobosan baru dalam dunia hiburan? (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 6 Rekomendasi Film Penutup Akhir Liburanmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/6-rekomendasi-film-penutup-akhir-liburanmu/baca </link>
<guid> 6-rekomendasi-film-penutup-akhir-liburanmu </guid>
<pubDate> Sat, 14 Aug 2021 06:35:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi film akhir liburan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/6-rekomendasi-film-penutup-akhir-liburanmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kIHmY3Kza0.png" />
					</figure>
			                <h1>6 Rekomendasi Film Penutup Akhir Liburanmu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berbagai cara dapat dilakukan seseorang untuk mengisi akhir liburan. Salah satunya dengan menonton film. Cara ini bisa menjadi penghilang penat serta sebagai <em>refreshing</em> diri. Selain itu, menonton film akan membuatmu mendapat pesan moral di dalamnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, film sudah merambah penayangannya di berbagai situs <em>streaming</em>. Hal ini bisa mengobati kerinduanmu sebagai pecinta film bioskop yang selama ini terhalang karena pandemi Covid-19. Terdapat banyak film yang hadir di layanan <em>streaming</em> dan bisa dengan mudah kamu tonton kapan juga di mana saja. Berikut rekomendasi film yang akan menikmati akhir liburan kamu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Ali &amp; Ratu Ratu Queens</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Ali &amp; Ratu Ratu Queens</em> merupakan film karya sineas Indonesia yang disutradarai oleh Lucky Kuswandi dan paling dinantikan kehadirannya. Selain dibintangi oleh Iqbaal Ramadhaan Film ini siap menghibur dan menghangatkan hati penontonnya.</p><p style="text-align: justify;">Film ini menceritakan tentang perjalanan Ali (Iqbaal Ramadhan) yang mencari ibunya, Mia (Marissa Anita) di New York, Amerika Serikat yang meninggalkannya saat masih kecil untuk mengejar cita-cita sebagai penyanyi. Perjuangan Ali menemukan ibunya membuka lembaran pengalaman baru dan memahami makna kekeluargaan yang sesungguhnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. A Perfect Fit</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>A Perfect Fit</em> merupakan salah satu rekomendasi terbaru 2021 di Netflix Indonesia. Film ini bergenre drama romantis yang menceritakan pertemuan <em>fashion designer</em> bersama Saski (Nadya Arina) dengan pengusaha sepatu bernama Rio (Refal Hady).</p><p style="text-align: justify;">Rio yang memiliki sifat penyayang serta pantang menyerah membuat Saski dilemma dengan rencana pernikahannya dengan Deni (Giorgino Abraham) yang merupakan anak seorang bangsawan. Film ini akan menyajikan panorama indah Bali serta kebudayaan Pulau Dewata.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Raya and the Last Dragon</strong></p><p style="text-align: justify;">Film yang dirilis tahun 2021 dengan genre animasi, aksi, dan petualangan ini menceritakan sebuah petualangan dengan berlatar negeri fantasi bernama Kumandara, yang dimana wilayah tempat manusia dan naga hidup berdampingan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Raya and the Last Dragon&nbsp;</em>menyuguhkan berbagai elemen unik yang terinspirasi dari keindahan alam serta kekayaan budaya khas Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Film ini dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris yang menjelma menjadi tokoh animasi seperti Alan Tudyk, Sandra Oh, Benedict Wong, Lucille Soong, Daniel Dae Kim, Ross Butler, Kelly Marie Tran, Gemma Chan, Awkwafina dan Patti Harrison.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. The Shawshank Redemption</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>The Shawshank Redemption</em> merupakan film yang diangkat dari novel terlaris Stephen King. Dirilis pada 1994 dengan genre drama fiksi berdurasi 142 menit. Alur film ini menceritakan pengalaman seorang bankir bernama Andy Dufresne yang harus mendekam di penjara seumur hidup karena terjerat kasus pembunuhan istrinya sendiri. Pertemuannya dengan seorang napi bernama Ellis &apos;Red&apos; Redding membuatnya melakukan tindakan gila untuk melanjutkan kehidupannya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, <em>Shawshank Redemption</em> merupakan film terbaik sepanjang sejarah dengan rating tertinggi di <em>Internet Movie Database</em> (IMDb) dengan rating 9.3/10. Tak bisa dipungkiri, selain memotivasi film ini juga memberikan sentuhan sinematografi yang menakjubkan dengan ciri khas tahun 90-an serta <em>plot twist</em> yang sangat menarik untuk kalian tonton di penghujung liburan ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Interstellar</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalian gemar dengan film bertemakan jelajah waktu? Maka <em>Interstellar</em> akan jadi tontonan yang cocok untukmu. Bercerita tentang masa depan di mana bumi mulai diambang batasnya dan banyak manusia kelaparan. NASA mengirimkan para angkasawan untuk mencari tahu, apakah di luar bumi masih ada dunia baru yang layak ditinggali untuk dijadikan tempat hidup manusia.</p><p style="text-align: justify;">Disutradarai oleh Christopher dan Jonathan Nolan, film ini sangat emosional dan memiliki pembangunan alur cerita yang jenius. Saat menonton film ini, para penonton akan dibuat berpikir untuk mencocokkan alur yang tepat antara masa lalu dan masa depan. Oleh karena itu, <em>Interstellar</em> mendapatkan banyak <em>review</em> positif dari para kritikus dan penonton. Film ini juga meraih beberapa penghargaan bergengsi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>6. The Lion King (Live Action)&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Film yang merupakan hasil <em>remake</em> dari <em>The Lion King</em> tahun 1994 ini akan membuatmu bernostalgia serta mendapatkan pengalaman menonton yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini, visual yang menakjubkan akan membuat kita terpana saat menontonnya. Walaupun tak bisa dipungkiri bahwa film sebelumnya merupakan salah satu animasi yang tak tergantikan hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Membawa kisah yang masih sama tentang perjalanan hidup seorang singa kecil bernama Simba, anak dari Raja Mufasa dan Ratu Sarabi di Pride Lands. Simba kelak akan menjadi raja selanjutnya menggantikan Raja Mufasa. Semua penghuni Pride Lands sangat bahagia menyambut kelahiran Simba kecuali saudara laki-laki dari raja Mufasa yang bernama Scar. Scar memiliki rangkaian rencana licik untuk merebut tahta sebagai raja.</p><p style="text-align: justify;">Serangkaian film di atas bisa ditonton melalui situs <em>streaming</em> kesayangan pilihan kamu. Semoga rekomendasi yang <em>Sketsa</em> rangkum&nbsp;<span style="background-color: transparent;">dapat menemani penghujung liburan kamu. Selamat menonton! (</span><strong style="background-color: transparent;"><em>piu/cal/fzn</em></strong><span style="background-color: transparent;">)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persiapan PHP2D LEM Sylva Mulawarman dalam Aplikasi Paket Teknologi Pengolahan Limbah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-php2d-lem-sylva-mulawarman-dalam-aplikasi-paket-teknologi-pengolahan-limbah/baca </link>
<guid> persiapan-php2d-lem-sylva-mulawarman-dalam-aplikasi-paket-teknologi-pengolahan-limbah </guid>
<pubDate> Sun, 15 Aug 2021 06:16:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengabdian masyarakat PHP2D LEM Sylva. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/persiapan-php2d-lem-sylva-mulawarman-dalam-aplikasi-paket-teknologi-pengolahan-limbah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nVuMyMdMaj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Persiapan PHP2D LEM Sylva Mulawarman dalam Aplikasi Paket Teknologi Pengolahan Limbah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ragam kegiatan pengabdian kepada masyarakat selalu menjadi hal yang menarik untuk diikuti. Selain karena penerapan Tridarma Perguruan Tinggi, berbagai inovasi juga lahir dari hadirnya agenda semacam ini. Seperti yang diinisiasi oleh Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Sylva Mulawarman dari Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul atas dana hibah nasional yang mereka dapatkan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dilatarbelakangi oleh analisa dan survei yang mereka lakukan di Mugirejo, Sungai Pinang, Kota Samarinda. Ditemukan bahwa daerah ini merupakan salah satu kelurahan yang menjadi korban dari ganasnya tambang batu bara. Meski dikenal sebagai salah satu tempat yang menjadi lumbung pangan di Kota Samarinda, masyarakat Mugirejo memiliki beberapa permasalahan selama pandemi Covid-19 menerpa. Di mana ketersediaan bahan pupuk organik yang sangat terbatas, harga pestisida yang cukup mahal dan turunnya harga serai di pasaran.</p><p style="text-align: justify;">Warga yang tergabung dalam kelompok mitra tani sangat berharap dapat memperoleh tambahan bahan pupuk, juga teknologi yang bisa diaplikasikan secara mandiri untuk membuat biopestisida dan meningkatkan nilai tambah dari serai. Atas keadaan ini, maka tim mengusung aplikasi teknologi yang tepat agar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga konsistensi pelaksanaan pertanian organik. Berbentuk paket teknologi, mereka membawa pengolahan minyak atsiri dan pemanfaatan limbah penyulingan yang akan diaplikasikan sebagai biopestisida dan pupuk organik.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada Sabtu (31/7), mereka juga sempat mengadakan webinar bertema &ldquo;Membangun Ekonomi Hijau dengan Mendayagunakan Potensi Hutan Bukan kayu dan Limbahnya&rdquo;. Dalam kegiatan ini, dijelaskan bahwa limbah khususnya dari penyulingan minyak atsiri dapat dikelola kembali menjadi suatu produk yang bernilai ekonomi. Contohnya seperti biopestisida, <em>eco-enzyme</em>, pupuk organik dan lainnya. Apabila masyarakat dapat mengolah sendiri limbah yang tersedia, tentu akan menambah nilai guna dari limbah ini sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai proses pelaksanaannya, Sketsa kemudian menghubungi Ketua Tim PHP2D LEM Sylva Mulawarman, Muhammad Khusnul Khairu atau yang akrab disapa dengan nama Eru. Ia mengaku jika aplikasi yang mereka ajukan bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Program aplikasi paket teknologi ini merupakan inovasi yang kami tawarkan berbasis sistem <em>zero waste cycle</em>, tidak ada bahan yang tidak dimanfaatkan. Semuanya bernilai ekonomis dan ekologis serta penggunaannya mudah diterapkan oleh masyarakat,&rdquo; jelasnya, Senin (9/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Eru menyebut jika secara keseluruhan, terdapat 37 anggota yang terdiri dari 15 orang anggota inti dan 22 orang lainnya sebagai sukarelawan. Selanjutnya, mereka melakukan observasi partisipasi ke masyarakat sasaran dan mendapatkan dukungan penuh dari pemimpin daerah Mugirejo serta warga setempat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami paham betul bahwa PHP2D ini harus melibatkan masyarakat setempat, sehingga kami meminta tanggapan mereka terkait permasalahan dan persoalan yang ada. Masyarakat pun tidak ragu meminjamkan lahan dan posko serta hal lainnya untuk menunjang operasional tim. Kami sangat dekat dengan mereka, bahkan Pak Lurah juga tidak ragu menandatangani kerja sama program ini,&rdquo; tutur Eru.</p><p style="text-align: justify;">Metode yang digunakan pun tetap mempertimbangkan kondisi pandemi dengan protokol kesehatan ketat. Di luar dari kegiatan daring, apabila ada penugasan yang mengharuskan turun lapangan, maka anggota yang turun akan dibatasi demi menghindari hal yang tidak diinginkan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk Agustus ini, timnya telah melakukan pembersihan lahan sebagai kegiatan awal di lapangan. Kemudian di minggu kedua, penanaman di lahan tersebut akan mulai dilaksanakan. Selanjutnya, minggu ketiga akan diisi dengan sosialisasi program kerja sekaligus simulasi dan kegiatan produksi pada minggu keempat.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, agenda yang terus berjalan hingga lima sampai enam bulan ke depan ini dapat menghasilkan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga dapat memberikan ruang juga kepada mahasiswa Fahutan Unmul untuk belajar mengabdi di tengah masyarakat,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, program ini membutuhkan pendampingan dari dosen yang tepat dan mengerti dengan permasalahan di lapangan. Dalam hal tersebut, Harlinda Kuspradini ditunjuk untuk membimbing Tim PHP2D LEM Sylva Mulawarman dari awal hingga selesainya kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami memberikan <em>coaching</em> kepada mahasiswa terkait bagaimana program tersebut dijalankan. Beberapa tahapan secara berkala dipantau dan dievaluasi melalui <em>meeting group</em> dan pemberian laporan dalam tulisan, foto dan video. Di belakang layar, kami juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat, tokoh masyarakat serta <em>local champion</em> agar mendapatkan <em>support</em>,&rdquo; terang Harlinda kepada Sketsa, Kamis (12/8).</p><p style="text-align: justify;">Turut diutarakan olehnya, setiap kegiatan di lapangan pastinya memiliki kesulitan tersendiri. Menurutnya, ini normal sebab ada dua kepentingan yang berbeda dan harus dikompromikan antara mahasiswa selaku pelaksana program dan masyarakat yang menerima program.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa ingin banyak hal dan masyarakat penerima program ingin mendapatkan banyak manfaat, sehingga fokus bisa terpecah. Untuk itu, telah dilakukan musyawarah untuk mengakomodasi prioritas agar program dapat berjalan sesuai rencana,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Eru, ia juga setuju jika program ini akan membantu masyarakat dalam menghasilkan pendapatan secara mandiri. &ldquo;Adanya program ini bisa menjadi jaring pengaman sosial sekaligus membantu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat yang menerima program. Mahasiswa juga mendapat peluang belajar dan memberikan solusi terkait masalah sosial ekonomi di lingkungan masyarakat,&rdquo; tandasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Masyarakat</strong></p><p style="text-align: justify;">Sempat bertemu langsung pada Kamis (5/8), awak <em>Sketsa</em> turut meminta pendapat dari masyarakat Mugirejo yang akan merasakan langsung dampak dari program ini. Gunanto selaku Ketua RT 19 di daerah tersebut mengungkap jika dirinya sangat antusias akan kinerja mahasiswa mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena di tempat kami yang terpilih jadi tuan rumah atau jadi percontohan. Mudah-mudahan nanti dicontoh oleh kampung-kampung lain atau daerah-daerah lain,&rdquo; sahutnya.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menjelaskan, sebelumnya pengolahan limbah menjadi minyak siap pakai belum pernah dilakukan. Adapun olahan yang telah masyarakat coba di antaranya ialah pengolahan limbah ternak sapi dan limbah sayur mayur. Saat ini, pengolahan minyak atsiri tengah masuk tahap industri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi tahapanya jelas, dari pertanian kita naik ke peternakan, naik lagi ke industri. Mudah-mudahan nanti jadi pabrik untuk ke depannya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, ia berpesan agar program ini dapat menjadi acuan serta berkelanjutan hingga mahasiswa tak lagi mengenyam bangku perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, juga menghasilkan produk yang berguna untuk masyarakat luas. Apalagi hal yang berkaitan dengan kesehatan. Kalau memang ini nanti sukses, kita bisa membangun sebuah perusahaan walaupun skalanya masih kecil,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>rid/len/khn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Google Meet Tak Lagi Bebas Durasi Penggunaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/google-meet-tak-lagi-bebas-durasi-penggunaan/baca </link>
<guid> google-meet-tak-lagi-bebas-durasi-penggunaan </guid>
<pubDate> Sun, 15 Aug 2021 06:34:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Google Meet kini memiliki batasan waktu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/google-meet-tak-lagi-bebas-durasi-penggunaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/G0UpYG560r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Google Meet Tak Lagi Bebas Durasi Penggunaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Khalayak nampaknya sudah tak asing lagi dengan aplikasi telekonferensi Google Meet. Namun, mereka tidak menyadari bahwa kini Google Meet tak lagi mendapatkan akses panggilan tanpa batas. Saat ini, aplikasi <em>meeting</em> besutan Google tersebut dibatasi hingga 1 jam penggunaan secara gratis. Mengapa demikian? Rupanya hal tersebut sudah direncanakan cukup lama.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Di awal pandemi, masyarakat membutuhkan sebuah aplikasi meeting untuk pertemuan secara virtual. Pada masanya, Zoom merupakan aplikasi <em>meet</em> yang banyak yang digunakan pada saat itu. Sayangnya, kekurangan dari aplikasi ini adalah waktu penggunaan yang dibatasi hanya 3 kali pertemuan secara gratis dan dibatasi 40 menit untuk setiap pertemuan di aplikasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kekurangan dari Zoom tersebut membuat Google menghadirkan terobosan baru yang kita gunakan saat ini, yakni Google Meet. Google pada awalnya menghadirkan sebuah pertemuan panggilan video bernama Google Meet untuk masyarakat umum, terutama untuk mereka yang membutuhkan fasilitas pertemuan secara virtual di masa pandemi secara gratis tanpa batasan waktu.</p><p style="text-align: justify;">Di awal kehadirannya, pemakaian Google Meet cukup terbatas dan bisa diakses oleh kelompok tertentu untuk bisa melakukan pertemuan virtual. Seiring berjalannya waktu, Google Meet bisa diakses oleh siapa saja dan dapat digunakan untuk pertemuan virtual yang sudah direncanakan.</p><p style="text-align: justify;">Aplikasi ini juga terus melakukan perkembangan di aplikasinya agar pengguna bisa melakukan pertemuan virtual dengan nyaman dan mudah. Di balik kemudahan tersebut membuat orang-orang beralih menggunakan aplikasi tersebut. Sayangnya, Google sudah berencana memberi batasan untuk penggunaan tanpa batas melalui aplikasinya.</p><p style="text-align: justify;">Soal pembatasan panggilan, awalnya Google memberi akses panggilan tak terbatas hingga September 2020. Tetapi diperpanjang lagi hingga Maret 2021 dan kembali diperpanjang hingga akhir Juni 2021. Pada akhirnya, Google resmi mengumumkan bahwa pengguna Google Meet yang memiliki akun gratis dibatasi untuk memulai pertemuan virtual selama satu jam dan berlaku mulai Juli 2021.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>9to5google.com</em>, pembatasan ini berlaku untuk panggilan video grup dengan 3 atau lebih partisipan. Ketika panggilan berlangsung, notifikasi akan muncul apabila durasi panggilan telah berjalan 55 menit. Google akan menyarankan untuk melakukan pembaharuan akun untuk tetap menikmati panggilan video. Namun, apabila Anda tidak melakukan pembaharuan, panggilan video akan berhenti pada menit ke-60.</p><p style="text-align: justify;">Google Meet kini menggunakan sistem pembayaran untuk pengguna agar bisa melakukan pertemuan virtual lebih lama. Dilansir dari slashgear.com, pengguna harus mendaftar langganan untuk bisa menikmati fitur dari Google Meet termasuk durasi meeting yang lebih lama dengan harga $ 7.99 atau sekitar Rp115.411.56 per bulan (kurs Rp14.444)</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, situs web Google Meet juga menyebut bahwa ada peningkatan bagi pengguna jika mereka ingin berpartisipasi dalam panggilan grup tanpa batas. Yakni dengan pembaharuan akun untuk tingkat Individual Google <em>Workspace</em> yang baru saja dirilis dengan harga seharga US$9,99 atau sekitar Rp144.300 per bulan (kurs Rp14.515) di Amerika Serikat.</p><p style="text-align: justify;">Dari keterbatasan penggunaan fitur gratis Google Meet yang tak bisa digunakan secara leluasa, apakah kalian tetap setia dengan Google Meet atau kembali ke Zoom atau aplikasi yang serupa? (<strong><em>anm/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Deep Work: Solusi Tepat Berkonsentrasi Tanpa Distraksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/deep-work-solusi-tepat-berkonsentrasi-tanpa-distraksi/baca </link>
<guid> deep-work-solusi-tepat-berkonsentrasi-tanpa-distraksi </guid>
<pubDate> Sun, 15 Aug 2021 10:52:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sulit konsentrasi? Yuk coba deep work! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/deep-work-solusi-tepat-berkonsentrasi-tanpa-distraksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h55AGAmRZU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Deep Work: Solusi Tepat Berkonsentrasi Tanpa Distraksi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pernah merasa tak fokus saat mengerjakan pekerjaan karena banyak gangguan, atau sulit berkonsentrasi sebab jadwal pekerjaan yang berantakan? Bagaimana jika kamu mencoba <em>deep work</em> sebagai solusinya?</p><p style="text-align: justify;">Cal Newport, seorang penulis buku berjudul <em>Deep Work</em> mendefinisikan bahwa <em>deep work</em> adalah proses melakukan kegiatan profesional dalam kondisi penuh konsentrasi dan bebas gangguan sehingga mendorong kemampuan kognnitif untuk mencapai batasnya.</p><p style="text-align: justify;">Gangguan-gangguan yang mempengaruhi konsentrasi biasanya dapat berasal dari mana saja, termasuk diri sendiri. Salah satu gangguan terbesar yang sering kali menganggu adalah ponsel juga keaadan sekitar yang tidak nyaman.</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya konsep ini membantu melatih konsentrasimu, meski dihadapkan dengan berbagai gangguan di sekitar. Agar terbiasa melakukan <em>deep work</em>, kamu perlu melatihnya secara berulang dan tekun. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum langkah-langkahnya.</p><p><strong>Buat jadwal pekerjaan dan tentukan prioritas</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk memulainya, kamu perlu menyusun terlebih dahulu pekerjaan mana yang harus dikerjakan dan skala prioritasnya. Hal ini membantumu lebih fokus terhadap satu tugas, dibanding mengerjakannya secara bersamaan yang justru akan mengurangi tingkat ketelitian dalam menyelesaikan tugas.</p><p><strong>Atur waktu yang sesuai untuk melakukan <em>d</em><em>eep work</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Seorang pemula yang baru mencoba <em>deep work</em>, biasanya menggunakan waktu satu jam untuk tahap awal mencoba konsep ini. Selama satu jam itu, usahakan hanya memiliki konsentrasi penuh terhadap pekerjaan tanpa melihat ponsel atau sekadar mengecek media sosial. Setelah satu jam, luangkan waktu 15-20 menit untuk beristirahat. Jika sudah terbiasa dengan waktu satu jam, tingkatkan waktu menjadi dua kali lipatnya. Cobalah kembali secara rutin.</p><p><strong>Carilah tempat dan suasana yang nyaman</strong></p><p style="text-align: justify;">Tempat dan suasana lingkungan sekitar yang nyaman dan tanpa distraksi akan membuatmu lebih mudah berkonsentrasi. Beberapa orang terkadang memilih ruangan yang sepi agar dapat bekerja dengan fokus. Ada pula yang memilih untuk mendengarkan musik karena dianggap memberi kesan rileks dan nyaman.</p><p><strong>Lakukan persiapan sebelum melakukan <em>deep work</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Usahakan kamu tidak sedang berada dalam keaadan lapar atau haus saat melakukan <em>deep work.&nbsp;</em>Ini agar kamu bisa berkonsentrasi penuh hanya pada pekerjaan yang dilakukan. Kamu juga bisa menyiapkan beberapa camilan dan minuman yang dapat dikonsumsi saat waktu istirahat tiba.</p><p><strong>Lakukan <em>sh</em><em>utdown</em> ritual</strong></p><p style="text-align: justify;">Penting untuk memiliki kondisi tubuh yang sehat saat hendak melakukan <em>deep work</em>. Maka, kamu juga perlu menjaga tidur malam yang cukup dan berkuliatas agar keesokan harinya dapat melakukan <em>deep work</em> kembali. Jangan sampai kamu mengabaikan kesehatan diri terutama dalam hal istirahat yang cukup.</p><p style="text-align: justify;">Cara ini tentu dapat melatih kita berkonsentrasi penuh agar apa yang sedang dikerjakan menghasilkan hasil yang maksimal dan sesuai target. Jangan lupa, pengaplikasian <em>deep work</em> ini harus dilakukan secara rutin dan konsisten. Selamat mencoba! <em><strong>(str/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keadilan dan Kedamaian Untuk Rakyat: Tidak Tepat Rencana Presiden Jokowi Tentang Pemindahan IKN ke Kaltim yang  Masih Krisis Pangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/keadilan-dan-kedamaian-untuk-rakyat-tidak-tepat-rencana-presiden-jokowi-tentang-pemindahan-ikn-ke-kaltim-yang-masih-krisis-pangan/baca </link>
<guid> keadilan-dan-kedamaian-untuk-rakyat-tidak-tepat-rencana-presiden-jokowi-tentang-pemindahan-ikn-ke-kaltim-yang-masih-krisis-pangan </guid>
<pubDate> Sun, 15 Aug 2021 11:39:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini tentang pangan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/keadilan-dan-kedamaian-untuk-rakyat-tidak-tepat-rencana-presiden-jokowi-tentang-pemindahan-ikn-ke-kaltim-yang-masih-krisis-pangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZsSuduFmRe.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Keadilan dan Kedamaian Untuk Rakyat: Tidak Tepat Rencana Presiden Jokowi Tentang Pemindahan IKN ke Kaltim yang  Masih Krisis Pangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Keadilan dan kedamaian merupakan suatu tujuan yang ingin dicapai semua orang. Biasa keadilan dan kedamaian tercermin dalam sikap seorang pemimpin. Pemimpin yang baik biasanya akan baik pula pada rakyatnya. Pemimpin adalah seorang yang menegakkan keadilan dan kedamaian di antara umat manusia. Maka, setiap perencanaan pemimpin harus memperhatikan aspek keadilan dan kedamaian apalagi mengenai rakyat dan bangsa.</p><p style="text-align: justify;">Setelah ditetapkan sebagai wilayah untuk ibu kota negara baru, maka Kalimantan Timur perlumengoptimalkan program-program pertanian sebagai terobosan. Tidak hanya fokus pada tambang saja. Harus ada revolusi hijau untuk mempersiapkan kebutuhan pangan bagi rakyat di ibu kota negara baru nantinya.</p><p style="text-align: justify;">Sebab pemenuhan kebutuhan pangan di provinsi kaya ini justru masih sangat bergantung pada daerah lain, terutama pulau Jawa dan Sulawesi. Oleh karena itu, untuk memenuhi keadilan dan kedamaian yang tidak hanya untuk rakyat tetapi jugauntuk negara. Pemerintah disarankan untuk mencari terobosan agar daerah ibu kota baru ini bisa berswasembada pangan. Jika tidak, daerah ibu kota negara baru nantinya bakal terus berada di bawah bayang-bayang krisis pangan.</p><p style="text-align: justify;">Melihat kondisi Jawa yang sekarang, mereka pun sudah mulai kekurangan dan juga mengalami penyusutan lahan karena beralihnya fungsi persawahan untuk perumahan dan industri. Oleh sebab itu, pemerintah perlu khawatir mengenai hal ini. Jika memang nantinya daerah penyuplai pangan ke Kaltim mengalami krisis, maka akan berdampak besar kepada rakyat dan ibu kota negara baru.</p><p style="text-align: justify;">Ibu kota baru sendiri terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian dari daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Direncanakan memiliki luas 40.000 Ha dengan pengembangan mencapai 180.000 Ha. Anggaran biaya untuk pembangunan mencapai angka 466 Triliyun dengan 3 skema pembiayaan.</p><p style="text-align: justify;">Dari rencana pemerintah, ada sekitar 180 ribu PNS dan 25 ribu anggota TNI Polri yang akan ikut dipindahkan dalam tahap pertama. Pada perkembangannya, akan memindahkan sebesar 900 ribu ASN pemerintah pusat. Selain PNS, tentu akan ada keluarga PNS yang ikut dipindahkan. Menurut Bappenas, pada tahap awal akan ada 1,5 juta penduduk yang ikut pindah ke ibu kota baru. Dengan rincian 800 ribu keluarga PNS (asumsi 2 anak/keluarga) dan sisanya merupakan pelaku bisnis. Dari rancangannya, ibu kota baru akan mampu menampung penduduk sebesar 4,5 juta jiwa dan akan terus berkembang.</p><p style="text-align: justify;">Menurut data BPS komoditas padi di Kaltim memiliki produksi sebesar 262.434,52 ton pada tahun 2020 atau yang terendah kedua setelah Kaltara. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan produksi pada tahun 2018 yang sebesar 262.773,88 ton. Meskipun begitu, produktivitas merupakan yang tertinggi kedua di pulau Kalimantan yakni 35,67 kuintal/ha atau 3,567 ton/ha. Jauh dari angka produktivitas nasional yang sebesar 5,128 ton/ha. Luas panen yang hanya mencapai 73.568,44 ha, padahal luas daratan Kaltim mencapai 12.734.692 ha.</p><p style="text-align: justify;">Dengan produksi padi tahun 2020 yang mencapai 262.434,52 ton, maka Kalimantan timur akan mendapatkan beras 168.010,57 ton. Angka tersebut didapatkan dari hasil perkalian jumlah produksi padi pada 2020 dengan angka konversi GKG 64,02%. Sedangkan, kebutuhan penduduk Kaltim (belum ditambah penduduk ibu kota baru) menurut proyeksi BPS pada tahun 2025 akan berjumblah 5.040.700 jiwa. Artinya akan membutuhkan 562.441,3 ton/tahun (konsumsi beras perkapita 111,58 kg/tahun).</p><p style="text-align: justify;">Dengan desain yang mampu menampung 4,5 juta jiwa, maka penduduk Kaltim akan mencapai angka 9.540.700 jiwa pada tahun 2025. Kebutuhan beras akan mencapai 1.064.551,3 ton/tahun (konsumsi per kapita 111,58 kg). Angka tersebut sangat jauh dari kemampuan produksi beras yang hanya mencapai 168.010,57 ton, atau masih kurang sebanyak 896.541,3 ton. Sesuai dengan data di atas, menunjukan bahwa wilayah Kaltim termasuk dalam wilayah defisit beras yang sangat tinggi karena tingkat konsumsi beras calon ibu kota negara ini jauh lebih tinggi daripada produksinya.</p><p style="text-align: justify;">Namun anehnya, Badan Ketahanan Pangan menunjukan bahwa wilayah Kaltim tidak termasuk ke dalam wilayah yang sangat diprioritaskan (prioritas 1). Melainkan termasuk ke dalam wilayah prioritas 6 (tidak diprioritaskan, sudah baik). Baik dalam hal apa? Dari perhitungan yang coba saya lakukan, jumlah konsumsi beras Kaltim di luar jumlah calon penduduk ibu kota baru saat ini saja mencapai 413.843.078,8 kg beras/tahun atau 413.843,1 ton beras/tahun. Di mana angka tersebut jauh dari total produksi padi yang hanya mencapai 262.434,52 ton pada tahun 2020.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri saja, Kaltim masih kekurangan. Apalagi kebutuhan pangan ibu kota negara yang penduduknya jauh lebih banyak nantinya. Pemindahan ibu kota dari Jakarta ke lokasi baru tentunya perlu melalui proses yang sangat panjang dan diperhitungkan dengan matang. Pemindahan tidak hanya tentang proyek pembangunan bangunan, desain perkotaan, yang terpenting adalah bagaimana desain pemenuhan kebutuhan pangan dan aspek keadilan serta edamaian mayarakat yang ikut pindah maupun masyarakat asli di ibu kota negara baru. Pindahnya ibu kota tidak jadi masalah, namun permasalahannya adalah lokasi yang dipilih. Apakah tidak memiliki masalah? Bagaimana keadilan dan kedamaian rakyat? Apakah pangan di ibu kota baru mampu disediakan oleh wilayah tersebut atau didatangkan dari provinsi lain? Atau jangan-jangan dari luar negeri?</p><p style="text-align: justify;">Jika didatangkan dari daerah lain, masalah transportasi akan muncul begitu juga dengan membengkaknya biaya distribusi. Selain itu, akankah pemindahan ibu kota akan memengaruhi masyarakat adat setempat? Yang pasti pemerintah harus benar-benar mengkaji ulang terkait perencaanaan ini agar terciptanya keadilan dan kedamaian bagi masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;">Melihat dari fakta pangan ibu kota baru, maka pangan yang dalam hal ini adalah komoditas beras merupakan salah satu sektor yang paling dikhawatirkan atas pindahnya ibu kota baru ke Kaltim dan akan mengancam keadilan serta kedamian rakyat jika kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi secara merata. Jika demikian, apakah ini aman atau justru ancaman untuk Kaltim khususnya sebagai wilayah ibu kota negara yang menjamin keadilan serta kedamaian pada rakyat?</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Renaldi Saputra,&nbsp;</strong></em><span><em><strong>Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Unmul.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anti Ribet, Berikut Aplikasi Starter Pack Bagi Kamu yang Suka Menulis! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/anti-ribet-berikut-aplikasi-starter-pack-bagi-kamu-yang-suka-menulis/baca </link>
<guid> anti-ribet-berikut-aplikasi-starter-pack-bagi-kamu-yang-suka-menulis </guid>
<pubDate> Mon, 16 Aug 2021 08:24:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aplikasi untuk menulis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/anti-ribet-berikut-aplikasi-starter-pack-bagi-kamu-yang-suka-menulis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CtMnz8MFi5.png" />
					</figure>
			                <h1>Anti Ribet, Berikut Aplikasi Starter Pack Bagi Kamu yang Suka Menulis!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Siapa di antara kalian yang suka menulis? Selain asyik, menulis juga melatih kemampuan kita untuk kreatif dan mahir dalam menyelesaikan masalah dengan solusi-solusi inovatif. Kamu pun dapat mengekspresikan diri serta memperkuat daya ingatmu. Meski menulis sejatinya bisa dilakukan di mana saja, beberapa orang lebih nyaman menggunakan smartphone sebagai media tulis karena menghemat waktu dan tidak menghabiskan banyak kertas.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kali ini, <em>Sketsa</em> ingin membagikan beberapa aplikasi yang dapat mendukung kegiatan menulismu. Tak hanya sekadar membuat karya tulis, namun juga memperbaiki tata bahasa yang digunakan. Yuk, simak!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Write.as</strong></p><p style="text-align: justify;">Suka menulis blog atau cerita pendek? Maka rekomendasi yang pertama ini bisa kamu pakai untuk mempublikasikan karyamu. Write.as sendiri dibuat khusus untuk para penulis atau siapa saja yang ingin membagikan pikirannya terkait suatu hal. Editorialnya memungkinkanmu untuk menulis dan menerbitkan tulisan tanpa ada gangguan umpan balik seperti komentar atau <em>likes</em> yang sering kali membuat seseorang <em>overthinking</em> dengan karyanya. Platform ini sendiri memiliki konsep aplikasi yang minimalis dan berfokus pada privasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>JotterPad</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk kamu yang asing dengan aplikasi ini, JotterPad adalah platform menulis yang menawarkan banyak fitur agar kegiatanmu tidak terganggu. Seperti <em>free-distraction editor</em>, <em>quick preview</em> hingga <em>screenwriter</em> yang profesional. Kamu juga bisa melakukan <em>customize</em> pada tampilan aplikasimu. Setelah menulis, ekspor hasil karyamu ke dalam format PDF atau docx (beta). Menarik, ya?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Novelist</strong></p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan namanya, platform ini merupakan aplikasi yang dibuat khusus untuk kalian yang menulis novel. Beragam <em>tools</em> yang ada di dalamnya dapat kamu gunakan untuk menyusun plot cerita sampai membentuk <em>outline</em> yang dibutuhkan. Agar kamu semakin teratur menulis, atur juga jadwal atau deadline-mu di aplikasi ini. Banyak fitur menariknya juga, loh! Mulai dari templat buku yang bisa kamu pilih sampai editorial teks juga <em>auto save</em> dan <em>mode preview</em> yang tentunya praktis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Grammarly</strong></p><p style="text-align: justify;">Jangan minder untuk menulis dalam bahasa Inggris, karena aplikasi ini hadir untuk mengatasi masalah tersebut! Grammarly sendiri sangat direkomendasikan untuk mahasiswa, penulis, <em>public relation</em> hingga pebisnis sebab memberikan penyesuaian yang dibutuhkan dalam tulisan kita bagaimana pun kondisi tulisan kita. Beberapa fitur di dalamnya adalah <em>Grammar Checker, Proofreading</em> serta <em>Plagiarism Checker</em>. Dengan platform ini, eksplor kemampuan menulis dan berbahasamu sekaligus!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Writer Tools</strong></p><p style="text-align: justify;">Ingin aplikasi menulis yang unik dan punya banyak fitur menarik? <em>Write Tools</em> akan membantumu mengontrol durasi dan proses kepenulisanmu dengan baik. Misalnya dengan fitur Timer yang mengatur waktu menulis selama 25 menit. Ketika waktu habis, kamu akan diarahkan untuk beristirahat dan berhenti menulis sejenak. Ada juga <em>Writing Progress</em>, di mana kamu bisa memantau karyamu secara berkala melalui Writing Log serta mengetahui statistik tulisanmu dari <em>Progress Stats</em>.</p><p style="text-align: justify;">Inilah lima aplikasi yang kami rangkum untuk memudahkan kegiatan menulismu. Tetap semangat dalam menghasilkan karya, ya. Selamat mencoba! (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabar Bantuan UKT dan Kuota dari Kemendikbudristek, Bagaimana Tanggapan Unmul? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-bantuan-ukt-dan-kuota-dari-kemendikbudristek-bagaimana-tanggapan-unmul/baca </link>
<guid> kabar-bantuan-ukt-dan-kuota-dari-kemendikbudristek-bagaimana-tanggapan-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 16 Aug 2021 10:58:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bantuan Kuota dan UKT dari Kemendikbudristek. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kabar-bantuan-ukt-dan-kuota-dari-kemendikbudristek-bagaimana-tanggapan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N2x8EYUK0a.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabar Bantuan UKT dan Kuota dari Kemendikbudristek, Bagaimana Tanggapan Unmul?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makariem telah melahirkan banyak program baru. Sebut saja Kampus Merdeka yang memiliki terusan program beragam dengan cakupan nasional dan internasional serta program lain yang masih dalam bentuk rancangan.</p><p style="text-align: justify;">Baru-baru ini, Nadiem mengumumkan akan memberikan kembali bantuan paket internet dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun 2021 bagi mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19. Dilansir dari <em>kompas.com</em>, ia mengatakan jika bantuan UKT ini merupakan kepedulian pemerintah kepada setiap mahasiswa yang membutuhkan. Terutama dengan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk memenuhi biaya perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mendengar banyak sekali keluhan mahasiswa karena terdampak ekonomi dari Covid-19, kami merespons dengan membuat bantuan UKT yang kami lanjutkan,&rdquo; ujar Nadiem dalam Peresmian Lanjutan Bantuan Kuota Internet dan Bantuan Uang Kuliah Tunggal tahun 2021 secara daring, Rabu (4/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pelaksanaannya, dana ini akan mulai disalurkan pada bulan September mendatang. Adapun sasaran UKT akan diberikan sesuai dengan besaran yang dimiliki mahasiswa dengan maksimal nominal sebesar Rp2,4 juta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika UKT lebih besar dari Rp2,4 juta, maka selisih UKT dengan Rp2,4 juta menjadi kebijakan perguruan tinggi sesuai kondisi mahasiswa,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Agar dapat menerima bantuan tersebut, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Di antaranya adalah bukti sebagai mahasiswa yang aktif kuliah, bukan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah atau peserta Bidikmisi serta memiliki kondisi keuangan yang memerlukan bantuan UKT untuk semester ganjil 2021.</p><p style="text-align: justify;">Kabar ini cukup disambut antusias oleh para mahasiswa dan orang tua. Namun, Unmul sendiri telah menyelesaikan jadwal pembayaran UKT dan akan segera memulai kegiatan perkuliahan pada Agustus ini. Hal ini tentu membingungkan, terutama untuk mahasiswa yang ingin mengajukan diri pada program tersebut. Sebab seperti yang telah disampaikan oleh Nadiem, bantuan UKT Kemendikbudristek baru terlaksana di September nanti.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> pun turut menghubungi pihak birokrat terkait kabar tersebut. Pada Rabu (10/8), kami mencoba untuk menghubungi Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan, Abdunnur untuk meminta keterangan lebih lanjut. Namun, dirinya justru mengalihkan kepada Encik Akhmad Syaifudin selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Www, iya ada infonya melalui Pak WR3 yh tks,&rdquo; tulisnya melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, Encik pun tak menanggapi terlalu banyak dan hanya membalas secara singkat mengenai hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami akan rapat pimpinan dulu setelah PKKMB 2021 untuk membahas itu,&rdquo; tutup Encik, Kamis (11/8). <strong><em>(rea/rvn/vyn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudah Merdekakah Petani di Indonesia? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sudah-merdekakah-petani-di-indonesia/baca </link>
<guid> sudah-merdekakah-petani-di-indonesia </guid>
<pubDate> Tue, 17 Aug 2021 05:58:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemerdekaan petani. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sudah-merdekakah-petani-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S1AJRwXyet.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sudah Merdekakah Petani di Indonesia?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sektor pertanian di Indonesia merupakan aspek yang sangat penting bagi roda penggerak perekonomian negara. Apabila dibandingkan dengan sektor lainnya, pertanian masih berada di posisi teratas selain dari sektor perdagangan dan sektor konstruksi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Namun, produktivitas yang dihasilkan sektor pertanian di Indonesia tidak diimbangi dengan kesejahteraan yang dirasakan oleh para petani. Menjadi petani saat ini sangatlah berat. Banyak sekali hal-hal yang harus dihadapi, baik dalam hal mencegah maupun mengatasinya. Mulai dari konflik agraria terkait dengan masalah kepemilikan atau pengelolaan lahan, ketergantungan terhadap pestisida, pupuk kimia, perubahan iklim, minimnya akses teknologi dan ilmu pengetahuan, pangsa pasar yang tidak pasti, hingga bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan dan lahan.</p><p style="text-align: justify;">Konflik agraria menjadi salah satu persoalan yang harus selalu dihadapi oleh para petani meskipun bangsa ini sudah bebas dari penjajah. Berdasarkan data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), selama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (2014-2019), tercatat 1.769 kasus agraria yang menewaskan 41 orang, 51 tertembak, 546 dianiaya, serta sekitar 940 petani dan aktivis dikriminalisasi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, petani juga tidak mampu mengimbangi pasar global, dengan demikian harga jual hasil panen mereka dihargai dengan sangat murah. Kemudian masalah perubahan iklim yang terkadang sangat mempengaruhi produktivitas hasil panen para petani. Permasalahan di atas masih harus ditambah lagi dengan seringnya para petani dituduh melakukan pembakaran lahan secara ilegal. Padahal, para petani hanya membuka lahan yang tidak terlalu luas dibandingkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang membuka lahan ribuan hektare.</p><p style="text-align: justify;">Dari permasalahan di atas, kita dapat melihat ketidakadilan antara petani kecil yang selalu dituduh dan di kriminalisasi. Sedangkan pengusaha besar yang memiliki modal, dapat melenggang bebas memperluas lahan mereka dengan izin yang diberikan pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Luas lahan pertanian yang digarap petani di Indonesia berkisar sekitar 7-8 juta hektare. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, masyarakat Indonesia yang bekerja di sektor pertanian tercatat 35,7 juta atau 28,79% dari 124,01 juta penduduk Indonesia yang bekerja. Sementara itu, luas konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) sekitar 11 juta hektare yang dikelola oleh 451 perusahaan, kemudian pada perkebunan kelapa sawit berkisar sekitar 10-13 juta hektare yang dikuasai oleh puluhan konglomerat.</p><p style="text-align: justify;">Perbandingan angka di atas menunjukan sebuah ketimpangan antara luas lahan petani kecil dengan luas lahan konsesi perusahaan HTI dan juga perusahaan kelapa sawit. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa petani hanya berperan memberikan makan untuk bangsa Indonesia saja, tidak untuk memenuhi kebutuhan sekunder bangsa lain. Hal ini sangat bertolak belakang dengan cita-cita pemerintah yang menginginkan Indonesia berdaulat pangan, namun peraturan dan keputusan pemerintah sangatlah tidak berpihak pada para petani dan cenderung berpihak kepada perusahaan serta konglomerat yang memiliki modal besar.</p><p style="text-align: justify;">Apabila pemerintah menginginkan bangsa Indonesia berdaulat pangan dan menjadi bangsa agraris di kawasan asia bahkan dunia, seharusnya pemerintah mensejahterakan para petani. Karena apabila kesejahteraan itu telah tercapai, maka lingkungan pun akan terjaga. Untuk mencapainya, harus ada kepastian hukum mengenai status lahan yang dikelola petani agar terhindar dari konflik lahan yang berkepanjangan. Kemudian dengan memberikan jaminan pasar agar komoditas yang dihasilkan petani harganya tetap terjaga dengan baik. Selanjutnya adalah dengan memberikan fasilitas bantuan teknologi dan ilmu pengetahuan, keduanya juga harus di barengi dengan sosialisasi serta pendampingan yang jelas dan berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Renaldi Saputra, Anggota Kelompok Belajar Tani (Kobertan) Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Unmul.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memerdekakan Diri Sebagai Kado Untuk Negeri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/memerdekakan-diri-sebagai-kado-untuk-negeri/baca </link>
<guid> memerdekakan-diri-sebagai-kado-untuk-negeri </guid>
<pubDate> Tue, 17 Aug 2021 08:56:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kolonialisme baru dalam dunia maya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/memerdekakan-diri-sebagai-kado-untuk-negeri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/degcEpQwp5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Memerdekakan Diri Sebagai Kado Untuk Negeri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kemerdekaan tanpa ingar bingar nampaknya bukan suatu hal yang baru. Tahun ini pada usia yang ke-76, Indonesia punmasih harus berjuang. Bukan menghadapi para penjajah, melainkan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Meski begitu, semangat kemerdekaan seolah bergejolak pada setiap rakyat. Kondisi negeri yang sulit dan memprihatinkan, menumbuhkan rasa cinta juga harapan yang begitu besar untuk Ibu Pertiwi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tak ada keramaian di sekitar, namun dunia maya dipenuhi kemeriahan tersendiri. Kemudahan berjejaring membuat segalanya menjadi terhubung. Dalam merayakan kemerdekaan ini pula, beragam aksi digital bergerak mewarnainya.</p><p style="text-align: justify;">Beragam konten-konten berbasis video, teks dan gambar digunakan untuk mengekspresikan rasa cinta terhadap bangsa. Adapula <em>twibbon</em> bertema kemerdekaan yang dibuat menunjukkan semangat kemerdekaan. Tak luput lomba-lomba yang turut digelar, baik secara langsung dengan protokol kesehatan ketat atau kegiatan daring yang sayang untuk dilewatkan.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, Presiden Joko Widodo sendiri mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaan ini melalui Festival Virtual Kemerdekaan di Rumah Digital Indonesia (RDI) melalui <em>rumahdigitalindonesia.id</em>.</p><p style="text-align: justify;">Hari ini, ruang maya dipenuhi rasa haru, bangga sekaligus ajang nostalgia terhadap perjuangan para pahlawan. Namun, di saat yang bersamaan juga membuat kita berada dalam kolonialisme baru. Meski merdeka, bangsa dijajah tidak secara langsung dan bukan dengan senjata.</p><p style="text-align: justify;">Kita masih harus berperang dari berbagai aspek kehidupan. Mulai dari maraknya konten-konten negatif, meningkatnya kejahatan di ruang digital seperti hoaks, penipuan daring, pelecehan seksual, perundungan siber, ujaran kebencian hingga menurunnya kualitas hidup generasi muda.</p><p style="text-align: justify;">Masih ada yang harus kita lawan. Kemalasan, keberhasilan tanpa usaha, ke<em>instant</em>-an, rasa ingin serba mudah, kenyamanan sampai kesenjangan pengetahuan yang belakangan justru secara terang-terangan berdampingan dengan kehidupan kita sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Bukan sekadar perayaan atau ajang nostalgia belaka, merayakan kemerdekaan seharusnya lebih daripada itu. Hari ini, kita harus menggerakkan anak bangsa untuk memerdekakan diri. Kembali berjuang melawan beragam bentuk kolonialisme baru yang menyerang tanpa kata serang.</p><p style="text-align: justify;">Sudahkah kita merdeka? Saatnya berjuang, merdeka bagi diri sendiri, kemudian bersatu untuk kemerdekaan bangsa. Mari, jadikan memerdekakan diri sendiri sebagai kado untuk negeri. Dirgahayu Negeriku! (<strong><em>khn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resep Makanan Nusantara dalam Semarak Kemerdekaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/resep-makanan-nusantara-dalam-semarak-kemerdekaan/baca </link>
<guid> resep-makanan-nusantara-dalam-semarak-kemerdekaan </guid>
<pubDate> Tue, 17 Aug 2021 11:08:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Merayakan kemerdekaan dengan resep nusantara. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/resep-makanan-nusantara-dalam-semarak-kemerdekaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UpNF67Spyp.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Resep Makanan Nusantara dalam Semarak Kemerdekaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Semarak kemerdekaan Indonesia sudah di depan mata. Tepat pada 17 Agustus 2021, Indonesia kembali merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 tahun. Melihat kilas balik 76 tahun kemerdekaan Indonesia, telah banyak hal yang terjadi di negeri ini. Salah satu yang paling mengguncang adalah adanya pandemi Covid-19.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Semenjak tahun 2020 lalu, perayaan hari kemerdekaan sangat berbeda ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, ada banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat seperti perlombaan 17 Agustus dan parade 17 Agustus di jalanan. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah. Tapi, bukan berarti dengan hanya di rumah saja kamu tidak dapat ikut merayakan hari kemerdekaan loh. Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah memasak makanan khas kemerdekaan. Penasaran makanan khas kemerdekaan apa saja yang dapat kalian nikmati? Simak resep makanan khas kemerdekaan yang telah <em>Sketsa</em> rangkum berikut ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kerak Telor</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan-bahan:</p><p style="text-align: justify;">- 4 sdm beras ketan</p><p style="text-align: justify;">- 1 butir telur ayam</p><p style="text-align: justify;">- 2 sdm serundeng kelapa</p><p style="text-align: justify;">- Air secukupnya</p><p style="text-align: justify;">- Kaldu bubuk secukupnya</p><p style="text-align: justify;">- Bawang panir secukupnya</p><p style="text-align: justify;">Cara membuat:</p><p style="text-align: justify;">- Cuci beras ketan, lalu rendam di dalam air selama 3 jam. Kemudian tiriskan.</p><p style="text-align: justify;">- Siapkan teflon, masukkan beras ketan. Lalu, tambahkan air agar beras ketan terendam. Tutup teflon.</p><p style="text-align: justify;">- Masak sampai air menyusut dan beras ketan lunak. Jika sudah, matikan api.</p><p style="text-align: justify;">- Kocok telur, tambahkan 2 sdm serundeng kelapa dan kaldu bubuk secukupnya. Aduk hingga merata, lalu tuang pada ketan tadi, dan aduk rata kembali. Tutup teflon.</p><p style="text-align: justify;">- Masak kembali hingga permukaan telur agak kering, bolak-balik dengan menangkupkan telur pada piring seukuran teflon, lalu masukkan kembali ke dalam teflon dengan bagian atas menjadi bagian bawah. Tutup teflon.</p><p style="text-align: justify;">- Angkat jika sudah kecokelatan.</p><p style="text-align: justify;">-Sajikan dengan taburan serundeng kelapa dan bawang panir.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Klepon Merah Putih</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan-bahan :</p><p style="text-align: justify;">- 500 gram tepung ketan</p><p style="text-align: justify;">- 150 gram kentang kukus yang telah dihaluskan</p><p style="text-align: justify;">- 400 ml air panas</p><p style="text-align: justify;">- 1 sdt garam</p><p style="text-align: justify;">- Pewarna merah secukupnya</p><p style="text-align: justify;">- 3 batang pandan, potong potong</p><p style="text-align: justify;">- 300 gram gula merah, sisir tipis</p><p style="text-align: justify;">- 1 butir kelapa setengah tua yang telah diparut panjang dan dikukus</p><p style="text-align: justify;">Cara membuat :</p><p style="text-align: justify;">- Tambahkan 1 sdt garam pada kelapa yang sudah dikukus, aduk hingga rata, dan sisihkan.</p><p style="text-align: justify;">- Campurkan tepung ketan, kentang kukus, garam, dan air panas. Uleni sampai adonan menyatu, lalu tambahkan pewarna merah. Kemudian uleni kembali hingga kalis.</p><p style="text-align: justify;">- Ambil 2 sdt adonan ketan, bulatkan dan pipihkan adonan.</p><p style="text-align: justify;">- Isi dengan 1 sdt gula merah sisir, kemudian bentuk adonan menjadi bulat.</p><p style="text-align: justify;">- Rebus air dan daun pandan hingga mendidih, masukkan bola-bola klepon ke dalam air mendidih dan masak hingga mengapung, kemudian angkat.</p><p style="text-align: justify;">- Balurkan bola-bola klepon ke dalam campuran kelapa hingga rata, sajikan dalam kondisi yang hangat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nasi Tumpeng</strong></p><p style="text-align: justify;">Bahan-bahan nasi kuning :</p><p style="text-align: justify;">- 500 g beras putih, cuci bersih</p><p style="text-align: justify;">- 2 lembar daun salam</p><p style="text-align: justify;">- 1 batang serai</p><p style="text-align: justify;">- 1 sdt kunyit bubuk</p><p style="text-align: justify;">- 1 sdt penyedap rasa</p><p style="text-align: justify;">- 1 sdm air jeruk nipis</p><p style="text-align: justify;">- 350 ml air</p><p style="text-align: justify;">- 250 ml susu rendah lemak</p><p style="text-align: justify;">- 150 ml santan kental</p><p style="text-align: justify;">Bahan-bahan ayam goreng :</p><p style="text-align: justify;">- 1 ekor (800 g) ayam, potong 12 bagian</p><p style="text-align: justify;">- 2 lembar daun salam</p><p style="text-align: justify;">- 1 batang serai, memarkan</p><p style="text-align: justify;">- 500 ml air</p><p style="text-align: justify;">- 2 sdt penyedap rasa</p><p style="text-align: justify;">- Bumbu ungkep, yang terdiri dari :</p><p style="text-align: justify;">- 10siung bawang putih</p><p style="text-align: justify;">- 3 butir kemiri, sangrai</p><p style="text-align: justify;">- 3 cm lengkuas</p><p style="text-align: justify;">- 2 cm kunyit</p><p style="text-align: justify;">- 2 sdt ketumbar</p><p style="text-align: justify;">- 1 cm jahe</p><p style="text-align: justify;">- 1 sdt merica putih bubuk</p><p style="text-align: justify;">- ⅓ sdt jintan bubuk</p><p style="text-align: justify;">Bahan-bahan kering tempe :</p><p style="text-align: justify;">- 200 g tempe, potong dadu kecil, goreng kering</p><p style="text-align: justify;">- 6 butir bawang merah, iris tipis</p><p style="text-align: justify;">- 4 siung bawang putih</p><p style="text-align: justify;">- 3 buah cabai merah, potong serong</p><p style="text-align: justify;">- 2 sdt asam jawa, larutkan dengan 2 sdm air panas</p><p style="text-align: justify;">- 2 sdm minyak, untuk menumis</p><p style="text-align: justify;">- 1 sdm gula merah</p><p style="text-align: justify;">- 2 sdm kecap manis</p><p style="text-align: justify;">- &frac12; sdt garam</p><p style="text-align: justify;">Bahan pelengkap :</p><p style="text-align: justify;">- Perkedel</p><p style="text-align: justify;">- Telur dadar</p><p style="text-align: justify;">- Tomat</p><p style="text-align: justify;">- Daun kemangi</p><p style="text-align: justify;">- Mentimun</p><p style="text-align: justify;">Cara membuat :</p><p style="text-align: justify;">Nasi kuning :</p><p style="text-align: justify;">- Masukkan beras ke dalam penanak nasi. Kemudian, masukkan daun salam, serai, kunyit, air jeruk nipis, susu rendah lemak, santan, air, dan penyedap rasa, lalu aduk rata. Masak nasi hingga matang.</p><p style="text-align: justify;">Ayam goreng :</p><p style="text-align: justify;">- Panaskan minyak, kemudian tumis bumbu ungkep yang telah dihaluskan, daun salam, dan serai hingga harum. Tambahkan penyedap rasa. Kemudian, masukkan potongan ayam dan masak hingga berubah warna.</p><p style="text-align: justify;">- Selanjutnya, masukkan air dan masak kembali dengan api sedang hingga ayam matang dan air menyusut &frac34; bagian. Kemudian angkat.</p><p style="text-align: justify;">- Panaskan minyak, goreng ayam hingga garing dan kecokelatan. Angkat dan tiriskan.</p><p style="text-align: justify;">Kering tempe:</p><p style="text-align: justify;">- Panaskan minyak, kemudian tumis bawang merah hingga harum. Masukkan bawang putih dan cabai merah, lalu aduk. Masukkan gula merah dan air asam jawa dan aduk rata. Selanjutnya, masukkan tempe, aduk rata. Kemudian kecilkan api. Tambahkan kecap manis dan garam, lalu aduk rata. Kemudian angkat dan sisihkan.</p><p style="text-align: justify;">Menyusun nasi tumpeng :</p><p style="text-align: justify;">- Cetak nasi kuning menggunakan cetakan tumpeng mini. Letakkan di bagian tengah piring saji. Lengkapi dengan ayam goreng, kering tempe dan pelengkap lainnya. Hias sesuai dengan selera dan siap disajikan.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itulah resep yang dapat kamu coba di rumah untuk merayakan kemerdekaan. Makanan-makanan di atas juga dapat kamu nikmati bersama dengan keluarga, selama mencoba! (<strong><em>ash/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Revenge Bedtime Procrastination: Fenomena Menunda Waktu Tidur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/revenge-bedtime-procrastination-fenomena-menunda-waktu-tidur/baca </link>
<guid> revenge-bedtime-procrastination-fenomena-menunda-waktu-tidur </guid>
<pubDate> Wed, 18 Aug 2021 04:44:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena menunda waktu tidur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/revenge-bedtime-procrastination-fenomena-menunda-waktu-tidur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AJ6bpQGxNB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Revenge Bedtime Procrastination: Fenomena Menunda Waktu Tidur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pernah merasa lelah karena melakukan banyak aktivitas seharian? Lantas ketika hendak tidur, kamu justru asyik bermain <em>smartphone</em>? Jika kamu mengalaminya, artinya kamu sedang berada pada kondisi <em>revenge</em><em>&nbsp;bedtime procrastination</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><em>Revenge bedtime procrastination</em> (RBD) adalah sebuah fenomena di mana seseorang menggunakan waktu tidur untuk &lsquo;balas dendam&rsquo; dan melakukan hal-hal yang disukai untuk diri sendiri. Hal ini biasa terjadi karena seseorang sibuk beraktivitas atau bekerja di siang hari, sehingga tidak memiliki waktu untuk bersantai atau melakukan hal-hal yang disukai.</p><p style="text-align: justify;">Menunda waktu tidur tentu memberikan dampak negatif. Beberapa dampak yang mungkin dialami seseorang yang melakukan RBD adalah <em>anxiety</em>, depresi, kesulitan berkonsentrasi, mengalami tekanan darah yang tinggi, memiliki resiko masalah jantung, mengalami kenaikan berat badan dan melemahnya daya ingat.</p><p style="text-align: justify;">Pastinya, RBD memiliki banyak resiko! Untuk mencegah hal tersebut, berikut <em>Sketsa</em> berikan beberapa tips agar kamu dapat mengatasinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Jadikan tidur sebagai prioritas</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika ingin memiliki waktu istirahat yang lebih baik, maka sudah seharusnya tidur menjadi prioritasmu. Buatlah <em>mindset</em> bahwa tidur tepat waktu adalah hal penting, sebab hal tersebut dapat menambah energi untuk melakukan aktivitas di keesokan harinya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Membiasakan diri untuk memiliki tidur yang baik</strong></p><p style="text-align: justify;">Kualitas tidur tentu menjadi hal penting. Beberapa hal atau upaya yang dapat meningkatkan kualitas tidur adalah dengan memiliki waktu tidur dan waktu bangun yang konsisten. Tak hanya itu, dengan tidak mengkonsumsi kafein di sore atau malam hari maka tidurmu akan jadi lebih nyaman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Lakukan penyusunan jadwal</strong></p><p style="text-align: justify;">Banyaknya aktivitas menjadi akar paling penting dari RBD, sehingga dirimu perlu memperhatikan tuntutan pekerjaan yang sedang dilakukan. Mulai sekarang, cobalah untuk kurangi hal-hal yang tidak penting atau yang menghabiskan hampir seluruh waktumu. Jika aktivitas tersebut tidak membuatmu bahagia, hentikan saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Luangkan waktu untuk melakukan &lsquo;<em>me time</em>&rsquo;</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu memotong atau menghentikan aktivitas yang membuat dirimu tidak nyaman, maka secara otomatis kamu akan memiliki waktu luang. Gunakanlah waktu tersebut untuk melakukan hal yang kamu suka atau nikmati selagi istirahat bersama anggota keluarga atau teman terdekat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Matikan perangkat digital</strong></p><p style="text-align: justify;">Seseorang yang mengalami RBD akan terus menjelajahi media sosial sembari berbaring di tempat tidur. Daripada melakukan hal itu, mulailah lakukan relaksasi yang dapat membuat diri kamu mengantuk. Lakukan peregangan ringan, meditasi atau membaca buku.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itulah lima tips yang dapat&nbsp;kami rangkum untuk kamu. Perlu diingat, tidur adalah salah satu kebutuhan fisiologis yang harus dipenuhi. Jadi, jangan sampai kamu kurang tidur karena ingin balas dendam, ya! (<strong><em>vyl/rea/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Magang Merdeka: SKS Tak Bisa Terkonversi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-magang-merdeka-sks-tak-bisa-terkonversi/baca </link>
<guid> dilema-magang-merdeka-sks-tak-bisa-terkonversi </guid>
<pubDate> Thu, 19 Aug 2021 12:25:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dilema Magang MBKM. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-magang-merdeka-sks-tak-bisa-terkonversi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xF8bbgCMuE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Magang Merdeka: SKS Tak Bisa Terkonversi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Meski digadang menjadi program yang memudahkan mahasiswa dalam memperluas jaringan, program Magang Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) menimbulkan dilema terkait kebijakan beberapa fakultas di Unmul yang dirasa masih rancu. Diketahui, ada fakultas-fakultas yang tak dapat mengkonversikan beberapa mata kuliah. Padahal, salah satu benefit dari mengikuti program ini adalah konversi atau pengganti beban SKS setidaknya maksimal 20 SKS.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sempat dihubungi <em>Sketsa</em> pada Jumat (13/8), Masayu Widiastuti selaku Person In Charge (PIC) dari Magang MBKM Unmul memberikan tanggapannya kepada kami.</p><p style="text-align: justify;">Jika kegiatan magang yang dilaksanakan berkorelasi dengan mata kuliah mahasiswa, maka tentu dapat diakui dengan konversi. Namun, apabila magang tak memiliki keterkaitan maka kegiatan tersebut akan tetap dihargai dalam Surat Keterangan Pendampingan Ijazah (SKPI) sebagai sertifikat industri atau sertifikat kompetensi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Konversi SKS tentunya memperhatikan keselarasan dari capaian pembelajaran suatu mata kuliah atau bidang yang diambil. Karena memang tak semua kegiatan magang itu harus dikonversikan ke mata kuliah. Tapi bisa menjadi pengayaan pengalaman yang dihargai dengan sertifikat industri atau sertifikat kompetensi utk masuk sebagai SKPI. Sehingga kegiatan magang tidak ada yang sia-sia,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memperjelas mekanisme pelaksanaan Magang Merdeka ini, dirinya memaparkan poin-poin penting kepada <em>Sketsa</em>. Pertama, mahasiswa yang ingin mengikuti magang harus mempelajari dengan baik tawaran bidang yang diberikan mitra yang bekerja sama dengan Dikti. Mahasiswa juga perlu melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing akademik dan ketua prodi. Jika telah mendapatkan saran, maka selanjutnya dapat mendaftarkan diri sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan PIC akan memantau mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, ketika mahasiswa diterima untuk magang, PIC akan berkoordinasi bersama fakultas terkait data mahasiswa yang terkoneksi dengan mitra, jadwal konsolidasi mitra dengan ketua prodi juga registrasi ketua prodi sebagai dosen pengampu MBKM. Dilanjutkan dengan pembuatan MoU antara mitra dan Unmul sehingga pelaksanaan perkuliahan dapat dimulai. Di akhir kegiatan, hasil penilaian mahasiswa selama magang akan diserahkan kepada program studi dan diteruskan kepada Dikti.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga mengatakan, sebelumnya program magang telah dilaksanakan oleh fakultas, Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LP2M) hingga bidang kemahasiswaan dengan istilah-istilah yang berbeda. Hal inilah yang memungkinkan adanya berbagai regulasi yang tak sama. Meskipun begitu, saat ini Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) telah menyusun panduan maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama tim dari PIC program MBKM.</p><p style="text-align: justify;">Widi pun berpesan agar fakultas dan mahasiswa dapat bersiap dengan aturan-aturan yang akan datang. &quot;Kita semua harus siap dengan dinamika aturan yang diluncurkan sebagai program dari Kementerian. Sehingga semua program studi berupaya menyesuaikan kurikulumnya,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sampai sekarang, baru tercatat sebanyak 36 orang yang telah diterima pada program magang. Namun, data ini akan terus berubah seiring proses seleksi berkas oleh Mitrat terkait. Bersamaan dengan hal tersebut, pihaknya masih menunggu proses penyerapan mahasiswa oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan program Kedaulatan Indonesia Dalam Reka Cipta (Kedaireka) LP2M.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mahasiswa dalam Magang MBKM</strong></p><p style="text-align: justify;">Miranda Devi Muslimah, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018 merupakan salah satu dari sekian mahasiswa yang tengah mengikuti program ini.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya seputar jalur informasi terkait magang, ia sendiri pertama kali mengetahui tentang kegiatan ini melalui sepupunya dan info dari Instagram, sebelum memutuskan untuk mendaftarkan diri di program tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Waktu awal itu aku daftar di Unilever karna liat iklannya di IG kalo dia lagi open recruitment, lalu aku ambil posisi HR (<em>Human Resource</em>). Ternyata boleh daftar lebih dari satu, jadi aku juga ada daftar di lain kaya di Paragon, BSI, Danone, dan lain-lain. Aku lupa daftar apa aja, soalnya aku coba <em>apply</em> ke semua,&quot; sebut Miranda, Rabu (11/8).</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku jika telah mengetahui program magang dengan benefit 20 SKS yang dapat dikonversikan melalui keterangan yang tertera dalam pendaftaran. Mengenai beberapa fakultas yang tidak dapat menjadikan magang sebagai SKS, ia berpendapat jika kemungkinan mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah wajib.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dan kalaupun gak bisa dikonversi, bisa di ganti jadi surat pendamping ijazah saja. Karena teman saya ada juga yang ikut magang, dia gak dikonversi jadi SKS tapi nanti buat ditaruh di ijazah sebagai CV,&quot; tutupnya. <strong><em>(fzn/nop/lyn/kus/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Metode Vaksin Baru Covid-19 Via Nasal Spray </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/metode-vaksin-baru-covid-19-via-nasal-spray/baca </link>
<guid> metode-vaksin-baru-covid-19-via-nasal-spray </guid>
<pubDate> Fri, 20 Aug 2021 11:03:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nasal Spray sebagai metode vaksin baru. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/metode-vaksin-baru-covid-19-via-nasal-spray/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CSPLZ6vYJX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Metode Vaksin Baru Covid-19 Via Nasal Spray</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Seperti yang kita ketahui, saat ini vaksin Covid-19 diberikan melalui suntikan ke bagian otot atau dengan metode <em>intramuscular injection</em>. Namun, akhir-akhir ini dunia maya dihebohkan lantaran Thailand sedang mengembangkan vaksin Covid-19 dengan metode baru yaitu dengan <em>nasal spray</em>.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Metode non-injeksi ini merupakan metode vaksin yang sebelumnya sudah pernah ada. Seperti vaksin polio yang diberikan melalui mulut juga vaksin influenza yang kini dapat diberikan melalui hidung. Kedua metode tersebut memang diperkirakan memiliki banyak keuntungan. Akan tetapi, penggunaan vaksin dengan metode ini cukup sulit karena banyak tantangan dalam pengembangannya.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari beberapa sumber kesehatan, metode vaksin via <em>nasal spray</em> ini direncanakan akan dikembangkan dan sudah melalui tahap uji preklinik pada tikus serta memberikan hasil yang menjanjikan.</p><p style="text-align: justify;">Penginjeksian vaksin dengan metode tersebut juga digadang-gadang akan lebih efektif dalam mencegah Covid-19. Lantaran menambah pertahanan imun pada area lokal organ pernapasan yang merupakan salah satu akses bagi virus untuk menular ke tubuh manusia.</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari jurnal kedokteran <em>Frontiers</em><em>&nbsp;in Immunology</em>, ada tiga hal yang harus dipersiapkan dalam pengembangan vaksin melalui saluran pernafasan ini. Pertama, antigen yang dapat memunculkan respon imunitas adaptif dan bisa bertahan beberapa hari. Kedua, <em>immunostimulan</em> yang dapat mengaktifkan garda pertama sistem imunitas tubuh <em>innate immunity</em>. Ketiga, alat yang dapat membantu untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh secara baik.</p><p style="text-align: justify;">Dalam jurnal tersebut, dijelaskan pula tantangan tersulit dalam pemberian vaksin via <em>nasal spray</em> ini. Ini karena adanya rambut halus atau&nbsp;<em>cilia</em> yang menjadi <em>barier</em> pertahanan penting untuk mencegah zat asing masuk ke tubuh. Jika ada zat asing masuk ke hidung, pertahanan yang akan dilakukan area hidung adalah pembersihan yang dibantu lendir dan bulu halus pada hidung dan akan membantu pengeluaran zat asing tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dapat disimpulkan, jika sistem pertahanan tersebut sedang meningkat kinerjanya maka dosis vaksin yang masuk pun akan menurun dan dikhawatirkan tidak efektif.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan beberapa jurnal kesehatan, bahasan terkait metode vaksin via <em>nasal spray</em> ini masih sangat sedikit ditemukan. Sebab metode tersebut masih sangat jarang digunakan. Di Thailand sendiri, yang menjadi tempat uji coba metode vaksin baru saja selesai uji preklinik kepada hewan dan akan mulai memasuki uji klinik fase 1 kepada manusia hingga akhir tahun 2021.</p><p style="text-align: justify;">Di Universitas Oxford, Inggris, penggunaan vaksin AstraZeneca melalui hidung sendiri masih dalam tahap penelitian di tahun ini. Sementara Indonesia, metode vaksin via <em>nasal spray</em> ini masih dalam tahap penelitian dan belum diterapkan. (<strong><em>ahn/rkn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kiat Mengapresiasi Karya Lewat Hak Kekayaan Intelektual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kiat-mengapresiasi-karya-lewat-hak-kekayaan-intelektual/baca </link>
<guid> kiat-mengapresiasi-karya-lewat-hak-kekayaan-intelektual </guid>
<pubDate> Sat, 21 Aug 2021 07:46:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa itu HaKI? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kiat-mengapresiasi-karya-lewat-hak-kekayaan-intelektual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L90YF0d2j8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kiat Mengapresiasi Karya Lewat Hak Kekayaan Intelektual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, kita dimudahkan dalam mendapatkan informasi-informasi secara instan. Secara tidak langsung, ini membentuk budaya di mana kita menginginkan sesuatu dengan serba cepat tanpa mengeluarkan usaha lebih. Hal tersebut turut menyebabkan maraknya pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) di Indonesia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">HaKI sendiri merupakan produk kegiatan dari hasil daya cipta dan daya pikir manusia yang kemudian diungkapkan pada masyarakat umum. Salah satu bentuk pelanggaran terhadap HaKI yang amat sering terjadi adalah plagiasi.</p><p style="text-align: justify;">Tindak plagiasi dapat berupa kegiatan mengumumkan atau memperbanyak yang diartikan sebagai tindakan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menyiarkan, merekam, mengimpor atau mengekspor, memamerkan atau mempertunjukkan kepada publik dan mengkomunikasikan ciptaan kepada publik melalui sarana apapun.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pencegahan, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Hak Cipta seperti Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1982, UU Nomor 7 Tahun 1987, UU Nomor 12 Tahun 1997 dan UU Nomor 19 Tahun 2002.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>kominfo.go.id</em>, Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bambang Gunawan mengatakan bahwa penegakkan hukum terkait HaKI di Indonesia masih belum efektif. Mengingat masih banyak praktik pembajakan, plagiasi serta pelanggaran terkait kekayaan intelektual yang terjadi di dunia digital.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya hak cipta telah diterapkan ke dalam buku-buku, tetapi sekarang hak cipta telah meluas dan mencakup perlindungan atas karya sastra, drama, karya musik dan artistik, termasuk rekaman suara, penyiaran suara film dan televisi dan program komputer.</p><p style="text-align: justify;">Selain merugikan pencipta karya, pelanggaran ini juga tak menguntungkan bagi pelaku karena dapat mengurangi kreativitas dalam memunculkan ide-ide baru. Untuk mengurangi tingkat pelanggaran HaKI, berikut hal-hal yang dapat dilakukan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengedukasi Masyarakat</strong></p><p style="text-align: justify;">Melakukan sosialisasi dan edukasi untuk menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya HaKI, khususnya di media digital. Hal ini dilakukan, agar masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak melakukan tindak plagiasi. Misalnya, jika ingin membuat karya tulis ilmiah, dapat menyertakan sumber yang digunakan, dan dapat menggunakan teknik parafase dengan mengembangkan kembali kata kunci atau kalimat inti menjadi sebuah gagasan pokok yang cocok atau sesuai dengan bacaan menggunakan kata-kata sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melaporkan Tindak Pelanggaran HKI</strong></p><p style="text-align: justify;">Tindak pelanggarakan HaKI dapat dilaporkan karena negara memberikan izin atau melarang orang lain untuk melaksanakan hak ekonomi dari produk yang dilindungi HaKI. Terdapat 2 cara pengaduan yang dapat dilakukan, yaitu melalui PPNS HaKI di Kantor Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia, serta PPNS HaKI di Direktorat Penyelidikan dan Penyelesaian Sengketa, Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual, Kementrian Hukum dan HAM.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menghindari Tindak Pembajakan</strong></p><p style="text-align: justify;">Pembajakan dapat terjadi diberbagai aspek, baik itu seni, musik, film, buku serta suatu produk. Tindakan yang dapat kita lakukan dengan mudah untuk menghindari pembajakan yaitu dengan menonton film pada situs atau aplikasi legal seperti Netflix, Iflix, Viu, WeTV dan lain-lain. Ketika ingin membaca buku, usahakan tidak melalui buku digital yang terkemas pada PDF yang ilegal. Melainkan membeli buku secara langsung atau buku preloved jika ingin menghemat <em>budget</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sering kali kita memilih untuk membeli produk dengan harga terjangkau, tanpa mengetahui bawa produk tersebut bajakan. Jadi, kita selakh konsumen perlu selektif agar terhindar dari tindak pembajakan, ya! <strong><em>(rvn/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menentang IUU Fishing di Perairan Kaltim yang Mengancam Masa Depan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/menentang-iuu-fishing-di-perairan-kaltim-yang-mengancam-masa-depan/baca </link>
<guid> menentang-iuu-fishing-di-perairan-kaltim-yang-mengancam-masa-depan </guid>
<pubDate> Sat, 21 Aug 2021 10:50:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya IUU Fishing </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/menentang-iuu-fishing-di-perairan-kaltim-yang-mengancam-masa-depan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h3JM26xTDB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menentang IUU Fishing di Perairan Kaltim yang Mengancam Masa Depan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Indonesia merupakan negara kepulauan atau yang dikenal dengan negara maritim. Memiliki visi sebagai poros maritim dunia dengan tujuan untuk menjadikannya negara maritim yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai negara maritim. Perairan laut Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki sumber daya kelautan yang sangat luas. Potensi perikanan dan kelautan yang tersebar di 14 kabupaten, termasuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang terletak di Laut Sulawesi berbatasan langsung dengan Negara Filipina.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Melimpahnya sumber daya perikanan di Laut Sulawesi membuat nelayan dan kapal asing penangkap ikan melakukan praktek <em>Illegal Unreported Unregulated Fishing</em> (IUUF) untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Tetapi bagaimana masalah ini bisa terjadi?</p><p style="text-align: justify;">Laut Sulawesi dikenal sebagai kawasan jenis ikan pelagis, dan bernilai harga jual tinggi. Hal ini membuat banyak nelayan asing tertarik menangkap ikan di lokasi tersebut, dengan mengunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, dan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar tanpa memikirkan kelestarian lautan. Maraknya <em>illegal fishing</em> di perairan perbatasan Indonesia-Filipina dikarenakan kondisi geografis yang sulit, serta masih minimnya sarana dan prasarana yang menjadi faktor para aparat keamanan dalam menjangkau perairan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Praktek IUU Fishing dilakukan perompak untuk memperoleh hasil tangkap yang maksimal dengan cara ilegal, merupakan tindakan kejahatan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Kejahatan ini tidak hanya terikat pada penangkapan ikan ilegal, namun juga termasuk dalam pemakaian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, praktik perbudakan di atas kapal, dan melakukan praktik perdagangan yang ilegal. Permasalahan ini akan berdampak untuk ke depannya jika terus berkelanjutan, lalu bagaimana ancaman di masa depan ?</p><p style="text-align: justify;">Penangkapan ikan secara ilegal memiliki beberapa ancaman, seperti sektor ekonomi, sebab hilangnya devisa negara dari penjualan ikan secara ilegal ke luar negeri. Hal ini juga dapat berdampak pada ancaman embargo terhadap hasil perikanan Indonesia yang di pasarkan ke luar negeri. Ancaman serius lainnya adalah kelestarian sumber daya kelautan dengan rusaknya terumbu karang yang memiliki peran penting bagi kehidupan biota laut serta akan berdampak pada turunnya stok ikan di perairan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor KEP. 45/MEN/2011 tentang Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI, mencatat potensi perikanan laut di perairan Indonesia mencapai 6,5 juta ton per tahun. Namun, potensi yang ada belum dapat dioptimalkan secara berkesinambungan.</p><p style="text-align: justify;">Maraknya Kejahatan IUU Fishing ini semakin berdampak pada potensi perikanan di Indonesia, dan menjadi hambatan dalam mengimplementasikan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Dengan ini BEM KM Unmul menentang praktik IUU Fishing dan melawan segala macam tindakan ilegal di perairan laut Indonesia maupun dunia. Kami juga mengecam pemerintah agar bertindak tegas sesuai peraturan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 50 tahun 2012, tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan <em>Illegal, Ureported and Unregulated Fishing&nbsp;</em>(IUU Fishing).</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Abdullah Faqih, Staf Kementerian Sosial Politik BEM KM Unmul.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengumuman Beasiswa Kaltim Diundur, Mahasiswa: Kami Kecewa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengumuman-beasiswa-kaltim-diundur-mahasiswa-kami-kecewa/baca </link>
<guid> pengumuman-beasiswa-kaltim-diundur-mahasiswa-kami-kecewa </guid>
<pubDate> Sat, 21 Aug 2021 11:10:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketidakjelasan Pengumuman Beasiswa Kaltim Tuntas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengumuman-beasiswa-kaltim-diundur-mahasiswa-kami-kecewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RYIWPM4tC3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pengumuman Beasiswa Kaltim Diundur, Mahasiswa: Kami Kecewa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali membuka program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) pada tahun ini. Pendaftaran dilakukan secara <em>online</em> dan telah berlangsung sejak 25 Maret hingga 12 Mei 2021 lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Melansir dari <em>TribunKaltim</em>, jumlah pendaftar BKT tercatat sudah ada 12.977 peserta pada kategori Tuntas Dikti, 14.180 peserta kategori Stimulan Dikti, dan 83.420 peserta kategori Stimulan Siswa.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya, pengumuman hasil seleksi akan diberitahukan melalui <em>dashboard</em> akun setiap peserta di <em>website beasiswa.kaltimprov.go.id</em> pada tanggal 30 Juli 2021. Namun, beberapa hari sebelum pengumuman tersebut, Ketua Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BP-BKT) yaitu Suwarno, justru memberikan pernyataan jika pengumuman hasil seleksi akan ditunda sementara waktu. Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui laman resmi BKT.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut lantas membuat banyak pihak kecewa, lantaran menunggu lama hasil pengumuman BKT ini. Selain itu, informasi terkait hingga kapan beasiswa ini diundur tidak ada kejelasan yang pasti.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em>, Siti Halimatus Sa&apos;diah atau akrab disapa Imah, mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika, yang merupakan salah satu pendaftar BKT, menyampaikan pendapatnya terkait pengunduran pengumuman beasiswa ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sebenarnya saya cukup kecewa ya, karena udah nungguin pengumumannya ini cukup lama terus dapat pengumuman kalau diundur. Tapi saya dapat info kalau pengumuman ini diundur karena beberapa pegawainya yang harusnya seleksi berkas sakit terkena Covid-19. Jadi&nbsp;<span style="background-color: transparent;">gak bisa dipaksa juga,&quot; paparnya melalui WhatsApp pada Rabu (18/8).</span></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya kekecewaannya terhadap pengunduran pengumuman beasiswa ini, Imah juga bercerita terkait kesulitannya ketika mendaftar. Saat itu, Kartu Tanda Mahasiswa Elektronik (E-KTM) miliknya belum dapat digunakan. Padahal, salah satu syarat daftar beasiswa tersebut ialah E-KTM.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menurut saya, karena berkas yang harus diseleksinya ini sangat banyak sebaiknya pegawai yang ditugaskan itu ditambah lagi, jadi pekerjaannya cepat selesai. Selain itu, pihak pelaksana juga bisa segera menentukan tanggal kapan pengumuman yang lolos beasiswa itu diterbitkan, agar peserta yang ikut tidak jadi bingung dan menunggu terlalu lama tanpa kejelasan,&quot; tutur Imah.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai salah satu pendaftar BKT, Imah berharap sistem kerja yang dilakukan pihak penyelenggara bisa lebih baik dan cepat dalam proses pengumumannya. Selain itu, diharapkan pula kuota penerima Kaltim Tuntas ini diperbanyak, agar banyak mahasiswa yang lolos dan terbantu biaya kuliahnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, <em>Sketsa</em> juga menghubungi salah satu peserta beasiswa program Stimulan yaitu Siagian, Jevandra Vablo Gloria, atau yang akrab disapa Jevan yang merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Unmul. Jevan menyebutkan bahwa selama proses pendaftaran dirinya tidak mengalami kendala berarti. Hanya saja karena keadaan masih dalam situasi pandemi, proses pengisian berkas cukup terhalang pembatasan sosial.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menjelaskan bahwa proses menunggu hasil pengumuman dari awal pendaftaran hingga pengunduran pengumuman memakan waktu dua hingga tiga bulan, Jevan juga turut menyampaikan pendapatnya terkait pengunduran pengumuman beasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tanggapan saya tentang hal ini pasti agak kecewa ya, karena mahasiswa dibuat menunggu hasil pengumuman tanpa kepastian. Menurut saya jika pengumuman bisa tepat waktu, mungkin ada mahasiswa yang gagal dapat mendaftar ke beasiswa dari lembaga lain,&rdquo; ucapnya Rabu (18/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya walaupun ada keterlambatan pengumuman, pencairan dana dapat dilakukan lebih cepat setidaknya sebelum pembayaran UKT semester dilakukan,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Jevan menambahkan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi terkait alasan mengapa terjadi pengunduran beasiswa, juga belum adanya informasi terbaru dari pihak penyelenggara hingga saat ini. Sebagai peserta BKT, Jevan menjelaskan agar hal ini dapat menjadi bahan evaluasi oleh pihak pelaksana agar memberi informasi yang jelas terkait beasiswa, utamanya berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi peserta untuk menunggu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk ke depannya harapan saya penyampaian informasi dapat lebih jelas lagi dan selalu <em>update</em>, kemudian diharapkan tidak ada kendala lagi untuk pencairan beasiswa bagi mahasiswa yang lolos,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>fzn/jla/str/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konstitusi yang Demokratis Sesuai Dengan Tujuan Kebangsaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/konstitusi-yang-demokratis-sesuai-dengan-tujuan-kebangsaan/baca </link>
<guid> konstitusi-yang-demokratis-sesuai-dengan-tujuan-kebangsaan </guid>
<pubDate> Sun, 22 Aug 2021 07:43:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketika sebuah konstitusi sudah bertentangan jauh dengan cita-cita sebuah bangsa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/konstitusi-yang-demokratis-sesuai-dengan-tujuan-kebangsaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jHyDWsKZUH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Konstitusi yang Demokratis Sesuai Dengan Tujuan Kebangsaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Negara hukum, konstitusi dan demokrasi merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan menuju sebuah negara yang menjunjung tinggi supremasi konstitusi dan demokrasi berdasarkan kepada hukum. Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis, maka kekuasaan manapun harus berlandaskan konstitusi. Konstitusi ini adalah landasan para penyelenggara negara yang mempunyai arah serta tujuan yang jelas dalam menjalankan tugas dan kewenangannya. Konstitusi adalah dasar hukum tertinggi sehingga negara dapat dinobatkan sebagai negara hukum yang demokratis.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Ketika sebuah konstitusi sudah bertentangan jauh dengan cita-cita sebuah bangsa dan/atau sudah kehilangan relevansinya dengan kondisi aktual masyarakat, maka pergantian konstitusi menjadi hal yang tepat untuk dilakukan. Dengan konstitusi yang kuat, Indonesia mempunyai karakteristik tersendiri dalam kenegaraan. Konstitusi yang hidup dan menjamin kesejahteraan masyarakat sebagai pelindung hak asasi manusia dan kebebasan warga suatu negara.</p><p style="text-align: justify;">Rakyat diperdayakan dalam dinamika kehidupan ketatanegaraan sehingga melahirkan otoritarian yang berkuasa sampai 32 tahun lamanya. Akan tetapi memasuki reformasi, bangsa Indonesia ingin menempatkan posisi rakyat sebagai titik sentral dalam proses penyelenggaraan negara.</p><p style="text-align: justify;">Rakyat diberdayakan dalam menjalankan roda ketatanegaraan menuju demokratisasi dalam berbagai aspek bidang kehidupan. Akan tetapi, reformasi konstitusi di Indonesia ternyata belum berjalan seperti yang diharapkan. Perubahan UUD 1945 belum berada posisi yang stabil sebagai landasan konstitusional negara yang diterima oleh berbagai pihak yang berkepentingan.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, stabilitas konstitusi sangat dibutuhkan dalam rangka membangun tatanan negara yang kuat dan dinamis. Pembenahan konstitusi sekarang ini sangat diperlukan, agar secara bertahap bangsa Indonesia dapat mewujudkan kehidupan bernegara yang dilandasi oleh pemahaman konstitusi kuat dan dinamis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Putri Sri Wahyuni, Staf Kementerian Sosial Politik BEM KM UNMUL 2021.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Persimpangan Mimpi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/persimpangan-mimpi/baca </link>
<guid> persimpangan-mimpi </guid>
<pubDate> Sun, 22 Aug 2021 10:51:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> di persimpangan ini aku tidak sendiri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/persimpangan-mimpi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lXhLYrsw2Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Persimpangan Mimpi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Lagi dan lagi aku mengalaminya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Tepat di penghujung hari,</p><p style="text-align: justify;">aku berlari mengikuti naluri.</p><p style="text-align: justify;">Berusaha untuk menghindar dari kegelapan,</p><p style="text-align: justify;">untuk mengukir suatu kilauan.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Semuanya terlihat buram karena bergerak cepat.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sampaikan padanya,</p><p style="text-align: justify;">bahwa di persimpangan ini aku tidak sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Satu per satu akan kujalani bersama diriku yang baru.</p><p style="text-align: justify;">Terus berlari mengikuti cahaya hingga penjuru.</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Hal itu akan terus berulang sepanjang hari.</p><p style="text-align: justify;">Menutup mata dan mulai menyusuri.</p><p style="text-align: justify;">Berbekal sebuah kompas kusam yang melengkapi,</p><p style="text-align: justify;">agar tidak tersesat di persimpangan mimpi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nurvidya Sistha Azzahra, mahasiswa Fakultas Farmasi 2020.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 47 Rampung, Mahasiswa Harapkan Sistem yang Lebih Baik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-47-rampung-mahasiswa-harapkan-sistem-yang-lebih-baik/baca </link>
<guid> kkn-47-rampung-mahasiswa-harapkan-sistem-yang-lebih-baik </guid>
<pubDate> Mon, 23 Aug 2021 08:24:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berakhirnya pelaksanaan KKN 47 Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-47-rampung-mahasiswa-harapkan-sistem-yang-lebih-baik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ee6u8Ec4pL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 47 Rampung, Mahasiswa Harapkan Sistem yang Lebih Baik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Usai sudah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 47 Unmul dengan beragam kegiatan dan kendalanya. Dilaksanakan secara daring dan luring, mahasiswa yang mengikuti KKN sempat mengalami hambatan dalam pengerjaan program kerja (proker) mereka. Terlebih ketika pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat mereka harus melakukan agenda di lapangan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti halnya yang dialami oleh Rina Aprilianti, mahasiswa Statistika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang melakukan KKN di Kelurahan Kanaan Bontang. Dihubungi <em>Sketsa</em> pada (12/8) lalu, Rina menjelaskan bahwa di masa PPKM, kelompoknya terkendala untuk mengerjakan proker secara luring dan harus kembali menyesuaikan proker tersebut menjadi daring.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pihak pelaksana kurang memberikan informasi terkait sistem <em>logbook</em>. Bahkan ketika diwawancara, Rina menyatakan banyak program kerja yang belum mendapatkan validasi dari <em>logbook. S</em>ehingga hal tersebut menimbulkan kebingungan bagi Rina dan kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, kelompoknya telah mengerjakan enam program kerja. Di antaranya penyemprotan disinfektan, literasi media dan teknologi, sosialisasi terkait vaksinasi, sosialisasi terkait protokol kesehatan, penyuluhan bercocok tanam dan penyuluhan kewirausahaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem KKN ke depannya lebih dipastikan atau dibuat lebih matang agar tidak terjadi <em>miscommunication&nbsp;</em>yang banyak terjadi sekarang ini,&rdquo; harap Rina.</p><p style="text-align: justify;">Kendala juga dialami oleh kelompok KKN Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rumah Manik Samarinda. Annisa Suci, mahasiswa Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul memberikan pengalamannya. Pada Sabtu (21/8), ia menjelaskan kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>bahwa kelompoknya mengalami kesulitan dalam koordinasi secara daring. Ini terjadi karena pemilik UMKM yang tidak dapat dikunjungi secara tiba-tiba.</p><p style="text-align: justify;">Ia turut menjelaskan kebingungannya terkait dengan sistem KKN. Misalnya saat harus menjalankan proker yang memerlukan pertemuan langsung dengan pemilik UMKM, sementara sedang dilakukan PPKM.</p><p style="text-align: justify;">Meski terkendala, kelompoknya tetap mengerjakan proker seperti edukasi berbentuk webinar yang mengenalkan manik-manik Samarinda, pemasangan <em>banner&nbsp;</em>agar lokasi UMKM terlihat optimal, edukasi kepada pemilik UMKM untuk beralih ke sistem digital dan menggunakan <em>e-commerce</em>.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, pelaksanaan KKN UMKM harus mendapat rentang waktu observasi yang lebih lama. Sebab melakukan <em>re-branding</em> terhadap UMKM bukan hal mudah. Di samping ada tanggung jawab proker, mahasiswa juga terdesak dengan tenggat waktu yang diberikan dan jadwal pembuatan produk UMKM tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apalagi seperti UMKM manik-manik yang pembuatan nya PO (<em>p</em><em>re order</em>), jadi enggak <em>ready stock</em>. Jadi kami bingung mau buat video profil bagaimana. Kita enggak mungkin minta ke ibunya selaku pihak UMKM untuk buat produk manik-maniknya, tapi kita enggak ngebeli,&quot; ujar Annisa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saran ke depannya menurutku lebih baik tidak bersama UMKM, karena kebanyakan UMKM terkendala kurangnya pembeli dan waktu 40 hari untuk melakukan<em>&nbsp;re-branding</em> itu sulit. Terlebih karena kita enggak tahu pasarnya gimana. Itu <em>sih</em>, kayaknya tahun depan langsung ke desa aja,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Dosen &nbsp;Pembimbing Lapangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Beranjak dari sudut pandang mahasiswa,<em>&nbsp;Sketsa</em><strong>&nbsp;</strong>melakukan wawancara dengan Nurliah yang merupakan dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP (21/8). Saat dihubungi melalui WhatsApp, Nurliah menyampaikan tanggapannya terkait dengan keberhasilan KKN 47</p><p style="text-align: justify;">Ia menyatakan bahwa keberhasilan KKN diukur dari luaran atau <em>output&nbsp;</em>yang berupa hak cipta dan buku yang diusahakan memiliki ISBN. Selain itu, peserta KKN juga diharapkan dapat melakukan <em>submit&nbsp;</em>jurnal nasional dan internasional serta mengunggah video kelompok ke YouTube Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).</p><p style="text-align: justify;">Nurliah juga menjelaskan bahwa beberapa mahasiswa kurang komunikatif. Sehingga saat berkunjung sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL), beliau menemukan adanya UMKM yang kurang kooperatif akibat ketidakcakapan mahasiswa dalam berkomunikasi.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga merasa senang dengan mahasiswa yang bersemangat dalam membuat proker dan dapat diimplementasikan hingga pembuatan laporan akhir. Komunikasi yang dijalin antar DPL dengan panitia serta Pendamping Lapangan (PL) juga tidak mengalami masalah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ibu ingin berdoa semoga pandemi segera berakhir. Bosan kan KKN hanya via <em>online</em>, penginnya terjun langsung ke masyarakat. Iya kan, proker pastinya setiap tahun selalu ada, sayang banget kalo tidak ada. Soalnya proker mahasiswa bagus-bagus untuk dibuatkan luaran,&rdquo; tanggap Nurliah.</p><p style="text-align: justify;">Meski pelaksanaan KKN telah usai pada 14 Agustus lalu, diketahui masih terdapat kelompok yang punya kendala terhadap video profil yang merupakan proker wajib dan kendala saat penyusunan laporan. Hingga berita ini diterbitkan, panitia KKN baik dari ketua maupun anggota tidak memberikan tanggapan terkait permintaan wawancara yang dilayangkan oleh pihak <em>Sketsa. (<strong>rst/nop/vyl/fzn</strong>)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kita Bertemu di Penghujung Hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/kita-bertemu-di-penghujung-hari/baca </link>
<guid> kita-bertemu-di-penghujung-hari </guid>
<pubDate> Mon, 23 Aug 2021 11:04:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku percaya, pada dasarnya ada dua jenis pola pikir yang menggantung di setiap kepala manusia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/kita-bertemu-di-penghujung-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hL2YGQTBKM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kita Bertemu di Penghujung Hari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku percaya, pada dasarnya ada dua jenis pola pikir yang menggantung di setiap kepala manusia. Pertama, apa yang dihadapkan dunia adalah cerminan hidupmu sendiri. Kata Ibuku, orang dahulu menyebutnya Hukum Tabur Tuai. Benih yang kamu tanam, maka buahnya tak akan mengkhianati hasil.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Kedua, memang tidak ada yang pernah berjalan sesuai dengan rencana di kehidupan ini. Selinear apapun orang-orang menata dan menggaris jalur awal dan akhirnya, ada gurat di sana sini yang selalu mengganggu dan tetap setia menghadirkan diri.</p><p style="text-align: justify;">Contoh mudahnya seperti keadaanku saat ini. Biasanya, lantai kamarku akan penuh dengan dokumen, kertas, dan buku. Entah yang berisi soal-soal ujian semester, latihan kerja pada lajur-lajur membosankan, naskah cerita yang tak pernah mencapai kata selesai, atau bacaan-bacaan berat yang sengaja kutaruh agar orang lain melihatku sebagai mahasiswa yang kritis. Setidaknya membangun sudut pandang yang baik terhadapku? Sepertinya begitu.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi hari ini, semua keramaian itu seolah lenyap dari pandanganku untuk selama-lamanya. Lantaiku bersih tanpa cela, menyisakan segulung tisu yang barusan jatuh dari meja belajarku. Aku menyapukan pandangan ke sekelilingku. Tak ada debu yang menempel, hasil dari tiga jam berberes tanpa henti. Jika ada satu kata yang bisa menjelaskannya, maka itu adalah kata tenang. Seolah-olah aku takkan pernah menyentuh semua benda di hadapanku ini. Seperti ketika seseorang ingin memulai hidup baru atau justru meninggalkan segala-galanya.</p><p style="text-align: justify;">Suasana ini membuatku sangat mengantuk. Kupelototi jam dinding yang berdetak pelan, tanda bahwa baterainya perlu segera diganti. Pukul 5 sore. Orang-orang di rumah akan segera datang selepas kerja. Kalau aku tidak bergerak sekarang, bisa-bisa rencanaku batal terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">Aku tergesa menaiki tangga rumahku dan berakhir dengan tersandung oleh satu anak tangga itu. Aku merintih pelan, memegangi jari kakiku yang perlahan nyeri. Bahkan untuk urusan sesepele naik tangga, tidak ada yang berjalan sempurna. Aku mendengus pelan, tak ingin terbawa suasana.</p><p style="text-align: justify;">Kuteruskan perjalananku hingga angin di halaman loteng menyapa. Langit berwarna amat jingga hari ini. Dari atas sini, rumah demi rumah terlihat damai juga riuh rendah di lain sisi. Tinggal di lingkungan perumahan yang ramai dan padat sejatinya lebih menghidupkan tanah-tanah mati dengan rumah di atasnya, ketimbang bernapas di antara beton-beton tinggi yang individualis dan privat.</p><p style="text-align: justify;">Malangnya, aku harus mengucapkan selamat tinggal kepada kebahagiaan singkat semacam ini. Langkah kakiku berakhir di dinding pembatas loteng yang tidak berpengaman apapun. Tingginya hampir menyentuh bahuku, tetapi aku masih bisa menengok keadaan di bawah.</p><p style="text-align: justify;">Aku menoleh ke kanan dan kiri. Tak ada siapapun. Tak ada jendela atau pintu yang terbuka. Tak ada yang menyadari kehadiranku di sini. Sekali lagi, kulirik rumah tetanggaku yang tidak bertingkat dan persis di samping rumahku saat ini. Di sana, tinggal sepasang suami istri yang bekerja sebagai tukang bangunan dan jasa menggosok baju. Di sekeliling rumahnya penuh kayu dan besi bekas serta tali-tali jemuran yang bertautan.</p><p style="text-align: justify;">Aku agak kasihan, sebab halaman samping rumah mereka akan segera menjadi tumpuan tubuhku yang tak bernyawa. Rasanya kurang etis mengotori lahan tetangga sendiri, tapi tak ada pilihan lain. Menggantung diri di dalam rumah nampaknya mengurangi estetika, ditambah dengan penderitaan yang datang perlahan-lahan.</p><p style="text-align: justify;">Sekelebat pikiran muncul di benakku. Aku sudah menduganya. Ketika saat-saat kematian sudah dekat, kita akan dipaksa untuk mengingat kembali momen dalam hidup sebagai peringatan. Kepalaku memutar kenangan bersama orang tua dan teman-temanku. Semuanya senang dan tersenyum, tapi getir kuingat bahwa tak satupun di antaranya benar-benar tulus.</p><p style="text-align: justify;">Aku juga mengingat bagaimana mulusnya peran yang kumainkan selama ini. Jika seseorang merasa dirinya pecundang karena kekalahan, maka dia lebih baik daripada seorang figur yang berpura-pura hidup padahal hatinya sudah gugur sejak lama.</p><p style="text-align: justify;">Tapi aku sudah bertekad. Apa yang sudah kulakukan, akan berakhir di sini. Sama seperti yang ditulis seluruh pengarang jurnal ilmiah, aku ingin kematianku dijadikan referensi agar orang lain lebih menyadari kekelaman seseorang di balik tindak-tanduknya. Agar mengetahui jalan keluar mana yang harus dipilih. Atau setidaknya, tidak memaksakan orang tersebut bertindak demi hormat tanpa memikirkan perasaannya.</p><p style="text-align: justify;">Hatiku semakin teguh tatkala aku memanjat dinding tersebut dan berdiri di atasnya. Tubuhku terasa ringan seperti kapas, seolah akan terbang riang ke manapun angin membawanya. Aku tersenyum puas dengan skenario ini. Langit yang memerah dan semburat oranye, suara-suara yang menandakan kehidupan, aroma yang dibawa angin. Aku yakin, ini adalah sebuah bab penutup yang amat berkelas. Kupejamkan mata, selanjutnya membiarkan takdir bekerja seperti seharusnya.</p><p style="text-align: justify;">---</p><p style="text-align: justify;">Itulah setidaknya yang akan terjadi, apabila tak ada sebuah suara halus yang menegur telingaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kau mati sekarang, apakah ada yang berubah?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Seorang lelaki tengah merokok di balkon belakang rumahnya, menghadap tepat ke arahku. Matanya menyiratkan kelelahan, tapi hangat seperti matahari pagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan sampai waktu kematianku, apakah aku harus selalu mengalami interupsi?&rdquo; sahutku.</p><p style="text-align: justify;">Ia mengetuk abu dari rokoknya. &ldquo;Tidak. Jika kamu ingin mati, maka matilah tanpa penyesalan. Aku hanya tak ingin jadi saksi mata seseorang yang ingin mati dengan badan gemetar. Lagipula, aku tak yakin kau akan mati,&rdquo; jawabnya. Telunjuknya menuntunku kembali ke bawah, pada halaman tetanggaku.</p><p style="text-align: justify;">Sebuah kasur besar yang usang nampak terletak persis di bawahku. Sang suami terlihat kelelahan bersama istrinya yang hamil tua, mungkin tak kuat menahan beban benda tersebut. Mereka tertawa bersama, membasuh keringat masing-masing. Pastilah dosa besar jika aku jatuh dan mati di hadapan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Aku tertawa pelan. Memang benar pola pikir kedua itu. Mungkin inilah guratan yang akhirnya datang di hidupku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, apa yang harus kulakukan?&rdquo; tanyaku pada lelaki itu.</p><p style="text-align: justify;">Orang itu diam dan menghembuskan asap rokoknya perlahan. Sedetik kemudian, bibirnya bergerak. Mengatakan sesuatu, seperti sebuah permulaan pada kisah-kisah indah yang tak pernah kusukai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana kalau kau turun dan minum teh bersamaku?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerita pendek ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 5 Font Apik Untuk Dukung Desainmu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/5-font-apik-untuk-dukung-desainmu/baca </link>
<guid> 5-font-apik-untuk-dukung-desainmu </guid>
<pubDate> Wed, 25 Aug 2021 11:03:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jenis font kece untuk desain kamu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/5-font-apik-untuk-dukung-desainmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z7Qhp1LGVa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>5 Font Apik Untuk Dukung Desainmu!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Bagi kamu yang kesehariannya bergelut dengan desain logo dan tipografi, nampaknya sudah sering menggunakan berbagai jenis <em>font</em> yang unik. Namun, desainer juga bisa kehabisan ide kala suntuk saat mendesain. Hal ini terjadi karena perbedaan jenis <em>font</em> yang kita gunakan. Jelas akan ada gaya serta fungsi penggunaannya sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seorang desainer juga memiliki gaya dalam pemilihan <em>font</em> yang menjadi ciri khas desain mereka, loh. Nah, ada baiknya jika kamu juga memahami berbagai jenis <em>font</em> yang bisa digunakan dalam kegiatan desain. Bila kamu sedang berencana untuk mendesain namun kebingungan dalam memilih <em>font</em>, berikut <em>Sketsa</em> rekomendasikan yang kece untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Montserrat</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Font</em> ini nampaknya sudah tak asing di telinga para desainer grafis. Montserrat memiliki desain yang kompak, agak lebar dan sangat cocok dijadikan sebagai judul atau <em>spotlight</em> dari sebuah desain. Bagi kamu yang belum pernah menggunakannya, yang satu ini disarankan untuk desain grafis yang simpel namun tegas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gyahegi</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Font</em> Gyahegi masuk dalam kategori atau rumpun Serif. Ketika menggunakannya, desain apa saja yang kamu buat akan terlihat elegan dan estetik. Ini karena <em>finishing</em> dari font tersebut menghasilkan efek <em>beautiful ligatures</em>. Kamu bisa memakainya secara gratis untuk penggunaan pribadi dengan mengunduhnya di beberapa website <em>font</em> seperti <em>dafontfree.io</em> atau <em>1001fonts.com</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tiffany Script</strong></p><p style="text-align: justify;">Merupakan<em>&nbsp;font</em> dalam rumpun Tiffany Script yang diciptakan oleh Ardyana. <em>Font</em> jenis ini tersedia dalam dua jenis, yaitu <em>regular weight</em> dan <em>style</em>. &lsquo;Tiffany&rsquo; juga merepresentasikan bentuk tulisan tangan yang terkesan natural, memberikan karakter lugas, sederhana, elegan dan sangat indah. Sangat mudah didapatkan secara gratis untuk penggunaan pribadi serta lisensi komersial yang lengkap.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lombok</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu sedang mencari font yang menarik dan terlihat <em>on point</em>, Lombok bisa menjadi pilihanmu. Desain unik ini dibuat oleh Alexandre Pietra yang menyediakan <em>font</em> miliknya secara gratis untuk penggunaan pribadi. Jika kamu sedang ingin menggunakan tipografi bergaya retro futuristik untuk menyempurnakan proyek desainmu, Lombok bisa menjadi referensi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Daniel</strong></p><p style="text-align: justify;">Daniel masuk dalam kategori <em>font casual handwritten</em> yang memiliki sentuhan akhir yang lembut dan terlihat elegan. Cocok untuk kalian yang mencari inspirasi <em>font</em> untuk konsep desain <em>Do It Yourself</em> (DIY) dan skrip kaligrafi. Dijamin, Daniel akan mengubah ide kreatif apapun menjadi karya seni yang indah!</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa <em>font</em> yang <em>Sketsa</em> rekomendasikan untuk kamu! Semoga inspirasi baru ini dapat membuat desainmu terlihat lebih apik. Kamu juga bisa menggunakan <em>font</em> sejenis untuk mendukung pekerjaan desainmu agar lebih maksimal. Selamat mencoba! <strong><em>(fzn/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mari Berkenalan dengan SEO, Sistem Pengoptimalan Situs yang Patut Kamu Ketahui! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/mari-berkenalan-dengan-seo-sistem-pengoptimalan-situs-yang-patut-kamu-ketahui/baca </link>
<guid> mari-berkenalan-dengan-seo-sistem-pengoptimalan-situs-yang-patut-kamu-ketahui </guid>
<pubDate> Thu, 26 Aug 2021 10:25:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa sih, SEO itu? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/mari-berkenalan-dengan-seo-sistem-pengoptimalan-situs-yang-patut-kamu-ketahui/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DO7IO4mUEC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mari Berkenalan dengan SEO, Sistem Pengoptimalan Situs yang Patut Kamu Ketahui!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Setiap tahun, pengguna internet semakin meningkat dan menimbulkan dampak pada pola konsumsi atau gaya hidup masyarakat pada umumnya. Bagi situs-situs yang bergerak dalam bidang atau topik serupa, hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk mereka dalam persaingan di peringkat pencarian suatu mesin pencari. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, beberapa situs tak memperoleh posisi yang baik dan bahkan sulit untuk ditemukan. Sehingga, jumlah pengunjung menjadi semakin sedikit lalu promosi yang dilakukan menjadi tidak tepat sasaran. Lantas, apa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini? SEO adalah jawabannya.</p><p style="text-align: justify;">Apa kamu merasa asing dengan nama tersebut? Nah, SEO sendiri merupakan singkatan dari <em>Search Engine Optimization</em> alias serangkaian proses optimatisasi situs untuk mendapatkan peringkat di mesin pencari yang dilakukan secara sistematis. Ini bertujuan untuk menambah jumlah kunjungan atau traffic pada sebuah situs yang bersumber dari mesin pencari. Kamu bisa menyebutnya hasil pencarian organik.</p><p style="text-align: justify;">Terus, gimana cara kerjanya? Mesin pencari biasanya menggunakan mekanisme algoritma tertentu untuk menempatkan suatu situs pada posisi halaman pencarian teratas, minimal halaman pertama dari hasil penelusuran. Cara kerja ini berlaku untuk <em>keyword</em> tertentu yang telah ditargetkan. Agar lebih memahami hal tersebut, kita dapat mempelajarinya melalui Google.</p><p style="text-align: justify;">Di Google sendiri, mereka selalui memperbarui algoritmanya agar dapat memberikan hasil pencarian yang relevan dan lebih solutif bagi penggunanya. Dilansir dari <em>niagahoster.co.id</em>, ada delapan indikator SEO yang harus diperhatikan berdasarkan algoritma Google terbaru.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Stuktur URL</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Uniform Resource Locator</em> atau URL adalah istilah lain untuk menyebut alamat dari sebuah situs. Dengan struktur yang sederhana, akan memudahkan mesin pencari dalam mengenali situs dan topik yang kita bahas. Maka, ada baiknya jika URL situsmu cukup mengandung nama domain dan judul artikel terkait. Misalnya: <a href="https://sketsaunmul.co/topikterkait">https://sketsaunmul.co/topikterkait</a> (contoh struktur URL)</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penggunaan SSL/TLS</strong></p><p style="text-align: justify;">Sejak 2014, Google telah mengutamakan situs-situs yang menggunakan <em>Secure Socket Layer</em> (SSL) adalah salah satu komponen penting yang harus dimiliki <em>website</em> agar transfer data di dalam situs menjadi lebih aman dan terenskripsi. Saat ini, SSL telah digantikan oleh <em>Transport Layer &nbsp;Security</em> (TLS), namun tetap memiliki fungsi yang sama. Sebagian besar <em>webmaster&nbsp;</em>mengamankan situs mereka dengan hal ini. Untuk mengetahui apakah situs kita sudah memakai SSL/TLS, kamu bisa mengeceknya dari alamat situs di <em>browser</em>. Apabila masih diawal dengan HTTP, artinya situs kita belum menggunakan SSL/TLS. Tetapi jika diawali dengan HTTPS, maka <em>website</em>-mu sudah mengaktifkan SSL/TLS.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Topik yang Relevan</strong></p><p style="text-align: justify;">Tentu saja, situs kita harus memiliki beberapa topik yang saling berhubungan dan solutif agar dapat membangun struktus yang baik. Jika telah menentukan topik utama dalam situsmu, selanjutnya adalah membuat konten mengenai topik tersebut. Contohnya, kamu memiliki blog yang menyajikan bahasan fesyen. Maka topik yang terkait adalah pakaian, tren warna dan gaya berbusana. Ketiganya saling berkaitan dengan bahasan utama, bukan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Search Intent</strong></p><p style="text-align: justify;">Biasanya, satu kata kunci dapat dimaksudkan untuk dua atau lebih hal yang berbeda. Dalam hal ini, search intent atau maksud pencarian merupakan hal yang diinginkan pencari kata kunci terhadap satu isu tertentu. Mesin pencari akan mengutamakan konten yang sesuai dengan search intent mayoritas pengguna.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Struktur Konten</strong></p><p style="text-align: justify;">Pastikan untuk membuat konten yang mudah dipahami. Ini berkaitan dengan tata penulisan, pemilihan media seperti gambar, video, ilustrasi sampai infografis untuk membantu pembaca dalam memahami konten kita.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Meta Tags</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Meta &nbsp;tags</em> terdiri atas <em>title tag</em> dan <em>meta description</em>. Fungsi keduanya adalah membantu mesin pencari untuk memahami keseluruhan konten di sebuah situs. <em>Title tag</em> adalah judul artikel kita yang muncul di hasil pencarian. Nah, judul artikel tidak bisa terlalu panjang karena mesin pencari akan memotongnya sesuai standar yang berlaku. Kedua, <em>meta description</em> adalah teks yang merangkum kontenmu di hasil pencarian. Teks ini terletak tepat di bawah judul dan URL artikel. Ini biasanya terdiri dari 120 sampai 130 karakter.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Backlink</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, <em>backlink</em> adalah tautan pada sebuah halaman situs yang mengarah ke situs lainnya. Semakin banyak <em>backlink</em> yang menyebutkan <em>website</em> kita, maka mesin pencari akan menganggap situs kita memiliki kredibilitas tinggi. Eits, <em>backlink</em> ini juga harus berasal dari <em>website</em> atau blog yang berkualitas, ya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kecepatan Situs</strong></p><p style="text-align: justify;">Sering kesal karena kecepatan <em>loading</em> sebuah situs? Ternyata, hal ini memegang peranan penting dalam SEO situs kita. Semakin cepat <em>loading</em>-nya, maka semakin besar peluangnya untuk mendapatkan peringkat yang lebih tinggi di hasil pencarian.</p><p style="text-align: justify;">Siapa sih yang tidak ingin berada di halaman pertama mesin pencari dan menjadi rujukan utama? Manfaatkan peluang untuk mempelajari mekanisme SEO bagi kemajuan situs kamu! Selamat mencoba, ya. <strong><em>(han/aot/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pekik Merdeka Guru Honorer </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pekik-merdeka-guru-honorer/baca </link>
<guid> pekik-merdeka-guru-honorer </guid>
<pubDate> Thu, 26 Aug 2021 11:01:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini tentang nasib guru honorer. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pekik-merdeka-guru-honorer/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FEc5LlNEj5.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Pekik Merdeka Guru Honorer</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Apa yang dimaksud dengan guru? Secara umum, pengertian guru adalah seorang tenaga pendidik profesional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, membimbing, melatih, memberikan penilaian serta melakukan evaluasi kepada peserta didik. Dalam bahasa Jawa, kita mengenal bahwa guru adalah seorang yang &ldquo;<em>digugu</em>&rdquo; dan ditiru oleh semua murid bahkan masyarakatnya. <em>Digugu</em> artinya segala sesuatu yang disampaikan oleh seorang guru senantiasa dipercaya dan diyakini sebagai kebenaran oleh semua murid.</p><p style="text-align: justify;">Seorang guru harus ditiru, artinya guru harus menjadi <em>suri tauladan</em> (panutan) bagi semua muridnya. Guru identik dengan pahlawan tanpa tanda jasa, karena jasa seorang guru melahirkan berbagai macam profesi sehingga menjadikan manusia mulia dan terhormat. Itulah mengapa seorang guru ditempatkan dalam posisi yang begitu tinggi dan mulia.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apakah posisi guru ini diperhatikan oleh pemerintah? Apakah peran guru dijadikan sebagai profesi yang penting di negara kita? Apakah nasib guru kita saat ini diperhatikan oleh pemerintah secara merata? Atau bahkan dijamin oleh negara dengan adil?</p><p style="text-align: justify;">Kenyataannya, masih tidak. Secara kasat mata, antara guru honorer dengan guru-guru yang menyandang sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak nampak berbeda. Yakni memiliki jadwal kerja dan fungsi yamg sama sebagai guru atau pengajar. Mirisnya, meski Indonesia telah merdeka sekitar 76 tahun, kesejahteraan guru honorer sangat berbeda jauh dengan guru yang telah berstatus sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) yang jelas lebih terjamin dengan segala fasilitasnya.</p><p style="text-align: justify;">Guru honorer sendiri merupakan guru yang memiliki hak untuk memperoleh honorium, baik perbulan maupun pertriwulan dan mendapatkan perlindungan hukum dan cuti berdasarkan peraturan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Guru honorer memiliki status kepegawaian yang kurang jelas karena jangka kontrak yang ditentukan. Jika kontraknya selesai, mereka akan diberhentikan dari status kepegawaiannya. Dalam status kepegawaian, profesi guru dibagi dua. Pertama, guru tetap dan kedua adalah guru tidak tetap atau guru bantu.</p><p style="text-align: justify;">Perbedaan antara guru tetap dan guru honorer tidak berhenti pada status kepegawaiannya, tetapi juga pada faktor upah minimumnya. Padahal jika ditinjau dari sisi pekerjaan, sudah jelas mereka memiliki pekerjaan yang sama. Adanya perbedaan tersebut menimbulkan permasalahan bagi guru honorer terutama tentang kesejahteraan psikologisnya. Lebih khususnya kesejahteraan psikologis guru honorer yang berada di daerah tertinggal. Oleh sebab itu, peningkatan kesejahteraan ekonomi dan kesejahteraan psikologis sudah seharusnya dirasakan oleh guru honorer yang ada di daerah tertinggal dan terpencil. &nbsp;Apalagi para guru honorer yang telah mengabdi dalam jangka waktu yang sangat lama.</p><p style="text-align: justify;">Guru honorer memang menghadapi kenyataan yang memprihatinkan. Mulai dari tingkat pengahasilan yang tidak menentu. Para guru honorer sama sekali tidak memperoleh tunjungan-tunjungan yang disediakan oleh pemerintah, sebagaimana para guru PNS. Mereka menjalani kondisi terpuruk bertahun-tahun, mengabdi di daerah ditambah status kepegawaiannya yang kurang begitu jelas.</p><p style="text-align: justify;">Hasil observasi terhadap guru honorer daerah menunjukan berbagai masalah yang dilema. Seperti masa pengabdian yang cukup lama. Di antaranya ada yang mengabdi 19-25 tahun. Di satu sisi, guru honorer daerah menerima upah sebesar Rp300 ribu, Rp250 ribu atau Rp200 ribu per bulan maupun per triwulan. Akan tetapi, mereka tetap bertahan dengan kondisi terpuruk bertahun-tahun.</p><p style="text-align: justify;">Setelah sekian lama mengabdi dengan kondisi terpuruk, masih banyak guru honorer daerah yang bertahan meskpun belum diangkat menjadi PNS. Para guru honorer tersebut tetap menjalangkan tugas utamanya sebagaimana tugas guru tetap. Yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.</p><p style="text-align: justify;">Guru honorer yang ada di Indonesia saat ini berjumlah 728.461 orang dari total 3.357.935 orang guru. Dari sekitar 7000-an guru honorer tersebut, hampir seluruhnya mendapatkan upah yang jauh dari kata layak. Menurut laporan dari <em>Education Efficiency Index</em>, Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang paling kurang mengapresiasi kinerja guru.</p><p style="text-align: justify;">Dari sekitar 30-an negara yang masuk kedalam survei lembaga tersebut, gaji guru di Swiss menjadi gaji guru yang paling tinggi dengan nilai mencapai $68 ribu atau kira-kira setara dengan Rp950 juta per tahunnya. Angka tersebut masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan gaji rata-rata kelas menengah di negara tersebut. Gaji tertinggi berikutnya ada di Belanda, Jerman dan Belgia. Sementara Indonesia sendiri berada di urutan terakhir dengan gaji guru rata-rata hanya sekitar Rp39 juta per tahunnya. Sedangkan gaji rata-rata hanya sekitar Rp200 ribu tiap bulanya.</p><p style="text-align: justify;">Secara umum, terdapat problematika pendidikan yang terjadi di daerah tertinggal. Di antaranya adalah keterbatasan biaya pendidikan untuk menunjang kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran. Ditambah lagi kesejahteraan guru honorer yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Melihat fakta tersebut, memang sangat memprihatinkan nasib para pejuang pencerdas bangsa ini.</p><p style="text-align: justify;">Atas dasar itulah, seharusnya guru mendapatkan haknya sebagai profesi yang penting di negara ini. Dengan fakta yang ada, diharapkan pemerintah lebih profesi guru terutama mereka yang mengajar di daerah tertinggal. Para guru berhak mendapatkan tempat yang proporsional dan profesional, sebab mereka lebih banyak diperlukan sebagai komponen objek dan bukan sebagai subjek insan pendidikan</p><p style="text-align: justify;">Diharapkan guru akan merasa terapresiasi kemudian menjadikannya lebih fokus dan semakin memajukan bangsa serta negara Indonesia. Generasi muda merupakan generasi yang akan meneruskan perjuangan bangsa. Sehingga peran pendidikan adalah salah satu penentu keberhasilan yang kuat untuk mereka.</p><p style="text-align: justify;"><strong><i>Ditulis &nbsp;oleh Renaldi Saputra, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi, Faperta &nbsp;Unmul.</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN-PLP Tematik Terintegrasi: Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Sekolah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-tematik-terintegrasi-pengabdian-kepada-masyarakat-di-lingkungan-sekolah/baca </link>
<guid> kkn-plp-tematik-terintegrasi-pengabdian-kepada-masyarakat-di-lingkungan-sekolah </guid>
<pubDate> Fri, 27 Aug 2021 11:31:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menyongsong pelaksanaan KKN-PLP FKIP 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-tematik-terintegrasi-pengabdian-kepada-masyarakat-di-lingkungan-sekolah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NgnHa2qEPf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN-PLP Tematik Terintegrasi: Pengabdian Kepada Masyarakat di Lingkungan Sekolah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tahun ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKN-PLP) di tengah pandemi. Selama empat tahun, FKIP sendiri telah diizinkan secara formal untuk melakukan KKN secara mandiri. KKN merupakan mata kuliah universitas, sementara PLP ditujukan untuk lembaga pendidikan seperti FKIP dengan tujuan agar mahasiswa punya kompetensi di lapangan sebagai pengajar.</p><p style="text-align: justify;">Pada Rabu (25/8) lalu, Zulkarnaen selaku Ketua Pelaksana KKN-PLP menyebut jika kegiatan pengabdian tersebut terpisah dari Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LP2M). Meskipun begitu, agenda tetap dilakukan dengan koordinasi kepada mereka.</p><p style="text-align: justify;">PLP dibagi menjadi dua bagian. Pertama, PLP 1 dengan bobot 1 SKS yang fokus kepada administrasi sekolah sedangkan PLP 2 dengan bobot 3 SKS mengenai kegiatan pembelajarannya. Inilah mengapa PLP disebut terintergrasi sebab PLP 1 dan 2 bebas dilakukan dalam waktu pelaksanaannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bebas aja waktunya. Tidak ada ketentuan apakah PLP 1 harus sehari, seminggu, tidak begitu, bebas saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Adapun jumlah sekolah yang menjadi mitra FKIP terdapat sebanyak 152 sekolah. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA/Sederajat. Dari 856 mahasiswa yang mendaftar, kemudian dikolaborasikan menjadi satu kelompok dari 16 Prodi di FKIP (khusus S1).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Sebenarnya) Ini mengalami penurunan. Tahun lalu (ada sekitar) 1100-1200 mahasiswa, tahun ini kan karena ada program MBKM, yang Kampus Mengajar itu bisa dikonversi (jadinya berkurang),&rdquo; papar Zulkarnaen.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, kepanitiaan yang menangani KKN-PLP masih ditangani oleh Wakil Dekan I dengan Ketua Jurusan dan Sekretaris yang menjadi tim inti pelaksana. Ia berharap, ada tim khusus yang dapat menangani KKN-PLP agar lebih optimal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depan, harapannya kita bisa lebih ke masyarakat lagi dengan tema-tema pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan saat itu. Dalam dua tahun ini <em>kan</em> temanya literasi digital, karena kebutuhannya di situ. Setidaknya dengan membawa tema ini kita membuka mata pentingnya literasi digital baik guru, siswa, maupun orang tua,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, ada Agung Hadi Wijaya asal Pendidikan Biologi 2018 dan Indah Angela dari Bimbingan Konseling 2018 membagikan persiapan mereka kepada <em>Sketsa</em>. Untuk Agung, ia sendiri telah mengunjungi dan melakukan observasi di MAN 2 Samarinda sebagai tujuan KKN-PLP. Tak hanya itu, ia bersama kelompoknya juga melakukan konsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga pihak sekolah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk kondisi sekolah, saat ini sekolah sangat bagus jika dilihat dari segi sarana dan prasarana. Tentunya, sekolah tersebut memiliki banyak prestasi yang telah diraih,&rdquo; sebutnya kepada kami, Sabtu (21/8).</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, arahan panitia yang didukung buku panduan membuat pelaksanaan lebih jelas. Sehingga maksud dan tujuan dari program KKN-PLP ini dapat disampaikan dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">Sama dengan Agung, Indah bersama kelompoknya pun telah menyusun program kerja dan berkoordinasi dengan pihak SMAN 8 Samarinda dan dosen terkait. Dalam waktu dekat ini, mereka sedang mengerjakan persiapan untuk agenda webinar bagi para siswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari kelompok kami sendiri ada beberapa proker. Seperti membuat pupuk kompos, memperbaiki palang kelas, membuat hiasan dinding dan mengadakan kerja bakti di lingkungan sekolah. <em>Insyaallah</em>, proker-proker ini akan kami jalankan di bulan September mendatang,&rdquo; jelas Indah.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, ia bersyukur karena kelompoknya dimudahkan dengan tanggapan sekolah yang positif dan suportif akan keberlangsungan KKN-PLP mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentunya pihak sekolah mendukung dengan baik kegiatan-kegiatan kami di sekolah. Namun, harus tetap memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan yang ada. Karena saat kami masuk, pemerintah masih memberlakukan kebijakan PPKM dan sekolah tersebut sangat menerapkannya. Untuk itu kami biasanya saling berkoordinasi menggukan media <em>online</em> seperti WhatsApp dan Google Meet,&rdquo; tukasnya.<strong><em>&nbsp;(rth/yen/rst/sar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Mudah Memiliki Dana Darurat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/langkah-mudah-memiliki-dana-darurat/baca </link>
<guid> langkah-mudah-memiliki-dana-darurat </guid>
<pubDate> Sat, 28 Aug 2021 11:40:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tips untuk mulai menyisihkan dana darurat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/langkah-mudah-memiliki-dana-darurat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L43Os8Sonk.png" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Mudah Memiliki Dana Darurat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Sejak pandemi melanda, banyak sekali orang yang mengalami kesulitan terutama masalah ekonomi. Hal tersebut terjadi lantaran banyak pekerja yang mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak karena instansi tersebut gulung tikar. Maka, penting sekali bagi setiap orang untuk memiliki dana darurat agar tidak bingung ketika ada kebutuhan mendesak yang mengharuskan untuk menggunakan dana tunai.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dana darurat merupakan dana yang sengaja disimpan oleh pemiliknya yang sering disalahartikan sebagai tabungan. Padahal, tabungan sendiri dapat digunakan dalam keadaan apapun dan boleh dalam situasi apapun, baik mendesak ataupun tidak. Berbeda dengan dana darurat yang hanya digunakan di situasi yang pelik. Kali ini, <em>Sketsa</em> akan berikan beberapa tips yang bisa dipersiapkan untuk mulai menyisihkan dana darurat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Ketahui Berapa Dana yang Akan Dibutuhkan</strong></p><p style="text-align: justify;">Cara untuk mengetahui dana darurat yang akan disiapkan adalah dengan menghitung pengeluaran per bulan. Selain itu, perkirakan pula kemungkinan-kemungkinan biaya yang akan dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pastikan dana itu akan cukup selama setahun atau siap digunakan kapan saja. Perhatikan pula alokasi waktu yang tepat terkait kapan dana itu harus benar-benar digunakan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>2. Siapkan Tempat Khusus</strong></p><p style="text-align: justify;">Banyak sekali tempat yang dapat digunakan dalam menyimpan dana darurat. Salah satunya adalah menyiapkan rekening khusus, di mana rekening ini dapat kamu isi sesuai dana yang dibutuhkan. Pastikan pula bahwa rekening tersebut dapat diisi secara berulang. Jika kamu tidak ingin membuka rekening bank yang terkesan sulit atau kurang praktis, kamu dapat menaruh dana darurat pada dompet atau tabungan <em>online</em> yang kini sudah cukup populer.</p><p style="text-align: justify;"><strong>3. Mencari Penghasilan Lain</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu masih berstatus mahasiswa dan ingin mempunyai dana darurat, kamu bisa mulai menyisihkan uang saku yang didapat dari orang tua. Jika perlu, kamu juga dapat mencari penghasilan tambahan lain seperti bekerja paruh waktu di tempat-tempat yang memperbolehkan mahasiswa untuk berkerja. Jika terkesan sulit, kamu juga bisa membuka usaha kecil-kecilan yang dapat memberimu pundi-pundi rupiah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>4. Usahakan Menghindari Banyak Pinjaman</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat ini memang banyak sekali aplikasi ataupun jasa yang menyediakan pinjaman uang secara cepat. Namun, sebaiknya hindari banyak pinjaman ataupun hutang dalam dana darurat. Meski kamu tidak perlu menyediakan dana yang cukup banyak dalam tabungan, namun banyak sekali jasa pinjaman yang terkadang berbunga dan akan memberikan dampak yang justru mempersulit. Usahakan dana darurat adalah dana yang kamu hasilkan sendiri dan terbebas dari hutang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>5. Kurangi Pengeluaran</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika kamu merasa pengeluaran keuanganmu belum terkontrol, biasakan untuk mengurangi pengeluaran dan hanya fokus mengeluarkan penghasilan ketika sangat dibutuhkan. Hal yang paling terpenting adalah dengan selalu prioritaskan kebutuhan primer. Dengan begitu, kamu dapat menyisihkan dana darurat secara perlahan.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa informasi yang dapat membantu memulai menyusun rancangan bagaimana menyiapkan dana darurat. Kegiatan ini sangat perlu dilakukan di usia muda lantaran akan memberikan dampak hingga di usia lanjut. Bagaimana, tertarik menyisihkan uang untuk dana darurat? (<strong><em>ahn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ke mana? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ke-mana/baca </link>
<guid> ke-mana </guid>
<pubDate> Sun, 29 Aug 2021 11:00:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tidak ada yang berjalan sesuai harapanku </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ke-mana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rQtRcut9P6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ke mana?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tidak ada yang berjalan sesuai harapanku.</span></p><p style="text-align: justify;">Entah bangun pagi,</p><p style="text-align: justify;">sarapan enak,</p><p style="text-align: justify;">bahkan membuka mata dengan bersyukur.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Kemudian, aku berkelana dari apa yang ada di depan mataku.</p><p style="text-align: justify;">Bohong, kalau kubilang aku mencintai hidupku.</p><p style="text-align: justify;">Ini bukan rasa tak hormat atas napas yang kuterima,</p><p style="text-align: justify;">kau dapat menyebutnya sebagai rasa iba.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Aku bersedih untuk diriku sendiri,</p><p style="text-align: justify;">sebab tak tahu cara untuk tenang,</p><p style="text-align: justify;">atau berjalan tanpa gemetar.</p><p><br></p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, ke mana lagi aku harus melarikan diri?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melihat Female Gaze dalam Industri Perfilman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/melihat-female-gaze-dalam-industri-perfilman/baca </link>
<guid> melihat-female-gaze-dalam-industri-perfilman </guid>
<pubDate> Mon, 30 Aug 2021 11:07:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Female gaze sebagai konsep feminisme dalam diskursus perfilman. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/melihat-female-gaze-dalam-industri-perfilman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JDbsxt7Qff.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Melihat Female Gaze dalam Industri Perfilman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Ketika sebuah film ditayangkan, ada cara pandang yang dibangun oleh sineas untuk menarik perhatian penonton ke dalam kisah yang ditampilkan. Adapun penggambaran laki-laki dan perempuan dalam persepsi visual memunculkan pandangan atau tatapan yang berbeda (menurut buku <em>Ways of Seeing</em> karya John Berger, 1972). Beberapa waktu yang lalu, film berjudul Selesai (2021) menjadi perbincangan hangat atas narasi <em>male gaze</em> yang dibawanya. Jika istilah ini asing untukmu, mari kita mengenalnya terlebih dahulu.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Laura Mulvey, akademisi film dari University of London dalam esainya yang bertajuk <em>Visual Pleasure and Narrative Cinema</em> pada 1975 menjelaskan terkait <em>male gaze</em>. Istilah itu merupakan cara pandang laki-laki yang mengobjektifikasi perempuan melalui lensa kamera dan membentuk narasi karakternya bagi audiens laki-laki.</p><p style="text-align: justify;">Ia turut menambahkan, perempuan kerap kali digambarkan sebagai objek pasif sebagai <em>voyeurisme</em> (dorongan untuk mencari kepuasan seksual dengan diam-diam melihat objek atau aktivitas seksual) dan <em>scopophilia</em> (kepuasan seksual dengan melihat objek-objek erotis) dalam budaya populer, khususnya dalam industri perfilman. Lantas, bagaimana dengan cara pandang perempuan?</p><p style="text-align: justify;">Atas beragam diskusi dari esai tersebut, munculah <em>female gaze</em> sebagai konsep feminisme dalam diskursus perfilman. Dilansir dari <em>magdalene.co</em>, makna ini sering kali tereduksi untuk mengobjektifikasi laki-laki seperti pemahaman <em>male gaze</em> pada perempuan dan tak sepenuhnya merepresentasikan cara memaknai sesuatu yang ditargetkan untuk perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Padahal, <em>female gaze</em> menawarkan cara pandang dunia melalui kacamata yang lebih luas dengan kekhasan perempuan. Melalui <em>Oxford Reference</em>, <em>female gaze</em> sebetulnya fokus pada cara perempuan melihat lingkungannya tanpa memandang perbedaan gender juga jenis kelamin. Ini berkaitan dengan kepemilikan identitas, konstruksi gender, objektivitas dan subjektivitas. Tentunya, menargetkan perempuan sebagai audiens.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan konsepnya? Pada artikel <em>The Daily Star</em> yang ditulis oleh Nashrah Haque, setidaknya terdapat tiga konsep yang menjadi kunci penggambaran <em>female gaze</em> dalam sebuah film. Pertama ialah cara kamera menangkap perasaan yang tergambar dalam sebuah gerakan. Kemudian, perempuan dijadikan objek yang &lsquo;dipandang&rsquo; dan dapat membalas kembali pandangan tersebut karena berperan sebagai pemain aktif. Terakhir, menyampaikan kepada penonton bagaimana perasaannya yang telah dipahami.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa film turut menggunakan <em>female gaze&nbsp;</em>untuk menyampaikan kisah dengan sudut pandang yang lebih indah dan beragam. Misalnya dalam <em>Little Woman</em> (2020) yang disutradarai oleh Greta Gerwig. Ada sentuhan feminis yang memperlihatkan keragaman pengalaman serta perempuan yang dapat mengambil keputusannya sendiri. Tokoh Jo (diperankan Saoirse Ronan) merupakan perempuan independen yang memiliki impian besar. Meski tak ingin memiliki relasi romantis, ia tetap merasakan kesepian.</p><p style="text-align: justify;">Sementara tokoh Meg (diperankan Emma Watson) menyatakan jika menikah dan berkeluarga adalah pilihan yang dapat diambil tanpa paksaan siapapun. Ada pula Amy (diperankan Florence Pugh) yang menunjukkan kenyataan patriarkal pada kita: kalau mau menyambung hidup dengan nyaman, maka harus menikahi laki-laki yang kaya. Beragam, bukan?</p><p style="text-align: justify;">Jadi, sudah jelas jika <em>female gaze</em> memiliki peranan penting dalam industri perfilman. Ini berperan dalam pemberdayaan perempuan serta kesetaraan gender. Dengan begitu, <em>female gaze</em> bertindak sebagai <em>reminder</em> jika perempuan maupun laki-laki bukan media untuk memproyeksi fantasi seseorang serta tidak membenarkan tindakan seksualitas dan objektifikasi pada laki-laki. (<em><strong>len</strong></em><em><strong>/fzn</strong></em>)</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rekomendasi Film dengan Female Gaze</strong>:</p><p style="text-align: justify;"><strong>- Ladybird (2017)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>- House of Hummingbird (2018)</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>- Kim Ji-young: Born 1982 (2019)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tunda Vaksinasi Alumni dan Mahasiswa, IKA Unmul: Akan Siap dalam Waktu Dekat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tunda-vaksinasi-alumni-dan-mahasiswa-ika-unmul-akan-siap-dalam-waktu-dekat/baca </link>
<guid> tunda-vaksinasi-alumni-dan-mahasiswa-ika-unmul-akan-siap-dalam-waktu-dekat </guid>
<pubDate> Thu, 02 Sep 2021 10:59:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan Vaksinasi IKA Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tunda-vaksinasi-alumni-dan-mahasiswa-ika-unmul-akan-siap-dalam-waktu-dekat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ht3P3h1OhL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tunda Vaksinasi Alumni dan Mahasiswa, IKA Unmul: Akan Siap dalam Waktu Dekat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Upaya vaksinasi kian didorong oleh pemerintah dengan bekerja sama melalui berbagai pihak yang terdiri atas instansi, lembaga hingga komunitas. Kegiatan yang bertujuan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 tersebut turut dilaksanakan oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, beredar<em>&nbsp;e-pamflet</em> imbauan vaksinasi yang diunggah oleh IKA Unmul melalui akun Instagram <em>@ika.unmul.</em> Di mana pengumuman tersebut ditujukan kepada alumni dan mahasiswa Unmul. Meski direncanakan terlaksana pada 24 dan 25 Juli, nyata hal tersebut harus mengalami penundaan. Kendati demikian, jumlah pendaftar vaksinasi yang terhimpun berkisar sebanyak 1500 peserta.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> lantas mengonfirmasi agenda tersebut melalui Bendahara Umum IKA Unmul, Ismiati. Ia membenarkan bahwa lembaga yang diketuai oleh Gubernur Kaltim tersebut dalam waktu dekat akan mengadakan vaksinasi sebagai lanjutan dari pelaksanaan bulan Juli yang tertunda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan dibatalkan. Dalam perjalanannya, vaksin terkendala dengan sistem pengiriman. Ada 1.500 dosis yang kami siapkan. Akhirnya IKA Unmul dan Unmul akan mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi terbaru dengan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan,&rdquo; jelas Ismi pada Sabtu (28/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, pihak IKA Unmul saat ini tengah menunggu distribusi vaksin oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Apabila kuota telah tersedia, mereka akan melangsungkan vaksinasi secepatnya. Upaya percepatan ini ditujukan agar seluruh civitas academica yang kesulitan memperoleh vaksin mendapat kabar baik atas distribusi vaksin tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencana 38.000 dosis kami siapkan, tapi bertahap dan terbatas. Ini masih menunggu data dari pusat karena Indonesia sendiri akan kedatangan 7 juta dosis, sehingga semuanya masih kita siapkan,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Mereka berharap agar masyarakat dapat menunggu, mengingat hingga saat ini dosis vaksin yang tersedia masih terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Informasi pelaksanaan vaksinasi tersebut juga diketahui oleh mahasiswa. Salah satunya Wafi Sayyidaturofiah, mahasiswa Pendidikan Biologi 2020 yang mengaku melihat <em>e-pamflet</em> vaksinasi melalui grup jurusan pada aplikasi WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penyelenggaraan vaksin sangat bermanfaat. Semoga mahasiswa Unmul dapat dipermudah untuk memperoleh vaksin,&rdquo; tutur Wafi, Senin (30/8).</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan vaksinasi juga masih berlangsung di berbagai daerah Kaltim. Selasa (24/8) lalu, Presiden Joko Widodo pun meninjau pelaksanaan vaksinasi di sini. Vaksinasi yang diselenggarakan oleh IKA Unmul diharapkan dapat mempercepat penyaluran vaksin secara menyeluruh kepada masyarakat, terutama bagi mahasiswa. (<strong><em>syl/rvn/rea/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serah Terima dan Pengembalian Mahasiswa KKN Angkatan 47: Tantangan Hingga Capaian Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serah-terima-dan-pengembalian-mahasiswa-kkn-angkatan-47-tantangan-hingga-capaian-mahasiswa/baca </link>
<guid> serah-terima-dan-pengembalian-mahasiswa-kkn-angkatan-47-tantangan-hingga-capaian-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 03 Sep 2021 07:38:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serah terima dan pengembalian mahasiswa KKN 47 kepada Rektor Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serah-terima-dan-pengembalian-mahasiswa-kkn-angkatan-47-tantangan-hingga-capaian-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p5DsW0WFiN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serah Terima dan Pengembalian Mahasiswa KKN Angkatan 47: Tantangan Hingga Capaian Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kamis (2/9) kemarin, serah terima dan pengembalian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 47 kepada Rektor Unmul digelar secara seremonial. Kegiatan yang berlangsung virtual ini dihadiri oleh mahasiswa, penyelenggara, serta kepala desa dan kelurahan dari mitra kerja Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan tersebut dibuka dengan penyampaian laporan hasil kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Panitia KKN, Kiswanto. Pada kesempatan ini, ia menuturkan terdapat beberapa kendala, terlebih pelaksanaan KKN sempat memasuki waktu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).</p><p style="text-align: justify;">Kiswanto juga menjelaskan bahwa KKN 47 telah menghasilkan 502 program utama dengan beragam jenis luaran yang dihasilkan. Terhitung sebanyak 90 webinar pengabdian, 30 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), 67 <em>book chapter</em> buku <em>International Standard Book Number&nbsp;</em>(ISBN), 52 video tutorial, 10 buku ISBN, 199 video profil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), 502 artikel prosiding ISBN, 305 video profil daerah serta 20 artikel jurnal pengabdian telah diterima pihak panitia.</p><p style="text-align: justify;">Dari jumlah yang fantastis tersebut, ia mengapresiasi mahasiswa dan menyatakan bahwa hal tersebut merupakan capaian yang baik. Mengingat bahwa KKN kali ini terfokus pada luaran.</p><p style="text-align: justify;">Nantinya akan ada diseminasi KKN yang direncanakan terlaksana pada 7 Oktober mendatang. Meski virtual, Kiswanto berharap agenda ini dapat selesai dalam satu hari dengan memecahnya menjadi 32 kelompok bidang.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun KKN tahun ini berhasil mengumpulkan beragam luaran, rupanya banyak pula yang tumbang akibat kegiatan yang berlangsung selama pandemi. Banyak mahasiswa terjangkit Covid-19 selama proses pelaksanaan KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada kegiatan KKN kali ini ada beberapa peserta yang terkonfirmasi positif Covid-19, yakni sebanyak 63 mahasiswa dan 7 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Namun, sebagian besar diakibatkan karena klaster keluarga bukan karena kegiatan KKN. Kita (juga) telah kehilangan satu orang dosen pendamping lapangan akibat dari Covid-19,&rdquo; terang Kiswanto.</p><p style="text-align: justify;">Acara dilanjutkan dengan serah terima secara simbolis oleh H.M. Syirajuddin yang merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, mewakili Gubernur Kaltim. Ia menyampaikan selamat atas selesainya tugas pengabdian yang diselenggarakan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul, Masjaya, juga turut berbangga atas pelaksanaan KKN 47 ini, &ldquo;Terima kasih atas jasa dan kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta mitra Unmul,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang berlangsung singkat tersebut ditutup dengan penayangan video profil terbaik, serta pesan dan kesan pihak kelurahan, desa, dan UMKM. Terima kasih atas pengabdian kalian! (<strong><em>ffs/rst/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesulitan di Dapur Umum Isoman, IKA Unmul Beralih Membagi Sembako </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesulitan-di-dapur-umum-isoman-ika-unmul-beralih-membagi-sembako/baca </link>
<guid> kesulitan-di-dapur-umum-isoman-ika-unmul-beralih-membagi-sembako </guid>
<pubDate> Fri, 03 Sep 2021 10:00:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Dapur Umum Isoman yang terkendala. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesulitan-di-dapur-umum-isoman-ika-unmul-beralih-membagi-sembako/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UKO7lfowBL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesulitan di Dapur Umum Isoman, IKA Unmul Beralih Membagi Sembako</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu wilayah di luar daerah Jawa dan Bali dengan angka penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi. Hal tersebut mendorong Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul untuk bergerak dalam membantu masyarakat sekitar yang terkena dampak.</p><p style="text-align: justify;">Salah satunya yakni melalui kegiatan dapur umum yang sempat diselenggarakan selama satu minggu pada awal Agustus lalu. Agenda tersebut dilaksanakan mengingat banyaknya permintaan, terutama yang menyasar kepada masyarakat kurang mampu yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).</p><p style="text-align: justify;">Ditemui <em>Sketsa</em> pada Sabtu (28/8) lalu, Ismiati selaku Bendahara Umum IKA Unmul menyampaikan bahwa timnya sempat mengalami kesulitan dengan program Dapur Umum Isoman lantaran sumber daya manusia yang mereka miliki terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menyiasati keadaan ini, pihaknya mengganti kegiatan dapur umum menjadi program Gerakan Berbagi Sembako (GEBER). Solusi tersebut rupanya lebih efektif, sebab proses penyalurannya yang singkat. Selain itu, program ini dinilai dapat mewakili kebutuhan harian semua anggota keluarga selama sepekan penuh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena banyaknya jumlah yang memberikan donasi dan bantuan untuk disalurkan sampai saat ini, maka (IKA Unmul) membuka diri untuk seluruh lembaga sosial,&rdquo; ungkap Ismi.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain Nur Asyurah, salah satu mahasiswa dari Pembangunan Sosial 2017 mengaku tidak pernah mendengar mengenai kegiatan Dapur Umum Isoman yang diselenggarakan oleh IKA Unmul. Dirinya hanya sempat mendengar bahwa IKA Unmul pernah melangsungkan program pembagian sembako di masa awal pandemi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernah awal pandemi bagi-bagi sembako, kalau nggak salah ngambilnya di GOR Segiri pakai KTM,&rdquo; ucap Nur.</p><p style="text-align: justify;">Nur berharap, semoga pihak IKA Unmul dapat menyebarkan informasi terkait program-programnya dengan lebih efektif dan komunikatif sehingga dapat diterima dengan baik oleh civitas academica.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin bisa dengan cara di-<em>broadcast</em> ke setiap grup mahasiswa yang ada. Nggak cuma lewat Instagram saja, karena nggak semua orang liat Instagram IKA,&quot; tutupnya. <strong>(<em>hdt/vyn/nkh/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lagom: Sebuah Cara Hidup Optimal dan Berkelanjutan Ala Swedia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/lagom-sebuah-cara-hidup-optimal-dan-berkelanjutan-ala-swedia/baca </link>
<guid> lagom-sebuah-cara-hidup-optimal-dan-berkelanjutan-ala-swedia </guid>
<pubDate> Sat, 04 Sep 2021 10:32:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lagom dipandang sebagai cara hidup masyarakat Swedia dan punya nilai sejarah sejak era kaum Viking </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/lagom-sebuah-cara-hidup-optimal-dan-berkelanjutan-ala-swedia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/X8HpcVhKpl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lagom: Sebuah Cara Hidup Optimal dan Berkelanjutan Ala Swedia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; <em>Lagom&nbsp;</em>adalah sebuah kata yang kerap dikaitkan dengan Swedia. Kata tersebut dipandang sebagai cara hidup masyarakat di sana dan punya nilai sejarah sejak era kaum Viking. Solidaritas kelompok dan nilai yang diyakini secara personal itu membentuk kata <em>Lagom</em> menjadi penafsiran berupa cukup, pas, tidak kurang tidak lebih. Kata ini juga kerap diyakini sebagai kondisi optimal seseorang yang tentu dapat berbeda ukuran satu dengan yang lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Lagom</em> yang bukan merupakan ilmu pasti, kini bermanifestasi menjadi sebuah tata cara untuk melakukan atau meyakini sesuatu baik secara terlihat maupun tidak. <em>Lagom</em> akhirnya memoderasi masyarakat Swedia dari tindakan yang ekstrem. Di buku inilah, Lola A. Akerstrom menjabarkan bagaimana <em>Lagom</em> menjadi bagian hidup masyarakat Swedia yang secara konsisten menjadi negara dengan indeks kualitas hidup tertinggi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam buku ini, <em>Lagom</em> dijelaskan lewat banyak aspek kehidupan. Mulai dari makanan, pakaian, dekorasi, pekerjaan, uang, hingga alam. Jika masyarakat di belahan dunia lain menyanjung produktivitas tinggi, maka <em>Lagom</em> berupaya mencegah keekstreman yang bisa jadi berujung pada <em>hustle culture</em> ini.</p><p style="text-align: justify;">Swedia telah lama mengaplikasikan tradisi Fika, di mana saat bekerja lumrah bagi mereka mengambil jeda satu hingga tiga kali untuk istirahat di luar ruang kerja. Alasan di balik mengapa Fika ada ialah sebagai bentuk penyeimbang dan upaya terhubung kembali dengan diri sendiri, kolega dan keluarga.</p><p style="text-align: justify;"><em>Lagom</em> juga meyakini bahwa tak perlu detoks atau <em>healing&nbsp;</em>apabila sehari-harinya kita sudah bisa menghindari ketegangan. Mulai dari menyederhanakan pilihan untuk sarapan pagi, memilih pakaian untuk beraktivitas bahkan membeli barang yang hanya kita butuhkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal rutin tersebut membantu kita terhindar dari telat bekerja yang bisa berujung pada tidak fokus, rasa tertekan, boros atau terlilit utang. <em>Lagom</em> meyakini bahwa manusia perlu bertindak sepantasnya dan tidak berlebihan dalam suatu keputusan. Tentu saja kebijakan ini akan membawa kita pada ekuilibrium.</p><p style="text-align: justify;">Pada tataran kelompok, <em>Lagom</em> memposisikan diri agar kita tak merasa lebih baik dibanding orang sekeliling kita. Sebenarnya, hal ini didasarkan pada pertimbangkan kesamarataan, keadilan dan tidak mendominasi agar solidaritas kelompok tetap terjaga. Tak heran apabila di samping kebaikan <em>Lagom</em>, ada <em>Jante</em> yang kerap bermanifestasi jadi keraguan untuk tampil mencolok dan eksis dibanding dengan yang lain.</p><p style="text-align: justify;"><em>Lagom</em> memang punya sisi gelapnya, yakni hadirnya <em>Jante</em>. Namun, jika diartikan dengan baik, <em>Lagom</em> dan <em>Jante</em> beriring untuk menghindari kesenjangan yang begitu jauh. Agar setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan tetap memberi kenyamanan pada kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Hal unik lainnya dari <em>Lagom</em> yang tergambar di buku ini ialah bagaimana keterhubungan masyarakat Swedia dengan alam. Hidup berkelanjutan sudah jadi bagian penting di sana. Hak setiap warga untuk mendapatkan akses terhadap alam maupun lingkungan yang berkualitas tak dapat dikesampingkan. Ini berkaitan dengan prinsip yang dipegang soal ekuilibrium atau keseimbangan yang telah dijelaskan sebelumnya. Terlebih alam menjadi elemen penting yang dibutuhkan manusia dalam menjalankan aktivitasnya.</p><p style="text-align: justify;">Buku <em>Lagom</em> ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan cocok untuk kamu yang butuh mengambil jeda dengan mempelajari referensi budaya dari masyarakat negara lain, dalam hal ini Swedia. Buku ini juga ditulis oleh Lola, yang telah tinggal di tiga benua. Kini ia mendedikasikan dirinya menjadi fotografer perjalanan, dan telah mendapat berbagai penghargaan. Salah satunya dari <em>Society of American Travel Writers.</em> Tertarik mempelajari <em>Lagom</em> lebih jauh dalam buku ini? (<strong><em>rst/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Terdefinisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tak-terdefinisi/baca </link>
<guid> tak-terdefinisi </guid>
<pubDate> Sun, 05 Sep 2021 10:36:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku tersesat hingga di titik nadir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tak-terdefinisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wfpWA2UUDK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Terdefinisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku tersesat hingga di titik nadir</span><br></p><p style="text-align: justify;">Hanya cahaya rembulan yang ku temukan</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, sinarnya tak cukup terang untuk menuntunku pulang</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Titisan hujan membasahi setiap langkah yang dilewati</p><p style="text-align: justify;">Bayangan tak lagi mengikuti</p><p style="text-align: justify;">Bahkan hati kehilangan arahnya untuk pergi</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Terkadang ku anggap dunia jahat</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, aku saja yang dilatih kuat</p><p style="text-align: justify;">Ku coba berjalan meski dengan tertatih</p><p style="text-align: justify;">Meringis perih menahan semua sedih</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku benar-benar tak berselera lagi</p><p style="text-align: justify;">Aliran nadi seolah berhenti</p><p style="text-align: justify;">Pikiran kusut terus menggerogoti dan membunuh segala sisi</p><p style="text-align: justify;">Aku sendiri termakan sepi</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Bolehkah jika aku mengatakan diri ini tidak baik-baik saja?</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Aku masih ada sampai disini</p><p style="text-align: justify;">Mencoba kuat hingga pagi nanti</p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;">Ingin ku menyerah dan mengakhiri semua lembaran kusam kisah ini</p><p style="text-align: justify;">Namun, detak jantungku berdebar hebat tak terkendali</p><p style="text-align: justify;">Seolah menentang itu terjadi</p><p style="text-align: justify;">Katanya, sebentar lagi pasti akan ada pelangi</p><p style="text-align: justify;">Jadi, menguatlah sedikit lagi</p><p style="text-align: justify;">Sambut pelangi itu dengan senyum terindah yang kamu miliki</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Siti Rahmi, mahasiswi Manajemen, FEB 2020</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelaksanaan OJT PIN Unmul di tengah Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelaksanaan-ojt-pin-unmul-di-tengah-pandemi/baca </link>
<guid> pelaksanaan-ojt-pin-unmul-di-tengah-pandemi </guid>
<pubDate> Tue, 07 Sep 2021 08:38:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> On the Job Training (OJT) S1 PIN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelaksanaan-ojt-pin-unmul-di-tengah-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iWKL9kGWJr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pelaksanaan OJT PIN Unmul di tengah Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Turut mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Program Studi (Prodi) Pemerintahan Integratif (PIN) menggelar <em>On &nbsp;the Job Training</em> (OJT) secara luring. Adapun OJT merupakan perpaduan dua program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat desa dan aparatur desa. Kedua program tersebut merupakan program mayor (wajib) dan program minor.</p><p style="text-align: justify;">Program mayor sendiri berkaitan dengan pemerintah, seperti administrasi pemerintahan desa. Dalam hal ini, peserta OJT diharapkan menjadi fasilitator dan memberikan pemberdayaan kepada aparatur desa yang berkaitan dengan administrasi, GIS (<em>Geographic Information System</em>) atau pemetaan tanah serta keuangan desa. Sementara, program minor adalah pemberdayaan masyarakat desa yang sifatnya keagamaan, sosial budaya dan kegiatan kepemudaan atau Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)</p><p style="text-align: justify;">Sempat dihubungi <em>Sketsa</em> pada Kamis (2/9) lalu, Budiman selaku Kepala Prodi S1 PIN memaparkan beberapa poin terkait pelaksanaan OJT di tengah pandemi. Ia mengatakan, agenda ini dilaksanakan dalam satu wilayah agar <em>output</em> yang dihasilkan lebih maksimal. Baik dalam hal kontribusi para mahasiswa, maupun dampak positif yang muncul dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya, Program OJT S1 PIN dulunya melepaskan mahasiswa sesuai dengan kabupaten/kota (di Kaltim) tempat asalnya. Tetapi, kami mempertimbangkan sedikitnya kontribusi apabila mahasiswa tidak dalam satu wilayah. Meskipun (mahasiswa) dikirim dalam satu daerah atau kecamatan tetapi dibagi di berbagai desa, dampak positifnya akan sangat tinggi. Berbeda dengan satu kelompok yang fokus di satu kabupaten,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">OJT tahun ini dilakukan selama dua bulan sepuluh hari, berbeda dengan tahun lalu yang dilaksanakan selama dua bulan saja. Ini karena adanya masukan dari para mahasiswa yang meminta tambahan waktu. Lokasi pelaksanaan program berada di Kabupaten Sangkulirang, Kutai Timur. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan, seperti letak dan area yang sesuai dengan konsep kegiatan, kondisi cuaca serta keadaan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Persiapan Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu mahasiswa PIN, Raphika Buang dari angkatan 14 (2018) membagikan persiapan kelompoknya kepada <em>Sketsa</em>. Saat ini, mereka telah melakukan kegiatan berupa pembekalan, pembahasan program kerja secara rutin juga mendiskusikan perihal keuangan kelompok. Pelatihan OJT pun telah mereka dapatkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Dapat) pelatihan GIS atau biasa disebut pemetaan tanah, kemudian pelatihan <em>web</em>, pemberdayaan masyarakat dengan olahan pisang dan ikan dan sistem keuangan desa&rdquo; paparnya, Rabu (1/9).</p><p style="text-align: justify;">Raphika turut memaparkan, proker yang akan mereka usung meliputi pelatihan sistem keuangan desa (siskeudes), pemberdayaan masyarakat, pembuatan <em>website</em> dan media sosial desa. Termasuk membangun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) desa agar lebih sistematis juga pelatihan protokoler.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengingat Covid-19 masih ada sampai sekarang, kelompok kami akan melaksanakan kegiatan dengan mematuhi protokol kesehatan. Kami juga akan melakukan program kerja yang berhubungan dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap Covid-19. Misalnya sosialisasi, pembagian masker dan <em>handsanitizer</em>, membersihkan lingkungan, pembuatan wastafel dari bahan bekas dan lainnya&rdquo; tutupnya. (<strong><em>lyn/nkh/nop/len</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hadir Sejak Juli, Bagaimana Eksistensi Layanan Telemedicine Unmul? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hadir-sejak-juli-bagaimana-eksistensi-layanan-telemedicine-unmul/baca </link>
<guid> hadir-sejak-juli-bagaimana-eksistensi-layanan-telemedicine-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 08 Sep 2021 10:40:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Progres telemedicine Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hadir-sejak-juli-bagaimana-eksistensi-layanan-telemedicine-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LXxupUuoJ5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hadir Sejak Juli, Bagaimana Eksistensi Layanan Telemedicine Unmul?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pada 21 Juli lalu, Unmul meluncurkan Layanan Telemedicine Covid-19, untuk mendampingi masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman). Mulai dari konsultasi obat-obatan hingga bantuan lainnya. (Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/luncurkan-telemedicine-covid-19-unmul-siap-bantu-pasien-isolasi-mandiri/baca)" style="text-align: inherit;">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/luncurkan-telemedicine-covid-19-unmul-siap-bantu-pasien-isolasi-mandiri/baca)</a><br></p><p style="text-align: justify;">Sebelum menggunakan layanan ini, ada beberapa prosedur yang harus dilewati. Dilansir dari laman <em>bantucovid19.unmul.ac.id</em>, pasien isoman dari civitas academica atau masyarakat luar kampus dapat terlebih dahulu memilih laman Konsultasi Dokter pada beranda website tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, pasien harus melakukan registrasi dengan mengisi Nomor Induk Kependudukan Pasien, Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Alamat Lengkap serta Lokasi Tempat Tinggal yang tepat. Jika proses registrasi selesai, selanjutnya pasien diminta untuk memaparkan kondisi terkini saat isoman lalu menyimpannya.</p><p style="text-align: justify;">Permintaan konsultasi ini akan diproses untuk ditindaklanjuti. Sebagai catatan, Telemedicine ini hanya melayani pasien terkonfirmasi positif yang memiliki surat keterangan pemeriksaan tes Antigen/PCR dari laboratorium resmi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan prosesnya yang cukup mudah, sudah seharusnya jika layanan ini memiliki progres yang baik dan memberikan banyak manfaat bagi pasien yang membutuhkan. Selain itu, imbauan dari beberapa tokoh seperti Rektor Unmul, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, sampai Gubernur Kaltim diharapkan dapat memperkenalkan Telemedicine lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, <em>Sketsa</em> menemukan jika sebagian besar civitas academica Unmul tak mengetahui bahwa kampus memiliki layanan Isoman ini. Sketsa sempat mewawancarai dua mahasiswa pada Rabu (1/9) lalu untuk melihat sejauh mana mereka mengetahui Telemedicine.</p><p style="text-align: justify;">Natasya Cahyani, mahasiswa Psikologi 2019 menyebut jika ia tak pernah mengetahui lebih lanjut tentang layanan ini. Dirinya hanya mendengar dari temannya yang lebih dulu mendaftar. Meskipun begitu, ia tetap mengapresiasi hadirnya Telemedicine sebagai kontribusi kampus kepada civitas academica dan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupan saya belum pernah mendaftar, saya rasa dengan adanya layanan ini mahasiswa maupun masyarakat umum akan sangat terbantu,&rdquo; cetusnya.</p><p style="text-align: justify;">Natasya mengatakan, Unmul harus memasifkan publikasi Telemedicine agar dapat mencapai target yang benar-benar memerlukan pendampingan selama Isoman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena dari yang saya lihat sendiri, hanya 1-2 orang teman saya saja yang tahu. Selebihnya nggak ada yang tahu, bahkan saya. Harapannya dapat lebih dipromosikan saja, sih. Selain itu, semoga ada informasi mengenai layanan atau jadwal vaksin. Karena di Samarinda susah banget cari informasi soal vaksin,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, Nur Laili Masruroh mahasiswa Kehutanan 2019 mengaku bahwa dirinya mengetahui sedikit informasi mengenai Telemedicine dan mendapatkan informasi dari Instagram resmi Unmul. Baginya, layanan tersebut adalah inovasi yang bagus dan ia berharap agar elemen di dalamnya dapat membantu kebutuhan civitas academica dan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga Telemedicine dapat terus meningkatkan kinerja dan juga publikasi, sebab kurang sekali sosialiasi terkait layanan ini,&rdquo; ujar Nur.</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diturunkan, pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unmul, dr. Nataniel Tandirogang dan Kepala Klinik Unmul, dr. Evi Fitriany masih sulit dihubungi <em>Sketsa</em> terkait keterangan mengenai progres Telemedicine selama hampir dua bulan berjalan. (<strong><em>len/ash/jen/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Aksara Internasional: Hadapi Buta Huruf di Era Digital </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-aksara-internasional-hadapi-buta-huruf-di-era-digital/baca </link>
<guid> hari-aksara-internasional-hadapi-buta-huruf-di-era-digital </guid>
<pubDate> Wed, 08 Sep 2021 10:45:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati Hari Aksara. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-aksara-internasional-hadapi-buta-huruf-di-era-digital/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7zVLeyhDVk.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Aksara Internasional: Hadapi Buta Huruf di Era Digital</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Telah dirayakan selama 55 tahun sejak UNESCO mendeklarasikannya, Hari Aksara Internasional kembali diperingati pada 8 September 2021 di tengah pandemi. Perayaan ini hadir guna mengingatkan publik atas pentingnya literasi dalam meningkatkan standar hidup mereka. Termasuk upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap masalah literasi yang ada, seperti fenomena buta aksara.</span></p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema &ldquo;<em>Digital Literacy for Indonesia Recovery</em>&rdquo;, Indonesia turut menyemarakkan esensi Hari Aksara Internasional. Dengan harapan bahwa program pendidikan keaksaraan dapat menjadi lebih adaptif terhadap berbagai perubahan yang terjadi. Khususnya pergeseran paradigma pembelajaran karena pandemi Covid-19 yang telah mengubah proses pembelajaran secara signifikan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun puncak peringatan Hari Aksara Internasional ke-56 diselenggarakan pada Rabu (8/9), melalui webinar yang dihadiri oleh Mendibukristek, perwakilan UNESCO Paris dan Jakarta serta para pelaku pendidikan keaksaraan dan literasi masyarakat. Webinar tersebut disiarkan pula secara langsung melalui media sosial Kemdikbudristek, TV Edukasi dan media sosial Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, pada perayaan puncak tersebut berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam bidang keaksaraan akan diberikan penghargaan berupa Anugerah Pegiat Pendidikan Keaksaraan. Beragam bingkai foto virtual spesial Hari Aksara Internasional dengan berbagai ilustrasi yang apik turut memeriahkan euforia hari besar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya melek huruf. Melihat era teknologi yang bisa dikatakan canggih, tidak akan ada artinya jika sampai saat ini masih ada yang buta aksara di sekitar kita.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah ada kemajuan, <span style="background-color: transparent;">tantangan dan masalah mengenai literasi di berbagai dunia akan tetap ada. Literasi dasar sendiri terdiri atas baca tulis, finansial, numerasi, digital dan lainnya. Seseorang yang kekurangan literasi dasar, berarti kurang mampu atau tidak mengerti tentang berbagai literasi tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">Kurangnya kemampuan dalam hal ini menjadi permasalahan serius, terutama di dunia maya atau yang biasa disebut dengan literasi digital. Pasalnya, setiap orang tidak cukup hanya dibekali kemampuan membaca dan menulis saja. Tetapi dibutuhkan kemampuan literasi yang lebih kompleks terutama dalam kondisi dewasa ini.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik, pada&nbsp;<span style="background-color: transparent;">2020 jumlah penduduk buta aksara di Indonesia mencapai 1,71 persen atau 2.961.060 orang dari jumlah total penduduknya. Angka ini juga mengalami sedikit penurunan jika dilihat pada tahun 2019. Persentasenya sebesar 1,78 persen atau 2.081.136 orang.</span></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, strategi penuntasan buta aksara di Indonesia difokuskan pada daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sebab wilayah tersebut sulit dijangkau terutama pada masa pandemi ini. Hal itu sangat mempengaruhi pembelajaran anak muda dan juga orang dewasa yang tidak memiliki atau memiliki tingkat melek huruf yang rendah, sehingga cenderung akan menghadapi banyak kesulitan.</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, pada peringatan Hari Aksara ini diharapkan dapat menjadi <em>reminder</em>&nbsp;bagi masyarakat seluruh dunia untuk sadar akan pentingnya literasi. Tentunya sebagai kebutuhan yang hakiki dalam bersosialisasi, khususnya pada era digital saat ini. (<strong><em>ems/cal/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Haornas 2021: Sudahkah Kita Mendukung Kegiatan Olahraga Secara Penuh? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/haornas-2021-sudahkah-kita-mendukung-kegiatan-olahraga-secara-penuh/baca </link>
<guid> haornas-2021-sudahkah-kita-mendukung-kegiatan-olahraga-secara-penuh </guid>
<pubDate> Thu, 09 Sep 2021 07:21:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Olahraga Nasional 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/haornas-2021-sudahkah-kita-mendukung-kegiatan-olahraga-secara-penuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cwSm1pVIjM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Haornas 2021: Sudahkah Kita Mendukung Kegiatan Olahraga Secara Penuh?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setiap tanggal 9 September, masyarakat Indonesia memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas). Kali ini, sebuah tema besar bertajuk &quot;Desain Besar Olahraga Nasional Menuju Indonesia Maju&quot; ingin menunjukkan semangat olahraga sehingga dapat kembali meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan seluruh masyarakat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perayaan Haornas ke-39 ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat agar mengingat pentingnya olahraga, sebagai sarana menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh. Terlebih, agenda ini diperingati dalam keadaan pandemi Covid-19.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tahun ini, Indonesia turut membawa para atlet untuk berlaga di kejuaraan olahraga dunia. Olimpiade dan Paralimpiade 2020 yang sempat tertunda karena pandemi di tahun lalu, telah sukses berlangsung di Tokyo, Jepang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dari ribuan atlet, Indonesia mengirimkan perwakilan total 28 atlet dalam Olimpiade dan 23 atlet dalam Paralimpiade. Adapun pencapaian yang diraih sangat membanggakan, di mana perolehan medali dalam Olimpiade terdiri dari 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Serta 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu pada Paralimpiade.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Melihat potensi atlet di kancah internasional, sudah seharusnya jika pemerintah lebih memperhatikan serta memberikan fasilitas dan akses yang merata bagi berbagai cabang olahraga potensial. Belum lagi, Indonesia memiliki banyak insan muda yang berpotensi untuk bersaing di lingkup dunia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tentunya, hal ini dapat tercapai jika dukungan dari seluruh lini baik pemerintah dan masyarakat dapat bersinergi. Sayangnya, kedua belah pihak masih kurang memberikan perhatiannya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dapat dilihat, perkembangan fasilitas yang tidak merata di berbagai daerah membuat para atlet kurang mampu mengasah kemampuannya ke tingkat yang lebih lanjut. Sementara, tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga menjadi perspektif miring terhadap kegiatan olahraga itu sendiri.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015 mencatat, hanya sebesar 27,61 persen masyarakat saja yang rutin melakukan aktivitas olahraga. Sehingga, dapat disimpulkan jika partisipasi masyarakat Indonesia terhadap olahraga sangat rendah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa, sudah seharusnya kita menjadikan momen Haornas sebagai pemicu aktif agar olahraga dapat menjadi salah satu rutinitas penting di dalam hidup. Berikan dukungan terhadap kegiatan olahraga, semangat sportivitas kepada para atlet serta terus mengingatkan pemerintah akan pentingnya kesehatan dalam kehidupan bernegara. <strong><em>(piu/len) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Dikabarkan Usai, Aliansi Segitiga Kesehatan Unmul: Kami Tidak Bubar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-dikabarkan-usai-aliansi-segitiga-kesehatan-unmul-kami-tidak-bubar/baca </link>
<guid> sempat-dikabarkan-usai-aliansi-segitiga-kesehatan-unmul-kami-tidak-bubar </guid>
<pubDate> Thu, 09 Sep 2021 10:42:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar kelanjutan Aliansi Segitiga Kesehatan Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-dikabarkan-usai-aliansi-segitiga-kesehatan-unmul-kami-tidak-bubar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7nPZWj80ss.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Dikabarkan Usai, Aliansi Segitiga Kesehatan Unmul: Kami Tidak Bubar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -</strong> Akhir-akhir ini, tak terdengar kabar terkait kehadiran atau kegiatan dari Aliansi Segitiga Kesehatan (ASK) yang terdiri atas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Farmasi (FF) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini. Bahkan, postingan terakhir yang terunggah di Instagram <em>@aliansi_bem_kesehatan</em> terpantau pada Agustus 2020. Hal ini menuai spekulasi, apakah ASK masih ada atau sudah dibubarkan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Menanggapi isu yang ada, Fauzan Afandi selaku Ketua ASK dan Gubernur BEM Farmasi 2021 menegaskan jika tidak ada pembubaran pada aliansi yang sudah berdiri sejak 2017 tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini sudah ada beberapa kegiatan yang dilakukan dari beberapa konsentrasi kegiatan. Seperti pengabdian, kajian sama pengkaryaan. Agak berbeda dari tahun kemarin, tahun ini ASK lebih memfokuskan kepada kajian dan <em>follow up&nbsp;</em>isu-isu mengenai kesehatan yang kerap terjadi di Indonesia,&rdquo; paparnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (1/9) melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Dalam waktu dekat, ASK berencana untuk mengadakan diskusi publik yang membahas tentang vaksin dan oksigen di Samarinda. Pemateri yang akan hadir berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kegiatan ini akan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai kepengurusan ASK pada tahun ini, Fauzan menyebut jika aliansi masih dipegang oleh para kepala lembaga di tiga fakultas kesehatan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memang, kami sepakat untuk kepala lembaganya yang memegang langsung. Karena kita sistem aliansi pada umumnya, tetap yang harus memimpin adalah kepala-kepala lembaga. Kemudian ketika ada kesepakatan dalam aliansi mau garap isu kesehatan dan membutuhkan korlap, kami akan melakukan konsolidasi terkait itu,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menuturkan, hambatan terbesar yang dialami oleh aliansi selama melaksanakan program adalah penyesuaian waktu dari tiga fakultas. Di mana semuanya memiliki jadwal yang padat. Meskipun begitu, para anggota ASK tetap mengedepankan profesionalitas organisasi sebagaimana mestinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga aliansi ini terus bergerak mengawal isu-isu kesehatan yang ada. Karena sejatinya, jantung dari kesehatan yang ada di Unmul adalah kita, tiga fakultas kesehatan yang ada di aliansi,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan serupa juga datang dari Fairuz Faisal, selaku wakil direktur ASK pada tahun 2019. Baginya, aliansi ini hadir untuk membantu mewadahi aspirasi mahasiswa kesehatan serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan yang telah dilakukan (pada saat masa kepengurusan kami) adalah penyaluran dana kepada masyarakat yang terdampak bencana, penyaluran aspirasi dan kajian yang dapat dicek di media sosial kami,&rdquo; pungkasnya Fairuz, Minggu (5/9).</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, Fairuz juga berharap agar ASK ini dapat segera kembali dan membantu mahasiswa dalam menyalurkan aspirasinya. (<em><strong>wuu/khn/str/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perlukah Vaksin Booster di Indonesia? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perlukah-vaksin-booster-di-indonesia/baca </link>
<guid> perlukah-vaksin-booster-di-indonesia </guid>
<pubDate> Fri, 10 Sep 2021 10:46:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Vaksin Booster di Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perlukah-vaksin-booster-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LGaTmgEHvG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perlukah Vaksin Booster di Indonesia?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Sejak kemunculan vaksin untuk menangkal Covid-19, Indonesia menerima sebanyak tujuh jenis vaksin yang disetujui oleh Menteri Kesehatan (Menkes). Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah mengizinkan peredaran vaksin baru, yakni Johnson &amp; Johnson.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Indonesia menggunakan tiga jenis vaksin untuk penanganan pandemi. Yakni Moderna, Sinovac dan Astrazeneca. Salah satu faktor di balik ini ialah jumlah penduduk Indonesia. Sehingga, pemerintah memutuskan untuk mengambil tiga jenis vaksin. Kepala Lab. Ilmu Penyakit Dalam Unmul, dr. Yuliana Rahmah Retnaningrum menjelaskan bahwa pemerintah tentu punya kesulitan tersendiri untuk memfasilitasi banyaknya penduduk. Makanya, opsi vaksin berbayar dan tidak berbayar turut dilakukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di sisi lain, vaksin dosis ketiga atau yang disebut sebagai vaksin <em>booster</em> dikabarkan akan hadir. Kemunculannya menimbulkan pro dan kontra baru, khususnya di Indonesia. <em>World Health Organization</em> (WHO) juga menyebut bahwa vaksin <em>booster</em> belum dibutuhkan. Bahkan melalui informasi yang ditemukan dari beberapa media, Indonesia belum mencapai target 50 persen <em>herd immunity</em> selama Agustus 2021. Inilah yang kemudian menjadi pertimbangan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mengatakan bahwa&nbsp;</span><span><em>booster</em></span><span>&nbsp;untuk vaksin ini tidaklah gratis dan bisa saja berbayar. Jika seseorang telah mendapat vaksin dosis satu dan dua, Yuliana menilai bahwa sudah cukup aman dan tidak perlu melakukan&nbsp;</span><span><em>booster</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Nggak</span><span>&nbsp;usah</span><span>&nbsp;<em>booster</em></span><span>&nbsp;<em>gak</em> apa-apa, tapi kalau mau&nbsp;</span><span><em>booster</em>&nbsp;</span><span>sepertinya tidak akan gratis.</span><span>&nbsp;Jadi, <em>booster</em>&nbsp;</span><span>ini adalah pilihan alternatif. Kalau mau&nbsp;</span><span><em>booster</em></span><span>&nbsp;silakan tapi berbayar, karena pemerintah wajibkan vaksinasi pertama lalu ke vaksinasi kedua,&rdquo; imbuhnya Kamis (2/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di negara lain seperti Amerika Serikat yang menduduki tingkat penderita Covid-19 tertinggi di dunia berencana melakukan vaksin <i>booster</i>&nbsp;pada 20 September untuk warganya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Tentunya ini ditujukan untuk mengendalikan tingkat penyebaran virus. Vaksin&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;"><em>booster</em></span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;juga ditujukan bagi kalangan tertentu, seperti lanjut usia (lansia) atau mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">(<strong><em>ahn/rst</em></strong>)</span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Inovasi Tim PKM-PI Unmul dalam Peningkatan Kualitas dan Mutu Produksi Jamu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inovasi-tim-pkm-pi-unmul-dalam-peningkatan-kualitas-dan-mutu-produksi-jamu/baca </link>
<guid> inovasi-tim-pkm-pi-unmul-dalam-peningkatan-kualitas-dan-mutu-produksi-jamu </guid>
<pubDate> Fri, 10 Sep 2021 11:06:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teknologi foil sachet sealer sebagai inovasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/inovasi-tim-pkm-pi-unmul-dalam-peningkatan-kualitas-dan-mutu-produksi-jamu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kRQFwuCr2M.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Inovasi Tim PKM-PI Unmul dalam Peningkatan Kualitas dan Mutu Produksi Jamu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebagai salah satu kegiatan yang mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di tahun ini membawa banyak karya dan inovasi kreatif. Seperti yang dilakukan oleh Tim PKM Penerapan IPTEK (PKM-PI) Unmul yang berhasil membantu produksi obat tradisional di Desa Buana Jaya, Kutai Kartanegara.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Selasa (7/9) lalu, Shofia Siza Maulida dari Farmasi 2018 sekaligus salah satu anggota dari TIM PKM-PI ini membagikan pengalaman mereka selama program ini berlangsung. Menjadi satu-satunya tim yang berhasil mendapatkan pendanaan melalui proposal IPTEK, ia menyebut jika respons yang diberikan dari kampus sangat baik dan mendukung penuh.</p><p style="text-align: justify;">Pasalnya, dari sebanyak 4.522 judul proposal PKM tahun 2021, hanya sebanyak 205 judul proposal PKM-PI yang lolos pendanaan. Di mana mereka menjadi perwakilan dari Unmul yang tetap bertahan dan akhirnya sukses bersama proposal yang diajukan.</p><p style="text-align: justify;">Ditanya mengenai pemilihan produksi obat tradisional atau jamu sebagai wadah dalam melakukan pengkaryaan, Shofia mengatakan jika timnya berniat untuk mengembangkan manfaat jamu ke tingkat yang lebih baik. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) selama 2010, lebih dari separuh (atau sebesar 55,3 persen) penduduk Indonesia menggunakan jamu dan 95% menyatakan manfaatnya untuk kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, berdasarkan data dari Kementerian Industri (Kemenperin) pada 2011, industri jamu sebagian besar didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) baik berupa jamu gendong maupun usaha jamu racikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat tingginya minat masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi jamu, inilah yang membuat kami tertarik untuk membantu UMKM jamu dalam meningkatkan mutu dan kualitas dari produk jamu yang diproduksi,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun Rumah Produksi Obat Tradisional P4S Sari Bumi Herbal Desa Buana Jaya dipilih sebagai mitra sebab UMKM ini telah dikenal dengan berbagai produk jamu yang memiliki jaminan khasiat dan manfaat bagi kalangan yang membutuhkan. Terutama di masa pandemi Covid-19, ketika mengonsumsi jamu menjadi salah satu dari upaya peningkatan kesehatan dan imunitas tubuh.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Aspek Pengembangan dan Inovasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Diakui oleh Shofia, salah satu alasan yang mendasari tim mereka dalam meningkatkan mutu dan kualitas produk jamu UMKM Sari Bumi Herbal adalah proses distribusi dan pemasarannya yang telah memenuhi banyak permintaan hingga ke luar kota, namun terhalang dengan izin edar. Hal tersebut disebabkan oleh pengemasan produk jamu yang masih sederhana dengan menggunakan plastik klip. Selain itu, informasi produk yang tertera dalam label juga masih sangat minim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini mendorong kami untuk membantu mitra dengan menerapkan teknologi <em>foil sachet sealer,&nbsp;</em>sehingga dapat meningkatkan kualitas produk jamu yang diproduksi. Desain label kemasan pun kami rancang dengan informatif, kreatif dan inovatif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,&rdquo; terang Shofia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap agar hal ini dapat membuat produk jamu mitra bersaing dengan baik serta meningkatkan daya jual produk kepada masyarakat,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih jelas mengenai <em>foil sachet sealer</em>, ia menjelaskan jika hal ini merupakan teknologi kombinasi di mana penggunaan kemasan aluminium <em>foil</em> bersama <em>hand sealer</em> dapat menyimpan isi dari kemasan jamu yang dikemas. Dengan begitu, isi kemasan menjadi lebih aman, terlindungi dan zat berkhasiat yang terkandung di dalamnya tetap terjaga. Penggunaan teknologi ini membuat kemasan bebas dari rongga udara serta terhindar dari panas dan uap air yang dapat menimbulkan mikroba seperti bakteri dan jamur.</p><p style="text-align: justify;">Pengembangan ini turut mendapat respons positif dari mitra UMKM, terutama dalam proses pengemasan. Atas bantuan ini, Sari Bumi Herbal dapat memproses izin Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) mereka. Teknologi yang diterapkan juga berkelanjutan, sehingga dapat dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga menghubungkan mitra dengan pihak ketiga agar pemasok kemasan dan label kemasan mitra tetap dapat diperoleh selama proses produksi,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selama kegiatan dilaksanakan baik secara daring dan luring, Shofia dan timnya tak mendapatkan kendala yang berarti sebab fasilitas internet telah memadai dan mitra sangat terbuka. Sosialisasi kemasan dan proses produksi pun dapat berjalan dengan baik dan benar.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya berharap, hasil kegiatan ini dapat terlihat dari hasil mandiri mitra dalam menerapkan teknologi tersebut bagi produksi jamunya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap, mitra kami yakni UMKM Sari Bumi Herbal mampu menerapkan teknologi <em>foil sachet sealer</em> dalam proses pengemasan produk jamu secara mandiri. Tentunya agar dapat meningkatkan kualitas dari produk jamu yang dihasilkan, sehingga bisa meningkatkan daya saing dan jual produknya terhadap masyarakat,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, timnya berada dalam Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) dengan monitoring dan evaluasi. Jika lolos penilaian, maka mereka akan melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). (<strong><em>len/cey/fsf/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rencana Praktikum Campuran pada Fakultas di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-praktikum-campuran-pada-fakultas-di-unmul/baca </link>
<guid> rencana-praktikum-campuran-pada-fakultas-di-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 11 Sep 2021 10:52:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Praktikum Campuran. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-praktikum-campuran-pada-fakultas-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BwJoZbbZ5B.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rencana Praktikum Campuran pada Fakultas di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Nampaknya, kegiatan praktikum secara virtual dinilai kurang efektif bagi civitas academica Unmul khususnya mahasiswa. Beberapa fakultas seperti Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Farmasi (FF) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mencoba merancang metode pembelajaran campuran atau <em>hybrid learning</em> untuk pelaksanaan praktikum selama semester ganjil ini, sembari memantau perkembangan kasus Covid-19.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sempat dihubungi <em>Sketsa</em> pada Kamis (2/9) lalu, Sri Wahyuningsih selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA mengaku jika mereka memiliki wacana terkait praktikum campuran ini. Namun, implementasi belum dapat dilakukan sebab tak belum ada instruksi dari rektorat terkait hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencana ke depan tentu ada, tetapi harus menunggu dari Rektor,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini sejalan dengan Surat Pemberitahuan (SP) Nomor 2011/UN17.7/PP/2021 terkait Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan FMIPA Unmul. Dinyatakan bahwa kegiatan praktikum di dalam kampus dan praktikum lapangan di luar kampus sementara masih ditiadakan sampai 2 bulan ke depan sembari melihat perkembangan situasi pandemi.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke FK, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni yakni Siti Khotimah menerangkan bahwa praktikum fakultasnya masih dilaksanakan dengan sistem daring. Tetapi, kegiatan keterampilan medik tidak dapat diadakan melalui sistem tersebut karena membutuhkan alat tertentu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Praktikum dan keterampilan medik berbeda dan keterampilan medik masih dipilih-pilih agar dapat berkegiatan secara luring,&rdquo; pungkasnya pada <em>Sketsa</em>, Jumat (3/9) lalu. &ldquo;Namun, saat ini keterampilan medik diundur karena kita melihat kondisi dan situasi. Kita tidak ingin membahayakan mahasiswa maupun civitas academica (lainnya),&rdquo; tambah Siti.</p><p style="text-align: justify;">Sementara di Farmasi, berdasarkan SP Nomor 1115/UN17.13/TU/2021 terdapat pernyataan bahwa kegiatan praktikum Farmasi akan dilaksanakan dua kali seminggu pada Termin II (25 Oktober-10 Desember 2021) serta dilakukan secara daring dan luring. Lebih lanjut, kami kemudian menghubungi Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FF, Yurika Sastyarina pada Sabtu (4/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Yurika menjelaskan, FF sedang mencoba untuk merancang praktikum campuran pada Termin II untuk mahasiswa D3 Farmasi. &ldquo;Tetapi tetap menunggu perkembangan situasi atau menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya terkait angkatan yang menjadi prioritas untuk mengikuti praktikum tersebut, ia menuturkan bahwa D3 Farmasi angkatan 2019 dan 2020 akan diutamakan. Sedangkan untuk mahasiswa S1 Farmasi angkatan 2020/2021, mereka akan didahulukan dengan pendalaman teori dan praktikum daring terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebab D3 Farmasi merupakan jenjang vokasi dengan kurikulumnya yang 60 persen minimal adalah praktik,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa pun turut memberikan tanggapannya terkait praktikum campuran ini. Seperti Atika Febriyana, mahasiswa Farmasi 2020 yang mengatakan jika praktikum secara langsung dapat meningkatkan pemahaman lanjutan bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maka, materi praktikum akan benar-benar bisa dipraktikkan, bukan sekadar menonton video dari layar Zoom saja. Otomatis, mahasiswa akan lebih paham dan mendapatkan manfaat dari praktikum itu sendiri,&rdquo; tukasnya. Menurutmu, bentuk praktikum mana yang lebih efektif? <strong><em>(bey/jla/ems/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pentingnya Wawasan Literasi Digital Agar Aman Beraktivitas di Dunia Maya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/pentingnya-wawasan-literasi-digital-agar-aman-beraktivitas-di-dunia-maya/baca </link>
<guid> pentingnya-wawasan-literasi-digital-agar-aman-beraktivitas-di-dunia-maya </guid>
<pubDate> Sun, 12 Sep 2021 10:53:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masyarakat harus memahami betul apa itu literasi digital dan bagaimana beraktivitas di ruang tersebut. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/pentingnya-wawasan-literasi-digital-agar-aman-beraktivitas-di-dunia-maya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QSx96PbMxJ." />
					</figure>
			                <h1>Pentingnya Wawasan Literasi Digital Agar Aman Beraktivitas di Dunia Maya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Kini, teknologi telah menjadi pilihan utama dalam melakukan segala hal. Namun, kecakapan masyarakat dalam hal mengakses, memahami, menyimpan informasi bahkan menyebarkan informasi memerlukan kepekaan dalam literasi digital. Dikutip dari buku <em>Peran Literasi Digital di Masa Pandemik</em> (2021) karya Devri Suherdi, literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.</span></p><p style="text-align: justify;">Masyarakat harus memahami betul apa itu literasi digital dan bagaimana beraktivitas di ruang tersebut. Jika salah dalam memahami atau memanfaatkan teknologi dan internet yang digunakan, bisa saja akan berdampak sangat besar kepada si pengguna.<span style="background-color: transparent;">&nbsp;Bahkan, pemahaman literasi digital yang buruk akan berpengaruh pada psikologis seseorang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Berdasarkan survei Global <em>World Digital Competitiveness Index</em> oleh Institute Management Development (IMD), literasi digital masyarakat Indonesia menempati peringkat ke-56 dari 63 negara yang dilakukan survei. Hal ini memang sedikit terbelakang, meskipun&nbsp;<em>International Telecommunication Union</em> (ITU) mencatat bahwa peringkat Indonesia naik ke urutan 111 di mana sebelumnya peringkat 115. Sementara itu, Survei Literasi Digital Nasional 2020 menunjukkan indeks literasi digital di seluruh provinsi di Indonesia sudah berada di atas rata-rata level sedang.</span></p><p style="text-align: justify;">Hal utama dalam literasi digital yang perlu diperhatikan ialah pemahaman masyarakat terkait informasi yang didapat dari media digital. Seperti berita-berita yang dilihat dari media sosial ataupun dari berbagai kanal berita yang beredar di internet. Masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memahami informasi, baik secara implisit maupun eksplisit. Masyarakat juga harus memahami bahwa media saling berdampingan dan melengkapi antara satu dengan yang lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Perihal lain yang harus dipahami adalah segi faktor sosial. Media akan saling memberikan pesan atau informasi kepada masyarakat untuk keberhasilan jangka panjang media itu sendiri. Keberhasilan dilihat dari pembagi serta penerima informasi. Masyarakat yang memiliki kepekaan literasi digital akan mendapatkan dampak positif serta membawa manfaat bagi orang di sekitarnya. Seperti membantu dalam menghentikan penyebaran berita hoaks.</p><p style="text-align: justify;">Penyebaran hoaks sendiri bisa terjadi lantaran informasi yang didapat merupakan hasil dari sebuah aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga sekitar atau bisa disebut <em>citizen journalism</em>. Pasalnya, masyarakatlah yang memiliki peran aktif dalam pengambilan, pelaporan, analisis dan penyebaran berita. Belum tentu apa yang diberitakan benar atau memiliki sumber terpercaya. Maka dari itu, wawasan mengenai ruang digital perlu dipahami semua masyarakat agar dapat meminimalisir angka penyebaran hoaks.</p><p style="text-align: justify;">Tantangan dalam memahami literasi digital tak lain adalah arus informasi yang banyak. Dengan banyaknya sumber yang bisa kita lihat di internet, di sinilah peran dari literasi digital tersebut. Cara mudahnya ialah dengan memilah dan memahami informasi yang benar dan tepat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, konten negatif juga menjadi tantangan karena. Kini, akses menuju konten yang tidak mendidik entah pornografi, isu SARA dan lainnya menjadi sangat mudah. Sehingga, masyarakat juga harus bisa memilah mana konten positif yang bermanfaat dan mana konten negatif yang merugikan bagi diri sendiri dan lingkungannya.<span style="background-color: transparent;">&nbsp;(</span><strong style="background-color: transparent;"><em>rid/fzn</em></strong><span style="background-color: transparent;">)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rasa Cemas Sering Menyerangmu? Coba Redakan dengan Teknik Grounding Berikut! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/rasa-cemas-sering-menyerangmu-coba-redakan-dengan-teknik-grounding-berikut/baca </link>
<guid> rasa-cemas-sering-menyerangmu-coba-redakan-dengan-teknik-grounding-berikut </guid>
<pubDate> Mon, 13 Sep 2021 11:23:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melakukan Teknik Grounding untuk mengatasi kecemasan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/rasa-cemas-sering-menyerangmu-coba-redakan-dengan-teknik-grounding-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MdPSAEvyo5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rasa Cemas Sering Menyerangmu? Coba Redakan dengan Teknik Grounding Berikut!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Rasa cemas merupakan hal alamiah yang ada pada diri manusia. Mereka yang merasa cemas akan diliputi perasaan takut, tak nyaman hingga mendapatkan firasat seolah-olah hal yang buruk akan menimpanya. Bila rasa cemas tersebut berkembang semakin besar, maka patut untuk diwaspadai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika sedang mengerjakan penugasan kuliah atau kegiatan lainnya, tak dapat dipungkiri jika pikiran-pikiran negatif dapat datang dengan sendirinya. Entah karena pekerjaan yang diberikan terlalu sulit, merasa bahwa hasil yang diberikan masih kurang, bahkan menganggap jika apapun yang diusahakan hanya akan mendapat kritikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Munculnya <em>mindset</em> semacam ini diakibatkan oleh rasa cemas yang menyebabkan &quot;badai emosi&quot; pada diri seseorang. Badai emosi tersebut diartikan sebagai suatu kondisi di mana individu mengalami pikiran dan perasaan yang sangat berat seperti badai, sampai-sampai dapat menumbangkan seseorang. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?</p><p style="text-align: justify;">Menurut <em>Word Health Organization</em> (WHO), ada sebuah teknik yang dapat digunakan ketika rasa cemas menyerang. Bernama Teknik <em>Grounding</em> yang bertujuan untuk menstabilkan emosi. Jika sebelumnya kecemasan membuat pikiran melayang-layang dam tidak fokus, Teknik <em>Grounding</em> akan membantumu agar kembali ke kesadaran utama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dapat dianalogikan dengan situasi saat kita tengah menghadapi badai di atas pohon. Tentunya, sangat berbahaya jika kita terus bertahan di atas sehingga harus segera turun dan kembali ke tanah. Sama halnya dengan Teknik <em>Grounding</em> tersebut. Ketika sedang berada dalam situasi yang tidak nyaman dan membuat kita merasa selalu cemas, perlu untuk segera kembali sadar dan fokus pada apa yang sedang terjadi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana cara melakukan teknik ini? Berikut tiga langkah yang dapat kamu lakukan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ketahui perasaan dan pikiranmu</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebelum melakukan <em>Grounding</em>, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana suasana perasaan dan pikiranmu saat ini. Apakah sedang berada dalam suasana hati yang merasa cemas ataupun sedang memikirkan hal yang negatif. Ketika kamu mengenali perasaan dan pikiranmu sendiri, akan lebih mudah untuk memetakan masalah yang menjadi sumber kecemasanmu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tenangkan diri dan rasakan keberadaan tubuhmu</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui bagaimana perasaan dan pikiranmu, maka selanjutnya ialah menenangkan diri. Tarik napas seperlahan mungkin, kemudian embuskan dengan sangat perlahan juga. Rasakan setiap tarikan dan embusan napas yang kamu lakukan. Selanjutnya, tapakkan kaki ke lantai, rentangkan lengan dengan perlahan, lalu kepalkan tangan. Rasakan setiap sensasi dari gerakan-gerakan tubuh yang Anda lakukan. Hal ini membuatmu kembali rileks dan mengurangi ketegangan pada tubuhmu sebagai respons dari rasa cemas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kembali fokus pada sekitarmu</strong></p><p style="text-align: justify;">Perhatikan di sekeliling tempatmu berada saat ini. Cobalah lihat lima benda yang ada di dekatmu, kemudian dengarkanlah tiga atau empat benda yang bisa didengar. Hirup udara yang cukup, lalu ciumlah bau yang ada. Sentuh benda-benda yang bisa kamu jangkau dan rasakan tekstur dari berbagai benda tersebut dengan jemarimu. Pada langkah ini, kamu diminta untuk fokus serta menghayati apa yang sedang berada di sekitarmu. Jadi ketika kamu merasakan pikiran dan perasaan yang sangat berat dan tak nyaman, rasakan pula lingkungan yang mengelilingimu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Itulah ketiga langkah Teknik <em>Grounding</em> yang dapat kalian coba. Namun, perlu diketahui bahwa teknik ini tidak semata-mata membuat badai emosi itu menghilang. Melainkan menjadi pengalih perhatian terhadap pikiran dan ingatan yang menggangu, untuk menjagamu agar tetap aman hingga badai tersebut reda.&nbsp;<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Cobalah untuk berlatih melakukan teknik tersebut selama 30 detik pertama.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ingatlah bahwa cemas merupakan perasaan yang valid dan bukan suatu hal yang salah. Tetapi kembali lagi kepada kita, bagaimana caranya untuk tetap objektif pada masalah yang sedang dihadapi. Semoga dengan cara ini, kecemasan kamu dapat segera membaik. <strong><em>(ash/len) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Apa Kabar Vaksinasi Unmul? Siapkah Tatap Muka Diberlakukan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/apa-kabar-vaksinasi-unmul-siapkah-tatap-muka-diberlakukan/baca </link>
<guid> apa-kabar-vaksinasi-unmul-siapkah-tatap-muka-diberlakukan </guid>
<pubDate> Mon, 13 Sep 2021 12:16:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi terkait vaksinasi Unmul dan kuliah tatap muka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/apa-kabar-vaksinasi-unmul-siapkah-tatap-muka-diberlakukan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/njMrJW4Mo5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Apa Kabar Vaksinasi Unmul? Siapkah Tatap Muka Diberlakukan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">KAMMI Komisariat Unmul mengadakan diskusi dengan tema &ldquo;Apa Kabar Vaksinasi Universitas Mulawarman, Siapkah Tatap Muka Diberlakukan?&rdquo; pada Jumat (10/9) lalu. Diskusi dimulai pukul 20.20 Wita melalui aplikasi Zoom Meeting. Dengan narasumber dr. Nataniel Tandirogang (Ketua Satgas Covid-19 Unmul) dan Prof. Mustofa Agung Sardjono (Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul), diskusi bertujuan untuk mencari tahu terkait kejelasan vaksinasi massal yang ada di lingkungan kampus serta kejelasan pembelajaran tatap muka.</p><p style="text-align: justify;">Dr. Nataniel Tandirogang selaku ketua Satgas Covid-19 Unmul mengatakan, terkait dosis vaksin kampus Unmul menerima sebanyak 4600 dosis vaksin. Tahap pertama mendapatkan 3600 dosis vaksin dari pemerintah Samarinda untuk pejabat publik yang ada di Unmul. Sementara tahap kedua sebanyak 1000 dosis dari perusahaan Gojek Indonesia yang diperuntukkan untuk civitas academica yang ada di lingkungan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Satgas juga telah mengirimkan surat permintaan dosis vaksin pada Dinas Kesehatan Kota Samarinda juga Wali Kota Samarinda, bahkan bersurat khusus kepada Kementerian Kesehatan RI terlebih pada kepala bagian yang menangani vaksin Covid-19 untuk meminta sebanyak 38.000 dosis vaksin bagi seluruh civitas academica Unmul. Baik untuk tenaga pendidik, mahasiswa serta IKA Unmul guna mempercepat <em>herd immunity</em> di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Sembari menunggu permintaan dosis vaksin, mahasiswa tetap bisa melakukan vaksinasi di daerah masing-masing guna mempercepat target vaksinasi yang ada. BEM di Unmul turut membantu mengirim surat kepada pemerintah untuk mempercepat pemberian vaksin bagi Unmul. Satgas juga menjelaskan, bahwa saat ini mereka kesulitan mencari data kesehatan mahasiswa yang terpapar Covid-19. Juga mahasiswa yang sedang isoman dan data mahasiswa yang sudah melakukan vaksin secara mandiri di daerahnya masing-masing untuk kemudian menentukan rekomendasi ke depannya bagi Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Satgas sendiri memberikan rekomendasi kepada pimpinan Unmul untuk tetap melaksanakan perkuliahan secara daring pada semester ganjil tahun ini. Kemudian, melaksanakan prokes ketat di lingkungan kampus. Lalu mempersiapkan fakultas untuk perkuliahan secara <em>hybrid</em>, baik dari kelengkapan fasilitas maupun strategi yang dibutuhkan setiap fakultas apabila ada peluang pada bulan September ini. Terakhir, pimpinan Unmul dapat tetap melakukan evaluasi dari semua kegiatan yang ada di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan dengan narasumber yang kedua, yaitu Prof. Mustofa Agung Sardjono yang menjelaskan penanganan Covid-19 di Unmul. Tentunya harus dilakukan secara hati-hati, baik dalam penanganan maupun dalam menentukan kebijakan untuk setiap kegiatan yang ada di lingkungan Unmul. Mustofa juga menjelaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh Birokrat Unmul selalu memperhatikan rekomendasi dari Satgas Covid-19 Unmul. Dalam hal vaksin, mereka masih menunggu dosis yang masuk untuk Unmul dan yang akan jadi prioritas adalah mahasiswa, dosen dan seluruh civitas academica Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ia memaparkan, semua kebijakan terkait kegiatan luring hanya digunakan untuk beberapa kegiatan tertentu hingga saat ini. Seperti praktik kesehatan yang ada di Fakultas Kedokteran dan praktik bengkel yang ada di Fakultas Teknik. Jika ada kemungkinan dan peluang untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan secara <em>hybrid</em> di September, pihaknya juga sudah memerintahkan kepada para wakil dekan di setiap fakultas untuk mempersiapkan segala kemungkinan. Mulai dari fasilitas, strategi dan kesiapan birokrat masing-masing fakultas untuk mengadakan perkuliahan secara <em>hybrid</em> jika ada rekomendasi dari Satgas Covid-19 Unmul. Rektor juga memperhatikan setiap kebijakan dengan mendengar masukan dari para dekan dan wakil rektor untuk menentukan kebijakan selanjutnya terkait perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Beliau menuturkan, setiap kebijakan saat ini dan ke depannya terkait dengan kebijakan perkuliahan secara <em>hybrid</em> tetap memperhatikan keselamatan. Karena bukan seberapa siap untuk mengadakan perkuliahan secara langsung, melainkan prioritas kesehatan sebagai yang utama.</p><p style="text-align: justify;">Masuk pada sesi diskusi, dr Nataniel menyampaikan bahwa proses perkuliahan tatap muka diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah melakukan vaksin dosis pertama. Fakultas juga harus mempersiapkan ruangan standar Covid-19 untuk bisa melaksanakan perkuliahan secara <em>hybrid</em>. Kemungkinan, saat ini hal tersebut masih belum bisa dilaksanakan. Ini didasari dengan <em>positivity rate</em> yang masih berada di atas 5 persen, terlebih seluruh mahasiswa belum seluruhnya mendapatkan dosis vaksin.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dr. Nataniel menjelaskan upaya lain yang dilakukan oleh Rektor Unmul serta Gubernur Kaltim. Di mana mereka memohon secara langsung kepada kepala bagian yang menangani vaksin di Kementerian Kesehatan RI agar secepatnya mendistribusikan dosis vaksin untuk Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, stok vaksin memang banyak. Tetapi permasalahan terkait regutentunya kembali lagi kami dari Satgas meminta bantuan dan kerjasamanya baik dari Presiden BEM KM Unmul maupun Gubernur BEM-BEM Fakultas untuk mengirim surat pada pemerintah agar mempercepat distribusi vaksin untuk Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai produktivitas pada skenario kuliah hybrid, Mustofa mengatakan jika keterampilan mahasiswa akan lebih meningkat. Sebab berbeda dengan kuliah daring yang terlalu fokus pada materi dan teori. Sementara, pihaknya belum bisa memberikan izin sepenuhnya kepada organisasi mahasiswa untuk berkegiatan secara luring di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Sesi ditutup dengan <em>closing statement</em> dari narasumber dan kesimpulan diskusi. Sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait vaksinasi massal yang akan dilakukan oleh Unmul untuk seluruh elemen, melihat belum adanya pendistribusian dosis vaksin dari pemerintah. Kemudian, belum ada titik terang yang jelas terkait pembelajaran tatap muka. Sebab dari Unmul sendiri masih menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19 Unmul dan pemerintah provinsi untuk melakukan pembelajaran tatap muka pada semester ganjil tahun ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh KAMMI Komisariat Universitas Mulawarman.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Pemeliharaan SC Buat Mahasiswa Resah, Apa Tindakan Tegas Unmul? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-pemeliharaan-sc-buat-mahasiswa-resah-apa-tindakan-tegas-unmul/baca </link>
<guid> polemik-pemeliharaan-sc-buat-mahasiswa-resah-apa-tindakan-tegas-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 18 Sep 2021 09:47:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga bulan pasca pembersihan, tidak ada pemeliharaan kembali di SC. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-pemeliharaan-sc-buat-mahasiswa-resah-apa-tindakan-tegas-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RvbSbdL0Oh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Pemeliharaan SC Buat Mahasiswa Resah, Apa Tindakan Tegas Unmul?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Lama tak digunakan selama Pandemi Covid-19, Unmul memiliki salah satu bangunan yang menjadi pusat kegiatan mahasiswa, yakni <em>Student Center</em> (SC). Terdiri oleh tiga lantai serta dihuni oleh lebih dari 20 lembaga serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kondisinya kini semakin memprihatinkan.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada Juni silam (baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-masalah-menahun-student-center-masih-dipenuhi-sampah-dan-rumput-liar/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/jadi-masalah-menahun-student-center-masih-dipenuhi-sampah-dan-rumput-liar/baca</a>), pihak Unmul telah melakukan pembersihan pada kawasan SC di lantai satu dan halaman parkir. Mereka menurunkan regu pemeliharaan yang terdiri atas <em>Cleaning Service</em> dan Satuan Pengamanan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu melalui pemantauan <em>Sketsa</em>, kondisi gedung yang didominasi warna putih tersebut nampak dipenuhi tumpukan sampah yang terbengkalai hingga menimbulkan aroma tidak sedap. Tumbuh pula rumput liar di sekitar kawasan halaman parkir. Lantas, bagaimana nasib SC saat ini?</p><p style="text-align: justify;">Tiga bulan pasca pembersihan, tidak ada aktivitas kembali di SC. <em>Sketsa</em> menghubungi pihak kampus guna mengetahui tindak lanjut dari upaya pemeliharaan gedung yang merupakan salah satu infrastruktur kampus.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin, membenarkan kondisi SC yang kurang terawat. Ia berpendapat, minimnya aktivitas mahasiswa akibat Pandemi Covid-19 turut menjadi salah satu faktor tidak ada upaya pembersihan yang dilakukan oleh mahasiswa. Terutama bagi yang menggunakan bangunan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernah dulu, kita melakukan gotong royong. Saya berharap kawan-kawan pengurus UKM dapat meningkatkan kesadaran memelihara sekretariat masing-masing UKM. Saya koordinasi dulu dengan WR 2 guna memastikan langkah apa yang akan dilakukan rektorat,&rdquo; jelas Encik melalui WhatsApp, Sabtu (11/9).</p><p style="text-align: justify;">Meski Samarinda telah melalui penurunan level PPKM, Encik mengaku masih waspada dengan penyebaran virus. Sehingga pelaksanaan pembersihan SC masih ia canangkan serta melihat situasi kondusif. Namun, wacana kerja bakti sudah menjadi prioritas oleh pihaknya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya Encik, Abdunnur, Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan turut menanggapi upaya pemeliharaan SC. Sebelumnya, pihaknya menginisiasi program kerja bakti SC pada Juni silam. Diungkapkan oleh dirinya, hingga saat ini belum ada koordinasi lebih lanjut antar dirinya dan Encik mengenai pemeliharaan SC.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagi kemahasiswaan, agar membuat permohonan ke Rektor atau saya. Hal tersebut terkait dengan usulan keterangan pemanfaatan SC serta usulan anggaran pembiayaan yang diperlukan,&rdquo; papar Abdunnur kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (10/9).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mahasiswa Akui Resah dengan Kondisi SC Sejak Lama</strong></p><p style="text-align: justify;">Tanggapan berdatangan dari mahasiswa yang menggunakan fasilitas kampus tersebut. Salah satunya Rani Mirnawati, Wakil Ketua UKM Marching Band. Dirinya mengaku hingga saat ini belum ada audiensi yang dilakukan pihak BEM KM maupun birokrat terkait pemeliharaan dan pengelolaan SC. Ia berharap pihak kampus tidak menutup mata. Serta segera usut perbaikan terutama pada penerangan SC yang masih minim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami (Marching Band) selalu latihan sore sampai malam dan membawa alat ke gedung SC. Untuk kamar mandi di SC juga menjadi kendala bagi kami. Jadi apabila kami ingin buang air kecil, harus ke luar dulu,&rdquo; keluh Rani, Minggu (12/9).</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Statisika 2018 tersebut berharap, polemik SC dapat menjadi prioritas yang diselesaikan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Rani, Siti Rahma, Ketua UKM Yupa, turut merasakan hal yang sama. Masalah sanitasi menjadi pekerjaan rumah yang belum mendapatkan titik terang. Pihaknya mengaku jika sebelumya telah menerima dengar pendapat oleh DPM KM.</p><p style="text-align: justify;">Wacana pembersihan SC yang menjadi bahasan pada pertemuan tersebut akan segera direalisasikan oleh BEM KM. Sebagai mahasiswa yang menggunakan fasilitas bangunan tersebut, ia melihat adanya kerusakan pada beberapa pintu sekretariat. Bahkan di antaranya telah mengalami pembobolan oleh oknum tidak bertanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebersihan, apalagi di lantai 3 itu betul-betul tidak terawat. Di Gedung SC juga suka mati air. Kalau kita dituntut untuk bersihkan gedung SC, gimana caranya kita bisa bersih-bersih kalau air mati?&rdquo; imbuh mahasiswa Pendidikan Kimia 2018 ini, Minggu (12/9).</p><p style="text-align: justify;">Rahma mengaku, Yupa telah melaporkan kondisi SC kepada Rektorat. Namun, bukan solusi yang ia peroleh. Hingga saat ini, pihaknya mengaku tidak mendapat tanggapan oleh kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami dilempar ke WR 2, setelah kami lapor ke WR 2 kami belum ada balasan juga. Tapi setahu saya, air di WC itu sempat ngalir tapi habis itu tidak pernah mengalir lagi. Gedung SC ini menjadi wajahnya kampus bagi mahasiswa. Kalau kedatangan tamu dari universitas luar, kami tidak enak apabila fasilitas gedung SC kurang terawat,&rdquo; tegas Rahma.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menilik Tanggapan BEM KM</strong></p><p style="text-align: justify;">Adanya upaya pembersihan SC, <em>Sketsa</em> turut menghubungi Menteri Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul 2021, Fatur Rahman Subianto. Pihaknya menjelaskan bahwa program BEM KM terkait Bersih SC tengah dalam proses koordinasi dan memantau kondisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait Bersih SC, akan segera dikoordinasi dan di-<em>follow up</em> lagi untuk tindak lanjutnya, melihat kondisi kebijakan kampus dan juga penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang terbaru,&rdquo; jelas Fatur, Rabu (15/9).</p><p style="text-align: justify;">Fatur juga mengungkap, pihaknya telah memberikan data permasalahan SC ke pihak birokrat. Tetapi belum ada respons yang diberikan. Pihaknya juga berjanji untuk mengupayakan permasalahan kebersihan SC ini dapat diselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai upaya sosialisasi dan pengumpulan aspirasi mahasiswa terkait permasalahan SC, Fatur mengatakan bahwa BEM KM telah membentuk forum diskusi untuk menghimpun aspirasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelumnya, BEM KM sudah sempat membuat forum dan menghimpun apa saja permasalahan di SC. Jikalau ke depannya membutuhkan data, kami akan coba himpun kembali,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Apakah pihak BEM KM sudah melaporkan hal ini kepada pihak birokrat, terutama dalam aspek keamanan, kebersihan, dan kelengkapan fasilitas? Fatur sendiri menjawab bahwa BEM KM sudah melaporkan hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya, pihak mereka mendapatkan beberapa laporan terkait keluhan dari lembaga dan UKM di wilayah SC. Baik soal kebersihan maupun kehilangan barang yang kerap terjadi. Sayangnya, pihak BEM KM tidak mendata barang-barang yang raib. Nantinya, BEM KM akan mencoba melakukan upaya untuk mengetahui kondisi barang yang raib itu.</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga mengupayakan untuk selalu melakukan koordinasi kepada pihak terkait agar permasalahan perawatan SC ini dapat terselesaikan. Mengingat kondisi pandemi dan semua aktivitas dilakukan daring, pihaknya sedikit terhambat dalam mengawal kasus ini.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berharap agar lembaga dan UKM yang ada di SC dapat membantu jika ada keperluan data yang dibutuhkan. &ldquo;Kondisi <em>online</em> ini yang membuat sulit bertemu dengan pihak terkait yaitu rektorat (untuk membahas) mengenai kasus SC Ini. Sehingga memperlambat dalam pengawalan SC. Tetapi, ke depannya kami upayakan untuk mengawal kondisi SC ini,&rdquo; pungkas Fatur. (<strong><em>fzn/ina/nkh/syl/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Marak Kebocoran Data Pribadi, Bagaimana Cara Mencegahnya? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/marak-kebocoran-data-pribadi-bagaimana-cara-mencegahnya/baca </link>
<guid> marak-kebocoran-data-pribadi-bagaimana-cara-mencegahnya </guid>
<pubDate> Sun, 19 Sep 2021 08:31:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mencegah kebocoran data. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/marak-kebocoran-data-pribadi-bagaimana-cara-mencegahnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/77vsWfCIWM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Marak Kebocoran Data Pribadi, Bagaimana Cara Mencegahnya?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sebelumnya pada Mei silam, kasus kebocoran data pribadi dari sejumlah peserta Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) &nbsp;Kesehatan sempat membuat jagat maya ramai dan khawatir terkait keamanan data pada instansi pemerintah tersebut. Kejadian yang sama terulang terjadi kembali pada akhir Agustus lalu dengan dugaan kebocoran 1,3 juta data pribadi pengguna <em>electronic Health Alert Card</em> (eHAC).</p><p style="text-align: justify;">Dilaporkan langsung oleh vpnMentor, dugaan pelanggaran dan kebocoran data ini sebenarnya telah terdeteksi sejak Juli 2021. Mereka menemukan bahwa eHAC tercatat tanpa perlindungan karena kurangnya protokol yang diterapkan oleh pengembang aplikasi. Lantas, hal ini memicu ketidakpercayaan publik terhadap keamanan data pribadi mereka.</p><p style="text-align: justify;">Dosen Program Studi (Prodi) Informatika Unmul, Dedy Cahyadi memberikan tanggapannya mengenai kasus-kasus kebocoran data tersebut. Ia berpendapat, hal ini dapat terjadi karena belum adanya payung hukum yang dapat melindungi keamanan data pribadi masyarakat. Sehingga ketika terjadi kebocoran data, masyarakat tidak dapat menuntut pihak penyedia layanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita belum punya undang-udang perlindungan data pribadi, jadi tingkat kesadaran pembuat aplikasi mungkin juga kurang. Kalau ada, kan pemilik data pribadi bisa mengajukan tuntutan bocornya data dia di internet akibat kelalaian penyedia layanan atau aplikasi,&rdquo; paparnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (15/9).</p><p style="text-align: justify;">Dedy juga mengatakan, ada dua kemungkinan yang dapat terjadi dalam kasus bobolnya sistem keamanan server eHAC. Pertama, <em>hacker</em> atau peretas telah memiliki kapasitas dalam meretas data dan kedua adalah sistem yang memang mudah diretas karena kurangnya perlindungan data secara internal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa jadi sistemnya sudah sesuai standar keamanan data, tapi pas kebetulan kena <em>maling</em>-nya yang lebih sakti. Tetapi, kemungkinan bahwa ada kelemahan dalam sistem dapat menjadi penyebab utama,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia memiliki beberapa tips untuk diterapkan masyarakat agar dapat mencegah terjadinya kebocoran data pribadi. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum untuk kalian.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Back up</em></strong><strong>&nbsp;atau &nbsp;enkripsi file penting&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Penting untuk mengamankan file pribadi penting ke tempat yang aman. Sebisa mungkin jangan mem-<em>back up</em> hal pribadi ke layanan <em>cloud</em> seperti Google Drive dan lainnya. Karena tidak menutup kemungkinan data kita dapat diakses oleh penyedia layanan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Baca dan &nbsp;pelajari sebelum menggunakan layanan atau perangkat</strong></p><p style="text-align: justify;">Selalu perhatikan dan jangan mengabaikan syarat dan ketentuan sebelum menggunakan sebuah layanan atau perangkat. Ini untuk menghindari poin-poin yang merugikan pengguna.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Browsing hanya pada <em>Secure Socket Layer</em> (SSL) atau <em>Transport Layer Security</em> (TLS)</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat berselancar menggunakan browser, pastikan kalian mengakses halaman yang aman. Kamu dapat mengeceknya dari alamat situs. Apabila diawali dengan HTTPS, maka situs atau layanan yang dituju telah mengaktifkan SSL/TLS.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gunakan <em>password</em> yang kuat dan gunakan MFA</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika membuat kata sandi, usahakan kamu menggunakan perpaduan angka, huruf besar dan huruf kecil. Kemudian bisa diperkuat dengan memakai <em>Multi Factor Authentication</em> (MFA) seperti Google Authenticator maupun SMS saat ingin melakukan <em>login</em>.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hindari &nbsp;posting berlebihan di media sosial</strong></p><p style="text-align: justify;">Usahakan untuk tidak berlebihan dalam memposting suatu hal pribadi di medsos. Hindari juga menggunakan <em>tag</em> atau <em>hashtag</em> yang menunjukkan lokasi terkini sebagai pencegahan kejahatan lainnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melakukan &nbsp;pembaharuan&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebisa mungkin, lakukan <em>upgrade&nbsp;</em>atau<em>&nbsp;update</em> perangkat lunak jika telah tersedia versi terbaru. Meski akan memakan banyak <em>space</em>, hal tersebut sebetulnya membantu meningkatkan keamanan gawai yang kamu pakai.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gunakan <em>anti-malware&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;firewall</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu bisa menggunakan aplikasi ini untuk melindungi bahaya virus dan peretasan yang mungkin dapat terjadi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melakukan monitor &nbsp;pada rekening tabungan dan kartu kredit</strong></p><p style="text-align: justify;">Periksa secara berkala rekening dan kartu kredit yang kamu miliki. Pastikan tidak ada hal yang mencurigakan.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun data pribadi sering kali bocor oleh karena kesalahan pihak penyedia layanan, kita sebagai pengguna juga dapat melakukan pencegahan terlebih dahulu dengan kiat-kiat di atas. Selalu waspada ketika menggunakan layanan daring, ya! <strong><em>(anm/hdt/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melihat Relasi yang Terbentuk dalam Cyberspace </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-relasi-yang-terbentuk-dalam-cyberspace/baca </link>
<guid> melihat-relasi-yang-terbentuk-dalam-cyberspace </guid>
<pubDate> Tue, 21 Sep 2021 10:49:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Internet menyebabkan interaksi dunia nyata bergeser ke dunia maya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melihat-relasi-yang-terbentuk-dalam-cyberspace/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c69YNgUPK2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melihat Relasi yang Terbentuk dalam Cyberspace</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Pandemi Covid-19 mengubah banyak proses komunikasi di masyarakat. Belum lagi, hadirnya internet menyebabkan interaksi dunia nyata bergeser ke dunia maya. Fenomena ini kerap kali disebut sebagai <em>cyberspace</em>. Interaksi masyarakat yang tadinya terjadi secara real, kini didominasi dengan media yang bersifat artifisial. Sebagaimana perilaku masyarakat yang menggunakan media sosial (medsos), untuk terkoneksi dengan yang lainnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Misalnya seperti <em>virtual meeting</em>. Aplikasi telekonferensi seperti Zoom Meeting telah mendapat perhatian khusus terutama karena efisiensinya selama pandemi. Transisi dari pertemuan tatap muka yang beralih menjadi virtual ini memberikan pengalaman tersendiri oleh penggunanya. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fenomena ini, <em>Sketsa</em> mewawancarai Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Unmul, Rina Juwita.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Rina, internet masa kini telah menyuguhkan beragam kebutuhan manusia dan membuat aktivitas manusia bergeser ke ranah maya. Berbagai aktivitas sosial yang umumnya dilakukan secara langsung, saat ini bisa berjalan secara daring dan lebih cepat. <em>Cyberspace</em> juga melahirkan istilah-istilah lainnya seperti <em>cyber society</em>. Di mana masyarakat membangun diri dengan sepenuhnya mengandalkan interaksi dan proses sosial dalam kehidupan kelompok. Dalam <em>cyber society</em>, mereka membentuk jaringan intra dan antarsesama anggota masyarakat maya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi menurut saya, masyarakat kita belum sepenuhnya masuk dalam kategori <em>cyber society</em>. Contohnya saja lagi pandemi gini. Meskipun aktivitas bergeser ke ranah <em>cyber</em>, tapi hanya sedikit yang benar-benar menggunakan teknologi <em>for good cause</em> deh. Kebanyakan terpaksa, minimal interaksi, tetap merindukan interaksi real dan gak sabar mengakhiri situasi ini,&rdquo; terangnya pada Kamis, (16/9) ketika dihubungi melalui WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Pergeseran ini telah melintasi berbagai bidang seperti ekonomi, politik, kultural, spiritual, hingga seksual. <em>Cyberspace</em> menciptakan sebuah kehidupan yang dibangun sebagian besar atau bahkan seluruhnya, dalam model kehidupan yang dimediasi oleh teknologi. Dapat dikatakan, berbagai fungsi alam kini diambil alih oleh substitusi teknologis yang disebut dengan kehidupan artifisial (<em>artificial life</em>). Pengaruhnya juga dapat dilihat pada tataran individu, antarindividu, dan kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Rina menyebut, perkembangan tersebut bermanifestasi dengan munculnya komunitas-komunitas imajiner yang demokratis dan terbuka. Sebab, masyarakat tak lagi terkungkung dan siapapun bisa ambil kendali dalam mengaksesnya. Dari berbagai dinamika inilah, ruang sosial yang seharusnya berwujud nyata dapat dicarikan penggantinya dalam zona maya alias <em>social simulation.</em> Contohnya seperti kegiatan berdonasi. Platform seperti <em>Kitabisa.com</em> mulai lumrah dijadikan opsi untuk masyarakat membantu sesama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Cyberspace</em> telah menciptakan relasi-relasi sosial yang bersifat virtual di ruang-ruang tersebut: <em>virtual shopping</em>, <em>virtual game</em>, <em>virtual conference</em>, <em>virtual sex</em> sampai <em>virtual mosque,</em>&rdquo; paparnya memberi contoh.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara mengenai perilaku masyarakat dalam berinteraksi di medsos, Rina menekankan bahwa literasi media sangat penting untuk dimiliki. Sebab, hadirnya <em>cyberspace</em> ini menipiskan jarak antara hal privat dan yang dapat dikonsumsi oleh publik. Isu yang hadir di ranah maya juga sebaiknya ditanggapi dengan melihat konteksnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Beberapa kasus menjadi viral karena masyarakat menganggap bahwa perangkat hukum di negara kita masih lemah, sehingga sering kali tidak berpihak kepada korban dalam kasus-kasus tertentu. Namun, beberapa kasus lainnya menjadi viral justru karena masih gagapnya masyarakat kita terhadap teknologi. Ini yang menyebabkan mereka tidak memahami beberapa prosedur, misalnya seperti transaksi <em>online</em>,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa <em>cyberspace</em> hanya salah satu fenomena siber yang terjadi di masyarakat. Ada hal-hal seperti <em>cyber security issues</em> sampai <em>cyber culture issues&nbsp;</em>yang patut mendapatkan perhatian dan dipelajari. Untuk mendapat manfaat dari perkembangan zaman, literasi atas teknologi pun juga harus dimasifkan. (<strong><em>len/rst/lyn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Society 5.0 dan Cyber Crime </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/menilik-kesiapan-indonesia-dalam-menghadapi-society-50-dan-cyber-crime/baca </link>
<guid> menilik-kesiapan-indonesia-dalam-menghadapi-society-50-dan-cyber-crime </guid>
<pubDate> Tue, 21 Sep 2021 11:04:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Event Future Leader Summit 2021 menyadarkan agar lebih bijak dalam beraktivitas di media sosial. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/menilik-kesiapan-indonesia-dalam-menghadapi-society-50-dan-cyber-crime/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0LJRxg93Tn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Kesiapan Indonesia dalam Menghadapi Society 5.0 dan Cyber Crime</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mengusung tema &ldquo;Society 5.0 dan Cyber Crime: Seberapa Siapkah Indonesia?&rdquo;, webinar dan diskusi publik yang digelar oleh Cilation: Cyber Law In Action pada Sabtu (18/9) lalu telah usai dilaksanakan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Agenda yang di bawah naungan <em>Event Future Leader Summit 2021</em> ini bertujuan untuk menyebarkan kesadaran kepada masyarakat luas agar lebih bijak dan berhati-hati dalam beraktivitas di media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tujuan daripada acara ini yaitu tak lain dan tak bukan, kami ingin memberikan <em>awareness</em> khususnya kepada publik terkait bagaimana sih sebenarnya kesiapan negara kita, Indonesia, dalam menghadapi <em>Society 5.0</em> khususnya di bidang siber dan dunia maya ini,&rdquo; jelas Ketua Panitia, Fathurrachman Zuhdi dalam sambutannya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana acara daring lainnya, agenda dimulai pukul 13.30 WIB dan dibuka beberapa sambutan. Berlanjut ke acara inti webinar yang terbagi menjadi dua sesi, yakni diskusi sesi pertama dan diskusi sesi kedua.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi sesi pertama menghadirkan dua narasumber yang berasal dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia, yakni Didik Farkhan Alisyahdi, Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi serta Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, Kepada Sub Bidang Analis Data Statistik Kriminal.</p><p style="text-align: justify;">Pada sesi pertama ini, Didik menyatakan bahwa kemajuan di era digital saat ini juga tidak lepas dari dunia hukum. Hukum merupakan komponen yang sangat penting dalam rangka menjaga keamanan di dunia maya utamanya kejahatan siber.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga menyampaikan bagaimana perjuangannya untuk memperbaharui sistem yang ada di Kejaksaan Agung Republik Indonesia menuju sistem digitalisasi yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Bagus menyampaikan bahwa <em>Society 5.0</em> merupakan penyempurnaan dari konsep-konsep sebelumnya dan pengembangan dari Revolusi Industri 4.0. Semakin tinggi kemajuan teknologi juga akan mengakibatkan kejahatan-kejahatan di dalam teknologi. Oleh sebab itu, tidak hanya orang-orang hukum saja yang berperan di dalamnya tetapi peran individu diperlukan.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa ia menambahkan, bahwa saat ini pemerintah tengah berusaha untuk menuju era baru dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia. Nantinya masyarakat harus siap dengan era keterbukaan yang akan datang kelak.</p><p style="text-align: justify;">Setelah diskusi sesi pertama selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Terlihat banyak peserta yang antusias bertanya, meski pada sesi itu harus terpotong waktu istirahat.</p><p style="text-align: justify;">Narasumber ketiga, Indriyatno Banyumurti dari Program Manager ICT Watch Indonesia, mengemukakan bahwa <em>Society 5.0</em> sangat terkait dengan perkembangan teknologi dan digambarkan sebagai suatu kondisi masyarakat yang berpusat kepada manusia sebagai <em>Human Center Society</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ia kemudian menambahkan bahwa teknologi era <em>Society 5.0</em> inilah yang dibuat sebagai solusi dari masalah manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Bagus juga menyinggung bagaimana regulasi dari pemerintah dapat berjalan beriringan dengan era teknologi yang akan datang dan menekankan pentingnya peran publik.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi sesi kedua kembali diisi dengan sesi tanya jawab. Selanjutnya acara ditutup dengan sesi foto bersama di penghujung acara. Dengan diselenggarakannya webinar dan diskusi ini, diharapkan masyarakat umum dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi era <em>Society 5.0</em> serta dapat selalu waspada dengan kejahatan siber. Siapkah kamu untuk menghadapi era terbaru ini? (<strong><em>ash/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Dies Natalis Unmul ke-59, Presiden Resmikan Proyek IsDB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringatan-dies-natalis-unmul-ke-59-presiden-resmikan-proyek-isdb/baca </link>
<guid> peringatan-dies-natalis-unmul-ke-59-presiden-resmikan-proyek-isdb </guid>
<pubDate> Mon, 27 Sep 2021 07:53:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Dies Natalis Unmul 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringatan-dies-natalis-unmul-ke-59-presiden-resmikan-proyek-isdb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aat2pcmZzJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Dies Natalis Unmul ke-59, Presiden Resmikan Proyek IsDB</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Memperingati Dies Natalis Unmul ke-59, kampus menggelar agenda Rapat Terbuka Senat hari ini, Senin (27/9). Disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Unmul TV, acara dipandu oleh pewara dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya serta Himne Unmul. Ketua Senat Unmul, Irwan Gani membuka kegiatan tersebut. Sambutan demi sambutan mengisi kegiatan siang itu. Rektor Unmul, Masjaya dalam sambutannya juga menyebutkan profil dan pencapaian yang diraih oleh Unmul.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Meskipun pemeringkatan versi kementerian tahun 2021 belum diumumkan, tapi dari berbagai institusi pemeringkatan memberikan data yang cukup menggembirakan. Sebagai contoh, pemeringkatan menurut&nbsp;</span><span><em>Webometrics</em></span><span>&nbsp;menempatkan Unmul pada posisi ke-35,&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menambahkan pencapaian lain, seperti posisi Unmul yang menjadi perguruan tinggi Indonesia terbaik dalam bidang riset menurut&nbsp;</span><span><em>Scimago Institution Ranking</em></span><span>. Hal ini tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Mengingat pencapaian tersebut jadi validasi dalam melangkah menuju visi Unmul, yakni sebagai&nbsp;</span><span><em>World Class University</em>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sambutan dilanjutkan oleh Gubernur Kaltim sekaligus Ketua IKA Unmul, Isran Noor. Dalam sambutannya ia memberi harapan agar program unggulan Unmul dapat membawa kampus hijau ini pada persaingan global.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rapat terbuka juga dihadiri oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk meresmikan secara virtual selesainya gedung dan infrastruktur Proyek&nbsp;</span><span><em>Islamic Development Bank</em></span><span>&nbsp;(IsDB) yang santer terdengar sejak 2018 lalu dengan nilai sebesar USD 44,631,486.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(<em>baca:&nbsp;</em></span><em><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-gedung-proyek-isdb-unmul-2021-siap-beroperasi/baca"></a></em><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-gedung-proyek-isdb-unmul-2021-siap-beroperasi/baca"><em>https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-gedung-proyek-isdb-unmul-2021-siap-beroperasi/baca</em></a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Universitas Mulawarman juga harus berperan memunculkan inisiatif inovatif, menjalin kolaborasi strategis, sehingga mampu berkontribusi lebih besar lagi. Saya gembira pembangunan infrastruktur di Universitas Mulawarman sudah bertambah,&rdquo; papar presiden.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap, kehadiran gedung-gedung hasil pembangunan proyek tersebut membuat mahasiswa lebih nyaman serta dapat memperkuat ekosistem yang kondusif untuk kebutuhan riset dan inovasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, orasi ilmiah disampaikan oleh Rektor Gadjah Mada sekaligus Ketua Majelis Rektor Indonesia, Panut Mulyono. Ia menyinggung soal penjaminan mutu perguruan tinggi menuju reputasi global.</span></p><p style="text-align: justify;">Menuju penutupan, kegiatan diisi oleh berbagai video ucapan baik dari universitas nasional dan internasional. Serta penampilan dari civitas academica Unmul dalam memperingati pertambahan usia Unmul.<em><strong>&nbsp;(rst/len)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Pemira KM 2021, Apa yang Baru? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pemira-km-2021-apa-yang-baru/baca </link>
<guid> menuju-pemira-km-2021-apa-yang-baru </guid>
<pubDate> Mon, 27 Sep 2021 11:17:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosialisasi Akbar BEM KM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pemira-km-2021-apa-yang-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cpdMOCodS3.png" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Pemira KM 2021, Apa yang Baru?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Jumat (24/9) lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul menggelar agenda Sosialisasi Akbar yang menjadi rangkaian dalam Pemilihan Raya (Pemira) Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM KM) Unmul tahun 2021. Turut mengundang perwakilan lembaga serta organisasi mahasiswa di kampus, acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 28 orang.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dipandu oleh MC, Rina Rospiana selaku Sekretaris Jendral (Sekjen) DPM KM memberikan sambutan bagi para hadirin. Ia menyebut, persiapan menuju Pemira telah dilakukan sejak April silam dengan melakukan simulasi bersama BEM Fakultas dan internal BEM KM. Adapun sosialisasi ini dirancang untuk mempublikasikan Pemira secara lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sosialisasi ini sebagai upaya untuk mem-<em>branding</em>kan Pemira pada tahun ini. Ada juga <em>electronic vote</em> sebagai cara untuk menyelenggarakan Pemira,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemaparan pelaksanaan Pemira kemudian diserahkan kepada Ketua DPM KM, Muhammad Guntur Saputra. Dalam kesempatan ini, dirinya mengatakan bahwa agenda tahunan tersebut akan berlangsung secara semi daring melalui konsultasi ke birokrat. Secara rinci, terdapat dua lini masa yang dibagi menjadi tahapan pra-Pemira dan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Pada pra-Pemira, <em>open recruitment</em> (Oprec) bagi Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) dan Badan Pengawas dibuka mulai 25 September hingga 6 Oktober mendatang secara daring. Verifikasi berkas dilakukan pada 7 Oktober dilanjutkan dengan penetapan dan pengumuman semi daring di 8 Oktober. Sepanjang tanggal 9-14 Oktober, pembentukan dan launching struktur KPPR dan Bawasra dilakukan secara daring dan ditutup dengan pengumuman tahapan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Sementara, sosialisasi rangkaian kegiatan pemira dilaksanakan selama 15-21 Oktober secara semi daring untuk menarik minat mahasiswa mendaftar menjadi bapaslon atau berpartisipasi dalam memilih paslon yang akan berlaga. Kemudian, dari 22 Oktober sampai 18 November merupakan masa pendaftaran hingga penetapan hasil Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika berminat mendaftar menjadi KPPR, kami sangat terbuka bagi teman-teman untuk ikut berpartisipasi,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Agenda berlanjut dengan pemaparan aplikasi sistem Pemira yang akan digunakan mendatang oleh Koordinator Tim IT, Andi Alfian Bahtiar. Sembari memberikan gambaran aplikasi melalui share screen, ia menjelaskan bahwa mahasiswa dapat mengaksesnya melalui laman <em>pemira.unmul.ac.id</em> dan melakukan <em>login</em> dengan <em>username</em> dan <em>password</em> (seperti pada Sistem Informasi Akademik atau SIA).</p><p style="text-align: justify;">Adapun pengisian username menggunakan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), sedang password didapatkan setelah mahasiswa melakukan validasi perangkat pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing fakultas. Nantinya, akan ada nomor unik yang berbeda-beda untuk setiap mahasiswa. Ini guna mencegah adanya kecurangan.</p><p style="text-align: justify;">Andi turut mengatakan bahwa langkah-langkah pengamanan tersebut juga harus didukung oleh mahasiswa itu sendiri. Seperti menjaga nomor telepon saat validasi perangkat, juga tidak memberikan NIM dan kata sandi kepada orang lain. Meskipun satu NIM dan password hanya berlaku untuk setiap satu orang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akun SIA kan bersifat pribadi, seharusnya dari kita juga menjaga data SIA masing-masing untuk mengantisipasi permasalahan sebagai berikut. Untuk nomor HP, bisa menjadi antisipasi apabila ada yang mencoba membobol NIM dan <em>password</em> yang diketahui,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Sesi Tanya Jawab</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam sosialisasi tersebut, terdapat beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Sketsa mempertanyakan relevansi penggunaan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan bukti registrasi sebagai salah satu syarat dukungan yang dibutuhkan pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini, Guntur mengaku bahwa masalah KTM selalu menjadi polemik tahunan menjelang Pemira. Namun, hingga kini belum ada alternatif untuk menggantikannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya udah dilakukan analisis dan menjadi pembahasan yang cukup susah untuk dicari solusinya. Apa yang bisa menjadi bukti bahwa paslon mendapatkan dukungan dari mahasiswa?&rdquo; Kalau ingin menyebut, ada bank data mahasiswa yang mungkin dipegang oleh oknum-oknum tertentu. Ini tentunya akan kami coba telusuri. Tapi, sampai sekarang kami tetap konsekuen menggunakan KTM dan bukti registrasi,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai kemungkinan terjadinya aklamasi karena tak ada bakal paslon yang mengajukan diri, ia pun membeberkan beberapa upaya yang akan dilakukan dalam publikasi Pemira tahun ini. Akhir-akhir ini, pihaknya mencoba untuk mengumpulkan kontak-kontak dari seluruh lembaga dan organisasi di Unmul untuk menyebarkan informasi mengenai Pemira kepada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun jika tetap tak masif, kami akan mencoba untuk masuk ke setiap fakultas agar dapat mencapai seluruh mahasiswa. Sebagai langkah antisipasi dan preventif, yang bisa kita lakukan sekarang adalah melakukan <em>sounding</em> sedari dini,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum penutup, DPM KM memperkenalkan maskot Pemira bernama Ipot dengan <em>tagline</em> &ldquo;Pahlawan Demokrasi Digitalisasi&rdquo;. Agenda pada sore hari itu lalu diakhiri dengan sesi foto bersama. (<strong><em>len/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rayakan 59 Tahun Unmul, Jarvo Mulawarman Berikan Hadiah Tuntutan Kinerja Buruk Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rayakan-59-tahun-unmul-jarvo-mulawarman-berikan-hadiah-tuntutan-kinerja-buruk-rektor/baca </link>
<guid> rayakan-59-tahun-unmul-jarvo-mulawarman-berikan-hadiah-tuntutan-kinerja-buruk-rektor </guid>
<pubDate> Tue, 28 Sep 2021 06:18:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jarvo Mulawarman sambangi rektor beserta jajarannya untuk melakukan aksi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rayakan-59-tahun-unmul-jarvo-mulawarman-berikan-hadiah-tuntutan-kinerja-buruk-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c4RZ9t7Sil.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rayakan 59 Tahun Unmul, Jarvo Mulawarman Berikan Hadiah Tuntutan Kinerja Buruk Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki usia ke-59, Unmul mendapatkan berbagai ucapan selamat. Nampak berbeda, Aliansi Jaringan Adovaksi (Jarvo) Mulawarman sambangi rektor beserta jajarannya ketika melaksanakan Rapat Terbuka Senat Dies Natalis Unmul, Senin (27/9).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Massa yang terdiri atas perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas tersebut, menyiapkan hadiah berupa enam tuntutan. Di antaranya terkait optimalisasi pengelolaan sarana dan prasarana, apresiasi mahasiswa yang berprestasi secara maksimal, transparansi kenaikan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) jalur Mandiri 2021 dan anggaran universitas, menjamin keselamatan mahasiswa selama pembelajaran tatap muka (PTM) serta mendesak jajaran rektorat untuk memaksimalkan kinerjanya.</p><p style="text-align: justify;">Penanggung Jawab Aksi yang mengusung tagar #RektorBerkhianatMulawarmanMenguggat yakni Andi Indra mendesak Unmul untuk segera menuntaskan pekerjaan mereka akibat tidak kunjung rampung hingga menahun.</p><p style="text-align: justify;">Terik matahari tak membuat massa aksi gentar. Para mahasiswa tetap berdialog di depan bangunan <em>Laboratory Integrated</em> yang merupakan satu dari gedung yang berasal dari bantuan <em>Islamic Development Bank</em> (ISDB).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jalan berlubang, gedung mangkrak, aliran air di <em>Student Center</em> (SC) tidak lancar sudah lama terjadi,&quot; papar Andi dalam orasinya.</p><p style="text-align: justify;">Usai menggelar rapat, Masjaya akhirnya turun untuk menyapa massa. Ia berjanji akan menepati tuntutan mahasiswa, salah satunya terkait apresiasi mahasiswa berprestasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada enggak mahasiswa berprestasi di sini? Apa prestasimu? Yang mana mahasiswa yang tidak berprestasi? Catat aja, nanti kita kasih apresiasi,&quot; tegas Masjaya.</p><p style="text-align: justify;">Masjaya menambahkan, ia akan menjamin mahasiswa yang menoreh prestasi dan akan dibebaskan biaya perkuliahan. &quot;Saya jamin, saya bebaskan selama satu semester,&quot; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait kinerja jajaran birokrat kampus, Masjaya mengaku tidak ambil pusing apabila mahasiswa mempercayai atau tidak kinerja mereka. Namun, pihaknya sangat terbuka dengan kritik mahasiswa dan civitas academica.</p><p style="text-align: justify;">Polemik percepatan vaksinasi mahasiswa turut dijawab oleh Masjaya. Pihaknya telah mengupayakan pemberian 38.000 dosis vaksin kepada seluruh mahasiswa. Namun, hingga saat ini masih menunggu ketersediaan oleh Kementerian Kesehatan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dugaan Permainan Anggaran</strong></p><p style="text-align: justify;">Massa aksi turut menyerukan transparansi anggaran kampus. Melalui enam tuntutan tersebut, salah satu peserta aksi, Dandi Wijaya yang berasal dari BEM Fakultas Hukum (FH) mengungkapkan bahwa kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Unmul dianggap cacat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak hanya memberi aspirasi, tapi juga memberikan komitmen. Sudah melayangkan surat ke (bidang) keuangan rektorat dari 3 September (untuk) meminta transparansi kenaikan UKT di masa pandemi. Rektor mengeluarkan keringanan UKT, tapi juga melakukan kenaikan UKT. Cacat secara formil. Harus dicabut,&quot; lurus Dandi.</p><p style="text-align: justify;">Secara tanggap, Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan Abdunnur mengatakan bahwa dirinya telah merencanakan dengar pendapat secara hati ke hati kepada mahasiswa. Kegiatan itu dicanangkan akan digelar pada hari ini, Selasa (28/9).</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jangan cuma bahas secara kualitatif saja. BKT kita tetapkan data sejak 2013. Delapan tahun enggak ada yang berubah dari anggaran tersebut,&quot; ujarnya saat menemui massa.</p><p style="text-align: justify;">Pada 2018 lalu, Unmul memulai kerja sama dengan ISDB untuk memperbaiki sarana dan fasilitas kampus serta mengusung konsep <em>Center of Excellence for Tropical Studies</em>. Dengan begitu, kampus diharapkan dapat menerapkan kebijakan yang terimplementasi dengan nyata oleh seluruh civitas academica. (<strong><em>syl</em></strong><strong><em>/bey/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perayaan Dies Natalis Unmul ke-59, BEM FISIP Beri Hadiah Karangan Bunga Pertanda Rapor Merah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perayaan-dies-natalis-unmul-ke-59-bem-fisip-beri-hadiah-karangan-bunga-pertanda-rapor-merah/baca </link>
<guid> perayaan-dies-natalis-unmul-ke-59-bem-fisip-beri-hadiah-karangan-bunga-pertanda-rapor-merah </guid>
<pubDate> Tue, 28 Sep 2021 11:01:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FISIP tampak memberikan karangan bunga yang ditaruh di gerbang utama Unmul di kawasan M.Yamin </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perayaan-dies-natalis-unmul-ke-59-bem-fisip-beri-hadiah-karangan-bunga-pertanda-rapor-merah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ioqosCbDmg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perayaan Dies Natalis Unmul ke-59, BEM FISIP Beri Hadiah Karangan Bunga Pertanda Rapor Merah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Euforia hari jadi Unmul ke-59 masih dirasakan berbagai kalangan mahasiswa. Salah satunya dari Bada Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul. Tampil berbeda, mereka nampak memberikan karangan bunga yang diletakkan pada gerbang utama Unmul di kawasan M.Yamin sejak pukul 09.30 Wita.</span></p><p style="text-align: justify;">Karangan bunga berwarna merah dan biru tersebut mencatat lima pekerjaan rumah yang menjadi rapor merah bagi kampus yang mengusung konsep <em>Tropical Studies</em> ini. Antara lain lambatnya pelayanan informasi publik, transparani Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan unit <em>cost</em> perkuliahan, pembentukan regulasi kekerasan seksual pada lingkungan kampus, pembentukan layanan kesehatan mental dan percepatan vaksinasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ikzan Nopardi, Presiden BEM Fisip Unmul, mengaku bahwa cara tersebut ditempuh sebagai bentuk sindiran kepada Unmul agar menjadi dorongan untuk menuntaskan polemik yang kian menahun pada kampus almamater kuning ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mencoba mencari metode yang berbeda. Awal tahun kita sudah aksi. Setiap aksi kita liat refleksi. Tujuannya mengevaluasi kerja rektorat,&quot; papar Ikzan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, ia mengaku jika pihaknya telah melaksanakan audiensi di FISIP Senin (6/9) lalu. Poin yang disampaikan kurang lebih serupa. Hasil dari audiensi ia akui fakultas akan mengakomodir langsung ke tingkat universitas.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang menarik, BEM FISIP mendorong pembentukan layanan kesehatan mental oleh Unmul. Ini tersebut bukan tanpa sebab. Bagi mereka, kesehatan mental merupakan unsur yang penting untuk aktivitas seluruh civitas academica. Situasi pandemi Covid-19 dianggap menguras tenaga dan mental seluruh individu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Stres akademik dirasakan mahasiswa, itu perlu perhatian,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">BEM FISIP berharap perwujudan dari visi Unmul yakni <em>World Class University</em> tak membuat Unmul lupa dalam memprioritaskan masalah yang terjadi. &quot;Gedung masih mangkrak, pelayanan administrasi, dan informasi harus lebih tanggap,&quot; pungkasnya pada Sketsa. (<strong><em>syl/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penegakan Hukum Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup dalam Tatanan Kenormalan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/penegakan-hukum-untuk-menjaga-kelestarian-lingkungan-hidup-dalam-tatanan-kenormalan-baru/baca </link>
<guid> penegakan-hukum-untuk-menjaga-kelestarian-lingkungan-hidup-dalam-tatanan-kenormalan-baru </guid>
<pubDate> Thu, 30 Sep 2021 06:50:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini mengenai penegakan hukum lingkungan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/penegakan-hukum-untuk-menjaga-kelestarian-lingkungan-hidup-dalam-tatanan-kenormalan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NBe57D7W39.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Penegakan Hukum Untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup dalam Tatanan Kenormalan Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Indonesia disebut sebagai <em>mega biodiversity country.</em> Artinya, Indonesia memiliki keistimewaan sumber daya alam yang beragam dan tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Mulai dari kekayaan alam hutan tropis, yaitu sebagai salah satu negara yang memiliki hutan tropis terluas dan kaya akan keanekaragaman hayati. Indonesia juga memiliki laut yang luas, garis pantai yang panjang serta kekayaan-kekayaan laut. Baik potensi perikanan, terumbu karang maupun sumber daya hayati lainnya. Sehingga, kekayaan alam tersebut harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sebagai keunggulan komparatif yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Dengan begitu, keunggulan komparatif tersebut kemudian dapat menjadi keunggulan kompetitif bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu diperhatikan bagaimana cara mengelola sumber daya alam tersebut untuk kemakmuran rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Di balik keunggulan yang dimiliki, terdapat ancaman terhadap sumber daya alam Indonesia. Misalnya <em>illegal logging</em>, kebakaran hutan, perambahan kawasan, pertambangan ilegal, perburuan dan perdagangan satwa liar, pencemaran dan perusakan lingkungan maupun kegiatan-kegiatan lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ini harus ditangani dengan sebaik-baiknya dalam mewujudkan daya saing bagi bangsa Indonesia, untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. Berbagai macam upaya harus dilakukan termasuk penegakan hukum. Diharapkan adanya keadilan lintas generasi dengan adanya keberlanjutan sumber daya produksi. Termasuk investasi yang hadir di Indonesia, harus benar-benar berkualitas. Langkah-langkah tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui penegakan hukum. Pada masa pandemi ini, upaya-upaya untuk mengatasi ancaman-ancaman terhadap kelestarian lingkungan juga terus dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Ancaman terhadap sumber daya alam tentunya akan memberikan dampak. Seperti kehilangan sumber daya kehati dan potensi jasa lingkungan. Adapula dampak terhadap kesehatan masyarakat, bencana ekologi dan kerugian ekonomi serta keuangan negara yang bahkan berdampak pada kewibawaan negara. Kejahatan lingkungan juga dapat berdampak langsung. Misalnya persoalan karhutla yang menimbulkan dampak langsung seperti terganggunya penerbangan dan aktivitas masyarakat. Selain itu, dampak jangka panjang juga dapat terjadi, seperti dampak kerusakan ekologis.</p><p style="text-align: justify;">Kejahatan sumber daya alam sebagian besar adalah untuk kepentingan inansial, baik karena adanya <em>moral hazard</em> ataupun adanya niat jahat. Kejahatan sumber daya alam sangat kompleks karena bersifat <em>multi actor.</em> Mulai dari individu, korporasi, kelompok terorganisir, aktor transnasional bahkan pihak-pihak yang dekat dengan kekuasaan. Kejahatan ini tidak berdiri sendiri, artinya lekat dengan kegiatan seperti pencucian uang, korupsi, kejahatan pertambangan, bahkan keuangan dan perpajakan. Kejahatan lingkungan hidup juga memiliki beragam modus operandi. Mulai dari menjalankan usaha tidak sesuai izin atau memalsukan dan penyalahgunaan dokumen, perpindahan lintas batas secara ilegal hingga <em>dumping</em> limbah di <em>remote area</em>.</p><p style="text-align: justify;">Penegakan hukum diperlukan untuk mewujudkan hukum yang berkeadilan, kemanfaatan, dan berkepastian hukum. Tujuannya adalah meningkatkan daya saing terhadap sumber daya alam serta kesejahteraan masyarakat. Ini dilakukan dengan beberapa langkah yaitu; mengamankan sumber daya alam, menjamin hak konstitusi rakyat, memastikan keberlanjutan sumber daya produksi, membangun budaya kepatuhan, mengembalikan kerugian negara, menegakkan kewibawaan negara dan memastikan tata kelola yang baik.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Beberapa tantangan pada penegakan hukum lingkungan misalnya terlihat dari penggunaan instrumen hukum pidana dan perdata yang sering kali membutuhkan waktu lama. Penegakan hukum administrasi relatif lebih cepat, namun tetap memiliki tantangan yang rumit. Selain itu, terdapat tantangan lain seperti ekspektasi publik terhadap penegakan hukum pidana yang masih tinggi (<em>premium remedium</em>). Sementara penegakan hukum baru menimbulkan kejut (<em>shock effect</em>) dan belum membuat efek jera (<em>deterrent effect</em>) karena skala penindakan belum mencapai <em>critical mass</em> dan penegakan hukum belum efektif untuk merestorasi dampak baru kepada penghukuman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kondisi <em>new normal</em>&nbsp; selama ini mungkin tidak mengenal protokol kesehatan. Namun, saat ini pekerjaan di lapangan dilengkapi sejumlah persiapan sistem perlindungan yang lebih ketat daripada sebelumnya. Saat bekerja bersama dengan tim di lapangan, tentu protokol kesehatan harus dijaga. Sebab pekerja harus berkegiatan di tempat yang melakukan pergerakan atau mobilisasi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Selain menjaga protokol kesehatan, upaya yang dilakukan dalam penegakan hukum lingkungan selama pandemi ini adalah dengan menyiapkan prosedur-prosedur mobilisasi antar daerah. Ini dialihkan dengan mengoptimalkan tim-tim atau tugas-tugas yang ada di daerah serta menggunakan teknologi untuk memperkuat kualitas pelaksanaan penegakan hukum lingkungan.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Masyarakat juga dapat memberikan peran dalam penegakan hukum lingkungan. Terdapat kanal-kanal informasi baik di media sosial maupun kanal pengaduan yang berbasis website maupun aplikasi. Laporan masyarakat yang disampaikan oleh pihak yang jelas atau dapat dikonfirmasi kebenaran identitasnya, kemudian dapat di register dan dipantau perkembangannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Lisa Aprilia Gusreyna, Mahasiswa Hukum, FH 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hadapi Quarter Life Cricis, Siapkan Masa Depan Terbaik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/hadapi-quarter-life-cricis-siapkan-masa-depan-terbaik/baca </link>
<guid> hadapi-quarter-life-cricis-siapkan-masa-depan-terbaik </guid>
<pubDate> Thu, 30 Sep 2021 10:10:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Webinar Nasional Himapsi, Quarter Life Crisis: An Insecurity about People’s Achievement and How to Prepare Our Future Career. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/hadapi-quarter-life-cricis-siapkan-masa-depan-terbaik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7zKka0ILra.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hadapi Quarter Life Cricis, Siapkan Masa Depan Terbaik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sabtu (25/9) lalu, Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul mengadakan agenda webinar nasional bertajuk &ldquo;<em>Quarter Life Crisis: An Insecurity about People&rsquo;s &nbsp;Achievement and How to Prepare Our Future Career</em>.&rdquo; Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini Himapsi berhasil menggaet hingga lebih dari 900 partisipan dari berbagai daerah di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><em>Quarter life crisis</em> rupanya menjadi hal yang menarik perhatian banyak kalangan. Hal ini dilihat dari maraknya fenomena rendah diri yang dialami oleh beberapa orang, terutama di media sosial. Topik tersebut yang mendasari Himapsi dalam mengangkat tema <em>insecurity</em> atas pencapaian orang lain. Harapannya, kita dapat mempersiapkan diri dan masa depan ketimbang terus terpuruk.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak banget anak muda yang sering mengalami <em>quarter life crisis</em>, bahkan jauh sebelum mereka menginjak usia yang seharusnya. Terlebih sekarang, <em>kan</em> orang suka banget mempublikasikan pencapaian mereka secara berlebih di media sosial. Itu secara gak langsung juga berdampak ke orang lain,&rdquo; tutur Winda Hardianti Ningrum selaku ketua panitia.</p><p style="text-align: justify;">Webinar pun dilaksanakan secara <em>hybrid</em> guna mengurangi kendala teknis. Beberapa panitia berkumpul di salah satu <em>coworking space</em> sejak pukul 08.00 Wita untuk menyiapkan hal-hal yang diperlukan. Tepat pukul 09.10 Wita, pewara mulai membuka acara. Sebelum masuk ke dalam inti acara, Himapsi tak lupa mengajak audiens untuk menyanyikan lagi Indonesia Raya dilanjutkan dengan menampilkan <em>performance</em> berupa Tari Dayak. Sambutan-sambutan dibawakan oleh ketua panitia, Ketua Umum Himapsi Unmul, Presiden BEM FISIP Unmul dan resmi dibuka setelah sambutan dari Koordinator Program Studi Psikologi Unmul selesai.</p><p style="text-align: justify;">Penyampaian materi pertama dibawakan oleh dosen dari Prodi Psikologi FISIP Unmul, Dian Dwi Nur Rahmah. Ia membahas seputar terjadinya <em>quarter life crisis</em> di era milenial. Turut pula memaparkan penelitian di mana pandemi Covid-19 yang mulai merebak pada 2020 menjadi salah satu penyebabnya. Guna mempersiapkan masa depan, ia menyampaikan bahwa sudah sepatutnya seseorang memiliki 10 kemampuan yang menyokong kualitas diri. Yakni <em>complex problem solving</em>, <em>critical thinking</em>, <em>creativity</em>, <em>people management</em>, <em>coordinating &nbsp;with others</em>, <em>emotional intelligence</em>, <em>judgement and decision making</em>, <em>service orientation</em>, <em>negotiation,</em> dan <em>cognitive flexibility</em>.</p><p style="text-align: justify;">Materi kedua kemudian dibawakan oleh dr. Andreas yang merupakan psikiater di Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa <em>quarter life crisis</em> adalah sebuah proses di mana seseorang mengalami adanya perbedaan atau ketidaksesuaian antara ekspektasi dan sebuah realita. Akan ada perasaan kecewa, ragu, <em>insecure</em> dan stres yang dialami seseorang. Bahkan suatu waktu, seseorang akan mengalami <em>burnout</em> dan justru menyerah terhadap mimpi yang diinginkan. Sebenarnya, hal yang perlu dilakukan adalah menerima dan wajar akan sebuah krisis.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pemberian kedua materi, sesi diskusi berjalan sangat interaktif dengan antusiasnya peserta dalam memberikan pertanyaan. Sebelum menutup acara, Himapsi juga memberikan <em>doorprize</em> pada peserta aktif selama webinar. Usai sesi dokumentasi, acara berakhir pada 13.10 Wita. Dengan terlaksananya webinar ini, besar harapan agar para peserta dapat mempersiapkan diri menghadapi quarter life crisis dan tidak menyerah untuk menggapai impian yang diinginkan. (<strong><em>vyl</em></strong><strong><em>/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tim PHP2D Himaster Unmul dalam Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Bangun Rejo pada Produksi Madu Kelulut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/tim-php2d-himaster-unmul-dalam-tingkatkan-pengetahuan-masyarakat-desa-bangun-rejo-pada-produksi-madu-kelulut/baca </link>
<guid> tim-php2d-himaster-unmul-dalam-tingkatkan-pengetahuan-masyarakat-desa-bangun-rejo-pada-produksi-madu-kelulut </guid>
<pubDate> Fri, 01 Oct 2021 06:47:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press Release dari Tim PHP2D Himaster Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/tim-php2d-himaster-unmul-dalam-tingkatkan-pengetahuan-masyarakat-desa-bangun-rejo-pada-produksi-madu-kelulut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zv89I18Qr8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tim PHP2D Himaster Unmul dalam Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Bangun Rejo pada Produksi Madu Kelulut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himaster) Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul berhasil menerima dana hibah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) untuk keempat kalinya. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang diperuntukkan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 2021, sebanyak 18 ribu proposal diajukan oleh berbagai UKM dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Proposal ini melalui tiga tahap seleksi, yakni seleksi administrasi, substansi dan presentasi. Keputusan final oleh juri dan <em>reviewer</em> Dikti telah mengukuhkan 563 proposal yang lolos. Salah satu proposal tersebut berasal dari Himaster Faperta Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Tim PHP2D Himaster yang diketuai Gidion Parinding (angkatan 2018) beserta anggotanya mengusung tema &ldquo;Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Usaha Budidaya Kelulut (<em>Trigona sp</em>) dengan <em>Apiculture Agroforestry System</em> dan Pemanfaatan Lahan Kosong dalam Rangka mewujudkan Sentra Madu dan Peningkatan Perekonomian di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur&rdquo; dengan didampingi oleh dosen pembimbing, Julinda Romauli Manullang.</p><p style="text-align: justify;">Di masa pandemi seperti saat ini, kebutuhan akan pangan untuk meningkatkan imun tubuh banyak dicari oleh masyarakat. Maka dari itu, mengonsumsi madu menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan imunitas tubuh. Saat ini, peternak lebah kelulut di Desa Bangun Rejo masih melakukan budi daya dengan cara tradisional, memiliki permodalan terbatas, aspek produksi yang sangat tergantung pada alam, minim pengetahuan dan sulit memasarkan produk.</p><p style="text-align: justify;">Kendala itu terjadi lantaran produk madu yang dihasilkan tidak sesuai dengan permintaan pasar. Sumber pakan lebah juga hanya mengandalkan bunga dari buah-buahan, sehingga musim panen hanya lima kali dalam setahun. Selain itu, jumlah stup yang dikelola juga masih sangat sedikit, sehingga produksi madu yang dihasilkan juga masih sangat rendah. Hingga saat ini belum terbentuk kelompok peternak kelulut yang ada di Desa Bangun Rejo, padahal dengan adanya kelompok ini mampu menjadi wadah bagi para peternak untuk berkomunikasi dan berbagi pengalaman.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu program kerja tim PHP2D Himaster yaitu melakukan pelatihan budidaya lebah kelulut yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 September 2021 lalu. Bertempat di pendopo kantor Desa Bangun Rejo dan lahan PHP2D Himaster, kegiatan pelatihan itu mendapat antusias yang besar dari peserta. Dihadiri pula oleh Kepala Desa, kelompok kelulut, anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karang taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan pengurus Himaster.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, acara tersebut turut menghadirkan Enos Tangke Arung dan Syafrizal sebagai pemateri yang berkompeten pada budi daya lebah kelulut. Pemberian materi pelatihan dimulai dengan pengenalan jenis lebah kelulut, vegetasi tanaman sebagai sumber penghasil madu, pecah koloni, proses panen madu dan pengolahan hasil sampingan lebah kelulut.</p><p style="text-align: justify;">Tak luput Gidion Parinding berpesan dan memberikan harapan dengan terlaksananya kegiatan ini. Ia berucap bahwa nantinya masyarakat mampu memproduksi banyak madu kelulut setelah mendapatkan beragam materi dari pelatihan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan adanya pelatihan ini, harapannya bisa mengedukasi para peternak serta masyarakat Desa Bangun Rejo untuk meningkatkan produksi madu kelulut dan memanfaatkan hasil sampingan menjadi lebih bernilai ekonomis&rdquo;, pungkas Gidion.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Nurfajar Kurniawan, Mahasiswa Peternakan 2018, Anggota Tim PHP2D Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himaster) Faperta Unmul 2021.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peneguhan Pancasila Sebagai Ideologi Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/peneguhan-pancasila-sebagai-ideologi-negara/baca </link>
<guid> peneguhan-pancasila-sebagai-ideologi-negara </guid>
<pubDate> Fri, 01 Oct 2021 10:16:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini Hari Kesaktian Pancasila. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/peneguhan-pancasila-sebagai-ideologi-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SSKLAYaCCi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peneguhan Pancasila Sebagai Ideologi Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Latar belakang peringatan Hari Kesaktian Pancasila tak terlepas dari adanya Peristiwa Gerakan 30 September 1965 oleh Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Presiden Joko Widodo menyetujui dan mengeluarkan Keppres Nomor 24/2016 yang menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam Keppres, disebutkan rumusan Pancasila sejak 1 Juni 1945 yang dibawakan dalam pidato Ir. Soekarno, rumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 hingga rumusan final 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa G30S/PKI tersebut adalah upaya PKI untuk mengubah pokok Pancasila menjadi ideologi komunis. Situasi kebangsaan yang terkoyak dengan penegakkan nilai-nilai Pancasila yang masih terombang-ambing dalam implementasi pemerintahan, ataupun menjalankan kewajiban sebagai warga negara Indonesia menjadi PR bersama untuk menghidupkan kembali Pancasila di tengah-tengah era distrupsi sekarang ini. Ini menjadi upaya menguatkan eksistensi Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum pengingat perjalanan sejarah bagaimana bangsa Indonesia mempertahankan ideologi negara. Hari Kesaktian Pancasila dimaknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa dan mengembalikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan menjadi sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia dalam sendi-sendi berbangsa dan bernegara.</p><p style="text-align: justify;">Hari Kesaktian Pancasila mempunyai makna yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Makna Kesaktian Pancasila pun merupakan hari di mana seluruh anggota serta pejabat tentara Indonesia atau TNI berduka. Hal tersebut disebabkan karena pada masa itu banyak sekali perwira TNI yang gugur dan hilang secara tiba-tiba. Penghormatan juga termasuk dalam salah satu makna Kesaktian Pancasila. Karena setiap Warga Negara Indonesia wajib melakukan penghormatan kepada seluruh pahlawan yang telah berjatuhan dalam melakukan tugas melindungi Pancasila.</p><p style="text-align: justify;">Kesaktian Pancasila juga memiliki makna sebagai usaha untuk membentengi peranan Pancasila sebagai dasar negara serta juga sebagai ideologi bangsa. Pancasila mempunyai peran yang sangat penting sebagai dasar utama negara Indonesia. Untuk mengatur dalam penyelenggaraan ketatanegaraan yang mencangkup politik, ekonomi, sosial budaya, dan keamanan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Putri Sri Wahyuni, Staf Kementerian Sosial BEM KM 2021.</em></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi FH Menggugat: Cabut Kenaikan UKT Mahasiswa Mandiri, Perjelas Gedung Mangkrak di FH </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aliansi-fh-menggugat-cabut-kenaikan-ukt-mahasiswa-mandiri-perjelas-gedung-mangkrak-di-fh/baca </link>
<guid> aliansi-fh-menggugat-cabut-kenaikan-ukt-mahasiswa-mandiri-perjelas-gedung-mangkrak-di-fh </guid>
<pubDate> Fri, 01 Oct 2021 10:40:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press release Aliansi FH Menggugat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aliansi-fh-menggugat-cabut-kenaikan-ukt-mahasiswa-mandiri-perjelas-gedung-mangkrak-di-fh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WXUqgyvYCX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi FH Menggugat: Cabut Kenaikan UKT Mahasiswa Mandiri, Perjelas Gedung Mangkrak di FH</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Universitas Mulawarman merupakan salah satu universitas terbaik yang ada di Kalimantan Timur Predikat Akreditasi A. Sebagai kampus dengan predikat tersebut, menjadikan Unmul sebagai kampus terfavorit bagi kalangan siswa SMA yang akan masuk dalam dunia perkuliahan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dengan semua predikat tersebut, bukan berarti kampus terlepas dari permasalahan-permasalahan yang ada. Begitu banyak masalah yang terjadi di dalam Unmul. Dimulai dari kebijakan dalam kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masa pandemi, Kurangnya transparansi kebijakan dan anggaran, banyaknya bangunan yang mangkrak dan masih banyak lagi.</span></p><p style="text-align: justify;">Pembangunan infrastruktur yang ada di Unmul memanglah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Akan tetapi, dalam hal ini terjadi pembiaran terhadap gedung-gedung yang mangkrak di beberapa fakultas. Tercatat total kurang lebih 30 gedung masih terbengkalai dan belum menemui kejelasan bagaimana kelanjutannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, banyak sekali pembangunan gedung baru. Namun, gedung yang mangkrak seakan-akan diabaikan oleh pihak rektorat itu sendiri. Tentu situasi seperti ini juga mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar apabila telah dilaksanakan perkuliahan tatap muka itu nantinya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Naiknya UKT/BKT bagi mahasiswa jalur SMMPTN (mandiri) pada tahun 2021 cukup mengejutkan setiap kalangan mahasiswa dan akademisi. Khususnya di Fakultas Hukum (FH) Unmul, sebab sebelumnya peraturan rektor yang dikeluarkan tentang kenaikan UKT/BKT jalur mandiri tidaklah melibatkan seluruh elemen yang ada di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dikaji lebih lanjut, Peraturan Rektor Nomor 2 tahun 2021 cacat secara formil. Dalam hal ini, bentuk atau produk hukum yang seharusnya dikeluarkan oleh pihak rektor adalah berupa <em>Beschikking</em> (ketetapan atau keputusan). Dalam asas pembentukan peraturan perundang-undangan, bahwa sebuah produk hukum yang cacat secara formil tidaklah memiliki hukum yang mengikat. Ditambah lagi yang menjadi alasan dasar naiknya UKT/BKT mahasiswa jalur mandiri tidak dijelaskan. Setelah diminta keterangan melalui surat BEM FH Unmul tertanggal 3 September 2021, pihak rektorat juga tidak memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan Dies Natalis Unmul yang ke-59 tahun pada 27 September lalu, maka kami dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta beberapa lembaga internal FH Unmul yang melebur menjadi satu dengan nama Aliansi FH Menggugat, menuntut pihak rektorat untuk:</p><p style="text-align: justify;">1.	Cabut Peraturan Rektor Nomor 2 tahun 2021 tentang kenaikan UKT/BKT bagi mahasiswa jalur mandiri tahun 2021</p><p style="text-align: justify;">2.	Berikan kejelasan tentang pembangunan 3 (tiga) gedung yang ada di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Andrean Himawan Pangestu Probolakson, Mahasiswa Hukum 2019, Humas Aliansi FH Menggugat. </em></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> What They Don’t Talk About When They Talk About Love: Tidak Pernah Ada Keterbatasan Dalam Mencintai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/what-they-dont-talk-about-when-they-talk-about-love-tidak-pernah-ada-keterbatasan-dalam-mencintai/baca </link>
<guid> what-they-dont-talk-about-when-they-talk-about-love-tidak-pernah-ada-keterbatasan-dalam-mencintai </guid>
<pubDate> Sat, 02 Oct 2021 08:45:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film yang menampilkan kisah cinta remaja berkebutuhan khusus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/what-they-dont-talk-about-when-they-talk-about-love-tidak-pernah-ada-keterbatasan-dalam-mencintai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HZi9E7ycar.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>What They Don’t Talk About When They Talk About Love: Tidak Pernah Ada Keterbatasan Dalam Mencintai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; <em>What They Don&rsquo;t Talk About When They Talk About Love</em>, sebuah film Indonesia 2013 yang disutradarai oleh Mouly Surya ini mengisahkan tentang dua kisah cinta murid Sekolah Luar Biasa (SLB). Yakni Diana (diperankan Karina Salim) serta teman bernama Fitri (diperankan oleh Ayu Shita).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dalam kisahnya, Diana adalah seorang penyandang <em>low vision impairment</em>, yaitu sebuah penyakit penglihatan yang mengharuskan penyandangnya menggunakan kacamata khusus. Diana jatuh cinta dengan teman sekelasnya yang tunanetra bernama Andhika (diperankan Anggun Priambodo).</p><p style="text-align: justify;">Berbagai cara dilakukan oleh Diana untuk menarik perhatian Andhika. Mulai dari memakai parfum kesukaan Andhika, mencoba mengobrol mengenai berbagai hal bahkan diam-diam ia memperhatikan Andhika dari kacamata khususnya. Namun, saat itu Diana belum mengetahui bahwa Andhika telah memiliki seorang kekasih.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Fitri mempercayai mitos tentang hantu dokter yang dapat mengabulkan semua permintaan. Namun karena dirinya tunanetra, ia selalu melakukan interaksi dengan dokter hantu sehingga akhirnya percaya akan mitos itu. Fakta yang tak diketahuinya adalah bahwa dokter hantu tersebut adalah seorang laki-laki bernama Edo (diperankan oleh Nicholas Saputra) dan menyandang tunarungu-wicara.</p><p style="text-align: justify;">Keterkaitan empat tokoh dengan keterbatasan inilah yang unik. Skenario juga disuguhkan dengan baik, di mana keempat tokoh tersebut memperjuangkan cintanya. <span>What They Don&apos;t Talk About When They Talk About Love</span> menyajikan <em>scene</em> minim dialog, namun mampu menggerakkan sisi emosional.</p><p style="text-align: justify;">Film ini menggambarkan kehidupan dari kaum minor yang jarang terjamah. Yakni siswa-siswa yang bersekolah di SLB dan sering dipandang sebelah mata. Padahal, murid-murid SLB tidak jauh berbeda dengan murid normal dan layak punya pengalaman sebagaimana manusia pada umumnya.</p><p style="text-align: justify;">Mouly Surya menggambarkan dengan baik bagaimana Diana, Fitri dan Andhika mampu mengikuti pelajaran dengan baik meski orang lain meragukannya. Bahkan dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka juga layak merasakan cinta dan kasih sayang. Tertarik menyaksikan kisah dengan kemasan unik ini? <strong><em>(ahn/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ragam Motif Batik Penuh Makna dalam Peringatan Hari Batik Nasional 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/ragam-motif-batik-penuh-makna-dalam-peringatan-hari-batik-nasional-2021/baca </link>
<guid> ragam-motif-batik-penuh-makna-dalam-peringatan-hari-batik-nasional-2021 </guid>
<pubDate> Sat, 02 Oct 2021 10:52:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Batik diakui sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/ragam-motif-batik-penuh-makna-dalam-peringatan-hari-batik-nasional-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RbW5UMCg3u.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ragam Motif Batik Penuh Makna dalam Peringatan Hari Batik Nasional 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tepat pada tanggal 2 Oktober ini diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Batik sendiri merupakan salah satu warisan nusantara yang unik. Dengan corak kain yang autentik yang khas, batik dibuat secara khusus dengan menuliskan atau menerapkan malam (lilin) untuk kemudian diolah dengan cara-cara tradisional yang unik.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>Kompas.com</em>, pemilihan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional lantaran pada tanggal itu batik diakui sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Batik Indonesia sendiri masuk ke dalam 76 warisan budaya non-benda dunia. Dikatakan pula bahwa teknik, simbolisme, dan budaya terkait batik dianggap melekat dengan budaya Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya batik dapat menjadi refleksi akan keberagaman budaya di Indonesia, unsur-unsur itu dapat dilihat dari berbagai motifnya. Di Indonesia, hampir setiap daerah mempunyai nama serta motif batik sendiri. Setiap motif batik memiliki filosofi tersendiri. Beberapa batik populer yang dikenal yaitu Batik Parang, Batik Mega Mendung, Batik Kawung, Batik Sekar Jagad dan Batik Sidomukti yang memiliki makna tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Merdeka.com</em>, Mega Mendung merupakan salah satu jenis motif batik yang popular di daerah Cirebon. Motif batik dengan pola-pola awan ini menyimpan makna dan filosofi yang mendalam. Pesan nilai kesabaran terselip di balik motif ini. Mega Mendung terdiri dari kata &ldquo;Mega&rdquo; yang berarti langit dan awan serta &ldquo;Mendung&rdquo; atau langit yang meredup biasanya ada di saat akan turun hujan. Istilah Mendung juga diartikan dalam kehidupan manusia sebagai sifat yang sabar, tidak mudah marah.</p><p style="text-align: justify;">Ada pula Batik Parang yang berasal dari kota Solo. Batik ini memiliki motif menyerupai ombak lautan. Dengan analogi, ombak yang senantiasa menghantam tebing dan karang tanpa kenal lelah. Dahulu, Batik Parang menjadi motif batik sakral yang tidak bisa digunakan oleh sembarang orang. Hanya kalangan orang bergelar tertentu saja yang boleh menggunakan batik ini.</p><p style="text-align: justify;">Di Kalimantan Timur sendiri memiliki batik dengan motif atau corak tersendiri. Batik Kaltim sering kali menggunakan berbagai gradasi warna jingga, hijau, merah jambu, dan merah. Motif-motifnya terutama dipengaruhi oleh budaya Dayak yang menggambarkan pandangan dan falsafah mereka mengenai alam dan dunia sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan momentum peringatan Hari Batik Nasional ini, diharapkan kita sebagai warga Indonesia dapat melestarikan warisan budaya ini. Salah satunya dengan cara menggunakan batik dalam kegiatan kita sebagai bukti cinta tanah air akan warisan nusantara ini. Melalui keberagaman motif dan jenisnya, kita dapat mengambil makna yang terdapat dalam setiap helai batik untuk di jadikan sebuah pelajaran hidup. (<strong><em>nop/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Hewan Sedunia: Melihat Keselarasan Manusia dan Hewan Saat Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-hewan-sedunia-melihat-keselarasan-manusia-dan-hewan-saat-ini/baca </link>
<guid> hari-hewan-sedunia-melihat-keselarasan-manusia-dan-hewan-saat-ini </guid>
<pubDate> Mon, 04 Oct 2021 11:19:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setiap 4 Oktober ditetapkan sebagai Hari Hewan Sedunia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-hewan-sedunia-melihat-keselarasan-manusia-dan-hewan-saat-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OJBsRWShDl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Hewan Sedunia: Melihat Keselarasan Manusia dan Hewan Saat Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;Setiap 4 Oktober ditetapkan sebagai Hari Hewan Sedunia. Awal dimulainya peringatan Hari Hewan saat itu dari adanya perjamuan yang diadakan oleh sang pencinta alam dan pelindung hewan serta lingkungan <em>Francis of Assisi</em>. Setelah perjamuan itu dilaksanakan, beberapa gereja melakukan berbagai pemberkatan terhadap hewan sebagai bentuk kegiatan untuk agama Kristen.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Namun, sekarang Hari Hewan dirayakan oleh seluruh pencinta hewan. Kini kita dapat merasakan peringatan hari tersebut karena dirayakan dari berbagai latar belakang masyarakat yang menyukai hewan. Tak hanya dari agama atau kelompok tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun tema Hari Hewan yang diangkat tahun ini ialah &ldquo;<em>Forests and Livelihoods: Sustaining People and Planet</em>&quot; atau &ldquo;Hutan dan Mata Pencaharian: Mempertahankan Manusia dan Planet&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Acara yang kerap dilakukan seperti pengumpulan dana, bazar, lokakarya yang diusung berbagai kelompok, seperti tim penyelamat binatang dan berbagai organisasi satwa liar. Mereka juga menjadikan perayaan itu sebagai ajang apresiasi terhadap individu, sekelompok orang, atau lembaga yang dianggap telah memberikan kontribusi terbaik pada dunia hewan. Hal tersebut dilakukan banyak negara salah satunya Finlandia.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan Hari Hewan kali ini juga tak terlepas dari fakta dan kesadaran manusia akan penting dan dibutuhkannya cinta sesama makhluk hidup. Kesadaran bahwa rusaknya habitat untuk aktivitas manusia, percobaan di dunia kosmetik, maupun eksploitasi yang dibalut dalam kuliner.</p><p style="text-align: justify;">Dalam memperingati Hari Hewan ini banyak sekali yang dapat kita lakukan seperti memberikan edukasi terkait hukum hewan, memberikan donasi kepada tempat pelestarian hewan langka, jangan membeli produk yang mengeksploitasi hewan. Jangan pula memelihara hewan langka atau dilindungi, membangun komunitas pencinta hewan untuk menyelamatkan hewan. Kecintaan terhadap hewan bisa juga dibuktikan dengan melakukan adopsi atau memberi makan untuk hewan yang terlantar.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia sendiri hewan belum terlalu menjadi perhatian masyarakat. Terbukti dari beberapa kejadian yang sempat diperdebatkan, yaitu larangan mengonsumsi anjing, sebab beberapa menganggap anjing bukanlah hewan untuk dikonsumsi. Terlebih potensi rabies yang dapat ditimbulkan. Namun, banyak kalangan masyarakat kadung terikat dengan kultur setempat. (<strong><em>ahn/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Creative Journaling: Sarana Meningkatkan Semangat Belajar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/creative-journaling-sarana-meningkatkan-semangat-belajar/baca </link>
<guid> creative-journaling-sarana-meningkatkan-semangat-belajar </guid>
<pubDate> Wed, 06 Oct 2021 11:29:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gimana sih, cara menjurnal? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/creative-journaling-sarana-meningkatkan-semangat-belajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k0qlvKQnJd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Creative Journaling: Sarana Meningkatkan Semangat Belajar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA</strong> - Sadarkah kamu, bahwa mempertahankan motivasi belajar itu sulit? Mengakses media sosial memang lebih asyik, daripada mengerjakan kewajiban seperti tugas kuliah. Hal tersebut sangat wajar ketika kamu sedang tidak semangat belajar. Nah, gimana kalau kamu mencoba hal baru seperti <em>journaling</em>?&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Ruangguru</em>, <em>journaling</em> atau menjurnal adalah kegiatan untuk menuangkan seluruh pikiran dan perasaan ke dalam bentuk tulisan supaya kita bisa memahaminya dengan lebih jelas. Dalam hal ini, ada yang dinamakan dengan <em>creative journaling</em>.&nbsp;<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif yang dapat kamu coba untuk mendorong minat belajar. Selain untuk meningkatkan pemahaman kamu terhadap suatu pelajaran, ini juga dapat menjadi wadah untuk mengasah keterampilan menulis dan kreativitas.</span></p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya menuangkan pikiran mengenai pelajaran, <em>creative journaling</em> membebaskan kamu dalam berkreasi untuk menambah apapun di dalam jurnal. Seperti potongan sebuah gambar/foto, <em>doodle</em>, <em>quotes</em> dan sebagainya. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum tips untuk memulainya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pikirkan tujuan yang ingin dicapai</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebelum memulai <em>journaling</em>, alangkah baiknya kamu memikirkan tujuan yang ingin dicapai. Jika kamu lebih mudah untuk memahami materi dengan visual, menggambar/<em>doodling</em> bisa menjadi aktivitas <em>journaling</em> yang cocok untuk merefleksikan materi pelajaran.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Berikan pertanyaan untuk diri sendiri</strong></p><p style="text-align: justify;">Pikirkan pertanyaan secara acak untuk membantumu menulis jurnal. Contohnya, &quot;<em>Apa yang menginspirasiku sekarang?</em>&quot;, &quot; <em>Bagaimana perkuliahan hari ini</em>?&quot; Nikmati proses dalam menjawab pertanyaan itu sehingga mendorong sisi kreatifmu saat menciptakan ide.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gunakan sebagai penyaluran hobi dan bakat</strong></p><p style="text-align: justify;">Mulai dari koleksi <em>dry flowers</em>, hasil lukisan dan cetakan foto dapat menjadi isi jurnal kamu. Selain berguna untuk menyalurkan hobi, karya-karya yang dimiliki bisa menjadi dekorasi indah untuk jurnal kamu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Buat jurnalmu sekreatif mungkin</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu bebas untuk menaruh apapun di jurnal. Dari menggunakan warna pastel hingga warna gelap, <em>creative journaling</em> tidak dibatasi oleh apapun. Kreasikan jurnal dengan tulisan berwarna, <em>lettering</em>, <em>washi tape</em>, potongan gambar, kata-kata bijak, stiker lucu dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia tips-tips yang bisa kamu coba untuk memulai <em>creative journaling</em>. Tuangkan ide-idemu untuk mendukung proses <em>journaling</em>. Selamat mencoba! <strong><em>(jhr/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diseminasi, Babak Akhir Dari Pelaksanaan KKN 47 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diseminasi-babak-akhir-dari-pelaksanaan-kkn-47/baca </link>
<guid> diseminasi-babak-akhir-dari-pelaksanaan-kkn-47 </guid>
<pubDate> Thu, 07 Oct 2021 11:38:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan diseminasi KKN 47. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diseminasi-babak-akhir-dari-pelaksanaan-kkn-47/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AMMDmijbfr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diseminasi, Babak Akhir Dari Pelaksanaan KKN 47</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Hari ini (7/10), panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) 47 Unmul laksanakan diseminasi bertema &ldquo;Desa Tangguh Penyangga Ibu Kota&rdquo;. Acara seremonial terakhir ini dimaksudkan untuk para mahasiswa KKN dalam menggagas luaran yang mereka hasilkan lewat berbagai program. Harapannya, KKN tahun ini tak hanya formalitas belaka namun memiliki kesan dan keberdampakan.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dikatakan Kiswanto selaku Ketua panitia KKN 47 Unmul, diseminasi ini memberi kontribusi tersendiri bagi kampus. &quot;Tahun ini, kami berani menyebutkan bahwa akan ada kontribusi dari KKN terhadap peningkatan dan pencatatan luaran pengabdian masyarakat untuk peningkatan kerja Universitas Mulawarman,&quot; terangnya melalui Zoom, Kamis (7/10).</p><p style="text-align: justify;">Agenda ini direncanakan terlaksana selama satu hari dengan total mahasiswa sebanyak 2.450 yang dibagi ke dalam 32 <em>breakout room</em> pada Zoom. Namun, terjadi kendala teknis seperti meruahnya partisipan yang berakibat pada molornya alur acara. Lantas, diseminasi terpaksa harus dilanjutkan esok hari.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana acara seremonial pada umumnya, kegiatan dibuka dengan sambutan-sambutan, pemaparan dari tiga narasumber dan tanya jawab. Setelah istirahat, tibalah waktunya bagi peserta KKN 47 untuk menghadiri sesi <em>breakout room</em> yang telah dijadwalkan dengan masing-masing <em>people in charge</em> (PIC) dan dipandu moderator pada setiap ruangnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sesi ini, peserta diminta menyiapkan presentasi dan perwakilan kelompok untuk menggambarkan kegiatan KKN dengan capaiannya. Panitia juga berujar, tiga presentasi terbaik akan mendapatkan penghargaan. <em>Sketsa</em> mewawancarai salah satu peserta diseminasi dari Kelompok Bontang 05 Kelurahan Berbas Tengah, Winda Hapsari.</p><p style="text-align: justify;">Meski ia mengaku telah mendapat informasi diseminasi, namun perubahan rundown membuat ia dan timnya tertinggal dalam melakukan persiapan. Selain mempersiapkan materi untuk dipresentasikan, dirinya juga mempelajari topik-topik yang akan dibawa saat sesi <em>breakout room</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena ini <em>online.</em> Beberapa kali dalam pertemuan virtualnya, sejak pembekalan sampai hari diseminasi pun masih selalu mengalami kendala jaringan maupun sistem,&quot; keluhnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Winda berharap agar panitia pelaksana KKN di tahun berikutnya dapat melakukan perbaikan dan mempersiapkan platform lain untuk berjaga-jaga.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selain itu, ada baiknya jika seluruh informasi diberikan dari jauh hari, agar peserta KKN tidak kebingungan dan dapat melaksanakan seluruh kegiatan dengan maksimal juga tidak dadakan,&quot; pungkasnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (7/10). <strong><em>(rst/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan. </title>
<link> https://sketsaunmul.co/reportase/tiga-anak-saya-diperkosa-saya-lapor-ke-polisi-polisi-menghentikan-penyelidikan/baca </link>
<guid> tiga-anak-saya-diperkosa-saya-lapor-ke-polisi-polisi-menghentikan-penyelidikan </guid>
<pubDate> Fri, 08 Oct 2021 23:46:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ilustrasi penghentian proses penyelidikan oleh polisi dalam kasus kekerasan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/reportase/tiga-anak-saya-diperkosa-saya-lapor-ke-polisi-polisi-menghentikan-penyelidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BLbcj9l3oQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan.</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Liputan ini pertama kali diterbitkan oleh Project Multatuli pada Rabu (6/10) lalu dengan judul &ldquo;<em>Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor ke Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan</em>&rdquo; dengan penulis Eko Rusdianto serta disunting oleh Fahri Salam. Atas izin Redaksi Project Multatuli, <em>Sketsa</em> menerbitkan ulang liputan ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">---------------------------------------------------------------</p><p style="text-align: justify;"><strong>PERINGATAN : Artikel ini mengandung konten eksplisit yang dapat memicu tekanan emosional dan mental bagi pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya. Kami lebih menyarankan artikel ini dibaca oleh polisi Indonesia.</strong></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<strong style="">JIKA</strong> kamu menulisnya,&rdquo; katanya, &ldquo;apa yang akan berubah?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mengandalkan polisi. Kami melaporkannya. Lalu apa? Pelaku masih bebas.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lydia melaporkan pemerkosaan yang dialami ketiga anaknya, semuanya masih di bawah 10 tahun. Terduga pelaku adalah mantan suaminya, ayah kandung mereka sendiri, seorang aparatur sipil negara yang punya posisi di kantor pemerintahan daerah.</p><p style="text-align: justify;">Polisi menyelidiki pengaduannya, tapi prosesnya diduga kuat penuh manipulasi dan konflik kepentingan. Hanya dua bulan sejak ia membuat pengaduan, polisi menghentikan penyelidikan.</p><p style="text-align: justify;">Bukan saja tidak mendapatkan keadilan, Lydia bahkan dituding punya motif dendam melaporkan mantan suaminya. Ia juga diserang sebagai orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Serangan ini diduga dipakai untuk mendelegitimasi laporannya dan segala bukti yang ia kumpulkan sendirian demi mendukung upayanya mencari keadilan.</p><p style="text-align: justify;">Lydia bukan namanya sebenarnya. Seorang ibu tunggal, setelah bercerai, ketiga anaknya ikut bersamanya. Mereka tinggal di Luwu Timur, sebuah kabupaten perbatasan di Sulawesi Selatan, 12 jam berkendaraan dari Kota Makassar.</p><p style="text-align: justify;">Kendati sudah bercerai, mantan suaminya masih ingin terlibat pengasuhan bersama. Mantan suaminya bebas menjemput ketiga anaknya saat pulang sekolah serta memberinya uang jajan atau mainan.</p><p style="text-align: justify;">Situasi itu berjalan terlihat normal sampai Lydia menyadari kenyataan yang disembunyikan: Ketika membantu anaknya mandi, ia menemukan beberapa bekas luka lebam di paha anaknya.</p><p style="text-align: justify;">Si anak beralasan, lebam-lebam itu karena jatuh saat bermain kejar-kejaran. Lydia menyarankan agar mereka berhati-hati. Meski demikian, bukan saja luka lebam, perilaku anak-anaknya berubah drastis, lebih suka diam, sering memukul. Malas makan. Sering pusing dan muntah.</p><p style="text-align: justify;">Pada satu malam awal Oktober 2019, saat Lydia mencuci piring, anak bungsunya berteriak bahwa kakaknya mengeluh sakit pada bagian vagina. Lydia segera mendekati anak sulungnya, memeluknya dari belakang sambil mengusap-usap pundak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nak, apa dibilang adek tadi?&rdquo; kata Lydia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak <em>ji</em>, Mamak,&rdquo; jawab anak sulung.</p><p style="text-align: justify;">Ia membujuk, &ldquo;Saya sayang sekali. Sayang sekali. Kalau ada masalah, ceritakan sama Mamak. Saya jadi penolong dan pelindung <em>ta</em>. Masak sama Mamak tidak berani?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bilang, Nak. Kalau anak ada sakit, Mamak tidak tahu. Sakit kah, Nak?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Si sulung terdiam lama. Kemudian menangis tanpa berurai air mata. Lydia kaget, panik. Si sulung, dengan suara pelan seperti tercekik, berkata: &ldquo;Mamak... Ayah <em>na anu pepe&rsquo; ku</em>.&rdquo; Mamak, ayah melakukan sesuatu pada vagina saya, katanya.</p><p style="text-align: justify;">Lydia menangis, merebahkan badan pada sandaran sofa, &ldquo;Jangan main-main, Nak. Jangan <em>ki</em> main-main.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iye, Mamak. Iye.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia bertanya kepada kedua anaknya, &ldquo;Benarkah ini, Nak?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, Mamak. Saya juga di<em>anu</em> pantatku,&rdquo; kata anaknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga Mamak,&rdquo; jawab anak bungsu.</p><p style="text-align: justify;">Ia meraih ketiga anaknya, menangis bersama. Kepalanya seakan meledak, ingin berteriak. Ketika berusaha berdiri menuju kamar mandi, untuk melepaskan tangis, ia terjatuh. Kakinya terasa kehilangan tulang.</p><p style="text-align: justify;">Anak-anak membantunya beringsut. Ia mengesot menuju sofa. Ia meracau. Dan mulai sadar saat anak-anaknya menegur, &ldquo;Kenapa <em>ki</em>, Mamak?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Emosinya pelan-pelan mampu ia lepaskan. Lalu memeriksa anak-anaknya, menemukan luka di bagian vagina dan anus. Pada malam yang terasa berjalan pelan dan panjang itu, ia menatap anaknya tertidur. Kebingungan. Kelelahan. Ia tak bisa tidur sampai pagi.</p><p style="text-align: justify;">PADA pekan kedua Oktober 2019, membawa ketiga anaknya, Lydia pergi ke kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial Luwu Timur. Di unit inilah, idealnya, seorang yang mengadukan kasus kekerasan bisa mendapatkan perlindungan.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Pusat Pelayanan, Firawati, menerima Lydia di ruangan kecil bersekat. Sementara ketiga anaknya berada di fasilitas permainan di unit itu. Lydia menceritakan kepada Firawati mengenai kronologi pengakuan anaknya mengalami kekerasan seksual oleh ayah kandung sendiri. Firawati mengaku kenal dengan terduga pelaku karena &ldquo;sesama aparatur sipil negara.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bukan pertama-tama memprioritaskan ruang aman bagi Lydia dan ketiga anaknya, Firawati malah menghubungi terduga pelaku, mengabarkan ada pengaduan atas dugaan kasus pencabulan, sehingga mantan suami Lydia itu datang ke kantor Pusat Pelayanan.</p><p style="text-align: justify;">Firawati berdalih alasan mempertemukan terduga pelaku dengan ketiga anak untuk membuktikan apakah mereka trauma saat bertemu ayahnya. Firawati juga berdalih tindakannya itu atas izin Lydia. &ldquo;Kan, sesama ASN. Mau dikonfirmasi,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tahu, tidak? Semua anaknya berburu ke bapaknya. Justru mamaknya ditinggalkan. Bahkan anak-anak agak berat meninggalkan bapaknya waktu dipanggil sama Mamaknya,&rdquo; kata Firawati.</p><p style="text-align: justify;">Lydia, saat saya mengulang klaim cerita Firawati itu, mendengarnya sambil melongo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana mungkin dia bicara seperti itu? Hari pertama saya melapor dan minta pendampingan ke kepolisian, tapi Firawati langsung menelepon [terduga] pelaku kalau saya datang sama anak-anak,&rdquo; kata Lydia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah dia menelepon, dia bilang ke saya kalau saya mengajari anak-anak memfitnah [terduga] pelaku.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika seandainya saya dipertemukan lagi dengan Firawati, saya mau lihat bagaimana dia berbohong.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bukan cuma Lydia dan ketiga anaknya berada dalam situasi rentan saat terduga pelaku mendatangi mereka, mantan suaminya itu seketika mendamprat Lydia dengan tuduhan mengajari ketiga anaknya mengadu, mengoceh kalau Lydia tidak becus mengasuh masa depan ketiga anaknya.</p><p style="text-align: justify;">Pengaduan itu tidak memberikan perlindungan bagi Lydia, alih-alih ia dipojokkan, disuruh pulang ke rumah untuk menunggu kabar selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, Lydia dan ketiga anaknya diminta datang lagi ke kantor dinas Firawati. Dari proses ini, ketiga anaknya diperiksa secara psikologis oleh seorang petugas dari Puspaga, akronim untuk Pusat Pembelajaran Keluarga, unit kerja di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Belakangan diketahui si petugas itu tidak memenuhi kualifikasi sebagai psikolog anak.</p><p style="text-align: justify;">Pemeriksaan itu menghasilkan klaim ketiga anak Lydia &ldquo;tidak memperlihatkan tanda-tanda trauma&rdquo; dan menyebut &ldquo;hubungan dengan orang tua cukup perhatian dan harmonis&quot; serta &ldquo;keadaan fisik dan mental dalam keadaan sehat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tindakan Firawati mempertemukan ketiga anak dengan ayahnya--untuk mengecek apakah mereka trauma atau tidak--serta diperkuat pemeriksaan psikologis bahwa anak-anak Lydia tidak menunjukkan tanda-tanda trauma inilah yang nantinya dipakai oleh kepolisian Luwu Timur menghentikan penyelidikan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penanganan di Polres Luwu Timur: &lsquo;Saya Dipaksa Polisi Menandatangani BAP&rsquo;</strong></p><p style="text-align: justify;">Berharap bisa didampingi oleh petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Lydia akhirnya sendirian ketika melaporkan kasus dugaan pencabulan ke Polres Luwu Timur. (Firawati dari Pusat Pelayanan beralasan saat itu sedang rapat dengan parlemen daerah, sementara pendamping lain sedang persiapan pindah kantor dinas.)</p><p style="text-align: justify;">Polisi menerima laporan Lydia pada 9 Oktober 2019. Seorang petugas polisi wanita mengantarkan ketiga anaknya ke sebuah Puskesmas untuk visum, tanpa pendampingan. Kemudian, ketiganya dimintai keterangan oleh penyidik berseragam, tanpa didampingi Lydia, penasihat hukum, pekerja sosial ataupun psikolog.</p><p style="text-align: justify;">Lydia diminta menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) tersebut tapi dilarang membacanya terlebih dulu.</p><p style="text-align: justify;">Lima hari berselang, Polres Luwu Timur memberitahukan perkembangan hasil penyelidikan, mengabarkan laporannya telah diterima dan akan diselidiki oleh Aipda Kasman.</p><p style="text-align: justify;">Lydia mendatangi kantor Polres untuk menanyakan hasil visum ketiga anaknya. Ia juga sekaligus memberikan satu celana dalam berwarna pink yang terdapat bercak darah atas inisiatifnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Pada hari Jumat, 18 Oktober, polisi mengabarkan hasil visum dari Puskesmas dan menurut seorang penyidik mengklaim &ldquo;tidak ditemukan apa-apa.&rdquo; Pada hari yang sama, Lydia diinterogasi oleh penyidik tanpa didampingi penasihat hukum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya hanya ditanya masalah sehari-hari. Terus, penyidik bilang nanti dilanjutkan. Dia yang akan isi bagian lainnya karena alasan akan salat Jumat,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya disuruh tanda tangan di bagian bawah laporan itu. Saya bilang nanti saya tanda tangan setelah ini dilanjutkan. Tapi, penyidik memaksa saya. Dan saya ikut tanda tangan. Karena sudah siang dan saya mau pulang untuk buat makanan anak-anak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, saya pikir sekarang, saya jadi bego kenapa saya tanda tangan,&rdquo; kata Lydia.</p><p style="text-align: justify;">Pekan berikutnya, Polres Luwu Timur mengabarkan perkembangan kasus; bahwa penyelidik telah menginterogasi Lydia, terduga pemerkosa, dan tiga anak korban; telah memeriksa secara medis tiga anak korban beserta hasil <em>visum et repertum</em>; serta rencana selanjutnya ketiga anak itu akan diperiksa secara medis dan psikologis ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan di Makassar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kondisi Kesehatan Mental Ibu Korban Dipakai untuk Mendelegitimasi Laporan Pemerkosaan</strong></p><p style="text-align: justify;">PADA 28 Oktober, salah seorang anak Lydia mengeluhkan sakit pada bagian dubur. Lydia memotret beberapa luka itu. Dan, lagi-lagi atas inisiatifnya sendiri pada 1 November, Lydia membawa satu celana dalam yang terdapat cairan hijau dan satu celana <em>legging</em> yang terdapat bercak darah ke Polres Luwu Timur.</p><p style="text-align: justify;">Sehari kemudian, penyidik kepolisian menghubunginya jika akan ada pemeriksaan di Biddokkes Polda Sulsel pada 6 November. Saat itu Lydia menerima ancaman dari mantan suaminya, terduga pemerkosa. Ancamannya terduga pelaku akan menghentikan nafkah bulanan kepada ketiga anak mereka jika Lydia meneruskan proses pemeriksaan ke Makassar.</p><p style="text-align: justify;">Lydia bersama ketiga anaknya, ditemani salah satu saudaranya, pergi Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Di sini Lydia dan ketiga anaknya dibawa ke ruang tunggu klinik jiwa. Saudaranya yang mengantar ikut diperiksa.</p><p style="text-align: justify;">Di dalam ruangan pemeriksaan ada dua dokter, penyidik, dan seorang staf Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luwu Timur.</p><p style="text-align: justify;">Saat pemeriksaan terhadap ketiga anaknya, Lydia merekam secara sembunyi-sembunyi lewat kamera ponsel. Anak sulungnya terlihat dipangku oleh seorang staf Pusat Pelayanan yang tengah duduk di sebuah sofa. Ada penyidik, seorang perempuan dan dokter di ruangan pemeriksaan itu. Si dokter kemudian meminta Lydia meninggalkan ruangan.</p><p style="text-align: justify;">Saat pemeriksaan terhadap Lydia dan saudaranya, mereka ditanya kondisi kesehatan mental keluarga. Saudaranya ditanya soal kondisi psikologis Lydia sejak kecil dan sewaktu menikah, apakah ada anggota keluarga memiliki riwayat gangguan jiwa? Saat giliran Lydia, dua dokter menanyakan apa punya &ldquo;kelainan&rdquo; sebelum bercerai dengan mantan suaminya, serta kondisi rumah tangga mereka dulu. Wawancara dengan Lydia hanya berlangsung 15 menit.</p><p style="text-align: justify;">Hasil pemeriksaan psikiatri ini terbit pada 11 November. Lydia disebut memiliki &ldquo;gejala-gejala waham bersifat sistematis yang mengarah gangguan waham menetap.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pada 15 November, terbit surat visum fisik ketiga anaknya oleh tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel, yang menyatakan tidak ditemukan kelainan atau tanda kekerasan fisik terhadap ketiga anak Lydia.</p><p style="text-align: justify;">Kepolisian Luwu Timur lalu menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan pada 19 Desember. Surat ini mengacu proses penyelidikan serta gelar perkara pada 4 Desember. Surat itu memuat ketetapan kepolisian menghentikan proses penyelidikan tertanggal 10 Desember 2019, tanpa ada detail pertimbangan penghentian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi rentang waktu laporan dan penghentian penyelidikan cuma 63 hari. Ini sangat cepat dan kami anggap tidak masuk akal. Apalagi ini kasus kekerasan seksual yang korbannya adalah anak, kenapa prosesnya terburu-buru?&rdquo; kata Rezky Pratiwi, Kepala Divisi Perempuan, Anak dan Disabilitas dari Lembaga Bantuan Hukum Makassar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pergi ke Kota Makassar demi Mendapatkan Akses Keadilan Lebih Kompeten</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada akhir Desember 2019, Lydia menyetir mobil sendiri dengan ketiga anaknya dari Luwu Timur ke Kota Makassar. Perjalanan itu ditempuhnya selama 12 jam. Perjalanan panjang dan berangin ini membawa Lydia mengadu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Makassar, yang ia harapkan bisa mendapatkan keadilan memihak korban.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari penanganan di Luwu Timur, Lydia diberi rujukan agar melaporkan kasusnya ke LBH Makassar. Dari sinilah LBH Makassar, melalui Koalisi Bantuan Hukum Advokasi Kekerasan Seksual terhadap Anak, menjadi penasihat hukumnya ketika kasus sudah dihentikan oleh Kepolisian Luwu Timur.</p><p style="text-align: justify;">Pusat Pelayanan Kota Makassar juga memberi pendampingan psikologis kepada ketiga anak Lydia. Dalam laporan psikologisnya, lewat metode observasi dan wawancara, ketiga anak &ldquo;tidak mengalami trauma tetapi mengalami cemas&rdquo; serta ketiganya konsisten menceritakan dan saling menguatkan cerita satu sama lain mengalami kekerasan seksual oleh ayah mereka.</p><p style="text-align: justify;">Cerita mereka mendapatkan kekerasan seksual, kemungkinan terduga pelakunya lebih dari satu orang, konsisten dengan tuturan salah seorang korban kepada ibunya saat proses penyelidikan ditangani Polres Luwu Timur. Cerita korban diperkuat dalam rekaman foto dan video yang disimpan Lydia, yang menggambarkan bekas-bekas kekerasan fisik ketiga anaknya.</p><p style="text-align: justify;">Polisi di Polres Luwu Timur dan Polda Sulsel mengabaikan cerita dan bukti-bukti tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di Pusat Pelayanan Kota Makassar, psikolog anak yang memeriksa anak-anak meyakini terjadi kekerasan seksual,&rdquo; ujar Rezky Pratiwi dari LBH Makassar.</p><p style="text-align: justify;">Pratiwi menyebut proses penyelidikan Polres Luwu Timur sudah &ldquo;cacat prosedur&rdquo; sejak visum pertama hingga pengambilan keterangan setiap anak.</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya, anak-anak didampingi oleh orang tua serta pendamping hukum, pekerja sosial atau pendamping lain sebagaimana mandat dalam UU 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kepolisian resort Luwu Timur sangat tidak profesional,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kepolisian malah fokus kepada ibu [Lydia] yang disebut punya motif lain. Ibu korban justru diperiksa psikiater yang prosedurnya tidak layak. Keterangan terhadap anak tidak didalami dan tidak dilakukan pemeriksaan saksi lain untuk menemukan petunjuk-petunjuk baru. Misalnya, keterangan tetangga atau orang yang mengenal mereka,&rdquo; kata Pratiwi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Polda Sulsel Mendukung Penyelidikan Dihentikan</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada 26 Desember 2019, LBH Makassar bersama Lydia mendatangi Polda Sulawesi Selatan dan meminta gelar perkara khusus atas penghentian penyelidikan di Polres Luwu Timur. Dalam surat itu dilampirkan foto-foto luka pada anus dan vagina ketiga anak.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, pada 10 dan 13 Februari 2020, tim hukum melayangkan surat untuk gelar perkara, tapi tak ada jawaban. Pada 19 Februari, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Ibrahim Tompo malah menyampaikan ke media kalau mereka telah &ldquo;melaksanakan gelar perkara internal&rdquo; dan penghentian penyelidikan disebutnya sudah sah dan sesuai prosedur.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, pada 5 Maret, tim Polda Sulawesi Selatan mengabarkan ke LBH Makassar jika gelar perkara khusus akan dilakukan pada 6 Maret, pukul 13.00, di kantor Polda.</p><p style="text-align: justify;">Kabar serba mendadak itu membuat penasihat hukum serba tidak siap.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktunya sangat singkat untuk persiapan,&rdquo; kata Rezky Pratiwi dari LBH Makassar. &ldquo;Psikolog anak yang mendampingi korban sejak awal tidak dapat hadir karena benturan kegiatan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pada 14 April, hasil gelar perkara itu menyebut Polda Sulsel merekomendasi Polres Luwu Timur untuk tetap menghentikan proses penyelidikan atas laporan pencabulan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mendesak Mabes Polri Melanjutkan Penyelidikan</strong></p><p style="text-align: justify;">Di lantai dua kantor Polres Luwu Timur, dihubungkan sebuah tangga, ada satu ruangan tempat kerja Aipda Kasman, penyidik yang menangani kasus anak-anak Lydia. Kasman membanggakan pekerjaannya, &ldquo;Kami sudah lakukan visum sampai forensik. Sampai ada hasil psikiater ibunya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah saya bisa baca salinan itu?&rdquo; tanya saya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak bisa menyampaikan itu karena itu yang kami pegang,&rdquo; dia menyeringai.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang disebut hasil psikiater dari RS Bhayangkara Makassar yang dirahasiakan itu rupanya dianggap &ldquo;kebenaran&rdquo; oleh banyak orang di Luwu Timur. Bahwa ibunya yang &ldquo;gila&rdquo;, bukan kasus dugaan pemerkosaan yang dibicarakan dan diingat oleh orang-orang. &ldquo;Kami tahu kasus itu, tapi itu, kan, ibunya yang gila,&rdquo; ujar seorang warga kepada saya. &ldquo;Makanya kasusnya tidak lanjut.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dalam sesi wawancara dengan Kasman, penyidik ini seketika duduk gelisah ketika saya menyodorkan rekaman. Ia mau berbicara lebih terbuka setelah diizinkan oleh atasannya, Kasat Reskrim Luwu Timur, Iptu Eli Kendek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dinyatakan kami maladministrasi atau cacat administrasi, itu persepsi LBH Makassar. Tapi kami tetap memegang prinsip profesional. Kami melakukan tindakan sesuai aturan, sesuai hukum,&rdquo; ia memulai alasan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga sudah klarifikasi ke semua lembaga yang disurati LBH Makassar,&rdquo; klaimnya.</p><p style="text-align: justify;">LBH Makassar telah mengirim surat aduan ke sejumlah lembaga pada Juli 2020, di antaranya ke Kompolnas, Ombudsman, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulsel, Bupati Luwu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, dan Komnas Perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Ke lembaga-lembaga itulah, klaim Kasman, Polres Luwu Timur telah mengklarifikasi dan &ldquo;semua aman saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Komnas Perempuan, dalam surat rekomendasi yang dikirim ke Mabes Polri, Polda Sulsel, dan Polres Luwu Timur, bertanggal 22 September 2o20, justru meminta melanjutkan kembali proses penyelidikan kasus pidana tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Proses itu, tulis Komnas Perempuan, di antaranya &ldquo;harus melibatkan secara penuh orang tua, kuasa hukum, serta pendamping sosial korban, menyediakan fasilitas rumah aman, konseling, dan fasilitas khusus lain bagi perempuan.&rdquo; Berikutnya, &ldquo;Kepolisian perlu berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar demi memfasilitasi kebutuhan khusus tersebut.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Rekomendasi inilah justru yang tidak dilakukan oleh Polres Luwu Timur saat menangani pengaduan kasus pencabulan terhadap ketiga anak Lydia.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rezky Pratiwi dari LBH Makassar, ada keberpihakan polisi dan Pusat Pelayanan Luwu Timur kepada terduga pelaku. &ldquo;Kalau sudah ada testimoni anak, harusnya dimulai dari situ. Digali dulu bukti-bukti pendukung.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sangat kelihatan keberpihakan itu. Kalau di kasus-kasus kekerasan seksual lain yang kami dampingi, biasanya didiamkan oleh polisi. Kalau ini malah dibuatkan administrasi pemberhentiannya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">*</p><p style="text-align: justify;">PADA satu perjalanan pagi yang dingin, Lydia memacu kendaraannya. Melewati kelokan, menyalip beberapa mobil truk. Sejak peristiwa kekerasan seksual menimpa anak-anaknya, ia telah meninggalkan rumah masa depan dan persiapan masa tuanya.</p><p style="text-align: justify;">Ia ingin menjual rumah itu karena ingin membakar kenangan buruk itu. Anak-anaknya tak menginginkan melihat rumah itu. Anak-anaknya menolak dan menangis kalau Lydia mengajak menengok rumah itu.</p><p style="text-align: justify;">Lydia, memberikan saya akses menonton beberapa video di ponselnya yang memperlihatkan jejak-jejak kekerasan terduga terduga pemerkosa. Beberapa rekaman memperlihatkan luka-luka pada tubuh anak-anaknya yang membuat saya kesulitan melihatnya sampai tuntas.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa pekan setelah pencabulan itu, anak-anaknya mengeluh kesakitan. Di sebuah puskesmas di Luwu Timur, Lydia meminta surat rujukan untuk membawa anak-anaknya ke sebuah rumah sakit.</p><p style="text-align: justify;">Dalam surat rujukan itu tertulis diagnosis <em>internal thrombosed hemorrhoid</em> + <em>child abuse</em>. Kerusakan pada bagian anus akibat pemaksaan persenggamaan.</p><p style="text-align: justify;">Diagnosis lain <em>abdominal and pelvic pain</em>. Kerusakan pada organ vagina akibat pemerkosaan.</p><p style="text-align: justify;">Diagnosis selanjutnya vaginitis atau peradangan pada vagina dan konstipasi atau susah buang air besar.</p><p style="text-align: justify;">Di rumah sakit rujukan itu, anak-anaknya memperagakan apa yang dilakukan ayah mereka setelah dokter bertanya apa penyebab luka-luka di bagian anus dan vagina.</p><p style="text-align: justify;">Diagnosis awal, dokumentasi foto dan rekaman video, serta hasil pemeriksaan ke rumah sakit ini diabaikan oleh penyidik Polres Luwu Timur. Polisi tidak melanjutkan secara serius temuan-temuan kekerasan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang hasil visum polisi bilang tidak ada ada luka dan tidak terjadi apa-apa,&rdquo; kata Lydia, &ldquo;kenapa polisi menolak waktu saya mau kasih foto dan video ini? Mereka bilang simpan saja, tidak perlu itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terus kenapa bisa pantat dan vagina anak saya luka sampai bengkak putih seperti kelihatan daging putih?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa anak-anak saya menangis kesakitan setiap mau buang air kecil dan buang air besar? Kenapa anak-anak saya bilang ayahnya orang jahat dan tidak mau ketemu lagi sekarang?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau pelaku memang tidak bersalah, kenapa dia tidak datang mencari anaknya, meminta kejelasan ke anak-anak?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau orang-orang bilang ini fitnah, kenapa anak-anak fitnah ayahnya seperti itu?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau pertanyaan itu tidak terjawab, apakah polisi akan membantu menemukan jawabannya?</p><p style="text-align: justify;">Tidak, kan.*</p><p>---------------------------------------------------------</p><p style="text-align: justify;"><em>Ditulis oleh Eko Rusdianto dan disunting oleh Fahri Salam. Diterbitkan ulang di Sketsa dengan lisensi Creative Commons BY-NC-ND. Liputan ini merupakan bagian dari serial reportase #PercumaLaporPolisi yang didukung oleh Yayasan Kurawal.</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meningkatkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid 19, Tim PHP2D Himalogista Unmul Bentuk Program Kampung Agroindustri Mandiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/meningkatkan-ekonomi-di-masa-pandemi-covid-19-tim-php2d-himalogista-unmul-bentuk-program-kampung-agroindustri-mandiri/baca </link>
<guid> meningkatkan-ekonomi-di-masa-pandemi-covid-19-tim-php2d-himalogista-unmul-bentuk-program-kampung-agroindustri-mandiri </guid>
<pubDate> Sun, 10 Oct 2021 11:14:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegiatan Tim PHP2D Himalogista Unmul di Desa Embalut. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/meningkatkan-ekonomi-di-masa-pandemi-covid-19-tim-php2d-himalogista-unmul-bentuk-program-kampung-agroindustri-mandiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DPC2p4kK7p.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meningkatkan Ekonomi di Masa Pandemi Covid 19, Tim PHP2D Himalogista Unmul Bentuk Program Kampung Agroindustri Mandiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista) Fakultas Pertanian Unmul, melalui Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) 2021, mengedukasi masyarakat lewat program kampung agroindustri mandiri berbasis Teknologi Hasil Pertanian dan Perikanan di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.</p><p style="text-align: justify;">Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan (PHP2D) adalah kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Mahasiswa pelaksana PHP2D ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli serta berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.</p><p style="text-align: justify;">Pada program ini, tim PHP2D Himalogista, Muhammad Roby sebagai ketua beserta anggota lainnya mengusung tema Industri Kreatif yang berjudul &ldquo;Kampung Agroindustri Mandiri, Aplikasi Teknologi Pangan Tepat Guna Untuk Pengembangan Potensi Ekonomi Hasil Pertanian Lokal Pasca Pandemi Covid-19 Di Desa Embalut, Kabupaten Kutai Kartanegara&rdquo; dengan didampingi oleh dosen pembimbing Dr. Aswita Emmawati, S.TP., M.Si.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Roby sebagai ketua tim PHP2D mengatakan bahwa program ini akan dilaksanakan selama kurun waktu 6 bulan, terhitung Juli-Desember.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Program ini bertujuan untuk mengupayakan adanya sumber pencaharian alternatif bagi masyarakat yang terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 serta mengangkat potensi hasil pertanian dan perikanan lokal yang terdapat di Desa Embalut agar memiliki nilai ekonomi tinggi,&quot; ujar Muhammad Roby.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang terdapat di dalam program PHP2D ini, akan dikemas dalam bentuk sosialisasi baik secara daring maupun luring terhadap warga desa, pembentukkan struktur organisasi UMKM Desa Embalut, pendampingan pelatihan pengolahan produk, pelatihan pendampingan legalitas UMKM, pelatihan pendampingan manajemen pangan halal, pelatihan pendampingan sanitasi dan keamanan pangan, serta menjalin kemitraan dengan beberapa lembaga setempat yang berkaitan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu program kerja tim PHP2D Himalogista Pendampingan Pelatihan Pengolahan Produk telah dilaksanakan pada Jumat, 1 Oktober 2021 lalu. Adapun produk yang dibuat pada kegiatan ini yaitu bakso ikan nila dan abon ikan nila. Pada kegiatan ini juga dihadiri oleh sekretaris desa, Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kelompok Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan Organisasi Desa lainnya beserta dengan Tim PHP2D Himalogista.</p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya organisasi desa dan tim PHP2D saja yang hadir. Pada kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh beberapa Dosen Teknologi Hasil Pertanian yaitu Yulian Andriyani , Marwati, dan Maghfirotin Marta Banin serta Aswita Emmawati selaku Dosen Pembimbing yang tentunya sangat berkompeten dalam bidang Teknologi Pengolahan Produk Pangan baik dari segi sanitasinya sampai pada penerapan teknik pengolahan pangan yang tepat agar produk yang dihasilkan pun dapat memiliki kualitas dan mutu yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Lewat program ini diharapkan Tim PHP2D mampu berkolaborasi dan berkontribusi dalam membangun Desa Embalut menjadi desa yang mandiri di dalam bidang industri kreatif.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Roby, mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian 2019 dan Ketua Tim PHP2D Himalogista Unmul. </em></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Kuliah Tatap Muka, Yuk Siapkan Starter Pack Berikut! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/menuju-kuliah-tatap-muka-yuk-siapkan-starter-pack-berikut/baca </link>
<guid> menuju-kuliah-tatap-muka-yuk-siapkan-starter-pack-berikut </guid>
<pubDate> Mon, 11 Oct 2021 11:01:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tips untuk kamu agar nyaman dan aman saat berkuliah tatap muka </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/menuju-kuliah-tatap-muka-yuk-siapkan-starter-pack-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/utQlcnI7ie.png" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Kuliah Tatap Muka, Yuk Siapkan Starter Pack Berikut!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Baru-baru ini, para mahasiswa mendapat kabar gembira mengenai perkuliahan tatap muka yang akan segera dilaksanakan. Setelah hampir dua tahun diselimuti pandemi, informasi ini tentu membuat mereka tak sabar untuk menyiapkan banyak hal untuk menyambutnya. Pasalnya, momen tersebut sangat ditunggu-tunggu sejak lama terutama oleh mahasiswa baru yang belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di kampus.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Namun, jangan sampai euforia yang ada membuat kita luput menyiapkan hal-hal penting yang diperlukan. Apalagi bagi kamu, mahasiswa yang berada di perantauan. Supaya kalian siap menghadapi masa transisi perkuliahan ini dengan baik, berikut <em>Sketsa</em> rangkum beberapa tips agar aman dan nyaman saat berkuliah tatap muka.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pengelolaan Keuangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebelum mempersiapkan hal lainnya, kita harus mempersiapkan keuangan dan tahu cara pengelolaannya terlebih dahulu. Pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan cara sederhana. Misalnya membuat daftar pengeluaran wajib (tempat tinggal, bahan makanan dan transportasi) juga pengeluaran yang tiba-tiba, menahan diri dari belanja yang tidak penting, serta menyiapkan uang untuk keperluan tidak terduga.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tempat Tinggal</strong></p><p style="text-align: justify;">Tempat tinggal merupakan perihal utama yang perlu dipersiapkan, terutama bagi kamu yang datang dari luar kota atau memiliki rumah yang terletak jauh dari kampus. Tempat tinggal yang kita huni dapat berupa rumah, kontrakan maupun indekos yang sesuai dengan kebutuhan dan biaya pribadi. Pastikan untuk mencari tempat tinggal yang dekat dengan kampus dan nyaman, ya!&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Transportasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamu dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, tergantung dari kenyamanan diri sendiri. Yang perlu tetap kamu perhatikan ialah menjaga keamanan dan keselamatan ketika bepergian. Jika kamu tipe orang yang menghindari kemacetan, sebaiknya gunakan kendaraan umum demi mengurangi kuantitas kendaraan di jalan raya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Protokol Kesehatan</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski telah melakukan vaksinasi sebelum memulai kegiatan perkuliahan tatap muka, kamu harus tetap menjaga protokol kesehatan di masa seperti ini. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Selain itu, kita juga harus membawa botol air minum sendiri, hand sanitizer, tisu basah dan tisu kering.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kesehatan Jiwa dan Fisik&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Terakhir, hal yang tidak kalah penting adalah tetap menjaga kesehatan jiwa dan fisik. Beberapa dari kita mungkin sudah nyaman dengan pembelajaran daring, meskipun ada rasa rindu dengan teman-teman. Oleh karena itu, sistem pembelajaran daring dan luring yang cukup berbeda membuat sebagian dari kita mengalami <em>culture shock</em>. Jadi, jangan lupa selalu kontrol keadaan kamu dan hindari kegiatan yang membuatmu stres.</p><p style="text-align: justify;">Itulah sederet tips dari Sketsa yang dapat kamu pertimbangkan sebelum mengikuti perkuliahan tatap muka nanti. Semoga di masa transisi perkuliahan ini, kamu bisa mendapatkan pembelajaran yang maksimal, ya. (<strong><em>rea</em></strong><strong><em>/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> COMMIN FAIR 2021: Inovasi dan Kreativitas dalam Komunikasi di Masa Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/commin-fair-2021-inovasi-dan-kreativitas-dalam-komunikasi-di-masa-pandemi/baca </link>
<guid> commin-fair-2021-inovasi-dan-kreativitas-dalam-komunikasi-di-masa-pandemi </guid>
<pubDate> Mon, 11 Oct 2021 11:27:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Event Himaksi Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/commin-fair-2021-inovasi-dan-kreativitas-dalam-komunikasi-di-masa-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QESas087ux.jpg" />
					</figure>
			                <h1>COMMIN FAIR 2021: Inovasi dan Kreativitas dalam Komunikasi di Masa Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Tahun ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) Unmul kembali mengadakan agenda Communication Fair (COMMIN FAIR) dengan rangkaian agenda beragam. Dimulai dari lomba-lomba seperti Produksi Olah Siniar (Polaris), Ajang Lomba Iklan Layanan Masyarakat (Alnilam) dan Sayembara Adu Infografis (Saiph) yang berlangsung sejak Agustus hingga September lalu dan ditutup dengan <em>Awarding</em> beserta <em>Talkshow</em> dan hiburan pada Sabtu (9/10) lalu.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Adanya situasi pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan tersendiri bagi jalannya aktivitas komunikasi. Maka, inovasi yang kreatif perlu diperbanyak sehingga tidak tergerus dengan keadaan saat ini. Inilah yang menjadi tajuk besar dalam COMMIN FAIR 2021, yakni BIMASAKTI alias &quot;Berinovasi dalam Komunikasi di Masa Pandemi dengan Kreativitas Tanpa Henti.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Tri Agustini selaku Ketua Panitia Pelaksana COMMIN FAIR 2021 menyebutkan bahwa tujuan mereka tak lain adalah membuka pandangan baru perihal komunikasi. Ini berhubungan dengan sempitnya sudut pandang yang sering kali digunakan ketika membahas topik tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami ingin memberikan wawasan yang lebih jauh tentang komunikasi. Jadi, komunikasi itu tidak hanya sekadar berbicara. Ada potensi yang bisa digali dari komunikasi itu sendiri,&quot; terangnya pada Minggu (10/10).</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, makna dari BIMASAKTI sendiri memiliki pesan yang penting. Di mana Himaksi ingin memberikan bukti bahwa masa pandemi tidak menjadi penghalang bagi kita agar terus berkarya dan menciptakan terobosan baru.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai proses pelaksanaan selama agenda berlangsung, Tri menyampaikan bahwa semua panitia telah melakukan tugas yang terbaik. Meskipun begitu, tak pelak kendala dan tantangan turut menyambangi. Beberapa panitia yang berada di luar Samarinda membuat mereka harus mengandalkan media daring dalam menjalin komunikasi antar anggota.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena kita sedang berada di situasi pandemi dan awak panitia ada di berbagai daerah, itu cukup menyulitkan,&quot; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Menghadirkan <em>Talkshow</em> bertajuk &quot;Find Potential in The Field of Communication&quot;, panitia turut mengundang dua narasumber ahli dalam agenda ini. Ada Rina Juwita selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Unmul dan Estetika Putri Niasty Hia dari PR Hotel Mercure Samarinda. Tri mengungkapkan, peserta yang hadir mencapai 60 peserta di Zoom Meeting dan lebih dari 50 peserta yang mengikuti melalui YouTube.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya mengaku senang sebab seluruh peserta ikut andil dan aktif selama kegiatan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari peserta yang hadir via Zoom, banyak yang interaktif. Selain itu, kedua narasumber juga memberikan kesan dan pesan yang baik sehingga acara sukses terlaksana,&quot; pungkasnya. (<strong><em>ahn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gandeng Kolej Komuniti Sabak Bernam Malaysia, Psikologi Unmul Adakan Seminar Kolaborasi Antarbangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gandeng-kolej-komuniti-sabak-bernam-malaysia-psikologi-unmul-adakan-seminar-kolaborasi-antarbangsa/baca </link>
<guid> gandeng-kolej-komuniti-sabak-bernam-malaysia-psikologi-unmul-adakan-seminar-kolaborasi-antarbangsa </guid>
<pubDate> Tue, 12 Oct 2021 09:58:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar Kolaborasi Psikologi Unmul dengan Kolej Komuniti Sabak Bernam, Malaysia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gandeng-kolej-komuniti-sabak-bernam-malaysia-psikologi-unmul-adakan-seminar-kolaborasi-antarbangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xCbGDooABg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gandeng Kolej Komuniti Sabak Bernam Malaysia, Psikologi Unmul Adakan Seminar Kolaborasi Antarbangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kerja sama antar program studi, fakultas atau universitas memang lumrah dilakukan. Kali ini, Prodi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul punya cerita tersendiri di balik program kolaboratif antarbangsa yang diinisiasi bersama Kolej Komuniti Sabak Bernam Malaysia.</p><p style="text-align: justify;">Berawal dari program<em>&nbsp;peer group counseling</em> (PGC) milik Psikologi Unmul yang sudah dilaksanakan sejak 2017, rupanya menarik perhatian Kolej Komuniti Sabak Bernam Malaysia. Pasalnya, mereka memiliki program serupa. Sehingga, inisiasi untuk berkolaborasi diwujudkan.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Lisda Sofia selaku Ketua Prodi Psikologi Unmul menyampaikan bahwa Kolej Komuniti Sabak Bernam merupakan sebuah Perhimpunan Politeknik se-Malaysia. Terdapat 92 politeknik di sana, sehingga pendidikan diploma ada dari Diploma 2 sampai Diploma 3. Pusatnya tak lain berada di Sabak Bernam dan bernaung di bawah Kementerian Pendidikan Malaysia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, mereka ingin kolaborasi. Kalau di Indonesia itu, seperti apa penanganan dan pendampingan mahasiswa-mahasiswa yang mengalami masalah secara akademik,&quot; terang Lisda<em>,&nbsp;</em>Selasa (5/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Diadakan pada Kamis (14/10) mendatang, seminar akan diisi oleh empat panelis yang terdiri dari satu perwakilan Kolej Komuniti Sabak Bernam, dua Konselor Malaysia dan satu perwakilan dari Prodi Psikologi Unmul, yakni Lisda sendiri. Ia menyebut, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan diri untuk seminar kolaborasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kita diminta untuk (memberi) materi tentang <em>self-care</em>. Jadi <em>self-care&nbsp;</em>ke mahasiswa seperti apa. Pastinya saya mempersiapkan tentang &lsquo;tips&rsquo; karena pesertanya juga mahasiswa. Nanti ada tips tentang menjaga kesehatan mental mahasiswa, itu satu. Kemudian, intinya itu nanti <em>sharing</em> tentang program PGC kita juga. Karena nanti pesertanya ada dosen-dosen,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain menyasar partisipan civitas academica seperti dosen dan mahasiswa, mitra dari Kolej Komuniti Sabak Bernam pun turut berpartisipasi. Namun, Lisda mengatakan bahwa seminar ini hanya dapat diikuti secara daring oleh mahasiswa Psikologi Unmul, sebab akan dilaksanakan melalui aplikasi khusus. Bagi khalayak umum yang ingin mengikuti seminar ini, dapat menyaksikannya melalui<em>&nbsp;live</em> di Facebook dan YouTube Kolej Komuniti Sabak Bernam.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya turut mengungkapkan keinginan untuk dapat terus melakukan kerja sama dengan Komuniti Sabak Bernam Malaysia di tahun-tahun selanjutnya. Ia berharap, bagi mahasiswa terkhusus Prodi Psikologi yang mengikuti seminar ini nantinya mendapatkan ilmu baru mengenai permasalahan dan penanganan psikologis dari sudut pandang negara tetangga, Malaysia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini kesempatan yang jarang-jarang ada, karena kita bisa tahu perspektif di Malaysia itu bagaimana permasalahan dan penanganan-penanganannya. Materinya kan nanti ada juga tentang <em>psychological first-aid</em> (PFA) juga kesehatan mental mahasiswa. Kita pengen tau nih, di Malaysia itu bagaimana,&quot; pungkasnya. <strong><em>(vyl/ash/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transformers 12: Agenda Tahunan Training Motivasi Mahasiswa Baru Universitas Mulawarman 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/transformers-12-agenda-tahunan-training-motivasi-mahasiswa-baru-universitas-mulawarman-2021/baca </link>
<guid> transformers-12-agenda-tahunan-training-motivasi-mahasiswa-baru-universitas-mulawarman-2021 </guid>
<pubDate> Thu, 14 Oct 2021 11:36:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan Transformers tahun ke 12. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/transformers-12-agenda-tahunan-training-motivasi-mahasiswa-baru-universitas-mulawarman-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/F2gnAzLPzI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Transformers 12: Agenda Tahunan Training Motivasi Mahasiswa Baru Universitas Mulawarman 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sambut kedatangan mahasiswa baru Unmul 2021, Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Unmul, selesai menggelar Training Motivasi For Mahasiswa Sukses Berprestasi (Transformers) ke-12 pada Sabtu (25/9) lalu. Kegiatan ini sebagai agenda terbesar tahunan Pusdima yang telah berlangsung 12 tahun lamanya.</p><p style="text-align: justify;">Mengangkat tema <em>Start Up Generation</em>, Transformers 12 tahun ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang terus berkembang baik secara  intelektual, spiritual, dan kematangan emosional. Adapun  acara ini secara khusus ditargetkan untuk seluruh mahasiswa muslim Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Owin Ikhlas, ketua panitia Transformers 12 menjelaskan tujuan dari acara ini di antaranya, memberikan bekal untuk mahasiswa baru dalam menjalankan kehidupan di kampus, sebagai langkah untuk menjadi mahasiswa yang sukses dan berprestasi, menumbuhkan daya tarik positif Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di kalangan mahasiswa baru tahun ini sebagai sarana penyambutan mahasiswa baru 2021 dan membentuk karakter islami dan moral yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara Transformers 12 ini diawali dengan sharing session sebagai agenda pra-acara, merupakan kegiatan sharing bersama perwakilan lembaga setiap fakultas di Unmul mengenai perkuliahan, organisasi serta lingkungan fakultas. Agenda ini dimulai dari 22 Agustus hingga 18 September melalui Zoom Meeting.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, terdapat lomba-lomba seperti lomba <em>microblog</em>, fotografi, dan <em>podcast</em> yang diharapkan dapat mengasah kemampuan dan kreativitas mulawarman muda. Selain itu, terdapat sesi tur kampus berupa video singkat perkenalan masing-masing fakultas yang ada di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Puncak acara, sekaligus penutup dari rangkaian Transformers 12 yaitu <em>talkshow</em> dan seminar motivasi yang dilaksanakan secara <em>hybrid</em> di Gedung Integrated Laboratory Unmul, Sabtu (25/9). Sesi <em>talkshow</em> diisi oleh tiga narasumber yang hadir secara <em>offline</em>, berasal dari lingkup Universitas Mulawarman yakni Prof. Dr. Esti Handayani H., S.Pi., M.Si. sebagai profesor termuda, Ahmad Fikrianto dan Fitri Handayani sebagai mahasiswa berprestasi dan aktivis Unmul. Beralih dari sesi talkshow, acara dilanjutkan dengan seminar motivasi yang menghadirkan pemateri nasional secara online, yakni Irsyad Al Ghifari, S.E. dan Dewi Nur Aisyah, S.KM., M.Sc., Ph.D., DIC. </p><p style="text-align: justify;">Sampai pada penghujung acara, dengan ditutupnya <em>talkshow</em> dan seminar motivasi, menandai pula akhir rangkaian acara Transformers 12. Secara lebih lanjut, Owin Ikhlas selaku ketua panitia memberikan pesan kepada para peserta yang telah mengikuti agenda Transformers 12.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan untuk adik-adik alumni Transformers 12 bisa memaksimalkan kesempatan yang telah diamanahkan yaitu sebagai seorang mahasiswa dengan terus belajar dan memaksimalkan setiap waktunya untuk mengembangkan diri menjadi pribadi lebih baik lagi ke depannya dan bisa mengambil peran dalam menjalankan fungsi dari seroang mahasiswa,&rdquo; tutur Owin.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, ia juga mengungkapkan harapannya untuk agenda Transformers pada tahun-tahun selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik untuk para generasi baru mulawarman muda selanjutnya dengan karya-karya dan inovasi yang lebih baik menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, serta dapat menghasilkan para alumni yang bisa memberikan manfaat untuk Universitas Mulawarman dan lingkungan masyarakat di sekitar,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Hasanah, &nbsp;panitia pelaksana Transformers 12.</em></strong></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengaruh Medsos dalam Fenomena Kebahasaan: Ancaman atau Bentuk Kreativitas? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengaruh-medsos-dalam-fenomena-kebahasaan-ancaman-atau-bentuk-kreativitas/baca </link>
<guid> pengaruh-medsos-dalam-fenomena-kebahasaan-ancaman-atau-bentuk-kreativitas </guid>
<pubDate> Fri, 15 Oct 2021 07:08:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagaimana Bahasa Indonesia selalu mendapatkan pengaruh dari setiap generasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengaruh-medsos-dalam-fenomena-kebahasaan-ancaman-atau-bentuk-kreativitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/92B9PB7gJx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pengaruh Medsos dalam Fenomena Kebahasaan: Ancaman atau Bentuk Kreativitas?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Penggunaan bahasa pada era digital seperti saat ini rupanya menjadi perhatian para bahasawan di Indonesia. Terutama dalam penggunaannya di media sosial (medsos), di mana istilah-istilah baru bermunculan. Pengaruh platform medsos dipandang kurang pantas bagi perkembangan bahasa nasional, sebab penerapannya tak merujuk pada tata bahasa baku yang telah ditentukan. Bagaimana civitas academica kita menanggapi fenomena ini?</p><p style="text-align: justify;">Eka Yusriansyah, dosen Program Studi (Prodi) Sastra Inggris dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul membagikan pandangannya kepada kami. Menurutnya, perkembangan bahasa bersifat dinamis. Sehingga, adanya perubahan merupakan suatu keniscayaan. Untuk itu, diperlukan dua paradigma dalam melihat keadaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pertama, perkembangan bahasa bisa berakibat negatif karena akan mengerupsi bahkan mengikis nilai-nilai kesatuan atau cinta tanah air, khususnya dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa-bahasa yang mengakar dari medsos semacam bahasa gaul, tidak menutup kemungkinan akan diadopsi atau diserap menjadi Bahasa Indonesia suatu saat nanti.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, dirinya menyebut jika fenomena bahasa ini dapat menambah khazanah Bahasa Indonesia itu sendiri. Lantaran bahasa selalu menambah lema (kata baru) dalam entri di kamusnya. Bisa saja bahasa populer tersebut akan diketahui oleh masyarakat umum. Meskipun mulanya beredar dari kaum milenial, bahasa populer dapat digunakan dan dinarasikan oleh banyak orang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contohnya dari bahasa asing terkait media sosial, seperti meng-<em>upload</em>, men-<em>download</em> yang diadopsi ke Bahasa Indonesia menjadi mengunggah dan mengunduh,&rdquo; terangnya pada <em>Sketsa</em>, Kamis (7/10).</p><p style="text-align: justify;">Tak luput, Eka pun menjelaskan sisi negatif yang dapat terjadi dalam perkembangan tersebut. Di satu sisi, fenomena ini bisa mendegradasi nilai nasionalisme atau persatuan. Sebab hal ini akan memunculkan kesenjangan dalam kelompok-kelompok masyarakat. Ia memberikan contoh seperti perbedaan penyampaian bahasa yang digunakan oleh anak gaul dan anak yang tidak gaul di medsos.</p><p style="text-align: justify;">Eka juga meyakini, perubahan bahasa selalu mengikuti perkembangan zaman karena sifatnya yang saling menggantikan. Bahasa yang sekarang populer digunakan dan sah sebagai Bahasa Indonesia, masih memiliki kemungkinan untuk tereliminasi oleh kosa kata baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kita mengamati kamus Bahasa Indonesia, banyak kosa kata yang digantikan oleh kosa kata baru. Kalau kata itu sudah usang, dalam artian jarang digunakan oleh masyarakat, (maka) akan digantikan. Oleh karenanya, perlu kontekstualisasi zaman. Untuk saat ini yang relevan kontekstualisasi, tapi tidak selalu kosa kata itu diakronik (berlaku sepanjang zaman), namun sinkronik,&rdquo; lugasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menerangkan, munculnya fenomena perkembangan bahasa termasuk dalam kategori kreativitas linguistik. Ini dipengaruhi oleh aktivitas kebahasaan setiap komunitas di setiap generasi, yang sudah pasti memiliki beragam istilah yang berbeda. Hal tersebut dapat menjadi lahan yang sangat kaya bagi para linguis untuk menganalisis, mendokumentasi serta menyebarluaskan bahwasannya fenomena ini akan selalu ada pada setiap zaman, generasi dan kelompok.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fenomena kebahasaan itu adalah sebuah kreativitas dan perlu diapresiasi. Akan tetapi, jika kita kaitkan dengan unsur Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, bahasa persatuan, bahasa nasional, bahasa negara, di satu sisi mungkin akan sedikit mendegradasi. Namun jika dilihat dari kreativitas, saya pribadi sepakat dan mendukung sekali,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Eka menyampaikan, pengetahuan terkait berbahasa juga harus selalu diperbaharui. Karena pengetahuan bahasa merupakan salah satu hasil dari fenomena kebudayaan yang selalu berkembang dan berubah. Tetapi saat ini, baginya generasi milenial kurang bijaksana dalam menggunakan bahasa terutama di medsos. Terjadi ketidaksadaran akan ruang dan waktu serta penyamarataan setiap kondisi dalam penggunaan bahasa saat berjejaring. Buatnya, ini keadaan yang fatal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika melihat masa lalu milenial, secara teori repetoar pengetahuan mereka dibentuk dari intensitas gesekan mereka dengan medsos,&rdquo; jelas Eka.</p><p style="text-align: justify;">Menutup tanggapannya, ia optimis jika esensi dari Bahasa Indonesia tidak akan hilang karena pengaruh dari medsos. Sebab masih banyak para ahli bahasa yang mengontrol penggunaan bahasa dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak seputus asa itu, selama masih ada orang-orang ahli bahasa yang ingin menjaga kedaulatan, menjaga muruah bahasa. Pada peringatan Sumpah Pemuda, dalam salah satu butirnya menjunjung tinggi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Mereka ingin memurnikan Bahasa Indonesia dari bahasa populer,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>fzn/lyn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN-PLP Angkatan 47 Usai, Panitia Lakukan Penjemputan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-angkatan-47-usai-panitia-lakukan-penjemputan/baca </link>
<guid> kkn-plp-angkatan-47-usai-panitia-lakukan-penjemputan </guid>
<pubDate> Fri, 15 Oct 2021 11:20:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berakhirnya pelaksanaan KKN-PLP tahun 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-angkatan-47-usai-panitia-lakukan-penjemputan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QC6OIVgSvx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN-PLP Angkatan 47 Usai, Panitia Lakukan Penjemputan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKN-PLP) Tematik Terintegrasi angkatan 47 telah berakhir. Para mahasiswa yang ditempatkan pada sekolah-sekolah di dalam maupun luar Samarinda, kini telah menghentikan pelaksanaan program kerja mereka.</p><p style="text-align: justify;">Setelah sebelumnya mendapat respons positif lantaran melakukan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan sekolah. (Baca: <em><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-tematik-terintegrasi-pengabdian-kepada-masyarakat-di-lingkungan-sekolah/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-tematik-terintegrasi-pengabdian-kepada-masyarakat-di-lingkungan-sekolah/baca</a></em>)</p><p style="text-align: justify;">Kini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) akhirnya menyudahi pelaksanaan KKN-PLP kepada mahasiswanya tersebut sesuai dengan jadwal yang direncanakan.</p><p style="text-align: justify;">Pada Senin (11/10), <em>Sketsa</em> kembali menghubungi Ketua Pelaksana KKN-PLP, Zulkarnaen. Tak seperti KKN 47 Reguler yang melaksanakan diseminasi, KKN-PLP angkatan 47 mengadakan penjemputan mahasiswa langsung ke masing-masing sekolah. Namun, ini khusus bagi sekolah yang berada di wilayah Samarinda. </p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk Samarinda, ada penjemputan mahasiswa di masing-masing sekolah. Penjemputan dilakukan secara daring oleh WD (Wakil Dekan) 1 dan para Kajur (Ketua Jurusan),&quot; balasnya dalam pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Anisa Nuraini, salah satu peserta KKN-PLP yang ditempatkan di SDN 014 Samarinda Ulu mengungkap bahwa pertengahan Oktober ini, mereka telah memasuki minggu terakhir kegiatan KKN-PLP. Program yang belum selesai terlaksanakan pun harus cepat diselesaikan. Tak hanya itu, laporan KKN-PLP juga perlu dituntaskan sebagai bentuk capaian program kerja yang telah dilaksanakan. </p><p style="text-align: justify;">Diketahui, KKN-PLP memiliki tiga tahap dalam pelaksanaannya &nbsp;dan hasil akhir kegiatan tersebut berupa tiga laporan. &ldquo;Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hasil akhir tetap tiga laporan, yaitu PLP 1, PLP 2 dan KKN,&rdquo; pungkasnya, Jumat (8/10).<strong><em> (yen/rst/sar/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Koalisi Dosen Unmul: Tolak dan Usut Tuntas Tambang Ilegal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/koalisi-dosen-unmul-tolak-dan-usut-tuntas-tambang-ilegal/baca </link>
<guid> koalisi-dosen-unmul-tolak-dan-usut-tuntas-tambang-ilegal </guid>
<pubDate> Wed, 20 Oct 2021 06:42:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Koalisi Dosen Universitas Mulawarman, menyampaikan sikap tegas terhadap tambang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/koalisi-dosen-unmul-tolak-dan-usut-tuntas-tambang-ilegal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/935yacgdvE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Koalisi Dosen Unmul: Tolak dan Usut Tuntas Tambang Ilegal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) kian marak akhir-akhir ini. Berdasarkan data Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, dalam kurun waktu 2018 - 2021, terdapat 151 titik Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang tersebar di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara 107 titik, Kota Samarinda 29 titik, Kabupaten Berau 11 titik, dan Kabupaten Penajam Paser Utara 4 titik. Namun, proses hukum terhadap para pelaku tambang ilegal ini tidaklah sebaik ekspektasi publik. Bahkan, yang berada di barisan terdepan dalam upaya melawan tambang ilegal ini justru datang dari warga, bukan aparat kepolisian, apalagi pemerintah.</span></p><p style="text-align: justify;">Padahal, kita sama-sama paham bahwa kegiatan tambang ilegal adalah kejahatan. Dalam ketentuan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, secara tegas menyebutkan bahwa, setiap orang yang melakukan pertambangan tanpa izin, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda 100 miliar rupiah. Lantas, bagaimana mungkin kejahatan justru didiamkan begitu saja. Sebab pembiaran terhadap tambang ilegal adalah bagian dari kejahatan serius.</p><p style="text-align: justify;">Menyikapi perkembangan dan fenomena tambang ilegal di Kaltim yang kian marak dan meluas tersebut, maka kami dari Koalisi Dosen Universitas Mulawarman, menyampaikan sikap tegas sebagai berikut :</p><p style="text-align: justify;">1. Kepolisian harus secara serius mengusut tuntas kasus tambang ilegal. Baik pelaku di lapangan, maupun aktor intelektual yang berada di baliknya (<em>directing mind</em>). Sebab, mustahil penambang ilegal tersebut berani melakukan kegiatan secara terang-terangan dan terbuka, tanpa <em>back-up</em> dari orang-orang tertentu.</p><p style="text-align: justify;">2. Kepolisian harus memberikan rasa aman dan perlindungan kepada warga. Terutama yang menjadi korban terdampak tambang ilegal, dari ancaman serta intimidasi dari para preman.</p><p style="text-align: justify;">3. Kepolisian harus pro-aktif mencari, menemukan, dan melakukan proses hukum terhadap kegiatan tambang ilegal, tanpa harus menunggu laporan dari warga terdampak. Sebab, kegiatan tambang ilegal merupakan delik umum yang bisa diproses hukum tanpa aduan warga. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepentingan umum.</p><p style="text-align: justify;">4. Meminta kepada Kapolri untuk melalukan supervisi anggotanya di daerah yang terkesan pasif dan lamban melalukan proses hukum terhadap tambang ilegal.</p><p style="text-align: justify;">5. Menuntut kepada Pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Kaltim, untuk aktif mendorong penyelesaian kasus tambang ilegal ini. Pemerintah tidak boleh berlindung di balik alasan kewenangan yang sudah diambil alih oleh pusat. Sebab, sebagai orang yang diberikan mandat memimpin daerah ini, tugas anda untuk menangkap maling yang telah menjarah kekayaan alam daerah kita.</p><p style="text-align: justify;">6. Memberikan dukungan dan solidaritas sepenuhnya kepada warga yang berani melawan tambang ilegal.</p><p style="text-align: justify;">7. Menyerukan kepada semua kalangan, terutama warga terdampak tambang ilegal, untuk berani melawan para pelaku tambang ilegal. Perlawanan terhadap tambang ilegal harus terus digelorakan, sebab masa depan serta keberlangsungan lingkungan hidup sekitar kita, ditentukan oleh keringat dan perjuangan kita sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Koalisi Dosen Universitas Mulawarman.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siap Laksanakan Hybrid, Bagaimana Persiapan FK? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siap-laksanakan-hybrid-bagaimana-persiapan-fk/baca </link>
<guid> siap-laksanakan-hybrid-bagaimana-persiapan-fk </guid>
<pubDate> Wed, 20 Oct 2021 08:15:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rencana perkuliahan luring di Fakultas Kedokteran (FK) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/siap-laksanakan-hybrid-bagaimana-persiapan-fk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7yUCHuYFbK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siap Laksanakan Hybrid, Bagaimana Persiapan FK?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua di Samarinda seolah memberi angin segar bagi civitas academica Unmul. Melalui Surat Edaran Rektor Nomor 3314/UN17/TU/2021, rencananya Unmul akan melaksanakan uji coba pelaksanaan proses pembelajaran secara luring terbatas (<em>hybrid</em>) pada Semester Ganjil 2021/2022 dengan Relaksasi Periode I di Oktober sampai Desember 2021.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu fakultas yang direncanakan akan melakukan sistem <em>hybrid</em> adalah Fakultas Kedokteran (FK). Untuk mendapatkan konfirmasi, <em>Sketsa</em> menghubungi Dekan Fakultas Kedokteran, Ika Fikriah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang kami lakukan luring itu hanya Diskusi Kelompok Kecil (DKK) dengan jumlah kelas 10 orang. Selain itu, keterampilan medik. Keterampilan medik ini merupakan praktek yang isinya <em>skill lab</em> dan berisi 10 orang mahasiswa dan 1 dosen sebagai tutor. Untuk kuliah besar, karena per-angkatan ada sekitar 100 orang, tetap dilakukan secara daring,&rdquo; paparnya pada Jumat (15/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Perkuliahan tatap muka tersebut rencananya dimulai dari 25 Oktober mendatang. Setiap pertemuan, hanya akan diberikan satu jam pembelajaran saja. Terkait DKK, mahasiswa yang hadir secara luring akan bergantian per angkatan dengan selang-seling serta menggunakan skenario luring-daring. Ini dilakukan guna memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru angkatan 2020 dan 2021 untuk belajar beradaptasi dengan dunia kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kami, dari lalu sudah ada luring keterampilan medik Tetapi hanya yang memang tidak bisa dilaksanakan secara daring, misalnya belajar untuk <em>procedure skill</em> (memasang infus). Tapi untuk keterampilan komunikasi, bisa dilakukan secara daring. Pemeriksaan jantung itu ada pasiennya, jadi tidak bisa dilaksanakan dari rumah. Kami ada 6 prodi dan yang menentukan mata kuliah luring adalah prodi tersebut,&rdquo; tambah Ika.</p><p style="text-align: justify;">Persiapan ruang kelas juga diatur dengan melakukan pembatasan jarak antar mahasiswa sepanjang 1 meter. Tentunya, ini bagian dari protokol kesehatan yang diperlukan selama proses perkuliahan berlangsung. Agar mahasiswa dapat merasa aman dan nyaman saat berkegiatan.</p><p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa dan dosen yang telah memenuhi jatah dosis vaksin sebanyak dua kali, diperbolehkan langsung melakukan perkuliahan asal dalam kondisi tubuh yang sehat. Tetapi bagi yang belum melakukan vaksin sama sekali, harus melakukan <em>Polymerase Chain Reaction</em> (PCR) terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin sudah diundang Rapat Satgas Fakultas (ketuanya) beserta Satgas universitas. Jadi itu masukan untuk protokol kesehatannya. Kebetulan kami para dokter semua, jadi lebih mudah untuk mengkondisikan persiapannya. Kan kami <em>hybrid</em>, jadi tidak selalu tatap muka sehingga kami memutuskan kuliah besar tetap dilakukan secara daring,&rdquo; tutupnya. (<strong><i>jhr/str/wuu/nop/len</i></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akankah Layanan Konseling Kesehatan Mental Tingkat Unmul Segera Terealisasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akankah-layanan-konseling-kesehatan-mental-tingkat-unmul-segera-terealisasi/baca </link>
<guid> akankah-layanan-konseling-kesehatan-mental-tingkat-unmul-segera-terealisasi </guid>
<pubDate> Thu, 21 Oct 2021 10:51:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengadaan layanan kesehatan mental di tingkat universitas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akankah-layanan-konseling-kesehatan-mental-tingkat-unmul-segera-terealisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UBFJjxFJhV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akankah Layanan Konseling Kesehatan Mental Tingkat Unmul Segera Terealisasi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Isu kesehatan mental sudah seharusnya menjadi perhatian dalam lingkungan akademik. Bertepatan dengan perayaan Dies Natalis Unmul ke-59 pada 27 September lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unmul sempat membawa 5 catatan evaluasi bagi kampus hijau tersebut. Salah satunya menuntut kampus agar membentuk layanan konseling kesehatan mental bagi civitas academica di tingkat universitas.</span></p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Selasa (12/10), Ikzan Nopardi selaku Presiden BEM FISIP menerangkan bahwa tuntutan tersebut merupakan hal yang penting. Ini mengingat tingginya angka bunuh diri di masa pandemi Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu hadirnya layanan kesehatan mental atau layanan konseling untuk civitas academica tujuannya adalah mengakomodir keluhan-keluhan mahasiswa yang mengalami stres akademik dan lain sebagainya,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengeluhkan keberadaan Layanan Psikologi Unmul (LPU) yang tidak berjalan secara maksimal. Bahkan, banyak mahasiswa yang tidak mengetahui keberadaan layanan dari Program Studi Psikologi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau teman-teman ingin tahu, coba kita lakukan jejak pendapat. Apakah seluruh mahasiswa Unmul mengetahui Layanan Psikologi Unmul ini? Saya yakin dan percaya, mereka tidak tahu karena kurangnya publikasi dan juga perhatian khusus dari pihak universitas,&rdquo; ungkap Ikzan.</p><p style="text-align: justify;">Menyambut pelaksanaan kuliah tatap muka, dirinya menyebut jika kehadiran layanan kesehatan mental harus segera direalisasikan. Ia berharap agar birokrat memiliki iktikad baik dan mempertimbangkannya menjadi prioritas di tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Kami sempat menghubungi pihak LPU, Rina Rifayanti untuk meminta konfirmasi perihal realisasi layanan tersebut pada Senin (11/10). Melalui WhatsApp, ia mengatakan jika akan mengonfirmasinya terlebih dahulu dengan Kaprodi Psikologi Unmul. Namun, hingga kini kami belum mendapatkan keterangan lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Rektorat</strong></p><p style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni turut menyampaikan tanggapannya. Ia menyebut bahwa Tim Bimbingan Konseling telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari rektor pada 2020 silam. Tetapi belum sempat ditindak lanjuti karena hadirnya pandemi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada 12 Oktober 2021 kemarin, kami sudah melakukan pertemuan dengan semua anggota tim (dosen psikologi, kedokteran, farmasi, FKM dan dosen agama). Insyaallah, kami akan segera melengkapi tim ini sampai menghantar untuk memberikan layanan. Namun, tentu butuh waktu karena sedang berproses,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan oleh Encik, saat ini ia sedang mengidentifikasi ruang yang sesuai untuk pelayanan beserta fasilitas yang mungkin diberikan. &ldquo;Intinya, kami berupaya untuk mewujudkannya. Melihat pentingnya layanan konseling di lingkungan kampus, pihak Unmul akan segera memproses pengadaan layanan tersebut.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini mendorong saya berupaya untuk melegalkan (layanan) di tingkat Unmul. Artinya, tim (dapat) bekerja dengan aman dan mahasiswa dapat terlayani,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(cal/ems/ans/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-Serbi Keunikan dalam Film Coming of Age </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/serba-serbi-keunikan-dalam-film-coming-of-age/baca </link>
<guid> serba-serbi-keunikan-dalam-film-coming-of-age </guid>
<pubDate> Thu, 21 Oct 2021 11:08:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi film coming of age. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/serba-serbi-keunikan-dalam-film-coming-of-age/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/295hUPQrWU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serba-Serbi Keunikan dalam Film Coming of Age</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sebagai manusia, sudah tentu kita mengalami berbagai fase dalam kehidupan. Termasuk ketika mengalami masa-masa peralihan menuju dewasa. Potret transisi tersebut juga dihadirkan para sineas dalam berbagai karya mereka. Ini dikenal dengan genre <em>coming of age</em>, di mana plot yang digunakan menampilkan beragam drama dan peristiwa dari perjalanan hidup karakter utamanya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Coming of age</em> tak selalu terbatas dengan rentang usia pada umumnya, seperti anak-anak menuju remaja atau peralihan remaja ke umur dewasa. Selama terjadi transisi atau perubahan signifikan pada penampilan fisik, pola pikir hingga segi sosial, maka termasuk dalam genre ini. Oleh sebab itu, sudut pandang yang digunakan sering kali dekat dengan aktivitas nyata yang terjadi di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Kali ini, <em>Sketsa</em> ingin membagikan beberapa film bergenre <em>coming of age</em> yang unik dan beragam. Selain menjadi hiburan, kamu juga dapat mengambil beberapa pesan di dalamnya. Simak daftarnya berikut ini!</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Breakfast Club &ndash; 1985</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika berbicara tentang <em>coming of age</em>, maka film yang satu ini sudah tentu harus masuk dalam daftarnya. Sebagai film remaja ikonik sepanjang masa, <em>The Breakfast Club</em> membawa kita kepada lima siswa dengan latar belakang yang amat berbeda satu sama lain. Kelimanya bertemu dalam &ldquo;jam tambahan&rdquo; di sekolah pada hari libur atas kenakalan serta ulah mereka masing-masing. Sejak pertemuan ini, cara mereka memandang hidup tak pernah sama lagi. <em>The Breakfast Club</em> mengangkat isu-isu sosial di mana para orang tua memaksakan anak-anaknya untuk jadi seperti yang mereka inginkan, sistem sekolah yang mengkotak-kotakkan status sampai persoalan-persoalan antar golongan siswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Petualangan Sherina &ndash; 2000</strong></p><p style="text-align: justify;">Kita pasti setidaknya pernah menonton film legendaris ini barang sekali. Melalui duet Riri Riza dan Mira Lesmana, <em>Petualangan Sherina</em> menjadi salah satu karya yang manis dan akan selalu diingat penggemarnya. Mengisahkan tentang Sherina, seorang anak perempuan yang sedih karena harus pindah rumah. Ayahnya yang mendapatkan pekerjaan di Bandung, membuatnya terpisah dari teman-temannya di Jakarta. Dirinya semakin sebal lantaran terus diganggu oleh salah satu anak di sekolah yang bernama Sadam. Suatu hari ketika mereka sedang berselisih dalam perjalanan menuju laboratorium astronomi Boscha, keduanya diculik oleh orang suruhan Kertajasa yang tak lain adalah &ldquo;saingan&rdquo; ayah Sadam. Mau tak mau, Sherina dan Sadam harus bekerja sama untuk melepaskan diri dari penculikan ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nobody Knows &ndash; 2004</strong></p><p style="text-align: justify;">Siap-siap ikut terharu, sedih dan hanyut bersama kisah empat bersaudara Akira, Kyoko, Shigeru dan Yuki. Melalui tangan dingin sutradara kondang Jepang, Hirokazu Koreeda, potret perih dari sebuah keluarga disajikan dengan indah melalui narasi yang kuat. <em>Nobody Knows</em> menuntun kita dalam rutinitas sehari-hari keempat bersaudara tersebut―yang hidup berpindah-pindah bersama ibu mereka. Dalam hal ini, hanya Akira yang diperkenalkan sebagai &ldquo;anak&rdquo; pada penghuni apartemen atau pemilik bangunan. Sementara ketiga saudaranya &ldquo;disembunyikan&rdquo; agar tak diketahui siapapun. Mereka semua memiliki ayah yang berbeda. Miris, baik Akira dan yang lainnya sama-sama tak sekolah atau bermain di luar. Sang ibu juga sering meninggalkan rumah untuk bekerja. Karena keadaan tersebut, mereka tumbuh dan berkembang atas persamaan nasib.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Laskar Pelangi &ndash; 2008</strong></p><p style="text-align: justify;">Memang benar jika bermimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia. Sama halnya dengan para siswa SD Muhammadiyah di desa Belitung dalam <em>Laskar Pelangi</em>. Dililit kemiskinan tak membuat mereka putus asa dalam memperbaiki kehidupan. Ada Ikal, Lintang, Mahar, A Kiong, Syahdan, Borek, Sahara, Kucai, Trepani dan Harun. Dengan berbagai kemampuan mereka, masing-masing saling mendukung dan menguatkan. Tatkala sekolah terancam ditutup sampai masalah hidup lainnya. Diadaptasi dari novel <em>best-seller</em> milik Andrea Hirata, sejatinya Laksar Pelangi membawa pesan-pesan positif tentang perjuangan meraih mimpi dengan memperkuat ikatan satu dengan yang lain.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Case of Hana and Alice &ndash; 2015</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak dapat dipungkiri jika karya-karya milik Shunji Iwai memiliki ciri khas yang unik dan tidak biasa. Menggunakan teknik penggambaran dengan grafis yang tak umum ditemukan dalam <em>anime</em> kebanyakan, <em>The Case of Hana and Alice</em> membawa karakter yang indah dan menonjol. Sebagai prekuel dari film <em>Hana and Alice</em> yang tayang 2004 silam, kita akan menjumpai kisah awal pertemuan kedua gadis ini sebelum menjadi sahabat dan punya gebetan yang sama. Sebagai murid pindahan, Tetsuko Arisugawa―alias Alice menemukan bahwa ia terjebak dalam keadaan yang aneh dan janggal. Mulai dari tetangganya yang diam-diam suka mengintip lewat jendela sampai diganggu sekelas karena duduk di kursi yang sebelumnya dimiliki oleh siswa yang diduga &ldquo;meninggal karena diracuni&rdquo;. Sampai ketika ia berjumpa dengan Hana untuk pertama kalinya, satu per satu kebenaran mulai terungkap. Jangan takut merasa bosan, sebab <em>scoring</em> serta plot yang dibangun sangat cocok dan nyaman untuk disaksikan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lady Bird - 2017</strong></p><p style="text-align: justify;">Tiga kata untuk film ini: cerdas, nyata, <em>on point</em>. Siapapun yang menonton ini, pasti bakal kangen dengan masa remaja yang penuh keingintahuan juga pemberontakan. Hal tersebut dialami oleh Christine, seorang gadis yang memiliki julukan Lady Bird. Sebagai remaja pada umumnya, ia juga turut mencari jati dirinya. Secepat mungkin, ia ingin keluar dari kampung halaman untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tak hanya konflik dalam pertemanan dan asmara, kita akan disuguhkan hubungan unik antara Christine dan ibunya. Di mana mereka saling adu ego―antara remaja cewek yang impulsif sekaligus rapuh dan seorang ibu yang overprotektif. Dialog segar dan akting yang oke dari setiap pemain membuat kita betah menontonnya.</p><p style="text-align: justify;">Itulah rekomendasi film <em>coming of age</em> dari <em>Sketsa</em> untuk kamu saksikan. Semoga tayangan ini dapat membuka pikiran kita tentang pentingnya pertumbuhan serta fase pendewasaan dalam hidup kita. Sebab apapun yang kita hadapi, selalu ada hikmah yang berbuah pengalaman untuk kita jadikan pelajaran. <strong><em>(len/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hoarding Disorder: Kebiasaan Buruk Menumpuk Barang Tak Berguna di Rumah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/hoarding-disorder-kebiasaan-buruk-menumpuk-barang-tak-berguna-di-rumah/baca </link>
<guid> hoarding-disorder-kebiasaan-buruk-menumpuk-barang-tak-berguna-di-rumah </guid>
<pubDate> Fri, 22 Oct 2021 10:09:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal hoarding disorder, kebiasaan menumpuk barang tak terpakai. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/hoarding-disorder-kebiasaan-buruk-menumpuk-barang-tak-berguna-di-rumah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jVD8s1scoO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hoarding Disorder: Kebiasaan Buruk Menumpuk Barang Tak Berguna di Rumah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pernahkah kamu mengalami kesulitan ketika harus membuang barang yang sudah tak terpakai? Lantas, kamu malah menimbunnya di dalam rumah hingga penuh dan berserakan?</p><p style="text-align: justify;">Nah, perilaku tersebut sering kali menjadi permasalahan harian dalam kehidupan kita. Utamanya ketika jadwal bersih-bersih rumah telah tiba. Tanpa disadari, di setiap sudut rumah kamu melihat barang-barang yang menumpuk entah sejak kapan. Baik dirimu maupun keluarga, tentu saja memiliki kemungkinan untuk melakukannya.</p><p style="text-align: justify;">Perilaku ini disebut <em>Hoarding Disorder</em>, alias menimbun atau menyimpan item-item yang sudah tidak digunakan dan membiarkannya dengan alasan memiliki nilai histori yang berarti atau masih akan berguna di kemudian hari. Biasanya, mereka yang mengalami ini akan menaruh barang-barang secara sembarangan. Entah barang yang bisa saja masih berguna bahkan yang tak terawat, semuanya tertumpuk di mana-mana.</p><p style="text-align: justify;">Melansir dari <em>Alodokter</em>, ada beragam penyebab dari <em>Hoarding Disorder</em> ini. Contohnya, seseorang mungkin pernah mengalami peristiwa traumatis (ditinggalkan oleh orang yang dicintai), mendapatkan musibah atau memiliki anggota keluarga yang juga menderita <em>Hoarding Disorder.</em></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, ada banyak perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang dengan gangguan ini. Selain sulit untuk membuang barang tidak terpakai, mereka juga cenderung marah bahkan sedih jika barang-barang timbunannya itu dibersihkan atau dibuang. Maka tak jarang, seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami <em>Hoarding Disorder</em>. Rentang usia remaja hingga paruh baya dapat mengalami hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Terus, gimana <em>dong</em> cara mencegahnya?</p><p style="text-align: justify;">Cobalah untuk memilah dan memutuskan, barang mana yang harus kamu buang dan simpan. Kunci utamanya, kamu memerlukan kesadaran diri dalam memahami hal-hal yang memang dibutuhkan. Tak hanya itu, pikirkan pula aspek kenyamanan dari tempat tinggalmu.</p><p style="text-align: justify;">Apabila kamu merasa bahwa kebiasaan buruk ini sulit untuk dikurang, ada beberapa alternatif yang dapat dicoba. Misalnya dengan melakukan meditasi secara rutin dan teratur atau mengendalikan rasa cemas dengan relaksasi. Kegiatan ini berguna untuk membantumu lebih bijak dalam mengambil keputusan soal tumpukan barangmu.</p><p style="text-align: justify;">Jangan sampai, kebiasaaan menimbun barang tak berguna membuat tempat tinggal kita menjadi berantakan, pengap bahkan berdampak negatif terhadap kesehatan. Simpanlah yang benar-benar dibutuhkan, karena ruang gerak sehari-hari haruslah bebas dan nyaman. <em>Toh</em>, hal tersebut juga memudahkan kamu dalam menjalankan aktivitas. Dengan tips di atas, semoga dapat membantumu untuk mengatasi perilaku ini, ya. <strong><em>(str/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FKM 2021: Perubahan Jadwal Hingga Antusiasme Mahasiswa yang Menurun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkm-2021-perubahan-jadwal-hingga-antusiasme-mahasiswa-yang-menurun/baca </link>
<guid> pemira-fkm-2021-perubahan-jadwal-hingga-antusiasme-mahasiswa-yang-menurun </guid>
<pubDate> Fri, 22 Oct 2021 10:24:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Situasi pandemi dan kuliah daring menurunkan minat mahasiswa dalam berorganisasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fkm-2021-perubahan-jadwal-hingga-antusiasme-mahasiswa-yang-menurun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3mQk4vqSvH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FKM 2021: Perubahan Jadwal Hingga Antusiasme Mahasiswa yang Menurun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki akhir kepengurusan, Pemilihan Umum Raya (Pemira) di berbagai fakultas tengah berlangsung dengan dinamikanya masing-masing. Komisi Penyelenggaraan Pemilihan Raya (KPPR) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul turut membuka pendaftaran bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM Unmul. Setelah sebelumnya melakukan sosialisasi pada 13-16 September lalu, pendaftaran terbuka dari 18 September sampai dengan 3 Oktober.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Sayangnya hingga hari penutupan, tak ada satu nama pun yang diterima KPPR. Atas diterbitkannya Berita Acara Pemira 2021 Nomor: 01/KPPR-FKM//PEMIRA/X/2021, panitia memutuskan untuk melakukan mediasi bersama dengan ormawa lainnya terkait kelanjutan dari agenda Pemira. Dilansir dari akun Instagram <em>@dpmfkm_unmul</em>, KPPR akhirnya membuka kembali pendaftaran gelombang kedua dengan <em>timeline</em> 12-21 Oktober. Hingga kini, tak terlihat adanya hasil dari pembukaan maupun pasangan calon yang mendaftarkan diri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kami sempat menghubungi La Ode Khairul Zikri selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKM Unmul pada Rabu (20/10) lalu untuk mengetahui perkembangan terbaru dari upaya kedua tersebut. Dituturkan olehnya, jika ada skenario terburuk seperti kekosongan calon, maka jadwal yang telah tersusun dapat berubah sesuai kondisi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada rencana lagi. Tapi jikalau kemungkinan terburuknya terjadi, maka dirombak lagi itu <em>timeline</em>,&rdquo; jelasnya saat dihubungi melalui WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, keadaan ini kemungkinan disebabkan oleh situasi pandemi dan kuliah daring sehingga menurunkan minat mahasiswa dalam berorganisasi. Terlebih, Unmul juga tidak mewajibkan mahasiswanya untuk berorganisasi. Hal tersebut berdampak kepada FKM yang memiliki sedikit mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Zikri menyebut, sejauh ini DPM masih berupaya untuk memancing gairah mahasiswa FKM untuk mencalonkan diri pada Pemira FKM 2021. Salah satunya dengan sosialisasi. Namun pada pelaksanaannya, antusiasme mahasiswa tidak mengalami perubahan yang signifikan. Masalah tersebut diduga lantaran para mahasiswa angkatan 2019 yang seharusnya relevan untuk mencalonkan diri dalam Pemira, hanya mendapat proses kuliah tatap muka yang singkat. Keadaan ini membuat minat mereka untuk berkontribusi pada kampus berkurang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena mungkin <em>online</em> dan itu tadi, partisipasi mereka menurun untuk berorganisasi. <em>Kan</em>, target ini angkatan 2019 ke bawah dan kebetulan mereka hanya 5-6 bulan kuliah tatap muka. Jadi mungkin itu juga salah satu faktornya,&rdquo; papar Zikri.</p><p style="text-align: justify;">Pihak DPM juga masih terus berusaha untuk mendapatkan waktu berdiskusi bersama birokrat FKM dalammenemukan titik terang. &ldquo;Dihubungi untuk duduk bersama sudah, tapi sulit untuk membagi waktu lagi dari pihak birokratnya,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>rvn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PJTLN Saburai 2021: Mengungkap Ruang Gerak Jurnalisme Dalam Belenggu UU ITE </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/pjtln-saburai-2021-mengungkap-ruang-gerak-jurnalisme-dalam-belenggu-uu-ite/baca </link>
<guid> pjtln-saburai-2021-mengungkap-ruang-gerak-jurnalisme-dalam-belenggu-uu-ite </guid>
<pubDate> Fri, 22 Oct 2021 11:37:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PJTLN Teknora hari pertama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/pjtln-saburai-2021-mengungkap-ruang-gerak-jurnalisme-dalam-belenggu-uu-ite/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dgzm72VQWr.png" />
					</figure>
			                <h1>PJTLN Saburai 2021: Mengungkap Ruang Gerak Jurnalisme Dalam Belenggu UU ITE</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berlangsung pada Jumat (22/10) pukul 13.00 WIB, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teknokra Universitas Lampung menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) bernama &quot;Semarak Baru Pers Mahasiswa Indonesia (Saburai) 2021&quot;. Kegiatan yang dihadiri peserta dari seluruh LPM se-Indonesia tersebut berjalan meriah pada pembukaannya.</span></p><p style="text-align: justify;">Dibuka oleh ketua panitia, Rahel Azahra dan Pimpinan Umum LPM Teknokra, Andre Prasetyo Nugroho, kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini mengangkat tema &ldquo;<em>Citizen Journalism</em>&rdquo;. Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung selama tiga hari mulai hari ini hingga 24 Oktober mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki agenda utama dalam sesi pertama, kegiatan PJTLN Saburai ini mengadakan diskusi dengan tajuk &ldquo;Kebebasan Berekspresi dalam Belenggu UU ITE&rdquo;. Dalam pembahasannya, panitia menghadirkan tiga pemateri profesional yang dipandu oleh Faiza Ukhty, &nbsp;jurnalis Republik Merdeka Online Lampung yang berperan sebagai moderator kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi diawali oleh penjelasan mengenai bagaimana jurnalisme warga atau <em>citizen journalism</em> berkenaan langsung dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) oleh Ketua Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Bandar Lampung, Hendry Sihalolo.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap warga bisa menjadi jurnalis dengan melaporkan apa yang mereka lihat di sekitar mereka ke masyarakat,&rdquo; jelasnya melalui Zoom.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan bagaimana UU ITE bisa menjadi alat yang berbahaya untuk digunakan dalam mengkriminalisasi, mengintimidasi, merepresi dan membungkam kegiatan jurnalisme warga. Menurut Hendry, UU ITE sangat berpengaruh dalam ruang kerja jurnalistik.</p><p style="text-align: justify;">Agenda dilanjutkan dengan pembahasan mengenai gerak-gerik UU ITE dalam penerapannya sebagai garis hukum. Kali ini, dibawakan oleh ahli hukum pidana, Eddy Rifai. &ldquo;UU ITE ini berfungsi melindungi perbuatan yang merugikan orang lain secara hukum,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, pembicaraan mengenai bagaimana UU ITE bekerja turut disampaikan oleh Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Pers Dewan Pers, Jamalul Insan. Ia berpendapat bahwa kebebasan berekspresi terutama di era digital harus memperhatikan ukuran-ukuran dalam mengembangkan ilmu jurnalistik.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir diskusi, para peserta diberikan kesempatan bertanya kepada para narasumber. Kemudian, agenda berlanjut dengan kegiatan nonformal yaitu diskusi santai Jumat malam ini. Tak lupa, pembagian kelompok untuk penugasan yang akan dikerjakan para peserta untuk hari mendatang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan, delegasi LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memahami Jurnalisme Data dan Proses Pengolahan Infografis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/memahami-jurnalisme-data-dan-proses-pengolahan-infografis/baca </link>
<guid> memahami-jurnalisme-data-dan-proses-pengolahan-infografis </guid>
<pubDate> Sat, 23 Oct 2021 10:29:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PJTLN Hari ke2 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/memahami-jurnalisme-data-dan-proses-pengolahan-infografis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Pqdya1upPb.png" />
					</figure>
			                <h1>Memahami Jurnalisme Data dan Proses Pengolahan Infografis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; &ldquo;Jurnalisme data adalah proses penggunaan data untuk menyampaikan berita atau menggali berita dan hal itu adalah pakem jurnalisme.&rdquo; Inilah definisi jurnalisme data yang disampaikan oleh salah satu pemateri dalam PJTLN Teknokra, Saburai 2021 di hari kedua pelaksanaannya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Sabtu (23/10) ini, kegiatan diisi dengan berbagai pelatihan terkait jurnalisme data untuk menyokong kemampuan peserta. Adapun pemateri kali ini adalah Executive Director Indonesian Data Journalism Network (IDJN), Wan Ulfa Nur Zuhra. Didampingi Sandra Puspita selaku moderator, kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.35 WIB tersebut dibanjiri antusiasme dari para peserta yang mewakili masing-masing LPM se-Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Wan Ulfa mendeskripsikan tiga rangkaian dalam jurnalisme data. Pertama adalah proses mencari data. Menurutnya, banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengumpulkan data. Di antaranya dengan menggunakan fasilitas yang tersedia di internet atau menggunakan hasil riset lembaga lain.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya ialah memahami data. Dirinya mengatakan, wartawan harus lihai dalam mengklasifikasi dan tahu kegunaan dari data yang ditemukan. Pasalnya, banyak sekali hal-hal yang dapat mendukung jurnalisme data. Maka, ada baiknya untuk memilah serta melakukan verifikasi terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Aturan yang terakhir berkaitan dengan publikasi. Wan Ulfa menjelaskan bahwa proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan tulisan, visualisasi melalui grafis bahkan game untuk memberitakan informasi berdasarkan data yang faktual dan terpercaya.</p><p style="text-align: justify;">Ia turut menerangkan, banyak sekali jenis-jenis data yang dapat mendukung liputan para jurnalis. Tak hanya itu, beberapa kesulitan juga terdapat dalam setiap prosesnya. Tentu saja tergantung pada isu yang diangkat.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, jurnalis harus bisa bekerja dengan baik dalam pengolahan data. Lantaran di masa kini, setiap informasi yang muncul turut diikuti dengan berbagai macam data.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang data ada di mana-mana. Maka, peran jurnalis penting untuk membuktikan data itu,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah-tengah penyampaian materinya, Wan Ulfa memberi kesempatan kepada para peserta untuk berdiskusi secara berkelompok. Masing-masing kelompok harus mengumpulkan informasi menggunakan rangkaian cara yang sebelumnya telah dijelaskan.</p><p style="text-align: justify;">Beralih dari jurnalisme data, pelatihan infografis kemudian dipaparkan oleh desainer grafis Tirto.id, Louis Lugas. Ia mengatakan, profesi jurnalis seharusnya dapat menciptakan visualisasi dari sebuah tulisan. &ldquo;Kita harus bisa menerjemahkan teks ke visual dengan menganalogikannya,&rdquo; ucap Louis.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menekankan, dalam proses pembuatan infografis para jurnalis atau desainer dilarang keras menggunakan gambar orang lain. Sebab hal tersebut merupakan tindakan pencurian. Selanjutnya, ia juga berbagi tentang teknis-teknis pembuatan infografis. Dimulai dari prinsip dasar layout, hingga membangun analogi visual. Memasuki akhir dari agenda, Louis menugaskan peserta untuk membuat infografis. Hasilnya akan dipresentasikan dan dinilai esok hari. Foto bersama pun menutup kegiatan hari ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan, delegasi LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wujudkan Kampung Muang Sehat Berdaya, Kolaborasi UKM Lesehan Cendekia x BEM Faperta Unmul Lolos Pendanaan PHP2D 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/wujudkan-kampung-muang-sehat-berdaya-kolaborasi-ukm-lesehan-cendekia-x-bem-faperta-unmul-lolos-pendanaan-php2d-2021/baca </link>
<guid> wujudkan-kampung-muang-sehat-berdaya-kolaborasi-ukm-lesehan-cendekia-x-bem-faperta-unmul-lolos-pendanaan-php2d-2021 </guid>
<pubDate> Sat, 23 Oct 2021 12:50:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PHP2D UKM Cendekia bersama BEM Faperta </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/wujudkan-kampung-muang-sehat-berdaya-kolaborasi-ukm-lesehan-cendekia-x-bem-faperta-unmul-lolos-pendanaan-php2d-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W5Sh0igJzv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wujudkan Kampung Muang Sehat Berdaya, Kolaborasi UKM Lesehan Cendekia x BEM Faperta Unmul Lolos Pendanaan PHP2D 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau disingkat PHP2D merupakan salah satu program Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). PHP2D adalah kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Program ini telah ada sejak 2011 yang bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa dalam berkontribusi pada pembangunan desa terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa perguruan tinggi seluruh Indonesia di bawah Kemendikbud-Ristek untuk mengajukan inovasi, solusi, ataupun mengembangkan potensi suatu desa sasaran agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.</p><p style="text-align: justify;">PHP2D ini merupakan salah satu peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan <em>soft skills</em> dan <em>hard skills</em>. Mahasiswa yang berkualitas adalah mahasiswa yang memiliki multi kecerdasan, baik secara intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Program ini UKM Lesehan Cendekia yang berkolaborasi dengan BEM Faperta Unmul, mengusul inovasi &ldquo;Kampung Muang Sehat, Berdaya melalui Gerakan Peduli Lingkungan Berbasis Payment Environmental Service (PES) di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Kampung Muang Ilir merupakan daerah yang berada di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan RT 27 sebagai sasaran program ini.</p><p style="text-align: justify;">Program ini diinisiasi oleh 15 mahasiswa dan 1 dosen pendamping, yaitu Agus Setiawan (Teknologi Hasil Pertanian, Faperta), Rizka Rini Wahyuni (Pendidikan Biologi, FKIP), Devy Lisna Anjarwati (PGSD, FKIP), Siti Wulan Yuliarti (PGSD, FKIP), Niky Aulia Putri (Pendidikan Biologi, FKIP), Imam Wijayadi (Pendidikan Biologi, FKIP), Nisa Faradilla (Agroekoteknologi, Faperta), Tiya Fikriyah (Agroekoteknologi, Faperta), Teguh Pribadi (Pendidikan Biologi), Shinta Retno S (Agroekoteknologi, Faperta), Tirmidzita Dyah Sukmawati (Agroekoteknologi, Faperta), Amaliya Husnul Fadhilah (Agroekoteknologi, Faperta), Rusmala Dewi (Agroekoteknologi, Faperta), Muhammad Sholihin (Agribisnis, Faperta), Rozaq Okta Alvainnur Hari (Agroekoteknologi, Faperta) dan Pak Rudy Agung Nugroho, M.Si., Ph.D (Dosen Biologi, FMIPA).</p><p style="text-align: justify;">Dengan latar belakang program studi mahasiswa yang berbeda, diharapkan dapat berkolaborasi agar membawa dampak sehingga tercapainya tujuan inovasi dari program yang telah dirancangkan.</p><p style="text-align: justify;">Agus Setiawan, yang merupakan mahasiswa Faperta selaku ketua tim PHP2D UKM Lesehan Cendekia Unmul x BEM Faperta, mengatakan bahwa program ini akan dijalakan dalam kurun waktu 5 bulan, Juli sampai November 2021. &ldquo;Bentuk program yang kami inisiasi merupakan pengelolaan sampah berbasis Payment Environmental Service (PES) berupa bank sampah,&rdquo; kata Agus.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang telah terlaksana dalam program ini sampai bulan Oktober diantaranya webinar pembekalan kepada tim PHP2D, sosialisasi online dan offline, launching program secara online, pembentukan struktur organisasi bank sampah muang ilir, koordinasi dengan dinas terkait seperti Kelurahan Lempake, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, menjalin mitra dengan Bank Sampah Ramli Graha Indah dan setorplastik.com, mengadakan pelatihan pemilahan sampah menjadi rupiah dan pelatihan pembuatan eco-enzyme.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selain itu, kami juga akan mengadakan kegiatan lain seperti pelatihan pembuatan pupuk cair dan pupuk padat dan pelatihan pengelolaan sampah non-organik menjadi kerajinan,&rdquo; tambah Rizka Rini Wahyuni selaku ketua UKM Lesehan Cendekia. Seperti diketahui, program ini sangat didukung oleh masyarakat RT 27 sebagai daerah sasaran, sebab kegiatan ini merupakan hal pertama di daerah tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Ditulis oleh Rizka Rini Wahyuni selaku Ketua UKM LC.</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menutup Rangkaian PJTLN Saburai 2021, Saatnya Evaluasi Karya Jurnalistik! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/menutup-rangkaian-pjtln-saburai-2021-saatnya-evaluasi-karya-jurnalistik/baca </link>
<guid> menutup-rangkaian-pjtln-saburai-2021-saatnya-evaluasi-karya-jurnalistik </guid>
<pubDate> Sun, 24 Oct 2021 10:55:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presentasi Infografis peserta PJTLN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/menutup-rangkaian-pjtln-saburai-2021-saatnya-evaluasi-karya-jurnalistik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oWVUx239RS.png" />
					</figure>
			                <h1>Menutup Rangkaian PJTLN Saburai 2021, Saatnya Evaluasi Karya Jurnalistik!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah mendapat penugasan membuat infografis di hari sebelumnya, kini peserta PJTLN Saburai 2021 mempresentasikan karya mereka di ruang Zoom pada Minggu (24/10). Lima infografis terbaik yang terpilih dipresentasikan di awal kegiatan pada pukul 09.00 WIB dengan dipandu oleh moderator, Diah Prastiwi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Masih dengan orang yang sama, Louis Lugas Wicaksono yang merupakan desainer grafis Tirto.id menjadi evaluator dan menilai karya infografis para peserta. Satu demi satu, karya para peserta Saburai 2021 itu dibedah, baik secara isi, data, maupun visualnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menerangkan bahwa beberapa infografis yang diciptakan oleh para peserta sudah sangat baik dan layak untuk diterbitkan di media. Ia juga tak lupa untuk memberi masukan agar karya para peserta akan jauh lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Louis juga memberi kesempatan para peserta untuk bertanya. Peserta terlihat antusias dengan mengajukan pertanyaan seperti peletakan gambar pada infografis. Louis menerangkan bahwa, sebagai jurnalis dan desainer sudah sepatutnya meletakan sumber dan mencari gambar dari sumber yang kredibel.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Usahakan mencari gambar-gambar atau ilustrasi yang sumbernya jelas, jangan lupa dilihat itu bisa digunakan secara personal atau komersil,&rdquo; jelasnya guna memberi pemahaman.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki agenda selanjutnya, panitia mengumumkan beberapa pemenang nominasi terkait penannya terbaik, peserta teraktif, dan karya terbaik. Pada sesi ini, antusiasme peserta membuncah lantaran ada yang mendapat dua nominasi secara bersamaan, membuat kemeriahan bertambah.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa, nama-nama para peserta yang lulus dalam kegiatan tersebut juga diumumkan. Pembacaan kelulusan tersebut dibawakan langsung oleh Pimpinan Umum LPM Teknokra, Andre Prasetyo Nugroho. Peserta juga diberikan kesempatan menyampaikan pesan dan kesannya selama kegiatan Saburai 2021 ini berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir kegiatan tersebut, Andre juga memberikan <em>closing speech</em> untuk berterimakasih kepada seluruh delegasi dari LPM se-Indonesia karena sudah berpartisipasi. Tak luput, foto bersama dilakukan untuk menutup rangkaian PJTLN Saburai 2021. (<strong><em>fzn/rst</em></strong>)</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan, delegasi LPM Sketsa Unmul.</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sketsa Award 2021: Perkuat Solidaritas dan Kekompakan Bersama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-award-2021-perkuat-solidaritas-dan-kekompakan-bersama/baca </link>
<guid> sketsa-award-2021-perkuat-solidaritas-dan-kekompakan-bersama </guid>
<pubDate> Mon, 25 Oct 2021 12:01:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda Sketsa Award 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-award-2021-perkuat-solidaritas-dan-kekompakan-bersama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5M5rXwbYhk.png" />
					</figure>
			                <h1>Sketsa Award 2021: Perkuat Solidaritas dan Kekompakan Bersama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Memasuki akhir kepengurusan, awak <em>Sketsa</em> kembali menggelar agenda tahunan yang menjadi ajang penghargaan atas kerja keras seluruh anggota selama masa jabatannya berlangsung. Sabtu (23/10), Sketsa Award (SA) 2021 harus digelar sekali lagi secara daring dengan mempertimbangkan keadaan pandemi Covid-19. Mengusung tema &quot;<em>Summer</em>&quot;, para anggota hadir dengan beragam kostum dan penampilan yang unik.</span></p><p style="text-align: justify;">Bercengkrama bersama melalui Zoom Meeting, acara dibuka pukul 19.00 Wita dengan sapaan hangat dari kedua pewara dalam agenda ini. Mereka adalah Yasmin Dieva Islamiyah dan Muhammad Ridi Saputra dari Sketsa 14 yang menuntun acara dengan santai dan lugas. Sambutan-sambutan pun tak luput diberikan oleh Siti Rahmi selaku Ketua Panitia SA 2021 dari angkatan 14. Syalma Namira selaku Ketua Umum LPM Sketsa Unmul juga menyoroti kinerja Sketsa 14 yang memperoleh kesempatan untuk memimpin segala bentuk persiapan dari awal hingga akhir kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apresiasi besar untuk setiap panitia, karena proses persiapan dua minggu yang luar biasa. Semoga tetap solid dan berkontribusi dengan baik sesama anggota,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian agenda terdiri dari pembacaan nominasi oleh dua pasangan pembaca, penampilan video kreatif dari setiap angkatan serta games seru yang menantang. Ada berbagai nominasi menarik yang membuat setiap awak <em>Sketsa</em> turut menantikannya.</p><p style="text-align: justify;">Nominasi bagi anggota di bawah keredaksian terdiri dari Reporter Terbaik Angkatan 11 &amp; 12 yang dimenangkan oleh Christnina Maharani, Reporter Terbaik Angkatan 13 yang diperoleh Muhammad Razil Fauzan dan Reporter Terbaik Angkatan 14 jatuh kepada Muhammad Adil Alparizi. Lucunya, Adil turut membacakan nominasi sehingga ia mengaku berpura-pura untuk kaget. Sementara, Fotografer Terbaik diberikan kepada Prima Hidayat Tajuddin yang sayang sekali tak dapat hadir pada malam tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Usai pembacaan nominasi kloter pertama, acara diselingi dengan penampilan video dari angkatan 14 yang menampilkan <em>Outfit of the Day</em> (OOTD) versi <em>Summer</em> dan angkatan 13 melalui Tipe-tipe Wartawan ala TikTok. Para anggota tak pelak heboh dan memenuhi kolom komentar yang memicu gelak tawa.</p><p style="text-align: justify;">Setelah penampilan pertama kedua angkatan selesai, nominasi keredaksian masih berlanjut dengan Desainer Terbaik yang diraih oleh Dirga Satriansyah Amin. Kejadian &quot;pura-pura kaget&quot; kembali terulang, sebab ialah yang membacakan nominasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Nominasi bagi Anggota Litbang Terbaik mendapat sorotan pula karena dimenangkan oleh angkatan termuda, yakni Rhaudatul Fitri. Menyusul nominasi ini, Yasmin Dieva serta Hasanah dari Sketsa 14 mendapat titel Anggota Tersultan atas kepatuhan mereka dalam membayar uang kas.</p><p style="text-align: justify;">Meski direncanakan berlanjut dengan games, sayangnya ada kesalahan teknis sehingga harus ditunda. Tidak berlama-lama, kedua pewara langsung mengambil alih dengan menampilkan video kreatif dari angkatan 12 yaitu Tipe-tipe Anak Sketsa. Kesan yang sangat <em>relate</em> melahirkan respons yang beragam dari para anggota.</p><p style="text-align: justify;">Sembari menunggu games, nominasi kembali dibacakan. Terdiri dari Anak Bawang Terbaik yang diperoleh Rhaudatul kembali dan Berita Terviral diraih tajuk &quot;Kolaborasi Budaya dan Pengembangan Desa Wisata Kampung Ketupat&quot; yang dibaca sebanyak 1760 kali dengan tim Khoirun Nisa serta Machyuzar Firdaus.</p><p style="text-align: justify;">Keseruan semakin terasa dengan perolehan Syalma sebagai Anggota Terdemo, sebab dirinya kerap kali terjun lapangan saat ada aksi menyeruak. Apresiasi kostum paling heboh diberikan kepada Nindiani Kharimah yang menyabet titel Kostum Terwadidaw.</p><p style="text-align: justify;">Masalah teknis <em>games</em> teratasi, waktunya awak <em>Sketsa</em> bersaing memperebutkan kemenangan dan hadiah. Berisi seputar hal-hal di <em>Sketsa</em>, persaingan ketat akhirnya berakhir dengan Raihan Eka Saputra sebagai juaranya.</p><p style="text-align: justify;">Menuju penghujung acara, penampilan video terakhir berasal dari angkatan tertua yakni Sketsa 11. Membawa Tipe-tipe Anak Sketsa yang didasari observasi pribadi, aksi yang kocak membuat anggota lain meramaikan kolom komentar. Lantas, kloter terakhir pembacaan nominasi membawa kehebohan dan rasa haru tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai angkatan dengan anggota terbanyak, Sketsa 14 berhasil mendapatkan titel Angkatan Terheboh dan menimbulkan euforia bagi mereka. Suasana menjadi hangat tatkala nominasi Terkuat Abad Ini diberikan kepada Syalma dan Christnina selaku Ketua Umum dan Ketua Redaksi LPM Sketsa Unmul yang dianggap telah banyak mengambil andil dalam kepengurusan tahun ini. Keduanya setuju bahwa penghargaan ini sejatinya merupakan kemenangan bagi seluruh anggota. Sebab telah mengusahakan yang terbaik dan tetap bertahan di <em>Sketsa</em> sepanjang kesulitan dalam pandemi.</p><p style="text-align: justify;">Menutup beragam nominasi, Honorable Mentiom diberikan kepada kedua Videografer Sketsa, Syahrani dan Sandro Asshary yang tetap meramaikan produk jurnalistik dengan video mereka.</p><p style="text-align: justify;">Berakhirlah seluruh rangkaian acara pada Sketsa Award tahun 2021. Meski hanya bertemu lewat tatapan layar-layar virtual, kehangatan setiap anggota tetap terjaga sampai akhir agenda. Sampai jumpa di tahun depan! <strong><em>(jla/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rayakan Maulid Nabi 2021 dengan Lomba serta Majelis Keilmuan Tingkat Nasional Bersama LDM Al-A’laa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/rayakan-maulid-nabi-2021-dengan-lomba-serta-majelis-keilmuan-tingkat-nasional-bersama-ldm-al-alaa-unmul/baca </link>
<guid> rayakan-maulid-nabi-2021-dengan-lomba-serta-majelis-keilmuan-tingkat-nasional-bersama-ldm-al-alaa-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 27 Oct 2021 06:25:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan agenda perayaan Maulid Nabi 2021 oleh LDM Al-A’laa Faperta Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/rayakan-maulid-nabi-2021-dengan-lomba-serta-majelis-keilmuan-tingkat-nasional-bersama-ldm-al-alaa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vFTwKVWEuE.png" />
					</figure>
			                <h1>Rayakan Maulid Nabi 2021 dengan Lomba serta Majelis Keilmuan Tingkat Nasional Bersama LDM Al-A’laa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2021, Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) Al-A&rsquo;laa dari Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul memeriahkan perayaan ini dengan mengadakan lomba serta kajian keilmuan dan keislaman di tingkat nasional.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Bertajuk &quot;Pemuda yang Dirindukan Rasulullah SAW&quot;, agenda ini diharapkan dapat memberi pengertian serta pemahaman kepada para pemuda akan perilaku yang akan dirindukan oleh Rasulullah SAW. Selama kurang lebih tiga minggu sejak 1 Oktober lalu, rangkaiam acara dibuka dengan beragam perlombaan. Adapun jenis lomba yang diselenggarakan terdiri dari Esai, <em>Video Reels</em>, <em>Podcast</em> dan Poster.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keempat perlombaan ini sukses menarik 153 peserta dari dalam Kalimantan maupun luar Kalimantan. Mengingat tahun ini LDM Al-A&rsquo;laa memberanikan diri untuk berkembang dari tahun sebelumnya dan memilih skala nasional untuk target peserta lomba.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun sempat mengalami keterlambatan pada hari peringatan tersebut, ini tidak menghapus esensi acara. Sebab pada Oktober ini, banyak agenda yang berkaitan dengan peringatan muda-mudi.</p><p style="text-align: justify;">Puncak acara yang digelar pada Sabtu (23/10) pun berlangsung sangat meriah. Tak hanya diisi dengan pengumuman para pemenang lomba, ada pula Majelis Keilmuan dan Keislaman (MAKLIS) Akbar yang dapat dihadiri oleh masyarakat umum. Hadir pula Habib Muhammad bin Anies Shahab dari Malang, Jawa Timur yang menjadi pemateri pada agenda puncak ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pembahasan menyangkut pemuda dari segi perilaku, sikap dan lainnya yang dapat dilakukan agar menjadi pribadi terbaik dikupas tuntas dengan pembawaan yang menarik. Keterlambatan yang sempat terjadi pun tak menghilangkan antusiasme para peserta.</p><p style="text-align: justify;">Berakhirnya agenda ini membawa harapan lain untuk perayaan Maulid Nabi di tahun mendatang. Fajarddin Kartika Widya, Ketua Umum LDM Al-A&rsquo;laa berharap agar pandemi Covid-19 dapat segera usai demi pelaksanaan luring yang dapat memperdalam ilmu keislaman dan dakwah di kalangan civitas academica.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga pandemi cepat usai sehingga agenda ini dapat dilaksanakan secara luring, serta dapat mengundang seluruh civitas academica Unmul agar syiar dakwah Nabi Muhammad dapat tetap terlaksana dan memperdalam tentang keislaman pada seluruh civitas,&quot; tutupnya.<strong><em>&nbsp;(rkn/len) </em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Soal Gedung Terbengkalai di Unmul, Bohari: Bukan Mangkrak, Tapi Belum Jadi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-gedung-terbengkalai-di-unmul-bohari-bukan-mangkrak-tapi-belum-jadi/baca </link>
<guid> soal-gedung-terbengkalai-di-unmul-bohari-bukan-mangkrak-tapi-belum-jadi </guid>
<pubDate> Wed, 27 Oct 2021 10:33:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perihal gedung mangkrak di Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/soal-gedung-terbengkalai-di-unmul-bohari-bukan-mangkrak-tapi-belum-jadi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k1RCE2B6EF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Soal Gedung Terbengkalai di Unmul, Bohari: Bukan Mangkrak, Tapi Belum Jadi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 27 September lalu, proyek pembangunan infrastruktur Unmul melalui pendanaan Islamic Development Bank (IsDB) yang telah dimulai sejak 2018 tersebut kini siap untuk digunakan.</p><p style="text-align: justify;">Di balik aktivitas tersebut, Unmul nampaknya masih menyisakan gedung-gedung yang tidak digunakan. Menurut pantauan <em>Sketsa</em>, terdapat beberapa infrastruktur yang terlihat usang serta dipenuhi lumut dan karat karena telah mangkrak bertahun-tahun lamanya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun lokasinya tersebar di beberapa titik. Seperti gedung di belakang bangunan baru Fakultas Farmasi (FF) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Gedung yang berbentuk persegi panjang tersebut, nampak tak terurus dan ditumbuhi rumput liar. Masih di satu kawasan yang sama, terdapat dua bangunan megah yang didominasi warna putih dan baru saja diresmikan.</p><p style="text-align: justify;">Terpampang pula gedung Asrama Unmul dengan kode A24 yang berada tepat di seberang Fakultas Teknik. Bangunan berwarna cokelat bercampur jingga ini nampak tidak terpelihara dengan baik. Terlihat dari beberapa sudut atap yang mulai lapuk.</p><p style="text-align: justify;">Sungguh miris, sebab pembangunan yang dilakukan oleh Unmul tak selaras dengan optimalisasi fungsi gedung yang selama ini ada di kampus dengan akreditasi A tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Melihat kondisi ini, <em>Sketsa</em> sempat menghubungi Bohari Yusuf selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat. Dirinya menyebut bahwa gedung-gedung tersebut masih dalam proses penyelesaian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan mangkrak, tapi memang ada yang belum jadi. Seperti Fakultas Hukum (FH) ada 3 gedung, Fakultas Pertanian (Faperta) 2 gedung, FKM 2 gedung,&rdquo; jelasnya pada Kamis (7/10) melalui sambungan telepon.</p><p style="text-align: justify;">Terkait asrama, Bohari mengaku akan ada gedung baru yang dapat dihuni oleh mahasiswa secepatnya. Ia mengatakan jika lokasinya berdekatan dengan gedung asrama lama dan siap untuk dilakukan serah terima.</p><p style="text-align: justify;">Perihal alih fungsi gedung yang mandek, Bohari mengatakan bahwa alasan keterbatasan dana menjadi sebab dari tidak dilanjutkannya pembangunan gedung-gedung tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita enggak ada duitnya. UKT enggak bisa membangun itu. Jadi, kita lagi upayakan mendapatkan bangunan dari pemerintah pusat,&rdquo; papar Bohari.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, dirinya mengonfirmasi jika terdapat 16 gedung yang mandek pembangunannya. Namun, tiga di antaranya telah rampung terlaksana. Seperti Gedung Pascasarjana, Gedung Magister Manajemen dan Gedung Kesehatan Masyarakat. Diperkirakan, Unmul menghabiskan lebih dari 300 miliar untuk optimalisasi 13 gedung lainnya. Lantas, ia berharap pengerjaan gedung dapat tuntas secara bertahap.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Respons Mahasiswa&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada perayaan Dies Natalis Unmul ke-59 lalu, aliansi mahasiswa FH turut menyuarakan pandangan mereka terkait gedung-gedung mangkrak di lingkungan fakultas mereka. Ketika dihubungi <em>Sketsa</em> pada Sabtu (16/10), Ketua BEM FH Unmul Dandi Wijaya menerangkan bahwa pihaknya telah melangsungkan audiensi dengan pihak rektorat dan dekanat sebanyak dua kali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun saat kami menanyakan kepada mereka, semuanya memang nggak bisa memberikan jawaban pasti. Karena kewenangan ini berada pada Kemendikbud Ristek dan Rektorat,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut menyebabkan Unmul tak dapat bertindak, apabila pendanaan pembangunan gedung-gedung tersebut tidak masuk dalam prioritas pemerintah pusat. Meski tak pernah ada penyalahgunaan terkait infrastruktur ini, Dandi tetap berharap agar ada tindak lanjut dari nasib gedung-gedung yang telah mangkrak sejak 2010 silam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami harap gedung-gedung ini bisa cepat selesai. Paling tidak pihak rektorat bisa memberikan kepastian pada awal 2022,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya di FH, Faperta juga memiliki masalah serupa. Gubernur BEM Faperta, Syamsia Satra mengungkap jika isu mangkraknya gedung di fakultas ini telah mencuat sejak lama. Ia mengaku bahwa pembahasan ini seolah &ldquo;ditutup&rdquo; oleh para pendahulunya, karena infrastruktur tersebut sudah bertahun-tahun tak memiliki kepastian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walau demikian, kami tetap kawal isu ini di tingkat universitas. Kami kawal saat Dies Natalis Unmul (kemarin),&rdquo; sebut mahasiswa Agroteknologi 2018, Selasa (19/10).</p><p style="text-align: justify;">Gedung yang mangkrak tersebut berlokasi di sekitar tebing dan kurang baik untuk digunakan. Meski terlihat masih dapat digunakan, namun kondisinya jauh dari kata layak.</p><p style="text-align: justify;">Syamsia juga berkeinginan agar rektorat dapat memprioritaskan pembangunan kembali gedung-gedung mangkrak apabila terdapat dana yang memadai. Jika tidak, ia menganggap bahwa lebih baik dirobohkan lalu dialihfungsikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin bisa dijadikan lahan parkir untuk mahasiswa Faperta saat kuliah luring nanti. Karena permasalahan Faperta, parkirannya cukup sedikit untuk mahasiswa,&rdquo; tutupnya. <strong><i>(len/nkh/jla/syl/fzn)</i></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Desa Definitif, OJT PIN 2021 Terlibat dalam Berbagai Kegiatan Warga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-desa-definitif-ojt-pin-2021-terlibat-dalam-berbagai-kegiatan-warga/baca </link>
<guid> menuju-desa-definitif-ojt-pin-2021-terlibat-dalam-berbagai-kegiatan-warga </guid>
<pubDate> Wed, 27 Oct 2021 10:33:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan On Job Training (OJT) 2021 Pemerintahan Integratif (PIN) Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-desa-definitif-ojt-pin-2021-terlibat-dalam-berbagai-kegiatan-warga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AHx9RqI47k.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Desa Definitif, OJT PIN 2021 Terlibat dalam Berbagai Kegiatan Warga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pelaksanaan On Job Training (OJT) 2021 Pemerintahan Integratif (PIN) Unmul, kali ini dilaksanakan di Kecamatan Sangkulirang. Kegiatan OJT identik dengan kegiatan yang sifatnya wajib dan sunah (mayor dan minor). Mayor, atau berkaitan dengan praktek pemerintahan, sedangkan minor atau berkaitan dengan kegiatan-kegiatan di luar teori dan praktik pemerintahan. Seperti misalnya kegiatan keagamaan, seni budaya, sampai olahraga.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan kali ini peserta OJT yang berada di Desa Krayan Bilas ditugaskan untuk membantu persyaratan Krayan Bilas sebagai desa persiapan desa seutuhnya. Ada beberapa indikator bagi desa persiapan tersebut menjadi desa. Nantinya para mahasiswa peserta OJT akan membantu proses untuk melengkapi persyaratan seperti administrasi maupun teknisnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam proses tersebut pula diketahui dari catatan sipil, terdapat program yang bersinggungan dengan tugas pokok dan fungsi catatan sipil. Ini berkaitan dengan sensus penduduk. Para peserta ditugaskan untuk mendata beberapa data yang berkaitan dengan hal tersebut seperti data kematian, data kelahiran, KTP, dan KK.</p><p style="text-align: justify;">Budiman selaku kepala prodi S-1 PIN mengatakan sebenarnya pemilihan tempat lokasi OJT kali ini dikarenakan oleh beberapa sebab, salah satunya ialah permintaan dari pihak pemerintah Kabupaten.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya pemilihan tempat lokasi itu ada permintaan dari pihak pemerintah Kabupaten. Jadi ada target-target tertentu. Kebetulan di Sangkulirang itu ada Desa yang harus dipercepat pembangunannya untuk menjadi desa definitif. Dan ini memang jadi salah satu pertimbangan,&quot; ucapnya pada awak <em>Sketsa</em> via WhatsApp Jumat (11/10).</p><p style="text-align: justify;">Rifat Ikhza Mahendra salah satu peserta sekaligus ketua kelompok di Desa Mandu Pantai Sejahtera, mengungkapkan tentang sistem pembagian kelompok dan juga alasan pemilihan desa ini kembali sebagai lokasi pelaksanaan OJT 2021.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masing-masing kelompok OJT beranggotakan 7 orang, dipilih melalui musyawarah &lsquo;jajar angkatan&rsquo; oleh mahasiswa. Pada 2019 angkatan 2016 (angkatan 12), ada permintaan memang dari Kecamatan Sangkulirang. Sedangkan untuk tahun ini ada 6 desa. Kebetulan Desa Mandu Pantai Sejahtera ini masuk dalam daftar permintaan. Kebetulan di tahun ini kami (angkatan 2018), itu di Kutim lagi. Kebetulan dari beberapa desa ini Mandu Pantai Sejahtera minta lagi gitu. Agar ada anak yang OJT di tempat mereka,&rdquo; jelasnya pada Rabu (9/10) melalui telepon.</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, kendala yang dialaminya tak jauh-jauh dari akses internet. Hal ini membuat komunikasi antar anggota terhambat. Namun, kendala itu dapat diatasi dengan bekerja sama.</p><p style="text-align: justify;">Diungkapkan pula oleh Hairunnisa salah satu dosen pembimbing lapangan OJT PIN, bahwa progress dari peserta OJT sangat baik. Peserta terlihat dapat berkerja sama maupun berkomunikasi dengan baik kepada para warga sekitar. Aktivitas yang dilakukan pun sangat membantu persiapan warga menjadi desa definitif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama 2 minggu itu, mahasiswa OJT progressnya sangat bagus, walaupun tidak banyak karena baru berjalan. Tetapi mereka sudah sangat berbaur dengan masyarakat. Kemudian, yang sudah mereka lakukan itu banyak terutama di tiga desa itu. Selain itu, merek juga ikut terlibat banyak dalam bidang kesehatan, sosial, dan budaya juga keagaaman,&quot; tuturnya Minggu (13/10) via WhatsApp pada awak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan bahwa di Desa Perupuk saat ini sedang diadakan pemilihan Badan Perwakilan Desa (BPD), mahasiswa OJT menjadi panitia dalam agenda itu. Bahkan mereka mendata penduduk juga. Ia juga mengungkapkan bahwa di desa tersebut masih kurang memadainya sumber daya manusia, seperti rendahnya minat mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Maka dengan kesempatan inilah mahasiswa OJT berperan penting dalam mengubah paradigma tersebut dengan memberikan edukasi serta provokator dalam bidang pendidikan. (<strong><em>lyn, nkh, nop/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Momentum Hari Listrik Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menilik-momentum-hari-listrik-nasional/baca </link>
<guid> menilik-momentum-hari-listrik-nasional </guid>
<pubDate> Thu, 28 Oct 2021 06:31:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus gelap gulita masih menjadi momok di Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menilik-momentum-hari-listrik-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VXBTDsG1lr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Momentum Hari Listrik Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Indonesia sebuah negara kepulauan, negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara dan nomor 5 di dunia. Dengan berbagai sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Tapi, apakah semua itu bisa jadi jaminan rakyat sejahtera? Tentu saja pada kenyataannya tidak. Begitu banyak permasalahan yang ada di Indonesia, terlebih kasus gelap gulita yang masih menjadi momok.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Terdapat 34 provinsi di Indonesia dengan 516 kabupaten atau kota yang ada di Indonesia, masih ada yang belum pernah merasakan listrik mengaliri wilayahnya. 76 tahun Indonesia merdeka, terlalu dini kita ucapkan bahwa rakyat sejahtera. Dari sebuah penerangan saja masih ada timpang sebelah. Blok barat dan blok timur pun ikut tercipta. Dari Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo, dari Kabinet Presidensial hingga Kabinet Indonesia Maju, permasalahan ini tidak pernah terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Dari 75 ribu desa, 433 desa di antaranya belum mendapatkan aliran listrik. Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) dengan topik Peningkatan Rasio Elektrifikasi Pedesaan, Jakarta, Jumat (3/4/2020). Menurut Jokowi, dari 433 desa tersebut tersebar di empat provinsi. Keempat provinsi tersebut yakni Provinsi Papua, lalu Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku.</p><p style="text-align: justify;">Lagi dan lagi Indonesia bagian timur yang selalu merasakan tidak meratanya, lambatnya, pemerataan untuk kesejahteraan. Dengan berbagai SDM atau pun SDA yang ada, Indonesia masih belum mampu memberikan rasa serta asa dari kata sejahtera. Nampak dari saat ini, Hari Listrik Nasional sebuah realita yang kita temui dan hadapi. Konon katanya kita hidup di era modern, tapi nyatanya di beberapa tempat dan lokasi masih jauh dari kata modern, bahkan masih jauh dari sebuah peradaban modern.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini angka rasio elektrifikasi di Indonesia sudah menyentuh angka 99,48%. Namun, masih belum menyentuh listrik untuk 433 desa tersebut. Untuk itu, Jokowi meminta agar segera mengidentifikasi desa yang belum berlistrik ini, sehingga pemerintah bisa menentukan strategi dan pendekatan teknologi seperti apa yang bisa digunakan.</p><p style="text-align: justify;">Tapi nyatanya data tersebut tidak nyata kebenarannya. Karena Rasio elektrifikasi semestinya menyorot penggunaan listrik selain untuk penerangan dan mengukur seberapa jauh listrik menggenjot perekonomian warga, seperti kata pegiat energi. Karena pada realitanya, setidaknya 500 ribu rumah tangga di Indonesia belum memiliki akses listrik hingga Mei 2021, menurut data pemerintah. Mayoritas mereka tinggal di desa terpencil atau terluar.</p><p style="text-align: justify;">Miris rasanya melihat negara yang besar nan kaya seperti Indonesia ini masih memiliki masalah seperti ini dengan berbagai kekayaan SDM atau pun SDA nya. Terlebih lagi, wacana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta menuju Kalimantan Timur yang dalam progress besar pemerintahan Pak Jokowi untuk 2024 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip Pasardana.id, bahwa PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN siap memenuhi kebutuhan listrik Ibu Kota Negara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Sebuah ucap kata optimistis yang dilontarkan oleh GM PLN sangat tidak sejalan dengan keadaan yang sebenarnya terjadi. Menjadikan Provinsi Kalimantan Timur menjadi Ibu Kota Negara yang baru mungkin bisa saja kita sampaikan bahwa itu hanya mimpi di siang bolong. Sebuah angan angan yang tidak akan pernah tercapai. Bagaimana tidak?</p><p style="text-align: justify;">Provinsi Kalimantan Timur saja dengan jumlah produksi Batu Bara terbesar di Indonesia di beberapa banyaknya desa masih ada yang belum merasakan indahnya cahaya malam dari sebuah lampu yang teraliri dari sebuah Pembangkit Listrik Negara. Bagaimana bisa mereka dengan percaya dirinya mampu mengatakan dapat memindahkan Ibu Kota Negara? Bagaimana bisa? Sedangkan sebuah desa saja yang ruang lingkupnya masih kecil saja pemerintah belum mampu memberikannya secara nyata. Lalu kemudian mereka hadir dan berbicara akan memindahkan Ibu Kota? Bukan kah ini hanya sebuah omong kosong dan khalayan belaka? Karena sejatinya kita mengetahui bahwa daya listrik yang di butuh kan oleh sebuah Ibu Kota Negara sangatlah besar.</p><p style="text-align: justify;">Sekali lagi, di <em>moment</em> Hari Listrik Nasional, momen ini terlihat lucu dan konyol karena saat akan memindahkan IKN, listrik saja sering padam tanpa alasan yang jelas di waktu yang sangat acak sekali. Jika sebuah hal kecil saja belum dapat terselesaikan, maka jangan pernah berharap pada sebuah hal besar yang akan di lakukan.</p><p style="text-align: justify;">Selamat Hari Listrik Nasional, engkau ada untuk mereka dan tiada untuk jelata.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun undang-undang berkata, nasib buruk ini selalu menimpa.</p><p style="text-align: justify;">76 Tahun Indonesia merdeka, masih jauh dari kata sejahtera.</p><p style="text-align: justify;">7 Presiden telah bekerja, masih jauh dari kata merata.</p><p style="text-align: justify;">Ratusan dan bahkan ribuan anggota dewan bertahta,</p><p style="text-align: justify;">masih jauh dari sebuah harap rakyat Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Irvan Sulistiawan, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2018, Staf Kementerian Sosial Politik BEM KM Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KIKA Gelar Diskusi Kejahatan Tambang Ilegal di Kaltim: Akademisi Harus Ambil Posisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kika-gelar-diskusi-kejahatan-tambang-ilegal-di-kaltim-akademisi-harus-ambil-posisi/baca </link>
<guid> kika-gelar-diskusi-kejahatan-tambang-ilegal-di-kaltim-akademisi-harus-ambil-posisi </guid>
<pubDate> Thu, 28 Oct 2021 11:05:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi mengenai tambang ilegal di Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kika-gelar-diskusi-kejahatan-tambang-ilegal-di-kaltim-akademisi-harus-ambil-posisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eNzwbJkDOY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KIKA Gelar Diskusi Kejahatan Tambang Ilegal di Kaltim: Akademisi Harus Ambil Posisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) menggelar diskusi bertajuk Kaum Intelektual dan Perjuangan Lingkungan: Membongkar Kejahatan Tambang Ilegal di Kaltim. Diskusi ini merupakan agenda yang dilakukan gabungan akademisi dalam menanggapi isu tambang ilegal yang semakin menjadi, khususnya di Kaltim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam siaran langsung di kanal YouTube Nalar TV pada Selasa (26/10), diskusi dibuka oleh Herdiansyah Hamzah, akademisi Hukum dari Unmul selaku moderator. Hadir pula empat pemantik dari beragam latar belakang. Sebut seperti Soleh Arifin selaku warga Muang Dalam Samarinda yang terdampak aktivitas pertambangan. Ada pula Nurul Puspita, akademisi dari Unmul, Pradarma Rupang dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim, Franky Butar Butar dari Universitas Airlangga serta I Gusti Agung Made Wardana dari Universitas Gadjah Mada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Herdi membuka diskusi dengan menyebut beragam peristiwa pelik dari adanya aktivitas pertambangan. Belum lagi hak masyarakat atas lingkungan yang sehat terenggut, sebab harus merasakan dampak seperti hilangnya nyawa dan penurunan kualitas hidup. Peran pemerintah pun turut disinggung oleh Herdi. Maraknya kasus tambang ilegal menjadi tanda tanya besar pada diskusi kali ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyegarkan ingatan partisipan mengenai titik persebaran tambang ilegal yang tercatat oleh JATAM. Kutai Kertanegara, sebutnya, menjadi daerah terbanyak dengan 107 titik tambang ilegal. Disusul Samarinda, Berau bahkan Penajam Paser Utara sebagai daerah rencana Ibu Kota Negara (IKN) baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang jadi&nbsp;</span><span><em>problem</em></span><span>&nbsp;adalah tambang-tambang ilegal ini bisa dikatakan tidak diseriusin penanganan atau proses hukumnya oleh aparat kepolisian. Banyak kemudian dugaan muncul. Ada yang menyebut bahwa <em>mindset</em> penegak hukum kita yang lemah, ada juga yang mengatakan bagaimana tambang ilegal tidak diproses kalau tidak ada&nbsp;</span><span><em>problem</em></span><span>&nbsp;di belakangnya,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi beralih ke pemantik pertama, yaitu Soleh Arifin. Ia menjelaskan kronologi hadirnya tambang ilegal yang belakangan ramai diperbincangkan. Puncaknya, 14 Oktober lalu warga menyuarakan keresahan. &ldquo;Warga Muang Dalam resah, banyak orang tidak dikenal datang beramai-ramai mengawal aktivitas tambang itu. Kita berkomunikasi dengan Babinsa, Kapolsek, meminta pengamanan, namun tidak direspons,&rdquo; papar Soleh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rumitnya permasalahan ini membuat warga Muang Dalam meminta bantuan pihak JATAM Kaltim. Dirinya berharap diskusi seperti yang dilakukan KIKA ini dapat terus berlanjut. Mengingat beratnya dampak yang dirasakan warga dan besarnya manfaat ketika masyarakat mau terlibat dalam diskusi lingkungan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pradarma Rupang dari JATAM Kaltim menyebut, permasalahan tambang tak lepas dari aktivitas bisnis dan merusak kawasan tinggal masyarakat setempat. Pola aktivitas tambang ilegal rupanya tak hanya terjadi di Kaltim. Daerah tetangga seperti Kalimantan Selatan (Kalsel) juga mengalami hal serupa. Tindak lanjut yang tak cepat digubris pihak berwenang juga jadi faktor maraknya pelanggaran lingkungan hidup tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Cukup banyak ruang bagi penyidik untuk membuat pelaku kapok, gerah. Tapi sepertinya, hari ini kita tidak mendapatkan laporan resmi bagaimana tindak lanjut untuk warga. Saat Kades melakukan pengusiran, mereka dipanggil. Ini menunjukkan penyidik tidak memeriksa secara keseluruhan,&rdquo; ujarnya menceritakan kriminalisasi yang terjadi saat melawan tambang ilegal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Peran Akademisi Usut Tambang Ilegal</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masih menyoal tambang ilegal, Nurul Puspita sebagai perwakilan Koalisi Akademisi Unmul ikut menanggapi. Ia membeberkan petisi yang diajukan untuk usut tambang ilegal. Terlebih, tambang tersebut juga merampas lahan praktikum dari mahasiswa Pertanian Unmul. Keterlibatannya dalam koalisi akademisi Unmul juga tak lepas dari tanggung jawab moral dalam pemberdayaan masyarakat sebagai civitas academica.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau melihat masyarakat (punya) jalan tidak rata, banyak sekali limbah ke jalanan, (aktivitas) masyarakat terhambat, itu adalah kewajiban moral. Saya sangat senang bahwa (saat) petisi dikeluarkan, aktivitas pertambangan ilegal itu berhenti. Harapannya, ini berkelanjutan,&rdquo; imbuh wakil dekan Faperta itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baginya aktivitas pertambangan berpotensi merusak, sebab setelah digarap akan ditinggalkan. Belum lagi pemulihan lahan seperti mengembalikan</span><span>&nbsp;<em>top soil</em></span><span>&nbsp;dan melakukan reklamasi butuh komitmen kuat. Itu sebabnya, petisi usut tambang ilegal diupayakannya agar elemen masyarakat mendapatkan hak lingkungan yang adil. Sampai berita ini diturunkan, diketahui ada 88 dosen Unmul yang menyetujui petisi itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>I Gusti Agung Made Wardana, akademisi dari UGM, memperkuat gagasan bahwa peran kaum intelektual (</span><span>dalam konteks yang lebih luas)&nbsp;</span><span>penting dalam gerakan sosial di masyarakat. Dua kategori intelektual yang ia sebut, yaitu kaum intelektual tradisional dan intelektual organis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teman-teman di Unmul yang ikut dalam gerakan ini, kita dapat katakan intelektual organis yang bersama masyarakat berjuang melawan ketidakadilan. Di sisi lain, kaum intelektual tradisional, mencoba menjaga jarak di lingkungan sosialnya,&rdquo; paparnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keterhubungan kaum intelektual dengan gerakan lingkungan juga dilihat dari relasi dengan masyarakat serta lingkungan hidupnya atau alam. Permasalahan lingkungan merupakan hal yang kompleks, sebab faktornya tak tunggal. Mulai dari pendapat ledakan jumlah penduduk, teknologi yang usang seperti PLTU hingga pendapat soal kegagalan mengelola ruang bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia menyoroti para intelektual yang kerap tak mengambil posisi dari ketidakadilan yang terjadi. &ldquo;Mereka menjaga mitos netralitas, objektivitas ilmu pengetahuan. Mereka tidak mengeluarkan&nbsp;</span><span><em>statement</em>&nbsp;</span><span>moral dan politik dalam melawan ketidakadilan. Bagi mereka urusan lingkungan adalah politik yang harus dihindari,&rdquo; sambungnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Franky Butar Butar, Ketua <em>Human Rights Law Studies</em> (HRLS) Unair menjelaskan bahwa kejadian tambang ilegal ini berkaitan dengan relasi kekuasaan. Seperti kapital secara politik, keuangan dan kekuasaan. Keuntungan dinilainya menjadi &lsquo;energi&rsquo; bagi pihak tambang ilegal menggerus lahan-lahan masyarakat. Minimnya pengawasan dan penegakan hukum, menjadi momok yang terus ada saat isu ini dibahas. Diperparah Omnibus Law yang semakin melanggengkan ekspansi perusahaan tambang dan membatasi partisipasi masyarakat Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Penyelesaian tata ruang kita belum selesai. Kita belum mampu menyelesaikan evaluasi ekonomi atas sumber daya alam kita. Penguatan pengawasan saya rasa masih minim,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda sore itu dilengkapi dengan diskusi dari berbagai pihak seperti pemerintah desa, mahasiswa, dan jurnalis.&nbsp;</span><span><em><strong>(rst/len)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanggapi Urgensi Kasus Kekerasan Seksual dalam Perguruan Tinggi, Kemendikbud-Ristek Terbitkan Permen PPKS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapi-urgensi-kasus-kekerasan-seksual-dalam-perguruan-tinggi-kemendikbud-ristek-terbitkan-permen-ppks/baca </link>
<guid> tanggapi-urgensi-kasus-kekerasan-seksual-dalam-perguruan-tinggi-kemendikbud-ristek-terbitkan-permen-ppks </guid>
<pubDate> Fri, 29 Oct 2021 08:36:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemendikbud-Ristek mengundangkan Peraturan Mendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapi-urgensi-kasus-kekerasan-seksual-dalam-perguruan-tinggi-kemendikbud-ristek-terbitkan-permen-ppks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YuPzkNC2hX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tanggapi Urgensi Kasus Kekerasan Seksual dalam Perguruan Tinggi, Kemendikbud-Ristek Terbitkan Permen PPKS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Berbagai peristiwa serta kasus kekerasan seksual di lingkungan akademik perguruan tinggi (PT) yang semakin meningkat, sudah lama menjadi isu yang sangat meresahkan. Merespons hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) akhirnya mengundangkan Peraturan Mendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi (Permen PPKS) yang resmi diterbitkan per 3 September lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentu menjadi angin segar bagi mereka yang telah berjuang untuk mewujudkan regulasi tersebut dalam lingkungan kampus. Adapun muatan-muatan yang terkandung pada Permen PPKS ini bersifat komprehensif dengan definisi yang luas.</p><p style="text-align: justify;">Dalam Pasal 1 pada Ketentuan Umum, kekerasan seksual didefinisikan sebagai setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan tinggi dengan aman dan optimal.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, Pasal 5 Ayat (1) menerangkan bahwa kekerasan seksual mencakup tindakan yang dilakukan secara verbal, non-fisik, fisik, dan/atau melalui teknologi informasi dan komunikasi. Lebih jelas, terdapat 21 lingkup kekerasan seksual yang tertera pada Ayat (2), di antaranya:</p><p style="text-align: justify;">1. Menyampaikan ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender Korban;</p><p style="text-align: justify;">2. Memperlihatkan alat kelaminnya dengan sengaja tanpa persetujuan Korban;</p><p style="text-align: justify;">3. Menyampaikan ucapan yang memuat rayuan, lelucon, dan/atau siulan yang bernuansa seksual pada Korban;</p><p style="text-align: justify;">4. Menatap Korban dengan nuansa seksual dan/atau tidak nyaman;</p><p style="text-align: justify;">5. Mengambil, merekam, dan/atau mengedarkan foto dan/atau rekaman audio dan/atau visual Korban yang bernuansa seksual tanpa persetujuan Korban;</p><p style="text-align: justify;">6. Memberi hukuman atau sanksi yang bernuansa seksual;</p><p style="text-align: justify;">7. Menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, mencium dan atau menggosokkan bagian tubuhnya pada tubuh Korban tanpa persetujuan Korban;</p><p style="text-align: justify;">8. Mempraktikkan budaya komunitas Mahasiswa, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan yang bernuansa Kekerasan Seksual;</p><p style="text-align: justify;">9. Membiarkan terjadinya Kekerasan Seksual dengan sengaja; dan/atau</p><p style="text-align: justify;">10. Melakukan perbuatan Kekerasan Seksual lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Pasal-pasal mengenai pencegahan kemudian diatur dalam bab kedua. Dalam hal ini, terdapat tiga bagian yang berperan dalam tindakan tersebut. Yaitu pihak PT, pendidik dan tenaga kependidikan serta mahasiswa. Memegang peranan utama, PT diwajibkan melakukan pencegahan kekerasan seksual melalui proses pembelajaran, penguatan tata kelola serta penguatan budaya komunitas mahasiswa, pendidik dan tenaga kependidikan. Sementara, pendidik dan tenaga kependidikan bersama mahasiswa memiliki peran pendukung dalam membatasi pertemuan secara individu di luar kampus, di luar jam operasional kampus dan/atau untuk kepentingan lain selain proses pembelajaran.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal penanganan dalam kasus kekerasan seksual, kampus diwajibkan untuk melakukan empat tindakan utama berupa pendampingan, perlindungan, mengenakan sanksi administratif dan membantu pemulihan korban. Secara gamblang, Permen PPKS juga menuliskan rupa-rupa pendampingan yang dapat diberikan PT kepada korban. Terdapat konseling, layanan kesehatan, bantuan hukum, advokasi dan/atau bimbingan sosial dan rohani. Bagi korban atau saksi yang merupakan penyandang disabilitas, maka pendampingan tersebut akan menyesuaikan dan memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.</p><p style="text-align: justify;">Pasal 20 turut menyebutkan bentuk-bentuk pemulihan yang wajib diberikan kepada korban. Seperti tindakan medis, terapi fisik, terapi psikologis, dan/atau bimbingan sosial dan rohani. Dengan hal ini, PPKS benar-benar memperhatikan substansi yang memang diperlukan oleh korban. Tindakan pun diambil berdasarkan persetujuan dari pihak terkait atau orang tua/wali. PT juga harus menjamin keamanan dan hak-hak korban serta saksi ketika kasus kekerasan seksual yang terjadi sedang diproses.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya, pengimplementasian Permen PPKS ini memerlukan adanya Satuan Tugas (Satgas) yang berfokus memegang permasalahan kekerasan seksual di lingkungan PT. Satgas harus dibentuk dengan keanggotaan yang meliputi pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Melalui seleksi, persyaratan dan dokumen administrasi wajib, keanggotaan Satgas akan bertugas selama dua tahun. Mekanisme PPKS yang ditangani oleh Satgas berada pada Pasal 38 yang terdiri dari penerimaan laporan, pemeriksaan, penyusunan kesimpulan dan rekomendasi, pemulihan dan tindakan pencegahan keberulangan.</p><p style="text-align: justify;">Sudah sepatutnya jika setiap PT di Indonesia segera melaksanakan peraturan ini di lingkungan kampus masing-masing. Urgensi serta kebutuhan akan keadilan perlindungan serta penanganan dalam kekerasan seksual sepatutnya menjadi dorongan yang kuat bagi penerapannya. Tak hanya itu, Permen PPKS telah mencantumkan peringatan pada Pasal 19 di mana PT akan dikenakan sanksi administratif yang berupa penghentian bantuan keuangan atau bantuan sarana dan prasarana sampai penurunan tingkat akreditasi jika tak melakukan PPKS.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang ingin mengakses dokumen Permen PPKS ini, silakan kunjungi tautan berikut ini: <a href="https://jdih.kemdikbud.go.id/detail_peraturan?main=2552">https://jdih.kemdikbud.go.id/detail_peraturan?main=2552</a> (<strong><em>len/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akan Laksanakan Luring dalam Waktu Dekat, Dekan FIB: Hanya Untuk Prodi Etnomusikologi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akan-laksanakan-luring-dalam-waktu-dekat-dekan-fib-hanya-untuk-prodi-etnomusikologi/baca </link>
<guid> akan-laksanakan-luring-dalam-waktu-dekat-dekan-fib-hanya-untuk-prodi-etnomusikologi </guid>
<pubDate> Fri, 29 Oct 2021 10:20:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Etnomusikologi akan gelar kuliah tatap muka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akan-laksanakan-luring-dalam-waktu-dekat-dekan-fib-hanya-untuk-prodi-etnomusikologi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ImqeYVo9xk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akan Laksanakan Luring dalam Waktu Dekat, Dekan FIB: Hanya Untuk Prodi Etnomusikologi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -</strong> Menindaklanjuti Surat Edaran Rektor terkait uji coba perkuliahan tatap muka, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mengambil keputusan untuk memperbolehkan perkuliahan luring khusus untuk Program Studi (Prodi) Etnomusikologi. Ada banyak pertimbangan yang dilakukan oleh pihak fakultas sebelum mengambil keputusan ini. Contohnya, meninjau domisili mahasiswa hingga memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> meminta keterangan Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Masrur Yahya pada Senin (25/10) lalu. Tuturnya, pelaksanaan perkuliahan tatap muka ini sangat tergantung dengan kondisi di fakultas masing-masing dan tidak harus setiap prodi melaksanakannya. Sehingga, terpilihlah Prodi Etnomusikologi untuk dilaksanakan secara luring karena prodi ini memiliki banyak praktik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk prodi Sastra Inggris dan Sastra Indonesia, tidak dilakukan uji coba perkuliahan luring karena beberapa pertimbangan. Mahasiswa-mahasiswa ini kebanyakan berasal dari daerah (luar Samarinda), seperti dari Jawa dan Sulawesi. Selain itu, juga ada data-data mahasiswa yang memperlihatkan pengurangan UKT. Dengan kondisi seperti ini, kami berpikir akan menguras biaya banyak. Sehingga kami pertimbangkan dan memaklumi hal tersebut. Oleh karena itu, kami melakukan tatap muka ini hanya untuk Prodi Etnomusikologi,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun mata kuliah yang akan luring untuk Etnomusikologi ini hampir mencakup keseluruhan karena membutuhkan praktik di dalamnya. Namun, mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan haruslah diketahui dan mendapat persetujuan dari orang tua terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kesepakatan fakultas, untuk sementara perkuliahan secara luring di Prodi Etnomusikologi akan dilakukan mulai awal November (1 November) dari seluruh jenjang angkatan dan rata-rata adalah angkatan 2020, 2019, 2018. Selain itu, mahasiswa yang dari luar daerah akan datang. Karena praktik di studio tidak dapat dilakukan secara daring,&quot; sambung Masrur.</p><p style="text-align: justify;">Baik mahasiswa dan dosen yang akan mengajar haruslah dalam kondisi tubuh yang sehat. Jika berada dalam kondisi kurang sehat, tidak ada paksaan untuk luring. Tak hanya itu, kedua belah pihak tersebut sepatutnya benar-benar mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran Satgas Covid-19.</p><p style="text-align: justify;">Masrur juga menyampaikan keterbatasan yang dialami Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dalam melaksanakan perkuliahan tatap muka. Karena mereka baru saja pindah dari Kampus Flores, fasilitas ruangan masih melalui pembenahan. Seperti penyesuaian jumlah kelas dan ruangan yang butuh persiapan lebih lanjut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi masih diproses dan belum bisa dilakukan perkuliahan, kecuali Etnomusikologi karena mahasiswanya sedikit. Semua fakultas harus menyiapkan itu. Kalau misalnya ada kekurangan, tidak bisa disebutkan satu-satu. Di mana kita semua di masa sekarang mengalami keterbatasan. Selain itu, dosen-dosen ini beberapa ada yang melanjutkan studi S3. Itu juga menjadi pertimbangan dan dengan daring ini perkuliahan tetap bisa dilaksanakan,&quot; jelasnya. (<strong><em>jhr/str/wuu/nop/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perluas Khalayak, Jurusan Administrasi Bisnis Polnes Gelar AVROCHROM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/perluas-khalayak-jurusan-administrasi-bisnis-polnes-gelar-avrochrom/baca </link>
<guid> perluas-khalayak-jurusan-administrasi-bisnis-polnes-gelar-avrochrom </guid>
<pubDate> Sun, 31 Oct 2021 11:49:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan rangkaian kegiatan AVROCHROM oleh Jurusan Administrasi Bisnis Polnes. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/perluas-khalayak-jurusan-administrasi-bisnis-polnes-gelar-avrochrom/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YK7UbMiGEf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perluas Khalayak, Jurusan Administrasi Bisnis Polnes Gelar AVROCHROM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> -  Mengakhiri rangkaian acara Pekan Raya V yang berlangsung sejak Senin (24/10) lalu, Jurusan Adminisrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) bagikan hadiah kepada para pemenang lomba-lomba kegiatan tersebut pada Sabtu (30/10). Tak luput, beragam penampilan hiburan juga turut memeriahkan penutupan kegiatan tersebut.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Agenda yang bertajuk AVROCHROM tersebut berasal dari bahasa latin yang berarti &ldquo;Dari Hitam Menjadi Berwarna&rdquo;. Sesuai dengan maknanya, pihak panitia ingin menyelenggarakan rangkaian acara besar untuk memperkenalkan Jurusan Administrasi Bisnis. Sebab jurusan tersebut kerap dibandingkan dengan jurusan lainnya yang ada di Polnes.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui awak <em>Sketsa</em> pada Sabtu (30/10), Rido Simalango selaku Ketua Panitia menyebut bahwa kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan. Baik dari internal maupun eksternal Polnes. </p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk yang berpartisipasi sendiri dari bidang olahraganya itu dari kami sendiri. Kalau dari bidang akademiknya itu se-Polnes dan SMA atau SMK. Di bagian seninya (ada) akustik, dance dan tari itu tingkat Kalimantan Timur, begitu pula dengan medianya,&rdquo; terang Rido saat kegiatan berlangsung di halaman depan Polnes.</p><p style="text-align: justify;">Lantaran kegiatan dilaksanakan secara luring di masa pandemi, kami juga turut menanyakan tantangan-tantangan yang dihadapi selama persiapan pelaksanaan ini. Menurut Rido, pihaknya telah memikirkan hal itu secara matang. Salah satunya dengan meminimalisir jumlah peserta yang datang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk penyelenggaraan sendiri cukup berpengaruh. Audiens yang kami undang kami sedikitkan, jadi kebanyakan peserta itu tidak mau datang karena pandemi. Jadi, kegiatan terasa kurang meriah,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pihaknya mengaku harus melaksanakan kegiatan ini, lantaran sudah dua tahun tidak terlaksana. Ia takut bahwa kegiatan tahunan ini akan tergerus dengan waktu dan justru dilupakan oleh mahasiswa di Polnes.</p><p style="text-align: justify;">Meski acara berlangsung tanpa hambatan, Rido mengungkap bahwa panitia sempat terkendala dengan bantuan biaya serta sponsor. Ini disebabkan karena beberapa perusahaan menolak memberikan bantuan, mengingat sedang memperbaiki perekonomian perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dengan semangat dan tekad kuat dari awak panitia yang berjumlah 100 orang itu, kegiatan dapat berjalan lancar. Ia juga menuang harapan, agar dapat terus melaksanakan kegiatan ini di tahun berikutnya. Tentunya sebagai upaya <em>branding</em> Jurusan Administrasi Bisnis ke depannya. </p><p style="text-align: justify;">Tak hanya dari pihak panitia, kemeriahan acara juga terdengar dari pemenang lomba. Salah satunya pemenang lomba futsal kategori wanita. Nita, mahasiswi Jurusan Admnistrasi Bisnis ini mewakili timnya yang memenangkan kursi nomor satu di kategori lomba tersbut. </p><p style="text-align: justify;">Baginya, kegiatan ini berlangsung dengan seru serta membuat timnya membangun relasi antara tim lain dan kian solid. &ldquo;Pertama itu seru sih, karena acaranya (dari) jurusan. Jadi membuat kita akrab dengan angkatan bawah dan atas serta membuat kita makin solid,&rdquo; sahut Nita.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, agenda ini tetap ada di tahun berikutnya karena mampu mempererat hubungan antara Jurusan Administrasi Bisnis dan Manajemen Pemasaran. <strong><em>(fzn/eng/rst)</em></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Survei Pemilih Pemula dan Muda: Dapatkah Pemerintah Berkomitmen Penuh Atas Perubahan Iklim? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/survei-pemilih-pemula-dan-muda-dapatkah-pemerintah-berkomitmen-penuh-atas-perubahan-iklim/baca </link>
<guid> survei-pemilih-pemula-dan-muda-dapatkah-pemerintah-berkomitmen-penuh-atas-perubahan-iklim </guid>
<pubDate> Sun, 31 Oct 2021 12:35:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Survei pemuda terhadap perubahan iklim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/survei-pemilih-pemula-dan-muda-dapatkah-pemerintah-berkomitmen-penuh-atas-perubahan-iklim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IVDu9ALMXo.png" />
					</figure>
			                <h1>Survei Pemilih Pemula dan Muda: Dapatkah Pemerintah Berkomitmen Penuh Atas Perubahan Iklim?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Indonesia Cerah dan Indikator Politik Indonesia mengadakan peluncuran hasil survei nasional &ldquo;Persepsi Pemilih Pemula dan Muda (Gen Z dan Milenial) Atas Permasalahan Iklim di Indonesia&rdquo; pada Rabu (27/10) melalui Zoom dan kanal Youtube. Survei tersebut diisi sebanyak 4020 responden. Dengan 3216 responden berusia 17-26 tahun dan 804 responden berusia 27-35 tahun, semuanya terbagi di seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Survei ini bertujuan agar terwujudnya keselarasan antara komitmen lingkungan dan kebijakan pemerintah, salah satunya menyoroti partai politik (parpol) di Indonesia. Karena selama ini, parpol dengan janji politik dinilai hanya menempatkan isu lingkungan sebagai sesuatu yang sifatnya dekoratif, bukan <em>main issues</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dari hasil survei ini pula, diharapkan parpol dapat menyusun arah tujuan yang jelas. Utamanya komitmen mengentaskan krisis iklim. Di pemilihan umum 2024 nantinya, pemilih Gen Z ataupun Milenial dapat lebih terdorong mencari dan mendesak calon pemimpin Indonesia untuk menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas. Ini karena lingkungan adalah pembahasan yang multidimensional.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Lantas apa hasil dari survei nasional ini?</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Stigma soal anak muda yang apatis, bak disanggah dalam hasil survei yang dilakukan oleh Indonesia Cerah dan Indikator Politik Indonesia ini. 93 tahun berlalu, sejak pemuda bersatu membawa semangat Indonesia melalui sumpah pemuda. Ternyata, semangat itu masih bisa dirasakan hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Hasil survei menunjukkan bahwa 82% dari mereka tahu dan pernah mendengar perubahan iklim. Bahkan, Generasi Z memiliki pemahaman yang lebih dibandingkan dengan Generasi Milenial. Selain pada isu perubahan iklim, anak muda ternyata peduli dengan berbagai permasalahan lainnya yang terjadi di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Tergambar dari hasil survei, bahwa korupsi menduduki persentase tertinggi sebagai isu yang paling dikhawatirkan anak muda. Disusul kerusakan lingkungan (<em>eco-anxiety</em>), polusi, kesehatan, perubahan iklim, lunturnya nilai dan budaya tradisional serta permasalahan pekerjaan.</p><p style="text-align: justify;">Hasil lainnya juga menunjukkan bagaimana persepsi anak muda terhadap perubahan iklim. Mereka cenderung setuju, bahwa perubahan iklim menyebabkan kerugian yang besar terhadap sejumlah tatanan sosial dan perubahan iklim terjadi diakibatkan oleh ulah manusia.</p><p style="text-align: justify;">Dituntut memiliki pandangan jauh ke depan, 53% anak muda merasa bahwa perubahan iklim sudah banyak terjadi dan telah merugikan masyarakat Indonesia saat ini. Sementara, sebagian lainnya merasa bahwa perubahan iklim merugikan masyarakat Indonesia 10 hingga 50 tahun mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, sangat disayangkan bahwa dalam survei ini masih memiliki beberapa pertanyaan penting yang belum disematkan. Survei menunjukkan seberapa sadar anak muda terhadap perubahan iklim, tanpa mempertanyakan aksi yang konsisten mereka lakukan saat ini terhadap lingkungan. Meski begitu, survei menunjukkan komitmen lain yang dilakukan anak muda, seperti kemauan mereka untuk menyumbangkan donasi pada rentang Rp30 ribu hingga Rp150 ribu.</p><p style="text-align: justify;">Sementara pada kesimpulan yang disampaikan Burhanuddin Muhtadi, belum ada hasil yang menunjukkan hadirnya parpol yang mencerminkan komitmen tinggi pada isu lingkungan. Ini menjadi tanda tanya besar untuk pemilih 2024 mendatang. Sebab, calon pemimpin daerah dengan janji politiknya dinilai sudah tak relevan menjawab kebutuhan anak muda. Survei ini dapat menjadi landasan parpol dalam membagikan janji-janji politiknya.</p><p style="text-align: justify;">Putra Nababan turut menyampaikan pernyataan, bahwa beberapa parpol sebenarnya telah memiliki program kerja terkait lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada platform yang namanya gerakan politik hijau. Salah satu gerakan yang kami lakukan waktu itu adalah Gerakan Cinta Ciliwung Bersih. Di Bali, kita juga sudah menolkan plastik. Kami tidak menggunakan plastik lagi, botol minumnya dan lain sebagainya itu selama kongres,&quot; papar politikus ini.</p><p style="text-align: justify;">Namun, seperti apa implementasinya? Apakah dampaknya masif dirasakan? Hal inilah yang perlu didesak. Agar parpol sebagai sarana politik praktis dapat menghadirkan pilihan untuk pemilih pemula dan mudanya. Melalui hasil survei ini, apakah kamu siap memilih dan jadi pemilih cerdas 2024 nantinya? (<strong><em>rst/khn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dukung Pengentasan Masalah Sosial, Kemensos RI Luncurkan Program Pejuang Muda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dukung-pengentasan-masalah-sosial-kemensos-ri-luncurkan-program-pejuang-muda/baca </link>
<guid> dukung-pengentasan-masalah-sosial-kemensos-ri-luncurkan-program-pejuang-muda </guid>
<pubDate> Mon, 01 Nov 2021 06:27:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Pejuang Muda dan partisipasi mahasiswa Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dukung-pengentasan-masalah-sosial-kemensos-ri-luncurkan-program-pejuang-muda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/s66r0TUAIX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dukung Pengentasan Masalah Sosial, Kemensos RI Luncurkan Program Pejuang Muda</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pejuang Muda merupakan program yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos) melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) untuk mahasiswa di seluruh Indonesia. Menjanjikan konversi hingga 20 SKS, Program Pejuang Muda layaknya menjadi laboratorium sosial untuk mahasiswa.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini diharapkan dapat mendukung percepatan pengentasan masalah sosial di lapangan. Agar dapat berjalan dengan lebih fokus dan terukur, Kemensos membaginya ke dalam empat kategori program. Di antaranya</span><span>&nbsp;adalah Pengembangan Program Bantuan Sosial, Pemberdayaan Fakir Miskin dan Lansia, Pola Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan serta Fasilitas untuk Kepentingan Umum di wilayah pascabencana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dikutip dari laman Instagram resmi Kemensos RI (<em>@kemensosri</em>), dari 11.109 pendaftar ada sebanyak 5.140 orang yang dinyatakan lolos sebagai peserta. Mereka yang terpilih nantinya akan terjun langsung dan berperan sebagai agen perubahan sosial di 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah membuka pendaftaran pada 18 hingga 30 September lalu, tercatat ada 34 mahasiswa Unmul yang berhasil lolos seleksi pada program ini. Tahap pembekalan dari Kemensos juga telah diberikan secara daring via Zoom dan YouTube. Sebelum memulai program pada 1 November mendatang, peserta akan diberi pembekalan kembali selama seminggu dengan materi yang menunjang saat pelaksanaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Kamis (21/10), Swandari selaku penanggung jawab Program Pejuang Muda di lingkup Unmul memaparkan bahwa dirinya telah memiliki pengalaman dengan pola serupa. Salah satunya adalah kegiatan KKN Tematik Covid dengan Kemendikbud. Ia menjelaskan, saat itu para mahasiswa berinisiatif untuk membuat grup koordinasi dengan pihaknya. Sedangkan, grup koordinasi untuk mahasiswa Unmul yang terpilih mengikuti Program Pejuang Muda masih belum terbentuk hingga berita ini diterbitkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semuanya (34 mahasiswa terpilih) belum ada kontak ke saya untuk menceritakan program yang akan mereka kerjakan apa saja.&rdquo; jelas Swandari, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Partisipasi Mahasiswa Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Afriza Ramadhona Patience, mahasiswa Pendidikan Masyarakat 2019 ini menyebut jika dirinya mendapatkan informasi pertama kali melalui Instagram <em>@anakmagang.id</em>. Ia merasa tertarik hingga akhirnya memutuskan untuk mendaftarkan diri. Menurutnya, ruang lingkup dari program tersebut relevan dengan studi yang ia jalani saat ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Banyak keuntungan yang didapatkan, terutama dapat terjun dan belajar langsung kepada masyarakat. Mahasiswa yang berkontribusi dalam program ini juga mendapatkan konversi 20 SKS, honor/uang saku, biaya transportasi PP, atribut dan lain-lain.&rdquo; terang Afriza kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Kamis (21/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lain halnya dengan Bayu Indradinata yang dalam program ini memilih kategori pemberdayaan fakir miskin dan lansia. Mahasiswa Teknik Informatika tersebut sempat mengeluhkan proses administrasi daftar ulang yang tidak jelas. Menurut penuturannya, jadwal daftar ulang kerap berubah-ubah dan batas waktu melengkapi berkas sangat terbatas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kendalanya itu, kami mesti sudah di lapangan supaya ada ganti biayanya. Jadi kalau di perjalanan kami ada isi bensin, biaya travel dan sebagainya, bakal di-</span><span>r<em>eimburse</em>&nbsp;</span><span>sama panitianya. Syaratnya ada bukti kayak nota/kwitansi pembayaran,&rdquo; akunya.kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (22/10)</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk di lapangan itu kami bakal dikasih uang saku tiap minggunya dengan syarat absen setiap hari. Kalau nggak, bakal kepotong uang sakunya sesuai ketidakhadiran.&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(rst/ems/nkh/len)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jaga Keamanan Perkuliahan Tatap Muka, Fahutan Keluarkan Kartu Akses Khusus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jaga-keamanan-perkuliahan-tatap-muka-fahutan-keluarkan-kartu-akses-khusus/baca </link>
<guid> jaga-keamanan-perkuliahan-tatap-muka-fahutan-keluarkan-kartu-akses-khusus </guid>
<pubDate> Tue, 02 Nov 2021 12:11:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kartu akses khusus bagi mahasiswa Fahutan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jaga-keamanan-perkuliahan-tatap-muka-fahutan-keluarkan-kartu-akses-khusus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cBVpnUVf8E.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jaga Keamanan Perkuliahan Tatap Muka, Fahutan Keluarkan Kartu Akses Khusus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Demi melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul terbitkan kartu khusus untuk mendukung mahasiswanya selama berkegiatan di lingkungan kampus. Program yang telah berjalan sejak Senin (11/10) tersebut menjadi syarat PTM yang mulai dilaksanakan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, <em>Sketsa</em> menghubungi Ketua Satgas Covid-19 Fahutan Unmul, Harmonis pada Senin (1/11) kemarin. Kepada kami, ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi meminimalkan risiko penularan Covid-19. Dengan adanya regulasi ini, seluruh mahasiswa wajib menunjukkan kartu tersebut sebelum memasuki lingkungan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kartu ini menjadi jembatan buat pengecekan di tim keamanan, siapa yang boleh masuk dan siapa yang tidak. Kemudian, dibatasi sesuai dengan anjuran yang ada. Bahwa yang boleh membuat kartu adalah orang yang sudah vaksin dua kali tanpa gejala. Kedua adalah yang satu kali vaksin, sehingga harus tes <em>antigen</em>. Kalo belum divaksin, berati harus (tes) PCR, itu yang menjadi <em>screening&nbsp;</em>kita,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat jumlah mahasiswa Fahutan yang cukup banyak, kartu tersebut dapat mempermudah pihak keamanan ketika mendata mahasiswa yang ingin memasuki lingkungan fakultas. Ibaratnya sebuah alat yang dapat menjangkau civitas academica Fahutan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan selama masa PTM berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalo melihat seluruh warga Fahutan <em>kan</em> lumayan, lebih seribuan. Itu <em>kan</em> mungkin tidak dikenali oleh seluruh <em>security&nbsp;</em>yang ada di Fahutan. (Kartu ini) lebih mudah mengenali siapa yang sudah terdata dengan baik, siapa yang tidak terdata dengan baik dan sebagainya,&rdquo; sambung Harmonis.</p><p style="text-align: justify;">Dalam melaksanakan PTM di Fahutan, Harmonis juga mengakui bahwa mereka lebih mengutamakan angkatan 2020 ketimbang angkatan lainnya. Kemudian, para mahasiswa masih tetap diberi kebebasan untuk memilih perkuliahan secara daring atau luring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi memang lebih diutamakan khusus angkatan 2020, berdasarkan evaluasi koordinasi Satgas Covid-19 di fakultas dan Satgas Unmul. Kemudian, kembali lagi di dosen. Beberapa dosen di Fahutan itu kebanyakan 50 tahun ke atas umurnya. Nah, sementara mereka (dosen) diberi kebebasan mau luring atau daring. Dengan ketentuan yang seperti tadi, persetujuan dari orang tua (mahasiswa) juga harus ada,&rdquo; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Kami turut menghubungi salah satu mahasiswa Fahutan untuk mengetahui tentang pembuatan kartu tersebut. Sempat diwawancarai pada Sabtu (16/10) lalu, Muhammad Khusnul Khairu dari angkatan 2017 menyebut jika seluruh mahasiswa dituntut memiliki kartu ini sebelum memasuki wilayah fakultas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi untuk kartu ini, nanti setiap masuk Fahutan diambil di pos satpam baru diizinkan masuk. Yang mana sebelum di pos satpam, kartu dibuat melalui bagian yang bersangkutan. Untuk perkuliahan, mengurus ke bagian akademik. Kalau untuk kesekretariatan bagi kepentingan organisasi, mengurusnya ke bagian kemahasiswaan. Lantas untuk penelitian, langsung mengurus ke dosen pembimbing atau ke kepala laboratorium,&rdquo; pungkasnya. (<strong><em>ina</em>/<em>bey</em>/<em>vyn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisruh Postingan Seruan Aksi, BEM KM Unmul: Kami Tidak Gentar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-postingan-seruan-aksi-bem-km-unmul-kami-tidak-gentar/baca </link>
<guid> kisruh-postingan-seruan-aksi-bem-km-unmul-kami-tidak-gentar </guid>
<pubDate> Wed, 03 Nov 2021 06:47:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kericuhan pada unggahan BEM KM Unmul terkait kunjungan kerja Wapres RI, Ma'ruf Amin. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-postingan-seruan-aksi-bem-km-unmul-kami-tidak-gentar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jp2r3OZV9w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisruh Postingan Seruan Aksi, BEM KM Unmul: Kami Tidak Gentar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma&rsquo;ruf Amin ke Samarinda pada Selasa (2/11) kemarin disambut dengan kritik dan aksi dari mahasiswa. Melalui Instagram BEM KM Unmul (<em>@bemkmunmul</em>), terlihat sebuah unggahan yang bertajuk Seruan Aksi Kaltim Berduka lengkap dengan <em>caption</em> yang berisi pernyataan sikap atas nama Aliansi BEM Samarinda. Tertera pula foto Ma&rsquo;ruf Amin bersama dengan kalimat kritik di bawahnya, &ldquo;<em>Patung Istana Merdeka Datang ke Samarind</em><em>a</em>.&rdquo;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Postingan tersebut kemudian muncul pada akun Twitter <em>@AREAJULID</em> pukul 12.50 Wita dan menimbulkan beragam pro-kontra pada kolom <em>reply</em>. Tak pelak, kolom komentar Instagram mereka turut dipenuhi oleh respons dari mahasiswa hingga masyarakat awam. Penggunaan diksi &ldquo;patung&rdquo; untuk mendeskripsikan sosok wapres RI, dianggap tidak menghargai dan melecehkan Ma&rsquo;ruf Amin. Hingga saat ini, sebanyak 10.159 komentar telah membanjiri unggahan tersebut di Instagram.</p><p style="text-align: justify;">Meski sempat sulit dihubungi <em>Sketsa</em> ketika ingin mengonfirmasi, Presiden BEM KM Unmul yakni Abdul Muhammad Rachim akhirnya buka suara. Ia menuturkan, makna &ldquo;patung&rdquo; yang disematkan kepada Ma&rsquo;ruf Amin tersebut adalah benar dan tidak melanggar. Dirinya mengaku sangat menghargai sosok Ma&rsquo;ruf sebagai ulama. Tetapi, secara profesional kinerja wapres perlu dikritisi. Mengingat saat ini Indonesia sedang menghadapi banyak polemik, terutama di Kaltim dengan masalah tambang yang terus memakan korban. Rachim menyebut, Aliansi BEM Samarinda ingin kedatangan orang nomor dua tersebut mengetahui realita yang sedang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak yang bilang kami tidak beradab. Saya rasa, untuk menyampaikan kritik ke pejabat publik sah-sah saja. Kita tidak ada niatan menyerang personal dia. Kita mengkritik kinerja beliau,&rdquo; tegas Rachim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Diksi patung itu hasil kesepakatan dari konsolidasi aksi. Patung artinya diam tak bergerak. Padahal beliau wapres, tidak ada pergerakan dan progres selama dua tahun,&rdquo; sambungnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (3/11).</p><p style="text-align: justify;">Ia turut mengatakan bahwa aksi serta unggahan tersebut berlandaskan Kajian Akbar Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), yang dituliskan dalam bentuk <em>draft</em>. Sementara terkait kabar pemanggilan oleh rektor Unmul, Rachim mengaku tidak ada hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin, kita ada agenda audiensi. Pak rektor ada menanyakan, apakah benar BEM KM Unmul yang mengunggah poster itu. Saya katakan iya. Beliau hanya bilang, jangan sampai cuma bawa nama BEM Unmul karena ini Aliansi BEM Samarinda. Jadi, bukan hanya Unmul yang disoroti. Kami tidak gentar,&quot; lurusnya.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, aksi tersebut membantu dalam membuka pandangan masyarakat atas kinerja wapres selama Indonesia dilanda berbagai problematika yang tak kunjung usai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini bisa menarik minat mahasiswa dan masyarakat. Kita jangan pernah ragu bersuara. Selama itu untuk evaluasi dan pengingat pemerintah,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Menyoroti massa aksi yang hanya dihadiri dua almamater, yakni Unmul dan Polnes Samarinda. Sempat beredar pula isu terpecahnya aliansi ketika aksi tersebut dilangsungkan. Ia berujar, meski seruan aksi telah disepakati, tetapi perihal massa di lapangan yang minim ada di luar kendali aliansi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang penting, kita sudah menyepakati di konsolidasi. Mungkin yang tidak hadir, mereka ada kendala dan kesibukan. Aksi ini juga mendadak, jadi persiapannya memang kurang matang. Namun tidak ada pecah kelompok. Kita enggak bisa nunggu semua BEM untuk berkumpul,&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">Rachim mengungkap bahwa dirinya turut mendapat ancaman dan teror. Berkali-kali, ia ditelepon oleh nomor tidak dikenal serta menerima umpatan. Kendati demikian, hal tersebut tidak membuat pergerakan BEM KM Unmul gentar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka bilang kami tidak beradab. Padahal, mereka juga lebih tidak beradab dengan melempari kami ucapan binatang dan kasar lainnya,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(syl/len/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Edukasi Kesehatan Mental Lewat Lomba Video Pendek WMHD Himapsi Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/edukasi-kesehatan-mental-lewat-lomba-video-pendek-wmhd-himapsi-unmul/baca </link>
<guid> edukasi-kesehatan-mental-lewat-lomba-video-pendek-wmhd-himapsi-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 04 Nov 2021 11:48:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda Himapsi untuk memperingati WMHD. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/edukasi-kesehatan-mental-lewat-lomba-video-pendek-wmhd-himapsi-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LvEOVnuYwa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Edukasi Kesehatan Mental Lewat Lomba Video Pendek WMHD Himapsi Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Di masa peralihan pandemi saat ini, kesehatan mental menjadi topik segar untuk dibahas. Hari Kesehatan Mental Dunia atau <em>World Mental Health Day</em>&nbsp; (WMHD) yang ditetapkan 10 Oktober, menjadi dasar inisiasi Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi) mengkampanyekan advokasi kesehatan mental.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan ini juga jadi sarana mendidik masyarakat tentang isu-isu yang relevan terkait pentingnya pemahaman kesehatan mental. Himapsi mengemas edukasi tersebut melalui lomba video pendek dengan tema &quot;Kesehatan Mental Adalah Hak Semua Orang&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Senin (1/11) lalu, Diva selaku ketua penyelenggara mengungkap bahwa acara yang berjalan sejak 3 hingga 31 Oktober tersebut tak hanya dibuat untuk memperingati WMHD. Tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait hal tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Jadi tujuan kami menyelenggarakan acara <em>World Mental Health Day</em> (WHMD) ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu kesehatan mental. Meningkatkan dukungan terhadap kesehatan mental sesorang sangatlah penting untuk dijaga,&quot; paparnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Demi meningkatkan euforia acara, Himapsi menyasar audiens berskala nasional. Diharapkan para peserta dapat menyalurkan kreativitas, kemampuan minat, bakat serta keterampilannya. Sehingga mereka bisa memberikan konten psikoedukatif seputar tema yang diselenggarakan Himapsi melalui media sosialnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lomba <em>short movie</em> ini kami pikir pas di masa seperti ini, karena selama pandemi minat orang-orang untuk menonton itu sangat tinggi,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Diikuti lebih dari 20 tim yang datang dari berbagai daerah, antusias peserta terlihat dari keberanian mereka yang unjuk kebolehan dalam membuat konsep video. Kendati demikian, beberapa peserta lainnya harus bersabar lantaran terkendala kekurangan anggota dalam tim. Ini termasuk dalam persyaratan, di mana lomba bersifat kelompok yang terdiri dari empat hingga delapan orang.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya keseruan, kendala dalam publikasi lomba dirasakan pula oleh kepanitiaan ini. &ldquo;Untuk menyebarkan pengumuman adanya lomba ke seluruh Indonesia agak sulit. Ekspektasi kami sedikit (yang mendaftar), kemarin yang daftar 28 kelompok. Tapi yang mengumpulkan videonya 23 kelompok,&quot; terang Diva.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang telah dimuat di laman Instagram Himapsi, tiga pemenang telah diumumkan. Juara I bertajuk Pilu, Juara II berjudul Berhak Bahagia dan Juara III diraih video bernama Dunia Keras.</p><p style="text-align: justify;">Untuk bisa melihat karya para peserta, kamu bisa menontonya di kanal YouTube HIMAPSI Universitas Mulawarman. Di sana akan ada <em>playlist</em> khusus Lomba Film Pendek WMHD dan kamu bisa menyaksikannya dengan mudah. Karya video pendek ini juga dibuat dari berbagai kalangan. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa dan masih banyak lagi.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir, Diva berharap kegiatan peringatan WHMD 2021 ini, dapat meningkatkan kreativitas dan mewadahi penyaluran minat dan bakat yang dimiliki para peserta. Selain itu, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental. <strong><em>(vyn/rst)</em></strong></p><p></p><p></p><p></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Pemira 2021: Rangkaian Sosialisasi hingga Pendaftaran Pasangan Calon </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pemira-2021-rangkaian-sosialisasi-hingga-pendaftaran-pasangan-calon/baca </link>
<guid> menuju-pemira-2021-rangkaian-sosialisasi-hingga-pendaftaran-pasangan-calon </guid>
<pubDate> Fri, 05 Nov 2021 07:53:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Awal pemira KM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pemira-2021-rangkaian-sosialisasi-hingga-pendaftaran-pasangan-calon/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0JCsxIiIYR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Pemira 2021: Rangkaian Sosialisasi hingga Pendaftaran Pasangan Calon</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Demi terwujudnya eksistensi lembaga eksekutif di kalangan mahasiswa, Pemilihan Umum Raya (Pemira) dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk regenerasi. Berkaca dari agenda Pemira tahun sebelumnya yang sepi peminat, hingga berakhir aklamasi, pada tahun ini &mdash;<em>meski suasana pandemi belum sepenuhnya berakhir</em>&mdash; Pemira menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam demokrasi tingkat kampus.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Euforia Pemira 2021 ini dimulai ketika unggahan awal dirilis pada akun Instagram @pemiraunmul terhitung sejak 13 September lalu. Dilanjut dengan pengenalan dan maskot Pemira, hingga sosialisasi akbar yang dilaksanakan pada tanggal 24 September melalui Zoom Meeting dan kanal Youtube DPM KM Unmul. Sosialisasi akbar sendiri diisi dengan gambaran umum pelaksanaan pemira, hingga tata cara penggunaan aplikasi <em>e-vote</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran Komisi Penyelenggara Pemilu Raya (KPPR) kemudian dibuka hingga 5 Oktober lalu diumumkan pada 8 Oktober. Pendaftaran diperpanjang sampai 12 Oktober. Meski sudah memiliki jadwal yang tersusun, rupanya pengumuman hasil pendaftaran KPPR mengalami keterlambatan, hingga baru rilis di Instagram pada 18 Oktober. Sementara pengumuman Badan Pengawas Pemilu Raya (Bawasra), dirilis pada 21 September.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa</em>, ketua DPM KM mengungkap lambatnya pengumuman hasil pendaftaran KPPR dikarenakan pihak DPM KM mencoba untuk menyamakan jadwal antara DPM KM dengan peserta untuk proses wawancara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya hasilnya sudah dari hari-hari sebelumnya diketahui oleh peserta, tapi memang dari kami agak lambat untuk mengumumkan hasilnya ke media, atau bisa dibilang keterlambatannya adalah dari kami yang lambat untuk menginfokan ke media,&rdquo; jelas Guntur, Minggu (24/10), melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Setelah sosialisasi akbar, pemira BEM KM Unmul kemudian mengadakan sosialisasi kembali dengan menyasar mahasiswa di berbagai fakultas. Dijadwalkan dua kali, sosialisasi pertama dilaksanakan pada Kamis (28/10), dengan peserta sosialisasi dari FEB, FKIP, FAHUTAN, FIB, FT hingga FAPERTA. Sosialisasi kedua dilaksanakan pada esoknya (29/10) dengan peserta sosialisasi dari FISIP, FH, Farmasi, FK, FKM, FPIK, FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">Pada sosialisasi akbar Pemira KM yang dilaksanakan pada (28/10), dimulai tepat pukul 13.40 WITA Penyampaian sosialisasi mengenai tahapan Pemira KM 2021 disampaikan oleh Syamsu Zahro Mustari, selaku panitia KPPR. Pemira tahun ini, membawa tema besar yaitu &ldquo;Meramu Perbaikan dalam Memajukan, Kolaborasi Cita Jayakan Mulawarman&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Dengan tema ini, Syamsu menuturkan Pemira 2021 dapat menjadi wadah untuk menampung aspirasi mahasiswa yang memiliki beragam latar belakang agar melakukan kolaborasi dan perbaikan bersama untuk jayakan Mulawarman. Hal ini tentunya tidak dapat dicapai tanpa partisipasi mahasiswa. Sehingga dalam sosialisasi ini pula Syamsu berharap mahasiswa dapat berpartisipasi menggunakan hak suaranya dalam Pemira 2021.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari tahun sebelumnya, di mana partisipan tidak mencapai 3 ribu suara, dikarenakan berbagai kendala di TPS, Pemira tahun ini tampak ambisius dengan memasang target 7 ribu suara mahasiswa untuk berpartisipasi. Syamsu menyebut bahwa sistem sudah dipersiapkan sebaik mungkin. Menurutnya, pemilihan yang dilakukan secara <em>online</em>, memudahkan mahasiswa untuk dapat memakai hak pilihnya.</p><p style="text-align: justify;">Belum usai dengan rangkaian sosialisasi, sosialisasi akbar kembali digelar pada Sabtu (30/10), untuk membahas mekanisme pencalonan bakal calon presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan alur kegiatan yang dirilis di Instagram @pemiraunmul, pendaftaran Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Presiden dan Wakil Presiden, dibuka sejak 31 Oktober hingga 9 November mendatang. Saat hendak meminta keterangan lebih lanjut, hingga berita ini diterbitkan, Sketsa belum mendapat konfirmasi rinci dari pihak KPPR terkait mekanisme Pemira yang akan datang. (<strong><em>khn/rvn/bey/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Permen PPKS Terbit, Unmul Siap Tuntaskan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca </link>
<guid> permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus </guid>
<pubDate> Fri, 05 Nov 2021 10:56:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terbitnya Permen PPKS untuk diimplementasikan pada lingkungan kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vcovTlIOV7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Permen PPKS Terbit, Unmul Siap Tuntaskan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kasus kekerasan seksual di lingkungan akademik Unmul bukan sekadar rumor belaka. Beberapa kali, <em>Sketsa</em> mendapatkan laporan serta mendengarkan cerita-cerita langsung dari mereka yang menjadi korban. Sebut saja teror eksibisionis yang sempat terjadi pada Februari 2016 dan Oktober 2019 silam (baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meresahkan-oknum-eksibisionis-kembali-beraksi-di-unmul/baca)." style="text-align: inherit;">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meresahkan-oknum-eksibisionis-kembali-beraksi-di-unmul/baca).</a></p><p style="text-align: justify;">Pada 2018 lalu, kami juga menerbitkan Majalah PDF bertajuk &ldquo;<em>Perempuan Berlawan Kepada Kampus dan Negara</em>.&rdquo; Dalam salah satu laporan utama, <em>Sketsa</em> mengungkapkan perlakuan-perlakuan kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen. Menyedihkan, kasus ini tak hanya terjadi di satu fakultas. Sebut saja Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Farmasi (FF).</p><p style="text-align: justify;">Mengingat kejadian-kejadian di atas, maka Peraturan Mendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi (Permen PPKS) seharusnya dapat memberikan perlindungan dan rasa aman bagi para penyintas. Sebab acapkali rasa trauma, bingung serta ketakutan menjadi momok tersendiri bagi mereka ketika ingin melaporkan kejadian. Entah karena tak ada pihak yang dapat dipercaya, atau bahkan lingkungan sekitar kampus yang menormalisasi kejadian itu.</p><p style="text-align: justify;">Mirisnya, kata-kata seperti &ldquo;<em>Banyak juga kok, yang digituin</em>,&rdquo; atau &ldquo;<em>Mau ngelapor juga gimana, ke siapa</em><em>? Nanti juga khawatirnya kamu bermasalah sama bapaknya</em>,&rdquo; membuat korban akhirnya kesulitan bersuara dan berakhir bungkam. Terutama karena oknum-oknum dosen tersebut memiliki andil dan kuasa dalam kegiatan akademik para korban.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perspektif Unmul dengan Kehadiran Permen PPKS</strong></p><p style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengungkap jika ia bersyukur sebab pedoman untuk menyusun kebijakan dan pengambilan tindakan pencegahan serta penanganan kekerasan seksual telah diterbitkan. Ini kemudian dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan lingkup kampus Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya mengenai bentuk implementasi ideal dari pencegahan kekerasan seksual oleh perguruan tinggi (PT), Encik mengatakan bahwa seharusnya tersedia buku pedoman di lingkup PT yang dapat dibaca dan dipelajari semua pihak. Baginya, civitas academica harus memiliki pemahaman yang sama mengenai kekerasan seksual untuk mampu membela diri ketika ada percobaan tindak kekerasan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini juga berkaitan dengan pengadaan Satuan Tugas (Satgas) yang fokus dalam memegang permasalahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Sebagai amanat dari Permen PPKS ini, dirinya menegaskan bahwa Unmul perlu membentuk Satgas PPKS di tingkat universitas dan menindaklanjutinya dengan perpanjangan ke tingkat fakultas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebaiknya, setiap fakultas juga dapat memfasilitasi diskusi-diskusi kreatif pada mahasiswa untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dengan bimbingan tenaga ahli,&rdquo; tutur Encik pada Selasa (2/11).</p><p style="text-align: justify;">Terkait kasus-kasus kekerasan seksual yang pernah terjadi di Unmul, dirinya mengaku bahwa hal tersebut tak pernah diungkapkan sampai kepada pimpinan PT secara tertulis. Sebab kemungkinan akan dianggap tabu atau sensitif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kasus sebagaimana yang ditulis di <em>Sketsa</em> dengan korban mahasiswi akibat diberi perlakuan tidak senonoh oleh orang yang tidak dikenal tersebut terkesan terjadi sangat cepat. Meskipun berulang dengan korban yang berbeda-beda dan pihak keamanan internal belum mampu mengidentifikasi pelaku,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menyikapi perihal di atas, ia memaparkan dua poin penting. Pertama, mengoordinasikan keamanan internal untuk senantiasa siaga terhadap kemungkinan adanya kejadian kekerasan seksual yang berulang. Tak luput untuk mengidentifikasi pelaku melalui informasi dari berbagai pihak yang pernah menjadi korban.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, untuk jangka panjang, akan dibentuk tim terpadu sesuai arahan rektor serta berpatokan dengan aturan yang ada di Permen PPKS. Baik untuk menangani pencegahan, juga pemulihan yang memperhatikan aspek psikologis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Besar harapan kami, agar kampus Unmul bersih dari tindak kekerasan seksual. Artinya, kami tidak berharap ada kejadian lainnya yang menyusul lalu menimbulkan korban. Jika terjadi lagi, bagi korban agar menyampaikan pengaduan disertai bukti kepada pihak yang berwenang (manajemen fakultas, baik di lingkup prodi/jurusan dan jajaran dekanat maupun rektorat),&rdquo; pungkas Encik.</p><p style="text-align: justify;">Ikzan Nopardi, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unmul menyatakan bahwa Permen PPKS merupakan kemenangan bagi korban kekerasan seksual di lingkungan akademik kampus. Secara tak langsung, ada itikad baik dari pemerintah untuk mengentaskan permasalahan yang meresahkan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini menjadi langkah awal atau upaya-upaya yang dilakukan kampus dan civitas academica dalam melakukan upaya preventif, upaya rehabilitatif dan juga tindakan hukum. Baik terhadap korban maupun pelaku,&rdquo; ucapnya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (4/11).</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa sebagai bagian dari elemen pencegahan, menurutnya memang perlu membatasi pertemuan secara individu dengan pendidik atau tenaga kependidikan. Utamanya lebih awas ketika melakukan kegiatan di luar maupun di jam operasional kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya, bukan tentang dengan siapa kita bertemu di jam operasional kampus atau tidak. Tetapi, bagaimana aturan ini lebih mengakomodir serta mengawasi dan mensosialisasi kampus yang bebas kekerasan seksual. Seluruh civitas academica perlu mendapatkan proses sosialisasi yang masif, terutama pada tiap tingkatan yang ada di universitas,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang sudah diketahui, BEM FISIP sempat membawa tuntutan pengadaan layanan konseling kesehatan mental kepada birokrat. Bagi Ikzan, ini penting untuk segera terealisasikan. Sebab, konseling kesehatan mental merupakan layanan vital yang dibutuhkan untuk kondisi psikologis korban kala mengalami kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemudian, korban dapat memulihkan kondisi psikologis atau traumanya untuk bisa tetap beraktivitas seperti biasa. Proses pemulihan biasanya langsung didampingi oleh profesional atau psikolog,&rdquo; sebut Ikzan.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya memandang, kampus harus membangun dan menciptakan situasi yang nyaman, menyenangkan dan saling menghormati satu sama lain untuk bebas dari permasalahan kekerasan seksual. Unmul perlu memiliki prinsip yang tegas ketika berkaitan dengan hal tersebut. Adapun kajian-kajian tentang kekerasan seksual dalam undang-undang harus tetap dikawal.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, birokrat kampus dapat segera menindaklanjuti Permen PPKS dalam waktu dekat. Mengingat pelaksanaan kuliah tatap muka telah dimulai kembali, maka sosialisasi seharusnya dapat dilakukan segera mungkin untuk seluruh prodi di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mengharapkan implementasi Permen PPKS ini sesuai dengan apa yang tertuang di dalamnya. Berbicara bagaimana hak-hak korban, juga tindakan sekaligus sanksi yang diberikan untuk pelaku. Civitas academica perlu mendukung hadirnya Permen PPKS ini di Unmul, dengan tujuan agar mahasiswa semakin <em>aware</em> dengan isu kekerasan seksual yang sering terjadi akhir-akhir ini,&rdquo; tutupnya. (<strong><em>len/ahn/fzn</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembungkaman dan Pembatasan Hak Mahasiswa Unmul dalam Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pembungkaman-dan-pembatasan-hak-mahasiswa-unmul-dalam-kebebasan-berekspresi-dan-berpendapat/baca </link>
<guid> pembungkaman-dan-pembatasan-hak-mahasiswa-unmul-dalam-kebebasan-berekspresi-dan-berpendapat </guid>
<pubDate> Mon, 08 Nov 2021 03:12:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pernyataan sikap BEM FH </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pembungkaman-dan-pembatasan-hak-mahasiswa-unmul-dalam-kebebasan-berekspresi-dan-berpendapat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4e6uv0UIcc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembungkaman dan Pembatasan Hak Mahasiswa Unmul dalam Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kebebasan berpendapat adalah hak yang dimiliki setiap orang yang telah diatur dalam aturan konstitusi negara kita. Pasal 28 UUD NRI 1945, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM), Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia juga Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Kebebasan yang dijamin oleh negara merupakan bentuk implementasi dari penggunaan sistem demokrasi yang dianut oleh negara Indonesia.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Penggunaan sistem demokrasi inilah yang seharusnya membuat sebuah kebebasan menjadi independensi bagi setiap orang yang ingin mengkritik pejabat publik atau badan publik. Dalam pasal 19, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (DUHAM) menyatakan pada tanggal 10 Desember 1948 menyatakan bahwa: &ldquo;Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi; menerima dan menyampaikan informasi dan gagasan atau gagasan melalui media apa pun tanpa ada batasan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pasal &ldquo;kebebasan berpendapat dan berekspresi&rdquo; dalam DUHAM PBB kemudian &ldquo;diperkuat&rdquo; dalam Resolusi Majelis Umum PBB tanggal 16 Desember 1966, melalui pasal 19 Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik. Pasal 19 perjanjian itu tertulis sebagai berikut: (1) Setiap orang berhak mengeluarkan pendapat tanpa campur tangan (dari pihak lain). (2) Setiap orang berhak atas kebebasan berekspresi; Hak ini mencakup kebebasan untuk mencari, menerima, dan memberikan informasi dan gagasan apa pun, tanpa memandang pembatasan, baik secara lisan, tertulis, dalam bentuk cetakan, dalam bentuk karya seni, atau melalui media lain pilihannya.</p><p style="text-align: justify;">Dewasa ini kita sering melihat bagaimana penindasan terhadap pembatasan kebebasan berekspresi terlalu berlebihan oleh pejabat publik itu sendiri. Sebagai contoh kasus baru-baru ini bagaimana Badan Eksekutif Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul yang mengkritik Wakil Presiden KH Ma&apos;ruf Amin yang tiba di kota Samarinda, Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Pidato yang disampaikan BEM KM Unmul kepada Wakil Presiden RI tersebut adalah untuk mengkritisi hasil kinerjanya yang selama ini lebih bungkam di ruang publik, melihat betapa banyak kebijakan negara saat ini yang tidak berpihak pada rakyat. Kritik yang dilontarkan BEM KM Unmul berupa sarkasme dengan menggunakan ungkapan &ldquo;patung keraton merdeka&rdquo; menimbulkan polemik di kalangan masyarakat, mahasiswa, akademisi dan lain-lain. Polemik ini tentu muncul karena KH Ma&apos;ruf amin merupakan salah satu tokoh NU yang cukup dikenal masyarakat. Di kalangan masyarakat saat ini, banyak yang mengomentari postingan tersebut dengan tanggapan negatif terhadap BEM KM karena dianggap melanggar etika, norma, dan tata cara yang beradab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p><p style="text-align: justify;">Adanya kericuhan yang terjadi di ruang publik saat ini, juga membuat banyak civitas academica atau pejabat kampus yang meminta kepada BEM KM untuk meminta maaf atau menghapus postingan milik BEM KM Unmul itu sendiri. Hal ini juga terlihat pada postingan yang dikeluarkan oleh akun Instagram resmi Unmul yang mengeluarkan siaran pers untuk meminta BEM KM meminta maaf dan menghapus postingan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unmul:</strong></p><p style="text-align: justify;">BEM FH Unmul menilai tidak ada kesalahan dalam postingan yang dikeluarkan BEM KM dengan keluarnya kritik berupa sarkasme yang menggunakan ungkapan &ldquo;patung keraton kemerdekaan&rdquo; untuk menyambut kehadiran atau kedatangan wakil presiden KH Ma&apos;ruf Amin di Samarinda. Sebab, kritik yang dikeluarkan BEM KM bukan untuk menyerang pribadi KH Ma&apos;ruf Amin sebagai individu, melainkan untuk mengkritisi kinerja KH Ma&apos;ruf Amin sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Hal ini sejalan dengan banyaknya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang tidak pro kepada masyarakat. Misalnya, adanya UU Minerba, UU KPK, Omnibus Law Cipta Kerja, UU MK dan lain-lain, yang tidak ada manfaatnya bagi masyarakat umum kecuali bagi pemilik modal dan berada di lingkungan keraton. Tentu saja.</p><p style="text-align: justify;">Bahwa jika ada yang mencoba mengaitkannya dengan basis ulama atau orang lain, BEM FH tidak setuju karena sama saja mengkhianati nilai-nilai demokrasi dengan menggunakan politik identitas yang terus-menerus dijadikan politik praktis. Kita melihat, bahwa yang terjadi pada kritik tersebut adalah atas dasar bagaimana kinerja seorang KH Ma&apos;ruf Amin sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia. Bukan sebagai individu sebagai ulama.</p><p style="text-align: justify;">BEM FH juga meminta Unmul menghapus siaran pers yang dikeluarkan untuk mencoba membungkam independensi atau kebebasan akademik mahasiswa di kampus. Hal ini kami anggap bertentangan langsung dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menjamin kebebasan akademik yang diartikan sebagai kebebasan berekspresi, berpendapat, dan perlakuan yang sama di bidang akademik.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Dandi Wijaya, Ketua BEM Fakultas Hukum Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prahara Fungsi Eksekutif BEM Faperta Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prahara-fungsi-eksekutif-bem-faperta-unmul/baca </link>
<guid> prahara-fungsi-eksekutif-bem-faperta-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 08 Nov 2021 06:08:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar mengenai kurangnya fungsi eksekutif BEM Faperta Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prahara-fungsi-eksekutif-bem-faperta-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JtV1eaE1LP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prahara Fungsi Eksekutif BEM Faperta Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Mendekati akhir kepengurusan, setiap lembaga mahasiswa di setiap fakultas mulai melaksanakan rapat evaluasi demi kinerja yang lebih baik. Seperti Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul, yang telah usai menggelar Rapat Evaluasi Caturwulan (Revatur) II Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Faperta pada Oktober lalu.</p><p style="text-align: justify;">Selepas Revatur, tersiar kabar tentang program kerja (proker) BEM Faperta yang selama ini tidak efektif serta kurangnya advokasi bagi setiap permasalahan mahasiswa di fakultas tersebut. Untuk mengonfirmasi perihal isu ini, <em>Sketsa</em> sempat menghubungi Syamsia Satra selaku Gubernur BEM Faperta pada Selasa (19/10).</p><p style="text-align: justify;">Kabar ketidakefektifan dari proker yang terlaksana, menurutnya subjektif dan tidak akan sama bagi semua mahasiswa. Kembali lagi kepada pandangan atau pendapat seseorang. Bagi Syamsia yang menjalankan proker, tentu saja efektif bagi mahasiswa Faperta. Agenda Revatur yang sudah berlangsung kemarin dikatakannya lebih menyoroti pergerakan media sosial BEM Faperta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena namanya <em>online</em>, semua berpatok pada media dan kurang maksimal penyebaran informasinya. Kalau masalah ketidakefektifan, mungkin kemarin tidak ada pembahasan terkait hal itu,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai progres selama pandemi berjalan, Syamsia mengatakan bahwa keadaannya sama saja dengan kegiatan mereka selama luring. Meskipun begitu, ia mengaku tantangannya ada pada penyebaran informasi secara luas. Terutama, partisipasi mahasiswa cenderung menurun selama pandemi. Bahkan untuk agenda konsolidasi pun, minim peminatnya. Selain masalah tersebut, pihaknya harus memutar otak untuk mengadakan kegiatan yang dapat menarik massa untuk turut serta di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau sekarang ini, lebih ke bagaimana agendanya dapat menarik perhatian orang. Karena kalau cuma webinar yang metodenya itu-itu saja, pastinya tidak membuat orang tertarik. Membuat agenda luring semacam Sosmas (sosial masyarakat) pun ada tantangannya. (Saat ini) banyak mahasiswa yang tidak berada di Samarinda. Jadi yang turun ke lapangan pun cuma sedikit,&rdquo; papar Syamsia.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga berkomentar atas tudingan yang menyebut jika proker mereka kurang mengadvokasi mahasiswa. Ia memaparkan salah satu contoh signifikan beserta persentase keberhasilan dari sebuah program, yakni kawal isu. Atas minimnya akses mahasiswa ke birokrat Faperta, BEM Faperta memberikan pengawalan isu bagi mereka yang memiliki masalah-masalah akademik dan administrasi. Seperti urusan transkrip, sampai mengurus keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Untuknya, hal ini telah terlaksana sesuai kebutuhan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Buktinya, <em>output</em> dari kita saat melaksanakan kawal isu itu ada sekitar 440-an mahasiswa Pertanian (yang) berhasil diturunkan UKT-nya, dari estimasi jumlah mahasiswa sebanyak 1700. Artinya, ada sekitar 30-35% mahasiswa yang berhasil kami berikan informasinya. Karena kalau tidak ada BEM-nya, informasi dari birokrat universitas itu akan sulit tersampaikan. Kami melakukan sosialisasi kemudian membuat grup. Dengan itu (kawal isu), saya merasa program kerja itu efektif dan dibutuhkan bagi mahasiswa Faperta,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pendapat lain datang dari Ketua Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himaster) Faperta Unmul, M. Kurniawan Dwi Septyan. Ia menilai, koordinasi dan komunikasi antara BEM dengan himpunan mahasiswa Faperta dinilai kurang menciptakan hubungan timbal balik yang progresif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kalau kayak sekadar sapa menyapa, ya memang sewajarnya kita begitu sebagai manusia. Cuma untuk ranah interaksi yang positif kayak kurang. Sebisa mungkin kan tidak cuek dengan sekitar kita. Istilahnya ketika seseorang berorganisasi, ia (harus) menciptakan inisiatif,&rdquo; ungkap Kurniawan, Minggu (24/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait penyelenggaran kegiatan, ia mengatakan bahwa pihak BEM kurang melakukan fungsi eksekutifnya. Khususnya ketika harus menindaklanjuti suatu isu yang sedang dibawa. Misalnya seperti kondisi sekretariat di Faperta yang rusak, termasuk milik Himaster. Kurniawan mengaku, jika pihak birokrat bahkan sempat menegur agar tidak sering menggunakan ruang-ruang sekretariat yang terletak di lantai dua tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu diadvokasi sama BEM, katanya sih mau diajukan ke universitas buat di <em>rebuild</em> atau dibangun kembali. Cuma, gak ada lagi <em>follow up</em> sampai sekarang ke himpunan. Entah lagi sibuk yang lain atau gimana. Saya menggarisbawahi tentang advokasi, karena itu ranah mereka di eksekutif,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun membuka jika pengawalan isu oleh BEM Faperta ketinggalan beberapa langkah dari lembaga-lembaga mahasiswa lainnya di lingkungan Unmul. Kurniawan mengibaratkan mereka seperti menyeduh dan meminum kopi ketika sedang panas-panasnya, alias hanya mengikuti perkembangan keadaan ketika suasana tengah memuncak. Seharusnya, cakupan ruang lingkup BEM yang besar setidak-tidaknya membawa perubahan yang signifikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi gak hanya konsolidasi-konsolidasi nggak ada hasilnya gitu. Kan pemikiran-pemikiran kita juga gak ada gunanya kalau gak ada hasil ending-nya. Masalah advokasi memang ada, cuma poin hasil akhirnya nggak ada <em>output</em>-nya. Memang itu proses dalam konsolidasi, di mana perlu diskusi segala macam. Tetapi perlu diingat bahwasannya kita melakukan aksi karena ada kekhawatiran yang harus diselesaikan,&rdquo; jelas Kurniawan.</p><p style="text-align: justify;">Kabar ini juga sampai ke telinga Hendrayani, Ketua Umum Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Faperta Unmul. Ia memandang, memang benar bahwa apa yang dilakukan BEM Faperta dengan hasil di lapangan masih kurang sesuai dengan yang diinginkan mahasiswa. Salah satu keresahan yang masih menjadi permasalahan berkaitan dengan pengurusan beasiswa atau UKT. Di mana masih banyak dari mahasiswa yang tak tergabung dalam organisasi di Faperta, sehingga informasi terkait hal tersebut tidak tersalurkan secara merata. Ini juga termasuk dengan kurangnya hak-hak mahasiswa berprestasi untuk mengembangkan minat dan bakatnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Teman-teman yang berprestasi dan mereka yang ingin melakukan pengembangan bakat, tak memiliki tempat untuk pengembangan diri. Mungkin ada, tapi tidak ada tindak lanjutnya. Hanya <em>stuck</em> dibuatkan grup,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (28/10).</p><p style="text-align: justify;">Terkait tugas DPM dalam mengawal arah perjalanan BEM Faperta, mahasiswa yang akrab disapa Hendra ini mengatakan bahwa terdapat peningkatan antara Revatur I juga Revatur II. Sebelumnya di Revatur I, mereka membuka konsolidasi kepada awak himpunan untuk menyampaikan aspirasi. Kemudian pada Revatur II, terdapat perubahan di mana DPM akan memberikan semacam rapor per dinas atau biro yang ada di BEM. Nantinya, ada kriteria-kriteria yang telah mereka susun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, ada teguran yang memang membuat BEM itu semacam malu kalau tidak bekerja, malu karena tidak sesuai dengan program kerja yang belum terlaksana. Rapor ini akan diposting di Instagram DPM Faperta,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap agar kepengurusan BEM Faperta yang selanjutnya dapat membaca hasil sidang umum atau rekomendasi dari kawan-kawan himpunan serta pengurus sebelumnya. Hal itu guna melihat apa saja yang seharusnya dijalankan juga ditingkatkan. Kemudian, jangan membuat proker yang hanya sebatas terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Teman-teman (BEM) di sini ada bukan untuk menggugurkan kewajiban. Jadi ada target atau goals yang mau dicapai, khususnya untuk mahasiswa Faperta. Entah itu prestasi atau kegiatan-kegiatan yang memang mewadahi mahasiswa. Itulah yang nantinya dijadikan indikator keberhasilan. Kalau hanya terlaksana saja, teman-teman Hima juga bisa. Tugas-tugas eksekutifnya harus lebih ditingkatkan,&rdquo; tutup Hendra. <strong><em>(vyl/ash/bay/len/fzn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Pemira Fakultas Farmasi Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pemira-fakultas-farmasi-unmul/baca </link>
<guid> menuju-pemira-fakultas-farmasi-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 08 Nov 2021 08:26:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira Farmasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pemira-fakultas-farmasi-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/V1wTX5DpzT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Pemira Fakultas Farmasi Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> - Mengawali minggu pertama di November, Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Fakultas Farmasi (FF) Unmul mulai gencar untuk mempersiapkan Pemilihan Umum Raya (Pemira). Setiap tahunnya, agenda ini menjadi bagian dalam regenerasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FF dan mencetak kepemimpinan yang lebih baik.</span></p><p style="text-align: justify;">Terlihat di laman Instagram resmi mereka (@pemira.ff), pada Kamis (4/11) lalu mereka mengunggah postingan tentang timeline pelaksanaan Pemira yang akan segera berlangsung. Adapun sosialisasi telah dilakukan pihak KPPR dengan mengundang seluruh mahasiswa Farmasi. Kendati dijalankan secara daring, ini tak mengurangi sedikit pun esensi dari pembahasan yang dibawa.</p><p style="text-align: justify;">Agenda tersebut memaparkan perihal ketetapan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FF Nomor 06 Tahun 2021 tentang Permira BEM FF. Sosialisasi berjalan lancar tanpa kendala hingga akhir penutupan. Terhitung sejak 5-11 November mendatang, pendaftaran pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur BEM FF akan dibuka.</p><p style="text-align: justify;">Untuk dapat menjadi bakal calon, pendaftar harus memenuhi persyaratan dan mengumpulkan berkas kepada penanggung jawab pengambil berkas. Sesuai jadwal yang tertera pada laman Instagram Pemira FF. Beberapa persyaratan umum bagi para paslon di antaranya adalah terdaftar sebagai mahasiswa Farmasi yang aktif, telah melewati pengkaderan tingkat dua, kemudian tak terlibat dalam politik praktis juga organisasi atau kepanitian lain. Selain itu, paslon harus memiliki dedikasi dan loyalitas terhadap fakultas ini.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya persyaratan umum, adapula persyaratan khusus yang perlu diperhatikan. Seperti memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00, mematuhi segala ketentuan Pemira, menyerahkan transkip nilai sampai semester terakhir, memiliki data perekrutan tim sukses paslon, mengisi formulir dan membuat surat pernyataan mematuhi segala peraturan Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Setelah para paslon mendaftar, pengumuman direncanakan berlangsung pada 12 November. Pengumuman tersebut akan dilakukan bersama penetapan paslon, juga pengundian nomor urut.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, paslon dapat melakukan kampanye per 13-24 November untuk menyuarakan program-program unggulan mereka kepada mahasiswa FF. Esoknya pada 25 November, masa kampanye pencabutan atribut paslon akan dilakukan. Setelahnya, diberlakukan masa tenang hingga 27 November. Lantas, hari pemilihan dilaksanakan pada 28 November.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pemantauan <em>Sketsa</em>, pada Jumat (5/11) lalu terdapat satu mahasiswa yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur BEM FF. Ia adalah Yusuf Isro&apos; Ridhotulloh, mahasiswa Farmasi 2019. Hingga kini, belum terlihat lagi adanya paslon yang mendaftarkan diri. (<strong><em>vyn/len</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembatasan Kebebasan Akademik adalah Kejahatan Intelektual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pembatasan-kebebasan-akademik-adalah-kejahatan-intelektual/baca </link>
<guid> pembatasan-kebebasan-akademik-adalah-kejahatan-intelektual </guid>
<pubDate> Mon, 08 Nov 2021 10:40:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pernyataan Sikap Dosen Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pembatasan-kebebasan-akademik-adalah-kejahatan-intelektual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/evga0h6hSZ.png" />
					</figure>
			                <h1>Pembatasan Kebebasan Akademik adalah Kejahatan Intelektual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&quot;Patung Istana Merdeka Datang Ke Samarinda&quot;, demikian unggahan di akun instagram BEM KM Universitas Mulawarman (Unmul) dalam rangka merespon kedatangan Wakil Presiden ke Samarinda, Selasa 2 November 2021 lalu. Kalimat metaforik bernada kritik dan sedikit sarkastik ini, menimbulkan pro dan kontra di tengah publik. Sayangnya, pro dan kontra ini tidak berkaitan sama sekali dengan subtansi kritik BEM KM terhadap Wakil Presiden. Publik justru dominan terlibat dalam pro dan kontra terhadap pilihan diksi &quot;patung istana merdeka&quot; yang digunakan dalam unggahan BEM KM tersebut.&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">Padahal membincangkan &quot;isi&quot;, tentu jauh lebih baik daripada meributkan &quot;kulit&quot;.</span></p><p style="text-align: justify;">Metafora adalah gaya bahasa tingkat tinggi yang mencerminkan tingkat intelektualitas seseorang. Tak banyak pihak yang mampu sampai pada tingkat kecerdasan demikian, bahkan pejabat negara atau ilmuwan bergelar tinggi sekalipun. Olehnya, membungkam dan berupaya mematikan gaya bahasa metafor berarti berupaya mematikan kecerdasan dan intelektualitas sang empunya metafor.</p><p style="text-align: justify;">Adapun sarkasme sendiri serupa dengan kata-kata pedas, cemoohan, atau ejekan yang biasanya dibungkus dengan perumpamaan dan sedikit humor. Dan dalam tradisi kritik, selain satire dan sinisme, sarkasme juga kerap digunakan untuk mengekspresikan rasa kesal dan amarah. Dan dalam kapasitas pejabat publik, sarkasme itu adalah hal yang lumrah. Terlebih terhadap pejabat publik yang cenderung menutup mata dan telinga atas berbagai persoalan rakyat. Yang tidak lumrah adalah, justru pejabat publik yang tipis telinga, anti kritik, bereaksi berlebihan, dan punya kebiasaan menyerang balik para pengkritiknya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait dengan diksi &quot;patung istana merdeka&quot;, mestinya publik memahami konteks dibaliknya.&nbsp;Dan itu sudah dijawab oleh BEM KM Unmul sendiri dalam beberapa kesempatan. Intinya, Wakil Presiden dianggap terkesan lebih berdiam diri dan menghindar dari riuhnya protes publik terhadap kebijakan Pemerintah yang selama ini jauh dari harapan publik. Padahalnya layaknya Presiden, Wakil Presiden juga dipilih langsung oleh rakyat, sehingga memiliki tanggung jawab penuh untuk bertindak memperjuangkan kepentingan rakyat. Jadi mutlak, kalimat metaforik bernada sarkastik &quot;patung istana merdeka&quot; ini adalah kritik kepada Wakil Presiden yang dianggap gagal menjalankan fungsinya, bukan terhadap pribadinya.</p><p style="text-align: justify;">Anehnya lagi, pihak kampus Universitas Mulawarman, tempat dimana BEM KM bernaung, justru memberikan respon di luar dugaan. Dalam akun instagram resminya, Unmul menyampaikan release terbuka terkait dengan unggahan BEM KM tersebut. Dari 6 poin isi press release Unmul tersebut, 3 poin ditujukan atau berhubungan langsung dengan BEM KM, yakni menginstruksikan BEM KM untuk menghapus unggahan, meginstruksikan BEM KM untuk meminta maaf kepada Wakil Presiden, masyarakat dan Unmul sendiri, serta segera melakukan tindakan internal untuk mengambil langkah tegas kepada BEM KM.</p><p style="text-align: justify;">Ini jelas merupakan bentuk pembatasan kebebasan berpendapat bagi civitas akademik. UNESCO mendefinisikan kebebasan akademik sebagai, &quot;hak atas kebebasan mengajar, kebebasan berdiskusi, kebebasan melakukan penelitian termasuk menyebarluaskan hasil-hasilnya, kebebasan menyatakan pendapat secara terbuka, kebebasan dari sensor institusional, dan kebebasan untuk berpartisipasi dalam keputusan-keputusan politik, baik di dalam maupun di luar institusi pendidikan. Sikap Unmul secara kelembagaan tersebut, sangat jauh dari prinsip-prinsip kebebasan akademik yang dilindungi oleh konstitusi, khususnya Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, ataupun dari apa yang telah ditegaskan secara eksplisit dalam Universal Declaration of Human Rights, ICCPR, dan Undang-Undang 39 Tahun 1999 tentang HAM. Bahkan dalam aturan spesifik sendiri melalui Undang-Undang 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, pihak birokrasi kampus semestinya bertanggung jawab memastikan kebebasan akademik tersebut diperoleh dengan baik oleh setiap civitas akademik, bukan sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Press release Unmul tersebut membuktikan beberapa hal :</p><p style="text-align: justify;">Pertama, kampus telah gagap dalam menghargai perbedaan pendapat, dengan seolah ingin menjadi penafsir tunggal terhadap satu peristiwa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kedua, pertanda kedangkalan pemahaman kampus tentang makna kebebasan akademik sebagai jantung perguruan tinggi. Tidak akan ada pendidikan, penelitian, dan pengabdian tanpa kebebasan akademik.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, masih kuatnya kultur feodal di kampus yang membuat relasi antar civitas menjadi timpang. Dan mahasiswa cenderung menjadi sub-ordinat dari birokrasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keempat, kampus telah terjebak dengan relasi kuasa dengan memberi pembelaan terhadap kekuasaan, namun sebaliknya justru menghakimi mahasiswa. Padahal kampus seharusnya menjadi fungsi kontrol terhadap kekuasaan, bukan sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Kelima, metafora dan sarkasme adalah kritik sosial dengan tingkat intelektualitas dan kecerdasan tinggi terhadap kekuasaan. Oleh karena itu, lumrah dialamatkan kepada pejabat publik. Mematikannya setali tiga uang dengan mematikan intelektualitas dan kecerdasan mahasiswa yang sedang bertumbuh sesuai spirit zamannya.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sebagai bagian dari keluarga besar Unmul, maka kritik ini harus kami sampaikan sebagai wujud kecintaan kami terhadap Unmul</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">. Kampus harus menjadi contoh yang baik bagaimana cara kita mengelola perbedaan pendapat dengan baik, sekaligus sebagai tempat yang dapat memberikan jaminan terhadap ruang kebebasan akademik, yang tidak hanya bagi civitas akademik, tetapi juga berjuang untuk memastikan kebebasan tersebut diperoleh oleh setiap kepala warga negara, tanpa terkecuali.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Samarinda, 6 November 2021</strong></p><p style="text-align: justify;">Kami yang menyepakati rilis bersama ini :</p><p style="text-align: justify;">1. Esti Handayani Hardi (FPIK)</p><p style="text-align: justify;">2. Sri Murlianti (FISIP)</p><p style="text-align: justify;">3. Suryaningsi (FKIP)</p><p style="text-align: justify;">4. Diah Rahayu (FISIP)</p><p style="text-align: justify;">5. Eka Yusriansyah (FIB)</p><p style="text-align: justify;">6. Alfian (FH)</p><p style="text-align: justify;">7. Aryo Subroto (FH)</p><p style="text-align: justify;">8. Orin Gusta Andini (FH)</p><p style="text-align: justify;">9. Purwadi (FEB)</p><p style="text-align: justify;">10. Haris Retno (FH)</p><p style="text-align: justify;">11. Safarni Husain (FH)</p><p style="text-align: justify;">12. Nasrullah (FIB)</p><p style="text-align: justify;">13. Nurlia (FISIP)</p><p style="text-align: justify;">14. Herdiansyah Hamzah (FH)</p><p style="text-align: justify;">15. Dahri D. (FIB)</p><p style="text-align: justify;">16. Rina Juwita (FISIP)</p><p style="text-align: justify;"><strong>CP</strong>. Sri Murlianti (+6285229270449).</p><p><strong><em>Rilis Bersama Dosen Unmul sebagai Respon Terhadap Press Release Universitas Mulawarman.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mubes Daring Sketsa IX: Kembali Tingkatkan Kualitas Pers Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-daring-sketsa-ix-kembali-tingkatkan-kualitas-pers-mahasiswa/baca </link>
<guid> mubes-daring-sketsa-ix-kembali-tingkatkan-kualitas-pers-mahasiswa </guid>
<pubDate> Tue, 09 Nov 2021 05:33:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mubes LPM Sketsa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-daring-sketsa-ix-kembali-tingkatkan-kualitas-pers-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DyC8S7Gtl7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mubes Daring Sketsa IX: Kembali Tingkatkan Kualitas Pers Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; LPM Sketsa Unmul telah usai menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) IX yang berlangsung Sabtu dan Minggu, 6-7 November 2021. Mubes kembali digelar secara daring dengan mempertimbangkan keadaan pandemi Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;">Pembukaan berlangsung pada Sabtu (6/11) melalui media telekonferensi Zoom Meeting. Agenda yang dimulai pukul 08.00 Wita dibuka dengan sapaan hangat dari pewara, Nindiani Kharimah. Sambutan demi sambutan pun tak luput diberikan. Mulai dari Siti Rahmi selaku Ketua Panitia Mubes IX 2021 dan Syalma Namira selaku Ketua Umum LPM Sketsa Unmul yang menyampaikan pesan serta harapannya kepada peserta yang hadir. Ia menuturkan, sudah sepatutnya Mubes menjadi sarana dalam meningkatkan kinerja LPM Sketsa Unmul ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&rdquo;Mubes ini tujuanya memperbaiki, mengevaluasi dan mengkritisi apa yang perlu kita benahi dari Lembaga Pers Mahasiswa kita ini. Harapannya, kepada peserta penuh lebih aktif dalam menyuarakan apa yang harus kalian benahi untuk tahun berikutnya dalam mengembangkan organisasi ini,&quot; pesan Syalma.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana pelaksanaan Mubes pada umumnya, kegiatan ini berlangsung khidmat juga diselingi dengan sanggahan dan candaan. Selain itu, agenda ini turut menjadi ruang untuk memaparkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Pengurus Inti (BPI) LPM Sketsa Unmul periode 2020/2021. LPJ dibacakan langsung oleh ketua umum bersama jajarannya di depan semua anggota, MPO dan alumni yang hadir.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki hari kedua pada Minggu (7/11), Mubes dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Kemudian, agenda sampai pada pemilihan struktur BPI yang baru. Meski memakan waktu karena padatnya pembahasan, didapatkanlah pengurus inti LPM Sketsa Unmul untuk periode berikutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Razil Fauzan dari Sastra Inggris 2018, terpilih menjadi Ketua Umum. Dilanjutkan Nurvidya Sistha Azzahra asal Farmasi 2020 sebagai Sekretaris. Masih dari fakultas yang sama, Muhammad Adil Alparizi asal Farmasi 2020 didapuk menjadi Bendahara. Ada pula Restu Almalita dari Ilmu Komunikasi 2018 akan menjabat selaku Ketua Redaksi. Terakhir, ada Jeni Ananda Nur Islam asal Ilmu Komunikasi FISIP 2019 yang terpilih menjadi Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang).</p><p style="text-align: justify;">Di penghujung agenda, seluruh BPI terpilih mengucapkan harapan dan terima kasihnya pada kepengurusan sebelumnya serta kepada MPO dan alumni yang tetap membersamai sampai saat ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap teman-teman semua mau belajar di Sketsa kita sama-sama tingkatkan lagi kualitas pers mahasiswa terutama di Sketsa dan harapan kedepanya bisa bekerja sama dengan baik,&rdquo; tutup Fauzan. (<strong><em>han/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pernyataan Sikap BEM Faperta Unmul 2021 Tentang Press Release Unmul Atas Unggahan Instagram BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pernyataan-sikap-bem-faperta-unmul-2021-tentang-press-release-unmul-atas-unggahan-instagram-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> pernyataan-sikap-bem-faperta-unmul-2021-tentang-press-release-unmul-atas-unggahan-instagram-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 11 Nov 2021 07:56:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pernyataan BEM Faperta Unmul Sikapi polemik unggahan BEM KM. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pernyataan-sikap-bem-faperta-unmul-2021-tentang-press-release-unmul-atas-unggahan-instagram-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NB07PKFnOn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pernyataan Sikap BEM Faperta Unmul 2021 Tentang Press Release Unmul Atas Unggahan Instagram BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Menyikapi pernyataan resmi Unmul pada akun <em>Instagram</em> @unmul, 5 November 2021 atas unggahan @bemkmunmul, dalam <em>postingan</em> tersebut pihak rektorat Unmul menyatakan, bahwa<em>&nbsp; &nbsp;</em>unggahan<em>&nbsp;</em>BEM KM tentang &quot;Kaltim Berduka, Patung Istana Merdeka datang ke Samarinda,&quot; mengarah pada merendahkan kewibawaan dan martabat K.H Ma&rsquo;ruf Amin &nbsp;selaku Wakil Presiden Republik Indonesia, kemudian pimpinan Unmul menyatakan sikap dengan mengintruksikan BEM KM Unmul menghapus unggahan tersebut, meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan yakni K.H Ma&rsquo;ruf Amin serta segera melakukan tindakan internal untuk mengambil langkah-langkah tegas kepada BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengamati postingan BEM KM Unmul yang dimaksud tersebut, BEM Faperta Unmul menilai dalam unggahan tersebut tidak ada kesalahan kalimat. Kaltim Berduka dan Patung Istana Merdeka datang ke Samarinda murni merupakan sebuah bentuk ekspresi yang dipakai pihak BEM KM Unmul untuk menjelaskan: &ldquo;<em>2 tahun kepemimpinan Jokowi - Ma&apos;ruf Amin &nbsp;kebijakan yang telah &nbsp;dikeluarkan tidak mampu memberikan rasa aman dan rasa nyaman kepada rakyat di &nbsp;Indonesia. Seperti Revisi UU Minerba yang memusatkan seluruh perizinan mengenai &nbsp;pertambangan ekstraktif di Indonesia yang cukup meresahkan para kaum yang &nbsp;termarginalkan akibat regulasi yang telah dibentuk ini. Selain itu pengesahan &nbsp;undang undang cipta kerja yang mereka menilai bermasalah karena banyak yang menggerus &nbsp;hak asasi manusia serta perumusan undang-undang yang sangat buruk.</em><em>&nbsp;Kinerja Jokowi Ma&apos;ruf semakin mati karena tak mampu &nbsp;menguatkan pemberantasan korupsi. Ditambah hutang NKRI semakin melambung &nbsp;tinggi. Kinerja semakin merosot dan capaian semakin bobrok menjadi keresahan &nbsp;mahasiswa Kalimantan Timur. Indonesia semakin sulit dengan pembatasan ruang &nbsp;akademik bagi rakyat. Kebijakan carut marut dan cenderung menguntungkan &nbsp;oligarki,&quot; s</em>esuai yang tertera pada <em>caption postingan</em> tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini BEM KM Unmul hanya menjalankan kewajibannya sebagai lembaga yang mempunyai legitimasi untuk menyuarakan keresahan rakyat, sebagaimana telah diatur, kebebasan berpendapat di muka umum dalam Pasal 28 E dan F pada Bab XA UUD 1945 yang bermakna setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, negara menjamin dan memberikan kebebasan berpendapat kepada rakyatnya memberikan aspirasi seluas-luasnya. Memberikan ruang kepada rakyatnya untuk berkontribusi dalam memberikan kritik dan saran yang membangun mulai dari pendekatan persuasif seperti berdialog, berdiskusi, bersilaturrahim, konsolidasi, sampai kepada pendekatan secara masif unjuk rasa atau demonstrasi, yang mengatasnamakan rakyat dan perpanjangan tangan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu sikap dari pimpinan Unmul jelas bertentangan secara langsung dengan UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menjamin kebebasan akademik yang di dalamnya diartikan sebagai kebebasan berekspresi, berpendapat dan perlakuan sama dalam bidang akademisnya.</p><p><strong>Berdasarkan hal tersebut BEM Faperta &nbsp;Unmul menyatakan sikap :&nbsp;</strong></p><ol><li style="text-align: justify;">Menyesalkan sikap dari pihak rektor Unmul terkait postingan tersebut, karena dapat mengkerdilkan kebebasan berpendapat di lingkungan universitas.</li><li style="text-align: justify;">Mendesak pihak Unmul untuk menarik segala pernyataan dalam press rilis yang dikeluarkan, dan menghapus postingan tersebut.</li><li style="text-align: justify;">Mendukung penuh gagasan serta narasi kritis yang diperjuangkan oleh BEM KM Unmul dalam merespons berbagai persoalan di Kalimantan Timur dan Indonesia.</li><li style="text-align: justify;">Mengajak seluruh mahasiswa Faperta dan Unmul untuk bersolidaritas mendukung BEM KM Unmul untuk terus kritis dan mengawal setiap kebijakan yang tidak pro terhadap kepentingan rakyat.</li></ol><p><strong><em>Press Release ditulis oleh Hari Setyo Nugroho, Wakil &nbsp;Gubernur BEM Faperta, mahasiswa Faperta Unmul 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Mahasiswa Peduli Pertanian Tolak Tambang Ilegal, Save Kebun Percobaan Faperta Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aliansi-mahasiswa-peduli-pertanian-tolak-tambang-ilegal-save-kebun-percobaan-faperta-unmul/baca </link>
<guid> aliansi-mahasiswa-peduli-pertanian-tolak-tambang-ilegal-save-kebun-percobaan-faperta-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 11 Nov 2021 08:30:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahasiswa Peduli Pertanian Unmul, berkomitmen untuk menyuarakan dan menuntut pengusutan tuntas tambang ilegal yang terjadi di kawasan Laboratorium Terpadu Faperta Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aliansi-mahasiswa-peduli-pertanian-tolak-tambang-ilegal-save-kebun-percobaan-faperta-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lvVzCHGKYw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Mahasiswa Peduli Pertanian Tolak Tambang Ilegal, Save Kebun Percobaan Faperta Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tambang Ilegal atau <em>Illegal &nbsp;Mining</em> adalah kegiatan penambangan atau penggalian Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak memiliki izin, prosedur operasional, aturan dari pemerintah maupun prinsip penambangan yang baik dan benar. Akibat dari kegiatan ini yakni kerusakan lingkungan hidup, hilangnya penerimaan negara dalam bentuk pajak, timbulnya konflik sosial, serta dampak Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan kerja (K3).</p><p style="text-align: justify;">Dalam tataran Provinsi Kalimantan Timur tambang ilegal kian marak akhir-akhir ini. Menurut data yang terhimpun dalam kurun waktu 2018 hingga 2021, terdapat 151 titik Pertambangan Tanpa Izin (PETI), yang tersebar di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 107 titik, Kota Samarinda 29 titik, Kabupaten Berau 11 titik, dan Kabupaten Penajam Paser Utara 4 titik. Namun, proses hukum terhadap para pelaku tambang ilegal ini, tidaklah sebaik ekspektasi dari publik.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini pertambangan ilegal pun turut berdampak pada Kebun Percobaan Teluk Dalam Faperta Unmul. Sejak tanggal 31 Agustus 2021 telah terjadi aktivitas Pertambangan batu bara yang masuk dalam area Kebun Percobaan Teluk Dalam Faperta Unmul, yang dibuktikan dengan beberapa foto citra udara yang menunjukkan bahwa kegiatan tambang ilegal telah memasuki kawasan Kebun Percobaan Teluk Dalam Faperta Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara yang menyatakan bahwa setiap orang yang melakukan pertambangan tanpa izin dikenakan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda 100 miliar rupiah. Selain itu menurut Peraturan Gubernur (Pergub) Kalimantan Timur Tahun 2017 Pasal 15 menyatakan bahwa kegiatan tambang tidak diperbolehkan untuk beroperasi pada wilayah yang diperuntukkan untuk ilmu pengetahuan. Lebih lanjut pada Pasal 20 Ayat 1 melarang adanya kegiatan tambang yang beroperasi pada wilayah pertanian pangan dan <em>hortikultura &nbsp;eksisting.</em></p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Pertanian yang tergabung di dalamnya yakni BEM Faperta Unmul, DPM Faperta Unmul, Himalogista, Himagrotek, Himaster, Himagrikom, Ldm Al A&apos;laa, PMK Faperta, berkomitmen untuk menyuarakan serta menuntut tindakan tegas dari pihak Kepolisian Resor Kutai Kartanegara untuk segera mengusut tuntas tambang ilegal yang terjadi di kawasan Laboratorium Terpadu Faperta Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ditulis oleh Hari Setyo Nugroho, Wakil &nbsp;Gubernur BEM Faperta, mahasiswa Faperta Unmul 2019.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Talkshow Pemira KM: Partisipasi Mahasiswa dalam Demokrasi Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/talkshow-pemira-km-partisipasi-mahasiswa-dalam-demokrasi-kampus/baca </link>
<guid> talkshow-pemira-km-partisipasi-mahasiswa-dalam-demokrasi-kampus </guid>
<pubDate> Fri, 12 Nov 2021 10:30:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menggerakkan partisipasi mahasiswa dalam pesta demokrasi melalui Pemira KM. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/talkshow-pemira-km-partisipasi-mahasiswa-dalam-demokrasi-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YRfqHiEZTD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Talkshow Pemira KM: Partisipasi Mahasiswa dalam Demokrasi Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA</strong></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>&mdash;<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Setelah usai dengan rangkaian sosialisasi,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pendaftaran<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Bakal Pasangan Calon (B</span></span><span><span>apaslon</span></span><span><span>) P</span></span><span><span>residen dan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>W</span></span><span><span>akil<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>P</span></span><span><span>residen<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>BEM KM<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dibuka sejak 31 Oktober hingga 9 November. Tercatat 2 pasangan calon telah mendaftar dan resmi diverifikasi<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>di</span></span><span><span><span>&nbsp;Rapat</span> Pleno III pada Selasa (9/11)</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>lalu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bakal calon<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>P</span></span><span><span>residen pertama datang dari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Prodi Informatika<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>FT,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>yaitu Joji Kuswanto dengan wakilnya</span></span><span><span>,</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yaitu Andi Indra Kurniawan dari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Prodi Manajemen</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>FEB</span></span><span><span>. Kemudian yang kedua</span></span><span><span>, Ikzan</span></span><span><span>&nbsp;Nopardi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Prodi Psikologi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>FISIP,</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>dengan wakilnya Kholid Syaifullah dari<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>P</span></span><span><span>rodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>FKIP.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pada tanggal yang sama juga Pemira KM melaksanakan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>t</em></span></span><span><span><em>alkshow</em></span></span><span><span>.</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>M</span></span><span><span>engusung tema &ldquo;Meramu Pemimpin dari Cipta Partisipasi Mahasiswa dalam Pesta Demokrasi Kampus&rdquo;</span></span><span><span>.</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Acara ini<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dibuka oleh Ketua DPM, Muhammad Guntur Saputra. Guntur menyampaikan tujuan diadakannya<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>talkshow</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>ini adalah untuk menggerakkan par</span></span><span><span>t</span></span><span><span>i</span></span><span><span>si</span></span><span><span>pasi mahasiswa agar dapat berpatisipasi dalam pesta demokrasi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Materi pertama disampaikan oleh Pansunan Siregar, Koordinator Pusat</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>(</span></span><span><span>FL2MI</span></span><span><span>)&nbsp;</span></span><span><span>pe</span></span><span><span>riode 2021</span></span><span><span>/</span></span><span><span>2022. Dalam penyampaiannya ia mengatakan dalam</span></span><span><span>&nbsp;menjalan</span></span><span><span>kan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>demokrasi secara maksimal<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dip</span></span><span><span>erlukan kesadaran penuh dari mahasiswa</span></span><span><span>.</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Selain itu,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>semua elemen kampus<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>semestinya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>harus bergerak dan</span></span><span><span><span>&nbsp;menghidupkan</span></span></span><span><span>&nbsp;kesadaran individu.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Yang terpenting bukan siapa yang memimpin, tapi bagaimana pemimpin itu komit untuk menjalankan demokrasi,&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>terang Pansunan</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>M</span></span><span><span>ateri kedua disampaikan oleh Presiden BEM KM Unmul 2020, Kardiono Cipta Kanda. Dalam materinya, ia menjelaskan mengenai kepemimpinan yang ideal. Menurutnya, pemimpin yang ideal setidaknya<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>memiliki</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>3 komponen utama.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Pertama</em>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>militansi.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>S</span></span><span><span>eorang pemimpi</span></span><span><span>n</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>ketika<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>berada<span>&nbsp;dalam suatu</span></span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ke</span></span><span><span>pengurusan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dituntut untuk<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dapat menjalan</span></span><span><span>kan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>amanah dengan baik dari mahasiswa.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Kedua</em>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kompetensi yang bagus.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Seorang pemimpin h</span></span><span><span>arus bisa memimpin dirinya sendiri</span></span><span><span>. Hal ini<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>perlu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ditunjang dengan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>adanya kompentensi yang baik dalam segala bidang.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Ketiga</em>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pemimpin harus</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>bisa<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menyelaraskan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>lembaga yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>di</span></span><span><span>jalani</span></span><span><span>. Hal ini dapat diterapkan dengan lebih cermat memosisikan</span></span><span><span>&nbsp;dirinya di berbagai keadaan. Sebab jika tidak melakukan hal itu, pemimpin tersebut nantinya<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>akan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mengalami kesulitan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terakhir, ia juga<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>turut m</span></span><span><span>enyampaikan apresiasi kepada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pasangan-pasangan yang telah mencalonkan diri.</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>&ldquo;</span></span><span><span>S</span></span><span><span>aya apresiasi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>(kepada)</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>teman-teman yang mencalonkan diri. Pasti teman-teman punya ide atau gagasan, tetapi lagi-lagi proses itu penting.&quot;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;B</span></span><span><span>agaimana kita menyi</span></span><span><span>kap</span></span><span><span>inya secara dewasa dengan mengedepankan rasionalisme bukan premanisme. Karena itu menentukan kadar kepemimpinan kita dalam demo</span></span><span><span>krasi,&rdquo; tutup Kardiono</span></span><span><span>.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>(</span></span><em><strong><span><span>vyn</span></span><span><span>/</span></span><span><span>rvn</span></span><span><span>/nkh</span></span></strong></em><span><span>)</span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengecam Sikap KPPR yang Tak Profesional dalam Menjalankan Tugas sebagai Penyelenggara Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/mengecam-sikap-kppr-yang-tak-profesional-dalam-menjalankan-tugas-sebagai-penyelenggara-pemira/baca </link>
<guid> mengecam-sikap-kppr-yang-tak-profesional-dalam-menjalankan-tugas-sebagai-penyelenggara-pemira </guid>
<pubDate> Fri, 12 Nov 2021 11:28:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Press release Bapaslon Ikzan-Kholid mengecam tindakan KPPR. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/mengecam-sikap-kppr-yang-tak-profesional-dalam-menjalankan-tugas-sebagai-penyelenggara-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ENXpibqS1p.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengecam Sikap KPPR yang Tak Profesional dalam Menjalankan Tugas sebagai Penyelenggara Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pemira BEM KM Unmul merupakan sebuah perayaan demokrasi bagi mahasiswa yang ada di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pemira BEM KM Unmul dilakukan untuk menentukan atau memilih Presiden BEM KM untuk satu tahun ke depan yang di selenggarakan oleh KPPR dan Bawasra atas arahan dari DPM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Perayaan demokrasi yang dilakukan satu tahun sekali ini merupakan sebuah momentum yang begitu ditunggu mahasiswa se-Unmul untuk mendapatkan pemimpin dalam roda pemerintahan Unmul. Pada 2021 ini kembali dilaksanakan Pemira BEM KM untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul terbaru.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi dalam penyelenggaraannya, pihak KPPR selaku penyelenggara telah mencoreng nilai-nilai demokrasi yang ada di kampus karena tidak adanya sikap transparansi, independensi, dan ketegasan dari pihak KPPR.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu kami dari Timses Bapaslon Ikzan-Kholid menyatakan sikap sebagai berikut:</p><p style="text-align: justify;">1. Penetapan KPPR dalam verifikasi berkas kepada Bapaslon Ikzan-Kholid tidak berdasar dan tidak beralasan, karena berdasarkan ketentuan undang-undang Pemira Pasal 47 yang mengatur terkait persyaratan dan kelengkapan berkas pencalonan, telah dipenuhi pencalonan bapaslon Ikzan-Kholid.</p><p style="text-align: justify;">2. Kami Menyayangkan sikap KPPR yang tidak menepati janjinya untuk melakukan pembahasan secara lebih dalam terkait berkas yang dipermasalahkan oleh pihak KPPR, yang mana pada awalnya KPPR menjanjikan akan melakukan pembahasan lebih lanjut di akhir proses verifikasi sebelum masuk proses penetapan dilaksanakan.</p><p style="text-align: justify;">3. Kami mendesak untuk dicabutnya ketetapan KPPR karena kami yakin bahwa ketetapan tersebut tidak sesuai dengan norma-norma hukum yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">4. Dalam hal demokrasi kampus tentu saja kita menginginkan pelaksanaan yang demokratis, transparan, dan berkeadilan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Mujahidin, Ketua Tim Sukses Ikzan-Kholid, mahasiswa PPKN, FKIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polisi Batalkan Pemeriksaan Rachim Presiden BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polisi-batalkan-pemeriksaan-rachim-presiden-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> polisi-batalkan-pemeriksaan-rachim-presiden-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 13 Nov 2021 10:45:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembatalan pemeriksaan polisi terhadap presiden BEM KM Unmul Rachim terkait postingan akun BEM KM Unmul yang viral. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polisi-batalkan-pemeriksaan-rachim-presiden-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2Mclk59ZoV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polisi Batalkan Pemeriksaan Rachim Presiden BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Perkara viralnya unggahan BEM KM Unmul 2 November lalu yang menuliskan &ldquo;patung istana&rdquo; dalam poster seruan aksi menyambut datangnya Wakil Presiden K.H. Ma&apos;ruf Amin, Rachim selaku presiden BEM KM mendapat surat panggilan dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, Senin (8/11).</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui Ia akan berurusan dengan hukum, Rachim langsung meminta bantuan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) FH, untuk mendapatkan perlindungan hukum. LKBH langsung membentuk tim penasihat hukum untuk mendampingi Rachim menjalankan proses hukum.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya panggilan itu dijadwalkan kemarin, Jumat (12/11). Belum juga memenuhi panggilan, Rabu malamnya Robert Wilson<em>-selaku kuasa hukum Rachim&nbsp;</em>dikabarkan kepolisian melalui telepon bahwa panggilan tersebut dibatalkan. Untuk memastikan, Ia datang ke Polresta Samarinda. Dirinya turut hadir dalam konferensi Pers<em>&nbsp;</em>di Polresta Samarinda, hingga sekarang pihaknya belum mendapatkan surat resmi, terkait pembatalan panggilan Rachim dari pihak kepolisian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari kacamata saya, malahan pihak kepolisian ini sepenuhnya kembalikan kasus ini kepada Rektor kampus. Itu yang saya tangkap dari kacamata saya selama bergulirnya kasus ini,&rdquo; jelas Robert.</p><p style="text-align: justify;">Rachim sepenuhnya mempercayakan kasus ini kepada tim penasihat hukumnya. Terkait masalah internal kampus, birokrasi masih menunggu BEM KM untuk memberikan klarifikasi atas unggahan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk permasalahan internal Universitas Mulawarman saya hanya diminta pak Rektor untuk melakukan klarifikasi bagaimana saya bisa membuktikan bahwa postingan itu adalah postingan yang mengatasnamakan BEM Samarinda dan bukan Unmul saja,&rdquo; terang Rachim.</p><p style="text-align: justify;">Dijelaskan Rachim, sebelum hadirnya surat panggilan itu Ia sudah melakukan audiensi internal bersama dengan Rektor Unmul terkait beberapa hal, dan menjelaskan maksud dari viralnya unggahan itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi di tanggal dua pada saat itu kan pada saat aksi, itu juga ada agenda di internal kita audiensi di Universitas Mulawarman. <em>Nah</em> jadi pada hari itu pun juga langsung menyampaikan hal itu demikian, dia (Rektor) hanya meminta bahwa sampaikan itu bukan hanya BEM KM Unmul, lalu kemudian jelaskan apa maksud dari poin postingan itu,&rdquo; lanjut Presiden BEM KM itu.</p><p style="text-align: justify;">Esoknya, Rachim dihubungi via telepon dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, untuk menanyakan hal yang sama, dan menyarankannya untuk menghapus unggahan tersebut. Kendati demikian Rachim bersikukuh dan tidak mengindahkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mengatakan ini tidak ada yang salah karena murni untuk mengkritisi kinerjanya Wakil Presiden,<em>&nbsp;nah</em> lalu kemudian di tanggal 4 itu baru rilisnya (pihak Unmul). Makanya saya pun menyayangkan kenapa menuliskan hal yang demikian padahal saya sudah menjelaskan maksudnya,&ldquo; pungkasnya. <em><strong>(vyn/ahn/sar/rst/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Philofest ID 2021: Munculkan Kembali Wawasan Filsafat di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/philofest-id-2021-munculkan-kembali-wawasan-filsafat-di-indonesia/baca </link>
<guid> philofest-id-2021-munculkan-kembali-wawasan-filsafat-di-indonesia </guid>
<pubDate> Sun, 14 Nov 2021 08:54:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Philofest ID gelar acara festival filsafat terbesar di Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/philofest-id-2021-munculkan-kembali-wawasan-filsafat-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iDqysmgzhn.png" />
					</figure>
			                <h1>Philofest ID 2021: Munculkan Kembali Wawasan Filsafat di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Komunitas filsafat, akademisi, dan para filsuf Indonesia kembali menggelar Festival Filsafat terbesar di Indonesia, Philofest ID. Dilaksanakan secara daring dengan tema &quot;Kini. Nanti. Dulu: Filsafat sebagai Tradisi&quot;.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Pelaksana Philofest ID, Dika Sri Pandanari menjelaskan awal mula terbentuknya tema bermula dari pertanyaan-pertanyaan mengenai kondisi filsafat di Indonesia. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tema Kini, Nanti, Dulu: Filsafat sebagai Tradisi ini berangkat dari pertanyaan- pertanyaan yang muncul dari kawan- kawan peserta tahun sebelumnya, tahun 2020. Ditambah dengan pertanyaan- pertanyaan mendasar kawan kawan panitia mengenai bagaimana kondisi filsafat di indonesia. Kemudian muncullah tema Kini, Nanti, Dulu: Filsafat sebagai Tradisi,&rdquo; jelas Dika.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada pula tujuan dari kegiatan ini yaitu menyatukan berbagai sudut pandang ilmu pengetahuan dan filsafat. Guna mencari kembali pemahaman manusia atas peran filsafat sebagai induk ilmu yang telah melatarbelakangi kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, keimanan, dan pola- pola hidup manusia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Festival filsafat Philofest ID pada tahun kedua ini berlangsung selama 8 hari, terhitung Sabtu 13 November sampai dengan Sabtu 20 November 2021. Beragam keseruan tentunya akan didapatkan, sebab acara ini menggandeng berbagai komunitas, penerbit, institusi pendidikan, pengajar, pegiat, dan<em>&nbsp;</em></span><span><em>long life learner</em></span><span>&nbsp;filsafat dari seluruh Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat kurang lebih 70 narasumber dengan delapan jenis acara yang akan berlangsung di antaranya Polemik Filsafat, Dialog Filsafat, Kuliah Umum, Bedah Karya, Presentasi Panel Ide, Kuis Filsafat, Nongkrong Filsafat, serta Temu Kawan. Kelas-kelas yang berlangsung tersebut akan dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari yang cukup serius sampai dengan kelas santai nan asyik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan dapat diakses melalui platform Zoom dan YouTube serta informasi lengkapnya dapat disaksikan melalui Instagram dan Twitter Philofest ID di&nbsp;</span><span><em>@philofestid</em></span><span>&nbsp;serta pada&nbsp;</span><span><em>website</em></span><span><em>&nbsp;</em>Philofest.id.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Philofest yang selenggarakan tahun ini mendapat antusias tinggi dari peserta, terbukti sudah ada ribuan orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti agenda festival filsafat terbesar ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teman- teman yang mendaftar sebagai peserta, yang mendaftar melalui google form, terdaftar sebanyak 1400 peserta dari 31 provinsi yang berbeda,&rdquo; sebut Dika.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hadirnya festival ini diharapkan dapat memunculkan kembali wawasan filsafat di Indonesia dalam kancah perkembangan filsafat saat ini, sehingga nantinya mampu berkontribusi dalam khazanah pencarian kebijaksaan dunia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lili Tjahjadi, dosen sekaligus mantan Rektor Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarakara, Jakarta, menyampaikan bahwa perayaan filsafat perlu dilakukan sebab selama berabad-abad di setiap budaya, filsafat telah melahirkan konsep, ide, dan analisa. Melalui filsafatlah diletakkan dasar cara berpikir yang kritis, independen serta kreatif. &ldquo;Filsafat membantu mengonsolidasikan dasar-dasar hidup berdampingan secara damai,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Festival filsafat yang dilakukan secara daring ini menarik para filsuf yang mengajar di Amerika Serikat dan Inggris. Mengutip alasan pentingnya filsafat dari Graham Priest, yang merupakan penulis buku terkenal dengan salah satu judulnya bukunya,&nbsp;</span><span><em>A short Introduction to Logic.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Yang penting adalah bahwa anda memikirkan hal-hal ini untuk diri anda sendiri dan menemukan pandangan yang memuaskan. Ini bisa jadi merupakan sebuah proses yang berjalan terus, bisa juga merupakan hal yang anda renungkan sepanjang hidup, dan bisa jadi anda berubah pikiran. Tetapi bukan masalah. Ini menunjukkan anda adalah seorang yang bepikir dan bukan hanya seseorang yang tanpa pikiran, tanpa perenungan. Inilah mengapa menurut saya filsafat sangat penting,&quot; ungkap profesor dari City University of New York tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diselenggarakannya Philofest ID 2021 ini dapat menjadi ruang untuk saling berdiskusi serta bepikir secara kritis. Membangun sensibilitas masyarakat akan pentingnya berpikir secara terbuka dan kritis dalam menghadapi tantangan zaman saat ini. Bagaimana denganmu? Tertarik mendaftarkan diri?&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>cal/rst</span></em></strong><span><strong><em>)&nbsp;</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Uang Saku Program MSIB Kampus Merdeka: Keterlambatan Pencairan hingga Hadirnya Petisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uang-saku-program-msib-kampus-merdeka-keterlambatan-pencairan-hingga-hadirnya-petisi/baca </link>
<guid> uang-saku-program-msib-kampus-merdeka-keterlambatan-pencairan-hingga-hadirnya-petisi </guid>
<pubDate> Sun, 14 Nov 2021 09:16:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Polemik keterlambatan uang saku program Magang dan Studi Independen Kampus Merdeka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uang-saku-program-msib-kampus-merdeka-keterlambatan-pencairan-hingga-hadirnya-petisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LkdLz31cdO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Uang Saku Program MSIB Kampus Merdeka: Keterlambatan Pencairan hingga Hadirnya Petisi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan salah satu program Kampus Merdeka yang digandrungi mahasiswa. Program ini menghadirkan benefit uang saku kepada peserta untuk menyokong biaya hidup mereka selama menjalani program.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, pemberian uang saku MSIB terpantau mengalami keterlambatan. Faktor yang menjadi alasan cukup beragam, dari perbaikan data peserta, penyelarasan periode MSIB, hingga belum dilengkapinya&nbsp;</span><span><em>logbook</em></span><span>. Akhirnya muncul petisi dengan judul &quot;Tolong Realisasikan Uang Saku Peserta Magang &amp; Studi Independen Kampus Merdeka Angkatan-1&quot; yang berseliweran di media sosial seperti Twitter.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabtu (6/11) lalu, Rumintang Marsella mahasiswi FEB 2018, yang sedang menempuh Studi Independen dengan mitra industri Microsoft Indonesia menjadi salah satu peserta MSIB yang merasakan keterlambatan uang saku. &quot;Iya, kemarin aku jadi salah satu mahasiswa yang uang sakunya terlambat dicairkan,&quot; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena dalam pencairan dana tersebut pun, terdapat urutan pengelompokkan mitra industri yang sudah ditetapkan kapan giliran pencairannya,&quot; lanjut Marsella.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tahapan sistem pemberian uang saku MSIB diketahui dimulai dari mentor memverifikasi laporan mingguan di&nbsp;</span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pengisian oleh peserta paling lambat dilakukan pada tanggal 27 tiap bulannya. Lalu pada tanggal 28 dilakukan pengumpulan laporan mingguan peserta setelah diverifikasi. Selanjutnya pada tanggal 3 Kemendikbud mengajukan pencairan dana ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Setelah itu LPDP mulai mencairkan dana kepada peserta pada tanggal 15. &quot;Kira-kira seperti itu siklus setiap bulannya.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain terkendala uang saku, Marsella juga berhadapan dengan masalah data akademik kampus yang tidak sinkron dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Ia menyebutkan bahwa proses persiapan administrasi baru rampung pada H-1 sebelum pendaftaran MSIB ditutup. &quot;Tapi syukurnya ada perpanjangan waktu pendaftaran, jadi masih bisa daftar ke berbagai mitra industri,&quot; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun Marsella turut menyayangkan minimnya mitra industri di Kalimantan Timur yang berpartisipasi dalam program MSIB. Mitra industri yang menjadi partner dalam program tersebut kebanyakan berasal dari luar pulau Kalimantan. Menurutnya, jika perusahaan-perusahaan di Kalimantan Timur banyak yang terlibat dan banyak mahasiswa yang berpartisipasi, maka hal tersebut dapat sekaligus memberdayakan sumber daya manusia (SDM) masyarakat lokal dan putra-putri daerah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bernasib sama dengan Marsella, Jauhari Fadli Jaunum mahasiswa FT 2019, yang mengikuti program magang di PT Impactbyte Teknologi Edukasi turut menyampaikan keluh kesahnya. Ia mengaku bahwa uang saku MSIB untuk saat ini baru cair 1 bulan. Apabila tidak terjadi penundaan, seharusnya uang saku sudah tiga kali cair termasuk pada bulan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sebenarnya dari awal sudah lambat. Yang pertama lambat sampai satu bulanan. Terus <em>tuh</em> karena lambat itu ceritanya mau dikeluarkan langsung dua bulan, dan ternyata, hanya satu bulan yang dikeluarkan,&quot; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em> saat dihubungi melalui WhatsApp pada Rabu (10/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika dimintai tanggapan terkait petisi yang dibuat oleh peserta MSIB, menurut Fadli hal tersebut memang penting mengingat ada banyak mahasiswa yang magang di luar kota sehingga membutuhkan biaya untuk transportasi dan sebagainya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi menurut saya hal tersebut memang seharusnya dilakukan sebagai pengingat untuk Kemendikbud. Mengingat uang saku ini merupakan hal yang sangat digembar-gemborkan juga pada saat penerimaan mahasiswa magang,&quot; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun petisi tersebut hingga saat ini telah ditandatangani sebanyak 9.301 kali dengan tuntutan sebagai berikut:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, segera merealisasikan pencairan uang saku MSIB bulan pertama kepada beberapa mahasiswa yang masih belum mendapatkan hak uang sakunya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, Segera merealisasikan pencairan uang saku MSIB bulan kedua kepada seluruh mahasiswa peserta MSIB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, Segera merealisasikan pencairan uang saku MSIB bulan ketiga kepada seluruh mahasiswa peserta MSIB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keempat, segera merealisasikan penggantian biaya <em>reimburse mobilisasi</em> bagi peserta yang melaksanakan magang&nbsp;</span><span><em>Work From Office</em></span><span>&nbsp;(WFO) di luar kota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kelima, harapannya di kemudian hari Kemendikbud RI serta lembaga-lembaga berwenang lainnya akan bekerja dengan lebih profesional lagi dan mencairkan uang saku secara tepat waktu sesuai janji yang telah ditetapkan sebelumnya tanpa terlambat begitu lama seperti saat ini.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini diterbitkan, peserta MSIB yang telah rampung urusan administrasi nya baru mendapatkan satu kali pencairan uang saku dari lama program yang telah memasuki tiga bulan periode.&nbsp;</span><span><strong><em>(rst/nkh/ems/khn)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bapaslon Ikzan-Kholid Gugur, KPPR: Tetap Berpegang Teguh pada Aturan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bapaslon-ikzan-kholid-gugur-kppr-tetap-berpegang-teguh-pada-aturan/baca </link>
<guid> bapaslon-ikzan-kholid-gugur-kppr-tetap-berpegang-teguh-pada-aturan </guid>
<pubDate> Tue, 16 Nov 2021 10:56:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tanggapan Ketua KPPR terkait gagalnya Bapaslon Ikzan-Kholid dalam tahapan verifikasi Pemira 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bapaslon-ikzan-kholid-gugur-kppr-tetap-berpegang-teguh-pada-aturan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BKPIjBjsnX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bapaslon Ikzan-Kholid Gugur, KPPR: Tetap Berpegang Teguh pada Aturan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Euforia Pemilihan Raya (Pemira) kali ini terlihat berbeda dibanding tahun lalu. Setelah sebelumnya dipenuhi kelesuan hingga penangguhan (baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sepi-peminat-pemira-bem-km-2020-sempat-ditangguhkan/baca">Sepi Peminat, Pemira BEM KM 2020 Sempat Ditangguhkan</a>), Pemira 2021 justru diwarnai dengan pertarungan dua bakal pasangan calon (Bapaslon).</p><p style="text-align: justify;">Terlihat Bapaslon Ikzan-Kholid dan Joji-Indra mengikuti prosedur pendaftaran yang ditetapkan oleh panitia. Namun, polemik pertarungan antar Bapaslon mulai terjadi ketika Bapaslon Ikzan-Kholid dinyatakan tidak lolos dalam tahap verifikasi berkas. Hal tersebut diumumkan pada akun instagram <em>@pemiraunmul</em> pada Jumat (12/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Penyebab gugurnya Bapaslon Ikzan-Kholid diketahui sebab bukti registrasi Bapaslon tidak sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati oleh panitia Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR). Sebagai respons, tim sukses Ikzan-Kholid menerbitkan <em>press release</em> pernyataan sikap yang mengecam panitia KPPR tidak profesional (baca: <a href="https://sketsaunmul.co/press-release/mengecam-sikap-kppr-yang-tak-profesional-dalam-menjalankan-tugas-sebagai-penyelenggara-pemira/baca).">Mengecam Sikap KPPR yang Tak Profesional dalam Menjalankan Tugas sebagai Penyelenggara Pemira</a>)</p><p style="text-align: justify;">Usai keluarnya pernyataan sikap, <em>Sketsa</em> menghubungi panitia KPPR untuk melakukan konfirmasi. Ketua KPPR, Randy Wahyudi, menyayangkan sikap dari Bapaslon yang tidak menerima apa yang menjadi kewenangan dan ketentuan yang telah dibuat panitia. Menurutnya panitia telah menyampaikan dan menyosialisasikan berulang kali kepada Bapaslon terkait syarat dan ketentuan &nbsp;berkas. Terutama pada saat Bapaslon tersebut melakukan pendaftaran dan pengambilan berkas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kami rasa sikap ini hanyalah sebuah ketidaksepakatan tim sukses (Timses) &nbsp;terhadap berkas yang tak absah. Kesalahan itu merupakan kelalaian mereka terhadap berkas &nbsp;itu sendiri. Jadi jika ingin menyalahkan, salahkanlah Timses bagian administrasi mereka sendiri. Kami harap mereka bisa mengakuinya,&rdquo; ungkap Randy pada Minggu (14/11).</p><p style="text-align: justify;">Terkait polemik &nbsp;diksi &lsquo;berlaku&rsquo; dan &lsquo;terbaru&rsquo; &nbsp;yang dinilai rancu, Randy kemudian menjelaskan aturan dari pihak KPPR. Bahwa Pasal 47 huruf C berbunyi, &quot;E-KTM asli atau bukti registrasi asli, dan fotokopi 1 (satu) lembar pasangan calon&rdquo;. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam pasal ini, ia menilai bahwa setiap pasal itu sistematis yang tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang saja. Artinya, akan ada pasal yang berkorelasi seperti Pasal 42 ayat (1), &quot;mahasiswa yang masih aktif dan terdaftar pada jenjang diploma dan/atau strata-1 memiliki hak memilih dan dipilih&quot;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sehingga untuk dapat membuktikan seorang mahasiswa dapat memilih dan dipilih, perlu diperjelas pada ketentuan Pasal 47 huruf C dengan menambahkan ketentuan &apos;masih berlaku, agar secara administratif dapat dibuktikan bahwa Bapaslon yang mendaftarkan diri adalah mahasiswa aktif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketentuan yang sama juga terdapat pada bukti dukungan yang harus memberikan bukti sireg terbaru agar dapat memberikan dukungannya.</p><p style="text-align: justify;"><!--[if !supportLists]-->Selanjutnya Ia menuturkan, menggunakan penafsiran holistik atau menafsirkan secara komprehensif UU tersebut. Dalam UU Pemira sudah konkret jika bicara soal peserta atau pihak yang terlibat dalam Pemira, yakni seluruh mahasiswa aktif, baik terlibat sebagai calon, Timses, maupun syarat dukungan bahkan pemilih sekalipun. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui E-KTM atau bukti sireg terbaru (semester yang sedang di tempuh).</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa Ia membahas perkara logika hukum. Ketika timses, pemilih dan syarat dukungan Paslon harus menggunakan bukti sireg terbaru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pak Jokowi saja mencalonkan sebagai Presiden harus melampirkan KTP yang membuktikan dia adalah WNI, meskipun kita tahu beliau adalah orang Indonesia dan tinggal di Indonesia, tapi itu adalah syarat administrasi. Sekarang enak ada E-KTP berlaku seumur hidup, <em>lahh</em> dulu, harus diperbaharui,&rdquo; jelasnya pada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Secara administrasi, KTP calon Pesiden RI ini sudah tidak berlaku dan harus diperbarui. Namun, saat pendaftaran, KTP yang terlampir adalah yang masa berlakunya telah habis. Tentunya dalam hukum administrasi, Randy menilai hal ini akan ditolak. &quot;Meskipun kita tahu yang bersangkutan tinggal di Indonesia, tapi lagi-lagi ini adalah administrasi yang harus dipatuhi dan dihormati bersama.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir yang ia soroti ialah, diksi berlaku telah dijelaskan sebagaimana KBBI. Berlaku berarti yang masih berjalan, yang mana dalam hal ini adalah semester 2021/2022.</p><p style="text-align: justify;">Turut menyikapi sejumlah tudingan yang dilayangkan kepada pihak KPPR, Randy menegaskan bahwa pihaknya tetap berpegang teguh terhadap aturan yang ada dan harus bersikap independen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Adapun ketentuan yang telah kami buat adalah hasil kesepakatan bersama panitia KPPR. Sehingga jika kami mengubahnya justru sikap kami yang akan dipertanyakan terkait independensinya. Kami pihak penyelenggara sudah benar menjalankan aturan yang ada.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Belum usai buntut panjang polemik Pemira dalam administrasi, beredar kabar bahwa pertemuan virtual lewat aplikasi Zoom dimatikan terlebih dahulu sesaat &nbsp;setelah validasi berkas selesai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak ada yang mematikan Zoom terlebih dahulu, ketika pimpinan sidang (Pimsid) membacakan hasil keseluruhan verifikasi bukti registrasi dari kedua bapaslon, pimsid telah memberikan kesempatan kepada forum sebanyak dua kali untuk memberikan pandangannya. Akan tetapi, forum tidak ada yang menanggapi, maka selaku Pimsid berhak untuk kemudian melanjutkan ke tahapan verifikasi selanjutnya yaitu pembacaan keputusan dan penetapan mengenai hasil verifikasi berkas sampai ketok palu,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada saat penutupan kami juga telah memberikan ruang hak berbicara dan itu pada saat sebelum penutupan. Jadi kami tidak serta-merta langsung menutup Zoom atau <em>end</em>&nbsp; Zoom,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan gugurnya Bapaslon Ikzan-Kholid, maka pertarungan Pemira menyisakan satu Bapaslon. Berdasarkan aturan, panitia KPPR melakukan perpanjangan pendaftaran Bapaslon mulai dari 13 November hingga 16 November. Sementara verifikasi berkas dilakukan pada 17 November mendatang. &nbsp;<strong>(<em>khn/bey/rvn/ems</em></strong><strong><em>/nkh</em></strong><strong>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul dalam Kebebasan Berpendapat, Sri Murlianti: Diperlukan Kedewasaan dalam Penafsiran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-dalam-kebebasan-berpendapat-sri-murlianti-diperlukan-kedewasaan-dalam-penafsiran/baca </link>
<guid> unmul-dalam-kebebasan-berpendapat-sri-murlianti-diperlukan-kedewasaan-dalam-penafsiran </guid>
<pubDate> Thu, 18 Nov 2021 11:23:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Paradoks Unmul Sikapi Kebebasan Berpendapat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-dalam-kebebasan-berpendapat-sri-murlianti-diperlukan-kedewasaan-dalam-penafsiran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uQzFZUS8Ri.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul dalam Kebebasan Berpendapat, Sri Murlianti: Diperlukan Kedewasaan dalam Penafsiran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA</span></strong><span>&nbsp;- Sebab viralnya unggahan BEM KM Unmul 2 November lalu, lewat akun Instagramnya, Unmul bagikan rilis pernyataan sikap. Satu di antara poin itu ialah tuntutan menghapus unggahan. Pro kontra terus berlanjut, civitas academica anggap hal ini sebagai paradoks kampus menyikapi kebebasan berpendapat mahasiswanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>(baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-postingan-seruan-aksi-bem-km-unmul-kami-tidak-gentar/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-postingan-seruan-aksi-bem-km-unmul-kami-tidak-gentar/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/kisruh-postingan-seruan-aksi-bem-km-unmul-kami-tidak-gentar/baca</a><span>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sri Murlianti, dosen Pembangunan Sosial FISIP Unmul menanggapi kasus ini. Ia berpandangan bahwa tindakan yang dilakukan pihak kampus dalam menyikapi persoalan BEM KM Unmul sangat berlebihan. Dirinya juga menegaskan bahwa berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pendidikan Tinggi, kampus seharusnya dapat memastikan insan kampus mendapat hak kebebasan berpendapat dengan baik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unggahan &lsquo;patung istana&rsquo; yang tuai pro dan kontra tidak seharusnya berakhir pada kecaman dan kisruh penghapusan unggahan. Bagi Sri, kejadian ini sebaiknya dijadikan wadah diskusi agar perdebatan bergerak saling menguji argumentasi. Dengan begitu, hal ini dapat mengarah ke budaya akademik progresif, alih-alih harus membungkam suara mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai garda depan dalam menyerukan pembaruan dan bersikap kritis terhadap kekuasaan, mahasiswa seharusnya tidak takut berpendapat. Kebebasan akademik telah dijamin oleh konvensi internasional, UUD 1945, dan UU Perguruan Tinggi (PT). Di atas semua itu, mahasiswa berperan dalam posisi sentral untuk mengontrol kekuasaan agar tidak timbul bentuk kekuasaan yang tidak berpihak pada rakyat.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari jaman perjuangan kemerdekaan hingga hari ini, adakah etape-etape perubahan di negeri ini yang luput dari peran kritis mahasiswa? Jadi tidak ada alasan untuk lembek dan melonggarkan tali perjuangan dan terus mengeraskan suara kritis. Karena hanya dengan cara itu kekuasaan bisa dikontrol. Apalagi sekarang ini sudah tidak ada lagi oposisi di parlemen, semuanya bagiandari kekuasaan. Di sinilah suara kritis mahasiswa diperlukan,&rdquo; tegas Sri pada awak <em>Sketsa</em> Selasa (6/11).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Membahas penggunaan bahasa dalam kritikan, sebagai negara yang berlandaskan demokrasi Pancasila, perlu diingat bahwa siapapun yang berdiri sebagai pejabat publik, dibiayai oleh dana publik, maka harus berkenan dikontrol dan dikritik oleh publik. Ia juga menilai diksi dalam unggahan BEM KM beberapa lalu itu sebagai metafora, justru merupakan bahasa kritik yang tergolong halus.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika dibandingkan dengan kritik terhadap penguasa di zaman Gus Dur dan SBY, menurut saya penggunaan istilah patung istana jauh lebih halus dan sopan. Ingat jaman Gus Dur, orang-orang mengkritik beliau sampai melakukan penghinaan terhadap kondisi fisik, dan di jaman SBY foto Presiden diinjak-injak bahkan dibakar. Adakah yang sampai diperiksa atau ditangkap?,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penggunaan satire yang cenderung sarkasme sesungguhnya sangat biasa. Ia tegaskan bahwa diperlukan sikap dewasa dalam menafsirkan diksi kala dilakukannya kritik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menanggapi istilah konotatif dengan menggunakan tafsir lugas (denotatif), lalu menganggap seakan-akan BEM KM Unmul menggunakan istilah itu dengan menyamakan Wakil Presiden sebagai &lsquo;batu, buatan manusia, tak bernyawa, tak bisa apa-apa&rsquo; sebagai alasan untuk marah dan membela atau membabi buta merupakan sikap yang sangat tidak dewasa dalam berkomunikasi,&rdquo; kunci Sri. <strong>(<em>ash/bey/jla/nkh</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KIKA Kembali Hadirkan Diskusi, Kejujuran Kampus: Nurani Intelektual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kika-kembali-hadirkan-diskusi-kejujuran-kampus-nurani-intelektual/baca </link>
<guid> kika-kembali-hadirkan-diskusi-kejujuran-kampus-nurani-intelektual </guid>
<pubDate> Fri, 19 Nov 2021 09:52:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KIKA kembali menghadirkan diskusi segar untuk kebebasan berpendapat mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kika-kembali-hadirkan-diskusi-kejujuran-kampus-nurani-intelektual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SkiYalbJXp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KIKA Kembali Hadirkan Diskusi, Kejujuran Kampus: Nurani Intelektual</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Sketsa &ndash;&nbsp;</span>Kaukus Indonesia Kebebasan Akademik (KIKA) menggelar diskusi bertajuk Kejujuran Kampus: Nurani Intelektual. Diskusi ini merupakan kegiatan yang membahas mengenai situasi dari hak asasi manusia (HAM), serta bagaimana kampus mengalami situasi yang penuh dengan tekanan yang merugikan pihak civitas academica.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Narasumber yang ikut mengisi diskusi tersebut ialah Busyro Muqoddas akademisi Universitas Islam Indonesia, Muhammad Isnur selaku Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Abdul Muhammad Rachim Presiden BEM KM Unmul, dan Nunuk Parwati Songki Pemimpin Umum Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UPPM UMI).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi yang diadakan pada Selasa (16/11), diawali oleh Abdul Muhammad Rachim. Rachim, sapaan akrabnya, membuka diskusi dengan menyegarkan ingatan peserta diskusi akan kehebohan yang terjadi akibat seruan aksi yang dilakukan oleh BEM KM Unmul 2 November kemarin, sebab kedatangan Wakil Presiden Ma&rsquo;aruf Amin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dianggap tak sopan, pihak Unmul pun menanggapi seruan tersebut dengan mengeluarkan rilis yang meminta BEM KM untuk menghapus postingan tersebut serta menerbitkan permintaan maaf atas seruan aksi itu. Rachman berpendapat bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihak Unmul merupakan tindakan membatasi kebebasan berpendapat dan berekspresi seorang mahasiswa. &ldquo;Kami beranggapan bahwa apa yang kami lakukan murni bentuk kritis pada Wakil Presiden yang saat ini masih kurang maksimal kinerjanya,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tak Hanya di Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya BEM KM saja yang harus berhadapan dengan kebebasan akademik di kampus, hal tersebut juga harus dirasakan oleh dua jurnalis UMI. Mereka dihadapkan pada kriminalisasi akibat aksi penolakan penggusuran sekretariat UKM Seni UMI. Hal itu berujung pada pemberontakan antara mahasiswa dan supir alat berat. &ldquo;Jika tidak dihentikan pada saat itu maka kemungkinan besar akan ada korban jiwa, karena sebelumnya tidak ada informasi akan ada penggusuran dan masih ada teman-teman yang tidur di dalam sekretariat,&rdquo; jelas Nunuk. Dua orang UPPM UMI dijadikan pelaku pelemparan supir yang saat ini sedang diproses di kepolisian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nunuk juga menyampaikan bahwa pihak UPPM UMI sudah mencoba menuntut kampus melalui jalur-jalur damai, dengan membuka ruang audiensi untuk membicarakan mengenai sekretariat, sayangnya kampus tidak pernah memberi ruang untuk bicara, guna jalan tengah dapat ditempuh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Busyro Muqoddas ikut menanggapi hal tersebut, Ia menyampaikan situasi-situasi ini merupakan pola pengulangan seperti era orde baru. Bermacam isu muncul dari kalangan kekuasaan. Di mana banyak dari bangsa kita sendiri yang melakukan tindakan itu. Tentu dengan model-model penjajah, meski kemerdekaan sudah berhasil didapatkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum lagi ketika menilik kondisi DPR yang kerap diisi koalisi, dan minimnya partai oposisi. Maka di situlah bagian dari kelompok masyarakat sipil, terutama kampus dan tokoh masyarakat mengisi peran tersebut untuk keberlangsungan demokrasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyampaikan mahasiswa merupakan aset bangsa yang original, di mana elite-elite politik, tokoh-tokoh masyarakat yang tercerahkan harus menghindari diri dari pengaruh pun godaan zona nyaman, karena mereka diberi kuasa oleh rakyat untuk rakyat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masih senada, Muhammad Isnur &nbsp;menuturkan melihat keadaan, butuh konsistensi dan bicara dibarengi fakta juga data saat kita menyuarakan pendapat. Terlebih saat ini generasi muda punya kreativitas dan memaksimalkan kekuatan platform media sosial sebagai alat kampanye.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di dalam penutupnya, Muhammad Isnur menyampaikan bahwa pihaknya akan selalu berjuang memberikan dukungan perjuangan mahasiswa seperti kasus Rachim dan Nunuk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Ini adalah pilihan, kita mau diam saja atas situasi di Indonesia atau kita melawan, jika ada pelanggaran konstitusi atau pelanggaran HAM yang terjadi. Bagi saya tidak ada pilihan lain selain melawan bersama, serta melakukan penguatan riset dan advokasinya untuk sama-sama berjuang.&quot;<span style="font-weight: bold;">&nbsp;<em>(hmm/rst)</em></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Optimisme dalam Kampanye Pemira Fakultas Farmasi 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/optimisme-dalam-kampanye-pemira-fakultas-farmasi-2021/baca </link>
<guid> optimisme-dalam-kampanye-pemira-fakultas-farmasi-2021 </guid>
<pubDate> Sat, 20 Nov 2021 08:03:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Optimisme dalam Kampanye Pemira Fakultas Farmasi 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/optimisme-dalam-kampanye-pemira-fakultas-farmasi-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Fbrf2B4kSA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Optimisme dalam Kampanye Pemira Fakultas Farmasi 2021</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Setelah melewati masa pendaftaran hingga akhirnya ditetapkan menjadi pasangan calon (Paslon), Pemira Fakultas Farmasi (FF) kini telah mengantongi dua Paslon sebagai calon Gubernur (Cagub) dan calon Wakil Gubernur (Cawagub).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Paslon Dzaky Erray Diashoka sebagai Cagub, bersama Yusuf Isro Ridhotullah sebagai Cawagub. Bertarung dengan lawannya Hamdani sebagai Cagub bersama Ine Dwi Oktaviani sebagai Cawagub. Keduanya telah ditetapkan oleh Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) pada Minggu (14/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah ditetapkan oleh KPPR, kedua Paslon ini juga telah mengundi nomor urut peserta. Didapati Dzaki-Yusuf sebagai paslon nomor urut satu, disusul Hamdani-Ine dengan nomor urut dua. Hingga 24 November mendatang kedua Paslon ini akan menjalani masa kampanye dan uji kelayakan demi mendapat kepercayaan dari civitas academica di FF.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;via WhatsApp, Yusuf selaku Cawagub nomor urut 1 mengungkapkan alasan naiknya mereka sebagai Paslon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kami berdua ya memiliki pandangan yang sama tentang BEM seharusnya bagaimana. Tapi berdasarkan pengalaman kami mengabdi untuk BEM Farmasi Unmul, dari yang kami lihat sampai yang kami rasakan, kami sepakat bersama bahwa seharusnya kami bisa membawa BEM Farmasi Unmul dari yang baik menjadi lebih baik,&rdquo; ucapnya Jumat (19/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya yakin dengan visi misi yang dibawa akan membawa perubahan. Sebagai upaya mewujudkannya, Yusuf mengungkap bagaimana strategi Dzaki-Yusuf dalam mendapatkan kepercayaan warga Farmasi yang sebelumnya telah mendapat dukungan penuh dari tim suksesnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami meningkatkan kualitas media di platform media sosial, setiap hari kami pasti melakukan&nbsp;</span><span><em>update</em></span><span>&nbsp;tentang kampanye yang kami lakukan. Mereka (tim sukses) &nbsp;sendiri semua yang berinisiatif untuk mendukung saya dan Kak Zaki. Ya tentunya kami sangat percaya sama mereka karena mereka menitipkan amanahnya ke kami.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain Yusuf,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga menghubungi Cagub dari nomor urut 2 Hamdani pada Kamis (18/11) kemarin. Ia menjelaskan persiapan kampanyenya akan berjalan dengan memasifkan media dan strategi yang sudah disiapkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kebetulan kami sudah memulai kampanye di salah satu kelas pada angkatan 2020, dan mereka sangat mengapresiasi narasi perubahan yang kami bawa,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peningkatan prestasi &nbsp;yang ada di FF, tak pelak terdapat sejumlah keresahan yang turut menghantui Farmasi. Hal itu membuat Hamdani-Ine kemudian memutuskan untuk maju. Hamdani yakin bahwa sekarang waktunya untuk membawa revolusi perubahan untuk fakultasnya. Ia pun turut mengungkapkan akan melewati ini semua dengan semangat, hingga titik akhir perjuangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Optimisme kami pada 99,9%, karena 0,1% nya dari restu yang Maha Kuasa untuk memenangkan pemira ini,&quot; tutupnya.&nbsp;</span><span><em><strong>(vyn/fsf/khn)</strong></em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ia yang Kerdil </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ia-yang-kerdil/baca </link>
<guid> ia-yang-kerdil </guid>
<pubDate> Sat, 20 Nov 2021 08:55:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Namun, sayang, kau bukan satu-satunya isi kepala yang ada. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ia-yang-kerdil/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TxrNTww9Ok.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ia yang Kerdil</h1>
			              </header>
			              <p>Kita hanya perlu khatam dengan penolakan</p><p>Dengan berbagai gejolak yang mau ditumpahkan, tapi memilih membuka lembar-lembar buku usang</p><p>Mempertemukan kuningnya kertas, juga pulpen dengan tinta macet</p><p>Mencari ke dalam diri sendiri; sebab bergantung kian akrab dengan kekecewaan</p><p><br></p><p>Bak riak menahan semuanya, muntahkanlah satu demi satu</p><p>Sekaligus hanya membuat yang di hadapanmu pening,</p><p>buang muka sebab tak ingin ikut memikul pilu</p><p><br></p><p>Tak perlu kau teriakan serapah</p><p>Dunia tau kau sedang gundah</p><p>Namun, sayang, kau bukan satu-satunya isi kepala yang ada</p><p>Bukan sepasang mata istimewa</p><p>Bukan juga senyum paling ditunggu saat senja</p><p>Apalagi yang suaranya dinantikan malam ke pagi.</p><p><br></p><p>Renungmu biar terselip di impitan halaman satu ke berikutnya</p><p>Terekam di angka-angka acak buku yang kau buka</p><p>Bahkan dihapus waktu dan kau lupa pernah menyumpah pun mengamini apa</p><p><strong><em>Ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmi, Mei Nur dan Dimas Hernawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FEB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-mei-nur-dan-dimas-hernawan-sebagai-gubernur-dan-wakil-gubernur-bem-feb/baca </link>
<guid> resmi-mei-nur-dan-dimas-hernawan-sebagai-gubernur-dan-wakil-gubernur-bem-feb </guid>
<pubDate> Mon, 22 Nov 2021 08:31:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KPPR FEB tetapkan Mei Nur dan Dimas Hernawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FEB periode 2021/2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-mei-nur-dan-dimas-hernawan-sebagai-gubernur-dan-wakil-gubernur-bem-feb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iTDaCRC6Xa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmi, Mei Nur dan Dimas Hernawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FEB</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pemilihan Raya (Pemira) FEB telah usai berlangsung. Dalam Instagram <em>@pemirafebunmul</em>, Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) FEB membuka pendaftaran bakal Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) FEB pada 6 hingga 12 Oktober 2021.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat dua pasangan calon (Paslon) yang mendaftar pada pendaftaran kala itu. Paslon pertama merupakan mahasiswa Ilmu Ekonomi 2016, Muhammad Andri dan Reza Joy Winantha mahasiswa Manajemen 2020. Sedangkan untuk Paslon kedua ialah Revy Fadly Robby Rachmadi, mahasiswa Ilmu Ekonomi 2018 dan mahasiswa Manajemen 2019, Hasbi Mursalim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, berdasarkan keputusan nomor 08/KPPR FEB UNMUL/XI/2021, panitia menyatakan kedua Paslon tersebut gugur dikarenakan tidak mengikuti tahapan-tahapan atau tidak mengumpulkan berkas pendaftaran bakal Cagub dan Cawagub BEM FEB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mengonfirmasi melalui Ketua KPPR Pemira FEB, tetapi belum mendapat respons apapun dan hanya diwakilkan oleh salah satu panitia KPPR FEB yang tidak bersedia dicantumkan namanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ketika pada tahap satu gugur, atau tidak ada calon pendaftar masuk kategori yang mengumpulkan berkas. Kami kembali membuka pendaftaran tahap kedua yaitu 26-31 Oktober.&nbsp;</span><span><em>Nah</em></span><span>, di sini terdapat satu pendaftar yaitu saudara Mei Nur Rahman dan Dimas Hernawan. Pada tanggal terakhir pengumpulan berkas, Paslon ini berhasil mengumpulkan berkas selengkap-lengkapnya dan telah ditetapkan secara aklamasi dengan Rapat Pleno,&rdquo; paparnya melalui Whatsapp Minggu, (21/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Paslon Mei Nur Rahman dan Dimas Hernawan juga sudah melewati beberapa tahap dari bedah gagasan hingga uji publik yang semuanya berhasil dilaksanakan dengan lancar. &nbsp;Selain itu, perwakilan panitia KPPR FEB ini menjelaskan beberapa kendala yang sempat mereka alami selama pelaksanaan Pemira. Seperti adanya beberapa hal yang dirancang terburu-buru dan kurangnya respons Paslon ketika panitia melakukan<em>&nbsp;</em></span><span><em>follow up</em></span><span>&nbsp;terkait pengumpulan berkas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk harapan di tahun depan, semoga lebih baik lagi dan untuk pendaftar mungkin lebih bersungguh-sungguh ketika niatnya ingin mendaftar, berkasnya memang sudah disiapkan dari awal-awal. Karena dari yang saya lihat berkasnya yang harus dipenuhi dari tahun ke tahun itu-itu saja. Jadi, kalau sudah niatnya untuk mendaftar seharusnya dari awal berkasnya sudah disiapkan secara penuh.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengingat hanya ada satu kandidat yang memenuhi syarat dan juga telah selesai melakukan uji publik. Maka secara resmi pasangan Mei Nur Rahman dan Dimas Hernawan ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FEB periode 2021/2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk Pemira Alhamdulillah sudah selesai tanggal 20 (November) kemarin yaitu uji publik, sudah sampai itu. Menurut Pemira, ketika sudah uji publik itu sudah tidak ada tahapan lagi, artinya Pemira tahun ini telah selesai,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(str/nkh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Urgensi Satgas dan Keseriusan Unmul Sikapi Permendikbud PPKS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/urgensi-satgas-dan-keseriusan-unmul-sikapi-permendikbud-ppks/baca </link>
<guid> urgensi-satgas-dan-keseriusan-unmul-sikapi-permendikbud-ppks </guid>
<pubDate> Mon, 22 Nov 2021 10:51:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Urgensi Satgas dan Keseriusan Unmul Sikapi Permendikbud PPKS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/urgensi-satgas-dan-keseriusan-unmul-sikapi-permendikbud-ppks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ciV40bfBh5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Urgensi Satgas dan Keseriusan Unmul Sikapi Permendikbud PPKS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Pasca diterbitkannya Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan Perguruan Tinggi (PT), &nbsp;Unmul kini tengah menindaklanjuti penyusunan skema dalam menerapkan regulasi tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin sempat menuturkan kepada<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;bahwa pihaknya akan membentuk tim terpadu sesuai arahan rektor dengan berpedoman pada aturan yang ada di Permen PPKS (Baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1637581617485000%26amp;usg%3DAOvVaw1_BDaaDLbPU4rH1w5b8HsP&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1637581617492000&amp;usg=AOvVaw1pP9jLlvW6N0HRaa6mBEom"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca</a></span><span>&nbsp;).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Demi melihat sejauh mana kecekatan dan keseriusan Unmul dalam menindaklanjuti Permen PPKS tersebut,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kembali menghubungi Encik pada Rabu (17/11) lalu. Menurut pengakuannya, Unmul telah menyusun implementasi dari Permendikbud PPKS tersebut dan telah masuk pada tahap penyempurnaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Unmul telah menugaskan WR III (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) menyusun Peraturan Rektor untuk Implementasi Permendikbud-Ristek Nomor 30 tahun 2021. Saat ini sedang menyempurnakan dokumen,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Disinggung mengenai kemajuan, terutama pembentukan Satuan Tugas (Satgas) di lingkungan kampus, yang telah dimandatkan oleh menteri, Encik mengungkap pihaknya akan segera melakukan pembentukan. Ia juga menekankan jika pembentukan Satgas tersebut harus sesuai dengan aturan dan harus dipilih melalui panitia seleksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditegaskannya dengan hadirnya Satgas ini para korban dapat menyampaikan aduannya, lantaran tim Satgas memang ditujukan untuk mengupayakan pemecahan masalah terkait pelecehan seksual di lingkungan kampus. Selain itu, ia berjanji jika ada mahasiswa di lingkungan Unmul yang menjadi korban akan mendapatkan layanan psikologi sesuai dengan aturan yang berlaku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentu dengan adanya Satgas ini, para korban dapat menyampaikan pengaduan, karena satuan tugas ini memang ditujukan antara lain mengupayakan pemecahan masalah terkait hal tersebut, di samping ada mandat lainnya misalnya penyuluhan, motivasi belajar, kesehatan mental dan lainnya,&rdquo; terang Encik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski Unmul terlihat memiliki kemajuan dalam upaya pencegahan kekerasan seksual ini, pihaknya tetap harus menunggu keluarnya petunjuk teknis dari kementerian terkait guna kelancaran implementasi ke depannya. Nantinya, sosialisasi juga akan dilakukan jika Satgas terbentuk melalui berbagai media.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut pengakuannya, Satgas PPKS ini akan dibentuk satu tim di skala universitas dengan bidang tugas melayani 13 fakultas di lingkungan Unmul. Namun, terkait dengan pelayanan khusus dan lebih rinci, seperti penyuluhan dan lainnya akan memungkinkan jika dihadirkan ke lingkungan fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menegaskan jika nantinya pembentukan Satgas PPKS ini diwakili pula oleh perwakilan mahasiswa sesuai dengan deskripsi di dalam Permendikbud tersebut. &ldquo;Dalam Permendikbud-Ristek, anggota pansel ada perwakilan mahasiswa,&rdquo; lugasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Respons Mahasiswa Terhadap Pembentukan Satgas PPKS</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mengetahui urgensi pembentukan Satgas PPKS di lingkungan Unmul,<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;menghubungi salah satu mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul pada Jumat (19/11), yang enggan disebut namanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengaku hadirnya Permendikbud PPKS ini dinantikan. Terlebih, dirinya beberapa waktu lalu mendapat perlakuan yang dianggapnya tak senonoh dan mengancam keamanannya saat belajar di kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengalami situasi di mana foto profil WhatsApp miliknya disebarkan lewat jaringan pribadi. Hal yang Ia takutkan, saat mendapati pesan dengan kalimat tak wajar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ketika saya bertanya &lsquo;ada apa?&rsquo; beliau menjawab ada pemandangan yang bagus, sangat sayang sekali jika tidak direspons, lebih kurang dia bilang begitu dan sambil memuji cantik dan sebagainya,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga kini dirinya masih kesal dan merasa ketakutan jika berpapasan dengan pelaku yang leluasa beraktivitas di kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Marah banget<span>&nbsp;</span></span><span><em>sih</em>.<span>&nbsp;</span></span><span>Bahkan kalau bertemu langsung sama orangnya, juga jadi sedikit parno, lebih baik menghindari. Makanya itu,<span>&nbsp;</span></span><span>chat</span><span>&nbsp;beliau memang cuma saya<span>&nbsp;</span></span><span>read</span><span>&nbsp;aja, takutnya kalau malah ditanggapi malah macam-macam.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan ternyata ada beberapa adek tingkat saya juga mengalami hal yang hampir sama seperti saya juga kak dan masih dengan pelaku yang sama,&rdquo; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk itu, dirinya mengaku hadirnya Satgas sesuai yang tertuang dalam Permendikbud PPKS ini sangat dibutuhkan. Ia juga yakin jika ini merupakan langkah pasti untuk menetralisir ruang akademis yang tercemar oleh tindakan kekerasan maupun pelecehan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau menurutku benar-benar<span>&nbsp;</span></span><em><span>urgent</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>sih</em></span><span>&nbsp;karena Permendikbud ini sebagai salah satu langkah konkret pemerintah terutama Kemdikbud untuk menjamin ruang-ruang akademis yang sehat dan bersih dari hal-hal yang berbau kekerasan maupun pelecehan seksual,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu ia berharap jika Unmul segera mengeluarkan aturan yang berpihak kepada korban lantaran jika melakukan hal apapun tanpa jaminan perlindungan, justru akan menjadi penghalang bagi korban melaporkan kasus yang dialami.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya rasa Permendikbud ini jadi salah satu tumpuan bagi semua pihak terutama korban. Di samping itu, harapannya teman-teman yang hari ini merasa dirugikan buat berani<span>&nbsp;</span></span><span>speak up</span><span>. Entah itu ke media secara langsung atau ke orang-orang yang dipercaya,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(</em></strong></span><strong><em><span>bay/vyl/fzn</span><span>/</span><span>khn</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sikapi Permendikbud PPKS, BEM FH Tuntut Rektor Unmul Segera Keluarkan Implementasi Kebijakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/sikapi-permendikbud-ppks-bem-fh-tuntut-rektor-unmul-segera-keluarkan-implementasi-kebijakan/baca </link>
<guid> sikapi-permendikbud-ppks-bem-fh-tuntut-rektor-unmul-segera-keluarkan-implementasi-kebijakan </guid>
<pubDate> Tue, 23 Nov 2021 08:06:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sikapi Permendikbud PPKS, BEM FH Tuntut Rektor Unmul Segera Keluarkan Implementasi Kebijakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/sikapi-permendikbud-ppks-bem-fh-tuntut-rektor-unmul-segera-keluarkan-implementasi-kebijakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OWrxwCSzUP.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sikapi Permendikbud PPKS, BEM FH Tuntut Rektor Unmul Segera Keluarkan Implementasi Kebijakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan perguruan tinggi,<span>&nbsp;</span></span><span>merupakan sebuah kemajuan yang ditunjukkan oleh Kemdikbud dalam menyikapi maraknya kekerasan seksual di kampus. Di 2019, angka kekerasan seksual yang terjadi di perguruan tinggi mencapai 40% dari total 1.419 kasus. Sedangkan pada tahun 2020, naik menjadi 53% dari total 2.389 kasus.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut tentunya menjadi keresahan bersama, kasus-kasus semacam ini selalu mengintai korban-korban selanjutnya, apabila tidak ada payung hukum yang cukup. Ditambah lagi dengan kasus yang terjadi di lingkungan kampus yang notabenenya merupakan sebuah<span>&nbsp;</span></span><span>role model</span><span>&nbsp;dari sistem negara dalam skala kecil. Perguruan tinggi merupakan institusi pendidikan yang memiliki forum intelektual yang menjamin segala bentuk keamanan dan kenyamanan belajar dalam lingkungan kampus itu sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai kampus ternama, tentu sudah seharusnya Unmul memberikan jaminan keamanan dan rasa nyaman dari segala aspek pembelajaran yang ada di ruang-ruang kampus.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hadirnya Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 (PPKS) sudah seharusnya disambut dengan baik oleh pihak kampus. Karena hal ini merupakan langkah progresif untuk melakukan pencegahan dan penanganan terhadap kasus kekerasan dan pelecehan seksual secara keseluruhan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, semenjak Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 dikeluarkan, pihak Unmul belum menyatakan sikap resmi terkait permasalahan implementasi dari peraturan ini. Apabila kita melihat alasan filosofis hadirnya peraturan tersebut, hal ini bukan berangkat dari permasalahan kecil. Ini merupakan permasalahan serius yang dihadapi oleh setiap individu seseorang baik itu kaum perempuan, anak-anak, orang tua, disabilitas, dan golongan tertindas lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, secara yuridis pun peraturan ini sangat diperlukan sebab hingga saat ini belum ada payung hukum yang secara spesifik mengatur kekerasan seksual yang mana imbas dari belum disahkannya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) yang berlarut-larut dalam pembahasannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk menyikapi beberapa argumentasi kontra terhadap peraturan ini kami dari BEM FH Unmul memandang hal tersebut adalah hal biasa. Karena itu memang merupakan sebuah kebebasan setiap orang untuk berargumentasi. Oleh karena itu kami menyikapinya dengan pandangan yang objektif, agar terhindar dari kesalahan kekeliruan penafsiran hukumnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Polemik hari ini terjadi karena banyaknya orang-orang yang mencoba membenturkan norma sosial dengan norma agama yang pada hakikatnya tidak bisa dipisahkan karena pasti selalau ada korelasi antarkeduanya. Jika dipisahkan hal inilah yang menyebabkan terjadinya kesalahan penafsiran, yang berujung ditolaknya peraturan yang tentunya sangat baik untuk diterapkan. Pada akhirnya, tidak semua peraturan yang dibuat bisa menjamin kesempurnaan. Karena &nbsp;kepastian, kemanfaatan, dan keadilan bagi setiap individu akan selalu berbeda dengan ukurannya masing-masing.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itulah yang sering terjadi ketika suatu peraturan dibentuk. Termasuk juga Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 (PPKS), yang jika kita lihat di dalam substansinya banyak hal positif untuk pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di kampus. Walaupun di dalamnya masih terdapatpasal yang kurang jelas dan dinilai multitafsir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Misalnya terkait permasalahan yang terjadi pada Pasal 29 ayat (2) terkait persyaratan anggota satuan gagas (Satgas) untuk penangan dan pencegahan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus. Untuk melengkapi aturan itu diperlukan sebuah aturan turunan yang dibuat oleh pihak pimpinan kampus atau perguruan tinggi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu kami dari BEM FH Unmul menyatakan:<span>&nbsp;</span></span></p><ol start="1"><li style="text-align: justify;"><span>Menuntut<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>ihak Rektor Un</span><span>mul</span><span>&nbsp;</span><span>u</span><span>ntuk<span>&nbsp;</span></span><span>m</span><span>engeluarkan Peraturan Rektor<span>&nbsp;</span></span><span>guna</span><span>&nbsp;</span><span>m</span><span>enyikapi Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan<span>&nbsp;</span></span><span>d</span><span>an Penanganan Kekerasan Seksual<span>&nbsp;</span></span><span>d</span><span>i Lingkup Kampus Un</span><span>mul.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Menuntuk<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>ihak<span>&nbsp;</span></span><span>R</span><span>ektor agar secepatnya melakukan sosialisasi secara masif kepada seluruh<span>&nbsp;</span></span><span>c</span><span>ivitas a</span><span>ca</span><span>demica di<span>&nbsp;</span></span><span>Unmul.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Membentuk satuan<span>&nbsp;</span></span><span>tugas</span><span>&nbsp;(</span><span>S</span><span>atgas) untuk melakukan penanganan, pencegahan serta pendampingan yang meliputi seluruh<span>&nbsp;</span></span><span>s</span><span>ivitas akademika (mahasiswa, alumn</span><span>i</span><span>, dosen dan pihak pimpinan<span>&nbsp;</span></span><span>Unmul</span><span>).</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Menuntut pihak Rektor<span>&nbsp;</span></span><span>Unmul<span>&nbsp;</span></span><span>agar memberikan jaminan keamanan serta jaminan kenyamanan dalam akses proses belajar dan mengajar di lingkungan</span><span>&nbsp;Unmul</span><span>.</span></li></ol><p style="text-align: justify;"><b><i><span>Ditulis oleh<span>&nbsp;</span></span><span>Dandi Wijaya,<span>&nbsp;</span></span><span>Ketua BEM Fakultas Hukum Unmul.</span></i></b></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Facebook Berganti Nama Jadi Meta, Apa yang Berbeda? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/facebook-berganti-meta-apa-yang-berbeda/baca </link>
<guid> facebook-berganti-meta-apa-yang-berbeda </guid>
<pubDate> Tue, 23 Nov 2021 10:47:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Facebook melakukan rebranding menjadi Meta. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/facebook-berganti-meta-apa-yang-berbeda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gWHEoXYcCF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Facebook Berganti Nama Jadi Meta, Apa yang Berbeda?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span><span>Mark Zuckerberg melalui konferensi tahunan Connect pada Kamis (28/10) lalu, mengumumkan bahwa Facebook Inc. berganti nama menjadi Meta Platforms Inc. Lantas perbincangan mengenai M</span><span>etaverse</span><span>&nbsp;jadi perbincangan hangat di dunia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Zuckerberg selaku pendiri Facebook turut menjelaskan bahwa pergantian nama tersebut bukanlah tanpa suatu alasan. Hal tersebut merupakan bagian dari salah satu visinya untuk membangun sebuah dunia virtual bernama M</span><span>etaverse</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>cnnindonesia</em></span><span>, ternyata Ia telah berkeinginan melakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>rebranding</em><span>&nbsp;</span></span><span>perusahaan Facebook sejak beberapa tahun lalu. Tepatnya ketika Ia resmi membeli Instagram dan Whatsapp pada 2012 dan 2014.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski sempat alami keraguan, Zuckerberg pun akhirnya mantap melakukan perubahan ini sejak</span><span>&nbsp;awal tahun. Tercatat dana sebesar $10 miliar atau setara Rp 141 triliun telah dihabiskan untuk melakukan ekspansi mendalam terhadap Metaverse setahun terakhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu, apa saja perbedaan yang dapat kita nantikan dari dunia virtual nan baru ini? Simak penjelasan berikut, ya!</span></p><ol start="1"><li style="text-align: justify;"><span>Terciptanya dunia virtual 3D yang baru</span></li></ol><p style="text-align: justify; margin-left: 20px;"><span>Membuat internet dengan versi 3D menjadi karakteristik utama dari Metaverse. Selama ini, manusia menggunakan internet di ponsel hanya sebatas melihat konten saja. Dengan kata lain, mereka tidak benar-benar berada di dalamnya. Melalui Metaverse, manusia nantinya akan dipresentasikan dengan avatar 3D yang dapat saling berinteraksi. Bahkan, Zuckerberg menggambarkan Metaverse sebagai perwujudan dari internet. Alih-alih hanya melihat konten, kamu dapat merasa seolah berada di dalamnya. Inilah yang membuat Metaverse digadang-gadang sebagai masa depan internet seluler.</span></p><ol start="2"><li style="text-align: justify;"><span>Teknologi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Virtual Reality</em><span>&nbsp;</span></span><span>(VR) dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Augmented Reality</em><span>&nbsp;</span></span><span>(AR) dalam kehidupan sehari-hari</span></li></ol><p style="text-align: justify; margin-left: 20px;">Meskipun saat ini penggunaan VR masih &nbsp;dimanfaatkan untuk bermain game atau menonton video, Metaverse akan menjadikan VR dan AR sebagai sarana utama dalam menciptakan dunia simulasi 3D. Simulasi tersebut bisa saja mirip seperti dunia nyata atau dunia imajinasi sekali pun. Ini karena teknologi VR dan AR membuat Metaverse melibatkan indera-indera penggunanya ketika menjelajahi dunia virtual. Seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, bahkan penciuman di dalamnya. Dengan menggunakan perangkat seperti kacamata dan <em>headset</em>, VR dan AR menghadirkan pemandangan, suara, dan sensasi lainnya dibandingkan hanya melalui layar gawai seperti laptop atau HP yang kita lakukan saat ini.</p><ol start="3"><li style="text-align: justify;"><span>Membuka ruang lebih besar bagi perdagangan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Non-Fungible Token</em><span>&nbsp;</span></span><span>(NFT)</span></li></ol><p style="text-align: justify; margin-left: 20px;"><span>Dilansir dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>pikiran-rakyat.com</em></span><span>, NFT merupakan aset digital yang mewakili objek dunia nyata semacam seni, musik, item dalam game, hingga video yang dapat diperjualbelikan secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>. Adapun Meta akan mendistribusikan kebutuhan serta koleksi digital dalam jenis NFT melalui Metaverse. Nantinya aset NFT yang dapat dikoleksi bisa diubah menjadi avatar 3D yang mampu dibawa oleh pemiliknya ke berbagai jenis web. Sehingga, mereka dapat menjalankan beraneka ragam kegiatan seperti bekerja, berolahraga, bermain, atau berinteraksi dengan sesama pengguna Meta. Melalui sistem yang terdapat di dalam dunia Metaverse, orang akan banyak bertransaksi untuk membeli barang-barang virtual karena pasar NFT akan semakin populer.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, sepertinya kamu harus bersabar. Sebab, menurut Zuckerberg, untuk mewujudkan ide Metaverse yang sebenarnya diperkirakan memakan waktu selama 10 hingga 15 tahun mendatang dan memerlukan kolaborasi antar perusahaan. Siapkah kamu menjelajah babak baru dunia maya?&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>nkh/ems/khn</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bantu Persiapan Studi ke Luar Negeri, UPT Layanan Internasional Adakan Online Workshop </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantu-persiapan-studi-ke-luar-negeri-upt-layanan-internasional-adakan-online-workshop/baca </link>
<guid> bantu-persiapan-studi-ke-luar-negeri-upt-layanan-internasional-adakan-online-workshop </guid>
<pubDate> Wed, 24 Nov 2021 08:39:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UPT Layanan Internasional adakan Online Workshop untuk dosen dan mahasiswa Unmul guna bantu persiapan studi ke luar negeri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bantu-persiapan-studi-ke-luar-negeri-upt-layanan-internasional-adakan-online-workshop/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oyC26EXcpa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bantu Persiapan Studi ke Luar Negeri, UPT Layanan Internasional Adakan Online Workshop</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong><span>&nbsp;</span></span><span>UPT. Layanan Internasional Unmul mengadakan<span>&nbsp;</span></span><em><span>online</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;persiapan studi ke luar negeri, dengan menyajikan materi-materi untuk dosen dan mahasiswa Unmul yang ingin belajar ke luar negeri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diselenggarakan pada Sabtu (20/11) secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span><em>&nbsp;</em>melalui Zoom Meeting. Acara ini diikuti lebih dari 200 peserta termasuk dosen serta mahasiswa S-2 dan S-3. Peserta sangat antusias terhadap<span>&nbsp;</span></span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;studi ke luar negeri. Selama<span>&nbsp;</span></span><span><em>workshop</em></span><span><em>&nbsp;</em>berlangsung peserta aktif memberikan pertanyaan dan memberikan respons.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sketsa</span><span>&nbsp;mewawancarai Widi Sunaryo selaku Kepala UPT. Layanan Internasional Unmul pada Senin (22/11). Dirinya mengungkap bahwa<span>&nbsp;</span></span><span><em>workshop</em></span><span><em>&nbsp;</em>kali ini cukup berbeda sebab melibatkan dosen dan mahasiswa, sebelum pandemi acara seperti ini hanya melibatkan mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menuturkan kegiatan <em>workshop&nbsp;</em>seperti ini sebenarnya rutin dilakukan. Namun, kini harus dilaksanakan secara daring. Tak lupa Ia sampaikan bahwa mahasiswa maupun dosen yang akan mengambil studi di universitas luar negeri ke depannya perlu memperhatikan kualitas akademik mereka. Sebab dengan kualifikasi akademik yang memadai akan membantu kematangan mereka dalam seleksi nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu penting untuk memahami bahasa asing sebagai salah satu faktor pendukung. Aktif di kegiatan kemahasiswaan juga memiliki nilai tambah. Peserta tentunya perlu memahami lebih dulu apa visi dan misi yang akan dilakukan ke depannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi itu harus mendapatkan kualifikasi akademik yang memadai, yang baik, apalagi kalau mendapatkan prestasi misalnya, IPK nya menonjol, kemudian punya prestasi- prestasi lain misalnya memenangkan lomba karya ilmiah, lomba debat, berbagai macam, itu yang sangat mendukung untuk proses melamar studi keluar negeri,&quot; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Widi &nbsp;berharap ke depannya UPT. Layanan Internasional akan memberi program-program tahunan senada dengan kegiatan<span>&nbsp;</span></span><span><em>workshop</em></span><span>, yang akan bermanfaat untuk civitas academica Unmul. Ini diharap mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Unmul, sehingga bisa menghasilkan lulusan terbaik dan memberikan dampak bagi pembangunan bangsa terutama di Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;InshaAllah UPT. Layanan Internasional akan memberi program-program tahunan, program rutinitas kita, karena ini sangat bermanfaat terutama bagi civitas academica Unmul,&quot; tutup Widi.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(ahn/cal/jhr/khn)</strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjumpaan dan Perubahan Budaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/perjumpaan-dan-perubahan-budaya/baca </link>
<guid> perjumpaan-dan-perubahan-budaya </guid>
<pubDate> Wed, 24 Nov 2021 11:13:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebudayaan menjadi hal kompleks untuk dibahas sebab Ia dinamis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/perjumpaan-dan-perubahan-budaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SJ8NpCXsN5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perjumpaan dan Perubahan Budaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kebudayaan adalah hal yang terus bergerak mengikuti pergerakan zaman. Olehnya, kebudayaan bersifat dinamis. Perubahan yang dinamis melahirkan dinamika tak berkesudahan dari siklus hidup sebuah kebudayaan.</p><p style="text-align: justify;">Perubahan budaya dan percampuran budaya adalah keniscayaan yang mesti dilihat secara terbuka dan responsif. Perubahan budaya dengan berbagai skenario dan eksistensinya tak dapat mengelakkan terjadinya perjumpaan dan percampuran budaya. Identitas yang hibrid dan beragam semakin sulit dihindari.</p><p style="text-align: justify;">Mestinya, hal di atas mewarnai pembicaraan pada dialog publik yang dihelat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unmul, pada 6 November 2021 lalu. Dialog publik tersebut mengangkat tema &ldquo;Modernitas dan Identitas: Membincang Kesiapan IKN Baru dalam Perspektif Lintas Budaya Nusantara&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana menghadapi perjumpaan kebudayaan yang tidak bisa dihindari adalah pertanyaan kunci yang mesti dijawab. Ketahanan budaya dan pelestarian budaya adalah kosa kata lazim yang mengemuka di percakapan tersebut. Sayangnya, kosa kata ketahanan dan pelestarian budaya ini adalah kosakata yang lahir dari cara pandang <em>esensialis</em> memandang kebudayaan dan berpretensi menatap kebudayaan sebagai sesuatu yang statis, tak bergerak mengikuti siklus hidup zamannya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam diskusi tersebut, dihadirkan pembicara satu orang dari kalangan akademisi Unmul, dan tiga di antaranya dari lembaga adat, seniman, dan budayawan dari luar Unmul. Hal yang kurang bunyi pada dialog itu adalah bagaimana strategi kebudayaan, kebijakan budaya, dan siasat kebudayaan menghadapi perubahan kebudayaan ke depan dengan hadirnya IKN baru di Kaltim sebagai keniscayaan tak terhindarkan. Karena perubahan adalah keniscayaan, maka cara menghadapi perubahan akibat perjumpaan itulah yang mestinya digeledah lebih luas dan mendalam. Bertahan dan berharap lestari bukan saja merupakan cara pandang lama, tapi tidak cukup.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga pokok bahasan di atas (strategi, kebijakan, dan siasat kebudayaan) sesungguhnya lebih mengarah ke perspektif cultural studies ketimbang <em>study of culture</em> (antropologis-sosiologis) yang lebih bicara ke ketahanan budaya dan pelestarian budaya. Kondisi terdominasi-terhegemoni, bernegosiasi dan bercampur, serta resistensi adalah tiga kondisi yang lazim mengemuka ketika kita bicara dinamika kebudayaan dari perspektif <em>cultural studies</em> (kajian budaya).</p><p style="text-align: justify;">Dalam ketiga kemungkinan skenario tersebut, di manakah posisi identitas lokal di Kaltim menghadapi perjumpaan budaya yang diprediksi akan deras bin masif tersebut?</p><p style="text-align: justify;">Prediksi dan ramalan-ramalan (<em>forecast</em>) membaca ketiga skenario itulah yang mesti dielaborasi dan dibaca lebih jauh. Di mana posisi Kaltim ke depan? Bagaimana perubahan yang bakal terjadi? Apa yang mesti dilakukan? Strategi, kebijakan, dan siasat apa yang dibutuhkan? Sudah sejauh mana pemerintah dan masyarakat sipil Kaltim bersiap diri? Apa yang mesti disiapkan dari sekarang, dan ke depannya? Sampai seterusnya.</p><p style="text-align: justify;">Masih banyak lagi pertanyaan yang bisa dielaborasi dan dikemukakan secara akademis dan kritis memandang potensi perubahan budaya di calon Ibukota Negara (IKN) baru tersebut, jika pun nantinya benar-benar terwujud.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang perlu dibaca juga adalah &ldquo;pasifikasi&rdquo; budaya di arus bawah. Bagaimana kebudayaan masyarakat lokal mencoba dipasifkan dengan ragam praktiknya. Bagaimana pula kebudayaan lokal yang sebelumnya kurang diapresiasi justru belakangan dikomodifikasi melalui industri budaya. Industri pariwisata dan maraknya festival budaya adalah dua di antara sekian potensi komodifikasi budaya lokal ini. Cara pandang kritis bisa membawa kita lebih jauh mengelaborasi perihal ini. Beberapa studi juga telah mengangkatnya (Lihat Maunati, 2004 dan Aziz, 2014).</p><p style="text-align: justify;">Diskursus di atas mestinya menjadi semacam prolog diskusi. Di mana diskursus tersebut akan dikontekstuliasasi oleh para pembicara dari luar kampus dan dikonseptualisasi oleh akademisi dari kampus, dalam hal ini Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Cara pandang <em>study of culture</em> yang relatif positivis konstruktivis secara akademis, sepertinya mewarnai secara dominan cara pandang di diskusi ini. Minus cara pandang <em>cultural studies&nbsp;</em>(kajian budaya) yang berperspektif kritis dan emansipatoris. Sehingga kekayaan perspektif kurang mengemuka dalam menganalisis dan mengevaluasi ragam masalah yang datang dari luar sana.</p><p style="text-align: justify;">LP2M mestinya mengarahkan topik diskusinya ke topik yang lebih komprehensif dengan mengakomodir keragaman cara pandang menilai kebudayaan. Dengan begitu, setidaknya pihak kampus mendapatkan banyak gambaran (inventarisasi masalah) dari luar, sekaligus yang dari luar kampus mendapatkan konsep keilmuan dan perspektif dari para akademisi atau ilmuwan di kampus yang lebih kaya. Intinya, pihak luar menyiapkan konteks, pihak dalam kampus menyiapkan konsep. Idealnya, konseptualisasi dan kontekstualisasi melalui pertukaran informasi dan gagasan mestinya menjadi roh dari dialog publik seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan begitu, akan ada hal yang dijadikan bahan kajian atau rekomendasi hasil kajian untuk pengambil kebijakan. Selain itu, dapat pula menjadi bahan riset dan publikasi baru bagi LP2M mengenai bagaimana dinamika budaya di lingkungan hutan tropis calon IKN baru. Publik pun dapat memahami apa yang sedang dan bakal terjadi sesungguhnya. Baik secara konseptual, terlebih secara kontekstual di lapangan.</p><p style="text-align: justify;">Sudah lazim kiranya kalau aktivis-seniman-budayawan akan banyak bicara mengenai pengalaman dan fakta-fakta di lapangan. Hal demikian menjadi asupan bergizi bagi para akademisi dan intelektual di universitas. Tugas kampus dengan ilmuwan dan akademisinyalah yang mengonseptualisasi dan memberikan perspektif keilmuan sekaligus menetralisir anasir-anasir pengetahuan yang berkembang di masyarakat. Demikianlah saling asah dan asuh antara kampus dan masyarakat sekitarnya menghasilkan kontribusi yang produktif.</p><p style="text-align: justify;">Sekiranya, komposisi pembicara yang kebanyakan dari luar kampus, perspektif keilmuan akan sedikit sulit dielaborasi. Diskusi akan lebih banyak mendengar curahan pengalaman para pelaku dari lapangan. Rentetan permasalahan akan tersaji, karena domain teman-teman di lapangan memang demikian. Hal yang dibutuhkan sebetulnya adalah keseimbangan informasi dan pengalaman lapangan dengan cara baca keilmuan untuk mengabstraksi, mengkonseptualisasi, dan mengevaluasi peristiwa dan pengetahuan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, pembicara dari kalangan akademisi semestinya lebih dari satu, dengan perspektif yang sebaiknya juga beragam sebagaimana beragamnya pembicara dari luar kampus yang menghadirkan kalangan lembaga adat, seniman, budayawan dan penulis.</p><p style="text-align: justify;">Artinya, satu akademisi dengan perspektif budaya positivis-konstruktivis (antropologi-sosiologi budaya), satunya lagi dari perspektif kritis, yakni kajian budaya (<em>cultural studies</em>) dapat memperkaya pembahasan tema yang memang lagi hangat ini. Dengan begitu, publik dapat memperoleh cara pandang yang lebih kaya, lagi mencerahkan.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, membicarakan kebudayaan dari kacamata modernitas dan identitas memang tak ada habisnya. Selagi manusia masih bergerak, saat itu pula perjumpaan dan perubahan kebudayaan terjadi. Kita tidak saja dituntut untuk bersiap, namun mesti menyambutnya dengan sigap. Karena sudah menjadi hukum semesta kebudayaan jugalah, bahwa yang tidak siap dan kurang sigaplah yang akan duluan punah.</p><p style="text-align: justify;">Unmul dan Kaltim tentu tak ingin menjadi yang punah duluan, bukan?</p><p style="text-align: justify;">*Tulisan ini adalah catatan reflektif dari dialog publik oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman dengan tema &ldquo;Antara Modernitas dan Identitas: Membincang Kesiapan IKN Baru dalam Perspektif Lintas Budaya Nusantara&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">**Tulisan ini juga dibuat berdasarkan laporan kaltimkece.id bertajuk &quot;<a href="http://kaltimkece.id/warta/ragam/dari-diskusi-di-unmul-menjawab-kekhawatiran-tergerusnya-identitas-lokal-oleh-modernitas-ikn">Dari Diskusi di Unmul, Menjawab Kekhawatiran Tergerusnya Identitas Lokal oleh Modernitas IKN</a>&quot;, 8 November 2021.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Nasrullah, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Implementasi Hybrid Learning di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-implementasi-hybrid-learning-di-unmul/baca </link>
<guid> menilik-implementasi-hybrid-learning-di-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 25 Nov 2021 10:53:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan perkuliahan Hybrid yang diadakan di beberapa fakultas di Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-implementasi-hybrid-learning-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xef63grmS9.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Implementasi Hybrid Learning di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA<span>&nbsp;</span></strong></span><span><strong>-&nbsp;</strong>Setelah dikeluarkannya Surat Edaran Rektor Nomor 3314/UN17/TU/2021 lalu, beberapa fakultas mulai menerapkan proses pembelajaran secara luring terbatas yang telah dilaksanakan selama beberapa minggu terakhir. Lantas, bagaimana pelaksanaanya sejauh ini menurut pandangan<span>&nbsp;</span></span><span>civitas academica</span><span>?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditemui<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Nurliah salah satu dosen Ilmu Komunikasi FISIP membagikan pengalamannya dalam wawancara Senin (22/11). Tuturnya, perkuliahan<span>&nbsp;</span></span><span><em>hybrid</em><span>&nbsp;</span></span><span>ini berdampak positif di mana mahasiswa menjadi responsif dan lebih fokus dengan pelajaran sehingga kegiatan perkuliahan dapat berlangsung dengan lancar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama ini berjalan dengan baik, tidak ada yang tiba-tiba sakit karena bertemu langsung. Malah responsnya positif, karena mahasiswa lebih gampang paham. Kalau perkuliahan<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;kadang kita ter-</span><span><em>distract</em></span><span>&nbsp;dengan hal-hal lain, seperti keluarga di rumah. Jadi enggak konsen mendengarkan,&rdquo; sebutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa Ia sangat menikmati perkuliahan luring, namun tidak dapat dimungkiri pula perkuliahan daring telah memberi berbagai kemudahan dalam mengajar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak perlu keluar, pilih baju, ganti baju, pakai lipstik, parkir motor, dan lain sebagainya. &nbsp;Jadi enak praktis kalau<span>&nbsp;</span></span><span>online</span><span>. Ya, tapi karena kewajiban sebagai dosen ya memang sudah seharusnya ya di ruang kelas. Kita tidak bisa menafikan hadirnya teknologi yang ada saat ini memang bukan sesuatu yang dapat ditunda penggunaanya. Itu memang adalah sebuah keniscayaan yang harus kita gunakan,&rdquo; papar Nurliah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Membahas pelaksanaan perkuliahan luring di dalam kelas, Nurliah juga mengalami beberapa kendala teknis yang terjadi selama proses perkuliahan berlangsung seperti kabel mikrofon yang pendek mengakibatkan Ia tidak dapat bergerak leluasa di dalam kelas dan materi presentasi yang tidak dapat ditampilkan maksimal oleh partisipan luring dan daring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ketika terjadi kendala, pada akhirnya teknisi terus yang kita butuhkan. Kalau<span>&nbsp;</span></span><span><em>wifi</em></span><span>-nya sih selama ini lancar saja. Setiap hari Rabu mengajar komunikasi massa tidak ada kendala dalam<span>&nbsp;</span></span><span><em>wifi</em></span><span>, melainkan hanya kendala teknis saja. Kendala ini gampang diatasi dengan bantuan teknisi,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di FISIP, Nurliah menyebutkan bahwa pelaksanaanya sudah cukup ketat. Saah satu yang tergambar ialah telah disediakannya tempat cuci tangan, wajib menggunakan masker, dan adanya pembatasan jarak sehingga hanya terdapat tujuh hingga sepuluh orang dalam satu ruangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanggapan serupa juga datang dari salah satu mahasiswi Fakultas Farmasi Unmul 2020, Rizki Noor Aprilia. Menurutnya perkuliahan<span>&nbsp;</span></span><span>hybrid</span><span>&nbsp;di fakultasnya telah berjalan dengan lancar dan prokes yang ketat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di dalam lab telah diberikan jarak dan dilarang berkerumun. Setelah selesai diharuskan langsung pulang, tidak boleh ada yang menunggu di area fakultas,&rdquo; jelasnya Rabu (17/11).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rizki juga mengungkapkan bahwa dengan dilaksanakannya praktikum luring ini, mahasiswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi. Melihat kondisi Samarinda sekarang, Rizki juga mengatakan bahwa Ia setuju apabila perkuliahan luring diadakan secara keseluruhan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya yang harus dilakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em></span><span>&nbsp;secara keseluruhan. Karena dilihat dari penerapan prokes yang ketat, kita bisa mencegah penularan Covid-19 dan kita sebagai mahasiswa juga lebih mudah memahami (materi) perkuliahan<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em></span><span>&nbsp;dibandingkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(wuu/nop/jhr/str/lms/nkh)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dinamika Pemira Unmul: Strategi hingga Optimisme </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-pemira-unmul-strategi-hingga-optimisme/baca </link>
<guid> dinamika-pemira-unmul-strategi-hingga-optimisme </guid>
<pubDate> Fri, 26 Nov 2021 11:35:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah melewati beberapa tahapan, KPPR tetapkan jadwal kampanye online. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-pemira-unmul-strategi-hingga-optimisme/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0quIFPIK0R.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dinamika Pemira Unmul: Strategi hingga Optimisme</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Kamis (19/11) lalu, Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) telah melaksanakan Rapat Pleno terbuka terkait penetapan nomor urut pasangan calon dan wakil pasangan calon BEM KM Unmul. Adapun Paslon Joji-Indra menempati nomor urut 1, dan pasangan calon nomor urut 2 ditempati oleh Ikzan-Bagus pada kontestasi Pemira Unmul tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan kembalinya Ikzan bersama wakil barunya dalam Pemira KM yang sebelumnya sempat gugur pada tahap seleksi berkas, Sketsa menanyakan tanggapan KPPR terkait hal ini. &ldquo;Bagus dan mantap,&rdquo; sebutnya singkat Selasa (21/11) melalui Whatsapp.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, mengenai pemberkasan baru, KPPR menyebut bahwa Paslon Ikzan-Bagus tidak mengalami kendala seperti sebelumnya. Mereka telah melengkapi pemberkasan sehingga dapat melanjutkan proses Pemira ke tahap berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Usai penetapan nomor urut Paslon, KPPR juga menetapkan tanggal 20 hingga 24 November 2021 sebagai jadwal kampanye <em>online</em> Pemira. Di mana selama empat hari tersebut, kedua Paslon telah berkampanye ke seluruh fakultas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Paslon 1 Joji-Indra</strong></p><p style="text-align: justify;">Sempat dihubungi <em>Sketsa</em> melalui Whatsapp terkait persiapan dalam menghadapi Pemira tahun ini. Joji Kuswanto mengungkap bahwa dirinya sudah cukup lama mempersiapkan diri. Hal pertama yang Ia coba persiapkan ialah pengalaman semasa menjabat sebagai menteri sosial politik di BEM KM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sana saya belajar mengarungi ombak (di BEM KM), sehingga cukup siap untuk menjalankan roda organisasi kelas universitas ini. Jadi persiapannya (mulai) dari komitmen diri, pengalaman dan narasi perbaikan untuk Unmul,&rdquo; ungkap Joji pada <em>Sketsa</em>, Kamis (23/11).</p><p style="text-align: justify;">Strategi yang disiapkannya lebih menjurus kepada keterlibatan mahasiswa secara utuh dalam Pemira 2021 melalui tahap kampanye, &ldquo;agar mereka tau kenal dan memahami apa yang kami (saya dan Indra) ingin buat (untuk) BEM KM tahun depan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami terbuka mengajak setiap elemen mahasiswa yang masih peduli kampus dan punya niat bersama untuk berdiri di dalam satu gerbong pemenenangan Paslon 1,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, kendala yang dirasakan selama Pemira yaitu kondisi <em>online</em> yang semakin membatasi interaksi juga ruang gerak untuk bisa bersua secara langsung dengan mahasiswa lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kami enggak pesimis (karena) kondisi ini (adalah) tantangan yang harus dihadapi agar ke depan kita siap memimpin Unmul dengan berbagai macam variabel yang mengikutinya,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian ketika ditanya terkait kepantasannya menjabat sebagai Presiden dan Wapres BEM KM Unmul, secara pribadi Joji mengatakan bahwa dirinya dan Indra layak memimpin BEM KM nantinya. Meskipun dalam hal ini mereka juga menyadari bahwa mereka bukanlah entitas yang sempurna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maka dari itu kepantasan kami akan dilegitimasi dengan banyaknya jumlah pemilih dan pendukung kami di Unmul serta narasi besar dan tujuan kami bagi Unmul yang lebih baik ke depan,&rdquo; imbuh Joji.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Paslon 2 Ikzan-Bagus</strong></p><p style="text-align: justify;">Beralih ke Paslon nomor urut 2, persiapan diri menjelang Pemira juga tak ketinggalan mereka lakukan. Dihubungi Sketsa pada Kamis (25/11), Bagus bercerita bahwa Ia dan Ikzan lebih memfokuskan diri pada persiapan kampanye akbar dan debat kandidat.</p><p style="text-align: justify;">Paslon Ikzan-Bagus lebih berfokus pada strategi pemungutan suara dan sistem pemilihan. Mengingat Pemira tahun ini menggunakan Informasi dan Teknologi Pemira (ITP) atau pemilihan dengan pemungutan suara menggunakan akun Sistem Informasi Akademik (SIA) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita masih mempersiapkan mengenai pemungutan suara, serta mengetahui sistem pemilihannya nanti. Terlebih Pemira sekarang menggunakan ITP jadi simulasi itu perlu kita lakukan demi mencocokan data pasca pemilihan,&rdquo; jelasnya Kamis (25/11).</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti Paslon nomor urut 1, Ikzan-Bagus juga merasakan kendala pada situasi online Pemira 2021.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait kendala ya lebih pada bagaimana kita bisa membuat media yang menarik, yang menjadi tantangan pada keadaan serba online seperti sekarang.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kerja sama tim yang memakan banyak waktu sehingga banyak tim yang drop hari ini, tapi kita tetap memaksimalkan untuk berkontestasi pada pemira KM tahun ini,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Paslon ini mengungkap optimismenya pada Pemira tahun ini. &ldquo;Semangat yang kami bawa berasal dari keresahan bersama, semangat persatuan, semangat perjuangan, dan Inilah Saatnya untuk Unmul dan Indonesia,&rdquo; tutup Bagus bersemangat. <strong><em>(khn/bey/ems/rvn/nkh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiada </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tiada/baca </link>
<guid> tiada </guid>
<pubDate> Fri, 26 Nov 2021 12:45:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku hanyut dalam hujan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tiada/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bPkl3kvw2X.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiada</h1>
			              </header>
			              <p><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dalam bentangan malam, aku meraba sisa sisa rasa yang masih menggumpal dalam dada</span></p><p>Menghirup angin kencang yang menerpa daun daun di pelupuk pohon yang rindang.</p><p>Menatap langit kosong tanpa bintang. Mencium wangi rumput dan ilalang</p><p>Di bawah awan mendung itu, aku tewas ditikam rindu.</p><p>Aku hanyut dalam hujan.</p><p>Tanpa suara, ku terlelap dalam hampa dan tiada.</p><p><strong><em>Puisi ditulis oleh Muhammad Ibnu Fauzan, mahasiswa Pendidikan Jasmani, FKIP 2020.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembaruan Sistem dan Meningkatnya Animo Mahasiswa dalam Pemira Unmul 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembaruan-sistem-dan-meningkatnya-animo-mahasiswa-dalam-pemira-unmul-2021/baca </link>
<guid> pembaruan-sistem-dan-meningkatnya-animo-mahasiswa-dalam-pemira-unmul-2021 </guid>
<pubDate> Tue, 30 Nov 2021 08:48:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira 2021 diwarnai dengan adanya pembaruan sistem dan meningkatnya animo mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembaruan-sistem-dan-meningkatnya-animo-mahasiswa-dalam-pemira-unmul-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GdwwlQV5nl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pembaruan Sistem dan Meningkatnya Animo Mahasiswa dalam Pemira Unmul 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Ada yang berbeda dari Pemilihan Umum Raya (Pemira) 2021. Setelah dinamika ditolaknya berkas salah satu Paslon, tampak masif pesan berantai dalam menyebarkan informasi pemungutan suara. Terlebih peningkatan minat mahasiswa dalam memilih, hingga pembaruan sistem dalam Pemira.</p><p style="text-align: justify;">Usai dilakukannya debat antar Paslon pada Jumat (26/11) lalu, KPPR menggelar simulasi sistem Pemira yang baru pada Minggu dan Senin, 28-29 November kemarin. Kemudian penyelenggaraan pemungutan suara dilakukan pada Selasa (30/11).</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pantauan <em>Sketsa</em>, sistem Pemira kali ini terdapat perbedaan karena dibuat terintegrasi dengan akun SIA, setiap mahasiswa hanya memiliki satu suara untuk diberikan kepada Paslon.</p><p style="text-align: justify;">Tahap pemilihannya dibuat mudah, dan tata cara pemilihan telah disosialisasikan melalui unggahan video pada Instagram @<em>pemirakm</em>.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa dapat menggunakan hak suaranya dengan menginput <em>username</em> dan <em>password</em> yang sudah disediakan panitia berdasarkan asal fakultas. Kemudian <em>login</em> menggunakan akun SIA, dan memasukkan nomor WhatsApp ataupun alamat email yang terhubung dengan akun SIA untuk mendapat kode <em>on time password&nbsp;</em>(OTP). Setelah memasukkan kode OTP, mahasiswa dapat&nbsp;menentukan Paslon yang hendak dipilih.</p><p style="text-align: justify;">Terselenggara dari pukul 08.00 hingga 17.30 WITA, sejumlah narahubung pada posko pengaduan juga disediakan, guna mengantisipasi kendala teknis saat mahasiswa <em>login</em> atau melakukan pemilihan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Euforia Pemilih dalam Pemira</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski terbilang mudah, berbagai kendala tak luput terjadi. Hal ini dituturkan oleh Safika mahasiswi FISIP 2020, Selasa (30/11). Dirinya mengaku telah mengikuti pemilihan meski sempat terjadi kendala.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau enggak salah baca, katanya untuk menerima kode OTP pakai yang sesuai SIA (Nomor HP atau <em>e-mail</em>). Sedangkan, <em>e-mail&nbsp;</em>aku yang di SIA itu <em>full</em>. Jadinya aku pakai nomor HP, eh enggak bisa. Kode OTP-nya enggak masuk ke SMS sampai waktunya habis. Jadi aku ngehapus <em>file</em> di <em>e-mail</em> dulu, baru bisa (menerima kode OTP).&quot;</p><p style="text-align: justify;">Usai memilih, Safika berharap besar agar BEM KM bisa lebih baik dan lebih terbuka. Adanya kendala juga disuarakan oleh Putri Anju Aini mahasiswa FISIP 2020. Kepada <em>Sketsa</em>&nbsp;Ia mengaku belum melakukan pemilihan karena terkendala dalam sistem.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak bisa masuk akses, dari tadi salah mulu heran. Ada puluhan kali padahal udah sama (<em>username</em> dan <em>pasword</em>),&quot; tuturnya kesal.</p><p style="text-align: justify;">Meski belum bisa memilih, Putri memiliki banyak harapan kepada BEM KM ke depan. Baginya jelas harus lebih baik sebagaimana fungsi dan tanggung jawabnya. Yakni bisa menampung serta memperjuangkan hak dan aspirasi mahasiswa baik dalam bidang akademik maupun kesejahteraan mahasiswa, dengan visi misi yang sudah dibawa dan harus direalisasikan secara progresif.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harus lebih memberikan kontribusi yang positif di berbagai lingkup universitas, bisa mengakomodir seluruh kebutuhan dan kepentingan yang memang urgensinya harus diselesaikan dan diperhatikan.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Putri juga berharap agar BEM KM dapat lebih merangkul keseluruhan lembaga yang terlibat di berbagai fakultas. Sehingga kolaborasi dan gagasan mahasiswa bisa dimaksimalkan. Harapnya pula, BEM KM tak ada sekat atau batasan sebagai lembaga di kampus.</p><p style="text-align: justify;">Melihat animo mahasiswa terhadap Pemira, <em>Sketsa</em> juga menanyakan akses informasi yang mereka dapatkan. Putri dan Safika mengaku terjadi pemasifan informasi yang disebarkan melalui grup-grup kelas maupun organisasi via WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sudah tau. Selain terdapat salah satu perwakilan dari fakultas saya, kemarin juga Pemira KM sempat <em>booming</em> di kalangan organisasi-organisasi Unmul,&quot; ungkap Safika.</p><p style="text-align: justify;">Aenal Kholifah mahasiswa FH 2018, yang juga aktif dalam Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum (LKISH) ini, berpandangan bahwa euforia Pemira kali ini memang berbeda. Selain dinilainya ada kebaruan gagasan yang dibawa Paslon, sistem pemilihan pada <em>website</em> memudahkan untuknya dan kawan organisasinya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, <em>gap</em> informasi tetap terasa tatkala informasi tata cara pemilihan tersebar masif justru dari Paslon yang punya kepentingan untuk dipilih tahun ini. Bagi Kholif, pihak penyelenggara idealnya harus berperan aktif sebab hal itu adalah tanggung jawab, agar mahasiswa mengetahui dan merasakan pula euforianya, bukan dari pihak yang memiliki tendensi politik sedari awal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari teman-temanku merasa enggak ada sosialisasi menyeluruh ke tiap angkatan dari panitia penyelenggara. Adanya <em>forward</em>&nbsp;<em>message</em>, tapi enggak ada ketertarikan (mahasiswa yang tidak berorganisasi) untuk terlibat dalam politik kampus, untuk memilih gitu, kalau aku punya pandangan seperti itu dari teman di sekelilingku,&quot; papar Kholif melalui pesan suara WhatsApp pada awak <em>Sketsa</em>, Selasa (30/11).</p><p style="text-align: justify;">Selain kebaruan sistem pada pemilihan, akun Instagram @<em>pemirakm</em> diketahui juga melakukan <em>live streaming</em> untuk membagikan hasil terkini <em>voting</em> dalam Pemira kali ini. <strong><em>(ems/khn/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unggul 22 Suara, Ikzan-Bagus Pimpin BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unggul-22-suara-ikzan-bagus-pimpin-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> unggul-22-suara-ikzan-bagus-pimpin-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 01 Dec 2021 11:21:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pasangan calon (Paslon) nomor urut dua Ikzan Nopardi dan Bagus Rekso Setiawan menangkan hasil pemungutan suara Pemira 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unggul-22-suara-ikzan-bagus-pimpin-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vVFOadcEH0.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unggul 22 Suara, Ikzan-Bagus Pimpin BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;</span><span>&ndash;</span><span>&nbsp;Pasangan calon (Paslon) nomor urut dua Ikzan Nopardi dan Bagus Rekso Setiawan menangkan hasil pemungutan suara. Mereka meraih 4.462 suara dari total 8.902 suara yang masuk melalui<span>&nbsp;</span></span><span><em>e-vote</em></span><span>,</span><span>&nbsp;Selasa (30/11) kemarin. Sedangkan Joji-Indra mendapat 4.440 suara, selisih 22 suara dari Ikzan-Bagus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemenangan Ikzan-Bagus diumumkan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Suara yang dilaksanakan pada Selasa (30/11) pukul 17.45 WITA melalui Zoom Meeting. Rapat ini bersifat terbuka dan dapat dihadiri oleh seluruh mahasiswa Unmul. Sontak Timses Ikzan-Bagus beri pernyataan sikap melalui video.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada 4.462 (mahasiswa Unmul) yang kemudian sudah menyatakan dukungannya kepada pasangan kita, Ikzan, dan Bagus,&quot; ucap Mujahid, Ketua Timses Ikzan-Bagus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dengan ini kami mendeklarasikan Ikzan dan Bagus selaku Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2021/2022,&quot; lanjutnya sembari ditutup dengan meneriakkan slogan &quot;inilah saatnya!&quot;.</span></p><p style="text-align: justify;">Terdapat lima program kerja unggulan yang dibawa oleh pasangan ini. Pertama, Unmul<span>&nbsp;</span><em>Mentorship</em> yakni program yang menghubungkan mahasiswa dengan alumni dalam rangka persiapan pasca kampus. Kedua, KM Unmul<span>&nbsp;</span><em>Summit</em> yakni penyusunan gerakan bersama mahasiswa Unmul dalam satu tahun kepengurusan BEM KM di berbagai macam aspek. Ketiga, Unmul<span>&nbsp;</span><em>Mental Health</em><em>&nbsp;</em>adalah gerakan yang fokus pada kesehatan mental mahasiswa untuk menunjang proses belajar mengajar mahasiswa. Keempat, Jaga Samarinda Kita yakni program yang bergerak di bidang penguatan aspek sosial ekonomi masyarakat kota Samarinda. Terakhir,<span>&nbsp;</span><em>Youth Mulawarman Voice</em> yang merupakan gerakan inisiasi pemuda Kaltim dalam skala nasional maupun internasional untuk memberikan<span>&nbsp;</span>standing position terhadap ibu kota negara, krisis iklim, dan lain-lain.</p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menghubungi Bagus Rekso melalui WhatsApp, Rabu (1/12). Ia mengaku penetapan oleh KPPR akan dilaksanakan Jumat, 3 Desember mendatang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ikzan dan Bagus akan membangun kolaborasi dan persatuan kebhinekaan mahasiswa Unmul,&quot; ucap Bagus ketika ditanya mengenai langkah apa yang akan mereka canangkan selanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Mahasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ricky Marthen mahasiswa Faperta 2018 beranggapan bahwa perubahan yang akan terjadi dengan terpilihnya Ikzan dan Bagus mengarah pada pemerataan hak-hak yang selama ini belum didapatkan oleh beberapa organisasi mahasiswa (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ini menjadi momentum yang sangat dinantikan, di mana ada pemimpin yang terlahir bukan dari satu UKM tertentu yang selama ini menduduki posisi sebagai Presma di KM Unmul tiap tahunnya,&quot; tuturnya Rabu (1/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan bahwa kekurangan BEM KM yang perlu dievaluasi oleh Ikzan-Bagus yakni berhenti membangun dinasti atau kerajaan yang seolah hanya dapat diraih oleh pihak tertentu, &quot;harapannya ini terus dikawal sampai pada Pemira selanjutnya. Sesuai dengan sila kelima. Semua punya hak yang sama.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanggapan atas terpilihnya Ikzan dan Bagus sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM turut diberikan oleh Bagus Arif Maulana mahasiswa Faperta 2017.Menurutnya, evaluasi terkhusus untuk BEM KM ke depan adalah mewujudkan keluarga mahasiswa Unmul yang implementasinya benar-benar mendekati komitmen kekeluargaan. Bukan hanya sekadar ucapan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi, walaupun berbeda-beda latar belakang, tetapi harapannya dari pasangan calon Ikzan-Bagus dapat merangkul semua latar belakang tersebut,&quot; jelasnya saat dihubungi oleh awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>Rabu (1/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemenangan Ikzan dan Bagus bukan hanya kemenangan yang dirasakan pasangan tersebut, tetapi dirayakan pula oleh mahasiswa serta lembaga-lembaga mahasiswa yang ada di Unmul. &quot;Jadi ini adalah kemenangan kita bersama,&quot; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>khn/ems/rst</span><span>)</span></strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Unmul Siapkan Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut Pertama di Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-unmul-siapkan-rumah-sakit-pendidikan-gigi-dan-mulut-pertama-di-kaltim/baca </link>
<guid> menanti-unmul-siapkan-rumah-sakit-pendidikan-gigi-dan-mulut-pertama-di-kaltim </guid>
<pubDate> Thu, 02 Dec 2021 22:58:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul rencanakan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut (RSGM Pendidikan) pertama di Kaktim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-unmul-siapkan-rumah-sakit-pendidikan-gigi-dan-mulut-pertama-di-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sd8H7ili41.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Unmul Siapkan Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut Pertama di Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Kabar gembira untuk civitas academica di Unmul. Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut (RSGM Pendidikan) pertama di Kalimantan Timur rencananya akan dibangun. Tentunya lokasi itu tak jauh dari FK. Guna mengetahui lebih lanjut tentang pembangunan RSGM ini, <em>Sketsa</em> menghubungi Rahmat Bakhtiar selaku Wakil Dekan Bidang Umum FK, Rabu (1/12).</p><p style="text-align: justify;"><br>&ldquo;Tujuan dari pembangunan RSGM ini untuk sarana pembelajaran mahasiswa Kedokteran Gigi. Jadi, nanti masa-masa Profesi Kedokteran Gigi tidak perlu lagi praktik di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie (AWS) tetapi bisa langsung praktik di rumah sakit (RSGM Unmul) itu nantinya,&rdquo; sambutnya pada awak <em>Sketsa.</em></p><p style="text-align: justify;"><br>Menurut Rahmat, biaya yang dikeluarkan mahasiswa ketika melakukan praktik di Rumah Sakit AWS cukup mahal. Belum lagi para mahasiswa Kedokteran Gigi ini perlu mencari pasien sendiri untuk memenuhi kelengkapan jumlah pasien mereka. Sebab alasan inilah, Unmul berinisiatif membangun RSGM Pendidikan sebagai sarana pembelajaran mahasiswa Profesi Kedokteran Gigi. Sehingga, memudahkan mahasiswa untuk mendapatkan pasien dan tentu saja pembiayaan menjadi lebih murah dibanding praktik pada rumah sakit lain.</p><p style="text-align: justify;"><br>&ldquo;Perencanaanya sudah dua tahun yang lalu. Tapi karena sekarang, kan, prosesnya harus ada izin dari Dinas Provinsi, (jadi) kita sudah urus. Kemudian kemarin ada masalah juga direvisi kementerian karena bangunan ini mahal, kan, ya. Sudah selesai revisinya, diharapkan akhir Desember ini sudah selesai kalau kita lihat dari <em>timeline</em> progres pembangunannya itu. Sehingga, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa difungsikan,&rdquo; papar Rahmat.</p><p style="text-align: justify;"><br>Selain sebagai sarana pembelajaran dan praktik bagi mahasiswa Kedokteran Gigi, RSGM ini juga rencananya akan dibuka untuk umum. Namun, sebagaimana tujuan awalnya, RSGM ini akan lebih berfokus pada sarana pendidikannya. Adapun untuk para tenaga kerja di dalamnya juga hendak diisi oleh para tenaga kerja profesional. Seperti perawat gigi, para dokter yang merupakan staf pengajar FK, maupun dokter luar yang memiliki keahlian khusus yang dibutuhkan.</p><p style="text-align: justify;"><br>Bicara prestise, pembangunan RSGM ini menjadi urgensi yang sangat dibutuhkan dalam Pendidikan Kedokteran Gigi. Pasalnya untuk dapat menjadi fakultas sendiri dan mendapat akreditasi unggul bagi Prodi Kedokteran Gigi perlu adanya kepemilikan RSGM ini.</p><p style="text-align: justify;"><br>&ldquo;Adanya RSGM ini kan mendukung akreditasi Program Studi Kedokteran Gigi ya. Jadi, salah satu syaratnya prodi kedokteran gigi terakreditasi unggul itu kan harus ada rumah sakit giginya, yang kedua, inikan nanti Prodi Kedokteran Gigi akan diproyeksikan untuk menjadi fakultas, kalau mau jadi fakultas itu harus ada RSGM (terlebih dulu).&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><br>Ia mengaku selama ini rumah sakit pendidikan utama Unmul berada di Rumah Sakit AWS milik pemerintah provinsi sehingga untuk fokus pada pendidikannya kurang terkontrol dengan baik.</p><p style="text-align: justify;"><br>&ldquo;Kalau kita punya sendiri rumah sakit pendidikan ya itu akan menonjolkan pada sisi kependidikannya gitu ya. Memang seperti yang diharapkan oleh Kemendikbud. Semua Fakultas Kedokteran memiliki rumah sakit pendidikannya sendiri.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><br>Rahmat juga berharap dengan adanya RSGM Pendidikan ini biaya mahasiswa untuk menjalani pendidikan profesi Kedokteran Gigi itu bisa lebih murah serta menjadi sarana pembelajaran yang baik untuk mahasiswa Prodi Kedokteran Gigi.<em><strong>&nbsp;(lyn/str/rid/nkh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FISIP 2021: Menghitung Hari Menuju Pemungutan Suara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2021-menghitung-hari-menuju-pemungutan-suara/baca </link>
<guid> pemira-fisip-2021-menghitung-hari-menuju-pemungutan-suara </guid>
<pubDate> Fri, 03 Dec 2021 11:13:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KPPR siapkan rangkaian agenda menuju Pemira FISIP 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2021-menghitung-hari-menuju-pemungutan-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Lc8tbERFt8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FISIP 2021: Menghitung Hari Menuju Pemungutan Suara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA</strong></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>- Euforia agenda tahunan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Pemilihan Umum Raya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>(Pemira) di beberapa fakultas masih teras</span></span><span><span>a, sa</span></span><span><span>lah satunya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>FISIP.</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemira F</span></span><span><span>ISIP<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kembali diadakan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sebagai wujud demokrasi di lingkungan kampus.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Diwawancarai</span></span><span><span><span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pada</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Rabu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>(1/12), Roger selaku Ketua KPPR Pemira F</span></span><span><span>ISIP<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menjelaskan rangkaian agenda. Ia mengungkapkan, Pemira<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>FISIP<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dibuka dengan pembukaan pendaftaran dan pengembalian berkas calon<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Pr</span></span><span><span>esiden dan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>W</span></span><span><span>akil<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>P</span></span><span><span>resid</span></span><span><span>en,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>serta calon anggota DPM F</span></span><span><span>ISIP</span></span><span><span>. Kemudian dilakukan verifikasi berkas,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>fit</em>&nbsp;<em>and proper test</em></span></span><span><span>, kampanye calon, debat calon terbuka, sosialiasasi sistem pemilihan dan ditutup dengan pemungutan suara.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Pemira F</span></span><span><span>ISIP</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>juga<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>diikuti oleh dua<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Paslon</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Presiden dan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Wakil P</span></span><span><span>residen</span></span><span><span>,</span></span><span><span>serta tiga calon anggota</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Dewan Perwakilan Mahasiswa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>(</span></span><span><span>DPM</span></span><span><span>)<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>F</span></span><span><span>ISIP</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Roger kemudian mengungkapkan bahwa saat ini panitia fokus untuk mempersiapkan sistem dan mekanisme saat pemungutan suara yang akan diadakan pada 4 Desember<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mendatang.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa sistem pemilihan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya</span></span><span><span>. Ia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>menjamin akan memudahkan pemilih dalam pemungutan suara.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Untuk tahun ini Pemira F</span></span><span><span>ISIP</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>akan dilakukan melalui&nbsp;</span></span><span><span><em>website</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>di mana<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>website</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>ini sudah kami persiapkan sedemikian rupa sehingga mudah untuk digunakan para pemilih dan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>user friendly</em></span></span><span><span>, agar pada saat hari-H nanti setidaknya kebingungan-kebingungan terkait<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>website</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>ini bisa diminimalisir,&rdquo; terang</span></span><span><span>nya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Semoga siapapun yang kita pilih, yang menurut kita terbaik untuk memimpin F</span></span><span><span>ISIP</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>dalam satu tahun ke depan itu, dapat menjalankan tugasnya dengan amanah, dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi di dalam F</span></span><span><span>ISIP</span></span><span><span>, sehingga nama F</span></span><span><span>ISIP<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>itu baik tidak hanya di</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>li</span></span><span><span>ngkup fakultas saja tetapi juga baik di</span></span><span><span>l</span></span><span><span>ingkup universitas, mungkin kalau bisa di</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>li</span></span><span><span>ngkup nasional, &ldquo;</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>sambungnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sementara itu, Hafidz Rizky Kuntoro sebagai salah satu calon DPM F</span></span><span><span>ISIP<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>yang maju</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mengungkapkan cerita dan juga harapannya</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Saya secara pribadi sudah menyiapkan tekad secara bulat bahwa apa yang saya bawa bukan berdasarkan ego, keinginan</span></span><span><span>,</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>dan ambisi semata tapi juga atas dasar dorongan dan kepercayaan dari kawan-kawan FISIP yang lain,&rdquo; ungkapnya kepada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>Sketsa</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Kamis</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>(2/12)<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>lalu,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mengenai persiapan yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dirinya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>lakukan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hafidz kemudian berharap melalui Pemira<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kali ini<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>siapa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pun pemimpin yang terpilih dapat membawa harapan dan tanggung jawab untuk kemajuan F</span></span><span><span>ISIP.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Siapapun yang terpilih harapannya bisa mengakomodir kepentingan dan kebutuhan maupun membawa keresahan yang ada. Menyampaikan aspirasi kepada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bi</span></span><span><span>rokrasi<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kam</span></span><span><span>pus, berkolaborasi dalam pengembangan dan pembangunan kampus F</span></span><span><span>ISIP y</span></span><span><span>ang lebih baik,&rdquo; pungkas Hafidz.<span>&nbsp;</span></span></span><strong><em><span><span>(</span></span><span><span>ash</span></span><span><span>/rst)</span></span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pernyataan Sikap Aliansi Akademisi: Tolak Pemberlakuan UU Cipta Kerja dan Seluruh Aturan Turunannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pernyataan-sikap-aliansi-akademisi-tolak-pemberlakuan-uu-cipta-kerja-dan-seluruh-aturan-turunannya/baca </link>
<guid> pernyataan-sikap-aliansi-akademisi-tolak-pemberlakuan-uu-cipta-kerja-dan-seluruh-aturan-turunannya </guid>
<pubDate> Fri, 03 Dec 2021 11:39:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Akademisi nyatakan sikap tolak pemberlakuan UU Cipta Kerja dan seluruh aturan turunannya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pernyataan-sikap-aliansi-akademisi-tolak-pemberlakuan-uu-cipta-kerja-dan-seluruh-aturan-turunannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zWSFPaFeC5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pernyataan Sikap Aliansi Akademisi: Tolak Pemberlakuan UU Cipta Kerja dan Seluruh Aturan Turunannya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 yang mengabulkan uji formil terhadap UU 11/2020 tentang Cipta Kerja, memberikan penegasan tentang prosedur ugal-ugalan dalam pembentukan undang-undang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemerintah dan DPR telah melakukan penyimpangan terhadap tata cara pembentukan UU sebagaimana yang diatur dalam UU 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Jalan pintas pembentukan UU (</span><span><em>fast track legislation</em></span><span>) yang menghalalkan segala cara, tengah dipertontonkan hanya untuk memuaskan kepentingan investasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Dikabulkannya uji formil ini ex-officio juga turut membatalkan substansi atau materi UU<span>&nbsp;</span><em>a quo</em> secara keseluruhan. Ibarat Salat, jika wudu-nya tidak benar, maka batal pula salat-nya.Maka tidak mengherankan jika MK pada akhirnya menolak keseluruhan uji materi UU<span>&nbsp;</span><em>a quo</em>, sesaat setelah uji formil UU<em><span>&nbsp;</span>a quo</em> dikabulkan.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020 telah menyatakan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat. Oleh karena itu, Pemerintah dan DPR harus tunduk terhadap seluruh amar putusan MK. Namun anehnya, Presiden justru memberikan tafsir berbeda terhadap amar putusan MK tersebut, tanpa merujuk kepada keseluruhan makna putusan MK sebelumnya, khususnya yang berkaitan frase &ldquo;inkonstitusional bersyarat&rdquo;.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bahkan Presiden secara terbuka memberikan pernyataan jika UU 11/2020 tentang Cipta Kerja beserta aturan turunannya tetap dapat dijalankan tanpa terpengaruh oleh putusan MK tersebut. Pernyataan Presiden ini dapat ditonton melalui kanal resmi Sekretariat Negara berikut ini : <a href="https://youtu.be/yQBApvSs6Pg.">https://youtu.be/yQBApvSs6Pg.</a><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ini tentu pernyataan yang cenderung menyesatkan publik yang mesti diluruskan. Pernyataan yang seolah menjadi jaminan para investor dan kelompok oligarki yang berkepentingan terhadap UU<span><em>&nbsp;</em></span></span><span><em>a quo</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perihal penafsiran inkonstitusional bersyarat (</span><span><em>conditionally unconstitutional</em></span><span>) sendiri, dijelaskan oleh MK dalam putusannya Nomor 4/PUU-VII/2009. Dalam putusan<span>&nbsp;</span></span><span><em>a quo</em></span><span>, MK berpendapat bahwa inkonstitusional bersyarat adalah tidak konstitusional sepanjang tidak dipenuhinya syarat-syarat tertentu yang ditetapkan oleh MK.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, dalam putusan 91/PUU-XVIII/2020 yang memerintahkan untuk melakukan perbaikan dalam waktu 2 tahun sejak putusan ini diucapkan, adalah syarat mutlak agar UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dapat dinyatakan konstitusional.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan demikian, UU<span>&nbsp;</span></span><span><em>a quo</em></span><span>&nbsp;adalah inkonstitusional pada saat putusan dibacakan dan akan menjadi konstitusional apabila syarat sebagaimana ditetapkan oleh MK dipenuhi oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>addressat</em></span><span>&nbsp;putusan MK, dalam hal ini Pemerintah dan DPR sebagai pembentuk UU.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh karenanya, berdasarkan putusan MK tersebut, maka keberlakuan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja beserta seluruh aturan turunannya, harus ditangguhkan sampai syarat konstitusionalitasnya terpenuhi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini disebutkan secara eksplisit dalam amar putusan MK, yang menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan/kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta tidak dibenarkan pula menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Makna strategis dan berdampak luas sendiri diuraikan secara eksplisit dalam ketentuan Pasal 4 UU 11/2020 tentang Cipta Kerja, yang pada intinya mencakup 11 klaster yang diatur dalam UU<span>&nbsp;</span></span><span><em>a quo</em></span><span>&nbsp;beserta aturan pelaksanaanya. Untuk itu, keberlakuan aturan pelaksana dari UU<span>&nbsp;</span></span><span><em>a quo</em></span><span>&nbsp;juga harus ditangguhkan, hingga dilakukan perbaikan dalam waktu 2 tahun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, kami dari Aliansi Akademisi Tolak Omnibus Law, menyatakan sikap sebagai berikut :</span></p><p style="text-align: justify;"><span>1. Presiden telah mengabaikan putusan MK, dengan menyatakan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja beserta seluruh aturan pelaksanaanya tetap berlaku dan dapat dijalankan. Ini jelas merupakan pemabangkangan terhadap putusan MK yang dapat dikategorikan sebagai penghinaan terhadap peradilan (</span><span><em>contempt of court</em></span><span>).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>2. Menolak pemberlakuan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja beserta seluruh aturan pelaksanaanya, sebagaimana yang disebutkan secara eksplisit baik dalam amar putusan maupun pertimbangan putusan MK.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>3. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, dari berbagai sektor, yang telah menjadi korban dari Omnibus Law UU Cipta Kerja yang pro investasi, untuk terus melancarkan aksi-aksi menuntut agar UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dibatalkan secara permanen.</span></p><p><strong><em>Press Release ditulis oleh Aliansi Dosen&nbsp;Tolak Omnibus Law&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Notifikasi Pesan Membuat Kamu Cemas? Itu Tanda Notification Anxiety </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/notifikasi-pesan-membuat-kamu-cemas-itu-tanda-notification-anxiety/baca </link>
<guid> notifikasi-pesan-membuat-kamu-cemas-itu-tanda-notification-anxiety </guid>
<pubDate> Sat, 04 Dec 2021 03:35:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kenali gejala notification anxiety penyebab kecemasan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/notifikasi-pesan-membuat-kamu-cemas-itu-tanda-notification-anxiety/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7BNEVRb3cW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Notifikasi Pesan Membuat Kamu Cemas? Itu Tanda Notification Anxiety</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Apa kamu sering merasa cemas ketika menerima notifikasi dari seseorang? Seperti ketika kamu menerima pesan dari kerabat, lalu kamu merasa takut akan dianggap<span>&nbsp;</span></span><span><em>slow response</em></span><span><em>.</em> Jika iya, hal ini perlu kamu waspadai. Sebab kemungkinan besar, kamu mengalami<span>&nbsp;</span></span><span><em>Notification Anxiety.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Notification anxiety</em></span><span>&nbsp;merupakan keadaan di mana seseorang merasa cemas, takut ataupun panik ketika mendapat notifikasi pesan melalui ponsel atau gawai lainnya. Perasaan ini biasanya muncul kala notifikasi masuk dari media sosial mana pun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Notifikasi dari media sosial tersebut bisa berupa apa saja. Mulai dari SMS, email, WhatsApp atau DM di Instagram. Komunikasi melalui media sosial tersebut akan mendorong seseorang mengaburkan batas waktu mereka, akhirnya merasa cemas dianggap<span>&nbsp;</span></span><span><em>slow response</em></span><span>&nbsp;serta tidak segera membalas pesan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat pada saat ini kebanyakan aktivitas dilakukan secara daring terutama selama pandemi, mengharuskan kita untuk berjejaring sehingga menuntut orang-orang untuk berada dekat dengan gawainya, terutama ponsel. Komunikasi yang terjalin secara daring inilah yang dapat memunculkan<span>&nbsp;</span></span><em><span>notification anxiety</span><span>.<span>&nbsp;</span></span></em></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari laman<span>&nbsp;</span></span><span>Halodoc</span><span>, <em>seorang<span>&nbsp;</span></em></span><span><em>Mindset &amp; Marketing Coach</em></span><span><em>&nbsp;Isabella Venour</em>, menyebutkan bahwa tidak seperti percakapan tatap muka, berkomunikasi secara digital sering kali tidak bisa menunjukkan dengan jelas bagaimana seseorang diharapkan untuk berperilaku. Sebut seperti seberapa sering seseorang berkomentar, menjawab dengan cukup cepat, ataupun ketika kamu tidak bisa mendengar nada suara seseorang, dan melihat ekspresi wajah atau bahasa tubuhnya, maka hal tersebut bisa menyebabkan salah tafsir.</span></p><p style="text-align: justify;">Disadari atau tidak, adanya<span>&nbsp;</span><em>notification anxiety</em><em>&nbsp;</em>membuat kita terus cemas akan notifikasi yang kita dengar maupun lihat tanpa mengetahui isi pesan terlebih dahulu. Takut dan cemas sebab meningkatnya jumlah pesan yang belum sempat terbaca, karena memikirkan ketertinggalan kita terhadap suatu pembahasan penting, kerap berujung pada perasaan cemas dan merasa kehilangan akan suatu hal (<em>fear of missing out</em>).</p><p style="text-align: justify;"><span>Kecemasan yang dialami tentunya tidak muncul begitu saja, melainkan dapat dipicu oleh berbagai faktor. Kamu merasa cemas ketika menerima pesan dari seseorang dan berpikir bahwa kamu telah melakukan kesalahan kepadanya. Tidak hanya itu, perasaan cemas juga dapat dirasakan ketika menerima pesan dari dosen atau pihak lain, yang memberitahu bahwa kamu gagal dalam tugas maupun notifikasi berisi surat penolakan dari suatu pekerjaan yang kamu lamar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, hal itu tentu punya solusinya. Berikut &nbsp;</span><span>Sketsa<span>&nbsp;</span></span><span>rangkum tips yang dapat kamu lakukan untuk menghindari perasaan cemas saat menerima notifikasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Gunakan fitur &lsquo;Jangan Ganggu&rsquo;</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fitur ini memudahkan kamu untuk mengatur notifikasi pada ponsel, seperti memilah siapa saja yang dapat menghubungi kamu saat fitur ini diaktifkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Nonaktifkan notifikasi untuk aplikasi tertentu</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Notifikasi yang terus-terusan masuk,</span><span>&nbsp;tentu berdampak pada aktivitas yang dilakukan.<span>&nbsp;</span></span><span>Dengan mematikan notifikasi pada suatu aplikasi, kamu dapat menjadi lebih fokus dalam bekerja karena tidak perlu mengecek ponsel setiap saat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Mengatur batas waktu pemakaian aplikasi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kamu akan memiliki lebih banyak kontrol atas penggunaan aplikasi ponsel dan media sosial. Selain itu, membatasi waktu pemakaian aplikasi juga mampu menenangkan pikiranmu dan lebih produktif untuk hal-hal yang ada di sekitarmu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kecemasan yang dialami akibat notifikasi yang terus-terusan masuk hanya dapat menghambat dalam melakukan pekerjaan. Jangan membuat dirimu stres hanya karena merasa memiliki kewajiban untuk membalas pesan dengan segera. Jadi, tetaplah fokus dan berhenti untuk terpaku pada ponselmu, ya!<span>&nbsp;</span></span><span><strong><em>(cal/jhr/nkh)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FIB Rayakan Dies Natalis Fakultas, Petugas Kebersihan Unmul Hub Temukan Botol Miras </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fib-rayakan-dies-natalis-fakultas-petugas-kebersihan-unmul-hub-temukan-botol-miras/baca </link>
<guid> fib-rayakan-dies-natalis-fakultas-petugas-kebersihan-unmul-hub-temukan-botol-miras </guid>
<pubDate> Mon, 06 Dec 2021 09:00:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Malam Budaya yang dilaksanakan di gedung Unmul Hub mendapat kabar miring sebab ditemukannya botol miras. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fib-rayakan-dies-natalis-fakultas-petugas-kebersihan-unmul-hub-temukan-botol-miras/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ordMsfrbnp.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>FIB Rayakan Dies Natalis Fakultas, Petugas Kebersihan Unmul Hub Temukan Botol Miras</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong><span>&nbsp;</span>Pasca dies natalis FIB Sabtu (20/11) lalu, kegiatan bertajuk Malam Budaya yang dilaksanakan di gedung Unmul Hub itu mendapat kabar miring. Lantaran ditemukan beberapa botol minuman keras (miras) di tempat kejadian.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk memperjelas kabar tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menemui beberapa pihak dan melakukan konfirmasi. Ditemui pada Rabu (24/11) lalu, di gedung Unmul Hub, Yudin yang merupakan petugas kebersihan membenarkan penemuan beberapa botol miras itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski di tanggal pelaksanaan Malam Budaya tersebut dirinya dan petugas kebersihan yang lain tidak sedang dalam melaksanakan tugas, namun ia menceritakan bahwa saat Senin pagi (22/11), Yudin menemukan botol-botol miras itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi itukan acaranya malam Minggu, otomatis kami CS&nbsp;</span><span><em>(Cleaning Service)</em></span><span><em>&nbsp;</em>itu libur. Jadi enggak ada yang dampingi kegiatan malam. Pada saat Senin pagi itu saya turun, pas sampai di depan itukan ada sampah berserakan di depan situ, jadi saya inisiatif ngumpulin. Pas kami kumpulin (bersih-bersih) ada botol minuman (keras),&rdquo; terangnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut pengakuannya, botol miras yang ditemuinya itu berjenis anggur dan&nbsp;</span><span><em>beer</em></span><span>. Namun, Yudin enggan berspekulasi bahwa ini tersisa dari kegiatan Malam Budaya. Dirinya melakukan laporan dengan mengirimkan foto barang bukti dan bermaksud mengonfirmasi ke pengawas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya tidak menuduh bahwasannya ini dari anak Ilmu Budaya pelakunya. Intinya kami hanya sekadar foto terus saya kirimkan ke pengawas kami,<em>&nbsp;nah,</em><span>&nbsp;</span>sejak saat itu saya tidak tau (kelanjutannya),&rdquo; jelas Yudin.</span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bfa275fca5b26c0f3b238db7958659bd9f86f597.jpeg" style="width: 974px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga tidak bisa memastikan siapa dalang di balik kosongnya botol miras tersebut, pasalnya tidak ada kamera pengawas yang dipasang di luar gedung, tempat botol tersebut ditemukan.&nbsp;</span><span>Pada saat penemuan botol-botol itu, ia dan&nbsp;</span><span><em>cleaning service</em></span><span>&nbsp;lainnya meminta pihak FIB untuk mengembalikan barang-barang yang belum dikembalikan ke tempatnya. Yudin menerangkan jika saat itu terdapat konfirmasi dari pihak FIB, terkait masalah sampah yang ada, hanya sebagian milik mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kayak dus yang di depan, mereka klarifikasi bahwa bukan dari mereka.&nbsp;</span><span><em>Nah,</em></span><span><em>&nbsp;</em>hanya kalo ada memang sampah kresek dua warna kuning (itu) dari mereka memang. Sama ada kayu dua, sama minuman itu, mereka bilang bukan punya mereka.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga menghubungi&nbsp;</span><span>Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FIB Unmul, Satyawati Surya. Ia belum dapat memastikan bahwa mahasiswanya lah yang melakukan hal tersebut.&nbsp;</span><span>Meski begitu, Satyawati juga tak menyangkal. Pasalnya, botol-botol itu ditemukan usai Malam Budaya, ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa FIB bisa saja terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya tidak bisa membenarkan bahwa mahasiswa FIB yang minum-minum di sana karena memang&nbsp;</span><span><em>suspect</em></span><span><em>-</em>nya dan buktinya belum kuat menunjukkan siapa. Ditambah lagi, akses Unmul bebas dilewati siapa saja kan, ada orang<em>&nbsp;</em></span><span><em>jogging&nbsp;</em></span><span>dan sebagainya,&rdquo; sambungnya saat dihubungi<em>&nbsp;</em></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (29/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditemukannya beberapa botol miras pasca kegiatan dies natalis FIB, membuatnya bergegas memanggil panitia Malam Budaya untuk meminta keterangan. Sayangnya, pihak panitia mengaku tidak tahu dalang di balik perbuatan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengambil langkah tegas dan mencegah berulangnya kejadian seperti ini, Satyawati bakal mengeluarkan sanksi akademik dan sanksi sosial ketika pihaknya mendapatkan bukti keterlibatan mahasiswa FIB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya siap mengeluarkan sanksi akademik dan sanksi sosial, tapi&nbsp;</span><span><em>suspect-</em></span><span>nya ini tidak ketemu siapa yang minum-minum, sehingga saya enggak bisa menyimpulkan bahwa ini miras yang minum anak FIB,&rdquo; sergahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan lagi, panitia juga menjual tiket itu ke masyarakat umum jadi masih bisa ada kemungkinan bahwa yang minum-minum itu orang luar dan bukan mahasiswa FIB.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Klarifikasi Panitia Malam Budaya</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut pengakuan Ketua Panitia Malam Budaya, Pradika Danang, saat dihubungi awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (30/11), ia mengetahui desas-desus ditemukannya botol miras usai pelaksanaan Malam Budaya. Dari pemaparannya, ada oknum mahasiswa yang melakukan tindakan tidak senonoh itu pada dini hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi memang benar di hari Minggu, tepatnya setelah agenda Dies Natalis FIB Malam Budaya 2021 itu memang ada oknum mahasiswa yang minum di jam 03.00 subuh kalau tidak salah.&nbsp;</span><span><em>Nah,</em></span><span>&nbsp;seperti itu,&rdquo; paparnya dihubungi melalui WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pradika juga menjelaskan asal informasi ini dia dapatkan. Awalnya ia tidak mengetahui bahwa ada mahasiswa yang sedang menenggak minuman terlarang itu. Namun, pada Senin (22/11) pihaknya baru mengetahui hal tersebut saat proses pengembalian barang yang dipinjam.</span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e8eb1ae6ad005d291d0b95980862fed4385ee057.jpeg" style="width: 963px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami taunya di Senin pagi. Kalo enggak salah itu ada&nbsp;</span><span><em>cleaning service</em>-</span><span>nya yang melaporkan dari pihak sana, ini awalnya yang dipermasalahkan itu sampah, tapi ternyata ketika mereka lagi bersih-bersih nah &nbsp;ada temuan nih, ada dua botol minuman keras. Akhirnya waktu itu saya selaku ketua panitia dihubungin dan diminta untuk menghadap ke sana, seperti itu,&rdquo; rentetnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditanya mengenai saksi mata yang melihat langsung kejadian minum-minum tersebut, Pradika mengaku terdapat saksi lantaran di waktu kejadian ada rekan panitia dari divisi keamanan yang masih berada di lokasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Waktu itu mereka kalau tidak salah yang keamanan ini ternyata&nbsp;</span><span><em>nemu</em>&nbsp;</span><span>pas bersih-bersih subuhnya jadi nemu ini botol-botol kemudian dia yang membersihkan sampah-sampah itu dan kemudian ditaruh di plastik dan memang waktu itu plastiknya punya panitia juga,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, hingga kini Pradika belum dapat memastikan siapa oknum di balik kejadian ini. Pasalnya ia belum mendapat informasi lebih lanjut, apakah ada keterlibatan panita atau tidak. Namun, berbeda dengan pengakuan Satyawati, Pradika tegas mengatakan jika ada 6 orang mahasiswa yang memang ditemukan minum pada waktu itu dan sudah menghadap ke Kaprodi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari informasi yang didapatnya, pelaku dari kejadian ini merupakan orang-orang dari FIB. Tak hanya itu, ia juga mengungkap satu oknum tersebut mengajak pelaku lainnnya untuk pesta miras. Bahkan hingga kini pelaku yang menengarai kejadian ini masih dalam proses pencarian oleh pihak fakultas, lantaran tak kunjung datang dalam proses pemanggilan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Pradika telah menemui pihak Unmul Hub untuk melakukan klarifikasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya selaku ketua panitia memang datang ya ke Unmul Hub, mencoba klarifikasi juga dengan&nbsp;</span><span><em>cleaning service</em></span><span>&nbsp;yang ada di sana dan juga staf-staf yang ada di sana, kebetulan saya juga coba klarifikasikan bahwa ini sampah bukan punya kami. Karena memang sampah yang berserakan itu dan sampah yang punya panitia itu memang ada di situ, cuma beda jenis gitulah istilahnya. Jadi memang, itu</span><span>&nbsp;<em>pure</em></span><span>&nbsp;bukan punya panitia,&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait temuan botol miras ini, &nbsp;Pradika telah meminta maaf kepada pihak Unmul Hub. Pihaknya juga telah menjelaskan kepada civitas academica FIB, termasuk Wakil Dekan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami adakan pertemuan, lalu juga dengan dosen kami yang punya wewenang di Unmul Hub juga sudah kami adakan audiensi juga kemarin diskusi hari senin itu juga. Soalnya, di hari senin kemarin itu kami coba untuk meluruskan dulu informasi yang miskomunikasi yang ada di sekitaran FIB untuk kemudian nanti kami tindaklanjuti lagi,&rdquo; jawabnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga belum mengetahui secara pasti apakah keenam pelaku ini merupakan panitia Malam Budaya atau bukan. Untuk melihat apakah kejadian ini terjadi akibat kelalaian pihak keamanan panita,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>hendak menghubungi Sayuti, Koordinator Keamanan Malam Budaya, Kamis (2/12). Alih-alih mendapat jawaban untuk memperjelas situasi yang ada, dirinya enggan berkomentar banyak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya kurang tahu perihal tersebut, karena saat ini saya tidak terlalu mengikuti informasi isu kampus,&rdquo; rutuknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal, selang proses wawancara awak</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;dan dirinya, Sayuti menuturkan bahwa ia sempat ditanya pula oleh mahasiswa FIB terkait hal ini. Ia mengaku tak terganggu dengan kabar miring yang masih menjadi tanggung jawabnya ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya sebenarnya enggak terlalu risih dengan info itu, karena memang saat ini di FIB sendiri enggak ada pembahasan terkait yang dimaksudkan. Bahkan, saat ini panitia Malam Budaya grupnya tidak ada membahas apapun selain&nbsp;</span><span><em>share</em>&nbsp;</span><span>info lomba dan survei-survei penelitian,&rdquo; akunya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menerangkan jika di divisi yang ia koordinir itu terdapat tiga orang anggota perempuan, dan tiga lelaki yang pulang lebih awal, sehingga pada saat kejadian pihaknya tidak berada di tempat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk anggota keamanan Malam Budaya, divisi keamanan 3 cewek ngekos semua. Saya suruh pulang cepat selesai acara, 3 anggota keamanan lainnya cowok rumah di Samarinda otomatis ditunggui orang rumah,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hanya itu anggota acara sisa saya. Kalau saya yang ada di tempat berarti saya tahu, kalau saya tidak tahu logikanya berarti saya tidak ada di tempat,&rdquo; pungkasnya.<span>&nbsp;</span><strong><em>(</em></strong></span><span><strong><em>bay/fzn/kus/rst)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Timses Ikzan-Bagus Tuntut Wakil Rektor Panggil Penyelenggara Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-ikzan-bagus-tuntut-wakil-rektor-panggil-penyelenggara-pemira/baca </link>
<guid> timses-ikzan-bagus-tuntut-wakil-rektor-panggil-penyelenggara-pemira </guid>
<pubDate> Mon, 06 Dec 2021 23:48:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Timses Paslon dua gelar aksi terkait dugaan keberpihakan penyelenggara Pemira 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/timses-ikzan-bagus-tuntut-wakil-rektor-panggil-penyelenggara-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DQoJprJIiU.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Timses Ikzan-Bagus Tuntut Wakil Rektor Panggil Penyelenggara Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Dugaan keberpihakan penyelenggara Pemilihan Umum Raya (Pemira) 2021 baik DPM KM, Bawasra, dan KPPR mencuat usai diunggahnya Putusan Laporan Gugatan Hasil Pemira. Timses Paslon dua, Ikzan-Bagus gelar aksi dengan sederet tuntutan pada Senin (6/12) di gedung utama rektorat Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aksi diawali dengan orasi dari kuasa hukum Timses Paslon 02, Dandi. Dirinya mengungkapkan bahwa rektorat &nbsp;hanya bisa bungkam melihat penyelenggara Pemira yang tidak kompeten. Ia pun menyayangkan hal tersebut terjadi, menurutnya Pemira patut menjadi tombak awal perubahan di Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hanya bisa membisu, tidak pernah adanya melihat kondisi riil yang ada di lapangan. Bahkan WR 3 yang kita minta ketemu masih dia membisu entah di mana posisinya,&rdquo; teriaknya kala itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyinggung kontribusi universitas dalam menjamin ruang demokrasi, dan mengungkapkan kekecewaannya atas hal itu. Mosi tidak percaya dilayangkan tak hanya ke DPM KM, Bawasra, dan KPPR, namun juga terlontar untuk rektor dan jajarannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami hanya meminta pihak rektor, langsung bisa menghubungi pihak Bawasra, pihak DPM, Pihak dari KPPR. Yang mana pada hari ini membuat kita gila dalam hal-hal seperti ini.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masih dengan tuntutan yang sama, orasi dari Timses Paslon ini meminta keadilan dari jalannya Pemira. Mereka juga mengungkap agar rektor melihat kecurangan yang terjadi selama Pemira, hingga kecacatan sistem yang dipegang Bawasra dan KPPR.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tatkala massa aksi mulai ricuh sebab tak diperkenankan membakar ban oleh keamanan, akhirnya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin, turun dan bergabung untuk merespons.</span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib fr-fir" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/94e195d292c85356ef0760de824378fe1d4c8f60.jpeg" style="width: 839px;"><br><br><span>Encik mengaku telah mendengar berita ini dan mencoba menghubungi pihak penyelenggara Pemira. Namun, kehadirannya belum kunjung tiba hingga aksi dimulai. Ia juga meminta keamanan rektorat turut mencari dan menghadirkan pihak penyelenggara tersebut, juga rektorat akan menjadi fasilitator dari permasalahan ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya minta dari Paslon 02 agar menugaskan lima orang untuk melakukan pertemuan dengan penyelenggara. Bahkan, jika pertemuan itu harus di luar, saya akan fasilitasi. Itu yang saya upayakan (demi) kemaslahatan kita sama-sama,&rdquo; ucapnya menenangkan massa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian mewawancarai ketua Timses Paslon 02 sekaligus humas aksi, Mujahid. Ia berpendapat jika dalam audiensi nantinya pihak Bawasra dan KPPR tidak hadir, pihaknya akan mendorong birokrasi untuk segera menyatakan Iksan dan Bagus sebagai pemenang Pemira.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain mendorong hal tersebut, Mujahid mengungkapkan akan menganulir keputusan yang sudah diambil pihak penyelenggara, yang juga berisikan tentang pemotongan sebanyak 200 suara terhadap Paslon 02.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami tetap akan melakukan komunikasi terhadap pihak birokrasi WR 3, kami akan mendorong sekuat apapun agar pihak birokrasi tidak akan menjatuhkan SK kepada presiden dan wakil presiden yang itu terpilih melalui ketetapan Bawasra yaitu Paslon Joji-Indra,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Siang itu,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga menemui Alda yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen FEB. Bagi Alda, dirinya bingung terhadap transparansi pihak penyelenggara lantaran keunggulan nomor urut 02 tak diakui penyelenggara, dan malah mengumumkan Paslon 01 keluar sebagai pemenang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau suara di yang pertama itu sudah jelas kan tim nomor urut 02 lebih unggul berapa poin dibanding paslon yang pertama. Jadi butuh transparansi<span>&nbsp;</span></span><span><em>sih</em></span><span>&nbsp;dari tim pelaksana.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Alda menilai Pemira minim keterbukaan informasi. Ditambah adanya gugatan yang sempat digugurkan oleh pihak penyelenggara tanpa ada klarifikasi mengapa gugatan tersebut diturunkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kurang publikasi. Saya sendiri jujur enggak tau kalo debat kandidatnya itu kapan, informasinya itu kurang dapat, apalagi sekarang lagi pandemi jadi yang benar-benar kami butuhkan ya publikasinya jadi kalo bisa digencarkan lagi agar semua mahasiswa berhak tau,&rdquo; tuntutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia harap pemilihan tahun ini lebih baik pelaksanaannya. Tak hanya itu, ia juga menuntut jika sosialisasi terkait kabar Pemira lebih masif disosialisasikan, terkhusus untuk mahasiswa baru agar mengetahui siapa saja kandidatnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Penyelenggara Pemira Tak Penuhi Panggilan Encik</strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Berlanjut di malam hari pasca pemanggilan yang dilakukan Encik Akhmad Syaifudin saat aksi terjadi, hingga pukul 18.50 WITA saat<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai Muhammad Kholid Syaifulah selaku koordinator aksi, panitia pelaksana baik DPM, Bawasra, maupun KPPR tak munculkan batang hidungnya di lokasi yang sudah ditetapkan.</span></p><p><img class="fr-dib fr-fir" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/496beefc656ef068ff8628e9d8d652b5d4aa1f1b.jpeg" style="width: 839px;"></p><p style="text-align: justify;">Ia menyatakan kekecewaan kepada pihak penyelenggara lantaran sangat menonjolkan keberpihakan pada Paslon 01. Selain itu, ia menganggap pihak penyelenggara seperti enggan bertanggung jawab, sebab nihilnya pihak pelaksana yang hadir memenuhi panggilan Encik. Terlebih tak satu pun dapat dihubungi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bawasra hari ini tidak ada satupun personelnya, semuanya mengundurkan diri. Saat ini tidak ada orangnya, termasuk ketuanya,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk menemui Wakil Rektor saja untuk mengonfirmasi, mereka banyak alasan dan (mengatakan) tidak bisa. Hari ini kita melihat bahwa mereka tidak siap dan yang kedua mereka mempermainkan Timses 02 dan Wakil Rektor,&rdquo; tegas Kholid di tengah-tengah aksi lanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Alasan pihaknya bersikeras memperjuangkan Paslon 02 lantaran dirinya yakin bahwa Ikzan-Bagus menang. Sayangnya, menurut informasi yang ia dapatkan, pihak penyelenggara kini tidak berada di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Disinggung mengenai tuntutan lain yang akan disuarakan, Kholid mengatakan bahwa pihaknya sepakat bahwa DPM dan KPPR harus hadir tatap muka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika pak Encik menelpon untuk mengajak ketemu, alasan mereka adalah mau membuat <em>press release</em>. Menurut saya dalam kondisi genting seperti ini ngapain mereka fokus bikin <em>press release,</em> seperti tidak ada anggotanya yang lain saja.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga tak luput untuk menegaskan bahwa pihaknya yang menjadi massa aksi di hari tersebut akan terus bertahan. &ldquo;Kalaupun keluarnya besok pagi, ya kita <em>nginap</em> berarti di sini,&rdquo; tukas Kholid.</p><p style="text-align: justify;">Tak selang lama, beredar Surat bernomor 491/UN17 /KM/2021 perihal Maklumat yang dikeluarkan Encik selaku Wakil Rektor untuk menyatakan pembatalan penetapan hasil Pemira dengan beberapa poin penting di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun sederet isi di dalamnya yaitu yang pertama terkait pemenuhan rasa keadilan dalam pelaksanaan dan penetapan hasil Pemira 2021. Kedua, adanya dugaan tidak melaksanakan mekanisme penerimaan gugatan secara adil. Ketiga, DPM KM Unmul tidak merespons panggilan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni untuk mengklarifikasi permasalahan secara luring, sekalipun telah difasilitasi keamanan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. <strong><em>(fzn/vyn/bay/sar/rst)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FPIK 2021: Siap Membawa Perubahan FPIK Lebih Baik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-2021-siap-membawa-perubahan-fpik-lebih-baik/baca </link>
<guid> pemira-fpik-2021-siap-membawa-perubahan-fpik-lebih-baik </guid>
<pubDate> Tue, 07 Dec 2021 12:42:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Agenda sosialisasi awali Pemira FPIK 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-2021-siap-membawa-perubahan-fpik-lebih-baik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R7xBvqtTec.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FPIK 2021: Siap Membawa Perubahan FPIK Lebih Baik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Semarak Pemilihan Umum Raya (Pemira) di beberapa fakultas masih terdengar. Ajang pembelajaran demokrasi bagi mahasiswa kali ini datang dari FPIK.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun<span>&nbsp;</span></span><span><em>timeline</em></span><span>&nbsp;Pemira FPIK tahun ini diawali dengan agenda sosialisasi Pemira yang berlangsung pada Rabu (24/11) lalu. Selanjutnya, tahap pembukaan pendaftaran dan pengambilan berkas, dilanjut pula pengembalian berkas, verifikasi berkas, uji kriteria dan pengambilan nomor, masa kampanye, debat kandidat, masa tenang, simulasi sistem Pemira, rekapitulasi, masa pengaduan atau pengajuan keberatan serta penetapan hasil Pemira. Pemira FPIK tahun ini diketahui terdapat dua pasangan calon (Paslon) yang akan menahkodai BEM FPIK Unmul periode 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Sabtu (4/12), Sahrul Paslon nomor urut 01 dan Nirwana Paslon nomor urut 02, masing-masing memaparkan strategi yang mereka gunakan pada masa kampanye yang berlangsung selama tiga hari. Terhitung dari tanggal 3 hingga 5 Desember.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sahrul misalnya, yang mengaku telah semaksimal mungkin memanfaatkan berbagai platform media sosial yang ada. Mulai dari WhatsApp, Instagram, hingga Tiktok guna memaksimalkan kampanye. Sahrul mengungkapkan strategi ini harus mereka lakukan lantaran kegiatan di masa pandemi yang sangat dibatasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang (lagi)<span>&nbsp;</span></span><span><em>booming-booming</em>-</span><span>nya</span><span>&nbsp;(Tiktok)<span>&nbsp;</span></span><span><em>jedag</em>-<em>jedug</em></span><span>. Nah, itu salah satu strategi kami membuat<span>&nbsp;</span></span><span><em>jedag</em>-<em>jedug</em></span><span>&nbsp;seperti itu.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin yang secara umumnya, bagaimana kami memanfaatkan media sosial seperti ketika<span>&nbsp;</span><em>jedag</em>-<em>jedug</em> itu sudah terjadi, sudah dibuat, kita men-share ke Whatsapp, kita<span>&nbsp;</span><em>booming</em>-kan ke Whatsapp, kita<span>&nbsp;</span><em>booming</em>-kan (pula) ke Instagram,&rdquo; ungkap Sahrul selaku wakil dari Paslon 01 Pemira FPIK, Sabtu (4/12).</p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda halnya dengan Nirwana, ia menerangkan bahwa pihaknya memilih membangun komunikasi yang baik terhadap Timses mereka. Kedua, mereka turut memaksimalkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>branding</em><span>&nbsp;</span></span><span>visi misi program kerja yang akan mereka kerjakan selama setahun ke depan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dua hari kampanye ini kita coba masuk ke prodi setiap angkatan via Zoom dan mencoba membawakan narasi yang bagus. Kita coba setiap kampanye selalu memberikan keyakinan kepada warga FPIK, untuk memilih kami dengan berlandaskan pengalaman dan dedikasi kami di FPIK Unmul,&rdquo; imbuh Nirwana Nura pada Sabtu (4/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya membahas mengenai strategi, mereka turut membagikan berbagai kendala yang dialami.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sahrul menjelaskan bahwa singkatnya masa kampanye menjadi salah satu hambatan, sehingga tidak ada waktu untuk persiapan Paslon 01 dalam berkampanye.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi ada beberapa kendala, yang pertama yaitu singkatnya waktu kampanye, yang kedua tidak ada waktu untuk kita mempersiapkan diri pada saat kampanye,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya dari Paslon 01, namun kendala juga terjadi pada Paslon 02. Nirwana membeberkan kendalanya ada pada komunikasi yang tidak bisa mereka lakukan secara langsung akibat kondisi yang belum memungkinkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk kendala saat ini hanya di komunikasi dengan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FPIK Unmul pada saat berkampanye, karena kondisi saat ini susah untuk melayangkan kata- kata secara langsung. Supaya dapat yang kita sampaikan ke seluruh mahasiswa FPIK Unmul,&rdquo; tuturnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, kendala yang terjadi tidak melunturkan semangat serta antusias dari mahasiswa FPIK saat kedua Paslon melakukan kampanye.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Visi Misi Paslon</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam membawa perubahan yang lebih baik untuk FPIK, kedua Paslon juga membawakan visi masing-masing. Adapun visi dari Paslon 01 disebutkan oleh Sahrul yaitu mewujudkan BEM FPIK Unmul yang bersinergi, aspiratif, dan <em>literatif</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Visi kami adalah mewujudkan BEM FPIK Unmul yang bersinergi, aspiratif, dan <em>literatif</em>, sebagai ujung tombak lembaga kemahasiswaan,&quot; ungkap Sahrul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, bersinergi. Kata bersinergi ini maksudnya merangkul, bekerjasama, ataupun berkolaborasi dengan lima kelembagaan yang ada di FPIK Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, ada kata aspiratif. Aspiratif di sini maksudnya adalah kami siap mewadahi mahasiswa FPIK Unmul untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir,<span>&nbsp;</span></span><span><em>literatif</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Literatif</em></span><span>&nbsp;ini adalah bagaimana kita menciptakan wadah untuk kawan-kawan FPIK Unmul meningkatkan minat baca mereka. Hal ini berangkat dari menurunnya minat baca mahasiswa pada kondisi dua tahun ke belakang di masa pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak kalah dengan paslon 01, Paslon 02 memiliki visi yang mereka bawa pada Pemira FPIK tahun ini. Salah satunya dengan membawa prinsip gotong royong guna membangun FPIK dan perikanan Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Makna dari visi yang kami<span>&nbsp;</span></span><span>gaberkan</span><span>, pandemi merubah segalanya, termasuk budaya gotong royong dan rasa kepedulian. Dari permasalahan tersebut, BEM FPIK hadir sebagai tim eksekutorial untuk meningkatkan kesadaran KM FPIK dalam bergotong royong membangun FPIK dan perikanan Indonesia.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Untuk<span>&nbsp;</span></span><span><em>tagline</em></span><span>&nbsp;sendiri gaberkan FPIK Unmul 2022. Gerak bersama, wujudkan mimpi, ciptakan karya,&rdquo; ungkap nirwana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk saat ini, 7 Desember 2021, Pemira BEM FPIK Unmul sedang dalam masa tenang. &nbsp;Diketahui dari akun pemira FPIK Unmul, 10 Desember mendatang akan diadakan pemungutan suara. Adapula agenda masa pengaduan atau pengajuan keberatan yang dilakukan sehari setelah pemungutan suara yaitu pada tanggal 11 Desember dan ditutup dengan penetapan hasil Pemira yang akan dilangsungkan pada 12 Desember 2021.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga telah menghubungi Ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR), namun tak mendapat tanggapan sampai berita ini diterbitkan.<strong><em>&nbsp;(</em><em><span>cal/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sengkarut Pemira, Rusaknya Fasilitas Sekretariat DPM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sengkarut-pemira-rusaknya-fasilitas-sekretariat-dpm-km-unmul/baca </link>
<guid> sengkarut-pemira-rusaknya-fasilitas-sekretariat-dpm-km-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 08 Dec 2021 06:47:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisruh Pemira Unmul 2021 masih berlanjut. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sengkarut-pemira-rusaknya-fasilitas-sekretariat-dpm-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L1atcBDNid.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sengkarut Pemira, Rusaknya Fasilitas Sekretariat DPM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA -</span><strong>&nbsp;</strong>Sengkarut Pemira Unmul masih berlanjut, setelah aksi yang dilakukan Paslon 02 di rektorat Unmul, Senin (6/12) lalu. Beredar kabar fasilitas sekretariat DPM KM dirusak. Hal itu diketahui dari pesan WhatsApp salah satu anggota UKM Teater Yupa, yang membagikan informasi imbauan untuk Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) dan Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) agar sementara waktu tak berkegiatan di Student Center (SC).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&ldquo;Saya dari UKM Teater Yupa meminta dengan sangat kepada DPM KM serta Pusdima untuk sementara waktu tidak berkegiatan di lingkungan SC demi menjaga kondusifitas wilayah SC. Karena sudah 2 malam ini selalu terjadi keributan terkait dengan pelaksanaan Pemira yang mana itu berdampak dengan kegiatan di lingkungan SC,&rdquo;</em></span><span>&nbsp;tulis pesan singkat yang beredar di WhatsApp itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Belum ada informasi pasti mengenai siapa pelaku perusakan itu. <em>Sketsa</em> melakukan konfirmasi pada beberapa pihak. Salah satu yang <em>Sketsa</em> wawancarai ialah Siti Rahma selaku Ketua UKM Teater Yupa Unmul. Dirinya mengaku kejadian itu pada dua malam berturut-turut, 5 dan 6 Desember. Namun, pihaknya berada di lokasi kejadian pada malam kedua saat UKM Teater Yupa berkegiatan. &nbsp;Beberapa anggotanya memang melihat sekelompok orang membawa kayu dan menuju lantai atas, tidak lama berselang, terdengar suara pecahan. Diketahui suara itu berasal dari sekretariat DPM KM.</p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/299b2d3dfadcceac71fc85e95b6e4c40f4dea3d6.jpeg" style="width: 725px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Laporan dari Humas saya pun, dia ada ditelepon terkait izin penyegelan. Cuman, pesan dari kami silakan kalau mau melakukan penyegelan asal jangan melakukan keributan. Ternyata, tidak sesuai dengan apa yang dikatakan. Ya obrolannya</span><span>&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;</span><span>izin bakal ada sedikit keributan karena ingin melakukan penyegelan di&nbsp;</span><span><em>sekre</em></span><span>&nbsp;DPM,&rdquo; terangnya pada Rabu, <span>(8/12).</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kejadian serupa berlanjut pada malam kedua, sekitar pukul 23.30 WITA. Dari lantai atas SC, tiba-tiba terdengar bunyi keras seperti pukulan, pihaknya mengaku kemungkinan asal bunyi itu dari pukulan pintu. Bekas memukul itu lantas jatuh ke bawah dan hampir mengenai anggota UKM Teater Yupa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Spontan kami teriak untuk menghentikan kegiatannya. Hanya saja dari mereka marah dan sempat hampir menyerang kami. Sekitar empat orang yang naik ke atas laki-laki semua, dan yang berjaga-jaga itu ada dua orang laki-laki.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Siti pun mengaku ia dan anggota lainnya tidak mendapat ancaman dan sampai saat ini juga tidak mengetahui asal sekelompok orang itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Efan Alfarizki Wakil Presiden BEM KM Unmul 2020/2021, keesokan paginya menuju lokasi untuk memantau dan membantu membersihkan ruangan tersebut. Efan menjelaskan kronologi yang ia ketahui. Rentet kejadian itu dipaparkannya terjadi pukul 22.30 WITA, Minggu (5/12). Sekelompok orang mendatangi sekretariat DPM KM dengan membawa alat-alat yang berpotensi merusak fasilitas. Perusakan itu juga diakuinya termasuk pada inventaris DPM KM seperti dispenser, meja, kipas, dan alat elektronik lainnya.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8e06831845380f358737c8059163885b29a4b8b2.jpeg" style="width: 717px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekitar 3 orang yang&nbsp;</span><span><em>mantau</em></span><span>&nbsp;di bawah sedangkan beberapa oknum menaiki Student Center dan menuju&nbsp;</span><span>sekre</span><span>&nbsp;Pusdima, dan Alhamdulillah diadang untuk mencegah vandalisme sama teman-teman UKM yang kebetulan berada di Student Center dan akhirnya vandalisme malam kedua tidak terjadi hal yang menimbulkan kerugian,&rdquo; papar Efan pada Selasa (7/12) kepada awak <em>Sketsa</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya diketahui bahwa kondisi sekretariat DPM KM tertata rapi dengan inventaris yang sesuai pada tempatnya, sebab hanya digunakan oleh tim Informasi dan Teknologi Pemira (ITP) dari Pemira Farmasi dalam melakukan pemungutan suara. Setelahnya tidak ada lagi kegiatan karena kondisi dinilai tak kondusif. Meski begitu, Efan mengaku belum dapat mengambil kesimpulan siapa pelaku dari perusakan sekretariat DPM KM ini. Info yang ia dapat bahwa pelaku tersebut adalah mahasiswa Unmul yang tidak menerima keputusan dari KPPR Pemira BEM KM Unmul tahun ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menyikapi keputusan harus disertai dengan cerdas dan kepala dingin dan tidak melakukan kerusakan. Sangat disayangkan fasilitas yang kami perjuangkan malah dihancurkan dengan tidak bertanggung jawab.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kisruh ini akan ditindaklanjuti pihaknya. Ia menuturkan ada beberapa yang harus dikerjakan agar pelaku jera dengan tindakannya. &ldquo;Akan ada beberapa hal yang BEM KM ingin lakukan atas perihal yang terjadi: mengecam keras tindakan vandalisme yang terjadi, mengusut tuntas pelaku vandalisme yang menimbulkan kerusakan di Student Center dan diberikan hukuman yang setimpal, meminta tanggung jawab pelaku atas vandalisme yang terjadi,&rdquo; tutup Efan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Silang Pendapat Timses Paslon 02</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tudingan perusakan ini mengarah ke tim pemenangan Ikzan-Bagus.&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mengonfirmasi Mujahidin selaku Ketua Timses Paslon 02, Selasa (7/12) lalu. Mujahidin menuturkan bahwa pihaknya tak pernah merencanakan aksi perusakan tersebut. Status media sosial mahasiswa yang berseliweran, dinilainya sebagai bentuk penggiringan opini untuk Paslon 02.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini juga bertepatan dengan kami melakukan aksi di rektorat Unmul. Kabar itu kami bisa memastikan massa aksi kemarin terfokus pada aksi di rektorat, tidak ada aksi tambahan yang kemudian kita ke sekretariat DPM KM, untuk melakukan perusakan itu. Bisa saja ada oknum yang merasa tidak puas, kita tidak tau apa yang menjadi permasalahan, yang (berujung pada) perusakan. Kami memastikan itu,&rdquo; ujar Mujahidin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya mengenai bukti kuat tak adanya keterlibatan Timses Paslon 02, ia mengaku bahwa pihaknya telah mengoordinir untuk aksi damai dan menghindari jalur yang melanggar aturan, sehari sebelum aksi dilakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pasti kita menindaklanjuti kalau itu bagian dari tim kami. Kami akan murni menyerahkan proses ini ke pihak berwajib atau birokrasi untuk merespons insiden itu. Kalau memang pelakunya bagian dari kita akan kita tindak lanjut . Apapun sanksi yang diberikan, kami akan menghargai,&rdquo; pesannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Poin dari rilis kami merespons insiden itu, poin yang dipertegas adalah mengonfirmasi persoalan di lingkup Unmul, khususnya sekretariat DPM KM. Kita juga berharap ada sinergi lembaga internal, atau lembaga apapun untuk mencari bersama-sama, kalau memang oknum tersebut adalah mahasiswa Unmul.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini diterbitkan,&nbsp;</span><span>Ketua DPM KM Unmul belum merespons wawancara <em>Sketsa</em>, sebagai pihak yang dirugikan karena rusaknya fasilitas sekretariat.&nbsp;</span><span><em><strong>(bay/rst/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FISIP 2021: Tingkatkan Kolaborasi, Ciptakan Harmonisasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2021-tingkatkan-kolaborasi-ciptakan-harmonisasi/baca </link>
<guid> pemira-fisip-2021-tingkatkan-kolaborasi-ciptakan-harmonisasi </guid>
<pubDate> Wed, 08 Dec 2021 08:06:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akhir Pemira FISIP 2021 dimenangkan oleh Paslon 01 Reski-Juned </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2021-tingkatkan-kolaborasi-ciptakan-harmonisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9MVtNnDBRN.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FISIP 2021: Tingkatkan Kolaborasi, Ciptakan Harmonisasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; </span><span style="background-color: transparent;">Sabtu (4/12) lalu, melalui laman&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;"><em>pemira.fisip.unmul.ac.id</em></span><span style="background-color: transparent;">, pemungutan suara mahasiswa FISIP Unmul resmi dilangsungkan.&nbsp; Hasil dari rekapitulasi itu adalah Paslon 01 Reski-Juned, mendapatkan suara sebanyak 742 suara. Sedangkan Paslon 02 &nbsp;Naqib-Isma memperoleh suara sebesar 550 suara dari total 1292 suara. Kemudian untuk DPM FISIP didapatkan hasil 391 suara untuk Yehezkiel, Dennis 581 suara, dan Hafidz 320 suara dari total 1292 suara.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut diketahui nakhoda FISIP berada pada Paslon 01 Reski-Juned dan Ketua DPM&nbsp; Dennis.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sempat diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui Zoom Meeting pada Minggu (5/12), Reski Dhemas Pawae selaku Presiden BEM FISIP terpilih menyampaikan visi yang ia janjikan. Selama setahun ke depan ia dan Junet ingin menciptakan generasi kritis, aktif, dan kolaboratif serta membawa semangat kebhinnekaan serta menjunjung tinggi gerakan FISIP Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya karena di era gen Z sekarang, harus banyak-banyak bersinergi dan berkolaborasi,&rdquo; papar Junet, Minggu (5/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan sinergitas dan kolaborasi yang dipaparkan, Paslon 01 memiliki program unggulan yang bernama &lsquo;<em>Fisip Your Home</em>&rsquo; yang diturunkan menjadi Rumah Aspirasi, Rumah Intelektual, Rumah Pengembangan, Rumah Sosial, dan Rumah Informasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Reski juga menyampaikan harapannya pada tahun ini agar dapat melaksanakan kegiatan secara luring dengan menyambut<span>&nbsp;</span></span><span><em>back to campus</em></span><span><em>&nbsp;</em>bagi mahasiswa baru yang 70 persen diperkirakan akan menjalankan perkuliahan secara luring nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya Reski, Ketua DPM FISIP terpilih, Dennis Said Raihan juga turut memaparkan visinya pada periode ini. Dirinya menjelaskan bahwa visinya selama setahun ke depan akan menjadikan DPM FISIP Unmul sebagai badan legislatif yang berintegritas dengan mengedepankan budaya aspiratif, responsif, dan bersinergi antar elemen civitas academica FISIP Unmul. Adapun beberapa program yang dibawakan seperti Forum Legislasi Class (FLC), Studi Banding DPM, dan Serap Aspirasi (Serasi).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dennis juga memberitahukan kepada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;bahwa saat ini badan legislatif tersebut perlu memaksimalkan kembali tugas-tugas DPM yang kurang dan meningkatkan hal-hal lain yang menjadi tanggung jawab DPM. Hal ini menjadi catatan penting baginya berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lebih ke maksimalkan aja sebenarnya dan juga menjaga keharmonisan antar lembaga agar bisa saling bersinergi membawa FISIP lebih baik ke depan,&rdquo; jawab Dennis pada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Penyelenggara Pemira FISIP</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Roger Defry Kang sebagai Ketua Badan Penyelenggara Pemilu Raya (BPPR) FISIP Unmul, menyampaikan bahwa animo mahasiswa FISIP tahun ini terbilang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah suara yang mencapai 1292 suara yang di mana jumlahnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Digunakannya<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;untuk melaksanakan pemilihan kemudian jadi suatu hal yang ingin dipertahankan oleh pihak BPPR agar dapat digunakan kembali pada tahun selanjutnya. Pasalnya, hal ini dinilai dapat memudahkan mahasiswa yang hendak bersuara untuk memilih kapan saja dan di mana saja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai Ketua BPPR, Roger juga sampaikan harapannya pada calon yang terpilih. Ia menantikan adanya perubahan-perubahan baik terhadap FISIP, agar menciptakan suatu citra positif di luar lingkungan FISIP itu sendiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan saya tidak banyak dan mungkin harapan saya ini adalah harapan kita semua. Sebagai mahasiswa FISIP, saya berharap sekiranya para calon yang terpilih ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dapat menjalankan tugasnya dengan amanah, kemudian dapat mendengarkan dan menyalurkan aspirasi dari kita semua yaitu mahasiswa FISIP. Lalu dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi terhadap FISIP sehingga nama FISIP itu baik di mata orang luar sana,&rdquo; begitu harapnya saat diwawancara<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Selasa, (7/12).<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>ash/vyl/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Satirenya The Juice Media: Petaka atau Faedah Bagi Komunikasi Publik Pemerintah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/satirenya-the-juice-media-petaka-atau-faedah-bagi-komunikasi-publik-pemerintah/baca </link>
<guid> satirenya-the-juice-media-petaka-atau-faedah-bagi-komunikasi-publik-pemerintah </guid>
<pubDate> Thu, 09 Dec 2021 07:40:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena iklan satire The Juice Media </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/satirenya-the-juice-media-petaka-atau-faedah-bagi-komunikasi-publik-pemerintah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dRuMKsXODa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Satirenya The Juice Media: Petaka atau Faedah Bagi Komunikasi Publik Pemerintah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>The Juice Media (TJM) merupakan salah satu perusahaan di Australia yang terkenal karena rutin membuat konten satire politik dan sosial kontemporer. &ldquo;</span><span><em>We make honest government ads</em>,</span><span>&rdquo; begitulah kira-kira yang mereka tuliskan dalam deskripsi kanal Youtube-nya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>TJM didirikan oleh seorang sejarawan Australia, penulis, satiris, sekaligus produser video, Giordano Nanni. Tayangan perdana TJM mulai dipublikasikan sejak 12 tahun lalu, tepatnya pada 4 Oktober 2009. Usai sukses dengan episode pertamanya yang berjudul Juice Rap News, media ini kembali meluncurkan seri &lsquo;iklan jujur pemerintah&rsquo; pada 28 Mei 2016. Seri itulah yang sering kita kenal dengan istilah &nbsp;Honest Government Ad Series.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hadirnya iklan satire yang diproduksi TJM lantas menimbulkan pertanyaan. Apakah komunikasi yang dilakukan pemerintah selama ini hanya sebuah pencitraan dan mengabaikan fakta sosial yang ada?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk menjawab pertanyaan tersebut, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>mencoba menghubungi Johantan Alfando salah satu dosen FISIP Unmul yang mendalami kajian media, Kamis (2/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Johantan, hal tersebut dapat ditinjau melalui dua perspektif yakni publik dan pemerintah. Dalam perspektif pemerintah, kehadiran media semacam ini tentu terlihat sebagai sebuah ancaman, sebab informasi yang dihadirkan kerap kali tak selalu positif layaknya hal yang diinginkan pemerintah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau kita berbicara dari perspektif pemerintah, memang (TJM) ini terlihat sebagai sebuah ancaman atau lebih tepatnya sebagai pengganggu dalam jalannya pemerintahan,&rdquo; paparnya melalui aplikasi Zoom Meeting, Kamis (2/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan dalam perspektif publik, masyarakat dapat memiliki sumber yang lebih beragam. Tidak hanya mengetahui informasi positif yang diberikan pemerintah, tetapi masyarakat juga didorong untuk kritis mempertimbangkan lewat berbagai sumber yang tersedia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi kalo dari sisi publik, (hal) ini dapat dijadikan sumber pertimbangan. Tetapi bukan sebagai acuan untuk langsung percaya, karena akun-akun seperti ini informasi yang (mereka) sajikan (juga) patut dipertimbangkan.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya melayangkan sindiran-sindiran kepada pemerintah Australia saja, bahkan salah satu konten TJM pernah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada tahun 2019 lalu. Isi kontennya membahas mengenai kekerasan aparat terhadap warga asli hingga eksploitasi sumber daya alam di Papua Barat, dengan gaya satire yang khas dari media ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apakah tindakan Kominfo tersebut semakin menguatkan asumsi bahwa pemerintah memiliki komunikasi publik yang buruk?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Johantan menilai tindakan yang dilakukan Kominfo sudah tepat, sebab konten yang disajikan TJM kala itu berpotensi mengganggu keutuhan negara. Apalagi jika konten tersebut hadir di situasi Indonesia yang sedang berjuang melawan pandemi. Baginya masyarakat sudah cukup jenuh dengan komunikasi publik yang dilakukan pemerintah akibat kebijakan yang selalu berubah-ubah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Meskipun informasi yang diblokir itu benar, itu bisa membuat negara ini tambah kacau. Kita tahu sendiri bahwa informasi itu sama saja seperti isu teroris yang bisa mengancam keutuhan negara. Apalagi (jika) ternyata informasi yang tersebar itu tidak benar dan membuat kegaduhan.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sebenarnya itu kritik dengan cara komedi dari apa yang saya nilai, sama dengan Juice Media bisa dikatakan efektif kalau dilihat. Karena buktinya saja Kominfo memblokir, kan. Artinya pesannya sampai ke pemerintah gitu, ya,&quot; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika menilik kultur masyarakat Indonesia tatkala menerima informasi, Johantan menilai penerimaan atas penyajian beragam informasi untuk masyarakat Indonesia yang majemuk, kerap lebih sensitif dibanding kondisi negara lain. Namun, bagaimana pun masyarakat memiliki hak atas informasi dan edukasi yang jelas. Sebagaimana Pasal 28F UUD 1945.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Johantan menambahkan bahwa fenomena hadirnya media seperti TJM ini punya kemiripan dengan akun calon Presiden (Capres) fiktif yang sempat viral di media sosial pada 2019. Kehadiran akun yang mengusung Nurhadi-Aldo sebagai pasangan calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden ini atas dasar kegerahan dengan suasana menjelang pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Positifnya tadi bisa jadi bahan masukan pemerintah, lebih mudah masuk, lebih mudah sampai pesannya. Kalau bicara negatif, publik takutnya enggak percaya (sama pemerintah). Lebih baik hal-hal seperti ini menjadi sebuah<span>&nbsp;</span></span><span><em>balancing</em></span><span>&nbsp;informasi saja. Kadang, kan, kasus-kasus yang tidak terungkap di pemerintah, biasanya di akun-akun seperti ini (malah) muncul. Tinggal<span>&nbsp;</span></span><span><em>user</em></span><span>-nya lagi, bisa enggak melihat ini secara cermat,&quot; pesannya menutup sesi wawancara bersama awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span><em><b><span>(</span><span>ems/ahn/nkh</span><span>/</span><span>rst)</span></b></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesempatan Emas, Program Kampus Mengajar dan PKL MBKM Buka Pendaftaran Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesempatan-emas-program-kampus-mengajar-dan-pkl-mbkm-buka-pendaftaran-kembali/baca </link>
<guid> kesempatan-emas-program-kampus-mengajar-dan-pkl-mbkm-buka-pendaftaran-kembali </guid>
<pubDate> Thu, 09 Dec 2021 11:24:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemendikbudristek kembali buka pendaftaran beragam program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesempatan-emas-program-kampus-mengajar-dan-pkl-mbkm-buka-pendaftaran-kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1P6kgYBz0Y.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kesempatan Emas, Program Kampus Mengajar dan PKL MBKM Buka Pendaftaran Kembali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Kesempatan emas untuk mahasiswa datang lagi. Di penghujung tahun 2021 ini Kementrian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka pendaftaran untuk beberapa program yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satunya program Kampus Mengajar yang saat ini telah mencapai angkatan ketiga. Pendaftarannya dibuka selama 15 hari, terhitung sejak 25 November hingga 10 Desember 2021.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>dikti.kemdikbud.go.id</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>program Kampus Mengajar sebagai bekal mahasiswa agar dapat menguasai berbagai ilmu dan keahlian dengan menjadi<span>&nbsp;</span></span><span><em>partner</em><span>&nbsp;</span></span><span>guru maupun sekolah. Di sini, mahasiswa didorong untuk turut berkontribusi menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran, sehingga berdampak pada penguatan literasi, numerasi, serta adaptasi teknologi di jenjang SD dan SMP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat persyaratan umum yang harus dipenuhi untuk dapat berpartisipasi merasakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa melalui program ini. Diantaranya, memiliki IPK minimal 3.00, merupakan mahasiswa aktif jenjang S1, D4, atau D3 (minimal semester 4), belum pernah mengikuti program Kampus mengajar angkatan sebelumnya, hingha berasal dari perguruan tinggi negeri atau swasta di bawah naungan Kemendikbudristek dengan prodi terakreditasi minimal B.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain Kampus Mengajar, program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang diusung oleh Kemdikbudristek turut membuka pendaftaran<span>&nbsp;</span></span><span>sejak 30 November lalu hingga 11 Desember mendatang. Dilansir dari Instagram resmi<span>&nbsp;</span></span><span><em>@ditjen.dikti</em></span><span>, program tersebut sedang memasuki pembukaan<span>&nbsp;</span></span><span><em>batch</em><span>&nbsp;</span></span><span>VIII dan akan dilaksanakan selama 3 bulan selama periode Januari-Maret 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan untuk mengeksplorasi pengalaman baru serta mengasah keterampilan di lingkungan pemerintahan. Adapun PKL menawarkan berbagai pilihan formasi untuk peserta, yakni sebagai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Social Media Specialist</em> &amp; <em>Copy Writer</em></span><span>, Perancang Grafis,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Videographer</em> &amp; <em>Motion</em></span><span>, Hubungan Masyarakat, hingga Kerja Sama dengan masing-masing persyaratan yang perlu diperhatikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantas, apa saja keuntungan yang bisa kamu dapatkan selama mengikuti kegiatan magang ini?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, dapat membuka wawasan seputar pembagian tugas pada tiap-tiap divisi di suatu perusahaan, kebutuhan<span>&nbsp;</span></span><span><em>skill</em></span><span>&nbsp;atau kompetensi pada suatu posisi, berkontribusi pada sebuah<span>&nbsp;</span></span><span><em>project</em></span><span>&nbsp;perusahaan, dan lain-lain. Program ini diibaratkan sebagai gerbang awal untukmu agar dapat mengenal seluk beluk dunia kerja secara lebih dalam, karena kamu terlibat langsung di lapangan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, dapat membangun dan memperluas koneksi. Dengan kata lain, kamu bisa bertemu dengan orang-orang baru yang berpengalaman di dunia industri. Tentunya, ini akan sangat membantumu di kemudian hari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga, keberlanjutan karir. Kamu memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima sebagai karyawan di tempat magang, terlebih jika kamu memiliki kinerja serta sikap yang baik selama mengikuti kegiatan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keempat, dapat mengembangkan<span>&nbsp;</span></span><span><i>skill</i><span>&nbsp;</span></span><span>yang kamu miliki. Ketika dihadapkan dengan sejumlah tugas selama magang, kamu bisa belajar banyak dari setiap tugas tersebut. Sehingga kamu dapat memaksimalkan serta menambah<span>&nbsp;</span></span><span><i>skill</i></span><span>&nbsp;yang dimiliki.</span></p><p style="text-align: justify;">Tertarik untuk mengikuti programnya? Kamu juga bisa mengunjungi akun Instagram resmi<span>&nbsp;</span><i>@ditjen.dikti</i>&nbsp;untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Catat tanggalnya dan segera daftarkan dirimu, ya!<span>&nbsp;</span><i><b><span>(</span><span>nkh/ems</span></b><b>)</b></i>.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Babak Baru Pemira Unmul: Wakil Rektor Ambil Alih Jalannya Persidangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/babak-baru-pemira-unmul-wakil-rektor-ambil-alih-jalannya-persidangan/baca </link>
<guid> babak-baru-pemira-unmul-wakil-rektor-ambil-alih-jalannya-persidangan </guid>
<pubDate> Thu, 09 Dec 2021 12:48:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyelenggara Pemira BEM KM Unmul 2021, para Paslon serta WR 3 turut hadiri sidang mediasi gugatan hasil Pemira. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/babak-baru-pemira-unmul-wakil-rektor-ambil-alih-jalannya-persidangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/44gN0ud8U2.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Babak Baru Pemira Unmul: Wakil Rektor Ambil Alih Jalannya Persidangan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &ndash;&nbsp;</span>Perebutan kursi jabatan BEM KM Unmul pada Pemilihan Umum Raya (Pemira) Unmul 2021 kian bergejolak. Rabu (8/12), DPM KM, &nbsp;KPPR, Encik Ahmad Syaifudin, serta masing-masing pasangan calon (Paslon) dan Timses laksanakan sidang mediasi dari gugatan hasil Pemira yang sempat dilayangkan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persidangan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA itu memancing perhatian lantaran digelar secara mendadak. Tak hanya itu, sidang yang dilangsungkan di ruang pertemuan lantai 3 gedung Rektorat Unmul berlangsung secara tertutup dan terbatas. Akhirnya Timses masing-masing kubu terpaksa menunggu di lorong ruangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Muktamar yang membahas terkait gugatan hasil Pemira, pemeriksaan alat bukti, dan mediasi keterangan dari seluruh pihak itu rupanya tak berjalan mulus. Hal itu dikarenakan beberapa pihak tidak mendapat kesempatan ruang maksimal untuk berikan penjelasan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>DPM Kecewa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditemui media pasca persidangan usai, pukul 23.11 WITA, Muhammad Guntur Saputra Ketua DPM KM akhirnya buka suara. Ia menilai persidangan yang terselenggara saat itu tak memberikan kesempatan yang cukup untuk mengonfirmasi berbagai tudingan yang ada.</span></p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2b14a996d47dd3f7d38b448aabdac507a6647240.jpg" style="width: 948px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk tanggapannya sebenarnya adanya forum pada hari ini berniat mengonfirmasi tudingan, tapi sangat disayangkan kami tidak diberi ruang maksimal. Diambil alih dengan rektor. kami sebenarnya ingin memberi penjelasan, tapi tidak diberi ruang maksimal untuk mengonfirmasi. Setiap kita mau menyampaikan, selalu suara paling keras yang terdengar. Atas dasar suara keras itu kami kalah suara,&rdquo; ucapnya di tengah-tengah kerumunan masa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak sampai di situ, ia mengaku pihaknya tidak diberi keadilan lantaran seharusnya DPM lah yang melangsungkan sidang tersebut. Nyatanya sidang diambil pihak rektorat atas dasar pemberontakan peserta sidang yang seharusnya bisa diamankan pihak keamanan agar berlangsung secara kondusif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada aturan orang yang tidak kondusif bisa dikeluarkan, pak WR 3 itu setuju pendapat mereka (pihak Paslon 01) untuk mengambil alih, padahal ada aturan (kalau) orang yang tidak kondusif, itu bisa dikeluarkan dari persidangan,&rdquo; terangnya kecewa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alih-alih menganggap pertarungan ini usai, Guntur mengaku DPM KM lah yang memiliki wewenang memutuskan sidang. Ia juga tegas berucap bahwa persidangan yang terjadi di hari itu menyalahi aturan dan tidak menunjukkan demokrasi kampus yang sehat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait tudingan intervensi yang berseliweran selama Pemira, dirinya mengatakan bahwa hal itu tidaklah benar. Sebagaimana UU Pemira Pasal 6, bahwa pihaknya memiliki kedudukan sebagai penanggung jawab yang dalam pelaksanaannya dibentuk menjadi<em>&nbsp;</em></span><span><em>Steering Committee</em>&nbsp;</span><span>(SC), serta KPPR dan Bawasra berperan sebagai penyelenggara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi tudingan intervensi itu ketika mereka melihat kami hadir dalam rapat, padahal tujuan kami di situ mengarahkan, bukan mengintervensi. Itu dapat ditanyakan (melalui) Ketua Bawasra, silakan. Itu tudingan yang belum sempat kami sampaikan (diklarifikasi kepada khalayak). SC itu sifatnya mengarahkan dan harusnya keputusan final (persidangan) di kami,&rdquo; singgungnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga sangat menyayangkan keputusan rektorat yang mengintervensi dengan mengambil alih persidangan. Seharusnya, keputusan itu ada di tangan DPM KM. Namun, prosedurnya dilangkahi dan langsung diambil alih Encik selaku WR 3 yang jika mengacu pada UU Pemira menyalahi aturan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ayal ia dan pihaknya akan mengambil upaya hukum, sebab masalah yang terjadi merupakan produk hukum yang dikeluarkan oleh kemahasiswaan. &ldquo;</span><span><em>Nah</em>,</span><span>&nbsp;itu, kami coba masih mengkaji, apakah produk yang keluar itu dapat kami adukan atau tidak di persidangan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bawasra sebagai pengawas diketahui tidak hadir dalam persidangan kemarin, Guntur mengaku bahwa delegasi mereka ditarik oleh masing-masing fakultasnya. Untuk sementara, DPM KM lah yang bertanggung jawab penuh sebagai pengawas terhadap perhelatan akbar demokrasi kampus ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menilik kejadian vandalisme yang terjadi pada sekretariat DPM KM, ia menuturkan jika hal itu tidak akan terjadi tanpa sebab. &ldquo;Ya, kalau kita ada peribahasa ya mungkin, enggak ada asap kalau tidak ada api.&nbsp;</span><span><em>Nah</em></span><span>&nbsp;jadi begini mas, saya perlu sampaikan ini juga sikap kecewa kami gitu ya. Karena pihak rektorat ternyata memisahkan antara kekecewaan dari pihak yang menang saat ini. Kemaren kan mereka kecewa</span><span>&nbsp;<em>nih</em></span><span>&nbsp;berontak segala macam gitu, kan. Itu dipisahkan (tidak dibahas lebih lanjut oleh birokrasi) dengan kehancuran yang terjadi (perusakan sekretariat DPM KM),&rdquo; rentetnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak luput ia berharap bahwa kedewasaan dalam berpolitik sangat penting untuk bersaing dalam demokrasi. &ldquo;Untuk harapannya, ke depannya, bisa lebih dewasa dalam berpolitik dan untuk saat ini saya hanya bisa menyampaikan bahwa kami pada posisi kecewa dengan apa yang sudah terjadi saat ini,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Encik</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi pernyataan DPM atas sempitnya ruang mengklarifikasi, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pun menemui WR 3, Encik. Dirinya mengungkapkan pernyataan Guntur itu tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.&nbsp;</span></p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4058b4d5f8fd8d407fcdd16cb4ec4c3bb9219f78.jpg" style="width: 951px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya memberi kesempatan (DPM). Tunjukkan terkait bukti, ayat-ayat, dan sebagainya,&rdquo; sahutnya saat ditemui di ruangannya pada Kamis (09/12) dini hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Encik juga berterus terang atas dirinya yang dinilai melampaui ketentuan. Ia beranggapan aturan yang ada itu tidak diimplementasikan dengan seharusnya. Sehingga hal ini perlu ia lakukan &nbsp;semata-mata sebagai bentuk kepedulian. Bahkan seharusnya birokrat tidak perlu ikut campur dalam hal ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi fungsi saya sebagai ayah lah yang harus saya ke depankan dan kepedulian ini lah yang harus saya tunjukan, kalau saya membiarkan terjadi kisruh dan sebagainya di jabatan saya tertulis bagian kemahasiswaan dan alumni.&ldquo; ucapnya pada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati Pemira ini diwarnai dengan kisruh yang tak sudah, Encik pun tetap mengharapkan ada pendewasaan dalam berdemokrasi dari mahasiswa Unmul, serta menjadikan momen ini sebagai tombak perubahan untuk maju, meski harus tertatih-tatih.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Beda Versi Pemaknaan Demokrasi Kampus</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai pelaksanaan sidang tertutup itu diakhiri, Paslon 02 Ikzan-Bagus lantas melakukan selebrasi bersama tim pemenangan di halaman depan pintu utama gedung Rektorat Unmul. Dihujani kebahagiaan, Ikzan-Bagus terlihat tersenyum lebar sembari mendeklarasikan kemenangannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditanya bagaimana proses persidangan di dalam ruangan pertemuan itu, Ikzan memaparkan bahwa WR 3 memfasilitasi Paslon 01 dan 02 serta penyelenggara, untuk memediasi hasil Pemira yang dianggap tidak independen dalam penyelenggaraannya. Tak hanya itu, ia mengungkap bahwa WR 3 memutuskan menolak gugatan pihak Paslon 01.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ikzan juga mengatakan jika</span><span>&nbsp;</span><span>pertimbangannya adalah dalam proses mekanisme pengajuan gugatan itu tidak melibatkan pihak tergugat. Namun, Bawasra memutuskan secara sepihak di dalam lembaganya. Padahal dalam mekanisme persdangan itu harus memanggil pihak tergugat dan penggugat. Namun, dalam hal ini tidak dipanggil dan langsung putusan, dan itu dianggap tidak benar oleh WR 3.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagus berpendapat jika semenjak Pemira ini dilaksanakan, memang terlihat bahwa pihaknya sangat diuji.&nbsp;</span></p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eea9c53e1f135a600c5961dd384f52e9e16c44d9.jpg" style="width: 948px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mulai dari pertama kasusnya Ikzan-Kholid waktu itu dan di situ kita sudah mengajukan gugatan. Hingga pada akhirnya, gugatan itu tidak direspons dengan baik oleh KPPR bahkan DPM hari ini. Dari situ kami menyatakan mosi tidak percaya kepada pihak yang terkait bahwasannya apa yang sudah kami jalankan selama Pemira ini tidak dinilai dan direspons dengan baik, hingga pada akhirnya kami mengucapkan mosi tidak percaya kepada DPM,&rdquo; lugasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kenapa misalnya kalau kami mengadu ke rektorat? Karna kami merasa bahwa pihak penyelenggara Pemira tidak memberikan hak kami untuk mempertanyakan putusan seperti apa dan hasilnya seperti apa. Tidak diberikan ruang. Sehingga kepada siapa kami mengadu selain kepada WR 3 yang menengahi kemahasiswaan pada akhirnya,&quot; tambah Ikzan saat disinggung mengenai keterlibatan WR 3.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak luput, Ikzan juga menanggapi pernyataan DPM KM yang berucap jika pihaknya merasa ditekan dalam forum tersebut. Pihaknya menganggap hal itu harus diperjuangkan sebab fakta di lapangan seperti itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, Ikzan-Bagus berarap dari hasil mediasi, pihak rektorat segera menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Sesuai hasil rekapitulasi suara tanggal 30 November kemarin yaitu Ikzan-Bagus yang memenangkan dengan keunggulan 22 suara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kami mengucapkan banyak terima kasih, 4.462 suara yang hari ini diberikan oleh Ikzan-Bagus merupakan bagian dari mahasiswa Unmul. Kami berharap kepada kawan-kawan semua. Mohon doanya, mohon dikawal sampai tuntas dan bisa mengembalikan demokrasi yang seharusnya ada di Universitas Mulawarman.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke kubu Paslon 01 yakni Joji-Indra,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut menghubungi Andi Indra Kurniawan pada Kamis (9/12), untuk mencari tau pandangannya terhadap proses mediasi tersebut. Dari sudut pandang pihaknya, Paslon 01 telah menyampaikan aspirasi sesuai isi pembahasan yaitu gugatan Paslon 02 terhadap keputusan dari Bawasra, yakni mengurangi 200 suara dari Paslon 02 akibat pelanggaran yang dilakukan oleh salah seorang Timsesnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, Indra mengungkap bahwa pihanya merasa sangat kecewa dan tidak puas atas &nbsp;hasil mediasi semalam. Menurutnya, WR 3 mencederai independensi dari proses berjalannya demokrasi kampus. Ia berucap jika DPM KM lah yang punya legalitas memimpin mediasi.</span></p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/39bc9c44bca3b5b734d3f357062e62f2d4c4e5d8.jpg" style="width: 949px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;WR 3 terkesan terburu-buru dan memaksakan keadaan dalam mengambil keputusan. Beliau bersikeras untuk mengambil keputusan malam itu juga. Namun, kondisi audiens forum saat itu sudah lelah. Padahal kita tahu, bahwa keputusan yang diambil dalam kondisi lelah tentu tidak akan maksimal hasilnya. Seolah-olah WR 3 dalam tekanan yang memaksa beliau harus mengambil keputusan malam itu juga,&rdquo; paparnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indra menilai campur tangan pihak rektorat dalam Pemira ini merupakan langkah yang kurang tepat. WR 3 bisa mengamankan mediasi tanpa harus mengambil alih. Namun, di lapangan WR 3 dinilainya terlihat panik dan akhirnya mengambil alih mediasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Proses pengambilan keputusan seharusnya mengacu pada AD/ART KM Unmul, namun WR 3 tidak memahami secara komprehensif isi dari AD/ART KM Unmul. Padahal, Ketua DPM telah berupaya menjelaskan ke pihak rektorat, namun tetap saja beliau kurang memahami. WR 3 juga kurang tegas dalam mengontrol tertibnya jalannya sidang sehingga kondisi dalam ruangan kurang kondusif,&rdquo; cecarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Indra juga mengatakan jika ia dan timnya akan kembali memperjuangkan hal ini karena menilai langkah yang diambil bukanlah hasil dan keputusan final. Ia juga berharap bahwa proses pengambilan keputusan haruslah sesuai dengan aturan yang ada, yakni AD/ART KM Unmul. (<strong><em>fzn/vyn/sar/rst</em></strong>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wacana E-Sport Masuk Kurikulum Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/wacana-e-sport-masuk-kurikulum-nasional/baca </link>
<guid> wacana-e-sport-masuk-kurikulum-nasional </guid>
<pubDate> Fri, 10 Dec 2021 10:18:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menilik wacana e-sport masuk kurikulum nasional sekolah menengah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/wacana-e-sport-masuk-kurikulum-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H6BwgbT6Om.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wacana E-Sport Masuk Kurikulum Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Wacana terkait<span>&nbsp;</span></span><span><em>electronic sport</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>(e-sport)</span><span>&nbsp;yang akan dimasukkan ke dalam kurikulum nasional sekolah menengah, santer terdengar belakangan ini. E-sport dicanangkan akan masuk dalam kurikulum sekolah, pada tingkat SMP dan SMA atau sederajat. Saat ini, e-sport sejatinya memang cukup digandrungi oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Berdasarkan fakta di lapangan ini, e-sport dinilai memiliki peluang menjanjikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikutip dari laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>hai.grid.id</em></span><span>, ternyata ada beberapa negara lain yang juga telah menerapkan kurikulum e-sport. Pertama, <em>Garnes Vidaregaande Skule</em>, sebuah SMA di Norwegia. Murid-murid di sekolah ini diwajibkan untuk belajar selama 5 jam dalam setiap minggu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, negara Amerika Serikat. <em>Columbia College</em> sebagai salah satu perguruan tinggi cukup berani mengubah ruang ganti para pemain sepak bolanya menjadi ruangan penuh komputer dan penunjang<span>&nbsp;</span></span><span><em>gaming</em><span>&nbsp;</span></span><span>lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga, <em>University of California</em> yang juga berada di Amerika Serikat. Universitas tersebut mendapat donasi dari pengembang gim</span><span>&nbsp;<em>Fortnite, Riot Game.</em> Salah satu bentuk dukungannya yakni membuat semacam warung internet alias warnet yang dilengkapi dengan PC tercanggih.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>cnnindonesia.com</em></span><span>, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo mengatakan bahwa materi e-sport bersifat opsional. Jika ada sekolah yang merasa butuh materi pelajaran tersebut, maka diperbolehkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;E-sports tidak masuk kurikulum nasional. Sekolah boleh saja memasukkan konten tersebut jika dipandang relevan untuk kebutuhan dan konteksnya,&rdquo; ujar Anindito, Senin (30/12) pada CNN Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait hal ini, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menghubungi</span><span>&nbsp;salah satu dosen FKIP, prodi Bimbingan Konseling (BK) pada Senin (6/12). Menurut Rury Muslifar, penerapan kurikulum e-sport di sekolah menengah dapat menjadi dilema, akibat sudut pandang yang berbeda-beda. Namun hal ini dapat pula menjadi pertimbangan dalam membangun karakter untuk memiliki jiwa sportivitas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun memiliki peluang menjanjikan di masa mendatang, e-sport masih menjadi stigma bagi sebagian orang tua. &ldquo;Sebaiknya, sebelum kurikulum ini dilaksanakan harus ada sosialisasi dan edukasi pada siswa dan orang tua. Agar tidak (ada) salah paham dalam proses pembelajarannya,&rdquo; ungkap Rury, Senin (6/12) lewat pesan Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rury menambahkan, munculnya wacana kurikulum e-sport ini juga dirasa tidak akan mencapai tingkat perguruan tinggi. Hal ini lantaran perguruan tinggi lebih berfokus pada kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya rasa tidak ya, karena saat ini kurikulum di perguruan tinggi sedang gencar melaksanakan kurikulum MBKM,&rdquo; tutupnya.</span><em><strong><span>(</span><span>kus/fsf/rea/nkh</span><span>).</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengalaman Mahasiswa Unmul dalam Program ADik Kemdikbud </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengalaman-mahasiswa-unmul-dalam-program-adik-kemdikbud/baca </link>
<guid> pengalaman-mahasiswa-unmul-dalam-program-adik-kemdikbud </guid>
<pubDate> Fri, 10 Dec 2021 11:20:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul terima empat mahasiswa dalam Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengalaman-mahasiswa-unmul-dalam-program-adik-kemdikbud/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3AQdz7OxWz.png" />
					</figure>
			                <h1>Pengalaman Mahasiswa Unmul dalam Program ADik Kemdikbud</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Empat mahasiswa dinyatakan lolos dalam Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) 2021 di Unmul, Maret lalu. Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI ini menjadi kesempatan yang sangat bermakna untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi (PT) bagi mahasiswa yang berasal dari daerah berstatus terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) dan anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Didanai oleh pemerintah, program ini memberikan kesempatan belajar kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan dan keterjangkauan akses pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi. Terkhusus pendaftar dari Provinsi Papua dan Papua Barat, perguruan tinggi yang dapat dipilih ialah perguruan tinggi yang berlokasi di luar Provinsi Papua dan Papua Barat. Unmul menjadi salah satu PTN penerima peserta ADik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rachel Rumbiak, mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan, FEB Unmul yang berasal dari Biak, Provinsi Papua, diwawancarai awak <em>Sketsa</em> pada Kamis (1/12) lalu. Rachel menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan informasi terkait Program ADik melalui ajakan teman dan langsung dari Dinas Pendidikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya Program ADik ini sangat bagus karena bertujuan membantu pelajar Indonesia melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi meskipun berasal dari keluarga dengan perekonomian yang terbatas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama proses persiapan, dirinya tidak mengalami kesulitan. Hal yang perlu dipersiapkan adalah nilai rapor semester 1 hingga semester 5, nilai 6 mata pelajaran sesuai jurusan, dan akta kelahiran. &ldquo;Berapa lama waktunya seingat saya intinya tidak memakan waktu yang berminggu-minggu atau bulan-bulan,&quot; tutur Rachel.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Alvian George, mahasiswa Prodi Teknik Pertambangan FT, yang berasal dari Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat juga diwawancarai awak <em>Sketsa</em>, Jumat (3/12).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Rachel, Alvian menerima informasi dari sosialisasi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan di kota asalnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan pendaftaran PTN jalur SBMPTN, Program ADik dalam proses seleksinya hanya membutuhkan nilai rapor dari peserta. Selain nilai rapor, prestasi selama masa sekolah juga menjadi bahan pertimbangan kelulusan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tahun ini persiapan agak enak, karena hanya butuh nilai rapor. Beda kalau SBM kan harus tes tertulis. Kalau Program ADik cukup menyiapkan berkas&rdquo;, pungkasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun keuntungan yang diperoleh mahasiswa Program ADik yaitu biaya transportasi dari daerah asal ke universitas, biaya kuliah, dan bantuan biaya hidup yang diterima setiap bulannya didapat guna mengurangi beban orang tua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Program ini dirancang sama seperti Beasiswa KIP Kuliah. Namun, perbedaannya dikhususkan bagi pelajar yang berasal dari daerah 3T. Alvian menambahkan, bahwa pemerintah menanggung biaya keseluruhan hanya 8 semester (empat tahun). Itu berarti apabila ada mahasiswa yang hingga semester 8 belum lulus, maka pemerintah tidak menanggung biaya semester berikutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejauh ini belum ada yang bisa saya kritik atau saya beri saran, karena saya juga masuk ini belum tau juga ke depannya bagaimana. Tapi soal biaya hidup suka terlambat, jadi harus diperhatikan lagi biaya hidup, karena biaya hidup penting sekali. Saya sekarang baru berangkat ke Samarinda, belum dapat uang saku (biaya hidup). Jadi biaya hidupnya masih terlambat. Tapi ini terjadi pada mahasiswa yang dari provinsi Papua Barat saja, kalau yang dari Papua sudah,&ldquo; tutupnya.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>eng/</span><span>jla/</span><span>&nbsp;l</span><span>yn/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Duduk Perkara Kericuhan Pemira Unmul: Suara Dipangkas hingga Wakil Rektor Turun Tangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/duduk-perkara-kericuhan-pemira-unmul-suara-dipangkas-hingga-wakil-rektor-turun-tangan/baca </link>
<guid> duduk-perkara-kericuhan-pemira-unmul-suara-dipangkas-hingga-wakil-rektor-turun-tangan </guid>
<pubDate> Fri, 10 Dec 2021 14:21:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memahami duduk perkara atas peliknya Pemira Unmul 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/duduk-perkara-kericuhan-pemira-unmul-suara-dipangkas-hingga-wakil-rektor-turun-tangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fHuNBhaAw4.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Duduk Perkara Kericuhan Pemira Unmul: Suara Dipangkas hingga Wakil Rektor Turun Tangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sudah pukul 11 malam, namun sidang terbatas membahas sengkarut pemilihan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unmul belum juga usai Di sebuah ruangan di Unmul, sidang pada Rabu (8/12), itu berlangsung sengit. Para mahasiswa saling potong suara, mengemukakan pendapat mengenai Pemilihan Umum Raya (Pemira).</p><p style="text-align: justify;">Kericuhan ini tidak bisa dilepaskan dari rangkaian kegiatan Pemira sebelumnya. <em>Sketsa&nbsp;</em>bersama <em>kaltimkece.id</em> mengumpulkan informasi merangkum duduk perkara peliknya perayaan demokrasi tahun ini di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Bermula ketika Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Unmul mengadakan pemungutan suara pada (30/11). Pemilihan yang dilangsungkan selama sembilan jam terhitung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA itu dilakukan sistem<em>&nbsp;e-voting.</em> Terdapat dua pasangan calon (Paslon) yang bertanding. Selain Joji Kuswanto (FT) dan Andi Indra Kurniawan (FEB), ada pula Ikzan Nopardi (FISIP) dan Bagus Rekso (FKIP), yang mana Bagus menggantikan gugurnya Kholid (FKIP) setelah ditolaknya berkas pada awal Pemira berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Setelah seluruh suara dihitung, Ikzan-Bagus dinyatakan sebagai pemenang dengan memperoleh 4.462 suara. Sementara Joji-Kuswanto mendapat 4.440 suara. Kedua pasangan hanya berselisih 22 suara. Dengan demikian, Ikzan dan Bagus ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul periode 2021/2022.</p><p style="text-align: justify;">Namun, lima hari usai pemungutan suara, KPPR mengurangi 200 suara dari pasangan Ikzan-Bagus. Komisi pun menetapkan Joji-Kuswanto sebagai Presiden dan Wapres BEM KM terpilih hari itu juga. Keputusan tersebut diambil setelah Badan Pengawas Pemilu Raya (Bawasra) mengeluarkan Surat Keputusan bernomor 06 tentang Putusan Laporan Hasil Pemira. Dalam surat tersebut, Timses Ikzan-Bagus dinyatakan terbukti melanggar Pemira sebab melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan. Persisnya, menyebarkan ajakan pada tengah malam atau delapan menit setelah masa kampanye berakhir pada 30 November itu di sebuah grup aplikasi perpesanan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak terima dengan keputusan panitia, keesokan harinya, Ikzan-Bagus bersama timsesnya mendatangi gedung Rektorat Unmul. Mereka menuntut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin, memanggil penyelenggara Pemira. Sebab adanya dugaan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) berpihak kepada salah satu Paslon. Dugaan keberpihakan itu dengan mengintervensi panitia. Ikzan-Bagus menyatakan, keputusan panitia cacat formil. Dasarnya, surat permohonan gugatan dan bukti yang dilampirkan berbeda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini keanehan kedua, setelah saya dinyatakan gagal berkas saat menjadi bakal paslon, cuma gara-gara persoalan redaksi bahwa KRS harus terbaru. Beberapa keganjilan itu pertanda panitia (Bawasra) berpihak kepada paslon sebelah,&rdquo; ungkap Ikzan dan Bagus Rabu malam (8/12).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dua Malam Mencekam</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Yupa, Siti Rahma, mengabarkan, ada sekelompok orang sambil membawa balok kayu ke lantai dua <em>S</em><em>tudent Center</em> (SC) Unmul pada Minggu malam, (5/12). Suara pecahan kaca dari sekretariat DPM KM terdengar jelas. Berdasarkan informasi yang diterima Siti, satu orang dari kelompok tersebut mengaku sebagai anggota salah satu paslon presiden dan wapres BEM KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, dia tidak menjawab ketika ditanya dari paslon mana. Dia mengaku hendak menyegel secretariat. Kami bilang ke dia, kami tidak punya urusan. Yang penting jangan menggangu aktivitas kami,&rdquo; kata Siti pada Kamis (9/12).</p><p style="text-align: justify;">Ketegangan belum berhenti. Senin (6/12) pukul 12 malam, Siti mengungkapkan lima pria terlihat berseliweran di area SC. Tiga orang di antaranya ke lantai dua mendatangi sekretariat DPM sambil berteriak. Dua orang yang tersisa menahan sambil meminta maaf kepada anggota UKM Teater yang berlari ke sumber suara. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tiga orang lainnya marah-marah. Satu di antara mereka berkata, &lsquo;ini soal Pemira. Ini soal Pemira&rsquo;,&rdquo; ungkap Siti.</p><p style="text-align: justify;">Selain Siti, Wakil Presiden BEM KM Unmul Periode 2020-2021, Efan Alfarizki turut menjelaskan dampak dari kejadian tersebut. Sejumlah inventaris DPM seperti dispenser, meja, kipas, dan alat elektronik lainnya, dilaporkan rusak. Mengenai lima pria yang datang pada Senin itu, diduga hendak merusak sekretariat Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) namun berhasil dicegah oleh UKM yang saat itu ada di lokasi kejadian.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan informasi yang didapatkan, beber Efan, para pelaku perusakan diduga mahasiswa Unmul yang tidak menerima keputusan panitia Pemira mengurangi suara salah satu paslon. BEM KM mengecam aksi vandalisme ini. BEM meminta, kasus ini diusut tuntas dan para pelakunya diberi hukuman setimpal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menyikapi keputusan harus disertai dengan cerdas dan kepala dingin. Tidak perlu melakukan kerusakan. Sangat disayangkan fasilitas yang kami perjuangkan malah dihancurkan dengan tidak bertanggung jawab.&rdquo; jelas Efan, Selasa (7/12).</p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM KM, Muhammad Guntur Saputra, memberikan klarifikasi mengenai masalah ini. Tudingan intervensi itu muncul ketika tim salah satu Paslon melihat DPM ikut rapat bersama panitia. Padahal, terang Guntur, kehadiran DPM hanya mengarahkan, bukan mengintervensi. Mengingat peran DPM dalam Pemira adalah <em>steering committee</em> (SC). Sedangkan KPPR dan Bawasra berperan sebagai penyelenggara. Ketentuan tersebut diatur di UU Pemira Pasal 6.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengenai pemotongan suara, sudah sesuai aturan hukum dan tafsiran kepanitiaan yang berlaku,&rdquo; tegas Guntur.</p><p style="text-align: justify;">Ihwal perusakan sekretariat DPM, Guntur mengaku tidak mengetahui persis siapa pelakunya. Meski demikian, menurutnya, tidak susah mencari tahunya. &ldquo;Secara logika, sederhana. Siapa lagi coba, yang merusak? Tidak ada asap, jika tidak ada api,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Dikonfirmasi pada kesempatan berbeda, ketua tim sukses Ikzan-Bagus, Mujahidin, menyatakan, timnya tidak pernah merencanakan dan merusak sekretariat. Saat perusakan terjadi, tim pemenangan disebut sedang fokus menyusun rencana advokasi dan demonstrasi di rektorat. Satu hari sebelum demonstrasi, tim menyusun rencana agar protes berjalan damai. Mengenai kabar timnya sebagai pelaku perusakan, Mujahidin mencurigai, hal tersebut sebagai penggiringan opini untuk mendiskreditkan paslon timnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang pelakunya bagian dari kami, akan kami tindaklanjuti. Apapun sanksi yang diberikan, kami akan menghargai,&rdquo; jelas Mujahidin kepada via telepon, Kamis (9/12).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kampus Turun Tangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada Rabu (8/12), Unmul mengadakan sidang tertutup selama 12 jam dari pukul 11.00 hingga 21.11 Wita. Dalam sidang tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Alumni, Unmul, Encik Akhmad Syaifudin, menyatakan, dua ketetapan yang dikeluarkan KPPR dibatalkan. Keduanya yakni pemotongan 200 suara paslon Ikzan-Bagus dan pengesahan Bagus-Rekso sebagai Presiden dan Wapres BEM KM terpilih.</p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM KM, Muhammad Guntur Saputra, menyayangkan keputusan rektorat tersebut. Menurutnya, keputusan tersebut saja mengintervensi pemira. Seharunya, keputusan penyelesaian masalah ada di tangan DPM. Sementara Joji Kuswanto menyatakan, keputusan rektorat adalah tanda kampus mengintervensi dinamika organisasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keputusan itu tidak berdasar. Harusnya mengacu aturan (AD/ART) kemahasiswaan dulu. Ini forumnya mahasiswa. Kami tetap berjuang untuk keadilan ini,&rdquo; tegas Joji.</p><p style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin kemudian menjelaskan, keputusan membatalkan ketetapan KPPR berdasarkan maklumat bernomor 491/UN17/KM/2021 yang diteken pada Senin malam. Kampus disebut membuat surat tersebut dengan beberapa pertimbangan. Diantaranya adalah pemenuhan rasa ketidakadilan pelaksanaan dan penetapan pemira, adanya dugaan tidak melaksanakan mekanisme penerimaan gugatan secara adil, dan DPM KM yang dinilai tidak merespons panggilan rektorat untuk dimintai keterangan secara tatap muka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Khusus poin yang terakhir, kampus perlu penjelasan yang lengkap mengenai kondisi pemira,&rdquo; beber Encik.</p><p style="text-align: justify;">Sepanjang Senin (6/12), Encik mengaku menghubungi DPM KM untuk bertemu. Dalam komunikasi tersebut, Encik mempersilakan organisasi tersebut menentukan tempat pertemuan. Selain itu menawarkan pengamanan penuh hingga meminta bertemu berdua saja. Akan tetapi, semuanya permintaan tidak direspons baik. DPM KM baru memberi tanggapan setelah maklumat dikeluarkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika malam itu saya mengeluarkan maklumat, baru mereka datang ke saya,&rdquo; terang Encik, Jumat (10/12).</p><p style="text-align: justify;">Encik, menjelaskan bahwa maklumat dikeluarkan untuk mengembalikan posisi dan proses Pemira sebelum semua konflik ini terjadi. Dalam persidangan tertutup tadi mengundang semua pihak berwenang, termasuk kedua Paslon. Dalam forum tersebut, beberapa pihak dilaporkan tidak percaya dengan netralitas DPM KM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami, sebagai orang tua, hanya ingin menengahi anak-anak kami. Jangan sampai ada yang luka-luka dan ada fasilitas yang dirusak. Upaya komunikasi pun sudah saya lakukan juga. Jadi, kalau saya disebut intervensi, tidak mungkin pang saya <em>cawe-cawe</em> masuk,&rdquo; ucap Encik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Drama Politik Klasik di Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk menganalisis peristiwa tersebut secara objektif, <em>kaltimkece.id</em>&nbsp; dan awak <em>Sketsa</em> meminta tanggapan dari akademikus politik, Budiman, serta sejarawan lokal, Muhammad Sarip. Sebagai alumnus Unmul, Muhammad Sarip menjelaskan latar belakang Pemira. Ia mengaku pernah mengalami dinamika organisasi kemahasiswaan dari level fakultas hingga universitas era 2000-an.</p><p style="text-align: justify;">Penerima Sertifikat Kompetensi Bidang Sejarah dari Kemdikbud-BNSP itu mengatakan, pelaksanaan pertama Pemira Unmul berlangsung pada 16 Februari 2004. Waktu itu, Unmul baru menggunakan sistem Keluarga Mahasiswa (KM) yang memisahkan lembaga legislatif dan eksekutif. Sistem tersebut sebagai pengganti sistem presidium yang ditetapkan pada 2001.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sistem presidium, setiap perwakilan fakultas dimungkinkan menjabat sebagai koordinator ekskutif kampus yang dipilih per dua bulan sekali. Kekuasaan legislatif dan eksekutif dipegang oleh presidium. Namun, konflik internal Unmul dan situasi politik Indonesia pascareformasi mengubah konstelasi. Semangat pemilihan langsung atau <em>one-man-one vote</em> pun berembus kencang di permukaan publik. Sejarah Pemira di kampus setelahnya selalu diwarnai dengan konflik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Waktu pemira pertama, yang <em>nyapres</em> itu ada lima calon. Konflik dan penggunaan aksi massa untuk memaksakan kehendak sudah terjadi sejak kali pertama pemira,&rdquo; ungkap Sarip.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menuturkan konflik mahasiswa Unmul sebenarnya tidak dari organisasi mahasiswa internal kampus saja. Organisasi eksternal kampus dipastikan selalu terlibat dalam kontestasi Pemira. Berbeda dengan organisasi internal yang memberi pengetahuan tentang studi dan keilmuan, organisasi eksternal memberikan ideologi yang sudah hadir dalam pergerakan nasional sejak era 1950-an.</p><p style="text-align: justify;">Secara historis, pemisahan antar organisasi internal dan eksternal berdasarkan kebijakan normalisasi kehidupan kampus atau badan koordinasi kemahasiswaan (NKK/NKK) yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 1978. Sejak saat itu, organisasi eksternal selalu bertarung merebut posisi di organisasi internal semua kampus di Indonesia. Di Unmul, Sarip menyebut, organisasi eksternal memberi ideologis kepada pucuk pimpinan organisasi internal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka punya pengaruh di beberapa BEM Fakultas. Biasanya, mainnya di peraturan,&rdquo; beber Sarip.</p><p style="text-align: justify;">Akademikus Budiman setuju dengan pendapat Sarip. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Unmul, itu mengaku sudah lama mengamati politik organisasi kampus sejak 2005. Menurutnya, hampir setiap fakultas di Unmul, ada organisasi eksternal yang melekat dengan mahasiswa internal kampus. Beberapa fakultas itu seperti FISIP dan Fakultas Hukum. Kedua fakultas tersebut kerap bersinggungan dengan dunia organisasi lain dan kehidupan politik. Mengenai konflik Pemira yang terjadi baru-baru ini, Budiman menilai, hal tersebut adalah wujud akumulasi dari dinamika organisasi internal dan eksternal kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini bukan karena saya mengajar FISIP, <em>lho</em>, ya. Tetapi analisis saya. Mereka selalu berhasil menjabat karena memegang mahasiswa baru, yang jelas, beberapa tahun terakhir, Pemira memang selalu ramai dengan konflik,&rdquo; beber Budiman.</p><p style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin, menambahkan, sebenarnya tidak ada masalah mahasiswa Unmul yang mengikuti organisasi eksternal kampus ikut Pemira. Secara peraturan, undang-undang menjamin setiap mahasiswa bebas berorganisasi. Hanya saja, Encik berpesan agar mahasiswa mengedepankan kedewasaan dalam berorganisasi. Jangan sampai, pesan dia, hanya konflik yang dikenang saat berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi terkait hasil akhir (Pemira), kami tunggu kondusif dulu. Masalah ada pemenang dan sebagainya, itu sebetulnya nomor kesekian. Kampus tidak ingin ada konflik lebih besar. Keselamatan Unmul itu yang terutama,&rdquo; tutup Wakil Rektor Bidang Akademik dan Alumni.</p><p><strong><em>Liputan ini merupakan hasil kolaborasi LPM Sketsa Unmul dan Kaltim Kece. Telah ditayangkan di Kaltim Kece pada Jumat, 10 Desember 2021.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pimpin BEM FK Unmul, Affan Aswin dan I Nyoman Bagus Siap Tingkatkan Produktivitas Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pimpin-bem-fk-unmul-affan-aswin-dan-i-nyoman-bagus-siap-tingkatkan-produktivitas-mahasiswa/baca </link>
<guid> pimpin-bem-fk-unmul-affan-aswin-dan-i-nyoman-bagus-siap-tingkatkan-produktivitas-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 11 Dec 2021 07:47:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KPPR FK tetapkan Paslon Affan Aswin dan I Nyoman Bagus Putra Wiryawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FK Unmul periode 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pimpin-bem-fk-unmul-affan-aswin-dan-i-nyoman-bagus-siap-tingkatkan-produktivitas-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EH1ddFx1aD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pimpin BEM FK Unmul, Affan Aswin dan I Nyoman Bagus Siap Tingkatkan Produktivitas Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pemilihan Umum Raya (Pemira) FK telah usai. Minggu, 21 November 2021 Pukul 20.41 WITA, Komisi Penyelanggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) FK menetapkan Paslon Affan Aswin dan I Nyoman Bagus Putra Wiryawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FK Unmul periode 2022.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui Instagram, diketahui Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FK membuka pendaftaran mulai tanggal 11 sampai 29 Oktober 2021. Kala itu, terdapat satu Paslon yang mendaftar, yaitu Affan Aswin dan I Nyoman Bagus Putra Wiryawan, keduanya merupakan mahasiswa dari Prodi Kedokteran 2019.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikarenakan hanya ada satu kandidat Paslon yang memenuhi persyaratan dan lolos verifikasi, maka KPPR FK menyelenggarakan Bedah Gagasan dilanjutkan dengan waktu masa pengajuan keberatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain problematika aklamasi ini terus hadir di tengah perayaan demokrasi fakultas yang mencetak dokter-dokter muda di Kaltim ini. Ketua DPM FK, Chaesarianus Paul Christian Soge, memberi keterangan mengenai hal tersebut, Sabtu (11/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi sebelum-sebelumnya Gubem (Gubernur BEM) dan Wagubem (Wakil Gubernur BEM) FK itu selalu dipilih secara aklamasi, mungkin aklamasi ini sudah terjadi selama 2 atau 3 tahun. Ini memang menjadi problematika yang serius di lingkungan FK, bahkan tahun ini pun masalah tersebut masih terus berlanjut. Sebenarnya kalau saya telusuri secara lebih lanjut, seharusnya ada dua Paslon yang mendaftar, hanya saja satu Paslon yang lain kesusahan dalam mencari wakil.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui proses aklamasi itu, akhrinya Paslon Affan Aswin dan I Nyoman Bagus Putra Wiryawan resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FK Unmul periode 2022.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>via WhatsApp pada Kamis (9/12), Affan Aswin selaku Gubernur BEM FK Unmul tahun ini, mengatakan tidak ada kendala berarti terhadap jalannya Pemira FK hingga ditetapkannya ia sebagai Gubernur BEM FK.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alhamdulillah semua proses Pemira berjalan dengan baik dan harapan kami kedepannya tentunya sesuai dengan slogan kami yaitu #KerjaProduktif. Kami akan selalu tetap fokus mewujudkan visi kami yaitu meningkatkan produktivitas Keluarga Mahasiswa FK Unmul.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Affan tak menyangkal perlunya evaluasi tahun kemarin, ia juga berharap dapat memimpin BEM FK dan meningkatkan kinerja melalui program kerja yang telah dicanangkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk di FK sendiri masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, salah satunya adalah masih kurangnya sumber daya mahasiswa yang berdaya saing. Oleh karena itu, kami membuat sebuah proker bernama<span>&nbsp;</span></span><span><em>Mentoring Class</em></span><span>&nbsp;sebagai bentuk kaderisasi untuk meningkatkan daya saing kader FK Unmul.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya program kerja<span>&nbsp;</span></span><span><em>Mentoring Class</em></span><span>, kedua pasangan ini mempunyai 11 program kerja unggulan yang dapat dilihat melalui laman Instagram<span>&nbsp;</span></span><span><em>@kerjaproduktif.2021</em></span><span>. Program kerja unggulan lain di antaranya ialah<span>&nbsp;</span></span><span><em>History Book</em></span><span>&nbsp;dan Sosok Inspirasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami juga memiliki proker unggulan bernama History Book yang bertujuan untuk menghargai jasa-jasa kader BEM FK Unmul dahulu dengan membuat buku tentang perjalanan BEM FK Unmul dari sejak berdiri sampai sekarang. Selain itu, kami juga memiliki proker unggulan bernama Sosok Inspirasi yaitu kegiatan sharing bersama sosok-sosok inspirasi di Live Instagram<span>&nbsp;</span></span><span><em>@bem.fkunmul</em></span><span>.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>cal/rst)</span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menutup 2021, Unmul Selenggarakan Wisuda Hybrid </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menutup-2021-unmul-selenggarakan-wisuda-hybrid/baca </link>
<guid> menutup-2021-unmul-selenggarakan-wisuda-hybrid </guid>
<pubDate> Sat, 11 Dec 2021 11:17:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan wisuda Unmul gelombang keempat tahun 2021 diadakan secara hybrid. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menutup-2021-unmul-selenggarakan-wisuda-hybrid/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0g4UkZ7xZf.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menutup 2021, Unmul Selenggarakan Wisuda Hybrid</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Pada Sabtu (11/12), Unmul kembali menggelar acara wisuda gelombang keempat tahun 2021. Euforia ini hadir tak hanya dari GOR 27 September, namun juga datang dari ruang<span>&nbsp;</span></span><span>Zoom Meeting.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Upacara wisuda yang juga disiarkan secara<span>&nbsp;</span></span><span>langsung</span><span>&nbsp;melalui kanal YouTube Unmul TV ini resmi dibuka pada pukul 08.15 WITA. Masjaya selaku Rektor Unmul, memimpin langsung pembukaan acara. &ldquo;Dengan mengucapkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Bismillahirrahmanirrahim</em></span><span>, acara wisuda luring dan daring program sarjana, profesi, dan pascasarjana Universitas Mulawarman &nbsp;gelombang ke-IV, tanggal 11 Desember 2021 secara resmi dibuka,&rdquo; ujarnya bersamaan dengan ketukan palu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara kemudian dilanjut dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Herlinda Yanti, salah satu wisudawan dari FMIPA Prodi Statistika serta pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Rudini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung, menyampaikan laporan. Wisuda kali ini menjadi penutup 2021 yang diselenggarakan Unmul. Adapun jumlah wisudawan yang mengikuti acara tersebut sekitar 959 orang. Namun, yang dapat mengikuti secara luring atau langsung berkisar 25 persen atau sejumlah 236 orang, mengingat pandemi yang belum usai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan (hal ini) atas saran dari satuan tugas<span>&nbsp;</span></span><span><em>Covid-19</em></span><span><em>&nbsp;</em>Universitas Mulawarman. Kita diperkenankan untuk kegiatan hingga Desember ini maksimal sebanyak 25% dari jumlah peserta,&rdquo; imbuh Mustofa, Sabtu (11/12).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wisudawan yang hadir dalam kesempatan ini, merupakan 3 mahasiswa yang menempati posisi lulusan terbaik di masing-masing Prodi setiap fakultas maupun program pascasarjana. Tiga fakultas disebutkan masih menempati peringkat teratas dalam rangka kelulusan mahasiswa. Pertama adalah FKIP sebanyak 248 mahasiswa, diikuti oleh 130 mahasiswa dari FEB, dan FISIP sebanyak 125 mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan pada pertimbangan indeks prestasi yang dicapai, berikut merupakan lulusan terbaik dari Unmul dalam program doktor ialah, Erna Rosita dari Doktor Kehutanan Fahutan dengan IPK 3,98 dengan dengan masa studi 6 tahun 9 bulan. Selanjutnya, dari program pascasarjana, &nbsp;Jo George Siaahan dari Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP dengan IPK 4,00 dengan masa studi 2 tahun 3 bulan. Untuk Program Profesi, Salahuddin Amin dari Program Profesi Dokter Gigi, FK yang meraih IPK 3,86 dengan masa studi 2 tahun 2 bulan. Diikuti oleh Program Sarjana, Ulfah Nurhani dari Program Studi Hukum dengan IPK 3,97 masa studi 4 tahun 2 bulan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di tengah penyampaian laporannya, Mustofa menyampaikan selamat dan rasa terima kasihnya kepada seluruh wisudawan pun wisudawati atas prestasi dan gelar akademik yang dicapai. Mustofa berharap ilmu yang telah didapat pada masa perkuliahan dapat menyebarkan kebermanfaatan di masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari Kelandasan ke Kampung Baru, membawa oleh-oleh untuk menantu, belajar tidak mengenal waktu, selamat atas gelar sarjana baru,&rdquo; tutup Masjaya dengan senyuman kepada ratusan mahasiswa saat itu.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>rea/nkh</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Bangkit MBKM Kembali Dibuka: Langkah Awal Memulai Karier di Dunia Teknologi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-bangkit-mbkm-kembali-dibuka-langkah-awal-memulai-karier-di-dunia-teknologi/baca </link>
<guid> program-bangkit-mbkm-kembali-dibuka-langkah-awal-memulai-karier-di-dunia-teknologi </guid>
<pubDate> Mon, 13 Dec 2021 08:25:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Bangkit merupakan upaya pengembangan diri mahasiswa untuk membangun keterampilan dalam menghadapi tantangan di dunia industri teknologi dan informasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-bangkit-mbkm-kembali-dibuka-langkah-awal-memulai-karier-di-dunia-teknologi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZmWZayoxgs.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Program Bangkit MBKM Kembali Dibuka: Langkah Awal Memulai Karier di Dunia Teknologi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengadakan program Bangkit 2022 sebagai program Studi Independen Bersertifikat Kampus Merdeka. Bangkit merupakan upaya pengembangan diri mahasiswa untuk membangun keterampilan dalam menghadapi tantangan di dunia industri teknologi dan informasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam laman&nbsp;</span><span><em>dikti.kemdikbud.go.id</em></span><span>, Bangkit yakni program pelatihan berbasis teknologi digital bagi mahasiswa dalam menjawab tantangan di dunia industri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berkolaborasi bersama Google, Gojek-Tokopedia (GoTo), Traveloka, dan Deeptech Foundation, Bangkit memberi kesempatan bagi mahasiswa mengasah talenta digital, terampil untuk berinovasi di bidang sains dan teknologi yang mampu menjadi penggerak perubahan bangsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bangkit 2022 melaksanakan tiga program pelatihan antara lain&nbsp;</span><span><em>Machine Learning with TensorFlow</em>, <em>Mobile Development with Android</em>,&nbsp;</span><span>dan</span><span>&nbsp;<em>Cloud Computing with Google Cloud</em></span><span>. Program ini diharapkan akan membentuk mahasiswa yang kompeten di bidang teknologi digital.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kuota 3.000 mahasiswa, pelatihan ini setara dengan 20 SKS/satuan kredit. Mahasiswa yang berhasil menuntaskan program ini akan mendapatkan sertifikat pelatihan gratis dari Google.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhir program tersebut, akan ada 15 tim terpilih. Tim tersebut berkesempatan menerima dana inkubasi untuk proyek akhir atau&nbsp;</span><span><em>capstone project</em></span><span>, mendapat bimbingan mentor dari industri terkait, serta didampingi oleh universitas mitra Bangkit selama Juli hingga Desember 2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian, para peserta akan mendapatkan peluang kerja di&nbsp;</span><span><em>Bangkit Career Fair</em></span><span>&nbsp;yang akan menghadirkan sejumlah perusahan terkemuka di Indonesia yang menyediakan berbagai posisi untuk memulai karier mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menjadi bagian dari program Bangkit 2022, terdapat syarat umum yang harus peserta peserta penuhi. Yang pertama merupakan mahasiswa aktif (jenjang D4/S1) yang telah menyelesaikan semester 5 atau menginjak semester 6 dari berbagai prodi universitas terakreditasi (S1) atau politeknik di Indonesia (D4). Yang kedua, mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nantinya, pelatihan akan berlangsung secara daring sepanjang semester genap pada bulan Februari hingga Juli 2022.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk kamu yang tertarik mengikuti program Bangkit, daftarkan dirimu segera melalui tautan&nbsp;</span><a href="https://bangkit.academy"><em>https://bangkit.academy</em></a><span><em>,</em> ya. Kesempatanmu terbuka lebar karena pendaftaran program Bangkit 2022, masih akan terus dibuka sampai tanggal 31 Desember tahun ini,&nbsp;</span><span>loh!&nbsp;</span><strong><span>(</span><span><em>jhr/nkh</em></span><span>)</span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kim Ji-Young: Born 1982: Perempuan dalam Bingkai Patriarki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/kim-ji-young-born-1982-perempuan-dalam-bingkai-patriarki/baca </link>
<guid> kim-ji-young-born-1982-perempuan-dalam-bingkai-patriarki </guid>
<pubDate> Mon, 13 Dec 2021 11:24:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film Kim Ji-Young: Born 1982 bercerita tentang seorang wanita yang mengalami depresi postpartum. Ia kerap melamun dan berbicara melantur seolah ia adalah orang lain. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/kim-ji-young-born-1982-perempuan-dalam-bingkai-patriarki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DbNJnjNWdn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kim Ji-Young: Born 1982: Perempuan dalam Bingkai Patriarki</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA</strong></span></span><span><span><strong>&nbsp;-</strong>&nbsp;</span></span><span><span>&quot;<em>Perempuan zaman dulu enggak bisa pergi sekolah, makanya enak kalian sekarang yang bisa pergi sampai ke perguruan tinggi</em>&quot;</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Acapkali, kita mendengar pernyataan tentang bagaimana kehidupan perempuan saat ini telah jauh lebih baik dibanding masa-masa sebelumnya. Melalui Kim Ji-Young: Born 1982, kita seolah kembali diingatkan, bahwa diskriminasi gender dalam budaya patriarki masih terus terjadi.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Diangkat dari novel dengan judul serupa, Kim Ji-Young: Born 1982 bercerita tentang seorang wanita yang mengalami depresi&nbsp;</span></span><span><span><em>postpartum</em></span></span><span><span>. Ia&nbsp;</span></span><span><span>kerap&nbsp;</span></span><span><span>melamun dan berbicara </span></span><span><span>melantur seolah i</span></span><span><span>a adalah orang lain. Melalui Kim Ji-Young&nbsp;</span></span><span><span>(diperankan oleh Jung Yu Mi)</span></span><span><span>, penonton diajak untuk melihat dan merasakan kehidupan Kim Ji-Young</span></span><span><span>&nbsp;dengan peran ganda, baik</span></span><span><span>&nbsp;sebagai seorang&nbsp;</span></span><span><span>ibu rumah tangga,</span></span><span><span>&nbsp;anak, menantu, dan terutama sebagai perempuan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sebagai seorang Ibu, Kim Ji-Young harus meninggalkan banyak hal&nbsp;</span></span><span><span>setelah</span></span><span><span>&nbsp;menikah dan memiliki anak. Tidak sedikit perempuan seperti Kim Ji-Young</span></span><span><span>,&nbsp;</span></span><span><span>yang terpaksa mengubur mimpinya karena menanggung beban mengurus anak sendirian</span></span><span><span>, karena suami bekerja (diperankan oleh Gong Yoo).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Saat suaminya menawarkan diri untuk mangambil cuti mengurus anak, Ji-Young menjadi pihak yang disalahkan karena dianggap menghalangi karier suaminya.&nbsp;</span></span><span><span>Potret atas perlakuan yang berbeda antara lelaki dan perempuan dihadirkan di sini. Padahal suami dan istri punya tanggung jawab yang setara dalam mengurus rumah tangga.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tanggung jawab mengurus rumah dan anak yang hanya ditimpakan kepada perempuan</span></span><span><span>,</span></span><span><span>&nbsp;membuat&nbsp;</span></span><span><span>hidup&nbsp;</span></span><span><span>Ji-Young&nbsp;</span></span><span><span>biner,&nbsp;</span></span><span><span>seolah hanya memiliki dua pilihan</span></span><span><span>: m</span></span><span><span>enjadi ibu yang baik atau mengejar mimpinya. Ketika memilih keduanya, Ia harus menanggung beban ganda</span></span><span><span>, baik dari peran maupun kontruksi sosial yang disematkan hanya pada perempuan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tampil sederhana bahkan terkesan pucat, Kim Ji-Young terjebak dalam rutinitas membersihkan rumah dan mengurus anak</span></span><span><span>,</span></span><span><span>&nbsp;hingga&nbsp;</span></span><span><span>i</span></span><span><span>a tidak memiliki kesempatan untuk mengurus dirinya sendiri. Meski begitu, beberapa adegan di dalam film&nbsp;</span></span><span><span>ini&nbsp;</span></span><span><span>menunjukkan Ji-Young yang dipandang hidup enak tanpa bersusah payah karena &quot;hanya&quot; seorang ibu rumah tangga.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Memiliki alur maju mundur, terdapat pula beberapa kilas balik saat Kim Ji-Young kecil. Beberapa potongan gambar menunjukkan adik laki-laki Ji-Young yang lebih disayang nenek dan ayahnya. Cerita&nbsp;</span></span><span><span>ib</span></span><span><span>u Ji-Young yang tidak dapat melanjutkan pendidikan karena harus bekerja untuk mencukupi biaya pendidikan saudara laki-lakinya juga&nbsp;</span></span><span><span>ditampilkan dalam film ini.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Film ini juga menyinggung kasus pelecehan seksual yang sering dialami perempuan. Ji-Young yang saat itu masih SMA,&nbsp;</span></span><span><span>tak merasa aman, dan mengalami ancaman dikejar oleh orang asing</span></span><span><span>. Mengetahui kejadian ini,&nbsp;</span></span><span><span>ay</span></span><span><span>ah Ji-Young justru menyalahkannya karena tidak berpakaian sopan dan tersenyum. Adegan ini menunjukkan ketidakadilan yang dialami perempuan dalam kasus penguntitan, pelecehan seksual, dan kekerasan. Bahkan oleh orang terdekat, korban-korban kasus pelecehan sering</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>kali menjadi pihak yang disalahkan.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kim Ji-Young: Born 1982 menguliti budaya patriarki dalam berbagai aspek. Meski menyinggung banyak sekali bentuk diskriminasi yang dialami perempuan, film ini tetap mampu hadir sebagai satu kesatuan yang utuh dengan alur yang jelas.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Film ini hadir untuk membuka mata masyarakat Korea Selatan,</span></span><span><span>&nbsp;bahkan negara Asia lainnya. B</span></span><span><span>ahwa meski zaman telah berubah, bukan berarti diskriminasi terhadap perempuan berhenti.&nbsp;</span></span><span><span>Ha</span></span><span><span>l yang sama juga terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikemas dalam potongan gambar sederhana yang memanjakan mata, Kim Ji-Young: Born 1982 berhasil menguras air mata penontonnya</span><span>, ditambah sinematografi apik dan aktris yang piawai memainkan peran.</span><span>&nbsp;Bagaimana, tertarik menyaksikan kisah Kim Ji-Young?</span>&nbsp;<strong>(<i>jen/rst</i>).</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Kasus Mensos Risma yang Paksa Teman Tuli Bicara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-kasus-mensos-risma-yang-paksa-teman-tuli-bicara/baca </link>
<guid> menilik-kasus-mensos-risma-yang-paksa-teman-tuli-bicara </guid>
<pubDate> Tue, 14 Dec 2021 08:30:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa kalangan ungkap kekecewaan terhadap Mensos Risma terkait tindakannya pada teman tuli di perayaan Hari Disabilitas Internasional. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-kasus-mensos-risma-yang-paksa-teman-tuli-bicara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BPx6paz3Qg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Kasus Mensos Risma yang Paksa Teman Tuli Bicara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; &nbsp;Pada Rabu (1/12), beredar video yang memperlihatkan Tri Rismaharini selaku Menteri Sosial (Mensos) memaksa seorang teman tuli bicara. Hal ini sontak &nbsp;membuat ramai jagat media sosial. Ironisnya, kejadian tersebut terjadi bertepatan dengan perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa kalangan pun akhirnya mengecam tindakan yang dilakukan oleh Mensos Risma. Cindy Yulia Artha selaku juru bahasa isyarat turut mengungkapkan kekecewaannya saat diwawancarai awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa,</em></span><span>&nbsp;Sabtu (11/12) lalu. Ia menyayangkan tindakan yang dilakukan Mensos Risma pada perayaan HDI, yang harusnya merayakan kesetaraan dan saling menghargai satu sama lain.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi dan dilakukan oleh Mensos. Terlebih lagi ini dalam rangka merayakan HDI, yang bermakna bahwa setiap manusia itu setara dan (harusnya) saling menghargai satu sama lain,&rdquo; jelas Cindy lewat pesan Whatsapp, Sabtu (11/12).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Cindy menyampaikan bahwa teman tuli sedih dan kecewa terhadap tindakan Mensos Risma yang harusnya mengerti dengan baik hak dari setiap penyandang disabilitas, tanpa memaksa. Ia juga mengungkapkan kesulitan teman-teman tuli ketika hendak berkomunikasi. Salah satunya adalah perbendaharaan kata dari teman tuli yang terbatas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Kendala berkomunikasi dengan teman tuli tergantung dari perbendaharaan kata dari teman tuli. Karena ada pula teman tuli yang belum (bisa) menggunakan bahasa isyarat, sehingga berkomunikasi (hanya) dengan mimik wajah, ekspresi, gambar dan tulisan. Maka dari itu untuk meminimalisir kendala tersebut sebaiknya ada Juru Bahasa Isyarat. Berkomunikasi dengan teman-teman Tuli bisa dengan bahasa isyarat dan tulisan,&rdquo; imbuhnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, banyak orang yang pemikirannya belum mampu menerima berbagai bentuk keberagaman dan perbedaan serta mengakomodasikannya ke dalam berbagai tatanan maupun infrastruktur di masyarakat. Meskipun produk Undang-undang (UU) terkait disabilitas telah banyak dikeluarkan, namun nyatanya hal ini masih mejadi pekerjaan rumah tak terselesaikan dalam proses implementasinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ayunda, salah satu Dosen Psikologi Unmul turut awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>wawancarai, Selasa (7/12) via sambungan telepon. Ia mengungkapkan bahwa secara psikis teman-teman tuli pastinya tidak nyaman dan hadir perasaan tertekan terlebih teman tuli yang berada di atas panggung pada kejadian saat itu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi sebetulnya, yang seharusnya kita bangun adalah perasaan empati kita terhadap sesama. Kalau kita mau menilik kondisi psikis mereka pastilah yang pertama ada rasa yang kurang nyaman ada perasaan tertekan dan ada perasaan direndahkan&rdquo; ucap Ayunda, Selasa (7/12).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ayunda juga mengungkapkan manusia akan kesulitan jika berada diposisi tersebut. Hadir di hadapan orang banyak dan disuruh melakukan hal di luar kemampuan kita. Ia menilai pembelaan Risma itu sebagai bentuk ketidakpahaman Risma antara kemampuan, kemauan, dan keterbatasan. Tutur Ayunda, kapasitas yang dimiliki oleh teman-teman tuli bukanlah kemauan mereka, tetapi karena tidak dapatnya teman tuli memaksimalkan kemampuan sebagaimana manusia atau teman dengar lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia berharap ke depan Risma sebagai tokoh publik, lebih memahami &nbsp;makna keterbatasan yang sebenarnya. Tak hanya Ayunda, Cindy juga turut menyampaikan harapannya. Ia berharap semakin banyak orang yang mengerti etika berkomunikasi dengan disabilitas dan kejadian seperti ini tidak kembali terulang.<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>ahn/nop/nkh</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BERAKSI: Ajang Unjuk Kreativitas dan Langkah Awal Menjajaki Himaksi 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/beraksi-ajang-unjuk-kreativitas-dan-langkah-awal-menjajaki-himaksi-2021/baca </link>
<guid> beraksi-ajang-unjuk-kreativitas-dan-langkah-awal-menjajaki-himaksi-2021 </guid>
<pubDate> Tue, 14 Dec 2021 10:49:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penutupan rangkaian acara pengaderan Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi (Himaksi) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/beraksi-ajang-unjuk-kreativitas-dan-langkah-awal-menjajaki-himaksi-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dVJyVAcsRJ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>BERAKSI: Ajang Unjuk Kreativitas dan Langkah Awal Menjajaki Himaksi 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong></span></span><span><span>- Acara penutup dari rangkaian peng</span></span><span><span>a</span></span><span><span>deran Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi&nbsp;</span></span><span><span>(Himaksi),<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>CHANNEL 17: BERAKSI (Bersinar dengan Kreativitas Bersama Himaksi)</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>resmi digelar 11 Desember<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kemarin.</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>Acara yang disenggelarakan secara<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>offline</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>ini,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>berlokasi di One Way and Annz Coffee, Jl. M.T. Haryono Samarinda.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mengusung tema kreativitas, Agnes Viony selaku<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Ke</span></span><span><span>tua<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Pa</span></span><span><span>nitia menjelaskan bahwa kreativitas merupakan suatu hal yang tidak terbatas</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>oleh karena itu setiap orang bebas untuk berkreasi melalui acara ini. Lebih lanjut, Agnes mengungkapkan tujuan dilaksanakannya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>kegiatan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>pascaCHANNEL 17: BERAKSI ini tak lain adalah melatih kader baru Himaksi agar dapat lebih percaya diri dan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menjalin<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hubungan antarkader</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Adapun acara ini dibuka pada pukul 19.45 WITA, kemudian dilanjutkan dengan laporan dari ketua panitia, sambutan-sambutan, dan sesi hiburan berupa pembacaan puisi dan penampilan-penampilan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>seperti nyanyian</span></span><span><span>.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Acara berlanjut &nbsp;ke<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sesi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span><em>sharing</em><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bersama dengan salah satu alumni mahasiswa ilmu komunikasi, Rahman Ece yang membahas seputar modernisasi budaya dan kreativitas. Pada sesi tersebut, Rahman menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa harus bersama-sama menjaga serta melestarikan budaya Indonesia, terutama di era globalisasi yang sedang terjadi saat ini</span></span><span><span>.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>S</span></span><span><span>ehingga budaya Indonesia dapat<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>unggul<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>d</span></span><span><span>ari<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bangsa lain sebagai kekayaan dari Indonesia. Setelah sesi<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>sharing</em>,</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>acara dilanjutkan dengan penampilan-penampilan lainnya dari mahasiswa Ilmu Komunikasi, sesi kuis berhadiah, penampilan seni tarung derajat</span></span><span><span>,</span></span><span><span>dan kemudian ditutup dengan mini konser persembahan panitia sekaligus<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>penut</span></span><span><span>up acara. Selain diisi dengan berbagai penampilan, di</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sela-sela acara juga dilakukan penggalangan dana untuk korban erupsi Gunung Semeru sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap korban bencana erups</span></span><span><span>i tersebut.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terakhir, Agnes menyampaikan harapannya terhadap Himaksi dan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>p</span></span><span><span>ascaCHANNEL selanjutnya agar dapat lebih baik dari tahun ini.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Tahun ini, angkatan 2021 memecahkan rekor dari tahun-tahun sebelumnya</span></span><span><span>,</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>dengan jumlah kader terbanyak yang mendaftar Himaksi, harapannya semoga tahun depan bisa lebih tambah banyak lagi</span></span><span><span>. K</span></span><span><span>ader-kader Himaksi dapat membuat Himaksi jauh lebih dikenal oleh orang lain. Kemudian, untuk<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pa</span></span><span><span>scaCHANNEL tahun depan bisa lebih ram</span></span><span><span>ai,&quot;<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tutup Agnes.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sementara itu, kemeriahan acara juga diisi dengan antusias peserta acara. Hal ini diungkapkan oleh salah satu peserta yang hadir<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>yakni<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Eksa, mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2019 yang merasakan keseruan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>malam itu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Pengisi acaranya seru-seru dan anak-anak Himaksi banyak yang berani menunjukkan bakat di depan teman-teman yang lain sekalian melihat potensi dari anak-anak baru. Terus panitia juga dari anak 2021</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>jadi keren banget</span></span><span><span>. Me</span></span><span><span>nurutku ini juga bisa jadi kenangan untuk para panitia, demisioner dan pengurus Himaksi yang sekarang</span></span><span><span>.&quot;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Panitia acara ini anak 2</span></span><span><span>02</span></span><span><span>1 dan ini adalah acara pertama untuk mereka, jadi harapannya evaluasi terus acara-acara yang sudah dijalankan agar ke depannya dapat lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Terus berproses di Himaksinya juga lebih maksimal lagi, setelah sudah menjalani kepanitiaan yang awal ini</span></span><span><span>,&quot; tutupnya.</span></span><span><span><span>&nbsp;</span><strong>(ash</strong></span></span><span><span><strong>/rst)</strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mencumbu Matahari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/mencumbu-matahari/baca </link>
<guid> mencumbu-matahari </guid>
<pubDate> Wed, 15 Dec 2021 11:38:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam hidup kita tak selalu dihadapkan pada hal yang sempurna. Terkadang kita harus mengalami gagal dan jatuh kemudian memahami apa arti dari kesempurnaan itu sendiri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/mencumbu-matahari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XMhlFcRQXQ.png" />
					</figure>
			                <h1>Mencumbu Matahari</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Dalam hidup kita tak selalu dihadapkan pada hal yang sempurna. Terkadang kita harus mengalami gagal dan jatuh kemudian memahami apa arti dari kesempurnaan itu sendiri. Hidup juga mengajarkan kita untuk memahami bahwa segala sesuatu akan berdampingan seperti, sedih dan tawa, cinta dan benci, suka dan duka. Hal ini mengingatkan bahwa kita akan mengalami masa di mana kita harus menghargai apa yang kita miliki saat ini, bahwa apa yang kita miliki bukanlah sesuatu yang bisa kita genggam selamanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti aku dan engkau, mencintaimu sungguh mengajarkanku bahwa sebuah presensi ternyata sarat akan makna. Selama ini, sendiri saja aku merasa sudah cukup kuat untuk menghadapi dunia dan segala kebejatan di dalamnya. Begitu dulu pikirku, tapi kehadiranmu seakan-akan membuatku perlahan memahami bahwa tak perlu membenci untuk merasakan sebuah cinta. Kau membuatku paham caranya menerima dan memaafkan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Layaknya manusia biasa, aku juga seseorang yang haus dengan afeksi. Begitu banyak atensi dan afeksi membuatku kalut dan terlena hingga lupa pada fakta bahwa kita hidup berdampingan dengan hal yang tidak kita suka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menggenggam tanganmu serupa mimpi yang tak pernah berani aku pinta pada Tuhan. Karena berada di dekatmu buatku selalu ingin lupakan fakta bahwa akan ada kemungkinan di mana kita berpisah dan saling melupa. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kau selayaknya matahari yang begitu cerah dan selalu menyinari orang di sekitarmu. Ringan tanganmu membantu tanpa dipinta juga ringan tuturmu tawarkan bantuan ketika melihat ada yang susah. Begitu baik perangaimu sehingga terkadang aku tak percaya bahwa kau hanyalah manusia biasa karena sungguh kau serupa malaikat yang dihadirkan Tuhan di bumi untukku seorang agar aku dapat memaafkan kejamnya dunia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mencintaimu sama seperti aku mencumbu matahari yang terang dan hangat yang berani membawaku keluar dari gelap dan dinginnya malam yang diabaikan banyak orang. Ingatanku kemudian jatuh pada percakapan kita yang disaksikan oleh ribuan bintang pada malam itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di tengah tanah yang lapang, beralaskan rumput kita berhenti untuk menepi dari kebisingan semesta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kamu sadar gak kalau kamu itu kayak bulan?&rdquo; begitu tanyamu padaku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bulan?&rdquo; aku bertanya tak mengerti.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Emangnya kenapa?&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Soalnya kamu berhasil menerangi malamku, ea.&rdquo; kau tertawa mencibir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apaan sih! Kirain serius juga taunya gombal jelek,&rdquo; ucapku sembari memutar bola mata malas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia tertawa kemudian memelukku erat. Erat dan hangat seakan-akan memberikan tanda bahwa ia akan selalu menjagaku seperti ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku sayang kamu dan kamu akan selalu jadi bulan untuk malamku. Bulan yang cahayanya membuat semua orang takjub dan berhenti untuk sekadar melihat. Tapi, aku bukanlah orang yang sekadar berhenti dan melihat tapi aku juga ingin menetap. Aku ingin selalu ada di sini, bersamamu.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku tersenyum, &ldquo;kalau aku bulannya, kamu mataharinya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kau menatapku bingung, menutut penjelasan. &ldquo;Kenapa?&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena bulan tidak akan bersinar terang tanpa matahari. Dan aku enggak akan mungkin bisa hidup kayak sekarang kalau enggak ada kamu,&rdquo; ucapku dengan malu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menambah rasa malu dalam diriku, kau justru tertawa. Katamu kau terkejut bahwa kalimat itu bisa keluar dari mulut orang sepertiku. Sialan. Ini juga jadi salah satu alasan aku terkadang bertanya-tanya mengapa aku bisa jatuh begitu dalam pada orang sepertimu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelahnya semua berjalan begitu baik, aku denganmu seperti dua orang yang memang diciptakan untuk meghadapi dunia bersama Aku begitu paham perangai lain dalam dirimu dan kau yang mafhum cara menghadapiku. Bersama rasanya menjadi lebih baik untuk satu sama lain.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi mengapa?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tepat satu minggu sebelum tahun baru kau pergi meninggalkanku? Bukankah kita sudah merencanakan dengan baik rencana tahun baru kita? Bahwa banyak kegiatan yang hendak kita lakukan bersama-sama. Tapi mengapa harus pergi?<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Telak aku rasakan sakit yang begitu menyiksa setelah tahu kepergianmu dari semesta. Seringnya aku bertanya pada entitas yang nyata namun tak terlihat. Mengapa kita harus dipisahkan dalam keadaan seperti ini? Begitu besarnya kah dosaku di kehidupan sebelumnya hingga tak biarkan aku bahagia dalam waktu yang lama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Begitu sakitnya hingga aku lupa caranya bernapas dan kembali menjadi manusia yang utuh. Selayaknya ditinggal oleh belahan jiwa aku benar-benar hilang arah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukankah sudah aku katakan bahwa menggenggam tanganmu serupa mimpi yang tak pernah berani aku pinta pada Tuhan. Sungguh terasa tidak nyata bahkan hingga hari ini, setelah tiga tahun lamanya aku masih sulit menerima bahwa kau tak lagi bersamaku bahkan untuk sekadar mendengarkanku menangis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ada lagi bahu yang siap untuk menjadi tempatku menyandarkan segala penat, tak ada lagi tangan yang terulur ketika aku jatuh, dan tak ada lagi cahaya yang menyinariku untuk tetap hidup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kau pergi membawa segala cahaya yang telah kau berikan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kalau sudah begini tolong beritahu padaku, bagaimana caranya agar bulan dapat bersinar tanpa cahaya dari matahari?</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerita pendek ditulis oleh Yasmin Dieva Islamiyah, mahasiswa Psikologi, FISIP 2019.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Demisioner, BEM FH Unmul Lakukan Aksi Tanam Seribu Pohon Mangrove </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/menuju-demisioner-bem-fh-unmul-lakukan-aksi-tanam-seribu-pohon-mangrove/baca </link>
<guid> menuju-demisioner-bem-fh-unmul-lakukan-aksi-tanam-seribu-pohon-mangrove </guid>
<pubDate> Fri, 17 Dec 2021 07:25:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sadar akan pentingnya pertahanan lingkungan bagi ekosistem, sebelum demisioner BEM FH lakukan penanaman mangrove. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/menuju-demisioner-bem-fh-unmul-lakukan-aksi-tanam-seribu-pohon-mangrove/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VEYGDvMxo1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Demisioner, BEM FH Unmul Lakukan Aksi Tanam Seribu Pohon Mangrove</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Kawasan hutan mangrove merupakan sebuah kawasan penting bagi habitat yang tinggal atau hidup di daerah pesisir. Ekosistem pesisir sangat bergantung bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan mangrove yang ada. Indonesia sebagai daerah maritim yang begitu luas, tentunya memiliki garis pantai panjang yang ditumbuhi oleh tanaman mangrove ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di Kalimantan Timur sendiri, kini sudah mencapai 75 persen atau 685.277 hektare. Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IV Samarinda mencatat ekosistem mangrove Delta Mahakam dengan total luasan 113.553,44 hektare, hanya menyisakan 388,54 hektare atau 0,34 persen hutan mangrove primer dan 25.429 hektar hutan sekunder atau 22,39 persen. Sisanya 61.506,67 hektare atau 54,17 persen kawasan itu sudah beralih fungsi jadi tambak ikan dan udang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat kondisi yang ada, kegiatan Aksi Nyata Tanam 1.000 Pohon mangrove di Desa Tanjung Limau kecamatan Muara Badak, kemudian digagas atas dasar kepedulian terhadap lingkungan pesisir guna menjaga kelestarian ekosistem yang ada, oleh pengurus BEM FH Unmul sebelum demisioner dari kepengurusan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini merupakan program kerja dari Kementerian Sosial dan Masyarakat, yang dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 4 November 2021. Melibatkan seluruh civitas academica FH dan masyarakat Desa Tanjung Limau. Pada hakikatnya mahasiswa tidak hanya memiliki kewajiban belajar, namun &nbsp;juga perlu adanya pengabdian kepada masyarakat yang dalam hal ini BEM FH Unmul mengimplementasikannya dalam bentuk kegiatan penanaman 1.000 pohon mangrove.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Kegiatan ini juga bekerja sama dengan masyarakat setempat. Hal ini ditujukan agar mahasiswa FH bisa sadar dan peka terhadap bagaimana pentingnya pertahanan lingkungan bagi ekosistem sekitar.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Dede Wahyudi, Staf Kaderisasi BEM FH Unmul 2020.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Passenger Seat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat/baca </link>
<guid> passenger-seat </guid>
<pubDate> Sat, 18 Dec 2021 08:48:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pria di sebelahku menyeka air mata yang menitik di mata kirinya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cJqpyk1SVa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Passenger Seat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span>Pria di sebelahku menyeka air mata yang menitik di mata kirinya. Sebelah tangannya memegang setir dengan sedikit gemetar. Matanya terlihat sendu seperti langit di luar.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Lo nangis, Gra?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Yang ditegur segera sadar dan memasang wajah bodohnya. Ia menggeleng kuat sembari menggaruk belakang kepalanya, entah benar-benar gatal atau tidak.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Gak kok, apaan sih,&rdquo; ucapnya singkat.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku ber-</span></span><span><span><em>oh</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>singkat kemudian tak bicara lagi. Suara berisik dari penyiar radio, kini berganti menjadi lantunan gitar lembut.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ta, ingat lagu ini, nggak?&rdquo; tanya Agra sambil mengetuk-ngetuk jarinya di setir.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku mengangguk pelan. &ldquo;</span></span><span><span><em>Homesick</em></span></span><span><span>, kan?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Gue kangen banget sama Erlend dan Eirik.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Sudah lama ya. 2010 nggak, sih?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Yup. Rasanya baru kemarin kita joget-joget lagu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>I&rsquo;d Rather Dance With You</em>,</span></span><span><span>&rdquo; celetuknya.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Lo aja kali, yang joget,&rdquo; jawabku.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Apa perlu gue kasih liat lagi video lo lagi histeris?&rdquo; godanya.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Plis, gak usah diingetin,&rdquo; cetusku.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Duo Kings of Convenience masih melantunkan lagu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>Homesick</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>di radio. Sebuah keheningan tiba-tiba kembali menyeruak. Baik aku atau Agra, kemungkinan sedang memikirkan sesuatu. Mungkin itu adalah kenangan ketika SMA kelas tiga. Pada suatu malam di Maret 2010 silam, ketika kami berdua pergi menyambangi KOC di Sabuga Convention Hall setelah menabung beberapa minggu demi membeli tiket sendiri.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Homesick</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>menjadi penutup yang manis kala itu. Agra ikut menyanyi dengan sepenuh hati dan wajah hampir ingin menangis, seolah-olah dirinya kangen rumah yang berjarak hanya delapan kilometer dari<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>hall</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>ini.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Jadi, kenapa lo nangis?&rdquo; kataku membuka suara.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia menghentikan mobil perlahan karena sedang lampu merah. Agra lalu menatapku dengan senyum simpul di wajahnya.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Gue kangen banget sama lo, Dita. Itu aja kok.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Kangen</em></span></span><span><span>. Agak lucu mendengar kata tersebut dari mulutnya. Mau tak mau, aku jadi ikut tersenyum.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kalau kangen, kenapa nggak ngehubungin?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Pertanyaan lo nyebelin banget. Gue gak mau digebuk sama Bumi, terima kasih,&rdquo; celetuknya.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku mendesah pelan. Agak lama juga tidak mendengar nama tersebut.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Gue sama Bumi udah cerita lama. Santai aja kali.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Abraham Nuraga menggaruk kepalanya lagi. Kebiasaan tersebut selalu ia lakukan setiap kebingungan. Hal yang biasa dilakukannya sejak kecil ini sering membuatku gemas. Ingin rasanya kularikan jari-jariku pada kepala dan rambut-rambut cepaknya.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ehm, Ta. Lo baik-baik aja, kan?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Iya. Gue nggak apa-apa,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>thanks to you</em></span></span><span><span>.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Lagi-lagi obrolan kami terhenti. Mobil kembali berjalan. Lagu sudah berganti sejak tadi. Suara merdu John Mayer dalam balutan lagu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>You&rsquo;re Gonna Live Forever in Me</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>memenuhi seisi mobil. Aku bersenandung kecil.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ta.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku terkejut sedikit. &ldquo;Ya, Gra?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia membetulkan posisi duduknya, lalu berkata dengan gugup. &ldquo;</span></span><span><span><em>Do we have a chance</em></span></span><span><span>?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tangisku ingin pecah saat itu juga. Air mata mulai menggenang di pelupukku.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku mengulum bibirku, menggigitnya pelan. Kata-kata yang ingin kudengar dan kuharapkan keluar dari mulut Agra sejak bertahun-tahun lalu, kini benar-benar terjadi. Saat kami tengah diperjalanan menuju reuni bersama teman-teman kuliah kami. Saat aku sudah berpisah dari Bumi, pacarku selama lima tahun lamanya. Saat kupikir memang tidak ada lagi yang tersisa untuk kami berdua.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku tak berani menatap matanya langsung. &ldquo;Kenapa baru sekarang?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ia tersenyum kecut. &ldquo;Bumi sayang sama lo. Lo kelihatan bahagia sama dia.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dia tidak sepenuhnya salah. Bumi Nilakandi memang laki-laki yang sangat baik. Aku seharusnya bahagia. Hanya saja, ia bukan orang yang tepat untukku. Lebih tepatnya, bukan dirinya yang kuharapkan membuatku bahagia.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku terdengar seperti orang berengsek sekarang. Tapi aku harus menjawab pernyataan Agra saat ini.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Gra, perlu lo ketahui kalo gue paling bahagia saat gue sama lo,&rdquo; sahutku.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Agra tertegun. &ldquo;Kalau gitu, kenapa lo-&ldquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Nerima Bumi? Karena lo nggak pernah nyatakan apa-apa, Gra. Gue bingung sama perasaan gue sendiri. Gue nggak mau bertepuk sebelah tangan, terus persahabatan kita sejak dulu jadi menjauh gitu aja.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Agra menepikan mobilnya di pinggir jalan. Ia terdiam beberapa saat, sebelum membuka mulutnya lagi.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ta, gue minta maaf. Tapi hal itu juga berlaku buat gue. Lo terlalu berharga buat gue, dan gue nggak mau egois hanya dengan perasaan ini sendirian. Gue selalu sayang sama lo,&rdquo; akunya.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kusandarkan kepalaku pada jendela. Aku memandangi jalanan yang mulai basah karena hujan. Mendengar semua hal ini setelah sekian lama membuatku pusing. Kulirik Agra yang kini berwajah cemas.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ta, maafin gue.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku mengangkat kepala dan menggeleng. &ldquo;Nggak apa, Gra. Kita berdua emang pengecut aja.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Agra tertawa. &ldquo;Gue nggak akan menyangkal itu. Ternyata kita butuh keberanian bertahun-tahun untuk mengakui sesuatu, ya?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Ya. Benar-benar sebodoh itulah kita berdua,&rdquo; tukasku.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kami terdiam kembali. Mobil kembali dijalankan. Sepanjang sisa perjalanan, kepalaku berkecamuk dengan berbagai hal. Pertanyaan Agra tadi berenang di kepalaku.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Do we have a chance</span></span><span><span>?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hujan semakin deras, membuat ia menaikkan volume radionya. Agra bersiul-siul bersama lagu yang diputar. Aku tersenyum mendengarnya. Hatiku merasakan sesuatu yang membuatku nyaman.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Being around him is always my favorite thing to do</em></span></span><span><span><em>.</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Agra.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Iya?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Kalau mobil yang berhenti aja bisa jalan kembali, kenapa kita nggak?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dirinya menoleh kaget padaku. Matanya menatapku tak percaya. Ia mengembalikan pandangannya pada jalanan sambil cengar-cengir. Sebelah tangannya mengacak-acak rambutku pelan.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Hm. Benar juga.&rdquo;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teater Pranadipa Gelar Pementasan Naskah Orang Asing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/teater-pranadipa-gelar-pementasan-naskah-orang-asing/baca </link>
<guid> teater-pranadipa-gelar-pementasan-naskah-orang-asing </guid>
<pubDate> Sat, 18 Dec 2021 11:33:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menutup akhir tahun Prodi Sastra Indonesia FIB lakukan pementasan teater di Aula Gedung FIB. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/teater-pranadipa-gelar-pementasan-naskah-orang-asing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HdY7k3jSKU.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Teater Pranadipa Gelar Pementasan Naskah Orang Asing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Mengakhiri semester ganjil tahun ini Prodi Sastra Indonesia (Sasindo) A 2019 FIB melaksanakan pementasan teater. Bertempat di Aula Gedung FIB, Teater Pranadipa berhasil tampil dengan apik pada Rabu malam (15/12). Mengangkat naskah &ldquo;Orang Asing&rdquo; karya Rupert Brook, saduran D. Djakusuma, kemudian diadaptasi oleh Halem dan Kadek selaku sutradara pada pementasan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum menginjakan kaki di aula pementasan, terlihat<span>&nbsp;</span></span><span><em>photobooth</em></span><span>&nbsp;sederhana dihiasi polaroid dengan disoroti lampu yang bergonta-ganti warna.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Photobooth</em></span><span>&nbsp;ini sengaja disediakan panitia sebagai sarana penonton mengabadikan momen. Setelah itu penonton akan diajak menyusuri lorong-lorong sunyi gedung FIB hingga sampai di aula. Dengan berlapiskam kain hitam, dinding tersebut menciptakan kesan lorong yang mencekam. Kendati hanya sejumlah lampu plafon menemani sebagai penerang jalan, hal ini justru menambah kesan murni sebuah pementasan teater.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesampainya di aula, mata terasa buta akan kegelapan, hampir tidak ada objek untuk digapai. Hanya ada lampu senter ponsel yang menjadi sumber cahaya di aula, selain itu terlihat samar bayang properti pementasan begitu besar dan putih, seperti sebuah rumah dengan ditemani pohon tanpa daun. Dingin AC di dalam ruangan itu juga membuat penonton yang duduk lesehan di atas karpet bergidik menggosokkan bahu mereka. Hanya ada suara bisik obrolan yang mengisi suasana di aula tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga pementasan dimulai, acara diawali dengan pembukaan dua orang pembawa acara. Masih dengan suasana kegelapan, kedua <em>prantacara</em> itu hanya disoroti lampu putih terang. Setelah pembukaan, acara berlanjut ke sesi doa bersama serta sambutan-sambutan. Baik sambutan yang berasal dari ketua produksi, maupun dosen-dosen FIB yang turut hadir dalam pementasan itu. Hingga bagian seremonial berakhir, pementasan teaterpun akhirnya dimulai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Teater kala itu menyajikan cerita tentang seorang lelaki muda kaya yang tersesat di sebuah hutan. Beruntung mendapat tempat menginap di sebuah kontrakan kayu milik keluarga miskin yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang gadis. Tergiur dengan kekayaan si orang asing. Keluarga miskin ini berencana untuk membunuhnya, namun sang ayah ternyata tidak seberani itu untuk melakukannya. Keadaan memaksa si gadis yang perkasa untuk melakukan pembunuhan itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Belakangan terungkap, bahwa si orang asing ternyata adalah anak dari keluarga tersebut yang telah menghilang bertahun-tahun sebelumnya, dia ingin menghadirkan kejutan bagi keluarga itu dengan kemunculannya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Si anak hilang telah dibunuh adik perempuannya sendiri. Kini hanya menyisakan kepedihan, sebuah jam tangan mewah, dan koper berisikan uang banyak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Gemuruh penonton menandai usainya pementasan teater &ldquo;Orang Asing&rdquo;. Naskah yang dibawakan ini diungkapkan Nur Halimah selaku sutradara dan astrada Teater Pranadipa, ia terinspirasi dari rekannya yang memiliki pengalaman dan memberikan referensi terkait naskah tersebut. Kemudian mendiskusikan &nbsp;pada anggotanya, hingga mencapai kesepakatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Biar enggak telalu mirip (naskahnya) biar gak dianggap imitasi, jadi kami sekaligus ngadaptasi ke kultur Samarinda. Dan kita mengangkat isu-isu pandemi,&rdquo; ucap Nur Halimah selaku sutradara dan astrada teater, Rabu (15/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Halem sebutan akrabnya, menghela nafas dan berterus-terang tentang berbagai kesulitan<span>&nbsp;</span></span><span>yang dialami selama proses persiapan pementasan. Meski berlapis masker tapi mata perempuan berambut cepak itu memberikan keyakinan bahwa menurutnya, semua ini dapat diselesaikan dengan kebersamaan, kesimbangan, baik secara pemikiran, emosi dan juga solidaritas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya turut tegas menyatakan dalam teater tidak hanya berisikan satu orang, sehingga dalam menyatukan pemikiran butuh usaha yang lebih besar. Tidak sampai di situ, kekhawatiran terkait kadar kualitasnya sebagai sutradara dalam mengatur pementasan juga menambah beban pikirannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalo kita benar-benar berkesenian, benar-benar berteater itu bakal banyak kena mental lah istilahnya. Misalnya sutradara melihat aktornya (itu) dialognya salah atau misal intonasinya ganti. Tiba-tiba ganti nanti aktornya kesal bisa-bisa dilempar sendal, gitu.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski pementasan telah selesai, ia mengelus dada dan merasa belum puas dengan hasil yang ada. Ia meyakini, masih ada potensi aktor untuk mendalami peran hingga mencapai emosi yang diinginkan. Di akhir, dirinya berharap semua elemen yang terlibat dapat memahami proses dalam teater.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalo harapannya, tidak bakal ada orang yang meremehkan teater, secara garis besarnya (seperti) itu,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pementasan ini seharusnya dilaksanakan pada Selasa (14/12) lalu, namun &nbsp;pemadaman listrik yang terjadi pada hari itu, memaksa Teater Pranadipa menunda pementasan hingga esok harinya. Hal ini tentu berdampak pada seluruh elemen, Devi Safitri selaku penonton mengungkapkan kemaklumannya atas kejadian tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perihal<span>&nbsp;</span><em>blackout</em><span>&nbsp;</span>itu emang nggak ada yang bisa tahu, tapi seharusnya mereka mempersiapkan lagi kemungkinan terburuknya. Dan kalo saya sendiri mewajarkan<span>&nbsp;</span><em>blackout</em><span>&nbsp;</span>ini ngga ada yang bisa duga,&rdquo; jelas Devi pada awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>,<span>&nbsp;</span>Rabu (15/12).</p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun pementasan harus ditunda, Devi tersenyum dan menatap panggung pementasan seraya mengapresiasi acara tersebut sebagai sebuah pencapaian, karena telah berani mementaskan teater dengan maksimal. Dirinya juga mencoba memejamkan mata dan mengingat kembali adegan favoritnya, bagian itu yang ia rasa mendapatkan emosi dari para pemain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya paling suka<span>&nbsp;</span></span><span><em>scene-scene ending</em></span><span>&nbsp;sih, lebih suka bagian situ kalau mereka yang bawakan karena baru berasa di situ<span>&nbsp;</span></span><span><em>feel</em></span><span>-nya&rdquo; tutur Devi pada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (15/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Devi berharap hal ini menjadi pengalaman asyik untuk para pementas teater. Dirinya juga menambahkan semua orang penting untuk melihat kesenian teater secara mendalam, sehingga menyadarkan bahwa teater tidak hanya soal pementasan. Namun, di balik pementasan juga ada peran krusial lain yang perlu diketahui.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pementasan dari Teater Prandipa tentunya dianggap sukses dari berbagai kalangan, namun orang perlu tahu proses yang terjadi di balik layar. Khoirun Nisa yang menjadi pimpinan produksi pun menuliskan via pesan Whatsapp apa saja yang terjadi selama mereka berproses. Kamis (16/12), ia menceritakan bahwa pihak kampus tidak memberikan anggaran sedikit pun, proses pencarian dana mau tak mau harus mereka lakukan secara mandiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dana yang terkumpul itu dari berbagai sumber. Pertama dari denda harian dan uang kas mingguan, kemudian proposal dan juga pendanaan. Jadi&nbsp;ada tim pendanaan yang menjual beberapa menu makanan dan minuman,&rdquo; tulis Nisa melalui pesan Whatsapp, Kamis (16/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan sulitnya proses pencarian dana, Nisa dan tim teater lainnya perlu memutar otak untuk mendapatkan dana dari manapun. Bahkan penjualan tiket yang tak seberapa, hanya bisa &nbsp;menutup anggaran mereka saja. Kendati sedari awal mereka sepakat tidak akan mengambil keuntungan dari pementasan, dan semata-mata demi kepentingan akademik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlepas sulitnya mencari dana, pedihnya proses lain yang mereka lewati turut diungkapkan oleh Nisa. Baik dari pengerjaan artristik dan juga aktor yang menurutnya membutuhkan waktu panjang dalam persiapannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keterbatasan waktu juga agak bikin kelabakan, karena banyak yang dikejar dan kita sambil kuliah dan banyak tugas seperti biasa. Belum lagi susah cari alat-alatnya, harus pinjem ke sana kemari.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ditambah kita masih awal banget berproses di teater, jadi ibaratnya kita buta dalam proses. Tapi kita niatkan belajar, dan jadi pementasan kemarin meski dengan segala kekurangannya,&quot; tutupnya.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>vyn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Green Leaders Indonesia Usung Kegiatan Nasional Kaum Muda Menanam, Bontang Tanam 2.500 Bibit Mangrove </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/green-leaders-indonesia-usung-kegiatan-nasional-kaum-muda-menanam-bontang-tanam-2500-bibit-mangrove/baca </link>
<guid> green-leaders-indonesia-usung-kegiatan-nasional-kaum-muda-menanam-bontang-tanam-2500-bibit-mangrove </guid>
<pubDate> Mon, 20 Dec 2021 10:54:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peserta Green Leaders Indonesia (GLI) adakan penanaman Mangrove di Bontang, tepatnya Mangrove Berbas Pantai. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/green-leaders-indonesia-usung-kegiatan-nasional-kaum-muda-menanam-bontang-tanam-2500-bibit-mangrove/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZJYcmLgNUy.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Green Leaders Indonesia Usung Kegiatan Nasional Kaum Muda Menanam, Bontang Tanam 2.500 Bibit Mangrove</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Green Leaders Indonesia (GLI) merupakan program pendidikan yang diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sejak April 2021 lalu. GLI bertujuan untuk menciptakan pemimpin muda berusia 20 hingga 29 tahun dengan perspektif sosial dan ekologi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memulai orientasi didik pertamanya pada Mei, peserta yang lolos seleksi digembleng lewat berbagai diskusi dan kelas-kelas hijau. Kini peserta GLI tengah merampungkan program pendidikan dengan menjalankan berbagai acara. Kaum Muda Bergerak Pulihkan Lingkungan dipilih sebagai tema utama. Di dalamnya terdapat berbagai agenda menarik, seperti<span>&nbsp;</span></span><span><em>Webinar</em></span><span>&nbsp;Lingkungan, Festival Warna dan Berirama, Literasi Lingkungan, dan Kaum Muda Menanam.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Minggu, 19 Desember 2021, Kaum Muda Menanam diadakan di 30 provinsi secara serentak. Kaltim, dalam hal ini, diwakilkan keterlibatannya lewat penanaman pohon mangrove di Bontang, tepatnya Mangrove Berbas Pantai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini tentunya berkolaborasi bersama<span>&nbsp;</span></span><span>Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Mahakam Berau. Tak luput mengundang 20 komunitas yang ada di Bontang sebagai peserta dan keterlibatan komunitas seperti Srikandi Konservasi, Bontang Adventure, Inspirasea Bontang, dan Green Generation Bontang sebagai panitia.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara kemudian dibuka dengan sambutan-sambutan. Sambutan datang dari perwakilan delegasi GLI Bontang yaitu Suryani, lalu Sapriansyah selaku Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan dan Perencanaan Dinas Lingkungan Hidup Bontang, dan Suhanafi selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) TU BPDASHL Mahakam Berau. Kegiatan pada hari itu mendapat sambutan hangat sebab dinilai sebagai aksi nyata pelibatan anak muda untuk menyadari krisis ekologi yang hadir saat ini. Serta Kaltim sudah sepantasnya turut andil dan menginisiasi kegiatan serupa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah sambutan dan rangkaian pembuka acara lainnya, kegiatan inti yakni penanaman dilakukan. Koordinator lapangan mengambil alih dengan memberi aba-aba peserta penanaman untuk turun membawa perlengkapan menanam, seperti <em>boots</em>, tali rafia, dan topi. Sebanyak 2.500 bibit disebar di lahan kosong Mangrove Berbas Pantai. Penanaman terhitung sejak pukul 10.00 WITA hingga 12.00 WITA. Setelah itu peserta penanaman makan dan beristirahat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara dilanjutkan dengan memulai sambungan telekonferensi bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. Saat itu menteri LHK bersama jajarannya melakukan penanaman pohon di Bali. Untuk memeriahkan acara, pewara meminta perwakilan masing-masing kota untuk menyampaikan aspirasi anak muda yang peduli lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlihat antusias peserta meski terhubung jarak jauh melalui platform Zoom kala itu. Setelah agenda Kaum Muda Menanam, GLI juga masih akan menyemarakkan dengan kegiatan lainnya seperti<span>&nbsp;</span></span><span><em>webinar</em></span><span>&nbsp;dan literasi lingkungan. Ke depan, GLI juga akan membuka pendaftaran gelombang dua bagi pemuda yang punya minat besar terhadap isu lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Press release ditulis oleh Restu Almalita, peserta GLI gelombang 1, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> OJK Buka Rekrutmen Calon Staf untuk Alumni Unmul dari Berbagai Jurusan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ojk-buka-rekrutmen-calon-staf-untuk-alumni-unmul-dari-berbagai-jurusan/baca </link>
<guid> ojk-buka-rekrutmen-calon-staf-untuk-alumni-unmul-dari-berbagai-jurusan </guid>
<pubDate> Tue, 21 Dec 2021 08:16:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendaftaran program Pendidikan Calon Staf OJK angkatan keenam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ojk-buka-rekrutmen-calon-staf-untuk-alumni-unmul-dari-berbagai-jurusan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2C9glFaVWk.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>OJK Buka Rekrutmen Calon Staf untuk Alumni Unmul dari Berbagai Jurusan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Program Pendidikan Calon Staf Otoritas Jasa Keungan (OJK) kembali membuka pendaftaran di penghujung tahun 2021 ini. Sebagai lembaga negara yang berkegiatan di sektor jasa keuangan, OJK membutuhkan pekerja yang andal untuk bergabung melalui Program<span>&nbsp;</span></span><span><em>Talent Scouting</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Program Pendidikan Calon Staf saat ini telah memasuki angkatan keenam. Pendaftaran tahun ini dibuka sampai dengan 24 Desember 2021. Untuk alumni Unmul, rekrutmen ini bisa diikuti dengan melakukan registrasi diri terlebih dahulu melalui tautan berikut:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttp://bit.ly/RekrutmenPerkasa-OJK-PCS6%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1640077811449000%26amp;usg%3DAOvVaw0ibwmzTdvsv2UJ9ZwEnS5h&sa=D&source=docs&ust=1640077811458154&usg=AOvVaw0Tg1zknsFOJxYHyGY90p8I">bit.ly/RekrutmenPerkasa-OJK-PCS</a></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttp://bit.ly/RekrutmenPerkasa-OJK-PCS6%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1640077811450000%26amp;usg%3DAOvVaw2G30co2he3m8Yv2C6Bt3nb&sa=D&source=docs&ust=1640077811458310&usg=AOvVaw14WThoaplC3WfO2lj5zsVj">6</a></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk kamu yang berminat menjadi bagian dari program tersebut, simak persyaratan umumnya berikut ini ya!</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sehat secara jasmani dan rohani. Kedua, tidak pernah dan/atau tidak sedang dalam proses pengadilan maupun terlibat dalam proses hukum. Ketiga, tidak mempunyai saudara kandung dan/atau suami/istri yang bekerja sebagai pegawai, calon pegawai, atau tenaga kerja perjanjian kerja dengan waktu tertentu (PKWT) di OJK.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keempat, bersedia menandatangani surat perjanjian ikatan dinas dengan OJK. Kelima, khusus untuk wanita maka harus bersedia tidak hamil selama masa pendidikan. Keenam, bersedia mematuhi setiap peraturan dan/atau tata tertib yang berlaku di OJK. Terakhir, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah kantor OJK.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proses seleksi diawali dengan seleksi administrasi yang akan berlangsung Desember ini. Bagi peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Tes Psikometri, Tes seputar OJK, dan Tes Bahasa Inggris. Berbagai tes tadi akan berlangsung pada Januari 2022 mendatang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, mereka yang lolos akan melanjutkan ke tahap ketiga yaitu Tes Kesehatan yang diadakan pada Februari 2022. Adapun peserta yang lolos tahap sebelumnya akan melanjutkan ke Tahap Wawancara<span>&nbsp;</span></span><span><em>User</em></span><span>&nbsp;terhitung Februari sampai dengan Maret 2022. Untuk jadwal pelaksanaan tes setiap tahapan seleksi bersifat tentatif</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Nah</em>, untuk kamu yang tertarik mengikuti Program Pendidikan Calon Staf OJK, segera daftarkan dirimu, ya! Kesempatan ini terbuka untuk alumni Unmul dari berbagai jurusan. Jadi jangan sampai ketinggalan! <strong><em>(</em><em><span>jla/nkh</span><span>)</span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dosen Luar Biasa Unmul, Menaruh Renjana pada Dunia Mengajar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/dosen-luar-biasa-unmul-menaruh-renjana-pada-dunia-mengajar/baca </link>
<guid> dosen-luar-biasa-unmul-menaruh-renjana-pada-dunia-mengajar </guid>
<pubDate> Thu, 23 Dec 2021 08:10:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok dosen luar biasa Unmul ungkapkan peran dosen yang baik sangat penting bagi mahasiswanya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/dosen-luar-biasa-unmul-menaruh-renjana-pada-dunia-mengajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U898XsuU7b.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dosen Luar Biasa Unmul, Menaruh Renjana pada Dunia Mengajar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>&ldquo;Dari banyaknya bacaan, saya mendapati bahwa peran dosen yang baik itu sangat penting bagi mahasiswanya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Inilah yang disuarakan oleh sosok penyandang gelar Dosen Luar Biasa Unmul yang hinga kini masih&nbsp;</span><span>terus berdedikasi membagikan pengetahuannya, meski sudah memasuki waktu purnabakti.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan nama lengkap Surya Sili, perempuan berdarah campuran Cina dan Banjar yang kerap disapa Surya ini rupanya lahir dan besar di Kalimantan. Tak hanya itu, sejak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ia juga berfokus untuk tetap bersekolah di daerah kelahirannya itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mengetahui sosok Surya secara personal, Selasa (7/12)<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mengunjungi salah satu kediamannya di Jalan Ir. H. Pangeran Muhammad Noor Samarinda. Perempuan yang memiliki ketertarikan dengan bunga anggrek ini membagikan kisahnya secara mendalam kepada <em>Sketsa.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah lulus dari salah satu SMA di Samarinda, Surya meneruskan pendidikannya untuk pergi ke Kota Parahyangan. Tak sia-sia, dirinya lulus dengan gelar doktoranda (Dra.) dari<span>&nbsp;</span></span><span>Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung yang kini telah berubah menjadi menjadi Universitas Pendidikan Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Uniknya, Surya sempat mendaftar ke Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menjadi<span>&nbsp;f</span></span><span>isikawan</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>hal ini lantaran terpacu dari kedua orang kakaknya yang juga turut berkuliah di perguruan tinggi bergengsi tersebut. Meski memiliki nilai rata-rata 100, Surya tak dapat bersaing hingga impiannya menjadi fisikawan tergantikan menjadi dosen yang berjasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di rumah besar dengan pendingin ruangan itu, Surya bercerita bagaimana kala kuliah dirinya berjuang untuk bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Sejak semester pertama hingga kedua, dirinya membiayai perkuliahannya sendiri, kemudian semester berikutnya barulah ia mendapatkan beasiswa ikatan dinas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Alih-alih ikut di organisasi yang beragam, semasa kuliah Surya justru fokus untuk belajar. Hal itu lantaran dirinya yang tak mau memberatkan beban orang tua untuk membiayai perkuliahannya lebih lama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Saya lebih ke belajarnya, karena saya ingat orang tua saya, saya kalau main-main bahaya kalau terlalu lama. Makanya saya enggak mau mengecewakan itu,&rdquo; tuturnya saat duduk di pelataran rumahnya yang megah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lulus jenjang sarjana pada tahun 1980, di</span><span>&nbsp;t</span><span>ahun tersebut pula Surya menikah dengan kekasihnya sejak SMA. &nbsp;Selang dua tahun, awal ia menapaki karier untuk menjadi seorang dosen pun dimulai. Atas izin suami, pada 1982 dirinya bergabung menjadi dosen di program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setahun setelah tahun pertamannya menjadi dosen, dirinya langsung menjadi dosen tetap berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia bercerita jika kala itu tak sulit untuk menjadi PNS seperti dewasa ini. Sembari menjadi dosen, pada 1984 ia mengikuti seleksi untuk melanjutkan jenjang magisternya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan mengambil gelar</span><span>&nbsp;</span><span><em>Master of Art and Teaching</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>pada 1986, selang satu tahun kemudian perempuan yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara itu akhirnya lulus dari Georgetown University, Amerika Serikat. Ia berkisah kala itu pemerintah sedikit khawatir lantaran membayarkan biaya kuliahnya yang tergolong mahal di universitas swasta itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah lulus dengan gelar masternya, Surya kembali mengajar sebagai dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris hingga tahun 1993. Di tahun 1994, Surya kembali mendapatkan beasiswa dari Bank Dunia untuk melanjutkan jenjang doktoralnya ke Ohio University Amerika Serikat selama lima tahun dan lulus dengan gelar<span>&nbsp;</span></span><span>Doctor of Philosophy (PhD).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah lulus, ia kembali mengajar di Unmul. Tak berhenti sampai di situ, pada 2000, ia mencoba mendirikan Prodi Magister Pendidikan. Surya memiliki peran penting dan terlibat aktif dalam proses membangun Prodi yang hingga kini banyak diminati oleh mahasiswa itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya melahirkan Prodi tersebut, Surya juga rupanya kembali<span>&nbsp;</span></span><span>mencetuskan</span><span>&nbsp;salah satu fakultas yang kini diisi tiga Prodi. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang berdiri pada 2009 ini rupanya merupakan hasil gagasan dirinya, yang ingin melihat potensi lain para mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan alasan bahwa banyak mahasiswa yang menyukai Bahasa Inggris. Namun, tak semua mahasiswa tertarik untuk menjadi seorang guru. Dasar itulah, dirinya menggarap FIB terkhusus Prodi Sastra Inggris. Meski berdiri pada tahun 2009, Surya mengaku telah mengawal kelahiran FIB sejak 2005 dengan segala lika-likunya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari perjalanannya sebagai seorang dosen, Surya juga telah menjadi Ketua 1 Bidang Akademik (saat ini bernama Wakil Dekan 1). Tak ayal bertetap di jabatan itu, Rektor menunjuk Surya menjabat jadi Dekan yang kala itu namanya Ketua FIB. Terlebih, Surya masa itu juga merangkap sebagai Kepala UPT Bahasa Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukannya merasa penat karena banyaknya tugas dan tanggungjawab yang harus dikerjakan, Surya justru merasa bahwa semua hal tersebut sangat dinikmatinya. Hal itu lantaran dirinya yang melihat mahasiswanya FIB kian banyak, dari situlah pelan-pelan FIB bertambah kuat dan banyak diminati dibawah kepemimpinannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perjalanan panjang serta perjuangan Surya itu ia ceritakan di ruangan yang dipenuhi koleksi perangko yang ia kumpulkan kala berkuliah di negeri Paman Sam itu. Hingga pada 2019, dengan nada sedikit sendu ia berucap jika itu merupakan tahun terakhir dirinya menjadi dosen tetap di Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Alih-alih menikmati masa pensiunnya, Surya justru kini masih tetap mengajar sebagai dosen. Karena masih ingin mengajar dan tidak bisa berhenti mengajar, Surya kini menyandang status Dosen Luar Biasa. Atas kecintaannya terhadap dunia belajar mengajar itulah ia merasa rugi jika tidak membagikan ilmunya kepada mahasiswa secara maksimal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rasanya saya telalu (rugi) kalau tidak berbagi ilmu. Karena yaa itu tadi, kesenangan saya itu ketemu dengan mahasiswa,<span>&nbsp;</span></span><span><em>sharing</em></span><span>&nbsp;dengan mahasiswa itu salah satu yang buat saya bahagia,&rdquo; tutur Surya disebelah jendela rumahnya yang dipenuhi pandangan hijau pepohonan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengenang, kerap kali mengajak mahasiswanya untuk belajar di pendopo kayu besar yang berada di halaman rumahnya. Sembari menunjukkan letak pendoponya, Surya mengaku mahasiswa yang belajar di luar kelas justru merasa rileks dan cenderung mendapatkan nilai lebih tinggi dari biasanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda seperti dulu, ia melihat <em>fenomena<span>&nbsp;</span></em></span><span><em>learning lost</em></span><span>&nbsp;pada proses belajar mengajar saat ini. Hal itu merata dari pendidikan dini hingga perguruan tinggi ada kualitas belajar yang hilang. Cara dan budaya belajarnya yang hilang karena tidak ada pertemuan tatap muka. Hal itulah yang menurutnya harus segara diatasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain kepada mahasiswa, Surya juga sering mengumpulkan anak-anak di sekitar Rumah Ulin untuk dibacakan cerita dan mendorong mereka mengasah <em>critical thinking.</em> Hal itu penting untuk memberi mereka kecintaan dalam membaca. Hal itu juga yang membuat dirinya dipercaya menjadi Ketua Kelompok Pencinta Bacaan Anak Indonesia (KPBA).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beranjak dari urusan di Unmul, Surya juga mengingat kembali bahwa diriya juga pernah membagikan ilmunya selama dua tahun sebagai dosen di</span><span>&nbsp;</span><span>Universitas Widyagama Mahakam Samarinda yang kala itu baru saja berdiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditanya mengenai siapa sosok yang mendukung dan memotivasi dirinya untuk menapaki karier sebagai seorang dosen, Surya mengaku keluarga merupakan sistem pendukung utamanya. Orang tua dan suami adalah orang di balik kesuksesan Surya saat ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Surya juga menuang harapan pada generasi yang ingin menjadi tenaga pengajar seperti dirinya. Ia mengungkap jika menjadi dosen</span><span>&nbsp;</span><span>bukan hanya memberikan ilmunya saja, tapi sentuhan humanisme ke kolega dan mahasiswa juga menjadi faktor penting proses pengajaran yang sehat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Totalitas (sebagai dosen) itu penting. Kalau mau jadi dosen harus bertanggungjawab dengan keilmuan itu wajib, hal itu agar mahasiswanya dapat yang terbaik,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><span><strong><em>(fzn/khn)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Natal, KMK Unmul: Bersinar Bagai Bintang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-natal-kmk-unmul-bersinar-bagai-bintang/baca </link>
<guid> semarak-natal-kmk-unmul-bersinar-bagai-bintang </guid>
<pubDate> Fri, 24 Dec 2021 08:14:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Natal oleh KMK Unmul dan sejumlah mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-natal-kmk-unmul-bersinar-bagai-bintang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mj7OqTVtbq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Natal, KMK Unmul: Bersinar Bagai Bintang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Perayaan Natal telah di depan mata. Salah satu yang menyambut sukacita Natal ialah Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK). Tahun ini KMK Unmul melaksanakan perayaan Natal secara luring dan daring. Meski begitu, nuansa natal diharap tetap memberikan semangat dan kedamaian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam pelaksanaannya, panitia penyelenggara KMK St. Tarsisius menuturkan sebagian panitia harus berkumpul di Samarinda. Sementara panitia lainnya yang tidak berada di Samarinda akan mengurus dan mengikuti rangkaian Natal secara daring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan mengusung Tema<em>&nbsp;&ldquo;Shining Like A Star&rdquo;,</em> Natal tahun ini memiliki makna di mana anak-anak muda diharapkan mampu bersinar bagaikan bintang. Bersinar pada konteks pengembangan diri menjadi lebih baik. Dalam acara Natal tahun ini, panitia penyelenggara turut mengundang KMK dari universitas lain dan Orang Muda Katolik (OMK) dari beberapa gereja di Samarinda.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketua panitia Natal, Maria Vera saat diwawancarai Awak <em>Sketsa</em> pada Kamis (23/12), menyampaikan bahwa persiapan sejauh ini sudah maksimal dan ia berharap agar berjalan sesuai rencana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau menurut saya mungkin sudah 80% <em>sih</em>, karena ini kan sudah H-7, jadi sudah 80%. Kemarin kami sempat melaksanakan rapat besar bersama alumni dan senior-senior dari KMK juga.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama persiapan acara, Vera mengaku mengalami beberapa kesulitan karena situasi pandemi yang masih belum usai. Selain itu, sumber daya manusia juga menjadi kesulitan selama persiapan berlangsung. Tak hanya itu, pendanaan menjadi faktor kesulitan lainnya yang juga harus dihadapi seluruh panitia. Biasaya panitia dapat mengumpulkan dana dengan melaksanakan bazar, namun kini minat pembeli menurun sebab situasi pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Jadi &nbsp;kesulitan SDM dan juga mungkin dalam segi pendanaan. Kami biasanya mengadakan bazar untuk pendanaan, saat pandemi kaya gini mungkin kurang banyak yang minat untuk membeli, juga kebanyakan orang-orang yang mau beli dari luar Samarinda gitu jadi agak kesulitan dalam mencari dana,&rdquo; paparnya.</span></p><p><span><strong>Cerita Mahasiswa Unmul dalam Menyambut Natal</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain KMK St. Tarsisius, beberapa mahasiswa juga tengah mempersiapkan diri dalam menyambut Natal. Segala persiapan telah dilakukan mulai dari menghias pohon Natal di rumah, hingga mempersiapkan kesiapan hati dalam menyambut Natal kali ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Odilia Nadya, salah satu mahasiswa FK Unmul yang juga menjadi salah satu anggota panitia Natal KMK ST. Tarsisius Unmul tahun ini mengungkap betapa semangat dirinya dalam menyambut sukacita Natal meski harus berdampingan dengan ujian blok.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>&quot;Excited</em></span><span>&nbsp;pastinya, seneng banget karena kan pasti baju baru, terus juga tugas misdinar, ngumpul keluarga sama temen-temen, tapi campur sedih soalnya enggak bisa bantu menyiapkan (persiapan Natal) karena masih ujian blok sampai Senin.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;80% <em>deh</em> karena masih harus bantu nyiapin makanan dan ini itu lagi, yang sudah baju baru, sepatu baru, kue natal, sama hati buat menyambut kelahiran Tuhan Yesus di natal ini,&rdquo; ungkap Odilia membagikan kisahnya pada awak <em>Sketsa.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya bagaimana perasaannya saat harus menjalani Natal dengan berbagai kesibukannya sebagai pelayan di Gereja dan juga Panitia Natal di KMK St. Tarsisius Unmul, ia mengatakan bahwa ia menjalani dengan senang hati dan santai karena merasa bahwa dua hal itu menjadi salah satu bentuk pelayanannya pada Natal ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya semoga Natal ini bisa jadi berkat dan sukacita bagi seluruh dunia khususnya umat Kristiani dan pandemi ini boleh segera berlalu, damai, dan sukacita natal boleh menyertai langkah kita di tahun yang akan datang.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain Odilia, awak <em>Sketsa</em> juga mewawancarai salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi Unmul, Seravia Marieta Ayunanda Sines atau yang kerap disapa Ayu. Ia mengatakan telah meyiapkan jasmani dan rohani.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;P</span><span>ersiapan jasmani dan rohani kaya persiapan hati terus persiapan printilan Natal memasang pohon dan biasa agenda tahunan beli baju baru, 90% soalnya udah H-1 kan. 10% nya tinggal <em>prepare</em> makanan berat buat hari H nya.&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga berharap agar Natal tahun ini bisa lebih dimaknainya dengan menjadi pribadi yang berkomitmen untuk tumbuh tiap harinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya bisa lebih memaknai Natal tahun ini dan lahir baru dalam artian jadi pribadi yg lebih baik seperti Kristus yang kita sambut. Terus bisa kumpul bareng semua keluarga dan memaafkan semua salah dan dendam. Terus pengin lebih jadi berkat dan bermanfaat buat orang lain,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(jla/lms/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Encanto: Intimidasi dan Dominasi dalam Keluarga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/encanto-intimidasi-dan-dominasi-dalam-keluarga/baca </link>
<guid> encanto-intimidasi-dan-dominasi-dalam-keluarga </guid>
<pubDate> Fri, 24 Dec 2021 12:05:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi Encanto, salah satu film Disney yang berhasil menarik perhatian  di tahun 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/encanto-intimidasi-dan-dominasi-dalam-keluarga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f8iwzYBnqC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Encanto: Intimidasi dan Dominasi dalam Keluarga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Bicara tentang kualitas animasi, film-film garapan Disney memang menjadi unggulan. Sepanjang tahun 2021 Disney telah memproduksi banyak film animasi yang membuat penontonnya berdecak kagum seperti Luca, Raya and the Last Dragon, Soul dan masih banyak lagi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu Disney juga tidak jarang memasukan unsur budaya dalam setiap filmnya, hal tersebutlah yang semakin memperkuat daya tarik. Misalnya saja, Raya and the Last Dragon yang sangat khas dengan unsur budaya Asia Tenggara. Kemudian film Coco dengan budaya Mexico, serta tak ketinggalan unsur Hawaii yang sangat terasa sepanjang film Moana.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Encanto, salah satu film Disney tahun 2021 yang berhasil menarik perhatian ini disutradarai oleh Byron Howard dan Jared Bush. Byron Howard sebelumnya diketahui pernah menyutradarai film Zootopia yang sukses besar di<span>&nbsp;</span></span><span><em>box office</em></span><span>. Salah satu produser film Encanto, Clark Spencer ternyata juga pernah menjadi produser di film disney lainnya seperti Zootopia, Bolt dan dua film Wreck-It Ralph yang mendapat respon baik di kalangan kritikus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film ini mengisahkan keluarga Madrigal yang hidup di sekitar pegunungan yang dikelilingi bukit dan dinamai Encanto. Setiap anggota keluarga dalam film ini diceritakan mendapat anugerah keajaiban dari hutan ajaib setelah selamat dari tragedi. Bermula dari Isabel Madrigal (pengisi suara Diane Guerrero) yang memiliki kekuatan untuk menumbuhkan bunga. Kemudian ada Julieta Madrigal (pengisi suara Angie Capedadan) yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit dengan makanan yang dibuatnya. Tak ketinggalan sembilan anggota keluarga Madrigal juga memiliki kekuatannya masing-masing yang mereka gunakan untuk membantu warga sekitar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak seberuntung yang lain keluarganya yang lain, Mirabel Madrigal (pengisi suara Stephanie Beatriz) ternyata tak dianugerahi kekuatan khusus. Hal inilah yang terkadang membuat ia dikucilkan oleh keluarganya. Belum lagi Abuela (bahasa Spanyol untuk nenek) (pengisi suara Maria Cecilia Buero) yang memiliki sifat egois dan membuat keajaiban di keluarga Madrigal terancam. Perlahan semua anugerah keajaiban yang ada pada keluarga tersebut menghilang. Nenek Mirabel bahkan tak segan-segan menyalahkan dirinya atas keretakan hubungan yang terjadi pada keluarga Madrigal. Tak putus asa, Mirabel bertekad untuk terus menjaga keutuhan keluarganya meski sering mengalami intimidasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski terlihat hampir mirip dengan konsep film disney sebelumnya Coco (2017), namun film ini sangat berbeda. Jika Coco kental dengan unsur budaya Mexico, Encanto memilih untuk mengangkat budaya Kolombia. Baik tema maupun alur, keduanya memiliki perbedaan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pengemasan budaya Kolombia pada dalam film ini terbilang cukup sukses. Hal tersebut juga ditunjang pula oleh para pemainnya, yang mana hampir semua aktor dan aktrisnya berasal dari Kolombia. Kesan ceria dalam film ini bisa kita dapat lewat karakter-karakter yang memakai pakaian warna-warni khas Kolombia. Tak berhenti sampai di situ musik dan lagu khas Amerika Latin akan semakin membuat penonton larut dalam alur cerita.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Semua karakter dalam film ini mempunyai penokohan &nbsp;yang kuat secara sifat maupun fisik. Seperti salah satu karakter yang bernama Isabella. Ia memiliki sifat feminim yang dapat kita lihat dari penampilan fisiknya dengan rambut lurus terurai dan selalu memakai gaun. Pembentukan karakter yang dibangun oleh sutradara lewat film ini bisa jadi salah satu hal yang patut dinantikan penonton.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian film Encanto menghadirkan plot yang terlalu sederhana dibandingkan film disney lainnya seperti Coco atau Raya and the Last Dragon yang menghadirkan kisah petualangan yang cukup epik. Film Encanto sendiri tergolong sebagai film yang alurnya sangat mudah ditebak dengan sedikit cerita petualangan dan lebih berfokus kepada cerita keluarga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi tentunya kekurangan plot ini tidak menjadi halangan bagi film Encanto dalam memberi rasa . Seiring dengan berjalannya kisah keluarga Madrigal dan sang karakter utama Mirabel Madrigal yang bisa membuat kita terharu dan merasakan bagaimana peran keluarga itu sangat penting.<span><strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><strong><em><span>(</span><span>ahn/nkh</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Desa Wisata, FISIP Bangun Kolaborasi Bersama Desa Kerta Buana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-desa-wisata-fisip-bangun-kolaborasi-bersama-desa-kerta-buana/baca </link>
<guid> menuju-desa-wisata-fisip-bangun-kolaborasi-bersama-desa-kerta-buana </guid>
<pubDate> Mon, 27 Dec 2021 08:33:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fisip Unmul bekerja sama dengan Desa Kerta Buana dalam pengembangan menuju desa wisata Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-desa-wisata-fisip-bangun-kolaborasi-bersama-desa-kerta-buana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UBk92HO1yS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Desa Wisata, FISIP Bangun Kolaborasi Bersama Desa Kerta Buana</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> FISIP Unmul bersama Desa Kerta Buana, resmi menjalin kerja sama terkait pengembangan menuju desa wisata Kaltim dengan menandatangani <em>memorandum of understanding&nbsp;</em>(MoU) pada Kamis (16/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain agenda penandatanganan MoU, kedatangan akademisi Unmul hari itu juga disambut dengan tarian tradisional khas Bali sebagai pembuka acara. Usai sambutan dan beberapa rangkaian acara terlaksana,&nbsp;</span><span><em>focus group discussion</em></span><span>&nbsp;(FGD) dilaksanakan untuk mengetahui pandangan ke depan terhadap pariwisata apa yang akan dibawa, sehingga dapat menarik perhatian lebih banyak orang berkunjung ke desa wisata nantinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara administratif, Desa Kerta Buana terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kaltim. Kerja sama ini dilatar belakangi dari dipilihnya keragaman budaya di desa tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mendapat informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menghubungi Hairunnisa, dosen Prodi Ilmu Komunikasi, Sabtu (25/12) via telepon Whatsapp</span><span>.&nbsp;</span><span>Wanita yang akrab disapa Nisa menjadi ketua tim pengembangan Desa Kerta Buana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya mengungkap bahwa Desa Kerta Buana memiliki latar belakang budaya Bali yang sangat kuat dengan adanya miniatur pura di setiap rumah. Meski mayoritas masyarakatnya beretnis Bali, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi masyarakat yang tinggal di desa untuk tetap hidup rukun dalam keberagaman budaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain faktor budaya, adanya pendampingan pengembangan yang dilakukan oleh FISIP Unmul kepada Desa Kerta Buana adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi. Hingga diperlukan adanya pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Disitu kami gali, mereka belum ada BUMDes dan Pokdarwis. Padahal untuk menjadi desa wisata, dia (lokasi yang dicanangkan) harus punya BUMDESnya dulu kan Badan Usaha Milik Desa. Harus ada Pokdarwis, Kelompok Kerja Sadar Wisata. Harus ada itu dulu kalau enggak, tidak akan jadi desa wisata.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian melalui <em>focus group discussion (</em>FGD) yang telah dilakukan, dibuatlsebuah pemetaan kebutuhan dari Desa Kerta Buana untuk menjadi sebuah desa wisata. Lalu program dan pelatihan-pelatihan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat agar dapat mencapai tujuan, yakni desa wisata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diperkirakan pula pada Januari mendatang, akan dilaksanakan FGD kembali untuk menggali hal-hal apa saja yang dapat dilakukan atau dibutuhkan. Khususnya yang dapat dilakukan oleh BUMDES.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Januari sih rencananya, kemungkinan di tanggal 4 atau 5. Pokoknya masuk ke tahun 2022 dulu dan kemungkinan mulai kegiatan lagi di tanggal 5 Januari menunggu mereka siap, barulah kami kesana lagi dan itu bentuknya kontinu,&rdquo; ujar akademisi Ilkom itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adanya kerja sama ini juga membawa harapan agar Desa Kerta Buana dapat mencapai tujuan awalnya, yaitu menjadi desa wisata dengan peningkatan ekonomi yang akan memberi kesejahteraan pada masyarakat setempat.&nbsp;</span><strong>(<em>vyl/khn</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Film Yuni: Sulitnya Perempuan Menentukan Pilihannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/film-yuni-sulitnya-perempuan-menentukan-pilihannya/baca </link>
<guid> film-yuni-sulitnya-perempuan-menentukan-pilihannya </guid>
<pubDate> Mon, 27 Dec 2021 10:21:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film Yuni sampaikan bahwa perempuan bebas dalam memilih, mereka juga berhak untuk menyampaikan pendapatnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/film-yuni-sulitnya-perempuan-menentukan-pilihannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g1Odydymas.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Film Yuni: Sulitnya Perempuan Menentukan Pilihannya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Lampu terang yang berpijar pada ruangan bioskop seketika padam, menandakan film Yuni akan segera dimulai pemutarannya. Bioskop ini seakan jadi milik sendiri lantaran sepi penonton dan menyisakan bangku-bangku kosong. Di pembukaannya, senyum semringah mengisi wajah penonton, lantaran adegan pertama film ini menyuguhkan seorang gadis tengah mengenakan pakaian dalam yang serba ungu, kemudian melapisinya dengan seragam anak sekolah menengah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Film Yuni yang rilis pada Kamis (9/12) lalu, memang paling dinanti para pecinta film tanah air. <em>Kompas.com&nbsp;</em>menyebut film ini telah mendapatkan banyak penghargaan. Sebut seperti Film International Toronto, lalu masuk pula pada seleksi Oscar 2022, dan memanen 14 nominasi Piala Citra. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang membanggakan bagi perfilman Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><span>Yuni bukanlah film romansa Romeo dan Juliet. Tetapi film ini menceritakan potret kehidupan seorang gadis &nbsp;SMA yang terjerat budaya patriaki di lingkungannya. Di tengah gelapnya ruang teater film itu penonton menyaksikan Yuni yang berusaha untuk mendapatkan beasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sempat terasa aneh saat mendengar cara Yuni berkomunikasi dengan pemain lain, mereka seperti memadukan Bahasa Sunda dan Jawa menjadi satu. Dalam bahasanya terdapat &ldquo;aing&rdquo; &nbsp;berarti aku dalam Bahasa Sunda. Kemudian kata &ldquo;didelengi&rdquo; artinya dilihat dalam Bahasa Jawa, dan masih banyak lagi bahasa campuran Sunda-Jawa itu. Penonton awam tersadar bahasa yang dipakai dalam Film Yuni merupakan Bahasa Jawa Serang. Bahasa yang cukup jarang diangkat lewat film. Film Yuni menjadi angin segar bagi para penikmat film dengan menawarkan keragaman budaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Riuh gelak tawa penonton mengisi ruangan bioskop, tawa itu muncul lantaran adegan kawan tokoh utama selalu menampilkan kelakuan konyolnya. Selain teman dengan tingkah kocaknya, Yuni juga membuat penonton geleng-geleng kepala, sebab kecintaannya terhadap sesuatu yang berwarna ungu sangat menggebu-gebu. Bahkan ia sempat mencuri ikat rambut ungu milik teman kelasnya yang menyebabkan dirinya masuk kantor guru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sosok Yuni rupanya menjadi daya tarik bagi beberapa pria. Bahkan penonton dibuat heran melihat Yuni dilamar pria hingga dua kali.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lamaran pertama datang dari pria yang memantapkan tekadnya. Sedang lamaran kedua datang dari seorang pria tua yang sudah memiliki istri, namun ingin memad Yuni jadi istri. Kedua lamaran pun ditolak mentah-mentah oleh Yuni sebab ia tidak mengenal baik mereka, dan juga persyaratan beasiswanya melarang ia menikah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, Yuni harus menelan stigma bahwa seorang gadis tidak boleh menolak lamaran sebanyak tiga kali. Hal yang dapat disimpulkan Yuni wajib menerima jika seorang laki-laki datang meminangnya untuk ketiga kalinya. Lantas jalan mana yang dia pilih? Keraguan mulai dirasakan Yuni, dilema untuk memperjuangkan beasiswa dan menerima lamaran yang telah jadi tradisi harus dialaminya saat belia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film ini seakan membawa penonton masuk ke dalam alur ceritanya, banyak hal yang tidak terduga bermunculan di setiap adegannya. Detailnya apik, juga para aktornya bermain dengan totalitas dan patut diacungi jempol. Meski menggunakan bahasa daerah tak familier, hal tersebut justru memberikan gambaran baru tentang budaya Indonesia yang jarang terekspos.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pesan tersirat di film ini pasti akan sangat membekas bagi para penontonnya, terlebih lagi kepada para perempuan. Dari sini tergambar dengan jelas bahwa perempuan jadi sosok yang paling tertekan dalam memilih jalannya. Mereka seakan hanya disuguhkan dan bisa memilih satu jalan. Bahkan tidak sedikit perempuan dipaksa memilih jalan yang diinginkan dari orang terdekatnya, tanpa mendengar apa yang diinginkan dari yang bersangkutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film Yuni menawarkan potret baru dalam memahami dunia remaja. Juga ingin menyampaikan bahwa perempuan bebas dalam memilih, mereka juga berhak untuk menyampaikan pendapatnya. Maka dari itu film ini mengajarkan perempuan untuk tidak terbelenggu dalam budaya patriaki. Perempuan seharusnya dapat dengan bebas menentukan pilihan yang diambilnya. Pesan ini disampaikan secara tegas namun tak menggurui lewat film ini.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>vyn/nkh)</span></strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Pergantian Tahun dengan Film Pendek Karya Anak Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/sambut-pergantian-tahun-dengan-film-pendek-karya-anak-bangsa/baca </link>
<guid> sambut-pergantian-tahun-dengan-film-pendek-karya-anak-bangsa </guid>
<pubDate> Wed, 29 Dec 2021 11:23:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi film pendek karya anak bangsa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/sambut-pergantian-tahun-dengan-film-pendek-karya-anak-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IAnWRczok3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Pergantian Tahun dengan Film Pendek Karya Anak Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong></span><span><strong>-</strong> Menyambut momen pergantian tahun, menonton film bisa jadi salah satu pilihan yang tepat untuk temani hari-harimu. Terlebih, ancaman Covid-19 masih hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak kalah dengan film layar lebar yang kerap ditayangkan ulang saat akhir tahun di kanal&nbsp;</span><span><em>mainstream</em></span><span>&nbsp;tanah air. Saat ini industri film pendek di Indonesia juga meningkatkan kualitasnya dari berbagai aspek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>rangkum empat rekomendasi film pendek karya anak bangsa yang dapat kamu tonton bersama keluarga ataupun sahabat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Lemantun - 2014</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam bahasa Jawa &ldquo;lemantun&rdquo; artinya lemari. Persis seperti judulnya, bahasan dalam film ini adalah seputar lemari yang akan diwariskan kepada lima bersaudara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak seperti kedua kakak dan adiknya, tokoh Tri adalah satu-satunya yang tidak memiliki gelar pendidikan. Namun, realita yang dihadirkan dalam cerita, agaknya akan sedikit menampar penonton. Bagaimana tidak? Tri yang diperankan Freddy Rotterdam merupakan sosok sederhana yang sering dipandang sebelah mata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun dalam kehidupan masyarakat sosok-sosok sepertinya sering dilupakan, tetapi ada banyak sekali pesan dan pelajaran yang perlu kita renungkan. Kamu dapat menontonnya lewat kanal YouTube Wregas Bhanuteja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Lamun Sumelang - 2019</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film pendek dengan durasi 18 menit ini, berasal dari rumah produksi yang sama dengan Film pendek viral Tilik, yaitu Ravacana Films. Mengemas fenomena&nbsp;&rdquo;pulung gantung&rdquo;, sebuah realitas bunuh diri yang marak terjadi di daerah Gunung Kidul. Film ini menghadirkan genre horror yang jenaka lewat&nbsp;</span><span><em>deep talk</em>&nbsp;</span><span>para arwah yang telah mati bunuh diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lamun Sumelang yang resmi dirilis pada Desember 2021 lewat platform Youtube ini telah malang melintang di berbagai festival film sejak 2019. Di bawah arahan sutradara Ludy Oji Prastama, film ini sempat memenangkan piala maya sebagai film cerita pendek terpilih di tahun yang sama dengan perilisannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jendela (Home) - 2020</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski cukup jarang dibicarakan, adegan dalam film ini tergolong unik dan cukup berbeda dengan film pendek lainnya sebab sangat minim dialog. Menggunakan gerbong kereta sebagai latar tempat, rasa canggung antara kedua pemeran utama yang berstatus ayah dan anak kandung sangat jelas terasa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para penonton akan dibuat penasaran dengan kisah utuh Bima dan ayahnya di menit-menit pertama. Sementara untuk sepuluh menit terakhir, Randi Pratama sebagai penulis berhasil menjawab semua kegelisahan penonton dengan suasana haru. Cocok kamu tonton di ruang keluarga dengan camilan yang kamu siapkan saat tahun baru,&nbsp;</span><span><em>nih</em></span><span>!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kita Keluarga - 2020</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film Kita Keluarga nyaris ditonton sebanyak seratus ribu kali pada kanal Youtube Keratif Film School. Ditayangkan sejak 2020 lalu, film pendek ini mengisahkan seorang mahasiswa asal Papua bernama Markus. Ia mengalami dilema menjelang hari Natal. Pasalnya Mama Markus memintanya untuk pulang kampung agar dapat berkumpul bersama di hari penting tersebut. Di sisi lain ia tidak punya cukup uang untuk membeli tiket dan masih harus menyelesaikan kewajibannya di perantauan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada penghujung cerita, terselip pesan bahwa sebuah keluarga tidak terbatas pada hubungan darah namun juga termasuk orang-orang di sekitar yang selalu siap sedia menemani.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mana yang sudah kamu tonton? Jangan khawatir, kabar baiknya, sederet film pendek di atas bisa kamu nikmati di platform Youtube secara legal,&nbsp;</span><span><em>lho</em></span><span>! Yuk nikmati karya anak bangsa!&nbsp;</span><strong><span>(</span><em><span>nkh</span><span>/</span><span>khn</span></em><span>).</span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tahun Kedua Lawan Kotak Kosong, Bambang-Kamal Menangkan Pemira Faperta 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tahun-kedua-lawan-kotak-kosong-bambang-kamal-menangkan-pemira-faperta-2021/baca </link>
<guid> tahun-kedua-lawan-kotak-kosong-bambang-kamal-menangkan-pemira-faperta-2021 </guid>
<pubDate> Thu, 30 Dec 2021 08:19:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Adakan kotak kosong untuk menghindari aklamasi, Bambang-Kamal menangkan Pemira Faperta 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tahun-kedua-lawan-kotak-kosong-bambang-kamal-menangkan-pemira-faperta-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3bquxtjAAv.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tahun Kedua Lawan Kotak Kosong, Bambang-Kamal Menangkan Pemira Faperta 2021</h1>
			              </header>
			              <div autocomplete="on" class="fr-element fr-view" contenteditable="true" dir="auto" spellcheck="true"><p style="text-align: justify;"><strong><span><span>SKETSA -</span></span></strong><span><span>&nbsp;Pemira Faperta tahun ini merupakan kali kedua panitia mengadakan kotak kosong untuk mengnindari aklamasi. Hal tersebut dituturkan oleh ketua KPPR Eryka Apriyani bahwa kotak kosong ini terjadi karena salah satu Bapaslon gugur dalam verifikasi berkas.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Panitia sebenarnya sudah memperpanjang <em>timeline</em>, akan tetapi Bapaslon tetap tidak melengkapi berkas sesuai ketetapan waktu.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;">Rangkaian Pemira Faperta sendiri telah dimulai sejak 27 November hingga 12 Desember 2021. Diawali dengan sosialisasi melalui Instagram <em>@dpmfapertaunmul</em>, dalam perjalanannya menuai berbagai kendala. Selain kotak kosong, Eryka juga mengungkap adanya inkonsistensi <em>timeline</em> yang menyebabkan masuknya gugatan kepada panitia KPPR.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kemarin sempat ada gugatan karena ada sedikit inkonsistensi dari saya sendiri. Inkonsistensi ini terkait <em>timeline</em> yang diperpendek sepihak oleh saya sehingga menimbulkan pertanyaan yang akhirnya digugat. Setelah ditelusuri dan dirundingkan, <em>timeline</em> kemudian kembali pada ketentuan awal dengan melakukan <em>press release&nbsp;</em>di akun Instagram KPPR&quot;, jelasnya kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Sabtu, (18/12).</p><p style="text-align: justify;">Meski menghadapi berbagai kendala, KPPR Faperta tahun ini sukses jalankan Pemira dengan melakukan pembaruan pada sistem pemilihan. Yakni melalui <em>website&nbsp;</em>yang memiliki domain khusus di mana data pemilih langsung terhubung dengan SIA Unmul, sehingga dapat meminimalisir kecurangan katena hanya mahasiswa aktif Faperta yang dapat <em>log-in&nbsp;</em>pada <em>website&nbsp;</em>tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, perolehan suara diketahui meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 200 suara, dan kini berhasil mencapai total perolehan menjadi 417 suara. Bambang-Kamal kemudian ditetapkan sebagai pasangan terpilih dengan perolehan suara berjumlah 289 suara, sementara 128 suara lainnya memilih kotak kosong.</p><p style="text-align: justify;">Bambang Yulianto, mahasiswa Agribisnis 2019 didampingi Kamal, resmi dilantik pada sidang umum KM Faperta pada 29 Desember 2021 sebagai penerus estafet kepemimpinan BEM Faperta tahun ini. Diketahui, sebelum memilih memasuki dunia eksekutif, Bambang telah memulai jejak organisasinya pada badan legislasi kampus dengan jabatan Wakil Ketua II DPM Faperta Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi <em>Sketsa&nbsp;</em>secara daring, Bambang mengaku Pemira tahun ini berjalan lebih dramatis dari sebelumnya karena sebenarnya terdapat 3 pasangan calon yang menjadi kontestan Pemira tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tahun ini kami pasangan Bambang-Kamal membawa narasi semangat persatuan yang di mana semangat tersebut ingin dibawa karena sudah 2 tahun belakangan ini kita berkuliah, beraktivitas, berorganisasi hanya memaksimalkan media <em>online</em>. Para mahasiswa pun sudah mulai jenuh dengan rutinitas tersebut dan kami pasangan Bambang-Kamal ingin mencoba memaksimalkan dan mencoba untuk menghilangkan rasa jenuh tersebut yang telah merasuki para mahasiswa terutama mahasiswa Fakultas Pertanian,&quot; ungkapnya kepada awak <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Minggu, (19/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Membawa visi &apos;Mewujudkan wadah pemersatu mahasiswa pertanian yang Motif (Harmonis dan Kreatif)&apos;. Bambang-Kamal menghadirkan berbagai program unggulan untuk mahasiswa Faperta.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Program unggulan Liga Faperta ditujukan untuk mengasah kemampuan hingga mengembangkan bakat yang dimiliki mahasiswa. Kemudian Ruang Resah yang merupakan wadah untuk menjalin komunikasi mahasiswa, guna meningkatkan rasa persatuan dengan mengadakan diskusi maupun membahas hal-hal urgensi baik internal maupun eksternal,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, melalui program kerja yang diusung dapat membawa kembali semangat persatuan mahasiswa khususnya di Faperta. <span><strong>(</strong></span><strong><em>bay/khn</em>)</strong></p></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Waswas Pelecehan Seksual, Keamanan di Unmul Jadi Sorotan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/waswas-pelecehan-seksual-keamanan-di-unmul-jadi-sorotan/baca </link>
<guid> waswas-pelecehan-seksual-keamanan-di-unmul-jadi-sorotan </guid>
<pubDate> Mon, 03 Jan 2022 07:36:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya pelecehan seksual di kampus Unmul buat mahasiswi resah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/waswas-pelecehan-seksual-keamanan-di-unmul-jadi-sorotan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Jw2cidjY2Y.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Waswas Pelecehan Seksual, Keamanan di Unmul Jadi Sorotan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &nbsp;Belakangan sempat beredar siaran pesan Whatsapp pada Jumat (3/12) lalu yang menginfokan bahwa dini hari telah terjadi pelecehan seksual dengan korban perempuan. Isi pesan itu juga mengimbau untuk tidak melewati jalan sekitaran kampus saat sepi sendirian, utamanya untuk perempuan.</p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span><em>Untuk saat ini jika bisa tidak lewat jalan di Unmul terutama sekitaran FISIP, Faperta, Fahutan dan sekarang kalau bisa lewat jalan besar aja guna mencegah kejadian seperti itu, biar laki laki atau perempuan sama saja, dan kalau malam usahakan jangan sendiri ya. Tetap hati-hati di jalan</em></span><span><em>,</em>&quot; tulis<span>&nbsp;</span></span><span><em>forward message</em></span><span>&nbsp;yang beredar di WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal itu, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pun mendatangi pos keamanan gerbang utama Unmul.</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;bertemu dengan Rohadi, satpam yang tengah berjaga pada Selasa sore (21/12) lalu. Dirinya mengungkapkan informasi pelecehan seksual lainnya, yang datang dari FKIP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengungkap bahwa korban saat itu mengalami pelecehan, pelaku menyentuh tubuh bagian atas korban. &nbsp;&ldquo;</span><span><em>Nah</em></span><span>&nbsp;pelakunya itu dia<span>&nbsp;</span></span><span><em>ngikutin</em></span><span>&nbsp; terus di persimpangan FKIP dipegang<span>&nbsp;</span></span><span><em>anunya</em></span><span>&nbsp;(dada) itu kan. Abis tuh dia kabur. Teriak si</span><span>&nbsp;</span><span>cewek</span><span>&nbsp;itu ke pelakunya, abis itu personel yang di sebelah pos 209 itu, dia<span>&nbsp;</span></span><span><em>ngontak</em></span><span>&nbsp;di rumah dinas.<span>&nbsp;</span></span><span>Nah</span><span>&nbsp;sampai di situ dikasihkan ciri-ciri motornya langsung ditangkap si pelakunya,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah berhasil menangkap pelaku pelecehan tersebut, pihaknya langsung membawa pelaku ke pihak berwajib. Dari keterangannya pula, diketahui jika pelaku langsung dibawa ke Kepolisian Sektor (Polsek) Samarinda Ulu guna pemeriksaan lebih lanjut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapikan berkewajiban yang dari kepolisian, kami cuma mengamankan saja. Kami tangkap langsung kami bawa ke kantor polisi, jadi yang terakhir itu sudah diamankan di polisi.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait penjagaan wilayah kampus, Rohadi menuturkan jika setiap harinya dilakukan sif kerja. Sif ini terbagi menjadi sif pagi, sore, dan malam. Adapun setiap anggota tidak ada yang berjaga hanya di satu tempat yang sama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami kan<span>&nbsp;</span></span><span><em>rolling</em></span><span>&nbsp;lagi tiap hari tidak harus di sini seorang. Biasa kami patroli keliling, ini kan 2 personel jaga di rektorat. Setelah mereka kontrol, pintu rektorat dikunci, setelah itu mereka patroli di sekitaran kampus Unmul, nanti berhenti digerbang utama, terus balik lagi ke rektorat,&quot; pungkas Rohadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai dua narasumber perempuan yaitu Raisha Azzahrodan, mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB, dan Ferenchelliana Hong Luhat, mahasiswi Prodi Agrobisnis Faperta. Keduanya merupakan mahasiswi Unmul yang kerap pulang malam lantaran adanya kegiatan kampus.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswi di FIB Unmul, Raisha juga menilai bahwa lampu jalan menuju gerbang Unmul beberapa kali mati dan tidak ada satpam yang berjaga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Khawatir banget. Karena suasana kampus saat malam itu cukup menakutkan bagi saya. Ditambah dengan beberapa lampu yang tidak menyala di tempat dengan risiko tinggi. Beberapa satpam fakultas kadang-kadang tidak ada,</span><span>&quot; ucap Raisha, Jumat (31/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal senada diungkap Feren. Meski dirinya masih merasa sanggup menjaga diri, sebagai mahasiswi Faperta ia menganggap keamanan kampus juga tak maksimal. Seharusnya kampus dapat lebih memperhatikan segala fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa seperti pembangunan yang harus diperbaiki atau direnovasi.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Jalanan, prasarana transportasi yang biasa dilewati para mahasiswa bisa diperhatikan kembali, dan keamanan di setiap kampus bisa di perhatikan juga,&rdquo; tutupnya pada Jumat (31/12). <strong><em>(</em><em><span>vyn/lyn/str/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Bacaan untuk Temani Liburanmu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-bacaan-untuk-temani-liburanmu/baca </link>
<guid> rekomendasi-bacaan-untuk-temani-liburanmu </guid>
<pubDate> Mon, 03 Jan 2022 11:37:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi beberapa novel untuk mengisi waktu liburan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-bacaan-untuk-temani-liburanmu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vYZtT971o4.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Bacaan untuk Temani Liburanmu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Usai penat dengan banyaknya kegiatan, libur jadi momen yang dinanti mahasiswa. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu liburanmu agar bermanfaat, dan tambah wawasanmu untuk asupan kuliah di semester berikutnya, salah satunya dengan membaca buku.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini berbagai jenis buku dapat kita peroleh melalui beragam cara, mulai dari toko buku konvensional sampai yang berbasis <em>online</em>. Kehadiran perpustakaan digital seperti iPusnas, Eperpusdikbud, iKaltim, tentunya semakin mempermudah kita untuk mendapat bacaan secara gratis.</p><p style="text-align: justify;">Berikut <em>Sketsa</em> rekomendasikan novel-novel yang dapat menjadi referensi bacaan untuk menemani liburanmu kali ini. Simak ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sang Alkemis (The Alchemist</strong><strong>) - Paulo Coelho</strong></p><p style="text-align: justify;"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.gramedia.com/products/sang-alkemis-the-alchemist?utm_source%253Dblog%2526utm_medium%253DContentMarketing%2526utm_campaign%253DSangAlkemis%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888710000%26amp;usg%3DAOvVaw1zPduekvXa-lEyCbvgaXl3&sa=D&source=docs&ust=1641212888720950&usg=AOvVaw0UrU0hTmkefPbsCZomNrcU"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Sang Alkemis</span></a> merupakan novel fiksi karya penulis Paulo Coelho yang pertama kali diterbitkan di Brazil pada tahun 1988. Novel ini masuk sebagai salah satu novel terlaris sepanjang masa.</p><p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan, novel ini bercerita tentang Santiago yang melakukan perjalanan dari Andalusia ke Mesir untuk mencari harta karun. Namun, perjalanan yang semula bertujuan untuk duniawi berubah menjadi penemuan harta dalam diri. Novel ini memiliki makna filosofi yang menunjukkan bahwa setiap orang berhak untuk mengejar impian dan menjalani hidup sesuai keinginan mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan terjemahan yang mudah dipahami menjadikan pelajaran hidup yang disuguhkan di setiap cerita sangat berkesan. Kisah Santiago menunjukkan kekuatan mimpi-mimpi dan pentingnya mendengarkan suara hati kita.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Laut Bercerita -&nbsp;</strong><strong>Leila S. Chudori</strong></p><p style="text-align: justify;">Novel Laut Bercerita karya <a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.gramedia.com/author/author-leila-s-chudori?utm_source%253Dblog%2526utm_medium%253DContentMarketing%2526utm_campaign%253DPROLISTMilenialMenengokSejarahAuthorLeilaSChudori%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888710000%26amp;usg%3DAOvVaw1faFKgqRwbHBgPa2LocoiQ&sa=D&source=docs&ust=1641212888721597&usg=AOvVaw2CVCWx36RiBufFPbo58l3s"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Leila S. Chudori</span></a><span style="color: rgb(0, 0, 0);">&nbsp;</span>ini diterbitkan pada 2017. Sebagai novel yang menyajikan sejarah Indonesia dengan latar waktu 1998, tak lantas menjadikan novel ini kehilangan daya tariknya.</p><p style="text-align: justify;">Laut bercerita menceritakan tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan akan anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur. Novel ini bisa jadi awal kegemaranmu dalam membaca novel sejarah, <em>lho</em>!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pulang &ndash; Leila S. Chudori</strong></p><p style="text-align: justify;">Masih dengan penulis yang sama, karya ini diterbitkan pada 2013. Pulang menceritakan sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: <span style="color: rgb(0, 0, 0);"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw0neZPrU7zd5ojHnvCsZbt-&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722508&amp;usg=AOvVaw1z6DloDwSnLjry4fqayBhQ"></a></span><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw0neZPrU7zd5ojHnvCsZbt-&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722508&amp;usg=AOvVaw1z6DloDwSnLjry4fqayBhQ"></a></span><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw0neZPrU7zd5ojHnvCsZbt-&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722508&amp;usg=AOvVaw1z6DloDwSnLjry4fqayBhQ"></a></span><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Gerakan 30 September 1965</span><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw0neZPrU7zd5ojHnvCsZbt-&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722508&amp;usg=AOvVaw1z6DloDwSnLjry4fqayBhQ"></a></span><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw0neZPrU7zd5ojHnvCsZbt-&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722508&amp;usg=AOvVaw1z6DloDwSnLjry4fqayBhQ"></a></span><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw0neZPrU7zd5ojHnvCsZbt-&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722508&amp;usg=AOvVaw1z6DloDwSnLjry4fqayBhQ"></a>, <a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Mei_1968%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw2lnWfjW6Ovzw9HTWBZkXXI&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722632&amp;usg=AOvVaw0mj5lhnzLrV5U6ETodQOPc"></a></span><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Prancis pada Mei 1968</span><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Mei_1968%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw2lnWfjW6Ovzw9HTWBZkXXI&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722632&amp;usg=AOvVaw0mj5lhnzLrV5U6ETodQOPc"></a>, dan <a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Mei_1998%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw3C_w0JANF1Kp4gMBffkW26&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722749&amp;usg=AOvVaw0c3r2enljq6jcI9XDds_aX"></a></span><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Kerusuhan Mei 1998</span><span style="color: rgb(0, 0, 0);"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://id.wikipedia.org/wiki/Kerusuhan_Mei_1998%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888711000%26amp;usg%3DAOvVaw3C_w0JANF1Kp4gMBffkW26&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641212888722749&amp;usg=AOvVaw0c3r2enljq6jcI9XDds_aX"></a></span>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Novel ini patut dijadikan sebagai referensi bacaan, sebab di dalamnya tidak hanya berisi cerita-cerita romantis saja. Namun juga persahabatan dan sejarah Indonesia dapat pula kita temui dalam buku ini. Melalui sejarah fiksi, sang penulis mengajak pembacanya untuk mengamati peristiwa demi peristiwa dengan melihat dari berbagai sudut pandang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keajaiban Toko Kelontong Namiya (The Miracles of the Namiya General Store/Namiya Zakkaten No Kiseki) - Keigo Higashino</strong></p><p style="text-align: justify;"><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.gramedia.com/products/keajaiban-toko-kelontong-namiya-the-miracles-of-the-namiya-general-storenamiya-zakkaten-no-kiseki-1?utm_source%253Dbestseller%2526utm_medium%253Dbestsellerbuku%2526utm_campaign%253Dseo%2526utm_content%253DBestSellerRekomendasi%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641212888712000%26amp;usg%3DAOvVaw20iWzX_HcMIWX-y72ipY7X&sa=D&source=docs&ust=1641212888723243&usg=AOvVaw3oE8rhqfvJ1qX2Maz38ubr"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Keajaiban Toko Kelontong Namiya</span></a> merupakan novel <em>best seller</em> internasional dari Jepang. Ditulis oleh Keigo Higashino, novel ini terbit pertama kali pada 2012 silam.</p><p style="text-align: justify;">Bermula ketika tiga pemuda berandal bersembunyi di toko kelontong tak berpenghuni setelah melakukan pencurian. Namun mendadak secara misterius sepucuk surat diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat. Surat tersebut ternyta berisi permintaan saran. Sungguh aneh memang, namun saat itulah keajaiban justru terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Di sini, penulis berhasil menguraikan cerita menjelajahi waktu secara sederhana. Sebuah novel inspiratif, dengan tema kekeluargaan, persahabatan, dan sebuah kisah percintaan yang sangat erat di novel ini kayak untuk kamu baca.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa novel yang dapat menjadi referensi bacaan selama menikmati liburan kali ini. Selamat membaca! <strong><em>(sya/nkh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Peluang Indonesia dalam Ekonomi Digital </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/menilik-peluang-indonesia-dalam-ekonomi-digital/baca </link>
<guid> menilik-peluang-indonesia-dalam-ekonomi-digital </guid>
<pubDate> Tue, 04 Jan 2022 09:37:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peluang perkembangan ekonomi digital di Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/menilik-peluang-indonesia-dalam-ekonomi-digital/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8Ubzwczyyb.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Peluang Indonesia dalam Ekonomi Digital</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Ekonomi digital saat ini kian digandrungi, sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ditambah dengan Indonesia yang menuju<span>&nbsp;</span></span><span><em>Industry</em><span>&nbsp;</span></span><span>4.0 hingga<span>&nbsp;</span></span><span><em>society</em><span>&nbsp;</span></span><span>5.0.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ekonomi digital dipahami sebagai seluruh kegiatan ekonomi yang menggunakan bantuan internet dan juga kecerdasan buatan atau AI (<em>Artificial Intelligence</em>).<span>&nbsp;Kini, e</span></span><span>konomi digital mampu membuat perubahan pada kegiatan ekonomi masyarakat dan bisnis, dari yang awalnya manual menjadi serba mudah dan cepat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di Indonesia sendiri, ekonomi digital mulai banyak diterapkan. Seperti pada kebutuhan tempat para pedagang yang sebelumnya memerlukan lahan dan biaya, kini tergantikan dengan toko virtual dengan memanfaatkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>social media</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>marketplace</em><span>&nbsp;</span></span><span>dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>e-commerce</em>.<span>&nbsp;</span></span><span>Selain itu, metode pembayaran juga berkembang dengan adanya sistem pembayaran digital hingga dompet digital yang turut memudahkan dalam transaksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, dalam menuju ekonomi digital sepenuhnya, tentu akan banyak tantangan terutama dengan belum meratanya pembangunan dan sarana prasarana di Indonesia khususnya ketersediaan akses internet yang mendukung di seluruh pelosok negeri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, menurut<span>&nbsp;</span></span><span><em>kemenkeu.go.id</em></span><span>, e</span><span>konomi digital Indonesia diprediksi tumbuh hingga delapan kali lipat di tahun 2030.</span><span>&nbsp;Dengan demikian,<span>&nbsp;</span></span><span>ekonomi digital akan terus berkembang, dan memungkinkan adanya perubahan pada aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang hingga ekonomi digital perlahan-lahan menjelma menjadi gaya hidup masyarakat di era modern.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nilai ekonomi digital di Indonesia juga melesat pada 2021. Hal tersebut didasari oleh laporan terbaru e-Conomy SEA 2021 oleh Temasek,<span>&nbsp;</span></span><span>Google</span><span>, serta<span>&nbsp;</span></span><span>Brain &amp; Company</span><span>&nbsp;(baca :<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://economysea.withgoogle.com/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1641291962349000%26amp;usg%3DAOvVaw2HsvVlM5VQkVb9yQsPUF1e&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1641291962353451&amp;usg=AOvVaw16qTtDevHyQcik8aH0g2wh"></a><a href="https://economysea.withgoogle.com/">https://economysea.withgoogle.com/</a></span><span>) yang menyebutkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US</span><span>$ 70 miliar pada 2021, yang meningkat signifikan sebanyak 49% dari sebelumnya pada 2020 yang hanya 47$ miliar, dan sebanyak 40$ miliar pada 2019.</span></p><p style="text-align: justify;">Platform<span style="font-style: italic;">&nbsp;</span><span style="font-style: italic;">e-commerce</span><span><em>&nbsp;</em>kemudian menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia di mana pada 2019 dengan <em>gross merchandise volume</em> (GMV) sebanyak 21$ miliar, tahun 2020 menjadi 35$ miliar kemudian meningkat 52% pada 2021 menjadi sebesar 53$ miliar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini tidak lepas dari adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Karena adanya pembatasan aktivitas, banyak masyarakat yang melakukan transaksi digital. Tak hanya<span>&nbsp;</span></span><span><em>e-commerce</em></span><span>, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia juga dipengaruhi oleh sektor layanan transportasi serta antar makanan, agen pemesanan tiket perjalanan secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>, hingga media<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang juga mengalami pertumbuhan sebesar 2 digit.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Jadi, sudah siapkah kamu mencari peluang dalam ekonomi digital Indonesia ke depan? <em><strong>(fer/tha/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Mahasiswa Baru, Unmul Siapkan Asrama untuk Mahasiswa Luar Daerah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-mahasiswa-baru-unmul-siapkan-asrama-untuk-mahasiswa-luar-daerah/baca </link>
<guid> sambut-mahasiswa-baru-unmul-siapkan-asrama-untuk-mahasiswa-luar-daerah </guid>
<pubDate> Wed, 05 Jan 2022 08:07:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul prioritaskan asrama baru untuk mahasiswa Unmul dari luar daerah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-mahasiswa-baru-unmul-siapkan-asrama-untuk-mahasiswa-luar-daerah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xtOiAC0mwB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Mahasiswa Baru, Unmul Siapkan Asrama untuk Mahasiswa Luar Daerah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>-<span>&nbsp;</span></span><span>Sejak dilakukan peninjauan lahan sekitar dua tahun lalu, akhirnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) secara resmi melaksanakan prosesi serah terima kunci asrama baru Unmul pada Kamis (23/12). Asrama ini merupakan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) kedua yang dimiliki oleh Unmul dengan 1 tower, tipe 24 &ndash; 3 lantai dan berisi 43 unit kamar hunian. Berlokasi</span><span>&nbsp;di Jalan Kuaro Kampus Gunung Kelua belakang GOR 27 September, asrama ini dibangun menggunakan skema Multi Years Contract</span><span>&nbsp;</span><span>(MYC).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai tarif bulanan sampai mekanisme dan syarat pendaftaran, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>menghubungi Bohari Yusuf selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat. Dalam sambungan telepon Whatsapp Selasa (4/1) lalu, Bohari menjelaskan bahwa asrama baru ini diprioritaskan untuk mahasiswa baru dari luar daerah Samarinda dalam kurun waktu setahun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita prioritaskan yang dari luar daerah (Samarinda) dan mahasiswa baru. Dan hanya boleh satu tahun saja. Jadi anak baru masuk situ setahun, tahun besok keluar. Anak baru lagi yang isi, gitu seterusnya. Sehingga enggak boleh ada yang tinggal lebih lama,&rdquo; jelas Bohari melalui sambungan telepon, &nbsp;</span><span>Selasa (4/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Bohari menuturkan bahwa sampai saat ini dirinya belum bisa memastikan berapa kisaran tarif untuk menghuni asrama maupun detail lainnya. Sebab pihaknya perlu mendapat persetujuan satgas terlebih dahulu mengingat situasi pandemi yang belum usai. Selain itu<span>&nbsp;</span></span><span><em>Standard Operating Procedure</em><span>&nbsp;</span></span><span>(SOP) untuk asrama baru masih dalam proses penyusunan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu harus dibuat SOPnya, karena jangan sampai seperti yang lama ini. Kayak enggak ada SOP, sembarangan aja gitu kan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pertama harus mendapat rekomendasi Satgas. Yang Kedua SOP-nya itu kan harus dibuat terlebih dahulu dalam bentuk SK Rektor.<span>&nbsp;</span><em>Nah</em><span>&nbsp;</span>kalau sudah itu baru di-</span><span><em>share</em></span><span>. Karena masalahnya (unit kamarnya) itu terbatas. Seandainya kamarnya 1000, nah itu bisa bebas. Ini kan hanya 40. Berarti kan kalau 1 kamar hanya 2 orang, cuma bisa 80 orang. Itu hanya untuk orang yang betul-betul pantas,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pengalaman Mahasiswa di Rusunawa Kurusetra</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Unmul diketahui telah memiliki Rusunawa atau asrama serupa khusus putri. Terletak di sebelah lapangan sepak bola kurusetra, Kompleks Gunung Kelua. Beberapa mahasiswi FISIP yang sempat tinggal di Rusunawa tersebut membagikan pengalamannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Selasa (4/1) lalu,<span>&nbsp;</span></span><span>Anisa Putri Prameswari salah satu mahasiswi prodi Psikologi 2019, bercerita bahwa ia mulai tinggal di Rusunawa sejak akhir tahun 2020. Faktor keamanan jadi salah satu alasannya mantap memilih Rusunawa sebagai tempat tinggalnya selama berkuliah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kebetulan aku di lantai 1 dan isinya emang cuma berdua. Sebulan bayar 750 ribu, sudah termasuk air, listrik, dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>wifi</em></span><span>. Untuk kamar mandinya ada di luar,&rdquo; tulisnya melalui pesan teks Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan pengalaman Anisa, salah satu syarat yang diperlukan untuk bisa tinggal di Rusunawa tersebut adalah menyerahkan ijazah sebagai jaminan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang aku ingat disuruh kumpulin ijazah buat jaminan gitu. Soalnya kita ada kontrak setahun. Kalau keluar sebelum kontraknya habis, nanti kena denda. Kalau mau daftar bisa langsung ke kantor (Rusunawa) sih, cuma kemarin aku sempat hubungin pengurus dulu sebelum datang,&rdquo; tulis Anisa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya menyediakan tempat untuk tinggal mahasiswanya, pengurus Rusunawa juga mengadakan kegiatan pembinaan bagi para penghuni. &ldquo;Dulu sih ada tiap jumat kayak<span>&nbsp;</span></span><span><em>liqo</em>&apos;</span><span>&nbsp;gitu. Jadi kita kumpul, ngaji, terus<span>&nbsp;</span></span><span><em>sharing</em>-<em>sharing</em></span><span>. Tapi sekarang enggak jalan lagi. Sudah lumayan lama mandeknya, dari liburan semester (ganjil tahun) lalu kalau enggak salah ingat,&rdquo; jelas Anisa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun saat ini sudah tak lagi tinggal di Rusunawa Unmul, Sri Irawati mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi 2019 juga turut membagikan pengalamannya pada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Selasa (4/1). Menurut pengakuannya, meskipun lebih diperuntukkan untuk mahasiswi baru, namun ada saja mahasiswi yang menetap di Rusunawa hingga semester 5 bahkan semester 7.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena saya dulu di lantai 3, berisikan 4 orang (maksimal) harganya sekitar 310 ribu &ndash; 320 ribu per orang. Lantai 1 sekitar 500 ribuan, lantai 2 sekitar 400 ribuan, lantai 4 sekitar 300 ribuan. Jadi, harga kamar per lantai semakin ke atas semakin murah. Lantai 4 yang paling murah, sekitar 300 ribuan. Enggak pernah di harga 200 ribuan,&rdquo; jelasnya pada awak<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;pada Selasa (4/1) melalui Zoom Meeting.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengenai tarif asrama yang beberapa kali mengalami kenaikan harga, Sri cukup maklum dengan hal tersebut. Ia menduga ada beberapa hal yang memerlukan perbaikan di sekitar area asrama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin ada beberapa hal yang memerlukan perbaikan di sekitar area asrama. Hal ini mungkin (jadi) salah satu penyebab harga sewa kamar kian melonjak,&rdquo; ucap Sri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fasilitas yang disediakan dalam kamar mulai dari lemari, ranjang susun, kasur, bantal, serta kipas angin. Di setiap lantai terdiri atas 3-4 kamar mandi umum dengan WC terpisah. Di lantai 1 ada ruang tamu, dapur umum, meja belajar panjang dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>wifi</em></span><span>. Ada petugas kebersihan tersendiri dan tingkat keamanan pun terjamin 24 jam.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9fd09b19752ed58be1ab864d7efec57900eda332.png" style="width: 773px;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Respons dan Harapan Mahasiswa untuk Asrama Baru</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi kabar diresmikannya asrama baru Unmul, Anisa dan Sri turut menyampaikan harapan mereka. Keduanya sama-sama berharap ada peningkatan kualitas fasilitas dan kebersihan lingkungan yang terjaga untuk asrama yang lama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Paling enggak yang di tempatku sekarang dibaikin gitu<span>&nbsp;</span></span><span><em>lho</em></span><span>. Biar enggak ngerasa senjang-senjang banget. Mungkin kalau mau disamakan juga agak susah ya. Karena, harganya kan bisa jadi lebih mahal. Ya,<span>&nbsp;</span></span><span>at least</span><span>&nbsp;diperbaikilah yang kurang-kurang itu,&rdquo; harap Anisa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau untuk harapannya semoga bisa dijaga kebersihan di lingkungan asrama maupun di dalam asrama, memiliki fasilitas yang memadai seperti,<span>&nbsp;</span></span><span><em>wifi</em></span><span>&nbsp;lancar, batasan jam pulang kalau bisa tidak terlalu ketat. Kalau dulu batasan jamnya tutup pagar sampai jam 10 malam. Tapi, beberapa keluhan dari temen-temen dulu bagi mereka yang sedang mengikuti praktikum sampai jam 11/12 tidak bisa kembali ke asrama, begitu pula yang sedang mengikuti kegiatan di kampus yang baru selesai acara sekitar jam satuan, karena pagar asrama sudah ditutup jadi kami tidur di<span>&nbsp;</span></span><span>Student Center (SC),</span><span>&rdquo; tutup Sri siang itu.<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>nkh/srg/afr</span><span>/</span><span>khn</span><span>)</span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembali Hadir, Borneo Scientific Network Buka Kesempatan Belajar di Kancah Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-hadir-borneo-scientific-network-buka-kesempatan-belajar-di-kancah-internasional/baca </link>
<guid> kembali-hadir-borneo-scientific-network-buka-kesempatan-belajar-di-kancah-internasional </guid>
<pubDate> Thu, 06 Jan 2022 04:09:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Borneo Scientific Network (BSN) kembali membuka program pertukaran mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-hadir-borneo-scientific-network-buka-kesempatan-belajar-di-kancah-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ECdX4pfO5X.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kembali Hadir, Borneo Scientific Network Buka Kesempatan Belajar di Kancah Internasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Kabar gembira untuk mahasiswa Unmul yang ingin mengemban pendidikan tinggi di skala internasional. Rupanya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Internasional Unmul mengumumkan bahwa<span>&nbsp;</span></span><span><em>Borneo Scientific Network</em> (BSN) kembali membuka program pertukaran mahasiswa secara daring dalam bentuk<span>&nbsp;</span></span><em><span>international credit transfer</span><span>/</span></em><span><em>earning</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diketahui program ini telah terlaksana sebelumnya pada Agustus 2021 silam. (Baca: https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/yuk-ambil-peluang-kredit-internasional-bersama-borneo-scientific-network-2021/baca)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>BSN merupakan organisasi kerja sama antara perguruan tinggi dan pusat riset di pulau Kalimantan dengan tujuan meningkatkan daya kompetisi. Tahun ini, terdapat 6 perguruan tinggi yang terlibat di dalamnya. Tentunya dibarengi dengan beragam pilihan mata kuliah yang dapat dipilih oleh seluruh peserta BSN semasa mengikuti program.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti Universiti Brunei Darussalam yang menawarkan mata kuliah dengan tajuk<span>&nbsp;</span></span><span><em>Computer Programming</em></span><span>, diikuti oleh Universiti Malaysia Sarawak dengan dua pilihan mata kuliah, yakni<span>&nbsp;</span></span><span><em>Econometrics</em><span>&nbsp;</span></span><span>dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Online Marketing</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain kedua universitas tersebut, terdapat empat universitas dalam negeri yang turut bekerja sama dengan program ini. Yakni Universitas Balikpapan yang menyuguhkan mata kuliah<span>&nbsp;</span><em>Linguistics.</em>&nbsp;Universitas Tanjungpura dengan pilihan mata kuliah<span>&nbsp;</span><em>Financial Management</em>, <em>International Management</em>, <em>Money Market and Capital Market</em>, <em>Bank and other Financial Institution</em>,<span>&nbsp;</span>serta<span>&nbsp;</span><em>Analysis of Equity Securities</em>. Dilanjut dengan Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak yang turut menyajikan mata kuliah<span>&nbsp;</span><em>Multicultural</em>.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun Unmul sebagai universitas yang memberikan pilihan mata kuliah terbanyak kepada para peserta.&nbsp;</span><span>Antara lain<span>&nbsp;</span></span><span><em>Diversity of Humid Tropical Plants</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Environmental and Natural Resource Economics</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sustainability Accounting</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>Biophysics</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>Introductory Microprocessor</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Islamic Accounting and Finance</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Tropical Rainforest Foods as Functional Foods</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Media and Culture</em></span><span>, hingga<span>&nbsp;</span></span><em><span>Introduction &nbsp;to Study of Culture</span><span>.</span></em></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika kamu tertarik untuk berpartisipasi dalam program tersebut, terdapat beberapa persyaratan yang perlu kamu penuhi. Di antaranya merupakan mahasiswa S-1 Unmul yang berada pada semester 4 dan 6 pada semester genap 2022, melengkapi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Application BSN Form</em></span><span>, melampirkan Surat Keterangan Aktif Kuliah, bukti kemampuan berbahasa Inggris dengan baik, serta fotokopi transkrip nilai yang telah disahkan dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain melengkapi berkas tersebut, pendaftar juga diwajibkan untuk berkonsultasi dengan koordinator program studi masing-masing terkait pemilihan serta pengambilan jumlah mata kuliah yang diinginkan. Kemudian, berkas pendaftaran dapat dikirimkan melalui surel UPT. Layanan Internasional pada<span>&nbsp;</span></span><span><a href="mailto:info@io.unmul.ac.id">info@io.unmul.ac.id</a></span><span>&nbsp;</span><span>dengan batas waktu sampai 11 Januari 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hadirnya program BSN tidak hanya dapat memperluas kesempatan belajar bagi mahasiswa Unmul yang terealisasi di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat internasional. Tunggu apa lagi? Yuk, daftarkan dirimu!<span><em>&nbsp;</em></span></span><strong><em><span>(</span><span>mar/ems/khn</span></em><span><em>)</em></span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mubes Keluarga Besar Mahasiswa: Perjalanan Panjang dalam Pemira FKM 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mubes-keluarga-besar-mahasiswa-perjalanan-panjang-dalam-pemira-fkm-2021/baca </link>
<guid> mubes-keluarga-besar-mahasiswa-perjalanan-panjang-dalam-pemira-fkm-2021 </guid>
<pubDate> Thu, 06 Jan 2022 12:09:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> DPM ambil alih pelaksanaan Pemira FKM buntut dikeluarkannya Surat Keputusan KPPR Nomor 07 Tahun 2021 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mubes-keluarga-besar-mahasiswa-perjalanan-panjang-dalam-pemira-fkm-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K6QrTDTsxa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mubes Keluarga Besar Mahasiswa: Perjalanan Panjang dalam Pemira FKM 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>P</span><span>endaftaran calon Gubernur (Cagub) dan calon Wakil Gubernur (Cawagub) pada pemi</span><span>lihan umum</span><span>&nbsp;raya (Pemira) FKM dibuka sebanyak empat gelombang</span><span>. Gelombang pertama berlangsung pada</span><span>&nbsp;</span><span>Sabtu (18/9). Sedangkan gelombang keempat ditutup pada<span>&nbsp;</span></span><span>Selasa (14</span><span>/12)</span><span>. Kondisi tersebut terjadi akibat sepinya kandidat&nbsp;</span><span>yang mendaftar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Senin (20/12) lalu, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (</span><span>DPM</span><span>) FKM, La Ode Khairul Zikri, mengungkapkan bahwa sudah terdapat dua pasangan c</span><span>alon (Paslon)</span><span>&nbsp;Gubernur dan Wakil Gubernur</span><span>. A</span><span>kan tetapi menunggu untuk melakukan tahap verifikasi berkas kedua<span>&nbsp;</span></span><span>Paslon<span>&nbsp;</span></span><span>tersebut. Ia kemudian menilai bahwa Pemira FKM pada tahun ini berjalan sangat lambat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini mungkin karena antusias mahasiswa khususnya di FKM, berkurang. Serta bisa jadi kemungkinan besar adalah SDM yang sedikit.<span>&nbsp;</span></span><span>D</span><span>itambah dengan jumlah organisasi atau unit kegiatan mahasiswa di FKM itu sangat besar.</span><span>&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Jika dirata-ratakan jumlah mahasiswa itu di FKM untuk empat angkatan adalah 300 sampai 400 mahasiswa</span><span>. A</span><span>kan tetapi jumlah unit kegiatan mahasiswa ini sangat banyak</span><span>.</span><span>&nbsp;</span><span>D</span><span>i luar dari BEM dan DPM, ada tujuh unit kegiatan mahasiswa. Mungkin itu menjadi faktor penghambat dan juga sulitnya mencari bibit-bibit unggul dalam hal kepemimpinan untuk meneruskan kursi gubernur B</span><span>EM</span><span>&nbsp;di FKM Unmul,&rdquo; terang<span>&nbsp;</span></span><span>Zikri lewat pesan suara WhatsApp</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>S</span><span>elang beberapa waktu setelah tahap verifikasi berkas<span>&nbsp;</span></span><span>usai</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>Rabu</span><span>&nbsp;(29</span><span>/12)</span><span>, Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR)<span>&nbsp;</span></span><span>mengeluarkan</span><span>&nbsp;Keputusan KPPR Nomor 07 Tahun 2021</span><span>&nbsp;tentang T</span><span>indak<span>&nbsp;</span></span><span>L</span><span>anjut Pemilihan<span>&nbsp;</span></span><span>Raya</span><span>&nbsp;Gubernur dan Wakil Gubernur Badan<span>&nbsp;</span></span><span>Eksekutif Mahasiswa</span><span>&nbsp;Fakultas Kesehatan Masyarakat</span><span>&nbsp;</span><span>Universitas<span>&nbsp;</span></span><span>M</span><span>ulawarman.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>P</span><span>ertama, k</span><span>edua<span>&nbsp;</span></span><span>Paslon</span><span>&nbsp;dinyatakan gugur karena tidak melengkapi berkas dalam waktu yang sudah ditentukan. Kedua, tahapan</span><span>&nbsp;</span><span>Pemira</span><span>&nbsp;</span><span>telah mencapai akhir dan tidak ada</span><span>&nbsp;</span><span>Paslon yang tersisa, serta tidak memungkinkan untuk dilakukannya tahapan Pemira ulang. Ketiga, pelaksanaan Pemira</span><span>&nbsp;</span><span>akan dikembalikan kepada D</span><span>PM</span><span>&nbsp;selaku<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>enyelenggara dan<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>enanggung<span>&nbsp;</span></span><span>j</span><span>awab Pemira.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Guna mengonfirmasi dan meminta keterangan terkait s</span><span>urat<span>&nbsp;</span></span><span>k</span><span>eputusan tersebut,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menghubungi kembali</span><span>&nbsp;</span><span>Zikri selaku Ketua DPM FKM</span><span>.<span>&nbsp;Serta meminta tanggapan dari salah satu kandidat. Namun</span></span><span>, keduanya&nbsp;</span><span>enggan<span>&nbsp;</span></span><span>merespons.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rabu (5/1),<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>kembali mendapati</span><span>&nbsp;</span><span>unggahan t</span><span>erbaru lewat akun<span>&nbsp;</span></span><span>I</span><span>nstagram DPM FKM Unmul mengenai kepastian dari Pemira FKM 2021. D</span><span>alam unggahannya,</span><span>&nbsp;DPM FKM mengeluarkan Ketetapan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Musyawarah</span><span>&nbsp;</span><span>Besar Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat &nbsp;Universitas Mulawarman yang berisi empat ketetapan</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>P</span><span>ertama,<span>&nbsp;</span></span><span>D</span><span>PM<span>&nbsp;</span></span><span>FKM U</span><span>nmul<span>&nbsp;</span></span><span>mengambil alih dan menindaklanjuti jalannya</span><span>&nbsp;</span><span>Pemira Cagub</span><span>&nbsp;dan<span>&nbsp;Cawagub&nbsp;</span></span><span>F</span><span>KM</span><span>. Kedua, Pe</span><span>mira</span><span>&nbsp;akan diganti oleh Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur secara langsung di &nbsp;Musyawarah Besar Keluarga Besar Mahasiswa F</span><span>KM</span><span>&nbsp;Un</span><span>mul</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga,<span>&nbsp;</span></span><span>m</span><span>engalihfungsikan KPPR dan<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>anitia<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>engawas &nbsp;(P</span><span>anwas</span><span>) menjadi Panitia Musyawarah Besar Keluarga Besar Mahasiswa F</span><span>KM Unmul</span><span>. Keempat, Ketetapan D</span><span>PM</span><span>&nbsp;F</span><span>KM</span><span>&nbsp;Un</span><span>mul</span><span>&nbsp;Nomor 10 Tahun 2021 tentang Musyawarah Besar Keluarga Besar Mahasiswa &nbsp;F</span><span>KM</span><span>&nbsp;U</span><span>nmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikeluarkannya surat ketetapan tersebut, menjadi jalan yang ditempuh dari pelaksanaan Pemira FKM 2021. Dengan begitu pelaksanaan pemilihan<span>&nbsp;</span></span><span>G</span><span>ubernur dan<span>&nbsp;</span></span><span>W</span><span>akil Gubernur ada pada Mubes Keluarga Besar Mahasiswa FKM. Hingga kini, dinamika Pemira FKM sampai pada tahap sosialisasi AD/ART GBHO 2020/2021.</span><span><span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>ash/nkh</span></em><span><em>)</em></span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dana PHP2D Tak Ada Kabar, Mahasiswa: Alur Pencairan Dibuat Sulit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-php2d-tak-ada-kabar-mahasiswa-alur-pencairan-dibuat-sulit/baca </link>
<guid> dana-php2d-tak-ada-kabar-mahasiswa-alur-pencairan-dibuat-sulit </guid>
<pubDate> Fri, 07 Jan 2022 11:04:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pihak rektorat Unmul terlambat cairkan dana PHP2D </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-php2d-tak-ada-kabar-mahasiswa-alur-pencairan-dibuat-sulit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Mxmb2VfU56.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dana PHP2D Tak Ada Kabar, Mahasiswa: Alur Pencairan Dibuat Sulit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;</span><span>&nbsp;</span><span>Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) merupakan kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unmul tentunya turut andil di dalam salah satu program besutan Kampus Merdeka ini.<span>&nbsp;Dengan</span></span><span>&nbsp;sumber dana berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), kemudian disalurkan ke tim UKM serta Himpunan yang lolos. Namun,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mendapati kabar bahwa dana PHP2D di Unmul belum tuntas dicairkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agus Setiawan selaku Ketua UKM Lesehan Cendekia (LC) Unmul, merupakan salah satu tim yang lolos dalam PHP2D dengan mengusung tema Kampung Muang Sehat Berdaya Melalui Gerakan Peduli Lingkungan Berbasis<span>&nbsp;</span></span><span><em>Payment Environmental Service.</em><span>&nbsp;</span></span><span>Program itu menyasar warga</span><span>&nbsp;kelurahan Lempake Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk anggota tim ada 15 orang yang diketuai oleh Agus Setiawan dan dosen pembimbing bapak Rudy Agung Nugroho, M.Si., Ph.D. Keanggotaan tim terdiri dari dua fakultas yaitu FKIP (Pendidikan Biologi dan PGSD) serta Faperta (Teknologi hasil pertanian, Agroekoteknologi dan Agribisnis),&rdquo; jelasnya<span>&nbsp;kepada <em>Sketsa&nbsp;</em>melalui WhatsApp, Senin (3/1) lalu.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menuturkan program yang dilakukan timnya itu berfokus pada lingkungan, yakni penanganan dan pemanfaatan sampah organik dan anorganik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, ia dan tim mengalami kendala terkait pencairan dana dari pihak Unmul. &ldquo;Untuk kendala yang tim kami rasakan yaitu mengenai pendanaan yang belum kunjung bisa dicairkan dari pihak rektorat. Ketika ditanyakan pihak rektorat tidak memberikan jawaban yang pasti kapan bisa untuk dicairkan,&rdquo; keluh Agus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendati permasalahan dana yang sulit, Agus berupaya melakukan konfirmasi terkait kabar pencairan tersebut. &ldquo;Tanggapannya selalu belum bisa dicairkan karena belum pegang uangnya dan selalu begitu.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dana PHP2D seharusnya cair paling lambat 15 Desember 2021 lalu, sesuai dengan kontrak pelaksanaan. Pada awal pencairan dana, diketahui tak ada aral melintang. Kendati setelahnya Agus dan ketua tim PHP2D lainnya harus menunggu kabar pencairan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pencairan dari pusat sendiri relatif cepat. Sebelum dana dicairkan, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi guna mendapat pencairan dana dari pihak rektorat. Tetapi timnya menilai proses pencairan dana itu dipersulit kala mengurus di rektorat.</span></p><p style="text-align: justify;">Agus dan tim harus melampirkan proposal PHP2D sebanyak dua rangkap, serta laporan kemajuan dengan minimal pengeluaran 5 juta dengan bukti nota.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau tahap pencairan awal kami lancar. Namun, sisa dana yang 30% lagi sulit dicairkan. Untuk pencairan di awal &nbsp;dana bisa cair setelah kami serahkan proposal dan laporan kemajuan. Untuk pencairan selanjutnya kami seperti dipersulit dan sampai sekarang belum cair juga. Saya dan ketua tim yang lain sudah beberapa kali mendatangi rektorat WR 3 namun tidak ada hasil,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Kendala yang sama juga dialami oleh Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi (Himagrotek) Faperta<em>. Sketsa</em> kemudian menghubungi I Kadek Bayu selaku Ketua.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tim PHP2D ini sebenarnya ada dua kali termin pencarian dari Kemdikbud, yaitu tahap awal 90% dan akhir 10%. Tapi yang tahap awal seharusnya bisa dikasih 90 % hanya di kasih 70% aja dari universitas, yang sebenarnya bisa <em>full</em> dikasih 90% sesuai dari kementerian. Itupun alurnya bisa di bilang di persulit kami tiap-tiap tim harus membuat laporan kemajuan, laporan keuangan juga,&quot; jelasnya pada <em>Sketsa</em>, Selasa (4/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Lebih sulitnya kita harus membuat laporan keuangan minimal 5 juta, sedangkan kita sama sekali belum ada dikasih uang agenda tersebut. Dan setelah kita ikuti alurnya itu, sisa yang 20% dari 90% itu pun harus menunggu hingga beberapa bulan tidak diberikan juga,&quot; lanjut Bayu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Agus, Bayu juga menjelaskan bahwa kabar pencairan ini sudah ditanyakan ke birokrasi, namun belum juga mendapat kejelasan. Tak hanya alur yang sulit, konfirmasi mengenai pihak yang bertanggung jawab pun tak jelas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Beberapa kali di-</span><span><em>follow up</em></span><span>&nbsp;ke kemahasiswaan itu bagian bendahara bu Ime kalau tidak salah, selalu bilang iya, tunggu nanti dikabari. Begitu terus sampai berbulan-bulan enggak ada kejelasan. Hingga akhirnya masuk termin akhir yang 10% itu dari kementerian, kembali lagi disuruh menunggu. Sempat koordinasi ke pak Encik via WA tapi tidak ada balasan, lalu dilempar ke Pak Ardi sebagai koordinasi pengganti.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bayu juga menuturkan, sisa uang PHP2D akan dicairkan akhir tahun 2021, dan dilanjutkan tahun depan karena persoalan tutup buku. Tetapi hingga kini belum ada informasi lanjutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua tim ini&nbsp;</span><span>&nbsp;juga mengungkapkan bahwa kendala pencairan dana ini dirasakan oleh tujuh tim PHP2D&nbsp;lainnya. J</span><span style="text-align: justify; background-color: transparent;">ika dana belum juga dicairkan, Bayu dan tim berencana melakukan langkah advokasi, meski belum dapat dipastikan terkait realisasinya. Sementara</span><span style="text-align: justify; background-color: transparent;">&nbsp; Agus, mengaku bahwa saat ini belum ada langkah advokasi, namun menurutnya itu akan dilakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> menghubungi Ardi selaku koordinator pengganti. Namun, belum mendapatkan respons hingga berita ini diterbitkan.<strong>&nbsp;(</strong><strong><span><em>cal/ahn/kya/khn</em></span><span>)</span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> MSIB Gelombang 2 Buka Pendaftaran, Apa Saja yang Ditawarkan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/msib-gelombang-2-buka-pendaftaran-apa-saja-yang-ditawarkan/baca </link>
<guid> msib-gelombang-2-buka-pendaftaran-apa-saja-yang-ditawarkan </guid>
<pubDate> Fri, 07 Jan 2022 12:08:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) gelombang 2 kembali dibuka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/msib-gelombang-2-buka-pendaftaran-apa-saja-yang-ditawarkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Q9yHZdnVQT.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>MSIB Gelombang 2 Buka Pendaftaran, Apa Saja yang Ditawarkan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Belum usai pelaksanaan<span>&nbsp;</span></span><span><em>batch</em></span><span>&nbsp;pertama program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) ditambah polemik pencairan dana uang saku yang masih menjadi momok. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka pendaftaran program tersebut untuk<span>&nbsp;</span></span><span><em>batch</em></span><span>&nbsp;kedua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam pengumuman yang disampaikan melalui laman resmi Kampus Merdeka ini, masa registrasi untuk program tersebut masih dibuka sampai dengan Jumat, 14 Januari 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada<span>&nbsp;</span></span><span><em>batch</em><span>&nbsp;</span></span><span>pertama program MSIB, terdapat banyak polemik, salah satunya mengenai pencairan uang saku mahasiswa yang terus mengalami penundaan. Setidaknya, hingga akhir 2021 lalu terdapat 1.100 mahasiswa yang masih terkendala pencairan uang saku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diikuti oleh lebih dari 120 mitra, anggaran yang dikeluarkan untuk MSIB<span>&nbsp;</span></span><span><em>batch</em></span><span>&nbsp;2 digadang-gadang sebesar Rp700 miliar. Rencananya, program ini akan mengakomodasi sebanyak 50 ribu mahasiswa dan 11 ribu mentor praktisi dengan total lebih dari 1.500 lowongan tersedia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi kamu yang tertarik mengikuti program ini, berikut beberapa persyaratan yang wajib kamu catat!</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, peserta yang mendaftar merupakan mahasiswa aktif (belum yudisium). Untuk program D-3, mahasiswa yang dapat mendaftar minimal semester 4. Sedangkan untuk program D-4/S-1 minimal semester 5.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, program ini dibuka untuk semua jurusan dan kampus dengan akreditasi apapun yang berada di bawah Kemendikbudristek. Ketiga, wajib mendapatkan surat rekomendasi dari kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantas, apa saja keuntungan yang bisa kamu dapatkan selama mengikuti kegiatan MSIB ini?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, uang saku. Biaya bulanan mahasiswa yang diberikan nantinya akan menyesuaikan dengan metode pelaksanaan magang (luring/daring/<em>hybrid</em>) dan juga berdasarkan kesepakatan mitra. Sedangkan untuk biaya bulanan mahasiswa studi independen akan mendapat maksimal Rp1,2 juta per bulan atau sesuai kesepakatan dengan mitra.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua,<span>&nbsp;</span></span><span><em>soft skill</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Soft skill</em><span>&nbsp;</span></span><span>seperti kepemimpinan, komunikasi,<span>&nbsp;</span></span><span><em>problem solving</em></span><span>, dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>analytical thinking</em></span><span><em>&nbsp;</em>juga turut dijanjikan dalam program ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga, sertifikat. Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap seluruh mahasiswa yang mengikuti program ini, sertifikat ini nantinya dapat kamu gunakan untuk menunjang kariermu di masa medatang,<span>&nbsp;</span></span><span><em>lho</em></span><span>!</span></p><p style="text-align: justify;">Proses seleksi dan pengumuman hasil seleksi mahasiswa dilakukan pada 7 Desember 2021 s/d 21 Januari 2022. Seleksi dilakukan langsung oleh mitra industri/dunia kerja. Mitra industri kerja juga akan menentukan metode pelaksanaan MSIB (<em>online</em>/<em>offline</em>).</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana, tertarik untuk mengikuti program MSIB<span>&nbsp;</span>batch<span>&nbsp;</span>2 ini? Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa langsung kunjungi laman resmi kampus <a href="https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/">merdeka</a> ya!<span>&nbsp;</span><strong><em>(mel/amg/wsd/nkh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tolak Tarik Perjalanan Pemira Farmasi 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-tarik-perjalanan-pemira-farmasi-2021/baca </link>
<guid> tolak-tarik-perjalanan-pemira-farmasi-2021 </guid>
<pubDate> Sat, 08 Jan 2022 05:35:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjalanan panjang Pemira Farmasi, hingga penetapan Gubernur yang belum dapat dilaksanakan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-tarik-perjalanan-pemira-farmasi-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Eo6v3ZzAgg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tolak Tarik Perjalanan Pemira Farmasi 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Terhitung dua bulan sudah rangkaian Pemira Fakultas Farmasi (FF) dilaksanakan. Namun, sampai saat ini penentuan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FF belum juga ditetapkan oleh Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) FF.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;via WhatsApp pada<span>&nbsp;</span></span><span>Selasa (4/1)</span><span>, Hamdani selaku calon Gubernur (Cagub) Paslon nomor urut 02, mengaku bahwa<span>&nbsp;</span></span><span>jalannya Pemira FF kali ini relatif panjang. Itu dikarenakan pada umumnya bulan Desember penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur FF yang baru sudah terlaksana.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pemira kali ini banyak banget proses yang harus dilalui, tapi semata-mata itu untuk menegakkan keadilan yang ada di Pemira tahun ini,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Begitu juga dengan Dzaky selaku Cagub Paslon nomor urut 01. Dzaky mengungkap bahwa pelaksanaan Pemira kali ini sangat berlarut-larut. Padahal agenda awal sampai sistem pemungutan suara berjalan lancar, terbukti dari banyaknya mahasiswa FF yang antusias terlibat dalam pemungutan suara. Namun, sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda kapan Pemira usai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan jadwal yang sudah diumumkan oleh KPPR, pemungutan suara resmi dilaksanakan pada Sabtu (4/12) lalu, dengan perolehan rekapitulasi suara unggul oleh Paslon 01 Dzaky-Yusuf sebanyak 506 suara, sementara Paslon 02 Hamdani-Ine sebanyak 482 suara, sehingga total rekapitulasi suara yang masuk adalah sebanyak 988 suara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Belum rampung, KPPR kemudian mengeluarkan Surat Keputusan KPPR Nomor 03 Tahun 2021 pada Sabtu (18/12), tentang Penambahan TPS dan Pemungutan Suara Tambahan yang dilaksanakan pada Minggu (19/12). Dari sana, diperoleh hasil rekapitulasi yang masih dipimpin Paslon 01 Dzaky-Yusuf sebanyak 506 suara, sedangkan Paslon 02 sebanyak 501 suara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat adanya pemungutan suara tambahan itu, Dzaky mengaku bahwa ia sempat bingung mengenai alasan pemungutan suara tambahan ini, padahal sudah ada hasil rekapitulasi suara yang sah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya, kami tidak tau kenapa panitia pelaksana melakukan hal itu, apakah karena mereka mendapatkan ancaman atau bagaimana kami juga kurang mengerti. Tapi yang jelas kami tetap percaya dan yakin pada hasil akhir yang akan ditetapkan oleh panitia pelaksana ini. Mengenai kekacauan yang ada pada Pemira tahun ini ya dikarenakan ada beberapa pihak yang &quot;mungkin&quot; merasa dirugikan dan tidak terima dengan hasil yang jelas sudah ada,&rdquo; ungkap Dzaky, Selasa (4/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Hamdani mengungkap kalau pemungutan suara tambahan dikhususkan untuk angkatan 2015, karena kelalaian pihak KPPR yang tidak menyediakan TPS bagi angkatan 2015.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu sempat diajukan gugatan juga oleh kakak 2015 makanya dilakukan pemungutan suara tambahan,&rdquo; terang Hamdani.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Gugatan lain juga sempat diberikan oleh Paslon 02, Hamdani-Ine, kepada Paslon 01, Dzaky-Yusuf. Hamdani menjelaskan bahwa Paslon 2 dan timsesnya mengajukan 6 gugatan kepada panitia pengawas (Panwas) dengan 5 gugatan yang ditolak dan 1 gugatan yang diproses saat itu serta sudah menghasilkan kesepakatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, 5 gugatan yang kami ajukan ini ditolak dengan alasan tidak berdasar dari Panwas terlebih dahulu, lalu kami mengajukan banding ke DPM dan sekali lagi ditolak atas dasar yang tidak rasional. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membuat surat terbuka kepada birokrat Farmasi untuk pengadaan forum terbuka mengenai 5 gugatan kami yang ditolak itu,&rdquo; tutur Hamdani.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Dzaky mengatakan bahwa ia menerima saja dinamika itu, karena Paslon 02 berhak menggugat. Namun, baginya ada beberapa poin yang tidak diperhatikan oleh kandidat lawan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Cagub Paslon 01 tersebut melihat pengajuan keberatan seharusnya diberikan jika ada pihak yang merasa keberatan dengan hasil rekapitulasi suara yang sudah ditetapkan, atau terjadinya indikasi kecurangan pada saat hari pemungutan suara. Bukan pengajuan gugatan pada pelanggaran yang sudah lama terjadi atau yang terjadi sebelum pemungutan dan hasil rekapitulasi suara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya dan teman-teman sebenarnya tidak mengerti mengapa mereka memasukkan 5 gugatan kepada kami yang kejadiannya itu semua terjadi pada saat sebelum pemungutan dan penetapan hasil rekapitulasi suara. Sehingga, seharusnya pelaporan gugatan ini tidak bisa di proses, tapi pada akhirnya laporan tetap masuk dan diproses. Mereka memasukkan gugatan mereka ke birokrat sehingga terjadilah mediasi dan diadakan forum lagi dengan pihak birokrat, Ketua Lembaga KMF, DPM, pihak tergugat dan penggugat untuk dibahas kembali dan meminta ditinjau ulang terkait hasil putusan dari DPM sebelumnya.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diketahui telah dilaksanakan forum terbuka terhadap hasil gugatan bersama dengan birokrat Farmasi pada Jumat (31/12) lalu, di mana DPM akan melakukan pengkajian ulang terkait hasil putusan sebelumnya. Terlebih sampai kini belum ada kabar lebih lanjut, baik dari DPM FF maupun pihak KPPR terkait keputusan hasil akhir dalam menentukan wajah baru pemimpin FF 2022.<span><em>&nbsp;</em></span></span><span><strong><em>(fsf/khn)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Dana UKM, Perwakilan Ormawa Minta Kejelasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-dana-ukm-perwakilan-ormawa-minta-kejelasan/baca </link>
<guid> menanti-dana-ukm-perwakilan-ormawa-minta-kejelasan </guid>
<pubDate> Sat, 08 Jan 2022 11:05:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terlambatnya pencairan dana Ormawa oleh pihak Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-dana-ukm-perwakilan-ormawa-minta-kejelasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4WGK8NrGBr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Dana UKM, Perwakilan Ormawa Minta Kejelasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Senin (3/1) organisasi mahasiswa (Ormawa) Unmul dikabarkan melakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>hearing</em></span><span>&nbsp;dengan Wakil Rektor (WR) III beserta jajarannya. Pertemuan tersebut bertujuan membahas beberapa hal, salah satunya mengenai anggaran Ormawa. Seperti diketahui, sampai saat ini belum ada kabar yang jelas mengenai pencairan dana Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Para perwakilan UKM mengaku belum mendapatkan dana tersebut. WR III, Encik, menjanjikan akan segera mencairkan dana tersebut, paling lambat awal Februari 2022.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut mewawancarai beberapa perwakilan UKM untuk mendapatkan keterangan terkait mandeknya dana UKM. Salah satunya Muhammad Fauzi Maulidar yang merupakan Ketua UKM Tarung Derajat periode 2020/2021. Ia mengakui bahwa benar terdapat keterlambatan pencairan dana oleh pihak rektorat. Fauzi mengatakan pihaknya telah mengajukan dana, dengan menyerahkan proposal dan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pada Senin, 8 November 2021.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Untuk pengajuan dana UKM sendiri saya mengajukan 8 November 2021. Itu diminta cepat oleh rektorat karena tanggal 10 November itu sudah pembukuan. Jadi sudah saya serahkan proposal dan LPJ yang diminta. Sudah saya serahkan semua tapi tidak ada kejelasan kapan dana itu cair,&rdquo; jelasnya melalui pesan suara Whatsapp pada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>,</em> Senin (3/1).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fauzi berharap dana ini dapat segera dicairkan. Sebab, dana yang terhambat itu sangat dibutuhkan untuk berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan UKM Tarung Derajat. Apalagi pihaknya juga telah berusaha menyerahkan LPJ dan proposal sesuai tenggat. Ia harap pihak rektorat nantinya dapat berkerja sama serta lebih peduli pada UKM di Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya harap dapat segera dicairkan. Mengingat bukan saya yang butuh dana UKM. Tetapi UKM yang membutuhkan dana tersebut. Karena tanpa dana, UKM tidak akan bisa berjalan.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tolonglah kerja samanya dari pihak rektorat, kami sudah mengusahakan LPJ dan proposal untuk diserahkan sesuai tenggat waktunya dan (semua) revisi juga kami revisi. Tapi rektorat tidak bekerja sama dengan UKM. Untuk kejelasannya saja tidak pasti. Kapan cairnya saja kami tidak tahu. Pedulilah pada UKM. Jika tanpa UKM dan teman-teman yang lain, enggak tau lagi sudah Unmul ini bakal ke mana,&rdquo; harap Fauzi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya Fauzi, Ketua UKM Lesehan Cendekia (LC), Rizka Rini Wahyuni, juga turut memberikan suaranya pada Senin (3/1). Rizka membenarkan bahwa memang terdapat keterlambatan pencairan dana. Ia mengatakan pula bahwa UKM LC telah mengumpulkan LPJ sejak 10 November 2021. Setelah itu, pihaknya terus melakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>follow up</em></span><span><em>&nbsp;</em>terkait pencairan dana. Namun, sayangnya pihak penanggung jawab pencairan dana tak kunjung memberikan kepastian.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;UKM LC mengumpul LPJ di tanggal 9 November 2021. Kemudian terjadi kesalahan sehingga kami revisi dan dikumpul kembali pada tanggal 10 November 2021. Dan tanggal tersebut merupakan tanggal terakhir bagi seluruh Ormawa jika ingin mencairkan dananya. Rajin mem-</span><span><em>follow up</em></span><span>&nbsp;terkait pencairan ini kepada Pak Ardi selaku penanggung jawab pencairan dikarenakan Ibu Imey selaku bendahara cuti melahirkan,&rdquo; ungkap Rizka melalui pesan teks Whatsapp, Senin (3/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masih belum memperoleh kejelasan hingga Desember, UKM LC akhirnya memutuskan untuk menemui Ardi selaku penanggung jawab pencairan dana. LPJ tersebut diperiksa kembali oleh Ardi dan terjadi kesalahan. Sembari mengurus LPJ, UKM LC terus melakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>follow up</em></span><span>&nbsp;hal ini kepada bendahara hingga akhirnya bendahara merespons. Lalu UKM LC mendapat pencairan dana sebanyak 5 juta pada Jumat (31/12). Sedangkan sisanya dijanjikan cair pada Januari 2022 mendatang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama kasus ini terjadi, UKM LC selalu melaporkan kejadian ini kepada salah satu Pembina UKM LC,&rdquo; terang Rizka pada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Rizka berharap ketegasan dari pihak WR III dalam merealisasikan pernyataannya di 2021 lalu, mengenai janji &ldquo;semua dana Ormawa pasti cair&rdquo;. Rizka &nbsp;berharap agar surat disposisi dana bisa segera keluar, sebagai bukti hitam di atas putih yang bisa UKM gunakan untuk mengambil dana 2021 di tahun 2022 atau di kepengurusan selanjutnya. Sehingga tidak ada simpang siur informasi.</span><span>&nbsp;</span><span><em><strong>(lav/jla/nop/nkh)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FHCI BUMN Buka Program Magang, Cek Syarat dan Manfaatnya! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fhci-bumn-buka-program-magang-cek-syarat-dan-manfaatnya/baca </link>
<guid> fhci-bumn-buka-program-magang-cek-syarat-dan-manfaatnya </guid>
<pubDate> Mon, 10 Jan 2022 08:22:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Magang Mahasiswa Bersertifikat BUMN kembali dibuka. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fhci-bumn-buka-program-magang-cek-syarat-dan-manfaatnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SSzbhXmxmR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>FHCI BUMN Buka Program Magang, Cek Syarat dan Manfaatnya!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Kesempatan magang terbuka luas, kali ini Forum Human Capital Indonesia (FHCI) kembali membuka Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) bagi mahasiswa yang ingin mendapat pengalaman magang di BUMN. Program ini bekerja sama dengan 146 BUMN dan 300 Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Program yang bertujuan m</span><span>enciptakan sumber daya berjiwa<span>&nbsp;<em>e</em></span></span><span><em>ntrepreneur</em><span>&nbsp;</span></span><span>sesuai dengan kebutuhan BUMN</span><span>&nbsp;</span><span>ini telah terlaksana sejak semester genap, 2018. Setidaknya, hingga 2021 lalu tercatat lebih dari 16.400 mahasiswa yang telah menyelesaikan masa magangnya di BUMN melalui program ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>FHCI BUMN menawarkan dua jenis program, yaitu Magang Bersertifikat Industri dan Magang Bersertifikat Kompetensi. Periode magang akan berlangsung selama 6 bulan. Masa registrasi untuk program ini masih dibuka sampai dengan 15 Januari 2022.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unmul tentu turut membuka kesempatan bagi para mahasiswanya untuk menyalurkan potensi dan mencari pengalaman kerja di BUMN. Berdasarkan surat edaran terkait Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB), terdapat beberapa persyaratan yang wajib diikuti sebelum memasuki tahap seleksi. Jika kamu tertarik untuk mengikuti program ini, berikut beberapa persyaratan yang wajib kamu simak sebelum melakukan registrasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa yang diperbolehkan untuk mendaftar adalah mahasiswa aktif minimal semester 6 dengan IPK minimal 3.00 dan sehat jasmani serta rohani. Calon peserta tentu diharuskan mengikuti seluruh kegiatan magang selama 6 bulan dan tidak menuntut untuk menjadi pegawai tetap. Selain itu, pendaftar juga diminta untuk melampirkan berkas untuk melakukan registrasi, mulai dari transkrip nilai, CV terbaru, surat rekomendasi dari fakultas, surat berkelakuan baik dari fakultas, pakta integritas, serta fotokopi KTP dan KTM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai benefit juga ditawarkan pada program ini. Selain mendapat pengalaman bekerja di BUMN, peserta magang akan diberikan sertifikat industri atau kompetensi yang diakui di dunia kerja ketika menyelesaikan masa magangnya. Tidak hanya itu, FHCI juga menjanjikan uang saku yang diberikan kepada peserta selama masa magang berlangsung. Kemampuan<span>&nbsp;</span></span><span><em>soft skill</em></span><span><em>&nbsp;</em>maupun<span>&nbsp;</span></span><span><em>hard skill</em></span><span>&nbsp;juga akan terasah sesuai dengan bidang yang ditempuh selama masa magang.</span></p><p style="text-align: justify;">Program PPMB BUMN diharapkan dapat meningkatkan<span>&nbsp;</span><em>link and match</em> antara perguruan tinggi dengan perusahaan atau industri. Program ini juga dinilai sebagai jalan pembuka untuk mewujudkan SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. Informasi lebih lanjut seputar PMMB BUMN dapat diakses melalui laman resmi FHCI BUMN pada<span>&nbsp;</span><em>pmmb.fhcibumn.com</em>. Bagaimana, tertarik untuk mengikuti program ini? <em><strong>(</strong><strong>dre/ani/khn</strong><strong>)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Sejuta Pohon Sedunia: Menanam dan Menjaga Pohon Demi Keselamatan Dunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-sejuta-pohon-sedunia-menanam-dan-menjaga-pohon-demi-keselamatan-dunia/baca </link>
<guid> hari-sejuta-pohon-sedunia-menanam-dan-menjaga-pohon-demi-keselamatan-dunia </guid>
<pubDate> Mon, 10 Jan 2022 10:45:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Pohon  berguna sebagai upaya  mengingatkan pentingnya keberadaan pohon untuk makhluk hidup. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-sejuta-pohon-sedunia-menanam-dan-menjaga-pohon-demi-keselamatan-dunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mSVApeYnit.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Sejuta Pohon Sedunia: Menanam dan Menjaga Pohon Demi Keselamatan Dunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>10 Januari, diperingati sebagai Hari Sejuta Pohon setiap tahunnya. Hal tersebut bermula dari inisiatif warga dunia yang sadar akan banyaknya aktivitas manusia, namun tidak sesuai dengan kaidah pelestarian alam. Peringatan ini berguna bagi masyarakat agar saling mengingatkan pentingnya keberadaan pohon untuk makhluk hidup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat pentingnya pohon bagi kehidupan makhluk hidup, dalam rangka memperingati hari sejuta pohon sedunia, banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan mangadakan seminar serta diskusi kerusakan lingkungan, reboisasi, hingga penghijauan. Dengan begitu dapat menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menanam dan menjaga pohon, utamanya pada abad ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikutip dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>tempo.co</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>Forest Watch Indonesia (FWI) menyatakan angka laju deforestasi atau penebangan hutan selama 2013 sampai 2017 mencapai 1,47 juta per tahunnya. Jika angka itu ke depannya terus meningkat, maka tidak butuh waktu lama hutan akan hilang. Kehilangan hutan berarti kehilangan jumlah oksigen (O2), kerusakan lingkungan, &nbsp;menimbulkan bencana alam, dan berkurangnya sumber makanan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanam pohon sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan. Dengan menanam pohon banyak manfaat yang bisa didapatkan. Dikutip dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>kompas.com</em>,</span><span>&nbsp;berikut adalah manfaat menanam pohon. Pertama, menghasilkan oksigen untuk makhluk hidup. Kedua, menyerap karbondioksida (CO2). Ketiga, menyerap air hujan. Keempat, sebagai sumber pangan dan papan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain menanam, merawat pohon yang sudah ditanam juga tidak kalah penting,<span>&nbsp;</span></span><span>lho</span><span>! Sebab, dewasa ini tidak sedikit orang lalai terhadap bibit pohon yang sudah ia tanam. Jika hal ini terus berlanjut, tentu pohon yang telah ditanam itu akan menjadi sia-sia, sebab tidak bisa memberikan manfaatnya secara maksimal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan menjaga pohon yang sudah ditanam, berarti kamu sudah memberikan peluang pada mereka agar bisa berkembang dan hidup lebih panjang. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga dan merawat pohon. Di antaranya memberi pupuk, menyiram, dan &nbsp;membersihkan daun yang kering atau mati.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanam dan menjaga pohon dimulai dari lingkup terdekat, tanpa kita sadari akan berdampak pada lingkungan yang lebih luas,<span>&nbsp;</span></span><span><em>lho</em></span><span>!<span>&nbsp;</span></span><span>Jadi, yuk, mulai hari ini kita jaga hutan dan turut berkontribusi pada aktivitas pelestarian lingkungan!<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>snk/nkh</span><span>)</span><span>&nbsp;</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengisi Waktu Bersantai Kala Libur Semester </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengisi-waktu-bersantai-kala-libur-semester/baca </link>
<guid> mengisi-waktu-bersantai-kala-libur-semester </guid>
<pubDate> Tue, 11 Jan 2022 10:58:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi kegiatan untuk mengisi hari-hari liburan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengisi-waktu-bersantai-kala-libur-semester/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n5RS3mdith.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengisi Waktu Bersantai Kala Libur Semester</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Usai melewati minggu-minggu ujian akhir semester, hari libur menjadi hal yang paling dinanti.<span>&nbsp;</span></span><span>Namun, karena terbiasa dengan padatnya jadwal kuliah, liburan justru kerap kali menjadi masa paling membosankan jika tanpa diisi dengan kegiatan menyenangkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jangan khawatir! Berikut<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>rekomendasikan berbagai kegiatan yang tak hanya mengisi waktu liburmu, tapi juga bikin kamu tetap semangat menjalani hari. Simak, ya!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Menonton Film</strong></span></p><p style="text-align: justify;">Menonton film menjadi kegiatan yang cukup digemari belakangan ini. &nbsp;Ditambah dengan mudahnya akses menonton film saat ini dengan tersedianya platform seperti YouTube, Disney+ Hostar, hingga Netflix, memungkinkan setiap orang dapat mengakses film meski hanya di rumah.<span>&nbsp;</span><em>Eits</em>, jangan salah, menonton film bukan berarti tidak produktif loh. dengan menonton film, kamu bisa menambah wawasan, mendapat persepsi baru, hingga belajar bahasa baru. Kamu bisa juga cek rekomendasi di <a href="https://www.sketsaunmul.co/hiburan/sambut-pergantian-tahun-dengan-film-pendek-karya-anak-bangsa/baca">website</a> Sketsa ya.</p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Membaca Buku</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan satu ini wajib<span>&nbsp;</span></span><span><em>loh</em></span><span>&nbsp;untuk masuk daftar kegiatan kamu selama liburan. Membaca tidak melulu soal teori-teori perkuliahan yang berat, namun bisa menjadi media hiburan sekaligus penambah wawasan. Kamu bisa membaca buku bergenre&nbsp;</span><span><em>self improvement</em></span><span>, novel, ataupun komik. Tak perlu repot-repot pergi ke toko buku atau perpustakaan, saat ini telah banyak tersedia platform penyedia buku <em>online</em> yang bisa kamu akses dari rumah. Untuk daftar bacaan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>juga punya beberapa rekomendasi untukmu (https://www.sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-bacaan-untuk-temani-liburanmu/baca)</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Merawat Diri</strong></span></p><p style="text-align: justify;">Padatnya kegiatan kuliah kerap membuat mahasiswa tak sempat untuk memperhatikan diri sendiri dengan cermat. Momen libur tentu menjadi waktu yang ideal untuk melakukannya. Tak hanya sekadar perawatan kecantikan, merawat diri juga dapat berupa belanja kebutuhan <em>online</em>, cek rutin kesehatanmu, beristirahat dengan cukup, hingga melakukan hobi atau hal yang kamu suka. Hal tersebut membuat hidup menjadi tenang dan bahagia sebagai ajang rehat setelah menjalani padatnya perkuliahan satu semester.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Membersihkan Rumah</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski liburan hanya di rumah, membersihkan rumah dan menata ulang<span>&nbsp;</span></span><span><em>furniture</em></span><span>&nbsp;juga dapat menjadi salah satu kegiatan yang menarik<span>&nbsp;</span></span><span><em>lho</em></span><span>. Kamu bisa mulai dengan mendekorasi ulang kamarmu dengan tampilan baru, hingga memilah barang-barang yang masih digunakan ataupun tidak. Dengan begitu, kamu dapat menikmati suasana baru yang tentunya akan meningkatkan produktifitasmu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Family Time</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski di rumah sering bertemu dan berinteraksi dengan keluarga,<span>&nbsp;</span></span><span><em>family time</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>jangan sampai terlewat yah. Kamu bisa mulai dengan menyisihkan waktu dan mengajak keluarga untuk melakukan hal-hal seru bersama. Menonton film bersama, atau makan bersama hingga perbincangan mengenai kesibukan kerja dan kuliah juga tentu menjadi hal yang menarik untuk dilakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Olahraga</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hari libur juga bisa jadi momen untuk lebih menjaga kesehatan. Olahraga tentu menjadi kegiatan yang penting untuk dilakukan, terutama bagi kamu yang jarang berolahraga akibat jadwal yang padat. Selain mengisi waktu luang dan mengembalikan kesehatan, kamu dapat menjaga kesehatan agar tetap segar dan menjaga keseimbangan tubuh tentunya akan menunjang aktivitas lainnya tetap produktif.<span>&nbsp;</span></span></p><p><span><span><strong>Ikut Pelatihan Daring</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sekarang, ikut pelatihan untuk menambah kompetensi bisa dari mana saja. Kamu bisa mengambil kelas yang gratis maupun berbayar. Sesuaikan dengan kebutuhanmu. Seperti bimbingan belajar bahasa asing, pelatihan <em>content creator</em>, SEO, untuk mendapat sertifikasi. Selain menjadi penunjang untuk kemampuanmu, hal ini akan membuat kamu dilirik perekrut saat bekerja.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mana yang sudah kamu lakukan? Pastikan liburanmu menjadi saat untuk berproses lebih baik lagi, ya!<span>&nbsp;</span></span><span><strong><em>(adp/lel/khn)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keluh Mahasiswa Perkara Lambatnya Pengedaran Pedoman Pembayaran UKT di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluh-mahasiswa-perkara-lambatnya-pengedaran-pedoman-pembayaran-ukt-di-unmul/baca </link>
<guid> keluh-mahasiswa-perkara-lambatnya-pengedaran-pedoman-pembayaran-ukt-di-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 14 Jan 2022 04:44:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memasuki semester baru, kebijakan pembayaran UKT menjadi persoalan bagi mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluh-mahasiswa-perkara-lambatnya-pengedaran-pedoman-pembayaran-ukt-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FDMzjdfYHc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Keluh Mahasiswa Perkara Lambatnya Pengedaran Pedoman Pembayaran UKT di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -&nbsp;</strong></span><span>Perkuliahan semester ganjil telah berakhir, pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) masih jadi persoalan setiap mengawali semester baru sejak pandemi dimulai. Pada awal Januari, mahasiswa menanti resminya edaran pembayaran UKT semester genap.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti diketahui, pembayaran UKT usai pada 21 Januari 2022. Namun, Surat Keputusan Rektor Nomor 22/UN17/HK/2022 baru dibubuhkan tanda tangan pada Rabu (12/1), meski tanggal yang tertera di surat itu ialah 4 Januari 2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>BEM FISIP Unmul merupakan salah satu yang menyerukan &quot;Mogok Bayar UKT&quot; melalui unggahan video pada akun Instagram. Mereka mempersoalkan Surat Keputusan (SK) Pedoman Pembayaran UKT yang ketika itu belum kunjung keluar, mengingat batas akhir pembayaran UKT akan segera tiba dan kondisi ekonomi mahasiswa masih terbilang sulit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mendapat informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>menghubungi Menteri Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM FISIP, Muhammad Ilham, Rabu (12/1) untuk diminta tanggapannya.</span></p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/80d4a8ffe4c546258fba39851552ae2c49d73ff8.jpeg" style="width: 957px;"></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Mengaku kecewa, ia mengatakan bahwa lembaga yang dinaunginya akan tetap mengadvokasi mahasiswa FISIP agar dapat berkuliah dengan mengajukan pengurangan, penundaan, pemangkasan sebesar 50 persen, maupun pembayaran UKT secara mengangsur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain kebingungan, kami dari BEM FISIP Unmul kecewa. Akan tetapi kami akan tetap mengadvokasi teman-teman mahasiswa,&rdquo; tutur Ilham kala itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sebelumnya, <em>Sketsa</em> turut mewawancara Abdunnur selaku Wakil Rektor II Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan melalui Whatsapp pada Senin (10/1), terkait mengapa surat keputusan tak kunjung ada, serta keringanan bagi mahasiswa di semester genap ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Insyaallah ada. SK-nya sudah saya ajukan ke rektor. <em>Tks</em>,&rdquo; tulisnya singkat.</span></p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2d51b9556dfebfc3661f2c867e6efb9b8ce36188.jpeg" style="width: 951px;"></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun Kamis (13/1)&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>kembali menghubungi Abdunnur untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait pedoman pembayaran UKT yang baru diresmikan jelang beberapa hari sebelum batas pembayaran UKT.&nbsp;</span><span>Namun, ia belum dapat memberikan keterangan karena sedang dalam perjalanan ke luar kota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rahmatang, mahasiswi Faperta 2018, turut memberikan tanggapannya mengenai keterlambatan SK keringanan UKT yang baru diresmikan. Baginya, hal tersebut sedikit merugikan karena tentu ada mahasiswa yang sudah membayar UKT secara penuh di bank, sebab waswas tak dapat mengajukan keringanan saat batas pembayaran semakin dekat.</span><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/250e9594ca04f5fc71e0485c4e4a8621e19261cf.jpeg" style="width: 964px;" alt=""></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga beranggapan bahwa kebijakan keringanan UKT seharusnya keluar sebelum semester terdahulu berakhir.&nbsp;</span><span>&ldquo;Jadi lebih bisa mempersiapkan dan bisa mengurus persyaratan penurunan UKT,&rdquo; ungkapnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Kamis (13/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain soal keterlambatan, Rahmatang juga ungkap rasa keberatannya soal pemangkasan UKT sebesar 50 persen, yang hanya dapat diajukan oleh mahasiswa semester 9 ke atas. Baginya seluruh mahasiswa turut terkena dampak pandemi dan pemanfaatan fasilitas kampus yang terbilang minim, sehingga fasilitas yang didapatkan mahasiswa belum sesuai dengan UKT yang ia bayarkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya ada keringanan juga bagi mahasiswa yang masih semester di bawah 9 tentang pengurangan 25 persen, 30 persen atau gimana pun, karena kan yang terkena dampak pandemi kita semua,&quot; tutupnya. <strong>(<em>sya/tus/ems/cal/khn</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan Pertama Berakhir, Unmul Gelar Kegiatan Ramah Tamah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-pertukaran-mahasiswa-merdeka-angkatan-pertama-berakhir-unmul-gelar-kegiatan-ramah-tamah/baca </link>
<guid> program-pertukaran-mahasiswa-merdeka-angkatan-pertama-berakhir-unmul-gelar-kegiatan-ramah-tamah </guid>
<pubDate> Fri, 14 Jan 2022 11:16:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul adakan ramah tamah dan perpisahan mahasiswa PMM Unmul angkatan pertama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-pertukaran-mahasiswa-merdeka-angkatan-pertama-berakhir-unmul-gelar-kegiatan-ramah-tamah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wdZjdQpEtA.png" />
					</figure>
			                <h1>Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan Pertama Berakhir, Unmul Gelar Kegiatan Ramah Tamah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Mengakhiri pelaksanaan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan pertama, pada Kamis (13/1), Unmul menggelar serangkaian prosesi perpisahan sekaligus kegiatan ramah tamah.</span><span>&nbsp;Acara ini berlangsung secara lurin</span><span>g di Gedung Integrated Laboratory dan dapat disaksikan melalui<span>&nbsp;</span></span><span>kanal Youtube Unmul TV</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai salah satu wujud implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), program PMM diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta mahasiswa terhadap keberagaman budaya tanah air. Selain itu program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini bertujuan memperluas kompetensi akademik mahasiswa</span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak sekadar dihadiri oleh mahasiswa, kegiatan ramah tamah dan perpisahan mahasiswa PMM Unmul angkatan 1, dihadiri langsung oleh berbagai pejabat Unmul. Salah satunya ada perwakilan Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono. Kedua, WR Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas, Bohari Yusuf. Ketiga,<span>&nbsp;</span></span><span>Penanggung Jawab program PMM dalam negeri, M. Hasyim Mustamin. Tak hanya itu, beberapa mentor Modul Nusantara juga turut meramaikan acara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam laporannya Kamis (13/1), M. Hasyim Mustamin menyatakan bahwa pada 2021, secara umum mahasiswa</span><span>&nbsp;</span><span>dapat mengikuti pertukaran ini dengan baik dan lancar. Ia juga berharap angkatan selanjutnya dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terdapat 15 perguruan tinggi baik dari negeri dan swasta yang mengikuti program Kampus Merdeka (di Unmul), serta diikuti oleh 61 orang mahasiswa.<span>&nbsp;</span></span><span>Kegiatan<span>&nbsp;</span></span><span>program Kampus Merdeka merupakan salah satu program unggulan. Dan pada semester ganjil akan terus berlangsung, bahkan akan terus bertambah secara masif,&rdquo; &nbsp;jelas Hasyim dalam laporannya Kamis (13/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Program ini dilaksanakan</span><span>&nbsp;sejak 17 November 2021 hingga 13 Januari 2022. Terhitung hampir dua bulan lamanya mahasiswa pertukaran pelajar berada di Kota Samarinda. Hasyim selaku<span>&nbsp;<em>pe</em></span></span><span><em>rson in charge</em><span>&nbsp;</span></span><span>(PIC) program PMM memberitahukan bahwa seluruh mahasiswa yang mengikuti pertukaran di Unmul telah mendapatkan Kartu Hasil Studi (KHS). KHS ini nantinya akan dikumpul kepada Kaprodi di universitas asal masing-masing mahasiswa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>WR Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Humas, Bohari Yusuf dalam kesempatan ini menyampaikan &nbsp;salam perpisahannya. &ldquo;Salam kami untuk keluarga, salam kami untuk &nbsp;dosen-dosen PIC MBKM masing-masing di perguruan tinggi. Dan mudah-mudahan (kalian) bisa kembali dengan selamat.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, acara penyambutan disampaikan oleh perwakilan WR Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono. Lebih lanjut ia berpesan agar hubungan sosial yang terjalin antar mahasiswa dapat terus dipertahankan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perjumpaan seperti ini sangat mahal. Semua bisa mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya, tetapi modal sosial dalam bentuk pertemanan, persahabatan, ini justru yang sering kali menjadi kunci keberhasilan,&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara kemudian beralih ke sesi pelepasan almamater Unmul oleh mahasiswa secara simbolis yang didampingi oleh perwakilan WR Bidang Akademik. Sebanyak tiga orang mahasiswa yang berasal dari universitas berbeda, dalam acara ini berkesempatan menjadi perwakilan mahasiswa PMM untuk menyampaikan kesan dan pesan selama program ini berlangsung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara perpisahan ini turut diisi pula dengan hiburan berupa tarian, nyanyian, dan video para mahasiswa PMM selama mengikuti perkuliahan luring maupun daring di Samarinda. Sesi foto bersama secara resmi menyudahi agenda pada hari itu.<span><strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><strong><em><span>(</span><span>sya/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagai Cara untuk Beradaptasi di Lingkungan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/berbagai-cara-untuk-beradaptasi-di-lingkungan-baru/baca </link>
<guid> berbagai-cara-untuk-beradaptasi-di-lingkungan-baru </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jan 2022 04:25:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Untuk kamu yang sering khawatir, inilah tips beradaptasi di lingkungan baru. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/berbagai-cara-untuk-beradaptasi-di-lingkungan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zU4y9HK5yh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagai Cara untuk Beradaptasi di Lingkungan Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Sebagian orang merasakan kesulitan menerima lingkungan baru. Sebab hal tersebut menuntut individu untuk beradaptasi. Mulai dari suasana baru, orang-orang baru dengan berbagai karakter, hingga ruang lingkup yang akan menciptakan kesan asing pada mulanya. Kemampuan beradaptasi tentu harus dimiliki, meski terkadang sulit dilakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski tampak runyam, kamu bisa menghadapinya dengan berbagai cara,&nbsp;</span><span><em>lho</em></span><span>! Yuk, simak!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Terapkan budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun)</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di mana kamu berada, budaya 5S ini bisa membantumu menghadapi situasi kikuk. Perilaku ini juga jadi anjuran ketika sedang berkomunikasi atau bersosialisasi kepada orang yang baru dikenal. 5S disebut sebagai<span>&nbsp;</span></span><span><em>basic manner</em></span><span>&nbsp;yang harus dimiliki. Melatih untuk menerapkan 5S ini, juga membantumu menciptakan energi positif di sekelilingmu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Berani bertanya</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Malu bertanya, sesat di jalan&rdquo;, peribahasa yang tak asing di telinga tersebut, dapat diterapkan ketika ingin beradaptasi di lingkungan baru. Beranikan diri untuk bertanya ketika sedang mengalami kesulitan. Sebab, ketika malu bertanya, maka seseorang akan semakin sulit untuk menyelesaikan masalah yang dimiliki, karena jawaban tak datang dari diri sendiri. Terutama pemahaman mengenai kondisi lingkungan baru yang minim. Semakin lama, tentunya hal ini akan menyulitkan di kemudian hari.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Menjadi diri sendiri</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memberikan kesan yang baik terhadap orang lain memang penting, namun menjadi diri sendiri juga tak kalah pentingnya. Tidak perlu berpura-pura untuk mendapatkan kesan yang selalu baik dari orang lain. Menerima dinamika dari masa transisi dalam hidup, bisa menjadi cara untuk memahami diri sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Mencari kenyamanan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam hal apapun, jika tidak ada rasa nyaman pasti akan sulit untuk bertahan. Selama proses beradaptasi, kenyamanan perlu dimiliki. Bisa mulai dengan mencari hal-hal yang disukai dari lingkungan baru dan menemukan alasan untuk merasa betah di lingkungan tersebut.<span>&nbsp;Bisa membuka jejaring dan berdiskusi lewat topik yang kamu gemari. Dari hal itu, kamu bisa mengetahui apa dan siapa yang membuatmu nyaman untuk terus belajar.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Menghargai perbedaan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain menerapkan budaya 5S, menghargai perbedaan juga merupakan hal yang harus dilatih. Tentu lingkungan baru akan menghadirkan karakter, budaya, hingga kebiasaan yang berbeda dengan yang selama ini kita miliki atau terapkan. Jadi, perlu banyak mendengar dan mau belajar dari orang lain, ya!</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nah, itulah sederet tips dari</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;yang dapat kamu terapkan ketika beradaptasi di lingkungan baru. Bagaimana, mudah bukan? Jadikan lingkungan baru sebagai proses menghadapi perubahan, ya! Selalu latih kemampuan sosialmu, dan rasakan manfaatnya! <em><strong>(</strong></em></span><span><em><strong>rea/khn</strong></em></span><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pernyataan Sikap terhadap OTT Bupati Penajam Paser Utara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pernyataan-sikap-terhadap-ott-bupati-penajam-paser-utara/baca </link>
<guid> pernyataan-sikap-terhadap-ott-bupati-penajam-paser-utara </guid>
<pubDate> Mon, 17 Jan 2022 06:30:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pusat Studi Anti Korupsi Fakultas Hukum Unmul terbitkan rilis terkait Bupati PPU yang terjaring OTT KPK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pernyataan-sikap-terhadap-ott-bupati-penajam-paser-utara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oJBSSXY8O3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pernyataan Sikap terhadap OTT Bupati Penajam Paser Utara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Awal 2022, Abdul Gafur Mas&apos;ud, Bupati Penajam Paser Utara (PPU) menambah daftar panjang Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah yang dilakukan KPK di Kalimantan Timur.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>OTT Bupati PPU ini adalah yang keempat kalinya, setelah sebelumnya Syaukani (mantan Bupati Kutai Kartanegara 2005), Rita Widyasari (mantan Bupati Kutai Kartanegara 2010-2015), dan Ismunandar (mantan Bupati Kutai Timur).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam konferensi persnya, KPK telah menetapkan Bupati PPU beserta empat pejabat di PPU dan satu bendahara partai demokrat DPC Balikpapan sebagai tersangka, yang menerima suap pengadaan barang &amp; jasa, dan perizinan untuk pemanfaatan sumber daya alam (SDA).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diketahui nilai pengadaan barang dan jasa berhubungan dengan nilai kontrak sekitar Rp112 miliar untuk proyek <em>multiyears</em> peningkatan jalan Sotek-Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp58 Miliar dan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan yang berkaitan dengan korupsi terkait perizinan, tersangka diduga juga menerima sejumlah uang atas penerbitan beberapa perizinan antara lain perizinan untuk Hak Guna Usaha (HGU) lahan sawit di Kabupaten PPU dan perizinan<span>&nbsp;</span></span><span><em>bleach plant</em></span><span><em>&nbsp;</em>(pemecah batu) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten PPU.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>H</span><span style="background-color: transparent;">al ini menunjukkan, bahwa selain proyek pengadaan barang &amp; jasa, perizinan di bidang sumber daya alam merupakan lahan yang tak kalah subur bagi praktik korupsi di Kaltim. Korupsi SDA tidak hanya membawa kerugian bagi individu, tapi juga komunitas, dan masyarakat luas. Belum lagi disertai dampaknya terhadap lingkungan.</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat akar mula deretan kepala daerah yang telah terjerat dalam OTT KPK, tentu tak lepas dari politik dinasti yang menjadi pintu masuknya korupsi. Politik dinasti merupakan potret oligarki politik di Kaltim yang telah lama terjadi. Lingkaran kekuasaan yang diisi keluarga dan kerabat merupakan faktor utama penyubur korupsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Segala perangkat dan sektor jaringan dalam genggaman segelintir orang dan golongan, bahkan politik dinasti, kian bermetamorfosis dalam berbagai bentuk, bukan lagi hubungan darah semata, namun juga merambah pada relasi perkawanan. Tentu saja, praktik korupsi yang marak saat ini adalah wujud kesinambungan historis warisan oligarki, yang harus dijadikan musuh bersama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Praktik korupsi terhadap barang dan jasa yang juga diprediksi akan terus menjamur, seiring menyambut Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN), juga bidang SDA yang rawan korupsi saat proses perizinan. Dengan potensi SDA yang cukup melimpah di Kaltim, tentu saja pengawasan harus dilakukan bersama oleh masyarakat Kaltim.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>The earth provides enough to satisfy every man&apos;s need, but not every man&apos;s greed</em></span><span><em>&nbsp;</em>(</span><span>Mahatma Gandhi), yang memiliki arti bumi menyediakan cukup untuk kebutuhan manusia, tapi tidak keserakahan manusia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sehingga upaya menjaga SDA Kaltim dari para koruptor perlu terus dilakukan bersama, tidak hanya oleh aparat penegak hukum seperti KPK, tapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat, penggiat anti korupsi, akademisi &nbsp;di Kaltim terlebih dalam momentum pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang tak terhindarkan bahkan terkesan dipaksakan di tengah guncangan ekonomi akibat pandemi covid-19.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pengawasan dan penegakan hukum harus terus dilakukan agar momentum pembangunan IKN tidak menjadi celah yang dimanfaatkan oleh proyek yang diboncengi kepentingan-kepentingan oligarki.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Fakultas Hukum Unmul memberikan pernyataan sikap:</span></p><p style="text-align: justify;"><span>1. Penegakan hukum yang dilakukan terhadap kasus korupsi Bupati PPU harus dilakukan dengan transparan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>2. Mendesak KPK untuk mengusut tuntas siapapun yang terlibat dalam kasus ini, termasuk kemungkinan perkara lain yang sebelumnya kontroversial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>3. Meminta KPK untuk mempertimbangkan penggunaan delik pencucian uang, terutama terkait dengan harta kekayaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini diperlukan sebagai bagian dari upaya memiskinkan para koruptor.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>4. Meminta KPK untuk secara ketat mengawasi daerah-daerah yang kental dengan pendekatan politik dinasti dalam mengelola daerah karena politik dinasti merupakan pintu masuk terjadinya tindak pidana korupsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ditulis oleh Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI), Fakultas Hukum Universitas Mulawarman.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Perkara OTT Kepala Daerah Abdul Gafur Mas’ud </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dilema-perkara-ott-kepala-daerah-abdul-gafur-masud/baca </link>
<guid> dilema-perkara-ott-kepala-daerah-abdul-gafur-masud </guid>
<pubDate> Mon, 17 Jan 2022 07:04:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul beri tanggapan terkait penangkapan Bupati PPU dalam OTT KPK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dilema-perkara-ott-kepala-daerah-abdul-gafur-masud/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0KivjlSUpC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Perkara OTT Kepala Daerah Abdul Gafur Mas’ud</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Di satu sisi, rakyat bangga terhadap kinerja maksimal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menyelamatkan keuangan negara dengan jumlah miliaran, bahkan triliunan rupiah. Namun, di sisi lain rakyat juga kecewa terhadap kepala daerah sebab melakukan praktik korupsi, yang jelas merugikan negara.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walau hasil survei tingkat kepercayaan publik terhadap KPK pada 2021 cukup rendah, 2022 menjadi saat yang tepat bagi KPK untuk memperoleh kembali tingkat kepercayaan publik. Salah satu caranya tentu dengan bekerja secara maksimal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya upaya pemberantasan korupsi di Indonesia sudah dilakukan melalui berbagai cara. Namun, hingga saat ini masih saja terjadi kasus korupsi dengan beragam motif yang dilakukan oleh berbagai lembaga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat beberapa bahaya sebagai akibat dari tindakan korupsi, yaitu bahaya terhadap masyarakat, individu, generasi muda, politik, ekonomi bangsa, dan birokrasi. Juga terdapat beberapa hambatan dalam melakukan pemberantasan korupsi, antara lain secara struktural, kultural, instrumental, dan manajemen.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sepanjang 2021 masih ada banyak kepala daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK. Pada saat-saat itulah muncul pertanyaan dalam benak masyarakat mengenai &lsquo;selanjutnya kepala daerah mana lagi yang akan terkena OTT KPK?&apos;. Tidak ada yang bisa menduga dan menjawabnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rakyat juga telah berulang kali mewanti-wanti kepala daerah menjauhi praktik lancung korupsi, terutama menerima suap. Namun, agaknya peringatan rakyat laksana angin lalu. Pada awal tahun ini misalnya, kembali beredar kabar bahwa ada kepala daerah yang terkena OTT KPK.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baru-baru ini, KPK menangkap Abdul Gafur Mas&rsquo;ud pada Rabu (12/1). Bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2018-2023 itu saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama beberapa kepala dinas (Kadis) dan sekretaris daerah (Sekda) yang diduga menerima suap. Abdul Gafur Mas&rsquo;ud (AGM) merupakan Bupati keempat dari Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang diciduk oleh KPK.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum kasus ini terungkap, ada Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar, yang ditangkap KPK dalam agenda serupa pada Juli 2021 di Jakarta. Kemudian ada pula dua Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) yaitu Rita Widyasari pada Juli 2018 dan Syaukani pada Desember 2007.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Kekecewaan rakyat</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Banyaknya kepala daerah yang ditangkap KPK membuktikan bahwa masih terbuka celah korupsi. Para kepala daerah seakan tidak belajar dari peristiwa yang terjadi sebelumnya. Hal tersebut membuat kekecewaan menyebar di kalangan masyarakat. Rakyat sangat kecewa karena banyaknya pemimpin daerah yang hanya memperhatikan kroninya saja, lewat proyek dan menggunakan anggaran publik untuk kepentingan kelompok maupun individu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya OTT yang kembali dilakukan KPK kepada kepala daerah di Kaltim, mengisyaratkan bahwa praktik korupsi di provinsi ini masih marak terjadi. Maka, sudah seharusnya upaya pemberantasan korupsi di Kaltim tidak boleh surut. Bahkan harus terus diperkuat dan didukung oleh tiap komponen bangsa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keprihatinan dan kekecewaan rakyat atas peristiwa OTT KPK terhadap Bupati PPU tentu dirasakan lebih dalam bagi rakyat Kaltim. Sebab belum lama ini KPK juga telah menetapkan Ismunandar sebagai tersangka dugaan suap terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Kutim dalam OTT KPK di sebuah hotel di Jakarta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh pemimpin di Kaltim, justru menjadi tamparan keras agar ke depan masyarakat bisa memilih pemimpin yang mampu menjalankan amanah dengan baik untuk kemakmuran rakyat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rakyat juga mengharapkan para kepala daerah harus bekerja sesuai dengan sumpah dan janjinya, untuk bekerja atas nama negara, bukan yang lain. Karena tugas kepala daerah hanya satu, yaitu melayani rakyat dan melayani negara sesuai dengan UU.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ditulis oleh Renaldi Saputra, mahasiwa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian 2018 Unmul.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Lebih Dekat NFT: Animo hingga Dampak Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/mengenal-lebih-dekat-nft/baca </link>
<guid> mengenal-lebih-dekat-nft </guid>
<pubDate> Tue, 18 Jan 2022 08:08:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal fenomena Non-Fungibel Token (NFT) yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/mengenal-lebih-dekat-nft/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FGfkQTPS27.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Lebih Dekat NFT: Animo hingga Dampak Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Baru-baru ini dunia digital ramai, lantaran&nbsp;</span><span>viralnya pemuda bernama Ghozali. Lewat Ghozali Everyday nya itu, ia berhasil menjual foto&nbsp;</span><span><em>selfie</em>&nbsp;</span><span>seharga miliaran rupiah, 13 Januari lalu lewat <em>Non-Fungible Token</em> (NFT). Namun, apa sebenarnya NFT yang masih asing di telinga sebagian orang ini?</span><span>&nbsp;Yuk, simak ulasan&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>berikut ini, ya!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari kamus Merriam-Webster,&nbsp;</span><span><em>Non-Fungible Token</em>&nbsp;</span><span>(NFT) merupakan pengidentifikasi digital unik yang tidak dapat disalin, diganti, atau dibagi kembali, serta tercatat dalam&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>. NFT ini digunakan untuk mengesahkan keaslian dan kepemilikan aset digital tertentu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">NFT merupakan bagian dari dunia <em>crypto</em> yang terdiri dari <em>cryptocurrency</em> seperti Bitcoin dan Ethereum. Namun, NFT berbeda dengan <em>cryptocurrency</em>. Kata kunci dari perbedaan kedua hal ini terletak pada istilah &ldquo;<em>fungible</em>&rdquo;. Istilah tersebut bermakna sesuatu yang bisa digantikan atau dapat dipertukarkan. Masing-masing NFT tidak dapat diperdagangkan atau ditukarkan dengan nilai yang sama. Berbeda dengan <em>cryptocurrency</em> yang dapat ditukar dengan nilai yang sama.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>NFT bisa merupakan segala sesuatu yang berbentuk digital. Seperti yang paling umum yaitu berbentuk gambar atau lukisan, musik,&nbsp;</span><span><em>screenshot</em>&nbsp;</span><span>cuitan Twitter, sampai foto diri sendiri dapat ditukar dengan nilai fantastis layaknya yang terjadi pada Ghozali Everyday.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lantas, bagaimana cara kerja NFT?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk memahami bagaimana NFT bekerja, pertama-tama kita memerlukan pemahaman dasar tentang&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>. Dikutip dari Investopedia,&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>&nbsp;adalah basis data yang didistribusikan pada rangkaian jaringan komputer. Sebagai sebuah basis data,&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>&nbsp;menyimpan informasi secara elektronik dalam format digital.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Blockchain</em></span><span>&nbsp;punya peran penting dalam dunia&nbsp;</span><span><em>crypto,</em></span><span>&nbsp;karena menjamin informasi digital yangtidak bisa diubah, sehingga menjamin keamanan dan keaslian sebuah&nbsp;</span><span><em>cryptocurrency</em></span><span>&nbsp;yang digunakan untuk perdagangan NFT. Selain itu,&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>&nbsp;juga mengembangkan kepercayaan tanpa memerlukan pihak ketiga karena&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>&nbsp;berbasis pada jaringan komputer yang melakukan verifikasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukankah hal seperti ini bisa teratasi dengan fitur&nbsp;</span><span><em>screenshot</em></span><span>? Pertanyaan ini kerap kali muncul dalam perdebatan tentang NFT. NFT pada umumnya didagangkan menggunakan&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>&nbsp;Ethereum. Dengan penggunaan&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>, sebuah NFT dapat diverifikasi keasliannya sehingga dapat ditransfer antarpemilik. Pemilik NFT juga dapat menyimpan sebuah informasi di dalam sebuah NFT. Dengan melakukan&nbsp;</span><span><em>screenshot</em></span><span>&nbsp;semua data&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>&nbsp;NFT tersebut tidak akan masuk ke dalam hasil&nbsp;</span><span><em>screenshot</em></span><span>&nbsp;tersebut sehingga tidak dapat terverifikasi keasliannya dan tidak memenuhi syarat sebagai sebuah NFT yaitu sesuatu yang tidak bisa digandakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kegunaan NFT</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, NFT menjadi wahana ideal dalam perwakilan aset fisik dunia nyata dalam bentuk digital. Sehingga memungkinkan aset tersebut untuk didagangkan lebih efisien dan mengurangi kemungkinan penipuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, NFT dapat digunakan sebagai perwakilan identitas individu, hak properti, dan masih banyak lagi. Ketiga, dalam dunia seni, NFT memungkinkan seorang seniman untuk menghapus peran perantara sehingga mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh seorang seniman dalam menyalurkan karyanya kepada konsumen. NFT juga membuat seniman lebih mudah memegang hak cipta karyanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mirip seperti fenomena batu akik beberapa tahun lalu. Salah satu faktor yang mendorong harga fantastis NFT, didorong oleh berbagai macam pemberitaan sensasional yang akhirnya meningkatkan animo masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, sifat NFT yang berbasis&nbsp;</span><span><em>blockchain</em></span><span>, menjamin tingkat keamanan NFT. Ditambah pula dengan upaya untuk &ldquo;menambang&rdquo;&nbsp;</span><span><em>cryptocurrency</em></span><span>, yang membutuhkan waktu dan biaya tak sedikit. Semua hal ini berkontribusi dalam mendorong harga NFT untuk semakin meroket. Semua hal tersebut membuat NFT dapat menghapus perantara, menyederhanakan transaksi, dan membuka pasar baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sisi Lain NFT</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski berbagai informasi yang ada berhasil membuat masyarakat tergiur NFT, nyatanya NFT juga memiliki sisi gelap yang harus kamu pertimbangkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, NFT yang didagangkan menggunakan&nbsp;</span><span><em>cryptocurrency</em></span><span>&nbsp;perlu &ldquo;ditambang&rdquo; secara digital menggunakan komputer kelas atas yang memakan listrik cukup banyak. Dikutip dari kanal YouTube Johnny Harris (mantan jurnalis Vox), April 2021, Ethereum sendiri menggunakan 33 terawatt listrik per jam atau setara dengan pemakaian negara Serbia yang memiliki populasi sekitar 6,8 juta jiwa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlu diingat, bahwa sumber listrik untuk memenuhi permintaan ini pada umumnya berasal dari sumber daya yang tidak terbarukan dan akan memberikan kontribusi substansial kepada pemanasan global. Dengan semakin tenarnya nama NFT, siklus ini akan berputar semakin cepat dan memperparah kondisi iklim dunia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada juga pandangan yang menganggap NFT hanyalah sebagai tren semata, yang didorong oleh pemberitaan yang sensasional dan akan mati seiring menurunnya animo masyarakat. Pada akhirnya pasar NFT akan kembali kepada kelompok&nbsp;</span><span><em>niche</em></span><span>&nbsp;yang mengadopsinya dari awal. Pendapat seperti ini timbul karena skeptisisme masyarakat dengan melihat peristiwa sebagaimana fenomena sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Argumen lain menilai NFT menguntungkan seniman, yang seninya digunakan sebagai sarana transaksi. Namun, pada kenyataannya moda NFT yang sering digunakan dalam bidang seni adalah hasil&nbsp;</span><span><em>autogenerated</em></span><span>&nbsp;yaitu dihasilkan oleh komputer dengan &nbsp;campur tangan manusia yang minim seperti NFT Lazy Lions dan Bored Ape.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana? Tertarik mendalami NFT?&nbsp;</span><strong>(<em>mar/nkh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Segitiga Kesehatan Vakum, Advokasi KTR di Unmul Makin Senyap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-segitiga-kesehatan-vakum-advokasi-ktr-di-unmul-makin-senyap/baca </link>
<guid> aliansi-segitiga-kesehatan-vakum-advokasi-ktr-di-unmul-makin-senyap </guid>
<pubDate> Tue, 18 Jan 2022 08:20:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kabar Advokasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-segitiga-kesehatan-vakum-advokasi-ktr-di-unmul-makin-senyap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k4LXDpzl9S.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Segitiga Kesehatan Vakum, Advokasi KTR di Unmul Makin Senyap</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -&nbsp;</strong></span><span>September 2021 lalu, sempat beredar kabar bahwa Aliansi Segitiga Kesehatan (ASK) telah bubar. Hal tersebut dibantah oleh Fauzan Afandi selaku Direktur ASK periode 2020. Ia menjelaskan bahwa saat itu ASK tidak bubar, melainkan sedang memfokuskan diri terhadap kegiatan kajian dan&nbsp;</span><span><em>follow up</em>&nbsp;</span><span>isu-isu kesehatan nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-dikabarkan-usai-aliansi-segitiga-kesehatan-unmul-kami-tidak-bubar/baca"></a><a href="http://Sempat Dikabarkan Usai, Aliansi Segitiga Kesehatan Unmul: Kami Tidak Bubar">Sempat Dikabarkan Usai, Aliansi Segitiga Kesehatan Unmul: Kami Tidak Bubar</a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sebelumnya, pada pertengahan Mei 2019, ASK diketahui sempat mendesak rektor untuk segera menetapkan Unmul sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Tuntutan tersebut berlandaskan UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan Pasal 115 ayat 1, yang menetapkan tempat proses belajar mengajar sebagai salah satu wilayah KTR. Terlebih akreditasi A yang saat ini telah dikantongi seyogianya bisa menjadikan Unmul contoh bagi perguruan tinggi lain di wilayah Kaltim.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sampai berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan mengenai kabar lanjutan advokasi KTR yang dilakukan ASK terhadap birokrasi. Dari 13 fakultas yang dimiliki Unmul, beberapa fakultas telah mengupayakan kampusnya agar terbebas dari rokok. Upaya tersebut dapat kita lihat dari pemasangan imbauan larangan merokok di berbagai sudut kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski sudah terdapat imbauan tersebut, dampaknya belum masif. Belakangan awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>menjumpai masih banyak orang yang tak mengindahkan komitmen di tataran kampus itu.&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>kemudian menghubungi Ketua BEM FPIK 2021, Syahril Saili. FPIK diketahui menjadi salah satu fakultas yang menerapkan KTR, terlihat kampus perikanan tersebut telah mengambil langkah pemasangan plang-plang kawasan bebas rokok. Akan tetapi, Syahril mengaku belum ada kebijakan lebih lanjut yang dikeluarkan oleh pihak fakultas sebagai upaya mendukung penerapan KTR itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hanya sebatas pemasangan plang-plang kawasan tanpa rokok, harusnya ada upaya kembali selain daripada itu, ya salah satunya sosialisasi kepada seluruh civitas FPIK Unmul,&rdquo; ungkap Syahril melalui pesan Whatsapp, Senin (10/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syahril menyebut ia dan BEM FPIK sangat mendukung upaya penerapan KTR di lingkungan kampus. Namun, ia juga berpendapat bahwa proses penerapan KTR tidak akan berjalan maksimal jika pergerakan hanya datang dari &nbsp;pihak fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Ketua BEM FPIK tersebut, diperlukan peraturan lebih lanjut dari civitas kampus yang lebih tinggi, seperti tingkat dekan hingga rektor, sebagai dukungan terhadap KTR di ranah kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Dengan catatan melibatkan seluruh komponen civitas di kampus. Sebagai upaya mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, apalagi ancaman kesehatan yang berbahaya akibat dari asap rokok itu sendiri,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengonfirmasi kabar terbaru yang dilakukan ASK terkait advokasi KTR yang senyap,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>mencoba menghubungi Direktur ASK periode 2020, Fauzan Afandi. Namun, diketahui saat ini kepengurusan ASK tak berjalan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk aliansi sendiri nanti mungkin bisa (ditanyakan) ke pengurus selanjutnya. Soalnya semuanya sudah pada ganti kepengurusan kecuali Farmasi. Otomatis nanti bakal berubah untuk direktur aliansinya,&quot; tulis Fauzan melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis (13/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fauzan juga menuturkan, bahwa masih belum ada diskusi terkait siapa yang menjadi ketua aliansi selanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan konfirmasi yang dilayangkan Fauzan, Syaidah Alawiyah Dzakwan, Gubernur BEM FK periode 2019/2020, menyebut belum ada kemajuan terkait advokasi KTR yang diupayakan oleh ASK. &ldquo;Itu tahun 2019 kan ya? Kalau dari tahun 2020 jujur memang belum ada kelanjutan dari advokasi tersebut. Kendala utamanya karena pandemi dan anggota ASK yang kurang aktif,&quot; tuturnya <span>Kamis (13/1).</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syaidah melihat hal ini sebagai keharusan dalam memperbaiki tujuan dan esensi didirikannya ASK. Terlebih ASK dapat kembali dibentuk dengan arah dan tujuan yang jelas, tentu dengan sumber daya manusia yang kompeten.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Vakumnya ASK karena enggak ada pemimpin yang naik itu hal yang enggak bisa dipaksakan. Karena enggak mungkin kita memaksakan orang buat memimpin ASK agar tetap ada. Tapi kekosongan ini sebaiknya dijadikan hal yang lebih positif, semisal memperbaiki esensi dan tujuan dari ASK itu sendiri. Karena beberapa tahun terakhir, memang ASK ini kurang jelas arah dan tujuannya, sehingga sumber daya manusianya juga kurang hingga tidak melahirkan SDM yang baru lagi,&quot; tutupnya. &nbsp;</span><strong><span>(</span><em><span>der/zas/nkh/ffs</span><span>/</span><span>khn</span></em><span>)</span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alesandra-Anjelitha Terpilih, Tanda Usainya Pemira FKM 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alesandra-anjelitha-terpilih-tanda-usainya-pemira-fkm-2021/baca </link>
<guid> alesandra-anjelitha-terpilih-tanda-usainya-pemira-fkm-2021 </guid>
<pubDate> Wed, 19 Jan 2022 08:11:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjalanan panjang Pemira FKM hingga terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKM periode 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alesandra-anjelitha-terpilih-tanda-usainya-pemira-fkm-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gLIvqcgclA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Alesandra-Anjelitha Terpilih, Tanda Usainya Pemira FKM 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;Lika-liku&nbsp;</span></span><span>pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKM akhirnya usai. Setelah sebelumnya melalui proses panjang, hingga diambil alihnya Pemira oleh <span>Dewan Perwakilan Mahasiswa (</span>DPM) FKM. Mubes Keluarga Besar kemudian ditempuh untuk memilih pemimpin baru FKM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>(baca :</span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/mubes-keluarga-besar-mahasiswa-perjalanan-panjang-dalam-pemira-fkm-2021/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1642583143353955%26amp;usg%3DAOvVaw2bjCLWdO6sv1pYQ7ou3QZo&sa=D&source=docs&ust=1642583143363112&usg=AOvVaw3mbMQkKMZljWJ5HUkE1I5T">&nbsp;</a></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/mubes-keluarga-besar-mahasiswa-perjalanan-panjang-dalam-pemira-fkm-2021/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1642583143354395%26amp;usg%3DAOvVaw0nVBb0JZHV2W8M25pX2BtN&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1642583143363289&amp;usg=AOvVaw2-f0DvIYwyPHCRqlxLqJt2"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/mubes-keluarga-besar-mahasiswa-perjalanan-panjang-dalam-pemira-fkm-2021/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/mubes-keluarga-besar-mahasiswa-perjalanan-panjang-dalam-pemira-fkm-2021/baca</a></span><span>&nbsp;)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mubes tersebut dilaksanakan pada 13 dan 14 Januari 2022. Nama Alesandra Dufer Fandrias (2019) dan Anjelitha (2019) keluar sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih BEM FKM periode selanjutnya.&nbsp;</span><span>Untuk mengetahui jalannya Mubes FKM,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menghubungi La Ode Khairul Zikri selaku Ketua DPM FKM, Senin (17/1) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemarin sistematika pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur ini dilaksanakan di dalam sebuah pleno pada saat Mubes KBM FKM. Kita membebaskan forum mengajukan diri, jika tidak ada baru kita mengajukan sebuah nama sebagai Gubernur dan Wagub BEM,&rdquo; paparnya melalui pesan WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Laki-laki yang akrab disapa Zikri ini menuturkan sempat terjadi diskusi panjang sebelum memasuki pleno Mubes kemarin. Adapun sisanya berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKM secara langsung melalui Mubes ini ditempuh lantaran sepinya kandidat yang mencalonkan diri. Guna mencegah hal serupa terjadi pada tahun berikutnya, pihak DPM FKM pun tengah menyiapkan langkah antisipasinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Antisipasinya ialah mencoba memaksimalkan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di tingkat fakultas, apalagi tahun ini sepertinya kita akan mulai tatap muka, sehingga harapannya dapat lebih maksimal dalam pelaksanaan LDK apalagi jika secara luring.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya Zikri,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga berkesempatan untuk mewawancarai Alesandra Dufer Fandrias selaku Gubernur BEM FKM 2022 yang resmi dilantik pada Jumat (14/1). Pemimpin baru BEM FKM ini memberitahukan program yang akan mereka laksanakan selama periode kepengurusannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk program ada tiga yaitu Sekolah kepemimpinan (SKIN), Mata FKM yang berupa diskusi publik, dan yang terakhir forum SKM (Srikandi Kesehatan Mulawarman) yang membahas tentang isu perempuan,&rdquo; tuturnya Selasa (18/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Alesandra juga sempat tanggapi soal Aliansi Segitiga Kesehatan (ASK) yang tahun ini vakum. Baginya perlu ada musyawarah terlebih dahulu terkait struktural dari ASK agar kembali berjalan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk Aliansi Segitiga Kesehatan itukan dibangun oleh 3 fakultas, yaitu Kedokteran, Farmasi dan Kesmas yang mengawal isu kesehatan, maka dari itu perlu musyawarah terlebih dahulu terkait hal ini untuk strukturalnya, tapi dari FKM sendiri bakal memaksimalkan pengawalan isu kesehatan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terpilihnya Alesandra dan Anjelitha sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKM periode 2022 &nbsp;sekaligus mengakhiri perjalanan Pemira FKM 2021. <strong><em>(</em></strong></span><span><strong><em>str/tha/khn</em></strong></span><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penyalin Cahaya: Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Hari Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/penyalin-cahaya-realitas-penyintas-kekerasan-seksual-hari-ini/baca </link>
<guid> penyalin-cahaya-realitas-penyintas-kekerasan-seksual-hari-ini </guid>
<pubDate> Wed, 19 Jan 2022 11:07:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi Film Penyalin Cahaya yang mengangkat kisah tentang penyintas kekerasan seksual. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/penyalin-cahaya-realitas-penyintas-kekerasan-seksual-hari-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WhYsvTiCbg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Penyalin Cahaya: Realitas Penyintas Kekerasan Seksual Hari Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Mengangkat kisah tentang penyintas kekerasan seksual, Penyalin Cahaya berhasil mencuri perhatian banyak orang. Film yang tayang di Netflix pada 13 Januari 2022 ini menjadi pembicaraan di media sosial sebab raih 12 nominasi dalam Festival Film Indonesia, serta tayang di ajang internasional, Busan International Film Festival (BIFF). Di sisi lain, keruh pula karena kabar<span>&nbsp;</span></span><span><em>co-writer</em></span><span>&nbsp;film Penyalin Cahaya, Henricus Pria, yang menjadi pelaku pelecehan seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, film Penyalin Cahaya yang ditulis oleh Wregas Bhanuteja ini kadung jadi perbincangan hangat, karena memotret realitas masyarakat Indonesia. Berkisah tentang Suryani alias Sur, seorang mahasiswa tahun pertama yang menjadi perancang web di grup teater<span>&nbsp;</span></span><span>kampusnya</span><span>, Mata Hari. Sur harus kehilangan beasiswa dan kepercayaan kedua orang tua</span><span>nya</span><span>, akibat swafoto yang tersebar saat Sur sedang mabuk di malam pesta kemenangan Teater Mata Hari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Segelintir kecurigaan muncul ketika Sur mendapati baju yang dipakainya pagi itu terbalik. Ngotot karena waswas dirinya dilecehkan, ia terus mencari tahu kebenarannya. Meskipun teman teaternya yang lain tak mengimbau sesuatu yang serius dihadapi Sur. Akhirnya, ia mulai meretas ponsel orang lain di kampusnya diam-diam lewat jasa fotokopi teman dekatnya, Amin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Singkat cerita, Sur melewati salah tuduh atas kasusnya. Diremehkan karena dianggap terlampau &lsquo;heboh&rsquo; dalam menanggapi kejadian malam itu. Bahkan, ayahnya juga menganggap Sur hanya anak nakal yang tak menurut orang tua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sampai pada satu hari, ia mendapati fakta bahwa jasa transportasi<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;yang mengantarnya tiba satu jam lebih lama dari yang seharusnya. Ditambah bukti kuat mengarah kepada salah satu seniornya di kampus. Tetapi Sur sebagai penyintas kekerasan seksual malah diragukan suaranya. Sur terkena ancaman pencemaran nama baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film ini mengisahkan perjuangan penyintas kekerasan seksual sebagaimana kenyataan hari ini. Tokoh Sur dalam mencari keadilan hanya ditemani oleh Amin, yang juga tak betul-betul berempati pada Sur. Kisah Sur menggambarkan budaya<span>&nbsp;</span></span><span><em>victim-blaming</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang kerap terjadi pada korban pelecehan seksual<span>&nbsp;</span></span><span>di tengah dominasi patriarki</span><span>.</span><span>&nbsp;Seringkali, masyarakat malah menyalahkan dan menyudutkan korban alih-alih<span>&nbsp;</span></span><span>membela dan memberi ruang aman<span>&nbsp;</span></span><span>atas pelecehan seksual yang dialami korban.<span>&nbsp;</span></span><span>B</span><span>anyak yang menganggap korban pelecehan seksual hanya bermodal imajinasi sebab tidak memiliki cukup bukti.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak sampai di situ, ketika Sur telah mendapat bukti dan dukungan yang kuat, ia masih harus berhadapan dengan pelaku yang memiliki kuasa lebih besar darinya. Kerap kali korban kekerasan seksual harus menemui kekecewaan karena minim dukungan. Pelaku mampu membalikkan situasi yang ada guna terbebas dari hukuman.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akting para pemain film pun patut diacungi jempol. Shenina Cinnamon yang memerankan karakter Sur, mampu membawa para penontonnya untuk ikut merasakan guncangan emosional yang ia alami. Selain itu, pemeran pendukung lain seperti Chicco Kurniawan, Lutesha, Jerome Kurnia, dan Dea Panendra juga berhasil tampil memukau dalam film berdurasi 129 menit ini. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai metafora serta simbol semiotika yang hadir, membuat Penyalin Cahaya tampil lebih dramatis. Contohnya saja seperti bingkai tak terucap, yakni<span>&nbsp;</span></span><span><em>scene</em><span>&nbsp;</span></span><span>Medusa yang diangkat dalam pertunjukan teater Mata Hari. Sebagaimana dalam mitologi Yunani, dikisahkan Medusa mengalami pemerkosaan oleh Poseidon, namun malah ia yang mendapat hukuman dari Athena dan dikutuk menjadi monster berambut ular.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film ini menyentuh berbagai macam isu berkaitan dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>sexual harassment</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>victim blaming</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>power abuse</em></span><span>, dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>mental health</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>terutama pada laki-laki. Banyaknya pesan-pesan yang tidak dinyatakan secara gamblang, membuat penonton harus fokus dan konsentrasi untuk menangkap pesan-pesan yang ada.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penyalin Cahaya menggambarkan betapa sulitnya perjuangan penyintas kekerasan seksual dalam meraih keadilan. Sebabnya, film ini berpotensi membangkitkan trauma-trauma para penyintas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, film ini masih punya kekurangan. Selain bias di mana pelaku kekerasan seksual ikut andil dalam film dengan pesan utama &lsquo;kekerasan seksual&rsquo; ini. Bias lainnya yaitu, Wregas Bhanuteja, bagaimanapun tetap laki-laki<span>&nbsp;</span></span><span>(<em>male gaze</em>)</span><span>&nbsp;yang tak punya cukup pandangan terkait dalamnya emosi yang seyogianya dirasakan perempuan. Alih-alih menggambarkan Sur yang takut disetubuhi, Wregas mengabaikan potret emosi ketakutan dari Sur, yang seharusnya bisa merepresentasikan dilematisnya perempuan saat otoritas atas tubuhnya dilewati seseorang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagaimana, tertarik bersuara bersama Sur dalam Penyalin Cahaya?<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>kya/rst</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bahaya Mengintai Kala Metaverse Makin Berkembang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/bahaya-mengintai-kala-metaverse-makin-berkembang/baca </link>
<guid> bahaya-mengintai-kala-metaverse-makin-berkembang </guid>
<pubDate> Thu, 20 Jan 2022 07:31:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hadirnya Metaverse selain menjadi sebuah peluang juga merupakan ancaman bagi kehidupan manusia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/bahaya-mengintai-kala-metaverse-makin-berkembang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DTKRFfr9xl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bahaya Mengintai Kala Metaverse Makin Berkembang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;Lekat dengan teknologi,&nbsp;</span></span><span>&nbsp;Kehadiran<span>&nbsp;</span></span><span>Metaverse<span>&nbsp;</span></span><span>menjadi sebuah peluang sekaligus ancaman bagi kehidupan manusia.<span>&nbsp;</span></span><span>Kata<span>&nbsp;</span></span><span>Metaverse</span><span>&nbsp;</span><span>awalnya diperkenalkan oleh Neal Stephenson pada 1992, dalam novelnya yang berjudul<span>&nbsp;</span></span><span>Snow Crash</span><span>.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Istilah tersebut kembali diperkenalkan oleh Mark Zuckerberg sebagai visi digantinya nama perusahaan Facebook Inc. menjadi Meta Platfrom Inc. 28 Oktober 2021 lalu.<span>&nbsp;</span></span><span>Dikutip dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>cnbcindonesia.com</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>g</span><span>ambaran sederhana Metaverse menurut<span>&nbsp;</span></span><span>Facebook</span><span>&nbsp;ialah seperangkat ruang virtual, tempat seseorang dapat membuat dan menjelajah dengan pengguna internet lainnya yang tidak berada pada ruang fisik yang sama dengan orang tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perkembangan Metaverse tidak hanya dilakukan oleh Meta, tapi juga mulai dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti Apple, Microsoft, dan Google</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Tahun 2021, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan telah mengeluarkan dana cukup fantastis yang berakibat pengurangan laba perusahaan sebanyak USD10 miliar untuk kebutuhan pengembangan<span>&nbsp;</span></span><span><em>virtual reality</em></span><span>&nbsp;(VR) dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>augmented reality</em></span><span>&nbsp;(AR). Menurut analisis Goldman Sachs yang dikutip dari laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>ekonomi.bisnis.com</em></span><span>,</span><span>&nbsp;</span><span>diperkirakan dana sebesar USD1,35 triliun akan diinvestasikan guna mengembangkan teknologi ini di tahun-tahun mendatang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu kapan Metaverse</span><span>&nbsp;</span><span>&nbsp;akan dimulai penggunaannya?</span><span>&nbsp;Bill Gates, seorang pendiri Microsoft meramalkan dalam tiga tahun mendatang Metaverse akan banyak diminati. Bahkan Presiden Jokowi juga pernah menyinggung Metaverse dalam sebuah pidatonya. Dilansir dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>kumparan.com</em></span><span>, orang nomor satu di Indonesia itu menyebut bahwa 10 hingga 15 tahun mendatang kita bisa mengunjungi berbagai tempat, membangun bisnis bahkan membeli lahan secara virtual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Itu artinya, jika ke depan kegiatan di dunia nyata akan banyak beralih ke dunia virtual tanpa persiapan, tentu akan membahayakan kehidupan manusia. Efeknya bisa lebih berbahaya dari media sosial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Cyberbullying</strong><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga akibat maraknya aksi perundungan di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan kawan-kawannya.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Cyberbullying</em></span><span>&nbsp;tidak hanya terjadi di media sosial yang sudah disebutkan, namun sangat amat mungkin akan terjadi pula di dunia Metaverse.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dr. David Reid, Profesor AI dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Spatial Computing</em></span><span><em>&nbsp;</em>di Liverpool Hope University yang dikutip dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>techfor.id</em><span>&nbsp;</span></span><span>mengatakan, meski memercayai Metaverse berpotensi membawa beberapa hal menarik, namun berisiko memperdalam masalah yang ada, seperti privasi data dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>cyberbullying</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Timbulkan adiksi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saat ini sebelum adanya Metaverse, banyak orang berlebihan dalam menggunakan aplikasi seperti Youtube, Instagram, dan Tiktok.<span>&nbsp;</span></span><span>Sehingga pola yang sama juga dapat terjadi pada Metaverse. Bahkan hal ini dapat menimbulkan adiksi atau kecenderungan terhadap teknologi dunia maya lebih parah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kebebasan dalam dunia Metaverse untuk menjadi siapa saja akan menimbulkan adiksi baru bagi para pengguna internet. Dan diperparah banyaknya pengguna internet yang semakin meninggalkan dunia nyata.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Gangguan kesehatan mental</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Metaverse sebagai dunia virtual, membuat para penggunanya bebas dalam mengekspresikan apa saja. Hal ini berdampak pada para pengguna yang tidak bisa mengimplementasikan hal yang sama di dunia nyata.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Misalnya, disabilitas bisa menjadi normal di dunia Metaverse namun tidak dengan dunia nyata. Pengguna seperti ini berpotensi lebih besar mengalami masalah depresi, sebab menganggap dunia Metaverse lebih menarik dibandingkan dengan dunia nyata.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Keamanan data diri</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti yang sudah diketahui, segala hal yang berhubungan dengan internet akan membahayakan data diri. Contohnya, jika ingin membuat membuat akun Instagram harus menyerahkan beberapa data diri sebagai syarat pembuatan akun. Hal ini menjadi peluang bagi para<span>&nbsp;</span></span><span><em>hacker</em></span><span>&nbsp;untuk menyalahgunakan data seseorang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pelecehan seksual</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelecehan seksual juga bisa terjadi di dunia Metaverse,<span>&nbsp;</span></span><span>lo</span><span>! Dilansir dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>cnnindonesia.com</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>seorang perempuan<span>&nbsp;</span></span><span>yang terlibat dalam uji coba beta Metaverse mengaku dirinya telah menjadi korban pelecehan seksual. Menurut pengakuan perempuan itu, avatar yang dikendalikan mendapatkan perlakuan seksual ketika menjalankan uji coba platform beta VR dari Meta, Horizon Worlds. Bukan hanya sekadar<span>&nbsp;</span></span><span><em>catcalling</em><span>&nbsp;</span></span><span>atau pelecehan secara verbal. Di dalam Metaverse, avatar bisa merasakan sentuhan yang dilakukan oleh avatar lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagaimana? Sudah siap berinteraksi secara virtual di Metaverse?<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>snk/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kalimantan Universities Consortium 2022: Sebanyak 24 Universitas Membahas IKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kalimantan-universities-consortium-2022-sebanyak-24-universitas-membahas-ikn/baca </link>
<guid> kalimantan-universities-consortium-2022-sebanyak-24-universitas-membahas-ikn </guid>
<pubDate> Thu, 20 Jan 2022 10:37:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul jadi tuan rumah pelaksanaan Universities Consortium (KUC) tahun 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kalimantan-universities-consortium-2022-sebanyak-24-universitas-membahas-ikn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/spIvNONWb6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kalimantan Universities Consortium 2022: Sebanyak 24 Universitas Membahas IKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Universitas Mulawarman (Unmul) menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Kalimantan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Universities Consortium</em></span><span>&nbsp;(KUC) tahun 2022 yang diikuti oleh 24 perguruan tinggi, pada Rabu (19/1).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>KUC kali ini terlaksana selama 2 hari, yakni 19 dan 20 Januari 2022, dengan tema &quot;Memperkokoh Jejaring KUC Melalui Implementasi Kampus Merdeka Menyongsong Pembangunan Kawasan IKN Sebagai Kebanggaan Kalimantan&quot;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara diawali dengan tarian komunal yang ditarikan oleh mahasiswa prodi Etnomusikologi beserta Rektor Unmul, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim, dan pimpinan-pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan yang turut meramaikan sebagai bentuk kebersamaan para anggota KUC dalam menyambut Ibu Kota Negara (IKN) baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepala UPT Layanan Internasional Unmul, Widi Sunaryo, mengawali pemaparan dengan memperkenalkan KUC.<span>&nbsp; Sebutnya, KUC&nbsp;</span></span><span>merupakan wadah komunikasi dan jejaring kerja sama universitas di Kalimantan pada semua bidang yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. KUC dibentuk pada 27 Mei 2015 oleh 6 universitas berdasarkan kedekatan kewilayahan, sosial budaya, dan masyarakatnya yang berada dalam satu pulau, yaitu Kalimantan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Enam universitas tersebut ialah Universitas Tanjungpura (Untan), Unmul, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Borneo Tarakan (UBT), Universitas Balikpapan (Uniba) dan Universitas Palangka Raya (UPR) yang selanjutnya dinamakan sebagai &quot;universitas-universitas pendiri&quot;. Rektor Untan dipilih sebagai Ketua Komite Pengarah KUC dan Direktur Kantor Urusan Internasional Untan ditunjuk sebagai Ketua Komite Pelaksana untuk yang pertama kali.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada 16 Mei 2016, terdapat penambahan anggota KUC yaitu Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Politeknik Negeri Pontianak (Polnep). Keanggotaan ITK dan Polnep selanjutnya disebut sebagai universitas anggota konsorsium, seperti yang tercantum dalam nota kesepahaman KUC.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian pada 22 Juli 2021 melalui<span>&nbsp;</span></span><span><em>focus group discussion<span>&nbsp;</span></em></span><span>(fgd) para ketua komite pelaksana dari 8 universitas, Ketua Komite Pengarah KUC dipindahkan dan diserahkan kepada Rektor Unmul, serta secara otomatis Ketua Komite Pelaksana KUC juga berpindah ke Kepala UPT Layanan Internasional Unmul sesuai aturan keorganisasian KUC.&nbsp;</span><span>Pada 19 Januari 2021 kemarin, telah bertambah lagi sebanyak 16 universitas yang bergabung sebagai anggota KUC.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wakil Rektor (WR) Bidang Perencanaan Kerjasama dan Humas Unmul &nbsp;Bohari Yusuf, dalam kesempatan ini menyampaikan sambutannya serta mengajak para pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan yang tergabung dalam KUC untuk datang ke titik nol calon IKN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kemarin tepatnya 18 Januari 2020 sudah disahkan undang-undang mengenai IKN dan hari ini, sehari setelahnya kita berkumpul para pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan dan insyaallah besok kita akan ke titik nol calon IKN. Pada pertemuan ini diharapkan akan ada rekomendasi dari bapak ibu mengenai IKN terutama peran perguruan tinggi mengenai IKN.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara itu dilanjutkan dengan sambutan Rektor Unmul, Masjaya, sekaligus sebagai pembuka acara. &quot;Pada pertemuan ini mari kita rumuskan bersama bagaimana kesiapan Kalimantan, Kalimantan Timur bahkan Indonesia untuk bisa menjadi pemeran utama dalam membangun IKN. Dan untuk mewujudkannya kita perlu merumuskan Lembaga Sertifikasi Tenaga Kerja yang digagas oleh konsorsium ini dengan tujuan mendorong potensi sumber daya manusia yang ada di Kalimantan untuk mengisi pergerakan percepatan pembangunan kawasan IKN, kita juga akan menjadi pendamping para masyarakat di sekitar kawasan IKN agar masyarakat asli dan kearifan budaya lokal tidak terpinggirkan,&quot; ungkap Masjaya dalam sambutannya, Rabu (19/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir Kepala Bappeda Kaltim, Prof. Aswin, mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor, dalam orasinya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KUC 2022 yang diadakan di Unmul tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya rencana pemindahan IKN ini &nbsp;masyarakat Kalimantan, khususnya Kaltim, ia berharap akan meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pengharapan tersebut bukan sesuatu yang berlebihan melihat hasil prediksi kajian Bappenas yang menunjukan bahwa pemindahan IKN akan meningkatkan investasi riil di Kaltim sebesar 47,7 persen, meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,3 persen. Sedangkan di Indonesia keseluruhan akan meningkatkan investasi riil sebesar 4,7 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,6 persen.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemerintah Kaltim berkomitmen untuk mendukung pemindahan ibu kota negara ini karena akan mendorong transformasi ekonomi, yang sampai saat ini masih bertumpu pada produk primer dan sumber daya tidak terbarukan terutama migas dan batu bara. Sumber daya manusia dan perguruan perguruan tinggi di Kalimantan juga diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitasnya dan berperan aktif dalam rangka pembangunan dan pengembangan IKN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara kala itu diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh para pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penutup.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><span><em><strong>(wsd/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Agama Saya Adalah Jurnalisme: Pentingnya Independensi Seorang Wartawan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/agama-saya-adalah-jurnalisme-pentingnya-independensi-seorang-wartawan/baca </link>
<guid> agama-saya-adalah-jurnalisme-pentingnya-independensi-seorang-wartawan </guid>
<pubDate> Fri, 21 Jan 2022 06:15:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi buku Andreas Harsono berjudul Agama Saya Adalah Jurnalisme, tuangkan “makna” jurnalisme yang sesungguhnya untuk masyarakat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/agama-saya-adalah-jurnalisme-pentingnya-independensi-seorang-wartawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uwyjP10dZ5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Agama Saya Adalah Jurnalisme: Pentingnya Independensi Seorang Wartawan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Kalau misalnya ditanya juga soal agama saya, saya akan jawab:<span>&nbsp;</span></em></span><span><em>agama saya adalah jurnalisme</em></span><span>.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Itulah tuturan Andreas Harsono, dalam bukunya berjudul<span>&nbsp;</span></span><span><em>Agama Saya Adalah Jurnalisme</em>.</span><span>&nbsp;Jurnalis senior yang pernah bekerja sebagai wartawan di beberapa media bergengsi, baik pada skala nasional mau pun internasional ini menuangkan banyak kisahnya dalam buku tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Karya yang disebut Harsono sebagai &ldquo;buku-bukuan&rdquo; ini harus diberikan apresiasi besar. Bagaimana tidak, setiap lapisan kertas yang tergores tinta ini diisi untaian kalimat penuh makna. Lebih tepatnya buku ini menuangkan &ldquo;makna&rdquo; jurnalisme yang sesungguhnya untuk masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usut punya usut, pria yang pernah mendapatkan Nieman Fellowship on Journalism dari Universitas Harvard ini, menulis semua isi buku dari jawaban-jawabannya atas pertanyaan yang pernah dibalasnya pada<span>&nbsp;</span></span><span><em>mailing list</em></span><span>&nbsp;majalah Pantau ketika ia menjadi Redaktur di sana. Tak heran, semua naskah dalam tulisan ini unjuk gigi dengan format orisinil berupa surat, esai, hingga<span>&nbsp;</span></span><span><em>feature</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Buku bersampul merah dengan aksen hitam ini tersusun dalam empat tema besar. Di antaranya laku wartawan (</span><span><em>code of conduct</em></span><span>), penulisan (</span><span><em>writing</em></span><span>), dinamika ruang redaksi (</span><span><em>newsroom diversity</em></span><span>) serta liputan (</span><span><em>reporting</em></span><span>). Klasifikasi tersebut membuat pembaca memahami secara mendalam setiap tajuk-tajuk yang disuguhkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada tema pertama mengenai laku wartawan, kita akan menemukan beragam pembahasan mengenai bagaimana potret laku wartawan yang sesungguhnya. Dibahas pula mengenai pengertian, fungsi, tugas, jenis, tujuan hingga etika wartawan ketika bekerja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada bagian itu, pembaca akan melihat lebih jauh sosok wartawan sesungguhnya yang punya tanggung jawab sosial dan tak jarang bisa melangkahi kepentingan perusahaan di tempat mereka bekerja.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beranjak ke tema kedua mengenai penulisan, pembaca akan menemukan beragam pembahasan menarik. Misalnya mengenai esensi jurnalisme. Harsono dengan tegas mengatakan bahwa esensi jurnalisme adalah verifikasi, semua keterangan harus disaring untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kita juga akan menemukan bahwa menulis perlu tahu dan berani. Harsono membagikan pengalamannya terkait penulisan<span>&nbsp;</span></span><span><em>feature</em></span><span>. Tak dapat dimungkiri bahwa kebanyakan wartawan ketika menulis<span>&nbsp;</span></span><span><em>feature</em></span><span>&nbsp;biografi seseorang hanya berpatok pada si sosok itu saja sebagai sumber. Padahal, wartawan bisa melihat sosok tersebut dari sudut pandang orang lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pendapat Harsono, untuk mendapatkan tulisan yang ciamik, seorang wartawan harus senantiasa membaca, termasuk karya-karya rujukan agar mampu mengikuti perkembangan dalam teknik peliputan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika membaca lebih jauh buku besutan murid dari jurnalis terkenal Bill Kovach (penulis sembilan elemen jurnalisme) yang juga menjadi kiblat para wartawan ini, kita akan terbawa hanyut hingga tema ketiga. Dinamika ruang redaksi, yang banyak menjadi persoalan di industri media.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Harsono banyak membahas terkait polemik yang kerap terjadi di ruang redaksi. Misalnya saja terkait unsur kecepatan dan ketepatan yang kerap kali menjadi perdebatan. Unsur kecepatan memang sangat penting, namun seorang wartawan juga tidak boleh melupakan proses verifikasi untuk membongkar fakta demi fakta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menegaskan kala seorang wartawan melakukan kesalahan kecil maupun fatal, maka kesalahan tersebut merupakan tanggung jawab penuh pimpinan redaksi. Maka kerja jurnalis juga perlu diawasi secara detil oleh redaktur, sebab bagaimanapun redaktur akan bertanggungjawab jika ada gugatan terhadap kinerja jurnalistik wartawannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Peliputan&rdquo; menjadi tema terakhir yang dibahas penulis dalam buku ini. Bagian menarik pada tema ini terletak pada pembahasan mengenai cara melihat baik buruknya wartawan. Bagi Harsono, kita akan mengetahui seorang wartawan yang baik saat melakukan wawancara ketika dia mendapati rasa ingin tahu dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>audiens</em></span><span>. Utamanya dia harus sopan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, seorang wartawan juga harus siap dengan pemahaman bahan, menggali informasi sebanyak-banyaknya, dan yang terpenting ia tidak bernada menghakimi. Seorang wartawan juga harus rendah hati dan tidak menunjukkan kesan sok tahu, sok pamer, dan sok pintar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Secara keseluruhan buku ini membuat pembaca enggan menuntaskan bacaan secara terburu-buru. Sebab, buku ini sangat nyaman dibaca lembar demi lembar, topik ke topik, dan sangat disarankan jika membacanya secara komprehensif.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Buku ini sangat penting dimiliki para wartawan sebagai rujukan. Pasalnya, buku ini mampu membantu para wartawan dan masyarakat untuk lebih mengerti pentingnya independensi jurnalisme terutama untuk konsolidasi demokrasi. <strong><em>(</em><em><span>fzn</span><span>/</span><span>khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Sisi Hukum Hasil Akhir Pemira Unmul 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-sisi-hukum-hasil-akhir-pemira-unmul-2021/baca </link>
<guid> menilik-sisi-hukum-hasil-akhir-pemira-unmul-2021 </guid>
<pubDate> Sat, 22 Jan 2022 03:21:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Polemik keputusan final Pemira oleh DPM KM. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-sisi-hukum-hasil-akhir-pemira-unmul-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/atAxrahWwg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Sisi Hukum Hasil Akhir Pemira Unmul 2021</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Menuju akhir perjalanan pemilihan umum raya (Pemira) Unmul,</span><span>&nbsp;</span><span>DPM KM menggelar konferensi pers untuk membacakan keputusan final Pemira. Agenda itu dilaksanakan pada Selasa, (11/1) lalu melalui siaran langsung Youtube DPM KM Unmul. Namun, hal itu justru melahirkan polemik baru.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pasalnya, keputusan dikeluarkan saat Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPM KM dan BEM KM Nomor 70/KM/2021 sudah berakhir sejak 31 Desember 2021 lalu. Dikutip dari Instagram<span>&nbsp;</span></span><span><em>@dpmkmunmul</em></span><span>, DPM KM telah mengirimkan surat permohonan perpanjangan SK tersebut kepada pelaksana tugas (plt.) Wakil Rektor (WR) III pada Jumat, (7/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantas, seperti apa situasi politik di Unmul saat ini apabila ditinjau dari sudut pandang hukum?<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em> melakukan wawancara dengan Ketua Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum (LKISH) FH, Andrean Himawan. Menurutnya, DPM KM tak lagi memiliki wewenang untuk menyelesaikan Pemira dengan mengajukan surat perpanjangan karena telah demisioner.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukan karena dibatasinya hak DPM KM, melainkan karena bukan lagi tugas dan wewenangnya. Jika tujuan DPM KM ingin menyelesaikan perkara Pemira, itu seharusnya dilakukan pada saat yang sudah ditentukan,&rdquo; terangnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>,</span><span>&nbsp;Selasa (18/1), melalui pesan teks Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menilai Pemira dapat dikatakan usai, WR III telah mengeluarkan putusan berdasarkan mediasi yang dilakukan kala itu. Sehingga, tutur Andrean, tindakan DPM KM yang kini gencar ingin menyelesaikan permasalahan Pemira sama saja tidak menghargai keputusan yang ada sebelumnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya mengenai keabsahan keputusan Pemira yang dikeluarkan oleh DPM KM, Andrean menilai keputusan tersebut tidak sah. &ldquo;Karena bukan lagi wewenang dari DPM KM periode 2021.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dari awal pembentukan Bawasra dan KPPR, DPM KM belum maksimal dalam pembentukannya. Itu sendiri yang membuat DPM KM menjadi kehilangan arah dengan sendirinya. Saat terjadi aksi demo yang dilakukan di rektorat, baik Bawasra maupun DPM KM sangat sulit memenuhi panggilan WR 3 untuk mediasi.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun Sholihin Bone, selaku Dosen FH, turut memberikan pandangannya terkait permohonan perpanjangan SK kepengurusan yang diajukan DPM KM. Ia mengatakan bahwa hal yang harus diperhatikan ialah, ada tidaknya aturan yang menegaskan bahwa DPM KM dapat meminta perpanjangan kepengurusan kepada pihak universitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau ada aturan di dalam AD/ART, itu (perpanjangan SK kepengurusan) dimungkinkan,&rdquo; jelasnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon Whatsapp,</span><span>&nbsp;</span><span>Rabu (19/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sulit mengatakan dan menerima bahwa DPM KM yang telah habis masa jabatannya dapat mengeluarkan keputusan,&rdquo; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>juga turut menghubungi<span>&nbsp;</span></span><span>Wakil Ketua 1 DPM KM, Rilla Nadhirah, pada Rabu (19/1). Bagi Rilla, SK kepengurusan yang sudah berakhir, bukanlah suatu patokan terhadap pergerakan DPM KM. Sebab, menurutnya tidak mungkin ada kekosongan kekuasaan, dan itulah yang dimaksimalkan oleh pihaknya, DPM KM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin berdasarkan SK, DPM KM tidak boleh bergerak lagi, gitu kan ya, tapi itu kan enggak mungkin. Kita (DPM KM) mempunyai ranah yang harus dipertanggungjawabkan. Bukan hanya kepada rektorat, tapi juga kepada mahasiswa Unmul melalui kongres. Dilantik di kongres, maka didemiskan juga di kongres,&rdquo; ucap Rilla melalui sambungan telepon Whatsapp Rabu (19/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengenai perpanjangan SK kepengurusan, dirinya menyebut bahwa hal tersebut bukan hanya berkaitan dengan Pemira, tetapi juga berkaitan dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>legal standing</em><span>&nbsp;</span></span><span>DPM KM dan seluruh sistem miniatur politik di Unmul. Sebab, pelaksanaan kongres menjadi terhambat akibat SK kepengurusan yang tak lagi berlaku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Solusi yang bisa ditawarkan oleh DPM KM agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dengan melakukan perpanjangan SK. Kemudian, kita akan melaksanakan kongres sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pergantian kepengurusan,&rdquo; tutupnya.</span><span><span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>ems/nkh</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembahasan RUU IKN yang Miris dan Tak Dinamis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pembahasan-ruu-ikn-yang-miris-dan-tak-dinamis/baca </link>
<guid> pembahasan-ruu-ikn-yang-miris-dan-tak-dinamis </guid>
<pubDate> Sat, 22 Jan 2022 06:08:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pandangan mahasiswa Unmul terhadap pembahasan RUU IKN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pembahasan-ruu-ikn-yang-miris-dan-tak-dinamis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WJ5QkIznNB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pembahasan RUU IKN yang Miris dan Tak Dinamis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Selasa 18 Januari 2022, DPR melanjutkan pembahasan RUU IKN dalam pembicaraan tingkat II rapat paripurna. Pembahasan RUU IKN didasarkan pada keputusan rapat pimpinan DPR pada 3 Desember 2021 yang membahas surat Presiden tertanggal 29 September 2021 mengenai RUU IKN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rapat pimpinan DPR menyetujui agar diagendakan dalam rapat Badan Musyawarah untuk menugaskan panitia khusus (Pansus). Kemudian rapat paripurna tertanggal 7 Desember 2021 menetapkan pimpinan dan keanggotaan Pansus untuk membahas RUU IKN bersama pemerintah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada hari yang sama, secara resmi Pansus mulai membahas RUU IKN dengan menggelar rapat kerja bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Hukum dan HAM dengan disertai tanggapan fraksi-fraksi dan DPD.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya dalam pembicaraan tingkat I pada rapat kerja bersama pemerintah pada 18 Januari pukul 00.30 WIB, dengan agenda mendengarkan pandangan fraksi-fraksi, pendapat Komite I DPD dan juga pemerintah terhadap pembahasan RUU IKN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam rapat kerja tersebut, delapan fraksi (PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, PAN, dan PPP) serta Komite I DPD RI menyatakan menerima hasil pembahasan RUU tentang IKN, dan melanjutkan pengambilan keputusan selanjutnya pada pembicaraan tingkat II pengambilan keputusan dalam rapat paripurna DPR RI.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan fraksi PKS menolak hasil pembahasan RUU tentang IKN dan menyerahkan pengambilan keputusan selanjutnya pada pembicaraan tingkat II pengambilan keputusan dalam rapat paripurna DPR RI.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukan tentang siapa yang menerima dan siapa yang menolak terkait dengan RUU IKN ini. Namun, bagaimana dampak yang nyata terjadi dengan disahkannya RUU ini secara singkat. Sebesar Rp446 triliun anggaran yang disiapkan pemerintah dalam persiapan pembangunan calon IKN sangat tidak harmonis hubungannya dengan situasi kondisi Indonesia saat ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada 11 Januari 2022, mahasiswa dan beberapa kelompok masyarakat di Kaltim melakukan aksi terhadap Konsultasi Publik RUU IKN &nbsp;yang diadakan oleh DPR RI dan BAPPENAS secara tertutup di Universitas Mulawarman, Samarinda. Hal ini, seharusnya menjadi sedikit tolak ukur bahwa ada kekhawatiran masyarakat Kaltim sendiri menghadapi pemindahan ibu kota yang bukan urgensi negara saat ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemindahan ibu kota negara sangat membebani keuangan negara, dan membuat negara tidak fokus dalam penanganan pemulihan ekonomi, yang mana seharusnya dilakukan negara menghadapi pandemi Covid-19.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melonjaknya utang pemerintah Indonesia pada saat pandemi, seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah saat melakukan pemindahan ibu kota secara tergesa-gesa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saat ini, utang pemerintah sebesar Rp6.687,28 triliun, setara dengan 39,69% produk domestik bruto, sedangkan kebutuhan anggaran untuk IKN diperkirakan kurang lebih Rp466 triliun. Hal itu, secara tidak langsung menjelaskan bahwa sangat tidak memungkinkan melakukan pemindahan ibu kota negara untuk saat ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Urgensi negara dalam pemulihan ekonomi dan adaptasi terhadap pandemi adalah dengan mengutamakan kesejahteraan rakyat terlebih dahulu. Pemerataan layanan kesehatan, perbaikan sistem pendidikan, dan pembukaan lapangan kerja merupakan prioritas negara untuk kesejahteraan warga negaranya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pembahasan yang telah dilakukan oleh DPR, sangat terburu-buru dan dapat menimbulkan peluang terjadinya cacat formil maupun materil dalam pengesahannya. Banyaknya substansi yang terlewatkan dalam pembahasan, dapat mencederai konstitusi negara. Dengan kata lain, bahwa pembahasan yang dilakukan DPR RI bersifat inkonstitusional.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ditulis oleh Andrean Himawan Pangestu, Ketua Umum Lembaga Kajian Ilmiah dan Studi Hukum (LKISH), Fakultas Hukum Unmul.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Google Workspace Mulai Berbayar Tahun Ini, Siap Berlangganan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/google-workspace-mulai-berbayar-tahun-ini-siap-berlangganan/baca </link>
<guid> google-workspace-mulai-berbayar-tahun-ini-siap-berlangganan </guid>
<pubDate> Mon, 24 Jan 2022 04:57:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Google akan terapkan langganan berbayar pada penggunaan Google Workspace. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/google-workspace-mulai-berbayar-tahun-ini-siap-berlangganan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e7MDo5WSdW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Google Workspace Mulai Berbayar Tahun Ini, Siap Berlangganan?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Google wajibkan semua pengguna &lsquo;G-Suite Free Edition&rsquo; untuk mulai berlangganan Google Workspace tahun ini. Melalui surel yang dikirimkan kepada pelanggan, Google menyampaikan bahwa pihaknya akan mengalihkan semua pengguna ke langganan berbayar berdasarkan penggunaan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi kamu yang belum tahu, Google Workspace merupakan evolusi lanjutan dari G Suite. Dikutip dari&nbsp;</span><span><em>idcloudhost.com</em></span><span>, Google Workspace merupakan kumpulan komputasi awan, alat produktivitas dan kolaborasi, perangkat lunak, dan produk yang dikembangkan serta dipasarkan oleh Google. Fitur ini meliputi aplikasi produktif yang kita kenal berupa&nbsp;</span><span>Gmail, Calendar, Drive, Docs, Sheets, Slides, Meet.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama beberapa dekade terakhir, Google telah memberikan akses gratis kepada seluruh penggunanya. Sayangnya, hal tersebut dalam waktu dekat akan berubah menjadi fitur berbayar. Setelah memberikan kebebasan layanan secara gratis kepada pengguna selama 16 tahun, kini perusahaan tersebut mantap menghilangkan toleransi akses gratis pada fitur unggulan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nantinya, semua pengguna G Suite secara otomatis akan dilanjutkan ke tahap peningkatan pemilihan rencana pembayaran hingga 1 Mei 2022. Jika tidak, Google akan menetapkannya secara otomatis berdasarkan apa yang sedang digunakan saat ini. Namun, tagihan tidak akan dimulai saat pemilihan metode pembayaran berlangsung. Pengguna masih akan diberikan waktu selama dua bulan, pada awal masa peningkatan versi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meningkatkan versi dari G Suite versi gratis yang lama, ke Google Workspace hanya membutuhkan beberapa langkah singkat dan tidak akan mempengaruhi penggunaan akhir pengguna. Untuk membantu dalam transisi ini, pengguna akan memiliki opsi diskon selama 12 bulan setelah 1 Juli 2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika perusahaan tidak menerima lanjutan pembayaran, maka pengguna perlu memperbarui akun pada 1 Juli 2022, atau akan segera dilakukan penutupan akun karena pengguna tak lagi bisa mengakses fitur G Suite secara gratis. Setelah penangguhan akun selama 60 hari, pengguna juga tidak bisa mengakses layanan Google Workspace, seperti Gmail, Calendar, dan Meet.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, kamu masih bisa, lo, mengakses layanan tambahan seperti Youtube dan Google Photos.&nbsp;</span><span>Harga yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari USD 6 hingga USD 18 per bulan. Kabar baiknya, Google juga menawarkan potongan harga! Untuk penjelasan lebih lanjut bisa cek ke laman </span><a href="https://support.google.com/a/answer/60217#faq"><span>support google</span></a><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apakah kamu salah satu orang yang aktif menggunakan Google Workspace? Tak usah khawatir, sebab selain memberikan potongan harga, Google juga tetap memberikan akses gratis untuk lembaga non profit dan pendidikan, lo!&nbsp;</span><strong><span>(</span><span><em>srg/nkh</em></span><span>)</span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mempermudah Mahasiswa Mencari Data, Pojok Statistik Akan Hadir di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mempermudah-mahasiswa-mencari-data-pojok-statistik-akan-hadir-di-unmul/baca </link>
<guid> mempermudah-mahasiswa-mencari-data-pojok-statistik-akan-hadir-di-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 24 Jan 2022 05:10:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul mulai menjalin kerja sama dengan BPS Kaltim sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dan penyelenggaraan statistik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mempermudah-mahasiswa-mencari-data-pojok-statistik-akan-hadir-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VOXnoLp986.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mempermudah Mahasiswa Mencari Data, Pojok Statistik Akan Hadir di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Mengawali 2022 ini, Unmul bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, hendak membuat Pojok Statistik. Hal ini menjadi upaya Unmul dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penyelenggaraan statistik.</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Selain itu, dibuatnya Pojok Statistik diharap dapat memudahkan serta memfasilitasi mahasiswa Unmul dalam memperoleh data.&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">Utamanya mahasiswa pada bidang eksakta, yang dalam tugas atau penelitiannya kerap bergulat dengan rumus, data, dan perhitungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya mahasiswa, civitas academica dimudahkan dalam mengakses data yang dibutuhkan, hingga tak perlu mendatangi kantor BPS ketika mencari data.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut diungkap oleh Wakil Rektor Unmul Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf, pada Rabu (19/01).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ya, harapannya kalau dosen, mahasiswa, kalau mau cari data di situ saja enggak usah datang ke kantor statistik.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bohari mengaku Pojok Statistik masih dalam status perencanaan. Sebab kerja sama antara Unmul dan BPS ini belum sampai pada tahap penandatanganan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya rencananya, belum pasti. Perlu disepakati ya, ini baru rencana.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nantinya Pojok Statistik akan berlokasi tepat di Perpustakaan Unmul. Pihak BPS akan mengirimkan petugas yang ikut mengelola, bersama dengan pihak Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bohari menyampaikan bahwa data-data yang disediakan dipastikan lengkap, sehingga tatkala dosen atau mahasiswa mencari sekumpulan data, cukup menggunakan fasilitas yang tersedia di perpustakaan.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Personal Computer</em><span>&nbsp;</span></span><span>(PC) akan disediakan sebagai perangkat pendukung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, selengkap yang dipunya BPS. Jadi nantinya tinggal klik-klik saja ada semuanya di situ,&quot; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rizki Dwi Fadlirhohim, mahasiswa Program Studi Statistika 2020, membagikan tanggapannya kepada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa,</em></span><span>&nbsp;Jumat (21/01). Ia mengaku bahwa dirinya baru mendengar wacana Pojok Statistik di Unmul. Namun, ia menyambut dengan senang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ujar Rizki, salah satu kesulitan mahasiswa statistika adalah mencari data. Dalam mengerjakan tugas, tentu ada asumsi-asumsi yang harus dipenuhi, seperti distribusi kenormalan data. Maka baginya mencari data yang berdistribusi normal cukup rumit. Untuk mencari data, Rizki pun kerap mencari di situs BPS.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya, Pojok Statistik di Unmul ini nantinya dapat memberi kemudahan pada mahasiswa yang sedang kesulitan mencari data, dan khususnya pada mahasiswa program studi Statistika, yang mana kami sering berhubungan dengan data. Semoga ke depannya Pojok Statistik di Unmul ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat membantu banyak orang&rdquo;, tutup Rizki. <em><strong>(</strong><strong><span>ash/jla</span><span>/</span><span>khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyelisik Dampak Pembangunan IKN bagi Masyarakat Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyelisik-dampak-pembangunan-ikn-bagi-masyarakat-kaltim/baca </link>
<guid> menyelisik-dampak-pembangunan-ikn-bagi-masyarakat-kaltim </guid>
<pubDate> Wed, 26 Jan 2022 08:18:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dampak pembangunan IKN pada beberapa sektor di Kalimantan Timur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyelisik-dampak-pembangunan-ikn-bagi-masyarakat-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8szRsRC02f.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menyelisik Dampak Pembangunan IKN bagi Masyarakat Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Dengan disahkannya Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (IKN) oleh DPR RI, menandai dimulainya pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Dengan nama yang dinilai penuh filosofi, Nusantara, pembangunan ini tentunya memberikan dampak pada berbagai sektor.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Jumat (14/1), Penny Pujowati, akademisi Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul menganggap pengkajian dan studi tentu sudah dilakukan terlebih dahulu sebelum menentukan dan memilih Penajam Paser Utara (PPU) sebagai lokasi IKN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Dan saya rasa pemerintah pusat juga sudah banyak masukan terutama dari asosiasi-asosiasi yang tentunya juga ingin jika ibu kota pindah ke PPU itu tidak menimbulkan dampak buruk.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menyebut bahwa dalam pembangunan tentu akan ada penggunaan lahan yang pada mulanya bukan digunakan sebagai lahan terbangun pada perencanaan wilayah dan tata guna lahan. Pemilihan lahan yang demikian, tuturnya, telah mempertimbangkan hutan yang harus dijaga terutama di daerah Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal lain yang menjadi perhatian baginya, tak sekadar pemanfaatan lahan di permukaan, tetapi juga yang ada di dalamnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi kalau di daerah kita rawan sekali terjadi bencana ekologis karena batuan di dalamnya. Sebenarnya kalau dari studi atau penelitian geologi untuk IKN relatif rawan juga untuk bencana itu. Tentunya dalam memahami studi ini harus ada teknologi nanti yang mengikuti. Kalau cenderung berpotensi berbahaya maka teknologi seperti apa yang digunakan untuk mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi dan untuk pastinya data berapa itu saya belum punya,&quot; jelasnya melalui Zoom Meeting.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diperlukan adanya evaluasi kesesuaian lahan sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan secara ekonomi. Dengan adanya kesesuaian tingkat lahan tersebut, wilayah IKN tidak mengganggu zona lindung dan konservasi untuk lingkungan sekitar. Terlebih Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI) juga diharapkan mengedepankan kelestarian lingkungan, sehingga tidak menghadapi kondisi yang terjadi pada ibu kota saat ini, Jakarta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berkaitan dengan konsep, penampakan fisik atau visual dari kawasan IKN cenderung lebih dibicarakan. Mengingat konsep yang diangkat menunjukkan kekhasan wilayah Kaltim yang masih memegang kuat adat istiadatnya. Harapannya kawasan yang dibangun ini memiliki ciri khas yang membedakan dengan wilayah lain.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akademisi Faperta tersebut berpesan untuk bersama-sama menjaga dan mendukung pengembangan IKN, tanpa harus merusak lingkungan ataupun mengabaikan masyarakat yang sudah lama tinggal di wilayah ini. Begitu pun Unmul, yang seyogianya mengambil bagian dan tanggung jawab dalam pembangunan dan pengembangan IKN di Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan keadaan lingkungan yang khas kemudian juga kawasan ini bisa mendatangkan banyak manfaat untuk kawasan penyangga lainnya, kawasan lingkar di sekitar ibukota jadi yang berkembang tidak hanya kawasan PPU tetapi juga kawasan sekitarnya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Menimbang Dampak Sosial dan Budaya</strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Di samping perencanaan penggunaan lahan dan tata wilayah, dampak sosial dan budaya jadi salah satu yang diwanti-wanti aktivis. Sarifudin Asy Syahran, dosen Prodi Pembangunan Sosial, dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Senin (24/1) menyampaikan kekhawatirannya atas kesiapan perpindahan IKN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya menyoal kelangsungan hidup masyarakat lokal yang masih bergantung pada alam untuk bertahan hidup, seperti bertani dan berkebun. Sementara ketika IKN dibangun, lahan kosong yang sebelumnya dimanfaatkan warga, bertransformasi menjadi bangunan, sehingga masyarakat tak punya cukup ruang dalam menyambung hidup. Minimnya kajian spesifik terkait dilema IKN ini juga jadi kekhawatiran tersendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Persaingan juga jelas terasa. Ibu kota Jakarta dengan kualitas taraf pendidikan yang lebih tinggi serta akses yang mudah, belum dapat disejajarkan sebagaimana kualitas pendidikan di &nbsp;Kaltim. Berbagai adaptasi juga jadi pertimbangan bagi Sarifudin. Perlunya ASN beradaptasi dari lingkup metropolitan ke lingkungan baru di ibu kota mendatang. Sebaliknya, masyarakat lokal perlu bersaing ketika pelonjakan jumlah masyarakat di Kaltim terjadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;<em>Nah</em> persoalannya, apakah kita jadi penerima aja, jadi penonton. Karena mereka ketika ada lowongan dan kualitas spesifikasi tinggi, mereka (masyarakat pendatang dari Jakarta) masuk dan kita yang seharusnya misalnya di perusahaan perusahaan lokal yang dulunya itu di sini karena jauh dari Jakarta, mereka enggak mau ke sini. Ketika mereka di sini mereka merebut area-area kerja di sini,&quot; ungkapnya melalui sambungan telepon WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Sarifudin menilai keseimbangan alam perlu diperhatikan, agar pindahnya ibu kota tak hanya mengulang kesalahan yang sama sebagaimana Jakarta.&nbsp;</span><span>Masih belum selesai, permasalahan lain yang juga memerlukan koreksi baginya ialah konsesi tambang, yang pada dasarnya merupakan tanggung jawab perusahaan. Namun, dengan pemindahan IKN membuat negara yang harus berpeluh melakukan reklamasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kaltim sebagai daerah penyangga, pada UU juga tak disinggung. Bak mengartikan bahwa Kaltim hanyalah sebagai penyewa tempat dari perpindahan ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seperti di Jakarta kan ada Jabodetabek gitu, daerah penyangga dan sekitarnya. <em>Nah,</em> kita di undang-undang yang baru tidak disebutkan, ini menjadi persoalan. Ketika tidak disebutkan ya kepentingan-kepentingan daerah penyangga ini apa nanti.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski pembangunan infrastruktur akan pesat, tantangan lainnya adalah menyelaraskan kemajuan dari pembangunan dengan sumber daya manusia nantinya. S</span><span>enada dengan Penny, Sarifudin menyatakan IKN baru harus menjadi ciri pembeda yang ada di Indonesia. Pembangunan IKN harus memperhatikan budaya lokal sehingga selaras dengan pembangunan berkelanjutan yang kian hari kian dielu-elukan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Daerah itu tidak butuh IKN, IKN yang butuh daerah. Jangan sampai mereka masuk sini tanpa memperhatikan Itu. Undang-Undang aja tidak pernah menyebut Kalimantan Timur, yang hanya disebutkan Kalimantan. Padahal jelas berada di tengah-tengah kawasan Kalimantan Timur. IKN merajut di tengah, dari PPU sampai ke Kukar, ya membelah, daerah-daerah strategisnya diambil gitu kan, itu perlu kita kaji,&quot; tutupnya. <strong><em>(</em><em><span>eng/vyl/jen/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Potensi Liberalisasi Pendidikan sebagai Dampak Pemindahan IKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/potensi-liberalisasi-pendidikan-sebagai-dampak-pemindahan-ikn/baca </link>
<guid> potensi-liberalisasi-pendidikan-sebagai-dampak-pemindahan-ikn </guid>
<pubDate> Thu, 27 Jan 2022 10:54:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Praktik liberalisasi yang mungkin akan terjadi akibat pemindahan IKN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/potensi-liberalisasi-pendidikan-sebagai-dampak-pemindahan-ikn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wOV8nkr4cW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Potensi Liberalisasi Pendidikan sebagai Dampak Pemindahan IKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Liberalisasi tidak akan pernah dapat dipisahkan dengan sistem ekonomi yang mengarah kepada sistem ekonomi kapitalisme. Saat ini, banyak sekali kita jumpai berbagai praktik liberalisasi di sektor kehidupan masyarakat. Seperti ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, hingga yang berhubungan dengan lingkungan masyarakat itu sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini menjadi sebuah hambatan dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, karena terlalu dibatasi oleh keberadaan sistem yang tidak berpihak kepada masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam kondisi yang mengganggu di segala sektor bidang ini, kita dihadapkan dengan kebijakan pemerintah untuk membatasi seluruh aktivitas, guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Namun, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak disertai dengan implementasi yang sesuai dengan aturan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini jelas terlihat dari banyaknya kesempatan dalam &apos;kesempitan&apos; yang dimanfaatkan pemerintah bersama DPR. Salah satunya meloloskan beberapa produk hukum dan kebijkan yang tidak pro terhadap rakyat. Misalnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara (RUU Minerba), RUU Mahkamah Konstitusi, dan RUU Omnibuslaw Cipta Kerja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, baru-baru ini disahkan RUU Ibu Kota Negara (IKN) yang tidak memiliki urgensi bagi masyarakat. Hal yang menjadi perhatian bahwa isi dalam RUU tersebut masih banyak yang perlu direvisi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim saat ini, tentu bukanlah sekadar wacana tanpa realisasi. Karenanya tepat pada 18 Januari 2022, RUU IKN disahkan menjadi Undang-Undang (UU) IKN oleh DPR. Hadirnya UU ini semakin menunjukkan keseriusan pemerintah terkait pemindahan IKN yang telah dimulai sejak 2019 lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Realisasi pemindahan IKN ke Kaltim tentu membawa dampak yang signifikan pada setiap sektor yang ada, baik positif sampai dampak negatif. Namun, bila dikaji mendalam, pemindahan IKN ke Kaltim belum memunculkan urgensi, bahkan terkesan tak melihat kondisi saat ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan biaya anggaran yang cukup besar, yakni mencapai angka Rp466,98 triliun dari dana APBN, swasta, dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Bagi penulis, pemerintah seharusnya bisa turut memaksimalkan anggaran tersebut guna membantu masyarakat untuk melakukan pemulihan perekonomian yang cukup terganggu selama pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi pemerintah bersama DPR seperti enggan untuk melihat hal tersebut dan lebih memilih mengabaikan apa yang menjadi keinginan masyarakat secara keseluruhan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dampak pemindahan IKN memang akan banyak yang merugikan bagi masyarakat secara meluas. Karena dalam setiap sektor perkembangan dari liberalisasi akan sangat pesat. Hal ini muncul berkenaan dengan tidak meratanya pembangunan di Indonesia dan akan mengakibatkan pemerintah untuk berbenah dalam hal infrasturktur.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan kondisi APBN Indonesia yang mengalami defisit sebesar Rp783,7 triliun untuk 2021. Tentu bukan hal yang wajar jika kita melihat dampak yang akan ditimbulkan selama proses hingga setelahnya. Sebab akan banyak sektor yang dikorbankan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukan hal yang tidak mungkin, penganggaran bidang pendidikan yang mendapat porsi 20% dari APBN akan turut dikurangi. Mengingat kondisi defisit anggaran yang sangat besar. &nbsp;Jika hal ini benar terjadi, kondisi pendidikan yang masih sangat jauh dari harapan di Kaltim akan jadi taruhannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak sedikit anak usia sekolah yang belum bisa menyentuh bagaimana nyamannya duduk belajar dengan rasa nyaman dan aman. Itu akan mengundang banyak permasalahan muncul karena liberalisasi akan masuk ke dalam sektor sektor pendidikan. Bahkan tak pelak, kemudian hari banyak sekolah yang memasang tarif dibanding dengan sekolah negeri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya sekolah, permasalahan ini juga berdampak bagi perguruan tinggi yang ada di Kaltim yang masih perlu dibenahi. Misalnya saja Unmul sebagai salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Kaltim.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rencana pemindahan IKN di kaltim sangat disambut hangat oleh rektor Unmul. Rektor mewacanakan Unmul sebagai kampus yang berada di sekitar IKN dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>role model</em></span><span><em>&nbsp;</em>Universitas Indonesia (UI) yang ada di Depok. Dengan menjadikan UI sebagai<span>&nbsp;</span></span><span><em>role model</em></span><span>,</span><span>&nbsp;tentu Unmul juga akan mengikuti langkah UI untuk menjadi PTN-BH, yang artinya kampus akan secara sadar siap untuk melakukan aktivitas secara mandiri untuk melakukan pembiayaan rumah tangga kampusnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Persis dengan kondisi yang telah dijelaskan di atas bahwa, APBN selalu defisit. Hal ini diperkeruh dengan hutang negara yang sangat besar serta penganggaran IKN. Bagi PTN-BH, pihak kampus akan lebih leluasa mengeluarkan kebijakan guna melakukan pembiayaan rumah tangga kampus, yang tidak jarang memberatkan mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Contoh kebijakan yang dimaksud ialah kenaikan tarif uang kuliah tunggal (UKT) sedemikian rupa, yang lantas menjadikan Unmul sebagai pasar bebas melegalkan praktik liberalisasi pendidikan. Kehadiran liberalisasi pendidikan tinggi di Unmul sebenarnya sudah ada sejak lama melalui beberapa kebijakan yang ada.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, p</span><span>enerapan<span>&nbsp;</span></span><span>u</span><span>ang<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>angkal (sumbangan<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>engembangan<span>&nbsp;</span></span><span>i</span><span>nstitusi) di beberapa fakultas.<span>&nbsp;</span></span><span>Contohnya</span><span>&nbsp;</span><span>FKM</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>FK</span><span>, dan<span>&nbsp;</span></span><span>FF</span><span>.</span><span>&nbsp;Kedua,<span>&nbsp;</span></span><span>mewajibkan setiap mahasiswa baru untuk membuat surat kesehatan dari klinik<span>&nbsp;</span></span><span>U</span><span>nmul</span><span>&nbsp;</span><span>dengan<span>&nbsp;</span></span><span>tarif</span><span>&nbsp;100</span><span>&nbsp;hingga<span>&nbsp;</span></span><span>200 ribu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga, Unmul p</span><span>ernah mengeluarkan kebijakan almamater berbayar yang pada akhirnya ditolak oleh</span><span>&nbsp;banyak</span><span>&nbsp;mahasiswa.</span><span>&nbsp;Keempat, k</span><span>enaikan UKT di masa<span>&nbsp;</span></span><span>p</span><span>andemi yang dikeluarkan kebijakannya melalui Peraturan Rektor Nomor 2 tahun 2021.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ditulis oleh Dandi Wijaya, mahasiswa Peminatan Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum 2017 Unmul.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Isu Koruptor Termuda Mencuat, Presiden BEM FH: Usia Muda Rentan Kena Rayuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-koruptor-termuda-mencuat-presiden-bem-fh-usia-muda-rentan-kena-rayuan/baca </link>
<guid> isu-koruptor-termuda-mencuat-presiden-bem-fh-usia-muda-rentan-kena-rayuan </guid>
<pubDate> Thu, 27 Jan 2022 11:23:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya pejabat daerah tersandung OTT KPK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-koruptor-termuda-mencuat-presiden-bem-fh-usia-muda-rentan-kena-rayuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/85wGczkUSI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Isu Koruptor Termuda Mencuat, Presiden BEM FH: Usia Muda Rentan Kena Rayuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Nama Nur Afifah belakangan menjadi sorotan usai ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lantaran dirinya termasuk salah satu yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada kasus suap yang melibatkan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas&apos;ud.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia disebut-sebut sebagai koruptor termuda. Diketahui bahwa Nur Afifah masih berstatus sebagai mahasiswi aktif di FH Unmul dan tengah menempuh semester akhir. Lantas, bagaimana civitas academica Unmul belajar dari kasus Nur Afifah? Langkah seperti apa yang diambil untuk tanamkan moral dan nilai antikorupsi di bangku kuliah?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengingat tersangka masih menjadi bagian dari Unmul, Andreas Agung Kristanto, salah satu dosen mata kuliah Antikorupsi turut memberikan tanggapan. Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (26/1), ia menyampaikan bahwa tindakan korupsi dapat terjadi pada anak muda karena adanya<span>&nbsp;tren</span></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Secara psikologis anak muda memiliki energi yang besar, cita-cita, juga hasrat untuk berkarya maupun melakukan suatu tindakan yang besar dan tinggi. Khususnya pada usia dewasa muda atau dewasa &nbsp;madya yang memang tengah terfokus pada pengejaran karier dan dalam membangun hal tersebut, kerap membutuhkan adanya<span>&nbsp;</span></span><span><em>guiden</em></span><span>.&nbsp;</span><span><em>Guiden</em></span><span>&nbsp;di sini ditujukan kepada senior atau yang dianggap mampu dalam membimbing perjalanan kariernya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya secara manusiawi saja, mengapa kita mau mengikuti orang? Ya karena kita berharap orang tersebut yang kita ikuti bisa mempermudah mencapai tujuan kita. Jadi ada figur atau sosok yang ingin dia ikuti atau ingin dia jadikan sebagai <em>guide</em>, sebagai penuntun. <em>Nah</em> celakanya tidak semua figur bisa benar-benar murni,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai dosen yang kerap mengajarkan nilai-nilai antikorupsi seperti kejujuran, kesetiakawanan, solidaritas, kerendahan hati, dan kesederhanaan, ia berharap agar hal seperti ini tak lagi terulang. Meski Andreas pun mengakui sulitnya menahan keinginan yang berkaitan dengan kenyamanan dan kesenangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang susah, tapi susah itu bukan berarti tidak mungkin atau tidak bisa, semua bisa,&quot; pesannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Badaruddin, Presiden BEM FH Unmul menyebut bahwa dirinya menyerahkan proses hukum kepada KPK. Ia juga mendukung penuh proses-proses hukum yang sedang berlangsung dan mengutuk keras adanya tindak korupsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Namun sesuai dengan asas praduga tak bersalah kami akan menunggu keputusan pengadilan tentunya,&quot; ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya, sebuah usia bukanlah faktor utama seseorang melakukan tindak korupsi. Bahkan usia muda kerap rentan terhadap rayuan dunia politik, sehingga sangat mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak senior.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam melihat kasus Nur Afifah, BEM FH yang dipimpin olehnya, menjunjung adanya netralitas tiap pengurus serta mendorong agar diadakannya program sekolah legislatif sebagai upaya pencegahan tindak korupsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Badaruddin menilai, Indonesia yang bebas korupsi merupakan impian bagi warga Indonesia. Lantas ia berharap setiap mahasiswa terus menjaga integritas dan menanamkan secara pribadi pentingnya kejujuran dan sikap nasionalisme.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Harapannya kasus-kasus semacam ini tidak ada lagi terjadi dan menjadi pembelajaran bagi teman-teman yang terjun ke dalam dunia politik di usia muda untuk terus menjunjung Integritas,&quot; pungkasnya.</span><em><strong><span>&nbsp;</span><span>(</span><span>lav/vyl/khn)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Bahasa Daerah Hadir di Forum Resmi Jadi Polemik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketika-bahasa-daerah-hadir-di-forum-resmi-jadi-polemik/baca </link>
<guid> ketika-bahasa-daerah-hadir-di-forum-resmi-jadi-polemik </guid>
<pubDate> Fri, 28 Jan 2022 05:52:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tanggapan dosen FIB terkait politikus yang memprotes penggunaan bahasa daerah dalam forum resmi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketika-bahasa-daerah-hadir-di-forum-resmi-jadi-polemik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xVfSMy0n7j.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Bahasa Daerah Hadir di Forum Resmi Jadi Polemik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Politikus PDIP, Arteria Dahlan, yang merupakan anggota Komisi III DPR RI ramai disoroti, akibat pernyataannya memprotes agar seorang kepala kejaksaan tinggi dicopot dari jabatannya lantaran menggunakan bahasa Sunda di forum resmi pada 19 Januari lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Peristiwa ini menimbulkan banyak respons dari budayawan maupun masyarakat umum, lantaran Arteria dianggap tak memahami esensi toleransi. Lantas, apakah memang bahasa daerah dapat digunakan di forum resmi?</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menghubungi dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul, Ian Wahyuni. Dosen lulusan Sastra Daerah dan Pendidikan Bahasa Daerah serta Linguistik ini pun mengungkap bahwa bahasa daerah boleh saja digunakan di forum resmi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pemakaian bahasa daerah sesuai amanah UUD itu sebagai pendukung fungsi Bahasa Indonesia dalam berbagai ranah, jika diperlukan dan sesuai dengan konteksnya,&rdquo; terangnya melalui pesan WhatsApp pada Rabu (26/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, Ian memberi catatan penggunaan bahasa daerah patut melihat latar belakang dari komunikan atau penerima pesan yang ada. Jika antar komunikator dan komunikan tak memiliki latar budaya yang sama, hendaknya penggunaan bahasa daerah ini diminimalisir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Badan Bahasa memperbolehkan penggunaan bahasa daerah sebagai pendukung Bahasa Indonesia tanpa melewati batas fungsi dan peraturan yang ada.&nbsp;</span><span>&ldquo;Kebebasan yang diberikan untuk pemakaian bahasa daerah sebagai kekayaan Bangsa Indonesia juga, jangan sampai melewati batas norma-norma, mengingat Bangsa Indonesia multietnis dan memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya kemungkinan bahasa daerah ini digunakan dalam forum resmi, baik agar komunikator terlihat dominan atau terkesan tegas, dirinya menganggap hal itu dapat dilihat dari wacana kritis pada perspektif linguistik atau kebahasaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bisa, apakah ada maksud tertentu pemakaian bahasa daerah dalam forum resmi. Ini bisa diketahui dengan analisis wacana kritis.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa</span><span>&nbsp;pada dasarnya bahasa daerah merupakan sebuah kebanggaan dan kekayaan Indonesia.</span><span>&nbsp;</span><span>Bahkan dalam penyusunan KBBI, entri diutamakan dari konsep bahasa daerah, sehingga memperkaya kosakata bahasa Indonesia.</span><span>&nbsp;</span><span>Selain sebagai kebanggaan dan<span>&nbsp;</span></span><span>identitas</span><span>&nbsp;diri, bahasa daerah juga berfungsi sebagai pendukung fungsi bahasa Indonesia, tanpa melewati batasan yang &nbsp;telah ditentukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Arteria mengkritik bahwa tidak etis dalam forum resmi pemakaian bahasa daerah. Orang bisa beranggapan ada kedekatan sama-sama suku Sunda sehingga<span>&nbsp;</span></span><span>bisa</span><span>&nbsp;memegang jabatan, padahal kenyataannya berdasarkan kompetensi dan kapasitas,&rdquo; tandasnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, dari kasus Arteri bisa diambil<span>&nbsp;</span>pelajaran, agar dalam memberikan kritikan perlu waspada. Hal ini untuk menghindari isu SARA dan menyinggung kelompok masyarakat lain di Indonesia. Kritik tentu diperlukan, namun menghargai perbedaan juga jadi bagian bermasyarakat. <strong><em>(</em><em><span>fzn/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Situs Jurnal Terpercaya, Cocok untuk Menunjang Karya Tulismu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/rekomendasi-situs-jurnal-terpercaya-cocok-untuk-menunjang-karya-tulismu/baca </link>
<guid> rekomendasi-situs-jurnal-terpercaya-cocok-untuk-menunjang-karya-tulismu </guid>
<pubDate> Fri, 28 Jan 2022 10:57:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi beberapa situs terpercaya untuk mengakses jurnal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/rekomendasi-situs-jurnal-terpercaya-cocok-untuk-menunjang-karya-tulismu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3qXDOcxSRX.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Situs Jurnal Terpercaya, Cocok untuk Menunjang Karya Tulismu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Dalam proses penulisan ilmiah, jurnal merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang tulisan. Di era digital seperti saat ini, mahasiswa, peneliti, ilmuwan, hingga akademisi dapat dengan mudah mengakses berbagai jurnal ilmiah secara daring. Bahkan beberapa situs juga dilengkapi dengan berbagai fitur penunjang lain tak hanya sekadar<span>&nbsp;</span></span><span><em>search engines</em></span><span>&nbsp;belaka, lo!</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berikut <em>Sketsa</em> rekomendasikan situs-situs jurnal yang dapat kamu akses untuk membantu tugas kuliahmu. Simak, ya!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>ResearchGate</strong><span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.researchgate.net/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1643370665320112%26amp;usg%3DAOvVaw2UKdFTxFHMfV7G4rVdzobn&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1643370665331580&amp;usg=AOvVaw0in_BETxRFDLeWnUgvfgDG"></a><a href="https://www.researchgate.net/">https://www.researchgate.net/</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Situs yang satu ini tak hanya berfungsi sebagai mesin pencari, namun juga kerap digunakan sebagai tempat mengunggah hasil penelitian. Selain itu, situs ini juga memungkinkan kamu untuk saling terkoneksi dengan pengguna lain yang memiliki ketertarikan di bidang serupa. Sehingga memudahkan antar penggunanya untuk saling bertukar pikiran terhadap suatu isu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Perpusnas</strong><span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttp://e-resources.perpusnas.go.id/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1643370665320486%26amp;usg%3DAOvVaw3Bfe6HMI1zbukPXbyiLQ3R&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1643370665331859&amp;usg=AOvVaw1e4Ybhei2AudfLsLSbE8w4"></a><a href="http://e-resources.perpusnas.go.id">http://e-resources.perpusnas.go.id</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau dikenal dengan Perpusnas, merupakan perpustakaan<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;yang dikelola oleh pemerintah. Selain menyediakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>ebook</em><span>&nbsp;</span></span><span>gratis, di sini kamu juga dapat mengakses jurnal ilmiah secara gratis dan legal. Sebab diketahui, Perpusnas telah melanggan beberapa referensi <em>online</em> yang tak jarang berbayar.<span>&nbsp;</span></span><span>Untuk mengaksesnya<span>&nbsp;</span></span><span>terlebih dahulu pastikan sudah terdaftar di keanggotaan di Perpusnas, ya</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Google Scholar</strong><span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://scholar.google.com/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1643370665321000%26amp;usg%3DAOvVaw2JbDnHqPHu6k87MxL003W4&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1643370665332103&amp;usg=AOvVaw3mTvqxE7tz3CeEuJwTYf_R"></a><a href="https://scholar.google.com/">https://scholar.google.com/</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak kalah dengan situs lainnya, Google Scholar juga bisa kamu andalkan. Sebab, hasil pencariannya dilengkapi pula dengan keterangan berapa kali karya tersebut dikutip, jumlah dirujuk, jumlah versinya, serta<span>&nbsp;</span></span><span><em>related articles</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>sebagai fitur menelusuri artikel yang berkaitan</span><span>. Dalam situs ini juga dapat mencari referensi ilmiah berdasarkan tahun penerbitan maupun relevansi topik, sehingga memberikan kemudahan untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan kebutuhan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Academia Edu</strong><span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.academia.edu/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1643370665321417%26amp;usg%3DAOvVaw0apXArWSyMFE-q-_PTma_N&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1643370665332320&amp;usg=AOvVaw1xlEWfIQTsS8g5u998r3gR"></a><a href="https://www.academia.edu/">https://www.academia.edu/</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>itsmurf.id</em></span><span>,</span><span>&nbsp;</span><span>sistus yang berdiri sejak 2008 ini memiliki 69 juta pengguna yang berasal dari manca negara dengan rata-rata 45 juta pengunjung setiap bulannya. Tak jauh berbeda dengan fitur<span>&nbsp;</span></span><span><em>social networking</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang ada di Researchgate, Academia.edu juga dapat kamu manfaatkan untuk membagikan dan mengakses karya ilmiah. Bagi pengguna yang telah memiliki akun di platform ini kesempatan untuk dapat terhubung dengan ilmuwan dan peneliti ahli, akan semakin besar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Sciencedirect</strong><span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sciencedirect.com/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1643370665321959%26amp;usg%3DAOvVaw0oSA2dP9fysx2HorVELfJv&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1643370665332499&amp;usg=AOvVaw3CBw3kROqOJ89uqPxbvBHl"></a><a href="https://www.sciencedirect.com/">https://www.sciencedirect.com/</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk kamu yang memiliki fokus dan ketertarikan di bidang medis, situs ini bisa jadi salah satu pilihan yang tepat. Tak tanggung-tanggung Sciencedirect bahkan menghadirkan 12 juta konten yang berasal dari 3500 jurnal akademik dan 34.000 buku elektronik dari berbagai penjuru dunia. Sciencedirect menyediakan referensi ilmiah dan jenis jurnal beragam seperti buku, artikel ilmiah, jurnal ilmiah, serta jurnal teknis dan medis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Oxford Academic Journals</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span><span><a href="https://academic.oup.com/journals">https://academic.oup.com/journals</a></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oxford Academic Journals merupakan situs yang dapat secara bebas mengakses jurnal ilmiah milik Oxford Academic. Dalam situs ini kamu bisa melakukan pencarian jurnal sesuai abjad. Situs yang menyediakan beragam jurnal berbahasa asing ini juga dilengkapi dengan opsi kategori untuk memudahkan pengguna. Kategori yang ada dalam Oxford Academic di antaranya adalah Authors, Librarians, Societies, serta Sponsors &amp; Advertisers.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>ISJD LIPI</strong><span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttp://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/public_no_login/index_direktori%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1643370665322639%26amp;usg%3DAOvVaw064rnv7YyOxmKOEaXxPVKo&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1643370665332807&amp;usg=AOvVaw3JpElA2S3JObvY5wwKS5EO"></a><a href="http://isjd.pdii.lipi.go.id">http://isjd.pdii.lipi.go.id</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) merupakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em><span>&nbsp;</span></span><span>jurnal yang dimiliki oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Ada lebih dari 15 ribu jurnal dan sekitar 400 artikel yang ditawarkan. Berbagai karya ilmiah itu, seluruhnya diterbitkan oleh beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang ada di Indonesia. ISJD LIPI dilengkapi dengan fitur pencarian berdasarkan nama jurnal, judul artikel, nama pengarang, bidang/topik, penerbit, hingga tahun penerbitan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Sage Journals</strong><span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://journals.sagepub.com/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1643370665322983%26amp;usg%3DAOvVaw2uPDurcVxWRFwau-V5J42M&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1643370665333011&amp;usg=AOvVaw2nhBHJNOQLv_jEKkg9RIJB"></a><a href="https://journals.sagepub.com/">https://journals.sagepub.com/</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apabila kamu berniat mencari referensi jurnal internasional, Sage Journals bisa menjadi tempatnya. Untuk kamu yang belum tahu, Sage Journals merupakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em><span>&nbsp;</span></span><span>milik Sage Publishings, sebuah perusahaan penerbit yang ada di Amerika Serikat. Fitur favorites yang ada tentu akan sangat berguna untuk pengguna yang akan membuat daftar jurnal favoritnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Nah</em>, itu tadi beberapa rekomendasi situs yang dapat kamu manfaatkan untuk mengakses jurnal secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>. Pastikan kamu menyelesaikan tugas di dunia perkuliahan dengan baik, ya! Selamat mengerjakan!<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>amg/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjalanan Panjang Kheyene dalam Menumbuhkan Kecintaan pada Produk Lokal di Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/perjalanan-panjang-kheyene-dalam-menumbuhkan-kecintaan-pada-produk-lokal-di-kaltim/baca </link>
<guid> perjalanan-panjang-kheyene-dalam-menumbuhkan-kecintaan-pada-produk-lokal-di-kaltim </guid>
<pubDate> Sat, 29 Jan 2022 06:02:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sosok di balik usaha batik Kaltim dan Tenun Ulap Doyo. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/perjalanan-panjang-kheyene-dalam-menumbuhkan-kecintaan-pada-produk-lokal-di-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ODJzlOO4CD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perjalanan Panjang Kheyene dalam Menumbuhkan Kecintaan pada Produk Lokal di Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;&quot;Menurut saya batik Kaltim memiliki identitasnya sendiri, dan berbeda dengan batik lainnya.&quot; Itulah yang membuat Kheyene <span>Molekandella Boer, tertarik pada</span> batik Kaltim dan tenun Ulap Doyo.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ayal, warna batik Kaltim yang mencolok dan</span><span>&nbsp;memiliki motif-motif unik, turut jadi alasan memanjakan mata. Dosen program studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul ini, tak luput bercerita masa kuliah yang ia habiskan dahulu dengan banyak batik yang menemani harinya. Ia menjadi sorotan lantaran batik yang sering ia kenakan di kampus. Meski tak selalu dengan warna cerah, tetapi ia telanjur jatuh hati.</span></p><p style="text-align: justify;">Ide memulai bisnis muncul saat pendidikan pascasarjana yang ia tempuh di Universitas Diponegoro (Undip). Kuliahnya kala itu menyita waktu malam, sedang di pagi hari dirinya tak punya banyak agenda. Lantas, kecintaan pada hal yang berbau etnik, yang ditumbuhkan dari dirinya belia, diwujudkan Kheyene untuk berjualan batik Kaltim di tanah rantau.</p><p style="text-align: justify;"><span>Kepada <em>Sketsa</em>, ia begitu luwes menceritakan perjalanannya meniti usaha batik Kaltim dan Tenun Ulap Doyo meski hanya melalui pesan suara WhatsApp pada Senin, (17/1) lalu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bermula dari <em>personal selling</em>, sang ibu berperan besar di balik perjalanannya merintis usaha batik Kaltim. Ibunya mengirimkan banyak jenis batik Kaltim yang saat itu dikirimkan melalui kargo. Bermodal dari kepiawaiannya berkomunikasi dan menjajakan produknya. Teman, dosen, hingga staf kampus, juga dibuatnya jatuh hati dengan batik khas itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Nah setelah saya lulus, saya kembali ke Samarinda dan saya putuskan kenapa untuk tidak diteruskan gitu menjadi sebuah UMKM,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kheyene mengaku tak ada sosok khusus yang menginspirasinya untuk menjadi pebisnis batik Kaltim. Namun, sang ibu masih menjadi juara baginya dalam menekuni apa yang dikerjakan dalam hidup Kheyene. Ibunya yang berprofesi sebagai guru, tak diliriknya hanya sekadar sosok yang mengajar di kelas saja. Lebih dari itu, ibunya serba bisa dalam melakukan hal di luar mengajar.</span><span>&nbsp;Hal itu membuat Kheyene juga ingin menjadi sosok sebagaimana sang ibu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usai menyelesaikan pendidikannya, ia tetap konsisten merintis usaha semasa kuliah S-2. Meski begitu, usaha batik yang ia jalankan tak sekejap langsung berkembang. Butuh waktu dalam berunding bersama sang ibu menentukan usaha apa yang betul-betul akan digelutinya. Pada&nbsp;</span><span>2014 ketika itu, melihat kondisi pasar yang sedang tren dengan baju muslimah dan</span><em><span>&nbsp;</span></em><span><em>hijabers</em></span><span>, Kheyene mencoba beradaptasi. Namun, usaha tersebut hanya berjalan beberapa tahun.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mencoba untuk banting setir, Kheyene butuh sesuatu yang bisa dijual dan diperkenalkan, namun tak sekadar demi profit, tetapi juga dapat ditunjukkan kepada masyarakat luas identitas dari Kaltim maupun Samarinda. Batik lantas kembali memenangkan hatinya untuk diteruskan.&nbsp;</span><span>Kemudian, kolaborasi bersama ibunya kembali terjadi. Sebab meskipun berumur, Kheyene mengakui kompetensi unggul yang dimiliki sang ibu dibanding dirinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tapi<span>&nbsp;</span></span><span><em>open-minded</em></span><span>&nbsp;sekali, bahkan kadang saya sampai kalah dalam adu argumen. Beliau jauh lebih lebih terbuka mau membaca setiap informasi yang ada terkait dengan produk-produk lokal ya, kemudian bagaimana cara memasarkannya itu. Ibu saya cuma keterbatasan tenaga.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;">Keduanya kemudian saling melengkapi, ibunya berperan untuk memproduksi batik atau <em>outer</em>-<em>outer</em> batik Kaltim dan Ulap Doyo, kemudian Kheyene membantu memasarkan dan membangun<span>&nbsp;</span><em>brand,&nbsp;</em>yang saat ini dikenal dengan &quot;Candella Batik&quot;.</p><p style="text-align: justify;"><span>Kheyene memiliki target agar produknya dapat dikenal kalangan menengah dengan harga yang terjangkau. Harapannya ia dapat memperkenalkan batik Kaltim kepada kaum muda, seperti mahasiswa atau generasi milenial.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terutama saat ini, ia bertutur media sosial telah menjadi bagian tak terpisah dari kehidupan, khususnya generasi muda. Sehingga merekalah yang dinilai berpotensi menjadi perpanjangan tangan membantu dalam memasarkan produknya dengan misi yang dibawanya, yakni memperkenalkan batik Kaltim kepada khalayak yang lebih luas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Aral Melintang dalam Perjalanan Candella Batik</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ada perjalanan yang selalu mulus, bisnis Kheyene pun demikian. Ia mengalami kendala dan kesulitan yang terjadi sejak awal ia merintis bahkan hingga saat ini. Bisnis UMKM tersebut terkendala dalam hal sumber daya manusia, di mana ia masih kesulitan mencari penjahit. Sebab selama ini, yang menjahit produk merupakan bagian keluarganya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin ada kalanya nanti ketika kita dapat pesanan lagi ternyata keluarga kita sibuk terus mereka menolak, <em>nah</em> itu yang kadang kami pusing untuk untuk mencari SDM yang benar-benar berkualitas ya enggak sekedar cuman menjahit dan dia<span>&nbsp;</span></span><span><em>standby</em></span><span>,&quot; papar Kheyene.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Bagi Kheyene, tingginya harga menjahit dibanding kain masih jadi rintangan tersendiri dalam memproduksi usahanya. Padahal, di sisi lain, ia ingin produk yang ia jual dapat dijangkau dari sisi harga.</p><p style="text-align: justify;"><span>Pada kesempatan lain, Kheyene mendapat ajakan dalam pameran produk lokal oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) di Big Mall. Saat itu, barulah Kheyene mempekerjakan pegawai tidak tetap, untuk menjaga<span>&nbsp;</span></span><span><em>stand</em></span><span>&nbsp;selama pameran. Di luar itu, bisnis keluarga tersebut memasarkan produknya melalui Instagram.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Peran Teknologi dan Generasi Muda dalam Memperkenalkan Budaya Lokal</span><span>&nbsp;</span></strong></p><p style="text-align: justify;">Meski aral melintang dilaluinya, era teknologi diakuinya banyak mendatangkan manfaat. Instagram misalnya, cukup dengan fitur<em>&nbsp;tag</em> atau <em>mention,</em> audiens bisa dengan cepat mengetahui informasi produk-produk lokal, termasuk Candella Batik miliknya.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siapa pun bisa ikut membantu memperkenalkan produk Kaltim terutama peran terbesar adalah generasi muda atau generasi yang dekat dengan teknologi, generasi X, generasi milenial, itukan dekat dengan teknologi, jadi dengan teknologi itu kita bisa memperkenalkan buat orang yang enggak tau sama sekali apa itu batik Kaltim, bahkan areanya juga bukan cakupan Indonesia aja tapi orang- orang luar.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan tekad yang cukup, pengoptimalan media sosial saat ini bisa ditempuh agar gaung produk lokal semakin terdengar.&nbsp;</span><span>Meski pemasaran melalui Instagram terlihat mudah, Kheyene kerap merasa kesulitan dalam proses mengunggah. Untuk membuat desain yang ciamik, ia perlu menata produk mana yang tepat untuk masuk dalam proses desain. Selanjutnya, hasil pengeditan dapat dilihat dari Instagram. Hal itu, masih dilakukannya secara mandiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pengoptimalan teknologi tak hanya sampai di media sosial. Ia turut menggunakan&nbsp;</span></span><span><em>marketplace</em></span><span>&nbsp;seperti Shopee dan Tokopedia. Akan tetapi, ia terkendala dalam memahami algoritmanya, sehingga baginya butuh tim tersendiri untuk memantau hal tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bisnis yang sudah berjalan memasuki tahun ke delapan ini, menjadikan Kheyene tetap bersyukur, karena mendapat banyak bantuan dari pemerintah terkait pelatihan UMKM. Unmul juga ikut memberi dan membantu, seperti pelatihan<span>&nbsp;</span></span><span><em>digital marketing</em></span><span>&nbsp;yang cukup membawa perubahan meski belum dapat diimplementasikan oleh Kheyene secara sempurna.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan waktu yang tak sebentar, berbagai pencapaian mulai terasa. Mengawali perjalanan dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>personal selling,</em></span><span>&nbsp;mengingatkan Kheyene untuk terus berupaya sampai detik ini. Terlebih pada dua tahun belakangan, produknya telah dipercaya pemerintah kota untuk bisa bekerja sama di acara-acara yang diadakan kota Samarinda.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu pula, ia merasa sangat terbantu oleh para<span>&nbsp;</span><em>talent-talent</em><em>&nbsp;pageant,&nbsp;</em>seperti duta wisata dan duta bahasa, untuk memperkenalkan produk batik Kaltim di kegiatan mereka. Terlebih mengingat saat ini bisnis batik Kaltim di Samarinda mulai banyak beredar dan digandrungi.</p><p style="text-align: justify;"><span>Menarget generasi muda, Kheyene kerap memproduksi model ataupun <em>outer-outer</em> batik Kaltim dan Ulap Doyo yang menarik bagi anak-anak muda. Sehingga anak muda kerap menghubunginya untuk berkolaborasi. Interaksi di dunia nyata maupun ruang maya itu, mejadikan Candella Batik mulai dikenal dan diingat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Kepercayaan Buah Pencapaian</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Kheyene, pencapaian terbesar adalah kepercayaan masyarakat terhadap produknya. Terutama ketika ia sudah semakin mahir menata bagaimana manajemen yang baik dalam sebuah UMKM seperti proses<span>&nbsp;</span></span><span><em>packing</em></span><span>. Sehingga saat ini ia sudah berani untuk mengambil pesanan dalam jumlah yang besar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, ia juga mulai mendapat koneksi dan relasi. Tak hanya mendapat keuntungan, ia juga bertemu orang-orang baru, atau anak-anak muda yang menurutnya membawa<span>&nbsp;energi positif</span></span><span><em>&nbsp;</em>bagi dirinya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Koneksi tersebut akan terpakai sepanjang masa. Berkenalan melalui instagram, datang ke mini galeri dan sedikit perbincangan menjadikan hal tersebut investasi jangka panjang agar Candella Batik melanglang buana.</span></p><p style="text-align: justify;">Menyusul batik Kaltim, produk lokal kain tenun Ulap Doyo, baru berjalan sekitar empat tahun terakhir ini. Kain tenun yang merupakan favorit dari Kheyene itu dinilai punya keunikan tersendiri. Sama halnya dengan batik Kaltim, Ulap Doyo juga mempunyai warna yang<span>&nbsp;</span><em>colorful.</em> Menurutnya, setiap motif terdapat filosofi, seperti pada motif tameng dan akar<span>&nbsp;</span><em>mangrove.</em><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Persepsi masyarakat akan kain tenun Ulap Doyo dinilai masih kurang tepat. Apalagi selayang pandang dilihat, kain Ulap Doyo punya kemiripan dengan batik khas Lombok. Di saat itulah Kheyene mengedukasi audiens atau pelanggannya bahwa beberapa perbedaan hadir di antara keduanya. Tuturnya, Ulap Doyo khas dipakai oleh suku Dayak Benuaq.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain melakukannya secara langsung, Kheyene juga memperkenalkan secara tidak langsung kain tenun Ulap Doyo tersebut melalui<span>&nbsp;</span><em>mini card</em> pada setiap produk yang dibeli oleh pecinta budaya lokal. Bukan hanya tentang sejarah singkat kain tenun tersebut, Kheyene juga menyelipkan tata cara pencucian kain yang mempunyai cara<span>&nbsp;perawatannya</span> sendiri. Hal itu selain menunjukkan kesungguhan hati, juga apresiasi dalam menjunjung produk lokal di Kaltim. <em><strong>(</strong><strong><span>cal/vdh/khn/rst</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Edaran Pembelajaran Luring Dikeluarkan, Mustofa: Disesuaikan dengan Kondisi Tiap Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/edaran-pembelajaran-luring-dikeluarkan-mustofa-disesuaikan-dengan-kondisi-tiap-fakultas/baca </link>
<guid> edaran-pembelajaran-luring-dikeluarkan-mustofa-disesuaikan-dengan-kondisi-tiap-fakultas </guid>
<pubDate> Mon, 31 Jan 2022 07:52:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul terbitkan Surat Edaran tentang penyelenggaraan uji coba proses pembelajaran secara luring terbatas (hybrid) dan luring pada semester genap 2021/2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/edaran-pembelajaran-luring-dikeluarkan-mustofa-disesuaikan-dengan-kondisi-tiap-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZBi6AOiCxH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Edaran Pembelajaran Luring Dikeluarkan, Mustofa: Disesuaikan dengan Kondisi Tiap Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Kamis (20/1) lalu, rektor Unmul menerbitkan Surat Edaran tentang penyelenggaraan uji coba proses pembelajaran secara luring terbatas (</span><span><em>hybrid</em></span><span>) dan luring pada semester genap 2021/2022. Dalam surat tersebut dijelaskan mengenai petunjuk pelaksanaan proses belajar mengajar pada semester genap tahun ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menghubungi<span>&nbsp;</span></span><span>Mustofa Agung Sardjono selaku<span>&nbsp;</span></span><span>Wakil Rektor Bidang Akademik untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai sistem dari uji coba pembelajaran secara luring terbatas. Dalam sambungan telepon Whatsapp Jumat (28/1) lalu, Mustofa menjelaskan terkait penerapan belajar mengajar secara luring terbatas akan disesuaikan dengan kesiapan, kondisi, dan kebutuhan masing-masing fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentu disesuaikan dengan kesiapan, kondisi, dan kebutuhan masing-masing fakultas. Karena enggak akan mungkin dijadikan satu ukuran, gitu.&rdquo;</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penyesuaian itu juga mempertimbangkan kapasitas mahasiswa. Bagi fakultas dengan jumlah mahasiswa sedikit, diperbolehkan masuk secara penuh, dengan protokol kesehatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski pelaksanaan kuliah luring terbatas disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang dihadapi oleh fakultas, Mustofa menegaskan bahwa kisi-kisi utama dalam surat edaran tidak boleh dilanggar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga menjelaskan mekanisme apabila terdapat mahasiswa atau dosen yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka fakultas dapat memberhentikan perkuliahan<span>&nbsp;</span></span><span><em>hybrid</em></span><span><em>&nbsp;</em>demi keselamatan dan meminimalisir pelonjakan kasus Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia memberi c</span><span>atatan surat edaran tersebut dikeluarkan untuk masa relaksasi tahap kedua. Nantinya akan ada evaluasi kembali pada bulan April oleh Satgas Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seandainya pada saat April ada temuan baru, ada perkembangan baru, misalnya Omicronnya ternyata mulai masuk ke Samarinda. Bahkan mohon maaf, mudah-mudahan tidak. Bisa jadi surat edaran tersebut akan dilakukan revisi,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga meminta tanggapan mahasiswa terkait surat edaran tersebut. Rina Chrismonita, mahasiswi Kehutanan 2021, mengaku sangat setuju dengan adanya edaran uji coba kuliah luring. Menurutnya Unmul tentu telah memberikan fasilitas protokol kesehataan saat kuliah luring dilangsungkan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang akhir-akhir ini virus Omicron juga lagi pada ramai, namun kan juga SE ini masih uji coba dan juga ada kebijakan yang harus diikuti. Jadi pada dasarnya hal ini sudah di bawah tanggung jawab pihak Unmul dan adapun ketersediaan fasilitas Prokes yang disediakan nantinya pada kuliah luring ini,&rdquo; ungkap Rina melalui telepon Whatsapp, Kamis (27/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa baru, Rina sangat antusias dengan adanya perkuliahan luring ini, ia mengaku telah melakukan beberapa persiapan menjelang kuliah luring, seperti peralatan kuliah, vaksinasi dan juga persiapan mental.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena saya yang maba ini merupakan yang pertama kalinya ketemu teman, kating, maupun dosen. Jadi pada intinya mempersiapkan mental dan diri semaksimal mungkin.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rina berharap dengan adanya kuliah luring ini, perkuliahan akan semakin lancar sehingga dapat mengasah kepercayaan dirinya dalam beradaptasi di lingkungan kampus serta bertemu dengan teman-teman baru.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>mhs/nkh/srg/piu/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Ada Jaminan Perpanjangan Masa Studi dari Kemdikbud, Unmul Imbau Mahasiswa Segera Selesaikan Studi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-jaminan-perpanjangan-masa-studi-dari-kemdikbud-unmul-imbau-mahasiswa-segera-selesaikan-studi/baca </link>
<guid> tak-ada-jaminan-perpanjangan-masa-studi-dari-kemdikbud-unmul-imbau-mahasiswa-segera-selesaikan-studi </guid>
<pubDate> Mon, 31 Jan 2022 10:21:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul imbau seluruh mahasiswa tingkat akhir segera menyelesaikan studinya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tak-ada-jaminan-perpanjangan-masa-studi-dari-kemdikbud-unmul-imbau-mahasiswa-segera-selesaikan-studi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5EvUsdrIxU.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Ada Jaminan Perpanjangan Masa Studi dari Kemdikbud, Unmul Imbau Mahasiswa Segera Selesaikan Studi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Tinggal menghitung hari, pelaksanaan perkuliahan semester genap 2021/2022 akan segera dimulai. Sehubungan dengan ini, rektor Unmul mengeluarkan Surat Nomor 4640/UN17/PP/2021 pada tanggal 28 Desember 2021 lalu. Surat tersebut menyoal batas studi maksimum mahasiswa yang akan berakhir pada 30 Juni 2022 mendatang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Surat ini ditujukan kepada mahasiswa program Diploma Tiga (D-3) tahun 2017, Sarjana (S-1) tahun 2015, Profesi tahun 2019, Magister (S-2) dan program Spesialis tahun 2018, serta Doktor (S-3) tahun 2015. Salah satu isi suratnya mengimbau agar seluruh mahasiswa tingkat akhir segera menyelesaikan studinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ilmu Komunikasi sebagai salah satu program studi yang melakukan perpanjangan tangan atas imbauan tersebut. Tampak dalam laman media sosial Instagram, Prodi Ilmu Komunikasi melakukan Zoom Meeting dengan mahasiswa tahun akhir. Dihubungi oleh awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em>,</span><span>&nbsp;Rabu (26/1), Rina Juwita selaku<span>&nbsp;</span></span><span>Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi mengonfirmasi beberapa waktu lalu jajarannya sempat mengadakan pertemuan secara daring dengan mahasiswa angkatan 2015.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rina menjelaskan, agenda tersebut bertujuan untuk mengingatkan sekaligus memotivasi mahasiswanya yang sedang berada di tahun terakhir. &ldquo;Agendanya ya pemanggilan sayang untuk teman-teman mahasiswa 2015. Mencoba mencari solusi jika ada permasalahan, hambatan, atau apapun yang mengganggu penyelesaian kuliah mereka,&rdquo; tulisnya melalui pesan Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rina menuturkan, sampai saat ini program studi yang ia pimpin masih didapati mahasiswa angkatan 2015 yang belum menyelesaikan skripsinya. &ldquo;Makanya kita panggil, kita ingatkan supaya bisa segera diselesaikan dari sekarang. Jangan sampai keburu waktu habis baru sadar kalau skripsinya belum kelar. Sayang sudah sekian waktu kuliah, bayar UKT tapi enggak bawa hasil.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut menghubungi salah satu mahasiswa Prodi Sastra Inggris FIB angkatan 2016,<span>&nbsp;</span></span><span>Rihhadatul Aisy</span><span>. Ia mengaku bahwa dirinya<span>&nbsp;</span></span><span>dan teman-teman satu angkatannya belum mendengar agenda pertemuan dari fakultas guna membahas masa studi, sebagaimana yang dilakukan Ilmu Komunikasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejauh ini bentuk bimbingan yang diberikan oleh dosen masih sama. Kami didorong untuk mendapat layanan bimbingan dengan menggunakan media elektronik melalui daring, dan beberapa dosen sudah mengizinkan mahasiswanya untuk berkonsultasi tatap muka,&rdquo; jelasnya melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (29/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang merupakan tahun awal pandemi Covid-19. Di tahun ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) belum menjamin kebijakan perpanjangan waktu penyelesaian studi selama 6 bulan akan kembali diberlakukan. Terkait hal ini, Aisy mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tidak begitu ambil pusing jika kebijakan perpanjangan waktu masa studi tidak diberlakukan di tahun ini,&rdquo; kuncinya.<span>&nbsp;</span>&nbsp;<strong><em>(</em><em><span>sya/ffs/fer/kya/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengusut Kekerasan Seksual di FKIP, Upaya Ciptakan Ruang Aman di Lingkungan Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengusut-kekerasan-seksual-di-fkip-upaya-ciptakan-ruang-aman-di-lingkungan-kampus/baca </link>
<guid> mengusut-kekerasan-seksual-di-fkip-upaya-ciptakan-ruang-aman-di-lingkungan-kampus </guid>
<pubDate> Tue, 01 Feb 2022 03:32:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Usut kekerasan yang terjadi di lingkungan FKIP, sejumlah mahasiswa lakukan aksi untuk menyuarakan keadilan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengusut-kekerasan-seksual-di-fkip-upaya-ciptakan-ruang-aman-di-lingkungan-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KENv6X4Sce.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengusut Kekerasan Seksual di FKIP, Upaya Ciptakan Ruang Aman di Lingkungan Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Sejak diberlakukannya Peraturan Mendikbud-Ristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi (Permendikbud PPKS), diketahui kementerian tersebut acap kali menerima laporan terkait tindakan kekerasan seksual di lingkup universitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak terkecuali Unmul yang beberapa waktu lalu terdapat seruan aksi yang dilangsungkan di depan gedung Rektorat Unmul. Aksi yang terjadi pada Kamis (20/1) lalu itu menyuarakan soal pengusutan kekerasan seksual. Tajuk yang diangkat &ldquo;Usut Tuntas Kekerasan Seksual di FKIP Unmul&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>mewawancarai Ahmad Fikrianto, selaku Gubernur BEM FKIP, pada Kamis (27/1) lalu. Ia menyatakan bahwa kejahatan di kampus perlu dikawal bersama, dan setiap pelaku kekerasan seksual harus dibersihkan agar kampus menjadi tempat yang aman dari hal tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rekan-rekan BEM pada saat itu bersolidaritas, walau tidak sepenuhnya atas nama kelembagaan, tetapi kami ingin ikut serta dalam mengeluarkan setiap pelaku kejahatan yang ada di universitas,&rdquo; tulisnya pada pesan singkat Whatsapp, Kamis (27/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ahmad juga menyebutkan bahwa BEM FKIP telah menyediakan ruang aman bagi perempuan dan laki-laki yang berpotensi menjadi korban kekerasan seksual. Hal itu diwujudkan melalui aliansi Jaringan Aktivis Muda Mahasiswi. Aliansi tersebut merupakan kolaborasi lembaga-lembaga yang ada di FKIP, yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan (DPP), himpunan, dan lembaga dakwah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Ahmad, BEM FKIP beserta kelembagaan lain yang ada di tataran fakultas bergerak dengan misi yang jelas. Mereka ingin menjadikan kampus sebagai ruang aman untuk mahasiswa agar dapat belajar dengan aman dan layak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kami yakini bersama bahwa setiap kejahatan seksual adalah pelanggaran nilai dan norma, yang kemudian perlu kita berantas bersama, dan setiap pelaku perlu ditindak secara tegas oleh fakultas bahkan universitas,&rdquo; tegasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Vivi Nur Kholifah, mahasiswi FKIP angkatan 2019 turut menyampaikan tanggapannya. Bagi Vivi, ruang aman yang dihadirkan di kampus sangat penting. Sebab berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia, yaitu pada konteks keamanan beraktivitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya beranggapan fakultas seyogianya terbebas dari kekerasan seksual. Pasalnya, FKIP menjadi fakultas yang melahirkan calon pendidik di masa mendatang. Upaya penyadaran seperti sosialisasi patut dilakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak hanya terbatas pada mahasiswa saja, tetapi seluruh elemen masyarakat kampus. Hal ini diperlukan untuk mengoptimalkan dan mencerdaskan terkait urgensi dalam memerangi kekerasan seksual,&rdquo; ungkapnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (26/1).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya mengenai peran lembaga kampus dalam mengawal kasus kekerasan seksual, Vivi berpendapat bahwa hal tersebut belum berjalan secara maksimal dan optimal. Ia menyebut bahwa pembahasan mengenai kekerasan seksual masih bersifat timbul dan tenggelam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Timbul ke permukaan jika publik banyak menyoroti kasus serupa, tetapi terkadang minim pembahasan ketika kasus tersebut tidak banyak diangkat oleh media,&rdquo; tulisnya dalam pesan Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;">Unmul sendiri diketahui masih bersiap dalam pembentukan panitia seleksi Satgas PPKS. <span>(Baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1643689632342057%26amp;usg%3DAOvVaw3xw_3Ztm-hgIdfNlPpM4j8&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1643689632355547&amp;usg=AOvVaw3of78Yn0bT45gknRF7OB8d"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca</a></span><span>)<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Perlindungan bagi korban kekerasan seksual terus dinantikan mahasiswa, agar jalan menuntut keadilan mendapat jaminan dari birokrasi kampus. <em><strong><span>(</span><span>mel/ems/sar/bey/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Digital Vigilantism: Pengadilan oleh Massa di Dunia Maya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/digital-vigilantism-pengadilan-oleh-massa-di-dunia-maya/baca </link>
<guid> digital-vigilantism-pengadilan-oleh-massa-di-dunia-maya </guid>
<pubDate> Wed, 02 Feb 2022 11:56:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal fenomena digital vigilantism. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/digital-vigilantism-pengadilan-oleh-massa-di-dunia-maya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MlKoWlscWB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Digital Vigilantism: Pengadilan oleh Massa di Dunia Maya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Penggunaan media sosial secara masif sepanjang satu dekade terakhir telah memunculkan fenomena global yang didefinisikan oleh akademisi Daniel Trottier sebagai &ldquo;warga negara, secara kolektif tersinggung oleh tindakan warga negara lain&rdquo;, dalam menegakkan norma hukum dan budaya dengan cara menyebut dan mempermalukan pelanggar dan mempersenjatai visibilitas mereka menggunakan media digital.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fenomena ini kemudian dikenal dengan istilah<span>&nbsp;</span></span><span><em>digital</em>&nbsp;<em>vigilantism</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Digital vigilantism</em></span><span>&nbsp;dapat diartikan sebagai sikap main hakim sendiri di dunia maya, dalam tujuan yang berkonteks baik maupun buruk. Contohnya apabila seseorang bertujuan untuk membocorkan identitas pribadi pelaku pelecehan seksual yang informasinya berasal dari pengakuan korban atau penyelidikan lanjutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada platform Twitter, fenomena<span>&nbsp;</span></span><span><em>digital vigilantism</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang dibahas oleh salah satu anggota dewan pers, Damar Juniarto, mendapat banyak tanggapan dari penggunanya. Hal ini disebabkan oleh istilah yang masih awam di kalangan masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pernyataan Damar Juniarto yang dilansir dari jurnal &quot;</span><span><em>Introducing Digital Vigilantism</em></span><span>&quot;, bahwa kemunculan<span>&nbsp;</span></span><span><em>digital vigilantism</em></span><span>&nbsp;</span><span>diakibatkan adanya konteks yang melampaui batas antara pengendalian kejahatan serta tujuan lain seperti hiburan dan kemajuan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, fenomena ini</span><span>&nbsp;</span><span>berperan penting dalam menjangkau banyak orang dalam meminta pertolongan atau langkah selanjutnya yang harus diambil dalam mengatasi permasalahan. Tidak jarang, ada kasus yang diperbincangkan di media sosial dapat dibahas sampai masuk layar kaca. Maka tujuan utamanya untuk menjangkau banyak individu yang turut mendukung kebenaran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di negara sekitar Amerika dan Eropa, fenomena<span>&nbsp;</span></span><span><em>digital vigilantism</em></span><span>&nbsp;bukanlah hal yang baru, dan sudah banyak kasus yang terselesaikan akibat fenomena ini. Tujuannya, secara sederhana, untuk menjangkau banyak orang dalam mendukung kebenaran dan mewujudkan keadilan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebut saja kasus pelecehan yang dilakukan oleh seorang produser terkenal, Harvey Weinstein, yang membuat pengguna Twitter hingga selebriti menaikkan tagar #</span><span>metoo</span><span>&nbsp;untuk mendukung korban pelecehan seksual. Gerakan ini secara efektif menimbulkan keberanian korban untuk melaporkan pelaku kejahatan seksual ke pihak yang berwajib. Akibatnya Harvey Weinstein mendapat hukuman selama 23 tahun penjara<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Damar Juniarto berpendapat bahwa<span>&nbsp;</span></span><span><em>digital vigilantism</em><span>&nbsp;</span></span><span>dapat pula berupa perundungan perangkat lunak yang berakibat terjadinya<span>&nbsp;</span></span><span><em>troll</em></span><span>&nbsp;massal. Persekusi online atau pengadilan yang dilakukan oleh massa dapat menimbulkan masalah baru dan melampaui konteks pembahasan kasus yang diadili.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah contohnya ialah kasus Ahok yang menjadi pembicaraan baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Hal ini kemudian berdampak pada perluasan kasus yang tidak relevan dengan fokus permasalahan di awalnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Banyak sekali massa maupun komunitas <em>online</em> yang meminta data-data pribadi dari orang Cina yang dicurigai terlibat dalam kasus Ahok. Bagaimana, tertarik mempelajari fenomena digital yang satu ini?<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>ahn/uas/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usai Lama Tak Terdengar, Sylva Mulawarman Gelar Konferensi Luar Biasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-lama-tak-terdengar-sylva-mulawarman-gelar-konferensi-luar-biasa/baca </link>
<guid> usai-lama-tak-terdengar-sylva-mulawarman-gelar-konferensi-luar-biasa </guid>
<pubDate> Thu, 03 Feb 2022 11:43:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Kehutanan selenggarakan Konferensi Luar Biasa Sylva Mulawarman pasca vakum selama dua tahun. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-lama-tak-terdengar-sylva-mulawarman-gelar-konferensi-luar-biasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oYJ8P3nS3i.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Usai Lama Tak Terdengar, Sylva Mulawarman Gelar Konferensi Luar Biasa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Fahutan Unmul belum lama ini menggelar Konferensi Luar Biasa Sylva Mulawarman (KLBSM) terhitung sejak Sabtu (29/1) hingga Minggu (30/1). Dengan protokol kesehatan, kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Ruang Puspa, Fahutan Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Konferensi ini dilaksanakan atas dasar keresahan mahasiswa Fahutan akibat organisasi Dewan Perwakilan Sylva Mulawarman (DPSM) dan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Sylva yang sebelumnya vakum. Akibatnya, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Art&amp;Sport, Forestry Magazine,<span>&nbsp;</span></span><span>Maplofa</span><span>, dan lainnya tidak berjalan dengan baik karena tidak ada Surat Keputusan (SK).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Konferensi dilakukan secara bertahap. Hari pertama merupakan pembahasan dan penetapan AD/ART. Dilanjutkan hari kedua yaitu penetapan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) dan peraturan organisasi. Pencapaian terakhir dan utama adalah terpilihnya ketua DPSM.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Erwin selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, memberikan tanggapannya mengenai mangkraknya LEM Sylva dua tahun terakhir. Pasalnya Erwin dipercaya menangani bagian kemahasiswaan pada April 2021 yang mana ketika itu, LEM Sylva telah dalam keadaan mandek. Tidak hanya secara kegiatan, tapi juga pada sisi legalitas penetapan SK rektor sebagai naungan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantaran bertugas di pertengahan tahun, Erwin mengaku tak mengetahui persis kondisi internal. Ia lebih menyoroti betapa sulitnya jika tidak ada<span>&nbsp;</span></span><span><em>legal standing</em></span><span>. Dengan tidak diajukannya struktur organisasi sampai ke tingkat Unmul, berakibat pada tidak adanya perwakilan induk organisasi kemahasiswaan Fahutan yang berada di universitas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut mengakibatkan beberapa kegiatan harus ditunda, bahkan tidak ada perwakilan yang menyuarakan isu-isu terkini, sebab baginya mahasiswa Fahutan patut menjadi yang terdepan membawa isu, misalnya &nbsp;saja lingkungan dan IKN. Ia menyayangkan minimnya interaksi atau perwakilan dari fakultas untuk ikut serta dalam kegiatan ketika berurusan dengan eksternal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanpa organisasi induk mahasiswa yang menaungi, baginya, tidak hanya kesulitan pada birokrasi, namun</span><span>&nbsp;juga kurang maksimalnya capaian prestasi secara akademik maupun non akademik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi kemarin kita tidak menyerah, selama setengah tahun saya memegang amanah ini, semua tetap berjalan. Kegiatan mahasiswa dalam kondisi pandemi, dengan kondisi tidak ada <em>l</em></span><span><em>egal standing</em></span><span>,</span><span>&nbsp;</span><span>tapi tetap berjalan. Buktinya, mahasiswa tetap berprestasi, mahasiswa tetap ada kegiatan wirausaha, mahasiswa tetap ada kegiatan olahraga. &nbsp;Hanya saja tidak maksimal,&rdquo; ungkap Erwin kepada <em>Sketsa</em>, Sabtu (29/01) lalu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Erwin pun menyambut dengan positif penyelenggaraan KLBSM, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya proses KLBSM secara internal kepada mahasiswa. Harapannya ada titik terang dan kembali membuncahnya semangat mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan saya adalah suara-suara terkait dengan aspirasi tentunya di bidang keilmuan kita itu bisa tersuarakan baik dari sisi akademik, sisi prestrasi, kesenian, olahraga maupun ya itu tadi, isu-isu seputar masyarakat atau di seputar Universitas Mulawarman, jadi LEM Sylva bisa berperan lebih jauh lagi gitu, dibandingkan dengan &nbsp;dua tahun ini.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Albert A. E. Napitupulu selaku Ketua KLBSM mengungkap bahwa absennya LEM Sylva disebabkan oleh permasalahan internal.&nbsp;</span><span>Terlaksana selama dua hari, KLBSM dipimpin oleh tiga presidium. Nurfaizah sebagai presidium satu,</span><span>&nbsp;</span><span>&nbsp;Mardianto presidium dua, dan Trinita sebagai presidium tiga. Adapun peserta terdiri atas mahasiswa aktif Fahutan angkatan 2018 hingga 2021.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dan itu tidak menutup kemungkinan juga ruang bagi angkatan lainnya untuk sebagai peninjau,&quot; lanjut Albert ketika didatangi awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp; pada &nbsp;Sabtu (29/1) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara untuk kepanitiaan sendiri terbentuk oleh ketua angkatan secara musyawarah. Selain itu, Albert juga menjelaskan bahwa kandidat yang akan mengisi kekosongan DPSM akan dikembalikan ke forum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;KBLSM ini dilaksanakan untuk pemilihan ketua DPSM. Jadi untuk kandidatnya saya belum tau tapi dari tiap angkatan harus ada perwakilan. Jadi, saya masih belum tau siapa yang akan naik menjadi ketua DPSM.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu</span><span>,</span><span>&nbsp;Nurfaizah selaku Presidium I mengungkap, jalannya KLB sangat menantang karena perdebatan sengit dari peserta diskusi. Ia melihat peserta diskusi juga enggan mengalah dalam menyampaikan opsi dan pendapat, sehingga memakan waktu yang banyak pada Sidang Pleno I. Berdasarkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>rundown</em></span><span>&nbsp;acara, konferensi di hari pertama saat itu seharusnya usai pukul 09.00 WITA. Namun, harus mengalami kemunduran karena pembahasan rancangan dan penetapan AD/ART.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi, teman-teman panitia itu berusaha sekeras mungkin gimana menciptakan AD/ART baru, sehingga banyak banget revisiannya, banyak banget yang diubah, jadi itulah kemarin banyak terjadi diskusi, perdebatan, lobi-lobi, musyawarah mufakat, sampai <em>voting</em> juga kemarin karena tidak mencapai keputusan yang memang deal dari teman-teman peserta forum,&quot; jelasnya pada Minggu (30/1).</span></p><p style="text-align: justify;">Melihat &nbsp;sisa waktu yang cukup banyak pada<span>&nbsp;</span><em>rundown</em>, kegiatan yang direncanakan terjadi pada hari ketiga, mundur menjadi hari kedua, sehingga KLBSM hanya terlaksana selama dua hari. Dari kegiatan tersebut, Muhammad Reiza Fahlifi angkatan 2019 sebagai ketua DPSM terpilih. <strong><em>(</em><em><span>ash/jla/rid/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wacana Otorita Nusantara, Akademisi FH: Jangan Hanya Jadi Agenda Elite </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wacana-otorita-nusantara-akademisi-fh-jangan-hanya-jadi-agenda-elite/baca </link>
<guid> wacana-otorita-nusantara-akademisi-fh-jangan-hanya-jadi-agenda-elite </guid>
<pubDate> Sat, 05 Feb 2022 07:10:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nusantara akan keluar dari Kaltim dan menjadi wilayah setingkat provinsi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wacana-otorita-nusantara-akademisi-fh-jangan-hanya-jadi-agenda-elite/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iu6ssUkSkw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wacana Otorita Nusantara, Akademisi FH: Jangan Hanya Jadi Agenda Elite</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Nusantara, sebuah nama yang diusung untuk ibu kota negara (IKN) baru, nantinya akan menjadi wilayah setingkat provinsi dan keluar dari Kaltim. Calon pemimpinnya pun digadang-gadang punya level setingkat menteri. Hal ini memerlukan otorita baru untuk mengurus Nusantara. Lantas apakah otorita ini diperlukan? Apa saja dampak yang berpotensi timbul?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>tempo.co</em></span><span>, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menuturkan, kepala otorita Nusantara periode pertama akan ditunjuk langsung oleh Presiden. Kepala otorita ini akan memiliki tanggung jawab langsung kepada Presiden.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://www.sketsaunmul.co/upload/post/289c71e26efa5265ed6186b6a0b8a8623e389576.jpeg" style="width: 398px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seiring dengan mencuatnya kabar kebijakan itu, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;meminta tanggapan dari salah satu dosen FH Unmul, Harry Setya Nugraha.&nbsp;</span><span>Dirinya menilai perpindahan IKN hanya sekadar memindahkan wilayah DKI Jakarta ke wilayah Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>RUU IKN yang tempo hari disahkan menunjukkan kepada kita bahwa pemerintah dan DPR justru memindahkan IKN ke daerah otonomi baru setingkat provinsi yang kini bernama Nusantara. Artinya ada satu provinsi baru yang dibentuk untuk kemudian dijadikan sebagai IKN,&rdquo; terangnya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (1/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini justru menepis anggapan bahwa Nusantara berada di wilayah Kaltim, sekalipun secara geografis masih dalam lingkup yang sama. Ia menjelaskan hal tersebut memang dibenarkan karena konstruksi hukum ketatanegaraan Indonesia, memberi peluang untuk dilakukannya pemekaran daerah dengan berbagai persyaratan. Kendati menurutnya, Nusantara belum cukup memenuhi syarat terbentuknya otonomi baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan kata lain, pembentukan pemerintah daerah khusus IKN tidak memenuhi syarat sebagaimana ditentukan dalam UU,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia tidak sepakat dengan konsep otorita Nusantara. Perkara itu ia sampaikan sebab konsep inti IKN yang dinilai tak gamblang dan berpotensi menimbulkan sejumlah persoalan. Termasuk di antaranya kedudukan dan kewenangan kepala otorita, hingga menyoal bagaimana otorita tersebut hendak dijalankan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Penunjukkan (kepala otorita) harus dilakukan transparan dan terstruktur. Tidak semata-mata kepentingan politik. Sekalipun saya sebenarnya tidak sepakat dengan konsep penunjukan kepala otorita oleh Presiden.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di akhir, Harry berharap pemindahan IKN tidak hanya menjadi agenda elite</span><span>&nbsp;untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Namun, seyogianya menjadi agenda nasional yang bertujuan jelas untuk kesejahteraan rakyat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Reky Jatiwibowo, selaku Kepala Departemen Kajian Strategis Daerah (Kastrada) &nbsp;berterus terang bahwa sudah seharusnya otorita Nusantara dibentuk baru dan keluar dari provinsi Kaltim.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari segi aturan memang harusnya seperti itu karena kondisinya menjadi daerah otorita, di mana daerah otorita merupakan daerah setingkat provinsi. Tempat penyelenggaraan Ibu Kota Negara, yang dimana daerah tersebut menjadi khusus yang dikhususkan untuk pemerintah dan IKN,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai, Jumat (4/2) melalui pesan Whatsapp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya kepala otorita harus mengerti mengenai lingkungan dan daerah yang akan dipimpin. Terlebih mampu mengembangkan kualitas sumber daya manusia yakni penduduk lokal, serta mewujudkan lingkungan yang baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Besar harapan Reky, kepala otorita ini mampu membangun wilayah tidak hanya di Nusantara saja. Tetapi juga di daerah penyangga lainnya, dengan alasan pemerataan pembangunan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Diharapkan kepala otorita harus didampingi oleh penduduk lokal yang mengerti, yaitu masyarakat adat agar lebih mengerti daerah lingkungan sekitarnya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa sekaligus warga PPU, ia ingin otorita baru Nusantara mampu menggali potensi pendidikan dan pembangunan. Selain itu, pembangunan daerah penyangga Nusantara juga harus dilakukan, agar dapat mendorong akses perekonomian yang lebih mudah bagi penduduk lokal dalam mengembangkan berbagai potensi yang ada di daerah tersebut.</span><span>&nbsp;</span><strong><span>(</span><span><em>eng/fza/vyn/nkh</em></span><span>)</span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pekerja Kotor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pekerja-kotor/baca </link>
<guid> pekerja-kotor </guid>
<pubDate> Sat, 05 Feb 2022 11:23:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> “Dasar pekerja kotor", kalimat itu layak diuntaikan kepada para koruptor. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pekerja-kotor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/maOM87q1E7.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pekerja Kotor</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr"><span>Selalu terlintas di benakku, apa itu pekerja kotor?</span></p><p dir="ltr"><span>Mulanya, aku mengira bahwa kuli bangunan adalah pekerja kotor.</span></p><p dir="ltr"><span>Petani yang bergelut bersama tanah dan lumpur juga kukira pekerja kotor.</span></p><p dir="ltr"><span>Bahkan, aku menduga pedagang kaki lima yang berjualan hingga meneteskan keringat merupakan pekerja kotor.</span></p><p dir="ltr"><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr"><span>Apa sebenarnya pekerjaan kotor itu?</span></p><p dir="ltr"><span>Apakah mereka yang berjuang segenap tenaganya merupakan pekerja kotor?</span></p><p dir="ltr"><span>Mereka yang mati-matian banting tulang menafkahi keluarganya &nbsp;merupakan pekerja kotor?</span></p><p dir="ltr"><span>Atau mereka yang menjajakan keperawanannya di klub malam adalah pekerja kotor?</span></p><p dir="ltr"><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr"><span>Kebuncahan itu kian menjelajahi pikiranku secara acap-acapan.</span></p><p dir="ltr"><span>Hingga tiba saatnya, suatu ketika televisi menayangkan informasi penangkapan koruptor.</span></p><p dir="ltr"><span>Pikiranku sontak sepakat,</span></p><p dir="ltr"><span>Mereka yang bekerja dengan kursi bak raja di suatu ruangan yang megah di dalam gedung pencakar langit adalah pekerja kotor.</span></p><p dir="ltr"><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr"><span>Kotor secara tindakan dan pikiran yang hanya fokus mementingkan dirinya sendiri.</span></p><p dir="ltr"><span>Bekerja secara kotor untuk menikmati uang haram hasil rampasan rakyat miskin.</span></p><p dir="ltr"><span>&ldquo;Dasar pekerja kotor&quot;, kalimat itu layak diuntaikan&nbsp;kepada para koruptor.</span></p><p dir="ltr"><span>Pekerja kotor sesungguhnya adalah mereka yang mengenakan jaket oranye bertuliskan &ldquo;KPK&rdquo;.</span></p><p dir="ltr"><span><strong><em>Puisi ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2018.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Jurnalisme Keberagaman, Ruang Aman bagi Kelompok Rentan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengenal-jurnalisme-keberagaman-ruang-aman-bagi-kelompok-rentan/baca </link>
<guid> mengenal-jurnalisme-keberagaman-ruang-aman-bagi-kelompok-rentan </guid>
<pubDate> Mon, 07 Feb 2022 08:06:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dengan hadirnya jurnalisme keberagaman, diharapkan terciptanya ruang aman untuk minoritas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengenal-jurnalisme-keberagaman-ruang-aman-bagi-kelompok-rentan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Lx6FISywWZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Jurnalisme Keberagaman, Ruang Aman bagi Kelompok Rentan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Jurnalisme keberagaman santer terdengar oleh insan pers, bersisian dengan kasus intoleransi. Pasalnya, jenis jurnalistik yang satu ini digadang-gadang mampu menuntun mereka yang bekerja di dunia jurnalistik, dalam menciptakan ruang aman terhadap pemberitaan keberagaman di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em> berbincang bersama Yuni Pulungan, Program Manager Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (Sejuk), Kamis (3/2).</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f9de8d7a9b5b1662fb0ffcb98cdcaeed89b19d66.png" style="width: 967px;"></span><span style="text-align: justify; background-color: transparent;">Yuni menuturkan jurnalisme keberagaman &nbsp;bak praktik-praktik jurnalisme lainnya, menggunakan elemen jurnalisme dan kode etik jurnalistik. Namun, menurutnya jurnalisme ini menitikberatkan pada proses produksi karya jurnalistik dengan mengedepankan nilai-nilai keberagaman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jurnalisme ini punya sensitivitas terhadap isu-isu yang melibatkan identitas ragam kepercayaan, kebebasan beragama, etnis, gender, seksualitas, dan juga termasuk disabilitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi agar lebih mudah diingat sebenarnya, memperkenalkan istilah jurnalisme keberagaman adalah sebuah praktik jurnalistik dalam isu keberagaman,&rdquo; sahutnya via Zoom Meeting kala itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pakem dalam memaknai keberagaman ini sangat penting untuk diketahui. Sebab, dengan punya nilai dan prinsip-prinsip keberagaman, jurnalis diharapkan bisa melihat konteks masalah dalam garis yang lebih besar, yaitu masalah keberagaman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keuntungan lain, jurnalis dapat memahami kompleksitas keragaman dengan memahami secara baik jurnalisme keberagaman. Namun, untuk memahami banyaknya isu dan konflik keberagaman di tanah air, semua pihak perlu berupaya mendukungnya dari segala arah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya, yang terpenting untuk dilakukan ialah memastikan bahwa orang-orang yang berada di ruang redaksi punya nilai-nilai kebebasan, kepentingan untuk membela hak asasi manusia (HAM), serta perspektif keberagaman. Hal itu demi menjaga integrasi keberagaman di era disrupsi yang serba cepat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi kalau jurnalisnya punya perspektif seperti itu, mereka enggak akan menjadi orang yang ikut menghakimi, enggak akan ikut menjadi orang yang menentukan ini salah atau benar, tidak ikut menjadi orang yang menyebarkan miskonsepsi. Tapi, ikut menjadi orang yang berada di depan untuk menyuarakan hak teman-teman kelompok marginal.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Sayangnya nilai-nilai keberagaman masih jadi momok untuk diwujudkan di era digitalisasi. Tak boleh berkecil hati, Yuni mengungkap jika banyak sekali upaya untuk menampik tantangan tersebut, dengan sama-sama bergerak menciptakan ruang aman perkara keberagaman.</span><span style="background-color: transparent;"><br></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tantangan keberagamannya itu kalau di era sekarang tidak hanya disebabkan oleh teman-teman di media massa dan media mainstream saja, tapi ya media sosial juga gitu dan pengguna sosial media kan tidak hanya jurnalis gitu dan tidak hanya teman-teman komunitas marginal, semua orang menggunakan media sosial,&rdquo; tutur Yuni.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan jumlah penduduk yang banyak, serta memiliki latar belakang keberagaman yang tinggi, sepatutnya tidak menjadi hambatan pada era disrupsi di Indonesia ketika menyuarakan jurnalisme keberagaman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menilik lebih dalam, jurnalisme keberagaman tidak hanya sebatas masalah nilai-nilai. Namun, berfungsi menyadarkan pers terhadap fungsi<span>&nbsp;</span></span><span><em>watchdog</em></span><span>&nbsp;atau edukasi dari jurnalisme yang sesungguhnya. Penting bagi jurnalis untuk untuk terlibat aktif dalam pemenuhan, perlindungan, termasuk pemberian hak dari kelompok marginal dan menjalankan fungsinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain peran pers, ia juga menjelaskan jika perlu perubahan regulasi terhadap pola keberagaman. Dalam situasi di lapangan, banyak tindak kriminal yang dilakukan disebabkan sikap intoleransi. Hal tersebut dipicu dari regulasi yang tidak inklusif. Banyak regulasi yang tidak memikirkan berbagai pihak terutama kelompok marginal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yuni juga menyinggung kepada pelaku-pelaku media, terutama jurnalis yang memegang kebijakan di dalam redaksi. Forum diskusi maupun pelatihan khusus untuk orang-orang di balik layar terkait nilai keberagaman patut diprioritaskan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi kalau misalnya di dalam ruang redaksinya memang udah punya kedekatan tersendiri, udah punya perspektif yang baik terhadap nilai-nilai keberagaman sebenarnya semoga dalam jalan produksinya lebih banyak lagi gitu rasa sensitifnya terhadap peliputan isu-isu keberagaman,&rdquo; langgamnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pandangan Akademisi</strong></span></p><p style="text-align: justify;">Untuk melihat peran jurnalis yang ikut berkontribusi dalam menciptakan pemahaman tentang keberagaman dan meminimalkan konflik akibat penguatan identitas dengan perspektif akademisi, <em>Sketsa</em> menemui Nurliah, dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Unmul, Jumat (4/2).</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eedfcbcb6980940735605245fad1d76607fdbb45.jpeg" style="width: 953px;"><span style="text-align: justify; background-color: transparent;">Menurutnya, semua pakem jurnalisme harus sensitif pada ragam isu dan bersikap adil melihat wacana dan fenomena. &ldquo;Jadi, sebagai seorang yang bergelut di dunia jurnalistik dan juga akademisi di bidang jurnalistik ya, setiap hal itu memang perlu ada penekanan-penekanan.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak jadi persoalan ketika pers memberikan penekanan pada liputan-liputan dengan label jurnalisme keberagaman. Namun, yang perlu diketahui, Indonesia masih berkutat pada asingnya isu keberagaman di telinga masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan kita di Indonesia yang masih sangat seperti itu, ya akhirnya dimunculkan jurnalisme keberagaman. Karena jurnalisme kita masih konvensional, memandang tentang LGBT, misalnya begitu.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penting bagi jurnalis dapat memahami kompleksitas keragaman tergantung dari orang-orang di balik media bersangkutan. &ldquo;Kalau media kan memang sangat tergantung oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>man behind the gun</em></span><span>. Ya, siapa pemiliknya, siapa pemegang sahamnya, dia berafiliasi dengan siapa, ideologinya apa <em>nih</em> (orang yang berafiliasi),&rdquo; lanjutnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Nurliah mengungkap jika pers tetap harus berperan dalam menciptakan ruang aman terhadap isu keberagaman di Indonesia. Mengingat fungsi pers untuk menjernihkan segala informasi agar lebih jelas dan transparan. Bukan lagi media partisan, yang mendekatkan diri pada politisi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Media harus menciptakan ruang aman, wajib. Dia bukan menjadi pemicu untuk membuat orang menjadi berkonflik. Harusnya, dia memberikan penjelasan, kejelasan terhadap fenomena yang ada.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan Yuni, bagi Nurliah apapun nilai yang diusung jurnalis dari media tertentu, kode etik jurnalistik haruslah dipatuhi. Kejelasan informasi juga tak kalah pentingnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/450a284a896bc41b86045592df92b3edd5934d4e.jpeg" style="width: 952px;"></span><span style="text-align: justify; background-color: transparent;">Jurnalis patut mengonfirmasi segala bentuk informasi kepada semua pihak, hal itu sebagai bentuk</span><span style="text-align: justify; background-color: transparent;">&nbsp;<em>cover both side</em></span><span style="text-align: justify; background-color: transparent;">&nbsp;dan egalitarianisme. Setiap orang punya hak yang sama dalam memberikan suaranya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Media harus sensitif pada keberagaman, dia harus memberikan kejelasan pada hal-hal yang tidak jelas. Bahkan ada yang menyamakan jurnalis itu adalah kerja-kerja kenabian. Karena dia menyuarakan hal-hal yang seharusnya untuk kebaikan umat. Memberikan penjelasan-penjelasan yang tepat. Pesan-pesan yang bernilai moral bagus akan disampaikan di media. Begitu idealnya,&rdquo; pungkasnya.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>fzn/tha/nkh/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Terpapar Covid-19, Ilmu Komunikasi FISIP Kembali Lakukan Perkuliahan Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-terpapar-covid-19-ilmu-komunikasi-fisip-kembali-lakukan-perkuliahan-daring/baca </link>
<guid> mahasiswa-terpapar-covid-19-ilmu-komunikasi-fisip-kembali-lakukan-perkuliahan-daring </guid>
<pubDate> Tue, 08 Feb 2022 07:32:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FISIP kembali adakan perkuliahan secara daring sebab salah satu mahasiswanya terpapar Covid-19. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-terpapar-covid-19-ilmu-komunikasi-fisip-kembali-lakukan-perkuliahan-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UkN6uZ3wAf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Terpapar Covid-19, Ilmu Komunikasi FISIP Kembali Lakukan Perkuliahan Daring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong>-<span>&nbsp;</span></span><span>Belum genap sebulan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung di FISIP Unmul. Program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) angkatan 2019 dikabarkan kembali melakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), untuk beberapa mata kuliah. Hal ini lantaran adanya indikasi salah satu mahasiswa Ilkom 2019 yang terpapar Covid-19.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pun meminta konfirmasi kepada Rina Juwita selaku Koordinator Prodi Ilkom, Senin (7/2) lewat pesan Whatsapp. Ia membenarkan kejadian itu, selepas mahasiswa bersangkutan menjalani tes PCR.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya benar ada mahasiswa Ilkom yang positif Covid-19 dari hasil tes yang dilakukan di klinik Unmul.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kejadian ini lantas membuat kampus mengambil keputusan untuk melakukan peralihan lewat telekonferensi pada beberapa mata kuliah. Tak cuma itu, alasan lainnya ialah adanya ketentuan fakultas yang melarang penggunaan ruang kelas yang melebihi kapasitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya menegaskan bahwa kampus sudah menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Namun, ia menduga mahasiswa tidak ketat menerapkan protokol kesehatan. Ini karena mahasiswa kerap berkumpul di area kampus saat menunggu perkuliahan ataupun kuliah usai. Bahkan beberapa di antaranya kedapatan merokok di area kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau ditegur baru buru-buru buang rokok, pasang masker lagi, dan pergi. Mungkin euforia juga karena lama tidak ketemu, mungkin ya,&rdquo; terangnya pada</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kejadian ini tidak hanya berdampak pada mahasiswa, namun juga untuk seluruh warga FISIP Unmul. Rina berterus terang bahwa setiap minggu fakultasnya selalu melakukan evaluasi terkait pelaksanaan PTM ini. Hal ini guna memaksimalkan PTM di semester ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Makanya ayo, kalau memang meminta untuk luring, semua juga harus disiplin sama-sama,&rdquo; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;meminta keterangan Ilham Puji Aditya, mahasiswa Ilkom 2019 pada Senin (7/2). Melalui sambungan telepon Whatsapp, Ilham tak begitu kaget dengan kejadian tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;M</span><span>au gimana lagi. Dari saya <em>sih</em>, kalau enggak salah dari seminggu kemarin jadwalnya kan kita melihat dulu situasi, maka dari itu dilaksanakan kuliah luring.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama pembelajaran PTM diberlakukan, ia tak menyadari hadirnya gejala Covid-19 dari kawan seangkatan. Kendati ia mendengar bahwa salah satu mahasiswa sedang tidak kondisi optimal dan juga mengalami gangguan pada pernapasannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Jumat (4/2) lalu, ia dihubungi, bahwa ada rekan yang memiliki gejala, dan belum melakukan vaksin dosis dua. Mahasiswa tersebut diimbau melakukan tes PCR di klinik Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi dia diimbau untuk ke klinik Unmul dulu gitu untuk melaksanakan PCR. Ketika di-PCR, ternyata hasilnya positif. Dikonfirmasi juga oleh dirinya sendiri, ada kabar-kabar dari Kaprodi, jadi seperti itu.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya berterus terang bahwa lingkungan kampus masih kurang dalam pengawasan, baik antarmahasiswa ataupun dari pihak fakultas. Lebih lanjut, ia berharap hal tersebut menjadi bahan evaluasi. Sehingga hadir kebijakan kampus dengan fungsi mitigasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagi teman-teman sekelas juga bisa lebih peduli dan ikut mengawasi apa yang menjadi imbauan dari<span>&nbsp;</span></span><span>kampus</span><span>. Kalau dirasa badan tidak bugar sih jangan masuk dulu,&rdquo; kuncinya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>vyn/jla/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panitia Seleksi Satgas PPKS Dibentuk, Langkah Awal Unmul Berantas Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-seleksi-satgas-ppks-dibentuk-langkah-awal-unmul-berantas-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> panitia-seleksi-satgas-ppks-dibentuk-langkah-awal-unmul-berantas-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Wed, 09 Feb 2022 07:18:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul keluarkan edaran rekrutmen calon panitia seleksi Satgas PPKS. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-seleksi-satgas-ppks-dibentuk-langkah-awal-unmul-berantas-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AujZNfHk2L.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Panitia Seleksi Satgas PPKS Dibentuk, Langkah Awal Unmul Berantas Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Terbitnya</span><span>&nbsp;</span><span>Peraturan<span>&nbsp;</span></span><span>Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek)</span><span>&nbsp;</span><span>N</span><span>omor 30<span>&nbsp;</span></span><span>T</span><span>ahun 2021 tentang Pencegahan dan<span>&nbsp;</span></span><span>P</span><span>enanganan<span>&nbsp;</span></span><span>K</span><span>ekerasan<span>&nbsp;</span></span><span>S</span><span>eksual<span>&nbsp;</span></span><span>(</span><span>PPKS) di<span>&nbsp;</span></span><span>Lingkungan</span><span>&nbsp;</span><span>Perguruan</span><span>&nbsp;</span><span>Tinggi,</span><span>&nbsp;mendesak tiap<span>&nbsp;perguruan tinggi agar</span></span><span>&nbsp;segera membentuk satuan tugas (satgas).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, pada Selasa (2/11/2021) Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifudin menyebutkan bahwa Unmul perlu membentuk Satgas PPKS. Namun, alur dari terbentuknya Satgas PPKS tak dibeberkannya. (Baca : https</span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1644394279560632%26amp;usg%3DAOvVaw37YqetMaVGBngR14J5j6nh&sa=D&source=docs&ust=1644394279581090&usg=AOvVaw3-3qFVirjJ3P-oZ3_z2tkK">://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-ppks-terbit-unmul-siap-tuntaskan-kekerasan-seksual-di-lingkungan-kampus/baca</a></span><span>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian pada Rabu (26/1) lalu, sebagai tindak lanjut dari rencana pembentukan Satgas, kampus mengeluarkan edaran</span><span>&nbsp;Rekrutmen<span>&nbsp;</span></span><span>Calon Panitia Seleksi (Pansel) Satgas PPKS Unmul pada website resmi Unmul. Rekrutmen ini secara terbuka ditujukan kepada pendidik (dosen), tenaga kependidikan, dan juga mahasiswa Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>menghubungi Encik pada<span>&nbsp;</span>Sabtu (5/2) untuk mendapat informasi lebih lanjut.<span>&nbsp;</span>Ia<span>&nbsp;</span>menyebutkan hasil Rekrutmen Pansel Satgas PPKS yang dibuka selama tiga hari terhitung dari 26 Januari hingga 28 Januari tersebut mendapatkan 43 pendaftar yang terdiri dari 25 pendidik/dosen, 4 tenaga pendidik, dan 14 mahasiswa. <span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Animo mahasiswa diakuinya sangat tinggi, utamanya dari FISIP. Meskipun demikian, pembentukan panitia seleksi ini belum sepenuhnya rampung dan masih dalam proses dan koordinasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut terkait Satgas PPKS, Rektor Unmul juga tentu akan memikirkan adanya ruangan atau posko tertentu untuk Tim Satgas. Namun belum dapat dipastikan, sebab saat ini masih berfokus untuk hal-hal yang sifatnya prinsip.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Artinya ada target Satgasnya terbentuk. Untuk hal-hal yang bersifat teknis kami akan koordinasikan internal,&quot; pungkas Encik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditemui <em>Sketsa</em> pada Selasa (1/2),<span>&nbsp;</span></span><span>Reski Dhemas Pawa</span><span>e</span><span>&nbsp;selaku presiden BEM FISIP menyambut baik perkembangan Permendikbud</span><span>. Dirinya memastikan bahwa BEM FISIP siap mengawal isu kekerasan seksual di lingkup Unmul, khususnya lingkungan FISIP. Komitmen itu dibuktikan dengan hadirnya Kementerian Gender yang akan &nbsp;mengawal implementasi Permendikbud PPKS.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Reski menyayangkan soal waktu yang cukup singkat untuk pada rekrutmen Pansel &nbsp;Satgas PPKS Unmul. Menurutnya, kekerasan seksual merupakan kasus yang penting, sehingga proses rekrutmen perlu dibuka secara merata dan menyeluruh kepada civitas academica di Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Implementasi Permen PPKS dan rekrutmen Pansel Satgas PPKS terbilang lambat, mengingat sejumlah kasus kekerasan seksual kadung terjadi di Unmul, sebelum adanya pembentukan Pansel Satgas PPKS.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Merespons rekrutmen Pansel Satgas PPKS, BEM FISIP telah menyiapkan beberapa nama, khususnya anggota yang terlibat dalam Kementerian Gender, untuk didelegasikan dalam tim Pansel. Ia berharap pihak yang telah diberikan kepercayaan dalam tim Pansel dapat mempertanggungjawabkan perannya, serta tak pasif dalam mengawal isu-isu kekerasan seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menilai transparansi kepada seluruh fakultas terkait hasil rekrutmen Pansel Satgas PPKS perlu dilakukan. Hal itu bisa dilakukan</span><span>&nbsp;dengan<span>&nbsp;</span></span><span>membeberkan siapa saja nama yang tergabung dalam Pansel Satgas PPKS.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sehingga kita bisa membaca<span>&nbsp;</span></span><span><em>track recordnya</em></span><span>,</span><span>&nbsp;kita bisa mengetahui identitasnya, sehingga<span>&nbsp;</span></span><span>jangan sampai ada pelaku kekerasan seksual yang</span><span>&nbsp;</span><span>terlibat di dalam Pansel ini ataupun nanti di dalam tim Satgas.&quot;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat langkah Unmul dalam pencegahan dan penanganan<span>&nbsp;</span></span><span>kekerasan seksual di kampus, BEM FISIP hendak mengawal segala bentuk kebijakan dari Unmul. Tak luput fakultas yang ia pimpin. Namun, ia meminta solidaritas dari mahasiswa terutama lembaga-lembaga kampus untuk bahu-membahu memberantas predator seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Agar tetap menjaga jangan sampai ada korban-korban baru, jangan sampai ada pelaku-pelaku baru yang memang ini akan membuat kamu semakin berbahaya,&quot; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>mar/vyl/khn)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Pers Nasional 2022: Mengemas Isu Lingkungan di Tengah Digitalisasi Global </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-pers-nasional-2022-mengemas-isu-lingkungan-di-tengah-digitalisasi-global/baca </link>
<guid> hari-pers-nasional-2022-mengemas-isu-lingkungan-di-tengah-digitalisasi-global </guid>
<pubDate> Wed, 09 Feb 2022 07:27:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Pers Nasional 2022 selain berfokus pada perkembangan teknologi komunikasi dan media, juga menggaungkan isu-isu kepedulian terhadap lingkungan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-pers-nasional-2022-mengemas-isu-lingkungan-di-tengah-digitalisasi-global/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sUMJslxm0r.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Pers Nasional 2022: Mengemas Isu Lingkungan di Tengah Digitalisasi Global</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;Bersamaan&nbsp;</span></span><span>lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), 9 Februari juga diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Di tahun ini tema yang diusung ialah &ldquo;Membangun Kedaulatan Nasional di Tengah Gelombang Digitalisasi Global&rdquo;.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Uniknya, tema yang diangkat tahun ini tidak hanya berfokus pada masalah masa depan wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan media. Namun, memberikan perhatian lebih untuk menggaungkan isu-isu kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kehutanan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari laman<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.menlhk.go.id/site/single_post/4379/hari-pers-nasional-2022-pwi-dukung-agenda-green-dan-mitigasi-iklim%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1644394818155008%26amp;usg%3DAOvVaw3hAWDZFSfTA6hOIPbGW3UY&sa=D&source=docs&ust=1644394818161977&usg=AOvVaw3dmtNxWJy_-1QZqpuORXbq">menlhk.go.id</a></span><span>, puncak peringatan HPN 2022 yang akan diselenggarakan di Kendari, Sulawesi Tenggara, telah dipersiapkan jauh hari sejak September 2021. Dalam diskusi yang dihadiri oleh PWI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Auri Jaya selaku Ketua Panitia HPN 2022 membenarkan jika isu lingkungan hidup merupakan salah satu yang penting diusung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, konsep acara peringatan kali ini setidaknya menekankan tiga tujuan utama penyelenggaraan HPN. Mulai dari berkontribusi kepada pembangunan di daerah, menyuarakan kepentingan nasional, hingga membahas isu strategis terkait kehidupan pers nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>HPN 2022 akan terdiri dari 40 rangkaian kegiatan. Di antaranya konvensi media massa di tanggal 7 &amp; 8 Februari 2022, seminar pariwisata bangkit, seminar energi dan pertambangan, seminar moneter dan fiskal,<span>&nbsp;</span></span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;pendidikan jurnalistik, Diskusi Anugerah Jurnalistik Adinegoro, Klinik Penulisan Kebudayaan, bakti sosial dan lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan yang akan dihadiri secara langsung oleh Presiden Joko Widodo tersebut, hendak dilaksanakan dengan kombinasi luring (</span><span><em>offline</em></span><span>) dan daring (</span><span><em>online</em></span><span>).</span><span>&nbsp;</span><span>Presiden juga diagendakan untuk melakukan penanaman <em>mangrove&nbsp;</em>dan melepas hewan langka, yakni Anoa. Hal tersebut dipilih sebab Anoa merupakan simbol khas bagi Sulawesi Tenggara yang hampir punah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, euforia peringatan HPN 2022 juga datang dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim. Melalui akun twitter resmi KPID Kaltim (</span><span>@<em>kpidkaltim</em>_</span><span>), instansi tersebut menuliskan harapannya untuk insan pers, Rabu (9/2).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga insan pers senantiasa menjadi yang terdepan, terpercaya, dalam menyampaikan informasi, serta mari ciptakan ekosistem pers yang semakin berkualitas,&rdquo; pesan KPID Kaltim melalui akun Twitter resminya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>ffs/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Mahasiswa Unmul, Solidaritas untuk Warga Wadas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aliansi-mahasiswa-unmul-solidaritas-untuk-warga-wadas/baca </link>
<guid> aliansi-mahasiswa-unmul-solidaritas-untuk-warga-wadas </guid>
<pubDate> Fri, 11 Feb 2022 06:57:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ramai berita aksi kriminalisasi di Desa Wadas, aliansi mahasiswa Unmul beri respons. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aliansi-mahasiswa-unmul-solidaritas-untuk-warga-wadas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HrOUTi1nkP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Mahasiswa Unmul, Solidaritas untuk Warga Wadas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Ratusan polisi memasuki perbatasan Desa Wadas. Mereka datang dengan senjata dan tameng yang tidak segan-segan akan mereka gunakan untuk upaya kriminalisasi. Pergerakan aparat ini diselingi dengan penangkapan warga dan advokat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Merujuk pada Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/41 Tahun 2018, wilayah Desa Wadas ditetapkan sebagai lokasi penambangan batu andesit bagi material proyek Bendungan Bener. Proyek tersebut salah satu proyek strategis nasional di bawah pemerintahan Jokowi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ganjar kemudian mengeluarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/20 tahun 2021 tentang pembaruan atas penetapan lokasi pengadaan tanah bagi pembangunan Bendungan Bener. Kemudian warga setempat menggugat putusan tersebut, namun ditolak oleh majelis hakim.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Putusan pengadilan ini yang menjadi dasar pemerintah tetap melanjutkan usaha pertambangan tersebut. Dimana tentu saja menyalahi hak warga sipil untuk mempertahankan lingkungan hidupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penolakan warga tentu bukan tanpa sebab, karena proyek ini sarat akan manipulasi, menabrak perundang-undangan, dan disertai kekerasan. Undang-Undang Pokok Agraria (UU PA) yang seharusnya menjadi tombak penyelesaian konflik tanah, juga tak memberikan solusi apapun terhadap rampasan tanah yang dilakukan oleh pemerintah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>UU PA yang merupakan sebuah produk hukum dan semestinya berpihak kepada kepentingan masyarakat, kini justru berbenturan dengan semangat pembangunan modern. Padahal seluruh kekayaan air dan bumi harus dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat Indonesia seperti yang terkandung dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sehingga, jika kekayaan yang mereka jaga sekian lama dirampas begitu saja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, wajar jika mereka memberontak untuk mempertahankan haknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>UU Nomor 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), mempertegas hak atas lingkungan hidup terutama pada pasal 9. Bahwa setiap orang berhak untuk hidup dan menaikkan taraf hidupnya untuk menjamin kehidupan yang tenteram, aman, damai, sejahtera, lahir dan batin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal yang menjadi pertanyaan, apakah pertambangan yang terjadi di Desa Wadas dan perampasan tanah mereka sendiri dapat menjamin kehidupan mereka akan lebih baik di masa mendatang?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika memang seluruh proyek ini dilakukan demi menaikkan taraf hidup rakyat Indonesia, mengapa harus diselingi dengan kekerasan? Mengapa aparat kepolisian harus melakukan aksi represif dan pembungkaman kepada warga yang sedang mempertahankan haknya?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan hal di atas, kami Aliansi Mahasiswa Unmul menuntut :</span></p><ol start="1"><li style="text-align: justify;"><span>Mengecam segala bentuk aksi represif aparat kepolisian terhadap warga Wadas yang mempertahankan lahannya.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Bebaskan masyarakat yang ditangkap.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Hentikan segala bentuk rencana proyek yang mengeksploitasi alam dan merusak lingkungan dengan dalih kepentingan umum.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Tegakkan supremasi hukum yang mengedepankan HAM dan hapus tuntas impunitas.</span></li></ol><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh Aliansi Mahasiswa Unmul 2022.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagai Kendala pada MSIB Gelombang Pertama, Animo Mahasiswa Tak Menurun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berbagai-kendala-pada-msib-gelombang-pertama-animo-mahasiswa-tak-menurun/baca </link>
<guid> berbagai-kendala-pada-msib-gelombang-pertama-animo-mahasiswa-tak-menurun </guid>
<pubDate> Fri, 11 Feb 2022 10:39:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jumlah mahasiswa Unmul ikut MSIB gelombang kedua bertambah, kendati pada gelombang pertama berbagai kendala hadir. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berbagai-kendala-pada-msib-gelombang-pertama-animo-mahasiswa-tak-menurun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eoNTm4r1Pc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagai Kendala pada MSIB Gelombang Pertama, Animo Mahasiswa Tak Menurun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Februari 2022 menjadi awal dimulainya program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) gelombang kedua.<span>&nbsp;</span></span><span>Sebelumnya, program besutan Kemendikbudristek tersebut menuai berbagai kendala pada gelombang pertama. Seperti halnya keterlambatan uang saku, sulitnya konversi sistem satuan kredit (SKS) hingga kesalahan sistem.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika dihubungi awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Senin (6/2)</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><span>Masayu<span>&nbsp;</span></span><span>Widiastuti<span>&nbsp;</span></span><span>selaku<span>&nbsp;</span></span><span>PIC Program MSIB Unmul,</span> mengaku kendala pada MSIB dialami mahasiswa, PIC, mitra, maupun dosen. Hal ini lantaran perlu penyesuaian terhadap mekanisme yang baru diterapkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proses</span><span>&nbsp;registrasi program yang dilakukan melalui sistem, butuh ketelitian dalam penginputan data. Diketahui data PIC, dosen, juga mahasiswa terhubung dengan data yang ada di PDDikti, sehingga data tak sinkron, sistem enggan memproses.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Bantuan uang saku misalnya, harus menggunakan bank yang sudah ditunjuk. Ternyata mahasiswa menginput rekening bank yang tidak sesuai, ada kesalahan no rekening, penulisan nama yang berbeda dengan <em>data base</em> di PDDikti, sehingga perlu waktu perbaikan data untuk ajuan SK (Surat Keputusan) dan pendanaan, untuk itu diharapkan dalam menginput data harus teliti dan benar.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendati aral melintang, hal itu tak &apos;bikin kapok&apos; animo mahasiswa Unmul dalam program MSIB. Bahkan menurut Masayu,</span><span>&nbsp;terdapat peningkatan pendaftar baik untuk magang maupun studi independen pada gelombang dua. Angka itu menyentuk 350, sementara sebelumnya hanya mencapai 280 mahasiswa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jumlah peserta yang lolos pun turut alami peningkatan. Peserta yang lolos program MSIB gelombang pertama berjumlah 59 mahasiswa, terdiri 39 peserta magang dan 20 peserta Studi Independen. Pada gelombang kedua, sebanyak 102 mahasiswa Unmul dinyatakan lolos, terdiri dari 52 peserta magang dan 50 peserta Studi Independen.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masayu menilai peningkatan ini telah menunjukkan mahasiswa telah memahami manfaat dari program dalam rangka mengembangkan kompetensi diri di dunia industri dan dunia kerja. Selain itu, peluang untuk melamar di beberapa posisi dan beberapa mitra juga dianggap menjadi daya tarik tersendiri oleh mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Belajar dari berbagai kendala sebelumnya, ia mengaku pada program MSIB gelombang dua ini tak disesaki keluhan mahasiswa.&nbsp;</span><span>&ldquo;</span><span>S</span><span>ebelum mendaftar mahasiswa harus berkonsultasi terlebih dahulu di tingkat program studi atau fakultas sehingga diperoleh rekomendasi untuk mendukung mahasiswa dalam proses konversi dan diterbitkan SKPI nantinya.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Iming-iming MSIB dalam pandangan mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Ainun Ridlo, mahasiswa Fahutan 2018, merupakan salah satu peserta MSIB gelombang dua. Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;</span><span>pada Sabtu (5/2) lalu, Ainun mengaku tidak ada kendala yang berarti selama masa pendaftaran program ini, termasuk dalam mengurus surat rekomendasi dari kampus serta Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari rektorat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, ia mengeluhkan kurangnya koordinasi dari pihak mitra dalam memberikan informasi melalui<em>&nbsp;</em>surel</span><span>. Menurutnya, informasi lanjutan setelah pengumuman penerimaan magang berselang cukup lama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bahkan saya sendiri harus menghubungi pihak mitra, baru tahu ternyata langkah selanjutnya seperti ini,&rdquo; keluhnya melalui pesan WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa semester akhir, Ridlo mengaku program MSIB yang diikutinya sebahai wadahnya mencari pengalaman, uang saku, sekaligus kesempatan direkrut oleh perusahaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Harapannya mitra-mitra yang bergabung dalam program MSIB itu bisa lebih mempersiapkan diri baik dari bagaimana sistem rekrut mereka, apa yang akan diberikan kepada peserta. Jadi enggak ada ketimpangan informasi atau apapun. Jadi benar-benar udah siap banget,&quot; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagaimana Ridlo, Suci Ashari mahasiswa Ilmu Komunikasi 2019, juga tertarik dengan berbagai benefit yang ditawarkan. Menurutnya, program MSIB ini dirancang untuk mencari pengalaman kerja di bidang industri yang diinginkan, bahkan lebih spesifik sesuai jurusan yang ditempuh.&nbsp;</span><span>Namun, tetap saja, Suci menyayangkan kurangnya dukungan serta sosialisasi dari Prodi maupun fakultas terkait program ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi, pendalaman dari materi-materi yang telah diberikan di kelas itu bisa diaplikasi di magang &nbsp;ini. Sehingga, lebih aplikatif untuk program MSIB ini. Selain itu juga, program MSIB ini mendapat uang saku perbulan sih yang aku tahu infonya,&quot; ungkapnya pada Sabtu (5/2) melalui pesan WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Masih kita sendiri yang cari tahu, kita yang mengurus, dan kita sendiri yang harus berjuang untuk mengonversikan. Padahal kita pengin banget ikut program ini, cuma kadang ada beberapa hanya bisa dikonversikan ke SKS yang sedikit bahkan ada yang tidak bisa dikonversikan,&rdquo; kuncinya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>kya</span><span>/</span><span>mel</span><span>/</span><span>khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seruan Akademisi Peduli Wadas untuk Pembatalan Proyek Penambangan dan Pembangunan Bendungan Bener Purworejo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/seruan-akademisi-peduli-wadas-untuk-pembatalan-proyek-penambangan-dan-pembangunan-bendungan-bener-purworejo/baca </link>
<guid> seruan-akademisi-peduli-wadas-untuk-pembatalan-proyek-penambangan-dan-pembangunan-bendungan-bener-purworejo </guid>
<pubDate> Sat, 12 Feb 2022 05:03:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akademisi Peduli Wadas tuntut pembatalan pembangunan bendungan Bener yang memunculkan berbagai kritik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/seruan-akademisi-peduli-wadas-untuk-pembatalan-proyek-penambangan-dan-pembangunan-bendungan-bener-purworejo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HWsrQxGL4N.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Seruan Akademisi Peduli Wadas untuk Pembatalan Proyek Penambangan dan Pembangunan Bendungan Bener Purworejo</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Mengapa pengukuran untuk kepentingan proyek bendungan justru melahirkan bentuk kekerasan terhadap warga Wadas? Apakah hukum untuk penangkapan, penahanan, dan tindakan kepolisian lainnya dalam KUHAP tak lagi dianggap penting di negeri ini?</p><p style="text-align: justify;">Kami, para akademisi dari 37 kampus/institusi riset, menyoroti tindakan penerjunan ribuan aparat kepolisian ke Desa Wadas, Purworejo pada 7 hingga 8 Februari 2022. Dari sejumlah informasi yang kami olah, pengerahan aparat tersebut disertai dengan berbagai tindakan yang tak jelas legitimasi hukumnya. Berkaitan dengan jaringan internet, intimidasi, pemukulan, dan penangkapan puluhan warga Desa Wadas beserta para pendampingnya. Tindakan <em>sweeping,</em> bahkan kepada warga yang sedang melakukan istigasah atau pergi beribadah di masjid, menjadi penanda tidak jelasnya aparat penegak hukum bekerja secara profesional. Diketahui saat memasuki Desa Wadas, polisi juga merobek dan mencopoti poster-poster penolakan penambangan di Desa Wadas.</p><p style="text-align: justify;">Tindakan kesewenang-wenangan aparat kepolisian tidak hanya berhenti sampai di sana. Ketika proses pengukuran lahan sedang berjalan pada 8 Februari 2022, aparat kepolisian mendatangi ibu-ibu yang sedang membuat besek di posko-posko jaga dan merampas besek, pisau, dan peralatan untuk membuat besek.</p><p style="text-align: justify;">Kami juga menerima informasi dihalanginya tim kuasa hukum LBH Yogyakarta untuk melakukan pendampingan warga yang ditangkap di Polsek Bener, dengan alasan Covid-19. Terjadi pula peretasan akun Instagram LBH Yogyakarta pada tanggal 8 Februari 2022. Tentu peristiwa ini bukanlah yang pertama terjadi. Peristiwa serupa terjadi pada 23 April 2021.</p><p style="text-align: justify;">Atas segala peristiwa di atas, meskipun dikabarkan warga telah dikeluarkan dari penaahanan kepolisian, kami para akademisi mengecam keras dan mendorong pertanggungjawaban hukum atas tindakan pengerahan aparat besar-besaran ke Desa Wadas dan serangkaian tindak kekerasan yang dilakukan terhadap warga Desa Wadas. Tidak boleh ada tindakan hukum negara, termasuk aparat kepolisian, yang tak bisa tidak dipertanggungjawabkan. Tiadanya pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut melahirkan tidak percayanya publik terhadap pemerintah dan aparat penegak hukum.</p><p style="text-align: justify;">Protes yang dilakukan Warga Desa Wadas terhadap penambangan batuan andesit untuk proyek pembangunan Bendungan Bener, Purworejo, merupakan hak-hak konstitusional, dijamin oleh UUD NRI 1945, dan jelas bukan merupakan pelanggaran hukum. Sedangkan pengerahan pasukan besar-besaran tanpa alasan yang jelas, intimidasi, serangkaian tindak pemukulan, perampasan, perusakan yang dilakukan aparat, penangkapan sewenang-wenang, penghalang-halangan tim kuasa hukum mendampingi warga, pemadaman listrik dan jaringan internet termasuk peretasan Instagram LBH Yogyakarta justru tindakan penegakan hukum represif. Tidak hanya melanggar hukum, melainkan pula melanggar hak-hak asasi manusia yang dijamin dalam konstitusi dan perundang-undangan.</p><p style="text-align: justify;">Protes warga terhadap rencana Pembangunan Bendungan Bener harus direspon pemerintah dengan meninjau kembali rencana pembangunan proyek berdasarkan keberatan warga bukan dengan melakukan berbagai tindakan represif.</p><p style="text-align: justify;">Kami menilai Gubernur Jawa Tengah dan Kapolda Jawa Tengah harus bertanggung jawab atas semua tindakan melanggar hukum yang telah dilakukannya. Tak terkecuali, mendesak Kapolda Jateng segera menarik seluruh pasukan dari Desa Wadas dan bekerja secara profesional, berintegritas, patuh pada prinsip-prinsip negara hukum demokratis. Intimidasi di lapangan, dalam segala bentuknya harus dihentikan, karena tak sejalan dengan perlindungan hak atas rasa aman.</p><p style="text-align: justify;">Kami juga mendesak, proyek Bendungan Bener ini merupakan bagian Proyek Strategis Nasional (PSN), dan harus ditinjau kembali urgensinya, terlebih dengan cara-cara kekerasan yang menyertai proses pembangunannya. Negara wajib memberi perlindungan dan pemenuhan HAM, serta memastikan semua proses hukum dilakukan tak bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945.</p><p style="text-align: justify;">Kami mengingatkan pula bahwa setiap warga negara berhak untuk mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak, sebagaimana pula menghargai pilihan Warga Desa Wadas untuk tetap menjaga menjadikan lahan pertanian dan wilayahnya dari proyek pembangunan bendungan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh Akademisi Peduli Wadas 2022.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Merdeka Tapi Merana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/merdeka-tapi-merana/baca </link>
<guid> merdeka-tapi-merana </guid>
<pubDate> Sat, 12 Feb 2022 06:15:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ironi hidup di tanah merdeka, serasa dijajah saudara sendiri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/merdeka-tapi-merana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w8kcIXMMn5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Merdeka Tapi Merana</h1>
			              </header>
			              <p><span>Memang kita kaya batu bara hutan</span></p><p><span>Tapi hidup masih kekurangan</span></p><p><span>Memang kita kaya hasil laut</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi susah makan ikan</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memang harta hutan yang kita miliki<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tetapi bukan untuk kita nikmati</span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara kaum marginal dan proletar</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kadang diam dan gigit jari</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memang kita kaya air dan tanah</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi tanah dan air dibeli</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ironi hidup di tanah merdeka</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Serasa dijajah saudara sendiri</span></p><p><span><em><strong>Puisi ditulis oleh Andrianus Ongko Wijaya Hingan, mahasiswa PPKN, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 2020</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tak Khawatir Zoombombing, Pahami Fitur Keamanan pada Zoom Meeting </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/tak-khawatir-zoombombing-pahami-fitur-keamanan-pada-zoom-meeting/baca </link>
<guid> tak-khawatir-zoombombing-pahami-fitur-keamanan-pada-zoom-meeting </guid>
<pubDate> Sat, 12 Feb 2022 06:37:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal fenomena Zoombombing serta antisipasinya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/tak-khawatir-zoombombing-pahami-fitur-keamanan-pada-zoom-meeting/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JrTXE0VNWo.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tak Khawatir Zoombombing, Pahami Fitur Keamanan pada Zoom Meeting</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;Platform telekonferensi menjadi primadona dalam menjalin komunikasi sejak adanya pandemi Covid-19 pada awal 2020. Aplikasi Zoom Meeting hingga Google Meet telah menjadi kebutuhan tersendiri, utamanya bagi kalangan pelajar dan pegawai kantoran, hingga masyarakat umum.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meningkatnya kebutuhan telekonferensi tak terlepas dari perkara keamanan yang masih mengkhawatirkan. Beberapa gangguan dari luar terjadi secara tiba-tiba oleh pihak asing, utamanya pada aplikasi Zoom Meeting, sehingga gangguan tersebut akrab dikenal sebagai<span>&nbsp;</span></span><span><em>zoombombing</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut bertujuan mengganggu. Serta muncul sebagai aksi serangan dari pihak luar yang membajak video telekonferensi dengan mengirim gambar tidak senonoh atau ujaran kebencian bernada ancaman. Bisa dilakukan melalui<span>&nbsp;</span></span><span><em>room</em>&nbsp;<em>chat</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>muncul secara tiba-tiba pada layar atau berbicara secara langsung dengan mengaktifkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>mic</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski pihak Zoom Meeting telah meningkatkan keamanan, kemunculan<span>&nbsp;</span></span><span><em>zoombombing</em><span>&nbsp;</span></span><span>masih saja menghawatirkan. Di Indonesia sendiri,<span>&nbsp;</span></span><span><em>zoombombing</em><span>&nbsp;pernah terjadi.</span></span><span>&nbsp;Gambar-gambar mengganggu yang tak diundang ini hadir saat presentasi Zoom pada acara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertema &quot;Riset Pengembangan Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Pulih Bersama Bangkit Perkasa&quot; pada hari Rabu, 26 Januari lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, kembalinya<span>&nbsp;</span></span><span><em>zoombombing</em></span><span>&nbsp;ternyata tak sekadar berkaitan dengan celah keamanan sistem Zoom. Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, menilai kemunculan<span>&nbsp;</span></span><span><em>zoombombing</em><span>&nbsp;</span></span><span>diakibatkan kurangnya penyelenggara dalam menguasai fitur sistem keamanan zoom. Seperti halnya, peserta yang diizinkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>share screen</em></span><span><em>&nbsp;</em>tidak dibatasi hingga tautan zoom yang tersebar bebas hingga memudahkan siapa saja masuk ke dalam ruang zoom.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Zoombombing</em> sendiri dapat dicegah dengan menerapkan beberapa langkah keamanan. Seperti halnya mengaktifkan fitur <em>waiting room</em> dan mengunci pertemuan ketika pertemuan telah dimulai, membatasi berbagi layar atau <em>share screen&nbsp;</em>hanya untuk <em>host</em>, mengontrol peserta saat berjalannya pertemuan, dan memastikan <em>host</em> mengerti fitur-fitur yang ada di dalam Zoom.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa cara tersebut dianggap bisa mengurangi kemungkinan munculnya<span>&nbsp;</span></span><span><em>zoombombing</em></span><span>&nbsp;ketika acara berlangsung. Bagaimana dengan pertemuanmu? Meski beberapa pertemuan telah kembali berlangsung di dunia nyata, tak ada salahnya mengantisipasi <em>zoombombing&nbsp;</em>saat kamu harus bertemu secara virtual, ya!<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(snk/khn)</span><span>&nbsp;</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rentan Relasi Kuasa, Investasi Token ASIX Anang-Ashanty Ludes dalam Semenit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/rentan-relasi-kuasa-investasi-token-asix-anang-ashanty-ludes-dalam-semenit/baca </link>
<guid> rentan-relasi-kuasa-investasi-token-asix-anang-ashanty-ludes-dalam-semenit </guid>
<pubDate> Wed, 16 Feb 2022 11:28:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena pelucuran token ASIX oleh selebritis yang menarik antusias masyarakat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/rentan-relasi-kuasa-investasi-token-asix-anang-ashanty-ludes-dalam-semenit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JZ0mz5Dgfu.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rentan Relasi Kuasa, Investasi Token ASIX Anang-Ashanty Ludes dalam Semenit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Adanya peluncuran token ASIX baru-baru ini membuat ramai jagat dunia maya. Pasalnya, token kripto yang dikembangkan oleh Anang-Ashanty bersama CEO IDM Token MC Basyar ini ludes terjual dalam waktu semenit. Token yang telah diluncurkan sejak 27 Januari 2022 tersebut menggunakan teknologi<span>&nbsp;</span></span><span><em>blockchain</em><span>&nbsp;</span></span><span>Binance, yaitu program komputer yang memungkinkan kita menukarkan uang dengan sebuah koin digital dan ditukarkan lagi ke Rupiah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari<span>&nbsp;</span></span><span><em><a href="https://finance.detik.com/fintech/d-5915898/ludes-saat-private-sale-token-anang-asix-bakal-listing-di-indodax">finance.detik.com</a></em></span><span>, antusiasme masyarakat hingga deretan para artis sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan larisnya penjualan token ASIX pada fase<span>&nbsp;</span></span><span><em>private sell</em></span><span>, yaitu tahap pertama sebelum lanjut ke<span>&nbsp;</span></span><span><em>presale</em></span><span>&nbsp;dan</span><span>&nbsp;<em>launching</em></span><span>. Hingga saat ini, Token ASIX baru bisa ditransaksikan melalui <em>exchanger</em> global, yaitu dompet Kripto berupa Pancake Swap.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melansir dari<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://m.liputan6.com/crypto/read/4885062/mengenal-apa-itu-token-asix-milik-anang-hermansyah?source=amp-baca-juga&page=2"><em>liputan6.com</em></a></span><span>&nbsp;Selain token, pihak yang bersangkutan akan mengembangkan ASIX dalam beberapa proyek, yaitu :</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Game Berbasis Pay to Earn (P2E),</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proyek<span>&nbsp;</span></span><span><em>game</em></span><span>&nbsp;yang digarap ASIX dilakukan bersama pakar metaverse dari IDM Token, MC Basyar. Nantinya token tersebut bisa digunakan dalam<span>&nbsp;</span></span><span><em>game</em></span><span>&nbsp;berbasis NFT yang membawa tema permainan tradisional Indonesia. Beberapa di antaranya yaitu Layangan, Congklak, Komodo Legends, dan We Are Papua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan data dari Coinmarketcap token ASIX hanya memiliki total suplai maksimal sebanyak 10 triliun. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa nilai jual-beli kriptokurensi akan fluktuatif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>NFT Marketplace</strong>,</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Marketplace</em> tersebut ditargetkan akan menyasar pangsa pasar Asia. Selain, ia juga akan menggandeng artis-artis di Indonesia</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Katy Perry sudah jual semua musiknya di NFT<span>&nbsp;</span></span><span><em>marketplace</em></span><span>, Pitbull juga. Makanya aku sama mas Anang lagi inisiasi<span>&nbsp;</span></span><span><em>marketplace</em></span><span>&nbsp;NFT, mau nge-</span><span>hire</span><span>&nbsp;semua artis-artis, kaya Ariel, Ahmad Dhani, supaya hak kekayaan intelektualnya nggak dibajak,&quot; tegas Ashanty.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Metaverse ASIX</strong>,</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Anang berencana untuk mengembangkan sistem metaverse bernama Nusantaraverse. Semesta digital tersebut akan mengadopsi wilayah Nusantara yang menurutnya sepanjang jazirah Sundaland.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Kamis (10/02), akun twitter resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)<span>&nbsp;</span></span><span>@<em>InfoBappebti</em><span>&nbsp;</span></span><span>menyebutkan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan karena tidak termasuk dalam 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dalam transaksi aset kripto di Indonesia sesuai Peraturan Bappebti Nomor 7 tahun 2020.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun pada Jumat (11/02), akun yang sama meluruskan pernyataannya dan berdampak pada kenaikan harga Token ASIX. Di hari itu juga, tim Token ASIX yakni Anang Hermansyah dan Ashanty mendatangi kantor Bappebti untuk mendaftarkan sekaligus berkoordinasi token ASIX-nya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selamat malam, meluruskan pemberitaan tentang token ASIX sebelumnya bahwa sebenarnya kami hanya mengingatkan bahwasanya bila token ASIX akan diperdagangkan di dalam negeri harus didaftarkan kepada Bappebti untuk dilakukan penilaian,&rdquo; tulis<span>&nbsp;</span></span><span><em>@InfoBappebti</em></span><span><em>.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam kondisi ini, Token ASIX Anang-Ashanty juga memberi celah akan rentannya relasi kuasa. Kekuatan media baru dalam mengubah relasi kekuasaan ada pada jumlah pengakses dan waktu penyebarluasan yang singkat. Pengakses di media sosial, pada suatu waktu berperan menjadi audiens, namun di saat lain dapat berperan sebagai penyampai informasi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kenyataannya, banyak masyarakat awam hanya sekadar membeli koin tanpa pengetahuan yang cukup tentang berinvestasi kripto. Sehingga, tindakan promosi yang dilakukan tokoh publik seringkali membuat para penggemarnyanya langsung terjun tanpa tahu risiko dan bagaimana cara kerja token tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><span>Contoh nyatanya, saat Token ASIX sedang turun banyak masyarakat yang protes dan meminta uang mereka dikembalikan. Hal tersebut terjadi karena edukasi mengenai ilmu kripto tidak sebanding dengan promosi yang mereka lakukan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk menghindari kesalahan persepsi, yuk kita memanfaatkan media sosial dengan baik! Hal ini dapat kamu mulai dengan melakukan riset, memperbanyak literasi, serta selalu menerapkan<span>&nbsp;</span></span><span>critical</span><span>&nbsp;</span><span>thinking</span><span>&nbsp;agar dapat menanggapi sesuatu dengan bijak.<span>&nbsp;</span></span><strong>(<em>fza/srg/nkh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penutupan Perpustakaan Unmul Saat Pandemi, Berujung Denda Fantastis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penutupan-perpustakaan-unmul-saat-pandemi-berujung-denda-fantastis/baca </link>
<guid> penutupan-perpustakaan-unmul-saat-pandemi-berujung-denda-fantastis </guid>
<pubDate> Fri, 18 Feb 2022 12:13:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perpustakaan Unmul ditutup selama pandemi, mahasiswa yang terlambat mengembalikan buku lantas dikenakan denda yang fantastis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penutupan-perpustakaan-unmul-saat-pandemi-berujung-denda-fantastis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ifXOVDvtig.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Penutupan Perpustakaan Unmul Saat Pandemi, Berujung Denda Fantastis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong></span><span><strong>&ndash;</strong></span><span>&nbsp;Guna mencegah penyebaran virus Covid-19 selama pandemi pada Maret 2020 lalu, sejumlah fasilitas kampus ditutup, salah satunya perpustakaan Unmul. Mahasiswa yang saat itu meminjam buku terhitung sejak pandemi, menjadi gelisah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pasalnya, mereka waswas memperkirakan denda buku yang bersifat harian. Terlebih kabar dibuka ataupun informasi lanjutan perpustakaan belum jelas kabarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Senin (7/2) Indy Ardia Miranti, mahasiswi FISIP 2019, mengaku dikenakan denda sebesar Rp460 ribu untuk dua buku yang dipinjamnya. Denda tersebut merupakan akumulasi dari total keterlambatan selama 230 hari, yang ia bayar saat edaran kuliah luring diberlakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akhirnya aku ngembalikan buku tuh dijelaskan sama mbaknya (petugas perpustakaan) kalau aku terlambat selama 230 hari berarti kurang lebih 7 atau 8 bulan lalu ya. Dan di situ aku&nbsp;</span><span><em>shock</em></span><span>&nbsp;dong. Aku mikirnya paling cuma terlambat 100 hari atau beberapa bulan. Masalahnya yang ku pinjam itu 2 buku jadi total yang harus kubayar itu 460 ribu.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya sudah berniat mengembalikan buku itu sebelum perpustakaan resmi diliburkan. Namun, sayangnya, di hari tersebut perpustakaan telah tutup total hingga batas waktu yang tidak ditentukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menyayangkan pihak perpustakaan Unmul yang tidak mencoba menghubungi mahasiswa, untuk mengingatkan batas pengembalian buku maupun informasi perpustakaan yang telah kembali beroperasi. Lebih lanjut, Indy harus kembali memperpanjang masa peminjaman kedua bukunya hingga ia bisa melunasi denda sesuai dengan arahan dari petugas perpustakaan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harusnya perpustakaan Unmul ini lebih dimasifkan lagi informasinya, minimal di akun media sosial Unmul gitu. Memberitahukan kalau misalnya perpustakaan sudah mulai beroperasi kembali. Kemudian kartu perpustakaan itu kan diperbarui setiap satu tahun sekali, harusnya perpustakaan punya data kita dan punya sistem yang me-</span><span><em>reminder</em></span><span>&nbsp;kita. Minimal mengirimkan SMS, Whatsapp, atau email,&rdquo; harapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Indy, pengalamannya itu dapat menjadi pelajaran bagi mahasiswa lain. Utamanya mereka yang berdomisili di luar Samarinda untuk segera mengembalikan buku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga bisa jadi pembelajaran sih bagi teman-teman yang lain terutama yang dari luar Kalimantan dan kuliah di Unmul bisa cepat-cepat dikembalikan dan dari pihak perpustakaan semoga ada keringanan minimal 50% lah dari denda.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Supadi selaku Kepala Perpustakaan Unmul menerangkan hal itu kepada&nbsp;</span><span><i>Sketsa</i></span><span>&nbsp;saat dihubungi &nbsp;pada Rabu (9/2). Ia berujar, selama pandemi mahasiswa tidak dikenai denda. Denda berlaku kepada mahasiswa yang lalai mengembalikan buku sebelum pandemi. Perkara aturan, sudah ada sistem yang mengingatkan pengembalian buku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aturannya jelas ada, padahal sudah diingatkan dari sistem, kesalahan mahasiswa juga kadang mengganti nomor telepon dan email jadi pada saat dihubungi tidak terkoneksi,&rdquo; tulisnya melalui pesan Whatsapp.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengungkapkan terdapat keringanan dari pihak perpustakaan terhadap mahasiswa yang tidak sanggup membayar denda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama ini ada kebijakan. Apabila tidak mampu membayar denda, perpustakaan tidak mengharuskan membayar. Bahkan banyak yang tidak dikenai denda apabila tidak mampu atau tidak sanggup,&rdquo; kuncinya.&nbsp;</span><b>(<i>lav/ash/bay/nkh</i>)</b></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gandeng Koperasi IKA Unmul, U-Mart Bersiap Hidupkan Perekonomian Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gandeng-koperasi-ika-unmul-u-mart-bersiap-hidupkan-perekonomian-kampus/baca </link>
<guid> gandeng-koperasi-ika-unmul-u-mart-bersiap-hidupkan-perekonomian-kampus </guid>
<pubDate> Sat, 19 Feb 2022 06:41:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> U-Mart akan gandeng Koperasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul untuk memaksimalkan pengelolaan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gandeng-koperasi-ika-unmul-u-mart-bersiap-hidupkan-perekonomian-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ovHFRcra0T.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gandeng Koperasi IKA Unmul, U-Mart Bersiap Hidupkan Perekonomian Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Terlihat sepi dan dipenuhi rumput, bangunan U-Mart yang tidak kunjung beroperasi<span>&nbsp;</span></span><span>di kawasan kampus Gunung Kelua ini menjadi perhatian khalayak</span><span>. Swalayan ini adalah salah satu inovasi milik Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul yang telah direncanakan sejak akhir 2020. (Baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/u-mart-inovasi-bpu-dongkrak-perekonomian-unmul-2021/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1645256019450222%26amp;usg%3DAOvVaw2QM0hg_E3VOJcHNUaMRi-9&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1645256019465688&amp;usg=AOvVaw3sUOjEYOtO_NrsSHSYXvzm"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/u-mart-inovasi-bpu-dongkrak-perekonomian-unmul-2021/baca">U-Mart, Inovasi BPU Dongkrak Perekonomian Unmul 2021</a></span><span>)<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bertujuan meningkatkan perekonomian universitas dan memenuhi kebutuhan</span><span>&nbsp;masyarakat kampus dengan harga terjangkau, nyatanya hingga kini belum dapat direalisasikan akibat pandemi Covid-19.<span>&nbsp;</span></span><span>Untuk mengonfirmasi hal tersebut,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>menemui Kepala BPU Unmul, Nataniel Dengen. Dirinya membenarkan bahwa saat ini U-Mart sedang tidak beroperasi, sebab sedang merampungkan persiapan operasional.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Belum aktif sama sekali. Dulu sempat mau kita coba, tiba-tiba pandemi, akhirnya belum sempat. Ini kan akhir 2020, awal 2021 ya kita coba merencanakan. Rencana awalnya, misal seperti Faperta itu bisa kalau mau mengembangkan hasil pertaniannya untuk suplai masuk ke U-Mart. Tapi, terkendala di kondisi pandemi kemarin. Mudah-mudahan pandemi mulai turun,&rdquo; terang Nataniel, Selasa (15/2).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak tanggung-tanggung, di kesempatan kali ini BPU Unmul menggandeng Koperasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul untuk memaksimalkan pengelolaan U-Mart. Terkait kerja sama tersebut, Nataniel mengestimasikan tahun ini U-Mart dapat mulai beroperasi dengan tetap mempertimbangkan keadaan. Ia mengaku<span>&nbsp;</span></span><span>akan berdiskusi kembali dengan IKA Unmul termasuk dengan tanda tangan kontrak kerja sama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi kalau besok bisa selesai, ya minggu depan bisa bergerak kira-kira. Paling lama awal bulan (Maret) lah,&rdquo; ucapnya dengan yakin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Nataniel menjelaskan ada beberapa poin tambah bagi U-Mart untuk bisa bersaing secara luas. Apalagi keberadaan U-Mart diharapkannya mampu berkembang di seluruh wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) yang saat ini sedang bersiap menjadi Ibu Kota Negara (IKN) yang baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga membeberkan jika U-Mart ini merupakan<span>&nbsp;merek&nbsp;</span></span><span>pertama yang lahir dari dalam kampus Unmul dan untuk selanjutnya akan berlaku pula bagi masyarakat secara umum. Tak hanya itu, U-Mart merupakan waralaba yang tidak membebankan biaya operasional kepada penerima waralaba.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>U-Mart diyakininya dapat menjadi wadah yang membantu civitas academica untuk mulai berwirausaha. Hal tersebut nantinya akan disuplai dan didorong oleh Koperasi IKA Unmul, sebab mereka akan berupaya membangun bisnis dengan biaya yang rendah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menyasar civitas academica sebagai pasar dari U-mart, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian meminta tanggapan dari salah satu mahasiswa Unmul. Muhammad Ridi Syahputra</span><span>, mahasiswa Fahutan 2019 ini mengungkapkan dirinya tidak mengetahui pasti tentang U-Mart.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Pernah liat aja <em>sih</em>, cuma enggak tahu itu punyanya siapa,</span><span>&rdquo; ucapnya singkat melalui pesan WhatsApp, Rabu (16/2).</span><span>&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>han/kya/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perkuliahan Kembali Diadakan Daring, Mahasiswa Sambut Baik Surat Edaran Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perkuliahan-kembali-diadakan-daring-mahasiswa-sambut-baik-surat-edaran-rektor/baca </link>
<guid> perkuliahan-kembali-diadakan-daring-mahasiswa-sambut-baik-surat-edaran-rektor </guid>
<pubDate> Sat, 19 Feb 2022 11:16:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kembali adakan perkuliahan daring sementara setelah mahasiswanya terkonfirmasi positif Covid-19 serta naiknya level PPKM di Samarinda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perkuliahan-kembali-diadakan-daring-mahasiswa-sambut-baik-surat-edaran-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iRQL6hGa8L.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perkuliahan Kembali Diadakan Daring, Mahasiswa Sambut Baik Surat Edaran Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Setelah uji coba perkuliahan luring terlaksana selama dua minggu, rektor Unmul akhirnya kembali menghentikan proses perkuliahan di kampus. Hal ini disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Rektor tentang perubahan penyelenggaraan uji coba pembelajaran luring terbatas dan luring pada Rabu (16/2) lalu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penyebabnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Samarinda kembali naik mencapai level 3. Bahkan sejumlah mahasiswa di beberapa fakultas seperti FISIP, FH, hingga FIB terkonfirmasi positif Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski sempat menuai kekhawatiran terkait mekanisme pelaksanaan kuliah luring di tengah pandemi, mahasiswa antusias untuk merasakan euforia kegiatan pembelajaran secara langsung.<span>&nbsp;Euforia kuliah luring ini disusul pula dengan kekhawatiran, sebab varian Omicron bermunculan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>(Baca :<span>&nbsp;<a href="https://www.sketsaunmul.co/old/berita-kampus/edaran-pembelajaran-luring-dikeluarkan-mustofa-disesuaikan-dengan-kondisi-tiap-fakultas/baca">Edaran Pembelajaran Luring Dikeluarkan, Mustofa: Disesuaikan dengan Kondisi Tiap Fakultas</a></span></span><span>)</span></p><p style="text-align: justify;">Kembalinya pemberlakuan kuliah daring tersebut berlaku sejak 16 Februari hingga Maret mendatang. Skema awal yang dimaksud ialah, melihat penurunan level PPKM di Samarinda. Jika per tanggal 6 Maret level PPKM tak juga mengalami penurunan, mekanisme perkuliahan hendak digelar secara <em>hybrid</em>.</p><p style="text-align: justify;"><span>Kembali ke kampus hanya dua minggu, lantas bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap perkuliahan yang kembali daring?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kabar itu mendapat respons positif dari salah satu mahasiswa FH 2019, Surya Eriansyah. Pasalnya, ia sepakat pembelajaran secara hybrid dijalankan sejalan dengan level PPKM di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan adanya Surat Edaran tersebut berarti pihak Unmul memilih untuk melakukan observasi terlebih dahulu sebelum melaksanakan metode pembelajaran secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>hybrid</em></span><span>&nbsp;yang mana merupakan pilihan yang tepat,&rdquo; tulisnya melalui pesan Whatsapp, Kamis (17/2) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum tersebut menyayangkan adanya pihak yang terpapar Covid-19 ketika proses uji coba dijalankan. Menurutnya, ini bisa menjadi bahan evaluasi bahwa sebelum melaksanakan pembelajaran secara luring perlu membuat desain pembelajaran yang selaras dengan protokol kesehatan (Prokes).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya sosialisasi preventif juga penting dilakukan guna mencegah kemungkinan buruk terjadi. Surya melihat bahwa taat Prokes hanya terjadi ketika pembelajaran dalam kelas berlangsung. Sedang ketika di luar kelas mahasiswa justru abai terhadap Prokes. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlebih, fasilitas penunjang perkuliahan daring menyumbang peran besar untuk menjaga minat belajar mahasiswa yang harus kembali menatap layar gawai. Upaya kampus dinilainya bisa beragam. Mulai dari akses surel khusus dengan kapasitas penyimpanan yang memadai, akun premium guna memenuhi kebutuhan tugas dan penelitian.</span></p><p style="text-align: justify;"><br><span>&ldquo;Untuk di FH Unmul sendiri masih dominan sistem inisiatif mahasiswa untuk akses ilmu, yang mana seharusnya disediakan oleh pihak kampus.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Harap Surya, kampus bisa beradaptasi dengan memaksimalkan kondisi saat ini. Baginya perkuliahan daring kerap mendulang keluhan sebab beragam kendala: jaringan, tidak interaktifnya kelas, hingga pengalaman yang tak dapat dialami secara penuh oleh mahasiswa.<span><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dapat menyusun sistem pembelajaran yang lebih berintegritas, seperti halnya mungkin pembagian rasio dosen mengajar 30%, praktek secara <em>online</em> 30%, diskusi 30%, dan tugas 10%. Dikarenakan, di pembelajaran daring masih tidak terpusat, malah berakhir dengan rasio terbesar jatuh pada pemberian tugas kepada mahasiswa,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Surya, Masyrifah mahasiswi FIB 2020 turut menyambut baik SE yang diterbitkan rektor baru-baru ini. Menurutnya hal tersebut merupakan salah satu langkah baik untuk mengurangi kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan FIB.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini bisa jadi langkah awal untuk mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki dari perkuliahan luring khususnya di FIB selama satu minggu lebih ini,&rdquo; terangnya pada pesan Whatsapp Kamis (17/2).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai angkatan yang kali pertama merasakan pembelajaran tatap muka di kampus, Masyrifah mengalami beberapa kendala dalam adaptasi. Namun, pelaksanaan secara luring dan daring mempunyai nilai lebih dan kurang bergantung individu.</span></p><p style="text-align: justify;"><br><span style="background-color: transparent;">Peralihan sistem secara daring jadi alternatif yang bijaksana, mengingat kesehatan dan keamanan jadi hal yang dipertaruhkan civitas academica.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apabila terhitung hingga 6 maret kasus tidak kunjung turun, semoga Unmul memiliki solusi yang mana walaupun masih dalam pembelajaran secara<span>&nbsp;</span><em>online</em> pun, atau perkuliahan akan diadakan<span>&nbsp;</span><em>hybrid</em>, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan tanpa kendala. Salah satunya baik dari segi pemahaman materi,&rdquo; harapnya. <em><strong>(</strong><strong><span>sya/afr/khn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Peduli Sampah Nasional 2022, Bersinergi dalam Kelola Sampah dan Pengendalian Perubahan Iklim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-peduli-sampah-nasional-2022-bersinergi-dalam-kelola-sampah-dan-pengendalian-perubahan-iklim/baca </link>
<guid> hari-peduli-sampah-nasional-2022-bersinergi-dalam-kelola-sampah-dan-pengendalian-perubahan-iklim </guid>
<pubDate> Mon, 21 Feb 2022 07:51:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Momentum Hari Sampah langkah ajak berbagai elemen masyarakat untuk bergerak lebih agar pengelolaan sampah turut berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-peduli-sampah-nasional-2022-bersinergi-dalam-kelola-sampah-dan-pengendalian-perubahan-iklim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EZee0Kro8a.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Peduli Sampah Nasional 2022, Bersinergi dalam Kelola Sampah dan Pengendalian Perubahan Iklim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari di tanah air. Perayaan ini hadir sebagai pengingat bahwa permasalahan sampah harus menjadi perhatian utama, sebab isu lingkungan ini seperti tiada ujungnya. T</span><span>ercatat pada l</span><span>aporan World Economic Forum (WEF), terdapat sekitar 4,8 juta ton sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik per tahunnya. Kondisi ini tentu berdampak buruk, bahkan menimbulkan masalah lingungan baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan mengusung tema &ldquo;Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim&rdquo;, HPSN kali ini mengajak berbagai elemen masyarakat untuk bergerak lebih. Tujuannya agar pengelolaan sampah yang baik turut berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebagai upaya pengendalian perubahan iklim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari <em></em></span><span><em><a href="https://www.tribunnews.com/nasional/2022/02/16/sambut-g20-hpsn-2022-usung-tema-kelola-sampah-kurangi-emisi-bangun-proklim">tribunnews.com</a></em></span><span><em></em>, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (B3), Rosa Vivien Ratnawati turut menyampaikan makna tema tersebut dalam Konferensi Pers virtual di Jakarta, Rabu (16/2).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tema HPSN tahun 2022 ini menyinergikan tiga program utama Kementerian LHK yaitu, pengelolaan sampah, pengendalian perubahan iklim dalam hal pengurangan emisi di Program Kampung Iklim (Proklim), serta Perhutanan Sosial.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>HPSN 2022 digagas agar dapat menjadi platform yang memperkuat posisi sektor pengelolaan sampah dan menjadi pendorong untuk mengendalikan dampak perubahan iklim yang timbul dari sektor sampah di tingkat paling tapak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beragam aksi peduli sampah dapat dilakukan secara nyata maupun virtual, seperti melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekitar, mengelola sampah sesuai jenisnya, juga membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, membuat konten di media sosial berupa ajakan peduli sampah atau turut meramaikannya dengan membuat<span>&nbsp;</span></span><span><em>twibbon</em><span>&nbsp;</span></span><span>Gerakan Hari Peduli Sampah.</span></p><p style="text-align: justify;">Peringatan HPSN telah menjadi salah satu faktor pendorong untuk membangun kesadaran publik dalam upaya pengurangan sampah. Melalui upaya pencegahan dan pengendalian penanganan sampah yang dapat memberikan kontribusi secara nyata dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat. Meski dalam implementasinya perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya momentum belaka.<strong><em>&nbsp;(</em><em><span>sya/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Uncharted: Perburuan Harta Karun dan Pengkhianatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/uncharted-perburuan-harta-karun-dan-pengkhianatan/baca </link>
<guid> uncharted-perburuan-harta-karun-dan-pengkhianatan </guid>
<pubDate> Tue, 22 Feb 2022 07:11:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi film genre action adventure karya Sony Pictures Entertainment, Uncharted. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/uncharted-perburuan-harta-karun-dan-pengkhianatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vqLlRdGook.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Uncharted: Perburuan Harta Karun dan Pengkhianatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Tidak dapat dipungkiri, waralaba Uncharted sebagai permainan video kerap meraih kesuksesan pada setiap perilisannya. Hal tersebut membuat Sony selaku<span>&nbsp;</span></span><span><em>publisher</em></span><span>&nbsp;Uncharted berani untuk membawanya ke layar lebar. Film yang diarahkan oleh Ruben Fleischer ini tayang di bioskop mulai Rabu (16/2) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Uncharted, salah satu film yang dirilis pada kuarter awal tahun 2022 ini berhasil menarik perhatian dengan karakternya yaitu Nathan Drake yang diperankan Tom Holland serta Victor &ldquo;Sully&rdquo; Sullivan yang diperankan Mark Wahlberg. Tom Holland yang dikenal melalui peran utamanya dalam film Spider-Man: No Way Home, sedangkan Mark Wahlberg melalui perannya tahun lalu dalam Infinite.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film dengan durasi 116 menit ini diawali dengan perpisahan antara Nathan muda dengan kakak laki-lakinya Sam. Memiliki darah Sir Francis Drake membuat keduanya memiliki jiwa petualang yang kuat. Terpisah dari kakaknya selama bertahun-tahun, Nathan tumbuh menjadi seorang pencopet ulung. Suatu hari, Nathan didatangi Victor &ldquo;Sully&ldquo; Sullivan yang menawarkan misi pencarian harta karun ekspedisi Magellan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan alibi ingin menemukan Sam, Sully berhasil meyakinkan Nathan. Pencarian semakin sulit ketika mereka bertemu dengan Chloe Frazer yang merupakan mitra lama dari Sully, lantas mereka memutuskan untuk bekerja sama. Di sisi lain, Santiago Moncada bersama dengan tangan kanannya, Jo Braddock memiliki misi yang sama yaitu mencari harta karun eskpedisi Magellan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketidakpercayaan akan satu sama lain membuat Nathan, Chloe, dan Sully kesulitan dalam bekerja sama. Bahkan, terungkap bahwa Sully berbohong kepada Nathan mengenai kakaknya Sam yang ternyata telah meninggal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Membawakan tema yang sama seperti Indiana Jones, film Uncharted memiliki keistimewaannya tersendiri. Dengan kekonyolan Nathan Drake dan sifat sarkastik Sully membuat petualangan keduanya penuh warna. Walaupun cerita yang dibawakan merupakan fiksional, Uncharted mampu menawarkan unsur sejarah yang cukup akurat kepada penonton. Tentunya dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>action</em><span>&nbsp;</span></span><span>sebagai nilai jual,<span>&nbsp;</span></span><span><em>scoring</em><span>&nbsp;</span></span><span>film Uncharted turut tidak mengecewakan. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sisi buruknya, terlalu melekat dengan sosok Peter Parker, Tom Holland dianggap kurang mampu dalam membawakan sesuatu yang berbeda sebagai Nathan Drake. Di sisi lain, tokoh antagonis Santiago Moncada yang diperankan Antonio Banderas kurang mendapat perhatian sehingga cukup terlupakan menjelang konklusi film.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Bagi penikmat genre<span>&nbsp;</span><em>action adventure</em>,<span>&nbsp;</span>Uncharted layak untuk dinikmati sebagai pembuka tahun ini. Bahkan, Uncharted nampaknya sudah mempersiapkan sekuelnya melalui dua adegan<span>&nbsp;</span><em>credit</em>-nya, lho! Pastikan nonton sampai akhir ya!<span>&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>san/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meski Sempat Lakukan Sistem Tunjuk, FIB Siap Adakan Pemira 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-sempat-lakukan-sistem-tunjuk-fib-siap-adakan-pemira-2022/baca </link>
<guid> meski-sempat-lakukan-sistem-tunjuk-fib-siap-adakan-pemira-2022 </guid>
<pubDate> Wed, 23 Feb 2022 10:32:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Dekan Bidang Akademik FIB gelar rapat bersama sejumlah ormawa membahas Pemira 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-sempat-lakukan-sistem-tunjuk-fib-siap-adakan-pemira-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oOemrfypxW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Meski Sempat Lakukan Sistem Tunjuk, FIB Siap Adakan Pemira 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Agar kegiatan kemahasiswaan tetap berjalan, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB, Satyawati Surya, menggelar rapat bersama sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) membahas perencaan Pemilihan Umum Raya (Pemira) tahun 2022. Pertemuan yang dilakukan <span>pada Rabu (16/2)&nbsp;</span>tersebut turut dihadiri BEM dan DPM FIB.&nbsp;</span><br><br><span>Sebelumnya, keorganisasian FIB Unmul sempat kandas usai dibatalkannya Pemira dan<span>&nbsp;</span></span><span>tiga Himpunan Mahasiswa (Hima) prodi mengisi struktur keorganisasian BEM FIB.&nbsp;</span><span>Akan tetapi, Ketiga Hima tersebut tidak ada yang siap mengisi jabatan sebagai Ketua BEM FIB. Melihat kondisi tersebut, Satyawati mengaku BEM FIB sempat direncanakan untuk dibekukan, namun hal itu ditolak oleh dekan FIB dan proses pemilihan pemimpin kemudian dilaksanakan dengan sistem tunjuk. <span>(Baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-batal-terlaksana-tiga-hima-prodi-isi-struktur-bem-fib/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1645615008698355%26amp;usg%3DAOvVaw0ChvRzVaxbUehCAFBQGP6N&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1645615008720713&amp;usg=AOvVaw1LvrmJaoTipqedshoBQ-VV"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-batal-terlaksana-tiga-hima-prodi-isi-struktur-bem-fib/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-batal-terlaksana-tiga-hima-prodi-isi-struktur-bem-fib/baca">Pemira Batal Terlaksana, Tiga Hima Prodi Isi Struktur BEM FIB</a></span><span>).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak masalah saya bilang, selama ada yang bersedia menjadi ketua BEM untuk mengisi kekosongan,&rdquo; ungkap Satyawati saat ditemui di kantornya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari sana, Reza Adira Gusti kemudian menjadi ketua BEM FIB 2020-2021 dan saat ini telah mencapai satu tahun kepungurusan. Meski begitu, kondisi ini tidak lagi diharapkan, DPM FIB berinisiasi membuka pendaftaran pemira dan berharap adanya calon yang memenuhi syarat untuk mengajukan diri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya sampaikan pula bahwa kita membuka kesempatan ini kepada siapa saja, walaupun saat ini (calon kandidat) sedang berada dalam kepengurusan bidang-bidang lain. Jadi terbuka ya, apalagi yang sudah punya sumbangan partisipasi dengan fakultas itu sangat diharapkan partisipasinya untuk bisa mencalonkan diri sebagai ketua BEM,&rdquo; imbuh Satyawati.</span></p><p style="text-align: justify;">Nihilnya minat mahasiswa dalam Pemira dinilai Satyawati sebagai budaya malu untuk menonjolkan diri. Baginya, tidak semua orang memiliki rasa percaya diri untuk tampil sebagai pemimpin, sehingga dukungan perlu diberikan ketika ada yang bersedia mengajukan diri.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Reza selaku Ketua BEM FIB turut memberikan tanggapan terkait rencana pelaksanaan Pemira tahun ini. Ia mengaku masih bingung mengenai pelaksanaan Pemira, pasalnya ini kali pertamanya terjun dalam organisasi BEM, bahkan ditunjuk menjadi seorang ketua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin dari saya bagaimana memilihnya ya sesuai prosedurnya aja seperti apa, mulai dari pemilihannya nanti lewat<span>&nbsp;</span></span><span><em>online-</em></span><span>nya pakai<span>&nbsp;</span></span><span><em>voting</em></span><span>&nbsp;atau apa, seperti itu sampai nanti terpilih ketua BEM yang baru,&rdquo; ujarnya dalam pertemuan siang itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menilik pengalamannya setahun kemarin memimpin BEM FIB, Reza berharap ketua BEM yang baru telah berpengalaman dalam memimpin. Ia merujuk pada AD/ART yang menuliskan syarat ketua BEM yakni minimal berada pada semester tiga yang tentunya dengan pengalaman organisasi satu tahun di Himpunan Mahasiswa (Hima).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jangan lagi dipilih dadakan seperti saya, di angkatan baru 2021 ataupun 2022,&rdquo; tegas Reza.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengungkap<span>&nbsp;<span>bahwa Desember 2021 lalu pemilihan pemimpin baru harusnya dilakukan. Nahas, kondisi perkuliahan dilakukan secara daring. Belum lagi banyak mahasiswa yang tak berada di Samarinda jadi kesulitan tersendiri untuk digelarnya Pemira.</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, kondisi itu tak jadi penghalang. D</span><span>alam pertemuan tersebut, Satyawati mengatakan pelaksanaan pemira agar disegerakan dan dapat dilakukan secara daring. Ia berharap Pemira ini tetap berjalan walaupun tidak dilaksanakan secara langsung atau<span>&nbsp;luring</span></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum rapat ini digelar,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>mencoba menghubungi pihak DPM FIB Unmul untuk melakukan konfirmasi, namun pihaknya tidak memberikan jawaban. Sementara pada rapa.t Pemira tersebut, Irbhani selaku perwakilan DPM FIB mengaku telah memulai persiapan Pemira. Ia mengaku pihaknya telah melakukan pertemuan dengan lembaga-lembaga di FIB mengenai pelaksanaan Pemira.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekitar 5 hari atau 1 minggu kedepan kami akan mengirim undangan untuk meminta delegasi dari setiap lembaga untuk mengirimkan anggotanya menjadi panitia pemira ini. Kemarin dijadwalkan bahwa pada akhir Maret baru bisa terlaksana, mungkin mekanismenya seperti apa nanti, saya juga belum pernah melaksanakan pemira secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em>.<span>&nbsp;</span></span><span>N</span><span>anti setelah pembentukan panitia bisa kita rumus sama-sama.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Ibrhani memperkirakan, Pemira dapat dilaksanakan pada akhir Maret. Sebab DPM FIB perlu membentuk kepanitiaan dan merencakan mekanisme Pemira secara daring.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan itu, besar harapan Satyawati agar Pemira mendatang lancar dan munculkan sosok, pertanda dimulainya kepemimpinan baru dalam FIB.<i style="font-weight: bold;">(wsd/sya/ahn/kya/nop/khn)</i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Unmul 2021: Dua Paslon Saling Mengaku Jadi Presiden BEM KM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-2021-dua-paslon-saling-mengaku-jadi-presiden-bem-km/baca </link>
<guid> pemira-unmul-2021-dua-paslon-saling-mengaku-jadi-presiden-bem-km </guid>
<pubDate> Fri, 25 Feb 2022 12:54:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira Unmul 2021 munculkan dinamika baru. Saling klaim jadi pemimpin dilakukan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-2021-dua-paslon-saling-mengaku-jadi-presiden-bem-km/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7GwbwCzSPS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Unmul 2021: Dua Paslon Saling Mengaku Jadi Presiden BEM KM</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Perebutan posisi Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul pada Pemira 2021 masih berlanjut. Pasalnya, keputusan yang dikeluarkan DPM KM menyoal Pemira dinilai tidak sah bagi sebagian pihak, sebab DPM KM diduga tidak lagi punya wewenang. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-sisi-hukum-hasil-akhir-pemira-unmul-2021/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-sisi-hukum-hasil-akhir-pemira-unmul-2021/baca" style="" target="_blank">Menilik Sisi Hukum Hasil Akhir Pemira Unmul 2021</a>).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kongres Keluarga Mahasiswa (Kongres KM) Unmul sepatutnya menjadi hasil akhir sekaligus menandai berakhirnya Pemira. Pada Sabtu (19/2) lalu, DPM KM Unmul gelar Kongres KM Unmul secara daring melalui Zoom Meeting dengan dihadiri sejumlah perwakilan lembaga dan UKM yang ada di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih rinci, berdasarkan unggahan Instagram <em>@</em></span><span><em>dpmkmunmul</em></span><span>&nbsp;mengenai</span><span>&nbsp;</span><span>Fakta dan Data Pelaksanaan Kongres KM Unmul 2021, agenda ini dihadiri oleh lima BEM (FF, FEB, FKIP, FKM dan FT), lima DPM (FKIP, FEB, FPIK, FKM, FF) dan sepuluh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kongres KM kala itu berjalan kondusif dan menghasilkan sebanyak sembilan sidang pleno yang telah dijalankan. Dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga 21.30 WITA, agenda pada kongres tersebut berupa pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BEM KM dan Laporan Hasil Keputusan (LHK) DPM KM, serta pelantikan Paslon 01, yakni Joji-Indra. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat itu, di pertengahan kongres, salah satu peserta mengajukan pertanyaan menyoal diselenggarakannya Kongres KM, hal itu mengingat pada pelaksanaanya menuai pertentangan dari berbagai pihak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Merespons itu, Muhammad Guntur selaku ketua DPM KM menyebut kongres digelar berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang menyatakan bahwa yang berwenang dan berhak melaksanakan kongres adalah DPM KM Unmul. Bagi Guntur, Surat Keputusan (SK) bukanlah patokan DPM KM dapat dikatakan demisioner.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keadaan menjadi pelik lantaran sehari sebelum dilaksanakannya Kongres KM, Jumat (18/2), kongres serupa juga digelar luring. Bertempat di gedung Folder, Air Hitam, Samarinda. Kongres ini dinamai Kongres Luar Biasa (KLB) yang diinisiasi oleh 9 BEM dan 6 DPM fakultas di Unmul. Itu dihadiri sebanyak 35 mahasiswa dari 22 lembaga kemahasiswaan Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KLB dinilai sebagai langkah konsolidasi terbentuknya kembali lembaga tertinggi di Unmul. Pada agenda ini, Paslon 02 yaitu Ikzan-Bagus dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2022. Keputusan itu diketahui berpegang pada hasil Pemira Unmul pada 30 November 2021 lalu, dengan Ikzan-Bagus yang memperoleh 4.462 suara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Joji Kuswanto turut menerangkan kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, pada Senin (21/2), bahwa Kongres KM merupakan forum tertinggi. Hal itu ditinjau berlandaskan pada AD/ART KM Unmul. Sementara KLB merupakan agenda yang bertentangan dengan AD/ART serta mencederai demokrasi kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maka dengan tegas kami menolak hasil kongres luar biasa yang menetapkan Ikzan-Bagus sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2022,&rdquo; jelasnya melalui pesan Whatsapp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya berharap BEM KM Unmul bukan hanya menjadi piala kontestasi tapi menjadi ujung tombak yang siap memperjuangkan kepentingan mahasiswa di atas kepentingan apapun. Mewujudkan karya nyata dengan jalan melahirkan prestasi-prestasi hebat di Universitas Mulawarman,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda pandang, Senin (21/2), Ikzan Nopardi mengaku KLB yang digelar saat itu dilandasi adanya kekosongan jabatan di BEM KM dan DPM KM Unmul. Ia menilai DPM KM bersikap tak adil, sehingga keluarga mahasiswa Unmul lakukan konsolidasi dan memutuskan menyelenggarakan KLB itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Ikzan turut buka suara terkait dilantiknya Joji-Indra dalam Kongres KM. Sebutnya, kongres tersebut tidak mendapat restu dari berbagai pihak, termasuk Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Pihak tersebut menentang, dengan alasan &nbsp;SK kepengurusan DPM KM telah habis sejak 31 Desember 2021 lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Artinya segala produk hukum dan hasil dari Kongres KM Unmul tidak sah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia turut membandingkan jumlah lembaga yang menghadiri KLB dan Kongres KM. Pasalnya, dalam Kongres KM, hanya empat BEM fakultas yang menghadiri, di antaranya BEM FF, FEB, FKIP, dan FKM yang menghadiri. Akan tetapi jumlah yang dipaparkannya berbeda dari data pada unggahan Instagram&nbsp;</span><span><em>@dpmkmunmul</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Terlebih yang mengikuti Kongres tersebut hanya 4 BEM dan 5 DPM fakultas. Berbeda jauh dengan KLB yang diinisiasi oleh KM Unmul yang diikuti oleh 9 BEM dan 6 DPM fakultas,&quot; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada pernyataan kedua pihak, baik Ikzan dan DPM KM, terdapat BEM Fakultas Teknik (FT) yang menghadiri kedua agenda KLB dan Kongres KM. Setelah mencari tahu,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>mendapati BEM FT mengaku tak menghadiri kedua agenda tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari BEM FT tidak menghadiri KLB dan (Kongres) KM. Hanya mengirimkan surat balasan undangan,&rdquo; tutur Muhammad Rizky Ramadhan selaku Ketua BEM FT saat dikonfirmasi, Sabtu (26/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut meminta tanggapan kepada sejumlah dosen di Fakultas Hukum (FH) Unmul atas dinamika Pemira Unmul tahun ini, diantaranya Herdiansyah Hamzah, Solihin, dan Harry Setya Nugraha. Ketiganya tak mau banyak berkomentar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara, Encik Akhmad Syaifudin, selaku Wakil Rektor Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, enggan menanggapi sengkarut Pemira ini ketika dihubungi pada Kamis (24/2) lalu. &ldquo;Kami sedang mempelajari, jadi belum bisa komentar,&rdquo; balasnya singkat.&nbsp;</span><span><strong>(<em>vyl/dre/khn</em>)</strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Samarinda PPKM Level 3, Satgas Covid-19: Akan Kembali Luring dengan Penyesuaian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/samarinda-ppkm-level-3-satgas-covid-19-akan-kembali-luring-dengan-penyesuaian/baca </link>
<guid> samarinda-ppkm-level-3-satgas-covid-19-akan-kembali-luring-dengan-penyesuaian </guid>
<pubDate> Mon, 28 Feb 2022 07:15:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul berencana mengadakan kuliah luring dengan sistem selang-seling, ketika PPKM Samarinda berada di level tiga. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/samarinda-ppkm-level-3-satgas-covid-19-akan-kembali-luring-dengan-penyesuaian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sLbjORmfyd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Samarinda PPKM Level 3, Satgas Covid-19: Akan Kembali Luring dengan Penyesuaian</h1>
			              </header>
			              <div autocomplete="on" class="fr-element fr-view" contenteditable="true" dir="auto" spellcheck="true"><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - <span style="color: rgb(0, 0, 0);">Rabu, 2 Februari 2022 kemarin, Unmul terapkan kuliah luring usai pandemi yang membatasi kegiatan civitas academica. Meski dengan protokol kesehatan dan teknis kembali pada tiap fakultas, Unmul kembali dihadapkan dengan naiknya kasus Covid-19, sehingga sistem perkuliahan kembali daring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">(Baca:</span> <a href="https://www.sketsaunmul.co/old/berita-kampus/edaran-pembelajaran-luring-dikeluarkan-mustofa-disesuaikan-dengan-kondisi-tiap-fakultas/baca">Edaran Pembelajaran Luring Dikeluarkan, Mustofa: Disesuaikan dengan Kondisi Tiap Fakultas</a>)</p><p style="text-align: justify;"><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/edaran-pembelajaran-luring-dikeluarkan-mustofa-disesuaikan-dengan-kondisi-tiap-fakultas/baca)"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Melalui Surat Edaran Rektor Nomor 1085 Tahun 2022, pembelajaran akhirnya diputuskan kembali daring hingga Senin, 6 Maret mendatang. Ini dengan pertimbangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Samarinda yang berada di level tiga.</span></a></p><p style="text-align: justify;"><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/edaran-pembelajaran-luring-dikeluarkan-mustofa-disesuaikan-dengan-kondisi-tiap-fakultas/baca)"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Pada Senin (21/2), <em>Sketsa</em> menghubungi Mustofa Agung, Wakil Rektor Bidang Akademik. Disampaikan olehnya kenaikan kasus Covid-19 di Unmul umumnya tak berasal dari proses belajar mengajar (PBM). Melainkan dari perjalanan luar daerah yang dilakukan tenaga kependidikan, pun mahasiswa kala kembali beraktivitas di Samarinda.</span></a></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Lebih lanjut ketika disinggung mengenai proses pembelajaran yang kembali daring, Mustofa menyatakan bahwa keputusan tersebut sudah seharusnya ditempuh mengingat keselamatan civitas academica adalah hal yang utama. Namun, PBM secara luring tetap diperlukan sebagai proses adaptasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">&ldquo;Luring juga dibutuhkan dalam relaksasi agar kita bisa beradaptasi dengan <em>New Normal</em>, karena kasus positif akan selalu dijumpai ke depan, seiring dengan mutasi virus Covid-19,&rdquo; tegasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Tak ketinggalan, Nataniel Tandirogang selaku Ketua Satgas Covid-19 di Unmul juga diminta keterangannya oleh <em>Sketsa</em>. Pada Selasa (22/2) lalu, Nataniel juga membenarkan bahwa kenaikan kasus positif Covid-19 di Unmul tidak semata-mata atas faktor kuliah luring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Fakta ini ia sampaikan sebab, pada pemeriksaan antigen maupun PCR sebelum perkuliahan luring beberapa waktu lalu berlangsung. Hasilnya tunjukkan beberapa mahasiswa telah positif Covid-19 sebelum pembelajaran tatap muka di kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">&ldquo;Jadi, kita kurang lebih periksa lebih dari pada 1000, yang positif kurang lebih 30-an, atau kalau saya hitung <em>positive rate</em>-nya itu kurang lebih 5,3%,&rdquo; jelasnya melalui sambungan telepon Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Apabila menjejaki 6 Maret mendatang PPKM Samarinda meningkat menjadi level empat, perkuliahan tetap berlangsung secara daring. Sebaliknya jika kondisi stagnan, PPKM Samarinda di level tiga, Unmul bermaksud melakukan peralihan pembelajaran secara luring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Secara teknis, itu dimaksudkan agar perkuliahan dilangsungkan secara bergantian. Dua minggu PBM berlangsung luring, dengan dua minggu berikutnya berlangsung daring. Pola yang sama dilakukan hingga status level PPKM Samarinda menunjukkan penurunan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">&ldquo;Kalau misalnya ternyata PPKM level 3 tetap, kita akan masuk luring dengan selang waktu per 2 minggu. Namun, kalau PPKM Samarinda naik menjadi level 4, tentu kita akan tetap pada posisi daring.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Adapun Zefany Brilian mahasiswi FF angkatan 2020 yang berkesempatan merasakan perkuliahan secara tatap muka pada periode tersebut juga turut membagikan pengalamannya pada <em>Sketsa</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Menurutnya meski ruang kelas sudah diatur sedemikian rupa, fasilitas ruangan yang sempit juga jadi kendala. Hal ini diperparah pula dengan banyaknya mahasiswa yang kurang menaati Prokes seperti menggunakan masker yang tidak sesuai standar, berkerumun, sampai tidak mencuci tangan sesudah berkegiatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">&ldquo;Pokoknya tuh enggak ketat-ketat amat, masih ada yang memakai masker tipis. Untuk kelasnya itu dibagi-bagi namun jumlah orang dengan kondisi kelasnya itu sangat-sangat kecil sehingga tidak sesuai (dengan) yang diinginkan,&rdquo; jelasnya melalui pesan Whatsapp Selasa (22/2).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="color: rgb(0, 0, 0);">Berkenaan dengan prosedur pengecekan suhu badan sebelum kegiatan perkuliahan dimulai, Zefany mengaku hal tersebut tidak dilakukan setiap saat. &ldquo;Kalo soal <em>check-in</em><em>&nbsp;</em>suhu iya, tapi kadang-kadang. Kalau sudah kepepet waktu jam masuk kadang asdos itu lupa ngecek. Kalo nge-<em>scan</em> pakai Pedulilindungi itu enggak ada sih setahuku,&rdquo; tutupnya.</span>&nbsp;<em><strong>(ahn/ems/jla/nkh)</strong></em></p></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kajian Pelaksanaan Kongres KM Unmul 2021 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/kajian-pelaksanaan-kongres-km-unmul-2021/baca </link>
<guid> kajian-pelaksanaan-kongres-km-unmul-2021 </guid>
<pubDate> Mon, 28 Feb 2022 12:56:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rilis atas dinamika Pemira Unmul 2021. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/kajian-pelaksanaan-kongres-km-unmul-2021/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kFuUNr9ALh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kajian Pelaksanaan Kongres KM Unmul 2021</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pada Sabtu, 19 Februari 2022 lalu, DPM KM Unmul telah melaksanakan Kongres KM Unmul. Pelaksanaan agenda ini cukup membutuhkan persiapan yang matang oleh DPM KM, karena pelaksanaan forum tertinggi mahasiswa di Unmul ini sempat mendapat penolakan oleh beberapa pihak.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa oknum bahkan tidak segan menyelenggarakan forum dengan konsep yang hampir sama, yaitu Kongres Luar Biasa (KLB). Adapun yang menjadi alasan penolakan beberapa pihak ini adalah dikarenakan Surat Keputusan (SK) DPM KM yang sudah mati, sehingga dianggap ilegal dalam melaksanakan agenda apapun yang terkait dengan tugasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lantas, bagaimanakah hukum memandang posisi DPM KM saat ini? Apakah memang benar bahwa DPM KM tidak memiliki&nbsp;</span><span>legal standing&nbsp;</span><span>dan ilegal untuk melaksanakan tugas juga wewenangnya, termasuk di dalamnya menyelenggarakan Kongres KM Unmul? Bagaimanakah kedudukan hukum KLB ketika Kongres KM Unmul masih dapat dilaksanakan?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Secara Formil</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>AD/ART KM Unmul sebagai dasar hukum tertinggi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Layaknya di negara, dengan UUD NRI Tahun 1945 sebagai dasar hukum tertingginya, di lingkungan kemahasiswaan Unmul juga memiliki dasar hukum yang dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan kemahasiswaan, yaitu Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KM Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga, jika kita ingin melihat legalitas kongres yang diadakan oleh DPM KM Unmul dan KLB, maka kita dapat melihat ketentuan yang terdapat di dalam AD/ART KM Unmul.&nbsp;</span><span>Dalam AD/ART KM Unmul, tidak dijelaskan dan diatur bahwa penyelenggara Kongres (baik Kongres KM Unmul ataupun KLB) adalah selain dari pihak DPM KM Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagaimana tertuang pada Pasal 2 Huruf d ART, dijelaskan bahwa salah satu tugas DPM KM Unmul yakni menyelenggarakan Kongres KM Unmul setiap satu tahun sekali, dan itu dikatakan secara mutlak. Adapun satu tahun dimaknai sebagai satu periode kepengurusan berjalan atau bukan dimaknai sebagai 365 hari atau 1 tahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu terkait dengan KLB, pada Pasal 27 Ayat (1) ART dinyatakan bahwa,&nbsp;</span><span>&ldquo;Kongres luar biasa KM UNMUL diselenggarakan oleh anggota DPM KM UNMUL berdasarkan wewenang DPM KM UNMUL.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari dua contoh pasal tersebut, sudah jelas bahwa DPM KM adalah satu-satunya lembaga yang berhak untuk melaksanakan kongres, baik itu Kongres KM Unmul ataupun kongres luar biasa. Dikarenakan DPM KM melaksanakan Kongres KM Unmul, maka apabila ada pihak lain yang melaksanakan kongres atas nama KM Unmul, dapat dipastikan bahwa itu adalah forum yang ilegal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu terkait dengan legalitas DPM KM untuk melaksanakan kongres, pada Pasal 11 ART dijelaskan bahwa,&nbsp;</span><span>&ldquo;anggota DPM KM Unmul berakhir keanggotaannya pada saat laporan tugas DPM KM UNMUL disahkan&quot;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka, jelas bahwa selama belum disahkannya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPM KM pada pelaksanaan kongres, DPM KM masih berhak melaksanakan tugas-tugasnya, yang tentu salah satunya untuk melaksanakan kongres.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>SK Rektor yang dipermasalahkan oleh beberapa pihak, nyatanya tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa DPM KM telah demisioner, karena matinya SK DPM KM tidak menjadi salah satu syarat yang diatur di dalam AD/ART KM Unmul agar DPM KM dapat melaksanakan kongres.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Secara Materiil</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Filosofis</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semangat pelaksanaan kongres adalah semangat untuk bermusyawarah demi tercapainya mufakat. Melalui kongres, diharapkan mahasiswa dapat menentukan bagaimana pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan di KM Unmul ke depannya. Tentunya sebagai suatu agenda, perlu adanya lembaga yang diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan forum tertinggi mahasiswa ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara filosofis, dipilihlah DPM KM Unmul sebagai satu-satunya penyelenggara. Alasan mengapa DPM KM yang dipilih untuk melaksanakan kongres, tentu karena DPM KM adalah lembaga perwakilan mahasiswa. Tidak ada satu lembaga ataupun organisasi mahasiswa yang dapat melaksanakan kongres selain DPM KM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Historis</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara historis pun terbukti bahwa tidak pernah ada lembaga ataupun organisasi mahasiswa lain yang berhak melaksanakan kongres selain DPM KM, sekalipun ketika SK DPM KM sudah mati. Contohnya pada kepengurusan DPM KM tahun 2019. Bahkan kongres di tahun tersebut, baru selesai pada bulan Maret 2020. Adapun yang perlu digarisbawahi adalah bahwa tidak ada ketentuan yang berbeda terkait SK DPM KM yang mati di tahun 2019 dan di tahun 2021.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sosiologis</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai lembaga yang diberikan amanah oleh AD/ART KM Unmul, tentunya salah apabila DPM KM tidak sama sekali melaksanakan kongres. Ditambah lagi, latar belakang pelaksanaan kongres ini salah satunya karena adanya desakan dari mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika DPM KM menunda-nunda pelaksanaan kongres, selain melanggar AD/ART KM Unmul tentunya akan berdampak buruk bagi kegiatan kemahasiswaan di KM Unmul. Ketika tulisan ini dibuat saja, lembaga dan organisasi kemahasiswaan,&nbsp;</span><span>utamanya BEM KM dan DPM KM,</span><span>&nbsp;telah dirugikan dengan berkurangnya masa kepengurusan mereka. Karena tidak adanya transisi atau pergantian kepengurusan, dari pengurus lama menuju pengurus baru, yang hanya dapat dilakukan di Kongres KM Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Teoretis&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Gustav Radbruch seorang filsuf hukum Jerman, ada tiga ketentuan yang menjadi tujuan hukum, diantaranya ialah kepastian, keadilan, dan kebermanfaatan. Namun dalam praktiknya, tiga ketentuan ini seringkali tidak dapat terlaksana secara bersamaan. Tidak selamanya kepastian dapat memberikan kebermanfaatan dan keadilan begitupun sebaliknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apabila dikorelasikan dalam kondisi ini, maka sesungguhnya kepastian hukum yang dipermasalahkan oleh beberapa pihak yaitu SK Kepengurusan DPM KM, dapat dikesampingkan dengan tujuan untuk mencapai keadilan dan kebermanfaatan bagi mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Khususnya mahasiswa yang bertugas sebagai pengurus di suatu lembaga atau organisasi kemahasiswaan yang harus segera berjalan kepengurusannya di tahun ini. Mengingat pentingnya peran mereka untuk memperjuangkan kesejahteraan bagi mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Menyikapi Pandangan yang Salah Terkait Legalitas DPM KM Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita perlu berfikir dengan jelas untuk menyikapi pandangan dari beberapa pihak terkait dengan legalitas DPM KM Unmul. Jangan sampai karena melihat permasalahan ini hanya dari satu sudut pandang, maka langsung menarik kesimpulan secara sepihak. Adanya tulisan ini bermaksud agar kawan-kawan tidak terkecoh dan tidak termakan doktrin-doktrin yang tidak benar dan tidak seharusnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlu dipahami, bahwa adanya kejadian yang marak saat ini adalah wajar di suatu negara demokrasi, yaitu adanya pihak yang pro dan kontra. Saat ini dapat dikatakan kita sedang belajar untuk bernegara. Namun, kepada siapa kalian harus berpihak, tentunya kepada pihak yang berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa aturan tertinggi yang ada di KM Unmul adalah AD/ART KM Unmul. Sehingga apabila ada pihak yang bertindak atas nama KM Unmul tetapi melanggar ketentuan yang ada pada AD/ART, maka sudah seharusnya untuk kita tolak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentunya kita harus menjunjung tinggi aturan dasar yang ada di KM Unmul. Karena kita berada di negara yang berdasar atas hukum. Ciri dari negara hukum adalah adanya supremasi hukum&nbsp;</span><span><em>(supremacy of law)</em></span><span>&nbsp;atau ditegakkannya suatu aturan yang berlaku. Negara yang tidak berdasar atas hukum akan memunculkan kesewenang-wenangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dikatakan oleh Lord Acton, seorang Ahli Sejarah dari Britania Raya bahwa,<em>&nbsp;</em></span><span><em>power tends to corrupt, and absolute power corrupt absolutely</em></span><span>&nbsp;atau &ldquo;kekuasaan cenderung korup, dan kekuasaan yang mutlak sudah pasti korup&rdquo;. Dengan ini dapat dibayangkan bagaimana suatu kekuasaan berjalan tanpa adanya aturan, sudah pasti yang akan terjadi adalah kesewenang-wenangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dapat dipastikan bahwa sampai detik ini, Kongres KM Unmul 2021 ialah satu-satunya kongres yang sah dan legal, yang dilaksanakan sesuai dengan AD/ART KM Unmul. Sehingga, apapun pembahasan yang disepakati di forum ini adalah kesepakatan yang sah dan legal untuk KM Unmul. Mari bersama-sama kita jaga keutuhan KM Unmul, salah satunya dengan cara berpedoman terhadap aturan tertinggi yang ada di KM Unmul, yaitu AD/ART KM Unmul.</span></p><p><em><strong>Press Release ditulis oleh Muhammad Guntur Saputra, Ketua DPM KM Unmul 2021.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Sejumlah Dampak Mengiringi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konflik-rusia-ukraina-memanas-sejumlah-dampak-mengiringi/baca </link>
<guid> konflik-rusia-ukraina-memanas-sejumlah-dampak-mengiringi </guid>
<pubDate> Tue, 01 Mar 2022 07:47:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dosen FISIP serta mahasiswa Unmul turut tanggapi konflik Rusia-Ukraina. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/konflik-rusia-ukraina-memanas-sejumlah-dampak-mengiringi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z2o5FfnoOX.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Sejumlah Dampak Mengiringi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Sejak Kamis (24/2) lalu, Rusia secara resmi melakukan invasi militer ke Ukraina. Meski Rusia klaim hanya menyasar pangkalan militer Ukraina, tak sedikit warga sipil yang turut jadi korban.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Konflik Rusia-Ukraina yang semakin memanas ini turut ditanggapi oleh dosen Hubungan Internasional FISIP Unmul, Arif Wicaksa. Ia mengatakan bahwa invasi yang dilakukan oleh Rusia beberapa waktu lalu bukanlah suatu hal yang mengejutkan. Hal ini dipicu oleh jalinan hubungan pemerintah Ukraina dengan Amerika Serikat dan aliansi militer North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang kian dekat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ukraina bahkan disebut-sebut sedang mempersiapkan diri untuk bergabung menjadi anggota dari NATO yang rupanya dipandang oleh Rusia sebagai sebuah ancaman. Hal ini dilandasi oleh sejarah perang dingin yang terjadi beberapa dekade lalu. Pada masa itu, Ukraina, Rusia, dan tiga belas negara pecahan lainnya masih bersatu dalam Uni Soviet sebelum akhirnya tercerai berai pada tahun 1991 silam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menilik dari sejarah, NATO sendiri dibentuk pada era perang dingin untuk menangkal pengaruh dari Uni Soviet. Tidak heran jika Rusia merasa terancam dan terprovokasi sebab &quot;kawan lamanya&quot; itu malah berpindah haluan ke sisi lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Negeri beruang merah itu menganggap bahwa bergabungnya Ukraina ke dalam aliansi militer yang didominasi oleh negara Eropa Barat itu dapat menjadi gerbang lebar bagi Amerika Serikat untuk mencampuri urusan negaranya. Invasi yang dilancarkan oleh Rusia pada Kamis (24/02) lalu merupakan &lsquo;peringatan keras&rsquo; untuk Ukraina agar tidak berpihak ke kubu lain.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah Uni Soviet bubar, Rusia yang menjadi &quot;pewaris&quot; Uni Soviet tentu merasa terancam ketika Ukraina, yang juga merupakan negara bekas Uni Soviet berusaha bergabung dengan kelompok yang dahulu secara terang-terangan anti terhadap Uni Soviet. Sehingga dari sudut pandang Rusia, Ukraina memang perlu diberi peringatan keras,&rdquo; jelas Arif melalui pesan WhatsApp <span>Senin (28/2).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Konflik Rusia dan Ukraina tidak hanya berdampak pada dua negara yang bersangkutan. Lebih lanjut, Arif juga menyinggung dampak yang akan dirasakan oleh Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia memaparkan bahwa saat ini Indonesia masih bersikap netral dengan berpegang dalam prinsip kebijakan luar negeri bebas-aktif. Artinya, Indonesia tidak akan ikut campur dalam perseteruan antara Rusia dan Ukraina.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walaupun demikian, Indonesia juga memiliki tuntutan moral dan nilai-nilai luhur sebagaimana yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 yakni usaha untuk mewujudkan perdamaian abadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Jumat (25/2), sehari setelah invasi Ukraina terjadi, Kementerian Luar Negeri mengeluarkan pernyataan sikap terhadap invasi Ukraina yang berisikan 5 poin. Secara garis besar, lima poin dari pernyataan sikap tersebut berisikan penentangan Indonesia terhadap invasi yang dilancarkan oleh Rusia. Arif turut mengutarakan pendapatnya terhadap respons dari pemerintah Indonesia terkait konflik yang tengah terjadi. Ia menilai bahwa pernyataan sikap tersebut adalah implementasi dari &apos;tuntutan moral&apos; yang harus ditunaikan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sedikit banyaknya, hal ini bisa memberi gambaran sikap politik Indonesia yang memang tidak mau terlibat secara politik terhadap masalah Rusia-Ukraina. Penyelamatan WNI di Ukraina masih menjadi prioritas bagi pemerintah Indonesia pada kasus ini.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, dari segi ekonomi sendiri, Arif menduga bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia tidak akan terdampak oleh konflik yang sedang terjadi. Berbanding terbalik pada hubungan dengan Ukraina, ia memprediksi bahwa kegiatan ekspor-impor Indonesia dengan Ukraina akan terhambat. Hal ini diakibatkan oleh invasi yang hampir mematikan perekonomian Ukraina.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya menyinggung sektor politik-ekonomi saja, Arif juga memaparkan dampak dari hubungan bilateral Rusia-Indonesia pada bidang pendidikan, mengingat saat ini banyak putra-putri Indonesia yang sedang menempuh studinya di negeri beruang merah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Tak beda jauh perkara ekonomi, dirinya mengira hubungan bilateral Rusia dan Indonesia masih terkontrol. Mengingat pemerintah Rusia hendak menambah kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang berniat studi ke negeri beruang merah itu.</p><p style="text-align: justify;">Pertimbangan lain ialah, ketertarikan mahasiswa dalam memilih Rusia sebagai negara untuk lanjutkan studi. Terlebih memanasnya konflik yang terjadi saat ini. Sebab keberlangsungan itu erat bergantung pada persepsi yang dibentuk dari kacamata masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Intinya pada level bilateral, kenegaraan Indonesia-Rusia, belum ada masalah berarti terkait pendidikan. Sedangkan pada level masyarakat, itu tergantung pada persepsi dan minat masyarakat terhadap pendidikan di Rusia,&rdquo; terangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dosen Hubungan Internasional itu turut berharap agar konflik dan peperangan yang terjadi baik di Ukraina maupun di Timur Tengah secepatnya berakhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan saya sepertinya sama saja dengan harapan banyak orang. Semoga saja perang di Ukraina, dan juga perang-perang lain di belahan dunia seperti di Palestina, Suriah, Yaman, dan lain-lain bisa segera berhenti. Masyarakat bisa hidup damai, tidak dalam bayang-bayang ketakutan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga berharap agar semua pihak dapat menggunakan cara yang diplomatis alih-alih melakukan kegiatan militer yang dapat membahayakan warga sipil. Ia pun menambahkan bahwa, menurutnya Ukraina dapat terus menjalin hubungan dengan NATO maupun sekutunya tanpa perlu menjadi anggota formal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ukraina sendiri lebih baik menjadi negara<span>&nbsp;</span></span><span><em>buffer</em></span><span>&nbsp;saja, tidak perlu menjadi anggota NATO secara formal sehingga Ukraina bisa terus berhubungan dengan NATO dan Amerika Serikat maupun sekutunya yang lain tanpa memprovokasi Rusia.&rdquo; pungkasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Joemaris Dwi Hariadi, mahasiswa prodi Hubungan Internasional angkatan 2019 ini turut memberikan tanggapannya. Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (28/2) lalu, ia menyampaikan bahwa invasi yang dilakukan Rusia merupakan hal yang tidak bisa diterima terlebih telah terjadi pelanggaran<span>&nbsp;</span></span><span><em>international humanitarian law</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>(hukum kemanusiaan internasional).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena di zaman sekarang ini ada banyak cara untuk mempengaruhi suatu negara selain daripada menggunakan kekerasan,&rdquo; tulisnya melalui pesan singkat Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa yang kerap disapa Joe ini turut membagikan pandangannya mengenai dampak yang mungkin akan dirasakan Indonesia dari konflik tersebut. Menurutnya, dari segi politik, Indonesia tidak akan merasakan dampaknya secara signifikan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Begitu pula dengan dampak yang terjadi pada bidang pendidikan. Hal tersebut baru akan terasa kala pemerintah memperbarui kebijakan hubungan bilateralnya. Baik melanjutkan kerja sama maupun sebaliknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan dari sisi ekonomi, menurutnya cukup mengkhawatirkan, sebab Rusia memiliki peranan sebagai negara utama eksportir minyak bumi di dunia. Bila konflik terus berlangsung, bukan tidak mungkin harga minyak dunia melonjak tajam sehingga berakibat kenaikan harga produk pangan lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak lupa, Joe berharap Rusia meninggalkan aksi mereka dalam menginvasi Ukraina. &ldquo;Karena jika diteruskan pasti akan menambah korban jiwa (dari) kedua belah pihak. Terlebih lagi sanksi yang diberikan oleh negara-negara lain belum tentu sepadan dengan tujuan yang ingin diraih Rusia,&rdquo; pungkasnya mantap.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>dre/wsd/nkh/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nihil Kabar, UKM Unmul Pertanyakan Kejelasan Pelantikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nihil-kabar-ukm-unmul-pertanyakan-kejelasan-pelantikan/baca </link>
<guid> nihil-kabar-ukm-unmul-pertanyakan-kejelasan-pelantikan </guid>
<pubDate> Thu, 03 Mar 2022 05:34:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa UKM di Unmul sayangkan sebab belum adanya kabar pelantikan oleh pihak kemahasiswaan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nihil-kabar-ukm-unmul-pertanyakan-kejelasan-pelantikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SEeqaQpbI0.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Nihil Kabar, UKM Unmul Pertanyakan Kejelasan Pelantikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Kepengurusan baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unmul telah berjalan beberapa bulan, terhitung usai dilaksanakannya Musyawarah Besar (Mubes) pada akhir 2021 kemarin. Namun, kepengurusan kali ini bak tak memiliki landasan, lantaran Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR 3), belum juga keluar. Bahkan pelantikan pun belum terdengar kapan akan dilaksanakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seharusnya SK telah dikeluarkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan sejak Februari lalu, tetapi hingga memasuki Maret kabar kelanjutannya senyap. Hal tersebut berdampak pada kepengurusan baru tiap UKM, mereka mengaku mengalami kesulitan dalam menjalankan kegiatan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Serenda Yunda Agysty, selaku ketua UKM Tarung Derajat pada Rabu (16/2) lalu, mengungkap hal itu. Kepada <em>Sketsa</em> Ia menyebut bahwa UKM yang ia nakhodai itu telah melakukan pergantian pengurus sejak Desember lalu, bahkan telah mengirimkan rancangan SK kepada WR 3.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami bingung siapa yang harus menjalankan program mengingat ada program kerja yang harus menggunakan SK, siapa ketua UKM sekarang yang bertanggung jawab, itu yang membuat kami sulit, dan untuk mengurus administrasi,&ldquo; tulisnya melalui pesan WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyoroti lambatnya pencairan dana UKM yang menghambat jalannya program kerja. Utamanya ketika UKM Tarung Derajat telah mengirimkan laporan pertanggung jawaban (LPJ) periode sebelumnya sebagai syarat pencairan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sampai sekarang dana tersebut belum juga cair, dan untuk kepengurusan sekarang masih belum bisa mengurus untuk dana karena sk belum ada.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia berharap WR 3 secepatnya mengurus permasalahan yang dihadapi UKM di Unmul. Terlebih baginya UKM Tarung Derajat yang telah mengikuti seluruh arahan dari rektor, baik ketentuan SK hingga pencairan dana.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kami juga sudah buntu untuk menjalankan UKM Tarung Derajat ini,&ldquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lain halnya dengan UKM Lesehan Cendikia (LC) dan UKM Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima), kedua UKM ini dikabarkan hendak dibekukan satu tahun ke depan oleh WR3 lantaran terlambat mengirimkan rancangan SK. Keduanya kemudian melakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>follow up</em></span><span>&nbsp;ke rektorat, untuk mendapat kesempatan mengirimkan rancangan SK kembali.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>kemudian menghubungi Rizka Rini Wahyuni selaku Ketua Umum UKM LC pada Rabu, (16/2) untuk mendapat informasi lebih lanjut, namun tak mendapat jawaban. Pada Minggu,(27/2),<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>turut menghubungi Syahrul Rodzi, Ketua Umum Pusdima melalui pesan WhatsApp. Penuturannya, keterlambatan yang terjadi diakibatkan revisi yang diberikan kepada Pusdima cukup memakan waktu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alhamdulillah Pusdima Unmul sudah mengirimkan perbaikan pengurusan SK,&rdquo; terangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara, terkait keterlambatan WR 3 dalam menerbitkan SK kepada seluruh UKM, menurutnya hal tersebut merugikan UKM. Karena dapat menghambat pendanaan, perizinan, hingga legalitas pengurus baru.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun karena belum terbitnya SK dari WR 3, pihak UKM juga tidak boleh berhenti untuk memulai bekerja untuk pengurusannya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketua Umum UKM Pusdima tersebut mengaku akan berkomitmen untuk menjalankan kepengurusan, meski pelantikan belum juga menuai kabar. Besar harapan pelantikan segera digelar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat tanggapan dari berbagai UKM,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>turut menghubungi&nbsp;</span><span>&nbsp;WR 3. Dihubungi pada Selasa (15/2), via Whatsapp, Encik Akhmad Syaifudin tak memberikan respons. Dikonfirmasi kembali pada Selasa (1/3), dirinya menerangkan sedang dalam keadaan berduka.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(vyn/snk/khn)</span><span>&nbsp;<span>&nbsp;</span></span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Dies Natalis ke-60, Unmul Buka Program Afirmasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-dies-natalis-ke-60-unmul-buka-program-afirmasi/baca </link>
<guid> sambut-dies-natalis-ke-60-unmul-buka-program-afirmasi </guid>
<pubDate> Fri, 04 Mar 2022 10:10:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sambut Dies Natalis Unmul yang ke-60, pihak rektorat buka program afirmasi tanpa tes pada penerimaan mahasiswa baru 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-dies-natalis-ke-60-unmul-buka-program-afirmasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HbYSpDL0wO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Dies Natalis ke-60, Unmul Buka Program Afirmasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Ada yang berbeda dari alur penerimaan mahasiswa baru di Unmul pada 2022 ini. Selain sistem seleksi seperti sebelumnya, yakni SNMPTN, SBMPTN, dan SMMPTN, kali ini Unmul hadirkan jalur afirmasi tanpa tes. Program ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa jalur SMMPTN yang telah ditinggal orang tua akibat terpapar Covid-19.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut disampaikan oleh Mustofa Agung Sardjono selaku Wakil Rektor Bidang Akademik. Ia mengungkap bahwa program tersebut merupakan kebijakan rektor dalam menyambut Dies Natalis Unmul yang ke-60. Diketahui kuota yang disiapkan sebanyak 60 orang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Mustofa turut menyebut bahwa setiap calon mahasiswa yang akan menempuh jalur ini tetap harus memenuhi sejumlah persyaratan lain juga melihat kuota setiap Prodi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sasarannya adalah peserta jalur mandiri (SMMPTN) yang orang tuanya (utamanya kepala keluarga) wafat karena Covid-19. Asumsinya tentu yang bersangkutan mengalami kesulitan keuangan,&rdquo; jelasnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em>,</span><span>&nbsp;Selasa (1/3) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia menambahkan apabila kuota yang disediakan oleh Prodi hanya satu orang, tetapi ada dua orang atau lebih yang mendaftar di Prodi tersebut, maka prestasi ketika SMA beserta kondisi ekonomi menjadi penentunya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Program afirmasi sendiri selalu ada setiap tahunnya. Namun, mekanismenya berbeda, dan tahun ini merupakan pertama kali program afirmasi ini terkait dengan Covid-19.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena itu otoritas rektor, cuma di tahun-tahun sebelumnya tetap tes namun menggunakan prestasi lain, semisal menjadi juara pada suatu bidang keahlian, yang kemudian menjadi pertimbangan (tergantung Rektor dan setelah dirapatkan dengan Wakil Rektor dan Dekan).&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengenai mekanisme dan lini masa pendaftaran jalur afirmasi, ia menuturkan hal tersebut belum disusun, lantaran Unmul yang masih disibukkan dengan persiapan SNMPTN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin Mei baru dirancang,&rdquo; terangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun persyaratan khusus lainnya yang harus dipenuhi oleh pendaftar juga belum ditetapkan. Namun, Mustofa menegaskan bahwa diperlukan bukti yang menyatakan bahwa orang tua pendaftar telah meninggal akibat Covid-19.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Besar harapan mahasiswa yang diterima melalui jalur afirmasi ini, nantinya mampu mengikuti program belajar mengajar dengan lancar dan dapat berprestasi sama atau bahkan lebih daripada mahasiswa non-afirmasi.<span><em><b>&nbsp;</b></em></span></span><em><b><span>(</span><span>mar/ems/tha/khn</span><span>)</span></b></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aturan Toa Masjid Tuai Polemik, Joko: Menyesuaikan, Bukan Dilarang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-toa-masjid-tuai-polemik-joko-menyesuaikan-bukan-dilarang/baca </link>
<guid> aturan-toa-masjid-tuai-polemik-joko-menyesuaikan-bukan-dilarang </guid>
<pubDate> Mon, 07 Mar 2022 00:52:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perkara pengaturan toa masjid, sejumlah komentar bermunculan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-toa-masjid-tuai-polemik-joko-menyesuaikan-bukan-dilarang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PNfVPoztKj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aturan Toa Masjid Tuai Polemik, Joko: Menyesuaikan, Bukan Dilarang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>&ndash;&nbsp;</strong>Beberapa waktu lalu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas disoroti menyoal pedoman penggunaan pengeras suara di masjid dan musala. Regulasi tersebut dicanangkan demi meningkatkan ketentraman, ketertiban, dan keharmonisan antar warga masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Untuk melihat fenomena tersebut, <span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>turut meminta tanggapan Joko Susilo selaku Ketua Pengurus Masjid Al-Fatihah Unmul. Saat dihubungi pada Selasa (1/3), ia mengaku bahwa permasalahan ini perlu dilihat dari berbagai aspek.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari kacamata Joko, aturan ini akan mengubah kebiasaan yang sudah berlangsung lama di masyarakat muslim. Sebab, bisa menimbulkan ketidakterimaan di masyarakat. Hal ini juga bisa berasal dari kebiasaan masyarakat Indonesia yang sudah membudaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya terdapat hal yang perlu dipertimbangkan. Jika tidak diperbolehkan karena kualitas suaranya yang buruk, maka harus ada konsekuensi pemerintah untuk menyediakan pengeras suara muazin yang indah. Namun, menurutnya pemerintah tidak melihat ke arah tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Secara pribadi, saya juga Ketua pengurus Masjid Kampus Al-Fatihah dan juga ketua musala di tempat tinggal saya, tidak ada masalah dengan aturan tersebut, karena sudah menjalankan aturan ini sejak dahulu,&rdquo; tulisnya melalui pesan teks Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;">Menilik sejarah keislaman terkait pengeras suara serta tradisi yang ada di Indonesia, hal itu perlu mengacu pada Al-Qur&apos;an dan sunah nabi. &ldquo;<span><em>Speaker</em></span> bukan hal yang dilarang, tapi tinggal menyesuaikan fungsi azan dengan menggunakan <span><em>speaker</em></span><span>.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga meyakini yang menjadi polemik bukan masalah pengeras suara, melainkan ketika Menag membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing yang seharusnya tak perlu terjadi. Sepatutnya, Menag melakukan pemilihan diksi yang tepat agar tidak menimbulkan polemik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita berharap, yang sebenarnya tidak menjadi topik utama ini bisa segera terselesaikan dengan bijak dan adil. Umat Islam sedang digoreng dan diombang-ambingkan,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lain Joko, lain pula Pradika Danang Anjar Kurniawan yang merupakan Ketua UKM Al-Farah FIB Unmul. Ia mendukung aturan ini mengingat keragaman agama yang ada indonesia tak hanya diisi oleh mayoritas islam saja.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya rasa aturan ini tidak semestinya ditolak, karena istilahnya ini bukan sebagai bentuk kita untuk melarang, tapi ini sebagai bentuk kita untuk toleransi dan ini hanyalah perihal bagaimana kita bisa (menerima) berbagai keadaan di sekitar kita,&rdquo; tuturnya saat dihubungi melalui WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;">Jika nantinya aturan tersebut diberlakukan, maka Menag perlu sosialisasi kepada masyarakat lantaran masih banyak yang belum memahami terkait dengan pembatasan ini. Pasalnya, masih banyak yang mengira bahwa pembatasan ini sebagai larangan agama Islam untuk mendengar azan. <strong><span>(</span><span><em>mhs/fzn/nkh</em></span><span>)</span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Perempuan Internasional 2022: Mendobrak Bias Gender di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-perempuan-internasional-2022-mendobrak-bias-gender-di-indonesia/baca </link>
<guid> hari-perempuan-internasional-2022-mendobrak-bias-gender-di-indonesia </guid>
<pubDate> Tue, 08 Mar 2022 09:51:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari Perempuan Internasional 2022, kesetaraan tanpa stereotip gender. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-perempuan-internasional-2022-mendobrak-bias-gender-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W1ItBfHzsZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Perempuan Internasional 2022: Mendobrak Bias Gender di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Sosok Saur Marlina Manurung atau lebih dikenal dengan Butet Manurung merupakan seorang antropolog dan aktivis asal Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan. Ia mendirikan Sokola Rimba, pendidikan alternatif untuk anak-anak di pedalaman hutan Jambi, yang kesulitan menempuh bangku sekolah.</span></p><p style="text-align: justify;">Perempuan inspiratif ini terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam<span>&nbsp;</span>12 <em>Barbie&apos;s Global Role Models</em> 2022. Diinisiasi oleh perusahaan Barbie, guna meningkatkan kepercayaan diri seluruh perempuan dari segala usia. Menyadarkan bahwa mereka punya banyak potensi yang dapat dikembangkan. Kampanye tersebut juga sebagai upaya meningkatkan akses perempuan sebagai figur panutan.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Butet menjadi wajah Barbie mewakili konsep multikultural di Indonesia. Bersama sebelas perempuan</span><span>&nbsp;lainya, mereka menjadi bukti bahwa perempuan bisa menjadi apapun yang mereka inginkan lewat kepercayaan dan kemauan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Dua belas koleksi terbaru Barbie dengan wajah perempuan hebat dunia tersebut juga sebagai dukungan kampanye<span>&nbsp;</span>International Women&apos;s Day kali yang diperingati setiap 8 Maret. Gerakan tagar <em>#</em><em>breakthebias</em> mengajak kita untuk mematahkan bias yang ada di sekitar kita, sebab bias sendiri menjadi penghambat perempuan untuk maju.</p><p style="text-align: justify;"><span>Bias dinilai sebagai kondisi yang memihak atau melawan suatu hal, dibandingkan dengan yang lain dengan cara yang dianggap tidak adil. Sejak lama perempuan dikonstruksi hanya bertanggung jawab pada wilayah domestik saja, sehingga dunia kerja masih didominasi oleh laki-laki. Tak hanya itu, perempuan juga kerap kali tidak mendapat akses atau hak yang sama di berbagai ruang. (baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://money.kompas.com/read/2021/05/10/213300226/perempuan-yang-miliki-balita-lebih-sulit-mencari-pekerjaan-dan-berkarir-%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1646735967414173%26amp;usg%3DAOvVaw1GPruxX_wjp3V6dbtbbZrp&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1646735967423765&amp;usg=AOvVaw26cQ8TfWOKOBweQXb3GeMk"></a><a href="https://money.kompas.com/read/2021/05/10/213300226/perempuan-yang-miliki-balita-lebih-sulit-mencari-pekerjaan-dan-berkarir-">https://money.kompas.com/read/2021/05/10/213300226/perempuan-yang-miliki-balita-lebih-sulit-mencari-pekerjaan-dan-berkarir-</a></span><span>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, hingga kini perempuan telah banyak membuktikan potensinya, meski ruang dukungan bagi perempuan masih minim di Indonesia. Tagar<span>&nbsp;</span></span><span><em>#breakthebias</em></span><span>&nbsp;turut mendukung perempuan untuk mendapat hak mereka dalam berbagai hal tanpa harus tertimpa stereotip.</span></p><p style="text-align: justify;">Bias negatif pada lingkup sosial telah menjadi budaya yang melekat di masyarakat. Maka dengan melawan bias yang ada, lingkungan bebas stereotip dan diskriminasi diharapkan hadir, kemudian membangun budaya kerja yang sehat bagi perempuan sehingga kontribusi mereka diakui dan karier mereka tak lagi hanya diukur lewat standar tunggal. <strong><em>(</em><em><span>ahn/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelantikan Daring Pengurus BEM FK 2022 Berlangsung Khidmat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pelantikan-daring-pengurus-bem-fk-2022-berlangsung-khidmat/baca </link>
<guid> pelantikan-daring-pengurus-bem-fk-2022-berlangsung-khidmat </guid>
<pubDate> Wed, 09 Mar 2022 06:20:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bawa nama Kabinet Reswara #KerjaProduktif2022, BEM FK periode 2022/2023 resmi dilantik pada 27 Februari  lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pelantikan-daring-pengurus-bem-fk-2022-berlangsung-khidmat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eWZ0ekSsji.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pelantikan Daring Pengurus BEM FK 2022 Berlangsung Khidmat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Terhitung sejak Minggu 27 Februari 2022 lalu, BEM FK Unmul telah melaksanakan pelantikan pengurus baru periode 2022/2023. Kepengurusan tersebut dilantik langsung oleh Dr. dr. Siti Khotimah M. Kes. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FK Unmul. Pelantikan dilakukan secara daring</span><span>&nbsp;melalui platform Zoom Meeting</span><span>&nbsp;</span><span>serta disiarkan langsung melalui Instagram<span>&nbsp;</span></span><span>@<em>bem.fkunmul</em></span><span><em>.</em><span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain pengurus BEM FK Unmul 2022, pelantikan ini dihadiri pula oleh tamu undangan dari BEM FKM dan seluruh perwakilan berbagai organisasi dan UKM yang ada di FK Unmul. Di antaranya adalah DPM FK, HIMA-Ked FK, HIMA KG FK, HIMA-Kep FK UNMUL, TBM Azygos, dan KMM Asy-Syifaa&rsquo; FK Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan membawa nama Kabinet Reswara<span>&nbsp;</span></span><span>#KerjaProduktif2022</span><span>, BEM FK periode 2022/2023 dipimpin oleh Affan Aswin (Kedokteran 2019) sebagai Presiden BEM FK dan I Nyoman Bagus Putra Wiryawan (Kedokteran 2019) sebagai Wakil Presiden BEM FK. Total keseluruhan pengurus yang dilantik adalah 86 pengurus yang terdiri dari lima<em>&nbsp;executive board</em>, 9 pengurus inti, dan 72 staf kementerian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun dilakukan secara daring</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>keseluruhan acara berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan teknis. Agenda selanjutnya diisi oleh pengucapan sumpah dan janji pengurus yang dipimpin oleh WD Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FK Unmul yang berlangsung dengan sangat khidmat dan kondusif.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Besar harapan para pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, serta tercapai segala tujuan dan kebermanfaatan bagi FK Unmul maupun di lingkungan masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Press Release ditulis oleh Patih Atma Wiranti, Sekretaris Kementerian Hubungan Luar BEM FK Unmul periode 2022.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kekerasan Seksual Kembali Terjadi, Mendesak Satgas Penanganan Kekerasan Seksual Hadir di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kekerasan-seksual-kembali-terjadi-mendesak-satgas-penanganan-kekerasan-seksual-hadir-di-unmul/baca </link>
<guid> kekerasan-seksual-kembali-terjadi-mendesak-satgas-penanganan-kekerasan-seksual-hadir-di-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 09 Mar 2022 06:50:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FISIP bentuk tim khusus untuk kawal dan jamin keamanan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Menteri Kajian dan Strategis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kekerasan-seksual-kembali-terjadi-mendesak-satgas-penanganan-kekerasan-seksual-hadir-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WiqTmkLT0B.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kekerasan Seksual Kembali Terjadi, Mendesak Satgas Penanganan Kekerasan Seksual Hadir di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>&ndash; Pada Sabtu (26/2) lalu, BEM FISIP Unmul mengunggah surat keputusan pemberhentian Menteri Kajian dan Strategis (Kastrat) berinisial GAI secara tidak terhormat lantaran kekerasan seksual yang dilakukannya berdasarkan laporan korban kepada Menteri Gender pada 27 Januari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelecehan itu dilakukan GAI saat korban bertandang ke indekos pelaku. Tak sampai di situ, ia mengirimkan video vulgar dari salah satu platform media sosial. Setelahnya, korban melaporkan kejadian ini kepada Menteri Gender BEM FISIP. Sementara dalam unggahan BEM FISIP, tercantum pula surat pernyataan dari pelaku yang saat ini menuai banyak tanggapan lantaran isi surat dinilai<span>&nbsp;&apos;mentah&apos;</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span>dan<span>&nbsp;</span></span><span>blunder</span><span>.&nbsp;</span><span>Reski selaku Presiden BEM FISIP pun mengaku isi surat tak sesuai dengan apa yang seharusnya disampaikan. Hadir konflik di balik surat pernyataan tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dari BEM FISIP sendiri itu sampai pada tahapan pendiskusian pemberhentian dia saja sebagai Menteri Kajian dan Strategis, untuk tahapan-tahapan selanjutnya misalnya dibawa sampai tindak pidana hukum dan sebagainya, kita masih berkonsultasi dan berdiskusi dengan beberapa jajaran BEM itu sendiri dan khususnya korban,&rdquo; kata Reski kepada <em>Sketsa</em>, pada Rabu (2/3) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pihaknya berupaya menanggulangi kasus kekerasan seksual ini berdasarkan kronologi dan permintaan korban. Mengingat prosedur penanganan kekerasan seksual di Unmul belum ada karena masih berkutat pada tahapan pembentukan panitia seleksi. Akhirnya BEM FISIP membentuk tim khusus langsung di bawah pengawasan Kementerian Gender yang dibentuk berdasarkan Permendikbud PPKS dan menjamin keamanan korban.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itu turut disampaikan Wahyuni selaku Menteri Gender ketika ditemui<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Senin (28/2) lalu. Ia mengaku bahwa pembentukan tim khusus ini berkaca pada Permendikbud PPKS setelah melihat kurangnya respons dari fakultas terkait kasus ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami melihat SOP (prosedur operasi standar) dari beberapa referensi dan kami bercermin saat ini ke Permendikbud, jadi untuk penanganannya kami lebih ke cara bagaimana menangani korban, bagaimana korban tetap aman, bagaimana korban tidak merasa takut dan lebih ke penanganan korban dan untuk SOP-nya lebih ke permendikbud walaupun Permendikbud saat ini belum direalisasikan di kampus.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kementerian Gender turut menjadi pihak yang berhubungan langsung dengan pelaku dan menjembatani kesepakatan tuntutan antara korban dan pelaku. Salah satunya terkait surat permohonan maaf yang diberikan pelaku.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Meski surat pernyataan pelaku menuai komentar, Wahyuni mengaku ia dan tim telah lakukan perbaikan. Terlebih surat itu telah penuhi<em>&nbsp;legal standing</em> sebab terdapat materai dan diunggah atas persetujuan korban.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan ternyata korban itu termakan sama manipulatif kata-kata di surat itu, saat ini korban belum menjawab aku, mungkin korban butuh berpikir panjang, jadi untuk saat ini baru sampai itu sikap BEM. Karena sebenarnya surat itu tanggung jawab pelaku dan sebenarnya pelaku sudah dapat ganjaran sosial karena ini udah sampai kemana-mana.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Kekosongan peran birokrasi kampus baik fakultas dan universitas turut disayangkan. Sketsa meminta tanggapan DPM FISIP atas kasus ini.<span>&nbsp;Dennis selaku Ketua DPM FISIP menuturkan pihaknya telah berupaya untuk memfasilitasi kasus kekerasan seksual dan juga memprosesnya sesuai dengan aturan di AD/ART. Namun, hingga kini, DPM hanya menerima laporan saja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terkait dengan riset sendiri itu sudah dilakukan dengan BEM karena kasusnya masuk di BEM, kami di DPM hanya menerima laporan dari BEM,&rdquo; tulisnya melalui pesan WhatsApp pada, Kamis (3/3) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita di DPM juga sebisa mungkin dalam menangani kasus kekerasan seksual sesuai dengan ranah kami,&quot; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Dosen Psikologi Unmul, Ayunda Ramadhani pada Rabu (2/2), lewat sambungan telepon menjelaskan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus erat dengan relasi kuasa. Adanya ketimpangan antara pelaku dan korban sehingga korban mengalami perasaan inferior dan ketakutan-ketakutan tertentu untuk melawan. Lebih lagi pasca kejadian memungkinkan korban mengalami krisis seperti <em>shock&nbsp;</em>atau keterkejutan.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi tidak langsung mengalami trauma karena kan ada fasenya. Gejala psikologis itu bisa berkembang kan kalau tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan itu akan menjadi simtom-simtom seperti mimpi buruk, selalu teringat akan kejadian, atau teringat pada pelaku.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut disebutnya dapat mengganggu korban juga menghambat perkuliahan. Selain itu, secara umum dapat mengembangkan <em>trust issue</em>, yakni kondisi &nbsp;seseorang tidak merasa aman yang nantinya bisa mengganggu fungsi kehidupannya.&nbsp;</span><span>Dalam hal ini tentu diperlukan asesmen awal pada korban untuk mengetahui sejauh apa dampak yang dirasakan oleh korban.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini pentingnya ada Satgas ya di setiap kampus. Kalau di FISIP itu kan ada psikologi ya, di psikologi itu juga ada layanan konsultasi dan konseling. Bisa saja kalau mau melapor dan akan dibantu. Atau kalau mau melapor ke unit pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak UPTD PPA juga bisa, itu pasti akan dibantu karena rahasianya terjamin.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>vyl/sya/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Respons Perkembangan Zaman, Lokakarya FIB Mencanangkan Kurikulum dan Prodi Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/respons-perkembangan-zaman-lokakarya-fib-mencanangkan-kurikulum-dan-prodi-baru/baca </link>
<guid> respons-perkembangan-zaman-lokakarya-fib-mencanangkan-kurikulum-dan-prodi-baru </guid>
<pubDate> Thu, 10 Mar 2022 08:16:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB Unmul rencanakan pembukaan lima Prodi pada Lokakarya Pemuktakhiran Kurikulum berbasis MBKM Kamis lalu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/respons-perkembangan-zaman-lokakarya-fib-mencanangkan-kurikulum-dan-prodi-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R6i7K2rl0m.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Respons Perkembangan Zaman, Lokakarya FIB Mencanangkan Kurikulum dan Prodi Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Kamis (24/2) lalu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) melaksanakan lokakarya Pemuktakhiran Kurikulum berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;</span><span>Dihadiri oleh para dosen, staf,<span>&nbsp;</span></span><span><em>stakeholder</em></span><span>&nbsp;hingga mitra. Di dalamnya membahas perubahan, perbaikan, dan pemutakhiran kurikulum yang telah disusun sejak perubahan terakhir di tahun 2017.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kurikulum baru diramu</span><span>&nbsp;dengan penyesuaian pada program MBKM. Tak sampai di situ, usulan dan masukan dari masyarakat juga turut berperan dalam prosesnya, demi menghasilkan kompetensi lulusan seperti yang diharapkan ketika terjun di masyarakat. Hal tersebut disampaikan Satyawati Surya selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni. Ia menyebut, rancangan kurikulum akan diimplementasikan pada semester ganjil tahun akademik 2022/2023.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, rencana pembukaan lima program studi (Prodi) baru turut dibahas, sebagai respons dari perkembangan zaman juga upaya memajukan FIB dalam proses pembelajaran serta melahirkan alumni yang bisa masuk di dunia kerja, terlebih wilayah Kaltim akan menjadi IKN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Satyawati mengungkap proses penentuan Prodi baru masih pada tahap survei. D</span><span>esain grafis atau desain komunikasi visual disebut sebagai hasil survei tertinggi.<span>&nbsp;</span></span><span>Adapun keempat Prodi lainnya,<span>&nbsp;</span></span><span>dilansir dari <em>unmul.ac.id</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>telah dirancang FIB sebagai institusi budaya di antaranya Prodi<span>&nbsp;</span></span><span>kajian budaya lokal, sinematografi, kajian objek wisata, dan budaya kuliner nusantara.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan kurikulum yang akan segera diterapkan, pembukaan Prodi baru belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, sebab harus melalui proses yang panjang dalam pemenuhan persyaratan. Terkait Prodi yang akan terealisasi lebih dahulu, Satyawati mengaku belum berani berangan. Perkara itu bergantung kesiapan, sebab banyaknya hal yang akan menjadi pertimbangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>T</span><span>erutama dosen yang sesuai kompetensi bidang, minimal 5. Sarana prasarana juga mesti sudah siap, serta kurikulumnya,&rdquo; terangnya</span><span>&nbsp;kepada <em>Sketsa</em> pada (2/3) melalui pesan WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum</span><span>nya, pada 2019 lalu, FIB Unmul sempat mewacanakan Prodi Sastra Daerah sebagai Prodi baru. (baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/semangat-fib-sambut-prodi-baru/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1646903173977871%26amp;usg%3DAOvVaw30SEoQLgXeg_RA4zmO8wcB&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1646903173999389&amp;usg=AOvVaw1X7P22qlNLx3nwO5gXf37X"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/semangat-fib-sambut-prodi-baru/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/semangat-fib-sambut-prodi-baru/baca</a></span><span>).<span>&nbsp;</span></span><span>Satyawati mengaku saat ini Prodi Sastra Daerah belum bisa terealisasikan lantaran sepi peminat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari hasil survey internal, hasilnya paling bawah.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rencana FIB dalam lokakarya ini disambut baik oleh Pradika Danang, mahasiswa Prodi Sastra Inggris saat dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Senin, (28/2). Bagi Pradika, ini merupakan wacana yang bagus untuk direalisasikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena selain bisa menambah akreditasi di fakultas juga bisa menambahkan standar fakultas ilmu budaya itu sendiri yang awalnya mungkin hanya terdiri dari 3 program studi menjadi lebih dari 3 program studi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, rencana pembukaan Prodi baru harus selaras dengan upaya penyediaan fasilitas kampus yang memadai, agar nantinya dapat berjalan dengan maksimal. Mengingat FIB belum lama berpindah dari kawasan kampus Flores ke kawasan kampus Gunung Kelua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pasti butuh penyesuaian, mulai dari ruang kelas dan juga mungkin fasilitas-fasilitas kelas. Jadi, saya mungkin berharapnya selain juga mereka fokus dengan program studi yang akan dicanangkan ini, yang baru ini. Dari pihak fakultas juga fokus dengan fasilitas-fasilitas yang ada di fakultas gitu.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, ia berharap rencana tersebut dapat menjadikan FIB sebagai fakultas yang lebih besar serta menjadi ladang pengembangan mahasiswa di bidang kesenian juga ilmu budaya. Tentunya dengan fasilitas-fasilitas yang telah dipersiapkan dengan baik oleh fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya itu sih yang dipertimbangkan, fasilitas-fasilitasnya dan juga kesiapan dari tenaga kerjanya itu sendiri, apakah memang benar-benar sudah siap ataukah masih perlu ada yang diperbaiki lagi gitu terkait dengan tenaga kerjanya,&rdquo; tutupnya <strong><em>(</em><em><span>lyn/lau/ash/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menolak Tegas Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/menolak-tegas-perpanjangan-masa-jabatan-presiden-dan-penundaan-pemilu-2024/baca </link>
<guid> menolak-tegas-perpanjangan-masa-jabatan-presiden-dan-penundaan-pemilu-2024 </guid>
<pubDate> Thu, 10 Mar 2022 10:35:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/menolak-tegas-perpanjangan-masa-jabatan-presiden-dan-penundaan-pemilu-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6ynAycOUya.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menolak Tegas Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu 2024</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Wacana deras penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi wacana yang terus digaungankan di publik. Usulan penundaan pemilu dimulai sejak Januari 2022, hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia dengan alasan survei kepuasan terhadap Presiden Jokowi mencapai 70 persen.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain Bahlil, isu ini juga digaungkan oleh tiga ketua umum partai koalisi antara lain PKB, Golkar, dan PAN. Dengan alasan pemulihan ekonomi akibat dua tahun stagnan akibat pandemi Covid-19, menerima aspirasi dari kalangan petani di Kabupaten Siak, Riau terkait perpanjangan masa jabatan presiden, hingga alasan kondisi ekonomi yang belum stabil dan anggaran pemilu yang membengkak.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Padahal, melalui Keputusan KPU Nomor 21 Tahun 2022, memutuskan 14 Februari 2024 sebagai tanggal pelaksanaan pemilu. Hal tersebut juga kemudian direspons oleh Jokowi dengan mengatakan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan menjadi bagian dari demokrasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini jauh berbeda ketika tahun 2019 lalu, ia justru merespons dengan mengatakan ingin menampar muka, cari muka, atau menjerumuskan. Serta menegaskan bahwa Jokowi tidak ada niat dan tidak berminat menjadi presiden tiga periode.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Narasi penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden sangat berbahaya dan tidak berdasar. Pertama, UUD NRI 1945 telah mengatakan dengan tegas pada pasal 7 yaitu Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, mencederai semangat demokrasi dan hadirnya kekuasaan yang absolut dan otoritarian, karena pemusatan kekuasaan jatuh kepada presiden. Apalagi dalam sistem presidensial, presiden tidak hanya bertindak sebagai kepala negara, namun juga sebagai kepala pemerintahan. Ketiga, hadirnya kebijakan yang sewenang-wenang dengan kuasa oligarki.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa wacana penundaan pemilu ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi hingga pada menciptakan iklim demokrasi yang tidak sehat. Presiden harus tegas mengatakan menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden ini untuk mencegah terjadinya potensi-potensi konflik di kemudian hari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Press Release ditulis oleh Ikzan Nopardi, mahasiswa program studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2018.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Love and Leashes: Dari Romansa hingga Fantasi Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/love-and-leashes-dari-romansa-hingga-fantasi-seksual/baca </link>
<guid> love-and-leashes-dari-romansa-hingga-fantasi-seksual </guid>
<pubDate> Fri, 11 Mar 2022 07:11:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film Love and Leashes bergenre komedi-romantis yang kemas isu BDSM secara edukatif. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/love-and-leashes-dari-romansa-hingga-fantasi-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cNA2sD4ZRt.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Love and Leashes: Dari Romansa hingga Fantasi Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span> Film Love and Leashes mengangkat kisah romansa dengan isu seksual yang tidak biasa yakni <em>Bondage</em>, <em>Dominance</em>, <em>Sadism</em>,<span>&nbsp;</span>and<span>&nbsp;</span><em>Masochism&nbsp;</em>(BDSM) atau disebut sadomasokisme. Tayang di Netflix pada Jumat 11 Februari lalu, merupakan karya adaptasi dari Webtoon berjudul Moral Sense karya Gyeowool.</p><p style="text-align: justify;">Mengisahkan hubungan antara<span>&nbsp;</span><em>Dominan</em>-<em>Submisif,&nbsp;</em>hubungan antara yang memerintah dan yang patuh, film ini disajikan dengan genre komedi dan romantis yang disutradarai oleh Hyeon-Jin Park.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jung Ji-hoo (Lee Jun Young) dan Jung Ji-woo (Seonhyun) adalah rekan kantor yang memiliki nama mirip. Pada suatu hari, Ji-woo mendapatkan sebuah paket yang sebenarnya bukan ditujukan padanya. Saat membukanya, ia terkejut melihat isinya. Paket tersebut berisi permainan yang memberikan rasa sakit demi meningkatkan kepuasan seksual. Ji-woo akhirnya mengetahui bahwa Ji-hoo memiliki selera seksual yang unik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah mencari tahu, Ji-woo pun mengetahui bahwa Ji-hoo menyukai hal-hal terkait BDSM, Ji-woo pun tertarik untuk menjadi partner sadomasokismenya. Mereka lalu membuat kesepakatan untuk menjalankan hubungan kontrak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Dominan</em>-<em>Submisif</em><span>&nbsp;</span></span><span>itu secara rahasia selama tiga bulan. Dalam hubungan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Dominan</em>-<em>Submisif</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang mereka lakukan, Ji-hoo sebagai pihak yang patuh dan mendapat perintah yaitu<span>&nbsp;</span></span><span><em>submisif</em><span>&nbsp;</span></span><span>sedangkan Ji-woo sebagai tuan yang memerintah yaitu<span>&nbsp;</span></span><span><em>dominan</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lama-kelamaan, Ji-woo menyadari bahwa ia menyukai Ji-hoo dan ingin berkencan. Awalnya Ji-hoo menolak, karena Ji-hoo takut akan mengalami kejadian yang sama dengan mantan pacarnya Hana. Karena ditolak Ji-hoo, Ji-woo merasa ia tidak kompeten menjadi tuan. &nbsp;Hubungan mereka sempat renggang, namun pada akhirnya mereka berkencan dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Dominan</em>-<em>Submisif</em>.<span>&nbsp;</span></span></p><p><span><span><strong>Love an Leashes dalam mengemas potret fantasi seksual</strong></span></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dari film lain yang mengangkat tema fantasi seksual BDSM dengan vulgar. Love and Leashes mengemasnya dengan cara yang menarik, bahkan tidak menampilkan adegan dewasa seperti ketelanjangan, meski tetap dibubuhi peringatan batas usia. Sebaliknya, film ini justru mengedukasi penonton perihal BDSM dan hubungan antara pelakunya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan alur ringan dan konflik yang minor, membuat film ini semakin dinikmati. Dengan durasi hampir dua jam, di dalamnya turut menggangkat isu yang sering terjadi dalam lingkungan kerja, seperti Ji-woo yang mendapatkan didiskriminasi dari bosnya sedangkan Ji-hoo selalu mendapatkan pujian.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sisi buruknya, &nbsp;film Love and Leashes dalam pembawaan karakter antara kedua tokoh masih kurang</span><span>&nbsp;</span><span>terasa<span>&nbsp;</span></span><span><em>chemistry-</em></span><span>nya. Sehingga penonton tidak dapat menikmati kararkter keduanya. Selain itu, unsur komedi yang ditampilkan masih kurang. Momen lucunya, masih terbilang biasa saja.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film ini menyiratkan pesan bahwa kita semua mencari seseorang yang akan menerima kita apa adanya, ia dapat ditemukan jika kita tak langsung menyerah. Bagi kamu penikmat film romantis komedi yang unik, Love and Leashes layak ditonton untuk mengisi waktu luangmu. Bagaimana, tertarik untuk menonton?<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(amg/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Phising: Teknik Pencurian Data yang Menjebak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/phising-teknik-pencurian-data-yang-menjebak/baca </link>
<guid> phising-teknik-pencurian-data-yang-menjebak </guid>
<pubDate> Fri, 11 Mar 2022 11:19:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hindari kejahatan phising dengan tips-tips berikut. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/phising-teknik-pencurian-data-yang-menjebak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2Dkgu9Zvkk.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Phising: Teknik Pencurian Data yang Menjebak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka pernah menjadi korban pencurian data. Sebab umumnya, mereka menyerahkan data pribadi yang mereka miliki kepada pelaku kejahatan siber yang mengaku sebagai &lsquo;situs resmi&rsquo; secara tidak sengaja. Salah satu cara yang paling sering digunakan yakni<span>&nbsp;</span></span><span><em>phising</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesuai dengan definisinya,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Phising</em><span>&nbsp;</span></span><span>diambil dari kata<span>&nbsp;</span></span><span><em>fishing</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang artinya memancing. Mengutip dari <em>Cambridge Dictionary</em>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>phising</em></span><span>&nbsp;berarti sebuah usaha untuk mengelabui seseorang untuk memberikan informasi di internet atau melalui surel yang memungkinkan orang lain mengambil uang dari akun bank mereka (yang tertipu).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut data Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, sepanjang Januari hingga September 2020, pihaknya menerima laporan kasus kejahatan siber yang berhubungan dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>phising</em></span><span>. Seperti penipuan online dengan 649 laporan, 138 laporan dari kasus akses ilegal, 71 &nbsp;kasus dengan laporan manipulasi data, serta pencurian data/identitas sekitar 39 kasus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di Indonesia, modus yang paling sering ditemukan adalah dengan menyebar tautan melalui pesan singkat baik melalui aplikasi perpesanan maupun SMS. Tautan tersebut biasanya disertai dengan iming-iming hadiah seperti kuota gratis hingga uang tunai.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah tautan tersebut dibuka, pengguna selanjutnya akan diarahkan ke sebuah laman yang dibuat mirip dengan otoritas yang seolah-olah resmi. Kemudian dalam situs tersebut terdapat formulir yang meminta korban agar memberikan data pribadi mereka. Mulai dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>email</em></span><span>, nama lengkap, nama gadis ibu kandung, nomor telepon, alamat, hingga foto diri membawa KTP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, tak perlu begitu risau! Kamu bisa mulai terapkan tips di bawah ini untuk menghindari kejahatan<span>&nbsp;</span></span><span><em>phising</em></span><span>&nbsp;yang semakin merajalela akhir-akhir ini. Apa saja ya? Yuk, simak!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Berhati-hati dalam mengisi data pribadi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam situs apapun kamu patut curiga dengan data yang diminta oleh situs tersebut. Jika tidak ada alasan yang jelas mengapa situs tersebut membutuhkan data pribadimu, maka kamu tidak perlu memberikan data tersebut, ya!<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Cek alamat situs atau<span>&nbsp;</span></span><span><em>email</em></span><span>&nbsp;tercantum</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum mengisi data di sebuah<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em></span><span>, sangat penting untuk mengecek alamat<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;atau<span>&nbsp;</span></span><span><em>email</em></span><span>&nbsp;tertera. Hindari situs pemerintah yang tidak menggunakan domain &lsquo;.go&rsquo; dan juga situs-situs lain yang menggunakan domain tidak jelas yang jarang kita lihat seperti &lsquo;.xyz&rsquo; dan sebagainya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Teliti dengan baik tampilan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Interface</em></span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>phising</em></span><span>&nbsp;memiliki kemiripan dengan laman aslinya. Namun pasti ada perbedaan tampilan antarmuka antara laman asli dengan laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>phising</em></span><span>. Jika sudah curiga dengan tampilan antarmuka pada website, lebih baik urungkan niatmu untuk mengisi data di dalam situs tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Gunakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Two</em>-<em>Factor Authentication</em></span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Pengamanan yang hanya dilindungi oleh kata sandi, tentunya akan lebih berisiko. Beberapa layanan aplikasi seperti Whatsapp, Gmail, dan beberapa aplikasi lainnya menyediakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Two</em>-<em>Factor Authentication</em></span><span><em>&nbsp;</em>(2FA). Dengan mengaktifkan fitur tersebut maka setiap kali kamu<span>&nbsp;</span></span><span><em>login</em></span><span>, kamu akan selalu diminta 2 kali verifikasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Selalu cek riwayat<span>&nbsp;</span></span><span><em>login</em></span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Selalu cek riwayat<span>&nbsp;</span></span><span><em>login</em></span><span>&nbsp;di setiap aplikasi. Hal ini bisa kamu bisa cek melalui pengaturan pada bagian menu<span>&nbsp;</span></span><span><em>privacy</em></span><span>. Jika melihat riwayat<span>&nbsp;</span></span><span><em>login</em></span><span>&nbsp;yang mencurigakan segera<span>&nbsp;</span></span><span><em>logout</em></span><span>&nbsp;perangkat mencurigakan tersebut dan ubah kata sandi kamu, ya!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Selalu ubah kata sandi secara berkala</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penting untuk merubah kata sandi minimal sekali dalam setahun. Usahakan selalu bedakan kata sandi akun yang satu dengan lainnya. Sebab, jika satu akun terkena kebocoran kata sandi maka akun lainnya tidak akan terdampak. Yang tak kalah penting, gunakan kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka dan juga simbol dalam membuat kata sandimu semakin aman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Selalu perbarui peramban</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika ada pembaruan perambanmu, sebaiknya kamu langsung perbarui perambanmu ke versi terbaru. Karena, pembaruan pada peramban tidak hanya mengubah tampilan, tetapi juga terdapat pembaharuan pada tingkat keamanan. Jika perlu, hidupkan pula<span>&nbsp;</span></span><span><em>update</em></span><span>&nbsp;otomatis pada perambanmu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari ke-7 tips yang sudah<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>rangkum, mana saja yang sudah kamu terapkan? Kalau belum, yuk mulai sekarang lindungi data pribadimu agar terhindar dari jebakan kejahatan<span>&nbsp;</span></span><span><em>phising</em></span><span>!<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>lav/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Desain Makin Mudah, Gunakan Situs Penyedia Vektor Berikut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/desain-makin-mudah-gunakan-situs-penyedia-vektor-berikut/baca </link>
<guid> desain-makin-mudah-gunakan-situs-penyedia-vektor-berikut </guid>
<pubDate> Sat, 12 Mar 2022 04:00:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi situs-situs penyedia vektor guna membantu proses desainmu! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/desain-makin-mudah-gunakan-situs-penyedia-vektor-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Q5HwQaeI5R.png" />
					</figure>
			                <h1>Desain Makin Mudah, Gunakan Situs Penyedia Vektor Berikut</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span>Kini, desain grafis menjadi kebutuhan dalam berbagai aspek, selaras dengan perkembangan tekologi yang semakin maju. Mulai dari acara, pemasaran produk, hingga konten media sosial membutuhkan peran desain grafis yang dominan di dalamnya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Istilah vektor<span>&nbsp;</span></span><span>kemudian populer dalam dunia desain. Sebagai</span><span>&nbsp;gambar yang dihasilkan dari kombinasi titik dan garis</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>kualitas gambar</span><span>&nbsp;vektor tidak pecah</span><span>&nbsp;bila diperbesar.<span>&nbsp;</span></span><span>Hal tersebut turut membuat vector kian digandrungi dalam pembuatan desain hingga banyak dipakai desainer<span>&nbsp;</span></span><span>untuk kebutuhan cetak maupun digital.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski demikian</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>kehabisan ide tak ayal dialami oleh setiap desainer. Apakah kamu termasuk di dalamnya? Jangan khawatir,</span><span>&nbsp;</span><span>berbagai<span>&nbsp;</span></span><span>situs penyedia vektor<span>&nbsp;</span></span><span>bisa</span><span>&nbsp;membantu</span><span>mu, lo!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>F</strong></span><span><strong>reepik.com</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Freepik tentu menjadi situs yang tak asing bagi<span>&nbsp;</span></span><span>desainer</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Tak jarang menjadi</span><span>&nbsp;pilihan utama desainer<span>&nbsp;</span></span><span>dalam<span>&nbsp;</span></span><span>mencari ide, dan bahan</span><span>, sebab situs ini dapat diakses<span>&nbsp;</span></span><span>tanpa<span>&nbsp;</span></span><span>daftar<span>&nbsp;</span></span><span>akun</span><span>&nbsp;juga ribuan<span>&nbsp;</span></span><span>vektor yang disediakan secara gratis.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya vektor, Freepik juga menyediakan kategori lain di antaranya</span><span>&nbsp;</span><span>PSD, ikon, dan gambar-gambar lainny</span><span>a</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Kamu juga bisa</span><span>&nbsp;menjual<span>&nbsp;</span></span><span>gambar sesuai kategori yang tersedia</span><span>&nbsp;di situs ini</span><span>&nbsp;lho! Sudah pernah coba?</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>P</strong></span><span><strong>ngtree.com</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih beragam dari Freepik, situs pngtree.com menyediakan beberapa kategori yang di dalamnya termuat sub-kategori<span>&nbsp;</span></span><span>seperti</span><span>&nbsp;gambar berformat PNG (vektor, foto,<span>&nbsp;</span></span><span><em>clipart</em></span><span>, ikon, gambar 3D, dan PSD), Gambar latar, ragam templat, efek teks,<span>&nbsp;</span></span><span>hingga<span>&nbsp;</span></span><span>ilustrasi. Format file pun beragam dari PSD, JPEG, PNG, AI, serta EPS.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Situs ini cocok bagi<span>&nbsp;</span></span><span>kamu<span>&nbsp;</span></span><span>yang ingin mencari referensi desain vektor. Namun</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>bagi<span>&nbsp;</span></span><span>kamu<span>&nbsp;</span></span><span>pencinta vektor gratis, situs ini hanya memberikan kesempatan mengunduh satu kali untuk satu hari bila kamu mendaftarkan akun.</span><span>&nbsp;Jika situs ini sesuai dengan yang kamu butuhkan, kamu dapat mencoba versi berbayarnya untuk mendapatkan akses yang lebih leluasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>B</strong></span><span><strong>lush.design</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan situs lainnya, Blush memiliki fitur untuk mengganti bentuk kepala, ekspresi wajah, jenggot atau kumis, masker, dan aksesoris lainnya pada vektor sebelum<span>&nbsp;</span></span><span>kamu mengunduhnya</span><span>. Namun, tak semua vektor dalam situs ini memiliki fitur tersebut, dan hanya beberapa koleksi desainer saja yang dapat<span>&nbsp;</span></span><span>kamu<span>&nbsp;</span></span><span>unduh secara gratis</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fitur gratisnya pun memiliki ketentuan seperti<span>&nbsp;</span></span><span>ukuran atau resolusi yang lebih kecil bagi pengunduh gratis. Bila<span>&nbsp;</span></span><span>kamu<span>&nbsp;</span></span><span>menggunakan vektor dari situs ini jangan lupaka</span><span>n<span>&nbsp;</span></span><span>atribut, ya</span><span>!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>I</strong></span><span><strong>cons8.com</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Situs ini menyediakan berbagai ilustrasi vektor dari 2D sampai 3D dari desainer terkemuka Dribble, dalam kategori ilustrasi Ouch</span><span>. Di sini, kamu<span>&nbsp;</span></span><span>akan dapat menemukan bentuk vektor yang<span>&nbsp;</span></span><span>kamu<span>&nbsp;</span></span><span>inginkan secara gratis, dan berbayar. Ouch dapat memudahkan</span><span>mu<span>&nbsp;</span></span><span>dalam menyempurnakan desain grafis dengan ilustrasi vektornya. Adapun format yang ditawarkan<span>&nbsp;</span></span><span>berupa<span>&nbsp;</span></span><span>PNG dan SVG.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>V</strong></span><span><strong>ecteezy.com</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Situs Vecteezy menyediakan gambar vektor berkualitas tinggi secara gratis, dan berbayar. Tebilang unik dari situs lainnya, Vecteezy menyediakan fitur edit desain sebelum diunduh seperti mengubah ukuran, warna, atau font desain. Situs ini cocok bagi kamu yang ingin menyelaraskan warna vektor dengan desain yang kamu buat. Tak hanya menyediakan gambar vektor, situs ini juga menyediakan bahan video yang dapat diunduh secara gratis lo!</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>V</span><span>exels.com</span></strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Vexels menjadi salah satu situs desain yang dapat menemukan segala hal yang dibutuhkan, baik kamu seorang desainer, pengusaha<span>&nbsp;</span></span><span><em>merchandise</em></span><span>, atau pengelola suatu perusahaan. Di situs ini kamu dapat menjelajahi dan menemukan grafik siap pakai nan berkualitas untuk penggunaan pribadi maupun komersial. Mulai dari latar belakang serbaguna, ikon yang trendi, templat logo fantastis hingga desain siap cetak, dapat kamu temui. Vexels memiliki lebih dari 100 ribu bahan desain keren yang akan menghemat waktu dan uang untuk berbagai proyekmu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>V</strong></span><span><strong>ectorstock.com</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan sebelumnya, Vectorstock merupakan situs yang<span>&nbsp;</span></span><span>khusus<span>&nbsp;</span></span><span>menyediakan vektor. Dalam situsnya, terdapat lebih dari 29 juta gambar vektor di antaranya yaitu gambar vektor bebas royalty, seni vektor, grafik,<span>&nbsp;</span></span><span><em>clipart</em></span><span>, ilustrasi, dan gambar dengan resolusi tinggi. Sekitar lebih dari 924 ribu gambar di antaranya dapat diunduh secara gratis. Beberapa gambar di situs ini<span>&nbsp;</span></span><span>harus diakses</span><span>&nbsp;berbayar, bisa</span><span>&nbsp;melalui pembayaran</span><span>&nbsp;perbulan dengan sistem kredit atau pembayaran sesuai gambar saja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Deretan situs di atas tentu akan membantu dalam proses desainmu. Bagaimana, mana yang sudah kamu coba?<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(lyn/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mampir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/mampir/baca </link>
<guid> mampir </guid>
<pubDate> Sat, 12 Mar 2022 11:21:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dan menjaganya biar tetap utuh </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/mampir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tq20ztHnjG.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mampir</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span>Kalau boleh aku mampir sebentar ke rumahmu</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menilik hatimu yang kian lama membiru</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kalau boleh aku perbaiki bagian yang mulai retak itu</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dan menjaganya biar tetap utuh</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kalau boleh aku menginap di balik binar matamu</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Agar<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>aku bisa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>memastikan tak ada lagi tangis yang keluar dari situ</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Izinkan aku menyayangimu</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Akan aku bagi seluruh semestaku padamu</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bel di rumah terus berbunyi</span></span></p><p><span><span>Sementara sang empunya tak kunjung</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>pula</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>membukakan pintu</span></span></p><p><span><em><strong>Puisi ditulis oleh Dinda Sekar Kirani</strong></em></span><em style="text-align: inherit;"><strong>, mahasiswi&nbsp;Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 2019</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ancaman Kekerasan Seksual di Kampus, KIKA Kaltim: Perlunya Regulasi Khusus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancaman-kekerasan-seksual-di-kampus-kika-kaltim-perlunya-regulasi-khusus/baca </link>
<guid> ancaman-kekerasan-seksual-di-kampus-kika-kaltim-perlunya-regulasi-khusus </guid>
<pubDate> Mon, 14 Mar 2022 08:19:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KIKA gelar diskusi terbuka bahas isu kekerasan seksual di kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ancaman-kekerasan-seksual-di-kampus-kika-kaltim-perlunya-regulasi-khusus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5JAze8uvyS.png" />
					</figure>
			                <h1>Ancaman Kekerasan Seksual di Kampus, KIKA Kaltim: Perlunya Regulasi Khusus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;Selaras</span></span><span>&nbsp;dengan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2022 lalu, Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Kaltim menggelar diskusi terbuka secara daring bertajuk &ldquo;Ancaman Kekerasan Seksual di Kampus dan Bagaimana Kita Menghadapinya?&rdquo;. Digelar pada Sabtu, 12 Maret 2022, diskusi ini menyoroti maraknya kekerasan seksual yang terjadi, utamanya di lingkungan kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perkara ini tak terjadi sekali dua kali. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman untuk belajar, justru angka kasusnya mengkhawatirkan. Tak hanya perempuan, laki-laki turut berpotensi menjadi korban.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebanyak seratus partisipan turut hadir mengikuti sesi diskusi yang diisi oleh empat narasumber dengan latar belakang yang berbeda, di antaranya: Yohanes Wahyu Prasetyo OFM seorang Magister Filsafat STF Driyarkara Jakarta, Sri Murlianti dari KIKA Kaltim dan Dosen FISIP Unmul, Mahendra Putra Kurnia selaku Dekan FH Unmul, dan Diah Rahayu dari Psikologi FISIP Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yohanes menyebut bahwa<span>&nbsp;</span></span><span>kasus kekerasan seksual di kampus yang dilaporkan pada 2019, sejumlah 174 kasus di 79 kampus dan di 29 provinsi. Pelakunya tercatat datang dari dosen, mahasiswa, staf, tokoh agama di kampus, hingga dokter klinik di kampus.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari jumlah kasus tercatat, korban 96 persen adalah mahasiswi, 20 persen tak melapor, 50 persen memilih tak bercerita dan kasus yang dilaporkan tenggelam dalam gunung es.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Data tersebut bak menyenggol kesadaran civitas academica, bahwa banyak kejahatan yang para pelakunya justru tersembunyi, dan tak terlaporkan, hingga tidak mendapat hukuman yang setimpal. Sementara korban mengalami trauma seumur hidup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlebih, masih banyak kampus yang enggan mengambil sikap. Kasus ini dianggap sebagai urusan privat dan memalukan institusi, bahkan turut menyangkal atau ikut menyalahkan korban.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Relasi kuasa masih menguasai sebab terjadinya kasus kekerasan seksual di kampus, dan turut menjadi alasan mengapa pelaku masih bisa bergerak secara bebas. Notabenenya pelaku memiliki kuasa lebih terhadap korban, seperti lebih senior, lebih pintar, atau punya kendali mengatur nilai korban.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masalah utamanya, banyak kampus yang tak memiliki regulasi khusus untuk menanggulangi penanganan kekerasan seksual dan pencegahannya. Ditambah kurangnya literasi mengenai kekerasan seksual.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masih banyak yang tidak mengetahui bahwa kekerasan seksual adalah kejahatan kemanusiaan, karena korbannya bisa mati, atau cacat seumur hidup. Jenis tindakannya pun sangat beragam, dari <em>cat calling</em> dan pelecehan yang sering dianggap remeh, sampai percobaan pemerkosaan, pemerkosaan, pemaksaan aborsi, dan penyiksaan seksual; yang semuanya mengancam hak asasi manusia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yohanes menilai edukasi seks di kampus sangat penting, terkhusus jika menghadirkan mata kuliah mengenai edukasi seksual. Hal seperti itu mungkin untuk dilakukan dengan mempertimbangkan kebijakan dari setiap fakultas atau pun universitas. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, Mahendra menilai sulitnya edukasi seks jika menjadi mata kuliah khusus. Hal itu menyangkut pada kebutuhan satuan kredit semester (SKS). Menurutnya, ruang-ruang diskusi menjadi solusi edukasi. Selain itu, Sri menambahkan kampus juga perlu memiliki prosedur penanganan berupa kebijakan pro korban dan &nbsp;menjadi ruang aman untuk pengaduan.</span></p><p style="text-align: justify;">Dari diskusi tersebut, adanya Satgas Kampus Kekerasan Seksual diharapkan bisa menjadi langkah awal menekan angka kasus kekerasan seksual di wilayah kampus. <em><strong>(</strong><strong><span>mel/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gunjan Saxena: The Kargil Girl, Ketimpangan Gender Itu Ada di Ruang Ganti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/gunjan-saxena-the-kargil-girl-ketimpangan-gender-itu-ada-di-ruang-ganti/baca </link>
<guid> gunjan-saxena-the-kargil-girl-ketimpangan-gender-itu-ada-di-ruang-ganti </guid>
<pubDate> Tue, 15 Mar 2022 10:37:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjuangan perempuan di tengah ketimpangan gender India. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/gunjan-saxena-the-kargil-girl-ketimpangan-gender-itu-ada-di-ruang-ganti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GoDwZBrjow.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gunjan Saxena: The Kargil Girl, Ketimpangan Gender Itu Ada di Ruang Ganti</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Siang itu aku hendak berleha-leha, mencari hiburan pada platform menonton anak muda, Netflix. Drama Korea memenuhi posisi teratas. Namun, poster gadis India bertuliskan Gunjan Saxena: The Kargil Girl, yang tayang 2020 lalu menuntunku melihatnya lebih jauh.</p><p style="text-align: justify;">Biopik yang disutradarai oleh Sharan Sharma ini mengawali cerita melalui gadis kecil yang terobsesi dengan miniatur pesawat. Tiap detiknya diisi dengan impian terbang jauh ke sisi dunia yang lain. Gunjan Saxena atau Gunju (diperankan oleh Janhvi Kapoor) tumbuh menjadi perempuan teguh pendirian dan tak pantang menyerah semasa sekolah agar nilainya dapat membantu dirinya meraih apa yang ia mau.</p><p style="text-align: justify;">Mimpinya bukan angin lalu bak gadis kecil yang tiba dewasa mengalah, bersisian dengan cemooh orang lain. Ia, kuat menuntun tekadnya bermodal semangat dari sang Ayah (Pankaj Triptahi). Sekalipun kakak laki-lakinya, Anshuman (Angad Bedi) dan ibunya (Ayesha Raza Mishra) kerap meragukan impiannya menjadi pilot.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Jika pesawat tak peduli siapa yang menerbangkannya, kenapa kau peduli?</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dialog yang dituturkan sang ayah itu terucap usai Anshuman merendahkan Gunju yang tak mungkin bisa menjadi pilot, sebab ia perempuan. Dialog yang memotivasi Gunju dalam film berdurasi 1 jam 52 menit itu membuatku bergidik. Pasalnya, India menjadi negara yang masih berkutat pada ketimpangan gender, pun kelas sosial. Itu tercermin dari World Economic Forum yang beberkan bahwa India berada di peringkat 140 dari 156 negara dengan ketidaksetaraan gender pada April 2021 lalu.</p><p style="text-align: justify;">Usai menamatkan sekolah, ia tak berniat kuliah, karena sekolah penerbangan di Delhi lebih menarik baginya. Namun, peruntungannya itu nihil. Tak sekali dua kali ia gagal dalam kesempatan yang memperbesar potensinya jadi awak pesawat. Akhirnya ia terpaksa melanjutkan kuliah.</p><p style="text-align: justify;">Ayahnya bukannya acuh, ia mendorong putrinya untuk mendaftar di angkatan udara (AU) India. Gunju mulai habis tenaga dan kepercayaan. Saat itu, ia harus mengikuti seleksi ketat. Lantas satu persatu ia taklukan, hingga berhasil singkirkan kandidat lain. Meski begitu, di penghujung seleksi, berat hati ia harus menerima fakta bahwa berat badannya melebihi persyaratan.</p><p style="text-align: justify;">Itu membuat Gunju harus kembali ajukan banding dua minggu ke depan untuk membuktikan bahwa ia pantas masuk jadi bagian AU India. Kali ini, nasib baik adalah miliknya. Ia lolos menjadi satu-satunya perempuan di angkatan udara.</p><p style="text-align: justify;">Semangatnya membuncah, namun ekspektasinya luluh lantak. Sebab, meski menjadi opsir perempuan pertama di pangkalan Udhampur, dirinya terasing. Segala sudut seolah hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Profesi yang akan ia arungi, nyatanya mengerdilkan dirinya sebagai perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana tidak, perkara ganti baju saja, Gunju harus kelabakan menyusuri lorong mencari ruang ganti khusus perempuan. Waktu sepuluh menit itu tak cukup untuknya berganti pakaian serta lanjut berlatih menambah jam terbang. Hari kedua dan ketiga ia habis-habisan dimarahi karena dinilai manja dan tak kompeten. Hari berikutnya, tak habis akal, ia membuat ruang ganti bermodal lemari yang dimepetkannya di ruangan yang disesaki laki-laki. Gunju makin jadi pusat perhatian.</p><p style="text-align: justify;">Sebab selalu di posisi terakhir dengan jam terbang minim, komandannya (diperankan oleh Manoj Vij), mengajaknya terbang bersama dan melatih Gunju jadi sosok piawai. Alhasil, ia menyabet penghargaan opsir terbaik dengan jam terbang terbanyak. Bak maju kena mundur kena, pencapaian Gunju membawanya jadi bulan-bulanan opsir laki-laki. Kesal diperlakukan demikian, ia pulang dan hendak menyudahi profesinya itu.</p><p style="text-align: justify;">Kegamangannya tak berlangsung lama, surat pengunduran dirinya ditolak dan dirinya harus ikut berperang menjaga India. Singkat cerita, dengan kapabilitasnya, ia menaklukkan musuh, dan kontribusinya diakui di pangkalan Udhampur.</p><p style="text-align: justify;">Berangkat dari hidup Gunju membuatku bercermin atas keadilan gender di Indonesia sendiri. Isu yang tak sudah-sudahnya dibahas di negara berkembang. Film ini dibarengi sinematografi apik. Meski tetap dibumbui dengan ciri khas India, yakni tarian dan musik. Kelebihan dalam film ini ialah aktor mampu membangun penokohan, utamanya kedekatan Gunju dan sang Ayah.</p><p style="text-align: justify;">Film ini turut memotret sedikit bagian dari budaya India seperti perayaan, mulai dari kelulusan juga pernikahan. Realitas kehidupan perempuan di India tergambar dari lelahnya Gunju menelan ekspektasi bahwa dirinya menjadi warga India &apos;kelas dua&apos; saat menggapai mimpinya.</p><p style="text-align: justify;">Maskulinitas sebenarnya sudah amat tergambar dari dialog-dialog internal keluarga, di mana ayah dan kakaknya dijadikan perspektif dominan saat menit awal, dalam melihat apa yang mampu dan tidak mampu Gunju kerjakan. Belum lagi ketidakpunyaan wawasan sang ibu untuk mendukung karier si anak, karena menganggap Gunju harus piawai urusan domestik.</p><p style="text-align: justify;">Jatah untuk opsir perempuan pun, meski untuk pertama kalinya, dibuka dan diberikan hanya untuk satu orang. Putus asanya Gunju dalam film ini, tak jauh-jauh dari gambaran perempuan India: ingin menikah saja dan meninggalkan karier yang baru ditapakinya.</p><p style="text-align: justify;">Gunjan Saxena: The Kargil Girl setidaknya menawarkan penonton sudut pandang segar &apos;menghadapi&apos; patriarki. Walaupun biopik ini berasal dari kisah semasa 1999, rasanya masih begitu terasa hari ini. Bahkan fakta bahwa ibunya hanya ingin Gunju menikah dan memasak untuk suami, menambah deret kepedihan cuplikan timpangnya kesempatan bagi perempuan. Serta edukasi bahwa perempuan lebih dari layak untuk mengisi beragam profesi.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, peran ayah yang dominan dengan komentae-komentar meneduhkan dalam film ini menghidupkan kesadaran penonton. Seakan ikut memberi pesan bahwa keadilan gender bisa direngkuh oleh siapa saja, tak hanya dari dan oleh perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak dimungkiri, sosok Gunju bagiku tak diberi banyak dialog yang menegaskan keengganannya apabila dihadapkan pada situasi yang tak disuka. Gunju, sebagai perempuan merdeka, lebih sering diam dalam film ini, atau diberi adegan-adegan &ldquo;ngambek&rdquo; serta terpaku. Itu seakan menegaskan pandangan masyarakat bahwa seperti itulah perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu masih dapat ditolerir, sebab terbantu dengan penjelasan &quot;tak terucap&quot; seperti gestur aktor-aktor yang coba bercerita pada penonton, bagaimana sulitnya menjadi Gunju, sampai ia kerap terpaku.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana, tertarik mengarungi kisah hidup Gunju dalam Gunjan Saxena: The Kargil Girl? <strong><em>(rst/khn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Distorsi Realitas Media Sosial, Jalan Mulus Binary Option untuk Mencari Mangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/distorsi-realitas-media-sosial-jalan-mulus-binary-option-untuk-mencari-mangsa/baca </link>
<guid> distorsi-realitas-media-sosial-jalan-mulus-binary-option-untuk-mencari-mangsa </guid>
<pubDate> Thu, 17 Mar 2022 11:12:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus penipuan berkedok trading binary option merebak haruskan masyarakat bekali diri dengan berbagai wawasan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/distorsi-realitas-media-sosial-jalan-mulus-binary-option-untuk-mencari-mangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xwdCWGHb7g.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Distorsi Realitas Media Sosial, Jalan Mulus Binary Option untuk Mencari Mangsa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;Belakangan warganet Indonesia dihebohkan dengan kasus penangkapan<span>&nbsp;</span></span><span>Indra Kenz dan Doni Salmanan. Penangkapan keduanya disebabkan oleh kasus penipuan dan pencucian uang &nbsp;yang berkedok<span>&nbsp;</span></span><span><em>trading</em> <em>binary option</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Trading</em></span><span>&nbsp;sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa inggris dengan arti bertukar. Istilah ini sering dipakai untuk menjelaskan proses transaksi keuangan dalam bentuk mata uang. Umumnya,<span>&nbsp;</span></span><span><em>trading</em></span><span>&nbsp;dilakukan untuk jual beli surat berharga dengan mata uang guna memperoleh keuntungan besar</span><span>&nbsp;dalam waktu singkat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>binary option</em></span><span>&nbsp;adalah salah satu jenis<span>&nbsp;</span></span><span><em>trading online</em></span><span>&nbsp;di mana para<span>&nbsp;</span></span><span><em>trader</em></span><span>&nbsp;(pemain trading) memprediksi atau menebak harga sebuah aset akan naik atau turun pada jangka waktu tertentu. Cara mainnya cukup mudah, pengguna hanya perlu mendaftarkan diri pada penyedia</span><span>&nbsp;<em>binary option</em></span><span>&nbsp;dan melakukan deposit sebesar US$ 10.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada transaksinya, pengguna akan memilih indeks aset. Mulai dari mata uang hingga komoditas. Setelah itu, pengguna akan memasukkan modal yang akan dipertaruhkan dan untuk jumlahnya tergantung pada aset yang dipilih. Selanjutnya, pengguna akan memilih durasi waktu transaksi, mulai dari detik hingga jam.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, pengguna harus memilih kapan durasi itu berakhir dan apakah harga indeks tersebut di atas atau di bawah transaksi awal. Jika tebakan benar, maka pengguna akan mendapatkan keuntungan &nbsp;yang berkisar 60-90%. Jika tebakan pengguna salah, modal pengguna yang dipakai otomatis hangus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia pada 2021 yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Katadata Insight Center (KIC). Secara keseluruhan, Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mencapai 3.49 dari skala 1-5, atau naik dari pencapaian tahun sebelumnya 3.46.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Klaim peningkatan indeks literasi digital Indonesia tersebut nyatanya tak banyak berdampak jika menarik dari banyaknya distorsi realitas media sosial atau masyarakat tontonan. Fenomena yang diungkap oleh Guy Debord ini setidaknya menunjukkan betapa mudahnya pengguna media sosial saling memikat lewat citra yang dibangun di dunia maya. Pasalnya, meski pemerintah telah menyatakan semua platform<span>&nbsp;</span></span><span><em>binary option</em></span><span><em>&nbsp;</em>ilegal, besarnya keuntungan yang ditawarkan <em>binary option</em> tetap membuat banyak orang tergiur. Belum lagi, dua selebgram itu kerap<span>&nbsp;</span></span><span><em>flexing</em><span>&nbsp;</span></span><span>atas pencapaiannya itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proses mempertontonkan komoditas, kala seseorang berusaha untuk merepresentasikan citra yang ia mau inilah yang dimaksud. Sebut saja, kesan status sosial yang prestisius. Siklus masyarakat tontonan tidak hanya sampai pada aksi mempertontonkan komoditas saja, tetapi berlanjut pada produksi ulang tontonan menjadi jiplakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Konten media sosial afiliator yang cenderung pamer kekayaan guna memperoleh validitas terhadap status sosialnya dapat kita identifikasikan sebagai proses mempertontonkan komoditas itu sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan banyaknya masyarakat yang tergiur kekayaan secara instan sampai pada mengikuti jejak afiliator bermain <em>trading binary option</em>, merupakan proses produksi ulang terhadap tontonan yang ada di media sosial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan keadaan itu, masyarakat Indonesia dewasa ini lebih mudah terpengaruh dengan apa yang dilihatnya secara visual. Cenderung meniru apa yang dilihat dan akan mempertontonkan kembali kepada orang lain. Tanpa mengecek ulang legalitas suatu produk atau tren. Melalui status masyarakat tontonan, jalannya promosi<span>&nbsp;</span></span><span><em>binary option</em><span>&nbsp;</span></span><span>akan terus berlanjut pada orang banyak. Bukan tak mungkin, beberapa tahun ke depan kasus serupa muncul lagi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agar tak mudah terbawa arus dengan tren-tren sejenis, penting bagi kita, pengguna media sosial, membekali diri dengan berbagai wawasan pendukung.<span>&nbsp;</span></span><b><i><span>(</span><span>snk/nkh</span><span>)</span></i></b></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FEB Unmul Resmi Jalin Kerja Sama dengan RSJD Atma Husada Mahakam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-unmul-resmi-jalin-kerja-sama-dengan-rsjd-atma-husada-mahakam/baca </link>
<guid> feb-unmul-resmi-jalin-kerja-sama-dengan-rsjd-atma-husada-mahakam </guid>
<pubDate> Fri, 18 Mar 2022 09:16:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FEB Unmul teken kerja sama dengan RSJD Atma Husada Mahakam. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/feb-unmul-resmi-jalin-kerja-sama-dengan-rsjd-atma-husada-mahakam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HtioFcjZAm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>FEB Unmul Resmi Jalin Kerja Sama dengan RSJD Atma Husada Mahakam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>FEB Unmul tandatangani perjanjian kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam pada Kamis (10/3) lalu. Diketahui kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Zainal Abidin, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB mengungkap bahwa dosen-dosen di Unmul khususnya yang berasal dari fakultas tersebut akan menjadi narasumber dalam kegiatan-kegiatan manajerial yang ada di RSJD Atma Husada Mahakam. Seperti bentuk sumber daya manusia, akuntansi, manajerial, manajemen, dan lain-lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa target yang ingin dicapai, misalnya bukan hanya dari kita saja yang menjadi narasumber, tetapi juga dari pihak RSJD Atma Husada Mahakam,&rdquo; tuturnya saat diwawancarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Senin (14/3) melalui sambungan telepon WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya menyebut bahwa kerja sama ini turut memberikan keuntungan kepada mahasiswa FEB dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). &ldquo;Ada kemungkinan besar mahasiswa FEB dapat menjalani magang di RSJD Atma Husada Mahakam, bisa terkait dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>accounting</em></span><span>,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Zainal kemudian menambahkan bahwa kondisi FEB yang tidak mempunyai psikolog juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kerja sama ini. Sehingga, nantinya tenaga-tenaga spesialis dari RSJD Atma Husada Mahakam akan melakukan konsultasi bimbingan konseling tentang psikologi klinis untuk mengatasi stres yang dialami oleh mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mereka (psikolog RSJD Atma Husada Mahakam) juga bisa bekerja sama dengan badan penelitian di FEB, karena itu kepaduan antara manajerial dan psikologi. Jadi dari sini mereka kerja sama untuk publikasi-publikasi di (situs) jurnal,&rdquo; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun Kamarudin, mahasiswa FEB angkatan 2019 yang pertama kali mengetahui informasi ini dari akun Instagram <em>@unmul</em>. Ia sempat menyayangkan minimnya publikasi kerja sama ini pada akun media sosial fakultasnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mengenai info ini masih kurang, karena belum ada informasi detail mengenai kerjasama tersebut di kalangan anak FEB. Namun ada juga mahasiswa/i yang mendiskusikan kolaborasi yang terjalin ini. Untuk informasi masih kurang dari akun Instagram FEB sendiri belum ada memberikan informasi mengenai kerjasama yang telah terjalin.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menilai bahwa kolaborasi antara FEB Unmul dan RSJD Atma Husada Mahakam merupakan peluang yang sangat baik sebagai wadah untuk bertukar pikiran. Menurutnya, melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat mempelajari ilmu kesehatan jiwa serta menerapkan ilmu yang didapat selama mengikuti perkuliahan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat ini terdapat mata kuliah Laboratorium Manajemen yang mengadakan studi kasus secara langsung ke lapangan. Tentunya ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapat dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,&rdquo; jelasnya saat diwawancarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Selasa (14/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, ia berharap bahwa kerja sama ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Sebab, menurutnya terdapat keuntungan yang diperoleh kedua belah pihak seperti pengetahuan di bidang kesehatan mental, pemasaran, penelitian, pengembangan, dan pengabdian terhadap masyarakat.<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>ahn/wuu/ems/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Isu Penundaan Pemilu 2024, Herdiansyah: Tidak Masuk Akal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-penundaan-pemilu-2024-herdiansyah-tidak-masuk-akal/baca </link>
<guid> isu-penundaan-pemilu-2024-herdiansyah-tidak-masuk-akal </guid>
<pubDate> Fri, 18 Mar 2022 12:16:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Forte gelar diskusi bahas wacana perpanjangan masa jabatan presiden yang menuai polemik. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-penundaan-pemilu-2024-herdiansyah-tidak-masuk-akal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zge1H82hmE.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Isu Penundaan Pemilu 2024, Herdiansyah: Tidak Masuk Akal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Serentet wacana perpanjangan masa jabatan presiden masih bergulir di media sosial. Sebab hal itu, Forum Tebet (Forte) menggelar diskusi bertajuk Menguak Motif Perpanjangan Jabatan Presiden, pada Rabu (18/3) melalui platform Zoom Meeting.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Forum Diskusi yang dimoderatori oleh Tri Wibowo Santoso ini hadir untuk menanggapi pernyataan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan yang mengeklaim melalui kanal YouTube Deddy Corbuzier, bahwa<span>&nbsp;</span></span><span><em>big</em> data<span>&nbsp;</span></span><span>tunjukkan angka 110 juta mayoritas masyarakat mendukung usulan penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diskusi itu diramaikan oleh narasumber dari berbagai latar belakang, seperti Herdiansyah Hamzah selaku Pakar Tata Negara dan dosen Fakultas Hukum Unmul, ada pula Wanto Sugito selaku Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Agustinus Edy Kristianto yang merupakan jurnalis investigasi, serta Anthony Budiawan sebagai Ekonom Nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wanto, pada diskusi awal, menyampaikan pernyataan yang diklaim Luhut menyoal penundaan Pemilu 2024 akan menimbulkan kekacauan logika di masyarakat. &ldquo;Meskipun Pak Luhut merupakan orang dekat Presiden, beliau tidak memiliki mandat untuk menyampaikan Big Data penundaan Pemilu,&rdquo; kicaunya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menduga motif Luhut menyampaikan itu didorong atas kekhawatiran tak dapat lagi mengemban jabatan atau sindrom kekuasaan. Membuat adanya kenyamanan dengan kekuasaan yang saat ini dimiliki serta keinginan untuk memperpanjang kekuasaan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, bagi Herdiansyah, tidaklah masuk akal apabila alasan penundaan Pemilu dikarenakan ekonomi dan popularitas hasil klaim semata. Masa jabatan presiden harus selaras dengan konstitusi yang telah disepakati sejak era reformasi, di mana maksimal jabatan seorang presiden adalah dua periode.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya kira soal 110 juta yang diklaim oleh Luhut, bahkan kendati 250 juta sekalipun tidak ada pengaruhnya dengan cara memandang konstitusi kita,&rdquo; tegasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masih menurut Hamzah, penundaan Pemilu hanya akan membawa masyarakat kembali pada trauma kolektif terhadap masa kekuasaan Soeharto. Belum lagi kekhawatiran akan sikap<span>&nbsp;</span></span><span><em>autocratic legalism</em></span><span>&nbsp;yang dilakukan oleh para elit politik dimana bertindak seolah-olah segalanya menjadi legal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam pandangan Anthony Budiawan, penting untuk Presiden Joko Widodo menegaskan kembali bahwa tak ada penundaan Pemilu, apalagi perpanjangan kekuasaan melebihi dari apa yang ditetapkan konstitusi negara Indonesia. Dirinya juga menyampaikan bahwa partai pengusung perlu menindak tegas dan mengingatkan anggotanya agar bertanggung jawab atas pernyataan yang telah disebarkan pada publik. Ini bermaksud agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara masyarakat. &nbsp;</span><span><em><strong>(hmm/rst)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Potret Unmul dalam Ajang Program Kreativitas Mahasiswa 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potret-unmul-dalam-ajang-program-kreativitas-mahasiswa-2022/baca </link>
<guid> potret-unmul-dalam-ajang-program-kreativitas-mahasiswa-2022 </guid>
<pubDate> Sat, 19 Mar 2022 05:38:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kembali bersiap dalam PKM 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potret-unmul-dalam-ajang-program-kreativitas-mahasiswa-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ScwsTqWHvj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Potret Unmul dalam Ajang Program Kreativitas Mahasiswa 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Kompetisi tahunan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh Kemendikbud-Ristek secara rutin diikuti oleh Unmul dari tahun ke tahun. Sejumlah proposal dikirimkan oleh Unmul usai melalui evaluasi dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>rewiewer</em></span><span>&nbsp;internal Unmul.<span>&nbsp;</span></span><span>Sejalan dengan meningkatnya peringkat universitas, pada 2020 sendiri Unmul masuk ke dalam klaster kedua yang mendapatkan jatah kuota pengajuaan lebih dari 600 proposal. (baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-pkm-unmul-siap-cetak-mahasiswa-berprestasi/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1647671278143973%26amp;usg%3DAOvVaw1lC8HnY_NOdv3t_LhkXAM8&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1647671278184137&amp;usg=AOvVaw1e-9uqGCcZTYR4nsxc3byq"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-pkm-unmul-siap-cetak-mahasiswa-berprestasi/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-pkm-unmul-siap-cetak-mahasiswa-berprestasi/baca</a></span><span>.) Sementara pada 2021, Unmul berhasil mengirimkan 518 proposal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jumlah tersebut tentu masih menyisakan banyak kuota yang tersedia. Dinamika jumlah proposal itu bagi Encik Ahmad Syaifudin selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, tidak dapat dipastikan dari tahun ke tahun. Dalam upaya peningkatan, pihak rektorat turut mengomunikasikan kepada pimpinan fakultas untuk dapat mengirimkan perwakilan mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan tahun sebelumnya, PKM 2022 ini turut ditujukan untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memungkinkan untuk dilakukan pertukaran Satuan Kredit Semester (SKS). Terkait aturannya dapat dilihat dalam pedoman PKM masing-masing bidang. Ini juga akan berdampak pada Indikator Kerja Utama (IKU) yang menjadi acuan pengukuran kinerja perguruan tinggi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan kami semakin banyak yang mengirim proposal dan mendapat pendanaan,&rdquo; tulis Encik saat ditanya soal target Unmul dalam ajang PKM kali ini, Selasa (15/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Octarisma Handayani Hutagalung,<span>&nbsp;</span></span><span>mahasiswi Pendidikan Kimia 2017,</span><span>&nbsp;berhasil mengikuti PKM 2021 lalu, hingga lolos pendanaan. Lewat penuturannya, ia akui kurangnya jumlah proposal PKM yang dikirimkan itu disebabkan sosialisasi yang minim di setiap fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menyayangkan lantaran PKM merupakan wahana untuk menumbuhkembangkan kreatifitas, sikap ilmiah, profesionalitas, kepedulian, serta kepekaan terhadap masyarakat dan lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Mahasiswa sering bilang &lsquo;PKM itu apa?&rsquo; banyak sekali yang tidak mengetahui hal tersebut, bahkan itu kali pertama dia mendengarnya,&quot; kisahnya pada Senin (14/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Octarisma menilai kampus semestinya meningkatkan sosialisai dan tidak sekadar memberikan info dasar soal PKM. Namun, disertai dengan pendalaman setiap bidangnya. Itu, bagi Octarisma, akan membantu mahasiswa paham dan fokus pada bidang yang diminatinya. Sebab proses yang cukup lama dalam menggarap PKM, pelibatan mahasiswa dalam penelitian dosen dianggap sebagai langkah yang baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya menekankan bahwa kunci keberhasilan mengikuti PKM adalah karena adanya komitmen yang tinggi dari dosen dan mahasiswa.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain Octarisma, Maharani Putri mahasiswi Psikologi 2018 juga memiliki pengalaman yang sama dalam PKM 2021. Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (16/3), Maharani menyebut ketimpangan jumlah proposal yang diajukan setiap fakultas dipengaruhi oleh perbedaan animo fakultas dan Prodi itu sendiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Fokusan fakultas masing-masing itu kan beda, ada yang lebih ke lulus cepat ada yang lebih ke prestasi akademik, dan ada yang ke non-akademik.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya mahasiswa perlu pro aktif dalam mencari informasi terkait PKM ketika kurangnya informasi dari kampus. Meski begitu, pengoptimalisasi media sosial, utamanya PKM Center turut diharapkan agar lebih masif sebagai wadah mahasiswa dalam mengenal PKM. Terlebih menurut Maharani, PKM merupakan ajang unjuk diri mahasiswa sebagai calon penerus bangsa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Inikan calon-calon pemimpin masa depan juga ya harusnya Unmul bisa memfasilitasi mahasiswa dengan lingkungan yang bagus,&rdquo; kuncinya. <strong><em>(</em><em><span>vyn/sya/ash/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Noda Dosen di Cincin Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/noda-dosen-di-cincin-mahasiswa/baca </link>
<guid> noda-dosen-di-cincin-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 19 Mar 2022 06:33:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus IAIN Ambon. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/noda-dosen-di-cincin-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PJxHC2xfD5.png" />
					</figure>
			                <h1>Noda Dosen di Cincin Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><em>LPM Sketsa Unmul menerbitkan ulang laporan LPM Lintas mengenai kekerasan seksual di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Republikasi ini merupakan respons atas tindakan pembredelan yang diberlakukan Rektor IAIN Ambon, Zainal Abidin Rahawarin, terhadap LPM Lintas setelah laporan tersebut terbit dalam Majalah Lintas Edisi II Januari 2022.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><em>Republikasi ini dilakukan atas seizin pihak redaksi LPM Lintas sebagai bentuk solidaritas atas pembungkaman dan kekerasan terhadap entitas pers mahasiswa. LPM Sketsa Unmul tidak akan menarik laporan ini sampai Rektor IAIN Ambon mencabut Keputusan Rektor IAIN Ambon Nomor 92 Tahun 2022 tentang Pembekuan LPM Lintas IAIN Ambon.</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Korban tidak melaporkan kasus kekerasan seksual lantaran takut dipersulit di ujung studi. Dosen meminta mahasiswa mencari rekannya yang bisa dibayar untuk seranjang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sore itu, hari hampir remang. Mirna memenuhi panggilan ke rumah dosen dengan tujuan mengambil draft skripsi yang akan diujikan pada Selasa, 26 Oktober 2021.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Suasana di sekitar rumah yang berada di Wara, Desa Batu Merah Atas, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, itu sepi. Dosen itu, IL menyambutnya di dalam rumah dengan mengenakan celana pendek dan kaus<span>&nbsp;</span></span><span><em>singlet</em></span><span>. Tak ada orang lain kecuali IL dan Mirna.</span></p><p style="text-align: justify;">Mirna&mdash;bukan nama sebenarnya&ndash;sempat diminta melongok ke luar. Setelah tahu tak ada orang lalu-lalang, dosen itu memintanya menutup pintu. &ldquo;Coba lihat, kalau tidak ada orang kunci pintu,&rdquo; kata mahasiswi 23 tahun ini, mengulang ucapan IL&ndash;kepada<span>&nbsp;</span><em>Lintas</em>,<span>&nbsp;</span>Kamis, 18 November lalu.</p><p style="text-align: justify;"><span>Bukan kali pertama mahasiswi angkatan 2017 itu diminta bertemu di rumah. Tiga kali datang sendiri, dan lainnya bersama temannya. Hari itu, menurut Mirna, dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Uswah) berusia 33 tahun ini pun meminta dia duduk mendekat dan memandang ke arahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tiba-tiba dia bilang beta menganga ke sini. Padahal dia kasih keluar kemaluannya,&rdquo; tutur Mirna, terbata-bata. Ia semakin panik ketika IL memaksanya berhubungan badan. Dosen itu mendesaknya dengan mengatakan, &ldquo;Mengerti Pak. Pak punya istri tidak ada, satu kali ini saja!&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mirna menolak. Namun, ia berujar, IL justru memaksa supaya keduanya saling memegang kemaluan. Desakan mesum itu tak berhenti di situ. Pada tangan kiri, tepat di jari manis, terpasang cincin permata merah. Mata IL tiba-tiba tertuju ke benda itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, IL meminta Mirna menyerahkan cincin tersebut. &ldquo;Beta pikir untuk apa, padahal dia kasih masuk cincin itu di ujung kemaluan,&rdquo; katanya. Setelah beraksi, IL mengembalikan cincin itu dengan menaruhnya langsung ke dalam tas atas perintah Mirna. &ldquo;Terpaksa beta suruh dia isi dalam tas. Namanya<span>&nbsp;</span></span><span><em>katong</em><span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;punya cowok kasih, bagaimana mau buang?&rdquo; ucap Mirna, lirih.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usaha IL mendekati Mirna, mahasiswi yang wisuda pada 29 Desember lalu, duduk di semester tiga. Mirna baru intens berkomunikasi dengan IL ketika dosen itu menawarkan membantu menyelesaikan skripsi tersebut. Hingga skripsi rampung, Mirna merogoh &nbsp;kocek di atas Rp 3 juta kepada IL. Menurut Mirna, beberapa kali ia terhambat berkonsultasi dengan dosen pembimbing lantaran IL, kerap menunda memberikan draf proposal skripsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Urusan skripsi ini diduga menjadi pintu masuk buat IL mengajaknya bertemu di rumah serta berkonsultasi via aplikasi pesan media sosial. Saat itu IL diduga intens melancarkan ucapan bernada mesum dan mengirim gambar serta video berbau porno.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mirna menunjukkan kiriman IL itu kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Lintas</em></span><span>. Dua gambar beradegan porno dikirim pada 6 Februari 2021 pukul 01.40 WIT. Diikuti teks di bawahnya. &ldquo;Kasihan sudah lama Pak tidak merasakan begini.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mirna memprotes kiriman tersebut. Tapi dosen ini membalas bahwa pesan itu sekadar hiburan. Pada 21 September lalu pukul 22.40, Mirna menerima kiriman video sepanjang 13 detik dari akun yang sama. Isinya seorang pria bercelana pendek dalam posisi telentang di ranjang sembari memainkan alat kelaminnya. &ldquo;Itu video dia sendiri, beta kenal dia punya tangan,&rdquo; ujar Mirna.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Enam hari kemudian, datang lagi kiriman foto bergambar penis pada pukul 22.12. Dari pesan teks di Messenger ini, IL meminta Mirna tak marah dan merahasiakan isi percakapan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Antua</em><span>&nbsp;</span></span><span>bilang beta bisa jaga rahasia. Jadi dia kirim gambar seenaknya saja. Mungkin dia pikir beta perempuan gampangan,&rdquo; tutur mahasiswi kelahiran 1998 ini, geram. Mirna mengaku tak nyaman dengan semua perilaku IL. Namun tak bisa berbuat banyak lantaran tersandera skripsi di tangan IL.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mirna pernah membagi keresahan itu ke sejumlah teman. Cerita tentang IL lantas menyebar ke sejumlah mahasiswa, laki-laki dan perempuan. Salah satu rekannya mengaku pernah melihat tangkapan layar berisi pesan IL, yang meminta Mirna mengirim gambar tubuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dia pernah kasih tunjuk, dosen itu minta kirim gambar payudara,&rdquo; ujar mahasiswa yang minta namanya tak dikutip<span>&nbsp;</span></span><span><em>Lintas</em></span><span>, Jumat, 19 November lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Cerita lain tentang perilaku IL datang dari Nani&ndash;juga bukan nama sebenarnya. Nani berkisah, ketika Mirna kembali dari rumah IL, dosen itu langsung mengirim video bernada cabut. &ldquo;Kalau tidak salah, sampai sekarang dia masih simpan video dan percakapan IL,&rdquo; ujar Nani. Dia mengaku sempat membaca pesan dari IL di ponsel Mirna yang berisi ajakan itu, kata Nani, IL justru menuduhnya dengan mengatakan, &ldquo;Nanti dengan pacar<span>&nbsp;</span></span><span><em>kamong</em></span><span>&nbsp;(kalian) bisa buka semua. Kalau dengan Pak tidak mau,&rdquo; ucap Nani, menirukan pesan IL.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sejumlah mahasiswa mengenal IL dosen genit. Obrolan di aplikasi Messenger itu diketahui banyak mahasiswa.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Lintas</em><span>&nbsp;</span></span><span>menemui empat mahasiswi mengaku pernah mendapat kiriman pesan bernada mesum dari IL. Sebagian di antaranya &nbsp;enggan membeberkan isi percakapan sang dosen.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari pesan berisi ajakan pacaran hingga ditawarkan menikah. Misalnya, sebut saja Nuril, ia mengaku diminta IL menjadi istri kedua. Semenjak itu Nuril terus menghindar dengan memutar jalan saat berpapasan dengan IL. &ldquo;Bagaimana, ya? Takut, malu,<span>&nbsp;</span></span><span><em>gitu</em><span>&nbsp;</span></span><span>lo,&rdquo; kata dia, Selasa, 16 November lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, IL pun disebut mengajak tidur di indekos mahasiswa. Ajakan itu datang setelah ia tahu mahasiswi tersebut tinggal di kos sendiri. Ketika menolak ajaran IL, dosen tersebut justru menanyakan teman sekelasnya yang bisa disewa untuk seranjang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada teman-teman yang bisa bapak pakai?&rdquo; tutur Nani, menirukan pesan IL. &ldquo;Maklum, ini hujan. Jadi mengerti<span>&nbsp;</span></span><span><em>jua</em></span><span>.&rdquo; Mirna juga mendapat pesan serupa yang meminta mencarikan teman mahasiswi untuk dibayar sebagai teman tidur. Setelah mengaku tak punya teman seperti yang diinginkan IL, dosen itu justru menawarkan teman sekelasnya, yakni Umi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>IL&ndash;Mirna melanjutkan&ndash;meminta nomor ponsel Umi, bukan nama sebenarnya. Tapi Mirna tak memberikan nomor temannya itu. Setelah<span>&nbsp;</span></span><span><em>Lintas</em><span>&nbsp;</span></span><span>menelusuri cerita ini, Umi mengaku dua kali dihubungi IL dengan panggilan &ldquo;sayang&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalaiu dia<span>&nbsp;</span></span><span><em>chat</em><span>&nbsp;</span></span><span>&lsquo;sayang-sayang&rsquo;, beta alihkan ke pembahasan persoalan tugas,&rdquo; tutur Umi, Rabu, 17 November lalu. Dia mengaku IL juga meminta foto pribadinya, tapi ia tak menggubris.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari pengakuan Mirna, IL tak hanya mengajak berhubungan badan, mengirim gambar mesum, memamerkan kelamin, ia sekali waktu pernah meminta berhubungan mesra melalui panggilan telepon.<span>&nbsp;</span></span><span>Lintas<span>&nbsp;</span></span><span>sempat membaca ajakan itu di ponsel Mirna.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Belakangan, setelah kedok IL terbuka, sang dosen bertitel magister ini berdalih bahwa semua percakapan itu terjadi lantaran akun Facebook-nya diretas. Setelah dipanggil pihak jurusan November lalu, IL beralasan peretasan itu sudah enam bulan.</span></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan diakui IL kepada Mirna. Ia beralasan bahwa peretasan akun Messenger berlangsung sejak tiga bulan, terhitung dari November tahun lalu. Melalui pesan instan ke Mirna, IL mengaku peretasan terjadi ketika ponselnya diservis. &ldquo;Ternyata selama 3 bulan Pak puunya akun di-<em>hack</em>, Pak baru tahu tadi malam,&rdquo; seperti dikutip pada tangkapan layar yang diterima<span>&nbsp;</span><em>Lintas</em>, 21 November lalu.</p><p style="text-align: justify;"><span>Pada pesan berikutnya, IL mengancam akan melaporkan Mirna ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama jika semua percakapan bernada mesum itu tersebar. &ldquo;Ini pencemaran nama baik,&rdquo; kata IL, seperti dikutip dari potongan gambar itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dimintai konfirmasi terkait obrolan bernada mesum serta kejadian di rumahnya, IL membantah. Ia menuduh mahasiswi tersebut salah paham. Kata dia, saat itu ia hendak tidur dengan istrinya, tak lama mahasiswa datang bekonsultasi terkait skripsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia keluar menemui mahasiswa dengan mengenakan kaus dan celana pendek&ndash;dan sempat merapikan celana di depan korban. &ldquo;Mungkin dari situ dia berpikir seperti disebutkan itu (memainkan kelamin),&rdquo; ucap IL, saat ditemui<span>&nbsp;</span></span><span><em>Lintas</em><span>&nbsp;</span></span><span>di gedung kuliah Fakultas Ushuluddin, Selasa, 7 Desember lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengatakan bahwa ajakan menikah ke mahasiswi hanya candaan. &ldquo;Tidak ada yang serius,&rdquo; tutur IL. Sementara pesan berbau mesum, ia mengaku dikirim oleh orang yang meretas akun media sosialnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Suatu kali, IL meminta bertemu di kampus di Gedung Kembar pukul 10 malam dengan alasan membicarakan skripsi. Tapi ia menolak ajakan itu karena trauma dengan perilaku IL. Ia berniat melaporkan IL, tapi belakangan takut skripsi yang tengah disusun bakal mandek.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu teman pria Mirna di jurusan pun bersedia melaporkan kasus kekerasan seksual yang menyeret nama IL ini. Tapi niat itu dibatalkan Mirna karena takut urusan studinya dipersulit. Sejak itu Mirna memilih bungkam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu pelecehan, tapi beta diam saja,&rdquo; ucap dia dengan kepala menunduk.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>(Idris Boufakar, Yolanda Agne, Taufik Rumadaul, Ihsan Reliubun)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Pembentukan Satgas PPKS Unmul, Bagaimana Proses Pelatihan Panitia Seleksi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pembentukan-satgas-ppks-unmul-bagaimana-proses-pelatihan-panitia-seleksi/baca </link>
<guid> menuju-pembentukan-satgas-ppks-unmul-bagaimana-proses-pelatihan-panitia-seleksi </guid>
<pubDate> Sat, 19 Mar 2022 09:56:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul laksanakan tahap pelatihan calon Pansel Satgas PPKS setelah sebelumnya adakan rekrutmen. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pembentukan-satgas-ppks-unmul-bagaimana-proses-pelatihan-panitia-seleksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3KAuUSpCb3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Pembentukan Satgas PPKS Unmul, Bagaimana Proses Pelatihan Panitia Seleksi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Setelah sebelumnya Rekrutmen Calon Panitia Seleksi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Pansel Satgas PPKS) dibuka selama tiga hari pada 26 hingga 28 Januari. Kini Unmul memasuki tahap pelatihan calon Pansel Satgas PPKS yang terdiri dari 43 pendaftar, di antaranya 25 dosen, 4 tenaga kependidikan, dan 14 mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>(baca:</span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-seleksi-satgas-ppks-dibentuk-langkah-awal-unmul-berantas-kekerasan-seksual/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1647686721556784%26amp;usg%3DAOvVaw2lRE73roF3ux4Vt1qz_cvu&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1647686721589236&amp;usg=AOvVaw3rbvCkphqYQnW2dhRWcSWm"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-seleksi-satgas-ppks-dibentuk-langkah-awal-unmul-berantas-kekerasan-seksual/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-seleksi-satgas-ppks-dibentuk-langkah-awal-unmul-berantas-kekerasan-seksual/baca</a></span><span>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diketahui pelatihan calon Pansel Satgas PPKS Unmul dilakukan menggunakan sistem<span>&nbsp;</span></span><span><em>e-learning</em></span><span>&nbsp;melalui Learning Management System (LMS). Nantinya setiap calon Pansel diberi<span>&nbsp;</span></span><span><em>user name</em></span><span>&nbsp;dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>password</em></span><span>&nbsp;melalui surel untuk mendapat akses selama dua minggu sejak pertama kali akun aktif digunakan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya hasil dari pelatihan dan seleksi calon Pansel ini akan diumumkan melalui laman&nbsp;</span><span><em>merdekadarikekerasan.kemdikbud.go.id</em></span><span><em>.&nbsp;</em>Mereka yang lolos kemudian wajib mengikuti proses uji publik oleh Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai tiga orang yang mengikuti rekrutmen calon Pansel Satgas PPKS ini. Ketiganya menunjukkan ketertarikan yang berbeda dengan beragam alasan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mulai dari adanya ketertarikan dengan isu feminisme sewaktu pertukaran pelajar. Ada pula yang berangkat dari keresehan pribadi terhadap implementasi Permendikbud PPKS yang masih lemah di ranah kampus. Serta berangkat dari latar belakang profesi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pengalaman civitas academica Unmul dalam Pansel</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nama Nur Annisa masuk pada daftar calon Pansel yang mengikuti pelatihan tersebut. Sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran angkatan 2021, dirinya mengaku tak alami kendala berarti dalam proses seleksi Pansel Satgas PPKS selain persoalan pembagian waktu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lebih ke waktu saya<span>&nbsp;</span></span><span><em>sih</em>,</span><span>&nbsp;karena saya dalam minggu ujian sehingga belum sempat menyelesaikan semua modulnya,&quot; ucapnya Senin (14/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan yang akrab disapa Nur itu, berpendapat bahwa modul yang disediakan kala pelatihan dikemas apik. Sebab pembelajaran yang ditawarkan mengenai penanganan kasus kekerasan seksual yang pro terhadap korban.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, koordinasi antara penyelenggara dengan calon Pansel terjalin dengan baik. Seperti halnya, saat kesulitan masuk ke laman, ia mendapat pengingat dalam proses pengumpulan<span>&nbsp;</span></span><span><em>curriculum vitae</em></span><span>&nbsp;(CV).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usai pelatihan, apabila lolos, Nur berniat menerapkan ilmu yang ia peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Tak ketinggalan, ia ingin turut melakukan edukasi kepada rekan di sekelilingnya mengenai pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia berharap angka kekerasan seksual bisa turun meski sulit, lantaran upaya dari pemerintah baru &nbsp;terlihat setelah ramai korban yang buka suara di internet. &ldquo;Kalau enggak viral mah, enggak bakal diurus. RUU-nya juga sampai sekarang belum disahkan.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain Nur, ada pula Rica Zarima mahasiswi FISIP 2020 yang mengikuti pelatihan tersebut. Diketahui FISIP telah banyak mengadakan kajian dan diskusi tentang Permendikbud PPKS. Meski begitu dirinya sempat khawatir, pendaftar yang baru terjun dalam isu gender tidak memiliki perspektif korban nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi kami daftar Pansel PPKS buat tahu juga yang daftar itu siapa-siapa saja. Tapi yang jelas alasan utamanya, itu sih dari keresahan kita. Permendikbud gak didorong banget di kampus kita. Makanya, pas ada rekrutmen Pansel PPKS ini seneng banget,&rdquo; ungkapnya pada Senin, (14/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski tim penyelenggara dinilai responsif dan modul yang ia dapat memuat kiat-kiat untuk mengadvokasi korban kekerasan seksual. Rica menyayangkan modul yang tidak bisa diunduh, serta tidak adanya kejelasan<span>&nbsp;</span></span><span><em>timeline</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Enggak ada kaya<span>&nbsp;</span></span><span><em>deadline</em>-<em>deadline</em></span><span>nya gitu, kayak mengalir aja kitanya. Tapi cenderung<span>&nbsp;</span></span><span><em>slow</em></span><span>, cuma sisanya bagus aja sih semua,&rdquo; imbuhnya melalui pesan suara Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rica mengungkap tidak keberatan jika nantinya tak lolos seleksi. Sebab yang paling penting adalah Pansel bisa dipenuhi orang yang memiliki perspektif korban dan tak bias gender.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain mahasisiwa,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut menghubungi Agustina Wati pada Senin (14/3), sebagai salah satu dosen yang termasuk dalam daftar calon Pansel Satgas PPKS Unmul. Perannya sebagai Sekretaris Pusat Studi Hukum Perempuan dan Anak (PuSHPA) dan Koordinator Divisi Litigasi di Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) FH Unmul mendorongnya untuk bergabung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui pesan teks Whatsapp, ia menceritakan tahap yang ia lalui sebagai calon Pansel Satgas PPKS berpedoman pada Modul Pembelajaran Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Dalam mengikuti ujian pra pembelajaran maupun ujian pasca pembelajaran, setidaknya ada beberapa topik yang harus dikuasai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, filosofi dan landasan hukum pendidikan di Indonesia. Kedua, mengenal kekerasan. Ketiga, memahami kekerasan seksual. Keempat, memahami dampak kekerasan seksual. Kelima, menjadi agen perubahan. Keenam, mekanisme penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Terakhir, sumber dukungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah ini kami akan menunggu hasilnya, karena hanya akan terpilih 7 orang yang meliputi dosen, mahasiswa, dan tendik (tenaga kependidikan). Kami juga dibekali dengan buku pedoman pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKS).&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada pelatihan calon Pansel Satgas PPKS, Ia menjadi lebih paham bagaimana sikap yang seharusnya ditempuh ketika ada mahasiswa atau teman seprofesi yang menjadi korban atau bahkan pelaku kekerasan seksual.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penting untuk yang terlibat dalam Satgas PPKS nantinya untuk memiliki perspektif korban, seperti mendapat persetujuan korban dalam upaya penanganan. Selain itu, langkah penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, seperti kegiatan pendampingan, perlindungan, hingga pengenaan sanksi administratif, dan langkah pemulihan korban juga ia dapatkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agustina berharap bahwa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Satgas PPKS dalam penanganan kasus dapat didukung oleh lapisan warga kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di mana korban kekerasan seksual akan lebih memahami mekanisme pengaduan dan akan memudahkan penanganan kasus dengan tahapannya yaitu tahapan penerimaan laporan, tahapan pemeriksaan, tahapan penyusunan kesimpulan dan rekomendasi untuk penanganan, tahap pemulihan, dan tahapan pencegahan keberulangan,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>srg/kya/khn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengingat Kembali Pentingnya Fungsi Hutan pada Peringatan Hari Hutan Sedunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mengingat-kembali-pentingnya-fungsi-hutan-pada-peringatan-hari-hutan-sedunia/baca </link>
<guid> mengingat-kembali-pentingnya-fungsi-hutan-pada-peringatan-hari-hutan-sedunia </guid>
<pubDate> Mon, 21 Mar 2022 11:01:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Carbon Trading sebagai solusi pelestarian hutan di tengah krisis keberadaan hutan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mengingat-kembali-pentingnya-fungsi-hutan-pada-peringatan-hari-hutan-sedunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SDBUOMccAI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengingat Kembali Pentingnya Fungsi Hutan pada Peringatan Hari Hutan Sedunia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span>Hari Hutan Sedunia merupakan hari yang diperingati setiap tanggal 21 Maret setiap tahunnya.</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>P</span></span><span><span>ertama kali diperingati pada 2013 sebagai hasil dari resolusi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Persatuan Bangsa-Bangsa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>(</span></span><span><span>PBB</span></span><span><span>)&nbsp;</span></span><span><span>pada tanggal 28 November 2012. Peringatan ini dirayakan setiap tahunnya sebagai upaya untuk saling berbagi mengenai visi dan misi kehutanan dan kaitannya dengan perubahan iklim di seluruh dunia serta strategi yang harus dilakukan.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Belakangan keberadaan hutan kita baik di Indonesia maupun di dunia sangat mengkhawatirkan. Ada banyak peristiwa-peristiwa yang menyebabkan luas hutan kita semakin berkurang, mulai dari peristiwa alam yang menyebabkan kebakaran hutan besar di benua Australia pada Juni 2019 hingga Mei 2020 yang menghanguskan 16,8 juta hektar wilayah hutan di negeri kanguru.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Di Indonesia sendiri kebakaran hutan bagaikan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>acara<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tahunan</span></span><span><span>.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Selain itu, hu</span></span><span><span>tan di Indonesia juga banyak berkurang akibat konversi lahan hutan menjadi lahan perkebunan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>seperti<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sawit dan juga<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>beralih<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menjadi lahan pertambangan.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Padahal hutan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan tidak hanya dari sisi ekologis<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>untuk keberlanjutan,</span></span><span><span>tetapi juga dari sisi ekonomi yang menguntungkan bagi manusia.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dari sisi ekologis hutan memiliki peranan penting untuk menjaga keseimbangan alam, tidak hanya sebagai tempat tinggal<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>satwa<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>liar dan habitat</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bagi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>tanaman-tanaman langka, tetapi juga untuk menjaga iklim di Bumi</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain itu juga hutan dapat menjadi penyerap karbon</span></span><span><span>dioksida dan juga air yang cukup besar. Tentunya dengan kelebihan tersebut hutan dapat menjaga Bumi dari pemanasan global akibat gas rumah kaca</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>(</span></span><span><span>GRK)</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>dan daerah sekitar<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mampu diminimalisir dampak banjir.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Untuk si</span></span><span><span>si ekonomi</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>h</span></span><span><span>utan memiliki banyak fungsi</span></span><span><span>.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>M</span></span><span><span>ulai dari hasil produksi hutan maupun segi pariwisata. Kita bisa mendapatkan kayu yang dapat digunakan untuk memproduksi<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>furniture</em><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>yang jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>furniture</em><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>berbahan dasar plastik. Selain kayu, tanaman-tanaman obat juga bisa<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>did</span></span><span><span>apatkan di hutan yang tentunya<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>apabila</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>diolah kembali<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dapat ditukar nilainya menjadi rupiah.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong><em>Carbon Trading</em><span>&nbsp;</span></strong></span></span><span><span><strong>sebagai solusi pelestarian hutan</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Selain itu ada skema baru untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari hutan yaitu melalui<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>carbon trading</em>.<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Apa itu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>carbon trading</em></span></span><span><span>?<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>Carbon trading</em><span><em>&nbsp;</em></span></span></span><span><span>singkatnya adalah mekanisme jual-beli emisi, perusahaan yang mengeluarkan emisi di</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>a</span></span><span><span>tas jatah yang diberikan</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>maka perusahaan tersebut harus menambah jatah emisinya dengan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tiga<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>cara.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pertama adalah dengan skema<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>cap and trade</em></span></span><span><span><span>&nbsp;</span>dengan membeli jatah perusahaan lain yang tidak menggunakan jatah emisi sepenuhnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kedua dengan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>Clean Development Mechanism</em><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>yaitu dengan membuat proyek ramah lingkungan di negara berkembang.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Terakhir dengan cara REDD+ yang merupakan skema<span>&nbsp;</span></span></span><span><span><em>Carbon trading</em><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>yang membuat perusahaan menginvestasikan dananya untuk konservasi hutan. Skema ini membuat negara-negara yang memiliki hutan dapat aliran dana untuk menjaga hutan serta ekologi yang ada di dalamnya.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menurut asosiasi pengusaha hutan Indonesia diperkirakan hutan di Indonesia mampu menyerap 5,5 giga ton karbon dioksida. Dengan luas hutan 36,5 juta hektar</span></span><span><span>e<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Indonesia memiliki potensi keuntungan sebesar Rp1.400 sampai Rp1.600 triliun rupiah dari perdagangan emisi karbon. Dengan skema tersebut<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sepatutnya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>tercipta</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>di</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mana perusahaan dapat menambah jatah emisinya, Indonesia dapat menjaga hutannya dan memperoleh keuntungan, juga kelestarian alam tetap terjaga.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Sekarang kita jadi tahu bahwa hutan tidak hanya memberikan manfaat ekologis saja, tetapi juga manfaat ekonomi. Dengan adanya skema REDD+ tadi juga menambah harapan mengenai keberlangsungan hutan-hutan yang ada di Indonesia.<span>&nbsp;</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Harapan dari adanya<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Har</span></span><span><span>i<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Hu</span></span><span><span>tan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>S</span></span><span><span>edunia ini agar kita bisa mengingat bahwa hutan memiliki fungsi yang penting bagi<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>banyak orang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dan karena memiliki fungsi yang penting maka kita harus bisa terus menjaga dan melesetarikan hutan kita.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><b><i>Opini ditulis oleh Lutfhi Orfakha, mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP 2020.</i></b></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rajut Mimpi dalam Ajang IISMA 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rajut-mimpi-dalam-ajang-iisma-2022/baca </link>
<guid> rajut-mimpi-dalam-ajang-iisma-2022 </guid>
<pubDate> Mon, 21 Mar 2022 12:04:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ditjen Dikti kembali buka Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rajut-mimpi-dalam-ajang-iisma-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bkd8OKYhzm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rajut Mimpi dalam Ajang IISMA 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2022 telah resmi dibuka. Sejak 12 Maret hingga 12 April, &nbsp;program mobilitas di universitas terkemuka luar negeri ini dibuka kedua kalinya. Sebanyak 65 universitas ternama dunia tahun ini siap menjadi tuan rumah, di antaranya 10 kampus Amerika dan Kanada, 15 kampus Asia, 22 kampus Eropa, hingga 18 kampus Inggris dan Irlandia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikelola secara terpusat oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti), program ungggulan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini, terbukti memberikan kesempatan mahasiswa sarjana menghabiskan satu semester di universitas mitra untuk belajar lintas budaya, memperkuat jejaring global, dan mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unmul sendiri berhasil menerbangkan tujuh mahasiswa dalam program ini pada 2021 lalu. (baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1647867378302872%26amp;usg%3DAOvVaw1tENC0Ov13SZG_jcnd6aHH&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1647867378320777&amp;usg=AOvVaw07KTBqxKC0wNJld-lvorbn"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka/baca</a></span><span>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kesempatan berskala Internasional ini masih menyisakan cerita. Rifqy Favian Anargya, mahasiswa Hubungan Internasional 2018 sebagai peserta IISMA 2021, mendapat ruang belajar di Europeans Business School. Ia mengakui banyaknya pengalaman yang diperoleh. Mulai dari relasi baru dengan latar belakang budaya yang berbeda, merasakan belajar bidang baru, hingga adaptasi di tempat yang berbeda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam proses administrasi pun, ia akui tanpa kendala. Baginya pihak Kemdikbud, Unmul, dan kampus mitra sangat membantu dari pemenuhan informasi dan kebutuhan selama mengikuti program ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk uang saku dan lain-lain juga tepat waktu turunnya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mengenal diri sendiri lebih jauh lagi, dari kekurangan, kelebihan, dan apa yang telah dilakukan, apa yang mau dikejar kedepannya itu harus dipahami lebih lagi. Selain itu, mental juga harus dipersiapkan karna kebanyakan temen temen enggak jadi ikut karna nggak percaya diri,&rdquo; lanjutnya pada Selasa (15/3) ketika ditanya perkara keberhasilannya itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Niky Aulia Putri, mahasiswi Pendidikan Biologi 2019 punya pengalaman serupa di Daugavpils University</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Mengambil mata kuliah yang linier baginya menjadi pengalaman yang berharga, utamanya dalam<span>&nbsp;</span></span><span><i>laboratorium skill</i></span><span>. Kelengkapan laboratorium di kampus Latvia itu menyisakan memori dan kesan tersendiri. Ia menyebut beberapa di antaranya laboratorium mikrobiologi, virologi, laboratorium fisika dan kimia yang tersedia terpisah, hingga laboratorium bioteknologi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa perangkat atau alat-alat laboratorium yang enggak pernah saya lihat, enggak pernah saya sentuh, enggak pernah saya temui terus saya dapat di sana, saya bisa pakai di sana,&rdquo; kisahnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span><i>Sketsa</i></span><span>&nbsp;pada Kamis, (17/3).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Niky juga masih ingat betapa mengembirakannya pertemuan dengan banyak mahasiswa dari negara lain kala itu. Mulai Kazakhstan, Italia, Filipina, hingga Spanyol turut ia sebut. Fengan perbedaan aksen dan budaya yang beragam menjadi pengalaman baru untuk dirinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengaku mengikuti perkembangan program IISMA menjadi modal utama sebelum mendaftarkan diri. Mulai dari informasi dasar mengenai IISMA, hingga persyaratan dokumen yang harus dipenuhi. Koordinasi dengan kepala program studi juga diperlukan dalam memilih universitas dan jurusan sebab akan terkait dengan transkrip nilai dan pemilihan jurusan.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain itu Niky menilai urusan administrasi seperti dokumen-dokumen persyaratan menjadi hal krusial. Seperti surat pernyataan bermeterai, transkrip nilai yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris,<span>&nbsp;</span><i>Curriculum Vitae</i>.<span>&nbsp;</span>Utamanya sertifikasi kecakapan bahasa Inggris TOEFL ataupun IELTS atau Duolingo dapat digunakan dengan ketentuan yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">Melihat kisaran harga Duolingo yang cukup mahal pada angka Rp700.000, ia memberikan alternatif dengan mengikuti pelatihan yang disediakan oleh UPT. Layanan Internasional Unmul. Cerita Niky, lembaga tersebut menyediakan pembiayaan untuk test Duolingo usai melalui tahap<span>&nbsp;</span><i>pre-test</i>.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi teman-teman jangan khawatir. Bahkan kalau misal pun teman-teman ada pertanyaan bisa banget tanya ke Pak Widi selaku Kepala UPT Layanan Internasional Unmul ataupun ke Mbak Sari. Nanti pasti akan selalu dibantu karena kita dari Unmul sendiri ada layanan internasional yang memfasilitasi dan juga mendukung kita.&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><i><b><span>(</span><span>afr/ani/wsd)</span></b></i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menapaki Peninggalan Bersejarah Pasca-Jajahan Jepang di IKN Nusantara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/menapaki-peninggalan-bersejarah-pasca-jajahan-jepang-di-ikn-nusantara/baca </link>
<guid> menapaki-peninggalan-bersejarah-pasca-jajahan-jepang-di-ikn-nusantara </guid>
<pubDate> Tue, 22 Mar 2022 08:23:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah awak Sketsa yang menelusuri keberadaan meriam bersejarah peninggalan Jepang di Kecamatan Penajam. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/menapaki-peninggalan-bersejarah-pasca-jajahan-jepang-di-ikn-nusantara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8UjdH3fYst.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menapaki Peninggalan Bersejarah Pasca-Jajahan Jepang di IKN Nusantara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash;</span><span>&nbsp;Kurang lebih dua jam berkendara dari Kota Samarinda menuju pelabuhan Kariangau, Kota Balikpapan. Dilanjut menggunakan transportasi air, feri, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mengunjungi meriam bersejarah peninggalan tentara Jepang di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), lokasi yang ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru bernama Nusantara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Deburan ombak dan birunya air laut menemani perjalanan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;untuk menggali lebih jauh moncong pertahanan bersejarah pasca perang dulu kala. Sekitar satu jam lamanya, feri tersebut berjalan perlahan dengan dikelilingi kapal-kapal tongkang yang mengangkut batu bara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setibanya di pelabuhan Penajam, tak langsung disuguhkan meriam legendaris tersebut. Perjalanan selama sepuluh menit menggunakan kendaraan bermotor akhirnya mengantarkan awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>sampai di Jalan Kapao RT 6 Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, lokasi meriam Jepang berada.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meriam koloni Jepang itu berhadapan langsung dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 016 Penajam. Warna hijau khas seragam Tentara Negara Indonesia (TNI) menutupi sekujur tubuh meriam itu. Ikut menandakan peninggalan legendaris itu bukan lagi milik Jepang&mdash;melainkan aset TNI.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski bersejarah, ketika berpijak ke sana suasana sepi dan sunyi menemani langkah<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>untuk menelusur meriam tersebut. Tampak, lumpang itu jarang dikunjungi dan mungkin banyak yang tak tahu kisah di baliknya. Hal itu sebab, tak ada tulisan apapun yang dapat menjelaskan asal-usul meriam itu bertengger di sana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rasa penasaran<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menjadi-jadi untuk mengetahui lebih dalam mengenai sulalah dari rentaka besar itu. Tak jauh dari pandangan mata, terlihat sosok pria misterius berdiri mengenakan kaus berwarna abu-abu. Dengan potongan rambut cepak, pria itu tersenyum ke arah awak media ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rupanya pria tadi bernama Romansyah, ahli waris tanah sekaligus Juru Pelihara (Jupel) dari meriam peninggalan masa perang. Secara eksklusif, ia dengan senang hati membagikan pengetahuannya soal tomong raksasa itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meriam tersebut, ujar Romansyah, dibangun oleh pekerja romusa saat itu dengan cara mengangkat dan meletakkannya di tempat tersebut. Berdasarkan ceritanya, senjata tua itu dulunya dipergunakan sebagai alat pertahanan pada masa perang dunia kedua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengisahkan bahwa meriam tersebut setiap tahunnya dilakukan perawatan oleh TNI di Kodim Penajam, peran masyarakat sekitar juga untuk melestarikan peninggalan tua itu sangat besar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Termasuk orang karang taruna ikut juga merawat. Setiap tahunnya pasti ada mereka,&rdquo; ungkap Romansyah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga menanyakan terkait bagaimana jika meriam itu dipindah ke museum oleh pemerintah dengan alasan perawatan, namun Romansyah tegas mengatakan bahwa masyarakat masih mampu merawatnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu (meriam) kemarin mau diangkat dan dipindah sama Kodim, karena sudah beberapa (meriam lain) diangkat. Namun yang ini, mau diangkat tidak dibolehkan sama bapak saya. Kalau itu diangkat, apa namanya Gunung Seteleng?&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut pengakuannya, masih banyak masyarakat yang mengunjungi<span>&nbsp;</span></span><span>bedil pekatu tersebut untuk mengetahui sejarahnya. Kerap kali anak sekolah mengunjungi dan tidak perlu izin untuk mengakses tempat itu karena terbuka untuk umum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menyoal peran pemerintah terhadap perhatiannya kepada meriam tersebut, pada Jumat (18/3)<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>menghubungi Kepala Seksi Cagar Budaya dan Tenaga Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Budi Setyo.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Timur telah melakukan inventarisasi dan pendokumentasian tinggalan sejarah ini pada April 2018 lalu. Namun, hingga saat ini meriam tersebut belum ditetapkan sebagai cagar budaya. Hal itu lantaran banyak hal yang perlu diperhatikan di antaranya data dan dokumen, alokasi anggaran pemerintah daerah, hingga sumber daya manusianya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pria yang memiliki kecintaan terhadap budaya itu juga berucap, jika kunci dari penetapan benda diduga cagar budaya menjadi cagar budaya adalah Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Sementara itu, di PPU sendiri baru memiliki dua orang ahli cagar budaya bersertifikasi. Jumlah tersebut disiasatinya masih belum mencukupi untuk memenuhi syarat TACB.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keterbatasan pemeliharaan peninggalan tersebut rupanya tak menghalangi pihaknya untuk melaksanakan sosialisasi cagar budaya kepada masyarakat setempat dan pemangku kepentingan secara kontinu dan berkala. Bahkan, Disbudpar PPU kerap kali mengadakan lomba kebudayaan sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan akan benda cagar budaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditanya mengenai pemindahan meriam tersebut agar lebih tertata, ia mengaku pemerintah tak berencana untuk memindahkan demi menjaga keabsahan nilai sejarahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Beberapa alasan yang mendasari hal ini di antaranya adalah rekam sejarah bukan hanya dibuktikan dengan adanya benda tinggalan namun juga lokasi kejadian. Hal ini (jika dipindah) justru akan dapat menghilangkan sejarah bangsa.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Demi memberi ruang terhadap masyarakat agar dapat mengelola peninggalan bersejarah tersebut, Budi berupaya untuk membentuk kelompok masyarakat peduli cagar budaya. Menurutnya, langkah itu salah satu upaya yang dapat didahulukan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian situs tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Mengakhiri percakapan, Budi berharap tempat tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah dengan pembangunan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh pemerintah namun tetap dikelola oleh masyarakat sekitar dan memberi manfaat pada semua aspek bidang termasuk ekonomi dan pendidikan.<strong><em>&nbsp;(</em><em><span>fzn/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi PPMI: Gemakan Kebebasan Akademik, Tuntut Penuntasan Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-ppmi-gemakan-kebebasan-akademik-tuntut-penuntasan-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> diskusi-ppmi-gemakan-kebebasan-akademik-tuntut-penuntasan-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Tue, 22 Mar 2022 10:46:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PPMI adakan konsolidasi kasus pembekuan LPM Lintas serta tuntut Penuntasan Kekerasan Seksual. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-ppmi-gemakan-kebebasan-akademik-tuntut-penuntasan-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/D06FTbpOok.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi PPMI: Gemakan Kebebasan Akademik, Tuntut Penuntasan Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Minggu malam (20/3), Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Nasional mengadakan diskusi dan konsolidasi terkait kelanjutan kasus pembredelan dan pembekuan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM Lintas) oleh pihak rektorat kampus, yang menyoal liputan khusus kasus pelecehan seksual di IAIN Ambon.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diketahui, selain pembredelan dan pembekuan, LPM Lintas turut menerima perlakuan sewenang-wenang lainnya. Sejumlah kronologi terkait diunggah pada akun Instagram<span>&nbsp;</span></span><span><em>@lintasdotcom</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Malam itu di ruang virtual Zoom Meeting, selain dihadiri Pimpinan Redaksi LPM Lintas<span>&nbsp;</span></span><span>Yolanda Agne</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>juga mengikutsertakan<span>&nbsp;</span></span><span>Dhia Al Uyun</span><span>&nbsp;</span><span>selaku Koordinator Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA)</span><span>. Dhia menyebut terdapat cacat<span>&nbsp;</span></span><span><em>formil</em></span><span>&nbsp;maupun materil pada Surat Keputusan (SK) yang menuliskan LPM Lintas sudah tidak sesuai dengan visi dan misi kampus.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kampus yang baik itu adalah kampus yang menyelesaikan kasus kekerasan seksual, bukan malah meredam kasus kekerasan seksual.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keputusan pembekuan LPM Lintas itu dinilai Dhia bertolak belakang dengan Pasal 11 Peraturan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 2015 tentang Statuta IAIN Ambon dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 5494 Tahun 2019 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesuai peraturan itu, kampus semestinya mengupayakan dan menjamin kebebasan akademik bagi civitas akademika juga melakukan pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di kampus hijau sebagai PTKI.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan berkacamata itu turut menyebut rektorat tidak berhak mengadili korban karena melanggar Pasal 7 PERMA Nomor 3 Tahun 2017, di mana hakim sebagai pihak yang berhak untuk memberikan pengadilan atau teguran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dhia menyarankan LPM Lintas untuk segera mengumpulkan bukti dan berkoordinasi dengan<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;</span><span>pihak terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (</span><span>DP3A)<span>&nbsp;</span></span><span>Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban</span><span>&nbsp;(LPSK) dan Dewan Pers, serta melaporkan atas putusan pembekuan tersebut dari aspek prosedural.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bisa dipidanakan, segera dilaporkan karena luka lebam yang di visum dapat dijadikan bukti dan dapat dijadikan hukum pidana karena sudah masuk kasus kekerasan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum diskusi berakhir, Yolanda menyatakan akan berupaya menuntut lembaga dengan dua tuntutan. Pertama mencabut SK pembekuan LPM Lintas dan kedua, kampus harus memberikan penanganan kasus pelecehan seksual yang lebih baik lagi di kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Turut dihadiri perwakilan pers mahasiswa dari berbagai universitas, mereka mengupayakan aksi solidaritas sesama lembaga pers mahasiswa dengan membuat poster,<span>&nbsp;</span></span><span><em>twibbon</em></span><span>, serta tagar yang diunggah pada media sosial. Itu sebagai bentuk dukungan terhadap LPM Lintas dan menuntut kasus kekerasan seksual yang terjadi di IAIN Ambon dapat diusut tuntas.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(tha/fsf/ahn/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM Fakultas Hukum Bersiap Membentuk Posko Relawan Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bem-fakultas-hukum-bersiap-membentuk-posko-relawan-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> bem-fakultas-hukum-bersiap-membentuk-posko-relawan-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Wed, 23 Mar 2022 05:18:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FH Unmul kerja sama dengan PuSPHA persiapkan pembentukkan posko kekerasan seksual. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bem-fakultas-hukum-bersiap-membentuk-posko-relawan-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hIoR1AdaLv.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>BEM Fakultas Hukum Bersiap Membentuk Posko Relawan Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Unmul tengah melakukan persiapan pembentukan posko kekerasan seksual. Itu berangkat dari munculnya kasus-kasus yang terjadi di lingkungan kampus.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Survei terhadap civitas academica di lingkungan Unmul sebagai langkah awal. Dalam survei tahapan pertama ini kami mendapatkan respon yang begitu baik dari berbagai responden. Itu terlihat dengan capaian 200 lebih responden yang terlibat dalam beberapa hari, baik itu dari semua fakultas di Unmul dan civitas akademik lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hasil survei itu dipaparkan dalam seminar bersama Pusat Studi Perempuan dan Anak (PuSHPA) dengan judul &lsquo;&rsquo;Membedah Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual&quot;. Dalam kesempatan ini sebagai moderator yaitu Adelia Hidayatul Rahmi, sementara &nbsp;materi dibawakan oleh Dede wahyudi, Dr. Aditya Irawan, S.Pi., M.Si. dan Orin Gusta &nbsp;Andini, S.H., M.H. yang diselenggarakan pukul 09.00 WITA pada Selasa, 22 Maret 2022 melalui Zoom Meeting.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah Melewati tahapan perencanan, selanjutnya BEM FH Unmul akan bekerja sama dengan PuSHPA untuk segera melaksanakan Sekolah Anti Kekerasan Seksual dan pembentukan posko relawan. Kedua itu nantinya diharapkan dapat melakukan pendampingan serta sosialisasi terhadap pencegahan tindak kekerasan seksual. Posko ini bertujuan untuk sebagai sarana dalam mengkampanyekan anti kekerasan seksual di kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan hal itu, kami BEM Fakultas Hukum mengajak semua pihak terlibat dan proaktif dalam mencegah tindak kekerasan seksual di kampus Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Badaruddin, Presiden BEM Fakultas Hukum Unmul.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemimpin Otorita Dilantik, Civitas Academica Unmul Pertanyakan Keterlibatan Masyarakat Lokal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemimpin-otorita-dilantik-civitas-academica-unmul-pertanyakan-keterlibatan-masyarakat-lokal/baca </link>
<guid> pemimpin-otorita-dilantik-civitas-academica-unmul-pertanyakan-keterlibatan-masyarakat-lokal </guid>
<pubDate> Wed, 23 Mar 2022 10:51:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN diharapkan libatkan masyarakat adat setempat dalam pembangunan IKN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemimpin-otorita-dilantik-civitas-academica-unmul-pertanyakan-keterlibatan-masyarakat-lokal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NMQTYrBpCc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemimpin Otorita Dilantik, Civitas Academica Unmul Pertanyakan Keterlibatan Masyarakat Lokal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe resmi dilantik sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) pada Kamis, (10/3) lalu. Bambang Susantono yang merupakan lulusan Fakultas Teknik Sipil ITB 1987 ini, pernah meraih gelar master tata kota sampai doktor bidang perencanaan infrastruktur dari Universitas California, Barkeley. Sedangkan wakilnya, Donny Rahajoe, merupakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Managing Director President Office</em></span><span>&nbsp;Sinar Mas Land.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pengangkatan Bambang dan Dhony sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN sempat menimbulkan beragam reaksi publik. Pasalnya, dua nama ini bukanlah tokoh asli dari Kalimantan Timur, ditambah banyaknya nama kandidat yang mencuat dan diperkirakan menduduki posisi tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantas, bagaimana pandangan para civitas academica Unmul terhadap pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN ini?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selasa (22/3) kemarin<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;sempat mewawancarai salah satu dosen FISIP Unmul, Martinus Nanang. Menurutnya, tugas Kepala dan Wakil Otorita bukan hanya membangun, tetapi juga memimpin pemerintahan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Garis besarnya kelihatan sudah bagus, terutama pengalaman pembangunan fisik kota. Kepala dan wakil kepala sama-sama memiliki pengalaman tersebut,&rdquo; bebernya melalui pesan Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski keduanya masih minim pengalaman mengelola pemerintahan, Martinus menilai jabatan yang pernah diemban Bambang Susanto semasa menjadi Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan era Susilo Bambang Yudhoyono&mdash; presiden keenam Indonesia dapat bermanfaat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, berdasarkan penelitiannya beberapa waktu lalu, minimnya keterlibatan masyarakat adat turut jadi perhatiannya. Menurutnya, baik Kepala Otorita maupun Wakilnya perlu memiliki perspektif yang bisa memahami kepentingan daerah tak cuma latar belakang keahlian dalam suatu bidang semata.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Orang dari luar, betapa pun hebat dan tinggi keahliannya, kecil kemungkinan untuk membuat keputusan yang berpihak pada orang daerah, karena (mereka) tidak mengerti dengan baik kepentingan dan situasi daerah. Ada yang bisa mengerti, tetap kurang empati,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski IKN ini akan dijadikan sebagai pusat negara, tetap saja daerah sekitarnya adalah wilayah masyarakat Kalimantan. Sehingga, perlu adanya bentuk kemitraan yang harmonis antara IKN dengan daerah disekitarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut UU Nomor 3 tahun 2022 tentang IKN, tugas kepala Badan Otorita adalah memimpin pemerintahan (dengan kedudukan setingkat menteri). Tetapi, di awal ini tugas pokoknya adalah membangun infrastruktur IKN dan mempersiapkan sistem pemerintahan IKN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam prosesnya, akan ada banyak penyesuaian tata pemerintahan di wilayah IKN. Misalnya, sebuah kampung yang sekarang berstatus desa, akan diubah menjadi kelurahan. Nantinya kepala kelurahan akan diangkat oleh pemerintah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup, Martinus juga menyampaikan harapannya agar Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN yang terpilih tidak mengabaikan masyarakat adat setempat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mereka itu adalah kelompok kecil yang sekarang sudah termarjinalkan oleh program transmigrasi dan Hutan Tanaman Industri di daerah itu yang telah mengambil tanah adat mereka. Kebutuhan mereka adalah pengakuan hak atas tanah leluhur (c</span><span><em>ustomary Land</em></span><span>), termasuk sertifikasi tanah. Untuk menyelamatkan mereka diperlukan kawasan yang dikhususkan bagi mereka,&rdquo; tutup Martinus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanggapan serupa juga<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;peroleh dari Badaruddin, Ketua BEM FH Unmul. Senada dengan Martinus, Badaruddin turut menyayangkan tak adanya keterlibatan putra daerah sebagai Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN. Bahkan nama yang muncul berada di luar prediksi beberapa media &nbsp;yang belakangan sempat menjadi desas-desus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun untuk sosoknya sendiri merupakan ahli dalam perencanaan infrastruktur yang dimana sempat pak Jokowi sendiri yang menginginkan kepala otorita ini sebagai tenaga ahli dan non partai,&rdquo; ucapnya Selasa (15/3) lalu melalui pesan WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Badaruddin juga sempat membahas terkait konsep pemerintahan yang ditawarkan dalam UU IKN. &ldquo;Dengan adanya pasal 9 ayat 1 (UU IKN) pemerintah menunjukan keinginannya untuk membentuk pemerintahan sentralisitik di pemerintahan &nbsp;IKN karena (ditandai) dengan tidak adanya Pemilu dan DPRD di daerah otonomi IKN hanya mengganti dengan konsultasi yang artinya presiden dapat mendengar &nbsp;atau tidak karena sifatnya hanya konsultasi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai masyarakat lokal, banyak hal menurutnya yang perlu dipersiapkan dalam menyambut IKN. Di antaranya meningkatkan sumber daya manusia melalui ekonomi, pendidikan, dan bidang lain yang memerlukan proses bertahap.</span><em><strong><span>&nbsp;(</span><span>mar/str/vdh/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rencanakan Prodi Baru Perencanaan Wilayah dan Kota, Buah Kerja Sama Unmul dengan Universitas Bosowa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencanakan-prodi-baru-perencanaan-wilayah-dan-kota-buah-kerja-sama-unmul-dengan-universitas-bosowa/baca </link>
<guid> rencanakan-prodi-baru-perencanaan-wilayah-dan-kota-buah-kerja-sama-unmul-dengan-universitas-bosowa </guid>
<pubDate> Thu, 24 Mar 2022 08:14:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul akan hadirkan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencanakan-prodi-baru-perencanaan-wilayah-dan-kota-buah-kerja-sama-unmul-dengan-universitas-bosowa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OcGuqX3Ada.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rencanakan Prodi Baru Perencanaan Wilayah dan Kota, Buah Kerja Sama Unmul dengan Universitas Bosowa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Unmul berencana membuka Program Studi (Prodi) baru, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Itu merupakan hasil dari kerja sama Unmul dengan Universitas Bosowa (Unibos), sebuah perguruan tinggi swasta di Makassar, Sulawesi Selatan. Dengan ditandatangani <em>Memorandum of Understanding</em> (MoU) pada Rabu (16/3) lalu,<span>&nbsp;</span></span><span>diharapkan ke depannya bisa menghasilkan kerja sama dari berbagai bidang seperti pertukaran mahasiswa, penelitian, dan pengabdian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diselenggarakan di Unmul secara luring, menjadi kerja sama pertama Unibos dengan perguruan tinggi di wilayah Kaltim. Turut dihadiri langsung oleh para pejabat dari Unmul dan Unibos. Muhammad Saleh Pallu mengungkap kerja sama ini sebagai salah satu program rancangan Mendikbud Ristek dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itu turut disampaikan Bohari Yusuf, Wakil Rektor<span>&nbsp;</span></span><span>b</span><span>idang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat &nbsp;ketika dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui sambungan telepon pada Senin (21/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kampus diminta untuk bekerja sama dalam Kampus Merdeka dan hasilnya adalah MoU ini. Penandatanganan kemarin bersama dengan Dekan Fakultas Teknik Universitas Bosowa.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam kerja sama ini tentu diharapkan mampu mengembangkan masing-masing perguruan tinggi, utamanya termasuk dalam Indikator Kinerja Utama (IKU). MoU sebagai tahapan awal, &nbsp;</span><span>jangka waktu proses pembentukan Prodi ini belum bisa dipastikan. Setelah ini Unmul dan Unibos akan memasuki tahap PKS</span><span>&nbsp;(Perencanaan Kerja sama)</span><span>, guna memperjelas rencana ke depan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Adanya penambahan prodi ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pasar,&rdquo; harap Bohari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kabar pembukaan Prodi PWK turut disambut positif mahasiswa.<span>&nbsp;</span></span><span>Regita Wulan Sari, mahasiswi Fakultas Pertanian 2021 memperkirakan adanya peluang Prodi PWK untuk bersaing di lapangan kerja. Meski prediksinya di awal, tentu peminat tak signifikan sebab belum terdengar luas. Bagi Regita Prodi yang dibincangkan ini lambat laun dapat menarik banyak perhatian ketika berhasil mencetak lulusan berkualitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siapa tau ada putra putri daerah yang berminat ke Prodi itu, jadi mereka enggak perlu keluar pulau kalau mau ngelanjutin pendidikan,&rdquo; sambutnya gembira pada Senin (21/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Abraham Joke, mahasiswa Fakultas Teknik 2021 turut mengapresiasi rencana Prodi PWK itu pada Senin (21/3), dengan harapan nantinya dapat benar-benar terlaksana di kampus Unmul dan dapat bersaing dengan Prodi lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengira, Prodi baru dapat bersaing di lapangan kerja. Terlebih hadirnya pembangunan IKN. Minat calon mahasiswa pada Prodi PWK pun ditaksirnya besar. Itu dapat terjadi jika sosialisasi dilakukan baik, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Sosialisasi secara langsung ke sekolah-sekolah di Samarinda oleh dosen maupun petinggi kampus menjadi langkah yang baik dalam menarik perhatian dan meningkatkan kepercayaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tetap memberikan fasilitas yang adil dengan fakultas dan Prodi lainnya dan semoga bisa berkembang dengan semestinya,&rdquo; harapnya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(mar/srg/snk/khn)</span><span>&nbsp;</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Passenger Seat: Manhattan Skyline </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat-manhattan-skyline/baca </link>
<guid> passenger-seat-manhattan-skyline </guid>
<pubDate> Thu, 24 Mar 2022 10:46:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kupejamkan mataku, sedetik kemudian membukanya kembali. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat-manhattan-skyline/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qPwoC3w6i8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Passenger Seat: Manhattan Skyline</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em><strong><span>(Disarankan untuk membaca cerpen sebelum ini, karena saling berkaitan. Baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1648121723082278%26amp;usg%3DAOvVaw3aJ0k0J43onppQFSu4DRyF&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1648121723091787&amp;usg=AOvVaw1xNRvFHc_GlIkjfPO42L72"></a><a href="https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat/baca">https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat/baca</a></span></strong><span><strong>)</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></em></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku<span>&nbsp;</span></span><span><em>pernah</em></span><span>&nbsp;sangat mencintai seorang perempuan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku<span>&nbsp;</span></span><span><em>pernah</em></span><span>&nbsp;menganggap bahwa dirinya berbeda, sehingga tidak ingin kulepaskan. Aku<span>&nbsp;</span></span><span><em>pernah</em></span><span>&nbsp;membayangkan jika perempuan ini adalah sosok paling indah saat mataku terbuka di pagi hari, juga ketika malam menjelang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku<span>&nbsp;</span></span><span><em>pernah</em></span><span>&nbsp;berharap, agar perempuan inilah yang kelak kugenggam tangannya menuju altar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai manusia pada umumnya, aku lupa apakah<span>&nbsp;</span></span><span><em>pernah</em></span><span>&nbsp;memikirkan bahwa hal-hal tersebut sebenarnya tidak lebih dari sekadar keegoisanku semata.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menarik melihat hidup membawa kita pergi. Seperti sekarang, misalnya. Di depan pelataran Mini Market 24 Jam, aku duduk melipat kaki sembari memegang segelas susu Milo panas. Sebelah tanganku tak bisa diam, gelisah bagai maling tertangkap basah. Lalu, ada perempuan yang turut duduk bersamaku dengan gelas yang sama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ya, perempuan<span>&nbsp;</span></span><span><em>itu</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kami duduk berdekatan. Udara malam hari di Bandung tidak pernah ramah. Ia merapatkan jas yang kupinjamkan. Tidak ada yang bicara. Aku mencuri pandang sejenak. Hidungnya memerah karena dingin. Ia meminum susunya perlahan, seolah tak ingin cepat habis. Matanya menatap lurus jalanan yang mulai terlihat sepi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika aku akan minum seteguk lagi, ia memalingkan wajahnya padaku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gue nggak ngira kalo masih ada Milo panas di sini. Kita selalu minum ini tiap lo kelar latihan band.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku mengangguk. &ldquo;Ya. Soalnya cuma minuman ini yang kamu mau.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gue cerewet banget ya dulu?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yoi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Percakapan terhenti. Masing-masing dari kami seperti sengaja membiarkan keheningan yang ada. Benar-benar canggung. Lagi pula, apa yang dapat diharapkan dari pertemuanmu dengan mantan setelah bertahun-tahun lamanya tak pernah saling menghubungi?<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ehm, Agra sama Dita kayaknya bareng-bareng ya?&rdquo; tanyanya, memecah kesunyian.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kurang lebih gitu. Seharusnya dari dulu sih. Mereka aja yang bego,&rdquo; tukasku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan bernama Nayanika Nirmala tersebut tertawa geli. Sebuah senyum terulas di wajahnya. Aku tak yakin, apa yang kini ada di benaknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gue dulu juga bego, kok. Super tolol, malah,&rdquo; rutuknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa begitu?&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Soalnya gue ngebiarin lo berjuang sendirian.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku terdiam. Pembicaraan ini seakan menuju kotak-kotak usang yang sudah kusimpan rapat-rapat di dalam diriku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Naya...&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Candra Adiwarna,&rdquo; sebutnya tegas, &ldquo;gue minta maaf.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Maaf</span><span>. Kata-kata yang seharusnya membuat seseorang lega dan tenang, justru membuat hatiku sakit.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Untuk apa dia minta maaf</em>?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gue akui kalo sifat gue berengsek. Gue selalu bosan, gak pernah puas akan suatu hubungan. Gue tolol karena ngebuat lo bertahan dalam hubungan yang bahkan gak berjalan dua arah. Kita seharusnya gak perlu jadian sama sekali. Gue nggak seharusnya nyakitin lo, Candra,&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Naya, itu udah terjadi. Nggak ada yang bisa kita lakuin soal itu,&rdquo; jawabku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tetap aja gue goblok. Gue tahu banget kalo lo selalu sayang dan tulus dalam hubungan kita. Tapi yang gue lakukan waktu itu adalah ngedorong lo untuk menjauh dari gue. Seolah semua hal yang lo usahakan gak ada artinya sama sekali buat gue. Gue salah,&rdquo; kata Naya dengan suara bergetar. Ia mengayun-ayunkan kakinya dengan gelisah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kupandangi langit malam yang mendung. Aku tidak tahu apa yang sebaiknya kuucapkan. Tapi diam juga bukanlah solusi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Bolehkah aku mempertanyakan dirinya?</em><span><em>&nbsp;</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Satu hal, Nay. Sekali, sekali aja. Apa pernah kamu benar-benar ngerasain hal yang sama?<span>&nbsp;</span></span><span>Cinta</span><span>, pernahkah?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia tertegun, nampak tak siap dengan pertanyaan tersebut. Mata kami saling bertatapan. Tanpa perlu bicara, aku sudah mendapatkan jawabannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Tidak tahu. Tidak ada.</em><span><em>&nbsp;</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lo orang yang benar-benar baik dan tulus, Candra,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku mendesah pelan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau gitu, aku juga bego. Aku cinta sama kamu, tapi nggak pernah ngebiarin diriku ngelihat hubungan kita dari sudut pandangmu. Aku mempertahankan hubungan yang gak ingin kamu pertahankan. Apalagi namanya, kalo bukan bego?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usai berbicara, baik aku maupun Naya kembali membisu. Minuman kami mendingin, seiring dengan kesunyian ini. Ia menggeser posisi duduknya, lalu sandarkan kepalanya di pundakku. Cukup lama kami terdiam bersama suara angin, sebelum akhirnya ia membuka suara.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin gue nggak tau malu buat bilang gini. Tapi andai kita saling terbuka, apakah ada harapan untuk hubungan ini?&rdquo; bisiknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kupejamkan mataku, sedetik kemudian membukanya kembali.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pada akhirnya, kita tetap akan berpisah. Apa dengan terbuka, kamu dapat setidaknya menaruh cinta yang sama untuk aku? Atau aku dengan ikhlas akan menyerah dari hubungan ini?&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><em><span>Kita manusia yang keras kepala.</span><span>&nbsp;Itulah kenyataannya,&rdquo; sambungku.</span></em></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengangkat kepalanya dari pundakku. Naya tersenyum manis tanpa bicara, lalu berdiri. Aku mengikutinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan itu mendekat, memelukku dengan hangat. Kurengkuh pula tubuhnya yang terbalut jas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepalaku memutar sebuah lagu yang sering dinyanyikan Agra dan Dita ketika kami sedang istirahat dari latihan band.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Manhattan Skyline</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>&ldquo;My boat&rsquo;s leaving now,</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>So we shake hands and cry.<span>&nbsp;</span></em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Now, I must wave goodbye.&rdquo;</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kamu Kecanduan Mengkhayal? Kenali Gejala Maladaptive Daydreaming </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/kamu-kecanduan-mengkhayal-kenali-gejala-maladaptive-daydreaming/baca </link>
<guid> kamu-kecanduan-mengkhayal-kenali-gejala-maladaptive-daydreaming </guid>
<pubDate> Sat, 26 Mar 2022 08:32:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Waspadai maladaptive daydreaming yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/kamu-kecanduan-mengkhayal-kenali-gejala-maladaptive-daydreaming/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wf8AWSQ2Ip.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kamu Kecanduan Mengkhayal? Kenali Gejala Maladaptive Daydreaming</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong>-</span><span>&nbsp;Kamu kerap</span><span>&nbsp;membayangkan<span>&nbsp;</span></span><span>punya kekasih&nbsp;</span><span>seperti<span>&nbsp;</span></span><span>Kim Taehyung&nbsp;</span><span>atau pesohor lainnya? Membuat cerita di pikiran yang menyenangkan harimu.&nbsp;</span><span>Meng</span><span>kh</span><span>ayal memang tidak perlu menggunakan tenaga banyak, ataupun biaya yang mahal.<span>&nbsp;Tetapi&nbsp;</span></span><span>hati-hati, lo! Khayalan yang terus-menerus hingga kamu tenggelam dalam khayalanmu,<span>&nbsp;bisa&nbsp;</span></span><span>menjadi tanda</span><span>&nbsp;dari&nbsp;</span><span><em>maladaptive daydreaming</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Maladaptive daydreaming</em></span><span>&nbsp;merupakan kondisi</span><span>&nbsp;seseorang&nbsp;</span><span>mengalami lamunan intens dan mengganggu aktivitas</span><span>. Kondisi kecanduan fantasi ini tentu</span><span>&nbsp;berbahaya. Seseorang bisa sam</span><span>pai<span>&nbsp;</span></span><span>mengalihkan diri dari kehidupan nyata yang sedang dijalankan.</span><span>&nbsp;Itu juga disebut sebagai bentuk pelarian, karena merasa kehidupan pribadi yang dijalani begitu sulit untuk dihadapi</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Seseorang yang mengalaminya akan<span>&nbsp;</span></span><span>menciptakan kehidupan yang sempurna di alam pikiran.<span>&nbsp;Gejala apa saja yang dapat dikenali?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Susah fokus</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fokus dalam menjalankan tugas menjadi hal yang sulit</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Pengalaman<span>&nbsp;</span></span><span><em>Maladaptive daydreaming</em></span><span>&nbsp;menimbulkan</span><span>&nbsp;seseorang terdistraksi dengan keinginan untuk terus melamun, dan memikirkan hal-hal yang memb</span><span>uat perasaan</span><span>&nbsp;</span><span>bahagia</span><span>. Tanpa</span><span>&nbsp;disadari, lamunan terus berjalan tanpa satu tugas pun terselesaikan. Akhirnya ini berdampak pada produktivitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Waktu melamun berlangsung lama</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika<span>&nbsp;</span></span><span>tenggelam</span><span>&nbsp;memikirkan dunia impian,<span>&nbsp;</span></span><span>waktu terbuang, seseorang bisa melupakan aktivitas harian hingga tak sadar ia telah menghabiskan seberapa banyak waktu.</span><span>&nbsp;Hal itu&nbsp;</span><span>perlu disadari,</span><span>&nbsp;sebab</span><span>&nbsp;jika</span><span>&nbsp;aktivitas itu berlangsung lama,</span><span>&nbsp;akan menjadi kebiasaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Suka berekspresi saat melamun</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aktivitas melamun biasanya memiliki<span>&nbsp;</span></span><span>ekspresi kosong atau datar</span><span>. Berbeda dengan pengalaman</span><span>&nbsp;<em>maladaptive daydreaming,</em></span><span>&nbsp;yang<span>&nbsp;</span></span><span>bisa membuat ekspresi</span><span>&nbsp;</span><span>beragam<span>&nbsp;</span></span><span>tanpa<span>&nbsp;</span></span><span>disadari.<span>&nbsp;</span></span><span>Itu diikuti dengan<span>&nbsp;</span></span><span>berbicara atau berbisik,<span>&nbsp;</span></span><span>hingga</span><span>&nbsp;terlihat seperti berbicara dengan seseorang</span><span>&nbsp;sementara pada nyatanya ia hanya ilusi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Isi lamunan sangat detail dan intens</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pengalaman <em>Maladaptive Daydream</em> mampu mendetailkan isi lamunan</span><span>&nbsp;bak menjadi</span><span>&nbsp;cerita<span>&nbsp;yang betul dilalui</span></span><span>. L</span><span>engkap dengan karakter, latar, dan plot.<span>&nbsp;</span></span><span>Seseorang yang mengalaminya tentu<span>&nbsp;</span></span><span>turut andil<span>&nbsp;</span></span><span>terhadap jalannya cerita</span><span>,</span><span>&nbsp;bisa seolah sebagai</span><span>&nbsp;pemain utama dalam cerita fantasi<span>&nbsp;</span></span><span>itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Isi lamunan dipicu karena peristiwa nyata</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Drama yang<span>&nbsp;</span></span><span>rutin di</span><span>tonton semalam suntuk, biasanya akan<span>&nbsp;</span></span><span>menjadi<span>&nbsp;</span></span><span>bahan fantasi.</span><span>&nbsp;B</span><span>ahkan pengalaman fisik, suara,<span>&nbsp;</span></span><span>hingga<span>&nbsp;</span></span><span>bau, bisa<span>&nbsp;</span></span><span>terbawa</span><span>&nbsp;ke pikiran d</span><span>an membangun dunia<span>&nbsp;</span></span><span>fantasi.&nbsp;</span><span>Pengalaman menghayal barangkali menyenangkan bagi sebagian orang, bahkan mungkin membantu membangkitkan motivasi diri. Namun, jika sampai mengganggu kehidupan, perlu segera dihentikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk menjaga diri dari<em>&nbsp;maladaptive daydreaming</em>, yuk simak beberapa tips berikut!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tidur dengan cukup</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mengurangi kecanduan<span>&nbsp;</span></span><span>fantasi</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>jam tidur perlu diperbaiki</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Tidur cukup sesuai<span>&nbsp;</span></span><span>dengan<span>&nbsp;</span></span><span>kebutuhan tentu akan membantu</span><span>&nbsp;lebih fokus menjalani hari.<span>&nbsp;</span></span><span>Jangan lupa</span><span>&nbsp;hindari konsumsi minuman berkafeina atau beralkohol,<span>&nbsp;</span></span><span>yang<span>&nbsp;</span></span><span>akan membuat terjaga<span>&nbsp;</span></span><span>hingga<span>&nbsp;</span></span><span>mengganggu jam tidur.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Berupaya produktif dan mengalihkan dengan kegiatan</strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Kesibukan yang menunggu hingga sepanjang hari, akan memberikan waktu sedikit sekali untuk melamun. Isi waktu senggang dengan<span>&nbsp;</span></span><span>membaca buku, bermain gawai, ataupun<span>&nbsp;</span></span><span>berbincang</span><span>&nbsp;dengan orang lain.<span>&nbsp;</span></span><span>Itu akan membuatmu tetap sibuk, dan mengalihkan perhatian dari lamunan yang kerap datang.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Melamun yang<span>&nbsp;</span></span><span>memicu<span>&nbsp;</span></span></strong><span><strong>produktif</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa lamunan kadang memicu kecemasan atau paranoid,<span>&nbsp;</span></span><span>meski begitu lamunan bisa dialihkan untuk&nbsp;</span><span>motivasi.<span>&nbsp;</span></span><span>Melamun secukupnya, dan kelola lamunanmu sebagai energi untuk kemudian bersiap menjalani keseharian dan pencapaian-pencapaian dalam hidup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span><span><strong>Konsultasi dengan terapis</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><em><span>M</span><span>aladaptive<span>&nbsp;</span></span><span>D</span></em><span><em>aydreaming</em> memang belum dianggap sebagai gangguan mental, namun<span>&nbsp;</span></span><span>ketika telah menjadi<span>&nbsp;</span></span><span>gangguan dalam beraktivitas</span><span>, mendatangi para ahli tentu akan menjadi langkah yang baik.&nbsp;</span><span>Meski dunia khayalan terasa menyenangkan, jangan lupa kehidupan nyata tak kalah menarik untuk dikerjakan, ya! <em><strong>(</strong></em></span><span><em><strong>vyn/khn</strong></em></span><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Batman: Babak Baru dengan Isu Sosial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-batman-babak-baru-dengan-isu-sosial/baca </link>
<guid> the-batman-babak-baru-dengan-isu-sosial </guid>
<pubDate> Wed, 30 Mar 2022 12:17:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Konsep segar dan anti mainstream dalam film The Batman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-batman-babak-baru-dengan-isu-sosial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tqfyj7zpAT.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>The Batman: Babak Baru dengan Isu Sosial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Tentu banyak yang sudah tak asing dengan karakter Batman. Meskipun bukan berasal dari kalangan penikmat film<span>&nbsp;</span></span><span><em>superhero</em></span><span>, orang-orang sudah bisa menggambarkan sosok manusia berkostum kelelawar dengan jubah hitam ketika mendengar kata &ldquo;Batman&rdquo;.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Karakter Batman menjadi dikenal oleh banyak generasi sebab sudah melanglang buana di dunia perfilman sejak era 80-an. Beberapa aktor telah melakoni karakter ini, sebut saja Michael Keaton, Christian Bale, sampai dengan Ben Affleck. Tak hanya lewat film<span>&nbsp;</span></span><span><em>live</em>-<em>action</em></span><span>, Batman pun juga hadir melalui film animasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Genap satu dekade setelah trilogi The Dark Knight berakhir, karakter Batman kembali hadir di layar lebar dengan nuansa dan tentunya aktor yang berbeda pula. Film berjudul The Batman yang digarap oleh Matt Reeves ini resmi dirilis pada Rabu (2/3) lalu di seluruh bioskop Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun film bertema Batman sudah berulang kali di-</span><span><em>reboot</em><span>&nbsp;</span></span><span>dengan aktor yang berbeda</span><span>, hal tersebut nyatanya tak membuat animo masyarakat jadi surut. Sebaliknya, ekspektasi penonton kian besar terhadap formula baru seperti apa lagi yang akan sutradara sajikan di dalam film. Bahkan, Matt berjanji akan membawa konsep yang lebih segar agar terkesan berbeda dari film-film sebelumnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berlatar di kota Gotham, The Batman mengisahkan perjalanan Bruce Wayne (diperankan oleh Robert Pattinson) yang sedang berusaha mencari jati dirinya. Bak kelelawar, ia merubah dirinya menjadi hewan nokturnal yang beraksi setiap malam untuk membasmi tindak kriminal di kota itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di tahun kedua karirnya sebagai manusia kelelawar, dirinya masih terbelenggu dalam bayang-bayang masa lalu yang tragis. Menjadi saksi dari kematian kedua orang tuanya tak lantas membuat dirinya bisa melupakan memori kelam itu begitu saja.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kisah tragis dari pemeran utama dibalut pula dengan kegelapan kota Gotham yang berantakan. Tak hanya dipenuhi oleh tindak kriminal dari masyarakat kelas bawah, rupanya kota tersebut juga menyimpan dosa-dosa yang diperbuat oleh petinggi kota. Kasus korupsi sudah bagai budaya yang diwariskan oleh pejabat kota Gotham dari masa ke masa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika di film terdahulu Joker muncul sebagai<span>&nbsp;</span></span><span><em>villain</em></span><span>, maka lain cerita dengan film yang satu ini. Kehadiran The Riddler menjadi daya tarik tersendiri dari film The Batman. Tidak seperti penjahat kebanyakan, The Riddler punya cara unik untuk menjalani misinya. Namun bukan tanpa sebab, kehadiran tokoh ini rupanya punya fungsi penting, yakni untuk menguak kebobrokan dari kota Gotham yang selama ini ditutupi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya dibuat tegang dengan aksi perkelahian atau kejar-kejaran antara tokoh protagonis dan antagonis, para penonton juga akan dibuat menerka-nerka dan diajak untuk memecahkan petunjuk. Matt Reeves pun turut menampilkan sisi detektif dari Batman yang kurang dieksplor di film terdahulu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Isu Sosial di dalam Film The Batman</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Membawakan isu-isu seperti kasus korupsi hingga menyinggung masalah kesenjangan sosial, Matt Reeves dinilai cukup berani untuk mengangkat konsep yang<span>&nbsp;</span></span><span>anti mainstream</span><span>&nbsp;daripada film<span>&nbsp;</span></span><span><em>superhero</em></span><span>&nbsp;pada umumnya. Konsep semacam ini mungkin akan terasa berat bagi beberapa orang, apalagi jika mereka menginginkan film laga yang penuh dengan adegan perkelahian di sepanjang film.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, konsep cerita inilah yang membuat The Batman jadi berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri, sebab isu yang dibawakan cukup hangat dan dekat dengan masyarakat. Terlebih, kasus korupsi yang ironisnya masih sering dijumpai dalam kehidupan nyata.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kesenjangan sosial yang disinggung dalam film ini juga masih terasa erat dengan kehidupan bermasyarakat di masa kini. Tak jarang, gesekan antar kelas atas dan bawah inilah yang memicu terjadinya tindak kriminal seperti yang digambarkan dalam film.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>The Batman boleh dibilang jadi sindiran bagi para oknum pejabat, sebab bukan tidak mungkin suatu kota atau bahkan negara di dunia nyata dapat berevolusi menjadi kota Gotham yang mengerikan jika dipimpin oleh petinggi yang bobrok.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Nuansa Baru yang Dibawakan oleh Matt Reeves</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya formula baru seperti kemunculan The Riddler sudah menjadi bukti bahwa Matt Reeves telah menunaikan janjinya untuk membawakan konsep yang berbeda. Tak hanya berperan sebagai pahlawan, Batman juga merangkap sebagai detektif dadakan untuk memecahkan teka-teki (</span><span><em>riddle</em></span><span>) sehingga menambah keunikan yang tak akan ditemui di film-film terdahulu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bicara soal detektif, Mat Reeves rupanya menjadikan beberapa film garapan David Fincher seperti Se7en (1995) dan Zodiac (2007) sebagai kiblatnya dalam menyutradarai The Batman. Jika kamu sudah menonton kedua film tersebut, kamu pasti akan merasakan atmosfer yang sama ketika menonton film The Batman ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penggambaran kota Gotham yang lebih kelam juga menjadi sisi yang berbeda dalam film ini. Pemilihan<span>&nbsp;</span></span><span><em>color grading</em></span><span>&nbsp;dengan warna gelap layaknya film horor semakin memperkuat kesan kelam dan mengerikan dari kota Gotham yang seolah selalu mendung.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penonton tidak akan menyadari bahwa mereka sudah duduk di dalam bioskop selama kurang lebih tiga jam lamanya, sebab dibuat kagum oleh sinematografi yang memanjakan mata. Tak lupa,<span>&nbsp;</span></span><span><em>scoring</em><span>&nbsp;</span></span><span>film</span><span>&nbsp;yang apik turut menambah kesan dramatis dan mencekam dari film ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Soal akting tentu jangan diragukan lagi jika melihat sepak terjang dari para aktor. Robert tentu harus menanggung beban untuk membangun<span>&nbsp;</span></span><span><em>image</em></span><span>&nbsp;baru dari karakter Batman. Beruntung, ia berhasil memerankan karakter ikonik itu dengan baik. Sosok Bruce Wayne pun bahkan terlihat berbeda dari film terdahulu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika sebelumnya kita melihat Bruce Wayne sebagai sosok yang berkarisma, maka lain pula dengan Bruce Wayne versi Pattinson. Lewat film ini, ia digambarkan sebagai seorang anti sosial yang menyimpan banyak trauma dan masih terjebak di dalam masa lalunya yang tragis. Selain itu, ia juga membuktikan bahwa sosok di balik kostum kelelawar itu hanyalah manusia biasa yang punya rasa takut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak lupa, beberapa tokoh juga menjadi<span>&nbsp;</span></span><span>scene stealer</span><span>&nbsp;</span><span>seperti Selena Kyle (Catwoman) yang diperankan oleh Zo&euml; Kravitz. Dirinya kemudian bersekutu dengan Batman yang secara tak sengaja ditemui ketika ia sedang beraksi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Slow paced movie</em></span><span>&nbsp;mungkin jadi musuh bagi sebagian orang. Namun, jangan khawatir. Mengusung konsep<span>&nbsp;</span></span><span><em>slow-burn</em>&nbsp;<em>movie</em>,</span><span>&nbsp;adrenalin penonton akan mulai terangkat ketika memasuki pertengahan film. Seiring berjalannya film, satu persatu perbuatan bejat dari petinggi kota Gotham mulai terungkap. Kamu pun akan dibuat tegang mendengar suara ledakan bom yang memekakkan telinga, sampai dengan suara decitan ban kendaraan yang saling melaju membelah kota Gotham.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun mendapat<span>&nbsp;</span></span><span>rating</span><span>&nbsp;yang cukup tinggi, The Batman tak serta merta lepas dari kritik. Mulai dari karakter Bruce Wayne sampai dengan konsep detektif dari film itu sendiri. Banyak yang menilai bahwa Robert Pattinson kurang cocok dalam membawakan sosok Bruce Wayne yang terlihat berbeda dari versi terdahulu. Tak sampai disitu, ada pula yang berpendapat bahwa konsep detektif dari film ini belum dieksekusi dengan maksimal, sehingga belum bisa dibandingkan dengan film-film bertema serupa, seperti Se7en ataupun Zodiac.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlepas dari kritik yang dilayangkan, The Batman bisa jadi pilihan utama bagi kamu di antara deretan film yang sedang tayang di bioskop. Namun, kamu tak perlu berkecil hati jika tidak sempat menyaksikan lewat layar lebar, karena The Batman akan dirilis secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;melalui platform &nbsp;HBO Max, bulan April mendatang. Bagaimana, tertarik menikmati nuansa baru The Batman?<span><strong><em>&nbsp;</em></strong></span></span><strong><em><span>(</span><span>dre/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Urgensi Serikat Pekerja Dosen dan ASN, KIKA Hadirkan Diskusi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/urgensi-serikat-pekerja-dosen-dan-asn-kika-hadirkan-diskusi/baca </link>
<guid> urgensi-serikat-pekerja-dosen-dan-asn-kika-hadirkan-diskusi </guid>
<pubDate> Fri, 01 Apr 2022 11:41:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Urgensi serikat pekerja dosen dan ASN di tengah kepungan otoritarianisme. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/urgensi-serikat-pekerja-dosen-dan-asn-kika-hadirkan-diskusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/B4XrELZbXz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Urgensi Serikat Pekerja Dosen dan ASN, KIKA Hadirkan Diskusi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) kembali menghadirkan forum diskusi. Kali ini digelar pada Jumat (31/3) melalui kanal YouTube dengan tajuk Urgensi Serikat Pekerja Dosen dan ASN di Tengah Kepungan Otoritarianisme.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Narasumber yang mengisi diskusi tersebut ialah Mutia Rizal seorang birokrat menulis.org, Nabiyla Risfa Izzati selaku dosen Fakultas Hukum Ketenagakerjaan Universitas Gajah Mada, dan Charles Simabura dosen Universitas Andalas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Serikat Pekerja ASN</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Membuka sesi diskusi, Mutia mengungkap perkara masih banyaknya diskriminasi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), salah satu misalnya terkait tunjangan kerja.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menilai itu serikat pekerja sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi kepungan otoritarianisme. Walaupun,serikat pekerja ASN sebelumnya telah berdiri dengan sebutan Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia). Namun, menurutnya Korpri dinilai belum dapat diandalkan untuk melindungi dan mengayomi ASN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pasalnya Korpri sejak 1975 sampai dengan orde baru selesai, menjadi alat untuk memenangkan partai politik tertentu. Itulah mengapa perlu adanya pergerakan yang lebih nyata, agar Kopri tidak timpang dan dapat berlaku adil dalam menjalankan tugas.</span></p><p style="text-align: justify;">Mula-mula Korpri perlu menengok kembali prinsip-prinsipnya, termasuk AD/ART, apakah telah berpihak pada kepentingan melindungi dan mensejahterakan ASN. Selanjutnya, perlu banyak dialog yang dilakukan dengan komunitas ASN yang sekarang bermunculan untuk mendapat masukan,dan dukungan. Kemudian dihadirkanya program-program yang lebih segar dan progresif. Terakhir, Mutia menyebut perlu ada aksi pergerakan bukan sekadar imbauan atau seruan, yang nyata dalam upaya perlindungan martabat ASN.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Serikat Pekerja Dosen</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikusi dilanjutkan oleh Nabiyla, dalam sesi diskusinya ia menyoroti pertanyaan yang sering terdengar ketika berbicara mengenai isu serikat dosen, yaitu &lsquo;memangnya boleh secara hukum?&rsquo;. Itu kerap dilayangkan terhadap serikat ASN yang bukan Korpri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, dalam ruang-ruang diskusi, masih jarang menyoal mulai dari apakah dosen sudah mendapatkan penghidupan yang layak. Mengapa terdapat beragam status dosen di perguruan tinggi. Apakah ada ketimpangan pendapatan atau perlakuan antara status-status dosen. Hingga bagaimana sebenarnya kondisi kerja dosen. Tak ketinggalan, disebutnya pula pertanyaan besar: apakah dosen selama ini bisa menyuarakan kegelisahan dengan terbuka, dan perlukah dosen berserikat?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari beberapa<span>&nbsp;</span></span><span><em>tweet</em><span>&nbsp;</span></span><span>mengenai fakta di lapangan, dirinya menyebut terdapat kasta-kasta dosen. Di mana setiap universitas mempunyai kasta yang berbeda. Ada universitas yang hanya memiliki dosen PNS atau non-PNS kemudian terdapat pula universitas yang ternyata punya dosen Badan Layanan Umum (BLU), dan dosen kontrak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berangkat dari permasalahan yang terjadi itu, Nabiyla menganggap penting bagi dosen untuk berserikat. Pasalnya ketika terjadi masalah meski hanya di salah satu universitas, hal tersebut tidak hanya menjadi masalah universitas itu sendiri, tetapi menjadi masalah bersama. Dengan berserikat, kekuatan dapat dihimpun secara kolektif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita kan sama-sama pekerja kenapa <em>sih</em> kok kita harus saling berantem antar pekerja? Kenapa <em>sih</em> kita harus saling berantem dengan universitas dan universitas lain?<span>&nbsp;</span></span><span><em>at the end of the day</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang kita inginkan adalah kita sama-sama sejahtera kan, bukan cuman satu dua orang yang sejahtera, dan serikat adalah cara terbaik untuk bisa melakukan itu,&rdquo; ungkapnya pada diskusi kala itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Urgensi Serikat Dosen dan ASN</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Charles Simabura turut berpendapat bahwa urgensi serikat dosen dan ASN ialah karena tak semua ASN dapat berhimpun dalam satu organisasi tunggal, termasuk organisasi tandingan sekalipun. Kemudian, masing-masing pegawai memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dirinya menegaskan kembali terkait kebebasan berserikat dan berkumpul. Bahwasannya, tidak ada larangan bagi PNS untuk berserikat dan berkumpul, kemudian organisasi yang difasilitasi negara sebagai wadah PNS hanyalah Korpri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Dalam hal hendak membentuk organisasi lain pun, menurut Charles sepanjang tidak bertunduk pada perundungan terkait Korpri maka sah secara hukum baik berupa yayasan, perkumpulan, termasuk organisasi kemasyarakatan. Sebab yang dilarang hanya PNS terlibat partai politik dan organisasi terlarang lainnya. <em><strong>(</strong><strong><span>rvn/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Buku Bacaan untuk Mengisi Waktumu Kala Ramadan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-buku-bacaan-untuk-mengisi-waktumu-kala-ramadan/baca </link>
<guid> rekomendasi-buku-bacaan-untuk-mengisi-waktumu-kala-ramadan </guid>
<pubDate> Sat, 02 Apr 2022 07:21:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beragam rekomendasi buku self improvement ini bisa kamu baca selama berpuasa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-buku-bacaan-untuk-mengisi-waktumu-kala-ramadan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ipZLhXz9oq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Buku Bacaan untuk Mengisi Waktumu Kala Ramadan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp; Memasuki momentum Ramadan, membaca buku bisa jadi salah satu aktivitas ringan yang bisa kamu lakukan untuk menunggu berbuka puasa. Dari semua genre buku yang ada, buku-buku dengan genre&nbsp;</span><span><em>self-improvement</em><span>&nbsp;bisa</span></span><span>&nbsp;membuatmu memperkaya diri dengan beragam ilmu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yuk, simak lima rekomendasi buku dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;spesial</span><span>&nbsp;</span><span>untuk kamu yang ingin meningkatkan kualitas diri sambil berpuasa. Kira-kira apa saja, ya?</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>You Do You: Discovering Life through Experiments &amp; Self-Awareness - Fellexandro Ruby</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>You Do You merupakan buku pertama dari Fellexandro Ruby, seorang<span>&nbsp;</span></span><span><em>content creator</em><span>&nbsp;</span></span><span>dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>podcaster</em></span><span>. Buku ini cocok untuk kamu yang mudah bosan dengan satu topik pembahasan. Sebab, di dalamnya terdapat beragam pembahasan mulai dari cara mengenal diri, filosofi tentang kehidupan, keuangan, hingga investasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pembahasannya tak melulu berat seperti buku dengan topik serupa. Hal dasar</span><span>&nbsp;</span><span>dari setiap pembahasannya disampaikan berdasarkan pengalaman Ruby serta diiringi pendapat-pendapat ahli sehingga minim kesan menggurui.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Bicara Itu Ada Seninya - Oh Su Hyang</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oh Su Hyang merupakan seorang dosen dan pakar komunikasi dari Korea Selatan. Buku ini fokus membahas hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi. Mulai dari teknik komunikasi, persuasi, negosiasi, dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>public speaking</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penulis tidak hanya sekadar membalut komunikasi berdasarkan teori. Lebih dari itu Oh Su Hyang berhasil mengaitkan berbagai fenomena komunikasi dengan cerita-cerita tentang muridnya, para komunikator, hingga pengalaman pribadinya. Kalau kamu kesulitan untuk berbicara dan ingin meningkatkan kemampuan berkomunikasi, buku ini memang ditakdirkan untukmu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Jepang - Marie Kondo</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kamu merasa kamar atau rumahmu berantakan? Atau setelah dibersihkan namun dalam waktu singkat kembali berantakan? Jika iya, maka buku ini bisa kamu jadikan panduan untuk membereskan tidak hanya rumah atau kamarmu, tetapi juga hidupmu. Buku yang memiliki judul Bahasa Inggris &ldquo;The Life Changing Magic of Tidying Up&rdquo; ini tidak berbohong dengan merubah hidup dari beberes.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Marie Kondo sendiri adalah seorang pengelola bisnis konsultan terkemuka di Tokyo yang membantu para klien mereka yang memiliki tempat tinggal berantakan berubah menjadi tempat tinggal yang damai dan menginspirasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam bukunya Marie Kondo mengatakan bahwa &ldquo;Berbenah akan membuka lembaran baru dari hidup Anda, namun berbenah merupakan sarana dan bukanlah tujuan akhir. Tujuan sejati kita adalah merumuskan gaya hidup yang betul-betul kita inginkan begitu rumah kita sudah rapi dan teratur&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>How to Win Friends and Influence People in the Digital Age &ndash; Dale Carnegie</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>How to Win Friends and Influence People in The Digital Age (2011), merupakan sebuah pembaharuan dari buku klasik yang sangat terkenal How to Win Friends and Influence People (1936). Buku ini ditulis oleh penulis terkemuka dunia, Dale Carnegie.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Interaksi dan komunikasi yang tepat memegang peranan penting dalam mendukung kita untuk meraih kesuksesan secara personal maupun profesional. Setelah membaca buku ini, pembaca dijanjikan akan mendapat pemahaman mengenai prinsip dasar dalam bersosialisasi serta relevansinya di era digital menurut Dale Carnegie.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan penulisan yang mudah dipahami, konteks yang disampaikan pun sangat luas, tidak hanya terpaku pada lingkup lapangan pekerjaan. Sesuai dengan judulnya, banyak sekali poin penting yang dapat kita implementasikan secara langsung di kehidupan sehari-hari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Grit: The Power of Passion And Perseverance: Kekuatan Passion + Kegigihan &ndash; Angela</strong></span><span><strong>&nbsp;Duckworth</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Buku karya Angela</span><span>&nbsp;Duckworth ini, pertama kali diterbitkan pada tahun 2016. Isinya ditulis berdasarkan penelitian penulis melalui wawancara dengan orang-orang berprestasi serta melalui pengalamannya sendir</span><span>i.</span><span>&nbsp;Sehingga tak heran, apabila buku ini banyak mengisahkan kesuksesan seseorang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&lsquo;Kalau manusia dilahirkan setara, mengapa ada orang yang sangat sukses dan ada juga orang yang selalu gagal?&rsquo; Kutipan tadi bisa kamu temukan jawabannya melalui buku milik Angela Duckworth. Kalau kamu ingin menemukan cara agar bisa konsisten dalam mencapai tujuan, buku yang satu ini wajib kamu baca.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari kelima buku yang<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>rekomendasikan tadi, apakah ada yang sudah kamu baca? Kelima rekomendasi tadi bisa jadi <em>list</em> membacamu mulai minggu depan, <em>nih</em>. Selamat menjalankan ibadah puasa, ya!<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>lav/sya/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertukaran Mahasiswa Merdeka Akan Hadir, Sudah Siap Mendaftar? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertukaran-mahasiswa-merdeka-akan-hadir-sudah-siap-mendaftar/baca </link>
<guid> pertukaran-mahasiswa-merdeka-akan-hadir-sudah-siap-mendaftar </guid>
<pubDate> Mon, 04 Apr 2022 05:51:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PMM mudahkan mahasiswa yang ingin belajar lintas kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertukaran-mahasiswa-merdeka-akan-hadir-sudah-siap-mendaftar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PYRQv5s5gi.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pertukaran Mahasiswa Merdeka Akan Hadir, Sudah Siap Mendaftar?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Kampus Merdeka kembali membuka pendaftaran Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Kesempatan ini ditujukan untuk belajar lintas kampus baik dalam maupun luar daerah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melansir dari laman<span>&nbsp;</span></span><span><em>dikti.kemdikbud.go.id</em></span><span>, Erwin Tobing Ketua Project Management Office Kampus Merdeka menyampaikan bahwa</span><span>&nbsp;di tahun<span>&nbsp;</span></span><span>ini</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>P</span><span>MM</span><span>&nbsp;akan memulai pendaftaran pada 1</span><span>&nbsp;hingga<span>&nbsp;</span></span><span>25 Juni 2022 bagi 20 ribu mahasiswa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Persyaratan Mendaftar</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk dapat mengikuti program tersebut, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa. Di antaranya, merupakan mahasiswa S-1 non vokasi yang aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN maupun PTS di seluruh tanah air.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non akademik tingkat daerah/nasional/internasional dengan dibuktikan dengan dokumen yang sah. Mempunyai kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif, dan inovatif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak pernah dikenakan sanksi akademik maupun non akademik pada perguruan tinggi pengirim. Bersedia menaati seluruh ketentuan tertulis pada buku Pedoman Operasional Baku (POB) program PMM. Terakhir, mendapatkan rekomendasi dari perguruan tinggi asal dan izin orang tua/wali.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pengalaman mahasiswa Unmul saat dalam PMM</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait syarat administrasi<span>&nbsp;</span></span><span>kala</span><span>&nbsp;mengurus pendaftaran, Halisa Nor Putri Maulidha, mahasiswi FKIP pro</span><span>gram studi (Prodi)</span><span>&nbsp;Pendidikan Bahasa Inggris turut membagikan pengalamannya saat mengikuti program P</span><span>MM</span><span>&nbsp;angkatan pertama kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Jumat (1/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>M</span><span>eski syarat administrasi dijanjikan akan dibantu oleh Prodi, nyatanya Halisa mendapati pihak jurusan yang kurang mengerti mengenai sistem dan alur pendaftaran. Sehingga pencarian informasi kala itu ia lakukan sendiri untuk menangani berbagai kendala yang hadir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kan UKT kami dibiayai juga dan pendaftaran waktu itu bersamaan dengan bulan pembayaran UKT di Unmul, kendalanya adalah aku harus mengurus terlebih dahulu surat penundaan pembayaran UKT, dan itu lumayan ribet tapi tetap dibantu oleh staf kampus,&rdquo; jelas Halisa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>K</span><span>endala lain datang dari mandeknya distribusi uang saku program PMM. Berdasarkan keterangan Halisa, meski nominal yang diberikan tidak berkurang, keterlambatan tersebut juga jadi momok yang kerap terjadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Yang harusnya diberikan di awal bulan, ternyata telat. Bahkan ada mahasiswa dari universitas lain yang sampai sekarang pembiayaan tersebut belum turun. Masalah utamanya itu karena bisa jadi dari kampus mereka yang kurang<span>&nbsp;</span></span><span><em>aware</em></span><span>&nbsp;sama program tersebut,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, beberapa manfaat yang dijanjikan, seperti kesempatan mengeksplorasi pengetahuan dan kemampuan di lapangan, mempelajari keberagaman budaya nusantara, hingga memperluas jaringan di luar program studi atau kampus asal kian menambah antusias mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini pula yang dirasakan langsung oleh Halisa. Menurutnya program tersebut sukses<span>&nbsp;</span></span><span>menambah relasinya dari berbagai macam daerah. Selain itu</span><span>,</span><span>&nbsp;modul nusantara untuk mempelajari budaya dan adat istiadat dari mahasiswa lain juga didapatkannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Berhubung waktu itu aku mengambil di Universitas Pasundan Bandung, jadinya aku mempelajari budaya</span><span>-</span><span>budayanya Bandung itu seperti apa. Karena tertarik dengan Bahasa Korea, aku juga ada mengambil mata kuliah Bahasa Korea di Universitas Indonesia.</span><span>&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Karena dilangsungkan di tengah kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), bantuan dana untuk pembelian kuota internet tak luput diberikan.<span>&nbsp;</span></span><span>&ldquo;A</span><span style="background-color: transparent;">khirnya program ini dilaksanakan secara <em>online</em> bersamaan dengan Modul Nusantara yang &nbsp;salah satu kegiatannya mengunjungi tempat yang mengandung nilai budaya di daerah tersebut.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi sebenarnya, kesempatan yang sekarang ini</span><span>&nbsp;enggak</span><span>&nbsp;bisa dilewatkan, apalagi jika program ini dilaksanakan secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em></span><span>,&rdquo; tutupnya.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>rvn/jhr/lel/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM KM Belum Dilantik, Pendataan Maba SNMPTN Tingkat Fakultas Terhambat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-belum-dilantik-pendataan-maba-snmptn-tingkat-fakultas-terhambat/baca </link>
<guid> bem-km-belum-dilantik-pendataan-maba-snmptn-tingkat-fakultas-terhambat </guid>
<pubDate> Wed, 06 Apr 2022 04:40:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Buah dari belum dilantiknya BEM KM Unmul 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-km-belum-dilantik-pendataan-maba-snmptn-tingkat-fakultas-terhambat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GWRpi6l3MH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM KM Belum Dilantik, Pendataan Maba SNMPTN Tingkat Fakultas Terhambat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Carut-marut Pemira Unmul 2021 berakhir dengan saling klaim kedua Paslon pada kongres yang berbeda. (Baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-2021-dua-paslon-saling-mengaku-jadi-presiden-bem-km/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1649223221100150%26amp;usg%3DAOvVaw1C3CAE0ldJhUbOqUl4GOr-&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1649223221116719&amp;usg=AOvVaw1EIqaje0eLG-aQhxmRBgDx"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-2021-dua-paslon-saling-mengaku-jadi-presiden-bem-km/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-2021-dua-paslon-saling-mengaku-jadi-presiden-bem-km/baca</a></span><span>).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelantikan pengurus BEM KM Unmul 2022 pun belum terlaksana hingga saat ini. Buntutnya termasuk pada proses pendataan mahasiswa baru (maba) yang tengah berlangsung oleh BEM fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) secara resmi diumumkan pada Selasa, 29 Maret lalu. Sejumlah BEM fakultas di Unmul alami dinamika tersendiri saat melakukan pendataan maba yang lolos SNMPTN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satunya datang dari BEM FH. Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Senin (4/4) lalu, Tiyo Saputra, Menteri Kaderisasi BEM FH Unmul mengaku sulit menjaring maba SNMPTN lantaran tidak adanya Posko Maba tingkat universitas, seperti tahun sebelumnya. Ia turut membagikan pengalamannya sebagai maba pada 2020. Baginya, keberadaan Posko Maba ketika itu memudahkan untuk menampung maba sebelum akhirnya dikelompokkan dalam setiap fakultas masing-masing.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seharusnya dirampungkan ke dalam grup tingkat universitas terlebih dahulu sebelum akhirnya diberikan informasi bahwa mereka harus bergabung ke dalam grup yang di-</span><span><em>handle</em></span><span>&nbsp;oleh tingkat fakultas masing-masing. Mengingat registrasi ulang pertama mereka adalah ke tingkat universitas, baru ke fakultas mereka.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanpa campur tangan dari BEM KM Unmul, BEM FH berupaya secara mandiri dalam melakukan proses pendataan maba FH. Strategi yang diterapkan untuk menjaring maba secara efektif, menurut Tiyo, dengan melakukan propaganda media sosial berupa penyebaran<span>&nbsp;</span></span><span><em>flyer</em></span><span>&nbsp;informasi hadirnya posko maba.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan bantuan dari rekan-rekan Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum yang senantiasa membantu penyebaran <em>flyer</em> posko di semua media sosial yang aktif digunakan, bahkan dibantu juga oleh beberapa alumni serta mahasiswa baru yang sudah melaporkan diri dan bergabung ke dalam grup Mahasiswa Baru Fakultas Hukum tahun 2022,&rdquo; syukur Tiyo.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Posko<span>&nbsp;</span></span><span>Daring M</span><span>aba yang disiapkan BEM FH sendiri, nilai Tiyo masih kurang maksimal. BEM KM Unmul berperan besar dalam mempermudah proses pendataan maba dengan lebih efektif. Ia berharap polemik kepemimpinan BEM KM segera mendapat kejelasan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Slamet Riyadi, Menteri KPSDM BEM FISIP mengaku penjaringan maba masih dapat diatasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Layaknya BEM FH, BEM FISIP turut melakukan pendataan maba dengan melalui media sosial seperti Instagram. Mengingat saat ini segala aktivitas akademik masih dilaksanakan secara daring, utamanya FISIP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski sempat terjadi kendala dalam upaya penyebaran informasi agar sampai kepada seluruh mahasiswa SNMPTN FISIP, Slamet mengungkap historis BEM FISIP yang sejak dahulu memang tak berafiliasi dengan BEM KM dalam proses penjaringan maba FISIP.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain dari persoalan SK yang perlu rampung oleh rektorat, diharapkan juga ketika nanti sudah dilantik perlu adanya pengorganisian kembali oleh BEM KM dalam menjaring BEM fakultas,&rdquo; harapnya pada Minggu (3/4).</span></p><p><span><strong>Maba SNMPTN Unmul</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Dinamika penerimaan maba ini, tentu turut dirasakan oleh para maba jalur SNMPTN yang tengah bergulat dengan proses pengurusan berkas. Kent Raymond L, maba Prodi Pendidikan Bahasa Inggris mengaku tidak tahu-menahu soal BEM pada awalnya. Segala akses informasi ia dapatkan melalui arahan dari laman LTMPT yang dibantu oleh guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlebih informasi yang turut didapatkan dari Instagram Unmul, bagi Kent, belum banyak membantu. Kesulitan dalam mengurus berkas administrasi ini lantaran minimnya arahan yang diberikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bisa dibilang saya sangat<span>&nbsp;</span></span><span><em>clueless</em></span><span>&nbsp;dalam proses pengurusan ini. Nanti masih mau dipertanyakan, jadi sementara (berkasnya) belum diproses,&rdquo; ungkapnya Minggu (3/4) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Kent, Rieffal &nbsp;Rendra Nugraha maba Fahutan juga tidak mengetahui adanya BEM fakultas yang berperan membantu proses pemberkasan. Turut dibantu guru BK di sekolah, Rieffal kemudian terhubung dengan posko informasi maba melalui akun Instagram <em>@</em></span><span><em>sylva_mulawarman</em>.<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari informasi yang diberikan mereka memfasilitasi grup WA,&quot; tulisnya melalui pesan WhatsApp pada Senin (4/4) lalu.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>afr/dre/mar/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tolak Wacana Tiga Periode, Aliansi Mahakam Gelar Aksi di DPRD Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-wacana-tiga-periode-aliansi-mahakam-gelar-aksi-di-dprd-kaltim/baca </link>
<guid> tolak-wacana-tiga-periode-aliansi-mahakam-gelar-aksi-di-dprd-kaltim </guid>
<pubDate> Wed, 06 Apr 2022 09:31:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahakam gelar aksi di depan DPRD Kaltim. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-wacana-tiga-periode-aliansi-mahakam-gelar-aksi-di-dprd-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JojoEE4TKV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tolak Wacana Tiga Periode, Aliansi Mahakam Gelar Aksi di DPRD Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Bergulirnya wacana nasional soal tiga periode Jokowi yang berimbas pada penundaan Pemilu, serta kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN), menyulut protes mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Menggugat atau Aliansi Mahakam. Aksi itu dilangsungkan pada Rabu, 6 April 2022 setelah sehari sebelumnya melakukan konsolidasi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berlangsung di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, aksi ini tak hanya datang dari mahasiswa Unmul. Sejumlah almamater lain tampak mengisi deretan massa aksi. Hingga aksi berlangsung, diketahui terdapat tiga puluh lembaga yang menyatakan diri bergabung, serta civitas academica, di antaranya dosen FH Unmul dan dosen Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (Untag) yang bersatu padu dalam gerakan siang itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun tiga poin tuntutan itu,&nbsp;</span><span><em>pertama,</em></span><span><em>&nbsp;</em>menolak dan membatalkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM).</span><span>&nbsp;<em>Kedua,</em></span><span><em>&nbsp;</em>menolak dan membatalkan kenaikan PPN.<em>&nbsp;</em></span><span><em>Ketiga,</em></span><span>&nbsp;menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan Pemilu 2024. Pasalnya, wacana ini terus bergulir tanpa pernyataan tegas presiden untuk menolak perpanjangan masa jabatan. Terlebih kenaikan BBM menyulitkan kondisi masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami meminta pihak DPRD, terkhusus Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kaltim menemui kami, untuk bisa berdialog, berdiskusi, dan menyatakan sikap tegas bahwasannya DPRD Kaltim menolak dan memberikan sebuah sifat rekomendasi atas dasar tiga poin tuntutan yang kami bawa,&rdquo; sebut</span><span>&nbsp;Arya, mahasiswa Hukum Untag selaku Humas Aksi Aliansi Mahakam saat diwawancara awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa,</em></span><span><em>&nbsp;</em>Rabu (6/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Antusias teman-teman melakukan konsolidasi kemarin hingga turun lapangan sangat saya apresiasi. Artinya semangat untuk membawa suara masyarakat Indonesia sangat luar biasa. Di bulan suci Ramadan tidak mengurangi semangat saya untuk ikut berpartisipasi di aksi ini,&rdquo; ujar Alwi Andani, massa aksi yang merupakan anggota Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Sylva.</span><span>&nbsp;</span><em style="font-weight: bold;">(vyl/rst)</em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Agenda Ramadan Organisasi Mahasiswa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-agenda-ramadan-organisasi-mahasiswa-unmul/baca </link>
<guid> semarak-agenda-ramadan-organisasi-mahasiswa-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 07 Apr 2022 09:07:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ormawa Unmul adakan beragam agenda di bulan suci Ramadan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-agenda-ramadan-organisasi-mahasiswa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uaJ1pCKTgb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Agenda Ramadan Organisasi Mahasiswa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Memasuki Ramadan, umat muslim berbondong-bondong menyambut datangnya bulan suci ini. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan selama Ramadan, seperti buka puasa bersama, berbagi takjil, hingga sahur</span><span>&nbsp;<em>on the road</em></span><span>. Lantas, bagaimana dengan kegiatan selama Ramadan di Unmul?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Jumat (1/4) melalui pesan WhatsApp, Syahrul Rozi selaku ketua umum UKM Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) membeberkan agenda yang telah dirancang Pusdima untuk bulan puasa tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ramadan di kampus bersama Pusdima ada beberapa kegiatan di dalamnya, seperti<span>&nbsp;</span></span><span><em>starter</em>&nbsp;<em>pack</em></span><span>&nbsp;(kegiatan pra-ramadan),<span>&nbsp;</span></span><span><em>grand opening</em></span><span>, buka puasa dan sahur selama ramadan, kajian ramadan, Pusdima berbagi, tadarus dan<span>&nbsp;</span></span><span>nuzulul qur&rsquo;an</span><span>, yang dibarengi milad Pusdima dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>grand closing</em></span><span>,&rdquo; ungkap Syahrul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menyebut, agenda tersebut bertujuan untuk memeriahkan bulan suci Ramadan, mengambil semangat, dan pahala kebaikan, serta dalam rangka menyemarakkan hari jadi Pusdima Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Pusdima sedang membuka peluang bagi yang ingin berdonasi untuk berkontribusi dalam kegiatan kebaikan di bulan Ramadan di tahun ini, bisa dalam bentuk donasi uang, ataupun berupa makanan berbuka dan sahur,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agenda yang bertempat di Masjid Al-Fatihah Unmul ini nantinya mengundang seluruh civitas academica Unmul juga masyarakat sekitar untuk hadir. Syahrul berharap agar semua yang menjalankan ibadah puasa dapat memaksimalkan Ramadan tahun ini dengan maksimal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Semarak Ramadan juga datang dari Lembaga Dakwah (LD) Al-Mizan FH. Rizal, ketua umum LD Al-Mizan mengungkap rancangan agenda Ramadan yang akan terlaksana mulai dari buka puasa bersama, acara khatam al-Qur&rsquo;an, dan berbagi takjil.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;InsyaAllah akan dilaksanakan di dalam kampus dan juga di luar kampus</span><span>,&rdquo;</span><span>&nbsp;bebernya kepada</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>, Jumat</span><span>&nbsp;</span><span>(1/4) lalu lewat pesan Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agenda yang menargetkan pengurus LD Al-Mizan dan civitas academica FH ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi. Apalagi kondisi pandemi beberapa tahun ke belakang sempat menjadi hambatan tersendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di tahun sebelumnya kita dibatasi dalam melakukan kegiatan Ramadan namun pada Ramadan ini kita sudah bisa lakukan agenda-agenda agar silaturahmi antar pengurus dan pembina tetap terjalin,&rdquo; kuncinya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>afr/ash/nkh)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antara Luring dan Daring: Meninjau Perkuliahan Selama Ramadan di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antara-luring-dan-daring-meninjau-perkuliahan-selama-ramadan-di-unmul/baca </link>
<guid> antara-luring-dan-daring-meninjau-perkuliahan-selama-ramadan-di-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 08 Apr 2022 06:27:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FISIP kembali daring, sementara Fahutan dan FIB masih laksanakan perkuliahan luring. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antara-luring-dan-daring-meninjau-perkuliahan-selama-ramadan-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Csl17f38q6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Antara Luring dan Daring: Meninjau Perkuliahan Selama Ramadan di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Memasuki Ramadan, Unmul mengeluarkan informasi kegiatan akademik mahasiswa utamanya terkait perubahan jam perkuliahan. Di setiap fakultas menyesuaikan dengan menerbitkan kebijakannya masing-masing. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terpantau oleh <em>Sketsa,&nbsp;</em>FISIP salah satu fakultas yang masih ajek dengan sistem perkuliahan daring. Itu tertulis pada surat edaran perpanjangan perkuliahan daring yang ditetapkan mulai tanggal 4 hingga 29 April 2022.&nbsp;</span><span>Sonya Soraya Ghazlina, mahasiswi Administrasi Publik 2020 ketika dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (5/4) lalu beri tanggapan. Tuturnya perpanjangan perkuliahan daring di FISIP bukan suatu masalah besar dan jika mengingat Ramadan, justru menghemat energi ketika berpuasa. Namun, perkuliahan daring yang terus-menerus tak ayal membuatnya jenuh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ditambah dengan adanya jadwal yang suka berubah secara tiba-tiba. Pesan saya mesti ada persiapan yang jelas dan harus minim (meminimalisir jadwal yang) serba dadakan, baik perubahan jadwal misalnya dan sejenisnya karena hal itu merugikan mahasiswa,&quot; pesan Sonya mengenai&nbsp;</span><span>perubahan jadwal saat perkuliahan luring yang sempat digelar FISIP sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Perkuliahan di fakultas lain</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lain hal dengan perkuliahan di Fahutan, yang telah melaksanakan perkuliahan luring secara penuh. Perkuliahan daring diketahui tidak lagi berjalan sejak Februari lalu. Terkait surat edaran terbaru perpanjangan kuliah luring, Dewi Anggraeni mahasiswi Ilmu Kehutanan 2020 mengaku belum menerimanya. Akan tetapi perkuliahan tetap berjalan seperti biasanya, bahkan perubahan jadwal memasuki bulan Ramadan tidak terjadi di Fahutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejauh ini tidak ada kembali kenaikan angka yang terkonfirmasi positif. Sehingga perkuliahan <em>offline</em> tetap berjalan seperti biasanya,&rdquo; terangnya pada Rabu (6/4) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beralih ke FIB, surat edaran perpanjangan perkuliahan luring telah terbit tertanggal 4 April hingga 18 April mendatang. Ghilman Rafi&rsquo;uddin mahasiswa Sastra Inggris 2021 menyebut, FIB menjalankan perkuliahan secara <em>hybrid</em> atau luring terbatas. Itu dikarenakan perkuliahan luring tiga minggu sebelumnya, FIB turut menyelenggarakan perkuliahan daring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;70 persen kelas yang saya ikuti melaksanakan perkuliahan secara daring, baik disebabkan oleh dosen yang berhalangan pada waktu mengajar dan penyebab lainnya,&quot; kisahnya pada Selasa</span><span>&nbsp;(5/4) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Ghilman perpanjangan perkuliahan luring terbatas di FIB itu merupakan transisi menuju perkuliahan luring maksimal. Dosen dan staf akademik terangnya tentu memantau kondisi lapangan terlebih dahulu sebelum melaksanakan perkuliahan secara luring total.</span></p><p style="text-align: justify;">Sejumlah kebijakan yang diterapkan FIB, seperti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, syarat vaksinasi atau tes PCR, hingga ditiadakannya kegiatan non akademik hingga 30 April mendatang bagi Ghilman cukup untuk mencegah penularan kasus baru di lingkungan FIB. &nbsp;<strong><em>(</em><em><span>tha/vdh/rid/sya/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dunia Ajo dan Iteung dalam Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/dunia-ajo-dan-iteung-dalam-seperti-dendam-rindu-harus-dibayar-tuntas/baca </link>
<guid> dunia-ajo-dan-iteung-dalam-seperti-dendam-rindu-harus-dibayar-tuntas </guid>
<pubDate> Fri, 08 Apr 2022 07:26:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Asmara dan konflik dalam film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/dunia-ajo-dan-iteung-dalam-seperti-dendam-rindu-harus-dibayar-tuntas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tY3DDlmlHV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dunia Ajo dan Iteung dalam Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Film ini merupakan alih wahana dari novel karya Eka Kurniawan, dengan judul yang sama pula. Pada 1 April lalu, film ini disiarkan di platform Netflix, versi Inggrisnya berjudul<span>&nbsp;</span></span><span><em>Vengeance is Mine, All Others Pay Cash</em></span><span><em>.</em><span><em>&nbsp;</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Cerita bermula dari Ajo Kawir (diperankan oleh Marthino Lio), pemuda dari Bojongsoang yang impoten&mdash;</span><span><em>burungnya tak bisa ngaceng</em></span><span>. Sebab tak bisa<span>&nbsp;</span></span><span><em>ngaceng</em></span><span>, Ajo jadi dekat dengan kekerasan, setidaknya hal itu bisa jadi alasan di balik hasratnya yang ingin terus bertarung: karena ketidakmampuan penisnya ereksi, &lsquo;masa depannya&rsquo; seperti buram.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Edwin, sang sutradara, mengemas Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas dengan apik, berani, sekaligus surealis. Film berdurasi 1 jam 54 menit ini menyuguhkan isu<span>&nbsp;</span></span><span><em>toxic&nbsp;</em><em>masculinity</em></span><span>. Serta bagaimana orde baru digambarkan dengan balutan kekerasan. Sinematografinya khas 80 hingga 90-an, dialog dibuat baku, dan segala properti mendukung era tersebut; fesyen Ajo dan Iteung (Ladya Cheryl), motor bebek yang bising, musik, dan<span>&nbsp;</span></span><span>furnitur</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hidup Ajo yang penuh pertarungan itu perlahan berubah, saat ia bertemu petarung lain, Iteung. Nyatanya pertarungan sengit antara Iteung, seorang pesuruh rentenir beken di kampungnya dengan Ajo bisa bermuara pada kisah romansa. Iteung menyatakan cinta pada Ajo lewat lagu, salam, dan untaian kata di radio. Ajo bukannya tak tahu, namun enggan membalas karena gengsi setengah mati ia impoten. Di mana harga dirinya ketika harus membalas cinta Iteung?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Iteung mendatanginya, mereka bertarung lagi.<span>&nbsp;</span></span><span><em>&ldquo;Aku mencintaimu, Iteung. Tapi apa yang akan kau lakukan terhadap lelaki yang tak bisa ngaceng?&rdquo;</em><span>&nbsp;</span></span><span>dialog itu menohok betul. Iteung balas bercakap, ia mau menikah dengan Ajo. Pada novelnya, banyak pemeran diceritakan Eka Kurniawan dengan cermat, seperti Tokek kawan Ajo, Iwan Wangsa, Wa Sami, Jelita, Rona Merah, Budi Baik, hingga Paman Gembul. Di filmnya, difokuskan hanya untuk Ajo dan Iteung, meski pemeran lain juga diceritakan untuk membangun alur, tetapi Edwin memangkasnya dengan porsi cukup, agar romansa dua insan ini tak kehilangan suara dan kompleksitasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ajo dan Iteung adalah dua contoh korban kekerasan seksual. Burung yang tak bisa<span>&nbsp;</span></span><span><em>ngaceng</em></span><span>&nbsp;itu punya cerita pelik masa kecil Ajo yang melihat Rona Merah&mdash;perempuan sinting yang diperkosa dua aparat di rumahnya. Sedangkan Iteung korban mesum gurunya semasa sekolah, membuatnya sulit mengendalikan birahi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dekatnya mereka pada dunia kekerasan menjadi cara tersendiri memeroleh keadilan untuk kelas sosial menengah ke bawah seperti mereka. Di novelnya, Eka vulgar menuliskan kisah dari penokohan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dunia Ajo dan Iteung dalam film ini adalah dunia yang penuh penggambaran soal stigma. Laki-laki dinilai dari kekuatannya, perempuan dinilai dari lemah lembutnya. Namun, kondisi mereka seolah mendobrak stigma itu. Iteung yang suka berkelahi itu, bagaimanapun, adalah perempuan sepenuhnya. Ajo yang sepatutnya bisa jadi cermin maskulinitas, tak terlepas dari kekerasan seksual dan bias gender di masyarakat, dan ia bagaimanapun tetap laki-laki, kan?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, hadirnya relasi kuasa menambah bumbu dari film ini.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Ya, tentu saja, kekerasan seksual tak bisa lepas dari relasi kuasa</em>.</span><span>&nbsp;Untuk menikahi Iteung saja, Ajo tetap menerima tawaran Paman Gembul agar menghabisi si Macan. Paman Gembul, tokoh yang cukup berkuasa di film itu digambarkan lewat cara bicaranya yang lembut. Padahal punya maksud licik untuk menyingkirkan orang yang tak disukanya. Ia juga oportunis, memanfaatkan momentum &lsquo;tak berpunya&rsquo; dari orang sekelilingnya untuk dijadikan pesuruh, termasuk Ajo, yang butuh uang untuk kawin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Paman Gembul yang berduit itu, mampu menyetir rumah tangga Ajo dan Iteung sebelum dan sesudah mereka menikah. Dua aparat yang memperkosa, Budi Baik kawan tarung Iteung, juga merupakan gambaran dari relasi kuasa. Mereka yang merasa punya kendali, terus mengubrak-abrik kehidupan dari mereka yang rentan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada sisi surealis, Jelita dimunculkan. Saat terpisah dari Iteung, Ajo jadi sopir truk pengangkut barang. Iteung membalaskan dendam pada dua aparat agar suaminya bisa kembali ereksi sepulangnya nanti. Namun, di sela memendam rindu itu, Jelita perempuan buruk rupa hadir jadi penumpang truk Ajo. Di filmnya, Jelita juga datang dari antah-berantah, yang pada akhirnya mampu membuat Ajo ereksi. Beberapa penikmat film ini bilang, mungkin saja Jelita perwujudan dari Rona Merah, yang mau membalaskan dendam.</span></p><p style="text-align: justify;">Bisa jadi. Sebab di akhir cerita, Jelita lenyap bagai hantu sesudah membuat Ajo terangsang, dan muncul secara tiba-tiba membunuh Paman Gembul, yang semasa orde baru dekat dengan aparat dan ada kaitannya dengan penembak misterius&ndash;<em>yang membunuh suami Rona Merah dan membuatnya gila</em>.<span>&nbsp;</span>Menonton sajalah, dan beri penilaianmu sendiri.<span>&nbsp;</span><em><strong><span>(rst/nkh)</span><span>&nbsp;</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 48 Buka Pendaftaran, Usung Tema Desa Mandiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-48-buka-pendaftaran-usung-tema-desa-mandiri/baca </link>
<guid> kkn-48-buka-pendaftaran-usung-tema-desa-mandiri </guid>
<pubDate> Sat, 09 Apr 2022 05:44:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LP2M buka pendaftaran KKN 48 Unmul 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-48-buka-pendaftaran-usung-tema-desa-mandiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N6AXqcxTFS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 48 Buka Pendaftaran, Usung Tema Desa Mandiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 48 tahun 2022 resmi dibuka. Sebagaimana tertuang pada surat edaran nomor 284/UN17.LI/TU/2022 yang dikeluarkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman pada tanggal 31 Maret 2022. Pendaftaran dibuka mulai tanggal 4 April hingga 12 April 2022 mendatang melalui laman<span>&nbsp;</span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://kkn.unmul.ac.id/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1649486290712780%26amp;usg%3DAOvVaw3ilKZOcwCkLHrnubsqYSk8&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1649486290742103&amp;usg=AOvVaw17ATv4o2EXe_jkUEvQK8dc"></a><a href="https://kkn.unmul.ac.id/">https://kkn.unmul.ac.id/</a>.</p><p style="text-align: justify;"><span>Pandemi yang belum sepenuhnya berakhir ini, tak banyak mengubah sistem<span>&nbsp;</span></span><span>KKN angkatan 48 dengan yang sebelumnya. Dil</span><span>aksanakan secara kombinasi antara daring dan luring, m</span><span>ahasiswa hanya diperkenankan memilih lokasi domisilinya saat mendaftar. Sebab akan meminimalisir perpindahan mahasiswa dari satu tempat ke tempat lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan secara luring pun memungkinkan untuk dilaksanakan dengan pertimbangan lokasi KKN yang sama dengan domisilinya dan mematuhi protokol kesehatan (5M).<span>&nbsp;</span></span><span>Dengan dua jenis KKN yakni Reguler dan Tematik, program pengabdian ini dijadwalkan terlaksana pada rentang 20 Juni hingga 4 Agustus 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengusung tema Desa Mandiri, KKN Reguler tersebut diikuti dengan delapan sub tema: Mandiri Pangan, Mandiri Energi Lingkungan, Mandiri Budaya, Mandiri Teknologi, Mandiri Ekonomi, Mandiri Birokrasi, Mandiri Pariwisata, dan Mandiri Pendidikan. Sementara pada KKN Tematik, dibagi menjadi enam kluster: Tertib Birokrasi, Lingkungan dan Energi, E-Learning dan Digitalisasi, Pariwisata Kearifan Lokal dan Ekraf, Kesehatan dan Pangan, hingga UMKM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sejumlah mahasiswa yang memenuhi syarat, diketahui telah mendaftar. Venna Yolanda, mahasiswi Prodi Manajemen FEB salah satunya. Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (6/4) lalu, Venna menilai koordinasi dari pihak fakultas sudah cukup baik. Itu dikarenakan kesigapan pihak fakultas meneruskan informasi terbaru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun menurutnya, KKN luring secara penuh lebih baik untuk diterapkan mengingat angka penularan Covid-19 telah melandai dan status zona hijau untuk beberapa kota di Kalimantan Timur.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kita benar-benar bisa terjun langsung ke masyarakat dengan aksi nyata dan bisa berkomunikasi langsung. Sehingga, ide-ide dan program kerja yang yang kita buat itu dapat terealisasi dengan lebih efektif dan lebih tepat sasaran, seperti itu.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bersiap mengabdi lewat KKN 48, Venna berharap ini dapat menjadi bekalnya untuk lebih mengenal lingkungan dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Lewat KKN ini pula ia berharap bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu perkuliahan sehingga siap untuk terjun ke masyarakat saat lulus kuliah nanti. Untuk kelancaran penyelenggaraan KKN, ia berharap kejelasan dan kemudahan informasi dari pihak penyelenggara dapat berlangsung dengan baik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Venna, Yola Desty Mahasiswi Prodi Statistika Fakultas MIPA justru mengaku tak mendapat informasi dari pihak fakultas. Secara mandiri ia memperoleh informasi melalui Instagram KKN 48 Unmul. Sama hal dengan Venna, ia menganggap pelaksanaan secara luring lebih baik untuk diterapkan dengan pertimbangan keleluasaan berinteraksi dengan warga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tetapi karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk luring secara keseluruhan, saya setuju diadakan secara kombinasi karena masih dapat berinteraksi dengan masyarakat pada saat penempatan nantinya walaupun akan diselingi dengan keadaan daring,&rdquo; sahutnya, Kamis (7/4) lalu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Yola harap KKN nantinya dapat berjalan lancar meski masih menyesuaikan kondisi. Berbagai pengalaman berharga saat mengabdi ia nantikan. <i><b>(kya/jla)</b></i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Workshop Himaksi: Cara Maksimalkan Potensi di Era Digital </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/workshop-himaksi-cara-maksimalkan-potensi-di-era-digital/baca </link>
<guid> workshop-himaksi-cara-maksimalkan-potensi-di-era-digital </guid>
<pubDate> Mon, 11 Apr 2022 09:22:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Himaksi menggelar lokakarya daring dengan tajuk "Make Over With Canva, Membangun Self Improvement di Media Sosial". </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/workshop-himaksi-cara-maksimalkan-potensi-di-era-digital/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AuCUfuZbf1.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Workshop Himaksi: Cara Maksimalkan Potensi di Era Digital</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;-</strong> Sabtu (9/4) lalu, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) menggelar lokakarya daring melalui platform Zoom Meeting. Workshop Himaksi (Workshi) yang bertajuk &quot;Make Over with Canva, Membangun Self Improvement di Media Sosial&quot; ini menghadirkan Nerry Supanji sebagai seorang Content Creator Digital.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agenda yang dimulai sejak pukul 13.30 Wita dibuka dengan sapaan hangat dari ifal selaku pewara. Sambutan demi sambutan tak luput menghiasi layar perangkat masing-masing partisipan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu sambutan datang dari Rina Juwita selaku Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi. Sebagai makhluk visual, ia setuju bahwa segala hal yang dilihat oleh manusia sedikit banyak akan mempengaruhi impresi seseorang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemampuan menarik atensi warganet pada media sosial, website, maupun blog pribadi tentunya menjadi penting. Utamanya di tengah gempuran penggunaan media sosial saat ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Banyak di antara kita itu, aktif menggunakan setidaknya satu media sosial (mulai) dari Facebook, Pinterest dari berbagai macam media sosial,&quot; papar Rina mengawali.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan FISIP Unmul, Muhammad Noor. Sapa dan apresiasi ia sampaikan melalui kesempatan tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Mereka yang tidak mau atau tidak bisa mencoba untuk terlibat dalam dunia digital, perlahan-lahan akan terlempar.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya ia menegaskan belajar dan memahami proses perkembangan digitalisasi kian penting. Sebab hal tersebut menyangkut hampir di seluruh aspek kehidupan. Apalagi Canva merupakan salah satu aplikasi yang akrab menjadi andalan untuk berbagai konten di era digitalisasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;</span><span>Minggu (10/4), Tommy Febrian selaku ketua panitia acara Workshi mengungkap, acara tersebut dipersiapkan sekitar sebulan lamanya sejak 15 Maret lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai rapat untuk koordinasi sesama panitia rutin mereka lakukan. Kendala selama persiapan pun tak luput ia jumpai. Tommy mengungkap, minimnya keaktifan dari masing-masing anggota panitia cukup menyulitkan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapannya para peserta bisa meningkatkan skill mereka untuk men-<em>design</em> di Canva, <em>skill</em> yang sangat dibutuhkan untuk membangun &nbsp;<em>self improvement</em> di media sosial yang menjadi tempat kita mengekspresikan diri,&quot; kuncinya. <strong>(<em>ani/nkh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembali Menggugat Wacana Tiga Periode </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-menggugat-wacana-tiga-periode/baca </link>
<guid> kembali-menggugat-wacana-tiga-periode </guid>
<pubDate> Mon, 11 Apr 2022 12:36:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahakam turut ramaikan aksi nasional yang digelar serentak menyikapi perpanjangan jabatan presiden. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-menggugat-wacana-tiga-periode/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xrxGC2reGC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kembali Menggugat Wacana Tiga Periode</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;Usai melakukan aksi Rabu, 6 April lalu, mahasiswa dari berbagai universitas menyambangi DPRD Kaltim. Seruan aksi kembali berlangsung pada Senin (11/4), yang juga menjadi kegiatan serentak mahasiswa di berbagai kota di Indonesia. Di Samarinda, aksi ini berlangsung sejak pukul 14.00 WITA. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-wacana-tiga-periode-aliansi-mahakam-gelar-aksi-di-dprd-kaltim/baca">Aliansi Mahakam Menggugat</a>)</span></p><p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dari aksi sebelumnya, <span>tiga poin tuntutan yang sama terus disuarakan. Di antaranya menolak dan membatalkan kenaikan BBM, menolak dan membatalkan kenaikan PPN, serta menolak dan membatalkan perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024. Tidak diresponsnya tiga poin tuntutan pada aksi Rabu lalu, turut menjadi pemicu semangat mahasiswa memadati jalanan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gerakan mahasiswa ini bukan hanya sekadar seremonial ataupun sebuah pernyataan yang memberikan kerugian terhadap masyarakat, tetapi kami justru membawa dasar agar bisa membawa perubahan, minimal sebuah pengawalan terhadap poin tuntutan yang harus diberikan oleh pihak DPRD ke pusat untuk diberikan sebuah rekomendasi,&rdquo; terang Arya, Humas Aksi saat diwawancara awak <em>Sketsa</em>, Senin (11/4).</p><p style="text-align: justify;"><span>Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi telah menampik dan menanggapi bahwa dirinya enggan memperpanjang masa jabatan dan Pemilu tetap dilaksanakan pada 2024 mendatang. Namun, pernyataan untuk mematuhi konstitusi itu dianggap tak tegas. Menanggapi hal itu, Muhammad Ilham, salah satu massa aksi beranggapan pernyataan tersebut belum memiliki jaminan kuat.</span></p><p><span>&quot;Namun, yang kita lihat saat ini belum ada jaminan bagaimana kebijakan tersebut. Lagi-lagi Jokowi belum mengeluarkan sebuah pernyataan yang ada jaminannya.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Risky Pratama, menyebut protes yang dilangsungkan siang itu perlu dilakukan mengingat dalam perumusan kebijakan maupun perubahannya seyogianya didasarkan pada aspirasi rakyat Indonesia. &quot;Rakyat harus bisa diberikan tempat untuk memengaruhi kebijakan itu. Jangan sampai kebijakan ini lahir hanya dari pemerintah saja. Jadi, tanggapan saya aksi mahasiswa ini sangat baik dilakukan untuk berjuang &nbsp;bersama-sama demi prinsip demokrasi negara kita,&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aksi itu berjalan tertib dan diisi riuh orasi dan seruan. Berdasar pantauan<em>&nbsp;Sketsa,</em> pada pukul 16.50 WITA telah didapatkannya tanggapan dari perwakilan DPRD Kaltim. Nota kesepahaman (MoU) itu menerangkan terjalinnya kesepakatan atas tiga poin tuntutan yang dibawa massa aksi.&nbsp;</span><span><strong><em>(afr/piu/lav/zas/rst)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Passenger Seat: Live Forever </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat-live-forever/baca </link>
<guid> passenger-seat-live-forever </guid>
<pubDate> Wed, 13 Apr 2022 07:43:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> “You and I are gonna live forever...” </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat-live-forever/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ciS2lmek3s.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Passenger Seat: Live Forever</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>(Disarankan untuk membaca cerpen sebelum ini, karena saling berkaitan. Baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat-manhattan-skyline/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1649838413592588%26amp;usg%3DAOvVaw0tGW2I4831-ECHeDGU9EIG&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1649838413619189&amp;usg=AOvVaw1a8AHftmp1ZPPBhhlZ7f0E"></a><a href="https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat-manhattan-skyline/baca">https://sketsaunmul.co/cerpen/passenger-seat-manhattan-skyline/baca</a></span><span>).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Macarin kamu, gak jauh beda, dengan main ludruk...</em></span><span>&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><em><span>&ldquo;</span><span>Pake nanya silsilah, golongan darah, ningrat atau umum...</span><span>&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></em></p><p style="text-align: justify;"><span>Rasanya menyenangkan jika punya seseorang, atau beberapa orang yang pandai bernyanyi ketika sedang dalam perjalanan jauh. Seabsurd apapun lagunya, setidaknya suara mereka dapat dijadikan toleransi untuk telinga yang mendengarkan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagai menghayati peran masing-masing, kedua sahabatku mulai bertingkah. Dita yang duduk di sebelahku, berpose seperti sedang menggenjreng bas dan kepalanya naik turun tidak jelas. Candra yang duduk di kursi belakang, nampaknya benar-benar menjadi ludruk karena tidak bisa duduk dengan diam. Mulutnya komat-kamit, mengikuti narasi yang ada di dalam lagu. Kemudian, keduanya bernyanyi bersahut-sahutan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu ada aku, yang sedari tadi menyetir mobil dengan fokus. Sebenarnya aku juga ingin ikutan nimbrung, tapi ada batuk berdahak yang amat mengganggu. Daripada jadi perusak suasana, ada baiknya kusimpan sendiri penderitaanku ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ngomong-ngomong, kami sedang dalam perjalanan ke Semarang. Selain karena Candra yang ingin pulang kampung, ada seorang kawan band kami yang kini tinggal bersama dengan istrinya di sana. Untuk menebus absen kami semua yang tidak bisa datang saat pernikahannya, kita memutuskan untuk berkunjung sekaligus menengok anak pertamanya yang baru saja lahir.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ta, pinjem hape dong! Mau ganti lagunya nih,&rdquo; kata Candra di tengah-tengah aku dan Dita.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Noh.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ponsel sudah berpindah tangan. Dengan cekatan, ia mengganti lagu sambil cekikikan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pasti lagu jorok ini!&rdquo; seru Dita mesam-mesem.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Benar saja. Begitu musik mengalun, aku langsung mengenali lagu tersebut. Bagaimana tidak, jika kami bertiga sudah mendengarnya berkali-kali sebab para anak kos di sekitar rumah sering menyanyikannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Senandung Raja Singa</em></span><span>&nbsp;memenuhi seisi mobil. Suara Krisyanto, vokalis Jamrud membawa nostalgia kembali ke benak masing-masing. Dosa apa kami dulu, para remaja tanggung hingga memiliki kenangan aneh yang melibatkan lagu dengan lirik unik ini?<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Ndes</em></span><span><sup>1</sup></span><span>, ikut nyanyi yok!&rdquo; ajak Candra sembari menggungcang bahuku. Logatnya mulai keluar kalau dia sudah bersemangat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Suara<span>&nbsp;</span></span><span><em>aing</em></span><span><sup>2</sup></span><span>&nbsp;kagak ramah di telinga,<span>&nbsp;</span></span><span><em>maneh</em></span><span><sup>3</sup></span><span><sup>&nbsp;</sup>aja dah,&rdquo; sahutku.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Ojo</em>&nbsp;<em>ngono</em><sup>4</sup> lah,<span>&nbsp;</span><em>Ndes</em>!<span>&nbsp;</span><em>Opo</em> malu, karena ada Dita?&rdquo; godanya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dah gak usah malu-malu! Lo gatel pengin nimbrung juga, &lsquo;kan, daritadi? Ngaca tuh, di spion!&rdquo; timpal Dita.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kalau sudah digeruduk begini, jalan terakhir ialah pasrah. Dengan suara serak yang tidak ada bagus-bagusnya, aku bernyanyi sambil menahan tawa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Enaknya dikit, enaknya dikit, sakitnya lama...</em></span><span><em>&rdquo;</em><span><em>&nbsp;</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Itu adalah Candra.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Sakitnya lamaaaa...</em></span><span>&rdquo; Aku dan Dita mendadak jadi<span>&nbsp;</span></span><span>backing vocal</span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak tahan karena paham dengan liriknya, tawa kami akhirnya pecah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;HUAHAHAHA! BISA-BISANYA KITA DULU NYANYI INI DI DEPAN KELAS!&rdquo; ucap Dita dengan geli.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu &lsquo;kan idenya Candra! Ancur dah, untung kagak dihukum Pak Slamet dari BK,&rdquo; sambungku, mendelik ke arah belakang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Anak-anak kelas &lsquo;kan pada<span>&nbsp;</span></span><span><em>request</em></span><span>! Terus aku<span>&nbsp;</span></span><span><em>kudu piye</em>, <em>jal</em></span><span><sup>5</sup></span><span><sup>?</sup>&rdquo; jawab Candra.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hadeh!&rdquo; ujarku dan Dita serempak</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Capek menyanyi, akhirnya kami diam sendiri. Candra tiduran di kursi belakang, memandang langit-langit mobil dengan melankolis. Sementara Dita, proaktif mengepangi rambutnya sendiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita tuh sebenarnya &lsquo;</span><span><em>ndak</em></span><span>&nbsp;boleh mengarungi lautan,&rdquo; kata Candra tiba-tiba.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>HAH?</em><span><em>&nbsp;</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hah? Maksud lo, Can?&rdquo; tanya Dita.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya<span>&nbsp;</span></span><span><em>tah</em></span><span>? &lsquo;Kan karung cocoknya buat beras!&rdquo; balasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Garing ah, lo! Kirain apa!&rdquo; sambar Dita sambil melempar bantal leher dari kursinya ke wajah Candra. Yang dilempar malah cengengesan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gini ya, aku itu berusaha untuk terjaga. Kalo nggak, kalian berdua pasti udah berasyik-masyuk di depan!&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Belegug sia</em></span><span><sup>6</sup></span><span>!&rdquo; umpat Dita yang misuh-misuh.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya aku takut mau ketawa, tapi malah kelepasan. Dita menatapku dengan tajam.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Eh, galak amat<span>&nbsp;</span></span><span><em>teh</em></span><span><sup>7</sup></span><span>. Ntar cantiknya luntur loh,&rdquo; ucapku yang disusul dengan ledekan Candra.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Candra juga! Diem-die deh, tidur napa! Kagak capek apa,&rdquo; kataku.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, iya. Aku tidur, yo!&rdquo; ujar Candra yang kemudian balik badan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lu juga mending tidur, Ta. &lsquo;Ntar kalo udah nyampe<span>&nbsp;</span></span><span>rest area</span><span>, gue bangunin. Oke?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Ho-oh</em></span><span>. Pelan-pelan aja ya, nyetirnya,&rdquo; jawabnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah dua kawanku ini tertidur, barulah aku bisa kembali menyetir dengan tenang. Karena kami berangkat agak kesiangan, mungkin baru akan sampai<span>&nbsp;</span></span><span><em>rest area</em></span><span><em>&nbsp;</em>saat sore nanti. Aku memacu mobil dengan hati-hati, supaya keduanya tidak lekas terbangun.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>---</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bangun,<span>&nbsp;</span></span><span><em>weh</em></span><span>! Jajan dulu kita!&rdquo; seru Dita, menggoyangkan tubuh Candra yang selemas daun bayam.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hngh... Eh, udah sampai?&rdquo; tanyanya dengan mata yang mengerjap-ngerjap.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Masih di<span>&nbsp;</span></span><span><em>rest area</em><span>&nbsp;</span></span><span>kok. Turun bentar, yuk!&rdquo; ajakku.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kami turun dari mobil dan bergegas masuk ke mini market. Candra berlari-lari kecil ke arah makanan ringan, sedang aku dan Dita mengantre untuk kopi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beres urusan bayar-membayar, kami kembali ke mobil untuk bersantai. Cuaca hari ini amat mendukung dan membuatku mengantuk.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi tentu saja, aku tidak jadi ngantuk karena suara Candra yang asyik makan keripik. Dita mengomel dan menyuruhnya makan dengan benar. Seperti yang sudah kuduga, mereka kemudian berdebat dengan seru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Entah karena sedari tadi aku melamun atau bagaimana, baru kusadari bahwa obrolan mereka jadi lebih tenang. Aku memasang telinga, sembari mengunyah kacang polong bawaanku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, udah lega tuh jiwa dan raga lo abis ketemuan sama Naya kemaren?&rdquo; tanya Dita.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yah, gitu deh. Meskipun udah tahu gimana akhirnya, seenggaknya aku lebih lega buat maju ke depan,&rdquo; sahut Candra.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi heran sih gue. Kayaknya dari dulu kisah cinta lo tuh mendayu-dayu mulu, dah,&rdquo; komentar Dita.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Candra tersenyum jahil. &ldquo;Dikutip dari pandangan Efek Rumah Kaca</span><span><sup>8</sup></span><span>, katanya sih karena kuping kita Melayu,&rdquo; balasnya. Mau tak mau, aku ikut cekikikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Elah garing amat, keripik talas kalah dah!&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terus kalian berdua gimana? Bakal jauh-jauhan, dong? Dita di Boston, Agra di Jogja. Buset, macem AADC aja dah!&rdquo; kata Candra.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau gimana lagi?<span>&nbsp;</span><em>Aing</em> kerja di sana, Dita juga kerja sambil kuliah.<span>&nbsp;</span><em>Maneh</em> kalo punya ide,<span>&nbsp;</span>sok <em>atuh</em><sup>9,</sup>&rdquo; ujarku.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hmm... Nikah<span>&nbsp;</span></span><span><em>wae</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Ndes</em></span><span>! Mumet aku mikirnya,&rdquo; jawab Candra asal-asalan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Urang mah teu ngarti ku kalakuan</em>&nbsp;<em>maneh</em>&nbsp;<em>mah</em><sup>10</sup>!&rdquo; sahut Dita, pasrah dengan kelakuan Candra yang ajaib.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara mereka berdebat (lagi!), aku merenung sejenak. Kuperhatikan kawan-kawanku satu persatu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rupanya waktu benar-benar<span>&nbsp;</span></span><span><em>berjalan</em></span><span>. Membayangkan bahwa kami bertiga bersahabat sejak kecil hingga sudah sebesar ini, masih membuatku takjub. Andai saat itu Candra tidak dikejar anjing dan terjatuh ke dalam parit depan rumahku, mungkin kami tak akan saling berkenalan dan mulai berkelahi karena jadwal nonton kartun di Minggu pagi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sekarang, kami semua ada di tempat yang berbeda-beda. Candra yang selalu berandai untuk keliling dunia, kini bekerja sebagai arkeolog dan pergi dalam beragam ekspedisi. Aku yakin ia sangat menikmatinya, meskipun sering mengeluh saat kutelepon.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Anindita Agni Dewangga, perempuan yang kukagumi dengan segala ambisinya. Selesai kuliah, ia bekerja pada galeri yang fokus dalam seni instalasi dan berakhir dengan mendapatkan beasiswa untuk kembali belajar di Massachusetts.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku sendiri memutuskan untuk pindah ke Yogyakarta dan meneruskan pabrik milik kakek buyut. Produk teh serta kopi olahan kami masih memiliki banyak peminat, terutama orang-orang lama. Sebagai cucu yang berbakti, sudah sepatutnya aku mengambil bagian juga.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walau ada perubahan yang terjadi dalam hidup kami, aku tak merasa bahwa persahabatan ini semakin jauh. Atau barangkali, asing sama sekali. Ada saja alasan-alasan yang kami gunakan untuk tetap saling bertautan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Aku sangat bersyukur dengan kehadiran mereka.</em><span><em>&nbsp;</em></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Ground control to Major Tom</em></span><span>! Halo, dengan Abraham Nuraga di sana?&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Suara renyah yang khas milik Candra menyadarkanku. Ia melambaikan tangannya di depan mukaku dengan cepat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ngelamun apa sih? Mikirin maharnya Dita, ya!&rdquo; serunya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukan sih, tapi kayaknya bisa dipertimbangkan. Eh, ini<span>&nbsp;</span></span><span><em>maneh</em></span><span>&nbsp;jadi gantian gak?&rdquo; tanyaku balik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Minggir, deh! Biar &lsquo;</span><span><em>tak</em></span><span>&nbsp;bawa mobilnya!&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kami lalu keluar dari mobil dan berganti posisi. Saat akan membuka pintu, Dita menarik lenganku dan berbisik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Beneran lo mikirin mahar gue?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku tersenyum, lalu membisikkan sesuatu di telinganya. Wajahnya merona, lalu masuk dan duduk di kursi belakang sambil mengulum senyum.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dah siap, kan?<span>&nbsp;</span></span><span><em>Let&rsquo;s go</em></span><span>!&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perjalanan dilanjutkan. Kami bersenandung bersama suara Liam Gallagher dalam lagu<span>&nbsp;</span></span><span>Live Forever</span><span>. Trek favorit kami.</span></p><p style="text-align: justify;"><em><span>&ldquo;</span><span>You and I are gonna live forever...</span></em><span><em>&rdquo;</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Ditulis oleh Christnina Maharani, mahasiswa Akuntansi, FEB 2017.<span>&nbsp;</span></em></strong></span></p><p><span><strong>Catatan:</strong></span></p><ol start="1"><li><strong><span>Ndes (Gondes)</span><span>: Artinya goblok. Bahasa Semarangan yang hanya digunakan untuk memanggil antar teman (karena konotasinya kasar).<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Aing</span><span>: Berarti &lsquo;saya&rsquo; dalam bahasa Sunda (kasar)<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Maneh</span><span>: Artinya &lsquo;kamu&rsquo; dalam bahasa Sunda (kasar)<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Ojo ngono</span><span>: Jangan begitu (bahasa Jawa)<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Kudu piye, jal?</span><span>: Mesti gimana, coba? (bahasa Jawa)<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Belegug sia!</span><span>: Goblok kamu! (bahasa Sunda, kasar)<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Teteh</span><span>: panggilan untuk &lsquo;kakak perempuan&rsquo; atau &lsquo;mbak&rsquo; dalam bahasa Sunda.<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Merujuk pada lagu &lsquo;</span><span>Cinta Melulu</span><span>&rsquo; karya Efek Rumah Kaca (band)<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Sok atuh</span><span>: Silakan dong (bahasa Sunda)<span>&nbsp;</span></span></strong></li><li><strong><span>Urang mah teu ngarti ku kalakuan maneh mah!</span><span>: Saya nggak ngerti sama kelakuanmu! (bahasa Sunda, kasar)</span></strong><strong><br></strong><strong><br></strong><br></li></ol><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> AJI Indonesia, LBH Pers dan KIKA Mengecam Pembekuan dan Kekerasan terhadap LPM Lintas IAIN Ambon </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aji-indonesia-lbh-pers-dan-kika-mengecam-pembekuan-dan-kekerasan-terhadap-lpm-lintas-iain-ambon/baca </link>
<guid> aji-indonesia-lbh-pers-dan-kika-mengecam-pembekuan-dan-kekerasan-terhadap-lpm-lintas-iain-ambon </guid>
<pubDate> Thu, 14 Apr 2022 04:46:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Protes terhadap pembekuan dan kekerasan terhadap LPM Lintas IAIN Ambon. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aji-indonesia-lbh-pers-dan-kika-mengecam-pembekuan-dan-kekerasan-terhadap-lpm-lintas-iain-ambon/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cYAx5bNaZA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>AJI Indonesia, LBH Pers dan KIKA Mengecam Pembekuan dan Kekerasan terhadap LPM Lintas IAIN Ambon</h1>
			              </header>
			              <div autocomplete="on" class="fr-element fr-view" contenteditable="true" dir="auto" spellcheck="true"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tiga organisasi yang terdiri dari AJI Indonesia, LBH Pers dan Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), mengirimkan surat terbuka ke Rektor IAIN Ambon. Surat terbuka itu sebagai bentuk protes atas pembekuan LPM Lintas setelah menerbitkan majalah dengan judul &ldquo;IAIN Ambon Rawan Pelecehan&rdquo; edisi 14 Maret 2022. Majalah tersebut adalah hasil liputan investigasi tim redaksi terkait dugaan 32 kasus kekerasan seksual yang terjadi di IAIN Ambon selama periode tahun 2016 hingga 2021.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum LPM Lintas dibekukan, pengurus pers mahasiswa tersebut diintimidasi dan dianiaya oleh tiga orang yang mengaku sebagai keluarga salah satu ketua jurusan di IAIN Ambon. Tidak berhenti di situ, Humas IAIN Ambon mengeluarkan rilis pada 21 Maret 2022, yang berisi telah melakukan pelaporan polisi terhadap pengurus sekaligus Pemimpin Redaksi LPM Lintas IAIN Ambon, Yolanda Agne, atas dugaan pencemaran nama baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>AJI Indonesia, LBH Pers dan KIKA menilai majalah berjudul &ldquo;IAIN Ambon Rawan Pelecehan&rdquo; adalah bagian dari wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Aktivitas LPM Lintas juga bagian dari hak kebebasan berekspresi yang dilindungi konstitusi, seperti diatur oleh Pasal 28F Undang-undang Dasar 1945.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasil investigasi LPM Lintas yang mengungkap kekerasan seksual di IAIN Ambon, seharusnya menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti oleh IAIN Ambon. Berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, seharusnya tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan. Kekerasan seksual merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang menyebabkan dampak luar biasa bagi korban, baik secara fisik, psikologis, ekonomi, sosial dan politik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi telah menjadi isu serius di Indonesia. Kementerian Agama RI telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 5494 Tahun 2019 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tindak kekerasan, pembekuan dan upaya kriminalisasi terhadap LPM Lintas tersebut telah mencederai kebebasan akademik yang telah dijamin UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Surabaya Principles of Academic Freedom menyatakan, insan akademis harus bebas dari pembatasan dan pendisiplinan dalam rangka mengembangkan budaya akademik yang bertanggung jawab dan memiliki integritas keilmuan untuk kemanusiaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlindungan kebebasan akademik dinyatakan di dalam pasal 8, pasal 9 dan pasal 54 (3) UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pasal 13 ayat (3) UU Pendidikan Tinggi mengatur dengan jelas jaminan kebebasan akademik bagi mahasiswa: &ldquo;Mahasiswa memiliki kebebasan akademik dengan mengutamakan penalaran dan akhlak mulia serta bertanggung jawab sesuai dengan budaya akademik.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan latar belakang tersebut, AJI Indonesia, LBH Pers dan KIKA mendesak:</span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor IAIN Ambon untuk mencabut Surat Keputusan Rektor Nomor 95 tahun 2022 tentang Pembekuan LPM Lintas dan pelaporan ke kepolisian. Pencabutan tersebut harus diikuti dengan memberikan jaminan kepada LPM Lintas untuk dapat melakukan aktivitas jurnalistiknya kembali.&nbsp;</span></p></li></ol><ol start="2"><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor IAIN Ambon untuk membentuk satuan tugas independen yang bertindak atas dasar kepentingan terbaik bagi korban untuk menindaklanjuti temuan LPM Lintas. Selain itu, seluruh korban kekerasan seksual di lingkungan IAIN Ambon harus mendapat perlindungan tanpa diskriminasi dengan serta menjamin hak pendidikan dan kesehatan psikologisnya, serta menjamin tidak adanya tindakan administrasi yang menghalangi para korban untuk mendapatkan hak-haknya.</span></p></li></ol><ol start="3"><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menteri Agama RI untuk turun tangan memastikan IAIN Ambon menjalankan kebebasan akademik seperti yang diatur oleh UU Sistem Pendidikan Nasional dan UU Pendidikan Tinggi, serta menghormati kebebasan berekspresi sesuai mandat konstitusi.&nbsp;</span></p></li></ol><ol start="4"><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Polda Maluku untuk mengusut tuntas tindak kekerasan yang dialami oleh pengurus LPM Lintas dan tidak memproses upaya kriminalisasi dari pihak-pihak tertentu terhadap LPM Lintas.</span></p></li></ol><ol start="5"><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seluruh pihak menggunakan mekanisme hak jawab, hak koreksi dan pengaduan ke Dewan Pers jika keberatan terhadap isi pemberitaan media, termasuk produk jurnalistik LPM Lintas.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jakarta, 12 April 2022</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sasmito</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ketua Umum AJI Indonesia</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ade Wahyudin</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Direktur Eksekutif LBH Pers</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dhia Al Uyun</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ketua KIKA</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Hotline AJI Indonesia: 08111137820</strong></span></p></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sukacita Mahasiswa Unmul Merayakan Paskah 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sukacita-mahasiswa-unmul-merayakan-paskah-2022/baca </link>
<guid> sukacita-mahasiswa-unmul-merayakan-paskah-2022 </guid>
<pubDate> Thu, 14 Apr 2022 07:41:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persatuan Mahasiswa Kristen Unmul dalam
perayaan Paskah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sukacita-mahasiswa-unmul-merayakan-paskah-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8rSD9JISPa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sukacita Mahasiswa Unmul Merayakan Paskah 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>&ndash; Paskah menjadi perayaan yang dinantikan oleh umat Kristiani. Euforia paskah ini telah dimulai sejak 2 Maret lalu. Seluruh umat Kristiani di Indonesia turut khidmat menyambut kebangkitan Yesus Kristus. Tak terkecuali mahasiswa Unmul yang tergabung dalam Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beragam rangkaian perayaan Paskah telah disiapkan sejumlah PMK di berbagai fakultas. &nbsp;PMK FH salah satunya, dengan menggelar ibadah pada 22 April 2022 secara virtual melalui Zoom Meeting, serya mengusung tema &nbsp;&ldquo;</span><span><em>New Joy</em></span><span>&rdquo; yang berarti sukacita baru. Perayaan tahun ini menjadi kesan tersendiri, sebab pada tahun sebelumnya perayaan ini tidak digelar akibat pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan secara daring digelar FH, lantaran surat edaran peniadaan kegiatan kampus non-akademik secara luring. Meski digelar secara daring, Eric Benyamin Langiran selaku ketua panitia menilai ini tak menyurutkan antusiasme mahasiswa. Hal itu terlihat dari kesibukan dalam mempersiapkannya. Persiapannya sendiri baginya berjalan cukup lancar dan beragam kendala dapat diatasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Diharapkan semuanya mulus sampai hari H. Perencanaan kegiatan masih dalam tahap diskusi. Total ada 13 orang panitia aktif &nbsp;dari 72 mahasiswa Kristen Protestan dari angkatan 2018-2021 yang dibagi ke dalam 2 divisi dan 1 panitia inti untuk mempersiapkan acara ini.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tapi perlu dicatat bahwa ini tidak bisa dijadikan acuan untuk tingkat keaktifan, karena rancangan dari PMK FH memang membentuk kepanitiaan yang jumlahnya sedikit dikarenakan acara digelar daring,&quot; lanjutnya pada Senin (11/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesuai tema yang diusung, Paskah tahun ini diharapkan dapat membawa sukacita baru bagi umat Kristiani.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perayaan yang cukup berbeda datang dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Mahasiswa Kristen (LKPMK FEB) yang merayakan Paskah secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>hybrid</em></span><span>, dengan penerapan protokol kesehatan. Mengusung tema &quot;Endless Love&quot; dengan harapan setiap anggota LKPMK FEB memiliki rasa kasih yang tidak berkesudahan terhadap sesama, dan hal itu tidak berlangsung hanya sebagai momentum semata.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tidak hanya bagi anggota LKPMK saja, namun kami juga mengundang delegasi dari PMK lain di Universitas Mulawarman, seperti KBMK, KMK, Mitra yang bekerja sama dengan LKPMK, bahkan Alumni sampai Dosen kami undang agar dapat sama sama merasakan sukacita paskah itu sendiri.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski waktu persiapan yang sedikit, antusiasme dari mahasiswa LKPMK dinilai luar biasa. Michael Imanuel selaku ketua panitia turut mengapresiasi kerja keras dari panitia dalam persiapan acara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya juga berterima kasih kepada para tamu undangan yang datang ke tempat karena masih mau mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan oleh panitia,&quot; ungkapnya pada Selasa (12/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantaran terbiasa dengan agenda daring, itu menjadi kendala bagi panitia sebab membutuhkan persiapan lebih. Meski begitu, MIchael berharap perayaan ini sebagai pengingat betapa baiknya kasih Tuhan Yesus Kristus yang rela mati disalibkan demi menebus dosa umat manusia. Juga sebagai cara mempererat tali persaudaraan setiap anggota LKPMK, hingga hubungan dengan lembaga lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, &nbsp; Sihaloho, Thessalonika mahasiswa Faperta, menilai dirinya makin memaknai arti Paskah di masa pandemi, meski suasana terasa begitu berbeda. Kondisi saat ini, terangnya, menyulitkan untuk berinteraksi antarsesama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena biasanya sehabis pulang gereja orang-orang sering bersalaman, bercerita, dan bersukacita bersama namun paskah di masa pandemi kita harus saling menjaga jarak, tidak boleh berkerumunan, dan pasti harus langsung pulang kerumah,&quot; ungkapnya pada Selasa (12/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia berharap kebahagiaan dan sukacita menyelimuti seluruh umat, juga masa pandemi yang membatasi ruang gerak ini dapat segera berakhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Patrick Irawan, mahasiswa FEB mengaku tidak merasa perbedaan yang signifikan dibanding perayaan sebelumnya. Terlebih di</span><span>&nbsp;lingkungan Unmul dirinya tidak begitu merasakan semarak paskah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena memang saat ini masih penyesuaian untuk kita bisa saling jumpa langsung, hal itu yang bikin saya merasa kurang mendapat semangat paskah itu di lingkup Unmul,&quot; ungkapnya pada Selasa (12/4).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Patrick berharap adanya pembaharuan diri ke arah yang lebih baik usai Paskah kali ini.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>mar/lms/amg/khn)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ngabuburit dengan Rekomendasi Film Religi Berikut! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/ngabuburit-dengan-rekomendasi-film-religi-berikut/baca </link>
<guid> ngabuburit-dengan-rekomendasi-film-religi-berikut </guid>
<pubDate> Fri, 15 Apr 2022 07:11:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kumpulan rekomendasi film religi Indonesia  yang layak ditonton di bulan suci Ramadan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/ngabuburit-dengan-rekomendasi-film-religi-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bYMIsRRwpp.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ngabuburit dengan Rekomendasi Film Religi Berikut!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Keberadaan film religi masih menjadi genre yang populer di Indonesia. Sebagian besar diantaranya menyajikan cerita kehidupan bernuansa islami, lengkap dengan nilai religius, penuh hikmah dan inspiratif.<span>&nbsp;</span></span><span>Terlebih pada bulan Ramadan seperti ini, film religi tentu menjadi pilihan yang tepat untuk mengisi waktu kosong atau mengisi agenda ngabuburitmu. Selain sebagai hiburan, juga akan membantu dalam refleksi diri, dan menambah wawasan keislaman. Yuk, cek rekomendasi berikut!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pintu Surga Terakhir - 2021</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirilis pada 11 November 2021, film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi ini dibintangi oleh Cut Meyriska, Roger Danuarta dan Indro Warkop sebagai pemain utama. Membawa kisah Irma (Diperankan Cut Meyriska), seorang wanita sukses yang tidak berhenti untuk menolak ajakan lamaran yang dialamatkan kepada dirinya. Pada sisi lain, sang ayah (Indro Warkop) yang merasa hidupnya tidak akan lama lagi, justru memohon kepada Irma untuk menikah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, Irma merasa belum siap untuk menjalankan rumah tangga sampai dia bertemu dengan seseorang di masa lalunya.</span><span>&nbsp;Namun, keraguan masih dimilikinya. Bagi Irma, Ia masih ingin berbakti terhadap sang ayah sebagai pintu terakhir untuknya ke Surga. Dengan penyajian kisah yang sederhana, film ini membawa ending mengharukan yang tak terduga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Ghibah - 2021<span>&nbsp;</span></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika selama ini menemukan banyak film religi dengan tema sejarah, cinta, hingga komedi, film kali ini hadir dengan tema yang berbeda. Disutradarai oleh Monty Tiwa yang dirilis pada 30 Juli 2021 itu merupakan film horor dengan banyaknya pesan moral di dalamnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain mengandung nilai-nilai religi, penyajian cerita juga terbilang cukup seru untuk diikuti. Berkisah mengenai Firly (diperankan Anggika B&ouml;lsterli), Dina (diperankan Zsa Zsa Utari), dan Ulfa (diperankan Arafah Rianti) yang sangat suka memperbincangkan orang-orang di sekeliling mereka. Sampai suatu hari Firly mulai merasakan hal-hal aneh yang terjadi pada dirinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Rentang Kisah - 2020</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diambil dari kisah nyata<span>&nbsp;</span></span><span><em>influencer</em><span>&nbsp;</span></span><span>Indonesia Gita Savitri yang menjalani pendidikan di Jerman. Turut dibintangi oleh Beby Tsabina, Bio One, Junior Roberts, Cut Mini dan Donny Damara, merupakan hasil adaptasi dari novel Gita sendiri dengan judul yang sama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain mengisahkan Gita sebagai mahasiswa, film<span>&nbsp;</span></span><span><em>Rentang Kisah</em><span>&nbsp;</span></span><span>juga membawa perjalanan spiritual dalam memahami ajaran agama Islam sebagai minoritas di luar negeri. Gita turut menemukan kedekatan dengan keluarga justru ketika mereka berjauhan. Kisah asmara berbeda keyakinan menjadi bumbu yang menarik untuk ditonton.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Mekkah I&apos;m Coming - 2019</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dibintangi oleh Rizky Nazar, Michelle Ziudith, dan Totos Rasiti, film komedi ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Mengisahkan seorang pria bernama Eddy (diperankan Rizky Nazar) yang ingin melamar pujaan hatinya Eni (diperankan Michelle Ziudith), namun terhalang oleh restu ayah Eni (diperankan Totos Rasiti).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai upaya merayu demi mendapat restu pun dilakukan Eddy hingga dirinya berbohong bahwa akan naik haji. Kenyataannya Eddy masih harus menunggu sepuluh tahun lagi untuk mengunjungi Mekkah dengan visa haji resmi. Dikelilingi rasa bimbang Eddy kemudian memutuskan untuk mengikuti travel haji yang dia percaya, namun ternyata terjadi penipuan yang membuat permasalahan hidupnya semakin rumit.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Ajari Aku Islam - 2019</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>F</span><span>ilm<span>&nbsp;</span></span><span><em>Ajari Aku Islam</em></span><span>&nbsp;diangkat berdasarkan kisah nyata dari sang produser, Jaymes Rianto. Meski dirilis pada 2019, film yang dibintangi Roger Danuarta, Cut Meyriska, Shinta Naomi, Clara Jennifer Darren dan Miqdad Addausy masih menarik untuk ditonton penggemar romansa berbeda keyakinan.</span></p><p style="text-align: justify;">Mengisahkan tentang Kenny (diperankan Roger Danuarta) seorang pemuda keturunan tionghoa-medan yang jatuh cinta pada Fidya (diperankan Cut Meyriska) seorang gadis melayu muslim. Perbedaan budaya dan agama yang cukup jauh diantara keduanya menjadi konflik tersendiri juga menjadi ikon dari film ini.&nbsp;<em><strong>(ahn/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cita Semesta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/cita-semesta/baca </link>
<guid> cita-semesta </guid>
<pubDate> Wed, 20 Apr 2022 01:58:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menggantung cita setinggi angkasa. Dengan harap masa depanku secerah sang surya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/cita-semesta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SbES4ceKG0.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Cita Semesta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span>Menggantung</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>cita</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>setinggi</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>angkasa</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dengan</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>harap</span></span><span><span>&nbsp;masa&nbsp;</span></span><span><span>depanku</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>secerah</span></span><span><span>&nbsp;sang surya</span></span></p><p style="text-align: justify;">Laksana Angin yang selalu berhembus menepis awan yang gelap</p><p style="text-align: justify;">Begitupun aku tak pernah menyerah mengejar mimpi yang gemerlap</p><p style="text-align: justify;"><span><span>T</span></span><span><span>erbersit</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>tanya</span></span><span><span>&nbsp;di&nbsp;</span></span><span><span>dalam</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>jiwa</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mampukah</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>seorang</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>insan</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>biasa</span></span><span><span>?</span></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Relung</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>bilik</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>tempat</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>berjerih</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>payah</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Laksana</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>hujan</span></span><span><span>,&nbsp;</span></span><span><span>keringat</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>dan</span></span><span><span>&nbsp;air&nbsp;</span></span><span><span>mata</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>mengucur</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Demi&nbsp;</span></span><span><span>satu</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>tujuan</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mengejar</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span><span>asa</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>tergapainya</span></span><span><span>&nbsp;cita</span></span><span><span>-cita</span></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong><em>Puisi ditulis oleh Narendra Lintang Samudera, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2021</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belajar dari Pengeroyokan Ade Armando, Daryono: Siapa Saja Harus Aman di Ruang Publik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belajar-dari-pengeroyokan-ade-armando-daryono-siapa-saja-harus-aman-di-ruang-publik/baca </link>
<guid> belajar-dari-pengeroyokan-ade-armando-daryono-siapa-saja-harus-aman-di-ruang-publik </guid>
<pubDate> Wed, 20 Apr 2022 06:42:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengeroyokan Ade Armando yang dinilai mencederai tujuan aksi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belajar-dari-pengeroyokan-ade-armando-daryono-siapa-saja-harus-aman-di-ruang-publik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GlXoBIoIrn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Belajar dari Pengeroyokan Ade Armando, Daryono: Siapa Saja Harus Aman di Ruang Publik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Aksi menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden, di Jakarta pada Senin (11/4) lalu diwarnai kericuhan juga sejumlah insiden. Salah satu yang menyita perhatian publik: pengeroyokan Dosen FISIP UI, Ade Armando. Dirinya menjadi dikenal karena opini-opini kontroversial yang ia tulis di media sosial. Itu kemudian menjadi akar di balik pengeroyokannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dosen Sosiologi Unmul, Daryono,&nbsp;</span><span>mengungkap a</span><span>narkisme dalam aksi dapat terjadi, berkaca dari hadirnya teori kerumunan (<em>crowd</em>). Sebutnya, massa atau kerumunan memiliki situasi psikologis yang berbeda dengan orang yang sedang sendirian.<span>&nbsp;</span></span><span>Namun, tindak kekerasan yang dialami oleh Ade tidak semestinya terjadi. Pasalnya akan berujung mencederai aksi demonstrasi mahasiswa yang juga dilakukan di beberapa daerah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Kerumunan ternyata cenderung sensitif dan mudah tersulut emosi. Walaupun orang tersebut awalnya tidak tertarik atau tersulut, ia bisa terprovokasi jika ada satu orang yang menyulut. Sehingga tindakan anarkis sering terjadi. Oleh karena itu, perlu adanya pengamanan dalam aksi demonstrasi untuk meminimalisir terjadinya tindakan anarkis,&quot; paparnya Selasa (19/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kekerasan itu tidak dibenarkan dan siapa pun harus dihargai dan mendapat keamanan di ruang publik,&rdquo; lanjut Daryono.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia mewanti-wanti agar dalam menyampaikan pendapat, perlu menilik lebih lanjut bidang yang kita kuasai. Ini bermaksud belajar dari kasus pengeroyokan yang menimpa Ade. Sebagai akademisi, penting untuk memastikan apa yang dibicarakan tak mengundang kemarahan dengan berbicara sesuai kapabilitas.</p><p style="text-align: justify;"><span>Demonstrasi mahasiswa kemudian memberi pesan yang berbeda dari gerakan aspirasi yang seharusnya mengawal kebijakan.<span>&nbsp;</span></span><span>M</span><span>emahami tujuan dan poin-poin tuntutan dari aksi demonstrasi, ungkap dosen sosiologi itu menjadi langkah utama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu strategi dan tujuan dari aksi perlu disosialisasikan secara masif hingga ke seluruh elemen demonstran seperti penyebaran informasi melalui sosial media ataupun poster. Koordinasi yang matang dan identifikasi partisipan demonstrasi juga perlu diupayakan sebagai pencegahan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang tergabung dalam aksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agustina Wati salah satu dosen Fakultas Hukum sekaligus Sekretaris Pusat Studi Hukum Perempuan dan Anak (PuSHPA) dan Koordinator Divisi Litigasi di Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) FH Unmul, turut menyayangkan insiden itu. Menurutnya pemukulan itu telah memenuhi unsur dalam Pasal 351 KUHP mengenai penganiayaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Perlu juga dipastikan oleh pihak kepolisian mengenai motif dari pelaku dan penyebab pasti dari pemukulan tersebut. Identifikasi terhadap pelaku pemukulan juga perlu dipastikan sebelum diumumkan agar tidak terjadi kesalahan seperti beberapa waktu lalu. Pemukulan terhadap Ade Armando ini.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Termasuk dalam pelanggaran HAM berat, ia turut menyebut sejumlah pasal yang mengaturnya. Di antaranya berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) Polri, Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian, dan jaminan kemerdekaan menyampaikan pendapat dalam Pasal 28 UUD 1945.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu PP Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Saksi dan Korban, hingga UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban, turut disebut Agustin ketika ditanya mengenai regulasi perlindungan Ade.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Pihak Kepolisian bertanggung jawab menyelamatkan korban dan menghukum oknum yang melakukan tindakan pemukulan tersebut,&quot; ungkapnya pada Selasa (19/4) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait opini Ade yang menjadi buah bibir, Agustina menilai opini yang dinyatakan oleh Ade Armando sah-sah saja untuk dilontarkan ke publik. Pasalnya ada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia <em>(</em></span><span><em>Universal Declaration of Human Right</em></span><span><em>)&nbsp;</em>yang menjamin kebebasan berpendapat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Mahasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Senin (18/4),&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga meminta tanggapan &nbsp;kepada mahasiswa. Yudhi Iqbal Syarif, Menteri Kajian Strategis (Kastrat) BEM FISIP Unmul menaruh rasa prihatin. Meski kericuhan kerap mengiringi penyampaian aspirasi, namun insiden itu tidak dapat dinormalisasi dan harus dihindari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menilik undang-undang mengenai HAM, Yudhi turut mendukung kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi.<span>&nbsp;Bagi Yudhi <span>demonstrasi harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Yakni berupaya menghindari segala macam tindak kekerasan terutama yang berdampak pada fisik.<span>&nbsp;</span></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tetapi tentunya ketika ada hal yang dirasa tidak sesuai dari penyataannya kita juga memiliki hak untuk mengomentarinya di mana dalam membangun opini pun juga harus melalui kajian-kajian yang mempunyai dasar yang kuat.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kementerian Kaderisasi BEM FH Unmul, Rhiska Afriliani, menganggap tindakan anarkis justru dapat mencoreng tujuan utama dari aksi demonstrasi. Itu juga berimbas pada citra mahasiswa yang seharusnya memperjuangkan rakyat malah dinilai sebagai sosok brutal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Padahal, pelaku pengeroyokan tersebut adalah oknum tidak bertanggung jawab,&quot; tulisnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski kebebasan berpendapat dijamin di negara demokrasi kita, utamanya ruang publik seperti media sosial, bagi Rhiska opini yang bersifat sensitif perlu disampaikan secara hati-hati demi meminimalisir pernyataan yang multitafsir sebab setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Masing-masing pribadi punya perspektif berbeda dalam menerima dan menelaah informasi yang kadang ditelan mentah-mentah. Entah <em>hoax</em> atau fakta ya asal diterima saja berdasarkan &apos;katanya&apos;. Ada sedikit perbedaan sulit untuk diterima. Kurangnya rasa menghargai perbedaan itulah yang bisa menimbulkan aksi yang memprovokasi hingga mengakibatkan kesalahpahaman.&quot;<span>&nbsp;</span><em><strong>(amg/srg/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berkutat pada Antusias, Menyelisik Dinamika Pemira FIB 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berkutat-pada-antusias-menyelisik-dinamika-pemira-fib-2022/baca </link>
<guid> berkutat-pada-antusias-menyelisik-dinamika-pemira-fib-2022 </guid>
<pubDate> Thu, 21 Apr 2022 07:49:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB akhirnya laksanakan Pemira tahun ini secara luring. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berkutat-pada-antusias-menyelisik-dinamika-pemira-fib-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CtUcy4ts0d.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Berkutat pada Antusias, Menyelisik Dinamika Pemira FIB 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Sempat tertunda,<span>&nbsp;</span></span><span>FIB akhirnya melaksanakan Pemira untuk periode 2022/2023</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Setelah melangsungkan rapat dengan sejumlah dosen dan organisasi mahasiswa (Ormawa) pada 16 Februari lalu, Pemira yang direncanakan akan dilangsungkan secara daring</span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>akhirnya dapat dilaksanakan secara luring. Berbagai persiapan dan tata cara pelaksanaan sudah disiapkan oleh kepanitian yang bertugas. (baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-sempat-lakukan-sistem-tunjuk-fib-siap-adakan-pemira-2022/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1650530433421431%26amp;usg%3DAOvVaw2DHDcuGsQRy0FjnjhQ1hKb&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1650530433450443&amp;usg=AOvVaw0XDKAdvjwAchG07vRdCISL"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-sempat-lakukan-sistem-tunjuk-fib-siap-adakan-pemira-2022/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-sempat-lakukan-sistem-tunjuk-fib-siap-adakan-pemira-2022/baca</a></span><span>)<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Binti Nurkhasanah mahasiswi prodi Sastra Indonesia, ketika<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;temui secara langsung pada Rabu (13/4). Ia menyampaikan antusias teman-temannya terkait pelaksanaan Pemira di FIB tahun ini. Hal ini terlihat dari dukungan dan keikutsertaan teman-temannya dalam menyukseskan agenda tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sejauh yang saya tahu, Pemira FIB ini sudah lama tidak berjalan, dan yang saya ketahui terakhir kali dipimpin oleh periode 2020,&quot; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Esterlina, mahasiswi Sastra Inggris 2021 mengaku civitas academica menyambut positif Pemira tahun ini, meski dirinya belum melihat secara penuh bagaimana euforia Pemira FIB. Di sisi lain, ia baru mengetahui dinamika demokrasi di kampusnya itu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah membaca salah satu artikel dari Sketsa Unmul, dari situ saya baru tahu akan adanya permasalahan tersebut di waktu yang lalu. Saya kurang bisa memberi tanggapan yang objektif karena belum terlalu melihat reaksi warga FIB secara luas akan Pemira ini.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berseberangan, Andi Aisyah Mahasiswi Sastra Inggris 2021, menyatakan tak semua pihak memiliki antusias menyambut Pemira kali ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Enggak semua warga FIB antusias, kebanyakan malah ketika dimintai bukti registrasi atau KTM ada yang ogah-ogahan. Kayak mikir,<span>&nbsp;</span></span><span>ini buat apa?</span><span>,&quot;</span><span>&nbsp;ungkapnya ketika diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (13/4) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemira akhirnya dilaksanakan pada Senin (18/4) dengan calon tunggal yang lolos verifikasi berkas. Ditemui<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada (18/4) Rensiana Yudista Ketua Komisi Penyelenggaraan Pemilihan Raya (KPPR) menjelaskan sebelum berakhir dengan calon tunggal, terdapat tiga calon yang mengajukan diri dalam kontestasi Pemira kali ini. &nbsp;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terkait itu banyak faktor yang menyebabkan kegagalan dari Paslon sendiri, seperti berkas-berkasnya tidak lengkap pada saat sidang verifikasi kemarin. Jadi, kami dari panitia menyesuaikan dengan ADRT,&quot; jelas Rensi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Rensi menjelaskan sidang verifikasi diadakan dua kali, yaitu pada Rabu hingga Kamis tanggal 13 dan 14 April 2022. Dengan persetujuan presidium, tim panitia memberikan kelonggaran waktu kepada tiga Paslon untuk melengkapi kembali berkas-berkasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena batas waktu yang diberikan itu hanya sampai jam 09.00 sudah terkumpul, dan jam 10.00 dilaksanakannya sidang verifikasi, maka hasilnya calon tunggal, yaitu satu Paslon,&rdquo; imbuhnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Roda Kepemimpinan FIB</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lova Daniel, Presiden BEM FIB 2020, menyampaikan terkait roda kepemimpinan BEM di fakultasnya tersebut. Ada berbagai faktor yang menyebabkan Pemira tidak berjalan pada 2021.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tahun lalu itu kita aklamasi karena ada satu lain hal permasalahan, tidak ada calon yang mendaftar, dua sampai tiga kali diperpanjang masa Pemira di tahun 2021 itu, yang seharusnya saya demis,&rdquo; ucap Lova saat diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Selasa (19/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saat Presiden BEM FIB 2020 demisioner, terdapat kekosongan di BEM FIB dan kongres tetap dilaksanakan. Keluarga Mahasiswa (KM) FIB sepakat tugas BEM dilimpahkan kepada tiga himpunan mahasiswa (Hima), yaitu Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan Etnomusikologi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diakui olehnya, FIB masih kurang peminat dalam menyuarakan demokrasi. &ldquo;Mungkin terpengaruh dari kultur dan demokrasi dari sejarah-sejarah tahun lalu dan sampai berdirinya KM FIB. Karena sebagian besar sejarah di FIB banyak yang aklamasi, dan puncaknya di tahun 2020 ada dua calon, lalu semakin merosot dan terjadi lagi di tahun ini.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya campur tangan pendidik dalam penyelenggaraan Pemira 2022, dinilai Lova sebagai hal yang sangat disayangkan. Pasalnya baru saat ini, baik birokrat maupun dosen, ikut dalam penyelenggaraan Pemira.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya kita tahu untuk penyelenggaraan Pemira, tidak ada campur tangan seharusnya dari birokrat maupun dari dosen. Namun, di tahun ini ada terjadi intervensi dan ada campur tangan pendidik dan birokrat akademik. Harusnya KM FIB itu dengan tegas menolak intervensi bahkan campur tangan dari dosen dan birokrat. Kalau sepengetahuan saya<span>&nbsp;</span></span><span>sih<span>&nbsp;</span></span><span>seperti itu, karena kan ini demokrasi KM FIB.&rdquo; tutupnya. &nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>sya/tha/afr/mar/wuu/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FK Unmul Berbagi Kebermanfaatan Melalui Program Desa Binaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/fk-unmul-berbagi-kebermanfaatan-melalui-program-desa-binaan/baca </link>
<guid> fk-unmul-berbagi-kebermanfaatan-melalui-program-desa-binaan </guid>
<pubDate> Thu, 21 Apr 2022 09:07:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan program Desa Binaan yang diselenggarakan oleh BEM FK Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/fk-unmul-berbagi-kebermanfaatan-melalui-program-desa-binaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WAZ0Q6uc93.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>FK Unmul Berbagi Kebermanfaatan Melalui Program Desa Binaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Pada tanggal 2 April 2022 lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (BEM FK) Unmul memperpanjang kontrak kerjasama bersama Desa Loa Raya Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur, untuk menjadi Desa Binaan FK Unmul selama 2 tahun.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Desa Binaan merupakan program kerja pengabdian masyarakat yang disupervisi oleh BEM FK Unmul dengan tujuan membantu menyelesaikan masalah-masalah terutama di bidang kesehatan, pendidikan, maupun lingkungan di Desa Loa Raya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tahun ini BEM FK Unmul bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Kedokteran (Hima Ked) FK Unmul dalam menjalankan dan membentuk kepanitiaan Desa Binaan. Kepanitiaan ini terdiri dari seluruh Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unmul baik itu dari Prodi Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan juga D3 Keperawatan. Pada program kerja Desa Binaan ini panitia Desa Binaan akan melakukan kunjungan ke Desa Loa Raya sebanyak 3 kali kunjungan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada kunjungan pertama diadakan serangkaian kegiatan yaitu pembukaan, penandatangan kontrak kerjasama, sosialisasi mengenai hipertensi dan diabetes, hingga cek kesehatan bagi masyarakat desa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pembukaan diawali dengan pembacaan doa dan sejumlah sambutan, diantaranya oleh Fitria Astuti selaku Ketua Panitia Desa Binaan FK Unmul, Affan Aswin selaku Presiden BEM FK Unmul, dr. Ronny Isnuwardana, MIH, PhD. selaku pembina Desa Binaan FK Unmul, juga Dr. dr. Siti Khotimah, M.Kes. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Alumni FK Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agenda secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Pak Iwansyah selaku Kepala Desa Loa Raya. Lalu dilanjutkan dengan penandatanganan surat kontrak kerjasama BEM FK Unmul dengan Desa Loa Raya untuk menjadikan Desa Loa Raya sebagai Desa Binaan FK Unmul selama 2 tahun.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah perpanjangan kontrak kerjasama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat Desa Loa Raya mengenai hipertensi dan diabetes yang dibawakan oleh dr. Yuliana Rahmah R,. Sp. PD, M.Kes. Warga Desa Loa Raya sangat antusias dalam mendengarkan materi sosialisasi, dibuktikan dengan banyaknya warga desa yang bertanya kepada pemateri mengenai masalah-masalah kesehatan yang dialami warga tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah sosialisasi mengenai hipertensi dan diabetes kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan gratis seperti pengukuran tensi, berat badan, tinggi badan, cek kolesterol, cek gula darah, dan asam urat melalui kerja sama dengan Posyandu Desa Loa Raya. Semua kegiatan ini berjalan lancar dan tentunya tetap &nbsp;menaati protokol kesehatan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kunjungan kedua dan ketiga akan dilaksanakan nanti sekitar bulan Juni dan September 2022. Pada kunjungan kedua, panitia Desa Binaan FK Unmul berencana untuk memberikan edukasi terkait tema kesehatan tertentu kepada siswa-siswi sekolah yang berada di Desa Loa Raya. Lalu, pada kunjungan ketiga akan dilaksanakan kegiatan kerja bakti untuk membantu masyarakat Desa Loa Raya dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Sehingga rasa nyaman dan sehat dapat dirasakan oleh masyarakat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, baik pada kunjungan kedua dan ketiga panitia Desa Binaan akan mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis seperti pengukuran tensi, berat badan, tinggi badan, cek kolesterol, cek gula darah, dan asam urat sama halnya dengan kunjungan pada hari pertama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya program Desa Binaan ini selain meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, dan lingkungan warga desa, harapannya juga dapat menginspirasi masyarakat Kalimantan Timur khususnya mahasiswa untuk terus bersemangat dalam melakukan pengabdian kepada desa-desa yang ada di Kalimantan Timur.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Muh. Sabil Ramadhan, Anggota Divisi Kreatif Desa Binaan 2022 Fakultas Kedokteran Unmul</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melepas Lelah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/melepas-lelah/baca </link>
<guid> melepas-lelah </guid>
<pubDate> Sat, 23 Apr 2022 07:58:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bolehkah aku mengeluh kepada semesta? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/melepas-lelah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N4fhSfgJnx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Melepas Lelah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span>Meraih asa tanpa henti</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Hingga terlupa batasan diri</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Boleh</span></span><span><span>k</span></span><span><span>ah aku mengeluh kepada semesta?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bahwa diri ini&nbsp;</span></span><span><span>seakan</span></span><span><span>&nbsp;terlepas dari raga</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dari luasnya samudra,&nbsp;</span></span><span><span>dapatkah aku meraih cita?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tanpa ada keterpaksaan yang menggelora</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kala terpuruk, hanya dia sang penghibur hati</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Menenangkan pikiranku yang perlu diobati</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Silir-semilir dari sang bayu</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Mengikat hati hingga terpaku</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Ku</span></span><span><span>&nbsp;ingin pergi tanpa ditahu</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dapatkah aku pergi menghampiri</span></span><span><span>mu</span></span><span><span>?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kepada</span></span><span><span>mu, khayalanku.</span></span></p><p><br></p><p><span><span><b><i>Puisi ditulis oleh Dinda Ramadhanti Az Zahro, mahasiswi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2021</i></b></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Potret Ramadan: Mahasiswa Rantau hingga Toleransi Beragama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potret-ramadan-mahasiswa-rantau-hingga-toleransi-beragama/baca </link>
<guid> potret-ramadan-mahasiswa-rantau-hingga-toleransi-beragama </guid>
<pubDate> Mon, 25 Apr 2022 06:49:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan puasa oleh mahasiswa rantauan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potret-ramadan-mahasiswa-rantau-hingga-toleransi-beragama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RkEtQJNgPN.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Potret Ramadan: Mahasiswa Rantau hingga Toleransi Beragama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;-<span>&nbsp;</span></span><span>Bulan Ramadan sudah menunjukkan tanda-tanda kemenangannya. Momen berbuka puasa bersama dengan keluarga dan orang-orang terkasih menghiasi. Namun, perkuliahan yang telah berjalan luring memaksa mahasiswa rantau untuk melewati puasa jauh dari keluarga. Lantas, bagaimana pengalaman mereka?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Siti Latifa Radhiatul Audia</span><span>&nbsp;salah satunya. Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>mahasiswi FMIPA 2019 itu mengaku pertama kalinya menjalankan rutinitas Ramadan tanpa keluarga. Tak merasakan sahur, berbuka, dan tarawih bersama orang tua. Baginya Ramadan kali ini begitu berbeda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Karena momen sahur sama berbuka bukan lagi sama orang tua di rumah. Sebenernya kangen banget<span>&nbsp;</span></span><span><em>sih</em></span><span>&nbsp;untuk bisa sahur dan buka bareng orangtua, tapi harus sadar juga karena sekarang kan keadaannya lagi merantau,&quot; kisahnya pada<span>&nbsp;</span></span><span>Kamis (14/4) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bertempat tinggal di Asrama Mahasiswa atau Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Unmul, mahasiswi yang akrab disapa Latifa ini tetap menikmati suasana puasa bersama teman-teman asrama mahasiswa yang juga jauh dari keluarga. Terlebih, berbagai kegiatan turut digelar oleh pihak Rusunawa seperti halnya berbuka puasa dan tarawih bersama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Alhamdulillah-nya di Rusunawa sendiri itu diadakan salat tarawih bareng jadi nggak perlu keluar dari rusun untuk nyari masjid terdekat gitu. Tapi momen tarawih juga jadi salah satu momen yg bikin kangen buat pulang, karena biasa selalu berangkat ke masjid terdekat sama bapak</span><span>,&quot; syukurnya sekaligus teringat akan momen Ramadan sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nuansa ini membuatnya menjadi banyak belajar. Utamanya menghargai kesempatan berkumpul bersama keluarga dan peduli dengan lingkungan sekitar.<span>&nbsp;</span></span><span>Tetap semangat menjalani Ramadan, dirinya berharap dapat segera berkumpul dengan keluarga pada momen lebaran nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, semarak Ramadan turut dirasakan mahasiswa lintas agama. Meylin Nila Parengka seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018 salah satunya. Semasa SMA, menjadi rantauan di Makassar membuatnya terbiasa bergaul dengan keluarga muslim. Tak terkecuali momen puasa. Meski begitu, ia mengaku tak merasa kesulitan. Meylin justru menilai keindahan toleransi antar umat beragama hadir di saat-saat tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Saya awalnya mengira jika berada di lingkungan orang berpuasa maka saya pun harus ikut berpuasa. Namun, yang saya temui justru saat keluarga saya berpuasa, mereka justru tetap mendukung keberadaan saya sebagai non-muslim. Bahkan menyiapkan makanan untuk saya. Di situ saya benar-benar kagum dan sadar oh ternyata gini yang namanya toleransi meskipun berbeda tapi tak pernah merasa dibedakan,&quot; kisahnya pada</span><span>&nbsp;Senin (18/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, kesulitan beradaptasi kaa Ramadan sempat ia rasakan. &nbsp;Itu ia akui ketika dirinya belum memahami perkara toleransi dan bagaimana ibadah puasa yang dijalankan oleh umat muslim. Ia pun sempat makan dan minum dengan bersembunyi dari mereka yang tengah berpuasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Namun yang saya rasakan sekarang tidak ada kesulitan atau hambatan sama sekali, saya hanya menjalani hari-hari saya seperti biasa. Tidak mengganggu dan tidak merasa terganggu,</span><span>&quot; tutupnya.</span><span>&nbsp;</span><strong><em>(mel/ems/ash/khn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Penuh Makna Korban Kekerasan Seksual untuk Bangkit dalam 27 Steps of May </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/langkah-penuh-makna-korban-kekerasan-seksual-untuk-bangkit-dalam-27-steps-of-may/baca </link>
<guid> langkah-penuh-makna-korban-kekerasan-seksual-untuk-bangkit-dalam-27-steps-of-may </guid>
<pubDate> Tue, 26 Apr 2022 08:35:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 27 Steps of May, film yang gambarkan penderitaan korban kekerasan seksual. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/langkah-penuh-makna-korban-kekerasan-seksual-untuk-bangkit-dalam-27-steps-of-may/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XlkWebLIim.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Penuh Makna Korban Kekerasan Seksual untuk Bangkit dalam 27 Steps of May</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Bagaimana jika jiwa seseorang telah mati, namun raganya masih bergerak? 27 Steps of May, film yang dirilis pada 2018 silam ini berkisah tentang May (diperankan oleh Raihaanun), korban dari tindak pemerkosaan. Film ini agaknya masih relevan dengan realita bayang-bayang kekerasan seksual yang marak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ravi L. Bharwani, sutradara dalam film ini ingin menunjukkan pada publik bagaimana penderitaan dari korban kekerasan seksual yang terbelenggu dalam bayang-bayang masa lalu yang kelam. Ia tampaknya mengerti betul bagaimana sulitnya korban kekerasan seksual untuk bangkit dan berdamai dengan masa lalu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proses penyembuhan pun rupanya memakan waktu yang cukup lama, seakan sangat sulit bagi sebagian besar korban untuk berhenti berkubang dalam trauma yang mereka alami. May, korban pemerkosaan&mdash;juga tokoh sentral dalam film ini bahkan butuh waktu delapan tahun lamanya untuk menyembuhkan goresan luka dalam batinnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adegan dibuka dengan May yang tengah berada di sebuah pasar malam. Kala itu, ia masih dapat tersenyum sumringah sembari menaiki wahana yang ada di sana. Ia bahkan masih mengenakan seragam putih biru, menandakan bahwa ia saat itu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kisah kelamnya dimulai sejak ia pulang dari pasar malam. Secara tiba-tiba, ia disekap oleh seorang pria ke dalam rumah yang berisikan gerombolan laki-laki bejat. Masa depannya direnggut malam itu, ia tak punya otoritas atas dirinya lagi. Tak ada senyum yang cerah ketika dirinya di pasar malam. Tragedi itu tak hanya menyisakan luka fisik, namun juga luka batin yang sialnya kadung sulit disembuhkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Delapan tahun berlalu, rupanya tak cukup untuk menghapus memori kelam itu dari benaknya. May terpaksa hidup dengan bayang-bayang masa lalu yang kelam. Pisau silet tipis itu ia torehkan ke nadi tangannya ketika kejadian traumatik itu kembali mampir ke benaknya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dunia May hanya sebatas kamarnya. Tempat itu jadi tempat paling aman buat May. Ia tak sudi untuk pergi dari sana, barang selangkah. Alih-alih pergi menyelamatkan diri, ia bahkan mengunci dirinya dalam kamar ketika terjadi kebakaran di dekat rumahnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat adegan repetitif dalam film ini, seperti adegan ketika May sedang menyetrika baju sampai dengan adegan di mana ia sedang membuat boneka. Membuat kita seakan dapat merasakan kehampaan hati sang tokoh utama yang menjalani rutinitas yang itu-itu saja. Benar-benar hampa dan tak bergairah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menyinggung perkara kesehatan mental, 27 Steps of May memperlihatkan bagaimana tindakan keji itu dapat mengubah watak dan keadaan psikologis seseorang, bahkan dapat membunuh korbannya secara perlahan. May adalah representasi dari sekian banyaknya korban kekerasan seksual di luar sana yang harus hidup dalam keterpurukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Korban kekerasan seksual rela menyakiti diri sendiri (atau yang saat ini lebih dikenal dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>self</em>-<em>harm</em></span><span>)<span>&nbsp;</span></span><span>dengan harapan agar luka batinnya dapat terdistraksi melalui luka fisik. Sulitnya meluapkan emosi membuat mereka mencari jalan pintas, salah satunya dengan melakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>self</em>-<em>harm</em></span><span>. Namun, ketenangan yang didapat hanya sesaat sehingga bukan tak mungkin korban akan mengulangi hal tersebut seperti yang dilakukan oleh May.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film 27 Steps of May tak hanya menyoroti keadaan mental dari perspektif korban saja. Meskipun tak ikut merasakan kejadian itu secara langsung, Bapak May, (diperankan oleh Lukman Sardi) adalah bukti bahwa May bukanlah satu-satunya korban yang merasakan imbasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbanding terbalik dengan sang anak, ia malah melampiaskan emosinya dengan menyakiti orang lain di atas ring tinju. Selama delapan tahun pula ia alami guncangan emosi manakala melihat putrinya hidup bagai tanpa gairah, seolah semua ini adalah salahnya. Orang tua mana sih yang tak sakit hati melihat anaknya harus hidup dalam keterpurukan? &ldquo;</span><span><em>Semua sudah rusak, enggak bisa diperbaiki lagi</em></span><span>,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun demikian, hidup harus tetap berjalan, bukan? Walaupun terasa sangat sulit bagi May untuk bangkit dari traumanya, walaupun memori kelam itu tak akan pernah pudar dalam benak, walaupun sangat sulit baginya untuk melangkahkan kakinya melewati pintu kamar yang jadi pembatas dunianya, May nyatanya harus belajar berdamai dengan masa lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seiring berjalannya film, terlihat beberapa perubahan kecil dari rutinitas May yang bahkan bikin Si Bapak jadi keheranan; model baju dari boneka yang May buat atau bahkan menu sarapan yang berbeda dari biasanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu namanya<span>&nbsp;</span></span><span>progres</span><span>.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ya, benar kata Si Kurir yang setiap pagi mampir ke rumahnya untuk mengantar boneka buat May itu. Meskipun perubahannya kecil, namun itu tetap sebuah<span>&nbsp;</span></span><span>progres</span><span>, &lsquo;kan?<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Minimnya dialog, suasana hening yang mendominasi, serta alur cerita yang lambat membuat kita seakan turut merasakan keadaan emosional dari tokoh. Pada awalnya, aku sedikit meragukan film ini sebab konsep<span>&nbsp;</span><em>slow</em>-<em>burn movie</em> yang diusung dalam sebuah film terkadang membuat sebagian orang merasa bosan. Sebaliknya, aku benar-benar ikut merasakan perasaan dari sang tokoh, baik May maupun sang Bapak.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun minim dialog, raut wajah dan gestur tubuh dari sang tokoh utama sudah sangat cukup untuk menggambarkan keadaan mentalnya yang sangat kacau. Seakan gestur tubuhlah yang menyuarkan perasaannya. Inilah yang membuatku sempat kagum melihat akting memukau dari Raihaanun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Satu hal yang menarik perhatianku dari film ini adalah kehadiran Pesulap (diperankan oleh Ario Bayu) yang muncul dari lubang kecil di kamar May. Tokoh ini pun masih cukup misterius bagiku&mdash;apakah ia sebenarnya memang nyata, atau hanya khayalan dari May belaka. Namun yang pasti, kehadiran Pesulap ini punya peran penting yang seolah berhasil menyulap diri May agar dapat berdamai dengan masa lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Satu adegan yang membuatku terenyuh adalah adegan penutup ketika May akhirnya berhasil berdamai dengan diri dan masa lalunya. Dengan setelan baju yang berbeda dari biasanya, ia melangkah ke luar sembari memeluk sang Bapak. May, tokoh utama dalam film ini pun akhirnya berdialog.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukan salah Bapak,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebuah kalimat pendek yang sangat bermakna, khususnya bagi Si Bapak. 27 Steps of May ditutup dengan adegan May yang akhirnya berani melangkahkan kakinya ke luar. Tak hanya melewati kamarnya, ia bahkan berhasil keluar dari rumahnya dan berjalan menyusuri jalanan. Tajuk film ini menyiratkan makna bahwa setiap langkah yang May tapaki sangatlah berharga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lewat film ini, Ravi turut menunjukkan bahwa kesehatan mental bukanlah hal yang sepele. Sudah jadi rahasia umum bahwa dewasa ini masih banyak masyarakat yang abai akan pentingnya kesehatan mental. Layaknya kanker, penyakit mental nyatanya juga dapat menggerogoti hingga membunuh penderitanya secara perlahan. Oleh karenanya, penderita gangguan mental perlu mendapat dampingan khusus layaknya penderita penyakit fisik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>27 Steps of May bukanlah kisah fiktif belaka. May adalah representasi dari ribuan korban kekerasan seksual di luar sana yang tengah berjuang melawan trauma. Kisah ini juga jadi gambaran trauma dari kasus pemerkosaan yang tumbuh subur pada tahun &lsquo;98 silam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi kamu yang ingin mengikuti kisah May, kamu bisa menyaksikannya di platform<span>&nbsp;</span></span><span><em>streaming</em></span><span>&nbsp;legal, Netflix. Semoga hadirnya film ini dapat membuka mata tiap insan manusia, bahwasanya kesehatan mental bukanlah hal yang sepele. Melalui tulisan yang panjang ini, aku juga berharap kisah May dapat memotivasi korban kekerasan seksual di luar sana untuk segera bangkit dan menjalani kehidupan dengan normal seperti sediakala.<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>dre/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masih dalam Bayang-Bayang Kekerasan Seksual, LEM Sylva Serukan Aksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masih-dalam-bayang-bayang-kekerasan-seksual-lem-sylva-serukan-aksi/baca </link>
<guid> masih-dalam-bayang-bayang-kekerasan-seksual-lem-sylva-serukan-aksi </guid>
<pubDate> Thu, 28 Apr 2022 07:47:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seruan aksi oleh LEM Sylva Mulawarman atas kasus pelecehan seksual dan pungli oleh dosen. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masih-dalam-bayang-bayang-kekerasan-seksual-lem-sylva-serukan-aksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cBQLwUKtgF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Masih dalam Bayang-Bayang Kekerasan Seksual, LEM Sylva Serukan Aksi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Lembaga Eksekutif Mahasiswa Sylva Mulawarman (LEM Sylva) melakukan konsolidasi pada Rabu malam, 27 April kemarin. Puncaknya mereka menggelar aksi di depan rektorat pukul 09.00 WITA, Kamis (28/4). Massa aksi dari berbagai angkatan di Fahutan memadati rektorat, dengan harapan rektor turun tangan mengawal kasus yang disuarakan. Sejumlah dosen Fahutan diketahui juga turun membersamai aksi.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini didasari sebab salah satu dosen menjadi pelaku pelecehan seksual dan pungutan liar (pungli) kepada mahasiswa angkatan 2019 yang diajarnya dengan dalih kunjungan ke Museum Tenggarong, pada 30 Oktober 2019 silam. LEM Sylva meyakini fakultas telah menyediakan alokasi dana praktikum yang diambil dari Uang Kuliah Tunggal (UKT).</span></p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9d81dc9feb5a584b3ef062d175f3571da7104ee3.jpeg" style="width: 963px;"></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak sampai di situ, dosen terkait menyalahgunakan wewenang saat bimbingan skripsi. Dalam rilis yang dimuat oleh LEM Sylva, korban mengalami pelecehan seksual sejak 12 Juni 2021. Lalu kembali mengalami pelecehan dengan pelaku yang sama, 7 April 2022. Dari dua jam bimbingan skripsi kala itu, korban diperlakukan tak etis oleh pelaku, seperti suruhan untuk memijat dan memasangkan kaus kaki.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>LEM Sylva sebelumnya telah berdialog dan melakukan mediasi bersama civitas academica Fahutan, namun langkah konkret sanksi untuk pelaku belum dicapai. Hingga seruan aksi dilakukan, dengan lima poin tuntutan, di antaranya:&nbsp;</span><span><em>Pertama,</em></span><span>&nbsp;pemecatan dan proses secara hukum kepada oknum yang melakukan pelecehan seksual dan pemerasan.&nbsp;</span><span><em>Kedua,</em></span><span><em>&nbsp;</em>disediakan fasilitas pemulihan korban.&nbsp;</span><span><em>Ketiga,</em></span><span>&nbsp;percepat pembentukan Satgas PPKS Unmul.&nbsp;</span><span><em>Keempat,</em></span><span>&nbsp;menuntut rektorat untuk menindak oknum yang melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.&nbsp;</span><span><em>Kelima,</em></span><span><em>&nbsp;</em>percepat implementasi Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 dan jangan biarkan proses calon panitia seleksi berlarut-larut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena tuntutan kami adalah sebisa mungkin oknum dosen ini dibebas tugaskan dari jabatannya, yaitu sebagai dosen pembimbing dan penguji. Sampai saat ini belum ada tindakan dari fakultas. Ketika kami bertemu lagi dengan fakultas terkait pembebastugasan ini malah dari fakultas bilang pelaku hanya bisa dijatuhi sanksi permintaan maaf secara terbuka,&rdquo; ungkap Khusnul Khairul, Humas Aksi, Kamis (28/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak dimungkiri hingga kini Unmul masih berkutat pada proses pembentukan panitia seleksi Satgas PPKS. Hal ini akhirnya membuat LEM Sylva membuat tim untuk menyelidiki lebih lanjut kasus pelecehan seksual itu. Rencana pemulihan psikis untuk korban yang trauma juga sedang diupayakan. &ldquo;Kami mengarahkan massa aksi agar sekiranya Unmul ini memberikan ruang pemulihan untuk korban pelecehan seksual,&quot; sebut lelaki yang akrab disapa Heru itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini juga jadi pukulan bagi mandeknya inisiasi yang hendak ditempuh LEM Sylva untuk Fahutan yang lebih aman. Diakui salah satu massa aksi, Sania Larasati yang juga tergabung menjadi anggota biro LEM Sylva, gerakan seperti membuat Satgas perlindungan dan pemberdayaan untuk korban kekerasan seksual sempat jadi wacana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kayak belum terlaksana, karena banyak terhalang segala macem lah, ya. Terus, ke depannya mungkin dijalankan. Kalau bisa secepatnya, mungkin akan dibentuk dan diresmikan langsung dari dekan kita dan rektorat juga,&rdquo; sebut Sania, Kamis (28/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oknum dosen itu, bagi Sania adalah penyakit lama bagi Fahutan. Kejadian itu berulang, tetapi enggan mendapat perhatian. Baik bungkamnya korban, hingga lemahnya komitmen kampus terhadap ruang aman di pendidikan tinggi.&nbsp;</span><span>Besar harapan Sania, pembentukan komunitas atau kelompok khusus yang menyoroti isu ini segera dirampungkan, baik yang bernaung di bawah LEM Sylva maupun pihak dekan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Habis ini benar-benar langsung dijalankan, langsung dibentuk, dan minta persetujuan dari yang di atas (jajaran dekan). Kita diskusikan kembali apakah mereka ingin meresmikan secara cepat. Dan ini kan berdasarkan asas keterbukaan, ya. Jadi, semua mahasiswa-mahasiswi yang ada di fakultas kehutanan tahu adanya kita membuat (semacam) Satgas untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan di kampus,&rdquo; pungkas Sania.</span><span><strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(zas/nkh/rst)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Disebut Nyawa yang Sia-sia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/disebut-nyawa-yang-sia-sia/baca </link>
<guid> disebut-nyawa-yang-sia-sia </guid>
<pubDate> Thu, 28 Apr 2022 08:25:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi mahasiswi Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/disebut-nyawa-yang-sia-sia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fo8tHU400O.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Disebut Nyawa yang Sia-sia</h1>
			              </header>
			              <p><span><span>untuk</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>satu</span></span></p><p><span><span>dan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>lain<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hal</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>itu</span></span></p><p><span><span>jiwa-jiwanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mengemis</span></span></p><p><span><span>meminta</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>puas</span></span></p><p><span><span>mata-matanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menjelalak</span></span></p><p><span><span>nyaris</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>keluar</span></span></p><p><span><span>bagian</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tubuhnya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mengeras</span></span></p><p><span><span>mengeluarkan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pern</span></span><span><span>yataan</span></span></p><p><span><span>bahwa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mereka</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pantas</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bernyawa</span></span></p><p><span><span>serta</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>berharap</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>surga</span></span></p><p><span><span><strong><em>Puisi ditulis oleh Nessa WPS, mahasiswi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum 2019</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Perpanjangan IUPK PT KPC: Memperparah Kerusakan Lingkungan atau Memulihkan Kerugian Masyarakat? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/polemik-perpanjangan-iupk-pt-kpc-memperparah-kerusakan-lingkungan-atau-memulihkan-kerugian-masyarakat/baca </link>
<guid> polemik-perpanjangan-iupk-pt-kpc-memperparah-kerusakan-lingkungan-atau-memulihkan-kerugian-masyarakat </guid>
<pubDate> Fri, 29 Apr 2022 05:37:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perpanjangan izin PT Kaltim Prima Coal dan dampak kedepannya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/polemik-perpanjangan-iupk-pt-kpc-memperparah-kerusakan-lingkungan-atau-memulihkan-kerugian-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n5mrnsrZ9a.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Perpanjangan IUPK PT KPC: Memperparah Kerusakan Lingkungan atau Memulihkan Kerugian Masyarakat?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah mendapatkan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus&nbsp;(IUPK) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tanggal 9 Maret 2022 lalu. Itu tertuang dalam Keputusan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia No. 90/1/IUP/PMA/2021 tentang Persetujuan Pemberian Izin Usaha Pertambangan Khusus sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian Kepada PT Kaltim Prima Coal. IUPK ini diberikan hingga tanggal 31 Desember 2031 atau selama 10 tahun ke depan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perpanjangan ini kemudian membawa dilema bagi masyarakat dan alam yang telah 39 tahun terdampak oleh PT KPC. Pasalnya, pengalaman telah berkata bahwa perusahaan tambang ini memberikan rekam jejak yang buruk mengenai lingkungan dan kriminalisasi masyarakat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukan tanpa alasan masyarakat memberikan penolakan-penolakan melalui berbagai gerakan. Sebut saja tagar #BersihkanIndonesia, Trend Asia, ENTER Nusantara bersama JATAM Nasional dan JATAM Kalimantan Timur, Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur &ndash; Kalimantan Utara (LPADKT-KU), dan perkumpulan mahasiswa di Kabupaten Kutai Timur yang turut menggaungkan agar perpanjangan izin PT KPC tidak diberikan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sudah menjadi rahasia umum kita semua memiliki daftar kerugian yang seharusnya cukup bagi pemerintah untuk menghentikan aktivitas pertambangan di Kutai Timur ini. Kemudian memfokuskan pada pertanggungjawaban perusahaan terhadap 71 lubang tambang warisan PT KPC.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perpanjangan izin perusahaan tambang ini sama dengan menambah investasi kerusakan lingkungan serta perluasan kerugian masyarakat hingga berlipat-lipat di masa depan. Empat dekade perjalanan PT KPC sudah memberikan gambaran bahwa perpanjangan IUPK hanya akan memperburuk kondisi alam dan sosial masyarakat di Kutai Timur.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seyogyanya, dalam memberikan izin pemerintah harus memperhatikan aspek ekologi, ekonomi, hak asasi manusia, sosial budaya, berwawasan lingkungan, hingga dengan memperhatikan aspirasi daerah. Akan tetapi, pemberian 10 tahun perpanjangan IUPK kepada PT KPC telah melewatkan aspek-aspek yang harus dipertimbangkan tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemerintah seolah menutup mata pada fakta bahwa perusahaan ini telah menghancurkan bentang alam. Seperti menyebabkan pencemaran air pada Sungai Bendili, kriminalisasi terhadap warga Dayak Basap dan Desa Sepaso Selatan yang menolak dirampasnya hak mereka, kerusakan dan banjir di Daerah Aliran Sungai Bengalon dan Sangatta, serta krisis air bersih sepanjang 2012-2014 yang dialami 50 keluarga di Desa Keraitan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa contoh tersebut sepatutnya dapat menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah untuk lebih cermat lagi dalam memberikan izin usaha bagi perusahaan-perusahaan yang dianggap tidak cakap dalam bertanggungjawab atas aktivitas yang telah mereka lakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika dirunut lebih jauh, kerugian yang ditimbulkan oleh perusahaan ini sangat memprihatinkan. Kerugian ini merambah hampir ke semua sektor kehidupan, baik kesehatan, lingkungan, sosial-budaya, ekonomi, hingga politik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kita pun harus mengingat bahwa PT KPC memiliki catatan korupsi pada 2010 hingga 2013 yang dilakukan petinggi perusahaan serta menyeret Gubernur Kalimantan Timur berupa divestasi saham. Hasilnya, potensi kerugian yang dialami negara mencapai Rp. 792 milyar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada dasarnya, pemerintah memiliki cukup banyak PR dalam mengawal pertanggungjawaban aktivitas operasional PT KPC selama 39 tahun terakhir ditambah dengan kerugian yang akan menyusul selama 10 tahun ke depan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kita sebagai masyarakat juga tidak boleh hanya berpangku tangan menyaksikan eksploitasi alam yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tambang yang ada di Kalimantan Timur, karena sejatinya kita semua sepakat untuk mengantongi visi yang sama yaitu merawat dan melestarikan alam untuk kesejahteraan hidup masa kini dan masa depan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Novita Fitriani mahasiswi Ilmu Hukum Fakultas Hukum 2021</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gadis Mahakamku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/gadis-mahakamku/baca </link>
<guid> gadis-mahakamku </guid>
<pubDate> Fri, 29 Apr 2022 09:03:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku jatuh cinta pada pandangan pertama </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/gadis-mahakamku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RPyBnvsuVZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gadis Mahakamku</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span>Aku jatuh cinta pada pandangan pertama</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku rasa dia gadis tercantik<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>di sepanjang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>aliran sungai<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Mahakam</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Rambutnya hitam seperti abu tungku di dapurku, kulitnya seputih salju di<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Eropa</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Senyumnya menggetarkan seluruh tubuhku</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dia perempuan yang sangat baik padaku</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tetapi memang aku adalah seorang laki-laki yang pengecut</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tak pernah sampai rasa ini dapat</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ku ungkapkan pada</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>dirinya</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku yakini bahwa baiknya dia dan aku hanya<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>berteman</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>saja</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dalam rasa yang tak menentu arahnya aku ragu untuk<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mengungkapkan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>rasa</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Aku harus kembali ke kota pergi meninggalkannya, meninggalkan segala kenangan indah bersama gadis<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Mahakamku</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Derasnya arus sungai<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Mahakam</span></span><span><span>, sederas tangis gadis<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Mahakam</span></span><span><span>ku ketika melepas kepergianku</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kupanjatkan segala doa pada sang maha kuasa agar aku bisa dipertemukan kembali padanya</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong><em>Puisi ditulis oleh <span>Andreas Ongko Wijaya Hului,&nbsp;</span></em></strong></span></span><span><span><strong><em>mahasiswa Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 2020</em></strong></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Sejarah Tiga Kue Kering: Warisan dari Zaman Kolonial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/mengenal-sejarah-tiga-kue-kering-warisan-dari-zaman-kolonial/baca </link>
<guid> mengenal-sejarah-tiga-kue-kering-warisan-dari-zaman-kolonial </guid>
<pubDate> Sat, 30 Apr 2022 01:39:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejarah kue kering yang kerap ditemui saat lebaran. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/mengenal-sejarah-tiga-kue-kering-warisan-dari-zaman-kolonial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/I32XRzNe3B.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Sejarah Tiga Kue Kering: Warisan dari Zaman Kolonial</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Kue kering tak lepas dari perayaan di Indonesia. Tak terkecuali jelang Idulfitri. Tak hanya ketupat atau opor ayam, kue kering juga menjadi kudapan yang tak boleh tertinggal di dalam daftar menu jamuan lebaran. Kue kering biasanya disajikan di dalam toples cantik untuk jadi teman berbincang bersama kerabat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat puluhan jenis kue kering lebaran dengan nama dan bentuk yang unik, sebut saja nastar, kuping gajah, lidah kucing, hingga kue putri salju. Namun, tahukah kamu bagaimana sejarah dari eksistensi kue kering di Indonesia?<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa kue kering yang populer di Indonesia ternyata merupakan warisan dari zaman Kolonialisme Belanda tempo hari. Tak bisa dipungkiri, &nbsp;kolonialisasi Belanda kala itu sangat berpengaruh pada berbagai aspek di Nusantara, salah satunya kuliner. Tak sedikit pula jajanan Indonesia yang menjadi hasil akulturasi budaya dari kuliner khas Belanda. Yuk, simak penjelasan yang telah<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>rangkum khusus untukmu!</span></p><ol start="1"><li style="text-align: justify;"><span><strong>Kue Nastar</strong></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Siapa yang tak kenal dengan kue yang satu ini. Kue nastar merupakan kue kering berbentuk bulat dengan isian selai nanas. Sesuai dengan namanya, kata &ldquo;nastar&rdquo; sendiri berarti kue nanas. Kata tersebut rupanya adalah serapan dari bahasa Belanda, yakni<span>&nbsp;</span></span><span><em>ananas</em></span><span>&nbsp;yang berarti nanas, dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>taarjes</em></span><span>&nbsp;atau<span>&nbsp;</span></span><span><em>tart</em></span><span>&nbsp;yang berarti kue.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hadirnya kue nastar di Indonesia tak terlepas dari pengaruh kolonialisme. Kue ini ternyata terinspirasi dari resep kue pai Belanda yang berukuran besar dengan isian buah-buahan seperti stroberi, anggur, atau apel. Namun, orang-orang Belanda rupanya kesulitan untuk menemukan buah-buahan tersebut. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk menggantinya dengan buah-buahan lokal yang mudah ditemukan di Indonesia.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Buah nanas pun kemudian dipilih sebagai pengganti isian kue pai karena cita rasa asam dan manisnya yang serupa dengan buah stroberi atau apel. Tak hanya isian selainya saja yang berubah, bentuk dan ukuran kue pun dimodifikasi menjadi kerdil seperti yang kita kenal di masa kini.</span></p><ol start="2"><li style="text-align: justify;"><span><strong>Kue Lidah Kucing</strong></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Sama seperti kue nastar, konon kue lidah kucing merupakan warisan dari zaman Kolonial Belanda. Kue ini merupakan salah satu kue yang banyak digemari masyarakat Indonesia karena rasanya yang gurih serta teksturnya yang renyah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di Negeri Kincir Angin, kue ini dikenal dengan nama<span>&nbsp;</span></span><span><em>Kattentongen</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang berarti lidah kucing. Nama inipun disematkan sebab bentuknya yang pipih dan memanjang layaknya lidah kucing.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seiring berjalannya waktu, variasi rasa dari kue lidah kucing jadi beragam. Bahkan, saat ini warnanya tak hanya sebatas berwarna kuning seperti yang kita kenal, tetapi juga mulai bervariasi menyesuaikan rasanya, mulai dari rasa kopi, cokelat, taro, keju, sampai dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>red velvet</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga saat ini, kue lidah kucing menjadi salah satu pilihan utama dari sekian banyaknya varian kue lebaran karena rasa khasnya yang selalu dirindukan.</span></p><ol start="3"><li style="text-align: justify;"><span><strong>Kue Putri Salju</strong></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Kue yang berbentuk bulan sabit ini juga merupakan peninggalan dari zaman kolonial Belanda. Kue ini baru dikenal di Indonesia pada peralihan abad ke-19 menuju abad ke-20. Taburan gula putih serta rasa gurih yang bercampur manis menjadi daya tarik tersendiri dari kue ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain diminati di Indonesia, kue ini juga banyak diminati oleh orang-orang Jerman dan Austria. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa kue ini berasal dari Austria. Di sana, kue ini dikenal dengan nama<span>&nbsp;</span></span><span><em>Vanillekipferl</em></span><span>&nbsp;dan kerap disajikan ketika perayaan Natal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nama putri salju sendiri diambil dari taburan gula halus berwarna putih di atas permukaan kue dan menyerupai hamparan salju di musim dingin. Tekstur yang lembut serta sensasi dingin ketika menggigit kue ini menjadi daya tarik tersendiri dari kue putri salju.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Nah</em>, itu dia sejarah dari tiga varian kue kering lebaran yang masih eksis di Indonesia hingga saat ini. Adakah yang jadi favoritmu?<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>dre/snk/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjadi UKM, Legalitas Fisipers Unmul Dipertanyakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjadi-ukm-legalitas-fisipers-unmul-dipertanyakan/baca </link>
<guid> menjadi-ukm-legalitas-fisipers-unmul-dipertanyakan </guid>
<pubDate> Sat, 30 Apr 2022 06:15:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Belum adanya legalitas UKM baru Fisipers. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjadi-ukm-legalitas-fisipers-unmul-dipertanyakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gJWEzCHa9U.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menjadi UKM, Legalitas Fisipers Unmul Dipertanyakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Belakangan ini organisasi mahasiswa (Ormawa) di FISIP tampaknya semakin berkembang. Itu terlihat dengan hadirnya unit kegiatan mahasiswa (UKM) baru bernama Fisipers. Sebagaimana Lensa FISIP, Fisipers memiliki lingkup kegiatan sebagai wadah mahasiswa di bidang jurnalistik dan fotografi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, legalitasnya mulai dipertanyakan khalayak, sebab dari kehadirannya yang terbilang baru ini rupanya telah menyandang gelar UKM. Bukan sebatas tempat praktik mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam mengembangkan kompetensi. Pasalnya pada 18 Maret 2022 kemarin, dalam laman Instagramnya, Fisipers membuka rekrutmen untuk mahasiswa aktif FISIP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak. Salah satunya Pembina Fisipers sekaligus dosen Ilmu Komunikasi, Hairunnisa. Menurut pengakuannya pada Rabu (20/4), Fisipers belum mengantongi Surat Keputusan (SK) apapun, saat ini pihaknya tengah mengajukan permohonan ke Rektor Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lewat penuturannya, latar belakang berdirinya Fisipers dimulai sejak 2016 dengan pengurusan terbitan berita FISIP dan meminta mahasiswa Prodi Ilkom dalam membantu produksi pemberitaan. Hingga akhirnya, pada 21 Maret 2022 lalu, barulah Fisipers mengajukan permohonan penerbitan SK untuk berdiri sebagai UKM di FISIP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pengajuan SK Fisipers merupakan wewenang dan tanggung jawab WD3 yang diketahui oleh Dekan, kemudian diajukan ke Rektor.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Itu turut dibenarkan oleh pihak Akademik dan Kemahasiswaan Dekanat FISIP Unmul ketika dihubungi melalui kontak layanan akademik. Pihaknya menyebut bahwa SK tersebut baru diusulkan ke rektorat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Baru diusulkan ke rektorat, nanti kalau sudah ada kami kabari,&rdquo; tulis operator layanan akademik FISIP Unmul melalui WhatsApp, Jumat (22/4).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk memperjelas sejauh apa proses penerbitan SK Fisipers,<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa<span>&nbsp;</span></span><span>menyambangi Ruangan Kepala Bagian Umum, Hukum, Tata Laksana dan BMN Rektorat Unmul. Namun, ketika ditanya soal status SK Fisipers, Nayla yang merupakan salah satu staf di sana menyatakan belum ada menerima ajuan penerbitan SK dari Fisipers.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantas, bagaimana lembaga dan UKM yang berada di lingkungan FISIP Unmul merespons hadirnya Fisipers?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Jumat (22/4) lalu,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>turut<span>&nbsp;</span></span><span>menghubungi Ketua DPM Fisip Unmul, Dennis Said Raihan. Dirinya tidak mengetahui perihal lembaga kemahasiswaan baru bernama Fisipers ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mengenai Fisipers, dari DPM ataupun lembaga Ormawa di FISIP tidak ada yang mengetahui adanya UKM tersebut. Jadi, untuk saat ini masih belum bisa memberikan komentar apapun,&rdquo; jelas mahasiswa yang akrab disapa Dennis tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya pihak DPM, BEM FISIP Unmul juga buka suara mengenai hadirnya Fisipers ini. Pada Minggu (24/4), Presiden BEM FISIP Unmul, Reski Dhemas Pawe, mengungkap jika pihaknya turut menyoal legalitas Fisipers.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><br>&ldquo;Karena pada dasarnya, sebuah organisasi umumnya apalagi berada di wilayah kampus perlu adanya legalitas yang jelas,&rdquo; terangnya saat dihubungi melalui WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyebut bahwa hadirnya Fisipers menjadi pertanyaan besar sebab ketika awal terbentuk, selain menyoal SK, ranah kerja Fisipers turut menjadi pertanyaan. &ldquo;Apakah Fisipers ini media massa yang memuat berita-berita seputaran kegiatan akademik saja atau meliput kegiatan yang ada di Fisip menyangkut beberapa aktivitas mahasiswa?&rdquo; <em><strong>(</strong><strong><span>fzn/lav/piu/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menanti Program Magister Fakultas Kesehatan Masyarakat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-program-magister-fakultas-kesehatan-masyarakat/baca </link>
<guid> menanti-program-magister-fakultas-kesehatan-masyarakat </guid>
<pubDate> Sat, 30 Apr 2022 13:59:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persiapan FKM dalam program magister. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-program-magister-fakultas-kesehatan-masyarakat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cIsuKBEqFj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menanti Program Magister Fakultas Kesehatan Masyarakat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Republik Indonesia Nomor 235/E/O/2022 tentang Izin Pembukaan Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Magister pada Universitas Mulawarman, menjadi babak baru bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) untuk menyelenggarakan program studi magister di area kampus.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Proses yang panjang telah dilalui hingga akhirnya FKM mantap memulai program magister tersebut pada awal semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 mendatang. Dengan kuota maksimum 60 orang mahasiswa untuk angkatan pertama, pihak FKM Unmul menjelaskan bahwa hal itu tak akan membatasi asal lulusan yang mendaftar prodi baru ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita tidak membatasi, lulusan dari Unmul maupun dari PTS (perguruan tinggi swasta) akan kami terima selama lulusan tersebut berasal dari PT (perguruan tinggi) yang mendapatkan akreditasi B minimal,&rdquo; ujar calon Kepala Prodi magister FKM Unmul, Irfan Baharudin, melalui pesan WhatsApp pada awak <em>Sketsa,</em> Rabu (27/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program yang nantinya akan memiliki empat bidang keahlian seperti Epidemiologi, Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Gizi, dan Promosi Kesehatan ini, hendak memulai kuliah perdananya pada 8 Agustus 2022. Berbeda seperti sarjana yang menerapkan uang kuliah tunggal (UKT), prodi baru ini akan memakai sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) sebagai iuran pendidikannya. Kemudian Irfan mengungkapkan tidak ada Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) untuk angkatan pertama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk SPP di prodi magister pembayarannya sama tiap mahasiswa yaitu Rp10.000.000,00. Saat ini belum kami bebani untuk SPI namun tidak menutup kemungkinan kedepannya akan kita adakan dana SPI bagi mahasiswa baru. Sehingga menjadi bonus bagi angkatan pertama,&rdquo; ujarnya saat ditanya perihal dana SPI untuk mendaftar program magister di FKM Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>FKM Unmul juga akan memulai alur pendaftaran program magister mereka pada tanggal 1 Mei hingga 4 Juni 2022 dengan ujian tulis pada tanggal 14 Juni 2022. Kemudian dilanjut dengan tahap wawancara pada 15-17 Juni 2022, hingga pengumuman kelulusan pada 30 Juni 2022. Muaranya ialah pendaftaran ulang yang dicanangkan rentang 4 sampai 29 Juli 2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini FKM Unmul telah menyiapkan gedung perkuliahan dua lantai, di area gedung kuliah untuk program magister. Mahasiswa baru program tersebut dapat menggunakan laboratorium FKM, yang terletak di gedung laboratorium empat lantai dari hibah Islamic Development Bank (IsDB) kepada FKM Unmul sebagai sarana belajar. Penggunaan&nbsp;</span><span><em>lecture theater</em></span><span>&nbsp;dengan kapasitas seratus orang juga telah diizinkan untuk menunjang kegiatan dengan jumlah mahasiswa yang banyak. Selain itu, FKM Unmul usai mempersiapkan ruang peneliti bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan fokus menulis tesis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai kesiapan sumber daya, mereka telah menyiapkan tujuh orang dosen dengan kualifikasi pendidikan S-3 dan seorang guru besar di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk prodi baru magister ini. Staf pengajar S-2 sudah dipastikan memiliki rekam jejak yang mumpuni di dunia pendidikan dengan dibuktikan melalui luaran penelitian dan pengabdian masyarakat yang dimuat dalam jurnal skala internasional maupun nasional. Jika dibutuhkan, ke depannya prodi magister akan menggunakan dosen dengan rumpun ilmu kesehatan yang berasal dari lintas prodi di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan ke depannya, yaitu akan segera melakukan akreditasi program studi magister kesehatan masyarakat, pada lembaga akreditasi perguruan tinggi kesehatan atau LAM-PTKES, &nbsp;dan semoga mendapatkan akreditasi unggul. Sehingga dapat menghasilkan lulusan yang juga unggul dan tidak sulit mendapatkan pekerjaan serta mampu berkiprah di masyarakat,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Respons Mahasiswa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabar terkait pembukaan program magister di wilayah FKM Unmul juga disambut dengan baik oleh mahasiswa-mahasiswa S-1 di FKM Unmul, khususnya mereka yang berada di tingkat akhir. Hal ini diungkapkan oleh Rinna Rahmatia, mahasiswa FKM Unmul angkatan 2018.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rinna mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa di FKM Unmul telah mengetahui perencanaan pembukaan program studi baru untuk magister ini sejak pembangunan selesai dan beroperasinya gedung laboratorium di FKM Unmul. Selain itu, Rinna juga mengutarakan tanggapannya terkait perencanaan ini yang nantinya akan membantu mahasiswa S-1 yang telah lulus untuk melanjutkan studi mereka di jenjang yang lebih tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang pasti perencanaan yang matang terkait perencanaan pembukaan program magister akan menjadi angin segar bagi mahasiswa S1 karena tidak kesulitan lagi untuk melanjutkan studinya ke jenjang magister,&rdquo; ujarnya pada awak Sketsa via chat, Jumat (29/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat kondisi yang ada, terkait dengan kesiapan sumber daya di lingkungan FKM Unmul dirasa sudah tepat untuk memulai babak baru dengan membuka program magister di area kampus FKM Unmul. Beberapa pengajar yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri pun telah kembali dan akan kembali dalam waktu dekat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, beberapa di antaranya yang telah bergelar magister juga akan melanjutkan studi doktornya dalam waktu dekat pula. Hal ini membuat mahasiswa S-1 di FKM Unmul menilai pembukaan program magister ini layak untuk dicoba.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan saya sebagai salah satu mahasiswa S-1 FKM Unmul perencanaan ini akan meningkatkan eksistensi FKM Unmul sebagai penyumbang tenaga kesehatan yang berdedikasi tinggi terhadap kesehatan masyarakat Kaltim khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya, serta menjadi angin segar bagi mahasiswa&nbsp;</span><span><em>fresh graduate</em></span><span>&nbsp;yang berencana langsung melanjutkan studinya ke S-2.&rdquo;&nbsp;</span><span><strong><em>(vyn/zas/bey)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembali Bersemangat dengan Rekomendasi Lagu Berikut! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/kembali-bersemangat-dengan-rekomendasi-lagu-berikut/baca </link>
<guid> kembali-bersemangat-dengan-rekomendasi-lagu-berikut </guid>
<pubDate> Sat, 30 Apr 2022 14:13:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menyongsong lebaran dengan lagu pembangkit semangat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/kembali-bersemangat-dengan-rekomendasi-lagu-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6rut5FNRSa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kembali Bersemangat dengan Rekomendasi Lagu Berikut!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Dalam kehidupan, tentunya kita mengalami pasang surut. Banyak momen dan yang terjadi dalam hidup kita. Namun, tidak selamanya peristiwa yang kita lalui baik-baik saja, ada saatnya kita melewati momen yang buruk. Hal itu terkadang akan membuat kita sedih, marah, dan merasa putus asa.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada saat itulah kita membutuhkan dukungan baik secara fisik dan emosional. Dukungan emosional dapat berasal dari hal-hal disekitar, misalnya sebuah lagu penyemangat. Banyak lagu-lagu yang diciptakan untuk memberikan semangat dan dukungan kepada pendengar. Penasaran, dengan lagu-lagu tersebut? Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;rangkum pilihan lagu yang dapat membangkitkan dirimu dari keterpurukan. Yuk, simak!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tulis - Diri</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rilis pada Maret 2022 lalu, lagu ini menjadi sangat populer karena makna yang terkandung di dalamnya. Lagu ini menjadi salah satu lagu dalam album Manusia yang merupakan album keempat Tulus. Diiringi alunan gitar dan suara khas dari Tulus, lagu ini memiliki pesan kepada para pendengarnya untuk bisa berdamai dengan masa lalu dan keadaan akan baik-baik saja. Lagu ini menjadi penyembuh bagi orang-orang yang masih terjebak pada masa lalu dan sekarang waktunya untuk melihat ke depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Fiersa Besari - Pelukku untuk Pelikmu</strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lagu Fiersa yang juga menjadi <em>original soundtrack</em> (ost) film Imperfect ini dapat menjadi renungan sekaligus penyemangat untuk kamu yang sedang gundah perkara kemampuan dan paras diri. Lirik-liriknya peka terhadap isu<em>&nbsp;life crisis</em> yang dihadapi anak muda zaman sekarang. Ditambah dengan iringan musik yang apik, kamu tak perlu begitu sedih, karena lagu ini menyadarkan pelik yang kamu rasakan dapat diringankan dengan dorongan orang sekeliling.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bondan Prakoso - Ya Sudahlah</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lagu yang rilis pada tahun 2010 ini mendapatkan penghargaan sebagai karya produksi rap/hiphop terbaik pada perhelatan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award tahun 2011. Lagu dengan alunan santai ini, memiliki lirik dan nada yang mudah untuk diikuti oleh semua orang. Lagu ini bercerita ketika harapan yang diinginkan tidak terwujud, akan ada seseorang yang selalu berada di sisi kalian dan mendukung sepenuh hati. Ketika mendengar lagu ini, kita akan merasa lagu ini berbicara dengan diri kita, sehingga bagi kalian yang merasa putus asa ketika hal yang kalian inginkan tidak terwujud, bisa coba mendengarkan lagu ini untuk membangkitkan semangatmu kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>GAC - Bah</strong><strong>agia</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lagu yang dibawakan oleh Trio, Gamaliel, Audrey, dan Cantika ini masuk dalam album Stronger yang rilis pada tahun 2015. Lagu dengan genre pop ini, memiliki alunan musik ceria dan lirik yang mencerminkan indahnya kehidupan. Lagu ini mengajak pendengarnya menikmati hidup dengan mensyukuri hal-hal kecil yang dapat membuat diri bahagia. Lagu ini cocok didengarkan pada pagi hari sebelum memulai hari untuk memberikan energi baru kepadamu dalam menjalani hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Citra Scholastika - Pasti Bisa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lagu dengan alunan musik jazz ini dinyanyikan oleh penyanyi solo Citra Scholastika. Lagu ini dirilis pada tahun 2013 yang merupakan salah satu lagu dalam album pertama karya Citra. Lagu ini memberikan perasaan rileks kepada pendengarnya dengan lirik yang positif. Lagu ini bisa menjadi penyemangat bagi kamu yang masih merasa tidak yakin dengan kemampuanmu. Lagu ini memberikan optimisme bahwa semua yang akan dihadapi akan ditangani dan dilalui dengan baik. Jadi, bagi kalian yang masih merasa takut menghadapi masa depan patut mendengar lagu ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itulah beberapa lagu rekomendasi <em>Sketsa</em> yang bisa menjadi pilihanmu dikala semangatmu menjalani hari sedang turun. Lagu-lagu tersebut dapat kalian dengarkan diberbagai platform seperti&nbsp;</span><span>Spotify&nbsp;</span><span>dan&nbsp;</span><span>Youtube</span><span>&nbsp;</span><span>Music</span><span>. Selamat menikmati!&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>ash</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kacang Sembunyi Nenek </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/kacang-sembunyi-nenek/baca </link>
<guid> kacang-sembunyi-nenek </guid>
<pubDate> Sat, 30 Apr 2022 14:36:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen soal kepergian. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/kacang-sembunyi-nenek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WQ8nSHV7wu.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kacang Sembunyi Nenek</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Alma balik, ya, dah..&quot; pamitku di teras rumah hendak pulang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sebentar, ini buat jajan di bis,&quot; sebuah dialog yang aku hafal keluar dari mulut nenek, karena biasa terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sangu dari nenek tak cuma uang, ia bisa menjejali tasku dengan kue kering yang saban tahun dia buat. Tangannya mulai keriput, entah memang menua atau karena terlalu lama menguleni bahan-bahan masakan. Satu yang selalu ada: cimi-cimi dan kacang sembunyi karamel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kau tahu tidak soal itu? Kurang beruntung rasanya jika stoples lebaranmu belum pernah diisi dengan dua kue kering legendaris itu. Buatan nenekku melampaui istimewanya kue nastar di pasaran. Tak perlu kehabisan waktu mengadon dan mengolesinya mentega telur agar kuning bersinar. Sebab cimi-cimi hanya perlu dipipihkan untuk selanjutnya kau bentuk pakai alat. Begitupun kacang sembunyi, kau hanya perlu mengiris serong adonan yang sudah tipis, agar bentuknya ciamik, dan menyembunyikan kacang tanah ke dalam lipatan adonan itu. Memandikannya minyak dan gula agar menjadi karamel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku bukannya&nbsp;</span><span><em>patissier</em></span><span>&mdash;juru masak kue, tapi aku juru membantu nenek panas-panasan di depan oven tiga hari terakhir Ramadan. Aku gembira kalau menstruasi, karena artinya aku bebas buat minuman dingin di tengah krisis iklim menerpa seng rumah nenek yang dibeli murah, dan panas kompor menerpa kulitku. Menambah gelap aku yang sudah gelap.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Nikmatnya menjelma setan di tengah kerja rodi jelang lebaran,</em></span><span>&nbsp;pikirku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai lebaran, aku sering pulang ke Bontang, kota kecil yang setengah wilayahnya diapit dua perusahaan megah: Pupuk Kaltim dan LNG Badak. Apa yang aku lakukan? Biasanya hanya presensi menunjukkan batang hidung ke bapak. Hubungan kami tak langgeng layaknya bapak dan anak perempuan yang dimanja. Tak ideal sebagaimana media <em>mainstream</em> mengonstruksi hubungan keluarga inti:<em>&nbsp;ibu, ayah, anak perempuan dan laki-laki.</em> Bukan hanya perbedaan pandangan, keyakinanku dengannya menambah rentet jarak hubungan kami</span><span>&mdash;lebih tepatnya karena orang lain sibuk mempertanyakan relasi beragama kami.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi aku tak suka dikasihani orang-orang, sebab dianggap aku terlalu malang karena harus memilih agama. Aku menepisnya, karena rasa syukur dan pandanganku melebihi komentar-komentar tak masuk akal perkara kemanusiaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&quot;Mengapa tidak ikut menjadi Nasrani kalau sudah tinggal dengan bapak?&quot;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&quot;Mengapa masih berjilbab, lingkunganmu Nasrani semua, lo&quot;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&quot;Ibumu sakit apa sebelum meninggal? Kasihan sekali karena sekarang kamu harus memilih menjadi Nasrani atau Muslim&quot;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di era Elon Musk mengejar rekor untuk meluncurkan 52 roket SpaceX, orang sekelilingku masih saja sibuk mengomentari keberagaman yang coba kutempuh. Sibuk sendiri mengganyang asumsi yang mereka buat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku merayakan Idulfitri dan Natal. Datang ke Balikpapan berpuasa tiga puluh hari dan merayakan lebaran, beberapa bulan setelahnya ikut membantu dalam perayaan Natal. Apa yang salah dari itu?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi kali ini, sebenarnya aku tak pulang hanya karena Natal, sebab tugas akhirku kadung bertandang di kota Bessai Berinta itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kapan lulusnya?,&quot; nenek selalu bertanya tiap aku ke Balikpapan, bergoler di sofa merah miliknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tunggu sehabis penelitian,&quot; aku menjawab sok-sokan meski dalam hati tidak tau kapan itu kulakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum pindah ke Bontang untuk ikut bapak, aku dewasa bersama didikan ibu, lima belas tahun hidupku juga diisi dengan kebaikan hati nenek. Ibuku harus bekerja karena menjadi&nbsp;</span><span><em>single parent</em></span><span><em>.&nbsp;</em>Semasa SD, aku tak kenal betul apa arti diantar, ditunggu, dan dijemput oleh orang tua. Tapi aku besar dengan cinta dan kasih dua orang nenek. Ibu dari bapak&mdash;</span><span>seorang pensiunan guru dan Nasrani yang taat, berdoa tiga kali sehari di kamar</span><span>. Serta ibu dari ibuku&mdash;</span><span>seorang ibu rumah tangga, aktif berorganisasi, beken di kalangan ibu-ibu PKK.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>---</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tiga bulan di Bontang, nenek--<em>ibu dari ibuku</em>, melakukan</span><span>&nbsp;<em>video call</em></span><span>, tentu dibantu bibiku. Apalah nenekku si generasi&nbsp;</span><span>baby boomers</span><span>&nbsp;yang biasanya hanya memencet&nbsp;</span><span>remot</span><span>&nbsp;menonton Indosiar. Ia menanyakan kabar penelitianku.&nbsp;</span><span>Nenek sakit saat itu, susah duduk dan susah makan. Biasanya, saat nenek sehat, dia mengadon kue, duduk di depan teve atau menyetel lantunan kasidah. Saban hari minum teh dan makan yang manis&mdash;yang selalu aku marahi karena dirinya punya riwayat diabetes.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebulan setelahnya,&nbsp;</span><span><em>video call</em></span><span><em>&nbsp;</em>itu sudah tidak diisi dengan suara nenek. Karena dia kesulitan bicara, matanya susah terbuka. Aku bingung hendak basa-basi apa. Tapi yang jelas, aku yang saat itu memang ingin menangis, merapel ketidakjelasan emosi dan kesedihan di depan layar gawai. Air mata mengucur, segera aku bergegas untuk mencari bus, berangkat ke rumah nenek. Menempuh jarak lebih kurang 224 kilometer. Takut sekali jika malam ini Tuhan ambil nenek, sedang aku belum juga menyapa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku jadi teringat satu kejadian saat 2015, pertama kalinya aku menjajaki Bontang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Halo, ini siapa?&quot; suara akrab dari Balikpapan itu menyembur ke telinga, keluar dari&nbsp;</span><span><em>speaker</em></span><span><em>&nbsp;</em>telepon rumah yang ku pegang. Aku yang saat itu tak punya ponsel pintar, memastikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ini Alma, ini betulkan nomor nenek?&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Iya, kenapa? Kok enggak pernah telepon semenjak di sana?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku tarik napas, tak ingin nenek dengar aku terisak. Tapi kecengengan ini mendarah daging, dari mulai aku kecil, suka terjatuh saat main sepeda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Alma kangen,&quot; suaraku menggantung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Pengin pulang ke sana..&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di seberang jalan sana, nenek hanya mendengarkan. Tau betul setiap menangis aku curi-curi waktu karena gengsi terlihat. Tapi kali itu aku tetap jadi anak kecil yang hanya pengin pulang. Kembali hidup biasa bersama nenek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Lebaran nanti ke sini aja,&quot; sahutan nenek menutup dialog saat itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>-----</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Pukul 2 siang.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesampainya di sana, nenek cuma terbaring. Rambut keritingnya yang dulu sering kuolok banyak yang memutih. Tubuhnya ringkih dan kurus, padahal dulu nenek selalu komentar tubuhku yang kecil seperti tak diberi makan. Namun, perkara membalikkan keadaan Tuhan paling bisa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dua hari usai aku sampai, nenek habis napas. Pertanda aku tidak bisa lagi memulai percakapan dengannya, dapat sangu uang, dan makan kue kering buatannya. Juga Ramadan ini akan sepi, lebih lagi lebaran. Tak ada deretan kue nenek berjejer di meja beralas taplak meja putih dan dengan emblem pink. Aku hapal menunya: cimi-cimi, kacang sembunyi, nastar, putri salju, madumongso, teh kotak, dan minuman cincau. Syukur jika ada opor ayam dan bolu pisang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai ikut memandikan nenek, aku tak tau perpisahan bisa jadi sebegini lekatnya. Nenekku adalah<em>&nbsp;</em></span><span><em>hoarder</em></span><span>&mdash;penimbun barang yang kunilai tak cukup bernilai. Aku, cucunya, adalah seorang yang suka semuanya tertata rapi, tanpa kehebohan pernak-pernik. Aku mudah membuang barang, bahkan yang sentimentil sekalipun. Nenek kerap salut dengan <em>skill</em> diam-diamku ini. Bengis membuang barang tanpa ragu sesekali. Hal yang sulit dilakukan oleh nenek berusia hampir tujuh puluh tahun. Kadang ia marah sebab</span><span>&nbsp;barang &lsquo;bernilainya&rsquo; ikut tergerus ke plastik kuning besar yang biasa kujadikan tempat sampah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kali ini, sulit. Membersihkan barang-barang nenek artinya membersihkan segala sudut soal nenek. Baru kali ini membuang barang jadi dilema bagiku. Kepergian nenek sebenarnya bukan hanya ketidakmampuan manusia untuk terhubung, tapi juga ketidakmampuan manusia menghitung berapa ingatan terlintas tentang orang yang baru saja pergi. Aku mengalaminya. Aku sadar bahwa aku mengalaminya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenang nenek bagiku sama dengan mengenang berapa kali aku teringat baju daster yang dia jahit sendiri pakai kain pembagian parpol, mengenang rambut keriwilnya, mengenang manisnya kacang sembunyi karamel buatan nenek. Terlebih mengingat kapan sisa waktuku untuk sampai di tahap yang nenek telah lewati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sebentar, bukankah kematian juga pencapaian terbesarnya manusia?</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerita pendek ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi, FISIP 2018.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Intimidasi Persma Atas Pemberitaan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/intimidasi-persma-atas-pemberitaan-kasus-kekerasan-seksual-di-kampus/baca </link>
<guid> intimidasi-persma-atas-pemberitaan-kasus-kekerasan-seksual-di-kampus </guid>
<pubDate> Tue, 10 May 2022 06:25:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Intimidasi terhadap persma. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/intimidasi-persma-atas-pemberitaan-kasus-kekerasan-seksual-di-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QMO1yJWyw3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Intimidasi Persma Atas Pemberitaan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Jakarta, 28 April 2022&ndash;Dalam rangka kolaborasi #ButuhKampusAman Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut melakukan reportase tentang kasus kekerasan seksual di kampus. Kolaborasi tersebut merupakan inisiasi dari Project Multatuli bersama 22 Pers Mahasiswa se-Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Senin, 18 April 2022, Institut telah menerbitkan reportase investigasi bertajuk &ldquo;Dosa&nbsp;</span><span>Besar Senior Predator Seks&rdquo;. Namun, atas tekanan pihak&mdash;yang merasa dirugikan&mdash;dengan pemberitaan tersebut, Institut terpaksa menurunkan berita itu sehari setelah diterbitkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Merujuk pada kode etik jurnalistik, diperlukan verifikasi data yang lebih mendalam untuk memperkuat validitas berita. Tim redaktur Institut mengakui, memang ada proses yang terlewat dalam peliputan berita tersebut. Kami mengakui kesalahan itu dan meminta maaf.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai upaya menyelesaikan kesalahpahaman, LPM Institut terbuka kepada pihak yang merasa dirugikan, yakni dengan melayangkan hak jawab maupun hak koreksi ke pihak Redaksi Institut. Sayangnya dua hal tersebut tak digubris oleh pihak bersangkutan. Pihak yang bersangkutan melayangkan intimidasi terhadap LPM Institut dengan memaksa untuk menurunkan berita dan mengancam pengurus LPM Institut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Selasa, 19 April 2022, LPM Institut menerima intimidasi dari pihak terkait secara langsung saat pertemuan negosiasi hak jawab di Gedung Student Center (SC) Lantai 3 Ruang 307 Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pertemuan mulai berjalan tidak kondusif saat alumni atau senior dari pihak yang merasa dirugikan mulai mengeluarkan ancaman kepada LPM Institut. Kami menyadari bahwa pertemuan tersebut tidak memiliki relasi yang setara. Bukan lagi pertemuan negosiasi tetapi intimidasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain diminta untuk menurunkan berita &ldquo;Dosa Besar Senior Predator Seks&rdquo;, pihak LPM Institut juga diminta menandatangani perjanjian antara LPM Institut dengan UKM terkait dan diminta menerbitkan postingan permintaan maaf. Namun saat LPM Institut meminta untuk diberi ruang diskusi internal, pihak terkait malah meminta kedua hal tersebut segera dilakukan. Ketika LPM Institut tidak segera melakukan penandatanganan perjanjian dan menerbitkan postingan permintaan maaf, para senior atau alumni mulai mendatangi kami dan melakukan intimidasi dan ancaman lebih lanjut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seharusnya mahasiswa dilindungi hak akademiknya, termasuk Pers Mahasiswa yang juga memiliki kebebasan pers. Dimanapun kebebasan pers adalah bagian dari hak asasi manusia. Penurunan berita bukanlah hal yang dimaklumi, dan ini masuk ke dalam pelanggaran sensor, yaitu sebuah penghapusan secara paksa terkait liputan jurnalistik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada intinya, Institut tidak memiliki itikad buruk untuk menjatuhkan citra pihak bersangkutan, meskipun laporan tersebut telah berdasarkan fakta di lapangan. Sebagai bentuk solidaritas dan upaya meminimalisir intimidasi yang terjadi, LPM Institut mengundang seluruh rekan media untuk hadir dalam Konferensi Pers pada Kamis, 28 April 2022 via Zoom Meeting.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Ditulis oleh LPM Institut Universitas Islam Negeri Jakarta</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FK Unmul Bersiap Buka Tiga Prodi Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fk-unmul-bersiap-buka-tiga-prodi-baru/baca </link>
<guid> fk-unmul-bersiap-buka-tiga-prodi-baru </guid>
<pubDate> Sat, 14 May 2022 09:33:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fakultas Kedokteran Unmul rencanakan buka tiga Prodi baru. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fk-unmul-bersiap-buka-tiga-prodi-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NgDjhKkeTP.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>FK Unmul Bersiap Buka Tiga Prodi Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Sebelumnya, pada Minggu, 17 April 2022 lalu, beredar kabar Rapat Senat bersama dengan pejabat Fakultas Kedokteran lainnya. Diketahui, pertemuan itu ihwal wacana pembukaan tiga &nbsp;program studi (Prodi) baru yang akan dibuka pada FK Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai Siti Khotimah selaku Wakil Dekan (WD) 1 FK, pada Jumat (13/5). Tiga Prodi baru yang direncanakan itu di antaranya Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (biasa dikenal dengan Spesialis Paru-paru), S-1 Keperawatan, yang saat ini masih berstatus D-3 Keperawatan, dan Profesi Ners. Ketiganya saat ini sedang dalam pengajuan proposal dokumen.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam pengajuannya, ungkap Siti, hanya terdapat dua dokumen. Itu lantaran dokumen Profesi Ners dan S-1 Keperawatan tergabung menjadi satu dokumen proposal, dan dokumen lain untuk pengajuan Spesialis Kedokteran Paru.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kesiapan itu, mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) FK. Selain kabar baik itu, hal tersebut selaras dengan diraihnya akreditasi Prodi Profesi yang telah berpredikat A 2019 lalu. Selain persoalan akreditasi, kebutuhan lapangan kerja turut melatarbelakangi pengembangan Prodi yang dilakukan FK. Siti menilai kebutuhan lapangan kerja terkait spesialis, khususnya Spesialis Paru-paru masih sangat kurang di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Itu datanya sudah kita sampaikan semua di dalam proposal pengajuan pembukaan Prodi, diajukan juga ke senat, ya, untuk mendapatkan masukan, asesmen, maupun rekomendasi.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selagi menunggu rekomendasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), FK Unmul tentu telah mempersiapkan terkait pembelajaran bagi Prodi baru nantinya. Berbeda dengan pendidikan akademik seperti S-1 atau D-3, program spesialis dan profesi nantinya akan bertempat di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara untuk S-1 Keperawatan, direncanakan menggunakan gedung yang berlokasi di Jalan Anggur, tepatnya yang sampai kini ditempati oleh mahasiswa D-3 Keperawatan. Tak sampai di situ, tenaga pengajar pun telah dipersiapkan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sudah ada panduan (kurikulum) di tingkat nasional, tinggal kita ikut panduan itu dan menambah keunggulan kita terkait dengan<span>&nbsp;</span></span><span>tropical medicine</span><span>,&quot; jelas Siti di ruangannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski belum terdapat informasi secara resmi, Siti mengaku sosialisasi akan dilakukan ketika segala prosedur telah dipenuhi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Presiden BEM Fakultas Kedokteran, Affan Aswin turut berbangga mendengar kabar pembukaan Prodi baru tersebut. Baginya itu sebagai perkembangan yang pesat bagi Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Semoga ke depannya Unmul dapat membuka Prodi spesialis lainnya,&quot; tulisnya melalui WhatsAppp pada Selasa (10/5) lalu.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>ahn/cal/fza/vyn)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> P2MW: Kesempatan Mahasiswa untuk Peroleh Bantuan Dana Berwirausaha </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/p2mw-kesempatan-mahasiswa-untuk-peroleh-bantuan-dana-berwirausaha/baca </link>
<guid> p2mw-kesempatan-mahasiswa-untuk-peroleh-bantuan-dana-berwirausaha </guid>
<pubDate> Sat, 14 May 2022 11:19:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemdikbud Ristek buka progam P2MW </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/p2mw-kesempatan-mahasiswa-untuk-peroleh-bantuan-dana-berwirausaha/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6Ye45bLj3X.png" />
					</figure>
			                <h1>P2MW: Kesempatan Mahasiswa untuk Peroleh Bantuan Dana Berwirausaha</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Meski Indonesia dinilai memiliki potensi untuk menjadi negara maju dengan tingkat perekonomian yang kuat, nyatanya rasio kewirausahaan di Indonesia cukup rendah. Dari rasio minimal 4 persen dari jumlah penduduk, Indonesia masih berada pada angka 3,75 persen. Jauh tertinggal dari negara ASEAN lain seperti Thailand, Malaysia, hingga Singapura.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan berkomitmen mendukung penguatan perekonomian Indonesia. Hal ini lantas diwujudkan dengan mencetak SDM wirausaha melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>P2MW merupakan sebuah program pengembangan usaha bagi mahasiswa yang telah memiliki usaha, melalui bantuan dana dan pembinaan dengan pendampingan serta pelatihan usaha kepada mahasiswa. Tujuan dari program ini untuk membentuk dan mendorong mahasiswa dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Program ini diikuti secara berkelompok terdiri dari 3 hingga 5 mahasiswa meliputi ketua dan anggota dengan mengajukan proposal usaha. Adapun kategori usaha yang dapat dipilih meliputi: makanan dan minuman, produksi atau budidaya, industri kreatif, seni, budaya, dan pariwisata, jasa dan perdagangan, dan teknologi terapan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saat ini proses pendaftaran proposal telah dibuka, dan berlangsung hingga 5 Juni 2022 dengan mengunggah proposal ke Direktorat Belmawa. Sedangkan pelaksanaan P2MW sendiri akan dilakukan dari Juni hingga November. Informasi lebih lengkap seputar P2MW dapat kamu akses melalui tautan berikut:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://kesejahteraan.kemdikbud.go.id/p2mw%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1652530157778033%26amp;usg%3DAOvVaw0siDiTGEzka9amusL2BWJn&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1652530157787236&amp;usg=AOvVaw0L4JmazMyTYL6ulfShyJA-"></a><a href="https://kesejahteraan.kemdikbud.go.id/p2mw">https://kesejahteraan.kemdikbud.go.id/p2mw</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi lulusan yang tak sekadar sebagai pencari kerja (</span><span><i>job seeker</i></span><span>) tetapi juga sebagai pencetak lapangan kerja (</span><span><i>job creator</i></span><span>). Jadi bagi kalian mahasiswa yang sedang berwirausaha dan tertarik dengan program ini, jangan lupa daftarkan diri kalian, ya!<span><i><b>&nbsp;</b></i></span></span><i><b><span>(</span><span>ash/nkh</span><span>)</span></b></i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berlomba Mencari Ruang Aman dari Kekerasan Seksual di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berlomba-mencari-ruang-aman-dari-kekerasan-seksual-di-unmul/baca </link>
<guid> berlomba-mencari-ruang-aman-dari-kekerasan-seksual-di-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 16 May 2022 08:38:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Upaya penanganan kasus kekerasan seksual ditengah belum tuntasnya Satgas PPKS. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berlomba-mencari-ruang-aman-dari-kekerasan-seksual-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wVobz3blqL.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Berlomba Mencari Ruang Aman dari Kekerasan Seksual di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Kasus kekerasan seksual di Unmul bertambah, setidaknya yang tersorot belakangan ialah dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Fahutan, 28 April lalu. Di tengah getir ancaman dan menipisnya ruang aman untuk korban, kehadiran Satgas PPKS terus dinantikan. Namun, apa yang sementara mampu dilakukan warga kampus saat Satgas PPKS belum kunjung terdengar kehadirannya?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam kekosongan itu, geliat organisasi mahasiswa (Ormawa) di Unmul jadi ujung tombak untuk mahasiswa mencari ruang aman. Dalam wawancara<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;sebelumnya, dua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas seperti FISIP dan FH, mengaku kesulitan dalam penanganan korban. Meski advokasi dan kolaborasi bersama lembaga terkait terus diupayakan. Di sisi lain, Lembaga Eksekutif Mahasiswa Sylva (LEM Sylva) juga tak ketinggalan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Selasa (10/5), Naufal Banu selaku Ketua LEM Sylva menuturkan bahwa saat ini lembaga yang ia pimpin itu tengah membentuk Satgas internal Fahutan sebagai mitigasi untuk kasus serupa ke depannya. LEM Sylva akan menjadi fasilitator untuk korban yang alami kekerasan seksual. Setelah upaya itu, pihaknya hendak menggandeng pihak kampus dalam menindaklanjuti kasus kekerasan seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam upaya tersebut, LEM Sylva tak terlepas dari berbagai kendala. Apalagi saat ini LEM Sylva harus berdiri sendiri tanpa adanya bantuan dari Satgas PPKS sebagaimana yang diatur dalam Permendikbud PPKS.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kurangnya sumber daya manusia yang memahami tentang pelecehan seksual secara detail, sehingga memerlukan waktu untuk mempelajari,&quot; sebutnya saat menyoal antisipasi yang dilakukan lembaganya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Naufal, dalam proses menciptakan ruang aman diperlukan beragam informasi untuk menunjang pengetahuan soal penanganan kekerasan seksual, terkhusus terhadap korban. Selain Permendikbud PPKS, pukulan atas apa yang terjadi April lalu di kampus rimbawan itu, membuat ia dan tim getol mempelajari sejumlah aturan seperti Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perbanyak mencari informasi terkait pelecehan seksual dari berbagai sumber dan mempelajari UU TPKS dan Permendikbud.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai Agustina, Dosen FH yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Litigasi Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Unmul pada Jumat (13/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengakui lambannya tim Satgas PPKS di Unmul tak terlepas dari panjangnya proses pelatihan yang harus ditempa peserta seleksi pada setiap tahapnya. Lewat rentang waktu itu, tutur Agustina, masing-masing fakultas dapat mengupayakan langkah kecil dan konkret terlebih dahulu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebut misalnya pembentukan posko aduan yang berguna untuk mempermudah peninjauan dalam menangani kekerasan seksual yang terjadi. &ldquo;Pihak Fakultas dapat saja membentuk Posko Aduan, kami di Fakultas Hukum juga sedang mempersiapkan posko kerja sama BEM Fakultas Hukum, Pusat Studi Hukum Perempuan dan Anak dan juga LKBH.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya hal ini tak bisa hanya menunggu dan mengandalkan Satgas PPKS di tingkat universitas, tetapi tiap tingkatan seperti program studi, ormawa, hingga fakultas sangat diharapkan inisiatifnya dalam menjemput bola. Tak pelak, wawasan mahasiswa terhadap kekerasan seksual yang mengintai di pendidikan tinggi ini juga harus diupayakan agar kesadaran itu menular.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mari sama-sama kita jaga muruah pendidikan di kampus kita dengan sinergi semua warga kampus sehingga dapat meminimalisir kekerasan seksual di kampus kita.&quot;</span><span>&nbsp;</span><span><em><strong>(sya/tha/wuu/dre/khn/rst).</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eustress: Stres yang Dibutuhkan Oleh Manusia dan Menimbulkan Efek Positif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/eustress-stres-yang-dibutuhkan-oleh-manusia-dan-menimbulkan-efek-positif/baca </link>
<guid> eustress-stres-yang-dibutuhkan-oleh-manusia-dan-menimbulkan-efek-positif </guid>
<pubDate> Mon, 16 May 2022 10:26:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kiat memanajemen stres menjadi hal yang positif. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/eustress-stres-yang-dibutuhkan-oleh-manusia-dan-menimbulkan-efek-positif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/st63YUPktm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Eustress: Stres yang Dibutuhkan Oleh Manusia dan Menimbulkan Efek Positif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> - &nbsp;</span><span>Seseorang yang dihadapkan dengan tuntutan dan tekanan kerap kali mengalami stres. Stres sering dikaitkan dengan hal yang negatif. Kenyataannya, stres juga dapat membawa dampak positif yang dikenal dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>eustress</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Eustress</em></span><span>&nbsp;merupakan salah satu jenis stres yang menimbulkan kebahagiaan dan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Stres jenis ini muncul dengan memotivasi seseorang untuk mencapai target yang dituju, sampai tujuan tersebut tercapai serta terpenuhinya harapan dari seseorang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Eustress</em><span>&nbsp;</span></span><span>bersifat menyenangkan dan memberikan suatu pengalaman yang memuaskan. Kondisi<span>&nbsp;</span></span><span><em>eustress</em><span>&nbsp;</span></span><span>dimana individu dapat mengelola stresor (penyebab masalah) dengan baik dan mendapatkan hasil yang positif. Salah satu dorongan adanya<span>&nbsp;</span></span><span><em>eustress</em><span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;berupa harapan dari seseorang sehingga ia akan berusaha memenuhi tujuannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikutip dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>sehatq.com</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>jenis stres ini &nbsp;muncul tidak dikarenakan ketakutan atau ancaman. Justru stres ini muncul ketika seseorang sedang senang.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Eustress</em></span><span>&nbsp;sering terjadi ketika sedang menghadapi situasi-situasi tertentu. Pada siswa dapat berdampak positif pada proses belajar, penyelesaian tugas, dan keberhasilan dalam mengerjakan ujian dan mengukir prestasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Stres dialami oleh semua manusia tanpa pandang bulu, seperti stres akademik, stres kerja, dan stres dalam keluarga. Tetapi alangkah baiknya, jika mampu mengelola stres yang dialami menjadi<span>&nbsp;</span></span><span><em>eustress</em></span><span>&nbsp;sehingga dapat meningkatkan kinerja atau prestasi akademik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikutip dari Jurnal Manajemen Bisnis, Palang Merah Indonesia (PMI) menyebutkan 5 teknik manajemen stres dalam buku Panduan Manajemen Stres. Pertama, mengenal diri sendiri. Mengetahui kekuatan, kelemahan, hal-hal yang disukai dan yang tidak disukai dapat membantu kita memetakan ke arah mana kehidupan akan kita bawa. Dengan mengenal diri sendiri, akan lebih mudah untuk menentukan cara dan strategi apa yang tepat untuk meringankan stres.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, peduli diri sendiri. Setelah mengetahui diri secara mendalam, maka kebutuhan-kebutuhan dan kewajiban juga akan tampak. Memenuhi kebutuhan diri sendiri merupakan salah satu cara untuk mengatur stres yang dihadapi. Peduli akan diri sendiri dapat dimulai dengan mencoba pola hidup sehat, bersosialisasi dengan teman dan sanak saudara, merencanakan kegiatan yang realistis dan menjalani hobi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga, perhatikan keseimbangan. Sebagaimana manusia yang dianugerahi beberapa aspek dalam dirinya, maka kelima aspek ini harus dipelihara dan dipenuhi secara seimbang. Lima aspek pemeliharaan diri ini adalah: Aspek Mental Emosional, Aspek Intelektual, Aspek Fisik, Aspek Spiritual dan Aspek Rekreasional<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keempat, bersikap proaktif. Sikap ini diperlukan dalam mencegah gangguan stres dengan merawat kelima aspek di atas dengan baik dan rutin agar menjadi sosok yang resilien dan memiliki kemampuan dan kekuatan lebih dalam menghadapi stres.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kelima, sinergi. Langkah-langkah sebelumnya ialah satuan proses yang perlu dilakukan secara berurutan dan terpadu dengan kehendak dan kesadaran penuh untuk bangkit dari keterpurukan dan stres.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apabila stres positif membawa kebahagian, maka dampak yang ditimbulkan juga bermanfaat bagi diri sendiri yang membangun dan orang-orang di sekitar. Dimana kondisi seseorang yang dapat mengendalikan<span>&nbsp;</span></span><span>coping stress</span><span>&nbsp;dengan baik akan membuat individu merasakan kepuasan hidup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apakah stres yang kamu hadapi merupakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>eustress</em></span><span>? Apapun itu, semoga kita tetap bisa mengelola stres yang ada menjadi hal yang positif untuk mencapai kepuasan hidup, ya!<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(snk/amg/nkh)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kendala PKM Unmul, 3 Tim Merasa Dirugikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kendala-pkm-unmul-3-tim-merasa-dirugikan/baca </link>
<guid> kendala-pkm-unmul-3-tim-merasa-dirugikan </guid>
<pubDate> Tue, 17 May 2022 08:52:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kelalaian pihak Unmul dalam PKM 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kendala-pkm-unmul-3-tim-merasa-dirugikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hyVVw0ilUn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kendala PKM Unmul, 3 Tim Merasa Dirugikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menjadi ajang bergengsi setiap tahunnya bagi pendidikan tinggi. Melalui kompetisi tersebut mahasiswa dapat aktif berkreasi dan berinovasi melahirkan karya-karya ilmiah dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah. Namun, pada tahun ini pelaksanaan PKM di Unmul tampaknya belum berjalan dengan maksimal, sebab terdapat tiga tim PKM yang mengalami kendala dalam pengunggahan karya, bahkan merasa dirugikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun ketiga tim tersebut terdiri atas dua tim dari FK dan satu tim dari Farmasi yang gagal mendaftarkan proposal ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Hal itu diakibatkan oleh beberapa bentuk kelalaian yang dilakukan oleh universitas. Seperti terlambatnya pembentukan tim<span>&nbsp;</span></span><span><em>reviewer</em><span>&nbsp;</span></span><span>dan proses<span>&nbsp;</span></span><span><em>review</em><span>&nbsp;</span></span><span>proposal, keterlambatan proses pengembalian proposal kepada tim PKM, operator yang teledor dan tidak tanggap, serta pihak Unmul yang kurang mengantisipasi terjadinya<span>&nbsp;</span></span><span><em>website down</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itu dirasakan oleh Muhammad Rudi Maulana selaku Ketua Tim PKM bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Farmasi. Diwawancarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Minggu (1/5) lalu, Rudi mengaku bahwa timnya mengalami hambatan, salah satunya adalah banyaknya kesalahan tik</span><span>&nbsp;</span><span>dalam judul proposal yang dimasukkan oleh operator Unmul ke Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Simbelmawa).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tim PKM-RE Farmasi lantas menghubungi penanggung jawab pihak fakultas untuk mengoreksi kesalahan yang ada di dalam judul proposal tersebut, tetapi timnya mendapat balasan bahwa kesalahan dalam judul bukanlah sesuatu yang berarti.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami terus menyakinkan penanggung jawab pihak farmasi bahwasannya judul proposal itu sangat penting,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak kunjung diubah hingga malam harinya, tim tersebut akhirnya menghubungi pihak operator Unmul terkait permasalahan yang tengah dialami. Namun, pada saat itu server Simbelmawa telah<span>&nbsp;</span></span><span><em>down</em><span>&nbsp;</span></span><span>dan tidak dapat diakses. Sehingga operator Unmul pun tidak bisa mengubah judul tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seharusnya, judul itu bisa diubah lebih cepat sebelum server menjadi<span>&nbsp;</span></span><span><em>down</em></span><span>,&rdquo; kesal Rudi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga pada 1 April 2022, tim PKM-RE Farmasi kembali menghubungi pihak operator universitas untuk menginformasikan bahwa server Simbelmawa sudah dapat diakses. Namun, tim tersebut tidak mendapatkan tanggapan apa pun. Dirinya juga mengaku tak mendapat permohonan maaf ataupun upaya berdialog atas kelalaian tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Ketua Tim PKM Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) FK, sekaligus anggota tim PKM-RE Farmasi, Rahmania, menilai bahwa setiap tahunnya Unmul melakukan persiapan PKM secara mendadak. Ia getol berkomentar bahwa evaluasi dari pelaksanaan PKM di Unmul tahun sebelumnya harus menjadi catatan perbaikan yang penting.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harusnya tiap tahun bisa dilakukan evaluasi sehingga segala hal yang berkaitan dengan proses pendaftaran dan administrasi tidak mepet dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>deadline</em></span><span>, mengingat<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;yang<span>&nbsp;</span></span><span><em>error</em><span>&nbsp;</span></span><span>bisa kapan saja terjadi,&rdquo; ujarnya ketika diwawancarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Minggu (1/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Rahmania, operator<span>&nbsp;</span></span><span><em>Information and Technology</em></span><span>&nbsp;(IT) yang ditugaskan seyogianya lebih cekatan dalam menjalankan tugasnya. Terlebih pada tahun ini terdapat proses pengisian data di Simbelmawa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak luput ia juga mengkritisi keterlambatan pembentukan tim<span>&nbsp;</span></span><span><em>reviewer</em></span><span>, yakni tim yang bertugas melakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>review</em><span>&nbsp;</span></span><span>internal terhadap proposal milik tim PKM yang telah dikirimkan oleh masing-masing fakultas secara kolektif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tim<span>&nbsp;</span></span><span><em>reviewer</em><span>&nbsp;</span></span><span>ini sebaiknya dipersiapkan dari jauh-jauh hari, bahkan kalau bisa sebelum pihak Dikti mengumumkan penerimaan proposal. Bukannya malah baru dibentuk ketika mendekati<span>&nbsp;</span></span><span><em>deadline</em><span>&nbsp;</span></span><span>pengumpulan proposal tersebut.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini dimuat,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>telah meminta tanggapan petugas yang bersangkutan untuk dilakukannya konfirmasi, tetapi tidak mendapatkan respons yang cukup. Namun, diketahui terdapat rencana pertemuan antara ketiga tim PKM yang gagal mendaftarkan proposalnya dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaifuddin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Belajar dari Pengalaman Mahasiswa di Luar Unmul dalam Ajang PKM</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unmul agaknya bisa belajar dari kampus lain agar lebih berkomitmen mendengar keluhan dan aspirasi mahasiswa terhadap PKM.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai Safitri Dwiwandari Khofifah, mahasiswi Kaltim yang berkuliah di FKG dan menjadi Ketua Tim PKM-RE asal Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia lolos pendanaan PKM 2021 lalu. Ini diakuinya bukan karena kemampuannya semata, namun juga tekunnya pihak universitas dalam mewanti-wanti kendala yang biasa terjadi semasa PKM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia bercerita bagaimana alur informasi dilaksanakan dengan koordinasi yang jelas dan dua arah, khususnya pada operator yang banyak mengurus perkara pengunggahan karya. Pihak kampus tak hanya melatih melalui<span>&nbsp;</span></span><span><em>workshop</em><span>&nbsp;</span></span><span>dari jauh-jauh hari, tetapi memberikan akses seperti insentif bagi yang lolos seleksi internal di UMS untuk memacu semangat mahasiswa ke tahap berikutnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Secara teknis, kampusnya juga membantu pembuatan akun dan posko informasi dan bantuan bagi mereka yang terkendala saat memasuki<span>&nbsp;</span><em>website</em>. Lebih lanjut, adalah wajib hukumnya untuk mengunggah satu minggu sebelum tenggat yang ada di Simbelmawa. Itu diakui Safitri karena pihak kampus mengantisipasi kerja yang terburu-buru: perlunya mahasiswa cermat dalam revisi, lupa<span>&nbsp;</span><em>password</em>, dan hal sejenis yang bisa datang kapan saja.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada dua tahap, pertama memasukkan proposal setelah banyak berdiskusi dengan dosen pembimbing, seleksi internal UMS, diberi kesempatan revisi dan perbaikan, lalu<span>&nbsp;</span></span><span><em>submit</em><span>&nbsp;</span></span><span>lagi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu untuk seleksi kedua. Setelah seleksi kedua yang sudah direvisi, kemudian diinformasikan siapa saja yang lolos, kita dikasih<span>&nbsp;</span></span><span><em>workshop</em><span>&nbsp;</span></span><span>berkali-kali, entah cari ide, penulisan, format, isinya bagaimana. Jadi (pihak kampus) aktif banget,&rdquo; terangnya saat diwawancarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Jumat (13/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengikuti ajang PKM ialah wajib bagi mahasiswa di fakultasnya. Utamanya mereka yang telah menginjak semester 5. Di sini, pihak BEM punya andil besar untuk menghubungkan tim lintas semester untuk dapat berkolaborasi. Pasalnya Safitri mengaku ia telah dua kali menjadi anggota tim PKM bersama senior di kampus, dan satu kali menjadi ketua tim. Itu dinilainya dapat menjadikan mahasiswa lebih siap dalam ajang PKM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terkait administrasi tidak ada yang mepet, benar-benar diperkirakan dengan matang. Karena universitas sangat mengetahui kalau server bakal<span>&nbsp;</span></span><span><em>down</em></span><span>, sehingga ada antisipasinya,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><strong>(rst/nkh/ems/ani/vyn/khn)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gangguan Pencernaan Tanpa Alasan? Yuk Kenali Gut Brain Connection </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/gangguan-pencernaan-tanpa-alasan-yuk-kenali-gut-brain-connection/baca </link>
<guid> gangguan-pencernaan-tanpa-alasan-yuk-kenali-gut-brain-connection </guid>
<pubDate> Tue, 17 May 2022 11:12:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kenali istiliah Gut Brain Connection dan cara kerjanya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/gangguan-pencernaan-tanpa-alasan-yuk-kenali-gut-brain-connection/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/42Z81qdP2V.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gangguan Pencernaan Tanpa Alasan? Yuk Kenali Gut Brain Connection</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Pernahkah kamu merasakan sakit perut saat sedang gugup ketika akan presentasi di depan kelas? Sensasi ini membuktikan bahwa otak dan usus saling memiliki keterkaitan. Dimana kondisi tersebut mempunyai istilah<span>&nbsp;</span></span><span><em>gut brain connection</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Gut brain connection</em></span><span>&nbsp;merupakan koneksi antara otak dan pencernaan yang mana, saraf, hormon, dan sistem imun saling berkomunikasi dalam menghubungkan otak dan pencernaan. Komunikasi tersebut dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental, termasuk emosi yang dapat dirasakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Istilah<span>&nbsp;</span></span><span><em>gut brain connection</em></span><span><em>&nbsp;</em>sendiri masih sangat awam untuk masyarakat. Namun, contoh nyatanya sering kali dialami oleh banyak orang, seperti mual bersamaan dengan stres dan merasakan adanya &lsquo;kupu-kupu&rsquo; di perut saat akan berhadapan dengan banyak orang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Bagaimana Cara Kerja<span>&nbsp;</span></span><span>Gut Brain Connection</span></strong><span><strong>?</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>Healthline.com</em></span><span>, penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak memengaruhi kesehatan usus dan sebaliknya. Sistem komunikasi antara usus dan otak disebut sumbu usus-otak, yaitu jaringan komunikasi yang menghubungkan usus dan otak.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua organ tersebut terhubung baik secara fisik maupun biokimia dalam beberapa cara yang berbeda. Hal ini berlaku dalam kasus dimana seseorang mengalami gangguan pencernaan tanpa penyebab fisik yang jelas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat jutaan saraf dan neuron yang terhubung. Maksudnya, ketika pencernaan berhasil mengubah jenis bakteri menjadi didominasi bakteri baik, hal tersebut dapat membuat otak menjadi sehat.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Apa Saja Makanan Yang Baik untuk<span>&nbsp;</span></span><span>Gut Brain Connection</span></strong><span><strong>?</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat beberapa makanan utama yang bermanfaat untuk<span>&nbsp;</span></span><span><em>gut brain connection</em></span><span>, yaitu lemak omega-3, makanan fermentasi, makanan tinggi serat, makanan tinggi polifenol, dan makanan kaya<span>&nbsp;</span></span><span><em>tryptophan</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tentunya makanan-makanan sehat itu sangat membantu dalam gaya hidup mahasiswa di tengah adaptasi mereka menjalani masa perkuliahan.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Gut brain connection</em></span><span>&nbsp;sendiri ada kaitannya antara kesehatan usus dan pencernaan dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>mood</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak jarang saat mereka berhadapan dengan kondisi yang diharuskan percaya diri, mereka merasakan mual dan sakit perut yang membuat mereka tidak optimal bahkan stres dalam melakukan kegiatan. Di sinilah pentingnya dampak pola makanan sehat yang mampu memberi pengaruh untuk rasa percaya diri yang lebih baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Psikoterapi untuk<span>&nbsp;</span></strong></span><span><strong>Gut Brain Connection</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain dari makanan, perawatan psikoterapi juga dapat dilakukan untuk meringankan gejala gangguan pencernaan akibat<span>&nbsp;</span></span><span><em>gut brain connection</em></span><span><em>&nbsp;</em>atau setidaknya membantu penderita &nbsp;dalam belajar mengatasi gejala tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>clevelandclinic.org</em></span><span>&nbsp;ada beberapa perawatan psikoterapi yang dapat diterapkan. Pertama,<span>&nbsp;</span></span><span><em>relaxation therapy</em></span><span>. Terapi relaksasi jenis ini menggunakan teknik relaksasi otot progresif, visualisasi, dan musik yang menenangkan untuk membantu penderita rileks dan mengurangi reaksi penderita terhadap stres.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua,<span>&nbsp;</span></span><span><em>cognitive behavioral therapy</em></span><span>. Terapi jenis ini ialah mengubah pikiran, perilaku, dan respons emosional penderita serta mempelajari keterampilan dalam mengelola kecemasan dan stres.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga, kamu dapat melakukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>gut directed relaxation training</em></span><span><em>&nbsp;</em>atau pelatihan relaksasi yang diarahkan pada usus. Dalam hal ini biasanya penderita akan dilatih untuk mengontrol sistem pencernaannya melalui pikiran. Perawatan jenis ini sangat bermanfaat bagi penderita yang gejalanya sering muncul bahkan tanpa stres yang jelas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keempat, ialah<span>&nbsp;</span></span><span><em>biofeedback</em></span><span>. Dalam perawatan<span>&nbsp;</span></span><span><em>biofeedback</em></span><span>, penderita akan diajarkan bagaimana mengontrol respons tubuh otomatis mereka, seperti detak jantung dan suhu tubuh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kalau mual karena mikirin tugas, menurut kamu termasuk gejala<span>&nbsp;</span></span><span>gut brain connection</span><span>&nbsp;enggak nih? Terlepas dari itu semua kamu tetap disarankan datang langsung menemui dokter spesialis terkait untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, ya!<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>wsd/fza/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BIM: Beasiswa Berprestasi untuk Kuliah Dalam dan Luar Negeri dari Kemendikbudristek </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bim-beasiswa-berprestasi-untuk-kuliah-dalam-dan-luar-negeri-dari-kemendikbudristek/baca </link>
<guid> bim-beasiswa-berprestasi-untuk-kuliah-dalam-dan-luar-negeri-dari-kemendikbudristek </guid>
<pubDate> Wed, 18 May 2022 11:04:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peluncuran Beasiswa Indonesia Maju </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bim-beasiswa-berprestasi-untuk-kuliah-dalam-dan-luar-negeri-dari-kemendikbudristek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/chocHA9mLe.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>BIM: Beasiswa Berprestasi untuk Kuliah Dalam dan Luar Negeri dari Kemendikbudristek</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) luncurkan program Beasiswa Indonesia Maju (BIM) pada Rabu (11/5). Program tersebut diluncurkan melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) serta bekerjasama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>BIM merupakan sebuah program pemerintah yang disediakan khusus bagi peserta didik berprestasi guna melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1 dan S-2 pada perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Program beasiswa yang satu ini adalah bagian dari manajemen talenta nasional untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul berdaya saing. Sehingga, pendaftar tak hanya dituntut kecerdasan semata tetapi juga wajib mengedepankan karakter yang kuat seperti sikap bijak, mandiri, berani, tanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ada dua program utama yang hadir dalam BIM. Apa saja yang membedakan? Yuk, simak!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>BIM Pogram Persiapan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>BIM program persiapan dikhususkan untuk<span>&nbsp;</span></span><span>mempersiapkan peserta didik jenjang pendidikan menengah menuju S-1 di luar negeri. Pada 2022 ini Puspresnas sebagai penyelenggara menyasar peserta didik kelas XI pada jenjang SMA/SMK/MA/sederajat yang memiliki prestasi di ajang olimpiade/lomba/kompetisi/festival di beberapa bidang seperti sains, riset, teknologi dan inovasi; bidang seni, literasi dan bahasa; bidang olahraga dan kesehatan jasmani; serta bidang vokasi dan kewirausahaan dengan skala nasional maupun internasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi kamu yang tertarik, ada tiga tahapan yang harus kamu lalui untuk dapat lolos seleksi, yaitu registrasi, seleksi administrasi, serta seleksi substansi dan wawancara. Rentan waktu pendaftaran, pengumuman, dan tahap pembinaan untuk pendaftar yang lolos program persiapan S1 luar negeri dimulai tanggal 11 Mei hingga 1 Juli 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Informasi lebih lanjut mengenai BIM program persiapan, silakan klik tautan berikut, ya! &nbsp;</span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttp://pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/beasiswa-indonesia-maju%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1652874958417864%26amp;usg%3DAOvVaw3fGBPCjvkyC27bJt9Bx8Fy&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1652874958437437&amp;usg=AOvVaw1O44lRXgiT97fwzIjh46K0"></a><a href="http://pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/beasiswa-indonesia-maju">http://pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/beasiswa-indonesia-maju</a></span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>BIM Program Bergelar</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan BIM program persiapan, BIM program bergelar jenjang S-1 dan S-2 menggandeng Puslapdik sebagai pihak penyelenggara utama. Beasiswa ini diketahui merupakan bagian dari Beasiswa Pendidikan Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek dalam bentuk bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik ataupun lulusan berprestasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Prestasi yang dimaksud dapat berasal dari ajang yang diselenggarakan oleh Puspresnas maupun dari ajang atau non ajang talenta yang selanjutnya dikurasi oleh Puspresnas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk kamu yang tertarik dengan jenjang S-2, pastikan kamu merupakan lulusan S-1 yang mempunyai prestasi dalam empat pengembangan talenta, seperti sains, riset, teknologi dan inovasi; bidang seni, literasi dan bahasa; bidang olahraga dan kesehatan jasmani; serta bidang vokasi dan kewirausahaan dengan skala nasional maupun internasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pendaftarannya dibuka serentak mulai tanggal 11 Mei 2022 untuk selanjutnya ditutup pada 30 Juni 2022 untuk program S-1/S-2 luar negeri dan tanggal 31 Juli 2022 untuk program S-1/S-2 dalam negeri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Informasi lebih lanjut mengenai BIM program bergelar, dapat kamu lihat dengan klik tautan berikut ini!<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://beasiswa.kemdikbud.go.id/informasi/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1652874958418820%26amp;usg%3DAOvVaw1mWc-DTxdmCxqjXRsglqca&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1652874958437862&amp;usg=AOvVaw3cznr9hU4-em_te9huvUOY"></a><a href="https://beasiswa.kemdikbud.go.id/informasi/">https://beasiswa.kemdikbud.go.id/informasi/</a></span><span>&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>ahn/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Etika Pejabat Publik di Antara Pasal-Pasal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/etika-pejabat-publik-di-antara-pasal-pasal/baca </link>
<guid> etika-pejabat-publik-di-antara-pasal-pasal </guid>
<pubDate> Thu, 19 May 2022 08:40:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persoalan etis para pemangku jabatan publik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/etika-pejabat-publik-di-antara-pasal-pasal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ddK1j8SfzV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Etika Pejabat Publik di Antara Pasal-Pasal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Kalau sudah biasa kita dengar di negara-negara lain, ada pejabat yang baru dikabarkan di surat kabar nasional dengan dugaan suap kemudian segera mundur dan lepas jabatannya, itu banyak. Ada lagi yang lebih spesifik di Jepang, pejabat bunuh diri karena merasa harga diri jatuh akibat pelanggaran (atau bahkan kelalaian) yang dia lakukan seturut jabatan publiknya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di Indonesia, bertahun-tahun kita berdebat soal apakah bekas pencuri uang rakyat, masih boleh atau tidak mencalonkan lagi sebagai kepala daerah? Mereka sudah dihukum dan sudah bebas, lalu apa lagi? Jadi kalau sekarang Ketua KPK naik helikopter mewah dalam sebuah perjalanan, lalu atas aturan-aturan internal dewan pengawas, (Ketua KPK) dihukum teguran, kita mau rebut apa lagi?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan itu tentu saja bukan tidak untuk dijawab, yang perlu kita ributkan bukan soal Ketua KPK, tetapi soal masa depan kepemimpinan publik di negara yang beradab ini. Bahwa persoalan etis para pemangku jabatan publik bukan soal dirinya sendiri, tapi juga soal integritas bangsa yang dalam sekian nilai baik agama, budaya, dan sosial-kemasyarakatan, telah kita terima tanpa kompromi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Misalnya gubernur menerima suap, lalu setelah enam tahun penjara dibebaskan dan kebetulan masih mau mencalonkan jadi anggota DPR. Putusan pengadilan berdasarkan hukum yang sah telah dijalankan, kelakuannya sudah dibayar dan semua pasal terjawab. Jadi, apa yang tertulis sudah dipenuhi. Secara pasal, selama tidak dilarang apa yang dapat menghalangi kemauannya? tapi, kita bisa bertanya juga apa layak orang ini mendapat tempat lagi untuk jabatan publik, apalagi sebagai wakil rakyat?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan terkait pasal itu merupakan pertanyaan legalitas, tetapi pertanyaan layak atau tidak layak itu pertanyaan etis. Jadi menghadap-hadapkan etika dan hukum (pasal-pasal) memang seringkali dilematis. Ataukah ditegakkannya hukum di satu sisi dan ditegakkannya nilai etika di sisi lain harus selalu bertentangan? Bukankah kedua<span>&nbsp;</span></span><span><em>toh</em></span><span>&nbsp;kelihatan sama berbobot penting dalam penyelenggaraan negara? Kalau ada dua hal bertentangan, tapi keduanya terlihat sama-sama benar, mesti ada udang di balik batu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Batunya jelas, semua pasal-pasal dalam regulasi yang kalau sekali terpenuhi, semua dianggap beres. Pejabat kongkalikong dengan pebisnis hitam untuk mencuri anggaran, lalu ditangkap, diadili dan dihukum. Udangnya, yang biasanya susah dicari, segala perilaku meskipun dalam masa hukuman, misalnya masih menyuap sipir untuk kamar khusus-nyaman. Setelah lepas, tidak malu menampilkan muka lagi untuk pencalonan pemilu berikutnya. Apapun yang berkaitan dengan pasal, semua tertulis.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ingat, di Indonesia ini asas legalitas (semua harus tertulis, tegas, tidak berlaku surut) tidak bisa ditawar-tawar, meski banyak celahnya. Tetapi persoalan etis selalu kembali ke masing-masing orang. Penilaian itu dilakukan dirinya sendiri tanpa perlu dorongan orang lain. Jadi, semua yang berkaitan dengan etika tidak semata-mata tertulis dan otonomi diri sendiri. Secara terbalik, bisa dikatakan orang yang tidak mau mempertimbangkan urusan etika dalam hidupnya, tidak punya otonomi atas dirinya sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Celaka sekali kalau pejabat publik tidak punya otonomi atas dirinya. Pejabat macam begini pasti tidak lagi bergantung pada prinsip, tetapi situasi dan kondisi sesuai kepentingannya dan kelompoknya. Kita tahu, ada dinasti keluarga di sebuah provinsi, yang meskipun sebagian keluarganya sudah ditangkap KPK, sebagian keluarganya lagi malah maju pilkada. Tidak ada aturan terlanggar, tetapi apa akal sehat tidak terganggu?<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Krisis pejabat yang luput menyadari etika sudah bukan fenomena baru. Pejabat-pejabat publik ini suka berlindung di balik tembok pasal-pasal, yang sekali lagi kalau sudah terpenuhi seolah-olah semua urusan selesai. Mereka tidak mau mempertimbangkan bahwa, bukan hanya kedudukan administratif mereka yang memiliki pengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat, tetapi contoh tata perilaku, kesadaran, integritas dan harga diri mereka juga jadi cermin.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Etika publik, meminjam Haryatmoko (2011), menjadi standar untuk menentukan baik-buruk dan benar-salah suatu perilaku, tindakan, dan keputusan yang mengarahkan kebijakan publik dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Dari definisi ini, untuk saya sekurang-kurangnya ada dua hal yang perlu ditekankan dan diperhatikan betul-betul para pejabat publik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, soal &ldquo;baik-buruk dan benar-salah suatu perilaku, tindakan dan keputusan&rdquo;. Etika menjadi patokan bagi setiap orang, apalagi pejabat, untuk selalu mempertimbangkan betul-betul baik-buruk dan benar-salah dari setiap kelakuannya. Penekanan ini tidak selalu soal benar-salah menurut hukum melainkan juga norma lain semacam norma kepantasan dan kepatutan bagi publik. Kita ingat misalnya, kasus konflik kepentingan kartu prakerja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, soal &ldquo;tanggung jawab pelayanan publik&rdquo;. Mengikuti Haryatmoko, etika publik harus mengarahkan pejabat publik pada penciptaan pelayanan publik yang responsif, berkualitas dan relevan. Yang saya sepakati lebih lanjut karena Haryatmoko menggunakan istilah tanggung jawab dengan penekanan kesadaran diri sendiri, bahwa dia sebagai pejabat dan karenanya harus bertindak demi kepentingan publik, tidak bisa dikompromikan sama sekali.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari semua masalah berulang yang ada, Anda lalu tahu kasus apa yang mendorong tulisan ini dibuat. Krisis pribadi yang tidak mau menjunjung etika, terutama oleh para pemangku jabatan publik seharusnya tidak bisa lagi dianggap sebagai hal remeh-temeh. Bukankah eksistensi pejabat-pejabat publik yang suka mengabaikan etika telah mencerminkan bagaimana tidak beretikanya kepemimpinan publik itu sendiri?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikotomi hukum dan etika seharusnya sudah tidak perlu lagi, dan jalan keluar paling utama adalah pada pejabat sendiri. Mereka, atas kesadaran mereka sendiri, harus berani dengan gagah dan penuh tanggung jawab mengambil keputusan etis paling berani Ketika kelakuan mereka telah menodai jabatan diemban: Mundur! Hanya ada satu frasa bagi mereka yang sudah melanggar etika, tetapi tidak mau bertanggungjawab (secara etis): kada tau supan!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Lisa Aprilia Gusreyna mahasiswi Fakultas Hukum 2019.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi KIKA: Represi Kebebasan Akademik Jadi Fokus Global yang Harus Diatasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-kika-represi-kebebasan-akademik-jadi-fokus-global-yang-harus-diatasi/baca </link>
<guid> diskusi-kika-represi-kebebasan-akademik-jadi-fokus-global-yang-harus-diatasi </guid>
<pubDate> Fri, 20 May 2022 03:30:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Forum diskusi kebebasan akademisi oleh KIKA </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-kika-represi-kebebasan-akademik-jadi-fokus-global-yang-harus-diatasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XXOaMItaBS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi KIKA: Represi Kebebasan Akademik Jadi Fokus Global yang Harus Diatasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;</span><span>&ndash;</span><span>&nbsp;Membawa angin segar, Kaukus Indonesia Kebebasan Akademik (KIKA) kembali hadir dengan forum diskusi mengenai kebebasan berekspresi akademisi yang saat ini kerap dibungkam. Melalui kanal YouTube KIKA, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Nalar TV, Elvira Rumkabu selaku moderator dari KIKA Papua membuka forum diskusi tersebut pada Rabu (17/5) dengan tajuk &lsquo;Kebebasan Akademik dilaporkan ke PBB: Ada Apa?&rsquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>KIKA dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Scholar at Risk<span>&nbsp;</span></em></span><span>(SAR)</span><span>&nbsp;</span><span>menilai dari banyaknya kasus pembungkaman ruang penyampaian pendapat yang dialami akademisi serta mahasiswa kini menjadi kondisi yang sangat memprihatinkan. Pasalnya, Indonesia sebagai negara yang demokratis, justru tak jarang memberikan tindakan represi ketika akademisi atau mahasiswa aktif, secara vokal mengkritisi pemerintah. Mirisnya kritikan tersebut acap kali justru dikriminalisasi menggunakan pasal-pasal dari Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berangkat dari keresahan inilah KIKA dan SAR</span><span>&nbsp;</span><span>mengambil sebuah langkah progresif yaitu dengan mengeluarkan pengajuan terkait kebebasan akademik sejak Maret tahun 2017 ke dalam mekanisme<span>&nbsp;</span></span><span><em>Universal Periodic Review</em></span><span><em>&nbsp;</em>(UPR) di PBB.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan menghadirkan empat narasumber dalam forum diskusi di antaranya Daniel Munier senior Advocacy Officer di SAR, Muhammad Isnur selaku ketua YLBHI, serta Basuki Wasis dan Dhia Al Uyun sebagai perwakilan KIKA. Agenda tersebut membahas secara mendalam terkait tujuan, mekanisme, sampai dengan tantangan dan peluang dalam pemanfaatan UPR yang berfokus pada isu kebebasan akademis.</span></p><p style="text-align: justify;">Daniel Munier menyampaikan tindakan represi terhadap kebebasan akademik tak hanya terjadi di Indonesia namun terjadi pula berbagai negara sehingga menjadi<span>&nbsp;</span><em>global concern</em><em>&nbsp;</em>di berbagai komunitas akademik. Dimana tak hanya aktor negara yang melakukan represi tersebut, tetapi juga melalui institusi formal seperti Universitas. Oleh karenanya menjadi hal penting bahwa hal tersebut memerlukan adanya solidaritas yang didorong secara global melalui UPR.</p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian Dhia dalam agenda diskusi menyebut, contoh kasus plagiasi yang menyeret beberapa petinggi namun analisis dari tim ahli tidak digunakan sebagai dasar menentukan kebijakan kementerian dalam menyelesaikan kasus-kasus yang ada secara lebih optimal. Selain itu dalam kesempatannya Dhia tak lupa menyoroti kasus-kasus pelecehan seksual di lingkup kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebut saja yang baru-baru ini terjadi pada LPM Lintas di IAIN Ambon. Kasus pembungkaman tersebut berujung pada pembekuan LPM Lintas oleh pihak universitas. Pihak universitas beralasan, majalah yang diterbitkan LPM Lintas mencemarkan nama baik kampus.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Padahal mereka mereportase sesuai dengan fungsi mereka sebagai pers mahasiswa dan mereka mendapatkan data melalui proses testimoni-testimoni,&rdquo; ujar Dhia Rabu (17/5).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Basuki Wasis turut menyampaikan gagasannya. Menurutnya, kebebasan akademik sangat penting untuk mengurangi praktik feodalisme dan juga otoriter yang akan berdampak pada sistem ekologis dan kemanusiaan.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>rvn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Plafon Gedung SLC FMIPA Ambruk, Pihak IDB: Karena Angin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/plafon-gedung-slc-fmipa-ambruk-pihak-idb-karena-angin/baca </link>
<guid> plafon-gedung-slc-fmipa-ambruk-pihak-idb-karena-angin </guid>
<pubDate> Fri, 20 May 2022 10:08:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Robohnya plafon gedung Science Learning Center (SLC) FMIPA. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/plafon-gedung-slc-fmipa-ambruk-pihak-idb-karena-angin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3MOrGc0Zmk.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Plafon Gedung SLC FMIPA Ambruk, Pihak IDB: Karena Angin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Salah satu gedung baru di FMIPA,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Science Learning Center</em><span>&nbsp;</span></span><span>(SLC) Jumat, 13 Mei lalu terjadi kegagalan sistem di lantai empat, plafonnya roboh. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pimpinan fakultas. Pasalnya, gedung ini relatif baru.</span></p><p style="text-align: justify;">Proses pembangunannya didanai dan menjadi tanggung jawab penuh pihak Islamic Development Bank<em>&nbsp;</em>(IDB). Serah terima gedung juga baru dilaksanakan pada Desember 2021 lalu serta beroperasi awal 2022.</p><p style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai oleh awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (18/5), Yanti Puspita Sari selaku Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan. Ia menjelaskan bahwa kejadian terjadi pada Jumat sekitar pukul 15.00 WITA. Di gedung<span>&nbsp;</span></span><span>SLC lantai empat itu terdapat beberapa laboratorium, seperti Laboratorium Kimia Dasar, Laboratorium Fisika Dasar, Laboratorium Biologi Dasar, dan Laboratorium Matematika. Saat itu, kegiatan mahasiswa cukup padat di lantai empat, sehingga ambruknya plafon sangat mengganggu kegiatan mahasiswa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yanti bercerita mengingat kejadian beberapa hari silam, atapnya lepas separuh kemudian ambruk. Beruntungnya, tidak ada mahasiswa yang terluka. Namun, dari kejadian itu, terdapat beberapa mahasiswa yang amat terkejut</span><span>&nbsp;dan langsung ditenangkan oleh staf yang bekerja.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau kemarin Alhamdulillah pihak IDB setelah kami hubungi, langsung merespon. Jadi pas kejadiannya Jumat, besoknya sudah diperbaiki. Cuma memang kita enggak tahu ya kalau lihat dari kemarin itu yang di sini itu yang roboh kan memang satu paket kan satu lantai itu, kita sempat menanyakan juga, ada kekhawatiran dari pihak fakultas, apakah di sini nanti akan mengalami kejadian yang sama,&rdquo; papar Yanti.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Besar harapan Yanti ini menjadi catatan pihak IDB, agar kejadian yang sama tidak terulang. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan mahasiswa, dosen, dan staf yang menggunakan gedung tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Dekan FMIPA, Idris Mandang,&nbsp;</span>mengaku</span><span>&nbsp;kala itu pihak fakultas sedang melakukan persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), tetapi tiba-tiba plafon jatuh. Ia langsung menghubungi pihak IDB agar segera ditindaklanjuti mengingat 17 Mei mendatang UTBK hendak dilaksanakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sore pihak IDB ke sini terkait dengan penjelasan mereka katanya angin di lantai 4 menghantam plafon. <em>Nah</em> yang saya jadi kepikiran kalau memang angin berarti yang lainnya juga harus ada perbaikan atau tindak lanjut dengan yang lantai 4 itu, kalau memang angin yang buat seperti itu,&rdquo; terang Idris, Kamis (19/5).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun besar kekhawatiran Idris dengan serentet alasan yang dikemukakan pihak IDB, bahwa kejadian ini bisa saja merembet kepada bangunan lain, utamanya ruangan yang berdekatan dengan laboratorium dan ruang kelas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terus terang inikan penyerahan resminya baru bulan Desember, bulan Januari baru diserahkan ke pihak fakultas. Saya berpikir kalau misalnya alam yang membuat seperti itu, berarti kita juga harus berpikir terkait dengan ke depannya supaya tidak terjadi lagi hal seperti itu. Jadi menurut analisis mereka (IDB) itu angin penyebabnya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana Yanti, Idris amat berharap agar langkah pencegahan diupayakan pihak IDB, karena robohnya plafon tak hanya mengganggu produktivitas civitas academica FMIPA, tetapi juga mengancam keselamatan warga kampus dalam beraktivitas. (<em><strong>jla/ash/amg/rst</strong></em>)</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membaca Bullshit Jobs: Esensi Pekerjaan di Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/membaca-bullshit-jobs-esensi-pekerjaan-di-masa-kini/baca </link>
<guid> membaca-bullshit-jobs-esensi-pekerjaan-di-masa-kini </guid>
<pubDate> Mon, 23 May 2022 07:42:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bullshit job, pekerjaan tambahan di era majunya teknologi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/membaca-bullshit-jobs-esensi-pekerjaan-di-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iofKw9Lq4s.png" />
					</figure>
			                <h1>Membaca Bullshit Jobs: Esensi Pekerjaan di Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Dalam menciptakan nilai untuk dirinya seseorang perlu bekerja. Bekerja menjadi cara untuk manusia memenuhi kebutuhan dan memperoleh rasa aman atas kehidupannya. Dalam era modern, mereka yang memiliki modal, berpeluang lebih dalam menciptakan lapangan pekerjaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Utamanya pada disrupsi teknologi, isu yang menerpa kaum pekerja ini tak lepas dari fungsi pekerjaan dan pemaknaan itu sendiri. Perkembangan teknologi yang mendorong digitalisasi ini tak cukup kuat menghadirkan efisiensi. Hal ini diungkap oleh David Graeber sebagai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Bullshit Jobs</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada 2018</span><span>.</span><span>&nbsp;Seorang profesor di bidang antropologi ini melihat negara-negara maju masih berkutat dengan jam kerja empat puluh jam seminggu, padahal mereka telah memiliki teknologi tinggi yang seyogianya memengaruhi efisiensi kerja manusia. Dalam pandangannya ketika pekerjaan diotomasi, pekerjaan lain malah dimunculkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tokoh ini memberi gambaran dengan menampilkan survei di Amerika Serikat pada 2016 mengenai pekerjaan kantoran. Survei tersebut memaparkan hanya sekitar 39 persen pekerjaan yang berkategori tugas utama. Sedangkan 10 persen dihabiskan untuk rapat atau pertemuan rapat yang membuang waktu, 8 persen untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tidak penting, dan seterusnya. Dengan kata lain, pekerja dalam survei itu tak betul-betul mengerjakan apa yang esensial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sukapti, dosen Pembangunan Sosial melihat fenomena<span>&nbsp;</span></span><span><em>bullshit job</em></span><span>&nbsp;muncul seturut dengan tuntutan hidup dan sosial. Hal ini karena setiap orang perlu bekerja untuk mencukupi kebutuhan.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Bullshit job</em></span><span>&nbsp;juga menjadi dilema tersendiri bagi pencari kerja, selain mencari pengalaman, seseorang akan bertahan dengan pekerjaan yang yang dinilai tak betul-betul berperan pada kehidupan sosial di masyarakat dibanding menganggur. Pelabelan atas penggangguran jadi bayang-bayang yang mampu menekan seseorang. Tak bisa dimungkiri pula, nilai kapitalistik merongrong cara kerja yang ada.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena saat ini, seseorang akan dinilai atau dihargai dari kemampuannya menghasilkan uang (materi), dan gaya hidupnya dari materi yang diperoleh itu. Meskipun nanti, orang merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak penting dalam kehidupan (</span><span><em>bullshit job</em></span><span>), mereka berusaha bertahan,&quot; ujarnya pada Senin (12/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketakutannya ialah di masa mendatang manusia bekerja sekadar melaksanakan tugas dan menuntaskan perintah demi memperoleh pendapatan. Pengalaman bekerja menjadi bergeser, tak lagi sebagai ajang berkarya, mengembangkan diri, dan punya manfaat bagi tatanan sosial. Sehingga setiap pencari kerja baru maupun mahasiswa<span>&nbsp;</span></span><span><em>fresh graduate</em></span><span>, perlu bijak sebelum mencari pekerjaan. Fenomena<span>&nbsp;</span></span><span><em>bullshit job</em></span><span>&nbsp;ini, menurut Sukapti akan langgeng atau bersifat jangka panjang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya kira, kita semua dalam memilih pekerjaan bukan sekedar berorientasi pada nilai uang atau gaji. Tapi pada nilai kerja yang memuliakan manusia, lingkungan, dan kehidupan sosial yang berkelanjutan. Berani menolak tawaran pekerjaan, yang berdampak pada rusaknya lingkungan hidup.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;">Pada sisi lain, Ainun Ni&apos;maturrohmah, dosen Ilmu Komunikasi FISIP menduga,<span>&nbsp;</span><em>bullshit jobs</em><em>&nbsp;</em>muncul akibat situasi kultural. Terlebih nilai dari setiap sumber daya manusia ini berbeda-beda pemanfaatannya di tiap negara. Baginya perusahaan yang telah memiliki tingkatan manajemen baik, akan lebih selektif dalam mencari sumber daya manusia sesuai kebutuhan dasar dari posisi yang dicari saat itu.</p><p style="text-align: justify;"><span>Terlepas dari fenomena yang dikemukakan Graeber, Ainun menyebut berbagai teknik komunikasi era kini, dimanfaatkan perusahaan dalam memunculkan sebagai daya pikat bagi pencari kerja atau pihak lainnya untuk menerima pesan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah media memengaruhi? Tidak. Tapi kalau proses komunikasinya iya. Bagaimana orang menjaga cara dia memengaruhi orang lain, berperilaku kepada orang lain. Saya memandangnya dari membentuk citra dengan memberikan layanan sebagai perkara<span>&nbsp;</span><em>intangible</em>,&rdquo; paparnya Senin (9/5).<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ini kemudian menimbulkan pertanyaan,<span>&nbsp;</span><em>apakah pekerjaan yang tengah kita jalani termasuk bullshit job?</em><em>&nbsp;</em>Namun, Ainun berpandangan bahwa kompetensi dan kemampuan komunikasi sebagai modal utama untuk dapat mencari pekerjaan terbaik yang kita mampu tekuni. &ldquo;Kita bisa memilih kok untuk (melakukan pekerjaan)<span>&nbsp;</span><em>bullshit</em> atau enggak, dan kita hidup itu pasti punya nilai. Selama nilai kita baik, kita enggak akan melakukan hal-hal yang tadi (manipulatif),&rdquo; tutupnya.<span><strong>&nbsp;</strong></span><em><strong>(eng/lav/afr/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Bantuan Dana PT Bayan, Bagaimana Seharusnya CSR Diimplementasikan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-bantuan-dana-pt-bayan-bagaimana-seharusnya-csr-diimplementasikan/baca </link>
<guid> polemik-bantuan-dana-pt-bayan-bagaimana-seharusnya-csr-diimplementasikan </guid>
<pubDate> Mon, 23 May 2022 09:58:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memahami implementasi progam CSR. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-bantuan-dana-pt-bayan-bagaimana-seharusnya-csr-diimplementasikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VxvT0SZ3Dz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Bantuan Dana PT Bayan, Bagaimana Seharusnya CSR Diimplementasikan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash;</span><span>&nbsp;</span><span><em>Corporate Social Responsibility</em></span><span><em>&nbsp;</em>(CSR) bukan lagi sebuah konsep yang baru bagi organisasi atau perusahaan.<span>&nbsp;</span></span><span>CSR menjadi bentuk pertanggungjawaban yang wajib dilakukan oleh suatu perusahaan kepada semua pihak yang ada di dalamnya, dengan melaksanakan sebuah program yang bermanfaat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, belakangan ini beredar kabar PT Bayan Resources Tbk, yang beroperasi di Kaltim tetapi tak maksimal dalam menjalankan program sosialnya bagi masyarakat sekitar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>PT Bayan Resources Tbk, merupakan perusahan bata bara yang berada di Kalimantan Timur.<span>&nbsp;</span></span><span>Perusahaan tambang ini memegang izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Diketahui perusahaan yang berkantor di Jakarta ini mengucurkan dana penyaluran beasiswa untuk universitas di luar Kaltim yaitu di pulau Jawa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya,<span>&nbsp;</span></span><span>Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menyayangkan sikap perusahaan batu bara ini atas penyaluran bantuan dana ke universitas di Pulau Jawa. Diketahui, dana sebesar Rp200 miliar disalurkan kepada Institut Teknologi Bandung (ITB) sebanyak Rp100 miliar, Universitas Gajah Mada (UGM) Rp50 miliar, dan Universitas Indonsia (UI) Rp 50 miliar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hadi menilai seharusnya alokasi dari CSR tersebut dapat memberi manfaat dan dampak bagi masyarakat Kaltim, termasuk Unmul jika dalam konteks perguruan tinggi. Akan tetapi hal itu ditampik oleh Humas PT Bayan Recources, pasalnya pihaknya baru akan mengoordinasikan penyaluran dana CSR itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>CSR dalam Kacamata Akademisi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kamis (19/5),<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>mewawancarai Annisa Wahyuni Arsyad, akademisi Ilmu Komunikasi Unmul. Sebagaimana yang dilontarkan Hadi Mulyadi, Annisa mengamini ihwal alokasi dana CSR harusnya dapat menyasar prioritas kepada pemangku kepentingan di sekitar perusahaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>I</span><span>dealnya CSR yang baik tentu harus diimplementasikan untuk memberikan manfaat bagi<span>&nbsp;</span></span><span><em>stakeholders</em></span><span>&nbsp;(pemangku kepentingan) di sekitar perusahaan dulu. Asumsinya perusahaan tersebut melakukan eksplorasi di Kaltim, maka<span>&nbsp;</span></span><span><em>feedback</em></span><span>-nya harusnya untuk membangun Kaltim juga,&rdquo; terangnya saat dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa<span>&nbsp;</span></span><span>melalui pesan Whatsapp.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Annisa juga menyoroti bagaimana pola perusahaan dalam menjalankan program CSR. Mulai dari proses komunikasi publik, transparansi, akuntabel, adil, dan bertanggung jawab. Hal yang tak kalah penting, perusahaan perlu memetakan seluruh pemangku kepentingan yang dimilikinya sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan program, agar sesuai kebutuhan masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perlu dibuat<span>&nbsp;</span></span><span><em>competitive analysis</em></span><span><em>&nbsp;</em>terkait isu dan memetakan siapa<span>&nbsp;</span></span><span>stakeholders</span><span>&nbsp;yang dimiliki perusahaan. Apa saja isu atau fenomena yang related dengan perusahaan, hasil<span>&nbsp;</span></span><span><em>fact finding</em></span><span>&nbsp;itu lah dibuat dalam bentuk rencana program CSR. Kemudian CSR itu membutuhkan keterlibatan dengan banyak pihak. Makanya perusahaan perlu menganalisis siapa sih, yang menjadi <em>stakeholders</em> (publik yang berkepentingan dengan keberadaan perusahaan),&rdquo; paparnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, ia mewanti-wanti program CSR ini. Menjalankan CSR perlu keselarasan antara aksi dan komunikasi. Sebab tak dimungkiri, CSR kerap jadi ajang perusahaan menguatkan citra publik. Bagi Anisa, citra positif yang diraih akan didapat perusahaan sejalan dengan ketekunan dalam merancang program CSR, mengimplementasikan, serta mengomunikasikannya dengan tulus dan berkelanjutan.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><span><em><strong>(nop/srg/vdh/nkh)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Enam Mahasiswa Unmul Lolos dalam Program IISMA 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-mahasiswa-unmul-lolos-dalam-program-iisma-2022/baca </link>
<guid> enam-mahasiswa-unmul-lolos-dalam-program-iisma-2022 </guid>
<pubDate> Tue, 24 May 2022 09:14:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kembali berangkatkan mahasiswanya di IISMA 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-mahasiswa-unmul-lolos-dalam-program-iisma-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KgUkCr3OGv.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Enam Mahasiswa Unmul Lolos dalam Program IISMA 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Kali ini, Unmul tidak ketinggalan untuk kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Student Mobility Award (IISMA). Sebelumnya tujuh mahasiswa lolos dalam program ini. (baca:</span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1653386711898279%26amp;usg%3DAOvVaw0DTKws2d7G3l1VWEkxaSeL&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1653386711920001&amp;usg=AOvVaw2u7nQIMirIjP91VUk1sMSi"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka/baca">https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-unmul-dalam-iisma-kampus-merdeka/baca</a></span><span>).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sabtu (14/5) lalu, hasil seleksi IISMA 2022 secara resmi telah diumumkan melalui laman resmi<span>&nbsp;</span></span><span><em>site.iisma.id</em></span><span>. Hasilnya terdapat enam mahasiswa Unmul yang berhasil lolos.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nama-nama itu di antaranya: Muhammad Rafly Raihandy dari Sastra Inggris, Fatima Ramadhanty Rahmat dari Teknik Lingkungan, Salsabila dari Ilmu Hubungan Internasional, Toshi Atthur Ilafi dari Ekonomi Pembangunan, Latifa Nurfitriana dari Pendidikan Bahasa Inggris, dan Jeni Ananda Nur Islam dari Ilmu Komunikasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itu turut dikonfirmasi oleh</span><span>&nbsp;Widi Sunaryo, selaku Kepala UPT Layanan Internasional (LI) Unmul pada Senin (23/5) lalu. Nantinya keenam mahasiswa tersebut, tutur Widi, akan diberangkatkan bersamaan dengan pemberangkatan peserta dari program internasional lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai wadah pengembangan mahasiswa Unmul ke kancah internasional, UPT LI turut memberikan bantuan dan dukungan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program IISMA. Widi menyebutkan, terdapat beberapa fasilitas yang disediakan secara gratis, seperti pelatihan dan tes bahasa Inggris.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;UPT LI Unmul membiayai tes Duolingo untuk 80 mahasiswa dengan biaya sebesar Rp &nbsp;600.000,00. Lalu ada pula bantuan pengisian formulir dan lamaran, serta bantuan untuk proses<span>&nbsp;</span></span><span><em>interview</em></span><span>,&quot; terangnya melalui panggilan suara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, UPT LI Unmul juga membantu mahasiswa dalam pengurusan dokumen seperti surat pengantar untuk mengurus paspor. Namun, terdapat beberapa dokumen yang harus diurus secara mandiri oleh mahasiswa seperti transkrip nilai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>UPT LI Unmul rupanya tak berdiri sendiri dalam pendanaan program IISMA 2022. Ketika ditanya menyoal pihak mana saja yang turun tangan mengalokasikan dana untuk IISMA, Widi memaparkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) turut mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang akan berangkat ke luar negeri. Dana yang dialokasikan, sebutnya, berupa dana untuk tiket pesawat, biaya hidup, serta asuransi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Program ini bekerjasama dengan berbagai negara dan dibiayai oleh Unmul dan Belmawa. Namun, program ini tidak sama dengan IISMA, dimana International Credit Transfer boleh mengambil 2 mata kuliah saja, berbeda dengan IISMA yang harus mengambil minimal 4 mata kuliah. Bagi yang tertarik untuk mengikuti program internasional, silakan mengunjungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em><span>&nbsp;</span></span><span>atau akun Instagram dan Facebook resmi UPT LI Unmul.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari keenam mahasiswa yang berhasil lolos,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;berkesempatan mewawancarai dua diantaranya, yaitu Toshi Atthur Ilafi dan Muhammad Rafly Raihandy. Keduanya diterima di universitas yang sama, Sapienza University of Rome.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum diterima, Toshi mengaku dirinya telah melakukan persiapan jauh sebelum program IISMA 2022 dibuka. Terutama mebangun CV dan kemampuan bahasa Inggrisnya. Sementara pada proses seleksi, mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan itu merasa persyaratan yang paling berat adalah penulisan esai.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;J</span><span>adi harus dipersiapkan cara menulis yang baik dalam bahasa Inggris terutama<span>&nbsp;</span></span><span>grammar</span><span>&nbsp;harus diperhatikan,&rdquo; kisah Toshi dalam wawancara via Zoom bersama awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebelum daftar, seleksi pertama itu pemilihan mata kuliahnya. Kita yang memilih sendiri mata kuliahnya. Jadi, kemarin itu ada empat (mata kuliah), yang pertama itu yang berhubungan dengan Prodi saya, yaitu Ekonomi Pembangunan. Lalu, untuk mata kuliah kedua, saya memilih Sejarah Roma. Setelah itu, saya juga memilih (mata kuliah) Sosiologi, jadi kita mempelajari sifat-sifat orang,&rdquo; imbuhnya pada Minggu (22/5).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Toshi turut mengapresiasi bantuan yang telah diberikan oleh universitas. Namun, ada beberapa hal yang menurutnya bisa diperjelas nantinya, seperti persyaratan pengambilan mata kuliah. Ia juga menyayangkan minimnya informasi yang diberikan oleh Unmul terkait IISMA. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Muhammad Rafly Raihandy, mahasiswa Sastra Inggris itu turut mengaku bahwa pihak universitas telah memberikan bantuan dan fasilitas yang cukup memadai. Diwawancarai pada Minggu (22/5), baginya, bantuan yang diberikan cukup meringankan beban finansial mahasiswa yang ingin mengikuti IISMA.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Program yang ditawarkan menarik banget! Siapa yang<span>&nbsp;</span></span><span><em>nggak</em></span><span>&nbsp;kepengen kuliah ke luar negeri,<span>&nbsp;</span></span><span><em>fully funded</em></span><span>, dan didukung pemerintah?<span>&nbsp;</span></span><span><em>Enggak</em></span><span>&nbsp;ada, &lsquo;kan?&rdquo; tutur Rafly ketika ditanya alasannya memilih program IISMA.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti Toshi, Rafly turut mempersiapkan diri jauh hari sebelum pembukaan program. Berbincang dengan mahasiswa Unmul yang juga alumni IISMA, menjadi jalan baginya untuk mendapatkan &nbsp;tips dan informasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya akan belajar dan mengamati bagaimana budaya dan pola pikir di luar negeri, lalu diterapkan pada saat kembali ke tanah air,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>lav/mar/dre/tha/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terimpit Jebakan Pay Later </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/terimpit-jebakan-pay-later/baca </link>
<guid> terimpit-jebakan-pay-later </guid>
<pubDate> Wed, 25 May 2022 10:32:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dampak Pay Later terhadap perilaku konsumtif masyarakat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/terimpit-jebakan-pay-later/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x8JFCfSgE1.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Terimpit Jebakan Pay Later</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;Dalam kemajuan&nbsp;</span></span><span>teknologi, <em>e-commerce</em> telah mengubah perilaku masyarakat dalam berbelanja dan mendefinisikan kebutuhannya. Dengan menawarkan segala kemudahan, mulai dari kepraktisan karena bisa berbelanja dari rumah, efisiensi waktu dan tenaga, hingga kemudahan dalam transaksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudahan belanja <em>online</em> itu semakin terasa semenjak sejumlah <em>marketplace</em> dan aplikasi mengeluarkan fasilitas bayar nanti atau biasa disebut<span>&nbsp;</span></span><span><em>paylater</em></span><span><em>.</em></span><span>&nbsp;Dengan iming-iming &rdquo;beli sekarang, bayarnya belakangan&rdquo; memungkinkan seseorang untuk<span>&nbsp;</span></span><span><em>checkout</em><span>&nbsp;</span></span><span>barang,</span><span>&nbsp;</span><span>meski sedang tidak punya uang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Paylater</em>, layaknya sistem kredit, namun menawarkan kemudahan yang lebih dibanding sistem kredit pada lembaga keuangan dengan berbagai syarat dan ketentuan.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Paylater</em></span><span>&nbsp;justru menawarkan cicilan tanpa perlu menggunakan kartu kredit dan dapat memilih jumlah tagihan hingga jangka waktu pembayaran yang bisa disesuaikan. Bisa dalam waktu sebulan, tiga bulan, enam bulan, atau bahkan setahun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Semua kemudahan tersebut terintegrasi dalam satu aplikasi dengan satu akun. &nbsp;Proses pembuatan akun<span>&nbsp;</span></span><span><em>paylater</em></span><span>&nbsp;pun sangat mudah. Pengguna hanya perlu menyiapkan akun yang memiliki histori transaksi pembelian, lalu mengisi data diri. Mengunggah foto KTP, foto <em>selfie</em>, dan foto <em>selfie&nbsp;</em>dengan KTP. Terakhir, proses verifikasi yang juga memakan waktu sangat singkat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setiap <em>e-commerce</em> entah itu <em>marketplace&nbsp;</em>seperti Shopee dan Lazada atau aplikasi jasa seperti Gojek dan Traveloka, mereka memiliki target pasarnya masing-masing. Traveloka<span>&nbsp;</span></span><span><em>paylater</em></span><span><em>&nbsp;</em>misalnya, mereka menargetkan anak muda yang ingin liburan tanpa perlu memikirkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>budget</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang akan dikeluarkan. Sementara Shopee<span>&nbsp;</span></span><span><em>paylater</em></span><span>&nbsp;menargetkan ibu rumah tangga agar tetap bisa berbelanja dari rumah tanpa khawatir kondisi keuangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan segala kemudahannya, tanpa disadari<span>&nbsp;</span></span><span><em>paylate</em>r</span><span>&nbsp;justru membuat masyarakat menjadi konsumtif.<span>&nbsp;</span></span><span>Tidak berpikir secara rasional dalam berbelanja hingga memikirkan kerugian yang jangka panjang. Itu karena iklan<span>&nbsp;</span></span><span><em>paylater</em></span><span><em>&nbsp;</em>memang dibuat semenarik mungkin.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Prinsip membeli barang sesuai kebutuhan telah berubah menjadi sesuai yang diinginkan. Dengan sikap yang impulsif ini, kita akan terus belanja tanpa harus memikirkan kesulitan membayar. Hal ini memang memudahkan di awal tetapi tentu menyulitkan di akhir. Pengguna<span>&nbsp;</span></span><span><em>paylater</em></span><span>&nbsp;kerap merasa mendapatkan barang tanpa harus mengeluarkan uang, padahal sebenarnya itu adalah utang yang akan terus menumpuk.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>itu menunjukkan budaya berutang juga telah bergeser. Utang tak lagi menakutkan seperti dahulu sehingga membuat seseorang berpikir berkali-kali sebelum mengajukan kredit. Kini justru menjadi menggiurkan dengan berbagai kemudahan dan tawaran diskon yang fantastis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Gagal bayar kemudian banyak dialami. Ketika telah jatuh tempo namun belum bisa membayar, maka akan ada peningkatan bunga. Bunga tersebut akan terus naik jika di bulan selanjutnya tetap tidak membayar tagihan. kemudian akan berakhir gali lubang, tutup lubang. Hingga<span>&nbsp;</span></span><span>turut<span>&nbsp;</span></span><span>berdampak pada tidak teraturnya keuangan pengguna.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Paylater</em> juga berpengaruh pada lingkungan sekitar. Saat pengguna telat membayar tagihan<span>&nbsp;</span></span><span>akan menjadi nilai minus bagi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) pengguna. Hal ini kemudian menimbulkan riwayat pembayaran yang buruk hingga membuat seseorang akan kesulitan ketika akan mengajukan kredit kembali.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menggunakan fasilitas <em>pay later</em> tentu bukan berarti tak boleh dilakukan. Namun, bijak dalam menggunakannya menjadi penting. Berbelanja dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan tentu akan membantu dalam menyadari esensi kebutuhan saat ini dan kesehatan finansial. Jangat terjebak lagi dalam rayuan kemudahan memakai <em>paylater</em>, ya!</span><span>&nbsp;</span><span><strong><em>(snk/khn)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penjaringan Bakal Calon Rektor: Menuju Pemimpin Baru Unmul 2022-2026 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penjaringan-bakal-calon-rektor-menuju-pemimpin-baru-unmul-2022-2026/baca </link>
<guid> penjaringan-bakal-calon-rektor-menuju-pemimpin-baru-unmul-2022-2026 </guid>
<pubDate> Thu, 26 May 2022 08:25:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksaan Pilrek Unmul 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penjaringan-bakal-calon-rektor-menuju-pemimpin-baru-unmul-2022-2026/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JTwRYXfzw0.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Penjaringan Bakal Calon Rektor: Menuju Pemimpin Baru Unmul 2022-2026</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Euforia pemilihan rektor (Pilrek) di Unmul telah dimulai. Beberapa bulan mendatang, Unmul akan segera memilih pemimpin baru yang akan menjabat pada periode 2022-2026 menggantikan posisi Masjaya saat ini. Terhitung sejak 18 Mei lalu hingga 31 Mei mendatang, Unmul tengah menjajaki tahap pembukaan pendaftaran dan<span>&nbsp;</span></span><span>proses pengembalian formulir kesediaan menjadi bakal calon rektor Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui akun Instagram<span>&nbsp;</span></span><span><em>@unmul</em></span><span>, agenda Pilrek 2022 terbagi ke dalam tiga tahapan. Tahapan penjaringan berlangsung sejak 17 Mei hingga 8 Juni 2022. Selanjutnya tahap penyaringan yang akan mengadakan rapat senat terbuka dan rapat senat tertutup berlangsung pada tanggal 21 Juni 2022. Puncak utama agenda Pilrek Unmul akan berakhir pada tahap pemilihan, yakni 11 Agustus 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui sambungan telepon pada Senin (23/5), meski tak jauh berbeda dari pelaksanaan Pilrek sebelumnya, Swandari Paramita selaku panitia Pilrek Unmul membeberkan terdapat beberapa perbedaan tata cara pemilihan rektor dari periode sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami berpegangan pada Permenristekdikti Nomor 21 Tahun 2018. Selain itu, ada juga perubahan susunan anggota senat yang memilih. Periode lalu itu anggota senat didominasi oleh guru besar, kalau periode sekarang anggota senatnya perwakilan masing-masing fakultas.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengungkap perubahan pada susunan anggota senat yang memilih tak lagi didominasi oleh guru besar saja. Hal ini guna menghindari tumpang tindih antar-fakultas yang memiliki jumlah guru besar tak seimbang. Sehingga dapat menciptakan keterwakilan dari masing-masing fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Contoh dari Kedokteran ada 5 anggota senat dan 1 dekan yang akan memilih. Begitu juga fakultas lain sehingga lebih berimbang daripada periode lalu,&quot; paparnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait daftar nama bakal calon rektor, hingga kini belum terdapat data yang pasti sebab proses penjaringan masih tengah berlangsung. Selain itu masih banyak tahap lain yang harus dilalui, seperti seleksi administrasi dan rapat pleno senat untuk penetapan bakal calon. Menuju Pilrek 2022, tahapan-tahapan yang telah disusun akan berjalan menyesuaikan jadwal yang ada.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bakal calon rektor sebagaimana peraturan yang ada, minimum diisi oleh empat kandidat. Swandari juga menurutkan jadwal pemilihan yang ada terbilang tentatif. Hal ini disebabkan proses tersebut bergantung pada hadirnya keterwakilan dari Kemdikbud Ristek.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemilihannya dijadwalkan tanggal 11 Agustus namun masih tentatif karena harus dihadiri oleh wakil dari kementerian sehingga masih bisa berubah tanggalnya,&rdquo; tutup Swandari. &nbsp;<strong><em>(</em><em>fsf/ahn/khn/nkh)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Endgame: Serial Twisted-Heist yang Memesona </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-endgame-serial-twisted-heist-yang-memesona/baca </link>
<guid> the-endgame-serial-twisted-heist-yang-memesona </guid>
<pubDate> Fri, 27 May 2022 10:34:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi film The Endgame </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-endgame-serial-twisted-heist-yang-memesona/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Fcocs3iwo9.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>The Endgame: Serial Twisted-Heist yang Memesona</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Nampaknya,<span>&nbsp;</span></span><span><em>heist</em><span>&nbsp;</span></span><span>menjadi genre yang mengalami perkembangan pesat dalam satu dekade terakhir. Memadukan aksi kejar-kejaran, manipulasi, hingga perencanaan berlapis menjadi nilai jualnya. Hal ini turut disuguhkan oleh serial The Endgame yang mengudara pada layanan<span>&nbsp;</span></span><span><em>streaming</em></span><span>&nbsp;Peacock pada Februari (21/2) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dikemudikan oleh sutradara kenamaan waralaba Fast and Furious: Justin Lin, The Endgame menyuguhkan petualangan sang dalang kriminal Elena Federova (Morena Baccarin) dalam usahanya untuk membongkar kebobrokan pemerintahan Amerika.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan mengadaptasi pesona Snow White dan Tujuh Kurcaci, Elena dan pengikutnya berhasil mengambil alih tujuh bank sekaligus simpati masyarakat New York. Disisi lain, Val Turner, seorang agen FBI yang menolak metode ekstrim Elena mencoba menghentikan rencananya. Usahanya ini memaksa Val untuk mengoreksi masa lalu, kehidupan personal, hingga integritasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kebobrokan yang diungkap Elena mengantarkan beberapa penguasa menuju jeruji besi, mulai dari wartawan senior Tyler Erickson (Jonathan Walker), hingga sekretaris negara Joan Bradbury (Jenna Stern). Terungkap, bahwa membeberkan pemerintahan Amerika yang korup hanyalah sebatas peralihan. Dendamnya terhadap The Beloks yang memacu Elena bermain api dengan pihak berwenang. Bahkan, The Beloks-lah yang secara rahasia menggerakan pemerintah sekaligus presiden Amerika, Andrew Wright (Sasha Roiz).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>The Endgame menawarkan performa terbaik dari Morena Baccarin yang pernah memerankan Vanessa dalam film Deadpool. Morena berhasil membawakan peran sang dalang criminal, ibu yang penyayang, sekaligus pembunuh berdarah dingin. Walaupun demikian, Morena mampu membatasi<span>&nbsp;</span></span><span>spotlight</span><span>-nya</span><span>&nbsp;</span><span>saat beradu dengan pemeran lain.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, The Endgame mampu mengeksekusi kedua karakter utamanya dengan sangat baik. Val Turner mendapatkan &lsquo;penebusan&rsquo;</span><span>&nbsp;</span><span>atas masa lalunya, sedangkan Elena berhasil kembali dengan keluarganya. &nbsp; &nbsp; &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, The Endgame dianggap kurang mampu menjaga premisnya.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Twisted-heist</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang menjadi nilai jual hanya terasa pada setengah musim, sedangkan lima episode terakhir berubah menjadi<span>&nbsp;</span></span><span><em>cat-and-mouse</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang sangat repetitif dan melelahkan untuk diikuti. Disisi lain, sub plot tentang Peekskill Prison dirasa<span>&nbsp;</span></span><span><em>skippable</em></span><span>&nbsp;dan minim kontribusi pada cerita utama.</span></p><p style="text-align: justify;">Bagi penggemar genre<span>&nbsp;</span><em>heist</em>,<span>&nbsp;</span>The Endgame layak menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang. Walupun berakhir dengan<span>&nbsp;</span><em>cliffhanger</em>, pihak NBC menyatakan bahwa mereka tidak mempersiapkan musim terbaru untuk serial ini.<span>&nbsp;</span><em><strong>(san/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Saksi-saksi Yehuwa di Bontang: Antara Perjuangan Punya Tempat Ibadah dan Merawat Keyakinan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/saksi-saksi-yehuwa-di-bontang-antara-perjuangan-punya-tempat-ibadah-dan-merawat-keyakinan/baca </link>
<guid> saksi-saksi-yehuwa-di-bontang-antara-perjuangan-punya-tempat-ibadah-dan-merawat-keyakinan </guid>
<pubDate> Sat, 28 May 2022 02:38:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keberadaan dan perjuangan Saksi-saksi Yehuwa di Bontang dalam merawat kebebasan beragama. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/saksi-saksi-yehuwa-di-bontang-antara-perjuangan-punya-tempat-ibadah-dan-merawat-keyakinan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RqrE47Stxn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Saksi-saksi Yehuwa di Bontang: Antara Perjuangan Punya Tempat Ibadah dan Merawat Keyakinan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>-</span><span>&nbsp;</span><span>&ldquo;<em>Orang yang mencari Yehuwa, tidak akan kekurangan apa pun yang baik</em>.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tulisan yang diambil dari ayat Mazmur 34:10 itu terpampang pada salah satu layar yang sedang menyala. Penatua Balai Kerajaan Saksi-saksi Yehuwa (dikenal juga dengan Yahweh, Jahowa, Yehova, atau Jehovah<span>&nbsp;</span></span><span>-<span>&nbsp;</span><em>red</em></span><span>) &nbsp;membuka lembar demi lembar Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hamba pelayanan yang mondar-mandir mengurus jemaat mengikuti penatua. Masing-masing dari mereka mempersiapkan diri membuka gawai untuk menilik kajian hari ini. Sesekali membetulkan kerah dan lengan bajunya, bersiap beribadah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Minggu pagi, tiap jam 9 WITA, dan Kamis tiap setengah 7 sore, adalah waktu beribadah Saksi-saksi Yehuwa di Bontang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sekitar dua puluh orang, membawa anak-anak balita mereka, memadati balai kerajaan. Sebagian yang lain hadir melalui Zoom Meeting, sebagaimana anjuran pemerintah kala itu. Dari luar, gedung itu seperti bangunan biasa, sepetak bangunan berkisar sepuluh kali sepuluh meter, dengan tinggi sekitar dua meter, yang dicat krem dengan atap biru muda. Ada hal yang menarik perhatian, yaitu pamflet persegi bertuliskan JW.ORG tepat di samping pintu Balai Kerajaan Saksi-saksi Yehuwa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c7a0d13ab478bc767b18d5b818e4694f2c81459e.jpeg" class="fr-dii" style=""></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Di dalamnya, tak ada set alat musik dan salib, hal-hal yang mungkin kamu temui di gereja Kristen Protestan atau Katolik. Cuma ada dua rak buku di samping altar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hamba pelayanan membagikan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Menara Pengawal</em></span><span>, majalah tengah bulanan jemaat yang diterbitkan dan didistribusikan Badan Hukum Saksi-saksi Yehuwa. Melalui situs<span>&nbsp;</span></span><span><em>JW.org</em>,</span><span>&nbsp;referensi khotbah mereka dapat diakses siapa pun. Isinya sama di seluruh dunia, hanya berbeda bahasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain khotbah, ibadah itu diisi dengan tanya jawab. Sebagian jemaat bertanya melalui Zoom Meeting. Tak banyak kidung yang disenandungkan, hanya diawali kidung bertajuk<span>&nbsp;</span></span><span><em>Kekuatan</em>,<span>&nbsp;</span><em>Keyakinan</em>, dan<span>&nbsp;</span><em>Harapan Sejati</em></span><span>&nbsp;lalu diakhiri kidung<span>&nbsp;</span></span><span><em>Kitab Suci yang Berasal dari Allah</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/21eab37d2fb9562783edd11c9dbebbf4bb578b42.jpeg" class="fr-dii" style=""></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Di Alkitab itu enggak ada kata pendeta. Karena Alkitab mengatakan di Matius 23:9 dan 10, bahwa hanya ada satu pemimpin, yaitu Yesus, Dialah satu-satunya pendeta kita. Di dalam Alkitab yang memimpin ibadah disebut tua-tua, di Alkitab modern diganti jadi penatua. Dia adalah orang yang punya reputasi dan teladan yang baik dan diangkat untuk menjadi tua-tua di sidang jemaat Kristen,&rdquo;</span><span>&nbsp;ucap Kukuh Pradipa, salah satu penatua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nama Yehuwa diungkap di berbagai Alkitab. Jemaat Saksi-saksi Yehuwa meyakininya sebagai nama sang pencipta. Kepercayaan itu didasari 66 buku dari Alkitab yang di dalamnya ada bagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam penuturan Kukuh, pada terjemahan Alkitab di berbagai bahasa itu, nama-nama tokoh Alkitab tidak dituliskan secara seragam sesuai dengan penyebutan aslinya dalam bahasa Ibrani pun Yunani. Tetapi itu ditulis sesuai dengan kemampuan berbahasa serta kebiasaan dalam kebudayaannya masing-masing.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itu menjadikan penyebutan Yehuwa berbeda antara satu bahasa dengan bahasa yang lain, disesuaikan dengan kemampuan berbahasa dan kebiasaan bahasa setempat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dibangkitkan di antara orang mati dan penguasa atas apa yang di Bumi. Jadi kalau disebut saksi Yehuwa yang paling pertama itu siapa, saksi Yehuwa pertama itu Yesus,&rdquo; sambung Kukuh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Kukuh, menjadi Saksi-saksi Yehuwa adalah perjalanannya mencari kebenaran. Ia baru memeluk kepercayaan ini ketika memasuki usia 17, usai mencari jawaban spiritualitasnya sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Diskriminasi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski kebebasan beragama dijamin oleh Undang-Undang Dasar (UUD) Pasal 29 Ayat 2, Saksi-saksi Yehuwa di Indonesia masih mendapat penolakan. Salah satu kasus yang pernah mencuat datang dari SDN 051, Tarakan. Tiga murid penganut Saksi-saksi Yehuwa mendapat diskriminasi hingga berujung tak naik kelas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ajaran mereka sering kali didiskriminasi karena dianggap kontroversial dan menyimpang buat kelompok Kristen arus utama, seperti Katolik Roma dan Protestan, alias kelompok mayoritas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa ajaran utamanya dianggap sangat berbeda, misalnya bagaimana mereka mengimani kematian dan kebangkitan Yesus, hakikat Allah, kematian atau kehidupan setelah mati.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu contohnya adalah bagaimana Saksi-saksi Yehuwa mengimani kematian dan kebangkitan Yesus tetapi tak merayakan Paskah.<span>&nbsp;</span></span><span>Mereka juga tidak merayakan Natal dan tidak meyakini konsep Trinitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di Indonesia sendiri,<span>&nbsp;</span></span><span>Saksi-saksi Yehuwa pernah dilarang secara resmi pada 1976. Lewat Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 129 Tahun 1976, Jaksa Agung melarang kegiatan Saksi Yehuwa atau Siswa Alkitab, karena dianggap memuat &lsquo;hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, seperti menolak hormat bendera dan menolak ikut berpolitik&rsquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Februari 1994, ada upaya untuk mencabut SK dengan berlandaskan Pasal 29 UUD 1945, Tap MPR Nomor XVII/1998 tentang HAM, dan Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998. Pada 1 Juni 2001 SK ini kemudian dicabut. Meski begitu, catatan sejarah ini membuktikan bagaimana negara ikut mendiskriminasi kelompok Saksi-saksi Yehuwa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Dijegal Stigma</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menjadi Saksi-saksi Yehuwa di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), bukannya tanpa rintangan. Kukuh bercerita, pembangunan balai kerajaan pada mulanya ada di kawasan Kanaan, Bontang Barat. Tempat ini dianggap strategis karena demografi pemeluk agama kristen banyak bermukim di sana. Penolakan kadung terjadi, hingga pembangunan balai kerajaan dipindah di kawasan Lhoktuan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a6ca6f102b98a30476c592d2c71a9c9dcd08671b.jpeg" class="fr-dii" style=""></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Beberapa kali kami punya kaca pecah dilempar batu sama orang. Pagi-pagi pas saya mau ibadah, kacanya pecah, beberapa lisnya ada yang penyok,&rdquo; Kukuh mengenang pengalaman pembangunan balai kerajaan di Lhoktuan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski ia tak yakin betul yang menjadi motif pelemparan itu, Kukuh mempercayai hambatan akan datang sebagaimana yang tertulis di Alkitab. Maka sikap yang bijak harus diambil oleh Saksi-saksi Yehuwa. Cerita tentang pelemparan itu juga masih hangat di ingatan Yulianus, salah satu jemaat Saksi-saksi Yehuwa di Bontang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tahun sebelum Covid-19 dan sekitar tujuh tahun lalu, sempat dilempar (kaca balai kerajaan). Tapi untuk saat ini sudah enggak, mungkin orang iseng, atau anak-anak,&rdquo; Yulianus mengisahkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Yulianus, meski pada 2005 kehadiran Saksi-saksi Yehuwa masih mendapat penentangan di Indonesia, tiap daerah punya cara dalam menyikapi keberagaman memeluk keyakinan. Termasuk pemerintah Kota Bontang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jeratan stigma masyarakat yang menolak pembangunan tempat ibadah mereka ini disikapinya dengan satu keyakinan, yaitu dengan mendapat perizinan oleh pemerintah setempat. Balai Kerajaan Saksi-saksi Yehuwa dinilai Yulianus sebetulnya memenuhi kriteria itu. Letaknya strategis, tepat di samping Dinas Pertanahan Kota Bontang. RT setempat juga ikut membantu dalam perizinan dan pembangunannya beberapa tahun silam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, ketidakpahaman masyarakat dan sikap semena-mena pada kelompok minoritas masih jadi tantangan mereka. Laki-laki yang bekerja sebagai petani itu getol bicara kalau keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia&mdash;sila kelima dasar negara kita&mdash;belum terimplementasi dengan baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sekolah negeri itu sekolah umum, kan? Tapi, enggak ada pelajaran agama yang di dalamnya mengakomodir dan memberi ruang untuk beribadah. Artinya apakah ada keadilan di situ?&quot; ujar Yulianus. &nbsp;Ia mencontohkan, bagaimana kurikulum kita turut melanggengkan diskriminasi pada kelompok minoritas macam Saksi-saksi Yehuwa, Rabu (13/4) lalu di kediamannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Elsiani Siman, ipar dari Yulianus, bercerita tentang pengalamannya mengimani agama minoritas di sekolah negeri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia merupakan perantau dari Toraja. Pada 2016, Elsi pindah domisili ke Bontang. Dua kakak perempuannya lebih dulu menjadi Saksi-saksi Yehuwa. Ia belajar Alkitab dari salah satu jemaat yang sering berkunjung dan melakukan penginjilan dari rumah ke rumah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kala itu, Elsi mengulik sejumlah kajian keyakinan tersebut, mendalami Alkitab. Hingga akhirnya ia menjadi Saksi-saksi Yehuwa di usia 17.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Semasa SMA, gurunya hanya mengetahui ia penganut Kristen yang taat. Namun, di kalangan teman-teman dekat, Elsi terbuka sebagai seorang Saksi-saksi Yehuwa. Ketika Natal tiba, ia tak ikut urunan dan enggan bergabung di kepanitiaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau teman-teman dulu memang enggak setuju, tapi mereka menghargai aja. Aku memang sudah bilang aku enggak bisa ikut Natal,&quot; papar perempuan yang kini<span>&nbsp;</span></span><span>berjualan</span><span>&nbsp;susu kedelai itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Aku menutup diri, enggak terlalu bergaul sama orang, mungkin selentingan-selentingan (menjadi Saksi-saksi Yehuwa</span><span>&nbsp;-<em>red</em></span><span>) itu ada, tapi enggak terlalu dengar,&quot; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Wajah Negara dalam Isu Keberagaman</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Indonesia punya sejarah keberagaman yang panjang, kata Sri Murlianti, akademisi Sosiologi Universitas Mulawarman. Sayangnya, praktik-praktik keberagaman itu sering kali dipersempit negara.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak dimungkiri pengakuan agama yang diatur negara:<span>&nbsp;</span></span><span><em>punya kitab suci, rumah ibadah, dan terlembagakan dengan baik</em></span><span>, membuat Sri menyoroti kepercayaan lokal yang sejak lama ada di Indonesia.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5f1c5f6be5faaf2780f40055ff136dcf30ad31a9.png" style="width: 778px;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, kepercayaan lokal kerap jadi bulan-bulanan karena jumlah mereka yang sedikit. Aturan-aturan yang dibikin negara itu, sering kali cuma membebankan mereka yang minoritas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski di permukaan keselarasan umat beragama tampak stabil, bahaya laten dari pelabelan karena legalitas agama oleh negara ini tetap eksis dan dapat meruncingkan sinisme antar-warga sendiri. Kelompok masyarakat dapat beradu keyakinan pun kebencian, sebab, lanjut Sri, &nbsp;agama di Indonesia cenderung dipijak dari teologi, bukan semangat menjaga kemanusiaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau kita mulai dari konsep teologi, itu yang tidak bisa dicampuradukkan. Setiap agama punya konsep teologinya sendiri yang tidak bisa diganggu gugat,&quot; papar Sri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menyangkut penolakan pembangunan tempat ibadah, Sri menuturkan hal ini dapat ditilik lebih jeli. Pasalnya tak semua penolakan bermula dari perseteruan atas keyakinan yang berbeda. Motif ekonomi hingga konflik kepentingan juga bisa termasuk asal muasalnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Agamanya mungkin tidak disalahkan tapi kekhawatiran bahwa sebuah lembaga yang sudah<span>&nbsp;</span></span><span><em>established</em><span>&nbsp;</span></span><span>ditopang banyak umat,<span>&nbsp;</span></span><span>bakal berkurang umatnya</span><span>&nbsp;(berkurang juga pendanaan pembangunan rumah ibadah),&rdquo; jelas Sri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemerintah daerah, pemuka agama, hingga akademisi punya andil memperbaiki situasi ini. Inisiasi dalam menghadirkan pertemuan lintas kelompok dan agama menurut Sri, adalah hal yang harus dimulai dari kelompok dominan.<span>&nbsp;</span></span><span>Itu sebab menggeser sudut pandang, bahwa agama ialah urusan privat&ndash;yang tak bisa dipaksa agar menjadi sama dengan mayoritas, jadi PR serius di tengah gempuran masyarakat yang telah terkotakkan oleh agama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Upaya ini bak maraton, tak bisa usai dalam semalam.</span><span>&nbsp;Ia dikerjakan terus-menerus agar kesalingan dalam menghormati keyakinan terjalin. Bagaimanapun, tiap agama memiliki konsep kesalehan dan kasih sayang lewat cara dan instrumen yang berbeda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, selain pemerintah daerah dan pemuka agama, peran akademisi yang digadang-gadang dapat memberikan perspektif atas keberagaman ikut terjebak sebagaimana masyarakat awam. Tak ayal mereka yang mengenyam bangku pendidikan tinggi juga bisa memproduksi pesan yang bias etnis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kelompok minoritas, termasuk Saksi-saksi Yehuwa di Indonesia, direkam lewat perspektif kelompok dominan, bukan kelompoknya sendiri. Apa yang mereka kerjakan dan yakini jadi melulu cuma dipandang dari tempat mayoritas, sehingga konflik horizontal bisa langgeng.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kenaifan ini, bagi Sri, bermula dari tidak bersedianya kelompok mayoritas mengamati dan mempertukarkan informasi bersama minoritas. Maka diperlukan ruang dialog untuk dapat terbuka dalam menjalin dan mengikat persoalan kemanusiaan yang lebih besar, seperti kasih sayang dan penghormatan terhadap individu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harus ada pergerakan dari kita yang punya pengetahuan lebih. Kalau masyarakat awam kita maklum. Celakanya<span>&nbsp;</span></span><span>kelas intelektual</span><span>&nbsp;terjebak di situ. Di luar sana ada konsep, kepercayaan lain yang tidak bisa dipaksakan seperti kita.<span>&nbsp;</span></span><span>Ketika itu kita gunakan untuk mengukur (dosa atas agama) yang lain. Itu jadi masalah,&rdquo; lanjut Sri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yulianus juga mengamini hal yang sama. Baginya, sekalipun Indonesia sudah berideologi keadilan sosial bagi seluruh rakyat, tapi masih banyak masyarakatnya yang belum memaknai keberagaman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keselamatan kita ada sama yang di atas, jadi enggak perlu takut. Keyakinan itu kalau sesuai yang kita jalankan, itu keuntungan kita,&rdquo; tutupnya. ***</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Liputan ini ditulis oleh Restu Almalita, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2018. Liputan ini menjadi bagian dari program pelatihan dan hibah Story Grant &ldquo;Anak Muda Ciptakan Ruang Aman Keberagaman di Media&rdquo; yang dilaksanakan oleh Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK). Terlaksana atas dukungan rakyat Amerika Serikat melalui USAID. Isinya adalah tanggung jawab SEJUK dan tidak mencerminkan pandangan Internews, USAID, atau pemerintah AS.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmi Dibuka, Program Doktor Ilmu Pertanian Diharapkan Melahirkan SDM Unggul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-dibuka-program-doktor-ilmu-pertanian-diharapkan-melahirkan-sdm-unggul/baca </link>
<guid> resmi-dibuka-program-doktor-ilmu-pertanian-diharapkan-melahirkan-sdm-unggul </guid>
<pubDate> Tue, 31 May 2022 07:11:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan Prodi Doktor Ilmu Pertanian Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-dibuka-program-doktor-ilmu-pertanian-diharapkan-melahirkan-sdm-unggul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DJMWmgh9rl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Resmi Dibuka, Program Doktor Ilmu Pertanian Diharapkan Melahirkan SDM Unggul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Melebarkan sayapnya, Faperta Unmul secara resmi membuka Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Pertanian pada 14 Maret 2022 lalu. Izin pembukaan Prodi tersebut tertulis dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 154/E/O/2022. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski telah berdiri, Prodi baru itu tak pelak dari prosesnya yang panjang hingga akhirnya menjadi program doktor pertama di Faperta. Diwawancarai pada Kamis (26/5), Nurhasanah sebagai Koordinator Prodi Doktor Ilmu Pertanian menceritakan bahwa proses pendirian Prodi tersebut sudah dirancang sejak 2019. Meski baru mendapatkan izin pada Maret lalu, program ini berjalan sangat pesat, terlihat dari dimulainya penerimaan mahasiswanya pada awal Mei lalu.<span>&nbsp;</span></span><br><br><span><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/da3a961b2b08f9301495f66a302ebb6ba9d4bb8d.jpeg" style="width: 324px;"></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semua tahapannya<span>&nbsp;</span></span><span><em>Alhamdulillah</em><span>&nbsp;</span></span><span>sudah kita jalankan dengan baik. <em>Website</em>-nya sudah kita kembangkan kemudian promosi juga sudah kita lakukan dengan mengirimkan &nbsp;pamflet dan <em>flyer</em> (pendaftaran) ke semua dinas terkait.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pihaknya juga telah menyebarluaskan informasi mengenai pendaftaran itu ke beberapa universitas di Samarinda yang memiliki Faperta. Itu dilakukan agar staf dan dosen mereka yang belum melanjutkan studi doktoral, dapat berminat untuk melanjutkan studi yang ditawarkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kehadiran program baru ini baginya tentu diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di dalam pembangunan pertanian, khususnya di Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditanya mengenai ketersediaan tenaga pendidik, ia mengungkap jika Prodi Doktor Ilmu Pertanian mendapat apresiasi oleh asesor, ketika proses visitasi pembukaan program tersebut. Hal itu lantaran jumlah tenaga ajar yang terbilang banyak, berkisar lima dosen<span>&nbsp;</span></span><span><em>homebase</em><span>&nbsp;</span></span><span>dan empat di antaranya telah bergelar profesor.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun empat peminatan yang ditawarkan, di antaranya Agronomi dan Hortikultura, Peminatan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman, Peminatan Proteksi Tanaman, dan Peminatan Hasil Teknologi Pertanian.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika sudah berjalan dengan baik dalam beberapa tahun ke depan, kita akan mengembangkan untuk minat-minat yang lain misalnya Agribisnis, Ilmu Tanah, dan lain-lain.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><span>Dari sederet &nbsp;peminatan itu, selain menyiapkan SDM yang unggul di bidang pertanian dan lulusannya dapat menjadi pakar dan manajer di bidang pertanian, birokrat di bidang pertanian, hingga pengambil keputusan kebijakan serta memiliki pemahaman keilmuan yang mumpuni.<span>&nbsp;</span></span><br><span><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2fb59e13f7aca6801b896810697d65923de47f27.jpeg" style="width: 324px;"></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sejauh ini, sudah terdapat lima orang yang telah mendaftar sebagai mahasiswa program doktor tersebut. Diakuinya, ia tidak menarget pendaftarnya, sebab punya lima mahasiswa itu telah ideal, sebagaimana tujuan di awal ingin fokus dan serius dalam pembimbingan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, untuk lima ini sudah ada, tidak tahu ke depan bisa jadi bertambah, ada peminat yang baru. Untuk yang ini kita sudah syukuri target yang sudah kita harapkan itu sudah terpenuhi untuk saat ini,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Euforia kehadiran Prodi Doktor Ilmu Pertanian tersebut juga datang dari Alumni Magister Pertanian Tropika Basah Faperta Unmul, Devi Tantiani. Menurutnya keputusan tersebut tepat, sebab&nbsp;Unmul yang merupakan kampus terbesar di Kaltim sudah seharusnya memiliki akses pendidikan yang baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kini para alumni pertanian yang berdomisili di sekitar Kaltim tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan pendidikan doktor hingga ke luar pulau. Terlebih program yang ada di Faperta Unmul memiliki keunikan tersendiri, lantaran mengusung pertanian dengan lingkungan tropika lembab sebagai satu-satunya di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Devi mengaku tertarik, pasalnya ini sangat menjanjikan untuk penelitian-penelitian di bidang pertanian, khususnya pada lingkungan tropika lembab. Ia juga yakin ke depannya mahasiswa maupun alumni program doktoral ini, akan sangat membantu Kaltim untuk bisa menemukan teknologi-teknologi baru di bidang pertanian.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga mungkin saja 10 sampai 20 tahun ke depan pertanian di Kalimantan Timur semakin maju. Saya harap, saya adalah salah satu di antara orang-orang yang memajukan pertanian kita,&rdquo; kelakarnya kepada awak <em>Sketsa</em>, Kamis (26/5).</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berharap lulusan program baru ini bisa berkontribusi dalam pembangunan pertanian dan mampu berinovasi dan melahirkan teknologi yang berguna bagi para petani, terlebih yang ada di daerah dengan lingkungan tropika lembab. <em><strong>(</strong><strong>fzn/amg/wsd/khn</strong></em><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangan Perempuan Tuli Mendobrak Sistem Diskriminatif: dari Akses Pendidikan Hingga Kesempatan Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-perempuan-tuli-mendobrak-sistem-diskriminatif-dari-akses-pendidikan-hingga-kesempatan-kerja/baca </link>
<guid> perjuangan-perempuan-tuli-mendobrak-sistem-diskriminatif-dari-akses-pendidikan-hingga-kesempatan-kerja </guid>
<pubDate> Tue, 31 May 2022 11:00:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kendala dan diskriminasi terhadap teman Tuli di ranah pekerjaan hingga pendidikan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-perempuan-tuli-mendobrak-sistem-diskriminatif-dari-akses-pendidikan-hingga-kesempatan-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5KlEHnUCFb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangan Perempuan Tuli Mendobrak Sistem Diskriminatif: dari Akses Pendidikan Hingga Kesempatan Kerja</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam keheningan, Agustin sedang bercerita. Ia menekukkan jari telunjuk dan jempol kanannya membentuk huruf T, lalu kelima jari tangannya dikerucutkan dan diayunkan ke kanan dan ke kiri, berusaha menggambarkan sebuah tempat. Gerakan tangannya berlanjut mengayun untuk mengeja sebuah kata dengan 10 huruf.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sa-ma-ren-dah,&rdquo; kata Nurul Hidayanti, menerjemahkan bahasa isyarat dari Agustin. Dosen Universitas Islam Negeri Samarinda ini sedang membantu saya mengobrol dengan Agustin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di ujung Maret kemarin, saya pertama kali bertemu dengan mereka. Agustin bercerita banyak tentang kendala dan diskriminasi yang terjadi pada teman Tuli seperti dirinya. Salah satunya, tentang Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara, Samarinda, yang baginya adalah contoh fasilitas umum belum ramah untuk Tuli.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau malam, tempat itu kurang pencahayaan. Menyulitkan teman Tuli berkomunikasi,&rdquo; kata Nuril, lanjut menerjemahkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam berkomunikasi, teman Tuli memang mengandalkan penglihatan mereka. Selain dengan bahasa isyarat, mereka juga terbiasa membaca gerak bibir saat berkomunikasi. Namun, situasi ini makin sulit sejak pandemi datang. Semua orang mengenakan masker, dan tak semua orang mengerti atau mempelajari bahasa isyarat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahkan di tempat-tempat layanan umum, seperti rumah sakit. Agustin bercerita, situasi sulit itu harus dihadapinya ketika tempo hari sempat sakit dan pergi berobat ke puskesmas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orang tua Agustin tengah sibuk pada saat &nbsp;itu, hingga akhirnya ia menghubungi Juru Bahasa Insyarat (JBI) untuk meminta bantuan ditemani ke puskesmas. Dirinya membutuhkan JBI untuk menjelaskan sakit yang dialaminya. Kerepotan begini tentu saja tidak dialami orang tanpa disabilitas, karena sistem yang dibangun mempermudah urusan mereka, tanpa dirancang untuk mempermudah orang Tuli.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Repot!! <em>kalo</em> dokter bisa bahasa isyarat sih <em>gapapa</em>, enak, tapi banyak dokter yang enggak bisa bahasa isyarat,&rdquo; tutur Nuril, menerjemahkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agustin kini bekerja di kantor Samsat Samarinda, sejak 8 bulan lalu. Sebelumnya dia hanya membantu mengurus rumah bersama ibunya, dan ikut kegiatan bersama komunitas Ikatan Kebersamaan Anak Tuli (IKAT). Sekarang kegiatannya bersama IKAT harus diselingi dengan aktivitas bekerja di kantornya dari Senin hingga Sabtu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pekerjaan itu datang dari tawaran ketua Persatuan Penyandang Disabilitas (PPDI). Ia menanyakan ibu Agustin, tentang kesediaan anaknya bekerja di sana. Sebelumnya Agustin pernah ditawarkan bekerja sebagai karyawan di sebuah minimarket, tapi tak dapat izin dari sang ibu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ibu Agustin memang cukup pilih-pilih soal pekerjaan buat anaknya. Bukan apa-apa, ia hanya tak mau Agustin kesulitan, terutama bila bekerja di bidang yang belum ramah kebutuhan penyandang disabilitas. Terlebih lagi, Agustin adalah perempuan, sehingga alasan keamanan juga sering jadi pertimbangan ibunya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi, yang ini <em>dibolehin</em>. Dipersilakan kerja di kantor Samsat.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut laporan Komnas Perempuan tahun 2020, perempuan dengan disabilitas memang jadi kelompok lebih rentan terhadap penelantaran dan diskriminasi dalam keluarga dan masyarakat. Bahkan, dibandingkan laki-laki dengan disabilitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam Catatan Akhir Tahun (CATAHU)-nya, Komnas Perempuan juga mencatat kenaikan kasus kekerasan terhadap perempuan penyandang disabilitas pada 2018 mencapai 54 persen (89 kasus) dari tahun 2017 (47 kasus). Dari data tersebut telah diolah dan menunjukan bahwa ragam disabilitas intelektual yang paling banyak menjadi korban kekerasan, diikuti oleh disabilitas Tuli dan disabilitas psikososial.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perempuan disabilitas memiliki kerentanan berkali-kali lipat terhadap kekerasan seksual,&nbsp;</span><span>penyiksaan dan diskriminasi dibandingkan perempuan dan anak perempuan non-disabilitas yang berinteraksi dengan faktor-faktor lain. Akar-akar kerentanan berlapis tersebut adalah ideologi ableisme/normalisme; serta kultur patriarki yang berkelindan dengan budaya dan agama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Agustin, tak banyak orang yang mau menerima teman Tuli untuk bekerja. Kebanyakan teman Tuli yang melamar sulit untuk bisa dapat pekerjaan, kecuali jika ada orang yang &nbsp;memang menawarkan atau mengajak mereka bekerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan data Pusat Statistik tahun 2020, jumlah penduduk penyandang disabilitas dalam usia kerja sebanyak 17,74 juta orang. Namun, yang masuk angkatan kerja hanya sebanyak 7,8 juta orang, dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) penyandang disabilitas hanya sekitar 44 persen, jauh di bawah TPAK Nasional yaitu, 69 persen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedangkan, sebanyak 7,57 juta orang penyandang disabilitas yang bekerja dan jumlah pengangguran terbuka penyandang disabilitas sebesar 247.000 orang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di kantor, Agustin bertugas berdua dengan rekannya, menjaga loket Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk lansia dan ibu hamil. Tidak ada JBI di sana, karyawan lainnya pun tidak fasih dalam berbahasa isyarat, hal ini menjadi kesulitannya dalam bekerja. Terkadang pelanggan yang masih muda mengerti apa yang Agustin sampaikan, tapi tidak sedikit lansia yang justu menambah kebingungan dalam berkomunikasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga rekannya kerap membantunya dalam berkomunikasi, atau meminta pelanggannya untuk menuliskan kata-kata di kertas. Loket Agustin juga tidak seramai loket rekan lainnya, karena loketnya juga merupakan loket khusus. Sehingga terkadang ia membantu rekannya itu mengurus pelanggan dalam hal administrasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dia gak begitu sulit melayani&nbsp;</span><span>customer</span><span>nya, tapi kalo orang enggak tau (komunikasi) &nbsp;dia bisa tanya-tanya yang lain, teman-temannya yang jelasin,&rdquo; ungkap Nuril menerjemahkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agustin, yang sempat jadi wakil ketua IKAT periode 2016-2021, juga punya keresahan lain, akses jalan di lalu lintas. Acap kali, rambu yang tertera di jalan hanya sebatas gambar tanpa ada tulisan. Hal itu ternyata masih menjadi kesulitan bagi teman Tuli untuk memahami rambu-rambu yang ada. Pendidikan tentang rambu jalan yang ramah buat teman Tuli perlu disediakan pemerintah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, akses untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) juga tak mudah. Biasanya, polisi hanya akan melayani teman Tuli yang menggunakan alat bantu dengar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Orang-orang di polisi maunya&nbsp;</span><span>pake&nbsp;</span><span>alat bantu dengar baru dilayani, padahal kan teman Tuli itu masih bisa melihat dan tidak semuanya memiliki akses ke alat bantu dengar&rdquo; jelas Nuril.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Teman Tuli dan Akses Pendidikan</strong></span></p><p><span><strong><img class="fr-dib" src="https://www.sketsaunmul.co/upload/post/9df0e3e8b085389d95fcafb10a7cd7cc2ef84ce8.jpeg" style="width: 838px;"></strong></span><br></p><p><span>Masalah akses bukan cuma dialami teman-teman Tuli secara individu. Masalah-masalah tersebut sering kali terbentuk secara struktural. Seperti masalah akses pendidikan yang alami &nbsp;Mira Ariska, perempuan Tuli kelas tiga SMA di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lewat isyarat tangannya, Mira bercerita tentang kebiasaan bangun pagi yang terbentuk lantaran jarak sekolah dan rumahnya jauh. Sejauh 17 km dan membutuhkan satu jam perjalanan dengan sepeda motor. Padahal itu adalah SLB Negeri paling dekat dari rumahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berangkat jam 6, masuknya jam 7,&rdquo; kata Mira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sekolahnya, Mira masuk kelas bersama teman-teman Tuli lainnya, kemudian diajar oleh guru yang bisa mendengar. Terdapat 33 guru yang mengajar di SLB itu, dan hanya ada 7 guru yang mengajar teman Tuli. Terlebih pengajar di sana menggunakan Sistem Bahasa Isyarat (SIBI), bukannya Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Indonesia memang ada dua jenis bahasa isyarat tersebut. Namun, SIBI dalam penerapan kosakatanya tidak sesuai dengan aspirasi dan nurani teman Tuli, sehingga tidak dapat digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Sedangkan Bisindo merupakan bahasa ibu dan bahasa isyarat alami, yang memang dibentuk dan diciptakan oleh teman-teman Tuli sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya lebih nyamannya pake Bisindo karena konsepnya juga beda sama SIBI,&rdquo; cerita Mira</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sekolah, Mira belajar macam-macam. Selain pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika, Mira juga belajar keterampilan seperti menjahit, memasak, dan merangkai bunga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa kali sekolah melakukan kegiatan bersama seluruh siswa penyandang disabilitas di sana. Namun, Mira kerap kesulitan berkomunikasi dengan teman disabilitas lainnya,&nbsp;</span><span>karena mereka tak paham dengan bahasa isyarat dan Mira juga tidak bisa membaca gerakan bibir mereka.</span><span>&nbsp;Sehingga harus ada guru yang menemani untuk menjadi penyambung lidah mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sering dan ketemu, tapi enggak&nbsp;</span><span>nyambung</span><span>&nbsp;<em>kalo</em> komunikasi. Akhirnya enggak nyaman,&rdquo; ungkapnya lewat isyarat tangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perempuan 21 tahun itu, tak pernah &nbsp;berpikir untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke lebih tinggi. Selain karena belum ada pendidikan lanjut inklusif di Samarinda, ia juga belum tahu jurusan yang cocok di perguruan tinggi. Namun, Mira bercita-cita jadi pengusaha.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>JBI dan Perjuangan Teman Tuli Mendobrak Sistem Diskriminatif</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Teman Tuli acap kali kesulitan dalam berkomunikasi ke lawan bicaranya jika tidak didampingi komunitas seperti JBI, seperti tiap kali mereka mengurus administrasi, pelayanan kesehatan, dan juga tempat-tempat umum. Keberadaan teman Tuli menjadi alasan JBI hadir. Beranggotakan lima orang, mereka berkoordinasi tiap kali ada teman Tuli yang membutuhkan bantuan mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka enggan disebut organisasi atau komunitas, karena jumlah anggotanya yang sedikit dan berangkat dari nurani ingin membantu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nuril bercerita, ia sempat mengikuti kelas bahasa isyarat yang diadakan IKAT. Berawal dari mengenal abjad, kini &nbsp;Nuril juga menjadi juru bahasa isyarat yang sering diminta teman Tuli lain jika ada wawancara atau undangan formal lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk belajar itu lebih banyak komunikasi, lebih baik. Karena bahasa apa pun kalau enggak dikomunikasikan itu enggak akan bisa. Makanya harus perlu praktiknya. Kuncinya itu sih,&rdquo; ungkap Nuril.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semakin hari, kemampuannya meningkat dengan berlatih bersama teman Tuli. Tak ada rasa penat yang ia rasakan, meski gerakan yang ia coba terjemahkan punya gerakan bermacam-macam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski JBI sebenarnya punya peran krusial, Nuril bilang mereka tak pernah dapat bantuan dari pemerintah. JBI yang selama ini berperan menjadi jembatan antara teman Tuli dengan orang lain sebetulnya adalah contoh inisiatif dari teman-teman Tuli sendiri untuk menerobos batasan-batasan yang diciptakan sistem diskriminatif di sekitar mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nasib penerjemah seperti Nuril juga tak diperlakukan sebanding dengan penerjemah bahasa asing, misalnya. Sesuatu yang menurut Nuril, adalah bagian dari sistem yang masih diskriminatif pada kawan-kawan Tuli.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walaupun hanya segelintir JBI mereka tetap membantu teman Tuli untuk berkomunikasi, baik dalam formal maupun tidak. Tergantung dari permintaan teman Tuli, JBI selalu berkoordinasi meski kerap terkendala dengan kesibukan lain, ataupun potensi tabrakan jadwal yang sering terjadi. Namun, hal itu menurut Nuril buka masalah yang besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau kendala itu lumrah, tapi&nbsp;</span><span>alhamdulillah&nbsp;</span><span>selama ini tidak sampai ke tahap masalah,&rdquo; tuturnya</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian Nuril juga mengungkapkan bahwa ia sangat berharap &nbsp;masyarakat bisa terbuka dan berpartisipasi untuk belajar bahasa isyarat. Strategi pun turut diatur seperti bekerja sama dengan IKAT untuk membuka kelas umum bahasa isyarat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski tidak ada sertifikasi khusus, ataupun aturan pasti. Ia berhrap, setidaknya masyarakat bisa sedikit paham bahasa isyarat, dan membuka pikiran untuk mau belajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Salah satu upaya kita itu kerja sama dengan IKAT, kayak membuka kelas bahasa isyarat. Mau belajar isyarat itu lebih baik, ketimbang orang-orang yang enggak mau belajar isyarat,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span><em>Liputan ini ditulis oleh Muhammad Adil Alparizi, mahasiswa Farmasi FF 2020. Liputan ini menjadi bagian dari program pelatihan dan hibah Story Grant: Anak Muda Suarakan Keberagaman yang dilaksanakan oleh Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK). Terlaksana atas dukungan rakyat Amerika Serikat melalui USAID. Isinya adalah tanggung jawab SEJUK dan tidak mencerminkan pandangan Internews, USAID atau Pemerintah Amerika Serikat. &nbsp;</em></span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus: Potret Sekolah Inklusi di Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendidikan-anak-berkebutuhan-khusus-potret-sekolah-inklusi-di-samarinda/baca </link>
<guid> pendidikan-anak-berkebutuhan-khusus-potret-sekolah-inklusi-di-samarinda </guid>
<pubDate> Tue, 31 May 2022 11:43:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sekolah Inklusi bagi anak berkebutuhan khusus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendidikan-anak-berkebutuhan-khusus-potret-sekolah-inklusi-di-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/puU1jxsplZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus: Potret Sekolah Inklusi di Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Nampak ragu-ragu menyapa, perempuan usia 40 tahunan itu menyunggingkan senyum di balik masker yang dikenakan. Di sampingnya, berdiri seorang anak laki-laki yang memakai seragam sekolah&ndash;kain motif khas sarung Samarinda dipadupadankan dengan celana panjang berwarna merah. Awal-bukan nama sebenarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Teriknya matahari siang pada pekan kedua April 2022 lalu, menuntun kami duduk di bawah rindangnya pohon Ketapang. Tepat di pelataran sekolah. Tempat duduk yang tak terlalu lebar itu, setidaknya masih cukup leluasa menampung kami.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sekilas tak akan ada yang menyadari, bahwa murid SD itu merupakan anak berkebutuhan khusus. Pasalnya, ciri fisik yang ia miliki sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda tersebut. Dia membaur dengan teman-temannya yang bukan ABK.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ana (bukan nama sebenarnya) ibu kandung Awal&ndash;siswa inklusi di sekolah tersebut mengawali ceritanya dengan hangat. Sedari dini, putra bungsunya sudah diasuh oleh bibi dan pamannya. Tak jarang, Awal kerap dicekoki<span>&nbsp;</span></span><span><em>gadget</em></span><span>&nbsp;untuk menenangkannya kala ia menangis&ndash;cara instan yang lumrah dilakukan masyarakat belakangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pokoknya yang penting anak itu<span>&nbsp;</span></span><span><em>diem</em></span><span>. Nah, kita kan juga enggak tahu ya kalau ternyata efek dari HP ini luar biasa,&rdquo; cerita Ana saat ditemui pada Kamis (14/4/2022).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kekeliruan pola asuh tersebut tak bisa serta merta diperbaiki Ana. Sebagai orangtua tunggal, dia mengaku tidak memiliki banyak pilihan, selain menitipkan Awal kepada paman bibinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ana kembali mengingat momen pilu beberapa tahun silam. Usia Awal yang kala itu belum genap menginjak 2 tahun, harus ditinggalkan sosok ayahnya yang menghadap Sang Pencipta. Demi kelangsungan hidupnya dan anak-anak, Ana sibuk mencari nafkah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Awal diketahui mengalami<span>&nbsp;</span></span><span><em>attention deficit hyperactivity disorder</em></span><span><em>&nbsp;</em>(ADHD). Yakni gangguan mental yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kondisi ADHD yang dialami Awal juga berbarengan dengan diagnosa<span>&nbsp;</span></span><span><em>speech delay</em></span><span><em>&nbsp;</em>(keterlambatan bicara). Anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara, biasanya memiliki tutur kata yang sulit dipahami ketika menyampaikan isi pikirannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ana sempat mengalami kesedihan mendalam, melihat keadaan tumbuh kembang putranya yang terhambat. Berbekal BPJS mendiang suami dan tekad yang kuat, dirinya lantas rutin membawa Awal dua kali dalam sepekan untuk melakukan terapi di Rumah Sakit Umum Wahab Syahranie.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu<span>&nbsp;</span><em>kan nggak</em><span>&nbsp;</span>bisa bicara (sama sekali). Dulu paling cuma aaa&hellip;hee&hellip;<em>gitu-gitu</em>&nbsp;<em>aja</em>. Saya terapi dua tahun itu bisa Awal mulai sudah bilang mamah, panggil nama segala macam itu sudah bisa.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><span>Meski hingga kini Awal masih cukup kesulitan berkomunikasi dengan orang di sekitarnya, Ana tak henti mengucap syukur. Kondisi putranya saat ini telah mengalami perkembangan yang jauh lebih baik. Terlebih sekolah tempat Awal mengenyam pendidikan dasar, sudah melangsungkan tatap muka secara terbatas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/03fbd93de24759c7ce42a9aef9927430e41bc5d5.jpeg" style="width: 839px;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Diakuinya, selama pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir cukup menyulitkan putranya memperoleh pendidikan formal secara maksimal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dia lebih memahami kalau seperti ini (sekolah offline). Karena kalau online<span>&nbsp;</span></span><span><em>kan</em></span><span>&nbsp;(seringnya) dia cuma dikasih sekadar kertas<span>&nbsp;</span></span><span><em>aja</em></span><span>. Itu pasti orang tuanya yang ngisi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keadaan pandemi yang kian membaik, tak ayal manfaatnya turut dirasakan Awal dan orangtuanya. Kini di tahun kedua ia menjejaki SD, Awal perlahan dapat berkomunikasi secara terstruktur untuk menyampaikan isi pikirannya kepada orang di sekitarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Alhamdulillah</em></span><span>&nbsp;sekarang ini dia mulai nyambung (bicaranya) ya. Karena bisa beradaptasi dengan banyak orang,&rdquo; ucap Ana dengan mata berbinar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Lanjutkan Pendididikan di SMP Inklusi<span>&nbsp;</span></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kisah serupa juga datang dari seorang siswa berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di SMP. Sekolah tersebut berlabelkan inklusi sejak tahun 2011. SMP ini menjadi pionir sekolah inklusi yang ada di Kota Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Siang itu, di tengah jam pelajaran sedang berlangsung, Raka (bukan nama sebenarnya) menyempatkan diri menyambangi ruang BK. Dari obrolan singkat hari itu, ia mengizinkanku untuk bertandang mengunjungi rumahnya. Perjalanan menuju rumah Raka ke sekolah, kurang lebih memakan waktu 10 menit mengendarai sepeda motor.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesampainya di sana, Siti (bukan nama sebenarnya) ibu kandung Raka bercerita, bahwa putra sulungnya termasuk orang dengan keterbatasan intelektual. Sejak kecil, tumbuh kembang anaknya tak seperti anak seusianya. Raka baru bisa berjalan di usianya yang menginjak 24 bulan, sebab tangan kanannya lemah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Situasinya ini tak jarang mengundang gunjingan masyarakat. Mirisnya, sebagian besar berasal dari keluarga sendiri. &ldquo;Jadi dia<span>&nbsp;</span></span><span><em>ngesot</em></span><span>, kata orang&nbsp;</span><span><em>enggak</em></span><span>&nbsp;bakal bisa jalan, dikatain kurang gizi<span>&nbsp;</span></span><span><em>lah</em><span>&nbsp;</span></span><span>segala<span>&nbsp;</span></span><span><em>macem</em></span><span>. Banyak&nbsp;</span><span><em>lah</em></span><span>&nbsp;gunjingan masyarakat. Dari keluarga juga, makanya saya sama bapaknya itu<span>&nbsp;</span></span><span><em>ndak</em><span>&nbsp;</span></span><span><em>usah</em><span>&nbsp;</span>sudah, kalau ada apa-apa<span>&nbsp;</span></span><span>enggak</span><span>&nbsp;usah ngomong keluarga<span>&nbsp;</span></span><span>lah</span><span>,&rdquo; tutur Siti dengan mata teduhnya, Senin (11/4/2022).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai tekanan yang ada tak bisa dipungkiri, membuatnya putus asa dan hampir menyerah. Namun, pilihannya mantap untuk terus memberikan yang terbaik bagi anaknya tanpa peduli komentar orang lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dulu saya<span>&nbsp;</span></span><span><em>down</em></span><span>, terus ya akhirnya<span>&nbsp;</span></span><span><em>kan</em><span>&nbsp;</span>ngelihat</span><span>&nbsp;yang lain pas terapi di rumah sakit itu. Ketemu sama<span>&nbsp;</span></span><span><em>temen-temen</em></span><span>&nbsp;yang anaknya itu ternyata lebih &lsquo;di bawah&rsquo; anak kita. Baru dari situ saling semangati.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Semasa Raka kecil, Siti dan suami berusaha memenuhi fasilitas di rumah bagi sang buah hati. Bukan tanpa alasan. Sebagai orangtua, hal ini mesti mereka lakukan sebab khawatir putranya dirundung kala bermain dengan teman sebaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Daripada dia main sama<span>&nbsp;</span></span><span><em>temen</em></span><span>-nya terus malah jadi dimusuhi. Pokoknya dia punya semangat,<span>&nbsp;</span></span><span>kepingin</span><span>&nbsp;bisa naik sepeda, kita turuti.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Kayak</em></span><span>&nbsp;sepeda-sepeda itu biarpun bekas, ya, ada<span>&nbsp;</span></span><span><em>aja</em></span><span>&nbsp;jalannya untuk kita fasilitasi,&rdquo; ucapnya sambil mengingat kembali memori beberapa tahun silam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memasuki usia siswa SD, Raka kecil kerap kali menerima ejekan dari teman-temannya. Keadaan mulai mereda, saat sekolah Raka memiliki guru pendamping. Lulus dari bangku SD, Raka melanjutkan pendidikannya ke SMP inklusi atas rekomendasi dari gurunya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Persaingan yang cukup ketat, membuat Siti risau akan nasib Raka. Dari 20 orang calon peserta didik baru kala itu, hanya 10 orang yang dapat ditampung sekolah tersebut. Beruntung, Raka menjadi satu di antara 10 orang yang dinyatakan lolos seleksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama tiga tahun, Siti mengaku cukup puas dengan program-program sekolah inklusi yang ada di SMP tersebut. Ada beberapa program sekolah dirasa bisa membantu Siti dalam mendidik Raka. Seperti program rutin, yang dikemas layaknya seminar antara orang tua ABK dengan guru pendamping, serta didampingi pula oleh psikolog.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, menurut Siti teman-teman Raka di saat SMP sangat memahami keberadaan teman-temannya yang berkebutuhan khusus. &ldquo;Raka ini juga kalau di sekolah sering dibantu sama temannya.<span>&nbsp;</span></span><span>Kan</span><span>&nbsp;dia<span>&nbsp;</span></span><span><em>nggak</em></span><span>&nbsp;bisa<span>&nbsp;</span></span><span><em>tuh</em></span><span>&nbsp;kalau<span>&nbsp;</span></span><span><em>ngikat</em><span>&nbsp;</span></span><span>tali sepatu. Jadi nanti temannya yang</span><span>&nbsp;<em>ngikat</em></span><span>-kan.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pemerintah Terkendala Anggaran dan SDM<span>&nbsp;</span></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sekolah inklusi hadir berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 70 tahun 2009, tentang &ldquo;Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa&rdquo;. Sebelas tahun sejak peraturan tersebut dikeluarkan, implementasinya di lapangan masih jauh dari sempurna.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sapi&rsquo;i selaku Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Luar Biasa Provinsi Kaltim, menyatakan bahwa pemerintah terkendala berbagai faktor. Mulai dari pemerintah yang minim mengucurkan dana dan menyediakan fasilitas pendukung, hingga terbatasnya alokasi tenaga pendidikan untuk PNS CPNS yang memiliki latar belakang pendidikan khusus. Selain itu juga dipengaruhi kurangnya pemahaman masyarakat, terkait pentingnya pendidikan inklusi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dia juga menyebut sistem mutasi kepala sekolah yang sangat dinamis jadi persoalan serius. Pasalnya, perubahan tersebut menghambat pemerataan pemahaman pendidikan inklusi kepada guru-guru.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya kita sudah melatih kepala sekolah atau koordinator inklusif di sekolah itu. Beberapa bulan kemudian kepala sekolah itu dimutasi. Akhirnya, kepala sekolah yang punya pemahaman pindah lagi,&rdquo; terang Sapi&rsquo;i saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kaltim, Senin (21/3/2022).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, menurutnya dalam sistem mutasi kepala sekolah yang saat ini berlangsung, harus ada pengecualian dengan menambahkan aturan terkait waktu minimal pengabdian. &ldquo;Misalnya dia sudah punya pemahaman inklusi, minimal mengabdi dulu sekian tahun. Supaya ada waktu untuk membagikan pengalaman dan pengetahuannya di sekolah tersebut.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendala serupa juga dituturkan oleh Erni, Koordinator Inklusi di salah satu SD. Sekolah tempat ia mengabdi sebagai seorang guru itu, sudah sejak 2016 lalu ditetapkan sebagai sekolah inklusi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai saat ini setidaknya sudah dua kali ganti kepala sekolah. Rata-rata kepala sekolah itu<span>&nbsp;</span><em>kan</em>&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;<em>tau&nbsp;</em>sekolah inklusi. Jadi<span>&nbsp;</span><em>nggak</em><span>&nbsp;</span>sedikit, malah yang<span>&nbsp;</span><em>kayak</em>, ya<span>&nbsp;</span>udah saya serahkan<span>&nbsp;</span><em>sampean aja</em>. Saya<span>&nbsp;</span><em>nggak&nbsp;</em>paham sekolah inklusi,&rdquo; ungkap Erni, Selasa (12/4/2022).</p><p style="text-align: justify;"><span>Pola yang sama juga terjadi pula pada rekan guru tempat ia mengajar. Pada beberapa tahun belakangan, Erni merasa rekan-rekannya terkesan menyerahkan seluruh tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan inklusi ke pundaknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau teman-teman yang lain, rasanya<span>&nbsp;</span></span><span><em>nggak</em></span><span>&nbsp;mau sadar ke situ. Mereka merasa hal ini jatuhnya malah jadi beban. Tolong Bu Erni, ini susah, saya<span>&nbsp;</span></span><span><em>nggak</em></span><span>&nbsp;bisa.<span>&nbsp;</span><em>Kayak</em><span>&nbsp;</span></span><span>gitu</span><span>. Makanya saya ini merasa<span>&nbsp;</span></span><span>ketumpuk</span><span>.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara itu Koordinator Inklusi salah satu SMP di Samarinda, Nur Kholifah, menyampaikan harapannya agar sekolah inklusi diperbanyak.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Nah</em></span><span>&nbsp;mungkin yang kami harapkan ini, untuk (pemerintah) provinsi. Untuk SMA atau SMK-nya lebih diperbanyak seperti kami. Kalau kami<span>&nbsp;</span></span><span><em>kan</em></span><span>&nbsp;sudah dari 1 (SMP) menjadi 34 sekolah (jenjang SMP) untuk 1 Samarinda,&rdquo; harapnya Senin (28/3).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini menurutnya berkaitan dengan komitmen pemerintah, berkenaan pemenuhan hak asasi manusia untuk memperoleh pendidikan secara layak tak terkecuali bagi ABK.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setiap kecamatan harus ada, karena kalau<span>&nbsp;</span><em>nggak</em><span>&nbsp;</span>ada, dulu anak dari seberang, lempake, dikirim ke kita. Itu<span>&nbsp;</span></span><span><em>kan</em></span><span>&nbsp;jauh.<span>&nbsp;</span><em>Nah</em><span>&nbsp;</span>harapannya nanti SMA/SMK bisa seperti itu,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Maksimalkan Potensi Anak</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memiliki anak dengan kebutuhan khusus, tentu tak bisa selesai hanya dengan memberikannya pendidikan formal di sekolah. Untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki sang anak, antara orang tua, guru, maupun sekolah harus bersinergi dalam pembagian peran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Orangtua sebagai elemen utama memiliki peran untuk memfasilitasi kebutuhan pendidikan (baik formal maupun informal) dan mendukung pencapaian prestasi belajar anak. Demikian pula dengan keterlibatan guru yang tak kalah krusial dalam pendidikan anak.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dosen Psikologi Pendidikan dan Perkembangan Anak di Universitas Mulawarman, Hairani Lubis, mengatakan bahwa peran guru dalam sekolah inklusi meliputi asesmen dan pemetaan, untuk dapat melakukan klasifikasi tentang sifat dan kekhususan masing-masing siswanya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah didapati informasi dan data tersebut, guru juga perlu membuat suatu program pendidikan individual. Di akhir, semua hal yang telah dilakukan sebelumnya dibuat penilaian guna mengevaluasi program tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, orangtua tidak hanya mengantar anaknya, menyerahkan semuanya ke sekolah untuk memberikan pendidikan, lalu orangtua tidak memberikan kontribusi. Tidak seperti itu. Sebab, porsinya sama-sama besar (peran) antara orang tua dan guru ABK,&rdquo; jelas Hairani melalui pesan suara Whatsapp, Selasa (10/5).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hairani juga menyoroti adiksi<span>&nbsp;</span></span><span>gadget<span>&nbsp;</span></span><span>pada anak yang marak terjadi dewasa ini. Solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ialah dengan mengatur ulang jadwal, ataupun aturan penggunaan gawai bagi anak. Selain itu, orangtua juga disarankan untuk memperbanyak aktivitas fisik untuk anak yang dapat dilakukan di rumah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi tidak serta-merta ketika anaknya menangis lalu diberikan<span>&nbsp;</span></span><span>hp</span><span>&nbsp;dengan tujuan menghentikan anaknya menangis. Alternatifnya ya, lebih banyak memberikan kegiatan-kegiatan yang sifatnya fisik dan interaktif dengan orang tua.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ada berbagai macam aktivitas alternatif yang dapat dilakukan bersama anak. Antara lain bermain<span>&nbsp;</span></span><span><em>puzzle</em></span><span>, petak umpet, sampai membantu pekerjaan rumah tangga yang ringan dan sekiranya dapat dilakukan si anak. (*)</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Liputan ini ditulis oleh Nindiani Kharimah, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2020. Liputan ini menjadi bagian dari program pelatihan dan hibah Story Grant: Anak Muda Suarakan Keberagaman yang dilaksanakan oleh Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK). Terlaksana atas dukungan rakyat Amerika Serikat melalui USAID. Isinya adalah tanggung jawab SEJUK dan tidak mencerminkan pandangan Internews, USAID atau Pemerintah Amerika Serikat.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelora dalam Mengajar Pasangan Guru Besar di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/gelora-dalam-mengajar-pasangan-guru-besar-di-unmul/baca </link>
<guid> gelora-dalam-mengajar-pasangan-guru-besar-di-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 01 Jun 2022 07:23:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah inspiratif pasangan guru besar Bioteknologi Tanaman dari Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/gelora-dalam-mengajar-pasangan-guru-besar-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UGbvBj2IT9.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gelora dalam Mengajar Pasangan Guru Besar di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>&ndash;&nbsp;</span><span>Pagi itu, pukul 9, melalui Zoom Meeting, Widi tengah menunggu Nurhasanah selesai beribadah untuk berbincang bersama awak<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa.</span><span>&nbsp;Mereka adalah pasangan suami istri yang baru saja meraih gelar guru besar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Widi Sunaryo dan Nurhasanah menjadi pasangan inspiratif di Unmul, lantaran capaian guru besar dalam bidang Bioteknologi Tanaman itu didapat melalui loncat jabatan fungsional (jabfung). Kini gelar dan peran mereka menjadi profesor tak main-main. Itu pula yang mereka kisahkan kala itu, Kamis (19/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masa muda mereka diisi dengan menuntut ilmu di almamater yang berbeda. Widi adalah alumnus Unmul, sedangkan Nurhasanah merupakan alumnus Universitas Jambi. Usai sarjana, keduanya memantapkan hati menyiapkan sejumlah berkas untuk<span>&nbsp;</span><em>W</em></span><span><em>orld Bank Scholarship</em></span><span>. Di Institut Pertanian Bogor (IPB) mereka bertemu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pak Widi Prodi Bioteknologi tetapi mengambil kekhususan ke Bioteknologi Tanaman, sementara saya program studinya Pemuliaan Tanaman dan mengambil kekhususan di Bioteknologi Tanaman atau Pemuliaan Tanaman Non Konvensional,&rdquo; Nurhasanah &nbsp;menggambarkan kilas balik masa studi mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada 1999 perjalanan Widi menjadi dosen muda telah dimulai, alih-alih Nurhasanah memulainya pada 2005, mengikut jejak Widi menjadi dosen di Fakultas Pertanian Unmul. Ihwal menuntut ilmu, semangat mereka semakin menggebu-gebu. <span>Widi dan Nurhasanah bagai sepaket dalam asa.</span> Membuat mereka melanjutkan studi S-3 di<span>&nbsp;</span></span><span>Georg-August</span><span>&nbsp;</span><span>University of Goettingen, Jerman. Di sana mereka dikaruniai buah hatinya yang ketiga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Widi terlibat dalam pendirian U</span><span>PT. Program Unggulan Internasional&ndash;</span><span><em>yang saat ini dikenal dengan UPT. Layanan Internasional</em>,</span><span>&nbsp;untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia di kampus terbesar wilayah Kaltim ini. Dorongan mereka dalam mengambil peran cukup satu: pemaknaan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedari dulu, getol dalam melakukan riset dan aktif di berbagai lembaga yang ada di Unmul. Nurhasanah berkisah, ia telah mengembangkan penelitian dan pendidikan khususnya dalam bidang Bioteknologi Tanaman. Itu juga yang mengantarkan dirinya diamanahkan sebagai koordinator program magister pertanian pada 2021. Kini, ia menjadi koordinator program doktor pertanian yang resmi Maret lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedang Widi menjabat sebagai Kepala UPT. Layanan Internasional Unmul. Ia fokus dalam kontribusi agar civitas academica di Unmul mampu melebarkan sayap dalam menuntut ilmu melalui studi ke luar negeri.</span></p><p><span><img class="fr-dib fr-fir" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2b3a8543fe5b493b2b6e89c3a9015e88b159ba09.jpeg" style="width: 840px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tak Main-main dalam Membimbing Mahasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi mereka, pendidik bukan soal mencapai gelar tertinggi belaka, namun menularkan semangat pada mahasiswa yang mereka bimbing. Potensi itu, sebut mereka, dapat diarahkan agar dapat memajukan kampus dari tingkat lokal hingga nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita harus mampu mengarahkan mahasiswa agar mereka bisa juga &lsquo;mengeksploitasi&rsquo; potensi yang dia miliki, bisa berkontribusi signifikan terhadap kemajuan baik itu daerahnya atau sampai ke tingkat nasional.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mereka masih satu suara, bahwa proses bimbingan tugas akhir tak sepatutnya hanya berlangsung sedangkal revisi antara mahasiswa dan dosen. Namun, perlu untuk pendidik dan yang dididik menyisihkan waktu yang ada. Mereka membuktikan komitmen itu melalui jadwal rutin. Setiap Rabu, melalui grup yang sudah terbentuk, mereka akan disibukkan untuk membimbing mahasiswanya. Karya yang dihasilkan mahasiswa selama proses bimbingan itu, mereka elaborasi menjadi riset-riset berkelanjutan agar kebaruan itu jadi napas penelitian.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masa muda yang sudah dilalui itu masih hangat di ingatan Widi dan Nurhasanah, mereka sadar betul pelik yang dihadapi anak daerah ketika ingin melanjutkan sarjana. Itu mengapa mereka tak pernah berpikir dua kali saat terlibat ke dalam organisasi dan aktivitas mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apalagi kini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), melalui program Merdeka Belajar, punya segudang penawaran menarik untuk mahasiswa. Nurhasanah kerap terlibat pada peran pendampingan banyak program. Sebut seperti PKM, PHP2D, karya tulis ilmiah, serta peran dalam membina organisasi kemahasiswaan seperti LC, himpunan, dan Pusdima.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ja</span><span>ngan sampai kue (kesempatan) yang ditawarkan pusat lewat kementerian itu tidak mampu kita ambil, tidak mampu kita memanfaatkannya, padahal kita adalah penyumbang devisa terbesar untuk negara,&rdquo; imbau Nurhasanah.</span></p><p><span><img class="fr-dib fr-fir" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4dcd3e4fa7b4a5382442d048b44ee9eac80abc11.jpeg" style="width: 839px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Widi, yang mengepalai UPT. Layanan Internasional mengaku senang tiap menjalankan berbagai proyek di lembaga itu. Pasalnya melihat civitas academica Unmul yang melanglang buana bersekolah di negeri jauh nun di lintas negara pun benua, menjadi euforia yang terus dirayakan Widi.</span></p><p style="text-align: justify;">Melalui program-program yang ditawarkan di UPT. Layanan Internasional Unmul, seperti International Credit Transfer (ICT), IISMA, dan program-program terkait<span>&nbsp;</span><em>student exchange</em><em>&nbsp;</em>yang lain. Widi berharap banyak mahasiswa yang mau berpartisipasi untuk mengikuti program yang ditawarkan, guna menunjang masa depan dan karier mahasiswa di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi ini contoh kegiatan-kegiatan yang kita<span>&nbsp;</span><em>generate</em><em>&nbsp;</em>supaya mahasiswa itu terekspos<span>&nbsp;</span><em>gitu</em><span>&nbsp;</span>ya pada kegiatan-kegiatan yang itu sangat bermanfaat pada untuk jenjang karier masa depannya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><span>Keberanian dan keingintahuan, menjadi pondasi untuk terus belajar dan mencoba hal baru. Program MBKM bagi Widi menawarkan pengalaman serta kemandirian itu.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini yang dicap lulusan-lulusan dari perguruan tinggi itu ketika lulus tidak tau mau <em>ngapain</em>. Tidak punya inisiatif kreatif, bisanya hanya melamar pada perusahaan-perusahaan gitu,&rdquo; sanggahnya.</p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Konsistensi dan Saling Dukung</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukan hal mudah menjaga konsistensi semasa muda hingga sekarang. Mereka mengakuinya. Banyaknya tugas dosen yang tak ayal membuat pendidik terjebak ihwal administrasi, bertaut dengan sulitnya membagi waktu antara pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Terlepas menjadi guru besar atau tidak, keduanya memahami perlu upaya dan keteguhan hati dalam menjaga amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain manajemen waktu, menumbuhkan rasa cinta untuk mengembangkan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa menjadi langkah penting dalam mewanti-wanti pasang surut semangat yang ada. Mengantisipasi kewalahan yang terjadi juga bisa diatasi lewat kolaborasi bersama pendidik maupun mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Widi menyadari apa yang didapat hingga hari ini, tak lepas dari kesadaran bahwa tiap individu memiliki kekurangan. Maka sebagai pasangan, mereka kerap menyemangati satu sama lain. Bertukar pikir perihal riset yang dilakukan hingga satu visi dalam mendidik buah hati di rumah. Sebagaimana mahasiswa, keempat buah hati mereka kerap dilibatkan dalam keputusan soal pendidikan maupun aktivitas mereka.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Demikian juga untuk anak-anak contohnya, kan bagian dari ekosistem kita anak-anak, artinya itu akan sangat berpengaruh pada keberhasilan kita juga. Oleh karena itu, juga harus kita libatkan dalam pembicaraan secara terbuka, (dalam mendidik) ada<span>&nbsp;</span><em>reward</em><span>&nbsp;</span>and<span>&nbsp;</span><em>punishment</em>, ada keadilan, pemerataan,&rdquo; jelas Widi.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Potensi Unmul dalam Kacamata Widi dan Nurhasanah</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Hal)<span>&nbsp;</span></span><span>yang rendah dirata-rata dosen itu adalah bagaimana membangkitkan minat meneliti dan meneliti itu menjadi budaya,&rdquo; itulah yang jadi sorotan Widi pagi itu.</span></p><p style="text-align: justify;">Unmul dengan cita-citanya<span>&nbsp;</span><em>world class university</em><em>&nbsp;</em>harus terus berbenah. Sebagai <em>tropical rainforest studies,</em> penting bagi civitas academica Unmul mengembangkan penelitian itu. Keragaman genetik dan hayati yang ditawarkan Kaltim, seyogianya dimanfaatkan jadi peluang.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin tanaman-tanaman yang selama ini tidak diketahui atau tidak dilirik, peneliti (bisa) mengambil peranan di sana,&rdquo; ungkap perempuan yang pernah meneliti padi lokal ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, masih adanya ketimpangan antara cita-cita yang hendak dicapai dengan sumber daya manusia, jadi ruang yang bisa diisi oleh civitas Unmul. Kajian soal sumber daya alam di Kaltim tak semata untuk menjunjung muruah Unmul sebagai perguruan tinggi, namun sebagai langkah dalam menyelaraskan apa yang ada dengan memberi manfaat dan kemakmuran di dalamnya bagi masyarakat Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu saja masih perlu penataan-penataan dan sebagainya, terutama adalah mengimbangi kemajuan teknologi informasi karena sekarang semuanya<span>&nbsp;</span>IT<span>&nbsp;</span><em>based</em>,&rdquo; tambah Widi kala itu.</p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Widi dan Nurhasanah di Mata Mahasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;">Pasangan yang mengaplikasikan<span>&nbsp;</span><em>road map</em><em>&nbsp;</em>penelitian dalam bimbingannya ini, tak ayal punya sejumlah &lsquo;penggemar&rsquo; di Faperta. Ialah Dwi Ekky Septian, salah satu mahasiswa yang pernah dibimbing, dan menempuh jurusan Agroekoteknologi 2012.</p><p style="text-align: justify;"><span>Berkisah bersama awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (25/5) lalu, Ekky menilai sosok Widi dan Nurhasanah mampu mengisi peran ayah dan ibu di komunitas bimbingan yang mereka bangun sejak lama. Pasalnya keduanya merawat hubungan baik dengan mahasiswa yang dibimbing, maka tak mustahil untuk berkolaborasi dan bertukar kabar dalam waktu yang lama. Bahkan dengan alumnus Faperta yang lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak hanya<span>&nbsp;</span></span><span><em>provide</em></span><span>&nbsp;cara mengajar yang itu-itu saja seakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>template</em></span><span>. Mereka lebih sering mengeksplorasi cara mengajar tiap kelas. Mencoba memberikan metode baru dan selalu evaluasi apakah metode tersebut cocok. Jadi mereka tidak menitikberatkan dengan satu metode,&rdquo; paparnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ekky mengaku pola pikir yang dibentuk keduanya menjadikan mahasiswa hidup di lingkungan yang kompetitif dan suportif. Ia berkisah, pasangan itu selalu berbagi informasi baik beasiswa, progres di laboratorium, hingga kesempatan penelitian untuk mendapatkan dana dari pemerintah.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak pelak ia menilai nasihat-nasihat yang diberi keduanya bukan sekadar bunga tidur. Melainkan mimpi yang betul bisa dicapai saat sarjana. &ldquo;Mereka selalu menemukan cara<span>&nbsp;</span><em>maintenance</em> mahasiswa seperti saya yang akhirnya saya diantar hingga lulus,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(lms/jhr/zas/rst/nkh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Echo Chamber Effect: Enggannya Seseorang Melihat Perspektif yang Lain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/echo-chamber-effect-enggannya-seseorang-melihat-perspektif-yang-lain/baca </link>
<guid> echo-chamber-effect-enggannya-seseorang-melihat-perspektif-yang-lain </guid>
<pubDate> Fri, 03 Jun 2022 10:03:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena Echo Chamber di era media baru. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/echo-chamber-effect-enggannya-seseorang-melihat-perspektif-yang-lain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/39rA2nZCV7.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Echo Chamber Effect: Enggannya Seseorang Melihat Perspektif yang Lain</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Ketika tengah mengakses media sosial, seberapa sering kamu menemukan konten yang sesuai dengan pandanganmu sendiri? Intensitas keadaan seseorang lebih sering memperoleh informasi yang selaras, dibanding informasi yang berlawanan dengan diri ini bisa disebut <em>Echo Chamber.</em>&nbsp; Itu biasanya terjadi akibat algoritma yang diatur, dengan menampilkan informasi yang relevan: sering diakses dan disukai pengguna media sosial bersangkutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hasilnya informasi yang sesuai kebutuhan itu akan memperkuat pandangan dalam diri seseorang. Sayangnya, keadaan tersebut tak selamanya baik. Bahkan membuat seseorang terjebak ke dalam informasi yang keliru, hingga berpotensi pada enggannya seseorang menerima sudut pandang yang berlawanan dengannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Johantan Alfando selaku dosen Ilmu Komunikasi menyebut <em>Echo Chamber</em> atau <em>Echo Chamber Effect</em> banyak terjadi di media sosial. Ini juga termasuk fenomena yang tak bisa dihindari atau dikontrol, sebab adanya kebebasan berpendapat di era <em>new media</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengutip pendapat ahli, menurutnya kebebasan berpendapat sendiri merupakan hal yang baik untuk menumbuhkan perspektif pemikiran kritis. Lalu mampu meningkatkan proses musyawarah publik dalam demokrasi yang lebih terbuka, hingga &nbsp;mampu melahirkan wawasan-wawasan baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tetapi yang &nbsp;terjadi fenomena saat ini malah sebaliknya, malah menjadi sekat-sekat, malah jadi mengkotak-kotakkan pemikiran-pemikiran yang sama, tanpa ada proses musyawarah yang menghargai pendapat dua pandangan. Hingga menganggap pandangan dia yang paling benar,&quot; ungkapnya pada Selasa (31/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Johantan melihat, <em>Echo Chamber</em> telah ada bahkan sebelum adanya <em>new</em> media. Internet berperan memperbesar ruang lingkup kehidupan menjadi lebih luas lagi, kemudian ditunjang algoritma yang ada. Menjadikan kelompok-kelompok kecil menjadi lebih besar, karena hilangnya batas antar-wilayah pada era globalisasi kini.</p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya masyarakat punya PR baru, yakni kemampuan menyaring informasi yang ada di media. Serta melakukan filtrasi informasi yang diikuti saat bermedia sosial. Hal itu agar menumbuhkan budaya berpikir kritis dalam menyikapi fenomena saat ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Kemampuan ini juga menjadikan seseorang tidak mudah terpengaruh dengan kelompok-kelompok yang sepemikiran atau bahkan berbeda pemikiran. Pasalnya seseorang jadi mampu melihat kasus yang ia temui dari &nbsp;berbagai sudut pandang. Adapun, sebut Johantan, perbedaan itu seharusnya mampu menjadi wawasan baru dan melahirkan pemikiran segar tanpa tendensi mengelu-elukan atau menyudutkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika perspektif itu positif ya enggak apa-apa, kita dengarkan saja. Misalnya perspektif itu negatif tidak perlu dianggap. Sesimpel itu sebenarnya. Jadi, saran saya kembali lagi terhadap masyarakat itu sendiri.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu literasi digital tak dimungkiri bisa menjadi upaya sebab dapat berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran berinternet. Utamanya dalam menimbulkan kebijaksanaan.</p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau bisa ya harus bisa menumbuhkan (kesadaran) terkait (pentingnya) literasi dgital di tengah masyarakat,&quot; kuncinya.</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;</span><strong style="background-color: transparent;"><em>(</em><em>kya/ems/khn)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengingat Hanya Ada Satu Bumi untuk Masa Depan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/mengingat-hanya-ada-satu-bumi-untuk-masa-depan/baca </link>
<guid> mengingat-hanya-ada-satu-bumi-untuk-masa-depan </guid>
<pubDate> Mon, 06 Jun 2022 07:47:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan hari lingkungan hidup sedunia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/mengingat-hanya-ada-satu-bumi-untuk-masa-depan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YQnCmPzRPs.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengingat Hanya Ada Satu Bumi untuk Masa Depan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash; A</span><span>pa yang terjadi jika Bumi sebagai planet tempat tinggal kita saat ini tidak lagi dapat ditinggali? Apakah kamu punya alternatif planet lain yang bisa ditinggali manusia secara kolektif?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan ini serupa dengan tema yang diangkat untuk selebrasi Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun ini, 5 Juni 2022 kemarin. Peringatan ke-50 tahun yang bermuara dari Konferensi Stockholm ini, mengampanyekan <em>&ldquo;</em></span>Satu Bumi untuk Masa Depan&rdquo; atau versi internasionalnya ialah &ldquo;Only One Earth<span>&rdquo;. Itu sebagai pengingat bahwa betapa gentingnya kondisi Bumi saat ini yang seharusnya bisa menjadi perhatian bersama. Sebab kerusakan lingkungan hidup telah terjadi secara global hingga mengancam eksistensi Bumi. Apa saja bentuk dan istilahnya? Simak rangkuman <em>Sketsa</em> berikut ya!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Perubahan Iklim</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perubahan iklim merupakan perubahan yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan ini dapat mengubah komposisi atmosfer secara global hingga mengakibatkan perubahan variasi iklim yang sangat terasa ketika dibandingkan secara kurun waktu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pola iklim yang kerap kali berubah ini ternyata turut memengaruhi produksi pangan melalui berbagai faktor. Seperti meningkatnya curah hujan yang tidak normal, meningkatnya permukaan air laut yang terkontaminasi dengan air tawar di pesisir, meningkatnya risiko bencana banjir, serta membuat penyebaran hama dan penyakit tropis ke daerah lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Penipisan Lapisan Ozon</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagai pedang bermata dua, keberadaan posisi ozon juga memiliki dampak positif dan negatif. Ozon yang berada di lapisan atmosfer (dekat permukaan bumi) dapat mengganggu kesehatan. Namun sebaliknya, ozon yang berada di lapisan stratosfer akan melindungi makhluk hidup dan sinar ultraviolet (UV) yang dipancarkan oleh matahari.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berlubangnya lapisan ozon mengakibatkan semakin tingginya radiasi yang mencapai permukaan bumi. Paparan sinar UV yang berlebihan dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, dan memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia. Pada sisi lain, peningkatan radiasi UV juga mengakibatkan berkurangnya hasil panen dan gangguan pada rantai makanan di laut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Efek Rumah Kaca</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Efek rumah kaca atau yang dikenal pula dengan istilah<span>&nbsp;</span></span><span><em>green house effect</em></span><span>&nbsp;merupakan kondisi adanya gas polutan yang akan melapisi bumi sehingga sinar matahari yang berhasil menerobos, panasnya akan tertahan dan tidak dapat lepas kembali di atmosfer bebas. Secara logika, suhu dalam rumah kaca akan lebih tinggi sebab suhu panasnya yang tidak berhasil menembus rumah kaca. Jika gas polutan yang membentuk gas rumah kaca dibiarkan berlarut tanpa tindakan, bukan hal yang mengejutkan apabila suhu di bumi kian memanas seiring berjalannya waktu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini seyogianya bertujuan mengajak warga Bumi, untuk menyadari bahwa di antara banyaknya planet yang tersebar di galaksi alam semesta, hanya Bumi satu-satunya yang dapat menjadi tempat tinggal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mari memaknai peringatan ini sebagai momentum menyerukan tindakan kolektif dan transformatif dalam skala global untuk merayakan, melindungi, serta memulihkan planet kita, ya! Tak ada upaya yang terlalu kecil. Strategi baik <em>top down&nbsp;</em>ataupun <em>bottom up</em> yang dilakukan sinergis untuk memperlambat laju kerusakannya perlu diapresiasi dan dijadikan langkah serius bagi pemulihan lingkungan.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>nkh/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masyarakat Adat Dayak Menghadapi Dilema </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/masyarakat-adat-dayak-menghadapi-dilema/baca </link>
<guid> masyarakat-adat-dayak-menghadapi-dilema </guid>
<pubDate> Wed, 08 Jun 2022 07:16:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masyarakat adat dayak ditengah moderenisasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/masyarakat-adat-dayak-menghadapi-dilema/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/khAMDy4nYD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Masyarakat Adat Dayak Menghadapi Dilema</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Teringat suatu ungkapan nenek dari Kampung Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu. Bagaimana ia berujar kepada kami anak cucunya, bahwa ia memang bisa melahirkan manusia. Namun, ia tak bisa melahirkan tanah dan hutan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apa yang menjadi ungkapan dari nenek saya, mengandung makna yang begitu mendalam bagi diri saya. Menjaga tanah dan hutan adalah bagian dari pada menjaga eksistensi masyarakat adat yang berada di kawasan Mahakam Ulu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masyarakat adat Dayak di mana pun mereka berada, mau itu dari rumpun Apo Kayan, Klemantan, Iban, Punan, Ot Danum, dan Murut tersebar di negara Indonesia, Malaysia, dan Brunei, tidak bisa dilepaskan kehidupannya dari hutan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi masyarakat adat Dayak, tanah dan hutan merupakan suatu perwujudan bagi kekayaan pengetahuan mereka, mulai dari cara hidup mereka, keyakinan, berbagai musik yang bersumber dari bunyi-bunyi alam, tarian yang mengadopsi dari gerak-gerik hewan di hutan, dan sebagainya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun pada masa kini eksistensi dari kalangan Masyarakat adat Dayak kian terimpotensi akibat dari ekspansi masuknya perusahaan-perusahaan berskala raksasa ke dalam wilayah tanah dan hutan mereka.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masyarakat adat Dayak maupun MA di wilayah nusantara lainnya kerap kali berkonflik dengan pihak-pihak perusahaan maupun dari kalangan luar yang tidak mengerti akan kehidupan dari pada masyarakat adat. Mereka yang merasa dirinya modern dan pintar kerap kali seenaknya memberi label pada masyarakat adat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memang, jika kita melihat sungguh besar perbedaan alam dan jiwanya dari pada kedua kelompok masyarakat ini sehingga mayoritas masyarakat adat Dayak maupun MA lainnya kerap bertengkar dengan stigma maupun streotip anti kemajuan, anti teknologi, anti pembangunan, terbelakang, dan berbagai cap negatif lainnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Orang yang cukup bekal ilmu pengetahuan di dalam pikirnya tidak diimbangi dengan wawasan mulut sebagai saluran pikir dari otak yang dikeluarkan dari pembuangan akhir yaitu mulut dalam mengeluarkan isi kepalanya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengenai budaya masyarakat adat Dayak pada dekade tahun 60 sampai 70an dimana di tahun-tahun itu begitu masifnya perusahaan-perusahaan kayu, pertambangan, dan sawit merambah hutan perawan Kalimantan Timur. Seturut dengan hal itu laki-laki maupun perempuan dari kalangan Suku Dayak Bahau di wilayah pedalaman Mahakam Ulu melakukan gerakan pemotongan telinga dan penghapusan rajah badan mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini diakui oleh Almarhum Buyut penulis sendiri dimana waktu itu mereka melakukannya karena mereka mulai membuka diri terhadap berbagai proyek pembukaan lahan hutan untuk berbagai kepentingan seperti, kayu, sawit, dan tambang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sikap mereka yang akhirnya membuka diri terhadap berbagai industri itu diikuti pula dengan raibnya jutaan hektar hutan dan tanah mereka. Dari data Yayasan Telinga Panjang yang berpusat di Kota Balikpapan, tak lebih 100 orang dari kalangan suku Dayak yang memiliki tradisi telinga panjang dan merajah badan di masa sekarang ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hutan habis, budaya lenyap. Begitulah buah cempedak busuk yang harus masyarakat adat Dayak telan akibat dari keberadaan orang-orang pintar yang mengaku dirinya paham terhadap lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masalah konflik tanah ulayat sering kali melibatkan masyarakat adat Dayak maupun dari pihak luar, perusahaan, dan pemerintah. Hal yang sudah terjadi ini, sebelumnya telah disampaikan karena ketidakmengertian dari pihak luar, seperti pemerintah dan perusahaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Contohnya seperti di wilayah Mahakam Ulu maupun di wilayah Kalimantan lainnya. Kepemilikan tanah menurut penulis cenderung seperti hak guna pakai bukan hak guna pribadi. Masyarakat Dayak masih bisa mengklaim tanah-tanah dari peninggalan leluhurnya, dengan berdasarkan bukti bekas-bekas pendirian kampung oleh leluhurnya dahulu, pohon-pohon buah yang ditanami, sarang madu, dan ladang yang sudah tidak ditanami lagi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masyarakat Dayak tidak mengenal sertifikat maupun patok-patok tanah, kepemilikan sertifikat di kalangan masyarakat Dayak sebenarnya didorong ketika pemerintahan orde baru sedang bertahta. Hal ini bukan sekadar sebagai bukti legal-formal semata, tetapi untuk mempermudah komodifikasi dimana lahan hanya sebagai objek komoditas semata.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Orientasi politik agraria di masa orba menjadikan tanah semata-mata sebagai lahan-lahan empuk bagi investor asing, sementara masyarakat adat dikerdilkan dengan berbagai cara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Begitu pula dengan proyek transmigrasi pada kala itu pemerintah pusat orba menjalankan yang mereka akui sebagai tanahnya negara, tetapi padahal sesungguhnya berada di wilayah komunal dari masyarakat adat. Hidup dalam rasa kebersamaan di dalam rumah lamin panjang, saling berbagi Babi antar sesama penghuni tak perlu duit untuk membalasnya, kini cara hidup itu tinggal cerita dalam buku dongeng anak kecil untuk penghantar tidur. Akibat kampanye-kampanye yang dilakukan pemerintah bahwa kehidupan seperti itu tak sehat dan rawan bencana kebakaran, yang sebenarnya kebakaran itu dari hutan-hutan yang dibakar oleh pihak perusahaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masyarakat adat tidak menentang modernisasi tetapi menjadi harapan bagaimana modernisasi itu diikuti pula dengan perlindungan terhadap adat istiadat dari mereka, bisa berjalan selaras tanpa ada yang harus saling mendahului, konsep evolusi menuntut manusia untuk survive (bertahan hidup), yaitu dengan cara mengambil keputusan, MA Dayak mempunyai cara bertahan hidup sendiri di zaman serba modernisasi ini, dengan cara mengambil keputusan untuk tetap menjaga eksistensi kehidupan adat istiadat mereka berdampingan dengan berbagai modernisasi. Jangan lah pula kiranya tarian-tarian seperti Hudoq yang dimiliki oleh Masyarakat Adat Dayak Bahau yang mereka anggap sakral, dengan datangnya IKN menjadi seperti Ondel-Ondel di Jakarta, yang berubah makna dari sakral menjadi sumber nafkah untuk mengganjal perut yang lapar di atas tanah sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perjuangan belum selesai RUU Masyarakat Adat hingga kini belum sampai garis finish, payung hukum untuk melindungi tanah, hutan, dan pengakuan masyarakat adat, belum kita dengar gema sahnya. Hal ini harus tetap kita perjuangkan, ingat masyarakat adat sudah ada jauh sebelum Negara Republik Indonesia ada, mari kita bersama-sama membantu masyarakat adat untuk mendapatkan pengakuannya dan menolong masyarakat adat demi menjaga pertahanan atas ruang hidupnya berupa tanah, hutan, dan adat istiadatnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Belajar mengenai menjaga lingkungan tidak usah jauh ke negara Amerika maupun Singapura apalagi diskusi dalam gedung mewah milik konglomerat, cukup lah belajar terhadap masyarakat adat nusantara niscaya mendapatkan bekal ilmu yang kaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Andreas Ongko Wijaya Hului mahasiswa Pembangunan Sosial FISIP 2020</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Migrasi Data, Mahasiswa Teknik Informatika Keluhkan Penundaan Wisuda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/migrasi-data-mahasiswa-teknik-informatika-keluhkan-penundaan-wisuda/baca </link>
<guid> migrasi-data-mahasiswa-teknik-informatika-keluhkan-penundaan-wisuda </guid>
<pubDate> Thu, 09 Jun 2022 09:21:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penangguhan wisuda Teknik Informatika </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/migrasi-data-mahasiswa-teknik-informatika-keluhkan-penundaan-wisuda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EUqZW38y6C.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Migrasi Data, Mahasiswa Teknik Informatika Keluhkan Penundaan Wisuda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Mencuat kabar bahwa Prodi Teknik Informatika dan Ilmu Komputer mengalami penundaan wisuda bagi mahasiswa yang hendak mendaftarkan diri tahun ini. Sebelumnya, Prodi ini juga sempat menarik perhatian akibat prahara legalitas FKTI Unmul yang terjadi beberapa waktu lalu&nbsp;</span><span>(baca:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-legalitas-fkti-akhirnya-dosen-buka-suara/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1654769817326650%26amp;usg%3DAOvVaw1IdNyMpznTJYEQKxQzqwo7&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1654769817340542&amp;usg=AOvVaw2TIih_Cfxkmg2QV_0xUClZ"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-legalitas-fkti-akhirnya-dosen-buka-suara/baca">Legalitas FKTI</a></span><span>).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Selasa (7/6) <em>Sketsa</em> menemui Indah Fitri Astuti selaku Koordinator Prodi Informatika untuk melakukan konfirmasi ihwal tertundanya wisuda mahasiswa Prodi tersebut. Kepada awak <em>Sketsa</em>, ia menuturkan bahwa hal tersebut terjadi lantaran proses migrasi data yang belum usai, mengingat saat ini Prodi tersebut sedang dalam proses peleburan dan pergantian nama baru dari Teknik Informatika dan Ilmu Komputer menjadi Prodi Informatika.</p><p style="text-align: justify;"><span>Perkara ini turut dikeluhkan Indah lantaran ia menilai lambannya Kemdikbud dalam memproses pergantian nama Prodi. Akibatnya calon wisudawan dari Prodi itu pun harus menanggung imbas dari polemik ini. Momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa itu pun harus ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Justru kita ini (yang menjadi) korban. Dan ini sudah (terjadi di) beberapa kampus, tidak di kita (Prodi TI) aja. Di Unmul dulu ada 11 prodi, 10 atau 11<span>&nbsp;</span></span><span><em>gitu</em>,</span><span>&nbsp;saya kurang tahu,&rdquo; keluhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya prodi yang dinakhodai Indah, Ia juga menyebutkan bahwa terdapat beberapa fakultas yang mengalami hal serupa. Fakultas tersebut, sebut Indah, adalah Faperta dan Fahutan. Kepala Prodi Informatika itu menegaskan bahwa kasus ini tidak ada sangkut pautnya dengan pembubaran FKTI Unmul beberapa waktu silam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak. Karena Prodi lain di Unmul kena juga. Jadi<span>&nbsp;</span></span><span><em>enggak</em></span><span>&nbsp;ada hubungannya sama FKTI. Jadi benar-benar urusan Prodi sama pergantian nama di pangkalan datanya DIKTI.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya tak tinggal diam dan tengah berupaya mencari alternatif agar wisuda dapat segera dilangsungkan. Dalam penuturannya</span><span>&nbsp;saat ini pihaknya sedang berusaha memprioritaskan mahasiswa yang sudah lulus terlebih dahulu agar bisa mendapat penomoran ijazah nasional (PIN).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya, semua perjuangan untuk menuntaskan polemik ini bergantung pada jajaran rektorat. Ia menuturkan bahwa pihak Prodi Informatika saat ini sedang berkoordinasi dan berkomunikasi secara intens dengan WR I Bidang Akademik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut mewawancarai Astrid Rian Rahmana, salah satu calon wisudawan Prodi Informatika pada Rabu (8/6). Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, ia mengaku bahwa kasus ini sudah terjadi sejak bulan Januari lalu dan tak kunjung usai hingga saat ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia membeberkan bahwa dirinya sempat menanyakan kembali terkait kejelasan kasus ini kepada bagian akademik hari itu. Pihak Prodi,</span><span style="background-color: transparent;">&nbsp;tuturnya sedang menunggu penarikan data dari Pddikti ke Sistem Informasi Akademik (SIA) rektorat. Setelah itu barulah bisa dilakukan sinkronisasi, kemudian dilanjutkan dengan &nbsp;pengajuan PIN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai calon wisudawan, ia merasa sangat dirugikan sebab momen sakral tersebut tak dapat terselenggara tepat waktu, sebagaimana rencananya. Ia dan calon wisudawan lainnya terpaksa harus menunggu berbulan-bulan lamanya tanpa kejelasan untuk menyandang gelar sarjana yang sangat dinantikan itu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya, polemik ini sangat berpengaruh, khususnya dalam urusan mencari pekerjaan. Mengingat saat ini dirinya masih belum memiliki ijazah. Mahasiswa TI angkatan 2017 itu menjelaskan bahwa ada beberapa ketentuan dalam lamaran pekerjaan yang mengharuskan pelamar untuk melampirkan ijazah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak adanya ijazah juga menjadi kendala dalam melamar pekerjaan walau dengan Surat Keterangan Lulus (SKL) pun bisa (dilampirkan). Namun, untuk beberapa kasus misalnya lowongan di instansi pemerintahan ataupun swasta, biasanya SKL tidak berlaku, karena mereka mensyaratkan ijazah,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejauh ini saya belum mendengar apa-apa dari teman-teman selain mereka tahu tidak dapat mengikuti wisuda. Saya pun hanya dapat menerima kenyataan saja, karena alasan yang diberikan akademik cukup masuk akal dan bukan dibuat-buat,&rdquo; kuncinya.<span><em>&nbsp;</em></span></span><strong><em><span>(</span><span>dyn/dre/mar/nop/nkh</span></em><span><em>)</em></span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rapat Senat Pilrek Unmul 2022: Satu Gugur, Lima Siap Bertanding </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-pilrek-unmul-2022-satu-gugur-lima-siap-bertanding/baca </link>
<guid> rapat-senat-pilrek-unmul-2022-satu-gugur-lima-siap-bertanding </guid>
<pubDate> Thu, 09 Jun 2022 10:32:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan pemilihan rektor Unmul 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-pilrek-unmul-2022-satu-gugur-lima-siap-bertanding/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/esO3mfvQFn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rapat Senat Pilrek Unmul 2022: Satu Gugur, Lima Siap Bertanding</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Unmul periode 2022-2026 sampai pada tahap penjaringan dan terus melaju untuk memilih pemimpin baru Unmul. Pada tahap penjaringan, Rapat Pleno Senat secara tertutup dilakukan untuk menetapkan bakal calon rektor pada Selasa (7/6). Hasilnya kemudian diumumkan melalui konferensi pers pada keesokan harinya, Rabu (8/6) bertempat di lantai tiga Gedung Rektorat Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama masa penjaringan, enam bakal calon mendaftar posisi tersebut. Di antaranya</span><span>&nbsp;Bohari Yusuf</span><span>&nbsp;selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, kemudian<span>&nbsp;</span></span><span>Prof. Susilo seorang guru besar Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris. Lalu Dekan FMIPA Idris Mandang, Ketua Senat Unmul Irwan Gani, Abdunnur selaku Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan, serta Prof. Esti Handayani Hardi penyandang profesor termuda Unmul dengan jabatan fungsionalnya sebagai Guru Besar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Azainil selaku<span>&nbsp;</span></span><span>Ketua Panitia Penjaringan, Penyaringan, dan Pemilihan Rektor Unmul 2022<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;membeberkan bahwa terdapat lima bakal calon rektor yang dinyatakan lolos kualifikasi dan memenuhi persyaratan untuk lanjut ke tahap penyaringan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pasalnya dari keenam bakal calon yang mendaftar,<span>&nbsp;</span></span><span>Esti Handayani dinyatakan tidak lolos karena dianggap tidak memenuhi kriteria pengalaman manajerial minimal dua tahun. Sebelum konferensi pers ini,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;sempat menyambangi Esti di kediamannya pada Kamis (2/6) lalu untuk mengulik animonya dalam mendaftar sebagai bakal calon rektor.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya, Unmul perlu mempercepat langkahnya dalam berkembang, dan dalam prosesnya dibutuhkan anak muda yang tangkas dan adaptif. Kepada<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa</span><span>, Esti turut menyinggung program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang masih belum optimal di Unmul, Merdeka Belajar kampus Merdeka (MBKM) misalnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena saya juga paham ya peraturan baru itu akan sangat sulit diaplikasikan pada universitas yang menurut saya enggak fleksibel. Fleksibel dalam arti, memahami sebuah regulasi baru. Menurut saya itu butuh orang muda<span>&nbsp;</span></span><span>sih</span><span>&nbsp;yang<span>&nbsp;</span></span><span>gercep<span>&nbsp;</span></span><span>(gerak cepat), aplikatif kalau saya bilang, butuh yang adaptif dan cepet<span>&nbsp;</span></span><span><em>nangkep</em></span><span>&nbsp;dengan perubahan.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi saya <em>sih</em> berharap saya bisa diterima oleh senat, karena yang memilih kan senat bukan civitas academica unmul. Dan berharap senat itu bisa membaca <em>gitu</em> arah kemana saya ingin membawa unmul,&quot; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>Pasca penetapan itu, Esti juga membagikan pengalaman dan pemikirannya melalui surat terbuka:<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://pojoknegeri.com/news/daerah/kaltim/2022/06/08/surat-terbuka-prof-dr-esti-handayani-hardi?page%253D3%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1654773997163124%26amp;usg%3DAOvVaw1YBeVwp5jWc6s9L7XIP35t&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1654773997173860&amp;usg=AOvVaw0yt_YED7FJo4sGSm9lyf3E"></a><a href="https://pojoknegeri.com/news/daerah/kaltim/2022/06/08/surat-terbuka-prof-dr-esti-handayani-hardi?page=3">https://pojoknegeri.com/news/daerah/kaltim/2022/06/08/surat-terbuka-prof-dr-esti-handayani-hardi?page=3</a></span><span>&nbsp;tertanggal 7 Juni 2022 lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di dalamnya tertulis juga lima pengalaman manajerial yang pernah dilaluinya: Ketua Program Studi Budidaya Perairan FPIK Unmul 2011-2015, Ketua Tim Akreditasi Program studi Budidaya Perairan FPIK Unmul 2012, Manager Keuangan Layanan Internasional Unmul 2012-2014, Ketua Pusat Penguatan Kelembagaan dan Pengabdian Kepada Masyarakat LP2M Unmul 2014-2020, Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan S-3 Unmul Universitas Mulawarman 2021 hingga sekarang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Syarat manajerial itu ada menyebutkan yang pernah menjabat ketua jurusan atau jabatan yang setara. Berdasarkan OTK Unmul, ketua jurusan itu di atas ketua Prodi, jadi berbeda,&rdquo; tampik Azainil pada pertemuan saat itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski panitia tidak menganggap pengalaman Esti sebagai kriteria manajerial, Esti menerima keputusan itu secara terbuka. Baginya dorongan mendaftar yang terpenting ialah kontribusi sebagai dosen muda dan perempuan dalam mempercepat ruang gerak Unmul pada berbagai program yang ada.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami perempuan dan dosen muda siap untuk bahu membahu berlari untuk kemajuan Unmul. Siapapun yang memiliki kualifikasi harus berani untuk mengajukan diri,&rdquo; tulisnya dalam surat terbuka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lima calon yang lolos tersebut kemudian memasuki tahap selanjutnya yakni penyaringan. Dengan lolosnya lima nama tersebut, perpanjangan penjaringan tidak dilakukan sebab telah memenuhi jumlah minimum empat dalam penyelenggaraan Pilrek. Selain itu, dalam konferensi pers, Azainil turut menyebutkan perubahan jadwal pada tahap penyaringan dan pemilihan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tahap penyaringan yang awalnya dilaksanakan pada 21 Juni 2022 diundur ke tanggal 28 Juni 2022 karena ada agenda nasional yang harus dihadiri oleh rektor dan wakil rektor.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rencananya, pada tahap penyaringan akan dilaksanakan rapat senat terbuka yang dihadiri oleh anggota senat dan civitas akademica Unmul dalam rangka penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon rektor pada pukul 09.00-12.00 WITA.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian dilanjutkan dengan rapat senat tertutup pada pukul 13.30-selesai untuk menetapkan tiga dari lima nama bakal calon rektor yang akan dilaporkan ke Kemdikbud untuk diwawancarai oleh pihak kementerian. Nantinya pada 11 Agustus 2022 mendatang, diadakan pemilihan rektor Unmul periode 2022-2026 dalam rapat senat tertutup yang dihadiri oleh 86 anggota senat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika pemilihan diadakan dengan<span>&nbsp;</span></span><span>voting</span><span>&nbsp;maka senat mempunyai 65 persen suara dan 35 persen suara lainnya berasal dari kementerian. Namun, keputusan diadakannya<span>&nbsp;</span></span><span>voting</span><span>&nbsp;atau musyawarah mufakat akan ditentukan pada rapat senat tersebut,&rdquo; tutup Azainil.<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>ahn/khn/fsf/ash/rst)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Jenis-jenis Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-jenis-jenis-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> mengenal-jenis-jenis-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Fri, 10 Jun 2022 11:12:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jenis kekerasan seksual berdasarkan UU TPKS. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-jenis-jenis-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hYIfGnGMOz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Jenis-jenis Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Istilah kekerasan seksual bukanlah hal yang baru terdengar. Sejak lama peristiwanya telah banyak terjadi, banyak diberitakan hingga dibicarakan. Bahkan semakin ramai dengan banyaknya kasus yang terungkap. Itu terlihat dari hasil survei Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada 2020 yang mencatat bahwa dari keseluruhan jenjang pendidikan, 27 persen aduan berasal dari universitas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski kasus kekerasan seksual terjadi terus menerus, banyak yang belum memahami perihal bentuk dan jenis kekerasan seksual. Ini bisa menjadi salah satu faktor salah kaprah dalam membincangkan isu kekerasan seksual. Istilahnya kerap dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi secara fisik seperti pelecehan, pemerkosaan hingga penyiksaan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah disahkannya Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) pada 9 Mei lalu. Istilah dari kekerasan seksual beserta penanganan hukumnya telah diatur dalam kebijakan tersebut. Merujuk pada laman resmi DPR RI, kekerasan seksual diartikan setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, dan/atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual seseorang, dan/atau fungsi reproduksi, secara paksa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya di ruang publik seperti mal, pasar, dan tempat sejenisnya, tak pelak kekerasan seksual dapat terjadi di kampus</span><span>, yang kemudian diatur melalu Permendikbud PPKS 30/2021. <em>Nah</em>, agar semakin wawas diri, yuk kenali jenis-jenis kekerasan seksual!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>a. pelecehan seksual non fisik</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perbuatan seksual non fisik meliputi pernyataan, gerak tubuh, atau aktivitas yang tidak patut dan mengarah kepada seksualitas dengan tujuan merendahkan atau mempermalukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>b. pelecehan seksual fisik</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meliputi perbuatan seksual secara fisik yang ditujukan terhadap tubuh, keinginan seksual, dan/atau organ reproduksi dengan maksud merendahkan harkat dan martabat seseorang berdasarkan seksualitas dan/atau kesusilaannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>c. pemaksaan kontrasepsi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melakukan perbuatan memaksa orang lain menggunakan alat kontrasepsi dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan, penyesatan, penipuan, membuat atau memanfaatkan kondisi tidak berdaya yang dapat membuat kehilangan fungsi reproduksinya untuk sementara waktu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>d. pemaksaan sterilisasi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melakukan perbuatan memaksa orang lain menggunakan alat kontrasepsi dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan, penyesatan, penipuan, membuat atau memanfaatkan kondisi tidak berdaya yang dapat membuat kehilangan fungsi reproduksinya secara tetap.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>e. pemaksaan perkawinan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perbuatan memaksa, menempatkan seseorang di bawah kekuasaannya atau orang lain, atau menyalahgunakan kekuasaannya untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perkawinan dengannya atau dengan orang lain: perkawinan anak; pemaksaan perkawinan dengan mengatasnamakan praktik budaya; pemaksaan perkawinan korban dengan pelaku perkosaan. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>f. penyiksaan seksual</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setiap pejabat atau orang yang bertindak dalam kapasitas sebagai pejabat resmi, atau orang yang bertindak karena digerakkan atau sepengetahuan pejabat melakukan kekerasan seksual terhadap orang dengan tujuan: intimidasi untuk memperoleh informasi atau pengakuan dari orang tersebut atau pihak ketiga; persekusi atau memberikan hukuman terhadap perbuatan yang telah dicurigai atau dilakukannya; dan/atau mempermalukan atau merendahkan martabat atas alasan diskriminasi dan/atau seksual dalam segala bentuknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>g. eksploitasi seksual</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menempatkan seseorang di bawah kekuasaannya atau orang lain dan menjadikannya tidak berdaya dengan maksud mengeksploitasinya secara seksual</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>h. perbudakan seksual</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan atau dengan menyalahgunakan kedudukan, wewenang, kepercayaan, perbawa yang timbul dari tipu muslihat atau hubungan keadaan, kerentanan, ketidaksetaraan, ketidakberdayaan, ketergantungan seseorang, penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan, atau memanfaatkan organ tubuh seksual atau organ tubuh lain dari orang itu yang ditujukan terhadap keinginan seksual dengannya atau dengan orang lain</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>i. kekerasan seksual berbasis elektronik</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanpa hak melakukan perekaman dan/atau mengambil gambar atau tangkapan layar yang bermuatan seksual di luar kehendak atau tanpa persetujuan orang yang menjadi objek perekaman atau gambar atau tangkapan layar; dan/atau mentransmisikan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan seksual di luar kehendak penerima yang ditujukan terhadap keinginan seksual; melakukan penguntitan dan/atau pelacakan menggunakan sistem elektronik terhadap orang yang menjadi objek dalam informasi/dokumen elektronik untuk tujuan seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian, apa langkah yang harus diambil jika terjadi suatu TPKS?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apabila telah terjadi suatu TPKS, korban atau orang yang mengetahui, melihat, dan/atau menyaksikan peristiwa tersebut dapat melapor ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), unit pelaksana teknis dan unit pelaksana teknis daerah di bidang sosial, Lembaga Penyedia Layanan Berbasis Masyarakat, dan/atau kepolisian, baik di tempat korban maupun di tempat terjadinya tindak pidana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di samping proses pelaporan, UU TPKS juga mengatur ketentuan akan pelindungan korban di mana kepolisian dapat memberikan perlindungan sementara paling lambat 1x24 (satu kali dua puluh empat) jam sejak menerima laporan TPKS dan paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak korban ditangani berdasarkan surat perintah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mencegah terjadinya atau keberulangan suatu TPKS, UU ini turut mengatur ketentuan dalam penyelenggaraannya dimana Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah diwajibkan menyelenggarakan pencegahan TPKS dan melakukan koordinasi secara berkala dan berkelanjutan guna efektif dalam pencegahan dan penanganan korban.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain upaya dari pemerintah, pencegahan TPKS juga memerlukan partisipasi dari masyarakat dan keluarga dalam pencegahan, pendampingan, pemulihan, dan pemantauan terhadap TPKS. <strong><em>(</em><em><span>eng/mel/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pedagang Kaki Lima di Unmul Wajib Kantongi Izin Usaha </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pedagang-kaki-lima-di-unmul-wajib-kantongi-izin-usaha/baca </link>
<guid> pedagang-kaki-lima-di-unmul-wajib-kantongi-izin-usaha </guid>
<pubDate> Mon, 13 Jun 2022 19:11:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BPU jelaskan alasan perizinan itu jadi hal yang harus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pedagang-kaki-lima-di-unmul-wajib-kantongi-izin-usaha/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GHuaBJbeHG.png" />
					</figure>
			                <h1>Pedagang Kaki Lima di Unmul Wajib Kantongi Izin Usaha</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tak bisa dimungkiri kehadiran pedagang kaki lima (PKL) yang kerap terlihat menjajakan dagangannya di beberapa titik kampus Gunung Kelua memiliki andil untuk mendukung kegiatan akademik civitas academica. Namun, tak sedikit dari mereka yang ternyata belum mengantongi perizinan dari Unmul untuk berjualan di area kampus.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu yang secara resmi telah mengantongi perizinan dari pihak Unmul ialah kedai yang ada di Taman Unmul maupun yang berada di area sekitar Copy Center perpustakaan Unmul. Sedangkan yang belum mengantongi izin contohnya seperti PKL yang tersebar di berbagai titik lokasi kampus Gunung Kelua hingga kantin yang ada di fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rabu (8/6) lalu,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melakukan wawancara dengan Nataniel Dengen, Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul yang saat ini sedang menjabat. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya di lokasi Taman Unmul tidak terdapat PKL yang perlu ditertibkan. Namun, keberadaan PKL justru cukup banyak terlihat di sekitaran FISIP, Student Center (SC), Auditorium, serta dari rentang jalan Pramuka hingga Fakultas Kedokteran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2eb099a0412944775b0997c01fe1ae603a3c63b5.jpeg" style="width: 962px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PKL yang hendak berdagang di area kampus diwajibkan untuk melapor secara resmi kepada pihak Unmul. Hal ini selain berfungsi sebagai upaya menertibkan tatanan kampus, juga sebagai langkah awal menjamin kualitas bahan makanan yang dikonsumsi civitas academica aman dan halal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena makanan ini kita uji dulu di laboratoriun apakah halal atau tidak. Harus semuanya kita uji dulu, dari tingkat kehalalannya, komposisinya dan lain-lain. Harapannya semua kafe dan kantin punya sertifikat halal jadi bisa berjalan, jadi ini juga maksudnya kita lakukan penertiban,&rdquo; ujar pria yang juga tercatat sebagai dosen FT tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Nataniel berharap agar seluruh pimpinan fakultas dapat membantu mengarahkan kantin-kantin yang sudah beroperasi namun belum mengantongi perizinan secara legal untuk segera melapor. Sebab, ihwal memberikan asas kebermanfaatan terhadap universitas juga tak kalah penting.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski penandatanganan kontrak tak lagi menjadi wewenang BPU Unmul, Nataniel tak luput menjelaskan proses pengajuan izin terhadap pihak universitas. Pertama, mitra yang hendak mengajukan perizinan terlebih dahulu mengusulkan lokasi usaha untuk kemudian dilakukan evaluasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya apabila tempat yang diusulkan oleh pihak mitra dirasa kurang cocok oleh pihak universitas, maka mitra terkait akan diberi rekomendasi lokasi lain yang lebih potensial. Hal ini untuk menghindari persaingan usaha yang tidak sehat di tempat yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita berharap ada satu tempat mereka (untuk PKL) berkumpul dan kita sekarang siapin untuk tempatnya, kita sedang berpikir dimana lokasinya yang pas, kita harus memberikan kesempatan juga kepada masyarakat tapi dengan catatan harus teratur,&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai pandemi Covid-19 berangsur pulih, fasilitas Taman Unmul yang terbilang baru di depan Fakultas Farmasi, nyatanya menjadi spot baru bagi mahasiswa yang hendak mengadakan diskusi atau sekadar bercengkrama bersama teman, menunggu jadwal kuliah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Taman Unmul yang kini tampilannya telah diperbarui menjadi&nbsp;</span><span><em>open learning space</em></span><span>&nbsp;turut diramaikan dengan kehadiran kedai yang menjual berbagai makanan dan minuman. Diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (7/6) lalu, Ratih Ayu yang merupakan pemilik kedai menyatakan bahwa sebelum berjualan di Taman Unmul, ia hanya berjualan secara&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemilik kedai yang belum genap setahun berjualan di lokasi tersebut membeberkan bahwa pihaknya tidak dikenai tarif sewa sebab telah bekerja sama dengan BPU. &ldquo;Kita kerja sama <em>sih</em> sama BPU jadi enggak ada biaya sewa.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga melakukan wawancara kepada mahasiswa yang menjadi pembeli di kedai tersebut pada sore hari Selasa (7/6) lalu. Ramlah dan Alya terlihat asyik menikmati tempat dan jajanan itu. Mereka menyatakan bahwa adanya kehadiran kedai tersebut menjadi tempat yang bagus untuk berkumpul bagi mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena sering lihat dan selalu lewat ke arah kos, ya jadi baru-baru lihat terus pengen nyobain,&rdquo; tutur Ramlah saat ditanya mengapa tertarik datang ke kedai tersebut.&nbsp;</span><span><strong>(</strong><strong><em>vdh/tha/bey/vyl/nkh</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penolakan Kehadiran Fisipers oleh DPM FISIP, Ruang Dialog Dibutuhkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penolakan-kehadiran-fisipers-oleh-dpm-fisip-ruang-dialog-dibutuhkan/baca </link>
<guid> penolakan-kehadiran-fisipers-oleh-dpm-fisip-ruang-dialog-dibutuhkan </guid>
<pubDate> Wed, 15 Jun 2022 07:21:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Merespons rilis DPM, Fisipers akui telah mendapat SK. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penolakan-kehadiran-fisipers-oleh-dpm-fisip-ruang-dialog-dibutuhkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JmxpuQkxnB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Penolakan Kehadiran Fisipers oleh DPM FISIP, Ruang Dialog Dibutuhkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Pada 21 Maret lalu Fisipers mengajukan permohonan penerbitan surat keputusan (SK) untuk menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi di FISIP. Meski begitu, keberadaan dari lembaga ini belum banyak diketahui, terlebih legalitasnya pun masih dipertanyakan hingga mendapat berbagai respons dari sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lembaga yang berada di FISIP. (Baca:<span>&nbsp;<a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menjadi-ukm-legalitas-fisipers-unmul-dipertanyakan/baca">Legalitas Fisipers</a>)</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) FISIP memberikan respons penolakan. Itu berdasarkan unggahan Instagram pihak MPM FISIP melalui akun Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unmul, yang dirilis pada 30 Mei lalu, pihak MPM tidak mengakui tentang adanya UKM baru di lingkungan FISIP.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam rilis itu tertulis bahwa, &quot;lembaga eksekutif dan legislatif yaitu BEM dan DPM serta MPM FISIP Unmul tidak mengetahui terkait terbentuknya kelompok yang mengatasnamakan UKM Fisipers ini. Selanjutnya MPM FISIP Unmul juga tidak mengakui adanya kelompok ini di lingkungan kampus FISIP Unmul&quot;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pasalnya, pernyataan itu dibuat sebab Fisipers sendiri belum berkoordinasi langsung dengan DPM atau BEM sebagai fungsi lembaga tertinggi di fakultas. Ini diakui Dennis telah melanggar AD/ART MPM FISIP, karena sejatinya organisasi mahasiswa (Ormawa) yang ada di FISIP memang harus tergabung dalam MPM. Selain itu, ungkap Dennis selaku Ketua DPM, semua organisasi baik itu himpunan mahasiswa maupun UKM di FISIP berada di bawah pengawasan DPM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Walaupun setiap Hima atau UKM itu punya AD/ART sendiri, namun tidak terlepas atau bertentangan dari AD/ART MPM itu sendiri. Kalo untuk Fisipers itu sudah jelas ada yang dia langgar,&quot; <span>sebutnya pada Rabu (8/6).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu Dennis turut menyebut bahwa Fisipers hadir bukan karena kebutuhan mahasiswa. Dengan mengatasnamakan lembaga pers, baginya Fisipers tidak menjalankan kaidah sebagai pers yang seharusnya, yakni media informasi, media pendidikan, media hiburan, dan berjalannya fungsi kontrol sosial. Menurut Dennis, Fisipers hanya menjalankan fungsi sebatas humas atau tim media.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada sisi lain, Rina Juwita, sebagai Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul menyatakan pernyataan tersebut tak masalah sebab berlandas pada bermacam pertimbangan. Baginya penolakan yang muncul merupakan bagian dari demokrasi, tetapi harus turut disampaikan dengan cara yang baik juga alasan yang logis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;K</span><span>alau saya pribadi, nama organisasinya apapun selama bisa menjadi wadah untuk mahasiswa mengembangkan bakat dan <em>skill</em>-nya enggak masalah,&quot; terangnya pada Minggu (5/6) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, Shiba Syahidah sebagai Ketua Fisipers mengaku penolakan tersebut tidak berdampak apapun terhadap jalannya kelompok yang ia nakhodai. Terlebih ketika SK telah terbit, tertulis dalam SK nomor 864/UN17/HK1.2.0.3US/2022 pada tanggal 6 April 2022 lalu sehingga akan menjadi acuan atas legalitas Fisipers.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tentunya ke WD 3 yang dari awal kami berkoordinasi dengan beliau, mulai dari pembentukannya termasuk dengan persyaratan yang sudah kami ajukan menjadi UKM sudah terpenuhi,&quot; ungkap Shiba pada Sabtu (11/6).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Shiba, penolakan dari pihak MPM Fisip menjadi bahan evalusi jalannya Fisipers ke depan. Ia berharap adanya ruang diskusi untuk kolaborasi dengan kegiatan mahasiswa dari UKM atau lembaga lainnya di FISIP Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasar hal itu, tentu diperlukan hadirnya dialog tanpa tendensi merendahkan agar peran Fisipers dan MPM FISIP sejalan sebagaimana maksud dan tujuan keduanya dibentuk. Utamanya untuk mendukung perkembangan FISIP itu sendiri.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(lav/ani/snk/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Filter Bubble: Ketika Konten Media Sosial Dipreferensi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/filter-bubble-ketika-konten-media-sosial-dipreferensi/baca </link>
<guid> filter-bubble-ketika-konten-media-sosial-dipreferensi </guid>
<pubDate> Wed, 15 Jun 2022 11:41:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena algoritma di media sosial. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/filter-bubble-ketika-konten-media-sosial-dipreferensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fyFgmFGVvU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Filter Bubble: Ketika Konten Media Sosial Dipreferensi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Di berbagai platform media sosial dewasa ini, algoritma memiliki peran krusial tersendiri. Apabila kamu menilai konten atau informasi yang hadir dalam lini masa media sosialmu sangat sesuai dengan preferensimu atau dalam tanda kutip &lsquo;seragam&rsquo;, maka itu adalah dampak dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>filter bubble</em></span><span>. Meski begitu, algoritma media sosial juga tidak terlepas dari berbagai risiko pengguna.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Algoritma tampak membantu sebagian besar pengguna untuk menyaring konten agar menyuguhkan konten relevan yang disukai pengguna, daripada unggahan konten secara acak. Singkatnya, algoritma di media sosial adalah cara menyortir unggahan di umpan pengguna, berdasarkan relevansi alih-alih waktu dan publikasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di dalam teknis algoritma, terdapat<span>&nbsp;</span></span><span><em>machine learning</em></span><span>&nbsp;yang mempelajari kesukaan pengguna dalam hal konten. Dengan demikian, tidak membutuhkan manusia untuk memperhatikan kesukaan setiap pengguna media sosial yang jumlahnya terbilang banyak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jejaring sosial memprioritaskan konten mana yang akan dilihat pengguna di umpan mereka terlebih dahulu, dengan harapan pengguna benar-benar ingin melihatnya. Bagi segelintir pengguna media sosial, tak berlebihan jika algoritma disebut-sebut mendatangkan pundi-pundi rupiah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ini berlaku ketika sebuah produk yang dipasarkan di platform, tak berhasil menjangkau algoritma kesukaan audiens. Dengan begitu, pemasar produk harus membayar sejumlah uang untuk mendorong konten agar bisa terjangkau audiens. Sebagian pemasar juga mengetahui media sosial memprioritaskan konten berbayar agar konten tepat kepada segmen yang dituju.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai anak muda, kamu bisa<span>&nbsp;</span></span><span>mulai mencoba menaikkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>engagement rate</em></span><span>&nbsp;di seluruh media sosial dengan mengajak audiens berinteraksi dengan akunmu. Di<span>&nbsp;</span></span><span>Instagram misalnya,</span><span>&nbsp;riuh rendah audiens di kolom komentar hingga banyaknya<span>&nbsp;</span></span><span><em>likes</em></span><span>&nbsp;yang diperoleh seseorang dapat meningkatkan popularitas konten di<span>&nbsp;</span></span><span><em>tab explore</em></span><span>. Tak berbeda jauh dengan Instagram, Twitter juga kerap menunjukkan cuitan populer yang sedang viral berbasis topik yang biasanya kamu akses di lini masa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di lihat dari perspektif pemasaran digital, algoritma dalam media sosial dapat dikatakan lebih efektif terhadap iklan. Sebab para pengiklan dapat dengan mudah melakukan segmentasi pasar berdasarkan data yang terekam dalam<span>&nbsp;</span></span><span><em>machine learning</em></span><span>. Tak heran, kamu akan lebih mudah menerima iklan terkait suatu produk yang kamu sukai dan bisa jadi mendorong kamu membeli barang secara spontan.</span></p><p style="text-align: justify;">Pengguna media sosial yang tak memahami keadaan ini rentan untuk terperangkap dalam fenomena<span>&nbsp;</span>filter <em>bubble</em> yang penuh hoaks. Sebab perlu diingat, algoritma media sosial hanya menyaring konten berdasarkan preferensi pengguna dan tidak menjamin validitas suatu informasi. Maka besar potensinya ketika kualitas akun dan informasi di media sosial seseorang buruk, maka konsumsi itu yang terus-menerus diikuti oleh konsep swaatur dari algoritma media baru.</p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu yang merasakannya adalah mahasiswi Prodi Bimbingan Konseling 2021, Aisha Azizah Andriani Mahardika. Ia akrab dalam penggunaan media sosial sehari-hari. Meski dirinya mengaku sistem algoritma cukup membantunya dalam memperoleh informasi secara cepat, risiko atau kekurangan dari sistem algoritma tersebut tak disangkalnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kekurangan dari algoritma yang dapat saya rasakan yaitu kurangnya eksplorasi terhadap konten lain jika saja saya tidak mencarinya terlebih dahulu,&rdquo; jelas Aisha melalui Whatsapp Senin (13/6).</span><span>&nbsp;</span><em><strong><span>(lau/ani/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Kebijakan Afirmasi Khusus Perempuan di Unmul, Ketua PuSHPA: Tak Ada Demokrasi Tanpa Perempuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-kebijakan-afirmasi-khusus-perempuan-di-unmul-ketua-pushpa-tak-ada-demokrasi-tanpa-perempuan/baca </link>
<guid> menilik-kebijakan-afirmasi-khusus-perempuan-di-unmul-ketua-pushpa-tak-ada-demokrasi-tanpa-perempuan </guid>
<pubDate> Fri, 17 Jun 2022 08:47:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PuSHPA dorong implementasi kebijakan kepemimpinan perempuan di Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-kebijakan-afirmasi-khusus-perempuan-di-unmul-ketua-pushpa-tak-ada-demokrasi-tanpa-perempuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sE95HgsXc6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Kebijakan Afirmasi Khusus Perempuan di Unmul, Ketua PuSHPA: Tak Ada Demokrasi Tanpa Perempuan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Setelah dua periode ajeg dipimpin Masjaya, tahun ini enam bakal calon diketahui mendaftar, satu di antaranya gugur dalam proses penjaringan. Esti Handayani sebagai satu-satunya perempuan yang mendaftar, dinyatakan tidak lolos kualifikasi melalui Rapat Pleno Senat pada Selasa 7 Juni 2022. (baca:&nbsp;</span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-pilrek-unmul-2022-satu-gugur-lima-siap-bertanding/baca%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1655458692191967%26amp;usg%3DAOvVaw368KRQUsoLK5bFl05EoNvV&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1655458692305938&amp;usg=AOvVaw0sugDPuiQx89x3E4DaKI-z"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-pilrek-unmul-2022-satu-gugur-lima-siap-bertanding/baca">Rapat Senat Pilrek</a></span><span>)<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usai penetapan itu, selain membagikan pengalaman dan pemikirannya, Esti turut menuliskan pesan untuk dipertimbangkan dalam Pilrek. Salah satunya mengenai isu kepemimpinan perempuan. Bagi profesor termuda Unmul ini, ke depan harus ada perempuan hebat yang mendaftarkan diri sebagai calon rektor Unmul. Kemudian ia berharap siapapun rektor yang menjabat, harus memiliki perspektif atas afirmasi terhadap isu-isu perempuan, termasuk ruang kepemimpinan untuk perempuan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kondisi ini turut menjadi sorotan bagi Pusat Studi Hukum Perempuan dan Anak (PuSHPA) FH Unmul menyoal sulitnya perempuan menjadi rektor dan posisi strategis lainnya. Melalui rilis yang ditulis pada Rabu (8/6), PuSHPA mendorong kajian ulang hingga revisi pada peraturan yang berlaku.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Upaya ini dilakukan untuk mendorong kebijakan khusus sementara <em>(affirmatif action)</em> bagi perempuan.<span>&nbsp;</span></span><span>Memastikan perempuan dapat mengakses jabatan minimal di tingkat fakultas dan kemudian mampu bertarung secara kompetitif untuk bersaing di tingkat universitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Universitas Mulawarman sebagai perguruan tinggi negeri yang besar, sudah selayaknya turut mengambil langkah mendorong pemajuan kiprah perempuan di berbagai sektor dan menjadi pelopor afirmasi terhadap isu-isu perempuan, termasuk ruang kepemimpinan (Rektor dan Wakil Rektor) perlu kuota bagi perempuan,&rdquo; tulis Haris Retno selaku Ketua PuSHPA dalam pernyataan itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mengetahui langkah lebih lanjut yang dilakukan PuSHPA,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menemui Haris Retno pada Selasa (14/6). Ia mengungkap keprihatinannya ketika satu-satunya bakal calon perempuan harus gugur. Baginya panitia telah memberikan ruang bagi calon perempuan, tetapi mengherankan ketika panitia sendiri yang memberikan undangan juga menyatakan tidak memenuhi kualifikasi. Baginya nihil upaya afirmatif terhadap keterlibatan perempuan di pimpinan universitas yang dilakukan Unmul kala Pilrek ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Haris menilai terdapat banyak perempuan berkualitas di Unmul, sebagian besar berada pada tingkat Prodi dan fakultas meski jumlahnya tak sebanyak laki-laki. Hal ini disayangkan karena terjadi kekosongan calon perempuan di Pilrek tahun ini. Terlebih, ketika sebagian besar warga kampus merupakan perempuan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Haris menyebut ini bukan hanya soal bagaimana perempuan memimpin. Ketika perempuan tidak diberi ruang afirmatif untuk menjadi pemimpin, perempuan tidak bisa terlibat penuh untuk mengambil kebijakan bagi warganya yang mayoritas perempuan, hal ini penting tak cuma sekadar menuntut eksistensi. Namun, mendorong perspektif perempuan proaktif sebagai pembuat kebijakan-kebijakan yang ada.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Jadi sudah seharusnya para calon ini dari 5 Ini menawarkan satu afirmatif gitu buat perempuan untuk menduduki minimal di kabinetnya dia (jajaran rektorat). <em>Oke</em> rektornya sudah laki-laki, wakil rektor-wakil rektornya menurut saya wajib ada kuota untuk perempuan. Kalau hanya pidato bahwa dia peduli dengan perempuan, bahwa dia ingin memajukan perempuan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau realitasnya tidak mampu memberikan kursi kuota perempuan sebagai wakil rektor saya kira itu belum afirmatif untuk kepemimpinan perempuan,&rdquo; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain upaya pengajuan perubahan peraturan, Haris turut menyebut upaya lainnya. Di antaranya keterlibatan perempuan yang lebih banyak berada pada tingkat Prodi di universitas perlu diakomodir. Kemudian ihwal kemajuan universitas, m</span><span>enurut Haris, semakin marak korupsi yang terjadi, itu akan semakin merugikan perempuan. Meski laki-laki terdampak, tetapi perempuan mendapat dampak paling rentan. Upaya berikutnya yakni bagaimana kampus menciptakan ruang aman bagi kepemimpinan perempuan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Termasuk misalnya tadi mengembangkan nilai-nilai demokrasi, mengembangkan pendidikan yang menyelidiki kebenaran, nilai-nilai itu tidak akan secara utuh terpenuhi ketika tidak melibatkan perempuan. &nbsp;Jadi demokrasi tanpa perempuan itu bukan demokrasi.&rdquo; <strong><em>(</em><em><span>khn/ahn/fsf/ash/afr/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serah Terima Mahasiswa KKN 48 Unmul: Desa Mandiri Menyongsong IKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serah-terima-mahasiswa-kkn-48-unmul-desa-mandiri-menyongsong-ikn/baca </link>
<guid> serah-terima-mahasiswa-kkn-48-unmul-desa-mandiri-menyongsong-ikn </guid>
<pubDate> Sat, 18 Jun 2022 02:40:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan KKN 48 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serah-terima-mahasiswa-kkn-48-unmul-desa-mandiri-menyongsong-ikn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dFPkSaMXuK.png" />
					</figure>
			                <h1>Serah Terima Mahasiswa KKN 48 Unmul: Desa Mandiri Menyongsong IKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Setelah beberapa bulan persiapan, kini Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan ke-48 Unmul sudah sampai di tahap serah terima. Acara tersebut terselenggara pada Jumat (17/6) bertempat di ruang<span>&nbsp;</span></span><span>Lecture Theater</span><span>&nbsp;Unmul HUB. Tak hanya itu, kegiatan juga disambungkan secara daring via<span>&nbsp;</span></span><span>Zoom</span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Senin (6/6) lalu, diketahui beberapa mahasiswa sempat alami kendala akibat perpindahan lokasi pelaksanaan KKN. Meski begitu, sebanyak 2.579 mahasiswa telah memasuki tahap serah terima ke lokasi kegiatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bertajuk</span><span>&nbsp;&ldquo;</span><span>Desa Mandiri: Menyongsong IKN</span><span>&rdquo;, panitia pelaksana turut mengundang Dhony Rahajoe selaku Wakil Kepala Otoritas IKN dan Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili oleh Andi Muhammad selaku Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Kalimantan Timur.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Disampaikan ketua panitia KKN tahun 2022, M. Arifin, melalui pembacaan laporan kegiatan. Pihaknya menyebut bahwa selama persiapan, keselamatan mahasiswa merupakan prioritas utama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Salah satu permasalahan yang seringkali kami terima yaitu keluhan mahasiswa dalam akses ke lokasi KKN, terlebih juga dengan persoalan finansial. Oleh karena itu, kami panitia telah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir pengeluaran mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan KKN,&rdquo; tutur Arifin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski saat proses pendaftaran KKN tahun ini sempat terencana dilaksanakan secara <em>hybrid</em>, pihak Pemerintah Provinsi Kaltim menyarankan untuk sepenuhnya luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mempertimbangkan pula kondisi pandemi yang kian mereda, tentunya salah satu bentuk pengabdian masyarakat ini akan lebih &nbsp;maksimal jika terselenggara secara langsung. Hal ini bermuara pada kondisi KKN 2 tahun terakhir yang ajeg terselenggara secara daring.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun kerangka acuan program KKN Unmul Gelombang 48 tahun 2022 yaitu, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Pola Ilmiah Pokok Unmul, Program IKN Baru, Insiasi Program, dan Assesment Kebutuhan Masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Andi Muhammad dalam sambutannya turut menyampaikan harapannya agar kegiatan KKN ini mampu memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat. Terutama mahasiswa, dirinya turut berharap agar KKN ini dapat membantu memperdalam pengertian dan penghayatan &nbsp;dalam interdisiplin di lingkungan masyarakat yang begitu kompleks.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkhususnya Program KKN Tematik yang ditempatkan langsung di wilayah pembangunan IKN, Dhony Rahajoe dalam sambutannya melalui aplikasi<span>&nbsp;</span></span><span>Zoom,<span>&nbsp;</span></span><span>berharap agar mahasiswa bisa menemukan data-data yang dapat digunakan untuk mengambil kebijakan dan memutuskan &nbsp;langkah-langkah dalam mengembangkan kawasan IKN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pihak Otoritas IKN tentu dalam progresnya akan tetap memantau segala bentuk dinamika yang terjadi di lapangan. Dhony juga menjelaskan, jika terdapat kendala yang mendesak selama kegiatan, mahasiswa &nbsp;tidak perlu khawatir karena pihak otoritas akan membantu menyelesaikan dengan prosedur dan pelaporan yang baik agar bisa diatasi bersama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah sambutan dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan serah terima mahasiswa dengan mengalungkan kartu peserta kepada mahasiswa dari setiap perwakilan fakultas oleh Masjaya selaku Rektor Unmul dan Andi Muhammad yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur. Kemudian untuk mengakhiri kegiatan, panitia melaksanakan foto bersama dengan perwakilan mahasiswa dan juga seluruh undangan.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>jla/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Khitan Massal dalam Baksos Raya FK Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khitan-massal-dalam-baksos-raya-fk-unmul/baca </link>
<guid> khitan-massal-dalam-baksos-raya-fk-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 18 Jun 2022 08:45:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan khitan massal yang diselenggarakan FK Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khitan-massal-dalam-baksos-raya-fk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ye7n19WKlI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Khitan Massal dalam Baksos Raya FK Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong>-<span>&nbsp;</span></span><span>Fakultas</span><span>&nbsp;</span><span>Kedokteran</span><span>&nbsp;(FK)&nbsp;</span><span>Unmul menyelenggarakan kegiatan Baksos Raya dengan dua rangkaian kegiatan Seminar Kesehatan dan Sirkumsisi atau Khitan Massal. Membawa tema<span>&nbsp;&quot;</span></span><span>Real Action to Make a Better World&quot;,</span><span>&nbsp;kegiatan ini bekerja sama dengan enam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di FK Unmul, yakni BEM FK, Tim Bantuan Medis (TBM) Azygos, Keluarga Mahasiswa Muslim (KMM) Asy-Syifaa&rsquo;, Hima Kedokteran, Hima Kedokteran Gigi, dan Hima D-3 Keperawatan, juga didukung oleh seluruh mahasiswa FK Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Digelar untuk memenuhi tri dharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, acara ini pertama kali diadakan kembali setelah terjadi kekosongan akibat Covid-19. Seminar Kesehatan dilaksanakan pada Sabtu 14 Mei 2022 berupa Seminar Kesehatan melalui Zoom Meeting dengan mengangkat subtema<span>&nbsp;</span></span><span><em>Quarter Life Crisis in a Nutshell</em></span><span>&nbsp;dan Manajemen Stress dan Kecemasan dalam Menghadapi Problematika Kehidupan di Masa Dewasa Muda. Dilanjut Khitan Massal bertempat di Pusat Keterampilan Medik FK Unmul pada Sabtu 18 Mei 2022 dengan &nbsp;jumlah peserta 147 orang dari target awal 100 orang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam memulai kembali, panitia penyelenggara tentu tak lepas dari kendala yang ada. Namun, Affan Aswin selaku ketua BEM FK mencatat bahwa tidak banyak kendala yang berarti. Itu karena terdapat banyak <em>support</em> dari panitia maupun peserta. Kendala lebih dirasakan dari segi teknis ketika khitan massal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Nah, j</span><span>adi baru kali ini kami melaksanakan kegiatan ini, jadi benar-benar dari panitia yang baru tahu sirkumsisi, sehingga mereka baru belajar di tahun ini jadi ibaratnya tidak ada yang membimbing mereka sebelumnya karena sebelumnya kan tidak.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam prosesnya, Affan mengaku pihaknya<span>&nbsp;</span></span><span>dibantu oleh para dosen, alumni, terutama dari alumni FK Unmul dan juga dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah. Cerita Affan mereka yang membantu berperan sebagai operator, sementara panitia sebagai observer dan mendampingi dalam khitan massal sekaligus sebagai pembelajaran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain sebagai upaya mengabdi kepada masyarakat, kegiatan ini juga dalam rangka menerapkan ilmu yang telah dipelajari oleh mahasiswa di FK. Sebagai wadah pembekalan dan pembinaan mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam mengamalkan profesionalisme disiplin ilmu ke tengah masyarakat. Kemudian melatih kepekaan dan rasa peduli terhadap sosial, bukan hanya dari sisi sosial ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sunatan ini sangat membantu menghindari dari risiko-risiko penyakit kedepan. Nah terus kita ingin meningkatkan hubungan dengan masyarakat Kalimantan Timur bahwa FK Unmul bisa membantu dalam sunatan massal yang gratis tidak memungut biaya apapun,&quot; ungkap Affan ketika ditemui oleh Sketsa pada Sabtu (18/6).</span></p><p style="text-align: justify;">Khitan massal yang dilandasi oleh rasa kemanusiaan dan upaya menolong mereka yang membutuhkan, terbukti memberikan manfaat yang berarti. Ibu Ike salah satu pendamping peserta, kepada <em>Sketsa</em> pada Sabtu (18/6), mengaku puas terhadap pelayanan ramah dan cepat yang diberikan. Selain itu ia juga merasa terbantu dengan khitan massal ini.<em><strong>&nbsp;(ani/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UPT Balai Bahasa Unmul Kembali Gelar MU-EPT Luring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upt-balai-bahasa-unmul-kembali-gelar-mu-ept-luring/baca </link>
<guid> upt-balai-bahasa-unmul-kembali-gelar-mu-ept-luring </guid>
<pubDate> Mon, 20 Jun 2022 03:47:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> MU-EPT kembali diselenggarakan secara luring dengan batas kuota. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upt-balai-bahasa-unmul-kembali-gelar-mu-ept-luring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Q0p16eI7LZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>UPT Balai Bahasa Unmul Kembali Gelar MU-EPT Luring</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Bahasa Unmul kembali menggelar tes Mulawarman University English Proficiency Test (MU-EPT) yang menjadi salah satu syarat kelulusan mahasiswa. Berbeda dengan tahun lalu, kini pelaksanaan tes dilakukan secara daring dan luring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;(15/06), Abdi Rahman selaku staf UPT Balai Bahasa Unmul menjelaskan baik TOEFL maupun MU-EPT, keduanya dapat digunakan sebagai syarat wisuda. Bedanya, MU-EPT khusus ditujukan bagi mahasiswa Unmul dan memiliki biaya tes yang lebih terjangkau.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun pelaksanaan MU-EPT telah kembali normal seperti masa sebelum pandemi Covid-19, bukan berarti kendala lantas menghilang. Tes yang berlangsung daring, kerap terkendala pada jaringan internet yang tidak stabil sampai perangkat peserta yang<span>&nbsp;</span></span><span><em>error</em></span><span>. Sedang beberapa kendala yang sering terjadi pada tes luring ialah permasalahan pada cuaca serta pemadaman listrik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan tes secara luring dipersiapkan dengan panduan tes<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em></span><span>&nbsp;dan berlangsung di gedung laboratorium UPT Bahasa Unmul. Berbeda dengan luring, tes daring memerlukan perangkat yang dapat memadai kebutuhan tes.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun batas kuota peserta pada pelaksanaan tes TOEFL dan MU-EPT secara daring ialah maksimal 40. Untuk kuota peserta tes TOEFL dan MU-EPT secara luring sendiri ialah maksimal 80.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan memakan waktu sekitar dua hari kerja, peserta dapat melihat skor nilai dengan mengunjungi &nbsp;website Balai Bahasa Unmul. Selain itu, diperlukan sekitar tujuh hari kerja untuk mencetak sertifikat fisik bagi penggunaan di luar Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk nilai secara online sekitar 2 hari kerja, sudah bisa dicek dan dicetak di<span>&nbsp;</span></span><span>website</span><span>. Untuk cetak fisik bagi penggunaan di luar unmul sekitar 7 hari kerja,&rdquo; jelas Ardi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam pelaksanaan program MU-EPT ini, English Student Association (ESA) mengadakan seminar pada Sabtu, 18 Juni 2022 sebagai bentuk persiapan mahasiswa yang mengikuti tes MU-EPT.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (15/06), Zaimia Ananda Putri selaku ketua panitia ESA-MUEPT 2022 menyebut, agenda tersebut membahas materi soal yang diujikan pada MU-EPT. Seperti<span>&nbsp;</span></span><span><em>Grammar</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Listening</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Reading</em></span><span>. Tak ketinggalan,<span>&nbsp;</span></span><span>mekanisme pengerjaan tes pun turut dijelaskan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Masing-masing materi dibawakan oleh dosen dan juga staf dari Balai Bahasa Unmul,&rdquo; ungkap Zaimia, mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seminar yang telah terselenggara pada 18 Juni tersebut memiliki berbagai macam benefit berupa<span>&nbsp;</span></span><span><em>Merchandise</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><em><span>snack</span><span>&nbsp;</span><span>box</span></em><span>, sertifikat, dan pembekalan materi tes MU-EPT. &nbsp;Dengan total peserta seminar yang memenuhi kuota yaitu 33 peserta, harapannya untuk peserta adalah mereka bisa menerapkannya saat tes sehingga mendapatkan skor yang terbaik.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>jhr/srg/cal/nkh)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ngeri-ngeri Sedap: Konflik Generasi Anak-Orang Tua Berbalut Budaya Batak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/ngeri-ngeri-sedap-konflik-generasi-anak-orang-tua-berbalut-budaya-batak/baca </link>
<guid> ngeri-ngeri-sedap-konflik-generasi-anak-orang-tua-berbalut-budaya-batak </guid>
<pubDate> Mon, 20 Jun 2022 10:36:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi film keluarga Ngeri-ngeri Sedap </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/ngeri-ngeri-sedap-konflik-generasi-anak-orang-tua-berbalut-budaya-batak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/27SGhoFeMB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ngeri-ngeri Sedap: Konflik Generasi Anak-Orang Tua Berbalut Budaya Batak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Sejak langkah pertama kaki ini memasuki pintu teater di salah satu bioskop Samarinda, tak banyak ekspektasi yang saya harapkan terhadap film ini. Apalagi budaya yang diangkat pun tak sepenuhnya saya pahami. Ya, selain bukan berasal dari keluarga batak, rasanya industri perfilman Indonesia masih sangat jarang untuk mengangkat fragmen budaya selain dari Pulau Jawa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Gelak tawa penonton terus terdengar memenuhi seantero bioskop sepanjang pemutaran film. Hal ini tentu tak mengherankan dengan sejumlah pemeran utama diisi oleh &lsquo;lulusan&rsquo; Stand Up Comedy. Bahkan Bene Dion selaku penulis skenario sekaligus sutradara film, punya<span>&nbsp;</span></span><span><em>track record</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>serupa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aaah jadi kangen mamak di rumah deh,&rdquo; begitu setidaknya yang samar-samar tertangkap rungu ini dari salah satu penonton di barisan bangku belakang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak bisa dimungkiri, meski film ini cukup kental dibalut dengan budaya batak, masalah keluarga yang diangkat cukup universal. Tak berlebihan jika menyebut Ngeri-ngeri Sedap berhasil membuat penonton merasa dekat dengan cerita tanpa tersekat identitas individu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unsur lain yang melengkapi kisah keluarga Pak Domu ialah<span>&nbsp;</span></span><span><em>soundtrack</em></span><span>&nbsp;yang mengiringi sepanjang cerita. Lagu Huta Namartuai oleh Viky Sianipar dan Ogan Nababan dipadukan dengan pemandangan alam Danau Toba adalah perpaduan yang sempurna untuk mengawali kisah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai orang tua dengan empat orang anak, Pak Domu dan Mak Domu berharap keluarga kecilnya dapat lengkap menghadiri helat adat pesta sulang-sulang pahompu. Kondisi yang dihadapi Pak Domu dan Mak Domu saat itu ialah ketiga anak lelakinya sedang merantau dan bertahun-tahun belum pernah kembali ke rumah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Domu, Gabe, dan Sahat enggan pulang sebab memiliki problematikanya masing-masing. Secara garis besar ketiganya tak begitu dekat dengan sosok ayah mereka yang enggan mendengar suara orang lain dan cenderung memaksakan kehendaknya. Ini tak terlepas dari konsep patrilineal dalam adat batak yang membentuk pribadi Pak Domu, dan bahkan kebanyakan mayoritas orang tua lelaki.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masalah terus berlanjut ketika akhirnya Pak Domu dan Mak Domu memutuskan untuk &lsquo;pura-pura berantam mau cerai&rsquo; agar ketiga anak rantaunya mau pulang ke rumah. Alur yang tersaji sejauh ini tersusun rapi dan cukup pas sebelum menuju klimaks yang menjadi sorotan dalam sebuah film.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Standing ovation</em></span><span>&nbsp;rasanya perlu saya berikan untuk klimaks dalam alur cerita. Pasalnya, meski teknik<span>&nbsp;</span></span><span><em>one take</em></span><span>&nbsp;akan menghadirkan perasaan yang lebih nyata, tentu tak mudah bagi para aktor untuk mengeksekusi hal tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pengambilan adegan klimaks<span>&nbsp;</span></span><span><em>one take</em></span><span>&nbsp;ini mengeksplorasi <em>setting</em> tempat secara natural mulai dari dapur, ruang tengah, dan berlanjut di teras samping rumah keluarga Pak Domu. Keenam aktor utama sukses mengubah atmosfer bioskop menjadi penuh air mata dengan masing-masing dialog yang bercerita tentang problematika yang mereka hadapi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Gita Bhebhita yang memerankan Sarma E. Purba, putri satu-satunya di keluarga batak tersebut sempat bercerita betapa sulitnya pengambilan gambar untuk adegan tersebut dalam sebuah tayangan di balik layar. Meminta restu kepada orang tuanya sebelum proses<span>&nbsp;</span></span><span><em>shooting</em></span><span>&nbsp;berlangsung juga tak ketinggalan ia lakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Secara personal, apa yang Sarma utarakan pada babak ketiga (adegan<span>&nbsp;</span></span><span><em>one take</em></span><span>&nbsp;di teras samping) adalah titik dimana saya tak kuasa menahan air mata. Ledakan emosi yang tervisualisasi sedemikian jujur, walaupun dialog pada babak ketiga yang diberikan kepada Sarma sebenarnya tak sebanyak yang lain. Masalahnya? tak jauh-jauh dari perkara klasik perempuan yang ada di negeri ini seperti gender yang jadi penghalau perempuan meraih mimpi, yang mirisnya masih terus relevan hingga detik ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut hemat penulis, film ini salah satu film genre keluarga yang wajib ditonton bersama keluarga. Sentilan-sentilan ego yang diberikan aktor tentu cocok untuk renungan bersama di kala berkumpul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apakah mendidik anak hanya terbatas dari cara yang diterapkan orang tua zaman dulu? Apakah makna keluarga yang ideal terbatas dari apa yang dikonstruksi oleh persepsi khalayak?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa kamu peroleh jawabannya setelah menonton Ngeri-ngeri Sedap, lo! Bagaimana? tertarik menghangatkan perasaan dengan cerita keluarga batak satu ini?<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>nkh/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Manipulasi Kasih Sayang dalam Love Bombing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/manipulasi-kasih-sayang-dalam-love-bombing/baca </link>
<guid> manipulasi-kasih-sayang-dalam-love-bombing </guid>
<pubDate> Tue, 21 Jun 2022 08:06:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kenali dampak buruk love bombing. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/manipulasi-kasih-sayang-dalam-love-bombing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c8gcMhVPt7.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Manipulasi Kasih Sayang dalam Love Bombing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Siapapun tentunya akan merasa senang ketika mendapat perhatian lebih dari pasangannya. Siapa yang tak luluh jika diperlakukan bak raja atau ratu? Seolah kamu adalah dunianya dan kamu adalah satu-satunya prioritas utama dalam hidupnya. &nbsp;Namun, apa jadinya jika afeksi tersebut hanyalah manipulasi belaka?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apakah seseorang pernah menaruh perhatian berlebih padamu ketika baru mengawali hubungan romansa? Hubungan yang terasa manis di awal tak selamanya indah. Meskipun terdengar romantis, kamu juga perlu berhati-hati, sebab bisa jadi perlakuan tersebut adalah celah bagi mereka untuk melakukan manipulasi rasa kasih sayang atau yang saat ini dikenal dengan istilah<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fenomena<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em></span><span>&nbsp;merupakan keadaan seseorang menaruh perhatian berlebih ketika menjalin hubungan untuk mendapat kontrol dan melakukan manipulasi terhadap pasangannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kyle Zrenchik, seorang terapis keluarga dan pernikahan di Amerika Serikat menyebut itu tidak akan bertahan lama dalam hubungan asmara karena umumnya hubungan yang terjalin akan berubah menjadi tidak sehat: abusif, manipulatif, dan saling bergantung pada pasangannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sisi buruk lainnya, korban dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em></span><span>&nbsp;akan dibuat tak berdaya. Pelaku akan membuat korbannya menjadi mudah dikendalikan sesuai dengan keinginannya. Meskipun demikian, korban &nbsp;akan sulit untuk meninggalkan pelaku meskipun sudah merasa tidak nyaman untuk melanjutkan hubungan. Pelaku<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em></span><span>&nbsp;akan mempengaruhi pasangannya agar tetap bertahan dan bahkan membuatnya merasa bersalah jika memilih untuk pergi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari sana kamu tentu perlu waspada dan kenali tanda-tanda seorang pelaku<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em></span><span>&nbsp;berikut!</span></p><p><span><strong>1. Seringkali memberi pujian kepada pasangannya secara berlebihan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Siapapun pasti suka diberi pujian, terlebih dari orang terkasih. Namun, jika pasanganmu terlalu sering memberi pujian secara berlebihan, itu bisa jadi tanda bahwa kamu sedang mengalami<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em>, lho</span><span>!<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ada kalanya pujian tersebut membuat korban menjadi terlena sehingga tak menyadari bahwa pujian yang diberikan sebenarnya adalah bentuk dari manipulasi.</span></p><p><strong><span>2. Pelaku<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em></span></strong><span><strong>&nbsp;umumnya memiliki kepribadian narsistik</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam ilmu psikologi, narsistik diartikan sebagai gangguan kepribadian. Pengidapnya merasa bahwa dirinya penting dan harus dikagumi. Seorang narsistik dapat memanipulasi pasangannya untuk meningkatkan harga diri, salah satunya melalui<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pengidap narsistik cenderung melakukan<span>&nbsp;</span></span><span>love bombing</span><span>&nbsp;sebab dirinya yang haus akan perhatian &nbsp;ingin mendapatkan cinta tanpa batas dan selalu ingin dikagumi. Oleh karena itu pelaku<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em><span>&nbsp;</span></span><span>lebih dahulu memberikan perhatian dan pujian &nbsp;dengan tujuan agar pasangannya dapat berbalik memuji dan mengagungkannya.</span></p><p><span><strong>3. Memberikan hadiah yang mahal secara berlebihan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam menjalin hubungan asmara, memberikan hadiah kepada pasangan memang merupakan hal yang wajar. Namun, ada kalanya kita perlu waspada apabila pasangan kita kerap kali memberi hadiah yang mahal, sebab bisa jadi ada maksud terselubung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tindakan tersebut rupanya bisa jadi<span>&nbsp;</span></span><span>boomerang</span><span>&nbsp;bagi korban hingga berujung merasa bersalah jika tidak mampu memberikan barang yang senilai sehingga korban akan berusaha memberikan barang sebagai balas budi.</span></p><p><span><strong>4. Merubah dirinya agar terlihat seperti tipe ideal korbannya</strong></span></p><p style="text-align: justify;">Dr. Chitra Raghavan, seorang profesor psikologi dari John Jay College of Criminal Justice mengungkap, pelaku dari<span>&nbsp;</span><em>love bombing</em><em>&nbsp;</em>dapat memanipulasi lingkungan sekitar agar membuat dirinya terlihat sebagai partner yang cocok.</p><p style="text-align: justify;"><span>Pelaku<span>&nbsp;</span></span><span><em>love bombing</em></span><span>&nbsp;dapat mengubah kepribadiannya agar terlihat persis seperti yang diinginkan &nbsp;korbannya tanpa penolakan, itu sebagai bentuk manipulasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p><span><strong>5. Membatasi pasangannya untuk berhubungan dengan keluarga dan teman</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menghabiskan waktu seharian bersama pasangan memang terasa menyenangkan. Namun, jika pasanganmu ingin terus melekat denganmu hingga membuatmu tidak punya waktu untuk diri sendiri, bermain dengan teman atau bahkan keluarga, kamu perlu pasang lampu kuning nih!</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelaku berusaha mengisolasi kehidupan pasangannya sebagai upaya untuk memperluas daya kontrolnya.</span></p><p><span><b>6. Terlalu cepat untuk berkomitmen</b></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika pasanganmu terlalu cepat untuk berkomitmen bahkan di saat baru mengawali hubungan, kamu perlu waspada. Bisa jadi itu adalah rambu merah bagimu, sebab terlalu cepat berkomitmen adalah salah satu bagian dari trik<span>&nbsp;</span></span><span><i>love bombing</i></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Kyle Zrenchik mengatakan bahwa hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa pelaku kurang memiliki kesadaran atas batasan dalam dirimu dan dirinya sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nah, itu dia beberapa ciri-ciri dari pelaku<span>&nbsp;</span></span><span><i>love bombing</i></span><span>. Beberapa tindakan di atas memang lazim terjadi dalam hubungan asmara. Namun, ada kalanya kita patut waspada jika tindakan yang dilakukan sudah cukup berlebihan. Pastikan hubunganmu tetap sehat ya!</span><span><i><b>(dre/khn)</b></i></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Our Father: Ketika Agama sebagai Justifikasi dan Minimnya Perlindungan untuk Korban Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/our-father-ketika-agama-sebagai-justifikasi-dan-minimnya-perlindungan-untuk-korban-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> our-father-ketika-agama-sebagai-justifikasi-dan-minimnya-perlindungan-untuk-korban-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Fri, 24 Jun 2022 06:52:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Our father gambarkan kengerian yang dirasakan korban kekerasan seksual di dunia medis. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/our-father-ketika-agama-sebagai-justifikasi-dan-minimnya-perlindungan-untuk-korban-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KrzPd22uWs.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Our Father: Ketika Agama sebagai Justifikasi dan Minimnya Perlindungan untuk Korban Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Bagaimana jika puluhan orang di dunia terlahir dengan silsilah biologis yang sama, dari sperma lelaki yang sama? Dunia seperti apa yang hendak dibuat Donald Cline? Mari berbincang ihwal film dokumenter Netflix yang baru saja tayang pada 11 Mei 2022 lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film dokumenter dengan durasi 1 jam 37 menit ini menyajikan pendekatan jurnalistik yang dilakukan seorang anak&ndash;</span><span>bernama Jacoba Ballard</span><span>, ia skeptis terhadap kehadiran dirinya di keluarga. Saat ia mulai mencari tahu dengan melakukan tes DNA, ia mendapati kecocokannya terhadap keluarga Cline.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usai pencarian panjang, ibunya mulai membuka cerita bahwa sang suami dulunya tak punya cukup kesuburan untuk melakukan penetrasi hingga membuahi sang istri. Maka inseminasi buatan pun ditempuh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dokter kesuburan tersohor di Indianapolis, ibukota negara bagian Indiana di Amerika Serikat, bernama Donald Cline (direka ulang dan diperankan oleh Keith Boyle) inilah pelakunya. Kepiawaiannya di bidang fertilitas membuatnya disoroti media. Namun, pencapaian itu punya sisi gelapnya. Tercatat total 94 kasus di mana ia secara ilegal, menyuntikkan spermanya sendiri. Tanpa sepengetahuan pasien, bahkan tanpa izin pasangan yang menantikan buah hati tersebut. Cline melakukan pemerkosaan medis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Keadilan Bagi Korban</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mirisnya perbuatan Cline dalam rentang 1970 hingga 1980-an itu tak membuat dirinya dipenjara, karena saat itu Indiana tak punya payung hukum yang dapat menyatakan bahwa Cline melakukan tindak kekerasan seksual kepada pasiennya. Di awal pencariannya, Jacoba tak mendapat dukungan oleh jaksa agung setempat, meski sudah melaporkan kasus itu. Membuat dirinya melakukan investigasi sendiri dan meraih atensi dari sesama &lsquo;saudara&rsquo; yang dilacaknya melalui The23andMe.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Butuh dua tahun kasus ini diusut, meski tak dapat hasil yang gemilang. Adalah Angela Ganote, seorang jurnalis Fox59 yang juga memiliki kesadaran dan empati bahwa kasus ini layak diusut dan diangkat. Cline, sebagai pelaku, direpresentasikan melalui dokumenter ini sebagai si pendiam, namun punya tendensi untuk berlaku arogan terhadap sesama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di suatu waktu, Jacoba dan beberapa &lsquo;saudara&rsquo; meminta penjelasan kepada Cline:<span>&nbsp;</span></span><span><em>mengapa inseminasi ini menyalahi prosedur dengan hadirnya 7 anak yang lahir dari program inseminasi yang sama</em>?</span><span>&nbsp;Namun, Cline tak bergeming. Seolah itu bukan hal yang besar terjadi di dunia kesehatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada sisi lain, Ganote, yang hendak mengangkat kasus ini bak diancam jika memberitakan kasus tersebut. Singkat cerita, meski dikenakan denda atas kejahatan seksual yang ia lakukan sebagai dokter, hakim tak memutuskan hukuman penjara untuk Cline.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perkara yang tak sudah-sudah jika membahas sanksi untuk pelaku kekerasan seksual. Minimnya payung hukum, kaburnya deskripsi yang mampu dijelaskan oleh perangkat hukum, hingga bias-bias gender yang disematkan pada pelaku: sebab ia religius, baik, dan lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari kasus itu, diketahui sebanyak 44 dokter kesuburan lainnya, juga memakai spermanya sendiri sebagai donor, dan angka korban terus bertambah. Pada 2018 para korban berhasil meloloskan peraturan perundang-undangan yang menyatakan donor sebagaimana kasus ini, adalah &nbsp;ilegal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Suka-suka Menerjemahkan Kitab Suci</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui dokumenter ini, saya tak sangsi jika harus bilang Cline adalah representasi manusia yang menggunakan agama sebagai dogma, menerjemahkan &lsquo;perkataan&rsquo; Tuhan dengan keluguan dan suka-suka, serta menggunakan relasi kuasa ke dalam tindakan kejinya itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tepat di hari Cline diadili pun, sejumlah dukungan dari jaksa, komunitas, dan jemaat gereja berdatangan untuk pelaku kekerasan seksual ini. Pasalnya, Cline sebagai penatua&ndash;</span><span><em>tokoh di gereja yang ia pimpin</em>,</span><span>&nbsp;membuat kredibilitasnya tak diragukan oleh sekelilingnya sebab religius. Saya bergidik ngeri sebab membayangkan seperti apa ketika posisi saya menjadi korban, dan mendapati di luar sana ada sejumlah kelompok yang masih tak empati pada penderitaan yang diemban korban.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Korban, baik anak yang dilahirkan, perempuan yang mengandung, hingga suami yang mendukung program inseminasi ini, mengalami dampak psikis maupun fisik. Krisis identitas, trauma, hingga kekecewaan tentu dirasakan. Belum lagi waktu yang mereka kerahkan saat menuntut perlindungan dan keadilan oleh negara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlebih, sperma yang sepatutnya ialah milik suami sah, ataupun pendonor, haruslah berkualitas baik. Namun, Cline dengan percaya dirinya menganggap sperma miliknya mampu melahirkan &lsquo;bibit-bibit unggul&rsquo;. Omong kosong, pasalnya, Cline menurunkan genetik dengan autoimun. Di mana ke-94 korban itu, banyak yang juga memiliki riwayat kesehatan sebagaimana Cline.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada dokumenter ini, potongan surat Yeremia 1 ayat 5 kerap diulang. Coba menggambarkan bagaimana Cline mengistimewakan surat tersebut. Hal itu digadang-gadang menjadi pendorong bagi Cline melakukan aksinya. Ia berdalih tak ada kelahiran yang sia-sia di dunia ini. Sesaat saya menontonnya, langsung teringat buku Tuhan Ada di Hatimu karya Husein Ja&rsquo;far Al-Hadar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam buku itu, ia menjelaskan bahwa penting sekali belajar cara berpikir yang benar agar tak keliru dan seenak hati dalam menafsirkan ayat dari kitab suci, terlepas dari agama apapun yang dianut. Bagi saya, itu adalah salah satu kendali yang dapat dilakukan untuk memerangi kebodohan atau kekeliruan cara berpikir, yang kerap dilakukan pemeluk agama dengan narasi-narasi sempit keagamaan dan keberagaman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mirisnya, tak dimungkiri bahwa terdapat preferensi individu terhadap tokoh religius, sebab sosoknya dinilai dapat membawa kebaikan, perlindungan, dan keuntungan. Cline dan komunitas yang mendukungnya itu, adalah realitas yang sampai kini kita hadapi dalam berbagai bentuk: ustaz yang memerkosa santrinya, pejabat yang korupsi, dan aparat yang membuat kekasihnya bunuh diri karena enggan menikahi. Akan selalu ada saja orang yang &lsquo;mengasihani&rsquo; tanpa berperspektif korban.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akan selalu ada bias gender, baik yang diamplifikasi media sosial atau bukan. Sehingga menyebabkan aturan-aturan dan pandangan yang diskriminatif. Implikasinya, mereka yang rentan, tak dilirik sedemikian berharganya dengan mereka yang telah dielu-elukan atas dasar &lsquo;paham agama&rsquo; &lsquo;saleh&rsquo; dan lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Tertarik menonton film dokumenter ini? Bagi kamu yang memiliki trauma, saya menyarankan untuk lebih hati-hati dalam menonton sebab dapat menimbulkan <em>trigger</em>.<span>&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>rst/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Gelombang II Ramai, Pedagang Buket Laris Manis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-ii-ramai-pedagang-buket-laris-manis/baca </link>
<guid> wisuda-gelombang-ii-ramai-pedagang-buket-laris-manis </guid>
<pubDate> Mon, 27 Jun 2022 07:23:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pedagang buket turut ramaikan wisuda di GOR 27 September </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-ii-ramai-pedagang-buket-laris-manis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U80MqQBU0C.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Gelombang II Ramai, Pedagang Buket Laris Manis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Antusias pada pelaksanaan wisuda gelombang II Unmul pada 2022 yang dilaksanakan Sabtu (25/6) kemarin, tidak hanya dirasakan oleh peserta wisuda. Pedagang buket dan camilan yang berjualan di halaman GOR 27 September juga turut merasakan dampak positif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di hadapan terik sang surya, sepasang perempuan duduk berlindung di bawah pohon sembari menjajakan dagangannya. Ida, panggilan akrab dari salah satu perempuan yang berjualan buket di acara wisuda kemarin. Ia membagikan cerita kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mengenai dagangannya itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan berhijab itu terlihat merapikan dan menata jejeran buket beraneka bentuk agar terlihat menggiurkan oleh orang-orang yang lewat di depan lapaknya. Ia kemudian bercerita bahwa hari itu merupakan sebuah peruntungan buat dirinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ramai kak!,&rdquo; jawab perempuan yang mengenakan masker hitam itu saat ditanya hasil penjualan hari itu. Ia mengaku bahwa kebanyakan pengunjung cenderung memborong buket camilan dan buket bunga.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sekitar pukul 13.00 WITA, dagangannya itu tampak lowong, pertanda sudah banyak buket yang dibungkus oleh para pedagang. Benar saja, separuh dagangannya&nbsp;kala itu ludes terjual.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada mungkin sekitar 50 buket, sekarang sisa separuhnya, Alhamdulillah. Kurang lebih 20-an yang laku dibeli,&rdquo; tuturnya dengan nada gembira.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya mengaku senang, sebab banyak pelanggan yang memboyong dagangannya untuk wisudawan dan wisudawati yang sedang merayakan kelulusan di sana. Ramainya pembeli bukan tanpa alasan, ia yakin bahwa ini sebab pelaksanaan wisuda yang kembali luring serta banyak kerabat dan teman yang berdatangan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditanya apakah perempuan itu sudah sering berjualan pada waktu upacara prosesi kelulusan, dirinya mengaku sudah sering, namun ketika pandemi melanda ia sempat mogok dan banting kemudi untuk berjualan secara daring melalui media sosial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di atas karpet biru lapaknya itu, ia membandingkan penjualannya dengan kegiatan wisuda sebelumnya di gelombang pertama 2022. Ia mengaku ada perbedaan yang signifikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terakhir kemarin jualan di wisuda gelombang pertama untuk magister, cuma enggak laku banyak. Soalnya, dapat posisi jualan di pintu belakang. Kalo ini rame, Alhamdulillah,&rdquo; sahutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan nada optimis, ida mengaku akan terus berjualan buket di halaman GOR 27 September Unmul. Ia menanti agenda wisuda di gelombang berikutnya dengan dagangan yang lebih banyak dan unik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal yang sama juga turut dirasakan lawan saing Ida yang juga menjajakan buket di lapaknya. Debi, perempuan ini turut berniaga beragam bentuk buket dari bunga maupun camilan, bahkan ada pula boneka yang dirangkai dalam balutan kertas itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sembari memegangi payung lebar berwarna perak demi melawan mentari, Debi menawarkan dagangannya kepada pengunjung yang melirik ke arah buket hasil buah tangannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukan pertama kali, dahulu ia sudah akrab dengan halaman gedung berbentuk bundar itu. Lagi-lagi karena pandemi, dirinya sempat berhenti berjualan dan ini secara perdana ia kembali menghiasi gedung itu dengan dagangannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebelumnya memang sudah pernah, namun karena beberapa tahun kemarin korona, jadi ini perdana,&rdquo; kelakarnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengaku dagangannya ramai dibeli, tak tanggung-tanggung sudah lebih dari 20 buah buket ludes terjual. Bahkan, pembeli buketnya cenderung datang dari wali para peserta wisuda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alhamdulillah ramai, mungkin karena kemaren Corona dan enggak ada wisuda, jadi hari ini Alhamdulillah banget.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Orang tuanya (peserta wisuda) yang justru banyak membeli,&rdquo; sambungnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain membantu perekonomiannya pasca pandemi, perempuan berkaca mata itu juga mengaku senang berkat wisuda yang dilaksanakan secara luring ini. Ke depannya, dirinya juga ingin terus berjualan buket sembari mengembangkan usahanya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>fzn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebahagiaan Utuh dalam  Wisuda Luring  Penuh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebahagiaan-utuh-dalam-wisuda-luring-penuh/baca </link>
<guid> kebahagiaan-utuh-dalam-wisuda-luring-penuh </guid>
<pubDate> Mon, 27 Jun 2022 09:41:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Euforia peserta wisuda gelombang II Unmul tahun 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebahagiaan-utuh-dalam-wisuda-luring-penuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/om0VuKCHUJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebahagiaan Utuh dalam  Wisuda Luring  Penuh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>&ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Euforia kelulusan kini dapat dirasakan secara utuh oleh peserta wisuda gelombang II Unmul tahun 2022. Usai dua tahun digelar daring hingga luring terbatas, kali ini peserta wisuda diperbolehkan hadir secara penuh bersama orang tua mereka pada Sabtu (25/6).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nur Afifah misalnya, wisudawati lulusan sarjana Farmasi ini merasakan kebahagian pelepasan masa studinya yang diselenggarakan di Gor 27 September Unmul. Bagaimana tidak, dirinya sampai memboyong kedua orang tua serta saudaranya untuk hadir di upacara sakral kelulusannya itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengaku sudah bersiap sejak beberapa hari sebelumnya. Kedua orang tuanya yang berasal dari Balikpapan itupun sampai-sampai menginap demi menantikan kelulusan putrinya. Meski begitu, Afifah sempat kecewa lantaran sebelumnya mendengar bahwa akan kembali wisuda daring, namun ia bersyukur bahwa itu hanyalah kabar angin.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemarin kan mendengar (wisuda) pada daring, semua pada<span>&nbsp;</span></span><span>kecewa</span><span>. Sekarang<span>&nbsp;</span></span><span><em>Alhamdulillah</em><span>&nbsp;</span></span><span>diberi kesempatan untuk luring atau tatap muka senang banget,&rdquo; sahutnya dengan nada gembira.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kebahagiaannya itu juga turut dirasakan orang tuanya. Nur Wahyuni yang merupakan ibu dari Afifah tak henti mengucap syukur ketika ditemui<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>pada Sabtu (25/6). &ldquo;</span><span><em>Alhamdulillah</em></span><span>&nbsp;cita-citanya tercapai, tapi ini nanti dia akan lanjut ambil apotekernya untuk tahun ini.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wahyuni juga mengatakan bahwa putrinya itu akan tetap melanjutkan studinya di kampus dengan gelar Kampus Hutan Tropis Lembab ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1eca51544010d38e0b781412dc039b90d75cc815.jpg" style="width: 941px;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Suka cita lain turut dirasakan Pandu Fazri Harmawan, pria lulusan sarjana Ekonomi Syariah ini bahagia karena telah merampungkan studinya sebagai mahasiswa dan dapat wisuda secara luring.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Alhamdulilah</em>, artinya sudah Kembali ke kondisi normal walaupun dengan beberapa prokes meskipun tidak seketat dulu tapi<span>&nbsp;</span><em>Alhamdulillah</em><span>&nbsp;</span>sudah bisa berkumpul lagi,&rdquo; ucapnya usai prosesi selesai.</p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengapresiasi pihak penyelenggara karena telah melonggarkan aturan dan secara maksimal menyelenggarakan kegiatan secara penuh luring. Meski sudah diperbolehkan untuk menghadiri wisudanya bersama orang tua, laki-laki yang berdomisili di Balikpapan itu mengaku datang hanya seorang diri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Orang tua ada di Balikpapan, cuma belum bisa hadir, karena dari saya sendiri sebenarnya setelah ini saya mau pulang ke Balikpapan. Itu yang pertama. Takut juga sebenarnya kalau bawa orang tua ke sini, kondisi tempat ini panas, takut di luar juga hujan dan takut orang tua kecapaian.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengenai rencana ke depan, Harmawan mengaku sudah mempersiapkannya. Usut punya usut, dirinya tak berpusing mencari kerja lantaran ia sudah memiliki pekerjaan di Samarinda. Ia hanya berharap kegiatan wisuda secara penuh luring kala itu dapat terus dilakukan serta prosesi wisuda lebih bervariasi lagi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga bisa lebih menarik lagi, karena tadi banyak apresiasi pentas seni ataupun pengiring di tengah kebosanan prosesi pembacaan urutan dari masing masing fakultas yang panjang dan lama sekali, juga terakhir semakin sukses tentunya untuk Universitas Mulawarman.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6efd37ce3b48e5f922866c867dec0a947947e28a.jpg" style="width: 943px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Di hadapan awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Masjaya selaku Rektor Unmul juga mengaku terselenggaranya pelaksanaan wisuda secara penuh luring ini merupakan hasil konsultasi dengan pihak satuan tugas (Satgas) Covid-19 Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita sudah konsultasi dengan Satgas kami, bahwa itu dibolehkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,&rdquo; jelasnya &nbsp;selepas menghadiri kegiatan Wisuda hari itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga memanjatkan doa agar ke depan, Unmul bisa terus mengadakan kegiatan wisuda secara luring. Juga kegiatan-kegiatan wisuda luring ini dapat terus terselenggara secara baik dan lancar di setiap prosesnya. Bagi Masjaya, yang terpenting adalah wisudawan yang lulus mendapatkan kesempatan dan peluang kerja yang sesuai dengan bidang mereka dan dapat menerapkan ilmunya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu peluang dan kesempatan kerjanya kan ada. Silakan disesuaikan dengan (studinya) bahwa akan mengamalkan ilmunya dan mengabdikan untuk membangun bangsa lewat berbagai aktivitas (membuktikan) bahwa Universitas Mulawarman itu alumninya terbaik untuk pengabdian,&rdquo;tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>fzn/nkh/vyn/sar/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Capaian Akreditasi Unggul, Dekan Fahutan: Proses Membutuhkan Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-capaian-akreditasi-unggul-dekan-fahutan-proses-membutuhkan-waktu/baca </link>
<guid> di-balik-capaian-akreditasi-unggul-dekan-fahutan-proses-membutuhkan-waktu </guid>
<pubDate> Tue, 28 Jun 2022 07:35:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Capaian akreditasi S-1 Kehutanan Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-capaian-akreditasi-unggul-dekan-fahutan-proses-membutuhkan-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Iorn7TWsXQ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Capaian Akreditasi Unggul, Dekan Fahutan: Proses Membutuhkan Waktu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash; &nbsp;</span><span>&ldquo;Buah Delima, buah Manggis, usai penantian lama, akhirnya berbuah manis.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pantun ini terpampang dalam salah satu unggahan akun Instagram Unmul pada 16 Juni 2022. Setelah melihat takarir lebih lanjut, ternyata pantun ini sebagai bentuk apresiasi atas capaian akreditasi Unggul S-1 Kehutanan Unmul. Akreditasi unggul ini menempatkan posisi S-1 Kehutanan Unmul setara dengan perguruan tinggi papan atas, seperti Universitas Hasanuddin dan Universitas Gadjah Mada, sesuai dengan data PDDikti.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Label Unggul ini punya capaian lebih baik dari akreditasi A (baik sekali). Perubahan penamaan akreditasi diatur oleh Peraturan BAN-PT Nomor 1 Tahun 2020 yang menjelaskan akreditasi tidak lagi menggunakan nilai A, B, dan C. Melainkan diubah menjadi Unggul, Baik Sekali, Baik, dan Tidak Terakreditasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proses akreditasi diurus dalam Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0. Terdapat 9 kriteria untuk akreditasi program studi. Beberapa kriteria yang dimaksud meliputi sumber daya manusia dan juga visi, misi, dan strategi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa persyaratan yang harus Fahutan ikuti hingga akhirnya program studi Kehutanan memperoleh akreditasi Unggul di Unmul. Mulai dari penilaian positif, data yang terukur untuk tata kelola, kerja sama, mempersiapkan sumber daya yang unggul, kemudian akreditas dosen tidak hanya lokal tapi secara nasional, serta kebijakan anggaran untuk sarana dan prasarana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada (23/06) Dekan Fakultas Kehutanan Rudianto Amirta menyampaikan bahwa persyaratan yang diikuti umum seperti biasanya pada akreditasi program studi, hanya saja terdapat perubahan, yakni menggunakan pendekatan pengaturan terbaru. Rudi mengatakan, dalam hal kerja sama, pada dokumen yang dilaporkan terdapat lebih dari 70 kerja sama dalam 4 tahun terakhir, dalam kerja sama internasional terkhusus, yang mendapat penilaian positif.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aktivitas kami dalam riset dan pengabdian, dari sisi jumlah kami juga bisa menampilkan luaran-luaran yang cukup besar, baik publikasi yang bersifat Nasional maupun Internasional.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kemudian peran dosen-dosen kami juga pernah mengajar di luar negeri, beberapa juga punya pengalaman sebagai pengajar, sebagai pembimbing perguruan tinggi ternama di luar. Hal-hal ini juga yang membuat pemeringkatan kami cukup terbantu dari simulasi di awal,&rdquo; tambah Rudi melalui telepon kala itu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rudi mengatakan secara umum seharusnya Kehutanan dari dulu sudah Unggul. Ini dilihat dari sisi guru besar, jumlah pengajar, kerja sama luar negeri, pengalaman, serta capaian-capaian yang berhasil diperoleh seperti sertifikasi ISO yang menunjukkan bahwa sebuah organisasi atau bisnis telah mendedikasikan sistem manajemennya berdasarkan kesadaran lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah mendapatkan itu kemudian kami masuk ke unggul, karena sebelumnya layanannya sudah memperoleh sertifikat ISO, tidak menjadi suatu kesulitan buat kami untuk mendapatkan yang berikutnya.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak semulus yang terlihat, Rudi turut sampaikan berbagai kendala yang ia temui dalam proses panjang meraih akreditasi tersebut. Kendala yang utama adalah mengubah pola pikir dan budaya. Ini sebab banyak yang berpikir suatu pekerjaan tak perlu pakai rencana. Dalam mencapai prestasi itu, pihak Fahutan tentunya&nbsp;</span><span>dituntut untuk mengerjakan banyak dokumen, serta keperluan seperti standar mutu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Rudi capaian yang diperoleh saat ini cukup membantu setidaknya di lembaga institusi. Sebab akreditasi A yang saat ini dipegang Unmul bisa naik menjadi unggul tatkala dua program studinya terakreditasi unggul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Contoh akreditasi Unmul saat ini itu A ya. A itu bisa menjadi Unggul juga ketika ada dua program studinya Unggul. Ini kan baru satu program studi yang Unggul, jadi butuh satu program studi lagi agar Unmul yang terakreditasi A naik menjadi Unggul, jadi kami membantu lembaga di institusi.&rdquo;</span></p><p><span>&quot;Proses itu membutuhkan waktu dan percaya bahwa proses itu nggak akan pernah bohong dengan hasilnya, itu yang kami buktikan,&quot; pesan Rudi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Kebahagiaan atas capaian Akreditasi Unggul ini juga turut dirasakan Ibrahim mahasiswa Kehutanan angkatan 2019. Diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Jumat (24/6), Ia mengaku dirinya turut menjadi salah satu tim suksesor dalam Asesmen Daring Akreditasi Unggul Fahutan, sebab keterlibatan mahasiswa jadi salah satu poin penilaian yang berpengaruh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentu yang menjadi motivasi saya sebagai Tim Mahasiswa Asesmen Daring adalah Kualitas Prodi Kehutanan itu sendiri, dalam pandangan saya sudah sangat layak untuk mendapatkan akreditasi unggul, mulai dari sisi layanan, kemahasiswaan, perkuliahan hingga pada kompetensi SDM.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa berprestasi Fahutan, Ibrahim berharap adanya peningkatan sumber daya manusia, terutama pada mahasiswa. Ia berharap fakultasnya tak berpuas diri dengan apa yang telah diperoleh untuk terus meningkatkan kualitas dari sisi mahasiswa hingga tenaga pengajar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kini, diketahui Fahutan menjadikan capaian ini sebagai modal untuk pengembangan potensi akademik yang lebih besar di masa mendatang.</span><em><strong><span>(</span><span>sya/lms/mar/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Peroleh Dana Hibah 42 M untuk Mengatasi Gedung Mangkrak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-peroleh-dana-hibah-42-m-untuk-mengatasi-gedung-mangkrak/baca </link>
<guid> unmul-peroleh-dana-hibah-42-m-untuk-mengatasi-gedung-mangkrak </guid>
<pubDate> Tue, 28 Jun 2022 10:36:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hibah dana pembangunan kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-peroleh-dana-hibah-42-m-untuk-mengatasi-gedung-mangkrak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EHwESMyyZt.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Peroleh Dana Hibah 42 M untuk Mengatasi Gedung Mangkrak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Pada Senin (13/6) lalu, Unmul lakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur. Hibah sebesar 42 miliar yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim ini diperoleh setelah sebelumnya pada 2020, Unmul mengajukan dana bantuan guna memperbaiki dan melanjutkan &nbsp;beberapa pembangunan di kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dana miliaran rupiah tersebut dimaksudkan untuk melanjutkan pembangunan tiga gedung mangkrak dan satu gedung baru. Tiga gedung mangkrak itu di antaranya Dekanat Faperta, ruang kuliah dan laboratorium Fakultas Farmasi, serta gedung perkuliahan FKIP yang berlokasi di Jalan Banggeris. Sementara pembangunan satu gedung baru akan diperuntukkan bagi FISIP yang saat ini masih kekurangan ruang kuliah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (21/6), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf menyebut bantuan dari Pemprov kali ini merupakan yang paling besar jumlahnya selama periode delapan tahun terakhir.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya mudah-mudahan dikasih lagi, mudah-mudahan,&rdquo; sambungnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Bohari menjelaskan bagaimana pengadaan barang dan jasa akan dilakukan sesuai peraturan presiden dengan melakukan penunjukkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) oleh rektor terlebih dulu. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi Unmul yang<span>&nbsp;</span><em>menender</em>&nbsp;ada<span>&nbsp;</span>PPK-nya, bukan saya. Ada<span>&nbsp;</span>PPK-nya&nbsp;ditunjuk oleh rektor, ada Pokjanya dari kementerian, <em>nah</em> itu yang menender. Siapa-siapa yang terpilih akan tergantung Pokja Pengadaan itu.<span>&nbsp;</span><em>Nah</em>&nbsp;jadi kalau menang ya, itu yang mengerjakan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bohari menargetkan rencana pembangunan ini setidak-tidaknya ditargetkan rampung pada Desember mendatang. &ldquo;Jadi ini harus selesai Desember. Harus. Kalau enggak duitnya dikembalikan,&rdquo; tegas Bohari.</p><p style="text-align: justify;"><span>Kabar baik ini disambut oleh Bambang Yulianto, Presiden BEM Faperta 2022. Ia berharap rencana pembangunan gedung mangkrak yang ada di salah satu fakultasnya tak sekadar angin belaka serta adanya transparansi anggaran yang jelas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;J</span><span>ika kita lihat sekarang di Unmul ada pemilihan rektor yang sangat krusial karena penerus alokasi dana hibah ini tentu pimpinan terbaru ini dan perlu kita kawal bersama,&rdquo; tulis Bambang melalui pesan Whatsapp Kamis (23/6).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Bambang, Ahmad Fikrianto selaku Gubernur BEM FKIP tahun ini juga memiliki harapan serupa, terlebih pembangunan yang berlangsung terdapat di fakultas mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan kami tentunya, pembangunan di fakultas segera terlaksana agar target di tahun depan menjelang akhir masa jabatan Dekan FKIP, gedung tersebut sudah dapat digunakan sebagaimana mestinya, dan tentu seyogianya adanya transparansi penggunaan keuangan,&rdquo; tulis Ahmad kepada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Kamis (23/6).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baik Bambang dan Ahmad, keduanya menuntut transparansi anggaran yang diperoleh Unmul dari Pemprov Kaltim sebab jumlahnya yang sedemikian besar. Hal itu diakui Bohari, ketika dihubungi kembali pada<span>&nbsp;</span></span><span>Kamis (23/6), dapat mengajukan transparansi anggaran kepada bagian keuangan Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kalau keuangan memberi biasanya akan dikasih ke Humas dicantumkan di informasi publik di<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em></span><span>. Harusnya begitu.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span><em><b><span>(</span><span>nkh/snk/rid/khn</span><span>)</span></b></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pekerjaan Rumah Rektor Berikutnya: SC Kumuh hingga Lambatnya Implementasi Permendikbud PPKS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pekerjaan-rumah-rektor-berikutnya-sc-kumuh-hingga-lambatnya-implementasi-permendikbud-ppks/baca </link>
<guid> pekerjaan-rumah-rektor-berikutnya-sc-kumuh-hingga-lambatnya-implementasi-permendikbud-ppks </guid>
<pubDate> Wed, 29 Jun 2022 07:57:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemimpin ideal bagi segenap mahasiswa Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pekerjaan-rumah-rektor-berikutnya-sc-kumuh-hingga-lambatnya-implementasi-permendikbud-ppks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mow3NCoHzB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pekerjaan Rumah Rektor Berikutnya: SC Kumuh hingga Lambatnya Implementasi Permendikbud PPKS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Pada Selasa (28/6) rapat senat terbuka digelar dalam rangka penyampaian visi misi calon rektor Unmul.&nbsp;</span><span>Setelah beberapa kritik dilayangkan dari pelaksanaannya (baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-pilrek-unmul-2022-satu-gugur-lima-siap-bertanding/baca">Gugurnya Esti Jadi Bakal Calon Rektor</a> dan <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-kebijakan-afirmasi-khusus-perempuan-di-unmul-ketua-pushpa-tak-ada-demokrasi-tanpa-perempuan/baca">PuSHPA Kritik Minimnya Perempuan dalam Pilrek</a>), <span>tiga calon terpilih siap menakhodai kampus beralmamater kuning ini. Tak pelak, sejumlah catatan diberikan oleh mahasiswa.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kali ini pandangan pemimpin ideal dari Chintya Sitorus, Staf Kementerian Sosial Masyarakat BEM FH Unmul. Berdasarkan pengalaman dan keilmuan yang dimiliki para calon ini, ia menilai itu dapat menjadi bekal untuk kepemimpinan yang ideal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengevaluasi kepemimpinan yang akan berakhir, menurut Chintya terdapat beberapa kebijakan yang bisa diteruskan untuk membantu mahasiswa, seperti kuota tambahan pada beasiswa bidikmisi. Meski segenap upaya dilakukan dalam roda kepemimpinan Masjaya, perubahannya belum pesat. Pasalnya ia juga menyoroti fasilitas kampus yang rusak dan belum mendapat perbaikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Khususnya bagian depan GOR 27 September dan perbaikan rumah yang berada di belakang GOR. Selain itu, adanya kejelasan dari dua lahan yang telah dibangun menjadi gedung di Fakultas Hukum yang masih belum dapat digunakan dengan maksimal,&quot; sebutnya ketika dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Jumat (24/6).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam memacu kebebasan akademik di Unmul, ia pribadi menilai hal ini telah berjalan, meski tak dimungkiri kritik dan saran bagi kemerdekaan di kampus terus disuarakan sebab penilaian ini bergantung pada pengalaman civitas academica Unmul. Chintya melihat itu dari sisi terlaksananya kebebasan berdemonstrasi dan orasi oleh mahasiswa, kemudian keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tak luput ia menaruh harapan kepada calon rektor Unmul nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Semoga bisa membawa Unmul menuju universitas yang semakin diunggulkan oleh benua etam. Dengan adanya pembangunan ibu kota Nusantara kiranya dapat menjadi peluang bapak (rektor terpilih nantinya) untuk mewujudkannya. Memang perjalanan Unmul untuk setara dengan berbagai kampus yang ada di Jawa masih panjang, namun tetap semangat dan jangan menyerah.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Naufal Banu Tirta, Ketua LEM Sylva Fahutan menyebut roda kepemimpinan berjalan cukup baik jika ditinjau dari pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dan upaya perwujudan visi dari perguruan tinggi. Meski begitu, Banu memberikan beberapa catatan evaluasi terhadap dua periode kepemimpinan yang akan berakhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Beberapa kebijakan yang mungkin merugikan terutama untuk organisasi-organisasi mahasiswa internal kampus tentang penerapan jam malam. Mengapa merugikan? karena jika dilihat dari waktu perkuliahan yang padat hanya sore hingga malam hari lah waktu yang ideal untuk berorganisasi seperti rapat dan lain-lain.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kesulitan saat mengadvokasi isu tertentu tentunya pernah, yaitu saat mengadvokasi tentang pelecehan seksual karena kurang totalitasnya rektorat dalam pengimplementasian Permendikbud Nomor 30,&quot; sambungnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sependapat dengan Chintya, Banu juga melihat bahwa kebebasan bersuara dan hadirnya keringanan UKT harus terus ditingkatkan. Namun, penanganan kekerasan seksual dan transparansi keuangan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi rektor berikutnya. Selain itu, wujud <em>smart campus&nbsp;</em>perlu menjadi inovasi dengan penerapan teknologi yang lebih mutakhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Untuk calon pemimpin Unmul yang akan datang, mohon lebih cepat dalam menindak suatu permasalahan dan lebih pro mahasiswa namun juga selektif dalam menanggapi aspirasi-aspirasi mahasiswa,&rdquo; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pandangan lain datang dari Affan Aswin Presiden BEM FK Unmul ketika dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Sabtu (25/6) kemarin. Ia justru memberikan banyak catatan sebelum Rektor Unmul berganti. Baginya isu kebebasan akademik masih menjadi PR bagi Unmul, itu terlihat dari masih banyak mahasiswa yang mengalami hambatan di saat ingin menyampaikan suatu kebenaran di hadapan publik seperti terjadinya ancaman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita juga masih ada mendengar kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh dosen dan hal tersebut tidak direspons dengan cepat oleh pihak rektorat. Padahal seharusnya kampus menjadi tempat aman bagi mahasiswa dalam menempuh pendidikan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain itu, mengenai keringanan UKT di masa pandemi ini seharusnya menjadi hak mahasiswa. Rektorat tidak perlu menunggu mahasiswa melakukan aksi menuntut UKT turun lalu mengeluarkan SK mendekati<span>&nbsp;</span></span><span><em>deadline</em></span><span>&nbsp;pembayaran karena hal tersebut menghambat mahasiswa, yang seharusnya bisa mengumpulkan berkas jauh hari dan berkesempatan mengajukan permintaan penurunan,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat kembali ke belakang, Affan turut menyoroti terlambatnya SK Rektor tentang penurunan UKT di semester lalu. Itu menjadi penting sebab menurutnya berdampak pada banyaknya mahasiswa yang digantung akan ketidakpastian juga terimpitnya waktu untuk pengurusan berkas hingga banyak yang kehilangan kesempatan menurunkan UKT.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Affan, Unmul memerlukan sosok pemimpin yang melibatkan mahasiswa dalam setiap kebijakan yang dibuat. Meski mahasiswa tidak memiliki suara dalam pemilihan, tetapi mahasiswa merupakan pihak paling terdampak dari setiap kebijakan yang dibuat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oleh karena itu, kami berharap rektor yang terpilih nanti merupakan rektor yang mampu melibatkan mahasiswa dengan cara mendengarkan aspirasi mereka dan juga tidak membatasi kebebasan berpendapat di wilayah kampus.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ahmad Fikrianto, Gubernur BEM FKIP turut buka suara. Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui sambungan telepon pada Minggu (26/6). Ia berpandangan bahwa pimpinan rektor perlu memiliki pemikiran yang luas dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Kemudian karakteristik visioner juga menjadi poin penting mengingat kondisi Kaltim sebagai calon ibu kota negara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menjadi seorang rektor itu akan menjadi pimpinan tertinggi dari universitas kita, maka tentu mereka seharusnya dapat mendengar, lebih partisipatif dengan mahasiswa dalam pengambilan keputusan, dalam pengeluaran kebijakan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat berbagai evaluasi dari kepemimpinan dan berbagai permasalahan sebelumnya di Unmul, Ahmad berharap terjadi peningkatan dari Unmul dengan mengentaskan permasalahan lewat pola kepemimpinan yang lebih baik. selain itu, berbagai sarana prasarana juga masih perlu dibenahi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;SC itu yang sangat kumuh, kemudian beberapa gedung yang masih mangkrak, penyiapan dari setiap fakultas untuk tempat cuci tangan, kemudian sanitasi dan Wi-Fi yang masih terbilang minim dan terkunci. Menurut saya itu beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk calon-calon rektor yang harus diselesaikan,&rdquo;&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">tegasnya.<em><strong>&nbsp;</strong></em></span><em style="background-color: transparent;"><strong>(afr/ahn/ash/khn/nkh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Visi Misi Ketiga Calon Menuju Penetapan Rektor Unmul 2022-2026 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/visi-misi-ketiga-calon-menuju-penetapan-rektor-unmul-2022-2026/baca </link>
<guid> visi-misi-ketiga-calon-menuju-penetapan-rektor-unmul-2022-2026 </guid>
<pubDate> Wed, 29 Jun 2022 08:05:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal visi misi calon rektor Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/visi-misi-ketiga-calon-menuju-penetapan-rektor-unmul-2022-2026/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K1sm2mAPxX.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Visi Misi Ketiga Calon Menuju Penetapan Rektor Unmul 2022-2026</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong>- &nbsp;Selasa (28/6) Rapat Senat Terbuka penyampaian visi misi calon Rektor Unmul digelar di Gedung Rektorat Lantai 4. Kelima calon Rektor Unmul berkesempatan menyampaikan visi misi yang dibawa setelah sebelumnya berhasil lolos dari tahap penjaringan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usai penyampaian visi misi, Rapat Senat Tertutup kemudian dilanjut dan menghasilkan tiga nama calon rektor, di antaranya Bohari Yusuf, Abdunnur, dan Idris Mandang.<span>&nbsp;</span></span><span>Ketiga nama itu merupakan punya latar belakang: Bohari Yusuf menjabat sebagai Wakil Rektor IV<span>&nbsp;</span></span><span>Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat</span><span>. Abdunnur, menjabat sebagai Wakil Rektor II<span>&nbsp;</span></span><span>Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia dan Keuangan</span><span>. Juga Idris Mandang, duduk di posisi Dekan Fakultas MIPA Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah ini, ketiga nama tersebut akan diserahkan ke Kemendikbud Ristek untuk selanjutnya dikaji menuju pemilihan rektor 11 Agustus mendatang. Dalam prosesnya, Menteri Pendidikan berkewajiban memberikan 35 persen hak suara pada Rapat Senat berikutnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski tidak memiliki andil suara dalam proses pemilihan, namun mahasiswa sebagai pihak paling terdampak dalam setiap kebijakan rektor. Dengan demikian, mahasiswa juga perlu terus mengawal setiap visi misi yang dibawa, siapapun nama yang berhasil menggantikan Masjaya nantinya. Untuk lebih mengenal sosok calon pemimpin baru Unmul, <em>Sketsa</em> merangkum visi misi wajah baru pemimpin Unmul ini.</p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Abdunnur</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbekal pengalamannya selama</span><span>&nbsp;dua periode membantu Masjaya dengan menduduki posisi Wakil Rektor II, mendorongnya maju mencalonkan diri. Baginya dua periode telah membuatnya memahami dinamika capaian Unmul serta evaluasinya.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga tentu kita ingin bagaimana program visi misi yang sudah kita bangun dalam dua periode bersama bapak rektor prof. Masjaya itu terus kita lanjutkan ya pembangunannya karena itu sudah pada on the track yang sangat bagus, dan itu tentu sebagai <em>sustainability</em>, berkelanjutan dan tentu juga nanti ada program-program percepatan ya sesuai dengan harapan kita,&quot; paparnya ketika ditemui <em>Sketsa</em> pada Selasa (7/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dengan membawa visi <em>continuity and acceleracy to achieve the great&nbsp;</em>Unmul melanjutkan berkesinambungan dalam membangun percepatan menuju unmul yang hebat, ia berencana menjadikan Unmul sebagai universitas unggulan menuju <em>world class university</em> dengan keberlanjutan dan percepatan, dan berdasarkan pola ilmiah pokok tropical rainforest beserta sumber daya alam dan lingkungannya. Itu selaras dengan posisi Unmul di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dengan harapan dapat berkontribusi &nbsp;terhadap semua program pembangunan IKN.</p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Abdunnur, dalam lingkup nasional, Unmul telah mendapat posisi yang baik. Namun, dalam kancah dunia internasional, masih banyak yang belum dicapai.&nbsp;</span><span>Gambaran adanya<em>&nbsp;international student</em> atau mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Unmul, sebut Abdunnur sebagai salah satu contoh kecil capaian menuju <em>world class university</em>. Nantinya akan ada <em>sharing best experience culture</em> dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan Unmul juga meningkatkan prestasi mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam perbincangan <em>Sketsa</em> di ruangannya ketika itu, Abdunnur sempat menyebut wacana pembangunan <em>international university</em> di IKN. &nbsp;Dengan demikian, Unmul tentunya perlu mempersiapkan diri untuk unjuk gigi dalam menunjukkan kapasitas dan kemampuan untuk berkontribusi kepada pembangunan IKN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentu kita terus bersinergibersama-sama dengan baik pemerintah pusat yang ada di ibu kota negara Nusantara maupun pemerintah daerah Kaltim maupun di wilayah Kalimantan lainnya. sehingga benar-benar keberadaan Unmul dirasakan manfaat dan kontribusinya bagi pembangunan nasional.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Abdunnur turut mencatat bahwa tidak ada yang sempurna dalam sebuah proses. Dengan bekal pengetahuan progres berjalannya Unmul, membuatnya yakin dapat memperbaiki daftar pekerjaan dan evaluasi Unmul. Ia turut menyebut beberapa hal: pengelolaan keuangan, pengelolaan pegawai, baik itu pengelolaan akademik, pengelolaan kemahasiswaan, hingga pengelolaan anggaran.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak ada persiapan khusus, ia berupaya meluruskan niat dan menguatkan hati dalam Pilrek kali ini. Menurutnya posisi sebagai pimpinan universitas merupakan amanah besar dengan kepercayaan dan tanggung jawab dan bukan sebuah prestisius. &quot;<em>L</em><em>earning process in my life,&quot;</em> sebutnya kala itu sebagai prinsip.</p><p style="text-align: justify;"><span>Ia &nbsp;berpegang pada kolaborasi, yakni keberhasilan yang dicapai dengan kerja sama. Ia melihat pemilihan ini hanya sebagai sebuah proses. Dalam perjalanannya tentu diperlukan sinergi dari semua pihak di Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Siapapun yang terpilih menjadi rektor itu adalah pilihan yang terbaik, <em>doing together working together</em> untuk mencapai visi misi tujuan Universitas Mulawarman benar-benar menjadi universitas yang unggul baik secara nasional maupun secara internasional standar ya dan mampu masuk <em>world rank university,</em>&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Idris Mandang</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak jauh berbeda dengan Abdunnur, dengan bekal dua periode menduduki posisi Dekan FMIPA, Idris membulatkan niat untuk mengambil peran dalam memajukan Unmul. Cerita Idris, niatan ini sudah muncul beberapa tahun yang lalu sebelum pandemi. Ia menyebut dirinya sebagai tim, dengan prinsip maju bersama berupaya melakukan perubahan-perubahan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Konsep tim yang dibawa juga turut hadir pada proses merancang visi misi. Idris mengaku visi misi yang diusung bukan murni dari pikirannya, melainkan hasil diskusi dengan orang-orang yang satu pemikiran dengannya. Konsep bertajuk Unmul Maju Bersama kemudian digagas dengan sejumlah program utama berbasis percepatan. <em>Best Academic excellence</em>, begitu Idris menyebutnya, sebagai upaya mengutamakan sistem akademik menjadi unggul. Kemudian ada <em>Student Chapter</em> yang berkaitan dengan kegiatan ilmiah mahasiswa. Ini menyangkut pada cara-cara melakukan riset, menghadapi perlombaan dalam penelitian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terus tata kelola keuangan yang harus diperbaiki. Jadi, kalau akademik sudah keluar programnya, berarti harus didukung oleh pengelolaan keuangan yang baik. Lalu ketiga adalah sumber daya manusianya yang harus ditingkatkan kemampuannya, supaya mengerti tadi, akademiknya oke, keuangannya juga sudah mengikuti itu, berarti SDM-nya sekarang, baik dosen maupun tenaga pendidikan yang ada di Unmul.&quot; paparnya di ruangannya pada<span>&nbsp;Rabu (8/6).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia ingin membangun nuansa atau muruah akademik Unmul lebih terasa dengan ciri khas yang membedakan Unmul dengan kampus lainnnya. Seperti munculnya kebanggaan sebagai mahasiswa Unmul. Layaknya Abdunnur, Idris juga melihat perlu memperbaiki segala kekurangan, termasuk di dalamnya sistem akademik dan keuangan yang disebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai keberhasilannya dalam pengembangan FMIPA selama menjadi dekan, membuatnya melihat pola yang dapat diterapkan di Unmul secara luas pula. Hubungan komunikasi antara dosen, staf, dan mahasiswa perlu disinergikan tanpa ketimpangan untuk kemajuan Unmul. Meski begitu, Idris mencatat siapapun yang terpilih harus didukung. Meski pemilihan ini terjalin secara kompetitif, bersaing sehat menjadi prinsipnya. Pada dasarnya, setiap calon memiliki tujuan yang sama namun dengan proyeksi yang berbeda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya anggap pemilihan rektor ini seperti pemilihan ketua kelas waktu masih sekolah, pemenangnya cuma satu, satu yang menang ini harus merangkul yang kalah, tetap harus harmoni, kekuatan dan <em>power</em> kita di Unmul ini sebenarnya mereka termasuk dosen dan mahasiswa, dan mahasiswa yang paling utama di perguruan tinggi. Jadi, rektor yang terpilih nanti harus melihat harmonisasi ini, apa yang dibutuhkan mahasiswa sebenarnya, dosen jg seperti itu, apa yang dibutuhkan dosen.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Bohari Yusuf</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bohari Yusuf dengan pengalamannya sebagai Wakil Rektor IV, turut mendorongnya ambil bagian dalam kontestasi Pilrek 2022-2026. Kepada <em>Sketsa</em> pada Rabu (1/6), ia menuturkan pemahaman terhadap masalah menjadi modal utama yang harus dimiliki untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan potensi.</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam Rapat Senat Terbuka, Bohari menyampaikan latar belakangnya menggagas visi misi. Ia menyoroti isu global dengan kondisi dunia yang semakin dinamis, cepat berubah bahkan cenderung tidak bisa diprediksi. Baginya, visi menuju Indonesia 2045 menyebabkan perguruan tinggi tidak bisa lagi dikelola dengan biasa-biasa saja. Ia menyebut perubahan harus dilakukan dengan <em>out of the box</em>.</p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Bohari melihat keberadaan IKN menjadi tantangan baru untuk menghasilkan <em>talent-talent</em> yang berkualitas. Terlebih Unmul telah memiliki potensi dan kekuatan besar untuk itu. &nbsp;Itu terlihat dari beberapa lembaga pemeringkat universitas yang menunjukkan keunggulan Unmul secara nasional meski belum secara internasional.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dari sisi rasio secara rata-rata Unmul sudah baik, namun secara fakultas masih fluktuatif.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kali ini,</span><span>&nbsp;Bohari membawa visi Unmul sebagai <em>smart tropical campus</em> yang mandiri, unggul, berwawasan global berbasis teknologi informasi dengan pelayanan publik yang prima. Visi itu kemudian diimplementasikan melalui delapan misi. <em>P</em><em>ertama</em>, reformasi tata kelola birokrasi dan penataan kelembagaan. <em>Kedua,</em> penguatan fakultas pascasarjana berbasis program studi berbasis internasional dengan atmosfir akademik yang kondusif. <em>Ketiga</em>, penguatan unmul sebagai research university menjadi entrepreneurial university dalam rangka menuju PTNBH. <em>Keempat,</em> peningkatan kualitas kegiatan akademik dan kemahasiswaan berbasis OBE. <em>Kelima</em>, peningkatan kapasitas teknologi informasi untuk mendukung layanan tridharma perguruan tinggi. <em>Keenam,</em> peningkatan jejaring dan kerjasama regional nasional dan internasional. <em>Ketujuh</em>, peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.<em>&nbsp;Kedelapan,</em> peningkatan penerimaan universitas dari sumber-sumber selain UKT.</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam persiapan Pilrek, Bohari mengaku tidak memiliki persiapan khusus selain menyiapkan rencana kerja melalui visi misi. Ia hanya berharap semuanya dapat berjalan dengan lancar. <strong><em>(</em><em><span>ash/ahn/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dunia Paralel Evelyn Wang dalam Everything Everywhere All at Once </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/dunia-paralel-evelyn-wang-dalam-everything-everywhere-all-at-once/baca </link>
<guid> dunia-paralel-evelyn-wang-dalam-everything-everywhere-all-at-once </guid>
<pubDate> Thu, 30 Jun 2022 10:20:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film berkonsep multisemesta yang bertemakan keluarga dan kultur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/dunia-paralel-evelyn-wang-dalam-everything-everywhere-all-at-once/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0GVBtK28KV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dunia Paralel Evelyn Wang dalam Everything Everywhere All at Once</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong>- Apakah kamu meyakini bahwa dunia paralel itu benar adanya? Dewasa ini, konsep dunia paralel atau multisemesta semakin diyakini oleh banyak orang. Mereka percaya bahwa semesta tak hanya sebatas pada semesta tempat kita berada saat ini. Lantas, bagaimana jika hal tersebut memang benar?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tahun ini, konsep multisemesta dalam film tak hanya disuguhkan dalam Doctor Strange: in the Multiverse of Madness saja yang lebih dahulu hadir ke layar lebar. Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, atau yang lebih akrab disapa The Daniels ini rupanya juga mengusung konsep serupa, namun dengan jalan cerita yang tentunya berbeda. Everything Everywhere All at Once resmi rilis di bioskop Indonesia pada Rabu (22/6) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film ini bercerita soal Evelyn Wang (diperankan oleh Michelle Yeoh), seorang perempuan Cina-Amerika yang tengah diterpa banyak masalah; mulai dari masalah soal rumah tangganya yang sudah di ujung tanduk, bisnis<span>&nbsp;</span></span><span>laundry</span><span>&nbsp;yang mulai goyah. Ditambah lagi dengan anaknya, Joy (diperankan oleh Stephanie Hsu), yang membuatnya semakin sakit kepala lantaran terang-terangan mengaku sedang berkencan dengan sesama jenis. Tak berhenti sampai di situ, dirinya yang turut dikejar oleh tenggat waktu untuk menyelesaikan laporan pajak membuat kehidupannya semakin ruwet.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di tengah rentetan kejadian yang membuat kepala jadi pening, secara tiba-tiba, suaminya, Waymond, (diperankan oleh Ke Huy Quan) mengaku bahwa ia datang dari semesta lain bernama Alphaverse. Maksud kedatangannya pun semakin membuat kepala Evelyn pusing. Pasalnya, Waymond mengatakan bahwa Evelyn-lah yang mampu menyelamatkan keberlangsungan hidup di setiap semesta yang ada dari ancaman makhluk jahat bernama Jobu Tupaki.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Everything Everywhere All at Once menyuguhkan petualangan menjelajah multisemesta yang seru dan kocak. Ketika terlempar ke semesta lain, Evelyn semakin dibuat bingung dengan kehidupan yang sangat berbeda dari semesta tempat ia berasal. Misalnya ketika ia melihat semesta di mana semua orang memiliki jari yang panjang seperti sosis, atau semesta di mana ia menjadi aktris yang pandai melakukan beladiri Kung Fu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yang lebih kocak lagi, ketika ingin berpindah ke semesta lain, ia harus melakukan hal yang aneh dan tak lazim seperti memasukan lalat ke dalam hidung sampai dengan mematahkan jarinya. Selain itu, Evelyn juga bisa mengunduh kemampuan yang dimiliki versi lain dari dirinya di semesta lain untuk berkelahi. Ketika melihat adegan ini, aku langsung teringat pada film The Matrix (1999) ketika Neo, tokoh utama dalam film tersebut, juga melakukan hal serupa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Bukan sekadar film fantasi</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Everything Everywhere All at Once bukan sekadar film tentang fantasi belaka, sebab The Daniels turut mengemas isu soal keluarga, kultur, hingga masalah rumah tangga. Seluruh elemen tersebut berhasil dipadukan dengan apik ke dalam sebuah film fantasi dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>science-fiction</em><span>&nbsp;</span></span><span>dengan konsep multisemesta sebagai pondasinya</span><span>. Itulah yang membuat film ini menjadi unik dan jenius. Seiring berjalannya film, konflik yang tertuang dalam Everything Everywhere All at Once ini akan terlihat begitu kompleks.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika terlempar ke semesta lain, Evelyn turut mengeksplorasi kejadian dan probabilitas yang terjadi dalam kehidupan alternatifnya. Bagaimana jika ia tidak menikah dengan Waymond? Bagaimana jika ayahnya tidak membiarkan Evelyn pergi ke Amerika? Semua kejadian tersebut nyatanya malah membuka pikiran Evelyn untuk memahami dirinya sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Konflik antara anak dan orang tua serta arti kehidupan yang nihil</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di tengah hiruk-pikuk dan permasalahan hidup yang berkecamuk, Evelyn harus menjadi ibu serta anak yang baik: ia harus mencoba mengerti keadaan putrinya&mdash;namun di sisi lain, ia adalah seorang anak yang ingin pula membanggakan ayahnya. Hidup di tengah banyak tuntutan tentunya tak semudah itu untuk dijalani.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Serupa dengan Evelyn, Joy juga tak bisa semudah itu pula menjalani kehidupan jika ibunya kerap menuntut dirinya untuk melakukan ini itu.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Lagipula siapa yang ingin kehidupannya selalu diatur orang lain?</em></span><span><em>&nbsp;</em>Meskipun secara teknis, Joy berasal dari keluarga Asia yang menjunjung tinggi adat istiadat, perlu diingat bahwa ia besar di lingkungan dengan budaya yang berbeda. Kultur Amerika yang seratus persen berbeda turut mempengaruhi pola pikir serta jati dirinya. Bagaimanapun juga, Joy ingin jadi dirinya sendiri, tanpa tuntutan dari orang tuanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lagi-lagi, ini semua soal masalah tentang anak dan orang tua yang tak bisa mengerti satu sama lain. Ekspektasi dan tuntutan orang tua inilah yang membuat Joy bertransformasi menjadi Jobu Tupaki&mdash;</span><span><em>villain</em></span><span>&nbsp;dalam film ini&mdash;yang kemudian sibuk &lsquo;mengacak-acak&rsquo; semesta. Hal ini semata-mata dilakukan sebab ia muak hidup dalam kekangan orang tua.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Everything Everywhere All at Once turut menyinggung soal arti kehidupan dan eksistensi manusia. Joy berhasil merenggut kemampuan dan wawasan dari tiap semesta yang ia sambangi hingga membuat dirinya menjadi kuat. Namun, ia tersadar bahwa saking tak terbatasnya semesta ini membuat segalanya jadi nihil, dan tak berarti. Pada akhirnya, niat jahatnya itu bukan ditujukan pada siapapun, apalagi pada Evelyn, melainkan untuknya&mdash;ia ingin menghancurkan dirinya sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Segala konflik yang terjadi adalah akibat dari mereka yang saling terbutakan dengan egoisme. Tetapi, sebagai seorang ibu, Evelyn harus mengambil keputusan dengan bijak dan mengesampingkan egonya, meskipun pilihan dan prinsip kedua karakter itu saling bertentangan. Sebab, sejatinya seorang ibu tidak ingin &lsquo;kehilangan&rsquo; anaknya. Demi merekatkan kembali hubungan yang telah renggang, ia harus merelakan putri semata wayangnya itu untuk memilih jalan hidupnya sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Petualangan lintas semesta inilah yang akhirnya membawa Evelyn untuk kembali menemukan cinta kepada keluarganya, saling memahami satu sama lain, serta kembali membawa dirinya pergi dari krisis eksistensi yang sempat mampir dalam dirinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, aku ingin berterima kasih kepada The Daniels yang berhasil membayar ekspektasi tinggiku dengan eksekusi yang luar biasa. Everything Everywhere All at Once adalah film fantasi yang dikemas dengan kreatif dan unik.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>dre/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ragam Kendala dari Calon Mahasiswa Baru Unmul dalam Mengajukan Penurunan UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-kendala-dari-calon-mahasiswa-baru-unmul-dalam-mengajukan-penurunan-ukt/baca </link>
<guid> ragam-kendala-dari-calon-mahasiswa-baru-unmul-dalam-mengajukan-penurunan-ukt </guid>
<pubDate> Tue, 05 Jul 2022 07:37:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Susahnya camaba Unmul melakukan penurunan UKT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ragam-kendala-dari-calon-mahasiswa-baru-unmul-dalam-mengajukan-penurunan-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fS4qGssbEM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ragam Kendala dari Calon Mahasiswa Baru Unmul dalam Mengajukan Penurunan UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) masih menjadi permasalahan pada setiap semester. Termasuk juga calon mahasiswa baru (camaba) Unmul yang dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada Maret lalu. Mereka mengalami sejumlah kendala ketika hendak mengajukan penurunan UKT.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Itu diungkapkan oleh salah satu dosen FKIP kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Jumat (17/6). Enggan namanya dicantumkan, ia mengungkap terdapat camaba dari fakultasnya tidak dapat mengajukan penurunan UKT. Diketahui ia berasal dari keluarga yang tidak mampu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya gurunya yang minta ke saya untuk mendampingi (camaba). Dari sisi pendapatan, orang tuanya itu honorer, gajinya 900 ribu per bulan. Cuman heran, kok bisa dapat UKT dua jutaan,&quot; paparnya pada <em>Sketsa</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya terkait respons yang diberikan fakultas terkait permasalahan tersebut, ia menutirkan telah dilakukan mediasi antara fakultas dengan camaba yang bersangkutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi pernyataan itu,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>menghubungi Sunardi selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKIP terkait mediasi yang dilakukan pada Senin (4/7). Namun, dirinya enggan memberikan keterangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf, saya tidak ada waktu untuk itu (wawancara). Semua proses validasi sudah dilakukan sesuai Surat Keterangan (SK) rektor.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendala serupa turut dirasakan oleh camaba Fahutan yang tidak ingin namanya disebutkan. Sebagai seorang anak dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), ia mengaku sulit untuk mengajukan penurunan UKT. Dilema ini diakuinya sebab orang tuanya merupakan PNS golongan rendah, namun label yang disematkan pada orang tua dengan profesi PNS kerap dikesampingkan lembaga pendidikan tinggi dalam pengajuan penurunan UKT.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ternyata kalau buat PNS golongan segitu, tuh, UKT-nya memang sudah pas, jadi enggak bisa (mengajukan penurunan),&rdquo; ucapnya saat diwawancarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Kamis (23/6).</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun <em>Sketsa</em> turut mewawancarai orang tua dari camaba Fahutan tersebut. Pada Senin (27/6) lalu, ia mengisahkan perihal kesulitan yang dirasakan dalam mengurus pendidikan tinggi anaknya. Saat ini, dengan gaji yang terbilang pas-pasan, terdapat dua anaknya yang sedang menduduki bangku perkuliahan dengan nominal UKT yang besar.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah kendala pun dialami keluarga ini. Selain karena tingginya biaya hidup yang ia tanggung sebagai orang tua, sang kakak yang berkuliah di <span>Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Berau (STIPER)&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">menjadi pertimbangan mereka untuk tetap menguliahkan anak keduanya. Ia mengaku tak ingin menyulut kecemburuan sosial ihwal hak anak untuk mendapat pendidikan yang layak. Belum lagi, sang adik sangat ingin melanjutkan ke jenjang S-1 dan tak tahu harus bekerja di mana jika tak memilih melanjutkan pendidikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kakaknya saat ini juga masih semester 4 di STIPER Berau. Jadi, ya, kami mohon sebagai orang tua kalau bisa UKT-nya&nbsp;diturunkanlah.&quot;<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>ems/anf/lav/nop/idl/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 7 Rekomendasi Film Fiksi Ilmiah, Mana yang Sudah Kamu Tonton? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/7-rekomendasi-film-fiksi-ilmiah-mana-yang-sudah-kamu-tonton/baca </link>
<guid> 7-rekomendasi-film-fiksi-ilmiah-mana-yang-sudah-kamu-tonton </guid>
<pubDate> Wed, 06 Jul 2022 09:02:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi film bergenre fiksi ilmiah. Simak yuk! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/7-rekomendasi-film-fiksi-ilmiah-mana-yang-sudah-kamu-tonton/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z2OXYsXDuB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>7 Rekomendasi Film Fiksi Ilmiah, Mana yang Sudah Kamu Tonton?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Menonton film menjadi aktivitas yang banyak dipilih untuk mengisi waktu luang. Terlebih ketika libur tiba dan menjamurnya platform <em>streaming</em>. Film bergenre fiksi ilmiah memiliki daya tariknya tersendiri, sebab kerap memadukan fantasi, teknologi, dan sains. Biasanya juga menceritakan tentang dunia asing, perjalanan waktu, atau kehidupan luar angkasa. Tertarik menikmati genre satu ini? Yuk, lihat rekomendasi film fiksi ilmiah berikut!</span></p><p><span><strong>Inception - 2010</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Inception<span>&nbsp;</span></span><span>adalah film fiksi yang ilmiah yang diperankan oleh</span><span>&nbsp;</span><span>Leonardo DiCaprio<span>&nbsp;</span></span><span>dan<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;Joseph Gordon-Levitt</span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Film yang disutradarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;</span><span>Christopher Nolan telah meraih empat piala Oscar untuk<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;Efek Visual, Sinematografi, Tata Suara, dan Sunting Suara</span><span>. Memiliki alur cerita yang sedikit rumit namun sangat menarik untuk diikuti.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film ini berkisah tentang Dom Cobb (Leonardo DiCaprio) seorang pencuri handal. Memiliki cara unik dalam mencuri, ia akan mencuri ketika para korban sedang bermimpi. Kemampuan yang tidak biasa ini, membuat Dom menjadi terkenal di negerinya. Sekaligus harus menjadi buronan internasional dan terpisah dari keluarganya. &nbsp;<span>&nbsp;</span></span></p><p><span><strong>Interstellar - 2014</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film yang rilis pada tahun 6 November 2014 ini masih garapan dari<span>&nbsp;</span></span><span>Christopher Nolan. Dan dibintangi oleh<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;Matthew McConaughey,<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;Anne Hathaway, Jessica Chastain dan Michael Caine<span>&nbsp;</span></span><span>merupakan film yang menceritakan tentang keadaan bumi yang sudah tidak layak ditempati lagi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diceritakan, makanan dan hasil bumi semuanya rusak. Diitambah dengan wabah dan bencana menjadikan kondisi bumi semakin buruk dan kritis. Seorang mantan pilot NASA<span>&nbsp;</span></span><span>bernama Joseph Cooper (</span><span>Matthew McConaughey) bekerja menjadi petani, terpaksa meninggalkan keluarganya demi sebuah misi yang &nbsp;sangat penting. Misi tersebut merupakan pencarian planet baru dengan melewati lubang cacing untuk mempelajari kelayakan calon planet yang akan dihuni dalam jangka panjang.</span></p><p><span><strong>The Martian - &nbsp;2015</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Andy Weir dengan judul yang sama. Film ini disutradarai oleh Ridley Scott dan dibintangi oleh Matt Damon, Jessica Chastain, Kristen Wiig, dan aktor ternama lainnya. &nbsp;Menceritakan tentang seorang astronot bernama Mark Watney (Matt Damon) &nbsp;yang diduga tewas di planet Mars dan ditinggalkan oleh kawannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ternyata Mark masih hidup di tengah planet Mars yang gersang seorang diri. Ia harus bertahan hidup dengan perbekalan yang terbatas, sambil berusaha mengirim sinyal ke bumi untuk memberi tahu bahwa ia masih hidup. NASA dan tim yang mengetahui bahwa Mark masih hidup membuat misi untuk berusaha mencari cara dalam penyelamatan Mark. Jika misi penyelamatan ini gagal, maka misi dinyatakan gagal.</span></p><p><span><strong>Arrival - 2016<span>&nbsp;</span></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film yang dirilis pada tahun 2016 ini merupakan film dengan tema alien dan disutradarai oleh Denis Villeneuve. Memiliki tema film drama fiksi ilmiah, &nbsp;film ini dibintangi oleh Amy Adams, Jeremy Renner, dan Forest Whitaker. Menceritakan tentang seorang ahli bahasa bernama Louise Banks (Amy Adams) yang ditinggal mati oleh putrinya karena kanker. Ia dan Ian Donnelly (Jeremy Renner) seorang fisikawan diminta oleh kolonel Weber (Forest Whitaker) untuk bergabung dalam timnya, dalam misi memecahkan bahasa alien yang datang ke bumi dengan pesawat abu-abu lonjong di 12 titik lokasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pembuatan tim ini untuk mengetahui penyebab kedatangan alien tersebut ke bumi. Alien membawa simbol-simbol yang sulit untuk mengerti, ditambah dengan perbedaan bahasa antar manusia dan alien turut menyulitkan dalam berkomunikasi. Tugas Louise dalam memahami bahasa alien membuat dirinya melihat dan bermimpi tentang putrinya.</span></p><p><span><strong>War for the Planet of &nbsp;theApes - &nbsp;2017</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>War for the Planet of the Apes<span>&nbsp;</span></em></span><span>adalah sebuah film karya dari Matt Reeves. &nbsp;Merupakan seri ketiga dari seri rombak ulang<span>&nbsp;</span></span><span>Planet of the Apes.<span>&nbsp;</span></span><span>Film yang dibintangi oleh Andy Serkis, Woody Harrelson, dan Steve Zahn ini memiliki alur cerita sebuah peperangan panjang antara tentara dan kera untuk menjadi pemimpin dunia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Caesar (Andy Serkis) yang merupakan koloni kera dan mempunyai dendam terhadap manusia. Dengan terbunuhnya anak dan istrinya oleh Kolonel Kerni (Woody Herrelson) membuat dendamnya pada manusia semakin menjadi-jadi. Caesar pun melakukan perjalanan untuk membalas dendam yang dibantu oleh para loyalisnya. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Bad Ape (Steve Zahn) seekor kera lain dan seorang anak manusia yang menderita virus berbahaya. Namun, rombongan Caesar terpaksa ditangkap dan ditawan oleh pasukan kolonel.<span>&nbsp;</span></span></p><p><span><strong>Space Sweepers (2021)</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tayang di Netflix sejak Februari 2021 lalu, film ini menjadi menarik untuk dinikmati sebab membawa premis masa depan Bumi. Menceritakan dunia pada 2092, ketika manusia di Bumi mengalami kesulitan bernapas karena rusaknya lingkungan. Meninggalkan Bumi dan tinggal di luar angkasa kemudian menjadi opsinya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dibintangi oleh aktor Korea ternama seperti Song Joong-ki, Kim Tae-ri, Jin Seon-kyu, dan Yoo Hae-jin dengan menggunakan bahasa Korea. Kamu akan disuguhkan visual apik buatan negara Asia ini.</span></p><p><span><strong>Don&rsquo;t Look Up</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Belum lama dirilis, film Netflix yang tayang sejak Desember 2021 ini diawali dengan penemuan meteor berukuran sangat besar oleh Kate Dibiasky, yang kemudian disadari ternyata akan menabrak dan menghancurkan Bumi dalam waktu enam bulan. Kate Dibiasky dan Dr. Randall Mindy menemui Janie Orlean (Meryl Streep), presiden dari Amerika Serikat. untuk menghentikan ancaman kepunahan manusia.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak mendapat respons yang baik, keduanya mengambil langkah untuk menyebarkan penemuan mereka tersebut kepada masyarakat melalui media massa. Namun, masyarakat juga tak menganggapnya serius. Keduanya terus memikirkan cara yang menyenangkan untuk membuka mata masyarakat. Meski alur yang tersaji terkesan berbelit, penyisipan komedi dan satire di dalamnya akan membuatmu semakin terhibur. Film ini juga memperlihatkan komunikasi politik yang kerap mengaburkan kepentingan massa dari pemegang pengetahuan, salah satunya ilmuwan.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(snk)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wacana Pemberlakuan SPI di FKIP, Sunardi: Masih Dirundingkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wacana-pemberlakuan-spi-di-fkip-sunardi-masih-dirundingkan/baca </link>
<guid> wacana-pemberlakuan-spi-di-fkip-sunardi-masih-dirundingkan </guid>
<pubDate> Wed, 06 Jul 2022 09:23:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rencana pemberlakuan SPI di FKIP. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wacana-pemberlakuan-spi-di-fkip-sunardi-masih-dirundingkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VS3legWyG0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wacana Pemberlakuan SPI di FKIP, Sunardi: Masih Dirundingkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong>- Baru-baru ini, beredar kabar bahwa FKIP akan memberlakukan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) kepada mahasiswa baru yang diterima melalui jalur seleksi mandiri. Kabar tersebut turut diperkuat dengan SK Rektor nomor 1234/UN17/HK.02.03/2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mencoba mengonfirmasi kabar tersebut kepada Sunardi selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKIP pada Kamis (30/6) lalu. Ditemui di gedung Dekanat FKIP, Sunardi menerangkan bahwa wacana terkait pemberlakuan SPI tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2019 silam. Namun, saat ini staf FKIP bersama dengan BEM FKIP serta himpunan mahasiswa (Hima) masih mendiskusikan apakah wacana tersebut dapat direalisasikan di tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena di tahun 2020 terjadi wabah pandemi, wacana tersebut belum bisa direalisasikan karena mahasiswa merasa belum saatnya untuk diberlakukan. SK (pemberlakuan SPI) sudah keluar di tahun ini, namun belum diputuskan apakah tahun ini akan diberlakukan atau tidak,&rdquo; terangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6b15f90ffbe15401f9a0da0b0c32920cd8c009f6.jpeg" style="width: 920px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Sunardi menyebut tujuan dari pemberlakuan SPI tidak lain adalah untuk kepentingan FKIP itu sendiri. Jika wacana tersebut berhasil direalisasikan, nantinya dana SPI itu hendak dialokasikan untuk pembangunan gedung dan perbaikan sarana prasarana yang ada di FKIP.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sunardi mengaku bahwa saat ini FKIP sedang kekurangan dana untuk melakukan pembangunan gedung dan infrastruktur. Meskipun mahasiswa FKIP kerap menuntut agar segera melakukan perbaikan fasilitas penunjang kuliah, hal tersebut baginya tak bisa semudah itu untuk bisa direalisasikan. Apalagi jika hanya mengandalkan uang kuliah tunggal (UKT) saja. Polemik tersebut juga mengakibatkan mandeknya proyek pembangunan gedung di FKIP.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c1f455a90ea3d1d31dafa06149e38c362e52cd5a.jpeg" style="width: 961px;"></span></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia turut mencatat jumlah dana yang dibutuhkan adalah sebanyak 29 miliar. Meskipun FKIP telah mendapat dana hibah dari Pemprov sebesar 16 miliar, dana tersebut nyatanya masih belum mencukupi angka pembangunan yang direncanakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gedung dan sarana bisa dibangun dengan dana sebanyak 16 miliar, namun tidak akan berfungsi secara maksimal. Inilah tujuan mengapa diberlakukan SPI.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sunardi turut menjawab kerisauan mahasiswa FKIP terhadap kabar burung yang sedang beredar. Ia menegaskan bahwa wacana pemberlakuan SPI tersebut akan dibebankan kepada mahasiswa baru jalur mandiri saja.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tetapi, mahasiswa lama FKIP bisa membantu dengan cara lain, yaitu dengan menyetujui pemberlakuan SPI ini. Namun, jika ada opsi-opsi lain, silakan (diajukan), asalkan tidak menolak tanpa alasan yang jelas,&rdquo; lanjut Sunardi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya menyoal apakah biaya SPI tersebut dapat ditanggung menggunakan KIP-K, mengingat kemampuan ekonomi calon mahasiswa baru berbeda-beda, Wakil Dekan FKIP itu belum memiliki jawabannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk hal itu, bisa ditanyakan ke yang lebih ahli saja,&rdquo; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>berkesempatan mewawancarai Een Cania Pramesti pada Senin (4/7), yang merupakan calon mahasiswa baru FKIP Unmul yang mendaftar tes jalur mandiri. Ia berencana untuk mendaftar di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia (PBSI).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mengaku telah mengetahui soal adanya pemberlakuan SPI untuk mahasiswa baru FKIP jalur mandiri melalui<span>&nbsp;</span></span><span>website</span><span>&nbsp;SMMPTN Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Calon mahasiswa baru asal SMA Negeri 8 Balikpapan ini menilai pemberlakuan SPI tersebut seyogianya dapat dipertimbangkan kembali agar tidak memberatkan calon mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun demikian, ia menyebut jika nantinya diterima melalui jalur mandiri dan harus membayar SPI, ia akan tetap melanjutkan studinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya, karena sudah menjadi tanggung jawab sebagai calon mahasiswa,&rdquo; ujar Een.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mencoba menghubungi BEM FKIP untuk meminta tanggapan mengenai pemberlakuan SPI tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, mereka belum dapat memberi keterangan.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>cal/tha/dre/sar/nkh/khn)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 48 Unmul: Cerita Pengabdian di Lapangan Usai Dua Tahun Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-48-unmul-cerita-pengabdian-di-lapangan-usai-dua-tahun-pandemi/baca </link>
<guid> kkn-48-unmul-cerita-pengabdian-di-lapangan-usai-dua-tahun-pandemi </guid>
<pubDate> Fri, 08 Jul 2022 07:25:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan KKN 48 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-48-unmul-cerita-pengabdian-di-lapangan-usai-dua-tahun-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kZAMfq02Tz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 48 Unmul: Cerita Pengabdian di Lapangan Usai Dua Tahun Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>&ndash; Usai dilakukan serah terima pada Jum&apos;at (17/6) lalu, kini para peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 48 telah bertolak ke desa binaan masing-masing. Sejumlah tantangan dan kendala pun kerap mereka alami.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jamaludin misalnya, ketua kelompok KKN Tematik Desa Wisata Malahing, Bontang tersebut menyebutkan sulitnya memenuhi kebutuhan dan perlengkapan menjadi tantangan tersendiri bagi diri dan kelompoknya. Belum lagi terbatasnya akses air bersih serta listrik yang hanya tersedia pada pukul 6 sore hingga 11 malam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Untuk memenuhi kebutuhan dan perlengkapan kami, karena posisi kami yang berada di tengah laut sehingga membutuhkan biaya lebih untuk transportasi menuju ke darat,&quot; ungkap Jamaludin pada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui pesan Whatsapp, Rabu (6/7).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme Jamal dan kawan-kawan. Pasalnya, meski dilanda keterbatasan desa tempat ia mengabdi memiliki sejumlah potensi yang mengagumkan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keunikan desa ini sendiri ialah berada di letak geografis delta, di desa ini sangat dipuaskan dengan keindahan langit dan lautnya. Keunikan lain juga timbul sejak pemberdayaannya di bawah naungan PT Pupuk Kaltim, seperti budidaya keramba tancap, kekayaan rumput lautnya hingga sampai di titik produksinya menjadi sabun dan makanan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keindahan alam Desa Wisata Malahing juga melahirkan target tersendiri bagi Jamal dan tim. &ldquo;Target khusus dari kelompok kami dalam mengabdi di Desa Wisata Malahing ini tentunya untuk meningkatkan</span><span>&nbsp;<em>profile branding</em></span><span>&nbsp;dan SDM yang ada di desa ini sendiri,&rdquo; ungkapnya mantap.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lain hal dengan Jamaludin, cerita berbeda datang dari Amera Mahfin, Ketua Kelompok KKN Reguler Paser 33. Selain perjalanan jauh yang memakan waktu tujuh hingga sepuluh jam dari pusat Kota Samarinda perbedaan kultur dan bahasa menjadi tantangan terbesar yang kelompoknya hadapi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Perbedaan kultur, seperti semisal di sini saat malam hari semua rumah selalu buka pintu sedangkan biasanya di lingkungan rumah dulu tidak buka pintu saat malam, (selain itu) masyarakat desa yang masih sering menggunakan bahasa daerah yaitu Paser yang dimana terkadang kami sulit untuk mengerti,&quot; kisahnya melalui pesan suara Whatsapp, Senin (4/7).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan yang akrab disapa Ami ini mengaku keadaan yang jauh dari rumah serta perbedaan pendapat antar teman sejawat menjadi dilema tersendiri untuk diatasinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Masih mencoba ini dan itu, mencari mana yang cocok untuk mengatasi. Mengingat kami belum pernah kenal sama sekali sebelumnya dan langsung dijadikan serumah ya wajar sebenarnya untuk tantangan seperti ini.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun mahasiswi Ilmu Pemerintahan 2019 ini bersyukur ia dan kelompoknya diberi kelancaran terkait koordinasi dengan pemerintah desa. &quot;Untuk sejauh ini lancar saja tidak ada kendala. Hubungan dengan pemerintah desa, organisasi masyarakat seperti PKK, dasawisma, dan karang taruna juga baik.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Serupa dengan Jamal, Ami juga menargetkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>branding</em><span>&nbsp;</span></span><span>Desa Suatang Keteban tempatnya mengabdi dapat meningkat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Program unggulan kami yaitu pembuatan<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;desa, mengingat Desa Suatang Keteban ini belum memiliki<span>&nbsp;</span></span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;desa padahal banyak sekali ciri khas budaya yang patut diperkenalkan,&rdquo; tutupnya mengakhiri.<span>&nbsp;</span></span><span><strong style="">(<em>wsd/kya/jla/lyn/nkh</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Bersiap Maju KDMI dan NUDC Tingkat Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bersiap-maju-kdmi-dan-nudc-tingkat-nasional/baca </link>
<guid> unmul-bersiap-maju-kdmi-dan-nudc-tingkat-nasional </guid>
<pubDate> Fri, 08 Jul 2022 10:41:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persiapan perwakilan Unmul dalam KDMI dan NUDC Tingkat Nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bersiap-maju-kdmi-dan-nudc-tingkat-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OpngJIjJlg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Bersiap Maju KDMI dan NUDC Tingkat Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Setelah usai gelar seleksi Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Competition (NUDC) pada akhir Mei lalu, Unmul akhirnya umumkan delegasi yang akan mewakili kampus hutan tropis ke tingkat nasional. Meski kembali diadakan secara daring, euforia ajang tahunan nasional ini tak pernah sepi peminat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai kegiatan aktualisasi diri bagi mahasiswa, KDMI merupakan kompetisi debat nasional yang menggunakan bahasa Indonesia. Sedang NUDC yang berlangsung sejak 2008 ini merupakan kompetisi debat berbahasa Inggris yang nantinya akan menghasilkan delegasi Indonesia untuk World Universities Debating Championship (WUDC).</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Persiapan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Miftah farid, salah satu delegasi NUDC Unmul mengisahkan persiapannya selama beberapa bulan terakhir kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>. Untuk bisa maju membawa nama baik universitas, dirinya terlebih dahulu harus melewati seleksi internal fakultas yang prosesnya dinaungi langsung oleh salah satu kementerian BEM FK.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk persiapan seleksi universitas sendiri, kami biasanya 1 vs 1 gitu, jadi saya lawan<span>&nbsp;</span></span><span><em>partner</em></span><span>&nbsp;saya kemudian ada<span>&nbsp;</span></span><span><em>feedback</em></span><span>&nbsp;dari pelatih kami,&rdquo; cerita Miftah ketika dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Minggu (3/7) lalu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya dalam persiapan berlangsung, birokrat kampus cukup kooperatif. &ldquo;Tentunya ini semua ada dibantu oleh Unmul, terlebih lagi ketika seleksi wilayah kemarin. Mulai dari perekamannya, gedungnya, sama pengunggahan videonya juga dibantu sama Humas Unmul. Beberapa kali juga Kemahasiswaan Unmul ngebantu nyediain zoom meeting buat latihan gitu.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk memantapkan strategi kala berlaga, tahun ini delegasi tim NUDC dan KDMI Unmul memperoleh pembinaan sembari berlatih bersama tim lokal. Tak hanya itu, mereka turut mendapat dukungan dari UKM Mulawarman Debating Society (MDS) Unmul melalui senior yang telah lulus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Sparing</em></span><span>&nbsp;debat gitu sama tim dari Untag Samarinda kemarin ketika persiapan untuk seleksi wilayah. Walaupun sebenarnya kami latihan sama dari mana-mana aja sih, baru-baru ini kami habis latihan sama debater dari Unair sama Unesa pasca pengumuman nasional kemarin,&rdquo; ungkap mahasiswa yang memiliki ketertarikan di bidang debat sejak tahun pertama kuliah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski sejauh ini persiapannya belum signifikan, mahasiswa Kedokteran tahun 2019, La Ode Muh Sakaum Muhajir juga tak ketinggalan berbagi cerita selama masa persiapan. Ia adalah salah satu yang akan mewakili Unmul dalam kontestasi KDMI tingkat nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Persiapan saya untuk ke KDMI nasional sih sejauh ini masih belum terlalu signifikan persiapannya. Masih ada rencana <em>sparring</em> sama univ-univ lain. Untuk dari Unmul sendiri di-<em>provide</em> itu sih, latihan sama kakak-kakak tingkat yang udah pernah ikut KDMI dan NUDC sebelumnya,&rdquo; jelas laki-laki yang akrab disapa Saka, Rabu (6/7).</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Kendala</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama masa persiapan berlangsung, berbagai kendala juga turut menghampiri mereka. Salah satu yang menghambat ialah sulitnya mengatur waktu berlatih.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kendalanya mungkin dalam latihan sih,<span>&nbsp;</span></span><span>ngatur</span><span>&nbsp;jadwal yang pas semuanya bisa. Beberapa kali kadang latihannya enggak<span>&nbsp;</span></span><span><em>full team</em></span><span>, jadi bentuk latihannya<span>&nbsp;</span></span><span>enggak</span><span>&nbsp;bisa saling debat tapi cuma<span>&nbsp;</span></span><span><em>case building</em></span><span>&nbsp;sama<span>&nbsp;</span></span><span><em>speech</em></span><span>&nbsp;tunggal gitu,&rdquo; jelas Miftah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal yang serupa turut dirasakan Saka, namun dirinya memilih tak ambil pusing. &ldquo;Untuk kendalanya yang paling utama itu menyesuaikan jadwal sama anak-anak univ lain yang mau sparing sama kita. Untuk mengatasinya, paling koordinasi aja sih sama mereka. Karena kan kita juga udah kenal-kenal yah sebelumnya, jadi tinggal koordinasi aja.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tantangan dan Harapan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan pengumuman yang disampaikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Senin (20/6) lalu, diketahui sejumlah universitas ternama akan turut mengikuti ajang tahunan tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak pelik, hal ini diakui Miftah sebagai tantangan tersendiri. &ldquo;Kemampuan mereka jauh di atas saya dan tentunya akan menjadi tantangan bila nanti kami bertemu di NUDC tingkat nasional lagi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jujur, saya sendiri cuman nargetin buat lolos seleksi wilayah dan sampai ke nasional yang alhamdulilah sudah tercapai. Untuk ke depannya, saya bakal berusaha sebaik mungkin dan kalau ternyata menjadi salah satu dari finalis atau<span>&nbsp;</span></span><span><em>best speaker</em></span><span>&nbsp;ya alhamdulilah, tapi kalaupun tidak ya enggak apa-apa,&rdquo; sambung Miftah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau tahun lalu kan, kami sudah sampai semi final. Harapannya sih semoga tahun ini bisa sampai<span>&nbsp;</span></span><span><em>grand final</em></span><span>, dan bisa ada di top 15 pembicara terbaik,&rdquo; optimis Saka.<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>nkh/kya/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalannya Uji Publik Panitia Seleksi, Selangkah Menuju Terbentuknya Satgas PPKS Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalannya-uji-publik-panitia-seleksi-selangkah-menuju-terbentuknya-satgas-ppks-unmul/baca </link>
<guid> jalannya-uji-publik-panitia-seleksi-selangkah-menuju-terbentuknya-satgas-ppks-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 09 Jul 2022 07:37:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemilihan calon Pansel PPKS Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalannya-uji-publik-panitia-seleksi-selangkah-menuju-terbentuknya-satgas-ppks-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x3gF9wojU2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jalannya Uji Publik Panitia Seleksi, Selangkah Menuju Terbentuknya Satgas PPKS Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Senin (4/7), Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unmul, Afra Tustini Ekawati memberi pengantar pada kegiatan pelaksanaan Uji Publik Calon Panitia Seleksi (Pansel) PPKS Unmul 2022. Encik, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni juga turut unjuk bicara untuk membuka pelaksanaan kegiatan tersebut.</span></p><p><span>Sejak pukul 08.30 Wita, kegiatan penyeleksian tersebut dihadiri oleh panelis sebagai penguji, peserta sebanyak dua puluh orang, serta undangan sebagai saksi pengujian calon Pansel PPKS tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat lantai 3 Rektorat Unmul tersebut dibagi menjadi dua sesi, pagi dan siang hari dengan masing-masing sepuluh orang peserta.&nbsp;</span><a data-src="visualisation/10652008" href="http://<div class="></a><span><a data-src="visualisation/10652008" href="http://<div class="></a></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesi pertama diisi dengan tiga panelis di antaranya Ardiningsih, Rosmini, dan Diah Rahayu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menduduki kursi pertama sebagai peserta yang diuji, Agustinawati yang merupakan pengajar di Unmul memaparkan strateginya untuk menangani kasus kekerasan seksual di lingkungan universitas. Setelahnya, para panelis mengajukan beberapa pertanyaan sesuai substansinya yang nanti akan menjadi Pansel.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan luwes, Agustina menjawab pertanyaan yang dilemparkan kepada dirinya, termasuk jenis kekerasan seksual yang muncul di lingkup kampus. Hal ini tak dimungkiri sebab dirinya yang turut mengawal penanganan kekerasan seksual di tingkat fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dalam beberapa kasus, salah satunya adalah saat proses bimbingan skripsi. Apapun akan dilakukan oleh calon pelaku dengan melihat beberapa kemungkinan atau peluang. Oleh karena itu, bimbingan skripsi sebaik-baiknya dilakukan di kampus,&rdquo; tegasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di kesempatan yang sama,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai Ratih Wirapuspita yang juga merupakan salah satu peserta calon Pansel PPKS Unmul tahun ini. Menurutnya,<span>&nbsp;</span></span><span>perekrutan Pansel PPKS harus segera dilakukan guna menjamin semua civitas academica Unmul dapat menjalankan perannya masing-masing secara kondusif dan aman.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kekerasan seksual itu dapat terjadi di sekeliling kita (di Unmul). Kekerasan seksual tidak hanya seperti pencabulan, bahkan kekerasan secara verbal juga termasuk dalam kekerasan seksual yang berefek jangka panjang dan sangat besar terhadap para korban,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Uji Publik sesi pertama masih terus berjalan meski mengalami penguluran waktu yang cukup lama karena ada calon panitia seleksi yang terlambat. Sesi pertama kemudian dilanjut oleh Iwan Muhammad Ramadhan yang meskipun sempat mengalami keterlambatan namun, Iwan mampu untuk menjawab pertanyaan dari ketiga panelis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesi pertama terus berlanjut dengan peserta berikutnya yakni Fitriana menyampaikan jawabannya di depan para panelis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama waktu istirahat sepuluh menit, banyak peserta calon panitia pelaksana yang belum berada di ruangan. Sehingga, untuk mempersingkat waktu maka panitia penyelenggara sepakat untuk melewatkan peserta yang tidak hadir. Sesi satu berakhir dan ditutup oleh peserta terakhir, yakni Blego Sedionoto.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, sesi kedua dimulai sejak pukul 13.30 mundur tiga puluh menit dari waktu yang seharusnya. Di sesi ini, Ardiningsih, Setiyo Utomo, dan Ayunda Ramadhani merupakan panelis yang bertugas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan sesi pertama dimana peserta dipanggil secara berurut, di sesi kedua panelis dan panitia penyelenggara hanya memanggil peserta yang sudah siap dan berada di dalam ruangan. Untuk sesi kedua sendiri calon Pansel nya juga bervariasi karena di sesi pertama hanya staff akademik dan dosen unmul saja yang diuji, sementara di sesi dua ada empat mahasiswa yang diuji.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan peserta termuda merupakan angkatan 2021 dan sedang berada di semester 2 atas nama Nur Annisa Natsir Caroge&apos; dan tiga lainnya Tri Ivan Darmawan mahasiswa Teknik Sipil semester 4, Erika Musdalifah dari FMIPA semester 3 dan Indah Nuriawati Ningsing mahasiswi FKIP semester 9.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Indah Nuriawati Ningsing mahasiswi yang menjadi calon panitia pelaksana dan turut menghadiri uji publik menuturkan bahwa banyak ilmu yang ia dapatkan terutama mengenai tugas dari calon penyeleksi panitia Satgas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga nantinya yang terpilih itu adalah memang orang-orang yang memiliki kredibilitas tinggi dan bisa dengan baik menangani korban kekerasan seksual,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai uji publik ini,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>menemui Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Encik Akhmad Syaiffudin. Encik menegaskan bahwa uji publik pada Senin (4/7) lalu merupakan langkah awal penentuan panitia pelaksana. Encik juga menegaskan bahwa para peserta undangan boleh menyampaikan pertanyaan kepada calon panitia pelaksana melalui panelis yang ada dan uji publik ini masih akan berlangsung selama satu minggu ke depan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Uji publik sebenarnya boleh diberi masukan oleh khalayak, jadi tidak terbatas pada yang hadir saja karena ini masih berlangsung satu minggu,&quot; terangnya saat diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Selasa (5/7).</span></p><p style="text-align: justify;">Ia turut memberi keterangan ihwal absennya beberapa peserta uji publik Senin lalu. Dirinya mengaku, terdapat dua puluh dari total empat puluh nama, yang telah melalui berbagai seleksi.</p><p style="text-align: justify;"><span>Prosesnya dimulai dari pelatihan, memberikan modul, bimbingan, dan melakukan tes secara mandiri. Mengenai banyaknya calon anggota Pansel yang tidak hadir, dirinya tak memberikan banyak komentar. &quot;Saya belum terima suratnya sehingga masih belum bisa dipastikan benar,&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ke depan, Unmul merencanakan akan melakukan upaya secara konkret melalui media-media sosial dan juga akan bekerja sama dengan Humas Unmul untuk sosialisasi implementasi PPKS di kampus. Begitu pula kepada calon rektor baru yang akan ditetapkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nantinya, semua calon rektor akan dititipkan implementasinya. Jadi, siapapun rektor yang terpilih tetap bekerja sesuai aturan, salah satunya adalah mengenai implementasi PPKS yang merupakan aturan menteri,&rdquo; terangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saat ini, pemilihan calon panitia pelaksana masih terus berlangsung. Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Encik berharap saat SK sudah terbit dan panselnya berjalan, maka pansel dapat melakukan aktivitas dan melakukan seleksi untuk Satgas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Satgas ini nanti menjalankan program-program yang implementasinya harus didukung oleh semua pihak,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(</em><em><span>ahn/fsf/fzn/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kendala Jaringan Masih Jadi Momok dalam Pelaksanaan SMMPTN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kendala-jaringan-masih-jadi-momok-dalam-pelaksanaan-smmptn/baca </link>
<guid> kendala-jaringan-masih-jadi-momok-dalam-pelaksanaan-smmptn </guid>
<pubDate> Mon, 11 Jul 2022 08:57:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kendala peserta ujian daring SMMPTN Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kendala-jaringan-masih-jadi-momok-dalam-pelaksanaan-smmptn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NYz0UjNbrN.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kendala Jaringan Masih Jadi Momok dalam Pelaksanaan SMMPTN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span>Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) jadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa baru (Camaba) untuk bergabung menjadi bagian dari Unmul setelah dua jalur sebelumnya rampung. Tak jauh berbeda dari tahun lalu, SMMPTN tahun ini masih berlangsung secara daring dengan maksimal memilih dua jurusan dari rumpun studi yang sama.</p><p style="text-align: justify;"><span>Meski Unmul tercatat pernah melangsungkan proses ujian mandiri secara daring, hal ini tak lantas membuat pelaksanaan tes berjalan tanpa kendala. Utamanya bagi Camaba yang mengalami kendala teknis seperti perangkat dan jaringan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian menghubungi Nurul Aulya Nisa, salah satu peserta SMMPTN Unmul yang berasal dari rumpun saintek dengan pilihan Prodi Keperawatan. Nisa yang tinggal di desa mengaku mengalami kendala listrik dan internet yang belum terkoneksi dengan baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Karena tempat tinggal saya termasuk desa, akses internet serta listrik masih belum terkoneksi dengan baik oleh &nbsp;karena itu merupakan kendala pribadi untuk saya,&rdquo; tulisnya melalui pesan Whatsapp Senin (4/7).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Server terkadang<span>&nbsp;</span></span><span><em>error</em></span><span>&nbsp;dikarenakan ada beberapa hal pertanyaan yang belum keluar tapi pilihan opsi jawaban sudah muncul,&rdquo; sambung Nisa membeberkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal senada turut dirasakan Nabila Rahmadhanti Putri Orfakha. Meski tinggal di pusat kota, Nabila mengaku kendala serupa juga ia alami.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi ada berapa hal kendala seperti kemarin saat simulasi ujian yang tidak ada kejelasan apakah server<span>&nbsp;</span></span><span><em>down</em></span><span>&nbsp;saat itu,&rdquo; ungkap Nabila kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Rabu (6/7)</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlebih tak ada kejelasan kemana ia harus pergi melapor cukup membuatnya kesulitan. &ldquo;</span><span>L</span><span>alu sebagai peserta saya juga tidak tahu harus melapor atau bertanya hal-hal yang diperlukan kepada siapa. Saya hanya mengetahui email,&rdquo; keluhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Atas kendala tersebut awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian menghubungi Mustofa Agung Sardjono, Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul untuk meminta keterangan lebih lanjut pada Sabtu (9/7).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Server kalau<span>&nbsp;</span></span><span><em>down</em></span><span>&nbsp;terpantau, jadi mesti di-</span><span><em>crosscheck</em></span><span>&nbsp;dengan ITC Unmul. Khawatir itu komputernya peserta atau jaringan internet di daerahnya tidak stabil. Dalam rangka antisipasi kita sudah mengingatkan peserta untuk memilih lokasi tes yang terbaik,&rdquo; jelasnya ketika diminta tanggapan terkait berbagai kendala yang dialami peserta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, Unmul telah melakukan persiapan sedemikian rupa untuk mengantisipasi berbagai kendala yang terjadi. Hal ini termasuk kepada upaya berkomunikasi dengan <em>provider</em> seperti Indosat untuk mengantisipasi kesalahan, berkomunikasi kepada PLN, termasuk menyiapkan sarana seperti genset. Serta mengomunikasikan pada peserta ujian ihwal spesifikasi komputer yang mestinya digunakan dan melakukan uji coba.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menjelaskan bahwa akan ada ujian susulan bagi peserta yang tidak dapat mengakses ujian dengan ketentuan tertentu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari sisi kebijakan, kita berikan satu kali ujian ulangan. Ujian ulangan hanya bagi yg tidak bisa akses, akibat beberapa sebab. Ini bukan kali pertama melakukan UTSD (Ujian Tulis Sistem Daring), tetapi sudah tahun ke-3, bahkan digunakan tes pascasarjana dua kali. Jadi Unmul cukup punya pengalaman,&rdquo; kuncinya.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(lav/cal/mel/sya/nkh)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selayang Pandang RKUHP Menurut Civitas Academica Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selayang-pandang-rkuhp-menurut-civitas-academica-unmul/baca </link>
<guid> selayang-pandang-rkuhp-menurut-civitas-academica-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 13 Jul 2022 02:57:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tanggapan civitas academica Unmul terhadap RKUHP </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selayang-pandang-rkuhp-menurut-civitas-academica-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5nBWeAV5sL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Selayang Pandang RKUHP Menurut Civitas Academica Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong>-<span>&nbsp;</span></span><span>Hingga saat ini, Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih mendapat penolakan dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Itu tampak dari sejumlah aksi penolakan RKUHP yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Kaltim. Aksi pertama pada Jumat (1/7), kemudian dilanjut pada Senin (4/7) kemarin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diketahui, aksi penolakan RKUHP telah muncul sejak 2019. Kemudian kembali mencuat ketika hendak disahkan tetapi masih dianggap bermasalah lantaran draf terbaru RKUHP baru saja dibuka ke publik dan pengesahannya dinilai sangat terburu-buru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em> kemudian menghubungi Rini Apriyani pada Selasa (5/7), selaku Dosen Fakultas Hukum untuk meminta tanggapannya. Dalam pandangan Rini, RKUHP yang kerap bersinggungan dengan warga sipil, utamanya menyoal kebebasan berpendapat, tidak lantas mengekang kebebasan berpendapat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang jika bersandarkan pada hak asasi manusia yang tercantum dalam Deklarasi HAM maka pengaturan terkait kebebasan berekspresi tersebut akan melanggar hak menyampaikan pendapat namun keberadaan HAM di Indonesia bukanlah HAM yang bebas sebebas-bebasnya karena masih disesuaikan dengan faktor masyarakat Indonesia itu sendiri.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam pandangannya, kebijakan ini dimaksudkan untuk kehati-hatian bersama dalam menyampaikan pendapat di ruang publik dengan lebih objektif dan kritis. Era di mana terdapat batas tipis antara pendapat yang berisi fakta dan subjektivitas, menjadi sesuatu yang diwanti-wanti untuk Rini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya melihat bagaimana proses penyampaian pendapat dapat diberlakukan sebagai delik aduan. Ketika mahasiswa mengkritisi presiden, wakil presiden ataupun pemerintah misalnya, terdapat syarat khusus yang diberikan dalam RKUHP: harus pihak yang bersangkutanlah yang melakukan pelaporan atas terjadinya tindak pidana tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan terkait dengan pemerintah serta golongan penduduk, kebebasan berpendapat maupun berekspresi tersebut baru akan menjadi suatu tindak pidana jika perbuatan tersebut mengakibatkan kerusuhan seperti contoh dalam pasal 240, 241, 242, 243,&rdquo; terangnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait dengan kebebasan berpendapat dan berekspresi ini, masih diperlukan adanya standar penilaian terhadap pendapat mana yang berbahaya dan berpotensi menyebabkan kerusuhan, dalam memidana tersangka nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dari pandangan banyak orang di media, ia menuturkan&nbsp;</span><span>bahwa<span>&nbsp;</span></span><span>RKUHP telah dirancang</span><span>&nbsp;</span><span>sejak 1963. Dari rentang waktu itu, seyogianya telah banyak aspirasi masyarakat yang ditampung</span><span>&nbsp;oleh<span>&nbsp;</span></span><span>tim perumus RKUHP</span><span>. Aspirasi tersebut menurutnya bisa diterima dalam beragam media, seperti<span>&nbsp;</span></span><span>melalui sosialisasi, seminar, <em>focus group discussion</em> (FGD), maupun pertemuan ilmiah lainnya</span><span>.<span>&nbsp;Terlebih ia&nbsp;</span></span><span>berpesan agar civitas academica lebih teliti untuk membaca keseluruhan draf resmi dan tidak menelan mentah-mentah apa yang massif termuat di media sosial, seperti potongan pasal demi pasal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda pandang,<span>&nbsp;</span></span><span>Ilham Maulana</span><span>, Menteri Adkesma</span><span>&nbsp;BEM FISIP Unmul justru<span>&nbsp;</span></span><span>menyebut<span>&nbsp;</span></span><span>tidak adanya keterbukaan pemerintah terhadap rakyatnya. Menurutnya, masih banyak permasalahan d</span><span>alam pasal-pasalnya yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat sejak 2019 bahkan dapat mengancam demokrasi di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kala itu, Selasa 5 Juli lalu, ia menyayangkan lambannya pemerintah untuk mengunggah draf terbaru RKUHP, serta pelibatan masyarakat dalam perumusannya.&nbsp;</span><span>Ilham menilai, perlu adanya pengkajian ulang terhadap pasal yang bermasalah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Badaruddin, Ketua BEM FH Unmul melihat penolakan RKUHP disebabkan tidak optimalnya transparansi draf terbaru hasil pembahasan DPR sejauh ini, ditambah adanya pasal yang dinilai memicu sejumlah perdebatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Permasalahan ini dianggap krusial olehnya, lantaran RKUHP ini nantinya akan berdampak ke berbagai kalangan: mahasiswa hingga masyarakat akar rumput. Memberi masukan, mengkritisi, hingga melakukan penolakan jika dinilai bermasalah menjadi langkah yang perlu dilakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Badaruddin mengajak untuk lebih cermat dalam menyikapi permasalahan RKUHP. Baginya, sebagai mahasiswa tentu perlu mengetahui terlebih dahulu<span>&nbsp;</span></span><span>sejauh mana dan apa saja konteks yang memicu masalah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Dalam artian kita harus melakukan pencerdasan terlebih dahulu di mana kita menolak dan di mana kita mendukung</span><span>,&rdquo; paparnya kepada <em>Sketsa</em> pada Selasa (5/7).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya berharap<span>&nbsp;</span></span><span>RKUHP yang terbaru<span>&nbsp;</span></span><span>dapat disesuakan dengan kebutuhan masyarakat dan<span>&nbsp;</span></span><span>dapat menjawab segala permasalahan<span>&nbsp;</span></span><span>hukum pidana</span><span>&nbsp;di Indonesia.</span><span>&nbsp;</span><span><em><strong>(afr/mfh/fza/vdh/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> NGL, Tren Anonimitas yang Digandrungi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/ngl-tren-anonimitas-yang-digandrungi/baca </link>
<guid> ngl-tren-anonimitas-yang-digandrungi </guid>
<pubDate> Wed, 13 Jul 2022 10:14:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena tren NGL dan sisi dibaliknya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/ngl-tren-anonimitas-yang-digandrungi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sL0PpiYchj.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>NGL, Tren Anonimitas yang Digandrungi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Baru-baru ini, NGL<span>&nbsp;</span></span><span><em>Link</em><span>&nbsp;</span></span><span>menjadi tren dan ramai disebarluaskan lewat fitur Instagram Stories. Melalui NGL, pengguna dapat mengisi dan berekspresi pesan secara bebas sekaligus anonim tanpa harus mencantumkan nama. Lantas, apa itu NGL?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>NGL merupakan singkatan dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>not gonna lie</em></span><span>&nbsp;atau tidak akan berbohong. Aplikasi itu diluncurkan pada November 2021 dan tersedia untuk Apple dan Android dengan nama NGL: <em>anonymous</em> q&amp;a yang dikembangkan oleh DeepMoji, sekelompok developer kecil yang berbasis di Venice Beach, California, AS.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kamu yang notabene bermain media sosial mungkin tidak terlalu asing dengan fenomena anonim ini. Sebab skema yang tak jauh berbeda juga berlaku pada beberapa aplikasi sampai situs web, seperti ASKfm dan Secreto.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Cara menggunakannya pun cukup mudah. Kamu hanya perlu mengunduh aplikasi NGL: <em>anonymous</em> q&amp;a di Play Store atau App Store. Kemudian kamu dapat menghubungkan NGL ke Instagram untuk selanjutnya secara otomatis akan memberikanmu pranala untuk disalin dan dimasukkan ke Instagram</span><span>&nbsp;</span><span>Stories.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Anonimitas dapat dengan mudah digemari oleh para pengguna sosial media sebab pesan rahasia kerap kali dianggap lebih jujur akibat pendapat mereka tidak dinilai secara subjektif, sehingga kebebasan berekspresi dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski penilaian dianggap objektif, hal ini tak lantas membuat tren anonim terlepas dari sisi buruk. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengguna media sosial yang mengisi tautan NGL seseorang dengan ujaran kebencian, perundungan siber, pelecehan seksual secara verbal, hingga sindiran yang dapat membuat mental pengguna terganggu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian menghubungi Kadek Dristriana Dwivayani, Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Unmul pada Selasa (12/7). Ia berpendapat fenomena NGL dapat menimbulkan rasa penasaran sebab sifat pesan yang dikirim tidak diketahui pengirimnya (anonim).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tentu, hal ini sangat mudah digemari oleh pengguna sosial media yang seringkali jenuh akan hal-hal yang sama dan berulang, sehingga suatu fenomena yang yang populer akan membentuk sesuatu yang dianggap &lsquo;baru&rsquo; yang kemudian membentuk sebuah tren.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Melalui aplikasi ini mungkin bisa tersampaikan tanpa diketahui identitas pengirim. Catatannya, ketika menggunakan aplikasi ini harus siap mental dan tidak boleh baper, karena bisa saja orang menuliskan pesan atau beropini yang tidak sesuai dengan harapan kita,&rdquo; paparnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui pesan Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>NGL adalah salah satu pilihan media dalam berinteraksi sosial di media digital, sehingga dampak positif dan negatif suatu media kembali bergantung pada pengguna media itu sendiri. Menurutnya, sebagai pengguna media sosial penting untuk memiliki literasi media digital agar terhindar dari dampak negatif yang menyertai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak hanya sekedar ikut-ikutan saja, melainkan memilih dan memilah konten, sehingga memperoleh manfaat positif dari kehadiran media digital saat ini. Saring dulu sebelum<span>&nbsp;</span></span><span><em>sharing</em></span><span>,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>fza/ani/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mendobrak Antroposentrisme dalam Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/mendobrak-antroposentrisme-dalam-kisah-seekor-camar-dan-kucing-yang-mengajarinya-terbang/baca </link>
<guid> mendobrak-antroposentrisme-dalam-kisah-seekor-camar-dan-kucing-yang-mengajarinya-terbang </guid>
<pubDate> Thu, 14 Jul 2022 09:13:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi buku bacaan ringan yang angkat isu lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/mendobrak-antroposentrisme-dalam-kisah-seekor-camar-dan-kucing-yang-mengajarinya-terbang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2v6wVEeBog.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mendobrak Antroposentrisme dalam Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>&ldquo;Kadang aku berpikir apa manusia memang benar-benar sudah gila, sebab mereka seperti ingin mengubah lautan menjadi tempat pembuangan sampah raksasa.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan potongan dialog yang dilontarkan oleh Banyubiru &mdash;seekor kucing pelaut dalam buku Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang&mdash;, rasanya heran melihat tingkah manusia yang seolah-olah mempunyai hobi mengotori lautan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tentu, tidak semuanya seperti itu. Manusia yang dimaksud di dalam tulisan ini adalah mereka yang menganggap lautan sebagai tempat sampah terluas yang ada di dunia. Meski di sisi lain mereka paham itu berkaitan erat dengan kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Inilah yang ingin ditunjukkan oleh Luis<span>&nbsp;</span></span><span>Sep&uacute;lveda, penulis sekaligus penggiat kampanye lingkungan hidup melalui buku setebal 90 halaman tersebut. Jika karya lainnya yang berjudul Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta bercerita tentang eksploitasi hutan secara membabi buta, maka Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang berkisah tentang pencemaran yang terjadi di lautan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menghadirkan tokoh-tokoh yang terdiri dari binatang, cerita dimulai dengan seekor burung camar bernama Kengah yang terpisah dari rombongannya akibat keracunan minyak di lautan. Tragedi itu terjadi ketika dirinya tengah mencelupkan kepala ke dalam air untuk mencari ikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kengah yang sedang terombang-ambing di lautan berusaha merentangkan sayap agar bisa terbang walaupun tumpahan minyak telah melapisi bulu-bulunya. Dengan pandangan buram sebab matanya tertutup oleh gumpalan berlendir, Kengah menggunakan sisa-sisa tenaganya untuk kembali mengudara. Ia harus mencari tempat yang aman agar bisa menetaskan telurnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penerbangan terakhir Kengah membawanya bertemu dengan Zorbas, seekor kucing yang berbadan gemuk besar. Sayap-sayapnya sudah tidak mampu lagi untuk mengepak, sehingga ia jatuh ke balkon rumah kucing berbulu hitam itu dan memutuskan untuk bertelur di sana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Siapa sangka, Zorbas yang beberapa menit lalu sedang berjemur telentang menikmati sinar matahari di balkon, tiba-tiba diminta untuk berjanji oleh burung camar yang sekarat agar merawat telurnya hingga menetas, bahkan sampai mengajarinya terbang?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walau terdengar tak masuk akal, Zorbas terlanjur berjanji. Sebagai kucing pelabuhan, ia pantang mengingkari janji yang telah dibuatnya. Maka untuk menuntaskan janji-janji yang sulit ditepati itu, Zorbas meminta bantuan kepada kucing-kucing lain. Ada Kolonel si kucing tua, Secretario yang cerdik, Profesor yang gemar membaca ensiklopedia, serta Banyubiru si pemberani.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Buku ini memang tergolong bacaan yang ringan, terlebih dibumbui oleh tingkah jenaka para kucing ketika sedang mencari cara untuk merawat anak camar tersebut. Namun, Kisah Seekor Camar dan Kucing yang Mengajarinya Terbang dapat menjadi bahan renungan atas tindakan manusia yang kerap mengabaikan kebersihan lingkungan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantas, akankah Zorbas dan kawan-kawan berhasil mengajari anak camar agar dapat mengembangkan sayapnya dan meninggi di udara? Yuk, baca bukunya dan temukan jawabannya!<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>ems/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjelang Semester Ganjil di Unmul: Cuitan Mahasiswa Akhir Soal Keringanan UKT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjelang-semester-ganjil-di-unmul-cuitan-mahasiswa-akhir-soal-keringanan-ukt/baca </link>
<guid> menjelang-semester-ganjil-di-unmul-cuitan-mahasiswa-akhir-soal-keringanan-ukt </guid>
<pubDate> Fri, 15 Jul 2022 08:58:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengajuan keringanan UKT mahasiswa akhir di Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjelang-semester-ganjil-di-unmul-cuitan-mahasiswa-akhir-soal-keringanan-ukt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/obvYR7xrfw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menjelang Semester Ganjil di Unmul: Cuitan Mahasiswa Akhir Soal Keringanan UKT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Memasuki semester ganjil dan proses transisi perkuliahan dari daring ke luring, Unmul masih memberlakukan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi seluruh mahasiswa. Kebijakan tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Rektor terbaru terkait pedoman pembayaran UKT yang dikeluarkan pada Juni 2022 lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tahap pengurusan keringanan UKT ini dilakukan berbasis daring di website Unmul. Mahasiswa cukup mengunggah berkas sesuai ketentuan persyaratan pengajuan untuk kemudian menunggu informasi lanjutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diungkapkan Supriadi mahasiswa FKIP angkatan 2016 kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Kamis (7/7). Ia mengaku tidak kesulitan saat mengurus berkas keringanan UKT. &ldquo;Menurut saya cara mengurusnya cukup mudah karena hanya menyertakan transkrip, KTM, dan juga slip SPP terakhir.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, salah satu mahasiswa FT angkatan 2017 yang enggan disebutkan namanya berkomentar terkait beberapa kendala yang ia alami saat mengurus pengajuan keringanan UKT tahun lalu. Proses pengecekan yang lamban dan keterlambatan SK keringanan UKT cukup disayangkannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hasilnya baru keluar setelah 5-7 hari pengajuan. Kedua, soal keterlambatan keluarnya SK keringanan,&rdquo; jelasnya kepada<span><em>&nbsp;</em></span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Kamis (7/7).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Arif Dwi Andika, Menteri Kajian Strategi dan Advokasi BEM FK Unmul 2022 turut berbagi pengalaman yang<span>&nbsp;</span></span><span>ia hadapi</span><span>&nbsp;saat harus mengadvokasi keringanan UKT mahasiswa di fakultasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mulai dari pembuatan Kartu Hasil Studi (KHS) yang cukup memakan waktu, hingga pihak birokrasi fakultas yang<span>&nbsp;lambat menanggapi</span></span><span><span>&nbsp;</span></span><span>akibat berbagai kesibukan menyambut mahasiswa baru maupun rutinitas praktik yang padat. Selain itu membludaknya mahasiswa yang ingin mengurus pengajuan penurunan UKT tak dimungkiri membuatnya sering mendapatkan pertanyaan berulang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kalau kendala ini sih, misalnya ada mahasiswa baru (sarjana/profesi) yang baru masuk semester 1 sama kakak-kakak yang mau masuk profesi atau <em>co-ass</em>, itu belum bisa karena berkasnya memang belum ada. Misalnya KHS itu kan mereka belum punya jadi kita kendalanya di situ,&rdquo; pungkasnya pada</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Sabtu (9/7)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Arif menambahkan, untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran yang baru menjalani <em>co-ass&nbsp;</em>pun tidak dapat melakukan penurunan UKT dan hanya dapat dilakukan di semester berikutnya sebab terkendala berkas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat kabar bahwasannya FK hanya menerima mahasiswa semester 10 dalam mengajukan keringanan, hal itu ditampik oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan Fakultas Kedokteran, Rahmat Baktiar saat diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Sabtu (9/7) lalu. Ia menyampaikan untuk informasi terkait keringanan UKT di FK masih mengikuti SK Rektor tahun 2022, sebagaimana dalam dokumen berikut: (</span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://drive.google.com/file/d/10x2-63mYiHn_YzJ9m_eCXdQFcugxCSlb/view?usp%253Ddrivesdk%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1657877914872659%26amp;usg%3DAOvVaw1gXE9rOfJ6w3y4WjLr6jNu&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1657877914903229&amp;usg=AOvVaw0TnMkv1ob97CaTy1cAtsG3"></a></span><span><a href="https://drive.google.com/file/d/10x2-63mYiHn_YzJ9m_eCXdQFcugxCSlb/view?usp=drivesdk" target="_blank">SK UKT Unmul</a>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kebijakan terkait keringanan UKT pun berbeda-beda di tiap fakultas. Di Fakultas Farmasi misalnya, mahasiswa semester akhir di atas semester 8 wajib mencantumkan berita acara telah melaksanakan seminar hasil atau seminar proposal untuk dapat mengajukan penurunan UKT sebesar 50 persen maupun pembebasan UKT.</span></p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Yusri, mahasiswa Fakultas Farmasi angkatan 2018. Menurutnya, BEM fakultas harus memantau setiap kebijakan yang diterapkan ke fakultas agar tidak melanggar isi dari SK Rektor.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menerangkan validasi berkas keringanan UKT biasanya dilakukan berdekatan dengan<span>&nbsp;tenggat</span></span><span>&nbsp;terakhir pengajuan, yang mana menyebabkan adanya ketidaksesuaian antara pengajuan dengan hasil yang didapatkan. Mengingat proses validasi sendiri membutuhkan banyak waktu sehingga hal tersebut harus dievaluasi kembali oleh Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan saya sebenarnya sederhana, hanya ingin SK ini diterapkan sebagaimana mestinya,&rdquo; ungkap Yusri kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Kamis (7/7).<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>bey/amg/nop/tha/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Pencerdasan dalam Hari Tanpa Tembakau Sedunia oleh BEM FK Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-pencerdasan-dalam-hari-tanpa-tembakau-sedunia-oleh-bem-fk-unmul/baca </link>
<guid> aksi-pencerdasan-dalam-hari-tanpa-tembakau-sedunia-oleh-bem-fk-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 15 Jul 2022 11:05:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi pencerdasan BEM FK Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-pencerdasan-dalam-hari-tanpa-tembakau-sedunia-oleh-bem-fk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5FzfoCSUKU.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Pencerdasan dalam Hari Tanpa Tembakau Sedunia oleh BEM FK Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh pada Selasa 31 Mei 2022 lalu, BEM Fakultas Kedokteran Unmul melalui Kementrian Kajian Strategis dan Advokasi (Kastrad) melakukan serangkaian kegiatan dengan berkolaborasi bersama Himpunan Mahasiswa Kedokteran FK Unmul dan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Gigi FK Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut WHO, tembakau membunuh lebih dari 8 juta setiap tahunnya dan 1,2 juta di antaranya adalah perokok pasif yang 28%nya adalah anak-anak. Selain itu, industri tembakau juga membawa dampak besar bagi lingkungan. Diantaranya 600 juta pohon ditebang untuk membuat rokok, 84 juta ton emisi karbondioksida lepas ke udara yang meningkatkan suhu global, dan 22 miliar ton air digunakan untuk membuat rokok. Alasan itulah yang membuat BEM FK Unmul bersama Hima Ked dan Hima KG bergerak untuk melakukan aksi pencerdasan dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang bahayanya rokok bagi diri, orang terdekat, dan lingkungan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Peringatan HTTS dilakukan melalui serangkaian kegiatan. Mulai dari Kajian Bareng, Aksi Pencerdasan melalui radio dan tv, serta puncaknya pada Aksi Pencerdasan di Taman Samarendah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kajian bareng dilakukan oleh kementerian Kajian Strategis dan Advokasi (Kastrad) BEM FK Unmul, Hima Ked, dan Hima KG menghasilkan sebuah kajian berjudul &ldquo;Rokok konvensional, ENDS, dan NRT: Mana yang Lebih Baik?&rdquo; yang bisa diakses di instagram @bem.fkunmul</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aksi pencerdasan pertama tentang Hari Tanpa Tembakau juga dilakukan oleh BEM FK Unmul dalam siaran dan tayangan. Siaran Hari Tanpa Tembakau Sedunia dilakukan di RRI Pro 2 Samarinda pada Selasa 31 Mei 2022 dengan pembicara Affan Aswin selaku Presiden BEM FK Unmul, I Nyoman Bagus Putra Wiryawan selaku Wakil Presiden BEM FK Unmul, dan Nur Annisa Natsir Caronge selaku anggota Kajian Strategi dan Advokasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aksi pencerdasan kedua dilakukan oleh BEM FK Unmul dalam bentuk tayangan di Mulawarman TV pada Rabu 1 Juni 2022 dengan pembicara Affan Aswin selaku Presiden BEM FK Unmul dan Arif Dwi Andika sebagai Menteri Kastrad BEM FK Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aksi pencerdasan ketiga dilakukan di Taman Samarendah pada Rabu 1 Juni 2022 yang diisi dengan orasi, penampilan dramatikal, pembagian brosur hasil kajian, pembagian snack, serta penandatangan spanduk sebagai dukungan berhenti merokok. Kegiatan ini direspon positif oleh masyarakat Samarinda dengan banyaknya masyarakat yang ikut menandatangani spanduk dukungan berhenti merokok.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari semua serangkaian kegiatan tersebut BEM FK Unmul berharap semua kegiatan yang telah dilakukan dapat menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat Samarinda terhadap kesehatan dirinya sendiri, orang-orang sekitarnya dan lingkungannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Muh. Sabil Ramadhan, Anggota Kementerian Hubungan Luar BEM FK Unmul</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belian, Ritual Pengobatan Suku Dayak dan Makna yang Terkandung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/belian-ritual-pengobatan-suku-dayak-dan-makna-yang-terkandung/baca </link>
<guid> belian-ritual-pengobatan-suku-dayak-dan-makna-yang-terkandung </guid>
<pubDate> Sat, 16 Jul 2022 07:57:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Upacara Belian khas suku Dayak Tunjung dan Benuaq. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/belian-ritual-pengobatan-suku-dayak-dan-makna-yang-terkandung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yhYR3ic3BK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Belian, Ritual Pengobatan Suku Dayak dan Makna yang Terkandung</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Kala itu awak <em>Sketsa</em> berada di Sekolaq Darat, Sendawar. Tak jauh dari lokasi tersebut, terdapat pusat pemerintahan Kutai Barat. Di teras rumah, salah seorang warga yang biasa disebut sebagai <em>pemeliatn&mdash;tukang Belian,</em> lengkap dengan sarung yang dikenakannya bersiap membawa peralatan sesajen. Bersisian dengan itu, beberapa warga lainnya berbaring, tampak lunglai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Situasi di atas kerap ditemukan jika sedang berkunjung ke suku Dayak, tepatnya Dayak Tunjung ataupun Dayak Benuaq. Namanya ritual Belian, acapkali dilakukan setiap minggu. Ritual ini jadi</span><span>&nbsp;salah satu kegiatan seremonial sakral oleh suku setempat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ayal ini menjadi prosesi pengobatan dengan mengedepankan unsur-unsur tradisional. Upacara ini memiliki fungsi layaknya seorang dokter, perbedaannya terapi oleh suku Dayak ini dilakukan secara magis dan sakral untuk menyembuhkan penyakit. Belian juga dapat ditemukan di daerah Kaltim lainnya, seperti Paser.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabtu (9/7) Emanuel, Pamong Budaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat mengungkap, upacara ini tak hanya untuk menyembuhkan orang sakit, namun Belian bisa menjadi bak vaksin bagi orang sehat. Selain itu, upacara ini juga dilakukan masyarakat guna mendatangkan hal positif, sehingga Belian juga berguna sebagai upacara untuk memohon berkat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya kemarau panjang mereka bisa buat Belian Gugu supaya tahun baik, tidak lagi kemarau panjang,&rdquo; terang Emanuel saat diwawancarai lewat Zoom Meeting.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Emanuel menuturkan Belian masih eksis hingga kini. Pasalnya Belian identik dengan pengobatan orang yang sedang sakit, maka tak sedikit warga yang mencari alternatif penyembuhan, salah satunya dengan melakukan upacara Belian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski Belian erat sebagai ritual Dayak Tunjung dan Benuaq, suku lain tetap bisa melaksanakan upacara ini bersama kedua suku tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya begini, ada orang suku Jawa yang sakit dan dibawa ke rumah sakit tidak sembuh, jadi mereka pergi ke orang Benuaq atau Tunjung minta <em>di-Beliani</em> itu bisa sering terjadi,&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu ritual Belian akrab dengan kepercayaan leluhur. Upacara ini pun merupakan bagian dari Regatn Tatau, lumrah dikenal sebagai Luangan atau Lawangan, yang memiliki kemiripan dengan Kaharingan di Kalimantan Tengah. Dalam kepercayaan Luangan, upacara ritual terbagi jadi dua yakni kehidupan dan kematian. Maka Belian termasuk ke dalam upacara ritual kehidupan.</span></p><p style="text-align: justify;">Belian tak sebatas magis, ia bertransformasi menjadi budaya di Kaltim. Hal ini tergambar pada penelitian berjudul<em>&nbsp;Belian Sentinyu Ceremony Village Suku Dayak Tunjung in Kampung Muara Kalaq Kutai Barat District Viewed From Semiotic and Culture Aspects.&nbsp;</em>Dalam penelitian itu, upacara Belian dilaksanakan tak lepas dari fakta atas kondisi pemukiman yang sulit dijangkau transportasi umum dan jauh dari perkotaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Itulah mengapa Belian jadi jagoan di tengah ketimpangan akses kesehatan yang ada. Warga setempat masih memilih Belian sebagai alternatif utama untuk mengobati anggota keluarganya yang sakit. Tak ayal ritual ini berimbas pada ikatan sosial yang terjalin sebab punya nilai kebersamaan di dalamnya.</p><p><strong>Belian dan Stigma yang Menempel</strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Martinus Nanang, Dosen Pembangunan Sosial FISIP Unmul, yang juga kerap meneliti kebudayaan Dayak turut menuturkan bahwa Belian tak lepas dari tentangan agama samawi, seperti Islam, Protestan, dan Katolik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini karena Belian terjegal anggapan musyrik atau kafir. Pada agama katolik tempat ritual ini dilangsungkan, pemeluknya masih menoleransi adat dan budaya terdahulu. Sehingga intensitas pelaksanaan Belian dapat diukur melalui pemeluk agamanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika mayoritasnya Islam atau Protestan, maka upacara tersebut jarang dilakukan, sedangkan untuk desa yang mayoritasnya katolik upacara Belian masih sering dilakukan,&rdquo; ucapnya saat dijumpai awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Rabu (13/7) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nanang mengungkapkan bahwa upacara Belian ini masih memikul berbagai stigma dari masyarakat. Stigma ini kerap dituju pada masyarakat suku Dayak, karena banyaknya adat yang mereka laksanakan di desa, sehingga celoteh seperti musyrik dan kafir kerap dilontarkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ini tak dimungkiri karena pendapat itu datang dari mereka, pemeluk agama arus utama. Lebih getir dari stigma, terkadang anggapan itu merasuk ke ruang-ruang penghayatan saat ritual dilaksanakan, hingga berujung pada kesakralan upacara Belian ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Beberapa orang yang penghayat agamanya kurang, terbatas, dan tidak terbuka biasanya selalu bersuara, bahkan sebelum ada ritual tersebut mereka sudah antisipasi,&rdquo; tutup Nanang.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>mar/vyn/uas/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Incognito Mode: Fitur Penyamaran Browsing Bagi Penggunanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/incognito-mode-fitur-penyamaran-browsing-bagi-penggunanya/baca </link>
<guid> incognito-mode-fitur-penyamaran-browsing-bagi-penggunanya </guid>
<pubDate> Mon, 18 Jul 2022 09:20:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fitur Incognito Mode yang bantu privasi pengguna internet. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/incognito-mode-fitur-penyamaran-browsing-bagi-penggunanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yprDLjtnFw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Incognito Mode: Fitur Penyamaran Browsing Bagi Penggunanya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;P</span><span>rivasi menjadi barang rentan ketika seseorang menggunakan internet. Dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>Kumparan.com</em>,</span><span>&nbsp;pada Mei 2021 lalu, publik dibuat geger dengan kabar kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia dan dijual di forum<span>&nbsp;</span></span><span>hacker</span><span>&nbsp;Raid Forums. Data yang bocor diduga kuat berasal dari data BPJS Kesehatan, saat itu pemerintah dengan tegas menilik lebih lanjut penyebab kebocoran data yang ramai diperbincangkan khalayak. Pasalnya,<span>&nbsp;</span></span><span>data pribadi yang bocor meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, nomor telepon, alamat <em>e-mail</em> dan rumah, bahkan informasi gaji.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fitur <em>Incognito Mode</em> hadir dengan maksud menjaga privasi<span>&nbsp;</span></span><span>pengguna memungkinkan kita untuk beraktivitas di internet secara anonim atau diam-diam. M</span><span>ungkin fitur<span>&nbsp;</span></span><span><em>Incognito Mode</em> masih asing bagi pengguna internet.</span><span>&nbsp;</span><span>Fitur <em>Incognito Mode</em> memungkinkan kita untuk beraktivitas di internet secara anonim atau diam-diam. Riwayat aktivitas yang ada akan segera terhapus, dengan begitu, privasi, kenyamanan, dan keamanan yang lebih baik saat berselancar di internet akan didapatkan. Fitur ini biasa ditemukan dalam aplikasi <em>browser,&nbsp;</em>seperti Google Chrome, Mozilla FireFox, atau Safari.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Cara mengaktifkannya pun mudah: pada Google Chrome klik<span>&nbsp;</span></span><span>icon</span><span>&nbsp;titik tiga vertikal yang berada di pojok kanan atas, kemudian klik jendela samaran baru, dengan begitu kita akan melihat ikon topi dan kacamata hitam, layaknya orang yang sedang menyamar, secara otomatis fitur Incognito Mode sudah aktif di Chrome-mu! Meski begituLantas, seberapa penting ya, penggunaan fitur ini?</span><span><a data-src="visualisation/10652008" href="http://<div class=" class="fr-green"></a></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal sederhana yang didapatkan dengan mode ini, yaitu ketika kita menutup jendela penyamaran. Baik setelah membuka Google Search, Twitter, Facebook, maupun media sosial lainnya, secara otomatis riwayat penelusuran kamu tidak akan tersimpan pada <em>browser web</em> yang sudah kita akses.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain keunggulan dapat berselancar di internet secara anonim, keunggulan <em>Incognito Mode</em> juga dapat mengurangi iklan dan mengurangi<span>&nbsp;</span></span><span><em>footprint</em><span>&nbsp;</span></span><span>data histori yang kita akses di internet. Perlu kita ketahui juga, dari manfaat yang sudah disebutkan, fitur ini sebenarnya tak benar-benar menghilangkan jejak berinternet. Sebab aktivitas kita tetap bisa terpantau apabila dalam aktivitas <em>browsing</em>, kita masuk menggunakan akun Google atau layanan yang menggunakan pihak ketiga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai pengguna internet, tentu kehati-hatian dalam berselancar di internet perlu diupayakan, ya! Pastikan terhindar dari bahaya lainnya yang bisa menyerang ruang privasi kita.<span>&nbsp;</span></span><em><span><strong>(</strong></span><span><strong>sya/khn)</strong></span></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Broker: Dinamika Manusia Lewat Kacamata Kore-eda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/broker-dinamika-manusia-lewat-kacamata-kore-eda/baca </link>
<guid> broker-dinamika-manusia-lewat-kacamata-kore-eda </guid>
<pubDate> Sat, 23 Jul 2022 09:46:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Resensi Film Broker </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/broker-dinamika-manusia-lewat-kacamata-kore-eda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uCW8ClnZNs.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Broker: Dinamika Manusia Lewat Kacamata Kore-eda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Apa definisi keluarga yang sebenarnya? Mungkin banyak dari kita akan mendefinisikan keluarga dengan istilah yang dikenal pada umumnya: kelompok manusia yang saling memiliki hubungan darah dan terdiri atas ayah, ibu, juga anak. Namun, melalui film Broker, Hirokazu Kore-eda berhasil mengartikan keluarga dengan cara yang berbeda.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan Broker sebagai karya terbarunya, Kore-eda kembali unjuk gigi di 2022 dalam Cannes Film Festival. Bahkan Broker mendapat<span>&nbsp;</span></span><span><em>standing ovation</em></span><span>&nbsp;selama 12 menit lamanya setelah penayangan. Sebagai sutradara, Kore-eda membawa formula yang serupa dalam film terdahulunya, Shoplifters (2018). Premisnya cukup sederhana. Mengangkat cerita bertemakan keluarga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Broker bernarasi tentang Sang-hyeon (Song Kang-ho), seorang pebisnis<span>&nbsp;</span></span><span><em>laundry</em><span>&nbsp;</span></span><span>yang juga bekerja sebagai relawan di sebuah gereja. Bersama Dong-soo (Gang Dong-won) yang merupakan pekerja paruh waktu di gereja, mereka secara diam-diam menjalankan bisnis gelap sebagai<span>&nbsp;</span></span><span>broker<span>&nbsp;</span></span><span>(makelar)</span><span>&nbsp;</span><span>perdagangan manusia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kisahnya dimulai ketika So-young (Lee Ji-eun, atau yang biasa dikenal dengan nama panggungnya, IU) menelantarkan bayinya di dekat<span>&nbsp;</span></span><span><em>baby box</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang ada di gereja tempat Sang-hyeon bekerja. Namun, siapa sangka jika ibu muda tersebut ternyata kembali untuk mengambil bayinya, sementara Sang-hyeon dan Dong-soo telah berencana untuk mencari orang tua baru untuk Woo-seung&mdash;nama bayi tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun bertemakan keluarga, jangan harap jika Broker adalah film yang memperlihatkan kisah keluarga yang hidup bahagia. Sebaliknya, Broker disajikan dengan atmosfer yang pilu membiru, namun tak begitu dramatis. Sebab, keluarga yang dimaksud Kore-eda adalah keluarga tanpa hubungan darah, bahkan awalnya tak saling mengenal satu sama lain.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu, ia tak lupa untuk menyelipkan beberapa adegan yang menghangatkan layaknya film bertemakan keluarga pada biasanya. Kore-eda yang sudah piawai dalam membawakan film bertemakan keluarga membuat Broker tereksekusi dengan apik. Ia ingin mengajak penonton menilik perbuatan kriminal dari sudut pandang yang berbeda. Melihat sisi humanis dari setiap kejahatan yang diperbuat oleh masing-masing karakter. Ketika menonton film ini, penonton seakan dibuat bersimpati dan mewajarkan aksi kriminal dari para tokoh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengusung konsep<span>&nbsp;</span></span><span><em>slow</em>-<em>burn&nbsp;</em>movie</span><span>, Broker seakan tak ingin terburu-buru. Namun, Kore-eda harus menanggung risiko, mengingat konsep<span>&nbsp;</span></span><span><em>slow</em>-<em>paced</em> movie</span><span>&nbsp;jadi musuh bagi sebagian orang, terlebih jika tak familier dengan film serupa. Penonton mungkin akan merasa bosan di paruh pertama film.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tetapi, seiring bergulirnya film, penonton akan mulai memahami alasan dibalik tindakan yang dilakukan oleh setiap tokoh. Mulai dari alasan di balik keputusan So-young untuk menelantarkan anak kandungnya, hingga sang makelar yang tak serta-merta menjual bayi terlantar begitu saja. Bisnis ilegal tersebut rupanya tak hanya berorientasi pada uang belaka. Namun, apapun alasannya, keputusan yang telah diambil untuk melakukan kriminal tentunya punya konsekuensi: mereka harus rela mendapat label negatif seperti pelacur atau penjahat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Semakin jauh film berjalan, semakin dalam pula problematika yang dialami oleh tokoh yang dapat kita gali. Tak hanya sebatas Sang-hyeon dan Dong-soo yang bekerja sebagai makelar, atau kisah So-young yang menelantarkan anaknya. Ternyata, masih ada kisah kelam yang dialami oleh tokoh tersebut yang diselipkan di dalam Broker.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai pertanyaan soal moralitas manusia pun kemudian muncul. Mulai dari pertanyaan yang juga tersemat dalam dialog detektif Su-jin,<span>&nbsp;</span></span><span>&ldquo;<em>Mengapa harus dilahirkan jika tidak diinginkan?</em>&rdquo;,</span><span>&nbsp;atau<span>&nbsp;</span></span><span>&ldquo;Apa sesungguhnya arti keluarga yang sebenarnya?&rdquo;, &ldquo;<em>Apa latar belakang dari orang tua yang menelantarkan darah dagingnya sendiri</em>?&rdquo;</span><span>, atau pertanyaan yang dilontarkan So-young kepada detektif Su-jin,<span>&nbsp;</span></span><span>&ldquo;<em>Apakah hukuman untuk menggugurkan kandungan akan lebih ringan dibandingkan menelantarkan anak?</em>&rdquo;</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Broker turut menyinggung polemik soal perempuan yang sudah mengakar sejak dahulu. Problematika soal perempuan yang tak punya kuasa atas dirinya ini direpresentasikan oleh sosok So-young dalam Broker. Nasibnya bagai makan buah simalakama. Menggugurkan kandungan ataupun melahirkannya nyatanya tak lantas merubah nasib So-young menjadi lebih baik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditambah lagi dengan kehadiran dua detektif yang membuntutinya membuat So-young tak punya pilihan lain. Seolah negara juga berusaha ikut campur dalam menentukan pilihannya. Bagaimanapun, ia tetap harus menerima hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku di sana.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Permasalahan yang dihadapi So-young ini ironisnya memang selalu menitikberatkan perempuan sebagai pihak yang bersalah, apapun alasannya. Saya sebagai penonton bahkan kebingungan untuk melabeli So-young sebagai pelaku atau korban dalam situasi tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak punya hubungan sedarah, namun saling memiliki latar belakang yang serupa. &ldquo;Jadi orang yang terbuang&rdquo;, sebut saja begitu. Pertemuan mereka inilah yang tak sengaja mempersatukan mereka menjadi keluarga tak sedarah. Meskipun sama-sama punya latar belakang sebagai pelaku kriminal, mereka tetap saling menguatkan satu sama lain tanpa menghakimi perbuatan masing-masing.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Broker menyiratkan makna bahwa tindakan yang berlawan dengan hukum tak selamanya buruk. Kore-eda ingin mengajak penonton untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam film ini dengan perspektif yang berbeda.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia percaya bahwa pelaku kriminal mungkin punya alasan dan pilihan yang tak selamanya merujuk pada kejahatan. (Perlu dicatat, saya tak membenarkan tindak kriminal apapun alasannya). Namun, aksi duo detektif yang berperan dalam mengungkapkan kejahatan tak bisa pula diartikan mentah-mentah sebagai aksi heroik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Meskipun terdapat beberapa kekurangan seperti jalan cerita yang terlalu lambat, saya rasa tidak berlebihan jika Broker dinobatkan sebagai salah satu film terbaik yang dirilis pada tahun ini. <strong><em>(</em><em><span>dre/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> HAN: Menguliti Ruang Aman Anak dan Kualitas Hidup yang Dijamin Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/han-menguliti-ruang-aman-anak-dan-kualitas-hidup-yang-dijamin-negara/baca </link>
<guid> han-menguliti-ruang-aman-anak-dan-kualitas-hidup-yang-dijamin-negara </guid>
<pubDate> Wed, 27 Jul 2022 08:10:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan hari anak nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/han-menguliti-ruang-aman-anak-dan-kualitas-hidup-yang-dijamin-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9SCoOWB8UO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>HAN: Menguliti Ruang Aman Anak dan Kualitas Hidup yang Dijamin Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Tanggal 23 Juli setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN) menurut undang-undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang kesejahteraan anak. Kali ini perayaannya mengusung tema &ldquo;Anak Terlindungi, Indonesia Maju&rdquo; Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bermaksud untuk penyesuaian kembali pola kehidupan anak selepas pandemi.</p><p style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian apakah pemenuhan hak-hak anak hanya sebatas protokol kesehatan? Dalam penjelasan yang dimuat lewat Buku Pedoman HAN 2022, hak yang harus diberikan oleh negara di antaranya, hak hidup, tumbuh, berkembang, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Namun, sekelumit pemberitaan di media menyorot sebaliknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Keadaan Anak-anak Indonesia Saat Ini</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam jurnal yang berjudul Perlindungan Hak Asasi (Anak) di Era Globalisasi (Antara ide dan Realita) oleh Muliadi Nur, di Indonesia secara umum telah berupaya memberi perlindungan terhadap anak. Tetapi di tengah masyarakat, berbagai eksploitasi anak baik yang dilakukan oleh negara, korporat, maupun<span>&nbsp;</span></span><span><em>non</em>-<em>state</em>-<em>actors</em></span><span><em>&nbsp;</em>tak ayal terjadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Misalnya saja eksploitasi anak jalanan, menurut Departemen Sosial, anak jalanan didefinisikan sebagai anak yang menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah. Hasil survei yang dilakukan oleh lembaga tersebut memperlihatkan jumlah anak jalanan di 12 kota besar, berkisar 80 hingga 100 ribu anak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beberapa ciri secara umum anak jalanan, antara lain: berada di tempat umum (jalanan, pasar, pertokoan, tempat-tempat hiburan selama 24 jam), berpendidikan rendah, berasal dari keluarga tidak mampu, dan juga melakukan aktivitas ekonomi seperti bekerja secara informal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Contoh lain adalah anak dalam eksploitasi rokok, data Departemen Kesehatan mengungkap, jumlah perokok meningkat tajam. Dari 230 miliar batang rokok per tahun, 80 persen di antaranya dibuat dengan menyasar anak-anak sebagai konsumen. Menurut jurnal itu pun, merokok yang dilakukan anak usia dini tidak lepas dari pengaruh lingkungannya dan di tingkat negara tidak ada aturan yang mendalilkan peredaran tembakau.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Peran media dalam mengiklankan produk rokok bahkan disebut-sebut turut jadi faktor yang memengaruhi tingginya data perokok anak usia dini. Iklan rokok yang tak terkendali dengan narasi provokatif dan selalu<span>&nbsp;</span></span><span><em>update</em></span><span>&nbsp;</span><span>menggunakan slogan-slogan seperti, &ldquo;Pria punya selera&rdquo;, &ldquo;Buktikan Merahmu&rdquo;, dan sebagainya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak sampai di situ, beberapa eksploitasi lainnya seperti eksploitasi anak dalam penggunaan obat-obat terlarang, anak dalam pekerjaan terburuk, anak dalam pornografi, seks komersial anak, perdagangan anak, dan lainnya. Masih ada beberapa bentuk eksploitasi terhadap anak karena kekuasaan orang dewasa, misalnya pernikahan dini, eksploitasi untuk<span>&nbsp;</span></span><span>broadcasting</span><span>, atau bahkan anak digunakan untuk kepentingan politik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Peran Orang Tua di Era Digitalisasi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada laman Kemendikbud berjudul Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak, perkembangan teknologi yang pesat memiliki peran penting dalam keterbukaan &nbsp;informasi. Anak-anak di era saat ini merupakan penikmat teknologi yang kian maju, mereka dengan mudah beradaptasi dengan berbagai perkembangan teknologi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, mereka juga harus mendapatkan pendidikan dan pelatihan bagaimana mendidik anak yang baik dan menghargai &nbsp;hak-hak anak. Di artikel yang sama, Indra Dwi Prasetyo seorang praktisi pendidikan sekaligus Direktur Pijar Foundation mengungkapkan digitalisasi ini adalah salah satu cara untuk mencapai tujuan, namun tentu dengan meminimalisasi dampak negatif yang diberikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga menuturkan orang tua sejak dulu mengajarkan ke anak terkait prinsip-prinsipnya. Contohnya fokus untuk belajar di jam tertentu daripada bermain<span>&nbsp;</span></span><span><em>game</em></span><span>&nbsp;di ponsel pintar atau melarang tindakan negatif di ruang digital, dan seterusnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oleh karenanya, saya pikir orang tua wajib untuk memberikan nilai-nilai prinsip kepada sang anak bukan metode digitalnya. Karena metode mudah untuk dipelajari di bangku sekolah atau platform belajar<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>, namun nilai prinsip yang melandasi metode tersebut yang jauh lebih esensial untuk diajarkan kepada si anak&rdquo; tulisnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain Wien Muldian ketua umum<span>&nbsp;</span></span><span>Ketua Umum Perkumpulan Literasi Indonesia, berpendapat generasi Z yang ada di usia sekolah memiliki gaya belajar visual yang lebih dominan. Sehingga dirinya mengimbau orang tua perlu memahami, selain itu perlu adanya<span>&nbsp;</span></span><span><em>coaching</em></span><span>&nbsp;atau pendampingan dari anggota keluarga yang satu ke yang lain dengan melibatkan teknologi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya pun berharap jika keluarga memahami, maka akan mudah melakukan proses pembelajaran bersama secara kolektif untuk memahami potensi setiap anggota keluarga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Peran Pemerintah</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam Pasal 23 Ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak) menyebutkan bahwa Negara, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan Anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua, wali, atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap anak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam penelitian yang dilakukan Darmini Roza tahun 2018, yang berjudul Peran Pemerintah Daerah di dalam &nbsp;Melindungi Hak Anak di Indonesia, Pemerintah daerah kurang terlibat dalam memenuhi hak anak. Bahkan seharusnya pemerintah daerah bisa bersentuhan langsung dengan anak, dan harus lebih kritis dalam menangani hak anak tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pasal 23 dan 24 UU Perlindungan Anak menjelaskan peran Pemerintah Daerah, dalam perlindungan anak lebih lanjut di antaranya Pemerintah Daerah menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan Anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban Orang Tua, Wali, atau orang lain yang secara hukum bertanggung jawab terhadap Anak. Kedua, Pemerintah Daerah mengawasi penyelenggaraan Perlindungan Anak, dan Pemerintah Daerah menjamin Anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian di dalam jurnalnya mengungkapkan peran pemerintah daerah dalam perlindungan anak sangatlah vital. Selain tertuang dalam pasal-pasal perwujudan tata kelola pemenuhan, hak anak haruslah benar-benar direalisasikan dan dijalankan dengan semestinya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>snk/vyn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dalam Bayang-bayang Menjadi Sarjana: Skripsi, Emosi, Revisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dalam-bayang-bayang-menjadi-sarjana-skripsi-emosi-revisi/baca </link>
<guid> dalam-bayang-bayang-menjadi-sarjana-skripsi-emosi-revisi </guid>
<pubDate> Thu, 28 Jul 2022 08:02:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita di balik kendala mahasiswa tingkat akhir saat mengerjakan skripsi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dalam-bayang-bayang-menjadi-sarjana-skripsi-emosi-revisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ozaKzVEL6R.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dalam Bayang-bayang Menjadi Sarjana: Skripsi, Emosi, Revisi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;Siapa yang tak ingin menyandang gelar <em>cum laude</em>?</span></span><span>&nbsp;Hal itu kerap jadi angan-angan mahasiswa semester awal. Namun, tak dapat dimungkiri, terdapat beberapa kendala yang menjadi penghambat untuk mencapai impian itu. Pasalnya, tak semua mahasiswa berangkat dari kemampuan ekonomi yang mapan, serta kesiapan mental yang sama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Potret media soal generasi Z: di usia ini sudah punya segudang pengalaman demikian, di semester sekian telah menyandang predikat ini dan itu, hingga <em>hustle culture</em> yang kian melekat, menambah daftar panjang kecemasan mahasiswa, khususnya mereka yang kini berada di tingkat akhir. Hal ini tercermin dalam liputan Project Multatuli April 2022 lalu. (baca: <a href="https://projectmultatuli.org/underprivileged-gen-z-ibu-kota-hidup-miskin-woke-dan-punya-gangguan-mental/">Underprivileged Gen Z</a>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendala hingga kecemasan mengerjakan tugas akhir ini juga dilihat dari menjamurnya penelitian yang menganalisis keterhubungan motivasi diri dan lingkungan untuk menyelesaikan tugas akhir mereka. Salah satunya dalam penelitian kuantitatif yang dilakukan oleh Nadilla Dzikirna Larasati dan Wandhansari Sekar Jatiningrum pada 2021 dengan judul Analisis Faktor pada Keterlambatan Studi Mahasiswa Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan, hasilnya menunjukkan bahwa ada dua faktor yang terdapat pada keterlambatan penyelesaian studi tepat waktu, yakni faktor potensi diri dan penyelesaian tugas akhir serta faktor keluarga dan lingkungan kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini juga tergambar pada penelitian berjudul Analisis Kecemasan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Skripsi pada 2020 oleh Husni Wakhyudin dan Anggun Dwi Setya Putri. Hasilnya menunjukkan kecemasan yang dialami selama masa penelitian itu menimbulkan ketidakpercayaan diri, gugup, hingga tertekan. Penyebab kecemasan itu datang tak lain dari faktor internal dan eksternal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Faktor internal ini meliputi kemampuan individu untuk melakukan perencanaan penelitian dan pengetahuan dalam menguasai metode dan penulisan tugas akhir. Faktor eksternal meliputi ekonomi keluarga, panjangnya birokrasi kampus seperti syarat kelulusan yang rumit, kakunya komunikasi bersama dosen pembimbing, hingga belum jelasnya lapangan kerja yang dituju ketika menjadi <em>fresh graduate.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pandangan Akademisi</strong></p><p style="text-align: justify;"><span>Adalah Ayunda Ramadhani, dosen Psikologi Unmul yang membagikan tanggapannya pada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa,</em></span><span>&nbsp;Rabu (13/7) lalu. Menurutnya dalam satu waktu seseorang bisa saja mengalami <em>stressor.</em> Ini merupakan situasi yang membuat seseorang tidak dapat menyelesaikan target yang telah dicanangkan karena adanya tekanan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti mahasiswa yang harus bekerja walaupun ia masih perlu merampungkan skripsinya, tidak mendapat dukungan dari keluarga, serta kesulitan lain seperti dosen pembimbing yang sulit dihubungi. Terlebih ketika harapan-harapan seperti ingin cepat lulus hingga ingin mempunyai uang yang cukup ternyata tidak dapat terpenuhi lantaran segudang hambatan atas ekspektasi itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan banyaknya <em>stressor</em> atau tekanan yang tidak sebanding dengan strategi seseorang untuk mengatasi tekanan tersebut, tentunya akan memengaruhi keadaan psikologisnya,&rdquo; terang Ayunda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika kondisi seseorang tengah frustrasi karena tidak dapat mengatasi tekanan yang datang, maka hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kondisi emosional. Ada kemungkinan bahwa tekanan tersebut memicu seseorang menjadi kesal, kecewa, bahkan marah kepada dirinya sendiri, dosen, ataupun keluarga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kondisi negatif yang memengaruhi suasana hati tersebut kemudian berujung pada perilaku prokrastinasi, seperti menunda pekerjaan skripsi, abai terhadap tanggung jawab lainnya, serta tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Selain itu, orang lain akan merasa tidak nyaman ketika menjalin hubungan dengan seseorang yang emosinya tidak stabil.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keadaan mental seseorang sangat berpengaruh pada motivasinya untuk melakukan pekerjaan. Jika keadaan mental tidak stabil, motivasi dan produktivitas akan menurun. Selain itu juga bisa memengaruhi relasi,&rdquo; sambungnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai pertolongan awal, mahasiswa dapat menghubungi dosen pembimbing akademik. Nantinya, dosen pembimbing akan menghubungi dan berkoordinasi dengan keluarga mahasiswa yang bersangkutan perihal kendala yang dialami. Bahkan, dapat dihubungkan dengan psikolog apabila diperlukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, dirinya mengungkap bahwa terdapat alternatif yang bisa dilakukan oleh orang awam untuk menolong seseorang yang sedang mengalami polemik tersebut. <em>Pertama,</em> menjadi tempat bercerita dan pendengar yang aktif, serta hindari memberi nasihat dengan nada yang meremehkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Kedua,&nbsp;</em>memberikan validasi terhadap emosi yang dirasakan, agar yang bersangkutan merasa dimengerti dan tidak semakin memendam emosi negatif tersebut. Ketiga, jangan lupa untuk menawarkan bantuan, seperti tawaran untuk mengantarnya ke psikolog atau psikiater jika dibutuhkan. &ldquo;Nah, cara-cara tersebut penting sekali,&rdquo; tegasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menekankan stigma buruk yang berkembang di masyarakat terkait seseorang yang menemui psikolog atau psikiater adalah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tentunya harus diubah. Sebab, seseorang yang pergi ke psikolog maupun psikiater adalah orang yang ingin meminta bantuan, karena sewaktu-waktu seseorang tidak bisa menyelesaikan permasalahan kita sendiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika kita tidak membantu diri kita sendiri, lantas siapa lagi?&rdquo; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mereka yang Bertarung dengan Waktu</strong></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>mewawancarai Pearly Talencia, mahasiswi FKIP 2018 pada Selasa (12/7) lalu. Kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, ia mengaku bahwa terdapat polemik antara dirinya dengan dosen pembimbingnya, seperti miskomunikasi. &ldquo;Masalahnya di pembimbing saya, mau mengarahkan saya cuman banyak banget maunya,&rdquo; tutur Pearly kesal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itu lantaran dinamika yang terjadi usai dirinya melakukan revisi seminar proposal (Sempro). Inkonsistensi pembimbing dalam memantau kemajuan Pearly menjadi kendala saat penelitian. Inkonsistensi itu berimplikasi pada waktu yang semakin panjang, karena dirinya harus terus mengubah susunan kalimat bahkan kembali ke lokasi penelitian dan melakukan berbagai konsultasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat teman-temannya yang kini sudah berada di tahap Ujian Pendadaran, tak ayal membuatnya patah semangat karena menilai dirinya belum mencapai progres sebagaimana teman sebaya. Oleh sebab itu, ketika sedang stres lantaran skripsi yang tak kunjung rampung, ia memilih untuk menghindar berkomunikasi seperti enggannya membuka gawai dan WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena di WhatsApp itu ada banyak orang yang bikin<span>&nbsp;</span></span><span><em>story</em></span><span>, tentang <em>progress</em> mereka menyelesaikan skripsi. Jadi, saya, tuh, menghindari sumber penyakit. Terus, ya,<span>&nbsp;</span></span><span><em>refreshing</em><span>&nbsp;</span></span><span>aja, enggak dipikirin. Paling sekarang jadi susah tidur cepat, soalnya kepikiran terus.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendala tak hanya dirasakan Pearly, Rizky Rahmayanti mahasiswi FISIP 2018 ini turut mengalami problematika dalam pengerjaan tugas akhir. Ini karena keadaan rumah yang minim dukungan baik dukungan finansial dan empati, membuat dirinya merasa cepat lelah dan sulit untuk fokus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendala lain seperti laptop yang sering mengalami kerusakan kerap kali mengganggunya. Terlebih, ia pun harus bekerja demi memenuhi kebutuhan finansial untuk membayar biaya kuliah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dampaknya membuat saya menjadi terkesan cukup lambat untuk berprogres di tugas akhir,&rdquo; ucapnya saat diwawancarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabtu (23/7).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lantas keadaan ini berujung pada gangguan kesehatan yang ia alami selama sembilan bulan terakhir. Mulai dari ketidakstabilan kondisi mental seperti stres hingga penyakit yang menyerang fisik layaknya demam, flu, anemia, dan mag. Adapun ini terjadi lantaran Rizky mempunyai sejumlah tumpukan pikiran yang mengusiknya. Meski tampaknya penyakit itu dialami semua orang, namun kualitas hidupnya menurun dan membuatnya menjadi lebih rentan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, di antara peliknya permasalahan itu, ia bersyukur mempunyai kerabat yang menunjukkan kepedulian terhadap dirinya. Untuk Rizky, pertanyaan kecil melalui pesan singkat di media sosial mengandung simpati, yang membuatnya tidak sendirian menghadapi tugas akhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya sangat berterima kasih atas kepeduliannya sebagai teman, walaupun kami sudah cukup jarang bersua dan berbincang panjang lebar dikarenakan jarak dan kesibukan masing-masing.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Pearly yang mengalami sejumlah persoalan dengan dosen pembimbingnya, Rizky mengaku bahwa dirinya mempunyai dosen pembimbing yang memberikan dukungan selama ini.&nbsp;</span><span>Walaupun ia sudah sangat lama tidak melakukan bimbingan, tetapi dosen pembimbingnya tetap memberikan respons yang baik serta turut memberikan nasehat atas masalah yang sedang ia hadapi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Justru perasaan yang tidak enak muncul ketika ia melihat teman-temannya yang telah berprogres cukup besar dan dapat selesai tepat waktu. Tak pelak membuatnya merasa berkecil hati.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, saya sudah berusaha semampu saya sebagai manusia. Jadi, saya memilih untuk membesarkan hati dan fokus pada diri saya sendiri.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh sebab itu, Rizky berharap apabila kendala serupa turut menimpa rekan-rekan sejawatnya, alangkah baiknya jika kerabat atau keluarga terdekat terus memberikan dukungan serta ruang untuk mengekspresikan keresahan dengan bebas. Pasalnya hal itu cukup penting untuk membantu progres pengerjaan skripsi sampai selesai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya, bentuk <em>support</em> sekecil-kecilnya itu sangat berarti,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Pearly dan Rizky, Ardiansyah mengaku bahwa problematika selama menggarap skripsi berasal dari dua faktor: internal dan eksternal. Selain karena motivasi diri, mahasiswa FKIP 2016 itu juga menuturkan bahwa tuntutan bekerja turut menjadi penghambat untuk merampungkan skripsinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena situasinya sekarang sedang bekerja di salah satu Dinas Provinsi, dan tugasnya mengolah data beasiswa dan lain-lain. Jadi agak sibuk untuk pembagian waktunya,&rdquo; jelasnya ketika diwawancarai oleh awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui pesan teks WhatsApp, Selasa (26/7).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ardiansyah masih dapat mengatasi itu semua, diakuinya ia tidak mengalami gangguan emosional yang berarti hingga membuatnya harus ke tenaga profesional. Ini juga lantaran hubungannya dengan dosen pembimbing terjalin dengan cukup baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Enggak ada, cuma sebatas stres aja.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, dua belas semester yang ia lalui membuatnya iri kala melihat temannya yang lain lulus lebih dulu. Ia wawas diri dengan meyakini setiap insan memiliki waktu dan proses yang berbeda dalam meraih gelar sarjana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Awalnya sih iri, cuman di lain sisi saya berpikir juga kalau posisi sekarang ini juga pasti ada yang pengin. Terus mikir juga kalau semua ada waktunya, dan InsyaAllah nyusul lulus juga,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>ems/dre/sar/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panitia KKN 48 Unmul Imbau Peserta Wajib Menginap dan Optimalkan Luaran Program </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-kkn-48-unmul-imbau-peserta-wajib-menginap-dan-optimalkan-luaran-program/baca </link>
<guid> panitia-kkn-48-unmul-imbau-peserta-wajib-menginap-dan-optimalkan-luaran-program </guid>
<pubDate> Thu, 28 Jul 2022 10:14:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan KKN angkatan 48 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/panitia-kkn-48-unmul-imbau-peserta-wajib-menginap-dan-optimalkan-luaran-program/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SgJ13IBwGD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Panitia KKN 48 Unmul Imbau Peserta Wajib Menginap dan Optimalkan Luaran Program</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Kali ini kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 48 Unmul tengah berlangsung secara luring, setelah sebelumnya berstatus KKN Kejadian Luar Biasa (KKN KLB), dan pencampuran luring-daring merespons pandemi. KKN 48 kembali dengan wajah normalnya: <em>mahasiswa</em><span>&nbsp;</span></span><span><em>berpadu dengan budaya setempat yang jauh dari rumah</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agenda pengabdian terbesar di Unmul tiap tahunnya ini tak menampik kondisi mahasiswa di lapangan yang butuh adaptasi. Adapun terdengar kabar melalui grup koordinasi KKN 48, mahasiswa yang ditempatkan jauh dari domisili secara penuh mendiami posko sebagai tempat tinggal, sementara mereka yang sesuai domisili diketahui tidak menginap di posko atau pulang-pergi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berjalan hampir satu bulan, pilihan menginap dan tidak menginap ini kemudian menjadi polemik tersendiri. Aturan wajib menginap di posko kemudian kembali ditegaskan, hingga ancaman mengulang KKN tahun berikutnya atau pemberian nilai C. Itu disampaikan oleh Ketua Panitia KKN 48 Unmul, Muhammad Arifin. Bebernya, aturan ini guna menciptakan keadilan bagi seluruh mahasiswa, baik yang mengabdi di Samarinda maupun luar daerah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kecuali ada bayi yang harus disapih di malam hari atau ada penyakit kronis yang ditandai keterangan dokter terbaru,&quot; tulisnya kala itu di grup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara menilik kondisi di lapangan, terdapat mahasiswa yang kesulitan mendapatkan posko. Hal ini sebab beberapa posko kelompok terintegrasi oleh kelurahan dalam aktivitas hariannya. Sehingga menyebabkan ketidakleluasaan saat harus menginap. Belum lagi, anggapan rumah yang dekat, seperti mereka yang ditempatkan di Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanggapan datang dari Ketua Kelompok KKN Reguler Paser 04 Desa Prayon, Muhammad Upi Arjuna. Baginya menginap atau tidak menginap bukanlah sebuah masalah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau aku pribadi yang tinggal di desa dan dibandingkan dengan yang di kota adil-adil aja, walaupun mereka tinggal di rumah, karena kan mereka yang di kota enggak ada urgensi juga tinggal di posko,&quot; ungkap Upi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, dirinya menilai apabila pihak kelurahan maupun desa telah memfasilitasi posko maka sebaiknya digunakan secara maksimal dengan menginap di posko tersebut. Upi sendiri mengaku kelompoknya tidak mengeluarkan sepeserpun untuk posko sebab telah difasilitasi oleh pihak pemerintah desa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Upaya yang besar dikerahkan oleh kelompok <span>KKN Tematik Pariwisata Bontang Kuala. Hidayatul Muhtadin selaku ketua, mengaku ia dan rekannya harus bertandang ke Bontang seminggu lebih dulu. Hal itu mereka lakukan untuk observasi dan mendapat kepastian tempat tinggal.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Pasalnya anggota kelompok berasal dari luar kota Bontang. Sehingga negosiasi mengenai tempat tinggal sebelum hari pelaksanaan KKN menjadi catatan untuk peserta tahun depan, agar lebih fokus menyiapkan program dan mengenali budaya setempat, dibanding mengkhawatirkan tempat tinggal selama dua bulan mengabdi.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, meski mendapat posko dari kelurahan, kendala masih dirasakan oleh KKN Tematik Pariwisata Bontang. Hidayat mengaku kelompoknya masih perlu memberikan kontribusi berupa biaya listrik dan air. Selain itu, kendala dalam program kerja turut mereka rasakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Stigmanya (masyarakat) kami masih sama kayak KKN reguler. Kami ini diminta untuk surat menyurat, untuk hadir di kelurahan setiap hari, sampai hari Jumat.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hidayatul berharap panitia KKN ke depannya lebih proaktif dalam memberikan informasi terkait KKN Tematik yang berbeda dengan KKN Reguler kepada staf kelurahan jauh sebelum pengabdian dilaksanakan. Hal ini agar pelaksanaan di lapangan memiliki kesamaan makna sehingga antarmahasiswa dan birokrasi tidak salah kaprah dalam bersinergi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Arifin selaku ketua panitia KKN 48, juga menanggapi persoalan aturan wajib menginap yang di awal pelaksanaan KKN telah diwanti-wanti panitia. &quot;Itu tergantung komunikasi dari pihak kelurahan atau desa jadi, kalau desa menyediakan posko gratis Alhamdulillah kalau tidak cari sendiri,&quot; terangnya pada Minggu (24/7) saat dikonfirmasi secara langsung oleh awak <em>Sketsa.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, dalam kunjungan kerjanya di Bontang beberapa waktu lalu, ia menjelaskan masih ada dosen dosen pembimbing lapangan (DPL) yang kurang memahami perancangan program kerja, ini berdampak pada kualitas program yang tidak tepat sasaran. Mengecat dan membuat plang jalan, misalnya, dapat dilakukan dengan tujuan membantu, bukan program utama. Ia meluruskan bahwasannya program KKN diharapkan memiliki luaran seperti artikel ilmiah, buku, hingga aktivitas pemberdayaan yang berkelanjutan alih-alih kegiatan yang bersifat jangka pendek.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ditambah masa berakhirnya KKN yang mendekati perayaan 17 Agustus, membuat sejumlah mahasiswa masih harus bertahan di lokasi KKN untuk membantu rangkaian kegiatan. Sementara jadwal dimulainya semester baru mendahului masa berakhirnya KKN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Arifin menginformasikan apabila kelompok KKN berniat memperpanjang masa KKN dipersilakan dengan catatan berkoordinasi melalui prodi masing-masing dan mengurus surat keringanan melalui panitia KKN 48.<span>&nbsp;<span><em><strong>(wsd/kya/jla/lyn/khn)</strong></em></span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><strong>Pembaruan:</strong><br><br>Per tanggal 19 April 2024, Redaksi LPM Sketsa Unmul mencabut keterangan dari salah satu narasumber, dengan inisial AP pada berita di atas. Adapun hal ini dilakukan disebabkan narasumber tersebut merupakan terduga pelaku dari kasus kekerasan seksual, dan tindakan ini diambil sebagai bentuk sikap Sketsa yang menolak segala bentuk kekerasan seksual, dan sebagai bentuk dukungan terhadap korban dari adanya kasus tersebut.&nbsp;</span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Waswas Kebebasan Pers dalam Perkominfo Nomor 5 Tahun 2020 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/waswas-kebebasan-pers-dalam-perkominfo-nomor-5-tahun-2020/baca </link>
<guid> waswas-kebebasan-pers-dalam-perkominfo-nomor-5-tahun-2020 </guid>
<pubDate> Fri, 29 Jul 2022 11:24:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ancaman kebebasan pers yang sedang disuarakan aliansi jurnalis di Indonesia. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/waswas-kebebasan-pers-dalam-perkominfo-nomor-5-tahun-2020/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xF0WJjKAUf.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Waswas Kebebasan Pers dalam Perkominfo Nomor 5 Tahun 2020</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Belakangan&nbsp;</span><span>Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Perkominfo) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat (PSE) kerap dibicarakan. Peraturan ini mengimbau seluruh perusahaan dengan layanan digital &nbsp;atau daring untuk mendaftarkan dirinya. Tak pelak, sejumlah platform seperti Google, WhatsApp, Instagram, Twitter hingga Facebook &nbsp;turut menjadi sasaran hingga ancaman pemblokiran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam konferensi pers Kominfo 21 Juli lalu, Dirjen Aplikasi Informatika, Samuel Pangerapan, menyebut tiga tahapan sebelum pemblokiran: peringatan, denda, dan pemblokiran sementara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kemudian menilai peraturan ini berpotensi menjadi ancaman baru bagi kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia, yang disampaikan melalui unggahan Instagram 22 Juli lalu. AJI menggarisbawahi sejumlah pasal yang dinilai bermasalah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti halnya Pasal 9 yang mengandung frasa ambigu seperti &ldquo;meresahkan masyarakat&rdquo; dan &ldquo;mengganggu ketertiban umum&rdquo;. Ada pula pasal 14 tentang pemblokiran &ldquo;informasi meresahkan&rdquo;. Kedua hal ini mendorong AJI untuk mendesak dewan pers agar turut terlibat dalam membatalkan peraturan ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Itu turut ditegaskan oleh Ketua AJI Samarinda, Nofiyatul Chalimah, ketika dihubungi <em>Sketsa</em> pada Rabu (27/7). Ia menyebut bahwa pasal tersebut dapat mencederai kebebasan pers.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Diksi meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum itu bisa jadi pasal karet. Bisa juga jadi pemukul untuk kerja-kerja pers termasuk presma ketika mengkritik. Tanpa aturan itu, presma yang jadi korban pembredalan aja sekarang sudah banyak.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menyoal tagar #blokirkominfo, baginya itu sebagai bentuk kampanye digital agar semua orang lebih sadar akan peraturan ini dan mengetahui bahwa ada hal yang perlu diubah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lain datang dari kalangan akademisi Unmul.</span><span>&nbsp;Dosen Ilmu Komunikasi Rina Juwita, dan dosen FH Sholihin Bone turut membagikan pandangannya kepada <em>Sketsa</em>. Keduanya memaklumi kekhawatiran AJI terhadap peraturan ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, Rina sendiri melihat bahwa kebijakan PSE ini dibuat pemerintah sebagai langkah agar negara hadir untuk melindungi masyarakat di dunia digital.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Agar mengurangi potensi penyalahgunaan data pribadi baik secara domestik maupun global,&quot; terangnya pada Rabu (27/7)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, dirinya tak berkelit bahwa peraturan ini dapat membelenggu kebebasan berpendapat di lingkup digital, mengingat masyarakat Indonesia saat ini sangat bergantung pada media digital.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menyebut pentingnya untuk bisa menemukan jalan tengah untuk permasalahan ini. Agar opsi terbaik tercapai melalui dialog dan partisipasi wakil masyarakat dalam proses implementasi kebijakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sholihin juga memiliki pandangan serupa. Baginya ini menyangkut eksistensi dan masa depan demokratisasi Pemberitaan di Indonesia. Ia menilai peraturan tersebut dapat membelenggu kerja-kerja profesional media di Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ada semacam &ldquo;ketakutan&rdquo; jika pada aspek pemberitaan dan kebebasan pers di Indonesia &ldquo;terkungkung&ldquo; melalui peraturan ini.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menekankan pentingnya diskusi dalam pembuatan kebijakan dan adanya kerancuan dalam peraturan ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mencermati peraturan ini, memang ada hal yang mengganjal terutama tentang kebebasan dalam menuangkan ekspresi dan pemberitaan-pemberitaan. Ini yang kemudian perlu disikapi secara serius oleh pemerintah dalam hal ini menteri,&rdquo; jelas pria lulusan Universitas Hasanuddin ini pada Rabu (27/7)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir Ia juga menerangkan bahwa peraturan ideal adalah peraturan yang memberikan ruang sebesar-besarnya kepada publik untuk memberikan masukan-masukan demi terwujudnya peraturan yang ideal.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(mar/vdh/lav/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi Budaya Dies Natalis Keempat FIB Unmul: Multikulturalisme dan Institusi Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/diskusi-budaya-dies-natalis-keempat-fib-unmul-multikulturalisme-dan-institusi-pendidikan/baca </link>
<guid> diskusi-budaya-dies-natalis-keempat-fib-unmul-multikulturalisme-dan-institusi-pendidikan </guid>
<pubDate> Sat, 30 Jul 2022 06:32:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan dies natalis FIB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/diskusi-budaya-dies-natalis-keempat-fib-unmul-multikulturalisme-dan-institusi-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XwNBmvTgP4.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi Budaya Dies Natalis Keempat FIB Unmul: Multikulturalisme dan Institusi Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Dalam rangka perayaan dies natalis yang ke-4, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul hadir dengan berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari kegiatan donor darah, senam sehat, khatam dan tausiyah Al-Quran yang menggandeng pimpinan yayasan Al-Fath Amal Mulia, rapat senat terbuka, sampai diskusi terkait dengan budaya multikulturalisme di ibu kota negara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perpindahan ibu kota negara (IKN) yang dilakukan oleh pemerintah tentunya menimbulkan beragam pro kontra di kalangan masyarakat. Utamanya bagi masyarakat lokal, yang daerah tempat tinggalnya ditunjuk sebagai IKN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diskusi publik bertajuk &lsquo;Penyangga Multikulturalisme di Ibu Kota Negara&rsquo; yang diinisiasi oleh FIB, Kamis (28/7) ini membahas mengenai berbagai isu budaya bersama peneliti budaya, Dahri Dahlan dan seorang dokumentalis budaya Jonathan Irene Sartika Dewi. Diskusi yang berlangsung selama enam puluh menit ini dipandu oleh Alamsyah sebagai moderator.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dahri Dahlan sebagai pemantik diskusi mengajak untuk melihat definisi multikulturalisme secara lebih luas tak melulu soal orientasi masyarakat dengan beragam suku. Dirinya berpendapat makna multikulturalisme dapat diterapkan pula pada sistem birokrasi maupun non birokrasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, sekarang untuk melihat IKN ini, bagaimana kalau kita melebarkan ini kepada persoalan kultur birokrasi dan kultur non birokrasi. Karena pada satu sisi biar bagaimana pun kultur budaya itu sudah selesai pada persoalan pembangunan. Orang Paser misalnya, sudah punya prinsip-prinsip yang luhur bagaimana mengelola masyarakat, bagaimana bersikap terhadap pemimpin, bagaimana memutuskan ketika terjadi paceklik misalnya,&rdquo; tutur Dahri mengawali diskusi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengutip Berita Harian Kompas Indonesia-Bisa, Dahri menggarisbawahi enam poin latar belakang pemindahan IKN. Tiga di antaranya ialah meningkatnya populasi di Pulau Jawa, bermasalahnya sarana air bersih yang ada di sekitar Jawa dan Bali, hingga pembangunan yang tidak bisa dikendalikan secara maksimal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Dahri mewanti-wanti agar masyarakat daerah Penajam Paser Utara (PPU) mempersiapkan diri untuk menerima segala isu permasalahan yang ada di Jakarta agar tak terulang kembali pada IKN yang baru.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya pikir tanggung jawab negara secara kultural. Negara harus membangun prinsip kembali tentang bagaimana sih sebenarnya ibu kota yang baik. Jangan sampai terjadi Jakarta yang gagal untuk kedua kalinya di Kalimantan Timur.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Siapa yang tak bangga jika daerahnya terpilih sebagai tempat yang disambangi ibu kota negara. Apalagi dengan alasan akan menjadi lokasi sentral yang menjembatani upaya pemerataan pembangunan. Itu pula yang mengawali dialog Irene Sartika dalam agenda itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, pemerataan itu tidak terjadi dalam sekejap mata hanya dengan memberikan lokasi negara, membangun infrastruktur. Tujuan meratakan pembangunan harusnya memperhatikan terlebih dahulu kesetaraan hak yang diterima warga, jauh sebelum infrastruktur itu terbangun,&rdquo; tukas Irene menghangatkan diskusi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak berhenti sampai di situ, pembicaraan kemudian terus berlanjut pada penyampaian gagasan kedua narasumber terkait sub-sub topik lain yang tak kalah menarik. Meski di tengah acara sempat terjadi kendala audio pada salah satu narasumber, secara keseluruhan acara yang disiarkan secara daring melalui kanal Youtube Unmul TV ini berjalan lancar.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>ahn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Panglima: Legenda Talawang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/panglima-legenda-talawang/baca </link>
<guid> panglima-legenda-talawang </guid>
<pubDate> Sat, 30 Jul 2022 08:43:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Legenda masyarakat Dayak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/panglima-legenda-talawang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R3uKClnifE.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Panglima: Legenda Talawang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em><strong><span>(Disarankan untuk membaca cerpen sebelum ini, karena saling berkaitan. Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/cerpen/panglima/baca">Panglima</a></span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Berdasarkan adaptasi dari legenda masyarakat Dayak.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada suatu malam di daerah Gunung Punai, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Nampak perkemahan para pemburu liar. Sebagian dari mereka nampak terlelap, bermain judi, hingga menjadi santapan nyamuk sembari duduk mengelilingi api unggun. Senjata laras panjang tertaut pada bahu, dan parang pada pinggang mereka. Tepat pada ujung perkemahan terlihat beberapa hewan tawanan seperti Burung Enggang, Macan Dahan, dan Bekantan yang dikurung karena memiliki nilau jual tinggi di Pasar Gelap.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah seorang pemburu yang bertugas menjaga malam itu mendapati bunyi pada semak di depannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Huss</em></span><span>, pergilah,&rdquo; dugaannya itu musang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi itu bukanlah musang atau hewan liar. Ia pikir mungkin ini waktu yang tepat untuk memanggil teman-teman pemburu yang lain jika saja ia tidak takut dimarahi lagi karena telah membiarkan Beruang Madu kabur minggu lalu. Ia berjalan mendekati semak itu dengan ditemani dengusan hewan-hewan buruan disekitarnya. Selangkah demi selangkah, dengan senapan mengarah ke depan, menyisakan jarak satu meter dengan semak tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menyibak semak tersebut dan nampaklah seekor kelinci dengan wajah kebingungan yang menatap ke arahnya. Ia menghela nafas lega. Kendati, ia kembali khawatir karena mendengar langkah kaki di belakanganya. Ia menoleh perlahan. Nampaklah seorang pria bermata hitam dengan paruh Burung Enggang pada kening-nya, dan belasan Mandau melayang pada sekeliling tubuhnya. Kalah cepat, sosok tersebut berhasil merebut senapan pemburu itu sebelum sempat mengeluarkan suara. Kebingungan dan ketakutan tergambar pada wajah pemburu itu. Ia termundur beberapa langkah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku dulu memiliki sahabat seperti dia,&rdquo; sosok menakutkan tersebut menatap ke arah Burung Enggang yang ditawan dan siap dijual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;-tapi ia mati karena orang-orang seperti kalian.&rdquo; tambahnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketakutan semakin terpancar pada wajah si pemburu. Sesaat ia ingin berteriak, suaranya mendadak hilang. Ia jatuh berlutut sembari memegang lehernya yang mengeluarkan darah. Ia tidak menyadari Mandau yang melesat melalui lehernya beberapa detik lalu mengakibatkannya tersungkur.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sosok tersebut membebaskan hewan-hewan tawanan dan mengepung para pemburu. Situasi berbalik, para pemburulah yang kali ini menjadi buruan. Dengan aba-abanya, sosok tersebut bersanding dengan para hewan dan membabi buta para pemburu. Pertumpahan darah tidak terelakkan, bagi para pemburu tentunya. Macan Dahan yang menyerang dari atas pohon, Burung Enggang mematuki mata para pemburu dengan serunya. Erangan para bekantan yang merebut senapan para pemburu. Teriakan yang memekakkan di tengah dinginnya malam merupakan hiburan tersendiri bagi sosok mengerikan tersebut. Kekalahan bagi para pemburu telah di depan mata.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah seorang pemburu yang terbakar oleh api unggun berlarian ke sana ke mari. Hal ini mengingatkan sosok menakutkan tadi akan kejadian yang menimpa keluarganya. Pembantaian keluarganya terus menghantui sosok tersebut bahkan setelah 10 tahun lamanya. Setelah memastikan kemenangan mereka, sosok itupun pulang dan para hewan tawanan kembali ke habitatnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seorang pria terbangun dari tidurnya. Ia mendapati istrinya sedang menenun Ulap Doyo di belakang rumah. Lantas, pria itu memutuskan untuk mengacuhkan mimpi buruk yang terus menerornya sepanjang malam dan pergi memotong kayu di halaman rumahnya. Rumah itu indah, terbuat dari kayu ulin dengan ukiran pada keempat pilarnya dan ditemani dua buah patung, beserta paruh Burung Enggang di atas pintu untuk mengenang sahabat lamanya. Tiba-tiba, ia didatangi oleh seorang perempuan yang tidak dikenalinya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya kesini mencari Pune,&rdquo; sembari memperlihatkan kartu Pers yang melingkar di lehernya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pria itu menaruh kapaknya dan menghela nafas, &ldquo;Kita bicara di dalam saja&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah mereka berdua duduk, perempuan itu memperlihatkan sepotong berita koran lokal,<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&lsquo;<em>TANGKAPAN IKAN TIDAK MEMUASKAN, WARGA KAMPUNG KEAY DIBANTU &lsquo;PRIA BERCAHAYA</em>.&rsquo; Pune memalingkan wajahnya menolak fakta di hadapannya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu anda, bukan?&rdquo; perempuan itu berusaha memastikan sesuatu yang sudah diketahuinya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita hidup pada masa dimana sulit untuk membedakan keaslian sebuah berita.&rdquo; Pune menuang segelas teh untuk perempuan itu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana dengan ini,<span>&nbsp;</span>&lsquo;<em>MERUGIKAN WARGA, PEMILIK PERUSAHAAN SAWIT DITEROR PRIA BER-MANDAU TERBANG</em>&rsquo;&rdquo;<span>&nbsp;</span>perempuan itu memberikan berita lain.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;atau ini,<span>&nbsp;</span>&lsquo;<em>MACAN DAHAN SEMAKIN DIBURU, MASYARAKAT: AKAN SAMPAI KE TELINGA PANGLIMA</em>&rsquo;&rdquo; Pune tidak nyaman dengan &lsquo;serangan&rsquo; dari perempuan itu.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu bukan aku.&rdquo; bohong Pune.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya masih punya bukti lain, jika anda tidak keberatan.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Berita terakhir dan yang paling ditakutkan Pune,<span>&nbsp;</span>&lsquo;<em>MEMPERINGATI 10 TAHUN PEMBATAIAN PARA PENEBANG HUTAN, POLISI: KAMI MASIH MENGUMPULKAN BUKTI</em>&rsquo;<span>&nbsp;</span>perempuan itu memberikan berita terakhir.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pune bangkit dari kursinya dan membelakangi perempuan itu, &ldquo;Aku sudah berubah, itu bukan aku,&rdquo; mimpi buruk kembali menghantui pandangannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memotong kayu sepanjang hari bukanlah kedok yang meyakinkan, Pak Pune,&rdquo; Perempuan itu memandang ke halaman rumah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa yang anda inginkan?&rdquo; tanya Pune.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa ia tahu?&rdquo; Perempuan itu memandang foto istri sang tuan rumah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak, dan akan tetap seperti itu!&rdquo; Kedua mata Pune berubah menghitam yang menegaskan identitas sosok menakutkan di dalamnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan itu berusaha menutupi rasa takutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pune menyadarinya dan menghela nafas. Matanya kembali normal. &ldquo;Apa yang anda inginkan?&rdquo; Pune berusaha bersabar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Anda pernah mendengar tentang PT. Bura Husada?&rdquo; mengeluarkan bukti lain ke hadapan Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perusahaan sawit dan batu bara terbesar di Kalimantan. Mereka yang memonopoli pertambangan selama beberapa tahun terakhir, bukan?&rdquo; tanya Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Benar. Sayangnya, aktivitas mereka yang begitu masif dianggap merugikan masyarakat. Jalan umum yang rusak akibat dilalui alat berat, lahan warga terendam banjir, hingga nyawa yang melayang karena bekas galian tambang yang mereka tinggalkan. Banyak aktivis yang memprotes kegiatan mereka kemudian menghilang secara misterius.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukankah, anda seorang jurnalis, kenapa tidak anda yang membongkar keburukan mereka?&rdquo; tanya Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keputusasaan tampak pada wajah perempuan itu. &ldquo;Karena mereka turut menguasai media. Tidak kah anda melihat bagaimana media menggambarkan perusahaan ini? Lagipula, menurut anda apa yang bakal terjadi jika saya sendiri melawan perusahaan sebesar itu?&rdquo; jelasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pune terdiam sejenak. &ldquo;Kita mulai dari mana?&rdquo; Ia menyetujui.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan itu menunjukkan foto yang tampak asing bagi Pune. &ldquo;Sang pemilik perusahaan, Ferdinan Edwin Bura. Jatuhkan pemiliknya, jatuhkan perusahaannya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Baiklah, nona Feronika. Ini seharusnya tidak akan lama,&rdquo; mata Pune kembali menjadi hitam menyala.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagaimana anda bisa tahu? Saya bahkan belum memberitahu nama saya.&rdquo; jawab perempuan itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menjadi seorang Panglima memberikan saya berbagai macam &lsquo;bakat,&rsquo;&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pria flamboyan sedang menerima telepon dari belakang meja kerja mewahnya yang berwana putih. Terdapat televisi raksasa yang menyiarkan berita lokal terletak di belakangnya. Ia mengenakan dasi hitam, rompi, dan kain ulap doyo pada pinggangnya untuk mengindikasi &lsquo;keberpihakannya&rsquo; kepada masyarakat lokal. Pria yang sedang menerima telepon itu kemudian didatangi oleh pengawalnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf, Tuan Ferdinan&hellip;&rdquo; pengawal itu mengganggunya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan mengangkat jari telunjuknya. Pengawal itu terdiam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentu saja, pak. Kami punya Macan Dahan yang baru berusia dua bulan hingga yang sudah dewasa. Anda tidak perlu khawatir perihal transportasi dan pihak berwajib, atau mungkin bapak juga tertarik dengan Burung Enggang? Bisa turut kami siapkan,&rdquo; keramahan Ferdinan terdengar palsu. &nbsp;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proses jual beli berakhir memuaskan. Ia menutup teleponnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa?&rdquo; Ferdinan melihat ke arah pengawalnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nona Feronika kembali membuat pergerakkan, Tuan,&rdquo; petugas itu menunduk dan menghindari kontak mata dengan bosnya. Ia menampilkan rekaman antara Feronika dan Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bersekutu dengan kriminal adalah pilihan yang buruk, Feronika.&rdquo; Ferdinan menonton rekaman itu dengan seksama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf Tuan, tapi kenapa tidak kita laporkan saja kepada pihak berwajib? Bukankah kita memiliki banyak bukti terkait perbuatan pria itu?&rdquo; Pengawal menunjuk Pune dalam rekaman tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Penjara terlalu ramah untuknya. Dia harus menderita,&rdquo; Ferdinan memandang Perisai Talawang yang tergantung di ruang kerjanya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Bersambung</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh F. Sandro Asshary, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2018</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB Unmul 2022, Masjaya: Ini yang Paling Istimewa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2022-masjaya-ini-yang-paling-istimewa/baca </link>
<guid> pkkmb-unmul-2022-masjaya-ini-yang-paling-istimewa </guid>
<pubDate> Wed, 03 Aug 2022 08:09:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan PKKMB 2022 Unmul secara hybrid </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2022-masjaya-ini-yang-paling-istimewa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3rvTum9wc0.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB Unmul 2022, Masjaya: Ini yang Paling Istimewa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Gedung Olah Raga (GOR) 27 September Unmul diisi ratusan mahasiswa baru berseragam putih&mdash;hitam diselimuti jas almamater Unmul. Mereka hadir melaksanakan kewajibannya untuk mengikuti Pengenalan Kegidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Rabu (3/8).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kali ini, Unmul menerima sebanyak 5.773 mahasiswa baru. Dengan dihadiri oleh jajaran Rektor, dekan, dan guru besar dari seluruh fakultas, kegiatan tahunan itu dibuka secara resmi oleh pimpinan universitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c65700198326c5b0a397690432730c22cbce6309.jpeg" style="width: 924px;"></span><span>&ldquo;Dengan mengucapkan bismillah, Hari ini pada tanggal 3 Agustus 2022 PKKMB tahun 2022 dibuka secara resmi,&rdquo; sebut Masjaya yang kemudian diikuti teriakan peserta menggema seisi ruangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masjaya turut memperkenalkan jajarannya itu kepada seluruh mahasiswa baru. Disebutnya satu demi satu nama dari wakil rektor serta dekan dari seluruh fakultas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya selaku rektor sangat berbahagia pada pagi hari ini, walaupun kegiatan seperti ini adalah luring, saya memaknai bahwa PKKMB, 2022 adalah yang paling istimewa.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ada tida alasan yang membuat PKKMB tahun ini dirasa Masjaya istimewa.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Pertama</em></span><span>, lantaran mereka diterima pada bulan Agustus yang identik dengan momen kemerdekaan.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Kedua</em></span><span>, karena bulan ini memasuki tahun baru Islam atau yang dikenal sebagai Muharam.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Ketiga</em></span><span>, karena ini pertama kalinya Unmul melaksanakan PKKMB secara luring setelah dua tahun pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walaupun agenda PKKMB kali ini dilaksanakan secara langsung di wilayah Unmul, tetapi kursi-kursi di tribun gedung itu terlihat luweng. Bukan tanpa alasan, kegiatan tersebut rupanya dilaksanakan secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>hybrid</em></span><span>,</span><span>&nbsp;akibat penyebaran Covid-19 yang kembali melonjak. Sebagian dari mahasiswa baru angkatan 2022 ini terpaksa menikmati PKKMB secara daring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski tak semeriah pada kegiatan luring PKKMB beberapa tahun sebelumnya, kegiatan ini merupakan sebuah kemajuan. Pasalnya, berkaca dari dua tahun ke belakang, kegiatan orientasi hanya dilaksanakan secara daring.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hari ini, adalah hari yang memang kita akan kenang sepanjang sejarah karna kita bertemu, beradapatasi dan silaturahmi dengan generasi mulawarman muda yang memang terbaik Untuk unmul,&rdquo; ucap Masjaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/496cee58b099ac71fae3297a13eded8af5cde2f6.jpeg" style="width: 919px;"></span><span>Pemakaian almamater secara simbolis kepada seluruh perwakilan mahasiswa dari seluruh fakultas juga turut disematkan. Para wakil rektor dan dekan juga turut memakaikan jaket kuning kebanggan Unmul itu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelahnya, pengenalan tugas umum wakil rektor dan materi bela negara diberikan sebagai pemahaman fundamental kepada mahasiswa baru. Dilanjut pengenalan unit kegiatan mahasiswa (UKM) sebagai sesi penutup siang itu.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(fzn/rst)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kami Pribumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kami-pribumi/baca </link>
<guid> kami-pribumi </guid>
<pubDate> Thu, 04 Aug 2022 01:40:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi mahasiswa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kami-pribumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zMs75ALIrM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kami Pribumi</h1>
			              </header>
			              <p><span><span>Kami pribumi tak cukup punya nasi di</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pinggan</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kami pribumi tak cukup punya air untuk di</span></span><span><span>minum</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kami pribumi tak cukup punya kayu untuk membangun rumah</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kami pribumi tak cukup punya batu</span></span><span><span>-</span></span><span><span>bara untuk menghidupi listrik.&nbsp;</span></span><span><span>Kami pribumi tak cukup punya aspal untuk jalan</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kami pribumi tak cukup punya tanah untuk menanam</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kami pribumi harus meringkuk seperti anjing membelai kasihan</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Kami pribumi harus tidur dalam pengasingan</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tuan dan nyonya juga orang pribumi bukan? Tapi mengapa memberlakukan saudara pribumi sendiri layaknya pekerja<span>&nbsp;r</span></span></span><span><span>omusa.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Tuan dan nyonya sudah memeras keringat dan air mata kami, maukah tuan dan nyonya kami peras keringat dan air matanya juga?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Adakah tuan dan nyonya mau hidup seperti kami selama</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>satu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tanggal<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>saja</span></span><span><span>, sementara kami hidup seperti tuan dan nyonya selama</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>setengah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>tanggal</span></span><span><span>?</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Bagaimana menurut tuan dan nyonya pribumi sekalian?&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span><span><span><strong><em>Puisi ditulis oleh<span>&nbsp;</span><span>Andreas Ongko Wijaya Hului,&nbsp;</span></em></strong></span></span><span><span><strong><em>mahasiswa Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 2020</em></strong></span></span></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antusiasme Maba dalam PKKMB Unmul 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antusiasme-maba-dalam-pkkmb-unmul-2022/baca </link>
<guid> antusiasme-maba-dalam-pkkmb-unmul-2022 </guid>
<pubDate> Thu, 04 Aug 2022 09:26:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Euforia PKKMB 2022 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antusiasme-maba-dalam-pkkmb-unmul-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mOBiYgVxba.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Antusiasme Maba dalam PKKMB Unmul 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span></span><span>Sebagai agenda pertama mahasiswa baru (maba) di kampus, acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) kali ini hadir secara <em>hybrid,</em> daring dan luring. Pengenalan yang akan dilaksanakan mulai dari 3 sampai 5 Agustus ini akan dilewati maba di minggu pertamanya. Lantas bagaimana euforia PKKMB tahun ini?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;via pesan singkat Whatsapp, Senin (1/8) lalu, Zubaidah Rahmah yang mengambil jurusan Akuntansi FEB ini mengungkapkan dirinya antusias mengikuti PKKMB kali ini. Meski di dua tahun sebelumnya dilaksanakan secara daring dirinya senang karena angkatannya bisa bertatap muka dan mengenali lingkungan Unmul secara langsung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena PKKMB<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em><span>&nbsp;</span></span><span>kan dapat jadi ajang untuk mencari teman ataupun relasi yang baru,&rdquo; ucap Rahma.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga menanggapi efektivitas dari PKKMB <em>hybrid</em> ini, menurutnya hal ini kembali ke diri masing-masing. Namun, ia beranggapan ini langkah berani Unmul untuk memulai PKKMB<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em><span>&nbsp;</span></span><span>setelah dua tahun pandemi.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3a3c3da603007e6949c38e2fbd1340f412595508.jpeg" style="width: 950px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;PKKMB secara<span>&nbsp;</span></span><span>online</span><span>&nbsp;maupun<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em><span>&nbsp;</span></span><span>yg digabungkan <em>menjadi</em> satu sehingga bisa juga sedikit mengurangi penyebaran Covid-19,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Antusias yang sama juga datang dari maba jurusan Kedokteran Gigi, Binti Hanifah Husnul Khotimah. Dirinya ingin berbagi kebahagiaan, pasalnya PKKMB kali ini akan semakin terasa karena kesempatan luar biasa yakni bertemu rekan dari berbagai daerah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya juga senang saat <em>offline</em> karena bisa ke kampus langsung dan melihat dimana ruangan-ruangan yang akan jadi tempat saya belajar selama berkuliah,&rdquo; kata Binti, Selasa (2/8).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyadari PKKMB kali ini merupakan bentuk peralihan kembali<span>&nbsp;</span></span><span><em>new normal</em>.</span><span>&nbsp;Namun, meski Unmul berupaya menggelar secara <em>hybrid</em>, Binti lebih menyukai PKKMB ini digelar luring penuh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;K</span><span>arena mungkin kalau <em>hybrid</em> bisa terdapat beberapa kendala saat<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>-nya, misal jaringan atau yang lainnya. Saya harap mungkin PKKMB tahun depan dapat dilaksanakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>full offline</em></span><span>,&rdquo; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut meminta tanggapan dari beberapa pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terkait persiapan mereka menyambut PKKMB kali ini. Salah satunya Abida Ilmi Hanifah, Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan UKM Korps Sukarela (KSR) Unmul yang mengungkapkan bahwa anggotanya sudah melakukan latihan khusus untuk menjadi tim kesehatan di PKKMB kali ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pada tahun-tahun sebelumnya ketika dilaksanakan PKKMB secara luring, KSR bertugas sebagai tim kesehatan selama proses PKKMB berlangsung,&rdquo; ucapnya melaalui pesan singkat Whatsapp, Selasa (2/8).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak dimungkiri PKKMB kali ini berbeda, sebab Unmul telah absen dua tahun lamanya tanpa PKKMB di GOR 27 September. Sehingga t</span><span style="background-color: transparent;">idak ada persiapan untuk menyambut PKKMB, hanya sebatas pengenalan UKM untuk maba yang dilakukan di tahun sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Tak hanya itu, kejelasan BEM tingkat universitas mempengaruhi persiapan mereka pada PKKMB tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena tidak ada BEM, mengenai informasi kepastian PKKMB dilaksanakan secara daring atau luring jadi agak lama, sedangkan dari KSR perlu melakukan persiapan dan anggota juga masih banyak di kampung masing-masing. Sehingga apabila ada BEM mungkin PKKMB ini akan lebih terkoordinir,&rdquo; tutup mahasiswi jurusan Farmasi angkatan 2019 itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanggapan berbeda datang dari Nurmila Sekretaris UKM Teater Yupa, dihubungi pesan singkat WhatsApp Selasa (2/8). Dirinya mengutarakan kekecewaannya pada ajang tahunan maba yang tidak digelar secara luring sepenuhnya. Hal ini dilontarkan karena anggotanya sudah melakukan latihan dan persiapan, tetapi ketika mendapati pemberitahuan PKKMB dilakukan <em>hybrid</em> kekecewaan itu muncul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kita enggak pernah ngerasain yang namanya PKKMB secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em></span><span>, tapi ya kita juga enggak bisa menyalahkan keadaan,&rdquo; pasrahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendati pengenalan PKKMB dilakukan dengan penampilan video, Nurmila tetap berharap Yupa masih bisa menampilkan persembahan semacam Yupa Etnika seperti di beberapa fakultas. Hal ini ia lakukan untuk memberikan sentuhan langsung bagaimana teater Yupa kepada maba Unmul 2022.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>vyn/tus/ems/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selamatkan Ruang Hidup Kita, Perluas Aksi-Aksi Pengadangan Tambang Ilegal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/selamatkan-ruang-hidup-kita-perluas-aksi-aksi-pengadangan-tambang-ilegal/baca </link>
<guid> selamatkan-ruang-hidup-kita-perluas-aksi-aksi-pengadangan-tambang-ilegal </guid>
<pubDate> Fri, 05 Aug 2022 09:17:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persoalan tambang ilegal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/selamatkan-ruang-hidup-kita-perluas-aksi-aksi-pengadangan-tambang-ilegal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k2V2Qj8PEi.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Selamatkan Ruang Hidup Kita, Perluas Aksi-Aksi Pengadangan Tambang Ilegal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Aksi penghadangan terhadap kegiatan tambang ilegal di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kian menguatkan pandangan publik bahwa &ldquo;</span><span><em>Negara telah gagal memberikan rasa aman terhadap warganya</em></span><span>&rdquo;. Kepolisian dan pemerintah daerah yang seharusnya menjadi barisan terdepan dalam menertibkan kejahatan tambang ilegal ini, justru tidak hadir saat warga membutuhkannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepolisian dan pemerintah daerah, baik bupati dan gubernur, seperti menjauh bak hilang ditelan bumi. Inisiatif dan keberanian warga di tingkat desalah yang justru terlihat dalam melakukan upaya penghadangan terhadap kegiatan tambang ilegal tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain warga Desa Sumber Sari, aksi penghadangan terhadap kejahatan tambang ilegal ini juga mendapatkan solidaritas dari warga Desa Ponoragan, Desa Sepakat, dan Kelurahan Bukit Biru. Ini menandakan bahwa &ldquo;</span><span><em>warga semakin sadar jika solidaritas lah senjata utama yang kita miliki hari ini</em></span><span>&rdquo;. Sebab tanpa solidaritas, sulit untuk mengalahkan kejahatan tambang ilegal ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, persoalan yang ada di hadapan warga Desa Sumber Sari adalah persoalan kita bersama, bukan persoalan warga Desa Sumber Sari semata. Luka yang ditimbulkan akibat kegiatan tambang ilegal di Desa Sumber Sari, akan menjalar dan mematikan keseluruhan ruang hidup kita bersama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Warga juga tidak bisa berharap banyak dari kepolisian dan pemerintah daerah yang cenderung diam dan justru seolah memberikan &ldquo;</span><span><em>lampu hijau</em></span><span>&rdquo; bagi kejahatan tambang ilegal tersebut. Sudah bertahun-tahun persoalan ini terus dibiarkan berlarut tanpa upaya serius untuk menghentikannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepolisian tetap bergeming, bupati berdiam diri, dan gubernur membisu. Mereka yang seharusnya memberikan rasa aman, namun justru seolah menambah derita warga dengan sikap permisifnya terhadap kejahatan tambang ilegal tersebut. Untuk itu, warga memang harus bertumpu kepada kekuatan sendiri, bersandar kepada solidaritas bersama untuk saling menguatkan. Perlawanan terhadap kejahatan tambang ilegal ini hanya bisa kita lawan dengan solidaritas, dan oleh keringat dan tangan kita sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan kondisi tersebut, dan makin meluasnya aksi-aksi perlawanan warga terhadap kejahatan tambang ilegal ini, maka kami para akademisi yang tergabung dalam<span>&nbsp;</span></span><span><strong>Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Chapter Kalimantan Timur</strong></span><span><strong>,</strong> menyatakan sikap sebagai berikut :</span></p><p style="text-align: justify;"><span>1.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<span>&nbsp;</span></span><span>Memberikan solidaritas sepenuhnya kepada warga Desa Sumber Sari, termasuk warga Desa Ponoragan, Desa Sepakat, dan Kelurahan Bukit Biru, untuk terus berjuang mempertahankan ruang hidupnya dari kejahatan tambang ilegal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>2.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<span>&nbsp;</span></span><span>Menyerukan kepada seluruh warga Kalimantan Timur, agar terus memupuk keberanian untuk memperluas aksi-aksi penghadangan terhadap seluruh kegiatan tambang illegal. Hanya dengan cara melawanlah, ruang hidup kita tetap bisa kita jaga dengan baik. Hanya dengan cara melawan pula-lah, masa depan dan mimpi anak-anak kita tetap bisa kita pelihara. Sebab diam adalah sikap pengecut, yang tidak ada dalam kamus perlawanan kita.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>3.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<span>&nbsp;</span></span><span>Menyerukan kepada seluruh warga Kalimantan Timur untuk membentuk kantong-kantong perlawanan terhadap kejahatan tambang ilegal, berupa posko-posko perlawanan di setiap Kabupaten/Kota, di setiap Kecamatan, di setiap kelurahan, hingga di setiap Desa/Kampung. Posko-posko perlawanan ini harus saling terhubung dan saling bersolidaritas satu sama lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>4.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<span>&nbsp;</span></span><span>Menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Kalimantan Timur yang masih memiliki hati nurani untuk memberikan solidaritas terhadap aksi-aksi penghadangan warga terhadap kejahatan tambang ilegal tersebut. Kalangan akademisi, tokoh masyarakat, pemuka agama, masyarakat adat, mahasiswa, pegiat lingkungan, dan kelompok masyarakat sipil lainnya, harus bersuara lantang dan menunjukkan keberpihakannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>5.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<span>&nbsp;</span></span><span>Mengutuk keras kepolisian dan pemerintah daerah, baik bupati maupun gubernur yang gagal memberikan rasa aman baik bagi warga maupun terhadap ruang hidup serta lingkungannya yang selama ini dihancurkan oleh kejahatan tambang ilegal tersebut. Jika kejahatan ini terus berlanjut tanpa ada upaya serius untuk menghentikannya, maka pejabat terkait mulai dari kapolda dan seluruh jajarannya, gubernur, hingga bupati, sebaiknya mundur dan meletakkan jabatannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Herdiansyah Hamzah, Koordinator Presidium Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Chapter Kalimantan Timur</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tertolak Seleksi KIP-K, Fadillah: Saya Tidak Menyerah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tertolak-seleksi-kip-k-fadillah-saya-tidak-menyerah/baca </link>
<guid> tertolak-seleksi-kip-k-fadillah-saya-tidak-menyerah </guid>
<pubDate> Sat, 06 Aug 2022 07:11:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penolakan KIP-K mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tertolak-seleksi-kip-k-fadillah-saya-tidak-menyerah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HPWopVaUwt.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tertolak Seleksi KIP-K, Fadillah: Saya Tidak Menyerah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span></span><span>Besaran uang kuliah tunggal (UKT) kerap kali jadi beban bagi sebagian besar mahasiswa. Akhir-akhir ini, aksi tuntutan penurunan biaya UKT masih gencar disuarakan oleh himpunan mahasiswa dan BEM di berbagai fakultas Unmul. Ini disebabkan oleh banyaknya jumlah mahasiswa yang tak mampu membayar UKT akibat terdampak pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melansir dari Detik.com, berdasarkan data dari statistik Pendidikan Tingkat Tinggi 2020 Kemendikbud 2020, angka putus kuliah di tahun 2019 menyentuh 7 persen atau setara dengan 608.208 dari jumlah mahasiswa terdaftar sebanyak 8,4 juta orang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tingginya biaya pendidikan menjadi salah satu pemicu membludaknya angka putus kuliah. Mengutip dari Muljani A. Nurhadi (2006) dalam jurnal yang berjudul Desentralisasi dan Mahalnya Biaya Pendidikan, dikatakan bahwa tingginya biaya pendidikan di Indonesia salah satunya adalah ketimpangan pendanaan pendidikan di daerah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proses desentralisasi di bidang pendidikan diikuti dengan penyerahan pendanaannya yang disalurkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) yang besarnya lebih didasarkan atas perimbangan pendapatan dari pertambangan dan kehutanan, jumlah penduduk, dan luas daerah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah, hanya sekitar 30 persen dari sekitar 318 kabupaten/kota yang dapat menikmati proporsi DAU per-kapita yang cukup lumayan, sehingga APBDnya dapat membiayai pendidikan di daerahnya dengan baik. Tetapi sisanya, memperoleh pendapatan dari DAU yang terbatas sementara PAD-nya kecil sehingga dana pendidikan yang dapat disediakan melalui APBD sangat terbatas, bahkan sebagian hanya sekadar dapat untuk membiayai gaji guru. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk meringankan beban tersebut, Presiden RI kemudian memberlakukan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) bagi mahasiswa yang tidak mampu. Dengan adanya KIP-K, besaran UKT tak lagi dibebankan pada mahasiswa. Meski demikian, program ini tak bisa dinikmati oleh seluruh mahasiswa. Sebab untuk memiliki KIP-K, mahasiswa perlu melalui proses seleksi terlebih dahulu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya proses seleksi memungkinkan masih terdapat mahasiswa dengan ekonomi menengah ke bawah yang tidak mendapat keringanan untuk membayar biaya UKT. Itulah yang kemudian bermuara pada problematika baru. Tak jarang sebagian mahasiswa yang tak lolos seleksi harus merelakan impiannya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, sebab sudah dibayang-bayangi kekhawatiran finansial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal inilah yang turut dirasakan oleh Nur Fadillah Riska Rismawan, mahasiswi baru Fakultas Hukum angkatan 2022. Diwawancarai melalui Whatsapp pada Senin (1/8), Fadillah menyebut, ketika dirinya tak dinyatakan lulus KIP-K, ia sempat terpikir untuk tidak melanjutkan pendaftaran. Hal tersebut lantaran ia memperoleh UKT dengan kategori tertinggi, layaknya UKT mahasiswa yang tak mendaftar KIP-K.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya dapat UKT golongan VI dan yang paling tertinggi, yaitu UKT-nya 3,5 juta. Dan menurut saya itu memberatkan.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun sempat patah semangat dan ingin mengurungkan niatnya untuk melanjutkan tahap registrasi, perjuangan Fadillah untuk dapat diterima di jurusan impiannya melalui jalur SMMPTN, membuat dirinya kembali bertekad untuk tetap melanjutkan proses registrasi dan validasi UKT di hari terakhir proses registrasi.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya usahakan biar bisa bayar UKT di hari terakhir ini. Karena saya merasa rugi, soalnya saya sudah lulus, masa iya saya tidak melanjutkan untuk validasi dan registrasi. Jadi, saya tetap melanjutkan (tahap registrasi), walaupun nantinya saya <em>nggak</em> bisa bayar UKT atau apa, saya akan berusaha mencari beasiswa lainnya,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>Tony Ajis Saputra selaku Ketua Umum Gamadiksi Unmul turut buka suara terkait kasus yang dialami oleh Fadillah. Banyaknya jumlah mahasiswa yang tidak lolos seleksi KIP-K, bebernya, disebabkan pengurangan jumlah kuota untuk universitas dalam beberapa tahun ke belakang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seperti yang kita ketahui, bahwa untuk jalur SMMPTN sendiri jika reguler maka akan masuk ke golongan tertinggi karena itu masuk pada kebijakan murni dari universitas. Mungkin kalau ditanya terkait tanggapan saya selaku ketua Gamadiksi, saya tidak bisa memberikan tanggapan apa-apa karena tim penyeleksi KIP-K maupun UKT itu semua dari birokrat,&rdquo; tuturnya ketika dihubungi awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui pesan teks Whatsapp pada Kamis (4/8).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun demikian, Gamadiksi secara konsisten terus berupaya untuk melakukan mediasi dengan pejabat kampus seperti rektor, untuk menangani kasus tersebut. Tony mengaku, pihaknya tak bisa membantu seluruh mahasiswa yang mengalami kasus serupa, sebab pihaknya tidak memiliki data mahasiswa yang tidak lolos seleksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, pihaknya mengaku terbuka membantu apabila terdapat mahasiswa yang melapor, terlebih jika yang bersangkutan benar-benar membutuhkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketua Umum Gamadiksi itu juga menuturkan bahwa kasus seperti ini bukan hal yang baru. Kasus yang dialami oleh Fadillah ini, sebutnya, kerap terjadi di fakultas saintek seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu karena biasanya fakultas rumpun saintek memiliki UKT yang lebih besar, ditambah beberapa fakultas memiliki SPI untuk jalur SMMPTN,&rdquo; tutupnya.<span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span><em><strong><span>(</span><span>sya/amg/dre/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belajar dari LPM Lintas: Ketika Penguasa Salah Kaprah Menilai Kedudukan Pers Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belajar-dari-lpm-lintas-ketika-penguasa-salah-kaprah-menilai-kedudukan-pers-mahasiswa/baca </link>
<guid> belajar-dari-lpm-lintas-ketika-penguasa-salah-kaprah-menilai-kedudukan-pers-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 06 Aug 2022 09:33:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kedudukan persma di kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belajar-dari-lpm-lintas-ketika-penguasa-salah-kaprah-menilai-kedudukan-pers-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hKU3WxyUYX.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Belajar dari LPM Lintas: Ketika Penguasa Salah Kaprah Menilai Kedudukan Pers Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Masih ingatkah dengan kasus pembredelan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lintas IAIN Ambon akibat terbitan majalahnya bertajuk &ldquo;</span><span>IAIN Ambon Rawan Pelecehan&rdquo; yang berujung pada intimidasi kepada awak mereka beberapa waktu lalu? Hingga kini, kasus tersebut masih belum menemukan titik terang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tindak kekerasan, pembekuan, dan upaya kriminalisasi terhadap</span><span>&nbsp;</span><span>pers mahasiswa bukan satu&ndash;dua kali terjadi. Tindakan yang<span>&nbsp;</span></span><span>mencederai hak kebebasan berekspresi yang dilindungi konstitusi ini acap kali terjadi tanpa ada kejelasan pasti dalam penanganannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika dikilas balik, pada catatan<span>&nbsp;</span></span><span>Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) selama 2014-2015 tercatat tujuh bentuk kasus yang sering dialami awak Persma di Indonesia. Kasus itu di antaranya berbentuk: intimidasi, diskriminasi, pelecehan, sensor, pelarangan diskusi dan pemutaran film, pembredelan majalah, serta pembekuan lembaga pers mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Serupa dengan LPM Lintas pada 2015 LPM Lentera, Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga juga mengalami hal serupa. Majalah Lentera yang diterbitkan pada Oktober 2015 ditarik rektorat dan polisi, lantaran laporan mereka tentang peristiwa 1965 di Salatiga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada tahun berikutnya, yakni 2016, tercatat ada dua kasus, LPM Poros Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan LPM Pendapa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Keduanya dibredel oleh pihak rektorat. LPM Poros juga sempat terancam dibekukan karena mengkritik pembangunan Fakultas Kedokteran pada April 2016.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukan hanya karena produk yang mereka terbitkan, di lapangan ketika mereka melakukan peliputan sering kali mendapat tindakan represif dari berbagai pihak.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada 2020 misalnya, 28 insan pers mahasiswa mengalami kekerasan saat meliput aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak Rabu hingga Jumat 9 Oktober 2020. Muhammad Miftahul Kamal Annajib, jurnalis dari LPM Missi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sedang merekam aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang pecah. Dengan telepon genggamnya, ia merekam sekitar 7 aparat kepolisian yang memukul salah satu massa aksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu, di zaman reformasi ketika kebebasan berpendapat dan berserikat seharusnya dijamin oleh konstitusi, justru dicederai oleh oknum yang menganggap pers mahasiswa tidak memiliki subtansi dalam mengkritik penguasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Padahal keberadaan Persma sebagai media alternatif di kampus sangat strategis, sebab Persma dapat memberikan informasi, pendidikan hingga kontrol kebijakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, tak dapat dimungkiri sangat rawan terhadap intimidasi dan tekanan dari berbagai pihak termasuk rektor yang menjabat. Persma yang belum jelas payung hukumnya, dengan mudah dapat dibekukan dan dibumi hanguskan keberadaannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagaimana lembaga pers pada umumnya, pers mahasiswa juga memiliki peran yang sama untuk menjadi kontrol terhadap pejabat dan pengelola kampus. Pers mahasiswa juga menjadi salah satu pilar tegaknya demokrasi di kampus. Pembungkaman menjadi pertanda kemunduran demokrasi. Sebuah pertanda yang buruk untuk Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Nasib LPM Lintas IAIN Ambon</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terbitnya majalah LPM Lintas IAIN Ambon edisi Januari 2022, membuat Rektor Institut Agama Islam Negeri alias IAIN Ambon membredel pers mahasiswa Lintas. Praktik-praktik seperti yang dilakukan Rektor IAIN Ambon ini salah satu contoh yang mencoreng demokrasi terhadap kebebasan pers. Persis seperti beberapa kasus di atas.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/65d60122195fdef476bccaa13ad89f9ddd738f07.jpeg" style="width: 324px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Selasa (2/8), Yolanda Agne selaku Pimpinan Redaksi LPM Lintas IAIN Ambon membagikan pandangannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;LPM Lintas sangat mengutuk keputusan kampus untuk membredel pers kampus. Itu sama saja mengancam kebebasan pers di lingkungan kampus sekaligus kebebasan akademik. Seharusnya kampus lebih bijak dengan mengikuti keputusan SK Dirjen Pendis no 5494 tentang penanganan KS di lingkungan PTKI,&rdquo; tuturnya saat dihubungi via WhatsApp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengatakan bahwa pers mahasiswa bukanlah humas kampus. Selama ini kampus berharap pers mahasiswa hanya memberitakan hal baik tentang citra kampus, padahal menurutnya fungsi pers itu sendiri ialah sebagai kontrol sosial.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seharusnya kampus melihat berita ini bukan sebagai berita buruk untuk citra kampus. Berita ini harus dilihat sebagai koreksi kepada kampus tentang regulasi yang harus diperbaiki agar kampus menjadi tempat yang bebas dari kasus kekerasan seksual,&rdquo; sahutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walaupun hingga kini pihaknya masih dibekukan dan alat kerja mereka sudah ditarik oleh pihak kampus, tetapi Yolanda bersama awaknya akan terus menjalankan funginya sebagai insan pers.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami tetap memberitakan apa yang perlu menjadi koreksi bagi kampus. Redaksi Lintas tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Tentu kami juga akan memberitakan informasi lainnya tentang kampus sesuai dengan fungsi pers yaitu wadah informasi.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Seperti Apa Seharusnya Kedudukan Pers Mahasiswa di Lingkup Universitas?</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nurliah yang merupakan Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Unmul ini memberikan respons terhadap kasus LPM Lintas IAIN Ambon dan kelirunya civitas academica menyikapi fungsi lembaga pers mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya</span><span>, pers mahasiswa<span>&nbsp;</span></span><span>sudah sepatutnya bersikap kritis. Sebab pers mahasiswa bukan media humas, yang seharusnya berdiri sendiri sebagai lembaga humas universitas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Meski pers mahasiswa tidak disebutkan di dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers, tetapi tujuan pers sama kan yakni memberikan informasi, mengontrol pemerintah, mengontrol terhadap penguasa, keberadaan pers kan seperti itu kalau secara umum kan,&rdquo; tegasnya Selasa (2/8).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menegaskan bahwa saat ini seharusnya tidak ada lagi aturan pembredelan, terlebih ia menyoroti ini bukan lagi zaman orde baru. Negara ataupun kampus tidak berhak lagi melakukan pembredelan terhadap pers mahasiswa, sebab kampus yang notabenenya adalah lingkungan intelektual, tentu harus memberikan kebebasan berpikir, dan kesempatan dalam menyampaikan pendapat bagi civitas academica.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harusnya kan (kampus) memberikan ruang untuk bersuara terhadap apapun asalkan ditulis sesuai dengan kode etik,<span>&nbsp;</span></span><span><em>cover both sides</em></span><span>, konfirmasi, verifikasi, dan mengemukakan dengan data.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga menuturkan walau bagaimanapun pembredelan terhadap pers mahasiswa akan menjadi sejarah buruk bagi dunia pers.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di era yang sebenarnya sudah terbuka, pemerintahannya sendiri tidak ada lagi (melakukan pembungkaman pers), hadirnya UU pers tahun 1999 itu kan membuka kebebasan pers, tetapi kok di era yg membuka tren kebebasan pers kampus sendiri membungkam suara-suara kritis di pers mahasiswa, substansinya di situ sebenarnya ya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Semestinya pejabat kampus melihat ini sebagai ruang belajar mahasiswa yang bergabung di lembaga pers mahasiswa. Sikap tidak membungkam dengan memberikan pemahaman akan verifikasi tentu menjadi langkah yang baik. Pasalnya verifikasi adalah harga mati.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pers kan tidak boleh dibungkam, tidak boleh dibredel, karena dijamin oleh UU Pers, dan bahwa ada pasal 28 UU semua masyarakat punya kebebasan untuk berbicara dan berorganisasi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penting bagi universitas untuk memayungi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kemampuan khusus untuk dapat mengaktualisasikan dirinya.</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, Nurliah berpesan bahwa pers kampus tidak boleh ikut dalam kegiatan kampanye yang menjelekkan salah satu rektor atau orang tertentu, itu karena pers mahasiswa harus punya sikap membeberkan fakta, tanpa disertai niat buruk menjelekkan orang lain.&nbsp;<strong><em>(</em><em><span>fzn/tha/lau/mel</span><span>/</span><span>khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PMKH Kerap Terjadi, Bukan untuk Dinormalisasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pmkh-kerap-terjadi-bukan-untuk-dinormalisasi/baca </link>
<guid> pmkh-kerap-terjadi-bukan-untuk-dinormalisasi </guid>
<pubDate> Mon, 08 Aug 2022 08:20:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tindakan PMKH dalam sudut pandang mahasiswi Fakultas Hukum. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pmkh-kerap-terjadi-bukan-untuk-dinormalisasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lp9l3jmLyQ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>PMKH Kerap Terjadi, Bukan untuk Dinormalisasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Sejatinya, pengadilan merupakan tempat untuk mengadili suatu perkara, tempat peradilan bagi mereka yang sedang mencari keadilan untuk hak-hak yang diperjuangkan atas perkara yang akan diputuskan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam memutuskan perkara, hakimlah yang akan mengambil peran utama. Dengan berbagai macam pertimbangan kebenaran yuridis, filosofis, dan sosiologis maka diketuklah palu untuk mengadili putusan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Maka dari itu, pengadilan merupakan ruang hukum yang harus terjaga keamanan dan kehormatannya. Segala macam proses yang berjalan di dalamnya haruslah diikuti dengan khidmat dan kondusif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Begitupun dengan hasil keputusan peradilan yang ditetapkan oleh hakim harus diterima oleh berbagai pihak. Adapun jika keputusan tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, bisa kembali diperjuangankan lewat prosedur hukum yang telah ditentukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun keputusan yang telah dibuat oleh hakim, nyatanya tidak semua pihak bisa menerimanya dengan baik. Tidak banyak dari mereka yang ingin menempuh prosedur hukum lanjutan untuk kembali memperjuangkan keadilan agar sesuai dengan apa yang diharapkan. Bagi mereka yang merasa keputusan hakim tidak adil, biasanya akan menolak keras dan melakukan upaya pemberontakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bahkan, tak jarang penolakan putusan tersebut disertai dengan aksi penyerangan hakim di ruang peradilan. Tak hanya melontarkan caci maki secara nyata di ruang pengadilan, jari jemari pun turut serta bergerak lincah mengetik di atas layar mengirimkan ujaran-ujaran kebencian yang dapat memprovokasi pengguna sosial media untuk ikut serta menjatuhkan nama baik hakim. Hal-hal tak pantas seperti itulah disebut sebagai Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim (PMKH).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya perbuatan yang merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim tersebut, Komisi Yudisial Republik Indonesia telah menetapkan dalam Peraturan Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Advokasi Hakim.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui Pasal 1 telah dijelaskan bahwa advokasi hakim dilakukan sebagai langkah hukum terhadap orang perorangan, kelompok, ataupun badan hukum yang telah merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat hakim. Karena pada dasarnya, advokasi hakim ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun peraturan tersebut telah dibuat, nyatanya tindakan PMKH masih sering terjadi hingga saat ini. Khususnya dalam ruang pengadilan, jika dirasa keputusan yang dibuat oleh hakim dianggap tidak adil, berbagai tindakan yang melanggar protokol persidangan di ruang pengadilan pun dihiraukan. Padahal, semua itu telah diatur sedemikian rupa dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2020 tentang Protokol Persidangan dan Keamanan dalam Lingkungan Pengadilan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Proses peradilan yang seharusnya bisa dijalankan dengan suasana kondusif, nyatanya masih ada saja yang menimbulkan keributan di dalamnya. Mulai dari mengabaikan putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap dengan melakukan demonstrasi dalam persidangan, melakukan teror yang mengancam ataupun mengintimidasi hakim, mencemarkan nama baik hakim, bahkan tak jarang kekerasan fisik pun dilakukan untuk menyerang hakim juga sarana prasarana pengadilan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terbukti, di sepanjang tahun 2021 lalu, setidaknya KY telah menerima sebanyak 13 laporan atas kasus perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran maratabat hakim.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti yang pernah terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat sidang perkara Muhammad Rizieq Shihab. Dalam proses persidangan saat itu, sempat terjadi ricuh sehingga mengganggu jalannya proses persidangan. Tak hanya itu, tindakan PMKH berupa ancaman teror di luar persidangan juga terjadi di Pengadilan Negeri Bengkalis dan Pengadilan Agama Wangi-Wangi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tindakan PMKH lainnya dalam kasus yang tercatat di KY berupa perusakan sarana dan prasarana di ruang pengadilan yang terjadi di Pengadilan Negeri Dobo dan Pengadilan Negeri Bengkulu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya di dunia nyata, di tengah pesatnya era teknologi komunikasi saat ini pun tindakan PMKH makin marak terjadi. Tindakan PMKH juga terjadi di Pengadilan Negeri Pekalongan berupa penghinaan hakim dan pengadilan yang dilakukan melalui media sosial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mirisnya, tindakan PMKH tersebut tak hanya dilakukan oleh orang-orang awam, melainkan juga banyak dilakukan oleh kelompok yang berpendidikan dan berprofesi serupa. Oknum tak bertanggung jawab ini terus menutup mata, menjadikan pemberontakan, kekerasan, penyerangan dan perbuatan tak pantas di pengadilan dan muka hakim lainnya sebagai perbuatan yang wajar untuk mendapatkan keadilan yang tak berpihak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak peduli adanya aturan-aturan hukum yang melindungi hakim dan pengadilan yang bisa saja menyeret tindakannya ke hadapan hakim untuk diadili atas tindakan PMKH yang dilakukannya. Sebab pada dasarnya, PMKH bukanlah perbuatan yang boleh dilakukan, justru merupakan sebuah bentuk perbuatan melawan hukum yang tidak bisa dibenarkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Maka dari itu untuk mencegah terjadinya tindakan PMKH, salah satunya perlu dilakukan advokasi hakim kepada masyarakat dan penekanan kode etik profesi. Khususnya peran mahasiswa di perguruan tinggi sangat diperlukan untuk membantu KY dalam mengedukasi dan mengabdi ke masyarakat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Sebagai<span>&nbsp;</span><em>agent of change</em>,<span>&nbsp;</span>sudah seharusnya mahasiswa turut serta menjadi bagian dan pelopor dan pelapor dari tindakan PMKH. Karena merendahkan hakim, sama halnya dengan merendahkan muruah pengadilan.</p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Rhiska Afriliani, mahasiswi Fakultas Hukum 2021.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pekan Jurnalistik Polnes: Serba-serbi Literasi Media Hari Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/pekan-jurnalistik-polnes-serba-serbi-literasi-media-hari-ini/baca </link>
<guid> pekan-jurnalistik-polnes-serba-serbi-literasi-media-hari-ini </guid>
<pubDate> Tue, 09 Aug 2022 08:16:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pekan Jurnalistik Polnes </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/pekan-jurnalistik-polnes-serba-serbi-literasi-media-hari-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2Fvc3OSE9t.png" />
					</figure>
			                <h1>Pekan Jurnalistik Polnes: Serba-serbi Literasi Media Hari Ini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash;&nbsp;Pekan Jurnalistik oleh UKM Jurnalistik Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) kembali hadir tahun ini secara virtual. Kegiatan ini mulai dibuka pada Senin (1/8) lalu, mengusung tema &ldquo;One Week to Increase Credibility with Journalism.&rdquo; Adanya lomba fotografi, desain infografis,<span>&nbsp;</span><em>voice over</em><em>&nbsp;</em>hingga lomba<span>&nbsp;</span><em>news anchor</em>&nbsp;turut memeriahkan agenda tersebut dalam sepekan.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah sepekan dimeriahkan berbagai perlombaan jurnalistik, webinar nasional bertajuk &ldquo;Establishment of Media Literacy Based on Journalism&rdquo; Minggu (7/8) kemarin secara resmi menandai berakhirnya agenda tahunan oleh UKM Jurnalistik Polnes tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Webinar tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Polnes, Kemudian dilanjutkan pula dengan pembacaan doa oleh Muhammad Rifaldi selaku panitia, dan dilanjutkan sambutan-sambutan dari berbagai pihak.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sambutan pertama dibuka oleh Muhammad Fadly, selaku ketua panitia kegiatan pekan jurnalistik. Ia menyebut, tujuan kegiatan webinar pagi itu untuk menambah minat dan bakat &nbsp;setiap individu di bidang jurnalistik. Tak hanya itu, Fadly juga berharap kegitan tersebut secara khusus dapat lebih memperluas relasi antar pers mahasiswa maupun non pers mahasiswa serta menambah pengetahuan di bidang jurnalistik berliterasi dengan media. &nbsp;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilanjutkan dengan sambutan ketua umum UKM Jurnalistik Polnes, Indra Ade Setiawan menyampaikan selain menambah minat bakat dalam bidang jurnalistik, kegiatan ini juga diharap mampu menjadi ajang untuk mengenalkan jurnalistik kepada khalayak baik pers mahasiswa maupun non pers mahasiswa. &nbsp;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena memang kita enggak harus menjadi jurnalis untuk memahami seperti apa aturan-aturan jurnalis ini,&rdquo; &nbsp;tuturnya dalam sambutan yang ia sampaikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nasikin, Pembina UKM Jurnalistik Polnes turut memberikan sambutannya pada pagi itu. Dirinya menyampaikan terkait literasi media. Ia menuturkan dalam gempuran penyebaran informasi yang begitu cepat diperlukan pemahaman kode etik jurnalistik dan 5W+1H salah satunya sebagai acuan untuk menyaring dan menentukan informasi yang baik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Para peserta dapat mengambil manfaat dari apa yang disampaikan oleh narasumber sehingga ilmu dan pengalaman yang didapat nantinya menjadi acuan untuk menyampaikan informasi fakta dan kredibel,&rdquo; harap Nasikin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sambutan terakhir sekaligus menjadi pembuka webinar tersebut diisi oleh wakil direktur III Polnes, Ahyar M. Diah. Kegiatan webinar tersebut menurutnya penting untuk seorang mahasiswa &nbsp;khususnya dalam rangkaian pengetahuan dan kode etik jurnalistik. Anggota jurnalis di kampus pun menurutnya lah yang berperan menjadi faktor untuk bebas dari belenggu berbagai macam informasi yang berkeliaran di masyarakat. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pengetahuan-pengetahuan tentang jurnalistik harus terus dibekali &nbsp;dan terus dipenuhi supaya pemikiran-pemikiran kritis yang sifatnya konstruktif itu dapat dibangun melalui media ataupun kegiatan-kegiatan jurnalistik yang diadakan,&rdquo; tutupnya lalu membuka webinar tersebut secara resmi.</span></p><p style="text-align: justify;">Setelah semua sambutan selesai, tiba penyampaian materi oleh seorang <em>news anchor</em>, Nola Hariadi yang menjadi narasumber dalam kegiatan webinar tersebut. Ia menyampaikan beberapa materi mengenai jurnalistik mulai dari cara penulisan berita yang baik dan benar serta bagaimana cara memilah berita.</p><p style="text-align: justify;"><span>Nola juga menuturkan mengenai berita yang beredar di Indonesia dimana berita hoaks menjadi berita yang memiliki rating tinggi. Berbeda halnya dengan berita yang mencakup masyarakat Indonesia yang justru tenggelam dan sepi peminat</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyampaikan harapannya terhadap peserta yang nantinya terjun ke dunia media dan jurnalistik agar bisa merubah pola pikir sebagian masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa media adalah momok dan identik dengan stigma melebih-lebihkan sebuah berita.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Inilah saatnya kalian sebagai nantinya beberapa tahun ke depan kalian masuk dunia jurnalistik beneran, kalian memilih jalur yang benar untuk mengubah<span>&nbsp;</span></span><span>mindset</span><span>&nbsp;orang Indonesia, ini lo baru namanya media,&rdquo; ujarnya semangat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penyampaian materi oleh Nola diakhiri dengan adanya sesi tanya jawab dengan peserta webinar. Kemudian acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang peserta lomba yang sudah diadakan dalam pekan jurnalistik tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada sesi terakhir, adanya pemutaran film pendek yang diperankan oleh para anggota UKM Jurnalistik Polnes pun menjadi penutup acara webinar tersebut dan dengan resmi ditutup pula pekan jurnalistik Polnes pada tahun 2022.<span>&nbsp;</span></span><span><em><b>(tha/nkh)</b></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN Unmul Tiga Tahun Terakhir, Hasilkan Luaran Program yang Berkualitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-unmul-tiga-tahun-terakhir-hasilkan-luaran-program-yang-berkualitas/baca </link>
<guid> kkn-unmul-tiga-tahun-terakhir-hasilkan-luaran-program-yang-berkualitas </guid>
<pubDate> Fri, 12 Aug 2022 11:27:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Luaran KKN Unmul yang kian menuntut kualitas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-unmul-tiga-tahun-terakhir-hasilkan-luaran-program-yang-berkualitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0n7BvC0SKr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>KKN Unmul Tiga Tahun Terakhir, Hasilkan Luaran Program yang Berkualitas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> - Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 48 tahun 2022 kini hampir berakhir. Program dari <em>tri dharma</em> perguruan tinggi itu tak hanya menyoal bagaimana mahasiswa mengabdikan diri pada masyarakat. Lebih daripada itu,&nbsp;</span><span><em>output</em><span>&nbsp;</span></span><span>atau luaran juga menjadi ihwal utama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam dua tahun terakhir, misalnya. LP2M Unmul menargetkan sejumlah luaran program berkualitas dari peserta KKN dengan berbagai kriteria. Ini tak dielak sebab program pengabdian yang berlangsung jangka pendek seperti pengecatan, pembuatan nama jalan, dan kegiatan sejenis. Lantas bagaimana implementasinya?</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em> berkesempatan berbincang dengan Arifin Salam selaku ketua panitia KKN 48 dan Anton Rahmadi selaku ketua LP2M melalui Zoom pada Kamis (4/8) lalu. Arifin menyebut bahwa dalam dua tahun terakhir, kegiatan KKN harus menghasilkan <em>output</em> atau luaran berbentuk artikel ilmiah,<span>&nbsp;</span></span><span><em>proceeding</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>book</em>&nbsp;<em>chapter</em></span><span>, serta video profil desa lokasi KKN.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum mencapai tahap publikasi, luaran tersebut terlebih dahulu akan melewati seleksi kelayakan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dengan kriteria: ketercukupan data, kelayakan, serta keunikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terutama untuk program individu, karena tidak semua program individu itu wajib ada luaran. Tetapi, kalau ada yang bagus, ada yang berkualitas, itu akan dipublikasikan. <em>Nah</em> kalau yang wajib (dipublikasikan) luaran itu adalah program unggulan atau program kelompok setiap desa dan kelurahan.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Anton Rahmadi dalam perbincangan itu, turut menambahkan bahwa hasil-hasil terbaik dari program KKN yang diterbitkan dalam bentuk <em>book chapter</em> nantinya akan disebarkan kepada<span>&nbsp;</span></span><span>Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (</span><span>DMPD) atau<span>&nbsp;</span></span><span>Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota (</span><span>DPMK) yang ada di provinsi dan kabupaten atau kota terkait.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Anton mengungkap bahwa dalam proses penerbitannya, LP2M Unmul bekerja sama dengan beberapa pihak, di antaranya Mulawarman Press dalam mengedit dan mencetak, Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang akan melayani pendaftaran paten, hingga pengembangan <em>sustainable development goals</em> (SDG) dan IKN yang akan mendistribusikan luaran KKN ke masyarakat melalui diseminasi dan penyebaran buku kepada seluruh DMPD atau DPMK di provinsi dan kabupaten kota terkait.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepada <em>Sketsa</em>, pria berkacamata itu juga menyampaikan rasa bangga dengan luaran yang telah dihasilkan mahasiswa Unmul hingga saat ini. Ia melihat tiga tahun terakhir mendapat hasil yang semakin baik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada 2020, sebutnya, luaran KKN berupa sepuluh naskah buku berhasil dipublikasikan oleh<span>&nbsp;</span></span><span>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (</span><span>kemendikbud), sedangkan luaran di tahun 2021 masih dalam proses.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang lagi masih dalam tahap pencetakan karena jumlah <em>proceeding-</em>nya itu 400an dengan tebal halaman itu melebihi 1500 halaman, jadi masih proses, luar biasa itu. Saya sangat salut,&rdquo; ungkapnya ketua LP2M itu.</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun diketahui pada 2020, luaran KKN berupa <em>book chapter</em> bertajuk &ldquo;Unmul Mengabdi, Menebar Solusi&rdquo; dan berjudul &ldquo;Menebar Dharma, Menyemai Karya: Catatan KKN Tematik Pandemi COVID-19&rdquo; berhasil dipublikasikan. <strong><em>(</em><em><span>kya/jla/lyn/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagian Dua: Panglima Legenda Talawang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-dua-panglima-legenda-talawang/baca </link>
<guid> bagian-dua-panglima-legenda-talawang </guid>
<pubDate> Mon, 15 Aug 2022 08:10:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen legenda masyarakat Dayak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-dua-panglima-legenda-talawang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/chkqgKLgJO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bagian Dua: Panglima Legenda Talawang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Setelah berkesepakat dengan Feronika, Pune berencana pamit dengan istrinya, Agni. Berurusan dengan Ferdinan sangatlah berisiko, sehingga ia harus memperingatkan istrinya. Anehnya, Pune tidak bisa menemukan Agni. Kain tenun yang dikerjakannya tergeletak begitu saja. Ia mengelilingi rumah memanggil istrinya tapi tidak ada jawaban. Pune sadar ada yang janggal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ia menghilang,&quot; Pune melewati Feronika yang duduk di ruang tamu dan berjalan ke halaman depan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Apa maksudnya ia menghilang? Siapa?&quot; bingung sembari mengikuti Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Istriku, Agni. Dia menghilang,&quot; kepanikan terpancar pada wajahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setibanya di halaman rumah, Pune melipat kedua tangannya. Mengatur nafas dan menutup matanya. Feronika sadar yang dilakukan Pune dan mengambil langkah mundur. Angin kencang menyelimuti rumah. Sesaat kemudian tubuh Pune telah mengudara. Pune kemudian membuka mata hitam mengerikan seperti yang digambarkan di koran-koran. Kekaguman bercampur takut terlukis pada wajah Feronika.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kecepatan angin kian berkurang dan Pune pun kembali berdiri dengan kedua kakinya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Agni diculik oleh sekumpulan orang beberapa waktu lalu. Mereka kabur menggunakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Ketinting</em></span><span>&nbsp;(perahu mesin) melewati sungai yang terletak di belakang rumah. Mereka menggunakan baju berwarna hijau dengan logo aneh pada punggungnya,&quot; jelas Pune berharap Feronika mengetahui sesuatu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Baju berwarna hijau dengan logo PBH?&quot; Feronika bernada interogatif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Benar sekali, kau tahu sesuatu?&quot; Pune mengharapkan jawaban lebih.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Pemilik PT. Bura Husada: Ferdinan Bura, merupakan seorang pengidap Protanomali. Ia buta akan warna hijau. Itulah alasan seluruh karyawannya menggunakan seragam berwarna hijau. Kemungkinan yang menculik Agni adalah suruhan Ferdinan.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pune teringat salah seorang pemburu yang ia habisi semalam menggunakan baju yang sama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau nampak tahu banyak tentang sang pemilik perusahaan ini,&rdquo; tutur Pune.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sudah sepatutnya begitu,&quot; sembari memperlihatkan kartu pers yang menggantung pada lehernya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan sedang mempersiapkan penjualan aset-aset perusahaan di mejanya. Mengingat ia sedang bermain dengan sosok yang dianggap legenda bagi masyarakat. Di sampingnya terdapat komputer kecil yang menampilkan rekaman<span>&nbsp;</span></span><span><em>cctv</em></span><span>&nbsp;dan berkedipkan cahaya merah. Rekaman tersebut menampilkan sosok yang telah diprediksi Ferdinan. Jejak berwarna merah dari mayat para pengawalnya mengikuti sosok tersebut. Aroma amis darah terpancar ke seluruh penjuru ruangan. Peralatan pertambangan seperti helm, rompi, rompi pengaman,<span>&nbsp;</span></span><span><em>forklift</em></span><span>&nbsp;turut berlumuran darah. Situasi kian mencekam dengan lampu darurat yang turut mewarnai seluruh sisi gedung.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dimana atasan mu?&quot; tanya Panglima yang mencengkram pengawal yang berlumuran darah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Lantai 8, ruang 14...&quot; ucap pengawal yang berharap nyawanya sebagai imbalan. Panglima lantas menancapkan paruh burung Enggang ke mata petugas itu. Ia pun seketika tewas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Situasi semakin sunyi. Rintihan para pengawal semakin menghilang dan hanya menyisakan erangan sirene tanda darurat. Ferdinan tidak bergerak dari mejanya dan tetap menatap satu - satunya pintu masuk di hadapannya. Tidak sedikitpun raut Ferdinan memancarkan ketakutan. Kemudian, pintu dibuka paksa oleh Panglima. Ferdinan lantas menyambut kedatangan sosok tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sang legenda, mitos, dan pujaan orang-orang sedang berada di sini. Sungguh sebuah kehormatan dapat menjamu anda, Panglima,&quot; Ferdinan berusaha mengacuhkan belasan Mandau yang mengarah padanya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dimana Agni?&quot; tanya Panglima.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Agni? Oh, maksudnya istri anda? Anggaplah Agni merupakan ganjaran atas perbuatan anda kemarin malam,&quot; Kesinisan terpancar pada wajahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Hewan-hewan itu bukan milikmu, Ferdinan. Mereka terancam punah dan kau memanfaatkan mereka di Pasar Gelap,&quot; tegas Panglima.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Panglima dan Ferdinan hanya berjarak satu meter.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Bolehkah aku memanggilmu Pune? Kau tau kenapa hewan-hewan itu terancam punah, Pune? Mereka dikalahkan oleh alam. Parahnya lagi, pemerintah tidak memedulikan keberadaan mereka. Mereka bisa mendapatkan tempat yang aman, makanan yang layak, jika mereka dimiliki oleh orang-orang kaya, Pune. Pasar Gelaplah yang dapat menyelamatkan hewan-hewan itu,&quot; tegas Ferdinan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mandau sang Panglima mengelilingi Ferdinan seolah menunggu persetujuan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ingatlah, Panglima. Kalau aku mati, Agni tidak akan pernah kau temukan. Kau tahukan betapa mudahnya kami dalam menghilangkan seseorang?&quot; Ferdinan mengulur waktu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk pertama kalinya, Panglima mengambil langkah mundur.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Hewan-hewan itu akan mati di tangan mu, Ferdinan. Kau tidak berhak memutuskan hidup mereka,&quot; ucap Panglima.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau ingin berbicara soal hidup dan mati? Lihatlah, Pune. Jejak darah selalu mengikuti kemanapun kau pergi. Setidaknya, jejak yang kutinggalkan bukanlah darah manusia,&quot; Ferdinan menunjuk ke arah pintu masuk yang berlumuran darah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keraguan terpancar pada wajah Panglima. Ia tahu yang dikatakan Ferdinan benar. Ia memandang kedua tangannya dan tragedi yang menimpa desanya kembali teringat. Ferdinan memanfaatkan kerapuhan Panglima. Secara tiba-tiba, sebuah perisai terbang menyerang Panglima. Beruntung, Panglima berhasil menghindarinya. Panglima kembali siaga dan perisai itu melayang ke genggaman pemiliknya, Ferdinan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Perisai itu, dimana kau mendapatkannya?&quot; tegas Panglima melihat lawannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sekarang kita seimbang, Panglima.&quot; ucap Ferdinan dengan matanya yang memerah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertarungan tidak terelakkan. Kemampuan Ferdinan berangsur dari manusia biasa menjadi setara dengan seorang Panglima akibat perisai itu. Kekuatan, kekebalan, dan kelincahan keduanya setara. Panglima yang terlatih selama 10 tahun turut kewalahan melawan Ferdinan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Apa yang terjadi?&quot; Panglima bingung Mandaunya tidak melayang seperti biasanya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Perisai ini mampu menetralisir senjata apapun, dasar bodoh,&quot; Ferdinan diiringi tawa sarkastik.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan berlari ke arah Panglima yang nampak kebingungan. Ia mengayunkan Talawang dan mendarat tepat pada pelipis Panglima. Paruh Burung Enggang yang tertaut pada kening Panglima terlepas. Serangan demi serangan terus dilemparkan Ferdinan. Untuk seseorang yang bekerja di belakang meja, Ferdinan bertarung dengan cukup hebat. Panglima berusaha menghindari serangan sebisanya. Tetapi, bahkan sang Panglima tahu ia bukanlah saingan untuk Perisai Talawang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau tahu, seharusnya aku merayakan ulang tahun ayahku hari ini,&quot; Ferdinan dengan keringat dan darah mengalir dari kepalanya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;-tapi kau membunuhnya!&quot; Ferdinan melayangkan pukulan keras pada dagu Panglima.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;-sepuluh tahun yang lalu!&quot; lanjut Ferdinan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Panglima tersadar para penebang liar yang dahulu dihabisinya merupakan karyawan Bura Husada.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ayahmu meluluhlantahkan kampung dan keluargaku, keparat! Bersyukurlah aku tidak mengincarmu juga!&quot; balas Panglima yang setengah tak sadarkan diri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan mengambil kain Ulap Doyo pada pinggangnya dan mengikat leher Panglima.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ayahku selalu bilang, pada masa - masa sulit, kita selalu memiliki dua pilihan. Membalaskan dendam atau memaafkan. Kau tahu? Aku bukanlah orang yang pemaaf.&rdquo; ucap Ferdinan dengan terus mengeratkan ikatan leher Panglima. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kesadaran mulai meninggalkan Panglima. Pandangannya menghitam. Ia terjatuh pingsan kehabisan udara. Untuk pertama kalinya, Panglima kalah. Sesaat hendak menghabisi nyawa Panglima, terdengar bunyi sirene polisi. Ferdinan-pun kabur meninggalkan Panglima.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><em>Bersambung</em>.</p><p><em><strong>Ditulis oleh F. Sandro Asshary, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2018</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN-PLP Resmi Dilaksanakan: Jadi Momentum Pengabdian Luar Biasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-resmi-dilaksanakan-jadi-momentum-pengabdian-luar-biasa/baca </link>
<guid> kkn-plp-resmi-dilaksanakan-jadi-momentum-pengabdian-luar-biasa </guid>
<pubDate> Tue, 16 Aug 2022 11:01:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan KKN-PLP angkatan 48 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-plp-resmi-dilaksanakan-jadi-momentum-pengabdian-luar-biasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Mq7jC74NQg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>KKN-PLP Resmi Dilaksanakan: Jadi Momentum Pengabdian Luar Biasa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Setelah melewati serangkaian proses persiapan dan pembekalan, tepatnya pada tanggal 1 Agustus 2022, KKN-PLP resmi dilaksanakan hingga 4 Oktober 2022 mendatang. Tentunya berbagai kesiapan dibutuhkan &nbsp;dalam menjalankan KKN-PLP secara luring kali ini Selain kesiapan mental, dibutuhkan juga kesiapan materi, bekal pembelajaran, hingga administrasi yang bersifat teknis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selasa (9/8) lalu, Vivin yang merupakan salah satu peserta KKN PLP dari prodi PKN turut membagikan proses pelaksanaan kelompoknya kepada awak<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa</span><span>. Sejauh ini, untuk pelaksanaan KKN-PLP kelompok sesuai dengan rencana yang telah disusun bersama kelompok dan dosen pembimbing.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, terjadi kesepakatan antara sekolah tempat kami KKN-PLP, yakni kelompok kami melaksanakan KKN terlebih dahulu setelah itu baru disusul pelaksanaan PLP,&rdquo; tambah Vivin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai macam kegiatan yang Vivin ajukan dalam program kerja kelompok KKN-PLP, di antaranya SMPN 4 Samarinda<span>&nbsp;</span></span><span><em>Go Green</em></span><span>, Mading Merdeka, Buletin Ekskul, dan beberapa kalimat dan kata-kata motivasi yang akan ditempel di tempat-tempat tertentu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rangkaian program kerja tersebut tentu saja dengan persetujuan pihak sekolah. Semua itu tak lepas dari koordinasi dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) dan juga pihak sekolah yang terkoordinasi dengan baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Cukup berbeda dari Vivin, Handoko yang merupakan mahasiswa Pendidikan Kimia, bersama kelompoknya justru mengajukan program kerja membuat apotek hidup, membuat plang untuk laboratorium MIPA dan menyelenggarakan perayaan 17 Agustus 1945.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Persiapan kelompok kami sudah siap dan mulai pembentukan struktur dari ketua dan lain-lain.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aisyah, selaku DPL KKN-PLP Kelompok 39 pun menuturkan, untuk koordinasi sudah diinisiasi dari para mahasiswa lewat WhasApp Grup yang bisa dilanjut via<span>&nbsp;</span></span><span><em>meeting online</em></span><span>&nbsp;jika dibutuhkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan jangka waktu dua bulan lamanya, Aisyah berharap semoga program KKN-PLP bisa membuat mahasiswa belajar lebih matang, dapat menjangkau masyarakat di sekitar lingkungan sekolah, dan untuk ke depannya semoga program KKN-PLP semakin lebih baik dengan program yang matang dan aktual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk mahasiswa semoga bisa mengambil banyak ilmu,<span>&nbsp;</span></span><span><em>insight</em><span>&nbsp;</span></span><span>dari kegiatan KKN-PLP juga. Selamat menginspirasi dan menjadi teladan bagi peserta didik,&rdquo; tutup Aisyah pada Kamis (11/8).</span><span>&nbsp;</span><span><em><strong>(wsd/nop/snk/afr/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meninjau Cara Fakultas dalam Menangani Drop Out Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meninjau-cara-fakultas-dalam-menangani-drop-out-mahasiswa/baca </link>
<guid> meninjau-cara-fakultas-dalam-menangani-drop-out-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 17 Aug 2022 04:57:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beragam antisipasi fakultas tangani mahasiswa DO </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meninjau-cara-fakultas-dalam-menangani-drop-out-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZzbqDF76dG.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Meninjau Cara Fakultas dalam Menangani Drop Out Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menindaklanjuti infografis yang diunggah pada Instagram <em>Sketsa</em> beberapa waktu yang lalu,&nbsp;<em>Sketsa</em> kemudian mewawancarai Muhammad Amir selaku Dekan FKIP. Pasalnya dari data akademik yang ada di Unmul, FKIP menjadi kampus kedua tertinggi yang melakukan<span>&nbsp;</span><em>drop out</em> (DO) mahasiswa. Menurutnya, hal ini berbanding lurus dengan jumlah penerimaan mahasiswa di FKIP yang mencapai angka delapan ribu mahasiswa setiap tahunnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Banyak ya, di antara mereka itu yang memang tidak aktif sejak semester pertama. Semester pertama aktif, semester dua enggak aktif. Sehingga karena tidak aktif ya mau enggak mau (DO).&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain batas maksimal masa studi yang secara otomatis akan habis ketika mahasiswa memasuki semester 14, permasalahan Indeks Prestasi (IP) mahasiswa turut mengambil peran. &ldquo;Yang ketiga, ada juga karena IP ya, tiga semester berturut-turut IP-nya di bawah satu kan nggak bisa,&rdquo; terang Amir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di kesempatan tersebut, Dekan FKIP juga membeberkan berbagai antisipasi yang dilakukan pihaknya untuk menekan jumlah mahasiswa DO. Misalnya memberikan motivasi mahasiswa sejak di awal semester, membuka layanan akademik mahasiswa yang berguna untuk memudahkan pelaporan kendala terkait perkuliahan, sampai mengevaluasi kinerja dosen.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akhir-akhir ini kita coba penuhi untuk melakukan pembimbingan secara bersama-sama jadi tidak lagi mendatangi satu-satu tapi satu dosen duduk, bimbingannya lima dan semuanya hadir,&rdquo; tuturnya saat disambangi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Kamis (4/8) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em> juga berkesempatan mewawancarai mahasiswa berprestasi FEB tahun 2017 program studi Ekonomi Pembangunan, Lestari Riski Saputri. Kabar DO dari kampus yang beberapa waktu lalu diunggah oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, dalam penuturannya sangat ia sayangkan. Pasalnya angka DO FEB menempati posisi atas. Baginya, kampus pencetak sarjana ekonomi itu tak ketinggalan dalam memberi akses bagi mahasiswanya menyelesaikan tugas akhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Disayangkan sekali, karena di FEB diberikan kemudahan untuk pengajuan penggantian dospem dan pengajuan tema atau judul ulang,&quot; tulisnya kepada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya berharap, ke depan FEB akan bekerja sama dengan lembaga mahasiswa untuk memberikan latihan penulisan kepada mahasiswa agar dapat lebih memahami cara penulisan skripsi dengan benar. Sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang kebingungan saat mengerjakan tugas akhir nanti.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB enggan berkomentar.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(ahn/cal/ans/wsd/nkh)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kerusakan Lingkungan Melalui Legitimasi Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kerusakan-lingkungan-melalui-legitimasi-hukum/baca </link>
<guid> kerusakan-lingkungan-melalui-legitimasi-hukum </guid>
<pubDate> Thu, 18 Aug 2022 01:51:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pencemaran lingkungan dan legitimasi hukum </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kerusakan-lingkungan-melalui-legitimasi-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A35YSg4nLe.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kerusakan Lingkungan Melalui Legitimasi Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Pencemaran lingkungan merupakan kondisi di mana terjadinya kontaminasi atau perubahan komponen fisik maupun biologis, dari sistem bumi dan atmosfer yang mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melihat kondisi kini, Bumi tengah banyak terjadi aktivitas yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab hingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang berdampak negatif pada ekosistem lingkungan sekitar.</span></p><p style="text-align: justify;">Secara konstitusional hak atas lingkungan hidup telah secara tegas diatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa &ldquo;<i>Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan</i>&rdquo;.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari ketentuan tersebut dapat disimpulkan bahwa hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan salah satu hak asasi manusia. Sehingga dalam konteks ini siapapun yang melakukan aktivitas yang menyebabkan terjadinya kerusakan dan atau pencemaran terhadap lingkungan hidup harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kerusakan maupun pencemaran lingkungan hidup pada dasarnya mengakibatkan terjadinya beberapa fenomena alam, misalnya banjir. Itu dapat dilihat dari kondisi saat ini, khususnya di Samarinda dengan sering terjadinya banjir yang tak lain diakibatkan kerusakan dan pencemaran terhadap lingkungan hidup.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kerusakan ini terjadi akibat aktivitas oknum yang tidak bertanggung jawab seperti aktivitas pertambangan yang terus membabat hutan. Saat ini kondisi Samarinda cukup mencemaskan karena lebih dari separuh, yaitu 38.814 hektar dari 71.823 hektar luas kota, telah menjadi tambang batu bara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fenomena ini tentu mencemaskan kondisi kota kita saat ini karena hal tersebut telah menjadi ancaman terhadap lingkungan hidup yang ada di Kota Samarinda.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari uraian di atas, apa yang menjadi kaitannya kerusakan lingkungan dengan legitimasi hukum? Secara normatif pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengembangkan daerahnya dengan menetapkan sejumlah peraturan untuk menjalankan urusan pemerintahan daerah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbicara masalah tambang yang kemudian menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan harus diberikan sanksi secara tegas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, yang menjadi titik permasalahannya adalah ketidaktegasan dalam menegakkan hukum untuk menindak pelaku tambang ilegal, yang terjadi malah dibiarkan begitu saja oleh aparat penegak hukum.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sehingga hal ini secara tidak langsung para penegak hukum melegalkan aktivitas oknum tersebut. Fakta tersebut sangatlah disayangkan karena pada dasarnya suatu aturan hadir untuk kesejahteraan masyarakat yang kemudian ditegakkan untuk menjamin adanya kepastian hukum bagi setiap orang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain kebijakan yang dikeluarkan atau aturan yang ditetapkan oleh pemerintah malah menjadi peluang bagi oknum-oknum untuk memperkaya diri sendiri yang menyebabkan terjadinya kerusakan maupun pencemaran terhadap lingkungan hidup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu contoh nyata yang kita jumpai saat ini adalah undang-undang yang dibuat untuk kepentingan oligarki dan perizinan yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum harus betul-betul melakukan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan dan perlu adanya kekritisan masyarakat dalam menghadapi fenomena tersebut serta gerakan bersama untuk melawan setiap aktivitas oknum yang tidak bertanggung jawab atas kerusakan pun pencemaran lingkungan hidup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Harapannya para pejabat juga harus betul-betul menggunakan kekuasaan sesuai dengan hukum yang berlaku khususnya dalam pemberian izin usaha pertambangan serta penegakan hukum harus diberlakukan bagi siapapun yang melakukan pelanggaran khusus untuk tambang ilegal yang saat ini banyak terjadi di Kalimantan Timur. Hal ini dimaksudkan agar ke depannya tidak terjadi kerusakan lingkungan hidup yang kian parah.</span></p><p style="text-align: justify;"><i><b><span>Opini ditulis oleh Dede Wahyudi mahasiswa Fakultas Hukum</span><span>&nbsp;Universitas Mulawarman.</span></b></i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosialisasi Usai Digelar, Unmul Buka Rekrutmen Satgas PPKS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosialisasi-usai-digelar-unmul-buka-rekrutmen-satgas-ppks/baca </link>
<guid> sosialisasi-usai-digelar-unmul-buka-rekrutmen-satgas-ppks </guid>
<pubDate> Thu, 18 Aug 2022 08:15:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekrutmen satgas PPKS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sosialisasi-usai-digelar-unmul-buka-rekrutmen-satgas-ppks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6zGCiDoTuI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sosialisasi Usai Digelar, Unmul Buka Rekrutmen Satgas PPKS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&mdash; Usai melalui persiapan yang panjang, Unmul akhirnya membuka pendaftaran satuan tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Menilik kembali terkait implementasi Permen PPKS dan rekrutmen panitia seleksi (Pansel) Satgas PPKS yang terbilang lamban, hal ini tentunya menjadi kabar yang menggembirakan bagi civitas academica Unmul. Sebab, kasus kekerasan seksual terus bergulir di Unmul sebelum adanya Permen PPKS ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pendaftaran Satgas PPKS ini dibuka pada 12 hingga 19 Agustus 2022. Secara beriringan, Pansel PPKS mengadakan sosialisasi pada Senin (15/8) lalu dengan membahas bagaimana sistem yang akan dilakukan oleh Satgas PPKS dan kesediaan untuk memahami seluruh isi yang terkandung di dalam Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, jika dinyatakan lolos seleksi nantinya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seusai pelaksanaan sosialisasi tersebut, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai Agustina Wati selaku Pansel Satgas PPKS Unmul. Dimintai keterangan melalui Whatsapp pada Senin (15/8), Agustina mengungkap antusiasme civitas academica cukup tinggi. Itu dilihatnya dari hadirnya sejumlah dosen, tenaga pendidik, serta mahasiswa dalam sosialisasi yang dilaksanakan secara daring itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa informasi terkait pendaftaran Satgas PPKS akan disebarkan melalui media sosial yang akan dikoordinasikan dengan Humas Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Besok akan ada<span>&nbsp;</span></span><span><em>podcast</em></span><span>&nbsp;dan ada beberapa informasi yang akan di-</span><span><em>upload</em></span><span>&nbsp;di<span>&nbsp;</span></span><span><em>web</em></span><span>&nbsp;universitas termasuk persiapan baliho sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi terkait dengan pendaftaran calon Satgas Unmul,&rdquo; paparnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agustina juga menegaskan bahwa persyaratan yang tertera dalam brosur hanyalah persyaratan yang bersifat opsional. Dengan kata lain, calon pendaftar masih memiliki peluang untuk diterima meskipun tidak berpengalaman dalam mendampingi korban pelecehan seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pansel Satgas PPKS terus berupaya dalam mengampanyekan informasi terkait rekrutmen Satgas PPKS agar dapat sampai ke seluruh warga kampus. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam pencegahan kasus pelecehan dan kekerasan seksual di Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami harapkan juga bisa dikawal atau diawasi agar informasi ini benar-benar bisa didapatkan oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga berkesempatan mewawancarai calon pendaftar Satgas PPKS pada Selasa (16/8). Diwawancarai secara daring melalui Whatsapp, Wahyuni yang saat ini menjabat sebagai Menteri Gender di BEM FISIP, mengaku tertarik mendaftar karena dirinya ingin membantu mengadvokasi korban yang mengalami kekerasan seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun ia belum secara resmi mendaftarkan diri, Wahyuni menuturkan bahwa ia memiliki keinginan besar untuk terlibat dalam pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya menyoal kriteria persyaratan bagi pendaftar, Wahyuni berpendapat bahwa persyaratan tersebut sudah sesuai. Ia juga menilai bahwa tim Pansel telah melakukan riset mendalam sehingga kriteria yang telah ditetapkan sudah cukup baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apalagi ada persyaratan bahwa tidak pernah melakukan tindakan kriminal yang berbau dari Satgas ini. Menurutku (persyaratan) itu sudah sesuai walaupun ada persyaratan untuk meminta ke rekomendasi fakultas. Cuma itu bukan hal besar menurutku buat orang yang mau berproses. Jadi itu aja<span>&nbsp;</span></span><span><em>effort</em></span><span>-nya. Selebihnya, ya, emang kita harus mengeluarkan<span>&nbsp;</span></span><span><em>effort</em></span><span>&nbsp;buat menjadi Satgas nanti ke depannya.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wahyuni juga mengatakan bahwa ia mengetahui informasi terkait rekrutmen Satgas PPKS melalui kabar yang beredar dari relasinya di BEM FISIP. Hingga saat ini, ia mengaku belum melihat informasi tersebut melalui media sosial. Meskipun demikian, ia tetap dapat mengikuti perkembangan terkait rekrutmen Satgas PPKS. Menteri Gender BEM FISIP itu bahkan mengaku bahwa ia turut mengikuti sosialisasi yang diadakan pada Senin (15/8) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wahyuni berharap, pembentukan Satgas ini dapat memberi ruang aman bagi seluruh warga kampus. Selain itu, ia turut berharap bahwa Satgas PPKS dapat memberikan edukasi khususnya bagi mahasiswa serta menjadi peringatan bagi siapapun yang memiliki niat jahat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kita tahu, beberapa kasus di Universitas Mulawarman dari oknum dosen, oknum mahasiswa, bahkan oknum petugas pun bisa saja menjadi oknum. Petugas keamanan pun mungkin bisa saja menjadi pelaku ataupun korban. Jadi harapanku, dengan adanya Satgas bisa memberikan edukasi buat mahasiswa-mahasiswa Unmul,&rdquo; tutupnya mantap.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>sya/dre/mar/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PJTD Sketsa Unmul 2022: Memahami Jurnalisme Kiwari dan Teknik Reportase </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pjtd-sketsa-unmul-2022-memahami-jurnalisme-kiwari-dan-teknik-reportase/baca </link>
<guid> pjtd-sketsa-unmul-2022-memahami-jurnalisme-kiwari-dan-teknik-reportase </guid>
<pubDate> Fri, 19 Aug 2022 12:59:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul gelar agenda Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar untuk insan Pers Mahasiswa sampai Mahasiswa Umum. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pjtd-sketsa-unmul-2022-memahami-jurnalisme-kiwari-dan-teknik-reportase/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NQKuKIihCA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>PJTD Sketsa Unmul 2022: Memahami Jurnalisme Kiwari dan Teknik Reportase</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong></span>Berlangsung pada Sabtu (13/8) sejak pukul delapan pagi, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul gelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) secara luring setelah sekian lama masa pandemi berlangsung. Dengan tajuk khusus &ldquo;Be a Good Young Journalist in Digital Era&rdquo; peserta berasal dari berbagai insan pers mahasiswa sampai dengan mahasiswa umum.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diawali oleh sapaan hangat dari pemandu acara Efrianti Muhnizar, para peserta kemudian diarahkan untuk mengisi&nbsp;</span><span><em>pre test</em></span><span>. Ini ditujukan untuk melihat seberapa jauh peserta mengenal jurnalistik sebelum memeroleh ilmu baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sambutan demi sambutan mengawali meriahnya rangkaian acara. Salah satunya datang dari Rina Juwita selaku Pembina LPM Sketsa yang secara resmi membuka agenda pagi itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ilmu yang diperoleh melalui PJTD Sketsa Unmul 2022 ini sejatinya dapat menjadi bekal bagi seseorang yang ingin terjun sebagai jurnalis profesional di kemudian hari. Itulah yang ditegaskan Rina dalam sambutannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menghadirkan narasumber yang andal di bidangnya, Nofiyatul Chalimah yang saat ini merupakan Ketua AJI Samarinda sekaligus Jurnalis Kaltim Post membawakan materi Jurnalisme. Sedang materi teknik reportase dibawakan oleh Ibrahim Yusuf, Alumni LPM Sketsa Unmul yang saat ini merupakan Pimpinan Redaksi Kaltimtoday.co.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Puas menyimak materi dari kedua narasumber, acara kemudian berlanjut dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Fadiah Adlina yang juga merupakan Alumni LPM Sketsa Unmul yang saat ini memiliki kesibukan sebagai penyiar radio KPFM Samarinda. Tak kurang dari lima peserta turut meramaikan sesi diskusi siang itu untuk saling berbagi keresahan sampai meminta tips dan trik seputar dunia jurnalisme.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yasmin Dieva Islamiyah, Ketua Panitia PJTD Sketsa Unmul 2022 turut buka suara membagikan kesannya di acara yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Menurutnya, PJTD besutan Sketsa kali ini bertujuan untuk menciptakan jurnalis-jurnalis muda yang tidak hanya cakap dalam teori namun juga sadar akan peran yang diemban sehingga mengetahui bagaimana cara menjadi seorang jurnalis yang baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Seperti yang kita tahu, menjadi jurnalis itu enggak sulit tapi untuk menjadi jurnalis yang baik itu adalah pilihan kita dan dari PJTD yang dilaksanakan Sketsa kali ini harapannya kita bisa melahirkan, menciptakan, atau membentuk seorang generasi jurnalis yang baik,&quot; tutur Yasmin, Rabu (17/8).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Antusiasme PJTD Sketsa Unmul 2022 turut dirasakan oleh Yaasiina Nur Laila Aprilia, mahasiswi asal Ilmu Komunikasi 2022. Perempuan yang belum lama menyandang gelar sebagai mahasiswa Unmul ini mengaku telah memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan, jurnalisme, dan media sejak lama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada awak&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>ia membeberkan mendapati informasi PJTD melalui Instagram. &ldquo;Saya sudah lama mengikuti akun IG Sketsa Unmul. Karena, saya tertarik untuk mengetahui apa sih, itu Sketsa Unmul lewat PJTD ini.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sangat senang dan bangga bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini, enggak sia-sia meluangkan<span>&nbsp;</span><em>weekend</em><span>&nbsp;</span>saya untuk mengikuti PJTD tadi. Banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan, khususnya terkait dengan pers, jurnalisme, dan media kampus. Saya jadi lebih tahu bagaimana cara kerja LPM, khususnya Sketsa Unmul untuk melahirkan sebuah berita bagi masyarakat kampus, bahkan umum,&rdquo; kisahnya antusias.<span>&nbsp;</span><strong>(</strong><strong><em>lav/sya/nkh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Raih Nominasi Best Paper dalam Temu Admi 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-raih-nominasi-best-paper-dalam-temu-admi-2022/baca </link>
<guid> unmul-raih-nominasi-best-paper-dalam-temu-admi-2022 </guid>
<pubDate> Mon, 22 Aug 2022 10:42:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul raih nominasi best paper </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-raih-nominasi-best-paper-dalam-temu-admi-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GGimChsK6k.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Raih Nominasi Best Paper dalam Temu Admi 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Unmul raih prestasi di tingkat nasional, pada agenda Temu Administrator Muda Indonesia (Temu Admi) yang dilaksanakan di UPN Veteran Jawa Timur pada tanggal 10-14 Agustus lalu. Delegasi dari program studi Administrasi Publik FISIP berhasil meraih nominasi Best Paper dari 39 universitas yang terlibat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengangkat tajuk &quot;Penyebaran Informasi Vaksinasi Melalui Twitter Oleh Pemerintah Kota Samarinda dan Kota Balikpapan Pada Masa Pandemi Covid-19&quot;, delegasi Unmul bermaksud untuk mengembangkan sub tema yang telah ditentukan yaitu<span>&nbsp;</span></span><em><span>open data governance</span><span>.<span>&nbsp;</span></span></em></p><p style="text-align: justify;"><span>Delegasi Temu Admi dari Unmul dipimpin oleh Riska Tipa Senobaan selaku ketua tim delegasi beserta kedua anggotanya, Sapril Nurul Ramdanis dan Geby Cornelia juga tak lupa turut serta<span>&nbsp;</span></span><span><em>steering committee</em></span><span>&nbsp;(SC) dari tim delegasi yaitu Rizky Pratama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai oleh<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (17/08) kemarin, Riska menjelaskan bahwa berangkatnya ia beserta tim menjadi suatu pengalaman baru yang luar biasa. Pasalnya ia bertemu teman-teman dengan program studi yang sama dari berbagai penjuru daerah di Indonesia. Perbedaan latar belakang budaya yang berbeda menjadi suatu hal luar biasa untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ungkap Riska, banyak persiapan yang dilakukan oleh tim delegasi dari segi persiapan prestasi, diskusi, sampai kepada persiapan diri. Pendiskusian paper juga tak lepas dari bantuan dosen pembimbing hingga mendapatkan judul penelitian dan melanjutkan penelitian.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada banyak hal menarik dalam penelitian kami apalagi sub tema yang kami dapatkan sangat menarik dan merupakan hal yang baru bagi kami sehingga ilmu baru serta bagaimana kami memanfaatkan <em>big data&nbsp;</em>untuk penelitian kami menjadi hal yang menarik,&rdquo; kisahnya kepada<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;"><span>Bambang Irawan yang merupakan dosen pembimbing Temu Admi, menyebut banyak mahasiswa yang memiliki potensi dan kemampuan yang baik dalam mengikuti tren riset dengan pendekatan terbaru. Salah satunya dengan pendekatan<span>&nbsp;</span></span><span><em>big data</em></span><span>&nbsp;yang berkesinambungan dengan fokus riset miliknya. Sehingga dalam proses pembimbingan ia lebih berfokus dalam mengarahkan dan mendampingi dari sisi penyusunan, analisis, dan finalisasi naskah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Harapnya mahasiswa yang memiliki ketertarikan dapat melanjutkan atau bahkan meningkatkan pencapaian yang telah diraih, serta tidak berpuas diri, sehingga terus mengembangkan potensi yang dimiliki.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan saya semakin banyak mahasiswa yang ikut kegiatan karya ilmiah untuk mengasah kemampuan risetnya agar kampus kita semakin dikenal oleh kampus-kampus di luar Kalimantan,&rdquo; harap Bambang saat diwawancara<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Jumat (19/08).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diketahui, Temu Admi sendiri terbuka untuk seluruh mahasiswa Administrasi Publik, namun untuk pemberitahuan dan rekrutmen delegasi tergantung dari kebijakan dari tiap universitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Unmul menjadi salah satu universitas yang membuka rekrutmen delegasi untuk Temu Admi hanya di internal Himpunan Administrasi Publik (Himanislik). Kemudian nantinya akan diseleksi secara internal dengan cara pembuatan essay dengan tema yang ditentukan, presentasi, hingga sesi wawancara.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>vyl/khn</span><span>)</span></strong></em></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pekerjaan Rumah Rektor Baru Menunggu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pekerjaan-rumah-rektor-baru-menunggu/baca </link>
<guid> pekerjaan-rumah-rektor-baru-menunggu </guid>
<pubDate> Tue, 23 Aug 2022 10:03:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PR rektor baru dalam sudut pandang mahasiswa Fakultas Hukum. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pekerjaan-rumah-rektor-baru-menunggu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q5qt0DmeKR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pekerjaan Rumah Rektor Baru Menunggu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Unmul merupakan salah satu universitas terbesar yang terletak di Kota Samarinda dan universitas tertua di Kalimantan Timur. &nbsp;Unmul juga dikenal dengan kampus<span>&nbsp;</span></span><span><em>Tropical Studies</em></span><span>. Sebagai universitas terbesar di Kalimantan Timur tentunya membutuhkan seorang pemimpin untuk kemajuan dan kejayaannya. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada tanggal 11 Agustus 2022 telah dilangsungkan pemilihan rektor baru yang diikuti oleh 3 kandidat calon rektor. Dari hasil pemilihan rektor tersebut terpilih Abdunnur sebagai rektor baru Unmul periode 2022-2026 menggantikan Masjaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai pemimpin baru tentunya banyak harapan yang didambakan oleh seluruh civitas academica. Oleh karena itu, berbicara masalah rektor tidak hanya persoalan jabatan semata, tetapi di balik itu semua ada tanggung jawab moral yang harus diperhatikan. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah kasus dan masalah yang belum terselesaikan. Maka beberapa pekerjaan rumah (PR) untuk rektor baru Unmul sebagai berikut:<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Pertama</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>pembangunan gedung mangkrak yang harus segera diselesaikan. Hal ini kita sadari bahwa terdapat beberapa gedung mangkrak yang tidak kunjung diperhatikan dan tidak dilanjutkan pembangunannya. Sehingga hal tersebut menimbulkan pembatasan terhadap hak mahasiswa untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang memadai di kampus.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai contoh, terdapat tiga gedung mangkrak yang terdapat di Fakultas Hukum. Sementara ini hanya memiliki dua gedung yang dijadikan ruang kelas, tetapi juga harus dibagi dengan ruangan dosen, perpustakaan, dan aula.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini tidak hanya di Fakultas Hukum saja akan tetapi juga terdapat beberapa fakultas yang ada di Unmul. Hal ini menyebabkan kualitas mahasiswa untuk memperoleh kenyamanan dalam belajar. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Kedua</em>,</span><span>&nbsp; biaya kuliah yang meningkat. Sempat ditemukan adanya kenaikan UKT pada mahasiswa angkatan 2021 dibandingkan dengan angkatan 2020 dan terus ditetapkan pada mahasiswa baru angkatan tahun 2022. Hal yang lebih ironis, uang pembangunan di beberapa fakultas terbilang sangat mahal untuk mahasiswa jalur mandiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tentu sangat disayangkan bahwa biaya pendidikan seharusnya terjangkau untuk seluruh masyarakat khususnya untuk menengah ke bawah. Namun, pada kenyataannya biaya kuliah yang mahal membuat beberapa mahasiswa yang kurang mampu kesulitan untuk membayar dan bahkan lebih parahnya ada yang tidak bisa membayar karena faktor ekonomi keluarga.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini kemudian yang harus diperhatikan oleh rektor baru agar ke depannya tersedia biaya pendidikan yang terjangkau khusus bagi masyarakat yang kurang mampu. Itu dimaksudkan agar masyarakat bisa mendapatkan akses pelayanan pendidikan di kampus<span>&nbsp;</span></span><span><em>tropical studi</em></span><span><em>es </em>ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Ketiga</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>peningkatan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan mahasiswa, tak kalah penting untuk diperhatikan agar kualitas dan kuantitas prasarana kampus terus ditingkatkan, guna mahasiswa dapat mengembangkan dirinya secara maksimal dengan dukungan tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Keempat</em>,<span>&nbsp;</span></span><span>belakangan banyak terjadi kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Unmul, sehingga perlu penanganan kekerasan seksual baik secara normatif maupun psikologis, agar tercipta ruang aman di lingkungan kampus. Tak sampai di situ, diperlukan ketegasan sanksi untuk setiap pelaku yang terbukti melakukan kekerasan seksual, tujuan ini untuk menghadirkan efek jera dan pelajaran untuk pelaku kekerasan seksual lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari uraian yang di atas, masih banyak yang harus di benahi oleh rektor baru Unmul periode tahun 2022-2026, termasuk perlunya pelibatan dan transparansi kebijakan kampus terhadap seluruh civitas academica Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rektor baru, Abdunnur, juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk memajukan sumber daya manusia dan membuka ruang seluas-luasnya untuk kebebasan ekspresi akademik. Hal ini juga perlu diperhatikan agar Unmul dapat hadir untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara agar mampu bersaing dalam era digitalisasi saat ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup, besar harapan untuk rektor baru membawa Unmul semakin jaya dan maju untuk bersaing dalam skala nasional maupun internasional. Harapan lainnya adalah, tulisan ini dapat tersampaikan kepada rektor baru Unmul sebagai bahan aspirasi dari mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak luput dan menjadi catatan penting, mahasiswa bukanlah musuh birokrasi. Namun, mahasiswa tentu menyatakan &ldquo;lawan&rdquo; pada setiap tindakan dan kebijakan yang merugikan hak masyarakat maupun mahasiswa secara kolektif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini oleh Dede Wahyudi mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Biznet Perluas Jaringan di Pulau Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/biznet-perluas-jaringan-di-pulau-kalimantan/baca </link>
<guid> biznet-perluas-jaringan-di-pulau-kalimantan </guid>
<pubDate> Tue, 23 Aug 2022 12:44:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perluasan layanan Biznet di Kaltim </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/biznet-perluas-jaringan-di-pulau-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xYXoLUqLgd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Biznet Perluas Jaringan di Pulau Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Setelah sebelumnya hadir di Kota Pontianak, kini Biznet kembali perluas jaringan di Pulau Kalimantan, yaitu Kota Samarinda dan Balikpapan. Biznet membuktikan komitmennya dengan perluasan jaringan, untuk mengurangi kesenjangan digital di Indonesia. Salah satunya dengan memperkenalkan layanan Biznet ke masyarakat Kota Samarinda dengan pembukaan kantor cabang Biznet Branch Samarinda Gunung Kelua, yang terletak di Jl. Letnan Jend. Suprapto No. 11, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75123 dan akan menambah beberapa kantor cabang dalam waktu dekat. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttp://biznet.id/samarinda.%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1661261894275389%26amp;usg%3DAOvVaw1XhJuLzSQgR5_hzIh-AuMc&sa=D&source=docs&ust=1661261894281897&usg=AOvVaw252fagw_WRs-mgBHl6RCrK">biznet.id/samarinda</a></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda merupakan salah satu kota yang terus mengikuti perkembangan teknologi, yang semakin berkembang pesat dan membutuhkan koneksi Internet. Oleh sebab itu, hadirnya Biznet di Kota Samarinda sebagai langkah Biznet untuk memperluas jaringannya ke wilayah Indonesia Tengah untuk memenuhi tingginya kebutuhan digital akan layanan Internet yang didukung oleh infrastruktur terkini. Terus melakukan perluasan, saat ini jaringan Biznet telah tersedia di beberapa wilayah di Samarinda yaitu Dadi Mulya, Sidodadi, Bugis, Sungai Pinang Luar, Pelabuhan, Gunung Kelua dan akan terus bertambah agar masyarakat dapat segera menikmati layanan Internet dari Biznet.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum perluasan jaringan di Kota Samarinda, Biznet juga telah hadir di Kota Balikpapan. Sebagai kota yang memiliki perekonomian terbesar yang menjadikannya sebagai pusat bisnis dan industri, tentu saja perkembangan yang pesat ini juga berpengaruh terhadap dukungan infrastruktur jaringan Internet agar seluruh aktivitas dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Hingga saat ini Biznet masih terus melakukan perluasan jaringan dan kini telah hadir di beberapa kelurahan yaitu Muara Rapak, Batu Ampar, Gunung Samarinda, Gunung Samarinda Baru, Damai Baru, Damai Bahagia dan Gunung Bahagia yang dibarengi juga dengan hadirnya Branch Balikpapan Damai di Komplek Ruko Haryono Palace No. 12, Jl. MT Haryono, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76128. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttp://biznet.id/balikpapan%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1661261894276062%26amp;usg%3DAOvVaw35QQdfGmLjeQ7TKsX-x40P&sa=D&source=docs&ust=1661261894282202&usg=AOvVaw2hFmjcnU77fCFGsZDV1NpJ">biznet.id/balikpapan</a></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami sangat senang dapat memberikan kabar baik bagi masyarakat Kota Samarinda dan Balikpapan, bahwa jaringan Biznet kini telah tersedia sebagai solusi layanan Internet WiFi terbaik. Melihat dari peningkatan trafik pengguna layanan Internet yang dibarengi dengan perubahan gaya hidup masyarakat saat ini, yang menjadi serba digital tentu diperlukan koneksi Internet terbaik. Biznet berkomitmen untuk terus memperluas jaringan Fiber Optic di Indonesia, yang akan menjadi solusi terbaik bagi kebutuhan masyarakat Kota Samarinda dan Kota Balikpapan,&rdquo; ujar Adi Kusma, President Director Biznet.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mendukung segala aktivitas digital masyarakat di Pulau Kalimantan, Biznet hadir dengan berbagai pilihan paket layanan Internet yang dirancang khusus untuk mendukung seluruh aktivitas digital yang didukung juga oleh infrastruktur teknologi terkini dan jaringan The New Biznet Fiber. Masyarakat yang berada di Pulau Kalimantan dapat memilih paket layanan Internet yang sesuai dengan kebutuhan, sebagai berikut:</span></p><ul><li style="text-align: justify;"><span>Layanan Biznet Home, merupakan layanan Internet WiFi terbaik untuk segmen perumahan/apartemen dengan kecepatan koneksi hingga 125 Mbps untuk<span>&nbsp;</span></span><span><em>upload</em></span><span>&nbsp;dan<span>&nbsp;</span></span><span><em>download</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></li><li style="text-align: justify;"><span>Layanan Biznet Metronet, merupakan layanan Internet untuk segmen UKM atau<span>&nbsp;</span></span><span><em>startup</em></span><span>&nbsp;yang menawarkan beberapa pilihan paket layanan Internet mulai dari 50 hingga 150 Mbps dengan harga Rp 1,150,000/bulan.<span>&nbsp;</span></span></li><li style="text-align: justify;"><span>Layanan Biznet Dedicated Internet, yang merupakan layanan Internet dedicated untuk perusahaan berskala besar atau korporasi, yang menawarkan paket layanan Internet mulai dari 60 Mbps. Layanan Internet ini memiliki koneksi 24 jam ke Global Internet dengan alokasi</span><span>&nbsp;<em>bandwidth dedicated</em></span><span>&nbsp;(1:1), memastikan performa jaringan selalu berada dalam kondisi terbaik setiap saat.</span></li></ul><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai bagian dalam proses perkembangan teknologi digital di Indonesia dalam menghadirkan layanan Internet, sudah menjadi tugas utama Biznet untuk terus melakukan perluasan jaringan secara bertahap bagi masa depan. &ldquo;Penggunaan Internet saat ini telah memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat dan tersedianya Internet juga membuka kesempatan untuk mengembangkan potensi diri yang dimiliki. Untuk itu, Biznet turut berperan aktif dalam mendukung aktivitas seluruh masyarakat Indonesia yang ingin berkarya terhadap hal-hal yang positif dengan didukung oleh layanan Internet WiFi terbaik dari Biznet. Kami yakin, proses perluasan jaringan yang akan terus berlangsung ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang telah membutuhkan tersedianya layanan Internet WiFi di areanya,&rdquo; tutup Adi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tentang Biznet</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Biznet merupakan perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, menyediakan layanan Internet, Data Center, Cloud Computing dan IPTV. Kami memiliki komitmen untuk membangun infrastruktur modern dengan tujuan mengurangi kesenjangan digital Indonesia dengan negara berkembang lainnya. Biznet memiliki dan mengoperasikan jaringan Fiber Optic tercanggih dan data center terbesar di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perusahaan silakan kunjungi<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttp://biznetnetworks.com%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1661261894277542%26amp;usg%3DAOvVaw2V00hJ60048HYQHt3n9wRP&sa=D&source=docs&ust=1661261894282700&usg=AOvVaw0Q5eEBoX0-PM5cJDxAEG1z">biznetnetworks.com</a></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Press release ditulis oleh Biznet Kaltim, sponsor dalam PJTD Sketsa Unmul 2022.</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Before, Now & Then: Rahasia di Balik Sanggul Rambut Nyai Nana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/before-now-and-then-rahasia-di-balik-sanggul-rambut-nyai-nana/baca </link>
<guid> before-now-and-then-rahasia-di-balik-sanggul-rambut-nyai-nana </guid>
<pubDate> Wed, 24 Aug 2022 09:08:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isu perempuan dalam film Before, Now and Then </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/before-now-and-then-rahasia-di-balik-sanggul-rambut-nyai-nana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/49Gk9b42JN.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Before, Now & Then: Rahasia di Balik Sanggul Rambut Nyai Nana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span></span><span>&ldquo;<em>Wanita itu harus pandai menyimpan rahasia. Semua rahasia rumah tangganya disembunyikan di balik sanggul rambut</em>.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Begitulah kira-kira penggalan dialog berbahasa Sunda yang diucapkan Nyai Nana dalam film bertajuk Before, Now &amp; Then (Nana). Film yang digarap oleh Kamila Andini ini sudah bisa disaksikan melalui<span>&nbsp;</span></span><span><em>platform</em> <em>streaming</em></span><span>&nbsp;Prime Video mulai tanggal 1 Agustus lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kamila Andini tampaknya gemar mengangkat isu seputar perempuan ke dalam sinema. Tak hanya itu, satu hal yang menjadi ciri khas dari film Kamila adalah budaya Nusantara yang ia kemas ke dalam sinema. Layaknya Yuni yang dirilis setahun sebelumnya, Before, Now &amp; Then ini juga berlatar di tanah Sunda, Jawa Barat. Bahasa yang digunakan pun juga menggunakan bahasa Sunda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum mengupas lebih dalam, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan Nana. Tokoh yang diperankan oleh Happy Salma ini merupakan seorang istri dan ibu yang sebenarnya biasa-biasa saja, selayaknya ibu rumah tangga pada umumnya. Pekerjaannya hanya mengurus urusan rumah tangga seperti melayani suami, mengurus kebun, dan memasak makanan yang dibantu oleh para asisten rumah tangga.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun terlihat sebagai seorang istri yang sangat taat kepada suaminya, Nana rupanya punya sebuah rahasia. Beberapa dekade lalu, tepatnya di tahun 40an, ia harus rela kehilangan suami pertamanya akibat ganasnya keadaan kala itu. Dirinya harus berlari menembus semak belukar karena dikejar oleh gerombolan. Nana terpaksa harus melarikan diri sebab ketua gerombolan tersebut hendak menikahi dirinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak bisa dimungkiri, meskipun sudah cukup lama membangun bahtera rumah tangga bersama Pak Lurah yang bernama Darga (diperankan oleh Arswendi Nasution), ia masih belum bisa melupakan &ldquo;suami lamanya&rdquo; yang berada di antah-berantah. Ia yakini, sosok Icang masih ada di dekatnya. Lelaki itu kerap mampir setiap malam, menjamah tubuh elok Nyai Nana. Terasa benar-benar nyata baginya. Namun sayangnya, itu semua hanyalah ilusi dari bunga tidurnya saja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya Nana, tokoh lain yang menjadi sorotan dalam film ini ialah Ino (diperankan oleh Laura Basuki), seorang penjagal di pasar yang kerap Nana sambangi. Gadis itu rupanya jadi wanita kedua dalam hubungan Darga dan Nana. Uniknya, meskipun sudah mengetahui hal itu, alih-alih melabrak Ino, Nana justru menjalin hubungan baik dengan selingkuhan suaminya itu. Keduanya kemudian berteman hingga saling bertukar cerita.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kamila Andini mengajak kita untuk pergi menengok kehidupan di zaman lampau. Melihat bagaimana budaya patriarki yang masih kental kala itu. Before, Now &amp; Then mengkritisi peran perempuan sebagai ibu rumah tangga yang selalu dipenuhi oleh banyaknya tuntutan baik dari dalam maupun luar. Menjadi istri dari orang terpandang bukanlah hal yang mudah bagi Nana.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagian orang berpandangan bahwa seorang ibu dan istri haruslah tangguh dan bisa menjaga martabat sang suami. Meskipun Nana masih berkubang dalam traumanya, ia tetap harus terlihat tangguh dan taat di hadapan suami dan anak-anaknya. Di balik rambut yang ia sanggul setiap hari, ia sembunyikan trauma serta rasa bersalah yang selalu menghantuinya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Banyaknya tuntutan yang dihadapi Nana ironisnya justru berasal dari sesama wanita. Ketika Darga berselingkuh, Nana justru dianggap tidak becus dalam menjaga dan melayani suami, sehingga Darga menjadi tidak betah di rumah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Before, Now &amp; Then memperlihatkan perjuangan meraih kebebasan dari perempuan yang direpresentasikan oleh dua tokoh sentral di film ini. Baik Nana maupun Ino hanya ingin hidup dengan bebas tanpa terikat tuntutan apapun. Mereka ingin memiliki kuasa atas dirinya sendiri dan bebas menentukan pilihannya sebagai seorang perempuan. Tentu, tanpa dihantui rasa bersalah dari perbuatan yang mereka pilih.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain isu menarik yang diangkat, sinematografi serta<span>&nbsp;</span></span><span><em>film score</em></span><span><em>&nbsp;</em>dari Before, Now &amp; Then patut diapresiasi. Meski demikian, terdapat beberapa adegan dalam film ini yang sedikit membingungkan, khususnya bagi penonton awam yang tak terbiasa menonton film dengan konsep serupa. Oleh karena itu, Before, Now &amp; Then adalah tipikal film yang harus ditonton dengan cermat dan berulang kali agar penonton dapat menangkap makna yang diselipkan di dalam tiap adegan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Film berdurasi 103 menit ini cocok untuk kamu para penikmat film dengan konsep<span>&nbsp;</span></span><span>women&rsquo;s empowerment</span><span>, lo! Bagaimana, tertarik menonton?<span>&nbsp;</span></span><i><b><span>(</span><span>dre/nkh</span><span>)</span></b></i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masih Relevankah Budaya Kekerasan dan Senioritas dalam Ospek Kampus? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/masih-relevankah-budaya-kekerasan-dan-senioritas-dalam-ospek-kampus/baca </link>
<guid> masih-relevankah-budaya-kekerasan-dan-senioritas-dalam-ospek-kampus </guid>
<pubDate> Wed, 24 Aug 2022 11:30:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Opini mahasiswa Unmul terhadap budaya senioritas. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/masih-relevankah-budaya-kekerasan-dan-senioritas-dalam-ospek-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W0a4E7k4Z2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Masih Relevankah Budaya Kekerasan dan Senioritas dalam Ospek Kampus?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Setiap universitas di Indonesia memiliki karakteristik dalam menyambut mahasiswa baru setiap tahunnya dan telah menjadi tradisi setiap perguruan tinggi. Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), begitu biasa disebut, merupakan selebrasi penyambutan mahasiswa baru yang setiap tahun selalu dilakukan oleh setiap perguruan tinggi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam PKKMB pada dasarnya dilakukan untuk mengenalkan lingkungan kampus, organisasi kemahasiswaan, serta hal lainnya yang nantinya bertujuan agar mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus. Namun, yang menjadi titik kontradiksi pada setiap pelaksanaan kegiatan PKKMB yakni ada beberapa tradisi yang cendrung melanggar hak asasi manusia. &nbsp;Biasanya mahasiswa baru ada yang menerima perlakuan tidak pantas dan seharusnya hal tersebut dihindari.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kita sadari bahwa setiap fakultas dan universitas memiliki tradisi budaya tersendiri dalam menyambut mahasiswa baru. Akan tetapi beberapa tradisi tersebut terdapat unsur kekerasan dan budaya senioritas yang melanggar HAM, seperti halnya kejadian yang terjadi di Universitas Sultan Agung Tirtayasa (Untirta) yang baru-baru ini menjadi viral di media sosial.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini tentu menjadi kekhawatiran bagi setiap mahasiswa baru yang dalam pelaksanaan PKKMB atau ospek menerima kekerasan ataupun budaya senioritas yang mengancam ruang kebebasan seseorang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perlu digaris bawahi bahwa sejatinya budaya tersebut perlu dihilangkan. Pasalnya banyak metode lain yang lebih efektif dalam pelaksanaan PKKMB atau ospek bagi mahasiswa baru. Mengapa hal tersebut perlu ditiadakan? Sebab, pada dasarnya lingkungan kampus haruslah memberikan ruang aman bagi setiap civitas academica agar kampus hadir sebagai rumah kedua, dan sebagai wahana untuk mengembangkan diri serta mencari ilmu untuk kontribusi terhadap masa depan bangsa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada dasarnya setiap pelaksanaan ospek terkadang ditemukan tradisi yang melanggar HAM dan tidak pantas untuk dilakukan karena perkembangan zaman saat ini. Tradisi tersebut tidak lantas dapat dikatakan sebagai upaya edukasi kepada mahasiswa baru, karena saat ini era hukum dan HAM yang harus dijunjung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh sebab itu, PKKMB atau ospek dilakukan untuk mengenalkan lingkungan kehidupan kampus terhadap mahasiswa baru dan menjalin ikatan kekeluargaan antara mahasiswa lama dengan mahasiswa baru dengan metode dan tanpa adanya sistem yang mengancam hak antar sesama untuk menjamin adanya ruang aman bagi setiap mahasiswa baru.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut perlu diperhatikan pada saat pelaksanaan PKKMB atau ospek agar hadirnya kampus sebagai tempat yang aman, nyaman, edukatif, dan menjadi sarana untuk mengenal lingkungan yang baru.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain dari pada itu, perpeloncoan sebagai aksi sejenis juga kerap kali dilakukan meski tidak memiliki nilai edukatif. Misalnya makan permen secara bergilir dari satu orang ke yang lainnya. Perpeloncoan tersebut tentu melanggar HAM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari uraian di atas, perlu ditekankan bahwa sebaiknya dalam pelaksanaan PKKMB maupun ospek pelaksana seyogianya memberikan kegiatan yang edukatif serta ruang kekeluargaan tanpa adanya penindasan dan kekerasan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Serta dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan kampus harus memberikan motivasi semangat baru bagi mahasiswa baru dalam menempuh dan mendapatkan ilmu, sehingga apabila hal ini dilakukan dapat dipastikan tidak adanya kekhawatiran terhadap hadirnya budaya kekerasan dan senioritas yang mengancam rasa aman seseorang dalam pengenalan lingkungan kampus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ditulis oleh Dede Wahyudi, Wakil Presiden BEM FH Unmul 2022.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peroleh Lahan di Kawasan IKN, Unmul Siap Lebarkan Sayap </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peroleh-lahan-di-kawasan-ikn-unmul-siap-lebarkan-sayap/baca </link>
<guid> peroleh-lahan-di-kawasan-ikn-unmul-siap-lebarkan-sayap </guid>
<pubDate> Tue, 30 Aug 2022 06:37:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul peroleh lahan di IKN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peroleh-lahan-di-kawasan-ikn-unmul-siap-lebarkan-sayap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h3hTSAIFs5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Peroleh Lahan di Kawasan IKN, Unmul Siap Lebarkan Sayap</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash;&nbsp;Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan hadiah berupa lahan seluas 2.600 hektare di wilayah Ibu kota Negara (IKN). Diketahui, penyerahan lahan tersebut nantinya akan dilakukan secara simbolis pada saat puncak perayaan dies natalis Unmul yang ke-60 tahun oleh Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.</p><p style="text-align: justify;"><span>Pemberian lahan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Rektor Unmul, Masjaya, ketika ditemui<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Kamis (25/8) lalu. Sebutnya pemberian lahan ini guna pengembangan Unmul,</span><span>&nbsp;agar dapat membangun kampus utama di wilayah IKN. Lahan yang akan dibangun saat ini merupakan kawasan hutan pendidikan di bawah pengelolaan Unmul, bertempat di Bukit Soeharto.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Yang memang kampus Unmul itu akan menjadi kampus sama dengan UI sekarang, ada di IKN. Kami akan bangun kampus bagus di sana, kami bangun Rumah Sakit Internasional, kami bangun pusat farmasi, karena hutannya semua jenis tumbuhannya bisa menjadi tanaman, di situ juga akan ada pabriknya, karena kan luas sekali.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Begitu juga akan ada pertanian dan peternakannya. Semuanya tidak perlu keluar lagi untuk praktik, semua di dalam lingkungan yang dibangun di bawah kewenangan,&quot; sambungnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Masjaya, Unmul akan berupaya maksimal menjaga hutan pendidikan yang merupakan milik negara, agar tidak dirambah pihak lain. Kasus seperti pengambilan kayu atau penggalian batu bara dinilai dapat terhindarkan ketika bangunan Unmul didirikan nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengingat kepemimpinan Masjaya akan segera berakhir, ia menuturkan hal ini tidak memengaruhi pembangunan yang akan datang. Sebab semasa menjabat, dirinya mengaku telah membuat peta jalan hingga 2034. Rektor baru dapat melanjutkan progres untuk memajukan Unmul dari yang telah dimulai oleh Masjaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, paparnya, hal ini juga dapat menarik atensi masyarakat untuk mendaftarkan diri di Unmul, sebab dekat dengan kawasan IKN. Belum lagi, tahap demi tahap Unmul sedang meningkatkan kualitas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Nanti kita dampingi terus. Tidak akan berhenti membangun kampus, karena kita menjaga impiannya para pendiri. Pendiri kan berharap suatu saat menjadi perguruan tinggi berskala internasional. Kita kan sedang menuju ke sana ini, kita sudah rintis, akreditasinya sudah A,&quot; paparnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;di kantornya.</span></p><p style="text-align: justify;">Harapannya dari peluang tersebut, Unmul punya wajah baru mengusung semangat dibangunnya IKN. Terlebih peningkatan kualitas dari label provinsi, nasional, hingga internasional dinantikan olehnya. Itu harus sejalan dengan penampilan, aktivitas, produk, hingga kajian yang ditawarkan di Unmul. <strong><em>(</em><em><span>sya/ahn/khn/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Laporan Dugaan Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Kesusilaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/laporan-dugaan-tindak-pidana-kejahatan-terhadap-kesusilaan/baca </link>
<guid> laporan-dugaan-tindak-pidana-kejahatan-terhadap-kesusilaan </guid>
<pubDate> Tue, 30 Aug 2022 10:46:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelecehan seksual di kawasan kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/laporan-dugaan-tindak-pidana-kejahatan-terhadap-kesusilaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Al44uZXRDl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Laporan Dugaan Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Kesusilaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Unmul dan Pusat Studi Perempuan dan Anak (PUSHPA) bertindak berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 08 Juni 2022, atas nama: 1. Korban (E) untuk selanjutnya disebut sebagai &ldquo;Pelapor I&rdquo;; 2. Korban (A) untuk selanjutnya disebut sebagai &ldquo;Pelapor II&rdquo;; 3. Korban (S) Untuk selanjutnya disebut sebagai &ldquo;Pelapor III&rdquo;, secara bersama-sama disebut sebagai &ldquo;Para Pelapor&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bahwa bersama ini kami bermaksud menyampaikan laporan pidana atas tindak pidana kejahatan terhadap kesusilaan yang diduga dilakukan oleh: Terlapor (B) Dosen Fakultas Kehutanan untuk selanjutnya disebut sebagai &ldquo;Terlapor&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adapun yang menjadi dasar disampaikannya laporan atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap kesusilaan sebagaimana yang dimaksud pada pasal 294 (2) KUHP ini adalah sebagai berikut :</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&bull; Bahwa Para Pelapor adalah para Mahasiswi Fahutan Unmul yang saat ini dalam tahap akhir jenjang studi dengan melakukan penyusunan tugas akhir;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&bull; Bahwa Terlapor adalah dosen atau tenaga pengajar, pegawai yang bertugas di Fahutan Unmul;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&bull; Bahwa patut diduga Terlapor kerap melakukan tindakan pidana kejahatan terhadap kesusilaan kepada Para Pelapor:</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pelapor I<span>&nbsp;</span></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>1. Bahwa pada sekitar tahun 2021, saat bertemu untuk pertama kalinya dalam bimbingan tugas akhir, Terlapor meminta Pelapor I untuk membawa camilan sebelum proses bimbingan tugas akhir terlaksana.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga pada sekitar awal bulan Februari tahun 2021 saat pertemuan kedua Pelapor I menemui Terlapor di ruangannya, namun karena Pelapor I tidak membawakan camilan, Terlapor meminta Pelapor untuk membuka kaos kaki Terlapor dan meletakkan kedua kakinya di paha Pelapor I. Selanjutnya Terlapor menyuruh Pelapor I untuk memijat kaki Terlapor yang berada di paha Pelapor I selama 1 (satu) jam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah kejadian tersebut, melalui pesan Whatsapp beberapa kali Terlapor meminta kepada Pelapor I untuk menemuinya dan memijat, tetapi tugas akhir yang dipersiapkan oleh Pelapor I tidak diperiksa oleh Terlapor. Sehingga Pelapor I harus mengalami perpanjangan waktu yang tentu sangat berpengaruh dengan biaya perkuliahan yang semakin lama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>2. Bahwa oleh sebab Pelapor I mengalami trauma serta kekhawatiran Terlapor terus menerus menginterpretasikan impuls negatif kepada Pelapor I dengan serangkaian tindakan yang mengarah pada kesusilaan dengan dasar bimbingan tugas akhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pelapor II</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>1. Bahwa pada bulan Desember 2021 Pelapor II sebagai mahasiswi bimbingan Terlapor, melalui Whatsapp Terlapor meminta Pelapor untuk mengirimkan foto wajah, hingga Pelapor II menemui Terlapor di ruangan Laboratorium Sostek Fahutan Unmul dengan membawa parsel buah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>2. Bahwa pada bimbingan kedua Terlapor duduk di meja di hadapan Pelapor II dan meminta untuk memijat tetapi Pelapor II menolak, Terlapor mengatakan bahwa &ldquo;Kamu sudah saya anggap anak sendiri&rdquo;. Pelapor II akhirnya memijat selama 1 (satu) jam, Terlapor juga tidak memeriksa tugas akhir tersebut hanya membicarakan hal-hal pribadi dari Terlapor.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>3. Bahwa kerap kali dengan alasan bimbingan tugas akhir, Terlapor meminta kepada Pelapor II menemuinya untuk dipijat dan meminta untuk diberikan beberapa makanan sebagai pungutan untuk proses bimbingan pada tugas akhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>&nbsp;</span><span>Pelapor III</span></strong></p><p style="text-align: justify;"><span>1. Bahwa Pelapor III adalah mahasiswi bimbingan Terlapor, pada bulan April 2022, Pelapor III menghubungi Terlapor melalui Whatsapp untuk dilakukannya pertemuan bimbingan tugas akhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>2. Bahwa saat Pelapor III masuk ke ruangan Terlapor yang berada di Fahutan, Terlapor menyuruh Pelapor III untuk menutup pintu ruangan tersebut dan meletakan kursi di samping Terlapor. Dalam proses tanya jawab, Pelapor III tidak bisa menjawab pertanyaan Terlapor, untuk selanjutnya Terlapor menyentuh tubuh Pelapor III pada bagian pipi, dan meminta Pelapor III memijat Terlapor selama 1 (satu) jam. Setelah kejadian tersebut Pelapor III mengalami trauma.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>3. Bahwa Pelapor III kerap diteror oleh Terlapor melalui Whatsapp, hingga mengalami trauma dan kekhawatiran akibat Terlapor terus menerus memberikan Impuls negatif kepada Pelapor III dengan serangkaian tindakan yang mengarah pada kesusilaan dengan dasar bimbingan tugas akhir.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bahwa atas tindakan dan perbuatan Terlapor tersebut di atas, Para Pelapor sangat keberatan dan dirugikan. Dengan ini Para Pelapor menyampaikan pengaduan/laporan kepada Kepala Kepolisian Resor Kota Samarinda untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap Terlapor dengan dugaan tindak pidana kejahatan terhadap kesusilaan sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 294 (2) KUHP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Demi tegaknya hukum dan rasa keadilan kami sampaikan laporan ini, atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Kuasa Hukum/Pendamping Para Pelapor.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Press Release ditulis oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum dan Pusat Studi Perempuan dan Anak (PUSHPA) Unmul.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> I Can’t Make Us Forever </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/i-cant-make-us-forever/baca </link>
<guid> i-cant-make-us-forever </guid>
<pubDate> Wed, 31 Aug 2022 11:37:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen karya mahasiswi FISIP </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/i-cant-make-us-forever/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FhCjsxF4L5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>I Can’t Make Us Forever</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Kala langit mulai menunjukkan warna jingga miliknya, aku memarkirkan kendaraanku tak jauh dari dermaga yang hendak kuhampiri. Sore ini, entah mengapa aku merindukan tempat ini. Sebuah dermaga yang tak lagi digunakan untuk aktivitas perairan. Seseorang telah menemukan tempat ini untukku. Karena katanya aku mencintai langit sebegitunya hingga saat ia tak sengaja menemukan dermaga ini, aku adalah orang pertama yang ia ingat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku hanya bisa tersenyum saat itu, karena apa yang ia katakan memanglah benar. Aku turut mencintai tempat ini, rasanya seperti singgah. Selayaknya perahu yang berhenti di dermaga, aku juga berhenti di sini untuk menepi dari riuhnya semesta sebelum harus kembali pergi dan menghadapi arus yang deras.</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan membawa sebuah buket bunga, aku duduk di salah satu bangku panjang yang terbuat dari kayu. Tempat yang tepat untuk melihat matahari terbenam. Aku kemudian menatap buket yang berisikan<span>&nbsp;</span><i>baby rose</i><i>&nbsp;</i>dengan warna merah muda. Buket itu bahkan disertai pesan yang membuatku benar-benar ingin menepi.</p><p style="text-align: justify;"><span>&lsquo;Terbang setinggi dan sebebas mungkin, Nalia. Aku turut bahagia dengan pencapaian milikmu, semoga kamu turut rasakan bahagiaku.&rsquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Buket ini datang &nbsp;usai aku memberikan sebuah seminar di acara nasional yang berisikan ratusan orang dari berbagai kalangan. Entah apakah pemberinya datang dan menjadi salah satu dari ratusan orang itu atau ia hanya sekedar menitipkan buket ini, aku tidak tahu. Tapi yang pasti, aku ingin menemuinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku ingin menemui ia yang tahu aku dengan benar, paham tentangku, seseorang yang pernah menjadi tempat pulangku. Memandangi matahari yang mulai terbenam, pikiranku tak lagi bersamaku. Biarkan ia melalang buana, mengingat masa yang telah lama lewat. Hingga sebuah suara familiar memasuki indera pendengaranku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Segera aku menoleh dan kudapati sosok itu. Ia adalah seseorang yang menemukan tempat ini untukku dan orang yang sama dengan orang yang memberikan buket bunga padaku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rio?&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia terkekeh, &ldquo;Masih suka ke sini ya?&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku tersenyum kecil sembari mengangguk. Namun atensiku kemudian tertuju pada sosok mungil yang ia gendong, gadis kecil dengan rambut yang diikat dua dan menatapku dengan malu-malu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namanya Alea, eh maaf, boleh aku duduk di sini?&rdquo; ia bertanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku mengangguk, &ldquo;duduk aja, tidak ada aku lihat disini larangan untuk duduk bersisian.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia kembali tertawa, membiarkan sosok mungil itu duduk di pangkuannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alea, salim dulu, kenalan sama teman ayah. Namanya tante Nalia,&rdquo; ucapnya pada gadis kecil itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku tersenyum ketika ia menurut pada perkataan Rio,<span>&nbsp;</span></span><span><i>ayahnya</i></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berapa umurnya?&rdquo; tanyaku penasaran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Minggu depan ia berumur empat tahun.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku mengangguk lagi, jujur aku bingung menghadapi situasi ini. Aku merindukan Rio tapi bukan seorang Rio yang telah menjadi ayah. Bukan Rio yang telah meninggalkanku, singkatnya bukan Rio yang ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh iya, tadi aku hadir di seminar milikmu. Rekan kerjaku mengajak untuk datang, saat tahu kamu yang membawa seminarnya aku teringat kalau kamu menyukai bunga itu dan rasanya telah lama aku tak berikan itu padamu.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku tersenyum, &ldquo;lama sekali.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jawabanku entah kenapa membuatnya menatapku lama, aku tak berani menoleh, tak berani hadapi ekspresi apa yang ia berikan atas jawabanku barusan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namanya Nalia,&rdquo; ucap Rio tiba-tiba, aku menatapnya bingung. &ldquo;Iya, namanya Nalia, tapi bundanya lebih senang memanggilnya Alea.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa diberi nama Nalia?&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena dia mengingatkanku padamu. Aku bingung menjelaskannya, tapi ketika aku melihat Alea untuk pertama kalinya, nama yang terlintas di kepalaku adalah Nalia. Aku ingin dia jadi perempuan yang cantik dan hebat, perempuan yang berani berdiri untuk dirinya sendiri, perempuan yang menjadi tempatku pulang nantinya,<span>&nbsp;</span></span><span><i>seperti kamu</i></span><span>.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dua kata terakhir entah mengapa membuat jantungku seketika hendak berhenti berdetak, aku terkejut dengan apa yang ia sampaikan. Mungkin diamku membuat Rio tersadar dengan apa yang ia katakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf jika aku membuatmu tersinggung,&rdquo; lanjutnya lagi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku menggeleng, &ldquo;Aku cuman kaget, aku pikir kita sudah selesai. Waktu itu, kamu bilang kalau mimpiku sudah enggak lagi jadi mimpi kita. Kalau aku berjalan berlawanan denganmu, kita tumbuh di jalan yang berbeda sampai buat kamu merasa hubungan kita enggak sehat. Aku pikir hubungan kita adalah sebuah kenangan buruk untukmu. Jadi aku kaget, kamu masih mengingatku bahkan untuk bayi yang bukan berasal dari rahimku,&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku enggak pernah membenci hubungan kita Nalia,&rdquo; ucapnya. &ldquo;Tapi keadaan waktu itu begitu rumit, aku mencintai kamu, tapi disaat yang sama aku merasa kita sudah terlampau beda. Kamu dan mimpimu berlawanan dengan aku yang mau kita menjalani hidup yang biasa saja, aku mau hanya kita. Tidak perlu sampai merasa bahwa banyak sekali yang mencintaimu, selain aku.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kamu selalu egois,&rdquo; jawabku singkat. Aku tidak menyukai ini, aku tidak datang kesini untuk ini. Aku tidak mau tahu lagi apapun yang ia rasakan setelah kejadian hari itu. Aku memilih untuk tidak mau tahu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hening menyertai kami hingga gadis kecil di pangkuan Rio berseru, &ldquo;ayah, mataharinya mau hilang!&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Membuatku ikut memperhatikan pemandangan dihadapan kami. Momen yang aku suka, melihat matahari terbenam dan membiarkan langit mulai meredup. Tak lama setelahnya kami kemudian meninggalkan dermaga. Saat aku hendak masuk ke dalam mobil, Rio meneriakkan namaku. Tapi kali ini ia tak membawa gadis kecil itu bersamanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa, Rio? ada yang tertinggal?&rdquo; tanyaku bingung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tiba-tiba saja ia memelukku, saat aku hendak mendorongnya ia berkata.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku mohon biarkan begini sebentar saja.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku terdiam, memilih untuk tidak membalas pelukan ini. Tiba-tiba dan aku berusaha mengatur detak jantung yang sudah tidak beraturan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf Nalia, untuk semuanya. Maaf karena aku egois, maaf karena aku memilih untuk membiarkan kamu bebas dan mencari hal yang membuat kamu bahagia tanpa aku.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanpa aku sadari air mataku jatuh, aku membalas pelukannya. Rio mengeratkan pelukan kami, ini adalah pelukan yang aku rindukan, perasaan ini ternyata masih ada. Perasaan bahwa aku telah pulang.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<i>I&rsquo;m sorry, I can&rsquo;t make us forever</i>,&nbsp;Nalia.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini membuatku sedih, Ia adalah satu-satunya orang yang membuatku merasa pulang. Satu-satunya yang memahamiku dengan benar, orang yang selalu aku inginkan untuk hadir dalam mimpi-mimpiku. Mimpi-mimpi kita. Aku ingin agar kisah kita abadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi, mimpi ini hanya menjadi milikku saja. Aku hanya mencintai diriku dan membiarkannya jauh tertinggal. Membuatnya kesepian, membuatnya sendirian, meninggalkannya saat ia butuh didengar. Sudah sepantasnya perpisahan ini ada.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Karena manusia sebaik ia, tidak pantas mencinta pada seorang yang hendak terbang bebas dan selalu pergi jauh dari rumahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><i><b>Ditulis oleh Yasmin Dieva Islamiyah, mahasiswi Program Studi Psikologi Fisip 2019</b></i></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Uji Publik Satgas PPKS Berakhir, Menanti Langkah Unmul Memberi Ruang Aman Bagi Korban Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uji-publik-satgas-ppks-berakhir-menanti-langkah-unmul-memberi-ruang-aman-bagi-korban-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> uji-publik-satgas-ppks-berakhir-menanti-langkah-unmul-memberi-ruang-aman-bagi-korban-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Thu, 01 Sep 2022 08:16:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berakhirnya uji publik Satgas PPKS Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uji-publik-satgas-ppks-berakhir-menanti-langkah-unmul-memberi-ruang-aman-bagi-korban-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TlXHlOYvDd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Uji Publik Satgas PPKS Berakhir, Menanti Langkah Unmul Memberi Ruang Aman Bagi Korban Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span></span><span>Panitia Seleksi Satuan Tugas <span>Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Pansel&nbsp;</span>PPKS) telah melakukan Uji Publik Calon Satgas PPKS. Berbeda dengan Uji Publik Pansel yang dilakukan dengan mengundang sejumlah pihak secara langsung, kali ini Uji Publik Satgas PPKS dilakukan dengan menyebarkan Google Form sejak <span>26 hingga 30 Agustus 2022.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada Rabu, 31 Agustus lalu Pansel diketahui telah memberikan rekomendasi nama-nama Satgas PPKS Unmul kepada Encik Akhmad Syaifudin, WR 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.&nbsp;</span>Sebanyak 463 masukan dari civitas academica Unmul telah diproses, dan kini menunggu surat keputusan rektor.</p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai Agustina Wati selaku Ketua Pansel Satgas PPKS. Dalam menyaring calon anggota Satgas PPKS, ia menerangkan bahwa terdapat beberapa tahapan mulai dari masa pendaftaran, proses seleksi berkas dan wawancara, hingga uji publik. Dalam menyaring sejumlah nama, p</span><span>anitia seleksi mengaku berpegang pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan perguruan tinggi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain karena berakhirnya masa tugas, keanggotaan seseorang dalam satuan tugas berakhir bila ia meninggal dunia, mengundurkan diri, tidak lagi memenuhi unsur keanggotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27, tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota satgas sebagaimana yang dimaksud Pasal 29, misal: terbukti melakukan kekerasan/melanggar tata tertib kampus/melanggar kode etik satuan tugas,&rdquo; paparnya saat ditanya ihwal kredibilitas anggota Satgas PPKS, Selasa (30/8).</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Mereka yang Lolos Menjadi Calon Satgas PPKS</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu calon Satgas PPKS yang merupakan dosen dan kepala program studi Administrasi Publik, Fajar Apriani, mengaku kerap mengikuti</span><span>&nbsp;isu kesetaraan gender dan perempuan di ruang publik, keahliannya dalam kebijakan publik juga dinilai dapat menjadi nilai tambah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maka dengan adanya kewajiban pembentukan Satgas PPKS di lingkungan kampus dari Mendikbud Ristek, saya tergerak untuk mencoba berkontribusi dalam upaya pemenuhan hak pendidikan tinggi yang aman dan memberikan kepastian hukum melalui langkah tegas ini,&rdquo; tulisnya melalui pesan teks Whatsapp, Selasa (30/8).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Harapnya pembentukan Satgas ini tak hanya formalitas, tetapi benar-benar menjadi upaya konkret kampus untuk mengentaskan kasus kekerasan seksual sehingga dapat memenuhi hak civitas academica guna memperoleh lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman dari berbagai bentuk kekerasan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Satgas PPKS harus benar-benar difungsikan sebagai pusat pencegah kekerasan seksual di kampus sekaligus pusat penanganan yang sesungguhnya. Tentu tidak mudah mewujudkannya, apalagi ini merupakan gebrakan pertama dalam upaya itu, namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan mulai saat ini.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kredibilitas calon Satgas PPKS ini menjadi sorotan untuk terjaminnya ruang aman di kampus. Lisda Sofia, dosen dari Prodi Psikologi sekaligus calon Satgas PPKS pernah menjelaskan orientasi seksual, pada konteks ini LGBT, merupakan penyimpangan. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/lisda-lgbt-ada-obatnya/baca">Statement Lisda</a>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em> kemudian bertanya bagaimana sikap yang akan ia ambil ketika dirinya terpilih dan menghadapi kasus yang menyangkut kelompok dengan orientasi seksual berbeda. Baginya, pernyataan itu berangkat dari pengalamannya sebagai dosen. Adapun hal tersebut tidak memengaruhi profesionalitas dalam pelayanan yang diberikan.</span><span>&nbsp;&ldquo;Apa pun latar belakang dan kondisinya, tetap memiliki hak memperoleh pendampingan dan penanganan,&rdquo; ungkapnya Selasa (30/8) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebagai psikolog, saya pun pernah menangani klien lesbi dan sebagai dosen, mahasiswa saya juga ada yang <em>bisex</em>. Saya tetap menjalankan tugas sesuai dengan koridor profesional yang ada. Bahwa LGBT adalah penyimpangan, iya saya tetap meyakini itu. Namun, dalam hal menjalankan peran keprofesian baik sebagai psikolog maupun anggota Satgas nantinya, saya pastikan hal tersebut tidak akan memengaruhi profesionalitas pelayanan yang diberikan,&rdquo; tutup Lisda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada waktu yang sama, Muhammad Al Fatih, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi 2022 yang lolos seleksi, mengaku dalam wawancaranya bersama<em>&nbsp;Sketsa,&nbsp;</em>ia mendaftarkan diri berangkat dari pengalamannya di masa lalu. Seorang teman mengidap skizofrenia akibat kekerasan seksual yang dialami semasa kecil. Hal itu membuatnya meyakini, korban kekerasan seksual akan mengalami kejadian traumatis dan perlu pendampingan khusus.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari pengalaman itu saya sadar, bahwa pelecehan seksual bisa terjadi sama siapa aja.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Enggak</em><span>&nbsp;</span></span><span>perempuan<span>&nbsp;</span></span><span><em>doang</em></span><span>, laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan seksual.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fatih menuturkan pengalaman dalam mendampingi korban membuat sejumlah nama lolos menjadi calon anggota Satgas, termasuk dirinya. Pasalnya sebelum mendaftarkan diri, ia berbekal pengalaman lewat komunitas pendukung korban kekerasan seksual, <span>Savrinadeya Support Group, komunitas kolaborasi mahasiswa psikologi, hukum, dan ilmu budaya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Ruang Aman Bagi Korban</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ruang aman akan didorong oleh teman-teman Satgas PPKS, dengan berkoordinasi kepada pimpinan fakultas dan pihak terkait. Sehingga korban akan merasakan keamanan dan ketenangan dalam menyampaikan aduan kepada Satgas PPKS nantinya, dalam berkegiatan di kampus. Hal itulah yang disampaikan Agustina di sela-sela wawancaranya kala itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lisda turut menyampaikan kesadarannya jika menjadi bagian dari Satgas PPKS, menjamin ruang aman artinya menjamin dan menjaga kerahasiaan, melakukan pendampingan, sampai mengadvokasi kasus. Hal itu sebagaimana kewenangan dan kapasitas anggota Satgas PPKS ke depannya.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Fatih menambahkan, ruang aman untuk civitas academica ini juga harus sejalan dengan aspek psikis yang akan ditanggung korban. Tak dimungkiri pemulihan korban kekerasan seksual menjadi ruang lingkup yang akan dijalankan oleh Satgas PPKS, sebagaimana Permendikbud PPKS 30/2021 mengatur. <strong><em>(</em></strong><em><strong><span>sya/dre/mar/nkh</span><span>).</span></strong></em></p><p style="text-align: justify;"><em><strong><span><a data-src="visualisation/11054522" href="http://<div class="></a>&nbsp;<a data-src="visualisation/11054522" href="http://<div class="></a></span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyongsong IKN, FISIP Unmul Buka Dua Program Magister </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyongsong-ikn-fisip-unmul-buka-dua-program-magister/baca </link>
<guid> menyongsong-ikn-fisip-unmul-buka-dua-program-magister </guid>
<pubDate> Fri, 02 Sep 2022 09:43:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Magister Ilmu Pemerintahan akan dibuka di Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyongsong-ikn-fisip-unmul-buka-dua-program-magister/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2oOxhMjCHQ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menyongsong IKN, FISIP Unmul Buka Dua Program Magister</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;FISIP Unmul tengah berencana membuka program magister untuk Prodi Ilmu Pemerintahan. Pembukaan Prodi ini dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia di Kaltim dalam rangka menyambut IKN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Iman Surya. Ditemui<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada</span><span>&nbsp;</span><span>Kamis</span><span>&nbsp;</span><span>(25/8), dirinya menyebut pembukaan Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) tak hanya diharapkan oleh dosen atau pengajar di Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul, tetapi juga dari masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>MIP diketahui mempertimbangkan kebutuhan sarjana Ilmu Pemerintahan untuk melanjutkan pendidikan dengan keilmuan yang linear. Mengingat hanya ada satu program MIP di pulau Kalimantan, hal tersebut kian meyakinkan tujuan dibentuknya program magister. Ungkap Iman, ini sebagai salah satu upaya memajukan pendidikan di Kaltim, khususnya Ilmu Pemerintahan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena sangat sedikit atau masih jarang Magister Ilmu Pemerintahan. Kalau di Kalimantan itu hanya di Banjarmasin di Unlam (Universitas Lambung Mangkurat), sementara banyak alumni-alumni, terutama dari kelas IPDN, kelas kedinasan yang mengharapkan adanya magister yang linier dengan ilmu mereka.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait prosesnya, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unmul, I Ketut Gunawan mengungkap bahwa saat ini telah sampai pada pengiriman surat ke<span>&nbsp;</span></span><span>Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (</span><span>LLDIKTI</span><span>) guna menilik kelengkapan fasilitas, seperti gedung kuliah dan ruang dosen.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hari ini atau besok dikirim ke sana, (menunggu) dua-tiga minggu, habis itu dikirim lagi ke sini hasilnya. Mungkin ada revisi keperluan atau (yang lain-lain), &nbsp;ya nggak tau kami. Kalau sudah oke dari LLDIKTI, katanya mungkin ya (setelahnya) tidak terlalu sulit, cuman ya <em>enggak</em> tau juga ya. Nah, terakhir itu ke BAN-PT,&rdquo; paparnya ketika ditemui<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Selasa<span>&nbsp;</span></span><span>(30/8).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dirinya berharap program MIP dapat dirampungkan tahun depan dengan membuka kelas reguler. Hal ini agar mahasiswa yang ingin mengambil S-2</span><span>&nbsp;dapat mendaftar beasiswa. MIP yang digadang-gadang akan memiliki mata kuliah unggulan, seperti politik dan kebijakan sumber daya manusia, terkait Kaltim dan tata kelola IKN ini direncanakan berdurasi tiga semester masa studi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketut menambahkan, saat ini FISIP sedang mempersiapkan Magister Pembangunan Sosial yang masih dalam proses pembukaan. Saat ini prosesnya telah sampai di Komisi Pendidikan. Ia menjelaskan adanya upaya membuka dua magister baru di FISIP ini ialah untuk memenuhi syarat dibukanya program Doktor Ilmu Sosial di FISIP Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dukungan juga hadir dari kalangan mahasiswa. Muhammad Fadli Akbar selaku Ketua Umum Himpunan Ilmu Pemerintahan (HIMIP), melihat hal ini sebagai kabar baik, apalagi bila jika terealisasi cepat dan maksimal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami sangat mendukung program atau wacana yang sedang diusahakan ini karena melihat mahasiswa ilmu pemerintahan sekarang, khususnya lulusan S1 Ilmu Pemerintahan itu jarang sekali kita temukan adanya program pasca sarjana yang berkaitan tentang ilmu pemerintahan yang ada di Kalimantan,&rdquo; jelas Fadli pada Kamis (1/9).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia berharap dengan dibukanya program magister ini, dapat mempermudah masyarakat, khususnya mahasiswa Ilmu Pemerintahan guna melanjutkan pendidikan tanpa harus pergi ke luar pulau Kalimantan. &nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>lav</span><span>/</span><span>kya/khn</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em><span><em><strong>&nbsp;</strong></em></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hujan di Hari Jumat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/hujan-di-hari-jumat/baca </link>
<guid> hujan-di-hari-jumat </guid>
<pubDate> Sat, 03 Sep 2022 02:47:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi mahasiswa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/hujan-di-hari-jumat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/alrxSuHHuv.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hujan di Hari Jumat</h1>
			              </header>
			              <p><span><span>Ribuan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>t</span></span><span><span>itik</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>air<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bersegera</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>gugur</span></span></p><p><span><span>D</span></span><span><span>ari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>langit</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>basahi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bumi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>di<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Juma</span></span><span><span>t</span></span></p><p><span><span>ku</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bertanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>seraya</span></span><span><span>?</span></span></p><p><span><span>Apakah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>eng</span></span><span><span>ka</span></span><span><span>u</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bahagia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>me</span></span><span><span>lihat</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hujan</span></span><span><span>?<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>Atau</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>engkau</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>rindu</span></span><span><span>bunyi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>rintik</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>di<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>jumat</span></span><span><span>?</span></span></p><p><span><span>Senyum</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>mu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>membalas</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>irama</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nyanyian</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>mu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>melukiskan</span></span></p><p><span><span>Suara</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>mu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menjadi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>musik</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>favorit</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ku</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>kala<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>itu</span></span></p><p><span><span>Kebahagian</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ku</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sebatas</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pertanyaan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kecil</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>mu</span></span></p><p><span><span>Mungki</span></span><span><span>n</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>eng</span></span><span><span>ka</span></span><span><span>u</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>lupakan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>a</span></span><span><span>ku</span></span></p><p><span><span>Air<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mata</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>mu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menjadi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tangisan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ku</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>k</span></span><span><span>esedihan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>mu<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menjadi</span></span><span><span>ukiran</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>atas</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kebodohan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ku</span></span></p><p><span><span>Aku</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>membuat</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dirimu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kehilangan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>matahari</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kini</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>aku</span></span><span><span>tenggelam</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dalam</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kepedihan</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tiada</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tanpa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>penyesalan</span></span></p><p><span><span>Akan<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>ka</span></span><span><span>u<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>k</span></span><span><span>embali</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>lagi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bernyanyi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bersama</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dengan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hujan</span></span><span><span>di<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>J</span></span><span><span>umat</span></span></p><p><span><span>Tak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>terbayang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>engk</span></span><span><span>au</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>datang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dengan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sesorang</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>m</span></span><span><span>enyanyikannya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>lagu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>suara</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kesukaan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ku</span></span></p><p><span><span>Kembali<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>lagi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ku</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sendiri</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bersama</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hujan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>di<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>J</span></span><span><span>umat</span></span></p><p><span><span><span><span><strong><em>Puisi ditulis oleh Muhammad Adil Alparizi,&nbsp;</em></strong></span></span><span><span><strong><em>mahasiswa Fakultas Farmasi 2020</em></strong></span></span></span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagian Tiga: Panglima Legenda Talawang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-tiga-panglima-legenda-talawang/baca </link>
<guid> bagian-tiga-panglima-legenda-talawang </guid>
<pubDate> Sat, 03 Sep 2022 07:14:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen legenda Talawang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-tiga-panglima-legenda-talawang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zLVp6YS9S2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bagian Tiga: Panglima Legenda Talawang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>&quot;Berapa lama aku pingsan?&quot; Pune terbangun dan menatap langit - langit rumahnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dua hari,&quot; jawab Feronika sembari mengobati luka pada tubuh Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Apa kau tahu bagaimana Ferdinan mendapat perisai itu?&quot; tanya Pune yang sempat terdiam beberapa saat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Perisai?&quot; tanyanya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Perisai Talawang. Perisai yang ia gunakan untuk mengalahkanku,&quot; Panglima mencoba menyembunyikan rasa sakitnya. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ferdinan memang suka mengoleksi barang-barang antik. Tapi, aku tidak mengetahui apapun tentang perisai,&quot; jawab Feronika.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Itu bukanlah barang antik. Perisai itu merupakan sebuah legenda. Kakekku pernah menceritakan tentang perisai itu. Beberapa hari yang lalu aku masih mengira itu hanyalah mitos,&quot; Pune mengerutkan alisnya tanda tidak percaya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Benda itukah yang telah melukai anda seperti ini?&quot; tanya Feronika itu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pune mengangguk dan bangun dari istirahatnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Benda itu memberikan kekuatan Panglima kepada siapapun yang memakainya. Kekuatan, kelincahan, dan daya tahan. Aku bahkan tidak bisa melacak Agni. Kemungkinan terhalang oleh kekuatan perisai itu,&quot; Pune berbalik ke arah Feronika.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Di tengah pertarungan kami, Ferdinan menceritakan apa yang terjadi dengan ayahnya,&quot; Pune memastikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Raut wajah Feronika menjawab keraguan Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi kau sudah tahu? Selama ini aku mengira semuanya hanya perihal hewan - hewan buruan itu. Ternyata ini jauh lebih rumit dari yang kukira,&quot; Pune berjalan ke halaman rumahnya dan diikuti oleh Feronika.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ferdinan benar. Kemanapun aku melangkah, selalu diikuti jejak darah dan mimpi buruk. Apa yang terjadi pada Agni adalah salahku. Kau tahu? Terkadang aku berharap tidak pernah mendapat kekuatan ini,&quot; Pune menatapnya dengan berkaca-kaca.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Perbuatan kita di masa lalu tidak menentukan masa depan kita, tetapi perbuatan hari ini, Pune,&quot; hibur Feronika.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau lihat itu?&quot; Pune menunjuk ke tengkorak Burung Enggang di atas pintu rumahnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dia seharusnya bersama kita sekarang. Perbuatanku pada masa lalulah yang membunuhnya. Aku bahkan tidak tahu dimana Agni sekarang. Bagaimana jika itu juga terjadi padanya?&quot; Pune duduk di hadapan Feronika.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Feronika menghela nafas, &quot;Saat aku masih baru menjadi jurnalis investigasi, aku berhasil meringkus gembong narkoba terbesar di Melak. Sialnya, aku tidak sengaja membocorkan identitas pria yang menjadi narasumberku. Seminggu kemudian, aku mendapati berita ia dibunuh dan mayatnya ditemukan di area perkebunan Kelapa Sawit,&quot; Feronika berusaha menutupi kesedihannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Bertahun-tahun aku menyesali kejadian itu. Bahkan, aku sempat berhenti menjadi seorang jurnalis untuk sementara waktu. Lantas, aku memutuskan untuk melanjutkan hidup dan selalu menyisihkan setengah dari pendapatanku untuk keluarganya,&quot; Feronika menatap Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Terkadang, berdamai dengan masa lalu adalah satu-satunya cara untuk memulai masa depan,&quot; Feronika tersenyum.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Secercah harapan tergambar pada wajah Pune. Ia menyadari sesuatu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Aku tahu dimana mereka berada,&quot; Pune bangkit dan berbalik ke arah Feronika.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ferdinan berada di suatu tempat yang mengingatkan masa lalunya. Gudang para penebang kayu di daerah Nyuatan. Tempat kejadian yang menimpa ayahnya sepuluh tahun yang lalu. Tempat semua masalah ini berasal,&quot; ucap Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Feronika sadar Pune akan ke gudang itu dengan kondisi yang tidak memungkinkan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Pune, anda baru saja dihajar habis-habisan olehnya. Bahkan, Panglima-pun tidak memiliki cukup tenaga untuk melawannya,&quot; Feronika menahan Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tenang saja, aku akan melakukan ritual<span>&nbsp;</span></span><span>Beliant</span><span>&nbsp;untuk memulihkan kekuatanku. Sekaligus membantuku untuk melepaskan hubungannya dengan perisai itu,&quot; ucap Pune.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nyuatan terkenal akan keindahan alamnya. Surga bagi flora dan fauna Kalimantan. Pada salah satu titik, tampak sebuah gudang tua seukuran lapangan sepak bola. Gudang tersebut menyimpan berbagai macam kebutuhan untuk memproduksi kayu Ulin. Setelah sepuluh tahun, gudang milik Bura Husada itu akhirnya digunakan kembali.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ia sudah tiba, tuan,&quot; ucap seorang pengawal melalui layar tablet dari kejauhan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Bagus. Aktifkan bom-nya. Jika aku gagal mengalahkannya, bom itu bisa menjadi alternatif,&quot; jawab Ferdinan bersama para pengawalnya dalam gudang tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bom diaktifkan dengan estimasi hitungan mundur setengah jam. Panglima datang bersama Feronika yang memaksa ikut. Feronika yang memahami seluk-beluk gudang itu mungkin dapat membantu mencari Agni. Kedatangan mereka disambut oleh tatapan para pengawal dengan senapan pada dada mereka. Nampaknya, kedatangan mereka telah dinantikan. Para pengawal menunggu arahan lebih lanjut yang tak kunjung diberikan oleh Ferdinan. Sesampainya di dalam, Panglima dan Feronika disambut oleh Ferdinan dengan para pengawalnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sudah berapa kali kau mencoba menjatuhkanku, Feronika? Dan sekarang kau bersekutu dengan kriminal? Dimana kode etikmu sebagai jurnalis, Feronika?&quot; Ferdinan memasang Talawang pada tangan kirinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Feronika tidak menjawab.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Talawang itu bukan milikmu, Ferdinan. Kau tidak berhak memilikinya,&quot; ucap Panglima.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Aku terkesan kau masih mengingat gudang ini. Terlebih lagi, tragedi itu sudah sepuluh tahun lamanya, Pune,&quot; ucap Ferdinan dengan mata merah akibat pengaruh Talawang yang digunakannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Bebaskan Agni. Dia tidak tahu apapun tentang ini,&quot; Panglima mengalihkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Maka inilah saatnya Agni untuk tahu sosok asli suaminya,&quot; ucap Ferdinan diikuti masuknya puluhan pengawal dari luar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jumlah pengawal bertambah berkali-kali lipat. Panglima sadar situasinya sangat tidak menguntungkan. Melawan Ferdinan sendirian pun cukup sulit, apalagi ditambah para pengawal itu. Sesuai rencana, Panglima akan mengalihkan Ferdinan dan pengawalnya sementara Feronika akan membebaskan Agni. Panglima memberikan kode yang langsung dipahami oleh Feronika untuk berlindung.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tidak ada yang harus terluka hari ini, Ferdinan.&quot; ucap Panglima.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan tersenyum dan memberikan perintah para pengawalnya untuk menyerang. Pertarungan semakin sulit mengingat Talawang menetralisir Mandau terbang milik Panglima. Ia hanya dapat menggunakan dua bilah Mandau pada genggamannya. Ferdinan hanya menyaksikan dari jauh. Situasi sempat menguntungkan Panglima, tetapi para pengawal yang terlalu banyak membuatnya kembali tersudut. Panglima terjatuh dan Ferdinan datang mendekat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau tahu? Kita tidak jauh berbeda, Pune. Kita sama - sama ingin menyelamatkan hewan-hewan itu,&quot; Ferdinan berjongkok dan memegang kepala Panglima yang setengah tersadar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau tahu yang membedakan kita berdua, Ferdinan?&quot; tanya Panglima dengan senyum di wajahnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan tertegun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Aku belajar untuk memaafkan,&quot; lanjut Panglima.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Puluhan ekor Bekantan dan Burung Enggang menyerbu ruangan. Bahkan, Macan Dahan yang dianggap hampir punah turut menyerbu dengan jumlah yang tidak terhitung. Para pengawal terkejut. Tetapi, tidak banyak yang dapat mereka lakukan. Ferdinan terlindung oleh kekuatan Talawang yang membuatnya terjaga dari serangan para hewan. Para pengawal menjadi santapan bagi para hewan-hewan tersebut. Para bekantan dengan cerdas merebut senjata mereka.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau ingat mereka, Ferdinan?&quot; Panglima tersenyum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan dengan rautnya yang kemerahan turut menggambarkan emosinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sekarang pertarungan seimbang,&quot; tutur Panglima dalam hati.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bersambung</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh F. Sandro Asshary, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2018</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Faktor Keamanan,  Akses Gerbang Belakang FMIPA Masih Ditutup </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/faktor-keamanan-akses-gerbang-belakang-fmipa-masih-ditutup/baca </link>
<guid> faktor-keamanan-akses-gerbang-belakang-fmipa-masih-ditutup </guid>
<pubDate> Mon, 05 Sep 2022 11:41:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ditutupnya gerbang FMIPA </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/faktor-keamanan-akses-gerbang-belakang-fmipa-masih-ditutup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/L4WUqt2mlo.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Faktor Keamanan,  Akses Gerbang Belakang FMIPA Masih Ditutup</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>- Masih ditutupnya akses gerbang belakang FMIPA menjadi tanda tanya berbagai pihak. Diketahui penutupan gerbang FMIPA ini dilakukan sejak 2020, semenjak pandemi Covid-19. Sepinya kegiatan kampus membuat fakultas akhirnya menutup gerbang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, kondisi gerbang tersebut berdekatan dengan Student Center (SC), sehingga diharap memudahkan mahasiswa jika ingin menuju SC. &nbsp;</span><span>Hal itu</span><span>&nbsp;diungkapkan oleh Yani Oktavia Rante, mahasiswi Prodi Fisika yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Persatuan Mahasiswa Kristen (PMK) FMIPA Unmul. Dirinya mengaku kesulitan akibat ditutupnya akses gerbang tersebut sebab ia harus putar balik jika ingin menuju SC. Terlebih bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadinya seperti perjalanan jauh padahal kita dekat doang. Kadang adik-adik itu banyak yang enggak bisa karena kita bolak-balik, berdekatan juga sama jam kuliah dan jam ibadah. Kita kan ibadah siang hari, jam setengah dua belas. Kita yang seharusnya bisa jalan kaki jadinya harus memutar beberapa kali. Ketika ada barang yang tertinggal di SC juga agak susah,&quot; kisahnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Senin (29/8) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yani sendiri dapat memaklumi alasan ditutupnya gerbang, antisipasi fakultas untuk menjaga keamanan sekitar salah satu yang ia perkirakan. Apalagi ketika dua gerbang dibuka,<span>&nbsp;</span></span><span><em>security</em></span><span>&nbsp;bertanggung jawab dengan kedua akses yang dinilainya akan memberi kerja ganda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Makanya waktu dulu gerbang dibuka, memang ada sih banyak pencurian helm dan sebagainya. Pas sudah ditutup gerbangnya, memang agak berkurang sih, enggak ada lagi pencurian kaya gitu.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tapi kalau penutupan kayak gini harapannya juga tetap adalah gerbang dibuka, khususnya untuk akses ke gedung SC, ada kebijakan dari kampus,&quot; harapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada hari yang sama,</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>turut</span><span>&nbsp;menghubungi Idris Mandang selaku Dekan FMIPA. Ia menyebutkan ada beberapa alasan mengapa gerbang tersebut ditutup. Faktor keamanan jadi salah satu pertimbangannya. Keadaan kampus yang tidak aman, gerbang utama yang tak dijaga, serta akses pintu masuk yang tidak ada pengamanan ketat, sehingga dapat mengancam keamanan mahasiswa menjadi alasan utama ditutupnya gerbang.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam penuturannya, kampus seharusnya jadi tempat yang aman dan melalui penjagaan ketat sehingga menghindari berbagai tindak merugikan seperti pencurian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tapi di sini biar di dalam juga tidak aman, mahasiswa juga bahkan ada yang dijambret di dalam kampus, helm mahasiswa sering hilang di situ. Makanya itulah yang membuat saya berpikir kemarin, supaya helm mahasiswa aman, saya harus buatkan gerbang di situ.&rsquo;&rsquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Idris mengungkapkan permasalahan terkait tim keamanan itu dikembalikan kepada pihak rektorat sebagai fasilitator keamanan. Namun, keputusan menutup gerbang FMIPA merupakan wewenangnya untuk menjaga lingkup fakultas agar tetap aman.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, kembalinya selalu di situ permasalahannya. Akhirnya kan fakultas mengeluarkan dana sendiri untuk memenuhi itu. Apalagi MIPA ini kan banyak Lab-nya dan semua kaca. Kalau ini dijadikan jalan umum, kami berpikir,&quot; bebernya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanpa bermaksud membuat sekat antar fakultas, ketika kondisi Student Center dan seluruh universitas telah aman disertai satpam yang selalu<span>&nbsp;</span></span><span><em>stand by</em></span><span><em>&nbsp;</em>dalam menjaga keamanan kampus, Idris berjanji akan bersedia membuka akses gerbang tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi,<span>&nbsp;</span></span><span><em>memagari</em></span><span>&nbsp;ini bukan persoalan bahwa saya itu menyekat antar fakultas dan Universitas. Saya paling suka kalau mahasiswa itu saling sosialisasi. Artinya masuk di kampus ini, semua terakses.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Senada dengan dengan Idris, Satria selaku staf keamanan menyebut ditutupnya gerbang FMIPA untuk meminimalisir tindak kejahatan. Mengingat sering terjadinya tindakan kejahatan seperti pencurian helm akhirnya akses gerbang belakang ditutup. Keterbatasan staf keamanan juga jadi permasalahan. Ia mengaku kesulitan mengawasi gerbang secara keseluruhan apabila gerbang belakang dibuka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alasannya agar hanya bisa satu jalur saja, karena di sini sering terjadi kehilangan helm. Kami mengantisipasi untuk maling-maling yang melakukan kejahatan, makanya kami meminimalisirkan keadaan kayak gitu. Makanya hanya ada satu jalur, gerbang di belakang ditutup. Tapi kalau dua jalur, namanya kita bertugas satu<span>&nbsp;</span></span><span><em>shift</em></span><span>&nbsp;cuma dua orang, enggak bisa mengawasi secara keseluruhan. Jadinya gerbang di belakang ditutup biar enggak ada akses untuk keluar masuk,&rdquo; jelasnya pada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Senin (29/8).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, sebagai bentuk antisipasi, gerbang belakang tidak akan dibuka kembali agar tidak terjadi lagi kasus pencurian.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(nkh/ems/nop/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Pemimpin Baru Unmul:  Intip Harta Kekayaan Rektor dan Wakil Rektor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pemimpin-baru-unmul-intip-harta-kekayaan-rektor-dan-wakil-rektor/baca </link>
<guid> menuju-pemimpin-baru-unmul-intip-harta-kekayaan-rektor-dan-wakil-rektor </guid>
<pubDate> Tue, 06 Sep 2022 09:35:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Data kekayaan jajaran rektor Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pemimpin-baru-unmul-intip-harta-kekayaan-rektor-dan-wakil-rektor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K72eq85NcK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Pemimpin Baru Unmul:  Intip Harta Kekayaan Rektor dan Wakil Rektor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;</span><span>&nbsp;Selama &nbsp;dua periode rektor dan wakil rektor Unmul menjabat, berbagai program telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir. Menjelang lengsernya Masjaya sebagai rektor, tentu tak lepas dari pertanyaan berapa total kekayaan para pejabat selama ini?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama menjabat, jajaran petinggi kampus dengan julukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Tropical Studies University</em></span><span><em>&nbsp;</em>ini, tercatat sudah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>kemudian</span><span>&nbsp;menghimpun data total kekayaan jajaran rektor tersebut dari LHKPN tahun 2020.<span>&nbsp;</span></span></p><ol start="1"><li style="text-align: justify;"><span><strong>Total Kekayaan Rektor Unmul</strong></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Masjaya menjadi pemilik harta kekayaan terbanyak dibanding keempat wakil rektor lainnya. Kekayaan yang dimilikinya mencapai 4,6 miliar. Total kekayaan ini meningkat dari kekayaan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka 3,4 miliar (berdasarkan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara 2019).</span></p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11054522/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11054522/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11054522' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11054522/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://&lt;iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11054522/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'&gt;&lt;a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11054522/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11054522' target='_top' style='text-decoration:none!important'&gt;&lt;img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11054522/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11054522" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari seluruh jenis kekayaan yang dimiliki oleh Masjaya, harta yang paling tinggi dimilikinya dalam bentuk tanah dan bangunan yang terdiri dari 11 bidang aset tanah. Disusul oleh harta bergerak lainnya dan kas atau setara kas.</span></p><ol start="2"><li style="text-align: justify;"><span><strong>Total Kekayaan Wakil Rektor I</strong></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Mustofa Agung Sardjono turut melaporkan harta kekayaannya. Disebutkan bahwa kekayaan yang dimilikinya hampir 2,5 miliar. Sumbangsih terbesar asetnya berada di kas dan setara kas yang mencapai 1,3 miliar.</span></p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11055008/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11055008/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11055008' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11055008/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://&lt;iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11055008/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'&gt;&lt;a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11055008/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11055008' target='_top' style='text-decoration:none!important'&gt;&lt;img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11055008/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11055008" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari laporan tersebut, Mustofa juga diketahui melaporkan aset tanah dan bangunan sebanyak 4 bidang tanah dan bangunan senilai 800 juta. Tak hanya itu, pada jenis harta alat trnsportasi dan mesin terdapat 3 buah mobil senilai 337 juta.</span></p><ol start="3"><li style="text-align: justify;"><span><strong>Total Kekayaan Wakil Rektor II</strong></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Tak kalah dengan Masjaya, harta kekayaan Abdunnur juga tergolong sangat besar. Dari hasil kekayaan dilaporkan mencapai &nbsp;3,1 miliar. Bahkan, Abdunnur juga tidak melaporkan adanya utang sedikit pun.</span></p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11054896/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11054896/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11054896' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11054896/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://&lt;iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11054896/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'&gt;&lt;a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11054896/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11054896' target='_top' style='text-decoration:none!important'&gt;&lt;img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11054896/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11054896" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Rektor terpilih periode 2022-2026 ini, memiliki harta kekayaan terbanyak pada jenis harta tanah dan bangunan, tetapi tanah dan bangunan senilai 1,7 miliar itu dilaporkannya hanya dalam bentuk satu buah bidang tanah dan bangunan.<span>&nbsp;</span></span></p><ol start="4"><li style="text-align: justify;"><span><strong>Total Kekayaan Wakil Rektor III</strong></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Encik Akhmad Syaifudin, yang juga tidak asing di telinga mahasiswa Unmul sebab perannya sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Encik melaporkan harta kekayaan yang dimilikinya pada tahun 2020 mencapai 1,3 miliar.<span>&nbsp;</span></span></p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11055001/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11055001/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11055001' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11055001/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://&lt;iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11055001/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'&gt;&lt;a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11055001/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11055001' target='_top' style='text-decoration:none!important'&gt;&lt;img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11055001/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11055001" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari LHKPN 2020, tanah dan bangunan senilai 1,7 miliar &nbsp;menjadi aset terbesar yang dimiliki Encik. Wakil rektor bidang kemahasiswaan dan alumni tersebut melaporkan 6 bidang tanah dan bangunan dan 3 buah motor serta satu buah mobil pada jenis harta alat transportasi dan mesin.</span></p><ol start="5"><li style="text-align: justify;"><span><strong>Total Kekayaan Wakil Rektor IV</strong></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Bohari Yusuf, memiliki kekayaan yang tak jauh berbeda dengan Mustofa. Bohari melaporkan jika harta kekayaan yang dimilikinya senilai 2,3 miliar.<span>&nbsp;</span></span></p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11054987/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11054987/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11054987' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11054987/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://&lt;iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11054987/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'&gt;&lt;a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11054987/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11054987' target='_top' style='text-decoration:none!important'&gt;&lt;img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11054987/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11054987" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari LHKPN 2020 tersebut, tanah dan bangunan, serta alat transportasi menjadi penyumbang aset besarnya. Sebanyak 13 bidang tanah dan bangunan dilaporkannya serta 4 kendaraan bermotor</span></p><p style="text-align: justify;"><span>JIka dikalkulasikan, total kekayaan yang dimiliki oleh rektor dan para wakil rektor itu senilai 16,1 miliar. Angka itu jika dibandingkan mampu membiayai 3.161 mahasiswa Unmul dengan golongan UKT kategori 5 selama 1 semester.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, total keseluruhan harta rektor beserta jajarannya itu &nbsp;setara dengan 16,5 kilo gram emas dengan harga per gramnya senilai<span>&nbsp;</span></span><span>Rp 891.956.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>jla/str/fzn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskursus Orientasi Seksual Masih Pelik, Bagaimana Seharusnya Kampus Menciptakan Ruang Inklusi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskursus-orientasi-seksual-masih-pelik-bagaimana-seharusnya-kampus-menciptakan-ruang-inklusi/baca </link>
<guid> diskursus-orientasi-seksual-masih-pelik-bagaimana-seharusnya-kampus-menciptakan-ruang-inklusi </guid>
<pubDate> Wed, 07 Sep 2022 10:22:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskursus orientasi seksual </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskursus-orientasi-seksual-masih-pelik-bagaimana-seharusnya-kampus-menciptakan-ruang-inklusi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C9F1XLtrfm.png" />
					</figure>
			                <h1>Diskursus Orientasi Seksual Masih Pelik, Bagaimana Seharusnya Kampus Menciptakan Ruang Inklusi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&ndash; Perbedaan orientasi seksual masih menjadi hal yang tak lazim, bahkan di kalangan akademisi. Seperti yang terjadi pada kegiatan penerimaan mahasiswa baru di Universitas Hasanuddin, Makassar Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seorang mahasiswa baru mengaku bahwa dirinya seorang non-biner (menganggap dirinya bukan laki-laki maupun perempuan) di hadapan Wakil Dekan III Fakultas Hukum yang berujung pengusiran mahasiswa dari kegiatan pengenalan mahasiswa baru pada Jumat (19/8) lalu.<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian meminta tanggapan dari Sri Murlianti, dosen Prodi Pembangunan Sosial FISIP.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2c9bae60005dbf2e45b1aa48812f80aedb91723b.jpeg" style="width: 323px;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia melihat perlakuan tersebut terlalu berlebihan, sebab, beber Sri, biner ini dipengaruhi oleh gen secara biologis yang dominan dalam diri seseorang. Sehingga menimbulkan adanya pemahaman untuk tidak mendefinisikan dirinya laki-laki maupun perempuan, yang kemudian disebut sebagai non-biner.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Yang namanya seksualitas itu kan sangat privasi dan tidak mungkin dia melakukan itu juga di ruang publik di kampus gitu lo. Kan kampus itu harusnya inklusif menerima siapapun yang mau belajar karena kesempatan belajar ada di semua orang, di semua calon mahasiswa,&quot; jelasnya ketika ditemui<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Kamis (1/9) kemarin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Sri, diskursus orientasi seksual sendiri tak sesederhana yang tampak. Tak dimungkiri masih banyak civitas academica yang kesulitan membedakan &nbsp;antara jenis kelamin dengan gender.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penolakan terhadap perbedaan identitas gender maupun orientasi seksual, menurut Sri disebabkan oleh kondisi kebudayaan kita yang membaginya atas laki-laki dan perempuan. Budaya yang ada telah berjalan berabad-abad mendahului pengetahuan mengenai gender tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Memang ada kebanyakan yang dominan yang kemudian kita klaim sebagai yang benar, padahal belum tentu yang dominan itu benar. Kebanyakan pembagian jenis kelamin pasti laki-laki dan perempuan dengan kode-kode di genetik itu kan XX, YY, XY apa gitu kan.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tetapi</span><span>&nbsp;ternyata ada beberapa orang yang kombinasinya enggak begitu secara biologis saja yang namanya jenis kelamin itu walaupun secara umum dominan ada oposisi biner kalau enggak laki-laki, perempuan<span>&nbsp;</span></span><span>tetapi yang minoritas ini yang di tengah, itu ternyata ada</span><span>,</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam pandangan Sri, tak perlu reaktif saat berhadapan dengan mereka yang secara identitas gender berbeda dari kebanyakan&mdash;</span><span><em>heteroseksual</em></span><span>. Itu termasuk kepada perilaku penghakiman mayoritas yang kerap berpikir dapat menjadi penyelamat, sebab memandang perbedaan orientasi seksual ini sebagai penyakit dan kemudian mereka yang berbeda tersisihkan dalam sosial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam menghadapi perbedaan identitas gender, civitas academica perlu memberi ruang aman dan inklusif, dengan memberikan kesempatan belajar yang sama untuk menjadi intelek. Ini sebagai upaya menjaga ruang berekspresi di ranah perguruan tinggi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukannya kemudian yang kita anggap berbeda lalu dibuang gitu. Kadang-kadang kejahatan itu timbul justru karena kita tidak memberi ruang,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seringkali tindakan intoleransi diberikan kepada pihak-pihak minoritas seperti orang dengan identitas gender atau orientasi seksual yang berbeda. Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Puspitasari (2019), berjudul Opresi Kelompok Minoritas: Persekusi dan Diskriminasi LGBT di Indonesia. Takammul: Jurnal Studi Gender Dan Islam Serta Perlindungan Anak, terdapat sekitar 937 orang yang menjadi korban dari stigma, diskriminasi dan kekerasan berbasis orientasi seksual, identitas dan ekspresi gender di luar norma biner heteronormatif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini kemudian menjadi hal yang perlu diperhatikan khususnya di lingkungan akademisi, sehingga diskursus gender tak menjadikan polarisasi kelompok yang superior dan lainnya merasa inferior.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>vyl/rhe/tha/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tipuan Afek kepada Emosi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tipuan-afek-kepada-emosi/baca </link>
<guid> tipuan-afek-kepada-emosi </guid>
<pubDate> Fri, 09 Sep 2022 11:26:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi mahasiswa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tipuan-afek-kepada-emosi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kSZxnGcLDf.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tipuan Afek kepada Emosi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kepada engkau yang menyembunyikan awan hujan. Juga engkau yang selalu menyilaukan semesta dengan cahaya tipuan. Bumi yang kau pijaki adalah karunia Tuhan untuk berekspresi. Setiap apa yang melata di atas muka bumi, kau bebas bercerita tentang nurani.</p><p style="text-align: justify;">Tanah telah tercipta untuk insan berdiri tegak. Apakah tegak layak pohon Oak? Tidak. Sekuat apa pun Oak dilanda bencana, kau tetap manusia apa adanya. Tenang, selain berdiri tegak, tanah juga dipakai sebagai tempat tulang punggungmu rehat. Sembari itu, tataplah langit biru pekat, karena ia adalah media dengan-Nya, agar kau terpikat lalu doa dan harap yang memanjat.</p><p style="text-align: justify;">Harga dan harapan yang kau gantungkan ke atas juga memiliki batas, walau demikian, kau juga pantas. Itu yang menempatkanmu sebagai manusia. Kau tidak bisa selalu kuat, kau bisa lemah bak keripik yang tertindih lalu menjadi remah. Semua anak Adam, berhak merasakan esensi kuat juga lemah.Silakan tertawa jika kau bahagia. Silakan menangis ketika kau liris. Jangan beri ruang itu diintervensi, biarkan ia menjadi alami. Jika kau siap, berdirilah di atas kaki sendiri atau digotong oleh kroni. Karena kau adalah anak Adam dan punya rasa kelam. Silakan ke dalam untuk menyelam. Dan kembali ke permukaan atas apa yang kau temukan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Imaduddin Nur Ichsan, mahasiswa Program Studi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran 2020</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Resmi Tetapkan 19 Anggota Satgas PPKS </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-resmi-tetapkan-19-anggota-satgas-ppks/baca </link>
<guid> unmul-resmi-tetapkan-19-anggota-satgas-ppks </guid>
<pubDate> Tue, 13 Sep 2022 02:15:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penetapan Satgas PPKS Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-resmi-tetapkan-19-anggota-satgas-ppks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OpPfXfPQlT.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Resmi Tetapkan 19 Anggota Satgas PPKS</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span></span><span>Setelah penantian panjang, Rektor Unmul akhirnya menetapkan 19 nama terpilih sebagai anggota satuan tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual (PPKS). Hal ini turut menandakan Unmul berhasil menunaikan instruksi Kemendikbud terkait upaya pencegahan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus, sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 30 tahun 2021.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selesai melewati proses uji publik dengan menerima 463 masukan dari tanggal 26 hingga 30 Agustus lalu, tim panitia seleksi (Pansel) berikan rekomendasi nama-nama Satgas PPKS Unmul kepada Encik Akhmad Syaifuddin selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni pada Jumat (31/9). Nama-nama tersebut lantas ditetapkan menjadi anggota Satgas PPKS melalui Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 2539/UN17/HK.02.03/022 tentang Pembentukan dan Penetapan Satgas PPKS Unmul 2022, Sabtu (3/9) lalu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, masing-masing nama tersebut sempat jalani beberapa tahap panjang, sebelum akhirnya dapat diterima menjadi anggota Satgas PPKS Unmul. Prosesnya mulai dari pendaftaran hingga seleksi berkas dan wawancara yang ketat dengan melihat latar belakang dan keterlibatan calon Satgas PPKS dalam pencegahan kekerasan seksual.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berikut adalah daftar 19 anggota Satgas PPKS Unmul:</span></p><p><span><strong>1. Haris Retno Susmiyati, dosen FH Unmul &nbsp;(ketua)</strong></span></p><p><em><span>Mengenyam pendidikan S-1 dan S-di 2 Universitas Brawijaya, lalu melanjutkan S-3 di Universitas Hasanuddin.&nbsp;</span><span>Pernah mengajar Hukum dan HAM. Ia merupakan d</span><span>osen tetap di&nbsp;</span></em><span><em>Fakultas Hukum Unmul.</em></span></p><p><span><strong>2. Sholihin Bone, dosen FH Unmul (sekretaris)</strong></span></p><p><em><span>Mengenyam pendidikan S-1 serta S-2 di Universitas Hasannudin.&nbsp;</span><span>Pernah mengajar hukum dan HAM. Sholihin merupakan d</span><span>osen tetap di&nbsp;</span></em><span><em>Fakultas Hukum Unmul.</em></span></p><p><span><strong>3. Lisda Sofia, dosen FISIP Unmul &nbsp;(anggota)</strong></span></p><p><em><span>Dosen tetap Prodi Psikologi Unmul ini mengenyam pendidikan&nbsp;</span><span>S-1 dan S-2 di Universitas Padjadjaran. Ia&nbsp;</span></em><span><em>mengajar psikologi kepribadian, intervensi trauma krisis, dan kesehatan mental.</em></span></p><p><span><strong>4. Nur Aripkah, dosen di FH Unmul (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>5. Fajar Apriani, dosen dan Kaprodi Administrasi Publik FISIP Unmul (anggota)</strong></span></p><p><span><em>Merupakan dosen tetap, dan menghabiskan waktu belajarnya di S-1 dan S-2 Unmul, lalu S-3 Universitas Hasanuddin.</em></span></p><p><span><strong>6. Alfian, dosen FH Unmul (anggota)</strong></span></p><p><span><em>Ia mengenyam pendidikan di S-1 dan S-2 Unhas, menjadi dosen tetap di Fakultas Hukum Unmul.</em></span></p><p><span><strong>7. Mei Vita Romadon Ningrum, dosen FKIP&nbsp;Unmul (anggota)</strong></span></p><p><span><em>Menghabiskan S-1 di UNS dan S-2 di UNY, mengampu mata kuliah pendidikan geografi.</em></span></p><p><span><strong>8. Orin Gusta Andini, dosen FH Unmul (anggota)</strong></span></p><p><span><em>Mengenyam pendidikan S-1 dan S-2 di Universitas Hasanuddin, kini menjadi dosen tetap di FH Unmul. Dirinya pernah mengajar Kriminologi dan Viktimologi.</em></span></p><p><span><strong>9. Nadya Novia Rahman, dosen FISIP Unmul (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>10. Khumairotul Zahroh Al Ahmadi, Tendik FKM (anggota)</strong></span></p><p><span><em>Staf Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF) Kesehatan Masyarakat di Unmul.</em></span></p><p><span><strong>11. Nada Nabila Jatmiko, mahasiswi prodi Hukum 2021 (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>12. Muhammad Al Fatih, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi 2022 (anggota)</strong></span></p><p><span><em>Dirinya t</em></span><span><em>ergabung dalam komunitas Savrinadeya Support Group.</em></span></p><p><span><strong>13. Intan Nudzaifah Nur Rahma, mahasiswi prodi Hukum 2021 (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>14. Endang Ratnawati, mahasiswi prodi Pendidikan Geografi 2019 (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>15. Athifah, mahasiswi prodi Hubungan Internasional 2021 (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>16. Alya Fitriani Sajida, mahasiswi prodi Hubungan Internasional 2021 (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>17. Mutiara Oktavia Damara, mahasiswi prodi Administrasi Bisnis 2021 (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>18. Tasha Amalia, mahasiswi prodi Pembangunan Sosial 2020 (anggota)</strong></span></p><p><span><strong>19. Nur Haniah, mahasiswi prodi Pendidikan Ekonomi 2021 (anggota)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Masyarakat Kaltim Membara: Kembali Menolak Kenaikan BBM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-masyarakat-kaltim-membara-kembali-menolak-kenaikan-bbm/baca </link>
<guid> aliansi-masyarakat-kaltim-membara-kembali-menolak-kenaikan-bbm </guid>
<pubDate> Tue, 13 Sep 2022 09:34:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi tuntut kenaikan BBM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-masyarakat-kaltim-membara-kembali-menolak-kenaikan-bbm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ebrLLE7Z2o.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Masyarakat Kaltim Membara: Kembali Menolak Kenaikan BBM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>- Aksi penolakan kenaikan BBM kembali digelar. Aksi kedua kali ini bertempat di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur setelah sebelumnya bertempat di Kantor Gubernur yang dilaksanakan pada Selasa (6/9) lalu. Meski dijadwalkan pukul 09.00 WITA, massa aksi baru bergerak pukul 15.00 WITA dengan<span>&nbsp;</span><em>long march</em><span>&nbsp;</span>dari Islamic Center menuju Gedung DPRD.</p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/49ceeb0222c52dc4378c3a798297415de5903bd5.jpeg" style="width: 324px;"></p><p style="text-align: justify;">Pada siang menuju sore tersebut, massa aksi disambut oleh pintu gerbang DPRD yang menjulang tinggi dengan rantai melingkar di depannya. Beragam warna pakaian almamater dan PDH lembaga terlihat memenuhi halaman Gedung DPRD. Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian orasi dari sejumlah perwakilan lembaga sembari upaya melepaskan rantai melingkar yang menghalangi massa.</p><p style="text-align: justify;">Masih mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Kaltim Membara, tuntutan yang dibawa pun tak berubah. Di antaranya:</p><p style="text-align: justify;">1. Mendorong payung hukum yang jelas terhadap penggunaan BBM bersubsidi</p><p style="text-align: justify;">2. Mengevaluasi peran BPH Migas yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak bersubsidi</p><p style="text-align: justify;">3. Mendesak pemerintah memberantas mafia migas dan tambang</p><p style="text-align: justify;">4. Menjaga stabilitas harga bahan pokok.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami menginginkan pimpinan DPRD untuk bisa menyikapi atau merespon terhadap tuntutan kami,&quot; ungkap Naqib Junechair selaku Humas Aksi pada Selasa (13/9).</p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0f5e1a617869af9f37fb4385d95342eb2d76f6d0.jpeg" style="width: 322px;"></p><p style="text-align: justify;">Dari pantauan<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>, massa aksi masih berusaha untuk membuka gerbang dan memasuki gedung DPRD. Aksi dilakukan hingga pimpinan DPRD memberikan sikap atau massa aksi akan memboikot gedung DPRD. Jika hari ini belum mendapatkan hasil, sebut Naqib aksi lanjutan tetap diupayakan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar hingga harga BBM benar-benar turun.<span>&nbsp;</span><em><strong>(khn/sar)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pandemi Usai, FIB Kembali Laksanakan PKL Instansi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pandemi-usai-fib-kembali-laksanakan-pkl-instansi/baca </link>
<guid> pandemi-usai-fib-kembali-laksanakan-pkl-instansi </guid>
<pubDate> Wed, 14 Sep 2022 11:04:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKL mahasiswa FIB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pandemi-usai-fib-kembali-laksanakan-pkl-instansi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yF83w4aYFh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pandemi Usai, FIB Kembali Laksanakan PKL Instansi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Ilmu Budaya 2022 kembali ke sistem PKL Instansi. Setelah sebelumnya pada tahun 2018 sistem PKL terbagi menjadi dua yakni Instansi dan Pengkaryaan, dan pada tahun 2020 terlaksana PKL Pengkaryaan.&nbsp;</span><span>(baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-baru-fib-dalam-menyikapi-sistem-pkl/baca)">Sistem PKL FIB</a>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan PKL ini merupakan salah satu program pembelajaran bagi mahasiswa yang umumnya telah menempuh semester ketujuh. Ketika ditemui <em>Sketsa</em> pada Selasa (6/9), Wakil Dekan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIB, Satyawati Surya menyebut sistem PKL yang sempat dilaksanakan tersebut merupakan upaya adaptasi dengan pandemi Covid-19 karena tidak banyak instansi yang menerima kegiatan PKL.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Namun sebelumnya pernah memang diterapkan (PKL) pengkaryaan, cuman saya berpikir ini alternatif aja dari sisi naskah akademik kami itu kan ada dua tuh, mau PKL ke instansi atau bisa kita laksanakan pengkaryaan. Hanya saja ketika MBKM dicanangkan 2020 disitu mahasiswa diberi kebebasan sebetulnya kan.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi sebetulnya nggak ada suatu sistem yang berubah, suatu yang drastis gitu ya. Hanya saja kami mempertimbangkan selama 2 tahun kan instansi nggak menerima (PKL), bahkan instansi kan sering<span>&nbsp;</span></span><span><em>work from home</em></span><span>. Nggak mungkin kan instansi menerima mahasiswa dari luar untuk masuk kantor. Nah oleh karenanya yang kami bisa laksanakan adalah pengkaryaan,&quot; tambahnya</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Satyawati, PKL Instansi juga menjadi salah satu upaya mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), karena PKL yang ditawarkan mirip dengan magang MBKM, bahkan menganjurkan untuk langsung terlibat dalam program MBKM. &nbsp;Tidak hanya soft skill, namun juga relasi dan tawaran kerja menjadi poin yang ingin dicapai. Dia menyebut mahasiswa akan dibutuhkan ketika menjalin hubungan dengan instansi, sementara PKL Pengkaryaan hanya berada di lingkup FIB saja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Satyawati mencatat ada sekitar 60-an instansi yang dituju. Mulai dari BUMN, termasuk bank, perhotelan, beberapa termasuk instansi pemerintahan, perusahaan swasta hingga sekolah. Menurutnya itu tetap mempertimbangkan kesesuaian dengan bidang keilmuan mahasiswa FIB.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tetap juga ada kesesuaian keilmuan ya kalau saya rasa, karena Sastra Indonesia kan bisa membantu dari sisi surat-menyuratnya, bahasanya maksud saya ya. Kemudian dari Sastra Inggris mungkin dibutuhkan ketika ada menerjemahkan sesuatu atau ada komunikasi mentranslate sesuatu dalam bahasa Inggris.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa Prodi Sastra Inggris 2019, Farraz Saputri menyambut baik pengiriman mahasiswa ke instansi. Baginya PKL Instansi dapat membuat mahasiswa mengenal langsung pekerjaan lapangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Adanya PKL yang sudah ditentukan oleh pihak FIB ini menurut saya sudah bagus. Akan tetapi, sangat disayangkan kalau bisa dari pihak FIB bisa memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk bisa memilih instansi sendiri dan bisa bekerja secara individual,&quot; ungkapnya kepada <em>Sketsa</em> pada Selasa (6/9).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Farraz berharap PKL Instansi dapat menjadi bekal pengalamannya sebelum terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya.<em><strong><span>(</span><span>wsd/fsf/fza/khn)</span></strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pembaruan:</strong><br><br>Per tanggal 19 April 2024, Redaksi LPM Sketsa Unmul mencabut keterangan dari salah satu narasumber, dengan inisial AP pada berita di atas. Adapun hal ini dilakukan disebabkan narasumber tersebut merupakan terduga pelaku dari kasus kekerasan seksual, dan tindakan ini diambil sebagai bentuk sikap Sketsa yang menolak segala bentuk kekerasan seksual, dan sebagai bentuk dukungan terhadap korban dari adanya kasus tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Satgas PPKS Unmul: Pemetaan Program dan 5 Divisi Dibentuk </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/satgas-ppks-unmul-pemetaan-program-dan-5-divisi-dibentuk/baca </link>
<guid> satgas-ppks-unmul-pemetaan-program-dan-5-divisi-dibentuk </guid>
<pubDate> Sat, 17 Sep 2022 05:37:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rancangan lingkup kerja Satgas PPKS Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/satgas-ppks-unmul-pemetaan-program-dan-5-divisi-dibentuk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z6yZEERlNH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Satgas PPKS Unmul: Pemetaan Program dan 5 Divisi Dibentuk</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; &nbsp;Usai dilakukannya Uji Publik Satgas PPKS dengan menyebarkan Google Form sejak 26 hingga 30 Agustus bulan lalu. Anggota Satgas PPKS Unmul mulai tancap gas dengan mengadakan pertemuan perdana pada Senin (12/9). Pertemuan tersebut membahas strategi untuk dijalankan oleh masing-masing anggota Satgas dalam menjalani masa kepengurusan hingga 2024 mendatang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai pada Kamis (15/9), Sholihin Bone selaku sekretaris Satgas PPKS Unmul, menerangkan garis besar lingkup kerja yang akan dijalani. Ia menuturkan Satgas akan berfokus pada usaha mengedukasi, mencegah, dan menangani soal-soal kekerasan seksual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terkait program-program konkret Satgas ke depan masih dalam tahap pembahasan secara internal, masih ada pertemuan-pertemuan ke depan untuk memperkuat lingkup kerja Satgas nantinya,&rdquo; tulis Sholihin melalui pesan teks Whatsapp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rancangan tersebut, beber Sholihin, berupa pembagian lingkup dan tanggung jawab bagi anggota Satgas PPKS Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya menyoal mekanisme atau prosedur pelaporan bagi korban yang mengalami kasus kekerasan seksual, dosen Fakultas Hukum itu menuturkan bahwa dirinya belum dapat memaparkan prosedur pelaporan. Hal ini sebab pihaknya masih fokus menuntaskan tahap pematangan rancangan program kerja selama bulan September.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rencana September ini, intinya dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan secara intens di internal Satgas terkait pemetaan program kerja dan langkah strategis lainnya,&rdquo; jelas Sholihin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut berkesempatan untuk mewawancarai Mutiara Oktavia Damara, mahasiswi program studi Administrasi Bisnis angkatan 2021 yang berhasil lolos menjadi anggota Satgas PPKS Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditemui pada Senin (12/9), Mutiara menceritakan tentang kegiatan yang telah ia jalani mulai dari uji publik hingga pertemuan perdana anggota Satgas PPKS. Saat itu, kegiatan yang dilakukan adalah melakukan rapat serta pemaparan strategi dalam penanganan kasus kekerasan seksual yang telah dirancang oleh masing-masing anggota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Senin itu kami hanya melakukan pertemuan perdana. Lalu melakukan rapat, dibuka oleh Pak Encik WR 3 terus dikasih penjelasan kenapa di SK itu tiba-tiba langsung ada nama ketua dan sekretaris. Sedangkan kami teman-teman anggota belum pernah melakukan semacam musyawarah mufakat terkait dengan pemilihan itu. Sedangkan jika mengacu pada Permendikbud itu harus berdasarkan musyawarah mufakat dari teman-teman anggota,&rdquo; jelasnya ketika ditemui di salah satu&nbsp;</span><span><em>cafe</em></span><span>&nbsp;di Kota Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mutiara turut mengungkapkan bagaimana prosedur pelaksanaan pelatihan anggota Satgas PPKS Unmul. Bentuk pelatihan tersebut berupa pengerjaan modul dalam bentuk esai yang dikirimkan melalui surel masing-masing anggota Satgas. Dalam penuturannya dalam waktu dekat ini, pelatihan yang diberikan hanyalah pengerjaan modul, jika menilik dari Pasal 30 Permendikbud. Saat itu, dirinya mengaku belum mengerjakan modul tersebut sebab belum mendapat arahan cara pengerjaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada pertemuan perdana yang diselenggarakan pada Senin (12/9) lalu, Mutiara menyebutkan bahwa Satgas PPKS Unmul telah membentuk lima divisi. Kelima divisi itu, sebutnya, adalah Divisi Edukasi, Divisi Pengaduan, Divisi Pendampingan, Divisi Advokasi, dan Divisi Humas. Nantinya tiap divisi akan dikoordinir oleh dosen dan mahasiswa akan menjadi anggota.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Divisi Humas akan mengelola media sosial seperti Instagram, sehingga korban dapat melaporkan adanya tindakan kekerasan seksual di lingkungan kampus melalui akun resmi dari Satgas PPKS Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu (akun sosial media) nanti akan ada, cuma untuk sekarang belum karena kita masih menunggu tidak lanjut, dan akan ditangani sama Divisi Pengaduan.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Harapannya tim Satgas PPKS Unmul dapat bekerja sesuai dengan peraturan yang tertera dalam Permendikbud. &ldquo;Bagaimana cara kita menyuarakan terkait kesetaraan gender. Karena menurutku anggota Satgas harus berspektif gender,&rdquo; tutupnya. <strong>(<em>sya/dre/mar/nkh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perusakan Sekretariat LPM Dinamika: Ancaman terhadap Persma Masih Terjadi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perusakan-sekretariat-lpm-dinamika-ancaman-terhadap-persma-masih-terjadi/baca </link>
<guid> perusakan-sekretariat-lpm-dinamika-ancaman-terhadap-persma-masih-terjadi </guid>
<pubDate> Mon, 19 Sep 2022 07:47:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ancaman terhadap LPM Dinamika </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perusakan-sekretariat-lpm-dinamika-ancaman-terhadap-persma-masih-terjadi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gx2SycqPtd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perusakan Sekretariat LPM Dinamika: Ancaman terhadap Persma Masih Terjadi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Ancaman terhadap Pers Mahasiswa kembali terjadi dan kali ini Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) menjadi pihak yang mengalami ancaman berupa perusakan sekretariat lembaga oleh orang tak dikenal pada Rabu (7/9) sekitar pukul 02.00 WIB.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kerusakan tersebut terjadi dalam bentuk perusakan fasilitas yang ada, seperti pecahnya kaca jendela dan kondisi sekretariat yang berantakan. Hal itu menimbulkan dugaan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk ancaman, sebab tidak ditemukan barang yang hilang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat satu pihak yang dicurigai, ancaman tersebut diduga merupakan buntut dari pemberitaan mengenai pungutan liar yang terjadi ketika kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di salah satu fakultas di UIN SU.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mau buka pendaftaran, mau buka<span>&nbsp;</span></span><span><em>stand</em></span><span>&nbsp;i</span><span>ni</span><span>&nbsp;pagi-pagi, <em>kok</em> tiba-tiba banyak berserakan, ini pasti dibobol, karena berserakan betul sampai keluar dan setelah diperiksa nggak ada yang hilang memang yang sensitif pun yang kayak apa ya proyektor kemudian kipas angin itu masih lengkap.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada hari yang sama tepatnya pada siang hari, Ahmad Fadhlan selaku Pimpinan Umum LPM Dinamika, sempat bertemu dengan pihak yang diduga melakukan perusakan sekretariat LPM-nya karena pihak tersebut telah menghubungi Fadhlan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paginya baru memang ada pihak yang enggak senang tentang berita pungli itu ngajak jumpa gitu dari pagi bahkan dari malam sebelumnya, cuma saya enggak ada masuk pesannya lagi katanya udah dihubungi dari malam tapi saya enggak<span>&nbsp;</span><em>ngeh</em>,&quot; ungkap Fadhlan kepada <em>Sketsa</em> pada (13/9).</p><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi peristiwa ancaman terhadap Lembaga Pers Mahasiswa, Zakarias D. Daton Koordinator Divisi Advokasi AJI Samarinda mengecam perusakan sekretariat LPM Dinamika dan meminta aparat hukum mengusut tuntas sampai pelaku ditemukan beserta motif tindakan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk kasus ini, rektor sebaiknya membentuk tim khusus menginvestigasi kasus itu. Pelaku harus diberi sanksi tegas biar ada efek jera. Bila perlu laporkan saja ke polisi biar diproses pidana,&quot; tegasnya ketika diwawancarai pada (16/9).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyarankan agar pihak rektorat memberikan peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis, agar dapat memberikan perlindungan kerja-kerja jurnalistik pers mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depan biar kasus begini tidak terulang, rektor bisa merancang bentuk perlindungan entah berupa aturan tertulis atau aturan lain yang sejenis yang semangatnya menjaga muruah pers kampus &amp; tetap merujuk UU Pers Nomor 40/1999 &amp; peraturan dewan pers.&quot; <strong><em>(</em><em><span>lav/ani/tha/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati World Clean Up Day, Warga Menyisir Sampah di Tepian Mahakam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/peringati-world-clean-up-day-warga-menyisir-sampah-di-tepian-mahakam/baca </link>
<guid> peringati-world-clean-up-day-warga-menyisir-sampah-di-tepian-mahakam </guid>
<pubDate> Mon, 19 Sep 2022 11:22:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan World Clean Up Day di Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/peringati-world-clean-up-day-warga-menyisir-sampah-di-tepian-mahakam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FVhwZg49Ds.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati World Clean Up Day, Warga Menyisir Sampah di Tepian Mahakam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;</span><span>&nbsp;Kali ini, semarak</span><span><span>&nbsp;</span></span><span><em>World Cleanup Day</em></span><span><em>&nbsp;</em>Samarinda digemakan melalui kegiatan bersih-bersih sepanjang tepian Sungai Mahakam. Dilaksanakan Minggu pagi (18/9), titik kumpul peserta bertempat di halaman<span>&nbsp;</span></span><span><em>Islamic Centre</em></span><span><em>&nbsp;</em>Samarinda.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedari pukul 7 pagi, lokasi tersebut ramai dengan berbagai kegiatan mulai dari senam pagi, sampai dengan piknik ringan bersama keluarga. Di tengah halaman masjid megah itu, spanduk WCD terpampang jelas sebagai tanda titik kumpul peserta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak kurang dari 110 undangan disebar panitia, masing-masing terbagi ke instansi di sekitar wilayah Kota Samarinda. Peserta yang berkumpul pagi itu pun, datang dari berbagai elemen, di antaranya mahasiswa, siswa sekolah, masyarakat umum, serta anggota Tentara Negara Indonesia (TNI). Mereka berkumpul dan berbaris tepat di depan spanduk sekaligus</span><span>&nbsp;<em>photobooth</em></span><span>&nbsp;WCD.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tiga Belas Juta untuk Indonesia Bersih dan Bebas Sampah,&rdquo; ucap Ketua Panitia WCD, Fatur Rahman Subianto membakar semangat peserta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Slogan yan membara tersebut pun dijadikan jargon untuk mendengar semangat para peserta yang ikut di agenda tahunan itu. Riuh peserta tak terelakan, jargon itu pun dibalas meriah oleh para peserta WCD.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sambutan kedua datang dari Nurrahmani sebagai perwakilan dari Walikota Samarinda. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda itu menuturkan harapan, agar kegiatan ini bermanfaat untuk peserta dan lingkungan sekitar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak luput ia menegaskan untuk menyadari makna pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Langkah tersebut seyogianya diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli untuk berbuat sesuatu yang nyata dalam pengendalian lingkungan hidup.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aksi ini merupakan suatu perwujudan peningkatan kepedulian terhadap permasalahan sampah, serta menjadi sarana dalam memupuk nilai cinta kasih masa depan bumi,&rdquo; ucap Nurrahmani berdiri di atas tangga menuju masjid itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di akhir, Nurrahmani berkesempatan memotong pita sebagai peresmian sebelum memulai agenda bersih-bersih tahunan itu. Tak berhenti sampai di situ, agenda berlanjut dipandu oleh koordinator lapangan untuk membagi empat titik utama lokasi sepanjang tepian Sungai Mahakam.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/34496327d3e678a4bfe57c8782f3c42aafd22f0b.jpeg" style="width: 300px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sela kegiatan,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut mewawancarai salah satu peserta, Muhammad Dewantara Cahyadi. Mahasiswa Unmul yang baru kali pertama berpartisipasi dalam agenda ini mengaku senang. Antusiasme Dewan, sapaan akrabnya, muncul karena keresahan pribadi atas sampah yang masih bergelimang di pinggiran jalan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini (saya) bukan karena agenda ini, tapi karena memang saya sebagai masyarakat pun sedikit kesal karena banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas sampahnya masing-masing. Masih banyak orang yang belum ada kedewasaan dalam menjaga kebersihan di lingkungan tercinta ini,&rdquo; tutur Dewan yang tergabung ke dalam titik dua lokasi WCD kemarin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga merasa bangga sebab dirinya bisa turut serta membantu membersihkan lingkungan Kota Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak puas hanya sendiri, di kesempatan tersebut ia tak lupa untuk mengajak kawan serta rekan seinstansi. Menurutnya, semakin banyak peserta yang hadir, dampaknya akan jauh lebih terasa serta menambah euforia WCD yang terselenggara di Kota Tepian tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya mengungkap, sudah semestinya seluruh lapisan masyarakat dapat berperan aktif menjaga kebersihan tanpa menunggu momen serupa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang mau diandalkan untuk membersihkan sampah,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/28b282a497857fd7331aeba4f8bd99ead651bb39.jpeg" style="width: 300px;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga berkesempatan berbincang dengan panitia penyelenggara WCD, Elizabeth, koordinator di titik dua. Dirinya mengungkapkan agenda ini merupakan puncak dari hari<span>&nbsp;</span></span><span><em>World Clean Up Day</em></span><span>, yang berlangsung 10 hingga 25 September.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bebernya, panitia tak hanya datang dari satu kalangan, namun dari berbagai elemen masyarakat. Mahasiswi asal FAPERTA Unmul ini berterus terang, tahun ini merupakan kali pertamanya mengikuti agenda bersih-bersih lingkungan selepas rehat dua tahun akibat pandemi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Panitia intinya baru terbentuk mungkin sekitar dua minggu sebelum pelaksanaan, kemudian lengkapnya dengan adanya anggota itu satu minggu sebelum pelaksanaan. Dan kami langsung persiapan dan segala macam untuk pelaksanaan,&rdquo; ucap Eliz akrabnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Eliz berharap esensi dari agenda kali ini dapat mencapai tujuan dunia di tahun 2025 berupa bebas sampah. Ini didasari oleh sampah yang hingga kini masih menjadi momok tak berkesudahan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan adanya kegiatan ini masyarakat juga turut melihat, dan bisa ikut jadi (menimbulkan) rasa peduli terhadap sampah,&rdquo; tutup Eliz.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>vyn/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagian Terakhir: Panglima Legenda Talawang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-terakhir-panglima-legenda-talawang/baca </link>
<guid> bagian-terakhir-panglima-legenda-talawang </guid>
<pubDate> Wed, 21 Sep 2022 11:26:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerpen mahasiswa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-terakhir-panglima-legenda-talawang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0XuATbr8vE.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bagian Terakhir: Panglima Legenda Talawang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Para pengawal yang sibuk menangani para hewan, meninggalkan Panglima dan Ferdinan sendirian. Babak kedua dimulai. Situasi berbalik, Ferdinan terus mengelak serangan dari Panglima. Ritual<span>&nbsp;</span></span><span><em>Belian</em></span><span>&nbsp;yang dilakukan Panglima sangat menguntungkannya. Tebasan demi tebasan terus dilayangkan oleh Panglima. Ruangan dipenuhi darah para pengawal dan hewan yang gugur.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Disisi lain, Feronika menemukan Agni yang terikat pada ruang bawah tanah dan berusaha membebaskannya. Kelegaan terpancar pada wajah Agni ketika yang datang bukanlah salah seorang pengawal Ferdinan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau dengar suara itu?&quot; tanya Agni mendengar erangan para Bekantan dan para pengawal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tentu saja. Kita harus pergi dari sini,&quot; Feronika melepaskan ikatan Agni.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Aku harus menemui suamiku. Ia pasti khawatir,&quot; ucap Agni.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Suami anda adalah orang terakhir yang harus anda khawatirkan. Ia menyuruh saya membawa anda keluar dari sini,&quot; Feronika menarik tangan Agni.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tuan, Agni berhasil kabur bersama Feronika,&quot; ucap seorang pengawal yang kemudian mati diterkam oleh Macan Dahan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Panglima memanfaatkan Ferdinan yang lengah. Dengan sekali pukulan, Ferdinan terjatuh dan darah mengucur dari hidungnya. Panglima merebut Talawang darinya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau tidak berhak atas perisai ini. Dan jangan sekali-kali kau sentuh keluargaku lagi, apalagi Feronika,&quot; ucap Panglima yang berlalu pergi dengan kemenangannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak ada seorangpun pengawal yang tersisa. Semuanya tewas dan menjadi bulan-bulanan hewan liar yang membantu Panglima. Ferdinan sadar akan kekalahannya dan berusaha mengulur waktu sampai bom melakukan tugasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau tahu? Feronika benar tentang mu. Kau adalah orang paling bodoh yang pernah kutemui,&quot; ucap Ferdinan diiringi gelak tawa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Langkah Panglima terhenti. Ia membalikkan tubuhnya. Mandau melayang dan terhenti tepat di depan wajah Ferdinan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Oh, ia tidak memberitahumu? Feronika adalah adikku,&quot; Ferdinan bernada manipulatif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Panglima mencoba mengacuhkan omong kosong Ferdinan dan berlalu pergi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Feronika Evelyn Bura. Dia adalah putri dari Fransiskus Bura yang kau bunuh sepuluh tahun lalu tepat di gudang ini,&quot; Ferdinan tersenyum sinis.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau pembohong,&quot; kekecewaan mulai memasuki diri Panglima<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau tidak curiga? Bagaimana ia bisa tahu banyak soal perusahaan ini, Pune? Kenapa Bura Husada selalu digambarkan dengan baik melalui media? Ia yang mengendalikan media, dasar bodoh,&quot; tawa Ferdinan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kenaifan mulai meninggalkan Panglima.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Tanyakan ini pada dirimu, siapa yang menanamkan ide tentang keberadaan kami di gudang ini padamu, Pune?&quot; Ferdinan berusaha berdiri dengan susah payah.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agni datang menghampiri Panglima dan nampak terkejut dengan penampilan suaminya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau tidak apa-apa, Agni? Dimana Feronika?&quot; tanya Panglima.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Entahlah, Pune. Kami terpisah ketika berusaha kabur,&quot; jawab Agni.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kebingungan terpancar semakin jelas pada wajah Panglima. Hewan-hewan yang masih hidup berbaris di samping Panglima. Disisi lain, Ferdinan tertatih sendirian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ayolah, Pune. Bunuhlah aku. Dan seluruh aset kekayaan Bura Husada akan jatuh ke tangan Feronika. Menurutmu kenapa ia begitu berambisi menjatuhkanku?&rdquo; Ferdinan terhibur dengan kepolosan Panglima.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Layar tablet milik Ferdinan menyala dan menampilkan sesuatu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;<em>BERITA TERKINI, KASUS PEMBANTAIAN PARA PENEBANG HUTAN SEPULUH TAHUN LALU MENEMUKAN TITIK TERANG. PELAKU DISINYALIR BERNAMA PUNE, BERUSIA 27 TAHUN. IA TURUT BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMBUNUHAN DIREKTUR PT. BURA HUSADA, FERDINAN EDWIN BURA.</em>&quot;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan dan Panglima saling memandang. Senyum pada wajah Ferdinan semakin melebar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kau masih memerlukan bukti lain?&quot; tanya Ferdinan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Panglima akhirnya sadar dia telah dikhianati. Agni turut memancarkan kebingungan seperti suaminya. Akhirnya, Panglima mengambil langkah lain.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Pada masa-masa sulit, kita selalu memiliki dua pilihan. Membalaskan dendam atau memaafkan. Aku tidak akan membunuhmu, Ferdinan.&quot; Panglima dan Agni pergi meninggalkannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hewan-hewan yang selamat turut berhamburan ke luar gudang meninggalkan Ferdinan. Usahanya mengulur waktu gagal. Bom yang dipasangnya tidak kunjung meledak. Ia mengambil tabletnya dan menghubungi pengawalnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Keparat itu tidak jadi menghabisiku. Bagaimana aku mematikan bom ini. Cepat atau kau yang kuledakan!!&quot; Ferdinan berjalan ke arah bom yang akan meledak dalam waktu satu menit itu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Bom hanya dapat dimatikan secara langsung, tuan. Bukalah tutup di belakangnya,&quot; jawab pengawal itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Selagi aku masih hidup. Tidak akan kubiarkan gudang dan aset disini terbuang begitu saja,&quot; Ferdinan yang membuka tutup pada bom itu. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Selanjutnya, tuan. Dengarkanlah dengan seksama.&rdquo; ucap pengawal itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferdinan menyimak dengan seksama. Keringat mengucur dari keningnya. Ia menunggu ucapan dari pengawalnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Potonglah kabel yang berwarna hijau, tuan,&quot; ucap pengawal tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemandangan yang begitu indah pada hutan Nyuatan. Matahari baru nampak dari timur dan ditemani langit kemerahan. Pune dan Agni sudah berjarak beratus meter jauhnya. Kemudian, terdengar bunyi ledakan dari gudang yang baru mereka tinggalkan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nampaknya, seseorang memotong kabel yang salah. Setelah membongkar identitas Panglima kepada media, Feronika mempersiapkan dirinya untuk menjadi direktur Bura Husada yang baru. Disamping itu semua, Pune harus kembali menjalani hidupnya sembari menjadi buronan pihak berwajib.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><i><b>Ditulis oleh F. Sandro Asshary, mahasiswa Sastra Inggris FIB 2019</b></i></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sekretariat UKM Tapak Suci Dibobol: (Masih) Perkara Keamanan SC </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sekretariat-ukm-tapak-suci-dibobol-masih-perkara-keamanan-sc/baca </link>
<guid> sekretariat-ukm-tapak-suci-dibobol-masih-perkara-keamanan-sc </guid>
<pubDate> Sat, 24 Sep 2022 03:48:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembobolan sekretariat UKM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sekretariat-ukm-tapak-suci-dibobol-masih-perkara-keamanan-sc/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ooBWKyU2ia.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sekretariat UKM Tapak Suci Dibobol: (Masih) Perkara Keamanan SC</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Baru-baru ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Unmul digegerkan oleh aksi pembobolan ruang sekretariat mereka yang bertempat di Gedung Student Center (SC) Unmul. Kejadian tersebut awalnya diketahui oleh Muhammad Akbar selaku anggota dari UKM Tapak Suci pada pada Selasa (20/9) lalu, tepatnya pukul setengah lima sore waktu setempat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Saat itu, Akbar hendak mengambil barang yang berada di ruang sekretariat pertama, sebelum pergi untuk berlatih di GOR 27 September. Dirinya kemudian mendapati bahwa ruang sekretariat kedua, yang bersebelahan dengan ruang sekretariat pertama telah dibobol dengan kondisi pengunci yang tidak bisa digunakan karena bengkok.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akbar mengaku bahwa pihaknya tidak pernah bersitegang dengan UKM lain. Ia meyakini, terdapat kesalahpahaman dari oknum yang mengira bahwa ruang sekretariat tersebut sudah tidak difungsikan untuk kegiatan kemahasiswaan lagi. Sehingga bermuara pada kasus pembobolan tersebut.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi ini kesalahpahaman oknum yang mengira bahwasannya sekretariat yang dulunya milik UKM Perisai Diri ini tidak digunakan lagi. Padahal, kami pada (tahun) 2020 telah berkoordinasi dengan pengurusnya agar sekretariat dari Perisai Diri ini kami yang mengelola,&rdquo; terang mahasiswa program studi Teknik Elektro 2018 itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Minimnya Fasilitas SC</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski tak kehilangan inventaris, Akbar turut menyoroti keamanan Gedung SC yang menjadi pusat berhimpun seluruh UKM yang ada di kampus Unmul. Menurutnya, keamanan di gedung tersebut masih minim dan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya tindak kriminal seperti pencurian atau pembobolan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Begitu mudahnya jendela (ruang sekretariat) dibuka dan kalau yang saya lihat hanya dua titik yang jadi pusat dari terbukanya jendela ini. Jadi menurut saya sangat minim keamanan di SC ini.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lewat penuturannya, saat ini UKM Tapak Suci belum melakukan koordinasi dengan kemahasiswaan. Tindakan yang mereka lakukan hanyalah menata kembali ruangan sekretariat tersebut dan memastikan bahwa tidak ada barang-barang yang hilang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika ada anak Perisai Diri yang bertanya, sekretariat ini milik siapa, kami akan bilang sekretariat ini milik mereka. Kami akan tetap jaga, karena itu janji saya kepada pengurus yang sebelumnya. Mungkin suatu hari mereka kembali dan mendapatkan fasilitas yang sempat ditinggalkan,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kasus pembobolan yang terjadi di SC baru-baru ini, sebenarnya telah menjadi momok yang mengakar dan sulit untuk diberantas. Hal ini tentunya menjadi PR besar bagi Unmul, mengingat kasus pembobolan UKM Tapak Suci bukanlah kali pertama.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, kasus pencurian juga pernah terjadi pada 2019 silam yang menyebabkan sejumlah inventaris milik beberapa UKM raib dengan total kerugian mencapai sepuluh juta rupiah.&nbsp;</span><span>(baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/barang-di-sc-raib-ukm-akui-rugi-jutaan-rupiah/baca)">Pencurian di SC Unmul</a>)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>juga berkesempatan untuk mewawancarai Aprilian Kurnia Putra, salah satu anggota dari UKM Marching Band Wangsakerta Mulawarman (MBWM). Diwawancarai secara daring melalui Whatsapp, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 2016 itu turut mengungkapkan keresahannya atas tindak kriminal yang kerap terjadi di SC.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena tidak ada penjagaan yang layak menurut kami, jadi kami lebih mengamankan barang-barang milik UKM kami. Jika barang tersebut<span>&nbsp;</span></span><span><em>riskan</em></span><span>, maka kami simpan di tempat lain di luar SC, karena sering terjadi kehilangan helm dan inventaris UKM yang lain. Jadi kami berhati-hati,&rdquo; tulisnya melalui pesan WhatsApp pada Kamis (22/9).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aprilian mengeluhkan kesulitan lainnya. Bahwa terdapat berbagai fasilitas yang tidak memadai seperti lampu aula dan koneksi WiFi yang mati. Tak jarang, mereka harus mencari tempat lain yang lebih layak untuk berlatih.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk halaman dan tangga juga sangat gelap, jadi kami UKM yang sering latihan di luar sangat kesulitan dan harus mencari tempat lain yang terang.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, Aprilian turut mengeluhkan dana anggaran UKM yang tak kunjung cair, sehingga ia dan anggota lainnya terpaksa harus bergantung pada uang kas untuk membiayai fasilitas penunjang kegiatan <em>marching&nbsp;band</em> mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami jika menggunakan aula lantai 3 harus membiayai untuk menyiapkan lampu. Kemudian jika latihan di halaman SC kami juga menyiapkan setop kontak dan lampu sendiri karena gelap,&rdquo; keluhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan pernyataan tersebut, problematika yang terjadi di markas UKM yang ada di Unmul ini, tak hanya pada kerugian materi&mdash;</span><span><em>yang dapat dihitung</em></span><span>. Lebih dari pada itu, terdapat pula polemik tak kasat mata, seperti motivasi untuk berkegiatan di SC sebab sulitnya mengakses kebutuhan yang berujung pada kurang optimalnya anggota berkegiatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keduanya berharap agar terdapat perbaikan fasilitas SC yang menjadi tempat UKM bernaung. Sehingga bisa memberikan keamanan dan kenyamanan agar kegiatan kemahasiswaan dapat berjalan dengan baik.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>rst/dre/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transformasi Masuk PTN: Sistem Seleksi yang  Adil dan Transparan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transformasi-masuk-ptn-sistem-seleksi-yang-adil-dan-transparan/baca </link>
<guid> transformasi-masuk-ptn-sistem-seleksi-yang-adil-dan-transparan </guid>
<pubDate> Sat, 24 Sep 2022 09:28:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perubahan sistem seleksi PTN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transformasi-masuk-ptn-sistem-seleksi-yang-adil-dan-transparan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ezsXM9meZ7.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Transformasi Masuk PTN: Sistem Seleksi yang  Adil dan Transparan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &nbsp;-<span>&nbsp;</span>Sejumlah perubahan pada sistem pendidikan Indonesia yang dilakukan melalui &nbsp;Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) belum usai.<span>&nbsp;</span>Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-22, Transformasi Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri pada &nbsp;Rabu (7/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Nadiem, ada tiga transformasi seleksi masuk PTN, yaitu seleksi nasional berdasarkan prestasi, seleksi nasional berdasarkan tes, dan seleksi secara mandiri oleh PTN. &nbsp;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seleksi nasional berdasarkan prestasi menggantikan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN). Pada seleksi nasional berdasarkan prestasi, Mendikbud Ristek menjelaskan bahwa seleksi akan berfokus pada pemberian penghargaan tinggi atas kesuksesan pembelajaran yang menyeluruh di pendidikan menengah. Hal ini dilakukan melalui pemberian bobot minimal 50% untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Dengan demikian, peserta didik didorong untuk fokus pada keseluruhan pembelajaran serta menggali minat dan bakatnya sejak dini. Nantinya peserta didik diharapkan agar menyadari bahwa semua mata pelajaran adalah penting dan agar mereka membangun prestasinya sesuai minat dan bakat,&rdquo; jelas Nadiem seperti yang dilansir Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Seleksi Nasional Berdasarkan Tes</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seleksi akan berfokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Sebelumnya, sistem ini berjalan dengan nama Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) yang dilakukan dengan menggunakan banyak materi dari banyak mata pelajaran. Bagi Mendikbud Ristek, secara tidak langsung SBMPTN dapat memicu turunnya kualitas pembelajaran dan peserta didik kurang mampu, menjadi lebih sulit untuk dapat sukses pada jalur ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam sistem yang baru, nantinya tak ada lagi tes mata pelajaran, namun</span><span>&nbsp;berfokus pada kemampuan penalaran dan bukan hafalan, yakni dalam bentuk tes skolastik yang mengukur empat hal, yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Seleksi Secara Mandiri oleh PTN</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada jalur ini, pemerintah mengatur agar seleksi diselenggarakan secara lebih transparan dengan mewajibkan PTN untuk melakukan beberapa hal sebelum dan setelah pelaksanaan seleksi secara mandiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diantaranya, sebelum pelaksanaan seleksi secara mandiri, PTN wajib mengumumkan beberapa hal, seperti kuota calon mahasiswa yang akan diterima masing-masing program studi/fakultas; metode penilaian, memanfaatkan nilai dari hasil seleksi nasional berdasarkan tes, dan/atau metode penilaian calon mahasiswa lainnya yang diperlukan; serta besaran biaya atau metode penentuan besaran biaya yang dibebankan bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara setelah pelaksanaan, PTN diwajibkan mengumumkan beberapa hal, antara lain jumlah peserta seleksi yang lulus seleksi dan sisa kuota yang belum terisi; masa sanggah selama lima hari kerja setelah pengumuman hasil seleksi; dan tata cara penyanggahan hasil seleksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Transformasi seleksi masuk PTN berupaya untuk semakin memperbaiki mekanisme seleksi &nbsp;sebelumnya, yakni seleksi masuk PTN yang lebih adil. Sehingga, mampu mendorong perbaikan iklim pembelajaran di pendidikan menengah, dan menghasilkan calon mahasiswa yang semakin kompeten,&rdquo; tutup Nadiem.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Mahasiswa Unmul</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perubahan bobot tes SNMPTN 2023 yang hanya mencapai 50%, disambut baik oleh sejumlah mahasiswa baru. Di antaranya Adinda Rahmadhani mahasiswa baru Prodi Ilmu Komunikasi 2022. Baginya kurikulum merdeka akan lebih menjunjung kapasitas minat dan bakat, tidak hanya berpatok pada nilai akademik tapi juga kemampuam non akademik dari berbagai bidang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Adinda, peralihan SBMPTN menjadi tes skolastik dapat menjamin efisiensi. &quot;Sebab lebih mengandalkan kemampuan nalar dan empirisme dibanding hafalan, serta tes mandiri yang dibuat transparan mengenai dana agar meminimalisir<span>&nbsp;</span></span><span><em>money politic</em></span><span>,&quot; ujarnya pada Kamis (22/9).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal yang sama diakui Sherly Prahesti Anggraini, mahasiswa baru Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2022. Perubahan bobot rapor 50% ini sangat efektif, karena siswa tidak lagi dibebankan untuk menguasai seluruh pelajaran dalam jangka yang pendek.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena kita sebagai siswa itu susah untuk membagi fokus, kita (siswa) sebagai salah satu siswa eligible yang bisa ikut SNMPTN berarti kan kita mempersiapkan SNMPTN, sedangkan kita juga mempersiapkan SBMPTN, belum lagi tanggungan yang diberikan sekolah, seperti tugas-tugas sekolah. Nah, jadi siswa ini susah membagi fokusnya antara persiapan SNMPTN dan SBMPTN, juga memaksimalkan pembelajaran di sekolah,&quot; jelasnya pada Kamis (22/9).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keduanya berharap transformasi tes masuk perguruan tinggi tersebut diadakan dengan optimal. Pasalnya itu dapat memudahkan calon mahasiswa dalam mempersiapkan diri masuk ke perguruan tinggi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Terutama perubahan bobot, juga diharapkan dapat meningkatkan minat bakat siswa yang sesuai, karena tidak lagi berdasar atas kemampuan dalam menjawab soal-soal akademik, melainkan mampu berpikir dan memecahkan masalah.&nbsp; <em><strong>(srg/fza/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-serbi Wisuda Gelombang III Unmul 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-wisuda-gelombang-iii-unmul-2022/baca </link>
<guid> serba-serbi-wisuda-gelombang-iii-unmul-2022 </guid>
<pubDate> Mon, 26 Sep 2022 04:51:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kali kedua Unmul selenggarakan Wisuda secara luring setelah pandemi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-wisuda-gelombang-iii-unmul-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oQHMYNOVZ5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Serba-serbi Wisuda Gelombang III Unmul 2022</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &mdash;&nbsp;</span>Hiruk pikuk manusia kembali padati gelanggang olahraga (GOR) 27 September milik Unmul akhir pekan lalu. Tak kurang dari 1.546 mahasiswa tercatat resmi menjadi alumni, pada gelombang ketiga tahun 2022, Sabtu (24/9) kemarin.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan data yang awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>peroleh, peserta wisuda didominasi oleh perempuan dengan persentase mencapai 61 persen. Kemudian disusul dengan laki-laki sebanyak 39 persen dari total keseluruhan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini merupakan kali kedua Unmul selenggarakan prosesi wisuda secara luring setelah sebelumnya terkendala pandemi. Format acara yang diusung juga tak jauh berbeda dari gelombang sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan serta beberapa agenda pembuka lain seperti pembacaan doa hingga laporan wakil rektor bidang akademik. Setelahnya acara dilanjut ke sesi inti berupa wisuda program diploma, sarjana, profesi, dan pascasarjana. Lalu ditutup dengan sepatah dua patah kata Rektor Unmul, Masjaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4b733fe8f7778937165c61b3177144078f11f963.jpeg" style="width: 960px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senyum sumringah, tak berhenti menyungging dari salah satu wisudawan asal FKIP, Setiya Umar Doni. Meski telah menyelesaikan sidang pendadaran sejak April lalu, ia belum bisa mengikuti wisuda gelombang dua yang terselenggara Juni lalu akibat mengalami kendala administrasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya kalau dari diri saya sendiri sudah siap untuk ikut di gelombang dua. Cuma kendalanya dari pihak administrasi yang dimana PIN atau penomoran ijazah itu tidak keluar karena ada&nbsp;</span><span><em>problem</em></span><span>&nbsp;di prodi saya,&rdquo; tutur pria &nbsp;yang kerap disapa Umar tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lulusan asal program studi (Prodi) Pendidikan Jasmani ini berhasil memperoleh predikat kelulusan sangat memuaskan. Tak lantas puas dengan pencapaiannya kini, ia menyebut keinginannya melanjutkan jenjang master.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya mantapkan di Manajemen Pendidikan sih, enggak jauh dari pendidikan sebenarnya, masih di Unmul,&rdquo; angan Umar bersemangat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Euforia kelulusan tak hanya dirasakan Umar. Kakaknya bahkan sengaja datang dari Kutai Barat sejak Jumat (23/9) khusus untuk merayakan salah satu hari bersejarahnya itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cerita serupa juga datang dari Redeni. Putri sulungnya, Stephani Pratiwi merupakan mahasiswa asal FMIPA Prodi Matematika tahun 2017.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demi acara hari itu, ia dan istri beserta adik Stephani rela menempuh perjalanan belasan jam dari Kabupaten Berau.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya dari Berau kemarin ke Samarinda naik kendaraan roda empat. Saya berangkat dari jam 5 subuh hari rabu sampainya malam kamis jam 10 malam waktu Samarinda,&rdquo; kisah Redeni tersenyum ramah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski dirinya antusias menyaksikan putrinya mengenakan pakaian toga, tak dimungkiri rasa bosan dan kantuk turut menghampiri. Terlebih usianya yang tak lagi muda. Namun, Redeni yang kini berprofesi menjadi PNS di salah satu sekolah dasar tersebut dapat mengerti bagaimana lelahnya acara wisuda semacam itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang seperti inilah acara wisuda. Kebetulan saya juga pernah seperti ini. Saya (wisuda) di Jakarta, Tangerang Selatan, di Universitas Terbuka. Apalagi (saat) itu sampai 2.500, ya lama sampai jam 4 sore. Ya mungkin memang karena usia sudah tua, jadi mengantuklah namanya menunggu kan,&rdquo; jelasnya sambil terkekeh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia juga menegaskan jika dirinya akan mendukung jika putrinya ingin melanjutkan studi kembali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dia mau lanjut, ya&nbsp;</span><span><em>insyaallah</em></span><span>&nbsp;saya dukung. Tadi itu bincang-bincangnya dia sudah dapat tawaran bekerja di BPS-nya Berau untuk lapangan, pengambilan data katanya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di kesempatan yang sama,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>juga berkesempatan berbincang bersama Lindayanti Siregar. Ibu dari Putri Dewi Ayu Lubis, mahasiswi asal FISIP Prodi Pembangunan Sosial angkatan 2016.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama seperti Redeni, Linda juga tak mau kalah. Meski ia baru bisa berangkat dari Bontang sejak tengah malam sehari sebelum acara, ia turut serta memboyong suami dan ketiga anaknya. Momen sakral putrinya itu diharap dapat memotivasi adik-adik Putri untuk dapat menamatkan studinya di kemudian hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami mau membuat bahwa nilai pendidikan atau target yang mau dicapai ke depan biar terpatri gitu di hatinya melihat kakaknya wisuda, melihat momen seperti ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayang, maksud baiknya tersebut tak dapat terealisasi. Untuk masuk ke dalam GOR, masing-masing peserta wisuda dibatasi dengan hanya diperbolehkan membawa satu orang sanak saudara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, karena memang dibatasin kan, ya, dan juga ketat banget tadi waktu masuknya, jadi enggak bisa itu kita bawa. Adiknya di luar semua tiga orang,&rdquo; ungkapnya dengan nada kecewa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Linda yang kini memiliki kesibukan sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus pengusaha itu membeberkan bahwa dirinya tetap senang dapat hadir di acara tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pengin melihat anak saya dari jarak dekat dengan sensasi toganya yang dipindah-pindahin itu. Nah, itu membuat capek saya selama beberapa tahun menguliahkan itu terbayar. Saya bisa foto, saya bisa video, saya senang,&rdquo; kuncinya.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;">(</span><span style="font-weight: bold;"><em>nkh</em></span><span style="font-weight: bold;">)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Round Table Discussion Doctor oleh BEM FK Unmul Bersama Nutrifood </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/round-table-discussion-doctor-oleh-bem-fk-unmul-bersama-nutrifood/baca </link>
<guid> round-table-discussion-doctor-oleh-bem-fk-unmul-bersama-nutrifood </guid>
<pubDate> Wed, 28 Sep 2022 07:22:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kolaborasi BEM FK Unmul dengan Nutrifood </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/round-table-discussion-doctor-oleh-bem-fk-unmul-bersama-nutrifood/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/loubAfNfdu.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Round Table Discussion Doctor oleh BEM FK Unmul Bersama Nutrifood</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Pada Jumat, 23 September 2022 Nutrifood dan BEM Fakultas Kedokteran (FK) Unmul berkolaborasi menyelenggarakan acara R<em>ound Table Discussion Doctor</em> dengan topik &ldquo;Travel Health&rdquo; bertempat di gedung I-Lab Unmul. Acara ini dihadiri oleh 100 orang peserta dari Mahasiswa FK.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diwali dengan pembukaan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Siti Khotimah dan presentasi oleh Mardi Wu selaku CEO Nutrifood Indonesia tentang Perkenalan Nutrifood. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi <em>Round Table Discussion Doctor Travel Health.</em></span></p><p style="text-align: justify;">Sesi Diskusi <em>travel health</em> yang dipimpin oleh Rudy Kurniawan, dengan tujuan memberitahukan kepada masyarakat tentang risiko-risiko penyakit apa saja yang akan muncul ketika tengah melakukan travel atau perjalanan baik di dalam negeri maupun di luar negeri beserta pencegahannya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Serta harapannya mahasiswa fakultas kedokteran yang menjadi peserta diskusi ini bisa turut mempromosikan isu ini kepada masyarakat. Diskusi berjalan dengan lancar dan peserta sangat antusias dalam berpartisipasi aktif di saat diskusi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Acara ini turut dihadiri oleh tamu undangan yaitu dokter dari <em>L-Men of The Year</em> Adib Dwitama dan Danar Wicaksono, juga Manager Nutrifood Kalimantan Fedri Yudha Utama, juga bagian Area <em>Marketing</em> Kaltim Arief Bastari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Arief Bastari menyambut dengan baik kerja sama dengan BEM FK. &ldquo;Harapannya dengan adanya acara ini Nutrifood dengan Fakultas Kedokteran Unmul kita bisa berkolaborasi lagi dengan jangka panjang untuk menginspirasi masyarakat samarinda untuk hidup sehat.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Presiden BEM FK Unmul Affan Aswin turut mengungkapkan rasa syukurnya. &ldquo;Terima kasih banyak kepada pihak Nutrifood yang sudah percaya untuk bekerja sama dengan kami, semoga dengan adanya acara ini masyarakat lebih menyadari pentingnya menjaga kesehatan terutama di saat kita sedang perjalanan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Muh. Sabil Ramadhan, anggota Kementerian Hubungan Luar BEM Fakultas Kedokteran Unmul 2022</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dies Natalis Unmul ke-60 Tahun: Rapat Senat Terbuka hingga Kartu Kuning dari Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dies-natalis-unmul-ke-60-tahun-rapat-senat-terbuka-hingga-kartu-kuning-dari-mahasiswa/baca </link>
<guid> dies-natalis-unmul-ke-60-tahun-rapat-senat-terbuka-hingga-kartu-kuning-dari-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 28 Sep 2022 11:40:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak hanya menyimak orasi ilmiah dari Menteri LHK RI, Siti Nurbaya Bakar. Rapat Senat Terbuka kali ini juga diwarnai aksi kartu kuning dari sejumlah mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dies-natalis-unmul-ke-60-tahun-rapat-senat-terbuka-hingga-kartu-kuning-dari-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dp12J2FD3f.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dies Natalis Unmul ke-60 Tahun: Rapat Senat Terbuka hingga Kartu Kuning dari Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong></span>Masih dalam rangkaian agenda Dies Natalis Unmul yang ke enam puluh tahun, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar hadir secara khusus dalam acara Rapat Senat Terbuka, Selasa (27/9) kemarin. Bertempat di gelanggang olahraga (GOR) 27 September, Orasi Ilmiah kali ini mengangkat tajuk Membangun Hutan Tropika Basah Kalimantan Timur Modalitas Menuju Indonesia&rsquo;s FOLU Net Sink 2030.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari pantauan awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, acara pagi itu tak hanya dihadiri oleh segenap anggota senat dan civitas academica Unmul. Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor beserta perwakilan dari instansi pemerintah maupun mitra Unmul turut hadir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengawali kegiatan, sejumlah lagu seperti Indonesia Raya, Himne Unmul, hingga Mengheningkan Cipta turut berkumandang sebelum pembacaan doa berlangsung. Selanjutnya, Irwan Gani selaku Ketua Senat Unmul secara resmi membuka acara hari itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor Unmul, Masjaya dalam sambutannya sempat menyampaikan beberapa kemajuan yang dicapai Unmul beberapa tahun terakhir. Salah satunya terkait peringkat Unmul yang kian melesat sejak 2013 versi Liga PTN BLU, Webometrics, serta 4ICU/Unirank.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alhamdulillah selalu mengalami peningkatan sampai saat ini baik dari sisi liga BLU, Webometrics, maupun Unirank menjadi penilai perangkingan Unmul,&rdquo; tutur Masjaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berhenti sampai di situ, orang nomor satu di Kalimantan Timur, Isran Noor juga berikan sambutannya. Di kesempatan tersebut, dirinya mengapresiasi kinerja Unmul yang secara konsisten berkontribusi dalam pembangunan di provinsi yang ditunjuk sebagai IKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oleh sebab itu saya merasa bangga dan bahagia kita di kondisi seperti ini kita adalah sebuah modal besar dalam membangun negara dan mendukung pemerintah untuk pengembangan dan mewujudkan ibu kota negara yang baru,&rdquo; ucap Isran yang saat ini sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memasuki sesi orasi ilmiah, Siti Nurbaya Bakar menegaskan dalam menjawab tantangan global sebagaimana yang dinyatakan <em>Nationally Determined Contribution </em>(NDC) diperlukan langkah-langkah terobosan, inovasi, dan kolaborasi upaya untuk percepatan implementasi aksi iklim. Utamanya di sektor kehutanan dan penggunaan lahan terkhusus pertanian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Indonesia&rsquo;s Forestry and Other Land Uses </em>(FOLU) <em>Net Sink </em>2030, menyasar tercapainya tingkat emisi gas rumah kaca sebesar -140 juta ton CO2 ekuivalen pada tahun 2030,&rdquo; terang Siti Nurbaya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut ia menambahkan Indonesia&rsquo;s FOLU Net Sink 2030, menggunakan modalitas kerja atas tiga dasar pijakan utama. Di antaranya,&nbsp;</span><span><em>Sustainable Forest Management</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>Environmental Governance</em></span><span>, dan&nbsp;</span><span><em>Carbon Governance</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam penyampaiannya dirinya juga menjawab keresahan masyarakat terkait keberlangsungan lingkungan di tengah pembangunan IKN. Menurut penuturannya, kehadiran IKN justru akan memberikan dampak positif bagi upaya pengendalian perubahan iklim di Kalimantan Timur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan mengaplikasikan konsep <em>Forest City</em>, nantinya di wilayah IKN setidaknya akan dilaksanakan aksi rehabilitasi non-rotasi, yang akan menghadirkan kembali hutan tropika basah seluas sekitar 58.879 hektar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini digadang-gadang berpotensi menurunkan emisi sebesar 12,9 juta ton CO2 ekuivalen untuk periode 5 tahun mendatang. Dengan kata lain, memiliki potensi menurunkan emisi sebesar 36,5 juta ton CO2 ekuivalen, untuk periode 20 tahun mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pembangunan Persemaian Mentawir telah dilaksanakan Kementerian LHK secara bersinergi dengan Kementerian PUPR serta pihak swasta dalam format&nbsp;</span><span><em>Public Private Partnership</em></span><span>&nbsp;di lahan 120 hektar dengan sarana utama persemaian seluas 22-23 hektar untuk memproduksi bibit kurang lebih 15 juta batang pertahun,&rdquo; jelas Siti Nurbaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai menyimak orasi ilmiah, susunan acara bergeser pada penyerahan penghargaan kepada beberapa kategori spesial. Di antaranya, Tokoh Masyarakat Berjasa, Alumni Berdedikasi, Dosen dan Tenaga Kependidikan Berprestasi, dan Mahasiswa Berprestasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sela kegiatan,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>berkesempatan berbincang dengan salah satu mahasiswa berprestasi. Gaby Cornellia, mahasiswi semester tiga asal FISIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya saya kan bertim ya, untuk memenangkan lomba tingkat nasional saya senang, juga bisa tambah ilmu dan juga tambah relasi dengan teman-teman universitas se-Indonesia,&rdquo; antusiasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diungkapkan bahwa kategori hadiah terbagi jadi dua. Pertama, mahasiswa khusus KIP-K yang memperoleh hadiah uang tunai senilai 2 juta rupiah. Sedangkan untuk mahasiswa berprestasi memperoleh pemotongan UKT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kartu Kuning dari Mahasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/29cb105857cb11e9560731888fb76c574f5af54a.jpeg" style="width: 940px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain rangkaian acara tersebut, Dies Natalis juga diramaikan dengan aksi sejumlah mahasiswa yang mengangkat kartu kuning terhadap Menteri LHK dan Gubernur Kalimantan Timur. Aksi ini dilakukan tepat setelah Siti Nurbaya Bakar menyampaikan orasi ilmiah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa yang diketahui tergabung dalam Aliansi Garuda Mulawarman ini terdiri dari perwakilan beberapa BEM setingkat fakultas seperti Faperta, FIB, FKIP, FISIP dan FEB. Aksi ini menyoroti pekerjaan rumah yang belum rampung, utamanya galian bekas tambang yang hingga kini telah menelan puluhan korban jiwa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sebagaimana yang dilansir pada laman Kaltimtoday.co, dalam artikel berjudul<span>&nbsp;</span><a href="https://kaltimtoday.co/lubang-tambang-tak-kunjung-ditutup-mahasiswa-unmul-beri-kartu-kuning-ke-menteri-lhk-dan-gubernur-kaltim/">Lubang Tambang Tak Kunjung Ditutup, Mahasiswa Unmul Beri Kartu Kuning ke Menteri LHK dan Gubernur Kaltim</a>. Aqwam Naufal Fadlullah selaku Juru Bicara Aliansi Garuda Mulawarman mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk lebih serius merevitalisasi lahan bekas tambang di Kalimantan Timur dan mengembalikannya menjadi lahan pertanian dan kehutanan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami juga mencatat berdasarkan data Jatam ada 149 lubang bekas tambang di kawasan IKN yang belum ditutup. Jangan sampai nanti ditutup dengan menggunakan kas negara, padahal itu tanggung jawab perusahaan.&rdquo;<strong>&nbsp;</strong></span><strong><span>(</span><span><em>sar/nkh/ems</em></span></strong><span><strong>)</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Period Poverty </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-period-poverty/baca </link>
<guid> mengenal-period-poverty </guid>
<pubDate> Wed, 05 Oct 2022 08:45:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terbatasnya akses sanitasi bagi perempuan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mengenal-period-poverty/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/alx1EWwrqH.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Period Poverty</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span></span><span>Sulitnya akses mendapatkan produk sanitasi bagi perempuan seperti saat menstruasi masih menjadi masalah global. Hal ini disebut sebagai<span>&nbsp;</span></span><span><em>period poverty</em></span><span>&nbsp;atau kemiskinan menstruasi</span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagaimana sulitnya akses pada produk seperti pembalut, <em>menstrual cup</em>, tampon, toilet, dan penanganan limbah produk menstruasi. Terutama bagi perempuan yang berada di pengungsian atau bencana, atau di tempat yang jauh dari rumah, mereka justru kerap mendapat stigma.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Padahal itu termasuk dalam Hak Asasi Manusia (HAM). Secara intrinsik menstruasi terkait dengan martabat manusia. Ketika seseorang tidak dapat mengakses fasilitas mandi dan sarana yang baik untuk mengelola kebersihan menstruasinya, artinya seseorang tersebut belum terpenuhi haknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ironisnya, realita di lapangan terkait ejekan, pengucilan, dan rasa malu terkait menstruasi menambah daftar panjang faktor yang merusak prinsip martabat manusia.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketidaksetaraan gender, kemiskinan ekstrem, krisis kemanusiaan, dan tradisi yang berbahaya, dapat mengubah menstruasi menjadi masa perampasan dan stigma, yang dapat merusak penikmatan HAM secara mendasar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari laman United Nations Population Fund (UNFPA), setidaknya terdapat 5 hak dasar manusia yang telah disepakati secara universal dan berpotensi terabaikan kala perempuan menstruasi. Berikut <em>Sketsa</em> rangkum khusus untukmu!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Hak atas kesehatan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perempuan dan anak perempuan dapat mengalami gangguan kesehatan &nbsp;ketika mereka &nbsp;kekurangan persedian dan fasilitas untuk mengelola kesehatan menstruasi. Selain itu, stigma terkait menstruasi juga dapat mencegah mereka mencari pengobatan untuk gangguan atau rasa sakit yang secara merugikan mempengaruhi kenikmatan mereka akan standar kesehatan dan kesejahteraan tertinggi yang dapat dicapai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Hak atas pendidikan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal-hal seperti kurangnya tempat yang aman atau kemampuan untuk mengelola kebersihan menstruasi serta kurangnya obat untuk mengobati nyeri terkait menstruasi, semuanya dapat berkontribusi pada tingkat ketidakhadiran sekolah yang lebih tinggi dan hasil pendidikan yang buruk.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Hak untuk bekerja</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bukan suatu hal yang mengejutkan apabila perempuan kemungkinan besar menahan diri untuk tidak mengambil pekerjaan tertentu, atau mereka mungkin terpaksa meninggalkan jam kerja dan upah. Kebutuhan yang berhubungan dengan menstruasi, seperti istirahat ke kamar mandi, dapat dikenakan sanksi, yang menyebabkan kondisi kerja yang tidak setara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Hak untuk non-diskriminasi dan kesetaraan gender</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Stigma dan norma terkait menstruasi kian memperkuat praktik diskriminasi. Hambatan terkait menstruasi ke sekolah, pekerjaan, layanan kesehatan, dan kegiatan publik juga melanggengkan ketidaksetaraan gender.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Hak atas air dan sanitasi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Fasilitas air dan sanitasi, seperti fasilitas mandi, yang bersifat pribadi, aman dan dapat diterima secara budaya, serta pasokan air yang cukup, aman dan terjangkau merupakan prasyarat dasar untuk mengelola manajemen kesehatan menstruasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Akses produk menstruasi</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usai bergulir di parlemen sejak tahun 2020, per 15 Agustus 2022 lalu Skotlandia akhirnya resmi menjadi negara pertama yang gratiskan tampon (produk pembalut). Nantinya, di bawah<span>&nbsp;</span></span><span><em>Period Product Act</em></span><span>&nbsp;tersebut, tempat-tempat pendidikan, kafe, hingga berbagai fasilitas komunitas lainnya wajib menyediakan berbagai produk menstruasi secara gratis di kamar mandi mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Usut punya usut, pemerintah Skotlandia sejak lama menginvestasikan jutaan<span>&nbsp;</span></span><span>pound sterling</span><span>&nbsp;untuk pendanaan produk menstruasi secara gratis di lembaga pendidikan. Namun, undang-undang yang baru disahkan ini diharap mampu menjadikannya persyaratan hukum yang kuat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Kondisi yang ada</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk dapat menilik lebih jauh kondisi<span>&nbsp;</span></span><span><em>period poverty</em></span><span>&nbsp;yang terjadi di Indonesia, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;berbincang dengan Yayuk Anggraini, Ketua Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak (P2KG-PA) Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, apabila Indonesia ingin mengadopsi produk hukum serupa yang ada di Skotlandia, pemerintah perlu memperhatikan aspek anggaran. Terlebih preferensi setiap perempuan mengenai produk tampon juga beragam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, seandainya kebijakan itu difasilitaskan di ruang-ruang publik seperti tempat wisata, stasiun, bandara, terminal bus, dan lain-lain untuk mengantisipasi hal-hal darurat masih sangat masuk akal,&rdquo; ungkap Yayuk melalui pesan Whatsapp Rabu (27/9).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbicara mengenai fenomena kemiskinan menstruasi tersebut, di Indonesia sendiri isu ini belum menjadi perhatian khusus. Jika mengacu pada Undang-undang (UU) di Indonesia maka aturan ini ada pada pasal 81 ayat (1) UU Ketenagakerjaan tentang cuti haid bagi buruh perempuan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aturan mengenai cuti kepada buruh perempuan menstruasi memang perlu diupayakan agar perempuan tidak mengalami beban ganda. Dalam ajaran agama sendiri (misalnya Islam) justru melarang perempuan melakukan pekerjaan berat.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pendidikan tinggi, termasuk Unmul, dapat berperan aktif dalam menggaungkan isu ini berdasarkan konteks akademiknya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya giat membuat dan melakukan literasi menstruasi ke masyarakat, memberi pengetahuan dari berbagai pandangan, sosiologis, agama, budaya, kesehatan, ekonomi, dan lain-lain agar masyarakat tidak terjebak pada pandangan atau keyakinan yang salah kaprah,&rdquo; kuncinya.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>nkh/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belenggu Malaria Membayangi Calon Warga IKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belenggu-malaria-membayangi-calon-warga-ikn/baca </link>
<guid> belenggu-malaria-membayangi-calon-warga-ikn </guid>
<pubDate> Wed, 12 Oct 2022 08:11:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ancaman malaria di wilayah IKN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/belenggu-malaria-membayangi-calon-warga-ikn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/30Ico6tOtN.png" />
					</figure>
			                <h1>Belenggu Malaria Membayangi Calon Warga IKN</h1>
			              </header>
			              <ul><li style="text-align: justify;"><em>Malaria di kawasan IKN Nusantara akan menjadi ancaman baru bagi calon warga di sana. Sebab, kawasan tersebut menjadi habitat baik bagi nyamuk anopheles. Jika diusik, nyamuk tersebut akan pindah ke perkotaan.<span>&nbsp;</span></em></li><li style="text-align: justify;"><em>Dalam rentang lima tahun, Penajam Paser Utara yang menjadi sebagian besar lokasi IKN Nusantara terus diselimuti penyakit malaria. Parahnya, penderitanya menyentuh 5.000 jiwa, atau 50 persen dari total jumlah penderita malaria di Provinsi Kaltim. Mirisnya, pemerintah seakan-akan berpaling dari isu ini.</em></li><li style="text-align: justify;"><em>Kejadian banjir di Kabupaten PPU per tahunnya berkisar lima hingga sepuluh kali kejadian. Selain curah hujan yang tinggi, genangan dan banjir yang di PPU juga dipengaruhi oleh kontur tanah yang cenderung cekung dan miring. Genangan diklaim sebagai salah satu faktor bagi berkembangnya nyamuk malaria.</em></li><li style="text-align: justify;"><em>Menurut Ponco, Kepala Pengelola Program Malaria Dinkes PPU bahwa &nbsp;curah hujan yang tinggi mendorong nyamuk bermukim di tempat-tempat genangan yang menjadi sumber perkembangbiakannnya. Ia juga meyakini bahwa penderita malaria didominasi oleh pekerja kayu yang banyak berkegiatan di hutan.</em></li></ul><p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>&ndash;<span>&nbsp;</span>Gatot Hardiyanto (46) hanya bisa menghela napas sebelum menceritakan sakit malaria yang dialami sekitar dua bulan lalu. Pria berbadan bidang ini merupakan penduduk asli Penajam Paser Utara (PPU). &ldquo;Sendi-sendi sakit dan parahnya tidak bisa kerja. Saya<span>&nbsp;</span><em>full</em><span>&nbsp;</span>istirahat di rumah,&rdquo; ujarnya ketika ditemui pada Selasa (20/9).</p><p style="text-align: justify;">Akibat gigitan nyamuk<span>&nbsp;</span><em>Anopheles</em> tersebut, bapak dari tiga orang anak ini praktis tidak punya pendapatan. Istrinya tidak bekerja. Selama ini hanya mengandalkan dia sebagai buruh pengumpul sisa-sisa limbah perusahaan kayu. Hanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang ia pegang untuk berobat kala itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keuangan terpuruk, soalnya berhenti total bekerja,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Kejadian itu bukan satu kali dialami. Melainkan dua kali selang setahun dari kejadian yang menimpanya pertama. Sebagai pekerja &ldquo;pembalok&rdquo; sisa-sisa limbah perusahaan kayu, Gatot tidak punya pilihan selain menghadapi risiko terserang malaria. Dia tidak sendirian. Sejumlah pekerja seperti dirinya yang berasal dari luar PPU cukup banyak di daerah tersebut. Sama dengan Gatot, beberapa dari mereka juga pernah terjangkit Malaria dan menghadapi kondisi terancam jiwa dan pendapatannya.</p><p style="text-align: justify;">Ini dikarenakan tempat kerja para pembalok berada di KM 24 di Kelurahan Sotek, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kondisi geografis berupa perbukitan hutan belantara dengan tingkat kelembapan sangat lembab. Hal itulah yang menyebabkan menjadi sarang bagi nyamuk<span>&nbsp;</span><em>Anopheles</em>. Padahal, lokasi ini berhimpitan dengan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang mulai digarap pembangunanya oleh pemerintah.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Lokasi tempat Gatot bekerja juga bukan tidak mungkin akan menjadi tempat pemukiman bagi warga IKN di kemudian hari. Sebagai gambaran lokasi tempatnya bekerja dengan kawasan yang ditunjuk Presiden Republik Indonesia pada 2019 lalu sebagai IKN itu memang hanya berjarak 30 KM. Dengan luas IKN Nusantara yang<span>&nbsp;</span>akan menempati areal seluas 256.143 hektare, lokasi itu juga berbatasan dengan Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Kartanegara.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, kasus malaria ini belum pernah disinggung oleh pemerintah pusat.<span>&nbsp;</span>Malaria memang telah menjadi ancaman nyata bagi calon penduduk di IKN Nusantara. Data dari Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, pada periode 2016-2020, Kabupaten PPU selalu menduduki peringkat pertama kasus malaria. Laporan dari situs<span>&nbsp;</span>malaria.id,<span>&nbsp;</span> memperkuat fakta bahwa PPU menjadi salah satu provinsi di luar wilayah timur yang masuk kategori endemis.</p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11261541/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11261541/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11261541' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11261541/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11261541/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11261541/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11261541' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11261541/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11261541" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;">Total jumlah penderita malaria pada rentang 5 tahun mendekati 11.000 jiwa di seluruh Kaltim. Khusus Kabupaten PPU, penderitanya mencapai 5.000 jiwa, atau 50 persen dari total jumlah penderita malaria di provinsi Kaltim. khusus pada tahun 2020, 1 dari 10 warga berpenduduk 178.681 jiwa itu bahkan terjangkit malaria.</p><p style="text-align: justify;">Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, Swandari Paramita, menduga tingginya kasus malaria di Kabupaten PPU karena ada hubungannya dengan pembukaan hutan secara besar. Situasi itu ditengarai mengganggu habitat asli nyamuk<span>&nbsp;</span><em>Anopheles</em><em>.</em><span><em>&nbsp;</em></span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu yang bikin kenapa kasus-kasusnya itu enggak turun-turun, karena memang hutannya banyak dibuka, habitat nyamuknya juga jadi terganggu karena banyak manusia,&rdquo; ujar Swandari &nbsp;saat dihubungi pada Rabu (14/9/2022).</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, karakteristik nyamuk<span>&nbsp;</span>Anopheles itu sedikit berbeda dengan nyamuk<span>&nbsp;</span><em>Aides Aegepty</em><em>&nbsp;</em>penyebab demam berdarah (DBD). Biasanya nyamuk jenis ini menggigit manusia pada sore hingga pagi hari.<span>&nbsp;</span><em>Anopheles</em> juga cenderung menyukai daerah yang sifatnya alami seperti rawa-rawa dan genangan air yang tidak terlalu bersih untuk berkembang biak yang baik. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Swandari dengan tegas mengatakan bahwa malaria ini tentu akan menjadi ancaman baru bagi penduduk yang akan berpindah ke IKN Nusantara. Meski pembangunannya dicanangkan berkonsep<span>&nbsp;</span><em>Forest City</em>,<span>&nbsp;</span>namun rencana ini belum dibagikan pada tim ahli dan pegiat lingkungan hingga belum jelas bagaimana pemerintah berencana membangun hunian perkotaan tersebut tanpa mengganggu ekosistem setempat.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan Swandari juga mengatakan ketika penduduk mulai berpindah ke IKN Nusantara, justru bukan hanya malaria yang menjadi bayang-bayang, bisa saja nyamuk DBD yang akan muncul kelak menghantui penduduk.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kurang lebih akan sama saja masalah kesehatan yang akan kita hadapi kelak,&rdquo; tuturnya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: center;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5e8770cc828d3262d511ac57a8fefc61693f68f9.png" style="width: 839px;"><em><span style="font-size: 14px;">Kawasan Titik Nol IKN Nusantara.&nbsp;</span></em><em><span style="font-size: 14px;">Sumber Gambar: Fauzan/Sketsa</span></em></p><p style="text-align: justify;">Peringatan itu senada dengan hasil temuan BPBD PPU. Menurut Kepala BPBD PPU, Marjani, genangan dan banjir yang ada di Kabupaten PPU juga dipengaruhi oleh kontur tanah di daerah itu yang cenderung cekung dan miring. Genangan diklaim sebagai salah satu faktor bagi berkembangnya nyamuk malaria. Ditambah lagi fakta bahwa curah hujan di PPU terbilang. Kombinasi itu sudah sempat terbukti ketika pada 2020 terjadi lonjakan curah hujan dan banjir menyebabkan kasus malaria memuncak di tahun tersebut.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Marjani juga menjelaskan bahwa kejadian banjir di Kabupaten PPU per tahunnya berkisar lima hingga sepuluh kali kejadian. Dan penyebabnya ditentukan dari tingginya curah hujan yang terjadi di sekitar kawasan calon IKN.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pernah baca-baca di media dan Pak Jokowi berkoordinasi dan menerima laporan dari Bappenas dan PU, bahwa di Sepaku (lokasi IKN Nusantara) khususnya &nbsp;di Penajam itu ada 30 hingga 40 persen kontur kemiringan tanah, jadi memang harus ada perlakuan khusus,&rdquo; ungkap Marjani.</p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11256431/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11256431/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11256431' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11256431/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11256431/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11256431/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11256431' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11256431/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11256431" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;">Swandari mengungkapkan fakta menarik yang wajib diperhatikan oleh pemerintah. Meskipun kasusnya meningkat, tetapi dari hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa Malaria lebih banyak menjangkit warga non penduduk asli PPU.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ia menegaskan bahwa nantinya penduduk asli PPU yang tinggal di kawasan endemis malaria punya semacam kekebalan khusus terhadap penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini. Alasannya ialah karena mereka setiap hari terpapar dengan nyamuk malaria, sehingga pada saat mereka terkena malaria tidak jatuh pada kondisi yang berat atau kondisi yang serius.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Malaria juga ada macam-macamnya, kita punya malaria yang ringan malaria vivax itu ciri khasnya mereka sangat sering bisa kumat. Yang serius ada namanya malaria falciparum, itu kalau kena apalagi dia adalah orang pendatang yang tidak pernah terpapar nyamuk itu sebelumnya pasien bisa jatuh pada kondisi yang serius dan berat. Jadi kalau hanya kumat sekali atau dua kali itu enggak masalah, masih ada pengobatan yang bisa kita berikan ke pasien, asal cepat ketahuannya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Pengelola Program Malaria, Dinkes PPU, Ponco Waluyo mengakui<span>&nbsp;</span>curah hujan berpengaruh pada tingginya malaria. Sebab curah hujan yang tinggi akan mendorong nyamuk bermukim di tempat-tempat genangan yang menjadi sumber perkembangbiakannnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa curah hujan tinggi akhirnya menjadi peningkatan kasus malaria? Semakin curah hujan tinggi semakin tempat perindukan nyamuk itu banyak,&rdquo; ujarnya.</p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11261658/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11261658/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11261658' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11261658/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11261658/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11261658/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11261658' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11261658/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11261658" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, menurutnya, pihaknya mengklaim 85 persen kasus malaria di PPU bukan dari wilayah PPU melainkan dari luar daerah. Sedangkan 15 persen sisanya barulah merupakan kasus domestik yang berasal dari dalam PPU. Hal itu disebabkan PPU hanya menjadi lokasi transit para pekerja kayu yang dominan terkena malaria dari luar PPU.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Salah satu lokasi yang menyumbang 15 persen kasus malaria di PPU ialah Desa Bukit Subur. Lokasinya tidak jauh dari lokasi pembangunan IKN Nusantara. Mirisnya, meski kasus malaria sering terjadi di sana, namun akses ke puskesmas cukup jauh, warga yang ingin berobat harus menempuh jarak berpuluh kilometer jauhnya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Desa Bukit Subur juga menjadi kawasan 15 persen tadi yang ditemukan kasus malaria indigenous. Memang Bukit Subur akses ke puskesmas Sotek (terdekat) sekitar 19-20 kilo,&rdquo; tutur Ponco.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ponco menyatakan Dinas Kesehatan PPU juga telah melakukan penelitian terkait kasus malaria ini. Para warga yang pernah menderita malaria ini didominasi oleh pekerja kayu yang memang banyak berkegiatan di hutan.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ternyata setelah penyelidikan epidemiologi, di sana banyak pekerja para pengrajin kayu yang mengais sisa-sisa kayu ulin berukuran 1 hingga 2 meter, yang awalnya beroperasi di KM 50 mereka berpindah ke afdeling 4,5,6 dan akhirnya kita temukan lagi kemarin dan sudah kita antisipasi,&rdquo; jelasnya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah sangat paham dengan kasus-kasus malaria yang ada di PPU. Berdasarkan pemaparannya, malaria bermula sebelum tahun 2012, kala &nbsp;itu kasus malaria di PPU memiliki <em>Annual Parasite&nbsp;</em>Incidence (API) sangat tinggi. Bahkan di beberapa tempat, kasusnya API-nya lebih dari 25/1000 penduduk.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awal tahun 2010-2012 itu, lokasi yang paling banyak malaria itu lokasi IKN saat ini,&rdquo; tutur pria berambut cepak itu saat dihubungi pada Rabu (14/9).</p><p style="text-align: center;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9bee7008eeee3df249a7577fcabfb9f5e7b75a7c.png" style="width: 810px;"><em><span style="font-size: 14px;">Kawasan Titik Nol IKN Nusantara.&nbsp;</span></em><em><span style="font-size: 14px;">Sumber Gambar: Fauzan/Sketsa</span></em><br><br></p><p style="text-align: justify;">Pihaknya mengaku telah melakukan kegiatan-kegiatan optimal mulai dari membagikan kelambu massal, kemudian penyemprotan dinding dengan semprotan anti nyamuk pada barak atau rumah di seluruh wilayah endemis temuan dini kasus malaria.</p><p style="text-align: justify;">Ponco juga mengatakan bahwa jika merunut secara klasifikasi perwilayah kasus malaria hingga tahun 2022, 85 persen &nbsp;kasusnya bukan berada di wilayah PPU. Pihaknya juga telah melakukan survei nyamuk Anopheles.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu sudah kita buktikan secara penyelidikan epidemiologi. Bahkan sebelum titik IKN itu ditentukan, sudah banyak penelitian yang dilakukan di Kabupaten PPU ini, baik dari Litbangkes Tanah Bumbu, maupun BTKLPP Banjarbaru untuk membuktikan ada tidak sumber penularan malaria ini di Kab. PPU,&rdquo; terangnya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, pihaknya juga telah melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan secara intensif diantaranya pembagian kelambu massal dan melakukan malaria mobile. Ponco juga mengatakan bahwa kegiatan itu terintegrasi dan melakukan pemeriksaan massal serta pengobatan. Tak hanya itu, melakukan survei jentik, survei vektor nyamuk dan pemetaan wilayah-wilayah endemis juga turut dilakukan.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ia juga membeberkan bahwa selain tim dari puskesmas dan dinas kesehatan bahkan dari provinsi serta pendampingan dari WHO, peran kader juga ikut terlibat memerangi malaria ini. Kader tersebut diambil dari berbagai elemen, kemudian dilatih untuk menjangkau tempat-tempat sulit yang berpotensi malaria.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, mereka (kader) berada di posisi-posisi terdepan pencegahan dan penanggulangan malaria ini. Mereka diambil dari komunitas mereka, baik itu yang bekerja di perkebunan secara terkoordinir dan yang kerja di perusahaan itu melibatkan karyawan yang dilatih, baik itu para pengrajin kayu,&rdquo; kuncinya.</p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11308239/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11308239/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11308239' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/11308239/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/11308239/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/11308239/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/11308239' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/11308239/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/11308239" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width: 105px !important; height: 16px !important; border: none !important;" class="fr-dii">&nbsp;</a></div><p><br></p><p style="text-align: justify;"><strong>Survei Migrasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Disinggung mengenai antisipasi yang akan dihadapi menjelang pembangunan IKN Nusantara, Ponco dan pihaknya mengaku telah bersiap. Salah satu yang akan diambil pihaknya adalah dengan melakukan survei migrasi, seluruh orang yang akan memasuki kawasan IKN nantinya akan melalui proses pemeriksaan.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengaku tak memiliki kesulitan dalam menangani malaria di PPU, sebab warga yang terkena malaria notabenenya bukan penduduk asli PPU melainkan pekerja dari kabupaten di sekitar PPU. &nbsp;&ldquo;Sebenarnya kita tidak mengalami kesulitan untuk yang itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ponco juga menggagas bahwa programnya sudah berjalan optimal, bahkan ia yakin bahwa dengan dukungan berbagai pihak serta masyarakat yang sama-sama berjuang menuntaskan kasus malaria ini, ia yakin bahwa IKN bisa masuk ke kategori eliminasi malaria.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pemda, kemudian komitmen pemda, provinsi dan dinas kesehatan dan komitmen pusat itu<span>&nbsp;</span><em>inshallah</em><span>&nbsp;</span>menjamin. Bahkan kemarin sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 127 pekerja hasilnya negatif dan dilakukan edukasi penanggulangan dan pencegahan malaria. Jadi melihat komitmen itu<span>&nbsp;</span><em>inshallah</em><span>&nbsp;</span>IKN ini akan aman,&rdquo; kekeh Ponco.</p><p style="text-align: justify;">Dengan berbagai programnya itu, Ponco tak main-main dalam menggelontorkan dana demi menuntaskan kasus malaria. Tak tanggung-tanggung, Sekitar 20 juta pertahun dianggarkan pada APBD untuk fokus menangani malaria, bantuan ratusan juta dari<span>&nbsp;</span>global fund juga kerap didapatkannya sebagai dukungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan untuk pencegahan dan penanggulangan malaria ini juga sebenarnya tidak menjadi tanggung jawab dinas kesehatan aja, makanya kita gandeng semuanya termasuk perusahaan dan &nbsp;lintas sektor. jadi ini menjadi gawai bersama, termasuk dinas kehutanan dan ketenagakerjaan,&rdquo; ucapnya.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Dari segi jaminan kesehatan, Kab. PPU tidak main-main dalam menggelontorkan dana terhadap pasien yang menderita malaria. Meski tidak terdata secara rinci, BPJS bersama Jamkesda telah meng-<em>cover</em> seluruh pasien malaria yang berobat pada fasilitas kesehatan milik pemerintah diantaranya klinik, puskesmas, hingga rumah sakit.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Jika menilik deretan penyakit pada tahun 2020 yang ada di Kaltim misalnya, Malaria memang selalu menduduki peringkat teratas dibandingkan DBD, TB Paru,Pneumonia, dan kusta.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Meski kelihatannya kasus endemis malaria di PPU sudah menjadi lagu lama selama lima tahun, namun status endemis yang disandang tak kunjung dibenah. Pada periode 2016-2017 tercatat sebanyak empat jiwa telah melayang akibat wabah ini. Alih-alih mencoba program demi mengeliminasi malaria, pemerintah justru tengah sibuk merancang istana negara di calon IKN yang baru.<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Catatan: Seluruh informasi dalam artikel adalah hasil olah data terbuka dari Publikasi Dinkes Provinsi Kaltim &ldquo;Profil Kesehatan Kalimantan Timur&rdquo; dan Publikasi BPS Provinsi Kaltiim &ldquo;Kalimantan TImur Dalam Angka&rdquo;.&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Liputan ditulis Muhammad Razil Fauzan untuk diterbitkan di Sketsaunmul.co.<span>&nbsp;</span>Karya ini merupakan hasil &ldquo;<em>Pelatihan Jurnalisme Data Investigasi 80 Jam untuk Mahasiswa</em>&rdquo; yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan dukungan USAID dan Internews.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi AJI: Mati karena Berita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-aji-mati-karena-berita/baca </link>
<guid> diskusi-aji-mati-karena-berita </guid>
<pubDate> Fri, 14 Oct 2022 11:22:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus kekerasan pada jurnalis Indonesia yang berujung pada hilangnya nyawa menjadi perhatian AJI. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-aji-mati-karena-berita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nxiOytKX6X.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi AJI: Mati karena Berita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="">SKETSA <span>&ndash;</span></strong><em>Tak ada berita seharga nyawa</em>. Itulah kredo yang konsisten digaungkan oleh organisasi profesi jurnalis, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dalam berbagai kesempatan. Meski jurnalis menempati posisi sebagai pilar keempat demokrasi, kasus demi kasus kekerasan terus menimpa jurnalis. Beberapa di antaranya ditemukan tewas terbunuh ketika menjalankan tugas jurnalistik atau dampak dari penerbitan karya jurnalistiknya.</p><p style="text-align: justify;"><span>Dari sembilan kasus kematian jurnalis Indonesia, tercatat hanya satu kasus yang pelakunya diproses hukum. Masing-masing: Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin (1996), Naimullah (1997), Agus Mulyawan (1999), Muhammad Jamaluddin (2003), Ersa Siregar (2003), Herliyanto (2006), Ardiansyah Matrais Wibisono (2010), Anak Agung Prabangsa (2009), dan Alfred Mirulewan (2010).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itulah yang kemudian menjadi ihwal bagi AJI Indonesia untuk kembali melakukan riset tentang posisi delapan dari sembilan kasus dengan penyelesaian yang masih gelap</span><span>. Seluruhnya kemudian dirangkum ke dalam sebuah buku berjudul &ldquo;Mati Karena Berita: Kisah Tewasnya Sembilan Jurnalis Indonesia&rdquo; yang kemudian digelar diseminasi dari e-book tersebut melalui Zoom Meeting dan Live YouTube Aji Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9e83bc9bd736b873862ae8454196e9550f227824.png" style="width: 899px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Shinta Maharani, salah satu yang berkesempatan menyajikan presentasi hasil temuannya pada Rabu (12/10). Dirinya merupakan periset kasus kematian Udin, Jurnalis Harian Bernas Yogyakarta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hasilnya, penanganan kasus pembunuhan Udin macet selama 26 tahun. Menurut Marsiyem, peristiwa pembunuhan suaminya terjadi ketika malam hari, 13 Agustus 1996 di rumah kontrakan yang juga menjadi studio foto di Kabupaten Bantul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pada malam itu orang tak dikenal menggunakan sebatang besi sebesar jempol manusia untuk memukul kepala Udin. Dia koma setelah menjalani perawatan intensif di RS Bethesda karena pendarahan hebat. Udin meninggal sore hari pada 16 Agustus 1996,&rdquo; beber Shinta dalam Zoom Meetings.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada kesempatan yang sama, Shinta juga menjelaskan beberapa karya jurnalistik milik Udin yang ditengarai berhubungan dengan kematiannya. Selama menjadi jurnalis, Udin memang kerap kali mengkritisi pemerintahan Kabupaten Bantul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menjelang pemilihan Bupati Bantul misalnya. Udin menulis tentang Sri Roso yang menyanggupi membayar upeti sebesar satu miliar kepada Yayasan Dharmais pimpinan Presiden Soeharto agar dirinya dapat kembali terpilih.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski pada 2 Juli 1999 akhirnya Sri Roso terbukti bersalah dan divonis sembilan bulan penjara karena kasus tersebut, kasus Udin juga tak kunjung menemui titik terang. Kasus kematiannya bahkan telah resmi kadaluarsa sejak 16 Agustus 2014 silam.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Kasus<span>&nbsp;<em>d</em></span></span><span><em>ark number</em></span></strong><span><strong>&nbsp;sebagai sebuah preseden buruk</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wakil Ketua Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya menyebut pengungkapan kasus-kasus kematian jurnalis seyogianya perlu terus didorong dan harus menjadi tanggung jawab bersama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Kasus<span>&nbsp;</span></span><span><em>dark number</em></span><span><em>&nbsp;</em>(jumlah kejahatan yang tidak terungkap) ini, meskipun sudah lama, akan menjadi catatan preseden buruk dan barangkali bisa menjadi pembenaran.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Jangan ada satupun pembenaran. Siapa pun pelakunya, siapa pun korbannya, wartawan atau bukan, menghilangkan nyawa orang ada konsekuensi hukumnya,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Agung memberikan rekomendasi untuk membentuk tim independen guna menuntaskan kasus<span>&nbsp;</span></span><span><em>dark number</em></span><span>&nbsp;ini. Agung menilai, komposisi tim di dalamnya haruslah melibatkan seluruh aspek tak hanya dari perwakilan organisasi jurnalis agar dalam prosesnya menjadi beban moral dan tanggung jawab bersama.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak hanya terdiri dari perwakilan organisasi jurnalis, tetapi juga melibatkan instansi lain seperti Polri, Komnas HAM, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK),&rdquo; usulnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Jaminan keamanan dalam meliput bagi pers mahasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di penghujung sesi, awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>meminta pendapat Mona Ervita dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers. Bagi Mona, jaminan keamanan dalam peliputan bagi pers mahasiswa maupun media independen juga tak kalah penting dengan keamanan bagi jurnalis profesional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentu ini akan menjadi PR bagi kita semua bahwa, mereka dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik itu berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Sebagaimana yang ada di dalam Undang-undang Pers,&rdquo; terang Mona.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pers sebagai sarana wahana komunikasi masyarakat, juga berlaku bagi pers mahasiswa, jurnalisme warga, serta media independen yang disiplin menerapkan kerja-kerja jurnalistiknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau kita ingat, ini seperti layaknya kasus teman-teman Project Multatuli yang mengungkapkan adanya dugaan kasus kekerasan seksual di Luwu Timur.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Mona, ketika terdapat pihak yang memperoleh intimidasi akibat menjalankan kerja-kerja jurnalistik, kehadiran negara perlu dipertanyakan. Apalagi hal ini terkait pada kebebasan pers yang seharusnya dijamin oleh negara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Perspektif pers mahasiswa di Samarinda</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam menjalankan tugas-tugas kejurnalistikan di tataran kampus, persma tak luput dari kerentanan intimidasi dari pihak-pihak tertentu. Ini pula yang disampaikan Indra Ade Setiawan, Ketua Umum UKM Jurnalistik Polnes Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk intervensi masih ada, singkatnya karna LPM itu pasti berdiri di bawah naungan instansi yang menaungi LPM tersebut sehingga masih saja ada beberapa intervensi,&rdquo; tulisnya melalui pesan Whatsapp Kamis (13/10).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menjadi jurnalis juga memiliki risiko yang tinggi dan harus bisa sesuai dengan kode etiknya. Beberapa kejadian terakhir kembali mengingatkan kita akan pentingnya untuk lebih berhati-hati dalam bertugas sebagai jurnalis. Semoga kasus-kasus saudara kita bisa dengan cepat menemukan titik terang di mata hukum.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lain juga datang dari Nur Baiti, Pimpinan Redaksi LPM Cakrawala Uinsi Samarinda. Secara pribadi, dirinya belum mendapati intimidasi kala menjalankan kerja-kerja jurnalistik di lembaga pers tempat ia bernaung. Namun, dirinya juga getol terhadap jaminan keamanan bagi jurnalis.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya ya para jurnalis ini lebih diberi ruang bebas dan aman dalam bergerak di bidangnya. Karena menurut saya, namanya pers wajar saja memberitakan segala hal yang sedang terjadi, baik itu berita baik atau buruk selama masih tidak melanggar kode etik jurnalistik. Jadi menurut saya ya tidak sepantasnya seorang jurnalis mendapat masalah hanya karena tulisannya yang dinilai membawa kontra maupun pro ke beberapa pihak,&rdquo; tulisnya melalui pesan Whatsapp Kamis (13/10) kemarin.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>nkh/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kiprah LKBH FH Unmul Menangani Kasus Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kiprah-lkbh-fh-unmul-menangani-kasus-hukum/baca </link>
<guid> kiprah-lkbh-fh-unmul-menangani-kasus-hukum </guid>
<pubDate> Mon, 17 Oct 2022 12:26:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal LKBH FH Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kiprah-lkbh-fh-unmul-menangani-kasus-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hm0jb8x3FK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kiprah LKBH FH Unmul Menangani Kasus Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) FH Unmul telah banyak menangani kasus di dalam hingga luar perguruan tinggi. Lembaga ini resmi berdiri sejak 21 Februari 2017 lalu lewat Surat Keputusan Rektor Unmul Nomor 261/SK/2017.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lembaga yang menyediakan layanan hukum ini terbuka untuk umum serta membebaskan biaya penanganan bagi masyarakat kurang mampu sesuai dengan persyaratan.<span>&nbsp;</span></span><span>Untuk menilik lebih jauh kiprah lembaga ini,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;secara khusus bertandang ke sekretariat LKBH FH Unmul yang berlokasi di Jalan Sambaliung, Kampus Gunung Kelua, Selasa (27/9) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketua LKBH Unmul,<span>&nbsp;</span></span><span>Nur Arifudin menuturkan tiga unsur penting di dalam tubuh lembaga yang saat ini ia nakhodai. Pertama, dosen FH Unmul sebagai konsultan hukum. Kedua, alumni yang terpilih sebagai advokat. Terakhir, mahasiswa FH Unmul yang telah melalui proses seleksi sebagai paralegal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam perjalanannya, LKBH FH Unmul tersusun dari tiga divisi. Sebagaimana yang dituturkan olehnya. &quot;Di</span><span style="background-color: transparent;">visi litigasi yang di pengadilan, penanganan kasus, kemudian divisi non litigasi itu adalah divisi yang mengurusi penyuluhan hukum, konsultasi hukum. Lalu ada divisi Litbang tugasnya untuk melihat dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan LKBH kemudian proyeksi terobosan-terobosan berikutnya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>LKBH FH Unmul memberikan kesempatan kepada mahasiswa hukum untuk dapat belajar dan menambah pengalaman dengan bergabung di LKBH Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Kamis (13/10), Raynaldi Paskalis mahasiswa FH 2020, turut membagikan pengalamannya selama bergabung di LKBH Unmul. Raynaldi mengatakan pengalaman yang paling berkesan adalah ketika ia dapat berpartisipasi dalam proses penanganan perkara dan penyuluhan hukum. Raynaldi menambahkan peran mahasiswa sangat dibutuhkan dalam penanganan kasus hukum internal maupun eksternal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk eksternal contohnya seperti perceraian, hak asuh anak, pertanahan dan sebagainya. Mahasiswa yang dalam hal ini akrab disebut sebagai paralegal, turut serta dalam proses perkara. Dosen selaku konsultan hukum memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk menyelesaikan beberapa berkas lalu nanti akan diseleksi ataupun dapat direvisi oleh dosen yang selanjutnya akan dilimpahkan kepada pengadilan apabila sudah memenuhi syarat dan ketentuan lainnya,&rdquo; jelas Raynaldi melalui pesan suara Whatsapp Kamis (13/10).</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tantangan LKBH Unmul</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketua LKBH FH Unmul turut menyampaikan perihal tantangan yang didapatkan, &ldquo;Banyak orang, yang mohon maaf ya, orientasinya penghasilan uang.&rdquo; Ia mengatakan orang yang bergabung di LKBH Unmul merupakan orang-orang pilihan untuk dapat membantu orang-orang yang memiliki kesulitan dalam proses hukum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebagai orang LKBH Unmul. Saya sampaikan kepada generasi agar dapat bergabung ke LKBH di tengah-tengah mahasiswa yang lain dengan hobi kuliah pulang (kupu-kupu). Kalau kita tidak disibukkan dengan hal-hal positif, kita akan disibukan dengan hal-hal negatif.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kendala dari luar yang dihadapi LKBH pun tidak mudah, LKBH bersikap sebagai penegak hukum yang idealis. Agar dapat dipertanggungjawabkan secara aspek keilmuan hukum dan juga kepada Tuhan kita sesuai dengan Pancasila. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa fakultas di Unmul ini yang kena kasus hukum, baik mahasiswa maupun dosen. Itu meminta ke<span>&nbsp;</span></span><span>LKBH</span><span>, LKBH ya siap untuk menjalankan tugasnya. Selain itu, LKBH juga melakukan kegiatan penyuluhan hukum untuk sebagai wadah edukasi,&rdquo; pungkasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Alur penerimaan bantuan hukum untuk masyarakat</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Langkah pertama, penerima bantuan hukum (klien) bisa mendatangi Sekretariat LKBH FH Unmul. Selanjutnya, klien diarahkan mengisi beberapa berkas administratif seperti surat permohonan dan formulir konsultasi. Usai melengkapi berkas yang diperlukan, klien akan diminta menceritakan kronologi kejadian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, klien perlu menunggu persetujuan, diterima atau ditolaknya perkara dengan estimasi waktu maksimal tiga hari. Klien akan mendapatkan alasan penolakan apabila perkara ditolak oleh LKBH FH Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketiga, usai menerima konfirmasi jadwal, klien bersama LKBH FH Unmul melaksanakan bedah kasus sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses ini nantinya akan menghasilkan berita acara atau keputusan yang isinya memuat langkah-langkah penindakan perkara, dan menentukan apakah perkara tersebut masuk ke ranah litigasi atau non litigasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keempat, klien akan mendapatkan konfirmasi jadwal untuk menandatangani surat kuasa dari LKBH FH Unmul. Sebagai catatan, jika perkara klien adalah perkara non prodeo (berbayar), maka klien akan terlebih dahulu melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemberian Jasa Hukum sebelum penandatanganan Surat Kuasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terakhir, proses penanganan perkara. Klien akan mendapatkan pendampingan hukum oleh tim khusus sepanjang surat kuasa masih berlaku. Di proses ini pula LKBH FH Unmul akan rutin melakukan <em>monitoring</em> dan evaluasi terkait perkembangan klien.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>sya/vdh/amg/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Longsor FISIP Belum Teratasi, Kendala Masih Perihal Dana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/longsor-fisip-belum-teratasi-kendala-masih-perihal-dana/baca </link>
<guid> longsor-fisip-belum-teratasi-kendala-masih-perihal-dana </guid>
<pubDate> Mon, 17 Oct 2022 12:34:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ancaman longsor di FISIP Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/longsor-fisip-belum-teratasi-kendala-masih-perihal-dana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OomRSznT9c.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Longsor FISIP Belum Teratasi, Kendala Masih Perihal Dana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>-<span>&nbsp;</span>Selain rawannya banjir di area kampus Gunung Kelua, curah hujan yang tinggi juga mengancam rentannya longsor di area parkir FISIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><span>Ancaman longsor ini bukan kali pertama. Muhammad Noor, Dekan FISIP, menyebut longsor mulai terjadi sejak tiga tahun silam. Puncaknya pada Maret 2021 lalu, longsor besar terjadi. (Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/diterpa-hujan-deras-kampus-fisip-alami-longsor/baca )">Kampus FISIP longsor</a>)</span></p><p style="text-align: justify;"><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/49c6dc3c725028395da6eddce0b02efecdf23fc0.jpeg" class="fr-dii" style=""><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Sejumlah upaya telah dilakukan. Dalam penuturannya, Selasa (11/10) lalu, langkah yang diambil antara lain: menghubungi rektor, mengajak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) saat kunjungan ke Unmul untuk memantau lokasi, hingga mengajukan kepada Kemendikbudristek agar dapat menggunakan saldo awal (dana sisa universitas) untuk renovasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada 2021 telah dianggarkan dana sebesar 1,1 miliar rupiah untuk merenovasi longsor, tetapi terdapat kendala teknis pada tata kelola keuangan, yang membuat waktu pengerjaan hanya tersisa 27 hari dan memaksa proyek itu harus ditunda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akhirnya setelah mempertimbangkan berbagai hal, saya dengan Pak Jauhar selaku PPK universitas memutuskan untuk mengerjakannya pada tahun 2022,&rdquo; beber Noor.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, hingga menjelang berakhirnya tahun 2022 pun hasilnya nihil. FISIP masih berkutat di kendala yang sama. Upaya selanjutnya dengan menggunakan dana pagu (batas tertinggi anggaran). Meski seharusnya dana tersebut dialokasikan untuk perkembangan, pembangunan, dan operasional FISIP.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk 2023 kita coba dialokasikan dari dana Pagu kita sendiri, artinya universitas memberi pagu untuk fakultas, berapapun besarnya (nanti), kita alokasikan sekitar 1 milyar.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Upaya Advokasi</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Longsor ini juga menjadi perhatian Muhammad Ilham Maulana, Menteri Kajian Strategis BEM FISIP dalam mengadvokasi perbaikan kepada jajaran dekan. Beberapa waktu lalu, sebut Ilham, pihak BEM FISIP kembali mempertanyakan kejelasan. Jawaban yang sama yakni perihal dana.<span>&nbsp;</span></span></p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9a776ffde9c75ba80722d6c3fb6e10ff86335720.jpeg" style="width: 323px;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Berarti fakultas masih membutuhkan donatur yang cukup besar. Itu sebenarnya mulai ditindaklanjuti sejak awal. Pertimbangannya juga berada pada ruang kelas yang ingin dibangun juga dengan longsor yang ada di FISIP,</span><span>&rdquo; terang Ilham, Rabu (12/10).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal itu diamini oleh Paijan selaku Ketua Sub Bagian Barang Milik Negara (BMN) FISIP Unmul. Baginya renovasi longsor di FISIP memakan dana yang besar. Dirinya mencatat bahwa rencana perbaikan tersebut terdapat dua versi dengan anggaran yang tinggi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Ada yang kondisi bronjong kalau tidak salah tipenya itu, itu aja (anggarannya) sudah 5 miliar dan kemudian kita juga mencoba dengan sistem turap yang bagus, itu rencana anggarannya mencapai 10 sampai 11 miliar,&rdquo; paparnya Selasa (11/10) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;">Kini upaya yang ditempuh selain mengusulkan perbaikan melalui badan publik seperti Unmul dan Pemerintah Provinsi Kaltim, longsor FISIP masih mengandalkan penanggulangan sementara. Hal tersebut sebagai tindakan preventif agar dampak longsor tak semakin parah.<span>&nbsp;</span><strong><em>(</em><em><span>lav/kya/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jaminan Keamanan Data Pribadi Masyarakat dalam UU PDP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jaminan-keamanan-data-pribadi-masyarakat-dalam-uu-pdp/baca </link>
<guid> jaminan-keamanan-data-pribadi-masyarakat-dalam-uu-pdp </guid>
<pubDate> Thu, 20 Oct 2022 09:44:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemerintah resmi sahkan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jaminan-keamanan-data-pribadi-masyarakat-dalam-uu-pdp/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NJC9NxNXdc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jaminan Keamanan Data Pribadi Masyarakat dalam UU PDP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span></span><span>Maraknya kasus peretasan data pribadi oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab membuat Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) disahkan sebagai produk hukum perlindungan data pribadi atas hak warga negara. Ini bertujuan sebagai upaya mewujudkan jaminan pengakuan dan penghormatan tentang pentingnya perlindungan data pribadi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski telah dirancang sejak 2016, UU PDP baru resmi disahkan</span><span>&nbsp;pada 20 September 2022 lalu. Hasilnya, rancangan yang disetujui sebanyak 371<span>&nbsp;</span></span><span>Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dengan menghasilkan 16 bab serta 76 pasal. Jumlah ini bertambah 1 bab 4 pasal, yang mulanya 15 bab 72 pasal pada akhir &nbsp;tahun 2019 atas usulan pemerintah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan pengesahannya dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Lodewijk Paulus pada Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I tahun sidang 2022-2023, bertempat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seperti yang dikutip dalam laman<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://aptika.kominfo.go.id/2022/09/dirjen-aptika-ruu-pdp-segera-disahkan-tingkatkan-kepercayaan-masyarakat/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1666262045280910%26amp;usg%3DAOvVaw1IyNAd3qkJXeBaL4fky8RP&sa=D&source=docs&ust=1666262045311471&usg=AOvVaw0LlOPWr1NOVYBKTVFO1DR0">aptika.kominfo.go.id</a></span><span>.<span>&nbsp;</span></span><span>Direktorat Jendral Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menyebut secara norma dan prinsip UU ini langsung berlaku. &ldquo;Namun, dari DPR dan pemerintah memberikan waktu dua tahun untuk masa penyesuaian,&rdquo; tuturnya pada Rabu (7/9).</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Dua jenis data pribadi</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam momentum ini pula pemerintah kembali mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan sistem keamanan seperti<span>&nbsp;</span></span><span><em>firewall</em></span><span>&nbsp;dan enkripsi, mematuhi tanggung jawab, serta menjaga data pribadi yang dikelolanya. Secara umum data pribadi dapat diidentifikasi ke dalam dua jenis di antaranya data pribadi yang bersifat spesifik dan data pribadi yang bersifat umum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dalam laman<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://indonesiabaik.id/infografis/2-jenis-data-pribadi-apa-saja%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1666262045281680%26amp;usg%3DAOvVaw0gI0AcAupIa4n1AvzSF4tA&sa=D&source=docs&ust=1666262045311946&usg=AOvVaw3koYUoVyFkST0xYnY9d3mN">indonesiabaik.id</a></span><span>,</span><span>&nbsp;data pribadi bersifat umum meliputi nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, agama, status pernikahan, sampai data pribadi yang dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang. Sedangkan data pribadi yang bersifat spesifik seperti informasi kesehatan, biometrik (sidik jari dan retina mata), genetika, catatan kejahatan, data anak, keuangan pribadi, pandangan politik, kehidupan/orientasi seksual, dan lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan civitas academica Unmul</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Disahkannya UU PDP turut menjadi perhatian bagi Kheyene Molekandella Boer, dosen program studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul. Menurutnya, pengesahan UU PDP menjadi angin segar bagi perjuangan regulasi yang telah lama digaungkan. Terlebih, produk hukum semacam ini telah dimiliki banyak negara di berbagai belahan dunia.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya yakin ini menjadi awal yang baik bagi Indonesia karena UU PDP dapat memberikan aturan yang jelas bagi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan keamanan digital, terutama tentang kebocoran data yang juga banyak mendapat sorotan di Indonesia akhir-akhir ini,&rdquo; bebernya kala dihubungi awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><em>&nbsp;</em>Senin (10/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;"><span>Lalu lintas informasi digital yang kian pesat tak ayal membuat jutaan data pribadi masayarakat tersebar setiap detiknya, salah satunya lewat media sosial. Kondisi ini kian diperparah akibat tidak meratanya kecakapan pemahaman terkait kesadaran untuk membatasi data pribadi di ruang digital. Belum lagi permasalahan segelintir orang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan data pribadi di ruang digital untuk kepentingan tertentu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Ini semua yang pada akhirnya menciptakan ekosistem digital tidak sehat, sehingga saya rasa sudah banyak pihak yang terus mendorong UU PDP disahkan. Karena, mau tidak mau peran pemerintah membuat sebuah regulasi juga sangat penting.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Kheyene meyakini, untuk menciptakan ekosistem digital yang sehat diperlukan sinergi yang tepat dari berbagai pihak terkait. Salah satu cara untuk mewujudkan keamanan data pribadi di ruang digital ialah dengan terus mendorong berbagai kegiatan literasi digital bagi semua kalangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Akan lebih baik UU PDP berjalan beriringan dengan kompetensi literasi digital yang baik dari masyarakat. Ketika pemerintah berjalan selaras dengan para<span>&nbsp;</span></span><span><em>stakeholder</em></span><span>&nbsp;yang membantu maka potensi ekosistem digital Indonesia tentu saja dapat segera pulih,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lain juga datang dari seorang mahasiswi Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul 2020, Devy Khusnul Khotimah</span><span>. Menurutnya,</span><span>&nbsp;kunci efektivitas implementasi UU PDP terletak pada otoritas perlindungan data sebagai lembaga pengawas yang dapat menjamin ketertiban di dalamnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alasan terkuat kalau yang saya lihat mengapa pada akhirnya RUU PDP ini disahkan karena maraknya aplikasi uang digital,<span>&nbsp;</span></span><span><em>e-commerce</em></span><span>&nbsp;seperti sekarang ini, yang memakai data pribadi dan sampai data masyarakat ini terus dieksploitasi,&rdquo; tulisnya melalui pesan Whatsapp Rabu (12/10).<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Alasan lain mengapa UU PDP disahkan karena pemerintah yang belum memiliki undang-undang khusus mengatur perlindungan data pribadi secara legislasi dan kepemerintahan mengakibatkan penindakan bagi pelaku pencurian data pribadi &nbsp;menjadi tidak jelas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Devy, m</span><span>ahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling FKIP 2021, Muhammad Ryandi Miratama juga menyambut baik kabar pengesahan UU PDP.<span>&nbsp;</span></span><span>&ldquo;Sah-sah saja, saya senang aja kalo UU PDP ini disahkan. Asal sesuai dengan substansi awal konsisten untuk menanggulangi perihal kebocoran data,&rdquo; ungkapnya Selasa (11/10) lalu.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi Yandi, pengesahan UU PDP merupakan usaha pemerintah dalam mendengarkan kerisauan masyarajat akibat kebocoran data beberapa waktu terakhir yang puncaknya pada kasus<span>&nbsp;</span></span><span>hacker<span>&nbsp;</span></span><span>Bjorka</span><span>. &ldquo;Apalagi akhir-akhir ini marak terjadi serangan siber, kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi, serta eksploitasi data berupa <em>scamming</em>.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya berharap pengesahan UU PDP dapat membuat kejadian seperti<span>&nbsp;</span></span><span><em>scamming</em></span><span>&nbsp;dan propaganda pada data pribadi masyarakat tidak kembali terulang serta dapat menindak para pelaku.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga hal tersebut (bisa) terus dikembangkan agar tidak seperti pasal-pasal &nbsp;inkonsistensi lainnya, yang sering bikin polemik di kalangan masyarakat,&rdquo; kunci Yandi.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>lau/snk/nkh</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Beasiswa Unggulan 2022 Dibuka, Yuk Cek Persyaratannya! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/beasiswa-unggulan-2022-dibuka-yuk-cek-persyaratannya/baca </link>
<guid> beasiswa-unggulan-2022-dibuka-yuk-cek-persyaratannya </guid>
<pubDate> Thu, 20 Oct 2022 11:39:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendaftaran beasiswa unggulan 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/beasiswa-unggulan-2022-dibuka-yuk-cek-persyaratannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0W3UaHY6J4.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Beasiswa Unggulan 2022 Dibuka, Yuk Cek Persyaratannya!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>&ndash; Beasiswa Unggulan 2022 telah dibuka sejak Senin 10 Oktober &nbsp;lalu oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Merupakan beasiswa dalam negeri untuk pendidikan Sarjana, Magister, hingga Doktoral juga Pegawai Kemendikbudristek yang sedang melaksanakan studi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dimulai sejak 2008, Beasiswa Unggulan kali ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia Indonesia dalam rangka mendukung percepatan pembangunan Republik Indonesia. Bagi kamu mahasiswa baru atau mahasiswa semester tiga, jangan sampai kelewatan. Simak baik-baik infornya, yuk!</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Jenis Beasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari laman beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id, terdapat dua jenis beasiswa yang ditawarkan, yakni Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2022 dan<span>&nbsp;</span></span><span>Beasiswa Unggulan Pegawai Kemendikbudristek 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>M</span><span>asyarakat Berprestasi 2022 diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang<span>&nbsp;</span></span><span>S-1, S-2, atau S-3 yang sudah memiliki surat diterima di perguruan tinggi maupun mahasiswa yang sudah melangsungkan perkuliahan maksimal semester 3 (semua jenjang) pada saat mendaftar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi dapat diikuti oleh calon mahasiswa yang sudah memiliki surat diterima di perguruan tinggi maupun mahasiswa yang sudah melangsungkan perkuliahan maksimal semester 3 pada saat mendaftar (mulai perkuliahan semester gasal 2021/2022).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara Beasiswa Unggulan Pegawai Kemendikbudristek merupakan pemberian beasiswa kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk melanjutkan pendidikan Magister atau Doktoral di&nbsp;</span><span>dalam/luar negeri melalui mekanisme tugas belajar.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Jadwal Pendaftaran</strong></span></p><ol start="1"><li style="text-align: justify;"><span>Pendaftaran: 10-25 Oktober 2022</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Seleksi Administrasi: 23-27 Oktober 2022</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Seleksi Wawancara: 1-5 November 2022</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara: 12 November 2022</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Pembekalan dan Penjelasan Teknis Penandatanganan Kontrak: 14-26 November 2022</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Pencairan Dana Beasiswa:<span>&nbsp;</span></span><span>Minggu ke IV November - Minggu ke II Desember 2022</span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span><strong>Cara Pendaftaran</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2022 dapat dilakukan secara daring melalui link<span>&nbsp;</span></span><span><a href="https://www.google.com/url?q=https://www.google.com/url?q%3Dhttps://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/%26amp;sa%3DD%26amp;source%3Deditors%26amp;ust%3D1666269242176780%26amp;usg%3DAOvVaw1Fq6jJjDUDZtGwAX8-sJgj&amp;sa=D&amp;source=docs&amp;ust=1666269242189578&amp;usg=AOvVaw0Eu4M5TG9w7ZY8flbqIu85"></a><a href="https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/">https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/</a></span><span>&nbsp;dengan memilih menu<span>&nbsp;</span></span><span><strong>Masuk</strong></span><span>&nbsp;jika sudah memiliki akun dan memilih menu<span>&nbsp;</span></span><span><strong>Daftar</strong></span><span>&nbsp;bagi yang belum memiliki akun lalu lengkapi data diri yang diminta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Persyaratan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Persyaratan umum<span>&nbsp;</span></span><span>Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi</span></p><ol start="1"><li style="text-align: justify;"><span>Diutamakan memiliki sertifikat yang membuktikan prestasi akademik/non akademik tingkat internasional dan/atau nasional</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Mendapatkan rekomendasi dari institusi terkait</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Tidak sedang menerima beasiswa</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Diterima di Perguruan Tinggi dalam negeri<span>&nbsp;</span></span><span>di bawah</span><span>&nbsp;binaan Kemendikbudristek dengan akreditasi institusi dan program studi paling rendah B/Sangat Baik.<span>&nbsp;</span></span></li><li style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa aktif dan terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).<span>&nbsp;</span></span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Setiap jenjang pendidikan memiliki sejumlah persyaratan khusus tersendiri. Persyaratan</span><span>&nbsp;lebih lengkap dapat dilihat melalui laman resmi Beasiswa Unggulan atau buku Pedoman Beasiswa Unggulan Bagi Masyarakat Berprestasi Dan Pegawai Kemendikbudristek.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tips dan Trik Lolos</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbagai strategi tentu dapat dilakukan agar lolos seleksi Beasiswa Unggulan. Pertama, kamu perlu mengetahui dan melengkapi</span><span>&nbsp;persyaratan administrasi dari jauh hari.</span><span>&nbsp;Kemudian p</span><span>ersiapkan diri untuk tahap wawancara</span><span>, kamu bisa dengan melakukan riset terlebih dahulu atau berdiskusi dengan kenalan yang telah lolos Beasiswa Unggulan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jangan lupa memperhatikan ketentuan karya tulis<span>&nbsp;</span></span><span>essay</span><span>, dan buat tulisanmu<span>&nbsp;</span></span><span>semenarik mungkin.</span><span>&nbsp;Agar tak ketinggalan, kamu bisa catat</span><span>&nbsp;alur kegiatan yang<span>&nbsp;</span></span><span>telah</span><span>&nbsp;ditentukan</span><span>&nbsp;dan cek informasi terbaru secara berkala. Yuk, jangan lewatkan kesempatan ini!<span>&nbsp;</span></span><i><b><span>(</span><span>fsf/khn</span><span>)</span></b></i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Savrinadeya Support Group: Dukung Pemulihan dan Wujudkan Ruang Aman Korban Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/savrinadeya-support-group-dukung-pemulihan-dan-wujudkan-ruang-aman-korban-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> savrinadeya-support-group-dukung-pemulihan-dan-wujudkan-ruang-aman-korban-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Fri, 21 Oct 2022 07:25:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Savrinadeya Support Group beri ruang konsultasi bagi korban kekerasan seksual. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/savrinadeya-support-group-dukung-pemulihan-dan-wujudkan-ruang-aman-korban-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Le0F4CCooV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Savrinadeya Support Group: Dukung Pemulihan dan Wujudkan Ruang Aman Korban Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Media sosial menjadi jendela utama kita yang memiliki<span>&nbsp;</span></span><span><em>gadget</em></span><span>&nbsp;untuk menerima informasi. Masifnya informasi di era digital ini menuntut kita untuk selalu cepat mengikuti perkembangannya. Salah satu informasi yang sangat masif diperbincangkan yaitu kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Kasus ini tidak hanya terjadi di ruang publik akan tetapi di ranah<span>&nbsp;</span></span><span><em>private</em></span><span>&nbsp;sekalipun. Tentu ini akan berdampak atas pandangan bahwa tidak ada lagi ruang aman.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), kasus kekerasan perempuan dan anak pada 2022 terjadi paling banyak di Samarinda, menyentuh angka 293 kasus. Khususnya terjadi pada perempuan dengan angka 185 korban kekerasan seksual.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui penelitian, mereka mengungkapkan bahwa 32 persen kasus korban kekerasan seksual merupakan berasal dari latar pendidikan terakhir SLTA. Dilanjut 38 persen korban kekerasan seksual merupakan pelajar. &nbsp;Data tersebut menjadi sebuah tragedi di tengah maraknya informasi dan hiruk pikuk kehidupan di kota ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Bagaimana Keadaan Korban Setelahnya?</strong><span><strong>&nbsp;</strong></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemelut trauma dan perasaan terasingkan tentu merupakan dampak utama yang terjadi bagi korban kejahatan seksual. Ini menjadi urgensi bersama untuk membangun kepedulian dan ruang aman bagi lingkungan kita. Menyediakan ruang aman dan menjadi kawan pendengar merupakan langkah yang tepat untuk menjaga kerasionalan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu langkah realistis di tengah situasi tersebut yaitu membangun dan terlibat dalam<span>&nbsp;</span></span><span><em>support group</em></span><span>. Tentu ini sebagai bentuk kepedulian dan menghadirkan dukungan emosional bagi kita dan lingkungan yang lebih luas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Savrinadeya<span>&nbsp;</span></span><span><em>Support Group</em></span><span>&nbsp;hadir untuk memberikan ruang aman dan pendampingan untuk membantu individu yang memiliki permasalahan serupa. Tidak hanya itu Savrinadeya juga hadir sebagai wadah menemukan strategi pemecahan masalah dalam bentuk<span>&nbsp;</span></span><span><em>sharing session</em></span><span>&nbsp;dan terapi kelompok.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ruang aman yang dibentuk ini tentu bertujuan memberikan wadah bagi berbagai individu agar mampu bercerita dan menyampaikan kebutuhan yang mereka harapkan. Sebagaimana<span>&nbsp;</span></span><span><em>support group</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>hadir untuk menciptakan lingkungan yang suportif dan peduli sekaligus mampu memecahkan masalah yang dialami dengan asas kerahasiaan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Savrinadeya juga berusaha menyuarakan kesehatan mental, isu gender dan seksualitas. Memberikan kesadaran masyarakat yang lebih luas tentu menjadi urgensi untuk mengetahui akar permasalahan yang menjadi pemicu munculnya kekerasan dan pelecehan seksual.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di tengah tuntutan yang harus kita hadapi setiap hari, seringkali melupakan kehidupan di sekeliling kita. Tentu korban kekerasan seksual bukan tokoh yang hadir dalam cerita fiksi akan tetapi ini dunia nyata yang kita hadapi dan renungi. Hal ini bahkan dapat terjadi terhadap kita sendiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan<span>&nbsp;</span></span><span><em>sharing session</em></span><span>&nbsp;Savrinadeya dikemas dalam berbagai topik yang berbeda tiap bulannya. Savrinadeya juga menghadirkan terapi kelompok yang bertujuan untuk pemulihan korban kekerasan seksual dengan didampingi psikolog klinis sebagai ahli. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Savrinadeya<span>&nbsp;</span></span><span><em>Support Group</em></span><span>&nbsp;juga telah membuka ruang konsultasi agar korban kekerasan seksual dapat leluasa menyampaikan permasalahannya kepada kami dan dapat ditindak lanjuti atas konsensus dari penyintas. Muara dari terbentuknya komunitas ini tentu saja sebagai langkah realistis untuk membangun kepedulian dan kesadaran perihal situasi yang tengah terjadi di lingkungan kita.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dukung Savrinadeya<span>&nbsp;</span></span><span><em>Support Group</em></span><span><em>&nbsp;</em>untuk membantu menyuarakan pentingnya kesehatan mental dan pemulihan korban kekerasan seksual dengan mengikuti kami di Instagram @savrinadeya_supportgroup.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Press release ditulis oleh Esty Pratiwi Lubarman, sekretaris Komunitas Savrinadeya Support Group</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keterwakilan Tokoh dalam Pembangunan IKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterwakilan-tokoh-dalam-pembangunan-ikn/baca </link>
<guid> keterwakilan-tokoh-dalam-pembangunan-ikn </guid>
<pubDate> Sat, 22 Oct 2022 08:48:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keberadaan masyarakat lokal dalam pembangunan IKN. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterwakilan-tokoh-dalam-pembangunan-ikn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zprX1MyzXt.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Keterwakilan Tokoh dalam Pembangunan IKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Sebanyak lima orang pejabat tinggi madya Otorita Ibu Kota Negara (IKN) telah dilantik Kamis (13/10) lalu oleh Kepala Otorita IKN, Bambang Susanto di Kementerian Sekretariat Negara.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mereka adalah Achmad Jaka Santos Adiwijaya (Sekretaris Otorita IKN), Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi (Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN), Muhammed Ali Berawi (Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ikn), Ida Bagus Nyoman Wiswantanu (Kepala Unit Hukum dan Kepatuhan Otorita IKN), dan Myrna Asnawati Safitri (Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN)</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jika ditelaah lebih lanjut, pejabat tinggi otorita yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan hanya tersusun dari satu pejabat yang merupakan masyarakat asli Kalimantan Timur. Orang tersebut adalah Myrna Asnawati Safitri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Adanya ketimpangan gender, etnis, bahkan keterwakilan tokoh lokal dalam pemilihan kelima pejabat tersebut memunculkan suatu fenomena baru. Bagaimana sebenarnya ketentuan porsi gender, kesukuan, dan potensi masyarakat lokal dalam partisipasi pembangunan IKN?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Muhammad Arifin, Dosen Antropologi, menyebut jika aspek gender masih kuat memengaruhi pemilihan pekerjaan tertentu dalam proses pembangunan IKN nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bisa jadi ini bukan kebijakan pemerintah, akan tetapi ideologi patriarki sudah terlanjur mengakar dalam kehidupan masyarakat. Sehingga sangat kuat dalam memengaruhi sebuah keputusan atau tindakan, termasuk memilih pekerjaan tertentu,&rdquo; terangnya Rabu (19/10) melalui Whatsapp.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meninjau dari sisi etnis, berdasar data survei yang telah Arifin lakukan dalam pemetaan sosial di Kecamatan Sepaku melalui program KKN Unmul 48 tahun 2022, tampak bahwa lebih dari 95 persen masyarakat Sepaku adalah etnis Jawa. Hal ini disinyalir dalam pembangunan IKN nantinya, suku Jawa akan menjadi mayoritas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, tidak menutup kesempatan bagi kelompok etnis atau suku lainnya. Termasuk dalam hal ini suku Paser, Paser Balik, Bugis, Banjar, Dayak, Kutai, dan kelompok suku lainnya yang ada di sekitar kawasan pembangunan IKN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Belum lagi dari sisi jumlah, diperkirakan pembangunan IKN membutuhkan tenaga kerja &nbsp;hingga 200 ribu tenaga kerja. Sedangkan khusus di Kecamatan Sepaku hanya berkisar 30 ribu jiwa. Belum lagi dipilah berdasarkan usia produktif dan jenis kelamin. Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil kebijakan membuka peluang kerja bagi masyarakat bahkan hingga luar Kalimantan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Porsi pejabat IKN menyangkut lokalitas maupun luar Kaltim sebenarnya tidak menjadi perkara, selama<span>&nbsp;</span></span><span><em>etnonasiolisme</em></span><span>&nbsp;dipupuk dengan baik sepanjang perjalanannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setidaknya ada porsi orang Kaltim yang diberi ruang untuk itu mengingat warga Kaltim lebih paham konteks masyarakatnya dan daerahnya,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diwawancara secara terpisah, pendapat juga datang dari Sholihin Bone selaku Dosen Hukum Unmul. Saat dihubungi awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>Rabu (19/10) lalu, dirinya menegaskan pentingnya memperhatikan keterwakilan masyarakat lokal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Idealnya, kebijakan mesti memperhatikan konteks keterwakilan dari masyarakat lokal. Hal itu penting karena masyarakat lokal sedikit banyak telah mengetahui kebutuhan-kebutuhan apa saja terkait IKN ke depan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baginya, penting dilakukan pemetaan secara teliti tentang potensi sumber daya manusia di Kaltim khususnya dalam konteks pembangunan IKN.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;SDM dan potensi lokal tidak boleh direduksi, ia harus dilibatkan agar tidak menjadi penonton dalam rumahnya sendiri,&rdquo; pungkas Sholihin.<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>sya/srg/str/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 48 Unmul: Serah Terima Mahasiswa hingga Apresiasi Civitas Academica </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-48-unmul-serah-terima-mahasiswa-hingga-apresiasi-civitas-academica/baca </link>
<guid> kkn-48-unmul-serah-terima-mahasiswa-hingga-apresiasi-civitas-academica </guid>
<pubDate> Mon, 24 Oct 2022 09:44:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apresiasi panitia pada peserta KKN 48 tahun 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-48-unmul-serah-terima-mahasiswa-hingga-apresiasi-civitas-academica/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ist5q30QUb.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 48 Unmul: Serah Terima Mahasiswa hingga Apresiasi Civitas Academica</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &ndash;<span>&nbsp;</span></span><span>Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul angkatan 48 resmi merampungkan aktivitas pengabdian masyarakatnya per 16 Agustus 2022 lalu. Usai dua tahun terjebak pandemi, tahun ini tak kurang dari 2.581 mahasiswa disebar pada sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bertempat di Gedung Integrated Laboratory, Unmul menggelar prosesi serah terima mahasiswa KKN 48 Unmul Jumat (21/10). Wakil Ketua Panitia KKN 48, Daryono, dalam laporannya menyebut tahun ini pihaknya<span>&nbsp;</span></span><span>sedari awal berusaha memaksimalkan luaran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tercatat beberapa luaran program berhasil tercapai. Masing-masing: tiga<span>&nbsp;</span></span><span><em>bookchapter</em></span><span>&nbsp;dari 52 artikel, lima<span>&nbsp;</span></span><span><em>prosiding</em></span><span>&nbsp;dengan 150 artikel, 105 Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Empat buku ber-ISBN, 15 jurnal penelitian, 24 jurnal pengabdian masyarakat nasional dan terakreditasi sinta, serta enam publikasi berita atau monograf media<span>&nbsp;</span></span><span><em>online</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, sejumlah apresiasi pun turut diberikan panitia kepada civitas academica yang memenuhi kriteria. Salah satunya penghargaan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) terbaik. Indikator penilaiannya meliputi 40 persen hasil luaran dan masing-masing 20 persen untuk poin keaktifan dalam membimbing mahasiswa, kunjungan lapangan, hingga intensitas komunikasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hasilnya, enam DPL terbaik dengan penilaian tertinggi diumumkan oleh Daryono. Di antaranya Rina Juwita, Nani Husien, Rudi Kartika, Mursidah, Bayu Aji Nugroho, dan Nur Rohmah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, panitia juga memberikan apresiasi terhadap 10 kelompok KKN dengan video profil terbaik. Indikator penilaiannya meliputi isi konten sebesar 40 persen dan masing-masing 30 persen untuk kreativitas dan kualitas gambar suara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang pertama adalah kelompok Parekraf 06 Kampung Malahing Bontang, Paser 06 Desa Kerang Doyo, Penajam 25 Kelurahan Mentawir, Mahulu 01 Long Bagun Ilir, Kutim 06, Desa Saka, Kubar 16 Kampung Muhur, Kukar 07 Desa Margahayu, Samarinda 27 Kelurahan Sempaja Utara, Berau 13 Kelurahan Teluk Bayur, Balikpapan 04 Gunung Samarinda.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga apa yang sudah dilakukan mahasiswa kami di lapangan bisa memberi kontribusi untuk membangun Kaltim. Karena banyak sekali luaran yang berguna untuk pemerintah kelurahan dan desa, terutama bagaimana membenahi <em>database</em>, literasi, hingga upaya pembangunan SDM,&rdquo; tambah Daryono.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada kesempatan tersebut, kehadiran Rektor Unmul diwakili oleh Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Uni W. Sagena.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terima kasih karena kalian telah membuktikan berada di garda terdepan untuk membersamai masyarakat kita di 10 Kabupaten/Kota dengan berbagai kondisi yang berbeda-beda,&rdquo; ucap Uni dalam sambutannya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski mahasiswa ditempatkan di berbagai lokasi yang memiliki kondisi terbatas, selesainya program KKN ini turut membuktikan kualitas mahasiswa dari kampus dengan julukan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Center of Excellence for Tropical Studies</em></span><span><em>&nbsp;tersebut.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bahkan bisa menghasilkan karya luaran yang luar biasa. Ini inovasi dari panitia, inovasi dengan memberikan<span>&nbsp;</span></span><span><em>award</em></span><span>&nbsp;penghargaan DPL terbaik, baru tahun ini juga kita berikan. Kemudian karya luaran terbaik juga kita berikan,&rdquo; ungkapnya dengan bangga.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, Gubernur Kaltim Isran Noor yang diwakili oleh Asisten I Pemprov Kaltim, Syirajuddin turut menyampaikan selamat kepada mahasiswa atas pengabdian masyarakat yang berhasil dituntaskan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kaltim yang belakangan telah ditetapkan sebagai IKN, tak ayal menjadi magnet bagi Indonesia. Maka penting bagi mahasiswa untuk terus produktif demi membangun masa depan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jangan sampai nanti migrasi yang besar-besaran di Penajam Paser Utara yang sebagai tuan rumah Ibu Kota Negara, kita yang anak-anak muda ini hanya menjadi penonton di rumah sendiri,&rdquo; imbau Syirajuddin.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di penghujung acara, dilakukan pula secara simbolis penyerahan kembali mahasiswa KKN dalam bentuk penandatanganan Berita Acara Serah Terima oleh Gubernur Kaltim kepada Rektor Unmul.<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(</span><span>nkh/khn</span><span>)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UPT Bahasa Unmul: Bukan Sekadar Layanan TOEFL dan MUEPT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upt-bahasa-unmul-bukan-sekadar-layanan-toefl-dan-muept/baca </link>
<guid> upt-bahasa-unmul-bukan-sekadar-layanan-toefl-dan-muept </guid>
<pubDate> Tue, 25 Oct 2022 08:56:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal UPT Bahasa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upt-bahasa-unmul-bukan-sekadar-layanan-toefl-dan-muept/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tToQcNSUds.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>UPT Bahasa Unmul: Bukan Sekadar Layanan TOEFL dan MUEPT</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Tak bisa dimungkiri eksistensi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Unmul kerap dikenal mahasiswa Unmul dari program tes TOEFL dan MUEPT ketika akan mengurus kelulusan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Faktanya, fungsi dari UPT Bahasa lebih dari itu. UPT yang bertempat di Jalan Pulau Flores ini menyediakan segudang fasilitas dan program yang tentunya berhubungan dengan ilmu bahasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini dikonfirmasi oleh Amedea Cathriona Maharia, salah satu staf di UPT Bahasa Unmul. Ia memaparkan berbagai informasi terkait program apa saja yang ada di sana kepada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Fasilitas dan program unggulan dari UPT Bahasa Unmul</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>UPT Bahasa rupanya juga memiliki sejumlah fasilitas dan program unggulan, mulai dari kursus bahasa asing hingga lokakarya. Para pengajar dari program tersebut tentunya sudah terkualifikasi dan kompeten di bidangnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>UPT Bahasa memfasilitasi mahasiswa yang ingin menerjemahkan dokumen legal seperti akta kelahiran, ijazah, atau transkrip nilai untuk keperluan mengurus beasiswa ke luar negeri. Tak hanya itu, Amedea turut mengungkapkan bahwa UPT Bahasa kerap membantu mahasiswa untuk menerjemahkan abstrak skripsi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada salah satu fakultas yang mewajibkan untuk menerjemahkan abstrak skripsi di UPT Bahasa. Nantinya akan ada sertifikat setelah selesai diterjemahkan sebagai syarat kelulusan,&rdquo; terangnya ketika diwawancarai melalui Zoom Meeting pada Sabtu (15/10) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain membantu menerjemahkan dokumen dan abstrak skripsi, UPT Bahasa juga membantu mahasiswa mengoreksi kosakata atau tata bahasa dalam membuat karya ilmiah. Fasilitas tersebut bernama<span>&nbsp;</span></span><span><em>Proofreading</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu program yang banyak diminati oleh mahasiswa adalah kursus bahasa Inggris dan Jepang. Selain itu, terdapat pula kelas TOEFL dan MUEPT<span>&nbsp;</span></span><span><em>Preparation</em></span><span>. Menariknya, peserta yang mengikuti program ini akan mendapat diskon sebesar 20 persen. Hal ini tentunya semakin menarik minat mahasiswa untuk mengikuti program tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak berhenti sampai di situ, Amedea juga membeberkan bahwa terdapat lokakarya yang diselenggarakan secara daring. Acara ini dapat diikuti oleh mahasiswa Unmul maupun masyarakat umum tanpa dipungut biaya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Peserta yang mengikuti lokakarya ini akan mendapat informasi seputar kisi-kisi untuk mengikuti tes MUEPT serta strategi untuk mengerjakan soal tes TOEFL. Materi-materi tersebut dipaparkan oleh penyusun soal tes, yakni dosen dari Fakultas Ilmu Budaya dan Pendidikan Bahasa Inggris Unmul. Mahasiswa yang beruntung akan mendapat<span>&nbsp;</span></span><span><em>doorprize</em></span><span>, yaitu dapat mengikuti tes TOEFL ataupun MUEPT secara gratis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sejauh ini, program lokakarya masih diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, mengingat pandemi yang belum sepenuhnya pulih. Akan tetapi, terdapat pula sejumlah program yang telah dilaksanakan secara luring. Program tersebut, sebutnya, yakni tes TOEFL/MUEPT dan kelas TOEFL<span>&nbsp;</span></span><span><em>Preparation</em></span><span><em>.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan tes TOEFL dan MUEPT rupanya tak terlepas dari kendala. Meskipun terbilang minim, Amedea mengungkap bahwa terdapat beberapa masalah ketika tes masih dilakukan secara daring seperti masalah perangkat dan jaringan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika seperti itu, akhirnya peserta harus<span>&nbsp;</span></span><span><em>reschedule</em></span><span>. Sementara (tes)<span>&nbsp;</span></span><span><em>offline</em></span><span>&nbsp;lebih praktis dan tidak ada kendala serta minim adanya<span>&nbsp;</span></span><span><em>reschedule</em></span><span>. Kendalanya paling hanya kalau peserta yang sakit atau keluar kota,&rdquo; kisahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Prosedur untuk mengikuti tes TOEFL dan MUEPT</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat dua prosedur yang berbeda untuk mengikuti tes di UPT Bahasa Unmul. Jika ingin mengikuti tes secara luring, yang harus dilakukan hanyalah melakukan pendaftaran melalui situs resmi UPT Bahasa<span>&nbsp;</span></span><span>(<em>balai-bahasa.unmul.ac.id</em>).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah berhasil mendaftar, peserta dapat memilih tanggal pelaksanaan tes kemudian melakukan pembayaran. Pembayaran dapat dilakukan melalui<span>&nbsp;</span></span><span><em>merchant</em><span>&nbsp;</span></span><span>pembayaran yang tersedia</span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan bagi yang ingin melakukan tes secara daring, prosedurnya tidak jauh berbeda. Namun, ketika berhasil melakukan pembayaran, peserta diwajibkan untuk mengisi data validasi tes melalui</span><span>&nbsp;<em>Google Form</em></span><span>. Tujuannya adalah agar data-data peserta yang telah di-</span><span>input</span><span>&nbsp;seperti nomor ponsel, nomor induk mahasiswa, serta KTP telah sesuai. Nantinya, peserta akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp untuk mendapat pengarahan lebih lanjut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, ia menuturkan belum ada bantuan khusus bagi mahasiswa kurang mampu jika ingin melakukan tes sebagai syarat kelulusan itu. &ldquo;Karena sejauh ini, belum ada pula mahasiswa yang mengajukan KIP (atau surat keterangan tidak mampu) jika ingin mengikuti tes atau program yang ada di sini (UPT Bahasa),&rdquo; ungkap staf yang juga merupakan dosen itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Apabila peserta berhalangan hadir saat hendak mengikuti tes, biaya yang telah dibayarkan tak akan hangus. &ldquo;Misalnya jika peserta sudah melakukan pembayaran di bulan Januari tetapi belum melakukan tes hingga bulan November, biayanya tidak hangus dan masih berlaku. Jika ingin mengikuti tesnya lagi, silakan mendaftar ulang untuk<span><em>&nbsp;</em></span></span><span><em>reschedule</em></span><span>.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Peserta juga dapat mengubah tanggal pelaksanaan tes selama kuota di hari yang diinginkan masih ada. Peserta cukup membuka situs resmi UPT Bahasa dan memilih menu<span>&nbsp;</span><em>Information</em>/<em>Content</em>. Nantinya akan ada opsi pengajuan untuk mengubah jadwal. Peserta kemudian akan diarahkan untuk mengisi data diri serta tanggal tes melalui <em>google form</em>.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita bisa membantu, namun harus mengikuti prosedur dan SOP yang telah ada. Saya harap mahasiswa bisa tahu dan memanfaatkan program yang ada,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Pengalaman mahasiswa setelah mengikuti program dari UPT Bahasa Unmul</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>berkesempatan mewawancarai Eka Nabila, mahasiswi Akuntansi 2021 pada Minggu (8/10) lalu. Dirinya turut membagikan pengalamannya ketika mengikuti tes MUEPT di UPT Bahasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Eka bercerita bahwa kala itu, pengerjaan tes masih dilaksanakan secara daring sehingga fasilitas seperti laptop harus disiapkan oleh masing-masing peserta. Ia mengatakan bahwa tidak ada kendala yang berarti selama tes berlangsung. Prosedur pendaftaran pun baginya cukup mudah diikuti. Pihak Prodi juga turut membantu dirinya dalam proses pendaftaran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski ia tak mengetahui program UPT Bahasa selain TOEFL dan MUEPT, menurutnya pelayanan yang diberikan sudah cukup baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau untuk pelayanan UPT Bahasa itu bagus<span>&nbsp;</span></span><span>sih<span>&nbsp;</span></span><span>menurutku. Kemarin aku sempat ganti nomor. Ditelepon dan dikonfirmasi,&quot; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pengalaman lain datang dari Saydati Hastuti. Mahasiswi Prodi Administrasi Publik 2018 ini juga pernah mengikuti tes TOEFL di UPT Bahasa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kekurangannya adalah ketika soal<span>&nbsp;</span></span><span><em>listening</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>speaker</em></span><span>-nya tidak menggunakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>earphone</em></span><span>. Karena jika pakai<span>&nbsp;</span></span><span><em>speaker</em><span>&nbsp;</span></span><span>biasa masih kurang jelas suaranya,&rdquo; keluh Saydati kepada awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>ketika diwawancarai secara daring pada Minggu (16/10).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Saydati juga berharap agar UPT Bahasa dapat menambah kuota harian untuk tes TOEFL maupun MUEPT, sebab kuota tersebut terbilang minim, mengingat jumlah peserta tes yang banyak. Hal ini baginya menyebabkan mahasiswa harus menunggu kuota di hari setelahnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terlepas dari kekurangan yang telah disebutkan, Saydati mengungkapkan pelayanan dan fasilitas lainnya berjalan baik. Ia berharap, UPT Bahasa dapat meningkatkan kualitas dari fasilitas yang telah ada. Layaknya Eka, Saydati mengaku dirinya belum mengetahui bahwa terdapat program-program yang tersedia di UPT Bahasa selain dari tes TOEFL dan MUEPT.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, kalau soal itu (program lain di UPT Bahasa), saya kurang tahu, karena tidak begitu mencari informasi soal itu,&rdquo; tutupnya.<span>&nbsp;</span></span><strong><em><span>(</span><span>tha/dre/uas/nkh</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilantiknya Abdunnur sebagai Rektor Baru Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilantiknya-abdunnur-sebagai-rektor-baru-unmul/baca </link>
<guid> dilantiknya-abdunnur-sebagai-rektor-baru-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 28 Oct 2022 09:44:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelantikan rektor baru Unmul terpilih, Abdunnur. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilantiknya-abdunnur-sebagai-rektor-baru-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EX9vJKBFbF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dilantiknya Abdunnur sebagai Rektor Baru Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> - &nbsp;Upacara pelantikan rektor baru Unmul dilaksanakan pada Kamis (27/10) bertempat di gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Jakarta. Secara langsung dilantik oleh Menteri Kemdikbudristek RI, Nadiem Makarim, sekaligus melantik sejumlah pimpinan baru perguruan tinggi di Indonesia. Dengan ini, Abdunnur secara resmi menggantikan Masjaya sebagai Rektor pada periode 2022-2026.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya pada proses pemilihan Rektor Unmul kemarin, Abdunnur berhasil mendapat suara terbanyak dengan membawa visi, &quot;Unmul Bertaraf Internasional Berkarakter Nasional, Berbasis Potensi Lokal dengan Dukungan Tata Kelola yang Baik dan Sumber Daya yang Kuat&quot;. Abdunnur siap membawa Unmul menjadi universitas unggulan, <em>World Class University</em>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;">Pada wawancara sebelumnya oleh <em>Sketsa</em> pada 7 Juni 2022 lalu, Abdunnur menyebut perlu sinergi dari berbagai pihak untuk Unmul yang lebih baik lagi. Baginya, dalam lingkup nasional, Unmul telah mendapat posisi yang baik. Namun, dalam kancah dunia internasional, masih banyak hal yang belum tercapai. (baca:&nbsp;<a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/visi-misi-ketiga-calon-menuju-penetapan-rektor-unmul-2022-2026/baca">Visi Misi Calon Rektor Unmul</a>)<span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Prosesi sakral ini turut disiarkan langsung melalui kanal Youtube Unmul, sehingga civitas academica dapat menyaksikannya. Upacara pelantikan turut dihadiri oleh Masjaya selaku rektor sebelumnya dan juga Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Setelah selesai, Para rektor yang telah dilantik di kalungkan secara simbolik, pertanda mereka resmi dilantik menjadi pejabat perguruan tinggi yang baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nadiem Makarim dalam sambutannya berharap rektor baru yang telah dilantik mampu mendorong motivasi mahasiswa dalam mendukung transformasi menuju kemajuan. Menghilangkan batasan dan sekat-sekat antara dosen dan mahasiswa, serta mampu mewujudkan visi dan misi dari pembelajaran merdeka, yakni lebih menekankan kepada eksplorasi dibandingkan dengan dominasi pembelajaran teori untuk mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hilangkanlah sekat-sekat yang membatasi kolaborasi antara para mahasiswa dan dosen dan kita semakin mendapatkan kesempatan yang besar untuk berinovasi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Nadiem berpesan mendorong agar kepemimpinan baru ini membawa inovasi bagi pengembangan merdeka belajar. <strong><em>(</em><em><span>ahn/khn</span><span>)</span></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembukaan  Mulawarman Medical Festival oleh BEM FK Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pembukaan-mulawarman-medical-festival-oleh-bem-fk-unmul/baca </link>
<guid> pembukaan-mulawarman-medical-festival-oleh-bem-fk-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 31 Oct 2022 11:07:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FK Unmul selenggarakan Mulawarman Medical Festival </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pembukaan-mulawarman-medical-festival-oleh-bem-fk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CiRhLZYToS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pembukaan  Mulawarman Medical Festival oleh BEM FK Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pada Sabtu tanggal 25 September 2022 BEM FK Unmul melaksanakan pembukaan acara Mulawarman Medical Festival (MMF) tahun 2022 yang mengusung tema<span>&nbsp;</span><em>Calcarina: Create Future Leaders through Ideas, Creativity, and Innovation to Improve Nation&apos;s Health</em><em>&nbsp;</em>bertempat di Gedung Unmul Hub Unmul yang dihadiri para peserta lomba dari tingkat SMA/Sederajat se-Kaltim hingga mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">MMF sendiri merupakan kegiatan perlombaan yang diselenggaran oleh BEM FK Unmul setiap tahunnya untuk mengasah kemampuan kompetisi siswa serta mahasiswa baik ditingkat regional Kaltim maupun tingkat Nasional. Adapun perlombaan yang diperlombakan tahun ini adalah Cerdas Cermat tingkat SMA/Sederajat se-Kaltim, Nelson (Mulawarman <em>Essay Competition</em>) untuk mahasiswa tingkat nasional,<span>&nbsp;</span><em>Mobile Legend&nbsp;</em>tingkat Universitas Mulawarman,<span>&nbsp;</span>Badminton dan Rank 1 tingkat FK Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><span>Acara pembukaan MMF ini dibuka dengan prosesi pemotongan pita oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni yaitu Siti Khotimah. Dalam rangkaian acara pembukaan juga mempersembahkan tarian tradisional dari Buana Etam Keperawatan FK Unmul yang merupakan salah satu wadah untuk mengasah kemampuan tari mahasiswi Keperawatan FK Unmul. Pengumuman peserta cerdas cermat yang lolos ke babak semifinal juga menjadi salah satu agenda dalam pembukaan MMF tahun 2022.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0fae729bbb080ddf32d74173fca9cf8584495636.jpeg" style="width: 344px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Siti Khotimah, dalam sambutannya mengatakan, &ldquo;Acara ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan siswa dan mahasiswa serta menjadi kegiatan untuk memperkenalkan Fakultas Kedokteran Unmul kepada siswa-siswi SMA se-Kalimantan Timur&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan acara ini, diharap dapat meningkatkan daya saing, baik siswa SMA di wilayah Kaltim maupun mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Ditulis oleh Muh. Sabil Ramadhan Anggota Kementerian Hubungan Luar BEM FK Unmul</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sketsa Awards 2022: Kehangatan Kembali Terjalin Usai Dua Tahun Pandemi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-awards-2022-kehangatan-kembali-terjalin-usai-dua-tahun-pandemi/baca </link>
<guid> sketsa-awards-2022-kehangatan-kembali-terjalin-usai-dua-tahun-pandemi </guid>
<pubDate> Tue, 01 Nov 2022 10:11:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Sketsa Awards 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/sketsa-awards-2022-kehangatan-kembali-terjalin-usai-dua-tahun-pandemi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jRXtBqdQUn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sketsa Awards 2022: Kehangatan Kembali Terjalin Usai Dua Tahun Pandemi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;</span><span><em>Sketsa Awards</em></span><span>&nbsp;(SA), agenda tahunan yang digelar saat memasuki akhir kepengurusan, akhirnya dilaksanakan secara luring setelah dua tahun berturut-turut terlaksana secara daring. Digelar &nbsp;pada Jumat (28/10) kemarin bertempat di Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, SA menjadi malam apresiasi atas kerja keras dan loyalitas awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;selama hampir satu tahun kepengurusan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan penuh antusias, dalam balutan busana dominan hitam bertema Mafia, para awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menikmati pembacaan nama-nama peraih nominasi. Tak hanya itu, malam itu juga sekaligus dilakukan pemotongan tumpeng dalam rangka merayakan ulang tahun Sketsa yang ke-15 tahun.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8d8f95140a774cb9ad691be29d2fceeb1247bbab.jpeg" style="width: 839px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Suasana tatap muka secara langsung turut menambah kehangatan dan kekompakan antaranggota dalam menyukseskan dan merayakan acara ini. SA 2022 dimulai pada pukul 20.00 Wita dipandu dengan ceria oleh pasangan pewara, Ana Monika Guinet dan Muhammad Luthfi Nauval Nur Orfakha.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak lupa sebelum acara dibuka secara resmi, seluruh anggota berdoa secara khidmat dipimpin oleh Muhammad Adil Alparizi. Dilanjut sambutan oleh Nindiani Kharimah selaku Ketua Panitia SA 2022 memberi apresiasi dan semangat kepada seluruh anggota agar terus berproses bersama di<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sambutan selanjutnya dari Ketua Umum LPM <em>Sketsa</em> Unmul yaitu Muhammad Razil Fauzan, yang diwakilkan oleh Nurvidya Azzahra selaku Sekretaris LPM Sketsa Unmul, mengucapkan selamat kepada para pemenang nominasi dan semangat bagi yang belum berkesempatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan yang belum masuk nominasi juga, tidak apa-apa, jangan berkecil hati kalian juga bisa<span>&nbsp;</span></span><span>ngambis</span><span>&nbsp;dapat nominasi di<span>&nbsp;</span></span><span>Sketsa Awards</span><span>&nbsp;selanjutnya!,&quot; seru Nurvidya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Erzha Tegar Hati, mewakili segenap rasa syukur awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span>memotong tumpeng. Puluhan pasang mata lainnya bersemangat mengiringi dengan nyanyian Selamat Ulang Tahun dan tepuk tangan yang &nbsp;meriah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memasuki acara inti, sejumlah nominasi dibacakan secara bergantian oleh pembaca nominasi. &nbsp;Nominasi yang pertama dibacakan oleh Alya Hanifah Irwadi dan Silmi Nur Kamila, yaitu Reporter Terbaik Angkatan 12 &amp; 13 yang dimenangkan oleh Muhammad Razil Fauzan. Selanjutnya, Reporter Terbaik Angkatan 14 diperoleh Nindiani Kharimah, dan Reporter Terbaik Angkatan 15 jatuh kepada Siti Aisyah. Beralih dari reporter setiap angkatan, berikutnya nominasi Fotografer Terbaik yang berhasil dimenangkan oleh Sari Dewi Handayani.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/66e56e6fde9a18a1c9e98196f95fcd82cfc4a091.jpeg" style="width: 839px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Tanpa berlama-lama, Siregar Lasmaria Melyani dan Khoirun Nisa naik ke panggung menggantikan pembaca nominasi sebelumnya. Mereka dengan semangat membacakan empat nominasi, yaitu Desainer Terbaik berhasil diraih oleh Putri Amalyah Jahra. Anggota Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Terbaik jatuh kepada Silmi Nur Kamila. Disusul Videografer Terbaik yang dimenangkan Mohammad Fikran.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nominasi tak hanya kalkulasi angka. Bertandang nominasi lainnya seperti Terkuat Abad Ini, yang didapatkan oleh Restu Almalita, yang dinilai berjasa dalam berjalannya kepengurusan<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;setahun belakangan ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nominasi penutup dibacakan oleh Siti Rahmi dan Fikran, yakni Berita Terviral. Dengan tajuk &ldquo;FHCI BUMN Buka Program Magang, Cek Syarat dan Manfaatnya!&rdquo; berita itu dibaca sebanyak 2.556 kali. Dengan sukacita Audrey dan Masriani menerima penghargaan itu. Apresiasi berikutnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span>Alya Hanifah Irwadi, yang menyabet nominasi Ter-Rapat Redaksi sebagai awak<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;yang kerap hadir pada rapat rutin tiap Jumat.</span></p><p style="text-align: justify;">Bukan SA namanya kalau tak ada<span>&nbsp;</span><em>dresscode</em>. Nominasi Kostum Ter-Slebew hadir memeriahkan. Awak yang menunjukkan &ldquo;Mafia Banget&rdquo; direbut oleh Khansa Yumna, dan terakhir penghargaan Si Paling<span>&nbsp;</span>Sketsa jatuh kepada Razil Fauzan, sebab dirinya tak pernah ketinggalan hadir pada berbagai agenda<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>.</p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/76bc7a6a64e3ab542493882da4ed424325f89b27.jpeg" style="width: 839px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum acara berakhir, Khansa Yumna turut memeriahkan acara dengan memandu<span>&nbsp;</span></span><span><em>games</em></span><span>&nbsp;untuk mempererat kekeluargaan dalam internal<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span><span>&nbsp;Permainan jika-maka, menghasilkan rangkaian kalimat yang unik dari dua orang, berhasil menciptakan gelak tawa dan menjadi penutup yang hangat malam itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum usai, awak mendokumentasikan keseruan SA 2022, bergaya bak mafia. Sampai jumpa di SA selanjutnya, ya!<span>&nbsp;</span></span><em><strong><span>(fza/sar</span><span>/khn)</span></strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Impostor Syndrome: Perasaan Tidak Pantas untuk Meraih Kesuksesan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/impostor-syndrome-perasaan-tidak-pantas-untuk-meraih-kesuksesan/baca </link>
<guid> impostor-syndrome-perasaan-tidak-pantas-untuk-meraih-kesuksesan </guid>
<pubDate> Thu, 03 Nov 2022 10:27:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal impostor syndrome </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/impostor-syndrome-perasaan-tidak-pantas-untuk-meraih-kesuksesan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eMMqVL5umr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Impostor Syndrome: Perasaan Tidak Pantas untuk Meraih Kesuksesan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span></span><span>Pernahkah kamu sebagai mahasiswa mengalami perasaan kurang pantas terhadap pencapaian yang telah kamu raih? Terlebih ketika banyak orang yang memuji keberhasilanmu, tetapi di satu sisi kamu menilai bahwa semua capaian itu adalah murni sebuah keberuntungan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam dunia psikologi, kondisi ini dinamakan<span>&nbsp;</span></span><span><em>impostor syndrome</em></span><span>. Ini merujuk pada kondisi seseorang di mana ia tidak memiliki kepercayaan atas kemampuan dirinya sendiri. Orang yang mengalami<span>&nbsp;</span></span><span><em>impostor syndrome</em></span><span>, akan selalu merasa kurang puas atau tidak cukup atas apa yang telah ia dapatkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui pesan suara Whatsapp Sabtu (29/10), Ayunda Ramadhani, Dosen Psikologi Unmul, menjelaskan penyebab yang kerap memunculkan kondisi tersebut. Paling banyak terjadi pada orang yang mengalami <em>impostor syndrome</em>, yakni bersumber dari keluarga. Pola asuh orang tua terhadap seorang anak akan berpengaruh pada pertumbuhannya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika sang anak dikritik berlebihan atau ketika ia dipuji berlebihan, yang sebenarnya pujian itu tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan. Artinya, di sini orang tua memuji berlebih &ldquo;</span><span><em>kamu hebat banget</em></span><span>&rdquo; padahal itu adalah<span>&nbsp;</span></span><span><em>basic skills</em></span><span><em>&nbsp;</em>kemampuan seseorang yang sebenarnya bisa juga dilakukan oleh anak lainnya, tetapi orang tua cenderung memuji berlebihan,&rdquo; jelas Ayunda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Akibatnya, ketika dewasa, di lingkungan perkuliahan yang dikelilingi oleh orang-orang cerdas, dan lebih berbakat darinya. Tak menutup kemungkinan, pada sang anak akan muncul perasaan meragukan dirinya sendiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ayunda turut menyoroti pengaruh media sosial terhadap munculnya<span>&nbsp;</span></span><span><i>syndrome</i></span><span>&nbsp;ini. Sebutnya, media sosial dapat dilihat dua sisi makna yang ditonjolkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pertama, kita dapat memaknainya sebagai suatu kondisi yang memacu seseorang untuk bekerja lebih keras guna mencapai sebuah prestasi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, melakukan evaluasi dengan<span>&nbsp;</span></span><span><em>feedback</em><span>&nbsp;</span></span><span>dari<span>&nbsp;</span></span><span>orang lain. Hal tersebut dapat pula dilakukan dengan memvalidasi diri sendiri melalui metode<span>&nbsp;</span></span><span><em>self talk</em></span><span>&nbsp;bahwa apa yang telah kita lakukan sudah cukup baik, untuk mengurangi perasaan membandingkan diri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita dapat menerapkan konsep<span>&nbsp;</span></span><span><em>slow living</em></span><span>, bahwa hidup itu tidak harus selalu berlari<span>&nbsp;</span></span><span>kok</span><span>, boleh saja kalau kita capai, kita istirahat sejenak. Kembali kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>mindset</em></span><span>, bahwa di dunia ini tidak selalu ada kesempurnaan, kalau kita melakukan kesalahan, itu tidak selamanya buruk, tidak akan menjadikan kita pribadi yang gagal, selama kita ada usaha untuk memperbaiki usaha tersebut<span>&nbsp;</span></span><span><em>you are enough</em></span><span>,&rdquo; tutup Ayunda.<span><i><b>&nbsp;</b></i></span></span><i><b><span>(</span><span>sya/nkh</span><span>)</span></b></i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Amerta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/amerta/baca </link>
<guid> amerta </guid>
<pubDate> Fri, 04 Nov 2022 11:20:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi mahasiswi Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/amerta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U56amdWsxD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Amerta</h1>
			              </header>
			              <p><span><span>Sekali</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tilik</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>untuk</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sebuah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kisah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tidak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bertitik</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span><span>S</span></span><span><span>ang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>penulis</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>diam-diam</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menarik</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kursi</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>dengan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>lihai</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menggores</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tinta</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sampai</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>habis</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>hingga</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kertas-kertas</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>pun<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sudah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sudi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>untuk</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>menampungnya&nbsp;</span></span><span><span>lagi</span></span><span><span>.</span></span></p><p><br></p><p><span><span>Ia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>girang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>setengah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mati</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span><span>Hilang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sudah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nestapa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kerap</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>kali<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>membelenggu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sanubari</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>tergantikan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>rajut</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>asmaraloka</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bangun</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>seorang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>diri</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>dengan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>alur</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>karang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sesuka</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hati</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>t</span></span><span><span>ak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>lupa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>jadikan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>kau<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>satu-satunya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tokoh</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kokoh</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>berdiri&nbsp;</span></span><span><span>tanpa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pemeran</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pengganti</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span>&nbsp;</span></p><p><span><span>Ia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>selipkan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>renjana</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ini</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>pada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>setiap</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nadi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>terus</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>berdenyut&nbsp;</span></span><span><span>tanpa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>henti</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>pada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ruang</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>imaji</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ada</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>kau<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sendiri</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sebagai&nbsp;</span></span><span><span>penghuni</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>pada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>relung-relung</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dalam</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sukma</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>biasa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>kau<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>isi</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>tetapi</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>semua</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>makhluk</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bernyawa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pasti</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mengerti</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kalau&nbsp;</span></span><span><span>tidak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>selamanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>puspa</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>akan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>terus</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bersemi</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>tidak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>selamanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hujan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>akan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>terus</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>datangkan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pelangi</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>tidak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>selamanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bentala</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>akan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>terus</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>disinari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mentari</span></span><span><span>,</span></span></p><p><span><span>tidak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>selamanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dapat</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>bergerak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kontradiksi</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span>&nbsp;</span></p><p><span><span>Pada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>suatu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nanti</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kisah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ini</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pasti</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>akan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>berhenti</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span><span>P</span></span><span><span>ada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>suatu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nanti</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nyalanya</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>meredup</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sedikit</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>demi<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sedikit</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span><span>Pada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>suatu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nanti</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>segala</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>magis</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>sudah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tak</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mampu&nbsp;</span></span><span><span>bekerja</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>lagi</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span><span>Pada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>suatu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nanti</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>kupu-kupu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>singgah</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>mulai</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>satu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>per<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>satu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pergi</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span><span>Pada<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>suatu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>hari</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>nanti</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>akhir</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>pasti</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>akan</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>benar-benar&nbsp;</span></span><span><span>menghampiri</span></span><span><span>.</span></span></p><p><span><span>N</span></span><span><span>amun</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>di<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>antara</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>larik-larik</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>yang<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>ia</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>tulis</span></span><span><span>,<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>asmamu</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>akan&nbsp;</span></span><span><span>meluruh</span></span><span><span><span>&nbsp;</span></span></span><span><span>dalam</span></span><span><span><span>&nbsp;</span>kata<span>&nbsp;</span></span></span><span><span>abadi</span></span><span><span>.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh Dinda Sekar Kirani, mahasiswi Psikologi, FISIP Unmul 2020</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Fasilitas GOR 27 September Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-fasilitas-gor-27-september-unmul/baca </link>
<guid> menilik-fasilitas-gor-27-september-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 05 Nov 2022 05:20:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fasilitas di GOR 27 September </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-fasilitas-gor-27-september-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vNK8t5Ggu1.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Fasilitas GOR 27 September Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash;<span>&nbsp;</span>Gelanggang olahraga (GOR) 27 September kerap dijadikan prasarana oleh civitas academica Unmul dalam melangsungkan berbagai kegiatan. Mulai dari perayaan dies natalis hingga perhelatan wisuda. Lantas, bagaimanakah pemeliharaan fasilitas GOR 27 September dalam menunjang keberlangsungan aktivitas tersebut?</p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>menemui Syarif Anwar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unmul pada Senin (17/10) lalu. Menanggapi kondisi GOR yang panas, ia menuturkan bahwa Unmul telah memperbaiki dan memfasilitasi<span>&nbsp;</span></span><span><em>air conditioner</em><span><em>&nbsp;</em></span></span><span>(AC) serta kipas angin. Selain itu, Syarif turut mengungkap bahwa konstruksi gedung GOR yang besar tidak bisa membuat suhu menjadi dingin sepenuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menyalakan AC dan kipas angin, itu saja masih enggak cukup, sih. Memang seharusnya AC-nya ditambah,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terkait keluhan terhadap eksterior GOR, ia menuturkan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Syarif juga menyebut saat ini GOR dalam tahap pemeliharaan. Di antaranya pengecatan dan perbaikan lubang-lubang jalan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ihwal kebersihan GOR, meski terdapat petugas kebersihan, tetapi dirinya mengaku bahwa hal tersebut belum berjalan maksimal. Pasalnya hanya terdapat satu orang untuk satu gedung dikarenakan anggaran yang terbatas.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena, kan, GOR itu juga enggak dipakai setiap hari. Jadi, kami pikir enggak terlalu (perlu) juga, kan. Yang penting kita tempatkan (petugas kebersihan) di situ, yang penting dibersihkan. Namun, kalau ada acara, petugas kebersihan di rektorat akan dikerahkan ke GOR,&rdquo; jelasnya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Anggaran yang terbatas menjadi kendala utama dalam perawatan fasilitas GOR 27. Seperti perawatan terhadap atap yang bocor, ia menyebutkan bahwa dengan penambalan saja tidak menjamin dapat mengatasi permasalahan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Atap itu harus dibongkar, tapi anggarannya besar. Anggaran perawatan tidak terlalu banyak, jadi enggak bisa menjangkau semua. Makanya, tergantung pimpinan (rektor) baru nanti, lah,&rdquo; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>turut mewawancarai Isa Maulana Malik, mahasiswa FISIP 2021 pada Kamis, (13/10) melalui Whatsapp. Menurutnya, kelengkapan fasilitas interior GOR 27 hanya terdiri dari barang-barang yang bersifat primer seperti meja, kursi, dan sofa.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, kalau kita mau mengadakan kegiatan<span>&nbsp;</span></span><span>indoor<span>&nbsp;</span></span><span>itu barang-barang dekorasinya harus dicari lagi di luar, karena enggak tersedia di dalam GOR,&rdquo; pungkas Isa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya turut mengomentari soal kebersihan dan keamanan di area GOR 27. Ia menganggap bahwa seharusnya terdapat petugas kebersihan yang dapat membersihkan GOR secara rutin, karena selalu banyak dedaunan yang jatuh. Selain itu, ia juga menyayangkan jalanan yang berlubang dan tidak rata di area GOR, sebab banyak teman-temannya yang terjatuh di sana.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lalu, soal parkiran. &nbsp;Menurutku harus ada tempat yang dikhususkan untuk parkir dan ada pihak keamanan yang menjaganya. Soalnya, seringkali kendaraan di GOR ini parkirnya tidak beraturan, dan banyak yang kehilangan helm juga,&rdquo; tutup Isa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Jihan Safitri, wisudawati Gelombang III Unmul yang diwawancarai<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span></span><span>pada Rabu, (26/10). Ketika menghadiri wisuda di GOR 27 pada September lalu, dirinya menyebut fasilitas di gedung tersebut sudah lumayan baik, sebab di setiap tempat telah difasilitasi AC dan kipas angin embun.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lumayan terasa dingin juga, sih, menurut aku. Walaupun kadang terasa panas juga. Karena seenggaknya kita bisa bawa kipas angin portabel sendiri. Soalnya enggak ada tempat yang memungkinkan juga buat meletakkan banyak kipas di sana,&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu, Jihan tetap berharap agar di masa mendatang fasilitas GOR 27 September milik Unmul dapat diperbanyak. Utamanya mengenai pendingin ruangan seperti kipas angin embun.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena masalah utama di sana, kan, panas. Ventilasinya kecil dan jauh di atas gitu, kan,&rdquo; pungkasnya.<span>&nbsp;</span></span><i><b><span>(</span><span>vyl/ems/mar/nkh</span><span>)</span></b></i></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tambang Ilegal Melalui Legitimasi Hukum </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tambang-ilegal-melalui-legitimasi-hukum/baca </link>
<guid> tambang-ilegal-melalui-legitimasi-hukum </guid>
<pubDate> Mon, 07 Nov 2022 08:02:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lemahnya penegakan hukum tambang ilegal. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tambang-ilegal-melalui-legitimasi-hukum/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cx7CQCGD6Q.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tambang Ilegal Melalui Legitimasi Hukum</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Tambang ilegal menjadi salah satu<span>&nbsp;</span></span><span><em>problem</em></span><span>&nbsp;yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) terkhusus di Kota Samarinda. Permasalahan terkait dengan tambang ilegal selalu menjadi topik hangat yang kian menjadi keresahan bagi masyarakat.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini lantaran tidak adanya tindakan tegas terhadap pelaku tambang ilegal baik dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah. Ini yang kemudian menjadi salah satu faktor maraknya tambang ilegal di Kaltim.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari kondisi faktual di atas perlu digarisbawahi dampak dari tambang ilegal yaitu selain menimbulkan pencemaran dan kerusakan terhadap lingkungan, juga mengakibatkan kerugian hak orang lain yang diambil alih oleh pelaku tambang ilegal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada dasarnya tak bisa kita mungkiri, Kaltim memiliki sejuta kekayaan alam yang sangat besar nilainya sehingga hal ini kemudian menjadi salah satu pemicu kerakusan oknum untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain dampak dari pada tambang ilegal, ada persoalan dan pertanyaan yang kerap muncul dari kalangan masyarakat. Salah satunya, bagaimana upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menindak tambang ilegal yang ada di Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baru-baru ini kita dihadapkan dengan video viral di media sosial terkait oknum mantan polisi yang melakukan penyerahan sejumlah uang kepada beberapa atasan. Hal tersebut ditengarai dilakukannya guna melindungi dirinya dari aktivitas tambang ilegal yang dilakukan.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tentu hal ini sangat disayangkan dari seluruh kalangan. Sebab, sebagai aparat penegak hukum, tentunya harus melakukan penegakan hukum secara ideal sesuai dengan norma yang sudah ada. Namun, pada realita yang terjadi adalah sebaliknya sehingga dari hal tersebut tambang ilegal terjadi karena adanya legitimasi hukum terhadap tambang ilegal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sehingga bagaimanapun upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperjuangkan haknya atas terjadinya tambang ilegal menjadi sia-sia akibat tidak tegaknya hukum sesuai apa yang menjadi harapan hukum itu sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Inilah yang menjadikan ladang subur tambang ilegal apabila aparat penegak hukum dan pemerintah daerah melakukan tindakan penyimpangan ataupun menerima uang dari oknum-oknum yang tidak memiliki moral dalam melancarkan aktivitasnya. Hal ini pun telah menjadi realitas hari ini bahwa lemahnya penegakan hukum dan penindakan terhadap tambang ilegal akibat sogokan yang diterima.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menyikapi hal tersebut perlu adanya tindakan tegas terhadap oknum aparat penegak hukum ataupun pemerintah daerah yang melakukan permainan licik dengan tambang ilegal serta pemeriksaan terhadap oknum aparat penegak hukum dan pejabat pemerintah daerah untuk menghindari dan mencegah adanya tindakan menguntungkan diri sendiri ataupun penyimpangan atas jatabatan maupun kekuasaan yang dimiliki untuk melindungi pelaku tambang ilegal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari pernyataan di atas, lemahnya penegakan hukum dan penindakan terhadap tambang ilegal saat ini terjadi, kerap disebabkan unsur kesengajaan baik dari aparat penegakan hukum maupun pemerintah daerah karena adanya legitimasi hukum terhadap tambang ilegal.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini akan terus berkelanjutan apabila oknum aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah terus melakukan pekerjaan kotor dan bisnis gelap melalui kekuasaan yang dimiliki.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup perlu kita garis bawahi bahwa tidak ada kejahatan ataupun perbuatan penyimpangan yang tidak akan tercium bauhnya meskipun telah dibungkus dengan rapat dan rapi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagaimana yang terlihat dalam implementasi hukum yang cenderung tumpul ke atas tajam ke bawah. Hukum di Indonesia saat ini tak sepenuhnya dapat dikatakan baik-baik saja.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ditulis oleh Dede Wahyudi, Wakil Presiden BEM FH Unmul 2022.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pekan Ilmiah Tambang 4.0: Ajang Silaturahmi dan  Penggerak Miners Muda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/pekan-ilmiah-tambang-40-ajang-silaturahmi-dan-penggerak-miners-muda/baca </link>
<guid> pekan-ilmiah-tambang-40-ajang-silaturahmi-dan-penggerak-miners-muda </guid>
<pubDate> Mon, 07 Nov 2022 11:11:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan pekan ilmiah tambang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/pekan-ilmiah-tambang-40-ajang-silaturahmi-dan-penggerak-miners-muda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PnH0txqVOR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pekan Ilmiah Tambang 4.0: Ajang Silaturahmi dan  Penggerak Miners Muda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -</span><span>&nbsp;Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) kembali menggelar acara Pekan Ilmiah Tambang (PIT) 4.0, yang diagendakan setiap dua tahun sekali sejak 2014. Dari tahun ke tahun, agenda terdiri atas tiga lomba bidang tambang nasional, yaitu<span>&nbsp;</span></span><span><em>Mine Solution</em></span><span>,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Mine Science</em>&nbsp;<em>Competition</em></span><span>, dan<span>&nbsp;</span></span><span>&nbsp;<em>Coal Mineplan Design</em></span><span><em>.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada tahun ini agenda terlaksana selama lima hari, terhitung sejak 1 November hingga 5 November 2022. PIT 4.0 menjadi bukti nyata bahwa HMTP masih berkontribusi aktif mencari penggerak<span>&nbsp;</span></span><span><em>miners</em>-<em>miners</em></span><span>&nbsp;muda sebagai calon penerus pertambangan Indonesia.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c0a7dc010b7d393b048549f08852a238a1d463c4.jpeg" style="width: 324px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Dihubungi <em>Sketsa</em> pada Minggu (6/11), Rizky Sukirno selaku ketua panitia mengatakan, diadakannya PIK 4.0 bertujuan untuk merajut tali silaturahmi dengan banyak peserta dari berbagai Universitas tidak hanya Unmul, tapi juga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Kutai Kartanegara, dan Universitas Lambung Mangkurat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seminar Nasional &ldquo;Pengoptimalan Kinerja Mineplanner Agar Estimasi Tak Tumbang&rdquo; sukses menjadi pembuka PIT 4.0 di Gedung Hexagon Fakultas Teknik Unmul pada Selasa (1/11) lalu. Seminar tersebut menghadirkan pemateri Nanang Ali Santoso sebagai Mineplan Superintendent dan Eko B. Prasetyo sebagai Inspektur Tambang Ahli.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah dijalankannya berbagai rangkaian lomba, pada Sabtu (5/11) malam, PIT 4.0 mengumumkan juara dari masing-masing lomba sekaligus resmi menutup berakhirnya PIT 4.0 bertempat di gedung Diskominfo Samarinda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rizky berharap besar acara ini mampu menggemakan</span><span>&nbsp;S-1 Teknik Pertambangan Unmul agar lebih dikenal ataupun setara dengan universitas lainnya di luar sana. &ldquo;Semoga pada Pekan Ilmiah Tambang (PIK) selanjutnya lebih banyak (lagi) peserta yang membersamai acara ini agar tali silaturahmi kita (mahasiswa) selalu terjalin antar anak tambang seluruh Indonesia.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, <em>Sketsa</em> juga turut menghubungi salah satu peserta lomba PIT 4.0 dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu Muhammad Syafiqri Hilman Arvian. Arvian menyebut bahwa persiapan dan fasilitas dari panitia sudah sangat baik untuk peserta lainnya yang berasal dari luar Samarinda. Ia juga menilai lomba-lomba dan kegiatan lainnya di PIT 4.0 sangat bermanfaat untuk kebutuhan teknis mahasiswa Teknik Pertambangan di dunia kerja nantinya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga acara ini tetap dipertahankan atau bahkan ditambah bidang lombanya. Tidak hanya memberikan bekal, tapi tali ikatan persaudaraan yang dipererat antar mahasiswa Teknik Pertambangan se-Nusantara,&rdquo; harapnya pada Minggu (6/11).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya Arvian, peserta dari tuan rumah sendiri tak kalah antusias. Roland Fatar Fernados Sirait sebagai peserta dari Unmul mengaku senang. Baginya PIT 4.0 ini sebagai wadah untuk mengembangkan diri secara akademis dan menambah relasi dari universitas lain. Tak lupa dirinya berharap agar PIT selanjutnya digelar secara meriah dengan peserta yang semakin banyak bahkan hingga ke tingkat Internasional.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(fza/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Efisiensi Bimbingan Skripsi: Kebijakan Satu Dosen Pembimbing Diterapkan Beberapa Prodi di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/efisiensi-bimbingan-skripsi-kebijakan-satu-dosen-pembimbing-diterapkan-beberapa-prodi-di-unmul/baca </link>
<guid> efisiensi-bimbingan-skripsi-kebijakan-satu-dosen-pembimbing-diterapkan-beberapa-prodi-di-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 08 Nov 2022 11:44:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebijakan satu dosen pembimbing. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/efisiensi-bimbingan-skripsi-kebijakan-satu-dosen-pembimbing-diterapkan-beberapa-prodi-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Gr346bZkfV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Efisiensi Bimbingan Skripsi: Kebijakan Satu Dosen Pembimbing Diterapkan Beberapa Prodi di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;- Kebijakan satu dosen pembimbing dalam skripsi menjadi salah satu upaya efisiensi bagi mahasiswa. Itu tengah diterapkan oleh beberapa fakultas di Unmul. Seperti beberapa program studi (Prodi) di FISIP dan FIB, alih-alih banyak fakultas yang masih menerapkan dua dosen pembimbing.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Momok skripsi pada semester akhir, kerap menyebabkan mahasiswa memperpanjang waktu kelulusannya. Bahkan tidak jarang ada yang<span>&nbsp;</span></span><span>drop out</span><span>&nbsp;karena skripsi yang tidak terselesaikan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di antara kesulitan dalam pengambilan data, dan referensi yang kurang, proses bimbingan skripsi menjadi faktor kunci. Pasalnya relasi yang dibangun antara mahasiswa dan dosen pembimbing mengalami dinamika yang beragam dan penuh cerita.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;berkesempatan untuk mewawancarai Rina Juwita, selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) pada Selasa (18/10) lalu. Selain sebagai bentuk efisiensi proses bimbingan, Rina menyebut dibuatnya aturan ini juga dikarenakan kurangnya dosen tetap yang dimiliki oleh Prodi Ilkom.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Berdasarkan pengalaman sebelumnya sering kali Prodi harus menunjuk dosen luar Prodi yg kerap memiliki mazhab keilmuan yang berbeda. Sehingga terkadang tidak banyak membantu mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya sesuai<span>&nbsp;</span></span><span><em>timeline</em></span><span>&nbsp;yang seharusnya. Oleh sebab itulah mengapa satu pembimbing menjadi opsi.&quot;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Keputusan ini sudah diterapkan Prodi Ilkom sejak 2021 dan akan terus ditinjau setiap saat, agar dapat memberikan hasil positif sampai menemukan formula baru untuk mengatasi hambatan yang muncul dalam proses penyelesaian skripsi.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ihwal efektivitas penerapan satu dosen pembimbing untuk satu mahasiswa ini, kerap kali bersinggungan dengan perbedaan tugas antara pembimbing satu dan dua. Rina menjelaskan bahwa hal seperti itu jarang terjadi di Prodi yang ia nakhodai.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena keterbatasan jumlah dosen dan harus mengambil dari luar prodi, maka yang terjadi dosen luar prodi menyerahkan sepenuhnya dengan dosen prodi. Oleh sebab itu, kenapa tidak kita efisienkan saja sekalian,&quot; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dheandra Audya, salah satu mahasiswa Prodi Ilkom angkatan 2018 mengaku bahwa satu dosen pembimbing baginya lebih mempermudah proses bimbingan. Pertimbangannya tak jauh-jauh dari saran dan keputusan dari satu kepala akan lebih mudah diterima.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Sehingga tidak akan terlalu sulit, jika dosennya memang butuh A,<span>&nbsp;</span></span><span>ya</span><span>&nbsp;akan dikerjakan sesuai dengan yang beliau inginkan. Berdasarkan pandangan teman-teman juga jika ada dua dosen pembimbing itu tidak praktis, karena ada dua kepala yang berbeda isi yang harus disatukan,&quot; jelas Dheandra kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (19/10) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain Prodi Ilkom, Prodi Psikologi juga menetapkan kebijakan yang serupa. Namun, pada Prodi Psikologi diketahui berlaku untuk angkatan 2018. Hal ini guna penyelesaian skripsi angkatan 2018 lebih cepat. Itu turut disampaikan oleh Putri Yustisia sebagai salah satu mahasiswa Prodi Psikologi angkatan 2018.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Angkatan 2018 itu ada programnya sendiri yang bernama #2021LulusBareng dan tujuan Kaprodi &nbsp;membuat program ini adalah agar mahasiswa 2018 ini pelaksanaan skripsinya lebih cepat. Hal ini karena angkatan-angkatan atas saat ini masih banyak jadi angkatan 2018 dibuat satu pembimbing agar lebih memudahkan mahasiswa,&quot; kisahnya kepada<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (19/10) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Serupa dengan Dheandra, Putri melihat bahwa satu dosen pembimbing lebih efisien dibandingkan dengan memiliki dua dosen pembimbing. Sebab dengan adanya dua dosen pembimbing akan berpotensi terjadi perbedaan pendapat yang cukup menyulitkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Afiq Izzuddin, salah satu mahasiswa Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran angkatan 2018, justru lebih senang dengan adanya dua dosen pembimbing. Terlebih Fakultas Kedokteran hingga saat ini masih menerapkan kebijakan menggunakan dua pembimbing untuk satu mahasiswa. Afiq menilai akan mendapatkan perspektif yang berbeda dari kedua dosen.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi dari dosennya juga harus komunikatif, kalau dosennya komunikatif dan solutif, mau satu atau dua juga bakal sama-sama enak,&quot; kuncinya pada Senin (17/10/22). <b><i>(</i><i><span>rvn/wuu/ani/khn</span><span>)</span></i></b></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Balada Tugu Telur Pecah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/balada-tugu-telur-pecah/baca </link>
<guid> balada-tugu-telur-pecah </guid>
<pubDate> Wed, 09 Nov 2022 07:21:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi mahasiswa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/balada-tugu-telur-pecah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Floa0ZvSOO.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Balada Tugu Telur Pecah</h1>
			              </header>
			              <p><span><span>aku hanya ingin menyebarkan peristiwa</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>tak punya rupa, selalu menderita</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>walau demikian hanya berjalan sementara</span></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><span><span>tak ada berita, sedikit cerita</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>berjumpa nestapa, berkeliling ria</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>aku lelah mengitari tugu telur pecah</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>penuh sesal, menggendong sejuta kisah</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>berkejaran berburu gorengan</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>bertemu jalan sengkawit, berhadapan sejuta rintangan</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>mengenang perjalanan dalam sempitnya kota</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>menyusun amarah tanpa jeda</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>sekian lama termangu, telur itu menetas</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>kubawa rindu ini dengan bias</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>perlahan, nyawaku telah terkuras</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>setelah melihat manis berseri, bersinarnya putri lemlai suri</span></span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Ditulis oleh <span>Cahaya Daffa, mahasiswa <strong><em>Sastra Indonesia,&nbsp;</em></strong>&nbsp;</span>Fakultas Ilmu Budaya 2020<br><br></em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Partisipasi Unmul dalam Peksiminas 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-unmul-dalam-peksiminas-2022/baca </link>
<guid> partisipasi-unmul-dalam-peksiminas-2022 </guid>
<pubDate> Fri, 11 Nov 2022 10:32:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persiapan Unmul dalam Peksiminas 2022. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-unmul-dalam-peksiminas-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sv2IulSzqd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Partisipasi Unmul dalam Peksiminas 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span></span><span>- Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVI tahun 2022 telah berlangsung di Malang, Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) pada 24 hingga 28 Oktober 2022. Unmul turut mengirim sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas seperti FIB dan FISIP mewakili Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Diadakan tiap dua tahun sekali, Peksiminas merupakan wadah bagi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas dan kemampuan praktis mahasiswa dalam bidang seni, baik seni suara, seni pertunjukan, seni sastra, maupun seni rupa. Bertemakan &ldquo;Penguatan Karakter Kebangsaan Melalui Pengembangan Potensi Minat Bakat dalam Bidang Seni dan Budaya Mahasiswa&rdquo;, Peksiminas tahun ini memperlombakan 15 lomba.<span>&nbsp;<span>Dalam menjejal prestasi, tentu partisipasi Unmul dan fasilitas yang ditawarkan kepada mahasiswa jadi sorotan. Lantas, bagaimana pengalaman mereka?</span></span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Persiapan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nur Halimah Mahasiswa Sastra Indonesia 2019 merupakan peserta tungkai lomba penulisan lakon asal FIB Unmul. Ditemui awak <em>Sketsa</em> pada Kamis (3/11), ia menceritakan persiapannya ketika mengikuti perlombaan ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketertarikannya pada penulisan lakon sudah muncul sejak awal ia masuk ke fakultas pencetak sarjana sastra itu. Hal tersebut juga merupakan menjadi alasan Halimah menjadi bagian dari UKM Teater Mahibe di FIB. Baginya keikutsertaannya pada UKM teater berperan dalam persiapannya mengikuti<span>&nbsp;</span></span><span>Peksiminas tahun ini.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari segi teknis kita harus memperhitungkan juga, mulai dari lampu musik terus properti, untuk persiapannya itu, untungnya aku sudah belajar di teater,&quot; bebernya.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada sisi lain, Aura Syifa Putri Dinova, mahasiswi Hubungan Internasional 2020, mengaku telah melakukan persiapan dengan matang dalam mengikuti lomba menyanyi. Itu mengingat adanya tanggung jawab besar dalam membawa nama Unmul dan Kaltim dalam kompetisi yang diikuti seluruh provinsi ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk persiapannya sendiri banyak sekali, mulai dari berlatih nyanyi, lalu menyiapkan pakaian yang akan saya kenakan pada hari h perlombaan, menjaga makan, menjaga kesehatan, mungkin kurang lebih seperti itu persiapannya,&quot; kisahnya pada Sabtu &nbsp;(5/11).</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Kendala dan Tantangan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berlangsungnya kompetisi tak luput dari kendala-kendala yang dialami peserta. Halimah menceritakan kendala yang ia alami berkaitan dengan fasilitas yang didapatkan dari Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama perlombaan, Unmul memberikan fasilitas berupa hotel, tiket pesawat, konsumsi, dan transportasi. Halimah mengeluhkan fasilitas pendampingan yang kerap kali lambat dan tampak minim persiapan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Cuma konsumsinya itu sering lambat, terus transportasi itu bukan yang langsung disediakan ada mobilnya atau ada busnya dari fasilitas transportasi, jadi ya kami itu masing-masing pesan Maxim.&rdquo;<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Halim, Syifa mengungkapkan fasilitas yang ia terima sudah cukup baik. Kendala yang dialami selama perlombaan kerap datang dari dirinya sendiri. Ia &nbsp;sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;itu bikin saya <em>stress</em> banget karna kalo batuk sama pilek lama ya sembuh,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>Ia cukup puas dengan fasilitas pendampingan yang diberikan oleh Unmul. Pasalnya setiap peserta difasilitasi satu pendamping selama kompetisi berlangsung. Namun, baginya fasilitas pendampingan dan persiapan bisa ditingkatkan lagi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Persiapan yang dilakukan Unmul dan Kaltim kurang bila dibandingkan provinsi lain. Padahal dukungan berbagai bentuk dinilai menjadi pemicu maksimalnya partisipasi mahasiswa dalam agenda nasional seperti Peksiminas ini. &quot;K</span>alau saran saya ya dipersiapkan dari jauh-jauh hari,&rdquo; kunci Halim. <em><strong>(tha/kya/uas)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mubes Sketsa X: Estafet Perjuangan Dimulai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-sketsa-x-estafet-perjuangan-dimulai/baca </link>
<guid> mubes-sketsa-x-estafet-perjuangan-dimulai </guid>
<pubDate> Mon, 14 Nov 2022 11:16:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penetapan BPI Sketsa periode 2022/2023. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-sketsa-x-estafet-perjuangan-dimulai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tRe1XEKrpm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mubes Sketsa X: Estafet Perjuangan Dimulai</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -<span>&nbsp;</span></span><span>Memasuki akhir tahun 2022,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar ke sepuluh (Mubes X) pada Sabtu (12/11). Setelah dua tahun sebelumnya terlaksana secara<span>&nbsp;</span></span><span>daring penuh</span><span>, tahun ini Mubes terlaksana secara<span>&nbsp;</span></span><span><em>hybrid</em>:</span><span>&nbsp;luring dan juga daring.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ihwal memberi kesempatan bagi peserta Mubes yang yang berhalangan hadir secara tatap muka, panitia kemudian mantap memilih MAN 2 Samarinda dan ruang virtual Zoom Meeting sebagai tempat penyelenggaraan. Acara yang berlangsung dari pagi hingga malam hari itu turut dihadiri oleh jajaran pengurus, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), dan juga alumni.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pada pukul 09.15 Wita, Mubes resmi dibuka oleh Ana Monika Guinet sebagai pewara, dilanjut pembacaan doa yang dipimpin oleh Muhammad Adil Alparizi, juga sambutan Ketua Umum LPM Sketsa periode 2021/2022, Muhammad Razil Fauzan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masuk ke rangkaian kegiatan Mubes yang pertama, pembahasan tata tertib Mubes oleh presidium sementara. Rhaudatul Fitri, Khansa Yumna Abiyyu, dan Atirah Keimas didapuk sebagai presidium tetap atas kesepakatan forum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Agenda selanjutnya adalah pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) program kerja selama satu tahun oleh Badan Pengurus Inti (BPI), kemudian pembahasan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dan diakhiri dengan sidang pleno terakhir yaitu pemilihan BPI periode 2022/2023. Meski tak memakan waktu beberapa hari, satu hari penuh itu dibanjiri saran juga apresiasi dari MPO dan alumni yang masih turut memantau kepengurusan Awak <em>Sketsa</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Khoirun Nisa, nama yang terpilih untuk maju menggantikan Ketua Umum setelah melewati berbagai pertimbangan yang telah disepakati bersama. Disusul oleh Shania Lutfiah sebagai Sekretaris Umum yang dirasa akan memiliki kontribusi yang baik dalam menyandang peran tersebut. Ada pula Sari Dewi Handayani yang diamanahkan menjadi pilar di balik alur keuangan LPM Sketsa Unmul didapuk menjadi Bendahara. Adapun Ketua Redaksi yang dipercayakan kepada Nindiani Kharimah dan Siti Rahmi sebagai BPI terakhir menduduki posisi Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penetapan pengurus baru kali ini sangat sengit, karena nama-nama di atas telah melalui proses diskusi yang panjang dan dengan penuh pertimbangan. Namun, setelah penantian panjang akhirnya satu persatu dari mereka menemukan jalan keluar dan memberanikan diri memegang amanah untuk meneruskan LPM <em>Sketsa</em> Unmul.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tiga tahun terakhir, LPM <em>Sketsa</em> masih terus berupaya tetap berjalan sebagai media pers kampus, meski dengan berbagai halangan. Selama dua tahun, LPM <em>Sketsa</em> berhasil menjalankan roda kepengurusannya secara daring akibat Covid-19.<span>&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemudian satu tahun terakhir,<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mengalami proses transisi dari daring menjadi masa new normal. Perlahan-lahan kekeluargaan dan kehangatan di dalam internal<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;semakin terjalin kembali. Mubes kali ini merupakan awal yang baru untuk menghangatkan kembali<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;sebagai rumah bagi para anggotanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mendekati penghujung acara, seluruh BPI baru menyampaikan sepatah dua patah kata atas tanggung jawab baru yang diembannya. Tak lupa pula pesan terima kasih yang begitu besar dan harapan-harapan luar biasa disampaikan kepada seluruh bagian dari<span>&nbsp;</span></span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;yang telah bersama-sama mengembangkan LPM Sketsa Unmul sampai dengan saat ini.<span>&nbsp;</span></span><span><em><strong>(fza/mfh/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Teknik Pertambangan Unmul Sabet Juara 1 Kompetisi Study Case Partam Unsri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-teknik-pertambangan-unmul-sabet-juara-1-kompetisi-study-case-partam-unsri/baca </link>
<guid> mahasiswa-teknik-pertambangan-unmul-sabet-juara-1-kompetisi-study-case-partam-unsri </guid>
<pubDate> Wed, 16 Nov 2022 08:25:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teknik Pertambangan Unmul raih podium pertama pada kompetisi Study Case Partam Unsri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-teknik-pertambangan-unmul-sabet-juara-1-kompetisi-study-case-partam-unsri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8ceOUkDtFz.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Teknik Pertambangan Unmul Sabet Juara 1 Kompetisi Study Case Partam Unsri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Sabtu (12/11) lalu, Unmul sukses meraih prestasi dalam skala nasional, pada agenda Parade Tambang (Partam) yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya (Unsri). Wajah Unmul dalam kompetisi tersebut diwakili oleh Irvan Erika Pangestu, Reza Ferdyan, dan Pranajiwa. Ketiganya berasal dari Prodi Teknik Pertambangan 2019.</p><p style="text-align: justify;">Pada rangkaian lomba tersebut, tim Lakantine dari Unmul menyabet gelar juara satu untuk <em>Study Case Competition</em>, berhadapan dengan delegasi Universitas Sriwijaya serta UPN Veteran Yogyakarta di babak <em>grand</em>&nbsp;<em>final</em>.</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> kemudian menghubungi Reza Ferdyan, Senin (14/11) lalu. Meski, ia dan rekan satu timnya pernah memperoleh mata kuliah serupa di bangku perkuliahan, dirinya tak menampik waktu pengerjaan yang tak lebih dari lima hari merupakan sebuah tantangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan lombanya itu kan, sudah pernah kita pelajari juga di mata kuliah-mata kuliah, hanya saja studi kasus yang diberikan itu lebih <em>advance</em>,&rdquo; kisahnya saat dihubungi melalui sambungan Whatsapp.</p><p style="text-align: justify;">Sedari awal, Reza dan rekannya tak menetapkan target tertentu. Hal ini diakuinya akibat melihat pesaing dalam kompetisi tersebut beberapa berasal dari kampus ternama di Pulau Jawa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, di situ kita <em>nothing to lose</em> aja jadi kerjakan sebisa kita, sebaik mungkin. Eh ternyata, di tanggal 4 November pagi di jam sembilan itu dapat pengumuman dari panitia kalau Unmul masuk tiga besar.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Reza mengungkap bahwa Prodi tempatnya bernaung turut andil dalam memberi dukungan selama persiapan perlombaan, baik secara materi hingga bimbingan dari para dosen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya menyoal hambatan, Reza membeberkan bahwa tak ada kendala berarti yang mereka alami. Hanya saja, akomodasi keberangkatan harus mereka tanggung terlebih dahulu akibat terbatasnya waktu mengurus administrasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, kendala tersebut masih bisa diatasi. Sebutnya, Wakil Rektor bidang kemahasiswaan turut janjikan sejumlah dana untuk penggantian biaya selama perlombaan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Usai sukses mengamankan podium pertama, Reza mengaku dirinya belum memiliki rencana mengikuti perlombaan serupa dalam waktu dekat. Hal ini mengingat posisinya telah menginjak semester akhir, sehingga penelitian tugas akhir bakal menjadi prioritas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk ikut lomba-lomba lagi, kemungkinan belum ada kepikiran sih. Kalau situasi dan kondisinya memungkinkan, kemungkinan di tahun depan kita akan ikut lomba,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> turut berkesempatan mewawancarai Revia Oktaviani, Kepala Prodi Teknik Pertambangan. Dirinya menuturkan bahwa seluruh dosen di Prodi Teknik Pertambangan senantiasa mendukung dan membimbing mahasiswa yang berpartisipasi dalam perlombaan. Bimbingan yang diberikan menyesuaikan dengan kompetensi dari masing-masing dosen. Salah satu metode latihan yang diterapkan berupa simulasi presentasi di depan mentor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contohnya kemarin saat mereka lomba. Dengan kemampuan mereka menampilkan animasi saat presentasi, menjadi nilai tambah bagi dewan juri, karena kebetulan kelompok lain tidak melakukannya. Materi yang mereka presentasikan ternyata belum pernah dipelajari oleh peserta dari universitas lain. Sementara di Unmul, (materi itu) sudah diajarkan kepada mereka,&rdquo; terang Revia melalui pesan teks Whatsapp pada Selasa (15/11).</p><p style="text-align: justify;">Di perbincangan dengan Awak&nbsp;<em>Sketsa&nbsp;</em>kali itu, Revia mengucapkan selamat atas keberhasilan Tim Lakantine mengharumkan nama kampus dan jurusan mereka. Di akhir, Revia berpesan agar mahasiswanya tak takut untuk berproses.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan berpuas sampai di sini! Teruslah bangkit dan maju sampai kalian mendapatkan apa yang kalian sebut sebagai kesuksesan. Jangan takut jatuh, jangan takut kecewa, karena itu bagian dari proses,&rdquo; tutupnya mantap. <em style=""><strong>(nkh/dre/nop)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FISIP 2022, Calon Tunggal Melawan Kertas Kosong </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2022-calon-tunggal-melawan-kertas-kosong/baca </link>
<guid> pemira-fisip-2022-calon-tunggal-melawan-kertas-kosong </guid>
<pubDate> Mon, 21 Nov 2022 04:52:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FISIP 2022 hanya diwakili oleh calon tunggal. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2022-calon-tunggal-melawan-kertas-kosong/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ePNCflWRyG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FISIP 2022, Calon Tunggal Melawan Kertas Kosong</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong>&nbsp;</span><span>&mdash; Mendekati akhir tahun, pemilihan raya (Pemira) di berbagai fakultas mulai bergulir. Pelaksanaan pesta demokrasi ini pun telah bergulir di kampus FISIP. Namun, ada yang berbeda dengan Pemira FISIP tahun ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Perebutan gelar Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP tak akan berjalan dengan sengit layaknya Pemira di tahun-tahun sebelumnya. Sebab kali ini, Pemira FISIP 2022 diwakili oleh calon tunggal. Pasangan tersebut ialah Slamet Riyadi dan M. Ilham Maulana. Tak adanya lawan membuat keduanya disebut-sebut akan melawan kertas kosong saat pemungutan suara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian menghubungi Amilia Muslyah, salah satu anggota Badan Pekerja Pemilihan Raya (BPPR) FISIP. Diwawancarai secara daring melalui Whatsapp, mahasiswi yang akrab disapa Ale itu mengungkap pelaksanaan Pemira tahun ini akan terselenggara secara&nbsp;</span><span><em>hybrid</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pemilihan bisa dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;melalui&nbsp;</span><span><em>website</em></span><span>. Namun, kita juga akan mendirikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi teman-teman atau mahasiswa FISIP. Untuk teman-teman yang kebingungan (melakukan pemilihan secara<em>&nbsp;</em></span><span><em>online</em></span><span>) nanti bisa datang ke TPS langsung,&rdquo; terang mahasiswi dari prodi Ilmu Komunikasi 2021 itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Ale menerangkan pihaknya secara konsisten terus menyosialisasikan tata cara pemungutan suara agar tidak ada mahasiswa yang golput saat Pemira berlangsung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi untuk teman-teman yang mengakses&nbsp;</span><span><em>website</em></span><span>-nya di rumah atau di manapun itu, nanti akan mengirimkan bukti&nbsp;</span><span><em>screenshot</em></span><span>-nya. Kemudian untuk teman-teman yang melaksanakan pemilihan secara&nbsp;</span><span><em>offline</em></span><span>&nbsp;di kampus, nanti akan diproses kembali oleh panitia, apakah teman-teman ini sudah memilih atau belum.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya membahas teknis pelaksanaan Pemira, Ale turut menyinggung agenda uji publik yang telah diselenggarakan pada Sabtu (19/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rendahnya antusiasme di Pemira kali ini memaksa pihaknya mengubah agenda yang semula berupa debat antar Paslon menjadi uji publik. Agenda uji publik sendiri bertujuan untuk mengenalkan visi dan misi dari Paslon serta dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan panelis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Esensi dari uji publik ini adalah agar teman-teman bisa menilai apakah Paslon ini layak atau tidak. Audiens bisa menilainya dari jawaban Paslon tersebut,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut mewawancarai Mutiara Oktavia Damara selaku Ketua BPPR FISIP. Kurangnya antusiasme di Pemira tahun ini bahkan dikonfirmasi oleh mahasiswi dari Prodi Administrasi Bisnis 2021 tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beragam upaya telah dikerahkan oleh panitia dan juga Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), seperti melakukan sosialisasi ke berbagai lembaga yang ada di FISIP hingga memperpanjang masa pendaftaran. Meski demikian, upaya tersebut nampaknya belum berhasil menggaet minat mahasiswa untuk mencalonkan diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teman-teman panitia dan DPM sudah berusaha maksimal dengan melakukan&nbsp;</span><span><em>follow-up</em></span><span>&nbsp;kepada tiap-tiap lembaga di FISIP. Pada kenyataannya, di masa pendaftaran gelombang ketiga pun calon pendaftar mengembalikan formulir ketika mendekati waktu penutupan di posko pendaftaran,&rdquo; keluh mahasiswi yang akrab disapa Mute itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum diketahui secara pasti apa penyebab utama dari kurangnya antusiasme di Pemira FISIP tahun ini. Mute meyakini, transisi dari perkuliahan daring menjadi luring adalah salah satu faktor apatisme mahasiswa dalam berorganisasi, sebab sudah terbiasa melakukan kegiatan secara daring selama dua tahun terakhir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua BPPR FISIP itu turut menilai bahwa adanya program Kampus Merdeka yang diadakan oleh Kemdikbud juga menjadi alasan di balik minimnya antusias di Pemira kali ini. Menurutnya, mahasiswa belakangan ini lebih tertarik mengikuti program tersebut ketimbang bergabung dalam organisasi kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini diterbitkan, BPPR belum mendapati nama mahasiswa yang berniat mencalonkan diri sebagai anggota DPM. Meskipun di awal terdapat dua pendaftar, salah satu dari pendaftar akhirnya gagal pada tahap verifikasi. Sedangkan pendaftar lainnya tidak mengembalikan formulir ke posko pendaftaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ihwal minimnya antusias pendaftar pada Pemira tahun ini, hal tersebut tak lantas menjadi hambatan. Menilik pada Ketetapan (TAP) Pemira, walaupun calon pendaftar pada akhirnya dinyatakan gugur, Pemira masih dapat berjalan selama terdapat mahasiswa yang sudah mengikuti pendaftaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nantinya, calon tunggal Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP Unmul periode 2022/2023 akan melawan kertas kosong di Pemira tahun ini. Mute berharap agar kejadian seperti ini tak kembali terulang pada tahun selanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga pemimpin yang terpilih nanti bisa membangkitkan semangat berorganisasi dan dapat mewadahi mereka untuk belajar,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span><span><em><strong>(dre/ani/ems)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FMIPA 2022: Paslon 1 Puncaki Perolehan Suara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fmipa-2022-paslon-1-puncaki-perolehan-suara/baca </link>
<guid> pemira-fmipa-2022-paslon-1-puncaki-perolehan-suara </guid>
<pubDate> Fri, 25 Nov 2022 09:07:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Paslon Muhammad Arjunada Al Asad dan Andi Khafifah Dwi Rachmat kantongi suara terbanyak pada Pemira FMIPA. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fmipa-2022-paslon-1-puncaki-perolehan-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fh17YpXVfI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FMIPA 2022: Paslon 1 Puncaki Perolehan Suara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Menyusul semarak pemilihan raya (Pemira) di seluruh fakultas, FMIPA tuntas laksanakan pemungutan suara pada Jumat (18/11). Pasangan calon (Paslon) nomor urut satu unggul dengan total perolehan mencapai 274 suara dan 4 suara hangus.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tak ada kendala berarti yang dialami oleh Awang Romy selaku Ketua Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) FMIPA saat Awak <em>Sketsa</em> berbincang dengannya melalui pesan Whatsapp, Selasa (22/11) lalu. Bebernya, proses pemungutan suara kali ini berjalan tanpa hambatan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Usai pulih dari kondisi pandemi, Pemira kali ini dilaksanakan secara luring. Berdasarkan pantauan Awak <em>Sketsa,&nbsp;</em>antusiasme mahasiswa dalam menggunakan hak suara cukup tinggi. Ihwal ini terlihat dari total suara yang diterima mencapai 581 surat suara.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Peningkatan jumlah Paslon juga terjadi. Tercatat, tiga Paslon mantap mengajukan diri untuk berlaga di Pemira FMIPA 2022. Uniknya, ketiga Paslon tersebut masing-masing mewakili enam Prodi yang tersebar di FMIPA.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">S</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ebagai Ketua Umum DPM FMIPA 2022, mahasiswa yang kerap disapa Romy ini membagikan harapannya terhadap kepemimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Harapnya kepemimpinan anyar mampu mendengar dan memahami keluh kesah mahasiswa FMIPA.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Saya juga berharap BEM FMIPA dapat membantu mengembangkan minat dan bakat mahasiswa FMIPA Unmul terhadap kegiatan-kegiatan yang bersifat akademik maupun non akademik.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Muhammad Arjunada Al Asad dan Andi Khafifah Dwi Rachmat yang unggul dalam perolehan suara berkesempatan berbagi kisahnya pada Awak <em>Sketsa</em>, Kamis (23/11) kemarin. Meski sempat terkendala waktu ketika proses verifikasi berkas, hal tersebut berhasil keduanya lewati dengan baik.</span></p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, keduanya mantap mengusung visi dan misi untuk menciptakan wadah kolaboratif yang profesional dan fungsional, serta menjadi sarana pengembangan bakat mahasiswa terutama kreativitas yang inovatif dan kritis di bidang sains dan teknologi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbagai program kerja telah mereka rancang sedemikian rupa untuk setahun ke depan. Salah satu yang menjadi unggulan ialah kegiatan musyawarah nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ILMMIPA) yang beberapa waktu lalu menetapkan Unmul sebagai tuan rumah.</p><p style="text-align: justify;">Program kerja lain yang tak kalah menarik ialah Scientist Event yang berisi perlombaan hingga seminar nasional bertemakan sains. Ada pula Open Forum sebagai wadah diskusi dan menyerap aspirasi mahasiswa serta Mulawarman Talent Festival yang akan menghimpun peserta dari seluruh mahasiswa Unmul untuk mengikuti beberapa perlombaan seni.</p><p>Menyoal evaluasi di kepemimpinan tahun lalu, Afifah yang sebelumnya dipercaya sebagai wakil bendahara di BEM FMIPA tak memiliki banyak catatan. Namun, ia tak mengelak persoalan sumber daya manusia perlu memperoleh perhatian khusus, terlebih kondisi transisi pasca pandemi turut jadi tantangan tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin (evaluasi) dari kepemimpinan sebelumnya itu karena transisi <em>online</em> ke <em>offline</em> jadi agak ribet di sumber daya manusianya kali ya. Karena kan orang-orang enggak tahu yang ini siapa, yang ini siapa, jadi jarang ketemu, terus pas <em>offline</em> itu nggak tau orang-orangnya, jadi ya lebih ke sumber daya manusianya,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tak hanya Romy, baik Juna dan Afifah pun turut menyampaikan harapan mereka terhadap kepengurusan BEM FMIPA periode yang akan mereka pimpin nantinya. Keduanya sama-sama berharap agar berbagai program kerja yang mereka usung dapat berjalan sesuai harapan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;Kalau dari saya semoga aja FMIPA-nya bisa lebih solid lagi dari masing-masing prodinya biar proker-proker kita bisa jalan dengan lancar, sukses, harapan saya itu aja,&rdquo; ucap &nbsp;Juna. <em><strong>(fnz/tha/nop)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyelisik Persiapan Unmul Menuju Akreditasi Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyelisik-persiapan-unmul-menuju-akreditasi-internasional/baca </link>
<guid> menyelisik-persiapan-unmul-menuju-akreditasi-internasional </guid>
<pubDate> Sat, 26 Nov 2022 04:11:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul gelar Workshop Persiapan Akreditasi Internasional yang diikuti oleh 51 program studi (Prodi) S1. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyelisik-persiapan-unmul-menuju-akreditasi-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NJIHSagmHb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyelisik Persiapan Unmul Menuju Akreditasi Internasional</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &ndash;</span><strong>&nbsp;</strong>Pada 13 hingga 16 November lalu, Unmul gelar Workshop Persiapan Akreditasi Internasional yang dihadiri oleh 51 program studi (Prodi). Ihwal ini bersumber untuk memenuhi poin 8 dari Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi pendidikan tinggi yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akhir 2020 lalu tentang program studi berstandar internasional.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menilik lebih jauh,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>kemudian menghubungi&nbsp;</span><span>Bohari Yusuf, Wakil Rektor bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas pada Rabu (23/11) lalu. Bebernya, persiapan akreditasi internasional akan dikembalikan pada masing-masing Prodi. Hal ini lantaran dokumen dan fasilitas yang dipersiapkan berbeda dan perlu dilakukan penyesuaian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aturan internasional harus dipenuhi. Untuk itu Workshop memastikan semua Kaprodi kalau mau internasional begini,&nbsp;</span><span><em>lo</em></span><span>, caranya. Memang mahal dan sulit. Tapi itu harus, karena itu adalah target dari yang dicanangkan oleh menteri.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setiap universitas harus punya minimal lima persen Prodi internasional setiap tahunnya. Sekarang kita masih nol,&rdquo; imbuhnya melalui sambungan telepon Whatsapp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Total Prodi S1 yang berjumlah 60, mengharuskan Unmul sekurang-kurangnya memiliki tiga Prodi berakreditasi internasional. Unmul mengawali jejak tersebut lewat Prodi Pendidikan Fisika dan Pendidikan Biologi FKIP pada September lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua Prodi tersebut telah divisitasi oleh lembaga akreditasi internasional dari Jerman, Akkreditierungsagentur f&uuml;r Studieng&auml;nge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maju tidaknya prodi itu tergantung dari Prodinya, dosennya, mahasiswanya, dan perangkat yang ada di dalamnya. Kemarin kita sudah menyampaikan seperti ini&nbsp;</span><span><em>lo</em></span><span>&nbsp;cara-caranya, silakan masing-masing (menyesuaikan). Mudah-mudahan yang sudah siap ya bisa segera&nbsp;</span><span><em>apply</em>&nbsp;</span><span>karena setahun sampai dua tahun itu baru bisa visitasi,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu yang turut menghadiri agenda ini ialah Prodi S1 Ilmu Komunikasi.<em>&nbsp;</em></span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>kemudian menghubungi Rina Juwita selaku koordinator Prodi (Koprodi) pada Selasa (22/11) lalu. Tuturnya, pertemuan tersebut berhasil menambah referensinya dalam membuat kebijakan proses belajar mengajar di kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dari pembicaraan kami (para Koprodi) selama&nbsp;</span><span>workshop</span><span>, sih, ini akan menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar dan memerlukan banyak sumber daya.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Meski setelah agenda tersebut belum ada langkah lanjutan yang diambil FISIP, Rina berharap ada target yang berhasil tercapai di beberapa tahun ke depan. &ldquo;Setidaknya beberapa tahun ke depan minimal 20 persen Prodi di Unmul mendapat akreditasi internasional, selain dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM),&rdquo; kuncinya. <strong>(<em>mar/cal/ems</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menang Lawan Kotak Kosong, Sayyid-Dewi Siap Bawa BEM FKM 2023 Menuju Lebih Baik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menang-lawan-kotak-kosong-sayyid-dewi-siap-bawa-bem-fkm-2023-menuju-lebih-baik/baca </link>
<guid> menang-lawan-kotak-kosong-sayyid-dewi-siap-bawa-bem-fkm-2023-menuju-lebih-baik </guid>
<pubDate> Mon, 28 Nov 2022 12:19:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sayyid-Dewi siap nakhodai BEM FKM 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menang-lawan-kotak-kosong-sayyid-dewi-siap-bawa-bem-fkm-2023-menuju-lebih-baik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LuLOVvkF7c.png" />
					</figure>
			                <h1>Menang Lawan Kotak Kosong, Sayyid-Dewi Siap Bawa BEM FKM 2023 Menuju Lebih Baik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>-<strong>&nbsp;</strong>Pemira Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) telah usai dijalankan. Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sayyid Muhammad Taqie dan Dewi Masithah terpilih dalam pemilihan suara melawan kotak kosong setelah melewati masa uji publik. Meski hanya dengan calon tunggal, Pemira FKM tahun ini berhasil terlaksana sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengaku tak alami kendala yang berarti, Rifky Irlika Akbar selaku Ketua DPM FKM Unmul mengapresiasi seluruh panitia yang telah bekerja keras melaksanakan Pemira FKM yang berlangsung sejak Oktober lalu. Hingga puncak pemilihan raya pada pemungutan suara yang dilaksanakan secara luring pada Senin (21/11) lalu, setelah dua tahun terakhir berlangsung daring.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada yang berbeda, Rifky menyebut tidak menggunakan kertas dalam pemungutan suara kali ini. Melainkan menggunakan sistem&nbsp;</span><span><em>e-vote</em></span><span>&nbsp;dengan perangkat yang telah disediakan. &ldquo;Meskipun menggunakan&nbsp;</span><span><em>e-vote</em></span><span>, kami tetap menjaga kerahasiaan pemilih dengan segala aturan yang telah ditetapkan oleh Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) dan Panitia Pengawas (Panwas).&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>Selasa (22/11) lalu, Rifky turut berharap pasangan terpilih dapat membuat BEM FKM menjadi lebih baik lagi dari kepengurusan sebelumnya dan dikuatkan dalam menakhodai organisasi mahasiswa dalam bidang eksekutif itu. Catat Rafly, komunikasi dan hubungan kerjasama antar lembaga dalam lingkungan FKM maupun di luar lingkungan FKM penting untuk dijaga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>turut menghubungi Gubernur terpilih Sayyid Muhammad Taqie pada Rabu (23/11). Baginya, menyamakan persepsi dengan pihak fakultas menjadi evaluasi paling utama. Nantinya itu akan berdampak pada dukungan pihak kampus terhadap berbagai program juga keterlibatan dosen sebagai pembimbing program.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berangkat dari sana, Sayyid telah menyusun perbaikan yang diperlukan melalui visi misi yang ia bawa. Bersama Dewi, Sayyid siap mewujudkan BEM FKM Unmul sebagai inisiator, agen perubahan serta penjaga dalam menyukseskan FKM terbaik di Regional Tengah II Indonesia. Dengan mantap mereka membawa empat program unggulan di antaranya Baraya Mirroring, Kursi (dukungan prestasi), SKIN (</span><span><em>Skill for individual &nbsp;Action</em></span><span>), dan RKPM (Relawan Kesehatan Peduli Masyarakat).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Program yang kami susun sebelumnya telah kami konsultasikan ke beberapa pihak, seperti kemahasiswaan untuk kemungkinan terjadinya. Namun, untuk maksimal atau tidaknya telah kami antisipasi dengan menentukan&nbsp;</span><span><em>goal&nbsp;</em></span><span>minimal masing-masing sebuah program,&rdquo; ungkapnya mantap.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>ahn/khn/ems</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengintip Masa Depan Unmul Lewat Kacamata Abdunnur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengintip-masa-depan-unmul-lewat-kacamata-abdunnur/baca </link>
<guid> mengintip-masa-depan-unmul-lewat-kacamata-abdunnur </guid>
<pubDate> Tue, 29 Nov 2022 14:26:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menggali Pikiran Abdunnur Sebagai Rektor </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengintip-masa-depan-unmul-lewat-kacamata-abdunnur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0eonCtmt1m.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengintip Masa Depan Unmul Lewat Kacamata Abdunnur</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Usai delapan tahun Masjaya menjabat, estafet kepemimpinan Unmul akhirnya dilanjutkan kepada Abdunnur. Dengan ini, Unmul akan dinakhodai olehnya selama empat tahun ke depan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Abdunnur berbagi kisahnya dengan awak <em>Sketsa</em> tentang sederet program kerja yang ia susun dan bagaimana dirinya menanggapi sejumlah isu terkini yang ada di Unmul. Berikut wawancara khusus <em>Sketsa</em><em>&nbsp;</em>dengan Abdunnur pada Selasa (22/11) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apa yang menjadi pertimbangan hingga akhirnya memutuskan menjadi rektor?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya, menjadi rektor bukan sebuah pencapaian bagi saya. Tetapi merupakan kontribusi untuk memajukan Unmul. Menjabat selama dua periode sebagai wakil rektor serta menjabat sebagai Dekan FPIK merupakan proses pembelajaran</span><span>&nbsp;</span><span>hidup</span><span>&nbsp;</span><span>bagi saya. Dalam dua periode menjadi wakil rektor, tentu banyak hal-hal yang sudah kita bangun bersama rektor sebelumnya. Sehingga, tentu saya punya tanggung jawab dari periode sebelumnya. Yang belum optimal harus kita maksimalkan untuk kemajuan Unmul</span><span>.&nbsp;</span><span>Hal-hal yang mungkin menjadi kendala tentunya juga harus segera kita evaluasi. Dorongan dari beberapa pihak civitas academica, termasuk &nbsp;dorongan dari Rektor sebelumnya, para wakil rektor, dan beberapa dukungan senat akhirnya memotivasi saya untuk maju mencalonkan diri menjadi Rektor Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apa saja hal yang menjadi evaluasi dari kepemimpinan sebelumnya dan akan diperbaiki di periode ini?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebetulnya secara&nbsp;</span><span><em>leadership</em></span><span>, kepemimpinan rektor sebelumnya cukup baik. Akan tetapi, ada beberapa program yang belum terlaksana dengan optimal. Misalnya, dalam proses perencanaan penganggaran yang belum tersinkronisasi pada seluruh visi misi rektor. Semua&nbsp;</span><span><em>output</em></span><span>&nbsp;yang diharapkan di dalam pagu yang diberikan pada unit kerja, mestinya ada otoritas apa yang mau kita capai sesuai dengan kontrak kinerja rektor dengan kementerian. Baik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun karena kita merupakan Badan Layanan Umum (BLU) yang memiliki kontrak kerja dengan PK-BLU. Sehingga hal inilah yang belum maksimal dan ingin kita capai dari kontrak kinerja rektor dengan kedua kementerian tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong style="">Isu Unmul akan bertransformasi menjadi PTN BH terus bergulir, apakah hal ini menjadi prioritas?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) sendiri sebetulnya adalah sebuah peningkatan status level pengelolaan sebuah pendidikan tinggi atau tingkat universitas. Sebelumnya, level universitas dimulai dari level 1, lalu ke biasa, kemudian menjadi BLU&ndash;yang sudah kita dapatkan&ndash;dan kemudian menuju ke PTN BH&mdash;yang tentunya menjadi prioritas kita saat ini. Sebetulnya, dalam visi-misi calon rektor, saya lah yang membuat program Unmul menuju PTN BH. Setelah terpilih, kita sudah mulai membentuk tim PTN BH Unmul berdasarkan prioritas dari kementerian. Unmul mendapatkan prioritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Kelembagaan sebagai satu dari lima universitas yang diprioritaskan pada tahun 2023. Namun, ketika diproses melalui evaluasi analisis data PTN-BH, syarat skoringnya itu harus mencapai 300. Awalnya, kondisi kita baru mencapai angka 68. Tetapi, setelah saya bentuk tim untuk PTN BH,&nbsp;</span><span><em>alhamdulillah</em></span><span>, sesuai dengan target. Akhir Oktober kemarin, sudah tercapai skor 332, dan sekarang kita ada pada tahap pendampingan dari kementerian untuk proses menuju PTN BH.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apa kelebihan dan kekurangan setelah Unmul menjadi PTN BH nanti?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini permasalahannya ada di dalam sistem perencanaan penganggaran. Selama ini dengan BLU kita masih di dalam kebijakan penganggaran melalui kementerian, baik Kementerian Pendidikan Kebudayaan maupun Kementerian Keuangan. Karena kita BLU, secara teknis melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP). Setelah PTN BH tercapai, kita bisa membuat standar pembiayaan sendiri dan tentu dalam persetujuan penganggaran tidak perlu melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Nanti yang namanya PTN BH tentu seperti BUMN, ya, atau perusahaan yang memang menentukan anggaran secara mandiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebetulnya pemerintah mengarahkan semua PTN itu ke PTN BH, dalam langkah bagaimana universitas mampu mengelola secara mandiri, termasuk sumber pembiayaan atau sumber pendanaan. Benefit keduanya adalah dalam formasi sumber daya manusia, yaitu dosen maupun pegawai. Kita bisa menetapkan dan memutuskan untuk mengangkat sesuai kebutuhan. Tidak perlu menunggu formasi (PNS) dari pemerintahan melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Jadi sesuai dengan analisis kebutuhan pegawai untuk tenaga kerja maupun tenaga kependidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Terkait visi misi yang ingin menjadikan Unmul menjadi salah satu universitas internasional. Apakah ada rencana untuk membuka kelas internasional di Unmul?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itu bukan saja rencana, melainkan sebuah misi kita. Jadi selama ini di dalam Indeks Kinerja Utama (IKU), salah satu&nbsp;</span><span><em>benchmark</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang belum kita penuhi adalah&nbsp;</span><span><em>international student</em></span><span>. Untuk menuju&nbsp;</span><span><em>world class university</em></span><span>, persyaratannya adalah adanya&nbsp;</span><span><em>international student</em></span><span>&nbsp;serta program studi yang internasional. Jadi langkah awal yang dilakukan ialah menggaet &nbsp;mahasiswa dari luar Indonesia dengan status mahasiswa internasional untuk mengenyam pendidikan di Unmul. Mengenai hal ini, kita akan mempersiapkan Prodi-prodi yang&nbsp;</span><span><em>advance</em></span><span>&nbsp;untuk dapat menerima mahasiswa dari luar, salah satunya adalah program studi Kehutanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentunya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan program studi melalui fakultas, seperti sistem penerimaan dan fasilitas, misalnya asrama bagi mahasiswa dari luar sehingga mereka berminat untuk melanjutkan studi di Universitas Mulawarman. Ini tidak menutup kemungkinan untuk semua prodi yang ada di Unmul. Ada 92 program studi yang nanti akan saya berikan target kepada semua pimpinan unit kerja fakultas maupun direktur pasca, agar mampu dan berusaha menerima mahasiswa internasional &nbsp;pada prodi yang ada di fakultasnya masing-masing.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain menggaet mahasiswa internasional, Unmul juga berencana untuk membuka kelas internasional. Walaupun tidak ada mahasiswa internasionalnya, diharapkan fakultas mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan standar internasional, termasuk di dalam bahasa pengantar proses belajar mengajar. Misalnya menggunakan&nbsp;</span><span><em>English engine</em></span><span>&nbsp;dan sebagainya. Selanjutnya, untuk menuju&nbsp;</span><span><em>world class university</em></span><span>, tentu kita juga melakukan kolaborasi dalam pengajaran antar universitas, khususnya di luar negeri. Kerja sama itu berupa&nbsp;</span><span><em>student exchange</em>&nbsp;</span><span>(pertukaran pelajar), di mana mahasiswa kita belajar di universitas luar dan mahasiswa dari universitas luar belajar di Unmul. Hal ini juga berlaku pada dosen Unmul mengenai kolaborasi&nbsp;</span><span><em>teaching</em></span><span><em>&nbsp;</em>itu. Mereka bisa mengajar di luar dan yang dari luar mengajar di sini. Jadi kita harus banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan atau&nbsp;</span><span><em>event</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang memang bekerja sama secara internasional antar universitas. Dari kolaborasi itu kita memulai untuk maju menjadi&nbsp;</span><span><em>world class university</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan karena waktunya sangat memungkinkan. Makanya harus direncanakan bagaimana pembiayaannya bagi mahasiswa internasional yang harus masuk ke Unmul. Kemudian, kita harus fasilitasi, baik secara&nbsp;</span><span><em>living cost</em></span><span>-nya,&nbsp;</span><span><em>tuition fee</em></span><span>-nya, atau melalui kerja sama antar negara, pemerintah, dan antar universitas. Bisa melalui&nbsp;</span><span><em>double degree</em></span><span>&nbsp;dan sebagainya. Intinya, Unmul nanti akan membangun suasana akademik yang internasional. Termasuk di dalam bahasa. Mungkin nanti ada <em>English Day</em> misalnya di hari Jumat atau Senin, di mana setiap orang baik mahasiswa, pegawai, maupun dosen harus berbahasa Inggris selama satu hari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kembali ke ranah lokal, bagaimana tentang visi Anda terkait studi lokal seperti bahasa dan kebudayaan? Sebab kita tahu, Unmul merupakan universitas paling besar di Kalimantan Timur?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau untuk penguatan&nbsp;</span><span><em>local wisdom</em></span><span>&nbsp;atau kearifan lokal tentu tetap kita jaga, dan itu juga melalui program studi yang memang mempelajari mengenai kebudayaan lokal. Melalui Fakultas Ilmu Budaya maupun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, terkait dengan bahasa dan sastra, khususnya untuk bahasa-bahasa daerah. Saya pikir, penguasaan atau penguatan bahasa daerah harus selalu digunakan, misalnya dalam&nbsp;</span><span><em>event</em></span><span><em>&nbsp;</em>tertentu di mana kita bisa menyisipkan bahasa daerah, baik dalam bentuk narasi maupun bentuk&nbsp;</span><span><em>tagline</em></span><span>. Contohnya adalah olah budaya untuk kita bersama, bekerja keras, bekerja cerdas,&nbsp;</span><span><em>bring and build in together</em>,</span><span>&nbsp;seperti itu. Di dalam&nbsp;</span><span><em>event-event</em></span><span>&nbsp;tertentu, melalui program studi tertentu yang ada di FIB dan FKIP, kita melakukan seminar terkait bagaimana mempertahankan dan menguatkan bahasa daerah serta kearifan lokal lainnya. Namun, bukan berarti dalam setiap&nbsp;</span><span><em>event</em></span><span>&nbsp;kita mesti berbahasa daerah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, tentu kita tidak lupa juga bahwa Unmul mempertimbangkan sumber daya lokal yaitu anak-anak daerah, agar memiliki kesempatan untuk mendapat pendidikan tinggi di Universitas Mulawarman. Kita akan memberikan sebuah kesempatan tertentu berdasarkan sebuah kebijakan agar mereka bisa belajar di Unmul. Untuk itu, Unmul akan menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten kota. Kerja sama ini tak hanya terbatas pada bidang pendidikan saja, namun juga mengenai pembiayaan dan lain sebagainya. Dengan adanya kerja sama yang terjalin, tentunya membuat SDM di Unmul menjadi berkualitas sehingga mampu mewujudkan SDM di Kaltim yang kuat dan berdaulat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Dalam penyelenggaraanya, beberapa unit pelaksana teknis yang ada di Unmul dianggap belum secara maksimal dalam mendistribusikan informasi. Apakah ke depan akan ada upaya evaluasi?</strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Of course</em></span><span>, tadi saya bilang bahwa dalam prioritasnya tentu kita akan mengevaluasi semua unit kerja yang belum optimal. Nanti, di awal tahun setelah Wakil Rektor dalam kabinet saya terbentuk secara keseluruhan, kita akan evaluasi semua program unit kerja termasuk unit layanan terpadu. Unit layanan terpadu ini merupakan bagian dari formasi birokrasi sistem layanan menjadi sistem satu pintu. Nah, semua sistem pada bagian layanan masing-masing harus mendukung unit layanan terpadu ini karena belum tersinkronisasi dengan baik. Hal ini membuat semua informasi yang ada belum terkomunikasikan atau tersosialisasikan dengan baik. Kemudian, yang menjadikan pelayanan itu belum optimal ialah SDM karena sistem integrasinya yang belum menyeluruh, sehingga wajar bila kadang-kadang kita memiliki unit layanan terpadu pada universitas, meskipun tak semuanya. Saat ini, kita semua tersinkron dengan unit layanan yang tidak hanya dengan universitas, akademik, keuangan, perencanaan, atau kemahasiswaan, tetapi juga terkoneksi pada seluruh unit kerja fakultas. Jadi jika semisal ingin mengurus KRS, cukup urus ke unit layanan terpadu saja, tanpa perlu ke fakultas. Nah, ini pelan-pelan kita secara paralel akan membangun baik sarana pelaksanaannya, sistemnya, maupun keterpaduan dalam sinkronisasi dan mengintegrasikan seluruh layanan terpadu yang ada di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Belakangan, fasilitas yang ada di Unmul kerap menjadi sorotan publik. Seperti aspal di sekitar GOR 27 September yang rusak hingga gedung <em>Student Center&nbsp;</em>yang terbengkalai. Bagaimana tanggapan anda?</strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya kita ingin membangun sarana prasarana di Unmul secara keseluruhan yang terintegrasi dan nyaman sehingga mahasiswa dapat melakukan proses belajar mengajar, misalnya perpustakaan</span><span>. Pertama, kita ingin membangun&nbsp;</span><span><em>digital library</em></span><span>. Di sana bukan hanya berfungsi sebagai perpustakaan saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai area belajar dan juga area&nbsp;</span><span><em>amenity</em></span><span><em>&nbsp;</em>lainnya. Kemudian, terkait jalanan di sekitar GOR yang rusak, sebenarnya bukan karena adanya keterbatasan, melainkan karena adanya prioritas lain sehingga kami harus mendahulukan tuntutan lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, terkait dengan <em>Student Center</em>, ini kembali ke tugas dan fungsi, apakah ini menjadi tugas Wakil Rektor (WR) 3 di kepala kemahasiswaan atau kepala bagian rumah tangga. Perencanaan pengelolaan dan pemanfaatan kemarin masih melalui WR III. Sementara pada saat permasalahan terjadi, justru yang menyelesaikan adalah di bawah umum, sehingga ke depan tentu WR III tidak bisa sendiri dalam mengomunikasikan penggunaan <em>Student Center</em>. Kita harus transparan, bahwa<em>&nbsp;Student Center</em> benar-benar digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan atau tidak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jadi, diperlukan sinergitas untuk menjaga sarana dan prasarana yang sudah ada. Nantinya, akan dilakukan pula evaluasi dalam sarana penunjang kegiatan UKM.&nbsp;</span><span>Semua aset akan dikelola oleh universitas, namun kita tentunya turut memprioritaskan penggunaan dan pemanfaatan untuk kegiatan kemahasiswaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Isu kekerasan seksual menjadi isu hangat dua tahun ke belakang di Unmul, karena muncul tidak hanya di satu fakultas dan pelakunya yang beragam. Apa yang akan Bapak lakukan mengenai isu ini?</strong></span></p><p style="text-align: justify;">Satgas PPKS sudah kita bentuk. Tentu ini menjadi sebuah wadah bagi seluruh civitas academica untuk melaporkan jika terjadi indikasi kekerasan atau pelecehan seksual. Satgas PPKS akan bertugas untuk mengevaluasi, menginvestigasi, maupun menindaklanjuti kasus kekerasan atau pelecehan seksual. Terdapat dua hal penting, yaitu bagaimana cara untuk menjaga psikologis korban serta bagaimana menyelesaikan permasalahannya. Selain itu, mahasiswa juga harus berani menyampaikan aspirasi atau menyuarakan kasus kekerasan dan pelecehan seksual, jangan ragu-ragu.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;"><em>(lav/wsd/zas/dre)</em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Majelis Hakim Tidak Progresif Memahami Legal Standing Penggugat dalam Gugatan Pembekuan LPM Lintas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/majelis-hakim-tidak-progresif-memahami-legal-standing-penggugat-dalam-gugatan-pembekuan-lpm-lintas/baca </link>
<guid> majelis-hakim-tidak-progresif-memahami-legal-standing-penggugat-dalam-gugatan-pembekuan-lpm-lintas </guid>
<pubDate> Wed, 30 Nov 2022 07:14:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengadilan Tata Usaha Negara Ambon menolak gugatan LPM Lintas IAIN Ambon. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/majelis-hakim-tidak-progresif-memahami-legal-standing-penggugat-dalam-gugatan-pembekuan-lpm-lintas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hy5blLL6NP.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Majelis Hakim Tidak Progresif Memahami Legal Standing Penggugat dalam Gugatan Pembekuan LPM Lintas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon memaparkan putusan Nomor 23/G/2022/PTUN.ABN yang menolak permohonan penundaan pelaksanaan objek sengketa yang dimohonkan para penggugat, terkait Keputusan Rektor IAIN Ambon Nomor 92 Tahun 2022 tentang Pembekuan Lembaga Pers Mahasiswa Lintas IAIN Ambon tertanggal 17 Maret 2022.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun yang menjadi pertimbangan hukum dalam putusan tersebut, para penggugat tidak memiliki kedudukan hukum (<em>legal standing</em>) untuk mengajukan gugatan. Majelis hakim mendapatkan fakta hukum bahwa masa kepengurusan LPM Lintas adalah satu tahun sebagaimana terdapat dalam bukti Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga atau AD ART LPM Lintas. Sehingga hakim berkesimpulan, masa kepengurusan para penggugat sebagai pengurus LPM Lintas IAIN Ambon berakhir pada 16 Maret 2022.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut bertentangan dengan fakta hukum dan bukti-bukti yang diajukan para pihak. Surat Keputusan (SK) yang dimaksud tak ada satu keterangan tanggal dan bulan dalam konsideran mengenai masa kepengurusan. Hakim hanya berkesimpulan SK tersebut merujuk pada tanggal pengesahan, sehingga menurut kuasa hukum para penggugat, hakim tidak melihat secara global permasalahan yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Hakim juga menilai bahwa berakhirnya masa kepengurusan para penggugat pada 16 Maret 2022, maka tidak ada lagi hubungan hukum atau hubungan kausal langsung antara penggugat dengan LPM Lintas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menimbang bahwa, berdasarkan fakta-fakta hukum dan doktrin sebagaimana yang telah diuraikan dalam pertimbangan hukum di atas, majelis hakim menilai bahwa dengan berakhirnya masa kepengurusan para penggugat pada tanggal 16 Maret 2022, maka tidak ada lagi hubungan hukum atau hubungan kausal langsung antara para penggugat dengan LPM Lintas IAIN Ambon,&quot; bunyi putusan yang diterbitkan pada Senin (28/11).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Alasan penggugat tidak memiliki hubungan hukum dengan LPM Lintas IAIN Ambon, maka majelis hakim menilai tidak ada kerugian yang diderita para penggugat atas terbitnya SK pembekuan yang menjadi objek sengketa. Kuasa hukum LPM Lintas menilai, putusan majelis hakim tidak mencermati isi SK yang menjadi objek gugatan, dan majelis hakim menilai isi substansi tersebut secara tidak langsung dengan mengatakan &ldquo;tidak ada kerugian yang diderita&rdquo;. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam bagian menimbang pada SK Pembekuan, &ldquo;Bahwa untuk menerbitkan peran dan fungsi kepengurusan Lembaga Pers Mahasiswa Lintas IAIN Ambon serta telah berakhirnya masa kepengurusan periode Tahun 2021/2022, perlu dibekukan&rdquo;. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 angka 9 UU PTUN, yang menyebutkan:&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang berisi tindakan hukum tata usaha negara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkret, individual, dan final, yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata&rdquo;. Padahal, dalam bagian menimbang SK, tidak menyebutkan secara tertulis masa kepengurusan berakhir di tanggal 16 Maret 2022.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Majelis hakim juga tidak membaca AD ART LPM Lintas secara keseluruhan mengenai masa kepengurusan LPM Lintas. Masa kepengurusan LPM Lintas ialah satu tahun, namun hakim tidak membaca di bagian pasal mengenai Permusyawaratan dalam AD ART, yang menyebutkan bahwa pembubaran LPM Lintas hanya dilakukan melalui Musyawarah Akbar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Begitu juga masa kepengurusan tidak secara otomatis terhitung berakhir satu tahun, sesuai tanggal diterbitkan surat keputusan masa kepengurusan, tapi harus melalui Musyawarah Akbar, yang berakhir dengan terpilihnya pengurus baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam musyawarah tersebut, dipilih pengurus baru dan anggota pengurus, setelah itu disahkan melalui surat keputusan. Sehingga pergantian pengurus tidak ditentukan pihak kampus, melainkan melalui musyawarah di dalam internal LPM Lintas. Musyawarah memilih pengurus baru sudah diatur dalam AD ART.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika kampus menunjuk pengurus baru secara sepihak dan menjadi dasar pembekuan Lintas, jelas SK itu bermasalah. Di situlah lemahnya SK Rektor Nomor 92 yang menjadi objek gugatan. Sehingga alasan Lintas harus ditutup karena masa kepengurusan telah lewat satu hari tidak bisa dibenarkan. Kelemahan isi surat pembekuan ini tidak dilihat majelis hakim secara cermat sebelum memutuskan menolak gugatan para penggugat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, jika SK itu cacat karena menabrak AD ART pers mahasiswa Lintas, bagaimana mungkin majelis hakim mengabulkan eksepsi tergugat yang mengatakan para penggugat tidak memiliki legal standing sebagai penggugat sehingga permohonan penundaan SK pembekuan LPM Lintas ditolak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">SK yang diteken Rektor IAIN Ambon Zainal Abidin Rahawarin ini juga berdampak kepada sembilan anggota Lintas dilaporkan ke Kepolisian Daerah Maluku dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui tangan Gilman Pary, Fungsional Analisis Kepegawaian Ahli Madya IAIN Ambon pada 18 Maret 2022. Pada 11 dan 15 Mei lalu, sembilan penggiat Lintas menerima surat panggilan klarifikasi dari Polda Maluku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Efek lain dari SK Rektor Nomor 92 yang diterbitkan setelah tiga hari majalah Lintas edisi &ldquo;IAIN Ambon Rawan Pelecehan&rdquo; beredar, menjadi legitimasi bagi pejabat kampus terus melakukan upaya intimidasi dan ancaman terhadap studi Pemimpin Redaksi Lintas serta penahanan ijazah alumni Lintas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maka objek sengketa yang diperkarakan di PTUN Ambon bukan saja bertujuan mengembalikan Lintas sebagai tempat belajar dan mengasah kreativitas, melainkan upaya memperjuangkan nasib mahasiswa yang studinya dicekal, serta hak-hak korban kekerasan seksual yang suaranya tidak pernah di dengar di IAIN Ambon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh LBH Pers (0821-4688-8873)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FH 2022: Dari Calon Tunggal hingga Evaluasi Kepemimpinan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fh-2022-dari-calon-tunggal-hingga-evaluasi-kepemimpinan/baca </link>
<guid> pemira-fh-2022-dari-calon-tunggal-hingga-evaluasi-kepemimpinan </guid>
<pubDate> Thu, 01 Dec 2022 08:17:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden BEM FH 2023 kantongi sejumlah evaluasi kepemimpinan periode sebelumnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fh-2022-dari-calon-tunggal-hingga-evaluasi-kepemimpinan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ow4MNiayhA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FH 2022: Dari Calon Tunggal hingga Evaluasi Kepemimpinan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKET</strong><strong>SA -</strong> Serupa dengan FISIP dan FKM, Pemira FH tahun ini hanya diwakili oleh calon tunggal. Rahmat Fatur Rahman, Ketua Badan Pekerja Pemilihan Raya (BPPR) FH menyebut bahwa kurangnya kesiapan mahasiswa dalam melanjutkan roda kepemimpinan menjadi salah satu penyebab minimnya antusiasme di Pemira kali ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ungkap Rahman, mulanya terdapat dua Paslon yang mengambil formulir pendaftaran. Namun, hal tersebut berakhir hanya satu Paslon yang kemudian dinyatakan lolos pada tahap verifikasi berkas. Sebab Paslon lainnya tak kunjung mengembalikan formulir hingga tenggat pengumpulan berkas berakhir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbagai upaya telah dikerahkan agar Pemira tahun ini tak hanya diwakili oleh calon tunggal dan kertas kosong. Di antaranya adalah dengan memperpanjang masa pendaftaran hingga melakukan negosiasi dengan Paslon yang mengalami kendala dalam menyiapkan berkas. Kendati demikian, upaya tersebut rupanya belum mampu mengatasi problematika yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beber Rahmat, kendala yang dihadapi selama pelaksanaan Pemira masih berkutat pada persoalan manajemen waktu mahasiswa di tengah jadwal perkuliahan. Ihwal ini pula yang menyebabkan pihaknya terkendala dalam memasifkan informasi terkait Pemira. Lebih lanjut, dirinya tidak menganggap hal tersebut sebagai sebuah kendala berarti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seluruh panitia telah melaksanakan mekanismenya dengan baik. Media dan penyebaran informasi telah dilakukan dengan berbagai macam cara untuk menanggulangi kendala yang terjadi,&rdquo; ujar mahasiswa Prodi Ilmu Hukum itu ketika diwawancarai secara daring melalui WhatsApp pada Senin (28/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>turut menyinggung agenda uji publik yang telah terselenggara pada Kamis (24/11) lalu. Terangnya, agenda tersebut bertujuan untuk memperkenalkan visi dan misi Paslon serta calon anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Selama uji publik berlangsung, para audiens dipersilakan untuk mengajukan pertanyaan dan argumen kepada masing-masing Paslon.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Uji publik bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesiapan dan tanggung jawab dari Paslon BEM dan calon anggota DPM dalam menjalankan tugasnya ketika menjabat kelak,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>juga berkesempatan untuk mewawancarai Puput Cahyani, calon Presiden BEM FH periode 2023 pada Selasa (29/11) lalu. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>ia turut memaparkan visi dan misi serta program kerja yang ia tawarkan, salah satunya adalah sistem pengkaderan dan pelatihan untuk menunjang prestasi akademik dan non akademik. Nantinya, pelatihan tersebut akan dikembangkan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas yang ada di FH.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal hal yang perlu dievalusi di kepemimpinan sebelumnya, Puput menyoroti program pengkaderan yang belum berjalan sebagaimana mestinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Banyak hal yang harus dievaluasi dari kepemimpinan sebelumnya, karena memang kami merasa banyak program kerja yang seharusnya dibuat pelatihan, baik yang menunjang akademik maupun non akademik itu tidak terlaksana. Belum lagi bicara administrasi yang tidak berjalan sesuai dengan prosedur,&rdquo; keluh Puput.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia turut menanggapi persoalan terkait dirinya yang menjadi calon tunggal. Menurutnya, keterwakilan calon tunggal dalam Pemira kali ini merupakan bentuk kritik dan evaluasi terhadap kegagalan BEM dan DPM FH dalam sistem kaderisasi.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski terkendala dalam proses kaderisasi, Puput tak menampik bahwa pelaksanaan pesta demokrasi di FH tahun ini diiringi rasa antusias. &ldquo;Bisa dikatakan Pemira tahun ini cukup antusias karena dalam waktu tiga minggu, kuota calon Presiden BEM dan anggota DPM terpenuhi,&rdquo; kuncinya. <em style="font-weight: bold; background-color: transparent;">(dre/ani/ems)</em></p><p style="text-align: justify;"><em><span style="background-color: transparent;">Catatan Redaksi: Terdapat kesalahan isi berita dari yang sebelumnya Pemira FH tahun ini hanya diwakili oleh calon tunggal yang akan melawan kertas kosong menjadi Pemira FH tahun ini hanya diwakili oleh calon tunggal. Redaksi LPM Sketsa Unmul memohon</span><span style="font-weight: bold; background-color: transparent;">&nbsp;</span></em><span style="background-color: transparent;"><em>maaf atas kekeliruan ini.</em></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FPIK 2022, Faqih-Umra Muncul Sebagai Wajah Baru BEM FPIK </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-2022-faqih-umra-muncul-sebagai-wajah-baru-bem-fpik/baca </link>
<guid> pemira-fpik-2022-faqih-umra-muncul-sebagai-wajah-baru-bem-fpik </guid>
<pubDate> Thu, 01 Dec 2022 08:26:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemilihan luring setelah 2 tahun, Faqih-Umra ungguli Pemira FPIK 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fpik-2022-faqih-umra-muncul-sebagai-wajah-baru-bem-fpik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HmsuBe09c3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FPIK 2022, Faqih-Umra Muncul Sebagai Wajah Baru BEM FPIK</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah dua tahun melewati masa pandemi, tahun ini Pemira FPIK kembali dilaksanakan secara luring. Meski begitu, hal ini turut menjadi tantangan bagi para panitia dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan<span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Paslon nomor urut 1, Faqih dan Umra kantongi 285 suara. Ihwal ini menjadikan keduanya terpilih melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di BEM FPIK Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, pada Minggu (23/11) melalui WhatsApp, Muhammad Asman selaku Ketua BPPR FPIK mengaku puas atas antusiasme dari mahasiswa FPIK yang berpartisipasi menggunakan hak suaranya dalam pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alhamdulilah keseluruhan suara mahasiswa yang berpartisipasi dalam pemilihan FPIK kali ini sebanyak 598 suara yang ada di dalam kotak surat suara,&rdquo; ucap Asman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya mengucapkan selamat kepada Paslon terpilih, Asman juga berharap agar mereka mampu membawa FPIK menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Abdullah Faqih selaku Paslon terpilih membagikan kisahnya kepada <em>Sketsa.&nbsp;</em>Abdullah yang kerap aktif berorganisasi di lingkup fakultas hingga universitas ini tak ragu untuk mencalonkan diri. Lebih lanjut, langkah awalnya kali ini sebagai proses memperbaiki kepemimpinan di periode sebelumnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di situ juga kami membawa karya yang baru untuk Fakultas Perikanan, untuk pengkaryaan sendiri, yang mana kita lihat prestasi dari fakultas yang agak sedikit berkurang. Nah, di situ yang kami ingin mendorong narasi-narasi besarnya. Ada problematika yang menurut kami masih belum tepat sasaran dan masih belum bisa menjawab permasalahan di FPIK,&rdquo; urai Faqih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua BEM FPIK periode 2023 itu bahkan turut mengisahkan bagaimana ia akhirnya mantap menggaet Umra sebagai pasangannya pada pesta demokrasi FPIK tahun ini. Tuturnya, ia mesti jeli menilik sosok di sekitar dirinya yang memiliki visi misi serupa dirinya seturut dengan kapabilitas yang menyertai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Faqih dan Umra memiliki visi untuk mewujudkan FPIK yang penuh dengan karya. Bagi mereka, karya-karya itu merepresentasikan warna. Keduanya mengakui bahwa visi misi mereka berdasarkan referensi dari sebuah akronim di mana, pertama menguatkan internal di lembaga, kedua adalah pengabdian, ketiga yaitu advokasi, dan keempat berfokus pada &nbsp;pengembagan dan riset.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk <em>goals</em> kita yang pertama, kita ini harus bisa mewadahi teman-teman kita yang punya potensi besar dalam hal <em>skill</em> akademik maupun non akademik, bisa mewadahi teman-teman dalam mengembangkan minat dan bakatnya. Kemudian yang kedua bisa mencetak mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi di bidang yang diminati, itu goals yang kedua. Dan yang ketiga, kita bisa mengawal isu-isu perikanan yang strategis isu-isu yang mana orang perikanan mengangkat isu itu, itu untuk goals kita dalam satu tahun ke depan. Mungkin itu yang akan menjadi pokok utama kita untuk kami realisasikan.&quot; <strong><em><span>(</span><span>jla/</span><span>sya/dre</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Refleksi Perjuangan Perempuan, Savrinadeya Adakan Diskusi Mirabal Bersaudara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/refleksi-perjuangan-perempuan-savrinadeya-adakan-diskusi-mirabal-bersaudara/baca </link>
<guid> refleksi-perjuangan-perempuan-savrinadeya-adakan-diskusi-mirabal-bersaudara </guid>
<pubDate> Sat, 03 Dec 2022 09:40:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berangkat dari peringatan Hari Internasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Savrinadeya Support Group mengadakan diskusi kecil. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/refleksi-perjuangan-perempuan-savrinadeya-adakan-diskusi-mirabal-bersaudara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z2NdFP9Rws.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Refleksi Perjuangan Perempuan, Savrinadeya Adakan Diskusi Mirabal Bersaudara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Pada 17 Desember 1999, Majelis Umum PBB menetapkan 25 November sebagai Hari Internasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Tanggal itu sendiri terpilih sebagai penghormatan terhadap Patria Marcedez Mirabal, Minerva Mirabal dan Maria Teresa Mirabal yang dikenal sebagai Mirabal Bersaudara yang dibunuh pada 25 November 1960 atas perlawanannya terhadap diktator Republik Dominika saat itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berpijak dari sana, Savrinadeya Support Group yang merupakan sebuah wadah yang mempunyai fokus salah satunya mengenai kekerasan terhadap perempuan, mengadakan diskusi di kecil di Hanei, sebuah kedai kopi di Jl. Pramuka yang berdekatan dengan Universitas Mulawarman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi diisi oleh Anwar Ibrahim Triyoga, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman sebagai pemantik dan Davynalia Pratiwi dari Savrinadeya Support Group selaku moderator.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anwar kemudian menjabarkan beberapa teori feminisme yang juga menjadi bahan ajarnya di kampus, mulai dari feminisme sosialis, feminisme liberal, feminisme&nbsp;</span><span><em>post-modern</em></span><span>, dan beberapa pemikiran feminisme lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lulusan Filsafat UGM ini juga mencoba meluruskan kesalahan persepsi mengenai ekofeminisme, di mana yang dimaksud dengan ekofeminisme adalah aliran feminis yang berfokus kepada dampak kerusakan alam terhadap perempuan. &ldquo;Bukan kepercayaan alam sebagai ibu,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Esty, salah satu peserta diskusi memberikan tanggapan dengan memberikan komparasi masalah perempuan di Barat dengan masalah perempuan di Indonesia. &ldquo;Kalau di Barat itu masalah sosial politik, kalau di Indonesia itu masalah budaya dan tradisi,&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Al merupakan peserta diskusi lain, membenarkan pernyataan Esty dengan berkaca kepada Kartini, salah satu perempuan yang memperjuangkan emansipasi Indonesia melawan budaya Jawa yang sangat kental akan patriarki pada saat itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga mencoba mengaitkan antara Mirabal Bersaudara yang melawan kediktatoran dengan Kartini yang melawan feodalisme Jawa. &ldquo;Mereka bukan hanya memperjuangkan perempuan,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nawal, koordinator Savrinadeya mencoba menelusuri ke belakang bagaimana gelombang feminisme muncul yang baginya merupakan reaksi atas keberadaan kapitalisme dan revolusi industri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu kesimpulan dalam forum itu adalah bahwa diskursus feminisme dan kesetaraan gender harus ditelaah lebih jauh dimana akar masalahnya bukan hanya budaya patriarki, namun lebih utama lagi adalah penindasan yang terstruktur dan sistematis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press release ditulis oleh Muhammad Al Fatih, anggota dari Savrinadeya Support Group.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Potret Kalimantan dan Cinta yang Tragis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/potret-kalimantan-dan-cinta-yang-tragis/baca </link>
<guid> potret-kalimantan-dan-cinta-yang-tragis </guid>
<pubDate> Mon, 05 Dec 2022 08:25:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi "Cinta" yang ditulis oleh Yasir Dayak dalam perspektif Esty Pratiwi Lubarman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/potret-kalimantan-dan-cinta-yang-tragis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IDlNI7grMU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Potret Kalimantan dan Cinta yang Tragis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Reaksi kebencian diubah dalam permainan diksi dan gaya bahasa yang sentimentil di dalam puisi. Pada puisi, situasi dibuat elastis untuk mendapatkan kekayaan makna. Objek menjadi sasaran untuk membuatnya tersudutkan atas segala emosi yang dituliskan oleh penyair. Objek dibuat anonim untuk mengulik substansi dan mengenali keadaan atau realitas yang akan dibawakan.</span></p><p style="text-align: justify;">Sastra dibuktikan sebagai catatan kesaksian atau serangkaian peristiwa yang terjadi. Sebagai serangkaian peristiwa, boleh jadi ia mengungkapkan hakikat di balik peristiwa dengan cara tersirat atau tersurat. Rekaman situasi sosial diungkapkan dengan cara puitisnya untuk menyampaikan semangat zaman atau bahkan luka sejarah yang terjadi di suatu masa tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Puisi &ldquo;Cinta&rdquo; adalah karya Muhammad Yasir atau yang sering dikenal sebagai Yasir Dayak, yakni seorang penulis asal Kalimantan Tengah. Di dalam puisinya, Yasir memperlihatkan bahwa penyair tidak hanya duduk berpangku tangan dan diam memandangi segala bentuk yang menimpa masyarakatnya. Ia tidak melupakan tanggung jawabnya, melainkan justru memberikan penyadaran kepada masyarakat pembaca.</p><p style="text-align: justify;">Potret Kalimantan yang tragis. Penyair seolah mengetahui bagaimana bertindak menyalurkan aspirasi dan kemarahan masyarakatnya. Melalui puisinya pula ia menyampaikan fakta sosial untuk dikonsumsi secara jernih oleh pikiran dan hati. Ia seolah tidak melupakan fungsi puitis dengan membidik individu sebagai pribadi, tetapi dengan menitikberatkan pada kondisi sosial dan masalah kemanusiaan. &nbsp;Perhatikan puisi berikut ini:</p><p style="text-align: center;">8 Agustus, 2016</p><p style="text-align: center;">Cinta</p><p style="text-align: center;">Oleh: Yasir Dayak</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah hutan rimba raya Pulau Kalimantan yang dibabad habis demi perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah orang-orang Dayak yang mati mampus terhirup karbon dioksida dan asap pabrik-pabrik</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah sungai Utik, Kapuas, Barito, Mahakam, dan danau-danau yang tercemar limbah merkuri</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah sepasang enggang berkelahi dengan garuda demi menjadi simbol negeri ini</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah upacara ritual puja-puji pada leluhur dan yang esa yang mabuk di Sorgaloka di atas langit biru, putih, dan abu-abu</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah nyawa yang dicabut bukan oleh malaikat bukan oleh Tuhan, tetapi oleh pemodal dan saudara sendiri</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah kerling sebuah nama kelahiran bayi-bayi Dayak yang kehilangan harapan untuk hidup</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah 300 bocah se-Kalimantan yang mati terhirup asap pembakaran lahan</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah 9 bocah lebih yang mati terhirup radiasi tambang batu bara di Kalimantan Selatan</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah dua cerobong besi yang berak asap hitam yang mengepul naik ke cakrawala pulau Kalimantan tak nyaman di hati</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah jalan merah yang becek kala hujan tiba dan tak seorang pun mampu melewatinya</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah negeriku yang menjajah rakyatnya sendiri demi Amerika demi Cina dan demi bangsa imperealis lainnya</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah polisi dan militer yang terus memukuli rakyat sipil demi mulusnya jalan penguasa</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah fasis dan rasis yang dilakukan kaum-kaum oportunis dan bajingan yang saling bakar klaim salah dan benar</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah puisimu yang kau tulis setelah bercinta dengan kekasihmu atau usai berdoa dengan Tuhanmu</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Cinta adalah kau dan aku yang konon dianggap mulia dari pada sembahyangmu atau hari-hari besar agamamu!</p><p style="text-align: left; margin-left: 40px;">Gunung Pati, 8 Agustus 2016</p><p style="text-align: justify;">Yasir mendekonstruksi cinta yang penuh kasih, kehangatan atau bahkan seperti bunga yang bermekaran. Cinta yang digambarkan adalah empati yang mengganggu hati nurani kita. Potret Kalimantan bukan lagi sungai yang bersih, hutan yang rimbun, atau bahkan gairah erotisme. Akan tetapi, ia menuliskan cinta yang tragis dan kebencian yang semacam keselarasan bagi kehidupan. Potret Kalimantan dalam puisi &ldquo;Cinta&rdquo; karya Yasir merupakan kepedihan masyarakat Kalimantan di tengah gempuran industri, asap pabrik, dan lubang tambang yang tertuang dalam kutipan lariknya, &ldquo;Cinta adalah orang-orang Dayak yang mati mampus terhirup karbon dioksida dan asap pabrik-pabrik&rdquo; serta &ldquo;Cinta adalah sungai Utik, Kapuas, Barito, Mahakam, dan danau-danau yang tercemar limbah merkuri&rdquo;. &nbsp;Ia menangkap dan mencatat potret sosial dengan diksi yang sarkas dan suara sentimentil yang seolah meneriaki pembacanya.</p><p style="text-align: justify;">Erich Formm dalam bukunya yang berjudul <em>Cinta, Seksualitas dan Matrirki<sup>1</sup></em> mengungkapkan bahwa kebudayaan modern menganggap tabu cinta yang egois. Bertindak egois adalah dosa dan mencintai orang lain adalah tindakan mulia. Akan tetapi, keduanya menjadi kontradiktif karena doktrin lainnya mengasumsikan bahwa dorongan yang sangat kuat dalam diri manusia dan dilegimitasi oleh ego. Penyair tidak menuliskan cinta yang rakus dan egois, tetapi cinta yang diimajinasikan adalah kenestapaan dan kepedihan orang lain. Maka ini serupa pula dengan gagasan seorang filsuf bernama Kant, cinta itu kebaikan jika melakukan sesuatu untuk memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Ia menyuguhkan cinta yang rasional dengan melarang prinsip etika dan kesenangan terhadap diri sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, secara paradoks Yasir menuliskan bahwa lahirnya cinta itu dari sepasang kekasih yang bersetubuh di tengah situasi yang kacau dalam kutipan lariknya, &ldquo;Cinta adalah puisimu yang kau tulis setelah bercinta dengan kekasihmu atau usai berdoa dengan Tuhanmu&rdquo; dan &ldquo;Cinta adalah kau dan aku yang konon dianggap mulia dari pada sembahyangmu atau hari-hari besar agamamu!&rdquo;. Apakah kelahiran cinta dikatakan ada setelah adegan bersetubuh antar seorang kekasih? Jika iya, Yasir justru menggambarkan penundukan manusia melalui cinta yang tragis. Cinta yang dituliskan secara kontradiktif menggambarkan ketidaksetaraan dan ilusi kelembutan. Formulasi puisi ini secara berlebihan tentu melahirkan polemik baru dengan berbagai lapisan pemaknaan. Cinta yang berakhir di ranjang oleh sepasang kekasih dengan penggambaran erotis justru membenarkan pendapat Nietzsche bahwa pencarian cinta adalah tipikal budak yang tidak dapat berjuang untuk apa yang mereka inginkan. Penundukan individu sebagai seorang manusia berakhir ketika ia menemukan cinta.</p><p style="text-align: justify;">Dalam lariknya yang lain, penyair justru menuliskan cinta sebagai sesuatu yang agung dan sakral seperti, &ldquo;Cinta adalah upacara ritual puja-puji pada leluhur dan yang esa yang mabuk di Sorgaloka di atas langit biru, putih, dan abu-abu&rdquo;. Cinta menjadi fenomena yang sakral dan dipenuhi dengan spiritulis dengan Tuhan. Maka secara bersamaan, cinta menggambarkan ketidakmampuan dasar untuk menjadi diri sendiri. Justru dengan pemaknaan yang berlapis, puisi ini menggambarkan ketidakmampuan manusia dalam mewujudkan keresahannya karena sanggama menyelesaikan segala permasalahan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pemaknaan lainnya, yang paling mengejutkan ialah penyair mencoba menafsirkan kembali perkembangan ritual-ritual spiritualis dan aktivitas seksual. Di dunia masyarakat pertanian masyarakat primitif bahwa pada saat menanam benih harus ada juga ritual seks. Ritual persenggamaan ini juga dilakukan oleh orang-orang Indian Pipeless di Salvador dan Indian Masquaki. Mereka melakukannya berkali-kali pada setiap musim menyemai benih. Begitu pula yang terjadi di Belanda dan Jerman, mereka akan menyetubuhi istri masing-masing setelah menanam biji-bijian di tanah pertanian mereka sendiri.<sup>2</sup></p><p style="text-align: justify;">Betapa sucinya adegan persanggamaan itu, serupa dengan mereka yang menganut Islam Ortodoks yang selalu berdoa sebelum menyetubuhi istri-istrinya. Ini memberikan pemaknaan ulang bahwa aktivitas persetubuhan dianggap sebagai perbuatan yang mengambil substansi suci Tuhan. Dalam puisinya, boleh jadi penyair sangat gamblang menelanjangi ritual-ritual upacara dan erotisme yang merupakan semata-mata cara bertuhan untuk mereka yang memercayainya.</p><p style="text-align: justify;">Di balik fenomena atau situasi di masyarakat Kalimantan, Yasir justru meredupkan kebenaran eksistensinya sebagai penyair realis dengan menganalogikan kembali cinta sebagai sanggama sepasang kekasih dan penundukan manusia. Ini bukan berarti sebuah kegagalannya sebagai penyair, tetapi normalisasi pandangan cinta sebagai bentuk penundukan masyarakatnya. Ini seolah bentuk pelayanan cinta yang diperbudak dan berhutang budi pada tuannya. Pada akhirnya cinta yang dituliskan oleh penyair adalah cinta yang erotis dan melupakan situasi yang sebelumnya ia tuliskan sangat kacau. Cinta menundukkan penyair! Seperti kalimat yang sangat terkenal, &ldquo;Apa artinya hidup tanpa cinta?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Di saat yang sama ketika memaknai puisi ini, seolah membisikkan bahwa sebuah masyarakat tanpa cinta akan kehilangan nilai dan penuh dengan keinginan saling menghancurkan karena perasaan terancam. Akan tetapi, melalui puisi ini potret Kalimantan dikuliti, dikupas dan menyisakan daging yang remuk. Kalimantan yang penuh dengan lubang tambang, tradisi yang ditinggalkan, dan menyisakan kepedihan.</p><p style="text-align: justify;">Referensi:</p><p style="text-align: left;">[1] Fromm, Erich. 2007. Cinta, Seksualitas, dan Matriarki. Yogyakarta &amp; Bandung: Jalasutr.</p><p style="text-align: left;">[2] Robert Briffault dalam Krich. 2009. Anatomi Cinta. Jakarta: Komunitas Bambu. (hal 31-32).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Esty Pratiwi Lubarman, alumni FIB Unmul angkatan 2017 dan sekretaris komunitas Savrinadeya Support Group, serta merupakan anggota komunitas pegiat sastra Mantra Etam.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 16 HAKTP: Perjuangan Perempuan Menghapus Segala Bentuk Kekerasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/16-haktp-perjuangan-perempuan-menghapus-segala-bentuk-kekerasan/baca </link>
<guid> 16-haktp-perjuangan-perempuan-menghapus-segala-bentuk-kekerasan </guid>
<pubDate> Tue, 06 Dec 2022 02:41:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Dara Lead memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/16-haktp-perjuangan-perempuan-menghapus-segala-bentuk-kekerasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5YcnHhV8fx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>16 HAKTP: Perjuangan Perempuan Menghapus Segala Bentuk Kekerasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pada Minggu (27/11), Perempuan Mahardhika melakukan Aksi Nasional untuk memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP). Dengan <em>tagline</em> &ldquo;Negara Menyebabkan Kemiskinan, Dalam Situasi Krisis Perempuan Memikul Beban Lebih Berat&rdquo;. Aksi tersebut dilakukan di empat titik wilayah di Indonesia, yaitu Jakarta dengan titik aksi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kemudian Makassar dengan titik aksi di Monumen Mandala &ndash; Sudirman, lalu Banjarmasin dengan titik aksi di Patung Bekantan &ndash; Siring, dan Samarinda dengan titik aksi di Sungai Mahakam.</span></p><p style="text-align: justify;">Di Samarinda, aksi yang dilakukan Dara Lead dengan massa gabungan bersama Perempuan Aman Lou Bawe dilaksanakan menggunakan kapal klotok untuk berkeliling di sekitar sungai Mahakam. Isu yang diangkat adalah seputar kekerasan seksual, krisis iklim, sahkan RUU masyarakat adat, sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, kekerasan Dalam Rumah Tangga, hingga pernikahan dini.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan Momen 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan diperingati secara global setiap tanggal 25 November hingga 10 Desember. Tanggal 25 November pun ditetapkan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Mirabal Bersaudara, yaitu Patria Marcedez Mirabal, Minerva Mirabal dan Maria Teresa Mirabal yang dibunuh pada 25 November 1960 karena aktivitas politik melawan dan menggugat kediktatoran rezim Rafael Trujillo di Republik Dominika.</p><p style="text-align: justify;">Problem kekerasan terhadap perempuan tak pernah berhenti dan terwujud dalam berbagai bentuk. Bermacam isu yang digaungkan dalam aksi momen 16 HAKTP menyingkap bahwa persoalan perempuan saling berhubungan satu dengan lainnya. Perempuan mengambil peranan penting dalam segala aspek kehidupan yang acapkali dikesampingkan dan dilupakan oleh masyarakat bahkan negara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perempuan dianggap tidak cakap berkarya, padahal tenaganya dihisap tanpa jeda. Momen 16 HAKTP, kolektif perempuan Dara Lead, Perempuan Aman Lou Bawe dan Perempuan Mahardhika menunjukkan bahwa berjuang bersama menyuarakan keadilan tidak hanya bagi dirinya sendiri, namun untuk seluruh perempuan di dunia. Perlawanan ini juga sebagai tanda bahwa penghapusan kekerasan merupakan isu bersama yang perlu ditegakkan secara berkesinambungan. Berorganisasi sebagai salah satu upaya perempuan untuk melawan ketidakadilan dan bersama-sama mencapai kesetaraan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan mengangkat ragam isu yang ada di masyarakat, membangun kesadaran setiap perempuan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk terbebas dari diskriminasi dan belenggu patriarki yang menyebabkan kekerasan. Oleh karena kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan merupakan isu bersama, keterlibatan dari berbagai pihak untuk bersama menyuarakan keadilan bagi perempuan menjadi sebuah kunci. Lebih lanjut, kami menuntut kepastian perlindungan bagi pekerja, khususnya perempuan dari segala bentuk.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ditulis oleh Monalisa, Ketua Dara Lead.</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampus Bersih Narkoba Diluncurkan, Dosen FKM Unmul Sarankan Sistem Pendidik Sebaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-bersih-narkoba-diluncurkan-dosen-fkm-unmul-sarankan-sistem-pendidik-sebaya/baca </link>
<guid> kampus-bersih-narkoba-diluncurkan-dosen-fkm-unmul-sarankan-sistem-pendidik-sebaya </guid>
<pubDate> Wed, 07 Dec 2022 06:37:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul bekerja sama dengan BNN dalam rangka memerangi narkoba </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-bersih-narkoba-diluncurkan-dosen-fkm-unmul-sarankan-sistem-pendidik-sebaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qesjRclgTU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampus Bersih Narkoba Diluncurkan, Dosen FKM Unmul Sarankan Sistem Pendidik Sebaya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA&nbsp;</span>&ndash;<span style="font-weight: bold;">&nbsp;</span>Pada Rabu (9/11) lalu, Unmul melangsungkan kuliah umum bertema <em>War On Drugs</em> serta meluncurkan Kampus Bersih Narkoba (Bersinar). Program itu diluncurkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Petrus Reinhard Golose serta didampingi oleh Rektor Unmul, Abdunnur. Unmul menjadi universitas pertama di Kalimantan yang bekerja sama dengan BNN RI dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui program Kampus Bersinar.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peluncuran dilaksanakan di Gedung Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si, dengan melakukan penandatanganan Komitmen Bersama Kampus Bersinar. Program ini merupakan upaya optimalisasi peran lingkungan pendidikan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). Lalu, bagaimana tindak lanjut program ini di tataran Unmul?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><br></span><span>Untuk menilik lebih jauh,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai Rektor Unmul, Abdunnur pada Selasa (22/11) lalu. Tuturnya, Kampus Bersinar merupakan sebuah misi dari pemerintah guna menciptakan kampus sebagai&nbsp;</span><span><em>Centre of Civilization</em></span><span>&nbsp;atau pusat peradaban.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur menerangkan bahwa terdapat empat langkah yang akan dilakukan guna menindaklanjuti peluncuran Kampus Bersinar di Unmul. Pertama, mengadakan sosialisasi terhadap bahaya narkoba. Kedua, membuat aturan terkait sanksi. Ketiga, Membentuk lembaga konseling. Terakhir, pembinaan bagi civitas academica, mahasiswa, dosen, maupun pegawai yang merupakan pengguna.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya tentu, kan, tidak ada pengguna narkoba di lingkungan Unmul. Baik oleh mahasiswa, &nbsp;pekerja, maupun dosen,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga berharap pengadaan bimbingan konseling atau&nbsp;</span><span><em>hotline</em>&nbsp;</span><span>bagi <em>civitas academica</em> sebagai wadah untuk mencurahkan permasalahan bisa segera direalisasikan, mengingat masih terdapat sejumlah masyarakat yang menggunakan narkoba sebagai bentuk pelarian dan melepaskan masalah, khususnya di kalangan mahasiswa. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Nur Rohmah, dosen FKM Unmul yang turut memberikan pandangannya atas peluncuran Kampus Bersinar. Dirinya mendukung penuh atas kehadiran program dari BNN ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena Unmul, kan, sudah masuk di program Kampus Sehat dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) juga. Berarti ada sinkronisasi antara program Kampus Bersinar dengan program Kampus Sehat. Saya rasa bagus, sih, adanya program dari BNN ini,&rdquo; jelasnya saat diwawancarai&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>pada Kamis (1/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nur Rohmah turut mengungkap bahwa Kampus Bersinar merupakan langkah awal dalam menginisiasi pencegahan penggunaan narkotika dan sejenisnya di lingkungan Unmul. Tidak hanya kepada mahasiswa, tetapi juga untuk dosen, karyawan, dan sebagainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, ia juga memberikan saran mengenai program-program yang bisa dilakukan Unmul dalam mencegah penggunaan narkoba, seperti mengangkat duta dari mahasiswa sebagai&nbsp;</span><span><em>peer educator</em>&nbsp;</span><span>atau pendidik sebaya dari masing-masing fakultas agar program Kampus Bersinar dapat membumi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena, kan, sesama teman sendiri mereka lebih enak berbicaranya, kemudian mereka juga terbuka. Kalau program tersebut muncul dari &nbsp;mahasiswa sebagai&nbsp;</span><span><em>peer education</em></span><span>, program itu akan terus berjalan. Karena mahasiswa akan menurunkannya lagi ke adik tingkatnya, jadi akan panjang program itu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai harapannya terhadap program Kampus Bersinar, Nur Rohmah menginginkan agar Unmul menjadi lebih sehat dan dapat menunjukkan prestasi tanpa menggunakan narkoba.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Agar tidak terjadi penyebaran narkoba yang masif ke teman-teman lain, salah satu caranya dengan adanya peer educator tadi. Karena narkoba itu mudah sekali disebar ke remaja,&rdquo; tegasnya.<strong>&nbsp;</strong><em style="font-weight: bold;"><span>(</span><span>kya/ems/dre</span></em><span style="font-weight: bold;"><em>)</em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Imbas Sengkarut Pemira 2021, Ikzan-Bagus Jalani Singkatnya Masa Kepengurusan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-sengkarut-pemira-2021-ikzan-bagus-jalani-singkatnya-masa-kepengurusan/baca </link>
<guid> imbas-sengkarut-pemira-2021-ikzan-bagus-jalani-singkatnya-masa-kepengurusan </guid>
<pubDate> Fri, 09 Dec 2022 11:30:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ikzan-Bagus dilantik sebagai presiden BEM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-sengkarut-pemira-2021-ikzan-bagus-jalani-singkatnya-masa-kepengurusan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ApIswTAwsN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Imbas Sengkarut Pemira 2021, Ikzan-Bagus Jalani Singkatnya Masa Kepengurusan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>&mdash;</strong> Sengkarut pemilihan umum raya (Pemira) BEM KM Unmul 2021 akhirnya menuai hasil. Dengan dilantiknya Ikzan-Bagus oleh Abdunnur sebagai Rektor yang turut disaksikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta pejabat terkait, pada Selasa (29/11) bertempat di Gedung Rektorat Unmul lantai satu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, sengkarut Pemira BEM KM Unmul alami dinamika yang panjang. Mulai dari pemangkasan suara, keputusan Pemira diambil alih oleh Wakil Rektor, hingga dua Paslon mengaku jadi Presiden dan Wakil Presiden usai terselenggaranya dua kongres yang berbeda. Setelahnya, kursi BEM KM kosong hingga adanya pelantikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: left;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-2021-dua-paslon-saling-mengaku-jadi-presiden-bem-km/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-2021-dua-paslon-saling-mengaku-jadi-presiden-bem-km/baca">Pemira Unmul 2021: Dua Paslon Saling Mengaku Jadi Presiden BEM KM</a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk memperoleh informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;berbincang langsung dengan Ikzan Nopardi, Presiden BEM KM 2022 pada Sabtu (3/12). Bebernya, meski baru dilantik pada 29 November kemarin, Surat Keputusan (SK) kepengurusan telah ia kantongi sejak 15 Agustus 2022. Baginya, hasil akhir Pemira yang ada merupakan sebuah proses yang cukup panjang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Proses Pemilihan Pasca Pemira</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut pegakuan Ikzan, tim pencari fakta dikerahkan oleh pihak rektorat untuk mencari titik terang. Mereka terdiri atas akademisi yang kompeten, di antaranya Dekan FH yang mengetuai, dibantu oleh Wakil Dekan I FH, Wakil Dekan III FISIP, serta Wakil Dekan III FT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pada hasil pencari fakta itu, menghasilkan 6 rekomendasi, salah satunya yaitu pertama adalah rektor diminta untuk memilih salah satunya, kedua dilakukan pemilihan ulang, ketiga BEM KM dibekukan, dan masih banyak lagi. Tapi pada akhirnya Rektor pada saat itu Masjaya, dengan hasil rekomendasi tim pencari fakta memutuskan untuk memilih salah satunya siapa yang sesuai dengan peraturan yang ada di Unmul, dan Rektor menunjuk saya Ikzan dan Bagus sebagai presiden dan wakil presiden,&rdquo; jelas Ikzan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden BEM KM itu turut memaklumi lambatnya jadwal pelantikan yang ditengarai akibat kesibukan Masjaya, Rektor Unmul kala itu. Mulai dari Dies Natalis hingga pergantian Rektor baru. Baginya proses panjang ini mengajarkan agar lebih dewasa dalam menghadapi suatu persoalan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Progres Ikzan-Bagus Sebelum Pelantikan dan Rencana Lanjutan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ihwal progres yang dimiliki Ikzan dalam masa kepemimpinannya sebelum dilantik, dirinya mengungkap bahwa selepas Kongres Luar Biasa dilaksanakan, terdapat sejumlah agenda yang telah berjalan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di situ, kami tidak tinggal diam. Kami merespons isu-isu sosial politik yang juga salah satu tanggung jawab BEM untuk mengawal proses isu-isu yang ada. Misalnya wacana tiga periode, dan kenaikan BBM kemarin.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, agenda yang dijanjikan ketika kampanye, catat Ikzan, akan dilangsungkan pada Januari 2023 mendatang. Dalam waktu dekat, Ia juga berencana membangun komunikasi dengan UKM Lembaga yang ada di Unmul menyoal masalah yang dihadapi selama kekosongan BEM, salah satunya anggaran mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harapnya, polemik ini menjadi pembelajaran mahasiswa Unmul untuk lebih dewasa dan mengedepankan musyawarah mufakat dalam menjalankan &nbsp;hal proses berjalannya demokrasi di Unmul. Ikzan menganggap ini dapat menjadi titik terang dan hadirnya BEM KM akan membantu mengawal aspirasi mahasiswa sesuai fungsi BEM KM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Singkatnya Masa Kepengurusan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, singkatnya masa kepengurusan Ikzan turut jadi sorotan. Pasalnya SK yang diterbitkan Rektorat menuliskan periode kepemimpinan Ikzan berlangsung hingga 31 Desember 2022. Ini berarti ia masih memiliki waktu satu bulan pasca pelantikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, dirinya meminta tambahan waktu beberapa bulan agar dapat menjalankan rancangan pada masa kampanye. Baginya, ini merupakan tantangan untuk menghasilkan&nbsp;</span><span><em>output</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang bagus dalam waktu yang singkat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Timeline</em></span><span>&nbsp;(Pemira) kemungkinan akan berubah. Karena dalam persiapan DPM juga kan kurang lebih harus membutuhkan 3 bulan dari sosialisasi sampai penetapan BEM yang baru,&rdquo; tutur Ikzan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>turut mengonfirmasi Ketua DPM periode 2022, Bagus Arif Maulana. Sebutnya, terkait perubahan jadwal pemira belum dapat dipastikan. Sedangkan ihwal penyelenggaraan Pemira berikutnya masih akan dirundingkan di internal DPM dan pihak Rektorat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sikap DPM dalam Evaluasi Pemira</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilantik bersamaan dengan BEM KM, dalam menakhodai DPM KM, Bagus memiliki banyak PR terlebih pasca sengkarut Pemira KM. Mulai dari membangun semangat baru, hingga menjalankan kembali fungsi DPM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Bagus, evaluasi utama dari Pemira kemarin terletak pada aturan. Menurutnya perlu lebih diperjelas kembali aturan dan persoalan bahasa yang multitafsir pada undang-undang yang dibuat. Lebih lanjut, meski dilantik pada menjelang akhir kepengurusan, Bagus optimis dapat menjalankan program-program DPM KM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi yang pasti semua kinerja DPM akan berjalan, kita pastikan harus berjalan sesuai aturan, sesuai AD ART. Jadi, DPM harus menjalankan revatur satu, revatur dua pemira dan juga kongres dalam periode ini. Nah, untuk menjalankan itu dari sekarang, karena ini baru terpilih, kita harus bangun semangat lagi,&rdquo; ungkapnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabtu (3/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Presiden BEM Sebelumnya</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait polemik sengketa pemira BEM KM Unmul, Abdul Muhammad Rachim menyayangkan sikap dari kedua Paslon yang dinilai kurang dewasa dalam berdemokrasi hingga masalah ini berlarut-larut dan berdampak terhadap banyak hal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (7/12) kemarin Rachim mengungkap, pasca pelantikan tersebut, BEM KM Unmul periode 2021 akan melaksanakan serah terima jabatan kepada BEM KM Unmul 2022. Selain itu, unggahan pamit dan serah terima jabatan di akun Instagram BEM KM Unmul yang sempat tertunda juga akan segera dipublikasikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami menunda mengunggah postingan pamit karena kami masih merasa punya beban moral membantu mahasiswa semampu kami sampai benar-benar ada presiden dan wakil presiden yang baru.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menilik proses Pemira kemarin, Rachim menilai bahwa proses Kongres Luar Biasa (KLB) sebelumnya terkesan terburu-buru. Sebagai Presiden BEM KM periode sebelumnya, ia memberi catatan pada regulasi KM Unmul yang berlaku di masa depan untuk menghindari masalah serupa. Meski demikian, Rachim mengaku menghormati apapun hasilnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan yang perlu kita perhatikan adalah kita harus sama-sama mendukung dan mengawasi kedua pimpinan lembaga yang baru dilantik ini, agar mereka mampu menjalankan amanahnya dengan baik dan bisa memberikan yang terbaik bagi Unmul,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> turut berupaya meminta tanggapan terkait pelantikan Ikzan-Bagus kepada Joji yang bertanding pada Pemira kemarin. Namun, hingga berita ini diterbitkan, <em>Sketsa&nbsp;</em>belum mendapatkan respons. <span style="font-weight: bold;"><em>(khn/vyn/dre)</em></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dari Penunjukkan Paslon hingga Antusias Mahasiswa, Pemira FK 2022 Resmi Berakhir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dari-penunjukkan-paslon-hingga-antusias-mahasiswa-pemira-fk-2022-resmi-berakhir/baca </link>
<guid> dari-penunjukkan-paslon-hingga-antusias-mahasiswa-pemira-fk-2022-resmi-berakhir </guid>
<pubDate> Sat, 10 Dec 2022 08:55:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil Dekan menunjuk tiga Paslon untuk berlaga pada Pemira FK 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dari-penunjukkan-paslon-hingga-antusias-mahasiswa-pemira-fk-2022-resmi-berakhir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZCgkak5hbp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dari Penunjukkan Paslon hingga Antusias Mahasiswa, Pemira FK 2022 Resmi Berakhir</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>S</strong><strong>KETSA &mdash;</strong> Ketika sejumlah fakultas muncul dengan calon tunggal, Pemira FK 2022 justru memperoleh tiga Paslon pada pesta demokrasi kali ini. Masing-masing: Arif Dwi Andika-Riska Aulia, M. Sabil Ramadhan-Nur Annisa, dan Zahid Najmu-Camelia Sahly. Ketiga nama Paslon ini muncul usai dilakukan penunjukkan oleh Siti Khotimah, Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FK Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut turut dikonfirmasi oleh Calon Presiden BEM FK terpilih, Arif Dwi Andika, saat dihubungi Sabtu (10/12). &ldquo;Sebenarnya awal-awal itu pada ga berani maju karena merasa kurang sanggup untuk mengemban tanggung jawab apalagi perkuliahan di FK itu sibuk. Tapi setelah (ada) pencerahan dan arahan wakil dekan, jadi terbuka pikirannya. Makanya pada berani maju.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tercatat Paslon nomor urut 1, Dika dan Aulia muncul sebagai wajah baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK periode 2023 mendatang. Pasangan ini berhasil kantongi suara terbanyak dengan perolehan mencapai 160 suara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pun tertarik untuk mengulik lebih jauh mengenai pelaksanaan pesta demokrasi di FK. Ahda Thirdaza, Ketua Panitia Pemira FK membeberkan bahwa adanya dorongan dan dukungan dari Keluarga Mahasiswa memotivasi para Paslon untuk maju dan bersaing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, kami sebelumnya melakukan berbagai pendekatan kepada mahasiswa. Kami bertanya kepada Keluarga Mahasiswa bahwa siapa saja kandidat-kandidat yang pantas untuk menduduki jabatan Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa,&rdquo; jelas Ahda melalui pesan teks WhatsApp Rabu (17/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, para mahasiswa pun tampak antusias dalam menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara berlangsung. Ihwal ini terlihat dari tingginya partisipasi mahasiswa Prodi Kedokteran Gigi dan Kedokteran serta minimnya mahasiswa yang golput.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diwawancara terpisah pada Kamis, (8/12) melalui pesan teks WhatsApp, Dika menyampaikan misinya untuk mewujudkan eksistensi BEM FK Unmul yang berkualitas, sinergis, dan sistematis berlandaskan asas kekeluargaan. Di kesempatan itu pula, ia turut membeberkan program unggulan yang ia tawarkan. Program tersebut, adalah Rumah Kita, Rumah Tenang, Reels Studio dan Gudang POB.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kampanye yang dilakukan baik secara daring maupun luring, Dika melakukan persiapan yang cukup singkat. Dimulai dari analisis masalah, kemudian penyusunan visi dan misi, program kerja, hingga pembuatan poster dan bahan kampanye. Semuanya dilakukan dalam rentang waktu tiga hari. Meski begitu, dirinya merasa beruntung karena tim sukses selalu mendampingi dan siap siaga untuk membantu melakukan kampanye.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski menurut penilaiannya sistem kaderisasi yang berlangsung di fakultasnya cukup baik, ia tak menampik bahwa dalam beberapa aspek yang menyangkut kualitas kepemimpinan masih perlu dilakukan optimalisasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya dengan mengawali kaderisasi dengan materi filosofis tentang perlu dan pentingnya sistem kaderisasi itu sendiri serta dampaknya jika tidak diimplementasikan dengan baik. Di samping itu, beberapa penyebab rendahnya kualitas SDM juga berkaitan dengan kurangnya rasa kekeluargaan dan stres akibat padatnya jadwal perkuliahan di FK Unmul yang dapat disiasati dengan program-program yang akan kami jalankan nantinya,&rdquo; tutup Dika.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;"><em>(dre/jla/nkh)</em></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Maraknya Pencurian Helm di Perpustakaan, Pihak Keamanan: Akses Masuk Unmul Terlalu Bebas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maraknya-pencurian-helm-di-perpustakaan-pihak-keamanan-akses-masuk-unmul-terlalu-bebas/baca </link>
<guid> maraknya-pencurian-helm-di-perpustakaan-pihak-keamanan-akses-masuk-unmul-terlalu-bebas </guid>
<pubDate> Mon, 12 Dec 2022 06:55:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampus Gunung Kelua masih marak terjadi pencurian helm </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/maraknya-pencurian-helm-di-perpustakaan-pihak-keamanan-akses-masuk-unmul-terlalu-bebas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XQ8jCG3YOL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Maraknya Pencurian Helm di Perpustakaan, Pihak Keamanan: Akses Masuk Unmul Terlalu Bebas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA -&nbsp;</span>Kasus pencurian helm masih marak terjadi di kawasan Unmul, salah satunya di area perpustakaan. Keadaan ini pun mengundang sejumlah keluhan dari mahasiswa yang mempersoalkan kondisi keamanan di lingkungan Kampus Gunung Kelua.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nur Afifah, mahasiswi FISIP 2020 jadi satu dari sekian banyak korban maraknya kasus pencurian helm di Unmul. Ia kehilangan helmnya kala melakukan kerja kelompok bersama teman-temannya di Taman Perpustakaan Unmul. Ketika hendak pulang, Nur Afifah terkejut mendapati helmnya yang telah lenyap dari atas motor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun bergegas melaporkannya kepada pihak keamanan perpustakaan. Namun, saat itu pihak keamanan meminta Nur Afifah untuk mengikhlaskan helmnya yang hilang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sempat melaporkan, tapi kata pak satpam ikhlasin aja helmnya. Soalnya sudah biasa mahasiswa kehilangan helm,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Selasa (29/11) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun menambahkan bahwa pihak keamanan juga menyarankan untuk mencari helmnya di Pasar Segiri, karena sebelumnya terdapat mahasiswa yang menemukan helm miliknya sudah dijual di pasar tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Ersa, mahasiswa FISIP 2022 ini turut mengalami kejadian serupa dengan Nur Afifah. Awalnya, ia mengikuti sebuah rapat organisasi Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan memarkirkan motor bersama helmnya di perpustakaan pada sore hari. Namun, pada malam harinya saat ia hendak ke toilet dan mengambil motor, helmnya sudah tidak ada di sana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini tak dilaporkannya sebab rapat yang diikuti Ersa masih berlangsung hingga larut malam dan pihak keamanan perpustakaan sudah tak terlihat. Sampai keesokan harinya pun Ersa memilih untuk tidak melaporkannya ke pihak keamanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua mahasiswa itu pun sama-sama berharap agar keamanan di wilayah Unmul semakin diperketat, khususnya di area perpustakaan yang kerap menjadi sarang pencurian helm mahasiswa. Ersa pun turut mengimbau mahasiswa untuk tidak meletakkan helm di motor sebagai upaya preventif agar tidak terjadi kehilangan saat parkir di halaman Perpustakaan Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saran saya untuk mahasiswa Unmul, pada saat ke perpustakaan sebaiknya helmnya juga dibawa. Jangan disimpan di motor, supaya kejadian ini tidak terulang lagi,&rdquo; imbau Ersa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pihak Keamanan Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maraknya pencurian helm di wilayah Unmul juga diakui oleh Hasan selaku Koordinator Keamanan Unmul. Saat&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>mewawancarainya pada Rabu (30/11), ia menyebutkan bahwa pada tahun lalu pihak keamanan Unmul banyak menangani kasus pencurian helm.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Banyak sih kejadian-kejadian untuk tahun 2021, ini yang kita amankan memang para pelaku pencurian helm,&rdquo; terang Hasan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi respons pihak keamanan perpustakaan terhadap kasus Nur Afifah yang diminta untuk mengikhlaskan helmnya, Hasan mengatakan bahwa cara tersebut tidaklah benar. Ia menyebutkan bahwa kejadian sekecil apa pun harus ditindaklanjuti sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah diinstruksikan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Lebih lanjut Hasan menambahkan apabila jawaban dari satpam tidak memuaskan, korban pencurian bisa melapor ke dirinya secara personal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun Hasan juga mengatakan bahwa para pelaku yang tertangkap basah bisa saja dilaporkan ke kantor polisi dengan membawa korban beserta bukti serta surat laporan yang berisi waktu dan tempat kejadian perkara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kurangnya anggota dari pihak keamanan serta jalan keluar masuk Unmul yang bebas dan banyak pun menjadi kendala bagi Hasan. Menurutnya, jalan masuk Unmul yang begitu terbuka menjadi alasan para pelaku pencurian sering berlalu lalang di area kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Langkah ini yang harus dipikir. Bukan hanya dari kami selaku pihak keamanan, tetapi juga dari pejabat untuk menyiasati cara supaya para pelaku pencurian itu tidak masuk,&rdquo; bebernya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Skets</em></span><span><em>a&nbsp;</em>juga sempat mewawancarai pihak keamanan yang bertugas di Perpustakaan Unmul, Rusdiyanto pada Selasa (6/12) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya pencurian helm, Rusdiyanto yang biasa bertugas di pagi hari juga mengatakan bahwa seringkali mahasiswa melaporkan kehilangan barang akibat keteledoran dari mahasiswa itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus yang pernah ia temui adalah kunci yang masih tersangkut di motor yang terparkir di halaman perpustakaan. Tak hanya itu, ia pun pernah mendapati mahasiswa yang melaporkan bahwa dirinya telah kehilangan dompet, tetapi sebenarnya ia meletakkan dompet tersebut di&nbsp;</span><span><em>dashboard</em></span><span><em>&nbsp;</em>motor dan lupa membawanya saat hendak mengambil uang di ATM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rusdiyanto menyebutkan, jika ia mendapati barang-barang yang tertinggal di motor, maka ia akan mengamankannya terlebih dahulu sampai pemiliknya mendatangi pihak keamanan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak cuma di sini (perpustakaan) aja, mungkin di fakultas juga sering (barang tertinggal di motor). Tergantung dari mahasiswanya aja. Karena mahasiswa ini, kan, enggak semuanya teledor, tapi pasti ada aja yang teledor,&rdquo; tutupnya. <span style="font-weight: bold;"><em>(mar/tha/ems)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pestari 2022: Mengembalikan Kemurnian Jiwa dalam Menari yang Sering Dilupa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/pestari-2022-mengembalikan-kemurnian-jiwa-dalam-menari-yang-sering-dilupa/baca </link>
<guid> pestari-2022-mengembalikan-kemurnian-jiwa-dalam-menari-yang-sering-dilupa </guid>
<pubDate> Tue, 13 Dec 2022 08:47:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperbincangkan seni tari sebagai upaya mewariskan kebudayaan lokal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/pestari-2022-mengembalikan-kemurnian-jiwa-dalam-menari-yang-sering-dilupa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lcvNlcCkWX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pestari 2022: Mengembalikan Kemurnian Jiwa dalam Menari yang Sering Dilupa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &ndash;&nbsp;</span>Hadir sebagai upaya generasi muda dalam mengambil peran untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan, Perbincangan Seni Tari (Pestari) yang diusung oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi A 2020 sukses diselenggarakan. Bertempat di Ruang Serbaguna HI FISIP Unmul pada Senin (12/12), puluhan peserta yang berasal dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Samarinda terlihat memadati lokasi acara.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara yang bertajuk Lestari dengan Menari ini dibuka secara spesial oleh penampilan Tari Jepen dari Klub Tari FKIP Unmul. Setelahnya, Defi Qolbi selaku pewara acara menyapa seluruh tamu undangan dengan hangat.&nbsp;</span></p><p><span><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQEAYABgAAD/2wBDAAYEBQYFBAYGBQYHBwYIChAKCgkJChQODwwQFxQYGBcUFhYaHSUfGhsjHBYWICwgIyYnKSopGR8tMC0oMCUoKSj/2wBDAQcHBwoIChMKChMoGhYaKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCj/wAARCALQBQADASIAAhEBAxEB/8QAHwAAAQUBAQEBAQEAAAAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtRAAAgEDAwIEAwUFBAQAAAF9AQIDAAQRBRIhMUEGE1FhByJxFDKBkaEII0KxwRVS0fAkM2JyggkKFhcYGRolJicoKSo0NTY3ODk6Q0RFRkdISUpTVFVWV1hZWmNkZWZnaGlqc3R1dnd4eXqDhIWGh4iJipKTlJWWl5iZmqKjpKWmp6ipqrKztLW2t7i5usLDxMXGx8jJytLT1NXW19jZ2uHi4+Tl5ufo6erx8vP09fb3+Pn6/8QAHwEAAwEBAQEBAQEBAQAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtREAAgECBAQDBAcFBAQAAQJ3AAECAxEEBSExBhJBUQdhcRMiMoEIFEKRobHBCSMzUvAVYnLRChYkNOEl8RcYGRomJygpKjU2Nzg5OkNERUZHSElKU1RVVldYWVpjZGVmZ2hpanN0dXZ3eHl6goOEhYaHiImKkpOUlZaXmJmaoqOkpaanqKmqsrO0tba3uLm6wsPExcbHyMnK0tPU1dbX2Nna4uPk5ebn6Onq8vP09fb3+Pn6/9oADAMBAAIRAxEAPwCN+O+az7QZku3OPmlI/IAVG+rx7GJglJyOAMn/AAqlaamirJ+5kYNIzZ/H/wCtTaGjXI45Oab7Z4rM/tcHObVx+IpDqwH/AC7P19aLAaHXuPTrSZHdqzJNXx9y3b8SKfHqQMeWgIb0zwKVh3L+Rk/NxSZGPvVQXUsj/VNj1zSf2kP+eRyPelYdy/kf3vpTd4J61Q/tM5/1Jx060z+0juIEXP1pWC5l/EBh/YygEHMo4/A1x/hKcQeILIscKzlDz6ggfqa6LxrfG40tE8sqPNDfoa4iKQwzQyKSGRtwI9iKlmsFdHtII9aAwOOfasmPVXeNXWD5SuQM086nL08lR6c0zO5rZHXNLuB6msj+0pe0S/nTl1KUdIh+dFgua2R/Fz9adlR61j/2nMM/uVx9aDqVyRxHGD/KlYd0bORjjOaXI75P4dKxf7TuhjCR/XBo/tK53DiIE+1Fh3N0FfQ/iKkBB6g/lWANQvPWPGOOKcL68PKmIn029KVgub4PHAPoOKfu9A3sK56G8vwW3yIc9Pl6VKL27II8xfY7aLBc3cg54NPVvY1hLeXZGfMH/fNSLdXf/PQe3y1Vgubqtz0P4VIME/SsKG+udzDzFJHXjpVr7bcdtvoeKdgua6E+nFTIfm6dPeslLyfr1/Gplup//wBVUohc1k7ccfWrMbeq1jRz3O3qM555q3FPcED5se4qlEXMa8R9U/WrsJzjEefxrFgluT1kfI6n1q5A90o5lkb1NaKAc5twnp+6/Uf41eik2/8ALH9R/jWZb/aWC/vHz1zng1q21tdP1nlHphs1fILnLkEuP+WH/jy/41ehlP8Az7H/AL6X/GsiSdYJCv22eVv7qN/M1u6PA1xbJMWmyScbpWOP1x+lcOIzDDYd2lK77LU3eFrcvO1ZeZV82T+0YCFZEYFdmRz3NaXnHH+oP/fS/wCNXlts/eAODkccipmjZlwRx7ZH8q4aGc0oyfPexzLD1OrMlpH7WjH/AIEn+NQuZCP+PQ/mv+NZt1rEQv5Ymlu4IFbaskUm4H3IOT+v4VehtzcxiSDUbiZPUSD+gGK+n9lKMVKStc4KeKpVZOMJXaIpPM/59T+lVJQ//Pufyq7Np8p/5ebnI7iQ1QnsJ+9zOR6bqlo6FIpziTnMX5g/4VRmV+f3f6H/AAq1PZzr0uJvzrMubSZv+XiX3Hy4x+VQ4mikQzK5/gH6/wCFU5Uk5+Ufkf8ACi4tG7vIffcaoSWzAn5pP++j/jWTgXzEsiy/3f51WkWUj7oqvLC3qQKrNGRk++RWbiPmLLCTHIFRSbj/AHT+NUpFbqCarSKW+9/Ks3ELmixY9SPxqPLHcQQNo61kPCM9OaYYsLxj86lofMacU3mqGU4B6ZFDsd3LDIHqOP1rGeP1z7ZNMEajPy5qbBc2WkA/5ap+Y/xoz0IkQ/jWG0YPIyKQDCkcgGlYLm3n/pqtNZ+3mr+fasRx1HP40mOfx4pWC5smUDP71PTrTfOA6up9eax8bic5/CmEdgaLBc2DcIPmMij/AIEKPtETY/er/wB9VkYQqQyZJ96aVyvTPNKwXNjz4j/y2H50GeH/AJ684/z2rF2+1IBjJ9KLBc2vtERP+uH0zR50O3/Wjn3rEAIpRn/9VKw7mx58Of8AXUefCCf33H1rG5wTx+VNIHTHvTsK5tfaIdp/efSgXMAzmTnrisfHrj0FGKVguazXMP8Az0PNIbuH++Sayc9yKafp3p2C5sG6gAHzH3wKYLu3/vNn0x/9esvGev5UhJVhgEjofaiwXNYXUPGGf9aT7XbZI3k+vFZSsGJ5yBSkA84xxSsFzWF1bH+I+vOaQ3cA4DEgemayiMdRSFcnj+VFgua32y3Pc/kaa15CT8hfPrisrgYpSB/iaLDuay3MJydx/lSm6h7uT+Of61kdfSjqelFhXNf7TB6t+fT9aQXUG3qfpWSffkdKd1H0p2C5qfa7fHGRS/aoDzl8evNZHIzSge/6UWC5qi7t+uXyfr/jSfa4COS/X3rMz60g9R60WC5qtd2/JGcfSl+1256ls++ay1HPFJj1H5UWC5rfaoOPmIo+1W+fvsfpWSox/Wnd8D8c96dgua32uDP3mPvg0faoSPv81lAfjxinY9fyosFzWFzDnG8/5/GlE8AH3z/n8aytuOBShadguay3MGM7z60v2u3/ALzfkaywMfSpFTPQdeadhXNNLq2A++5/A1ILu3z95+fY1mpHzn9Knjj+UAjtTsFzRju7cnq/twanS6gH/PT8jVCOPHIFWY071SiFy7Dc2/8A0049qtRXEGPvSfkf8apww+1XIIc9vyq1EXMWop4GHBk9+D/jV6CW27mY/wDAT/jUFvbZ7VpW9oT1GatQFzD4ZLY42pMe/Q/41oReSwysdw3fgEf1qXTbdE3bxzjIrWtIE8peRkdc9avkHzmSskQYg290DnB+YD/2an+dEP8Al2vPwcf/ABVazWvmPwpqGZbaMMDNEHxwM55/ClJwgrzdhxVSppBN+hzUWrH+1WSW1n+xyEpCwk+YsvBz82Pp9PetgTQf88boe27/AOvSyaOPsNsYixaJi5+Q5YHOfx71qCxVlUgryM88Y/OplicLL4JrtuZQp11fnizFeWInm3uh/wACH+NVZ5oegt7np1DD/Gt+Syx/D9KpzWmK0UUPmMCWaHp9nuR/wIf41Slmg7wTj0+YVvTWmO1Z9xae1HKK5izTw/wwzHj1FVZbiAZ/dy/mK0praqM0GM8GocSkyjJcQk/cf1/zxVWS6izzFIPxHNW5oueRVCaMc1DiO5DJdxAZEUhPcccVXa8jx/qX/MVJMhUEqCx9BVaWPI5Hbp6VDQ7jJL+MA4t3OO+RzURv17WzH8R/hSSJ61E61NguPa+XPNufb5hz+lQnUAW4tu+M7hTWT0qMrSsFyU34PW3wP97/AOtSfb0zn7OfqGH+FVyBnjrTGXn3xSsO5a+3p/zw/WkN9F3i+veqjIDTMZFILl/7ZFkARg5/SsC45vW4/wCWP58ir8aZlyOaoXC/6bNnBAhz9ORXm45+8kd+D2bM8KHMiHoykEVD8P7ryDeRsu7O0gZ6Yzn+lSxuDOCGqj4fHk+IryM8ZDYB/wB4H+VVgnq0LFrRM7kXy9BFjPvSfb8j/VD86o4PSjHbmvROAuG9z0hHp1o+24/5ZfrVPryc0n4YpiLYv+P9UPzo+3/9MQPbPWqZ96OCeuB0piLwv+B+6AP+9R9v/wCmI/OqS5NLjkZ//XQBe+3jI/dj86ct+O8Qz9aoqBknpmnBRmgC6t+M48r8N1SreAjmE+9UFUU9QR93g0wLv29e8Rpwv4+MRdvWqe3pwOKV8LGWP3QMn8KqwjyTWmDazeMOAZ3IH/AjXtFnfRwwxI0TMUUKScc8da8NmYyTO5OSxJJr2TRz9o021kP/AC0hRj+IFXYm5tR6gnTyW59DwakN7t5WEn2J61TRRx3/AAqdE9apITZajvifuw/mcVYS7bdn7OPqGqrGnpmrcUeRyKtRFcsR3meDD+tWYrp8cQD8WqKGH5qvQwe1WokuRG1/Mg/1Cf8AfZqazuLhm8wwxc/7RprQGWZYwOa3LayCIMjoM81aiS2ebSIACfbvWfaRbLWPPO4bvz5rV1BD5OwZzIQg9s9T+XNQsmMAdq5GjdMo7B+FNZPWrTL7VEyipaGVymeacV9c1KwpuPrU2GQlc9cU1x9P51M3PHSmSDnpilYZBjr7d6Xbnr6ZpxA6/wA6Q8DpSA53xfxZRgDq/r7Vx3U4/wBkmuv8Y/8AHrBz/Ee9chHzI30xWczqw6uei6O5l0u2c/8APMD8uKu/lWT4Yfdo8A9Mjj6mtZR6evr1qlsY1FaTQoGMAHNOA/nRnHf86d1x60ECbfQ/nS7ccHrTlWl6/WgBnpmkRNvcnPrzUmDxmnBenTigYgGRT0X1zSqo/D61IMnpzQAgH1p4XpTguOPypyg9+1AAi496lRB6dOKFwMZx7n0qVBk5qkgCNACcD8KnRCegFIg9cVYiTjriqSEEa+1WoUpIoxxjpV2KLPNaKIriQx5I45q9BDmnwQcVp2tt7VrGJLZDBbdOOvtWpbWue3NWLa16cVpqkdvC0kpCooySa1USXIzrd0gupo5MxxxorlnI28k9O/aobjUJ7xvLgJitzxxwW+v+FcT4i8SLqeuqsDbLa2bC4PDt3J/M4/H1ruvDqx3lqkyNkoRuXuK4uIMFjcPho1YfC97brt8jsyDMsFVrzpy1qR2vs/Tz/wCHLWl2GWXI/Ou40SER2ezH3WrLs7b5wFHsAB1rpLO0ZE+Yhc9utfH0cHOr8KuenmGK9orNjto9KqapL9msZZF+/jCfU/5zWp5K7cZP1qveWAuYtjMQOxHavSw2WONaMqvwrc8SvOTpyVPe2h5fPB8xyKgtpbiwn821cqe47N7EV0msabJayfMMoejY4qna6cJB5s6nyv4Vzguf6D3r794ylCk6lR+6fEUsDiJ4hUaa9/8ArU29HvRqVoJDGY3HDKeh9x7VPLBmsgySQSLJHhSvRV6Aen0rbtbiO6iVkxyM49PWvn8NmNPFTkoK3ZeR9zVwFTDU4uT5u78zOuLUN2rLubPrxXTSJVOaIEGu45kcZd2mD0rMnteema7G6t6ybm29qTKTOTuLbqelZ00WOldTdW+c8VlXFtj3qHEpM52WLrx7VXkjrZni56VSmirJxHczGi5qvMoWNmwxwOgGTWjJHg8dqryIR14rJoopMnyg1Ay4Gfwq649eOaiZeOMcVDQ7lRl5PPvTSvHvVhlytRsOuO1JoCFlyKZtz0qfA/SoypA6c555qRkZUdsYpuKk6e/pTMd/8mkA3b14460wKd3XjHp1qX1x+BpCM+tADOx4phXpUmMH2phGSM0gEIxjpihgTj0p386MY9aAGAcHBoA56U7v0oXFIBuPoTSZweOOfSnY4OaQjnPNAEfTrmlx9fpTgMe/tQR1xQAhzzz+JpG/H/61DnC8nFVLq+hgUebIiZBI3sFz+dMB7XCRsAxGTxUiyh/u5xXO3V8HuERXXdKN0fPUetWbPWLSQY85PTBYA5+h5qE7sppJG4vqevej8vaq8dyj8VMGFUSOzgntjpQw4wcUmf8ADmnKcjH4UAJ1z/hRg/Wgj8qUfd7A0AJz+NKD0x0pcdqP60AJ1zSrweeaPqKXPt+dAB1bGRSUvJPIpaYCd6DTiOnXNLj86YDfSlANP2+tKAMc0CGgY6inL+lKBTgOxxTGCrxTgv8A9enY4xzinqvrTsIRF9fzqVUGaVUxU6IfWqSECpgdM1PHGe2aVE5UAH3xVuGP0qkguNjiyOlXIYOKkhhzjitC3grRRJuRQW5JHHJrStrbpxU1tbYPStS2g5rVIVyK2tfatS3tuKlt4MVpQxe1VYm5Db2w7in3N1BZr83zyHoinn8fSqHiLV/7PjFva4N3IO3/ACzHr9fSsfSUkaTMpLljliTyT60q1GtKk3R+LpcwhmGGo4iMK6bj1t0/rqas1xdXnDNsj/uJwP8A69LDY5xkVpRWoABHKnoauQwk8KM1+f4h1p1H7Zu/mfbRxNNQXsbcvkXNOgElmmeqjafwqd7QEciptOgeGJ2f7ueg55q1xjJBA6ciuWeEktXFnkzrPndmc7qNs8FtLJExUgZ/Gse21FWYRXiiOToH/hP+FdXrG02e0c72x+VchqlqGjNfb8O4dxwl5Pdu35Hzea46ccQlHotS/NbA9qzbm268UzSNRMLra3edhOI3P8PoD7VrTxZzXrTg4uzNaFeNaPNE5me2BBrNnt+TkV1E8NZtxDUG6OXuLf0rMnhIzXT3UIrLuIcA8VDRRz8kXXj/AOvVWRD79K2ZoeemapTRYHHFZtDMaRM5qCRcD0rTli/KqskeBxUNDKLDGOaiYetW3T69PyqIpipArsMZpjZ9amYcDNRlexpAQsvBpjLwe1WGH0qFl/L1pDCNRvzntzWVeKTcXmwciPAH41rwqC56j5f61nsAby9I9B/WvHx7/er0PTwa9xnORyqZVwQGA596jhzF4vQ9BIPz+XH8xVeZWXVmwcfOSam1HKa5p0vQMVH5N/8AXrbD+7UXmiK/vQfkdcQOx/KjGenencYz27UY/AV6R5ww9B0pOM4/pTuvoKMcfpQIZ/nrQ2T/AJ607HHvR27+lMBDn8ad+P5UAfLx2pRzn+VMBRx/McU9Ru6d+aZ0PNSLz1piFGakXGOcYpoqRR+tOwhR3qprMgh0e+ckjELY+uMVK13boxVp4lZTgguAR+FZPi68gPh26WOeJnfaAFbJPzA1SA8x6tXsnhNhL4fsDjgRKv5cf0rxrvXrXgC6g/4Rq2Vpo1dS4KswH8RP8qqJLOoRPT+VWUjNQRXFsek8P/fY/wAauwyQN0miPPZhWqRDJYYelXobfketNt2gP/LaM56fMK1Lfys/6xP++hWiRLCC3PSrrRCKPc3GKntxGP4l9+aRgLm5WNSu0Hk5qxDtGsvMYzOOp4raMAeRLdRyw3NjstT28SRRjkKqjP0qxpMe5Xnfh5jkA9l7D/PrSfYDxd4/O1Bz/BCMAf7R6n8v50yWPnpWrb23k2/7zHmOxkcn+8e39Kp3Hljq6g+7Vz26m1zNdc1CynvVia4t0HzTJ+eapzahaD/lpnHoprN2KQYFIRx61RuNYtYlJYSbQOSFH+NX8ZUNjHoCKkZGwqNhg1MR6cVE3H1pNDIWwD05+lJ9PSnsmOuabjIqQOZ8Zt+5gUHjcTXI2/8ArZD9K6zxn923HfmuVtgd0h98VlUO3CrVHa+DxnS2A6iQj9BW4Bk8dK5/wW37m5TsGBx9c/4V022nHYzxCtUY3bT1GTTtuO1Kq1RgJjtTguc9aNvTGRQzAZ9aABlApQRxg9KydSu51kJiC7FGW/xqol5eP0VvwSsJYiEXY2VKTVzo1OelSKRXNi4vSudsnqPkp3nagcgJNn/c/wDrUvrMezH7GR0wZRjkZqRMZ61ym/Ud4OyY46fL/wDWqZZtTHSGbPX7v/1qf1mPZi9i+6OpTB47VOoGAOOK5L7Rqw6RTEdM7R/hTxc6yOfLk46/KOf0p/WY9mHsX3R2MYB696tQpmua8O3N1czMLpslWA24Axwf8K7G3iIHvXRQqxrK8TKpBwdmOgi6VpW8PtTbaLPX0rSt4+QT1rrjEybJbK1LsFAyetatvb7WIPWmWYaMkpwenStKCPJz61okS2WYLUqFLDAriPiVrv2SCS1t2OYwqkqP+WrZ2/kAzfUCu6vrwWemyzykbYULfkK8T1CyutamtnkureIzF7gmUsuSW29QDwNv6mtaNWhSqRliJKMb9TCvCtOlJUFeVjGsrRpV3WxV2HVR1/KvT/hclzPelArIqDB3chvb+v0FcSvhrU1xPb2zyurYDWjiU/khJH4ivZPAdqbHR1luldZ8ZfKgOGxk8eoH48GvfzXMMPUwjjRlGXPpo0/X8D5rKMtxEcYp1ouPJrqrei+/8Dv7C2jiiwnPG0v3Pr9Ku8dKzrO8iuVEcMo5HY8gcfl1FXZpo4I98rqi+rHFfFqmqa5Yo+xqSavKZJSKAqgKMAdAKihuoZ2IhlRyOSAeamptNaMiM4zV4u6K93bpPGyOoYEdD0Nc5dx+UxXHPT2Arqn5U84rB1rARZlGSxwB7+n6H8q4cfBypcyeiOzCSSqW7nManIIo9o5duAP61l2mr/YpmCMGK/Px3x1HvkZ/HFXNUhmMcskyhcDI3uEQj2xlvzFYEdvIkn22Ui3t0YMjFdhzn3yT+Qr5ulj1h68Zp7H0ap0qlGVOb3/M9KjkSeFJYyGR1DKR3BqKVa534failxY3lgCf9AnaJM9THn5D+VdLJX6DF32PjGrOxnTJnNZ1zF1rYlFULhetMDBuIvWsy4h65rfuExWbcJ+VAznp4c5wKz5ou2K6CeLg+9Z1xEc8VDRSMKWP2HFVJU5JxxWzLH1/OqM0fesmijMdeeKhZfpV6RD29KgdOKyaGUmXHaoSM96tyL2FQsmc/wCFQ0MrY9TTW4PzVOU5qJl5P+NIZBjGSOtBH1J9qkwPXikxx2/LrUgRt75puOeKf64FNYHBzz6GgZGw6fzpCDTm7UhBxxSENxyPzo6DgdKcR60e4pDGnlaavNPOaaP/AK1ACcDrSEfN/hTsdPSk7UgGcn8/SoLqdLeJnkYAKMkk1O7bV469PrWBrdu17HhGIK8gHo1TKrTpte0drlxpzmnyK9jL1LXJ5iy25MSdm/i/+tXOXxaRS7MS2eSTyauyxtExSRSrLwQaikjMgKqCc9ABXqckeT3TznKXN7xk1JbxmadEH8R5qX7DP/cH4uo/rWjpFjJFI8syYwMLyDXm1JqMWzvw9F1KiizZileLABBUdj0rUtL4n3x1B7Vj4x9achYMCvBHIrghWcPQ96vhYVV2Z1McgdcjGOtSIefT6Vj28xAB6Z4YelasLhsfnzXdGSkro8OcXB8rJsk07p2yaZn8hTsnjr60yBcf5xQGyfegfzpQPpTAPelXkfWkHSngZ6j86AE/EUAdyKOh9R1p2OKYgApR7ULnvTse1MBGHanY9x70uPp6U5V64oARRxjmnqPelVce1SquW9eKYDFFTov5elCJzVhEz2qkhCRofyqzGnSlhTgHr+FW446tIQkcWRwKvQQ/Skii6cVoW8Y4xWiQghh/OtO3h6etMhiyBWhbpitEhEsEXStK3jqK3j6VowR4qiWSwRdKXU7tNPsnlY4O0kcf5/8A1kVahSuV1Z01aaYM7CAOYk29wvU/Qtn/AL5FZVsRSw0HVrO0UCp1Kvu0leRzdq8l7evPM5aSRsk11+lxkLyKp6f4f2Y2SBlJ53DG0fhnNb1pZyxbN6Hk4AyMn0Gc960oZxgsQv3VRemz+5nz9XKcZTnapB69d/yNnS7bzgUOenAxnHvXR21nFEqgKDjufWqEBSzhG9GwT8+0bsD/AA/lWlaTx3dujDGG5Azzwf8AGuOpSVSft5R1Z9BR/c01Qi9iwFx049gKa4X+JgfQEZpQoz85DMOhx0FMkiViuPlx0wKRoineWiTKeNmTzjoev+P8q5TVrVoWII4zgD1/+tXY3ThEKhQ7Y+6MDP51j6xCZ7ZsAeco+RvT8f0rSnKVBOcF8u//AATKthYYq0J6efb/AIB57rCpFGwIDyddo/rWp4c1D7fZmOXPnw8NnuOxrF1EfKTxnPXPWsuwvv7M1aGXLFXO1u+Qa8KjnVWtik6nwvS3Y+pjkGHo4Fwor3lrfq/67Hc3EfWs64jrZbEiB0IKsMgjuKoXCV9MfMGDcx8HNZlxH81b1wnJrMnj6/4UmNGHcRYUnB/LNcRqfi21t7qWDyWZo2KHnHI/A16FfJ+5fjIxzXlHlWp1nVp7y1W4WIyNszjnf6/ia8/E1pwqRhHrc6aNNSi2x0/jGDp9mJyf7x/wqpJ4tiJ/49if+BH/AOJp8moaaqr5fhoMH+78/wB7H/Aeaqt4g0+MHGgxg98yD/4mo5qj+0XKkouziNk8UjAC24/M/wCFVR4kkJIaNTnpwRinyeJbRTlNGhB6/fH/AMTUB8UQhht0qAD/AHv/AK1K8v5hcq/lB/EMh6RKPxNNfX5DkqifQZqY+JU/g06FfTn/AOtTT4k5+WyhHNK8v5hWX8pDFrlzPIqRxqWJ9DWlZ3pmjAlADdDir+nSC/0+GcxJGxfGAOnzCsOz/wBYevXt2pQqS9o4sUorlujobFdzE/e4x+tZkPzSXzdOV/ma1NHHDsM8H8utZtoMpfk9dyjkfWvLx0r1X8j0cIv3ZyOqAxX5lP3d2MelJr65t7KYZ+VsZ+o/+tVzVIg0jhu9VNQVp9DTauWicZwMnjI/rW1GWsWTVjpJHYoQUDDoRke9L16VX0os2m2pYEN5a9fXFWRzivXWp5T0G47UY/ClI/z60Ec0xDR3zQBjNL05/pS96YDV5pev1pcE9KXFMQfTmnrx/jSKAetPA57mqSAUDJouZlggeVzwozTlWsLxhf8A2K2gRkYpKxywHp2/X9Kb2EYrFpJGdslmOT+NZuvMBaKo6l6dFqtuR8xYH3FUtau4rhYhC24DOeMYrOO42ZIrrPCEm60ljzyr5/Aj/wCtXJ10PhCeOO4njkIBdQQT7f8A660ZKOyiGSBV+LjkHA6dazYpE3cFfwq7DKvfGaSKNe34Ax0rQtzjbjA/rWNBNjPIAFXYrhdvDgD61aEdFbycDNadrL83WuXj1G2iB8y4iTHUs4FSp4i0uLO/UbNcf9N1/wAa0TEd1bTAYrYsZfMkRScBmC/mcf1rzM+NdCtx8+qW5H+y2/8Almum8Ha/Za5NDJps/nRJcojHay4OQe4HrVxd2Szh7hye9Z8xPNQXWtabHy97b/8AAXB/lWTdeKdLj+5M0n+6h/rXK2amhNjtzVSQccZrCufF0B/1NvI/+82P8azLnxNdyE+XDHGD0yCagZoa/dbGSJDznc1eg2r/AGi0hlH/AC0QN+YryHzpLljJIcsepr1PwnN5/h+1JOSoKH2wf8KcBMusvpULCrjr0NV2XrnNWxFcjnnFRsuPp2qdhgDnI71Gw4/+vUDOR8aHD268nAPJrmrYZRz/ALddH434uoen3On41z1qP3IPuTWFQ9HBq7Om8FsftlynbbnH4/8A167BBz61xfg7/kLzLzzCf5rXcqOPenDYyxitVE20bRg96kCeuc+lLtzxzirOUYq9e9RuM5qwFwO3T1qCQYz2pMaM9lzNKAuRtHX/AHqbqusz2N60EMcLKoGCwPpn1qfpLL/1zH/oQrH8TLt1d/dV/lXFD45HbCKlZMlPia92nbFAP+An/GkHie9YnbHAMjsp/wAaxuoPpVaaTyYcryScc1smxVYRjrY6QeJr9iP9SOeyVL/wkmoY/wCWX/fHSuJ+0TE8ufwOKsW91IrDe2VzyDV2ZzqUex13/CS6kScOgHtGKs6Zr9/c38cUzoYnJDDywO1YsUYPUdPWrujof7Utz/tYqOZmnKjrPDMWdSujyAGHH512tvHgDArlfCqbtQvt2cqVP6mu2t484rXL9p+v+RniN16EsMOMZFaFvHUcScD2q9Ama9NHKyxbpjFalslVIV6Vp2sfyZ98VRJyfxOumtvDwiQ4MzhT9OtcRotyWdIwyFEiQYb6Z/mTXUfGLAtbEK2QWY46dq8yMxhRHOSSowM/h/SvAz9OdDl9D08s0nc9b0qO12xs1o4lHKywRgkfWum8OXyi3tBOG3eWzlnGz5s/Tr8x4/TvXjNlrFpbQRvc2hjIHDG52FvcLtOfyNSWfipUa2mgGSkRjY7slhuPJOM8ZHp0968HIE6eKvLazR6WOg5UW0e1aV/xLJZppMxRkBgnm5BznKnucZHPr+Vcf8VfHr6VNBFbqXSL5n5yMkccfTP51yX9vTPFJGdp3A4JOMfjXNandNe/NJiRdu38PSvsVWVN3ij5/H0HmEHCq9+3kdn4L+J8mp6zbeYkcQ8zG4ZC49/wr3JtXiFuZNxOE3EKMnH0718kaStvY3qSJGQgYNtUBc4+leq6H43iyPtr7JZBhQgO0YHA9v8AJq3WVZ+8jjwGXRwMXGLbTdz1G08TwXN39nLrG2GbLuFIAOAME5z/AJ7iqmpagj2CtFKoVpmBdXGTjd0PPp25rz4XslnCl/YzRxGFQDlck8kn6kk1F4r8T22n6TZvqc0kTSyKw2seTkncDw2OHXoTnHsa5cwpzlhZQpq8paJep7cXQ9tzw0ild3Om1C/AiIikugxOCyh2x/30K5/WLq0t4fOupbu6mX7qyrhR7n0FYH/CUQ3duX0+6iupCeAs8ruPcAnP6VzWqatNfSLCHBGRvBBVifQk9a/Pnl2KpVOWvBx9UezTr0ZxvTkn6Hf/AA+1Xd8QNRgV1dLiJSSBgFgi9vzr1Z6+f/h/Of8AhZI2sNnnyRrjuoyB+gFe/ua/TsP8CT6Hytb4myGTpVKYVckqpMa2MzOuFrOnT1rTmGaoTKeaBmZOvFZ86dc81qTKecVQuBzSY0ZU0dUpYq1Zl3H2qpKnP41m0UZcijdk5qrInzc1pSpiqcy/N61m0NGfImelQyLj2q7IuarSA+nSs2hlQjtUbp6GrbqdtQsvIAHfNQMrFcc0xgPT2qdh6Y/wqIg8UgI2A7VG2OalPH+c0wjg0hjMZ5pvIzT9uBTSeB+VIBpHNGPTj8Kd/SkOO1IY0Yz/APWpO/oad3pMcnnmkAz+tBGKdjn9KZIQAcCgZWuXwp9+Bnt61S2k5p15OVdV4GBnGPXmoPtBzyB+FeHjHKpVdtke7hMLJUk11K99ZR3SnzBtYDIYDkD+tMWyhsoCzozAAkgc4+vrWrEnmIhHU/N+pA/kai2F42BQYbKu6nGcH7o74/z3rooVakKfI3oclWlB1OZrUwVu7qVc2tupQdECnn/gWQB+VaDW29A2wI55I68/1qpeansmZEX5Q2Cc/wAqtx3JMKOq5U4ySeg9f5Vcm+xUqbhqyoYCW47def1qWONU6de5qaJt77nKk5K5U8Yz/wDqpkjLGTvYDtk8VzVb9DRVXJWYKdrD0PBrQs5CCVJxishru1BwbiH/AL7FXraVHkRo3DqyjlTkccV04Jyu4s48Uk0mjYHb8qcvXPJpkbZHqPepF68dq9E4RaUH1pSuB6444opgKop3OOOaFGcUooAAOOKFFOxwM9qCOOcUALtyeKUD1pVGetPAHH60wExg/rT1XLHjqKVAD0qVVB68j60xCKvvzUyR47DihV6Y+tTKvHFUgCNfwqxGnTI4pI15FWkXgZ/OqSELHHmrkSf5xTI1/wDr1biT2rRIRJEntV6BOKghX0q/Av0q0IswJWhAlV4Vxir9uvSrQi1bpitGFaqQDFX4RTEVtfvxpeh3l4escZK/Xt+tcVpc8kMVvb8kpGmSfUgEn8yav/Fy6MHhdY1IHnTKp9wOa5231YS3zpGq5WQqSRjPavmuJ5yWGjFdz1cpinUb8j0HTbo/Ks4w3YgHkVtwShry3RSOcv69Bx+tcbbX+zyy0sIUjpllH5gEVpWer266pbhZISxVsJv6kDPy+tfH5bd4mmmtLr8z1sRRk4Skl0Z2t8on0+dAFOezMy9Ppz27VFoVu9pGZGfqGXbgEEBjtIbrgjnHvVZbweTcomGlXdtj3AbieR/Oo4tRUW00SCNJYcoyrgBcDjjtxg1+q3fLy9D5P2UXJTe5Y8VeJo9EhhQuBPNnaSM8DqfryKztC8aRXuppYyyJK0qkqwwMYGeRXlnxg1FtVtYHt5CjoGUqMHYT6/kK5D4aXEuna9FPczFlQMWZjg9OnWpUqUY8jWp5tbB5hLGqrCdqatp5dT6juJx5LSbl3ICQx7VDM+VUhgcjGfXivP8AX/FstjYQRxTQxS3IYiR3/wBXjnkYOR1H16Vo6Zrxu9LsXMkMjlcuYshVI7YI7dCf0rT2TUFPoem6i53DqYWs2zyX10sYk2iXaAEPAPIA/Pt2rlNetp4Cn3h+I7fjXYNqg+2XqkTO6S7PlRgq4UZwefzriPEl/gsQoEhJVQfmH51+X1K8liZKC0uz7mljKkaSi+x6P4Pvlv8AQ0wctAxibHbGCB+RFaFwvWuM+FszG4v7duN8UU4Gfqp/QLXbXAINfo+Hqe0pRk+qR8ZWVqkku5lTqazp0rVnFUJkyc1szJGPeR5hk+hryS4T/TNZBGOJf/Q69lvEzA/+6a8dnXOqa2QP4ZvyzXlYxfvoP1O7C7P5HKXUshgVCx2KchfTms++m+xwFhkhxtI9a0blcxHPU1ja4WkjgUAkkZx61ENXY7sbHl95GVJfSE52oPwpbe4MsioygE9MU5NJ1CT7tlcH0JjIFNbTr2BtzQOpX5sY5rZpHmpyNdi0ip5h6AAYGKZ5eScY9amRt0ascdKcoyMCsTU67w2udEh56S/+zVjW3ErAZxn61u+FudHj4yfO/qKw4/8Aj6lPbdms4/x36IUvg+Z0ejAG1nPJIGf0NZliP9GuyOCXAra0dQulXLdD83P4CsTT3BtLsA5xMM857V5mL1qyZ3Yd2ppHO6if37VVlh/4ld08bEMVzxxjBBqzqh/fmmWqPLZ3KZ4ZGUe2Qa2g7JMc9U0a3heQzaJASSzAsCSfc/8A1q1cY4HT6Vz/AIHk3aXKueVlJ/MCujPP9a9tbHjPcZjjpxTe9SYyaQrzTEM/xoxTuwxS4PYUwGKKcB+FLj/HFOAyeciqQhAM1JGucf0pVX261Iq+/eqQhVWuY+I0f/Ent37iYD81P+FdYq+n61zXxITGgxMeouFH/jrU5bCW55kaQ9KfimNxWcSmNFH8VFHcVbJQ7n1NLubP3jTRRWRY4MfU0oJ9TSUUALz6ml/E0gpaAHKRX0B8CWzotkvQC79OM7xz/Kvn9eK9/wDgYwOkWKjjF0M+/wA9dGH+IzqbHgZVfUmkIHYUp60jVzGg00rMWwCxIHTNIabmgZesjlSK9M+Hb+ZpdxD/AM85cj8R/wDWrzCxbEmPau/+Gs23UrmEkfPFuAPcg/8A1zVR3BncSLx6VWZDjOKvyLnqagZQcj/IrVklIofTPeo2TjmrZTJ9+lM2c9PepGcB46G3UEHbyh/M1gW4/cR/n+tbvjxgdUwO0YH+fzrFhGIov90VzVdz1cCjZ8JtjxEgzjdGw+vFegqMHj09a898LD/iprcY6o3/AKCa9IUHuPpzTp7GOO/ifIYPw4pwXOeOM804Dmnhf85qziI8Y5qtIOWJ/Krm3ngfr0qtIM5HXnNJlIpAZkmz08sf+hCsXxUNuqcY/wBWp61t9Jpcj+Dr/wACFY3i4Y1VeMHy1wPzrhh8c/kdtL7JiscYzVW8UvIiD359KsP7VKqK0iFumMVtHRlVVzKw/T/DhvIywu4VI6gDOKdf+HHs7dpku4ZgvUL1rc02CNbyCPzAw2nJPAHFa8ejQ/ZZF8xSXyqk+/vV8zOf2UbHO20ebaNj1Kgnj2rQ0tB9uh4/iFQ30LWNw8W0hFYqpxwQP51e0y2kS6tZV+eJmHzgcAntWXUt7HUeE1B1K+65AX+dd1br0z9a4fwo2NWvMkEELjA/2hXZLqFlFKUkurdJFOGUyqCPwroy7af+L/IxxCbcbdjUiXpV2EYrNh1CzfAF3bluwEi5P61cXULKPiS7tlPcGRRj9a9RHLys1rcVqwOBDsA75JrnbbWtI8wK+qWK8ZP+kJ/jWhb69oizBRqtkWJAX9+pyfTg9admLkfY4z4wbf8ARdnTJz7cV5TczMlopjONrFS315HH516l8WGLRKw6b+eK8lZtzPGejjAPv2rzcwpe0i4ndgKip1IylsZM7liWZiT05PWizuXgkDKQOc9evtUc2VYgjBB5Bqhf3Atodx5Y8LmvBpQk5pQ3PqsQ4Rptz+E7S31GMxrlgIwMZ/u+x9BVHXbxkQQWx/fupZc/dx3NcTY63NDJmVmPbI6mtuy1OCWQyqBG4BGYxnGfYjjtXuThKmr1F/kfKQnCb9w17KAkK04JlXjPQEY/Wry3C2ypyqIvQf561kSX+GANy/vtQHP5iqUl+PM3KGaQD77nJ7dOw/SsfbwWtzZUJ1Hojtm1yW5t3TzEgtYQJJN7hdwB64P54/E8Djh9a8TNrmsNcrthVeIYXG9cEAHJ684/yck1LmZplZHOY26rng/WsG/tmtW3RsxiJ4PcexrrwGLhKspS3W39dzPMMFVhQtHZ7/12Ld5ITOWiAicd4zgVt+F9V1GfVrYyzyTJb5kO87sKvOOexOB+Ncl50jt8zZ+tdp4Xtfs9ryB59wAzAdVj6gfj1/Ba9XFV04O/U8bD0mpK3Q9N+FFq7eLbSUkn7zNz7d/zr6CY15B8G7HOrSTlSUjiKg+5NevSHnjiuOh8J11NyNkZuecVTuBhiB2q22/YcEhfrVSUKPu5/GtjMpy9aoTd61JQrLnIUgenWqgCDeZMGkMyJxVGVc1qXYUyN5f3e1QtHHI6qNoIXJI70hmNMvy9qqSLya0bnmQ8YGeOKpSj2pMaKnlCRiCQBnvVC5RVkITJAPBNXZTjPaqcx64rNoopSLzzx9arMOSRirkm0Z9KrSEbT9PpUNDK7jgg/nUEnHrVluhzUDHrn86zaAgZflye1QYBU5qxIQVxn6VCzDgZ4qWMjwfqBSdj/jT2ZR9KhLA96QxrDgmmsBx+tKzA+lRvIBjmpAcePYfSmZ59eailuoYivnOFVjj0zUkkg83hgSemKB2e4oHrx+FIcY60nmbWweG703ePpSAceB1qG4OFOMZxTy49QagnkBGARmgDMvMm5b8P5VWlZY1LMwCjqScVR8RavJbXhSGP5mRTvbp0xwPwNcvdXU1ywaeRnPv0H4V531SU5tvRHtvNadGnGMVd2R6N5iTWatF+8BhBXBOG5YHmn7GDZEIWNwHPrux0rm/B98HjNmzIsiEvHuIG4d1z69MV0xud8JePDZBIycDPofSlWpum7dDkp11V97qc5e6VmYtG+EJyRt6VOgKoYotoVV+bdyAMVWurvUnlZXgZHJ2qIo9yn3354/IU+yjuQjLcn5M7j8+T9CfT8abTtqzWVRzWpaQr9lgCtj7oyD6ke4rg7pg1zKw6Fyf1rsNSuTDGSCyOVIQDKk543dQQMZwa5CW3Zc7eRXdh6ElHmseViKsXLlRCDXZeGv8AkHwjn+I/qa43p1rt9CQRWtvGcghAxz78/wBa0aM47nSRD5P5VMBgnsKghYAdasK6/wB6kWPHrxj604f5FNDL7Uu8HqaAHgYxS4P0pFI/hx70oIHWmA7r/jTgPUUilfpTlP0z1p2Acv0p4BpAevenq2Dzj8aBDkGDyKnVf8io4yP6VOhGODzVAORc9qnReOnao0PQfrmrUS455x64poQqJ+FWY16GoUAz1q3EK0QEsY+YHmrcY+YVAmParkIz9atIRPEmMcVdt1qGNc9uelXIRg1QjQhVlEZjQEE4Y55HuP0qzGMNxVRr2G1jUzuEUnaMnqfQVWbxFpUErJPeJHIpwVKnIPpjFJPU0VKcleKudHAOlXougqnBtaMMpDBgCCOc1biq7mTR538bZCNPsIxypZmJ7dK8pv8AV5VuAyORkKxC9zgZr2T4xWfn6DayKRlZMHPGOK8Jv8LHxy8ZKMQeg6j+v6V5WaU/aQ9D1snqqnWs+p2mmauPKjcGLd/EGBBH15Arel1ExeTcwzIpjdX3DkBcjnjsP6V5noV5ukMcjNuP3TnH+fwrsLW6KQlJ3QqvBXHr/nvXycqElUSgtT7j21OVFyquytq2eny65JDai7tvm/dhQG6A87SefqCfVaLmREt/tE2ZbllUySKvU89u3U15DpPjGPTLmTTtRQrbbsQsOSFPXLFh6DjoevBGTp6prNw1kFjl3QEnY0cnyt6jPrzyDzyMivtqVaap2qK0+x+dT9nKo3Sd4N7kXinVNPvrllST94c5yNuOmQeOTz2/rWPo0tnazCX5HJBK8/ePt+VUyIWm3SoQT8p47Vbs57KKRGEY+U7hkd6xpub1mXXlBu0NjvLTydV0eadnVZdu0K3JjPB9vQVZ0fU5tOtJ7m7n823RdyBiFCjjIBPAGcfQE+lcbFeb3nuEYQWW0ebK5wo25PGOpxngZPWua8T+JpNbRbCykaDTFP3WGC+Ojf56fmT1+2coulB6nHOKp2q1F/wT0m31y1bRXlt9QkZpi0j4fJDMe5xnv3rlLy+klkVN8e085Z+TXn1w8ctwBZlo1iAJIJycetbmjeILNryGDULI3KggeaJChQDvxkH8RXzeI4e9nJzoO/k/8zvwude092qreh6r8NLhv+E9uYGbISyWPjsQEJ/UmvUbxcNnPHTFeSfBuOW88WX2oSIVSRHfjgfM2cCvWbltzse2eK+hw8eWKj2Oaq7yb7lCbk1TlFW5T15Bx1rOnuoBu/fISvBAbJFdJkkQXK5hfHXFeNlANa1ZV6lZ+OmeAa9iSaK6tTJBIksbA4ZTkHsf1rya1t/tXizUIAQvmecm7GcZUfn1rzMWr1afzOzDvlTb8jjZx8p4rT8OmGG3d2jEk3YquWA5456fhVPUrWW0klguF2yRuQwqTw9eeX50JHzZyhI/SsY6M9fE2lG6LMurXsoneK0VY4+B6nmua1W6uJA7yxqpHAwe/wCVdFeXEj2cm25mRicusUO4DHbOK5a8uHlt9nmuyA4RWHJrRanmyViGGQsDuBHpViP3+lVI238g9R1FWoUOOealog7Xws23RlPPE3f6isNf+PyU4x8x7dK3fChY6Ocn7s2ee3SsTgX047bz1+tYx/j/AC/UmX8P5lrV9TTT/D5R5SjygkKn3iMgY6j09R/SuZ8O3yra3Nwi7IlkCyR8fdxkHgDJGGOPQN3AzV8UX6yzTwQx4RAoZz1Zh/SsnTLt7OEuuSrNh1BwSODwexBAIPqB2yK6fq0XGSfU53iGpJrodJqzB5Qy4KkZB9afo5yHHXnms7eGt1KkFDyuBgAH0HYdTjtnHar2i/ecH615lSHJFx7Hq05cyTE8CZR76E9QV479TmuuIwT1965DwyTH4ov4zhQ284/4EDXZleMe3SvXpvmimeXNWk0RBcHBA4oYZ9c9Kfj86bjGcfWtCBuOf6U4DtTlGT7fypQBTAZtz704D884qQD1PSl2844poQ1AM8DjNTInfBGeKRRxUqDBx0q0SPRcevqK5r4lA/8ACOr14uF/k1dUg5BGM1zXxHX/AIp0Dj/XL/WnLYFueUU16n2VA3U1nEpjaRuopaR+lUyULS1bvTbho1hLsduXZuOfQCpbE2YaM3RO3dhgM9MH+uKzZZQHSitLUJLR7cLBs3h+Nu7pg56++OlZopAKvNOpq06gBRXvXwLY/wBk2YBP/H6APzWvBRXu3wQjLaTajZuU3e5hjPG5RzW+H+MzqbHhrCkY96e3SmHkVzmhHS0pFGKBklq22ZT711/gufyPEtpnpITH+YI/wrjk+8K6nSCttbnUWO14pkWPj+LO4/oKaA9hdagwT1/Cpopkmt45o2ykihkJ4yCM03HH07VuyCuVG057daZGGZXLDaAcA+tWSvY0hGTUMo8s8dH/AInUw9FX+VZQGPLGP4Rn8q1PHn/IwXQznG3/ANBFZ7riUCuWruezgFozS8NEr4os8dww5/3TXpgXjj8q800H5fEunn1bH6H/ABr0/ofanT2MMwVpr0G7cn/PNKFHufrT9vpkUqgZ7GtTzyPaCOc1TlHzHGB2rRwMY5qjJ3xUyGiiqZnfp90f+hLWP4yhZL+KUj920YAPuO1bkYH2hs8/Lz/30tSa7ax3ULxykAbAdx/hI71xUI81WovQ6+fkUWefueOOlTxgttABLEcAVQnnEbMn3ypxkHI/OpLC+eG9gm4xGwOPauhQZU60baG1pcjfaVZE3r6bckV0V9eS28GTtMhwAVXgVJd6BZ+Wl/bXP2WFyrFScKQfT0NN8SrAvhNZbN1dlnTcR16Ec/nVODvYzVRctzFu7yW6hgSZtwiBCnvV7QZGW7gi3fI0i5B+tcxHdsfvgn6cVZ0m8kbV7bax4kXA/Go5Gtxc6Z7JpOiNDbz3sF6iPIuVEkJYDHrhhXjniG7mn1q+llZd7SNnaMAnPYZOKqarrWowyXUaXt0q+a6hRK2AMnjGawHuJZQVd87gcluTVtQUbQVurOrDN05c0nfQ63w5b311P9stUDx2pEzM/wB0BSOvr7+wNVpw9veypMysVdsED5WweorBhZQpRcmE4Pyn5gcd/wDOK0hbFZ0SYiEsmYmRvkl4/Rsf09c1m52Vj06Xvu5o3cIjvZIZbS58zKkYhOcMMjrjsevpW54O8OnU9aMSztaG2cO0kijarBuBkEjPU9e1cfdiSeTzS8rXGcNJv+ZvY56/nXU+CtZ0vTNSvbfVbG4l0m/txDPbM+xgR8wZTkZww4/D05ISV1fY2nFtNLfoe0zaNca7YSQ6x4hgS6B5AEWPqMc4PvzXG+LfhfqGm2f2+01hriy6M6xo23645x/nNeTQ2XnszRs7AHGBJtP5YNW5dY1aztPIgv7xIsbTGJsqR6YwK6p14T2R5awHKm5v7kamp2ptrXzGlEkiLmQgYJA/ix/P8/WuFvLh7iYueB2HoKR7iRbkSsdrA5ygxVq6jtJgJLa4iWRusZBUZ/p/L6VOFjSp1HNrVnJjZVqlJU07pfeZ1dD4eTbbvJ03Pj8v/wBdc/KjxNiRSD69Qa6bSwE0+EHO4jPPuaebVLYey6s48uhetd9EXGbJPSq12MOrDjcKkLc+lJOA0I9VOa+ahoz6Ok7SRV+n40xlEke1gCD1FTcFgFBY44AGaoXN/HbthAJJP7v8P4kdfw/MV2QjKT906qk4Qjeew7TdNgGoK1xJGIByFkYAMfQ+3/6q9o8B/Dmy1K3W+1HxC6NId3lo8QJHvkV4PaxTX91vlYsc8k+noPau0somgiAX0xXtQqt29pqeAsJGo26fuo+nNH0rTdEiEen6x5fHzEyRsX+uR/LFaD3kef8AkOR/TdF/hXy007n7pc/nUlsLu7nSC3innmkPyRxIzs59gOTXSsRCKskH9lyevN+B9MyX0Zzt1yJfo0X+FZN9foskS/8ACT4ZjhUTyCW/JenTnpXzpdSGzSc6gZoJox8kMilXZs4OQ2NoHc/Tg9ue1DXr6WaFYEhtVUFR5Y3s2e5LfQdMD0FJ4uPYHlqhrKX4H0r4i8RSaPosl/LrNsxV9oRvLAIx1yO/sAa4C2+L9te+ZHcXl1ERn5o7dWBHqDg/qK8Nurh7mZ3vJJLhyDg7+Qffr+VVo4jnjJNZyxLexm6MVokeyXfxPmnmzaT6lJEmfmfyo8/8BCnNVm+IUst1HPJfajGY24OI9oPv8orzOCwY4kLlT1AHWmlntLh5VHmKSd6OMg1k68+5tHDQt7yPXJviCHYh9YmDEkkiKM/+y1MvjWJsA6wjMf7wjHHp92vFf3Vy/C7AeoXkj8O9Vp4zDJtDkkHHPB/I0KtLqZTw8Fqj3L/hJ95/5CkZz/1yGf0pj+JVB5v4/wASn+FeJRyyE42Mx/2etTrOQp/fyI391lIo9qyVQiz2CbxFC4H/ABMYk47MnP6VD/b0BJX+1Iz/AMCjz/KvJlu32jEzZ7g80796yZIDKePug0vasPq8e56j/bUe7jV0PB43Rf4VE2qRN/zGUHsGi/wrzAhz0jJ4xwlQ7QGwxKn37Ue0YnQSPT/7QiP/ADGF9OWi/wAKP7RgJGdXjz3G6L/CvNFRG/5bRD65/wAKjZgp6qfoTRzE+yPT/wC0bYddVjPfBeP+gprahaH72qoMejx/4V5eZgP4c/Q0eamPmjb8H/8ArUuYPZLuelT39qke/wDtGRhnomw59ulUhqJuo5vssxV0UlVYAs36Y/AVy1rKLpBsB4+8Kdcs9rGHgI8wngZrGU29EehRw1KK55aouG4nuGUXrbT1V2zgjPar2n6xFswJW+Q7SduAR6iuSe48u/8AOSaWcED5z8jcjkdT05FRSZVN0BzGT1HBHsaaTTuRVqQlHltseiQ6nZnDPcjkdyBU66jYNwbuIn3lFeZKZTzGzEjk+oo+0T4xvLD/AGgDWlzidNHp323TgMfa4eO3mikN7ppHN3B/39FeZKWwSwDH0P8A9anxSAt8w8vPdSeKdyfZrudP4shtZreGexlWUxfLJtbd8p6H88/nXKdTgda0LSWKGQM0zNwQVIOCD1FPa0SLM9u5kgY4ViOVPofenCPPKxlXp8i5kR2qGHDjO8cgjtW/p+pu7BZQd5GPNTgn/eHRv881iFvlxV3Tl4Z/wFdGKjCFF3RngYyq14xXzNpp97DBUk/3k5zRIRyGJb0z0H4VRzzkdatOcjPqK+dlNrY+jq0Ix2Odv1kS4YTMWJ5DeoqtnFb19befDgD5geDWKsLvKI1U784245r38FiVWp67o+cxWHdKemzC2tEu7hVbIX7zsOwrrLG/0kqWmGyRfvcsR+n+FcpcSCJTBA4YfxuP4j6D2H6/lUauHILEo/ZhU1ppy0N6FH3feO9GraOq8TDB9m4p413SACvnjH+43+FcG+x0/fKI37Spyrex9Pw/KoHDKcH8CDkGsVI2lQSPRBrejj/lun4q3+FM/tzRu1x+Sv8A4V57mjNO5Hs0eh/23o5/5eiP+Av/AIUp13SD/wAvjc9yj/4V51k80tFx+yR6GNb0lRzfOfYo3/xNL/b2lYwL4j/gDf4V52famNnFPmE6SPSB4h0n/oIOP+2Z/wDiad/wkWlH/mIN1/55t/8AE15nmincn2aPUl8TaSowLwn38tv/AImpF8U6QOl2c/7j/wCFeV0oNHMHs0esL4t0gHAuhj18t/8ACrCeM9KH/L4cd/3b/wCFeQUFgO9PnH7JHsi+MtG6m8x/2yf/AAqaPxpoeebsnt/qm/wrxXzBjvTo2ZziNSaftWNUUz3OHxxocbBlvSD/ANcWOP0q2njrQSdz6gc+vkt/hXg4byzmeSNMfw5yf0qE3UzzEQ7VycDgf1pqu+xf1aPVn0NJ4/0lLV5bOeW4ZBkr5BA64/rXK3nxMuLm6kf7LDHGgzEsgDFG/vDOcHp1H0xXkvlTyl/NnI29dxPP+ffFWmMUlrHBboAR96UjBP8Aj+lTKvJ7HRSoU4atfedNq/jS+v1g+035nuYpfMjZAcr7Y6Hmsm41ua7ZmuGMq7t2VJBB9SKzY7UISUPOOtMe0kVtxViOoK9RWTd9zeNacVaOiPX/AAJ8Q9Q0CwKXDQ3OnIVKxzErJg5OUOMc47/lzXrGi/EnR9SmSCN9szBSFLLg57A5/Q4PtXyRbXUlrOGJD+uRg/8A1q67S9dtlvE1C2ktra6jKiSExbVn9SV5Q85HOM4zjNaRrzjo9UarD4XFK8tJetr/AKH094t1XS4rXyfEunagtsFEhYW0hQD13pwPzrxrx1qHgH7PHJ4cnkiuTlZYnEuHU9wX44xXYx69pfi7QxbRQ3+m3iqE36RcFotwwMeRnaRyOBzz6mvKNctJLLxObXxQ82o2ik7lGbadFI+UlGXcnUHpzzjPWtKtVNWaTIjlkY2km0/kYjXQgdWifzAwyCpxuWphqV3dy8z+THH2QYCj6evvWXYtBBeSQXQl+ykna6Ats9CM446ZB7ehpl/DLayKWxscbkdeVceoP+T681zYanTpu63ODNZV6keWT93+tzXuJhcw4ueo+5nk/iafot3e2TN5MubbB3Ifut6ZHf8AHIrn2uWZfnJJ/nW3YSPFADwSwzg+lGYVUqXmzzctoy9r5I2RqasD59vFuIPKKyj24VlA7VXuNVaKSNobWED/AHWbPTPDMwqr9qPOVBJ6GoL26JRdvAByOeleJCpUva7t6n0tOnT5tUi5NcXOqTLPqVw5EYwCxzhewA7dh+ApsurWUWITErJnG8jnpWHJPIeGY49M1WdgylTnBrvws5UJ8yFmGGp4uj7NrVbM2NQ1SyEXlWqPzy204Fange10y81Ipq6utntDTgSorlM/dXOMljgcc4+tchZWyveRQtPBC0jhRJMSI4/9pyATj2AJrt7m9g0RYrTR9cbUNSZWJutPstjM+chTI5DEDp8oGB616lTEN6o8vLMqi5/vL2X4nqGn+J9B8OAf8Iz4S1CCOQhPtN15wjA9SMMfyGax/EnxN1O3uXiu3Sx29FgjCE5/665fH/ABXlniDUPFctzHJrF1drIowH87cy5HTfkkHHYnPNac2l22haOup+ILSa51a64t4ZLoM/A5eVcbgvTHT8etZuvJr3T21hKEG7ws1/N/kVtd8RLqBt5IJtWkuACbie6nGM54CDqo+p/AVnaZq2k/2s39oxX19bZ3kpIFZ2/HOB+tYGoX891MwdgdxzsTn9a2dP0aLT7RdR19CVf/AI97EHDTH1fuqfqf1ojJ3uzgrVef3YbHpX/C1tMtLeO30Tw59ngPJHmBFI6EjaOTx19qg8J3f27xMl1s2/aPMkxnOMop615peXU97OZbkgyEAAKu1UUDAVQOAAOABXdfDiXdf2XPOxx1/wBhairLnqwfmcsoKEHY3PiRZKtvHfqowP3cp/8AQT/MflXlx1TyJnaJd24YyeK6v4rX80mrx2YlIgjjDFAeNxJ5P4YrgHHStalOPO2ZxxM/ZqHY6q4tNQbRbGRIGnW5VmXCk7Dnpj34I/8ArVXbRp9K0ybUL9PKlxthjJ5DHjNdLr2nO1zpGnxXBUvEq7SeEA7j3OD+VVPiQ0rtpujWu+eXbvIzuZj0GT/31UxilcKjdk+553azvHJhTxnpWxDfg8SDB9RzWI8bQzskqsjqSrKwwQR1GKsBhQ4pmKm0eo+EmDaHKQflEp5H0FY7f8hG5Cnjef51e8ANu8M3YBGRO34fKtVDHu1a5VeMysAW4HX1ria5cR8v1Nm707+ZyBt4ry41FpZHXE2AqrkkZOTnoAAOSayGEawSLC25FcgMRjNdDeWoGleVYCQzzyO0rsMF4x0OOwJzx1PHtXPIEGmlk3HL85GO1d0ZXZxSjYuaXLmzdTxhuPp/k1taMR5rjpxXNaY2JGX1rotGP+k9uledi42bPUwsrwQtifK8bqAeH64PXKZ/nXc4zyAfpXB6liHxTp8nOGMZPv8ANg/pXfbeOD+ddmGd6UTlrq02M/CkxgfpUmO3SjHNbmJGFAPHQ04DtgU4DHHNOANUIQD07UAD1+lOAwOcelKEyOc00Aqrjr9alVcn9KYuccjnucVMgz0NWiR6rxj+lc58Rl/4plyBjEqH6dRXTqDiuX+JDSjw7sjid1eQb2AyEA5yacthLc8n3t0qJutPphrOJTEob7tLSHkVQh8nLA+oBpuKeeY0PpwabWTKQlFLS4pDEFOpMUo5oAcDX0d8A7eOXwbMWDGRp0RXBI2/OWP6KK+cRX0f+zzbsfD7zMSEV2wM9z/k/nW+H+IzqbHzs1MHenmm9uK5zQaaSlNJQMFOCDXWeF7OTWL6zsGOLZWM0p6BVGNxJ+gA/GsOz0bU73abXT7qVW6MsR2/n0r03wZ4cudM0+Vb+Pyru4cb1BDFIxyAcep5x/sj1qkm2B1ocSt+7QrEownHankcd6lVdq4FGOBnrWpJDjnnHShl71Ljuf8A9VBHynOf51IzybxbH9o8VyxAE7pEQe/AFXPFegvpmoSSQjfaM3ykfwex/wAaS6HnfEOBeTm9jU9+jKP6V6Vd26TzSJKiujDBDDIIrnlHmbPRw9Z0rM8o0kbfEGmE95QPzr1ECuH1LSjpPi6wiA/dNMrxn/ZJ/pzXeAY7c0U1a6Y8fJScZLsIooA5pwFOUfjWh54zb8tZ83U/WtQj5TWbL1OfWpkNFEZ+0/8AASP/AB5a574iTzDUbe33lYjCHKjjJJI5/Kumj/4+wD6H+Yrk/iEQdYhzx/oy/wDoTVyYb+NU+RtV/hxOZxxSqOnam5+bHPNOx3HWu057no/h+aHVPBlwl0N8lkjFQe3BKn+YqzfQxHwBLJGo8zKlz6neP6GuL8M6kLP7ZFISEuIGj+jY4/X+ddEbzHhPUYD3CMue3zqD/Olf3kjpjFyoya6HNX0SQC3aNgfNiEhHockY/Sq+lv8A8Tq07fvVH6ikmlLhQxHyjA47UzSjnXLLv++T/wBCFVLY509RNWUG+ux1xM//AKEaqQQRuvzqD9au6p/yErwHtM//AKEarWozkdO9c568FoiHyRE5KnBHIYHkUtxd74hEyqsi9JF4J+tSSH5z9aieye4ANspeTP3F/nRZPcUqjpp2egyNzOB5Vx5c442v0P4nitHT9Yv9PYPPbJKV6LLEGVgfY8GsxbUp94bpO4xWlbCW4ZIeoB4jZgCfYE81LSIhjpJ+6x9lJFqRd0byZEBfaOCx5PAA4H+foh1GO7lWO4lBwcZKBCR+X60xzJDqIkgDw3HJKAFWX1FRarJ9rkV3jSJlGGIBIc+pHY/TFRbW56VPGRlT5X8X5ljVLbSWT/RLm4ScYUxXEeBnuQwzx+FZX9m3DRl4YRMgGcxyB+PoOf0rc8KS6Kmqr/wlSalFbiIur2RQu57cSAqR1rB1iYS6k89sscfIwYoRCOP9kEgfhWiTsY13Sl7zVvTT87kKXT24ZQoAPBDZx+XSrEWuSIArRxMB9Qf8KzpmkuJSW3M564JJNQ+WD3GfSnKEZq0kebdxd4m+NYZl3fZzjp/rP/rVPb6jd3B229iknHQZJH5GuYVcelSx/UVn9XprZGtOrK/vM7O5F6LVY7iwgVT1U3Spn6gMP1p1vp8iKlxbMYZY8MNskZAGOoJfrx0HNczZvGj5lSV177CF/mDXQTa3pYsmt7PRgJn4M083mt07Arx17Y7VHI46I9qlWoyTlLT1ev4RO6+Hfh/XfEN3Mtp/Z6WmfMlmv1iO0DqSuCw/EYr0eSzsPDflyS+LvD0N9GC6Gz0eORuP9sEfrXzfp1yFn4ymeDtLMSPTH4DjNbuueKLi5a1gnCW0duoVY1t44s47sAB/48Sc9+a6YSjFeYKXOuaUrRXo/wA0WvEGv3N9qk11PeNK0hBWYAREDPHyqxVSR65/Oqmgt4l1PxD9m8JpPdX6kuGtCcrngktxgds8D865m/1f7UkcNtbD5GOHb5i+fY8Z9+v9Len+KdY0q0ls9O1KeCGRSskVvIUjOeucfeJwOvHbpUKN3eRlWx0bOMH9w3xNpNzpk+NVvre4vXZmeC3l8woc/wAbAbeuehJrIjLEFANqMOQtPUSXEhb5mYnkmtjT7RUXMigsfXtVux5yvVleOiM620+SQZ27B6kVow2scSAEZI5JPWrX3cYHFG7I55qLm8aUYkQYBsYHTGKq3Cb1Ixg+1WM/NUUmCenNASMySDcokVdrKcHjg1TmjcyElue2ST+VbEm4K4U4yMfWqMih1+YYIqkznnEz8/Nkjn24pV82T7vz+nPSp0iAkxKwVOfmxmhokHHB9xzTMLMiZCNoZWX3YYFLtljX1UjPynP8qkO9UKJI4X0zxUJhO/k4HqKBkm9QpZZ3RgPu9c/jSx3MjfJwSTjLYP8AOomjwCFZ8d/eliitw377z29lwP8AGgLshYszZPH0XH8qRWAb5mwPpmrZFuIx5cTb8nO4nAHb61C2w88A9go60yGNYRtgQLI7ep4H5U1sqSCoLD05FSxxk9SQD2Bp5QAAigljbKRre4EhA2kjcmOGFazatJJHLDaE29uWWQw5DO+0dS5GTzzt6flWTimshOCKTSepdOtKC5U9B10dzmXcH3nJOckn3piY6jg1G4bqPxpAwHXIpmbd3cmVijZ6HsRUzukvLAI/95eh+oqsHB4NOAx0oBMeRjrSH2ppP1WgNjqM0xDs1Ytrh4X3JjB4KkZBHuKrqQadQG5ob4ZuUby37ox4/A/4/nWnBC8dsuFJXqXXkfmOK52nRu0bBo2ZWHQqcEUqzlWiotl4Zxw83NI6FmHr3qxES6LgEnpiudN9dnrdXB/7aH/GmzT3EqbZZ5pF9GcmuKWEb6nbPGKS2OgmuYbfPnyhD/cHLH8O344rEvtS86RhDF5SEYY9Wf6n09v51S2kcCjJHatqNCNLVbnJUqOejFyOMUcY4puT6UHJ/hrcgljlaPIB4PUHkGnMyMDsHl+q/wAJ/wAKrsp652imZA6qG9ySKRXM9ifJAGe/T3pQagifa+Mle/HP6U92Jk3McA9FA5NAEp9qsW9rJOjFMYHrUKhGQkCXIGThc0ouQkWyNzzzh0pPyGkuoxuGxTGNCpJ98KJF645AqQRtIpaIbD/dLDn6GncfLcjwSM7Tj1phamSEqfnVxmmOV/h3n1yMUzJolL89vzpu7/a/IVFnnoaQsM0xXJt2fU/U04AkdVA9qg3emBSnO7AO4eo6UDTLB2qAWbJ7Ac0hmYKeoUnoOKjXI6jFPViWGxcsO5GaRVxqnOMqT9BirPmSLtwuzI4A44qNSd+X+cjoOozViBGZt8mSx96RpFj1TzFRWAwPblvc1ZUYx6UxRUi9aRonckTqKuxg1Sj4/E1cj+6M5NBvTGTWqTcOnPY1WfS5Y/mhKuOu0itAHLc9qtxN0A5ouW6cZbnO217d6fdGS2lltpl4zG5Uj8qs/wBvahJMHe8llO7ftnbzELepVsgmtiWONz+8jjPHcVVk0uylbjdGT/cP9KLiUKkfhZZfxdbXM+dT8OaVPwFIhElv9ThGAyfcfhWVqWuW7yOllYNb2jHcIJJzKFPscAgfr7mpZPD4Y4iuG9gU/wDr1Wl8Oahn9zH5o9jj+dJWFUVeUWmrr5EFvcWksgJlMQHVZBkfQEf1ArcWaOQ4jnhkPba4Nc3PpF/CxElrKD1+5n+VVJLSWHmeGRB/tAr/ADrOvR9ta72OKlH2F7ROuaXBOSKqXdwPLHzd89awns5LdI3kjmVZFDIwOAR+VFrYTX11HBbxySSyEKB97JrCOEjF3ubqu1si61wTGWjQsAcFjwPzqk93cM3yFV54xya2IfBmvS/6jS7qUAAlkTK8gHr+Iq8vhLWLKURz6RcLKSUXfnBIG7A2jnjng1tH2a6ofPOe+hj2lpdP885XaegZhuP0HWr0+omyi8mEvG5GG+bB/If1pxtyFIaYqen7pQg/+vVM2sacKCT6mtLLqbqU6a9zcii1G7DRt50uY/8AV4PKH29D7jmpBHfarMQN7NI2SSSSxPqepNa2i6FNqFwixx5LNgV1N9PZ+GLQrBslvu7dQn096tIjllJXm9DGi0uw8K263GoBbjUmGY4TyE929/asR5p9QuJdRvnL9duT+gqFmn1a+MkzM2Tkkk1NqkyqqW8Ywqdfc1Ri7dNipCxLu59zXc/DGTdqFoOP9W7fmlcKBtt2Pr3rr/hbJi/tTnjYw/Qio+3F+ZhWfusr/Ed93iq668Kg/wDHRXJsfm7V0Xj6TzPFV8Qe6j8lFctI2Hx3rpnuzgR6bqF6LjxhaSoQ0cckaAn26/zNczda+snjC61MsjKm4QK6kg44X6etUXumj09JEYh8AZz0rBduawg273O7FcseRR7BcOZJndyWZiWJJ5JqZTlaqyHkYq3CuYwc1ocJ6L8Pxnw3fZ/57MR/3wtVbwsl1flCVIaQgjqOvNWvAJB8OX4HIEjH/wAdFV7mJp7+8iQZkkkZF9yTgCuKf+8/L9ToX8H5mNZ293Fo8equWmt2d0lAYs+Om73x6e+e1cwyAWExjyY1uCM9unA/nXVeIdSNp4bitEjkt7rL2rAjG+ENuBIPIYFmHTB3H2rH0i2H9jOMhvMilaRO/QlWHsGjXP8AvVsm03NmDWiiYVq5S4HPXiuj0Zv9MGPTtXLnhwfeuh0V83cZGcYrLFr3bnThJdCfxUPLurKYH5sMM+mCD/WvRQMqMYPfiuA8XIDZ28p6pJtx9Rk/+g122jP5mk2bkk7oUJP/AAEVWCd6SFilabLLDp7jrSdO3b0p3fij3FdhzABj0IoUc8UuDkexpe4/xpgIF705RnP8zS4x2/IU4DjJ/GqQgXipYxx/nmowPUYqVQMjmqRLJU6d6kUdcimqOfWpMYP+FUhHHfFEIvh6MlELmdVDFRkDDE4NeSGvUfiokk8FpHE2Sm6Rk7sOBn8P6+uAfLql7gFFFFIZ03w+0K08Raw1hfTSwp5JkQxEBiwI45B7E/lWRqlkllqF1aB2LQTvFyME4OM1HpV1cWd2s1nNJBOoO1422sOOxp9xdvPqn2m7meWQspd3OWP+NKVrDW57Bpvwg0u4sbaWa/1BJZI1Zlwg2kgEjpV6P4MaIfvahqX4Mg/9lrsfCt4174fsLiSYzM8eTIRgv1GSK3FOVBJroVKHYz52eeQ/BXw8Tlr3VTjqPNjH/slatp8IPCcQHmW91P8A9dLgjP8A3ziu0if5tshPIyCODn3qwjY7k1XsodhczOXtPhh4NtnDLo6M3bzJ5XH5FsV1+jaXp+j25g0qzgtIWbeUhQKCemT78Cmo+Bxk1YjcnqcVSilshXZ8keBvD8fiDxEdNvZprYBGc7R82R256V6dD8KtBgkzLNfTj+68gAP/AHyAf1rzfwPr39keLPt85EkcuY5HkOSFJGT9eK6PXPiHq5USWctmiMAdoXLr7HPH5VxwUbe8bO/Q7a38EeG7Q5j0yJz/ANNWaT9GJq9Bp1hZcWVlbQf9colX+QryOy+IetyXBSa4tAgG795HgHHbivU9M1CK4021uGlSR5Y1bap7kDPHatI8vQTuX2OMep6e1MWMKxI5J5J9aWPLDLc55NSYobGiPbjj68UhGMVJ+HemkE9DWbKI9uc9uKay/lUpGMf4U3HrUgeY2Sed8SIwB0vSfToc/wBK9S8sG46V5x4bTzPid82OJ5zj6K9eoIv+kZ96zjudDdkjmfiFbqBot3tO+O6CZ7AEE/8AsorRUVP46iDeHGfH+rljcZ7fMB/U1Ep3LkdDzzVyVmObvTi/X9AHtTgMA9xQBTsEjn0qTAaR8p57VmSD5jWo33TisxxnOR370pDRUUf6WhHp/UVyHxD/AOQzbH/p2Xt1+Zq69QTeLjk4P41BrnhX+3LiG4+1iHbGI9vl7s4JOc5HrXFh/wCPU+RvV/hxPMCfnGalHIrv1+HCsPm1Fvwh/wDsqlX4eW8Y+fUJTxniIf413HNY87Q7GDc81s3t2xsYlRsK/De/Of5iuuXwBZHKte3JIGTtiqzD4AsHVY2vL3GSRmPGP0ocLtM1hU5Iyj3PNmOCfc0/STjWrLH/AD2Tv/tCvT1+GmnMQftl5+BUf0rPuvBFppmoQyw3M7mNlcBivUHPpTkmlqZLc4LVDjVb0df3z/zqCAdas6uNusXvUfvW/nUFsdr+lczPYp/CiCT754+ldl4TsS0Jjt1LyzRl3KjkjGeP1/KuMfO9+mM11/hO72Jbtkjb8hwcHrjH5VUfM83M2/Z6FrU9GtZIN0MZjKNmWQsCWJ6ADjPP5frWdfeF9QttPXUJrVVtyA24PyB/CT/vf5xXaz2jXHm2djG08pn/AHYJVSy44PJHbnrjmtm6aS5is9AubiCOaSyLGMrksylQmT/uhhx6HrWkKPNc8/DVpPSR4y11+7K3W+XcDskz86Hj8x0/KodRMm9HedJnK7tw+8QT3B713OpeDHjmW12eRPJKoRQ4bIOcHAycHIxXIa9pcsFxLKqb7dSdjKOqgYGfTgVnyOO50wxF2tTnZ7hWQZ6gkcD7v/1qhEg4BYHNRMh/GmEFeoz9KaR3uq5blgN+8yrDcO4NPYSyY3b2A6Z5qkSPQilV2XO1mA6cUWEp9y8ssisuFX5RjAQDNPE2GJZEY+6Cs/zHOCWJ+tO8xhyDz9KVjRVWW2Y7QdoC59MZqOZ0XBOCfQVXZmf7xY/rQqkdBj60WG6vYns9QubO4E1pK8EgBCsh+YZ4yD60t5dTXkrTXc0txO+NzyOWY46cn2qBUJOOSfatS10tmAaUhR6DrTsSpTkuW+hnRRSSfKOnoK07bTSQDIcDritGOKKFdqKKG4X5aDSNNdR0ESRgKoC1Y3YxVVWPrU2SalnXDYTOOBTSe3TijNMc0i2xmDnt+NRseoPFOzTG68UGbYxhkdahZQTUjU0k54oMmVZY/wC7+VQBSnqvrjpV7vzUboD3xTuZOJW80q33VcehFKZkPWEqf9luP1oaLnoKb5Z9DTIdyJpCe2PpTd5AOxfzqfyz3FJsPpTIaIGR2+8cD0FOSLHQVuTaJcHTbS6t4JJElUlyo3YOTjge1WNM8NXtz88qG2iHVpBg/gvX+VQ60Ertk2MDZStH8qZyevFdXotrot1P9neKXzCfkaWT7/5YxWjqHhG2ljH2WR4mHTcdw/z+NZSxUIS5ZXQNHn23NKoq9qOnXGnXBiuVwexHIYe1VoYnmlWOJSzscADvXQpJq6JImTuOtQtHntzW/Lp8GnyomoNI8pALRxY+Ue5Pet/TdJ0fUId9vETj7wLsCPrzWM8RGC5rNodjz3yyKk3s5XeeBwGxyBXb6j4SiZSbNjG3oSSK5SKwma9NuyEMpIb2weadOvCoroVinJw20srfTvTMEdM49BWveW9pbziJYvNVRyzkq39MflUq6L9ptxPa8KewO7HtV+0SV2Llb2MJZSrZIIPrVhZkcfOoP+0ODWrHopjjaS5lVQOAuCcnH4VQS2cEK8IO443MGGPyNNTT2KUWtyuxXPykj8Kv+T5el+YwRnZxzn5lH0961I9BlRV/dp+DsKp6tYzwW6u+cbsYPI/MVmq0ZOyY2jNjG77vJ9KcUZOHDKfcYqq2cdADVi186SN1EowBwpycn2FasSFxTSVB5Ip8djdM6iQeXu6bxjNMurOa1l2yDJxnp/jS5lsOwm8H7vP0pu7dnLqoHXua1rPSt9qtzJcpArdD93Has+8sYoZB5UpdO7FcY/xqVUi3YLFJ3XPy5Y+p/wAKl8naoM5PIyBkCtLT9FvLu1+0WijaGwOcMa0dP8LXU0ubpTEvdmIJP0pSrQjuwRzw+b7qADtmlWMD3PrXb6Nb6ZcTS2yWq7o+jSAMWHTP/wBapNV8MxzL5liBFJnlSflP+FZPExUuWSsO5y9iSHVYk8zjJQDJany2CybXC7JGOcen4Vuf2e2jf2e2xHuDKQ23uDxitwXNpIMieNGH3klOxh9QaieItrFXQJnA3MDxuWaEBVA+ZRtB/LiqczKw+RITxk/Lg/zrq/EeowvA1vbuG3feI6VyMiZPHNb0pOUbtWG5siVnX7pG3OdpGR+VLtRyN2U56Dp/jTWQjoTSfPWxnct32lva3jW0xWOZQrbTIrKQQCCHBKkYI71Ua3aNtrxsrDqGGKTD5560uX6AnHYZ4oCTi9kKIiOw/GnqF/iYgf7IzUWHJ5NPEbk+lMQ9vLGOw9+c0sbqR8imhYBnLHcanUBRxSKQkUeG3N1+nSrC4BqOnikaIeOSKfnnNRrwfSpBQWiWNvm6VcjICjI/M1RjODmrifd5qWdFMk3Yb0qzDkjkVUyAfWrEUmO2aDaLLscQZhlW255OOlW7a3tw48xmx0xjFZvmn0/PtSqzM3QfWg0T1OjhlsYekZP1NW01WOPISBB7kk1z9vDK5Ax781fjt4Y8GZx0zikdEdjQfU5Jk2hEHukeTT9H0GxvdQ87xOt5HZiMyRwhcNKew/Hn8utU/wC1re2jxEgz/nvW7Y+JLbxFpqaHrmIlHFpdjgwt6H/Z7fz7EN1ORPT59V6GGIi5LQXTXs7GK6hvNLW40ANhgw3m3yePm/8A1Vzc2qWdjrvnabsuLK2lDp8mzeAQcdOvak8RXmq2UEvhu4mjW1hkzIYwMyHqMnqe3Wud+XYyoCVxinGEGuZ9e3bu/M54p3dlodpJ44DzW8qWiqIFdD+8+9uiWP04xtz+OKgbx2sVrbxSWayT20YEEhmI2ts2EkY5GCOK4uUYAUMMDoCOmajjgLyAKC31HXiq+pUHsZSlJaWHL8/Qg1saPoxuXy/EWcFvy/xqXStHUR7p3+Q+3tUmuapHBGYbVyoA2tx1rphQpXvOQSqTSvY1L/XLTQIBDp5Qyggs3rj36/lXntzcSajcnktzk81FPK15cbA2AxwSR0HrW5omnpChnkPC9sVE4w6MlTnUdraAsa6dZkkAyN09qwnYySZPrV3VrszzH0zx7VRj5celYim9bIW4OyAj2rp/hocXNrnszAZ9/wD9dcrfNlSBXS/D0+Vew/NjLBh7cCok1Fps56ictEdBr/gHWtQ1a6uo3sxHK5Zd0jcDt/DWTJ8M9cZs+bYDjvI3/wATXsz31mYx/pKH6An+lU3vLQPk3jAdcBCf6V0OrS/mX3o5PZz7M8ln+H+rfZo0a700bRk/vW556/dqs3w81LI3XunD1/eNx/47Xqcs+nhsm5O3pt8rt/3zVae704Kf9JkPbiLHH/fNZ+0pLaS+8pxqS3R5ofh3qLqCLuyP+6zH+lWYPh7fbMNd2/XsDXbnVLFc7ZrgD0CAD+VC6/YIp3GUkf7I/wAaPa0/5kL2c+xn+H9Fl0PSLyCaRJC5LggdOMf0rNtImm8QXARJZCsjvshOHbblsL78cD1rXvvEdlJbzIgmyVKrlR/jWFY3Zh1xry3523HmqR6A5/lXJNqVe8exqk1Ts+5m69pjatqEPmzwypEimW5i5EvyhtxJ6tggH/d7dKz2ihGl2U9mSrEz2ytkff8AvJ+ecVZ8QXsiaDLcSSH7TqE7uwzjjOWI/P8AWs3Tbd7/AMO6hZRBnliVbxFB7JlW+vD5/CuiEG4u+xyzmlJJHO6muy43BAm9Q5QDG0nqMfXNaPh9j58X1IqpqwDoJMfNhef7wK5H5YNSaCxFxHjru/pUVtaTOig7TOl8UR+ZpDN/zzdX/p/Wuj8IN5nh6zJ6hWX8mI/pWLrkXm6Tcrn/AJZ7/wAuf6Vc8AzFtCKk52SsuD6YB/rWGXS9xrzNcYveTOlx06GkxzzSNJjOcUwyjFekcZKeOaUc8VDuz2qZaaAcOfzpw56Hp+tNHC8f/rp4HQk5FUhAOBg1IuM9cU2pAfrVIRIuBk08MB/+uod4HAPSm7iTzz9KdxHnXxOuT/bFtsbmODt7k8flXH3MYuY/tEKgOP8AWIMk+ufyB/AZ5w2Nvx/IZPElyM8IEUZ/3R/jXPW8728wkj6jqD0I/wA/iOo5rJvURXoq5eQo0YuYBiNzhl4+Vv8AP5egBGadUmMfb8Srn1qw9jNIzSqhKKASfaqsf3hV5SzSyKGOP6UMEfQnw1cnwTpm7OQrjkY4EjYrr4pcfeGQeDz0rifhkjr4MsXkmeRn3tlu2HIAH5V2EZ79+9dcXojN7l4HHtzU0b54H1qpG/HSpYWzVCLivjp3qaNweOOPSqasfqKljc98YzxQB8gWGlajtE32G6MMh2q/kttJzjAOMZzxTLpiq8+vWvqWaNBHtUIMDCjsOK+X7r5tOwcja+MHtxXDKPKjZMyJf9ZXpPhGRooLTaxUbVJOa84Y/KQepr0jwbH5tjBxn5QKzbLR6nD931qTGR3qGyjKWyK3IA4zVnGOlbXuTYZjHFNx1p7D0oYcetSxkX1FIRzxk81IBz3NNblfXipGee+Cv3nxHkfsGnbj6N/jXqEQzcfjzXmvwzUSeMryQ9Vgkb/x5R/WvTI/+PgZ71MDaRU8bL/xSt32AMfP/A1rNsTm0gPPMan9K1fG6b/Ct53/ANWR+DqaxtHbfpdsx/uY59uP6VpU3NGv3F/P9C4OKX/9XWlHSgDH5VBzDJB+7OM8is1gecH3rTmH7sk46VmsM+/1qZDRnzXAtbhJXwAobtnJx0roLnx6t/ZCK8soZJhjFxsVZBj3HX8eKwryyiuMB0DY9e1VX0yAKP3Q/KuTknCcpQe5vzRlFKS2NqPxRCODbuT/ALwph8SW2dzQP1yf3mKw/wCzYBnES9fSnNp0B6Rpx7Cq5q3cX7vsbq+JbQE/6Mx5z/rBzT18U2Y623fvLXO/2bDnAjX8RUsumwLsVYl4Azgd6Oat/N+Afu+x0q+MbZAAsCge8oH9KyNc8SRXP7yHyt2ANnmCs/8As+EZOxc/SoprGHbxGB26Un7Z7y/AadNfZOI1CXztRuJDgM7liAcjmolbLDNSXqBdQuB0G41C4w1Wd8PhQ2TvWp4dnImaHdjf8ynOOaypCaIWaOVXThlOQapHNiaftYOB6po915EwuWaORQQNrdSMdu/br71butRsWumuZLWGa5LbjMUG8/8AAuvHT3FcRY62gVhPC4Od2VO7mpTrdoBjEmB6r+NaRqSirI8SFGtR93kZ193qyXDmbyYSxRwxJ3EkgfMen1HvmuZ1678uyWJSWMw6E5wv+f51ntrSIwaGOTdknk46/nWVdXL3UxkkI3dAB0A9KXM3qzehgqlSopVFZblO4toZTnaFb1FZ01oUPy8itZuVFRNznNSexKCZivEwHK0wKK12XJ9RTREjHkU7mTpmVsGfanBB6VrfZ0P8PFTLBGF4UflQCpsxlhdiNqGrkOmucGQhR6CtEYXGBjFSbvUUjVUl1GW0EUONijPr3qUnjP61GeelJkjpn6UGqVtiRmz1H41GeKRyc8Gmg5FADlPPWpQcd6gjOc5/CpRwc/zqWawAHINMcjHFFNY4WpLYn+eKY/XNO69OtNbqaZDIzTPWnkUjdaCGMIpCKWmnjpQQNxyabg0+k9aZLQ0jNJj0p1GDmglo9R8Kx58O2XOflP8AM1fu1xby/wC6ar+Elx4dsuB9wn9TWheY8iTI/hOa8Co/3r9TJnjTu0cwdchlOQR2r0/QbtdR0mCdsB8bXx6jrXmFxgvnpXa/DyTfa3UBP3GDgfX/APVXp42HNT5uw7Gh4m02O806XaoMkY3qcVh+CdLTbJdyKC+7bHnsO5FdpeAJbyM2MBc/SsrwmA2iQjI6sD+ZrihVkqMoruR1OX8b2hS8ScDKyLgn3H/1qqeDTINZjVCdrKwf6Y/xxXe6rp8WoWzRTDIzkEdRiuJOonSDLBY2ggkztd3O9z/SuuhUdSl7NLUDrdRuobG3Lztj+6B1P0rC8K7LuW/eRVMjsGYexzXNXV1NcuXmdnc9ycmpdHv5NOvVnjG4YwynuKtYXlptLdjsdlf6Fb3QOUAx6j/OPwrJi0u50qXfb5KZ+ZTyDXUaZqVnfxgwSruPVDww/CrjRgj2964faTh7rBOx53r11cyxeXJEkcZPODkmsKBQLqNXk2AuM7jjvXqeoaVb3ULpJGPmGCcYNeZnTwmoCF88SbT+eK78NUUotJWsF0zrWtLFlBD2je6y7P5GsjxElrHZ7YMtlxyku8dPqTVnVUsrCQpFNOZVGNgYkD67s1TtNHvdXHnFljgHCsR1+gAGazpx5XzyegmzmivPCMfqK0tFm8m6xLNJFFINrGMcj8cfyq9qfhu9soTKjrJEo+YjOR+FP8OeHn1LdLPMywKduF4JP+f511TqwlByvoSjYibTbVfNjki3dSzOCx/qa4/VLo3d47rn5jwBzgfjXoZ0CxtLZ5BbIzRqWG7nOK5KW+uQ+I5WjGc4T5QPwFYYdqTco6+pW5oeHtEnutPgkZVRTnDMMt17E9B+Vbi6Bax28iGMMSpBJ61raRGx022Z2ZnMalsjqSKnvAYrOaQ5wqE/pXFOrKU3qK5z/hOAf2WBjI8xq2jFgc8GqXhBd2lD/fbFbMicZ4HHpU1n+8YXPMIrk6fq5mxna5DAdxnmu1t9VsJYBILmJc9mOCPwrhNUU/bJsc/OefxqqOcV6dShGqk2VY6XU9Qjvtas1h/1ccigHHUkiuva1imTE0aOvoygivNtLyNUtT6TL/MV6qqnHBHsa4sXFU+WMQascN4w0e3t7dJ7eJYmL7SFGARg9u1cY6Y4r0zxtH/xKU56SA/oa85kHNdmDk5U9RFVlppTirBX1IpuPausmxDspdmW5qQClI54oCxGq4p2PanYooGkIKcKKUCgpIdTgcU2nLSKQ7/HpThTQMU5aC0SLVqPJA446VUXOe9W0J280jeAYweTVmEM3QH8qlsNM1DUMnT9PuLgA4ZoomYD8RXSab8P/El3jdbLbqRndLKo/QZP6U1FvZF+0jHdnObArfO/NSw3KR9AM/SuwT4W6465e4sI+cfNK2f0U1Zg+FGpYBmvrNfXBc/+y1Xsp9hfWKae5xjX0jYA44qMySSHJJ/Gun1rwJq+kReZFFFepjn7OxZl/wCAkAn8M9K46Z5BIVcMrrkMp4IP0rOUXHdHTCrGavF3JmZI++TTfNdz8g2j1qNY92Cc/U09n2jagzUl3JHYM+6eR5XxjJOenAqN5tzbYlwPampDJI2W4HrVyGJIuTzxQgsMt7XeMvyP1rUs7RY2DEBe/AqtHII9xPXH5VS1C+dsgEjjAq0yJpJF7UtWCqY4Tx69M1yl7cNPIQCeetLLMSxC5NS2Vq0jjjJpuTZzSvLQtaDp5nnXA+prV166SCP7NDwF4OKtQumm2L7MBzxnFcvqM5kdmJPNFyrckbIz3bc/40+IbcVEOWHfmps4xQchXuuc9etbWnRTQpH5E8sTD5SUOCfxrBuD0APeuosh8oXPvx1pSSejMZNrYuC3uXGWvbo5PP7yl+wyk5NzcH/gddv4d0G1v9NinkZwx4I7VpHw1ZA8GQ9utUsMnrY5nVd9zzZtPYnmefHrvNINLVuskhyc8ua9IPh6yHRX/wC+qYdDsum0/nT+r+Qe0Z51/ZUTZyZPxY0o0eE/3/c7j/jXoK6PaA58s/iaX+zLQYxEPWj2Audnn40i33ZIJHuxqaSCOzs5Sm5RjHrwetdt/Z9sCcRLisnxLaxDTfKjVVeWRIwfqaFSS1FKbscZ8RniQW1vb48uKEOvrhj3/KsOG7Nrbz+X5iu8ChHT+EiRGznt93r64rX+ImV1YxMucQIAfzpmlvZ28a2Vyf3t9AImYRndGSoK4PdSrDp3xnikqnJSTWphyc9RnMzSeZp53NllfgY7dh+rGnaOcToPcVX+ZFmQ44HODkZBx+PU/nUuknEwPoQRU1F7rOmj8SPQLuPzbN0H8cZX8xVH4fTf6JdRf3XDfmCP6Vp8m3jb2rE8FDyNUv7XOdvcd9rY/rXn5a9ZI7MYtEzsGY9qbtOcH5akIGMUdT0/CvWOAkj+tWVHTHSoI6nA9qpEsf69/qKAaAD3ApS3tVgKBgc/lik3dRTclqVR7cii4D15qRVz90HJpqrnHHFWUUD2pknjPiRobnVr2NGYSC4fbuGQPmOcEc4PXGOvTrWFNC8QUtgqwyrA5B/z6VPqExlvZZgxBaQuD365zTraUTq8EwADAvuUc7gCQcdMnp261g7x1GrS3ILWURsRJkxONrrnr7/h/wDqx1qO7gNvMV6qRuRv7y+v/wCqlmi8raQQyMMqw7//AF6sKpn0uXIXNuwbceuG4AH6n8BVpisUBw1b2k6Re3jLPBZTXMBwG2cZ7EZ7H/61YPevcvg5P5vhRkIA8q5dB78K3/s1axjzCvY6bwJZy2HhPT7a4Ty5VQllPUZYn+tdCpx1xUCnDVIrYzwce1dC0ViGW1YFeakU4bn86qo4PSpAxBpiLatjr2qYNVLfhfvY96lDdxzTApOMKcDjFfNepWU6RmNrO4hck7wUIUtnsMdADX0q3NY+uWhlijbbu2k8elck9jZI+a0sZvP/AHltOVA5whr0vwTaSw6ZEZo2QjkBhg11ptBGcbAp+mKBEOveuVts1SsbFjKkkIx970qwwrGhcxMGXOa1oZhKnB+orWMrktCkfXFNPPFSYzz/ACpMYqgI8YprdPfHBqRuR/hTW+6SfTrSA4T4Uj/iotSfHAtmHPu616TBgz9O9effCePN/rEndY1X6ZY/4V6HbjMwzxU0zae4eI0D+H78H/nix/IZrmPDrbtItzkcAg4+prq9eGdA1AZ/5YOf/HTXG+EyG0wj+7IRn06VpV3RvFXw0vVGzgd/xpQM4oI4wacBjr+VQcZDcIWTC5z/ACqp9mc5z1PvWlilC8/TqKLAZgs5D0Uf40NYykdMVrKv61IBg+/1o5EFzE/s2Q9Mc0g0uU9a31OPSpQd3Wn7JBzMwU0eQnkj8qkbRGbHzEZ9a3FABGc1PgYAGMdjTVKIczOXvNLW2ty5fJHSsSdcA8/jXW69/qQPXtiuWuOc9vSs5xSdkVFnnupRt/aVwSDjeaqshJPy4rZuEH264PX5zVNlAzXO5anu06PuJmaVJ7GlVGJ6VcKil2jPpTTIdHUjjVsdP1o8t+eOKteXvAAyMcgililLuyMpVk6kjhh6g0zT2XQqhG29Pzpu0itLb8n61UP3uKVwlSsisQcde9R4PuKlUHHPqf505Rnr+FO5jylcqe/501w/yrEu6RzgAd6tlOBjmpNBnhi1wSXKlkj7A1UdWZVfdRoW3grWbq1EmxUYjIBbrXOSRT2FxJDOpWSM7XU9q94t/EdlHpSXKozJnbjpg+5rz74iTWd/JBfWpg3tmOQRvk+oz0966ElY5Jx5feTOUUblDLyDzS4OOtNs2yhT0561PiueWjsdtL34qREFPaja2RmpOh5oBwTU3NOUh2EmkKGpiSD1JphzRcXKMSM/lUyxOTwDTo85zntVtBlutS2dFOkmUzAw4prQsRgitAjjNMYfT0qOY39ijP8AIbPHNNaEnPYVosoqNuD0o5iHRRQ8k0wwnnNaDDJ4ppHX0p8xDoooeS2efWm+Sw6VobQW5OBmmkEelHMS6KKBiakETVebqaaME8Y9xT5iHRRT8k554pqxsO1XmHXIPtTNnNNMh0keneE8r4es12fwdfxNX7rJt5AI8naR+lU/C+5fD9nn+7/U1fuWZYHbuBXz9T+I/U4pbs8ZvIXSdkdGRlOCCOhrq/h3CVkvHYOE2qoIHBP+f51FJrVne7TqeniSVRgPG20t/n602bxN5Fr5GmWqWkfcj5j/AJ/OvXq+0qQ5OXV/cW4u2xseLtUjgt3tIXPnOMP/ALK/4msrwTqqwTPZzOAshzGT/e9Pxrl553nkLOzFmJJJOST602Lhs96qOGjGn7MlQPYdqkdTj6Vz3iXw8mofvrZgtwBzkcOP8axdO8SXdnGqPidOnzHB/OtT/hLoyozZvn/roD/SuKOHrUpXgJ0pLY5KXSL6OQo1pOSPRCf1Fb2heGMzCTUgAFG4Q9Sfc+1TXXiqRgRbWyxt/eZt1ZcWr3Cw3YLsZbgAGQtyAPT867G6042ehXJKx3zWdtJD5Lxq0eMBdnA/wrkNWe+0G+H2WeVrVuUWQ5HuKybTUruzkDwzMvqOoP1Fatx4jhvrcRX1gsmOcrJt/wDr1lGhOnLuiHTaZ0tjfR3Oki8YhBtJYZ+7jrXncpLXnncZ378A++av3mqyT262sEawWin5Y17/AFPeqKjPPP5VvRpezu+5cKd9zr08O2WozC9EkhjmIkMYPH0roo7dY4wkcaKFGAAcACuD0vWbrT02Jh4uoRh0+laNz4nuJoCsFv5bEcuTux9OK5qlCrJ23RMqUr6HSyIkrPADEXwQUDDNZPhFAtpJbsyeYjlioYEkHuK5S2uJoLpbjkyKSfmJ5qO3eWKcSRsVccgg1p9VtFxuUqLPTJYlZSjAENwcV5tq+mNZXzxE8DleOo7VtweI71QBIIJPfGD+lMu9da4wJrS2cjkbstipowqUn5AqUkzrtMixpttmQg+UoPHtU0sCSRMjszBwVOB1rg7XWr23uWmVw277ysPl/LtV1/FN6ykLDbqezAHIrGWFne6E6E+h0Wi6f/Z9oYWfd85IOOo7VekUBeAScflXGW3iS9ijw4jkOc7nzn9KfJ4pvCP9TB+AP+NEsNUk7sXsJnOanHm9m7fOwx6c1UEPNXZWaeZ5XwCzFjimBMmvST0OiNLTUXS4canak9PNX+dep7QOvP415jE3kTRyAAsjBgCPStxvFN72jt/bg/41yYmjKq04iqUW/hNHxso/slcDH7wfyNecyp81dNrGtXOo24ilSEANuBUHP86wZlx61thoOnDlkZqk0tSl5eetIY+uKnI9KaR+VdNyeUi8rNGztUuDn0oZfm5ouHKRbBQEqXAwKXsaLlKJEI6dswOacBS7fWi4+UYEpyx809cZ6U9KLlKI3ZyaAlPPWlVR3pXLUUWLG0SUs0sm2NeoHVj6D/GugspBbbfsVvbRkj70qrM/sfmGAfoBXN5Cr7Vdtbo7Qo2nPXgVSYpJpaHSS6pqs5/fX1y6+nmEL+VUprmZFJNxKp9SxqvC80j5C7CT1HH6Ul1bF4iGcpuwM54GTT5n3Mbk0epxx28Rj1W6F20m19u4hF/qfp61rya9qRltYNG1i4meRcENNg5+h5GfStXSfCmn/ZEJ/eZHBHesDxJ4agyf7NlBlXnZnPFXGo+5pKLSvubH/CWa9pV4LeSWO8YYbDKX3j8fx6VYvPGmj62yDxHo8WQu0TW7FZF69+456HivOYtU1DSL4C4y7Inl7JTuwnoD2/CoPPjuUTyQwlLEvk9PQVblLrqjKNSD2VmehXfhrTb9PN8LagLrjP2a4Oyft06Bu/QD8awdQ0e60ydYb+CSGUqHCsOSDUOkuY1G9eBzXYS3xvbOJrzF7boMAOxEsf8AuSdc+zZFYSinsdtHENO09UciIWA3SPtHYCgAs/b24Aq9d2QwLm1l+0WhbZvK7WRv7rrk4PHuD2JwcR70hXJxnpWDunZnrQjCceaJUmiMWdzHOPyrEvjljjJq9d3BkkYiq0cW5/mqkzmqxT0RHY2BlfocdzXSWWnxxKS+doHrS6ZbBFyR2qTULgCMgHHHNWVGhGMbsy9TYSEjPA6Vz96oBIBrUuZuGYnmsqT58/Whs5qkVaxFAgPrSyAD8eamjAVTioZWyaLnLKKRSmHzr9a6i0PRSD04NczMf3qiuns/4emKo4qm56j4Hk3aQVz91yMVvOdvrXLeA3JtJ17B8gfUV0smSRg85zXZD4UcUtxrGoWPX+dSsRjj1qMnPtTYiD1NMbrj9KmkCrI2MHHQ+lQt68/Q1LAjI2iuY8dlk0hGhYrKJ0CEdd3NdKR3rkviG5XSrbBAYThx+AP9cVNtSZu0WzlviBFIXs7orh3hWOUnqWHtiqmp3k8WnwWkBcyywIJXB5MeMqDxxgMBn0Cj1qWbWjq8V3b3yKAo+RuOGHftz+FT61Ouk2NrFISb94Q8kXTaxztL49EK4XtyTjNcNpJKElqjRW1knucxdQR2ts/yszkbS7cAn/ZHcD1qDTRj5vcVXuJHlYtLI7t6sSTV6yTbGB3q6icY6mlD3paHfQf8ecR9u1YuiMtt4yuI87fNUjn1IDf0rbtMPpsTe1Y0wgi8VWvmRgtMBl2PHcYx+n415WBly1mj0MTG9M7NhgZ70mKqh/JvBAf9W4LR89COo/rVxRnFe2nc8xqxKg79vSpBx+dNUfQU8j1/DNWiQzk5yTSDk+3ekxz6U9RiqEAx3qVB/e/wpEX1qTHqP0xTESKAP6Ul1KsFpPK/CRozHjsBSqPrVbWmC6LfEqTi3k4Hf5TTeiBbnh2pLtuCQuxX+cL2Ge34dPwqC33efH5f39w2/XPFaWtRT+XFLMoVc7U4AwpAIXHtzWfaNsuoGALYdTgDk81zRlzRuVKPLKxJf4EiqgAiC5THoef55/KnWJ3JcRk5UpuC46t91f8A0I0y9IE3lryIgI8+pHX9c0adIsN4jvkhQxx6nBx+uKuGxMtyoPavW/gjcObTVIf4UeNx9SGB/wDQRXk8kZjmeM9UYqfwr0L4L3DJrV7bjO2SDzD6ZVgB/wChGuiG5LPaU5XDU9TjkdO4quj4Pt0qQtgYyP5VtcksqQcY60/JyP0NV1bHXinebjrincRaVumenqaUOF4Bz+FUzLnrkfWlMnrRcCywzzUb89ac5wfamMcj0FcxsUr+38+M4+8vIOP0rEZSOK6QjiqlxZq+WHBPpWU431KTMUDHb6VNbSmOTvye1DxlWINN6e1Z7FGspBwR0NB9uKrWkvRW7GrRHJ6elap3JGYB6UyUlY3OM4BOPWpRjH86iuZjDbyygH5FLcH0FA0cv8KLeRYdaeRHQs0QG5cf3z/UV3EXE2cZ21znw81SXVLDUpJQq7JFVQDnsTXTW3EhOBSpbGs9x2vLnw/qGCcfZ3OR/umuH8GvutLhR0Vxxjpkf/Wru75N+j38I+60LhR3GVNcH4McH7UvGflP86qrujroq+FqLtY6LbnHFOUZ5PYdKXHTijBz0/8ArUjzxFHI4waeo54oHBpy+30pgAXI/wAKUf5xSqfWlXrVCHAcc81IF69cGmL2wD+NP5P9eaYhygH8PerL/IFHGccn1qGAbpU4zzyPX2q5fRhSmOeMewpoDm/EDfdXPf0rnJ+p7mtzWmzMB6ViTn61hU3LjscdeH/TZ/8AeqkTzVu8I+1XHH8Z/nVOuN7n09Nfu4+gxjhj/SjPNI3XoKBy3vVIze5NGefwqK/KCATO7qInDZUZz7VIuMjPanxkhgeOtUU1dWFjkEkQdT8rDK/SqrH5+aktmk8nbPLHLKrFWZOmR2rr/CXg835W81QNHbHlIgcNJ7n0X9T+pxq1Y0lzSM51EoKTOa0XRL7WJzHp8DOFPzyE4Vc98/068Gu50n4eQQhH1O4eZ+pji+Vfpnqf0rX8SanF4ZW3FskcCXMfkqwT5YtuSCAPd+fpXMWfi7VrC/SHW7gNaMu5ZRGp3L2KkYzn/ODXFKpWrRvT0X4nnTxDvZaHe2uiaPY2bNHY2yrGud5QMwA56nmvI/BcVjrOtX1xqMIkeSRpQu7AXJJrq9b8dW17pF9bWVtcfvoWiWaTCDLAjIGSTXmOhXv9masrb/lPBIroy+lOPNKpuznc/eTZ6/osltNayR/ZnNvIzHY0RUAdB+mKwfiJp2mWmjJ9ht445i4yyD6960dCX7PY/abjVMxdQPNzn65ri/GeuQ3sq29q25EYs7joxr1EzWrJcupX8IaQdZ1J7UTrC/lFkJXOSMcVa1zQNR0dx9shxEeFlT5kP4/44qH4e3Xk+LNOOcB2KfXKkV7tIsU8LRTojxuMMrDIIry8biZUay6poWHrOMbHzx656imsSK9D8ZeCDbrJeaMC0eNzwDkr7r/h+XpXnbccdPwrWlVjVjzRO2M1JXQ7dzimM3fFJn+VJ1rUokifmrsbVSj4OetW4yPocVMjqokgPHNNY+vTNAPA/SkPp0rM6RCTxnNNPXnp1p1I3J9qZLI26daQnPannkf1pCB/kUEjM8knNBIINOx6cjPSmsM8ZpksZj0qH7t1gd1z+R/+vU+2q8x2TQuTgbtp/GmZyJTmmDjp1zUtNxyaaJZ6f4aO3w7aFyAojyTnoOaZq2r2MFnKRcRySbdqorZJP4Vwd9qkk9jZ2ql1jgTBGfvN61m8nuTXFHA80nOb6nC6N3diEfMcVFMCBg5696lY4UfXmo5hiu/qataFdc+lPjPzd+tA6dsUsf3gKZklqXbVBJcRIwJVnAP51cms0PmJCp87zykcYPJXnJPp2qlCximR15KsGANWFu5FvDcgKXZixGODnqKh36Gthgs5mGVUFcbs7hjGcfzNTyWmVtREMySRliAc7iGb+gqJZ9iyqqgLIu05OcDIP9KfDePG0DKq74UKq2PUk5/Wh3E0yOa0kCq2Ai4XJZgeWGR/I1A9nNEcSKEOWUbjjOOtW7i8d4gpCAAoeBz8owP51FcXr3D/AL1VJDMwwOm45Ipq/UykhltZyzcpg4xnBz16VYSzlYLt2nJYE56betJBqDpJuREXIQdD/DjH06VYt7whtr9izAg4IJ/Ok+YuCK5tpAkbBlCyZ2knHTrUv2K5EZld1EeAck9iSB/I1I1xHEqFTukG4cA7QpyCPxz7VE10Wg8rAEe0LjHoSR/Omrg73EEaw3flXB+VThivP41PJaOcbQmAhcurfKwz/P2qAzs1w0xADt1445/pUkd06JsUDyiCCp6HOP8AAUpJlxQ5bJzgl0xuVMg56jIouLZoI42YJliwPOehxTUuHVNgwF3hxx3FLcSzTEF9xwSRgYHJyanUuzJJgq6fBIFXe7OpOB2xj+dJDYTSD5SmCSuScds1GZXaKOIkhYySB3Gcf4VL9tm3Eg43NvOB3IwT+tFn0CzIZICtt5gKsu/buB9gelVj71OZG8jyuiBt+OvOMVERx0podhjcjjikwc1JjgZpOM0x2GnPNIB3pzccAY/SjBP0oHYiY7arzf5NWnGR1z61Xn+7TRnNaFVvam9s44qQjrTNv41ZzNDQPWlbvTsAH0pGHPegLDaTp1pxHpS0DEPv+NKvf1xR04pQOOKQxKfxxtx05poFSMOF4GcdqCkNNAzQRzzShR39aCkOTircVvuIKZVs9RRp9rLd3EcFtG0krnCqO9eu+FPC0GlIs1wouLz+8R8qf7v+Nc2IxMaC13KcowXvHF2Wg68tt9qfTpJ4QPUK5HsvU/lTkhGoXTadHE9tcnkrNHyuOeQa9c+YD5j+Gaq3u0ruCKSvIPcVy0cxlKajNbnJzJvYxPDtlJpdjJaytDKD0KxBB+QNY8GhX0M5Dy2stsWJ2C3VNh9QRWgNVje9eGSS4TY5BHkn+eOldFHCslsrjIQjPzDH6V7KWho7rc8U+IVk0NxDI5Bcjado4rE0u0uUkjnRECHjL9K9L8bW+mmeE3hbylf5tvP8q5u4t73cVi0e/htkyEDW7jj34qHUUVZmUqa5uZkatuA2AZ6e3WrVjLJazK4IK4+ZD0NQxWl/gEabfMPQQNz+lWRpms3CgQaVcrgf8tE2D/x7FZurBbtGiNdp7MQSXVoAjFcTQHo49Djsex7cYwRXH30yyTv5LMY8/KTwce9RXy3cF08N0pikU7WT/Pao0X1pSkpLQ9HDKSXqIoJ/OtGygG756hgjLYwK1MrBHgkFscUQ3OtR6kzSCFMKOcYrI1CYnjJB71NLNkEnqayryX5SfatGTOdolSeTcxUGhUxGc1BEN7VdcYiOKlnHvqVScLVWQ/MasMeD1qqx+YmhHNUZDIc3A+veumtTwv1GK5kn/SBj1rqbYAohIPUYqzhqPU77wXJ5Tsp4Eg+U+4rrGauK8OttjiPHEvr612JPQ11U37pxy3EJznGKY3PtTmOc84qKUnacDj2qxDX4zj6jmoiaXnbg4zmmE5qWAxuv4VxPxHk/dWMefvMRg/h/hXav8x46Vw3xEt7mR7OcW8psogd0wQlAxIABPQHp9c0RepnWXuM80ed7e6cqfvE5FafiK6+2ahJOu/a+Nu85IXsD9Bise+/1xI454q5eEMwxwMcCo5Ve5nd2SKB5bitmFcAY9Kp6dZtPJ5hH7tT+Z/yR+nrWmE/eMD2OMiuLEy1SPSwcXZs7DTctpSEZ6Vi66vl6npUxHCzDcfxUj+tbmic6QgxjrWH4sGdNQjqsoPH0NePh5cuI+Z6FZXpM6jUonltg0XMsREiD1I7VcjO5FOCMjoRg0isJIww+6wyKco556V9Clrc8hvSxKhHr+VP4NMU+35VIBVkigY4JqVQPz9aatSgccVSEL2BHNOXnvmk696UY59utUIcDzxWT4kuvK0qVVYAttUHGcZYD+taE0mxcf16Vx/jO7ZNKkKn+Nf0Of6VFR+60VHdM5PVkTY8LzyTXDqTyeFK/N93tnFYtiAZWPcRsyj3AP/663pZdPhudskTREOGDhflJI9R2Oe9YMKmKSZiAzQjp2zkD+tcNBvlaN6yXMmNux/pMn15+veiwXffWykZDSoMfiKS6QRXMsakkK5UE98GpNNO3UrU+kyHn/eFdcdjle5Ddvvu5n4+dy3Huc12Pwpm8nxci84nhdP5N/wCy1xLNuYnGPb0rrPhwf+Kq09s4KmQfgUauiAme7rLjGORTt6EccH0qoG/ClBPv/hV3EW/OI6HigyH6VXB9frT92P8A61O4EueOTxUwfA4/Gqnm4/z2o83B78jrmi4Gw3rx+dNPt+tMurhYWjRQWdu3oPWnqQw6fnWFzQb1XNNYE8HtTiRj3ppOM89etIZn30GTvHpVECttuQc1nzw7WyB71lJdSkVVBVuM5FXYZcr1596rlPlBpqsVaktBl7riqeuDbot9g9LeT8PlNWYXyMHniq2vEDRb4nAHkSf+gmrElqY3wlT/AIkupNwMzqP/AB2u1tl55Fcd8Jwf+EevjztNz/7KK7a15yDj2opbGs9y15e6Nl6llIrzPwfxfXAHGUyR+Ir1GMYXNeV+FPl1idf+mbf+hCrqrY7MLrQqryR1+PWjHoeaBwvtT8VJ5wzH6frS96XHagr60xCqcEdPelHXP5U3I4A7U9SDTAf+OKVR05pgzn+XNSjpximIlhIjuEZugYHirt+wManIJyTiqMZ+bnFWJ5CbVeOAT81UgOU1Zt1wax5uc5NaupHdOe36VlzDHbJrnluWjibzi6n6/fb+dVj0qzf5F3Mefvt/Oq5rje59TT+BehGwpqHHc0pNKM9v1qkZS3HLySelPFMAw3t1rY8MaYdX1WOBsiJfnkYdlH+QPxolNRTkwckldl34f6Ra3msXIurcRpDiaOLcG83P8Tew44759sV6kGAOK4CVF0b4lQtDE4huUWFsEhUBUBVA6feUHiut1qe5to0uLf5448tJEFHKDqcnGMdq8XEt1Zp90eVKbkO8T2cOo6Wtvck7DKq5zjBb5Ac+xYH8K8OmM1vdva3JJ8hiFQ87eTnAr1HxF4ntBYyWjeZBPIjArMhQrgHBGe+cYxXDeIttwWuYkiD3CrISPvAsMn+g+oNd+BhOMXzGE7PYoz3MSadJEkSb5EwZJPvL7KOg+v8ALkVgtbZkG2RS24LgHOTntXpNnowOn24tYLNVI3SSXMXmSE45YZOD+WPQkcnKTQpJteF1NcC4SNwCxiCcr2AHHb2r04xsZuLZN4a8O/a0Vrpm2L2zXH6+8K6xdLaKBAjbFx3x3ruvFuurpVjJb2oC3NwDnH8CmvNFO9Tnr1rRKwVZL4UbXg6b/ipdNznIuEx+dfQ4PfkmvnzwHYT3PiO2eID9ywlJPTg8V77DKGHI+YcGvIzSnJtTS0HSWhbV/lIPSvNfiL4a8vfqdjH8p5nRe3+1j+f5+teicHnp+NMuI1mhdHXcjDBB6EGvMo1XSlzI3jJxd0fPnc0hrY8V6SdH1aWBcmFvniP+ye34dKx/pXvRmpRUkdsXfVD4uDVtOGqrF1HpVtehpM7KQ5eFoPLHFIo47flQeag6Qxx70hzk0uaa33qCWJjk0n6U7bn6UnSmSNxj8qTHpTutBB57UCZGRzx6d6q6gMWpfBJjIcY9jV3BI59fWopo98brnG4EU0ZTV00IpDIGHQjIpMYFQaaxezQMcumVb2q0Rx/9arW5mpc0UyGnKaXp2PWhTjt39Ksz6jJRiFj6c59KifayK3qM1PKR5L/LkYPHrVdTugTK7TjpUEzGKMc5p8S4YcmkC4UH1GRTogdwxVGa3J8Y9zT8D1NAQ+n6Uu04BIpGyEx3pUxgdc0EH60KM0A0NlGRxUODu5qd19u9Q4+bIH45pmMkLEOatcde461WjHOe1WlHy4FJlwWghUd6FVdvNOINNAP0qkNoeoQeppV24xikVWPfFKqHuamRUSZZMABTj6GkLSngZx9aRADjml8v0c/SpLGkEfeOOKT/ACakMQxkn8Sabtz93JpDGY45H40h+hpW4/nzxTVYYHf3pgIw74FIFweKlZO5644pjDBFIBjde9Lg96c45yeKTGc4xQBG3sM1Wn461dMbY6H8qrTA47dO9NMiexVIpmPapgpNJIvOAKu5zMi28+1Iw9qftOTgGlaN+PlOPpRdCIyOKRvxqURSHopP/AaQROTwrflRdDIgDTsVJ5EvH7uT0+7Si3lPSNz/AMBpXQyKnVMtpcHpBKf+AGnrY3Z6W05/7ZmlzIpFbvzUsKGSVURSzMQAAMkmpRYXZ5FrMR7Rmu4+Gvh0y3L6hexsgi+SIOMZbufwH8/as61aNODkxOSirnUeCdBh0SxDyxh76UZkfH3f9ke3866YTnGNuB9KRbYqMI1PCt/eRq+cqTlUk5SOVtt3Y3l1pwiH8fr3NZWsa/p+jpuv7qOJsZCZy5+g61kXHiSW8s1m0xFKSZId8naB6gfj37VtRw1SprFadyeZHQ3MlpYjzJU5JwrAZzWbcahNc8W8TYPdulcV4b1S91TxAVunkmhkBC5PAx047dP1r0CNAkYGMYFfSU1UjFRm9TeEo8tzC+ywRatZm9kbfKWRcgH5iMAYPHrXYwxgRqHJOOOa8x8T3i6nrcWmo+yOM5kkHPbn8un41oabr15a6f50t2biCBmjdJOXOCQDnGQTgHFcGNwsqjUosio1LU9CllVfb6Vl3lyXOyPn8K5u08X2V/O9rIfs92HMfkuevoQeh/nW/bqSQTj34ryKtKdJ2mrGaaZg+JPDn9q2hkjUC8jXKNjG4f3TXnHlMspR1KspwVIwQa9xRSzDGa5Hxp4ZlN0l7YW7yGXiVI1JO7+9j3/p711YPEcr5JPQ9HBV1F8ktjiYwIwcdcVDJL1z1rXbQNWOdthcfimKrT+HNYC/8eMn5j/GvUjWh/MvvPQnVhbdGLNLnI71n3hyPwrWuvD+rx/vFspdygkgYOR3HHf0qrDpN9ewLLbW0kiMAVZRnitPaw3ujklVT0uULYCrEn+rNXodB1PtYXP/AHwank8P6rsONPuOmc7DUurD+ZCU423Occ4/GqpOD+Nb1x4e1ZVybC4APGdtZk2l38ZUPZXIP/XM1Sqw7o5JtGevM/Hriuts/u9q5pbO5SdS9vMgz1KEV0lqCUx6+9bRaexxVTr9DOLfJ6q6muyyCufauM0UZt5unY812CN8gyT0rpp7HK9xxYfhiopGO09cU9mxUb85HJzVsRBGcYBPahj39aYhwSMHp9KcT3GelSAxuuetRS+M9I0m3fSL1JvMkJ8xvLDxurYyCM5+72xT2J56iuC1SztdU1+4kEkskkJIeGIgM2MDjfjn1xntjviXJR1ZMr290zPGlr4cvY2udFljil3HKKSoP/AGxgfQAVi2OlSXv7yQ+XbqvLf3scYB/r+AySBVXXtM+zzMyzApjLK4wyHPAIBI/HP5cV6PY2aSW1pMItkIiQwRk7sLt4Y/7XJ+mT1JJPHiMXChDmZpRw7qysc5BYeXgvH5SqMRxkYP1PX8B9c5NZyr++Y46k11N+vzPxz+Vcyn3yffPNeVCtKq3KR7EKapqyOp0Bc6WwB6MRXOeLb6JYDaLgyuwJwfuiuj8MoXtJQ/3A/58Vw3i+IQ+I7sKCASrfmAa1w2Dbqe1lt0McRXSXs1uehaG+/R7Fsk/uUBPvtGa0FxgA//AK6xvCBL+HbQt1AYcH/abFbajpnj0r2Ueaxyc8VOvtTFNOqhCingimjj2+lOGT1/HmqESdevb3prttWlLY57VRupT68/WhsLEF3Nkle5965PxqzHTYo1BLNJ0HspNdJyxxisTxVa+c9qgco2yVs7c4+6P5E1jUlyxbZcY3djlBNaRSu8ySSSqQucA9BzgdsYqnB82pXBTaylyAG6MS3yj8wPyrTvFtoZGa8hWMSnllO4Hv257elZtvJEbi4bJCiUTLx1AJ4/HIrlp6ptG1TRpMzmJLEk5zzzUlq+y4hc9FcN+RzUTdaltzh2YjICNn2ypA/Uiu5HH1K1dJ4CkCeJ7HJxmTH9P61zdbPhNtviLTjnH+kR/wDoQraIM9+U8H0+lP3D61XViO1OY5/z1p3AsBwMYoL7uM8nt0qtu7UuR0xRcCwCKNxYYOTUOecZwetSx5zwOPyxRcDcIwxJwXPOaT+XtS4z1/OjisTQax5HAzTCSB2Penck47UpGTSGRH+VNdNw56VLwKb9fWgCv5eciqkyYatEkk/LnH0qKWL5eRmpaGmVImK/SqfieXb4fvW/6Z4+uSB/WrbLjPYfSsnxax/4Rq8HTheo/wBoVNy47ok+FI/4pO697xv/AEBK7Gz+/wDU1yXwt+XwfJ05u3z/AN8pXU2uS/HbtirpbIue5qKT0PrXl+l/uvFk6DoXkUY9ia9QiXL55ry3TzjxhKDg/vpce33qursjtwKvTqryOv8Ar/KnA/SkXP8A+qlHB4/OpPMDnrSN7mnHB7mm9+etMQE5HrRja1LnuKB25zQA7JOM09Vx0pop+QM5B/OqBkiLuZRnqcVauY/LsVBznOcfnVRDhlOehzV7UiDZkgng55piOMvTmZ+/NZk3JNaFzzKx96ozZ/GueRoiJfBsV2rTtdspkO/aE6Z/Gmr4FiP3r2QHGeIx/jXY2X/HnEe2wflipUAzwPxr5qeKq8zsz0o4iolZM4X/AIQmJcg3bk+yAU6LwXbchrmbP0Fdiwyx5xz1qNRhyP60vrVX+YTrzfU5dfBdmT/x8znjtj/Ct3w9o1toiytE0jGQjczkE8emPrV5AGk6gfpUUeL5G2S5Acr8nQEHkH8RWtN1K6alLQidabVmzkfipAI7iz1CMzNJHgosZwCQfvfUcfpWtdalBqENoQ1zAb2Jds6vlY3YH5ducEZBB4xkc9qj+JsKf8I0HaYxeS4UsBklT1H6CuX0aQ6h4EuViEwn0xywB4YxN83Przu/L6VsqfuK/R2Mb6kuotJqN0bHWwomgjEW4cgnj5gfxHv69DXMwGSSynhkkG6D5AdgJHOf6n863Y75Lk3E0zoW3bvmX7zHjPTjk8DPQH0zWHYTKb6dfN80OAw7EY459/evThHlikSdl4N8IW+v+H7qfUGma8ckRTM7fJxgHGeenepdQtRoam2QovlJkM3G7PAP51U8OfECw8Ow3FrdWlxId28eWR94qOOcYHf8ag1Hxfo/iG7W4jiuYbhV+ZHTcCB2yM+vt1rWm5c2uxm5W2OH8QRTtfu0zFieeRjHtiszBXgYP0rptZW+vpXuBZkRFTjpkD1NV9I8PTSzobhSqkbgO/4+lbtGe5vfDe6gik8tiUnL7ju6MB0FerRyAsHA+teW2WjXlk/26K3H2eLDHnJb3Arv9PuRcW6vHggjPNZ+5Vi4PU6YbWN7ORxil3Z6VUtZcrsYDK81M3PzLmvlq1N0puD6FMztc0Kx1cxG8jL+XnbhiMZxnp9BWQPBejLjFs//AH9b/Gur3BhTXXikq04qykxqTWzOdj8HaIOfsrf9/X/xqdfCGir0tT/39f8AxrZU4HWpVbg/Spdep/M/vLVWa2Zz3/CJaPj/AI9T9fNb/GhvCejj/l1Pp/rW/wAa6EcrTO+RzzR7ap/Mx+2qfzMwP+ET0fPFqf8Av63+ND+E9I/59T6/6xv8a3u4zQRzR7ap/M/vD21T+ZmD/wAIro4z/oh6f89G/wAaRvCuj5B+x98/6x/8a3XUluCMUmefSj21T+Z/eL2s+7MFvCmkqeLT3/1j/wCNKvhnSD/y5j/vtv8AGt9eaa6dxin7Wp/M/vF7WfdmE/hbST/y5qP+Bt/jUf8Awi+k7iTZqfbc3+NbwJzhsVmeKJmh0O6khlaORVG1l4I5HenGpUk0uZjU5ydrnEeH9J06HxprulTW4lX5biIsThQQCVH/AH2PyrrV8N6Vu4s4/wASTXm+lX08HjnSry5ld1mbyCztnORt5PtuWvVri9SO5+zrtNzsMm1m2gKO5P8Anoa6sV7SMlZvb8hPng3G+xTbw/pQ/wCXKLjnOKE0PSGVXjtbdlIyCBkY9ap2/iRZZ7qC8tHjMSMzYO/gDntXKxaxc2M1xFpkm2yfZIi/f8onlgMjtg8UQpV5XV394m5rdnTa9o2lxaHqM0MECyRwSfMOqsFOPx6VT8F6NYXXhmylntYppG37pCuc/Ow/kKy9f1C407RbiwmhDT3cZnnlY85ccjHbAAFa3hjUV0nwXpk80bmFiwAUAkZLHP51co1I0t92K8npc1/+Ee0sHixtxz/zzqRNC0xTxYWwx/0yFU7jxE8Omw3/ANk/cTSbFDPhsc89MdjxU914js4IbaZ/M8qdCylV5yCOPr1rnareY+SoWDo1h3sbY/8AbJaQ6Pp7nBsrb8Ih/hWbceJmtLmMXNqRFPEJIzG248+vA5rNt/tcvi5N92qHzMsrPggddgH6VUadRq7dilTnu3Y6T+xdNJz9gtsepiWkGi6dk/6Da/8Afpf8KseIrh7HR7ieFlDqAB7ZIH9a4u7R7qxOraZJOjI2JozISVPqDSpRnNXcrIUIymr3Ou/sfTh0sbY/9sl/wpDomnEndYWp45/dLz+lZmk+I0fRTPetmaNxHxxvJ6f59qn1jWrrTb63jeCKWGb7pQncen680+SrzctyXTnzcpeXRtOB4sbXH/XJf8KkGkWAbP2K2HPaJf8ACqUmvxJqJsRExuWkCLnhecck/jUaeIDBrcmn3qRjDYEkeQORkZB/CkoVGCp1Oho/2XZA/wDHpb+vEY/wpf7Msl6Wdvj3jWs7Tden1V7pNPjhQxKCnmgnf78EY7evWs/TfEN9d6m0EqrE8aN+6VM73HYk89u1V7Opr5B7Ket+h0Qs7UE7bS3H/bMU4WUDH/UQ/wDfArN0/XJNTiupLe3WFIE3bpPm3Njp2x0NLpfiRbjTbmYwqssADOFPDD1Hel7OoL2czVTT7dSD9nhGP9gVKttCvWJMc4O0Vi/2/Ne2N3dWKoi24ziVcl+M9jx+tWPDmpPrNszNGI3jOHA6fUUpU5xTb6A4TSuy20MDPgpGcc42ipGt4wv+rRR9Otcr47gC3XmRlmkijVmA7KSefzrD1fW59T0+xtVZzIARJjqzZwPrWsKEppNM0hRckmmegLHDKuVVGHTIAIqWO1jz/q1P4Vz2h3Eek6fb2rviaWYxjcOFPGfyPFW5tTv7bX47Fo4pkkw25FKlVPc8npWbpSu0iHTleyNhokz0UfhQIQOwFYVvr5vNU/s+KLZKGZTIeQMZ6D8PWmaRr9zPrEumXUaMyMyrIgxkj1/Kk6M7MPZTN/yhnp+dLHCoJ4FYtjql5e6g1q1ubdY1PmSHnkdMAjH86p6T4knnW7gnRPPhjZ0dRjdt9RS9jMPZTOmZVUcY5qvKYok8yZkRRxuY4Ga56LXr3Vre6bTofLkt0D7fv7+enT0qhrl3cahpMc2oRSWgWQKuF4Y4OTg9ulOOHlzWkVGhK9mdvbrG8IkjKlSMgjvQIhySOcYqh4Yhii0O3W3laVTk7mGO/p2rVGc88Guea5ZNGclZtFbyVP8ADT44vlPHapenHGfrTt3bNTckh2Ajp3pyxDnODxUnTpS1LAYsYycD9Kd5YxyAfwpRGN2SMn1qQgFT/KgZEqjk4zTkXOT+fFKoPt+NSIABzj8KAGMo5BHWnRoy564z61KqAntmlEDHqwx161LGMLHHBOe1MkmaNS7AhVBJPsKtIkSD5jk1zfj/AFP7B4Uv5ImKsyeUvOPvHH8iaunBzmorqDdlc8Q1bUn1LXZ72Ys3mTFsZ5254A/DAr0mW5vJLSU3JeNpJShT5SxOOTkHHGB37/hXkin5s13OhaxNeWsMTR2YSGWOJF25fLEDI4PHHP1r7GVNKKS6HLB6m9arB4b1n7VFExtDEFaVm5XJyfb+7WxqHiVbqHydKPnO5KmUHCx+mT79q5PxpqEUdnPZ+cgmUABepIOOPb/61ZPgQTC782RSbZjljvxyvtnB5IHI78d6zhJ+zuzdStLlR0t5potbgiz3m6YBnJKgEZ4+Y8jp2/lmsG/nXTJLdryCUQyMzzeVIAWYlhwR04CdMZ/CovEev2tyzm2YzZkUGNwQCq9sg9DXN31xFd3FzMmLVGO6O2TJXr0z7cmqhF294ic1fQr+c/nmTe5bOck5New/DTxFLq6SWVzzPCm5WP8AEvQ/lx+deMrzXZfC66Ft4usw77Y5d0be+VOB+eKyx1FVaMk1qtTOEmpHvtrEfvHmrMj4GAOajVzsyo2j1NVbu4WKNmkcKqgsWJwAB3NfKHXcWVxk9zWdeS+hqCy1ax1CEy2VzHMgHO08j6jqOlQSuXfAJxnqadmnZgRyuqK0krKiKCzMxwAB3J9K53whMl7Nqmowq0dnPMFhVgVBAHLAH1LEn3z+Mnje8ktPD8iwNGsszCIFzjg9frxx+NaGiWTWGi2Fm5zJFEofnOW6t+ua3S5aTfcL6mtagPhhjHrVmTCrTYFwo6YxTJW6jI6VzjKt23Ax2HSueuubj0wDW5eNj+ua566fbLkVpADG1MDMp9Af5VkWo9K1dRPySH/ZPOax7Q8CvbwHwsxqnUaDl4HA7x5rrrXm2jJz92uO8MS7zxzwVP8AKurs2It1GenFetDY55bll+D0FMwB159RRmkYlVLHnAzzVsRE4VJ2VMlKQ85Pr3FRxnPJxnHbpUn8VSFiNjweK8k8RNi8vsjrM3b3NetN39fWvKtWsLjVdS1NrNVKxSlgrP8AMQSeeBjbx944A6ZzRzKJnUpudrdDkLlyr5UkY44r2bTW26DpTjqbOH/0WK8bvoZYWAmjZCem4Yz7g9x7ivY9L+bwvo5x/wAukY/8dA/pXh5x8EX5npZd8TRlXx3Mx68dq50RbWwa6S7Iy2RVDT4YNQ1GS18z5o03uBzxkD+tcWFUpPlid9WSgryNLwurfZZWP3C/HvxXHeP4tmvB8f6yJW/mP6V6XDAsEKxxjaijAA7VwPxJi23tnKBjdGy/kc/1r6GEOSCieROfPNyNb4fyM+iMp5CTMo/IH+tdQoPWuM+HEpNtewn7qsr/AJgj/wBlrsx6VotjN7j8fgacM9DTV9BSgjtxVCHU4Njk59qYTnvxTHk6Y/WncBJpPcVQmff7ipJmz68UyNNzdKlgPt03Yz68c1yfju9NpfLHESJWgAB/ugsc/jwK7i3TAyRwK8v8ey+Z4juf9kIv/jo/xNJxUlZicnHVFDWrkXFvZnI3FSzAdjx/9eqtsVS2eQkcbgwz1yuB/NvyqqzlwoJ4QYH5k/1q1Hxp8h/hPGT/AHty8fkD+tZqChHlRTm5y5ikasQgLazyHuAgHYjv+Xy1XqzefurW3h4G4eY2D1J6fQ9se1bIyKYq5pc32e/glHVHDD8DmqYqW34lX61sgPohcdv17UueM/jUMDebDG+fvAN+lSKSvXmkMerfh707OD19hTV/P8KmAO35cE9vagBqjPbH49akUgcSY9uKTYf4sH61IvHzHBPv1pgbhOKTNKf9rA/GkJyeOcd6xNBDn8qZyT+NOJxyKUjHB5pANPI78Uzr055p+SFGMj6UwYAoAMdf0pDz+NGT+NJ164oArTJ/kisDxfx4fux04X/0IV07DK81zfjRQNAuT3+Xn/gQqWi4boxvhp4mgt4G0a6+RnkMkUnYkjkH8q9NsV+f0r5/8MJu8SWo9yR+CmvZtJ1NbPYt0T5ZbaGP8P8A9anTl0Z0uk5LmR16DDV5Vbjb44mXni4m98/er1dcFlK4IIzkd68nZwnxMu4Ap4ldgR2yuTn8TWlbZG2BlaNRP+VnYenfNLjA9aO3tRkHt07VJ5woGc/zpvtjr1p4OB6ChR27j0piEwvuKO/JwPp0pWOBz09KjJ9KAHgj2PNLkdjzTcDjp+NOAx6D3FMQ5D+VW9TbbaHYw2dPXNUs5pb+UG32LzjGPancDnZurZ9c1Rl75q5KTz9eeKoScsfyrnZaOqtf+PKI9DsH8qljJ49PX0qKE/6JF6bf6UuRjmvk5/EzsWwPhjTMfNwKVHBHpTGO04JpILlfVGYWNyUkEbiJsOTgKcHBrwK31C6WR2NzMzBs53nJ96+gL+AXdlNASQssbRkjqARj+tfPd4GW6dZIBE6sUIUbQMHGMf56V62WtWkjKodDpeq32pPDp6zeXBFE7LGPu/KhYkjPXAP0ycdTl/h7UDZnU4kaWZbq3MZcjCEhhnH4bh+NZnhe1vZdUSWxgkmkiO5gqk8d8+xFWLlCNQyrSzFW+baMKo9P8mu6UVewlsa9oF8mXOFAUuzkABM9AOuXJ4BqjevcJqUBu5CzsmE3oVO3PHfkda2LG1kLeXJGq25LSbncAOdhx+RP6Gs3XbSSzW3aczgRsF2zkHOQTlSABjg+v+FXGcozLLHNkNuL+YhJz9R+PHPsK0fAsZl17aMY2MWyccf/AK8V1Fh8O7vV9EW80q4heXaxNu/yncP4QenPYnA/pyfhG9/s/W90pKwtuWTjJHBx+Rrem02YyR6tDuiBjki2Kc5IwelZl7cQxQuQSo+6SFPSnX2vRxWP2lI1niQgEAZ25HGa5ma+fXfMEeUKrlgSBn1rsbRnqen6DMlxpUGFIHlqNp9MVUiX+y9SMJB+zy8x/wCz6rR4ZkY2cBbrsUYHar+sWourVkHDr80bejDpXh1f9jxN18Mjopyui4soEisM46GrucdMVy+m3jz24MgKsvysD2I4Nb1rN5luue3BrLM6V0qq9DVlzdgnOcVIMFe1Qbs8A05W7dK8YBGXFCtjgZxS5XnOKbux70rASKTt4NA7ZqJWB5Uj65pd1FhD27Ud/em7wV60Zz1x70ALkr2z7GmsM9sH0oYnr1p2cjjNOwXI9xU81KG3Dnn61EwHNNyQc9aLASSJnp19qxfE6btEuIxuJbaoCjJJLDoO9bUcoPXiqGpatplsrx3F5bxyKfuNIN2eD069wa0pxbknFXCMuV3PIvEllMJLS2FmbaeB2kTJJdvlz16H7gHGOa2Z9Vu21GDW44njjmwFJ5zhcEDPHY12WtXul3NrGTc27ksDFhgzE+1c9YiK/wDBVvc6akmLKUPEjkE4XIIPboST+XSvWTvBOat0+809snJu25lslgjXD206NbyN5iRPGN3b5QwGV5PB6HHI9aVwn2ayiePcHd96gjnjp9PWt61ntrjSLi1KQr5rBowEwFfgsufTrj0zg9M1SsUgS7s0u/PnaFV/cooZ3b0OSABk9PbHet4XindGcpXZn+IrEafobS3jzi+nCtDxhVBI3Ak85xn35rVg1bUY/CNpbtaKsSogLlOGQjg4PqQeaPEkV14ltJJQGSK2LNDEoLGRlB4A9Tkc+2OOa72xCx6fbxuMbIlXGOmAK5sRNwhHnV3ccJqLu1c4nX5IJvDWnG3eQnI3guW2kDB4zgc4/MVmajPHNo2lRIfmiEgfI6Etn6V6gIYgv7tE8tsE4GM0eUgA4GOgGOMVyxxSjpbqbxxKj0KmmQxPpdg0kas6QoVZhnB2jkVxdxn/AITte/8ApI/pXoeVC8AAeg6VGEDNkLjvxWFOtyNu25lCrytvuZHjHefDt1uGPu/+hCsDwXeWqWdxZ3T7GlbIDLkMCMY+vtXeFBtw3IqPABJCjPrinCry03TaFGqlBwaODn8N3MXh1jGjNMZfNKd9gBAGPXnNW/Dmr2TCJdSVlv4R5aO4LZHQAeh7cCuyzk/j3NIFTOcDOat4hyi1JDddyVpI8+mcSeN0fY6gzpwwwe2OKXWFa38ZCWeJzG0qsAq5LDjp616EOTnikYDGcZNWsTZrTpYpYjVadLHE6hBb6JqC3sC3cAYZRdgKEnseeB7daNLvLW6uLy4giddWkRjEDjbnH8Pv9afqPh3V5pRdJeq8zfMyFyu3/ZB//VVvQrbVjJGmow26RRsHEjAFzjsNp/n2rZyjyXvdmrnHlvfUo6Qxl0/U7e8jdr50OwSgljkdBnvms7SVlg0/VIntbgtJGBuCcLj1r0kHc3B/KlA28lvwx1rJYnfTcx+sb6bnD+HrS5bw3qsUcUgdsbQQRu45H5Va8DvPbi5ga3mj3sMuRxx1yfxrsWlxxkAn35qIgdE5P0qZ4jmUk1uKVfmTVtzkPE011a+Irae1hkmAi2uApYMMnINXrrTo9Ltri+020zdSACNVj3GPPoO1dMtuwXLAA+ppzSqqkbsmpVV2Stt+JPttEjzyTSb6fQobhUl+0RSOXQgh2yQcjNbOgamWi2XNjci84DMIiS/oSe3410LPuPrTo1BXjoaqVfmVmipVuZWaOF0Gzul8WtcTW0sSF5CWZTgZz3xjvUVtaXtn4rmm+xXLrvchkXIOQcHPTv616CcLgGkAG0swHsc0/rLvt0sP6w77dLHGeHY7231G6/tW2uC8i8StGXAIz3GRzmsnSbK+tLu6WWwuX3wSRkhTgEjrnofzr0h5F/vAdsUwMgXLMgGOuaTxD103GsQ9dNzjvAdndW9xdm5gmhVlXHmIVzyemav+OLWa40yJLaJ5XWUErGpY4wfSug82PdgOoPfmlaWMZ3Ov1yBisnWk6ntLEuq3PnsZvhWF4dBt0mRo3G7KsCCPmNajcjioGvIF486Me24ULd27Z/fRf99Csp80pOVtzOUuZtljA96c2B0qq11br/y8wKT0JkFD6hZjpcwk9vnFLll2JLI4FPHYdaoNqdoMf6VAD7yD/Gh9RtMZN5b+n+sWlyS7DNBTk7UBJz25pxwAVByfaqDatYRqVF5brnqTKuT+tNXVrAn5by2OP+mq8frT9nLsBfXrj/69OAANZravYZA+223Xn96v+NOGsadj/j/tfxmUf1pezl2Gaflq3LH9aRgiD5SfzrLk1iwV/wDj/tCMY/1y/wCNRnWbBiAt/bD/ALarS9nLsM1vOKrx1964L4oIbuztYWZljVzJJsUnJ6D2HU11qavpqAZ1C1LnkDzl/wAa47xRqKvJIizWskbgkMkm/cPTAIrtwNKXtlJrYTV1Y8jzg4Paul8PxQ3FtGIYttzG/mNOZMBcMpBx34yMeprP1pY5Z1NraCJeWOG3E59cAD8gK29G+yf2TaGFhb3aO0dwJHAEinJzj6ED/gNfSTl7plCm1KzNHVrOG4aaZ4491yVVX25IxgHk9MD0/OsmeF9Gs7kQNsaTCLjnAOD14/yK0TfruttssbbJg2xjleh56/T9Khvphf6g6futs7kbXkCoOepI6Af/AKq54c17M6nBWMHxNoM3h+6hhuJ4J2ljEgMTE49uf596yoOr5i8z5T3xt75q/f6VdW928J2TlDt3xOGU/Q1We0lgG64zFH/EQwzj2rrbRw+zl2K6810ngC4tbfxVp898wSCNyxZgSMgHHA98VUis4JdHiRLZ/t5n+aUyADZjpgn9a3bXTNNh1O1min8lY5QzAncpAI5B680pSi1ZlxoTetj2zUtRis7V7id9sS4LNnoM9fw61z/jW5aPwxqrLnPkMv58f1rkvE3iu2uLfT4GdWgmL/a1VSduRhM+2W3fVRiq9xrlnJ4b1PSftZkMeVtnZGJkThlB9xyueOAK+b+pzhJO3X8LmzvszhYL6+0HVJFtpwlxA7wmReVYZwRz1BxmvRfDHiOSaxMt/JbE7sYadUk/ANhSPx9a86miaaUxzF0jG1mJGMehH4e/vV6O+0OEwmewkuZFXayu6xqG78qMkD1/w59LEUI1VqtTOLaOr1a6s/Efi7TLGOP7Tawnf5gBKMCN5HHqFA57iu96zAk9OK8p8FX9tp+sGe6l/wBGaNljbb9w9efXjI/EV3i+JtIVgGvY8f7rf4V5mJoTTUIJtJGqudQuAhPoM9elUhJvy35Vk33i3Sdojivo8EfM20/4VWTxPpCqf9MQD2U/4VzfV6n8r+4dmaN9JwAT2rnrh/3xovfE+lMSVvUP/AW/wrHfXbB5Di6i9c5x/OtI0Ki3i/uC5Vncxy3kD8fKZEyeqnr+ufzFU7U8AHtTdYvrfzYpYbiBvlZG5ySCOOlLbZwpFezhIuMbvqZT3Oj8LfLJg8fM3866614Lp0AOelcb4Xb/AEyQHoJP6A/1rso3HnsnQkZr0YbGEtyxjafUYpsvzI3piq02o2kN0LeW4jWU8BWOOfT9atSHEZNWSQxg8YGOKDz1pFIycUrH+VIZg+MNS+waWUQt9ouT5MYQZbJ6kD/DuRUzaDbWGg2dhMiTSRAkuR/GepB6j0B64xWdZ51nx5CVcPY2BAIHI8zP88/+giup15iZfpzXz+cVpJximejgYJptnm2uaVu3CKVlLfeEgD7/AKn7x/EmustIvJ8O6ancW6A46dO1Y+pj5znjHHFb6jGi2OR/ywUfpXm1q86lNKbvqehGjCD5oqxgy8k8e1c98PrWaLVpppDuVomXIzydw9R7GtzUJBGjk/Tr3qLwzFFHfApGisUIyFwSOD/SvRy6pyO3c5MZT5o37HVYxjPQVxHxKTdbWUhz8jsv5gf4V3Hr356GuT+IUZbQg2PuTKfpwR/Wvcex5S3Mf4cTbb26h/vRh+nocf8As1d9nnn/APXXm3gCUR65tP8Ay0iZR+h/pXpOMY74px2CW44n2PrRnihTjp+lDHGffvVCGu20dvSq8jnJwKdM3/1qgJzg5pNgAUt9Kswp9KbGnHSrUS4XnHTihAP+7gA1xfiTRtPhuLrUdQeWQMc7N4AJPRRjn9a7Q88jrXkGsRT3F7PcO6+VI5dZGfCnPPGefwpSaW4reRkzsrzM0cYjQn5UBzgfjVqaMR6aoKgfMjBv72VJP5AoKI7B8h5cNFjI2OCX9h6fU1FqMmbjYrho41CqFOVHHIHtnPNTdSaSBLlTbGWMInuArf6tRufPQAevt0qC7mNxcvJzg8DPpV64P2PTxCD++n+Zx/dHYfXk/mfassVrFEjqkh4YH3qOnx/eFaID3nw+xfRLAt1MEfTudorSAzWL4Qm8/wAN2DjqI9v/AHz8v9K3ARn+tADh6+1SKMjHGKiU9lpwOOtAEo+UY70DI9wTzxTFyCf8inHJU469QKYG/wAd/Sm8AYFONJ/D1xWBoJjvSHinHGP8aaT2oAbjrmjAH+NA+vvRj8aAGdM4pFHr3pzZJznil6dBxQA3NYPjZM+G71h2CH/x9a3+fzrG8Zgjwnft2zGv5tn+lJ7Fx3R5Z4PXd4ngHsx/8dNeo3to89nsjUl8jArzfwKgk8UQ8fwuef8AdNeyWcY5PtUwVzr9pyIseGJ5I7ZLS5YmRPuH1HpVe8t4odQupEiRXkcs7Acse2TVi3XZNuHDD9KhvWEl1IR0Jz1rZ7WOabu2+5EGB6D9aRfY4BpMYHFJnHNQZjwQBTWbPHA+tIdzYpoXHXj+tUIdyaQAepPHGKXHNGM4OMUALwOD1oz+dN47k/TNB65HHoaYMUtnp+NV7psp1zx0qcjiql30PPBpMEZcvTrznNUJcHkCr03OfzqjMOD/AJxWLLRRuPG0lrLJB9jVvLYoCXxnHGentVaTx5MelnH0x941zOrjGq3n/XVx/wCPGqBAJxmuN4Sg3dxPWjRi4p2O0XxxOsfNpEf+BGom8c3ZbK20IHbJP+Ncky4UcUgT/Gj6pQ/lIdJdjrz43u8f8e0H1O7/ABrmLqzu/E+vZsoEWWb5nCZCgjqx9OKhweeK3fBt6+lasty8bm2kBikYLwAcc59iBVRpU6bvBWInTVj0nwtaQ2Ol2dtHGkW1AsmBwXHDH3yQeataHbeEQL2yuJLWa5DM7tKnl7Ru42k9McDj0qvAjQ3Fzv8Alib5uBzu6E/iMflWKseh3+uBZ7cs8wwyk5yRjHB6dKTa6jp4OpUTktjp7y50L7EgX7I0O3YkisrEr/vZrynxxY/ZLXzIJfNtjKDHLu3DHOE44GMn/PTpbzwVAL6cWDi3jeMKGdFypBUjGMY6HtXNeLdEvtJ0xRc+XtceYRCcgNxyeMZ/+vUwqQbtFnNKDieneBY4rTSLCW0J8ub5SSDtk68+injqevTqRXBfETQ9PsYrS7hiWC92LHKETAkOOSR69efeu88Az58AW8pjwYrdyBtwcqTzj3IzXF/Fm633FtB83BLe3Qf41tB2kRBXkcEtzJFZy26NtSUAPjqQO1Ns53tGZoPl3LtI68UGCRrdpxG3kq20v2BPaoVGK6OfzN/Zo3LPxPqNtH5cMiAe6A1aPjPVzx50f08sVz1tbS3Mvl28bSvjO1Bk/lTvs8ghMuP3YYKWz39KzqclT49QVOK2Rs/8JRqQJxKvJzjYOtSQ+L9WhUhJ0GTk/u1/wrn1TPpTrq3ktZjFOuyUYJXOeoz/AFFElGS5WiuVHR/8JtrQY4uU/wC/a/4UDxrrQBxdD/v0v+Fc/bWsty0ggTcY0aV+QMKByeagIIrL2NH+VfcNRR1UfjTWT965X2/dL/hU48Xauf8Al4HTH+qT/CuSjLBhjirseT2HT6UOhR/lX3G9Omn0Nz/hKtXB4uvr+7X/AAp48W6wo/4+vzRf8KwduT/SkYD1NL2VL+Vfcbexj2N5fFmrn/l6/wDHF/wpD4p1Y5/0o9f7i/4Vhrj65p23rmj2VL+VfcHsY9jYHifVgf8Aj8fH+6v+FH/CT6sc5u3z/uj/AArH29eo59KUKCDkH8BT9lS/lX3B7GPY1/8AhJdVwf8AS5Mfh/hQ3iPVmXH2yT8AP8Kx8YPQmgKxzwafs6X8q+4PZR7GhJ4i1Qf8vsvXoDiuTurt59SuJLl2d2ZiSxyc/wCcVuFd3UYNc5Mm3UXUgH95jn61UIwi/dVjjxdNRimkMY/ucD610XhzUbqGyMNrdywRYLMEJ5xjPHr1/L8+eHC5IyPetPRNom2woW3soCA/e5HH51ckmrM4Y7nR26K8ENlNtWWMsx/eEdemCO/UY9qdHM0l7KYWdFdwA46bc9D78cD2x7Fba4R5NoWNnXMn3ORnk49OeKt6bGRbmVyxSMsXAGecZ5PsBnHoM1NizovDS+ZZyxq+RDO0aY7ABf8A9dbl9FtAm3SMyow2K2Mnj9eOK8r8O+L10SzmjW0aeRpi4Jk2rjao9ParNx8RtRaUSx21sI1IARgxx+ORWcqTkHMhmv6lqun63e2yahchUlOwCQ4API/QiqkGvaqWO7Ubsk+srf41X1S/fV76S9lWNGkxlVPC4AHH5VBCgLfeHoDz/hVKEbao6YQuaR1zUlwGvroD2lYf1p8et6jtGNQvB2/1rcfrWfJEOPmGOg4pYo8cbvzquSHY1VPyL0usam2P9Mujj1mb/GoU1XU2/wCX65/7/N/jUTRbl+9k/SoxbNkHg/jRyw7DdLyLE2qaiv8AzELnPTiVv8ajXVr8En7bckn/AKatz+tQyRN14FQhcMckH6Ucsexm4F1NVvi3N3cN9ZD/AI1bXUbgr+8lmK9QDIaykA3cAj3q5EAMEF89eKVo9jSELks2pTHH7+fjr85NQNeyMvNzOfqSf61NM7MoBmPT+IZxSxecqZj2E/7JXNWlHsKVMZDdTfwzy47ZJ5q0t1cYH76UY4++Rmoc5b99Dz7YU/oKnQwAcW7j3eXP9BQ7FwpjlkmC7nk2jrjdz+VO/tF4E/dZDerHOaYzKSCY5MeoIphEP/PCct/vrj+VTdGvIMluric5eWRjju3SmKzHrI2frUu2PH+qcfVwaRdpHCMP+BgUcyDkGCRwMBiB6ZPFO85yvDHA9DSMAD9wj/gVLkcALzjvzRzIfIDNI2ck4xySabJK3QNxj1peSRhjn69KRi5PBLeuaOZByDGYt1POPWmPIdvy549akdT32fhUZxjkDPsaOYfIM3MepIFMkcgcEj8asnZt6Nn/AHc/1qtOqhP4h7EU1IynBkEkzHGGb6ZpqyMOSxPHrTWCg9Tn6UjDPQn8qrmOflAuSe9KWJ69PrTSAB60fmPwo5g5R2SBzSGRsnBx9KbjPc4+lNYY55/KjmDlHPIe5pVc7utR4Oc5peh75o5g5RS7DuaTcSOv1ppUnoPxpdtHMHKLu2jhqPNY9M4rX8NabHf6gq3KsYAQrbTjknA5/X8Kc/h25WScSTQRCNpB85PITGTwD61m60E+VsTMcN3Yk1Kr5HBOBWkfDd60AljMcmViYIGO7Ehwp5GOvvT4vD91umVWgkMS7nCPkjnHTrR7eHcuNjEkPPH60Rgnit7T9MifSrq/mUS+U6xrGWwMnucdqmbQ3aRmEcNqoChhLL8oJBIweeDjPNP20dmVy6nPbDT1aND8xLH2robbQj9ssVuZrdxcAOsO5lypB6nHtVaHw5NJafaI5otvlvKEwQdqnB7daFXh3Boi0yyuNSLiHEcaYLHucn/9f5VNqmgT2sc7p88Y3BS3U8Ht1rp/DGlmxiu9zbnLKCPTC5/9m/StTULZZLWUFQTJEQy85zx056ccjvWcqt3psZSnZ2PMrNw0KEsJJMfMR6+lOncqcEYJ6D2q/wCCoI5bqSKdI28vegiP+6xB/SmWtnb3N4kUt15Ds3zB4yQikDa2emCWA7cketV7VXaOiE1yq5h3yl4c/NuUhht60223S87H2k7XcLkD0yf89627zTRb2sVz5ySxycqoI5PcE8gfXkViWFv5CyTupClQF5xkk4/kGFNTUldHLX3uh9wJZlW3Td5cYwXJyTnoPr1qeSwNpAkkfkTGRMgFuepBzkdeM/Q+vFSLbTx7ZyTCEIfk5JPYH8VJI9hUOogPMoeGdO6yg5OD2J6fmO1K/QyS6ljQdJk1bVrawtkWCSX73HCgDJPHXgfjXouofDezitc211ci42ceYVKk+4AziuR8D+JrDw9qsjXsbGSYKnngZ8tTnd/7Keh6V6zca9YXGhzanbXEU9sse/hhxkZCkdj2we9PUmU2naJ4DdwzW15NBcKVliYo4PqKYzELitjxBJNqF5JqskeyG7lcRA9cLtH8iBnuc1lSL+7q+Y7IxujOkOSeagJqeQcnpU+k6TfavPJBptu08qIZGUEDCjvyfenc5porWrlZBtLDt8vU11Vi++FCc9OeMVzPkS2t40M8bRzRsVZGGCCOxrf0k7Q0ZGNh/v5xml1MZI6Tw78uoyDnBw/X2x/SuuZit7GT/dxXJaET/aXXoigAfU10OvSeTaNJyPlKgj3GP61rF6GL3OTurmO+1AvPG8m6YOFX+6P4cfQYruNMu/tunpKwCvyrLnJBBxXn8iyGSJYUYSNxtVeuQecd/X6V2Hhm2msdL8u9UJJJIxVc89B+vBNEWDNdT8vt0qhr1/8A2bpc9yNvmBcRg8ZY9P8AH8KvKcAn3rivHE323UNP0tAxy+5iG6E9PyHf3NVJ2QJXZu/DiwNtZ28skYWa5bzW7k8HGT+v+TW1rPM7GpdJCrdQooARRgDsAB0qDVGHmnHc+tfNZx/EivI9XA/C35nIaoo8w7elbbsItBsTzkwjp9KxNUBMh+tWFuPPsYEByI49nX0rz2rwR6VrowL6QysfTPT0q94f5vYuvIOcfSs+fiQ8jr0rQ0P/AI/Ifqf5GvUw+k4+qOKsvckdRjvx+Fc/40Xf4cvBjoFOPowroHOAKytfQSaLfpjrC+PwBxXvs8RHnPg+QReIrNmxgsy8+6kf1r1fHPXivHNDfy9Xsm7LMhP/AH0K9iPHX+fSlEqQE46VFI2O9Od+OKgc9c1RIxsk+tOjTJzTVXJ+lWI1+v40gJo1wPapMc9zSKR2Ao6dKtCIdRfydPuZOmyJmBHbivGTdTxTM8czq7feO7r9fWvWvEsjpoV6IwWZo9gAGfvcH9DXlkltBA3+nTYbvFEcsPr6UNJku99ClJLNdSjcXlkPAHU/hVqG1jtysuoPgDDCIYJb/P8AjyKadTaAMtgiwKQRuwCzD3NZ7MzuzOxZjySTnNCiAtxK08zSOckmox0oNIv3atIB1OXrTRTl600B7V8PnD+FbMKOVLqf++if610y/Lg8e4ri/hg5bw9JntOyj/vlTXYc9KGBNuGOAB7U0HjpxUe/BGM4pc8nmgCXPzDnj607JyNhB9ajztGP0pVY/hSA6I5+po6cH0/Om5J/+vTSfXv71iaDyfQ0wnLdaQn8KM8UAHb+fFAFITjp1pufegBSw7Umfmx3pD0+vSgcdKBjs46/SsPx3cLH4TnTo0kydfTBNbPc/wBa5j4if8gIHn/Wjv7NQ9io7o4v4f8APiyIY/gf/wBBNe1W6YhJFeNfDQA+L1ZunlP2r27aFtjjkGlS2NJvUitFVplVzhScE+1Z11xdTL0Adh+taVryw+vas27bF5Pn/no38zWstjJiKKTB75+tIG6f1p3f+lQIB9aOhOR3pccehpcHj+lMQ0n8PekyCv8AhS9+ppOhyRkCmADnjilAyBj+VNbgcfSgNn71AhcVBeIHhZhgYqxkY96ZcKv2CRjnOf8AChgYMy/KQfSqEgxGa0pxgH1xzzVKVCIi/RayZaOB1jA1K66f61v5mqGM521o64uNTuPdyazvLOOOK5pPU+hpr3F6Dhg8elGAemc9KfGAR0p/lDuD7UuYlxC38vzk8wZTI3Y4yO9dOumXOra5J9lmWK02gCUD5AmANox+PH1rl/L+bocEV3vw2SeaO8gihEkfDsWIAHUD3OcH2461zYqo6dNzjuiXHqzW1l1gnCGQoUAUDaSQOn+FGj6C6aol3IjD92XSdSMg/wB0++Pb/CsrxLrEmlJp91dWImct5ZhaTGcdTnv2/Oux0bVTrtj52nfZ432Kzw5+9nOAD259R68VhQqyq0+aQsRjakY+zjsZGpTT60rLo4Hn2p3ShjtDjB+XPfsfxHPWoNWsLuXwzNbapLEjyIeQ2QD2zVzX9V/sbQGkhjtTgkPEJApBOeAR7j9K8j/ty7u7lG1LfPEAW2GQ4XuauGHd046HLBupGzPUfAcstr4CtvNVg7HyyhBBUNLt5/A5/Guc8XxW819fPc+WCIcxl5AGDbh2z6Cm6TqgTT4RZvsgWTMkWc/KFJyT167fT8etc/qEU19rEylHklkkIAK847fpiurcmnR95l3UTY2ljNDAttLCLqORQsmTIgU5zznqfwzUaWumf2wVVrb7LEVcmQ4yGYHaATzhTjn34Jq3d+EruwEVzbeVcxld5BTpxnkHNc3MvmTO8gBdiWYkdSetSlfZm0KSlsy74fntrDxOTI6rbhnRWzkAcgc/1pLC1ht723tr2W2kiecNIBKCoQA8k++Tx146c1Q8tQfujP0pPLQD7oqmuty/YeZ0ki6TJZyZis1lNtL91gD5gf5Mc9cc+9PvX0m4uJ2vGgKM9uInjPzEAASZxzjAP9KxI9OuHwUt3YEcYXr0/wARVUqpxwDUKHZgsOu50cM2n27yMptUnaG4TEbYUg/czjjJ/PHWsPxIbVrqB7MQjfbo0oi4USdxgcelQFVz0H5VMtnKyoywvtfO1tnBx15qoxUXzXH9XtrczYjtPTPfrV5HBHQip1sZipZYJMK2w/IeG9PrTJIZIZGSZCjgcqwxWnMmbQjy6DA3oaVm69aRcZwRTto74H1oNQVuDk//AF6Qtj0owAKdkc5zmgBN34UFjznIoBx1Gadjj0+tACbh3+nWk9wTilHXBx1peMUBYZvK9uM1lSQPLriLGjSMzq4VBzjv/KtjPy8HPNdr8NLGN7m+vniUyqiQq2Og5JH48U1Kxy4uN6fobOteC9Ci0+UR2KoQBgq7Zxke9eV2tpHputzeQzOkEjkKexBwDXuuuKzaLMA2HMQ+YDvxzXh1pC0uvSrcN/y3IfHrnmtY7Hjvc2J5cJdskbozsd2V+Ug8gg9zjPr+He7JL9j8KahPkBtvkKQmCWYAH/x0n/JwKMzOlqIHZGZ2ALISS3foRx26ZqXxnOIfCdogOHun85uxBVdpGPqf0xQWjzqPDKxBJOc81KcC3bP99f5NXb/D3wvaa7pd3NfGTAlEcbxtgjC5PUEfxCk8ceCl0a2iutPeWaAf63zCCwJPHQDj8O9HOr2J5WczaFjAuVJzk9Ksw/KQfm/KrNunlRIhI+UAfWpevXiocj2KdCyVyBiGx3xSo3TK/jUyjP8AEhoAZeoOPfvS5jX2YhkXA+RifTNR+Yv91/bmplw3Uc0mOee1HMNwK7EN0WTNQ4Kt91h+FX/ypaOYh0blJFcEcH61ZX2649Kk20YC8n9TSbKjT5RAM43Z59FqYQ2+355HU/7o/wAaiLZIwMcdaXyty5yapSsDhctF7OJVEckkhPUMOP5U1pUP3eBjuDiq+3ZyRk0q7uuGHrjpSbGo2Hb8ckCmbyT9049acpY9dv5VJ5pCnb1xipKsR8+hFIThf8Kezk8tz6A03YSNzfKtMLDd3oDTmbcRwV9e9Kox60jdMnp6UBYQsAehJ9+aSQucBi2D2pVTdknGPTpSHcOOAPrmgCNsdcZPXJpM/j68U8gHqcj2NIqj3ApBYYS5BwD09KryqxHQ1djEWT5m9/ZOP1P+FOWSMZzbq3+8W/oRTJlG5lGJz0FOWCRuibq0WlxyiIoHoM/qc01pGdfneQjqATxT5jP2KKH2ab/nn2zyQKTyZSeBz6Zq9jtxS9FPJx7cUczD2CM428vQrj6mm+Sw6898A5q+cEnCijJo5g9gigIJT91SR1pTby9wo/GrnJPOav6HFbyaiq3ZQQbHLbjjnacY984pObSuDoxSuYRhfP3c/jSeS+emf1rrv7LtJbvyxcowaREQRMPukjk579c+n0p9tp+nxXKu11GwjZC0bsp7jcD6jGeaj26I5InMRy3UcKwqE2CTzOg+8Peuij1wyaeVv0jneTcZV8vaWP8ADypHt1Hao0trGC805pJo5Y5H/fqSCEGR/Q1YuodMlU4liiOFJVO52Nxnp1C89OaynKMrXQnTiYTarqRQos20bUj+VQCFQ5UZx2qVdW1AXDTCRFlbqyxqOeeenXk89a1Z9P0ySeaRbpEXzH2orADbhsdvUKPxqPUNKtrfT5LiCZpvnwnzrwu4jJHU9ufXNNSh2KUImLb3lza+asLDy5Bh0YBlb6g8GrS6vfh5mMwJmAVgVUg46cYxketad6umzs6IUjaNA6smAGyFyv1B3H8afDo9hcSMLad5No5HmKMnjABIxzzx7U3UjvJDtHdoxm1K8MsEvmLvgTZGdo+UenSpI9WvUjCCRRGqsm0Iv3WOWHTpmr32PS0Mge5kYAAqVYDJwevHrtGPrUr2mlSRqv2gJ5ZIVs8sNx+9gemOaHOPb8BtR7HTaXfLfWbXQwkUbNHkoF2jAIzg4OOeePwqpqniHSrO3Mk2oRFWX5EjYOXHsFyfxPp2rzTx1FBDdW5sLhpLdlZcEnqHPPQdVK1zGcnmtqdFNXPJrz5ZuKR1Nheut/cSWjtCHO4Hdhz27exqa8uZZVVZZn/dDKbsEcY4A7j5V4PoKytHm8i7icqpzgZY+/bPtmusvRZXNlvidop2hSMiRSgViAmTjjblWGR3xk8iia5ZbGtKonCzM6QXKz+VtlaPznREHzEbcKD7k4wSPT6UkcYhsoIyCsbSGdQhzx/D1Ptxn8c85ZcSSTqjy/allRmc+XhQN7ZBzg+o/wAmtO1igkuR5sibYlOTKTtwBwT+OM9TzjvTZmnfRkv2snLwRsIVx5e/G5cM3Tnlid34564yOc8xTNI6O67fvRuPu/1Het/X0jtROUmkeGV/MikCnKj3yP16Vj2mnX+rqtppsbXksmW+QYCqPUk4HNSht2RzsrGSZmHc55rU0t3twWhlKORglCQSPrW8fhz4ghs/tRs4pdrENAsoLgDqcd+nYk+1YN1p9ykqg2T2RUYJcMC34N/hW91Yin8Xc6HU4b240exvbtlES5t4Uxg7Rzu/E559qxZQxXtUqNL5CRSSu6pkruOcZ64pk3QYrO56UY2WpQaFvUV13wo1CLTfFCrdYVbpPIV8dGJGPwJGPy7VzDVEGxyOPene5hUpp6HqHxf8NOJU1y0QHcBFcgdc9Ff+Sn/gPvXDWuIr5c7R5igZ24/X8qvzePteaxkt7iWG6tmTy2WWIZwRjdkYOR9euOtULiQFYLhGCgdctjb/AEyKaukcTTXus6rRxjUF45ZB/P8A+vXSaxA89vDFGC0juFUAZyf8+vFc1pL7r6BhxviyAevUf41va9MgtYlaRUYuCCfTBrZP3TLlcnZGpp3w+V445r6/CPgho4lz1ByNx78+nr7U2XwilpdwzwavcmGEkiKUBs544PGPyNZtp4mlsYIBdJNc5J+eEqcqMdckeuOK1LPVH1e5Jitbm3to15M4VdzHnoCcjA9fWuP2ji7zlZGrpStoh0gCRseMD0NcJpEL6r45lfa+ITk5+6cdD6flXW+KLv7BpU0iDDKyhAT1OR+mM1wPhXxJb+H0urye3mnnn4iUnAHOTk+nPv0rrm77GUVoeu2dq6MzkgbRzz0zWVeY25O4dvm4ryfUfHGu3l6sq3sluN2RHAdifQj+IcfxZr0fSrm6vdEtLi/CmeVN5KjAIPIP4jFeLm0LU1J73O3At8zRi6py/HanadbMNLFxGC3zPvX2BODS6mMP61o+GGzpYzg7XfOf9415EpONK6PXOTmP75sf3jVzSx/pUJHXeKqXRVrmUxj5C52/TtVzTP8Aj6gx/wA9F/DmvSpP3os5anws6iTpVa5i863liYZDqV/MVck6dMVAyHjmvoTwjxQDbJgHBB617VuDRhhyCARXjmoxfZtSuYv7kjL+Rr1TSJd+k2RPJaBMn/gIpRKkWmHfvTMZOM/Wnk55HNC8/jTJFRB649qnjGOetMUev6VIOeuPrTQDsYApeSKauMetLnvn3qkI57x3cPbaBLsYq0kioCDg+p/lXk7V6X8SZgNJtoucvNuH4Kf/AIqvM2rSK0Je400CigUAI3SgcCkanUgAU5etNpRVAeqfCubOk3UXdZd/5jH9K7Y88GvO/hS4C6gMn/lmcZ/3q9CVhxjHWk9wJQAD/WlyB0GaiBx/+un5wOBmpGOznqMUoOMZpmM9ePegNxn3oA6QgN3pMHPP8qfjA4/lRn8qxLI26/0pO3NPxgHmmctwMUxiEZJpOe1PEfr1+lKU/KgCPJz1pOc+1OIx0pdh+lADAMVy/wARAToSn0mX+TV1eM4IxXJfEU/8SWEHvKP5GlLYcPiRyvw0UnxRIeu2Fj9ORXtaBf7NjxjPf8zXjnwwAOu3RI5EB/8AQhXrsZP2MZ9TRTNKm4tqfn5NZ99/x+T9D+8b+dXrPlutUrwZuJe3ztn860ZkyBe1SIRUJGM4pQSo45qBFjI601nHp/8AXpobseP1ox15zmqARn9ABTd3rQyE9TzSBWHBoAXr0pyg96aBipFP8J/OmA0r1x0qOZmFtIuOrZzmpz0qjcMR8o6HkikxFOYcH/GqE33SoORWhMDsPrWfKvWoLRweurs1OfthqzyPetHxEM6tPx3HH4CswdK5Jbs+ipfBH0JkPy4rqNNDaxdWGnWtv5w2oJRjkbc5x7fN+grloDya9L+CsSNr15JJu2pb8ccH5h1NZTVyaz5YOXY6rS/BVvZ6bOl3FH+8UFsYJAAH9cn05rhPDXiSz0rxFdRDzIdLkgCm4ZeEYMxA6cZG4Y9uldz8UvGVvoGl3CRf8fkqFYxnJz649B3rwjwzrjQWTQOu4xOtyrtyNybiAR35Pt0qZ0FUptM8uFWV7tnReJ59S1PWJL68iVLVgBbRyDAVDz93sQAM59fQHGTYC/nu11Lw7fFUIWOSPGNny7SQOmQD+ea7K9g1C3uk+0Q3L6ezvFJK0TPJbOASGU8krz947sEHBxip/DtlfWOnD+3HtxZhG/0kS7jKzN8pTHOCDgDAOQMZzx4qx7pU/dtfou/y7hL33qcHqWlah58kl/PJJZxHKhFLu5PJOO3J/wD1dabZ2M1zjbBLEJQVUOpG0c9f++R/311Nd94htJpppINPkgS5STzJlddgZCp4XC46leg4+p55ePTbu1sjZW9x5O6fN1dtmMAE8pHuGT2weB+OcbUsfOpC7ev6d/636Du4aIxdPtL+18SQ2driWR4iJo0YY5Gccn2HXFd94d0VZr4mFHYllk3SkBkIKkjOOT1/zmuLF0dALXtkbUpHclCqvuymMLjHfBJJJzkfSuh+HWvy3LX8tzMUxKZXYdAmOFX64OfoPWvVpy9pDmZPtJLQ9QmsWk2KgGwECSQglRjOQPfOK838TQWmiaqI3t1lV3WdXVAFIGQV6fj+VelW05urR4VudwCjAx0z2z1/GvOviWvlz2Y8s48tgJCPfoKtwTKwrftOV9TAbU7aSNFNuQFYOQoUbv3YX09Rn8TUV5qFtNaSQxWqoWJKsABt+ct6ehxWUfrn8aPTNL2aR6qgjVtNSSKOxR4y4t3dmGRht2OOntUravbtbeT9jT7m0HA64QZ6eq5/GsZc0h68+lJ04vUORG1e6tDLFP5Fr5TyDaGyDtG9mPb/AGgPwqK11GK2tViEcpJDq53jB3KVyBjqB7/zrKoxTVNWsPkVrGrcanFcmcyxShppAzbJAAFHQdPTPPrziql9cLdXLSIrINoADHJ4GAOg7cfQVV9e9APXPpTUUthqKWwo47Uo+ho6jPegCqKHjBzwDTe5pVPtQR/nNAB2PrQvFGc9MUh56fXmgCTGRlf0pisQcMAaVT6UrAkc0AJlGxtOPrXffDNv3N38xO1wSvXjHX6//Xrz/AH8Jrt/hrIPOvItxDHay8emc/zoZhiVekz0a5ia40+SNFLuyMAB39K8xu/Aes3niW8lihjRI2jbDSYLZXtj3Bz+Feq2NwYo2YEA+/akOsq5YFlVh97npVc7S0PFa1PHNS0u4sLq0tb393JuK5KhTjjrgkH61Q+KDyLe28DqqKseVGcjknP6g11HiG6j1vxBD5DxlRkI/wB4HH8x1rj/AIgXMNz4kdUKtEh8tjjP1wPUZ9eorRbDR2nwtt/I8Mwvx+/leTj67f8A2Wt/xdJGui6h5i5URrHz0ySP6msH4fmWwV9Mv4zGocyW7jJV1PJCk/njr1zin+O9QxZmzQ4ed97+mwHj9QPyNYvc2owcppHBEf59abkA47Uu1g3zYNGFxzTPaDCEZGKUL6U3aQRg547UbyPb3xSAOT97rShsfT6UK/vx0o5GP50AKtLjJpAP50vIPWgCeG2nnDeRFJLt67FJx+VOlsbmBd08EsS7tuZEK89cc1Z0GR11a0RSdnnoxGfQ9f510VxbRXmp6q0/77bKrpAJggZe7A5x/wDrNZTqOMrMynU5XY48qoXrmlXYRksR+tdba2OmmzgZraIu8MztmY5ypG0dcc1NHpOmy6kjYt0tjHGXUy8KWyCAPqB34qfrEexPt49jiw3PBOKC29sdq09asora1tmihUEvIpkEu4vg8ZHbisrI9gTW0ZcyujWLUldEskx2BV4A9qhH3uefcUpB6nFLuAP9KZQu30I/Ckw/ufwpvB+6DnvTlTHVgv1NAWF6dajc7eOuKexxnnNQ5J9qYD8564HfNJgDuKFGR1BPSgjd3UCgQN9PoKaQzDsFpxYKflA3epoJOeeuKAF2Kq5fJzyMnpSNwv8A9alA/vUyTJPHpzmgBBzx+tLK2BgfypMtjC0zYW/xoAco+Uk0Nzxnijk96Vl+XnBz0oAl0+0a+vEt42VWfOC3TgE/0qy2kXHkpLHtlEm3Zszlskj9MHrVS0uZbOdZoTtkXoSAasJq94h+WVQBjaAgwMZxgYx3NZy57+6S+a+gxdNvGJCwOWBCnoeSMj9KltdNklspbhWAEb7ZAFJKjGc/Tim/2xelMeYAPlP3F6gYHb0FR2+q3dvuMUm0l/MOVBy2CM8j0Jo9+wveHQafe5DQwyc4ZWHGfQ/y/Ol/su/lYnyGzjcdxA6/WpItanRJBwZGRURgoGwAgjtz0x7VF/a14JNwlG7ABO0c46Z9frS9/wAg94P7HvzuxbsdrbTgjrkD+o/OludLmh+4PNARHZlxhdwBx+ZxkUf2zf8AJ88/e3cADB4/wH5Uz+1rxFISQAccbB2xjt7D8qP3nkHvCXGnXcEMkksJVY2Ksdw4IIH9R+YqWysJruGAG42LK7JErZwWHP4dRULapdu2ZJN4zkqQMHkHn8QKjjvp4V2xyFVDbgB/CT3HpRadg95ouLos8l2kSHMR8vMmPu7wCOPxqI6ffQK2BsBIU4kUbsgHjnngj86RNWvVQBZmwCCOB26flgflTW1G5YqTM3ykY46YGP5cUJT62BKRImj3xYAQDJfyxlh97JA7+oP5VJaaZNMLgyHyxEr8kDllGSvWpZNcuDbooIWVGLeaAA2TnPPvms0ajdASJDNIA7biATyTwTQvaNah71jP8WabcR2ImkjwImXJDA4DDI/pXIV3WpNPd2c0V5cu28Z2Z3HI6ZFYvhvwrfa6sssIEVrHwZ5Adpb0Hqcc11UpWj7x5ONpv2il3M61f/VMNikEcnmugjErRyOyb4pQoTACkhuWYfhEQc/XvTvFHhgeHxAiztOJEJ3lcfMDyAOfUVDbJLdpCsO7zlRh1A+8ygH3J3svr0obT1RzJNGxpel3+qXSXcaTSMxBZkb92rAcAjA44xwev679t4T1KO7ttkDsWfh9vCBf4jz3yPT7p7kVufC+2n0i+vrK6t5F3RpOqs24KPbjv9TwK70XkxmK4CxZxkDv/k1zTqNOyLTaPAfEcFxZ6sba68yKZSE3EZRx2/pwCP5V7B8PNI/srwytw+Dd32G3Y6L/AA9+mMt+PtWP4n8HXOp+Ire5E6mJmUMoXbhMjPPrzXduwEoijwscC7Ao45/+sMY+pq6buKpLSxWvnntrfda6fJcuqnaPMRRwOOWNeT+NINYv7ozai1qnkgBbeOUExhvbueBnGfyr0/U76z0bTnmuJZBCv9+QuzH+6NxJJ9q8LvdTu7u6lmkmcNI5cgNgckmtJeRvhItu6Hf2ZMm4TFUbaxAyCTgkfzBpkmlTRyYmKqNrEEHOSA3H5oaga6nZsvLITgjJY9+tQyXdwWOZpeevzHnr/iaytI73cr3ULwMBIMFhuHOeKq44P1qe5lklbLuznoCxzUI4U1ovMykX9JjimvEhuGVIZwYXdlLCMMMb8DrtyGx7Vev9A1bw9J9h1aAqjk+TPGd0b9uD79cHB9uay7M4uI/qK908I3cWv+GTY3qiRoUEMik/eXGFPtxxnrxmqvocWI0aZ5p4ZlaS4gVuGVWXBHPJHXHHY1c8bFxLbRodzYLcjgAD1pukaW2n+LpbGYMBE5JZQBuBHBxnuCDz0zW/qVot/rccPlxSoqYVTxycdTn+WDXLiMdTo/u3vua4WEuf2i2Rq/D3SV/sQx6mJI5JzvVWx8nAxj8DznnpxyM9NLptpa2cjRSuDu3EnoPpVWPRJNNsLf7Mw8qNgJFgWSTAz2yST+HvUOu3q6bBE0zxxGbKRG6yuD6sOB6dxWVWjHEQcJrRidaXPzJnnfxA1a1ubSOzt5jI2/LFcgDgj+tYkHgnVtVtYJbbyY7fZkNNJjnvwAT+dZ2vWn2XWM/aY7nzP3jPEAFBJ5xg4r1rwHeRX1osCbsxIC2eePyrow9P2FNU0727l4mmnH2kUeSaD4YvLzxJ/Z91bvCYRvmV/lKoMfzyPXrXrk6LEioihEVQAoGAoHataWCL+07y5Rf3kkaI5HoM/wCNZV7wx7V4ua1pTq8j2RrgoKMObuc3qQDE5zxVG3vmh0cwREhndtxz0GavX/GfrWGsYjZwM/eJ57d6xoxTjZnW2Rlfm4q7ZjbNESejqf1qvtG4elWY1OUCLlsjAHc11xfvIylszqG56DApjYBHtzzU0n5ZqB/avpTwTyTxNGY/EF8D3lLdPXmu88Ku0nh2zLdlYD8GI/pXHeOFI8RTnn5lQj/vkCuk8CyNJopU4xHKyj6YB/qahblvY6POelSLuP3eaYox/KpV4BxVEDge3Jp4696aOeo4pwqhCoex49aXPf8AnTRnOBmpVOR6N70wOE+KB/d6eBj/AJaf+y156a7n4nSE6haxdlh35+pI/wDZa4U1qtiXuJS9qTFBpANP3hTqav3qdQAClpBS0IDuvhbIw1K6jHQw7j+DD/GvTBg8GvKfhrMItf2H/lrEyfyP9K9T3EdOaUgQ9JMnHfGBTt2eO9NBznJwe1OK8dc1JQjHpzTg2elIpVf4SfenDYT0IoA6h+/PtTcccU4g/hSAc+5rMsbt5pMEHin0h9qAG5I+mKCfrTtvOaY+SKBAWzz0+nekOR70m0n2pc8daAFziuO+JTD+z7Ze5cn9K6/v1+tcV8Sj/o1ng8bm5/KlLYun8SMn4Xc63eZ7QdP+BLXqkUn7kx++Qa8r+F3/ACGLzH/PA/8AoQr0zOMdaKexVX4jX0uHc2T9ayrobpnI7sTWnpN2se5ZsBcZ3VmEkk/WrMyExnufzNJt5FSEHv07Uw5HX9aQhdue/wCVPVKiDCnrIBxTQCsozjtik2DPXJ9KXdn0pykd6YEapjjNP24qX5dvFMbtmgQ0gEfWs+8XDVpH61n3XUc0mBUkzjk+9Qxxqwz/ABCpXOemMVDGAGYnsOKzZpE8/wDFQxrl1x3H8hWQMD16d62/Fnza1cbeM7D/AOOisXbjGTXLLc+ho/w4+gsWN3PWu4+HN0bPUbx0Pz/ZyBk8feXNcPERu/8Ar1p2V1LZypPAQGXj1GD2rCtGUoOMdypLmVmdN4p1dZ8m7to5VII2ygH+dePhHa4zFuaONyFYNnjPArsdXll1OZvtMrbT/AuAPpWr4a0qykkkSSMBFjYjn0HWssHTeHg+bVs469HmV+xsWmval/aljaBmDSWr3f2y6fgRSPkHZuPoqjcTwAeORWtI7XymWXXJJ29bdljUfgvesjxDDcXXibWZbazjnFrFBDGsgwD8pJCn2yK5/TrW4uNQA/s0Wk27ACscH3+lOOHpJ80YpP0Rxq5t6xDa2m6eXUJ1kI6vKST/AFrmbi/W6jKR3nmkfdWXlSR04NbHibS7qC6dVhWaRVBXfwOcdaxEt9R3KJ0QqVywCj5TW8Yxtdg77HJX139udxPbpHc5VN6ZUAKAoG3oAMCui8PxXNpY+XapEL5mx++YgbfYdM/nWHrNt5F5qGQBmISD8XUE/wA66fwvcjU9H3SgGaFhGSe+eh/WtaqvDTYyp/HZnWaNq+pWKiTU541xgEbgM49qk1/VrXXvDq/ZsPcQXGMfxcg5wO4ridTWK7mZ51ZSP4h1GK1fB8g+6rBI1PJPVmrKlTcd2drgoNS6mXLE0TlWVkb0IxTOvHQ13Gq6PEtuZY5JZlPMiMdxA/vKfUVxc8ZimdDj5SVyO+K1asdtOpzjMbTTW55pyls9yKG465/nUmojA/pSd6Vjk8daTnPOKBCjHrS9FOCKTJ9TTgx5oGJgj1A9c0ob3H403aeT1+tJigCUAelHc9qbnAwDS5JJoAXp/OjqaQ5xRkj86AFyKereuTW34cs7LUJGimgYtHE8jPvIyQeB9MVUewNxZtdW8cUUcSAum8knLEbsc4/E9qj2ivZk86vYoMgPK9utb/gSQprojYEiZGT6Y+YEfiKk0vw3L/aYguRDLgHdEk2CMqCCePcV3fhTw1b6bDC9xaiS7xuaVTkAnpwef0pOoraGFarHla7m7ZW/mRkS/cPyn39a8/vPAFrcatNIkJLmRi/7xsOOozz9a9MvruK1spXYldvPuDWPpGqWmr2f2m3YyYbqOCdp/wA/nSjVe6PLaschdaALe5geKOVbePcCAPmYE84HYV5pqqG88R7BaxwebIEECjGzJxj/AD619BGJ9RUYkEeWG4kZyPQeled+M9MeHxZoyh1lhSVWyQMp869SOeeBz6VtCpfcSOujJ+z7sck+lec+LLjz9Zm2nesf7tST6df1zXf3lyIIBk7QqFzngDt/jXEL4fu3lkFxNBG3n+R8zE7nIyOg75rNzUXqdeE5Ytykc5lScAEH60nGBnFbY0K4eK5dZoc22S8e7JwDg/T8aj8TWi2erbIYgkflowUHI5UZ/Wn7RN2R6CqRbsjJyOnNIwGMV12p6PBawJeQWQkhS1SR4w5yWbPzHnO0e3/1xi2uky3VlPdrJGqxqZCmD93OPw+lRGtGSuKNWLVzKUDI/SlAH+NdZqmm2ytqRhhhCwwQspyVKkgZIA6/jVYeFJTL5ZvIMqyI+A3yl+nakq8LXYKtHqc4o6U7BDc1rR6FLJHfN5kYa1Dlhyc7Tg8/y+lT3Ph14LZpTdxMUSN2VVPCucA1XtobXG6se5g9M/yp2cfdrem8Pr/bLafFdZZSoYlDkEgdh25/AUlp4bkmA3XaIxne3A2E5ZQT7elL20N7h7WFr3MHcWo8zHTrV2wuBBOUeKFyx2EuoYDnqK6yaC1Pix9PjtbMQ5UjMX+xk9Of/wBVOVTldrClU5ehwzSMcBjkU1h6ADNdJD4djnt4pVu9nnJJIqmMnhDz3qOXw+sbXGbsFI7dbhT5fJVvbPFHtobXD2sNrnPrnjP6VNgdyoH0rak8OrBJfede7IrRo1ZvKyTuHpn3rNu7WK3aBkmE+9N7YUjbz0/SnGpGWw1NS2Id4CjaxP4VFI577evXFdSsyN4ZN8sFqLn7YE3GFTxgHHTp+tVn8OGe8tBJclDdGUndHjaV56Zzg1Ptktyfarqc1kk+1KAdueOeuK3BY240G+kgdZhG8Y3tFtYE9gcnj+davhyC2k0W3kuIoSTerFuaIMWGB8p74OaJVklewSqpK5x6KNtHB4PaunbQkmub0u4g8u6WIRou4KHPGDx0zVa40S2t4ZpLi5kVFuWtgFQEkgZB60KtEPbRMFjn8qXPHp6V0k/hmOGRl+0u225S3yU6hgDnr7/pRJ4dgaaNYbl9v2h7dy6gYKjPH1x+tHt4dxe2gc02TTGwenX2rS1q1gsWtxBJI0rIHdGx8h7A+/4Vt+JEy0KK5QyWyM0KR/KeeWz68f8A16bqrS3UbqLS3U5E46MT+FO2g8Adq6q68MWsTNHDcSho7iOFzIBjDAHPH1pV0Oy85IlmmWXbI7ISCflzgdO9L28Be2icztwBnFRStnp9K6iHSbK61IQW73LRKFErgqdpbtn26dOfbFMsfD9pMlsszz+ZPJLGCuABtzg4x7UOvFA60Tlec56ZpmT2roZNLsYdNE80khdod6lWC5bdjbgjPTnNc+vHXGKuM1LYuMlLYXAA5zSOcDgfnQxpjZqih/5ZpPXH8qeCVXIqM/MeDQArHp/nFH14pMe9JQA7PpTev/66U+gzR+NAC4xSMcClYY4bj69aGkCcIPm/vGmIGXjdM+wdlHU/QUGU7cQp5S+o6n8aZjkluSe+c09QaBEUrLChdsdeK9L8I61/a3hmJJVUT258pieNwH3Tj6ED6g15fdxy3N1BBEjPuOcKMk12GgC8spo3aIrBIuHAHPsfw/xq3Fcp5uKk5T5eiLXi60OpWUVu6n5HP71Rkpxx7kEHnHPAPPSo9J8EyaRq1g9xKsieWJeFyA3XByT0459a7+ysbeW0UuqOXUEtuz1/Co9ThMdugAICfKvsK55SaVkc1kWRdRRtuGAxQKcdgO386ba3UrSPKDmPJVgW446Yrnri8jhVJJCQOmAvXn/61PvddtdKsUR3LXDj5Y8gFc9M5rJJgzuNPlinIMh2uOmecVFNG1vlCQ5yWJHck5Ncho97e5QXCjdKcqFPb1rU8ZWeoyaMXt7jyhgb1C8yAkDA/POPQfhWtOVnYhwu7Hm/jzxDJqt+1sgVLS2chAP4j03H/Dt+dcmPvZPFdB4c0mPUvEkNm7eZDu3OeRlRyR2PqK6nxl8Plgtpb/QA7RRjdJbs24gDqUJ5P0P4elaymk7M9KMoU7QPNM5PtUch71L0zmq82R+VUatkJGetJ2P1p1CDIzTMWS2f/HxHz3ruvB+rHStVimJ/ct8koxnKnr+XX8Kz7Xw39ms7d9SguIJpPnDkbcDsP5VXmaK1uJIvNR9g3EocjH9D7UqdSMm4o8+pUjUlyroeieOvs+n3EGrpEGEyiFpQQdvcH6HJ557Vz8uoxeSZoJEMSHJOR8x9M96q6lqD3d9DZiWSOGztFYxZYln4bYcK3Tn+E8cYHUV3mtL0raxQNb3UUbOtkrKqThhn5WAwc+2O+a8XHUoyq81vX+v6RvRqSpx5T0Twj41SZEh1FEt3QgKjHhsDjBPB6fmawPihqkWsQRJZOTexvygwyBT13Z+gwOv8q5rwfJZTLa2KQOt1NvAR5PMEbKTw2TlTgZ6AV02paDMmlOdRtA7SyBG+zgnA/vNjnHHX6ZwMmlUzH2E1Tktf66f8EzUF8SPLIdOm8sSMYnUnGUfJz2469j+Rr2DwLDFp3hdbpRiS4yx5zwDgc/rXKeGIxp0MLXWmym4uJjb2sCqwWboQ+H5VflHJ6AZxXSrcImkW88E8f2ZJGM/mOfkLgSBgWAYrkyDJAzjJ9+/D4r21V02vmVVrOVPlNexdnWZyepBP61n37YY457VqeG5LfVtNzYsN0oBR/Ud+vQ9aS+0C5twEMwlaR+GxgAnt9K4sfhZzqupE1w2IjGKhI4m+5LVhzzCO+WN/uyL8p/2q39UiaKaSN1xIrYIrl9aTeqnuvvWFCOvKzuburovkHcParVvlZITxgOO3vWXpt15yhJfvj9a1c7fLI7EH9a0ScZpMmWzOgkb0qLdnqevtT5MdzUP5GvpjwDgfiEuNUt3HO6HH5E1ofDuTda3kfZXVvzBH9Kj+IseI7GTA6uP5VX+HcxF7dQ/34w/12nH/ALNU9S+h3uOtOHH0pq07tx+lWQLnHA7UKxHQUfh1pvuP0pgPXLGnduCaRT8tB/GmI82+I0vma2g7pCqn8yf61x5610njo58RXI/uhB0/2RXNnitehHUTNBopDSGIv3qfUdKG9RmkA+ikyDS0wOl+H5A8UWZP+3/6A1evqRj7uMdK8W8ITeR4hsG9ZVT8+P617NkZ4xk1Mhol3fKBSAk5zz3qLPbtTwfXtUjJFOQT3pc44wc9+aj6mlUjoeaAOsJPpThz2+tL6f40hHHBqChCeDg03PHNOYetMOOoNAwppz/hS/lR9fWgBCM/45oYfhSg+lIx96BDc4Hb6VxXxKAMNjgnq/8A7LXakc8VxfxK/wCPezHoWz/n8KUti6fxIzPhYANSvn6fugPzavSffr+FeefC1c3OpN/ujj6n/CvQsdhShsOr8QucmnYJ/wD1U0YH+NKTx/nitDMRvTr70004+/502gBpXPXvSqo/WhuT79Kb34oAkyo7dqZHKH37UddrFeVxn3+lLnnnFHGMd/pQIUnjjrSbj3NLjqQeaTr/APWpgKTj2HWqU+CauEe9VZs5P+NJgVZBgHHWqcmSpzV2Y/Kc81Sk+4fpUFo4TxYuNan6/djP/ji1jCt/xSB/bU2euyP/ANFrWI0eW3BcDtXLLdn0VBfu4+gyHiQVcUHZkj8qrJzLwCKtpzH/APWrNmjIMZlH0rc8My41LaWA8xSgzz1HSsQ/ezzmnfbv7Pkhm4LLIuAT1Of8KVr6GVW3K7nqfmp/aF5bjiUBZmyB0Yso/wDRZqGOezsZWnnwqAZeQgnAyBj8yK57XtXGleONkpIgurYR9MAOJZCP/Qj+dTSeIJ4YpY4bUTxfxHOB+NZcr0PPjJNWJdQ1y0vda8y3YFWcKYzzkHpTNaniSErCAufQVys2q3El7ujs7cNu/wCWeRt9/Src14XUvPw3cVbQXsc5qdt9qn1bHWOx3+vRt39KZ4Fs5pNNuGiRnZ50UADJ4BNR6TeC7m8STD7jWbheewGK6f4Z3lvYxWlvO6hr0uByOCCMZ+uMfWtajlCm7I5YzSmpGkPB89y00txMsCMWYKgLMAen+ea53waqTy7G3Aq24lWwf88V6fqzu2n3CW6s0rxsqFTjkjjmvItPe80a+YspjcHBVxU4T2souVRW7GntnKSbPRLNllCs7lzuZQM5GDzWDrXhy+id7mJDPCxyPLO5gPcf/rq/pGrLLBt8lIZGGd3t7V1NrfwSKkasd2AMEe1GJdSnFOCudCrcjvE8mX9aQn6V6L4k8NxX0TXFmAl2OSBwJP8A6/v/AJHnkyFHZWBDLwwI5B+lZ0q0aqujupVVUV0RlR260DPelYZzSdBzWxqHBPXBpRkKcmkH0pT91qABW+U/ypcimjgc5pc0ADUdeKeYm8sPlVB4GT1pyx56stJySIc4rqNwAOhzSN145qTy8fxLTdg7uozS50HtI9zQ0bU5dLklkhjR3kTyzuBOAasR6xKunmyjt4PKfggKck5znr1H+FZKKCciRc9OtdT4L0G6vrtL2FlEUEg+b1Pt71EuTdkScLXZ1ngvTtRmv5NTvLfyGlAUqV2k4wO5yOgrrr6+S0mAMe4sO3b61Oj+WqrGQMjrXO6wbrzvKto1aUjcWYngVnZHmTnzO5zXizxMmoX8WjWpYGVh5s0ZPyKDzzjGcZxVvRNIbQn41EywDkKFwT/vep6c/pV1beS5RvtcMRkjGUcp8w+h6j+tGo2dxIYjar5gOFIOFx79entyatWtZGbZq6RdicOyRi2CtjYVw3IHJ/OqGtaL9tuoXtCJXDbmWWQ4OCGx+Y//AF1hX2i6wmvRvaXpliwJXUyHgZIIx3HHX3rrPOls7UzxRedLGu4xk4Jx1AwDzVJWegPTVHn/AIq1No52iRcuThlZSOBx/Os7S9S1LUr6O2jZXnkuBMrOM5k6D8KzrHU31nVW84vPJMcbBHt2c9Ovt/OvQdB8P/2beW97b3AimRiQso+8pGMfkTzVTjFfEddOpBU/M273wxnR5LeF1+0OrbnZcgknJOPr/SvLPEQv01JhqKASoAmAMAgdMV6/cXtwqsMjcRk45xXAeMljlgS4kjZZNwG985x7jP8A9epiop6CwtRqdpdTD/4SS/8AOSVDCrJF5I/d8bR2Oah/t68W2Nugt1gZWUqsQHDHJrPZUwTnPriom2fw0/ZQ7Ho+zj2NObWrubz9xjPnIsb/ACDlV6U8+Ib9mZzImWZHbCAcr93t2rHz25NJk4NHs4dg9nHsa/8AwkF+0UimVNsm7d+7Xndy3buaZNrV7LHIkkiFZEWMjYv3V6D8KzV3YwNv40h4YZHej2cOwezj2Nc6/fid5hInmuBuYRrk46Z468CkGv36MpSRAyyNKAI1xuOcnp71lHk00nHH+RT9nDsHJHsSGZxP5pCht27oMZ+nSr7axeNqC3rTAXIGA4UA9MelZbduaQsw6U3FPdDcU9zUTWr2BESKVQqBgo8teA3Xt3p661qDS7xPhvK8g/KPudh0rKQMcZxUnQdvWlyR7C5I9jSuNXvLhJllm3ifHmZQfNjp27VXurye4jhSaQssKbEGANo9KqZ/LHc0bXPO1QO9NRS2Q1FLYsrqF2LQW6ykQKd+0AYz6/WpW1nUGlVmuXLqSwPHGeDVLC7RQCo7Gjlj2E4rsWFup1glhEhEUh3Oo6GpIdVvLaFYbad0jByAPX1+tUi5arUenSOgcugyOATg0pcqXvCkopahb6neQGVoriRWlO5yG+8fU02TULuaNo5bh3Rm3lSc5Pr9aebCRerRg9etM+xvn76dPU/4VPNT3FeBO+rX8gXzbuZtpDDL9COlSWGszQ3aSTzTPGpZuGzhiMbsHr1qv9icjmSPgf3qZ/Zs20tuix7Gk3SatoJ8lrE+s6n/AGi0BCLviBzLsCM5PqB6UjaheyJiW6mYYxy5psNi39+PH+9UzafMwwrxfixoUqaVgXIlYLXWrmK8jeeaaVA4dlMh+Yjp+I4/KtJvE8r7fMEjugYJN8quM4xxjBHtWR/ZMxbl4gMf3v8A61KulyMwAeLJ4BLH/Cpfspbiapvcdq2s3N5crIGZCI1Tcp2lsc5OMd6om/uuguJhyTw570y+hNnMsTyIzsNwCZNV81rGMbaFJRtob/8AwkUqaf8AZ1EmDF5RR2DL7tyM5696wW9Tz3pCccmmk5+lEYKOw4xUdheD2/KkJ549KBkj0pG68VYx7H5R6Uz7xwop38IAFIzc7R19BQAHI65z6CgAn/Cj1J600sW4zx3oAf8AKv3iSfQUjSNzt+Ue3Wm9Ov60nVuKQC9B3/GjbySaMccVYtbd7iaOOJSzuwVQO5NAE2nWE9/OIbaJpJDzgdh6mu80fwfawspvP9Jnxkp0RT/X8a09B0uPSLERptadhmSTHU+g9q1rFxvcnrj16V50sS6s+SDsjzq2JcnaGwQ6ZaRRxs8ESvGDsCgDbmuc8TW1s0ZzMIRGpYnOK6SSUyuUjww7+lcF411eOzhmEiJIjNsK88c4PTHNdVNWaSOU6zwQbl9MV7sq0II8psYO3Hf3HT8KkbWrW81Ce3V1LQ8YPcdyPbNcfdazdW1rBFYTIIkRAFkOA4xjDN1XqoDYK5POOoprc2+651GFLgTWKD7RbKACmARlgew3N0ODWNbEcs7WCx280NvcJI8qKIh1Lc5A/pXmXjPEerQpaQtgrlV27iWDN69+OvvXX2uux3enJGh2zSJ5oiYqWEZ5BIGcZBH51mxrDK0t3cxsuF2vLIu0Kp5HJ469vXj0rOeMVJ6K4ctzZ8FB47WCS6xuVuBnOB6fhXetdJc2skEpDRMuAc44P+f1ryzSruOO4uYhJeMlrH5lxJIEMeGGQQynkEcjjpUkXiU3d5BFcOLaweTAJOGkUAkFhxgHjjk4wTjIq6VXnZLR0VvfaXY+In0qCF5L0gu1+6jLk4+QkDsAOe+cdq6r7W0OxV6nkCsnQLCxkiN1Y20DyFy/mMMkAnnn6Gun/s3EokLt0JCtXRK0thOXc+fvH5tT4qvjYoI0yNyqMKHx82Px/XNctJy3Wun8ebV8UajsRI/3pBVAcZ/EDr1/GuXJxzW8dkejH4UNk6cV6B8LtIh1OC9S9tIp7diBuJwyEdwevf6VxWm6fNqVx5FtgykbgDwWx2HvXp/w6tb/AErT9Tsbu1miYsHUmM/PxggHHPT170VHaJjVelkek6tdwrZ4uIkeFhzvI2Efjwa+ePG99p//AAkGofYEiEJKriP7pfqx69c8ccfrXr939su7JhqKRgY2iNwCMemOlcBqnhGy+1SXTTwWdq6cxRqMNj+6gGSfpxXJhq7lN80WkY+zUdU9Tl9JvW0vV0lvYppZLi33JHCfm3P90f56Z6Vr3Wp6YkdjHcx26pFGAht5X+0QegDAdR0IJHr7Vz3ii+W716M2sQic4i3Y5btkjP6VJo1useoSTmGR9sxR1GAMA8gHBx064P0roqYWFRqpK9/Uzcnex1kvjSaaDyNOt/J6KJZZyJCPoOQffOfSp4PFOvxzWcsUNvi1Ty0GZACuMYb5vm6DrnB6VzC2l3cT4EcBQ45PBz6CtQafcy6Qzo/KzeSeDtz2GfXg/lWCwGGirKC+epV31Ogj8Y2R1qG+1jTIINQLJGbve00aR5+bC5Ow4JwQOe9cp4v1r7Ncz2lqkYsHWNEVG3IyKMAqcnIOCeckZIPIp1ta300MtrFBaiPaQG28v684rn7TTllhtD5bYuJGhTzGBBcBWAA7ffXqec/Wrw+Co0J89PTS27Jd2dN8P/GiaK/2e9aaWANuicfMVX+7ivcbTxLZ32mC4tZPkYZAPFeOeGdO0mxWNrm0D3yjEhmX7rDqNvQY6dM8V2ct3BdWodJvLwwyMDiuDE5io1eSMHbubrC8yu2J4/hVbuC5U/69MnHGCMVwGoLu6+ldp4svFuRaRJ1jjIPHcn/6wrkLkZ47VEmvaXR10b8iTMmPMbh1HzA5ret5VlhRweSRkelZDR/hU1idkyq33WIFau0mmW9jspBn1pm3/wCvzUrjFMx8wNfQHgHK+Pow2kxORyswH5g1g+BJQmubScGSJlH14P8ASus8aReZ4fuSf+WZVh+YH9a4jwlIIvENmzHgsV/NSP61L3LWx6jjg+1PVj/9egdRx9aXr1/HirIEJyOvWjJ4pSMdM0g9T1piJU6UHj1FIDxRzzQB5B4qkMuvXxPaVl/I4/pWMa0dblE2qXkq9HlZh+JNZx5rZ7ECUh5NLRSGJilxRRQAAU5YnlIWJWZycBVGSTSZrf8AA4z4nss8csfyQ0AXfC/hfVhqFpdXEYggjkSQiQ/MwBzwOo6d8V6kS3Tmm9fSkbmoKHj9adkjoSaixkcZ/CjLY9KQE4J/XFIpxUSg9CfxxTyT7UAdr796Cc9Pzpc+v0o4HNQUMb3/AFpmD+FSSDrTD1z70AN6fWlXp7UnQetGQPbuOaAD6Uh9xzR/Ok/LNABxzzXEfEl8tbL7Z68967fGe3tiuD+JDZuYVB58sHpx1NKexpT+Ib8KwP8AiaEcfNH1/wCBV3w5rgfhSPl1U/7Uf/s1d/8AhRDYKnxC44703p6flS4ye1AP06VZkJ9MCjGfalA5peec8CgBhP0puKkIz15pgHNADfr9aUcUPzQOOvSgBee1L9ab35pc5FACnBXnH5VUuD83pVo/d/CqsuS/HShgVZvYc1Um/wBWfpVqYcfSq0g+VvzqSkcT4sJ/tqXH/POID/v2tYcr7VwtbnizjVG75SPH/fAFc8VJPPXviuWe59FQf7qPoPhOCKtxcjFU0+92q3Ee2RknFZM0In4kH+FZGpsbm6iiQ/dbqD3qXVL0Kxii5PQn0rMtJvKvoJnyQsis3uAc10U6dldnk4zEqX7uJt/FC6kn8W3sbbwls5jT06ljj8xVrwj4ogSBrXVDtY8LKT972Pofeo/ihFjXLufj95ezRk467UiP/s1cT7Hj0pqmpwSZwqo4Suj0abUbKMvJ58KqfRh+Vcnr2v8A2sGC0yIyMM54z7CsEjB560h5ojRjF3KlWlJWNDSrlre01Pafv2+0/i6g/oTVezu3t5keNipVgwIPQitfRtMN14V1+7TcXtntk246h2YfzUVVm8PXsUSsiiWQgExKDv56YHfkgcdzVc8Ytpszs7Huvh7WYNZ0aC7gxuKjzFx91uhH5/piqusxxy6gXCLwoB4znv8A1rnvha7W2gXUNxG0TpcMpVhtI4UnI9enX0rXMnmSs3XcS3WuqUrxRVGPvXIGtofMjYfIwbPycbsetXLZwtwyYAyMjiqjfLdxknhlIA9D1q3JHgRt/EvOazsdTOktD/o8f0wc/wCfpXGeP9LEUqX8K4WT5ZAOzdj+P9K7SBQqw7R6Z59V/wDrVT8TQrcaHeRtnHllxjuV5H8q8jGUvq9aNSOzFhqzjO55Mx7d+tN/z1pzZHTpTWJ9Paug9sTPXmlP+rP0pf4T603B2nGaAAcUe/akxSjjrQBcuG/4lMZKnPmYB/A1t6HotnNpcF1fC/uJLhmEUFmFBABwSzMD1PQY7fhWNgNozEAjy5QT/L+tdz4L/e6HbgxhiGY/6svjDg9B3zyPpntWE9zzqrakzJGiaer4Om62T15li/8AiaYNP0rAzpmtHPTDJz+QrtbiJJ5MlY9xcdbZyf8AWk/1znufmpLXS1mkjTEPXJPkkdHOe/Pt6n5vao0M7s45bXRtxCabrAHHG5On/fNdr4Qu7WHR2ggt54VDHCS4LfmABV2DRUjk+XyHRl2vtB3EZJ6Z45IP1o+yLp2nyFY0XYCdqA/pmiS0Jcjndc8cafo90bZ/OcYK7l+Zj+Apnh3xhbazcN5Syeadqs2CQrEdPz4z6muC8X29pIWuri7kggWPCxou5mfP1HXIyc9h+FH4bapBZ600buyQcyFiuM4VxzzwPnB7/d/GrcVGk5roZt62Z7Raarar58Ukym4Q/vFzz0z0+lcr4k8RXEDLaW26OQjLEdfmbgZ7dxj3pbjRIhHb3Md5krGIzMTvEsOcjdk4yOoYfy4rO1PU9Nnub+4Yh2tRlWOPnYg5EeevTFedDHqovcTZXJ3N+TWxpLaVdXcgkT7KTMw7ZwRx6dq1ZvENsthFcyM6tIN0SY+ZxjOPrj1xgdcVwE91pWtrBJPdlI40VDC+E3YP8XGcZI744pz3NgdQjF1qLyLIjW8EcKgrApBBYkZwegz/AEzjSWJqaJJ366MXJ3Myx1i30bU7m8EAZZt7xlGyPw9ee/HtkYNdr4Q8QW3iWV/PkMM6x8iNgQAfqP8AOK8k8Saiogt7a3tDEbdVQT+Z5m4YPy52gcE/pUngmykvrswQXclsXjLSuh7Zxj+teioc9PmmiVJp2R9B3gSxRFkbzEI2hyeT7VyPi427aeVcscnKY9fSn3FrJd6OLWXUvtJhyxkAwc+4HpWfFHJeeFb0TENNAN2W7gc5rNWTNqekk2cUWjHPNLuQjjPNPuLaeAIZoWjDZA3DHPpUAXuRW97nrp3HYI6E/SjJHvUgglNu06xN5CttLgZGT2qE4z1xRcLjsjnr+Joyc8kHnNOhhaaQJEhkc8BVUk0+G0nlnMEUEhkUnKKpLDHXIouhXREetHTkZzUkVvNNefZo0JmyV2k4Oe45qe60u8tkMksBCKdrFSCFPocdPxpcy2uHMtilk/xLn6VKqxn1zUWT74o2570xkjFeij8aZ0xlsnFIIiMelXGs5YLGO6ZV8qUlUOQSSOtF0F0ViRt4zQVc9R+tN3tj5ulLudyFTPpgd6YDtpAG/wDnS8e3581cm0i/ieBJLeQPP/q16lv8+lI+m3cdwlu0J8xxlRkEEeuemKnmXcnmXcp5JOBXU6TZpcxkyC4ZECjZEoDOx6AZyB3OefpWINNvDfNZmEiZfvKSOPx6V2OgRf6PIMcs39wtwEbPA5PUcCsarTsjnxE/d0EWKEYUeH7kgDqZ/vf+O/5NPNpCCzHQrgd/9fx/6B7/AM/St2TG1oU454UxMd3yDn1Pp+nXmopZOxxghv8Alm/PT3/l+HQ1nyrscSbM2PTY2znSfLIOCWuSM84z9zp/TnpUT2EJjyNLuORkFJvf12f5FbEl0saMseFYEkY3j+LP9fp+BqOOUJgkk/6sYMrgD5j/AF9fxpcq7DuzLj0aCT5UsrqM8Y3TDnJwP+WX/wBbvThoQCDy7S5YtjgSgdQf+mY9D/kitP7WqSq0ZXJwCxmkJ6np7c/07CnW16H8reA3C4zLJzwRnB6/j178gUcqDmZmLDYxxhZdM1F5cZ/1ox0/3P8APTrVC6sraa0uJoLe4t2iKgCVgQ+fTgV0sMiuoIUMSMkgyNn5PTv/AJ71V8SBY7GXHUuoPXn5R3P9P8aTirbApO55TrRc6wFYECOPGfX/ADmoN2PWrWtjGqTbcE8D9BVVeAM9fpXXT+FHdS2DOexFL07ZNKSP4aOMc/lVmwYbqfypmOfalZ6QkZ75oAkY4jGOuKYBxnrSsfl/CmE7vSmIVjjtzSLwOfxpTgCmnc3ApAKzZOBSqOOelOVAoz0xSMwPTkUAKB+Vdh8P7ISXk13IuRCNqZH8R7/l/OuM3Zr0nwSBFoCsPvSuzE/jj+lcuLk40nbqc+Jny03Y6GZ+Du4qLSroXDXfkgFYv3e4Hjf3H4ZFVbhWlRgHwxBAJ7Vwfw31dLDXb2yv3zJcMQJN2VDDOTn345rjwdLn5pdjyr2aO61DX49OsLkRrm4XIGMYz659K878X77jS4pmJfdgsenJIzxXo01rCZjJOyug5RccHv8AlXMeILG3hiuboXSmNhuMRXcpPc5/Lp6V303Zly2OW0Sa0msZILiF5TcyxxE79gALADLckDI546CujuoFm1G7vI0awvHijSa3vlCxThhkgg8kjpkenT14/TQZ0NvaPJE108m4qOigLg5+u6tyG5isoVins5ZEjGA8sm5j6mpr4SM5cydn/wAN/kEHdamj5Gm6Uv2mGdp5YkYLbrdgqN3JRQSOBjH4A4zjN66v9NuEjtLgKI51+eWK4UGIggjv+OR0xyMZxmW1xZXCkxRbCegYdKoajeQQjakYZvSuf+z4yacpNtdf67GjSsbcem+RDe29tOLyyuVBuLlJfNnZFBwgQeg7+hI+nP8Aiq7CyZtkuFj3xyhriDYUIjCbOmQSNuecHb6jFZciJqUbRmGIEnh0bkViJbSRw3vnMRJbMgBJORknkf571vQwShLmlK7MJPseq+APFcq2rRGJY+QNpfGPQn2r0e08UQTzxxSttYPkKuDnPHWvGvDMRvI0uohsnxtcjgf571vw3kNk/wDp8XlBfmLD+L6e9XNNP3Sox5kUPi4kY8SI0CkRyQq44x1J4/A5/OvP24rd8TazNq92ZZziNMpEmPuLnIH1rB9TXRBNJXO6KtFJjoZDG6upIIOcjrXXaXq2r3KfvdSuY7ZBk/PgY/w+ma44n0rZ0G4Mk8FtjI3DC9AzZ4yfT68U2RNXPUvD9qZoWutQeV4V5AlPJA6ZHY+o7e5rmPFmq/bLuX7IFC9CVPpxW94ov/7L0BILdvnfbGGz+ZrgoDxkGopR5veZyTk1sc6ts03iqyt25Pmx7sc8ZBP6V1OhuFk1BeArXMn4fMay9JkRviBY5UAKCpP95tjEfzA/CmeEtQEnnpK37xnL/nz/ADrWonYmk1zanQTN5Zdo8l8fMdvatey1/TbXRZ9LePzLZyuZMchgThl+hNZS3F0Mx2qIysDuLHGahtnnSc/uLZ3PTeCcf4Vjc6GjTsZQjPGJDv3bSFTAYepOc1X1XQftPhnT50LJLHe3HygdVJwp/wC+Y0qG71WSJZJdQ8tJE7rzxXc+H7u21bTrH7HL51pvKliORjaOR2NVFN6mNSSQzW/CH9u6PCVCf2rbxorSkcyrjgGvOrbw3f2uuW/nbzaRNvLqThWX+EjqDnAweefXNe3rMUjYof3kpZz/ALKgHA/z7VW1QwXESS7l3SpiTjOWA4/Hp+FS6ba5V1IhV5Xc86uvmbJ7n86znXLc8+tb+qWRz5tuAcf8s/8ACsVTk15FWhOi7SPUpVY1FeJVmi7r+NJZweddwx9NzDPsByauFP8AJq/otnhzcOOWGEz6dzWuFg6lRRCvNU4Nmm2ecUzHpTmOcgUnGM819AeGZ3iKHz9EvVP/ADzLflz/AErzHRnCavYsxwqzoSfbcK9X1BPtFjcQrk+ZGV/MYrx7lJOOqmpZcT2gEnr0x0FLjn1pqsGUFeh5B9qdn/JqyBRz6Uh4oZuRSE5IApiJBj3oJ+XnA9abGM9Kg1RvK067fP3YnbJ5x8ppgeLznLEn9agqaU/MSahrZkCY5oxSM4HuajLk+1Q2OxISB1NNL5+6KYB609RSuMco7nmui8D/APIzWf8AwPj/AIA1c+tdN4BhMniGJx/yxRnP5bf/AGaq6CPVcYGaTHHAx6/WkB3HtzzTsY65rMoYcgDAznp71IoBHOB+NICBxjPvR/P9KQD2449/TrSdemTQPpmhTg8fyoA7c9s/ypeOO9A6e1GBjpUlDW+lMweTjj1xVj7OzhCpAVs4JOKsS27RwiNmULuz8o5Pof51LkkOxTjt3kj8xQNgOCc9P61R8Qx/ZbDz45hlc57VPPd/Y7UkwSSiRwoCjPHPP6Via5arq2k+UjlJVkLbTwHA/h9gc9anm1sbKhKcG0hkGsRSXERlYpEY2ZHIwJMYz+VaWnX0V7arKhKeqt2NefW4u57J7a7t5YYbfzJURx8y7Qep/ugfnUGnaviMo4EZcjG/gDnr7jOfyqJVJR1Z0UMLCrHlTakenxzxvnZIj7fvAMDj61wfxHP+n2/b90Ov1Naum6hZWEYgghuZGbJMwhbEhH8X0Gf8msj4isX1CAEfN5Q4HPc1SnzRM50HRqW6E3wq5t9S/wB9P/Zq71fSuF+FqFLO/wA4+Z1z+v8AjXck+9aQ2Oep8TF9PpR09KTIpe1WZgp9KPpikz/KjOKADoBRilxk9aMYoAYfzppOM9x7U+Tp2qL/ACKAF6DA/nS898038s05ee/FACZbOCOO2e9QS/e5+tWmPHH61VlJ3YNDAqTAc4qrI3ynPp1qzcevcVVkHX6dakpHEeLCf7RyTgeWu38qwN4PVq3PGJIv0znmMHP4mue7gfjXLPdnv4d/uo+hYhwTk1S1e5lbfBZq5fGJGRSdowTj8gT9AauxnjjIFbPiC9sD4Vt72CRbbUYVFr5UcWN8m4YkyOMFA2c8h0BB5NZ8/LJXW5njJSjTfKedPDcxs4xJuXO5WUgjBwcj61LbQXk00cS2dxI8hARUiYlskAYGOckj866vT5J1sNPurtQLJbQZwSPPUXUzFXYc5Zgw/Ae1df4N0W3bVLC5sppbhHWVo1mGRuVWUMp7kfuj7EA/QxGMVBXa9Dy6dBTV7mN8VdB1AQy6ssXm2TahMXeJ1fyiyxBQ4U8fdPPTleeRXmW1mbbsYtnGAOQa+hNL+w3Og+KrC2Sed5y0jfaVyshO5oiqnoAR0x0ArkLjwrZzx31y7hBazTOIo8M5h3hVfnphgecdM9M7hOGxLlenLdCq0bao8oaN8D5GOcEYHrVuy0uackyt5EQ6yODg+wPTP416baeEbd7OPUdsX2MRfvLcNIZSCSN25gMRk8l+2COpIHT6B4c0+1lOuTbZiIWuodMaLLbjhFJf+JeSVVgDhxnNbVqsoRbREad2ct4W0Ca08K6lbvbzwteeQ4dldfN2sSQpUHOM4+XOOtRWsRhhLebYb5pygEj4BhOE2fMMjDZJ4/vGun8Ravf2txayarDLcXA2zzrE5DQKrc7WVsDcpJ9OOvZc67voNc0+w1O5YtNpM8Qv2lAQspLgFzj5mHlD0zux9OVSdP356s2UL7E11qc76xpFvM9r5V8gDblLAcheXBBJyD39OucmpJfwLdFYSr/IHk8pSViBAPqSQARk5OOc/dNcxOtpd6tZxaW0lrE4ZXnMhKbfmIAz03AMOTyew5zUtpb5tU1OwggCXCQjdDuypktkw7EH7xKrLx38wjvXTCpObVRu0bbCbUPdW56IEHylym8HcMHIx2IPcHselWIT5nmOcBY0JBJADN2GfwrllvYhqGoaTpLrI1m6QwXBOPNRQVIwe5Y5Hbr3PNpZ9YhR1N1EgUENypAYZ+TpweDWsMVDeWhsqMpxumjs/Nk8sSbQSyL17Ntq3cI7W8m9eCpz6Yri5m8RLEi+aueojXbkEOFx09SKYJfEdyVUXWUkA2sCMHOeOmQeD+Vc2OqQxEYqL2FTwsou7aORc468U3fjFaV9pctpbrPK8TISoAU5PzLuBxj0rOIU9M04tNXR66d9g3jHI4oyGU7c9MUZ29KOoNMoNvuPzowO5pvlHacCjBHRPzoA1IWH9g3iejKf/Hl/wrrfBEqnRpzkBELA5lKD+E9RzXGWiF9PvAeOAR/n8K634ehm0W62AlhKQNuM52Dpnj+lYS3Z59f4mdhlFE2HjBVHz/pjcYcE59Pf07cE1YefyTI25Q0ZkXDXeOcq/P1GT7Dp1OKc3nRm54nOQ+CCntjH45wD3znjFLKZS0hJmK737IQw2fnjP4g9OKkwNIsCxwdjjfz5wzwQc/kc+3HrUU91cMsi4STaSCVYcfrxWZ5832dlQS+bIzcnZ3j6EdDz19/arcEkpZiBPgckZTH3Qfr/APXz2xQJo4Hxfo0mof6NBGDJIwUndtA5HUnpz/OuNufDsmnX2lrKQI7u6WAFGxvXcA5HqBnGfevcL6FyshUscqwKhh0z6/pz+Ncb4vt/M1vw1sB8mGe5HzEHBADKPphTjPPrWtObWhMlc4m3It9JgnnaPL7zskJJPzHAAHoMVNptzbXhCrBEM9GUdT/Ot/SdIjl0GFnB3KDg9Np9jVbTtGjiulAXbjhQO1O6dy0noZ1+IbdWBhUt2Brn5LmKaQqwiQKdvKk4/Guz12wjW8RJOQyAfNUcPh63I86THXdtA6tVRaS1BxcnocJrUIhhE6heJAp9wRkf+gn863vAs0f+sAVI3+RwecEdx+f60zxbar/ZV2yY/dyRN/6EP/ZqyvCu/wCyvg4xJkfXArX4qYqcf33Kz1q0+y6bEJmuVjwMtyCSayb7Xpr3UUjtpY0ieRBvdccA559s042pvNAjufl81TtJ29fQ/wBPyrl5GIOGRdw64ODXPGCOyjSi7t7nXXUOn6hcW0lw8drNLI5lt9+VdgvDEjIGT371WtrWyC3byQWwmR4kSNpQwOWG48ED39vzrlsrkYOPx6UDcPTFR7F2tc3VJpWudbJaWqxXcKtb+X9uTavm8FD174xz/Omatp1lPb7LA2iXH21ok2yD5o8cE8nvXJ7X6lf1pY3eKQSRllYHIYHpTVFp3uCpta3NXQkktvEFsjyxxGOYCQlgAADzz0q9DC//AAkl5ILyBYlnMpHnhRL82VAOf/1fpXMZJ5xn609SR14q3C7uU4XdzetJAni6OWeWNv3/AJjyRuAg7nBPYdK0UuYLO41yS4mjMF0XWNI3Vy+5jhuOmB61yGecA5ozmplSUhOnc7JxpK3kQMNq9rglGjkXeRtA5yMZHX5u9R3jaVDZSm1FtM++RX3MA3X5SgA/lgfhXJA+tGQG4XP1pKj5i9l5ndvd6L5zf6PYMqyw7fu8qRh/y5qKK70wLDGwtjaR3MxdWIbEZzgqOvp0rid/ohzRuJ6L+FL6uu5PsV3OrZtKaG0NvHbeQzIJBI2ZFO75u3THvWbrl3bvqjx2qQJCkjeW0SgAgnuR/kVjA5XkHHsaUH2zVxp8rvcuMLO52dlfWdhPYCS+heGLeuUDM25hy5yOnaqM7Wlzb6XYNfRIYFkMsuTtwWyAD6/41znPZcfWgKxHVaSpK97k+z1vc6KWOC71gyS6hbFQgbajtgkcKgJGTxiun0mPNnLu+6VfsSPugdue/avPbFP9Nhyc4YH8ua9H0htunrluWdv49nUoMZ/p3rOcbNI58QuVJFq6SORpNsiLyxz8/ICgHPH8vwpGiT5yPLDfMOWcZ+7/APW/zmhZNhYiU7TvHyzD+8AMH+Xp0q1NkRqY2YNuwR5wPVx2/P8AUUjmTK00SHHyxIzMRkzsP4gO/wDnJx0NIqiWMbZYAcKp/wBJJx8/uOp6e/SrKO5ZfLaYhsZYOpx8x7den5j6VcjVwgP+kkfIeqE9Tn9MZ9RjHOaQ7mQbTbJGqlSTgf6/vvx0x07fp71ZhhVHjIkTPy8C4J7t04/zjHbm/HvDoCbjJCkhmjGOTn68YzjqMY70xZWjVCZZjgDgyJ/dJ5wPp+QPrQFyGFgIOXTAQkj7S2D8mc8DPf8Ar1rM8TECARqQQ0hJwxPp+v8AnvWp5rAvt87JU8+YoI+Ucj0/xPoaxPEkrNJbrljguPmYHndj/Pp07UpbAtzzrUSZNSuyADh9v0xxVUg+n40tyxlu533YDSMeD71CxVeqlv1rrgtEejT+Eexx160wtx0NHmkfdix9aTdKzfdqixMntxThwucEmgBv4ztpDgDuTTAVzntxS4HQDJpme/WhgD1z+dADmXPsKd90Ed/rUWBx1/Oj5Bng/jQIewHV24pjyADgimttNIVRetABuXPX9K9C8K6lZQ6FBHLdRJIN2VZgCPmNee/KTwf0pWA6c8VjWpKrHlZjVpqorM9I17VrAaHeC3vEkmaJlRYjlixGB/OvLbK1kl89G+Sd03bnJAAHzY+p2j8x+HRw6LdLbxXUn2JrXAkK/b4A5Xjgrv3A+2M025k0iR1S2hnjO4ltzjkZ6ZyenrSowWHTjHW5wSowb3Kek3tyml34eVxMNjIGJzxnoK0raOS+0W6tUwbiTDxKR948ZUe/HHrmorq2sLJnjuBKS65Uh1bZzkfdOOn61HK+nJpssUM0xuNuQVbhWxx26ZIrbnu9hSpxS0ZZ8P6bPZ3Wmx3ELwkWkisGGDnzWP8A6Dip9X8Oi6eR1kk+ccZ5289v/r1JbavPHdeHY7g+aLmzJdnHz7uTknrXQ3t6kUOUX5uwx3qZNp3Kpxi42Mfw14fNm2ZmLjH3c5xxWXfaN591Ir7h1G3sMiuktNSktYQ00TuzEneOijsKzr3VvtlxGyQeXKjYMn94en8qLvcrljaxiWfhk2qmYyH5eMZ6/WsrUIg0mqqueY0JHrhXP9BXaXV55kO0n8K461f7Tea4yNgJGAuPUIw/nVRbbuzOpGKSSOq8Bxvst4yMK3K856g4P5g10PxB0k2+nQ30JzFu2SNj7pzgf5/xrn/AbhbmDlVG3aAPXI6f99GvRdYkiu/DVykrNsLuAV6nBOR+hFRJ+8TG8WjwS83F8q3BPTP+f84qoxxVm63CZl69MgnpxVaTn+RrY7GNz7GnxSNG25SVOajzzzSr0PpQSzf1TXJdXuLXzNyhFVcZzk9zUsfA/wA8Vh2n+uj/AN4Vo3rxrZyo8qRb1KAse5HtzVRVlZHJWVifwx9i1T4haTHGpYBnaR16MVQlf1HWuGhmktphJExVh3Fdf8K1a38cWBlBX5ZDz3HlsR+nNca+c1ovia/rqcr2udRpfiryyovE5H8Sj+YroJPHFvHbt84kOOAE5/lXmnNGDUujFstVpJWNPVtWm1KYs/yx5yEzXrHwbmCeF7zJUMZ5MDnP3E5rxlUAGec16x8LJltfDVxNNIFi3zFiTwPkSipaMdCYtyd2ds9w24kMfmBBOe1Is+1ChPB5x6GqkM8d1uaCQSBV3Hac4Xsfpx1p2Mtnn05rXQgRufT8qwtUtxFdeYv3ZOT/AL1buMH61XvLdbmEocg9VPoaxxNH21Nx6m1Cr7Oal0MW3hM8yoD8vV8elbfCoqIMAenFQ2Nv9nhw2DITliP0qcn/AOvWeDw/sYa7srE1vay02REQoznmj+QoyOcCkyM84rrOcXGFzivG7yMw3k0Z6o5U/nXsZP5YryfxFGY9dvQRj96zD6E5qZFRPS9Hdn0iyc5LGBCSfXaKuYzjpmsfwm5k8PWZbqAy/kxFbC+mM/SqQmNxnpS9OtHPfNIT0wO/5UCJUA55NUdekEei3xbG3yGH5gircZGehx0rO8TWk19oN5bWxHnOny5OM4IOM++MfjTQjx6aUbjjk1XZiafJG0cjJIpR1JVlYYII6gimgVbbYthuKcBTsUYpWC4AUtKKO9UIcBXp3gXR20+ya5uUK3NwPusOVXsPYnqfwrmvAui/2he/arhc2sDdD/E/UD6Dqfw9a9NOOM9PWk30GhRnp0+tB98+9MGceopElkbhwuR6DFSMmB4pc/L+HrTAPTind+aQDgPrTumen1puRt4oDcnjj0oA7nPPFCkBhu5A603IpMkcCpKLM0yOdrNiIHOB2/zmsHU7ycQosFywR8jOcsD/APWrdjh/cv5qgDGV9Sa4vxdIWW1m06wuEkdGeRDnIwcE47ds9ulc1Rdi4xuzQs53i0mTczyynKlpGJO4dSAemQQce/tWZHfW8dqYQ48xicsxyNwz0/A15lP4mvLK/kmtn8yHHMUgJQEgc49eOtU7fWLzVbpGbyoooHLbY1xuJGMH9aSVldntYfEJRVKK1PSYdWW2ubh79JA1wojRNuGPTP09PxrWlgt9T0aeSDTI554YisSzbkxx0HfP5duR1ryiwvdQ0yad7WeRV3bVXJ2+uDXolr4snsItMF/A0899Aj27QqAHY5+Q+hG5R+NEqq2OSvW1aSs0ZE0urafDDcvBcRJANg80fdzwfoM/0rOurq41EsZJMkLuJx7/AMq2Nb8em4jv7KSzUTJM0LKfmXaGwST/AJ6isBJA0bIjyR5+VlA+UexPes3Jp3OvDQVek1Ja9zsvhvGbfTbgKA4aXk5x29K7NScdMfWuT+HSqdHmIRgBcMvzD5ui11YOK7KbvFHj148lRxHfSlP4U3j6mg89q0MRSQDSZ+tBPFJ1/lQAvOeaCfXNFHXOaYDSKaQO3NO703OelADO9OQgcUxjzS9+OTSAkY/iKqSkZ9qmbAHX3qrJ1NDAgmIP1qCQ56/lU0xJxnt61A3Q1JSOD8ZEf2lEO/lDn/gRrCVdq/NnJrpPFflx3iO67mMQxx7mueZ2flmPPOAcD8q5Z7s9/D/woipgdTgCsWPVDEuoW0wL292nzL6SKSUYehByPoSO9atwQsD+u01yk3L5qoQUk7nDmE2nFI9F8NXS/wDCI6bHZSLLdyajHbTwSLltgczDAA5jBUk57ue1dX4Itm8M6Zaa7qEscdrap5ElqE3PGHKxGZexyVjbIPUkdBXkHhu9uNO1mzns3KT+ZsBA3ZDDawx3yCR+NexfEeRLa70i3sIWl1K2dr8wPgjyYlaQ7iPUqRjH8B9a87GO1SOHe07v0tuctKVk5roa11eaVdS3lvoN/E1xOnEp3JsVR8uDgHKh+Op79BXPm7OgatPqVvC15b3zSwpuyF++fLwQeQAoYfpg8q3WdTn0y0huZvD+ySS1RS3lEKsgIBjYfeGWjC4zjlexri9SWKLQtMvEMqSwXcsN2uMMGzuGCe4Vc/Uj0rnwuHnTkpJ2X3/l8jeVaL0Z6EtzqGk3aa9JE91JJhry3jGI0TG0KoHTYo25Oej9vvWDqNld3st7q90sF5qMYEcRdg8MKlnXA6bg6rgD0PrgcQRp8WtWy2ou8vcCSMZ2kQCS5VvxCpB/3zikktbzU/E15DpG+SWJMWj+ZkAxzQ/MufRQOBngcZrpnRrTXs5z877Ee2gtUjq/7N12TUpbm2toNVttix28kd3HGnlhR8pBYEDgrtI/HjJq+LYrOw8LX0FnLFNezTLcTm1bMeY9zKjE/fAAcsf7xUdOaxfGkfiGDw+bvWmht5o7uDyY7YbSvyyscgDjaSoGfw99XW9Og0bwRqMenXDIkKCJ1UhssWKMd3dWDE49H9q5akHQqQnUeraXXXb+the1U4tI5vw+0A8JPqWrCOaCw329vBuwXb5ioYem65Jz1+U+lcoL2W61a81a5ceZvad8HbvkcngfUk/gDWd9okiWSNZGEcgG9QeGwcjNRyXBaFIRkICWbnq3r+XFe3Gi7ybe/wCRy82xp+GbuS31HKHDSKRnGcY+bP6V1ceoXKmbErHzjvkzzuOc5+tcd4cmSDXLGSUAxLMm8EZyuef0r0Oyv7Ff9avIlzwmcrvjI/RW/OssRpLY9PAy9xqxV/tq/CkC6k5ySep5IJ/UUxdZvVYss8oJbeSOMnnn9T+dWln0uG3eMh38xAGJBHOc8c/5xWIeetZRUX0O9JPoaWp6g2oOhK+WqqBtDEg4+tU1BAPAPvmohkAY6Y5p3UcgGrSSVkUkloh+8DIVcnFIxwPmABxSDABO4ihUGCSe3WmUIJSf4R9c0u5gc85pdsZztI/OgsEbk4H+zTEzR0t91vdI/Rk4z9DW94Af91fw5GwEMAYywyQwPA/l36VzEMqh3Qqydjtbk1veGb630prjeJHWUDgHGMZ7/jWE1rc8+s+Z6Hb3UETrIR5Pz7s/6M5Jyg6+3H4/dqv8vnE4jBLE5+zsv/LM857fXt0NVYvENrKwDidFxjm4bgbcdvp/XrVmO9tXI2SjOd2ftDHHy47jn6d+p5qTKwscYCx7DFywwEgYY/dn9f5dKsrcLMrM5DQqMbPJbJwoJBH9PoKjimjPlKH+Q7VP79ic7DxnHPb+vIFNZ4xG7LcKPlPS4IwNmc57ev0+brxUhYmu5N7SqGUkLIpPkM47fn9P4unas3XIInMc7YbyZJGQrEQMnA+99D+P/AatylGkuPmUACRn/wBIIBwFyTj2x06dR1NV9cVZInRSNwmJI81if4SeOnp+Y9TQtxHK6Vqgk06eMNkxTyRsMYxhjj9MVFBqnlhphOkcvIxJ2HpXB3WuPb65c3FpEkcMjbWiU8OB3PueufUmuo0q9s9Qs8gBvVSOVNdM6bjqTTqqWhZutQe5uMzzQqgHJZuT9KLfU3dnSM5jHIY8VUkjgGQsaqM9Cc1g61rK2mYrQgzdC2M7f/r0RTloipTUVdmjqtwLrRfECg5EP2YH03Fzn+n5Vq+C9HFnoc0l0uZZ7J7lI2jztBOFYH1wM/Q1zXhnbL4V8Rm5J8vzLUu3UgGQ5NdXDd3n2NVivImh8rygdoJ8v0yR0pVm4rkXf9BUVzvnudRp8P8AxTpUttHk7ycdO9c/PoSzW3nx3yCYWv2naU4K9+c9fwqQ6pdx6atvaqqkIF3+YucdOn0qguoasUClXZPL8glYgf3f93IFY80vss66akm2mO1LQn060lllu9xjZUCiPhmZc8HPIx3q5p9vDc6GFtoYDexo7SJKnzSA9Cp7Y7Y70muaxBPZyxPbIZCw8pzFseNR1z/Lj/61YiavcpCIo3IGwx52jIU9RnrihKc467my5pR1NJdFIube2kuVS5kZFKbc4DDOffHH51dtrW2i0vWI96y+W0StL5WGT5yCBk89B6VinW7wLb7rkb4SPLBxkdh27fpUcep3kfn+XKAJiGkBUEMRyO1XOjWS9/QUZOpe0r2NdvDc6z30RYE2ys24LwcKGGT2yD05ph0OOOASz3Pl5EZACbg5foBz271mx6vqC7/9KkPmMWfvnIwa1L7W7eWzMSwo7BFSJmiAaMgDncOp4qGqqaVxv2iY6fw4I5FX7Zkm7Fqf3WAMjOevNR3OgpF5ZiuWkDTSQn90cgr6AHn9KoSa1qMpDPdSMQwcZP8AF603+2L/ACpFzICrFhjsT1P401Gr1Y1Gp3J7yz/s3W4oFcSYKEFlHfB5FdYkFqniu+jUQlVhJEIhGFwoI/WuFluri4nSaaeRpUwFcnkY6VI2qzxXJm+3uLlxsLbm3EemcVTw9SotOxFXRLmlY2dVZT4V0yQYEkjybm2gE4JxzUulNCvhVppHWKVboKJfLDFRgcVgvPe3dusDGWWJDkIASB9BSLNdQ25tGmMcR5MbuBn8Kl03y8t+tynHS1+p1UUscmj6XdTWolzcu0qhB8yjcePUAc49quWcSjW7N4pUubO4hlaNmUBsDseOQD0/GuIOryQwIi3suyM7kVS2FPqO1Ph1maWUTLdXRfbtyDggeg56VnKi9de5hJrudXY3qw+H9OnunCJ9oYTFk3b15yvHXNYfh25hbxTCyjZbySsAn+yc4H8hVKfUXkt/JZ5XiBzseQkZ69KpyzSJEWiSJTnghcke9OMbJruJTST8zpUMkN/qwaMrG0m0Flxzv4x+GfwrstFcHTLdU+8eTyo/jPr/ALvbmvHItSvZbrMt3PIBz87kivXtF3f2VZSnDbVDACIPztZvw+9/TvQ007synPmRqW8ZeDDhiW+b94qHPftx+X/16teSWjtkRCN/O4ouAc5Off6d6ohHEZG0ExDKg2pwPk6Lg+/8xRdXUFijK7wwx/Ns3QYUEKFwMfj9Rx2oMy9JELW6LhHVCBlggJIAJ9fUj/JoniYQwLtDHC5xBx9084z8v9Dx3rGutb0pWdbnULJHG4bSrEg7QOx/Pp+lZN94y0WBJ0WaK43ncNscg/hAxnI/Ed6aiwOrjtipj2x8oq8rbKvRT0yeOTx6HI6GmSRSE48qT5W4xCijhMDH9Py6VxV18RNKQSC1sJJN2f8AWD/Zx/e/yKpy/EmNmf8A4k1uQd3VvUAc8c9OfXiq5Jdguj0NI3hkz5eNxxnykP8AdA6nOOD+voK5fxVN5NyN4K7V3HIA6kntx2rk734jXk2fLsLGPJznaxPUH1HcCsLUPFGoXrAuYVAUKFWMYAH1zR7GTQKSTIoisgLOTnPSpNwHCkDHY1QW+ldgrFQCcYVQv8qtAM/Tp7CuhKx30ZqS0JDLjqwz7U0yOe+KcIto5wPr1oLInPWmbiKrtyaGOOO9NMzv93ge1DggcnJoEOYk9/pTScfxfpTbuXyLYEgGRuBkdBWWL99p5waRhOvGDszXPIpAuR3/ABrFOoXIbIf5c+gOKX7bcH/lqR9Kqxn9bj2NorijaOpBJ+lYDXU/TzXx9avTAW8UTPLKZWGWG/gUrC+tLsbFtZT3CyNBEx8tSxPt/XrUkemX75MdlctxnIibGD0PTp0rnYrsnGC2B6sakXUSvyJGobBBbcxJ/M4/KnykSxfZG5JF9nZkmUCVeoxyP/r/AOFXrBoxYtuEaYXO4qM1zKahK55EeRyPkHP19aa17MUxvwPReKTicznd3HNckkgHd2oty2ZVRW/eLzx0xUcMzBgwZtw6EGluLnEi5b5ifmJP501HXQmUtNTa8Z3H2O40eaHmSGGKROwwY0OK6CG7h1CxjltGzv6eqnuPrXC+LJfNk047iR9hgAH0XH9Ko6PrE2lT7k+aIn5kJ6+49DVOnzQVtyYVeWWux6LfRXccYIvZdvYAhcfpWT5Vyp3PdSFf7pIP64qaLxjZTW43Fo3x0Zen5Vi6p4lifItgXY9WxgVmoS2sbyqxte5o6lqcNnb8tlwOndjWX4TZ5LPXJm+Z2iyeOpIeubuJ2nk3SEs1df4Ej3aTrpxnCR/+z1q4csGc3tHOSOy8D2QWMXki4fBaMe/1rpNd1Nbfw/ewxNl0jK5z/Ecljx/vVyE2tpa7bS3OxYcJ7Ajj+lZmp6z51o8Kk/vZDI5B9cf4CsOVt3Z1Rg5anO38gmkMo+8Sd2T1qrn8KkPXvSEA9Rn1rQ6LDAVI5pkwY2U08HIidVfC5xndz7cj9RSzMEjJHBA/Wo9HmUNPZv8AcuojEDkcMSCp5/2lXJ9M1SWlzmr1OX3UZrXMjEkufwOK7Tw6sd1BZXC2dmC0iwu8irl2TbnBbOGII5UA5yeTzXCsCGIIII7V2fw6g/tSSbTB+9lYrIkLjKOm5fNHPQ4CHPYKSOQAXXuoXi7HHCT5tdTtPBuiw3PiWO8jLv8AZUkkMhVm8wMNqg5AA4L/ACnnjjI5ryO9065tL6S1lQrMjbTkFf54/WvpLTI7LT2vLO11ESXF25kVJJCfKxGAASOpwPvc8YyT1rj/ABt4cjtNYtvtvz2rssButpzIrjGc8gbWKAZ5+YEk5zXBDE+ydm73NHHm3PI4NE1G4fbHb/N/tuqj8yRTptC1C1J86ADHVhIrj81Jr1TTdMsYrby5ZWWCBJSs6xKpmC/6xc8klcdDzjkZAJE80kc2mx3FzPtmtfLFq32lDEY1PQShMZU5BJ7leu5c1LMorRL8ClSp9WeS6foWo39ncXdtFmGAgO2fU9v5/SvRvA+kvc+D721TMlwXdwqtz0jOB6N9ehxkVt6V4fTUbjyLOyFtasrJtkKK7vnB53ElRyGx1BbqcCteSJPC8kGnafBc3VvGscdxdEvI8jsVTYFBwuSMgcfUmksTOq7SW+q9CFBLVGfCPs2npdRyx6VDGfLYxhJY5T94OdrH5uCMMcdexNRQ6ubvWoobGyb7JJLtkG0sOMZIPJUHI4GcHjncta/iBEtoLu60+0heMBor2JtxEQOCXAyVwOuPVt2T8wHB295LYWY3vJHHdSB7dJYiqsCP3kgG0gkKUzgjcGb+6uN3W5oWhvsZ8vva7HW29xFcxiSCRWQgdCCRkAgHHsR+dSE4Fczo8kWh39tE8fnR6zbxutw7bDHKu4kBf7pVkI4xgriulLZ6YzXZSqKpG6JknHRjc84pG4XrxRxSO3rmtCSP1zj2xTSAw6D1oJ5pCMn/ADzSGDBSpySTivNPGabfEE5AwGCt+lelkZxxXn/xATGqQMABuhGfzNKWxUdzd8CyGXRNp/5Zyso/Q/8As1dFnHp7VyXw+nzZ3cPdZA5/4EMf+y11hHPShbCluB9wTSZFBxQf/wBVMQqfe4H/ANapCc+majU4Yj8af17mmIw/EXhu21hN+BDddpVXr7N6ivMdT0640y7a3u4yjjoeoYeoPcV7Tk9+n86p6rp1tqVqYLuMOvVT/Ep9QexppiaPGKMVveIfDdzpJaVAZrPPEgHK/wC96fXp/KsH61YgqeytpLy5iggXdJIwVR/ntUFdj8N4I5L66lYAyxoApI6A5z/IUMDudJsYtO0+G1h+7GMZPUnuT9at4yKTjPWnAjisyhMY6CnL79etL6Z4pT14xTAP85oJI7cUcD1z6dKaxwM/lSAXdyBS5GOtR7sj8KM0Ad56dhSHrSY55+lBJHrnNIofc6aNTt0aUShoSdkiOVx7cfWpr61jTSJftEgMqRsNzHkAj+vtWPqmrQ2FtIH85pCVAETAEYYEg+mQMfjW3KYDpD3bGPMyCMjkgcjPPUgH865pvXQpNWPm7T7a5g1B4r2BogykSRsp3L6Ejt1/WkvN0F1HDbqAGPGBitq/uUtri/v1s0kMrtKyxvteIFiendc/yrI02+bUnnnuwirFgjAxgc1nUi783Q9rL8TCdJUr+9f8CeyMr7IWWWRpHGIo+59T29a76P8As2yuLO3ubfM1md0W/DeWxHrzz0PpwD2rkNBaPVptkaNGolCCUjCjJAXn+8c9K76x0O2kkhe6u1eQHy0AXbkjofyU/lXj4+Ti0r2DE1aU0uWV0c34mi0+PT5AkM1pCx3yEHfvbnBYnnP+e9YnhXWGsCIl+eBmJeNhn5sEcVseJfEI09ZbS4tZfImjJhuYjtJH0PQg8H+XNcDo7STXAjXKbz1BxXdgIVPZXmeb7dQvFbM9j+H99C9lPA08JnaZpBGny8EDoPw7V1vQdjXMeForTT9IK3TwuGlZy2chTtHU/gK6lWjmi823bKg4PtXqU3oc0m5O7G5/A0h9+BSE5xk1w/xM8Qf2dpotLdv30x+bjoncfjxWpLL2u+N9P09nhtgbu4UDGwgJn0Ld+PQGuQm+I2qNIRBb2YyxC5DH69+a4Ka6klO+ViTk1ELnZ90cngfSgnU7+L4mapEV+0WtpIM84DKW+hz/AErqNH+IOnXzok6vauy5PmY2A+gbPP4gV4x5gl+9yRwAKimJ3dcUXGfTcFxHPGrxOGRhkEHINPY564rxzwJ40ksJILC+y9oSEWUtzH6fh/KvXoZFlQOpBUjIIoTGObtTVbDcE/Wkcj6mmj73/wBagBzYwTVdh65HtVh84qs5yD70mBBMfWoHOPyqWX9KhPT+ZpFI4fxj/wAfkPb90B/481YH3AOMsegre8XHN9Bx/wAsh/6Eail1eJ0ZGtiynBO5vQKOOOh2/wCcVx1W1LRHu4dv2UTJkt/N0rUJRuzbxLJkdDmRF/kx/KuS2s86KilmZgAoGST6V6u4tr/wpew2KwWkgt5nlcruMmzbIw9cBVPoPTJNeVW0zW95bzqAWikVwD3IOarDzcovTZnm4181VXNvwXC48eaIkqNG6ahBuRlwVxIMgivTPiHqdrpPxN0+7vkmMUdiAfLPJO6TH4VT+H4tNc1uxuD8wtm84Fjho2UZx9M/gR6Ecdx4l8K6XrurWuoakju1vGVMYbCyDORuI5wMk8etfO4zMqdDMYTqr4Yv73/ww62F5IOMJXT1ucvZ+Ib4+EtW1S0keLdLJPbPdhWbICneOMZLKVH0HU81wa6/FpniK1Y28F7o1q0vlwbf3ciuCpyD1IBA5/ug8ZNbPjvVjqFzY+H7J44YpHjjkcDCD5tqr24Ug57ZA7qayvFXg/ULGCJrGQahp6MVUxA+YjEgfMp55wvI4+nFfS1aOHjLlVtdzzMPOpKPNL5Euk+J7IXOkJ/Z9pbT2kcyPcsCwffF3Hf5jJgdBuHpXV+Ddd1DW9N1u1gmELwrIsb7dryPI0hDMx+bjCL14CCuKi8MSadpT6xrVybUMpMNrGMzSjoc8gKCO/PB6dM1vAms3Gna+JI45LhJwVnRELsVJ5bGDyDz+nelToUXJSaui6sp8jUXZk2seJ9R1PSU0U22J5JgJzgtLNIG4BB5Bzj34AGBxXY+N0XRPhzBppV3ZxFAX5I3g72bn1KHj3FdXeabpt3q0N9PaxSXsYykzDGeMDgHnA6A5Oaz/FIhk0iZ5oUIgPmr5nCxseAeoAPzde1fOYrMliK9JKL5Yv8AHodFGktu54NeWdxDEJpYWjQnb83B/LrUOn2z3t3Fbw7fNlO1ATjLdh+J4/GtHX9T+2Hy4smJT949W9/pVTRLG71HUIoNORmuM7gQcbAP4iewHrX08XJxvLQVWMIz5abui14fszca7bWsu6JzIVwRyGAOAR9Rg16BqGnWmn3ktvJL+9VUYocjZk5K57nbg/U4HSqUs8UuuW0t61jPqcZQebbSY8w+vHB+UH8+MZqzqcCX9w11ZO0u8sTETmRcYzx+v0PoK4p1faTUbM7cI1DRsj8uwxGxk2FgFk3HOw4+8PUZwce2KSWOy8tirqxAXgkgnMY/k3FZb8kEDnt3pR7iny+Z6SRZv44o7yVbdg0G47CDn5c8fpVZiSQO1MLY7U3lv/11SKHMwzjmlO0qe5x2qNe+eaVcbW+lMYiISalVSM9PwqNAT9aftI4XNAmPjjl8wltvvyKuQws3UgA8detUERVJ83ByCDUujSQWN9DPOouoFPzxEdR3696ykjgqLlZsJaqI/vgHr1qaP91gGTP0q7qV7o81lCNOeN5gVGFtjEygBsk9j/CMe2e9ZFxCs1tKqSOr7CyFTzkZ4/SsrEp6Gity3Ox29uMU9dZu4FYZHyjPPf6/lWf4TbSDpTnWprxroyfKY8kBRj0I68it+FfDs8ZEQ1RlGNzFQBxnOST3z+n1ycrvYXMin4W125ubHVJ7+5by7eLfu3KpHDHj3+Xj3rO03xNNr/iHUZw7RafaW/mxq38P7yJSTjoTyfbmtL/hHfD+ou2l2WrXltbN++uCI8hyg4yzEbQBuJ4PUngKKm0Pwrb2Gg+IorCWG5+0bYo2SViSF3EBiVG1jkZwP5V0qCjFyZyyk+ax4i7O7kucknmpLe4lt33wSPG3qpxmtrVtGmiWa5jXEKvskDRmII+SNoz1xjt0yKit/DeozWpuBGqwjOSzAbcdcgkYxit3XpqN5M51F30Kc2r30ybWnbB67QF/lVDGTzXQy+FNQS3a4KxiADd5jSKFxxg9e+Rj1yMVeg8DXgtIru5ubRIZcbArl2ck4CrtBySfTPvUfWqEVpJFOE3uJ4XTf4N8VdOFtj09HY1b8LtJHpKearqjMxjZhwy57fiDXVeEfD0VjoesRyFbqC7C4VSyl0GeuAW5zngE4Ix1xUdjponjkihgFrZi3W7NvlgQjZGGG0klWTOfRueK5qlX2t4wV7s1g/ZtSZmmQbTu596bHPnOAVHc561buPDFrPa/2vpF5DlBi4gUsUU4+8pPzYOV69znOMViTQTQNiZdu7kZHX6UnhnHdnoUJKqroq6s5m1CIGQnaQRzVu1t2uJlijBLN6c49TXR+F/AWueI7Y3mmWUbW4cp5zyKoLDrjPPfrXa+HPhX4gsL4zXQsihQrhZskZ7/AHcV1UqMrJWHKvToqXvanOLoWkx29t9sWbE0YdZYkBZfm2liM9flbjI7duvH39u9ldSQuG+U8bkKkjscHpXq+vaFNpLRpfyXYMq4UCRSr9eBx2Hb3964LxlGf7XhiVZA/kouGO4k8114inLkUn0OPAYhOq4Lqc4JW/u4pwZm69c9K9H8P/Cu+nVJdau47GI8+UmHkb29B9ea7TTfA2gaeybLEXcnQSXTF8/8B4X9K5lSkztqY+lDRO/oeC9+KO1fSc3g7RZ28qXQ9Pxt3AxxCPP4riudvPh54avE2wW1xZsDy0NwST7fPuH8qfsJGUczpPdM8Vsrea7nWGFJHY84RSxA7nArob3StPcNE9pcIVhwGQjeGK8MeOeSCQPpnvWvp2jW2k+NrjTbZ5LsbRGm4BW3NjjjOTXbv8NtVCsz6lED6GZunHB+St6NKUVc5sZiozkl0PBluLuGMwSSP+6yucnB/CqUpLyE8lm5z617D4g+FWs3Nz58FzphRE2/NLJubGf+meBXldxDJbzSQzoUljYqysOVI4IrkqUXB6m9JxrR0ZnzSDZt43KOeafaSRx/ekBOeinNRiFd7ykctwaWNAt0UxwvtWT7EdTS65wKTDbTxj6VGZCOgpBLJ2pciO1UFYPL2EcdTXq9koSzhjESgCDGXRicbVXGR69//rV51pcMdyrNcyKqrwPeuth1+O3hjRlhn2IF3MHDcH2YD9Kxk0nY56sLOyOpWWPLoVHR1IJc7skD+nUfUcZrkPinBv0618oHf9pdurHt+Xb/AA4q0njCHcESwB2gYPnyAjnPqf8A9XFWIfFkYUA2D8njF0/Y5H+e44oUuV3M+VnlTWl9zi3m2g4yIyfpTf7OvmODbXHUj/VNyR17V6tJ4pQ5Y2L4yOty3GGz6f5HFIvi7cu4WMvHQm5OTzn06f0rT2xPIzyFUj3EF8kdR6U9Y1lKohJZjgADJJ9Ks36APJIM7pGLH3qgu5ZA6MQynI+orZO5GxpDRL0qXFndbR1byyAOM9cenP0qtc2Mls0nnwzJ5Z2tuGNp9DXqT+Ls2EZigunkMYYGVkCngc8D1ye3U9K4rV5riTTpJHVTvfLHHOSazVR31LUDn7eBmljYq4XIOc1qlwg4PHWol2iNRwTgZFITnqDWp6FKmoLQVpC3Sk2FuWzSqpxxwOtOwfSg1FAC0n3nA7UoUgZYgUMwjgkmOPl4Xnqf8/yNJkylyq5n6i/nXDAZ2r8orNkGHxjire706k1NLCPsoHGRz/jRE8xxc7szODlcdRio1bAwam2/N9Kuw2scqEsOpz1q72M4xcnZFXT4vOul3cIvzE4qW8/ezM3bPA9BVsJFa2sqp/rJMKAeeOp/Hp+tVUXzJQoH1qW7srka0KoXY2fekkO1tw9at30fltx0YZ/Gq2N1UiJRcXZj1lHbGacxyeKn03SHu5o40mRfMOMtwq+5PtW5daHYaVepDd34uUCqZZIlIVGYZC88nOPY4ycdAVKSQKDMBMqBsUs7HCqBkk+wofQdburF9QFlL9mEgj3HAJY9AFJ3Hr2H8q7+51CfS9FFrCumzWMmzfAlsN0gxlS7KeuCnJbPzd8EnXe5htptJtFiWW8fEpVo5Yo0MhUHCH7xwwA3enQHiqpVIyjzRJnSezPOfiBY/wBn61HCufJECeUD2UEqP1BrlmPrXq/xN8PXepX0U9jDLJJDbHIGAGVTuOMkdN3bJ5FeUOrL1+uDWlJ3ijGatIN1ITSY9RijFaECiu78Cx7vC/ivH3lt0PH0krio7WZgDsZQRkMwwD+Nep/DHTIINP1db6aJra4toZJfmyEQmYEHafQZ9cGsasko2NKadzjdJS61Ccw20E91cP8AMVhjMjEeuBk45q3qOnX2nsg1CzubUuDsE8TIW+mRzXqplFh4Z0U6brEdqkCm2kMMbqpcEZyo/jwTw2N2D6g1n+Jr/T2kt76Jo7m7ZwLuG1LbJ1I5IjcdevvkA/xDE1NE5I66FSWkWeVyRvG+2RSpz349v6U2RSjbWUq3oRXf6nZaXr+pSQ6M0VsiwtK88gcJuCtISQeQMZ+7ngEgEA4426uZ4550lRVmWRg3faeQQOcdawpVHUipNW8mdLmr2MW+fbHj1rOVyjBlJDA5BHaum17TJXursSHy5LOzjuZQQeS7JhR6EeYo5/umuXPIrsp7Hm15c0y1qW2WRbpOk43MPRx978+D/wACr1T4UWa23gHWdXsUjk1U3S2+1lDfuxsIGOuCWYn18sf3a8g8xghj/hJ3Y969C+DniGfQtVnUFTbXJRJEccNjIyODyN3QA5BIrmxkZewaj0/qwqXxmrcaZcraS6xc3qpfecxUPKFcjJzx1zkjHOMN+fpEe3VPBWnjUtMjulncYgMZLJFyFIz904YkHjO4c5INZUiaRbMlvFpUcrxMRGGcN5W4rtBLHlTlOucZGfWqcl/qF8puP7TETXMQkSPzSg2/Mduem4MjgkkD7uD0FeRDEe1knLRJ3/4B0SpuOwt5Y6Tp+oPDcWwubi4mKIYH2GORSu+RCo/1zNjAHQDoAxBmGnWNtHfRsi312ji1aKKARGJOScKAQWdyQf4CWQH5ducm9t5fDrTwkC8j89HhYx7RJlGy6ggg7cAHqDvIPBJrDs76/gRtTiuyZvP8l1SUiU7gMsWP8OSvOc5dMkfer1YRpOKZzTUk7I7OXXNO0HVLeBxcKllJIhlMquSzuJJBIFA5DE8DgY9qo6lpV5feIoL+w1GdVmMImlhUFomUYExVeqMAGB6ZJBxWCt1HNez6j4gkicSYhuFkz5iGVGG8J1HAV+nHuQcYmlazqw8XHTNGuJbm2aVkhWYAPGgXnDHlSFU9O4zzWFZNyc6Wll8rFU/hSmeieF2vdItfEV/rjLIkVutuksT7DcTYYKA3UMS4GcZG7J715ZqE8+qax5kEYvbmQpIoiT92zbRIoC9WwPNQKewUdRXVfEOy8SXOpTm7ujdaXb+Z5DO4CMUi3sCB3aPfj1IbHSsTxJr0GgzW1toFwJL+3RoZ78R7WlxNv+YHOSJEEiuOzgHOKnCy5/3is5S+5IqcUtOiMnxXqHl+Nbme3RUFpKkSJncoMQVOvcEqTnvnPevU0ZWG9OVYZB9a8GDlmyxJJ5JPevbtB+fw/pk+8NvgUfiFAP65/KvVpxUIqPYwk7u5czUbnI6in8D61HJ0xitCRMDt9aM8+n0pvB96QjikMC3P8hXHfEGIFbOTPzZZfw4rsenQVzPjyMNpcUh+8smB+I/+tSlsOO5Q+H0gWe8iB+ZlVh+BI/8AZq7TJPvXn/gN8axIDxuhIH5qa7/gdP1pR2CW4dRz0obIHrS9sHnmk45qiQQ5bmpe3SogcMCM+nSpMUwYHHYc/Wgk4/wpMH0/WjJ79KAElBZSHAZGBBBriPEnhFWLXGlAKxOWtycA/wC6e30//VXcHj19aYqqGHApp2A8UaKRS4ZGVkOGBGCD6Gut+GrkahdqM4MQJ/A//XrW8eQQLo7yrEiyvIoZwOWwDjP5msX4cEjV7gDoYCf/AB5aGwPRRgdDzTg4HB9Kap7nr7UHBGD0pAPLL/CaMZ//AF1CIlPsadt7g49RQA5lIXJyfakBPRu36UZPHJpQ3POM+tABx696GP5UueeKb7nv3FAHdlvc0hJ7Uzdn/PWjPvj8KBlSaxt5JA/lAyKc5PP6Vi+N9Te30YWs0+7zHUHdxwuGUKAP7yg10JYZqjeaZY30yyXkCzMowFfkfl0rOUewNHgPiO5S61BniyM53fXP8qzEkdFKoxAYYI9a2/GVstr4o1OFFCoJ2KgDAAPIH61jFQfanbSwR02L2jX89tLsicg4bZzwrEYLAeuBjNdJeeOrmSeP90sclvLHMjjn51jKt+DE5x2rkI12OCM565qOSKV5Sdjktz061hOhCbvJFK5sarrlxqV7LKIo44JJPO8jJKBiPmPJ7nJ/GpNJieDezIAXBUY5C56f/Wra+F+mtN4kiuJ0Iit0aT514JxtHXv82fwqfxRGo12+ZI8DzWxtHXmqsoqyHyXNfT7K9fwujq5MRBJG7qc8V1vhOaUWbQkYjUDbUPgxI28MW0cmxgQ25W/3jW/GERQqBVA4AFXGPUVraC3Mgihklc4CAsc+grwLxZqD3+qSSPz82RzXsvi+YJ4evSrYJULkH1Iz/h+NeM6bol/r+pPFp0LSlcF27KD/ADPU4GScHA4Na36ENGLzwD6VG3/1q9x03wb4VktI7e/0y7t5thT7TLcsGYnoSB8qMMj5SMdOTXj3iLTX0bWrvT5yQ8D4+YYJBGRn8CKcouKuwRmocNzxUkrAioWYE4U/jSkjtz71Ax4YqoweteufCXVZr2xu7a4cu0BUr/unP+FeQ9R9K7v4PzsviKeLICSW549SCCP601uB7C3PJpQvPpQ+aVRziqAbL35qvIMCrEnI5qu9JgVpvvdue1Qnj/8AVUkzfNVdjn6UijjfFYzqER7+UB+pos7OCz0A6rdwee8k3kwxOcLwCSx9eRjH1/B3if8A4+I2OcbMfqf8asyTC7+H8cKgl7S8+cDsrBsMfbJxWDS5mezSv7GFjO8SyNF4bgu/Jhtbq6Dqv2ZNgMJBVg2ODnOPp9a81kPzDua9Aknkm8L6lbyQCaKCMSRvjBiJdR1+hbj/AOvXCWbrHf2zyY2LIrHIzwDWkdrnn4uNqiiz0r4NQRwa1BItyrvcKytGCCFAU9R1B9/Qkc5r1SwmuZrzUVuUHlxTbItvXbjPt615RoLx6P4ql17VF/0aCLCMGDFm27Qceo6c/hXcS+J7i28P6Tf29lLcSX0iDykPzBWUv8vHYDqePwr5DNaNStX9yKfOkrvo7t6fI6K0PZJRelvx8zmtb1fR7zXG06eyf7VYbniugxjMciclTjBK8dfU8etLcvbw3kLXl1K9vOimMzKYkcHawY7QSFG4nHrxjBzVPxEkVt8SRfFpJfOsWutqkgynYyADHrtBx3pmpiTSoUuvESBpC+YIpXBYhRkEA9O+QRz8oOc4b3MXTnzxUu3T9Dhwk4qGn4lzULPT73Rr2a5umRBbiRfLaR1IKjbtLDPfHTsc8HIw7HWbfQrqDSvCMc9xNcSq1zLMwzJxwikcKoyTu/M4FWr6O6j099R05BcacYmVz5vnogBG5RuHGcYDYJ+Ud+al8KRadN4v/tKzURxzWIuVjZf9U2/Y2D2xtPPoxxWmAhJzt0JxUoqDZ3epQl7iFhcNGI5C58sZ8wYPTufqeK57xtqEFposwuHDGQhdnBB554xzWZpsus2vidf7buI3W+tzJHGr5VGGPkx0DKOvX6nmud8R6q17rN3Y3jxsFJWN0IxtPOMjjIz+leX9Tq/WI0qu0NfvZvhXGbUkzjrxI2d3tkl8jkZYdD6Z/Kore6mit5oIpGSObAkA43AdAfb2+npWxLEbTSZo5mQ5OFx35/z+VYA619DCXMiK9P2bV92bXhOFJ/EVks0iRJvLM7ruAwCenfpXuN4umXenw29taBxHL5gWCJVK8/NtIIIJxjOc/KOvNeJ+CMnxTp5WXyXVyyyEjCsFJBOeMZAyO9ew3GqX93pflXtwlmrDY8sYZSykDITcAB1IByxyOAeK6IWMLPocJfSrMtveKNrXKF3HYEOynnvnbkn1Jqnu3etTXZi2QW8JYw20XlIzdW5LE/izMQOwIHaq2dowMniuKpbmdj6CgpKmlLclQZGc8UuBzgVFwMfMVOKX5uqt+QrM3F8piMdBinLGFRsnnFN810XBZSPTFDXCgY2EMevNMBYwR7mlckHrijzVKhUz/jSKv8b8Z9aAEZflJzz71X8qUdJVHPp/9epmJc/KD+VP2DPNJoznTjLct6Qdm5nIbt+FXLWdBuMXPlMVOe3PP86zklWOJy3AUE1BoMrFpQ5Hlk7nY/rWTW7OOdoysjb/ALINh4ZfVbuWBV8zZHFuy5zkAkcZ+6cKOvU4A529E0nU3tV/t7yI7eX93bxXDBjbkglCBwAcjJGemVAGTt8+Gsx2/iiyv23PBbXMUpHXIRgTx64Feyag9hqV492t7YywCIkl9rEooLcHPyjb14ydvvxw46rUwyjH+a+tttrI5oyU5O3Q5e1uW8PzXUcmnJcT3HyifdvdQy8DIzhc+X0I4B56beg0jU7abwvqVzDYpbQQySAQxMUYqIw2C3Xd8xXPXgelYvhJhr4urW5D7YJBcWk53BUhJXaOoGFCHjk8/XOhYSWGm6fPpsepysXaR3vIYseU5wvHPOCQM8EnsDnHTDFXXs6nxLcfKpe8Zt54ehv9KjvrLSzDc/aJ0K7GeSQMTGCGbJ3KQepABy3GOKd1olxZae1yl/Fc2STk3DoGk8mUgbZXPAkAIwAAAPlbBHNbMz6hZa1Omr3RurG8g3R3ZuGhXZ5+Q3A42tIAR2yeoxmmniddJEaaFbFYFk3M05y0oz93GdoHCjPBymMjIrt5KVaNzn9nOLsiW18L6lbw2royPON88dlIQk+WyfNRGJCsuTtRh3OSGOFraTpLra+dLdXFn5c7m0ikg2GW4OQ25ABsA3bFwQwJY5AAxo3ms6HbXB1jS0ma/uI28u2D/LA/Q5z2HoeMLggYUVD4TmuNX029Gt3RisLMiWa4lkIcB1dPKXJ75I+bp82RuOaidChTXO/6/q4RjUYnhNb6O3vl1K3kuE8mN9k7LMJyQScYJ3IV2jv0I6g0WJ/sTwjcXtvp8MGpQSIrMYtzBfnUlj0HzAqTzyMEdKZrXi8QaiU0+zt10+JNqO4YvKucgEk5wTkDPOTjAPFRasLrxRp63VhIWh3q1xaytvEGSQHRiMlCNwxjdluMg8TGrCiryVky/ZuTV2V9N1zWb2GWys1soreZSr5RADwFbnscLj1wfUDFfWBd6Vpcaw2IuMDF3cLGsy4yeikZULtByeCXIzxmrMiR2t9a6TaBZGvIyMkfLKwx8ucArgbvzGcYxS+KdTt9N8NG0iuI5I5AxWRAVaRSjAAgnnLbe2AAT1IrlniZ1Jxsrp7L9TS6imloa/hDxfr9toz2tncQpHbthIAVjKqy794yB8jbtwPXr9a0LbxR4qkaSS6vL5LZTtWRWwC3pkde/SvFrLX7xbu0kuZmmS3iFuisekYJIXj0ycf4V6n4ZuDcxefaxCRJQFjQKSfQnr7HPv2r14ynFas5+aMk7o09U1vVY7q1a7u5LkxAyBbgkhTuIPBz6Y6iuN8XSSJrVtO/LtEkp6jnJ6e3FenQ+FoNdxcvfpFLIcrEUyOOM9e55/Grdl4CsJPE9lfX98t/DBEd1rLafI2M4B+btnOMdua5qmZ0pXpylt5GuHpRpT57HQ6FcjxFpsF/a7pTIm4qgJ2nuvsQa3bbS5QN0sM6+n7skikXV76xjhtbUadbw4xEsUYRQvsP8KQ69qAVjLdRcHGYwMH6etb08TSqPljJNnJUozS5ktCyk6qkiTDC8gHHzAfSmyWWmuuYvP3YyQpAJ98H+lYmoavf6hGwstScTqOVVtucdiO1c/Lquq2p/wBKupX28DL7gPoRxWirQ5uS+vY4azq0lzcrt3MXWPC39gat/aqS6hHcyyGV2kXbg5ydvy8dai1zxXqaX0y2+o3axKSU/eHGCeMjPpVvX/EV7c2ccU9yvlhGyZD/AAk5IH4gdK537Wrh5IEjkjkQISpGQykZODzV+0a2OqjepFTnqOuvEPiKVRNFq85Tguqykbck9R2rzTVJ5biWa4uZHkmkYlnc5LE12WvajbxWPl2VpJBIfllnJYrI4Y4xk46EDt071xLq0kiISDk5Nc1ebe56+FjywckioT8wjGeuOtQpJuvpMdM8fhV3CtMHXoMn/wDXWYT5WoEdiev1rmirkyVtTV3ALgrRwcfL+dNjkxkYBNOLbuoP4VSPRpO8UDbiB1Ud8GjLrgh3/wC+jSbl96Cc4xxTsi2kxwd1YFWbOc5DVKLq47M/1zVfk4GaX956npS5V2Fyome6uGXaZmx3FTafLLukBkbYsZyPUf5NUcNxyPzq/Zhksrhz/FhOB27/ANKiaSRE4pRMi4Znbb6d6rldsh/OrCne7HHekuhypqkec11NG11aWO1jiKxMEGAWBJ/nTbrUZLi18grGqkgnav8A9eqFqA24N6ZFWdqCjkje9jtoxUopjVJwMAmpFOPvcU0sueOOKOD15qzosOWRR0z+dI0hIpOhyFWk/AUAJhm5aqt9OSqRjoBk/U9P0/nViRht5JCjrzjisssZJmYnqc0jkxE/slm0i3tlug5zV793twOeO9QxKUj6Z7mnhieAuB9KC6UOWJlzR+XMRVmyc8r19B70agjAK5HtxRZjbE0/I/hX6/5/lTZxyi4TshLohpDjkKMDn/PvUlrHtXceCRUCrvdVq9kgAY7YqUbUY8z5mV7yNngJxjaM1mxqc8Vsls8e1ZJikN0IIkZndgqKoyWJ6CriTiYWtI6TQdRsLLS51vFb7S1xAIpAcCNAxLknnt7HkA9qv6bpEtv4oltHjgvNO0wM0yhj5bNKmDjnIblVznjywetcJcOTgeleoeArp7nwtqEkKRy3gfmN8tvIiCrux7qSM9zXLi5Sw9N1Y9f+AjkjJTlysWWCG2vrXT57i4VfMU2+0mRvMIjPGCOfnGAOfmHSurlli0VS2pX11f3UjECNGAC5ycBVIOPn7nBG35eFqj4Pe/04aZa3VootrgqY2b74YwJtZu+QxCnP90cACuG8S6hqieJb2yvHk8iOfztuCdkZxkgZxgD8jnGMmuOnzufJCWm713OpSUl7yO/vbfRtU1O3truUQ6zkPFhiC4G7apB6ZAzt4b7ucVwOq6Dp1vqyaZdLIZiUTzo5QCgY/KMH72AcE45yDxXRaDolpd6vZT2czS3EUkcskjfeAV0Jbr2G7HXORzUniG+U+I5Da2yS3eWjDnohVVbPX+HqPQrXTh8Uvacqenn0InTVtTlb7wJHpMO7WL0wvJK8UMcAEpZVJBlJ6ADg7evXJHO21Z+EbGytZbjUFlmj2D7MYCxa5dsAEcDaoyBtbncwBPTdvWV5aTwGw8QvL59g3nREOm0rkZjww59ABweM/KAarWesztC0t/E7eH5mELQJlgiDIVkyOwAweCSq55Jz6Lqwsm3oznVFk2keGwb+Cex2pbNbymBCRG0cu7EmWxyF25yBnapwMiuwlQado7PcM15HFFGkhlZfNeMlwq4UAheHwSfXBzVPQ7mzurqGGwkEMNxYzLEYzliytHnaDklgA2Bzwo+lYE0NwLO6totUluLV2z9nZvMwcgknbkDLOx6nqM5zx5tfERjUcL/8OdFOndI7S6W0n8PXlrpOnO0spaU2iyZLMSAZFIzuA3ksAe5xXO/27czW2mWNpa77m8jVTs2qckkYXDZ6BeuMBT04wvhLV9Wm8U6YY4Wi0+TfJKSoY7RbQMNzEZ53RD6sM54ALCz0TWL62k0e4mimsJZIyzgNvjk3Lnpn7uxuvTPc5HFUi52+tdNR8yimolfVNLj0W3kudISCTTriNizKpbamAWHTlOBJz0COOjnHHRWFtNJ5AuFe80+SaC5cnckixn92yg9iMr6AKOnff8beK7fRdHh0PSVhcfZ2tp8MHwPJaLJI/iJbd/8ArFed6DeyW00vl7CZEKNvGQQa9HLY1alLmqedvNdLnJUnaR1HjfVQmk3EUWn3Fs+oyL5s1wRmRYz8u0jg44z6ZxzxXnRYiu38Q6ubj4f6Zpty6SXUGoTMuCNyR+WhGQOxZ25/2fauGNejTg4KzMpS5ncfbxPc3McMK7pJGCKM4yScCvWtAgi0jw2LazSyl1RHJuXjIkLFS7oOT8p4CdB1OeleYaG3l6iJAQHSKV1JGcMI2Kn88UlndXmk3kNzDvhl27l3Lwyn2PUGuXF0Z1/ci7W19S6U1B3PVPCs1pq8d5b3mjBUjkSGSF3IlCsJdpDdRgH6fIpNU9c0gxx339jvcXlnHd/ZZyIz+7/cIm4HuhaTgY4wvrWtoOppremRXjho3IEUnB4x1A9Rz+uK6K206Qq0mjylLtiJYgx+SVwUI56A4QAe4HpkfPrFzo1mrW6W6XOtNSSUjzrxFfMPES3Ng0jwW8cdwiTlQwAddoxnHXH3R0z2zVHV9Zu5mvJBKZlfzJOCSVVhOnU5JwHXPJ4CjJwK29HlRtUMHi3T5xNp4aM3MTxlI1LswVlZTyGc9CGxxitezmis9cy502SBEdYYYIgiS5aIqSvbBjHXjK8ZHJ9Z1FRtGau0jGSVRtx2M3wN4ck8i+k1nT86eWjaGe+JiUqgKhcHBIfeqA4I5JH3an03wNNF44i1G5nsbzT3Y3IMTEhmZcjjA6MwPGelcb4j1K91DXbtNY1G5W2WVg0kaNskO7IO0txkKMemBxnNeu6BBLa6RbQZcsIty7xtfaeckdQTz/UVy5nOtSpurCStLT0TW5MXF+5bVC+IrTTbMXWv3is72tsvlxO5WMOu/b8v9479oPbdxzmvBfEOotqdzbzS480QhJMDGSGbn8sV6h8RNRguvD5sZ9QWK43CZVB4mIzwQOcHnHbIH1ryvXbeK11RoYjkLFFu+bPzmNS3/jxNGR0eWHNUu5dPRdvvJqvobGneFZ9T09NQ06RXtFT/AEjLAyROo5AX+LPVfqASOtei6Cwh02Cx27Gtg0ZQyK5BDYOSPfvXAaa8GgaJFdvLcf2jfo7RRRnascYyodsjklgce3PWu48LET6d9tSRyt3hzH/CjDOQO/XPX2r2l7Rz8kZ6WNkg9e9Ryduvrmn8M3GeKjbqf/110kCH+dN6EfzoIwcn1pWHGMCkMbWF4xi8zRJCP4GD/wBP61uMfXp2rP12LztIuFI6rnik9hrc4Xwi2zxBbdMHcP8Ax016Up65HHtXleisY9asyOonQfrXqQbOOfpzSjsOQ484Oc49qQYIPtSO3GBz7UwfdGetUSSKBkdx61L2NV1zkfpU+aYBwMdfWkHb/OKdzt+vem5GemaBCk4FMNOz+NMznjvTA5zx7zoP/bVf5Guf+HBI1ubH/Ps3/oS10Hj7B0LnH+tXH61zvw7/AOQ3KM8m3b/0JanqB6OpyecYFGM9vzpM56Gjp1zTAfnH3cf4Ubu3fvSZPrikx19TTAXPPzdfWggjpSZ96XHcCgAH3ecetLuOMHp60n9KQnknI/xoEdkrmuP17xReaZqU0Aih8pWAV3U88A9c+9dMsmfpXJ/E/D+H4R/08r/6C1TJaaGkbX1KbeNL4t9y3PsP/wBqlbxTqGc+VB+R/wAa822rFIGzx/KvoRQueQODWKUpdTVtR6Hj+rGLVLt7i5gRZm5Zk4zxj+VZradaHj94P+BD/CrnxEH/ABWF/ngZTp/1zWun+ERT7LqRcjCFMk9B96p5JXtcrmja9jil0y1JzmTH+8P8KmXT7Yr8yMcd69okv7BB81zb4/3wagbV9LBObmE+vpT9jL+Yn2sV9k8v0m4GmSl7VSCRtIPenXd4biVpJUGWr07+1tMKn/SITjtivGdSZ5p52kLFnYkknrmplScVuXGopdDp7DXZrSAQwxoFB4yTV2DXdUueLeLcQRny4y2Oa83WHDjGete26BqthBomnxtcxK6wIrLu9FwacIva4pyS6HBeINWuJ4bi2ubhxIg+aPGNpHqOP8msjSdfuNK0tobQqk00peR2QP8AKAAByDjnJ9+PSl8TT27eINRmB81GkbaVOMk9P1rCZ8gnr0raOhjJ3O08G+ML5NSljvrmSV5ITCkkjZAyykAj2+bn3rI+JmoLqOuCbzklfLAkLgquchfcDJ5+vpWFFO1pMssYy23jv1FZskzSzGSQ5YkmtOZ2sZ2ALk+1O249aZnnIqxZwNcTKijqetQMjOccZ5ruvAum3Wi+ONPgvkCzSQs+0MDtBVuvvx0qCw0eCN7YuMnzFJz9a6nSYZE+J01xtBheHAJ5x8o6fUgn8ayVROVkbui4xuz0InJ54o+nSkcgHHftR356V0GA2TioH4qaX161A546UAVJjhveoCT7ipJDlufWmPjA29ccipKRx/ips+Rxy2Rn8qyo2eNGVS2G4ZQeCPevRtHs9IuWnk1ZImeLBhEm7HOc9PwrTi1fRIF8i60y0mg6fu0xj8KzdJyd7no0cbGnBQaPHfEOrXaaT9mlmk8hjgRjgHvyBXHWkEt5fQw28cks0jhEjRcsxJ4AHrXsnxgufDcvhu1GhQJFdm6DN+62sECNkZ9Mla8f029m0vVLS/tiBcW8qzRlhkblORkfhVqPKrHHiKyqz5krGqqaprurWmit5vneaIREykFCOpYdcgZznnANem6kl7o3iPw9pFhbyai0SM6W0TkEqUMYY54XALZ5xx/DXQeDNVHiqO01a706CC9LNHbyLhzj7pOTyoOGHXoCT2rG8O+JBa+GfFHjNl36jJcCzt1YZEa4XaPoN+SO+0d6z5I3Tttt6mM5ymmpO9zhPiHba/Y+Ivt+s20lhJICtvslDBVXjCsp9/bqap+LFkOm6CL5g1+0DSSnktsJGzJPfAI+oNdT4+8WaLq/hCG1t57m8vXkWUfaSS8B7/NgA/xDv970AA5jx9B5d3pd7GGEV7YxTL6KcfdH0XaSP9rPesqsnKtC/n+X/B/AmEVGNkP+Hr6hb3l/d2czxWdpayTT/NhWIUlF9NxI49ga3PBPh2N7CHW9S1Z7GWeUx2rLIgPUhi24HOTu+XjoT3rn/CpNz4Y8TWcZQTGGO5GV5KRtufn6Y496XSvGTWfhW40aW0ExKSRwS78eWHBDcY5+83p1xSpSbqz8rfle/wCP4Dkrqxf8a6dqej69a3Wp3RvrLcEjuTFhQOcqU6A9SB/EB9QIvHegt5lhd6Wr3STx7WMSg89VPygcEH/x2tzw/fnxH8N9T0u8Qy3FkuYnxycAtGM+xBH04rE0a4WbwNeDU4pha20iqsqnDFXOMJ2JB6+x9sHpbvqxLRWRhS+GtTFpLcXjwwrCmds043EDsMZx7ZxXPCrV5B5CI0NyJ4JCQCMqQRjhlPQ8j1HPXrVWmP1NLQmxqKAfeIIH5V1a+c2OC3Gee1ZPw4nsbbxlpsuq+X9iDssnmJuXlGAyPqRX0CmqeCRwH0vH/XAf/E0vZOetzsw+KVGPK1c8U8iXsuPwo8lyPmFe2nVPBSEgyaXn2gH/AMTS/wBq+DW+XzdM/wC/PX/x2j6q+50f2iv5WeJCM/3Cw+lP+z56B045J6V7T/a3g5MgTaYpzz+6H+FNfWvBwI3XGnnntDn/ANlpfVfMP7RX8rPGGtyCdjK3GMjnFCwhOqlsjksM17DJ4r8HRjCNDn0W2PP6VWk8YeEiPlUH/t2o+rf3h/2j/cZ5KtvFkkTiP0GwnFSfYnY/u5o5BjglWH9K9VXxb4SXqiH6W/8A9apv+E98LRcKkxA6Ytx/jR9XX8wf2j/cPKP7NuDGWMkOzvg8/lVd7S4QEtwB7V65J4/8NSKSY5jjt5A5/Wub8ReP7bUdFmtdP08QmUFGeTacKQQcDHX3qZ0YxV3Iccc5uygedX0u2xf/AGuP8/rVFpXg00cgecDjntnH9KNVlJWKJTyTk1nXUu7gZ2qNozWdGF1dnLiKjvZFeZs4FORmXJVmHBXIOOCMGoGPzCvVtF+E5v8ARNOu7nW4rae9gSdIfs5ZQGGQNxYZYjGQBx+RPScR2vhSC1u/Cq6jYPGkd3DGrwouFgaMMCmOuM8+4XPevPdP8M+IIdRluY0e1EoKuyy7AkWNyocHcAxC5PUAc5JxXR/D3TL7wp4sutD1UpPZ3UHnR+Wcq7I3DDIyP4wQevuOa6bV77StL08Wk15cBJI3R4/Lw0i7SrEHJweeuD17ZyPl69aphMTKjD3ua33HoU0qsUzLvm8rwDaS30aXwgmZy0SlAYSVycKV+XeoyMHAHTjI4PWtWitrG3uLCKPdcIUBliTePu4fnOOAy8ADnPUCpfF2uXGsQGxtbaGG0GBaxW4xxwNuAcYx2APXueaqeJhp7aLpzLDPDdSeTE0bLgL5SOJc/wC0XcHHb26V6OGpuMVz9W9DOteMnHsW9H1IXsutLc2MIltwwRYE2kAkhuncEAg9sEDC8V0ulOF0fX9AtlliuY0guijEZwQGbYAONqFMKSxBHOea5Q6l4fi0rV7y0S8+2zXUnlozbVjieVGCnrklY2GQe5zng0nhLxFFba59osbWUlLMKVknP7yXepZyccAD5QB2C+9VWpSlGUop/wDDWHSblJRWrZr6joNxCJbjRpIWlR5IkVc+Zkqdm0knBBbHbPXtVv4WWV1eX2vXk7yT2/yWitIMeY4I2/iqhTjtkVpeGdbE18YV8PQrPcMZpZ7eZoRlFwCRjK4yB8pHLdMmp/H98+n+GZH2R24YmKGCDKqruG3MT1JwWbJ715c8TNP6tPWUrW7m1Sn7OV5dDzvxNf2mna8JbBJJJGtXZzI2AGmjO1l7ghHQ/Udq4yaR3XLsWPTJOa9W8N/CmS7tLa98QX72sdwqlIoU3MFYDbuY8KeRxg/UVzXxE8CXHhOGC5W5W8sJn2LKE2FWwSFIyc5A4IPY8DjP0lKiqcUjzpT5mceoZUVyp2MSAxHBIxkfhkfmK7/4V+JF03UTYXOBFdMqrIc/I3Ix1wM7uuM5xjGTXKeGdc/sp5Yrq1ivtNuOJ7WUcN1wynqrDJww5Ga7DT7bwpe3MlzoNvqXnR4maB3JFuo6srDv/vEjOB3pV6nJFtoqCu9D1FNFWF3j0/UXto8sIlY7iqnnA5FbHhHw+NGtz9k1d3dhkwXP3S2SflbsOemDXmml6lcXmpz2kpUeTMUEoclGCscknpjBXpz04547W8OpWFpG1hNBfIf+WaW7bs56ZC4/HIr56rg61bmmmlc7vaxjZWub7eLraJpLe8jxOvDRSYYofpnp6EcUnhzXBqX2i8srS9FkrGIIqAb3UYLAckjpgn+led3y6jfXqT3fhS/lnj4DxRSnv6LwatvrOqacNn/CP6pBkHl4JQOO+TXPPLarj5jhiUnax2d5ryCd08ndLLuCLdQ84+vTArmLuWxF2FhW+mnwOPM3BQewA7fXP1rnW1fXrmaOZNAvXjY5jcQyMrZ7jqCODS6jfazZ30T3GjJZXUi4V5Fjicr9Tg4rsw2WzpPmW5FbFxmuVrQ6HxJZRx2qwySK+5eNrDJ9uax7fSY7LT55LgxPBLF/qTJh8kgDsMHJ7Vb0LRtV1WG5mdo2uV3LHHEsciqCOpfJ59sVLDomoWOnSTXzeXbykR7zMmwMT0+U5zkccdunNe7Dmt7xyQslyx2Ob8W2F9f6kkVlY3IsIEWOEBGKjgZOfUnqf6Cn2PhW0ig3anfbZGBBjhI+X/gR/wAK077SfEV9KDo10VtNixtELhQqELgnAPcgnp3rM0fwrres25eKa0VfOa3HnSYZpAMkYwfTvisvaU5TcVq0djlPkUE7EkfhfQf4b68Pb7yf/E1HceCfD8kiyNqN2GHHDJz/AOO1z2otPp19LaXPlieM4YIyuOnqMioxeysMEKQP9mj2sF9kydKpJfGdUvhHQRlvt95xxjK//E/WpY/CWgv0vrseuWT/AArjlu5SR2HYBRUovJ1zgsPwzR7an/KVGNaKspnWSeEtDTOL27Zeikbf8KF8I6FtB+3XgPplP8K5VNRvE+4x59qE1a6Qkgcng5Wn7an2H/tH852kPgjRJFBW8vAfUleP/HaS68FaJbruk1C7VfQsn/xNcgmvX6DiVlI6YXFZ2r6xfXLOskzlFXOD601VpvZEuWIX2zo7nSvDkXC6ncjnGSgb/CqOoLBZ6bKLOQzRBfldl2lt2Bn9f0rlPMlfauBljgcdzWxrMxjs4rccDOT+A4H61hWak1FI2hOpZ80rkeg2VveyS/arv7Ki9G8vfn9R6UzxLZW1g0H2a9W6VwScJt24/E+v6VlNLImViU4A64zWbPNKz4kOR9K1ilYxcpX30NjSYWutUgtonRGmbYC5wMnpzXoY+FviPOPs0R+kgryyByuxlJDL0Ppiu5tfiR4ntIogNSlKIAqhgMYHTtVwjF/EaRr1KatCxtSfDDX4+tqp47SLimSfDXxApH+hg55H7xf8aT/hbfihl5mt/b9wv+FA+LPiY8b7U+/kjmtvZUu4fXa/ZCL8NfEbEAWWM+sqf40xvh34hRiGsA2OCPNT/Grh+KniVAuPszEjJzCODUUnxR8SzDaotUZuA3lD8+aHTor7QLF4h/ZRweuI9pLLazKEkjkMbgHOCpwenXn+VN8OaPd6xemCyhaV1XzGUEDgYHf6iqN7JJNcO7K2Sc8jrWz4b1rVNGWVtOcRedgPlFbOM46/WudKN9dhSlKTv1OoHgPXGb5LAemfNT/GpV+H3iBufsaD/tqn+NZbeNvEzHP9oOpx/Cqj+lN/4TXxRnjVbhfYEVty0e5ft8R2Rf1L4da9HZTyS28YWNGkY+avQDPrXFXQEUUcA/hGT9T/AJFdI3izXrmKWO/1S5e1KHzEMhww/u/j0/GuUupHkYs/32OT9TWNTkvaBLnOWs9zpPBvhHUfEcM81gISsLBG3uAcn26/59q6T/hWGu91tv8Av5/9auH0HUtV0mWb+zL6S1EoG/ypCu7HTOPqa6KLxb4nHTW5Tn+9ITj8xWkI0re9uJVa0dIWsa5+F+t8fNaZ9pD/AIVQuvA+p6BrGj6jd+QYI7yLfsbJyGDYxjnIB/L3FMtvG3i+MHdqUTk9M+Wf5im3HiLWNbvLVdbuFeCMsVKBF2swxnj8OvHXqMinUVNRbi9SZVa01yySschrWg/2Tp5n1CZTcTtttoYzztB+aRu2P4QAeScg4HNLw1rl1oOoLc2pyOjxk4Dr6f8A16s+NBJba/dWlwrGS3kK7ixO5f4SBkgDbt49z9BP8Ore3vPGWnRXQzGWZsYB5CMR1z3A7GkoKpT5aiumcbdpXR6ZpzeINU02626G1vDLBIfmuV80y7TtKjgqQw744z6VjaJ4q0/xLLGuuaO9xqkEDxtcwIx3RsNjFgpGM78dDy2RjNdVZasH8Y6zc6lqn2W10mIFbJGAEymIlmb+/gkYx3x0rwi1u7m0mkaymkhdl2sY2IJXIPPtkA/hXK8vpQi1TVn6s1jXk3qe0XHiSBtMvD4dsWjmbzEaRItg80KccHknJ6H1964AXF9b6ek0JkXJFw85bAJaMMAc99wGCe4B9K2/hfq819dX1ndSLLNLKbwM+c7jxIcj1wn5fWt+e3SPVdTsdQsrNLSa1QwLa4i83BZe2cY3Af7qj3rzac1Rryw8o3ej9TeU3KPMmc1Ho+oaysEkjwTvtgjQngfvI0cLgYGB5gX8OvFaenreSaFNcG4gge0jE0dvjLOGjEoUHqc7lGeu4g53c1oLpdjFoiwR3csAlCec8i9NkCqAvqTsPX14qr4Rt7aGFlkuN19JHCVhC5V1MFu3X25yPYevNVqsHGbt8L2/McZydkZnhi6ZrpLlWntvssQWJUY4aQ72LfQFlxnsSK7LQ9T0y/sbm5bTpbMmPzLmSBVCspjVt4Bz2xwAO/XvQ8SRy2+kS2+h2iM15m0BxtZ2kxkAdgoHX2JNL4qCaB4Ea1ubpJLoWsdqoAAJO0Jxx2GT68fjWGLr0q0Kcaa96Tt579RQcoyk5PQz/E/jS10+wvLDw9+6uXm3ySE5aQyLuMu7J3HhRnPGRgV0mnyafY29vf2vh+7/ALPuIEvHngAPkRxRKFO5jwwXcCBy2T15z5TpvgzUbq3jlSSzhZ13eXNIysAemcKQPXr3rUXXvFPgq1fTY5wtpKGVDgOnPUoe3Y4PTIyOa9Wjh8PdR5rvrrv69yKsa8Y87jZFH4qeGrTQdSs7nR2LaRqMXnW+5txXplck5IwynJ/vY7ZrldMiae8ihQgNIwRSegJOBXY/FK5Y6R4OsmU5j0xLgH1WQKB/6LrL8DpFeR39jcMYyRHdxOrhW3xE/KM+qO/tkLXoykoK7ORGNr+n3Om3gS52/vF3o6NkONxUkfirDn0rKNema54P1zxVr1xLpEa3NrDDHGHMuFTbGMJlupOM8ZHzckZNeb3EbwzPFMjxyRsUZHXDKR1BHY1MZKSUkMZaztbXcU6AFo2DAN0OD0PtW/fY8RTWdtodpcySQQNlXIJVRk7c/wB1RwM8ngda53y2Ks4UlFIBbHAJzgfofyrofCd/N4Y8RWtzfRTwxOhVwV2sY3GAwBHIHDdOcVMqaclPqh30sdr8PLq6v9Ema4ghWws9kKui7SWHOT2zwpP1HrXU3F4F09RZ3UUc/kb40VuXX+8PU5rzHXtTt49NtPD3hiaee2J3TyBdpuZW6DGM4HTH09MnQ1KCK28YeGbTUGQwW0MAl3D5ZApOV/4Ftx+NeLjMvhKurO17u3p1+ZtTm7ao1NSk1BbW1uvEnl/b3hIi3sYnJ3DaGweMqCcnA6cZAzWs7IiCNnmngljiwsYTeJJAh+ZSBsPAU5JySDjHUaEU95e65NeajYxXV7NHvlkubkCzs48jlxjnBBAG7n0J5rBvfFdtb+IUubeSW6RJVy5XarqNwJCk8dePxrX2U5L3Fe5pJ8js9DodPvtQu75hpV5aWmoTQL5RnRQWkDsCA4z82Bnn26DrFpXjIaXr66bqYkdmuNt5cStzG3Q8e2Pw9OK5vxokY1e01LQrw3mnyMBDCjEtbP8A888Y4z/D3wMc4yW+PZLq5gtLq+0jULK7fCTTXUDRiVlXaMEj+6FyB3BNW8BCrHlmtH+BPtFZnY+LNJtpNW0BbyEz2ds0z3c8Y2o0eFZWJ7Jwc/iASa8cmH71u2Tkc5ruvOl1/wCH8cIumF/p8ywCLcf30TsAgPrhunYBfeuPsNNub/VI7CNGF0zFNrDBBGc5+mPrXVg5v2fs5bx0f+fzWphKL3EknluHV523EIsY9lVQo/QCvV/BHy+F7EZ4+f8A9DavO18N6ssz262Ur3McgieNBuKkjcCT0wRyDnBxXo3hGxvrDREt9RgMMiO21T3Gc5/U/pXYiDZ29/1pj8djip4Y3ldUjGXJ4FNvNRiuJPsfkMl3bjbI+ODjjGfWqYFcg9+lPuIZIAhlG0SLvTnqv+Qa17vR1t9He7aRt6RmQjjBwM4/ya4jxl4w+0WNvbwDZJECowOQPrSGWdV1W2s4z5kg3qAdn8WM+lcNq3ia9ud0cTeVAflwq8ke5/wrKe53Od557n1qKSVFORyT60CFWbB3nIbr6Y9xSSTsOdzkdevNQO3O4mkByOe9AGhHq14GUrdXA5yT5hz6etdR4f8AE++ZLa/OVbhJT2Po3+P59cjh1GSKc3ynmgD2bJz+nWp1+7+FYPhe9N9o1tI7ZlUGN+ecjjJ98YP41tqeOe9NDHscD1pD93mopJo4xuldVX/aOP8A9dVJNWtF6OW57Ci6W4JN7F7r1zSDHQfzrP8A7XtSeS4/CpY9QtJDtEyg++QKOZByvsZHjxc6Ax44kWub+HpC63KD3gYf+PLXR+NpA+iqsbBkaUA4OQQAT/PFcv4NBh8QQnICsGU/98k/zAqW9R20PTFJzSnPbFR+bGF+8oP1pDLGcDeM9uaskl59eMYpcegpisMcYzTskmgQucH1NIfwzRj2+nvQcdxn3oAOD3pO3Wgn06Um7OOlAzo42IHvXLfExydAhHT/AEhf/QWro0l/nXM/Ed/+JHHt7zr2/wBlqJbMqO55dcn5RX0JG2W696+fJ/uivoCJh9e1Y0y6h5D8RM/8JZfk/wDTP/0WtWfA1z9n8MeKHOSNkcf03blz+tVfiEc+Kr7/AIB2/wCma1S0ecw+GtTjQgedcwqw7lQHP8wKF8Q38JQdM5wW71C0QH8RqfI71Ezc1ZkR+XnI3Gkjjw6nJ607NPiOHXB70pbFR3LA5lT6io2BF25ySSaVeJhn1pJ223DetZRNpEOoNjA7Dk/WqMbEsKkuZd+TUEbc5NaoxkWJmBjHqDVeSMHDL3p1w4BG2lhUsSB0pkkcULOwFdf4e0oqVyMknnjpWVpVqs0yrlQc45r0TSrQRrEy8DHH0rCrPodFGHVmZqMM0WoQiMblUqcCumhurS01dry9lEFtEoDybC2M8dvrTGjXz2Y4yO9YHjiTyNFlUqSJnRAR2Od3/stYQfvI6Knws62fxj4SW4WX+0ruWRU2jy7Q4OT7sP8AJrb06/sNUsEvNNuGmiJ2sHTYyn0Iya+dAc16l8JX/wCJTdrnJ84nH/AVruvY83U7yQ/hVeVu4qVvamSxuigujKGGQWXGaoopSc+1RMARipZBzwaVosYx/KpbKRkyKScniq7R7mJ7+laxg3Mfl+pzUKWMjz5Lfu8YCBe/rmkVscF47hdYrZwjlCWBbHGeOPrXG67p82l6pc2Nzt8+B9kmDkAjqK9z+LF9p1ho+g6bbMJGgu1mmCDOVVSWzxgnmvCdXvZdR1G6vJ8ebcStM5HTcxJP86fQyvd3Or+HetajYfudNnZfKb7Qx2gqgOUbP+ydy+/p610f2jTRoOu2i2kkEFyuQpP7tJgCd69ePuHjPAz0NZlja/2bp1jbwMUlkihlkiVRumyrMxbjPHnRoOf4TxnpNq7ny0aFIi0Cfu0YlU28nGBxx5f6YPbHO5Ny0B1eTovxOVuNBSHTw7XaG6bDKuQEKnpgnHbnPv071c8Sxl9F0K0gKsLaFi0juB8zkMQCcZAOce2K7bS7GUabCbyytbm8aMkWkzibzCoTc2D/ABKAp28/6w88bVz/ABYk8Xh+4iEDXChMSMJk2x/vV6oBzt2qmVwozyM7q8tY11KsU+j799DunGHJzKNvmch4bt1tG1Ca7eNS9jNFCvmr8zuhUd+mCf0qpJaobMhUiXoVkz0OeckCteGyinkYT745HLfuWZW3EcnkemcY6881FcWjRyskMitKuAE3hNpIOEH154H416SXvuVzmjWUY3S/E2vD1+ml+G1EFtNJEFLzyomA5OcnPcDpn2rD1u1Oos2pzrOsMgQRxF1DBeFDYP8ACT/P8a3tEikl0u1uJUKzKkbR7GZyQpMSEqBwCcjC5yQCQB1XXLG6ntZY5MC9YAM8a7gWBwFznCtwAcc4IyDyRx/XZKpyvv8A1/X4GvInHmSPPr20EKb0LFAwXJ6HOen5VUArW1JR9hTB4z1243Y6Efh/SutvvDMEnwx0PUrG13X7zsk0i/xqzMBn6HateopHMcRpuRfQYH3nC/nxXX/Z2HGOKxrLR7yx1ixS/tpIfOAlj3D7wxkH+VdkbfHtQzSGxj+Q3oaPJPUfhWsbU98Un2dgD/jQXcyvIJ6jvSmA+la32Y/WlFsfSgdzI8g56fpQLc56VrG3OaPszDjjmkFzJ+zELyKDb57Vr/Zs9KT7PQFzHa2O3AH/ANaobhPIt1jKjdn73rW79nPsK1PDnhuTUdatpbuDzLCJGl2sQolYdEPoCcZzgYBrGtJRjeRpTepwGuafc2cNrd3YEa3KEwIT87KMfOR2U5OD3x6YJwZG4r0T4nanFFNNYrcJeanO4kv7iP7iY+5BH6IvX3IB9h5tI2a2pfCjmqO8mNY/NXsPhWXw9rmhrNrepfY9StXto4ZhMIpI44oUUBM5GN288D0J5xXjefmrpvCGhy+ILwQLJ5MMSb5ZSu4KOw+p+o4B9K1Su7Iyk0ldnr+g61D4n+Jl7qdtETZWNkYopMEA/MACc9MhnIHXAq/4w8P/APCRR2lxAgnmt9zomcB1IGfrjGcf0qPwFOr6PLa29vCbKEiKCeFQougV+Ztp6kcAnuc1F4s1ifSBptjpaN9pu38qDy03Nxj7uPXIFfGYuc55le1pppJdOWzuz0MLZKLVreZ5nqCX63d1em2aS1WEh2Z12vuxy3POGxx1zg8cV0d/Y23i6z0K5+2JDPEfKvGccyJt5kB5JPyEZPBOOmK3tYvvskcB182Et0ZNt0scYc9DtV2Hyl92MH7o25BI4rnbrV7azhxEbZ4p5pWWFYuE+dxuHPB4XHoM8c5r1ViakklFWsXXip1HJ9TlPGkcKXM0VhZpbWkLAKAADjAwW/iLHvu5Bz9BNpGkXej3lp9qj2z3UJdomXBgQkbCx6BjtPy9h7njsLHSza6cmo6bpwupIUkZV3FyGVjtCqwwcNknvnpnAzT0TQL/AF7T5PEL30smqNM7SW5+6dpI2Y6hhjI/Ae9ehCo6lNqxjRtTrRlfqdT4e0CLRJLnUbmSOSaaPa6gHEYzuJHfJIUnj+Gs34oRS3/hKKSyjaZY50nfZz8mxhux14yM49z2OLnhHX18QWEpIV5IX8uQAAZBGQ2PzHQnjt0rR1Seex0yZ7GDzLhRiOInaG/HGPf9Opr5NOrHFJzV6qkvSxrWlzczb0Maw8VeFvE+gaYnieYwXOnAFoyW2z/Lt5wOQeDjgg98ZzwHjTxILvQhpNrKZtOjv3ktjITvSNVwq8nO35zjPPFaeqaDbanpkt+XuE1XyzLMJYzGGcDJG0gDHbP5kmvO76KSNYGdSFlQyJ7jcV/mpr7y0lFcx5cJKT0IlOa9C8N6iui/C7V7m0JTULy/S081eqoE3f8Axf4mvOkNXo76ZdPksQ3+jSSpMVx/EoYA/k5rKUVJWZqnY09EEl7qNvbvMyo8nzc9RnJxX0J4f+1QeG7W9s5Y0uJolljEgyioQCq4zwNu0cd844r5otpmhmSRCVdSGUjsRXuGj3+t6n4btbzSbiJIo4FtktGIO4IoDEns27GD6EfjPsouXM+hoqjUHFddzob7xPqMyNbsZbFUBa4n3AhUH9xu59zjFR22pan4gspdt59isHCpamRcu5zw53dAcYA645rynSP7Xijmvr64N5DGd93ZT/OWjVhnIOQG7jjpyK9csY/PJu7sxiFXxbruBU56MT3z29M1birWZldp3R5pqPiPU7jUJdDtkVLlJXhD7htUqTuK8ZUZBOAe9dH4jjPim90vTZpXC26NI02MyBBtG3J9c+/SsmxWwXVr+4hKC5hurkXC7f3hBkOG9doGPb2zXU+H5hd20k1vt89UOBhtpPOOce3I96mMFDSJU5ubuzB1jXxDcNpOi6fB9ktJBE0iHy283GcIQMh+Dlj6c1wGva3q7a84vL+8vIIZFlQSOzAKfmU4PQ4NdDLHBoVutvfC73zt5824K0iOApLYHVSTgZ7rnJzXKXt0byea8UBRNJ8gAxhRwo/IUTlZF0Ic0rmvJq5ng8+yvngulIZCrFSGzz07HP6CtJb6507SRHa3AMcSSwTrNkK0rBgzr33DIHTtzXNaDZxX2vwCf5baFfNuWHZRyf8ACuo8YSxX8kaFFjvpj9oLqD8iYAVSvT7u3ng8DsQTlGKWx1Vqjm7s88upZJpd7O5OMZJ5qHMmOHb866E6GTyZ/r8n/wBekGhf9Nv/AB3/AOvVHOc/ulPG9sfWk3SDo7fnV++tjaTGM4bGDn1pdPtReuyBlVlGeec0AUlmnX7s0g+jGnC4uRyJ5f8Avs1s/wBht/z1H/fP/wBek/sNu0qg/wC7RZBqZa316v3bqcf8DNIby7Y5NxKT6lia1Docg/5ar/3zQujSD+ND780rLsO7IdGee41O2WaV2UOCQSSK2dfmD6gV42xgDOfx/rUWk6fJDeZYrkDOQKrMrXlxLt+UuScnnFc0lzVfQ2WkDCmmmLsRI4BOcAmoVJLfMSce9bzaI5/5bD/vn/69Rf2C+cicf98f/XrqWxgyrAcqa1bZBJCGIHHFZrQta3JhkOfcDrmtPSWyHX0ORU9S+hLsx0qKW2EmMkjHTFX9nr1o24qxXM4WrBcLIwqK7lntwh80nPAzzmtYrhc+lc9qk26+Zcfc+X8e9S1qVzWRIL/LfvQp9yKs2t1FtO51BB4+cD+dZq2sske9InKnuBmoHtZQMmJwPdTS5ExKo0dH9rt+P3if9/lNRyX0K/deE4/281zflkdRUtnbGe6jjUcs2OaTppa3L9vLY3pJi1uN2xTKdxC9lH+J/wDQRVSSVEkVn24HQHPP5VNdlTJsiJ2jAB9hWXKzSyk4IUcCs4q4SkaMeqJH92KE574b/Gpl1sKPlhhH/bPd/OssQ8cUvlle1aWRHO0bS+IpFUgJDjt+4XiobjxJcPatAvlANkFvITOD74zWYF3elVp02tmnFK5MpysO1S8a+uRNIAGEUcXB67EVAfqQuam8M6h/ZevWN6SdsMqs2OpX+Ice2azn6UxThhXQjnPTfi9o7Q6rb6zblHtb1FVnRt2JAvGTjuuMfQ1bvdQbRpkhWzEWkwBVMgBON2RlR0OOp78+9WPh3rGneI9Ek8K+INiOVVLabo7AHIUH+8vb1HFa/iD4b6xeR29qdZt2sYhguYWDnHAyMnccc9hmubEUXVcex14XEqhGXfocpcaW8lxBqWjNEL6FvOR84Wcc9T6+/Gc8mupe+0e70xbjWrGaK4MeIo4rjOyYtjI2nnudp/EVN4e8AR6XG8cus3Fyj8xLFGsa8Z55LEjPHBA565OKxfGhWFrV3DwRJLtYo2PlwSVB6qeOMjHPIryq9OVOvTjLzs/0NatWlWi5QVn17Gt4mDQafYtIUZVu4A24cn5wD3z/AJ4NeeeCbpkvGtjceQk7Rq0xOCgwy5zg4wD1xxXpHiayjHhyC7tppLiynMRimY4ZWWRTsYA/ewGH1Hbt5x4R0C+1We7aG3Q20alWupdnkRNkcsxBBwDnCgkjpxk08voSjRlGp3MKj1Vj1XQZWfTVlnby8qSX24AHtjgDk/04rn/FumRXmo2l5fTTz2KgbYWAUKR94ucnOevGBx6ddqwWODT44vOV0jUL5inhsDr6gfXB9quTnTYbKSXWYYp7RE3yRSx71GPb8evOOT0yK8Kg3HF6aXdvv0OiM1H3pK9jzXVvE1s+o29hBI6WRkBuZoXwX5HQ9sYycdfwp+saZc6rJoOkW84uZyGaacNnany/MRngdcZPPA61rxt8OrvUE8yK1wW7PPCuPwwPx44GMZ5p3jPWPDHhexMPglITf3qESTxTNL5KdMbiTg5GQAfc9BX2EMJGm4uPQyqY6dSMlJb/AIHD/EfVotS8TNFa4+w2Ea2VsBg4jTPcdeS2D6YpngRbGXxDAurGdbGNJLiTyX2t+7jaQDPvt28EH5utctkliasW7EPwSM8da6WrqxxbH1N4Buk07T2/tl4obqYKpVQRjaMHPvkkE+w7AV5T8ZNAjuvHFm2jGOSTVRgorADzFIBJ7AEbT+BNen+GvDUmu+HrLUpmKTTweaA467l4/nSXfgtILn+19UuVii061kZpFXJXPLEe4Vce+72pRioqyIu73PM3sNM0vWdK8HadcR3dvPcpcajdNHgzsvKxj/YGDx6nNdN4o8MJ4q1u9uUtUW3gTykd8gvtGQq4+v61FoWl21mv/CYazamG/uARaW2c+Wp4Vj6tsx17c9enUw+LdJtfDs9+ZFRYjsEQOWdzyAPUk85+pqZx5jaEnF6HkPg7SLPT9WutRumkiWzJURTqV2vg7wSO4HTHr+fJeJdTbW9dnuI1bYzbIVxztzx+P+NdJqHiF5/kgtnQSymaRlw3msSScn65/IdqztBsIrvxHaxwJbxs8hcPPJtij2guWPHQAZ9K4cPSl7aVapvsvT/gnVUpe7daHW+H/D3h1of7Jv7fUtQ1JjG9xNZsQLfcVAyCQNoz1IOATXIeJNFt9H1S4sln+0i3ndN69o8Ky59/nIPHUfl0s+g65p2tPqGkGW7uLhzHIbd2DRlhu2yI6gqCBkE8YAOelZ+r+F7i0sb6+nuLe62ESTFbli5BYLuBZAGG4gEqTg8Gu53OZRV/iQvw81fTPDfxDkn1EBbNWliWV0LGHJ4YDqDj5foxrrvEHiy51jTPEVnZXMWt6atqoBlhEbJJsG6RRjAAwWA65HB4yfNbmzjmmJEKPLnG0SnLYAGBwAcegrR0a9uNDSd9LZYJ5ImSQDLA4GSM56genr1qVNJWNnhJN3uaHwu+zhbr7eVEJljjTIPzOxwOfY4+mc1b0zwxdeH/AIjWKzvNLHI8jJcqmQQUbBJ9c8EH2PQ1cv8AwLdtM39mTKILUEj5Cj+aGZNwUE4VmR9p5b5cY5BPpq6xBbPpcesLCr3kKn7VFzFIwXOQeuD278iuZYecK7rJ6S3RFScXFRj0KkNw1hriQ3MC7LpfkuexYHhT6dSf8moLrU9OuLlrZmAdjjaBnB9a5T4h+Iblb0waPcLJbMgIKLk7sn5c9+nGKb4d07VvEEdlfxxbGt41i3uMBgOQT68HFdcVZXMDpdC51WEfX+RpdW8OStq17qUd0RbkeaYsZ+YKQec9Dx+Va66RDa21w8rhZVOY5M42e/0q1o0M02gFJm3SMki7sdclqpvqBx/ibxGL3SNTtYh5flqPmIGGOQMe3Pf2NeH3MzPIWclmPc16t8Q9Hk0LQ7ucSLIl3IqcqQR8xb868fkYnmncEMZiTSdaULmnqAD7UANjGW5pxO1iOKQNhse9EhyKYDlPfNOc5XnrUCn5qVn+akB2Xg+/WztroSHqFdF9TyD/AErTe/nk+ZpG56YPH5VzGhwsbcyuTtJ6f5/GtCS4wMD9Kzk3sdFOKSuy1NMTyzE81XM4z1rOe5LMRngUizKCATilYq5ea45Jpn2g4JVs1WZxmqvmeXN1+U8EU7Cua63j4+Vj0qu1zKpyk8kZ9mNVd+1gRROQVyO9AmWXvL1eWnnGRwd55qP7bc4wbiXB/wBo1XhkMi+WScjkUh96dyTb8O6hKmrW6yyyGNjsK5znIwP1xXeqc4wR6Zryy1n+zXMM5Bby3D4B5ODmvUWMijKkKfcA1cGZzJWP979BTeWP6VEsjMNzAA9zjFOye3atCBePc/jmh15zSfh70hPy80Aa7SJEhaRlRR1JOAK5LxlqVnf2aW0M3zLKHL7cjgEf1rH1jV5r6Uh2wgPCDoKwbmUnvzXSqCt7xl7R30JJLaFgB9oPX/nn/wDXr0rT/GOnyttm3wk9zyB/X9K8n8055NO83BGDzS9lTWyHzye5t+N7iO58SXU1u2+F9mxgMAgIoP65rCtWOJVBON2cZqwLncux/mQ9jRBaqN7xyDBOdp7VhKg73iaqrdWZF1U1Czc1ZkjaNRuGPxqox+asmmtGO9xy9afGfmHHeoxUkPUZ9al7FR3Jl5mX6iorzieTHrU3/LZfY1HeDFxIMY5rOG5rPYypD0pE6D65NOnX95getIOCa2MWNxuf6VPFIQcDpmoV4BPekDYk49aBHZ+GbcT2vmlQzRllIPpjI/Wu5ii+y7ArEo3Az24z/jXm3hnU4rQtHODsduTnGBXoUGqWt5FFiRVUYALcZYg9+gH+e1c1SEm7o66U48tmWGlyx+vasXx/Ef7CwSAVZZyO45Cj/wBDNbvh6zNxI9xc8QQ8tk/ebrj/AB/+vXLeL7kXVrqbyOxZox5YAz0kUnP4A1nTXvJl1HeLRwHmYr0T4STs0l9HzsXY357v8BXm/Wu++E0irfXqn7xVCPoN3+IrrlscKPVSeexFd5PFb6roiu20Ex5B6bTXAxq67hIQTkkEDtViTULqDTZLaLJiZssO+ParWoNFPyGW5KDnaau/Z22/NjitDTtNvb3Mxg27QPm6b/pU97ptxaQLLcFEkZuIs5O3HWokncpSK2l6b9suVhUgEgljjOBUd3pE1nfpabQ0r427DncCeK29NgubCE3zR/uzGxOGGSOo/Cp/ClzLqupNeXEagQhstj7oHAH8z+FVFWVyZS1PKvH3hSew8NXE98ofUH2QW0aEsS8koJx7lQP19ay7vwNaWOgQD7IJb2Joy7gbg8ncE9dnt9PXNd78RPO1zxloenwsFhtZxeyEDJ3ryq+2ADn61z/xG8UpokS6fbjzrmRTI/bCgE5P1IGPYewqZSdtCdjJ0DwTdazqUlxf3kSkEIwEW7K4wRnIwcZ7HkfjWje+AXEVzHaOY7YSyoI/MIKr95QT2yvXHf26SaD4lsdC0/TW1OaR7q5X/RxMOUJIjOWAwBwWLHnDdDVWw8fFopbm42vbYjaRoxyhe0zj/vtJB+A54ryeeurtrqdKmnpo0ZHiR9Ssbg2sl3cRBpVj+0RKkTznL7TuAyclCevJrP1ue9k0WKS7jl2XNukjzBBvMe+Lk9uS0OSBk4HNbHjwLJqerQXWd0UjyrIx6BIJ3iH1DSgfjVDXL2dvhvPFeoY2hlTT4SUCllQRA44z96F/++faudcicJRit/zN5zto0ZVja3er3ElnbRTRzCMzs/lhW2kIfzJdTx3I7dKbTTxyNYvbXZuogrfvEXev7syKM45wASM/Wu0l2J4s821YRxyaJBOjY6gXMYz9Sq4rnNVuxf67e6nFGQkiJtyclSkEUZBPX/lr+ldCxM+dq2lvxMowhJpcqNxfD13otiJLu+e3ihUktvDPESGyqnOe0n3fTPcVWsvDWnyWyi1v4lluHCoHZv3oKI+BnGTiWInjjJ645n8Y3N3dWuqpcTK8certDEofdsXF11/77/DgdsVxum3MdxaxtczqPJt7ho0LjO420iA/gYIvzHqKdO8ouRU5uLsb/iXwOLfQhdwmMSRgidVGQpwMY+p4/Ee9UPDuq6hD4dstMUh4JJWuLcns4b7h/wCBhT/wOvQ7ewnvvCs+y8hvLqOKFiys0m9SqM5wOSWO4jj0rj/BdlH9hhvI4vP01LjzdpGWgkyoeM+oZCCD6gA812YaUnH3zmm7s6bxBHD4h8L6JqNpsE1vNF5qD7yfwlfzxWebVsfd71v6x4amj1+O605ZHs5t7skY4VipIJ9csf1qtNE0UjIw5U4NdaVxRZkfZj2Q49u1N+zsCMofatuzgNzdRwrkbyATjOPep9XtktL+WKMMEXaRn3H+NFirnP8A2Ztv3TQLY46N9cVsRwPJGXSNmVepAPFEcZdtqglvbmnyhcyPszHsaQWrHqprZeMxsVYfMOKZjJ5HQ0coXMv7I+OhpPszj+GtWkx3zRyoLmV9lbj5DgVo+G7vSpfElxo+o+f/AKU8sVvcrNtKMeR09TGw9M4z1NLK4jRnONqjca82s0vdR8TWwsbjy70Pugc87XB3D8M8k9hk1jUoqo1foUqjitDmUjkmnWG3jeaV22qqAszn2Hc1Wk4YgggjqCOlXL62utNvmhuY5be6hblWBVlI7+td4umL4qvND8QWqKZZZ1h1RABgTJg78f8ATReceua1Mjk7rw1dWeifa7mKZbhiD5RXGxCCcn8MfnXVeHbqbwx4e03Vk09prK9jaOeRcgrKkr4O7kDKuAPXHtXtF9odtdo/mfIXgaFyMZ56MPcY4OPT0qDw3pMHhvwfDpsxW6hC/v8AKBlkLctweq84x6CnGTi7omcVJWZxvgfxJc+Ir69dokt7OGILtLZJdjxzx0AParuuagYIp7zTtlzeW7NDmMZeLdgOVHrjHpxn1rptH0PSobSZNHWOC3lmad41HQsoAwDyAQOmMemK88k8P6r4Z8ZxyxPJe6VqdxsuGIP7vc3V8em7O76jivn8Tgq9fFyxXa1vPv6HRRlClBQRTj8Ba9rFtNeHZbTyYPl3bH5ged+VzhuowR3NS2egWNhrelaNeXLjUJoTM6NhgsuOQe3r652gd816pNq9nYzqjyqY3ON6kMB9cVwuqaNpXiDxiurrcywzQlP3cfyl3RuGJ+gA49BXp+x5kuYcqzbbO5s7KOzCW9smLeNQqDcTgD61FdXFlY3Ey26h7uQGV4oly7kADJx7YH4VclVLi18qT5SejDgqfUVW8NaQLNZbm5jQXkzlWdR1UHA/Pr+I9K6IxSRi2cHoY8vW9Y1BtkKXbq5Rsgx7A2eT759BwR2pfEOryX1rato7rHLHNEsqsm4MjHG7A64ypJ4xXR+MfCDahBqL6VMbe6uYhlQAEf5huzx125wOOWJ71zmm+GNTsb9P3IkR2AU7uAByQfw/lXDDAJYmWJb10sVKpeHIcbaalr/iz/QNLsNvnjy5JlB2Bcc5Y8AYH1PTk1g/EbTf7H16PS13NHZW0cayMP8AWEjezD23u/8ALtXo138S7HRW+y2Fi7vbnZ5S4ijUjqMjnA6Yxj6V598R7y41DWrW6vMebNZQynAxjcC+MexYj8K9KdX3lF9TGEFHY5qxspbtbhoRnyIzK30HWoVrrfDmkSzaHqEiEqwhaZgOpCjgY+hJrlJV2P7VMZczZrKNkiRTjr1rsfAusyW8slgXPlXA+Ueren0I/UD0riQauWVw9vcRyxkrIjBlYcYI6VoiD1nxXFqt5pLR6QiNA65mjCkSsPT6eo4PbnOK6jQZTNo2m3N8AtvFBCIMfMXkKjLYHccgDHr7VyFlqBl1m1v47iWOB4Y2kiEwCKCSDkN1AxgnjBFdD4N1OG60UG3PntbXElraxE4yCcox9AE/QHFJAc7byWMs+owW6Il689wZmzh2bzDgeu3aR+I9a6DRTBBYTafLePC8nCSQnDhem7Izjkjk8dKzPE+kw/bRPC6JrUinzJUBA25wTtzjuBk4JIrz3Uby50nVpHs5nkwvltJKBIrtnPQjHBxx2IpX1K5dCaWzutJ1DVmmdnmt28vzCeH9Prn5ePeta80+2msrqSeJRGV3MyDlSAeQfy/Ks3TBb6nYIJLnNyZTLOrn5nOc5H14q/4hleS3g022yZ7twpGe2ev9Pzrx68nUrqMdHf8AA6oLliZuiSJpOl+fMpk84BnRTgkZwoz6HBP/AOup9DaW9ae9uDlnYRooHCKP4VHYDIAHtTtTFjPb3ke8I0KARc9duAuOMc8nrwP11tG09rfTIEbh9u45HOTyf516kdTOTG+WDyBxSeWOwq+1uezDFILZugIqrEXOP8VW5V4ptow2VbH6VnaBJ5eqxhsbXBU/0/Wut8SWLzaTMQoJjG8Y6jHX9M1wsMnkzxSr95WBH1BpNWGmd8Yx6Y7UoQd+n0q6kW+NWTBVhkH60v2ZiOgxTsFyh5YpRH8uMZq79nbGOM/Wh4GWMsRwBnNJoaZQ1D/RNKkk/iccY7dv61k6FFu82Q8jhRVrxFK62NvE5+ZmLdegHFWtHtWi06I7eXG78/8A61ctBXbkb1XZJCmMenT0FN2D2q6YT/dNHkHsprqsYXOV8RwbJIZgOfunH5j+tQ6PIBfAHowx61v69aGXTJTtOY8MD9P/AK2a5GGQxSxOOqkH8jUNWZcXdHXmMHsKPLHYVbRA6ggEjHBpxjx2q7EXMXUpltlHAyo8wjGenA/M4rmbeJrm5VRks5xk/wA609anEsmFOd53H2A4X+p/GrXhuz3SPcsMhfkT69z/AJ96jdlPY1IbdYoVRBhVGBTvLX6mrQjAP3TS7MdR+VXYi5TaFG++ike4rMvkhgdmhREYLtyBg5PX9OPxrck2xxs7fwjP1rnL5iZAGPzdT9T1rOo7KxpBX1G6dbfaZSGB2YyfpWj/AGVa9o//AB4/41Z0m12Wwcjl+R9O1XfK9jmnCOgpS1OO1u3Npcfu8qjDKj09ah0jZLeCO4AZXGBk966LxFZ+ZYM4U7o/m6du/wDj+FclE7RSq6H5lORVWsI6wabaj7sS+lZuvWsFvZ7kiCuzBQfTv/SuhgxLCkq9HXcKxPFpEdtAvdnLD8B/9emlqTJ6HKyHmomp5pjVoZE0bEFSOvtW9J4q154/KbV9QdT1Uzsc/rWHEARkV6n4d0a08I+HW8QasFfUCoaKPrsDD5VHoxzyew/HIIt/CsasdSnm1621S6s5ogoSb542+YNuIY5JBCkFRkV0Xj6xMcInt5Iru0Yb1yAzg+pUgjA4zjr6DNY3gfxZq2u6jPI1vaWmkRsPNkKlmyRgIvIBY/TAHJ7A0vGOt6S9xF9hW8imilRmGGO5QwJbG4A9Pb8K8vHQjUnHujqoJrVmpp+pKvh/UdJvyY4pQDuULjfndlUULwCFzk88jNZPia4mOm6Zo+hqf7IgXLcY8w8HJ7HJJP1+grOF/ttfMkKl2VZIoHi4Y4wpyuTkDJI47emKjjt57u4nuWjWVZGVf3qeXuBVRnI9Pbkcdc4rKDlTfNc6qtOLWx1mgyObdftG5ZFbCxnIIPp/P098102mrNLch7aWFZNjIjPGXUZGBkAjI+h9ax9D0S/ht0kuZLMQqpPnGUbOxPv6847Vk+Pb+aw0CS5sbyVLkSIVdPlLDIz9V6+gPHFeNKM6uMjUfWS/MxtaHKjiPEHgTXLd7i7SCG5UuzslouNoyeiYGB6Bc49q4qQnbz9K7jQfH2oW7NFquLy1k+VyVAcD1BHX6H8xW18RPDumahof/CTaFKvlsFM64xvy23d/vbiAR9e/X7G5wnlK1Yj7VXHXmpY/c4poZ9gfBPVI9V+G+nkSK0tqDbSqP4Sp4H/fJU/jV3xbsvruz0dow9s2bq9U9PLX7in/AHnxx3CPXjn7Nutm017UdMZz5N1b+aBtJ+dDxz24ZvyFewqTNfTuADLOwZj1wgHyLyAcYy2OxdvWk3ZkWMzxBo76xp92sRK3UkRSNyeFz2+h714bqmkXctqllZQxzXhlCPDuYuDlcgfwkfvIssOeT2zXvPiOLVLu2GnaEwt3m+Wa+c4EC99g6s+M47DB5BxXnGiKnh/WILL55Xgk+zG8nAVmAY/KvsTnC5PpnAyJbSV2VF2d0Y+seC7fwroIn1ndc3lyrLthJ2IQvAHcnH+elcboMc0uvQGCWOJVWV3LReYBGsTM4K/x5jDLjjPTI611fxIvtS8Q3CX81o8VjAdlrEZecGNpN3HBYhDnB7Ads1CfC91p1x50M7C5t3bbJHMwKtz0PXJ2t+Y9a4HiaNKfM5bnoK84csnqdULS9u1ifTdSttNDSW6TXLqkSXR2AKEwcHYBs8oZAIPJOaxfFNpJcaPPa2jJZPHZyPLbSWyeYY4pd7KzAlowx2yKmNnIwxzVXXNHmewM+o332t4YnkRJZWbJAZ3C5z2jc9s4GazI21i7uxpNzeK0EiquHmkZSgujbgYzjhiW+ldccbTqwUovQ41Q5Zbmd4euvsOoRXFzbx3SqQc4Axkctjp0xye5A5xU3iS6t9VvLm5s4TDbkcGJvvHBJL/j249qzZre5trN55Et2RYFmMZyw2t5JHHb/Xj8vxrtPD/hW2n+Se6ik85leJ0gCbo2dwG55G5YywPYZH04MRUpUH9Yn6Hoxqwatc34ZNKtNK02S+uC9gCEtnkk8wy7lZDvC8hdiKcYyhOBnBUc7NrcemahJoWpMk/h4uDA6EstuxGflfqR82Cc9QehOauSeGIo7KJpppZP3ckh2YQgAjaR164x+JqLUfDliPDV95Ikm1GONmR5NzucA5AHTkZ7cZB7UnnNGTSV97HG6MYp2dzudK8G6PJALqzLybzvAkbcAevpz3P/AOrjrdGjSCIxbQoXggV4x8KfHMBtU8N6/uEL5S2ul6pnnax9M8huxr1uOCS3tfJeYyME2mUDBYdA3oa75Nxepz2OB8YtqOreI47OwkcwI+CoBALAlST6jp/nGe7lul0zQbm5ugI/KXLgf3sdqXw/ptxAkn2+RJ5mk3JKvVlIGM8dQan160ju4fskqkxyMrOOzbTnH6Cq5kKxyPxQtm1vwsbDTYvPm2LeBh0IGcAepIzge9fOkilDtYEEHBBGCK+pvEGox6Zpk8xK5SPbGPVjwBXzh4itJRcy3h3PHK+WY84Y+v15NOEiuV2uYjDjimk9Ke5G0HrUBOa0JHZwc0ZzTfrSZoGPz6UmCWwOTSZqa1x9ojJ/vD+dAHSofKt0RTlVAFUZ5uCfap5mxHWddHGBWaOh6IRXO2ms/NMzgUi/MwHvTIuXzJwKrXDfzokfFQM+6mFy8G3RA96QtlPem2xzGBR0akBEj7ZARU0cvnFiR8wODiqrja3PY0WzbbhgehosFy7Xp9jP9os7eU9ZI1c98ZFeYd+c16B4VkD6HB8wLKWXr0+Y4H5YqobkT2NY4OM5wKAfSk789ams7WW9mjgt13SOcAfzz7VqZkK5bAXqePrXS6b4O1S9USSIlrET1mJDEdD8vJ/PFdToeh2mjQpNKBLeDHznjn0X09PfnPHA2FuHZmLFVyew/wA81aiI+TpJ2VccEnqcVSeTmo3YjjPFQ55raU2zNRJGY9aTcaaTTSazuVYmEhqWG4KsCDVVWzQPlkIpqQWNOWbcBg9RyKqEfNTVbK8mtLR7BdRaRWuBEyAHBXdkd/8APvUVbNXZUE72RQFSRD5gK6K28JyzzRw287SySHCqsXJP516j4V+HWl6Vbh9WWK+vWHO8Zjj9gOh+pz04rCK59EaN8mrPE8ESr35FJeD/AEmT69K+lI9H0WzxLFplijg8FLdAc/gK53x6IrzwxfxNjhTLwP7mD1/z1FUqDWtxOspaWPnqT/WHPWoerYqd1yz/AFqIDElQNjZOFqH+IGp5OVNV1ODTEdb4OjdyziIOqt1zg544r0W102x1Abp7YJMcHzI/lf8A76H8jkV554JnMaSKshRt+Tg46gCvSdHuDIwDPyeeW5xz/wDWremlYmTN6WxkbS1tYpFAUEs7A5bnrgDqfpiuPt/ByaiJYzeSHaGjclNoUkY6cnjOe3TpXeW8oVB789ev+TV7RrRLrUsyqjfxkEZ4GMD/AD0rjxkVSScN2dGHm56S2PBvFngbVfDqmSWzuWtwN5lVC6qvqzAYXnjBx7Z60/4Xhjr0xTjbA25s8D5lx/WvrB33jLRqzZOQxz19vzrOutKtLjmWFCT12nBJNZe2drMfs1e5ykQilaAApgsq5dtoHqSa6hdE0S6XyrefyrpR/DLuyfX/ADisy48OBVIs5ST/AHH5/I1jbLjSrsNNFtkXoXHB+h6HrWtKd9ArRvqj0exikghWG4KsV4DDvVcaKH1AzNLvRuVSTkBvUfjzVS01JprpbNAZZfLWRto4UEVoi6MZ2S5Ru2eK15rHPYpzeGriTVI3mvmazVW3W4GBz269MYq9NHb6Xpvl28ax+Zl2A44H/wBf+tWWvPPaPBwxIBrnPEWrQxPL50gUDhVzkkDgYH1/X6HCc7iSOY1Ga00WG/1q7G66uD0z8zcfLGvp0yf16V8+6zdy6l4guLm6O6SYgvgccsowPw4r2fxDoM/iN0nN3JBsH7uGSP5R+PqeOa8Q8VWMul69PDeBoZo1DKMZ388YPp1P4VFmXpbzOo8WXNlNFZLaSbtQhjS6gkGdqxrAWb2JLqv/AHz+eMYrTyLqGNlKRNHtZ/4lW4kT8RtZfyqrNbWM+lLqH9reXKuYVsypdlAUkDO77p6d+v4VPph09plkivPKNq3nyNOf9cquDtA/vHap+pNZc8bW1+4yUHHYk1mRG027kluS1wSy7TJuIKmBSM/TNaHxELvaQPHKzQDylxngyYl3n3PTJqssvhuCeX+12fUJJn82U2owocgkjORkAuRkHB2A96s32oaBfaBc2y3Lo7RtNGJEyyzbi+Bj1JZc+hrmdlOLUXo+3c0lKT3Zn6deSpcWU007t/xLAuXckKguCCMegAJx+NQ3du2nLqL42tHJIyoTkAF7cj/x18GqNpqMEM2nmQF447ZoJUPu8jcdfVa1NU8WwylzZWUaSNjMkgyScIDwOMfL+OFJrecGp+7G5Kck7oZrciyWeoKkSq0GoNDjr8gVzjPXHy1TsbG4n0dDbQs+5clunedT9T8w/Sr03iiCYT+faRSHzWdDg/MNrAbvXg4/E8VSuvEclx9nIxAVKkiHKhdpfgfUMPyppTStGNhSc5O8jW8D65qug7Hg3+WJHWWGUEAgBcDnpyT09K9B0a1srgXmreG3KrM2b7TyM7Tz8yj6k+2G9sV5B/b89xEq30rSGNlKYUDgBuDgc87fyroPhdqM9nc3s8DkSLsx7/e4x71fvRXNIuEW3Y+hfDMe3TLYMcoqgxk90PI/TFc14ysxbau20YWRQ59M9OPyrb8N6rHf6XEYoZLeRDwjKQAepA/2fSp/FMUd5YW10oOY2MbDuM+v5VrBphazPOr57m0sZbq3hdgh8tmX+AsrYP5itGS5+2zJe30MixOq5UduxA/GvQPDOiwz6f5EiAxzDdMSOo7D8v5mugvo7QRrbRwRsE4VdvC1dxXMO0urWLw8ZNNsiiohxGwxk+5rzO38QSWOszST25S3b70SpjGT2r1fUpY7KzeacEqo4RRXnM/i62vbt7S408W6BgUZ15NG6EWtZxNaeZbwr5bYYsOvPSsHaeM5rv7S3tLuywsimBh2xWLqVjaxTlbflRwec0Iq5zRHsfwo5I4rZ+yqe/FC2SHAHSqHc5XxBL5Gj3JU4bbtHvk4rze30rV5/wDiY6bYahLHC+ftNvA7LGw5++BgEcHrXonxExb2FvEOskhb/vkf/ZVofBv4i2ulxf2FqqtHC0x8mYcqu49G9Oe/vzUc3vWKcfd5jLsbGH4jWMU+sW/2PUtvknUY4f8AXsAArHGAxAwGXrjBHU4zvBelaj4c8S6rod/HtuwizLsO5X2ZwynuCG/mDggivYNVsdOstYuNV0J4/Muxi8s8bUuevzLnhZOT7HnOMlq5/wAYaFJr8Nl4q8Ls66pp5xJC/wApcLyVIPQ98HqGOeTTMrmXq07td2kqyMDKAMZOAemQf89K0LfxEY9Ul0q/DRttQxsV45HI/Cun0GKx1PS7S7toh5EmXRHHzxnPzIfdWyPwrG8deG5bvWLbULTAdY9jZ74yf60nsMpyeIotLdRKV2SfNleoAxj+f860L2SXW7Dy9NG6VmC7iCNmT1P0rKvvCk+oWELxsTLJ8rKw27RuxkfWui06E+EfBM91erm4kkUFQcn72D09BuNcmCpOjRjB/wBXKnK8rmCmhiaMQRsIo4pPmBU5OB0xUJ8J3Ed1by2t0CFwHOMHGf6dq6mW4jntRLGQ24Agg9c9CD6Vx+oeNbbRr8RXqTrCpVWuAuY3YjPGM478HnAro16Eml4m1m70pvJWBeV3JL2Yd8e//wBaty7s9YbRI3tLgJqIRWZJFBUnHK/X36ce+Qk1rZeI7KJjIGxiSOVCDjPQg+hFW9R1m6sAxfT5ZoUADzIwI9zjrx1/A0JgReFL+bVdPaS5UpcQthht2n0Iweh4rUkhMccnoDle3al0dopYjcpGqGQnfxjnrU95ua2kxGSu35SO9O4HzNqmgteeNGDIRaui3MpKkYXoQenJYHp6+1O+IV7a6p4ksrUSR+RbgLJMOTzjg/TH61d8a6pdWtsIoFkhEpIdxkFcdh79fyrzabiT5STXl4OnOvKNao/hTS/zN52irI9J8EzrBdXdrKkZ+YzcrneoB3KD0A2kt06qK4nXrJbLWLu2B3LFKyq3queD+WKdZ389ikcq5EmMxk88dOncVn9evWvThFomc1JJCBQKevFNqaGAvFJKSFRB1PcnoB7/ANAa0MjoIY2l0nSZJ4y0CyyxnHfoQPz3V6H4ZmXSjD5MlvJ9o4IiXYCRtzjscbh82ehPArzfw1rHkobG7t3uLZ2LYUEkcen/AOrmu089p4ohpuiax5FsC+TCzl3bHHfsBXPWi/iXQ68O18EtmReKddtILW5hjjmWZgDJKz7i/PAyPoenGK5rQ7x5rhEKJ5UgwUK5G3OD/X/JqvrlvrD2t01/pl7Em/zA7wuoj9jkcDFY2m6ncWTfuwjHaQpcZ2Z7is50pVIO+5rCrCnNW2L7CO31W6ntAuyOUiLPQc+3b+lXdKuLm4a51K5w86KbeFAMZYg5HT0z+dYUN35TFWUsh5wPWtvUM2ugWqFMPIpbdjIYsQT9DgjsenYjNXyJNN7mbkpK6GYGo6tFFGjIuVj2twQq9cj14JPvXedAMY964zwagl1BncbmRCw+pIGf1NdqAMY7VtDYwkxMce2aO1P9O9BNWTchmjE0EsbgFXUqR7GvKbqNobh4XADIxBx6969ayBnHNec+Lrb7PrMhAAWQCQY9+v6g1Mios7LwzN9o0S2Y8lV2H8OP5YrTzk9j+Nct4FuN1rcW5x8rBwPXIx/T9a6kEj+lNbCejEyAfSmXJJhI7nin89MZqORh9oiU4IySazrS5YNl0o800jlfETNcaxDajqirHj0J5P8AOurjQRqirwqjAArk9F/0/wASSTnkAtJz+Q/mK68jjmow8eWJVaV5DQD/AIYo4p+OOabzzXQZEM0YmhdGGVYbT+NeZ3KNBK8bj5kYqa9RGeeOK4HxbB5GrTHGBIBIB+h/UGomi4M6zQZTcaRbOeu3aT9OP6Ua3OILFgTtMh2ZxnA7n8Bn9Ky/BE+61uIeu1gw/Ef/AFqreKbzzJmjB+Vf3a+3Qt/QfnSbsgS1MBi9xcfIvzSNtVc/kK9C0+1FpZxW45CDk+p7n865fwjY+ffNcyD5Ifu+7f8A6v6V2ZH4UQXUJvoM2gmkZR2FSEfnSsPlzzgd60IMfWJVijC+nzt+HT9awLGA3t8iHoxyx9B3qxq1w9xIQoJ3tkYHUdB/n3rV8OWRjtWuGHLnaD7D/wCv/KuX45m/wRNPaAMY47UY9KlKEDOOPpTWXHWukwImQOpVxlWGCOuRXm19bm0vZYG/gbGfUdjXpjY5zXI+M7TbLDdKOGGxuO/b9M/lSktCkXfCdwJdOaFvvQtx/unkfrmub8UXTXOqzKSdkR2KuemOv61N4dvVsr4tKcRshDfz/p+tY1zI0sryOcs7FifUmiJMyCkanGrWk2hvtSgt+zN830HJ/QVTIIrdhFIjMNygglfX2r0H4meJYdbl0l7SUy6YE8wr3D5wVYf3gP0PHByeQvtJeG/mhTO1ZAq/Rjxz/nvVqwtns922F5kuEaJ0O1k/E9iDhgc9vrWbkikrO7Nnw7OLJ5r8gR28S5jjD5VicZbHbOFH4V3upaRo8WpxT6rqQtzjbHBbZMk3GSGOMAZxyM5HcZrzDStMuHuhHEXkhjDXBBkUR7UILEkn6fmK29Yur+XxJZfaLaVrhBmGJAGVwwwSGDEEe/TjtXmTpxeJjJvvf0O2VTmp+50NLVrFJ9LuNYkbyIWnZFGC2VGBu9TjPfH3e/GcLSdb/wBMgtZ4xPDtWOTI2nJYccYBPIBJz0645rpJruaT4e6gJLdW8m8ONjowWORRH8uCckMR6cMK4SK3mj8y4hV5HJG9UI3cMpzx7gfTNaQpRkpK910IddpJM9k1Gz0+Owtb+GWb7JM21kaQlY35OAM55APT+6exFcB4m1mC+u4IsstjJE4XcAu5t7Kw49QFxzVe38Q36afqEF3wL0LMA/PkFCBv29BkfKe5yPTBo2umq1i5uvtBELyxgwgFI9oyRyOSc5xkZHTJ4rBYOnSaqy3/AA+RNOv7+hWhkgi0y8iku43iWPbFGQC27sRj69a3PA91GPBXiiG9I+ypFuQMeDIykL/48qfiRWbe6Hb2drJ5syTzBX3s/wAghIHyrgHg9fxGOtdD4Jii17w63h821sqqTdSTM7Aldw5yDxjOMdP5130Jxkm4kV5udlbY8sk/1jfWnLz1yK6r4leGx4c11IoSpt54ldCikBSOCvJOTwDn/arlBXUnfUwOn8Da9L4c1+2v4izRg7Jo1/5aRn7yn/PUCvqixj/drJJJGqzr5isWB8wEdR6j9K+N4W29OK+ivhn44fU/Btlo0lsk1xZgxNLLJkhAfkIGOwIXr0WlKN9RHoWqX01lYk6XaC8usfKHkCIPcn+n6ivHdSj1HUdfR9UKQalmL5WdShZZFkB4PTAccV3cuvWAv5tJnuvs9ztBAb5A4OMFSeDycfUVznhm3kvtXnh12zsr+GPISd41fGGxwSOnWsp0+dWYJ22My40q70a4jGpRXP2aKOSODABRyWnVOec/JMARx909cVFeeJbEX0kse6Tz8SKMYKkNk5569fxIrZ8TeLrHw5Y3eiXtpNqAUlYUduHU4ZRvOTldwGeuQDXiF59ru5rl4oZnSNQGKqSI8LuOfT7jH8D6V5dTK41Z3b0OunNW949C8QeItmlyKbN5CwK/MAwAMcgJPp/rAPzrlf8AhIdmtQXn2d1VTlhuBOBembIH5Lj60tq+pXCSCSyuJ7QTPD/qiTuDICpPYgOv5j1rL1qzlgmfNvMoW284HYcBTNjdn+7k4z68V1YfBQow5UhycWaOp3kX2bVYf3is1jbxIGUjLL9nDcen7kn6Ctnw34lFr4eF7Iks11bolqdzZBKh1i2+mFlIx/sj1rBtdk2u3EcpIW5geNdxwGYwsqZ/4GV68ZHPrVPw3JF9muUuiVg3oQxUlQ5zgHHTjcf+A1fsITi4SV/6sQ0lLc6TVvGF7NqEjxxrHbxQCEx7jyNwOfZsL/Os/UNbupHE9veyqMqkm35SrDIPPbO49Pb0quNF1Ke4jsFspDdO4d9/ykAkjDDqPx5xzRDpqXtre7ZljEcElwQwwWKIh4Ho29Mf8CqIYOlBrliaOUFsUtB0e4vJGnsgZJYbiNDAoy21jjI/z79q+gtEnudPs4rG7lNzLGu5sjIjHpn/AB61wnw406KyuFvhIx8+1jkZc8byM/ny3510vii/bTtH8iB8Xl0Szv8AxDPU/hwBXZJXjdnLvKyOtj1m3QDEoCAZIz/qz/h/n3qzqOoQSMlyrDy/LY5zxnOCK8Rtrm+tzuiMkh28AvjPPfrmrsl9rLwp5k8UKod4UMcYJHoR7VzXfQ2dNGr4zv8A7VDkk43YAPb3xXIT2M9zpt0BDIY2jLBsYUEcg5/MfjWtdX8jKTP/AKRKD1wAoNY2ralPHFFIGBIcExZyDjnB9jitI3sVypHA3C7XK9hUJra1aCIxR3FuCEmLsN3UjewH6AVjkcV0J3RzSVmFMxTqRutMQAZp8LBJUJ7EGmc9qkhjMkgHvQBuzcpHz/F1rMuG3SH0FaUzhbfdxkVjk5NQjaTHVJBkbn9OBURapWyqhfxqiBrc0gGBSd6fjikBNbnAFTSDPY1BHVlTke9IorXS5RW/CqpJWYH8a0WTcrKe/SsyfgqaaEzT6jI712fgmQNYTxg5dZNx9gQMfyNcNaSb4x7V13gOX/Tbq3OAJYwwbHRlOB+e4iiOkhS1R1pPp/8Aqrt/A9okH2ieRQZF2ru9CRux+AIz7/SuV0iya91OGAKSu7Mg6YUdfpxXb6Ni10rzZyhkldpmKn75ZiQc9+MD8K6EZEut6ytr8q/M5GcdgPWqGn+Io5mS3nZkcjAbI+Y/lXNa1dPNqNwz9C2AOwA4FY11ex2i+bPIiheck9KXO7m/s1ynlEh4NQ9elSt0Oar7vmrRnKh9NYUqmhhxSGRg4PFSkggMKiYURtg4PQ9aQyZTWloc8kV43lNtLKQT7cf4VmYwcUqvtbNKeqsOLs7nuPw0Uixu9RncNJu8iI4+4MAs347h+R9a6pb9nbDrzwN6Hnnk/qP1rivh/KD4PtAmPvPkep3muijBU+YpGeh6etFJcsbE1HzSuXbu8J4ZlKt39vf35PPtXL+JLhpbG6iYcOrBh0/hz/LArQmlLQqQMgt3x6Guf1V2ljcADLptGR6jmtGQkeRyMDJKB0NQt2PrSzK0czq4wynkUwEP09a5TcQnpULDnipcUm3Lc9qAL+jyPDeKFYjdxXq2hI6KNzE56c+oFeT6YhlvoAoJJcfzr1LTtwjXPOOx571rTZMjrYLjhQQSQu4qeM/5OPzrtfD5FtaozwyRySDq/t1wOMDOT+PevPdNfN7FA4JUnLgDOPT2P/1672PUd0casSY4xhe2B3rzMTU9pVv0R10o8kLdzcS5Tg5GeOc9aljZnZPLGCxyrZwTx1rCjvhGwMJ78HGCBQbxiDyNwOfbt/hUXKsdHHIYmAKAEdz/ABdv8f0rLvJ3fcvlxsABuSQAq3tj6/hWNPqLg/PymenYc1Hd3vkQiVFGMd+B60cw+Us6dqFtYap5luht5XXZKHBIAz1B9M9evbirWueJbK3kMV1JIW2/eCHb9Aa4AN9vvLq6dyokyiAHnqMHn6Y/Cql/FfXMZjnlS4Tou85xW0HOUbslwhc37rx79jYCAebn7u49M9/yrj9XvdR1uWTzZxFEWyDE2WfsMtxx7Cq8fhlfO86e5SAgc7Tnj36VfOjpsYx36A9uMf1o9nNbD9y5Y8Na+/h6YRXNw91ZsQskbnft7ZXuKj+JGkQ69ewGKKWcqvyGBd8gRiBkD+IAkEjjjPIrFu9Ma3t4LXgzTtvkmLfLgH/P1rUv9Oe8mge11ZtPSysZUadJQCSdixqT7kE/hgc1pFzcHFbmVWEU1I8k/s+Im7KXIEcLlV8wFS42uQcAHH3AMerD3Iq3FpJb3EsZ52SGMkEHJGfQ8/hXqnw30n/il5r3WtSt7LQZ7lYjC6D/AElwVYBm7LlMd+N/TrW1qOhWfhq3S7uL69SxadZTPaL+4LF5CcJ8wUYkVR67T64qZ1J07vluvIyST0TPDZYJo9vmRupbGNwxngH+RB/GiW3nhiikkidEkBKFhjcPUe1eleGbTT/EfiTTYNNXUBaWcz3Uyyy5faFiVNp6ZJTJ9uOgFdb8TNMhn0d5mkOy2kjmJ8sHZhgrEDuME8HrtFWqrdtAaPBVjeRgqqSx4A96YVOM449a9P0m60WHXp1+23cpL2n2ZdKgWIyYjbeW46jcQenU5HGBIngn7ToOnWN3qSW2pOFPkSKpHyvMSAeGJxIDwTyG68YiOI5n8L6dxuNjy1lIPzAjr1FIF6da9KvtLsbm9s7CLULYXM0+oIyyW6KY+ZQrOVwcthcDgDjA4qDUvDUGl6dbO2qWUsSAo0n2cblz5hAPJDZLEH/dHpTWIj/V/P8AyFys88Ck9AT9K+jvgd4NtdO8Opq+oCN7q9QTKX+7DH/CfqQc/jXh3hlbMx3X2y7jt2DRld8YfcPmBxkcEZFey2fiJLj4b6bBaSkgn7M7g4P7sY59MgA49DWntFzNNbByt2S6nR6r4wsYrpreI3U0an/WRgBc/j1pbPXILgvBJIpimGCTx9Gx7H+tedTXghlVJICyyLhGUZGfT61Ex2s8jwvuxhdw/wA+1YupKWqOlUYpWPoDSrkW2lwpuUyFADz0xxUgu4IjgOHlYZ69a8DXxFcRW4S3aVPl2nc3NXvC+p6hJewyS7mQbvv98041JW95Eyw/VM9quNs8ZFwV29wTXJ+I9M0e8wXjHmqMBk4NTQXZK5kjDZHPNY2uedPNvsZEi4wylcit4zTOdxsGgwfY98AdxCTxz0q/LAgDFHyc8Vn6fc3tvEVkMbnsSKdsAm80AhupA6GtCS3NbmJASQfQelRRIZJFRcbmOBTWneT5CcjrTDwcgnNMCDxZ4Cm1uwW7W9EEsMRKxSrlCeSckcjPHY9K8/8AAvhjdb6rDqKxlrhViUK2XXkknH12EH/Ait6++J81jd3djf2qzWaSNCWQ4kwDjPoehrufBtnYX/2fUrUukboJERgRuU98H+fSs1Zu5rJyUbM5zwdd29050TXpkh1K1bygC2POXjaQT3I7de9eiWFjb6TNG9qxBnOzaxz5jYJwfwBqTXPDula1Eq6lYw3G0YV8bXT/AHWGCOnYissvf+Hd7TSNqGjjnc2TcWy45z/z0Uev3sf3utORki5Z6clnqt5NasRa3m2YRdFjkGQxA7ZBXI/2fUmrGqkLaZOOhOfwpftMeA6ENFIA6t26f4VHeypMYIicBicj1x2qFLuXykun23zLHGcKoxkiqPiHZe3XkdYbYbADzlu/9B+FX5rpdPsyyMPtEuQvt71xmueKrDw/Eyn/AEvU8ExWiMMluPvHt1HvQ5JbiSM3xhdRaDo80kkmyb5fKiHAXJC7iPx6VynhTTv7T1CX7SyzIq5ljkwwfcMjr6jHB9Peud8RalqutZiv7qBpbhxuQAhVkJyI9wGM4xx2x+NU9C+124XVLbU4rO5lj8zZhivlhigZ8AqBuXHQ9vWpjUU/hKcLbnr2iaS/h1hHpbMbEsWNvIxJj/3GPbP8J9Sc9j0OoahKsMbwWX2tTkSx55H0GPr+lcP4e8WXLWv/ABUlrFaszokUscgdZi/3doBP9fXiumtr2OYrcaddxSRqSG2sGU+2QcZB/qO9Nisbul6j9rtZVWzkt2ZDtJXgnFVrWPU7kn7ZLshT+EEcn8KsWusQOvl3AER9+lOtr2ELLFvVjnjnqO1LmQcrOO8Sx2F9p2qk+XK1pbTBEkiyPM2MMknjHt2614BLpYh2DzRNcvJsjiiQsHHZgfc8AAdj7Z+odR0S21GzltYAttHLnz3RBmRSMFc9s55PXr9a0fDnhix0exSKxt44/WUjLyH1LHkn/IwOKVKEYX5Va4NvqfOGj+A9Wu76xXU4WsLW4dQzzEBwmcE7PvA+mQB07Vu/FfwFa+GLOxvtL8wWsjCCRZH3N5mCwb8QDnpjHvXpfxG0aeS+sZoZfKjYlTkY6EHJ9qzfiiZPGdra6H4bEd2LeYXF1ebtsEGFZQC/Q/eOcZIxWxFzwCytmuryGBWVDI6puc/KuTjJx2Feo6X4a0NMfZbS61LyZTFIJ2CruBOGAGBhgATknGR1ra0DwdD4agiKzQ3epkkzTRqWjTKnCgnGRn256+gGpY272iySSyFYQzsQzccnO5j69fzplppI5230SeSeVktbe2g8wmNI0AyMHrjA7D86ydQ1dtFvJ7SfUb1Zo51YLEi427F5574LD9a9DjnikQtFLG46ZVgRXjnxBYP4qvdpBGU6dPuLUyVlcqEnJ2Z2OlWl1q2hWjm6k8kw7QCgyzZ25J64+UfkKyrzwdYvePHc+bbvj928S5DegI7nH0+tdP4HmhTwrYK8qK21uC2CPmatt7qyOCbmAEcAmQdenrVJaEObu0eR614Hu4FaTTJI7+FRk+WMOOM/d79R0J603xbFt02z4IAdwCep6c16VqF5axTmSGeLLIFzGwJX7xJ4/D9BXnvjSRn8iInKoN4yAD83r+AH51hUklJI6Ka91sZ8P7fz9SuB6Q54+oruzp5xwTXHfDOWOHVrszSRxr5GMuwAPzD1r0cahYBQzXtoB7yKP61rT2MKjakZDWLZ4yR9Kb9ibrnjpWxJqulLHl9QtQc4x5oNRrq+juflv7X8ZAP51dibvsY/2J+eRXI+PrApDbXJx1MRPr3H8jXo/wDaGlMSBfWfX/nsv+NYvjNtOvfDl5HFd2hmVPMTEikkqc4HPUjj8aTWg4t3PPPBUhTWkjGP3qsvP5/0r0JraTHb868t0e4Fpqlrct92OVWP0zzXtK6hpTKP9OtTkf8APUc1MC6l76GN9nk3Yx+VZGryfZ7e6kP3kQov1PH9a683ulA4+222egAkB/rXn/im4/0RUyczSljz2HP9RXPifsw7m2GvrJi+CrYiC4nxyzBBx6c/1/SukKHHel8MvplnoVnHJf2vmsm9wXAKluSD9M4/CtNrvS8839qPpIK6IKyMZNtmVtIxim9OtabXmlj/AJf7YHP98U37RpjY231r07yCqJ1Mw+3rmuV8dWxMNvOuBglG45PcfyNd00mnDIN9aZ/66r/jWP4phsbjRblY7u1aRV3oBICcg849z/Wk9hxvc4Twve/Y7xmxndEVA9T1H8qhvpDLcH5t2PlB655/qc1HYjyUkkbI25Vfr/n+VaXheO3k1NXu5Ujhi+cbjjJ7D+v4Vg7t2Oi1lc63RrL7Bp8cWP3hG5v949f8Pwq+OPp6006hpYx/pcfp3prX+mlsfa0zjOa3WhhqyQc4xzUkNtJqM0WnxEBrl9pf+4oGWP5Z/HFRrd2B4W7h6/3sVu+B7Fr7V7nUoHBt7ZfJTBBDsQGb6dV/I0pPQEnuzUHhOwstVtby0tFk2IImiLBccjDgn+IDjk8g9ex19Qis7NdkkEbW0r5bA+6zdSfY56/48OW4u/7Rt2EEUtiTtuMN+8iJHykj0zjnn16c1zHxOsL+BEu7K7ka3U8wADI+nr9DUKInJsqTW0DieGBmKRysUDDa3T39CMVnSRJHp8E7rzI8icHk8KB+pq94bhm1/U5JZWmikWMDONoVu6kHr6549+tRP9lnmttHkl8i488oCw+47FQOPYgHHeqTAzJozG5VxtYHBHpWZrlobzT5olGXxuUe46V1ev6P/YcSzajeCXznYtJtK/MSTjqf8isFr3Tsf8fifrVXuhq/Q8sJwDVdq1fEMcMWqXH2Zw0TNuUgYHNZJ60JCkxDXW+BbTIuLpgOojU+nc/0rkepwK9P8PraxWtrZQyq0u3nYrEk4yxx378UpNJXYRVyLXLWSW1nMBKlgoJC5LNkhBnHGdxGcjqB7VVUBrEs7RtaMv71igG/O3lcdDyB7EHJ61HrSGVZb61njliULsR1PzN5jIQjD7xGFYdMq+e1TW2m3NwFu1d3unna2iAcFJlHG4FuNuVk4wOV9a4pVoL3m7FSpuWzItJFyPED4aydfK3uXdo8HzVx8y/MH8wL04+groGEjw3KRxIumRtIk4eUoyMP9Zkj7rZ28KNvI7CsO4sNT0mSSWezBt5EaMJhCNgZRuKDlTmRT2IJHfkVY9S1a41RZ7QXqSRIHWKOH93HGy78Bem3HPPXrXHVj7d88Grev9am9GDgrE3ipmW1DWItGizC7yByJWUAiImMnCqQc4X2JC5ArOigyscY8t3E5VSiHakhHIwfoOeQMdB3u69qE9xZMDa+RbsTEVihEZJi2kqxOWwA64HQZGPQQNHfxxW/+t8mYuNxIySmN3IwTgMn6AGuug+SCUjGpSbejGyW7yKpR3nIVlMsWD0OdmR375Ix6etXPDduIJbwlrgXcbLKd0yoyKY2OdrEBju2g5zjPTNUtJ0ua4159NtxBHKt0tq7sWPV9uf5cVvt4WltoEunvk+zx/vbgRwhfl2k8c8ktHIg9xUYitT5eRy3Ko4d35rkEq6bIz20O6PbHieeKMywO/BbGecArxng5I4zmqGmwzx6qkuh+YbqGUhFGHZlLBVzxgclRzkbjx6V2OiWthZS7NSjjuDEdlwG+aJisk244PVdtu5OexXjNbtjbaDq1jLFo/lafJKXjVSvlsk0a43YHLFAwb0BOTyRXmyx/wBWbXK7d+htKMGcR8SbKW70eK5vLx57+1wHU4A5+9hR0I459F+leYivaPHkYghh1K5SNRIVt72MuMfMOgx94rnGfQH2x49eQi3upIlbeqnCt6jsa9jAYn6zRVTr1OSceV2I0Ndr8NtUh0/VJvtUqpF5ZlUMcbnXoue3U1xKiti1t77TGtL+e1vILZ2DJN5ZQODz8jEYORXY9iD0G+1Fv7W0+5klM+nzyW8wZmyU86dJSv4fZ3HseKtw3n2bxBsiuVjiXUFUBHwZE+0h8KOv3LxvwU+lcgi2K3SRm+smjjESAzQjDZjlI3fTKqT23KeqirLaZbo9vA91bn7UFgiJTYhb9x95hyVGGweOUz/ERXK8VBWTK9lI35tZ06LRtMuNQZ3k8oJIjgHzGMVkWc56nv74as3UrqDT9R1iC5kRbmS3gCgnI+bTZ0bB6fekQfiOtZk2m2tpar9pv4Id2yHMcQbhvJyWPfAEhI45Q4+9itDTbOyuNcfF1eO262nAtFESOAqkjb/eGWXjo2eO1QsVCK5lexXs5bG54M1qyXVrS3uLi2SzQ2sj5b77myR2P4S2qA98tWb4yu4nms41Kh7vw5aqqA8A/aVlK+/yqfc16S2k6JonhMaJNPHgwnedgdmbH39pz0PODnoKw/BvgK01L/T7p7aeARNbxeVbeWMcBmyG5ONy57HJrf2yvymfK9zlJ9EuvEPi+8+zKlukFraSPcS8JCAiNuZscfKrH/PFDwXptv5WrTI7GwtNRsnSeVSBIFkYE/iG6dtwye9eq/EK3Nt4YXS7aNzZvtQxI5aWbaAqRL3Ynjk5xtHUmuPvPD0Nh4fB1TV7exkBQtZozOkIBP8AdbBbPfnnJyetKU1DVlK7E0PUrPRv7Rjv7hFuPtDNuflmRDt/E8Nx1z0rhYLlbOz1Am0wZrJIA7yDbkIoJ47nb90dz7Vp6xbWWlLK1xdM6qzY+yoFQsOi9yGPPOeAp9azbDUhqFnqsMVsn7m1YxSSDJEaqEOf9ojnPqTWLxLkuaK0KVN3szo/B9zcstupY/Z1tgVCx4APyj73c/T3zzWt4omFzPZs5O/YVPPHH/66xPD+sWkOlWX2jzTMkQj46ADpxnHpV291SwujGSZQYwSvy9eldKTcbSNIU2pJpGrb2sccIjZc8YJPrT/s8XACDjoDzisxfEVp3SX9KePENkT0mA/3R/jWiUROFTqir4mYLJboo7En9K5fVyfIUf7XStrWb6K9vEaLJVU28jHPP+NYmpK0xhjiVnkdtqqoyWPQAe/NZy3Gk0tRdHa3nsZ7K6RW2t5sZYZIzwwH44P4ms+70eGNmxcbiOgC4r1Xwb4AWxjW91iOOa6I+W3blI8/3v7x9ug9+3U3UCGBYmjWNcbRs4AFVGlK972IlONrWPnGSxbaWVWIB5wOlQrapu+aRQPQ17xPpSu5DyMqyZPT9PrUSaLHI4ZbeaTna5kkwFPrxj+Zq+R9zPmR4zY2H2m48uCJpmHJVFLHH0FWb6yls2XzbWS3DDC+ZGU3Y69evWvfbGxNsAJVRDjlUAUA+uB7d6r+KtIsdW0OW0u7iG03MGjmlIARx06kdsj8TQ6Wm4Kor7Hz1eSEQqvqao5xU98R57KrBlU7Qy5wfcZqm57VCRbZYtEMk2T91eTT5T8xqxHH5FqF/iPLVVfJNAwXmpO4FJGuBT1+9zQA9eKkQ4NMHTil6GgZOexrM1EbZFx35rQXpiquopuhDd0P86SE9iOxOGx6iuj8LPs1y2BOA+VPbPBwPzxXN2R+YV0GjWrtewSn5RGwkGf4sHP5cU+o4xctEe3+El3s05UCV/lLeuBnP4559xWTc6jdLKNOtlUz2cMceMcNIVHJ9hkfrV7wHfC5sUZWU4Z0JXkA9v6VyzaoLTWvEV3Of9RcS4GeuMAD8eK6HtoY2s2mR63qP2WRvMDGVpCoRRlmbJ4FO8D+VDqNxqmtqnnQRmSLeflh5AGB3bnr+VZtnKNVkTV/sjR/eRSSWzk5J/XH4UzVpHjUwsME4Zh6VEVdmk5pRuefsc5qq3Dc1ZUc1WfhzWrMETJindevSoY2qRSCeKSARhULDBqywweKY65HFDQCRHK4PXtQvPX1qLlTU+/KbgoOOvNSxo9T+GMo/wCEalGQTHctgeg2qR+ua6yOYeVgcHA/GvOvhXfgXF9ZsoUuiyK3pg4P/oQ/Ku83717HHJbHpRFikhZWYQKOATzk9hzWFcMMKSN2CPfPetq4YlTtb+HA4H0rGuAVV+SFHORg9AP6VoSee+JLaNrjzUGG2/N781gR/LnNdFqzOyyS4JjdjtBGOmRk1gN1PHPSueW5qtiLnceaae9Lj5ualji3uCelIZreGYs3auex4r0bTpGG11YqVICkMBz/AJ9K4HRmEWCOhNd7YxFoIVZgytywQjjjoeeT+HHFZ16ns6em7NKUOaWp0uiWsscfmsqsj9HY/Nj/AD61srcBWYLjb0OKxbcvHCFySD2NW4ZeOteWjrZswy5bb+uanknUdMccntVCM7YS38XQd6zL6eSKUMSSfSquI3518+Btu0MOmK5jUtTkks0tQQGeTqRngDn+dXW1f7KsMkjYjPy9P6fjXNCT7TqEjkqSznJUcE5z1PPpVxg5y5UJyUVdmZ4peKzurcbHO6BSSPXJz/IViC/j2j5ZORjmun8eRs1jYz7RhXZCfqAR/I1xO5vavU9mo6IiGJnY0ReoeSj/AImg36Y5V+D0rNO6jBHalyov6zM0n1JSFDecwXgZPStfwjrukx6pcWPiCNTpV/biJzIu4K4bKkkcgcnkdDg8YzXL7eK7PwHpVvcW895Jo51WRW2NHtRvKjABLBW6k5OAMn5TjvnDEVPYwc4xcn2RE6sqi5W9DsLrwnf23h2ez8FayiafcMziOUhxhuoSUAkD8/rzmrXgjS7qXwPN4f8AEdoY2jMls29shkOGUgg9t2BjptHSvPvEF7c+CPEFpf6Ex/si+Tzfs+7MMnILAD+EFShHpnjgYHtGn30d7YW13CzCK5iWaMsCMqwyM49jVYavHEU1VjszinFxdmeffC7wjf8AhzVtUXUoVKSoqQ3EUikPyc8dR26gdO9bXxF068v/AA5c2mlWpubm7kEYTcFCKDuLEkjHTv6gVv6mskcU81jEpuGYZI5JA/mcAfrRpouvsA+1AiUfdO7ORxyeetaXXNy2K5Xy89zgfD/hK18C6Vc6lqksM9+se9igztx/Ame55GeM8cVyXh2y8TXPiF9Zu9Ijd5SyxSagzRpATkjauc45wOD/AFr3GUW1lFLc3DoBGpd2Y8KBkk59u9eSXnizV/F+tyWPh6QafpsWTLdlcELz83tnsBg9zjnCqTjTg5zdkhK7dkU5fA+nWss2q+KdUjPmu0zJF+7jLE5Kg9T1PAwa5Dxp4ht9SEVhpUC2+l253IAoBdvX2HJwPck9eO7HhzRdQkfy4dT1iTcVa6kkdwvqNy4UkY6Dmub1jwXZyW1xPo9wRLGxU2z5yrDqhz8yn6//AF64I5lSdnKMkn1a0NPZs87Ndl4Xu30rR5Dc4khumLxQOcKCqnLjuDjjj2z7ctY2rXV/DbchpJAh46c1peJbgS6t5EQCw22IlVegx1/Xj8BXTUk5TUI+r9Bx01Ov/taJ2CKXSJjzuOcUmqCys7xo7ebzUxuDDPGRWSB2OKQjB69K1VNLY6FUaL3nxd2b8RU+n6mbCdZYJGBHODyD+FZOSD1z360uB3/xp+zQOq2epaB40srlhFd5hkY4XI4PNN8WX8czRvYbZ1XIYp1B6HkdOteYjA6GrVnqE9pL5kLYPcE5BoUEtjJq51C6JqN3YfbrGS4dcktCXO8fT1rJ+yas0HmhL8xDqwVyo/Guw8O+OLCKJYr2MwH1AyKF8ShLzUZLDVBb6YXjZwiDcCwAJH4g5p6jVSS0aMDwVpU2va5Hbz3N0lvHzIy7iB6KT2zz+VezyaNp1jpMkcUQRAh5xuY/j615Cnic+Hdamu9Jv01SG7UCUToQ2R0yf5Y/LpVi6+KV9JA6LbRxZHBDMxFDuKd5nZ2Hg/wzdRyXUCRykZeVZVDEHnOVblefTFXdIm0bU2Wwso5IpI14RMx7MdwQRj8K8c0vx5LDqoeWKRxuy2H6/nXpdv47tBpUF3aW1tayyOUwzAYPPUgDHAoVuhm1LqeiW0FzawgSF5FH8TEE4+v+NO3I7NvOFA6msGw8ZWS2CNe6nYrMVywWZCB9KwtW8V+GTJJJcXwunkwNsYLdOwx2pNiUWdC0lk1zcyR3O1Cy7i8mU4GPlHY9OPbpzVaeVIbuJ18/y9jbC6Y3Hjp+Vec6r44VJiNE04SlGwHZBn+Rqjc+Mdb1F44DGzTY3b3lZkjHTOwYGfTNc9SaW25tGnLqbfjjxpLp0csenxiW+I2eawykPsB3Pv0rzILNOZDJPJ57533E3UBePmPYN1Hfr14NXZp/LCxO26Qvzk5JOev502HWmvb+2sfsK3H2gExiXBBwWHII9VNYzlzo0UYxGyW2ZobYS/ZL37QiLNIofzJGB2ttHb/ppyeaZ4aJi0y3N5Ok0LQu62ax4eSLzCNgk65Zwx2DO7HOOMT67JcWMtnp8Uo+0ybv9HikIEKcYA44zgkdD+fObJd6porwQW29Ui8yeEGQOqbGlRiAw45V/T9aWFmrXb3IqROhvLC7tmnEsovlMSudPQAOqkZXdH/Bjj7gJA6YyDWJq+kM+oiUXN38jsGZ3BLAEcoc5UHnAOSPeotP0y6l1Yzs0iME+0/aTLliCEYN1zzvU/j9atR6bf3UC+ZI/nNNskV3LFBvKk8nkjGfetpYiF+VMFBbyL+ny3cTGKS7dbWNNxiLs7Hk52k+3r3rq/AaX03iCe5jlkm062jOAx/1jkYVR+Ofy964UNc6dAZbnEylcoG4blVO0np1b9K6/wCF3iLT/wC1bizLGC2f5naUhRvT5gc547/Woik3cuTXLZHa6V4n8zWJLO6KJKk8lu2TyjA4H4Hnp3ro9W1a4sNI1a8G0SWULyqpyBIFTcOR614/cXtnea9d3ltuLzTtIsfIY7jxXV/EPXrew8O34lcG6vLX7JHEG+Zt24Z+g3E59sd666TRhUjtY8s1nx/r2r3nmCZIRnhEXIX/AL6yaba6tqN+1yNQ1C4nKICvmSEgDPQDoOvSuctJB5ToQNyNn61e0iTbqCE9H+Q59xxWdabasjSlBJ3Ls81yXKm6mIBJA3nAzVeQyt96aQ568mrMgG4EfSm9cYHatKcrxQ5KzKwjdV4dwO+DVO8Uhsnmtg424IrL1AfO3btiiYIdaxF4VIZufepTb+7YqSwI+xRZ6471YUFm4A/CqWwWLXhy3KXMkhJ4Xbjrkk1R8QXH2i9lYnPPXpnsP0Arbsz9msHlBwTlue2OB+tc3Ku+N265PFcN+arKXyN2rQSK9soaY/T1q4tsD9KgsR++Pb5P6itNTkcdK7KexiyiYF7Z60htwOufzq2QOetAcJ6CrFYqtCuOhz9aT7OrDv6VZMg67lppnUD7wzQBgujRzOh5wcVrW6K8CMQTxWffKWuC6AnPPAq1YzGOHa2etQlqBp6dbo95EoB4O7r6UniSbz9RjiHRFwcdif8A62Ks6KxlkZgcH7oNZFzOJdUmlGMbyQfboP0rnl71b0RttT9SwI0/uHFBRAPuH86jNwT0pDMx6EV1IyuS7E/un86TylPRTiohK3QEU9ZWA60wHNFGP4CPxpjRJ3yPfNJvc8ck0kkp2kt93HPbIpMaM65bGIlPA5NXbGNBbg4zu71ltk7nPUnNaenyn7Pj3rOO4FxUjP8AB096Uxr18vAxzzQHPXb7dK67wNZ6Lqs62+qnyZ1JKDeVWYEdCexHtjPvWjdkDZyDRgLwo5/nXa/C7xNFpWqTaddErazgBHzwrqDn8Dk/kK7/AEPwZpmmapLdQs7tj90kuCI/Ug45Pv6VR8Z6fo0kbGZIhfoRIrw4WYc8c46fXIqN3dGcqiasS6nfpDL/AGjanymify5FI+8p7flg1yvi7Ur+PWIWk3/ZGj2eWFyGX1+vT8uetLoNzBqGorbTT+WuQrI4JDDoBx3yeD0FegroWlR6SsGpyGeEHOZmxg9hmrvYwKujXajRY7sRCO3CblAyxC9R15rzjUbiW/nOtvFhra8VX9VAII/LI5+lepadqOlXU0lnYTozKP8AV89PbPWsGfwrEmjarawOS9xtZcnAGw5X+eKzvZlRJvitbCfwhJKRkwSJIB687f8A2avEOP7gr3/xQy3vgu9ZvlDwFyM8ggZx+YrwtolAPBGKqGxtT2OX1Rv9KccdhVA1LLyxZuWJyaiNaGDd3cuaRD5t2rEAqnzHPT2rpFvIrG3u3ZE8xoGjj4OQW+XI9MA1BoVukVirnDNIdxI/lVPXH3s0SfwFFIPqQT/QVnOKmrM0vyRudzpWmtc6doi2k0cVvNsuk3MCVuY43UnHcFhGceldHdahYaHpq3yRqbS3RordUctngAxkn12qwNcPoX2a5uorq4Z0NvIki4c4AC7iMdOQorF1i6nury2tZN1yEwxjUnDcAYH/AAFR+deRiMBKrUXM/dW5FPEp6Lc6/S9Xv/E9jqlzeRYFvZXmAo2rteNSoXPX5o8/lVxbiPT7yxhQB/Ms5I5XUEk+XZKOB+H8/auW0fWb+CK7sJ38qZ0KyYAG5JFXgjHGPXryffN68ubtL/fFPtiEUhZW4O0ryAcd+/tms5YZp8iSUei/r7zto1EouV9RPElzBdRxwwlcLLqCyMeNxWGJh+qgVHes0eixyoObGCOVgeh8+KFuee5z09e3Wud1W8ke+nmR+XecMMDGSgDnHqcnmmtNINJusTvscQo6l92QEXGR7YwPQZFdsMNaEV2OapWvJs6dZVtfGmqXkkgWOPxBBlycIAZZHyc9OE/nW3o18zaTZ6hfy2puDKGSAN98q6eX8p6/66c/l6Vw00JF9FMHcpNeR8FuhV5Fx154XqfWrnhyaa603Ei/LDlFfHP3W/lWdfDKUEy6NXWzO3mjstO8P3M87m4nvJpYo2jGFzIgRyD6Yzg9MkkcGud1e6bTZDrWmgvBNqC3sZLYEJO7cmB/C4KZ9NgHequrag6xWipCSzRTspzxJkoRx7BT+dVdY1ZZNGbT47cKjqJ42z0UNgAD0wCfwFYUMLJWbd7vX0MKlX3rI3fFVy+p2PzyybWH7xQSVZ9ozgdBypbHbdXATxmayU4HmwZViO4FejeCrBNZ0v7N9otopZogkIkJ/wBZ8vJx6qjj8Krah8O/EWkzXLyWP2m3JXElswkDE+ij5v0r0MJCNKLpxVkiISlJ+8ee6TNDb6lazXUIngjlV5Ij0kUEEr+I4r69vLLSvEegCRUhvtLvIgenyuvr6gj8CCOxFfIWp2jWd0yMpUZOAeo9R9RXp/wW8a2OltLofiFiNOuX3QyucxxOeCGHTaeOexHPBJHaKSMfxH4MFhrmo6fZ3AvpGtkmsyzAMI/MC4Y8DcApHoQc4HQVvGkMem6Jp2nNOst0m1iV7AKR/M8fSvd/FOi+Gr024uriO0uo+YZbeXY6j0+Xqp6fyI615j4j+G1xFqFvqtiH1GwZwbmJGLuuOjc8spwMjr+Brhq0JuoqjfurW3W9jSnNP3erOH0CLU9R1Cz+1RXE9orZyy8cggMPUgnNd/4R8OaknjYPK6vaKjtE3TaflbB74+XGf8af4Oknu/EUxj+zy6TFHkOpBAcjG0npnr7AY6ZFeqeGbVUuridlB2oIT8uD8zDP8q8r6/Ulio4ZJKL3X4nRWowp6p3aOXuPB140l1c38qYPKqOdq/444wKq6Hq+qJqMFnaEpbouCpTIAJHH9a7zWJmldURiE6Fex9z+VYV5PPp9nJcwRmWUfdQc5/z/AJ9a92yTuciuYXjJ9W1KYW2muft3lBo40GDGp5Lu3VQcDCjLMQOwNUR8PrOy8PNc+Mr0XAiQEpbqQSwGQqk8k9RwBnrxVWa+1/SIr7WPJuUil+eUuilnYDjAPIwD24AHtWP4bufEPjG4urq5jup4MgW7Mh8pFBbcF4256ZxzwOOlHs41HaXQUpOCvE4fxhdO0VvbQWJtbCM5QlQNzc+nTqeOvOTT/B6xpo/iGaQgbbXywT/tBgB+JArp77wh4jg8J6xN4gW3tVjAnQzTIScHJA255PCqOOTjjNL4V0VLDw4ZdQBQSMLqfKnKpGd6j/x0H8SK4sa6eGoKEerXrvdmtJynK8jm7i3lsHW2BBMaIG5zhtoLDPsSR+FRh5D1KirutMH1SZkHcByF2hnAw5H/AAINXceBfA1tqVnDf6ubgpI25II/k+UH+MkZwfbHGDnnjtoc06cW97HQ6nKjgYIrm4mSKBGklc4VEXczH2FbVj4Q8SXZcRaVdKUGT56eT+W/Gfwr37SoNP0y0+z6bbQwIByirjcQOuepPucmlmlc5PzDH3ScZX2NdCp9zGWKl0PELX4fa9NHvlFtbknhZZf/AIkEV2+heF7PRPLmgT7TfqdpuJxymRg7VHCjrzyeSMkcV180qlXYxgDH7xMfqKrsiFgoYfNyh3cH2NUqaWpjKrKW5nTz6krSBLOGVVGcfaNrN9BtP86yrnXZLYBbjS7lNwwpDKRn862ZkeEq8TMB0Bbqp44PtVeS8iETLcqDC3DLj7h9fp0qmTc5i58RyneF0qeQE5+aTG0/98nNU5te12ZytvFbWwkGFZYix/HJx+ldWqWkgLxRRiUdjyHWo0ii+5Eior/MrKMYPpU2YXRyP2HxNqESF9YeL5to8tRGQfqoBrA8SeEbqw0m61W+v/OMYBwclmJYKOT7mvUlZt2SAob5XHofWuE+MV75WiWdryHmmLt/wBcH89wP4UnsNPU8elbk07T4vNuFJ6LzT1gBQPJ/FyBVqzQIHfHsKyNUhblqqYy1SzNuNNHHNIbJVUhaaPvUqvSd6BkuOKQdacvSlYZoAFOKSQblZfUYpRSHg0gM+xmWG5iaQZQMCw9RmusuplltJHiVY1PzAcklc8c/5/x52ewLrvgHPdfWls7iREa2kJUHjkcihq+qKhLl0Z6X8LNaSKe40+ZsGQ+bEfU4+YZ+gB/A1lz6e2t+K5Eh817aS7aSZlOF+Y8Afl/OsaO9TTY7WSBg8sTgr1Hfn8+R+Nei+BbXMML7SsIY3Bb+JsdPw6cfX1rWE+aJnVhyy9S3M8OneaiJsgiX5FUAKg4wK831G5a4nkkdvmc5NdP4pvvllRfl3Nzj0rjTFLNDNMi5jixvbIGMnitY6HPJ30MLPzVXn4c1YHB4qC4+9TlsNEQbmpYmqHbzxT1yp5BqEUy0BuWkHymiFs0si9xWhIyaPHI6UyJtre3epkYHhqjkj2t7VLQF/Qb0aVrlrctxErYY4z8pGD+QNerWN05uLiOTkqwOSeeQc/4/jXkViIpZkS45TPavQ7a42Q29wgzsAhcdSQOn6frUbMrdHQNJzk7mI5IqlenMTqucsCPxOauSBULIXIIzjAz/AFqlI4+TAOAc9PvYq0yDnrm0WVWZwPKjTai/kMn1/wA+1cZfxmO8kAHG44/OvRLiS3GQEIGFAyB+Pf6VwfiC4jkusxADqP1J/rWc0XFmZIQOvXPanxnjioAQzcnip4QMjaetZlm3oMbT30MYYAA7uRnOO2PevVNHgVrXcYzw20sw5Ynv9P8A9XFeZeFJIIdVQXDKoYBRvxtPIOD+Ve7Wtko0m3CkMzLu4wQSTnr06muHEtudjqopKNzGlTyzwMnt6U233BvmUFVNWrghI8PnI7YqmsvzcrhTyfmxXPY0NXeDgBef5/5/pWbq8gMoGD09KtWz55H3s9AeM1leJpRDJkE7jwvPU4poRl6zdq0cVrkqEbcM98jjjofWk00gMoU5f07ZrlrzUDcXjbG+VD1HA3etbmmthsDotejhqfKuZ7s5a0+Z2R0HiCEXehOhBMiDzFJGR8vXn6E1wTQEE8Z7mvUtOEdxbPFIMowwy9cg8EVxd1ZGC4khbkoxQkdDg11T7hQjzXRz/lEZ6UeUxxwB71uG0BGSMZ96X7EDn646isrnT7FmF5LHsa7/AMErLbaJbXdulzJNDfSbYYeBNmHChzkBVBOd3OMkYya537GFHfp61ZvJNXsPDN7d6Pcyx/Z3UTIoUny3yGfB5yCqDI6bqxrqpKH7q3N0vsTOlyxuyn4pS3vfE/hjwwZ/OhsvKs5ZB8uSSqkexwo+hNdn8Rb3VbvUIfDHhgRwyLbfaJCsixMVyQI1JI9uB/IGvL/A/hfWfEWpNc6WyRfZXErXUzEKr5yOxy3Gf59Rn0Pxf4x1Xw1eRvqHh/Tv7TkgMa36ElXHovAbA7qT/jSwtD6vTVO97fnuzjm+Z3Ov8Bavcat4Tsbi8JN580UpYdXViuenXAB/Gs74ka1f2tpZ6RoUcjavqTNEmwcqi/eIPQHnr2GTx1qX4VPJJ4D02aQbpHeZ892YyvyenJz79PwrmPiFr0Xh/wCJWlXMqNNaw2eGjQ7SdzSA/lhePbtXSiOppeH9VuPEHgDWYtZETXdqk1rNIGDE7UJDcZHf7w6kZrjfh5H/AMUlqpgQvPJMUmRG2u0QQHA9/v4963db1OUeC75PCHh68tbG9Z5JpZAq7kdcMUjySQVA5AwBnHrXk+g67eaHeNPZPw42yRtyrj3FceOoTr0XCG90/u6GlNpO7PafEOsRCaSHQtUt4oYbYPFFAy7YmTO4OpX7pDKMHGNp4Fcl4n1X7L41sZZgYhe2iCdDkYYs2CenQ8ZPbNFnqV/rdodT1pI7HRYAHfI5ucchRn+E8ZwOc45yccheCbxRqV5qdzcR2sbMUiEh4yBkJ7cDk+vbmopUalaMlWVubpe9huUYWaN06QsPjwSqNkTxNcdON33WH15z+Ncitk7f2fdzP5j3sshIPbBGSfckk16Fdyfa9LOpKdjfYZCo9Nyq3/sv61yVvCol8P2g2+aqvM/P9/BH6YriwVWUmk91ZP5X/wCAbuN3ZFz7O7cDtTvsbdW6fSuiTTuOOD60HTZO20+mTXsqR0/Vp9jm2tyW46CkaBcDG/PfPSuj/sxyuTtxSLpbD7qZB75ouhfV59jmjATntQImUkjI4xwa6g6W2e3tzUZ0xgDkDrRzB9XmuhzJhyBwfrSCE44Brpv7Ob+6uPej7IFACrk570XD2DOYMTDgqfWopV3KFwcZ5NdT9g3feVSM8e1IdOQk71XGPSk2NUWcTbwvHcM7oeSSK0TO5jCEEKpzg10p0qM9Ox6ilGjwcE8596S0D2Ejllc54Aqa2nmt7hJYthZecMMiulGjRFeY9uR1IqNtBhBxtb607j9hIo2N5crHloopkG5VUsVIOMjp9PrS2+sSSzYWN4ImXbIN/wC7TaeSD+DA/UelS6ppdxpsEEotHltpIpZQ4YD7pAIx7ccd/wA6wPEVrqM17BCum3VuJVRFiKHLdFHHr8o/GuOdLmloE3GK31Jv7XgGpiOWArGNw3E5IwM59h1NPvpYoJxrFgy+ba5jEbDKtuBww/F8/wCecxtG1KRhO1s8SugAeQYVtwIBB6H/AOsfSqtvFHZ3Mtvq32lYljP7uJer9s5IwOev6GpeHhe8X6rujmlMt+FbgzeLLKa7ZpneYF2Y5Zj9fWtPxZqKf2hOGjkLrbyRszAD948zuxGP4f3hAzVa01bRTcKqWLWJQ/u7jfvJ/wB8BfT0/I9RX8Qz/abm6uUSTyLhPNRzGVBUy8H6cEZ9QRVcnPVu4taEQtZ3ZuzaxBZ2FtdRSb3Nlaps2nDbNiOPbhKS+1ZJbn7VpsjIVYbudqyKrMfzwwGSOOayda08JNPbWcqTW64WF/MDfKD1JHAB4xnGc8VS/s6/dXmtYJTGEaTeOAyjexI9RgH8sdayhhYO01uaP3dGW7++v7qSHzUXzIjnfw2cCMHjp1jY/ianaybw/YxTpJ5kpfc+Btz8vT8Oal0vRNTvJLTzmS3FzLHGpKhzhzD8xAOMbbgN69QcYrCsGutc13T7W6uXLTzpAGfkJvYKePxrf2U21ZpLqQ5xWx0Xh3xEH1GzMthatchxtnO7CdNx2g+hzWVeSXeqX7fay01/NIdwbrkHAA/QYra0Tw1DaX2n/wBoyXO95PKdIv7xa4jIBx/eijGf9uur0Oy0i30yTVbyJYb9VdJi5JMbb2Un65Q/nitGmnpsCqxSPI3VrbUZoXKlkkZGKng4OK2NNVZIphnDhgy/h6VlapHLNrd2YYmzJKZFQfOQGOR0z6iui0WQ2sDrPERIXyVYdOAaqcbodFtssyRZy+OD8wAHrTfKzjII49Kla9VfuouenJqB79wfkiX+dOC5VY2lBvUf5IHf9Kx9TXE7ge2K0/7Sm6+Sh9gMVQu2kuXLNGVJGOKctRcjLtin+iRHH8I7VZWFtuSSDWfDcTQxIoVcKMDjrUxvZiOVX8qaegezZraiUazihgIJAG4gY6f/AF6xzC6jBQBfr1oa8kx0Xr2FPhnM0oVh1FZKmorQtpvcz7OGWWbbF97aSatfZ7gAgOOvNGnyeRPkckqVP5ir8cgJGY+PrVwegvZ3Mz7NdN0ORnrSGzuuwz+NbSqjjlStTxwRnq4+lVzDVC5zYs7nP3Qce9KbO5252D8TXT/ZkJwSwJPYVMbJdgAz680cxSw7OR+x3Iz+7BpPs0wPMVditkhHy805bDuADxRzD+rM5/T99vYzTEbWCkj69qw0jZeQm4etegCwGwoyxFSd20jNNGlwI/yxRr9FFZRjaTfct4dtJHCqrM2BE2fapPJlP/LFx7kV3a2MagfIp9sU42iluVTHXoOK15ifqr7nBi2lPAjanpYzN/CRXctYxnsoz7Un2IZBGOeelPmH9W8ziRps/OcjFUbxTEvlZJJPNehmzBDcAZFYdx4cVpC7ynnjAxUSbYpYdrYxdP0vzYQ0gPzcj6VoDSViUFA2PrW0lrhAN+McAAVMLclSDM34gULQtUEYi2gA4DHHIrf0fwpPqlg9xbSRhlbaFbv369qrC32jPmHOa0dJ8Q3Hh5TsxcW8h3PE3H4g9jTciKlJqPuklronjI3cCRi4teMG4eYAJjOAQCdw6dj1q1deCL2+nlvNc1m3F6PuywyYA47rtHpTYfGd7eapjT5pJIAd3kP8mCex5OR7Z/Ct6TwXqGuyC4uZY7KRuWjeNCfwKnp9apeR58k76mP4Y0mw0KQXl5qVtPL/AKsbH+736EAnp1xXpds1vqFmGUxzQSLjplXHvWVp3hiLSk2y2kLleVkXcxY+wOSPzNaBlKY9PRhiokxJFCPw3ptreR3SRETxkmN97fL+Gf51amO1g4JK5IYegNNnuyoOw/8AATyDVJb1XDI2A3dc1jKRSRheLI5dN8K3sTTMyXEyFB/cJ+Zh9CQT/wACryjWJ/s1hI4wWPyjn1r0nx9OZNBCGXZiZXU5HzYUjA/P9KufDoaVoVhDcX08aarP+8V3t2lMSHhQCOEyOT0PIBrai1Jamj92Gh87vz701RlgDX1r4s8OaP4msAup28EzMmIryEAOmehDc4+nI9a+fb7wnP4e1q7trwhwnMMirxIp7+3pj1z25receVXMKcfaS5UVNBfzLdo8/dOR9Kw5Zw94zMPkaUO30H/6zXSCMr0J+gFcvFbyXN5Hb26l5ZWCIv8AeJOAKzizavDlSTOoSZLKQ2/2iMxqAhI5J2g8/Tn/ADiue1SVk1R3iLq6MCMjBVhjj8D/ACq9ounwv4ksbS6mhltnmiEjByFKHBIz1BwSPrXoOt+AtLlvby7m1G4jeWR5MMVwCST6ZPb3/OuPE46lh5qFTquxzUsP9pHAeHvtF1eXd5Juk2oPMc9izAD+v5Vq3d0DNtT5t0WxiMDgZBJ9RyKua7Nouh6HLpmkyrczzffcPvOc8Ekcceg/xrjkxOE6l0PKdMjPTPbrU0pe3vO1l09DdLl0uWNQCm9lTK7S00mBwASmcfoKRpozY3S8HCQEDPHChT/OqV7sE5MWQCMkZ6E9agBPlv6HArtUdDGUdTaE+yztbiT5v9OZh6kDBPPpk/z96m0PUPI08wtFK2HJRk9SNvPrjd096ynk3aPaJuyUnl+XjgEJz688/kKk0vUfsnlh0DLHJ5i8A/Nlf/iBWco3jY0p2jLU6pLyOW2aEhftVmN0JI5A24Oe575H0rlxFevIiJFLJIqBPl+bCuoCjjp978zimX1y13dT3gXywz8beAuc4H5A1Lpur3NhMJIQpO5WAYHGVYMOnutRCnKmm49egp8rlodFpesav4HkktQvkXQZHblW6jOMHI4BYHHc9eBXV3HxFvNd023tru2ijkdfMaaAkDaDjGM55I5wfwrhbe31DxVqL390D5RO1nXCdBwik8EnoOprS0/SIbe4uZoiVALGNVfcFXIwD78minNRSU/i627jpw5pWWx2vh2GDVpFgub+1RM7zDeL5sDexjJUk/8AAuKh8RfCzd+9trGW0bBYvYSfaYep6xuVlUnI4UyYA6VzojGT3zUv2/X7JoW0C/uo5dwUQCTKPzx8p+Un610J6m9XDNLmibnhLw14ptL2106+086lpTMMMJhC0QI5K+aFZQPQqM4OOua9ws9FttIsRa28xUou1ZWcNnHr2/Cubs9UuoIbK2u5Ptd2E3TTbAobHU4AAHJwB/PBrD1jx1FFeyWzRuRHxui9e45OP0onKy1OOMHJ2RqeJNP1HTbO+u9O02GaQbpTBbgAyscktjvnqepJyBk0eEL2/hhaHVIjFdOkfmqf4HCksPzPqa5K6+IV1FgWUU7J3DYP4/Wq9749mu1SRbOdZ1J3eWBh8jqe+ea86nRoUqkqsYe8+v8AkbSpVJWV9D0vzFkmbkE9AKmXyo13OAzDoO1eZ6T4ySM/6XbXvHH3Bz+ZFdboviGx1QN+++zlf4ZFLN9QFrpjO4SptEeqXn2m8VXMBIbaN65VQfauj0y/cW4ija2banyrDEeAPQAmuav9V0q3kDPous3ztxmCxJRiRxncQR9ap6Xrd/qMJNpoNzpESjYiyZ8yQ9fu7QR+JNKpVjSi5yM+Vt2NDxD4S1LxJfW91d3JewjZXitJiI41fn5yvVuPXkZIx2rD8XeEdTgs7SJBbz2ck6C6ZJNoWIEEj59uSSAMLk4zVo3niWK4X7PdeRYsDuVkUMWHXkjIz6j/AOvWdr090jW9zqOqQRWyyIZp5GaZlXI4UKCOenJAGa8yc6NatGVm30vokbcsoxsmjz7w3ZtqmrW0GqyyRiW4ZJCBlgS5JA7ZLEj2JzzX0Bb+Vb2iW9pGIYY12hR6AYxXJ+H9B0+11y7vbad52Q7VBh8tVdlBYjk5OD/49+XRozLIV7EcV72Gd6al3Mqr1sJukmn8tGQRcEHB3Z5/wqVXcoJSDlTskBx8wqgqzPdMtvEknIDEybduMnjg54Pem3KXayqRPboGTeE+z5b8fmAroMWXpAJMYwzYyh4ww9KiztHlgERyfMhAztb0rLSS7FsvmYcE5QRoFII/4ET3pftHlKwulWFSA4HmEk/geh9qBGj5vmRnzVDY4lHf61RubG2diQdz46E8SL/jVZb3JLESK2wnl1YOPoOag+2EtGgmKllLRiRSrD2x1pMCjdQSWsgMBYxnmMsD+RqSOdmjAH3X6ZHCtVmW7jePZMrJk5O1dwQ+uelZDACd/LmLwuccdAakZdW5lEhMm3k7Wweh9a8v+KF69/4nt7N+RbxKre+fmJ/75I/KvQFKg/M43cq69T9a8t18Lda1d3MiuGZtoD8EAAAfjipnsXTs5WM25Vd2VwR6imSHbCAPrTJI3gDcF4+oIHIqlJcMx/pWRs9CVjzSj7tVw5NTRHccUEkirT1GWpyr+NPEZxuPAoKGsdopu8CopZBuNQF89KBFwSDNOPJFU1BJq0v3QPehgX7fn5fyq7a6VFqdx5UshicKSrqMkH3HcVQh4GTXa+EPDd3f6Hd6vGeI3KJGVOXUcsw/T8j9ClUp05J1XZN2M8Q5qlJ01d2OTu9FurS5jS6G6EthZl+6wx09j7exr07RIJ9PsNTvL6aObzsbZEfOcdeMcYwOlcpqdy/2PyiSAxwfQ/T8q2fFeso+mWtlZgKojEs5Xgbjziu2pTVOVonHhcROtT557nK65e+dK2PUnjvVSx029vWEarJHC/zF2Uhcf1q9oWnfb7gz3HFtEec9GPp9K6y4kjjhMszbI175rNs3UerPI15qKc5anqRng/pUcv3z9abYyE8Gpo5OOaiakRcnFQUWlwelSfrUC/KKkV8VomSKy45FOQh12nr2pykEfzprx45Q/hTEM2lH9K7Lw7epcwtDK2Cy7Tk8Z7GuTUiVcH7wqaxma1nVxnA6+4pON0NOx6ho5xZlH+V42ZCc8+o/wp07RrneOcEAEdjWbot0l1MFjmRnYbWAOST/AAnH6fjWhcaVOF/fEBm5+9UJjZh69MkOn7kwZGwi47tx/wDXrz6+iZJiGzmvQdX0xkt/MkBZo3DbQecdx+v6VzPiKH7TN5tuvbfx/dPT+tTIcTmepqeFWYqFBLE8ADnNNjhd2CoCxPYVtaXGlsxZtplIIBbovrj3rKUuVGkY3ZmF5IZeSyyIex5BFe0/DjxJJcabGsg3rFhGBGRkDg8cjgc5GPfNeV6nZLJE00Zy/XHqK6T4RXn2fWpI2OI5F546EEEf1rGpacLmkLxlY9ZvB52JFGfQ1h3T7pdpOzbwceldvJaRT2rMozuXdnOMH/P9K4/V7eSzlMcpClT3PXtXG0bi25EWPQHPXp0rm/FlyJrmQRuCoGV77SRzVjUrwwWDGJv3jny1Pof/AK1YZy+5m4J6+9bUKXM7vYzqT5Vocjpz/Kc5JPc11unv8y4J64NcdbAxPIvoxH610mmsRjnlWzXoo5T0LRnbycREbyMD06DHesnxFM1teB50CvIM/Kcg4GMip9DnAYYbHIwM/wCfSq/jjYbOKV3VDHJhQTgbWH+K1b1iOnJxldGR/aK+gI9jSC9zk988A1i+am3/AF0I7/60U37QpI/fxZPrIKxOlVpG79ujB5wT25rV8M+JINJ1ESX0Qk06ZTBdEpvCxtxkj0ztB68EiuMadMEedD17yCnSyvJY3drbbZ5rlEhWONtzE+YhAUDqfl6e9Ap1ZNNM9V1Dw1c6H4d1aHwpHFqOlagvm/ZHkO5Dj70bg/OOFIBOflGCcmqPhuxn8a/De403VNw1C0na3jknB3JIoDKW7g4bafbNdF8NtC1rQvD6W2s3SSA/NFbgbjb5527s85PYcZ6GtzVLi4tfKMNo0ltIGD4BDE8Yx6cZOT6DpVJXOOTsR+H7GHRdDs9OjIYQRCIErt3sPvPjJ6kk4zXNa54Sg1vxvbarfqsmn2tog8tuRLIHYgEY+7g89jwOea2tUg3axC8csZVNoC7skFSSAFFL9quJ7qc7SsKkjIBUkjp7/j0qrK2jJUnfVHn9r46v9S8cXht4ry7023R4YYrRVKscj53ZsAA4JByO3vnCHhjTNFE2s+KzGrSSGSKwj5UEksF/2vp09eK9G1BH0nSXTw9p0LSRj93Cm2NSc8nt6nvzXz94ivdRvdSlfV2l+0r8pRxjyx/dA7CpsWjQ8Qa1qXiy+2RRkW8ZzHCnCoPUnpn3NX9O0KU6LJZ3oVN0nmq6NkqcYx6f/rq/oUMNlb2NvJ9qignRWaWBA7GVyoA57c+memO9Yl5q95o+uXVpcTC7iilMZOADgHqPQ+vv+dax5YP3jnnz1F7h2Wi2TDQUsLpwzBGiLKf4TnH6EVytnKieO2kAVETzEAB4AXcg/RRXU2F15tvDNZ/PHJIh4GflPXPp0x7VzHiRoIfGEjhkj2xruycAkg//AFq8KnTVHHVKa2ev5HoUKrcIze6/Q7Mahbkf6wHNIdVhHRgR9K437dB0FzACB/fFC39vx/pUQyf71eooo7njp9kdguoQOuWbae3bmntqcKjlx07VxX2+Dco+1xY9iaX7db4yLqLg9z1p8qF9el2OvOpxbepx9MVXfU4+2cjpXKG/jLf8fEf50hvod2ftEYJOeP8A6wo5US8ZNnVDUE4J3HnnkGkXUIv9rPccVyzXsW7H2iMn1zQb6I/8t4z+NFiPrMjqft8WCAGY96VdQjychiewFct/acQ6Tx47YBpWvoOv2mPPpz/hRZB9ZkdQNUXB+Uj60HUkHJH0rlmv4B0nQ4PTmkGoQn/lolFkH1mR1g1dD1U+gNP/ALWQjoT3rkft8O3iRN3bmpP7Qt1/5aJ+eaLIPrM+56MviexTTYbLVraVLUQ/61rdsYZzu52kH5HJ9OK4LU9dum8XqLTUDIsUCRh0PEhVN3A7ncSB3J+tbY1PwxcacqSz3lk2xI5pYZCSzkAHAOfl+8cAf0qT/hGtMtNSfWNU1txb3QU20EjeVNPENuSxOCAQrKMAdQc1xqvrJOL08jCcZN3utTF8SXUH2jUJ0Z9kNhJBA8gKl3a5I2jP8XlucjrgGsSa0k1TSdPWFvms7B5GGwtuPnTNgnsdoGB7V2jaatlfahp9zd3M6yqJEt7gbSYQoTexx1yCMdsc8njI8J6VbXF59nW6tWufs0MkbxpwPlffGRn7+SvzYOAp6dCoYyN2pK1rfiT7N9Dg7yBrRYhMCsrjcUI5A967zxhdxSaJZJFJFuGhWKsC4BwrAMAO7bu3puNYvxP07+z/ABOwEheOaJJEypXAGVI/NSfxqXxbZ2NlY77PVtPvJJNsDJawKmcOzMx545Cc9811ymotJ9TNJvVGtNfWsnhXxMgmh3yWGkqi7gSxjjhDY+hJz/8AWq1rWrx2Wu68lpIZZTNKiJGpYDMd0D0GOGZCf64Nc/Pa2n/COzzJqti8oigAtzbp5mSsGQHHPGWB7/IffEmuz6TaX2p28t1cXbqqxIIgUjVxFKpAGR8quyY68Z698vbJ6Jf1p/mVyS6m82u3iRWNysZjliMDSNcJtHypbg/IBuYF426dmFcjoviHZqllK9hZG4imRlmMbDbtIOSqkZ6dq6641G30PwnFf6RbiBmeGSIT/O2/gnnJ6qD6cCua8D262EcuuzZUW4by+B6YJ+vOBWU6vLBznH08wUdbXN7V7vXS011JLcbGQMFWAQgFrgNld2dvJGG65xUp0MxXGrpfvZ2kFi6+ZIJWZ1JRXAGfl3HJG7HUnGarx6F4s8WwPqF5KltDNGIo1mBXfHvDjgDgZ5z3wO1cZr1nfaf4gurfVm3Xqy7pX3bt5b5t2e+Qc+vNJUa04+9JJ+Xy/wCCP3E+5qXuv2UN5JNoVktu7FNsjgNtCrjhT3JGST+VaNrI+p2qXl9IZbqX70jDk7flH6AVmpbaZEpwbc7uDlwxH51djvIFwqyxKMcAMAK6YUow2NIScXcteQuRnP5U77KuPvHr6VX+2x9p4SPeQf40fbU6iaHP/XVf8a0Nfalj7OOOn5Uos1c8kKO5Iqr9oDf8t4PxlX/GnrPhf9fD9PPT/GlYpVi6NPg4zOo/Cl+wWxIxLn146VSW4DdZ4D/21X/Gn+djjz7b6+en+NHKV9YXYsmwtM8t9OtTQ6baYzuzjnkVSDpty1zbnJxjz1z/ADpHmVVIW5tvcGZf8aVgVddjQktbVOC60wfZl6gnjqBWa0iH71zbZPQCVT/WmvNGuD9ohbAB4kFHKN4nsjWEsAXlMcZ6UouYBwFOf92sn7XGOfMh6/3wf6077bESf3kAPX74/wAaLIX1lmvHexKxO0j04p/26M9QR3rDa7gXlnh/CRT/AFo+2wdnQcZ++P8AGiyD6zI3vt6AZAP06019SQYAB/LpWIl9bkf61B65NNe+ty3MsX54oshfWZdzdTUkOeDzS/2hH6Pnvg1z51GDaQGQD1zR9sh6CWP2+YUWQ/rM+50J1FfQ/wCNMGpDkEEDp0rA+2Q/89U/F6PtcG7mZB+OadkH1mXc6BdRTuCfXmg6gp4Ct/OsL7Zbgn99ERn+9TftsGR++T1+9RZC+sy7m2b0eh/OkN6PesJr2Lr5yfnUZv4xwJlOeetFkH1iXc3GvPUY/Gk+3Dtzz/erFa+jP/LZfzpi3cec+YlFkH1iXc2mvx0Ofzpkl0kisrKfmGM56VktdQ7v9anWk+1wjpMD7c/4UuVCdeT3Zo26i23GEtljk5x/hWtpviTVdLP+iXkqAdEOGX/vkjFcyb5QBiUYq/p1pf6sudPtLq6UPsLwws6qfQsBgfjTWhm5J7nd6d8TdWg+S5jgnB/iK4I/AEA/pXQWvxE02ZcXCShyuX8xAsf4Abm/A5+tebroVvatnXde06wIJUxRv9plVh2KpwPzq0mq+D9Ot3lt4rrUrhSPLF38q7hj5iqgDbnsSc98UMyfL0O9n1yz1KCWSwgLLHw0qZjVfqTgD9T7VxHiObUpJkWyulIXJMkbYP09/wAcVj3ni9r2AR3TIyqNqJGNiKvYBQMAVQj1xUTEbQqAOPvGsJU22aRcUjc0m91Wy8xt6iYRlcStuUgsTkAAdyTgk9aX+0JoR5lzJ5rOfxyawf7dIGA8IbP3iCSPzrX0W/tr6G4+0yQG4gQyIxHOMfl+PvS5GtS4zT0Ox8C67KLubTLjLQSqSgP8LYyfwIzWT8QpY5XtBK+2VC4znkjI/wAP51X0qSz0u8i1S61Sy8uNSzxpKjyMxHCqAffr7VyGqa0dR1Ca5eVBvYlQWztHYfhXRFvlszK6VTmRYURjo5P4VJdaNJZ69BNDawNLbRefiK4ygxkqxyQ3GVPHXHvWQ10OP38f51ueDZYrjXIoHmQeYrAN124G7OO/3encVhW5oxcova5pOaqaMzta0EWfh+zuEiQJcSBRO7tvbAbon93GMHAJz0rEeztEjYS6oI51PMbQP9eD9Ppz7c16lr+l3tzHa2+pCGS6JM8hi/5ZkZUIOM7Tu4z3U9a8j8QBH1i68r7ivsB9cDH9Kww9Sc5unPRrUxlGMVdC/YhIMxXcLLnG4q4Ge/O3/PFX7jw/diWV7fb9nVtqzSusWRglTtY5GRzVHQ737HcgSH9y5AY4zj3r066uFtVbUbrS01KeZ0le4TDHYFA4HpgDp1zmuiq6kNYK5MbPrY8y/si4V9tw8Vsfnz5z4I2rnkdee3HNW49Blks7xoHEzWxLs8asYygUk4YgZ6cDvnPaux8N3VvqkOpW9lpscsayOqNIu5jHISUHsVCkdT1P1rpxYTNamJ4AEkbzo1QYCP8A3uvTGRj3o5qj6Csu55Hp2nJPqAtUkNwv2uOCOIHy3lDkjIDAgfdGc9MjrW9oPhqK8ExSBbhC8ZQG6VJF/eBdg/hJbcM56c/j1PiO8bw9p014i+bPeSKrTFQjO6jCnI6KAp4H55yawLtG1/U9OTQDtvo0El7dQAhEbKkcnk4Kkj8Md8Nxm12F7omj6Pbz+GIpbz5IZF89VEpK7VaQFmB4Dcdux+uJ0htrO0sftWow2QuHhItrBSW2O0blixBYttYnPPQAZHWPxld22haNFommErK6bZxxnbxyxHc/yz7VxmhDdrVgDn/XoP8Ax4VnVpS5XK/mNcreqPUdBsbOx0395aee0KqqvnHfPyjP3sjOeMZznise8v5laa3HleSspOFGOnH5cCuksrQ3C3KbxtjuhMw3kMEaIJu9uQ/5GuE1W8ij1K6Xzk4lfj05rnwcE0pPW6v8zoU+V2RcF2wHCj8q0vDmoRxa1ZvdBRCHwWPRT2/XBrlhfRH/AJar09aVb2I9JUxnua9GyG6ratc94ZzFFqV0u0zOAsZJx8oUbRn/AHi3PvXnUtq80rGRXYscnvuJrL0HxiunWc9nPsuLWT5tu4qVPqDg+3FJ4z1S90vV7eeyuw9qxWe1KjC7QDg++Q7A+v0wBhXlqord7GdL3Ls0dP05mmaPL/LlsOcY9atWMAnsbrUNPZJbK2LLNLvChSACcE9eD2z1FM14TeJfDy61oUskdysWJoUbqB95f94dj1I/CqdiUk+Cd+LZVMiXAEwH3ifMQ5+gUrXNhKixEW3o1o12ZdSq47F2+H2XR7fVbyN4bG4x5UjNgyZ6EL948DOcYxg9DWpHbWOk+IbO3c3GbwK9lfCNfKdicgDO4FuOhHccYINePXV9dXioLq4mn2DCCRy20egz9Kli1a/it1to7y5S3Vg6xLIQoYHIO3pnPNdypJGEq0noekaz8SPFnhrXJ7G7On3JiOVZ7UKGUjgjaR2689cjtXSeGPGt34ktm1LXdE0No7clbeaSBiy4GWILMcAdMj3rlvi5o9xe+INDeLm4vovICAEhNrZycZ6b+fYUePrqLQPC8Gj2LYMw8sY4IRfvZ9zkfXLVwY6tJOGHpaSl+C6sKcU05Mkb4hxeTd3yQW7mG6CwWzDhlJBBx2GA3HODiuy8M+NrbX4ZVu/C+mfYwqgs6IwZyAcY2duDn6V89WaPNeQRxp5jvIqqn94k8D8a9R8Jyte+LotPtZZP7P02Eh9mQssnRiR/31jr93jrUYim6S5aPxPW76bfmy42kryPXXmjctP5MduZMMY0GADgD88AflVeWQDcSScLuIHNYWrF3umKOy7RnrxmqOo659k0m4eSLz3RQpRWxwe/+fWvZj7qSMC7Nr1w+CjLHGw+baMnH1pkOqAeW1xMcxHGBnJWuV07Uo72FZYD8jgsAOOe4P8AntUzSqOXcAnkZOSD6UczFY7KHU45vMjjYqjndGzuMg/5NXfstlO0iF+QCMA5yPXqa8+N2SgUEhc9FGCD9asRalcW2JRIWXbggccf5FUpi5Tq5/DqHBhkHKgA9KoTWM8YVJPMkjKlMbMj6ciqNt4ru4lKFlbZyoPpWnb+MULJ50PykYJXnFO6YrMzlsZ9qCKOZCYyAQ/T6A5AqtfQXnl/vIi8bjg7QWGPU5/wrqYfEOl3CtvKow5II/r61ieMNVg8iOGwkDI43Oyk8+gq4U+d2RjXrKjBzZz95dlF8tRGG6uVULk/1rjfEUHyicYyOD71tyTgnLnoNznHT/P9a1fBdnBdX019fIHS2VdkRHQtnb/In8q2x1SlhsNKctkeRgZVq+LjJPV/keZ738rA+8O1VXl+b95GpPuK7fxh4Wl04yalaR406Rs7f+eWT0+lchLCHXPevHw+IhiIKcHofUzg4uzKwlgPWMfgaes8CD5UqCSEqemKiMRrczLhvUXO1Bn3qvNcvL14HsKh8s0ojagNRmCTU8UOTz0qSG3PVulWdoA9KASG+WirUDPj5vfipJWz0NRRrubJ6DpQBd0q2nv7yC2h+eaeQRovuTivp7Q7CHS9KtbG1O1IECDP8XqT7k5J+teUfCTQAkh1q6XAwY7fP5M/8wPxr1gTNGdrx+YOox1NfH55jFUqqjF6R39f+AduHhaPMzh/E3gmKbVPtUEotbBt0kyE8Rvj+Eeh/Tn2rkZdJa8vHt0uojbx8mSNg27078fj+tb/AMQPEv2m6vNKt+Io9gdjkMGxkg/nj8K8+t5Lm3nLQTNGzAqWzjg19VlrqvCwdV3dv+G/A82tyqo1FHV6hf2el24tbQI8qAKIh0Hrk/5NFvoct7F9v1ubZFjesIbaAPf0Ht1q61lax6eYpYlEAAJOMdO/1rNGnHUo8C9lWwRgI1JLZAGCBk4x7812olnl/TkUx25zTmp0ED3MixQozyOcKqjJJobBIhHNSghR05pgGxipyGBwQe1OxmkhsM5pR1pQn4UoQ1QhVbHWpUfFMC0uw9qpCY9hk7l4b+dTK4I5GD3FVgSpw3FPVgee9UmI9H8A3Gnm1Ba0txfWxJEuwbyD0OfUcj8BXVzTpMcvgnrk15BoeoGxvVkBIBG1h7V2A1Nj3/XtWU9GM6SW2tpM7gDzu5JIzVX+xdMLMfJUE9fmOO/v71kf2lz9+nHU8nGR+dRcdi3/AMI1pJDYi2lsElHIz+tIfDejgfLGQfXzGP8AWqq35x359Kf9tzxnHoCaVkx3ZI3h7TXG0IQexEjf41Lpfh/TNNn8223CTHXef8arfaz03Z9OaU3wB4YYz1pWQXZ2tjrMlqT5MuMcnI4P51W1C7jvObgh8DjqMflXISaj/dbOfSo21PGMEnFLkh2HzS7nRGOxkVA0a7VzgZPfr356U5bTTmXiIe53Ef1rmRqBPc+9Sx33uc1SSWwm29zTm8LaPMrlI5InYk71kJ/Q5FV5PDBhwbKctzyJfbryB1/D8abHfEYxzVuHUT6/nVC1ItOEtvKIZlMbqM8/X1qn8QZFm0AeWCZI3ViR6ZP+J/M1ub45yueGzhDjGCT0+h/n+NcX8QL0JFb2iN87t5rAEjCjgfmc/wDfNNvQa3OLLSnnJpMv70xnf1NJvf8AvGsiyTLjpmtXwrqzaJ4gsdRaPzlt5N5jP8Q6fnWLuf1NKjNu6nrQB9V+C9Uute0n7dqUloJZQsgtrdgfJQ8qGOT8xHzc4x0wDUq209vcRfar9pVckBVBBdunA5xjI5FeWw+J38G+FNF0bR4Yn1HUIFvbidhuC+b90be7bcD0wBwc8es3tnbkJNcKhMY6yksoAz2P+f51pFmEonBXs8xMqyblcZ3lmyQec/U9a3Zvt1xBFsuUj+RRJt2na+BnoMf596Jg51jJt4VhYFgQMEgKOT75wPpiql5KdE0/Vb4uJEjRplQjaCRkgZHHJOOnpXPQw/sW3e9zrxGK+sRjHltYn1q8ubW0eewtTeFDvMCvtJHfHXJ9v69eBufGfhvVY/J13TpklU7SJYg+w9Dhgcj8hVxtUsfHujyWtmTaayimSJWJyhBHRh1B4B+uccCvHJmZ5GaQkuTlixySfetjBI9OuvEHhbTbVZNMae8mi/494HLiNCBwTuxkD3yeBjsay43QeGkll06S+l1JJnnnSPLebn5c8dMn8xmuCrb0XxNqGkQmGBkki/hSUZC+uMGuTGU51Yrk6PvYunaLOy8M28ehaTbR37lLu8lGyM8nJ4Ax7cZ9zj0rhvE1w9zq0s0n+skjhZsccmJc/rXZQr5uoWZ1JHe+AWbzW42spBKKPbn+feuF11PL1m9jzny5WjznP3Tj+lcWCj+/lOWsmv16eR0VYciSKQJp65qOlXNesc5LzS1H6U4UASZPvil7d6j70tADxn3o59/zqOigCTnNJhqYOtOUDv6Uhj+SSSefWlyaix70Ae9MRLk96UE1Eo4/Glx/+ukBZtYxcXMULkhXdVJHbJx/WvWtWtP7d1vxKBaJdaimpeRKhC+YloAFHlFxsVuGOe+PXGfOPBwiN3qBlCl1sJpIST8yyKNylfcYz9M133jjwxqGqQw+MvCTTOmoxLJc29s5Mkbn723HLDcMEDkEE9OmWIoSq07Qdn/l3FGaUrMp+MLmSwjudU1GMW93NAtnaW3mB5BGM5LsOrcgnHoOecV5XaXU1pdx3Fu7JNG25WB5BrT0lF1HXbePVZZWSRyrMzEnPOP/AB7FbWrWmkxagLO9tjaEj5JUIwRnGTg8dD1Fc9NuhJqp70nq7L8kdUKDqw5k0ktNTsvFmnp438E2Ws6VHuvbdDmFPmbj/WJ6kjgjOSR0+9XlOh6bNrGr2lhb4ElxIEDHoo7k+wGTXqnwyspNG1qWO2uVnsLtCCRwY3XlT6HPI4weRiuutfBdppOr6lqdgxSe6QiJSfljY8nAAz8zYOBjHIHau2nUjVjzRZhVpToy5Zo8k+JfhhdBurSW32LDMmwoi7droADx7jB79yTyCc7wP4Zl8QampfC2ULBpXYE7v9kAcknjPoPwz7B4z0FvEWn/AGNSsLLKrq5G4gD0UYA4J61geJGm0DRYdE8MxSrIVJa4LgbVJOTnuxIPPYdMcYcmoq7diYqU3aKuzjPiVrMd3qA06ylMlpat8zdnkxjjHYdB9TWjo6xt4U0gy4FkLtPtOVLBUDHJI6Y3Y9R/Kuei8No0vkz6nbR3JbaIl+Y5/MHNR6R4g1Dw/wCfaRiJ0DndHKMhWHBIwRXFX/fJey1cWmaulKnrNbnT+KQbg3t6Lh7q7a/WLT5oJWwVwCAoGOQOpH8XT3r/ABMia+8ZzC1gZpYrZZLjbnAwNxPPbaVrf0WzuLJD4n8Z7I47ePNrZsACGYcHb/ePbPPc42iuXt9XmuLPWtVugS9/L9nJxnaDG+FBPYfJ+CiurD05WbqPfX08jnqSt8Jze0570fMO5/Oo8HPWm4I9fzqjSxN83qRSgn1NQ4PrSoDzmgZNk+ppcn1/WoyOtMx9aAJ8nsTSbm7EmoG6Uo4AxTETBm7ZxS8nrmq7Zx1p3PrSAl5p2T3qs2cjk0/B9aAJOc0vOPeoMHI5pwB9aAJSTRk1Bg+ZT9tIdiTPpxTck+tMx81BFMB/PvR+dRY+ajFAiXJoBqJRhqXFAEuTSZNRKvzGn4oAdk0c1Cq9aUigCWgHFQxj5adtODQBLx3roodV0CDT0i/4Rz7TdAfNPPfSYJ/3U2/zrlVHFDDg0Aazaowm329taQAYKqsIYDj1fJ/Wn32v6rfW6w3d/cywqABG0h2jHt0rIUfKKGX5aAJNxPWjNRheKJBkCgB+aTNGMDtTHHHSkMeTSZNMximGmIm5xTcGmdqb360CJMNWx4Suxp+vW93IpZYFkkKg4ziNqxdvFXNGeCPVrF70FrVZ0Myj+JNw3D8s0pRUk4vqO7Wp3WveN7NYJBokR+1THc0rRhQD647t9f1rY8A6DpOl+Dz4n1oZmlLGOSRSwiXcUGFHO4kZ3dcEYxyT5Xq1jNpmpXNlcjEtvI0bY6Eg4yPauy8EePTolh/Z2p2gvdPU7o1JGUOc4weCM8+oNZYbCU8Mmoder3FObludhcat4ZvryWw1xHt7lDsMd7BsKkjjnnbxg5yM9fSui0bQ7SxsUtLPc1qW3IrMJAo5Pyn+IZwec8tweoHmlisXxF8fySXCSW9osJcxo/zFVwAN3bLN6d/xr0PR5tJ0ZobC0u2a3nkljijmfzHjdCwIXjO3huvdhjrXWkQWtN0W0tjcSWtvDG8r5YrGAWPuR9SPzNXfKVYGcF1yMKQOSMZJ6de/1q6iDyNqgcEjaOB6cD8MfSkuMEbg+DwQTzjvnH6/gKdhHN+I/Da65ocdnLI0IWVWyi5wARuA/Dge+Kb/AGOdC0xbfw5FEuATmZvkJP8AG7dT+Gc8DgdOllV32x7ioA6bskH3PsM/jiuR8Rf23fNNbeHJ7a3UbkeeSQhiQcMEwD0IwSehHGMZpNAc5c/D6wEsk+taw81y5Lu7SJEGz7HPTPXP4VzHjfwxF4ZaxvdNmlaNnIIkIJR1ORggDj8OMdeab4Zi0p7vW7XxhNJFdsQglZ8sjBiXIOCN2QvPpn1o+I3iO11ua0g08u9vbKcyMMb2OOgPOAABk+/4w1fQpFtfF+nvZrNJasb5FKxpsBAbHHP93IHv/OuO1HIv7je4kbzWy46McnmtjwFpou9a+2XCM1lpqG9uCBnKoNwXp3x09Aa5s5PrXNRw1Og3ydS3Ny3H0Co6UdK6BEneuo+zz3vgXfOpH2GXzbZyfvRO211A9n2n8TXKV6h8Lrb+2dA1HSkj+Zt0ck5IIhR1+XAPXlX6d9vbJHJi+ZRjKCu01/X6Fxt1OY8CeIzoWpbLhj9gnIWXjOz/AGwPbv6j8K9N0jTbTTdauIIRDJpOtJgoSCqyEH7vPCuGP47QOCMZ9z8K9GnaWHS9XnW7jPzLIyS7R7qoUiul8C+HLzRYLiy1FrW+tiwEMoUiQKOzDHT0OTg/hhSwj+sKvTdu67/8EnnXLyyPIvEng+70fxXFpQDmG7mVLWZl4YMwHXoSMjP9M1peKPB/kfEGHSrCNo7S/kVoD1MaE/P/AN84Y/QD1r2ia40e/voI5ZrCa7gkZogWV2jkxgkDr2P4gfWrGrXGn2lxa318YopU3RxO5GVDAZA9MlQc/wCNd1mY8xga1bxT+IRdzNGI9PtyI1Y8o753s3/AFQA9OTXhHi3VjrOt3F3yIc7YlP8ACg6fn1PuTXv/AIh02HxHpUUENwsUUxG+ZAC5j/iVT0GcDk56dDXCXN74O8GyGKyt/t19HwXXDsGA7ueF99v5Vw08I44ieIm7t6LyRr7ROKijhPBNpM3iOxkaJlQlyrsny7tjY9s5xXpvw606OzW+u40Rt2yLdEcKxRAjMB7sJD75FQ2PjW31LSZbu606OK188W4TzfMdycZwu0bvvDjPTPpXSaPZR6VpzNaAx2jYSCI54wWJOScnOf8Ax2s5JVMTGz9V6a/m0WnaOpBqF5gk7GDH14NcjrE8m5GRCysSzr03ZyP8fzrq9UnEoPmEE+i8VhTC2yON3oCc16bMjiba5uNO1Bkijla3fJChT8rf0rpNPVZcTXd1bwKBk75AMfnUlxBay8lQDVQwQYxgdMVNxm/BHZm1keG7gkAUHcjhsN68Gm3Vzb7XVpUIYDo2ea5ySxtn+/Gr9uRmov7LtAOIYwOv3RTuI2/PjkjU7NzL+GaieOMkY3BX7A8rWK2lWn/PKI8+mM0n9kWp4EUfrnGKLgaMqPEc+ei9sucbqW6fhU3DKrg46ZA5qiulWg25jj9Pu1Lfv+8OcdDXZherPJzR3UYmZNcj7LIx5y5Yj1x0H05/lXpHgjThZeFoLnUSd10/2pgcbmyPlUe2MH8a8ssYPtl6ICGJLKgQH7xZjx+J217lDbI8n2m4AS1twEiQcA4r57ibEtUoUu7/ACPSyTDpTlPt+pFfWbanYyrfYitZEKrF04rwvV7RtN1Ke2bOEY7SR1Xsa93vb1Y3Etyu+Q/6qAdvc15j8TI5JJLa9uNiSuSioOpUcn8s/rXh5LiJQreze0vzPbxME437HG4B6io2t0PQ4qPf+FDbuqmvrTzx32UZ+9SiFV6EU23DSzpEZEi3HAeQ4UH3NdX4pS00/RbbT40iW6JWUqwBlRSCw3OpwTzjJGcdlAy+U6vLJR6sajdXM4eHtREKy/Z1SNovPV5JURSh2YbJIHPmIB7nHXIrDd8gZU88g10Q1bW00H7Q0qrZkrZhMYLLsA4PXbiMDg4JB96vre2PiG3ED25W8zsjhe4IQO+BvQdgu1QEAY4UABidyYqtUjdySa8i3BPY4aQ1JZW8s1xHFErM7nACjJPsPejVLdrO+mtpWRnhkKFkOVODjI9q9Q8H+F4odEt7xpZLXVGJkS4HPl5GNpB4Ix1HuarE4qGHgpvrsZxg5OxNo/iptK0GG3kCXipF5cLqjIFcAfu3yBnAPUdcfjVG08fa013HELeKSK4k2wxsQMEtjG7H+cg12GnaFNeaBNBqS6ckQz5MlrGSEbu3PU5PbHfnmrFjo1pZKsEOoaobdQT5JnAj/wC+QMdea5cFl9GupVJ01q9319B1KrjaPMeWeKNQmk1q8kuFP3yivg4bknr681jy3JjkCSIyseQrDGa9b8QeHLG/hIjtlXHKsB1P9fxrj18MR2ynMOyYMQJFXGa9tQ9nFRS0RyO0nc5ybVNQuoBblnaNAPlx27Z9a3tCjKWMblczgEdSdufapbHSvOnuXjXcoYRq443bRgn8yR+FbFlodzvxEp4PYZqbspI8xey07ZkXhZiCBgYGfy6Vq6SiQXGNJha5kMZV2b5FGTwdx55G4EDHt0yMm11a6aTYWMu4gr5nLZ7c/l+VWftGqDHkxLEcbQU6j6c9skD0Fck4Tel7m0XFalfxTYfZ77zPtMc802ZJCo2/Mec4x0II/WsdXwcN1rej0XUL2YyXDbWY5Z3O4mryeDxKpLXxBHpB/wDZV0U7xik2Zy1Zy6yetSB/SupTwTnGNQOO+YP/ALKpP+EJVRzqRH/bvn/2atVJEHKZ9qAa61fBa5AbUznv/o3H57qlPglQuRqWf+2H/wBlVKaFY5EAY5qNlAOU/EV1z+DJijGO8RyOAChH+NZN94Z1S0G4QiUYyfKOcfh1P4UcyCxkxnpW9p7+bbrycg7TWCVaNyHBVlOGUjBBrY0VsSSJjqAf8/nRLVAjQ8sg9fzpeVIGfzqXaevNG3rjn8KwLGgt607LD/Cl28cUYoATLYGTmnEHGcn6UY6U/wDpQAwDPOeadt6Zpcdh2pfzJoAAPxpyn0/nSheetKOM4FACq5Hr1qdHP5VCqkc0ucdutAGlaSse/Xj/AOvXI+OJJbnXZpDE4iiSNd2DgEqGPPTqxrpbdiBwTmsuQ+bZ6uGZjxIeT6ZP9KARxVJ3NOPWkHWpNArT8MraPrlrHqK7rZ2KMM45IIHP1IrNrovh61qni60a/hE1qEmMkZXdkeS/buaiXwscdJI9L0aw8P6lrug+bJcf21p+20eBDhQLZSVlIxn5tqDrj5vaul8Ya1HD4T1WZZXA8uaBcA58zJj/APQuK5PwhFKnifxVq6wMbiG1jSO2xje0iBwvTrlAP+BVB8Q9Sg0OHQfDrS+e0Esc142S24Agkn3Y7m/L1q6UnKCbIqxUZuKOx8Tyyx+HdUkQjzY7SUhvcITmq2uQx61olzaQMjPfQF4h0B4GG7HGSp/HFO8XEHwzrHJz9jmzn12Guf8ACOqJd+DLG9Q5k0391coqjPlqMd+vy7X46lcVdzM47wmmj+H5o9ZvNWY3EUTg2IhKSCUggoeTx154GcZx0qlYWdjBatqmsiLzLhjIiHkAE9l75zn2q58UtAWz1SPU7QD7FfHLsDkLKeT26MOR16NVmaXTodWnk1CxN69vAv2WzJxGR8xdz24Cgfj06Y567bahe1zrw6UU52u1sZiX/h69bynt1hycBniCj8xyKzvEegCyQ3dnza5+ZCclM9Oe4q58QNIs7J9N1HS0MNnqUPnLCf4DhSfoMMOPUGr3w6nnuzPbTZe3gUMCRnbk/d/r+Fc1dPCw9rF6LdGsa0a3u1Fr0aOg0uGeKOe9uZFispEWcoUIcELzk9hgD3/r5Re3H2y8ubkqFaaVpCM9MnOK9Q8ZSm4i+zmeSCzjD/aioGXwgZQCfwryZPu/jXPlaclKtLd2+7+v0Mq7d9R3rSqKT1pVr1zAXvThSdKWgAp1Jincd6QxtFKetFABS/jTaUUAH0pRRSigAXpS0LTvrQBa0aRYr1zI2A0E0YwM5LRMoH5kVv8Agnx9qfhNngixc2DPva3dioDdMqR0J79QfSuVhYpMjodrKwYH0Ir1PTvC3hTwnptteeOZjcarcIJlsFLfuVOCAyjkt67vl6jBxk2iGjRuPFngDxQ27WtPNvcvjfJLGQxIxx5ic4+o/Kov+Fb+F9ZSWXRdXmDuSyBZklSMZ7j73T1IqKTxz8PxxH4WiODkZ0+D9STz/n60lv458BI6bfDaxgclvsMOc+mc5x7/AM6qyEdH4K8ATeG9SSSTWWuoArbYRbbDkjqp3nHB57fjXW3LRQWkpuGbaBkr90Z9gvI7dTmsTwz4j0HWbhk0S8k3om9rd2kUBcgZCsduckZwT7Dqa09e02S6t2KAvnLR5OACT0A6DPPYkmlyqKbitR8zlJKb0/Qht5Y7q3imhCjIwy8fK2eR6D9TXCeNtA1zV71hprWtvbPjdJJO27pjHTj+ddxaWS6fZpGdzEn5256n+Q6fX0rnfEDabLKUm8UTacF/5Y291FFgYx6bvw9+nWocOdLnRSn7OT9m9P0ON0T4d3WnO93qmqWtpGgGXiUN8p64Z8BD2zg1Yj1PwZ4S3PYIdT1JTjzSd7Fs5zvPyj0yvPPPSo7zTfBFw5a88S6hcP03PMHPtztPSoW8B+HNSMaaF4iBlJIKytHIW9MKCpH60cqTuJybVmcX4o8S6h4jvPOvnAjX/VwpwiD2Hr71a8PwLe+H9UtzKqPAVu0DHGdoYN+hA+pFQ+KPCmqeG3T+0IlaF8BJ4juQnGcZ7H69cHGcVFpenSvpt7fkmOGFVRT08x2YfKPXC5J/CtIsiSVtyqRzTG+8cVIajb71YG4AcUqUdqVe9ACntmmU9utMpoTEPShe1OboaF6VRIjDiihulLSAQ9qdTW7H3p9Axp+8KcKa3UUopDA/ep1NP3uaeaBjCPmFLQfvClNAiM/epaG+8KWmIaOWp1NH3qdQAg+8adTV+8adQAxeppcUi/eNKDQISMcGnduMU2PofrTs0AMWhh8poWnN0NABH90fSlf7ppqfdFOb7poGIPuikbpSr0FI33aAFHSmtThSNSGMptP701qYhKTHSnUf40CDtSrQaTtQM9rt9J8M/EGxg1O6u5LbVUiC3nlOsbMwAG5gwII9CO3BPGBdtfhh4ZW3kXzLu6c/xmYbl9MBQB78g14VgiIN2JI/z+dTael5NeRR6ek8l0x+RIVLOT14A57VaZDR7t4Z8CWegast9p15cSERtFNFIFYsGxjbgDHPYg8elY/ijwVfN4ottc0VkeUSxzSwl8MWDD5lzwQQOcnkgnJzgQ+D5fGWkyKurWNzd6e4GcyI8sef4gA249eR1xivSg4ZUKFiGw6749p6DgjGfboMYq0SKrKmwlV5+U4GOcYP/oP5A+1BZth3BThh34B9Pz5+hqteTTJbsbW3E8wyyqTgMRyOenb8uOK5GPULtbgyQySz3bsV8l1IVmGAVK/wYyeeMAjOeaaVwOn1q8NjptzdxAM8EDygPxuKrkZ+pAP4GuB+HFlrkkNvc6vPJBp1u8k0CSn95JI4YZIPOPmc5OMk9xXfyEyuoZdxK5wSQBnue/0zjvT5UFtG895KkUSKXZ3O3gDuT6dTUsDx7VPAesavruqXUItbe3e4d42nmA3ruODhQSOOecdaLb4X3jMv2rUbeMfxeWjPj2GcZrQ8UfEwpI1v4eT90uR9plBy3PBVew+v5CuI1Dxdrl+jJcajNsYbSseIwwPYhQM1DKVzqfGF/p/h7RZPDuhsDLIcXUmSWGMZBI/iOACOgGRjmvOanW3lFuJ3jcRMSFkKnazdwDUFK66DsGMUo+7RmkH3aBhXoHwnnkhm1cQs5b7MG8hT/rsNkqPcjIB7Zrz7vXc/CLd/wlTbYzJi3Y4Bxt+ZRu6+5/OuTHS5MPOS6IqCvJI2PEHgbWLjWLnUdOa2iEhEqxrKVcPgFsYGPvZ70eGPH+paRqg07xS0rQqfLeR1zLEcdTx8w7+vcE9CnjLX9dTxumm6bctbZaKKFf4XLgctkYPLY/Csfx1MNU0jRtZlhSC8uA8UqL/EUbGcfUH6ZxziuDL8RiYqmq1nGS0tutNL/cXUjF3se1W8+oSauqwx2/8AZRiB8xSCfXI4xnLcdsVzfgzX9a12z1MLcQtdRCPyg6BQM7tx478Drmj4d6w83gu3mYSXD2qNE8aAM3yD5Qo7naF49TVbwHZapp/iC5muNKkisrzcCqOo8rLZBxnkDBH0P4V9FTSlCV9zildNFn4ueIbjR/DsFnDJsvb/AOWR06BFA34PUZJAHtnvXDWvhPSdItILnxbebJ5lDraqSNoIPBwNxP0wAfWtD47NKdd00OQIBbHYvbduOf021X+IenW81jda81wLiK7+zrYFGI2fKd6kdMHBPqD6c58bHVJc8KSk4qXVb9LLy3v8jppJWbNvR9L8P3trbTaREGgt7hpUIZuJMDOd3PZT+ArYvrqWzsYIJfvooLYbK7j8zY7gZJH4VynhSb+wvDdojKXuLvddsnGVThQevcYI/GtHU777bGtwoK+cPMIPUZ5xWWW0ZwqVJttx2Te++v4l1JJpIqXl6zluTVCS4Zjy3B/OmytuJxUYXaORj0r1rmQ4zNk8k01pScnv3px6+tIenIGaBEXnMOpoNw2MUN14yO3Sk9sDNACGdv6037Qw65+tKwI7fpTCBj60APjunMijP+Bp+oSYjR+2effP/wCqoYwN34H+VF42+xGPvbc/iD/9eu7DfCzyMw1qRIvDs1va+KLWW8YLCjh8k992FOfQHB/CvX7i6dmDuP3gH7qJeREP7x/2j+n16eJW9xbRanp098oa0Vgso25GA2eR3HAz7E17P4Xuor2x+1wgXTyOSzbsjIP/ANevkuJIP2kZ26HvZO7U2i1Y2O1fOlAaVucsckV5n48v7jU9Tms0ihFtC5SF5QIzuXhyrkgdQR+XGa9bnubkpxFHj0rz/wAR+J7S4jigMZ1FZSf3SR/KQDyRkc+2PQ8142WuUa3Mo8z/ACPRr2cbN2PJpkaOVo24Kkg0wOy9K2vEumw2L2stmzNa3EQdC5BOe+ffpWMDmvs6U1UipI85pp2ZteF7q/S8uP7PmgilaAqwl/5aLuU7VGDubIBCjk4I56G/L4b1TVNQ+0SBBJdGK4IVidqS7jn5jnjb0JJ5HNc3bXM9pIZLSeWCQqVLRuVOD1GR2p8WpXsOfKu7hCX8wlZWGX6buvX3rOdOfNzQsUpK1mdpDYXU/h02l9dwCAwRTRGK1VmACyvsJypyMZP3j82eAWNO03wRKqxXX9pxwqG2yHyt21TGCQRuHPzYx3BB6GuN0+G91O6jtIWeRpGLYZztBxyx/Ada7ycw6PoQs4Z1YAtJI+cszAYyR+GAOwAqaeHmpXb06qwTqK2xz3jew0vTtaEOmXD3koQNcT4RYzIeyKoAA/E9faofCmnza1r9naEO0LOGlwSMRjlue3H6msOa482V3bq5LH8a9K+DLRJc6g0oCyzRDyWI5KqfnAP4pkfSu+KV7HLqeiyLGiRw26iKCMbVjUADHYVWMO1i68mnysjn5WYZ74pDsH8f6VuSUpr94I8HPUnk5xXKSa3KLHUIp2YyiZwxeQ4wWymMHptK8d67WSJHHzLnv0rk77SLOfXtRjn3NG0MUhVGIIY7h/JV61MnbVlJX0RBpfi6C00nZJZwyXinbGRGqRhcccAD8v1rMuvEOqX829ruSFEOQITsA+mOT+NV9c025hu4I5JpZbcJth8xslVHasnVNQaztJILWQorL8+1sBvrWkXG3Mc8+ZS5Wcxpq41C3BHG4V2yuqjgD6ViXHhrU9I1a3iuoA2/JSSFt6tgZOO4x7gVeYvnHAriumdbTW5oLcDOasJeY/nWOMinbiCKBG2t9jqQKT7ed3b2NYvmNjA/nQWZ17g07isbf23396kjvuRzWAC+TnpilWUqDtznHFK47HTRXa9zz3qaO+AyABgnJ4xXMLOy/XvzU8c3bNO4rGvqml2GsxYkURzhcJKo5X/Eex98YPNcdbWE2na0ttcjaxBwQcqy44IPcHFdNFMd3U0zV4lubeKc8yW7h9w67c/MP6/gfWrjLoJog8r1oMPqD0q0F2/WjAHpSsIqeT06ZpPJweOatNjp7UYHPWnYCqYeeaAh49fT0qyV6k4o29AKLBcrhe2Pxo2e1ThRj3o296LAQhRu5p2z0HOKkIpcZNKwxmDxx9KTaKfz2pgjduFGT164oAljHIrOCZk1SBf4kYdPVf8A69XVE6NgiPH1Of5VBajZq7knJfDHj8P6UhnCMKbinmm96gsK674Y2K3vijm8WzaK3kaOVgD87Dy1GD1+aQcd8Yrka6LwK8MOvfaryyN7a28Esk0O0MCuxhkg9skZPbr2pWvowvbVHqV7cWnh270TQYbs3F/d6nDcXkxGGYh1OSo+7khVA/uj8T4rrmpTaxrF3qF0cy3EhkIzkLnoB7AYA9hW3eaVJpPj5bFWkCQX8SrJzkKXBXJ9cEV0194Z0yWFEfT5LKOT5be5EgO7+IZwx5K5OGAOK2hC6sjnqVeV3epsePNcDfD+O4T5ZNRSJF2H7u5dzA/gGX8a4H4c66dH8QJHKf8ARLsiGQHopz8r/gf0JpskV1qU1h4elCrHppm/eL1IZgSf5Y+tXZPC9nNaj7Il3HI6/uZZlKpMcZ4yOQfbtyM801TbB1Yo7WabToLu98Ka6fKs5l82yldgAEY52Z/hKsDtz2GPQGG58Ja3uFtDe2TWhARrkqyzbOM8DIzyec+/Fcz8TZWu9K8MXk21ri4ti0jjv8sZ/mzce/vWd4BtJNa1OWyu7y6WwigaeWFJGw4UgAYHuR78cVjOnGXxI3hUlD4XY6rWl0XW9eSyluFGjaJal3WEMSTlVKgjJKgBefy9al8PaZZ6VqV4unSPJaXcEF1D5gwVUlxtJ79j64I+tcJ4ge0hvrZ/DfmQxXtoBJbpKXYMzMrRnknnCnB9e3Sux1i/i0HxVotm0g+zx6dHayOT05IBPpyoP0NcuPpOph5Qjv8A5ahTdpJsx/G148mj3BUhWF20MgBzwC388A1wC/dFd78T4fs+1ugupRLjPQqm0/0/OuCxjH0qMuadBSj1Nq8+aSFHenimL3p4ruMRacKb6U6gApwA70g7U5SM0hiNRSseabQAvrSUo70oHOaAD6U4UUUAC9/rS0i9/rS0APs4VnvIYX4WSRUJ9icV0XxWtbqLxfc3d1cRXC6gPtkDxvuAiZmCqfddu0j2rm4HMcyuo5VgwrqfGOoXnjzXHvNM0zybe0t0gWFGH7tQSQM8Z5LYx2+lNyUVeTsCi5O0VczND8MJf6ct7failjFLL5UG6MuZG5z3AHT9D+OTNpN3Hq8umrE0t3HI0W1ATkg9R7d8+lbmieKI7XShpWr2S3lkj7kVgMpknPb3OCCCM9xxVxvFunaesjaFYOs8gKmS4O4gdu5J4A4JxXSlTaWpyOVVSatf8joNEW38Dw2+3/SdbuHUCOMZd8kYRe4UnjPU9uwHtKFjFu8yNcDLqe2R/Lr659RXzh4Jec+I7bX9R3yW8VwA87n/AJabSRz2xjr24r2zwl4n/wCEln1T7JH/AKBBMYoJjlWc4GSB2Bzn6HoM8Q6sZu0ehcaTguaTu2VPHGvJo9lA11v2TSeQ8ypxESCfUkcA+teHeMtJ+wXq3MBD2l1l0ZQMA9xx+Y7c8dK7jxp4htfFPg2IW1uftW9pzGHz5AjDbieACNp/UelcfoesW1zpx0nWT+4OBHIeCvpzjjHY/h0pxlGScGKcZQamvuMWx0e/vrdprW3aSNepyBn6Ann8KobiGyDgiu4jltND2OutfbIYAwhto+Ac564PPU88VxBJL7mGcnJ9DSnFRS7lU5ubfY9O8L3Op3HhnVNJ8QKxtJdNlu7Uz4LqExhsZztBwVyOxx0rndbhltNJ0qHJS32khOzuVVi+e/L7fbafWt3xD4y0S6sbu80yznj1zUIPs07u5Kxx4AYdcHIUAYHv1FcTNf3N/JGbuQyeWgjTPZRUcyUWVytyTGH73FNbk0rdaaetYnQHanJ3pv0p0fU0CD+HNNxUmPlqOmgYHp+FC/do7Ui9KZArfdpevNI3AOKXoKAGtT6a3TjrTqBiEcg0opD2+tAoGB5YZqTHFR4+YVJmkAxvvCihvvCloAYeopaRvvClHrTEN/ip+RTP4xT6BDR96nU3+Ond6BjBwxp1J/EaWmIRD1+tOJzTF7/WlNIBq8U49Kao4p3UGgAj+4PpSt900kf3BSt0NAxF6ChuVNC/doPQ560AC0jUtNakMToaaadTTTEwxSY6fWlo70CHYJz7DJpppTz1pKBnQ+G0ju9G12xZMymBbtHxnZ5W4n6ZDEfjXe/ByK10vw/qmvzjdKsv2ZckLgAIQAx6bmcDkgcDOOtcD4Im8vXRCzhIrqGS3cH+Lchwv4sFrqdF1SbwJJc6Nr1oL3TLz94PKAYFuhwGGG6AFT6Dsec6UZKpN9NH+n6CnJaLqdBf/E6TT9Qe11XQLmzcYypnyQvqBtAI68g1uWPxE8OXMQZr5oJDyUkRgfzxj8M4+tcH4kD+L/ECXHkOxWPy4bePk7FyfmI5J5J46dMnrXK63obWBkIjmikj5kikBBXgH6+/NaKvG9jolgqijzP7up9EsTubLAFD1PT1/wAD+lV3toftXmBVE0ibWOMkgc4J9Bkj64FW1ywiJHUAMemT+PbP6tUMi7VCjIYgEHGTgdO/5e4JrY4iWAFHO6QD1GeePTtnv7cisjxNeaKtv5Otz27JuD7JpCA+D3TPz4xnGMZxwOKpeP7qWDwZqE1tLJDdRhSskTFSAHXOD+Y/WvC2sL683XE8u6R/mPmOS7e5P+NRKSjua06UqjtFXPU9atvCWueFdVk0mCxM9pA03mW1v5LIwViM/KCQcdOR+NeM20LXNzFDHjfI4Rc+pOBXofi7WNMtdBGleHdha8WNHjij2sir/eI5MjHg5zwPxPN22iXmkXWm6jeBBAk8bybWyYwHH3u35Gplflcok3UXZmt4zuli0K0022hMdnBcPFGxH+sMYAZun95yMjqc1w9d58SZLVodNjspFkUPO7FG3LuYqTg/XPSuDrhy7WgpW3v+ZrU+ISgfdoJoHSu4gQ11fwwuHt/GFqY8kPHIrqP4xsZgP++gv5VylXNJvJNP1CC7hwZIXDgHocdj7VM6cakXCaunuJtpXjudj43trhNL0e8lcG9sybCeRGPBT5oyD7qd2feuY13W73W545L6RT5YOxVXaq568e+K7OCa48U6ZrttJaPC0yrf2KmM4Pl4jbDd8gKvpkmsn4YaLHqev/aboA2livnPk4Bb+AHnpkE+ny4PWuTD04RnKFtYN29Hr/wPkU3LlTfU9P8AAmlT6J4Pt42Tbdyg3Dx9CXPKqcjg4AU+hzWvat4iEoyumpGcHYGcEj0zjiquheJbbV2hjt2G+ZJp15yVjSXYGbPQnsPY10dlcxmWSMyKrxqHZR1AOf54NdhKny9Ezlfit4Xk8Q6LHLZsWv7Pc8SH/lopxuX68DH0x3zXg1s13etbacksjK0oWOJmO0OxxnHQda+iPiF4k/4Ryw3LtF04WSDJ4l2SxiRfxV/fjd6VwN7o9nN8QdF1nTwG07VUe8C/3ZFUluP97aT7k+lZ4iap0pVH0TYoauxRurqCfVtYhhGEs1jtYkxjZGgII/76z+lWNMy+kQZ5wWAx/vGmDSLaz0OO/Ms0mo6hGLmZmB2APlgAcYzzzyT34BFJpLgaXGhxuy5xnn7xNFCHs6cYLoht3dxGX956/wBaGGTzTmILZHBJoA5zWoiLaM5ppGKsYye1NZdyjj8aAK/05NIoPcEfjVjb0z1oCfjTAqso6d+/FMYd8VOwcA8flTdmM0AV8dPoaj3ZsYM9DuH61YlQeW3qRVEnGmxOOqyH+ldeHejPMx8btMx7pN6Sxnt8w9v8/wBK9H+B94p0vVLWVtohlWVvU7lx/wCyfrXn95+7ug4HDYPPfNdl8LHNjc6yj2pe3lWNlmDBdrLuwvTnIbJ9NvqRXm5th5V6EowV3/wTry6qozVz0q4ut/zudkf8CZ61wVno81vq1tdTTxeXZo8USxoSXQ7+WycA/P2zWtfai2/g5/p9Kxp71hgZIH1rhwOVxw8X7R3b+49GtiHN+7oTy6Npc2nW9lcLMYoDvUhxk5znJx057YqL+wPDiqMacrEcEmeT/wCKqlLqWAf8aqvqPocZ969SMIwVoo53KT3NX+w/D5b/AJByD28+T/4qornw34fkUbbaSHI6xzMT/wCPE1ltett65roPDunPfwtc3ORbYKoM43Hp+Q/nVaAlJuyMbUtPXwdHDc2yylL9CizTYJj9uAMZ6jrnHtWDcNDHYTXFyTN86xiIOVL53EknHAG39RXpF/d2euaOgt9lxZoBECxz0UDkdjXm2r6BLaLJDcXEdvYMweK5kViqnBwjbQSD7gHp9cW9FoLd6mPv055Nz211GP7sU6kfqua6vQ4oF0aS406S6gkWRZLYzkFllAIYggAFW4Uj2rA03QbaS5R/7Z027WM7ngi84O6j03RqP1rrNMvId0hKtlD+7h8sgD/63tWaLR3Xh7VTqtjFdRqq5+WRC3KOOqn6fyxWmFDNyvPXI4NcV4Wvlg125glJWO+Xz4+g/eAYYfUjB/A13Fu+MYIPsa6Iu6MpKzJPlXGFYuexNcb4ZleaO5+0sBqCysbpWGGV+nT0wBjHGBxXenykjEp7DkVyXik6bqTLJcWytNHwkoYo4HOBuUg45PGcUpq6Kpy5Xc5Xx9e21qsXlv8Av2JBJY9B7dq88u7hZoixmUsSRt9K7H+ybYSu8xe7LdGuDvYD0yanWzhUjEUYx0wvSpT0sTJc0uYqXN9dLeWSq4ZUDySb+QF6c+3NXdUvYtRtI7jyAk2QrN/e47+tUGhViNyKx2gFvXvUmMQLEOFU5rkhF7nVOas0VlHGOPWg9eKlCAHg4PpS+WuetanORdOwpen86m8sA89P50vlEUAQ4znrS7eOe9SeXinCM5oC5DsPbHXFCqRj1zU4TjPf3oYDqfwosA+NiBnin3Vz5NnIX+4y+WcdSG4/rTUB44P51Fqq5sGPoVP5EUAaCtE0SGGZpR3YxlP0PNNyRwKr6ec23P4c1P8Aj39K0RDDpjJpOv8AWk6kAfTFLjigA9+Tg/hSEZ96P89aORx0/GgBcAjuO1OPPU8U0E//AKqX69fpTAB8yn/Ckx9aXPb+dKSQaQxAo9MdsUMQmD3Py/1/pSk/5601lJC+zE/oR/WkwI1yoO0d881AhI1SM8rkVZAyD0z7GqzEi/t/xx+lIZxl/F5N5PEOiSMo/A1B3q5rII1W8B4/fOf/AB41T/i/CoNEJ3ruPhHNaxeIL9L/AAbaewkhkU/xKxXI/IGuH71u+DYXl16MxSeXLGAy56NyAVP1BNOCu0RUdoto9Z8XeJ/setWaWka/YZ5S1/OIz8qYCls/3toyO/ygc9KzJUs0iura2vrG7muZreTZZRgJGsUpfex3H5m3Y555HYE1m6jeRLcqJQZNPf5LnaGYrGQfm4OQOOtYeo+L7Kxtvs3h62EajozJgDgDOOpPA5P612OEYbvQ4I1J1FpHUfI6yeONShikCNLbeUr56NtU5+owfyrpL7TJr/UG1Czu7VbDaDFNLI261AQKV2Y25GCcEjGTmvJbW8lt72O6Vi0qtvyx6+ufrXXXj6Lr0SSNOsFzgZOdrdO+eDUX59tzVx9nZNXVjTuHsfFPi3StIhO/R9NhK5U8uAoyARyR8qjjtkjtW/4HvfD+rXr3Om2S6fdWoZdqYXzIj0LbeCOBnOcHHPrxmkaXb6PqMd7FrAjkib5GGxeo6ZOR09q0LXUtP/tVZIVknu7pyrXWwkF+MjP5cAYHHSpVF31dhvEK3uq52aaLoelzXDLHGnnzpcGNTnY6HK7R/CBk/mR04rh9c0NtX1261HULkIk0mVSNMEKBhRk98Adq2LgSR+fKhMk3lnZHuwCwH+PHbGa4LU7TUbmCznuZ5Jbi5kMawONrK2cDaDxjp6dRVyhGmrvUzhVnVdk7Gl8QWj+w6VFHIXESFAS2Tjjqe9cb25rV16GaztbO0n274jJnawYZ3eo+lZQ6CuGnyuN4Ky1O6KaVm7jl708U1e9PArQYelOxzSY6UuOaADHzU4UmPmFL39qQxG60D3pTRigBB1pwpO9PoAbS0daO1AgXPNLSL3p1AySxtpLy8gtoQDLNIsaAnHJIA/nXU2OpJoWhaFLvmWGeWeeZYsEyMpCKDntgf5NYXhlgviPS2OcLdRE49nFb3jfS5bfSdGght3/dz3MKKMsWzL8gHrkdPWuPEyjKcaU9n/kzsw94QlVjuv8ANHEXkqz3U0qRiNZHZwgOQoJzj8K3vB/hS78Q3SkBorBT+9nI6Y7L6n+Wea6Xw38PhGj3fiVjEka7hbBtvv8AO3YYB4H4kdKf4l8dRWunjTNA8sEAhp4lKpH82cRj29en1rnq46VV+xwau+/Rf5/1uc3L9qZB4+1mz07Tl8N6Jt8hABM456c7QfXPJP8Aia9O+Gunw2Hg7To7dkmEqfaJXjO4M7dc8dh8v/ASD0r5td2dizsWZjkknJJr0rwd45OmeAtV01mVby3QmzbdtYiRsHHupYt68+xrvwmHWHp8id3u33fcym3LUxfBt3Fpmv3GmXq28qTOYRJjeu8EgYPdW6d+3vWV4t0KTRdSdVRvskhJhcjjH93qeR09+tYjE7s969K8P+ILXxDpI0fVyv2l1KFnAw+FOHB7MPz7+uOXFc+GqfWIK8X8S/UuNpLlZ5ou3zF352Z5x1xXa3VxbX1peWMIt5LWK386FkBzGQO/v/jzWb4m8K3Wkb7iDdcafnAlA5TPZv5Z6fTOKTwrbNLaaqyD5jD5S+5YHj68Crq1KdamqsJbHVhHJT9nbcr6DaWyg3uoI0lsjhEjUZMrnsKfrdtFa61cRW42xbtyr6ZAOPwORS+IR5F7bafa7ttogXgdXPJI9zkflSa1bvZ6n9mmk8yaJF8x+5dlDMCe5DMRn2q4y5pqTe628tP6+ZNTlhH2SW3X8ykab34pW7UncVuYAR6U6P8AipOlLH940APx0qL1qY9KiNCBjTSp0opFPFWQK3Q0CkPQ0q9KQA33adSNytLQMRv60opG5ooAO4p3fFN9Kf3pDGsfmFLSN94UtADG60tDf1pKYhD94U+kPBFFAhP4vwpaT+KnetADP4jS0fxGigBF6mnU1ep9KdQAxelLikX+tOoAan3KXnBzSx/dFDc0AC/doPTikAyKD04oAXtSNSnpTT0pFCYptONNpiA0Y5FHWimIc3SmkdKcaTHFIZNZzSW91DNCxWSNw6sDggg5Feu3yWniiCUW0qSPYzLLA4bJ5VWwTyepIxjqoHavHlHFe82Hh+DRdU1G4tpdsV6ysYtuPLYFuhHb5unavPzHMXg6XLHeW3ytf8GVToKdSM39kx/A7PDq3iHRhNHBqTWoW3Ynp8rFiDjP8SHj+7nnFSaZ4Cv7qQvqrJFDKS8uJfNmcdxnJzxxnPHHFU9W8Ji78SS6q9/PAvyttgXbIu1QBhvXg9vT1rRWe401V8/ULm7iddyvdT70cj5tp6KVYcBmBIIrPCY+hWUKbfvfhc6Zzq80prqdus4nDShcW+ernDHj7wOfcdeeCehyfOfB3if+0/HetLuX7LcL+55Y8R4UbQemQdx49emaofET4hxXtk+maCxMUy4uLjBBII5Qe3Ynv0HHJ830nUp9L1K3vrRtk8L7lP8AMH2IyD9a9hs4LHvni+O4vPDeo2lt80jAfu12gsu4E4C+qqQB6YFcdottZ3PhzWGe0O6CIym8LbsMoLBF4+XgDOMk556iuxjvLfUNFTxBpl15VwYmYowDrIT/AMs3HXIY4BHQsTyCQeS8YanrviDTHsbLSYY4pGHmypco5kVScD5gpAyM+/HvnCrOEbSqSt6m9KpKMXGKOd8P6V5uum+ZQYok3ZPQP0BPtjP40+51ePUNDlYyeZLdZhhsAQxVt3ynjnOMH0yMDtjrUs5DoYsxgS/ZhCXzwDs21T8H+E7XS5Eurg+feAABjwqE9do7/U/pXlwzuMKUuZbbeYV8OqtX2nc4nxnbpp8+n6arEyWdoiTDJIWRmZ2x7fOK5quz+J9hDY+IFMTyPJcR+dKZGyclmGB6KAAAPQVxnrXbgZqpQjNdf6ZM1Z2GH9aB0obrRXWSFbWg6aNSs9WEY/0i1tvtinI5VGAcf98uW/4BWLXWfDgXNxrdxpln5Ak1KyuLUtMpIUGMtkYPBO3Ge2ehoBnsGq3NvbSrDKqww2skUNksOBnf5kflY67QEVj7j2rh9OjeLwp4mt9O2RStqb24x/CjMic4HQAn9a0vG3ifTdK8SX0ctkJ7+0YG0kAGNskascnPqx7dDx3rzrw/4qv9F1G4uEKzrdNuuI5OkhznPseTz71w0IVHXlOSt09dW/yKk1ypI7H4Z2D6HqviG41EFH06AJIB3UksSPUYjyPqKu+KtYOi+MtTjm3JDf6S8ZAf7r7HCEfiMf8AAjVbUtRM3w/1nWbhRBcazdLHDtO4+WpChTx6JJ9ax/icwv4/D+sxybkvLIIR2VlOW/VyPqDXetzM6bx9D/bHw306/bY15YJbtLI5+ZlliTOPqzp/3yatR248NeG9KTU2/dWmoLHHL03JLAS+D/dDs34LVPQ72C9v18PTyIkepaFaw7tuSkwhDKfyYn67a831+71Zpk07WZpi+ngwJDIeI8dh6/XuMc4xUVaaqwdOWzFF2dz0bUrG4sNCS2unikEWY4XQnc0a/cLZ4zg449B1rP06RltYl5xgVzvhFnew1Pe7FVEYAJzgfPXXWcWNEil+zx4I4m835uv93PP5e9RQpzpwtOV332Kk1fQdLbIkLOViG4nbtI3YGCCcdM56fWofKUHgfiDVy7Qrp8T74CcfdQDcM5xn1+7+GfeqzDPPQ1sSRFAPx9aTaO2RUjDj361Gcdecds0wGMKac/pzT2G0HB4NNP8AkUARt7dKjbrwc+9TMKiYdcfrQBGp2sCM9c1nOhXTpYz1jkwf1H9K0WFVbpD/AKUo6EB+R1PB/qa6KL3OHGK9mZEy+bbRsoJZDtP9K9FijXTdPitIyDtUb3X+I9z/AJ+lcdpsUNisN3dzlcOkmzZ6EEHPeuivrgtllbIPPFRVlfQ0w1NxV2R3Nx1Ofase8uyTgEkD3qO7uS1USGY5PWsbnWLIxc9/pUbbsccU7aecelNxg4pDNHQNNk1bUo7YMVT78jZxhB1x79vxr1X5ILMJbrtjiTbGo56DivJtHvzpmpW93s3iNvnXONyngj8RnmvabgWdzpULWYTypkWSNwOdpwc+vSrirlwmonjM14bTUZrnSrhNL1BiRcWkpBhYg8lCQRjJ4U9MnHSsnxRr+q39qtpq0SxbWDLsTaD69OD17Vp+LNOdr6SWNN+7lgOcn1Hsa4+9DJF5eXCK2dhPANNvQze5v+BI45bq4jJUTMBsJAPA69fw/Kut1OJoYoPLPyDIYgd65H4fWUtzqbzIRsgGWH8RyGxgdK9Gk01Z2ilkkIi28owIz9e4NTYpOzOZnEzrG8T7Jo2Ekb+jD+Y9R6Gun0nWzd2/meWUljO2VA3KH/D0PcVzd9J9imeGRgWXngYBFZEl9JBci5tmxJjY6k4Ei+h9/Q0KVipJM9CuNZkXIL9T9eKyby8ed2LGsO21eG7bG4rJ/wA824P4etW/NBPBFXe5nYnLY70wMOcHg9KjD4Wm7lUYGB6UgIMetPUZBApTg/l60Y56jrmpsK40IMk08jkdqGIOAKXotABgH6CjGelIvDc9O9Sjt3oAYVAGOtIVG2pcY6cUH60AMXAx0zio2OGBAqYrnrwKicH+EZz+lIY1Dj2pL4+ZYTjvsJHFSxWdxNEJ1RfKJ4JfHv0qHYSriVhtYYwFwf50hFvw0q3DPAxAMi7UY/wtng/59aewZGKuCrA4IPUVV8PkxNuB+ZcDkdeav6kT9uud3GZGb8zmtV8NyH8RW5ye1Lnr2+tNz834c0DBx2/GkULu570mfSm9u+cdKTPFAD92MH8KUnnnP1FRjnpTh39e/NADwcUo6dqauABz1p3G3+dACjI9yKU9CAcHOf8AP+e9R7sU0kqc9aAH+WVJKoM98nFVbkYvbUfLzn8+KmM42/M3tVa4mVrm1CuC24/lUsZzniZAmt3IHqp/NQf61lEc1seKEI1mZiDhwhHuNoH9KyGHSoZothKfDFJNMI4AWduAAcZplT2F5Np9/BdW5AlibcuRkfQ+1J3toDB49RguxbETiVkMYjUk7l6kDHUVS2sxwoJPoK2LPxJqFvdJNI6XUqZ2PcL5hXIx1PX8c1uXPi6xtog2k6TCLiYmS4NyNyhj1CgEZ+p5rKVWtGy5L+jM7HEMMU3kdeCK7P7VomqwJe3uy0nt2zJApJ8wdtnrz2PT1xVKbWdNVpL2KxzfyfL5TE+Wg9cg5PGOOO/bApLESenI7jOaya29P16az0+OJLaJ3hYmKVlzsz1/HrVprnSdWhWe+2WdzE2XSJWIlX/Z689sE+4I6U6LxFamRLWTToV04fKWA/e4xjOc498Yx296tYia+GLv/X3kygpKzMVdWvlnjmW5k8yMsynPQk5P51INYu31K1vLhzNJbyLIitwPlIPb6VfkvdK00mOwgF5J/FNJlV+i/wARHucdOnepf7R0cql+bZheJx9mz8pb+9u/u/rnj3pSrykrOLsxqCTukZfia+W9vkENqbSCJAiQnqB1yfrWbVzWr/8AtG6imMaRvsAdY12rnPYfSqdVSjyQUbWL3HLUgqNKkFaDF7inU30p+fWgQh5Ip1IeozS0hjTSig9aUDFAhP4qcKaPvGloAO9FHrRTAE6H6078aanQ/Wnd6QzX8G6UNa8Q21iZzAZN5EgGSpVCw4+oFe/O6+Y21RLKoJRMDI4xkE98Ej8fevBvA2o2ukeJ7W9vmK28YkDMFLFcowBwPcivZbPUbaXTp9XgfzrRYHmLLn5woOeD34I7V8nn8JyrRbvy209W9jootWPOvGll4v1u4Cz6e0FoCxjhWaPBORncd3J46exx0JrjdU8M6xptv595YyJEOrKyvt9ztJwPc1vav8RdXu5i1stvbIDwFTefxJ4PT0FQ6f8AEDVYrgHUGS7gPDKUVSPcYA/X9K9XDwxtCmkoRSXRXuZScJPc42lBrsPHWnWzQ2+tWGxYLsjcijGGIyDj88+/41x3SvToVlWgpozas7C5oUlWBUkEHII7V2Xhrwtbtp39reIJhb2XWONsjePUkcgHsByfyzonxpo+nqU0jStqk8lVWLI7HjJPGOtc88a3Jwowc2t+i+8pQ0u3Yj8LeND8lrrhDxsBGtwQCT7P6jB/x6k12+n2Nhp0jx2sEcAkcylBk4Y8EgHoMDp0rlIfiDYsAJbW5Qn723B/qK7VVVmEgXODx/n9RXzuOUoyu4OCfS+jOim+zuZR8PWVtqc2qi3kvNQkffEjNhFfnH0A7k56cc4FeY66jRa5dpLJ5sqysJJMY3P/ABH8811/ivxzJbST2GlRmOaN2ikncDIYHB2j8Op/KuC3s8u92LOxyzE5JNerldCvFe0rdVp6fojOck3ZCnr2pP4vwpzctxSH734V65AlKnBNGKE+8aYD6Ye9SVH7ds0AxKaOAKc1IvSmQB+7QO1HakXpTAc33aVaCPlpV6CkMRvu0UHpRQAh6in0w09uKQxG6j60vc0jUooAa2P1pD7UNxiimIQ9qWkalFAg/ipfpSH71LQA3+KlpP4qWgBq9Wp9NX7xp1ADFpe9IvU0ooAF+7+NHakTpTu1AwQfLSHoaVfu8Up6GgBvag04cqKafakMTHFMPen46U1qYhPpQaU0lMQpGKCOn1pe9I3bNIYo4r3mHVbbxLpiz2M23JBaLd80bY6HBB4PQ+1eD9Oa7r4WxpbRatq1yWjhgi2B8ZGPvN+Iwn515GcUIzpKrf3o7fOxrQm1Kx6Hfaha6ZapcX022NSEExBOSemcfhk9MgVz2pWukeKEVZL8Suq5LQT5K+nycj8SM9upzWb4/wBeNrHc6Rd2YkhuoFkikWTaUOeMjHPzLn6V53HYX62ovY7a5EHJEyocADvn09687A5e3TVZy5ZdHoaVKmtrXNLxL4XvdEzKf39pnAlUYK/7w7fqOnPNc+CD2r1bQzeSaba22vXMEy3kO+BQ580oU53ccjacZ/n25DwPoMepatL9vC+Ra8OhP3n5wPpwf09a9ahjnGE/bO/L1XX+mYyp6rl6k/gvRtWuv9KtLlrKy3jMh5DleRhehwR1PA56kYr0UPHbbbW3lZjHGNq5BkKjjJ/l6fnXC+LPE95bv9g0+N7S3UfJKyFWdemVyBgcdRzx1FZHhfWY9M8+Vomuru4IRUBwcd/m56kjgD+HtXJiKGIxkPaz0XSP+bLjKMHZHpJjm+1+Y0gSHAAUN7dMdOvfr0965nWvHItHaHRgkkqsQbhhlR15Ud+vU8exFdNdiG8WfTndElmhbIB+fY2V3fmRXjps5I9RNnKNsqy+Uw64OcVhl2HpV23WW3T9fMqrNrYfeXNxeXD3F5I8s8h3M7nk8cfpjHtVRu9dr8UIWh8QQBlVI/syiJFPCIGZQPbpnHvXFsOTXu4aoqtKM0rJo55KzIiKX+GlPvSdq6BAK3fBIv28U6eukEC9MhCZOBjB3Z5HG3d/SsGr+izPb6taTQO6TRyK0bKASHB+U4PB5xwaV7agepeK/Dg8a2dlrGgXELSxRfZZo5GxuKEgHIzz9e22sLQfhlf3d4g1O4it4A3ziJt8hHHA7Dvzzj0NUbPRNf0aXGn6lbxXm0O9rDc/vOmeRjafzI98c1o3n9rXliltrXiNLa9nQlLVgEUj0Zl4wcf/AK65njaO6lf01/peYckiH4pa9aXT2mjaQR9h08bco2VLAbQB67QCM55ya5mx114tDuNIu4hc2UjeZGC21oZOzKcH8R3yemTW0nhXSgiwT67bx36fPcAkbFTuFzjLA+p6HOKbHo3hi9DQ2OsT29wuTvuwBG2Ow4Xr6k9jxU/XqXS/3MfIzAn1e7m1s6oH8u680SoU6RkH5Quc4C4AA9AK9Mj8W+E/FFvD/wAJVYLDfIoDShGCnHoyHfjOTg8DPeuZ/srwlcMdPt9TuIb2PI+2yhfIkYde/A646fVu8ssPglbgFJ7tBZnDqQWF5gdQecZP+6Mdh1qfr8ekJfc/61/4ewnDzOk1nUPD1zpRs/DCRpBbfNIUjKhiwwMluWPy9T7c1lWM5NhGA7eURgjnGRwaistWttXsb5rPTYLEQlFxEANyndjOAORg/nU+n7ItNgCHsSc8dSc1105SlFOSs+xNki1KXW1+cwtG2AhVhu+h/wA+31cOgHHSqyuHK9yDwTU6tkYrQAzx/WmMcH3pScGm5POTmmIbgA8flTTwevPrQeOnWkzz7YzkUANPX6VG3b69qUnIpuc9T9fegBjDB47nNQyZ3jPAZSh+v+TUzECo5l3Qkr1Ug/Qf5xWlN2ZhiI80Cn4gTbFZRc58tV/QCtqT/UgdgKyfEmP7UgjxwHUcfUVqzsBH7VmzaKsjLuIwW4HSoGXHFWJny3NRg56ikUV2XmmheuamK89KbIfLQliFUetFgKF/J5cZX+Jv5Vf8MeMrjRYfsdwrXFhu3KoOGjJ67fUck7fXnI5zz11KZJGc9CeB6CqTn0rVKyJuetPPaeI41ltJ1cAfMEOHUe461z2seHZLmJooWQ/3XYY59P07VF4D8OszRavds6IpzAisVLdtzEc7c9B3+nXtZ7hV3FeWPVu9Qy02c94O0a50JbkyFHaYKD/CFxnp69e4Fb1xJLJGQGUDByMfyqvLddTn8fSqjXeerfjSuIjuNMhuXDTnL4wCGqi2h2ZJyTgf7RFW3uBg4NRecN3J4pDuypJ4ftXPyllx0IJPNPGk3EK5iumcYxg1Y+0L26ehpfth9aBGfJZXanBm2n6VE9lc5/19abXG7IPTqfaoGbGccDNO4FrUIPIuCgztPK/T0qvz0PNal9+8s0cdUbBz6H/IrOxxxQIOxpQMnim9Mj8QacGwOaYC4CntTweeaYvr705fQ/h3pALnnqBS5yDkUn5/lSjGOaYC/ShflYcZ7UuMZxj2pA2SOwzSAbDbo8SB/NJRQAF6dOa1tF0q3vIJZbifytrFQDgdh3J96zrV9m/5lXluSM9zT7G6igaQy26z8gAliB/9egTIdAjdppGH3FlCHPqc/wCBqO6u45LiVg2VZyQfUdv0os3JvLlVG3c2cA9M/wD66oSWq54Bp82lh8uty0JlI6ijzQB1HvVBrdkZdrsD9aBHKD97oOeKVw5TREg9fxoLgdDWYPO2g7u+OlIxmzwaLhY1PMHTIFJ5y4INZ480uylvcU9EY9SfzouOxb87NCyl2AXqaht02yAsMjvVmKIJJ64PFFwsWYrWRztZlX1HWta00y3YruDP3O5untVOJuf/AK1bFj8yAH7ueffmluOxxXxGRbXVraK3AiQ2quVTgFt78n34Fc/ogc6nGI+WOf5V6zd6FpWr3gl1C3M8iqEB8xlAA7fKR61zdrplnZzJcWlskTMDk73bAPYZY03F7i5laxy3jD/kIQDuIBn/AL6asFugr23T/C2k6xZrdanamaUllVhK64UHpww75/OotU+HmgzLmAXFntBx5cpYE++7P6Yo9m9wU1seK9Ka/UfSt3WvDl9pkk7lPOtInKidMYYeuOo9+wPGawm61Nir3Ok8MeH7fW9YQXUv2SzdPNkkX+BQCXxn/dI9s1N4q8I/YtT09dCn/tDTtTOLKbIyzbtpRumCDjJwPwwQLHg2e2Itra+ultra7S4s3mJx5eUzkn33AVt/CfUrW4vH0G9/eRJcC9sXPVZE6gfVR09N3rSi7mepymt+B9X0zWrPTNiXM92paJoidjY+8MsB06n2xWbH4a1abVLjT4bKR7q3OJVBAC/Vjxz255r2XxH4GGo3l7ctfT7pGDWqlmxADgyAc4+Y7vpkVzXxKvToDyR6XO0N9qMgnuJI2w4jRQqLkcgE5P1zVDueb6zo1/o0iRalbPAzjK5IIbHXBHFRaZp9xqMxS2UHaMszHCr9a7TxfFfx+DYI9bO+9ttSeCKWTO6SIKcsM8kEgc+gWsr7LcTaLpttp+VhmDPNKOBnuCfzHvgVlVnyrQ2owU3r0M2+8O31nCZSElVfveWclfwqjYaddX7MLSIybRk8gAfnUujalLpt2HViYycSJ2Yf41239nQz28zWbGIXDpLlDjGCM4I9R+tY1K06WkuvU6adCFbWOluh57eW0ltJEJRjzI1kXnPynkVFW34zhWDVURPuiJcfTsB9OlYtbwlzxUjmqQ5JOI9aeKatOFWQL3FPqPuKfQArdRS0nUjFOpDE70UE80goAP4zS4po+8acKYgXqaTpSDrS96QCr/WlzSJ/Wl9aALOk6e+p3wtUkSLeCS79AACf6V6T4DkZvCF9pE9xCTKtzb27hsrjbnj1GWY/SvM9OvpdOvEu7cjzImyAeh7EH2IyKu65r63iWaadAbOK2JkRUbG1yckjHoenSqlRo1Y2qq9ncxm6nNaGxq61YaZc6DeXNpptzp81gY0/eAgSFiAQc5yRnP4isrwxpGnXlnqF7q89zFa23lp/o6gkM7EBmyD8oxz9R9DW1bxFqGqWqW93IhjU7iFQLuPqab4e1ybRpJ/LihuIJ02SwTLuR8HIOPUf1qcbzTg1R308uv8AkPDxlFe+dBqr/Yfh1ZWV0q/aJpS8SspDBNzHcOe/06N+NclpcC3Wp2lvJnZLMiNjrgsAas+I9bu9e1A3l6V3YCqi52oB6Z/OqFtPJb3EU8DlJY2Dow6qwOQa58PRnTpvm+KV36NmzabPRvEFhLr+tSWD3sVjptiI44wwyWdk3DC5GTj36DjvXAz2EkOqPYsVaVZTFuQ5UnOMjviuxm8ZaVKYr9tHH9sIuA64VM425Jzzx0yMjoD3rjPt1x/aJvg+LkyGXcB/ETknFYZfCtBcs1aKS7b9X8x1Gnsb9toVrNrMENmZpEglK3fnAADaR0I67uQB14/Gu+l8RWIs5rlZVeCKTymcA4ByBx6jkHjr1rzPUvE2oX1qLd2SOPHzeWuC31P+GKyhPKLZoA58kuHK/wC0ARn9TXTjcHSxXLfo/wAOxnh5Shfn7f0zq/EGkQLJq9xJM7XSzrOPlwrI5H/szHp/cPrXOgfMv1rSvfENxqGk2mnyooWI5aQHmTAwM/19Tis0feH1rqqKCsobE0VNL39x7ffFI33qc3UUjcsKyNxKVPvH6UlKn3j9KAHnrTP4jUlRn71JAxDTRTj9aaKokXBApF+7S0idKBDuxpR0H0prUo6UDBulFDdKPTFAAaeRUZ6VJSGNelprdKeOaAGsfl49aQilcjFGc9aYhp6ilpGPSloEIfvClprckU6gBp+9S5o/i/CgGmAg+8aeaYPvGn0gGL940uOaRfvGloARKd1pq9/rTqBgn3aMcGhelKen4UAC/dpGFKv3aG6GkMZ6U1uRTu1IelMTG0jUvbig9KYhaRvvCl9aQ9aQDj0rt78No/wttIMbZdSm811JzlfvAj8Fj/OsPwXJYx+I7Q6r5P2M7w/nKGTlCBkH3xVv4j65BrGrIllJ5lpbrhWAwCxxuI9uFH4GvOxHPVxEKKj7q95vppsvvNI2UXI3Zof7e8K+HdRSBr2WwlENxbopdnQEZz6khQcf7Vb26/kvoQyk6W0R3eamx4mGcfeA4PAxx7jivNvDPii70BHijRZ7WVgzwuSOfUEdDjjv29K3pfiNJ5TCHTlWU9Gkm3DP02j+defiMBiObkhG8dba7X1/A0jUja7NHxF4ni0GaSzgs42uEQeRICAEVgDgjGRhgPl6YC+lcv4Q12DT1urfUGb7PP8AMWwWO7oQcc8j+Vc/qF5Nf3ct1dPvmkO5j/ntVden1r06OXU4UfZy3drvzMnUblc9P0ee11FJ9Vs7J5fsSCC1idwGTauScnpyQMkngfWkn06DWPE9rfWZ3RWwzPIPul15RVb+Jh39AB9K4zwn4gk0G8dinm20uBLH0JA6Ee/J/M/UdBr3jsXFq8OlxTRs/BkkwCo/2QCeffNcFXB14VrUlo9E77Lrf8zRTi46lLWPED2vjX7ZbndHbYh2Y6qPvr+ZatLx9o7XFxa6xpCSTpcBEcxKT85A8s+vzDA6dQO7V5+DXc+D/G/9j2DW97FLMIhmAoRk/wCyc9vfnHp0rpr4adBQqYdXcVZruiIyUrqRH8SSw1exjnkEl5FZRJcsGyDLli3065/GuNbqau6rqM+q6hPeXRBmlbcdowBxgAewAA/CqLV24am6VKMJbpEyd3cY1H8NNNOH3a6CQrrPBvhGfxFHdTC6hsoYv3cUk3CyzYLCMH6AkkZIGODmuTHavRvhpeLf6to2lvZQG3tRdSysQzGUvGyncPu4xsHT+HrzQDOZ1DQtVXxINNY/ab6Zg6yo5ZZAed4Y9R1yfY1qeLPBt5pVidQfUIr8psF3tPzwseBnJ5HQZ4PI4649M8QXFl4e8PT6nZET3McJt4LhmDud7ZGW/iG7k/SvI9M8QW1lo+qRyWbz6neq0TXLykqUbrle7A8g+/5ll0JuW9I8I/2n4ca7t7tDqW1po7TPLxBiufUHIPPI6etSaf4esk8KT3upmWK7keSOHtsdFYhWB6ZKMOeegHes6z8QS266ILK3AurESIX+8Zg7k7cemGI/E17BaE3drFLd2CqsipI0U4+ZWAzzx97IGOn3a8DHYjEYd2bum9O++3n0f4G8VFnIWvg6x1NvDf2e1eGDynGoPlgWdNoKnng7y47HGccAUzxLDo2vaXq7aLpkdt/ZeHW7hjCJMP414AHuOT68ZrvNeN8/h+8XSog140ZEa7wvLHkjoMjJP1rwOK8ure3ubWOWSOKbCyorYD4PGfWssDCtiZuU5WlB6K/nd3+Wi6ClKNtNmdzo2lx6f4GhvMYnvpGdmzn5FwFX07sfX5vpVYJMlvbmWKWON0BQsCobPcetV/CmoS3Ph+60+4OYLVg8XH3S/X8Pl/U113w71WSxhj067M7pcSMYV8sARHnPO7OD9K+lSMNjAjZowSQSB1NPa+VMeZnjrivQ/EGm2moW6q5a1KOH823CqxwDwSQeOensK8huNQubW+1C3ZknEUhCll4K59sUpPl3KiubY3EvYnbCvz+VTBwelc0NVTGDb8nqQ/8A9apW1O0YDaJkfPJwOn50lNDcGb27JPNNJB6H/wCtWQNWs1GDcnPYbG/wpx1GDZlLhDjn7w5/WquibM02YfWo2PGe2ay/7Xtj1k5+h/wqT7fAV3CaPGM/eAP5UXCzLjH25p0HzSqh6P8AL+dUftUTEASKeM9RUljcI+oWw3jJlQY455FO4mhutL5+vIBgBfmOOlWC0zMQQu3HHJz/ACqC53S6/Jsydq9h9Ktbc5ByMjFIEU5EIIzTM47fjU8ybWiXk5bBz/uk0gT/APXQMhydvTrWTqtzk+SPlUcn3rSv7lLZCOshGQK5mdzI5LnJJ71pFdSWNdxn72asaHZf2lrFraZO2R8OQcHaOWx74BqrbQ/aLqGFflMjhAT2JOK7Dwzpcema0kjTrK+xgg2kFT/+rP505MEdrcyrFGI4QqIoCqq9FAHAA9AKx57jB5PtT72cliOme5rKmkLe9Y3KFmuGJ46+tVzIT6j60hJ/pS7Qe1ADGY7epNIXPPNSbR+NMZM9AfagBC3/ANejd+dHl8U1l9OKAHeZ2o8w561H1ppyD2oA6C5ukjtcTHajsEz2qGRUQfupVkHTK84rO1xs20eT0cH+lT2hxaflzTTEyX3zx/KnDnjrmmZOOmfxpwJ5x296YDl/z7U4e3eo88mnBulMB/Uf/XpQeBSZP0pN3PoelAEnT/PSjjPfrTM9iaJHwvr70gGzHazAjGTkc9f8ml2sWOEYDrwOKclxmPaccdKelwSpHTHvQBTs2KapKOQcj+QrRkhXn1HaspmC6pkcllBPseR/SrskuJXGcYYikNDZoQzelQ+UUPIzxgY7VMJB2oMgA7HvQUV2jO1MjvSrHk/dzz6VOZF29ehzTvMHY0CIfs535AGMelHkkZ59zU3mKM+g6UhmUKMkUAQ7dpOfrTkbDCobi7ijXlhj3NVYZ5bhiLWKSX3A4/M8UWA2Fmx36VdhvxGi+p4HvWXbaVfTr+9ZIxjJx8xrc07R44pAzyGRwPvOeg/pVKLE2bGnOcqz5x356VgqeIwQeBXQ7vKjdscKpOa5mOQNjDrv67T6VbIO50CQLotvuP8Afzn/AHjWbqupeaXjV9kSf62TOMD0HvWfDesdPjtoW27ATJJ2UEk4Hv8A5+uBqmqiJlhhhEiAEFC7Lj8Rznv1/XoOVkCQy71yCa++yqivEn7sqRlRnIx7mvPbyH7PdSwk5MbsmfXBxXSKIkvIPJs0tlLDcquzbjnr8xP6Vn6tppOoXLrLkGVzwvTk1k2WjR8EaRZ6vqVlb3+77O0rmQBtp27CRz6ZHX2re+Dur2Vnqx06TTlkvJ2Pl3sabnUY5U+i8dR+PqKXhkwS3tlp8wNv9phktGuDwoJjZUI5/vNXTeH7ez8DSW+miWG78SajMkUhi+dYELdM8HGOcdz9KmLJ16nc3txdjUlhWIG2ZfvY4+uf6V5Z8XZNKF4IvIuDq5RT5u4iNU9MHr36Y+vauy1XxxaWWq6ta30TI9kV8kAHM2QMgemMj8Ky/G1tZeJGOmARx6usK3NnKSP3qnOVz+B4+h9RVJW6lN3toeX+IZtau9P0y51XzHtPLMds7Y6DrnHc4HJ5I55pV07UItHlKXYVdnmyWwfDBPUj+n/6q1lsdUHhzVYtYtJIbexii8pplK4cTHAH97IklGRkdPaqmpwXs/2i70/a9reou85AZcAAryemf8Kxqt3SN6KVmzC0t7WO6H26FpozwApxg/TvXqWivawDMtv+6EZ2RgYAPpjtXDaZYwacrXl08dxOgzHBEwbB9SfX/PNbL6wUvoLfar71Xe68hWLAHn2Ga5MRepJOB24a1OLU3v8Aec744nSbWAiJgxRqrH17/wAjWIo4rU8TN9q1Pz0jKhkG4kdSOD/Ks9U4612UlaCRxVpc1RsSlWnbOOopRH7itDIb3p1OEJ45FOEJ/vCgCM54p/al8k5HIpfL5+8KQER4b8KWpDDzwwpfJPZhTAhH3qdineSQxyRTvKJ4yKQES8saU09ITuPIpTCR3FAEadPxpetOELDuKcIv9oUAVpBhXxUQXKLjvVmWErGxJFQrgYz2FUhEDDmkFW7e0ub1/Ks7ea4deSsUZc88dBTbywvLJVN5a3FuG+6ZYymfpkUueN+W+oWK5phGK29N8NaxqUBms9PneIDIcjYrf7pbG76DNSx+FNXMW+5t0skyVVr2VLfcR2G8gms5YiknZyX3j5X2MClq5f6XfWDD7ZayRgkAPjKtkZ4YcH8DV218MazdRq8VhKA33RIRGW+gYgn8KftqaXM5K3qFmYxpVqxNYXkE6wzWs8czfdjeMhj9BVibRdUt133Gm3sSAgFpLd1AJOByR3PFV7SGmu4WZWhGWqwPvL9a0ToU1rCrXM1ulw3W2DbpIx/tgfdPTgnPPIFMFg2Rhx78VKnGavFjSsVW6ik7irrWJDAh1PFNNi5YfMvSmMqY6UsSlnI9u5xVr7E/99P1oWyfOSy0AQEelRsPmNXzZuD95TUTWMhJw6fmaEDKjCmKOtXfsL/3lz+NJ9hk7tH+v+FMRVx3pF6Vb+wy9in5mhbCXHJX9f8ACmIqkfLzS/wirJsZccbcU77FIwBG2kMqMPloVSf/ANdWfsUx/un2zR9hl/2fzoAqtTxyKmNlLj+E0fY5CByv5mgCu3SnYxipGtZOgK/nT/skvqv5n/CgCtIMrxQRU7WkpH8P50fZJO+386AKzdvrSgVO1pLngp9c0C1fsVoEV2GCKdipTaSEjG386d9klxnK/maAKzD5qPxqwbSQ85XH1NAtJO7J+Z/woArj73FLip/scgblk/M/4Uv2R/7yfmf8KAKoHzGnVOLOTcTlP1/wp32OX+8n5n/CgCqo649acVwKm+xyDPK5z60v2STHVf1oGV16UuKm+ySDqUz9TSm1fH3koAgA+UZx+dIehqdbV8feT9f8KDauVOGX9aQytTW5FWhaP/eX9f8ACj7E5X7y/rTJKuMUjDjNW/sbg8uo9uaRrNj/ABL+RoAq496GHFWjaH++PypDZns4/KgCCONpSVj5bBOM+gyf5VPeaTfWv2YT2zq1zjylBDFiccYBJDfMvynnkcVLa206XMTWjFrgODEFHJbPGPfNXrHUb6WHUrv7OJ3R/tJuM4+zu52Fh7ncMAdCqn+Gsqk5Rd1sNJMw7u3ltp2huYpIZkOGSRSrL9QakGnX32b7QLK68gjd5vlNtx65xjHBrb+0QnT7XUdQ0q8nnjQRRSvxbS7chS3y5O3gbc87ee4OW2tak+oC9a9na5U5Dluntjpj26dsUlUqS0iloFkilbwS3Myw28TyytwqIuSfwp9zY3Vpem0uIJI7kEDyyvJJ6Y9c+1ah1SNxKumacLe9uzsZonLcMeVjXHy5PGOeDikt5NUguItPS1ZL9crEZEKTRBhkgZIwMZOT0ySMZodWe7SXr+foFkQatoV1pluk0z20g3bJVhmEjQPz8r46Hg/lRBpCNHH9rv7a0kmUPFHIGJIPQsQCFB689uaTZf6PfSW0kIW4ZQrRMqyKwOCOOQexHXkUWtlf6vrJgfd9skYtI02V29yW44FTzy5buStvf+rhbXYkt9FkieaXVvMtLWBtjttyzt/dTsx75zgDn0zpC20zRcXk0K6jb3RAtYpX2nyiP3jMFOQwPyA9MhiBwKafDerT6mNOuZtywOke8uWRFZWbcucfLhG9ORitq0+Hcl5qN0sd2YbGMqIpHj3vISBkYyOAcgn1HT05auLpR1q1NLX07fnf9PvKUH0RxF4kUd3MluzPCjFUdhtLAcZI7Z647VXatTW8T6zfzbwTJcSPwOOWJqj5K/3/ANK9CDvFMllbbzS44qfyR/epywKeC1WIrAV6f8Froxa1e2qeWYZ7USPkZZSjhQM+h3E/iPSvPBboOrn8K6LwnLf2MWoSaW8YZoxGxcZK7uhX34+nAznildLVhZvRHq3ja2Fl4G1WHTbWKRWjJZGGQqk5ZgPUDkemMjpivB9J0q91i8Nvp1u08wUuVUgYUdSSeB1H5iu+0zxde6eoW+knZlUKdvzCTAxuyeQRjOOQcnpnNVNFv9Bj1r+0Le9utGk37pY0TMUqhgdq45UEqCQcjtyKOZPYHFrc5u80u50q40trWVnurhEkRUG145M8JjrkfL6da9q0pZksYFvpFkulUebIpCqT6gY+oH8h0rz601nQpten1DUQ7XNtPMYZguUmQuSjFcZ3AHj8PTivpHiuOTWNS/tszx2N8nlAqMmJfmAHQ8YY8gZzzXz+YUa2KXLy/D1tvrsvkbQtE9RvILW+sbrTp5tkbRKG8mQqyq+Qpz9QevBxzmvHX8NrpviiLT9dneKxkLbbqMcOMZBGc98AjnGfoa27bxHp9nf6pC8NzqWnmzNnaSoDlIzlinzYJXLYBPIAHrVDRfGd1b2y2WsafDq1qhyiXQyyfiwP6is8HhsVhlP2d2n8nqt1fquqYpOLtcsWGjT6Hd61ZXHzNGIyrgYDqd2GFaWjvtv9GJJ5mVee2TioU1afxBqepXs8UcAeONI40cPsUE8Z9ck+lNtG8ubSzjOJ0P8A48K+hwzqOlF1fitr6nPK19DutemIhcBscY6V5RrkPlXnmgH5hg+9ejate5iYuq/lkmuH1VGulYOu1T2A6VrOPMrDpvlZzMhANMD+tTXNlPH0+cD8DWfIXjOHVl+orDlZvzJllsMeRmozGO1RrL9KeHFFmguASnJbySyBI1Ls3ACjJNXtI0251a8W2sYi8jeg4FeqaX4Du7C0zDCpl6MWdQ7/AK4A9s0RnSjJKtNRXmYYipUhFulByfZHA6d4TZxuv5in/TOIgn8T0/z1rorHSbC0lUw20e7O7c43EY54JyRXSf8ACN6ru2m0OcZ++uP50mueHfs1vb324x+TCHkjJOS7KVI6e+cduK75YvA0oqMJpt6LW54VKlmOJq81VOMVq+i/4Jw9mA+sXTCUx4xhs1ZjKszGRyOc9M59ayLNx9uuiSPvDqfrW5bm4Fufs7wjc2CHVTwBnvWB7hXk+aYIp3YywP04/rUEriNWY8KoyaczM8pYnnaQcDqcj/A1ma7IY7B8fxYWmgMO7uGnkZ2PLHP0qmxp2cqDUbGtGxF3QUMmtWQA6TK35HNdVHmPXovdmPX2Nc34TAbxBag/7Z/JGroo+ddX0XJrKW40a1yck+n1qg3UVdmIJPvVNvw9KkY0Lzk/ypPpwKfgYzTQf8BQA3kmg0/GBzjNGM56Z9aAIvzppGepJqQpyDSFc0ARhewIxTWX61LtOaXHFACaxzaE5HBX+dPsebU5PpUWoSCazcLuY46ils3xYuc9Bnn6imIsA4Yd807PPv1ql9qTsw/Ok+0jqGB/GmI0A23p/jihW7is030akhmFRnVYRxljxxhTTswujY8z3xQJOOo4rDOqpnhWP14oF+W+4tNRbFzI3PNGetRvKCSByT2FZQMsvUkD8q0rKBYgDxnrmrVK5DqEsNrLI2Mqoz3NbVnocX2bzbi5dc8/KoXH55rPjlx0Oee1a9vveDzblwsSHI3HCj3NdNKjC+pjOtLoc5fW32W+i2lirMQGI5IGP8aivLa5udR8qGX7O5Xem8YWQY7ceufyNbGs+TO9n5MiMq7+VYH+76UmtIZdJtfLJa9tWDQpGpLPGxORx1OVY/QVlUhH2jUTWnN8qbMdtM1lTx5Tds4zmmSWWrJkuIh/wEn+tdRYk3Ns50++GoXEQzNbmExTR44Pyk/MAfTnkcU9Wvz/AMw+8P8A2xb/AArGUOXc0U7nGNbap03IP+AGnrHqQGMRHPrkV1k0l1Ehkl0+5VByWaJgB+OKqNqyKPmiVcjnOKiyKuzDWDUD95oV7fdJ/wAKdHpdxKwEs0hz1CDH+P8AOtU61B/sDB7sKb/wkEcbAp5XX607ILslsvD1tGVaWLzH6gON2PzrZgtiq4SMKBwBwKwP+EgZ2+Vx+Aok1O4lt5HTJEa5KD7xHtTTSFqdMqIDl5AoqeKS0jHMgLd/mridPuG1EnZI2QMgZ/z61oxabLModJgvqrqWz+RFPmDlOiuL+1jilV5F3FSBzXJWDb71wT91F6j3P+Fbem6LdSZd7KwuWRgRmaSL8+GBFQ3FjNZ3zNPZi184naFmEin6YAI69xUuVwsZniC8vLXT1W1tpVjxuMoTCr77jxn/AD9OS+wam43Lp16w6giMnrXrum3VtcRpbxzKJ1RQY3Uox4xkA43D3GRT20swszWhWHttA+Q/Vc49+ME461DZSdjyeztbu2nQ3VtPBlgAZUKg/Sm6lY6gb64aOwunRpGKssRIIJ7V3HiuOV7eFXiZZY33lQMjbg5YHuB39O4AwTqxnyrFGJOAgJxSbGjg/sbRaHEJ42SUksyN1HPHH0Arn1nksL6K7t2KTwuJEYdiDkV3+sROzuFtZ1jjUySyOp4HQY+v+NcKYJL63uJ0jJjQ4yBWUG7m0krGyvjDXNT1y21LyFuGs1KiKOM7AHBBz9R/Ko9Ul1DV9UOqXkcts0OI0it1IaPb2B7H730PUAGqXhp5LK3u5WysTlVGDhnK5OB6deT2yOmcizda9eNiOyH2OJRxsG0++PY+mTWnMZ8ous+Idb1OzVZba5lttoAcxttbHRsDjP51hfa9SLhlM8bL08pCmP8AvkCrEC3L/KbmcIxOQGOOeuRVhNPG3d5su7PHPak2ilFlBodSMQkMd2Q/AJVvm7/jUqtrZc7ft+e+CwrWjE9nMNzyXMYH3WYkc1qW97PM2VtJBnHIf9OmO1CsJto5iN9ZVt5guZSecyReYcjvyDS+TcyY8/SZW9WRGUk+p65+gxXcW7TufmgJ9MkAj+n4/pVu3U3A3IhPOCO4/Cq0JuedXGkyiLzIElx0ZZU2EfUnjH4/XtUH9m6grFWsrlWB2kGMg59K9UW0lJx5DZqOS0uLRQ6QO1uo+dOvlqB1X2HcenT0LFc8w/s+/wC1lcn/ALZmlXTtQ6iyuf8Avg166tnI6hljODzkVIunyn/lm2PYUBc8g/s7UP8AnxuP++KX+zdQJObG546/Ia9jXTXbOEf24p40xwBlH6+lAXPGv7Nvyf8Ajxuf++KP7N1E8LY3P/fFe0jTCOqt+WKk/s4cZVvy/wDr0Bc8S/s3UT/y4XX/AHxQmmai0iqLG4DMcDK4/WvbP7OXsH/75pG0xOMBgfpSC54tNpepQybHsp92M/KN36imDT7/ABn7Dc8/7Br2ltKT/b/BelN/spOfv89ttAXPFzp2of8APjc/98GgabqPH+g3H/fFe0HTMdA3020v9l5GQG/75phc8f099W0e4+2W9tLFJGpIkeAMF9/mBGR61cbxtrEa77NraznJBmnt7dEkuGGeZDj5jyfavRNe0spomoE5wLeQjK/7J71zurpaaXYpJaaVDfW7STXkLOo2rGwTkr1IG9Vxx93PGOF9Up1venFOxnOs6dkupxd54o1m5jEbX8sUYz+7gxCvPXhMA1Wtdf1a1GINSu1GMbfNJH5Hit8eFDe69djJstNhCTSyNg+WHQPsHQZGcegA/Nzax4f0eUxafp323GQZJWA6gZGcEnp2x7cGrWDppWcUl6EvEX0jds5a81C9vJA95dTzsOhlkLEemMmq8kskpDSOzEDGWOeK7ffpHiqxuY7ezSw1OCNpowgH73HO3jGc/TI6jPNcP61TpRhbl2KhU57pqzLFtqN9aLttby4hXqBHIVA/KoZ55riQyXEskrnqzsWJ/E10tjJbaBo9reyW8c+o3WXiDnIjVTgEjtn9fWnW+rabrNwY9aso4pZWJFzCxUqSMc5z+uR7UKjFO+zZLrPorowYdX1GGPy4b+7jTGNqzMBj6ZqSy1LU4XmmtLu7V9uZXSRs7cgZJ9Mkc/Styx0OTR9ek+0oLhYoJLi1YD5Zio46dD6jt9MGtHRoLy7bU5xaLBDqdrkYQkbmOzr2ByXPXjFCwkXo47+QpYlJXWxzunaZqE9ot1b2k86SOyZjXJyMZ/n+h9KuDSNXz/yC7v8ACPNek+BB59jdLac2dtObaEDGCFUEtkcEsWJz711AtpP7vcdqiUbOxrGV1c8QOjax/wBA27+gShdE1ljxpd2SP9ivcfIkx9w/TFL9mk4+Q571NiuY8N/sLWf+gbdD/gI/xpx8P6wemm3XXHIH+Ne4m3cdjSrbsf4aAueF/wBgax/0Dbkn0C0f8I/rOf8AkGXI49B/jXuZtnHVaDbv6ED3phc8MPh/WRz/AGbc/kP8acvh/WTz/Ztz+Q/xr2828nZeRS/Z2zypzQFzxOHwzrUu7bp04IGfmwM/rSL4f1o5xp1wB+H+Ne2C3Yfw/pR9nc87SKAueIN4e1oddOuf0/xoHh7W2PGnXPpzj/GvbvIfjK/nR9nck8cdaAueKr4b1oj/AJB9wM+4/wAaX/hGtb/58J/rkf417Uts4HKkUfZ3H8NAXPFf+Ea1s/8ALhN/30v+NJ/wjet8j7BL/wB9L/jXtZtm6lT+VIbV8cLQFzxb/hGdb4/0CTn/AG1/xoPhjXB1sH/7+J/jXtH2WTuCKPsrA9MUBc8Y/wCEZ1v/AJ8JP++1/wAaB4Z105xYS/8AfxP8a9m+zSddvWj7Mw/h/I0Bc8YPhrXD/wAuMn/fxf8AGkXwxreeLKQf9tF/xr2j7Kw/hNJ9lkH8JH4UBc8a/wCEY1sA/wChS+48xf8AGnf8Ixrgx/oMv/fxf8a9ia2fj5T6U5bZzj5SPpSC541/wjWtf8+cuP8AfX/GkPhvW/8Anyk9Pvr/AI17KbZx1VutIbV8cLz3oDmPHv8AhHNazg2MuR/tr/jR/wAI5rRA/wBBl5/21/xr2EWz8fLSfZn/ALpoDmPHv+Eb1vGfsMuP+ui/40o8O60eBZTZB/56L/jXsH2aQ/wn8qX7LIMDB470gueOt4c1sDJspf8Avof40n/CN62elnJ/38Uf1r2L7NIQODQbVv7pphzHjn/CN64f+XOT0/1i/wCNN/4RnWzx9hf/AL+J/jXsv2Z/7tN+zyN0U0Bc8b/4RrXB1sX/AO/if40f8I1rn/Pi/T/non/xVeyG3butJ5DdSnH1oC541/wjet/8+En/AH8T/wCKo/4RrW/+fF/xlT/4qvYzCdwBU0xoW6FWFAXPH/8AhG9cx/x4v/39T/4qk/4RvW8n/iXvn/rqn/xVevCDn7hI+tI0THon40BzHj58Oa1/z4P/AN/U/wDiqQ+G9aAz9gfH/XRP/iq9gMLEj5elM8huflI9aAueRr4d1pCrLZupHIIlTj/x6vX9EeO+tFuTp62gUiNYwVbcibgqnHTackDnH48RNbsO361V8OXE/wDa2qWreSEswT5aH94+/Drx04y46/xe3Pi55ScqCqLeP6/0jfDy96w280kyWkujANb6X9njQSKVG3axLcnkscDtjqSc1kTeEvDsKrus7hzgElTK4PPqnHtx747V2CO1xZySbVZlDAGN8KxHo3Xr37fhmuMOpaxDqrRa1b3NtaNzG9lEsyEA9GO0nBA7bTx09PFw8695QjKzW6Ts2/1Z0TUVZtFK3tPDcF552lah/Z99CWUPK23Y2CDlZcevTjnPtWZq+v2dr4ssrq3lN5Db26wTPwS5y2SD0J5BzWH421G21XX5rqzHyMqhm5+dscnnn2/CsJTmvocPguaKqVW22rWe+vnucsp20R6fpes6bdX4i0m3mu7wxYM1y54QZJBdskctjgcnH1ro1JlBMkagt8qtDJvxng5yvsOOa8h8N6j/AGZqSyskUkbqYpBKSF2n1wCffofpXo3hLT44ori5gv1uRcOSYIOIUyRwB1GOgPHHavNzDCRoPmTfle7v/ka058x0FnZxfY47W4PnoY/KLEYLDbt4I6cFu/esjxZeae39oWV1PvnFq0mwyBFhwBswO7liuAecZ6A/Nq2ouhftvVljyVx/CV/hx6n1P/1jWH4qji1SS9sjYpFLbwx7Ll4l82VmcBAh/udQSD1IH14cPC9dczv10e17f1p+Rc9FocD/AMI7qBXdiIexfn+VKPDeoE/8sf8Avo/4V6QbGQDngUz7G/Q/zr7M4rnnS+GdQPUwL9XP+FOHhjUeoNv/AN9n/CvQRZvzkA/jSfZG/wCBY9aYXOCXwtqJ/its/wC+f8K6rw7pT6To9x9s8sySScMhJBUDjsO+a1BbNyQRVPV5C01vaLJhI4mkfPQH/JH51nU2NaW5z2rKpViBx71zkdlJcNM8YXZFt3ZPPJ4xXVXdtIV+YE7xke9YlpFLb6p5EmUSU7hkfeIBx/M1nF2NZq5lXamJ8CtnQ9H1LUbUz2E0ccatsO9yvIwewPr+lR61bESHaAfcCtjwRrC2kbWF3J5Y3bombpz1Ht7fU1orNamMk0Qy+D9Yf/WS2zEesrH/ANlpn/CG6tn71p6Z8w//ABNd9Hcwsf8AWjj17VKJ7c4/0hPXr1qjO5yOkaHeaPbXj3bQESIAPLYnGM5zkCo7Gb9/bqf+WdyvUZ43D/Guq1d0l0+UK6v8jZx9Ky9N0NLuG3nefy0YkuBw2Qx6VSJL2onz2G18kDoe9ZE25chhitSbQp0lZre5WReoDnDfT0qm9jfxJ88DMP8AZ+b+VVdAUDCHxuUEe9QSabA5+aMAY9etX5leHHmxPHnpuUimiUH1pgYs3h+1fBCEfQ4qK08JSXl1Fb2kjmWRtqgjP4/Suh3rnGK7PwnZDTdPn1meN2kaMrbxY5fJ4x7sRtH175rkxldYek59enqbUoucrG54P8MWPhnT0htsSXLD97cMPmkPf6DjgD05yea6JLmBpRCksbSgbigIyADjOPqCK5XQbaa0u/8ASWa6ljEh378/MVibHPcs0hB9D71NZFbzV43jAWKGQhVPJZI12qc/70jEewBr46tGU5uU5XPUhZKyR1BO4j6jmuN8eXAFjIgJGcsRn0OB/LNdY7fKMevauF+IYZYGkJJ3Lg8+lPL482KgvMqs7U5eh5Zo203F27YPIH86voYWHKL17Vq+HfDdpceE31O5u2tGZ2O/AdWUHaBt45yDjmuakyN2192TgHFfbUairOSh9l2Z4VWUaVud2uXpZI1BWNQvPbvWZrJDadLn2/mKmjcBuW5+tJPslhZGPysOa12BNPVHJr92omNT3ETQSOjdj19arMapsEbPg8Z1+FuoVJCf++CP61vREjUmlCswAPQZ7isjwOu7VLhu6W7NyPdR/Wt2y+W6lNZsosSzcfMCvpu4pjEOM54q7A29sEnPQc/40y6DbFMseyQ4AycnBI9KVhFUdBwaVR8oz1qYL14FN46j1pgJsBOT6dKTaPoKkxnrnHvSfjTAbtGOgphWn9+2O3FJjt0oAbtzTWAxin4FIfoBQAwKGUg8DHaotOge5s5IYhmRlO0dMmttWsBpbqRi5IBGASc/XpVLwuwTUYf+uvQjPemlqhN6HONaOfvUotnXvXa+KNE2NPeaYPkjObi3PJj77l9V9fT6dOWWUZGTiuudJwdmc0anMroriA4GQKf9kTPI96mDjuw/OjeD0YH8amyHdkX2aFeq5pwMcZ+UD0pSQRwaic4/nQBYjuF3fP0q9FJakAtMenSsUumaeh3kBEJ+lNCaOntZbVed24dqm1G+ae02KqrHuXOPqKxraMIoL/lmrkksflhNwMhIIXNaOVosiMfeQx1BvgwALFQDXRaXbCe5juDlWSMR5HfBJ/rWIi5vmHsBXW2hSG3UjGNvPtXHF6nUy/Da2MFwLtbW3W5HPniMB84x97GenFNk1xVjdlAIBxvJ4OOv1rDvL43AKqcW3d+7+w9vf8qqRzR3P9qW37xLizsnmjRV2hflypz7ZX8/anJ30ElY7GxvotTs3yp5yjru9R/9evN9ZtvLlkUjDKcEfjgiun+Glx5sU6OASyq/5Ej+tZXjSP7Jr0yY2pMBIh9yMH8zmsTRHG3NvjO2qRUq1bjjchOBkcEVSeNHzkYNBQtsBGu9uSegrU09N8oO4oWGBz3rI2MhU/eCnirsE0btnlGxnmgCOF20nXBuXbE7E4xwM9RXdWc8c8O+L7rdq52+so9YsxtdFvE5U5+8ai8Nag0MzWtx8rKSpUn7pHBFMD0TSyRC+DjJHQ1k+JJZrjVtNs4ULNOzIsjE7FY4wCcH0P5GtbRRvjYLz0NZ2uxv/wAJHo6rM8W26gHyqCfm8zB5B6YP5+1XBXlqSy9LaiSzS1u445UVQpUjcuQOozVNkvrFB5DyXVsv/LJ2JkQeqseW+jZPoR0PQeRzj5iOmSOaXyP8ismBw3i24Mul2k8EzFftKlXViCpCt+II/MVes7oW0Cf2jJGAV3K5AAkXvx2I7445GOuBV+IUP2ZIZoxlW3SyKR8pZRgH64Y569BXnEs0moZkmbAzkDtTUeYeyPQ9V1/w20ciyTCTcNpESNz9eMY/GudhuNG1COS1023uEb77bUCqBwD0PJ7Djk1i2+kG9tz5SSh1xuLKQPwPQjHc4Pt69b4d0T7HHJ5Lwxz+WrMso2kgMQSrYPHIz7kcGpqRjBabm1KMpO72GJ4Vku2863k2RbSiKD91c9Pzz9efWiPwfcrOH3yNj12nFei6ZCv2GHy0KgDlSoGDnnjnvmrWztxipSuiJT10PObfwbL5TRvKQpcNjA4wfpWpH4UiEjyPISzqFOCQCPw4rsvLAzik8vI6Gnyk87OXXw7ahR8gx9Ksx6TCmABXQ+ST0FOW1J6gU7E6swo7CJRwtD6fE3KFkk7Mp/pW79m56Cj7OOgAP0osBhkz23+sgMyZxviPI+qn8en5U43kBXjzjzgjyX3D8MZrcW0H0p4tkxgjiiwGPpkYgtUjK7AM7VY5KqScLxxwMD8KuMyg/Lz/ACq4LdB/DStbI3UU7AUfNIPT9aa8zHtV/wCyqT35prW/X5s/hQBQ8xyenSlMjf3fzq15BHvRsYfw/XmlYCnvbkEHFKHLVP5RLE7WP0pRAM8q2aAIlOe2Kdj6elTxwLjgEVJ5Y70wKoz6ml5PerO0dwKNgoAxtf8ALGi33nNiMwurc9ARj+tcn8OxJceFoo7hcRrO8cTFeqHk/Ubiw/8A1V3mo2UN/ZTWsy7opVKsMkcfUVwXgV5LfUtasQxFlZy5gRzlogSxx69ufcfWuvCP3jjxiThqZXxWu7uJVsraCRLADMsoQ7WO7gZx9Prn615gMbueRXpXxIutXQZgk26ZIoVhGuCD33Hrz+Xb6+aHrTxPxlYJfukek28+gaZe3Ws2d/Ewa3Cw2kS7CpwMDjudvOR3JrzgV1MHhmwC2kF3qojv7oBkRE3IM5AGe5yPUf483e20lleS202N8bFSR0PuPaoqN2V0aUVFN2d2dTpsel32jR3N7cpHcWNvNA0LgHzQQxQr7gsfXkDpXHr1ra8M2NrqF3c/2g0y28FvJO/ksA5246Z4NU9StW03UmjgnL7NskUyAqWUgMrY6gkEHHapesUyo2jJq56L4TN2dKhF9E0ckY2ruGGKfzGff0zWzdGT+ybmOxMcLiMqhZtqx8dc44x/SsnwR/aF3pH2m+mL7mxFuHzFRxnOeef8nNW/FANx4buEturLGVEfO/LDpjk5Ar0Yt+zTXY8iSXtXF73+R0PwzthB4Nsjs2NIXkf3O4gH8gtdT9eKraNaGx0mytCVLQQpGSOhIUAmroPrXkN3Z7YwnHIz+VKD+frUhK+lKGUnjikMixgc0A4PX86m2KcbRxRtA7UARH6dP0pKkK/T8qOP8igCMUjYPH5ipiMgHim49qYEYAoxipdufT8qQBg3JG3HTbzn60CGDp2pP0qX8qAoz0FAyMH6etLk4707aPT9KUDHpQBHk9/0pP1qXHr0pduOvNICE+1J3561Y2/L0/OkAA+n0oAh2n6U3bjrVrA7CgjPvQBVx6UKD2FWCvzc0uwYxQIq4IPag7ieOeas7QMcc0uAewoAq8mg889/SrO0ZNJtoAr4Oc5owR/Op9uM8e1G3PUCgCtz7UmeOetWSmetN2etAEPfg0nJqyEyKULjpQBU2nHWjYx6Yq1tHGccUoXB6UAU/LY4prI/c+1XsYoC9fWgCg0bD0qMxNnsK0io9BSbBQBlmBvWka3kzw1amwc8AUbMdaAMgwMe9IYHx1rY8v6U3ys88UAZXktjr26Gsu1037N4ilu5W/1ufJ2bhklEVlbsceWCAfUn+HNdQYq5PxL4gfSvEmnafIiJa3KZe4kfYqZbGc9OAD/30PSuDMqc6mGlGG5rRklNXN2YiO3IUKuRkNt4BPfFcLqWla7c6jvvZ2v7BgNltFJ9nDZPRx3AGect/Otaz12zv4ZpdPuSkNjEfMVzhWB+4xPGOE/Ddg+lc3H4o8O3WHnF1ayNzL5W+Pe2ckny25/HuB718zg8PXpSlaN310u1+TXyZ1zlF9TmfiDYWNhrKRaeqIWjDSInQEnjjsSOw46etczJG8UhSRWR1OCrDBFegp4r0LTJx/ZOm/MfkM7LyFOCTk5ZuexPQds1R+IlzFdw6VI01rPeFX8yS3PyleNvvjr+O6vosLiKsHCjODs+r3+7/gnNKKd2mM8J6VfaTqlpf32nz/ZZVYLIE3mMkcMVHK/jjrXa6PaWmkpd3oExaQmW4uJk2EY5Py4GBnJ4HP5Vzt942WBbafS5Xlkm5nt5xlYsKoAU4HfJzk+9Q6b46km1QLq0arprI0bxwg5ORwSc5Pp+PrXBiKOKxKdRxt+tulu/4MuMoR0PQpXMMYfy33ZUYAJYZIGcegyPaq/9pWK36QXGpWzySP5UUCfeEhBHzjPrwOBgnueRxE3inUr7xMZfDlvNcRwyM0caxMxKMFDBgv8ADlc+2eta+h+DdXvPEw1rV4oLBftH2jyEO4lshgAASAPcnPt3qcJlE+ZSq6Lfz9AnWVrI7E2ZI4zUUlg5zjd+Vb/lgdQaQqOoH6V9GcpzL6e/+1zVZ9PlxkAmutxzwDgUbSei/Tii4XOKlsphjKE9ecVUvdEuZFmUrE/nOgkJYqQo7DA+vNd75OeCox61YFqrxqSg6YINJ6lxm1seUXmm3uy7AjDb3DR4kPycfT/PNU7+yvHms3nt4h5UiMWDEkgH6V65Np8bA/u6onRoZJBkN+dRymnte55RrJENw0zMhVuTH3xWXe28ZkMsYXymUOoz29PrXsN34Xs523Mo3dsqDUB8J2wYHcAAMfKgFNIHUizyGYTeWBBJIcYxtJwRSIL8cmaUD/eNew/8ItZn/WI0mPU1LFoNnD/q7dFPrjmqRk5JnAaD55sL3z9zYX5Sfx/+tV/Ro7xolKbjCWOD2610niK3WCxYAbcgjgdKd4bt9+h2x653Z/76NVfQkgignC5Zue/FTxwzDg8n6VqLb4znp2p4gwehpAZ6xt3FYXjaCT+ylmiV1eNwCy9lOf64/Ouw8oY6ZqrrFj9r0u6gCbmeM7QT/Fjj9cUmnYcXZ3PE4764hmHmTSGPdlu5x3xnvXt11oC2Xh2OzsppWjW5W8m+bDyLnpnoGA2kEd0HTNeKxWL3upw2sGA9xKsSZ4ALEAfzr2XxDrjaZYySWwDKG2IzH7nJGeeTz/OvDzGVSc6dKm9Wz0aSjGMpyWxZ8NreQxQyX00byEMJdqgEtkDJPUkBAPoat6DpQ0+Yymd5m8kRAsMdyensCoHsK8pu9a12SZLuBLqJSwLSBlVDz1K4J/Sukm8Q61YlVuZQ6H7syIu0/pxSlk2IndKUdfX/ACMfr9OK5nFnpu/JrkPiFE0llCq5PLHn6CucfxdqhyEnA+iLn+VVI9Rur5pvtFw8vycbmyR61vg8ir4eqq1SSsu1zlnnFGt+6gndnMR3UosYLV5WMcO4KnZcsSf51FID1HSnSRZs7hy2GR8KMAY/TmqTSOFG70zX09KS5eVI8bEUZKfM3uRXqh046iq3nyrGMN7Y61Kz5yT3qu3AxUTszSi3FWIbsm4wWADDuO9UGQir7HaDVFySc96xlod9NtnQ+BkIvrx+wtyD/wB9L/hXQ6OkbSTtNHKy9P3ZwRz9KxPBCjydSc9lRfz3f4V0Ph6+Nks52blf5Thiv6is+poyyhh+1nyI5JIuMK5w3b096h1L5ZhiJogWA2OckVNFdH7ZJNHMkBPA8w5HXp0qpeOxljDMrHdncDkdKYhfb8DgUNx3A9qecc+tMYc9qQxD2Oaax5HcmnEjdTT+Z70wEz6UhHejPXNHrQITpSUrHjtTN2O9Ay6l2ywGIRRYIwW2Asfxqro4MV35vGPOIAPXjH+NOXIPyhvr2qrpMu66l648wnHpzRcVj1zS7a2uFS4kysjDk9Qw9CK8g8XaQmma9d21sSYFbMYJyQpGQPwzjmvULWYCxtVmZ41BwpXo3fn2rznx4ko8S3K2wjWLCY4x/COa9fE29kmzzqCfO0jnPJYc0nlt9OKeI7055jH1zTxa3bYzKgz6L/8AXrz+ZHbykQR+xP50/Y46yYFTrpsh/wBZM30HFW49ITPQsfU80udBysqQvByWJlYegzV63t7qf/VRLGnXcx/oK2tM0aNQHlAx2HatfyIVGC2AOMDinzhyGHaaNGWBuZ3l/wBlfkB/r+tXNXt4baxhWCNYx5ozjvwatNPbwdAMVl6zqEM9rHFEeQ+7+dTKWhSjYdZOrXcrDHy8H6/5Na9xP58aociFRz/t+30/n9OvOaPvdp2OPmkJ/DgVmeJfEe92tbJsfwvIDnHsP8azRRb13xARcraWILyE7WZMHB9B6muoPhzxFJpLv9piLSR/PG/yyEDkLux7DqR74rnfAemLcarpQVSPnWaSRRk8GU7T7ExqPxr2oJ9KJaAjz74ZnM8pA6xE9P8AaFWfidZbrS3uwoBUmNz9eV/9m/Oqnwt/1rc5/cnv7iuv8VWovNAu0wMqnmLx028/yyKnqM8ctpTKGViC6jnPeoJc5P8AKkQGG+kxwQOM0+eQFdyjjuPQ0iiuzHkHIoU89yaRpB3H61GZgOTQBdgu5Ldw6MQRzV+z0V7t3vrW+h3SyFzFMCu0k5Pzc5/KsaGN52Bxhe5xXR6XI9soREwg559aAO78I+aq+TdIY5VOCM57E9Rwag8VRo3iLSopo1eKS6tAyuuVb5phj09aXwnO/wBuUzKybzgc8FulZXj+GZPHmkXEblAscIUrjIImbkZBHcdQfpWtK3NqTI79YFWNQgAGOAOmKUxEd/pVwJ8oHPA60hQj86yA83+I8ix3VlHvlV443kYxoWfBIAKgEZ+6c57VzKktiXzSJQrGOOCXzhIF5OJBwMfxZx6rkHaN/wCIUhXxrZRox2m1VXXHQs7AH9Rn2rnVvG1K/n2swjMWVTbu8wJ1OM9Mn7oOCRmuac5KpbobQm4qyNLTUF3dNtgBeRT5hkBKMucZibJZQeGLEfJwCG3c9FplzHNrE9ne3DPNHwgMgYR/KQcBcYb7xPrtOcYFct4fv47e/ineQ/ZQ+ZWMOxQpypZeWzjk5+o6kGnXTPCLe9cLJcRMfMjUb0lO/liO/wB0kkt/CAfvVhU5pSa6FynKW7O/8J3g1GylkZwZg+XQZ/dnofzZWPHrW55ODyM1xfw1njGs30SEtHMgcDnqpIHPclTnHovua9IkgAcMVwoGcD1rspfCYNamZ9nPXBxnrinrEqjLfWrjltp3Hr0FMK5yc1oJFfy1/hJ+hNSrH0Ipyr8wwasoB1J/GpKRQkGD34pADuG04FWJ0+ambeKaExoyeM8fypwX6/nTgvHanAelMkj20mKlxnp/KgAd6BkQGR1NMaI/w/WrGAOlIVPbFAFRo2HPOaApXPWp23U3JI56UCIQPWngKRx64pfr1o4zwaAEK4qPGOtSYFJgZ/WgYzGOtLg+1OwDTduP84pCDHr0rhvEGlvotxqWq2Slo7l0lkXPCMA+ST/dLFc+gJPSu49jTJnEcTO33VG4+wFaQm4O6InBVFys8b1TxHJBrPlaqI59PvLeJnRQGVDsALL7ZB6daw9S8JyOyzaJLFeW0nKgOAy9fXgjj1znjHrd8RBI7qSR7eCXd2dOnPOMYx/9emeBsX3ia0sivkQzFi4gdkztRm7H1AqvrCn8aF9VdPWDt+RV0HR7q1v7bUNXQwWVr+8zKcE7TkAD6np3rD1q9OpardXhG3znLAY5A7Z98V7hfeBNLvXVppr35egM28f+PhqgX4d6UvSW4ABzjZCf/adRKppaKKhDXmk9Txzw9epY6tE0/wDx7SAxTA9CjDBz+efwrTuPDN4L4m5uomsVA/0xpBgxgDHBOc4wMdO2a1fiHa6dod5DY2JNzcbd03nJGQgP3V+VQcnr9CMda5WJ5JwAUjCjkAIBiiNSytJFSptu8WdlZ6v/AGlqF7aacrLYR2jW1qADnecBTjqSew64A4zxXb+CvCtzp8Udxqsolnwu2PAwuFUDPqQEGD9T1NcL4HsZptd0/aAAkyyY6DCnd/Sva9w6/wBKbxEpqxCw0ab0HDjFP2+5FRKcnj607DcHac1mWI3FNye9SopZuc+lP8tfc80DK+W7GpVZh71JtUZo44xTAAc9utNx+nrThj6+1APfigBCc8c4pDginHA7U3k0AFG49uaXbwODilI9PyoAb14yOlJj8BjGKkCnnijbQAwUYqXbjA5pMDFAEfftQQccZ/KpdvuM0oGOhoAiYH3oxipjxTc5Pzc0ARc+1HPNPwPenDnHQ0ARHsfSgZOamwO4pNvQ9AfSgCI570mTUwH55owPbrQBCT2FHPbpUmBzS7R2oAj+bFBUnk/TpTsY54NLzQBHjnn8qAAucnjrUgH4UDAfnBoAjUe9PA/OlKYJxSheTigBhX0FLjnNL6d6M0gDB/Kjo2OPXFObgDJz3pm5T659xQAY6+n0pMY/wp2QR1GKCFPpQBG2fSg9c/0qQ4HXn8KaXX25oEMPJ9KMH1FSgAtwaUqM9qAIDkVk6/oVjr1sIdRhL7CSkinDoT1wf8jgelbjKPx9qhmZYonc9FBakB87eIdDXTbuWKKV2RWIBYdRVHRtOS91ixtJJGCXE8cTMvUBmAJ/Wuy8QRCYyZ7HJJrm9EAg8SaaWYBFuoiT6fOKmMjeULG9488FWHh7T0u7e/ny7CNIJUVi7dzkYwAM9jzj1rh4oN56mvR/jbdq9/ploqkNFE8ufZyBj/xyvPrIktjFVfQiKO/+GHhey1C9muL6BbiO3VSFk5UsTxkdCMA8GvR7TwroNnIzwaXaB2ffuaMOVP8As7s7R7DArnPhTDIun3s5A2vIqA57gZP/AKEK7zHyhhjrSTJluN4pCSc46UvXp1oI9jTJGkd+fWlUZ9KXH0pwGOwHuKAG9PSkKgCpMZoxQIiwMD/CrMJwrKajxnOKmjQkEge/1pDGNj8ahZcNn8uKs7SRkimFfY0AQkH8/amlO3NTY7UEcdzQIh2etIU79+tS49ab7fhimBzvjBcWCn3P8qs+E4wPD1mRj7pP/jxqDxkNtiuTt+8M+nFXfCyMPD9kBj7n9TT6AX2jHQCm+XwSOv0xVhgR1yKaQe1ICuU9M+lKFIOAD7VOqFue/pTwoAyaYHja2A0/4g2dsV2Il/FsGc4UuCv6EVv67BLJOLe6ZUjWfdsb+Pk8D9a2PGmlRtd2WpxfJcwOCHHdlO5c+veuX1LUzd+J7hTtlxKyKcDO0ZAP5VwPAyrYhVE7KJ0zxipUeVq/NoUv+Eojh1Z4L5QIX4WQD7vs3t79v5dAhiWEK4D2bduvl57/AEryzXLdjqUhDhcE9TWr4W199NP2a9mWWzbgHcCYj6jHJHt+I7g+kjmOn1TS3tctHl4jzxzVfRSftEvUkxkYH1FdHazCEAx4ms3G7apDYB6FT3B9Py933mnWixvfWgA3DBK9Dz/jW/tXy8rON4SKqKpE4Xbi1vlH97d/Kshv9SuOm2tg/JNfqemDWBN50cId4ZBFjh9px+dTB2NK8OaxGx5phPNRGYHvTfMzTcjKNNjZ27fnVV6sMMj3qONN7ewrLdnZFcqsdL4NG3TtUY8KTGAfwerumyMRKu3hW6/gKTw8Fj8PXRHVpip/BR/jTdLI2TE9DIf5Ck1ZlGnCLdw6XULsD90rjjr/AI1G6gyqIg3lrnBYc0xZMNjr7CpUOQS35UgJcjGN3amHrzikyOh64pD1/SgA9cUjDnj6UjcdKTPJ6/XNMA7c0h96MZpM80ANbpTQCzfICSe2KcR2P1qa0HEjZ6LxQAxXU/8A66paYdt9OB/fP86h8O6ZqfiGzka0k2Orbdx+VR06n6Vb/syTR9Ua2nuEml2q7OucZI561bpSUea2hPPHm5b6nq0KpNYqjjIZFwcVwniaJLjVX8yQfu1Ef5f5NdZp0xNrExIAKDr24rw2fXb+SV3afLMxJO0c13YqpenFdzkw8PfbOza1t1bhsDuKkEdugx6d81wZ1q+P/Lb/AMdH+FRSaneOcm4cf7px/KvOO2x6KtxCv8AyPak+0gdAeOeOlecfarmUYeeVl9C5NehWFhcWVjY2d3G0dwIxuRhgrvYsAffDDjtRcGbMGnazc/6uynX3f5P/AELFYXie9uNBvVtdRWRZGQSLsIYEH3z6ivb1XPUVwnxk0uK68K/a9o82zkVg3cKxCkfiSv5Uk2Fjye48SMykRxHPYs39P/r1mtqt08isXGA2doGBVAjHFGKYz0Hw5cG4tUldQC2TgdODiuGjXKg12XhP/kHw8kcN/wChVzGn2pubu3tlODK4TOOmTjNVEk9Z+G8Cw3lh8rZexZz/AN9KR/6MNek5xXB+A2WbxDfpCqCC1j8iML0A+XI/A8fhXf4x1oqbihqjy/4XHE0fUboyK9MYAqQQGU8EHvXmfw1ATU44z1Xev5A16mU44Hes3uUeDa9ZfY9cmhJ+67LnpnGaypH2Mecmu5+J9p5OtxzDpMqtnHQjg/yFcS9sW+metNlIgDxSH5lZT7ciniBGAw4P4U77LnAUnNRbWHH4UhlrzfLxyucdh1rY0y9UtHlPm+ma51QcfMRx0FX7GdYsb+DQFj0TSXLbZIJAWjIcA+oqLxwsjeK9Luo5B5MMUcpXOCwEhPBwcZxWJp+rpY7Z2R9mQpOR0PGTz0zWz4kYm+tCxU/6ImCv93c2P0xVRdmTJHo2fx5/OlyfpSfgazvEN2LDQ766EnlvHCxRj2fGF/XFIR474mlOqeItSuceaHZlRU6uq/KpX1BUc/jn1qh5U1vbxPbwTJNMyFVEeTGIwTgjbn7208g9BSqjQ2siQLDL83muZ9vA+Xj5uAct3/WrmkiCSSaK5hWGSFQ0oSVgCuTyRuxwBzgkfMPeuScmbRiix9m8u7tpzGYLaWRpZmmbZwxA284LEFNw69RkCtKC2MaRXU5ZkaMwrNcSi3jZSPu/NukPUncAP0rGsbm5n23FlDb2i4KoVUb3YKD94qWPJ54A961biZr/APsy45lmdJATHlBIVHJBXDDPHQAnIHGcVm0zVWNC11JdG1eCTd50kW1wBwgUgKVXdkltv8Z7dMdD61dM2M9U9RXjTDGURvMZT5RLgYIR2U5AOchHUgk9m6Yr07Qrg3Wg2Mg3bRH5fzNk5U7cn64z+Nb0H0Mqi6mhICqKTzn9KQMoUZHWnzD9yM8bmyPYVHt3AA9RW5kIDubgVMXCrwOlRgBASTn2FNDY9D9aQ7iyPlulM398Cmtk4749KNpP1poRIJMdB0pDJjGfwqMrnNHTpzTAl3+xpjE9gabt5PejHHSgBCW7ZpCWpcYPP4UmP50AISxPX8KTccHLH8jSlenOPpTdnY0rABkC9efwprTL70piB7cUwwL7/nQAecM9z7UolBPGaY1uOze9OWPZ3zQA8nCk4OKh87nkGpfwNRvEpPIIz3osAnnr3BrO1u4D2MkMbYdxjr0HerEsZXp+B7CuS8TWFyRJKsMxYDCFCGVz/Mf1NTNu2hdNJvU5jX9PebeAv3RnPYVznhWZrDxbpksbDP2hIyc9mO0/oTW/cpexaaVube8e7myXO0uMA8AYBHTFcwLO+SYSpBJGUbcC3ykHqKiFzWbTPoBr2FeHI+u4CuR8aeNF0qN7TTAst+6/ePKxA9z6nHQfQn0PnAfUi+2eSULzk5JqtFbefNJiYEjk5PJq72MlEzpEnu7iSadnklkYszsclie5rT02yfcC0bBfXFW9Nt98SSJJGGkO1V3ZK+5/KugtLW6kKKtvI3lkrjyyobB65OBj8azlJ7I1UUty94aTyL2GRDtKMM444zXfLep0y1cna6ZKMySKI8DIGefxxWjbpJnLMzY96dNNLUio03odBFdqP4WI+lWBexfxBx/wGseN5V/i/MVYSU98N61qZGkL2LPUj8Kd9qjJxurPWZR1Qg+1SiRDjGN3WgC6JV6849qeHU98VSWTI+Ug/Q0of60wLoZMdaTep4BFVdxPTNIWoAueYvqKcGT1/SqO/wBOv1o3+maAL6uvr9aXeo6H8aob/wAKQyYPrQBoeYvr0NHmgdxWeX+UetJv9+aANAyqec0eYlZ7Oabvx0NAGiZFHrijzFArNL9c0bz60AaHmjNL5gzxWdvJHBxRuJ/+vQM0fMFJ5gz1/Cs4yHj6+tIXPvQBo+cP4evajzlPSszeenejeR0NAGn560huExxzWZvPrSbutAGkbgd+gpDcL3rOyenIoPfvQBorcLS+evFZW4nqfegEjoTQBrLcL60hnXHWspie/rSbiOhI/GgDXadSwPQFRjnrS+cPasgsxjGCcg9/8/Wmb37ZxSA2vOWjzgPb8KxS7dz0o8xx3NMVjYNwijqfyoa4XA681jea/qaQyyDPJzSA2DcL6c+4phmX0FZRlkx96m+Y/PNKwWNYycUm/wBD9KymlfIw3PpSfaJBxuIosFjX8w++KUSHnk1hPPLj/WNimm6lU43H8aLBY6DeTVTU5QLch+jHGCevesf7bMP4jiql3du5kZzuS3Tc5J4yc8fpUy0RpThdmNrlqPnYDCtXC6pamGUOuQc5B9DXo18GnItnjKTtF5oA7Yx/jXOTWa39nMApSSNyjD+6R/8ArrJaM6JRuZvxBP8AaPiu6khYvAFjEZ9V2A8fXOfxrEt7GQN0HWuk0+ydrf50yyEoT/u8D9AKnWJWyVXjO3PvnGKpyM1Cx3vgWeP/AIRm0iUjchZXHo24n+RFdGkw/A8V5bp8c8U7fZyQ8fMiDHA9x39a14tUvYLkxEBtuP4B/hVRdzKcLanfM+DzQH69aw7K+mljBkj5HU4xV5LhiOBn0qjM0A3sM0u7/GqivIeox7ZqRdxH3sUATZJ70opox3b9adkdCaYhQeeTVq1G6T8Oar5GauWj4PBBDZB9sCgY4wEfh61FsBbGSSe9WZX3QPk7T164qlHMEfJ57YzRYQjRbWIz3/Ojyz3NTpIpYAgfNzmmxoWdhuxjqahsZD5Y75oCDv8A/rqcRZZ/n4UdfWljjAwZMknoo70JoVjkfHGVsoQRkZbJ/AVs+Gbd/wDhHrBsceSp61lfEADyIhHgAbv6VueEWb+w7AdQYFOPwrRbAXrqIrGPXPFVChPWr97gqMep4zVLaBSAaVP1o2kjByD/ADpxFAXjrQBm6zAbjTp4++wsPqK8mhjH/CSwOMbWVyf++TXp3ijWxpUOyNA1yw3Avnai9Mn16dK4KKGNpNJuYuRPHMzEDqwLrn8gKITSnbuRVi3BPs0cDr4D6zMp5XJ4qjLb7RlcVf1dA2tT4zwTjP1pkg+QZrojHQxnOzsaHhfxI+lMLa6y1kT6ZMeepHt6j8R7+iRSiW1aS2lVreZdxCnIb3B/z6fTyF4w/TrW54N1Se11GOx3A205IKMM7Wx1HoeP88Ylo0hO5PqU/kapOGJ2upOB61u6Tbm40i0VpD8ykgfia5/xNEv9ozMzAbRnmp9Lvrj7Ij23mSQKNm4KeCBkg/hUpmth+p+HN7MyKCfr1/GuWvrNrOfy2yD1wa7CLV3P+tOfesbxjb3dtdQz3NvsguIleKRXV1YH3UkA/wCyeR3FDYKJgnngd6k/1aAAU0DpnrQxy1aRVhM6nRQV8MSnd964Y/8AjqiubkvJ4Zn8qRlGTgZ4rqNCjMvheULyBK34cLXH3PEzj0NR1Y0XYNbuIvvhZPqMGtW21+2fAlDxnHORkfp/hXKtUZpNIZ6FDdQzDMMiOP8AZIOKlDDtivOVdlYFSQRyCKuw6vew4/fFwOz85/HrSsB3JOR7d6aT6GuYg8SHgTwD3KH+n/160IdcspAN0hjOejKf6UgNfcAOn1pu7HeqqXkEgwk0bd8Bgal3g96AHk4PFWbc7beVvU4qluB71cHFiMd2J60AareIViQQ2rGSTplfuj8f8KxrlZpNY3SndIEBPtWPplwZ3wrFFX+7itG1Mr3krzvvYng+1ddavzrlOenS5Xc6acHUNLSwSSWFGXZI8Y5x/dGa4DW/B99YX0cNsDdJKCyMMLjHUHnA6j616fYWuIY3bgYB9c1Qv7tV82cn5FGE+g7/AI1lJuS1NYrl2PHLq2ltZ2iuI2jkXgqwxTVTdXU+Mwk62d0i/N8yO2evQj+ZrC0uyn1PUreytF3TTuI0Hue59qyNEen/AAk8Fea0WuanEphHzWsbDJYg/fPoBjj168YGdjWkz8QEVujXNuMY9kr0SwtY7GxgtbZcQwRrEgJzhVGBzXnd0Td/EJSvUXaDH+5j/wCJpITPSQgH5VynxTjMngPVQoJIWNuBngSKf6V1+Pl/lVXVrFdR0q8s3YqLmF4SwGdu5SM/rSW4M+SmOTSjmnXUMlvPJDMhSWNijqw5Ug4INRqeasZ3nhb5dJjOOik/qazfA6h/E9lu6ZfP/fDVp6GdmgswIGIiQfwNUfh6ufFNpkZUbyTjOPkb+uKunuZz2Z6l8L7cC412XkAX0ycjrkr/AIV3rDP0HFYfge18nw9BM8eyS8Z7twP+mjFl/wDHdtb54HAqJu8mOCsjynwEnleKpojjKTzoR9N3+Feo4/zmvNfB6/8AFeako7XtyMY93r0/jsKnqUcJ8VLPztJtbjI/dyFceu4f/Y/rXnjAY4BA7V7J4zt/P8M3wxuKoHH4EE/oDXkSxlI902PX6UDRQUYmBqvcKFkbIxT7q+jVikI8yT0XtVrVPDuq2ulRahqkXkRyyeWsTEhxxnJHb8eeOlIZz091mYRwjLE9cVPb20rt88nlg+gyahtTDHqCmYcMuzOMlOeD/Q+xrVZSuVPJ6j3qWykSXVpMmmymBjKjxlTv4PQn+h/HFdbdStcXkK53Mkax8n3P+Nc6sxTT45gAVilRmz+IH6kVraNKJZ4JGJ27l3Y54zRHcJbHsIGevU1ynxMuPI8MNHjIuJkiJ7jGXyP++P1rrU2uoZSGU8gjkGvPPiuFmn023MmFTc0oIyFDYAbpj+F/8acnoStzg4DBJLCt3tCTl0lbOzoBIe2eCQOvUdKbopjkuLqa4IiF+zWoG4ZBcFicH0yg4wKq3jym0ujcbVZWEreWcblcDdwD0J8vqO/4U26WSGWK1yyC0j+dlOQr5DOeMcbmReM4Az6VztX0NUa9hMkelX6XG1L23zsZm+ZGc7G5JHIYZ3ZI5/CrEcwS3t4YFDzQxLeIMgAbnYkNljtG2RDz1AOTVS6ia7ubR42MJunCttBBjnyEcYA4PCucgEgHBzU0kqNqFzdugmsPPMZ+cgKhDKf4u8YHPBzt6d5KJpbpp7i6MTEpcK0sQQffBdxwCB2MnbqB6CvQPhvdBbK/tYyWEM+QSMLg/KMcDsmfxrgHtpY7hUlUPcW9oz4Y7VZVncHPHC7c4HAxgdK7D4cKIb25tkl3x+X3GNzBuvuTuP5H6VVN2kTPY7xsyH5jzSbOOCan2lV5AJ9OtC7QCx610mBDsPvSrESv+eal3EdfwzScsaBkUkeMZ6+hpuz6VYlQr1OeOajHB9e9AEYjJI+lL5Zz1FS4x0FG2mBCIjjg/jThCc9qmI9DQcAZ/HgUAQ+SfakaEn6VYxz2o6EigCs0Jxng0nknvxVsAUgxjmgCsYm6cUnke4q1jPSkOPWgCt5LUnkn268c1Zz6Uh4oArGI4z+VNaEkZzz9atY570jDr0oAo/ZyetNeyEo2ycqeCKv4HfpQRQBj3Gkxgbfuj2qhNoVs+c55PtXTSMGHbmoDGM8EDFTYZzH/AAjlqD8qBv8AeNPXQ4Y/uxRYPYV0DRgHPUU0rzzxRYVzHj00IoSONAo5AAxUi2bDGFAPrWp5fPYU5UyeeTRYLmW9o5U4A/A1ELOQDpxW2U+U4wePzpvlZHagDG+zv020/wAhv7uO2a1fK+n9KTyORx+VMDM8lx/DmgRNz/hWmYevb2pph560AZwjYNnHFOUSAEirzQ4603yfwoArBn7gGlBzwc5qdoTSeV2B4oAj4xxgU7b6YI9aXyjR5RGMGmAhU/14pAuR/jU3lsPz4pwXnnj1oGQFSc8UhUntVgj/APVS7Qe/PpQBUZT26Ubfarmz0oMZ3dKAKWw0m1v8aveWSen6dKPIJ46UAUSpB9KApwcVe8g0eTQBnlSccUbT2HNXxBjtS+SR2oAobG7Zo8s+h5rQEXXIpRHQBneWeeKXyj0xWjtAHI/Cl2L6CgDM8s8/zpCnr/8AqrWWNcfdFJsHcUAZQjx6/lQEJ4AP4CtURjkYo8pfQUriuZXlZ6rigxexzWvsXuOTR5YI4AouFzGWJsH5eaPKJ7VtLED2FL5K+1AXMTy2IzjrTTE3pz9K3vKX0FL5QP8ACKLhc58xN2BH1FJ5TbehNdD5SjtxQYVz9386Auc75LE8jBx6U0wEdBj3ro/JXsBR5Qxzj8qAuc35PYZppgOeAa6byQT2H4UCHngD06UBc5j7OfQ/lQbYlehrpjAD1pDbjPtQFzlzbN2U/lUrabbXcUkctsuXALDb1roWt156UkcGxgQBx7UmUpWOd/sSCO4a4UTiRo/LLGViQCQccn2FZUnhe32y+WZ4jJIXciQ/MT65z+ld7JEWzVSS33d6VkVzs4GPweFiK297cRruLY3A/wAxT7fwwbe3aIahchC24r8p5zn+7XaG1x0zTTaMfWlyoPaM5qHSoYZzJJczSSFdpcsQSOeOPqaeI4oWCwLhAMAHmt2SxywOM++Kiaxz2JppJEuTe5lrcOnIWn/bpBV7+z27An2oOnkNzTJKgvZc8U9b2T68+lWBp5HQ05bF885xQGhCt7J/dNOS8c+tTGyYDHOKFs3HXP0pgAuXPOG61bs7uSN8KCd3rVcWrgY5qSO3cEfMc0CNORzIDG+Q5GaqKjHJAJx1HpSmB1k3b2z2OamK5BwPmIwTSuBGu9sdcjpV+MZXkDJ61WS3Zwm3PQ81cWMgDe3T1NZTGOxhSQuTjHFVfMffuPX6VcaHchAaq3lBUcsCDnilARynjosLSAnPJYZ/Kuh8KApoFgSetuh5+grn/HxH2C2HORv54x/DW54dZhoemnri1jAH/ARW3QRpXUgaNdo796q7sdv1qaTkDNR7aAEyPajP/wCqlx7Uc0AeefGOOY6XZTKQsCyMj885IyPw+VqwvDtwt14a0oKo/wBGluYiSMZyA3/s9ei+NEWbwzfQsiyGVVjVW6biwAP4E5/CvNPBjZ8O3MbL/qrreD6h4yP/AGmKzlpJP+uxW8WjjtQ51m4zn739ajm4z0p942dZuO/zf1NMn9a74/CefU+MqbsMataJhddsnDY/fKD75OKpyDmrGj4Gr2Oen2iM/wDjwqGbQNPxsp+2kpng5OK9R+DOlQ23hdb8pE1xdSORLsw6oCF2Z64yhP415p4wYpfgrg8dxxXp/wAINUiu/CotEULLZyMjKD1DEsD+rD/gNYM6eh11/pVhqBJvbK3nfbt3PGCwHseo/CvNfifolj4d0a3u9HkuLOaSYQmOOdtrqVYnOSSeg7969V3e1eW/HULJbaMn8XmSt17ALn+lOO4jyTd3PWkzUTuFfGcj1qZVyPatrgdXoLlfDswB4M5B/Jf8abJpdsdNklZFMrEtu9KXw9/yL1wP+mzH/wAdWrjc6UQeDyKze4HANwTUZqSThj9ajpjCkpaSkMSkxS4pKQwp8c0kZ/dyMv8AunFMFFAFlL+6U8TyH6nNd5asx0W0eU/O0e459686r0eZBBY28X9yJV/IUmJlOCz+y3QQYHyhuPxq1bczy+nvUl4v/EyXPH7sc/iajthm4kOeAe1U9yEdhcTbbKCFeGkQbjnouOf8K4zxbdlvLghkVcN8yYOT/TFbesXn2GwmuJj823gfoBXmi6jczXOZJN29snim2NI2ddy2gQ+onA/8dau6+C/h2KKBtcnAedmaKAEfcA4Zvqen0z61xGoAv4e3H+GRW/mP61658PLeS18G6bG3DMhk+oZiw/QioexR1/mEZ7+1edaS27x+56/6VP0+j13WTxufp6VwHhdjceLFn5wGklOfcEf1oWwnuemCTpkcU7zKqiQe3rS7ieKQzwn4yabBY+LnltyB9siW4dR0DElT+e3P1JrhcV6N8cEI8SWb/wAJtFUH6O/+IrzoVYjuNHyNBnOP+XbI/Jql+H1uTLfPEzfaGWO2jx28xwN34YB+mabpYx4fuD/06k/+Omtb4Vq0d1uIOLi5jjUjtsDOc/gB+dXT01IntY9qjKooWNAqKMKAOAKk3ZqMMD26d6N3TpWJZ5f4Wl2fEPUPVr+5H6tXqy/XivIvDzbPH9/g4J1CYfm5r1nnPFD3AS6gW4t5YZc7JEKNj0Iwa81b4b395KRealDBb91hUuzficY4/wAmvTFOOtG+gDnfDfgvSNBYSWsBluR0nnO5h9OAB+AzWf8AFpSfC8Xtcrk/8BauxZ8Vx3xTbPhn1/fr/I0AeGk7Lky8YjAJz7kD+tXbW5HmGBuo+aM+3cf1/OszUji0lPcyIM+2G/8ArVWt5HljZwR5kWGHrx3pWLudcy+do1/DkglPMAHJO35sfmKt+Fy02nwsh2sRtyx4zk/pWdo96C0Uynbu6gdq1NKgGn6fKhI2RbyCT0XJIJ/DFCBnoHw3jubW41KGedZI5ZTMqJkqnQEgn17jHYVj/FFTNriCDYzx2n7wEZ2gFvQE9HFXfBF0BfpzjzEK/wBf6VznxAk/4qq/BUkuFRGzwMw4I/N1/Tp3mT0BbmQwD65DG0ashi27MAgou5l45zkqORxwMjtUfh6VS00t3DNO925jbbF0HDHOeikyfkucdqqxzSQxvcW4UyKY4IcqGyQAWweR/AOmfv1Kl2dJur37Lny5Yy8RUEAFgWU5BI6Fh24WsGuhqi9o++3tdRiQGQWyvLC+04VlDRhxkEEEe/VCMcVLZCQaDsjt0e0bexAIdvND7QuVIJ+7FyFOdxORVWxnXSrWwkjCq0sgunAQb2jB8tQATySCzfj9akvHayW906Is1vIVljG3eWRfmQjJGRjaDncBsY+lS1qM0jGhubGRpCIGtFCnbjftwxXoCRt5z05GffZ8FMtt4lsRlVMkJ5II/wCWYAHIHdT2HWuavDuuL+OMOEjK7NidowImA4wf4ScdgOnWtLwfCf7b05mBL+cY8gY2hQP8T271UVqKWx7EWyeacmOvA7dKYFTdjk0/YN2Bkd8V1nMHOe3PHSkYjHbg1KyHjjiofLB4LfhTASR8jI4BPrTM++alkQBBjnmoseuakoUNmkz6Z69KTBpccUwFzjmnbqbjmjGeuKAF3570FvT6Ubc4xRigA3npSb+MUmKNvc0AG8+lO3Gm7aTBBFADu1G7HcfhTcenSgA+tAC7sHnHNLnnJ6VGwxnJJpNuT/FjvigCTOV9zSgfXmoh77j+NTjftIHHbNAELIPWmbCM4x9KkIOATw2O5pOeuf1pARMp9Kbj2zmnkHPJ/WlKH1H50CGn6UoB6nJp38QC9T607I3cDI9c0AAGR70oXGd3TrxUqRehypFK8W1D/hTsK5Wx2xS9c5pcZ6Ypdp9qQxCBmmlBTyCKQUhjNg2/N+VHlD8ad3pR0/GmAzyxTfLHpUuOKQ+1ADDH+tAXmpMenpS9PyoAi2ZFDRjbzUv060Y5oAj2Arzn86XYB7U/AA4oI454oAj2YPalxTgM+tBHrQA3P+RRz1zzTsUY5PFADee9AHHUYp2xiOnFHl+ooAQfrTgvHb8KcE/KhVwOv0oAbsHpShQe1Pxkd+PWkYccg0AN2r0xxRsA7U7BzS/XvQAzA7UU7BNLj3oAZj5fU0Y9cU7mk9+lACY9qXGOtA4paAEH9KdjgDHtTfc07v8AhQAg+lG449vel/nSZ7CgABNB+lJ0o6UAJnrS7v5UnXtR35oEKp+tLu57+9N/SjqaAHbvakLUYz3FBGOxoAN1ICD6UnX8KcBx/wDWoAlc56VDxT+TTTnGaQxuPQGgDj7tKW5ox9aYhrD2FNIx1GamUduopjYHbmkAwD0ppHPTNSdun4UEev0oAYAMelBx7UuOeKb0+lAAcdKXHFLz2NHamA3GOv50+BQZVHy9e9M/zzT7ddzqOnfikA8N8uOTQys/K4P9KnYRRqNxyzc89qZtV1PlnB64zSsBGpMYYcj6GpFyYeuMVGZFHyuufU0bkB5YfhSaGSn5Cnzn8KSUmTpuYDrmovNVclTuPb2pVld2+UYHtSUQOR+IO4WNuORkt/Suj8O/JoOmlv8An1iPHJ+4K5v4jt/o9srMpba5wPw/wre8OHOh6du4VbaL/wBAFXbQRpTODjGcDv61Hux2H1ommT+AYx61D5w/+vQBNv8A9kGlDjuq/rUHmg0eb2xQBDqSpIbVnAEUEhmkGCQVEbjH5sp/CvIfBsw+zavbscABJEz/ALO5T/6GK9dvALi1lizt8xGXPpkV4t4Sl8u5vBn/AFkLke3zL/hUSVyonMXn/IUnI/vH+dEpylFwM3crD++elDHK4rtjsedU+IqyU/To/M1G1TON0qrn0yRTJOtPsH2X0DjqsikfnUs1idH8QLP7Ff2kZZWL2sUh65yR3yTzXQfBG6MepalaYyJYVl3emxsf+z/pVD4tFDqlpsR1VbONBvjZDkFgeGANZfw21QaV4otmkYCKf9xJ/wAC6fT5tufas5qzOqOx9AZP41498Z9QSfVrO0U7mt4iz47F8cfXAB/EV6xNMI42eQhUQbmJ7Ada+cNe1F9X1m9vZM5mlLAH+Few/AYFEFrcRi+X8+KuaejXVw0KMAwUlQe59KinxGv+0aq28729yk0Rw6NuBqnoNK53Xh1WTRLlHGGEzDB/3VqyP+PFgcdTV62mgu9HW8tkVRMuSqj+IdR+eazRMGhlQgDYfTrmpEcJcZE0g/2jUNe0rpOn3Gk2rXUMbZiQksM84rn7/wAJ6RNnyJHiOc/K2R+tVYLnm2aSupuvB867vstxFLg9DwaxbrR762/1tvJjOMgZz+VSO5QopWUqcNkH0NCoz/dBP0FFhiUlWkspW64X61MNP9ZP0p8jFdFW0j827hj/AL7hfzNei6n/AKzAOAOK5TQdOU6za5bcFfd+XP8ASuov8efz61Mk1uF7n//Z" class="fr-dib" style="width: 878px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum melaju ke inti acara, sejumlah pejabat FISIP Unmul turut memberikan sambutannya kepada para tamu undangan. Tak terkecuali Rina Juwita, Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya, Rina turut menyinggung eksistensi tari tradisional yang bersisian dengan masifnya penyebaran K-Pop. Menurutnya, penting bagi generasi muda mengetahui nilai dan ciri khas kebudayaan yang dimiliki.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terutama tarian-tarian yang sedang viral, misalnya tarian K-Pop, semua pada bisa, tapi banyak yang kemudian ketika disuruh menari tarian Indonesia seperti apa, banyak yang enggak tahu,&rdquo; ucap Rina.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wakil Dekan bidang Akademik FISIP Unmul, I Ketut Gunawan juga tak ketinggalan memberikan sambutannya pada acara tersebut. Tuturnya, agenda Pestari penting bagi khalayak guna mengenal sekaligus mengetahui upaya mewariskan kebudayaan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya kira kegiatan pada hari ini sangat penting untuk (mengetahui) bagaimana mewariskan kebudayaan agar tidak hilang begitu saja. Sehingga, sisi humanis dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa kita imbangi,&rdquo; tutur Ketut sekaligus membuka secara resmi rangkaian acara Pestari 2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih kepada Irsalinda Wesa Nurrahim yang mengambil alih jalannya acara pagi itu. Pada sesi ini konsep&nbsp;</span><span><em>talkshow&nbsp;</em></span><span>sengaja disuguhkan untuk mengemasnya menjadi sebuah perbincangan yang menarik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun narasumber yang hadir ialah Agnes Gering Belawing selaku Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Kota Samarinda. Disusul dengan Clara Claudya Umboh, Putri Pariwisata Kalimantan Timur yang turut membagikan perspektifnya dari kacamata Gen Z.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Agnes, Tari Enggang mengalami perkembangan yang cukup signifikan di masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya aspek kreasi dan kolaborasi dalam pelestarian kebudayaan tak benda ini. Kondisi multi etnis yang ada di Kalimantan pun turut jadi salah satu faktor masuknya budaya-budaya lain di suatu tarian kreasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Agnes tetap berkeinginan teguh untuk menyalurkan intisari sebuah tarian sesuai dengan akar dari budaya yang sesungguhnya. Hal ini bertujuan agar generasi muda mengetahui dan memahami dasar dari sebuah tarian, sehingga setelah menguasai dasarnya, maka untuk mengkreasikan sebuah tarian pun tak jadi masalah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penghayatan dalam menari juga disorot oleh Agnes. Paparnya, memahami sebuah tarian secara mendalam dan menghayati roh dari sebuah gerakan dalam tari tradisional patut menjadi kunci saat menari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin PR bagi kita semua di sekolah-sekolah terutama buat adik-adik mulai dari Sekolah Dasar (SD) untuk memahami dasar atau roh dari gerakan tari tradisional itu. Tadi di awal sudah saya katakan bahwa tari itu lebih kepada kemurnian jiwa, kemudian mengungkapkan rasa syukur,&rdquo; ujar Agnes.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan Agnes, Clara pun mengamati perkembangan yang berarti dari tari Burung Enggang di Kalimantan Timur. Ia juga mengamati banyaknya sanggar-sanggar tari yang dipenuhi anak muda. Ini pun ia lihat sebagai rasa cinta anak muda terhadap sebuah budaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi mereka menari dengan hatinya mereka, dan mereka sadar bahwa ini budaya kita, dilestarikan oleh kita dan oleh siapa lagi kalau bukan kita sendiri sebagai generasi muda,&rdquo; tutur Clara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya kesadaran akan pentingnya memahami sebuah budaya dapat membuat seseorang melek, utamanya pada budaya Kalimantan Timur. Khususnya dalam aspek tarian yang tidak jauh hebat dengan budaya-budaya lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kecintaan terhadap tarian Kalimantan Timur pun ia sampaikan dengan tarian Burung Enggang yang kerap dipersembahkan oleh penari muda dalam sebuah acara maupun sebagai tarian untuk menyambut para tamu.</span></p><div data-empty="true" style="text-align: justify;"><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQEAYABgAAD/2wBDAAYEBQYFBAYGBQYHBwYIChAKCgkJChQODwwQFxQYGBcUFhYaHSUfGhsjHBYWICwgIyYnKSopGR8tMC0oMCUoKSj/2wBDAQcHBwoIChMKChMoGhYaKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCgoKCj/wAARCALQBQADASIAAhEBAxEB/8QAHwAAAQUBAQEBAQEAAAAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtRAAAgEDAwIEAwUFBAQAAAF9AQIDAAQRBRIhMUEGE1FhByJxFDKBkaEII0KxwRVS0fAkM2JyggkKFhcYGRolJicoKSo0NTY3ODk6Q0RFRkdISUpTVFVWV1hZWmNkZWZnaGlqc3R1dnd4eXqDhIWGh4iJipKTlJWWl5iZmqKjpKWmp6ipqrKztLW2t7i5usLDxMXGx8jJytLT1NXW19jZ2uHi4+Tl5ufo6erx8vP09fb3+Pn6/8QAHwEAAwEBAQEBAQEBAQAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtREAAgECBAQDBAcFBAQAAQJ3AAECAxEEBSExBhJBUQdhcRMiMoEIFEKRobHBCSMzUvAVYnLRChYkNOEl8RcYGRomJygpKjU2Nzg5OkNERUZHSElKU1RVVldYWVpjZGVmZ2hpanN0dXZ3eHl6goOEhYaHiImKkpOUlZaXmJmaoqOkpaanqKmqsrO0tba3uLm6wsPExcbHyMnK0tPU1dbX2Nna4uPk5ebn6Onq8vP09fb3+Pn6/9oADAMBAAIRAxEAPwDj9HuGkjEhbL55PeqPiK9F9qkkwJ+4qnPqBzVLRrsx7427jIqBmyz/AFJ6VlTTjJnoYiqqlGHcjdm55pmnnGq2/P8AGvP40rNlscUWHGqW54GJFP61pLY4VuaPio48SXa/7v8AKsTb+/FbXi4Z8TXWOOh6e1ZW07wTiuZnu0fgRYnP7s8dqoR8rmr96CsHFVLMbZYSR/EDTQ60uVXOm0vQxd6ez3alnC7liHUD1NVLjw/PGDJIPLtc8Mwxn6V23h5beaaWO5l2HymMZUE5b+EH8ake28+2lM+5reP5lAIGGI44780TT5bo+R+uSlVbqa3/AAPP5tFlW1W4t4t0e7bvB6H86dDPDtX7Uj2dxyouY84cY6NzXpfhzwhDqtnNdyyyeY7FeH2iMY61xHiC0t7bU7mBgIyPlwgyjgcZ+pqZ0ZKKbPTo4j3eeOxTu9PjsdqaqUeKYF4rmE7s+xwcZrDu4/s9y3lOULYw3ZgffpVlrKY3yW+SV3fKu7cMHn+VU5jEPOADR88EHIx71MY6anXSxThU54mfIqJcCZdyOp+Yg9/UEUy6me7ZvNnllBOT5jFv51F56GMqyDfnIkHP4Gq5mKn5VXPt0NWkehOtGSuhzWwXO04qa3tIZI2829EUg6K8ZKn8R/hUc15E8aBbd0cfeO/IP0GOP1oia3mOBKIz/t8U2nYyjJOW1xJ7MDhJ4nboCr/0IqSLS5/lMvlAN6tiplsg+SLi3KjuZAP5017XynALxE9cq24fmKXN0TNfYJe9OGnqQvps0cn+q3DPAVs1bi0+/hba1hIjNyN8ZquUxztyaequ4wVAHuaTuaU1Ti9n9/8AwCaX7WIyGLKqjJ5xiorOYmbdLPNGB1ZBuP8AMfzqJnWKTY8igegNV7mTc37ncRQkOVbld/1NP7RFE7bJg6k8NMvP5ZNS3WvTyWojjuPPVTkJt2ovvtx19654Iu4+crO3YBsAfWrMM7QxkRnaWznZxkehPXFP2aEsfOKaWl+w+XU766CxrLIidCFbG78OlXLOLTLFnOo+bfzlDtit5Aqo3be5Bz7hfzrNWN5TtAPPAA71vaboRYgznYMdO9Xy9jkVWc5cz1fmZCrJPIDJlj2VRwPYCtuy0meaPDjy4/7vc1uWmn21sP3YBPvVrC9s8elFjanSu7zIbG0W0jCL6cmppB83ORTmPPp+FRStz9ahnekkrIjYEdz61HMznHOeMU5yQTio2OQaQmM3HHFQyNnOeT2qTG5Tg44qJuWxnv6UzNlaYZ4OOnSqUimNuuU6c9q0WCtn5j7cVBImf8KDORk3USyHDDa3Y0W7WsVqYrmORZt+RcK24BcdNv8AWr0kQ5BGR6GqkkBzlD+BoMWrO5Ds3AEKGUnhkOc1FLb88oR7EYqRV2H7pXPUdjSC5uIT8jZX0YBh+RpmTS6lVrRCe4pzxRKuFhyT33Grp1BWVvOsodxGA0bMuPw5FQ3F0pb90hCY4DEE0xNJbMpBI05eHd7FsVNHcrHGVgsbYZ/jKFmH0JNRtKDyysT7jijz5TwiCna5nzuOxblvpTHGsQ8jb1YHlqrSXCv/AK2RpD/dXuajMM0v+sfA9BU0cIXgKKdkhOpOW7IUiMv+swq+gH9asJAnRcDAzUgjPbAqWBWDMBj7h744xSCxTZeKTb9KmZBsUg8nrSbM9qZlYqvERyn5U2Tc/LcsO9XVTJFJJD3HB/nQUjPLnHz5+oqaKcNhWK+gY8VI0Yz93B7gjioJIP7oxQGpYmj2NhxtPUe/+NNJwMMMim20zQjy5F8yAnle49wamnjRBvt5VkiPqNrL7EUA1dXRAenyNkD+E0qufTI/lTHGeo59jTNzKw3dPUimZlkEMfepAcdarRzrv/hz6EcGrYkhf76mI46qNy/4/wA6lmkVcBSFVNKy4GUZWHqpyP8A61NViCMr19KBtEltNLakm1nmt2PUxSFCfyqwuqamOmqX/wD3/b/GpdTs47T7MFYmR4w7qf4TVLHHAoTUldCVySS8vZ0KTX95IhGNrzMR+Wap+SYzlMH/AHhVlR7UpXP07UirFfeR96Nh9BmjfEW9/pirGPam7AfvAGmFiDemeWx9TSoVY4SQDHq3+NS7EGcAUYVeuKAsQsXX7jB+fSgNIfvFUHcsCf5U6WVY17A1UUXF0x8pXcd8DgUD66FoTi2ISK5SdGPKspCj39vwpZbmJTtQ73/2Tlf1AqNrIKo82VQ+furz+Z6Uijy2IgALd3znFLQtuS0ZahVpM7tkZ7B3Ck1PJbSxYI2uM4yjBhVW1tDJJ1PPJJNakmn211a+ZbybJI/4HON30Oev0pN2JTRNcao1rZLC/loSuCGQtn9RWJHPFLJhpNgP8bAgD8gTUv2R1uCtxJND2y5Lj9OfyqV7ZlUqBazxr/EpB4+vUfjUpJbG797Ur3UMsKhyytEekiHKn8f8arcN0ZT/AMDA/manSb7KxeGOFAw6LIxBHuCSDUDNaTMRMogY/wAcPI/75P8ATFWrmUlHox5gkVS4gZkHVlwQPyzUPnd1Cj6mmXFp5WCkkcydQyNn8x1H40xYX2lyPlHU1aMZJ3sSmZz0YD2Vf8abkv8Af3H+tMQAY6++BmpMIh43sO/AX/GgnUT5R0Cj8c1I13KE2ea+z+6DtFQtzJlBgdgeTT9hcgso/Kiw7sdFOwP7v5T6qMmpQhfPmOvP94kn8hTBE3pUqQHHJA9aRSkxixwqvzbye5JwPyqxC0MUXmeWGP8ACD296qn55NqD5QcZPetG2tQMM+D6D0oLi2FlAXzLKMknOT1rTQY5HSmoBsI605f0FBqiUds1NFn3NQr17VNGD19+aRrE0LcsOwNWx907lAPrmqsCkr3/AAqw0ZCjjGenNSdS2D7DbXWDcRo3vjmq154XtZY2a3n8l+uG5Bq/ACCODj61oRhtnyoWI68UxezjLdHES+G9QjUiDyZRnpG3X88VQmtLu1U/arORVHd0IA+navSVjmwdqhcc8irFrbX87ARh3zx8qmholUV0Z4+TtJ25x7UyQqzZPB/2hXukXgq5vyGuLVG75ljBx+dWR8HLW55k8+H18ph/XNNRfYynRtsz5+K7ZFeNwrLypU7SD61aXWtUhXaLpnGP+WirIfzIJr2TUPgvYxx7xrAiULk+bsOOeO4rjta+H9jp+7ZrJmKnnZBkfgQ1DpqWklc53Snujk4/El+qgNFE+OrEEE/kacPEV2fvW6/VTj/Gun0HwXK8gOpRX0FlcDbDcsjIu71zUuufDvXNHbE8m61fmOYSHa//ANeuadCjCfK4q4QdSSVmcNcaldTOWYKMjjJPFRrIXGHRnB6gnCn8BivTfBHgeLUpLkXbrKV24JG7GTjvW8Ph5ototwbi6vwbeKOVhGIxkOcYBIOOamWIp03yWK5J395nkVpYvL83lKqd9i/1rSjvI7RTHZ2kBkxguVEr/h2r1DUvhvpkd5DGlzqU9tIsrM8si7VKhSo4GOh5+lcANsKlbdVUY7VdOtGr8J0Uv7pi3Ec90SWUxr1y46/QVFHaqjfICx75rYMTzPhc1u6DoTSsWZPlFbIbpc0jI0fQHunUupANb91Ja6FalYgrT4xn0rU1y7t9JtY47Yje0YJPocnpx7dq8+uJZL+6O4kjOTznmmaT5aUbR3CJZdVvPNmYlc5yTT9Rk/eeUnCrwa0dq2FmcffNYseXmY+pqjlasWyfKt4+2WBOK9f+Gj5sblfRV/nXjt8wWOPPqOK9Y+HEpW3vRn+EED05qIfx4fM5MZ8FjyTxG+7xDqvP/L1L/wChmqkEm2VDnnOal1ts67qJ9biQ/wDjxqjuIYV1N6nnHqF1qX265guXP7tVjAHTAGM/rmuc8Tau914mmu0wfKYIgbkYXj8icn8aSOfGihh1xjrWCxLE96wp3u7no46UeWnGPYlup2ubiSZ1UM5yQowM1D9KTPX+dOye1anmsuaMQmrWh64lX+dex+JuLG43cfuxjH+8K8Z0oldStj/01X+de0eJV/0O4I5+T+tebmv8C/mvzOnCP3zn9NHzLXS7flFc1pf8BBPJrpyflHTp2r0aexzy3I8Z+lNbvmpO3PNRMM+tWSQXEfmRNH5vklxtEuMhD2JHpXNCznvPGCG6MTm1URs0Z+V9vPB4zjOPwrob5f8ARJgCgyp5fOPxxWV4Lvlks9R+Vt6sZGc9yc1z124wcl/Vxqzkos81+JF7Je69cOdvloQiY9AP/r1SswF01TyM81W8UMGa5Kq6sJ2yGIJXk8ccVc0uI3OmQrkKm3LO3RRzkmuymlTjbsjza16m3VlzxBrc5jsoYZkkhjgjYDIYRuC2SvpkcEdx17GooQDk4VVYAgDoM8/1q5410C203TtPu9OYSRSKFkkU5DkjIb+Y/KsvS3L2ueu35SK8uvONWn7SHc9jCJwqcki9pbYv8etdvZMRsbPQ1wlmdt8O2etdvZN+75PP1rxcVpJM9mnqrHWxHcqn1GaeDUFi4ezQjsMVaAA6ivqqUueCl3Pn5x5ZNADxx+VSL0BNNp69sVqiCZRUie3Wo096lFWhEiipUOOSajXgVHI2D8p/+vTuSTNKDwDTUyzetRIMk1dt48HJqkIt2qhQCSM182fEy5F3411SRT8okCD2wAP6V698UppotCKRSGNHDbiDjOATivDdQsiYjIqyJMBueKTnI/vqe4/l79axrVFG0WNQcldGOjMjB0JVlOQQeRWpJDHq1v5kAC3sY+dP+en09/T8uu3dlU+GV4JVkiO116H+n0rMIuxXorX1GFb23OoWygHpOmeQf73+fr64yK1i7opnY/CO9Fj8QdFmdtq+dsPOM5BGP1r7QWTGO9fBmh3IstYsblukM6SH6Bga+5bG4E1rFKv/AC0QN+YraOxEtzTVs4qRWA61TRz0NSq5zyc/SqJPKh4e0ZWyNHtSOxBFW4fDmiSKN2l2qknptH9KyB4qX7psIwO3z/8A1qlj8WgMD9gjz2+f/wCtXi/2jhlvL8H/AJHp/Va3Y2h4T0If8wu0/FBXP6n4b0iC83RafAhXGML0xV7/AITJhx9jX/v7/wDWrH1rxA8pMsUKlv7oaonmWGkrKX4MccJVTu0eceMf+Rmuh2wp/SspQTjHTuaueIrlrjWnkkXaWAyvpVRfu85FWpKSuj1aStFJkl4++2xzn1qkvyqpHarE5zFz+FQMMIB7VSCqd94dvCGs7kZYcErjI9811dx5U9xewwyQR+eVeN2U4BPO3PYDOPwrzTwvcb4mt3I3Kdy5OK7rTJNshuYpABHhlySD+GOc96q6tZnxeIpSp1eS3/Df8MbWtLF4Y8LzR310He7K7Y4jwx/2c9R15qW/0PTNb0pdUs7qBY2RSVkOR0GQD1z7U2bV4G2sYiZJBtchz8w7BsL/AEFRR+Iwj4UOHJ27nc/d9/lx+NdLq0mrXO1Qioci2OYu9BghN3cWkmPk8uIg7ckgDO3rx7Vw2s6VcafDMzpuUcBl6GvUbi9d4xHIEAEpbzEJyzc87j1rkvE90Sy2md2fnf8Ap/jXPZdDLD1ZzqxpR1u/wPLnj7EVC0b54OcetdbcWUE38IVvas640srny3yPpQfROlJbGJcSlpCywrGMfdXOOnuTUO5W6qfwrUktJEOGFV3iH8S/pQZNPqUuR93NKHcfxn8DVkRL6fnSeStAJsb5r8ZZqRpy3b8ycj9alWFRTzGB0ApWNOeRTWLceV/OrCqwXCsRnqAKtQxRsedzH0UVbhsJ5P8AVRbB6tQJXexnfYn2bmBVfVjjNXdM0qW6fCKEjzyxroLHSIEO64Jlf36VrbVSPCqFA6Y4qkjWNG+sipp+nQ6emUUvJ3cjmrcjJJgHg9qQy8YIyuaik2swKNj270zdJLRDJAVY47UIx9ajaTsecnvQvJ4xj0qWaQepZ3k+wpkhO457U0HFNduT16+tZs6UxGbg1A746flUhYZ9PeoGPNITFyM5x7VC3+sz70/PSon+/npQZsYxO6oyTn2p5P4Coz7d6ZDGFutMZQ1SMMdaYRg+1BDIJIs+49DVOSHBPDD6citLsMfhUZHXPr3ouZyjczdhHr+VJ5R960SB3FDAH3p3M+QzfLX61JGgeRV6ZOKtlB3FS2kY+0RYA+8OKdyXAbq2ltp16bfeZPlDBtuMg0ywsJ7yYR2sTyyeijp/hXuE+mWl7FEbu1ilIUYLoCRUlvYWtnHttoYoVPJCKAK8r+0/dtbUyPLrPwtE9wLa71OCK77wKu4j2zkc+1aR8CSxI729+juyldrx7Rz75P8AKuf14t/a106sd3mtznng13/grVjqtgYrhgbmHAYnqw7GtK869OCqRkN3tc801jQ9Q0tQLqA+UDxIvzKfx7fjWZsIH6V75cWgmjZJFDowwQwyDXlnizQTpV1uiz9nkyVz/D7VeFxvtnyS3IOYRfmFalrolzcIsj+XbwnpLO4RT9M9fwrofA/h9Ltvt12uYUOEU9GYd6Xx7Ey6qvXZ5Q2jsOecfpWrxClV9lHcdyC38DmaFXN/EQ3OY03j8DkVDqHgS6hiLW9wk2OoZCp/rTPDmqzabeKQxNu5xIh6Eev1r1LYJFRk+ZWAI9xXNXrV6MtXdAzwO+spbOXy7mJo39fWm2elT6hKUtF3sOpBxj616x46s7aXST5yL5u4BDjn8PwzVHS/Cqw6bEUVZJGXcWzsdc+jjn8K2WMXs+d7knn0ekxh2gbUIkuFONjghc+m7pTLzSL62yTB5kYGd6cjHrXS6r4buYXYxMzg87ZsBv8Avrof0rQ0GJGQQ6hDLbzIPknUFfwP+NU8TpzRdyowUjzuK2aeQIsLlicDaM1LJY+VdGBpkiYfxSqyKP0z+lenanYzWUL3EV1DjGf3ikbj9VINcLfFHkaUrOszEllUBlPpjnP5irp1nU1Q1C2zKltZIZGSWeykPRW85h+oH86u22mTQv50NvI2DlWSRJF+u3gmt7wkDLp00X2WWVA3Jj8pzn0IY/0q61lp+D5mj3QbHVrUH/0Hisaldxk4lJnF69eXFxOn2yIQyKMDKFMj1waoJc+WcOscgHPDAn9DW94otrSKWEx24h3KcrLamM/oBmsARIzDy44snuSAPyrrpWcE0Zt66F6G70+VWDGWCXtk7l/9BzUD3UAOFfcM+mP51b0fTzLeCMixG5TgzHCg/lWhJpWm2ch+13NvPOTxHbSHH8gB+JFTKpGDsaczluYazhydrKAP4iQB/OmNJkHZKjHHIXP+FdNNp4XTTMYbIKW2hVbzCR6HBz+RrGsLeODVIWlXMbSDMQzjGemDz+tEaikroTsZryTIy/dPHHIOfyqGS4uJfk4x6AV6RNM8TbbbT4oQw+SSYks30Qcn86wr7T7+ZpbwW4Z+52hce+0f1NZ08QpPVWC1+pygtysYkkZQuM47/wD16tRtJJCscERwOrMTg++K9F8NeFLK90lZr5WlncnL5OR9K27Hwnp9q4ba8xHTzCDj8AAKieNpxbi90JS5djznTPCWoX6CUgBT0aU7Qf0zV+68H6hax7lSKXHO2I8j8wK3/El1PZeII5YnYCNFATOAR3GK7G3KTxJKvKuu7NYVcTVglPSzFzPc8YihkFwI0BWTO3BFdVovh5Ltri3u5WW6t3HCEEcjOeRXbPoti96LprZDOP4+n4kdK52ztZbjxPqEtlceVKgyPlyrdAQw/wAmlLFOrF8ulkO9wuvDQeQNJMcr0+QVgeIPD8FnbzXhmkMoA2sML7dBXcy3GrRqqNpcU5xy8VyAp/BhmuB8VXl7POY7yB7YLysZGPxz3+tRhpVZzV5afILs5q8uBNHGht4soOXTIZvc5zmqG5A2GUr6ZFXZY/UVA0YPBya9dCnJvVjYWMbb4HZG9UODWppkunOt5/ajXUE7RE20tqq7GkxwJV/un1Xn2NZDW4yfmIpDbf3Wp2QozcSzvinQLJAqOvSSIYJ+q9Pyx+NNjhjY9QCBk54qDym9T9c00wZbqT7k0WBzvuWlWPHy/N9OlKJI1JDOikenNVfsoJ71PHaDuOPemJDXuAGIiG9vpiniOadvnJRf7tWY4lTgCpV6ikWkNt4Vj6Dn1qyue+KjX8OuOKkUcDt/WkaImUkrT169qjA7Ake9OX71BaJh271Kh5AAqFe2Klj4IoNEaMBHc8/Wp92FGAc/WqkJGMjP1qz5nyYAFSdS2LVty3I+ta9ui7V3HHTBPNYEVwR93Hr0q4ksp74HuaZUWdRZ3UdtkiaUnByrJ8ufzq5a+JHt2BBfH+yuP6muNEpIx5nOOwqxbW808ny73P1wBVcz6Akm9Tr28W3rLtWZxx681Um1y6nb5nmk9eTiqlvo7Dm4cJxwM1eWfTtPUbkEr855xUtvqbxjFbIZa299dHMMQUZHLVtaV4TvNT86RLiFpYQW+znALD27GuavPE7YZYFRVzwNuay4fEGo295HdW9xJHKhypFCqyp603qRVp+0jZnZ6rq1x4m1CLSWBWaE+X9mVNgUjgsQf8isTxLrd34bFz4b8+DUbZowMMuTCSM8ehHB79jxU/iS907xDor6sHW116AKJY1GBMMgBh9PXqMYPY1wKKASxzJIxyzGlSlTnFuStFfZ8+9+xx+ym2klbzsTw6hc2WHt5pYnY4JRyM/l74qSbWLsqxuLu4cyKFclyflHQHnoKrvCxjBcAL0xiqskYxz5mOMg10U40ZRXMtSqqqRk3EtTeIdTljnhF9eeRNxIplYhhjHIz6cfSqlqgkztztBxx3qS3szMw2qdoOeldDYafBEu9tx7kVrGjh/Qyi619LEGn2UaLvcbR7jrUupa3Da23l26c9yDUWs30ccQjjBG0cYriry5M0hVdwGa1vhlDlincic68Zbolvr97yXbljitbS7PZH5snbmqml6erlGbzDnr7Vo6rMLeLyk7cGuSpyW900pqbvOoZGq3PmSFQeBUNkmWPeq0jb29+tXbPABPtWZne7uVNVfoO4Ir1z4boZpJot+0uuMkdK8c1Js5J45r1f4Z30EF4rzSbY1UZJBP8qxlNQqQlJ2RzV05JpE118H/AD72e4bW+ZXL4+zdMnPXdUP/AAp1S2TrTAe1t/8AZ16hNrWmf8/QP0jb/Cqkuq6az7vtsqA9QEb/AOJroeJw/wDOvvRw+xqfyv7jg/8AhWlutqkB1pioJ5FvySP+BVUX4bWZXK6wx3dMQjJ/8er0CTVtN/5/pRzx8jf/ABNV5NX0sEj7dcc+iN/hU/WcP0mvvG6dWW6Zwy/DiyeTamrszegiGf504/DS3B51CXH/AFzH+Nda2taUOtzcnA/uH/Col8Q6YhOJbhs+qUfWaH8y+8XsKn8rOZg+HEEMySLfykqwYAxjsa6LxEMWE5/6Znk/Skm8V6YvTzz/AMA/+vWXqniKyvbeaOMyKTE2DIuATjgDmuDMatOpQcYO7uvzN8NTlGd2ijpRyEPXkGuq6gVyWjt8qZ9q6/jaDntXpU9jmluMI/Kom9qlJ+lRt+X41oQZuvME0i6P3v3bcVjeD9PYaLdzBiRcqRjPpx/n8K2PEHOj3Q6/uz7dq5f4f6vObqSymK/ZUG1RjnPSssSpOi+UzTSrK55vqryNLcRyIeHYMc55ye9dV4Vt7keD2u9Gu1W8gl/0mARrI/kHOSFPXse3QjNYXi+ybT9auI1TZEzlkx0x/nB/Gut8MTWyeB7W9tlaLUbWWWBWj4MjuQVVvVdoJx0+U1GInz0k49bCoQUajv0MDXtuj6dPpgvhfLc4mWJU2RwZOcgZ4J9Bx/XO0iGRLcs8bqGPBKkA1o/2PLDfSXGqTQKwO91kc5BPI3YGBVcXCzXDKlx9oIHzOMhOvAUHtXJNpQcY692d1DWopPTsJCcXqn1Peu208/uRiuJwRdKc98V2WlENCv0rycXsmevSOr0ds2xH901o4rG0VsSyIOBjNbQHPWvoMunz4eL+R42Ljy1WKBT1xwBTQAfrTx2xXccpKo6YqQEDrUIbbjtTWctVXESSSHIxjFInX2pijPrmp4YyzU0IkhTLcnFXUfjB7e9QDjg/hTgO/SqQjlfimA/hmVhn5Qx6/wCya8HF/dwKqR3EnlrgiMsSo79K9g+KWqpJpj2MBJZjhj254xXis4IJDDBBwQe1YVeWbsx+9HVGmkcGoZVY1APSRBh4vZ1H3l/2v17Vk3EDwTPFKu10ODTFJBBGQeuRW2ri9+yefGskci+UzgYdGHGc/THB4rmd6T8jRWqLzMzT7trO4Dj5kb5XTGQwpdWsxbTLLCQbab5oyDnHt/nt+NVpF2SMuQdpxkd617gifwzD8w3QucjHPBwP/Qv0roT1TM12MNeGFfaHw81D+0PBej3TEFnt13YPQgYr4ur6o+Al99p+HtsjHc0Erxn2GeP0rpgxSPUEkHtzUobiqSNz0BHrVhWFUQeFQ6LblXZlyccDmov7Ht933P1roxby+X8qEjvxUf2aQ9I26+leN7Ndj0ud9zA/sS36bc0yTSLYL/q810M1u8a5dSo6VUlXjmjkXYFN9zzLXoBFqzIgwo6VWkXEQHetPxIB/bMgGSR3/KqEo+QA4oPXo/AmQkFlP+FR9+vap1XapphALenFUhTG2Mr286yp1U9PauwsdbtG3ea7xlgAQwIA/KuPVR2NW4Se35U3Y4q+AhidW2n5HZjU7JicXEBDDu4FRSarZxnLTwE7twIOefwrj5Npb5hg0IFFHu9jjWSO+tVnTvr8McbpCjyc5BC4H5nmsCWRpZGkkbLsck0xuF469qb3/wA80J9D0MNl9PCtyjq31Y5xlRnOabkbcH8KUkhOnAOKiByecjtTOqwyQYqCSFJAMqOe+Ks+gIzQqjA/XNBDjcpf2dG3K8e1OOmIcc49asySrFy/5etHnymPdDEXXHJx0qoxcjCcqcHZkSaOmfmYkVYTSoEbkZHpUFvqUu750G3uB2rRWXcoZOh9abi47lUpU5/COht4Y1GxF/KrOVYcYB6cVWVuQaXfjoOak6LEpJDcZpyyMOmeKiEvA4zQXG0nv3ouA9nIyUIHYjvUfmDPHBPvTXfGOtMyN2aLiJGwBzinJzVZmPb6Yp8b+vFJlw3LBYnqOOlRtksfTNG+gkN09ahnShhPbNRt1NPbrUbcHNITEGBjJ4qNgNxNSdO3FRsO/NBJG3T+VMIqQ/jimt7/AEoIZG1N5Hpmp4baWeUJDGzuegAret/DMvl7rnJJU/KrBcHHHJ61tSoVKvwI5q+Ip0fjZzGeKZgHrXUX3hsRxfup4hL/AHS+Qa5+4tpbdykyFW/Q06uHqUviRFLFU63wMrEUh9h1p+0ikIOBwaxNhmOtS23/AB8Rf7w/nTCMk1Lbr/pMZxn5hx+NHQlo94hT9yn+6P5USRCn28R+zx8fwjH5USIcH0r5S+pyHiHiJCNUuv8Ars/8zVnwTeGy8QQEk+XJ+7bB9en61H4i+XVLvH/PZv51n2spiuopB1Vga+mcVOly90apXR7jgnjP6Vznji28zQ2YhWMbqRj3OK6aKRZYUbGNyhh+Vc942mSLR3jB5kYAD8c/0rwsNf2sbdzBl7Q7VLfSbaNAMBAfz5rK8Z6V9t0/zkGZYfmwO471uaHOt1pFtKvdAD9RxVxkH+RVc8qdXm6piueSaHoV1qNwBGpWHd80h6Y/rXeXus2OmwiIOJJEUKEQ56evpWJ40gu4Ji32h2tJPurnAU+h7VywLbeHOPQV6vs1iUpyenYtLmLet6rNqVxvl4UcKi9FruvC90t9pMLAjfGNjjHQivNyp7k5rT0G4vba+B09Xd26xgZDD3/xqsRQU6fLHSwOJ6TNapIpDorD0IyKybrRFbLW7NH7dRV6PVCkCvqFrNakDLEjen5rnH44q3b3FtcgmCeKYAc7HBxXkcso6kczWxwep+HpgrGNAW67myc/Uj/CuMnmaGV4nhzIpwVDj/8AX+le6FFII9e1cD460+L7ekpjQ705yAeRXfg68m+SRftXJ2ZieHtf020tnt9RspWYvuGYw4HvzXRQ6vo77pLP7ZJJjLLG+7b/AMBL4FQ+F/s9jot3cPGWCuFCrIwJyOntWJqUT6tMIorCAM5wqrFGW/76K5q5UVUm3sDZW8Q30NzdotvPcPsU5+0yRjb7fKKx2+1Fh5bW4x6kn+gr0PSvAVvFb/6Ygkc8lQdqj8sZqhrfw/UW7T2K7HQbjHjhvofWtaeIpR9xGfMrnFRwkSLJPLESDwDKAv8A3zjmu10vxBAkIjNvtwP+XdRt/PIqt4P8H2l5K097GxEZwBngn3GK9At9HtIFHlRR8dOKyxVaF+Vq5XMtjzfWHvNXKmKORYB0Dy/KD74zg1S0HwzeTapAS9tGm/J2yqXA/A7v1FdN4vEg1IxjARUBUAEj9BUXg2Aya5Fkk4Ung4rRNqjzR00GtrnU2fh60t8l8ysepP8AF9e5/HNT6lap/ZtwgUBTGRgDHatdbcgnCEZ9TWdr8bLot4QuP3Zz+VeVFuUkRczfCcf/ABJ4jz1NbBjxz/Os/wAIpjRk6/fbvW2yn606/wDEl6hc808bxgasc8fux9epqLw54kOnxeRdxNJACdrJ95fwPWrvjpCdWxnOY14H1NckqcHHrXq06calGMZGsVdHZ3vi+FonWzhkEhGAZABj8ATVPwJM02rTgnJMZLHueetcwFAY9OldL8PlxrLjd1jPtUVaMKVGXKinFJHoG3jAyfeuW8fWqNo4ZlyySDBx6115Hy4xXO+OEzoMvqGXH515WGdqsfUzR5DKuGINVmjBq/cr+8NVmHp9a+kRbRWMfoaDH37VNt9aTb7UyLEflilWJe9SgetLj16UD5RipjoKcB+NOxigZ/SgpIMYHFC0dTTvp1pFJDh7jNPHqKYBjPr9KevH9KCkSDIz60q+/wDKmrzj3pyr+dBSJRyo4qZB8wIqJQR1zn3pwOTigtF2EsynkVM0fQswAqvAWHTOMc1OD82MBj2zzUnQnoPhBJwgJPritGG1ZlJkcD2FSWega/e7fsul3exujLCwU/8AAjxW5H8OfFEqhmtMZHRp0B/nVKEnshe2hH4mYqvaQ+rEepxT11l1UCPjHtXSQfCzXJeZZbOH2eYn/wBBBq3D8JNUBy9/p/0Dv/8AEVXs59iPrVJP4ji5tTuJm5cj8ahXzZO5x7112u+BdV0SISpbLep1ZrYl9p91IB/EDFcPNdu5wo4zng1lKLi9TspVYTV4u5YkKRck7uc1E85Zj5an2qJULn+JsnNW1UQckbTjupqDW5HHblvmnJA64p5miiX91GD2yaglkeRjtH51Lb2TSYZ+BmgCMM8zZ5+lX4LQeX8/JPQYqRUiiQ8c4wPWpBJ5ahs8mqQcpKkKxj94cDriqOoamoBSLOMcn1qrqN6STg/SsC6uOeCTxVXOecrMTUbsyMRnJqLTrZpZgMU23haWTJrp9LtlhAbbwOoIpoxUXOV2W44xZ2WTgGuV1S482XkitvWLzzDgcAHAArmblt780dSq8vdsiKPLNnr6VciO1T24qvCORmpmIAI9qZyJGfefOCK6fRbfUFtYzb3zRKyqcIMZ4+tcvccsuO9d9oA3Wdv/ANc1/kKmVOM1aSucdaTi7oaLPUm+9qc9L/Zt+Vw2oT49q7qz8MXM0SOskexhnmrB8K3A/wCWqUvqUP5Dn9vLuee/2VdEDdfTn8aUaRPn/j9n/wC+678+F59vzSoDR/wjUv8Az1X6Yo+qR/lD20u5wP8AZEoK/wCmXH/fdH9hsTzd3B/4HXeN4dcEfvR+Ap3/AAj+M5m/IU/qsf5Re1l3OCbQ8nm5uD/wOnx6BGXy0s55zkua7ltDUcmTn6UDRox1c/lT+rR7B7WXcwrGFYdqr0HFdPkbePSqh0uNMfM2c1b2hVC9hxW8VYzbImPPHPtTT+dSSD0qJutMRm66M6TdAHHyE9a898Ja3DpEly94oMTuTkDLcen88d67/wARyCPSbrjqhX8+K8k1BQjNEORHFkj3rRUlVpuMtmcOJreyqxa3NvxFLZeIdN+2Wz7ZYSeo5P1/z/Kp/htHv0e4ub/MWn2bud7cgSEfL8vcg549zjvXFabfCGKSFuM8+x9a6bRtQI8FX8CTsTcXSho+xjA3foVX864I0pRXsltc7ZTjb2rMfxFq32vNrbKUtVcsWb78rf3m/wA/rVPQT+/kH+zmqdyMM31q34f/AOPth6rWtanGnRaRGGqOdaLZrP8A61T711ejHMY6YrmJV+YeldJox/divncU7wPpILU6PS22Xie/HSuhWuWjYoyuOo5rpLW4We3SVPusK9LJaqcJU+2p5uYwtJTJ849RRu4phbg0gHTv6V7Z5xIGLU8AVGoqeNM/SmIdEm7rwKtqMDHFRKMD6VMowPSqQh1Z+t3/ANks2IPztwKuyyrEhZ8cVxusXjXlx1+ReABSnPlQRV2cl4idktXuJMna6sSee9cNrsTFkuTF5ZlyHVeVDjrg+/WvRtdCR6XO8v3Qvze4rjNUhurqxk2oPsaoZIlC/d29eR1yM15s6nJVTZ1xp89No5WtnSId1q6GRkabIj9iB1/p+NY1bOnTiLS3kcHMDkxnsSw6fnW1e/Loc9C3NqY1aukoZ7O8hxk7dw+pGBWVWjoMvl32D0dSP6it+hlHcyl5r6C/ZpvQdH1a0J+ZJlkA9iMf0rwK5jEF5NEvRJGUfga9b/Z0u/I8TalannzrcMB9D/8AXrpgD2PowGnhqrK2eefxqUNxVkGDHAjcBRn8qeIUHYU9TvXtx3FOxxzx9a57HSc9r3OMCsCUdetbuuH950rDm9+lctT4jaOxweuQCTWZuPaqEluBwa1tUX/ibTke38qpzj5xmuWUtT6jD0l7GPoZxgGKb5GWwauSDGcVGpww44qosmdJXIVgUZ4BP0qeO3HfFOIOR/KpYxycD9KpsIU0NNsnUk56nilFrHxj0qZTnrilTAx+dBr7NFeWEBeCKhVMnnjirs33T6VTyQ3XNTcipBIjdQOAc/WmbOoBzUrDjv8AlSDj60XMeVDFix+WRRtG3k8Vpafp93fnFnazT44PloWx9cVa1rwtq+naXcXV1ZmGKJNxZpF/ln9KXtIp8repnOUIrVlXwhokWuapidC0MZ5XsfrXtFn4Y06K3CJbRYxjG2vEvBl1fW/y2UdxuY53RjIP4V6zHqGqz6CZIwftCHDBOpx6V2RstDzl73vHD/EnwYmlS/b7BdttI22RB0Qn+hrirL91IYyflPSvQ9b1e5vNJube702+3FDibLEZHryRXm6ufMDdwfStWuaNjBv2VRSRqqmQPSjHHrSrjAYZx2NGVIwBjNcNz2+VCqinr3GOlHlgsAcjnoacCVx9OKaMZ60XHyoc6Du3fsaaVRen5EUrcjPbJ70zAJ5wR2NFxcqEwrHsPrUiRKejfQ0zZgg9RU8ZHYc0my4RTY5YELfe/KpGtUqRCoYcGpCV/Gs3JnfClG2xTe2Uc45qH7Ko54NX27+nSo+M/hS5mN0o9imtsp65/Cozbqc+hq9tH5+lQySLGrO7KqL1J7U023ZGcqcYq7Kj23fNW7fR9yq9y3lJ12/xH8O341bimS3hVxH+9IypYcrVG4vGlYl3JJNeth8D9qr9x81jM1jdxoL5/wCRsW91Bp8RSzjWMN1fqzfU/wCRUFxqZYndISRzjNY4l3DgH6kVHPLsU5HP1r1I2irI8OUnN80nqWLi8YtwfrUS3qsCkoDIf4WGaypZyzEnIqMznGGO76dqmUr7gtNUaklpBNzbvtb+4x4/A1Xktf73GPXtVPzyCCjZHv2q7DeeaoWQAt2b1rzcRhVLWnoz1sJj+V8tbVdyNrcdv1p1tb4niwwB3DGR71Y4ZcgDB71LBHmVOB1Ga8zVaM9104tXR7TAr+RHh/4R29qVlk2kbh+VFupEEWBj5R/KlYnb2r5XqeSzyXxho93a38szrvhlcssgHHJ6H0NY+nWM91eRQxruZmAxXXXXiW8sdRureVUuYBIw2yjoM9Af8c0ieLlt1b7DpFvbuepUg/oAK9+M6ygly3OiEZcuiO3mmSytFacoqRqAWJx0FeaeJdYGp3TOE2xRjEa59+v41T1XXLvUZM3TlsHhegH4Vns24HdnPcEUYXCKj78tWZqn3Or8D64lm7Wd1lbeRsqxP3T/AIV6KhDDcIywPIIOQa8Ut1UMMiui0zWbvTo1WBxJF2jfkD+oqcTheeXPHccqDkrxPRb22guYGingLRsMEGuG1LwlPDITYr5sZ6AuAw/pWjD4wbH7yzUkDnZN/Qih/F4KnbZc44zJn+lY0oV6T91GapVIvRGJb+Fr+WXEsSwJ3dpAcfgOa7DQtMs9Otc2w3s/3pM/e+ntXJ6hr17fIUcrHGeCicZ+tR3d/Jc2NrbqoVYAQcNw3viuidOrVSUnb0LdKctz0YBCvKHH1rgvFGl/2Zdi6st8aOcgqcbG9PUVRstQu7CTdbyFBnJXqp+orak8UR3dr5N/YLIrcHY3U+wPI/OohQnRleOqM3SlF6Gn4R1GXUrFzcMhljO0tjr9feue8XzJc6iVSRGES7fxzzzSPrYht2t9KtltI25Y5LOT9aysZ5IX8jmtaVHlm6lrFU6TbubXhOOGf7RY3YRo5wCBkjkeldXpui22nsWto18zGN7sWOPyrz+NmiZXQ7WU5BwRg10Nt4umiQJcxRyH+8h2n8Rj/Cor0pyd4dehVWhLeJ2eyXbx5I9Cag+eR2jWaDzAOUDDI/CuP1HxXJcQtFaQtGW43k5I+lYdjPJbX0VwwkbY24qTjd9azhhJNXloZRoSe51nhtDbX99ayGEFpGZOcZwTxzXS7MLn5SfZua8qkRpLx7hQyszmQENyCTnrXRWWv6hFGqvbR3CDks3ysfx6UVsPKT5omssNK10WvGWmfaYBdphXjGH5zlfXp2rI8FwAa0hWX+Ag4U9MVtDxM7bgdPkPHIjfd/SsqbVFi81rCwa1mkGDIWZiPoOgq6aqezdOSFGlO1mjvRCCBmU/lUN1aRT28kMjFlkUqcDsa5DTPE13bW/l3EAuFUAKxO1vx61Yn8XttIi05lYd2fI/ID+tczw1RPREPD1L7G5ounnT7PyC+7Dkg+orQK5rkbXxZKkZE9uXkySTu24HpjFS/wDCYDAJsH9/3o/wqZ4erKTbQOhU7GV44i3akATjMYzgdeT3rkzBjdx+tdBruqDVLhH8l4toxjIOazCmPrmvTo3jTUWdVGi7e8Z5gPp2xXQ+A49uuZx1QjrWaF7Yx7Vc0S//ALLvhcGLzRgrtzj9aVa8oOKNZUfddj0vZn1rB8bpnw/MPQr/AOhCqD+NAOtg2P8Arr/9as7XPE41Gwe2+yNEWwQfMz0P0rzKOGqxqRbXU5PYVE9UcLPEdzVVMZJxj6VqTJkZI4qqRxzXt3NnCxTMeBS+X61ORz0oPXJp3I5CAQ8igR5/wqdRhv1pAvTrRcfIReXjt3o8qp9p98U7ZnnNFx8iK4jH/wBbNOWPHNS9DxzS0XHyoi8vJNOCdKlxyeucUqYJxzSuUoISOLLDgmnhD9BUsYwwPT8KXpTuUoIiEbY5zU9pbSXVwkMS/OxwKRVJ78ZqxDuiZtrkEgqR/Si5XIbdnp9pbbiyPqMiDDbW2Qq3HccsOo7exNbaanfWiq9lbabp+BtHkQoZF/Ftz/ma5eyvNvymV8deG2k/iBWtHfptVFaRAp4JwwA9z1NVfsYzbTszWXXtaY/Nqt62T0L5zUU+u64oITVJ13Hvg/hn0qgLppVIAVsn5SFyP5VRm0261G8htolADkliDjp6ChN9zNPsdNcanrdrqFrEPE26aZATGZQPKPoQOPT681o6x4q8VadPFbJdGcSJuST7MCx9umPxx3rMtfh0BDvLIrEdCuTWJq2lar4cnjuraSRVQjDKdwH1U5GPrVxk3omOp7qvKKZ23/Cb61p0kcWr2G5godjLgFgemNuAP1q5e654S8Sqn9raVJZ3Bx/pUTDcuMdWx83HqDjtXmkPiWGe+gm1i1jZUGHkgQbnPYsCcH8MVHqlwt39rubGeE2sZUjHydewU+lW3JaMVN0Ze9HR+Wh3114ES4tXufD2pw6nEoyYY8RzDnpg/wD1vYVxdxYyRzPHLG0ciHDRuNpB9DxkVT0G4eKYMHkRywKvGSGU+oI5Fen6XrtzPp8ttqCRarDImxxIAsuB0xIOpzk8jr3rGUYvbQ66WKcdJa/g/wDL8jzyOEoeEQtjpjOKsiOSPDShAM9Oef1raudMVLeW40x2uI4hmVHj2Twj1dMnj/aBI+nSsMI0rbiec9K53eO57VKNOorwGBGZjt2hvxqKSJ1Q7sD2zWoI44VJbk+lYt9dZL4PGe1JSZU6UYoyNRYgn19PSs+2tHnl4Ukn1q8yGZ+R37VtaXaAYwK1Wxwew55EFjpTAKSQT7CtC7gMCEblOfTtWoqrCmcViahNuc5z1qkbSoRitDEvom5wRmsmRSG59fzrXvGHIHWs6ZfnxSucdamnsEMXyk45pskeAcYHFWlGF6dqgkI560XMHBWMyZf3q133h4/6HbZHSNf5VwzqDdRg8jPQV2XhlybdVycKxVR7A1aPMxKse36I5OmQcY+UVbIx1rO8Pt/xK4QDkYq7I4H3jx6mu5bHnPca56+lRNx/+qn4qNh3pMCCQfNkU09efzqVxgg4qJuF56n0pDIXAJqNh6VK/C/4VETke2KlgQNy3FRvnOO9THGaYwxzmkMhYZqBupx0qZ6jOOetSBh+KM/2U4BPLDP515NO/m3d4wIxjbmvadS0m71izktbAK03UB22j86841LwN4j0mGR7jSpn3uQrQkS5P0QkgdOSBXRSklGx5mMpylU5kuh5rd/LJ7Vq+G5MWV2M9GH9az9UiaJirghlJDAjBBqbw6//AB9If7oP15qI6SNai5qRJODyaueHIma7aTHyqOT7mktLCfUbjyoE92Y9FHua6q0sI7aAwQAERDMh287vf39uwz61y4yoo0pXOnAU3KpFlWZTnNbejn5MVlSrkZHWtPSG4Ga+YrO8D6iKN8fdHvWhoUc0CTB2UwM26PB5HqCKoKPk44NbGkkG2wB0PSujJ2vb28jjx/8ADLo/L0p6jp6/SgDNSKvr1r6k8UdGvftU6cYpi9sU9aaESD/OadI4ijLMRxTM469BWPq14fuKcUOVkJIq6pfNM21DxWZs4z6dKljQyPgZyTWjeWvk2qDHJ5xisXeWppsc1rjCOxLnBAdQQeh571zd4tyuJbyaO2tl48qNQRj0J/wro/G1q0Hhee6YHKumAP8AeFcvdafLqimR7yQQSJlUTAxkdz3rzMdHllGT0R24WV4tI4i8g+z3c0J/gYgfTt+lawQLp5j/AOWbWxlPu2eP5VF4ls3tbqHzCrM0QDMvQkcf4UjCQaU0YlO+JQxTH8BPTP15rp5vaQi7nNy8k5KxkntVzR/+QnbAjI3gYqnVnS22X8DdcOK7TjW4mrjGoykDGdpP4gV3XwTuPI8eWTZwJoniz74rhNUI+3y4OQCBn6Cul+Fkwi8Y6YxONswP9D/Ouin0RUtj6vRyMgkGpFcDvxVXzT1/Ck80iqJGw/KruCOB0phb5T/j0q5bIHtufl45PTNUZuEOBWB0HN6s264PPSsmbjOO9aN+czNWfNXJN3ZvHY4jVG/4m9x9R39qoTE55q9qh/4mk+efm/oKoSnLmuST1PrsOv3MfRDG6cnnHeoM7ZB396nfsTVaUfN0qokVCYEHJ4qSFsMwPGRUSfw5qVcbm71ZMR4bHv708HPSou/GT605G6UPY0Qs3yqR61UGSauiKS4cRQqXkY4VQuSTXpHg/wAFQWix3eqqs111WI8rH9fU1y1q8aKvIwxNWNNXZyHh3wXqetbJNn2a1PPmy5GR/sjv/L3r0LSPAek6eoaaM3k2Mlphlc+y9MfXNdhHjbzx70jZA68V5VXF1KnWyPIqYic/Iit0ESqqIERegUYArgPjpqIg8KR2gPzXUyg/Rfm/mBXfk1418d5zJf6dBn5UR3I/KqwEeevG5y1HZGl8OdSU+HSkYXfGhwg4JNdNoEt59ljZ7Qxk5LHeDk/SvF/BeqLDJJaTSGNJRtDZxjNetaHpkVpa+bLeAoOVKysM/XnFfTLc6Kc1KKZseINQiGkzoRlih3e3FfP+35m9Cc16D468S2y2slnayLLPKdrMpyAvevPFlBdhzitIs58RJNpI9dsvBNlrGg2d5p0z200kSllc71LY59xz/wDqrjte0G/0WXZfQFVJ+WReUb6H+nWvS/hRd+f4Tt1J5jZk/XiuvuYILyF4LmJJYmGCrrkGvnXi50asoS1SZ00sVKO+qPnLkDB6Cmk+ld7408DvYK15pW+W2HLRdWj9x6j9a4BiQcd69GlVjUXNE9CFSM1eIb8Y5pxf8aZkEU1iBwK0LuLuP8P5VJC3zDtUS561NCPm4pM0p7l1GORn8KeTzn3pkeAwxn2pckNgfrWLPRiKTn25zTM5Y+tOY9eKbg9aCmNJPH6VhJc/2jrDbTmztCDweHft+HX8verXiK9+xaW7A4lk+Rf8fyrN0dBaaPFniSY+Y349P0/nXo4Gkm+dnzmd4txXsI/M1Lq5Mh5PNV9+MEtjNVGlLN1pytlvmPWvX5j5ixdhYO3Qn6c1Ylsw67ypz2BXpUNk6A4wSfpWzHMDAeOlXHUk5q5tCPunFZ8kZRsHNal9LvkwMjHes6Rn/iOaiRSK+7HI49aRZPm5+opf4vaopBhuKzKRs2M+/g4z0P8AjWhD/rE6g57Guat59jA+/rXSQOrLHICAvByDXm4unZ8y6nv5XXcoOnLoe3QOfssW4Z+QfyptzPFBE0krrGijJZjgV5/4k8RzSSQ29hckW6xDJT5Sx781yxmllclpCSe5Oc187Sy6U1zTdi1h5S3LGsyLcapcTR8o8hYE+lVMYHOfwqRVPfOeuetGML3A/GvTslojvhDljYpuMnse/NHBQ4GPYGnOcOTj8jUuUdSU3bu6t/jVo5ZbhD94DNXlIAGQMVShDCTGcfWryFlHG2kzSGxtf2bbPeQ28WV8yEPvLZ2nGenpWYkbmPIRtvqASKuapepcyReWrKFhVGxnGR1qZr1DHbvA6xNHGI2QrknryOMc59qzTkgSfUo2ls0tzHG6OFLAFgOgNOmtTDcOpU7N5UMQecGrcl4hudPbc3lwIoYY6EE5qVbqFGvW8wt50gZFA5UBs5/KjmkJ3M2S3czMkaPIc4BVDz+FVRGzZwrEDg4HSt6/voHHyMx/0nzc4I4qvqFxBPxBKY2Sd5QCpG8MeDx3Hv61UZPqjCVzJiRzkIjEDuFNWY4pGUlY3IAySB29au2s0ET20hlO9JS0gYEke69qux3duJrA7vkiLbsA8ZPFKUn2Kg2Yyoz42IxGOcVIklxHIFSDLDtjJrUEmyOyKFT5RJG04LEnpjr+PvTZEmgEokVUm81ZNq5C7Tzxx1GR1pKTuaSZTS5vZWwsL5PGNnWkt1Ms0cczLGGIBLdK1L68lnwEkOwXAkxjtiqEu1tUlkmcmBpGOBkHBNXdtCjcjuYFiVldZY5VbBjcfrmo/s5brC+fcGtCzvlhEa3JFwsLgxkLyo79e3tT7O+8m8XzLhngEm/KgjPv04rO7NVcz1tNzqk4ZFYZB2Fv5U2GKBWAaGQ5OOQF/wAa1rC/it1hLM4ZZixJJJ2keoFZW9iwzE4PUtuyf5UJsau2S6hbR2tw8Ma/dwc/UZ/rVckqxATnqBitSaWGXWPNPnCIhcuuQR8o9s1PbXXlWyJ5TpjzRnY23kcckCpu7BdpGK8ZEe5mUNkAJg5/lioHAK/ex7c1oi4VtOlilcvMXVhkk8c96z2bIwAB9O1Wi0hgA3cd/WoevX1qcJUJBCnB6mmVYaD6Dt6U1sEdc4qQDn8O9McAdME5oGkRHn86hkHr0+tWDxk9DUDAZ/T60DsVZwCv/wBeqTDPf860JR8nrVJxjPp61cTnqIgP3uP1oz170rDOcZNIBj/61WYApw3FFO/zmk6nigYA9yP0pk0qxIWY8d8U25nW3j3MeegHc1nmETKJZt555DHFXCHMc2IxCp6LctT6hEVX7ID0+ZmB/SmLqU7zZJQI3A4Bx71mRkW0zAoCrcMpp+6HIIODjHStlFHnOvUe7LramyN86Bl6ccH/AApx1dFOTCRnp8//ANasd8hlBPOKZIdzDk0nCLKjiqsVZM6QalFwfnVOxYdfyqxHdIwyJFP0YZ/KuYwWTjdx0HakeZoCoP7zBzn0pOmjWONqLfU7BXIUEE4p6yMf/r1i6fqatwqkjrzziteCZZWGcAnsaxlFo9KjiI1FuWIYnzuQjJHcVpWE0J+W6icv1BAJAHc4H9KTSrOW5nSGGNpZG4VVGSTXqHh7wHAsaTa387dfs69PxP8AhXNVxMKK943rRpxjeTOY02BbiHdC8RXrxyfxFMu2fTbyCaKVkcnb/qDIDz9R/Ou81DwPpE5Z7ATWEuDgxPlc+pBz+QIpug6DLo7zrd3KXYzmOQqQwGOcjnH5mnQxlKs+VbnCpRexfspPtOi/aVuUEgX+4cZ/3Tg/hXE2us22rTmFr9WnJP7mWzKKwHodx/r9K7QXtsjCNJo2kkyQgYZPrgVO1nFJh3jDEdBjpXaoopzfU8P+IVhDA0Vxax7ASQ4X7ua4+0kMco3ZCE8+ley/EjTpJ9PYQwgYYHCg1xWm+G2t7WWXUYWjyMJu7/h+XNUppKzOepRbneJb0+3gESyxOkg2hsqa0ob1rSbzLds44Kk8GqSL5YCoiomP4RjNXLeFfmKgngkmsWzoijbhjOsLFdWM7297DypVsMh+vcH8uaj1C3D25maBIL2MZlSNQqSj++q4G0juOncYFZqXi2nzpIUZScFTyKp6x4k+2xIrAC4RuoHB/wAPpSdmrM7MNOcJpxKN7esxZU/OspiWzn6mpAC2c8k+tPhhyT6VzI9qTctx1pBu7DPvXQWiCONfpzVWygwAQMY9aluJtuFHUe1dEdhRXKJeXGAe/NYF5P8AMx4GDV66f5TzWBeybpMZ96EZV52QjPvkJOSAKjYZfcKdGvp396fMu3ipZyvVXGufl6/rVVm55qaX7vNVRy4+tCOebIWbF5H9fSuw8Nf6gZ/56N39zXHSjF8PrXX+GRi3/wCBtz+JrWJ5OJZ7P4abOlxewrSbntWL4WbOnDrx61rlsV2x2R5z3EY4/pTD60ufwpjHPSgBry5QIBk5yTUTHP0p7NwVH1zULHrUjGOc1G2OOuO1PJ4Heom4pAM6E+tMY9epp7A980x+R9KQEEhOfao+n4d6kONxpjUhjodftvDzNeXsM80WNu2HG4H15IH61lz/ABa0eS5IisNUwvJUrHnJGP8AnpUHia2F1ppjdbnBPDwoH8v3K5yR9Oa4q18JNaQS3OqTTkSMQjWlu0wfjOQeBjp1INS6tOOknqYVPa39xaE/jrxR4e8R2BiJK3AJ2CeHay/RhkD868+8G6XNf65JZwYOVO5+yr61d8SeHpYC00U4aAn/AJbQvA6891YYx7gmrXwkedvFRtYJfLaWF0eReTtx2Pr71nKtGEHUT0RpGm52g+p3mn6VHbq9nYhlRG/ezFec/wDxXoP4evXozULaK2tXigUKgGcZySe5PrXVLaJFGFQbUUYUf56muf1kBo5O4xXyNbHzxVW727Hv0MNGjGy3OUcZz0q7pmA3NQFRxR562qmVzhVHJNav3lZHVtqdTCCYwFHJHSt3T4DBCA33jyaxfBF3HqWmtcqhD+YUyfQV0yj1r3MtwHsF7SfxP8DxcZifaPkjsKq4/CpBz0pADxSr068V66OAcv3uKeD6UxevH40y4mCKelMRHfXQjUjIrn5mLvknn0qe6kMjnk4pLWHzZAMcZrJvmZSVi7o9pukDuBW5NbrKy5GQKbaxeXGBjtVkHFaxjZEtnDfGB1t/CaRYH7yZVBz0PJ/pXlSQy3dpYeQjmVUZDIrlQBzjnPvXofxml806VZF9iySMxOOBjgH/AMergNt7ai2S1SaSIKQrIBgnP8XpXDjZK6S3OjDRer6FPxBaz29paLdTtO4LfMxyRntmmyyD7C1yrDM0SxMpPO4cH9BTdVa9Nsq3jO4EuFLrgg4OQPalvFX7DLDt/wCPcIyt7nr/ADH5VjT+GKfcup8UmuxjmpbRS1zEF67hioWqxYAm8hx/e716J563K902+5lbAG5icenNavg6byPE2mv/ANN1HPuax25bNTWEpgvIJR1R1b8jW8NLFvY+x1csMjj2p3T1qlp9x5lnA4/iRW/MVM0h9eKok3bc5t4x14rJuztD/U1dshjaucZyRk9Kz9Q+VX54z+dYHQcvdHMzH3qjLzmrk5+djVNwTnJrkZsjh9U/5CU/P8X9KoSepq/rAxf3HruzzVI4IrklufX0P4UfRER6fhUEy8irDACoZAMf1qokVB0J4XjpUoG6TA9KhiAxUg/1n4VZmh3QnpUsMbSSKiAlmOAB3NRZBNehfD/QvlGpXC89IVI/8erGvWVGHMxVKqpx5ma3hLw4mlQrcXKhr2Qc8fcHoP8AGunVsdKaSCOKYOpIr56c5VJc0jxqk3UfNI0YJOxNSMMd/wAKyZrxLaMPKe+AB1Jpy38jocR5GOpNbUcLVrK8FcyZLql9b6bZy3V3IsUEa7mYnpXzv4+8Sx+JdYNxAjpFGuxN3Uj1Ner+MtDk8TrFFcXssFpH8xhiQHe3qSa4e98I2OlhxFpus37geqBPzHNe5gcD7H35/EYzUnoec2Mbvcoqfe6ivR9B0O61GNBLPIsWOmSBWZ4N8NXTa6sl/bS20CZOJVIP616FNe2vh/TJp5nACj5F7n0r0LXZVJcsbs8w8d2VrpGqR21qSXC7nJ561z63AEgHbHWnaheyapqNxdTndLK27r+lUOQ307VaOecru5758F5P+JDcDPHm5H5V6FnnOR+Veb/BciLQpQ4ZWkfdgjjA4r0cAHmvlsdFxryudEPhRMH3rhseleXfEXwoIN+p6cmI87polHT/AGh/WvTOVpsqiSJlcAqRgg1lRrSpS5ka05um7o+cAcfnQTnGQK6HxxoR0bVSYQfsk5LRn+76r+Fc5n5q92E1OKkj1ISUldBk/Sp4Wbdzz75qDPTipoQS3FUzenuXFwWBp6/eOfXpTI+oPTHelXljn16Vkz0Ikjce1MI+lKTx6imSOEDO/wB1Rkn2FCKbsrs4vxdcNd6pFaI3CEIBn+I9f8+1X3YCJVX7oGFz6dq5wSmfUprhuSoZz9TwP1IrdHMSY5G0da9yhHkjY+CxVV1qsqj6hupyHI4qPsB37VJCCz4re5ymppsW5izE7Vqzd3KohVnVAffmszUtTj06BYYiGmxlj6Vzzrc3o3yMSO1KpiI0kOFJzZqXF5aRt80jSN6qarG+t5OFd4/94ZFVV09yOlNewO2uP67dnR9W0LDMVOeGT+8ORSzjoyngjNUGSe1+ZencGrNtOk6FMBW6gV0QqqexjKm47hn5q3NBlL2skecmNuOegI//AF1g9OtX/D8+zU5Ij92SPP4j/JrOuuaDOvAT5Ky89Doh0GaVCO9OVO4pyxnttP1rzmfSLcFHPB/GlZHONjD8Tin7cdR7YpjpnpgHPWsWW9inKkqsSVB5xkU8MxT5juI6gikkDrwenangkqQf17VSOOW4QKfMHFX1V9uQuQPSqcXDjBxirq9AykE/7xB/Sg0gtB44+8jD6d6VR604M2WwWAPYPmkUdM0maWGkZ45qRRnqffNMJOeKmUtt5JbHrTJaGOPlByfrUP8AFxu/Gp3yRyv5CoG9dpx3zzTRzzWoHqepqdeg57c5NQNw5I+tWYmHGB+lJjpomSeeNQI5XXsMNioGefqHb/v5/Sps8DikZjgDLDngZoiayRFmZlyefenqsh/hb8Oad5jKfl69OtSia4A5kCDPNUxRI1ifH3T9TUsVqZeXJGOuF3VAshBJDxsSf7mT+Zp6uzLjAI/EVkzVItmC3TIeWYf7ke01FJFa5+Vrgn1dajAVs73Ke4/+vSbLZRw7E9sjOaQ7ClYxnYTjpyMGoyF3HK5PtxTsp0RR+VI4yeaCkhrD04+lNOAPUU/jbnJ6dulRk+mc0DsIBk5xxURPGeB6cVMBnJHTrUJGF7Z9qAsNAzn6UxlyeW7elSqvNRMOeTj2HemOw1xzx61FIBnpxUxXPSo3H1pFWKkg+XoapMuc+laMoxyaosOMVcTmqEBB3e9N25xUro2KQj6VZhYiHByOlKcnPt1qRcbhVXUpPLtZCp+ZvlUeuaFq7EzlyxbZQlmFzcMERW8voSf1qtPM0TA/hjqBSW58lZE6uevtUGoSMVXHQmutKyseHOTnLmZG8hc8k02Tgc9O1Rx8t3NTzJvjGO56UySBJFEmSc+mabIdznFIybafCy5AYE/SgC0vywjf8ytx7j6U53Q4VFG3HPHWnSQiNvk2lcdSec/hVQbzNsjwe/NIRNDGwwyKSucnFaen3AlnETEA5xk9qqtHIuAwyoGOTnFMhUJP8x2nOQwpNXLjNxeh9CfDK2htbeOb5TLOdhdhyrDgge3+Nej+Wo++5Jrwz4Zas8rT2iOu5WDqB3JH8uP5V7agdvvZB718rjoShWakdim5q7JGcDOOfwqnextKuVJU461eWPvTtyL16e9Y0ajpzU10GnZ3OS0+112Nm8xrU5P3mXbkfga6ZSscC+ccyYyQpyM+2cVS1DWfsv7uAxytnaVDDK/Ws5jeXnLFEB64619TTrRnHmidVnNcz0RneLr5pozDbAeYTgdMVlXHgvWdaijur7Uobe6VQptRCdiH67jk4xyK3NXRNN09rjYsjR/Oyk9cc10mjS215apdWgj8ub5zsA+93z71wY2vUpWcSarcUuXY86g+Hutv9+9sQPX5v/iaux/D/UuBJq0SjoQsW7/CvR3lCLjPFULi8xnBrznj63cyVWRwOofD62W1kzqU8l1j5W2hUz7jk/rXnFxYyWd5LBNHskjbDA+vrXue1p3y5/Csbxh4aGpWXnW6gXkI+XHG8f3f8KKGOnzWqO6Z3YPE8k7T2Z5OEAwvc9av2lvuf5vr1qGGImTGD15q+GC7sHmvWR9CkTXEqxKIogSQOSazXk7mlkkwOpxmqM03Xrmt4vQynKzGXEvyknn2rEc7pSP51euZPlIB+tUOrH1zTRyVZXZchXOM066498CkgHNF12+lQ9wfwlaTG0fSqqt8341Ykb161UB5BHrVI4psYxzfD0yK7bQ4vIgAzuGWOT7kmuHBzdcHvXeaVgRp7dq0R5eJPTfCcn+gYzzW2T6gVznhFv3DLnODXQkZrrg/dOB7hnNMfpTs9hmo3Y0xEJwJPcjtTWPpTZc+b+FKSNvvikMYzYPeojxz3NPbnOeKYRmkAwmmFuDTmP0pj44ApARmo2b5Rnpj0p7CoZWCjke9SM5H4iOrWlvE4zli35VxD3t3Y2fl2d1c26HkrDOyA568A4/Gtz4j63AlzFBDiSZBkjsuelefXF9JJtMp3t6HoPwrS8eTlaOOVKpKrzp2Reew1G9kEvnM7HgNJLk4P17Vs+BtMm0TxPa6jctEIVYqyxvliCCOB6VzaapOmAjEE8deCPSpoNUni+YbCezHjH4CsJ04zi4PZnTByi00e23WuWGxy0+zHPzqVrFv7u2mhZ1niZWHDbuteWw3DzyqWmkLZyzyNwPoB71sajbzXMKyxTlkVNox8uf1ryP7Eoxd4SZ6CzKa+JI3GIYfL8xPTHeuT8R3cn2j7KQVUDJB4Jq14e1KfS77zZVE6bDhJG+63rUOoMut31zcyTW0N5wRC5KhlwSSCc9MDjqdwxmunD5eqUuZu46uO9pHlSsdz8I5c6VeJn7soOM+1egfnXmnw8urTT764txMNlwwEY3h8NnAG5evXrgfQV6Wp3DivTjscEtWPFA9qB0pGwOc4P8AOrJBpAqmsq9uCTgYPNTXk+On86zmO45zUSY0hiKScZ6mtvS7cKMkY4qlZwbiCa24QFAAoguoMnB5/wAaeDUOfSl31qQea/EHbeeL7W2kCvHHbliCOOSf8K5+eB7W1d7e4YKgJCSAOAOvsf1p/j7VWt/FWo7RmQRrEh/u9/61hWN+ZPDl0kjZeEFQSecHpXkY2jUlPnW2iO7C1YKPJ11M3VNXfUbeKJ4QhVtxZWyDxjpUmpTSNp0W5AGbakjA9cDjP1GPyrKiIWQE8gEHFaWtOqDyo2LB2EuSMYGOB/Oun2UYOMYo5vaSnGUpMyW69Kt6Ym64J/uozD8BVQ1fsx5WnXM54zhFPoev9MfjXUc8dzNdcOw9DihOtJilHBrdFH1T4Vu/tPhrTZumbdPx4rY35rj/AIa3An8F6aQTlY9hz7GunU+n5UPcRvW2Hkwfu49KpakMK+Pu1rWaLtDcZxxWXrB2+ZmsXsbnLyjLH61Tm5+lXJDk1Vk71yM1Rw2sDdqU+MHnt9KzcHnOete16VEhtYyUTkddo5qV7WLJ/dR5z/dFeJUx6jNrlPepZgowUeXZdzw8g+lRSJwK91ltYGjGYYz/AMBFV2t41BxGg79KUcxS+z+ISx6l9k8TSM7eh6/lU3kyM42xufoK9nhQY4Ax2p7KN6tgU/7Sf8v4mf13+6eT6Po91e6hBE0Eqxsw3MUIAHfnFez2kSw26RxrhFAAHoKroOgA61ahfBwMVx4jEyrtX0sc9au6trgw9Bz0qPPbjFWHHFV5eOR+Vc1zA5vxLc4vrS3Hu5/kKy/EXi6Pw79lSZTL5oPCdQBS3U4u9cuJCcohEY59Ov615v8AEqfzteSJWLLHGAB6Z7V9Zgafs6MUZzlZXR1918ULbyM2thO0n+2wUf1qtpvjC91y5+zw6VEqnlpGkbge+MVzPhvw0b6AXFw7BP4Y06n869JtLS00uxxDEFboAOpruUWzJVH1EeaO3VnlZVwMkZ4/xry7xrrsuq3nlAlYYuAmeCfWvR5oHvYdrxkMxyMnP8q888SaUItRl+QZxkhc4BolGyFKo5aHLwna2c4rS0u0/tC/jgCEszY47CqRMY+VUzjvWnpKXdtcR3NqSmDkE1NyFG7PfvC9vDDpSxQKFEYCDA9K3IJCeCBkdTXI+EdRkubGNpECP0YA5BNdKku1gw/GuTG4ZYinputjrRobvSjPrio9wIBH4Um7FfKvQRi+MNJGr6NNAqgyAb4j6MOn+H415APD+rkjGm3Q/wC2Rr3wcrUJQHtXVQxcqMeVG1OtKmrI8Ni8N6wxwNOufxTFWI/DOspnOnXH/fOa9n24bipkPHrWjzGfZG0cbNdDxseH9X/6B9x/3xR/wj+qhj/xL7n8ENe0DnoO9MXqeO9T9fn2RuszqLojxv8AsLVCSPsFzz/0zPNYni61vNL0WWS7t5oVkIjVnQgEnt+QNe/kYXmvEv2g9R3XWm6evSONpmweu44A/DafzrrwOInWrxg1oZYjNKjpuNlroeVWqhdMvJWwWYqo/A5P8/0rZtm8y2jYH+DmsaE/8SaUerZ/lWhosnmWQGTlTtr6iLPnmW+hA/8Ar0rXH2SEzH738NOVf3hx6Vh6xcmScxrkonFVKXKrkpXY60ia+ut8mSM5rrbOyBjGFHPFczo99FCypPGyL64ru9KltbiLdHKpHp6V4+JnJvU9PDxjYqfZAOBULWQVfm+b3Nb0tuvHpUU0ACZ4rlUjpcUcvf2ilDxXL3UTW84ZePQ13OoyQRIQ8i7u2T1rj9TuYJGIVgfcV14eUkzlrxTQK/mRhx16Ee9LpbMuvWwQEliqYHOc8YqnZyDDKejcinW9w1vq8Usf3o5FcfhzXpSleJwwfJJPsen/ANh6n2sLsD3hb/ClGiamMn+z7vP/AFxbn9K9nH4Y7Ypc49R+tfK/2nP+U9v67LseNHRtVH/LhefjA3+FJ/ZGpFf+Qfef9+G/wr2jcnfP4CmYBGFIPNL+0JfylfX5djxOTRNU4zp16UzziFun5Ur6PqHz7dPvCmTtHkNnH5V7WEI64/OkWPqQKf8AaEv5TJ4pt7HjFvoupmT5tPuxz3gb/CtBdA1HobG5xjqIiK9XA5P9Kk2kjIBNH9oy/lKWMklseTDQdRjzm0nX6xN/hUJ0y+Xj7FdemfJb/CvXJDtXLHA9TxTgg29KP7Ql/KNY2XY8f/sy+yMWNz7fum/wqVdMvzn/AEK6x/1yb/CvWwnBoUK3oR7Gn/aEv5RPGy7Hk66VqB+5Z3f/AH6b/CoLjTdSJ+ayvB9YSf5CvYcc0MuTzTWPl2MpYpvoeOLpOoFiVsbrH/XJqsR6Xfgf8eVzz/0xb/CvW9uelO28UPHS7Dji3HoeTf2Ze8/6Hc8df3TUh0u92km0uPX/AFbV62EwDSYx6U1jpdinjW+h5GNJvmbH2K6OfSFv8KkXRL48nT7tsdf3TV6wTt7Zpnmvmm8e/wCUSxj7Hlf9jXq8/wBn3K49Y2pf7Pu1yGsbs59I2r1M726nr71LHAx5x+dT9dk+hax77HlyaVdOONPumB9I2J/lSro112026GPWEivVdu3gHmmyNhcNjNDxj7B9fl2PK5dLukXBs7ot/dEBH9KhGlXzjIsLk89PLb/CvU1YMx7n0p7g4yeBS+uPsP6/L+U8mfSr7HNldYHYQtj+VVv7Pv1OBY3hPTPlN/hXrbEOeMHmnLHkZIpfXX2K/tCX8p5Sul37DP2K6z7xMP6VG2lagOPsNz6cRN/hXr7RgJx3qLGfzoeNl2D+0JfynkP9k6hu/wCPG6x6+S3+FM/snUVORp92TjGTC3+FexFduPWmbeSaX16XYPr8ux4//ZGosxxY3ef+uLZ/lQ+iaiPu2F3/AN+m4/SvYUXkkY+tEgwDj+VT9fl2K/tCX8p4pLoupbeNOvOPSBv8Kqf2Hqm44029+vkN/hXuJXI6UyF4pZGVJEd04YK2Sv1FNZjL+UzljJS6HiTaJqo5/s2+xjI/0dv8Kh/sLVs5Ol33/gO/+Fe9OgyBwaVoxswOaP7Tl/KR9ZfY8DXQ9V6DTL33/cPx+lZOsRm3lS2uY3jkX5pEddrKO3XnvX0VcJthcgZIHQV89eNv9H8RaisrNJIZTlnJJPoPpjAHtiu/AYp4ibTVrGFfEOUbWOZuZIxMwiyR7Cq03KjJpZHQk9s1AzGvWOAevy8j9KaJT1ApivjrzT2OeRkUAEh3rn+dQZ9DUu/PBqVbbzCCg4PFJjsTQDNoS5A9Cagt5PLuAx56/wCFXZI9sCIylgvJycA1Rfg5buegpJiaNOOcTQmNmGTyfwqlcS7XwaqK5Rjj8KfI27BP4imFjvfhLLu8YWcbEfvCRk/7v+IBr6XY7I97EYHUkdK+bvgvYvc+IPtI3fuuDjtlSM/r+tepfFjV5NP8JvCjMsl0whBA7dT+gIr5/Hw9tio04+SOmm+WFy/qHxB0eO8FpZSS3s5JBNuhZU9yfT1IzVXxJqOpNa74pQluRvZ4xg4GcjqevbB/LpXkngG/mstd8y2iupZmjZAtsm9iD14r02VjdJaW105MFySkarHsIXoCQTnnOenPoK7/AKhToNcqv5scJ31ZnfD6e7n1lxNuljuFyWHI3D/Dp+VenouxcEdBXnGmiDwx4kkeO3dbR1Ae5d8DBHTOQvBHpn36A9JqHiuzW3C2L/a55WCIsOHKkjqRkcfiK7Y8slzI3VR2szI+IOtCNodMhZS8xzIc9BnAH4mptNtra38uCzuGguI4zukDbXJOCRwfUjj/ABFZ9zoS3PlXl5JP9szuB8xdu7d7ggduuR+FZ2JImmS8hBc27Ko82NznOW5VjjPPB47YxWUoqpsN1JJWZuXvjO90ZR/acMVxbxSCKV4CWdVI4bsCfXgVu6LrVnriNNp06Sxg4JGQfxB5H5V4H4h1CC9htVia9FwoK3KyuDGWHQoB+PYUvhfXbnRL5JrZzj+JT0Irmr5VCpC8NJHL7azPpeL5VHJ/Op44y5/rWb4dv01fS7e9gGFlXOPQ9xXQ28WOv6181KDjJxluje5574u8JXB1D7VpluXScZkVB91vX8f55rnpPCmtE/LYvz3LqP617PK+BgVSkfnBrshjZwiono0szq04KFk7Hjj+D9cbrZc57yoP61mXXhPW1z/oef8Atqn+Ne0XUuFOM5rIkJZver/tOqui/r5g8xqS3SPHZvC+s7cmxf14ZT/Wqn/COavuIOnXJ+kZNe149OacvHGOe5prNKnZEPGze6PH4dA1bI/4l13nH/PJv8KLjw7rD4C6bd/9+jXt8CYqYj5qX9p1OyG8dJq1j5+m8M61tOdMu/8Avg1RfQNXjIDadeD2ERNfQt0etZMwzMPYVSzOp2Ri8Q30PBJNMvoJ909ncxj1eJgP1Fdbo4xCmOcV2GsDLsB1xXKWgxI/u5Nepg8S66batY5a0rneeE34bNdPn0rk/CrfO3piupPPSvVh8JxS3HM2OM1Ex/OhzUTMc4qhEMpDSHBGenWncBe9PuUJhD7she1Q5yoqRgxxUbk4GOlPao2ORQBGT2qMjJyevrUp5NRtUgRSsEQliMDqTXF+LPEXlW/2fTWEl1ICBt6p71V+I/iB7Vk021YiSRd0mOu3oB+P9K85hlmg8yQk7zxk1LYyW+024G6aZi8jEsRnJ+prIkgIPPWrL3cvJ3ZyehNRJLubnqTzmkFiFbaT7zcCklyM/wAq04gWB6lQOnpSiKFn+YAk9M9zTEZcUgU9celbVtNLJBshZgQMkr0P1NUpxBGQXh/I4q3Y+SzKqOyD13c/TFNEsz7md2kKybge4XoaprKI5lfJLK2Qf6Guh1FFEYWBN3zfM+M1l3eniRg0YO89QOAKYkzR8IqsniixUyrHGJ1k3E4HBzj8cY/GvfomDKrIcqeRivmaykMMoP8AFkEe4r2f4fa99tt/skz7pI1BXJydtNMo7btnk1XuJcD8KWSXHFULmQtkZobAhlcsc4pbePc4PamqpZsdq0LWL5fT61KVxlm2i24NWCc8c/hUecDinDjvzWqJHqc/XvS596Z9KHJCNgZOM4p3EfP/AI0uPtPiTUZP+mpUc+nH9KwlnZIpIwflkwCPoa7W68IapqGoTzSiOASyM43nnk+grnvEWmWulTpbQ3JuLkcy4GFX2rNtPQz5ZLUzLUKbiIOcAsATV7WidkIc/OGcAdwuRj+tU7OHz7pE7E5PNW9dCm5ikXdiSJXwxzjrWMre1SNY39k2ZlaGqn7Ppdnbjq+Xb/P5H8TUWl2/2i9jRuEHzMfQDrUeuXH2jUn28LGdgHpjt/T8BXRHVmcV1KdKKbSrWyGe9/Buff4RVM5McrD8+a79cHk8fUV5h8DZidHvoj2mB6+or1BB3JJz39KHuI6SxI8r+tZGunDPjrWnZD9yzADOcfSsjW2ZmOcZOOnSueWx0I5+QZBxVSTOauvjGR2qpJXOzRHR6ZxZR/7uRVgHk1X07P2GLtxUyk7q+RrfxJerOtbDpM7eahwMYyKnb7gzgVA3NZoZHGACw4IzSs2G5FCjDUScYzTAlUL2PHpUynbyOaqq3GF5qdGHf86TEXA6svbNZ2uXK2en3E/H7tCQOnOKtoQD05+lc18RJHTQWx0Mig49M1rQhz1IxfViOV0psxszs28gsSvUk157qLeZ4mk3qTtb7r9a9C0c/LuNYF5o8mpeIL6e02MYYwzKc8/Svr1JRV2ZVFdG5p9yIoSkTeSu0fKoPAx3ofUnuEAEZYjKkg8fgKxoLiNnkUs5XYAMdz/SrenmGWOLIJ2nAOcDjPXmutM5iWW8uod6W1p5pYZVjJt2n3Hesibw1q16zTfaEZiMt8pIHtXWWkLyT78pvZBt52hvpmtGKWZQqyxugOS2CDTtfcV7HnOn+EJBskuW534MYrr18Pm9321o8UXyhWGzIWrdxcQo0m1+U5B2dfxqbwnqEcl/dRqWYDBZyOM9hXLioyjSbp7mlOdmMsrSXw5qC2ru0trKP3ch7nuD711kJLoCJH6dN2KZqVqt9atG/U8qw6qfWs7Q7x4y1tcjE0Z2t/j9K4sBi/bR5Zbo6kdDbSNyjHkdKsffHFUFl2yBgfrVzrg9a8jMqHsqvMtmDJFyFxinL78VHnKjIp684rzxCOtMDbTUrcjmomHHNICVGzjoPxpV5PvmokJGAMinrnce3NAwk618sfE3VRq/i/UbmMq0XmeXGVPBVRtBH1Az+NfRfjTWBovhy+vN22RIyIjjOHPC8fUivk66ffIzepzXv5LR+Kq/T/M5sRLaJdsSHsmjPfIqbw0/zTxN2IIH86zrGXYg5/i5q3pp8jWcD7sikA/r/SvoIvVHI0bN3N5EEsnoOKqaBHCJPNuACzHjPak1klxHCvJZqvwaM0luM7hxkHHSsMXO3um+Hg27nRta2ckILpEy4znFUbeKySUiPKHvg9qzprTU44vLjuzt7EjJqzoWj3H2gzXEzu2MHPSvOastzuvd7HVKR9nG0luOD3qjfTBowhOD7VoxxFLfn04Fc7fbmkbaeQDg9eaxjuavYrto8FzIWlYnPXNV9Q0awWMhY1VscHPNQyXGoQxlUWOQk8OcgflVZY7+6nEk5RRj7q5xiuiN1rcwfLtYwXT7PdbR0BpindesRz83Wp9UVo7whutVrPJZn+pr0abukcE1Zs+gvh54wN/pC293GS1pB80qnPCjuPp3rZg8TmS1+0w+TOM/Nag7JVHtknd+AFeQ/C7WodN1kwXp/wBBvYzBKD0Geh/Pj8TXXx6St/dTJpFwswXLKkg2Ow9ux/T6V4WLwdOFZtqyevl5nrYKNOtC8uh2moa9eRaSdQitljjLBFjmU7j78Gm+D7q/1RLy4do9xkAI2E4AHQc8dax9PSfUPDc1rf3BhjhuFTzZv+WY9Dz2PFTadrsGgzC102F7qDfmSctgufUDHSuT2S5XGK1OiVFcsoQWv6GrqPihLC9lsnt5ZLhWAQLwrAgY5/H0o1bxBcaPcwpdxRyQyruJjJVl9R3z+lZ15rsGpeJII5oBbbZAgn8pWYj6sMjrVP4ibl1WJFlMkaw5GfcnP8qUKMeaMWhU6EeaMZLdHU6h4htLL7O8zsYZ4y6MozkjHH61mX3ie4tVtLtbRHsbjhcMfM/Htn25rC16SOXR9F8oq22JgSpzg5Fdl4etoLrw3ZJdRJMoXIDoGHU+tTKnCnFSavqTOjTpQU2r62/M5rxLcS6tBaTwjyUZnCpOwjLYxycnHr3rrvCdlJDokKzXETnlgQwYAema534gII4bCOMKiKGAUDAA47Vq+CXYeH4dytwzDp706jvQTW1yauuHTW1yp4u1JLXUoLW7VZ7No8uiMQck8H8MVz+qWEukyw3+nTObWX5o3BwV9jVr4gndqcOO8X9TW7Z2yaj4QSEsjYhwefusPWtIP2dOMuj3NINUqcJ9HuS6Zr0Muhre3cgWRW8tlA6t2/Om6/q99pkcMwt4JLZ8Anecg/571zM+kSw+E4pWSRSZvNZcZwMEA/rWr4dubfWLWGz1OQtLD92InaJAOhPqR6UnTirzWquRKjTjeotVfU0/+Ejt4re0nuEeKOdGOcbsEY49xRda3Oul/wBpWsMTWobbh2O9hnGeOn61kePgifYo4tqhAw2joBx2prE/8IH3OZAPw3CiNOLipW3Yo0YOMZ23ZsL4otDpRvGRg4bYYh13fX096c2s6jPoq6hbW0LxdWj+YMoHvnBP4Vznh2xtNQ067hnuFilDqyFiOPw71e0OZdHWWK6v7SS3kY/uxISyn6AHH41UqUE2o7jnQpxbUVqn+BJpPiK7v76ZkYRLHHvW3MYfzMDn5uCDWrp3iBNWufJtIHjIXc0kqggfgDz+dZOi2dpaQXmp211FNLGrFYlBAQH1yM/jin+D7hbma780xq4AIWGMRjH4AE0pwjZtLYVSnBqUorY1NH19JdQa0uIUEwYorr8ysR7dulPbxOnnvarFIbkSGPacAdcZz6VxWlyRp4kjklYInnlmZzjHJ60srA+KGZZEKfaM5zkHmtPYxv8AI0eFhzbdDptQ8Q3OlaqLa9iikjcBg8JOVB9Qev6V0kED3Cq/G0jIJ44rhPGrBNc3swjjWJQDjryeldppl+t3p0AtpI9ixrk5BI471hVglCMzlrU0qcZpbnD+LVGm6pJcxud7SfeXOQwA6fpVPxVr7ahpljDHJjzFLTANzkcc/rV65ubdvE97YaiiS2s0i8kYKNtABHersPh6w0UXV5dIZ4I+Ylc9fqO5z61spxSjzLXodinCKjzrVbeY3wiIdJ0eeW5l67HK45yQePrWprmp32nWsV1DHbSWzAZ6llz+PSueP2nUtH1C6YYxMshjQcBcEY+g4/KrXh2+t9QgSw1KVv3ZAjQttVx2B7kj0zUzpq7m9e5nUpJt1Hr3RqS+JYotPtry6t5UhlyMKMkEdPTiobjXZ10c6paJELdWwUmB3EdM8EAfTmqPxGeFbG1gQrvV/uA8gY9KhWM/8K7fcVRfM+Ykc43DtUKnFxUrbsUKMHCM7bs2dP8AEUeo6TPfJGyvB/rI+uPxpthrkurPONPiEKQrkyXCbtx9MBhj865jwzqw07R9QaNk83cvlxufvA8E474rX8Ht9ssL4tlZVbO2E+UOnXC4B/GlUoqPM7FVMPGHM7eha8O+JxqXmQTwrHchSwKnKvjr9PzqK18UrqciWthCy3bKTmYfICB7HJ/SuV8JzQwa4huZUiTYw3McDJHH0pfBjGPxLBtI53DNVUw8E5O2yNZ4WmnJ22VzodN8TTXpawubYxXhbYWjGVA7nGcgj8azPAtlnXPMS7iPl54BIL/QHBxXdyWkIeSdYYhOwOZAg3Hj161554H/AHfiKPOR94VnTlGUJ8itoRSlGUJ8itoemN15px6ccUfpSAkMK8655whOG4FeKfGLSB/wktk1ojGa/UgoP4mXABH4Y/KvbQp/OsHxVpEWoTaZcPnfaXHmg+o2sCD/AD/CuzAVfZVkxOPNofMd3ZXdvIVntpY2H95SP51B9lmKGTY+0d8ZxXvniWxlmUFLWKVE6bxlq5HdJbyFZdOKgHGUwRX0axF1sH1ZdzzFETGSVBxSN83AP6V6ldeG7HUE8+GFY3YZOABz9MVQbwhaQDzJZXZOoUAD86axEeonhpdDg7SyeeUKoJ7kjsK67TtGjiiG4AkjuKuRrY2fyR4jA9qsQXVuzH95jtUTqOWxpToqO5l6jp6tEVUAbehFcffxGJyMHFelyoCuBj+dcj4ks8JuHBFOlOzsya1PS6OTbhsilU5znvQ/zKccEU63XewBrrOM+hPgHpMdt4bfUy6eZcyMMbugU4wR9Rmsn47al5uqWFirnEUZkZR93LHA/ka6P4MoI/A0G5WyZpCp7EZ6/wD6q80+JDXd34kvLyaGRLbf5URYY4Xj64JyfxrxcLHnx8pS6X/yNpfBoYOk3j2F9HOhcbTyEcqWHcZHavVtN1mHVptOuP7KkhkkYRQzNKf3oUkn5d2OMk5x3rxwNkV3mgxGw/sRo9RjuYzKk5t0BZkLZBCgZOR36dq9yr8JFLV2Or8bTuuh3ghAJVGV2ztAHHrwT7ZrgfBF/MuropkmZZF8shdpyM9MMP5YNdH4j0iLULrVb2aa63PHmFAfLAwBgMGGSNwzjis3wvHc6Pcyxysk8MZ85ljONrgEDkgHIz0HrXJS5Y03FHTyS50ztPEd5ArRwC5hAth5rgnnjgMPToQcf1rzPUNdjk0qD7FdaqupeYTOWlHksvP3e4PT261m6091e3cmpTwzeRO+1JmUhWwMYz0JwOaz889a6aVFQWphUquT0EdizEscsxySe9OjHNNYZXjNOTj2rZGJ738Db4XGhXNrKw/0eXKg+h5/nXp+/wCX5OnbNeK/AFN13qkjMxRY1AGPlPJ7+v8AjXsM03XHFfJ5pS9niG++p103eITSYHLCqLSckimzylm5waqSSH6cd68ts1IbyXGR17cVWAPGevfFIzb5TjkCnHgc0hi9jRbwpJMWdQ3uRQwxHx3FTWYxjP6UAXkGB6U3fk8UkjbY8mo4zxkimIiujxWVMcOMd60Ll/xrJlbMwzkU0UZWqffJ4PbrXKQn9+27sx7e9dRqbfN/OuPtJM3Nx6CUjmvcyraRjVO68MviXGc11ZPHvXF+GziYc12GTjnHSvep7HJLcXr6UwnHv3ozScZqxEVw4A2A8nqKb/APpTJVzMcgDinrgKOOntUjGnpTD2709s8fSmMBQAxjioyc09hk8U08dKQHB6t4f/tXxVeS3QZI0ij8ph3HOf1zTLvwnZtatGN2c53d66m5fbeOAf4RVWZweCD7159Wq1NpM9KjRjyJtHl154Zmt3PlFGH+0MVkXWlTxKX2g+y16vcANwRkZrLvbaNlI2gH6URxEuopYaPQ8vjuvLb5j9DTZLhWYlR15xWl4p00WrCWNQAzYOO1c4GKnFdkZKSujhnBxdmaLyiaMo/JHIJqGNkjfBXODj5qiQseRVlYC6hujfzqjNo1tEW3a9DzKqxrghUY8+1XdcvrU2jypGFuWHAUYVecfyrnUEgbCo31NTXzCPS/LQYJbcXx1OelO5NtTKUsz+ax+Zicmuq8Fag1tr1u44BbY30NcxHzD83TNW9NnaKdWXhgwPFBR9BtNuXiqzEk96p6TdNc2EEjHkrg49f8/wA60IkPegZJboc571oxLtA5qGBAOTVjOPrVIQp4/wD1UpGRnFNye5yaAf8AOKoQ8HsR/WmXEwgheVuQoyadms3xJMsWiXZfaQYyDvOAc+pobsrgjzbW/H80yzJY2iw7uEkdssPw6Z/GvP5GZnLuSWY5JPc10M0ujm55jaPjqu5o8/Q/N+pps02nJGxkFpL/AHFhjcH8SSK5va22ixunzbyRW0W1eJjdSj93sYBO78dqzb24N1cNIQFH3VUfwgdBV2fVyyv5MKROy7CwYnC+g9Kr6VaNdXALKfJT5nPtTpxlzOc0E2uVQgXo/wDiWaK0zArcXBwnHb/9Y/QjvXOf8tBWjrV79svDt/1MfyxgHgD2/IfgBWaP9ZXVBW3I8h9KKSlrVCPW/gXIWk1ODJxtVuPrXrqhVwVct65rxD4IXHl+ILqLIHmQd++DXt+Rt4pMRt2jBMsOvQCsvVyCzHJ/GrYfA4JwfSs2+Oc54Nc0tjoW5myn5fwqnIfmx7Vck6VSfI9eea52aI6XTj/xL4/TbUimsy11Wyht1ilvLdJAoyrSAGlfWtNQ/wDH/a/9/Vr5WtTn7SWnVnYk7GkzfMM8nPej+HgCsiTWtPLD/Trb1/1q/wCNPOu6YgBN/ajP/TVf8ahUp9mFn2L+75sYpzHK881hy+I9LV+b6DHXhwaUeJ9IC4+3xDvjBP8ASq9hU/lf3Ds+xrgYwQPxqeNsiuZl8XaOq83ik+yN/hRH4y0bH/Hy30Ebf4U/q1V/Zf3Byy7HWI5HB5rn/Hy7vD0nX7659uRVR/G+kKuTPJj2jaq1x440G4haGZpXjcYZTEcGtaOHrQqKfI9GJwl2MGGcQWi46noMda6zwxpP2SykmnAFzcctx90dhXNW2s+GLWdZo3uZGQ5TzFJC/Qf41q/8J7pCow3Ttx2jr0sXOtWjyQg7E8r7HIpCqahLEMnZcONxbGOatRKqSK4lyfMz5bKMt2/Csa71KB9VurkGUxyyFlQgdD/k0mq3unXcBeBrq3uCvIAGCffmvbpS91X3OZ0Z32O5gu7aOGPdPEpXP3iBijVNatbO3Sa9j2xZwHXPP5V5xeXkctosUcY81cESYwQR396swaoE0i+t5hJM9wPlDH5VPrn9elae0QvYTtsbF34kg1LEdlIEmYkY2t0+taHgXz4DdRTKfMLh8sOtee6aPsV5DcZ3FWyy9OPrXZ6f4otre8kleOfax6KBk/rTjNXuxOhPoj1W3O+Idc+9YfiKJrVl1CAZMZxKB3X1/CsaH4g6cgANvd8D+6v/AMVRN4+0qaN1a1uyGGCCq8/+PV89Vw1WjiXOiro6IRnZXR0lrdieJWXkEVrWcu+LHUqcV5paeNNPtoRCltcbVHGAv+NW7Xx9ZxOxa2uCpGMDHX867MbRdalZLVGrg2ekg556+2aN3zZ9a4IfEjT1XAtbrPr8v+NL/wALHsf+fS4P/fP+NeH9Rr/yk+zl2PQN2V7GgDIrgW+JNkAMWdx+a/41IvxEsX6Wlzj6r/jS+o4j+UapTfQ7kcH1pAfmJH5Zrim8fWW4YtZ/oSBmq03xAt41kcWcowCTlxQsBX/lK9hUtexyvxz17fcRaVC/yRjfJg/xHoPy/nXjMhzmtvxRqMmp6tPdSklpGLcnOM9vw6ViP92vq8NRVClGmuh5c5c0riW54YfjVgSYaKXqY2DfhmqsPEg9+KlU7WIPToa2RLO38K6dFq/ii1tbkFothcgfWvWbnwskMax2r7h0AcYx+XX8q8++DKCfxM0jclLXg/jjNe3Koa4XjOOf0rkxKU56nTRk4x0OEXwdcvJxJbkgZwS2R+G2tPTfB/zg3Mx2/wB2IY/U12rRxFAGG5+gI4I/GrP2eWMAriVcfQj+h/SojRj1KdeRhr4UtHtjGYUGePm5P59fyrlNU8GQqxwjRHPDKSQfzzXqFqyyuFByRwVPDD8KbcSRKzLMqkBiMEZzWvso22MvaST3PErnwldRyERoko68MAfyP+JqtJ4fuYjhraUHtlePz6V65cbJXIt4vK9SeSayr9IoFBUHOcZPasZUF0NY15dT548cac9jeQGUBWcEBc5Ixj/GufiGyBj7Yrp/idefavFDxq2VhUL9CeT/AErmJhtgXHc120Y8sUjmqS5pXJ7OUqRjOR05r6K8Dmw8QaFY6gsCLewjypGi+Q7wBknHXIwefWvmyFsMO1ek/C/xYdAuZ4pEMtvcKMoDjDDofyz+lc+YYeVej7nxIuhOUJWT3Pc1soEtZLfylMbkl1PO4nqTUOm6Pp1g8jW9uqs42kli3HpyeK50eP7dx81jLx33DmoZPHtsM/6HKD/vivm/qmJXR/eehyVrNHV3vh/TL4rLPbK0igDeGKnj1weajudB067ASeDzGHAZnYt9M5ziuPk+JSQP8lhIffzQP6U9PifDIp8zTn3D/poP8KtYbE9n94v3y6s6j/hG9LKqrWa7U6YZgevc55rXs7SC1tlhthtjTouScfnXDRfEeGbk6fKOxKyZx+lSN8QIRhhZ5/7a4/8AZal4XEy0af3ikqs1Z3Z1eqaXZ6iEW6jMm3JHzEYz9Km020jsbcQWq7YgSQCSev1rj4/HsW759Nlz7Sj/AAqdPHkOB5dhI2R/z0H+FH1TEW5baC5KrXL0Ok1DR7HUJVkvLcSOowDvYfyNR2uh6ZaS74rfDYxgsWH5E1zE/wAQNvP9nMPrMP8ACmp8QYj108g9/wB+P8KpYXEpWs7eo7VkuXWx3T7XVlZV2Hgg9DWRJ4Y0mVixtevJCuwH5ZrmW+IsS/8AMO/KbP8A7LSL8Rg7Af2aef8ApuMf+g01hsRHZfiTGNWHw6HWyaDpskCRNarsQ5ADEfmQefxqzHptpFYNZrCPs7ZyhJP8643/AIWHGGINgfxm6/8AjtTp4538pp5Yd8TdP/HaPq2IelvxDlrSVtTVubGz0K2e6sLISXOdqKSWJJ9M5/SuKvr/AM+7Z76wjjckl/KzGzfnkfpmul/4TAkBhppODnmXp/47VS88YwzLsu9IWVQeBI4YZ/Fa6KVKtHWUb/M6aU5w1nG773JvDi6U13C9g959pJ2vFKAwKd84GMV066NYR3HmxW+yTsUdl/QEcVxFv4zt7HcLTR44s9SsuCf/AB2rUfxBYn/kGjOf+e//ANjU1MPXk7pP70Z1XUnK8b/edS2h6a9x5rWMZk9iQD+GcVLHoWlJci4Nmolzu++cA/TOK5yLx4JFZl09vfZKSf8A0Gh/G4GMaeQv96ScA/gMVH1bE9vx/wCCSoV+l/vOq1KytL5lMtsrMvQjOR+IpIoUtohFEgUelctH4wdyFSxDSN2E44/Srv8AwlENvGJLuBVb+55xJ/8AQcVDwld6W/EXsa1uU0JNA0+e8N1LbBp2YMWLsOR7ZxWpcWdtd27RXUZkRiDtyR06dK46b4ixqSINMyP7xmx/7LVV/iC8ny/2efp5/wD9jV/VK/b8RuhXdr9PM7GC0trFZEtIhEHOWGSf51mSeG9JnlZ5LQAt12Myg/gCBWCPHBx82mkf9t//ALGnp45G3P2Dj2m/+xqfquJvdL8RqjXTuvzOlm0TT7i3SB7VBBGdyopK8+uQeakisLWCza2SNBAc5jY7hz161y58eKAT9gOBxxN/9jUSeO97f8g7Oe3n/wD2NJ4TEPS34j9jXas/zOnsdB02yB+z2cQDjDFvn49Oc05dH0+GXzILbym5+47KDn2BxiuXm8fLuULp/GcZ+0f/AGNRyePXz/yDs/8Abfn/ANBoeExPb8R+xrv/AIc6RdA0v7W1x9ii81uuR8v/AHz0/Si10DTrS7W5gtQkynIYO3H4ZxXNDx98v/INH/gR/wDY1G3xAPUadz/13/8Asah4PFP/AIcr2Ve2v5neMARg56dKzbTQtOtLr7RBbBJs5Db2P8zXKD4h/KS2mflcf/Y1H/wsbK8acQcd5s/0pLAYlbL8UZ+yqR0R6CTyaB7cV5o3xIfcwGmrgH/nt1/Snr8SZCM/2YOnXzsf0pf2biP5fxRHspHpAIX71V7tTLcJEOm0v/If1NedH4lzZ+XTYh/21J/pXQeE/Eba7LfySQiHy0jUAPuzndntWtHA1ac1Oa0RUKcr3ZT15b/TFdYoo50yWEbMVbJ568153qPiPUmuDEmmbDnr5oJP4YzXsN7cRzrtZC3GAcVjSaYruGmQbc/KoH869BSS6G7i7aM57wytxdI7SoFOASPQ9xRq8ywcFR16V2KaeYbJ/JQDPb1rjtUgE0xJ/vc1PW4+hjpd6bLIUnliV14IOOPrU7WunO2IfJc9flINJf8Ah+C7UlvkYjGcZB9jVG28IRRScqDg9ec/nmrurbk2lfYvNaxxx7gxVR6npWNr1lutHYDOAe9dM2l+ZB5TO+3H97moNStFhsHU5wqYH4CiMtQlHQ8ZRGaTgd8V0em+Grq7EccSN9om4jTuT6VWhtFjjcv/AM9MY9f84rudGvZdCS1vWiDTqT5UcwJxnuen+TXVUqStaG5x0qKk9T1nQNNXw14WtLGRk3xx4cjgbjyTXnnizSLbVJJYbCeP7Wyb2V2LBgDyQcnsPTHc1PJ8QtRuoylxZ2MiE9CjY/8AQq52+1KW7g8uViY8k7AxwcnPOeuO2a48HhqtOTnU3Zv9Xk1Y4+7t2tbloXeNypxujcMp+hHBr0fR7O88PRQxXsQElwFEM68gFhnaCQOo64z+fFcRLYwvJklwT2BGP5VuWOsT21pawFI5lttwjabLMASOM56cdBXqVPejYmlh5wlc6u8miktY4zIFk85Q8jMW4JpviTyhMLYyfaFeLy2ZQVPPf9elcvJq0zRhMKEDBsAnGR7dKSe/e5LnayM+DmNsEY44z0rljRle518hHrHiXUl8OnwxOLV7eBgnmoDnapyB1xnIHOPb3rk8AYzyfQV3epQW+p2sG/TrSxWIYMsA8suP9rJO4+/WsdrDTYj+6EszZ6s2B+gFd3tElqcP1GpJ6HP2cEl3eRW8Iy8rhFBOOScCtWbw7qsWqSaZLaql5Gu8xmVTkfXOP1qaLTYxIsimRWU5G1sYxW5ajyrye8+ziSaZcMz7iF46jnr70nV00Ljl1T7RN8MFvdL8XeRci4towu6ePJUNjpuHQj0+te3STiVQynIYZH0rxNNdubYPgI29SvzlmOD7k5qdPGusKFRZo9qrtH7sV5WY4eWK5XHdGscFOOiPXWbHU49qqSSAt8xJ9uleUyeONXHWWIj08sVGvjfV9wJ8g9v9X/8AXry/7LreRX1aZ6umw429O1JK3zACvLpPHmqopxHaH32H/wCKqp/wsDVjLkxWZx/sN/8AFUf2XX8iHRkj16Q/dUGrVmPw/CvIT8QdUIP7iyP/AABv/iqmj+IurRR5ENkOOPkb/wCKo/suv5feL2Uj1e8kBkEaHOOWpyHC47V5BF8QNWZc+TZFj38tv/iqll+IWrIp2xWfH+w3/wAVR/Zdfy+8fsZHpl3J8xrKlceaDnv1rzWX4has7HMdnj/cb/4qqsnj3U94zDaH22t/8VR/ZdfyIcWjvtQPJ7Y71x9mNt5dA9POb+lZ/wDwm9zKxE9pEf8AcYr/ADzWhaP5sjSYK7zv/MV6OBw1ShfnMap2Ph1sXC/SuzxnFcPoLYmT8ulduD8oPNexT2OWW4rfd6U1uMUppp/lVkkMg+Yk4HFKPuj6U2QnzG9cUdv8akYhHFN6fSlJprD9KAI2PJ4+tMY/LxUhPvTW6e1IDll1S3utRuY1cebE5Rl78cfzp01xEi7mYDA6ms7xdHZWWpR3hkjimfvkAk+lVbgre2YkOSORgHv6GvLrRtN3PVozvBWJJ9ZtN5RZAzZqNpY7g/K/Xpmsy0hsVZ1kSNWA43Yq351nFIq/LkngA0rLoVzN7jb7TkvLZopV3IR3rjNV8JTxZe1JdP7rdR+PevTrWPcu4Dg+tNuIlC/SqjUlHYidOM9zxOa1mtnKSqysOxFOsxJLMsSKzOeAB1Ndl4iAkugqJk9Pr/ninaPZ21izTzAedtwD7mun23u3OT2F5WRG3hfUo9Na9eMNFGMvhgWVcdSPT+VcjqzAwKi/Nhs59K9X8N38kmlrguJI26k815f4uihtfEV9b2vECyfKoPC5AOPwzj8KVCs5ycZDxGHVNKUTPtyDCCTnnDD0/wA/0qysLRojqTuDduw7GqMD7MenQ+9benGJsoxBUgAZ6iuo5D0PwLc+dYKuScDP49K7eBMjmvM/CFwLO4dUYeWx9On/ANb/ABr02xkEkI5G7HY5poC0BgU78M+9Mz+Bp3XrjFUgFFKPb9KQHNKOBxigB2PcVy/xHfb4UuRx8zIP/HhXT5rkfiaJZdBighQu0kwGB+J/LimTLY8Zm9MUyGGW4lEdujSOeyjNbEtnZWPzalcB5Rz5EXJ/E/5B9aq3GuOF8vToY7ROny8sR/n1zRZvYyjC25aXSLayhSfVLmNd3IiRsk/1/IH3xVS+1kyW5tbGPybYjB4wzD+n5k+/asiRmZyzsWYnJLHJNIOlWoLqaegmaYn3zTjTI/vGqAkpaSnCqQjtvhFN5PjGAZwJEdOfpXv6t1HGfTFfN3w7k8rxjpbZ480A++a+j9uCGBwe+KUgRoklRn14rPvTkcVoMDjB5FZ15jP6Vyy2OhFCbpVOQ4q7IMD61TkHWsWaI888TE/25c88fL+HyisjdnvW54oQnXLg9sL/AOgisVh6Cocke/Qi3Tj6CRt8+R+FLMfxHenBfmzgUrr8vB59DRzIJwZX/iOc8VLuJANGznmpRFxx+NDkZqDK8mexzRCSDWnHpMj2f2qVkhgztDyZO4+wAqe30QvFcyCeJlhh84bATuH9Kj2sVuybamTM2VxVJvvZzWjcQnbnHtVJ42B+7j8KtSQTiRqTxTgaVkKttIIPcEVrS6NFZQwPqd0YJJl3rFHFvYL/ALXIx+tDqqO5kZLHPGajbtjFbzaLCuk394l15v2d1RQq/K27HOc+/Ssg20pWNvKfEhwmFPzfT1pRqxlsKxDyc4zn2pTmppLO4jQtJDKqq20llIAPofetiPQZH0Ce9kjuFnV0SOPZgNkjkdz1putGO4WSOfB45FKT71alsLyNWMlpOoXli0RGM9M8cVHcW89syi4hkiLDK71K5H40/aIdiIEnr1pQ3Wt3UNEjtPD9nqPmuxuSAE2Y29c859qr3OlMzW66fHcXLSQiZsLnbnI7fQ1KrxYaGTklsdvSgEg81pNpd9CjtNYXSLGNzFoyAo9+KvazoEttFbS2cFzLG9uJpGI3BfyFDrxulcNDB+hoyR/SrSafdtbGdbaZoANxdUyMDqfp71ta14da3tbSbTYLudJIPOlYruCnj0FDrxTSbDRHOZJIzU8JA/iK/hnNVsD3qeAZIwT171XOaxjqaEYz0YGq2pxmSxmUcHb1FWY1GRkD3qvqkojsJ2Gfu4FEJ3kkdFaCVKTfY4G9YNMx96qN0qec5c/WoG6Gu5nyhFnB4qaTnDDvURFSx/NGQe3SpGdr8Jddi0jxRGt3gRXSG3Lk42EkEH6ZAH457V9DQuBOhP0/OvkIHB44r3b4XeMBq9iljeyj+0rZcZY8zIOje5Hf86xqx+0jSEuh62zKoDjPt7VNbymRWOe3Ss2F96H0q5EwWPg9uahMGXrSPdLE8ijcCTnuPpVa7mQSEIu6Q5G48k062nYOintzWVc30SMZN3zfXmtEyWLdSLAC2MHFcpqd4ZpG3HhRxzUuqapnc7n5F6DFeR+NfGrZlstKk/eNkSzqfuZ6hT6+/b69C1wOO1qcXevXswbeGlJ3ZzntVS6PKKPTNJarhuKLg5uG9hiuhaIz6jV4rRsJTHIrr1U5GKzxU8DENiqiDPSrC5V4lkH3GHOO1SM8YU5QOOnArD8K3CFZIZdxAG5cHH1rfxCY8eXLnPTdXDW9yVj6PCy9tSUjPn8pnJVGX2IqFlwOuV+vIq1KIVcgpN/31TAIs8LL05BasrkyjqMtyyyBlJ25/Sr8kbOgMaFgf7wwDUMDIeCjjJ/56f8A1sVdkEYAEltE3HDFjkfrimpFxhdFaGR1IBco69j6VZ+WQEs7An+4AM1Goi3fKkSj3H+IqyvlHrFuxz9/A/Wm5FxplOT7ON2Udj6luBSwSQZwLUFj7kCrbpEwOQFI9Xz/AEpv2e2yT5pH+6M/1pcwnTZXuJS3ypGIx/siqoJU856/SrssduCQkkn/AAIj/Cq+yI/6vcfXJzRcylAiAwxH/stW4UjAXzPToBn/AOt/OmksjbRtXI7qD/OrNvvH8Sn/AICBS5h04XZPGC4Oy7WDaOPMMhz7ZC/0prJfbQ63sYXOABeKD/3zuz+lTiVgpysT+nDZ/nUchR8iS2OfVX/pj+tEZmsqWgLY6k8fmSzW8UZ5V5mj/nyaYbW5t3Du0Vxu/iGxl/MGpEhtMYFzPA56brcFR7k5P8qljhu4m3Wt4XHQvbuY8fXGKtyMVT1IPMgDDzHlfn7ioFGfz6VbhgTdvmiYjHyoGC8/rU1rNqcWTBqMwOcnbKCxP86a1xcvvBnXPQ+ZGrBvqCpFZuZ0xpuxHNK8bZh3W0fTCZyfxrNkLSH5vu5/iJJrV8+6Vsiay3YwCtrCFHv92j7bej/l6sc+1nEcf+O0ucpQZlKu7rk8U8NtGFVQCeSeavtdT5+aeKTPpAoH5YpI55TkySjp/Daxtk/jij2hXIzPOdpVfXk0AdMA+nrmrrmeRmxIjKoySIlTH/jo9ahV5iNwYkdmUD+eKftB+zGMuFLN8uRgbu5ph2gjB3Nj7zuQadkltzktx0zzQMFePmbHAFL2g/Zldo2IXGwj2cEmmsGRjlSPwqdrdt37wqh9zg1FMIlJCvIW75bgfhRzh7MgldnOePbNRKh4PbNWMEEDLH/gPNLlgv3U69x/9ej2hXsytJwCPmqjKxVjtJ4rRk3bSCsQ/P8AxqhOQWOFGcetUpnLVp2K2cnnilZsKf04zTmPzfdA/Gm+7AfgavnMOUjBzkg7j613Xwxlxd30HQuit19CR/7NXEsc9FP/AH1XReArj7P4gWMgjzo2jHPTo39KzqyvFoOU9Tkkij3KBgkc4FZ0Mq3uqxQvL5NqnzSMOpA6KPx/Sm3UxyFX8TUL2kctmQp+c9wcEiuK4Gze3ccEJCPk4IGCO9cZqiukb3KqCoySAOtQ6gb2J/It/nIXO5zyPrVGF9SlXynMTKwPO3kfrVbisa1m6XFvHMvRh0xVkjb0HaoNLtfsaeUWzxnnvU9wwRTj+VSMiM6IcEfjisnxFJ/opAXI+8cdT7Vc5dvm7e9Y3jS6/s/RZbhSPMGFjDd2zx+XX8KqKu7GU3oU9A01EvILiePCqp3OTgLzkkZ+tUNbvUu752gwsC/LGDySPX8am8J6le+JkmtrtRHbRRlilup3zNjIQE564/8A11tL4b05rvUAk1x5VnAJpF+UsD/dz0JH0rT2kacnz7k0nG10ckspOeAffFWBu29MGutm8IWttNdyS3LizjEbKf4gH6Z2qf5c+1Vr3QoIND+1QTtKysA4xt2gkgZUgHB7HJ+laLFQex1QcWck6nr830qSFC+AFzz6V3IT7J4b0xtLuBC11LsnmXIKt2BIycf57099DUyXk2pTjfFIscn2RDgEqPmI2n2PQZJ60fWl1BWvqcXJEFX97wfSmC5MX+oXB/vGutuNI0ywTT55Jb0zz5KMu3CsGA5BFXb7QtOuNR1Oa7e5YxXUcZ2sqlt+Mnp7mj63FDbRwhaSQbpnLeg9KdGjNjA9uK7iLw3p8Esy3DkxxzmIuHVCi4yCcg59KTwJIU8RSJallieNwFJHTHGSMVMsXFpyj0NYNcrkuhyccbxjJXB6jtUjwTSQSTsknljgyAEgE+9d3eab/bNvpjXMsjbI5FCuP30hXnGSeehqjJbQpoOoWkK3UaedC3lTKFkBJAOB/KsljU1tqUqqaOCmJd8LnYOnvUbDaQByTwBXb/2Fp8NxZpcLJF9qjcIWfhJFOAD7Gs2502wt7ixmt5W/euFOx8MjA4b149Kr63F7E86exyfzE/NxjrS7SW6cZ7V3i+HrC5ubqS6+1OftfkmQSBQAR1+6e9V20HSrS3aS6kuPLWSVGYOqnK/dABHOfXFJYyBPOjibtSFIxiqSqcmtC4KtI20ELngE5P4mo41yf8a7FIUoXY2JPl7fnTLgnbtUcdqv9FHpj1qvIo3g9cU1Ibp6EMa7VGCffNLLu8s59am4OB1ougAnJzx9KTmL2ehkY+Y4+lV5clxzVk8McVVm+8cU0zimhEP7w13WlN8qjGMop6dsVwsf+srutLPyoeuEXn8KZy1VoddoRPnJk9/pXbxn5BzXDaKcTpx3ruIz+7X6VtT2OSW5JkH3HSmZH4UZ9KRgO9WIhk+/xnHrT256daZJ1xSsf/rmkAhPXFNbPGe1JuznJxQxxj86AEI4qNvwp7HHfPtTSRyaQGJ4i02DUbN7eVF+fBJA5OKzrTTDb6c0R3uxYnk5PSugvjsVZDgKvWsuFwRk/eJ3HmuepR5nds6IV+SKSRy2q+H4L8EOP3i9D6Vo6ToCQeW85EhRdoJ5rUlkQOWZcnHBxUc14wXAFYujLZM2jiYbtakk7rGuAcD0rHvboDO4/LjrTriQyYyelV/JWQfMNw6irhQUdWZ1MS5aRMmaDzJizgb26D0FLNYtfn7Ko2RKQzydT9AKssyiViTx0pdPv0txJJtJfJADNgEf/W/rWE276HRTskrjZZoPDOjTPI5c/wAO/guccKK8hklaaZ5ZWLSSMWYnuTya1/FmpzajqsjTPuVDtRR0UewrEFdVCnyK73Zy4irzuy2Q8NyKsxSYciqqYzzTwfmBrc5zpvCV0I9XjjkOElOwnPTPevW9CuCY9p6qcHHt/wDWxXhmluRfR4OOetesaPemG4MUoALBGB6duf5UIDvOSM5FOAz0qG3cvCjDoRmplPHSrEKPY0ucHI6U1T9aXPvQA6uC+LF9LbabaxQSmMyuQ23qVA//AFV3oGOnNeXfGOT/AErT485wrn9RWkFdkvY8yfvTBTm6mmk8VqyENPWlWkpR0qRjW6U2PvQ9LF900hjulKKSlqkI1vC8vkeINPkB6Tp/OvpzGDxmvlfT5BFewP8A3ZFb8jX1DbzkwROpzuUN+lKQI31GTis7Uowj8fWtKMbpVGcZNU9XTbPjJPGea5ZbHQjIlHy81Tb7v+FXpqpup2ZwaxZaOD8VDbqkhxncqn9B/hWJlSTmug8YoP7SQjqYl/rXPBMnofTNc0tz6bCr9zH0HAbWB65p3p/SmpGdwLE+1TeWPQ0rlyiMJU9f1pSfQZp/lKQeP1pAihgRmhyI5Ddu5Y9R0OzhimRZ7fgxu4TI9Rk4pdL8iyt9ThluoS0tvtGGGNx7f/XrDaMbRgfrSKgPIUfiKycdOXoR7HodTeXdkukxwR3sUkiSxyAkYwOM4AHFUb7VIrvxFJnUFi0778bBMgHbj04PXmsRkDckD8qjaJB1A+hFTGkkS8P5l3xdfW13qFtPayJKqwqrcHhhnrkVY1+7s9da3u1uoradIhHJHMG4x3BAOeprIMSbfujH0pRGufuj8BVqCSVugvqu2psWVzp1vol/ZLeHEkyFCyHLBcZOMY9cA1pXmtaZDHYpBdGb7Pd+czsrbmUjnsPyrltihhgD16VMLOUsu2B2LcjCHmodKLd2weFXVnRza3pccLKLk3Cm9Fxs8ph8vB7/AOeKqalq1mdO1OG2vXme5nWaP92w2gHOP0rG8hpZCiRMz/3VUk/lSxiS1licKyOMOjbcfiKSpRQlhI9zY1DVYZp9Ja5ea3d0V7qRPvDGQuP51n+KtRsr23sEsnZvs6uhDKc4zwcmoLqWS6maadt8rnJYjGah2Yqo01Fp9ilhErO5ppqdhqHhy307UJpbWS1bcsix7ww54xn3qTR9bs7S6umczJD9m+zQ4XLH3P61kBemaco3MFC5YnAFN042aD6ou50w8T2TLiSSY5sfspGzI3evXpTIfEljFNZXP78vbWjW5i2febsc56VkLpl7xm0nBbp+7PNVWTa2GBU5wR6VmqUOgLCQezNyLxHYpLBeeXMksdo1v9nC/IT2Oc9Kmt/E9jFNZsxuykNoYGAUctxyOa5wjOccinRI0kipGrO7HAVRkmq9jAf1OPcyWU5+XJHrUkO8EZ3flWwLG68x0+zS7o/vrsOV78+nFOaxuDHHJ5EoSQ7UbYcOfQetbc6LVJLqVEd88gflWP4mnCW4jHBbrWmbvZJIqJkpwzsOB+Fcdrd6bm5Y7tw6Zr0KOGlFKpI8rHZhCcXRp/NmVIcmomp7HrUbVuzxhlPjODmo+tSKKkY5sGpLS6msrqO4tJWinjO5HXqDUPlljxVmG07yHA9Kdriuez+EvinYzxJDrCtaSgbTJjMZP8x+PT1r0m11GG7hS4sZkmicZV423A/iK+UZtoj2qMYp+k6vqWizGTS72a3J5IQ/K31U8H8RWcqa6FKfc+spL/yLWWSTAKqQOO5ritX1m2srZ57ydYY17u2Mn0HvXmmofFjVrnSoLRLW3S4UHzbhvm3nsQvAX8c1wmpahealP51/cSTydtx4H0HQfhUqPcbZ1PjLxvNqu+20/dFaZwX6NIP6D9f5Vx0aZpI0LtVyNNuMCtYxIbJIV2jj86q53Mx9Tmrb/JCx7gVUQYUVqxIeKki4amx1OopoTNbSbk21xG4PQ/nXb7tyKw3Edie4rzy3PzCu50GQXNih+9JH8pJ/SubGQ91TPWyirabpPqJKsrMdqvj1xQsc6t8yuePStAqVJwePTNSRdyCQcVwcx7boJu9zPSMjBNuVbParRYbcCMqenJOP5VZX5h1CseM9M08I5/5aRED3BNLmKVKxUjMyvlAd3ptB/nVhLmfOZEz/AL0dDwupDBMj6cUqyqmPMjz9eKOYapiSXLDkW8BHfch/+KqPz2yd1lDg9Nqkf1qw3llSUTj65puMA56EdKOYTpkHmA9bP8jg/rmoXD9RaunPPz5/pV3qcHqfWng5Azg0cxDoJmf5Tu2FVh7YqxApXG/P/AamIG/jH509UJI46UnIcaKiNwO2/Ptipo0iYsHjuGPqJVGP0NJmJB8+3145pruZPugKPahOxbhcvRnTQT9pSTA6DzSD/KpZtQ8PxwYh064E3QN5jAfnuz+lZSWiuCfnJxyaVYAhy+Tjnmq52Z+wW9zQku4ruLcluxyQAAM4H0HX8SaryMyybVMgOPuSDaw+gxVZplkk+ZXx0XZUiySIu2MrsP8ADNg5+gNQaKNhrzOTgB2Ptyf5U0GVvvRnPueanhdlYs6oueqr/wDrp8t468ITtx0IH9KB2K7xuM7lK8ZOeKjZvlORn61LJLnJk+b8c1HHC8wyoKqO5PFA7EQb/ZH508liGG1cnktj5vz64pdqqdobPbIoYEDgUBYjycnIyMZ5/wAacsksnyRhY0xkhTtB/E8n9aaxwjKD8x4JxT1tyFB8uVmP8KqaB2KzRgMRgH/d4/WkbcuQoXH16U8luRt2gdR/jTXQMfnyfocUDsRKcnuT7UzDnHB9+amVACAM59qVUUcSShBn0yfyoGVJI2IJKn86qNA5OcfjWzIsAjIiW4z/AH3YAH/gIBx+dRKwHJRG/wC+s/zppmcqaluZDW0gOW49y1AtZmX5UPrmtRpTuyCFz/cQD/69MJ3jLOznpljT5mR9XiZhtpgeVAHuw/xqW2Fxa3UVxGV3xuHXJz0NXML+VOyAPvEem3/GjmY/q8TunuFuLVZoj/rFyO5FY01vqlpH5iXUpjYcKONh/nVHQ9RS1cQzE+U7dSc7TXbeQJYeDkEVz/CziqwdOVnscNcahqEON4Zs5y5AYn2qD/hKfKO2S19iVXBrob+wfzCCWA69OtZ5sIYxuaAbvUryau8SJNW0H6fqpvIsiORQOQGGD+NWZZs/eJqiTsU5+UH8KqzXuzlse3NQzO5qGdUX5uo6Vy/imddRu7fTQGY4MhGMgenPb/69SPqBOSo3egz1q/oyR+TIzgNMx+Z8c1LqKGpDd2VvC99JpEsoM80MboQGhAfa2MZMZIDfiaXXNRnupw1m7W4KBJZIx5TXB7l1Xj8Of8OoXTtMkt4SkUayt5QLPu27ixDAfNyenHGBzUB0G2NpJGsivNJKm1hgbckgqMntgd+/5wqsHLma1O2CovWxx63WpLL5wvrnzdmzeJmzt9M56e1PNxfPD5ct1M0WPuGQlfXp9a6iTwxCqyAXpZlJ2/u8ggAEd+4P6VHJo0ema7YQXIkaOZvnEse1cZx1PX+laqtB7G8fZdDmba5vbXcLW5ngDY3COVl3Y6Zx1qaK9v45ZJVvJ1aTh3ErBm+pzk1v3un2FyZTbMIZIGKSqCBnk/MAT06Dj61Mnhm3luCkNxLOAG3JEgLDBAzxnsc/hR7eG8g5qa1ZzEt1dyKitczFYjmMeYcIfb0p51HUSWP224JbG7983zY6ZrcGkafG4We8ZcoWIygOR/DjOQRjkEVYTTtMWGa3NykgfAD70Drh8Eg+mOcelHt4dgcoditpfiq9sbfAluPO37mcyCTzR2B3Djp1FY0l1dPeTXUbm3eRi37olMZOccVvpoukwRI8t/HI2HyqzIMkcg98Z5GKmn0GyNtLLBLNOAxAdHXagyMFsA8YPXI6VKqU07rqOLpxd0jlZrm4eXzZppHlU5EjOSwx71RZ5JZXkd2LMcnnOfrXT3WmaSqzLBd72A/dsbqMDOzPPGT8wx2p2nm2Gh2R22a3AlYSs7R7tue4I3evIqvaK10inNPZHMyySsMtKx53cnv6/XpUabgVJY8HIGa6m60zSnvpP9Mj8pmLKYpVPBYjgAcY447jp7Rz6bo0cCqt2wmZQzZuEOcrnHA+U5459qFVj2J9ouxzkl3Oy7TK+wdBuOK1bLxHc2ltFHGJVKZ3fvMpJn1Uj+Rq4mm6Fty16x+bH+uQcbsdMf5xUEDWI1iywYGt/JxIX2Fd3zDnjHp1pOUJaWIlKMuhzciszH7ozzwMUixMedw+tdJNZ2Ls7yXMLW6xB4hCyI5yeQwwTkf/AKqkGlaaGlAvVISPKkzJ8zYzx9fQ4IrRVkkF4nNFXLADpjJqJgScAiuyaLSYGZVeIx+YuMzIWIKHnOMgZ4Irk3bfJkKFBPTjj8gKuFXmGrSIo4yo4655ps6EowyMnpmrAGBTJj/9ar5i+RWMxrZx3HSqslu+cZBrVfgGqsnJ71SkzlnRiU0hdXGMZrs9G5tk7nAz+Vctj5/1rrdEBFnGx/i5rSLuefioKMU0dTo2Q6Y9a7eEHyxk4+tcVpXLoB6iu0hc+SnJzjr6V0QPNkSMPQcDvTSo69KXk9yaX9KskiZNzckk+gpHXPr7VMUBXeTjHc8CmfN2IH4dKQEe0L0FMPtUh56803aMHPSgZGQQDn+VIeeFGfwqUkAjB5prr75JPekBnaqwWyccZOBg1gNMoX5SNx6gV0l/B59pLF/ERkexrkHO3GalgSrMNnPbioJ5QTkA8U4smw+vqKgkyOmOe1SAm/1HXvT1CKrDcRxj6VEpw2MDj1qKZ8t6YPagCl5exTvfc/TPYVWutshIj+7jAqxIxc7V6dzSeX8pHWuSpJXsjtpRb96R5lrsfl6jKCMfNWeT8tdH4uttlw0gHHeucHKkfjXXTd4pnLUVpND16ZpRxTYz0p7D0qyC/pEZlvk9FOSfavUr6Ap5b4DRmPHI+6Ox/OuE8G26y3Q3Y3MwUE9h3r0i5+SO1QjJEirj2/8A1UAb3h+czWaq5BYd62FHvz3rmdABt53XgKXJUH0PaumjPHzCqQh3uKQL6ZFOGDjB/SndP/rUwAA4yTn+leP/ABdk3eIYkHRIF/UmvYG+XB6+9eLfFOUSeKH2nIWNV/mf61rT3JlscQ3WmNT2phrRkITvTj0pAKGpDI3p8Y/dn60xqfF/qj9albjYtAoNAqhEkf3hX0xoE4uNFsZeu6Feo9hXzMvWvonwNL5nhLTCxyfJAqZbAju0Yq6n3qvqxzc5znirBIyD2qpesjTZQAD2rlkdCM+RaryMRGUAGDxVybp71QlOSazZaOI8ZLt1GLOMmIY/M1gLnr3ro/G4xfW59YAf/Hmrmc4J561yz3Z9PhP4MR4yT6c1YHOOe/WqoJJzmrKjC5rNm7R1Gow2DXUNo8SxmQxneihdoxzz9aim0iziWb5meRYQyr5igg7sH9Oa50g+9NYksM1j7NpWTMfZvozeube0it76K3YkqqEMzq2/kE44/wA4qwbqBdLsoGMchljMTgsMISwwx9OK51B1GCT1qRLW4kGY4JWHshP8qPZ33YnDuzaurfS7aOWSLy5nATYolzg9GNOnbSJ76Z7o7/3ibXDsdylQD37H+VY/9n3YRnNtOqAZJKHAo0Q28er2sl0ymFGMj89lBP8AStqeGlUdk2YVasKUXKUjfXTY1sMXNtOlqk5bkOAU2Y3fnzVW2TRIPLMskUrCYEjD42ZOePy/+vW/4R8aw69rMlisLINrEZOeADzWb4i8LXEt+ZNLhDrJyyBgMH2zjiuytlkox5oNs83C5nCrNwqPl+ZlXKaYbG6dGh+0l/3ax7+Bn346Vda9sJdJtbaS5MUywsokAY7GJztOB0NYU+n3VjJtureWEdBuUgH6HpVQ59B1rglRtpK57KhGaunc6jTrjSrMW0n2iPz13CRlR+hXGOR6/wA6W3u9HLQtctFIViiQh1dsYb5x+VcqeM8npxmkU9O9S6Kbvdj9ir3uzqhLoRut58sR+WVK+WxySSM/lj3psN5o8cUG6OFnTyicREkkH5+o54rmM565HsaUg0exXdj9iu7OiE+lNHcNK0LSvNuUiEjChgfTuPpVLXrmyuFiawVEdXkDbE2/Ln5e1ZK43UD19u1NU0ne41SSd7nRpqVqV0UO7MtqGEw2+pz+NWI9V0eONFe2hZhgsWgBJO/J6j+7XKr0/pQ2QBSdFMXsUzqDqGi/ZXUQKJMMBiAHq+Qc/Tis3ULq1udW3oPIsgfl8qJVYL+GMmsnt6Uv61UaSjqVGko6nUjXLRJFbdM5SYTA7AN2EK7cZPHTuaxNS1C3h0MxQTTCVpA5TYFUNjHByTgD271QIzjsab4hsZbK102WbhrrdIsfcKMAE/XnH0rpweGUqq8tTgzCUcPQck9Xojm9YuTFb+Wn3m6n1rmZN2cnNb+sAvIoUfKorO8vPbNe5Ui5M+Vi7Gac00qT2rVWz3HgYqRbFV5d/wABWXs2Vzox0jJOADk9qtRWbEZc7B+tXy0MAIQDPc9apy3GTxS5Utwu3sSqIoM7Rk+pqGSbNQM5JpOtK5VhG560uz5S3YVJHG0jAAc027cGRYIueeSKkCt5Z6nimkZYKOtTXMgDEL0HFT2tsQgd/vH9KSjdjuEUexelSKORT+enehevNapWIuRXZxGAe5qDHpUt0cyKvoM01Rn8KT3GOQVYQYHNRRjmrIHFWhMF6+ldN4VnxI8RJAZcjB7iubFaGmzGG4jcYBVgaKkOeDiaYar7GrGfY71TlTgKfxpQM9f0FRB/lyoOCM5qRH8zg+meleE1Y+3VmroXhRwxxn1p5t43Xcrjd34qIxMwAA/MU3DoTgfnQBNHGyEorsuRj5WpC0sfDjcM8cZzQkuSNwweuTzUnmAj5hwe4NICJW4yPlp7MP4ufpSuF2ZTHXnB/pTNoDc//roCw5CAfUVJ8pBIFRKOeo+hp2WA9Ox9DTFYeq9OlKAxYZJA9qI32SRsVBAOcHoa66zuo5/DeoXzW9l9oSVQhFsny5I9v55rOc+UzqT5FexykduW6Y69TT2t8H5iD+Fbl/p0k0ZuLm4tbWVollEC4X5cY4Gc54JwBirEnheONJS2oruijWVx5TcKe+fw/wD1VPto9WZ+3gt2c+sR24E4UY/iOBSM5B2Eo49iGBrZm8NrHqgs/tW4MFZXVCSwbuFz2+tUtR0T7Gt5uuoRJbyBBETh3z3AqlUi9mUqsJOyZT84RKSgGe2BgU+0ZRummVZXI4EnIqpgSY+f5u4ApZm4C5OKs1sOuJzI/wAqIvfEa4FRQgFsZOc9D3pIhlup/OpiqeWd4Ax0bI/WgBrJhmOAT/tGonnkb5CePQU+QOq5d0P5Z/8Ar01JJDj5UYepApgCsMY9PfpSOfSlIJXlSPU1XkJ6Dp396B2AMoY5GWPelZNwzyRUIPz9Kk4VRtJ3E9qB2DHoPzokAAPZaaxHTdz6YxT2QDHmvhfQdTQIi3nGI1Le4GKSKN2IyQvrjrUjFWI2Bgvoxz/QU0vxhBjsTQMVlUNxub3ZqhkOGAqXIXJPPuagZgxH+FAxyg8cZpsrYGMYNK0gAwP0qFjnsSaQD1Gc4+vNISQMAj/CnFgF4GM+lNC/KePf6UARsQqFmIAHJJ7Vf8L+N1F5/ZkwbazBLd+uc/wn8elctrF/u3Qxn5R3Heuat5Xh1KB0PzrIpGPXNNR5lqePi8VzNRjsj3abU2DENgeueKytS1aMbsnGPU4rWuQDHPswUdd/SuOuLX7Q7BQT/SsEzJspX+vBwRErv7AYH61kfabzUJdq4Ve+O1XLuz/eGGGNuDyQOlXLO18gBSgBonUUVoZtNsbZ2+FCqcN3JPWtrR4mjufnO1MfNnoBVcwCTbtBDDo1QX93cXDCys9oVf8AWyHkZ/u++PauW7kGxf1G1aeVpYAGjUAYyN35dT+FZ5TaSMc9MEVXt7i5jmeBzvKH/WeX8rD8f5Vu2Oq/Z1US2oaMsrH+9wc5A6e3A71tGo4K1rndRxbhHlaMlX8tgycMDkH3rSuLXVb0RvOhI3ZAAVQu89SoxtBPc8VLrVxb3ubgo0cu0CMoQVkG49eOoBx+FPTxBsuJbkQYnmhWJwH+U4xkjj0A47VfNKSUoo7OdzSlFGXHp9zNetZxxZuFJBXcByOozTLa6ntQ4hIG8AMCoYHByOoroF8Twq4kWyO7z2m3GUcE54+77/p+Va48ReauFt2jy6GQrJguAu0g8d+KFKb0cQ5pvRxMJizyM7bmc8knuaVdxIBXHFdlHr1tNZXUpJtpWHIU7yw2gY/hJzjrzjvism48QJJqsF4LPiOLyTG0uSRzghscEZ9D0pxnJ6co1Uk9OUy7u3eyuGguECyjHGc9QCOR7GooJLu6ZbGBifMO1VyB17Z7D2rXk8UqzTN9kfzZShJ8/rt24/h/2aR9Qe41G11C5iMYt2JO6TlgWyBnHHXFNOb3iLmnLRoxp9OuLedI502lxuBzkEZx1H0NOe0leMvGp8uM7evPscda2R4nMAu0tYCyTKUDvJjYpzwAOD1znAqpP4ouZJJnyfNd1kRmlLeXt7D2PPHHWnep2J5proZbRShXUDayKWIc44/HvVNIJJHxhi7HGFHJNa41yQybxEn+raI7SV4PT8uKlbxGdzlLRVLOr/f7gg9AMdc9MdaLz7CcpdjDkj8uTaykMCVO/sasXmnz2oYTqiMMZG8EnPTvzVu+1Nbu2aIQMqmXzcmTcR146ehq5ceIEmaJpLJWaLaYyX6HGD25B9Kbc+wry7GJ5T7A+xiucbscZ9M1NbWcs8UskSgrFjezEALk4HX3rV/4SHfsEtuTGjqwAmIJwMfMcc9ufaoo9caPVJ71ISpk6osnB9QeMEe2PSlzTtsO87bGDMCWxjFKqnjOeD6dK2oPETRGPbbBXUEArJgckH09qlPiISSSO1qSzJ5efO6DJPp9Pyo5p/yi5pdjHML+SXwODjGRn246/jTI7WW4MmwAeWhdt3HStweJJPtkkzwsys4dUMv3cDBA49zUMviFpC3mW4YlNud/P3dvPHNDlU6ITlPsc1ICPUd+aqORke1a2s363zxsIvK8tNmA27Iyf8aymreDdtSJPuJ/FXYaN/x5Q9/lx69648Hn8K6/QzmxgxnpWsNzz8Z8COm0w8j+tdjaHMY4zXHaYfukjv3rtLY4hXFdMDyZE2Of1oY84o5PrUlvAZpNvTjrWhJF5jD5MAgnkGm9T1GKszMYWMJIwD19agfB5FICNjjoBSZ45449aOR1puM0DFyB/wDrpjnnij9KTjPagBoGee3vXPa7p7BmngUlOrr6H1roSc//AKqdGfmUcnkVL2A8+Y9gPoaeFO30Nd7qmi2Eshcw7GPJMZxn+lGm+H7APueIyYHG9sivFedULbO53fUKl90ee3IaNVd1IB+6SOtUppdylV5z3ruPGNtG6qqqFVcgKBwK4wQovQDNa0sa69PnStcr6ooS1dyvCmOgxVyGLIPr0prDHyrgE1diVI4wXwB3JpXN7WOW8SaS09s5RSTjmvM7iF7edkcEEGvZtW1vS7ZCklwhfoUT5j/9auC1q4sr8EQW7ezE4ruw8Z7W0OHEcm99Tkwfm9Ksxjec8VZi0a9uFY2dpcThepjjLY/IVVVHhJVwysDjBGMGulprc5rnTeG1eG4inQnABPFeg2NzHqH2bbvJjk3MB/WuK8GPHdyXFoWKFk3RkEfeHtXUeH12aoyOhZsHeqjgEf5/WkB1dtbD7bbDGDtL9K3VFVbSEqWlkBDt2P8ACPSrmKtCAfT60vak6cUDPABpiF3cV4b8R33+LL7J6FR/46K9ywSeOteCeOn3+KNQIwf3mM/QCtaW5Mjm2phpzU01bEgoaikbpUgRtT4fuEe9R06E4bB71K3GSmkpaTFWIcvWvefhhMZvCNqCclGZBx6GvBBwa9s+EEnm+HZY+P3cx7+oFKWwI9ZkGQaoSAbq0pBxWbMPn74zXJI6ERSdP/r1SZctj8qvN0qOErwCRnPFZyLicD4+QrqMCn/ngD/48a5bOGIwST6V1vxFUnV7cDGPs6/+hNXL8gnPNcktz6fCfwYjQOhHFWYeV9veqwOeT6+laGl2sl5crDAuWb9P/rVDN27asfb20tzMsUCF5GOABXoul+F7Cz09TeJFLORliwB7ds1HpunW+hWodgGmxktjk1Wv765ulfygxBPB6DmouebXruWkdjejtLKKHcioqjsowKEEHGF4+mKybAlbNftb85+6Dn8KWbUlLER4wPenc5Hc17pIGtZFIGGUivnbX7prLV7u3BGI5GUfT/8AVXst1qRWMgmvCfGU3meI71h0Lj+Qr0MDNps4cWk4o774MENqGrXzKuIbcRg9wzt2/BWr2DR9QtlTzJiuVGOa8k+E0Ig8I3t0chrm62fUIox+rmuotyxc/McV71JXgmzwK0vfdjrfFc1nqultbRYVpGGGAzjnOa4HUvBmoW+97fbcRgZ44bH0P+NaFzdql3ErNiJPnauji137ZZsFXAYbQSKxr4SnW1e524LM62FXLHY8mbj2puPwrS1jS7jTZiJQDG5yjr0P+H0rNPXmvnJwcJOLPuaVSNSKnF3THDpxQ2RU1nayXbBIse7McAVoXmkLaxqXvYA7D7uD/P8AxxSUW9Ryqwi+VvUyFX059qKmuIJIJAkyFWxuBznI9Qai3dnAP+0OtItNPVAvWlbjGBTlAIypBFIee4oKGYP60u7nilKgrnHOfpSxxszqqDLE4AAzQS2a3hfTRqWojzsrawjzZz/sjt9ScCqnxCumu9cgdl2xLGduBjA7D+VdfHaNoWhx2Uo2XlywknHdR/Cp+n8ya848daisuopDG2VhTaf97PP9K+gwlD2NHmluz4rMsY8VieWPwx/q5jSRxMxMrdarSpAn3CT9apSz471SkuSeBVSqo51BmlNdqn1qjPds2RnA9Kps5Y0nWsJVGzRRSHM5PWkpVTIqWOPPAGTUDIwpqzDbl8k/Ko6k1PHbpCvmXB2jsO5qje3zS/u4wFTsoqrW3Fe+w65uhEvlW3JIwW7moIx5KFz99u/pRHEI13yHL02KNrqcIvTufSpepRLp9sbiXzH/ANWp/M1oyegqXasMaxoMKo/Ooup/U1tGNkZt3GY4pgFTNwP8Kj4ByabAoyHdMx/AVJHUK/Mc+pzVhe1QUSoKnBz9aiUcd6djB4q0SOJINTw8dKhUj+IYNPU9ueatCPQdDla40mJtobb8u4mrxRs/cI46gdKr6Xol3p2iWj3qGNpwXA7r6AjscYq1Cj7gAVfPAA5P5V4mIjy1Gj7PAzU8PBp30I2DeWCCp5xgGlwSvzFiOoANS3dtcWjhJomhYjcFZCrY+lONjqAiE5tLjyjgiTyjtwenOKwujqutysyDowIGO/NMVCuNpq/cW91axr9ttpoUPAZ0K5/MU2zsbq8cpZwyTkDJ2joPc0rq1w5la5WAPJIFBBOBU0kMyRq8sUixyfcdlOGx6HvURzxn6igLirweQB3p55GOfypq+u0n8cU/AwAVIHX5nH9BTAbJ1AHT1rUtdXkt9LlsBbWzQynLs27cT26N2rN35xg9uwpMleR9KUoqW4pRUlZmvJrk81nFBPBauyAIJnjy+30zn/69TzeJrpzLut7T95EImGH+6P8AgXvWIieeT5Zyf7vQ1bg0u5mVmiiVthCnLgcnoOe9Q6cN2jKVKmtWjW/4Su98wymK0RmjWPKg8bTkdzVbUNeN+l0J4rUNcMrMwjOQR6Ek+lV28P6tvKG32su3Kbl3cnA4zms66tZ7aVopk2SqcMpGCDSjGnf3SYU6Tfu2GsnJZTHt7Z7UnmleuG4701Afun+VD7B1weK1NySMl3+RQOD1PSlaFOQZgx9BzTIQqkfKMehGf0q3A0kk6Q28YDOQq7kxzQJkUcECn52bj1WnM6IN0c6r7FMY/OtOXRdUeLzXaDyN23eLiMLn0zmsa+T7NcvBJtaRG2sVORmpUk9mKM4yejIJpC/JkLH1JqMtn0/KpbO1mv7lbe2XfK/3Vzj+dPgsZpb37IiD7Ru2bCQPmHbJ4p8yL5ktyoCd3GKnOdvYZq/caFqNskzywKFhIEpEiMUz0yASRVBw2BgfjnFEZKWqYlKMtYsYrsDhWI9MGkdQx4zzTWJAy36GlbnBGW4plBt2gcn8aOh4yfSjB2jPFN6Lzn0oAGz2x+NR46DGB0rT0vSbjVBMbbyx5Q3PvOMD1qncW/kLC3mpKsi5VkJx1wQcjg0udXsSpK/L1K+OcAA/hikZcDgDP1pQGHGfwp2zmncsTaWAA61VvpnSEwxLjI5brmtW3hWWQKWCDGSWHasvWbeS0kVEUnzT8pyBux1IP9KynNX5ThxdSy5Ucbd71kYN1HWqtmi/aHkcoCgyoZmU5z2I710N1pLXC7/MG89l7fj3rmZ1+z6ksMgYiM7vcmuik1NWR4tROOrPaJL5Esbc5I3xD6nisG88SWFu4gkuFEjnBI5CfXHSud1nWZLlEhHyQIu0Jnr9TXLXYVpNx/SsoUebcuVW2x6nHHGFBUgqwyCDnNPDDvXnvh3W57BhC4aSyJzg9V9x/hXdRSxywCaNg0bDO4elclalKm9TSE1JDdTvPs0IWPmaT5UH9aigT7NbqD8zn8MmqVo4vrx7l8+Wnyxg9PrWlb4eUyHhV6DFS1y6DWupiatJNa38bw5lZVy0eeGz2pLHVYVuBDfS3FuDwolAKdem4c/nxVqRTcapkLkk+vSny6GtxIftbBI2PA7n/CtVKKVpCafQ6CCKMAZwytyQeQRVe80hgDLZBpY+6Dl0/wAR70ul28kNusBbKR/Khfrt7Z+nStS03xyoynYV6+9c6qSpu6OmlVlT1Ryh4B7Gjpmur1fTo7/MsSrHOO46P9f8a5ie2mhkMciFGHXNdtKtGotNz0qdaNRaEbOF7/rSrDJIN0hEcY/ib+lJuWNvkAlk9T90f40xmeTLTOWOenatiyRZY4M/ZowWz/rJP6CoZ5AzBrqXjOMt0H0A/pTwB7flWW0c+p3rxQnCrwTV04cz1OXFV3QhdLVmtNav5PnQvFPb/wDPWFtyjp1HUdR1Aqo3FVrO6ufDmpNnbJFKuyQZyGXv079asyBTKdnMZ+ZDnOQaupTUVdHNhcXKs3Ca1GsMAEHio1U578VK5+WkA+UnOR7VkdwHp04pOo4yfrTGPzELn3pyrxyB+VAD+wx2qNydvf0qRTkDOcVE5zx2oBkfTr61IvtUeMt7ZqbopoEJnqOMVG45OfpTl96jmO1fegTKspy2KjkGMfWpF+8TUcn3hVIxkMXkn9K63QD/AKDHjgD/ABrkk+9x6V1OgtizHTrWkNzgxa9w63SzgjpjNdpasDbrnGcda4jS2+YBgevbiu0s2Hkrnk4rpgeRMt55qW1mEUnzMAp4zVcnOcZpm4c56+1aEmhqESyL5yMBjqPWs1id2SacZn2bM/L6VCcnpSAfvx170hbrioxx35pDnvRcY7J9ajY9v1p3GaaTz/8AWpAHbJAHvmnQnMq9+RSRRSTSLHCjSOxwFUZJrq9K8GzSIsl/OIO4RRuP49h+tJptWC6TuzJuhlsH9Kt2tu4tHkC/Iq5LngAfWup/s7TbPBMZmcd3Of06VBeTLcxtFsxEQVx7V89QyJt3rS+49GpmKtamvvPnSHxMl3rF99sdlE7gw5PCgcBfbt9eam1aSKzjMsrBVHXNc98QPC134c1ZoJQzW7ktBN2df8Rxkf0NN0DwV4g8VFDDHK1uvAlnYhFHtnr+Fe/PAQ0cHZHJDGSS97VlW88UBci1j3HPDt0rIm1HUtWmWFWlkL8LFECc/gOTXtmgfBGwhKtrd5Jct3jh+RT+PWvUvD/hfRdDjA06wgt9v8SoNx9yetaQpU6fwoxnXnPdnzp4X+EniHV9kl5Eun25Gd8/3j6YUc17D4X+EXh/SlV7uFtSuAOWn+5+Cjj869DE8MR+WPJqOW6lm4QbR7Vo5MxIYtMtLdkiit4kTHEaIAPy6VH4j8EeH/E+mtbavp0LkrhJlULLH7q/UfTp6g1dtyF4DZYdT6VpQyjbgmpFY+T/ABp8H/E3hDUGvNESTU9OU7kngGZEHo6f1GR9OlXfA9hqSma51SDyZJeBkAEfhX1Ysq9yMfyrkfFfhOK7zdaWqx3HVohwsn09D+lKxan0Z54rc4PWl4z0HtTJVZHZJFKspwVPBBqMEjODn6dqCyfP4UZK+tRg8Zzml3HjNAhzHCtkHHfjFfPniZ9+u6gx/wCe7/8AoRr3+RtqMS3QZr541hw+o3TDo0jEfnW1LqRIzWptOam1TBBTWp1NIpMY0imlc1JilpWC4xS475p+49waUU6mIaHXOMj8a9c+DEubLUIvR1YH8K8x0/QNR1mUDTrV5R0LAfKPqa9j+HHhS58N2s7XswaacD92pyEx/Wpb6DsetSDjk1mTffPvWg3TmqU6AtxXMzZFZuBzUEajzQWPTpVtlwDz+tVGJ3HFZtGkTi/iAQdWtx2+zr/6E1coy5+8wHrxXT+PhnUrY5/5dx/6E1cxyzfKcnpzXLPc+nwf8CIIN7BUDMc4A716JoNimiaeJrkATvy3t7VR8K6ELUC8vlHmkZRD/APU+9O8R6gbj93ETxxx2rJu+hjiat/dR2E0VrLYxXEzbmdA/PQZ7Yrj9T1LadsQ744OBVKHVpWtlt8ksBgVUug0cSsTlielFjguXPtMsg+c4HanrLn5Q2GAye1U7VmCN5xJHGM0ktyqFGXt1PtQNQlLREt65W0lkONiqWJ9hXiupSPe6lLIoJaWQ7QO+TwK9cu7zzraSLjbIpU4HqKr+FPDtosjXMkSFoXUg45BOa7cJJOXL1Zy43DThTdR7I1tEtTpXhvTLBsb4ot8mP7zEsfyzj8KuwyYHp6025bdKTn9Kp3FwIkNfQxslZHy8rydyles02osCTtBzg/hj+tbvmeRaQ443NxWDa7p51Lj5mYflWpq5KtbgdAaaYmjqNNuIriEx3KBwwwQwyD9ayNd8GSTxtc6TGB1JiHAP0z0/wA9KLCUhVIPArZGuXDfuYgAvQ5rOth4VlaSOrC46rhXeD/yPNtPjubfVza3yPbBfnYOOq+3rXpGm/ZZrf5496kfxLj+dWNR0+zms4jeojyqCfQjPoR+FU4NIMaRiwjl+zDJYbsk5ryq+DlT1jqj28NmMK7/AHjtI53xDpyx2snkfNbDLxNuH7s55HXpXI+v1r02409b+xe1j2q3RWH3R+VcRq2gX+mAtcQloxx5iHK//W/GvMqTipKLep7uGqL4W9TKVcsCODjORUj7gADg+vahFyTxQ578/jSO24zdhemBmvSPhjpdvb6fda9eIGMR2W+4cAgcsPfkAfjXnUETzyrHEjPIx2qgGST2AFeq36yaH4Ks9OkG2VUJkAOfmYk4/Wu/L6XPVu9keLnmJ9lh+SL1l+RxfibWCDeXsjcgHGfU14/e3bSSu7NlmOSfWus8dXuy2hhz99i5GfSuBlfPevVxNTXlR8thoe7zMWSQseaiHNABY1YihPf8q5NzqIlQntU6Q57ZNW4bYnBPArQtoFFaxp3Ic7FO3si+N3yirrxQ2cWSMnr65q2cRruPArnNUvDJIcHI7VclGCuQm5MgvrlpZMkk+gpkUQjXfJ9709KbEoX95Jyew9KjkdpW2rXO31ZsuyFkdppNq1sWMAtoe29hyaradagYZuQP1q5M/HWtIR6smT6IY7ZbrQoBpi8mpUwK0JEfgfWq0p+RvpVmQ/L6VUuGwvPc0pDRWUYqZeKNmeR0oXjpWYyZDnipMY61CtSxgyMqICXJwABkmrQmOXLsqKuXJwAoySe1esfD7wjb2Qj1DVUae6IDRRpGzrF7kgEbv5VF4Q8HHTDBd6iga7kXO3qIge319T/k+iWhaFCVz9M1106XWRxVa1/diUtS1PR7+1nszeQtPGC21WyUI/venoc1Tk0awXQri8aKaKeNUZWdgCc9flGcDrjvXDeMla18ZmSOLb9ut2jfceCxBBP5YrR0/Ub2bT7dje3i74gNvnNgjpXj5tSlJxlHQ+gyOU5RdKMvP/M6Px5b7tTtnSVnBto+D1HWtTR7a3m8J2K6hMY4ftTc4yM84B9s1xV013MVkmuZZSowDI+4j8zUn9q332cQ/bLhYh0QP8vHtXjSotwUb7HvuhJ04wT2NafR7xvED29+JbhipZDGAAygcYJOAv8AKuh06yg03xFstkxHLY+aVLZAJ9D6cVxLarqLsrHVbksvK7pW+Xjt6Ug1bUM5N/dggYBEzcD86mVKcla4So1JKzfQ6qOyt7vS9Bhl89kmmZSpl4Uc8AYwBViPSNJMkDfY3Aa8e1K+c2COcE/l/wDrrjv7V1DCgX1yAvKgStx+tL/a+ojg393ydxPnN19etL2M+jB0KnSR0+j6BZzXt1HcW8rwebLEkjPj7vTbjqfUninaXpemSafpzT2plkuLhoXLSMuOG7D6Vyn9qX24k3d0xZtxIlbk469etJ/aV7t+W9ulwc481uv503SqP7QOjUf2jqJLG1g8PXjR2Uc8sV20QLbi2A2ByCP8KdNokEWimWW1Mc6Sxj/WFmKnGd3b16VyovrwI+Lmb97xJ+8Pz/X1/Gk+3XTcG5mxgL989B0H0FP2U+41RqfzHX6toumpHrCQ2vlvaxLJHIsjHPGe5xXMaXcyC+to8lh5qnaD7jtVU3dyxO2eQ59WNQfOrAtjOOCDVwpyimpO5dOlKMWpO53+tTqvjaIOjlZdmcMRn6Y+n6VLcW1rJJqzyWiO0VxGq7mfJDYznnnrXn4ctgMcj3pJCv8ADuH48VHsXZJMy+rOySlsjudc0i0t7PVGhsUQWsse1gzHKnBbPPTk0/UNDtduoGCxBQWiyQMpY/NznHPPauBRiCdyq31zUsbbRk8f7Paj2Mv5gWHmkvf/AK08zrNSs7a0m06CHSom+0xITlmU7sgkBieOvf1FY2sQfZtUnjSE2+1h+68zfs4H8XeszOOeg+lE8mckMST1NaQg49TWnTcd3c7Bklf4euu1xiXdgLjK5HP096W60W3TRctaxmdJY3UJljsbGctwW7/5FcNsZuWOeOKa2M8ZyDUOk76Prcj2Dvo+tzubmC1XxVDp6aZbpbF1k3iNgxG31z0z+vWsSGF4/GHlpE6bbokIF6Luz09MViovJ7n1FEhA6fiacaVuvQqNFx69LHoevBVh1xZttrExVklDYM7BehznI7fLiotOtLOaDTZ2gsvJa3cTMVT74xjrznrXnLZ4PI9Kkk5FZrDtKyZn9VajZS/q1jrP3FloWmz/AGGzkdnMc7SxhyFJxn/DNaOsWNpFZ6sVgslG6NrYqIwdpAJx35weK8/AzinnhRj/AApug97lPDvfmOv1+70q2lubNrO1xJaoYjDGuUk56nqO1Um1nTAkiW1ig3W6xoXt0Yxv3bJ5Pb8q5O4ceYAmMketdPpen6XbQQvqz3szyRectvYxhnK9iWPA9gATWDhJPlTOOb9no2QaDqUWkvdMyPOJo/LKn5QPfjP9KLLVrS2ulkXToGTyvL8spkA8/N82Tn8a1Wh0ZW/daFrkqjDDzZUG7PphOT6jtVkPaRn914Vmlw21d91jd7jgfl1ocJSbbe5DrczbfUw21a286Gb+yrdnjQqdihQ5/vFQMZFSx6wXZNumW+9E2B/LUEnpuJC9f09q6FpWGVi8GQ5DYBa6fJHcjDdvTr7Uxb29iVXbQbC1ibILEvIVHYjc2P8APSlyNLVi9o2YsiNcXwnnjjRtoXai7QBgZ+pJySe/4Csvx1pct7Z2P2RljlgnDFuPlXBz9e3FbEtyu/cPXFUNRnaVlXPHX61EW4tNDaurM5lECs20bRk7Rnt61y19DaSaxPLM0iyxqGUADafrXbXiK7YAH1rkV09dQvpUuGkARtpCkLnHr3rsoTs22YVY3SRgTXAkl2xqWJPAFXbDSXmHmXJ2gnhB/WuntdFt7fhIkGD9TVz7KgHAwM1pPEraJEaPWRy0mmyL8qKCParmm216qNAnmJDJwwI4roI7ZAckd6sqoGBWMq7asWqauU4Lby08pRhR696usyxW+3n37Zpy8H9aq3rEjA6YrDc0sVbeZbWOW6dcs3ypmok1MGTzCx8w9T1A9hT9Sj/4lY44A3e9ZNpbeYF/lW0Ypq7IbdzXhuZbm4LbjgdDWpFeSqw2t7HiqcMaxR7UHb1xT9uF9MispWZZ0Nle+YvzL0qxdwRatZyQg4mUZXPY/wCFYFhMUuApPDCtYyGCZZF7HPFYtOMroqMmndHKFCpKspVhkEEcijB25GfetrWrYvqm6CPP2kB1A55PX9c11mgeDooY0m1QCSTqIew+vrXfPEwhBSl1PRniIU4KUupwtlpd9fgrZ20kn+0F4H4mo9C0GSFZri8mSBkmaN1YjPHX/INeztsiiCRhUQDAVRgCvOPGa2+m6ml5OHFtdNh2XOI3A6/iP5VGExvtKnI1a55OIxPtmrqyRi32k6ZemULfDABwAc8+vXFYGi2V3LHdeVHJLFA+xnQFgMZ/IVb1PVLK2hb7NdtdyE/LkEYrpfg7MJINSjlzu8xZM+uciu/EzlTouaMIVVTqKUdzleB3GM+tMdyeF6dK9b17w/p2pQsxjEVwek0YwSff1rzTV9JudKuPKuUIBJKuB8rj2rioYmFbRaM9ejiI1dFoygFx7n3p3IPNGOowM9vajA2jNdR0Cfw8moSc9B3qVz8ueKh+hoEx6Lx/SlkPOPxpy8DmoiwMhx2oEPFV5zk9anqtIQWHpTExgGB61XkO5s5OKsSHC8VA+RjjvTRjIamd1dToIBs1553EVyq/eGa6nQCPsgx2Y1pDc4sX/DOo03hhzXY2LDyV/OuL08/OK67TzmIY5rpgeRIvbuuTTGOT1oApcYzVkCHNJ0Hv14pzfj+VNb5eBxQAuB1/nTTx1prHI6UhY5xkfhSGKTmrGm2MuoXiW8IGTyWPRR61WxXVeD0EVrPN/FI+zPsB/wDXpoTOm03TLPSbQ/Z1HmEYaVvvH/Ae1O8w7cc1WuJS/lR5zmpgM/yFUQV5l+fP86jjj3tx0FWpIyePXoKUKF6cAUDMrU7C0uwkd3aw3CI29RKgbDevNX7eBY41RFVFA4VRgClEe+TJq0iUxERTC4qa2j3dR+dJIO9SWrgOAaBDZrZVOcCq0zCNXOOEGTWnejaox3rA1V/Kt8Z+aRwv9f6UhofbucLz15Jo+2mSYqn3Ado9zVSWXybRnPYYFRWJ8uLcew4+tIqxtm5LHykPPetJ59m0N91h19DXMNqFlpdv9q1S7gtImOA00gQZP171a07XdK1zfFpmoWt26DcfJlD49OlMzaMXx1pisxvoV2uuBKPUdAfw6fiK4zb2P1r1bUYPtNjIrd0KN+Ix/n6CvKWBHXrmhlRYbacOTz0pM0Z9KRRFeNttZS2OEJ5+lfOdwcuc+tfQmtzeXo96/wDdhY8HGOK+e5ua3pbMiZWam05qbTYIKKKWgBuKWj2pGcL1xSGOxRmovMLH5fzqVB+NNCPYPg2CNDvDkEef09OK9BU+mea87+Drf8Se9HH+uH8q9CB9OKyluUjp26dKqSfeq2Rx/jVSX71YM1RDKeDVRqtS1Wboahlo4rx0ub60P/THH/jxrmZFCnIyCK63x0oBsWHUow/I/wD165YAbufSuWp8TPqMD/Aid/cXEk+nI8WFDjAPr71hlViU7h8/86t6bfxy6PHHI4EiLj2wOKzbq4UyEqckd6wWhy1KbcrIrtAUbcoyxOaW4+4sjkkirYlVlLBegyeaytQkY8U7kww7b1HTzeYuMkYHaq2SV9aVeAP60g4/Klc74wUVZCbsV0fhkeZZ3oHOSmP/AB6ubfJ7sPxroPB9yEuJopOrJuwe5H+TW+GlarFnJmMebDTSJNUUwTNzgYBP1rBupWfn8a2dbm8x355NZUCF3UHof1r6JPQ+Fa1L+jWxH708+lXNVTciH0qaxjCQYGMDpT7pBJahuuDz3q4y1IaItOf5cH0q9C4gRpH7etZcB8uRD2qxqTERAA8GtiGXbe4kmgeWRiSxyAe1dRouofZ7ctNtVQuMHvXI2jYtiBzxVmENL/rJNqelG4J2Ovito7tVu4nCBiTtxwSafe2jxLiVVZWGPUGsAXjTTW+n2hIRSNzD69a19S1OSa9jtbcFgnBwM5ryMbk9LEtyWkjvpZhUjZS1RyPiTwihia60tcMAS8A6H/d/w/KuKhtZrudILeNpJWOAijJNeyX1/b2jRwlfNupW2rCDV7T7DTNNlnuljjS4mOWbufYVw4bK8RF8tVqx7MM+jTg1a76f8E5vwT4ZXRiLq/VftzDdjr5S+gPqfX0+tVfiBcmTHYN049q7FmWYuc4z0xXn3xCf7Oo3HhVz+lfQUaUaUVGJ89iMRUxNR1Kj1Z4l4zuhNqpVekaha5zqatajN593LIf4mJplvFvYYrhm+aTZ3QXLFIktYC56c1pxwKgyRmpIIhEg9eppS2OlawhYhyuJirUKFVyelR28W5snpTriYKMDoK02IKur3WyMgHjoea55DvbzH6dhVjUZfOmwPu9aqsSx2rXLUlzM3hGyCRzK2Fq5a2/IH8RpsEITr1rQt18tSx6npRCPVg2PIEce0dhUGcmnO+4/1po4rYgeop6rTFp5IFADJiKoXnO3H1q3Icmqd1xKPpUT2HHcS3lwMGphjrVPo3FTKxrNMponzXpPwp0NWv8A+0LqPcUXMYP8JPf61xPhvTjfXgLAmJCMj1PYV7l4ctBZ2PIIcjmuvDw5ndnJianKuVGrK26YDnr6UjX627AKMnuKa8crNujXcMVfs7WOMbnQbu+ea7jgued/FeW3ubKwvY1KTwy4Yj+6Rz+uKi0dY59Ji5KmFypz/dblR+HNdP8AEuxspPCd9LtCyou5SPUc15/ot3ttrWN2Di4iDYB5DD/6xrzsfC9Nnt5NV5a8PWx0A2dPNUc96SSKIgnzEJ7YBqqsUTr8uUI7GhodhOHAA9DXzx9ySFIRjJJqI7R0PFIEDHllz7mmsoU4BGfbvQUOL7sgZx600npz2pGZixyAf0rU0Sxa/ulTYdg5Y4pEyairshsbW8m/49oyynjnAFMvIpoJNtxCqHHVa9Q0uyggiVMKoUHj6VW8T6HHcQ74xgjOCB0oucaxa5rNaHmXBAx/jS4+br+tTXdubaTY354qDtgUztTTV0BzuwDj3pHBPWQGlLbBjgikVo3bOdn4UANBZfukUi+Y5yT+Zq0trG6lhNk9lHOae8KRpl3z7AUAMjXHPA/WkyC2SOPQVHy5IjBVR6nmnKoBG84UehoAMsOdqnnAB5zTmSVmJZBj/Z4xUbNhxg5x0pkkruxBL/SgROVQKOQDj16VGCg6Ln8cUgyV44pCeMDP1oAeZQM7F2+/WoeXbbwfc1I5wME8+lNXkUDGSAKoHX8ac2SoOMfQVEefz61K+WUAYA70AMzn/wDVTjwoxSBQBzSM3yjFICBtvnEsMcAdK9V03Ti7K0CSlltEjCxsozkDjkjBz0bHrzXlsUZe7AyMFea9Xs0jE/mtbwMTaJEJJZGUYI+62BjaeOeua5X8TPGxfxm1cWtyYnD2M8zeSi/Pcbd/Xg4PBH97vWbexxH7Yn9k7wZVY77xgCw7HHKkfrjqatS2qSRufM0eLaqRlZ5m4H91+Onoev07SzxrEt5GItCOZo1Yu5I7cP6t6fUUHOii2n27vNss4o2aZWO65YZbjk5HDDt61m67araaM0j/AGPeZSTsbcxODlh6N/eHSullu4kurhWtdIJkuUADAlsgDhv9rjg/T3rA8Z3ML+HliSPTkMtyWH2aPBOAfc/NnAaplsVFu6OAWXe5Iz1wKGjeRyVFWkhW2h3Pj0HvUkgbCKR8zdeOlc1zexRt7B5ZAzDagPJ9fauX04CXUL6Zfu+e4HfoSP6V2WuXY03R7maPH7mJmHbLY4rhPDymDTYl/iPJOep/ya2p/A2Zy+JI6ZVDL2Ippg3cjr6elPt1PlrnrnNTkYFRcqxTxjoO9A71YePe3vTPLbPHTNICGVggGT3qA/O3rmpb+LCqQOnPFDACHcvORyapCM3Vp1eyuFGMImM1T0GCa5uYooInllY4REBJJqxqQBsZ1G0ZXmtfQ57TSdF+0+XM0NzFsiuonCSrMpztABzgkdjzzuHpcp8sNFqzPqdBpPhmI3UEWrXJUzW/2hFhPyFWBCAS/d3k8YwQeoJ6VatvDllbrb+dcQgCfZIbpQGePZuJAO0oVPykkHpnjpXB32oT3EcUDyyxwRL5cdukh2RpkHBPVjxn0znAFLpulTaq7m3iWQLgOx9Tkjjqeh6DtXLOlO3NKdi1JdjV1qSFPFFyliYms0ZRGY8FTgDOCPfNaJ+eAHtisJtKm0wgyxpErPtABAJP06j8RW1av+5Wq0UUk7+YXN7wQ0Mly3nKGnhUmIn+EHr+NdhK5Oc15xoNwbHxLEpICSfKfcGu21i9isNPnubhwqRqWJNc1WLckl1OervdmB4m8X2WkSmBg8txjOxBwPqa848TeIbnxFai3+yJEqt5i4YsTgevA9azVc6hqDzzy798m5s9eTXX6xfWOk3kVnFFBEjKB8sO5gCODuz6/wCTXv0cFTw/LpeRycznd30PNEt5XztjdgODgHitzQ9QvfDtzHcxqVZ1IMUgIDD3HH4Vo3fim+cARmOFBwFSMA4/HNaMWsxXLQWhhLebtDiZA6nI9cjn8K7J3cbSjoSlHozofDvju11O5W0vIjayuQEYvuVj6ZwMGut1DS4dVsWt7kZUjKnHKN2Ir5/1MpBqUqW+VRHIUZPGK958E6o2o+F7K6fPm7djk9yDjP6V4mPwkaFqtLRGtObv5o8w1nTptLvZLWcfMvRsfeHYj2rOzjvXpXxBsReacLpFzLb/ADEgdVPX8uv515oxwK6cNW9tC73PeoVvaQu9xrH5aagHelP3efWk3RpjzAxLdPQ10Fykoq7JGwFNQCRE5lIUVrx2BuLYSxLbbMZIkv4Vb/vgkNWJfsrqEEKJtPJViT/PFK5zzxEbe6TRzQyo7ecqFeNrq2T7jAIqJ42CCUYaMnaGXp/9aq4iw3+8uDxVu2GdHlzyVZTmrVmc8MTNySZUftimNzg05snrTW7fWmdTG9Gro9AP+jn2aucPBFdD4fJ8hsdN39KuG5yYr+GzqtOb5gPxrrtMI8rB6Vx1gcMK63S2+TmuiB48zTH+c0ZI/lzTRS9etaEB7nimkevT2NO7Ujbc0AM9gOO1N71Jj5eSabjn3oAY1dvoUJj0m3UjDH5jx6nj9MVxAeNMNMwjiyAzMcADPU16KuEBVRwoAFNCYsI8y7J7KKur8oyaq2I+Vj6mrWMn2HNUSN6Dcep6e1H8NL1OfypcAmgBIxipwuBUTMqLljgCq4vfMkCR+aQQRuij3AdP4umeelMTZdYHbzUAO35zxVe1v0uZD9llaSeNR5ltJ8rspxzg9D+h5B7EF4Q0Mcin5DyPoehoaBMuXF0rwD19KxNbbm2X1kz/AOOmrIfcuM1ieJ7sQtaseF80KfxU1JSHarIRFbxA/wCsk6eoHP8ASuV8dfEXSvCCC02/btSC82yNjYSM/O3b6cnpxVX4meJz4ft7WeHBufIbygRkB2xgn6cn8MV813dxLd3kk1xI0kjsWdmOSxPJJppDbN3xH4n1PxPq32vVZy7KCEjXhIgeyjt29zVWG4NveRNG7KRyCDgg57VnW3Lk0+4b98PoK2jojNnq3gL4m6zo+rra6teS3+mlisqzku6qf4lY85HXHI7e9eh6tCINSuUBG0OSpBzlTyD+VfORZmvoWAyZUH48Y/mK9v8ACWpf2t4R0m4eQSTxRG0lwMYaM4A+uwpU1Et0OG5p0v160rD8DTeT3rE0MnxadnhrUSP+eLDOfavBpeK9v8eSeX4XvDjqAufqa8PlropfCzOe5A3Wm4pWPPWomlVfc0N2BEnSo3kVe/NQvKze1NAzUOXYdiRpGb7vFNC56809Vp2KQxU4qVajWpBVolnrvwfUDR7tgfvTYP5V33ofyri/hTatB4cMjgqZpSwz3HTNdoBmsp7lLY6tjVOX71XGFVJBhueayZqivKeDiqpNWZec1XxmoLRy3jlMx2BH/TQH8xXGyNtB/IV2fjo4tbHPTMn/ALLXDuhY7i30HpXLU+I+lwL/ANnj/XUdDO8LccgjnmrCTmTcfaqa4Gd3496sW4ypNZSOk17I8MpPVeKpXg/HirFmSXAXp39qi1ADPt2rLqFiHsKM5OKFBxjt0pGJVjjnAqgHjmpIJDBMki43KeoqBWx97APvSlge49aa01E0mrM1Pku2Jzhj+tSwW7RtyDmsmN2RvlbvwfWtSw1FQwSbvx1r1MPjfs1D5vHZO1edD7jZsxkkdO1SRqE3RNyD0pI43QLKFbYwyDReA8Oh+b2r0YyT1R89KLi7Mp3EJUnH4GnMPtFkDj5l4NSpIJo8Nww6ZPWo4CIrjafuycfQ10xldGLViK0kwwBP1q0sUk0hAOFqlcoYpCMHrkUsVxK4/dtiqJOhs5YNNT5fmnYYz6U7+149Ot7i42/vmHDdcVjWkP7zLsWb1qr4if7kQ9RmhO7Cxe0e4eNL7XrwMzxKRCD/AHj/AJ/WtXz3n0q1ZnbzVhQk56kqDn9apXsAfwsLSAkzJhpBjueaHk+xf2dbXB2me1SM7v7yr/XB/KqepJZtNbkt2+cZxxzXF/E/VnubKWXATcNgArZvlaFmJGVHJxXDfES4EmnwIvPz88+1YVG4pm9JJyR5yRuatXToQBvP4VRgiLOK2IE2KAa5KcdbnfJ6WHuDjp1pqLlgBUuM+lEri2h3HG41uZjLm4EEYVTz3xWdJcFwTntVa4maaQnk806GJyC5ztHWsJTbehoo2KNwcvjvipbaLHJpmN0tXFXAxWaWpTHwr8wFTt7U2NcL6Zob862RA0+1CgmkHPWnZ9KAHf54o60i80rYHFMCJzzxVO4+aVjVtsbjVOT/AFh+tZyKQzbmlX0Iz6YorovA+lrqevRiQZt4R5r+hx0H51Cjd2Q5SUVdneeB9D+y2UTyrhzzyOcmvQ7WL7gHTrWTZqN3HGK3bSVYlG7HSvUppRVkeVUbk7sczPE2AcDvVG/vrmL7kTFc4zUl9fRjITBOarWusMrBJ1DR571rcyscb8SrqeTQ5A4Pltjk565rlrUok2hQmMRHy2DNnqTjn9K9P+IUNvq3g28S1/1kYEqqP9k5rybUbhV13SkjVlESIuWPrxmuXERunfsd+Cnyzi10Z06wK33pv1p3lRr9xg30NNuI8zybX6MRj0rp7rQYbLSobny5biKSLfJPG+TG2OPlx931/pXys5qDsz9BdWMbX6nLlQMbR2qxb21zKB5SM30XNbei+HJ7lI7i6URwMAyrkBmB6HHYGu30u2s4ozChQbOy84rso4WVSPO9EcOJzOnRlyR1Z57Do92+0yJsUnuOa73w5p0Vha/MBux+dXbyO2A/dp07msq9vSq4SuapaLsmZSxU60dVYstmXUHCOcHoM+vWtuHcf3Ux3Apx9a4yz1HZcKz9Q3PNbF9q6I0UiHGKzTItcydY09Jbu4j24yh/mK4qWMwyMj5ypx9a9O1IxStFcL/EuDjvWFdWlkNNubp7OOe4VsJlnAPTsCPWlzWOmjX9m7M4zPqOaVpA3AA6eldO+iRanolvf6ZbmKdpPKkgViVJz1Gckfiaqv4T1BbiOIBSXVmyA4xt6jG3J6jGAc9qSrR6s7FXg93YwNzodyYzntTcyM2WOT9K6Sz8L3lzkxOnlq+xZAGZXOM8HHH445qWDwle3CQsj26tMWVVeQ5yM5HCn+dHtYLdg69Nbs5pFLfebn0ApXWFCNwZj15Fddo+g3Fjq1hJcJazWtwWQqPnwQOhyPUdvSqNz4Zurq5aa18mWJ7hosISNhyeDkD9KXt4XtcSxEL2uc8GXcMDbTnuPmIHPHXHFa9v4anubuOCK4t8urP1bIC9cjHHqM9qpS2MdrdR75Y7mMgM3lsR+HI61aqRlsWqsZOyZUZ2dRnp9KauRyxPp1rrxaWF7DpKeRHazXFwV2I7EtEM88k/nTdQsrS40/VHjtVt3sZ9qFCQWQcEH19c9aj2yvaxl9ZV7W/rY5I468/Smtg4z0x0roLw2Uvh0TNZxW0/nbLfyydzqPvFs9frRcSWkvhl3a0ht5hKFtygO5x/Fk55+tP2nkWqvl1sc5n+dPbAX8KYxz1FI3C1qbDcljnBpxOFHH5035sdAB9afEgcAnOBQIgZzHIGJ5Ix1r1q1CLFK3/Ev3Cyj+e6XdgY/iGPueteV3IQmIjsccelewxpHFZD/SzbAWisX8kyDpySOh+hrlfxM8fFv3yW4uo/3qFNE+XylJMJwCexx1B42nse3eoZ723SaXdcwwFZ1jLJCW29Plf5ufZugwPTiS4lEDMLXUWV1EbqVsmYKpyDj1U/kKZ9s1Aks02oBFnAR47bkDjquOUI7+/fuHOiVL5EZSdVkQeeUKNbdeMhG5PHHBPp0rnvGl/DNa6bBdXXmBWaQ5QpyGwMjqP4hz1rVmfc6NP/AGo4WVlw0a4QEfxHHMZOMHryBmvLtTuLv7e32uKW3wcgOc4A9/QetXCmqjs2Jy5dUbsbw3Ehmd1MKHCAHOTTRMvmNI3UnAFcxb3kkuqK9yXWNwUto89IxyWxnjJrUeVncYyFA4HpXJUpqErJnRCTkrsyvHk7TaHJEuP3kiA/99Cq3h+1eaNFbIUcn2qfX1EkFush/wBZMFHvjmtWzVUhEcIwT1Jqua1NRJteVyYKCcKAFHArsPh5o0lzrVhdmEPELgIpfhQRzkH1zgfjXHsGPAIAx1qJb7ULSMx6bqN9ZbuptbhoyfyOM8VEGk7sdRNxsj134xypJdfvg4sbRGkup9ik7sYCLkjJz6ccYznivG4XP2dZJyqEjOKl1bVNV1BV/tK7nu8HcBIVAz6kKACfrWJcsz8S5A9TWk2pu5nTi4KzNE3UEhPz8DrgcVTutRt412oOewzWdMmzBhIK98cVDPbrIrOnXriiMEU5Mg1O5kN1GI2K7jng9a27PQ768gt9UvpFhgkAaGCLLsocn7q55diOnTrz6cneSFb62DE9xXpem6tDD4ZtJrG4AljiVWYKp2tghiOcqQuRuIB9Mj7tVlKMY8m7OedRRTlLoXBpFnpE0bvLBaAplo3iFzdZI5DfwRkE8EYPHIOansryzhvmmk1LWZpCvlk3EitGRgg7lwTg5zwT0/CueWyOsWVxMySyQ4BiRl2hpCfvHhsjr1x19cVp6XoVlqekloIZLWYKE8+Gd2G/ngoeOcdv8M5zoU6a/etsinTxVdc0WoeTVyr4lW1SOwREKz5JUrtKsuMHO0kbhhRwfXPYUlqcwZA6c1nJKbzRWWVSJ7SQMc5GVYhTj3Pydf7prQ08Y+U8gj1rOVNU/dR003K1pqzW5Dqcnlta3K5+VsH6jkf1qP4tajcNb2NsAywSjzt2eGPp+ufyo1jjTZck/KwYY/Ks7xZe3GrabY2McK7beFZPMZlXk5HVj7dK3wsE6sZPoY4hNrQ5DT5mWbaGIBIziuq8SXcI8RW07/OqIhIPNctBZzRychc4yMOD/I10usx2Go/Z50uWFyIkVowhxkfe7f1r2J1I8ydzmhTk01YgvIkOsJdvAFtZG3lBIBkd+ByM/SplvNP/ALaFx50cMKn/AFeGJP0wuKxr65aR8ICQOPpWaxaKRWbufrWftXJGvsUi/NDDc6lJLdTzR2zyMd0UQkYAk44LL/Ou38E+LNF0PShZ3c+pyqGL/urOP5SR90ZmGRnvxXByOTAxUZ9KqRrlvn43dKiaVaPJNXQOCTuj1C++I9rP5tvFpUssLgrukmCkg+oAP8648XcDA7kkX8Q2f5Vj+SQwJIznjmrMSEISB0681nCjTpfArGtOrKHwstS3C5/d5I/2hj+RrT02+jt4ZlltIpw4GCwXK/QsrVz5bB/oauxSYH6jNNlSqykrNli5vAzEqm0dByOPyAqOJROSWwD0+tVmUlTz+dS2rMDjA6dRUMSZajgjX+AbuxzUUKCPTbxBx8y8f8CqZWIzUducpfLjgLu/lV073GtJJmcelMbt7U8/1pjdfxrQ9BidSM1veHv9VJg4IYVgsOnpW5oB+ST6j+tVHc5sT/DZ1FiT5i5zXW6VwtcdZn94ua63SiSBXRA8eZs8jp+lOGKZnjrikJ7ZrUzJNy9s8dTmmZFNxjoabn86AHUfU0h/GjPHSgDnfHtx5HhW9YZ+YKn5sB/Wt74J+KX17QZrK7dnu9P2x726vGc7CT6jBH4A965f4nHHhG5x3eP/ANCFWv2bbTbp2uXWDl5o48+uFJ/9mrSPwkvc9utlxGKkc8YFNj4QUtIQuKeOKbmmTN8hBJG7C5+tADeJptj7cBQ5HXOex9P615xqV5qWteNJrHR724gt428s+XKyIgUckgH1yOK5jxfq14fEWpK9xLGkkzRGNXO0hOACM46dj6+9YCa/qFnO01hdyxTbwxdHOXPX5ux59ev0raMbamUnc971eIWdvZ3jytJc2zIjTEYZ1Y4IIGM9fw9+cvlZkeeI8ofnX0BOcj8xn/gVcv4PvNT1S1fU/EPltG0SwxQiLh+clyOcknHTj0rogpVXeTl35Pt7Vm+xaHRncK5/xa222XcMgOB+fH9a3Ldsd65nx5IE0/cem9f51JZ5D8ebn/ipoYAfkhtEwPQlmz/6CK8pj7mvQ/jjKJPGL4PIhQfzP9a8+XpVIRYtRwD6mm3BzITT4uMD0FRy9a0JLCN+7gkHWN8H+Y/ka7n4T37walf6azHy3JdR2DLwfzH8hXC2o3xSpweNwz7c/wCNdR8OUP8Awmmc5+V3J+q//XpS2BbnsYZee5+lKMEe1MxnqKXp0rnNTl/iQ+3wvMCerqP1rxG4nAbA5r1z4wPKnhyHy1JUzgMwP3eDivGMVrGdlZENa3EZ2bqabinhc09UxSs2Mj209R6UuKUCmkA4UhpRSGmIcBWz4X0aXW9VjtowQmcu390VkQqZGVEBZmOAPWvcfAegroukqZEP2qYbpCRyPahuyA6Oyt47O0it4BiONQq1YBxTQMAEU4H+dZlHVHGKqv1q4x4qnIcNWbNEVpRgelV2PpU8xPNViOagtHK+Ol3Q2ROdoMhx6/driHfL8sPpXZ+PCRDaj/af/wBlrhXHuOnauap8R9FgX+4j/XUlZlHAYH1q7bD5KzIQC2SelaMbZX5axkdiL9nMIpM4LcdKiviRGm7OX5A6UkY3MvPfvUd3KZ7neSSgO1Rj+EVmA84HJOB1FJuUZJI9qbOpLjfwBghOv51GeTyFx7imA7MTHLMpPoe1PGzHykc9ear+Wu/OVGemB1p+1QeWHsKBEg68EU4gZGaYoU/dHTpxWnZ6Ld38Mc0CqyM5T72NvufalKSjqxOSjqz0PTow+i22VUkxDA/Cs+e3SXKpkOvVTxXM/btfji+ypvaBRsG2MHK9ARxnHvTpJ9ehhkmkZiI8BiyoTyePerwNdYdNSe7PDxGXOrK90aVxZsjYwQR3qFh5i7W4cdOetZ6S+IHZT1RvUJxjg5Pb8afBeXD3b29xDiVCFbOF2k8cmvWp5jSbs2ebWyerFXg0zSuEE0Ic53LwR71nENG2VH1rV2MiMJlaPB2knjH+NVZoyrEsox13Doa9OjVjUXuu541WlKm/eRNZOMBietZmsgyagg9+akcNE3mIcLn8quxwpcTLcZGzbn6GtdmZjJr17fXCoYqjjHFZvjJbq5j8wuxnjKujehBzUWrS5vPNHTcRmteRRe2KHq4XHrRzWYWC1uftWnQXD8Fhh/rXn3xIiiQ27QfxZyK7a8AttIKg4LMDiuF8Wq00MBI6NjNTVacbGlFWmmctZx9yOPpV3PzYzzTY12LjvQv8XeuZaHYBkI6ZrPv5i3FXW+707Vmz8yVMnoUkOsoQcs30HFTX8oit9nIJ5x6VYt49saYyOd1ZN9Kbi4J7ZqXohrVkMH3uavxLnqOKpIMYrRi/1YqYlMVjtWo25NObpzTCa0IFBoHakAzTuRQA9RgcUzvyaVjx/Ome9ADTy3Sqj8uT71ZzlqhcfMfrUMpEY6V6N8MbXy7W6mI+aRgv4Dn+tef2sJllwoJC8nHpXqPgNgunOR1Mp/kKqkveMq792x2tp8uM4qzPl+Bn8Kht1woz/OrkQzngn8a74nnsrQWoLfPn3q1/Zscgxj8jU0YPTGBV6HGAODWhBUXTIILWQjJ+UgjNeC6t83jOCIArtkRCD7Gvb/EmozW9rKLVc7FJY5/SvAtLuJNQ8WR3Ep+eSbecH3rCu9onThlZuR6VqsC29/KrxqNxByB1BGa7DwrNb3M0kdkkywyRhHt3VTErHgsDn9MD61zviF5lngaKeaMSIMBWO0n6V2GnRDSNGtyxHnsytIcAcZGa8SOCVXEOEtkfVYzHKGCjPrJaGD8RvEb6TH5Nqf3pATPYcdqzPhjqTXD6h9qbMm5GBJ5OQeP0/WsL4ytNHrdnNnNsyZAHQNXJaFrkmmX/AJyNhGwG98H/AOua9DGJum6cTwcI/eVSR77NdCQHaeayrluSTWLoGsLf20jiRRIqlyp7jNWLm68xcZ5Pp2r52UWnZnuwlzbFSeUl229PrS+e7wYb+Eg9aBb5wRn15qxFbDncRSSNrm+oL6Os27lY9/6VWZgLK38z+Jwx/MVbtnAt47V4pgGjBUsmAVPQ59KyfF7/AGWa2WLhSMjPsabi0aQXO0kXdcur3TUtJbBVFpFJ5hUZ5b/a56Vi/wBvxR35ntLOW23Ak+XdOG3ZzkHoB7YxgmtSx1SO5014JypJXbzXHqkjSiONC7ngADJNT7OG520aUbWkjem8Tz3guEvbVZ43k82JfNZTG2AOo5NJa+ILy3hs0+zlhauzrmQgMWz1GOnNZH2C+3hPs0wc5IURnJA9qmXSdYOdljcYHcxml7Onaxp7KlaxoJ4hvIxbBYl/0eVpkJY8ls5z7c00eJbuB0WzVYY/OM7gsWDs3Y+3+c1kR295NcCJAZJucIAc+/FWf7H1Mbc2d4oLY4iYf0odOmtxOlTW6L8PiA2l99ps7SGOQhlKgvty3U9fyAxisbz5xcK+7coOdpBwRnp61Zk03UUnWKW0uhK/KqYjuYeoHerGm6Nd3GrQW09vcRqzLvGza20n/a4/E8VcIxvaIN06acijq3iHWfOM1ube35DKUtueOgBCk9vXBqxH4h1S80vbdJbq8ziSdvKKmUjpkdunYCum1yCG2BWzk8q1Mh8mPKPIgX+9lxzyM9BWBrEMM5+0iMxsxxIFUKhJzyuGYDpyM8cYGK9HEwpypJRgk0eHgJr6w3Ntp7El14knuLYwtp+mR5QRh0iYOF9Ad3SkuPFE8lr9n/s7TYhs8oSRwkOq9MAk1RudPmtURpbWVFkwEZgQD9KjkspUQu8OAvU7hmvM5aZ7ijSKgk3f560EggHJH41O0EjKSvkr9ZVH9ai8sBtsjxqcdd2f5ZquddzR1YLdkfl5YZNKyM4CoT+FLL5ca/6xHHQ7Qf6iql/qFtaxgv5j56ALgH8c0c6IeIprqaEMPl2y7jlt+c4r0/Rt72cbMl8+LWLBgjDlDzypIPze3pXj+l6rHexsFTy9pOAWz/SvYdJjmlsVMK3bM9mikRThcnnpzw3oelcz+Jnl4iSm7o0p0hEcrN/bahXR8Rqoz6leOn94ex6VXmYK0jRTawgM4kA3JjHHIAP3PUdf1qQrcbma4tLx8OoB+27N2OpADcH1Hf05zSCWBpFzp5lbzg6j7aRv6ZYehH9z9PRmKKM0skFs1w8l4E8xnDecMdMZ+8fkPTb16Gua1O6WKORmxgAls961fFQiazgitLeOFWnZpClwZAwGMk55U/7NeaeO9bCQ/wBnQfNcTjBwfuqfWspRc5qKNE1GN2Z2k3cl7qFzfnJklO1B/dQdAK6ZEdItzsS7HkgZwPasfw3bJbWy5ILeldNGyxwl3YKiruY0qjXNoOC01OXvpWvPElrA+dsKFsH+8Twfrwa6Nf3P3RXN+G3/ALS1S91IjERJCf7o6VtSXAkU7XBXPbiiorO3YIPS5JJITkVREsszExRlwpP3RnOP50yaYsCqnPGOD0pi3s0UIt44EDeWYzIAOR79wee3XvThFdQk30HbmfDPnB9KRmB4IH5UzdtUc8AY560zzN3akBV1dkitWYAbjhQT71k31y8EKGHv1OaTxLKXlht1PA+Zvr2qngtasnU+9dVOGibMZy1silcTNLcwSOed2K7DwuUfEDjKTQ4x6kDP9CPxrhUly4D9VYV1tjMbVoZI+JIyGUHnkVpWVkkjJLnTTOn8KzCexm05ZV+09UTAywPBVSQSTnoOgIz2NbzXmk6ZPO8cMxnhUhbh5cs7AMv3RwF5zke2K56K30i8kimFwkDyEs9vNKY9pJ672+Q4xwc556VtW9uDuns4oJY0dts6usoVcnhjlgD05BHf61hUqRlG1jSWM5Jc3K18vyaOb0a1dH1C8uPlj+zzf6zuTGQp9suVAHritK14IOOw4/Cs7V9Sa8vFtbdiLYtvcjrMezH27gfj1q/b4EoGD0H8q56r5ncunKpK86m7ItWH+jXKfwshYH071yuo3JNrBGGYhUyc/oP5/nXY6gu6FkODjIwR2xXBzKXfbj2q6DKkilHMyOx2/Ke9alkAIJJieT8qgis2aJ2lEUYzuIAxWlONjJEvKoNv49667kpFZgATUckYYgN1f7tWGAaULxjvWdPdhrrK4EY4WnG7Ex6Ehf0xVacHPHGOcVZkPz5HAYZFNkAIyBz/ADrVGbIRcrtx0arVvPgnBOcc1XtdOmmuT5bqE6/Ma1rXw3dTNxNAh9csf6U24rclKTKb/NwB7VdtlynPXFaf/CNTqvzXEYOOQEP+NS6V4fkuVb/S1jwcf6nOf/HhWblF7FKDMZwNpAz7Uy3yWwR+VaGsacdOba15FICcH5MH/wBCrNhdVY4lHHfbmlui1FmnHFlSOeR3qO2HlzXqj+KFuOnaq0l3IhIjkDDHaPH9abFeyrMXZUbcpVh04qqaad2V7OTK5wB0+vNMbA9etPKn8Kbg+h+taHaIwO6tnw/jMnTtWPmtXQeZJeew/nVR3MMR/DZ09oR5gwRn611ekk7RyfwrkrdhlT05rqdJPT1rojuePM3v6Uv3R15pF/GnY781qZDRjPrSkf5NB6U3H/6qAHZA6U1/TrS9T70z8vwoA5D4pNjwrIo7yL/Oui/Z1i8vwbeyY/1l4efYKormPisceGcdf3i13HwJiEfw6tG6GSeVj7/Nj+lWvhJe56Xu4pQfwquz4NSBgetAEm8VXuWYxEoCzKQwUYBbBzgZ4/Ok8z+dIz/LmkBwHjLQrzWbuWdb63tog4+SeAoBhRyX2/MfocYpfCmjadBbhtVisJ9RhfbHLAQd6j7pwOCecdATgZ9a7jeCahvnKqAtVzu1ieVXuQoSz73wNvCL/dqfcGWqSOT1qGW6CsQTjFK47FvJRvbNcz8RsjQnYY4YHP4itg3iN/EM+1YvjT/TtBuIUPzlDjnvRcZ4B8VbgXPjK8YHICxgZ/3B/jXKxDJHpV/xPObnVppWJJbGfyFU4flQn8KtCY9TycUx+tOU/LTW5PWqJJ7EhZVJ6Z5zXd/De2J8T30m3/VwKPxIArgrc4bNep/De34vrojJk8tQ30HP9KcvhYL4juOn1oz3/Omk80E1zGpFqFpb6hZy2t5GssEo2sjdx/T614z4w8E3OiO1xa7rjT+u/HzR/wC9/j/KvbA2ewFIQGB447j1pp2EfM+KK9b8WeAIL3fdaNst7jGTCeI3+n90/p9OteXahY3OnXTW97C8My9VYfqPUe4rWLTJZVxRTqSqAKBzRWhoOmS6vqcNnACS55PoO5pAdZ8MPD5vL46jcJ/o8Bwmf4mr15V4z/SqelWMOmWMVpbKAka4yB19TVzdWUmMcAB3zRmmfSj8O1IZ1ztxVWQ8mpnPGRVaQ561mzREE/p71AeT3qWT0FREc1JaOM+IDYjtOOCX/wDZa4Y9dq4ye9dt8QIZZjZrGBgbyxPb7tcqtvFAgNxLtLdlG5v8/jXNU+I+iwP8Bf11Itm3AXpVuMkkVWAT/lnvx23jGf1qR5GiX5V3Z/SsWdhZuJNqALkH1U4NRo2RGqZH1ql5ssjgqMfU1bt2xkFhnHOKkRau2LNEc/wDPFVzweeB71ZZR5MTEZyvBNV3bttye3tSQAPu4VcD6UqqCMuOnHNR9RhwR7ilWMg5Dlh25oAkypHA6Vs2GtNZ2kcKRkBXLOQ+N6n+EisYRZ+bJ/Gnn7uOPalKKkrMUoqSszah8TOkzhbSMeYhQgMQOuQfrUtx4ouH3u8ELEgY3AnBHf3x+lcygxNmti20+O5s45HnMZeYQgbM8kZB61k6dOOrRm6VOOrQXfiF5jc7khjNzHsfaW/Mc8Vn2Go/YjMEZHSZdkiuCQw/xFXo9BnFwyXPlqqqzE7x8wGen1x1pn9jj7ReqWaOO2TzGBALEcYHHHfrTTppWQL2drIZda7cXdqLeSRcK+8MAQemOaktNfnitvJkWOVQflJHIp83h+XEb2+ySGRBIp+6xyCcY9cA/lUl/oCxti2YttZt24gHaNvT/vqtKdeNN+47GdSFCpHkkk0WrW/t7tNoYRORgo3Q1JZGS3LxyZaIngjkfhWTa6VC0uoq7OPsmSPmAzhsHJ7Vs6dpy4jImm+fyyPnHRiw9PYV6UM35Vaornh4nJabfNRlbyKt3Esittz7UWE5SEoTtI6H3q1Yw3DJundBviZ4j6EED5uOnPasW+1K4hupYSiB43KMR0JHFdUczoy2ucSyavJ2TRoXEyXEWJQwYdwODXL+IFL2TYUIqnIHUmrRvJnY724x2FVbkiRGVifmGOazlmCbtFHdSyJxTlUlr5HK5x70DAVs0roQ2PQ02Q4HB4xXbc8mwzOQcVRYZl/Grqf6s4qK2TfOoHUmpY0WL1/s9nxwzLj6VhKM5NamvyfvVjGOBWeq8CpluOOw5BkVeRcIufSqkYq8flWnFCZC5qI89frUjDNNziqBCjjFLjg80i9eaUHn2oEIR2psnFKTzimyUhoiU/PRIpByKUDmp4YWupUiQZZjikBo6RbSQw+bgfPzz6V3/glV+xuQBjzM/wAq4O5EsCBTnap247V1fw9umuJLiBjjGGA9q0pq0jnqaq56BHMuQAQe3NXYpVUdMnrVJbNUG4Mc9akhaR32oPrxXbE42aUUzucbSOwxUt1N9mi2rzK3QDtSQqYo/lG+XHCiqSw3Amaa8jYDPdgAPzrRGbLKWSvYyJMQTKpDE+9eG2OizaR4smgnHEZyjdmUng17xY3NvOxSFo5WHUK4bFN1PwraapdJcTjynxj5eCfrWc4ptN9DWnNxTS6mJa2xvbnTMxo6Zy5Kg4HXP6VY1m8Z9WWBsCKVSq/UVtbLbSbeOzg+Z2B+Y9cVz2vxHCTgfPE4cYrKEIxnKS6mtSrKpCMHtEw/HFoNa8KuqgNd2/CgnnINeLSF4d0cqlXHBB7V7vZRpd3UxViY5SCV9K5bx94UjmUzWq4kUdQOvtUV4c2qLoVOX3WcFoOuy6UJwPmSWMxgf3ckHP6V0ul+JlK7S3bnNcoNCumHyj8xU1n4dvJJcNhR61508OpPVHoQxHJsz03QtWF9PFEoLBmwMD2rtdN0e7u/tcdra/aJ1lKDCF9oBByQAa4vwvpI0qwFweXiRny3c4Ne2+EPG2mS6Xb2tnFOXjX9404WLe5+8cLkckk1hLDwhJK51U8RUqQc0rpHK23h/wAQfbo0a0lY45DQNEg9OoUCtO/8B6ne6a5u7UMyHescU8YdsDtk49etaGrfEg2rKsVlaK7/AHPMu92fwCj0qve/ELUmsojbWlvFc9HBBYe2Oe/vVSw8OXmbCGKquSjFK5wNzoENrrjWkbXjQmNH28KybjghmPAxj09qx9VtU07xBJaxSOUikGGbr2NW9d8R6tNrN7JNKsNwSYZNiBfun+ee/wDjWNPNdX96tzPOzz8DdtHbgV5KhNS1d0fR0Y1LKU30O/1l7b/hNdOMk9wZtqbESMFep/i3A/pSQyhtc8To28fuOOfauLknvpLhLia5maaMfLITyPxpv22/jeV1vLnzJOHIlIZsep71h9Wla3l+pksO2rJ9LfiN0iRV1azO7H71O/vXQ+JpoIvEl2o84ztJEAv8JXjI/lXKW4eOYSwb0kU5BTgirUt1dTzJLPcXDSp912kJYfQmtpU3KSkdM6fNNSO61u7+w+IrqW5tfNsXtUScKfmVWJGRzT9MsbO11ZVM0k9rLADApJ3IpJ4PI7nIrhG1O/aYSJe3jOoxvMrEhSR3z0zitPw5LezX7z+ZcyybQu4L5nPGAR1/EdK1wWHtVimzzMbSlSw8pJ7I9HHgG81iM3QuxHG3yos7O7FQSfXp6Cprj4czPCUk1Qt+6MXIcgZHbJ6ZFVI/E+pxoGn3opxGUMzKQ467eRx7cgVV17xdqUNqsdmbyG4zvkdm3BVHPQgn/wCt3r1ZQgrpnjU6tZtJP8B3iT4f6hd2Wn29jc2itaxlC0u5Q3T0B9K8dv7e4sry4tboYmhkaN1HTIOK9Ln8T+JI4Ud9RkGWBJ2IQRkZH3a871y4l1bVJ7y7mZ5ZGwW+UZA4HQc8ADPXivLq06Vv3aserQoV5NqTTKKMZAo2sD6inH5GO7IrP1iW60+OOS1cMGJBDrn/AAqyrTNp0MsrBpWXcfl4rllBoqScZcrFuCAwKkkZyaytWAkCdCO4rRjt3kVX8xQSOQAf8aZPpvmAl5AO3yrj+tXGD3LWHqSV0jH0JhHJIoPQ5Fe66d9nbT9lxaxy77REDNKUDcH5Tjpn1rw+O0NnfmPdvDLnpj8K900SSSLQIriS2t3ikt48tJAJNp9/VeR/gaU/iOecXHRlyOCF2kMQsoz5kYdbibO454zkcMOMevenebHAxE8WlMTc/wCsEYYMfQkciXHce/vmW4e0Uzs1zDCyTRrKY7I4GcbQeeeo+Y9OKLfULxrjHn3oVJtuxLUDaMD5W4yUIA+bj8eKQJnH+OJZDol9f2d3FaRRNthWK3AMh6vvySAw5ycHOK85tdJT7a15cyNPK/zbm7mvcPFFvNfeGL+IJrbtLHNHg24VcBDjd8v+r4GO/TmvKoUUWMflncqxDafUYqZNxWnUqNpbktnAkUCvkDd0H1qt4xu2h8O3Ww/MwEfXsTjj86Gm/wBJjjzwvHSs/wAUHztMnU9OG/Ig1nBe+rlyfuuxa01fsfh2CJMB5F57YFV3twIW2swYA4YcGr0jqY7dAM/KMDPA4qO+kYLtyB9BTvd3FbQ53zb6FyFuXOeu8bv51Yh1SdR+8jR8eh2k0PCRJu65qNkCk8Y/CtdHuRqTRazBNzIHj57jI/Sku9XjjXbbgyufQYArHtcHzFI6Man8tR2FX7ONyeZjIVe4uHnn6/TAqZ4SOVFV5bgwttA7daat6Qp9TWlmyboz7+z3zeZC4V88qeM10VmPOmb+6o5rnpJD50ZJOd45/Gug0o/6MSPvO2c+1FW/Krip2voXpWJPlqMinpZxLH5twqtjkAiprWAKNzfjxUV+5dgig46Vy3Nw05TLcyTtznpW6rANnjOaz7GIRIoX69K0ICGQq3JzxWNR3ZSLF3gxOwzkpn8utefl8ZPfoK728YrpczgZKI5/Q1wUMZdgprSgtxMtWsRhhNwduf4RkVVYMq8nqau3BChYzyEFVdpklVeK6LgyJ28qLn7znFTaPoJ1LzIxNBDg4VpCQMnp0HFVbt1kmIX7q/KDjrWnpkjhWjUsA4AKqfvc1av0FBKUrMzNY0+bSrj7Pc53qOeMfUVTRzkc10GsRS3UBeXzHePHLcnjtn6CsRFXbnArVPTUVWnySsbWgxySTOYZFR0QucjqB1xx1xW6dPvzNJ9nuUCknG7AJ6e3uK5S0kAceWxU44IOK1hNewoGeW4UMcglmGf84H5VlJNvQ1ow5hjXF00jBrib0xuxio5GfGDJIQeoLE0mWLbs5J5JpjcmtUkdiihFGW6An1xzSyDC/wCeKVeOmaRxkGmOyKZGfpnpSHOcmn4waWgmxH60yRiasM+Oe+KrNz9aZLFAzmtXQT++l/3R/OsteeRWjohIumx3X+oqo7mFdfu2dLDjI/lXTaO33eTXMR8V0OjN8w/WuiO540tjqEPFP7VFGMqDT/XOfatjEXp1PFNJ9PzpB15pM46UAOGabnPWjJ79aM4POaAOB+L1ysek21uD80khfHsB/iRXofwLfPw3sBnO2aUf+RCf61478V7zztcS2B4hiHfoTz/LFeofs+3LS+CZYW/5Y3jqPfIU/wBa1t7pF9T1CTlqm7A+1RP96pGP7uoGQ5+bBpJ/ugUgzu4p8oytAFZSdw60l6u+PjtzUhXjijqMGgDJ5A9Ko3CBycVoXEflyFfyrPuSVB/T3p2Ay5z5LdeDx1qpcXQGUduKvi0e5PKkL69KpajpDbG2uvTOWOKVmFz598cxpD4ovkj+6HyPxAJ/nWW3yxqvtmtfxvCU8WXkRIOGXJHP8IrGc5etEJj0BxSUqkY60h+9VkkkPDe1er/DOfdptzFx8kgYfiMf0ryiH71ei/DSUi8niB4aLd17g/8A16JK8WCeqPQs80vfpSZ57Uo4GT+XrXMaiAYHPf2p38vWm5zQT78UCAk+2Kz9W0uz1m2MGowLInJUn7y+4PUVfyDSE49OKAPIvEngK90/dPpu68tRztA/eKPp3+o/KuLPFfSfXpXN+KfCen6zDJLJGLe8CkiePgk4/iHcfr71op9xWPD69i+Gvh8afpwv5x/pNwMrn+Fa8fZSjlT61794UcHw3p3b9wuePahy7BY1x9M0nQ+maaZB+HTimsDxg5GagY8deM0uSOppmDg/X0o3Yxk9Tx7UgOukaqzdPpU0nSoG+tQzRFeU4qJvapJjioutItHK+NspFbyDszL+YH+FcEzs829yXYjGSeld947x/ZqHJz5oH/jprhYLWab5445GRTglVJ59K5avxH0OAf7lDo+cnnA9acGJBPQ+9RMZPl3oyR4yoIxu56/pUwDMOVGOnFYs7RhG35iwPoOlS2ZURMzdTwBUUipj74B+lT2gLKVjVmOCSVXOAKlgXZG3afDj74GenvVENuYc9s9ea1obS5ms4fLhbDcc9TzxWSbeXyjMg/dqwUn0JBP9DUpoV0SqASPWnMcH7v196jV5EwGUNgfTFO87d9096oZJubjpn0oI+bOSD6UwEHpmrFjMbe8jmyRt5GB1pMGVUGZeBj3q79vuLa38qFwqht/KDIb16ZBrRa/04+UZIpf3SsI1AHy/Nkd6S5vtMmkkka1dmYhjke+T3/CsuZveJm5N7oxzf3TKgaaQ4UqAcEkHqP500T3X2g3BlYyEbSf7w6YI7itGbVLMCLbas5UADeAeNxJH5Htiqt1qcbQTRQQFA+zhexB/wql/hBehPdX95L80cbwZwpEe7aTjAwD049KqyXepSHYWuDuJ4weTxn+Q/Krk/iBJyPMglUrMs3XuFC4/SkudYhnNwUt5I2mwWIfphtwI/r+dTFNfZISa+yZyPe/PtafNxkNjP7z1+tWbWXUBGhie52AhFILYOOQBV2PxD++Ltb7lMhkxnGMjBx9R1qlbaikNobd42Y+b5qMHxg4xyMc1XvPdFK73Q6Z9VeQJ5t2DgAAls4PT86qm2uJW3lZZXYsxYqTnHU/41fn1ohYla33lCpjYH5gB2JxyM800635jo72yjaZN4D4DBxzjjg9+/Whcy2Qe8tkZ/wBnmjTzXicRngMVIB71HkYPX8sVfa+jexe2MLld+9CX6YXaM8c/pVBnA7Y/CtFfqWr9TnLxQtw4/wBo1Vl4XnrWhe7TM5HAB64rMmOfpX0MNYpnxVZctSS82RI2Nw9qt6XHhzIeiAmqsa5er2fJ0+RujNwOOlNGZz+pSebennOTSgelQSHdcD1q7EgPWs1qyx1umWyanlI7ZpMqvSmuc1otCCNulN6U56aBk0hiqMnJ6U7OAaaD6dKGFADVPzc0yRvmpyr83WmPyeDSbGNLbTXVeGbAxRm6mGCw+TPYf/Xqr4Z0f7UwurxR9nQ/KpH3z/hXRXswVcJx6AVpCPVmFSf2UZuoBZXCYAGcnFXtE22WoLNGNuRtJqlArnzJDGzAck46Vf02CS5kATB5/KrtqZ9D07TbqOe3VmpdQ1e1sYSxKqQOnrWBPdrZWqxpj5Riqem6NPq86z37MlqDkDOC30/xroUmc9kPXXNW1W5K6RC21fvStwqfU1u6P4Zk1BFn1i/nu0JyFVikbew/iYe/A9jWhZafa3E8UayhdPhOPs0YwHb/AGj39/WunkkQfKn5inclkNpa29nH5VnbxQxr12KBn/Gklu98p2cRoOfrSXE48l1ToO9U5f3VgW6F6TYJFO1JudUaRuQuSOaivGSdXHGMkU3TpAksnuDWdDIxedfTkVD3LRhxtcaTM7A7oi3Ax70+TW45Cwmx83XNbV5Cs8JRlHHeuZvtFDsSpOM9KltlK3UjW7sw5IRTzxV2xCSyDYnXnArPs/D22XLEke5rqLC2jt1GF/TrWbZdiDXZltNI8tsZlYLjOOnP9BUHhGRJbhBEZI5lk+QpzyRjpVDxXOk15HC2SIl7dmPJ/pU3hq2xb3t5bymK4gMflEkgbiT/AIV5FefNV9D6vC0PZ4HXd6/edXcLOJo1lCiVQVUjOG568/0rasUF5boXLebEGMp9wRx+lZkcV1eshl8hgF3BIpsvzjOVyR6dParl1Hc6fot1c4CqInZEMikE4POByOh6+9N7HAm72R5nqlybjUruduTJM7nPfJJ/rXsHwj0yKLw/a309paedcXhEUsiZlKgDpn+HPp3rxSLzJpQkSFnY4CqMk/SvS1ublPCGnWkbTxGDeJXaMlT3IXntxnjtWeGSlU1O/PqkqODtDV6aH0A9wYVLSEIoGfmYL/MisnUrjw/qMYGqPpdyVBCrO0bsufTOcfhXmXg240aCxaS7iiurpySWlRXAHbAwRW6niLTdNLmyjhty3J8uLb/IVw4vOaWHqSpWvY8XDYStVhGovdv/AF5HS2OtaFpkAg0s28EXdIoyoPucDk+/NU76HwrqcUgvbLSiZDl28nZI3/A1w361zF18QwrhEmkYt/dzx7nNZ83j+4DcSTP/ALp/xNcT4gjt7P8AH/gHTHL8QnzKpr6P/M6mbS/Dtvo11ZaebS2huojFI0YDMRzg5JyxBOeTXm/haxSIa1awyrcC2nGJlIUlOVBAJz16gZx6960rzxuCrTvbJLMB1eLc35jmlj1mbVlW9dQbcADcIhGYuMlTgYJ/Xmu7CZnRxUrWcWP2eJoqUZ+8pf1/wNzNtZnnt5YbkbpomyMA92HP5CoZoYYrG7uHcxt5ZAjHAYE4/wAirep6gtprP2aVdqsqFynUbhkHPXoelVtQu7WyhW1m2XkcuUQpERu6ctjnj1rte5avGztoyhbzKNNmhlUpcqeI5MjeuAwGOMcf0rjim35nyT1wBXTeMLmSwmhhlijtVZd4tYk24OBhiAfbqa5Nrgu2VbaPpWNSydj28Em4ub6lLW0M0UK4Iy2Pzp2qTGJFgC4C4H5VZRDLdRZOQH3GsPWJWaZPeSuN+9I5qzvJs0tKnMkJ3YG1yMA44q07nYSo6HvzWXpaKJJFbJ6EYrQLBQQE3fXmt47HpYd3pohklKzliFJxjkVr6b4p1XT8jTNQe2YnLqqh1fjHKsCO3UYP1rFmhguHDSBww/uuyg/gDTVsIB91m9fvtx+tZypXd0znq4WU5N6HVf8ACY+I5M/8TFlJ5JSFV/pUsfijX2Pz6vf/AIMF/kK5VYtq4Ek2M9BK3+NNePjbukP1cms/YzfUn6i/I6+TV9TnhdZNRvW3Ag5nYcVgQv5enmI8OsIA98LWfHbL1dQfTPar7Ki2jSOQqhdvXqTwP6VE6bitXczqUHSVwNuUfzCefWob23aWCaMjqh/UU5LhrqdVUYUGrerXgRnaIlraCJndyhULwPl9zwfzqEjAosTHInPKKFA+gqs8vmE7s7qu3ACyE55IqncBVBw2WpoTKTOTIR7UjMBnd1qJHLyPuUgAdaVufwrZIgy4crNLjuxq1vHfr/KoYQHRmAwwJBFIw471sZiXSeYcpyR2rNkJVvpV8SbH9qdKsVwvPyn1HatIuxMlcxjOQ6kjOCDXW6WuLeLn3/Pn+tc1c2MiAlQHX1Wuj0V/Msrduny4P4cf0qcRblVgo/FqbpbalV1UtKDg04sWAA9alt0y3qcZ6dK4GdJajG09DUsSmSEsoIwcBscVFsPfFXrFti7V4FZyGQzyk6fcgggmFs/XFc7poiSGcyx722/I2funI/pXUajCi6bMVHzhTkexHP61zQHl2eOMuc/gK0o7MaXUoyffZmPJ56061QEGRt3I28VCx3Pj3xVyMhIxxx0FdMFdlQhzMxZEMUrRnkA8Vd0u4NtdJIv3kYMB9KZqSgSLIoHPBqBM+YCtaNGMouE7HSHVw73++A+XdsGwH5Uhs+nI6+lcfeAwXbqMhScr9K3lJdQTjFUNWg3xCQdV75q4JI3qw5ocyK1vnOa6OO/WbSorZ42JiZiH3dc44xj29a5q1YFQOa07Ztp9QR0pNa6mVCVpIsMQAccdqjznH86M5b/GlUfN3qz0biqOpAJpjAg/MDnqMjrVqxujaXXmYJGCCOxB6g+1X/7Stn2M9puZQq5Y9QBj0qXJp6Ilt9jAkjZGIkDKeuCMUsiMg+ZSM8jIIzWrfanDcNIGthkqQpyMAnHPT2qNtTVo0jkhDoiBQCR1xjPI9KXNLsRzPsZLYzz0xxUL+vFbQ1CIt+8s4ioJIGxen5dqp3V3buhWK3CD6A/rVJvsQ5FSNuD2xWjovN53Pymsteh4rS0YkXy+4P8AKtFuRV1ps6RDg8/jW9pDAEVgx9TWxpjYZa3W54stjr4GGz3x2p/06VXtTlByTxzU4OK3RiLjI4pAuPagtz0pN3Xkj1oAQnmkJ9KM5Hb8aaeFJNAHhPji6+0eKtQYf3tv5DH9K9y+AEOzwKknGZLmRvywP6V886/IX8QXhPVpn/ma+kfgYu34e2A9ZZT/AOPmtXsQj0GTryae33BTZeDTlG4f0qRjUWnMOKkcbVA700fdNAED9f8A61RnilcEsfSl2/LzQBWu4xJDuH3h0rO2A43jP4VqB9jEMAQexpksKvgoOKaEUJGCr8i5NZV3BNcZ7DtW3JCFzmua8TeJbLRLV3mddy9BnvVCPBPiRa/Y/GmpR5ztEZz9Y1P9a5Pjd61t+LNUOraxc3z5DTMDg+gAA/QViL1pgTY+XIo/WkU5pQPpVCZJDywrufATFdYt+Adyuuf+A5/pXDRD5uldx4J+XWLM/wC9+Pymrt7rJ6o9NyBTeR0/EUo75oP61xm43eAMHPvQpJ5IwPc0o+gHrQTleKAF6jgce1Jxim459qcO39aBC5IBqOa4Xy3DDsafnOOlMlQNG2fSgD54vP8Aj5f/AHj/ADr3PwZtfwtpp4/1IzXh2oDbdzD/AGz0+te0eBvm8KaeT/zzwfzNJFM6EpnGMY9qRVI6fnR90YGR+NCN69O1MkXBx2xTQB1707PzYBoYY7UAdXIeKgbj6VPJ0qBsAcVDNEVpeoqPj1qSU1FzSLRynj4gabH7yjH5GuY0y/js7OSKWORi0scilGxgrn+ea6jx3GJLKEMePNB4+hrjoLeW4uIbaBd8kjBVHqT0rkrR5pWZ7+BSdBXNV9Ytbq5V57RBuY7jgEDLls/rj8Kdca3YxySLFYRsFyFYKBuHOOMe/wCgqze2Oi6DdG2vlm1C8QASRo/lxqSM9Rz3H+eKzvFmmwWL2k1qjwLcp5n2d23NGOMZPvz1rJ4dI1jKEmkk9dhZPEccsh2afGAxHUjsxPYe/wClWIdbVbYgQgFgwOBndlcZ6df8TXOWlrNdS+XbRSTS4ztjUsf0rUt7G8hlKTWs6SBS21kIOB1OPSodJW2NuWC0NK212YJHtjy6KIznuA2Rx+VRtrciCRfJUIw2lQePukf1NUIGzAxJA+c1Vm+9kZIPc1Ps49h8kRt7Mbid5Fyu5i3Jz1pillXrn8amihaQt5aM5XliF6D19q0fD2lLq+qJZzSmINuOVXOMDP8AStVG+iCUlCLb6GbE+TyQc1ayobJArrrbwjpErXMaX9wz2xxJsjA6elWbfwzo8iki7u2A64UDr+FarDVJbI5XmFFbv8Dgmy24sOO1PYYVepz712WueG9OttEuLyzkumaMquJNoHJx2FYlp4fv7q1hmRYtsoOzdKqlscdCazlSlB2aNaeJp1I8yehicjGG249qbvUNyy+tbz+D9RlVf3tqmcjHnryRyf0qSL4fanIzIJrbegyV87JpqnLsW69NbyOe82NQST9MdajVi3K9K3x4JuweL6xI2lh++zwO/SoNQ8N3WnXlhDcywsl4wCPG2RgkDP60/Zy7A68O5StbKeeF7jCx20Z+eaQ7UX8T16jgZPNW20qTcgtpYbp5E8xEQlXZecFVcKXHB+6D0Nb/AINvrTUZpnT7J/Z8Enlx7rdndV+b5VGCCPusSAMluc10/iSbSNWhtvMiNykJ3gm2kjKjrhHCjaeP7wHPOcYrqWGjbU8WeaVOf3VoeTtlsHBb0C0mxwe+PQir+pzC8s7XVEUJ9qMiOC2TuRsZPuQVz75PeszzSRk7z/KuSUeV2PaoVVWgprqPfJJx6VCzE/eyfwqRSGYY4p+MYyM1JqYmqYDYH4msmXmtbXMC4zkDisn7+fSvdpK0EmfF4mSlWk13Y+2XewxxUutPst0jGOlS2UZLD+lZ2uS77gqO1XLRGC3MfH76r0TcVUTBkNW4x3rJFsduJ47U8cnNNwO1DNgYFXckRjzSbh2qJzzxUeaVx2LO5fSkL1XJozxSuFiRnrS8P6X9vuN8wZbZOWP94+gqnplk19dLGDhOrt6CvRdNs4Et1gjG1FGBWlOPM7syq1OVWRBJINgjiARFGFAGAAO1QCF7mZIowSzH8q0ZNLm3gR45P51taVojWbGWRg8jDGB0WuyMOZnG5WEitEgs/KRcLtIPvXLWFwLbUotx2gtgmu8kiO0gjHFcJrWlTwTNIFzEWJBHatK0dE0KlLdM7UWkAZZZXSQYyADkGrE11K9nKYPvkYWub0S7ea3ETH50459K6TThwNwzjnFYpjasaGmxmxtbaAtudeXPqx5P61s3M/koMdT0rCjcvcD/AHq1LhDLMqjpxTZJPCCbZS3VzuNGrMBCif7NJPMI5VH8I4FUL2486U+lK40ioH8uUH160yJMXrEdGGaWRWlI2r+ParZiEFvvPMjUmMqz/KD/ACqka0Llf3AfsapbS1ZtlJCxjGMUs0ywxtK5wqDcaBwOOlc/4ovQuy0jPPDvj9B/X8q5q1T2cXI7sFhniKypr5+hkzXTTSyOxyztkiur8AyxS2+rQ3CAqyxsM5I4Y5JwGPGR0FcSsh/uhs+orrvAdz82pLsYMbcPkMFGAwzya8eL967Ps8VFKi0jrHlsrweVDaIETL7lDg4B6fvOTjOR/nEt9Kw861ha4WyjiYRK0THGU5HRuOoHzVDo88tzNIMy3MyxPGPOfCKrDgA7ck8dhj371PpcfkzGNrdRNJHuU796jtg46H8uora/Q8FxUXc8whlMcMjbzBExCvKBggZ6A/0rbsNXtbbR5U84Lbbsf6S7SEjjLADA6jvmm6Po2h3Ucb6ndXFxlQTArCJExyd3UkcdQRW9PpHhFhtbR7d0K7cNcz/L/wCRKyjVjT0Y8dWTqO6Z5z4iuTpGoxX2nXtxJGxw7A4LEeoGeDxXpvgqbTNe043N1PcAgAPBn5hx1P1/CuR1rw34aYKg+2xRj+CC7UAf99qx/WpdCi0XTpjcWs2qNIFKfv75HU+/+rBrgzDD08VHmj8SMqOJUX5Hf3GhaE7FkmkX0DTt/Ws640fTlVkTzpgcciQKR9DkVz1xrERzi4Cgn+IZOPrxWdN4lt0+UyliOu04wa8X+zq72Z1/W4dzqP7Os7N99szE5/5auZB+TZFbtpq0sFixhMCyKDmMRhVI9Bjp9DmvN4vElsTvLSsBwVdxg/kAa0NK1eS6lddNtN7uPmClmA9/mJA/SnHKsRJ3bJeLp7WNOa5i1K9aeWbyJGxlCCQmAAADjkYHHSti0uoFWCCZEkSOYuH2iQ4IH0HbIBJ6n1qhI0V2xnkgR7gr8/kIEUcYGBkY6f3R9at2ymJUks7Ul0Bx5seMtgDbu2knOcjafrxX1FGLSUQqSi4anDa/dz6trV3fTyEmVyQWwSF6KOg6DA6DpWbtII5z+FaWtaUdPvZIyHkRTy2CNpI5UjsQcjnHSqtlAJ7qJEBG5uhqJXTdz3KU4OmnDaxr2OnxnSNQvZHCvbooRScbixx/LNef6wQJoscd/wBa9sPhqe90MWm+K1aWUO7SddoB7evTrisLUfhZBcMCuvbTjBxZ5/8AalZwoTbTseFUxNO7uzzqw/4+k65ZTyDWplUT5ufpXWR/De1i8tn1/O3n/j1Hzf8Aj9Wn8EWUak/2zjv/AMeuf/Z63VCa6HZhsxoQjyyl+DOHE2TwlMzyDkg+9du3g7Tz117jp/x69f8Ax/2pU8D2cpwutPuHOPsn/wBnR7GfY6f7Uw3834M4bcVxzS71GdxFd2vgG0bBOvKvfm15H/j9Ml8CafE373XRjgn/AEbB/V6fsJ9gea4b+b8GcQ1wpUAYNS3EM0lvETgJncBnk+n4V3UXgvw+inztUuJMd0Cp/MGsHV4rOz1JrOzlaa3jA2M5BPvnAHfNc+JpyhG7MKmNpYj3YMo6RZFf3rfWq3jWcponkKDvuJViGD0Gcn9FP51srOscWAQOMCuc15hPqmnK5zGPMYjPcbcfzNcdP47sxn8NhbYtNp8YbPmIoU++OKoXAKk7iwPptJ/kDWxJEsSGWMjaBzUBaOYZHB75pp63JsYrSxLgPJtOO6N/hTd8bfdk/MED9a1JLZSxL8MemahkikRflOR6AVopIVjMG1FIyNw7CoJHA5556D1rR+zh1JKMD79DSRQID8yAH6VopImxiFXZskUwxMOldOLeMj7in6io2t0xxGuPcVSqIXIc4skyn5eore0LMsHzpt2MVwBj3/rWde6hFbMVjUFh6DFSeGLt7hrrd2Kke2c5/lTqJyg3YiLSlY6cdcAY9varEahR71WiPQnk9gByfwoumvFT9zasPRnGP0rj5XLRHQWJrhIYy8jBAO54rLPiiC2kI8pjHnlz/hWVeJPI5a4Z2b36D8Ky9Ti22cjegrpp4aL+IynUa2PSLHULfVrF3t3VwUOQCOK5m7k4JU8DgVyvgq6a1163wxCSHYwzxzXUakDGzgY4JFROh7GfKth0qvtI3K8OWkOKs+Yv8QNQ2qERBj1PSrG1jkba3hGyPRoxtG5DdhJoWVevUfWs+Pt2rW8v1XH0rMux5M54xxu5qpIxxMdpFq0JPGenGalkQSxsrfxDFZEt0VACsRg5rXt5lmjWRcYYZ+lKOwYeaa5Wc8gaOZkbIIOKvLJ0Pal1aIRz+YvRuD9ahjOR+NORzOPJJo1EXIU5GGFDHHA4qO3bMaj+7TyPy70I76cuaNw4wc0/+E1GBk+gqTA21RZXl4NOhieZsIMkDJ+lNmHOT6Vb0uTYZiMggBuPQMM1th4KdRRZzYuo6dKUo7k9vZrIsyTRyo0a7sBcn8ax54XVSwRlWvTNS1fTtQji8iUSSRg7uMZXHI57Vg+NNSs75YRZyq4jjcMAMY4GP5V61WEZwty2PnqNacKilzXONi77s1f0nH9oRgYP/wCqs6P73FaelD/To8cc5/SvGW59DNe4zpFxu4/KtPTmPAyay+/U1fsXww5rdHis6+xZTHzkGrOec1nWLnaM1dDenQVsjFkmaTJ4wab35o55oEPAAHUflVHXLxbHSbq6YD93GSBnGT2FWlyRXC/E3UcWsNgjhdx3vkgcDoPz/lVwjzOwm7I8mv1YXXmtk7jkmvpT4C3ST+BY4wQWguJFbnpk7v6188XUYkUYZCuPWvSv2e9dFnq2paVO/wAkyCaPngMpwf0I/KtaisRF3PoaQ8jinRttYelVbe5WfhSNynBHpVllLRnFZFEjsHPDCm4yCKwIbl7a8ZHLYPIGa2IbhXXgjNNMB5znA/Hmlwe4p429c/jQWVeWNMRG1v5oyetVLwLZQNLNIFVR1JpNb1210mzaaZwOwGeprxbxX8R7O4uAs90sgLfLHHkqvuxHWpbsOx22q67d37NDo8O/sZm4Uf41ix6RFb+ZdaoyzyKpYtIMha5HT/iF4f8AOMeoNqBTtJFlIx+AO6l8XeOtGvNBubTQpppZJB5bPICMA9cAjJ4704u4M8v1a4+16hPMFCiR2cAdsnpVVVHrTsFjThCx9q1SJuPjjJHHNI6EdqFEkZ4zU6SMwwRn8KtIm5FCTuArvPA/OrWhOOA3/oJriwm3k8Zrs/Aj/wDE2gXPGG/9BNVa0WT1R6UOeaTPFLgf/XBpjce1cR0B7n88UpIHQU3dyf5UEkNQIcrY75pM5PNIevU0gBPJ5/CgB+fpSEgq3uOtIM9O3UUNyp+nFAHz3qvF/cD/AKaN/OvYfh0+/wAJ2mTwpYcfU15DrQ26pdA9RK4/U16x8M3B8K2/fEjjntzUop7HVnn1pDkDH+RR16/pRVEhjP8AOlzTc4zRkjpz3oA66Q+lRP7VLKagapZoivLzUWeKfMaiPSkUjm/GuTYx4/56D+RrH8Dhf+Es0/zMffI59cGtrxgM2Kn0cH9DXGWF3LbX0VzA22SFw6ntkVzTdppnvYKPPhnFeZpeLC1t4wvZcBmSfeA3Q9CK0fEFgfE8M2s6UyvKig3FvyGXA7D6Dt/OqniCe21rWDeRSrbGdFMizZwrgYOCAeOKu6bfab4c067aC6N7f3C7cRKVjT0yTgmno5O+xpJSjCLiveX9MyvAeTfXyZmGbOQDyDh88fd967OO3STTrVZftahROoW8JEzExk5z/d4ryu0nltpfMt5Hik6BkYqf0qw17PLIZJJpZJMY3lySKzjNJWLqYdzlzJne21lElrpqX2kxI88sZd44m2omR94nIyfSixttOv2V5bS3heC6kt0RF4kwpKhhnk5HrzXBpezvDtknldRwFLkgVBJOy4wSDndwaXOuwnh5P7R6TAscUtzHbWSRXk1lIWjeAIJGDDbiPJx3yO+BXO+By3/CVQKG2SHzBtx0O08YrkmuZHbLFmbpkmp9Nv5rG7S5tGMcyHIbg/zp86un2H9XahKN90eu2NoLbW2gJaPzogS4HLNzk/mBUmy98zh5jtY4y+ARnvXnR8Za6WBN6uR0/cp/hTV8Ya0W5vMDvtiTP8q3VeKuef8A2fV6tf18j0LxVx4NumYyl22bgzZ/iFVtBvbH+w9IWW7tUMRfeHlClchh06964a+8Q6he2bQXF40sLnJUgDOOewqpEF2/K/UcrxWVSunK6R1UcG4w5JPrfQ7svaw28YGqWQmV1bC3AGdq4/I/yrR0/V9NtdSlnk1S2KESYAcnO4g/pjFeWs4RuQXPoKhed2PG1frUxq21sbTw3MrNnqUOs6atvCkmoWfy2zQtkk8lgfT0rmvFOrQs2hfZbmO4eyHzmPPOGGOvsK41mZvvOB+FOViuNx3e9N1W1YSwsU7tnaeGrKPw0J7mzg/tSyuG3CEhd8alvkZFJO/g7T0OR+e9d6pPc2cyeGtMjhmmTaZZLU26RE9GDEKx+gU5z1HOfP8ATtauLEbIHzFnd5bqGXPTI7qfcYNW5vEN3LCI1kSFACARkuAeoDMSwB9AcV0LExtqeXLK6nN7rVilfw/YNO0/STKryWqs0pHIEjnLLnvjAH4VnrujOcqac5XduZtxY9cUfIeBXHOXM7ntUKSowUF0HH5iMNjjk56UsaSqwAZWHfNNWP1G5falaDEZkiY8AnbRFXaRdSXLFsw9bPmT8duapIPwqzeMX3ZGec1FbqGwoHTrmvoLHw17u5esxshaTjCiuavXLzufeunuyIbDjjIrk5eXJqKnYcRkA+c1bXgcVXgHzGrQGB7/AFrNDY3t6VG5zUjGo2HNNgRNk0m0mpMUoxSGR7SOtSQwvNIsca5ZjxQBnAAySa6nQdPWCPzJMGVh3/h9qqMeZkTnyq5Jptl9kjVFGT1Y+prat2KgY6+1CqMfLVi1tpJ5NkSFiT2GcV1xjbRHG3fVl2G6cAcd6vRX0p4QsfQA1e03RNgDzgOx/hPQVrxWccXREX6DFdUIPqc8pLoZltLcnGYzjvkU7VLUXNhJhdhxnAHWtZpIol5IrNur3zlxHwvr61UmktSY3b0OW0uzcXqqmemSQO1dNaqY1OeufSsq1vYbO9+ZgCBySOB+NW9W1RIJIphjyJOCR0BrilNRV2dSi5uyNG25uB06itxWQzAsQoHOSawLGeORfOiIbIz1p7SMWzI5JPYHinzX1RHK72ZZvJxJcNsy3NRxpzukOfb0ppO1Rjjim7yelTcdiwZeQBgDFNmYy4z0BqPNIzcYpcw7E92wFrHEvJ6tzVFuKkY5NVriZYIWll+4vPHU1lKS3ZpGLbsiK8nS1tnmkxgdB6nsKqeGfCcnia1vtRl1CGBYpBGcqXYuxG3IH3V5+9+QNc7qNzdajchnidIVyEXH3eP51oeHtUl01by1uI7mSwuIs7YSAVlB+Rskjpyf6GvIrYhVpabH1eX4V4ei5L4n/VjsP+EE0m98RT6Rp19dwPaRJ573EYfe567FAU7fxq7a+D7Dw7cTXM3iKBFWNopEltgoKng8eZXOeJTf2t1Za/ZiSXU7CFU1GItxcJj5mHcjBGTz69qq+JvHltqluLTTYpW2FZJZ2cJk4yBknORnH4V5WLjivbRjR0i+umn3msas5v2cpbnpPhG78O6joVxcWt1K1kk5ijQKybnAGSoO7GeOTnPtWfrOvaRHo4m0n7TI11cw29tJIqbHDYDA7ACdo3BsE8jr1ry7wr4oHhfUbi6uo9Qn0q/Qx3EcU2GSTqHB6Z7dQe+eAK3NJ8T2GveIjPYR61retgZtI7zy9lvjq/yfIvbLbSeBivYopci6nk4mE6VRxZs/FK68KeE9Lt4bPRjJq1z8yySyyDCAjLBFcDnt0rz3Q/FtzqF7aWFvoWm387uUjjlifJzjlnR1LHrnccACu91v4aS+JLeS+1PXVOsAbMxIDbrjnZ/eOMnnJJyOO1cl8M/D9/oXja9i1OKa1lS3ljVWjZVuMOAdpxkrnB4HP41pyR7GEqk5q0m2eoWGm3E0k/2zRfC1moUEAWj3ZI6E5d1AHuOnTJ5FeReKY9S0PxCtg8dlPPcASxra2yorAseNu35enI7Ctv4gSeb4tWK/CyQvGnlrNjL9VZFLqVVslW46e2c1q2u6TVdNWGyfUri0jS1ijVwHWIEBndsYT1PGB0z1NcletGHuKN5dF/XQ6KOE50pt2j1fb/gi+HNI8m0afUdLt9QmYbWcW0aonsvqR69OnQc1eOnW4t3eLSIM56f2dbPnjnjZn8/Qg4NdLfeI7aTUbjQGgm02ZkP2SZCu2ZcDOwjow9Dzgg8VkaHqmLK5s7krFqsQIJU/LInTcmB06dOnHGMKM44KUdZTd36W+SaN1jI2tCmrL7zEe9tYXhEmj6I8bg7/ADdLjRuO3Trwecde1UvEnxMm8PJDaafpsSo0f7smNVjTrkBF4yOK6i31O21JIbC2gaeASYnucfu0ODwpzlmHqvA9wMVzHjTwxFcKLaVXFtKzC2mZfmSTHfH5jHUZ7iuath5Qkqk3zRW9tPy3OmliIVYunGPLN7dfz2OMs/iPf3msW39o/Zhbbz8iWsexSQQOMZIyQeTXYWXiOWO9P2jTogiqXLCKMqFxggNj5hnnkAjp06+Px6BeSy3Ea+UJIXZNpflyOuP8eBSSXmpW9u1hPcXCRIcNCXOPp9P0reth41nalKxnQryoL97E9I0X4gmwUrfW9vPZSSM7RzxbvlJOABg7cA9BWv4l8c6VD4blm0e3sPPlPl29xHbJGyNnkjC5yB64/WvK5MuUZWIiZQSc5B+tQ6Lpzatq0NmjDyQ5dyzYVUH3j+QqZ4GFWoqjbTXnv6ixE3FWitz2fwH4qm1LR7NdWtmu7ye8KwyMxXMYHzEhWGRnoOuenoa6635o3W02+HJCtufnt1yD+g+grj/EGspYWstrJE6xnNvHDDKp8uMBeM88NkHv371gW/i2K0hWOGzmIUYG+Uf/ABNb1/aSVqZhTjTi/fPSJrl2YlVVfoz8/m1UZJJMglQR7sT/AFriH8cNnK2A9OZc/wBKgPjSY5H2KLGe7n1rk9jif6Zvz0F/wx2wkdSNpIJ4PJqRb+5QbRKoA6Dy1OfzFcC/jCdhxZQA9/mb/Go/+EsnGdtnBn1LPn+dP2GI6v8AEPa0f6R30+s6gkeFliH/AGxj/listtRuGbe4iZj1BiQY/SuQl8UXUnSCFPXGf8ajbxHdlSBHF/3zWkaFbq/xIdWl0X4Hai8nZx8youMALGvP6VakhuJGhkJd5Coyc547V52NfvDICxQrkEgLjNes3Or28el+ZAFaaUYVvY96yrQqQtzdTSnOEr8pk3FxhSpySDjIrE1aQrJaTFsMGKY9MjP9Ksedgc8ntVPUAZrOUj7yjeBjPQ5qIKzCT0JzJMYsZJX0zUkQdFzk1NY3EX2ePP8AdBFMvLhMHbwKVtbAWI7kFfnOfQVKoVhmNsZ7dq59rjHfv61NDe7cfNj8arkYc5tHjh1+lVJgFkGR8p5z6U+G+GBnBFMkvLdmIYhalJlXQ4rs5zkVUvrjMZVGwT3q2pGMxsrhugJqvPaLNjqp6nvVLcTMaCxhLEygSEn1rY8L6V5urmGIiNHQljjnAP8APmkjsRFgg5rQ8MzGLxRaxr92QOp4/wBkn+lauTasQoq56J4csrezDLDEA+fmduSa2L61inh2yqp+o6Vn6ajfapBggcGte4GE9ePzqEdCPM/EWjCJmZeYzyM9RXFa3YyHT5lQEvkAD15r1TXwDby5GQASeK4q8tzNZAt9zdn69f64rWMramNSCehxulaXIrblbYQMNJ2GfT3rYusFCpbC4xljilmIVgIlHHH1rO1aVSwtywyvLfWld1ZakWVOOhcN4RgLLboFGMAr/U0qatNEflntz3wyxn+YrCWIN90ZqRbNjyF49635bdSfbzN5fEk8YI820wepNrE3/svH4U5/EYfHmPppxx81hETj8UrnjBtbDAipVhX0/Oiy7idWT3N19et5AUcaVjpldOgGfx25FQtrUcSMttJbAE5wLWPA+nHH4VkmIY96a0QbrzQoq+4lNrYnvNXmmgaCR4jGzhziBFOfZguQOegOKdGcLxypHXvWTcx7WxVzT5Q0Wxv4elOa0uEZtvU0beVg3DEemKvNdMYf9VvbGOgFZWNrfWvWfBmj+HtW8Ow3NzAguFyk2Z2XDDvjPGRzUU6bqOyNvaqmryPOULFQWUqemDSn7pz69a9Z/wCEZ8MMx2LEcdcXLH/2amP4f8LQ8yrbID/fuiP/AGaun6tLuaLMKfZnkslRK7I25CRx2r1aXS/BysR5tiCOMG9P/wAXVSTTfB6nbusT3x9sP/xVNUZRd0xSxtOSs4s88S7iKgSIFYDGeR/LrVS7uRKTtG0YwcDH/wBf869IOneD2/58v/Aw/wDxVVJtM8KfwNanPTF0x/8AZq6p1qs48raOCnChCfOkzz23GWPWtXRV3alDgYGSP0r0HS9C8J7QZTajcOA10f8A4qr82k+FoI2ltWtRMASm26JOfpurlVF73OyWNg4uNmcewB6ce1WbNvmG2q/UAip7X73tVHAzqtPOVHWtDntx3rJ008DHFay8Y44rRGLHD8+9ABozikJ//VVCDtXjfxKtnk8SyBkkfMYKkHAHWvW9UvYtPsJbm4YBEUsTXg+veIzqF/NMFIDHgeg7VpTsndky8jMktFiY8sp/3gf6VJo+pXOiatb6ha486BtwB6MOhB9iMiqLOS24E564NI0pPUfWnJoSPp3wX4utdatVvbGX5xhZoHPzxn0Pr7HvXoFrqcEqA7wD6Z5r4ks7me0uo5bWaWCUHAkicqwzwcEV1v8AwnOtqI1NyshjHLunzOMdCRjP16+prNJ9Cj6Y1tk3xzQupKtkjPbvWHqPi2y00Mz3CfKOnWvn+XxprkykNfOOMghRn8z0rn7q6mu5nluZZJXbkl2ySafKwue0an8a1hZhY2zTn+E5wv41ztz8adZlb5bOBB0xvPWvMlRtw+lDR+p46Ucorm94o8a6z4hkX7ZP5USLtEcWQD7n3rmscdKn2AAEjvSNngY96OUdyEox+lXtKiR3ZZW25qt0Bz0zSKSOeaqOjuJ6o6VNOiC5B/SmnT4ifvkVmWOpPEAGJKjsa1YrqKUcHB+tdkJQkjnkpIYtskLfMcjtSv5Kc9KS4m2jFZ8shY+1EmlsCTZMxWRuvFdh4FQJqsBUk8N/6Ca4ePBIzXQeHbqSx1CGUH5QecdxUXumiup7EOB3prHNcbJ45jHAtXb9K1vDmvx6006rC0Lx4O0tuyD36VwqSbsdLg0rm4AAOKTHqaUDAJ9aMUyROPf3oHBrEuPEmnW87xSOxZTg4UkcVH/wlem55Z8jp8hpcyK5JdjoPekY4Xn8awD4u0pFJLyD/gFQv4y0vaf9cc8cR0cy7hyS7HlOuJu1G8kQhkaZyCP9416T8KpA3h6SLPzRzHIPuAa4W4jikmlZZBtZiRwa6PwbrNpolvcxTb28xgwKLWUZ66mkoaaHpZAX0zRz0zXJt4308cLDcN/wEf40xvHNlni2uT7kL/jWvPHuZ8kux1wOB1orj28cW38NpMT9RWjoPiOHV7mSEQmJ1G4bmzuo54vRA4SWrPS5CO9QseOM8VKx56VFJSZSKsx6VDn6U+br3pG27B/e60i0c74x+XSZG64Ixz71yGm6dcyxgrbu5xn0B/GvV9Lnt7fUo3veIdrBiVzj04rRvPEKROGs76Qr2Hl4/pUOkpatnfh8c6EORRuePT6fdRvtlhMeOxFUryzmQhvLbB9jivcrXx6irsv7RpR/fRQD/Opn8c6OzFTBeBT6xr/8VS9hB/aN3ms/5PxPnjyJHztjY+mFNXLXSr2ZTstZz2zsP+Fex3XifSvPzHFc7O42KP60v/CcaTEmBBen1+RR/wCzVP1eP8wf2pL+T8TyUeH9QVDmxuCeD8sbGhPC2rOwxYXQ+sTf4V63H8QNIx+8hvk/7Zqf5NVhfHmgkczXCY9YSf5ZoWHh/MJ5nU/kPIP+ES1YDjT7s8/88G/wpP8AhFtZzhdNu89P9S3+FevyePfD8S5+0TP7JC2f5VXf4kaCnAW+bjtEP8ar6vD+Yn+06v8AIeUr4Q1xjj+zbr8YiP6U9fBfiA/c0+fI9Vx/OvTn+JehpwsV8f8Atkv/AMVUM3xN0YLlIb5vX92o/wDZqPYU+4v7Srfyo8+j8Fa6cedp0g4z94f41YHgvVU+ZbB1xz99f8a6yb4n6aVO2xviO2do/rVKb4nQ8bNLmIzyTMBx+VL6vT7h/aVf+Vf18zmf+EL8TStmKwwvvKnP605Ph/4ic/vLEA+vnJ/jXUp8UbQYA0y5wO/mCpP+Fr2y/d0mdhnGTMB/SmqFLuJ5jiP5V/XzOcj+HOuf8+g/7/J/jU6/DjWwAPsq9P8AnqvH61vL8WoB93R5Sfecf/E1JL8X4Y2ITRZHHqbkD/2Wn7Gj3J/tDE9l/XzMNfhxreT+4iX0/er/AI1Yj+GWrYywgz7yCtJ/jEvbQGH/AG9//YUn/C4h/wBAIj0/0v8A+wp+xo9xf2hiuy/r5lT/AIVhqf8AetRnsX/+tTv+FXalg/v7Nf8AgR/wqzN8YhuHk6GWBA+9c4Of++aYfjExxjQR9ftf/wBhR7Kj3D6/iuyKzfC/VR925sh/wJh/7LUdx8MNQjt5JPtNqWCk4VmJP0+Wr5+LpEQb+xRvJxt+1dvX7lQN8XpT00JOne5P/wARTVOindEyxuKkrOx4zcxtFKyOCrqSCD1BptkMzEAdvyq1rE/2nU7q4MfliWRnC5zjJzjPH8qraXzcyNnGBgCvTumrnitNOw7XpNsaxjsK5qStnWJC0p5zisdgCwB9axnqy0TLEUCE9CM1Mw+XirN8qhIQoxxVV/u8ChIQxlyajbg1JyBlqj4JoYxAM04qKXAxWrodhO9xHciASxqc7X4BoSvoJtJXZs+F/ClzchbmWMgtyinjA9TXd2vhPaF3zKB6KMkVLod2kkYXHlvjlSavalqqWEJLZLdgK7acIpHBUnKTEh8P2UPMz7/0qSfUtM0iPaXiiGOB3P4d65dZtd1+QpZn7JBnBfv+f+FSxeAWZy11qIklJycjJJ/Otk7bIza/mZJe+OAX2WEDSj+83yj/ABrHvtf1W46ymPPaNf8AJrqrbwZZQKN80hYd+B/Sri6RpsC48ne/qxJoak92F4rZHnH+nXLAzzzuM5+Zya0baO8ijOJ5CMdC2a7CXTbWVvkBUegNL/ZMIiwuQ2O5qPZsrnRzmmJmRkk+YOOd3OaW7sfscTxSZksJvlZD/B7irCxtDcDPY4NbE8AuLNlxkFfSsmujLv1R4vqF1qfh/VJIba8lCA7kbPDKelbmm/Ee8iVVvrWO4wPvK200njywZrW3nAy0Z2Mcf59P1rivIb2/OvNqOVGbUWenTjGtBOSPUofiVYScTWlxF9CDV6Dx7ospwZJU/wB5OleQ/Z39vzpPKYdqn6zMf1SB7ZF4u0abpeIP97irset6fKMx3UZ/GvBhGakjiweuB70/rMuqF9Tj0Z6/rHjCwso2+zt9qm6BUPGfc1veA5bHWtX0m41Szt7qC6Hl+XModFZhxgHjORj8a8SR7aJFBkHBz9012ng+dJ9EnhRt0cMhC9R8p5H9a87G4idlPomdmGw0I3XVn0/D4P0S1YyRaDp0bd2W0Qf0qQ6Npan5dKsRxj/j2T/CvlSWBkkYZI59aQLL/DIw9OTiu1VotXUSfYzWnOfSnijREnhE1mltb3KqUSR0AXnjaRjoc/yr5cWMwS3FldxxQzBydrn73bHGPeuy8F3AWW4sGPly3S4juAu5g4+6uTnC8kkjB464qTxnp9vrtrFGxgXXxjbIV2icYyBzz07/AKYAxnUaltodOHcqfW9jjdUheTThb20cTMMSysHx9Byev68V0Xwb07zV1q7HmxuiLbNKj7BAjEl2PvwMdeRWFG8thp8NosZE3LSKkAJ3ehbtxgVb8H61D4d8VW+o3BxYyjyrolfMwrdG255PT1rOlPlfKzfG0faR9ot+x3FxcW3gm80zWdHWa10y+byL+AzNIMn5lcFuQSpJ6j+ddr4qsftb2V1YSRpcWcpkT5iqvE4AdARwMg5ycnIXpnNcw1/Z+OLjU4bqxmbStNlXZbK7rPKTnM0iKCxwOhI7nPt0Omwtp3hC1hv3laS2iOHUbiQOmMfeOO/tx2rpTTV0eO0Y/i7RrLX9DuIms4pLxUYWzsNpR9pwBgZAyM7R1xls1gfBLRr7S5tVF3ZtDcXVnHJCZBklSx9OnbjrwMjpW7peq/a7h1tgL93lPloB5eE4DMCTyMg8DBPcYrptMew0268uW5UR21q0tzukXKBmULvC8k4UgdzjvnksC20Of1OIa3bXNjeq1pfxN5kTqDmJ16SL7ZPqevUg7n5rWNX0W2063PijzItZjbY0MJz5ikkFsf3DyecHB9Sc974otI50tdTsJoWAIZZlO4OvpkdR1/E/XPiq6NYakg1nWFuB/ac0rLJHIqrAoJ2ADadzHHQ4Bz1zg1Nm1aQ07O6PTtO17QrjQUu7CaOG1tJNkgJMYQkZ9Ofw/Dpim/ELUbW88Etd27iaze5t5RJ5bYT5xk47dMdvzznmvAvg/wAuxRvEMkiNHGZEs3bITJySRkgdM9ufQ0nxJ0q/tNOWDQ1FzpWsyR4Ealh5mQQQegJwByece3A7NcppFJNSvqctqtr/AMTExtIWEsnmc5JIz1yRxj/Cs29eK7v57p0jZIx5Sg85x1PoeePwqW1tfEEFlc209uoniIVRcEhwCOMdiPTmqMEMy2JRYpPMhO6WPqeOTkV5NKHJJxk9Voe2q8Kmq9TJ1FzFIipkQtyUIwAe49q7bwBpCX9wl9c+TBZxRsibAzF2Ofl9SevAyT2B6Vx9rbf2ne21pbNvZmznGMDHvXrPheILHObfH2DTommYMAu8gbjxj26EY/nXfKXLGxwTXNNy6HCeM1eW+u5Hi8pmuHAUoVIVflHB9lFcg8HtXVX+pXfiLVrm5kMcMeflVUOAOgwCTjp0zgdBwBVdtIdsf6R7/wCrFJXRm9TmGgx7U0w4PtWrNa7biWIvlk7460yzspLuRlTAKjJ5qk2S4mZ5dJsrdOh3JHytF+JNKNAuuMmDPsx/wqri5TB2UeWK3xoNx38kD/eP+FPGgSn70qD6Ami4cpznk88V1WgX3m2q20rHfF936dqjXw8cc3GPYIf8acvh8owZLkqV5yEOQfzrOpFTVmVC8XdGi8mGx1A602S4jSHtuHBGOTk9ac1jeGHdDiYghWwQp+vJro7DwtbPBF9qFxLcEbmWM/KBgcYAzwe+fTiuWNJ3saSqJHn0EssV6bZCdjH5Poe1bUqEDEh59q6b/hF9HuL50X7bZXka/ujg+WCR1IYZYcjo3Hv0rkbfRNSuzJ5l1BFtYriWQg/oDWk6V9SI1EQzRFV4AYdeKpFy8yoODnHNa6+H3Rk8+/jTLBSY8tjPftWhF4csVCm5lkkkX+JW+Vh6FcA/kaUUhuRz9xexW8e1XUv147VmvdSytkEnPoK7pNJ0y3LGK2XJ6nYGx9N26nW+lwSsot7R5HzgZLNz2GOnY1cYpESk2chDerboA3mhu+VwKtR6xt4Hm/8AfJrtI9BldN5toYYsbmYhVA43duelVbnS9Ltoz9r1OBWHG2L94T7ccj8vX0p+xT1aBVWupzD6wpHJI+oIp+kautvrNnMrKu2VQWbspOG/Qmr1yug+ZsiW+umPA2qAG57Dg9P51nXdishIt9HukJHys7EfTqPp3qlQig9vI940lSVMjY3MasXjjZ1waZZLttlHTjGc1Dc/M3XmuE9JGVfW/wBpUp2bg1zfjOBLLTYUiXDeZjPtg/8A1q7RE28muL+JUrFrKMEncWYj3GMfzNFzORxTSeVE0x/hHy+5rnJEllkLy8FjnJrsrQBOoLbeB9e9PmUSncE2+tddCNlc5qursclbjZwDmrySN0rb8oexFKIsdq0cLkLQw2xjPH0qtIdvIRmz6Cul8r1AH1o8rp9KFALnMeYQuWjZR6kU77SjcDNdBdWvnW7oRjcMc/pXHzRlXIPBB5p8pNy9JEZkJRS3PYZqvbQTRzZMbgd8qQK0vD0n7xoW53cr9RW95Geoo5boafU53ORx2qxCN/yn6iq9zGbe6aNsjninQy7ZFPoaxSszW90XRbGpDCzEFjgDp7VoRxb0VgcgipBb10oybMpbb1p/2WtRYM9uakEAx/8AWpk3MkWvXip7eyLvhRWiIBmrFvEVcYGe3NMTZD5GFCMCQp4GcVcWPI9am8vcxbjJp6ADrQS2M8vI4FOhXEnTjrUijP8AgRxUu9S6DaMgdaBGxp5+UYrXTG3jrWNYcKOTWzCPl4rSOxkxcH3prHYpZiABycipAKwfG2orp2hzyO2MjaOOp7VaJOX8eeKdLvNOudOgeZ5SCpZE+UH6kivJ96RjaISfc9anuL9XckJkn2qH7VjpF+daaLYjUiaZh0jx9aZu3dsVK1wH6qM1A5HWpZQjDOAOTWgsceBw2cc5PemWUQx5jjtxmredspC87R+Zqox6ktkWxVyO44pcfujgAUkuVUKc7ick08jhO4qhEbDblm4qJcvz/COlTTfO3tSooVaLDGkAALUbfMx2jjuafy2SO/Apsn7tNo5Y9aTQETDe2B0FLHGZHwvQUjfKu0feNXLZFjjxtZm74oirsGxrIgj2gDiqzAofkJFXmWNxwCrVVkXb7iqaEmLDdt0kz9asbg3I6VQkUEU2CZkbBNJS7hY0HjJXcCBV3TLk8A9V5FU1DSqAnOav2sAhU4+8etRVq8i03Lp0+Zkn4ZroPA1yLfXowSQJVMf9R/KsLrUllObW9gnXP7uQNx7GuBOzudjV1Y9mySeuB9KinfZE75+6MmhZNyhhyCMj3qhr8xh0e7bJGUKj8a62cltTzS6lMkzuedzFufeoc+1JIfmOOlITxzxXMzrIrhsoD70zHNLMSFH1pvTpwKQEka72AHetGy037U5RXw2M/MMZFUrG6ls7hZ4CokXpuUMPyPBrTTxPq8bKY7oIQMfLCgz+lbUZ0or31cyqRm37rJh4efdjzk9uvP6VhzrslZTyVOK1j4o1o8/b5Rk5O1QOfwFZE80k8zyzPvldizM3Uk96K06UkuSNgpxmn7zuM71seEJ/s+v2vIAc7Mk+vFYvcetSW8pguYZVJGxwwx7GsIuzuaSV1Y+l3Jzz3qFz71K2c81C30rpMEVpuaiHpzUsnX60m3170i0U7jkqB1xVaRCev860Jo92Ofw9ajaAhST0x6VD3KM1osjioDb7iMg+9atrAbiFZAkibv4JFwR+FWEtNvJWjluHMYq2nfb+QqBrHLYAxXRhVGaQorZ4/Gq5Rc5y7aceRjioJNO9sfhXUyW6k8cH2qFrcg+tLlKUzl3072qFtN56V1TQBRjbURhGffFTYfMcq2n4PKj8qgawHp1rrXtxnoKja1BH3RSsx8xybWPP3ab9gPpXUG0Hpx9aYbMdO9FmHMcv9i46DNH2LqcV0jWf5fSo2s89KLD5jnDZt6Yo+yZ6iuhazI6Uw2jA9B/jQHMYH2X2/Og2vI+Wtv7MQeB3ppgPp+HpQFzF+y98Cl+zHrj8q2Ps59P0o+znHSkFzG+zY6DI+lKLbp8uK2fIPoaFgOM496Aucb4gtWTbKNxHQ8cCsmxkYXEgxxtya9DurAXFu0UgO0jHFcFqNlPpl9KkkUgiP3JCOG/Gu6hVuuVnHWhZ8yMu+ctKapwLvuEUDkmpbhssSaueGIPtOuW0Z7tWj3MuhqajpjpY/aXPII+UdhWL+leh65ZCPTbpWXIAJAPrXnBfb0pkRdx+zJGT7UGNR0NQtMcVc0eyfUbrYuQg5Y0LUb01Zb0nTPtTebMQlup5P972FdKtxlfJtQVQDAAq1Bp8bLHE+UjUYAHQV0Gmafa2qqSquR7ZrphCxyTqczOZWx1KQgxblwcg9K3YdM1y7VBLFbSED78isD+PNdNHf7FwpUegximPrLq3yjdxxWsUkZNtlP8AsPXCu1dShgixjZDFgD8TmrmkaA9jI093dyTOO7Nmo28QXSHP2Rtvrn/61B8RRy4WWOVB3yv+FaJxIsy3NcSOxEQLDtio1tZHO5jj8KltNV091ADov14/nWik8D8qV9veqVmSynb2/linuvNXAFI9agnOfb0qgMLVLYCXzEwQev1qa3bCr0IqzfQA27MOlVbY5jGe1c1RWZtBmP4s0eG+s2Vi6q/J29c9f6Vw3/CKWq9Jro/8CX/4mvWJkE1rJGRgkcGuPvB9nt5pGGNi15WLXvJnq4JrlcTzu60yKNJWWWXCE4yRz+lWvCtotxdSM6hwi9GGeTSXzEWPOfmOPrW54MtyNOll253yYHHYf5NcMZNnoSSRb+xwjGIYx9FFKsCKOEUfQVp+USTwaRoT1I/SrJuc14ks/O04uBlozuH06Go/h5dLbao8MoBSVMYPqOf8a6Sa2Esboy/K4KsPWuN0otYaxG7ZzBLzjuAcGsMRDnpuJdN2kmdnqkGy7cDHt71RMftXQaskcrLNGylSADjnHpWaY6zwU+eir9NC6y5ZFJUw2cc/StaTUm1G+im1q4cbF2pPHHl1bPynAxnB7dKq+XgfrWr4eH2a6e+ZUYWu2RQ2OW3jbjkYPXn0HbrXUZp6nA63e3N9rU1lGRM4neMXLLyVLHLY7etdZ4X8P2sd+skzNdRWo89kWHaoI+7uJP1OPaqnjeI+GPHEupQ5bTtQkaQsQDwxycD2zkeowe9dnophvoprRi7JJD+6aRsrIrDqqDr+deJm1arSVo6Ra3/M3p1JSumziviBqN3Dq1nq9hdPBcsHg8y33RkhDnb1OcbsEcdBkDOK9Q8Mx63/AMI6J/Et6tzczDcPkGUXAwjMOGPQ8Dg5yTiuF1wz33hayubq2Et3pyRzoZIGBYJt37iSAVPf1K4qv4y8eQX9q91puo3CMERbeAeZFLGwPzb1UmIxkdOpOccV6GUzTocn8uhw4he/fudTpsM0WtSTxGaATCWONxEWZDkjJXGCvGQep9sZPZpPZWWsbW8uKc2myWQqqiQAr97H93cfYAnoOR5pofjVfN3alam3nMfmoOgZSOCDjofUfSur8AQtJdalqHiRDGdUcJawz5I24Xp2UnCcdcqB14r1OZyepk6fKrlXV7WTQrmWS0cnSrgt5lp1ETHOJFAJwOmQB36YwF4H4UXniCaNIEjjbR4WOZpRhh/soec889OOeRnB9K8SxTaPFcpGxl08oRGwXc0BIwBg9R/nqCzchd61qGkaxa2Wj6fD9ieVIJHcjABbblUVgVHB+ZuP6pqxN29zptTuojfwlJRGzApcTR/K6gchSwOVzycHqAe3NbGtfZx4babVr0x20U8ckcu1c27AjG0lTn5hnkY6jpUlraI0N0GZYJBtk3xIN2R0659P8PaHVtY0yC8n0m9027NldhHe5W0D24lc9H7Ak7ex5IyeKd/dsSk7t3PI/FuqafYyI2j3BuobeUxmfOPNYuzMBgBSBnsAORitzw6qPO8okUwyhdyFsoTkYOe3/wBYVi+IvDyW3iJUsreOOxiuWlKZ+6GCnAwOnoMcY6irC3zWmpRHzDFHEhlmO7BKgDjPcGvmcxSqScY763/r5HfRdlqZUmkwaV4vay03LNPBkmQjEO45OCOoxx/OutuWWz8La1JbZVTB5ILcFtxCn+R/CvOvD1zcat41juBkyTOxKqAPl2nj0xjiu38TyrD4X2AfNPMBnPYDNd9pwUITd3ZXNKbUoto5Tw/B/orvj7z4rV8rmjSIPL0+Ec8jd9MmruzHQV3Iyucbr0Zh1RGPSRP/AK1J4fyupFM/eU/jitDxlDthtpx1Vyv5/wD6qy9Lbbqdq5zgsB+fFLqM6ryTu96BFVx0x1pAnrmqFcq+V7fWgxYBxxVvZ7UGOgdyp5Pr0+lL5fOKteX3xR5eO350CuJpMtrbT3f22Odo9iEGEAkHLZzntyK2NsN3B5pvI7eEqSrzMFBJI4+vB/Ws7RZpLHWvOjkEfmQlSx6DBz345z+la91NBqTeZdrHdRZyQrY3cEA5HTrU6bEST3KdrDb295EYtTt5pCSNkTBtwxnsfofz9KzGbSLbVr6O9vZI381iY0jOOeQc4q9GdOt5IxaaZHE5cDeXLMo/GotQuhZ+IJCttbSOyLIHljBb0609LGetzH1OawnuCunvMY9g3eYAMH2rStdTt5rZXs9Cv7ogcsSwwf8AgOff8qTX9RlvLdFlaL5TkBcZzjB//VVCw1mayhaBrto1XlVHJwfpz1rBSjGbNnGUoo2FudWmUPYeH4Iup/fYz699pHQ/pUk0OuyEfbNUs7FD0jTGU9AOM9eOvY9cc4EutmdeGvp/YI5B/PHoPyqE31yzYttOlx1PmuE/xrR1UjNUmzXfTtNdg+oanfX7g/K3T0x97PYevp6U8HSYWb7JpcbDpmZi/tnByPX/ACKxib0g5kt7cdgqlyPx4/lUT2+f9dc3Evp8+wf+O4qHiF0NVQfU1bzWZoogqNBbxryAigAfn7VmaXqB1DXLO3F7vMkygqr9QDz09qzHsrMTbvJVieCXJP8AOt7wNbIfEkJSONFjDNhQPTFJ1tC40dT1pSFj9cDFRbSzEkcU/HfNOrkO8bg4IP8AKuE8fIftVm3JYBgF9TxXeg5XocD2rjfFkImvLcnpGrH8T/k1UI80kjGo+VXOZjg2KBxnHPvTxHVzycetHlj6GvRStocXMU/L5GaXy/XAq2IwKXZ7UwuVBHj3zR5YB6D61cCeopNnoAP60CuVfLzz1Fcl4lszBeeYFwsnP49/8+9dvszjj8PSszxHZ/aNOdlGZI/mH9aT2C5xtlKbe4jkHVTn613UaiSJWHKtg8VwC12Xhe5+0WJic/PGcdex5FKLGyl4ltCoiuAvAO1j/KsHd1wQc816BeWq3VpLC2PnXH49v1rz1kZdykEEHBBHSpmtblQZ1Phybz7Yxk/NH0+hraWAnoDXIaDP9mvoyxOxvlbnsa7yLtirhqiZ6Mrrak+lTLAoxxVn6rmlA9TmtLGdyr5C+g/KpBGBxx6iptvHFLj86ZNyHG3GVJzxx2qzaxIzYZcemaQL9fzqRY/584pWGSXECquVGN3SqvlkNWhaHKmM9+R7024tduCo6DJGKm9nZh5k9iMde/WtiLGO54rGtMhhWvCT68/yrWJlInJ7HNcF8XEkbQQU6Kwz3713hziqep6fb6lavb3S74n6jpVXtqK1zwTR/DWpX1t59rZySKf4iQo/MkZ/CmahoWo2S7ri0dF9QQf5V7jIsVhZpbRAKiDAFc7fTLJuDcjuK5vrMr6LQ6/qsbb6ni0i9eKYq7yFHrXU+LLCJGM8ACknkDvXN2K7p8notdMJKeqOScXB2ZdmfZGkS9qljxuz71UmYtIPrUobFb3MguG3Sgmnt95B3xmo8b3B7UsjfvCfRcUXAF5ps8gVcCmF+KYn7yZQenU0rjLgIjhXI5xVYnks1Olfc1QsC3fAoAv6dbLNmVz9BVmRlj4xis+C78nCqh+tTyTpKP3ikf7QrWLSRDTuI7qT8tQytkdKesDPzDIr+2cGopFkQ/OpH4VLY0RHmq7jDGrVRSJzkdKzZRp6K25WB9ODWl9O9ZujoQrt0HStMVx1n7x1Ul7oU3FBPrTSfY1ianq3he5F1odpJnJCbD7EcVU8bXGzR/LxjzJAOnpz/Ss/4d3O6zurZj/q33j6Ef8A1qZ8QJ9rWsQHQM1dV/cuc9vfscaxG/jpTSfzpu7JzSZ+asTcJP4R700/ep0hywpp9qljDjn+dIf060n9aD0zSBhnNHA60lFAgxxRjP40A0lMD6bJ5NRP071JTGXNdJzlfbucZx+NWfJLpwOafawBpOavqipx3rKT1NImelkT9fXFPmtQMZOfar6bl5POT27VDcLhvX1ojuKTKyxhV4AFKQDxTv1pK2RmVJYTnI/Cq7KVPIrT61FJGD2oHcoU3Aqw0FRMhHrzSHcZ3+lNKA8YFSUnagZA0KHtj8aY1qMcE1Z/WhhRYLlJrYkDBz+FRm3f0zWhj0pBwaOVDuZ/2dh/CKjaA45Q+nStTGaMfkKXKFzIMQ5yD+IpjQDvnNbBHtTSgHQUuUdzCki+vtTPJHc9/TFbTop6gfiKZ5SZJKLS5QuY/k5J6U0Q/LxWz5CddopDBGOQuTRyhcyVh96d5H0rVEEYP3BUghj7KKOUOYx/Jx2H51S1jSo9RsnhkyCRlSp5BrpvIT+6KXyU/uj8qai1qJu589axY3OnXTQ3cLRsDxkcMPUHuK1fh5GX8TQYySFJ4+or17XfDWm63Yst5GyyR8pJGdrD/PvXA+FtCutI8VboSkkAyoJPOD69Oa7YJyVziqNRbR22rWIltZcD74xzXm+veDbqEfaNMBuIiNzRj7yf4j6V7HcW3m7lbuOR1rL0+IpO8TfT1rXlTOfncXoeJQaDqc43LayIg6tINoH5811mgaY9i0WF5zhjjNehtYfu5Rxj6VmR2nlvgY654pwp2YTqtqwjWwUZIHtxV20tyIi2Dn3q3NCGCLV2OEFVUdK6lE5WzLjiL8Yz+FXUsmVRwo/GtIqkSDGKpzz+lFgKs8ewfMB+FVWt1kHKj8q1obYy8ycCra20MQBxk+9OwHLyaaj/AML4+nFQC1ktmzA5XvtrqJOeg/IUxo1ZcOAR70+ULmVa30qja+c1pw3SyDD/AJ1CbCPqCw+tMFq6Pjdx7VSuhFmRcRvzwRWbCdvDEVdZ/LGCfrVWQI+TGeTWdTUuBPAfm5+lcx44j+zWkmDgSkKMfrXQRuRjPUcGsb4gRNLoaSR5PluCa8/FRvTZ34SXLUR5dqxwkafjXfeH7UW+i2qMDu2Bjn1PP9a4Bo2vdThtx96R1Qfia9eSyKoFBAC8V5dOLPWqy1KG0fQUhQH/APXV5rR/4cEUhtX/ALv41pysx5iiyfn1rj/EdoINV80D5ZQG/Hof8+9d4YGB5U1g+LLPzNPE6qd0LgnjseD/AEqKkfdZpTfvFnRz59hGGxkrt59f84qYxjHSszw+xltnSNsOh3Ct4rn5sEZAIHTrzXnYOVqkoHViI+6pFPylxU1lc29i8j3kZa1dDHNtGW8s/eC+hIyM9cE4qUryciqGsqP7LuT/ANMyelem9jkT1Ha3Yx3lnLoQkzZysZtNmZt29gOcEHbjOR+P8XFRfCW6P2iXSr1THfWO7bu4YpnBUk9AD+h9qw9Hlk1RpLaR2N+kIFpI0m1USNSSnpyP6kmtLU1nX+z/ABPoe23vDIbS7jZQ5DdMsMYwcc9Oe1efjMP9boSprfodKVpJj/iN4g022gu9J0m2aOeaTdPK0e0dSSATyRnPA+Xv3rz+z0LUtQTdBA4iGMyP8q89Pr+Ga3PE/mX8X2twHkWQs+w8YP8Ad4+nJro9ZulbRbJ7MtDYtBuKREg8L0zjIA5y3Xisad8DRjTpq7b1b7/1sdP1KM6sud6JIt+E5rSeCy0jVoo2urcKF3j5JAp6qfpjI4b2xzXqUM9trNreaTdQkkP8gZcZwBnbnuMj2wTnIzXzsNYjivxb3vzwMAVf72PY+vPQ9a9j8GeJWTTxHFd2lzHAMpLdybtjY+5u5OewzzzjnpXbDFSjZVFv9xzVMFGV3Tlt06lXxi+paLpd7ZTXK3slxEVtMn98c8EvnjjI5PJxz2C8XoWvR6vrlrbR2c41BW33TuwwgTJKpg7iCxJ5JxngY6aniTU4p79TcSsbi8YhpdwyoUZ4PQAen/6zi+B7ZpfGF3ftEhgjg8pzj/loQp+7jP8An3xV0MS60tF7vQxxGEjQjZu8up6Xabb/AMaaWRyILSR2+UdXIUfNtx2PcH9axvEfifTY9cntbzUEtJ7R3ikieKYh0ZFJKlCFPAxhh6YIxmsbwLrkuo/FO6gkbbGsEltEpbrsbI+pzk/1yMni/FdhqOp/ELUrOCBp76a5YKka9ux5A4xgknAxzXb0OI1bjxDbav4p1m8iu3trOR0aISlVLBV29TxjjpwazfF+qodPSG0mV1nJyyHsDzWBq2h3ukajLZatbPbTgZG4gg+4IyGHbINZ6wl2ijT5nc4GDnJz/OuCeDjKt7Zs6FN8lkd38ObFobC71Xy90rf6Nb88bzjJPBx19s5xkEitjx2RFDp1oMFlLswHPJbA/lUsbx6BHoqiN7izt2CXIJH+skRsY7Njr06cE8jFXxIrTeKoLdnZvL2KWbq3fP606ivNG8NIWL9vAI4UTGdqgfpUhjA/rVgIPSnKg55/Kt7GFznfF1p5uhzso+aMhxj2PP6ZriLRsIrDqpHPpXqV/bC5sbiI9JI2Xr6ivK7EfKytwQamRpB3PTowJI0YYIZQelO8sf54qLQj52j2rnBOzafw/wD1Vd257VRDZX2D0pAg9PerW3NGwd/8aLBcr+WvcDH0pCn6e1WyuP8AGkIP4UWFcqtApAkPEkfzIenOMVUsLk6e1xcqi7G5KED3HAbg9T/StGf5Ydxx1xWDfTTXt1Kiou1j82FCj8hwK86vNxq6dDrpxThqOn12wEm+KyneYHIV2VV/Qn+VY94JNc1Bru8iCRj5UjByuB6+ta8NlbW4Y8NtHLHuarTTb2wo4HAApOvJqyBUYxdyL7DafKFhTI54GOaljjSIfu0A7E9Sfxpy4A5wTTs56dqxcmzVJBvP0FDEkdePSm559qGY44HTikMNiDG6q8ki8BAMVMImkOT609YkTrimhFNIPNfc4wmec963vAaf8T6cgKAq8EDHBrHkl3BhHXQeCFC6jI+R8yDP4f8A66tMcVqd8Wx3pjt+f0pWJC98YqNmB+vemascrjB9K5rW133C54HaugcnYeKwr9fMmIJxgdK3w6vM5sQ/dMryh70eWAeRVzyB1yeaDCvufxr0LHDcqeWMZ4pdmOg/SrXkjHek8ods0WC5VZeOBUJXP0rQMIUE8/nURiXJ68UrBcqBenOc9OaRow6lSM54OauCNeoo8sdh+JosO55fqlqbPUpoT2OV+lXvDd19m1JEY4SX5Dk4HtWt44sAqQ3sY+78jn26j+tcmjlWDL1HIrJ6M0WqPTxH9a4/xRZm31ETBcJMM/8AAh1rsdJuxfadDPnllw3se/61B4isTeaXKsYPmRnzE+o7flmrkuZaERdmcChwwOcYr0HQ5Bd2MUgILYw31Febq5YfMOfUV1fge9CTy2rnIcbkz6jrWVN2ka1FeJ2AjHc5o2DOBUn4ce9LjHWuo5hm0e1Lj/64pR1pe2Dj86ADH+cUmc07k8U9I8saBD7OIvMuOOc1p3MGwDI5NR6aAkwz0IxmrU7b5DgHA4zUNXYc2hQhg2Nz61eQYA6VD/FU6/ma0RDJlPGaZcSCKEs1PU5AH61T1qSOO3Jbrisq07KyOihTu7s5vUrrczc9c/jWDdTfKxP86dfXQLsS1ZW2bUblba2BZmPJx0rnjE6pzSOd8R3u/KA+3WsizXZbs/djXu+j+FtN06BWltYZrnGWkkQMR9M15H4w1Eanr13OuAgby0A9F4/pXfSjyo82pLmdzA6yZNSM3ApsYy/P4U6UYOPStTMcrYWms3BPqaaD8nHrTWOFFADWNTQjbGWPVun0qKMeYwAzU0pHQdBxSAEMef3uQPatO2uICuzgr/tCsyOIuMt0pkqbD8pNXGXKS1c0Lu0ypeIjb6VSjbaSj/nSQXcsTfeJHpVrzLacAyqUPqtVdPYVmipIrRNuU08XDsMOc/WrsYtujSEj3FMmtID80Uo+hpNAmVNwNSIFLANXZ/D7wgurXCXV5k2qSABf7/r+FZHjizXT/Gmq26KFVZyVA7A8j+dR1sMpQ/JcbRwGUcfSrYqhv23ELZ6jBq/XLiI63Oqi9LA3NRt7U/IppNc5sdH4DuFi1vymOBNGVx6kcijxxNv1h0zxGgX8aw9Nujaajb3K8eXIGP581PrVz9r1K5nByGckEenatYv3bEcvvXM9m+tCn1NNbrRnNAErnkH27U0nHT1oJ5z7UD73FQy0Jnmj37UfxU31zxSACMGkFKTjoOKTr1oASijNIaYj6c70optGfeuk5ixbsqsSc59aGlZmzkgA8CoRSgmlZDuXopQI8s3seKinmB+5wMc+9V8/rSE0lFXHcfnnjigtTM0tWSLk+tAzSUMN3UcelAC43U1owf8AGlHPSh2wvFAEDRA1C0J9KuRNuBxz2p/FAzMMbA4NNwRxjpWnsUmm+QtAXM3b6elJWibcE8VGbcAdKB3KZ60nbpVk2568gU37OR0zQFyue3rmmn86n8hsmkML0AVXFNPf/OasNC3p+NM8lsdBSAi+tJ64qXymweKTyWPQGgdyNuwxUirx6Cn+Sx/hxT1hfH9KBXI8YHPSlPHpU/2dsdqPIb8PamFyFejA9xiuZ0CDzNbuFcAsmSOfeupMDg1xXiC+bSdcgurNw2SBMijdmurDy3iceJje0js5UMZRmBBHUHmqsyiK+jkxwx5NRR38GpxrPbyhZDx759DU4zc2hz99Dg+1dFjkZauo/wB22MYNc7j996jNdHCxksmz95Rg1ipDmYk9a1giJlwLll+lXFKxrnP51BjEamobiccLnnFamY+5n9OaitUMsn+NQrmSTFblhbhEBIwaAHQw4Hz4GPaormTJIWrMz8befwqm6elNARA7W56VIQCv9KdtGP61G3HoaYhF4OKJASQf60mO9IrDdg1QiuYFlkw+R9KS7s0Rd0fGOtWmHJwePWmM25SidhzWckmioszFOG5FPuoFutPmhboy9hSNwxB+90qSF+drdDxXLJXVjog2nc8m8G2jTeMYxIBmFncj3Gf64r1jGK5nw7potvE+szbRt+UKeP4uT/IV1BxzivLjDl0PYlPmsxgAzijHUdsU4dhSVRIEfWobqFLm3lhfBEilTx61MRgc/rSNzSa6DTsee6WHs9SEZxnJjYfpXZaeVlj2yYL9MVzvia3+y6mJV6Sjf+PQ/wCfetPTZN1wkoyN4yRnNeC/3OITfQ9Z/vaWhsNDHj7v61R1qBP7JvPlP+qY8fStQ9ciqOsf8gq9648l+M+xr3GtDyk9TyHUJngkiliYpIhDKw7EV6LYX6z+B4L5/KgDL9nuI+SJPnOJTn+Lco69c89q811Qkx9O9emeF7GO++Gctq5VZJ4JTEW43OhLgDPuB+A/Guakrqx2ubhNNHIandQwWM0SzKzuuAi8kjHfHT6VHomuw2GltZ6jDJJDuLo0TYYH8xgZ9DXNx/ewQBj17f8A16syQNKoSJHeU4UBeST1/P8Al3q54aE4csiZ4+o6inHToUtQvvt19vSNlReFDNuOO5J9a6jwPrSaTqEkE7EW03Dttxg9iR6dfz+tU9L8F6k5828UWaDJxL94gd8eler+GdP0XRtNS2bQjqV8rGRppLXzS+WA9cD69iaKlGE6fs3sZ0atSNX2q3OS1iXTY9YtUl1SNo55Nu+JgPKXJO5iSV/i645B5zzTNb8W2Gj6dLpekOs8xGEmhYFEyB824feP0/PtXbXs9qsEY/4ROyu4CBFK0FopPOR6Er1H5ce3mNlaeF7t1WeK6tJFHG2bHPOclhjIwP8Avr2qaFKNGPLe5WJqSry5tkZnha+/s/xbpl9JKybblS7uTkKThicckYJ+vfrXp3jfw/q9h40Gr+GLQ3630fk3MLoJI2+UcMM/cKqPTBHUZFYcXw9sLu5kjg1OS3VQSoeMPlgM4OCMcfzrpLO28b6BaxxWN3YatbrGY4mcDMajtyVPcdSe3pXSmcnIcT46sptF8NaLY3yRpeu003lKxYQIxB2jJJwOB1I4PU81z/he2Nxq0Nw6qBCTK3ODxyMZq/458P8AiWyvI9Q8SQySfashZfNWQBuePlOFPBIHGefetix0d18M20C/62+nUFsZ2qSSDtP48D+eamRpTXRlbWNQYXmlWTEYEiXVxwuWdnLDOCeit685z6Vrwgah41vJcfIrMcj24FcRqt4tzqW+NERYlWJfLOR8vcHAyPTPbA7V3PgpC817cNyWKrn8ya51G80zaTtFnR/ZkGCc/nSrAnbNT5IFNz7V02Oa5H5Kdfm/OvIdSg+y6/ewngLK2B7E8foa9j9OteYeO4fI8TFwMedGr/U9P6VFRaGtN62Om8EAS6XIhzmOQj8Dz/jXQi3XPU1ynw/mzJdRnqyq/wCWR/WuzH504axJnpIg+zr6mnC3jHX145qXHHNIecdx1NVYm5CYFPKg4+tIYE+917VY6elNIyevJosgMjVAI5EXoCvFYXmeWzKMLkkk4re1lwJvLyCwA/CuZupCZMNwD6V4tZqVRtHpU9IK4+RRsYjP1NV4xls4NV5JCThSSKfHuYADipGThvxqQCmxQkDJ9aeR6UhiE0KCW6/lTScdxgcU139P07UATs4XH+NU53LetG4k89KdGhJP+FMBsMZJ6Gul8GArc+/I9ayFAVOBWv4RbN1J1wG7n2ppjjudyOVwelRsuDUij5R1OaRlz/hVGjIbhtsR4zxXOpMZbiQZ+XAx+uf6Vtam3l27c8gVzWlnMzZPXIq6U+WrE5q6vFmgF54pAOvNSkfh703GM165543/AD0pPzpzDHt6UAZA3fMcc0ARsOOcVHjjtU7DIqIjj+tIY0j2pMY96djOMkfSkPHHvSAq6laLe2E1u3G9SAfQ9v1ryjaYpXjkBDoSpHpivYq878cWP2XVhcxgCO4GTjj5u/8AjUTWly4voavgW73LNaMeR86j+f8ASuuPt0ry3RLv7FqME+eA3zfTvXqagOMr8wxkEd6IPSwpo8616wNnq80aACOT94gA7HqKraZcNZ3kUyZyjBvw712fi/T2k09bpFO+3OTx/Cev5cH864i4XY+R06isKi5ZHRB80T1eNhLGsiHKsMg57U7Zng9KyfA0/wBt0jyz/rLdtn4dv8Pwrp47YkfMAOa64vmVzkl7rsZ4QnoMjNOEZ7jFaq23HNPFuhIzzinYjmM2OAt2qwlsDjPUc8HFXljUDilVVA4x7kUxNkSpgUuccdu1SMB9KZjJ9qBER4apk6dsVHJgU9Dlcjg0m7FJXZYiGfasPxS5S1Yn0xWwjEdTz71zviybFswz14zXHJ80j0Yx5I2OAmL3M4jiXLk4Ar0TwvoSaXbiRwGuHHzNjpXP+CbBZbpp5VyQcjPSu/J9sfhXVTj1OKrPWxm+JLs2OhX1yp+aOJiv1xxXzvJwoyee9e3fEy5WDwrNGzYaZlVffnJ/TNeJS8oa6InOx9uvO40y4bLmiOTauKjc5zVCBeQRTZTzj0oj+8KfFH5kp9ByaQEsS7Is9zV7RdIn1e8WOIEIPvv6f/XqtjzpFRSFBOMnoK9V8HadFZ2kexgT1J9fesqtT2cTahS9pKz2Kx8A2j2gIeWJ8dQ2c/nXB69oN1pkh3/On94V7VcXPy7RjFYGrWsd7EyOoJ9644Ymaep21MNBrRWZ4uwxSKQeCcVt69pTWczbRgZ6Vi7a71JSV0ebKLi7Meli8p/dun54rV0bQLi9vI4udrMATnpTPDulSarqMdtBwx5J9BkD+tex6HocWmzRqoB2Ac+9VdInVnT6Hpsem6fa28KBVjUCvJPjFZNH47vHxgzxxTLjv8oH/spr3BVxbIR6gV458e1aPxZZyf37GPBHqHf/AOtUxeoNHn9wcx27dDnFaAPQ+tZryeZZA8fK4rQjYFFPtUYjZG1Ddok6CmM2OO/Shjk0xicZ71yHQLj1NLuyoP503PNNU9qpCY40n8VJuCg+tNVsH3qxXJmHzfhRnJzmmscmjNZspCFju46UpPFJn060mffmkMdScGkpKAF6UhNLnimnrTEfTdL1puc/406uk5xfzobdtOzGfcZpBzwMU4DnpQAnX1pwyCPrQOlL9KBB/Kl9KTGPpSimAfTmjHTFKOlA59aAE/X6UyXkYqTj0qNvvZ5NAEduGXcFxjNT4x1zmmQHqOOtSswVcnpQAbQBS9KQNkAjoaKBCj3ozSbu1DMF60AGcUuAetJ+VLjnvQArKD2HNIEB7U4DNKMdzzQBE0Y7gdaiEKbiQvU81YOKZ0oC4zy19KURrTgefT0pTkf40BcaIlHanKq+lL2oGaBD9q9gKNgNHalz9fxpgRywgxsMc4ryXW9N1D+0bpLSBH5JDM2Mfj617RBbr5Rmnz5Y6AfxVw+v2k1zqqrDbg278OC20H2OO1duGpvVs4sTVWyPNdB1W9sNQAvmmG1tr87l/HmvT9Nu7ebe0bKyyLz9ayfFFlb20UQEQtxjAdQNoPsKytDieG4ZYpS+zn7m3PvnPNdLgc/tFI7SIGNJR2PNUof9YSau28nnWpP8Q4NVo+JOaqCIkT3A2W/HWs4AzScj2q7eS5TA7U/SYvNlztxjvirRLJ7GzC/wnPfNaTfImBUyRY61HN97pmgEZ7ksTkUhz3FTyMqDt0qlJIWPA70wHPmomz1BqUPn7wpSOMimIiikycNmntH3FRMuW461LG5X5W5piInjL8AHPbmlSF0Xp+VPl3KdyA80wXE/dQPrSY0Z90CJTkEfUURlV5PI+lT3ku/BbrVXPzc9K5ZrU6I7EwiRGZ0HLnLHHWlxn1zV6xh86I455qdrLnOP0rzqi95npU5e6jKx69Kb71ovZ9j+VQtaMM4NQaXKWRng0Z981Ya2ftTGgcUguc74tgMunLIo5ibOfY8f4Vn6DMpiUOT8px9BXVXdoZoJYXU7XUqcVxOjs0N5JA/Dcjnsw/8A1V5GY09eY9PBTvFx7HZwtujUnrjBxVfVhnS7sZ48p+vbilsWZtykf7XFO1BWaxuB38th+hruw1T2lFSOOtHkqNHiuoNuU545r174cP8AZvDNnP5Mb+SvnHcgJA8zBwe3DGvHrwjYQPavW/As3leFLYFN7SQNGDnG0EnP6U6S6GlV2dzDufAxtfGF0jqn9mQTF0UsSZFPIXsRweTXcx2Vtp1nHc21tAszELHFDEEfJIG4HHPvjJ4B96sCykuLSz+zwOeGWQohbaN3BIAzjkjjPQ+1OvWxdSxy+ZEsMeIo3BGWChd3sSOfT9DW5hdXuY96lzPfvNfiPdt2qgOcAqM/mAp/E1ci1C6hiCRTMihdoCjHGc/zqBiS2W5J70hGOBRYlyOd8XX99YtYmxuJIlMu9wp+8VII/r+dcbZarKuuxNcwQXXmSor+cu49SOCf949a7PxgAbe39d5HT2rz+MbdZtwR/wAt1PH+8K5pSftLHRBe5c9fNtC/Lr1bdkHB6Y/wq1t8tVEF5ORszsl+bGeqr6D/AAqAZz/SndcZ59eK6LGCkyKaRrm6e3uZ5Lq3vD5apGwCTR5JbKno3GRjr04ODXPeKLQrpklwsZhESIkTF27EHII69SOehHWukSNV8xEYpFIAhAH3AOm09vy9KzfEsStoV2oAA2Z+pznP1qZLQ0U1dHkUrM0zO5LOzEsx5LGvVPBsPl6OHIIMjlsn8B/SvKbpwkuOSK9k8PgJoljgdYVbn3GazpLW46r0sX/p9aPT9KM89T9KRQc9K3MBRXB/E63Ktp9yBx80ZOMehH9a73J9BXN/EG2Fx4alfGWhdZBjtzg/oamSuioO0kc54ImEesQ84EitH6e/9K9GUZJz9K8k8M3Hl6pbMOzr/PmvXAMepqKWxdXe4beMikOe1KeRzmk/GtTITHYc49KoandfZ7i0ZgfLVi7j6Dj9f5VfIrF8Qz27W8lvdjyvkzHKrYO78PSufFNqm0uptQV5mPeast1eyTOoXceAvA/zxWa0iyMW6AnmovLJXsWA5K9D7imK2AR3HNeXax33LMe1s/Lg9KtQRbm9setZ0dxsPT/69XVvAUCjik0CLMxC8L61CQQvXr7ULjaCDkU8npzUlEJQtk4pfJyuT2qZcZ+9+VLuUdxTEMWEDr0zUmAo4H5UxplWoXm3Hk49KNQC7mCrwea1PA+TdStkferm7psZzXT+BAfm46mtEtAi/eO8Uk8Gnkd6IU71KIz/AIcUI1Zi68dlmxP51ymlz5mQerAfXmun8WOIrFhkjiuKs5grKV453Z96l6STOefY6/HrTGHp1rZ+ydgoxR9k45UV7h5fMYxzgbh+nShQR/Str7IQPujFILQ+n4YosHMYkgPUD8qYqNj7tbv2XHYUn2TrnGKLD5jDETHPFKIHwM4zW2tqo708WqjHIpWDmMVbYngj86yfF2jG/wBCnCLmWIean1HUflmuxEKAcdfpSlUHDY/GjlBSZ87Q84r17wNKNQ0GLOTJCfKbPt0/TFeb+LtPXSfEVzBFgwM3mR4OQFPb8On4VvfDjVlsdWeG4dUguEwWY4CsOQf5j8qxi+WWpvJc0dD0ySyjlheOQZR1KsPUEc15Bqdk1lc3FpKTvhcpk9x1B/LFewf2nYN9y8t24zxKDn8q4n4iQQtNBewSIxlUxShSDz1U/lkflTrxvG66E0JNSs+pi+AdQ+wa8kUhxHc/ujz0PY/nx+NetYxXgm8xyrJGxDKQQR1BHSvY9M8QWF1p9vNNd28UjIC6NIAVPfvU0JaWY8RB35kbGc0ucdqzW1zTFXcb+2PfiQGo38RaUDg3sVdN0Yckuxqc7v60FsHHWshvEelKny3aMewAJ/pQfEOmnn7QD9Eb/Ci6Gqc+xrPzwOO1NJCgEkY9axP+EjsGfiZ/wjb/AApJPEdgUKiV+RnmJv8ACldD9lP+Vm23IHFQzTCFfrVGDXbKdgkcpZz0Gwj+lLMRLMpb7qjOPU1lVnpZHRRoyveSJpL373HAHPtXLa/dG4cRoc5PY1c16/S3j2gjcxwBWDZ3UaXiTXAZ1zn5e1YQXU6ZdjuPDNj9ksQWHzGtZmCgseMDJrnV8VWiKFS2nCgYwAP8axfFniiO40s21ukkbSnDFsD5e4613Qs7RR59SnNJzkjmPiJ4gi1W+8m1bdbwfKrDox7muM/hwe9aNyYuSseTWe54JP5Vu1bQ5r3IenB7U3PrUpIPsfWmsuRkdf51IyNf9YB71c24VYouZHOOKpnhgfeuy8G6KbmcXEo+X+GplNRV2XCDm7I3fCXhqGO13XUau7fe3DNa9zp0tl8+lSbQP+WTHitVQLaEIOgFV5ZTzzmvMnVlJ3PVhSjGNkZaa7s/d6hG1u44yR8p/GriTRSpuRwQecg1FcJHMjLKisp4wea53UtONphrC4kh3n7o5H5VCSkwlJx13M/xdeRjeFGTXEEknOa09YFz5hFw4fB6g1mgV6NKPLGx5lWXNK56B8HFzrd2TyRBx/30K9gZMN79a8g+DALeILsZwPsxOP8Aga17QUORxVszL8LZhC44xXln7RCKLjRJP4mhkX8iv+Neo24zH0rzT9ohcwaC/wDszLj/AL4poR49Ec27D/aFacY/dJ9Ky7UZRx9K1EyFH0qK2xrS3HfWhmB9qT3ppPtXMdAoI96QnGfpSZyacY2eKRgMhRk/SmiWyuxNRqx3cmmiTIPPSmg5YY9a1M76mjnPIo70irjHalrJmqAkUhOegoxQBn8KQxcgL+NNzjOP5UUe1AXDdx2pM+tJtzQFI4GTTFc+nAMepp3asptdsQ2PtClvYH/Cm/8ACQad3uP/ABxv8K3uiPY1P5X9xsUKayBr+nt/y8qP+An/AApTrunnpcA/gf8ACi6D2VT+V/caxJ/hOBnJzTgMck5rE/4SCwA/4+OP90/4Uo8RWIOPMJHsp/wp3Q/Y1P5X9xtfxdaXHvXPTeLdMgI8x5OfRDzTv+Ensf4RKc+i/wD16LoPq9X+Vm+OKX+dc+fE9l2Wfj/ZH+NNbxTa7htin2nvtH+NHMh/Vqv8rOjJz+dMbB4JrBXxNZjnbOf+AjP86RvFFkBgJP8A98D/ABo5kL6vV/lZvKu0+9LINyEAZ7Vgf8JRaKf9VckdPur/AI00+K7MdYLo9uFX/wCKo5kP6tW/lOhizsUEc45FPx65rmj4vsunkXf/AHyv/wAVQPF9iG2mG798Rj/GjmQnhqv8p0vToKTB3Z7d653/AIS6xK7hFdHnGNg/xpD4xsQeLe9/79j/AOKo5kL6vV/lOmpeBXMf8JlY/wDPte4P+wv/AMVTk8YWbNj7Lej3Ma//ABVHMg+r1f5TpvwpSP8A9Vc2vi6yyB9nu/qUX/Gqd14zYMBbaY7j1eQL/IGnzIPq1X+U65uKYSPxrij41u8jOlL05/ff/Y1PH4yLN82nOM/9NR/hS5kH1Wr/ACnXY545pfqK5ePxpDg77CYemJAahk8Z5Y7NOYjtmYD+lHMg+q1f5Tr/ANOaVefpXGjxm5zjTG/7/j/Ck/4TZl+9pbj6TA5/SjmQfVqvY7X0pskqQxtLM4SNRliTgAVxQ8bsWbfpr7c/LtlGfx4rkvH3ie61eNbO2DW1uOZFLZLN9fQVcFzPQyqU5U1eSPXItWg1KHfaSh09jWfqjlY1ZQTtOSASM14ToWv3vh+f/R5S8Wcsh/pXqfhvxXY6/GAsyxXAHMTHB/CvTp1E9Dya1GUXfoM1GG21G4VpZJCQPkhySAR1CjpnHatC10yWGNQXiQEjKiPJP4jH65FWxFiQmNdue471eQcKHXH0roOYclssVkduTxzWWPvEde2a6BkBtTjoao2tqTLuYALnJqUyypFp8szjrj2robOxS1hA70QzKgwiU95JJvlVWP4UXCwORjA/Sqdwyr2FXTbts6BcdzWXcQMW+/GPX5qaEUriUOxA4psfHUVL9lOeXjP/AAIUGD/pogH+8KqwXI2IHTGKbnHcipxAM8SJ+dRPAP8Anon50WC4gP5U3JB5H/1qckQVuZk4461I4j/vg/SqsIgeYqMjk/SovtW77wp0iruyj4985pjiMjLyA+vFSxoZc7GjJB5qgz/Njv061fxDyN9ZkykScMMZ4xXPUXU2gzpfDhDLIDWyRl8BePWvO9Q1K707TpHsZzHNnrsDD9Qawf8AhLvEfG2/Qcd4o/8A4mvNraSPToU3OF0ewPEp60zyVH0ryA+L/EZ6aiucYyIk/wDiajPibXmyH1jbnuEH9FrLmNvYy7nsBtVY0xrRe2MV4xLrWuMPm1m968bZCv8AI1XOsa2RxrGoA/8AXw/+NFx+xfc9sayB74rzTxTZ/wBneJmZeEk2yr+PX9Qa51tT1kgZ1jUOf+m7/wCNEc91MxN3czTkHKmV2Yj6ZNcmNjz0n5HThIuFTV7neaMwF7CD0f5Ovr0roNQtdtncltoXy2HP0riLOVZrJQ2GH3W964q70zyZpUJPysQM8ZArjy2raMqbNsXS5pKZz111bFey+Cbiwi8J6aJ7y0jfy+Q8qqQcn1NeMXnU4x71s6bY+bYxPlvmGTivRp7mFWPMe1/2npMUk32PVtPiSQFXU3a5ZCOnX1AqGXUNKZvMl1ixlJ9bhCVxxjrz/n0ryT+zVwOX9qVNOU5xkjHrWplyHqjaho4Gf7SsT/23X/Gom1LRl66laHtxMD/WvNU06LoVPXrVvTtP08TH+0IrloyuAYGUEH15HI9uPrRcPZm14vvbKW3gS0u4p5VlJIRg3GDz/KuCuJUj1KBnxhZlLHrwCK1bq2EADqpA3YBIrGmXzJ8t/ezXJU/iXZ0RjaFkeqXPirQI/wDVTyy5AJKREZ/PFQJ4u0VurXSfWP8AwNcg1gqtgJmmrYxnkr+ddSuYezR2Z8V6MeklxzzxHVe+1uw1XTb2Cz88yeSzneuBx+Nc0ljtBCxqR9Bmtfw7YD/S8oFJj25/P/Csq83CDZpTpLmR5tecycV6XonirT4NJsoZo7syRxKrFUUjgY4y1eb3ykPXTaRCr6dA3y5K9SBRTCcU9zrv+Ev0sj/V3np/q1/+KoPi/T/4Y7v/AL4X/wCKrnlgwRtxmjys8HH4jpWpPs4nRN4tsVwRDcsMZ4A4/Ws/WvEtte6bc2yWlxiaNlyxAwSOtZvlYIwfrT2UquS3P8qGP2cTkbBtkobPBr0WPxcfKUDTmY4wT5vX/wAdrz1o/KnlQY+SQ8e1dFp53WSfP0GMVjC97FyipbnRf8Jc3bTG/wC/3/2NNbxg3bTGxn/nt/8AY1jZC8FyaaWQ/wARrYnkj2NseL2Lc6U3tib/AOxrK11v7RuGlAwwGPLByV9ven6dHFc3EcSSEMTnJ6cAmquoaPJFOzwyFpGOc7iK48TPVRua06aWqRnW1yYpPIlJDLzGfUelXGMeCT970obT3ngY3xUsv3XU/OPoR1rHDNDM6ykleu4Dg1y2UtjS7W5fMgX+VMR/mbac0xnBAx0q9pto025iML7ipei1Baj7cvtOelStLjqaS9lES+WpBx1rMkuDnj8cVCVym7F57rGMdqhN4Tx7+tU8tIeh4q1HbZUE8CqskK7Yquz/ADHpUwJ2+gpgVUGACT7CnrbzSHk7R70hkL85447V2vgSL9yOPfINcfehIEABGf516B4Hh22CHHbOcVXQqG51sCD1q0YsLwKgt2QY3sK0BJEV4YU4mkjzX4gTEDaucZweK5O1IK8kZ9q6n4gIdwYHgNXIwttZetS1qc7epc/tPUDwdTvx9JW/xo/tG/x/yEdQ/wC/7f41XEaknAIPrUwQ7eFyOnf+letDYy07Djf3o5/tHUPb983T86jN7cliTe3xP+1If8adyc4jA/HNNK5OCnJ74qhim+lb79zeEDsZCf60fasnma5/7+H/ABpfJDdFIAGeaGtl2/e7dMUWHcj80BgS0zHPeQ80pYYOBNjp/rD/AI05oMHnj8KbsP8AhRZBzMgkEbNlonJ6ffpNsOf+PfI75erOMfeHtSmNSAO/vRYfOzC161R7QSxR7WjOTznIrGt5NjKwxkHIzXaS26vGytjBGMVxFxC1rcSQt1U4rKaM5PW52VvLDJGkiQJggHmm3Y8yEqIUBI4YHoazvDshnhaLkmPkfQ1rmFj2JxVpJovnbOXulCyHGcN+laejXAMDRlEYqcjI7VBq9sY5N2OD8wx+v+feq1g/l3SH+E8H8a5l7stR+aOgBGCRHF+VHnuo4RMew609YfTrUiW4DDJwO+FzXXZC55FY3Eg6pGR9KT7RJzhU/KrUsRMmMkpng7cZ/CmeV7fp0osh88u5A1xMOgT8qaZpTnO38BVnyMjOB6dMUfZj/CvP86LIXPLuanhaGWaaSd8eXGMDjq1dL9huJLYXRO2IttGe+D1/z6VRjMWkaWqtgELlj6sev+FZmo+K7uexhsY0Kbl2hvQDj865pe8za9lqZerSm41B3yWRflX0qkC6nKU63V37lj+lSNER0Azn0zW0ImLb3IXeY5IPv1rntXv8uQzF2HAzW7q0zWljLI5AGMD6muElnWRyWzmuinpqcmIm37rJJLgsetRNKTxnim+WHyVzTfLx/EKttnLYd5gpwf0NR7V/vfpShVLAKSSenFK47Fywt3vbtIwOM5P0r1zw/ELe3GVx2Fct4U0qO2gWVmDORknFdXbyZQdAvoK4q9TmdkelhqXKuZmjK/bIqlMcdOaGlU8Z4qJunXj+Vch1DGPzf0rO1xtkCseApzV5mIbjFUtbDNZcDP41cVqjKezPPdVuVlZwHJPHWs2p7wYuX+tQ16cVZHkt6noPwVbHii4XH3rVv/Qkr1jxcivoN1Gbn7IHCoJz91MsB83+z2PsTXk3wXGfFU3/AF6P/wChJXr2uavZaUbZdSJSKdwquVyobPGfT1z7U+ouhneATcQahqdlf6fb210kcbNJagCKYZbDbRwCf19BisL9oRc6Tojf3XlXP4L/AIV2sGoaXpuqQ6TAEiuph5iwwxYyOck4GOxri/2gn/4k+ioTyZJW/IL/AI0+txHitkfmPerf20Kx3RkjuKPD8BnvlUY4GTmupk08Nncgb6jNZz10NqcW1dHJNdMW+XIHXHpUfnOP42/Mf4V1raRbNGzsiArxtAwTVZ9EtmBO0qP9k/8A16zsi3GRzgnOOS59Pm/+tQZvlI/eYPB+frW6+hQsuUMw98ZxVeXQHAzHMpPoRj+tGgrMx1aMfeiBwP7xFWDd267fLslDDu0jHNTPol6vTY3sM/4VWfTr1WIMQJHYMD/WqJsyU6kx/wCWMI/A/wCNIuoMP+WUR7dD/jUDWd6oybaX/vg1FJDcxrukhkVc9ShApWC7LrajIRgRxD8D/jUTXsvYKD7LVIs3ofyoDMfWiyC7LgvZl6ED/gIpTf3B/j/JRVIsfejcaLILsum/uT1kP5AUn265PSVxj0OKpbjRuNFguz1D+0JiSVgT06mn/wBozbcFIh9TVHY2Oc/nQIT7+vWr5UdX1qt/MX21GZlH+q6emaa2ozDJOw57Bap+Qeval8r3pWQPEVX9otHU5gv8H/fNN/tOc9lx9KrbNue5+tO2MegI/GnZC9vV/mZP9vuT1EZ9Plpy3l2VJBQgdTt6VVKMOv8AOk8s7fu47daVkHt6n8zLP9oXJ6yL+VKupXSkOGRhnIBUEVXWAtwMfX1p/lbSQQPbFFkHtqn8zJpNSuWcnKjJzhVAH4Un2+5J++B+AqLyixwAc9qBEQ2QMkZGCKLIPbVP5mTrf3WT8yH/AIDQb+bv5f8A3z0qEI2OePwp7xg/dJVOwJyf5CiyGq9T+YkW/k9EJ74FJ/aNx2CYHXK1F5QHJP6UqgY4B9M0WQ/b1O5MupXO3bhOvXbSre3B43qB7qKr4+XIxSFc9e9FkL21T+YsG9mA4k5A9BSNf3A5WX9OlVzHjqOPTNL5ePurz9aLIXtJ92SG+uiOZuv0prXVyORM3t0pvlnHGPzo2Of4M/rRZB7Sfdh9suj1lPqeBS/apwvzSN+QpqwvzwAMetKlvK7YVSzHsoyaLIPaT7jvtkxxhzn6cUNPORkn3zimvBJGxBUqw4II6UwhgBkfj6U7Bzz7kq3FwGBWVlwcgjjFWLrU9Qu44xeX006xDbGskhYJ7DPSqPz9hTkhd2AwAOpPoKEr6ITm92yZZnSN5XcgLwv+0a56/uC7nJOepNXtWuRnavCAYArn5n3GuuMeRWOKpUc3qRSNuY1DuaKQPC7RyDkMpwRUtRSDjipZB2nhr4kX2mFYtVj+2wDjfnDqP61634b8Qabr8e/TrlJGAy0ZOHX6jrXzYRmkt5p7K5S4s5pIJkOVeNtpBrSFeUdHqYTw8ZarRn1uw2wH5Aw9M4rIuLvyGIELfQtkV554b+LNqumxQa8Lg3Kja06oCG9yB/hV24+I3hj/AFjXc8v+wkDA/qAK6FWg9bnO6M1pY7q2vLiXAiijHpxWrBFdOczSlVx0UYryxvjJolmgFhpt5M//AE02oP5ms2/+Nd+/FjpdvGO3muW/lik68O41Qm+h7NPbxt94uwHqxrKns4i5Kx/mc14jffFPxPPny57e2B6COIHH/fWay3+IXilj/wAhQj6QR/8AxNNYqCD6rNnvT2gB4jH5U37NEifOgJ+leDf8J74pP/MVb6+TH/8AE0Dxx4mzzqjZ7Zhj/wDiar63DsH1Sfc97itUKlmRQPcUNFFn5Y1I+leDnxz4nbG7VTx/0wj/APiaa3jrxMBxqrf9+Y//AImj63DsH1Sfc94WFRyVAx7U7cu7GAfrXlPgfXte1q8lS71CR0UZxsQfyFbNrLqL6teJLeTGKMcAnGK0VdSV0jKVFxdmzupZAnOBtqBn8z7qDH0rwXXdb1aPVp1TVL1VVsALOwH5ZqGPxVryptGq3QH+9msXi1e1jZYWVr3Pf8KgwACT1rMvBtlOOK8SHiTW5H+bVLskekhFXLLW9Vlm3TaheOBxjzDisqmJTWxrDCyva56hqiq9jKr9MfWuL8pPWqjajdyH961w/wBSTQs07D5YX9a4alTndz0qFJ0o2uXDEvQFjxzUkccK/NKrkegbBPp61WD3I2loMntlsUge5/igJHoGrM2J9qFuQPXFO2J3HHbmiMXBXP2c/wDfQp2yX+K3b86LjGCND0PNKMAcc9+tSLHKhGLd6eFboIHz1+6D/WlKzVmCumXdNk+WaIEjI3DjFQa0mZi+PvrnNFtG6SK21lGMHNW9QjEtrGV27l4K9Pxrx6FKdKte2h3VGpwPMb/KswNdZoWf7Jtj2K9fxrm9Tj5Y4OM/nXW6Ep/sa1whPyV6lNnJNakzYCdye/Ap0a46LnI4qdlfbhosdgfWpYreRosmMZ9+K1uTYqYPoKRkIAYgce1XREwJ+UD2HWneQXX270rhYxdUBFqeOjDNYDgmRjz1rp9Yg22DHPzZXH5isSaLa7B89K5az942gtDoorcNHuyPXkdRR9nbJ4HHU4qTy447cHzgc8n5gaYIo2xg5yOe9dVzKwnlOOwx3rpvCdnm3mlZeGO3OPaub+zRk8sFI7Yre03W2sNNW1ihSRUyc9DknvXNioyqU+WJdPSV2eSa0nl3Uqk/dcjke9b/AIfkQ6TCHP3cj9TWJ4ijcXspY8lznj3NbvhmzSXSI3bJwzDBPFaU9ETJNyLpuIkbDZpj3US4wyAn/aq+ulWzDIjUj8KF0+AH/VAjpgCtOYag2Zn22MdMY/lQdQXkFu2Pumtb+z4u0acc8ikOmxMflijzjGcUcyK9lI5maOGSZ5Szgt1GMDpUsMggTYjkJ1wea6JdMjB5jTpyBzSNpCDkQpjPTGKSaTH7KRz/AJ5P8Y9cbaQy+sg9/lroV0yMDHkRk54IWrEGmxSMoMSY9hQ6iSuw9jIqeGbJ5g93kGNTtQ4xk9/8+9WNQKB2BzuXjNbE58u1EMWI4QMKijAFYdwirnDD3zXkVKjqT5jdR5Y2M9lRstn5uuQay9SjCsssTBtv3kB5I9q1Jow2cHB9RVOaHfkOBx0YDFVDQiSuVNJii85IZJ1cHJUq3bsD6d+PaukknhhjKQnIUY/GuIvLa4spPOA4ByHH9asx6qvlq/J9h1rSdJy1RnGpy6M1JIpLiQsqmpU09U5cjNQWviCHywJIiSOmeKtLrtuf+WC8+1ZuM10LTi+pMkUa+hx+FSbQ3IVm+g4/On2l/bznagCN1x1pbm6P8NZ63L0GMBHkthQBn3rOvNTSPIi5bsabcSFxz6881R8hTnI61pCK6kSk+hWkuHmlDOSea9V8CarbyDyrqC4jAGMlCAfxrze2t0MyYXJ3A16Po4224wduBjjiqqNNWQ6Sd7nZ6hJp0cJkhjmdscKJMVyC6trEt08dlZJEmcB5ZM8euBU7LIc5kcr7nIq3YlY5Bn86zprl31Lkn3Ob17S9TnDSXkxkxzsjQhQfxrkpC0cyq2dw4I9K9wmVLmzww5xx3ryjxlYfZr8SxjCscGtWupg0NhVjApGMH86k2EckHn3ost5tUKorf0p7GYfwL+Ir0IP3UbKlpcCvbbk0bc84P4d6jaWUNgxr68imi4lHRf0qri9mSNGTyFbHtTeEH8X+NIl0+35tvpyKDc5zuljA+lFw9kPVmOdr5474pzRuV+ZVx61Ua45/1qH/AIDzTDfFV+V+nGMUcweyZdVST8vHYc0nk88H+lUvtk/ZgePYUCad+DIqjPODmjmH7FlwId3zBh6YFct4stNkiXC/xfK39K6EiRutw+PUYFI1tFKuyctMvoxyKTdwdBtHJeHpxbahGS2A3yHnjBruZOV4yPTms86LYk7lgVSPTirQjlGArt+f/wBalHQmNFrcq6tb+bZlhz5fOPUd/wDPtXLhTHLg9jjNdiwlA+8emK5q+t/KnK8jBxyO3asqq6jcLHQabKJ7RXxkjhsDvVrbz0xWNocnlzeUWIWT3710IjXGWZhn0NaU53QRgmQbSRknI6d+KawJ45/DNXY4Rj5Wf86kERwOfzPWquX7EzhDnqufrWno9iDIZ5QAkfIBHek8lj05GOxxWhM4jsYooeMj5setTOTsNUkncyNcf7bkRcRKwH1NYUmfnKr/AKsbQPUmulnj+y2+SuVALH3NZenW7XUj7wdincT6k1kiZQu7EdpbssXuR6VKIctgnaPcZrTFvs4AHB7iszxDeJpmnvOwXfnbGM9Wroj2Q5U1GN2cj4zuojKloCXMfzMBwM1y5Yn7qgfhUjuJJGdyzOxyT6mkwOx/SupKyseJUnzybIiHPU0BPWn4z3owKLEDRGKtaXYNe6hDBEdpY9fSq9TWtzLaTCW3co47ihrTQcWr6npdxp66VphZ59z4wOMVb0eMtbqW7Ad686t7291fUIIbm4kkG7JBPGB7CvRo5FtdOfJ24Xgg159WHLvuepSqKeqWiHsw3HpkUm4/dPesLR7qS5u3DMWVWxzWrJIPtm32HesZRcXZmsZKSuhZMJKoZ1GTxk0a1Fu0vcnOKxvF0xijjKcY5ra8PyR6npDKWyWTP41ajZKRDkm3E8qvARdSA+tRAVqeIbbyL5gO/vWYBXoxd1c8qSs7HffBk7fFc3/Xo/f/AGkr1jxTpf8AbMS2pgdo5YJEE2V2xP8AKVJBOeq9hXlfwVi3+KrjPO20f/0NK9l8Q3E+n6JdXduI/Mt4zIBIpIIA6cEdaOugnsc/pejanDr2hXd1A0zxQOLu43J99lAH8WTjAHArnP2hJP3eiR+0zH/xyu08H69c6tcSQzLbzItvHP59uDsVmHMTZJ+YHPft2rz39oC436tptt3jtzJ/302P/Zap3vqSjkvAVoZZriXgBVC8+9doLRmzlkrJ8BwpBowdmUPKxYgnsOBXSfaIR95kz/OsJvU9nDU4+zVymlhz85X2xzS/YAFISTbng46GrYuYR0ZaFuYQ3GD681F2b+zpmY+k/wB1k6dxioJNNlOcknt1ra+0xD+H6UxbuDPcUXZLo0mYbWEyj5owewyP8Kga1wcMm3A42n/HNdGbmH+/io2uY88nd9RRdmcsPT6SOakgYfxSHn1z/hUclush3PGjDpwSM/lXRlrV1AKoD9MGo2jtCOeCeeBTMXQXRnK/ZJYpC0cmeeEfDDHp60kVg80gSSKN2Y/KfJyT+tdK1vBkbZAR7jFMj8y1uFuLOUxSIcrJExVl+hFMydGxz134adIyxsyc8/IHXj15GKy5NFjXgrcIfUAOP0r0W68WeIZrI2k+qXDwHAOWBb/vr7w/A1zUm95GeRy7t1LHJoM+Tuck2mxZIW7RSO0ilaF0eV/9TPbSewfn9a6pl3DD4YVXe2R/9Zax4zwyrjP5UyXE6T7Lnlg3p0pPsvzcseOuBXSC1T1XpSfZowc7Qcinc7fq5zotAf4mOaBYkY/KuhFqCM7Vz35p5tQF7e2O1K4/q5zv2I45GT9KT7KQOldJ9lQnJ6ZpyWsW7oPxouP6szmWtQfXP060fZMDjIB9q6U28Z6EdaabNWJJOR9aLi+rnPLae7Z9hipBa9M7h6VufZkX+IdPSgwR9uvqR3ouHsDB+z4z2H1p3kbj8pJ+tbn2VCd2fmPJOKcLeNTnI6enNFw9gYH2ZyQN7DHXJpPsrFuSSO9dEqQ/MQu7t0pFhjIx5fP1ouP6uc99kYcgAY6c9aBaE9sV0Jt9+Nq8+1AtA3VQPrRcf1YwFs8sAGAx65pfshDYwH5wOK6NbMEj5Rjv2qSLT84Py8UcxSwkmcv9kA6Rrn6VILL1UAZ6966oWaDgbT9Kl+xRlTlARjqaXMaLAvucktmoPQ9PypfJI+7wfrXT/YYBnK/X5qT7JBuAWPjPWjmD6lI5U27MflDMaPsr4HysB3rrhZxNywHTtxS/ZoF5wKXMCwUu5yJszn59xz3oFke4P5Zrr/s8Dc7YyRz6VE0NvjiNT9cmnzCeDa6nKvYjecDH61mapOkCmJCP9o+tdLr93DaWu2IDzW6e1eeX1wXY9a66ENOZnl4tqD5EVrqYsT3FUZG5NPkY1A2SK0bONCMwH1pjc8U7Zx1pMKO9QMgbIpp55qdmQd6heRP4aljIJFquwqdnz2qNhUMZD3rRtFDqCe1UHAq/YsRbvikhiyHL8UAetORd3NLjH/6qsQmPQUUtJmmAvWmsKcPxpre1MR6D8JRi9uGGSMYPFdrYojT6jIy888k/WuR+EkfzXT46HH6V1Vs+2z1Nx6nn1rspfAjhrfGzxbXPn1e7OePMYVUxxipbxt95M3q5P61GelcUtzuWiEjHzADvXqPhXQTBpqtIo3yYZgRyK840gbtTth1/eCvc49qRIMqFAGKwqu2h6WApRm3KXQzv7L3HIQD6L1pHs9nCKD64WtJpUK43dKassQXIcZPvWF2ep7KBmJYn5swqwx6GnRWTq+4BkPUEYH9a0PNiGSWGPY02SaJs5IPHc07k+ygU/sY3fKfz4NRG3UPyQOO3arimJs/OB70MsHQuPTrzRqS6cDPk2DjO7jsvSo2kVAdikt3JrRZLTYTvBbsc1C/2T/npnnngmgnlgupltcHGPK6CoftkvTyVPbkdK2g1pzh8KeCNpFLtsiQVdlBHORkk0CtDucJeaO1y0hTKKTkA84/lV+y+32lrFb7ozHGu0EDBxXVSLZMMHd9R1/nTEi0/rmU8egoStsJQhvc58y6hJw1wwGOMGlKXjLxdT7vQOcV0SWtiW4EvHTkCp/sdiR94qOmS9DbNo06b6nIPDcnO6aRu/wB6omt5GzkyGu2Wy09jl5Bgg42tk9PqO+KQW1guBhTnvu6ildjdGHc4R7VzHgs+O5JGKbeKdxRwQ+0HBGCQehrvGisV4IQDGOCf8aRIbI54BHsT/jWcqfM7k+zh/McYsMxj/iwR/dqBrZychyD3+WvQ/stnj5Qgx1+Y/wCNV3gsRwUTPb56taFeyj3OCEEvGJGHYYGKlW3mwcSSH15rsi1onIhyfrUb3Fsv3bbA+vSnqQ1CPU4ybTUuM+fG7k98n+lWbO2e0hEcKMkfpnrXVNcxIMrAFbrg8VG96vURc+x/+tRZk81JPcyLVLhmACv+tXlsp+pDH6VaW9Gd3lrjvT/7UbkBQPx7UWY/a0u5GllJnndnGM1Yjsnwfmb2OTUX9pv/AArg96d/aLkE4APrijlY1XpIn+xNt/1koHoDUkdmO7Me/LVUOoSn7ij8sVA2o3Kk9CPUCjlYfWaaNdrVMdSD35zTbhRFAzKTxwO9ZcWqXIY4/HGP8mpdRuG8pVYndjBCjoe9c+IlyRt3KVeM0+UoXUxZz83A4GKzmG7r0qaQj3z71FKAqY7/AFrz0jJsqTwq3QYqnJBg5WWRT0GDV2RpMZ7dM1VldjnIGQPpWsTNmfdRTtEymYOuOjDrXPOqo+5CVP6GukmfaCG3D9awr2PEjeXhkPIrqpPoc9RdS9Z6d/aFiZYcrIjkHnjoDV+z0e748zYB6k5/lV3wsn2PSU8xD++YyDPT0H8h+da7X0aLwoAPXAxXPUqy5nFG0KasmyjbWfkwPK4XIGF2jFQSnfgZPpUt9fmbCAYUVVUuegrJX3Zb8hPs7Hpk5p8Vm5ONvNPDS5xkj2p7TvGPmY+9Xd9CbE1vaLE65Izmu10shbUcc4rzgXjy3yBeRmu802RhajOelDT6lwZotNhqVZMMMYzWbO3cHntUUcrK2ciqSNDsdNuQVwec1g+MbUTwsdoq5psw3DLCrOrBWj9cjtVoylE89jWVI0QEggcjcBSsr4PB+oNTajshuCu76VVWfHAUHn8q7orQn27Wgjow5Axz1BqSazleGOXamwggFSoPHqB/XrTGuR6AcelAnwcZGPp0qrE+3Y37EUBJK+mMj/Co/J3N3B9qsfaDnO7HfG2k83dkNKBRYXt5DPIKr/GCPekFvu5O4j+VSFhn5ZMnvzTHdDnc/t8oo5R/WJAtuh4HH1pwtFDEDaD7moTJyNrt9DTRcFeGRqXKNYll9YSB99OvTNSqwXq0YPT/ADzWWlxnlkK+ntSiVerU+Ur60+xqrOi8NtyO4HSla5iPRhk+i1ktKpOec+vWl89egXHvRYn6yzRaSI/xNnr0qtNHbyMGcFz2yORUQutuMYOeORnH5003SHbkJz1AHSjlRLrtlhYrVWykTbuo6VLvPUIR+NZ5lQnCims8ic7XB6nI7UJJEe2aNZbhkHyoue3FD304zmOsn7RMOCCce3SnrLIw5jkOOfu07IPby7ml/aM4z+6xUkWqS7sNEhGepzxWartgEI+fZaMyE8RN+INFkw9vPubuqXCSxhY2UqRnI4zWbDcSxKfKZAuefWqyxz4wI3I9xinmG6A/1J+uRUxgkEq8m7k5vLhurL+ArkfF07T3scdwciNNwUdMn/8AVXTGG4I3FEA95FH9a4fWJmvLxnyAijauO4Fb0463MK9aTjZsoOVUfIoFQ896cw5wuTRtwPmrY4xuMUlIzDmmnJpAKWAphYnpS7fWlJC0gOk8DWXnXksrAkKAo/Hr/Kuj8T3KWtv5Kt8xGSM0eAbItoYnjTJdmZjnHQkf0rlvEl08+qShyRtPTPSuS3PU9Dvv7OivM2vB7DyZn5LbifXtV9XaXUmVuCACP61nfDtvMkvVfkLhuffP+FX4XH/CVPjlRHmsqq99mlJ+4mZ/jDclugfNWvhnO7v5KBWKtwGOPeqfxAlDmDbgZH9awPD+sz6JfCeFVkXoyE4z+PatYQ5qdjKc1Ctdm349tPJvGPlPHhj16Vya10PibxCNaAIiaNicsDgj8658Ct6aajZnNVac24no3wQTPiO9fnAtSPzdf8K9q1mxOp6TcWSyiEXCGNnKbsA8HjI5rxv4HrnVNTbGQIlH616z4jtZL7SvIhup7OWSRFSeByrIScZ4IyOelX1MnsaWk2pstPtrVpBJ5KLGH27cgDA49cCvCvjbOLnxq0S8mGCOI/Xlv/Zq9Y8G397dXV5baurrqNiqQSsDiOXJJVwOmSMdvy6Dxj4hXEdz8QdUlIZkScIwHU7FCn/0GjZ6gtS7YMkFlDCR91QP05qx9oAI5Jxyaxhqttuz5dwPQYA/rTm1S1wQkU5PXHAz+tY3O1TVjV+0DPBJB7U4TSOvyA4H8QrDGsQLu/0SRt3Tc3T3qaTX4pI40NmwVeMBgKV0LnNRpnyPmP0BpBdMOC2fwrJ/tmMDP2Ebe2Zuf5Uja1GWOLBce0v/ANai6DnNcXB5OaUXJzgEflWI2sAL/wAeaj/tp/8AWprauB/y6r+L/wD1qLoPaG8tw3ZxSSTs33iSO1YA1dicfZ4wfXcacNUk25MEW7t96i6D2jNnzj6gGmeb3yAD6cVjHVJt3EFv+Ib/ABpw1m5UcW9p/wB8N/8AFUcyDnNPzDnjJpM55PX3rPGvXA6W9oD6iM/40ja7eHOI7dP91D/jRzIXOa1pHHNMFmmEMZ6uVLY/Ac1FJGFkIVt6gkBhnDY71k/23qHQTBec8Rig61qWf+Po/wDftP8ACjmQuY9Ja/C4KqQR0NNOpoCcq4PtWF5mR98hfakM6YOW9jzV2Rt9Ymbp1ZDwA3HWm/2jub5VP51hJcIfusDz27U8zALg/nSsg+szNr+0W69O/FL/AGnkAAEH6dKxGm/uA/XPSgyuOikYosH1mfc2DfDPAPXsaet+D2c+vNYYkbr69aXfIQB82KLIPrEzc+2ei8fWkF4p/hOc1jBpcnk/Q0od8Md5/KlYPrEzc+2n7vlsO/A6fjTTfcfMh9Of/wBVYpmfqHf8qXcxUHc/HJytFh/WJm4NQVONnA460v8AaIPGzH41hbnB6ueMdKN0hJ+VgOnQ0WD6xM6EaigxkEZ5qVdUi/ikA5rmAJAjMqsQBngVOsLnGI+fpRYtYqaOkOr2y/dfd6mkOsQfUVzogmJ+WP8ASnC1uC23YOD/AHsUuVGn1+p0SN7+21DEoufqajGsMzcqce1YksMsa5bYATwN4JH15poR24MsS5OMGRR/WiyIeNqvqdCusIuMgjjjIobWo8fdOfasHytuS00Ix2MyjP61DJIi/euYVHXBkAx+tHKh/Xqp0D6wT0RQvqT1qJ9XPTHP0rBWSB9zfbbPrzmdR/WnCa3ZdhvrEKOcGYcUWRDxlV9TWfVnPTA+opo1GTGWcAAZzisxjbqQPt+nnIyAlwrZ/WqmpXHlRmMNlu5HP4cVrTpqTMZ4qoldsqa3fm4nLMa56aXJ5qW5l3E81RkbNdjdtEee25O7EZic1C7+lKxplZsYxmYmmFWJ61NtNHlN61Iyvs9aRlUDrU7Q+rVGyRqDls0mBBx9ajY46VI7LngYFRk88CoZRGRmr1uMRADvVE1o2q52iiO4MtIm2PHrTG4qeQ4GKrsPWtbEkZPNJipMUn1pANpDS0h60DPUfhXGE0y5k9STWnK+3w/qEnAJJ5qp8P4vJ8MSOcjKk/z/AMan1DCeDbp2/izXbDSCPPnrNnjp5c57nNDe9J1alauE9AsaVzqEH++OPWvTluAVVVO3PHpXl1jM1vcJLEcOhyDkjFbY8Q3RP3bZe/RuP1rGe5vSlyo7fzQow2Pf0pBKAvAX35rjD4gmYYMVnx0+ab/4qpYvEsqZP2PT2/3mn4/8frM19ojrzLgckYHAOaY06gnLKfoa5b/hKZgvFhpjDPdrj/4uhfFk6jjS9IPOfvT/AJffpB7RHUeeMdAcHNAnUHkEg8iuVbxZcsDjTdNX/def/wCLpj+KLt1I+yWS+4MhI/NqA9oddJdk8L+gpBNk/wAZPX5c1x//AAkd6T92FTjqqn/GmDXLs5/0gg+gjXFA/aI7OS5ULgKwHXkUJcjAAGT6Yri/7bvOSbtw3/XBMUq63dhgDeNt7n7Oh/rTF7RHZG86jaPypn2w5HTcBzg1xw1m5O4GeP2/0SM5/OpF8R6inCzQDH/TnEP6UB7U61b1lHXk1ILt2Odvyj/axXI/8JTqh/5aW2f+vKEf+y01vEuqOOZoemOLWIY/8doD2p2H2kswIVhzyT2pxuGI+6w/2q4Vtbvj1m/JEH9KQatcd5pxxzhwP6UC9od2J5GbADE4/umnK8sgdkBKrjLBeB9T26VwS6rNnme8x1+WfBz9cU5NavlH/IQ1AHoMXTDFAe0O78+ULgOpHPeoJJps/OhPAxk1xv8Awkerr/q9X1Jfpdv/AI0xvEOtHOda1Tb6fan/AMaA9odukN0RxGwBOASMA0nly7WZvLAXlh5qhvyzmvP5tUv5s+bf3kmeu+ZmzULTOxy7u464ZjQHtD0SJ3dgEglcn+6hbP6VdWG+Zcrp0xB/6ZNk15SSpb7i0047ACkHtD1r7PqDLkWF0APlyIW/wqKW2uk+/bTIOpLREY/SvKsA9vrTWUK3IpB7Q9MuLpIFzKNoxg5Q8VV/tezOB50Qb3cf41583FJ24/lTDnZ6Wl/bbMi8tPTmZB/WpRcwFMf2jYhQc83cYH1xurzAHPp+VOB2nIx+VAc7PV9OMckzOlzbzLFywhmWTnt90/5xTL6YsTk98VX8P2rafocSzDE0o82XjBGeg/Afrmmztuc46V5Nep7Sb8j0KUeWGpXkyCe9QNnnJ6VO5H49sVBKcYzgmoQ2RSyA/e/DFVZTk8HOae+c8fnVeQVpEzZBKce1ZeoICu9eo61oyM3/ANaqV0+5GGP1rogZy2N/RbtxpFvvG5ANvuMEirMohl/1fA/lVHw+2NLiBHdh/wCPGrToD0rkmveZtH4UJ5CL3z60fIo4pNuMc9OaaQO5yKQCtLknue1VLhmP1qdiR0qBwTVxEyC0jIuIz0+bmvQdIOYQMZGOOa89mkK8LxjnOa6jw/ftsUE8fWrY6b1OhmjyehqvsAPzAVM0u8ZDH161GSSeTmhG1ye3lVGAzx7VsLiW3HfAx1rCRACCvbrV+zmdSV46YqkSzmfFoEcTSRwAsBzuc/0ri21qQN8qQAe+4/1r1DV7Fp4zwcGvK/EGmyWF0QR8jHI9q7KUrqxw14tO6HHXJxyEt/8Avlv8ad/b0+P9Vbfgjf41jbWNO+Ye/wBTWxz8zNb/AISC46CO3H/AW/xpv9vXOc7IB7bDj+dZeCQeFGfek2t7fnSDmZqHXbvJI8kfRP8A69ObxBdyZ3+Xk9/Lz/M1klW9qAp70BzM0m1u5x99QfXyVpjaxdtk+aB/wAVQKMemKNje1MXMy22q3R6zfkgo/tG6/wCex/75H+FVPK7Ac/Sl8tsdP0oFzMtjVLvH+vP/AHwv+FL/AGrdD/ls2R/siqXkkc8UpjOO35UBdlptTuXwWlbPXt/hTPts3XewP1qDyjR5YB6igLsm+2T9RNMD2w5o+23R/wCW83/fw1HsA53D86XC/wB8Y9MigLsk+1XPeab/AL+UNczt96ac/wDA6iyo6uv5ilyD/GufrSC4/wC0TFcGaYj/AHzUbFz/ABP+JpSV/vr+dJmPnMg496BCYJ5JOfrSYzxyfoadvjHG8Um+L++P1pgLGgB3Y+7TXJbgf/qqywWOPnp1+tUJpWc7V4X+ddUVyoybuxskipwnPHU1AdzdadjB5paGAzGKDx7UEgfWmHLUgAt6UgXJyacBSMwAqRnQ6R4svtJ0t7GBYWjbO0uDlc9R196wZLh55pHkOWbk1VeQnpSwg4Y1KSTui3KTSTZ2Pw3lzq81scfv4jj3I5x+Wa6YWH2Xx5BaEjdNDkkd+ff6GvOtHu5tPu4ru2IE0TblJGR7j8RxWhrHiK/1HWItSeQRXUShEeLjABJ/qaynS5pXN6deMYcr3TOh+KsC2l9axKxOY93I9zXCCrmqaleapc/aL+dp5cbdzYGB6ADgVUFaU48sbGNWanNyQU48CkAobk4rQyPVPgYn7zWGI6CEf+h17F5Uc8aCVQ4UhgD2I6H6g15H8C1zHq5HXdCP/Q69S1WS+h01jpMEc96zBY1l+4OeSeRxjNT1Ga8camTftG9gAWxyQOg/U/nXy3rNyt9rmpXUfKz3Mkq/RmJ/rX0LoGp6slrrMmvCxAshwbUMFyE3tyx9Cv618zNIyfd78kmlJWHHVlrnPX9KcB65qgbh+2PypGuZR3X8qxNDSUetO+THTmsv7ZN6j8qYbqU9SPypWC5rBlIHHNLuGPuj86y4Z5CM579hT/Ok9aRRoM2cdDS+YBnHSstpZOoY/lTDNKScuaaEajSKR3pPNBHGc1ltJKf4j+dNMkmPvN+dOwrmr53NO83PY1i73/vt+dBkkx99vzosFzX3AE5GKUsOu6snLn+JvzowwHU/nRYLmt655oypHOPwrIIbPU0jA0WC52T+J7tif9IhRP7qxDgflVIazcLEUWWPnn7vP54zWRsIB3DGeKf5WG4BI+lMLmzD4jvIgwT7Muec+Xk1Yh8VX6NuL25x2MIOa58xnPCce5ppifPAH50Bc3T4mv2bc06Zxx+6HFNPiS/IIFwuT/0xWsXyn9B+dO8ph2H50Dua6+IL8kZutuOOLdKQ65dljuvJCPa3Qf1rK8tuwFDRN7fnQF2abaxclOb2Yt0x5K4/PP8ASov7VvCP+Pubrz0FUfJfjOPzpfJfHBFArsvrqc3lktc3Zbth+Kb/AGnMOFuLsf8Abb/61UhHJt7Yp3lv3I9OlIdyw2p3BH/Hxdn/ALbH/CkbUJ+Qtxd46HMxNVvLc9x+VJ5RB5YUBcm+1yH/AJaTE+pkNN83r9/Pu55qMxf7QzS+UP74oAd5iAcIM9/mbn9aaZEIP7pPrk/403Yufvil2qMYcfWgQm5SPuL+v+NBC9kH5mgquclx+JpMR9d4/OmIUjngD86kR1X70aH65/xqP93niQfnSZj7uPzoAkDnPCL+K5p/nNxxHxxjYv8AhUO5P79TWkQuLhI0b73U46ChK+iGauiQbs3UypsXhPlHX1p+oTlyeatXRWCFYU4VRisWdyTXfGPJGxzyd2QytmoScninuQOpqB58cLSbEPKj+I0nmRp1NVXZ3PWm7CepqWyrE8l0v8NQtcOelJsUUhx/D+lTcBjO5603ax61J06UjUhkZ4NNJpzdabioGNxk1qaeM7e9Z8aF+nT1NaFlhQyrk+9VHcGWZPvVCakbpUTVoQJxTTSk4pFH50DCmfxc1IwpsKeZKiDncwFID2jQIxa+C1yDny8c1neKJDB4I5HLj881rXS+R4at4s8tgDisP4kyeR4etoATlsV2y0icEdZ/M8qUfNRJxSxjJNJJXCegLCCc4qQo/wDdpiMUUlcZPtSec/r+lYT3NIkoVu9O2+tQec/PI/Kk8+TPDd/Ssyi0BgHNAA96r+bJ0Le1G+TB+egCzgD1xRgHuaqo8h6uacWfj52/OgZZx9aTGarFn2n5m/OhWb+8fzpAWQD3ox7VX3N/eP501y2OrD8aYFrB9Panc4xjiq69ATn86fnjp1pXHYlHpgUgUg81VlHzD6Uzvzn86aEy7tyR0FN288kY+tVcCmKvzmmIu7M9CKTYf7wqvQRQIn2dywp3y4xuH51QHAowaBl7juwx9aT5OpkH6VRxxUirlaQy1+7x98fnTWEWAfMH51XKc8U1lxigZazF2cfXNBMRJy+fxqttoCnNAictFkc80ExDvUDj5hS7fWkMn3Q+tbHhawTU9XjjK5hj/eyZHBA7ficD8awNvvXpHgyxNhoolYYluj5jE9kH3f6n8awr1OSDaNqNPnlY1r2TO7J65rOcls+xqa4Ys+49D0qq555rzEegxrnj/wCtVWYkt81SueM96rSvgE4z6Yq0QyJgccHt2qvJGxHWnPLI33VwfpVeSOZvvMQPatYozbIpkVVJLnr0FUZiO361YliAPJLfU5qpOR+FdEUZSZs6PKv2NFOQQTz+NaPzYHzZHrWRo7A2pxg/NzWkpx3P0rkqL3mbweiJSM/5603GetAfHU9uppGcdM1AxJABn61VmfsKsM2V5qrJkn3q0SyuVJ/lWhpEhikqqUyfWpIcpKuOMnFWStzr45xsySAKrT6ta28m15CSeOATTrImRRuxyKnazh3AtDGW9StNW6mzu9iXTr0XL/u1bb71djujHN8opLOMYGAPwFFzGqlunHQVSDUvSXjNH8xUA1xfi+2NxbuyEkjnOOlad9qllYRB52G7PQc1y+seK1miaG2h+UjG5q3gne6Maso2tI4/dIM5Y5FOjkO4b2Yr3A4NAOVJ7nmm5/Cuk88SR3ydrNjNSbmwMsx/GomGamzhRQykG4nOS351G5OOrfnUmTjmmEZWkgYxmbPLN+dGX/vH86WQ4am5qiRpJ3dTSDNPbj8qRelAhvzeppVGRQKctAC7Tim7T1qXPy0dQaQyMLxxS7c4pcfKKX6UxDGGGFPI9qRuoPvUnakNDcH0pmPmNTDk01R8x+lA7Ee2pbeLfKN33ep+lGOODUq/LDgfefk/StKceZkSdkMnk81+PujpUJ9s1OQAvPAqvJIT8qcCulmQxiBTCxPSlxRUDGhfWl+tIzAfWoyWb7o/GkAruBUPzPUoj/vUMQBUsYwIB1pUPWm8s1TqgC+9CGTQjCU1vvVKoxHUTVQhtKKBS0CAU3PNOPAqMdaBnsPwJX/RtVOMgyRj9Gr1+M7VPGfT3ryj4Er/AMSnUG7m4A6eij/GvWo14zUsDnNYDaZ8N9Xe8GyeW1maUA5xJLnjPsWA/AV82yDGPpX0j8Vn8v4earyAX8pR7/vUz+lfOEnPPpxUTehUEQ44prDgcdKkNNYfL171kashxxSdKc350gNUQSRj5cDpmpAOcUyH/Vt9af6VDNEK4+WoKnPKk57VBjrQhMM0jHilNNarIGmk7GloOdtAEgNK3SkHQUNSGIevFNNOPrTf1oEWfPdo2JI46cUxbmUD7w/Kl2jY3XNRqvyimBJ9qmP8X6Cj7RL/AH/0poXFO2jFIBY55Cfvmn+dJ/fNMhXg1IcUmy0hvnSH+M/SmGaT++350/GKYRx+NCYmhPNk/vt+dHmP3ZvzpKMc1RIgJJySfzp+T6n86RR6VJjApFIh5PrQo+Udakxilj+7SuMQA0hTrUwGPpSH71K47ECjjpS8+lOXpilA9aoljW+71oweKc3SlIoENCE+lIy/Kak/Whuc0hiAcV0ui2otbcyyD96/6CszRrM3NwHf/Vp1z3NbV9NjKjoBjFdWHh9pmVSXRFK8l5Jznms2R8nrxUs75JzVZz6V0NmRG4yaYQo7U5snpSeX/eOKzZRETTfmP0qY+WvuaheTJ44FSxiEe9JwBSFvypKQATTWOKWm9elJgJjNPRB1bpRwoyeajeQtwKkZLJLxtTpVuwQiPJ71Shiz8x+761q2gzHmqi9QY58AVXap5eeKrtWhI0mlUetNJJp4pAI33etXfD0JuNZtY8Z+cE/hVGQ8V0/w3tftHiFWI4jXP61UVeSRMnaLZ6TrqHdYW6njIyPWuU+LMo22sQ7c/pXWai3meJLWNcYjGT7V578TrnztZEfB2L1/z9K6qr91nJRXvI46OmvUi/d5pjda4mdwp+4M00AU6TggD0pvGPauab1NYi8DpSY+alApP4jUlMeB2pwx7UzNLQSLD64pzCi3Hyt9aeRmpbNEhhX5T9KYvQVM3AP0qNR8ooBoMU2Tp71IoPfFMkHBJpiJF+6Kd1FInK+nFKe1Ioik7GmY+n41I544qPFUiGIKRfvmlxzzSYG84qiR/WjFL2yaKAIMcGin4649aYaQwx8tSL90UzHGM9Keg+WkMU9KYw/nT8UjjikMKBR/hSUAD/eFFK3QUmKQy5o9k2o6lb2iEjzGwxH8Kjlj+ABNepXRRV8qIBUAwAOMAdBXN+AbAQWU2oSgBpv3cXsoPJ/E8f8AAa2rmTP49a83Ez5p8q6Hfh4csb9yGQ7mqtI20kBdx9afJIBndVWWZyf3QA9z2rFI0bEbcx6Y9KqyMiZ3uv4miVHcfvJT06Cq7QRKMt8x9zmtEiGxsl1GGIjBY+wqvJPNJgBNue/erOwEkIhHekkUJ8xIHp7VqiGZ0quxIzVeaIBcyHA71JeXqJkRjcaxbqZ5T8xOPSumEWzCckjo9IkUW/yfdLEg+vStfgrxWTpkWLaFQNuFGfr3rU69xnFcdT4mdENkIQB0NCjmlVDUuAozWZRDINoyTUDHk4NOnfccfhUBJ7VaJY9iPTjvTcsJELZ67qeqY+ZutRtgyHucYxTEdho7BoRn0rTZRwxrA0GaHygZ3CgcZJ6VsrqNi37uOQO49OapG8XoW4ZFVNuOc1FeZJBJ4Pao0YI6s7AL6VQ1/wAQWNmhjjlWWYfwIwP5+laRjcmUkldmN4ptA0LsRnjOTXDvjFbWq65c34KHCRf3RyT9TWO68GuuCaWpwVZKUroiT7tJ2py/d/GjGR9asxGNTxgkD2pnTr1p4HIz6UmUhTx3ppH504jNMznOKAGvyeaaKc1N70yRWHpTVzT2HI+lGcUxDQMGlA+alzhuKB3oAdj8RSrxSDpSrjtSGHG0Ufj+lIoyP6UoX0zQA2QVJTXGAKf2oBAMelN/5aH6U6gnMhyTnFIYsaFmA7d6fK3J6enFKuEjJ7txUDHNddKNlcxm9RkhLH5icU0j04FOZlXryfSoXYt7VTZIrMq+5qJmLdOKXb60uPWpGRhMnk1J06UmajZvSpGDt6VGAWpQuetScL0qRgoC0qHdIKjY1JbnDZpoRbbiIVDUszdBUXarAUUlC0UCBvu0xac3Sm0gPb/gUmPD14x73Zx/3wlega/LfRaU76XGJbrcu2PeFLjPzBSeM7c4/r0rjfgnFs8JBsffndv5D+ld7qNrbXFtm9ysUR80sJDHsx3yCCMVPUb2PPPiLqBuvhnbyBLqIy34ieK55eMgSZUk8kAr16+teLYJz15r2343tHaeGdMs412q9y0oGc52qcnPckvya8RB96zqM0pjaJOlPyNx5FNl+7wayLZXPtSCnsvGab3qyCWL7h+tPI6UyHo31qXoahmiG/wkVB0qwR1+lQ4BoQmJjmmsKkIwaY1UiBlJTs4NHfmmA4fdFBpQOlB9qQxrCkp5puKBExztPvTFHFSMPlFRrnANMCSPvTm4OPSo14NLkk9aQCxd6f0PWmRjlqcRhxUs0Q/HfrUR7mn5pjf1oQMZ1pQKTvS/WrMwTqafTYxlzmnt2qWUhKI8FRRSx/dFIaHngDNNfO405jTe/FIZGvIpwpFHy0uPWqEI33aeKYw+WnCgQtOjiMjhFGWbgUi8Vr6Fbbi87DgcD2qoR5pWFJ2VzUhjSzswidSOtZd1NnPpU9/clnI7VlSyZ4r0NErI5txXbPtUTSKlMY5qJhk1DYxzzE9KhO5upp5GKax5qBjCvbtRtp2aYWpDFximsQKazGmk0gHEimM+KaxJpNpNIYEk9ant4C/Lfdot7cu3zcCr2MLgDAqG7FJEbDC4HQdBVq0b90w/rVeThT3qe15U0U37w5bBJUL9amlNV+tbmQq8mnGnKvy0khApgQua9B+FNuTPPPt46An/AD7154xy1ey/DS2+y+HDMRgsC31q6KvIyru0C3Zg3PiC7mxlY12g15Z4ymM+vXJP8Lba9Q0Ni0epXA7sQK8f1dzLqdwxOcyH+da1vhRlQXvMgUDbTVGW9qf0Wmp1ya5WdaGycuab0oPXNGMda5XubIUUn8VOXvSdDSGxR7CjA9KOaXOKCR1v/HUjdKjt+WapGGAKhmsdgbpz6VHHgKKl4IBPTFQp90UIGPpknQ/SpCM0x/umqEPT7o+lOYYUCkQfIKXnHUUhkUnQcUzFSS9Me9MxVIhgADTcfvDThwKb/HTJHDpS80DkUooAiXjdSECnD7zZoI9RQNDcZpyfcpPwpYx8vNIYvTrTW5Wn01vu0gAjp9KbinntTaBgw4qzp9pJfX0NtCPnlcKO+PU/Qdardq7LwBYgPcajIB+7/dRH/aI5P4DA/wCBVlVnyQcjSnHmkkdTKkdrbx28IxFEoRfoKz5m69KsXEhYnn/69UpD3zivJXdnpMikb5u/Sq7BiKkYj8qrysTxnHsK0RDY2RlH3mAqu0y/wqT+FP2jPTNNbPTJA9KtEMgkmIUnGM9AKz7ozS9c4z0rSkwAS3HbNULi4Rfu81tDczkZksD8lsD61VaHc+3OfpVmedpD/QUy3bddRxoMksMn2rqV0jmerOpTasYVRz61OpyRVaIE7cfjVvGO36V5zO5D1GOSPeoppeCBmlZiPfmosZyfekgZFjP1pQNnPenYx14xzzUbc/jVIgXdk/0pGWnooC89aSmAz9akt5ngfKde9MOM03HSgRBr2pXUsqRmdggT7q8DmsJBukeruptuvH9BgfkKpxgmVq9CmrRRyVG3JjsD0NBHB7Clx270tWQRKOPxpe1EfQ/WimIawNLnkfSgjijrj6UmUhSaaRTqT+E0ARN96lYc0MSD2pCT6/rTJFYdPpSf55pxPA+lNHHamICKXpS980DjOaAFpwFOhCMj+Y5VgPlAXO6m59KQwA+WihelKOaAGv8Adp+KbJ92pKQCY5po/wBZx6U8dKb/AMtAacVqDCZsYAPSoSaJGy1MJrrT0MWB68UhAHWikpAIT6U2nYpOlADcZpuAKcWpjGpYwz2FNJooxSAbU0A+cUxVqzbjDZNNIGxZDlqTFK33qSqEFJS9KKAGMaKRvvUUhn0R8HEx4KscDlmkb/yIw/pXUeIo5Ly1bTY43P2hGEj4YKExyNwB5ORxxkZrnfhF/wAiVp2PR/8A0Nq6KfX7e38QwaRPDcJLOpaOYqPKbAJIznI6HqB+opLcTPL/AIutdJ4e8LQajG0d5HFKsgZw5JHljdkHvjP415Zj3716J8YtTfUtU05mURgQSFU7gec6DP1CA/jj3rzzqOnesaj1NaewhHsKRgAOlOYUkg+Xisy2Q5xkUmKdjmjHrmrRmOh/i4qU8mo4fvNUhxmoe5ohp+6aiNTEfKfpUXPtQhMTHBxTT16VJn2pvoaokY1NxUjU00xCjoPpQaVB8ope/NIoQ9KbTmptAiZjximrzHjPApTjFIn3aADb6UAdaMcUooAWPqaewpi8E049KlloXHTNI/UilzSMPmOaENjGHNJ3paMZ71ZmC/fNSGmDh/Q1J3qWUhtEZwPxpcd6SPoc0hjm5oUfNxQe1Kg+brQMjUcCl70AHAopiYj9OKcABikbpTh04oEKOmK3o2FvYKBwWXmsEHkfWtW/k/dIB0xmt6GjbM6hTmk3ZquWoZs0w1u2Z2ELUmCfeg03ee1IBWXAqI8UruTx2puakYuaYTQT6UgUk80ANOT0pRHnrUoUDpT1Qt9KTGiHZ6DNTpEAu5qkjQL70r/d61nKXYpIevQY70d+nFCj5RR/kVlcsZIPlqe3/wBSahkHFWEGIcHvWlPcmexDJzTVGTTm5p8aV0pGQpG1aqynmp5nqsxpMAhQzXCRr95mCivebNF03wnz18v6V4t4Wg+067aoQSA2Tj2r2HxtN5OhJbIDufEY7deK3oaJs5sRq1Ep6fIbfwlPOeGcFua8flYtMSepOa9a8Ut9h8GiMdWTAwfX/wDXXka8yGlWeyKoLdkv8NN6IakHSmScKAfrXNN2R0xWpEAKSlHWjvXMzYVfvUh9qVT81Dc0gYvpS0CgUyRYuHapXHHSo4P9Y2fSpW+7UM1jsJnOPpUcXCfjUg7UyM/KQexpoGO78etMbo30p/40x/6UCHxnEYx6U5KbF90U9Rgc0hkT/wBaaafIMD8aj7VSIYCmHmTin9Kaf9YvrVEjgaUH0pO9OxQBH/G1KaQcOadkd6BjcGiPp+NOpI+/1pDF+n86THyt+dLRjIbHpSAZngUHpR/DR1oGJ2r1DT4P7P0e1tsYkVAXB6hjyfyJx+FcH4csxe6pErgGGM+ZJnuo7ficD8a7u6mDksTzmuDGSu1FHXho7yIZGx1J9aryN1xSPJzUMjfSuVI6WxsjjP0qAtTmOfx9Kj4ycnH41oiGNbnqcUxvlXAPNPJ646dM0wsOe/pVIllSWNn6k4rOuowqn5xV28lcDmse6cn3FdNNMxqMryP1C/nVvR4cSGRhzjiqsUe5snpWrY/xGtqmkWYw1kjYtjllB4qyzdvxqtD+QqdR6150tztQdSaQ8DJpWbaPeo2JJHXrSQMa3PT0oCgDPtThxTSCxxzVEi9aOSKUADGO9K33QP1oAiIx14pEHzVIwOKr3DeXaSsePl/U8f1prV2E3bUw5n8yV3/vMWqKP/Xn6U7tTFOJvwr1EjguTHrSfwmlJx1puc0WHcbH/F9aWmp/FTu3egQmOKAOAaOg70c7RSY0J/Fz6UnrS8ZFBNAyB/vcUGh/vU2qJJScgcU2l/hGKT+KgQvpSnvxR2FLQCFXpxSrnFC0oFIYqDj8aB3oToaUCgBsv3aeOlNk+7Tl6D6UgHdqjcfOKlxxzUb/AH1prcbKjHDGjNLMPnNMHWulbGDHdetJg07OaTOKYCHimGlbmigBhFJtJp5opWC43aKUAelL3paLAIBUsX3qZinqaYCt1ptObrSYoAQH0oNApDSAYetLTactAz6S+EylPBmmg9ShP5sTW1qmhjVr1JLxUWKGaOaFlYliVzkEYGAc9jVD4cReX4R0nA62yN+Yq54u1O407TxJZq7yxss7oqk7o1YFhkA4yM8n3pJu+gmeO/F+IW3i0WqytJ5UCAkjkFizn9WP51wy4wcgnmu1+L8gm8eX7I25NkOD7GJD/WuKVeufWueW5tHYXAHqKSZQF4JPsaUr9fzpJBhT1pDZFijFOxSY9KogIfvmpiMmoo/9Z+FTYy3aoZaEP3TUIUnHNTdqh57GhAxdpxk/hTGHIp+WI/lTW6j61RImOeRnFNYVJikPpTEJH9z2oxSx/dpcc0ihhGGAoxzTiMuKXv0oEBGPrSL0NOxxTV4B+tMBaQdacB8tCj0pAIg+Y/WpMfLzTE+8alxlalloRRxTX+8aeoO2msPmNNAyOgjFOx2pMCqMxM5k5qTg9DUfV6k+lJloTtRH90/jSmki6H61Ixy9aVfvcDil4oX72fegZGvTvSU5elAFMljG6Gnr06mkbO0/SlUArQIK0rob7GGQdhtNZ/4fnWjYnzrOWE9V5FaU3qTPYys80ufSmScMaVTnrXQZisKZ0qTvQ2CpoAgxnpRtJFS/KBxTd4oAZso4zjv6UrNlSB1qoyvuyO1JsEXgnynNShfl4qKCTfGQ3UCp/wCGsJNmiSEHT/GkYfKelOX3prj5TUMofH90YoPXrQn3BSmgBsn3albhRUbfdNPYcD6VrT3ImNRdxqWRtq4HFKuFUdqhkOa6DMhkbJqFzUjdaikPFSxnU/DS387xCrcfIB29/wD61d94sb7Rr2nWgOVDbyB7f/XrnPhFbDzp7g9c4z9B/wDXrfsCb3xxcSdVgUL9D1/wrppL3Djqv32+xT+Kc3lafBAOMkDFeXR/fru/indmTUI4AxwgJrhY6zqu8jairQJlHFRytlz7VYiHBPoM1Vblyfeuaq9DpgJjB5oPBoP3qU8muc0EXilPbtQtB6fhQDAU8U1elOXgcVRItv8A65vpUjE4OetRQjM5HtUzfdqGax2GjjFMjxtP1pw6CmR9/rQJj801sY/CndqaxzQA6EfID/KpMgDimW/+qqRcBTikMil+7n3qP9KllHy8+tRGqRDEppPzLTqa3BWqJH0Y+bmkp3emBH0c0vIHQUmfnp5PFIBuSeq0J1NLjikT7xpDHCkx1+lOxQOBzQBF/DzRml/hpDSGdV4dQW2n+YPvSnJI79gP8+taBl3tzwawNAuXYPbMcpjevqD3A/z2rWzXmVotTdzvpSTgrE7Enp39Kibd6VIkoUE4z9Kq/wBokSbXXAzWaRbZIEbkmkMWFBOfz61IJg47Y9qczq4x+NUIqN8tQSSAZ57VakUE4NVXiUnnJz1FWhMzpA8znbz61WmtQi7pT9AK2JCkMRJwoAzisS8m85887c8V1UrvY56jSGAYGBV6yGEGOOc1QrVsh8i8+/WrraRIpayL9tjoaslsDioIRhcinHJHOfXFcDOtCk5NJ0HrSE44pM/59KQCqM/SnYx0NNBA60ZJ4FMQvelIyaE6+vHWlY5NIBMfL6Vn6y+y2ROQWb9B/wDrrSXnr+dYetybrzZ2jUKP51rQXNNGdZ2iZ+KTpMPpTqaRmZfpXonEKwJoRdvJ71L+tR5oGIvVuaC1NX7zYp2zFMQucimj7tL0pBwtSykH160dR+FJzmlx1xSGQyEk9hTW5xTm5JpCO1USKp4/GilH3fXmkI5piHdqcO9N7Uo60CH/AEpVHpTRTxSKCPvwaXvSIeTS0AI/3aVeg+lDj5felUfKv0oBDu1Rv95frUlRyfeX60DILgYeoTVm5HANVjXRHYxluKppWpoOKc3IqhDP4qXFHTmloATFHSlopgNopTTCcUgHUvRQaYvNWCuY1FK4WG/wjNFBPPFFACdBTGp5NRNQACnrTFFSqKBn1L4GGPCGjf8AXnD/AOgCp9S1jT9MuLppUlkuIoVnlVEyfLBwCCcA4PYHPtTPBq48KaL2/wBDh7f7Aqjrvh261bXJLiOdrRFtkSKZWziRXLDKdGX1B9KStfUlnkPxacP8QNUZen7r/wBFJXHoASQfWuo+JZJ8carvIZxIqkgYBIRRwOcfTmuXTgmueW5vHYDgH1ok5X3p55NNk+7SGyLrQMZoXpSgUyAX/W49qm7ioFH778Knx0qWWhv+cVEp45qbpmogPlFCBgaYw5GPWpMUyTt9aokMGk5pfwpD+NMQR9D9adjmmx9D9adSGDfeFBNB+8PeimIPwpIxktn1pwoX7zfWgYh5oFLSUCCP/WHPNTfwnqKij/1lTL1NSaIReBxUbjDnvkVLUcn3/wAKAY2kxkU6gUyBvSSnke9M/wCWn4VJ+FA0IVJpIf4vrTqIRjd9aTGhxoX73Wl/ClUfNzSKIl6HvS9KVR1pMelMliN9089qWM4A6USfdP0oRcigQvXpVixfZKAD97j/AAqtigjC5FNOzuD1Jb+MLLuQfK/I9vaqJO1q1JsTQj1I3j+orMkHHPWurcxHqdwprZxUUbYIqZsMuRQBEz4qMvUmzNMMRoAZv5pd5+tHlnNOCYpWAWN9rVfU5XIGaz+lWrVx91uh/SplG6KTJV4NNfof8afjacd6bJ92sWi0PQfLQevrQvIFLj0pDGuPlP0pxPyikb7rfSo5GxDWkHqTIJJffpSZyuarLuduATVpwI48d63MyBzioc5PFLI3NOt4zLKqjqxwKQHrPw3i+y+HpZiMEjdk+/8AkVpeBI/M+230nPmyE59hx/SmTp/YvgoIOG2YA/DFaWhJ/Z3hfLAAhMkk+1d0VZJHnyd7vueVeObr7T4guMHIX5f61hxD5elTapP9ovp5T/HIT+tRw9q5ZO7ud0VaKRO3Fu3vVRRnNW7j5bdQPWqo+9XNVeptDYD96lZTnofyo7/jRnHSsSxV6fjSN6GlUd6D70AItOHSmilU1RI6Af6R+FSP0OKih/1478VI44NQzSOwzoBQnf60oHApFHLfWgB+eD9aa3SnfSmN0piH2/3TUmOtRW4+Q/WpcYJFSykRy1GOlSzcqajqkTIbimN1WpDzTGqiBeKXrSUoGKYhmPnp9NP3hTqQxVFInEhzSimj77Uhj+lGMmjFC0ARdqQml7GkpDLujOE1GEtwCSv5jFdHIMVyMZKkFchgcgjsa6u3lFxapKB94Zx/T8648VHVSOnDy0aFRu1V76DdGWT7wqSQkH+tSK25a5lpqbsyLW6KMFY+1aUc4ZhWfqViTmWAEt1Zazre7MbESZrfkU1eJnzOLszqQ42/NyBWbqWpQWZ253SdlHJqGPUoxjOfyql5Nl9re5eXzNx3BCOhohDX3glPT3Rs8s0yLJcArv5VR0xVaQ5A9qt3d7HMwAUkqeCRVaQYFddPY5prUB7Vr2Q+VevSsda2LHOF9QKiv8JVDc0Yxwac/Xj6UgyEHPOOeKM5xmuBnWNI/wAmgDA/zzT/AM6CO45oAYQT2+tORcewpeh4pOTQAvqDSFT7U4D5TSKMGkA9CqRM78IoLH2rlJpDLK8jYy5LGuh1qXyNMZF4eU7R9Op/z71zY5UV24WOjkcteWtg6Umf3q+lL9aT+Na6znRIx9qaeopxPy8U3pikMROWbNKaRPvn6U9ugxQAzFJj5T9acP1pFB2kgd6Boag+bFLjrQnXpThytIZXYAdOtLtx1p5wuCBk0w7j165qiReNv40pGM8//XpP+Wf40rYzQIUDjrS4+b8KavFPH3h9KAAUoFKOaXGKQCL3xS0JzupW6UAI3SlX/VjPpikYcUsf3B9KBofnj/Go3GCPrUnpUcxzj60hjbjHlmqhFXnAKNiqNbwehlIaaVTxSGitCR4pdvpTaWgBcYppNKTkVBJuFFwHlgTxTQpZgB3qvu+atGxQswc9BUORSQ9IBHt3ck0XBwAKnmGcfWq9z2qE7sbRDnNKKSlFaogQ1G9SMai60APUVItMSnqKYH1X4S/5FnSf+vSIfT5BRrks0eoaIsc0iRS3flyopADjYzDJxngr2OPWjwmQfDWlben2SLH/AHwKmvLrSzfxW928Mt7GrTQwEjeSBnKgnGcZx+PvULcGfPvj+QyeNdaYjpdyJ+Rx/SucXlm7Vv8Ajkf8VhrXBGbyU4z6sTWAg/eHPpWEtzZbDxnd6Ujj5PxpcDvSMflNIbIl+6KB1pF5UU7NUiBF/wBcPpVg9qrqP3oqx0AqWXEao+b8KhHHep6gA5P1NJAx2aZJwB9afjtTZPufjVIkKD9KWjGaYhsY6/Wnd6ag+ZvrT/1pDIn6r6U4USdVoxTEOpFGHNOpq/fNAC96UjBxSj+tN70DET/W/lVjvUCf6wZqf+LjFSykIajf734VMwFQuPn49KQ2NoFOP40gqjMZ/wAtB9Kl9qYf9YPTFSYxQUg+lNi+81ONEX3npMaHN2pVFI3/AOqhD82aRQxf4vqeKKO7cdzSn2pksRj8p+lLGflpG6UsYyooEAGaVh8h+lItDD5D/SgCWEnywBglfmH9ar3CAN8vIIyKlgJUKfSnzIGjO3H95f6it6cuhEl1Mtxg06NsUsgzUYrQgk6HAp2ajz8ufSloAfxRxTc07vTATaDSqmKKkQ560wLH3kVvbaajf7rVJEMxuP8AgQqN8bDXPUVmaRY9c7aXqaE+6BRWZQ1vun6U3ZvXBp7fdb6U1BkckAVUdxMkREgTjBb1qlcSlmJqS6mCjCsDVPOTW9zIUcmuk8EWH23X7dSCVT5zj9KwIo88mvSPhFZlr+4nwCFwo/z+NaU43kiKjtFs3vHUm+603T16NICR9Oau+M7n+zfCrKoCnZgducVnXTm/8fqgIZII89OASf8AAVV+LN0UsYoAcBmAxjFdTlZNnHGN3FHlbGpouMVD1NWI+1ch3j7o8KAelQYOeanuB8w+lQj73Suapuax2Ex6etB/ClOc/jS1mMReSaH6CnY5Pv2pH4xQMb9KcOlN704ZH09qokI/9etTP34qGP8A161PJ901DNI7DFHANNXgt1py8gZpB95qAAnikYdBSnvSUxDoTiM9etOXjrUcPKsPepqTGhknK+1N8tvL3kfLnGafIPlao8k4BPHp6UITGsMUxu1StUTDI+lWQB604Uh96UUxDW+8tKaRxhhS4pDH5Hem9ZDj0pVGaTnzPwpDHUA0UHtQBEB1oxSjgmkpAC9q2vD1x8zW7dGyV9j3rFHJqWB2jIeM4ZTkH0NRUjzxsXCXK7nTTL1GKjif8/Wpt4mijkTGHUMAD0qtINr5Ga823Q7izuzz3qheadHcMWXCSE5JHercZ4wee9K2T/X3ppuLugaTWpz81hPDnIyvqOlQeWc4KnPtXSFj61GcDO0Y45xW6rPqZOmjFhs2VTK4wAM471DLzk962LgF1xmsy9UK2ABW1Od3qZVI2RB0rWsT8q89qya07E/Iv5U6/wAJNH4jYUAqPT+VKBTUPyA09eevWuBnYJ060Yp3bmkY8YoGMNJ1FKTk49KPrQIcPu02TKsOu09KFPH9Ke3zxp2weaAMXxBMXnWIfdjUfmef8Ky1+6KnvZfPnlkHRmyM+naoF+6K9SnHlikefN8zbDpSN1WnYprcbfrVkknQcUynkZ9c0mKkYi8P+FK3NKv3/wAKMfzoAQZByM5HpQgyG5707oetEY+Y+lDGhFXk0Yx2+tPxRjjpSGVyBgYoUccU7HHNO2/Lk8D+dUSyP+GhutObofSimIYuaePvCkxS/wAQ7UCFxmnYxSL04pe1IYL1bFKaRPvmlNACN92nRcxjNNb7ppYh8goGh9RzdvrT85pk3QUhjjzVKQbXNXcZqtcL82RWtNmciAik60400VsQJnmpM5qJhSg460gHUZ7UUhpgNaJCeOK0rZAkKgVn1ftmzEPY1lUWhcHqLN0H1FV7jkCrE2Nv41BcfdBqIbjkV6UUUfStzMa9MXmlc0qigY9Rinr2pKUdaYj6n8Gc+E9HI6Gzi/8AQBVfxDoMWvSSpMskEkaK1tdoRujkBY8d8cj298in+AWB8G6LyeLSMf8Ajtc/qOo316dXXT7ud72K8WGyiibBXbjcWA4K8nO7jioV7geXfEiPy/G+rj/ptu/NQf61zKHMjfSup+J2f+E21PecksmSPXy1rlVyJO3SsZbmsdiQ009KdnmkYce9SUyJfuilpF4UUVSIYf8ALVasHp6VX/5aJ9asYz171DLiJ3qHHJ+tSgfNUR4Y5HehAw4psh+X8aUYpJPuHFUSLTu1NpM1QgUkM1SfWo1++1PqRjHHT60tJIeBS0APPvmmrjeak4qP/lr7UxC/jQM07FJjnigBFOJanxzUA4kFT9zUstC9qhkB3D6VOD7VDJ94UkUxmaUUdOtOZV/hOeO4qzIj/wCWi1Ie9Rn761KMCkUhKSP77jvTjTYh+8brSGiQj86AOaWjGaRRGvVvrS96F6tj1opoliEE9M0Rk7BSk0RfcGaYhRk0pPBpCcLxTlAPoOKQDIhlBmp4zn5T65WoIc7Ril57VUXZg1ciuY/LkI7dqqMvcVqzKJrYtxvT9RWaRXSndGL0IlpVPOKcw701hjmgBw5opBwaX1oAcDTgajFAzTQF22cBwT0zRMmwsp/Cq8bEGrk3zwq3HTBqKiuiovUap+UUUJ0FKeM1zmg1/ut9KGhWSIZ4pSflPbiljOYsVpDcmWxTaz59qdHbAcmp9596Xca6EjIaygDA4r2D4XWgtfD7XDDDPlsj/PtXj7HnHWvdNJVbHwiqgldsWP0raktTCu/dsc94RP2vxTqd0QflYIPwH/165/4r3azapDCpzsBzXSfDlQ1pdXHJMkrHofU/4VwHjqbzvEU3JwoxTm/cIpq9T0OfXlqsR9arLw1XLddzCuc6x1z1GPSolqW4IMxAqMCuae5rHYb3x7+lLjNB6j60uc1AxADnrRIPWlHFEmMe9AyP2pwNJ2FOAqiRqczJirEn3feoF4mT61Zk5WoZpHYjj5X3zTRxI1Pj457Uw/6w0ALkYpPalpDTEOt/4+nWpGFRQdXqbrUspEb8qR7VGvAqU8K2eODUK9PxpolisKjb+tStyajaqRIfWgYoXoKPWqJGv1FPyce1MkNP9aQwFH8fPpSkjvTeDJxQND2H5UY+lFHUcZpAMx8zUmBg0v8AEaUD8qQDAOaenRvTNIQKdH/F9aGUjf0V/NsGj/iib07HkfrmnzDPI5qhoUwjvth+7KCvJ79R/L9a1LhdpOe1efVjyzOum7xKyHkZ+tTk5H9arH5WqRGxg1FiwcYao2POOamfkA5qKRe/NNAyCTk8Vn3gyD061ekzVO45HtW1PcynsVDV6xPy/Q1Sq3Yk8j3reprExp6SNuH/AFa9OODU6+4qvaECMfWrAIxjivPe52oT9fwpGPHNBOabn/69IGIRjPH0pN2fegngfrSdBxx2qiQHT2qG8crYTbfQDPt0/rUx6dDkVFOoe3mUjPyk/lzTj8SuKWzOdIytIgyBTmHXNJH92vUR54MKa/b61ITTW+6KYC85o+lO96BznikMaB8/4U/FJ/y0FOPSkAmPbFJGfnand6bH/rGoY0SjrTccU4DJ54prH5TjpUlEI6DignPWlxlenfrSfWrRDEb7pFJjJp7fcNIBTEJijowpccUhPIoEKtLjIo/SjFAxF+8fpTj1pq/ex1pzDjOaAEP3aIvuDFHrRFymD6mkND+3NMm+7T14pkg+X2pAO/h71HMuU47VJ0Ax+NHUYq4vUTKJpvepJBtYioz1roMgIyKYRxT6TtSARWzwadiom45qRWyBQAdKsWbHeR2IqAoD3qS34kGKUloNbluY5U/WoZhmOppx8mKik/1ZzWK3NJFag9KBSN0rczIzyaeopg5NSrQIWnL7UnpTlpgfTnw9bPgzRyf+fVB+mKnt9btW8QNpIRkdY/MjYjCvg4ZV9ccdPf0qh8M38zwDpu1gCIioPXGGIqY+GLKa8s7mJpIbq0fzBPCqK0hPXedvOec/U1npfUDxX4lOH8b6vjoJsfkoFcwv+s/Ct7xzMLjxhq8iDg3Lgfgcf0rB/wCWmD6YNYvc2Ww/qKSk+maWkMiB4oHejt0pRVIhiA/vFOO9WGNV2GGX61O2R3FSy4gOtRN94/Wphn9Khbl2pIGC+lNk+6acOKbL901RIGijrRn0qhAv3venGmL98/Sn9O9SxjJOQPrS0j8rS0xEuKZ/y159KeCQBimH/WZx2oGPwOaDxR2yaXr/ACpAM/5aCp/8agb761OP60mUhwHBz1qKTnGakXvUcn3l9KSKYzGD60tB6/jRj0qzIa331p/ftTG4ZfrUhzSKQZpI+JmzS/WmR8yN2pDJs4pQcDFA6cdaKRRH/E31oNL/ABN3pMnNNEsT+Gli5jFIfzFEP+qApiH0uev0pKXtxSAZCPkGKf1zTYj+7GKf2oKHwv5cgJ+6eCPaqdzFskYdR1B9RU/TtRIPNtgR9+P09P8AP861py1sZzRQoPIpWFNrYzEpaOhpM0ALmlBptANAEgq3btuieP8AvLx9RVMGp4DtYH3p7oCVegNKc1JIu1vl6HkUw9eK5ZKzNkIw4Ioj4jzRzimqf3VVDcmWwg680E8e1IppGrpMh1t895Evq6jn617fqsnk+FW28fu+a8R09d2o24HGZVH617N4lJi8JOScfu/y4rWl1OevukM+H8Pl+GY3xgsu7nv3ryfxQ27Xbw5B+ft9K9e8LExeFYtwx+7/AKV4xrEnmapdMOQZDzTq/CkKj8bZUWrtmPmFU1q7ZjMgrA6hjjEjU3A+lTzKA33ecZz3qED+VcstzZbDG5Ip60xs7vapO3tUgJikkPH40vG6iRiVCkk4/SgZGvSnA01aeqhvvNt9z0FUSJ0lj571Zl+5z+dViP3id+asvnb1zUM0iRR9O9NJ/fEAU9c4x70wjEpzxQDHAnNJS980h6fjTEEH3mqbnP8AOoIT8zVPjDA+1SykMPT8DUK+lWDyQKrqaaJY41G/TpTj0pG+7VEiLyopT2pqnH0p3fmqENk+7Tl6e1JIOOlO7UgE57UD73tQc0EcikMd0ozQwpMZx60gGj7/ANaUdaD9/ilHXmgBD0pY+rUnUULw7fSgaJI3Mbo6/eUgj8K6qZllSOVRw6hhn3rlMYrodLfztMCnloyV+o/yf0rlxEdEzoovWxFMMEk5Apqt2GKmlXPf6VVGQeRXOjcsqcjnrTWGeKYjdMVKv1oApznH5c1SmOc1cul+Y/zxWdMSOvNbwMpkOOSOnNW7PhzVLPzVcteJDkdq3l8JjH4kbVrnac/WrFVrUgAg+lWPxzmvPludiA/kaY3Apze/T+dMY8D0pIGIemDSg4HT8PSm9acAe1MQmeOv4UsYBcg8g8Gmtgj+lPgbDjPrQBzEnQ02M5WrEyqsjjJ4JHTvUEXTvXqI89jsc01/u809SO9MkxtOM0xDv60vanEJ1G4jH607chH3SPlx97v+VIZE3BXtTutNbG5c07I9McetAC9aRcB2FKGHcDpQjgOflBz69qGUhelHanZHHFJ1UnjikDIR938aD270hOR+PpSscmqJY1hkHFL9fSlJz6UDB+8TTExMGkbqOvWnn5ehNMdskEnnNAh+04Jxx0p2w5xgggd6YSQc8inBueaQxgHz0/aT0qMn9507U/kUAJg96I87ePU0u6mRnj8aAJMkUjcxk5/Wl2k+poaKQp8qO30UmkMXGADkfSk/Ec1OtldMq4tpz9IzSpp94f8Al1nxn/nmaaAoXAzyOo61War9/aXFsqyywSRqTjLLgGqJ9q6Iu6MnuN7UKOKKFPWqEIw4pqHBxUtQuCppMCSljba4NNU5FHWgZozEGLj0phwVPHarWi2UWoK0Ul15Ei9AYy24fh3rVGg2+4q16/18k/41i9GXucqOppjmrV7ALe6liDbgrYBIxn8KqNy1aogFFSqMCmoKkPAqhCClFJS0AfRXwpcL8PbAehkHX/po1dbZOFjZz2yx/CuH+GMhXwDYg/35f/QzXW3NwtpoN3cEqBHAzEscDp3rN7jPmjUrj7XqV1cY5llaT8yTVQf6z8K6r/QNw+Sxxn0zThLYbshbEHtmKsDU5QgkcZNHbmuoN1ZgHP2UccjyMij7baqPleHB64h/+tQByQHGfenAEjIBxXW/2hAFAEqj3EQ/woGqwrj9+3H/AEzHNMRyRR9w+RuvpU/lSs2BG5/4Ca6J9Xhz8ss5z/sjj9ab/bMZ6GfrweKATMRbW5JGLeb3+Q006feFzttZv++DW4+srjhZsn/axUZ1lf7kp9t9Kw7mSul3zdLaT8sUraRfsvFs/pzxWm2sc8Qt/wB/aYdWyeIfzeqJKS6NfFRmEDPqwpx0O/B+aJR7l1/xq1/ahIyIYx9SaT+05AP9TCPwP+NMCsuh3Qf5mhUY7uKlOiTd57fH+9z/ACqUarJjASH8j/jQ2pT9dsY/4BSGQHQ5SB/pFuD7k8fpT/7DP8V1CPXAJ/pTv7Qn7uo/4CKP7QuMf6zj/dH+FK6CxkA/jTW++PpTxxTG+8tMQ7ocGlbpRk0daAEPLrUv4VCwwympulSy0OB/lUcvUVJ6HnpUTjp9aSGxMZ/Ck6dKXt+lIashjW/h+tS5qJv4fY1MM96Q0N3dKap/eH6U/aQOhpg/1hxzxQBKDn3peppi/SlyMjg0iriZ+dqCMnNAHzt1pQuaaEJj1pIeY6dtOc/lTYVPl57UCHUtHf6UqjewUYz060gGxkbBT2GPyqKMfLUx468cUihn+FEDhXUsMqeD9KU43YzjjvUQPA+lUiWR3EflyMpqD6VfmXzLdXHVflb+lUSK6k7oxYx+maSnHGMUg6c0AFFJRmkAZ5qeJ+RVfrS5OapMDW+/CMfw/rUY602xmGdrdDwakkG1se9ZVY9S4PoNPoKjj/1ZqUEdajhOVP0qIblS2GrzxSPR0+tK3I966DIm0VN+r2gHP71f516/44cx+E3A7pjp7V5T4XXfr9mOvz5/SvVPiIv/ABIEQkDcyjpn0rel8LOWt8SRf0+HyvCqktjEXNeF3p3XU5HQux/WvebhhD4UJ7CKvApG3SM3qc0VugYfdsRKv2b/ALwAdulUVq9Yj5mI7CsDqCRgWbGcniowMGgZLZz1PrS/dJ5rke5sManAcUjknOT3pQcd+tIYu3H501x8ucd6fnH50kpG0ihAyFeuKdg00H0p3JBxVEiEfOmfXvVmThartncuQRk4FWpImC/dPJ9KhlxIQTjHH1pMHzT/APqqZYpNvEb5/wB00xopTN8sUmMddppjEA/CjAA/GpDDMBjyZP8Avg0nkzAH91IOf7poENtlVpsM6oMdWBP8qnIww5U8dPSo47WXzD+6ccZyRxVlbG5Y5WPPH94CpY0yBdu5dxIHcgZNVVIwOfetAWNwwBMf/jwqEaZeHgwHP+8P8aaFJlY44xTWwVP0q4um3eM+TnHU7hSnS7o5IQc/7QqyCiMbRxQMH1/Orq6XdkDhf++ulL/ZVzjqnHU7qAKEn3eD3pynp3q4+lXGMb4T/wADpy6XMBy8J45w+aAKQYdcD0pFBYjHbmtAaY5xmSMZ9OaVdMdH/wBavTpjNIZnmlRsCtBtOA/5a/khNMbThx+/I/7ZmgDPJ+bP9KVX2nIx+IBq9/ZeG/13GP7h5p39mLnHmN+VAGdn1pFb5ifatT+zYV/il/Aim/2fCGyGmx74oC5QLk4GTj0rU8PzYuJIT0kXI+o/yaZ9ht+Nxn56dMVLZ28UN1HJGZdynvioqR5otFwlaSZoTLhu2c4qnMMVo3Aw2apzDI/CvOidrK4PT0qYHvVc/K31p6vhcVVhDp8MuT1+tZV1GeSK1N+V61WuBnNXB2ZElcxScGrtuf3461WuYWUkpz6ir2nv+4G+Nd2cBivI/GumT90xS1Na1688VZ/WqlsfmXNWsev1rgludaEfr1phPP8AKnNTB156UhMDknjGKM5zk0re/FIeFzTARhgA+1Ptzh1pp5X0pYR+8HagRjXFpcNcS7YZMFz/AAkd6ij0+7K8QOOe+BWvJeAMeHJyf46jF6QCBESP9/8A+tXpRehwtalBtLvB1hP/AH0P8aY+m3m3mH/x5f8AGtX7aO8BwfV//rU37Yo6wD8WqrisUP7Nuioyqj23Cnrplx3aJc+r1YN4P+eaDt3o+3c8Rp7Dn/Gi47EDaTNuH763GPVj/hQNLkJ5ntwP94/4VKupPx+7i/75P+NIdQk/uRDtwtAhBpZA+a4h/Ak0selKHy12mMdkJqM3sp6sAP8AdFJ9tmB+/wDoKALLaZEBzeY9vJP+NNOmREf8fTn6Rf8A16hN/cf89SPoMU039xnmZ/qDigNS3FpNrsy887H0VAKmGjWgXk3hz7KKzTez9PPk9eWNI13Kw+aZz9WNMLGo2j2pTIW7A9yoqRdHtFwDFcEY6s4H9KxWumONzk/U0xp0PVl/E0gsdD/ZliF/49WPfLTGmtp9iT8tmOvT7Qa58XC/3galVnf7kbMPZSaYWN42tjGfnt7Zf96c/wCNCtYx/wDLCx98nJ/nWMlrdyYEdncuDyNsLH+lTDS9UI40vUCPa2c/0oEaaPYZLeVYAjPVKRru1XGwWi85+WH/AOtWeuiau7YGkahn0+zOP6VPH4b1yTATSLzP+1Ht/nTES/2jDyTLGPpH/wDWoTUYV+7PtHX5U/8ArUsXg7xFM2BpMgPXLyIo/VqlPgnxLuwdJI/7bxf/ABVAtBV1aMLxcyevCCmSarGTlpp2HX7oH9akj8DeI2Hzacq/70yf0NWE+H/iFx/x72y8fxTf4A0rFaFE6xFk5e5Pvx/jStq9uqjaLonv8+K1V+HGvnqbBR7yt/8AE1Inwz1tvvXWnr9Gc/8AsoosF0cprGopdWZjWN1yQctJu/TFc2Ny5DdOxrqvGHh278OywQ3ksc3nLvVowQODgjn8PzrmTxW8FZGcnqQMwHekV/mqRlVuqj+VJ5adh+tUIC4Hemkh14p4AxwooNAEKBwfumn/AI4pTSGkMt6bcvb3CtG5Q+oNbX9p3bc/aZPqGrE0m3+2apaWvmCPz5ki3nou5gM/rX0DH4B8OKMf2fn6zOf/AGas5jTseBak7SzmR2LMw5JOTVNRlq9T+K/hbTdI0mzutLtFg/e+XJtJOQRkZ/I15hwgyTVx2ExwGKTrSBsigmrELTlFMFOHFAHuHw9n2fD+1Y8BZpB1/wBqtjxteMvw5uWhV3abZFhBknJ56ewNef8Aw91QT+H/AOyVeMTvc7Ildwu4tjAGe5Ne66JoLWnhqXSrm5U3Uy/6xVyIj1H1wazaHex8tfZL2TGLK8YdsQMf6VKmk6pJ9zS79v8At3f/AAr6Me1uLVjFexBJ14bbyG9x7HqP8aQJ7A1kx8x88roOtN00i/wfWFhUo8Na833dIvPb5QP619A7aXYelIOY8CXwl4jYA/2VMM+roP61LH4K8SuR/wAS7Gf70yD+te87PakMZznGaA5meGjwH4j72kIye8y1Zj+H/iFjzHaJ/vSn+gr2kK3GVOKcFNAczPGl+G+ut9+ewX6Mx/8AZalX4ZasfvX1mPoGP9K9i8smk8sigOZnkafC69J+bVIFHqISf61Ovwsfq+r/AJW//wBlXq3l854zSeXTC7PLU+FyAjfqczfSHH9ani+GVoT+8vrsevyqM/pXpmz19aNgHegV2efx/DPTABuu7049GUZ/8dqwPhxo+PmlvW+sg5/Su42j1FBUevFAXZxifDzQlAylw31lNTxeA/D64zZs3u0r8/rXWhUzwQaeAntSC7PlrNMblhXWr4esecteH6BeKdJ4c0/C7P7QyvU/Lz+lF0WciO9Lmur/ALCsh/yyvW/4EP8ACpE0SwK/NaXJHTO/rRcDkCSSuPWpy3YjP0rpn8P2UkioEuou/wApDE/nU40TTE+8t+xx/sikUmcoz4UDnBqCQ/MuPWuubSLAnattdHt8zdPyqY+H7JsFrGdRnvKaBtnFZ60jGu+GgaauM6Y7epNw39KfHoumBctpIbHrdFaLknnjn5R9alz613DafpQk40+3UZ+69znH40kkGmxnabSwHPB3hj/Oi4I4jdwBTP8Alrz6V2rJp4/5ZaYfxqM/2eCD5Wn5H+x+lFx3OSwRSf5FdaZrE9I7AHPXYaf9rtkztNqv+7GRQFzjgfmalXtiuwa8tF+YNDvPUhOaaNThzgSr6/c/+tTFc5JtzH1psQbbwD711w1SFRzNnJ/uD/Co5dStw3yyOfXCY5oDU5nypCf9W/4LTxbzkcQy/wDfBrof7ViyCZJffjrSjVogR802PbH+NA9Tm4baYrxDJ/3wan+x3TYxBJz/ALOK2v7Ti9Z/++qjk1VFzt89u3+sI5pBqZq6XeEZ8kj8RUY0y9KD/RyO3UD+taZ1TI5Rwe3701G2o4IxGf8Avui4alOHTbwEq8J2svPIOPesmVCrEEYxwa6P+0l6tAM4/vVlakokl81V2rJzj09a3py6Gcl1MtuDSKcNUrjFRMMHitSR39aYRilB4pDzSAQUuabg04UAOQ7TWtZKt4wiaTy2xwcZzWOoJIx1rY0e2dJ4ppMqikUNXQJlz+yR/wA/H/kM/wCNNXSQik+fux22EUklzOjlWkII9+KPtsvPzMPpXNqmamZKMOR6HFNY/LxUtxnzCT3qBjke1dSMjW8GKX8S2WP7x/8AQTXpXxGb/RbGMn5WmQYH+8K888Ajd4ltuOmTXoHj/EmoaTEMczKfy5ren8LOWr8aNPxE5g8KSEZ4i4xx2rwrvzXt/jpzD4XlA4+TH6V4gaVZ6orD7MVa1dJAZm3dMc84rJXtWrpzBY5CxAAHOawex0Lcvrb2aj7qHH+0TUqpado4QT6j/GsU3cO4Ydfzo+2Qc/OPzrkaZujaP2Qj7lsfT5BSBrZRwkB/4ADWMLyM5KtkAZNRm/hHRj+VAG+k1sOiRD0/d0/7Tbn+6PcrXO/2hH/tf980gvA33RI30UmiwaHRC8t88H6YHSla+iPR2/BawY5Z3P7u0uXz3EZNWEg1FxmPS78j1Fux/pRYLo1ftkWSW3k+mBTlv4xGyeW+7jB4GKzhYawzAnRtTI/69m/wqQaVrTcDRdS9v9HYUrBdFr7evGAfzpGvYx/A2P8AeqMeH9flHyaLe59WAH86nt/Bviu4fbBoc8jHnAdc/wA6aTByRF/aCrwFfjj79R/2iuOVY/VqvHwN4s3ssujmNlHR50Bz6dev1p8XgbxQSM6Uo/3rhcfpTsK6MxdVIP3AcdOTS/2sx+9Fu+rGtofDvxPL1gs4/rKf6A1J/wAK08Rj/nxb/ts3/wATRYV0c+NTcfdijUfmajbUpAvCIe/TNdN/wrDxGWOJdNA/66Of/Zacnws8QH791py/RnP9Kdg5kco2oyddqZ/3aF1KYgZEfX+6K7OP4U6uRiS/sl+iMf8ACp0+Et6eH1mEe4tyf/ZqLBc4b7dMWLfLn6dKa17PxkgenFd6PhHc8Z11f/AX/wCzqVfhJL/FroPpi2A/9mosHMjzxr2Y/wDLQ9aFv5hkGRhnuOK9Zn+FumvZwRpdSxzqoDyKv3+OTgkgZ9uKhi+E+mhiZNRvX46fIAP/AB2kHMeUm9nI/wBYfwpv2qbvIx+pzXrI+Euknk6hqX4On/xNOHwm0cYze6i3r+8T/wCJpiueRG7lB/1hoNxK3/LVj+NexJ8K9CRhukvZB3Bmxn8hVuP4b+G0Ofs05x/08SD+tAXPEi84/if86TzpsD5mP417o3w98ON961mb63Uv/wAVQvw78Mr/AMw/d9ZnP9aA5jw1ncrkscfWoi7Acscema+gI/A/huP7uk2x/wB4bv51YHhPw+MY0bT+BgZgU/0oC587+Znqx/OkZx1J4r6LXwtoP/QF07/wGT/CpY/D2jR/6vSrFT7QKP6UWDmPE4ZBcWUUoO7cvOfXof1qJwcYrvPiJpsVpdWsttFHFHLGVKoAoBUjnj2YflXCyCvMqR5ZtHoQlzRTKkiUxD2NWJBnoKruuDx1xTQDW4+tNJyDmkJNMaqQivcKQcrUC3Um+ONuRvH86tt83FZ10NjZHDDmto66Mzl3Ojt/vLVs88ZqnB2I9j1q0x965Jbm6EY+lIBzxig9fWg0gEYjtQxIQ9aQ98Uq/dOOKBCK+CM1PFhnXGck81C4OMge9TWSlp4wOSTgCgDqB8MLgud+qxgdz5Gf/ZqX/hVsy/8AMYT/AMBv/s69RKc/jSbc969SyPO5meXj4XTH/mNJx/06n/4upo/hb/f1fPri3x/7NXo7KRyDz796cvzDOcfzosF2efR/C6yH+s1G5Y57Ko/oam/4VfpfQ319j0BT/wCJrven9aB7mmLmZwf/AAq7SMgm81A+29P/AIipo/hpoafee7f2aQY/QCu4XbTgVPB/nQF2cavw58OgDfayt9Z3/oaefh34aPJsH47/AGiX/wCKrsMr2oIX60xXOTXwD4bTppwPf5pXOP1qzH4O8Pp93SrY85+ZAf510YxRkUAYY8LaEOmj6ee3Nun+FSL4b0VPu6Tp69v+PdP8K18r6UuR2oAzYtG06LmOxtVP+zEo/pVhbSBcYgiB9lFWsgijctAEHloP4B+VO2DGMD0qXdz04oDe1AEPljP3R+VOWMDoKm3E/wANGWP8JoAhC47YoK+1Snd0C0bZM/dNAiFl9BShSe1ShJOfk+nFAjkOPlpARCPPalCGpVikK/dpfKlJ44/CgCLYTwOPxpDFnnofrVgRS+gpfJkxz0oAytQ0yz1GPytTtbedOdvmoGx9D2P61xGt/CbTby4Eml3j6ev8UZQzL+GWBHfqT+FemeQxzyD65pPs7gf/AF+lNSa2A8zt/hBpAiUXF9fvIPvNGUQH6Aqf506b4Q6K0Z8m91FXzwzMjD8to/nXpS25I+907elL9mPrT52B5jqXwh0qWJzYXl5BNj5PMKug+vAP614fdJLa3EsE6FJY2KOrdVIOCK+vvspJ5bj0r50+M+knTPG07gRiO8jW4UJnPPysT7llY8U1JgjhDIx9BSbieppKWquULHkNkfnX1J4L1X+3PDFjqEqCOSVCHAbI3KSpP4kZx2zXy0M1638C/EEMF3caLeS7RORJbZJ++PvL6cjnt075FTITF+M/iOZ7ltDhRRBHtklY8lm6j6YzXkjSFjzXtPxw8OYMOu2iHbgQ3I9P7rf0/KvHmRT1X8quO2gkLGwKU0tzSrGo6bvzpwRRyF5qxBu9ASfahQzfe+UU/JpVUkgAE54FMQsLGFgYiVIOQwPOa+rPAWuJq3hTTr9nLzvGFlJGMyLw3H1Brwjwj8O9V1uZJLmF7Kx6mWVcMw/2V6n+Ve5+G9Ct9A0mKwtGkeJCWzIQSSeSaznJDNzWbyK6ihCjMid8dqyef7prQ2j0H5UhUVi3cChhvQ0YY9BV4gY9T2pMelIZS2v2WjbIf4aun3owPSgRT2OewpvlSdsVe245owKAKXlyA9aPLY9TiruASKaUBoGVvJOevNH2c+tThecjJp31/Gi4iv5GO9H2firQHpRj0pgVfIHrR5CjjmrW2jb60AVjCPeneUM1OF/xo29c0AfObX90WYm5k9Mbqb9uu8HFxLjr9413S/CS1HXVr/3wyj+lSL8JdP8A4tT1I/8AbRf8KXKaOaPPmvrjvPN/32aje7uWH/HxL/32a9IX4TaVj573UG+so/wqWP4T6GvLyXb/AFl/wFHKHOjzD7XdIpK3Ep9cOajOoXQH+umx/vmvW4/hb4dQcxTt65mbn8jU8fw18NKrA2bNuGDmV/Xtzx0p8o+dHjDXkh58xvY7jTftJP3peMd3r2lPhp4YX/mHsfrM5/rU6/Dvwypz/ZqH6u3+NFhc54eblR/y0UevzUxrqIceYmf96veE8B+G0GP7Ktzx1K5qceCfDoB/4lFlyO8Q4/SjlHznz815Cesi/nSG6gPWRfzr6FXwb4eA40awP1gU/wBKkXwpoS9NJsR/2wX/AAo5Rc586G7g7OKV72AsdhO335PvX0hH4c0eIfJplmuPSFf8KnXSLBcbLO3H0jFFg5z5l+3xf3v0o+3RleCT+B5r6fSwtU+5bxr9FFP+yw/88k/75osLnPlwXOTwjn2CmrEazuu5ba4Ye0ZP9K+nPs8QHESD6CneSgH3FH4Uw5j5m+zXzL8umX59MQN/hSfYdVPTSNRP0tm/wr6a8pB/CvHSkCKOqikHMfNC6bq5zt0XUif+vZx/SpF0nXT93RL/APGFhX0mQvYUhPy4xRYOdnzmvh/xE540W6/4EMfzqVPCviVz/wAgVx/vSqP619DkmkPTt+dFg5mfPy+EPE5GBoxH1nT/ABp6+DPFTEf8SlVHqZkP9a9+oI/yaLBzM8DHgXxU4/48oI/Yyg/ypbrwRr9pp9xPexW5iiXzD5b5Ix1r3rFNkjEkbRuuUYFSCOCKqL5XcTbZ8rO2e3NREZ61r+I9POm6xd2r8GKRl/Xg1lGukklvrJrQQsSSkqb1OMZqtiup1GL+0fC2mTpt8yEmJgo6Y4H6AH8apWekBj+9JP0oFcxVRnbCKSauQadI3MnyitxbRIl+6B3qZInkP7tCffFOwrmdBZxxdh71MzbV2p9OtatvpFxMwNbNj4ax/rRk9s0nJIdmVvCfgi18S2stzc3dxAyME2xkDPHXkV0C/CTSsfNqOo/hIo/9lrW8HhNPleH7qtXZY+XK8/SueT1uXqfPXjfQU8P6t9lhlklhKhlaT7344ArmM8mvUfjLARPYXLRlGZSrA4OPyry5xtatou6JOl+HA/4qeHnopP6iu58XnzPFOkRqBwxJyfY1xfwuUP4oXPaMn9RXbaxH9o8fWKYP7tS3X6D+tdFP4Tlq/H8h3xQmVPD23u3HT6V411r1j4uyrHp8EYJyzCvJ+1TV+Iuh8Iq9a7X4a6db6lrqW93Es0O0kowyD061xS9RXo3wfOPEDEjOIjj8xWMtjc9MXwb4dRvl0eyPH8UKn+lWbfwxocBJi0mxQsu0kQKMjuOnStlVAA5z6mnKBXOUZEfhvRk+5pdkv0hUf0qzHpVhH9yzt1+iAVf44pOOc0wK4toV+7Cg78CnG3jP/LND+FTjHvS8GgCARR/3F/IUvlL2RfyqbjsKOOwNICMIBjj9KXb7U/8AA/lSgH+4efagCPBxShT14p+G7IaNr/3TQBHt/wAijbipdkh/hpfKkI5WgCDGaNtT+VL2WjyZfTrQBCB7UFfapvs8vtij7NJmi4EG30pNp7irH2aT1oFo/OTQBAUppSrP2R+7flR9kP8AfxQBAFx6dKQDPSrQtP8AapfsfI+Y0AVSB60mOv1q59jG37xo+xr3Y0AUZRiMnPQZoGPWr32RD1JpEtEwMk+lIZSwq8UfKemfyq+LVB60v2SM9jQIzxgjvS8f/Xq/9ljz04pwtox/DQBnYGc4FIcdfxrS+zxj+EUpgTuooA4X4hWn2jw88yj57eRZOmTg/KR+ufwryWZfmr6M1LT473Trq1wB50TRg+mRjNfO1wrIxjkBV0JBB7GuLEx95M7MNL3Wik3XpUb9KmcYOKiYDnJrKJuyNkDfe+uarzKEPX8KmkOelQTHC8VpEhkDtgZFUrr5jk1aY/LVObnpW0TORvaec20PP8K96ufkfwqhpCn7FFn1I5+prSx83Ncs/iZvHZDTTWPH+Bp5x2/D2pn+TUDG9TTx904php4I2ngZpiFDY681qeHIfP1ywTpvuIwfxYVnbAR6Gui+H1v5/ivT0bAAcvz/ALKlh/KiOrSFJ2TZ7B9jfbwfwpRZyf3q0cCjHevSPMM37E/dqFs2HVh+VaWKQigDPFke70v2Lj7xq4wwc/w9xTsUAUxZD1NPWyX1NW1XPtTwv40wKgs0p32RKt7c0baAKv2WMdR9KUW0fdc1ZoxTArfZ09O9L9nT+6KnIoxikBD5KD+EDNL5Kf3R+VS96T6UAR+WB2H5UbB6VJg8Yox9KAGeWvYCjaOeBT6Q+9ADcDPSjGKdSY/KgBPpmjFOxxRigBuKMZp9IKAGY9qMU8nNJ9KAEIzSY4p2KKAImTd0yD6ijnv+frUmPxoxQA3mvOPjno0V74U/tBLXzLuzdT5qkApGeGzzyM49SD7Zr0dht+7+Vcn8WIzJ8P8AV/3mzbGrHKbgcOOMYP59jz2prcD5aPFJ9acxptaDDFaPh3VJdF1qz1C3UM9tKJAp6MO46HGRkZ7VnUUAfXNu9h4l0BXAW40++h5GeqnscdCP0Ir52+JGi6f4b8QfYdMu3uY/LDOHILRN/dJGAfXoOtdP8EvGP2G8Gg6jI32W5f8A0Z2biKQ/w89m9v4u3zE1594tcyeJtVZldWN1JlX+8PmPWpjdMViCGNJVBW4hVv7rkqfzIx+tTLaSFd3mW+P+u6f41lUq1fMx2RtrbWkabrm+jzjISEb2P49BXu3wv8L6bZ+HbDUWtIpL64jE3nONzKG5AGeBxjpXz3pdq1/qNraIcPcSrED6FiB/WvryzthbWcMEaBUjQIAO2BiolJiZJRn3NP2NS7c9RUCIiaX3NS7c9wKTy/egBhApMZxUvl0mztnFAxm3/wDXRsp6rgU7FAiLb9aTb7Gp8CgoDQBXx3o/Kp/LFL5fpQBXxSbfwqxsFLgUAVChHTIp2SOo/KrGBRtBoAgBB7U4DPSn7PTFLgjHegBm2nbCO1SIQT2B96kxTAzSrfl703YccfzqTymHel8pieTTGRBD2x+dGw+oqUQE9xR5NAEe3/aFG0AdRUvk+hx/Sl8k7fvH8qAIeP71KAPXt6VJ9nz/ABUhg9GoAbwP4v0pSAehzThCR3OKXySB/F69aAIuPeggD1qbyh3yaPJX0NAEJ49aOlS+SvofypfJX0oAh3ACjfU/kr3T8aPJQH7tAFfeKQuBjAzVho0HReaRY1C4xSAr5X6+2aTK9vwq0IwO1L5Y/u0wKuVHb9aMjuOatbR6CgKPQUgK2Qf4c0nU8irYA9BRj6UAVPotGDngEf0q3wPTPtRj14oAqjOcbaQ57KKt45oK5GOcfWgDxb4n6CJPEH2oKR9ojBPYbhx/QfnXG/2KqAFh9eK998VaKNVW2O5l8ssOPfH+FZtr4PtVwXi3HvuOa3jUSWpOp5ZoenPJZXVrErN84dcdyRj+lb2meD7+fHnfux1wOTXqFjodvaqojRFx2ArUjhRRhVFS6vYLHj7aBDbTPHKp3qcEsM1at9PhDDaOewxXa+KLEErMO/B+tYVrbnOT0BpczZaH2unhFztANWfKVRkkD6VKIyF4yR9aikjOOBVDMqQrHdkqxIzniun0O9F2mCQDnH0rlbiJmlPYfyq1p1wtq4CnnOalq4FH41WD/wBh29wOVjkwfx//AF14o3zL719B+MHj1bwrd22AZAu5cnuK+fHBjdlYEYOK0htYhnXfCb5vFR/65Hp9RXaRoZfiO5GT5cOOPqP8K4j4T4/4Szn/AJ4t/MV6Bo6h/HWqOeyKBn/gVddL4TkrfE/Q5n4wuPOtUH1rzTNd18WrjzNdSMHhV9enSuF71lVfvG1FWgiRK9U+BsAl1i7Zs4jjH5k//WryxDjFev8AwGMYutRDMPMKqQPbmsZ/CansQt4/QU77PHz8tSAindqwGQmFP7tL5Sf3RUlLQBGI17qKXYo6KKcfzpKAE2j29aNo9BS0v0oAaAKXAozzS9qAA0lLRQMKDik5xRQADrS0fzox/hSAKQcnnp7UvU0nT2oAMetGMnBzR3pcUxCGk9qdSY/OgBMc0tGaWgBP50f56UUuP85oAaRTVGCw9DxUmPekIAbg9qQxMgdRSnrx0ox+VKBSEJQB6YpcUuMUANwKXHNH0ooGGPwr598bxNB4q1RDx/pDPz6Mdw/QivoOvG/i9YGHxGlyoO24hViccbhlcfkBWGIV43N8O7SscDIDye1QyD6VYZODkVNp+kX2pzeVYWs1w2efLXOPqegrlijsbMphn61C6lvlUZJ6CvWPDPwvmkkWbX28qMHP2eNgWb/eYcAfTJ57Vp+MtBstOa0+w2cNvE0ZX92gXJU9T3PWt+RpXZipxlLlR5BaaDc3GC42KRnAwT/9atT/AIR2GO3XK8swGT1NdRDB5YAHHPeieINKOc4pczNeVHFpbiDdGONrEUrDEhq/qUAiu5eANx3HA61Qb/WHt9TWEtylsIcAc0xv0pXOfSmtSATPFPGNvpTM/X8Kev3CaBC5K49PSu3+FcXn+JUfP+qid8fhj+tcUyhlBH0r0f4N2xN9fXGRtSIRn6sQR/6CaqkrzRFV2gz1HsaM+1P2DvSmMetegecR0pwfrS7aTA70ANxUY4OP4fftUvA6Z603A75oAAadnHWow23AP4VJkUAODe1O3ZqMEd6XOB7UwH4zSmo1epN2aAExQVHp0p/1pM0wG4NIfpTs+nWkzQAmDSY9qf1pcUAR4NLj0p+PajGaAIzRj1qXHPFG31oAh2mlAqbYKTZigCLbRsqXbxRgUAR7Ce/5UoSpAPyoxQBHsHel2ipMZzijFAEewUhUCn4/CmHA9TSAaQB0ry/48a0lj4di0yPHn3rZOGIKouM/n0r0y5uI7a1lnlYLFEpd2PZQMmvk7xp4gn8Sa/c6hcE7WO2JD/Ag6D/PfNVFagc8wptPNNqxiUlLRTAOlSXU8t1M81zLJNM5yzyMWZvqTyajooASlFFKtIDqPhrAtz450aOQEj7QH+X1X5h+or6t6mvn74B6PBf+Iri+mZxLYKrxBTgEtuU5/D+dfQeDUS3ExuPwowR0pffNHNSIbjA70EU786WgBmDSgHHNOxiigY3HPrTvbpR0o7+1AhOlHSlpRz160ANz70hOKcetBFACUEUuKXb6jFADaTHtUuwd6FAPTmmBHinhc1Jj2pFH4UAMZcjoKMEVLjmimBSOf6Uu3p0xTgM0AUDG4pcU7tzmk+lAhMcdhR9KXFGKBhijH50oFLigBBRS0UAJj6UAetKBS4oEIBzRil2+tGDQMMU0nPAPNLnP3e3GaAPSgBoAHvS/hTscUUAMJA6Cmk+lS7c0zYfSgCMjNHr3p2wjtSbSaQCCl7UoU56Uu2kA36UY607aR2o2GmA3HrS0uwmnbDjpQBHjPvR/DT9hx0o8s0AMx/8AWpeKcIzRsPHNAGbrce+xb2INYUMexAK6fUEzasOOawJFIJ5xVx2KRAW4xUTVKUYDg8/SojnP3uBVAZF0khlYAbaqOhTk5BrZvgfvde1ZdwvykmkBQvpXe3lXcRlSPzFeQ3kbJNIPvAE816fqVxtVsdcYrza8ZhdOTuVtxx7VcBSN/wCF6yw+KgxjZf3JJ3DHBIr0bw/Ip8V6tzhiF/z+tN8RX123gaK6trl0KKrZRuadrNxDpOiSavaWEIvmQbpSW+br1AODXdGPKjz5ycnf5HmPxCuPP8TXXPCnaK5hTzVrUrp9QvJLifiRzk7elVdijpk/WuWTu7nZFWSQ/eAcDmvWfgTGTql7I3/PNVHsMn/CvJ4wB0AFey/ARR9p1Lg/cQA+v3qifwso9iU9MU9TRtFAFc4x3UUYpVPanUwGY4oxUnWjFAyIjFGDUmKWgRFtJpQDUuKMUDIttG081NjHWgjmgCHaR0o2kjnrU2OaMUARbaNv41JilNAEe0/jQEp5pDQAmyk8vA7mnYxRQAnlik2U7IozjmgQ3YKNoyKdnNL36UDG7PrRsHencUYHrQA3bSMoGCfWpBSPyp29ccUAIFFAUA+1OU5GR3FFIBNg9KXaPSilzgUwEIxSYFOpPpSATAqK6tYLqLyrqGKaPOSkihlz24NTNSNx3/WiwGcdF0s/8wyx/G3T/CrkMMcEaxwokcajCqi4A/CpCaQnIosFxpArjviAMw2fIyGb+ldgx4rj/HSlkiGeMHFZ1fhZtQ/iI5OGPKFuhqJY134K/XmprVtykNnOc1XuZfLb5R+lcsTvkc7rij7WfUjpWJcDEv4VuXFrcalq6wWaPLJ2A9qw7gYlI6cVE1rclMiZse1JmkYUH3qQA8808nEf9TUfQVJnK0MRYiG5AM17B8KrP7NoM07Lta4l4PqqjA/XdXjMb7WUele+eENieGdNEXTyQf8AgR5P6k1rh1edzGu/dsb/AJgz/jSeZ7VXZs0m/nPFdpxlguDSFveq273oLfSgCct9KTdVffSF6AJnNIrkcHr/ADqEyc85pHfIxnHuO1AFndmjdVVZWx82Nw/I08SD1oAsBj2xUqtmqquO5qVXxTAsZ7ml6mq/mCgSUwLGaXjnNV/M/Gl83/OKALHHelFVhLz7UvmUAWfrRmq/mYo8z8DQBZyKKr76VX45oAn3elGe1Q7z6igSe4oAnox+NQh+OtO3ZFAD+eOOKPpTAcDrRnvmgQ8c/SkZttAamSUgGls96O3PNMyD3qO4mjt4JJp5AkUal3ZjgADrSA4X41a6ul+FHso2Aub8+WB3CD7x/p+NfN0hya6j4g+JJPEniGe7JIt1/dwJ6IDx+J6/jXKsa1SsgG0hoPtXb+Bfh1qfihRcH/RNPzjz5B97/dHf9B70bDOGq/pej6jq0hTTbKe5I5YxoSF+p6D8a+jtB+GPhjRo1kmtPt0y8mW7O4f98/d/SvP/AIp+P0uUbRPDbrHp6jZNLCNok/2Vx0X19fp1XNfYVzyeSJopGR9u5Tg7WDD8CODTNtPpKoYwjFKtOoxigD1z9neO4Ov6lKh/0ZbYLIv+0W+U/o3517y2TXiH7OtxsvNYt+SHjjk+mCR/7N+le37hWctxMXHGKXGKTNLmpEJijnPWkJ5ozQAuDSY6f4UucUm6gYYpcUm6gNmgQu35aUClAz1qQKKYEePQUoT1qTHvS0AMCgdqd/nmiigBMZpcUd6DTAMUYoooAMelFFFAEAQUpT1NSYFJimMZtGKTbj1FSYpaAGBR6UbafS0ARhRS7eKfilxQBHsAPNLsHen4pcUAMKUBR1p9B4GTwKAGbRTfvDgYX19afgsP9n+dLt70ANVABhRigj2p+KMUAMxS4p2MUYzQAzA70oGacB7ClxQBERTMY61YIppTNICHrRinlcUmKAG4pcUopaAExSY9KUcUYoAKUEAYAPFJ0pc8+9AAcGm49BTu1GM0AZ+pMFTGawpXG48CtLVJMuRWHcvyataIofJKNvFVpLgKetU7m4EaElsAd643xF4lWFHELfiKLgdNqOsW6RndIvHpya5e+8RwKTt5964qCTUNYvWhtEeRnOQq84Hv6fjXp/gv4bqjJc6sRPL1CH7i/wCNJsLmLo+m6h4gnVkjMNt1MjDqPYd6p63otu8KCRMSAkkjg175Z2dvaQ4jVcL3FedeJtCa6uXltWVfmzsK4FVTa6ku7OQvLaaDw1HboSsbKFAzgdPbr1q1rVxqdz4QMMcYmgC8sxAYDB7ZqXV454bCGN0ZvL4JAyBVPVHV9MttpP3efUe3866FPQycFc85isLqWUqIXyBknaTihbG4MhVY2/EY/nXZ6SUTUBuHylSDUV1GBO4AHXt0qbFnO2+kPn99IF9QvJr1r4NQGLUbkRjEYjAP6/8A165fRfDuo6vIv2K2kaM9ZGBCD8f6DmvZvCWgQ+H7ARKfMmY7pJCOp/oKibSVho38mk79aM+1GfY4rAoWnKfWkooAlH6dqdioRn3qQPQA/FFHmDHHNLuBFAhBS4/woOPWjIoGBFJijI7GkIHf8KAF/GjFJn04oPTmgBMUe9Gfejdx/WgBOlL0pO/BpPxoAU8UhHpR64zQBj1/OgAo780uBj3+tAUDv+tABS49+aTFKCKADHvRRtU+lI6hvvAMO2RmgA/SjNIQo7D8qQ47UAEOBHjoFyo9qUOp6MPzqKP5ZHx0Yg9fbH9Kfn3oAfuBHWl3AGo8+lJu4zQBJkYo3Co93vSb+KAJc8U0timbqRn45oAcWxTGkwKgkmx92oTIM89aQEzSk/Suf8VjfDDnGcnj8q2wR/D9a5vX5fMuCB91RjNZVn7pvh0+dM5yVdsbAe9Z7YWEyvzxn8a0JkOGwODVC7QLb7e2DmuSJ3SL/wAK4kkvtUvCD5i7Y1J7A5J/9BFcR4osf7O1+7tQuFRzs5/hPK/pivRvhnEsemXsg+81wVP0ABH8zXMfFaJV8QQygY823XJ9SCw/litqsfcucsJfvGjjMY/Ko3ApXb/9R7VESSa5joF6kYqQgiPj8KjBz61YjG5dp70MQ1PmPHB6V7h4LjaHwvp6vnOwtz6FiR/OvD4UKz+nNe86IBHotgnPywRj0/hFb4b4mzCu9EjQLUhY1Hu5pM+9dhyjs59aTceRmmMaM5oAfknvRuPY1H2NFADuc9enWlOaaCM9KUZJ4oAbzjrj3pVbOOfyqRYi3XilWCiwDoyal3H2xUYAGOlPB5pjHFqbvNLnPtTWFMQb6PMIpuOKTbwKAHed/hR51M2gDk496NmKAH+caBMcHg0wj0zSbKAJPPNKLjrUWyk2YoAn87HcfnSieq+ygR475oGWfP8Aened71U8v/8AXSFD+VIRdEwHXkfWn+cOxx+NZ2wjrSbSOoNAGn53owqC+1CCytnnu544YUGWeRgAKpN0OTivn74leILvVNfuraWR1trWRo44ugGOM/WmlcR6VrHxc0e1aRLGK4vXA+VgPLQn0yeR/wB815n4y8ean4lYJI32WzAwLeJzhv8Ae/vGuOLAVGzVSikA92yaiNBNPhiMsgUcDuaYHo3wj8ERa5M2q6sm7T4WxHCRxMw9f9kfqfpXr/iLxho3hmEJeTASBcpbxDLEfToB9cCvIrfx9Lo2kxWOnQiPykCIM8L7n1rgtRv7jULyW5u5WmnkO5mY8k1FrvUR2Pjn4j6l4jV7W2zZadyDGjfNIP8AaPp7dPrXBH3p+aSrSsMZR1p2KWgBuKeozwaQVPbwyTOqwxtI7HAVRkmgD0f4DzGHxdNF1WS0cEY7hlIP8/zr6A/EV438HvDd7pV1PqeoW7Qu8flRI/BwTkkj8BXraznuprKW5LLeAe9O25qBZP8AZqXe2OhpAOZfxpMUu4n2pwX1NAEeDThGT0qVQB3p2aAI/LpwWnUuKYDaUUuKMY/rQAZpc5ox6Um3mmAdaKMUuOaAEoxxS4zRjFACUY56U7tRQA0CilxS9qAP/9k=" class="fr-dib" style="width: 855px;"><br></div><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah para narasumber mengisi materi dan melakukan sesi tanya jawab, agenda Pestari dilanjutkan dengan latihan menari bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Agnes yang memimpin latihan tersebut membagikan tahapan dalam melakukan gerakan Tari Burung Enggang sub Suku Bahau.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dela Salsabila, salah satu peserta asal SMP Aminah Syukur Samarinda mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Tak cuma duduk mendengar, ia juga terlihat serius mencatat poin-poin yang diajarkan kedua narasumber.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagus banget, bisa buat dipelajari. Tadi dicatat juga kok materi dari Ibu Agnes dan Kak Clara,&rdquo; kisahnya antusias.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diwawancara terpisah, Juan Gabriel Rana yang didapuk menjadi ketua panitia juga membagikan cerita di balik proses persiapan agenda Pestari kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>. Meski acara tersebut berlangsung sesuai harapan, ia tak menampik bahwa waktu persiapan yang bersamaan dengan momen Ujian Akhir Semester (UAS) menjadi salah satu kendala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kendalanya itu paling masalah komunikasi aja, ya, wajar. Karena banyak orang, banyak kepala jadi banyak yang berbenturan idenya, tapi kita musyawarah bareng-bareng. Apalagi kegiatan ini berjalannya bersamaan dengan momen UAS.&rdquo;</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih untuk hadirin yang telah hadir dan turut berpartisipasi dalam <em>event&nbsp;</em>Pestari 2022 dan terima kasih juga yang sebesar-besarnya atas kerja keras serta andil dari rekan-rekan panitia dalam mempersiapkan kegiatan ini,&rdquo; kunci Juan.<strong>&nbsp;</strong><em><span style="font-weight: bold;">(</span><span style="font-weight: bold;">nkh/tha/ems</span></em><span style="font-weight: bold;"><em>)</em></span></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Prodi FKIP Unmul Kantongi Akreditasi Unggul LAMDIK </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-prodi-fkip-unmul-kantongi-akreditasi-unggul-lamdik/baca </link>
<guid> dua-prodi-fkip-unmul-kantongi-akreditasi-unggul-lamdik </guid>
<pubDate> Wed, 14 Dec 2022 09:50:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menilik upaya Prodi PGSD dan Pendidikan Masyarakat dalam torehan Akreditasi Unggul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-prodi-fkip-unmul-kantongi-akreditasi-unggul-lamdik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dFuz1nasub.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Prodi FKIP Unmul Kantongi Akreditasi Unggul LAMDIK</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &mdash;</span><strong>&nbsp;</strong>Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Masyarakat FKIP Unmul sukses raih Akreditasi Unggul oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Dilansir dari laman <em>lamdik.or.id</em>, Akreditasi Unggul merupakan peringkat akreditasi paling tinggi yang dilakukan oleh lembaga tersebut. Adapun Penetapan akreditasi ini diatur dalam Keputusan LAMDIK dengan No. SK 774/SK/LAMDIK/AK/S/XI/2022 dan No. SK 759/SK/LAMDIK/AK/S/XI/2022.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>menemui Mohammad Ilyas selaku Koordinator Program Studi (Koprodi) PGSD di Kampus FKIP Banggeris. Kepada&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>, Ilyas mengungkap bahwa terdapat upaya kebersamaan dan kekeluargaan yang dijalin oleh sivitas akademika Prodi PGSD dalam mencapai torehan prestasi tersebut. Bahkan, ia membeberkan bahwa ada dosen dan mahasiswa yang rela bermalam untuk menyiapkan pencapaian ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita perlu saling melengkapi dan saling menunjang antara satu sama lain. Dasarnya ada pada kebersamaan, lalu solidaritas antara mahasiswa dengan sivitas akademika menjadi sangat penting. Kira-kira itu yang perlu diciptakan, Insya Allah hasilnya bisa maksimal,&rdquo; tuturnya saat diwawancarai pada Selasa (6/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ihwal manfaat yang didapat melalui perolehan Akreditasi Unggul ini, Ilyas menyebut bahwa hal itu akan mempermudah Prodi PGSD dalam melakukan&nbsp;</span><span>branding</span><span>. Hasilnya, akan ada lebih banyak alumni yang tenaga kerjanya terserap berangkat dari predikat akreditasi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal pemberian bantuan dari fakultas untuk memfasilitasi Prodi PGSD dalam melakukan upaya pencapaian Akreditasi Unggul, dirinya mengungkap bahwa bantuan dana menjadi aspek yang diperlukan dalam membangun fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita (Prodi PGSD), kan, sebenarnya perlu dana untuk ke depannya. Apabila dananya cukup, maka penelitian dan sosialisasi hasil penelitian melalui masyarakat juga semakin bagus, semakin banyak yang bisa kita sosialisasikan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Ilyas turut menyinggung apabila potensi yang dimiliki Prodi PGSD dimaksimalkan berdasarkan indikator peminat dan kebutuhan, Prodi tersebut seyogianya dapat menampung delapan hingga sembilan kelas per tahunnya. Namun sayangnya, hal ini belum dapat terealisasi sebab faktor dosen dan fasilitas ruang kelas yang belum memadai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sarana juga diperlukan. Kemudian, tambah dosennya dulu baru tambahkan kelas perkuliahan,&rdquo; tutur Ilyas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu dosen PGSD yang namanya enggan disebutkan turut memberikan tanggapannya atas perolehan akreditasi ini. Ia pun membenarkan perkataan Ilyas mengenai pentingnya kolaborasi dan kekeluargaan antara berbagai pihak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Betul yang dikatakan Pak Ilyas. Bahwa kerja sama antara dosen dan berbagai pihak termasuk mahasiswa, alumni, dan&nbsp;</span><span><em>stakeholder</em>&nbsp;</span><span>yang dalam hal ini pengguna alumni merupakan hal yang paling penting menurut saya,&rdquo; tuturnya saat <em>ditemui&nbsp;</em></span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>di Kampus FKIP Banggeris pada Selasa (6/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai berkas yang disiapkan oleh Prodi PGSD dalam mencapai Akreditasi Unggul LAMDIK, dirinya mengungkap bahwa tidak terdapat masalah di dalamnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk berkas tidak ada masalah. Memang tidak sempurna di semua poin. Meskipun tidak tinggi banget (poin), tetapi memenuhi kriteria unggul. Artinya berdasarkan hasil tersebut Prodi akan menindaklanjuti poin yang belum maksimal untuk nanti kita tingkatkan dan yang sudah bagus bisa dipertahankan,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Mustangin selaku Koprodi Pendidikan Masyarakat, dirinya mengaku bahwa terdapat banyak kontribusi yang diberikan oleh berbagai pihak dalam mendukung Prodi tersebut untuk mencapai Akreditasi Unggul. Mulai dari fakultas, dekan, wakil dekan, tim Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF), hingga mahasiswa yang hampir setiap hari membantu persiapan akreditasi sampai malam hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akreditasi Prodi ini berhasil karena ada sinergi antara fakultas, Prodi, dosen, mahasiswa, alumni, sampai pengguna alumni yang turut menyukseskan akreditasi ini,&rdquo; ucapnya saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (7/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun sebelumnya akreditasi Prodi Pendidikan Masyarakat berada di bawah&nbsp;</span><span>Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), tetapi mulai tahun ini berada di naungan LAMDIK. &ldquo;Untuk akreditasi tahun ini merupakan peralihan ke LAMDIK.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mustangin turut mengungkap bahwa FKIP memberikan dukungan yang luar biasa melalui pendanaan dengan menanggung seluruh biaya pendaftaran LAMDIK. &ldquo;Pokoknya FKIP terbaik untuk peningkatan akreditasi, terutama Prodi Pendidikan Masyarakat.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Prodi PGSD yang memiliki kendala di pendanaan, Mustangin menyatakan bahwa kendala dari persiapan akreditasi ini terletak pada faktor dosen. Sebab tak banyak dosen&nbsp;</span><span><em>homebase&nbsp;</em></span><span>di Prodi Pendidikan Masyarakat, yang mengharuskan banyak mengandalkan dosen dari luar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kendala kami di dosennya. Kadang ada dananya tapi malah enggak dimaksimalkan. Namun, saya sudah berusaha untuk mendorong dosen kami dalam memaksimalkan pendanaan yang ada,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun dirinya memaknai perolehan Akreditasi Unggul ini sebagai semangat positif untuk selalu berbenah. Menurutnya, adanya penilaian unggul ini menjadikan Prodi untuk lebih berusaha dan bertanggung jawab atas pencapaian tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Artinya Akreditasi Unggul menjadi pacuan untuk selalu unggul dalam berbagai hal baik. Mulai dari dosen, mahasiswa, staf, dan alumni yang tidak dipisahkan. Kemudian, dengan akreditasi ini Prodi kami jadi lebih percaya diri untuk mengenalkan diri,&rdquo; tutupnya.<strong>&nbsp;</strong><em style="font-weight: bold;"><span>(</span><span>ahn/mar/ems</span></em><span style="font-weight: bold;"><em>)</em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Poligraf: Alat investigasi yang Jadi Pembahasan di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/poligraf-alat-investigasi-yang-jadi-pembahasan-di-sidang-kasus-pembunuhan-brigadir-j/baca </link>
<guid> poligraf-alat-investigasi-yang-jadi-pembahasan-di-sidang-kasus-pembunuhan-brigadir-j </guid>
<pubDate> Fri, 16 Dec 2022 03:09:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Efektivitas poligraf sebagai alat bantu penyelidikan maupun persidangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/poligraf-alat-investigasi-yang-jadi-pembahasan-di-sidang-kasus-pembunuhan-brigadir-j/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2kVSBx9SyH.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Poligraf: Alat investigasi yang Jadi Pembahasan di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J pada Rabu (14/12), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan ahli poligraf ke persidangan atas terdakwa Richard Eliezer, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal dan Kuat Ma&apos;ruf. Berdasarkan hasil keterangan uji poligraf, para ahli menyampaikan bahwa Richard Eliezer dan Ricky Rizal terindikasi tidak berbohong dalam memberikan pernyataan kepada penyidik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara tiga terdakwa lainnya; Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma&apos;ruf terindikasi berbohong dalam memberikan pernyataan kepada penyidik. Terungkap bahwa Ferdy Sambo berbohong saat dirinya menjawab tidak ikut menembak Brigadir Yosua.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Putri Candrawathi juga terungkap berbohong saat dirinya menjawab tidak memiliki hubungan perselingkuhan dengan Yosua di Magelang. Begitu pula Kuat Ma&apos;ruf yang terindikasi berbohong saat menjawab tidak melihat Ferdy Sambo menembak Yosua. Pihak Kuat Ma&apos;ruf sendiri menyatakan bahwa dirinya tetap berkata jujur dan terheran mengapa hasil uji poligraf menunjukkan bahwa dirinya berbohong.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, hasil uji poligraf sendiri juga dianggap oleh beberapa ahli hukum tidak dapat digunakan di dalam persidangan sebagai bukti konkret karena kredibilitas alat tersebut masih dapat dinilai tidak efektif yang disebabkan beberapa faktor. Lalu, bagaimana sebenarnya uji poligraf tersebut dan seberapa efektif untuk mendeteksi kebohongan dari seseorang?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Poligraf adalah sebuah alat yang merekam fenomena psikologis sistem saraf seperti tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, gerak tangan dan kaki dari subjek manusia saat menjawab pertanyaan yang diberikan. Diketahui bahwa uji poligraf diciptakan pada tahun 1921 oleh John Augustus Larson dan telah digunakan di berbagai institusi khususnya lembaga penyidikan seperti kepolisian di seluruh dunia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alat tersebut diciptakan dari sebuah fenomena di mana ketika seseorang berbohong maka dalam sistem bawah sadarnya mereka akan mengeluarkan reaksi stres dan gugup. Sehingga, dengan bantuan alat poligraf ini bisa membantu merekam perubahan reaksi dan perilaku seseorang dan mengindikasikan apakah seseorang tersebut berbohong atau tidak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan yang diajukan dalam uji poligraf ini memiliki berbagai macam metode. Namun, format tes yang paling banyak digunakan adalah metode pertanyaan&nbsp;</span><span><em>Control Question Test</em></span><span>&nbsp;(CQT). CQT adalah metode pertanyaan yang membandingkan tanggapan atas pertanyaan kontrol dengan pertanyaan relevan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan kontrol dibuat untuk mengontrol efek dari sifat pertanyaan relevan yang sebenarnya ingin ditujukan. Pertanyaan kontrol berkaitan dengan perbuatan salah yang mirip dengan kasus yang diselidiki, tetapi lebih berfokus pada masa lalu subjek dan biasanya cakupannya luas. Contohnya, &quot;Apakah anda pernah mengkhianati orang yang mempercayai anda?&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seseorang yang mengatakan kebenaran cenderung akan lebih takut pada pertanyaan kontrol daripada pertanyaan relevan. Hal ini dikarenakan pertanyaan kontrol dirancang untuk membuat subjek khawatir tentang kebenaran masa lalu mereka sementara pertanyaan relevan menanyakan tentang kejahatan yang mereka tahu tidak mereka lakukan. Sementara, seseorang yang mengatakan kebohongan cenderung akan lebih takut pada pertanyaan relevan daripada pertanyaan kontrol karena mereka tahu kejahatan tersebut mereka lakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasil dari uji poligraf sendiri belum dapat dipastikan kredibilitas sepenuhnya. Subjek bisa saja dapat mengeluarkan reaksi menggebu-gebu saat menjawab pertanyaan dengan jujur. Selain itu, berdasarkan keterangan dari profesor psikiatri forensik, Don Grubin, uji poligraf dapat menjadi tidak efektif karena bisa saja pertanyaan yang dirumuskan tidak terstruktur dan pewawancara salah membaca hasil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, jika pemeriksaan dilakukan oleh seorang ahli yang sangat terlatih dengan baik dan tes dilakukan dengan benar dan struktur pertanyaan yang tepat, maka tingkat akurasinya dapat mencapai 80-90%. Selain itu, berdasarkan keterangan ahli poligraf dari Kepolisian Republik Indonesia, Aji Febrianto Ar-Rosyid mengatakan bahwa tes poligraf yang dimiliki memiliki tingkat akurasi mencapai 93%.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Oleh karena itu, apabila uji poligraf yang dilakukan pada Richard Eliezer, Ferdy Sambo, Putri Candrawati, Ricky Rizal dan Ku&apos;at Ma&apos;ruf dilakukan oleh ahli yang professional dan terlatih, serta pertanyaan yang diajukan terstruktur, maka hasil uji poligraf tersebut memiliki tingkat akurasi 93%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pernyataan Ferdy Sambo, Putri Candrawati dan Kuat Ma&apos;ruf yang terindikasi bohong dapat mendekati kebenaran bahwa mereka telah berbohong saat menjawab pertanyaan.</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold; text-align: justify;"><span><em>Opini ditulis oleh Salshabila Anggrahini Subekti, mahasiswa Magister Manajemen, Universitas Mulawarman.</em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisah Gina dan Sestia yang Sukses Kalungi Medali di Perhelatan POMNAS XVIII dan Porprov VII Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisah-gina-dan-sestia-yang-sukses-kalungi-medali-di-perhelatan-pomnas-xviii-dan-porprov-vii-kaltim/baca </link>
<guid> kisah-gina-dan-sestia-yang-sukses-kalungi-medali-di-perhelatan-pomnas-xviii-dan-porprov-vii-kaltim </guid>
<pubDate> Sat, 17 Dec 2022 06:44:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prestasi mahasiswa Unmul dalam POMNAS XVIII dan Porprov VII </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kisah-gina-dan-sestia-yang-sukses-kalungi-medali-di-perhelatan-pomnas-xviii-dan-porprov-vii-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NqHgSxSDM3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisah Gina dan Sestia yang Sukses Kalungi Medali di Perhelatan POMNAS XVIII dan Porprov VII Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>-</strong><span>&nbsp;</span>Tahun ini, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVIII dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kalimantan Timur kembali dibuka untuk mahasiswa Perguruan Tinggi. Pertandingan tersebut diselenggarakan di sepanjang bulan November dan Desember 2022.</span></p><p style="text-align: justify;">POMNAS XVII merupakan ajang olahraga tingkat nasional khusus mahasiswa yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau Balai Pengembangan Talenta Indonesia melalui organisasi Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) setiap dua tahun sekali. POMNAS XVII tahun ini diselenggarakan di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai dari 17 hingga 26 November lalu dan mempertandingkan 14 cabang olahraga. Peserta yang mengikuti POMNAS pun berasal dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, termasuk Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Porprov VII Kaltim tahun 2022 resmi dibuka pada Sabtu (26/11) di Stadion Olympic Teluk Bayur. Kali ini, Kabupaten Berau terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara pesta olahraga tersebut. Ajang olahraga yang terlaksana setiap empat tahun sekali ini dilaksanakan dari 26 November sampai 7 Desember. Tentunya banyak atlet di Kaltim yang antusias untuk mengikuti ajang tersebut, begitu pula yang terjadi pada mahasiswa Unmul.</p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bcbf9255d408cd4b51fd4d30f00bed93eb201e34.jpg" style="width: 892px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Dihubungi<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>pada Rabu (14/12), Georgina Ansyari Patricia, mahasiswi FISIP 2021 sukses mengalungi medali perunggu saat POMNAS XVII dan medali emas Cabang Olahraga Tarung Derajat Porprov VII. Dalam mempersiapkan POMNAS dan PORPROV, ia dan timnya telah mempersiapkan diri sejak 5 bulan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun saya hanya meraih medali perunggu, saya ngerasa bisa memberikan hasil yang terbaik atas proses yang saya jalani terutama untuk Kaltim, khususnya buat Unmul sendiri,&rdquo; tulis mahasiswa yang akrab disapa Gina ini melalui pesan teks WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Gina, mempertahankan medali emas yang berhasil didapatkan sebelumnya oleh dirinya dan timnya adalah suatu kebanggaan, begitu juga saat ia menaiki podium kejuaraan POMNAS. Ia juga mengaku bahwa Unmul sendiri memberi dukungan untuknya saat bertanding langsung di POMNAS.</p><p style="text-align: justify;">Ungkapnya, pihak Unmul pun turut menyaksikan secara langsung untuk memberi dukungan kepada mahasiswa yang bertanding. Bahkan, ketika Gina dan timnya berhasil mengalungi medali, Unmul memberikan apresiasi dalam bentuk fisik maupun materi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Besar harapan saya dan tim saya, (untuk) next<span>&nbsp;</span><em>event</em><span>&nbsp;</span>bisa memberikan hasil yang lebih baik dan bisa tetap mempertahan tradisi emas yang pernah diraih Kaltim sebelumnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/efd5d07aa95076ea4b51ad43db5b8ee68097a11d.jpg" style="width: 893px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Gina, awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>turut berkesempatan untuk menghubungi salah satu mahasiswa Unmul yang mengikuti Porprov VII Kaltim, yaitu Sestia Wulandari, mahasiswa asal Fakultas Farmasi 2020 pada Selasa (13/12) lalu. Sestia berhasil membawa pulang medali emas dalam cabang olahraga Pencak Silat Kategori Tunggal Dewasa.</p><p style="text-align: justify;">Ketekunan Sestia dalam pencak silat telah terlihat sejak dirinya menginjak semester satu dengan tergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Sestia juga beberapa kali mengikuti beberapa kejuaraan yang diadakan oleh kampus dan daerah lain dengan membawa identitasnya sebagai mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk ajang Porprov ini sudah dipersiapkan (dari) jauh-jauh hari. Untuk informasi dan penerapannya beberapa bulan melalui seleksi daerah,&rdquo; ujar Sestia ketika diwawancarai secara daring melalui &nbsp;WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Sestia, Unmul serta UKM PSHT sendiri turut memberi dukungan kepada mahasiswa Unmul yang berjuang di ajang olahraga sepertinya. Ia mengaku fasilitas yang diberikan pihak Unmul seperti beberapa peralatan dan lokasi latihan melalui UKM PSHT sudah tersalurkan dengan baik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menghaturkan terima kasih kepada dosen-dosen Unmul karena turut mendukung dirinya ketika sedang berjuang mengharumkan nama Unmul. Bahkan, Sestia juga mendapatkan respons yang baik oleh Rektor dan Wakil Rektor yang memberinya dispensasi untuk mengikuti pertandingan di luar.</p><p style="text-align: justify;">Sestia berharap agar dukungan dari Unmul yang ia dapat mampu terus dipertahankan, termasuk dalam hal dispensasi, mendukung kegiatan-kegiatan UKM PSHT dalam mengadakan maupun mengikuti pertandingan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Serta alangkah baik dan senangnya bila Unmul juga dapat memberi dukungan berupa seperti beasiswa atau sejenisnya dari prestasi-prestasi yang telah kita raih,&rdquo; pungkasnya.<span>&nbsp;</span><strong><em>(fza/wsd/dre)</em></strong></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><em style="">Catatan Redaksi: Terdapat kesalahan penulisan dari yang sebelumnya <span>mengalungi medali emas saat POMNAS XVII dan medali perunggu Cabang Olahraga Tarung Derajat Porprov VII menjadi <span>mengalungi medali perunggu saat POMNAS XVII dan medali emas Cabang Olahraga Tarung Derajat Porprov VII. Redaksi LPM Sketsa Unmul memohon maaf atas kekeliruan ini.</span></span></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Avatar: The Way of Water, Isu Lingkungan Berbalut Visual Ciamik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/avatar-the-way-of-water-isu-lingkungan-berbalut-visual-ciamik/baca </link>
<guid> avatar-the-way-of-water-isu-lingkungan-berbalut-visual-ciamik </guid>
<pubDate> Mon, 19 Dec 2022 08:22:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Avatar: The way of water yang memanjakan mata </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/avatar-the-way-of-water-isu-lingkungan-berbalut-visual-ciamik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3yqAB0vjm4.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Avatar: The Way of Water, Isu Lingkungan Berbalut Visual Ciamik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Setelah penantian selama satu dekade lamanya, sekuel dari Avatar yang dirilis pada tahun 2009 silam telah hadir ke layar lebar. Avatar: The Way of Water resmi dirilis di seluruh bioskop tanah air per Rabu (14/12) lalu.</span><br></p><p style="text-align: justify;">James Cameron berhasil menunaikan janjinya untuk membayar ekspektasi penggemar dengan menghadirkan sekuel yang lebih fantastis dari edisi pertamanya. Layaknya film terdahulu, Avatar kembali suguhkan teknologi <em>computer-generated imagery</em> (CGI) yang menakjubkan.</p><p style="text-align: justify;">Nyaris tak ada kekurangan jika membicarakan CGI dalam film besutan James Cameron ini. Tak mengherankan jika visualisasi yang ditampilkan jauh melampaui film sebelumnya, mengingat tiga belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menggarap sebuah film.</p><p style="text-align: justify;">Melanjutkan kisah Jake Sully (Sam Worthington) yang telah menjadi bagian dari suku Na&rsquo;vi, Cameron mengajak kita untuk mengeksplorasi lebih jauh bagian dari planet Pandora yang belum terekspos di film pertama. Konflik utama dari film ini pun tak jauh berbeda dari seri sebelumnya, yakni kembalinya Resources Development Administration (RDA) untuk menginvasi planet biru itu.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa tokoh baru pun diperkenalkan dalam film ini. Setelah memutuskan untuk menetap di Pandora dan menikahi Neytiri (Zoe Saldana), keduanya pun dikaruniai tiga anak: Neteyam (Jamie Flatters), Lo&apos;ak (Britain Dalton), Tuk (Trinity Bliss), serta Kiri (Sigourney Weaver) yang merupakan anak angkat mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, wajah baru yang muncul adalah Tonowari (Cliff Curtis), Kepala Suku dari klan Metkayina, Ronal (Kate Winslet), istri dari Tonowari, hingga Spider (Jack Champion), seorang manusia yang menetap di Pandora. Dirinya merupakan anak dari Kolonel Miles Quaritch (Stephen Lang), sang antagonis di film ini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan visual yang memanjakan mata, penonton tidak akan menyadari bahwa mereka telah duduk di dalam bioskop selama kurang lebih tiga jam lamanya. Jernihnya lautan biru tempat klan Metkayina tinggal hingga visualisasi ledakan yang membombardir lautan Pandora membuat kita seakan ikut masuk dan berpetualang bersama Jake dan kawan-kawan di dalam film.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Isu lingkungan yang disoroti James Cameron&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Avatar: The Way of Water bukan sekadar film fiksi ilmiah dengan sinematografi yang megah. Ada banyak hal yang bisa diulik dari film ini. Serupa dengan film terdahulu, James Cameron kembali menyuarakan isu mengenai kerusakan lingkungan. Jika sebelumnya Avatar menyinggung tentang eksploitasi hutan dan penebangan liar, kali ini, Cameron menyoroti soal perusakan laut yang ironisnya masih marak terjadi hingga kini.</p><p style="text-align: justify;">Perusakan ekosistem laut dalam film ini direpresentasikan oleh perburuan fauna endemik di laut Pandora yang dilakukan oleh manusia&mdash;yang mereka sebut dengan &lsquo;Makhluk Langit&rsquo;. Diketahui ikan raksasa bernama Tulkun ini memiliki kandungan minyak yang dipercaya dapat menghentikan penuaan pada manusia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ambisi para manusia dalam melakukan perburuan menyebabkan banyaknya spesies Tulkun yang terbunuh. Tak hanya itu, ekosistem laut Pandora pun terancam punah sebab penggunaan bahan peledak untuk memburu Tulkun juga dapat merusak terumbu karang tempat biota laut lainnya tinggal.</p><p style="text-align: justify;">Adegan tersebut tentunya terlihat miris, sebab apa yang telah ditampilkan dalam film tersebut bukanlah suatu hal yang fiksi, melainkan benar-benar terjadi di dunia nyata. Hingga saat ini, perburuan hewan, eksploitasi lingkungan, serta perusakan ekosistem laut masih marak terjadi. Seperti yang digambarkan di dalam film tersebut, keegoisan dan kerakusan dari umat manusialah yang menyebabkan rusaknya tempat tinggal makhluk hidup dan ekosistem lingkungan hidup.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Konflik yang kurang dieksekusi secara mendalam</strong></p><p style="text-align: justify;">Sukses meraup banyak pujian berkat visualnya yang megah tak lantas membuat Avatar: The Way of Water luput dari kekurangan. Karena terlalu mengandalkan penggunaan CGI, James Cameron hanya terpaku pada eksplorasi dunia Pandora, sehingga konflik yang dihasilkan dalam film berdurasi 192 menit ini tidak begitu intens.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan durasi sepanjang itu, Cameron terlalu banyak menampilkan visual dari Pandora yang tidak berhubungan dengan konflik utama&mdash;meskipun harus diakui, adegan-adegan tersebut sukses membuat penonton takjub&mdash;sehingga adegan yang memperlihatkan konflik utama dari film ini terkesan minim. Alur ceritanya pun terasa begitu sederhana.</p><p style="text-align: justify;">Namun, hal tersebut bukan perkara besar, mengingat masih terdapat tiga sekuel yang akan dirilis beberapa tahun mendatang. Sehingga bisa jadi, pengenalan Pandora dan karakter baru pada film ini adalah batu loncatan pertama sebelum melangkah ke konflik yang lebih kompleks di film berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, nyaris tak ada rasa bosan atau kantuk yang mampir walaupun harus menatap layar bioskop selama tiga jam lamanya. Sebaliknya, semakin lama film bergulir, akan banyak kejutan yang hadir sehingga membuatnya semakin seru dan menyenangkan untuk ditonton. Di tengah perburuan dan pertempuran yang menegangkan, tak lupa Cameron membalutanya dengan emosional dengan adegan Jake dan keluarga kecilnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika kamu tertarik untuk menonton, maka saksikanlah dalam format tiga dimensi agar pengalaman menontonmu jadi semakin menyenangkan! <em><strong>(dre/nkh)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Unmul Terakhir di Tahun 2022, Wisudawan dan Kerabat Bagikan Kisah dan Angannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-unmul-terakhir-di-tahun-2022-wisudawan-dan-kerabat-bagikan-kisah-dan-angannya/baca </link>
<guid> wisuda-unmul-terakhir-di-tahun-2022-wisudawan-dan-kerabat-bagikan-kisah-dan-angannya </guid>
<pubDate> Mon, 19 Dec 2022 10:51:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Euforia wisuda gelombang IV tahun 2022 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-unmul-terakhir-di-tahun-2022-wisudawan-dan-kerabat-bagikan-kisah-dan-angannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ixw8oAJ0jq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Unmul Terakhir di Tahun 2022, Wisudawan dan Kerabat Bagikan Kisah dan Angannya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong><span>&nbsp;</span>Senyum sumringah menyertai wajah wisudawan dan wisudawati yang memadati GOR 27 September pada perhelatan Wisuda Gelombang IV. Dalam agenda yang digelar pada Sabtu (17/12) lalu, tercatat sebanyak 1.543 mahasiswa telah dinyatakan menjadi alumni Unmul.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ini merupakan kali pertama Abdunnur memberikan sambutannya sebagai Rektor baru Unmul kepada peserta wisuda dan keluarga yang mendampingi. Layaknya Wisuda Gelombang III, peserta wisuda kali ini juga didominasi oleh perempuan dengan persentase sebanyak 63 persen dan laki-laki sebanyak 37 persen.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ef8c7f5082f38b9a2914a52fffc9a68af923418a.jpeg" style="width: 789px;">Awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>pun tak ketinggalan untuk mewawancarai wisudawan yang hadir. Kepada<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>, Nor Cholis Majid, wisudawan dari FT 2016 ini membagikan kisahnya untuk meraih gelar sarjana. Dirinya terpaksa harus melewatkan wisuda gelombang kedua dan ketiga sebab terkendala dengan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yang terlambat dikeluarkan oleh fakultasnya.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9b211824740ea34aee254e4517b9edeeac355fdf.jpg" style="width: 893px;">&ldquo;Bahkan teman-teman saya itu satu tahun baru bisa wisuda. Dari dia PDD (pendadaran) baru dia bisa wisuda. Kebetulan saya kemarin enggak terlalu lama sih, beberapa bulan aja, walaupun terlewat dua gelombang,&rdquo; kisah wisudawan yang berasal dari Berau ini.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Cholis turut mengungkap rencana yang telah ia canangkan setelah menyelesaikan studi S1-nya. Bahkan, dirinya mengaku sudah bekerja di Balai Buruh Penggerak Provinsi Kalimantan Timur seusai menyelesaikan sidang pendadaran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/53b25cc837c2c66d374c8ec6702553ecb78218a1.jpg" style="width: 894px;">Sementara itu, Dwi Aura, wisudawati asal FISIP turut membagikan rencana yang ia angankan. Dengan keramahannya, Dwi mengungkap bahwa dirinya ingin melanjutkan studi S2 demi mengejar profesi impiannya sebagai Psikolog.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya tak mengeluhkan kendala apa pun selama rangkaian kegiatan berlangsung. Baginya, agenda wisuda kali ini sudah sesuai dengan ekspektasinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acaranya teratur dan juga enggak terlalu pengap. Sudah lumayan banyak AC-nya,&rdquo; ungkap Dwi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya wisudawan saja, awak<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>turut menemui para kerabat wisudawan yang menghadiri rangkaian acara tersebut. Tentunya mereka tak ingin ketinggalan untuk menyaksikan salah satu momen sakral itu.</p><p style="text-align: justify;">Kepada<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em>, Mei Eni Rahayu, ibu dari &nbsp;wisudawan yang berasal dari Balikpapan ini mengaku tak mengalami kendala apa pun ketika bertolak ke Samarinda. Wanita yang berusia 54 tahun itu tak sendiri. Ia turut serta memboyong ketiga anaknya menyaksikan prosesi wisuda putranya, Rio yang berasal dari Prodi Pariwisata.</p><p style="text-align: justify;">Mei turut membagikan kisah anak keduanya itu selama menggarap skripsi. Meskipun waktu Rio untuk merampungkan tugas akhirnya terbilang cukup lama, Mei sebagai seorang ibu tentunya tak henti memberikan dukungan serta memantau putranya agar bisa segera menuntaskan studinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena anak-anak kalau saya perhatikan itu nyantai (mengerjakan skripsinya). Enggak cepat ini cepat itu. Kita enggak tahu anaknya di kosan lagi ngapain, ngurus skripsi apa enggak. Kan kemarin pandemi juga (bimbingannya) lewat<span>&nbsp;</span><em>e-mail</em><span>&nbsp;</span>kan. Sudah saya bilangin, jangan kirim lewat<span>&nbsp;</span><em>e-mail</em>. Ketemu dosen itu lebih baik walaupun diomeli untuk revisi,&rdquo; tutur Mei.</p><p style="text-align: justify;">Ketika disinggung soal rencana Rio ke depan setelah menyelesaikan studinya, Mei mengaku mendukung apapun keputusan yang akan diambil oleh putranya itu. Terlebih jika ingin melanjutkan studi S2 meskipun Rio sendiri belum merencanakan hal itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya,<span>&nbsp;</span><em>monggo</em>, enggak apa-apa belum ada kerja kalau mau lanjut S2. Itu istilahnya gini, semua rejeki itu sudah ada yang ngatur. Ibaratnya kalau seandainya enggak punya apa-apa, kita usaha, pasti ada jalannya. Biar anak-anak semangat juga. Kasihan, anaknya sudah punya kemauan tapi enggak dituruti.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/74d605cba48524839f6d89908d0aab5b65f121f1.jpg" style="width: 870px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Beralih ke Mala, orang tua wisudawan yang juga berasal dari Balikpapan. Layaknya Mei, Mala mengaku bahwa tak ada kendala yang ia alami selama menempuh perjalanan menuju Samarinda. Wanita berusia 47 tahun ini merupakan ibu dari Novia Nur Pratama, wisudawati prodi Teknik Sipil.</p><p style="text-align: justify;">Dengan sumringah, ia mengungkap bahwa putrinya itu telah bekerja di perusahaan swasta yang sesuai dengan jurusan yang diambil semasa kuliah. Ketika disinggung mengenai rencana untuk melanjutkan studi S2, Mala lebih menyarankan Novia untuk fokus pada pekerjaannya saja, mengingat masih ada adiknya yang akan masuk kuliah di tahun depan.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan putrinya untuk menempuh pendidikan di Unmul tak selamanya berjalan mulus. Ungkapnya, Novia kerap mengeluh lantaran padatnya tugas yang menghampiri. Bahkan, putrinya itu pernah terpikirkan untuk berhenti melanjutkan studinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya bilang, dicoba dulu karena ini pilihan kamu sendiri, tapi terserah juga karena kamu yang mau jalanin. Kalau mau lanjut, lanjut. Alhamdulillah lanjut sampai sekarang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/b66238ad1a37dc3cad73b870f515db565bd832a0.jpg" style="width: 890px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya orang tua saja yang hadir pada Wisuda Gelombang III kala itu. Di tengah padatnya wisudawan dan orang tua yang mendampingi, Ahmad Puja Arya Wijaya turut menghadiri prosesi wisuda sang kakak, Muhammad Khafiz Dalmansyah Putra, wisudawan asal FH. Kedua orang tuanya tidak bisa masuk ke dalam ruangan karena terlambat.</p><p style="text-align: justify;">Uniknya, Khafiz bahkan baru memberitahu keluarganya jika ia akan diwisuda semalam sebelum acara dihelat. Tak ayal Puja bersama orang tuanya yang tinggal di Tenggarong segera bertolak ke Samarinda untuk menyaksikan prosesi wisuda Khafiz.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Naik mobil bareng keluarga semua. Baru hari ini berangkatnya, dadakan banget. Karena sebelumnya enggak ada dikasih tahu mau wisuda hari ini. Tiba-tiba dadakan, kagetlah karena dia ngontrak di Samarinda, enggak ada ngomong pada saat skripsian. Tiba-tiba ngomong, &lsquo;aku wisuda hari ini&rsquo;. Jadi kejutan gitu. Baru tadi malam dia kasih tahu,&rdquo; kisah Puja.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Mei dan Mala, Puja mengaku dirinya sempat alami kendala dalam perjalanan menuju Samarinda. Kendala tersebut akhirnya menyebabkan ia bersama keluarganya terlambat untuk sampai ke tempat acara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kendalanya sih macet, karena di Samarinda terkenal macetnya. Apalagi di Ring Road, Antasari, banjir juga gitu. Dari Tenggarong Seberang tadi ditakutkan sih banjir, karena gerimis agak deras juga di sana, jadi pelan aja sih tadi jalannya. Jadi potong jalur, ya sudah ambil jalur alternatif lewat Ring Road, saking mau cepatnya kesini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menyoal rencana sang kakak usai menyelesaikan studi S1, Puja menuturkan bahwa ia dan keluarga menyerahkan keputusan tersebut sepenuhnya kepada Khafiz.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kakak enggak kerja, dia mau fokus ke pendidikannya saja, tapi kalau dia mau lanjut kerja juga enggak apa-apa. Lebih bagus seperti itu, sih, kerja sambil kuliah, cuman kan dia lebih terforsir di waktu ya. Susahnya di waktu aja. Kalau dia bisa memanajemen waktu dengan baik, ya silakan. Kita dari pihak keluarga tetap memberi dukungan aja,&rdquo; pungkasnya.<span>&nbsp;</span><em><strong>(tha/amg/dre/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Artificial Intelligence: Pisau Bermata Dua dalam Bayang-bayang Kecerdasan Buatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/artificial-intelligence-pisau-bermata-dua-dalam-bayang-bayang-kecerdasan-buatan/baca </link>
<guid> artificial-intelligence-pisau-bermata-dua-dalam-bayang-bayang-kecerdasan-buatan </guid>
<pubDate> Tue, 20 Dec 2022 09:30:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sisi lain Artificial Intelligence </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/artificial-intelligence-pisau-bermata-dua-dalam-bayang-bayang-kecerdasan-buatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/svOF9B33Nj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Artificial Intelligence: Pisau Bermata Dua dalam Bayang-bayang Kecerdasan Buatan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA -&nbsp;</span><em>Google assistance</em>, <em>google maps</em>, atau <em>e-payment</em> sudah tidak asing lagi digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi tersebut merupakan contoh produk yang dihasilkan dari <em>artificial intelligence</em> atau kecerdasan buatan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Artificial intelligence</em></span><span>&nbsp;(AI) merupakan salah satu cabang ilmu komputer yang dibuat khusus untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia. Contohnya adalah pemecahan masalah, pembelajaran, serta pengenalan pola.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bermula dari kemunculan komputer pada tahun 1940-an, di mana pada masa itu perkembangan komputer difokuskan untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih efektif dan efisien. Komputer dirancang agar dapat meniru kecerdasan dan perilaku manusia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memiliki cara kerja yang rumit, AI membutuhkan penggabungan data yang cepat, pengelolaan yang berulang, dan algoritma cerdas dengan jumlah yang banyak, serta memungkinkan perangkat lunak dapat belajar secara otomatis dari pola dan data yang dimiliki.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, diperlukan pula konsep untuk membentuk konsep AI, antara lain adalah&nbsp;</span><span><em>machine learning</em></span><span>&nbsp;sebagai pembuat model analitik menjadi otomatis, <em>n</em></span><span><em>eural network</em></span><span>&nbsp;sebagai pengklasifikasian pola,&nbsp;</span><span><em>deep learning</em></span><span>&nbsp;sebagai penganalisis data yang terus menerus,&nbsp;</span><span><em>cognitive computing</em></span><span>&nbsp;untuk menjadikan mesin dapat mensimulasikan proses kerja manusia dengan natural. <em>Computing vision</em> berfungsi sebagai penangkap gambar yang akan dijadikan informasi serta&nbsp;</span><em><span>natural language</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>processing</em></span><span>&nbsp;sebagai penghubung antara mesin dan manusia dengan bahasa sehari-hari yang memungkinkan untuk ditiru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perkembangan AI di tanah air terbilang cukup pesat. Tercatat sebanyak 196,7 juta penduduk Indonesia yang telah menjadi pengguna akses internet pada tahun 2020 silam. Sementara itu, terdapat 24,6% perusahaan di Indonesia yang telah mengadopsi teknologi AI. Namun, jumlah tersebut nyatanya belum membuat Indonesia sepenuhnya siap untuk dihadapkan oleh penggunaan teknologi AI. Mengutip dari Oxford Insight, angka kesiapan adaptasi AI di Indonesia hanya menginjak 5,42%, menjadikannya sebagai urutan kelima di wilayah Asia Tenggara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hadirnya teknologi AI pada kehidupan sehari-hari memberikan manfaat bagi manusia, di antaranya adalah pengefisiensian waktu, produktivitas yang meningkat, meminimalisir kesalahan manusia (</span><span><em>human error</em></span><span>), hingga otomatisasi tugas. Namun, dari sekian manfaat yang diperoleh, AI dapat menimbulkan kerugian bagi manusia. Lantas, apa saja hal-hal yang ditimbulkan?</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Pengangguran meningkat</em></strong></span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Digantinya tenaga manusia dengan sistem komputer atau robot seperti penjaga loket parkiran tentunya membuat banyaknya tenaga kerja yang tak lagi dibutuhkan. Dikutip dari&nbsp;</span><span><em>inet.detik.com</em></span><span>, tercatat sebanyak 36 juta orang yang pekerjaannya rawan digantikan oleh otomatisasi. Setidaknya ada 70% dari pekerjaan yang bisa dilakukan oleh AI, mulai dari penjualan, analisis pasar, sampai pekerjaan gudang.&nbsp;</span></p><ol start="2" style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Pelanggaran privasi</em></strong></span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banyaknya penggunaan produk AI seperti&nbsp;</span><span><em>smartwatch</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>smartphon</em><em>e</em></span><span>, atau&nbsp;</span><span><em>activity tracker</em></span><span>&nbsp;memudahkan pelaku kriminal untuk melacak atau meretas data seseorang. Contohnya adalah ketika pemerintah China yang memanfaatkan fitur pengenal wajah untuk mendeteksi pergerakan warganya.&nbsp;</span></p><ol start="3" style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Deepfake</strong></em></span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Deepfake</em></span><span><em>&nbsp;</em>menjadi salah satu produk dari AI yang menimbulkan dampak negatif bagi manusia. Menggabungkan dan menempelkan gambar atau video yang ada ke sumber gambar atau video sering kali disalahgunakan untuk membuat video pornografi, berita palsu, perundungan, &nbsp;dan penipuan finansial.&nbsp;</span></p><ol start="4" style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Bias algoritma serta kesenjangan sosial</em></strong></span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Teknologi AI yang diciptakan oleh manusia ini ternyata menimbulkan bias pada hal tertentu. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan algoritma dan data yang digunakan pada AI, misalnya, bias algoritma pada hasil mesin telusur serta media sosial. Bias atau ketidakadilan akan berdampak pada pelanggaran yang tidak disengaja hingga bias sosial seperti ras, etnis, gender, dan seksualitas menjadi kuat.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;"><em>(snk/dre)&nbsp;</em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Generasi Baru Sketsa 16 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/generasi-baru-sketsa-16/baca </link>
<guid> generasi-baru-sketsa-16 </guid>
<pubDate> Wed, 21 Dec 2022 06:13:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengumuman anggota magang Sketsa 16 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/generasi-baru-sketsa-16/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g7c04Fw8U8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Generasi Baru Sketsa 16</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA</span><strong>&nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Tahun ini <em>Sketsa</em> kembali melakukan rekrutmen untuk mahasiswa-mahasiswi Unmul yang berminat di bidang jurnalistik. Berbagai seleksi telah dilakukan, mulai dari pendaftaran pada Senin (28/11) hingga Rabu (14/12) dan dilanjut dengan sesi wawancara yang berakhir pada Senin (19/12) lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sebagai hasilnya, LPM Sketsa Unmul telah menerima 41 anggota baru yang memenuhi kualifikasi di berbagai bidang seperti Reporter, Fotografer, Desainer, Videografer, serta Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Berikut detail pendaftar yang berhasil lolos seleksi. Selamat berproses, ya!</p><table style="width: 100%;"><tbody><tr><td colspan="3" style="width: 99.157%; background-color: rgb(61, 142, 185); text-align: center;"><strong>Reporter</strong><br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Ai Nasyrah Nurdea<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FIB<br></td><td style="width: 33.4159%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Anisa Dwi Lestari<br></td><td style="text-align: center; width: 18.2449%; background-color: rgb(239, 239, 239);">FIB<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2021<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Disthia Nur Maharani<br></td><td style="text-align: center; width: 18.2449%; background-color: rgb(239, 239, 239);">FKIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Feby Febriana Hidayat<br></td><td style="text-align: center; width: 18.2449%; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Hanny Fakhriah Syafitri<br></td><td style="text-align: center; width: 18.2449%; background-color: rgb(239, 239, 239);">FEB<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Lauransia Soraida Alvis<br></td><td style="text-align: center; width: 18.2449%; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2021<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">M. Gunawan Wibisono<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FH<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Mega Sukima Ardiyanti<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FKIP<br></td><td style="width: 33.4159%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Muhammad Al Fatih<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Muhammad Andi Ryanto<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Muhammad Kevin Syaida<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FIB<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Muhammad Rayyan Ramadhani<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Nazmiah Nur Fadilla<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2021<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Rafika Widyanasari<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FIB<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Risna<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Salwa Ayu Rofiah<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Sinar Aynul Rahma<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FH<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2021<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Siti Mu&apos;ayyadah<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FIB<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr><tr><td style="width: 48.3092%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Widya Amanda<br></td><td style="width: 18.2449%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FIB<br></td><td style="text-align: center; width: 33.4159%; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022<br></td></tr></tbody></table><p><br></p><table style="width: 100%;"><tbody><tr><td colspan="3" style="width: 104.3%; text-align: center; background-color: rgb(61, 142, 185);"><strong>Fotografer</strong><br></td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Achmad Fadly<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FEB</td><td style="width: 33.3333%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Aditya Fahrul Setiawan<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FIB</td><td style="width: 33.3333%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Adzra&apos; Dhiya&apos; Millati<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FKM</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Ahmad Jordan<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FISIP</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Alpenia Septi Rahayu<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FISIP</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Dea Arilia Sari<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FKIP</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">M. Andan Qahfi<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FK</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Maximilianus Rafael Sangga Augusta<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FIB</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.4023%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Nur Rahmasari Maharani<br></td><td style="width: 18.1518%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">Farmasi</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr></tbody></table><p><br></p><table style="width: 100%;"><tbody><tr><td colspan="3" style="width: 84.5107%; text-align: center; background-color: rgb(61, 142, 185);"><strong>Desainer</strong><br></td></tr><tr><td style="width: 48.6534%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Aulia Yundita Herviandha<br></td><td style="width: 18.0133%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FH</td><td style="width: 33.3333%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2022</td></tr><tr><td style="width: 48.6534%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Rahmi Ulfiana Darmawan<br></td><td style="width: 18.0133%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">FISIP</td><td style="width: 33.3333%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2022</td></tr><tr><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); width: 48.6534%;">Widya Ayu Pramesti<br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); width: 18.0133%; text-align: center;">FISIP</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2021</td></tr><tr><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); width: 48.6534%;">Yaasiina Nur Laila Aprilia<br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); width: 18.0133%; text-align: center;">FISIP</td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2022</td></tr></tbody></table><p><br></p><table style="width: 100%;"><tbody><tr><td colspan="3" style="width: 96.256%; background-color: rgb(61, 142, 185); text-align: center;"><strong>Videografer</strong><br></td></tr><tr><td style="width: 48.6534%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Alyda Khairunnisa<br></td><td style="width: 18.1264%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP</td><td style="width: 33.1426%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2022</td></tr><tr><td style="width: 48.6534%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Saina Cintami Abdila Rahma<br></td><td style="width: 18.1264%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">Farmasi</td><td style="width: 33.1426%; background-color: rgb(239, 239, 239); text-align: center;">2022</td></tr></tbody></table><p><br></p><table style="width: 100%;"><tbody><tr><td colspan="3" style="width: 84.5179%; text-align: center; background-color: rgb(61, 142, 185);"><strong>Litbang</strong></td></tr><tr><td style="width: 48.5819%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Bella Ceria Agustina<br></td><td style="width: 17.968%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FIB</td><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.5819%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Febby Sofiana Azharani<br></td><td style="width: 17.968%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP</td><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022</td></tr><tr><td style="width: 48.5819%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Galuh Suria Deli<br></td><td style="width: 17.968%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FH</td><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022</td></tr><tr><td style="width: 48.5819%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Muhammad Haidil Rivaldiansyah<br></td><td style="width: 17.968%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP</td><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022</td></tr><tr><td style="width: 48.5819%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Novia Indah Ramadhani<br></td><td style="width: 17.968%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FT</td><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2021</td></tr><tr><td style="width: 48.5819%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Sabrina Oktaviani<br></td><td style="width: 17.968%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FKIP</td><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022</td></tr><tr><td style="width: 48.5819%; background-color: rgb(239, 239, 239);">Selma Mela Elyani<br></td><td style="width: 17.968%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">FISIP</td><td style="width: 33.3333%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2022</td></tr></tbody></table><p style="text-align: center;"><br></p><p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 24px;">LPM Sketsa Unmul</span></strong></p><p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 18px;">Semangat Berbagi dan Menginspirasi!</span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hadirkan Ruang Aman di Tataran Perguruan Tinggi, Hotline Satgas PPKS Unmul Diluncurkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hadirkan-ruang-aman-di-tataran-perguruan-tinggi-hotline-satgas-ppks-unmul-diluncurkan/baca </link>
<guid> hadirkan-ruang-aman-di-tataran-perguruan-tinggi-hotline-satgas-ppks-unmul-diluncurkan </guid>
<pubDate> Thu, 22 Dec 2022 07:04:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hotline Satgas PPKS diluncurkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hadirkan-ruang-aman-di-tataran-perguruan-tinggi-hotline-satgas-ppks-unmul-diluncurkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4dTAHLpGHC.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Hadirkan Ruang Aman di Tataran Perguruan Tinggi, Hotline Satgas PPKS Unmul Diluncurkan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &mdash;</span><strong>&nbsp;</strong>Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unmul telah resmi diluncurkan pada Rabu (21/12). Agenda tersebut dilangsungkan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Muhammad Al Fatih selaku anggota divisi Humas Satgas PPKS Unmul turut terangkan sejumlah tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari tim tersebut. Antara lain ialah mencegah, menangani kasus, mendampingi, dan melakukan pemulihan terhadap korban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya turut menjabarkan makna filosofis dari logo Satgas PPKS. Makna telapak tangan dalam logo tersebut merupakan simbol agar kasus kekerasan atau pelecehan seksual di lingkungan kampus harus segera dihentikan. Selanjutnya, warna ungu dipilih sebagai simbol dari perjuangan perempuan, mengingat banyaknya perempuan yang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual. Meski tak dapat dimungkiri bahwa laki-laki pun juga dapat menjadi korban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Materi selanjutnya dipaparkan oleh Haris Retno Susmiyati selaku Ketua Satgas PPKS Unmul. Retno menyebut, Satgas PPKS berkewajiban untuk melakukan survei terhadap kasus pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus setiap enam bulan sekali. Sebelumnya, Pusat Studi Hukum Perempuan dan Anak (PuSHPA) FH Unmul telah melakukan survei di paruh pertama 2022. Hasilnya, sebanyak 33 persen responden menyatakan pernah menjadi saksi atas tindak kekerasan atau pelecehan seksual di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Data kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Data kekerasan dan pelecehan seksual di Unmul menunjukkan bahwa 17 persen responden menyatakan pihak kampus telah menangani kasus tersebut dengan cukup baik. Sebaliknya, 60 persen mengatakan penanganan yang dilakukan masih belum maksimal. Bahkan, 27 persen responden lainnya menyatakan bahwa kasus kekerasan dan pelecehan seksual tidak ditangani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harap Retno, pihak kampus perlu gencar menggalakkan sosialisasi terkait kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Materi penanganan dan pencegahan kasus kekerasan atau pelecehan seksual harus disosialisasikan secara masif agar seluruh sivitas akademika mengetahui bagaimana penanganan yang benar jika terjadi kasus serupa di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Langkah Lanjutan Satgas PPKS Unmul&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda</span><span>&nbsp;<em>Launching</em></span><span><em>&nbsp;</em></span><span><em>Hotline</em>&nbsp;</span><span>Media Satgas PPKS Unmul dikatakan Retno sebagai wadah edukasi dan pengenalan awal Satgas PPKS. Ia mengungkap per Januari 2023 nanti akan menjadi awal mula tim yang ia nakhodai tersebut menjalankan beragam program yang telah disusun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun saat ini Satgas PPKS Unmul sudah mendapat dua kasus pengaduan. &ldquo;Dalam penanganannya, tentu tidak mudah, tetapi kami optimis hak dan keadilan korban menjadi salah satu prioritas yang harus kita kedepankan,&rdquo; tutur Retno optimis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seusai agenda tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>mencoba menghubungi Retno untuk melangsungkan wawancara pada Rabu (21/12) melalui WhatsApp. Dosen FH itu mengungkap bahwa pertemuan dengan Abdunnur beberapa waktu lalu adalah membahas terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akhir tahun,&rdquo; ucapnya saat ditanya menyoal target waktu dalam merampungkan SOP tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya turut mengungkap bahwa Satgas PPKS Unmul saat ini sedang melakukan penyusunan bahan edukasi dan penanganan kasus yang sesuai dengan Permendikbud Nomor 30 tahun 2021 guna memaksimalkan pencegahan kasus kekerasan seksual.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun <em>Hotline</em> pengaduan serta media sosial Satgas PPKS Unmul telah aktif dan dapat digunakan untuk melakukan pengaduan terhadap kasus kekerasan atau pelecehan seksual di Unmul. Pengaduan dapat dilakukan melalui Instagram mereka yakni <em>@satgasppks.unmul</em>.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;"><em>(sya/dre/mar/ems)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Surat Permohonan Delegasi dan SP 1 Warnai Jalan Panjang Pemira Farmasi 2022 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/surat-permohonan-delegasi-dan-sp-1-warnai-jalan-panjang-pemira-farmasi-2022/baca </link>
<guid> surat-permohonan-delegasi-dan-sp-1-warnai-jalan-panjang-pemira-farmasi-2022 </guid>
<pubDate> Fri, 23 Dec 2022 07:55:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekapitulasi suara dalam Pemira Farmasi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/surat-permohonan-delegasi-dan-sp-1-warnai-jalan-panjang-pemira-farmasi-2022/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cGfL9jmDKd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Surat Permohonan Delegasi dan SP 1 Warnai Jalan Panjang Pemira Farmasi 2022</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Meski sempat alami kekosongan pasangan calon (Paslon) hingga penundaan, Pemira Farmasi akhirnya temui titik terang. Pemilihan suara berhasil digelar pada Kamis (22/12) lalu. <span style="background-color: transparent;">Sebelum mendapati Paslon tunggal yang melawan kertas kosong, Wakil Dekan Farmasi Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni menerbitkan surat&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">dengan Nomor 7705/UN17.12/KM/2022. Surat tersebut mewajibkan adanya pengajuan delegasi dari angkatan 2020 dan 2021. Setelahnya, Surat Peringatan (SP) 1 menyusul dilayangkan oleh DPM Farmasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur BEM Farmasi 2021.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pasca perubahan <em>timeline</em>, terdapat dua Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang sempat mendaftar meski hanya satu Paslon yang berhasil lolos uji berkas.&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">Muhammad Nahrawi Udharaja dan calon wakilnya, Arden Alvern Tobing kemudian keluar sebagai Paslon tunggal pada gelaran Pemira Farmasi 2022.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Arden menyayangkan waktu pendaftaran yang dilakukan tidak sesuai dengan <em>timeline</em> awal, lantaran DPM tidak menyesuaikan jadwal Pemira dengan pihak BEM yang masih memiliki tanggungan program kerja (Proker).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Ia yang juga merupakan anggota BEM Farmasi sebelumnya tidak dapat mendaftar sebab adanya kepanitiaan yang masih harus dituntaskan. Ini bertentangan dengan syarat calon yang harus bebas dari segala tanggungan kepanitiaan maupun organisasi. Maka, ia pun mencalonkan diri setelah kepanitiaannya selesai bersamaan dengan adanya perpanjangan&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">timeline</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;Pemira Farmasi 2022.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Adapun misi utama yang Paslon tersebut janjikan diungkap oleh Arden saat awak&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Sketsa</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;mewawancarainya pada Rabu (21/12) lalu. Sesuai dengan nama tim sukses (Timses) yang mereka ciptakan yaitu Revolusi, mereka berharap mahasiswa Farmasi bisa alami perubahan menjadi lebih baik. Utamanya dari segi kekeluargaan, ketepatan waktu, hingga masalah kedisiplinan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Kurangnya kesiapan panitia Pemira pun turut jadi suatu catatan dari calon Wakil Gubernur BEM Farmasi tersebut. Ia merasa masih ada beberapa kendala yang perlu dibenahi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Karena Pemira mundur harusnya panitia lebih siap, <em>dong</em>. Namun, ternyata pas kita daftar banyak hal-hal yang tidak siap. Mulai dari surat-surat yang ternyata tanggalnya salah dan bulannya masih November. Panitia pun masih bingung terkait aturan dan lain-lain,&rdquo; keluhnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent;">Tanggapan DPM dan KPPR Fakultas Farmasi</strong></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Adapun terkait SP 1 yang dilayangkan ke BEM Farmasi, Devi Agistya selaku ketua DPM Farmasi pun menyebut penekanan terkait pengajuan Paslon tidak hanya ditujukan kepada BEM saja. Penekanan tersebut diberikan kepada seluruh KMF (Keluarga Mahasiswa Farmasi) melalui surat dari birokrat.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam surat tersebut, tertulis SP 1 berlaku sejak 29 November hingga 3 Desember 2022. Jika lewat dari itu tidak ada tindak lanjut dari BEM, maka SP 2 pun tak segan dilayangkan kembali oleh DPM FF.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Bentuk SP 2 berarti kita meminta lebih tegas lagi mengenai apa tuntutan kita dari SP 1 kemarin. Hanya saja kemarin itu memang ada tindakan gitu, ya, dari BEM. Berarti kita tidak melanjutkan ke SP 2 dan itu juga tidak kita rundingkan lebih lanjut lagi,&rdquo; beber Devi saat ditemui pada Kamis (22/12).</span></p><p style="text-align: justify;"><em style="background-color: transparent;">Sketsa</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;turut mewawancarai ketua KPPR Farmasi yakni Quiny Rara Sarira Bandaso mengenai dinamika pelaksanaan Pemira Farmasi tahun ini. Ia mengungkap, akibat dari tidak adanya mahasiswa yang mencalonkan diri membuat rentetan agenda yang telah disusun tidak berjalan sebagaimana mestinya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Sebagai upaya tindak lanjut, ia mengungkap, DPM memboyong seluruh Ormawa Farmasi untuk melakukan diskusi. Namun hasilnya masih belum mendapat titik terang. Imbasnya KPPR mendapatkan surat dari pihak birokrat yang berisi permintaan pengajuan delegasi dari setiap angkatan 2020 dan 2021.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Menanggapi pernyataan Arden selaku Calon Wakil Gubernur terkait syarat pencalonan, Rara membenarkan adanya syarat terbebas dari segala kepanitiaan dan organisasi. Bebernya, syarat tersebut sudah menjadi peraturan yang berlaku sejak dulu. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Perihal <em>timeline</em> yang tak sejalan antara BEM dan DPM pun ia menyebut bahwa pihaknya sempat mendiskusikan dengan pihak BEM sebelum peluncuran panitia Pemira. Ketika itu BEM memang meminta agar Pemira dilakukan setelah Proker mereka selesai dilaksanakan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Kalau dibilang saya harus menunggu mereka selesai dulu, terkesan egois, kan. Mereka tidak memikirkan Proker Ormawa lain, gitu, dan memang kami melaksanakan sesuatu yang sudah kami&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">timeline</em><span style="background-color: transparent;">-kan,&rdquo; ungkap Quiny.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Di hari yang sama dengan pelaksanaan pemungutan suara, panitia Pemira lakukan rekapitulasi pada malam hari. Adapun dari jumlah keseluruhan pemilih tetap yang mencapai 1253 mahasiswa, hanya 695 mahasiswa yang menggunakan hak pilih. Tercatat,&nbsp;</span>Paslon Muhammad Nahrawi Udharaja dan Arden Alvern Tobing mengantongi 523 suara, disusul dengan kotak kosong sebanyak 117 suara. <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>(<em>vyn/ani/tha/ems/nkh</em>)</strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Kehangatan Natal dalam Perayaan Ormawa dan Mahasiswa di Tanah Perantauan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/sambut-kehangatan-natal-dalam-perayaan-ormawa-dan-mahasiswa-di-tanah-perantauan/baca </link>
<guid> sambut-kehangatan-natal-dalam-perayaan-ormawa-dan-mahasiswa-di-tanah-perantauan </guid>
<pubDate> Sat, 24 Dec 2022 07:59:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah mahasiswa Unmul bagikan kisahnya menyambut sukacita Natal di tanah perantauan hingga perayaan bersama Ormawa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/sambut-kehangatan-natal-dalam-perayaan-ormawa-dan-mahasiswa-di-tanah-perantauan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QbHUjlUfg1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Kehangatan Natal dalam Perayaan Ormawa dan Mahasiswa di Tanah Perantauan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Menuju Natal yang semakin dekat, sukacita penuh kehangatan turut menghampiri Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) St. Tarsisius Unmul yang sedang mempersiapkan acara perayaan Natal di tengah kesibukan pekan Ujian Akhir Semester (UAS).</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini KMK St. Tarsisius Unmul usung &lsquo;Kelahiran Baru Membawa Damai dalam Kebhinekaan&rsquo; sebagai tema. Hal ini secara khusus dimaknai sebagai kelahiran Yesus Kristus membawa kedamaian di tengah keberagaman dan perbedaan. Maria Vera selaku ketua panitia acara mengungkap, pemilihan tema ini diambil berdasarkan konsep kebudayaan yang telah dipilih.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi kelahiran Tuhan Yesus di dunia akan membawa kedamaian, dan untuk kebhinekaannya yang pastinya sudah kita ketahui bersama, ya, akan menjurus ke arah budaya atau pun keberagaman yang ada di negara kita maupun keberagaman serta perbedaan yang ada di ruang lingkup KMK,&quot; ungkapnya saat diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Selasa (13/12) melalui WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Meski suasana dalam menyambut perayaan Natal dirasakan dengan sukacita, kendala tak luput menghampiri selama proses persiapan berlangsung. Tutur vera, keaktifan anggota dirasa kurang sebab persiapan Natal yang bersamaan dengan pelaksanaan UAS.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, Vera tetap memaknai perayaan natal KMK St. Tarsisius ini dengan penuh kegembiraan dan turut mengundang seluruh mahasiswa katolik Unmul untuk hadir di perayaan Natal yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Desember pukul empat sore di Student Center lantai satu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cerita Mahasiswa Unmul dalam Menyambut Natal di Tanah Perantauan</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain KMK St. Tarsisius, beberapa mahasiswa juga turut menyambut Natal dengan sukacita meskipun tengah berada di tanah perantauan yang jauh dari keluarga besar.</p><p style="text-align: justify;">Dennis Viryananda Yovandra, mahasiswa FKIP 2021 yang turut menyambut Natal di tanah perantauan ini mengungkap bahwa meskipun Natal kali ini tidak dirayakan bersama keluarga besarnya, dirinya tetap merasakan kehangatan Natal bersama teman-temannya. Ia juga mengaku belum bisa berkumpul merayakan Natal dengan keluarga besar lantaran adanya acara kampus yang menjadi kendala.</p><p style="text-align: justify;">Ketika diwawancarai oleh awak <em>Sketsa</em> pada Minggu (11/12) melalui WhatsApp, ia mengatakan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti ibadah Natal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Persiapan untuk Natal kali ini berbeda dengan Natal ketika di tempat asal. Untuk di sini paling hanya mempersiapkan diri untuk mengikuti ibadah-ibadah Natal,&quot; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa juga dilakukan oleh Devi Sianturi, mahasiswa FKIP 2018. Devi mengaku hanya mempersiapkan diri dalam menyambut Natal serta tahun baru 2023 yang semakin dekat. Ia juga tak menampik perasaan sedih lantaran harus merayakan Natal tanpa orang tua, sebab dirinya harus menyusun tugas akhir.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada sedihnya <em>enggak</em> bisa rayain natal bersama orang tua, tapi karena sudah terbiasa dalam beberapa tahun ini jadi sedihnya <em>enggak</em> terlalu banyak. Untuk menutupi kesedihan bisa video call (VC) keluarga juga,&quot; tutupnya. <em><strong>(lau/vne/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ghiksi: Merajut Jalinan Solidaritas dalam Malam Puncak Acara Pasca Channel 18 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/ghiksi-merajut-jalinan-solidaritas-dalam-malam-puncak-acara-pasca-channel-18/baca </link>
<guid> ghiksi-merajut-jalinan-solidaritas-dalam-malam-puncak-acara-pasca-channel-18 </guid>
<pubDate> Sat, 24 Dec 2022 08:56:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Membangun kekeluargaan dalam Ghiksi Himaksi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/ghiksi-merajut-jalinan-solidaritas-dalam-malam-puncak-acara-pasca-channel-18/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qpqFCzS6NZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ghiksi: Merajut Jalinan Solidaritas dalam Malam Puncak Acara Pasca Channel 18</h1>
			              </header>
			              <hr><div style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Meski sempat dilanda hujan deras, hal tersebut tak lantas menyurutkan semangat para anggota Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himaksi) untuk melaksanakan kegiatan malam puncak acara mereka yang bertajuk Grow Happiness and Intimacy with Himaksi (Ghiksi). Acara tersebut dihelat di Kopi Tarik Om Djoelak pada Sabtu (24/12) kemarin.</div><div data-empty="true" style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Diselimuti oleh canda tawa, acara kemudian dibuka dengan ceria oleh Yohan dan Galu. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Hilmy dan sambutan-sambutan dari Ketua Panitia dan perwakilan Himaksi.</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Muhammad Rafly Pratama selaku Ketua Panitia turut memberikan sambutannya dengan hangat dan tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada semua orang yang telah hadir ke acara tersebut. Tuturnya, Ghiksi hadir untuk mempererat solidaritas dan keakraban bagi seluruh kader Himaksi sekaligus menyambut anggota baru mereka, kader 18 angkatan 2022.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Setelah sambutan berakhir, acara dilanjutkan dengan sesi minat bakat, yang menampilkan mahasiswa Ilmu Komunikasi unjuk gigi di panggung Ghiksi. Hana menjadi pembuka sesi minat bakat yang pertama, ia sukses menyanyikan salah satu lagu milik Ariana Grande.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Berlanjut dengan tidak kalah seru, Isa melantunkan lagu berjudul 18 dari grup One Direction. Penampilan tersebut sukses membuat seluruh audiens untuk ikut bernyanyi bersama.</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Belum rampung, Ghiksi juga selenggarakan <em>talkshow</em> bertajuk Komunikasi Budaya di Era Media dengan dua narasumber. Mereka adalah Aji Dhila Ratna Fitri sebagai Wakil II Dara Kutai Kartanegara 2022 dan Arif Noor Gunawan sebagai Duta Pariwisata Samarinda 2022. Perbincangan tersebut ini dipandu dengan apik oleh Belva Sardjitha sebagai moderator.</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Menurut Arif, fenomena globalisasi yang tengah terjadi saat ini tidak dapat dimungkiri turut menyebabkan perubahan pada cara seseorang dalam berkomunikasi. Layaknya pisau bermata dua, terdapat kekurangan dan kelebihan dari terjadinya globalisasi. Saat ini media sosial menghadirkan beragam jenis budaya dari berbagai penjuru dunia, namun apabila tidak disikapi dengan bijak hal tersebut mampu berubah menjadi sebuah ancaman yang membuat budayaa Indonesia perlahan menjadi pudar.</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Senada dengan Arif, Aji mengungkap bahwa media sosial mampu menjadi hal positif ketika diimplementasikan dengan baik. Menurutnya, komunikasi antar budaya menjadi penting ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda latar belakang budaya dan memahaminya.</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau masalah membahas tentang ketertarikan mengenai budaya itu pasti baliknya ke diri sendiri, ya, bagaimana kita itu ingin tahu tentang kebudayaan kita sendiri,&rdquo; ucapnya.</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Puas dengan perbincangan yang memperkaya wawasan, sesi minat bakat kembali menyapa. Berbeda dengan peserta minat bakat sebelumnya, Sasli menampilkan <em>dance</em> dengan energik yang mampu membuat para penonton terpukau.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Sesi minat bakat terakhir ditutup oleh Khusnul dan Amam. Keduanya tampil berduet dengan lagu Siapkah Kau &lsquo;Tuk Jatuh Cinta Lagi dari grup kenamaan HIVI.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Tidak berhenti sampai di situ, usai MC menutup acara Ghiksi, seluruh panitia melanjutkan acara dengan konsep santai sambil bernyanyi bersama beberapa lagu. Acara tersebut sukses menjadi hiburan penutup yang menyenangkan bagi kader baru yang akan menjajaki langkah baru di Himaksi.</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">Acara Ghiksi sukses digelar dengan unik serta dikemas dengan konsep yang menarik dan kekinian. Salah satu penonton yang hadir yaitu Ahmad Ghalib turut mengungkapkan kesannya selama menyaksikan acara berlangsung. Bagi Ahmad, sajian acara malam itu tak hanya seru namun bermanfaat untuk diikuti.</div><div style="text-align: justify;"><br></div><div style="text-align: justify;">&ldquo;Acara pasca <em>channel</em> ini digagas oleh kader baru Himaksi. Walaupun kader baru, mereka mampu menghadirkan <span style="background-color: transparent;">acara yang luar biasa kerennya,&rdquo; pujinya</span></div><div style="text-align: justify;"><br></div><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Di tengah perhelatan acara, awak <em>Sketsa</em> berkesempatan untuk mewawancarai Muhammad Rafly Pratama selaku Ketua Panitia Ghiksi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Saya bisa mengatakan bahwa Himaksi itu adalah himpunan yang berselimut kebahagiaan. Dengan adanya acara ini, saya ingin menumbuhkan kebahagiaan itu lagi,&rdquo; tutur mahasiswa yang akrab disapa Tama itu.</span><span style="background-color: transparent;"><br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Menyoal pemilihan tema komunikasi budaya dalam penyelenggaraan acara tersebut, Tama menerangkan tema tersebut dipilih sebab adanya fenomena globalisasi yang membuat redupnya kebudayaan asli Indonesia.</span><span style="background-color: transparent;"><br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Nah awalnya kita mau mengambil tema budaya, tapi takutnya bakal <em>boring</em>. Jadi kita kasih bumbu-bumbu sedikit di <em>era new media</em>.&rdquo;</span><span style="background-color: transparent;"><br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Meskipun terlaksana dengan sukses, perhelatan acara Ghiksi tak luput dari adanya kendala. Tama mengungkap bahwa pihaknya sempat terkendala dalam mencari tempat pelaksanaan acara. Belum lagi banyaknya anggota baru yang terlibat masih terbalut suasana canggung saat berinteraksi dengan anggota lama.&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;"><br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Selain itu, waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan liburan membuat dirinya sempat pesimis untuk dapat menggaet banyak pengunjung. Meskipun demikian, kendala tersebut tak jadi persoalan yang berarti.</span><span style="background-color: transparent;"><br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Alhamdulillah malam ini cukup ramai yang datang. Di luar ekspektasi,&rdquo; kuncinya. <strong><em>(fza/ahn/dre)</em></strong>&nbsp;</span></p><div><hr></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terombang-ambing Nasib Kebebasan Sipil, Sri: KUHP Produk Warisan Kolonial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terombang-ambing-nasib-kebebasan-sipil-sri-kuhp-produk-warisan-kolonial/baca </link>
<guid> terombang-ambing-nasib-kebebasan-sipil-sri-kuhp-produk-warisan-kolonial </guid>
<pubDate> Tue, 27 Dec 2022 09:30:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bayang-bayang kolonial dalam KUHP </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terombang-ambing-nasib-kebebasan-sipil-sri-kuhp-produk-warisan-kolonial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LZGA8bPf4F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terombang-ambing Nasib Kebebasan Sipil, Sri: KUHP Produk Warisan Kolonial</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &ndash;&nbsp;</span>Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) resmi disahkan menjadi Undang-Undang pada Selasa (6/12) lalu. Pengesahan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna di Gedung Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kendati demikian, sejumlah masyarakat menilai KUHP yang telah disahkan masih mengandung sejumlah pasal karet yang multitafsir.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (24/12), Sri Murlianti, Dosen Prodi Pembangunan Sosial FISIP Unmul turut mengutarakan pendapatnya. Tuturnya, KUHP merupakan warisan kolonial, yakni produk yang dulunya dibuat untuk memotivasi atau menundukkan suatu bangsa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sesuatu yang sudah susah payah dilawan bangsa Indonesia selama perjuangan revolusi, dihidupkan lagi selama masa kekuasaan Soeharto. Susah payah dilawan di masa reformasi, malah sekarang dihidupkan lagi,&rdquo; tulis Sri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sri turut menyampaikan bahwa adanya gelombang penolakan dari kelompok masyarakat sipil merupakan bukti yang sangat gamblang untuk membungkam sikap kritis dan kontrol rakyat atas kekuasaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Proses pengesahan yang sangat abai terhadap penolakan publik ini jelas mencerminkan kekuasaan yang memihak pada dirinya sendiri, ke depan akan lebih mudah kekuasaan untuk membungkam suara kritis atas nama hukum legal. Ini artinya di lembaga-lembaga tinggi negara juga sistem kontrol tidak jalan, semua berada di bawah eksekutif, bahkan ketika ada penolakan luas, DPR tidak bergeming.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>juga berbincang dengan Ikzan Nopardi, Presiden BEM KM Unmul untuk meminta pendapatnya terkait hal tersebut. Ditemui secara langsung pada Kamis (15/12), terangnya BEM KM Unmul turut mengawal perjalanan KUHP sejak 2019 lalu. Hal tersebut menurutnya kerap menuai protes dan aksi mahasiswa secara masif hingga berujung penundaan pengesahan KUHP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Papar Ikzan, protes dari kalangan mahasiswa bukannya tanpa sebab. Beberapa pasal karet dan multitafsir jadi alasan maraknya gelombang penolakan. Salah satunya pada pasal 220 yang mengatur tindak pidana penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat Presiden dan Wakil Presiden.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di situkan, ada pasal atau kalimat multitafsir, apakah kritik termasuk penghinaan atau bagian dari bentuk negara demokrasi? Kita ketahui, Indonesia itu menerapkan sistem presidensial, bukan sistem monarki atau kerajaan. Sehingga, ketika sistem presidensial, Presiden itu bukan simbol negara. Maka, kritik itu merupakan hal yang wajar, apalagi di Indonesia yang menerapkan sistem demokrasi,&rdquo; tutur Ikzan tegas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>BEM KM Unmul bersama dengan sejumlah BEM universitas lain di Samarinda telah berupaya melakukan aksi penolakan Undang-Undang KUHP di depan Gerbang Unmul beberapa waktu lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semangat yang kami tuangkan ke masyarakat adalah bagaimana KUHP ini tidak hanya mengenai, misalnya, ancaman jurnalis atau ancaman terhadap mahasiswa, tapi siapa pun bisa kena, dengan tagline utama &lsquo;Siapa pun Bisa Kena&rsquo;,&rdquo; jelas Ikzan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyikapi hal tersebut, Ikzan sangat berharap kepada teman-teman mahasiswa untuk lebih peduli terhadap isu-isu politik. Terkhusus perihal UU KUHP. Baginya, dampak negatif Undang-Undang ini dapat mengecam semangat demokrasi dan reformasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Ayo sama-sama menyuarakan. Entah kalau tidak bisa turun aksi ke jalan, minimal menyuarakan pasal-pasal kontroversial di media sosial. Dengan hal tersebut, kita bisa sadar dan <em>aware&nbsp;</em>bahwa situasi negara kita sedang tidak baik-baik saja,&rdquo; kunci Ikzan mantap. <em style="font-weight: bold;"><span>(</span><span>sya/kya/dre</span></em><span style="font-weight: bold;"><em>)</em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjelajahi Kelezatan Cita Rasa Jepang dalam Semangkuk Daging Yoshinoya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/menjelajahi-kelezatan-cita-rasa-jepang-dalam-semangkuk-daging-yoshinoya/baca </link>
<guid> menjelajahi-kelezatan-cita-rasa-jepang-dalam-semangkuk-daging-yoshinoya </guid>
<pubDate> Wed, 28 Dec 2022 09:45:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Restoran Jepang, Yoshinoya membuka gerai pertamanya di Kalimantan yang berlokasi di BIG Mall Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/menjelajahi-kelezatan-cita-rasa-jepang-dalam-semangkuk-daging-yoshinoya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ulNHF3DgSh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menjelajahi Kelezatan Cita Rasa Jepang dalam Semangkuk Daging Yoshinoya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><span><strong>SKETSA</strong><span>&nbsp;</span>&ndash; Penantian pecinta kuliner asal Negeri Sakura di Samarinda akhirnya berakhir. Rasanya tak lengkap kalau belum menyambangi Restoran Jepang dengan menu utama<span>&nbsp;</span><em>gyudon</em><span>&nbsp;</span>yang legendaris satu ini. Yoshinoya belum lama ini membuka gerai pertamanya di Kalimantan, bertempat di BIG Mall Samarinda lantai UG tepat pada Jumat (23/12) kemarin.</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span>Menjelajahi cita rasa Jepang yang lezat nan khas memang tiada habisnya.<span>&nbsp;</span><em>Gyudon</em><span>&nbsp;</span>atau biasa disebut dengan Japanese Beef Bowl termasuk makanan yang cukup digemari di dunia terutama di Indonesia. Pada hari<span>&nbsp;</span><em>grand opening</em><span>&nbsp;</span>tersebut,<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>berkesempatan merasakan menu andalan di restoran bernuansa oranye ini.</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span>Hidangan semangkuk nasi pulen dengan irisan daging sapi yang lembut dan potongan bawang bombay tersaji dengan resep asli Jepang. Ya, semilir nikmat aroma daging cukup berhasil menggugah selera dan rasa lapar di jam makan siang.&nbsp;</span></span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5bfa1ed6f102cdada1f086c3d9438e4257bfb338.jpeg" style="width: 893px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span><span>Tersedia berbagai varian rasa,<span>&nbsp;</span><em>original</em><span>&nbsp;</span>dengan rasa asin gurihnya,<span>&nbsp;</span><em>yakiniku</em><span>&nbsp;</span>dengan rasa manis gurihnya, dan black pepper dengan tambahan rasa pedas dari saus lada hitamnya, juga berbagai varian ekstra topping.</span></span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span><span>Selain daging, berbagai menu ayam lain juga tampak pada daftar menu.<span>&nbsp;</span><em>Chicken karaage</em><span>&nbsp;</span>yang tersaji tak kalah lezat. Tekstur renyah berpadu lembutnya daging ayam terasa sejak dalam gigitan pertama, hadir dengan cita rasa yang khas ditemani salad dan saus mayo. Tidak ketinggalan,<span>&nbsp;</span><em>ocha</em>&ndash;teh khas Jepang yang dingin dengan rasa autentik turut jadi pelengkap suguhan dalam menikmati kuliner Jepang kala itu.</span></span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span><span>Sebagai masakan Jepang,<span>&nbsp;</span><em>gyudon</em><span>&nbsp;</span>termasuk menu yang praktis sekaligus lezat. Mengusung<span>&nbsp;</span><em>tagline</em>&nbsp; &ldquo;Japan&rsquo;s No. 1 Beef Bowl&rdquo;, Yoshinoya berkomitmen menyajikan suguhan<span>&nbsp;</span><em>gyudon</em><span>&nbsp;</span>dengan bahan-bahan premium berkualitas seperti daging sapi Amerika juga sayuran segar dan telah tersertifikasi halal.</span></span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span><span>&ldquo;Kami menggunakan seratus persen U.S. Beef. Makanya tadi kalau makan lembut, kan, daging-dagingnya?&ldquo; tutur Senior Marketing Activation Manager Yoshinoya, Zuhdan Kamal kepada<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>pada Jumat (23/12) lalu.</span></span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span><span>Kegemaran masyarakat Kalimantan terhadap santapan khas Negeri Sakura begitu terasa ketika kabar Yoshinoya akan hadir di Tanah Borneo mulai tersebar. Dengan animo yang tinggi, restoran yang berdiri sejak 1899 di Tokyo ini mantap membuka gerai pertamanya di Samarinda. Tentu saja itu menambah ragam kuliner Jepang yang ada di Kota Tepian.</span></span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Karena banyaknya permintaan dari<span>&nbsp;</span><em>customer</em><span>&nbsp;</span>kami yang ada di wilayah Samarinda, maka kami buka di sini. Sebenarnya, ada juga permintaan dari daerah Kalimantan yang lain, tapi kebetulan yang memang beruntung adalah Samarinda,&rdquo; imbuhnya.</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span>Ihwal tersebut selaras dengan antrian yang tampak mengular, menunggu giliran memesan menu pada hari yang sama ketika<span>&nbsp;</span><em>Sketsa</em><span>&nbsp;</span>menyambangi gerai tersebut.</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span>Ruang yang didominasi warna jingga dengan tambahan desain interior ala Jepang ini cukup nyaman, sehingga menambah suasana dalam menikmati hidangan khas Jepang saat makan siang atau makan malam setelah lelah berkeliling dan berbelanja di Big Mall.&nbsp;</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejak kehadirannya hingga Januari mendatang, beragam promo menarik juga ditawarkan, lo! Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk merasakan langsung cita rasa Japanese Beef Bowl No. 1 yang satu ini?&nbsp;</span><span><strong><em>(</em></strong><strong><em>khn/nkh/ems)</em></strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelantikan dan Sertijab di Lingkungan Unmul, Abdunnur: Bersama Menuju Unmul Lebih Hebat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelantikan-dan-sertijab-di-lingkungan-unmul-abdunnur-bersama-menuju-unmul-lebih-hebat/baca </link>
<guid> pelantikan-dan-sertijab-di-lingkungan-unmul-abdunnur-bersama-menuju-unmul-lebih-hebat </guid>
<pubDate> Thu, 29 Dec 2022 09:51:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serangkaian pelantikan pejabat Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pelantikan-dan-sertijab-di-lingkungan-unmul-abdunnur-bersama-menuju-unmul-lebih-hebat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LoeW3xrBhq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pelantikan dan Sertijab di Lingkungan Unmul, Abdunnur: Bersama Menuju Unmul Lebih Hebat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &mdash;</span><strong>&nbsp;</strong>Rabu (28/12) kemarin, dilaksanakan Pengambilan Sumpah, Pelantikan dan Serah Terima Jabatan di Lingkungan Unmul. Suasana khidmat nampak terlihat melalui siaran langsung Unmul TV ketika upacara dalam rangka rotasi, mutasi, dan promosi jabatan di kampus <em>tropical studies</em> ini dimulai.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjut dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dan Surat Keputusan Rektor Unmul yang berisi sejumlah nama baru yang menduduki berbagai jabatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya, Abdunnur selaku Rektor Unmul menyebut bahwa capaian-capaian sebelumnya masih belum cukup untuk Unmul menunjukkan daya saing dan kemajuan Unmul sebagai universitas terbaik secara nasional maupun internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oleh karenanya tentu kepada bapak ibu pejabat yang baru dilantik tentu harus segera melakukan program-program percepatan-percepatan untuk memajukan Unmul sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing setelah ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program-program yang bisa memberikan kemajuan Unmul yang lebih hebat diharapkan Abdunnur, tentunya setelah mengevaluasi program-program dari pejabat terdahulu. &nbsp;Pejabat baru yang dilantik juga diminta mengoptimalkan dan memaksimalkan kembali capaian yang sudah baik, tentunya dilakukan dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Turut dihadiri berbagai pejabat penting, Abdunnur mencatat reakreditasi akan menjadi prioritas utama. Akreditasi Unmul saat ini baik sekali diharapkan kembali unggul. Terlebih, saat ini Unmul tengah menuju PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) yakni universitas yang mandiri. Berbagai catatan dan optimisme turut disampaikan oleh Abdunnur dalam kepemimpinannya di masa mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengangkatan pertama, terhadap Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan Terampil kepada Vivin Rosida pada Laboratorium Patologi Klinik FK Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya pemberhentian dan pengangkatan Wakil Rektor dan Dekan Fakultas MIPA, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris LP2M di lingkungan Unmul periode 2022-2026. Berikut nama-nama pejabat yang diputuskan:</span></p><table style="width: 100%;"><tbody><tr><td style="width: 5.3269%; background-color: rgb(61, 142, 185);"><div style="text-align: center;"><strong>No.&nbsp;</strong></div></td><td style="width: 37.9366%; background-color: rgb(61, 142, 185);"><div style="text-align: center;"><strong>Jabatan</strong></div></td><td style="width: 31.7365%; background-color: rgb(61, 142, 185);"><div style="text-align: center;"><strong>Sebelumnya</strong></div></td><td style="width: 25%; background-color: rgb(61, 142, 185);"><div style="text-align: center;"><strong>Menjadi</strong></div></td></tr><tr><td style="width: 5.3269%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">1.<br></td><td style="width: 37.9366%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Wakil Rektor bidang Akademik</span><br></td><td style="width: 31.7365%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Mustofa Agung Sardjono</span><br></td><td style="width: 25%; text-align: left; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Lambang Subagiyo</span><br></td></tr><tr><td style="width: 5.3269%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">2.<br></td><td style="width: 37.9366%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Wakil Rektor bidang Umum SDM dan Keuangan</span><br></td><td style="width: 31.7365%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Abdunnur</span><br></td><td style="width: 25%; text-align: left; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Sukartiningsih</span><br></td></tr><tr><td style="width: 5.3269%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">3.<br></td><td style="width: 37.9366%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni&nbsp;</span><br></td><td style="width: 31.7365%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Encik Akhmad Syaifudin</span><br></td><td style="width: 25%; text-align: left; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Moh. Bahzar</span><br></td></tr><tr><td style="width: 5.3269%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">4.<br></td><td style="width: 37.9366%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Wakil Rektor bidang Perencanaan Kerjasama dan Hubungan Masyarakat&nbsp;</span><br></td><td style="width: 31.7365%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Bohari Yusuf</span><br></td><td style="width: 25%; text-align: left; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Nataniel Dengen</span><br></td></tr><tr><td style="width: 5.3269%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">5.<br></td><td style="width: 37.9366%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>&nbsp;Dekan FMIPA</span><br></td><td style="width: 31.7365%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Idris Mandang</span><br></td><td style="width: 25%; text-align: left; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Ratna Kusuma</span><br></td></tr><tr><td style="width: 5.3269%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">6.<br></td><td style="width: 37.9366%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Direktur Pascasarjana&nbsp;</span><br></td><td style="width: 31.7365%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Jiuhardi</span><br></td><td style="width: 25%; text-align: left; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Ndan Imang</span><br></td></tr><tr><td style="width: 5.3269%; text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">7.<br></td><td style="width: 37.9366%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan</span><br></td><td style="width: 31.7365%; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Krishna Purnawan Candra</span><br></td><td style="width: 25%; text-align: left; background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Sri Wahyuningsih</span><br></td></tr><tr><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">8.<br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan</span><br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Marjenah</span><br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Henny Pagoray</span><br></td></tr><tr><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">9.<br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);">Ketua LP2M<br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Anton Rahmadi</span><br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Widi Sunaryo</span><br></td></tr><tr><td style="text-align: center; background-color: rgb(239, 239, 239);">10.<br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Sekretaris LP2M</span><br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Uni Wahyuni Sagena</span><br></td><td style="background-color: rgb(239, 239, 239);"><span>Ike Anggraeni&nbsp;</span><br></td></tr></tbody></table><p><br></p><p style="text-align: justify;">Setelah pengambilan sumpah, dilanjut penandatanganan risalah sumpah jabatan yang disaksikan oleh Rektor dan dua orang saksi, hingga pelantikan, Abdunnur mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pejabat yang telah berkontribusi untuk Unmul.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;">(<em>khn/nkh</em>)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cawapres dari Calon Tunggal Mundur, Pemira FIB akan Tempuh Kongres Luar Biasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cawapres-dari-calon-tunggal-mundur-pemira-fib-akan-tempuh-kongres-luar-biasa/baca </link>
<guid> cawapres-dari-calon-tunggal-mundur-pemira-fib-akan-tempuh-kongres-luar-biasa </guid>
<pubDate> Thu, 29 Dec 2022 10:09:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menanti KLB dalam kontestasi Pemira FIB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cawapres-dari-calon-tunggal-mundur-pemira-fib-akan-tempuh-kongres-luar-biasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QjfpEUcHWN.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Cawapres dari Calon Tunggal Mundur, Pemira FIB akan Tempuh Kongres Luar Biasa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> FIB menjadi satu dari sekian fakultas di Unmul yang melangsungkan Pemilihan Raya (Pemira) dengan calon tunggal. Namun, sebelum pesta demokrasi tersebut dimulai, calon Wakil Presiden (Cawapres), Muhammad Darwis Aswin dikabarkan telah mengundurkan diri. Akibatnya kontestasi Pemira FIB hanya menyisakan satu calon Presiden (Capres), Rida Nur Fatikha, tanpa Cawapresnya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menggali informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>menghubungi Davynalia Pratiwi Putri selaku ketua Badan Pekerja Pemilihan Raya (BPPR) FIB 2022. Ia mengungkap, Cawapres tersebut mengundurkan diri pada hari di mana mereka akan melakukan uji publik dengan alasan yang tidak pasti. Dirinya pun menyayangkan bahwa kejadian tersebut telah mengacaukan urutan acara yang sudah disiapkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kronologi pengunduran diri Cawapres tersebut bermula pada Senin (12/12) lalu. Di mana, hari itu Pemira FIB akan melaksanakan uji publik. Namun, Davynalia mendapat kabar bahwa Cawapres dari Paslon tersebut sedang sakit, sehingga agenda diundur menjadi Kamis (15/12).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ternyata pada Kamis pagi sebelum kami melaksanakan uji publik, saya mendapat kabar kalau Cawapresnya mengundurkan diri,&rdquo; terangnya saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Jumat (16/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendala lain pun turut dirasakan oleh Davynalia selama Pemira FIB berlangsung, seperti minimnya antusiasme dari peserta. Ia menyebut bahwa pada saat pencabutan berkas, tidak ada mahasiswa yang bersedia mengambilnya. Akhirnya, panitia memperpanjang waktu pencabutan berkas sebagai upaya agar Pemira tetap dapat berjalan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah itu ada dua calon yang mengambil (berkas). Waktu pengembalian berkas, hanya satu Paslon saja yang sudah mengembalikan berkas yang kami minta,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, Davynalia mengungkap bahwa panitia telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong antusias mahasiswa dalam mencegah calon tunggal di Pemira FIB tahun ini. Ia mengaku, mereka telah memiliki persiapan yang cukup matang, mulai dari mengampanyekan Pemira sejak satu setengah bulan yang lalu hingga melakukan sosialisasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Walaupun cukup disayangkan bahwa peminat dari sosialisasi ini bukan target yang kami mau, karena target kami ialah mahasiswa sekitar angkatan 2021 ke bawah. Namun, yang datang pada saat sosialisasi itu angkatan 2022, yang mungkin mereka masih belum tau gimana perpolitikan di kampus.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menindaklanjuti pengunduran diri dari satu-satunya Cawapres di Pemira FIB kali ini, Davyna mengungkap bahwa BPPR memutuskan untuk mengembalikan kewenangan kepada Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB untuk melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada Senin (19/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Davyna, terdapat kemungkinan bahwa DPM akan melakukan aklamasi karena minimnya peminat pada Pemira. Nantinya, seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lembaga di FIB akan dikumpulkan dalam agenda tersebut untuk menentukan Capres dan Cawapres BEM FIB 2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rencananya mau sekalian dibentuk kabinetnya, siapa saja menteri-menterinya, gitu. Jadi sekarang untuk hasil dari Pemira itu akan kami kembalikan ke kongres&rdquo; ungkap Davyna.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mengenai keberlanjutan agenda tersebut, <em>Sketsa</em> kemudian menghubungi Zain Aqil Hidayat selaku ketua DPM FIB pada Kamis (29/12). Ia menyebut bahwa pelaksanaan KLB akan diadakan saat mendekati jadwal masuk perkuliahan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Supaya teman-teman dari luar kota yang kembali ke Samarinda bisa berpartisipasi di kongres tersebut,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Zain, terlepas dari penetapan tanggal penyelenggaraan KLB, masih belum terdapat kendala signifikan di dalamnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal mekanisme KLB, Zain menuturkan hal tersebut masih dibicarakan dalam internal DPM FIB. Imbuhnya, mereka masih mendiskusikan mekanisme lanjutan agar organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lain dapat turut berpartisipasi dalam pemilihan Capres dan Cawapres, sehingga wewenang tersebut tidak hanya berada di tangan DPM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Belum ada fiksasi perihal mekanismenya,&rdquo; tutupnya.</span>&nbsp;<em><span style="font-weight: bold;">(</span><span style="font-weight: bold;">ems/anf/dre</span></em><span style="font-weight: bold;"><em>)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akreditasi Unmul Berubah Jadi Baik Sekali, Abdunnur: Tidak Turun Hanya Berubah Nama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akreditasi-unmul-berubah-jadi-baik-sekali-abdunnur-tidak-turun-hanya-berubah-nama/baca </link>
<guid> akreditasi-unmul-berubah-jadi-baik-sekali-abdunnur-tidak-turun-hanya-berubah-nama </guid>
<pubDate> Fri, 30 Dec 2022 09:02:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perubahan nomenklatur akreditasi A Unmul menjadi Baik Sekali </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akreditasi-unmul-berubah-jadi-baik-sekali-abdunnur-tidak-turun-hanya-berubah-nama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SycClfG16u.png" />
					</figure>
			                <h1>Akreditasi Unmul Berubah Jadi Baik Sekali, Abdunnur: Tidak Turun Hanya Berubah Nama</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA&nbsp;</span><span style="font-weight: bold;">&ndash;</span><span style="font-weight: bold;">&nbsp;</span>Unmul memenuhi syarat peringkat pemerolehan akreditasi Baik Sekali oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Hal tersebut berdasarkan sertifikat akreditasi BAN-PT No. 1970/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/XI/2022 yang ditetapkan pada 30 November 2022 dan berlaku hingga &nbsp;2027 mendatang.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Masjaya, berdasarkan sertifikat akreditasi BAN-PT No. 1466/SK/BAN-PT/Akred/PT/V/2017, Unmul telah mengantongi akreditasi A. Akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun yang terhitung sejak 23 Mei 2017 hingga 2022 lalu. Ihwal perubahan akreditasi itu turut menuai sejumlah tanda tanya di kalangan mahasiswa Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>P</span><span>erubahan penamaan ini dinamakan Instrumen Suplemen Konversi Peringkat Akreditasi (ISK), yakni instrumen yang diusulkan oleh Dewan Eksekutif (DE) BAN-PT dan ditetapkan oleh Majelis Akreditasi (MA) BAN-PT. Instrumen tersebut digunakan untuk mengonversi peringkat dari sistem peringkat A, B dan C ke sistem peringkat Unggul, Baik Sekali dan Baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menyelisik lebih lanjut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;meminta keterangan Abdunnur selaku Rektor Unmul pada Sabtu (17/12) lalu. Bebernya, akreditasi Baik Sekali tidak sama dengan akreditasi B. Lebih lanjut, ia menegaskan hal ini hanya perubahan penamaan saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk kategori (akreditasi) A sendiri sebetulnya itu kita mendapatkan surat keputusan perpanjangan sampai 2027. Nah, ada perubahan penamaan nomenklatur yang dari Baik, Baik Sekali, menjadi Unggul, tidak lagi A, B, dan C. Sehingga waktu itu kita dilakukan evaluasi, dan tentu berdasarkan evaluasi <em>monitoring&nbsp;</em>dari tim BAN-PT itu memang ada persyaratan yang harus menjadi (akreditasi) Unggul,&rdquo; terang Abdunnur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, salah satu syarat untuk menjadi perguruan tinggi yang terakreditasi Unggul ialah memiliki minimal 40 persen program studi terakreditasi Unggul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Program studi yang ada di Unmul kan sebanyak 92 program studi, berarti harus ada 46 yang terakreditasi Unggul. Sementara kita baru mencapai 10 persen.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengantongi akreditasi Unggul, tentunya diperlukan evaluasi yang harus dilakukan secara konsisten. Meskipun sulit, Abdunnur menuturkan bahwa proses tersebut bisa ditempuh setidaknya dalam jangka waktu dua tahun. Dengan demikian, sangat diperlukan kerja sama antara seluruh pihak di sivitas akademika untuk mencapai tujuan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu di tahun 2023 kita tetap harus bekerja keras bagaimana mencapai program studi yang ada di Unmul itu 40 persen sudah harus Unggul atau minimal A. Serta (program studi) yang C tidak ada lagi, dan yang B menjadi A. Jadi, tentu setiap orang punya interpretasi macam-macam. Intinya, semoga tidak merugikan Unmul,&rdquo; tutupnya.<strong>&nbsp;<em>(</em></strong><span style="font-weight: bold;"><em>sya/fnz/dre</em></span><span style="font-weight: bold;"><em>)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BPPR Digugat, Pemira FH akan Kembali Digelar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bppr-digugat-pemira-fh-akan-kembali-digelar/baca </link>
<guid> bppr-digugat-pemira-fh-akan-kembali-digelar </guid>
<pubDate> Fri, 30 Dec 2022 10:11:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemelut Pemira FH berujung pengulangan Pemira </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bppr-digugat-pemira-fh-akan-kembali-digelar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7SBAZolUZD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BPPR Digugat, Pemira FH akan Kembali Digelar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &ndash;</span><strong>&nbsp;</strong>Pemilihan Raya (Pemira) FH yang awalnya diagendakan selesai pada Rabu (30/11) lalu, harus dilaksanakan ulang. Agenda tersebut akan resmi diundur hingga 20 Januari 2023 seperti isi Surat Keputusan Bawasra Nomor 012/BAWASRA-FH/XII/2022 tentang Putusan Perkara Sengketa Pemilihan Umum Raya, yang diunggah pada akun Instagram <em>@pemirafhunmul</em>. &nbsp;Hal ini terjadi lantaran adanya dugaan keberpihakan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) terhadap pasangan calon (Paslon) tunggal dengan mengintervensi Badan Pekerja Pemilihan Raya (BPPR).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berawal ketika masuknya surat gugatan terkait penyelenggaraan Pemira FH kepada Badan Pengawas Pemilihan Raya (Bawasra) FH pada Rabu (30/11). Lebih lanjut, pada Kamis (15/12) dilakukan Sidang Penyelesaian Sengketa, di mana hasil putusan sidang menyatakan Pemira harus kembali diulang dengan&nbsp;</span><span><em>timeline</em>&nbsp;</span><span>baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dede Wahyudi selaku penggugat menjelaskan dua alasan utama di balik penggugatan tersebut kepada awak&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>pada Rabu (21/12). Pertama, jangka waktu pendaftaran bakal Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Anggota DPM yang singkat tidak menjadikan Pemira sebagai ruang yang luas untuk seluruh mahasiswa yang ingin mengikutinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, BPPR yang seharusnya independen dalam menetapkan kebijakan dan ketetapan yang dibuat tidak menjalankan fungsi tersebut dengan baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, dalam implementasinya hal tersebut jauh dari konsep idealnya yang mana BPPR tidak memiliki keleluasaan dalam menjalankan tugas dan wewenangnya,&rdquo; jelas Dede melalui WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, Dede juga menyayangkan absennya peran DPM sebagai lembaga pengawas jalannya Pemira. Menurutnya, DPM memiliki tanggung jawab moril atas pelaksanaan Pemira yang mengharuskan adanya sikap netral dari oknum DPM. Gugatan-gugatan ini tertulis lebih rinci dalam lampiran gugatan yang diunggah di Instagram&nbsp;</span><span><em>@pemirafhunmul</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukti atas tindakan tersebut sudah terlampir secara jelas pada lampiran gugatan kami,&rdquo; ungkap Dede.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun selaku penggugat ia juga berharap agar hasil putusan &nbsp;Sidang Penyelesaian Gugatan Sengketa Pemira tidak hanya sebatas hitam di atas putih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perlu adanya implementasi serta adanya kepatuhan terhadap putusan yang telah diputuskan oleh Bawasra,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pun melakukan konfirmasi terkait adanya intervensi kepada ketua BPPR yakni Rahmat Fathur pada Rabu (21/12). Dirinya membenarkan adanya pembatasan BPPR dalam bertindak mengambil keputusan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mengenai intervensi, kami BPPR sangat dibatasi dalam kewenangan kami sendiri untuk mengambil keputusan,&rdquo; jelas Fathur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi gugatan yang ditujukan kepada BPPR, Fathur mengatakan bahwa ini menandakan Pemira berjalan berdasarkan asas keterbukaan terhadap keluarga mahasiswa, sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Pemira.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan adanya gugatan yang masuk, artinya benar adanya bahwa kami membuka ruang bagi kawan-kawan apabila ada keberatan terkait apa yang terjadi pada Pemira hari ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuh Fathur, usai menerima hasil Sidang Penyelesaian Gugatan Sengketa Pemira, saat ini BPPR berfokus dalam penyusunan&nbsp;</span><span>timeline&nbsp;</span><span>dan penambahan anggota panitia untuk lebih memaksimalkan Pemira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>kemudian meminta konfirmasi kepada ketua DPM FH Unmul, Agustina Beti Rianes atau Anes pada Kamis (29/12). Tegasnya, intervensi tidak dilakukan oleh DPM, melainkan oknum DPM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anes turut menjelaskan bahwa DPM telah melakukan berbagai upaya yang hingga kini tidak ditanggapi oknum tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi sementara DPM&nbsp;</span><span><em>cut off</em></span><span>&nbsp;semua jalur koordinasi melalui oknum kepada BPPR dan Bawasra,&rdquo; jelasnya melalui pesan WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anes mengaku sepakat dengan keputusan Bawasra untuk melakukan Pemira ulang, karena hal tersebut menurutnya telah dipikirkan dengan matang. Selain itu, ia juga berharap tim media Pemira selanjutnya dapat lebih transparan dalam menginformasikan Pemira serta tidak ada lagi kasus intervensi yang akan terjadi ke depannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Sama-sama saling berdampingan, DPM, Bawasra, dan BPPR. Tetap menjaga demokrasi kampus dan netralitas sebagai lembaga yang independen,&rdquo; kuncinya. &nbsp;<strong>(</strong><span style="font-weight: bold;"><em>kya/fza/ems</em></span><span style="font-weight: bold;">)&nbsp;</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Si Budak Laporan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/si-budak-laporan/baca </link>
<guid> si-budak-laporan </guid>
<pubDate> Sat, 31 Dec 2022 07:42:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puisi mahasiswa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/si-budak-laporan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/icXLnQdQsa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Si Budak Laporan</h1>
			              </header>
			              <p>Hai Budak Laporan,</p><p>Kau coret habis puluhan secarik lembar suci putih.</p><p>Tinta birumu tumpahkan penuh di atas kesucian itu.</p><p>Garis sekat sempit itu kau jaga di tengah tumpahannya.</p><p><br></p><p>Hai Budak Laporan,</p><p>Mungkin aku tahu hasil pengamatanmu tak ayal hanya manipulatif.</p><p>Kau buat untuk mempercantik pembahasanmu.</p><p>Siapa yang mengisi kolom kosong itu.</p><p>Siapa yang menghapus kesimpulan orang.</p><p><br></p><p>Hai Budak Laporan,</p><p>Malaikat maut menunggu waktu habismu.</p><p><strong><em>Ditulis oleh Muhammad Adil Alparizi, mahasiswa Farmasi Umum, FF Unmul 2020</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Animo Berorganisasi di Unmul Menurun, Jumansyah: Lembaga Harus Lihat Kebutuhan Anggota </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/animo-berorganisasi-di-unmul-menurun-jumansyah-lembaga-harus-lihat-kebutuhan-anggota/baca </link>
<guid> animo-berorganisasi-di-unmul-menurun-jumansyah-lembaga-harus-lihat-kebutuhan-anggota </guid>
<pubDate> Mon, 02 Jan 2023 07:16:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menurunnya semangat berorganisasi di Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/animo-berorganisasi-di-unmul-menurun-jumansyah-lembaga-harus-lihat-kebutuhan-anggota/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JzCrWEY69U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Animo Berorganisasi di Unmul Menurun, Jumansyah: Lembaga Harus Lihat Kebutuhan Anggota</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA&nbsp;</span><span style="font-weight: bold;">&ndash;&nbsp;</span>Sejumlah pemilihan raya (Pemira) fakultas di Unmul telah usai bergulir. Adapun sebagian fakultas berlaga di Pemira dengan satu pasangan calon (Paslon). Sebut saja FKM, FF, dan FISIP. Lantas sistem kaderisasi di sejumlah lembaga kemahasiswaan terutama BEM fakultas dan minat mahasiswa berorganisasi menimbulkan berbagai tanda tanya. Hal itu turut disampaikan oleh beberapa pimpinan BEM fakultas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdullah Faqih selaku Gubernur BEM FPIK merupakan salah satunya. Ia merasakan terjadinya penurunan minat mahasiswa di FPIK. Bagi Faqih, itu berdampak dan mengganggu proses kerja organisasi yang ada di FPIK lantaran kurangnya partisipan dari mahasiswa. Gubernur BEM kampus perikanan tersebut melihat bahwa mahasiswa lebih tertarik untuk mengembangkan diri dalam &nbsp;bidang akademik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk kader yang aktif berorganisasi di FPIK sendiri menurut kami mengalami penurunan partisipan.&nbsp;</span><span><em>Mindset</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan semangat berorganisasi mahasiswa FPIK telah menurun, ditambah dengan tingginya minat mahasiswa FPIK untuk mengikuti Program MBKM,&rdquo; ungkapnya pada Senin (12/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kondisi serupa turut dirasakan oleh BEM FISIP. Perihal Pemira yang hanya diisi oleh satu Paslon, membuat Muhammad Ilham Maulana sebagai Wakil Presiden BEM FISIP merasa bahwa hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang menanti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditemui&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Kamis (22/12), Ilham turut melihat bahwa perihal akademik menjadi prioritas utama bagi sebagian kader sehingga menurunkan kinerja dalam organisasi, seperti mengejar perkuliahan dalam waktu empat tahun misalnya. Nilai Ilham, penurunan kualitas kader bukan terjadi karena proses pengkaderan, melainkan permasalahan pribadi dari kader itu sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena setiap seseorang memiliki dan mempunyai batas kemampuannya. Mereka sudah mempertimbangkan bahwa ketika mereka keluar dari sebuah organisasi, akan ada&nbsp;</span><span><em>plan</em></span><span>&nbsp;berikut yang mereka jalankan. Seperti halnya fokus terhadap bangku perkuliahan dan fokus terhadap nilai yang telah mereka inginkan nantinya, seperti itu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski bagi Ilham itu akan memengaruhi kinerja BEM FISIP, tetapi ia hendak belajar untuk memanajemen waktu dan memanfaatkan sebuah sumber daya yang ada. Diskusi terkait peran mahasiswa dalam berorganisasi serta manfaat organisasi pun merupakan langkah yang dibangun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>turut melihat pandangan mahasiswa yang tidak tergabung dalam organisasi. Alexandra Excellia Hitipeuw, mahasiswa FKIP 2019 mengaku masih sulit membagi waktu di tengah jadwal kuliah yang padat dan melelahkan. Ditambah dengan karakternya yang sulit berbaur dengan lingkungan dan orang baru membuatnya memutuskan untuk fokus pada perkuliahan saja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baginya, kebutuhan berorganisasi begitu berbeda dan bergantung pada pemaknaan masing-masing individu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita juga bisa berkembang tanpa mengikuti organisasi,&nbsp;</span><span><em>kok</em></span><span>. Karena bertemu dengan orang-orang baru tidak hanya bisa dilakukan dengan mengikuti organisasi. Melalui interaksi media sosial, &nbsp;berteman dengan teman-teman di sekolah dulu, dan kampus juga dapat membuat kita bertemu dengan orang-orang baru,&rdquo; ungkapnya pada Jumat (23/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun Jumansyah selaku dosen Prodi Ilmu Pemerintahan memiliki pandangannya tersendiri terhadap fenomena tersebut. Ia merasa organisasi kehilangan hakikatnya sebagai sebuah organisasi. Meski begitu, menurunnya animo mahasiswa hari ini tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada salah satu pihak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perlu kita sadari bahwa kondisi penuh disrupsi hari ini dan perubahan secara cepat mau tidak mau perlu direspons dan ditanggapi. Apa yang bisa diolah menjadi sesuatu yang menarik.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya rasa itu mulai memudar, (akibat) orientasi organisasi hari ini kalau kita lihat sepertinya mulai meninggalkan hal substansi itu. Misalnya hakikat organisasi sebagai tempat berinovasi, tempat untuk menempa keilmuan-keilmuan berorganisasi, wadah untuk berkumpul untuk proses belajar-mengajar atau tempat proses pembentukan karakter mahasiswa,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Jumansyah diperlukan isu atau kepentingan yang mampu merekatkan. Ditambah organisasi kemahasiswaan bukanlah lembaga yang menyediakan gaji ataupun honor, sehingga kepentingan yang samalah yang akan menyatukan mahasiswa dalam sebuah organisasi. Catatnya, lembaga mahasiswa perlu melihat apa yang menjadi kebutuhan mahasiswa kemudian menyiapkan wadah yang tepat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya sekadar datang berkumpul tanpa esensi yang jelas kemudian berganti pengurus. Variabel yang merekatkan mahasiswa untuk tetap eksis atau tetap berprestasi harus kembali dibangun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jumansyah juga menyarankan agar organisasi-organisasi melakukan refleksi serta evaluasi untuk mengatasi isu kekurangan kader agar tidak terjadi lagi ke depannya. Perlu adanya proses rekonstruksi kurikulum tertentu dalam konteks organisasi yang merepresentasikan mahasiswa hari ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena tidak bisa lagi dengan gaya yang tradisional atau gaya-gaya yang lama. Perlu perubahan-perubahan yang modern. Itu memang perlu kesadaran bersama dan perlu dikembalikan substansi rohnya sebagai tempat intelektual, sebagai tempat kritis, sebagai tempat yang bisa memicu daya konstruksi berpikir kita dan sebagai lembaga,&rdquo; kuncinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Semangat Organisasi di Fakultas Kedokteran dan SEC Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda halnya dengan FISIP dan FPIK, tahun ini FK memiliki tiga Paslon yang berlaga di Pemira setelah melalui proses yang panjang. Ketiga nama Paslon muncul usai campur tangan Siti Khotimah, Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FK Unmul menunjuk calon yang dirasa kompeten.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, euforia organisasi mahasiswa FK masih sangat terasa. Terlebih antusiasme dalam pemilihan suara dan juga partisipasi dalam berbagai kepanitiaan. Diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Minggu (18/12), Arif Dwi Andika selaku ketua BEM FK terpilih membeberkan proses kaderisasi di BEM FK.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara garis besar proses kaderisasi di FK Unmul berjenjang menjadi tiga tingkat pada Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM). Mulai dari LKMM-TD, LKMM-TM, sampai LKMM-TL.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, LKMM-TD (Tingkat Dasar) diwajibkan bagi seluruh mahasiswa FK Unmul melalui kegiatan penyambutan mahasiswa baru selama kurang lebih tiga bulan. Dilanjut LKMM-TM (Tingkat Menengah) yang diwajibkan bagi seluruh anggota BEM FK, juga bagi anggota organisasi kemahasiswaan lain yang bekerja sama dengan BEM FK Unmul. Hingga LKMM-TL (Tingkat Lanjut), wadah bagi mahasiswa yang tertarik untuk menjadi pimpinan-pimpinan organisasi ataupun hanya sekadar menambah wawasan dan pengalaman terkait kepemimpinan dan manajemen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tiga tingkatan itu juga materinya beda-beda, yang tingkat dasar itu untuk manajemen diri, tingkat menengah untuk manajemen program kerja atau kegiatan, dan tingkat lanjut itu untuk manajemen organisasi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berhenti di sana,&nbsp;</span><span>upgrading</span><span>&nbsp;dan program kerja BEM FK juga dirancang untuk membangun suasana kekeluargaan. Dalam kepanitiaan atau program kerja besar misalnya, Arif menyebut bahwa BEM berkolaborasi dengan Ormawa lain di FK sehingga tidak terjadi kekurangan kader.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di balik semarak berorganisasi di FK, BEM FK juga sempat mengalami kader yang kurang dalam sebuah tanggung jawab. Ihwal ini, Arif selaku presiden terpilih mengaku telah mempersiapkan beberapa strategi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perbaikan sistem kaderisasi, perbaikan internalisasi yang mengutamakan asas kekeluargaan, serta beberapa upaya untuk mengurangi&nbsp;</span><span><em>burnout</em></span><span><em>&nbsp;</em>akibat organisasi yang kami harapkan dapat memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) BEM FK Unmul nantinya,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Arum Kusmiani, mahasiswi FISIP Unmul 2020 merasakan keselarasan tujuan antara tujuan pribadi dan organisasi. Itu menjadi alasannya untuk bertahan sebagai anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)&nbsp;</span><span><em>Student Entrepeneur Community</em></span><span>&nbsp;(SEC). Tujuannya sebagai pebisnis muda yang terwadahi menjadikan alasannya mantap bertahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Penting bagiku karena di sini aku bisa belajar banyak hal terkait berbisnis. Dari awal ingin berbisnis hingga mengembangkan bisnis dan pastinya dengan mengikuti organisasi bisa mendapat pengalaman yang tidak ada dalam pembelajaran akademik,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>,&nbsp;</em>Jumat (16/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Arum turut menyebut berbagai dampak positif yang ia rasakan dalam berorganisasi. Seperti halnya mengenal teman baru dengan pengalaman yang berbeda dari berbagai Prodi di fakultasnya hingga melatih dirinya dalam memanajemen waktu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Organisasi menurutku adalah seni. Seseorang yang bisa bertahan pastinya ingin membawa perubahan dalam organisasi tersebut. Setiap organisasi juga butuh regenerasi, yang di mana setiap regenerasi selalu membawa inovasi-inovasi yang luar biasa. Jadi, hadirnya aku di sini karna aku merasa nyaman dan aku ingin menjadi salah satu yang menggerakkan perubahan itu,&rdquo; tutupnya.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;"><em>(lav/vdh/uas/khn/ems)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Untung Saja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/untung-saja/baca </link>
<guid> untung-saja </guid>
<pubDate> Fri, 06 Jan 2023 12:25:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Andai saja... </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/untung-saja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SUwyIofy2m.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Untung Saja</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Masih pagi buta dan gelap gulita ia menuju pinggir pesisir. Bahunya dirangkul jaring dan kepalanya diteduh caping. Kemudian ia melangkahkan kakinya di jalan setapak menuju hutan belantara sebelum sampai di tepi pantai. Banyak suara yang ia dengar; burung berkicau, jangkrik berderik, kodok mengorok, hingga ayam berkokok.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jaraknya masih jauh dari air laut dan ia tergoda singgah di depan pohon besar yang menunjang. Saking tingginya ia mampu melihat ketinggian pohon di sekitarnya tidaklah ada apa-apanya dengan pohon yang ia lihat di depan matanya. Pohon itu hijau berkilau, batangnya kuat dan kokoh serta ranting-rantingnya membungkuk hampir menghalangi pohon di sekitarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia takjub melihat keindahan pohon itu. Bagaimana tidak, pohonnya menonjol sendiri dibanding pohon-pohon lainnya. Waktunya tersita beberapa menit hanya untuk melihat keindahan pohon semampai itu. Ditengoknya daun-daun yang berserakan di bawah pohon tersebut sambil menerka-nerka jenis pohon apakah yang menaklukan langkahnya gerangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedang asyik melirik daun-daun berserakan, tak sadar ada sesuatu yang mendekati kakinya. Seekor hewan sudah memandangi kakinya sejak ia mondar-mandir menilik dedaunan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sial! Kalajengking! Hampir saja, <em>pufh</em>.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menghindari agar hewan berbahaya lainnya tidak menyerang dan menyadari waktunya cukup habis hanya untuk melihat pohon, ia langsung melanjutkan perjalanannya. Matahari sudah hampir menyelakkan sinarnya di sela-sela pepohonan yang rindang. Capingnya sudah semakin gerah dan kakinya sudah semakin letih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada sisa-sisa fajar yang gelap dan menuju hari yang terang, ia akhirnya sampai di pinggir pantai. Segera jaring yang ia gotong sejak tadi dilemparkannya ke dalam perahu kayu yang disematkan pada tiang yang tertancap di atas pasir agar tidak larut bersama air laut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ada yang menyita waktunya saat menyiapkan perahu saat itu. Tanpa distraksi dan basa-basi, ia naik dan mengambil kemudi. Laut saat itu tenang dan bersahabat. Airnya jernih, biru dan sejuk.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perahunya melaju dan menyambangi arus yang semakin deras di tengah laut. Perahu yang ia kemudikan kini semakin goyah. Air laut yang awalnya cukup tenang kini semakin berontak. Hal tersebut sudah sering ia alami. Sudah banyak laut yang ia arungi dan sudah sering pula ombak ia hadapi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun kali ini langit yang tadinya biru cerah berawan, kini menggelap. Awan semakin abu dan hujan terlihat akan menyerbu. Ia lantas siap siaga menyiapkan hal yang perlu digunakan agar tidak terserang hujan yang entah akan deras atau hanya gerimis. Namun, yang ia punya hanya jala dan caping. Dan keduanya tidak bisa melindunginya dari air hujan maupun ombak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seharusnya aku jalan lebih cepat agar tidak bertemu ombak dan hujan hari ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, apa mau dibuat, ia sudah berlayar bersama perahu di atas laut dan perlengkapan yang ia punya juga tidak begitu memadai untuk melindunginya. Maka, yang ia bisa lakukan hanya pasrah dan menyiapkan badannya untuk melawan angin dan badai yang bisa kapan saja menghantam perahu juga tubuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perahunya yang hanya muat dua sampai tiga orang itu terombang-ambing mengikuti pola ombak yang menghantam. Ia berusaha kuat berpegangan pada badan perahu di sisi kanan dan kiri. Ombak semakin gemuruh dan badannya sudah basah menyeluruh. Bahkan langit ikut menurunkan hujannya bersama angin yang begitu kencang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, setelah bertahan dihantam angin hingga ombak akhirnya ia menemui ujung laut tersebut. Dari kejauhan terlihat pasir putih membentang di depan mata. Tanpa ragu ia pun &nbsp;mengarahkan perahunya menuju bentangan pasir tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari kejauhan ia melihat para manusia lain terdampar kelelahan di hamparan pasir putih bersama dengan perahu-perahu mereka. Wajah mereka dipenuhi rupa lelah dan rupa yang hampir menyerah. Tak jauh berbeda darinya, ternyata mereka juga habis terbawa ombak yang mengamuk sejak tadi. Bedanya, ombak yang membawa mereka jauh lebih ganas dari apa yang ia hadapi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka berangkat jauh lebih awal dibanding dirinya subuh tadi. Mereka beradu bersama tingginya deburan ombak dari awal berlayar hingga menemui dasaran pasir yang menyelamatkan mereka. Tak sama dengannya, mereka membawa sejumlah barang yang sangat siap untuk melaut, perahunya beratap dan cukup menutup tubuh mereka dari semburan ombak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun berderu dalam hati merasa beruntung tidak berlayar secepat mereka. Jikalau ia berangkat sedini mungkin, bisa jadi ombak yang ia temui sama seperti mereka, lebih besar dan berbahaya. Terlebih ia tidak membawa pasokan barang yang akan cukup membantunya menghadapi ombak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untung saja pohon itu memukauku sehingga perjalananku jadi lebih lambat.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat turun dari perahu yang disandarkan di pinggiran laut, ia menghampiri para manusia yang terdampar. Ia menanyakan kondisi mereka yang terlihat sudah tidak ada lagi gairah karena begitu lelah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah melihat para manusia itu dan setelah mengingat apa yang baru saja dialaminya, ia kembali bergumam berandai-andai bila saja ia membatalkan perjalanannya melaut hari ini, pasti ia tak akan bertemu ombak yang sangat merugikannya itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Coba saja tadi aku tidak usah pergi berlayar hari ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ia kemudian melupakan laut pahit yang mengirim ombak kepadanya tadi. Kini, bersama para manusia, ia beristirahat sebentar. Langit mulai menguning dan ombak sudah mulai hening. Ia dan para manusia memutuskan untuk kembali berlayar ketika kondisi mental dan fisik mereka sudah dirasa siap setelah cukup beristirahat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia kemudian mengisi waktu senggangnya dengan berjalan mengelilingi hamparan pasir tempatnya beristirahat. Kakinya kesana kemari mencongkel pasir mengaduk karang yang tersapu oleh desir. Bajunya yang tadi basah kuyup, kini hampir kering sebab badannya yang bolak balik tersayup angin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada waktu bersamaan, ia melihat kerumunan ikan berdatangan menuju tepi laut di dekatnya. Ikan-ikan itu tampak berlari dari suatu bencana dan mencari tempat yang aman. Ia kebingungan namun juga senang karena tak perlu berlayar lebih jauh lagi untuk berburu ikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia tersadar, ikan-ikan itu berangkat dari semburan ombak yang sama. Mereka tersapu oleh air laut yang sama ganasnya dengan apa yang ia dan para manusia hadapi barusan. Ia pun kembali bergumam, untung saja hari ini ia berlayar, meski bertemu pohon yang menyita waktunya, atau kalajengking yang hampir menggigit jarinya, atau bahkan ombak yang hampir mengancam nyawanya. Ia merasa beruntung, tanpa susah payah menjulurkan jaring, banyak ikan-ikan yang kini menghampirinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untung saja tadi ada kalajengking yang membuatku langsung berlayar dan mengantarkanku kemari.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para manusia yang tadinya muram menjadi sumringah. Ia yang tadinya mengeluh agar seharusnya tidak usah pergi berlayar kini merasa keputusan yang diambilnya pagi ini untuk melaut adalah hal yang menguntungkan. Jaring yang tidak membantunya saat ombak menghampiri, kini sungguh berfungsi menjerat ikan-ikan yang tersesat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Siti Nurmasyitah, mahasiswi Sastra Inggris, FIB 2021.</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program MSIB Batch Keempat Resmi Dibuka, Saatnya Persiapkan Dirimu dengan Tips Berikut! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-msib-batch-keempat-resmi-dibuka-saatnya-persiapkan-dirimu-dengan-tips-berikut/baca </link>
<guid> program-msib-batch-keempat-resmi-dibuka-saatnya-persiapkan-dirimu-dengan-tips-berikut </guid>
<pubDate> Sat, 07 Jan 2023 09:08:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bersiaplah untuk mendaftarkan dirimu di MSIB batch keempat! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-msib-batch-keempat-resmi-dibuka-saatnya-persiapkan-dirimu-dengan-tips-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mKGgFO0kCx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program MSIB Batch Keempat Resmi Dibuka, Saatnya Persiapkan Dirimu dengan Tips Berikut!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Program Kampus Merdeka yakni Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) resmi kembali dibuka. Program yang telah mencapai angkatan keempat ini dibuka bagi mahasiswa aktif minimal semester tiga untuk D2, semester empat untuk D3, serta semester lima untuk program D4 dan S1. Pendaftarannya dimulai sejak 15 Desember 2022 hingga 20 Januari 2023 mendatang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, tetapi tetap dilaui sebagai bagian dari perkuliahan. Kegiatan ini dijalankan selama satu semester dan disetarakan dengan dua puluh SKS yang dinyatakan dalam bentuk kompetensi yang diperoleh oleh mahasiswa selama mengikuti program tersebut, baik kompetensi teknis (</span><span><em>hard skill</em></span><span>) maupun kompetensi non-teknis (</span><span><em>soft skill</em></span><span>) sesuai dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dikutip dari&nbsp;</span><span><em>kampusmerdeka.kemdikbud.go.id</em></span><span>, MSIB bertujuan untuk menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dalam mengetahui dunia profesi dan menciptakan tenaga kerja yang profesional. Mahasiswa yang hendak lulus akan disediakan tempat untuk memasuki dunia kariernya, yakni dengan cara pemberian program pengembangan&nbsp;</span><span><em>soft skill</em></span><span>&nbsp;oleh pusat karier.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun beberapa dokumen yang harus disiapkan mahasiswa sebelum mendaftar di antaranya adalah&nbsp;</span><span><em>Curriculum Vitae</em></span><span>&nbsp;(CV), transkrip nilai, surat rekomendasi, surat pernyataan tanggung jawab mutlak, foto/</span><span><em>scan</em></span><span>&nbsp;KTP, serta dokumen sertifikat pendukung lainnya. Dikutip dari&nbsp;</span><span><em>eduwara.com</em></span><span>, berikut langkah dan tips yang bisa kamu ikuti untuk mendaftar program MSIB angkatan keempat. Yuk, disimak!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>1.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;</span></strong><span><strong>Pendaftaran</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kamu bisa mendaftar melalui web&nbsp;</span><span><em>kampusmerdeka.kemdikbud.go.id</em></span><span><em>.</em> Kemudian, klik daftar dan pilih peran sebagai mahasiswa. Lengkapi isian pendaftaran dan cek kesesuaian data, lalu lakukan aktivasi&nbsp;</span><span><em>e-mail</em></span><span>&nbsp;dan pilih program magang atau studi independen sesuai minat masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>2.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;</span></strong><span><strong>Pilih program MSIB versi terbaik</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam pemilihan program, kamu harus memahami&nbsp;</span><span><em>value</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan&nbsp;</span><span><em>passion</em></span><span><em>&nbsp;</em>masing-masing. Hal itu berimbas terhadap rencana karier masa depan dan pertimbangan mengenai kompetensi yang akan dikembangkan. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan mata kuliah</span><span>&nbsp;wajib yang belum diambil sehingga tidak ada hambatan dalam menjalankan program.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>3.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;</span></strong><span><strong>Persiapkan CV menarik</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendaftar MSIB langsung diseleksi oleh mitra program. Maka dari itu, kamu harus menyiapkan CV yang menarik guna memperbesar peluang kelolosan. Cantumkan juga pengalamanmu yang mempunyai relevansi dengan program yang diinginkan, ya!&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>4.</span><span>&nbsp; &nbsp; &nbsp;</span></strong><span><strong>Tampilkan kesan terbaik saat wawancara</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat kamu memasuki tahap wawancara, usahakan agar penampilanmu terlihat rapi. Kemudian, penataan ruangan juga perlu diperhatikan seperti intensitas penerangan serta suasana yang tenang. Selain itu, hal-hal yang disampaikan selama wawancara sesuai dengan apa yang sedang dibahas. Jangan lupa untuk tetap berpikir positif, ya!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>5.&nbsp;</strong></span><span><strong>Diskusikan dengan dosen pembimbing</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Komunikasi dengan dosen pembimbing sangat dibutuhkan agar tidak terdapat hambatan dalam menjalankan program. Kamu bisa mendiskusikan rencana karier dan program MSIB yang dipilih kepada dosen pembimbingmu, juga terkait konversi SKS dan mata kuliah wajib yang harus diambil, karena ini akan membantu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bagaimana? Sudah siap menjadi bagian dari MSIB angkatan keempat? Saat mendaftar nanti, jangan lupa untuk mengikuti tips-tips di atas, ya! <em><strong>(nop/ems)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Power of Language: Belajar Cara Berbahasa Lewat Kisah Klasik Filsuf </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-power-of-language-belajar-cara-berbahasa-lewat-kisah-klasik-filsuf/baca </link>
<guid> the-power-of-language-belajar-cara-berbahasa-lewat-kisah-klasik-filsuf </guid>
<pubDate> Mon, 09 Jan 2023 10:38:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mempelajari cara berbahasa para filsuf </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-power-of-language-belajar-cara-berbahasa-lewat-kisah-klasik-filsuf/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M9Q8RUIvgA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>The Power of Language: Belajar Cara Berbahasa Lewat Kisah Klasik Filsuf</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Berpikir seolah mengetahui sesuatu padahal tidak mengetahui apa-apa tentang hal itu mungkin adalah kebodohan yang paling bodoh.&rdquo; - Socrates.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penggalan kalimat di atas merupakan salah satu dari banyaknya kutipan yang dikemukakan oleh para filsuf klasik Barat dan Timur dalam buku The Power of Language. Termasuk ke dalam&nbsp;</span><span><em>genre</em></span><span><em>&nbsp;</em>buku&nbsp;</span><span><em>self development</em></span><span>, buku ini menyajikan berbagai cara untuk berbahasa dalam berkomunikasi dengan menggunakan pendekatan lewat kisah filsuf klasik Barat dan Timur. Kata-kata &lsquo;klasik&rsquo; dan &lsquo;filsuf&rsquo; akan banyak ditemukan dalam buku setebal 208 halaman ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memiliki sampul minimalis bernuansa putih bersih, buku ini menggambarkan bagaimana cara berbahasa yang seharusnya dimulai dengan beberapa dasar-dasar yang penting dan mudah. Ditulis oleh Shin Do-Hyun, seorang Ahli Humaniora dan Yoon Na-Ru, seorang guru yang mengajar Bahasa Korea dan pelajaran menulis di sebuah SMA di Seoul, Korea Selatan. Buku ini hadir tidak untuk menggurui, melainkan menjadi sarana refleksi diri untuk para pembaca.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulis membagi pembahasan buku ini ke dalam delapan tahap. Dimulai dari tahap satu,&nbsp;</span><span><em>Pengembangan Diri</em></span><span>, sampai dengan tahap delapan,&nbsp;</span><span><em>Kebebasan</em></span><span>. Meski tidak diuraikan dengan langkah demi langkah, cara yang digunakan penulis dalam menyampaikan isi buku tetap tidak mengubah esensi dari hadirnya The Power of Language.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap tahap yang ada terbagi oleh sub bab di dalamnya. Kemudian dirincikan satu persatu sehingga pembaca dapat lebih mengerti permasalahan dalam setiap tahap yang dibahas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lewat narasi dan pendekatan yang berpedoman pada beberapa kisah filsuf, kemudian dianalisis oleh penulis menjadikan buku ini memiliki daya tarik tersendiri. Seperti pada tahap tujuh,&nbsp;</span><span><em>Teknik Berbicara</em></span><span>, kembali pada kutipan yang terletak di awal resensi ini tertulis, bahwa permasalahan yang biasanya muncul dalam sebuah percakapan dimulai dari kebodohan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketidaktahuan dan kebodohan akan menjadi masalah dari sebuah pembicaraan yang sedang berlangsung. Hal itu dapat berkaitan dengan orang lain, hubungan, perasaan dan lainnya. Kita terkadang mengira telah mengetahui sesuatu yang sebenarnya belum kita ketahui. Orang-orang seperti itu biasanya hanya mengetahui sedikit saja, tetapi bertindak seolah mengetahui semuanya. Hal ini tentunya dapat menimbulkan masalah dan merugikan orang lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lantas, apakah kita harus memiliki pengetahuan yang sempurna untuk dapat berbicara dengan baik? Lewat kisah Socrates, penulis memberikan jawabannya:&nbsp;</span><span><em>tidak</em></span><span>. Untuk dapat berbicara, kita tidak perlu memiliki pengetahuan yang sempurna.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di dunia ini, tidak ada orang yang mengetahui segalanya dengan sempurna. Hal yang benar-benar dibutuhkan adalah kerendahan hati, pikiran yang terbuka, penerimaan dan pengakuan bahwa kita tidak dapat mengetahui segala hal dengan sepenuhnya, serta selalu menumbuhkan upaya gigih untuk mencapai pengetahuan secara penuh.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk dapat menyadari ketidaktahuan dan kebodohan dalam diri sendiri, The Power of Language mengajarkan pada kita untuk berlatih berbicara secara logis. Ucapan yang bodoh biasanya tidak memiliki logika. Saat kita membicarakan hal yang tidak logis secara terus menerus, akan tiba saat di mana kita tidak tahu lagi hal apa yang harus kita ungkapkan dalam pembicaraan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada saat itu, kita bisa mengintrospeksi diri bahwa kita sebagai manusia terlalu percaya diri tanpa mengenal dan tahu dengan baik tentang hal itu. Inti dari metode percakapan ala Socrates adalah rasa kerendahan hati dan logika.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, terdapat pula tahap lainnya, yakni Sudut Pandang. Pembaca diajak untuk terlebih dahulu memaknai beberapa penggalan yang dikemukakan oleh masing-masing filsuf dalam tahap tersebut. Salah satunya ialah, jika ingin mengubah ucapan, harus pula mengubah sudut pandang. Terdapat nilai-nilai yang memang sudah tertanam kuat di dalamnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, tidak salah jika kita mengubah sudut pandang terhadap suatu hal. Sebab hal tersebut akan melahirkan sesuatu yang baru dan berbeda dengan sebelumnya. Dengan demikian, kita dapat menjadikan sesuatu yang dulunya dianggap biasa saja menjadi luar biasa. Sudut pandang sangat penting dalam kehidupan, karena belajar untuk bisa mengubah sudut pandang bukanlah hal yang mudah, melainkan sebuah proses belajar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara keseluruhan, buku ini sangat ringan untuk dijadikan bacaan di waktu senggang dan dapat habis dalam sekali duduk. Bentuk dan desain yang minimalis memudahkan pembaca membawa buku ini ke mana saja. Tahap demi tahap yang ada tidak terkesan seperti sebuah tutorial yang mengharuskan &nbsp;pembaca mengikutinya. Pembaca dapat menikmati sekaligus memahami setiap tahap yang tertulis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>The Power of Language hadir sebagai sarana edukasi dalam membentuk&nbsp;</span><span>mindset</span><span>&nbsp;berbahasa pada aktivitas komunikasi sehari-hari. Banyak orang di dunia ini yang dapat berbicara, tetapi tidak semua dapat memiliki inti dalam pembicaraan yang terucap.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Seindah apapun kata-kata yang sudah dirangkai, hanya akan meninggalkan pikiran yang kosong. Percakapan yang beragam dan fleksibel adalah buah dari pengetahuan yang dalam. <em><strong>(ysn/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ragam Olahraga yang Cocok Dilakukan Mahasiswa di Indekos </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/ragam-olahraga-yang-cocok-dilakukan-mahasiswa-di-indekos/baca </link>
<guid> ragam-olahraga-yang-cocok-dilakukan-mahasiswa-di-indekos </guid>
<pubDate> Mon, 09 Jan 2023 12:17:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tetap jaga kesehatan dengan olahraga berikut </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/ragam-olahraga-yang-cocok-dilakukan-mahasiswa-di-indekos/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7lQyejWeoZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ragam Olahraga yang Cocok Dilakukan Mahasiswa di Indekos</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Bagi sebagian mahasiswa, olahraga seringkali tak menjadi prioritas. Alasannya pun cukup beragam. Mulai dari padatnya aktivitas akademik di perkuliahan, tidak memiliki teman untuk diajak olahraga bersama, hingga rasa malas yang melanda.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nah, berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>rangkum beberapa olahraga ringan yang tidak menyita banyak waktu dan bisa kamu terapkan di rumah bahkan indekos sekalipun. Simak, ya!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>1. Jalan Kaki</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melakukan jalan kaki di sekitar tempat tinggal kamu dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Selain itu, apabila dilakukan secara rutin hal ini juga dapat meningkatkan potensi untuk mencegah pikun, mengurangi risiko Alzheimer, dan membantu untuk menjaga kesehatan mental agar terhindar dari stres.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>2. Joging</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Joging atau berlari pelan dapat dilakukan di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Hanya dengan menyisihkan waktu sekitar sepuluh sampai lima belas menit secara rutin, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Seperti memperkuat otot dalam sistem pernapasan, menguatkan tulang, membantu menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, dan masih banyak lagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>3. Yoga</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yoga dikatakan dapat membuat seseorang menjadi lebih tenang dan memiliki manfaat yang sama dengan melakukan meditasi, relaksasi, hingga bersosialisasi dengan orang lain. Berbagai universitas dan rumah sakit internasional yang melakukan penelitian menyebut, yoga memiliki manfaat yang luar biasa. Salah satunya datang dari laporan Harvard Medical School. Menurut penelitian tersebut, yoga dipercaya dapat mengatasi gangguan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi. Yoga yang direkomendasikan untuk mahasiswa adalah yoga surya namaskara, yakni yoga klasik yang cocok untuk pemula dan gerakannya pun cenderung ringan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>4. Senam (</span><span><em>Workout</em></span></strong><span><strong>)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memiliki tubuh yang sehat dan ideal adalah impian banyak orang. Nah, salah satu cara untuk mewujudkan hal itu ialah dengan melakukan&nbsp;</span><span>workout</span><span>. Dengan melakukannya secara rutin, ini dapat membakar lemak tubuh sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Beberapa gerakan&nbsp;</span><span>workout</span><span>&nbsp;ringan yang cocok untuk pemula dan tidak memerlukan alat tambahan di antaranya ada&nbsp;</span><span><em>squat</em></span><span>,</span><span>&nbsp;<em>push up</em></span><span>,</span><span>&nbsp;si<em>t up</em></span><span>,</span><span>&nbsp;<em style="">plank</em></span><span>,</span><span>&nbsp;</span><span>dan</span><span>&nbsp;<em>jumping jack</em></span><span><em>.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>5. Lompat tali (</span><span><em>Skipping</em></span></strong><span><strong>)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Olahraga lain yang dapat dilakukan di kamar indekos atau di halaman sekitarnya yaitu lompat tali atau&nbsp;</span><span><em>skipping</em>.&nbsp;</span><span>Manfaat dari olahraga ini salah satunya adalah menjaga kesehatan jantung. Dengan melakukan lompat tali secara rutin akan mengurangi risiko penyakit jantung dan strok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Itulah ragam olahraga yang memiliki segudang manfaat dan dapat kamu terapkan di indekos dengan biaya terbatas. Untuk memperoleh hasil maksimal kamu juga bisa imbangi rutinitas olahraga dengan asupan bergizi, ya!<em>&nbsp;<strong>(</strong><strong>una/opi/ems)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sasar Lokasi IKN, Farmasi Unmul Laksanakan KKN Tematik di Sepaku dan Samboja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sasar-lokasi-ikn-farmasi-unmul-laksanakan-kkn-tematik-di-sepaku-dan-samboja/baca </link>
<guid> sasar-lokasi-ikn-farmasi-unmul-laksanakan-kkn-tematik-di-sepaku-dan-samboja </guid>
<pubDate> Wed, 11 Jan 2023 10:30:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Untuk pertama kalinya KKN Tematik Farmasi menyasar lokasi IKN, sejumlah kendala menyertai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sasar-lokasi-ikn-farmasi-unmul-laksanakan-kkn-tematik-di-sepaku-dan-samboja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xXckeW6Nuy.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sasar Lokasi IKN, Farmasi Unmul Laksanakan KKN Tematik di Sepaku dan Samboja</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>SKETSA &mdash;</span></strong> Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Farmasi angkatan XII tengah berlangsung. Mengawali tahun baru, kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Farmasi itu resmi dimulai sejak pembekalan pada Kamis (29/12) lalu yang bertempat di Gedung Auditorium Unmul. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan mahasiswa menuju lokasi KKN pada rentang waktu 30 Desember hingga 3 Januari. Diketahui kegiatan ini masih akan berlangsung hingga 6 Februari mendatang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tahun ini untuk pertama kalinya, KKN Tematik Farmasi menyasar dua lokasi Ibu Kota Negara (IKN). Tepatnya Kecamatan Sepaku dan Samboja. Lokasi KKN yang cukup jauh ini dibarengi dengan pembatasan transportasi kepada mahasiswa. Adapun masing-masing kelompok yang terdiri dari sebelas anggota hanya diperkenankan menggunakan maksimal tiga motor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aturan itu lantas menuai berbagai tanggapan, salah satunya datang dari Natashya Angelica Haniko. Mahasiswi Farmasi 2020 itu secara pribadi mengaku tak keberatan dengan aturan tiga motor dalam satu kelompok. Sebab anggota kelompoknya yang lain akan diantar menggunakan bis dari fakultas menuju lokasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi mungkin bagi beberapa mahasiswa cukup merasa berat karena minimnya transportasi,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (3/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Natashya, peraturan lain pun dirasa belum ada yang memberatkan. Ia dan teman-temannya tengah berfokus mematangkan program kerja (Proker) yang akan dijalankan. Seperti farmasi mengajar, apoteker cilik, penanaman toga, serta penyuluhan terkait beberapa masalah kesehatan yang ada di desa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terus karena ada masalah terkait limbah, jadi ada Proker untuk pengolahan limbah juga,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun melalui Proker yang dirancang bersama kelompoknya, Natashya berharap dapat memberikan dampak yang signifikan bagi desa lokasi KKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggapan berbeda datang dari Muhammad Ramadhan Nur, mahasiswa Farmasi 2020. Ditempatkan untuk melaksanakan KKN di Sepaku, ia turut membenarkan aturan maksimal tiga motor dalam satu kelompok selama berkegiatan di lokasi. Namun, Ramadhan mengaku tidak ada kejelasan dari pihak fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Awalnya peserta KKN akan berangkat menggunakan bis dari fakultas, tetapi tidak ada kejelasan. Malah menyuruh setiap kelompok menggunakan transportasi masing-masing. Di kelompok kami alhamdulilah tidak mengeluarkan (uang) untuk menyewa mobil, hanya untuk bensin saja.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain transportasi, Ramadhan juga mengaku sempat terkendala dalam mencari tempat tinggal di lokasi KKN. Sebab dirinya dan kelompoknya sempat ditawari rumah, tetapi harus membayar sebesar 3,5 juta rupiah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi alhamdulillah-nya, kami ada kenalan kepala dusun yang menyarankan untuk tinggal di asrama yang dimiliki bapak tersebut. Seharusnya peserta KKN itu bisa tinggal di posko-posko, tetapi sayangnya sudah ditempati oleh pekerja-pekerja IKN,&rdquo; kisahnya melalui sambungan telepon pada Minggu (8/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui sejumlah Proker seperti penyuluhan dan apoteker cilik bagi siswa SD dan SMP, Ramadhan berharap masyarakat umum lebih mengenal profesi apoteker jikalau selama ini hanya profesi dokter yang terkenal dalam bidang kesehatan.&nbsp;</span><span><strong>(<em>snk/srg/khn/ems</em>)</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Privilege dalam Penerimaan IISMA Disoroti Warganet, Arif: Bukan Pembenaran untuk Berhenti Berusaha </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/privilege-dalam-penerimaan-iisma-disoroti-warganet-arif-bukan-pembenaran-untuk-berhenti-berusaha/baca </link>
<guid> privilege-dalam-penerimaan-iisma-disoroti-warganet-arif-bukan-pembenaran-untuk-berhenti-berusaha </guid>
<pubDate> Wed, 11 Jan 2023 10:41:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menyoal privilege yang ramai diperbincangkan warganet dalam penerimaan mahasiswa IISMA, sejumlah sivitas akademika Unmul berikan tanggapan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/privilege-dalam-penerimaan-iisma-disoroti-warganet-arif-bukan-pembenaran-untuk-berhenti-berusaha/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7duxsdJIYd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Privilege dalam Penerimaan IISMA Disoroti Warganet, Arif: Bukan Pembenaran untuk Berhenti Berusaha</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Beberapa waktu lalu, Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) sempat menjadi perbincangan hangat oleh warganet Twitter. Sebagian klaim menyebut, program IISMA dinilai kurang inklusif hingga tak memenuhi sistem <em>merit-based</em>. Mahalnya biaya tes kemampuan bahasa Inggris yang menjadi salah satu syarat mendaftar, membuat IISMA dianggap memiliki <em>barrier of entry</em> atau hambatan masuk yang tinggi.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beragam opini pun bermunculan, salah satunya datang dari akun Twitter&nbsp;</span><span><em>@DripZhouEnlai</em>.&nbsp;</span><span>Menurutnya, tak sedikit mahasiswa penerima program IISMA yang berasal dari kalangan ber-</span><span><em>privilege</em></span><span>&nbsp;sehingga mampu mengikuti program pertukaran pelajar serupa dengan biaya pribadi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, program tersebut dinilai telah lepas dari tujuan awalnya sebagai upaya memfasilitasi dan memberikan kesempatan bagi masyarakat kurang mampu. Cuitan ini lantas menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian berbincang dengan Ananda Nazeli Ahsan, alumni&nbsp;</span><span><em>Awardee</em></span><span>&nbsp;IISMA 2021. Bagi Nanda, asumsi tersebut tak begitu relevan. Sebab, dirinya yang bukan berasal dari keluarga kaya pun berhasil lolos dalam program tersebut. Meski begitu, ia tak membantah adanya beberapa&nbsp;</span><span><em>Awardee</em>&nbsp;</span><span>IISMA yang berasal dari kalangan ber-</span><span><em>privilege</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Well</em></span><span>, nggak bisa dibilang sepenuhnya benar juga kalau anak-anak&nbsp;</span><span><em>underprivileged</em>&nbsp;</span><span>itu enggak bisa lolos IISMA. Kayak yang aku bilang tadi, contohnya</span><span>&nbsp;</span><span>itu aku, gitu,&rdquo; kisah Nanda saat dihubungi pada Selasa (3/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, IISMA tidak hanya memberikan kesempatan bagi seseorang dengan prestasi akademik yang cemerlang, namun juga orang-orang yang memiliki prestasi non-akademik serta potensi diri masing-masing.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Asumsi terkait tingginya&nbsp;</span><span><em>barrier of entry</em></span><span>&nbsp;IISMA pun tak sepenuhnya ia benarkan. Pasalnya, beberapa universitas diketahui telah memberikan sejumlah subsidi kepada mahasiswa yang ingin mendaftar. Seperti halnya Unmul yang selama dua tahun ke belakang konsisten dalam memfasilitasi pelatihan dan tes bahasa Inggris.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-mahasiswa-unmul-lolos-dalam-program-iisma-2022/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/enam-mahasiswa-unmul-lolos-dalam-program-iisma-2022/baca" target="_blank">Enam Mahasiswa Unmul Lolos dalam Program IISMA 2022</a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Waktu angkatan aku, ya, kita dikasih tes. Dibayarin, gitu&nbsp;</span><span><em>English test</em></span><span>-nya. Dari beberapa ratus anak,&nbsp;</span><span>top</span><span>&nbsp;20 itu dibayarin. Alhamdulillah, aku keterima.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nanda turut berpendapat bahwa opini-opini yang beredar di internet muncul lantaran adanya sejumlah&nbsp;</span><span>Awardee&nbsp;</span><span>IISMA yang hanya menampilkan hal-hal menyenangkan di media sosial mereka. Keterbatasan media sosial inilah yang kemudian memicu asumsi liar di kalangan warganet.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hal-hal begini yang penting buat nunjukin kalau&nbsp;</span><span>Awardee</span><span>&nbsp;itu nggak sekadar dibayarin buat liburan dan bersenang-senang,&ldquo; tuturnya mantap.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selasa (10/1) lalu,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut mewawancarai Arif Wicaksa, Dosen Hubungan Internasional FISIP Unmul. Ia menjelaskan bahwa wacana&nbsp;</span><span><em>privilege</em></span><span>&nbsp;dalam media sosial muncul akibat adanya&nbsp;</span><span><em>logical fallacy</em></span><span>&nbsp;atau kesalahan dalam berpikir logis. Menurutnya, butuh riset akademis untuk mengkaji lebih lanjut hipotesis terkait&nbsp;</span><span><em>privilege</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena bahasan serta diskusinya sangat luas. Tidak bisa kita reduksi menjadi hipotesis bahwa tidak ber-</span><span><em>privilege</em></span><span>&nbsp;maka tidak bakal lulus IISMA,&rdquo; jelas Arif ketika diwawancarai secara daring melalui WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terangnya, hipotesis tersebut akan berbahaya bagi masyarakat jika hanya berdasarkan asumsi dan wacana media saja. Terdapat masalah struktural yang berakar dan peran wilayah terkait wacana&nbsp;</span><span><em>privilege</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span><em>underprivileged</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, ia turut berpesan untuk tidak menjadikan &nbsp;hal tersebut sebagai alasan untuk tidak berjuang. Bagi Arif, permasalahan struktural ini harusnya dapat menjadi motivasi untuk anak daerah yang tidak memiliki&nbsp;</span><span><em>privilege</em>&nbsp;</span><span>agar tetap mandiri dan tidak patah semangat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang saya harapkan, jangan sampai istilah&nbsp;</span><span><em>underprivileged</em></span><span>&nbsp;digunakan sebagai pembenaran untuk menyerah atau pembenaran untuk berhenti berusaha,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><span><strong>(<em>kya/jla/dre</em>)</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sebuah Hadiah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/sebuah-hadiah/baca </link>
<guid> sebuah-hadiah </guid>
<pubDate> Fri, 13 Jan 2023 04:33:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keinginanku... </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/sebuah-hadiah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pOgLgtGfRV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sebuah Hadiah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu lagi pengen apa? Cepat, bilang aja.&rdquo;&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ibu maupun ayah selalu berkata sedemikian rupa tepat di saat kami bersitatap untuk kali pertama di pagi hari pada awal September. Sebuah pertanyaan berulang dengan intonasi dan susunan kalimat yang sama setiap tahunnya. Tidak lebih tidak kurang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku yang terbangun sedikit lambat pagi ini tidak sempat memikirkan jawaban, atau mungkin memang tidak ada lagi yang bisa terpikirkan. Langsung berpamitan tanpa menjawab serta menolak ajakan ayah untuk pergi bersama, aku lantas melesat keluar sembari sedikit membenarkan seragam yang dikenakan asal-asalan. Untungnya, ayah dan ibu tidak ada yang menyadari kalau anak perempuannya yang usai tak bisa tidur semalaman ini akan terlambat sampai di sekolah. Untungnya lagi, taksi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;yang kupesan sudah sampai saat aku keluar dari rumah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah gempuran rasa gelisah karena takut benar-benar terlambat&ndash;padahal itu sudah pasti terjadi, aku berusaha untuk mencoba tetap tenang. Menarik dan menghembuskan napas perlahan, menyandarkan punggung ke belakang dan melemparkan pandangan ke luar. Menghitung pepohonan yang dilewati sepanjang jalan sebelah kanan sembari memikirkan jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan ayah pagi tadi. Jelas ayah membutuhkan jawaban bukan hanya tentang yang kuinginkan, tapi juga bisa dia berikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tepat pada pohon ke sembilan, sebuah ide lantas terpikirkan begitu saja, membuatku langsung menegakkan tubuh.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Boleh ubah rute nggak, Pak?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Deretan persawahan yang tengah digarap dan bukit-bukit hijau yang beberapa kali muncul memang memanjakan mata para penumpang kereta yang jarang melihat pemandangan. Membuat berbinar mata-mata yang kesehariannya hanya mendapat pemandangan jalan yang padat, gedung-gedung menjulang tinggi, serta tumpukan kertas dan buku yang seolah menentukan hidup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyandarkan tubuh ke belakang, pandanganku lantas menoleh tepat ke samping. Seorang bayi yang entah berusia berapa bulan terlelap dalam dekapan perempuan paruh baya di sampingku, tenang, tenang sekali. Begitu tenangnya sampai aku sempat merasa iri. Sampai aku ingin mencuri ketenangan itu dan terlelap tanpa interupsi, tanpa dikejar waktu, tanpa dikejar ekspektasi, tanpa mimpi, tanpa evaluasi tentang hari ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Begitu kereta berhenti, aku menghela berat saat melihat kembali orang-orang yang memadati stasiun. Kupandangi&nbsp;</span><span><em>paper bag</em></span><span>&nbsp;besar di hadapanku. Separuh bagian gulungan kanvas dan penyangganya mencuat dari sana. Membeli dan membawa barang-barang seperti ini ke dalam rumah haram hukumnya, setidaknya di keluargaku yang kata orang harmonis dan peduli pendidikan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku lantas berdiri begitu seorang ibu yang menggendong bayinya beranjak dari sampingku. Tak lupa membawa peralatan dalam&nbsp;</span><span><em>paper bag</em></span><span>&nbsp;yang sempat-sempatnya kubeli saat hendak menuju stasiun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara bising dari orang-orang yang bercakap, bertelepon, memanggil anggota keluarganya, hingga pedagang keliling, begitu saja merayap semua di telinga tatkala aku turun dari kereta. Memandang ke sekeliling, lalu kuperhatikan pakaianku yang masih dengan kemeja putih, rok abu-abu, dan rompi yang juga abu-abu. Tiba-tiba saja merasa aneh mengenakan seragam sekolah saat berpergian ke tempat lain di pagi hari begini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi, mencoba untuk tak ambil pusing, aku kembali menarik napas dan menegakkan bahu. Sembari membenarkan tali ransel di sebelah kiri, kakiku membawaku melangkah keluar dari stasiun di mana sinar matahari langsung menyengat kulit kendati belum tengah hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ponsel langsung kumatikan setelah aku mendapat kendaraan yang akan mengantarkanku ke tempat tujuan. Membawaku dengan tenang melalui jalan yang sedikit lengang dan pepohonan yang aku sudah lelah menghitungnya, menuju pinggiran kota yang benar-benar lengang sebab masih jam kerja dan sekolah. Selain itu, memang tidak ada tempat rekreasi yang ramai jika bukan hari libur begini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tatkala turun dari taksi setelah membayar biaya yang cukup membuat terperangah, aku disambut semilir angin yang terasa begitu sejuknya. Pemandangan hamparan sawah dan perbukitan seperti yang kulihat di kereta, warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman, serta beberapa tempat rental sepeda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah membeli beberapa camilan dan air mineral, aku menyewa sebuah sepeda yang kemudian kukayuh menyusuri jalan yang diapit oleh persawahan. Dengan tas ransel di keranjang dan&nbsp;</span><span>paper bag</span><span>&nbsp;yang tergantung di setang, kakiku terus mengayuh membuat roda berputar tak tentu arah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku terlalu menikmati pemandangan yang jarang sekali kulihat, angin sejuk yang membuat rambutku beterbangan, serta perjalanan dengan sensasi baru yang kurasakan. Sebuah perjalanan tanpa rencana dan tujuan jelas, hanya mengikuti insting dan langkah kaki yang justru keluar dari struktur kegiatan yang bertahun-tahun kulakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Begitu saja hingga kudapati diriku duduk beralaskan kain putih di tepi sungai yang mengalir jernih. Tidak ada suara kertas yang dibolak-balik, tidak ada hafalan-hafalan tentang sistem respirasi, tidak ada les Bahasa Inggris di malam hari, tidak suara-suara yang menuntut ini dan itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hanya ada aku dan kanvas yang bertemankan sunyi, bersama kuas yang menari, bersama cat warna yang mengukir momen menjadi abadi, bersama gemericik air yang mengalir, bersama dersik daun yang tertiup angin. Sebuah momen yang sebetulnya tidak pernah kupikirkan, hingga memori akan percakapan dengan seseorang kembali terlintas di benak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di suatu waktu, di saat aku terlalu lamat memandangi pantulan diri melalui cermin, ketika selesai membasuh wajah untuk menghilangkan kantuk di jam dua pagi, aku melontarkan sebuah pertanyaan dan seseorang dalam cermin itu seolah berkata kepadaku, &ldquo;Bukan aku tidak menyukainya, hanya saja terlalu berat jika seperti itu caranya. Aku jadi merasa berada dalam lingkaran setan.&rdquo; Ia lantas melempar pandang dengan kedua alis yang terangkat kepadaku. &ldquo;Memangnya kamu tidak merasa begitu?&rdquo; Aku hanya terdiam memandangi, sebelum ia kembali berujar, &ldquo;Jujur saja, aku kasihan melihatmu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, semuanya buyar saat alarm melalui ponsel berdering. Buru-buru aku mematikannya, menyadarkan diri, membasuh wajah sekali lagi, lalu berbalik guna melangkahkan kaki untuk kembali. Kembali ke kubangan menyedihkan yang aku bahkan menjalaninya dengan suka rela. Lupakan rasa kasihan itu. Aku bahkan tidak punya keberanian untuk melepaskan diri dari lingkaran setan yang dia katakan. Aku, terlalu takut akan dunia luar sehingga terus berlindung dalam kandang. Apapun yang terjadi, bagaimanapun semuanya berjalan. Suka tidak suka, muak maupun nyaman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ternyata akhirnya terpengaruh juga. Setidaknya khusus untuk hari ini aku melakukan sesuatu. Melepaskan kakiku dari belenggu hanya untuk suatu hari yang khusus. Kebebasan. Hadiah yang kuberikan untuk diriku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ditulis oleh Widya Amanda, mahasiswi prodi Sastra Indonesia, FIB 2022.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kamu, Senja dan Papandayan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/kamu-senja-dan-papandayan/baca </link>
<guid> kamu-senja-dan-papandayan </guid>
<pubDate> Sat, 14 Jan 2023 11:03:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertemuan tak terduga dalam pendakian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/kamu-senja-dan-papandayan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CgrUf3NuaM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kamu, Senja dan Papandayan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Skripsi yang tak kunjung selesai membuatku memutuskan sejenak kembali ke gunung. Bagiku, gunung adalah tempat <em>healing&nbsp;</em>terbaik. Tempat terbaik untuk menemukan inspirasi dan menikmati keindahan alam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membayangkan indahnya gunung dan segarnya udara di puncak membuatku lebih semangat mendaki. Pemandangan yang disuguhkan Papandayan membuat waktu tidak terasa, ditambah cuaca yang sepertinya sangat pendukung pendakianku. Yup, tujuanku kali ini adalah Gunung Papandayan, gunung yang terkenal dengan keindahan hutan matinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiba di gunung, aku tarik napas dan memejamkan mata menikmati segarnya udara Papandayan yang sudah lama kurindukan. Namun, tanpa aku sadari seorang wanita mengarahkan kameranya ke arahku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Smile</em></span><span>! Satu, dua, &nbsp;tigaaa!&rdquo; &nbsp;teriaknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku hanya diam melihat aksi gadis itu. Lalu aku pergi dan mengabaikannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah membangun tenda, aku pergi membersihkan wajahku. Saat kembali, aku melihat gadis tadi duduk di depan tendanya sambil memainkan gitar. Dia tersenyum ke arahku dan aku balas dengan anggukan sambil masuk ke dalam tenda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian aku mengeluarkan kopi instan yang aku bawa dan menyeduhnya dengan air panas. Sembari minum kopi dan menikmati indahnya Papandayan, aku mendengar lantunan gitar gadis itu. Dengan suara merdunya, dia menyanyikan lagu milik Dere yang berjudul Kota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Di kota ini sehabis hujan Desember yang lalu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di kota ini dalam ruangan berpenyejuk udara&hellip;&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa sadar, aku ikut bernyanyi &nbsp;dengan suara kecil. Aku menoleh dan melihat dia bernyanyi dengan penuh rasa, seakan-akan lagu tersebut sangat mewakili perasaannya saat ini. Selesai menyanyikan&nbsp;</span><span><em>part</em></span><span><em>&nbsp;</em>terakhir lagu itu, dia berjalan ke arahku dengan membawa kopi dan gitarnya. Dan aku kembali meneguk kopi hangat yang telah ku buat tadi. Dia duduk di depanku dan menyeruput kopi miliknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Lo&nbsp;</em>sendiri?&rdquo; tanyanya kepadaku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Iya, sendiri,&rdquo; jawabku singkat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sama gue juga sendiri,&rdquo; lanjutannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh. Kenapa mendaki sendiri? Enggak takut?&rdquo; dia menjawab sambil tersenyum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya enggak, lah. Ngapain takut? Kan ada <em>lo</em>.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bercanda, serius bet lu,&rdquo; lanjutnya sambil tertawa</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku hanya tersenyum mendengarnya. Tiba-tiba dia melihat ke dalam tendaku dan tertuju pada sebuah buku yang bertuliskan &lsquo;panduan skripsi&rsquo; dengan&nbsp;</span><span><em>font</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang besar, sehingga bisa dibaca dengan jelas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh, lari ke gunung karena skripsi. Anak kuliahan rupanya,&rdquo; ucapnya sambil mengangguk-angguk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, emang benar. Gunung emang pelampiasan terbaik kalau lagi bosan dan cari semangat baru,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya gitulah,&rdquo; jawabku sambil masuk ke dalam tenda. Lalu aku mengeluarkan dua&nbsp;</span><span><em>cup</em></span><span><em>&nbsp;</em>mie yang aku bawa dan menyodorkan satu&nbsp;</span><span><em>cup</em></span><span><em>&nbsp;</em>kepadanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Lo&nbsp;</em>mau?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mau dong. Wih, enak nih,&rdquo; jawabnya sambil mengambil mie instan yang aku sodorkan. Lalu kita menyeduhnya dengan air panas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Lo&nbsp;</em>sendiri kenapa ke gunung? Karena skripsi juga?&rdquo; tanyaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Enggak, gue bukan anak kuliah,&rdquo; jawabnya sambil tertawa kecil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terus kenapa?&rdquo; tanyaku lagi. Dia terdiam sejenak dan lanjut menjawab, &ldquo;Hm, enggak ada alasan, ya, emang lagi pengen ke gunung aja.&rdquo; Aku hanya mengangguk mendengar jawabannya. Kemudian kita mengambil&nbsp;</span><span><em>cup</em></span><span><em>&nbsp;</em>mie masing-masing. Sebelum makan, tanpa sadar &nbsp;kita sama-sama melakukan tanda salib. Kita seiman!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gue lagi putus cinta,&rdquo; celetuknya tiba-tiba sembari menyeruput mie instan. Tanpa sadar aku tertawa mendengar celetukannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Enggak usah ketawa, <em>lo</em>, mahasiswa abadi,&rdquo; celetuknya dengan tegas. Serentak, aku mengubah tawaku menjadi senyum kecil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Sorry</em>, <em>sorry</em>,&rdquo; ucapku sambil senyum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya gitu deh, gue lagi putus cinta, gue ditinggal.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ditinggal nikah?&rdquo; tanyaku langsung tanpa berpikir</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia hanya menjawab dengan anggukan sambil menyeruput mie miliknya, kemudian kita hanya diam dan menikmati makanan masing-masing sambil merasakan dinginnya angin malam Papandayan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi <em>lo&nbsp;</em>serius lagi&nbsp;</span><span><em>broken heart</em></span><span>? Kenapa?&rdquo; tanyaku penasaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa apanya?&rdquo; tanyanya langsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa <em>lo</em> ditinggal?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia menjawab sambil menghela napasnya, &ldquo;<em>Hm</em>, karena berbagai perbedaan yang kita miliki.&rdquo; mendengar jawabannya aku hanya mengangguk sambil ber-oh ria.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa menit setelah makan, dia kembali memainkan gitarnya dan memetik senar gitar dengan lagu yang belum jelas terdengar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Udah, <em>lo&nbsp;</em>nggak usah banyak tanya. Mending nyanyi aja, biar gue yang iringi,&rdquo; celotehnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Enggak, <em>lo&nbsp;</em>aja,&rdquo; jawabku singkat</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu tiba-tiba dia memainkan lagu <em>This I Believe</em> dari Hillsong Worship.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Akankah kita&nbsp;</span><span><em>worship</em></span><span><em>&nbsp;</em>bersama malam hari ini?&quot; tanyaku dalam hati. Lalu dia bernyanyi dengan suara merdunya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&quot;Our Father everlasting the all-creating one</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>God Almighty. Through your holy spirit&hellip;&quot;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku diam terpesona melihat dia bernyanyi dengan penuh rasa, seolah-olah dia sangat paham dengan setiap lirik dari lagu itu. Dinginnya angin Papandayan &nbsp;dan indahnya &nbsp;langit yang ditaburi bintang-bintang, membuat gadis itu seolah-olah menyampaikan rasa syukurnya lewat lagu itu, atas keindahan yang kami rasakan malam ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nyanyi, dong!&rdquo; ucapnya kepadaku di sela nyanyiannya. Aku mengangguk dan tersenyum mendengar ajakannya, lalu kita menyanyikan bagian&nbsp;</span><span><em>reff</em></span><span><em>&nbsp;&nbsp;</em>lagu itu bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&quot;I believe in God our Father. I believe in Christ the Son</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>I believe in the Holy Spirit. Our God is three in on&hellip;&quot;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku melihat jam di tanganku yang sudah menunjukan pukul 22.35.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sudah malam. Udara juga makin dingin, gue mau istirahat, <em>lo&nbsp;</em>masih mau nyanyi?&rdquo; Tanpa menjawab, gadis itu berdiri dan kembali ke tendanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nama gue Ava. Kita belum kenalan,&rdquo; teriaknya tiba-tiba sebelum masuk ke dalam tenda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gue Alan,&rdquo; jawabku singkat sambil masuk ke dalam tenda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ava, Ava, Ava,&rdquo; gumamku sambil tersenyum. Dan setelah berdoa, aku membaringkan tubuhku, tanpa menyentuh buku panduan skripsi yang selalu aku bawa. Entah harus aku anggap sahabat atau musuh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pagi ini aku bangun jam enam dan berharap bisa menyaksikan indahnya&nbsp;</span><span><em>sunrise</em></span><span>. Benar saja, saat keluar tenda, aku melihat indahnya matahari yang mulai menampakkan dirinya. Tiba-tiba, mataku tertuju pada gadis yang sedari tadi berdiri dengan memegang kameranya. Dia yang menyadari keberadaanku, menoleh dan mengarahkan kameranya ke arah ku seperti yang dilakukan saat awal kita bertemu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selamat pagi!&rdquo; teriaknya ke arahku dengan menampilkan senyum lebarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pagi,&rdquo; balasku dengan senyum kecil dan kembali melihat matahari yang memberikan warna&nbsp;</span><span><em>orange</em></span><span><em>&nbsp;</em>khasnya. Setelah hampir jam sembilan, aku memberanikan diri untuk menghampiri Ava.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Lo&nbsp;</em>turun jam berapa?&rdquo; tanyaku sambil duduk tak jauh darinya. Dia diam sejenak sambil melihat jam di pergelangannya, &ldquo;<em>Hm</em>, kayaknya sekitar jam sembilan deh biar nggak terlalu panas. <em>Lo&nbsp;</em>gimana? Atau <em>lo&nbsp;</em>mau&nbsp;</span><span><em>stay</em></span><span><em>&nbsp;</em>disini nyelesain &nbsp;tu skripsi?&rdquo; tanyanya balik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku tertawa mendengar pertanyaannya, &ldquo;Gue juga turun jam segitu.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh, ya udah, turun bareng dong,&rdquo; jawabnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Yes</em>!&rdquo; jawabku dalam hati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yaudah deh, kalau gitu gue bersih-bersih dulu,&rdquo; &nbsp;lanjutku sambil berdiri dan pergi. Setelah mengemas, aku memungut bungkusan makanan di sekeliling tenda untuk dibawa turun, begitu juga dengan Ava, lalu kita pun bergegas turun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di perjalanan, Ava hanya sibuk dengan kameranya, mengambil gambar di kiri dan kanan. Sementara aku hanya tersenyum dan gelengkan kepala melihat aksinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semangat, Alan, ntar lagi sampai dan ingat masih ada skripsi yang harus <em>lo&nbsp;</em>selesaikan!&rdquo; teriaknya ke arah ku sambil tersenyum lebar. Aku yang mendengar kata skripsi hanya menghela napas, berharap semuanya segera selesai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah beberapa jam, kita tiba di&nbsp;</span><span><em>basecamp</em></span><span>&nbsp;tempat kita memulai pendakian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Va, gue ke toilet dulu. Nitip&nbsp;</span><span><em>carrier</em>,&nbsp;</span><span>ya,&rdquo; ucapku sambil berdiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oke,&rdquo; jawabnya singkat. Lalu aku ke toilet dan membasuh wajahku. Setelah membasuh wajah, aku kembali ke basecamp.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Va, <em>lo&nbsp;</em>enggak ke toilet?&rdquo; tanya ku asal tanpa melihat Ava. Tapi yang dipanggil tak kunjung menyahut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ava, <em>lo&nbsp;</em>enggak ke toilet?&rdquo; ucapku lagi sambil masuk ke dalam&nbsp;</span><span>basecamp</span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi, saat masuk, aku tidak melihat Ava, aku hanya melihat&nbsp;</span><span><em>carrier</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang tadi aku titipkan ke Ava. Kemudian, aku keluar dan mencari Ava di sekeliling&nbsp;</span><span><em>basecamp</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Masa dia udah pergi?&rdquo; tanyaku dalam hati. Dan aku mencoba untuk menunggu, berharap Ava kembali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ah, sial! Mana gue lupa minta nomor atau medsosnya lagi,&rdquo; &nbsp;gumamku sambil menggaruk kepala yang tidak gatal sama sekali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ah! Ava, Ava. Kok gue bisa lupa minta kontak lu sih?&rdquo; Kesalku sambil masuk ke dalam&nbsp;</span><span><em>basecamp</em></span><span>. Karena Ava tidak kembali, aku memutuskan untuk pergi. Namun, saat mengambil&nbsp;</span><span><em>carrier</em></span><span>, mataku tiba-tiba tertuju pada kertas kecil yang tertempel pada saku samping carrierku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Gue cabut duluan. Semangat kerja skripsinya.&rdquo; Isi tulisan pada kertas kecil yang disertai gambar senyuman kecil di akhir katanya. Surat itu dilengkapi tanda tangan dan tertera nama &lsquo;Ava&rsquo; di sudut kiri bawah surat. Dan tiba-tiba, aku menyadari sebuah foto berukuran kecil &nbsp;jatuh dari&nbsp;</span><span><em>carrier</em></span><span>-ku. Saat melihat foto itu, aku hanya tersenyum. Aku menyadari itu adalah fotoku yang diambil Ava saat &nbsp;pertama &nbsp;kali aku &nbsp;sampai di puncak kemarin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ah, Ava. Kok gue bisa lupa minta kontak lo si?&rdquo; kesalku. &nbsp;Kemudian aku berjanji untuk semangat selesaikan skripsi dan akan kembali ke sini, berharap bisa ketemu Ava.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Pokoknya gue harus ketemu lo lagi, Ava!&rdquo; &nbsp;ucapku semangat sambil melangkahkan kaki dari <em>basecamp</em>.</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold;"><span><em>Cerpen ditulis oleh Laurensia Zoraida Alvis, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi, FISIP 2021.</em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Catut Nama Dosen dan Minta Diisikan Pulsa Jadi Modus Penipuan di Faperta, Mahasiswa Rugi Jutaan Rupiah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/catut-nama-dosen-dan-minta-diisikan-pulsa-jadi-modus-penipuan-di-faperta-mahasiswa-rugi-jutaan-rupiah/baca </link>
<guid> catut-nama-dosen-dan-minta-diisikan-pulsa-jadi-modus-penipuan-di-faperta-mahasiswa-rugi-jutaan-rupiah </guid>
<pubDate> Sat, 14 Jan 2023 11:29:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Modus penipuan mengatasnamakan dosen di Faperta </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/catut-nama-dosen-dan-minta-diisikan-pulsa-jadi-modus-penipuan-di-faperta-mahasiswa-rugi-jutaan-rupiah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8nxrtUo6td.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Catut Nama Dosen dan Minta Diisikan Pulsa Jadi Modus Penipuan di Faperta, Mahasiswa Rugi Jutaan Rupiah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Menjelang akhir tahun lalu, sejumlah mahasiswa Faperta dihebohkan dengan adanya telepon dari nomor asing yang mengatasnamakan dosen pengampu mata kuliah dengan mengiming-imingi perbaikan nilai akhir semester. Adapun syarat untuk mendapatkannya adalah dengan mengirimkan pulsa dalam jumlah ratusan ribu rupiah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menindaklanjuti kabar tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>menemui Rita Mariati selaku Ketua Jurusan (Kajur) Agribisnis pada Senin (9/1). Rita menekankan bahwa selama ini dosen-dosen di Faperta tidak pernah melakukan pengubahan nilai mahasiswa, kecuali jika terdapat kesalahan dalam penilaian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang dikatakannya (pelaku) adalah nilai ujian mahasiswa itu rendah, jadi jika ingin memperbaiki nilai, dia meminta sejumlah kompensasi. Kebanyakan yang dia minta untuk ditransferkan itu pulsa, dan nominalnya ada yang minta dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu rupiah,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk memastikan, Rita telah melakukan konfirmasi dengan dosen yang namanya digunakan dalam modus pungutan liar (Pungli) ini. Ternyata, dosen tersebut merupakan korban atas pencatutan nama oleh pelaku penipuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, terdapat salah satu mahasiswa yang sempat dikirimi nomor rekening oleh pelaku. Namun, saat diperiksa ternyata rekening tersebut berasal dari Sumatera.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu sepertinya sudah komplotan luar, bukan dari sini. Jadi akhirnya kami berkesimpulan bahwa itu memang penipuan. Momennya pas saat&nbsp;</span><span><em>input</em></span><span><em>&nbsp;</em>nilai, jadi dia (pelaku) menghubungi dengan berbagai nomor.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut dirinya mengungkap bahwa pelaku penipuan tersebut menggunakan sistem berantai, yakni menyasar satu mahasiswa ke mahasiswa lainnya dengan acak. Sebab pelaku mengatakan kepada korban bahwa nilai mata kuliahnya anjlok, tetapi saat diperiksa di Sistem Informasi Akademik (SIA) ternyata korban mendapatkan nilai A.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dia (pelaku) enggak tahu nilai mahasiswa itu. Kalau dia pintar dan bisa meretas SIA, pasti korbannya mahasiswa yang nilainya D.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga saat ini terdapat dua mahasiswa Faperta yang melapor sebagai korban penipuan. Sebagai upaya untuk mengantisipasi kejadian ini, Rita menegaskan kepada mahasiswa bahwa tidak pernah ada dosen yang meminta mereka untuk memperbaiki nilai. Oleh sebab itu, mahasiswa tidak perlu melayani pesan teks atau telepon yang mengatasnamakan dosen dengan iming-iming memperbaiki nilai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika mahasiswa berpikir jernih, nilai itu sudah keluar seminggu sebelum kejadian penipuan. Kecuali dia (mahasiswa) belum membuka SIA dan panik karena ditelepon dosen. Saya menyimpulkan pasti dia panik, namanya mahasiswa baru,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengakuan lain juga awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;peroleh dari salah satu mahasiswa yang menjadi Ketua Tingkat Agribisnis angkatan 2022 pada Selasa (10/1). Rian (bukan nama sebenarnya) menginformasikan bahwa total kerugian korban mencapai Rp1.900.000.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Posisi saya lagi di rumah. Awalnya ada teman saya yang ditelepon oleh penipu itu, dan dia mengaku-ngaku sebagai dosen. Penipu itu menghubungi teman saya untuk meminta diisikan pulsa dan nomor-nomor telepon mahasiswa yang ada di grup angkatan kami.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ungkap Rian, ketika temannya melaporkan hal tersebut ke grup angkatan, ia baru menyadari bahwa itu adalah penipu. Sebab nomor dosen yang dicatut penipu tersebut berbeda dengan yang aslinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di situ saya langsung suruh untuk menarik pesan yang isinya nomor-nomor telepon angkatan kami, tapi ternyata penipu itu sudah nyimpan beberapa nomor yang dikirim teman saya itu. Kemudian penipunya langsung menghubungi beberapa nomor dan ada dua orang yang jadi korban,&rdquo; papar Rian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rian mengatakan bahwa kedua temannya yang menjadi korban tersebut belum membaca pesan di grup angkatan. Adapun salah satu korban mengaku dirinya tidak sadar ketika sedang mengirimkan pulsa kepada pelaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari pengakuan teman saya, sih, dia baru bangun tidur. Jadi kayak belum sadar secara utuh gitu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat sekitar sebelas orang yang ditelepon pelaku dengan menggunakan nomor yang berbeda. Setelah kejadian tersebut, Rian ditelepon oleh Kajur Agribisnis untuk menceritakan kronologisnya secara rinci.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pesan saya yang paling pertama jangan panik, soalnya teman saya rata-rata panik ditelepon orang yang mengaku bahwa dirinya dosen. Mungkin bisa ditanyakan ke ketua tingkat atau teman angkatan yang lain supaya bisa memastikan nomornya itu asli atau bukan,&rdquo; pesannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kasus Penipuan yang Menjadi Agenda Menahun&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menilik lebih lanjut kasus penipuan serupa,&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>turut menghubungi M. Hasyim Mustamin selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Dari informasi yang disampaikan, nama Hasyim sebelumnya juga pernah dicatut dengan modus serupa dua tahun lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejak semester ganjil tahun 2022, saya sudah tidak aktif lagi mengajar karena sedang melanjutkan studi di Bandung, jadi agak kaget kok ada nama saya juga dicatut,&rdquo; terangnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuh Hasyim kasus serupa telah berulang kali terjadi di Unmul. Kasus yang melibatkan namanya ini pernah terjadi kala ia ditugaskan menjadi penanggung jawab Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM DN) pada tahun 2021.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi memang penipuan jenis ini, itu pernah terjadi juga waktu pertukaran mahasiswa, saat itu ada mahasiswa yang dihubungi. Saat itu juga langsung saya lokalisir, mengingatkan langsung di grup mahasiswa itu. Tapi saat itu enggak sampai ditransfer ya,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Harap Hasyim modus penipuan dengan tujuan mendongkrak nilai bisa mendapat perhatian khusus dari universitas. &nbsp;&ldquo;Iya, makanya harus segera ditelusuri itu. Harus cepat dilaporkan. Supaya tidak terjadi lagi.&rdquo; <strong><em>(sya/fza/ahn/ems)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SNBP 2023 Segera Dibuka, Apa Saja Perbedaannya dengan SNMPTN? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/snbp-2023-segera-dibuka-apa-saja-perbedaannya-dengan-snmptn/baca </link>
<guid> snbp-2023-segera-dibuka-apa-saja-perbedaannya-dengan-snmptn </guid>
<pubDate> Tue, 17 Jan 2023 08:15:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SNBP, proses seleksi masuk PTN pengganti SNMPTN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/snbp-2023-segera-dibuka-apa-saja-perbedaannya-dengan-snmptn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7S42MlaHtI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>SNBP 2023 Segera Dibuka, Apa Saja Perbedaannya dengan SNMPTN?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Memasuki tahun ajaran baru, para siswa tingkat akhir SMA maupun SMK sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun 2023. Sejumlah sekolah di seluruh Indonesia pun telah mengumumkan daftar siswa <em>eligible</em>. Siswa yang berhasil masuk ke dalam daftar tersebut dapat melakukan registrasi akun untuk mengikuti seleksi melalui jalur prestasi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Namun, ada yang berbeda dalam pelaksanaan seleksi tahun ini. Salah satunya adalah perubahan nama dari yang semula bernama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menjadi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>SNBP merupakan proses seleksi berdasarkan rata-rata nilai rapor, portofolio dan prestasi-prestasi lainnya. Seleksi tersebut dilaksanakan secara daring melalui laman resmi&nbsp;</span><a href="https://portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/"><span>Portal SNPMB (kemdikbud.go.id)</span></a><span>&nbsp;yang berada di bawah naungan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). Pendaftaran SNBP akan segera dibuka pada 14 Februari mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya perubahan nama saja, terdapat pula sejumlah perubahan mekanisme pada seleksi masuk perguruan tinggi kali ini. Lantas, apa saja perbedaannya?</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Lembaga Pelaksana</strong></span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika di tahun sebelumnya seleksi masuk perguruan tinggi diselenggarakan oleh Lembaga Tinggi Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), tahun ini, lembaga tersebut resmi dibubarkan dan digantikan oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP). Ihwal tersebut berdasarkan Permendikbud Nomor 48 tahun 2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>BPPP atau yang biasa disebut dengan BP3 berada di bawah naungan Kemendikbud Ristek. Sedangkan LTMPT merupakan lembaga independen yang juga berada di bawah naungan Kemdikbud Ristek.</span></p><ol start="2" style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Indikasi Penilaian</strong></span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat perbedaan indikasi penilaian antara SNMPTN dan SNBP. Penilaian dalam SNMPTN hanya berfokus pada mata pelajaran tertentu. Sedangkan SNBP turut mempertimbangkan nilai di seluruh mata pelajaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sistem penilaian SNBP, akan diambil sebanyak 50 persen nilai rata-rata rapor dari seluruh mata pelajaran (akademik) dan 50 persen penilaian prestasi yang berasal dari minat bakat siswa (non akademik) sebagai pertimbangan untuk masuk perguruan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut bertujuan agar siswa menaruh minat dan perhatian terhadap semua mata pelajaran yang ada, bukan hanya pada mata pelajaran tertentu yang dianggap penting. Sistem penilaian SNBP juga bertujuan agar siswa tidak segan untuk menggali lebih dalam minat dan bakat mereka guna meraih prestasi.</span></p><ol start="3" style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sistem Lintas Jurusan</strong></span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan SNMPTN, para peserta lintas jurusan tak perlu merasa was-was karena minimnya peluang untuk lolos, sebab peserta SNBP dapat leluasa untuk mengambil jurusan apapun saat mendaftar. Pertimbangan semua mata pelajaran sebagai indikasi penilaian memungkinkan siswa untuk lintas jurusan dalam SNBP dengan peluang yang sama besarnya.</span></p><p>Nah, itu dia beberapa perbedaan antara SNMPTN dan SNBP yang berhasil <em>Sketsa&nbsp;</em>rangkum untukmu. Jangan lupa untuk mempersiapkan dirimu sebaik mungkin! <em><strong>(mlt/ner/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sajian Makanan untuk Dosen saat Sidang Skripsi: Budaya atau Gratifikasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sajian-makanan-untuk-dosen-saat-sidang-skripsi-budaya-atau-gratifikasi/baca </link>
<guid> sajian-makanan-untuk-dosen-saat-sidang-skripsi-budaya-atau-gratifikasi </guid>
<pubDate> Tue, 17 Jan 2023 12:36:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Momok menyediakan makanan saat sidang skripsi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sajian-makanan-untuk-dosen-saat-sidang-skripsi-budaya-atau-gratifikasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1QAqIw8ozQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sajian Makanan untuk Dosen saat Sidang Skripsi: Budaya atau Gratifikasi?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Menjelang seminar atau sidang skripsi, mahasiswa tak hanya disibukkan dengan urusan administrasi maupun persiapan diri untuk menjawab pertanyaan dari dosen penguji. Namun, mereka turut menyiapkan berbagai sajian makanan untuk diberikan kepada dosen. Rupanya, ini kerap terjadi di berbagai kampus di Indonesia, tak terkecuali Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>kemudian mewawancarai Willy (bukan nama sebenarnya), mahasiswa FEB 2018 untuk dimintai tanggapannya terkait hal tersebut. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, ia mengaku keberatan ketika menyajikan makanan kepada dosen di saat sidang skripsi menjadi suatu budaya yang dianut oleh mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya untuk biayanya aku tidak masalah. Mungkin lebih ke budaya yang dianut oleh mahasiswa di mana kita &lsquo;diharuskan&rsquo; untuk menyediakan makanan kepada dosen,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp pada Selasa (10/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun dirinya turut mempertanyakan apakah dengan menyajikan makanan kepada dosen akan berdampak kepada proses pengujian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seakan-akan makanan enak akan menambah kesempatan agar sidang kita berjalan dengan baik. Jika iya, bukankah itu termasuk sogokan, ya?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Willy pun mengaku bahwa ia telah menyuarakan soal tidak diperlukannya menyediakan makanan kepada dosen saat seminar maupun sidang skripsi. Namun, dirinya kalah suara dari teman-temannya sehingga ia akhirnya ikut patungan sebesar Rp47.000 untuk menyediakan ayam kampung bakar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemarin langsung diskusi dosen ini mau lauknya apa. Cukup kaget sih, dalam pikiranku, kan, yang pertama dibincangkan harusnya mau dibelikan makanan atau enggak. Menurutku pribadi, mungkin budaya ini sudah melekat dan sudah menjadi keharusan bagi mahasiswa,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lain datang dari Reno (bukan nama sebenarnya), mahasiswa FISIP 2016. Menurutnya, kebiasaan menyajikan makanan kepada dosen cukup membuatnya merasa keberatan karena dirinya tengah mengalami penurunan ekonomi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bebernya, ia sempat menanyakan langsung kepada pihak program studi (Prodi) mengenai hal tersebut. Ternyata, tidak terdapat aturan terkait menyediakan makanan kepada dosen saat melakukan seminar atau sidang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Saya tadi habis dari kampus untuk menanyakan ke Prodi saya, katanya tidak ada peraturan itu. Sudah dihapuskan,&rdquo; ungkapnya melalui sambungan telepon WhatsApp pada Selasa (10/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Reno pun beranggapan bahwa memberikan makanan kepada dosen merupakan bentuk dari apresiasi, yang tentunya tidak memberatkan bagi mahasiswa maupun dosen itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menyediakan air putih,&nbsp;</span><span><em>snack-snack</em>.&nbsp;</span><span>Intinya, ya, itu tidak memberatkan mahasiswa dan juga tidak memberatkan dosennya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Willy yang menyediakan makanan dengan sistem patungan bersama teman-temannya, Reno ternyata menyediakannya secara individu. Ia menuturkan bahwa dirinya merogoh kocek lebih dari Rp500.000 untuk menyediakan makanan berupa nasi padang Upik, Torani, beserta makanan ringan lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lantas hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah sebenarnya menyediakan makanan untuk dosen ketika seminar sidang skripsi termasuk budaya atau praktik gratifikasi?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Martinus Nanang, dosen Pembangunan Sosial memberikan pendapatnya tentang menyediakan makanan saat seminar atau sidang. Ia mengungkapkan bahwa menyediakan makanan untuk dosen tidak termasuk gratifikasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setahu saya batas minimal standar gratifikasi adalah 1 juta. Di sisi lain, pemberian makanan itu, meskipun murah, bisa juga memengaruhi dosen dalam memberi nilai. Tetapi sejauh ini saya mengamati bahwa dosen (termasuk saya sendiri) tidak terpengaruh oleh makanan atau hadiah yang diberikan mahasiswa,&rdquo; ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp pada Kamis (12/01).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui penuturannya, kebiasaan mahasiswa untuk menyediakan makanan sudah dilakukan selama puluhan tahun terutama di FISIP Unmul sendiri. Adapun menyediakan makanan saat seminar menurutnya termasuk dalam norma karena suatu kebiasaan merupakan bentuk dari norma sosial yang tidak tertulis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Martinus, walaupun tidak diwajibkan, akan tetapi mahasiswa tetap bisa menyajikan makanan secara sukarela karena norma atau kultur yang ada di kalangan mahasiswa telah terbangun sejak lama. Ini menyebabkan mahasiswa merasa wajib untuk menyajikan makanan ketika seminar ataupun sidang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya kira memang sebaiknya mahasiswa tidak diwajibkan menyediakan makanan saat seminar, bahkan minuman saja pun tidak perlu diwajibkan. Namun, dosen harus diberitahu, sehingga dosen bisa membawa minum sendiri. Minuman adalah kebutuhan penting bagi dosen saat mengajar maupun menguji.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun Martinus menambahkan bahwa per Rabu (11/1) lalu, dosen-dosen FISIP telah menyelenggarakan rapat dan menegaskan kembali secara resmi bahwa tidak wajib bagi mahasiswa untuk menyediakan makan pada waktu seminar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin pengumumannya akan segera disampaikan secara resmi,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>mar/sky/ali/nnf/ems</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Crisis Public Relations: Strategi Menghadapi dan Mengelola Krisis Perusahaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/crisis-public-relations-strategi-menghadapi-dan-mengelola-krisis-perusahaan/baca </link>
<guid> crisis-public-relations-strategi-menghadapi-dan-mengelola-krisis-perusahaan </guid>
<pubDate> Wed, 18 Jan 2023 09:17:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pentingnya public relation bagi sebuah perusahaan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/crisis-public-relations-strategi-menghadapi-dan-mengelola-krisis-perusahaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/S3PuuUCbzX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Crisis Public Relations: Strategi Menghadapi dan Mengelola Krisis Perusahaan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &mdash;&nbsp;</span>Sebuah krisis yang hadir tidak mengenal keadaan dan waktu pada sebuah instansi saat ini. Tak peduli bidang apa yang melatarbelakanginya, tak peduli apakah ia seorang tukang penjual sepatu, baju, hingga makanan seperti tukang bakso dan lainnya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Krisis yang hadir tak serta-merta selalu menghantui perusahaan. Ia dapat hadir sebagai pengingat bahwa publik dapat merasakan kehadiran maupun efek yang diberikan oleh setiap produk dan jasa dari perusahaan tersebut. Hal ini dapat menimbulkan pro dan kontra akan hadirnya sebuah produk dan jasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wajah dari sebuah perusahaan terletak pada&nbsp;</span><span><em>public relations</em></span><span>&nbsp;yang dimiliki. Dalam buku setebal 366 halaman ini, disebutkan bahwa&nbsp;</span><span><em>public relations</em></span><span>&nbsp;(PR) adalah bidang yang berkaitan dengan mengelola citra dan reputasi seseorang ataupun sebuah lembaga di mata publik. Kalimat tersebut ditulis oleh Firsan Nova dalam buku ini, seorang&nbsp;</span><span><em>Associate Consultant</em>&nbsp;</span><span>dan</span><span>&nbsp;<em>Public Relations Strategist</em></span><span>, juga memiliki latar belakang pendidikan Master dalam bidang pemasaran strategik. Selain terjun ke dalam dunia profesional, menulis merupakan salah satu&nbsp;</span><span><em>passion</em></span><span>-nya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hidup bersanding dengan eratnya&nbsp;</span><span><em>public relations</em></span><span>&nbsp;membuat ia memahami bahwa nama baik adalah aset yang tak ternilai. Ketika sebuah peristiwa terjadi dan berpotensi menurunkan citra seorang tokoh publik, maka, pada saat itu telah terjadi krisis</span><span>&nbsp;<em>public relations</em>.</span><span>&nbsp;Buku ini membahas segala hal yang berkaitan dengan bagaimana strategi PR dalam menghadapi krisis, membangun citra terbaik di masyarakat, mengelola isu dan menjaga citra perusahaan yang ada.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seringkali krisis yang muncul menjadi konsumsi publik lewat media. Maka, sangat diperlukan peran PR sebagai media, juga penunjang faktor penting dalam mentransformasi sebuah krisis menjadi peluang dalam mempertahankan nama baik perusahaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Buku ini terbagi ke dalam sembilan bab yang dimulai dengan pengenalan mengenai apa itu&nbsp;</span><span><em>public relations</em></span><span>, fungsi dan tugas, strategi dan sasaran, bagaimana cara memahami krisis beserta dengan tahapan-tahapan krisis, manajemen krisis, manajemen isu, hingga membangun citra dan reputasi perusahaan. Dengan fokus pembahasan mengenai antisipasi sebuah perusahaan terhadap krisis yang sangat dimungkinkan terjadi, buku ini hadir untuk memberikan pengetahuan dan langkah-langkah nyata dalam menghadapi krisis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak melulu membahas teori, Crisis Public Relation juga menyuguhkan berbagai kasus yang terjadi di Indonesia sejalan dengan ramainya permasalahan yang sering terjadi pada sebuah perusahaan. Firsan mengambil beberapa contoh kasus yang telah terjadi di Indonesia hingga mancanegara dengan menjadikan berita di media sebagai rujukan atau contohnya dalam menganalisis krisis yang terjadi. Dengan fokus penekanan bahwa krisis adalah hal terpenting dalam menjaga reputasi dan kredibilitas perusahaan nantinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa kasus pun diangkat dalam buku ini. Contohnya ialah permasalahan mengenai&nbsp;</span><span>&ldquo;<em>out of stock products</em>&rdquo;.</span><span>&nbsp;Pada September 2008 silam, salah satu perusahaan air kemasan galon mengalami kelangkaan. Banyak pelanggan yang kesulitan untuk membeli produk Aqua kemasan galon dari gerai retail. Pihak Aqua kemudian dengan sigap mengeluarkan&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>&nbsp;untuk merespons isu kelangkaan tersebut yang tengah beredar di masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disebutkan bahwa kelangkaan yang terjadi saat itu hanya bersifat sementara dikarenakan adanya gangguan operasional pengangkutan produk yang berlangsung antara 26 September sampai dengan 6 Oktober 2008. Sedangkan sumber mata air yang mereka miliki tidak memiliki masalah (aman dan terlindungi). Aqua mengungkap bahwa komitmen yang dimiliki untuk terus melayani pelanggan dan akses untuk mendapatkan air minum yang aman dan berkualitas tinggi adalah hak setiap manusia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan menjelaskan keadaan riil kepada khalayak umum, terkhusus kepada langganan-langganan, Aqua dapat mengurangi kesalahan informasi dan krisis dalam perusahaan. Meyakinkan masyarakat dengan mengumumkan bahwa produk yang dimiliki tetap aman dan terjamin kualitasnya merupakan salah satu tugas PR dalam menangani krisis yang ada.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Buku ini sangat cocok untuk menjadi panduan bagi setiap insan yang hendak terjun di dalam dunia&nbsp;</span><span><em>public relations</em></span><span>&nbsp;atau hubungan masyarakat sebagai bekal dalam menapaki pekerjaan mereka. Menjadi seorang PR bukanlah hal yang mudah, sebab diperlukan pengetahuan yang luas, mengetahui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang ada dan keyakinan dalam menakar setiap kondisi yang terjadi di sekitar perusahaan. Mengetahui bagaimana respons dan keinginan dari audiens menjadi salah satu dari banyaknya pekerjaan rumah seorang PR dalam membangun citra yang baik pada tempatnya bernaung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persepsi, citra dan realitas merupakan tiga komponen utama dalam melahirkan produk-produk&nbsp;</span><span><em>public relations</em></span><span>&nbsp;yang bermutu dan memberi kebermanfaatan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Crisis Public Relations hadir sebagai media pembelajaran yang akurat dan efektif dalam membangun dasar-dasar kemampuan PR.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Buku yang memiliki 366 halaman ini terbilang cukup tebal. Namun, tidak dibutuhkan banyak waktu untuk menamatkannya. Penggunaan bahasa yang tidak kaku dengan tetap memperhatikan kaidah kebahasaan, membuat siapapun yang membacanya akan terhipnotis dengan penjelasan-penjelasan yang diberikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Meski secara keseluruhan buku ini berisi tentang banyaknya teori kehumasan, Crisis Public Relations oleh Firsan Nova dapat dijadikan semacam panduan praktis sewaktu-waktu bagi mereka yang membutuhkan pengetahuan terkait manajemen krisis. <strong style="font-weight: bold;"><span><em>(ysn/dre)</em></span></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gedung Mangkrak FKIP Banggeris Ditargetkan Rampung Juni Mendatang, Sunardi: Bisa Menampung 3 Prodi FKIP Pahlawan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gedung-mangkrak-fkip-banggeris-ditargetkan-rampung-juni-mendatang-sunardi-bisa-menampung-3-prodi-fkip-pahlawan/baca </link>
<guid> gedung-mangkrak-fkip-banggeris-ditargetkan-rampung-juni-mendatang-sunardi-bisa-menampung-3-prodi-fkip-pahlawan </guid>
<pubDate> Wed, 18 Jan 2023 13:07:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perkara gedung mangkrak FKIP Banggeris </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gedung-mangkrak-fkip-banggeris-ditargetkan-rampung-juni-mendatang-sunardi-bisa-menampung-3-prodi-fkip-pahlawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kZlFt4Z5ga.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gedung Mangkrak FKIP Banggeris Ditargetkan Rampung Juni Mendatang, Sunardi: Bisa Menampung 3 Prodi FKIP Pahlawan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &ndash;&nbsp;</span>Hingga saat ini pembangunan gedung FKIP di Banggeris tak kunjung usai. Terbaru, kondisi pondasi yang telah dibangun sejak 2019 tertutupi dengan tingginya rerumputan dan tak ada kelanjutan pembangunan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini senada seperti yang diungkap oleh Muhammad Fajar Hidayat selaku Gubernur BEM FKIP. Bebernya, ia telah melihat proses pembangunan pondasi bangunan sejak menginjak tahun pertama perkuliahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi di tahun 2019 itu baru ada pondasinya, yang aku tau sekitar berapa miliar gitu habis untuk pondasi aja,&rdquo; tuturnya saat ditemui oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Rabu (14/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak tinggal diam, Fajar menyebut BEM FKIP telah beberapa kali menindaklanjuti hal tersebut ke Dekanat. Meski pihaknya telah mendapati bahwa target penyelesaian pembangunan ini akhir tahun 2022, tak bisa ditampik perihal dana dan kondisi pandemi Covid-19 menjadi kendala utama dalam keberlanjutan pembangunan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembangunan gedung ini turut berimbas pada fasilitas kampus. Salah satunya lapangan di kampus Banggeris yang sebelumnya kerap menjadi tempat mahasiswa dalam melakukan berbagai kegiatan kini menjadi hancur hingga tak bisa digunakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semenjak ada pembangunan itu, kan, dilewati terus sama mobil dan alat berat. Jadi jalannya hancur, tidak bisa dipakai lagi. Padahal itu sering digunakan mahasiswa untuk bermain voli, menyelenggarakan OSPEK, rapat, dan sebagainya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Fajar, fakultas seharusnya memiliki rencana jangka panjang ihwal pembangunan gedung khususnya dalam hal pendanaan agar tak hanya mengharapkan pemberlakuan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang pada saat itu seluruh ketua Himpunan dan BEM sama-sama menolak adanya SPI. Meskipun memang dampak yang didapatkan itu bisa dikatakan bangunan kita tertinggal dari beberapa fakultas lain karena tidak diberlakukan SPI di fakultas kita,&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya pun merasa bahwa seharusnya ada strategi lain yang disusun oleh fakultas untuk menanggulangi permasalahan ini. Sebab pembangunan tersebut sudah berjalan selama hampir empat tahun, tetapi masih belum rampung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harus menjadi tanggung jawab juga. Apalagi Prof. Amir ini, kan, tahun depan (2023) akan didemisionerkan. Saya sudah hampir lulus, tapi dari awal saya kuliah sampai sekarang masih belum sempat merasakan bangunannya,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>menemui Sunardi selaku Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FKIP pada Rabu (11/1) lalu. Tegasnya, pembangunan Gedung di Banggeris sudah diserahkan ke Rektor Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dananya sudah ada di sana dan Pak rektor sekarang yang menangani secara langsung mengenai pembangunan Banggeris. Bukan hanya Banggeris ya, Pertanian, Fisipol, dan Farmasi,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-peroleh-dana-hibah-42-m-untuk-mengatasi-gedung-mangkrak/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-peroleh-dana-hibah-42-m-untuk-mengatasi-gedung-mangkrak/baca" target="_blank">Unmul Peroleh Dana Hibah 42 M untuk Mengatasi Gedung Mangkrak</a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun Sunardi membeberkan bahwa sejak Abdunnur terpilih menjadi Rektor Unmul, dirinya selaku koordinator pembangunan Gedung FKIP Banggeris telah mendatangi dan menghadap Abdunnur untuk menyerahkan segala urusan pembangunan kepadanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kami semuanya&nbsp;</span><span><em>ndak&nbsp;</em></span><span>ngurusin masalah penentuan bagaimana mau menyelenggarakannya. Kami hanya membantu melengkapi dokumen teknis terkait pembangunannya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Sunardi memberikan keterangan bahwa pembangunan gedung FKIP di Banggeris ditargetkan rampung pada Juni mendatang. Ihwal tersebut menyesuaikan pula dengan tenggat pelaporan dana hibah 42 miliar kepada Pemprov Kaltim per Agustus 2023 nanti. Imbuhnya, gedung baru ini nantinya akan terdiri dari dua lantai dengan masing-masing lantai terdapat sepuluh ruang kelas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi dengan selesainya gedung tersebut, FKIP akan bisa menampung mahasiswa pindahan dari FKIP Pahlawan yang berjumlah hampir seribu mahasiswa dari tiga program studi,&rdquo; kunci Sunardi.<strong>&nbsp;&nbsp;</strong><em><span style="font-weight: bold;">(</span><span style="font-weight: bold;">amg/sky/ems</span><span style="font-weight: bold;">)</span></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mitos Kapuhunan: Bentuk Kearifan Lokal yang Masih Diyakini Masyarakat Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/mitos-kapuhunan-bentuk-kearifan-lokal-yang-masih-diyakini-masyarakat-kalimantan/baca </link>
<guid> mitos-kapuhunan-bentuk-kearifan-lokal-yang-masih-diyakini-masyarakat-kalimantan </guid>
<pubDate> Fri, 20 Jan 2023 10:11:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seluk beluk kapunuhunan yang konon membawa petaka </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/mitos-kapuhunan-bentuk-kearifan-lokal-yang-masih-diyakini-masyarakat-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PdX7uHFyVd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mitos Kapuhunan: Bentuk Kearifan Lokal yang Masih Diyakini Masyarakat Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &mdash;</strong></span><span>&nbsp;Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan budaya yang menjadi warisan secara turun-temurun. Seperti di Kalimantan misalnya, terdapat mitos yang sangat dipercaya dan telah membentuk perilaku masyarakatnya sejak dulu hingga kini yakni kapuhunan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Definisi dari kapuhunan sendiri pun sempat mengalami perubahan makna seiring perkembangan zaman. Dahulu, kapuhunan diartikan sebagai sebuah peristiwa di mana seseorang mengalami gangguan seperti dirasuki oleh roh penjaga pohon yang menyebabkan orang tersebut berperilaku tidak sewajarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seiring berjalannya waktu, menurut perspektif masyarakat Kalimantan, kapuhunan saat ini memiliki arti kesialan atau wabah penyakit yang didapatkan. Perubahan makna terhadap kapuhunan</span><span>&nbsp;</span><span>disebabkan oleh nilai-nilai kebudayaan yang berubah dan terjadinya akulturasi atau pencampuran beberapa budaya dalam masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Inilah kemudian yang akan membentuk budaya baru dan menggeser atau menghilangkan budaya lama. Dengan kata lain, perubahan makna kapuhunan terjadi akibat berbagai pengalaman dari kebudayaan yang berbeda terhadap masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun kesialan itu digambarkan seperti seseorang yang akan mendapat musibah apabila tidak memakan makanan yang ditawarkan, atau apabila tidak sempat makan sesuatu yang sudah diinginkan dan dihidangkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam penelitian yang dilakukan oleh Faisal dan Ariani (Persepsi Masyarakat Banjar Terhadap Kapuhunan, 2018) menjelaskan bahwa masyarakat suku Banjar (salah satu suku di Kalimantan) sangat meyakini bahwa ketika seseorang tidak makan atau menyantap makanan yang telah disediakan, maka orang itu akan mendapatkan musibah atau kecelakaan. Beragam bentuk kapuhunan yang akan diterima misalnya seperti tersandung dan jatuh hingga kecelakaan fatal lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, mitos kapuhunan yang terus dipercaya hingga berhasil memengaruhi perilaku &nbsp;masyarakat Kalimantan ialah adanya budaya turun-menurun yang sangat kuat di dalam masyarakat. Selain itu hal ini juga diperkuat dengan pengalaman pribadi masyarakat yang pernah mengalami musibah kemudian dihubungkan dengan kejadian menolak makanan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak heran apabila hal ini lantas membekas di dalam alam sadar individu yang bersangkutan. Akhirnya, hal itu akan membentuk sebuah persepsi dari suatu peristiwa yang selanjutnya akan tercermin dalam perubahan sikap seseorang seperti yang dikutip dalam jurnal yang ditulis Faisal &amp; Ariani, di judul yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini pula yang dibahas dalam Jurnal Insight Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember oleh Putri 2019 lalu. Dalam persepsi kapuhunan yang diterima dari lingkungan seyogianya dapat membuat seseorang bersikap mudah merasa cemas, was-was, dan takut ketika menyadari telah terlupa makan atau minum yang telah ditawarkan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh sebab itu berdasarkan pendapat masyarakat setempat, ada baiknya untuk mencicipi makanan yang telah dihidangkan walau hanya sedikit. Hal ini biasa disebut dengan menyantap oleh masyarakat Kalimantan dan bertujuan agar tidak tertimpa kesialan.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>lza/snr/ems</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sampo Saset dan Gerakan Tolak Plastik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sampo-saset-dan-gerakan-tolak-plastik/baca </link>
<guid> sampo-saset-dan-gerakan-tolak-plastik </guid>
<pubDate> Sat, 21 Jan 2023 07:54:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kesenjangan sosial dan dampaknya bagi kelestarian lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sampo-saset-dan-gerakan-tolak-plastik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A0CvTjWttR.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sampo Saset dan Gerakan Tolak Plastik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak usah pakai sedotan, Mas.&rdquo;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seorang mahasiswa sedang memesan kopi di sebuah kafe yang terletak di depan gerbang Universitas Mulawarman. Ketika kopinya datang, ia mengeluarkan sedotan besi miliknya. Sepertinya untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemandangan serupa pernah saya dapati di tempat lain, yakni di sebuah kafe di samping Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pakai ini saja, Mas.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seorang mahasiswi membawa tumbler pribadi. Mirip kejadian di atas, tumbler tersebut ia pakai untuk mengganti gelas plastik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sampah plastik memang menimbulkan masalah karena jumlahnya yang banyak dan tidak mudah terurai. Bahannya pun turut merusak lingkungan sehingga manusia, hewan, dan tumbuhan dapat terkena dampaknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gerakan mengurangi plastik kemudian menjadi sebuah tren. Mulai dari sedotan besi, botol tumbler, hingga&nbsp;</span><span><em>totebag</em></span><span>. Barang-barang tersebut umum dibawa kemana-mana terutama oleh anak muda, termasuk mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya pun pernah kemana-mana membawa sedotan besi dan menolak sedotan plastik tiap memesan kopi. Meskipun, kadang membersihkannya agak merepotkan. Akhirnya saya hanya menolak dan meminum langsung dari gelas atau botolnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui Peraturan Walikota Nomor 1/2019, Pemerintah Kota Samarinda juga telah berupaya mengurangi penggunaan kantong plastik dengan melarang penyediaannya di pusat perbelanjaan. Masyarakat pun didorong untuk membawa tas belanja sendiri. Kini, terdapat banyak tempat yang telah menjual&nbsp;</span><span><em>totebag</em>&nbsp;</span><span>secara murah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penggunaan kemasan saset juga menjadi sorotan. Tahun lalu, bahkan ratusan pegiat lingkungan di Jakarta turun ke jalan. Berjalan dari Bundaran HI menuju kawasan Dukuh Atas, mereka menolak penggunaan saset plastik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apakah dengan ini masalah sampah plastik selesai?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau langsung beli botol mahal, eh.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adi (bukan nama asli) merupakan seorang mahasiswa yang tinggal di sebuah kos dekat kampusnya. Biaya dari orang tua telah habis untuk makanan sehari-hari, membayar sewa kos, dan keperluan kuliah. Maka seringkali ia terpaksa memakai kemasan saset untuk mandi, terutama sampo. Itu pun ia akui dipakainya secara sedikit demi sedikit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Satu bungkus kecil bisa untuk dua sampai tiga hari,&rdquo; ucapnya sambil tertawa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adi (dan banyak orang lain dengan nasib yang sama) menunjukkan, bahwa memakai sedotan besi atau tumbler tidak cukup. Begitu pula (mungkin) penggunaan&nbsp;</span><span><em>totebag</em></span><span>. Jika dihitung-hitung, Adi dapat menghasilkan minimal belasan sampah plastik saset dalam sebulan. Kalikan setahun, maka ada ratusan sampah plastik saset yang dihasilkannya. Apalagi, mandi tentu kebutuhan yang dilakukan setiap hari&mdash;berbeda dengan ngopi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, Adi melakukan itu (sekali lagi) dengan terpaksa. Keadaan ekonomi membuatnya hanya mampu membeli sampo kemasan saset untuk mandi. Ia juga telah memakainya secara hemat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam laporan Greenpeace berjudul &ldquo;Throwing Away The Future&rdquo;, Asia Tenggara memegang pangsa pasar sekitar 50 persen dan diprediksi jumlah kemasan saset yang terjual akan mencapai 1,3 triliun pada tahun 2027.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB), yakni sebuah komunitas lingkungan menyatakan itu merupakan gambaran kesenjangan. Negara berkembang menjadi pangsa pasar terbesar karena angka kemiskinan masih tinggi. Di negara maju, kemasan saset sabun dan sampo jarang dijual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ternyata kebiasaan lama saya membawa sedotan besi tidak sepenuhnya relevan. Kebiasaan yang juga banyak dilakukan anak muda dan aktivis hari ini tidak sepenuhnya menjawab masalah. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa waktu lalu, sampah kemasan sampo saset ditemukan. Dari bungkusnya, diperkirakan berasal dari tahun 1980-an. Sepertinya itu bukan hanya gambaran kerusakan lingkungan, tetapi juga kesenjangan dan ketimpangan&mdash;yang dari dulu sampai sekarang belum kunjung terselesaikan.</span></p><p><br></p><p dir="ltr" style=""><span><strong>Daftar Pustaka:</strong></span></p><ul><li dir="ltr" style=""><a href="http://dlh.samarindakota.go.id/tentang-kami/sejarah-dinas/item/150-mulai-21-januari-2019-pengurangan-penggunaan-kantong-pelastik-untuk-kota-samarinda.html"></a><a href="http://dlh.samarindakota.go.id/tentang-kami/sejarah-dinas/item/150-mulai-21-januari-2019-pengurangan-penggunaan-kantong-pelastik-untuk-kota-samarinda.html">Mulai 21 Januari 2019 Pengurangan Penggunaan Kantong Pelastik Untuk Kota Samarinda</a></li><li dir="ltr" style=""><a href="https://www.suara.com/lifestyle/2022/07/25/131158/ratusan-pegiat-lingkungan-tolak-kemasan-sachet-dan-plastik-sekali-pakai-apa-alasannya"></a><a href="https://www.suara.com/lifestyle/2022/07/25/131158/ratusan-pegiat-lingkungan-tolak-kemasan-sachet-dan-plastik-sekali-pakai-apa-alasannya">Ratusan Pegiat Lingkungan Tolak Kemasan Sachet dan Plastik Sekali Pakai, Apa Alasannya?</a></li><li dir="ltr" style=""><a href="https://waste4change.com/blog/sampah-plastik-sachet-terus-beredar-aktivis-protes/"></a><a href="https://waste4change.com/blog/sampah-plastik-sachet-terus-beredar-aktivis-protes/">3 Alasan Mengapa Banyak Aktivis Lingkungan Menolak Sampah Plastik Sachet Terus Beredar</a></li><li dir="ltr" style=""><span>Benang Merah Podcast Episode 2: YPBB, Isu Sampah, Kesenjangan dan Zero Waste</span></li><li dir="ltr" style=""><a href="https://www.grid.id/read/04929848/heboh-penemuan-sampah-bungkus-sampo-tahun-80an-kondisinya-masih-utuh?page=all"></a><a href="https://www.grid.id/read/04929848/heboh-penemuan-sampah-bungkus-sampo-tahun-80an-kondisinya-masih-utuh?page=all">Heboh! Penemuan Sampah Bungkus Sampo Tahun 80an, Kondisinya Masih Utuh</a></li></ul><p dir="ltr" style=""><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Muhammad Al Fatih, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2022, Universitas Mulawarman.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ephemeral </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/ephemeral/baca </link>
<guid> ephemeral </guid>
<pubDate> Sat, 21 Jan 2023 08:16:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di bawah kehangatan langit jingga </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/ephemeral/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T8tNaYFM5U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ephemeral</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Langit telah berwarna jingga. Jalur pejalan kaki di taman sudah tidak terlihat satu pun insan yang berjalan selain dirinya. Sore akan berganti malam, tapi Angkasa tak kunjung membawa dirinya pulang. Pandangannya tertuju pada tanah, sementara dirinya berjalan hingga menuju satu bangku yang spesifik. Menghadap ke jajaran pepohonan cemara lilin yang rindang dengan satu lampu jalan yang menerangi di sisi kiri.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kakinya terhenti ketika merasakan seseorang yang tengah mengamatinya. Saat netra hitamnya menatap ke depan, ditemuinya sosok perempuan bergaun putih yang duduk di bangku tujuannya dengan sebuah buku di pangkuannya, sepasang mata yang teduh itu mengamatinya sejak tadi. Bibir merah muda itu membentuk senyum ramah pada Angkasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ada balasan senyuman, Angkasa langsung duduk tepat di samping si perempuan. Punggungnya disandarkan pada bangku taman, kemudian ia menghela napas berat. &ldquo;Lama menunggu, Maya?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perempuan yang dipanggil Maya itu menggelengkan kepala dengan pelan, &ldquo;Tidak juga.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maya menutup buku bersampul merah di pangkuannya, kemudian seluruh perhatiannya diarahkan ke Angkasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, bagaimana harimu?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maya, perempuan sebaya yang menjadi tempat Angkasa mencurahkan segala keluh kesahnya. Hanya setengah bulan pertemuan mereka, tapi keduanya seperti sahabat lama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dokter bilang, selama tidak stres berlebihan, penyakitku tidak akan kambuh terlalu sering. Kalau merasa berat, aku mengambil absen dan tinggal di rumah saja, karena itu kesehatanku mulai membaik. Tapi, tetap saja, dokter terus memaksaku untuk meminum obat.&rdquo; Suaranya melemah ketika menyebut kata obat. Angkasa merasa sentimen dengan hal apapun yang berkaitan dengan rumah sakit sejak diagnosis pertamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Emosi negatif perlahan menguasai pikirannya. Tak pernah ia berharap untuk menghilang seberat ini selama hidupnya. Semuanya karena sebuah diagnosis dari rumah sakit yang sampai di mejanya tiga minggu yang lalu. Angkasa sakit, dan sakitnya bukan main-main. Selamanya akan menghantui hidupnya yang sudah tak baik sejak kehilangan ibunya tiga tahun silam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi kau harus meminum obat untuk sembuh, bukan?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Angkasa menggeleng, &ldquo;Pada akhirnya aku tetap menderita dengan penyakit ini. Minum obat atau tidak, semuanya sama saja.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Meskipun begitu, kau tetap perlu meminumnya. Meskipun peluang sembuhnya kecil, kau harus bertahan hidup. Kau tidak mungkin terus-terusan menyiksa diri seperti itu, Angkasa.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kau mulai bicara seperti dokter, Maya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Padahal, kau mengerti semuanya dari lubuk hati terdalam.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemuda itu terdiam. Ia benci mengakuinya, tetapi Maya benar. Angkasa tidak bisa terus menerus menahan rasa sakitnya sendiri. Obat yang diberikan untuk menekan penyakitnya ada agar Angkasa dapat menjalani hari-harinya tanpa gangguan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hanya saja, Angkasa takut. Serangan menyakitkan yang datang setelah efek obat yang memudar membuatnya cemas luar biasa. Ia tidak ingin merasakannya, hingga akhirnya menolak obat yang diberikan demi kesehatannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Meskipun pertemuan kita baru dua minggu, tapi aku sangat mengerti dirimu. Kau benci penyakitmu dan berkeinginan untuk sembuh, tetapi kau lebih membenci efek yang datang saat obat itu pudar, karenanya kau tidak meminum obat-obatan itu. Di saat yang bersamaan, kau pun tersiksa dengan penyakitmu ketika tidak menggunakan obat,&rdquo; ucap Maya seakan mengintip isi hati Angkasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lagi-lagi, perempuan itu benar. Angkasa lelah dengan semua rasa pedih yang diciptakan oleh penyakitnya, tapi ia takut dengan apa yang terjadi setelah meminum obat. Angkasa tertekan dengan segala perasaan yang berbentrokan satu sama lain. Otaknya diributkan dengan dua pemikiran berbeda. Semakin hari, wajahnya tak ada bedanya dengan ikan mati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, mencoba untuk menenangkan diri dengan mengatur napas. Angkasa dapat merasakan sentuhan tangan Maya di atas bahunya, seperti memberikan ketenangan melalui perantara dari tangannya. Dua pasang mata akhirnya bertemu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena aku paling paham dengan semua ceritamu, aku juga paling tahu kau butuh obat agar bisa sembuh. Meskipun sifatnya sementara, tapi, lebih baik daripada tidak sama sekali.&rdquo; Maya kemudian mengucap dengan suara halus yang sekilas mengingatkannya pada sang ibu ketika menasihatinya waktu kecil. Kerinduan sekilas mengisi hatinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&quot;Lebih baik daripada tidak sama sekali, ya&hellip;&quot;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tangannya meraba kantong celana yang sedikit timbul, alasan utama kenapa Angkasa menemui Maya ada di sana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keraguannya membuncah. Semakin lama dipikir, semakin tidak yakin dirinya. Mata tertutup rapat ketika pikiran-pikiran yang berkontradiksi kembali ribut dalam kepalanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namanya kemudian dipanggil Maya. Sentuhan di atas pundaknya berusaha menguatkan Angkasa. Pemuda itu menelan ludah, bagaimana pun ia tidak bisa merepotkan Maya yang sudah mendukungnya selama ini. &nbsp;Angkasa mau tidak mau, suka tidak suka, harus menghadapi ketakutannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia kemudian menggali isi kantongnya, beberapa bungkus obat pil dan tablet yang menjadi dosisnya hari ini. Kecemasannya meningkat ketika melihat rupa obat yang akan mengurangi gejala penyakitnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;<em>Aku&hellip; sudah berjanji kemarin untuk meminumnya, tapi&hellip;</em>&quot;,&nbsp;</span><span>batin Angkasa. Ia kemudian menatap mata Maya, mengais keyakinan untuk menegak obat-obatan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maya yang menyadarinya lantas merangkul tubuh kaku Angkasa, &ldquo;Tidak perlu takut, Angkasa. Kau sudah memantapkan hatimu untuk hal ini, bukan?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejujurnya, ada hal yang lebih kutakutkan dibanding meminum benda ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa itu, Angkasa?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kau.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Netra birunya membulat terperangah. Angkasa melirik ke arah lain, tidak ingin bertemu dengan ekspresi Maya yang kebingungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah aku meminum obat, mungkin penyakitku tidak akan kambuh untuk sementara, tapi kau&hellip;&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Butuh tiga detik untuk Maya memahami semuanya, sampai akhinya perempuan itu tertawa kecil. Rangkulannya kepada Angkasa makin erat, &ldquo;Angkasa, kau tidak perlu cemaskan aku. Sebelum kau katakan tapi, obat-obatan itu tidak akan membuatku lenyap begitu saja. Aku memang akan pergi, tapi tidak pernah kukatakan akan meninggalkanmu selamanya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Angkasa, aku menginginkanmu sembuh lebih dari siapa pun, bahkan lebih dari dirimu sendiri,&rdquo; lanjut Maya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalimat Maya yang terakhir agaknya menusuk tepat di hati Angkasa. Sosok yang baru saja ditemuinya dua minggu terakhir ini lebih menginginkannya untuk sembuh yang bahkan dirinya sendiri mulai menyerah pada keadaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekali lagi, Angkasa saling bertukar pandang pada perempuan yang telah membagi kehangatannya. Netra kelamnya lalu beralih ke obat-obat golongan antipsikotik yang telah dipaksakan dokternya untuk dikonsumsi. Angkasa membuka kemasannya, jeda sesaat sebelum ia menelan obatnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah Angkasa menelan obat, Maya berbisik pada pemuda itu, &ldquo;Sampai nanti, Angkasa. Kita akan bertemu lagi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Angkasa menutup matanya, kembali menyandarkan tubuhnya di bangku taman. Kepalanya mendongak ke langit. Saat ia merasakan zat-zat kimia itu mulai bereaksi di tubuhnya, Angkasa tak kuasa menahan air mata yang sudah tekumpul di ujung mata. Hatinya mendadak terasa kosong, kehilangan hangat yang disukainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Maya tak dapat ditemukan setelah itu. Meninggalkan Angkasa yang sejak tadi sendiri. Kembali terkunci dalam ruang imaji Angkasa, hadir ketika rasa sakit itu kembali mengetuk pintu kehidupannya.</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold;"><span><em>Cerpen ditulis oleh Anisa Dwi Lestari, mahasiswi prodi Sastra Indonesia, FIB 2022.</em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Romansa Berbalut Fiksi Ilmiah dalam Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/romansa-berbalut-fiksi-ilmiah-dalam-supernova-kesatria-putri-dan-bintang-jatuh/baca </link>
<guid> romansa-berbalut-fiksi-ilmiah-dalam-supernova-kesatria-putri-dan-bintang-jatuh </guid>
<pubDate> Wed, 25 Jan 2023 10:35:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah cinta berbalut fiksi ilmiah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/romansa-berbalut-fiksi-ilmiah-dalam-supernova-kesatria-putri-dan-bintang-jatuh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7yhcntqqQV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Romansa Berbalut Fiksi Ilmiah dalam Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh adalah novel bergenre fiksi ilmiah yang menjadi pembuka dari serial novel Supernova yang ditulis oleh Dee Lestari. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2001, novel ini menjadi sebuah gebrakan baru untuk dunia literasi Indonesia pada saat itu dengan kandungan fiksi ilmiah di dalamnya, yang dahulu tidak populer, bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berceritakan sepasang kekasih Reuben dan Dimas yang telah membuat janji untuk menciptakan sebuah karya besar bersama. Sepuluh tahun setelah mengucap janji, keduanya bertemu dan mulai mengumpulkan ide untuk karya mereka. Sebuah romansa dan sains yang bercampur menjadi satu, terinspirasi dari sebuah dongeng yang berjudul &ldquo;Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara tidak sengaja, tokoh-tokoh dari tulisan Reuben dan Dimas memiliki keterkaitan dengan tiga orang di kehidupan nyata yang masing-masing merepresentasikan tiga tokoh cerita, yaitu Ferre, Rana, dan Diva.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesatria diwakili oleh Ferre, eksekutif muda di sebuah perusahaan besar. Karakter sempurna yang memiliki semua hal. Hingga pertemuannya dengan Rana, representasi dari tokoh Putri, mengubah hidupnya yang monoton. Sosok Rana kembali mengingatkannya pada tokoh Putri dari dongeng yang pernah dibacanya saat kecil, membuatnya jatuh hati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perasaan Ferre terhadap Rana terbalas. Rana, seorang jurnalis majalah yang menginginkan kebebasan dari belenggu kehidupannya yang akhirnya ia temukan di Ferre. Berlandaskan perasaan yang sama, keduanya kemudian menjalin kasih. Namun, Rana sudah terjalin dalam ikatan pernikahan dengan orang lain, membuat hubungan mereka sebagai cinta yang terlarang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu ada sosok Diva, yang mewakili tokoh Bintang Jatuh, seorang peragawati cantik yang menjalani peran ganda dalam hidupnya. Pagi hingga sore, ia menjadi peragawati papan atas. Ketika malam tiba, ia berubah menjadi pemuas nafsu lelaki bejat dengan tarif mahal. Sudut pandangnya yang berbeda dari kebanyakan orang terkait kehidupan, membuatnya memiliki karisma misterius yang digilai banyak orang, terlepas dari lidahnya yang tajam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa dikira-kira, sosok anonim yang bersembunyi dibalik dunia maya hadir dan &nbsp;berperan dalam mengaitkan cerita antara Ferre-Rana-Diva. Supernova, julukan dari tokoh&nbsp;</span><span>cyber&nbsp;</span><span>yang memberikan ruang dan jawaban atas segala pertanyaan yang dipikirkan oleh manusia. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cerita dalam cerita, mungkin adalah ungkapan yang tepat untuk mendeskripsikan novel ini secara singkat. Diawali dengan Reuben dan Dimas yang saling bertukar pikiran tentang tulisan mereka yang diselingi teori-teori sains dan psikologi, kemudian ke bab selanjutnya yang menceritakan tokoh-tokoh lainnya yang mengikuti alur diskusi pasangan tadi. Kita seakan diajak membaca isi tulisan Reuben dan Dimas yang direpresentasikan melalui kisah antara Ferre, Rana, dan Diva.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sosok Supernova tidak muncul sesering tokoh lainnya. Apalagi Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh adalah novel pertama dari seri Supernova, sehingga kemunculannya tidak begitu banyak dibandingkan novel-novel selanjutnya. Meskipun begitu, perannya dalam novel ini sangat besar sebab jalinan yang mempertemukan semua tokohnya dalam satu garis inilah yang membuat kisah di dalamnya dapat terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novel ini mengaitkan antara percintaan dengan fisika kuantum, sebuah kombinasi yang unik yang tak pernah dipikirkan sebelumnya. Dee Lestari meracik keduanya dengan sangat apik hingga terciptalah novel ini. Siapa yang akan menyangka, teori fisika yang rumit dapat diterapkan dalam kisah cinta dua sejoli.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain perpaduan dua hal tadi, karakter yang hadir dalam buku ini pun dikemas dengan sangat menarik. Setiap tokohnya memiliki kepribadian yang unik. Misalnya seperti Reuben yang gila sains dan menghubungkan segala aspek di kehidupan nyata dengan teori sains yang mungkin hanya dimengerti olehnya. Contoh lainnya adalah Diva, sosok peragawati kelas atas dengan pengetahuan filsafat tinggi yang memiliki perspektif nyentrik dan berani tentang kehidupan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kompleksitas manusia yang digambarkan dalam novel ini pun menjadi salah satu daya tariknya. Dee Lestari berhasil menuliskan bahwa perasaan yang dimiliki manusia itu teramat rumit. Betapa rumitnya pikiran dan perasaan manusia disajikan dengan elegan bersama paduan ilmu sains yang dibawakan secara puitis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novel ini juga memberikan perspektif baru yang segar soal kehidupan dan pikiran dari manusia. Tidak hanya sekadar menambah ilmu di bidang sains, pembaca juga mendapat pandangan baru soal pikiran dan hati dari manusia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kelebihan Supernova yang menyajikan bumbu percintaan dengan sains sepertinya juga menjadi bagian dari kekurangan buku ini. Istilah-istilah dunia sains yang terdapat dalam novel ini akan menyulitkan sebagian orang yang awam akan dunia sains ilmiah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novel ini pun diisi dengan banyak penyimpangan-penyimpangan yang bertolak belakang dengan norma yang kini berlaku. Orang-orang yang sensitif akan hal ini mungkin kurang cocok untuk membaca Supernova.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun bukan novel fiksi ilmiah pertama di Indonesia, Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh menjadi sebuah novel yang memberikan inovasi dan memperkaya literatur Indonesia dengan penggabungan hal-hal yang dianggap tidak bisa berjalan beriringan. Terlebih, novel pertama dari keenam seri novel ini terbit pada tahun 2001 silam, yang mana novel semacam ini belum dapat ditemukan pada masa itu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Buku setebal 231 halaman ini dapat menjadi pilihan bagi penggemar genre fiksi ilmiah, romansa, dan untuk mereka yang ingin mencari sesuatu yang tidak biasa. Bagaimana, tertarik untuk membacanya? <em><strong>(zrt/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertama di Kaltim, Program Matching Fund Kedaireka Hasilkan Teknologi Digitalisasi Kandang Ayam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertama-di-kaltim-program-matching-fund-kedaireka-hasilkan-teknologi-digitalisasi-kandang-ayam/baca </link>
<guid> pertama-di-kaltim-program-matching-fund-kedaireka-hasilkan-teknologi-digitalisasi-kandang-ayam </guid>
<pubDate> Thu, 26 Jan 2023 12:53:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Inovasi pengelolaan kandang ayam secara digital </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertama-di-kaltim-program-matching-fund-kedaireka-hasilkan-teknologi-digitalisasi-kandang-ayam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SHadAySKTR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertama di Kaltim, Program Matching Fund Kedaireka Hasilkan Teknologi Digitalisasi Kandang Ayam</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Unmul mengantongi kepercayaan sebagai penerima lima hibah dari program <em>Matching Fund</em> Kedaireka besutan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui tahapan seleksi nasional pada 2022 lalu. Salah satu program yang menggandeng PT. Habibi Digital Nusantara Bandung sebagai mitra ini telah mengimplementasikan sebuah inovasi berjudul Digitalisasi Kandang Ayam Pintar Berbasis <em>Internet of Things</em> (IoT) di Kalimantan Timur.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Julinda Romauli Manullang menjadi pemimpin dalam proyek yang menyasar Kandang Ayam Broiler Zafa Farm, Desa Mahulu, Tenggarong, Kutai Kartanegara. Tak hanya seorang diri, proyek ini juga dibantu oleh beberapa dosen dan melibatkan partisipasi mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rita Mariati, Ramadiani, Arif Ismanto, dan Anton Prafanto jadi perwakilan Dosen Unmul yang terlibat di dalamnya. Sedangkan dari kalangan mahasiswa, mereka yang berpartisipasi meliputi empat mahasiswa Informatika, tiga mahasiswa Agribisnis, dan tujuh mahasiswa Peternakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui Zoom Meeting</span><span>&nbsp;</span><span>pada Selasa (24/1) lalu, Julinda Romauli Manullang membagikan kisahnya kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>. Dosen Faperta yang akrab disapa Linda ini menuturkan persiapan panjang yang harus dilalui. Hal tersebut akhirnya berbuah manis sesaat setelah timnya diumumkan sebagai salah satu penerima&nbsp;</span><span><em>Matching Fund</em>&nbsp;</span><span>Kedaireka pada 7 September 2022 lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Waktu yang ia dan timnya miliki pun terbatas. Terhitung, tak genap mencapai tiga bulan usai pengumuman. Desember 2022 yang menjadi tenggat waktu pengerjaan proyek, menuntut tim yang ia nakhodai bekerja sama dengan efektif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Linda mengungkap bahwa timnya tak hanya terdiri dari Dosen Faperta, namun ia juga sengaja turut melibatkan dosen yang berasal dari Teknik Informatika.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya menggandeng Informatika karena topik yang kita angkat, yakni digitalisasi berbasis IoT, tentu harus kolaborasi dengan fakultas lain. Di samping itu Kedaireka ini tidak bisa dikerjakan dalam satu kompetensi yang artinya satu fakultas, tapi minimal dua kompetensi. Jadi harus kolaborasi dengan fakultas lain yang ada di lingkungan Unmul.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Linda turut membeberkan alasannya mantap mengusung proposal yang diajukan. Baginya, kesempatan tersebut hadir sebagai pintunya mengabdi pada masyarakat. Selain latar belakangnya yang merupakan akademisi di bidang unggas, ia mengaku telah banyak berkomunikasi dengan peternak unggas di Samarinda hingga beberapa kabupaten lain. Apalagi digitalisasi berbasis IoT memang belum ada di Kaltim, khususnya bagi peternak ayam broiler.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami berkolaborasi dengan Ibu Rohmadiani dan Pak Anton Prafanto dari Teknik Informatika. Kolaborasi dengan mitra menghasilkan teknologi yakni pendeteksian suhu dan kelembapan, yang kedua untuk air minum di kandang, dan yang ketiga amoniak. Hal ini menjadi satu kebutuhan peternak di Samarinda, Kaltim,&rdquo; paparnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengaplikasian teknologi tersebut cukup bermodalkan ponsel pintar, sehingga hal ini memudahkan peternak atau pemilik usaha memantau kondisi kandang dengan hanya melihat dari notifikasi yang akan dikirimkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, Linda juga membagikan harapannya atas capaian yang berhasil diraih bersama tim kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>. Harapnya, teknologi tersebut juga dapat digunakan secara masif di Kaltim utamanya dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi para peternak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pertama, kita bisa memantau kondisi ayam di kandang dan bisa langsung&nbsp;</span><span><em>action</em></span><span>, bukan hanya sekadar lihat-lihat saja. Namun, kita bisa mengambil tindakan, misalnya suhunya terlalu tinggi atau kelembapannya terlalu tinggi. Kedua, kita berharap ini dapat meningkatkan produktivitas ternak ayam.&rdquo; harap Linda. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mewawancarai salah satu mahasiswa yang ikut terlibat dalam program tersebut pada Rabu (18/1) lewat pesan teks WhatsApp. Alvianus Nestha, mahasiswa Informatika 2019 turut membagikan pengalamannya selama berkegiatan dengan para dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ungkap Alvianus, ia mengetahui program&nbsp;</span><span><em>Matching Fund</em></span><span>&nbsp;Kedaireka langsung dari dosen yang ikut tergabung dalam program tersebut. Alvianus yang bertugas dalam proses instalasi alat IoT mengungkap, tak ada tahap penyeleksian yang harus dilalui untuk dapat bergabung ke dalam kegiatan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk tahap penyeleksian tidak ada, sistemnya kayak siapa yang duluan dia yang dapat. Kebetulan pada saat pemilihan anggota saya menjadi cadangan, lalu dimasukkan ke dalam tim inti setelah satu anggota mengundurkan diri dari program tersebut.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendala pun tak luput menyertai. Selama berkegiatan, dirinya harus berjibaku dengan kondisi jaringan yang buruk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di sana jaringan cenderung sangat jelek, sehingga kadang membuat alat IoT-nya tidak dapat mengirim data ke server,&rdquo; keluhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, dirinya tak menyesal menjadi bagian dari proyek kolaborasi tersebut. Lewat pengalamannya itu, ia berhasil memperdalam pengetahuannya tentang IoT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alat yang sudah terpasang di kandang bisa jadi topik skripsi saya,&rdquo; imbuhnya.&nbsp;</span><em><strong><span>(</span><span>sya/ara/mgw/ems</span></strong></em><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cinta Terakhir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/cinta-terakhir/baca </link>
<guid> cinta-terakhir </guid>
<pubDate> Fri, 27 Jan 2023 12:29:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cinta yang tak tergapai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/cinta-terakhir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pBK2vKYQfA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cinta Terakhir</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aliran sungai cukup membersihkan tangan dan kaki Arai dari lumpur yang menempel. Gadis itu dengan cekatan membasuh pakaiannya sebelum hari kian menggelap. Nara yang berada di sebelahnya hanya bisa terdiam melihat gadis itu. Agaknya, sejak pagi Arai dalam suasana hati suram.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Arai, sebenarnya ada apa?&rdquo; pertanyaan kedua kalinya yang diungkapkan Nara.</p><p style="text-align: justify;">Arai menghela napas. Ia tahu Nara tidak akan pernah berhenti sebelum ia mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Djata sudah tahu Nara.&quot; ucap Arai lemah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentang Dehen yang bertanggu ke Lamin orang tuamu?&rdquo; tanya Nara terkejut. Arai hanya bisa mengangguk. Tanpa terasa, air matanya luluh begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku menyukai Djata sejak pertama kali pindah ke Sunta.&rdquo; lanjutnya berusaha menepis air matanya. Sunta adalah tempat tinggal mereka sebagai salah satu suku Dayak Gaii saat ini. Seluruh remaja yang telah beranjak lebih dari lima belas tahun diharuskan meninggalkan Lamin dan tinggal bersama pemuda-pemudi lainnya pada sebuah rumah yang mereka sebut Sunta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku berharap ia yang melamarku terlebih dahulu. Orang tuaku sangat menyukai Dehen, Nara. Aku bisa melihat harapan besar di mata mereka agar aku mau menerima lamarannya.&rdquo; Kali ini Arai mengalihkan pandangannya pada Nara.</p><p style="text-align: justify;">Nara yang tak bisa mengatakan apa pun hanya bisa memeluk sahabatnya itu. Ia sadar saat ini tidak ada yang bisa dirinya lakukan kecuali menenangkan Arai yang tampak begitu patah hati. Tanpa banyak bicara, Arai dan Nara menyelesaikan kegiatannya. Mereka berjalan mendahului teman-temannya yang masih sibuk membersihkan pakaian mereka setelah memanen padi.</p><p style="text-align: justify;">Malam menjelang, Arai baru saja menyelesaikan makan malam bersama pemuda-pemudi lainnya di Sunta. Di bawah rembulan malam yang terang, ia melihat Djata yang termenung sendirian di depan Sunta.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Djata,&rdquo; panggil Arai.</p><p style="text-align: justify;">Djata menoleh mendapati gadis itu dengan raut wajah sedih. Tak berbeda jauh dengannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya?&rdquo; jawab Djata pelan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku tak akan menerima lamaran Dehen, aku akan menunggumu Djata. Kau juga sama denganku bukan?&rdquo; Arai tak sanggup menahan diri lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan bercanda Arai!&rdquo; jawab Djata tegas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pikirkan perasaan orang tuamu, lagi pula aku memang tak pantas untukmu!&rdquo; ucap Djata mengalihkan wajahnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maksudmu apa Djata? Lantas bagaimana dengan perasaanku? Apa kau ingin aku menikah dengan Dehen? Kau tidak menyukaiku lagi, Djata?&rdquo; tanya Arai dengan tangis yang menggebu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya! Terima saja Dehen. Lupakan perasaan kita!&rdquo; Djata berlalu tanpa melihat Arai yang telah menangis pilu semalaman itu.</p><p style="text-align: justify;">Fajar mulai menyingsing, menandakan Arai dan pemuda-pemudi lainnya harus bergegas pergi ke ladang untuk memulai rutinitas mereka. Pagi yang cerah itu tidak membuat suasana hati Arai membaik. Djata yang saat itu berpapasan dengan Arai mengalihkan pandangannya. Arai sendiri tak berniat ikut ke ladang pagi itu. Ia justru pergi ke Lamin orang tuanya dan memberikan kabar yang akan mereka nanti-nantikan.</p><p style="text-align: justify;">Tepat saat ia berada di depan Lamin, Dehen sedang bersenda gurau dengan kedua orang tuanya. Pantas saja pria itu tidak ada di Sunta. Melihat Arai datang, kedua orang tuanya meninggalkan Dehen dan Arai yang kini dalam keadaan canggung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dehen, kau tidak ke ladang hari ini.&rdquo; Arai memecahkan kecanggungan mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya! Ayahmu memintaku datang pagi-pagi buta untuk membawakan sesuatu&hellip;&rdquo; Dehen terdiam melihat Arai menggulung sebuah rokok daun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ambillah Dehen, aku menerimamu.&rdquo; Dehen terkesiap. Dalam adat-istiadat mereka, apabila seorang gadis menggulungkan rokok daun kepada pria yang berniat melamarnya, itu artinya gadis tersebut menerima lamaran dari pihak pria.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu serius Arai?&rdquo; ucap Dehen terlewat senang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya. Lamar aku secepatnya Dehen.&rdquo; Arai menjawab dengan senyuman kecil yang sedikit terpaksa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Besok aku akan langsung melamarmu Arai!&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dehen bersungguh-sungguh dengan ucapannya, karena keesokan harinya, Lamin orang tua Arai dipenuhi dengan orang tua dan sanak saudara Dehen. Mereka membawa jujuran berupa talam tembaga yang berkaki tunggal, tajau, dan juga manik tua. Proses lamaran itu berjalan bahagia. Setidaknya bagi keluarga Arai, gadis itu terlalu piawai menyembunyikan kesedihannya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah prosesi lamaran itu selesai, Dehen dan Arai resmi bertunangan. Dehen kemudian diwajibkan <em>basekawa</em> kepada orang tua Arai. <em>Basekawa</em> sendiri memiliki arti bekerja pada bakal mertua. Dengan bantuan Arai, Dehen akan menjalani masa <em>basekawa</em> selama satu tahun lamanya.</p><p style="text-align: justify;">Hari ke hari berlalu. Arai dan Dehen terlihat semakin dekat. Tepat satu minggu lagi adalah prosesi Kawin Annik antara Dehen dan Arai. Kawin ini merupakan kawin batin di antara keduanya sebelum nantinya mereka akan melaksanakan kawin besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Arai, tolong bawakan makanan ini pada ayah dan calon suamimu di ladang. Kasihan mereka kalau harus menunggu makan siang.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pagi ini, Dehen kembali menjalani kewajibannya untuk membantu orang tua Arai. Arai yang mendapati perintah ibunya lantas segera membawa bekal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalanannya menuju ladang orang tuanya, ia melihat teman-temannya juga sedang asyik berladang di tempat mereka dulu. Niatnya ia ingin singgah sebentar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Arai! Arai!&rdquo; teriakan Nara dari arah berlawanan sontak membuatnya menoleh. Gadis itu berlari hingga terengah-engah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nara, ada apa? Tenanglah dulu.&quot; jawab Arai bingung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Djata&hellip; Djata melamar perempuan lain.&rdquo;</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">Arai tak mengerti akan perasaannya. Sebaliknya dari mengantar bekal, ia tidak berbicara apa pun dan mengurung diri di dalam kamarnya. Ia menangisi Djata. Ya, Arai masih sangat mencintai pria itu. Selama ini, ia berusaha melupakan Djata dan belajar mencintai Dehen, semuanya sia-sia. Ia masih terjerat cinta lamanya.</p><p style="text-align: justify;">Malam harinya, Arai keluar dari Lamin. Ia mengatakan akan bertemu dengan teman-temannya di Sunta dan tidak ingin ditemani oleh Dehen. Sesampainya di Sunta, ia langsung mencari keberadaan Djata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Arai,&rdquo; panggil Djata kaget melihat Arai ada di Sunta malam ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Djata, kau sungguh sudah tidak mencintaiku lagi?&rdquo; tanya Arai dengan mata yang telah berkaca-kaca.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Arai! Sadarlah! Kau sudah bertunangan dan aku sekarang sudah melamar gadis lain! Lupakan masa lalu kita. Kau akan Kawin Annik sebentar lagi. Mengapa kau masih bertanya hal itu padaku?&rdquo; ucap Djata tak habis pikir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cukup jawab! Apa kau sudah tidak mencintaiku Djata?&rdquo; Lolos sudah air mata Arai. Ia tak sanggup menahan ini lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hentikan Arai! Aku sudah tidak mencintaimu!&rdquo; Djata berlalu dari hadapan Arai dengan emosi menggebu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masih sesenggukan, Arai pergi dari Sunta. Bukan arah rumahnya yang Arai tuju. Kini ia menuju tempat yang memiliki ribuan kenangan dengan Djata dan teman-temannya, sungai. Sudah cukup, Arai tidak yakin akan sanggup menjalani rasa bersalahnya pada Dehen jika melanjutkan semua ini. Ia juga tidak akan kuasa melihat raut wajah kecewa kedua orang tuanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan penglihatannya yang mulai kabur, Arai merasa dinginnya air sungai mulai memeluk tubuh gemetarnya. Ia sempat tersenyum, sebelum sepenuhnya menutup mata legamnya.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulis oleh Alyda Khairunnisa, mahasiswi prodi Ilmu Komunikasi, FISIP 2022.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Kemajuan Pembangunan RSGM Unmul, Rahmat: Sudah Urus Perizinan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-kemajuan-pembangunan-rsgm-unmul-rahmat-sudah-urus-perizinan/baca </link>
<guid> menilik-kemajuan-pembangunan-rsgm-unmul-rahmat-sudah-urus-perizinan </guid>
<pubDate> Tue, 31 Jan 2023 10:50:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah resmi kantongi perizinan, Dinas Kesehatan akan visitasi RSGM Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-kemajuan-pembangunan-rsgm-unmul-rahmat-sudah-urus-perizinan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qSWbSDiecC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Kemajuan Pembangunan RSGM Unmul, Rahmat: Sudah Urus Perizinan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) pertama di Kaltim milik Unmul kian menemui titik terang. Jumat (27/1) lalu awak <em>Sketsa</em> berbincang dengan Rahmat Bakhtiar, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK Unmul untuk menilik kemajuan pembangunan salah satu infrastruktur yang telah lama dinantikan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-unmul-siapkan-rumah-sakit-pendidikan-gigi-dan-mulut-pertama-di-kaltim/baca">Menanti Unmul Siapkan Rumah Sakit Pendidikan Gigi dan Mulut Pertama di Kaltim</a>)&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terbaru, RSGM dikabarkan tengah mengurus perizinan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Beber Rahmat, usai mengantongi perizinan, selanjutnya Dinas Kesehatan akan segera melakukan visitasi. Menyoal waktu peresmian, Rahmat menyerahkan sepenuhnya pada keputusan Rektor Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bulan dua vitasi, jadi kalau sudah ada peresmiannya, baru diresmikan,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Bangunan dengan tiga lantai tersebut setidaknya telah menggelontorkan dana hingga 15 miliar rupiah termasuk pengadaan fasilitas penunjang. Lantai satu digunakan sebagai tempat pelayanan umum, lantai dua untuk pelayanan mahasiswa, dan lantai tiga khusus digunakan sebagai ruangan belajar dan ujian bagi mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan status sebagai unit milik universitas, maka seluruh pembiayaan murni berasal dari Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa Kedokteran yang masuk melalui jalur mandiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gak ada (bantuan dana dari Pemprov Kaltim), ini murni SPI. Biaya pendidikan, nah itu kalau kedokteran gigi, kedokteran umum kan yang jalur mandiri ada SPI-nya sampai 200 ada 300 dikumpuli semua.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya permasalahan dana, kurangnya tenaga kesehatan hingga tenaga administratif yang akan mengisi RSGM turut jadi persoalan. Kini pihaknya mengaku tengah mencari solusi untuk menutupi kendala tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang penerimaan pegawai kan tidak boleh kontrak lagi, jadi masih harus dicari solusinya seperti apa untuk (mencari) perawat-perawat. Lalu, tenaga administrasi kan banyak seperti bagian keuangan, bagian pendaftaran. Itu yang agak susah (untuk dicari).&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tutur Rahmat, keberadaan RSGM bertujuan menekan biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan pasien bagi mahasiswa yang mengambil jenjang pendidikan Profesi Dokter Gigi. Selain itu, Rahmat berharap pembangunan RSGM mampu mengantarkan Prodi Kedokteran Gigi Unmul ke akreditas unggul di masa mendatang. <em><strong>(ord/ems/sky/dre/nkh)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Torehkan Prestasi Baru, Dua Prodi FKIP Unmul Kantongi Akreditasi Internasional pada Paruh Pertama 2023 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/torehkan-prestasi-baru-dua-prodi-fkip-unmul-kantongi-akreditasi-internasional-pada-paruh-pertama-2023/baca </link>
<guid> torehkan-prestasi-baru-dua-prodi-fkip-unmul-kantongi-akreditasi-internasional-pada-paruh-pertama-2023 </guid>
<pubDate> Thu, 02 Feb 2023 12:10:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Raihan akreditasi internasional bagi Prodi Pendidikan Fisika dan Pendidikan Biologi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/torehkan-prestasi-baru-dua-prodi-fkip-unmul-kantongi-akreditasi-internasional-pada-paruh-pertama-2023/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0YR8s2zMpM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Torehkan Prestasi Baru, Dua Prodi FKIP Unmul Kantongi Akreditasi Internasional pada Paruh Pertama 2023</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Berangkat dari visitasi dan asesmen dari lembaga <em>Akkreditierungsagentur f&uuml;r Studieng&auml;nge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik</em> atau <em>Accreditation in Engineering Computer Science</em> (ASIIN) pada September 2022 lalu, dua program studi (Prodi) FKIP Unmul yakni Pendidikan Biologi dan Pendidikan Fisika berhasil meraih Akreditasi Internasional pada paruh awal 2023. ASIIN sendiri merupakan lembaga internasional independen asal Jerman yang dikhususkan untuk program bergelar dalam disiplin ilmu Teknik, Informatika, Ilmu Alam, dan Matematika.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyangkut peraihan Akreditasi Internasional ini, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>berkesempatan untuk mewawancarai Herliani selaku Koordinator Program Studi (Koprodi) Pendidikan Biologi secara tatap muka pada Senin (30/1). Ia pun menuturkan beragam upaya yang telah dilakukan oleh Prodi tersebut serta dukungan yang diberikan oleh fakultas maupun universitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Upaya yang pertama adalah ikut hibah dari Dikti. Dari sana kami dibantu delapan puluh persen untuk pendaftaran. Dukungan dari universitas dan fakultas juga luar biasa. Kami dibantu dari nol,&rdquo; ucapnya mengingat kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal kelengkapan berkas pendaftaran, Herliani menyebut pihaknya memerlukan waktu yang tak sebentar. Terlebih, seluruh dokumen yang diajukan harus berbahasa Inggris.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami belum tau apa-apa karena berkasnya berbeda dengan Lamdik atau BAN-PT dan harus berbahasa Inggris. Persiapannya tentu memakan waktu lama hingga kami bisa memenuhi berkas pendaftaran,&rdquo; terang Herliani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut ia menyebut, kegiatan studi banding yang dilakukan selama masa persiapan membuat ia dan pihaknya semakin yakin untuk mengajukan akreditasi internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebelumnya memang ada kegiatan studi banding di universitas-universitas lain yang sudah mengikuti akreditasi internasional,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbicara soal benefit akreditasi yang dikeluarkan ASIIN, Herliani sebut beberapa di antaranya berdampak langsung bagi perguruan tinggi maupun mahasiswa. Misalnya saja pemenuhan poin kedelapan dari Indikator Kinerja Utama (IKU) yakni program studi berstandar internasional hingga pertukaran pelajar ke luar negeri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau untuk mahasiswa ada program&nbsp;</span><span><em>Student Mobility</em></span><span>. Pertukaran pelajar dengan Malaysia dan Thailand. Bahkan ada juga yang lulus&nbsp;</span><span><em>Indonesian International Student Mobility Award</em></span><span>&nbsp;(IISMA), kuliahnya di Eropa selama satu semester.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski akreditasi yang telah dikantongi dua Prodi tersebut hanya berlaku selama satu tahun, Herliani menegaskan bahwa capaian tersebut dapat kembali diperpanjang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau ini kan setahun, nanti (bisa) lima tahun sambil kita melengkapi berkas,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya tentunya Prodi Biologi (dapat) menjadi yang terbaik, ya. Kemudian yang kedua jangka waktu akreditasinya bisa lebih diperpanjang lagi,&rdquo; kunci Herliani.<strong>&nbsp;</strong><em style="font-weight: bold;"><span>(</span><span>fza/ner/myy/ems</span></em><span style="font-weight: bold;"><em>)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rem Blong dan Kapitalisme dalam A Man Called Otto </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/rem-blong-dan-kapitalisme-dalam-a-man-called-otto/baca </link>
<guid> rem-blong-dan-kapitalisme-dalam-a-man-called-otto </guid>
<pubDate> Fri, 03 Feb 2023 13:19:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menjajaki relevansi kapitalisme dalam film A Man Called Otto </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/rem-blong-dan-kapitalisme-dalam-a-man-called-otto/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WVxaOLgKND.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rem Blong dan Kapitalisme dalam A Man Called Otto</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>A Man Called Otto merupakan adaptasi dari novel karangan penulis Swedia. Dalam novelnya, tokoh utamanya bernama Ove. Namun, dalam film ini nama tersebut diubah dengan yang lebih berbau Amerika, yaitu Otto. Diperankan oleh Tom Hanks, aktor Hollywood yang berkali-kali memenangkan Oscar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Otto merupakan seseorang berumur enam puluh tahun. Nama lengkapnya ialah Otto Anderson. Istrinya telah setahun meninggal. Ia sangat mencintai istrinya, dan kematiannya membuat dirinya nyaris gila. Mengidap depresi, ia kemudian memutuskan untuk bunuh diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Percobaan bunuh diri itu pada akhirnya berkali-kali gagal karena ada beberapa kejadian yang menjadi penyebabnya. Seorang tetangga baru bernama Marsol menjadi faktor utama. Ia menyadarkan Otto bahwa dirinya masih bisa melanjutkan hidupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, bukan itu yang menjadi fokus tulisan ini. Melainkan satu hal yang menjadi judul di atas: rem blong.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sebuah adegan kilas balik, Otto mengingat momen ketika ia berlibur bersama istrinya. Saat itu, istrinya sedang hamil. Tiba-tiba, bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Bayi mereka keguguran. Sedangkan istrinya, menjadi cacat selamanya.</span></p><p dir="ltr"><span>&ldquo;Aku tidak akan memaafkan mereka.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Otto menyimpan dendam kesumat karena kejadian itu. Bukan hanya kepada sopir bus, tetapi juga kepada perusahaan bus yang lalai. Kalau mereka rutin melakukan perawatan, hal tersebut takkan terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persoalan rem blong ini menarik. Relevan dengan banyak kejadian serupa di Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peristiwa di Lok Bahu akhir Januari ini, misalnya. Seorang sopir truk menyadari remnya blong. Panik, ia akhirnya membanting setir. Truk pun terhenti di sebuah dataran rumput.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kejadian yang diliput oleh koran Metropolis itu heroik. Namun, seperti makian Otto, ada perusahaan yang lalai. Itu pun menjadi bahasan dalam liputan Metropolis. Pelaku usaha transporter dinilai tidak melakukan pemeliharaan dan perawatan kendaraan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sopir truk itu pun cukup beruntung. Truknya terhenti di daratan rumput di pinggir jalan. Bayangkan jika truk itu tetap melaju setelah ia banting setir. Ia mungkin akan jatuh ke jurang. Jika itu terjadi, apakah perusahaan akan bertanggung jawab?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kecelakaan maut di Balikpapan awal tahun lalu bisa jadi gambaran. Serupa, kejadian itu terjadi karena rem truk tronton yang blong. Saat hendak menuruni jalan, truk lepas kendali. Belasan kendaraan ditabrak truk yang melaju kencang. Empat orang pun meninggal dunia, lainnya luka-luka. Siapa yang disalahkan?&nbsp;</span></p><p dir="ltr"><span>Sopir truknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seorang sopir truk berusia 48 tahun menjadi tersangka kasus ini. Padahal, pemeliharaan dan perawatan truk itu tanggung jawab perusahaan. Namun, nama sopir itu seolah jadi aktor utama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal itu juga menjadi kritikan pemerhati transportasi. Dikutip dari&nbsp;</span><span><em>Detikcom</em></span><span>, yang diselidiki harusnya bukan hanya sopirnya, tetapi perusahaan terkait juga perlu diperiksa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, pada akhirnya hanya sopir truk malang itu yang menjadi tersangka. Padahal ia sudah mengendarai truk sesuai prosedur. Pemeriksaan terhadap perusahaan juga tidak ada tindak lanjut. Orang-orang pun lupa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka, makian Otto adalah makian kita semua. Makian terhadap sistem kapitalisme hari ini. Sistem yang tidak peduli terhadap rem blong. Sistem yang membuat istri Otto cacat seumur hidup. Sistem yang tak peduli akan keselamatan pekerjanya. Sistem yang hanya peduli terhadap modal sedikit-dikitnya dan untung sebanyak-banyaknya.</span></p><p><br></p><p><span><strong>Daftar Pustaka:</strong></span></p><ul><li><span>Rem Blong, Truk Kontainer &quot;Nyangkut&quot; di Turunan - Metropolis, Jum&apos;at 27 Januari 2023</span></li><li><a href="https://www.google.com/amp/s/oto.detik.com/berita/d-5908196/kecelakaan-maut-truk-tronton-di-balikpapan-jangan-hanya-selidik-sopir-semata/amp"></a><a href="https://www.google.com/amp/s/oto.detik.com/berita/d-5908196/kecelakaan-maut-truk-tronton-di-balikpapan-jangan-hanya-selidik-sopir-semata/amp">Kecelakaan Maut Truk Tronton di Balikpapan, Jangan Hanya Selidik Sopir Semata</a></li></ul><p style="text-align: justify;"><span><strong><em><strong><em>Opini ditulis oleh Muhammad Al Fatih, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2022, Universitas Mulawarman.</em></strong></em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Festival Kota Juang Sangasanga: Mengenang Peristiwa Merah Putih di Kota Minyak yang Jadi Ajang Pelestarian Budaya Lokal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/festival-kota-juang-sangasanga-mengenang-peristiwa-merah-putih-di-kota-minyak-yang-jadi-ajang-pelestarian-budaya-lokal/baca </link>
<guid> festival-kota-juang-sangasanga-mengenang-peristiwa-merah-putih-di-kota-minyak-yang-jadi-ajang-pelestarian-budaya-lokal </guid>
<pubDate> Tue, 07 Feb 2023 03:26:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Semarak Kota Juang Sangasanga </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/festival-kota-juang-sangasanga-mengenang-peristiwa-merah-putih-di-kota-minyak-yang-jadi-ajang-pelestarian-budaya-lokal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kIh8OmY1I5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Festival Kota Juang Sangasanga: Mengenang Peristiwa Merah Putih di Kota Minyak yang Jadi Ajang Pelestarian Budaya Lokal</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Memasuki penghujung Januari, warga di Kecamatan Sangasanga berbondong-bondong mengibarkan bendera merah putih di halaman rumah mereka. Seluruh pinggiran jalan pun turut dipenuhi oleh Sang Saka Merah Putih beserta umbul-umbul yang berkibar bersisian. Tentunya bukan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang, melainkan untuk mengenang Peristiwa Merah Putih ke-76 tahun di Sangasanga, tepatnya pada tanggal 27 Januari 1947 silam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Januari nampaknya jadi bulan yang paling dinanti masyarakat Sangasanga. Jika minggu keempat di bulan tersebut sudah tiba, itu artinya Festival Kota Juang akan segera diselenggarakan. Bahkan, euforia peringatan Peristiwa Merah Putih ini jauh lebih meriah dibandingkan perayaan Hari Kemerdekaan RI. Festival tersebut merupakan agenda yang rutin digelar setiap tahunnya. Selama ini, Festival Kota Juang hanya pernah absen sekali di tahun 2021 karena pandemi yang masih melonjak kala itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rangkaian kegiatan dimulai dengan napak tilas yang digelar pada tanggal 26 Januari. Para peserta akan berjalan kurang lebih sejauh sepuluh kilometer dan melewati tiga kelurahan. Rute perjalanan dimulai dari Monumen Perjuangan Merah Putih di Kelurahan Sangasanga Muara, lalu melewati Kelurahan Sarijaya, dan berakhir di Kelurahan Sangasanga Dalam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlihat para peserta mengenakan kostum dan properti yang beragam: ada rombongan perempuan yang memakai baju kebaya sembari membawa bakul, hingga laki-laki dengan darah yang melumuri pakaiannya&mdash;yang tentunya diwarnai menggunakan cat merah&mdash;sambil membawa bambu runcing, menggambarkan para pejuang Sangasanga kala itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rangkaian acara selanjutnya adalah pembukaan Expo Merah Putih, renungan suci di Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah, upacara parade peringatan Peristiwa Merah Putih, serta pertunjukkan Teater Merah Putih oleh pelajar seusai upacara. Operet tersebut mengisahkan tentang gigihnya perjuangan rakyat Sangasanga dalam menumpas serdadu Belanda dan Jepang yang ingin menguasai kota yang kaya akan minyak itu. Selain itu, terdapat pula beberapa kegiatan seperti jalan santai, reuni akbar yang dihibur oleh artis ibu kota, pentas seni, serta lomba gerak jalan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Menjelajahi Expo Merah Putih dan Museum Perjuangan Merah Putih</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Expo Merah Putih atau Pameran Pembangunan menjadi salah satu agenda yang paling dinanti. Pameran yang bertempat di Lapangan MTQ ini dihelat selama sembilan hari, dimulai dari 26 Januari hingga 3 Februari 2023. Pameran tersebut diisi dengan stan pameran dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kios penjual makanan, pakaian, hingga aksesoris turut memadati area Pameran Pembangunan. Para musisi dan seniman pun tak ketinggalan hadir untuk memeriahkan festival tersebut. Tahun ini, acara yang digelar selama sembilan hari itu mengangkat tema &ldquo;Pahlawan Idaman Rakyat&rdquo;. Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pun berkesempatan untuk mengunjungi pameran tersebut pada Rabu (1/2) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sore itu, area pameran nampak lebih lengang dari biasanya. Ditambah gerimis yang membuat pengunjung semakin sepi. Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>sengaja berkunjung di sore hari untuk menghindari padatnya manusia agar lebih leluasa menjelajahi setiap stan yang ada di sana. Sayangnya, masih ada beberapa stan</span><span>&nbsp;</span><span>dan kios yang belum buka. Bahkan, wahana bermain anak-anak pun belum beroperasi sore itu. Maklum, sebab pengunjung biasanya mulai ramai berdatangan ketika malam hari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika berjalan menyusuri lokasi tersebut, terlihat segerombolan anak-anak yang asyik memainkan permainan tradisional egrang dan</span><span>&nbsp;</span><span>bakiak</span><span>.&nbsp;</span><span>Tak disangka, mereka rupanya cukup mahir memainkan permainan yang menguji keseimbangan itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>mencoba untuk mendekati mereka, di tengah gerombolan anak-anak itu, terdapat pula sejumlah orang dewasa yang sedang memainkan gasing tradisional. Senyum sumringah terlihat jelas di wajah mereka kala memainkan mainan yang terbuat dari kayu tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemandangan tersebut rupanya cukup berhasil menarik kembali nostalgia masa kecil bagi orang-orang yang menyaksikan. Sayangnya, permainan tradisional tersebut nyaris punah tergerus zaman. Dewasa ini, agaknya cukup sulit untuk menemukan anak-anak yang masih memainkan permainan tradisional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu stan</span><span>&nbsp;</span><span>pameran yang&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;sambangi adalah milik Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara. Dari pintu masuknya saja, pengunjung sudah disuguhkan dengan beragam jenis kerajinan tangan khas Dayak. Mulai dari gelang, anting, hingga baju adat Dayak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan hanya sekadar dipajang, rupanya aksesoris tersebut juga dijual kepada pengunjung dengan harga yang bervariasi, mulai dari sepuluh ribu rupiah. Usai melihat-lihat,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pun akhirnya tertarik membeli sebuah gelang yang terbuat dari manik-manik berwarna hitam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8b66ea1c1ece4f6a71029089c2671f4e57f12797.jpg" style="width: 893px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke stan</span><span>&nbsp;</span><span>milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kutai Kartanegara (Diarpus Kukar). Tak seperti stan</span><span>&nbsp;</span><span>lainnya, Diarpus Kukar menata tempat tersebut sehingga terlihat seperti ruang tamu bergaya retro. Terdapat televisi kuno dan kursi rotan yang semakin memperkuat kesan jadul di ruangan itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, terdapat pula Kampoeng Literasi, yaitu sebuah perpustakaan kecil yang berisi sejumlah buku bacaan. Diketahui, Diarpus Kukar juga menggelar lomba bertutur atau mendongeng cerita rakyat tingkat sekolah dasar pada Senin (30/1) lalu sebagai upaya pelestarian budaya lokal kepada generasi muda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Puas menjelajahi Pameran Pembangunan,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>kemudian bergeser ke Museum Perjuangan Merah Putih yang letaknya tak jauh dari kawasan pameran. Di seberangnya terdapat Monumen Palagan yang berdiri kokoh. Uniknya, terlihat pula mobil jip dan kapal tua peninggalan zaman kolonial yang terparkir di halaman museum tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika memasuki bangunan itu,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;sudah disambut dengan banyaknya koleksi foto-foto yang menggambarkan bagaimana keadaan pada zaman kolonial di Kaltim kala itu. Daftar nama pejuang, kapal rampasan, hingga tawanan perang dari pihak Sekutu juga terpampang di sana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6d935b331287659ba2d2e84123c52fa30bd22bcd.jpg" style="width: 889px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah mengisi buku tamu,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>kemudian segera beranjak mengeksplorasi museum. Selain koleksi foto dokumentasi, ada pula diorama yang menggambarkan peristiwa pada masa itu, seperti diorama yang memperlihatkan penangkapan dan pembantaian masyarakat Sangasanga oleh tentara Belanda di Jembatan Tujuh.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak sampai di situ, berbagai senapan dengan jenis yang berbeda juga terpajang di sana. Bahkan, terdapat pula barang antik seperti mesin tik, gramofon, radio, kamera, sepeda, dan setrika kuno.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/80454970cfba1a3fcd931518e00d26f0061502b4.jpeg" style="width: 893px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Museum Perjuangan Merah Putih biasanya hanya dibuka pada saat Festival Kota Juang digelar. Hal inilah yang menjadi faktor bangunan tersebut menjadi kurang terawat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlihat beberapa foto yang sudah rusak, lampu yang mati, hingga lantai dan dinding yang dipenuhi noda. Ruangannya pun terasa pengap karena minimnya pendingin ruangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pagelaran Festival Kota Juang bukan semata-mata untuk mengenang Peristiwa Merah Putih belaka, tetapi juga sebagai ajang untuk melestarikan kebudayaan lokal. Itu dapat dilihat dari banyaknya kegiatan kesenian seperti pertunjukan Teater Merah Putih, perlombaan tari tradisional dan lomba bertutur, pameran kerajinan tangan khas daerah, serta permainan tradisional yang diperkenalkan kepada anak-anak. Hadirnya Festival Kota Juang diharapkan mampu mewadahi generasi tua untuk memperkenalkan kesenian dan kebudayaan lokal kepada generasi muda supaya tidak punah karena perkembangan zaman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kisah dari Mereka yang Berkunjung</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada Sabtu (4/2) lalu,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>berkesempatan untuk berbincang dengan salah satu mahasiswi Unmul yang sempat mengunjungi Festival Kota Juang. Ia adalah Seri Ningsih, mahasiswi FKIP 2021. Lahir dan besar di Sangasanga selama nyaris dua dekade lamanya, ini tentu bukan kali pertama dirinya merasakan euforia Festival Kota Juang. Meskipun hanya berbincang melalui sambungan telepon, ia begitu antusias mengisahkan pengalamannya ketika mengunjungi festival tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan keramahannya, perempuan yang akrab disapa Cece ini mengisahkan ketika ia harus berebut kupon pembagian beras untuk jalan santai. Tak ayal, dirinya mengeluhkan komunikasi yang kurang di antara panitia sehingga membuat sejumlah masyarakat termasuk dirinya kebingungan karena informasi yang didapat simpang siur. Tak hanya itu, ia turut mengeluhkan panitia yang tidak cekatan dalam membagikan kupon&nbsp;</span><span>doorprize</span><span>&nbsp;sehingga membuat para peserta berdesakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seharusnya dari awal sudah dibuat dua tempat untuk pembagian kupon&nbsp;</span><span>doorprize</span><span>&nbsp;supaya tidak&nbsp;</span><span>chaos</span><span>,&rdquo; keluhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baginya, euforia perhelatan Festival Kota Juang di tahun-tahun sebelumnya, khususnya sebelum pandemi, lebih terasa meriah dibandingkan tahun ini. Itu dapat dilihat dari jumlah peserta napak tilas yang lebih banyak karena terdapat peserta yang berasal dari luar kota. Sebaliknya, jumlah peserta kali ini jauh lebih sedikit dan hanya diikuti oleh penduduk lokal saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain itu, harga tiket masuk wahana permainan dan makanan yang dijual di sana juga lebih murah kalau di tahun-tahun yang lalu,&rdquo; ucapnya sembari terkekeh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harap Cece, panitia Festival Kota Juang kedepannya dapat mempersiapkan acara tersebut dengan lebih matang agar meminimalisir kejadian serupa. Terlepas dari kekurangan yang ada, Cece menilai bahwa Festival Kota Juang sudah terlaksana dengan cukup baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya juga mau berterima kasih untuk semua pihak yang mensponsori acara jalan santai kemarin, karena hadiahnya sangat bermanfaat, seperti beras dan tiket umroh,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kisah lainnya datang dari Nur Karmeilia, perantau asal Enrekang, Sulawesi Selatan. Festival Kota Juang tahun ini jadi kali pertama bagi dirinya, sebab ia baru menetap di Sangasanga selama sepuluh bulan terhitung sejak Maret 2022 lalu. Dengan antusias, ia menceritakan pengalamannya selama mengunjungi Expo Merah Putih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seru sekaligus menambah pengetahuan, karena banyak stan</span><span>&nbsp;</span><span>dari berbagai dinas yang ada di Kukar. Apa lagi ada juga dinas yang menjual aksesoris. Banyak juga kios yang menjual makanan, pakaian, dan oleh-oleh khas Kalimantan,&rdquo; kenangnya ketika diwawancarai</span><span><em>&nbsp;Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Sabtu (4/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perempuan yang akrab disapa Lia itu juga sempat menyambangi Museum Perjuangan Merah Putih. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>ia turut menyayangkan keadaan museum yang kurang terawat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga ke depannya museum itu bisa dirawat dengan lebih baik, karena di sana, kan, menyimpan peninggalan bersejarah yang harus diapresiasi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal kinerja panitia mengorganisir perhelatan acara, ia berharap pelaksanaan Expo Merah Putih dapat lebih maksimal. Misalnya saja dengan mengelompokkan kios yang menjual barang sejenis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya kalau seluruh penjual makanan itu ada di deretan yang sama, terus yang jual pakaian dikumpulkan di seberangnya. Biar kita sebagai pembeli lebih mudah mencari kios yang kita mau,&rdquo; harapnya.</span></p><div style="text-align: justify;">Julukan Kota Juang terhadap Sangasanga ini bukan tanpa sebab. Kota yang dikenal akan sumber minyaknya yang kaya sejak era kolonial ini menyimpan banyak situs bersejarah yang tersebar di seluruh kota. Mulai dari Tugu Pembantaian, Penjara Kolonial Belanda, Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah, Situs Gunung Selendang, gua Jepang, hingga sumur minyak Louise 1. Bagi kamu yang tertarik mengunjungi Sangasanga dan ingin menyaksikan Festival Kota Juang, pastikan untuk tidak melewatkannya pada tahun depan, ya! <strong>(dre/ems)</strong></div><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Situs siKemas FKM Diretas Judi Online, UPT TIK Unmul: Sudah Kami Bersihkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/situs-sikemas-fkm-diretas-judi-online-upt-tik-unmul-sudah-kami-bersihkan/baca </link>
<guid> situs-sikemas-fkm-diretas-judi-online-upt-tik-unmul-sudah-kami-bersihkan </guid>
<pubDate> Tue, 07 Feb 2023 08:15:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peretasan siKemas FKM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/situs-sikemas-fkm-diretas-judi-online-upt-tik-unmul-sudah-kami-bersihkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/82QqyOPcBU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Situs siKemas FKM Diretas Judi Online, UPT TIK Unmul: Sudah Kami Bersihkan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA&nbsp;</strong></span><span><strong>&ndash;&nbsp;</strong>Belakangan, sejumlah laman resmi milik pemerintah hingga institusi pendidikan kedapatan mempromosikan situs judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>. Mayoritas, dapat dijumpai dengan mengetikkan kata kunci &lsquo;slot judi&rsquo; atau &lsquo;judi gacor&rsquo; lewat mesin pencarian internet. Berdasarkan pantauan awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sistem Informasi Akademik FKM Unmul (siKemas) turut alami kasus serupa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disambangi&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (31/1) lalu, Hamdani selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) Unmul membeberkan, pihaknya tak menerima laporan apa pun terkait hal ini. Namun, dirinya dengan sigap mengarahkan salah seorang staf untuk menangani hal tersebut usai mendapat laporan dari&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terangnya, unggahan judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;telah tertaut sejak Rabu (11/1) lalu usai ditelusuri oleh salah seorang stafnya. Lebih lanjut, Hamdani menjelaskan bahwa situs siKemas FKM Unmul tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab UPT TIK sebab pengerjaannya yang dirampungkan oleh pihak ketiga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi, seingat saya itu di FKM punya&nbsp;</span><span><em>programmer</em></span><span>&nbsp;sendiri, jadi kita tidak tanggung jawab. Nah, tapi kami bertanggung jawab mengamankan di level <em>server</em>. Sudah kita hilangkan itu (situs judi&nbsp;</span><span><em>online</em>)</span><span>.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal penyebab peretasan, Hamdani kemudian menghubungkan awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;dengan Agus, salah seorang staf UPT TIK yang bertugas membersihkan tautan judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;beberapa waktu lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agus mengungkap tautan judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;yang menempel belakangan adalah akibat dari lemahnya sistem keamanan pada&nbsp;</span><span><em>website</em></span><span>. Imbuhnya, fitur unggah pada situs siKemas FKM masih tak memiliki filter dokumen yang jelas, sehingga berisiko lebih besar pada kondisi tertentu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi masalahnya kalau saya bilang sih ada di fitur&nbsp;</span><span><em>upload</em>&nbsp;</span><span>di aplikasinya. Jadi saya curiganya itu gak difilter, harusnya misalnya (fitur) <em>upload</em> ini hanya boleh menerima <em>file</em> pdf dan jpeg gitu, tapi dia bisa <em>di-</em></span><span><em>upload</em></span><span>&nbsp;segala macam bentuk <em>file</em> gitu takutnya,&rdquo; terang Agus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih kembali dengan Hamdani, ungkapnya, kasus peretasan semacam ini bukanlah kali pertama. Tak hanya situs judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>, situs pornografi atau konten spam juga marak ditempelkan dengan berbagai tujuan. Seperti tujuan bisnis, mengambil data, memancing pengguna untuk mengakses konten pornografi, hingga menargetkan pengguna untuk tertarik pada judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya menduga, kasus peretasan siKemas juga dilakukan dengan tujuan tertentu. Misalnya untuk mencari suatu data atau menarik mahasiswa agar mengakses situs judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>. Terlebih, laman perguruan tinggi dinilai menjadi tempat paling aman untuk menempelkan tautan judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;atau pornografi sebab tak terdeteksi secara langsung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau dia (situs judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>) paling aman ditaruh di&nbsp;</span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;milik perguruan tinggi, biar seolah-olah tidak ketemu kalau Kominfo mencari,&rdquo; kuncinya. <em><strong>(</strong></em></span><span><em><strong>aro/nkh/mlt/khn/dre</strong></em></span><span><em><strong>)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Surat Keterangan Mengikuti TOEFL Minimal Dua Kali Tak Lagi Berlaku, Kini Mahasiswa Harus Mengikuti Tes Sampai Lolos </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/surat-keterangan-mengikuti-toefl-minimal-dua-kali-tak-lagi-berlaku-kini-mahasiswa-harus-mengikuti-tes-sampai-lolos/baca </link>
<guid> surat-keterangan-mengikuti-toefl-minimal-dua-kali-tak-lagi-berlaku-kini-mahasiswa-harus-mengikuti-tes-sampai-lolos </guid>
<pubDate> Wed, 08 Feb 2023 06:18:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perubahan kebijakan surat keterangan TOEFL </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/surat-keterangan-mengikuti-toefl-minimal-dua-kali-tak-lagi-berlaku-kini-mahasiswa-harus-mengikuti-tes-sampai-lolos/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FR1jg3Dwui.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Surat Keterangan Mengikuti TOEFL Minimal Dua Kali Tak Lagi Berlaku, Kini Mahasiswa Harus Mengikuti Tes Sampai Lolos</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sesuai dengan surat UPT. Bahasa Nomor: 296/UN17.V4/TA.00.04/2022, mengikuti <em>English Proficiency Test</em> (EPT) baik <em>Mulawarman University English Proficiency Test&nbsp;</em>(MU-EPT) atau <em>Test Of English as a Foreign Language</em> (TOEFL) sudah menjadi kewajiban bagi seluruh mahasiswa Unmul yang ingin mengikuti wisuda. Namun, tingkat kesulitan yang cukup tinggi serta biaya yang tidak sedikit menjadi pertimbangan untuk mengikuti EPT.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada awal 2018, berlaku keringanan bagi mahasiswa yang tidak lolos TOEFL agar cukup melampirkan bukti bahwa pernah mengikuti tes tersebut sebanyak dua kali untuk mendaftar wisuda. Namun, mulai awal 2019, kebijakan ini tidak berlaku lagi bagi angkatan 2016 dan seterusnya. Sehingga mahasiswa yang mau mengikuti wisuda, mau tidak mau harus mengikuti EPT berulang kali hingga ia lolos.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, <em>Sketsa</em> mendatangi Wakil Rektor Bidang Akademik yakni Lambang Subagiyo pada Rabu (1/2) lalu. Ia menekankan bahwa kompetensi berbahasa asing khususnya bahasa Inggris sangatlah penting di era 4.0 untuk mencari kerja maupun berkomunikasi. Ini juga selaras dengan visi Unmul untuk berstandar internasional, di mana salah satu faktor pendukungnya adalah kemahiran berbahasa Inggris. Maka dari itu, kebijakan ini akan terus dilanjutkan.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai keresahan tentang ketidakmampuan mahasiswa untuk langsung melewati EPT, Lambang menyarankan agar mahasiswa mengikuti tes tersebut sejak semester awal. Sebab apabila mahasiswa tersebut tidak lolos, ia dapat mencoba lagi di semester selanjutnya sembari meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Ia pun telah melakukan rapat untuk mengefisiensikan EPT dan membantu mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kemarin juga sudah kita rapatkan. Nanti tolong balai bahasa mulai mendesain, kalau misalkan mata kuliah Bahasa Inggris di Prodi itu setidaknya ada ujian. Ujiannya bukan ujian semester mengisi formulir, menconteng seperti itu. Nah, ujiannya adalah <em>Paper Based Test&nbsp;</em>(PBT) atau <em>Internet Based Test</em> (IBT), setara dengan TOEFL,&rdquo; ungkap pria lulusan Nantes Universit&eacute; ini.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal pengecualian khusus dalam kasus tertentu seperti mahasiswa yang telah mengikuti TOEFL berulang kali tetapi tak kunjung lulus, Lambang mengatakan bahwa permasalahan tersebut akan dipirkan kemudian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, itu akan kita pikirkan, tapi untuk wisuda sampai tanggal 6 (Februari) ini peraturan harus tetap berlaku. Biarkan saja dulu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dirinya mengungkap bahwa EPT tidak akan mengganggu panjangnya masa studi mahasiswa sebab tes tersebut merupakan syarat untuk mengikuti wisuda dan mendapatkan ijazah, bukannya untuk mengikuti ujian skripsi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menyangkut peran balai bahasa yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa secara komprehesif menjadi harapan tersendiri bagi Lambang. Menurutnya, peran balai bahasa bukan hanya menguji saja, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa melalui kelas kursus persiapan bahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga nanti apa yang dipelajari mahasiswa itu relevan dengan apa yang diminta oleh oleh MU-EPT atau TOEFL,&rdquo; mantapnya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> pun turut menghubungi dua alumni Unmul melalui WhatsApp, yakni Adam Muchsin, alumni FH, pada Kamis (26/1) dan Nursari Malinda, alumni FK, pada Rabu (1/2). <em>Kepada Sketsa</em>, Adam mengaku baru mengetahui kebijakan ini ketika akan melakukan yudisium pada Juli 2022 lalu. Di sisi lain, Nursari tidak mengetahui tentang kebijakan ini walaupun telah lulus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait kebijakan ketiadaan dispensasi dalam tes bahasa Inggris ini baru saja saya ketahui ketika akan melakukan yudisium pada 20 Juli 2022 silam. Demikian, saya mengikuti tes (MU-EPT) untuk memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yudisium dan hanya butuh satu kali tes untuk mendapatkan nilai yang dibutuhkan,&rdquo; beber Adam.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Adam, MU-EPT jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan TOEFL. Lalu, dalam segi biaya, MU-EPT jauh lebih murah daripada TOEFL sehingga tidak begitu memberatkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Nursari yang memilih TOEFL, ia mengungkap bahwa biaya tes tersebut sangat memberatkan dan memiliki tingkat kesulitan yang sedang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biaya untuk melakukan TOEFL pada saat itu sangat memberatkan. Mengingat harga yang dikeluarkan kurang lebih sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000, sedangkan tingkat kesulitan tesnya sendiri bisa dikatakan sedang. Artinya tidak sulit, tetapi bukan berarti mudah,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(mar/ysn/snr/ems)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Registrasi IISMA 2023 Tengah Berlangsung, Cek Syarat dan Jadwal Pendaftarannya! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/registrasi-iisma-2023-tengah-berlangsung-cek-syarat-dan-jadwal-pendaftarannya/baca </link>
<guid> registrasi-iisma-2023-tengah-berlangsung-cek-syarat-dan-jadwal-pendaftarannya </guid>
<pubDate> Thu, 09 Feb 2023 06:34:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendaftaran IISMA 2023 resmi dibuka! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/registrasi-iisma-2023-tengah-berlangsung-cek-syarat-dan-jadwal-pendaftarannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8jH0hQM7su.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Registrasi IISMA 2023 Tengah Berlangsung, Cek Syarat dan Jadwal Pendaftarannya!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Tahun ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) kembali menyelenggarakan <em>Indonesian International Student Mobility Awards</em> (IISMA), program beasiswa yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melakukan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran IISMA 2023 telah dibuka mulai dari 8 Februari hingga 1 Maret mendatang. Kali ini, Kemdikbud Ristek membuka kesempatan bagi 1200 mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti program IISMA periode 2023. Bagi kamu yang berminat mengikuti program tersebut, yuk, cek jadwal dan persyaratannya yang sudah <em>Sketsa</em> rangkum khusus untukmu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Lini Masa IISMA 2023</strong></p><p style="text-align: justify;">Masa registrasi IISMA 2023 berlangsung dari bulan Februari hingga Maret mendatang. Setelah itu, akan dilaksanakan seleksi dokumen pada tanggal 2 hingga 15 Maret. Bertepatan dengan itu, dilangsungkan pula <em>nationality test</em> pada tanggal 2 hingga 5 Maret.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, barulah memasuki tahap akhir yaitu wawancara yang dimulai dari tanggal 19 hingga 25 Maret. Beres melewati rangkaian &nbsp;tahap tersebut, pengumuman kelulusan akan disampaikan pada 14 April 2023.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika dinyatakan lulus, peserta harus melengkapi dokumen dan mempersiapkan diri untuk mengikuti pelaksanaan program IISMA 2023 yang akan berlangsung dari bulan Juli hingga Maret 2024.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Manfaat dari Program IISMA&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain berkesempatan untuk belajar di negeri luar negeri, program IISMA juga menjanjikan segudang manfaat. Beberapa di antaranya berupa pendanaan Beasiswa Mobilitas Internasional Mahasiswa Indonesia yang mencakup uang pendaftaran dan SPP (<em>at cost</em>) yang akan dibayarkan langsung ke perguruan tinggi mitra luar negeri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, biaya perjalanan berupa tiket pesawat pulang pergi kelas ekonomi dari kota asal di Indonesia ke kota tujuan belajar (<em>at cost</em>) hingga biaya hidup bulanan di negara tujuan belajar sesuai ketentuan Kemdikbud Ristek juga sepenuhnya ditanggung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Kemdikbud Ristek turut sediakan asuransi kesehatan selama mengikuti program pertukaran mahasiswa luar negeri, biaya tes PCR sebelum berangkat ke negara tujuan dan saat akan kembali ke Indonesia jika diperlukan, biaya penerbitan visa negara tujuan, dan biaya bantuan keadaan darurat mahasiswa secara kolektif.</p><p style="text-align: justify;">Jika kamu tertarik untuk mengikuti program IISMA 2023, berikut beberapa persyaratan yang harus kamu penuhi. Simak, ya!</p><ul><li style="text-align: justify;">Merupakan mahasiswa S-1 dari perguruan tinggi yang terdata di PDDIKTI.</li><li style="text-align: justify;">Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak berkewarganegaraan ganda.</li><li style="text-align: justify;">Mahasiswa semester 4 atau 6 saat pendaftaran IISMA 2023 dibuka.</li><li style="text-align: justify;">Maksimal berusia 23 tahun per 1 Juli 2023.</li><li style="text-align: justify;">Tidak pernah mengambil cuti selama kuliah.</li><li style="text-align: justify;">Tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan mobilitas internasional secara fisik termasuk <em>Summer/Winter Program, Internship, Exchange, Credit Mobility, Sit-in, Dual/double degree,</em> Studi Ekskursi, <em>Global</em><em>&nbsp;Project-Based Learning&nbsp;</em>selama berkuliah.</li><li style="text-align: justify;">IPK minimal 3.00.</li><li style="text-align: justify;">Memiliki nilai sertifikasi bahasa Inggris yang cukup yaitu minimal 6.0 untuk IELTS, 78 untuk skor TOEFL iBT, dan skor minimal 100 untuk Duolingo <em>English Test</em> atau sanggup mendapatkan sertifikat bahasa Inggris sesuai kriteria sampai dengan tanggal 28 Februari 2023 (dibuktikan dengan surat pernyataan kesanggupan).</li><li style="text-align: justify;">Tidak menerima biaya hidup/tunjangan hidup dari Kemendikbud Ristek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) selama mengikuti program IISMA.</li><li style="text-align: justify;">Tidak mengikuti program Kampus Merdeka lainnya selama mengikuti program IISMA.</li><li style="text-align: justify;">Belum pernah mengikuti lebih dari 1 program Kampus Merdeka sebelum mendaftar program IISMA.</li><li style="text-align: justify;">Bersedia untuk menaati seluruh aturan dan mengikuti seluruh kegiatan yang ditetapkan oleh program IISMA.</li><li style="text-align: justify;">Tidak pernah terlibat kasus hukum atau kriminalitas.</li><li style="text-align: justify;">Dinominasikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik.</li></ul><p style="text-align: justify;">Program IISMA tentunya bisa jadi peluang emas bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri. Jika kamu berminat, pastikan untuk memenuhi persyaratannya dan segera persiapkan dirimu, ya! <em><strong>(snr/dre)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Revisi Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/revisi-diri/baca </link>
<guid> revisi-diri </guid>
<pubDate> Fri, 10 Feb 2023 10:28:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari esok yang lebih baik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/revisi-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mjjgbRpj6o.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Revisi Diri</h1>
			              </header>
			              <p>Hari yang kian temaram kembali kudekap diriku.</p><p>Mengingat wiyata yang diberikan Sang Pencipta kepadaku.</p><p>Ternyata aku terlalu banyak berkeluh dengan kisah yang aku lewati,</p><p>Sampai lupa ada hal penting yang harus kulakukan selain berkeluh.</p><p><br></p><p>Begitu banyak hal yang kuimpikan, sampai lupa bahwa semua itu hanya efemeral.</p><p>Aku terobsesi dengan kata bahagia,</p><p>Sampai lupa bahwa kebahagiaan dan kesedihan akan selalu datang bergantian.</p><p>Aku lupa bahwa kata bahagia yang kuimpikan hanya akan hadir</p><p>Saat aku mampu bersahabat dengan rasa yang hadir dalam setiap kisah yang kumiliki.</p><p><br></p><p>Aku mulai berpikir untuk menata diri,</p><p>Memantaskan diri untuk bersahabat dengan setiap rasa yang hadir,</p><p>Hingga menemukan kebahagian di dalamnya.&nbsp;</p><p>Merevisi diri untuk menjadi versi yang lebih baik sehingga mampu bersahabat dengan kisah yang tentu saja tidak selalu baik.</p><p><br></p><p>Hai diri,</p><p>Jangan lupa revisi hari ini untuk edisi yang lebih baik di hari esok.</p><p><br><br><strong><em>Ditulis oleh Laurensia Soraida Alvis, mahasiswi Ilmu Komunikasi, Fisip Unmul 2021.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Perlu Dibicarakan selain Childfree </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/yang-perlu-dibicarakan-selain-childfree/baca </link>
<guid> yang-perlu-dibicarakan-selain-childfree </guid>
<pubDate> Fri, 10 Feb 2023 11:49:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sisi lain childfree yang perlu dibicarakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/yang-perlu-dibicarakan-selain-childfree/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/afR94zYQw1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yang Perlu Dibicarakan selain Childfree</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Manusia terlahir merdeka, tetapi kaki tangannya terikat.&rdquo; &ndash; Jean Jacques Rousseau.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Langit sedang terik. Kala itu, kami baru saja mengunjungi makam teman kami. Keringat yang mengucur membuat kami pergi ke supermarket. Kami melepaskan dahaga dengan minuman dingin yang baru saja kami beli. Kemudian, Tsuna&mdash;bukan nama sebenarnya, menceritakan masa kecilnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<span>Adikku&nbsp;</span><span>terlahir&nbsp;</span><span><em>stunting</em>,&rdquo;&nbsp;</span><span>ucapnya.</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span></span><span><em>Stunting</em></span><span><em>&nbsp;</em></span><span>menurut&nbsp;</span></span><span><span><em>World Health Organization</em></span><span>&nbsp;(WHO) (2015) adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini ditandai oleh beberapa hal, seperti tinggi badan di bawah rata-rata.</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tsuna berkata adiknya&nbsp;</span><span><em>stunting</em></span><span><em>&nbsp;</em>bukan tanpa alasan. Keberadaan perusahaan tambang telah merusak sumber air mereka. Sumber air yang &lsquo;beracun&rsquo; membuat ia dan saudara-saudaranya tidak tumbuh sebagaimana mestinya. Begitu pula dengan keluarga-keluarga lain yang tinggal di kampung itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ingatan saya mundur lagi ke beberapa tahun lalu. Ketika saya mendapatkan beasiswa untuk, bersekolah di Uni Emirat Arab. Saat itu saya sedang berada di pesawat dari Abu Dhabi menuju Jakarta. Di samping saya, seorang tenaga kerja wanita (TKW) kebingungan memesan makanan. Saya mencoba membantunya, sambil menjelaskan menu yang ada. Dari situ, dimulailah obrolan di antara kami berdua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menunjukkan foto anaknya. Caranya bercerita mengenai anaknya yang mulai bersekolah membuat saya merasakan bagaimana ia sangat merindukannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya pergi kesini supaya dia bisa sekolah,&rdquo; ucapnya dengan senyum getir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya kemudian juga teringat dengan guru-guru perempuan saya dulu. Saya memanggil mereka ustazah. Di antara mereka, ada yang membawa anaknya ke sekolah. Tiap akan memulai kelas, mereka akan menitipkan anaknya yang masih kecil kepada guru lain yang sedang tidak mengajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekolah saya memang akhirnya berinisiatif. Mereka mempekerjakan seorang perempuan untuk menjaga anak guru-guru yang mengajar. Ustazah saya pun bisa mengajar dengan tenang. Namun, mungkin tidak semua perempuan seberuntung mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Begitu pula tidak semua orang seberuntung Gita Savitri.&nbsp;</span><span><em>Childfree</em>&nbsp;</span><span>memang sebuah pilihan yang berhak ia pilih. Kehidupan pribadinya bukan untuk dicampuri siapa pun. Namun, bagaimana dengan mereka yang memilih untuk mempunyai anak?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana dengan mereka yang anak-anaknya tumbuh cacat karena keberadaan perusahaan tambang yang tak bisa mereka tolak? Bagaimana dengan mereka yang terimpit keadaan ekonomi hingga harus pergi jauh meninggalkan anaknya untuk mencari nafkah? Bagaimana dengan mereka yang tidak mendapatkan fasilitas tempat penitipan anak di tempat ia bekerja?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada beberapa cara pandang feminisme mengenai prostitusi. Saya hanya akan membicarakan dua: feminisme liberal dan feminisme sosialis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Feminisme liberal menganggap bahwa prostitusi adalah hak setiap individu. Bagi mereka, menjadi prostitusi adalah sebuah &lsquo;pilihan&rsquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Feminisme sosialis berpandangan lain. Tanpa menafikan pilihan, mereka memandang prostitusi terjadi karena ketimpangan. Kondisi ekonomi yang membelenggu, membuat sebagian perempuan terpaksa menjadi pekerja seks.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perbedaan yang mencolok adalah, feminisme liberal menitikberatkan kepada kebebasan untuk memilih. Sementara, feminisme sosialis membedah konstruksi ekonomi dan sosial di balik pilihan-pilihan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan berarti saya menuding Gita Savitri Devi seorang feminis liberal. Pun liberalisme dan sosialisme adalah pisau bedah analisis yang mempunyai benar dan salahnya masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang saya ingin tekankan adalah, sekali lagi, tidak semua orang seberuntung Gita Savitri Devi. Ia bisa memilih untuk tidak mempunyai anak dan bebas dengan pilihannya itu. Tetapi, di luar sana, di sekitar kita, ada banyak orang yang tidak benar-benar bisa &lsquo;memilih&rsquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Tulisan ini saya persembahkan untuk Savrinadeya.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Daftar Pustaka:</strong></span></p><ul><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://epaper.mediaindonesia.com/detail/tambang-ilegal-marak-angka-stunting-tinggi"></a><a href="https://epaper.mediaindonesia.com/detail/tambang-ilegal-marak-angka-stunting-tinggi">Tambang Ilegal Marak Angka Stunting Tinggi</a></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://www.fimela.com/lifestyle/read/3777456/membeku-rindu-seorang-tkw-di-negeri-jiran"></a><a href="https://www.fimela.com/lifestyle/read/3777456/membeku-rindu-seorang-tkw-di-negeri-jiran">Membeku Rindu Seorang TKW di Negeri Jiran</a></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://glints.com/id/lowongan/perusahaan-ramah-working-mom/#.Y-U2T3ZBzIU"></a><a href="https://glints.com/id/lowongan/perusahaan-ramah-working-mom/#.Y-U2T3ZBzIU">Apakah Perusahaan di Indonesia Sudah Ramah <em>Working Mom</em>?</a></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://www.antaranews.com/berita/3274509/ksp-tampung-aspirasi-buruh-soal-regulasi-penitipan-anak"></a><a href="https://www.antaranews.com/berita/3274509/ksp-tampung-aspirasi-buruh-soal-regulasi-penitipan-anak">KSP Tampung Aspirasi Buruh Soal Regulasi Penitipan Anak</a></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://id.theasianparent.com/daycare-di-pabrik"></a><a href="https://id.theasianparent.com/daycare-di-pabrik">Peduli Karyawan, Lina Rosita Inisiasi <em>Daycare</em> Gratis di Pabrik</a></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://womenlead.magdalene.co/tag/hak-sadar-pekerja-perempuan/"></a><a href="https://womenlead.magdalene.co/tag/hak-sadar-pekerja-perempuan/">8 Tanda Kantor Dukung Perempuan yang Patut Dicontoh</a></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://blogs.itb.ac.id/appledore/2014/04/01/apa-kata-feminis-tentang-prostitusi/"></a><a href="https://blogs.itb.ac.id/appledore/2014/04/01/apa-kata-feminis-tentang-prostitusi/">Apa Kata Feminis tentang Prostitusi?</a></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://geotimes.id/kolom/feminisme-dan-prostitusi/"></a><a href="https://geotimes.id/kolom/feminisme-dan-prostitusi/">Feminisme dan Prostitusi</a></li></ul><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em style=""><strong>Opini ditulis oleh Muhammad Al Fatih, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2022, Universitas Mulawarman.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FIB Resmi Berakhir, Presiden BEM Terpilih Secara Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-resmi-berakhir-presiden-bem-terpilih-secara-aklamasi/baca </link>
<guid> pemira-fib-resmi-berakhir-presiden-bem-terpilih-secara-aklamasi </guid>
<pubDate> Sat, 11 Feb 2023 12:54:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FIB 2022 resmi berakhir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fib-resmi-berakhir-presiden-bem-terpilih-secara-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3Mm57HMFeK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FIB Resmi Berakhir, Presiden BEM Terpilih Secara Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tak kunjung temui titik terang, Pemira FIB 2022 akhirnya sepakat menempuh Kongres Luar Biasa (KLB) sebagai jalan keluar. KLB yang direncanakan akan berlangsung akhir tahun lalu ini sempat alami penundaan hingga mendekati jadwal masuk perkuliahan agar mahasiswa yang masih berada di luar kota dapat turut berpartisipasi.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em></span><span>kemudian berbincang dengan Davynalia Pratiwi Putri selaku Ketua Umum DPM FIB yang baru pada Rabu (7/2) lalu. Bebernya, KLB yang berlangsung Senin (30/1) lalu membentuk tim formatur yang selanjutnya menunjuk sejumlah nama untuk menempati posisi Presiden, Wakil Presiden, Sekretaris, Bendahara, serta para Menteri dalam kepengurusan BEM FIB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari Kongres Luar Biasa itu tim formatur akhirnya menunjuk nama-nama yang dirasa mampu untuk mengemban tanggung jawab seperti pada jabatan Presiden BEM, Wakil Ketua Presiden BEM, Sekretaris, Bendahara, dan menteri-menteri yang lain.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selang beberapa hari setelahnya, pada Sabtu (4/2) kemarin DPM kemudian menyelenggarakan Kongres Keluarga Mahasiswa (Kongres KM) bertempat di Sekretariat UKM FIB. Agenda pelaksanaan Kongres KM dimulai dengan pembacaan agenda acara dan tata tertib oleh presidium sementara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memasuki sidang pleno ketiga dan keempat, presidium tetap mengambil alih jalannya kongres. Kemudian, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) DPM dan BEM periode sebelumya juga turut disampaikan. Pelak Kongres KM pun ditutup dengan penetapan sekaligus pelantikan kepengurusan BEM dan DPM FIB periode 2023/2024 .</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasilnya, Farhan Ardianto ditetapkan sebagai Presiden BEM FIB secara aklamasi. Davynalia menambahkan, Presiden BEM FIB terpilih bukan berasal dari Paslon yang mendaftarkan diri sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Usut punya usut ternyata (calon wakil presiden) punya pandangan dan pendapat yang berbeda dengan pasangannya (calon presiden). Karena itu, kami tidak bisa menaikkan calon Presiden begitu saja &lsquo;kan. Ya, namanya pasangan, kalau misalnya cuma satu aja yang ada, &lsquo;kan tidak bisa naik gitu &lsquo;kan. Jadi, agenda Pemira terhenti di uji publik,&quot; terang Davynalia menjelaskan duduk perkara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pun berkesempatan untuk mewawancarai Farhan Ardianto selaku Presiden BEM FIB terpilih pada Sabtu (4/2) lalu. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, dirinya mengaku terkejut dan terharu karena dipercaya sebagai Presiden BEM FIB yang baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pastinya kaget, ya, karena saya diberi tanggung jawab yang tidak kecil dan sangat tiba-tiba. Ya, tapi saya berusaha tetap menjalankan amanah yang sudah diberikan,&rdquo; ungkap Farhan ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>melalui pesan teks WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun telah menyiapkan visi dan misi serta tiga program kerja (Proker) yang akan dilaksanakan selama satu tahun kedepan. Ketiga Proker tersebut, sebutnya, ialah; Fordisma (Forum Diskusi Mahasiswa, yaitu forum untuk mengumpulkan aspirasi mahasiswa FIB dan pengisian kotak saran), Dialektika (kegiatan diskusi berseri), dan Wadah Aspiratif.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di bawah kepemimpinan Farhan, BEM FIB sebutnya&nbsp;</span><span>akan rutin menggelar rapat triwulan (rapat per tiga bulan) guna memantau kinerja tiap divisi melalui Menteri lewat masing-masing departemen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Untuk target, saya hanya ingin BEM FIB bisa hidup kembali dan bisa aktif seperti dulu,&quot; harapnya. <em><strong>(ems/khn/myy/ali/dre)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Redefinisi Kebebasan Akademik di Era Neo-Fasis: Tren Pelanggaran Kebebasan Akademik 2022 dan Outlook Kebebasan Akademik pada 2023 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/redefinisi-kebebasan-akademik-di-era-neo-fasis-tren-pelanggaran-kebebasan-akademik-2022-dan-outlook-kebebasan-akademik-pada-2023/baca </link>
<guid> redefinisi-kebebasan-akademik-di-era-neo-fasis-tren-pelanggaran-kebebasan-akademik-2022-dan-outlook-kebebasan-akademik-pada-2023 </guid>
<pubDate> Mon, 13 Feb 2023 08:07:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebebasan akademik terancam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/redefinisi-kebebasan-akademik-di-era-neo-fasis-tren-pelanggaran-kebebasan-akademik-2022-dan-outlook-kebebasan-akademik-pada-2023/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/v1WlHPxquL.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Redefinisi Kebebasan Akademik di Era Neo-Fasis: Tren Pelanggaran Kebebasan Akademik 2022 dan Outlook Kebebasan Akademik pada 2023</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Situasi kebebasan akademik di Indonesia pada tahun 2022 dan proyeksi untuk perlindungan dan penghormatan kebebasan akademik di tahun 2023 telah dilakukan oleh Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), dalam pertemuan tahunan KIKA yang diselenggarakan di Kampung Limasan Tonjong, Kabupaten Bogor, 9-10 Februari 2023. Setidaknya, ada beberapa temuan model tren pelanggaran kebebasan akademik yang dipotret KIKA pada tahun ini.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Pada pidato pengantarnya, Dewan Pengarah KIKA, Dr. Riwanto Tirtosudharmo mengingatkan, bahwa insan akademik merupakan mereka yang memiliki concern terhadap kebebasan akademik, tidak harus dari perguruan tinggi, namun bisa juga berasal dari Lembaga penelitian maupun organisasi lainnya yang menjalankan keilmuannya dan mempertahankan pikiran kritisnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">KIKA melihat selama ini yang menjadi persoalan pelanggaran kebebasan akademik mulai dari faktor pembayaran UKT dan angka pengangguran yang sangat tinggi, hal tersebut berkaitan juga dengan komersialisasi pendidikan dan pola industrialisasi perguruan tinggi, dampak liberalisasi pendidikan menciptakan perguruan tinggi mengalami penundukan pada kuasa politik dan pasar. Sepanjang 2022, KIKA mendampingi berbagai kasus pelanggaran kebebasan akademik, ada 43 kasus yang didampingi oleh KIKA, angka ini cenderung naik dari tahun sebelumnya yang berjumlah 29 kasus. Berdasarkan kasus tersebut, dosen, mahasiswa, kelompok masyarakat sipil menjadi korban pelanggaran kebebasan akademik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">KIKA mencatat ada 11 model pelanggaran kebebasan akademik, adapun tekanan dan ancaman tersebut ditandai dengan: (1). Serangan digital bagi akademisi yang melakukan kritik akademik; (2). Tekanan dan teror terhadap aksi mahasiswa; (3). Kesaksian ahli dosen dipidana; (4). Dugaan korupsi di perguruan tinggi yang menjadi ancaman; (5). Protes isu UKT dan ancaman bagi mahasiswa (aksi diam di Unhas, #UniversitasGagalMerakyat di UGM, <em>trending</em> Twitter terkait UKT di UNY); (6). Praktik transaksi gelap dan jual beli pengaruh dalam penulisan jurnal internasional scopus untuk isu jurnal; (7). Legitimasi kebenaran pemerintah dan penundukan ilmu, salah satunya menyerang peneliti asing (kasus KLHK); (8). Upaya penundukan akademisi untuk melegitimasi berbagai proyek strategis nasional dan konflik agararia (PSN di Wadas, Kinipan, dan Pakel); (9). Peleburan lembaga Riset di BRIN; (10). Situasi kampus yang feodal dan kegagalan membentuk serikat dosen; (11). Tidak terselesainya pelanggaran kekerasan seksual di perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Teror ke akademisi dan masyarakat sipil terus menerus terjadi tanpa ada upaya maju perlindungannya di level negara maupun institusi perguruan tinggi. Hal ini meningkat dalam setahun terakhir. Apa yang terjadi kasus-kasus kebebasan akademik sepanjang tahun 2022, sebenarnya hanya mengulang peristiwa-peristiwa serangan yang terus-menerus terjadi sejak 2015.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Maka dari itu, KIKA kembali mengingatkan Prinsip Surabaya untuk Kebebasan Akademik, khususnya prinsip 2, 3, dan 4 terkait kebebasan penuh mengembangkan tri dharma perguruan tinggi dengan kaidah keilmuan, mendiskusikan mata kuliah dan pertimbangkan kompetensi keilmuan dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dan larangan terhadap pendisiplinan bagi insan akademisi yang berintegritas.</p><p style="text-align: justify;"><em>Outlook</em> kebebasan akademik pada tahun 2023, semakin menguatnya otoritas kampus yang berkelindan dengan kepentingan oligarki akan memperberat agenda perlindungan dan pemajuan kebebasan akademik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Termasuk, berbagai upaya neo-fasis negara dengan tetap melanggengkan berbagai produk undang-undang &ldquo;karet&rdquo;, seperti UU ITE, Perppu Cipta Kerja, UU No. 2 Tahun 2022 tentang KUHP, Perubahan UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan termasuk dengan menggunakan kekuasaannya untuk menundukan sains, dan menjadikan suara insan akademik kian tak bermakna. Seharusnya, ruang demokrasi masyarakat sipil dan kebebasan akademik semakin melembaga, dengan mengutamakan kepada otonomi perguruan tinggi, termasuk melindungi segenap insan akademik dari upaya represi, pendisiplinan, dan pembatasan.&nbsp;</p><p style="text-align: left;">Bogor/Jakarta/Melbourne/Yogyakarta/Surabaya</p><p style="text-align: left;">10 Februari 2023</p><p style="text-align: left;"><br></p><p style="text-align: left;">Pengurus KIKA Indonesia</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh Pengurus KIKA Indonesia.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengajuan Keringanan UKT FPIK Dibatasi, Mahasiswa Diminta Selesaikan Kuliah Tepat Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengajuan-keringanan-ukt-fpik-dibatasi-mahasiswa-diminta-selesaikan-kuliah-tepat-waktu/baca </link>
<guid> pengajuan-keringanan-ukt-fpik-dibatasi-mahasiswa-diminta-selesaikan-kuliah-tepat-waktu </guid>
<pubDate> Tue, 14 Feb 2023 11:14:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemelut pengajuan penurunan keringanan UKT di FPIK </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengajuan-keringanan-ukt-fpik-dibatasi-mahasiswa-diminta-selesaikan-kuliah-tepat-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0GxfQpS4Dn.png" />
					</figure>
			                <h1>Pengajuan Keringanan UKT FPIK Dibatasi, Mahasiswa Diminta Selesaikan Kuliah Tepat Waktu</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Desember 2022 lalu, Unmul keluarkan Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 4013/UN17/HK.02.03/2022 terkait Pedoman Pengajuan Penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023. Terkait implementasi kebijakan di tingkat fakultas, sejumlah polemik turut menyertai.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir melalui unggahan Instagram BEM FPIK Unmul pada Senin (30/1) lalu, keringanan UKT yang didapatkan mahasiswa FPIK tak sesuai dengan yang diajukan. Mulai dari adanya pembatasan pengajuan bagi mahasiswa yang memiliki UKT golongan III ke bawah, hingga mahasiswa yang tidak bisa kembali ajukan keringanan UKT jika di semester sebelumnya telah mendapat penurunan. Selain itu, pengajuan keringanan yang disetujui, mayoritas berada pada nominal Rp500.000 serta pengajuan penurunan kategori 50% juga dianggap belum merata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk memperoleh informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>menghubungi Gubernur BEM FPIK 2023, Abdullah Faqih pada Selasa (7/2) lalu melalui pesan teks Whatsapp. Ungkapnya, permasalahan UKT telah menjadi problematika menahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pengajuan keringanan UKT dipukul rata, (mahasiswa) hanya mendapatkan potongan sebesar Rp500.000 saja,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak tinggal diam, langkah audiensi untuk berdiskusi bersama para ketua lembaga kemahasiswaan di Kampus Perikanan pun turut ditempuh BEM FPIK. Agenda tersebut menjadi jalan konsolidasi masalah pengajuan keringanan UKT yang juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FPIK, Muhammad Syahrir pada Jumat (27/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari audiensi tersebut, setidaknya terdapat tiga tuntutan yang dilayangkan oleh pihak BEM FPIK. Pertama, menolak pembatasan pengajuan keringanan UKT sebanyak satu kali selama berkuliah. Kedua, menolak adanya pembatasan keringanan kategori golongan III (Rp2.500.000) ke bawah yang sudah tidak bisa diturunkan kembali. Terakhir, penolakan adanya pembatasan kuota pengajuan keringanan UKT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui tuntutan tersebut, BEM FPIK sekaligus meminta kejelasan terkait persyaratan dokumen pengajuan keringanan UKT serta mendesak birokrat kampus membuat aturan terbaru mengenai regulasi pembayaran kategori lima puluh persen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian menghubungi Arif Rizky, mahasiswa FPIK 2020 yang mengajukan penurunan UKT. Bebernya, keringanan yang ia ajukan ditolak dengan alasan UKT yang didapatkan telah sesuai dan jumlah penurunan yang diajukan berjumlah Rp1.000.000.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Arif pun pernah mengalami penolakan serupa di semester sebelumnya. Namun, dikarenakan masa validasi yang hanya memakan waktu selama kurang lebih tiga hari, ia pun kembali mengajukan penurunan dengan jumlah yang lebih rendah. Yakni dari Rp1.000.000 menjadi Rp500.000, sehingga kemudian pengajuan tersebut dikabulkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal jangka waktu penurunan, Arif mengaku bahwa waktu yang diberikan untuk mengurus berkas di semester genap ini sudah cukup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, waktu validasi yang diberikan tidak mencukupi. Karena waktu validasi melewati waktu kita untuk mengurus UKT, sehingga saya tidak bisa mengurus UKT saya apabila pengajuan saya ditolak,&rdquo; keluhnya saat diwawancarai melalui pesan teks WhatsApp, Selasa (7/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Alvion, mahasiswa FPIK 2020 ini turut alami penolakan saat mengajukan penurunan UKT. Saat diwawancarai pada Rabu (8/2) lalu, dirinya mengaku ini bukan kali pertama mengajukan penurunan UKT. Ia s</span><span>elalu mengajukan penurunan UKT dari golongan IV ke golongan III di tiap semester, tetapi baru kali ini ditolak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, pengajuan setiap semester, penolakan baru semester ini. Alasannya karena sudah pernah mendapat penurunan di semester lalu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alvion pun berharap agar ke depannya pihak kampus dapat memberi keringanan kepada mahasiswa yang telah berusaha mengajukan penurunan UKT.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apalagi yang memiliki bukti berkas-berkas ekonomi terdampak,&rdquo; tuturnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di wawancara terpisah, awak</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>turut menemui Muhammad Syahrir, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FPIK pada Jumat (10/2) kemarin. Sebutnya, protes dari mahasiswa terjadi lantaran adanya kesalahpahaman terkait regulasi pengajuan keringanan UKT.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, pihak akademik telah memberikan kelonggaran yang cukup. Di mana apabila mengacu pada SK Rektor terbaru, untuk kategori yang mendapat penurunan lima puluh persen adalah mahasiswa yang mengambil minimal atau sama dengan 6 SKS. Namun, di FPIK sendiri terangnya, mahasiswa yang mengambil 8 SKS pun telah bisa mendapatkan keringanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi memang akademik itu agak longgar sedikit, &nbsp;jadi sebenarnya kalau mereka (mahasiswa) pahami dengan baik itu, mereka tidak akan seperti itu,&rdquo; ujar Syahrir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan diberikannya kelonggaran tersebut, ia pun menegaskan bahwa aturan perlu diperketat. Tegasnya, pengajuan keringanan UKT haruslah berbasis&nbsp;</span><span><em>output</em></span><span>. Ihwal tersebut, mahasiswa diharap tak hanya menuntut keringanan, namun juga harus menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu jika sudah mengajukan penurunan UKT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, kebijakan tersebut bermuara dari arahan Rektor Unmul dalam agenda audiensi yang berlangsung Senin (16/1) lalu. Di mana, pengajuan keringanan UKT kategori lima puluh &nbsp;persen dan seratus persen hanya bisa dilakukan sekali. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal tuntutan yang menolak adanya pembatasan keringanan bagi kategori UKT dengan nominal Rp2.500.000 yang sebelumnya tidak bisa kembali diturunkan, pihak BEM bersama Wakil Dekan bidang Umum dan Keuangan FPIK juga telah berunding.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Syahrir menerangkan meski besaran penurunan UKT di semester mendatang masih menjadi wewenang kampus, pihaknya akan mempertimbangkan data mahasiswa yang layak menerima keringanan yang telah &nbsp;dihimpun oleh BEM FPIK agar menjadi tepat sasaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah adanya audiensi, Syahrir turut membeberkan bahwa polemik mengenai pengajuan keringanan UKT telah usai. Harapnya, di masa mendatang terdapat sinergitas yang dibangun bersama BEM FPIK mengenai penanganan pengajuan keringanan UKT di fakultas tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah di-<em>clear</em>-kan, dan ke depan ya mereka (BEM FPIK) sangat diharapkan bisa membantu kami. Karena terus terang kalau dia bantu kami kayak tiga semester kemarin, wah, enak sekali kami,&rdquo; ujar Syahrir. <em><strong>(tha/fza/ord/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebijakan Hari Khusus Seminar dan Pendadaran, Upaya FISIP Akselerasi Kelulusan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebijakan-hari-khusus-seminar-dan-pendadaran-upaya-fisip-akselerasi-kelulusan-mahasiswa/baca </link>
<guid> kebijakan-hari-khusus-seminar-dan-pendadaran-upaya-fisip-akselerasi-kelulusan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 16 Feb 2023 12:42:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hari khusus seminar di FISIP </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebijakan-hari-khusus-seminar-dan-pendadaran-upaya-fisip-akselerasi-kelulusan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pcGtYKoR8v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebijakan Hari Khusus Seminar dan Pendadaran, Upaya FISIP Akselerasi Kelulusan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA</span><span style="font-weight: bold;">&nbsp;&mdash;</span><span style="font-weight: bold;">&nbsp;</span>Rendahnya angka kelulusan dengan masa studi ideal dalam kurun waktu empat tahun, mendorong FISIP canangkan kebijakan baru terkait hari khusus pelaksanaan seminar dan pendadaran guna akselerasi mahasiswa. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, awak <em>Sketsa&nbsp;</em>menemui Dekan FISIP Unmul, Muhammad Noor pada Kamis (9/2).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebutnya, penetapan mengenai ketentuan jadwal hari pelaksanaan seminar proposal, seminar hasil, dan ujian pendadaran akan menyesuaikan dengan kebijakan dari masing-masing program studi. Hal ini dinilai menjadi salah satu cara solutif untuk mengatasi masalah kesulitan pelaksanaan seminar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui kebijakan tersebut, para dosen diharapkan dapat lebih fokus pada pelaksanaan seminar dan pendadaran di hari yang sudah ditentukan nantinya. Apabila mahasiswa mampu lulus dengan waktu ideal, nantinya kualitas masing-masing program studi juga akan meningkat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena banyak mahasiswa yang lulusnya lima, enam, bahkan ada yang sampai tujuh tahun. Jadi, kebijakan ini salah satunya juga dalam rangka efisiensi tenaga pendidik dalam pelaksanaan seminar dan pendadaran supaya bisa efektif, kemudian memberikan ruang kepada dosen penguji, pembimbing, yang juga sekaligus pengajar supaya mereka bisa membagi waktu dengan lebih baik,&rdquo; jelas Noor pagi itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ungkapnya, kebijakan tersebut telah diterapkan di beberapa program studi bahkan sebelum pandemi melanda. Dirinya pun memberikan keleluasan kepada masing-masing Koordinator Program Studi untuk membuat inovasi dan strategi agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu. Di sela pemaparannya, Noor juga menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi mahasiswa untuk menyiapkan konsumsi kepada dosen pembimbing dan penguji selama sidang, sebagaimana yang telah tertera di surat edaran beberapa waktu lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, masa studi yang tak ideal tidak hanya merugikan mahasiswa secara individu, namun juga berdampak besar pada turunnya akreditasi program studi. Upaya efisiensi lainnya pun juga coba diterapkan pada proses pendaftaran sidang yang telah memungkinkan dilakukan secara daring.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Proses pendaftaran sekarang sudah secara&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;semua. Jadi, (kalau) secara&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span><em>&nbsp;</em>akan kelihatan nanti jam dan hari (untuk seminar dan pendadaran) apa yang masih ada.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>turut mewawancarai I Ketut Gunawan selaku Wakil Dekan bidang Akademik FISIP Unmul pada Sabtu (11/2) lalu. Sebutnya, FISIP juga melakukan beberapa kebijakan lain seturut dengan upaya akselerasi mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dulu &apos;kan ada dua pembimbing, terkadang jika dua pembimbing bisa berbeda pendapat. Jadi, (diubah menjadi) satu pembimbing saja. Karena prodi-prodi sudah menyadari ternyata kalau mahasiswa lambat lulus, kita juga semakin kena akibat di nilainya. Ini bisa (menyebabkan) akreditasi turun karena syarat lulus tepat waktu &apos;kan minimal empat puluh persen. Lalu, keberhasilan mahasiswa yang harus berhasil itu minimal tujuh puluh persen.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesadaran tersebut lantas dituangkan dalam sebuah surat edaran yang berisi kesepakatan dosen dan kendala respons dosen di masa bimbingan. Apabila dosen dinilai tidak kooperatif, mahasiswa berhak mengajukan penggantian dosen pembimbing.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masih dalam surat edaran yang sama, tertulis pula bagi mahasiswa yang lulus terlambat dapat mengajukan surat pengunduran diri. Dengan adanya kebijakan tersebut, mahasiswa tidak perlu mengatur jadwal bimbingan lagi karena sudah ditentukan di setiap program studi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harap Ketut, parameter keberhasilan ketika diterapkannya kebijakan ini adalah adanya peningkatan kelulusan dan keberhasilan studi.</span></p><p>&ldquo;Yang jelas, mesti ada dua indikator peningkatan. Yang pertama yaitu lulus tepat waktu. Yang kedua, keberhasilan studi,&rdquo; kuncinya mantap. <em><strong>(sya/ahn/nkh/xel/jla/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Senyum Lebar Suminah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/senyum-lebar-suminah/baca </link>
<guid> senyum-lebar-suminah </guid>
<pubDate> Fri, 17 Feb 2023 06:41:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Senyum lebar seseorang yang dikucilkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/senyum-lebar-suminah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sno2frhZaE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Senyum Lebar Suminah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Baju seragam lusuh yang dikenakan Suminah tertumpah susu coklat Luna yang masih sangat panas itu. Beberapa dari murid di sana hanya menoleh dan sebagian hanya mengatakan kasihan. Namun, itu hanya sebatas kata-kata yang sampai di mulut. Bahkan, sebagiannya lagi enggan untuk menoleh ke arah Suminah.</span></p><p style="text-align: justify;">Luna yang entah sengaja melakukannya atau tidak, hanya mengambil botol minumnya kemudian melemparkan sedikit tisu ke arah Suminah. Lagi-lagi Suminah memberikan senyum lebarnya dan mengelap bajunya sendiri. Guru yang melihat kejadian itu langsung meminta Suminah untuk mengganti bajunya dengan jaket saja. Tanpa sedikit pun memarahi Luna yang sudah berbuat ulah.</p><p style="text-align: justify;">Ini sudah kesekian kalinya Suminah diperlakukan tak pantas. Syukur-syukur diberi tisu dan tidak diejek. Biasanya, ia dipukul dan dihina oleh teman-teman sekolah. Hal yang sangat disayangkan adalah pihak kesiswaan seakan tidak berfungsi di sekolah swasta ini. Mereka justru kerap membolak-balikkan peristiwa dan pada akhirnya Suminah lah yang menanggung risikonya.</p><p style="text-align: justify;">Sudah saatnya istirahat, anak-anak berlarian menuju kantin dan sebagian ada yang ke koperasi, sedangkan Suminah setiap harinya terbiasa membawa bekal yang saban pagi disiapkan oleh ibunya. Pesan ibunya, &ldquo;Jangan jajan sembarangan, nanti kamu sakit.&rdquo; Seperti yang kita tahu, sekarang banyak penjual makanan anak-anak yang mengandung zat-zat tidak baik bagi tubuh manusia. Maka tak heran jika anak-anak kecil sekarang sudah mengidap penyakit-penyakit layaknya orang tua. Karena itu, ibu Suminah sangat mengkhawatirkan kesehatan anaknya.</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya Suminah bukan anak yang culun apalagi bodoh, ia justru kerap kali mendapat peringkat tiga besar di kelas dan bahkan sempat mendapat juara dua olimpiade matematika tingkat provinsi. Namun, bukannya mendapat pujian, ia justru dianggap ingin menjatuhkan teman-temannya yang lain. &ldquo;Sirik tanda tak mampu,&rdquo; batin Suminah.</p><p style="text-align: justify;">Setiap pulang sekolah, seperti biasa Suminah jalan kaki menuju rumahnya. Namun, tak ada satu pun anak yang tahu di mana rumah Suminah dan tak ada pula dari temannya yang mencari tahu lebih lanjut soal itu. Hanya saja Suminah sering dianggap miskin dan menyedihkan, sebab jika anak-anak lain tidak dijemput orang tuanya maka mereka akan naik mobil angkutan siswa.</p><p style="text-align: justify;">Satu hal yang selalu membuat temannya jengkel dengan Suminah adalah senyum lebarnya. Suminah tidak pernah membenci apalagi melakukan hal yang sama seperti yang teman-temannya lakukan padanya, karena ia selalu saja tampil dengan senyum lebarnya.</p><p style="text-align: justify;">Seno adalah teman sekelas Suminah yang sering merasa kasihan melihat Suminah diperlakukan tidak adil. Mereka duduk sebangku dan karena itu akhirnya Seno juga ikut dijauhi oleh teman-temannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kamu keberatan berteman denganku, enggak apa-apa. Jauhi aja aku,&rdquo; suatu hari Suminah mengatakan hal demikian kepada Seno. Namun, Seno tetap ingin berteman dengannya, dan mereka sama pintarnya dalam bidang matematika.</p><p style="text-align: justify;">Tertera di majalah dinding sekolah bahwa akan diadakan rapat orang tua mengenai gedung yang ingin dibangun, dan tentu rapat ini akan merujuk kepada pembiayaan gedung. Suminah dan Seno dengan saksama mengingat tanggal rapat untuk diberitahukan kepada orang tua mereka.</p><p style="text-align: justify;">Jam bel pulang berbunyi, hari ini Suminah dijemput orang tuanya. Satu hal yang membuat takjub adalah Suminah dijemput dengan mobil Fortuner yang tentu harganya bukan main-main, bahkan anak kepala sekolah saja diantar jemput memakai motor. Karena Seno juga sering pulang jalan kaki, maka Suminah mengajak Seno untuk pulang bersamanya.</p><p style="text-align: justify;">Saatnya hari rapat orang tua, ibu Suminah datang dengan sederhana. Ternyata tidak hanya Suminah, ibunya pun seperti terkucilkan dari ibu-ibu lain yang datang dengan tampilan glamor. Ibu-ibu itu berkumpul dan bersolek layaknya seorang ibu pejabat. Ayah Suminah tidak bisa datang sebab masih jam kerja, maka ibunya datang seorang diri.</p><p style="text-align: justify;">Rapat pun berlangsung. Seperti yang diperkirakan, pembahasan tidak jauh dari biaya gedung dan setiap siswa dikenai biaya sedikitnya Rp250.000,-. Ibu-ibu yang duduk di sebelah ibu Suminah pun berkerumun merasa keberatan dengan biaya gedung ini. Akhirnya ibu Suminah mengangkat tangan saat sesi diskusi dibuka dan ia pun dipersilakan berbicara. Seluruh pasang mata tertuju ke arahnya dengan pandangan rendah, &ldquo;Pasti mau minta keringanan!&rdquo; ucap salah satu ibu glamor setengah berbisik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kira-kira berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk penyelesaian gedung tersebut? Jika uang dari para orang tua murid sudah keluar, apakah uangnya benar akan digunakan untuk menyelesaikan bangunannya?&rdquo; Suara lantang dari ibu Suminah membuat seisi ruangan terbungkam sejenak, begitu beraninya ia mempertanyakan hal demikian.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sebenarnya tujuan dari ibu Suminah adalah menyuarakan keluhan-keluhan dari ibu di sampingnya yang keberatan jika harus membayar uang gedung lagi. Kepala sekolah yang mendengar pertanyaan tersebut mulai angkat bicara dengan nada tersinggung. Kepala sekolah memastikan uangnya pasti akan digunakan sebagaimana seharusnya tanpa ada manipulasi pembicaraan.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya ibu Suminah merasa belum puas dengan jawaban itu, &ldquo;Anak-anak yang bersekolah di sini sekitar delapan ratus anak, jika biaya yang sudah ditentukan dikali dengan jumlah anak maka ada sekitar dua ratus juta dana yang terkumpul. Angka ini memang mencukupi pembangunan gedung, tapi banyak dari ibu-ibu yang keberatan dengan biaya ini. Bagaimana jika dikurangi menjadi setengahnya saja? Saya rasa itu akan jauh lebih mudah diterima.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lagi-lagi, sanggahan ibu Suminah membuat yang lain hanya terdiam saja. Sebagian merasa takjub dengan keberaniannya bersuara, sebagian yang lain tidak peduli. Kepala sekolah kembali menjawab, &ldquo;Jika hanya setengah, maka bagaimana dengan setengahnya lagi. Biaya yang kami tetapkan sudah paling minimum sebab bukan hanya membangun, tapi juga isi dari gedung tersebut. Kami harap para orang tua bisa mengerti kendala seperti ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya yang akan menanggung setengahnya.&rdquo; Tanpa perlu berlama-lama lagi, ibu Suminah menyambar pembicaraan sebelum waktunya ia dipersilakan berbicara.</p><p style="text-align: justify;">Berita bahwa orang tua Suminah yang menanggung setengah dari biaya gedung pun membuat heboh satu sekolah. Usut punya usut, ternyata ayah Suminah adalah pemilik dari perusahaan besar di luar negeri dan ibunya menjalankan usaha makanan yang sudah bercabang di beberapa kota di Indonesia. Pantas saja bekal makanan Suminah selalu enak.</p><p style="text-align: justify;">Semenjak hal ini terungkap, tak ada lagi satu pun teman Suminah yang menanggapnya remeh. Mereka justru mendekati Suminah, begitu pula dengan Seno. Kini para guru di sekolah memperlakukan Suminah dengan spesial. Suminah masih tetap dengan senyum lebarnya.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulih oleh Suci Nur Fhatonah, mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, FIB 2021.</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendaftaran Program Kreativitas Mahasiswa 2023 Dibuka, Pendanaan Programnya Semakin Meningkat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-program-kreativitas-mahasiswa-2023-dibuka-pendanaan-programnya-semakin-meningkat/baca </link>
<guid> pendaftaran-program-kreativitas-mahasiswa-2023-dibuka-pendanaan-programnya-semakin-meningkat </guid>
<pubDate> Sat, 18 Feb 2023 11:25:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Kreativitas Mahasiswa 2023 dibuka! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-program-kreativitas-mahasiswa-2023-dibuka-pendanaan-programnya-semakin-meningkat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J9ULPwSxYP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendaftaran Program Kreativitas Mahasiswa 2023 Dibuka, Pendanaan Programnya Semakin Meningkat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang merupakan kompetisi tahunan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan sosialisasi secara daring yang terbagi ke dalam tiga sesi sesuai dengan wilayah &nbsp;perguruan tinggi di Indonesia. Sesi pertama dimulai pada Kamis (9/2) dan sesi terakhir dilaksanakan pada Jumat (10/2).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari sosialisasi tersebut, pelaksanaan PKM tahun ini diketahui alami beberapa perubahan. Mulai dari estimasi waktu pelaksanaan yang sebelumnya hanya tiga sampai empat bulan menjadi empat sampai lima bulan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendanaan pun mengalami penambahan nominal yang cukup signifikan. Pendanaan Belmawa (Direktorat Pembelajaran Kemahasiswaan) misalnya, dari yang awalnya di kisaran 5 sampai 7 juta rupiah naik menjadi 6 hingga 10 juta rupiah. Kemudian dana pendamping perguruan tinggi juga ikut berubah dari maksimal di angka 1,75 juta rupiah, tahun ini berganti dengan jumlah maksimal dua juta rupiah dalam bentuk uang tunai atau natura. Adapun dana tambahan dari instansi lain yang mulanya hanya maksimal 750 ribu rupiah menjadi maksimal 1 juta rupiah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adanya pendanaan yang semakin meningkat sejalan dengan kewajiban bagi setiap tim untuk membuat akun media sosial dan mengiklankannya di PKM tahun ini. Sehingga mahasiswa yang nantinya lolos pendanaan wajib mengeluarkan sebanyak maksimal lima ratus ribu rupiah untuk mengiklankan akun media sosial yang berisikan program-program yang akan dicanangkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tahun lalu, Unmul yang tidak pernah absen dari kegiatan PKM ini berhasil mencetak dua tim yang lolos pendanaan. Salah satunya mencapai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang diselenggarakan pada akhir tahun 2022 di Universitas Muhammadiyah Malang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tiyo Saputra, Mahasiswa FH angkatan 2020 jadi salah satu mahasiswa yang berhasil lolos menuju PIMNAS bersama timnya. Program yang diusung kala itu ialah &ldquo;Perempuan Academy: Gerakan Pencegahan KDRT Berbasis Komunitas Sebagai Percontohan Kelurahan Bebas KDRT Berkelanjutan&rdquo;. Bidang yang dipilih timnya yaitu Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) dan berhasil menorehkan prestasi mahasiswa Unmul di kancah nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa,</em></span><span>&nbsp;Tiyo tak enggan berbagi kisahnya. Kegiatan PKM ini awal mula ia ketahui dari salah seorang rekan timnya yang berbeda fakultas dengannya. Kemudian, dia mencari informasi lanjutan untuk memahami tentang kompetisi tersebut. Ia pun tak segan untuk mengulik berbagai informasi dari sosialisasi yang diadakan langsung oleh Kemendikbudristek melalui akun media sosial resmi seperti Instagram dan Youtube.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ungkap Tiyo, sosialisasi terkait informasi PKM oleh Kemendikbudristek dinilai telah cukup meluas dan membantunya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau menurut saya sosialisasi dari Kemendikbudristek sudah cukup luas, karena informasi terkait PKM memang selalu di-</span><span><em>update</em></span><span>&nbsp;dari jauh hari sebelum pelaksanaan. Baik itu sosialisasi maupun pengumpulan&nbsp;</span><span><em>draft</em></span><span><em>&nbsp;</em>proposal,&rdquo; bebernya ketika dihubungi melalui pesan teks WhatsApp pada Selasa (14/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai pengalaman yang didapatkan ketika mengikuti PKM tahun lalu, Tiyo mengungkapkan berbagai manfaat yang diperoleh. Mulai dari kemampuan berkomunikasi terhadap masyarakat, mengidentifikasi dan membantu menyelesaikan masalah masyarakat mitra, hingga apresiasi dari pihak fakultas yang membantunya mengonversi program PKM menjadi Sistem Kredit Semester (SKS).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuh Tiyo, dukungan dari dosen penasihat pun turut memiliki andil dalam kesuksesan timnya menembus PIMNAS beberapa waktu lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Support</em></span><span>&nbsp;dosen penasihat akademik saya, yaitu Ibu Safarni, juga sangat berpengaruh dalam mengatur skema proses agar dapat mendapatkan&nbsp;</span><span><em>benefit</em></span><span><em>&nbsp;</em>berupa pengonversian atas hasil PKM-PIMNAS yang saya lakukan di tahun 2022,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut dirinya berharap agar mahasiswa Unmul yang nantinya mengikuti ajang PKM dapat mematangkan diri dari segi persiapan dan tahap evaluasi, agar bisa bersaing secara maksimal dengan universitas lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, tetap perlu ada peningkatan agar tidak tertinggal dengan kontingen lain di tahun yang akan datang. Baik dari segi persiapan, evaluasi, sampai pelaksanaan kegiatan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan Tiyo, Muhammad Fikri Ichsan Feron juga merasakan adanya sosialisasi mengenai PKM yang sudah meluas. Feron yang merupakan mahasiswa FMIPA 2019 ini mengaku, kali pertama mengetahui informasi mengenai PKM dari pihak fakultas. Ia menceritakan bahwa di FMIPA sendiri sudah ada sosialisasi serta pembimbingan untuk mahasiswa yang tertarik mengikuti kegiatan PKM. &nbsp;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari fakultas saya sendiri sudah mensosialisasikan semua bidang yang ada di PKM,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Selasa (14/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tahun 2022, Feron dan timnya mengusulkan &ldquo;eDNA untuk Monitoring Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) di Teluk Balikpapan dengan Beberapa Jenis Metode Filtrasi&rdquo; sebagai judul proposal yang diajukan. Timnya yang memilih bidang Riset Eksakta (PKM-RE) tahun lalu ini pun berhasil lolos dalam tahap pendanaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Feron, partisipasinya dalam kompetisi PKM merupakan hal yang menyenangkan. Menurutnya, dalam kegiatan tersebut ia tak hanya dapat melatih kemampuan menulis namun juga berkesempatan menuangkan idenya secara nyata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, menurutnya mencari ide adalah hal yang sulit dalam proses pembuatan proposal sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar bagi timnya untuk menemukan ide yang akan diajukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat pembuatan proposal sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama, dan untuk menemukan ide dalam PKM merupakan hal sangat susah.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama halnya dengan Tiyo, ia pun merasakan manfaat dari mengikuti program kreativitas tersebut. Seperti ilmu kepenulisan yang berguna untuk tugas kuliah atau penulisan jurnal. Manfaat lain dari timnya yang lolos pendanaan yaitu dirinya tak perlu lagi melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dikarenakan program yang telah lolos kemarin disetarakan dengan KKN.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menambahkan meski judul program yang diajukan tidak lolos pendanaan, mahasiswa masih bisa mengajukan konversi sebanyak dua SKS.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;PKM sangatlah menguntungkan. Saat kalian tidak lolos ke tahap pendanaan pun, kalian mendapatkan konversi dua SKS,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Feron pun berharap agar pelaksanaan PKM mendatang bisa menjadi lebih maksimal dari segi pembinaan dan jangka waktu pengajuan proposal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya harap untuk PKM yang sedang atau akan berlangsung nantinya dapat lebih optimal dengan adanya pembinaan yang lebih lama dan tidak mepet hari H&nbsp;</span><span><em>submit</em>&nbsp;</span><span>PKM. Mungkin juga dapat diadakan&nbsp;</span><span><em>bootcamp&nbsp;</em></span><span>untuk pelatihan penulisan dan pencarian ide,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perihal linimasa dari PKM 2023 pun telah disampaikan. Operator perguruan tinggi mengunggah dokumen berita acara serta evaluasi internal dan surat komitmen dana tambahan paling lambat pada 2 Maret 2023. Untuk tenggat pengunggahan proposal dan kelengkapan biodata, mahasiswa dapat melakukannya dengan batas waktu sampai dengan 4 Maret 2023. Lalu, tanggal 6 Maret merupakan batas terakhir dosen dan pimpinan perguruan tinggi melakukan validasi. Semua dokumen dan validasi dapat dilakukan di halaman Simbelmawa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tahap seleksi internal, Unmul sendiri menetapkan batas waktu maksimal pengumpulan proposal dari setiap fakultas secara kolektif yaitu pada tanggal 24 Februari 2023 pada pukul 23.59 Wita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jadi, jangan sampai ketinggalan, ya! Yuk, persiapkan tim dan program terbaikmu tahun ini!&nbsp;</span><span><strong><em>(tha/ysn/ems)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dampak Perubahan Iklim Tahun 2023, Kaum Muda Harus Ambil Peran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dampak-perubahan-iklim-tahun-2023-kaum-muda-harus-ambil-peran/baca </link>
<guid> dampak-perubahan-iklim-tahun-2023-kaum-muda-harus-ambil-peran </guid>
<pubDate> Mon, 20 Feb 2023 07:45:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peran kaum muda dalam mencegah perubahan iklim </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dampak-perubahan-iklim-tahun-2023-kaum-muda-harus-ambil-peran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ln1cPtaduW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dampak Perubahan Iklim Tahun 2023, Kaum Muda Harus Ambil Peran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Berdasarkan pandangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terhadap iklim tahun 2023, disampaikan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati yang mewanti-wanti semua pihak untuk bersiap menghadapi terjangan bencana hidrometeorologi. Sebab tingginya curah hujan tahunan 2023 yang diperkirakan melebihi rata-rata normal di sebagian wilayah Indonesia dan juga tetap perlu waspada terhadap peningkatan potensi kekeringan dan Karhutla &nbsp;di beberapa wilayah rawan.</p><p style="text-align: justify;">Eksistensi dampak perubahan iklim bagi umat manusia sangat terasa adanya. Di berbagai belahan dunia, beberapa negara Eropa seperti Spanyol, Inggris, dan Prancis pun dilanda cuaca terik di luar rata-rata. Di Indonesia sendiri, sepanjang tahun 2022 banyak mengalami fenomena bencana alam seperti gempa bumi, banjir bandang, dan angin badai yang melanda di beberapa titik wilayah Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sedikit yang berspekulasi bahwa hal ini hanyalah bagian dari fenomena alam yang pasti terjadi adanya karena faktor alam. Padahal, tingkat kerusakan alam kuat penyebabnya dikarenakan ulah manusia yang selalu mencoba merombak, menggunakan, dan memanfaatkan sumber daya alam tanpa pertanggungjawaban setelahnya. Tidak disadari bahwa pemulihan dampak alam yang telah rusak tersebut membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk mendapatkan kembali fungsi alam yang optimal. Sehingga pemulihan itu harus dilakukan sesegera dan sedini mungkin.</p><p style="text-align: justify;">Lebih jauh, kesadaran menjaga lingkungan hidup juga harus mulai dibiasakan dari sekarang. Kebiasaan itu dapat diwujudkan misalnya dengan mengurangi penggunaan transportasi apabila tidak memakan jarak yang jauh, membiasakan hidup sehat dan bersih, mengurangi kuantitas kendaraan dalam lingkungan keluarga, menjaga ekosistem pantai dan laut bagi masyarakat yang tinggal di pesisir dan berdekatan laut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan hal-hal kecil seperti ini, apabila terus dibiasakan dan diterapkan oleh tiap individu dan masyarakat, maka setidaknya kita dapat membantu mengurangi percepatan perubahan iklim dari tahun ke tahun. Tentu dalam mencapai keberhasilan ini diperlukan semua andil mulai dari masyarakat, pemerintah, dan negara untuk mendapatkan hasil yang maksimal pula. Terutama dalam menyosialisasikan atau menyebarkan pentingnya kesadaran menjaga alam dan lingkungan hidup demi mencapai iklim yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Kaum muda kemudian menjadi subjek yang paling efektif di antara subjek lainnya dalam menggaungkan informasi mengenai kesadaran menjaga lingkungan dan alam maupun urgensi dari perubahan iklim itu sendiri. Kaum muda dianggap sebagai elemen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam suatu negara. Kemampuan itu dilihat dari kecepatan anak muda dalam mempelajari sesuatu juga identik dengan inovasi dan kreatifitas. Sehingga dengan memanfaatkan hal tersebut, sedikitnya ada dua langkah yang dapat mendukung kaum muda dalam berperan andil terhadap urgensi perubahan iklim, yaitu:&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>1. Membangun&nbsp;</strong><strong style="background-color: transparent;">kebiasaan hidup sehat dan sederhana</strong></p><p style="text-align: justify;">Tentu, sebelum kita mengajak orang lain untuk peduli terhadap alam dan lingkungan hidup. Lantas, kita juga membangun dan membiasakan hidup sehat dan sederhana. Ada banyak kebiasaan yang bisa dibangun seperti mengurangi penggunaan rokok, meminimalisir pemakaian barang-barang yang mengganggu iklim dan lingkungan contohnya barang yang banyak mengandung bahan kimia, tidak melakukan pembakaran, dan terpenting menerapkan prinsip 4R, yakni reboisasi, <em>recycle</em>&nbsp; (mendaur ulang), <em>reuse</em>&nbsp; (penggunaan kembali), dan <em>reduce</em>&nbsp; (mengurangi) dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Perlu diketahui, langkah pertama ini memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam menjaga perubahan iklim kedepannya. Mengapa demikian? Sebab kaum muda saat ini adalah pemegang kehidupan di masa selanjutnya. Maka, sudah seharusnya kita memiliki perhatian lebih terhadap iklim kita sendiri terlepas dimanapun kita tinggal. Selain itu, kerusakan alam saat ini kemungkinan memang tidak sepenuhnya kita alami sekarang. Akan tetapi, dampaknya sudah pasti akan dirasakan cepat atau lambat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, bisa kita bayangkan kesalahan yang kita lakukan sekarang baik sengaja atau tidak, harus dirasakan oleh generasi selanjutnya atau generasi penerus kita. Yang mana mereka harus hidup berdampingan dengan kondisi iklim yang buruk. Tentu semua orang mempunyai hak untuk hidup layak sama halnya dengan generasi selanjutnya. Sehingga kita terkhusus kaum muda yang hidup di masa ini bertanggung jawab untuk hidup dengan cara yang baik terutama terhadap alam dan peduli dengan kondisi lingkungan sekitar kita.</p><p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent;">2. Aktif menggaungkan semangat menjaga alam dan lingkungan hidup</strong></p><p style="text-align: justify;">Dengan memanfaatkan berbagai media misalnya media suara, media cetak, dan media sosial, didukung dengan lajunya percepatan globalisasi, maka seharusnya hal ini dapat menguntungkan bagi kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahkan pemerintah dalam memperhatikan kebiasaannya dan senantiasa membatasi diri dari perbuatan yang dapat merusak lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>dataindonesia.id</em>, menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa pengguna internet banyak berasal dari kalangan usia 13-18 tahun sebesar 99,16 persen pada tahun 2021 sampai 2022. Sedangkan posisi kedua ditempati oleh kalangan usia 19-34 tahun dengan presentasi sebesar 87,30 persem. Ini membuktikan bahwa kaum muda yang lebih akrab atau dekat dengan mekanisme dari media maya yang saat ini sangat diminati oleh berbagai kalangan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, kemudahan dan berbagai fasilitas yang ada di media sosial khususnya, dapat digunakan untuk menyebarluaskan informasi terkait urgensi perubahan iklim. Kaum muda juga bisa menyampaikan aspirasinya melalui opini dalam berbagai bentuk salah satunya artikel dan karya tulis. Bukan hanya itu, kaum muda juga bisa terlibat langsung berpendapat dalam suatu konferensi baik nasional maupun global yang berbicara mengenai isu lingkungan atau krisis iklim dan turut aktif menyampaikan solusinya. Lebih jauh, aspirasi tersebut juga dapat dituangkan dalam sebuah gerakan atau komunitas yang mampu mewadahi pemuda-pemudi atau orang lain dari berbagai kalangan yang memiliki kepentingan yang sama atas iklim dan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, dengan begitu, kita bisa mencegah percepatan perubahan iklim bahkan mampu mendorong pemulihan iklim dan mendapatkan kembali fungsi alam yang optimal. Demikian, untuk kamu dan kita terkhusus kaum muda, bergegas ambil peranmu demi pertiwi yang lebih baik. Karena jika bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Sinar Aynul Rahma, mahasiswi prodi Ilmu Hukum, FH 2021.</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Migrasi Data yang Tak Kunjung Usai, Tiga dari 33 Mahasiswa Informatika Unmul Lulus Terlambat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-migrasi-data-yang-tak-kunjung-usai-tiga-dari-33-mahasiswa-informatika-unmul-lulus-terlambat/baca </link>
<guid> polemik-migrasi-data-yang-tak-kunjung-usai-tiga-dari-33-mahasiswa-informatika-unmul-lulus-terlambat </guid>
<pubDate> Wed, 22 Feb 2023 06:42:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Prodi Informatika alami keterlambatan wisuda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-migrasi-data-yang-tak-kunjung-usai-tiga-dari-33-mahasiswa-informatika-unmul-lulus-terlambat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TphoJFQmE2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Migrasi Data yang Tak Kunjung Usai, Tiga dari 33 Mahasiswa Informatika Unmul Lulus Terlambat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Buntut dari migrasi data yang belum sepenuhnya rampung usai peleburan dan pergantian nama baru dari Teknik Informatika dan Ilmu Komputer menjadi Prodi Informatika masih menyisakan prahara. Diketahui sejumlah mahasiswa Unmul alami penangguhan wisuda sebab Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yang tak kunjung dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/migrasi-data-mahasiswa-teknik-informatika-keluhkan-penundaan-wisuda/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/migrasi-data-mahasiswa-teknik-informatika-keluhkan-penundaan-wisuda/baca">Migrasi Data, Mahasiswa Teknik Informatika Keluhkan Penundaan Wisuda</a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Polemik ini turut mengundang perhatian dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian yang segera bergegas melakukan koordinasi dengan Rektorat Unmul dan Dirjen Dikti. Dilansir melalui Mediakaltim.com, legislator Senayan Dapil Kaltim tersebut memastikan bahwa mahasiswa yang proses wisudanya terhambat akibat masalah ini bisa diwisuda Maret mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>kemudian menghubungi Yoga (bukan nama sebenarnya), salah seorang mahasiswa yang terdampak dari terlambatnya penerbitan nomor PIN. Ungkapnya, sejumlah mahasiswa yang terdampak sempat berupaya menanyakan pihak fakultas hingga rektorat terkait PIN yang tak kunjung terbit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita kemarin sempat menanyakan ke pihak fakultas,&nbsp;</span><span><em>apa yang terjadi? Kenapa bisa terlambat?</em></span><span>&nbsp;Cuma, jawaban dari pihak fakultas khususnya akademik,</span><span>&nbsp;<em>ini tinggal menunggu validasi dari pihak rektorat yang tak kunjung validasi. Makanya PIN-nya nggak muncul</em></span><span><em>.</em> Nah, ketika kami menanyakan ke rektorat, ya jawaban rektorat cuma suruh sabar dan tunggu,&rdquo; keluh Yoga melalui pesan suara WhatsApp pada Kamis (16/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Inisiatif dari para mahasiswa tersebut membuat mereka akhirnya mengangkat perkara ini ke publik lewat pemberitaan di media lokal. Naiknya berita tersebut kemudian menghubungkan mereka dengan Wakil DPR RI, hingga akhirnya dilakukan penanganan terkait PIN yang terhambat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, masalah ini merugikan mahasiswa yang seharusnya telah diwisuda tahun lalu tetapi harus tertunda tanpa kepastian yang jelas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yoga pun menyayangkan kasus PIN yang bermasalah tiap adanya perubahan dalam Prodi, karena menurutnya pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan migrasi data seharusnya membenahi sistem adminstrasi mereka agar tidak terjadi keterlambatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menjadi evaluasi kembali sehingga enggak akan terjadi lagi keterlambatan PIN atau keterlambatan penginputan datalah, atau seperti apa,&rdquo; harap Yoga</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengonfirmasi lebih lanjut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>kemudian menemui Wakil Rektor Bidang Akademik, Lambang Subagiyo di Gedung Rektorat Unmul pada Rabu (15/2).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masalah PIN yang tak kunjung diterima oleh calon wisudawan berakar dari proses migrasi data penggabungan dua Prodi Teknik Informatika dan Prodi Ilmu Komputer yang terkendala, hingga menyebabkan nomor PIN tidak dapat terbit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jelas Lambang, terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan migrasi data terhambat. Kemungkinan pertama datang dari mahasiswa yang tidak melakukan registrasi Kartu Rencana Studi (KRS). Kedua, terdapat data adminstrasi dari Prodi yang tertinggal saat proses sinkronisasi. Berbagai kemungkinan tersebut berujung pada terlambatnya proses PIN karena sinkronisasi data &nbsp;yang tidak lancar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemudian kita lakukan proses migrasi dan itu juga memakan waktu yang cukup lama. Dari Prodi harus meng-<em>input&nbsp;</em>data dulu, kemudian masuk ke universitas langsung dilanjutkan. Kita langsung melanjutkan ke PDDikti. PDDiktinya yang menyinkron. Itu proses telat karena sinkronisasi tidak lancar sebetulnya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari 33 mahasiswa yang ingin mendaftar wisuda gelombang pertama tahun ini, terdapat tiga mahasiswa yang terhitung terlambat lulus. Sebutnya, mahasiswa lain dianggap masih lulus tepat waktu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini jumlahnya ada 33. Yang lain tidak telat sebetulnya karena begini, ini lulusnya tahun (2022) Oktober, Desember. Besar kemungkinan mereka kehabisan kuota,&rdquo; terangnya sembari menunjukkan daftar nama mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penomoran ijazah yang bermasalah rupanya telah menjadi lagu lama. Lambang menyebutkan bahwa masalah ini kerap terjadi ketika adanya penggabungan dan perubahan nama Prodi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, Lambang juga berpesan kepada mahasiswa untuk lebih tertib melakukan registrasi di setiap semester. Utamanya bagi mahasiswa yang hendak mengajukan cuti agar tak luput melampirkan surat keterangan yang jelas guna menghindari masalah semacam ini di kemudian hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tolong mahasiswa itu pasti untuk melakukan registrasi, jangan tidak melakukan registrasi. Kalau cuti ya harus ada surat cutinya. Kalau surat cutinya jelas dia dapat PIN,&rdquo; tegasnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini diterbitkan, Indah Fitri Astuti selaku Koordinator Prodi Informatika enggan memberikan komentar. <em><strong>(zrt/ner/mlt/kya/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Membaca Hal-Hal yang Pergi: Setumpuk Sepi dan Pelanggengan Stereotip Perempuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/membaca-hal-hal-yang-pergi-setumpuk-sepi-dan-pelanggengan-stereotip-perempuan/baca </link>
<guid> membaca-hal-hal-yang-pergi-setumpuk-sepi-dan-pelanggengan-stereotip-perempuan </guid>
<pubDate> Thu, 23 Feb 2023 04:40:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Objektifikasi perempuan dalam antologi puisi Dahri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/membaca-hal-hal-yang-pergi-setumpuk-sepi-dan-pelanggengan-stereotip-perempuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XH7wRTA3u3.png" />
					</figure>
			                <h1>Membaca Hal-Hal yang Pergi: Setumpuk Sepi dan Pelanggengan Stereotip Perempuan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kehadiran puisi seolah menyuguhkan kesadaran baru bahwa ada semesta lain yang hadir dari sebuah realitas. Ia menjadi megah dengan segala metafora, bunyi, dan lapisan makna. Ia tidak sekadar kata-kata puitis yang dikumpulkan dalam bait-bait. Akan tetapi, ia menjelma suatu kebenaran yang mengusik penglihatan, pendengaran, dan perabaan kita.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Realitas tersebut, dikemas melalui bahasa yang khas. Kekhasan ini tentu berbeda setiap penyairnya. Tibalah pada puisi Hal-Hal yang Pergi karya Dahri Dahlan, penyair asal Pambusuang suatu desa di Sulawesi Barat. Antologi puisi ini tentu memiliki ciri khas tersendiri, ia membawa kegelisahan dengan setumpuk permainan citraan yang menggugah selera.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada mulanya, puisi ini seolah mengajak saya pada sebuah kesepian yang dituangkan dalam sajak pertama pembuka antologi tersebut. &ldquo;Kamu melambaikan tangan setelah mereka pergi. Jam dinding berdetik berlalu, tak pernah sampai ke mana&rdquo; (sajak &ldquo;Rumahmu Sepi Abadi&rdquo;). Pada sajak tersebut, terdapat fragmen kehidupan yang ditangkap oleh Dahri untuk disuguhkan bagi mereka yang memiliki pengalaman serupa. Citraan penglihatan berhamburan pada sajak tersebut seperti, &ldquo;Di halaman depan gulma dan pohon kebanyakan tumbuh dengan tidak baik,&rdquo; dan &ldquo;Matahari terbenam di ujung aspal yang kamu lalui.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesepian yang dituliskan dengan rapi ini memberikan gairah saya untuk membaca kembali. Fragmen kehidupan manusia yang dituliskan oleh Dahri menemukan puncak akhir kehidupannya sendiri, &ldquo;Aku tenggelam dalam plankton-plankton berkilauan. Aku tidak bisa melambaikan tangan.&rdquo; (Sajak &ldquo;Seperti Mengupas Kesepianku&rdquo;).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Puncak kesepian sebagai kebenaran akhir hidup ini dibungkus dengan citraan penglihatan yang membawa saya kembali untuk melihat apa yang sesungguhnya terjadi pada kehidupan ini. Jika membaca keseluruhan antologi puisi tersebut, tidak heran saya banyak menemukan kesunyian dan kesepian yang berbaris di dalam bait-baitnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Akan tetapi, ada suatu gairah baru yang tertangkap di mata saya untuk melihat sosok perempuan yang dituliskan dalam antologi puisi tersebut. Kehadiran perempuan tidak lepas untuk dituliskan oleh Dahri seperti Dian Sastro, ibu, dan kekasih (perempuan). Saya melihat bagaimana kemaskulinitasan Dahri berdiri tegak seperti dalam baris &ldquo;Kamu adalah perempuan maka kutegakkan layarku.&rdquo; (Sajak &ldquo;Ilmu Berlayar&rdquo;). Ini adalah perebutan subjek dan objek, yang dimaknai sebagai laki-laki mengambil penuh kendali atas diri perempuan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu saya tidak boleh memaknainya secara mata telanjang akan tetapi pemaknaan saya menjadi kebenaran dengan bukti selanjutnya seperti, &ldquo;Laut adalah relung dadamu, lengkung punggungmu yang licin&rdquo; dan &ldquo;Gerai rambutmu adalah badai awan dan aku bergetar.&rdquo; Citraan penglihatan yang dihadirkan dalam metafora menjadikan perempuan sebagai objek puitis oleh Dahri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, objektifikasi perempuan juga terlihat dalam bait pada puisi lainnya seperti, &ldquo;Pada mulanya adalah laut. lalu perempuan. lelaki menebang pohon dan merebahkannya di atas pangkuan,&rdquo; dan &ldquo;Di antara bau dupa dan bulat dadamu, perempuan. Hidup baru saja dimulai.&rdquo; (Sajak &ldquo;Ilmu Membuat Perahu&rdquo;). Saya menyadari, bahwa perempuan seringkali diobjektifikasi karena pandangan masyarakat yang patriarkal. Tidak hanya sebagai objek pandangan, objek seksual, bahkan juga objek ideologi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gambaran perempuan, tidak lepas dari tubuhnya yang seolah indah padahal terdapat perebutan subjek terhadap diri perempuan. Pembagian peran yang dituliskan oleh Dahri, juga menegaskan bahwa perempuan tidak dapat mengambil pekerjaan yang menggunakan tenaga. Padahal, jika saya boleh meminjam sejarah epos perkembangan manusia yang dituliskan oleh Engels, perempuan dan laki-laki pada masa komunal primitif ikut bekerja di lapangan produksi untuk mencari bahan pangan. Tidak ada pembagian kerja berdasarkan gender, sampai tumbuhnya masyarakat kelas. Kehadiran mata bajak dan juga penyimpanan surplus bahan pangan yang kemudian mendomestifikasi tubuh perempuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya mencoba mengulik keterikatan laut dan perempuan dalam beberapa puisi Dahri. Sudah sering saya lihat bahwa perempuan memiliki keterikatan dengan alam, dengan penjelasan bahwa ketika alam rusak perempuanlah yang paling merasakan dampak dari kerusakan alam. Saya teringat pada antologi puisi Pandora karya Oka Rusmini yang di dalamnya memperlihatkan keterikatan perempuan dan alam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oka Rusmini tidak serta merta menuliskan laut secara spiritualitas memiliki kaitan dengan masyarakat tertentu akan tetapi justru Oka Rusmini menuliskan dengan citraan penglihatan yang dihadirkan dengan penggambaran kemarahan tubuh perempuan terhadap tradisi yang mengekang. Saya tidak mengetahui, apakah ini suatu perbedaan kepenulisan penyair laki-laki dan perempuan? &nbsp;Saya tidak ingin melahirkan kebencian dengan alasan perbedaan jenis kelamin, akan tetapi ada permasalahan yang sangat mendesak dan mengakar di masyarakat hari ini perihal ketidaksetaraan perempuan dan laki-laki.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu yang dilakukan Dahri, untuk menuliskan gambaran perempuan dilakukan secara simbolik. Akan tetapi, ia tetap menuliskan perempuan dengan segala kerentanannya sebagaimana stigma terhadap perempuan yang dilanggengkan di dalam masyarakat kita hari ini. &ldquo;Seorang perempuan mendatangi taman. Ia datang pada diri sendiri yang masih berembun.&rdquo; (Sajak &ldquo;Perempuan yang Datang pada Diri Sendiri&rdquo;). Diksi &lsquo;berembun&rsquo; yang dituliskan oleh Dahri, seolah menjelaskan posisi perempuan di tengah masyarakat kita hari ini yang tidak eksis karena tersubodinat dari peran-peran sosial.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketimpangan peran perempuan dan laki-laki juga semakin ditegaskan dalam bait, &ldquo;Aku pernah membaca reklame lalu percaya bahwa merokok itu lelaki,&rdquo; dan &ldquo;Di sebuah jalan kulihat anak lelaki melingkarkan iguana di pundaknya. Orang-orang berdecak kagum aku merasa itu lebih lelaki.&rdquo; (Sajak &ldquo;Menjadi Lelaki&rdquo;). Stigma merokok adalah lelaki, tentu adalah pelanggengan yang sering kita temui di masyarakat. Tentu ini dipengaruhi dengan perpanjangan iklan rokok yang diperankan oleh laki-laki, salah satunya ketika kemunculan iklan rokok Marlboro yang disimbolkan dengan laki-laki berkulit putih, menunggang kuda dan berpakaian koboi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada larik lainnya, Dahri merepresentasikan seorang anak laki-laki memiliki peliharaan hewan reptil berdarah dingin yang terkenal dengan kegagahan dalam wujudnya, yaitu iguana. Bagian tersebut, menampakkan secara simbolik bahwa laki-laki sekalipun yang tidak memiliki cap maskulinitas, ia hanya perlu pelengkap untuk mendapatkannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sangat tergambar jelas, bagaimana anak laki-laki tersebut hanya melingkarkan peliharaan reptilnya mendapat kegagahan dalam puisi Dahri. Hal tersebut mengingatkan saya terhadap gambaran kesempurnaan laki-laki Jawa di dapat, jika memenuhi lima unsur kesempurnaan yang seluruhnya menjadi sebuah simbol dan pelengkapnya: 1) Wisma; 2) Wanita; 3) Turonggo; 4) Kukilo; 5) Curiga.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhirnya, selain segala kesepian yang berbaris dalam setiap puisi-puisinya, terdapat setumpuk permasalahan yang dapat dilihat dalam antologi puisi tersebut. Bagaimanapun, begitulah puisi bekerja terhadap para penikmatnya. Ia menyimpan segala kegusaran yang tersembunyi dalam kepuitisannya yang khas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Puisi-puisi Dahri mencoba menunjukkan setumpuk kesepian dan permasalahan di dalam kehidupan melalui citraan penglihatan dan juga diksinya yang sangat simbolik. Kekhasan setiap bait dalam antologi ini seolah mengeja setiap perjalan kehidupan manusia. Saya meyakini, segala proses yang dilalui untuk menerbitkan antologi tersebut menjadi kemegahan tersendiri bagi Hal-Hal yang Pergi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Esty Pratiwi Lubarman, alumni prodi Sastra Indonesia, FIB 2017 dan anggota Savrinadeya Support Group.</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FK Unmul Gelar Pengambilan Sumpah Dokter, Spesialis Bedah Angkatan Pertama Dilantik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fk-unmul-gelar-pengambilan-sumpah-dokter-spesialis-bedah-angkatan-pertama-dilantik/baca </link>
<guid> fk-unmul-gelar-pengambilan-sumpah-dokter-spesialis-bedah-angkatan-pertama-dilantik </guid>
<pubDate> Thu, 23 Feb 2023 11:35:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lulusan angkatan pertama spesialis bedah Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fk-unmul-gelar-pengambilan-sumpah-dokter-spesialis-bedah-angkatan-pertama-dilantik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zDqj1yPNTQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FK Unmul Gelar Pengambilan Sumpah Dokter, Spesialis Bedah Angkatan Pertama Dilantik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Rabu (8/2) lalu, FK Unmul gelar pelantikan dan pengambilan sumpah dokter angkatan ke-56 yang berlokasi di Teaching Center FK Unmul. Pelantikan kali ini terasa lebih spesial sebab salah satu Prodi teranyar milik FK Unmul berhasil mengantarkan lulusan pertamanya sebagai dokter spesialis bedah.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengulik informasi lebih lanjut, awak <em>Sketsa</em> kemudian menghubungi Koordinator Prodi Spesialis Bedah Unmul, Fritz Nahusuly pada Selasa (21/2). Menyoal lulusan spesialis bedah pertama di Unmul, dirinya mengaku bangga dan bersyukur sebab penantian Prodi yang ia nakhodai sejak akhir 2018 itu akhirnya berbuah manis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Prodi Spesialis Bedah Unmul akhirnya telah memiliki lulusan pertama pada tanggal 17 Desember 2022. Lulusan pertama kami merupakan peserta didik angkatan pertama yang diterima pada Januari 2019 dan menyelesaikan pendidikan dengan tepat waktu,&rdquo; ungkapnya ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> secara daring melalui pesan teks WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Ungkapnya, Prodi Spesialis Bedah telah berdiri sejak 16 Oktober 2018 dengan landasan hukum Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 900/KPT/I/2018 yang mempertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan di bidang Ilmu Bedah yang tersebar merata.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara resmi, Prodi yang dinakhodai Fritz saat ini berdiri usai dilakukan visitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia dan Kolegium Ilmu Bedah Indonesia. Selanjutnya penerimaan angkatan pertama dimulai pada Januari 2019, yang termasuk di dalamnya lulusan pertama Spesialis Bedah Unmul saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Terbaru, Prodi Spesialis Bedah telah mengantongi akreditasi Baik Sekali yang diperoleh pada 16 Desember 2022 lalu dengan jumlah mahasiswa mencapai dua puluh orang, terhitung sejak tahun ajaran semester genap 2023. Catat Fritz, akhir tahun 2023 mendatang, mahasiswanya yang lain juga akan segera menyusul jejaknya sebagai dokter bedah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Target Prodi Spesialis Bedah di akreditasi selanjutnya tentu ingin mendapatkan hasil akreditasi Unggul, menghasilkan lulusan dengan tepat waktu, semakin dikenal dalam ranah nasional hingga internasional, dan semakin banyak pendaftar yang berminat terhadap Prodi Spesialis Bedah Unmul,&rdquo; tuturnya penuh harap.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, awak <em>Sketsa</em> turut berbincang dengan lulusan dokter spesialis bedah pertama Unmul tersebut pada Senin (13/2). Ia adalah Fritzky Wandy Thedjakusuma. Meski hanya berkomunikasi melalui pesan teks WhatsApp, dirinya tetap antusias mengisahkan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pengalaman menjadi PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) atau Residen Bedah Unmul tentunya luar biasa. Saya mengawali pendidikan di Prodi Spesialis Bedah FK Unmul pada 2019. Pada awal pendidikan saya masih seorang diri, dan saat ini sudah ada dua puluh orang PPDS Bedah FK Unmul yang aktif dalam pendidikan dan pelayanan,&rdquo; kenang Fritzky ketika dirinya masih menjadi residen bedah.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun kala itu ia menjadi satu-satunya mahasiswa yang menempuh pendidikan di sana, Fritzky mengaku bahwa dirinya tak mengalami kesulitan berarti. Ungkapnya, sistem pendidikan PPDS atau Residen berbeda dengan mahasiswa preklinik pun seluruh jadwal perkuliahan telah terorganisir dengan baik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami terfokus dalam pelayanan sehari-hari di rumah sakit (poliklinik, operasi elektif/ <em>emergency</em>, <em>visite</em> pasien). Kegiatan ilmiah dilaksanakan di luar dari waktu kegiatan pelayanan,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Perbedaan yang ia rasakan saat menjadi mahasiswa S-1 Kedokteran Umum dan kala menjalani Spesialis Bedah misalnya ada pada kegiatan keresidenan yang dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan atau Rumah Sakit Satelit. Kegiatan sehari-hari yang ia jalani dimulai dari mengunjungi pasien rawat inap, poliklinik pasien rawat jalan, operasi pasien elektif atau <em>emergency</em> (cito), hingga menjaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk residen. Selain itu, terdapat pula kegiatan lainnya yang berupa kegiatan ilmiah seperti <em>Morning Repor</em><em>t</em>, <em>Visite</em> Besar, atau <em>Weekly Report</em>.</p><p style="text-align: justify;">Usai mengantongi gelar Spesialis Bedah, lulusan Kedokteran Umum Universitas Tarumanegara ini berkeinginan untuk segera menekuni bidangnya dengan memberikan pelayanan utamanya kepada masyarakat yang membutuhkan. Imbuhnya, jika ada kesempatan dirinya berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang sub-spesialistik di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya Prodi Spesialis Bedah FK Unmul semakin berjaya, semakin banyak lulusan spesialis bedah dari FK Unmul, dan tetap terjaga hubungan yang baik antara residen, alumnus, dan juga guru-guru kami,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(ord/dre/srf/una/nkh/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendakianmu Tak Pernah Sampai Puncak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pendakianmu-tak-pernah-sampai-puncak/baca </link>
<guid> pendakianmu-tak-pernah-sampai-puncak </guid>
<pubDate> Fri, 24 Feb 2023 08:17:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendakian bagaikan mimpi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pendakianmu-tak-pernah-sampai-puncak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/k3JaMG6Pd4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendakianmu Tak Pernah Sampai Puncak</h1>
			              </header>
			              <p>Pendakianmu tidak pernah diamini.</p><p>Semakin tinggi hanya terdengar asumsi,</p><p>&ldquo;<em>Al</em><em>ah</em>, nanti juga berhenti.&rdquo;</p><p>Kata manusia alergi mimpi.</p><p><br></p><p>Mimpimu juga tidak langka.</p><p>Formatnya hampir sama.</p><p>Dengan pemuda yang mengaku alfa.</p><p><br></p><p>Merangkak, menyusup, terinjak kerikil.</p><p>Telingamu tuli dan langkahmu mengecil.</p><p>Kalau berhenti disini, jasadmu jadi fosil.</p><p>Yang di puncak itu, apakah nihil?</p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Aulia Yundita Herviandha, mahasiswi Ilmu Hukum, FH Unmul 2022.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rumah Lavender </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/rumah-lavender/baca </link>
<guid> rumah-lavender </guid>
<pubDate> Sat, 25 Feb 2023 09:08:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hamparan lavender </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/rumah-lavender/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GcKChVMZWR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rumah Lavender</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>Teng!</em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara dentingan lonceng yang keras seketika membuatku terbangun. Bisa kurasakan jantungku yang berdegup amat kencang lantaran tak siap mendengarkan suara keras yang dihasilkan lonceng tadi. Setelah merasa sedikit tenang, aku mulai &nbsp;memperhatikan sekelilingku. Lalu, kusadari di mana aku berada sekarang. &nbsp;Saat ini aku terduduk di depan rumah tua bergaya Belanda yang dikelilingi oleh tanaman lavender.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satu hal yang membuatku bingung adalah kenapa aku bisa tiba-tiba ada di sini dan bagaimana caranya? Karena aku sangat yakin terakhir kali yang kuingat adalah aku masih berada di terminal sedang menunggu bus datang. Namun, tunggu dulu. Waktu itu, <em>kan</em>, malam hari? Dan sekarang sudah pagi, entah pukul berapa sekarang ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah lamunanku, aku menyadari pintu masuk rumah tersebut yang mulai terbuka sedikit demi sedikit membuatku buru-buru berdiri. Dari dalam keluar seorang gadis bergaun putih dengan rambut berwarna coklat yang tergerai indah. Gadis itu berjalan ke arahku dengan membawa setangkai bunga lavender di tangan kirinya. &quot;Apa kau manusia?&quot; tanyanya padaku. Ah, lucu sekali pertanyaannya itu. Memang dia pikir aku ini hantu, apa? Gadis itu kemudian menatapku dengan saksama mulai dari pangkal rambut sampai ujung mata kaki.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sepertinya kau manusia,&rdquo;</span><span>&nbsp;</span><span>gadis itu tersenyum simpul. Ia kemudian memberiku bunga lavender yang ada di tangannya, setelah itu ia pergi begitu saja. Namun, ia bukan melangkah masuk ke dalam rumah. Melainkan berjalan melewati jajaran tanaman lavender yang menjulang tinggi dan menghilang di baliknya. Aku lantas memperhatikan bunga pemberian si gadis dan &nbsp;menyadari kalau ada secarik kertas yang terselip di tangkainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pergi ke ruang musik dan berikan bunga ini pada Gisell.&rdquo; Itulah yang tertulis di kertasnya dan entah karena dorongan apa aku langsung berjalan masuk ke dalam rumah tua itu. Ketika tiba di dalam, aku benar-benar takjub melihat ada lebih banyak bunga lavender yang menghiasi seisi ruangan. Aku sangat yakin kalau orang yang tinggal di rumah ini pasti sangat menyukai bunga lavender.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara alunan piano kemudian terdengar dan asalnya dari lantai dua. Aku kemudian berjalan perlahan menaiki satu persatu anak tangga hingga tiba di depan ruangan yang diberi label ruang musik. Aku memberanikan diri untuk memutar kenop pintunya. Tepat setelah pintu terbuka lebar, aku melangkah masuk dan langsung menghampiri gadis bergaun ungu yang sedang duduk di depan piano sembari memainkan lagu Beethoven yang berjudul &ldquo;<em>Fur Elise</em>&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Apa mungkin dia Gisell?&quot; pikirku. Aku lantas berjalan menghampiri si gadis dan tampaknya dia juga menyadari keberadaanku. Mungkin itu sebabnya ia berhenti memainkan pianonya. Akan tetapi, kedatanganku sepertinya tidak disambut baik olehnya. Terbukti dari ekspresi tak ramah yang ia tampilkan. Gadis itu juga menatapku sinis. Namun, hal itu tak menciutkan nyaliku dan aku terus berjalan ke arahnya. Lalu, aku memberikan bunga lavender yang ada di tanganku. Dia mengambil bunga itu, tapi masih menatap sinis ke arahku. &ldquo;Apa Grace yang mengirimmu?&rdquo; tanyanya kemudian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sepertinya sih begitu,&rdquo; jawabku ragu karena aku sendiri juga tidak tau siapa nama gadis yang aku temui di bawah tadi. &ldquo;Ayo ikut aku,&rdquo;</span><span>&nbsp;</span><span>ajaknya menuntunku berjalan menuju balkon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa kita ke sini?&rdquo; tanyaku penasaran. Akan tetapi, Gisell hanya diam dan tak menggubris pertanyaanku. Ia malah fokus menatap ke depan, atau lebih tepatnya menatap ribuan tanaman lavender yang menjulang tinggi di depan sana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku kemudian mencoba mengikuti ke mana arah pandangnya. Namun, tetap saja aku tak menemukan sesuatu yang menarik selain hamparan lavender yang menjulang tinggi ke atas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku kemudian menatap Gisell kembali dan hal yang sama juga dilakukan olehnya. Hanya saja ia tersenyum menyeringai dan membuatku jadi was-was. Apalagi ia perlahan mendekat ke arahku dan kejadian selanjutnya benar-benar di luar dugaan. Ia tiba-tiba mendorongku dari atas balkon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Arrghhh</em>!&rdquo;</span><span>&nbsp;</span><span>aku menutup mataku rapat-rapat, takut akan kemungkinan terburuknya. Namun, pikiranku itu ternyata salah. Setelah sebelumnya aku sempat berpikir akan tewas mengenaskan dengan bersimbah darah karena terjatuh dari lantai dua, tapi untunglah hal itu tak terjadi karena aku masih bisa terselamatkan lantaran terjatuh di atas tumpukan bunga lavender. Namun, harumnya yang tajam justru menyeruak masuk ke hidungku hingga membuatku sesak nafas. Sebelum kesadaranku benar-benar hilang, aku sempat melihat Gisell tersenyum licik di atas sana. Setelahnya aku benar-benar tak sadarkan diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku membuka mataku perlahan. Kepalaku rasanya sakit sekali, tetapi aku tetap berusaha untuk berdiri. Aku masih berada di tempat yang sama, hanya saja kali ini suasananya malam hari. Ini membuatku berpikir sejenak bahwa apa yang kualami tadi hanyalah mimpi buruk. Aku kemudian mengambil tas selempang milikku yang tergeletak di tanah. Saat hendak mengambil ponsel di dalam tas, tanpa sengaja aku menemukan setangkai bunga lavender di sana. Tak hanya itu, aku juga menemukan secarik kertas yang terselip di tangkainya. Entah kenapa rasanya seperti <em>d</em></span><span><em>&eacute;j&agrave; vu</em></span><span>, ya. &ldquo;Gisell memang jahat, ya. Dia bahkan sampai mendorongku dari atas. -Grace.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku langsung bergidik ngeri saat membaca tulisan tersebut. Ternyata semua yang kualami tadi benar-benar nyata dan bukan mimpi. Saat itu juga tanpa pikir panjang lagi aku segera berlari sejauh mungkin meninggalkan tempat tersebut sampai rumah bergaya Belanda itu benar-benar hilang dari pandangan.&nbsp;</span></p><p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Cerpen ditulis oleh Bella Sapitri, mahasiswi Sastra Indonesia, FIB 2022.</strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Fahutan 2023 Usai Lebih Cepat dari Linimasa, Pemimpin LEM Sylva Terpilih  Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fahutan-2023-usai-lebih-cepat-dari-linimasa-pemimpin-lem-sylva-terpilih-aklamasi/baca </link>
<guid> pemira-fahutan-2023-usai-lebih-cepat-dari-linimasa-pemimpin-lem-sylva-terpilih-aklamasi </guid>
<pubDate> Tue, 28 Feb 2023 12:32:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira Fahutan 2023 berujung aklamasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fahutan-2023-usai-lebih-cepat-dari-linimasa-pemimpin-lem-sylva-terpilih-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mSoO2j0acd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Fahutan 2023 Usai Lebih Cepat dari Linimasa, Pemimpin LEM Sylva Terpilih  Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Sylva Mulawarman kembali menggelar Pemilihan Raya (Pemira) Fahutan 2023. Diketahui, gelaran pesta demokrasi di tingkat fakultas ini berlangsung secara aklamasi dan rampung lebih cepat dari linimasa yang telah dicanangkan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengulik informasi lebih dalam mengenai pelaksanaan Pemira Fahutan, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>menghubungi Suci Septiarini selaku Sekretaris KPPR Sylva 2023 pada Jumat (24/2) lalu. Bebernya, pelaksanaan Pemira kali ini tak berjalan lancar sebab pendaftaran Paslon yang sempat terkendala. Layaknya Pemira di fakultas lainnya, pelaksanaan pesta demokrasi di Fahutan tahun ini pun tak luput dari minimnya antusias mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dinamika Pemira Fahutan yang stagnan selama dua tahun belakangan ini menyebabkan kurangnya animo dari mahasiswa. Ungkap Suci, sebelum pandemi melanda, antusias mahasiswa terbilang cukup tinggi. Sebutnya, para kader pun berlomba-lomba untuk mencalonkan diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semenjak Covid sampai sekarang itu, (antusias mahasiswa) jadi berkurang karena mungkin minimnya pengetahuan tentang lembaga fakultas,&rdquo; imbuh Suci ketika diwawancarai secara daring melalui pesan teks WhatsApp pada Jumat (24/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kurangnya antusias mahasiswa membuat panitia harus merubah kembali jadwal linimasa Pemira dan memperpanjang masa pendaftaran. Namun, usaha tersebut rupanya tak membuahkan hasil yang signifikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah melakukan perpanjangan masa pendaftaran, hanya terdapat satu paslon yang mendaftarkan diri. Pemira pun akhirnya dilanjutkan secara aklamasi dengan mempertimbangkan efisiensi waktu. Hasilnya, paslon tunggal, Aditya dan Devano terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Umum LEM Sylva Mulawarman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pertimbangan untuk menetapkan paslon yang hanya satu itu pasti ada. Tapi, mengingat waktu yang jika terus diundur juga itu akan memakan waktu yang lebih lama lagi, maka, kami tidak melakukan perpanjangan lagi,&rdquo; pungkasnya&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pun tak ketinggalan untuk mewawancarai Ketua Umum terpilih, Aditya. Diwawancarai secara daring melalui pesan teks WhatsApp pada Selasa (21/2) lalu, dirinya mengaku senang karena berhasil muncul sebagai wajah baru LEM Sylva Mulawarman. Meskipun demikian, ia tak menampik bahwa minimnya antusias pada Pemira kali ini membuat perhelatan pesta demokrasi itu terasa hambar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun awalnya merasa ragu, adanya dukungan dari teman-temannya menjadi alasan dirinya tak gentar mencalonkan diri. &ldquo;Menurut saya, (dengan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum LEM Sylva) kita bisa melampaui batas kita jika kita berani melawan ketakutan kita sendiri,&rdquo; optimisnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aditya bertekad bahwa ia dan Devano siap membawa perubahan yang lebih baik kepada LEM Sylva di masa kepemimpinannya. Selain itu, dirinya akan melanjutkan program kerja yang sempat terhenti di kepengurusan sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada pula beberapa program kerja (proker) yang sudah berjalan, tetapi kurang baik. Hal tersebut terjadi karena mungkin kurangnya koordinasi antar sesama anggota di kepengurusan sebelumnya. Selain itu, kurang adanya kepedulian di antara sesama anggota.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Upaya yang akan dilakukan adalah dengan selalu menjaga komunikasi agar tidak terputus dan selalu mem-follow up anggota agar bisa berjalan dengan baik,&rdquo; kuncinya mantap. <em><strong>(sky/amg/nav/dre)</strong></em></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendaftaran Magister Ilmu Pemerintahan Resmi Dibuka, Memenuhi Keresahan Alumni Sembari Mendukung IKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-magister-ilmu-pemerintahan-resmi-dibuka-memenuhi-keresahan-alumni-sembari-mendukung-ikn/baca </link>
<guid> pendaftaran-magister-ilmu-pemerintahan-resmi-dibuka-memenuhi-keresahan-alumni-sembari-mendukung-ikn </guid>
<pubDate> Wed, 01 Mar 2023 07:37:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan Magister Ilmu Pemerintahan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-magister-ilmu-pemerintahan-resmi-dibuka-memenuhi-keresahan-alumni-sembari-mendukung-ikn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Iw5NX0G6WB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendaftaran Magister Ilmu Pemerintahan Resmi Dibuka, Memenuhi Keresahan Alumni Sembari Mendukung IKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Magister Ilmu Pemerintahan Unmul yang dicanangkan beberapa waktu lalu telah resmi dibuka. Mahasiswa yang berminat dalam bidang pemerintahan bisa segera mendaftar pada rentang waktu 15 Februari hingga 30 Mei 2023. Para pendaftar perlu mempersiapkan diri mengikuti berbagai macam tes dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp750.000.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/menyongsong-ikn-fisip-unmul-buka-dua-program-magister/baca">Menyongsong IKN, FISIP Unmul Buka Dua Program Magister</a></p><p style="text-align: justify;">Menindaklanjuti kabar tersebut, awak <em>Sketsa</em> kemudian berbincang dengan Ketut Gunawan selaku Wakil Dekan Akademik FISIP pada Kamis (9/2) lalu. Paparnya, pembukaan magister Ilmu Pemerintahan telah direncanakan sejak lama bagi keseluruhan Prodi di FISIP yang sekaligus menjadi acuan peningkatan kualitas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap Prodi diharapkan punya S-2 karena itu sebagai bukti adanya peningkatan. Jadi ketika saya jadi WD, ya, kita coba genjot. Prodi diminta untuk menunjukkan apa, sih, keunikannya dari Prodi yang mau dibangun.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menyoal keunikan, Ketut mengungkap Ilmu Pemerintahan memiliki keunikan tentang tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) yang mencoba menyorotinya dari sisi politik, kehutanan, dan pemerintahan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena pemerintahan terikat dengan politik, kita lihat dari politik dan kebijakan SDA di Kaltim. Karena ada IKN nanti, kan. Nah, nanti kita lihat bagaimana proses pembentukan lalu tata kelolanya gimana,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun nantinya akan tersedia satu kelas reguler di magister Ilmu Pemerintahan. Namun, Ketut mengimbau bahwa hal tersebut akan dilihat lagi dari situasi pendaftar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya satu kelas saja untuk awal reguler. Kita meilhat juga dari situasi pendaftar. Kalau ada cukup satu kelas untuk kelas sore, ya, kenapa tidak. Tapi yang jelas kami sebenarnya ingin kelas reguler, kita kasih intensiflah. Mungkin SPP-nya lebih murah, kita upayakan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ketut pun turut menyampaikan bahwa dibukanya magister ini sebagai batu loncatan yang mengarah kepada pembukaan S-3 Ilmu Sosial dengan syarat yaitu memiliki tiga Prodi S-2. Selain itu, dibukanya magister ini juga sebagai jawaban dari keresahan-keresahan alumni serta antusiasme mahasiswa yang ingin kembali menempuh pendidikan di Unmul. Dengan adanya magister ini, alumni dan mahasiswa tidak perlu jauh-lauh lagi merantau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dukungan-dukungan banyak. Seperti itulah dorongan-dorongan yang kita dapatkan sehingga makin semangat ngurusnya,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Antusiasme Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga menghubungi Henny Erika Suryaningsih, mahasiswa Ilmu Pemerintahan pada Rabu (8/2) lalu melalui WhatsApp. Ia pun menampakkan antusiasme dalam menyambut pembukaan magister Ilmu Pemerintahan ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tertarik untuk mendaftar dan lanjut S-2 Ilmu Pemerintahan di Unmul. Alasan pertama karena lokasi yang masih di lingkup Kaltim dan tidak perlu lagi keluar daerah. Lalu, saya sangat didukung oleh orang tua saya untuk melanjutkan pendidikan S-2,&rdquo; ujar Henny.</p><p style="text-align: justify;">Lantas ia pun berharap setelah pembukaan magister Ilmu Pemerintahan ini, terdapat ilmu berkualitas yang diberikan kepada mahasiswa yang nantinya akan melanjutkan jenjang pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga magister Ilmu Pemerintahan ini lekas mendapat akreditasi yang baik karena akan ada beasiswa nantinya,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke Muhammad Fitrah, mahasiswa Ilmu Pemerintahan ini menganggap bahwa dengan dibukanya magister Ilmu Pemerintahan merupakan terobosan baru dalam pengembangan pendidikan di Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan dibukanya S-2 Ilmu pemerintahan ini tentu juga menjadi sebuah wadah bagi para stakeholder ataupun masyarakat yg ingin melanjutkan pendidikan linier, yakni di Prodi Ilmu Pemerintahan,&rdquo; ucapnya saat diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Kamis (9/2).</p><p style="text-align: justify;">Namun, berbeda dengan Henny, Fitrah mengaku bahwa dirinya belum tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 Ilmu Pemerintahan sebab dirinya telah mencanangkan target lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, untuk teman-teman yang masih mampu dan ingin melanjutkan pendidikan S-2 yang tidak jauh, saya merekomendasikan sekali untuk bisa bergabung dan masuk di magister Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana? Tertarik mendalami ilmu pemerintahan di masa transisi menuju IKN Nusantara? Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa kunjungi Instagram @mip.unmul atau melalui pranala berikut <a href="https://mip.fisip-unmul.ac.id/site/index.php">Magister Ilmu Pemerintahan</a>, ya! <em><strong>(mar/ajo/ahn/ems)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tidak ada PR di Finlandia: Surat Terbuka untuk Rektor Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tidak-ada-pr-di-finlandia-surat-terbuka-untuk-rektor-unmul/baca </link>
<guid> tidak-ada-pr-di-finlandia-surat-terbuka-untuk-rektor-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 02 Mar 2023 10:17:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Komersialisasi pendidikan dan konsekuensinya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tidak-ada-pr-di-finlandia-surat-terbuka-untuk-rektor-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dGPXY5NxuJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tidak ada PR di Finlandia: Surat Terbuka untuk Rektor Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ada satu hal menarik yang baru saya ketahui setelah bergabung di sebuah komunitas bernama Muda Mengajar. Rupanya, sejak 2013 pemerintah mencabut mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar (SD) negeri. Mata pelajaran itu dicabut bersamaan dengan dicabutnya mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karena itulah, Muda Mengajar didirikan. Komunitas ini berusaha mengajar bahasa Inggris bagi mereka yang kurang mampu. Kebijakan itu berpotensi menghasilkan ketimpangan. Mereka yang mampu secara finansial dapat mengakses pendidikan bahasa Inggris lewat sekolah swasta atau kursus privat. Sementara, mereka yang hanya mampu bersekolah di sekolah negeri akan kehilangan akses tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kenyataannya pun ternyata lebih mengerikan dari itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Norimitsu Onishi, seorang jurnalis New York Times menyoroti kengerian itu dalam artikel berjudul&nbsp;</span><span><em>As English Spreads, Indonesians Fear for Their Language</em></span><span>. Dalam tulisannya, ia memaparkan bagaimana bahasa Indonesia mulai dilupakan oleh anak-anak dari keluarga menengah ke atas di Jakarta. Di sekolah-sekolah swasta tempat mereka belajar, bahasa Inggris menjadi bahasa utama. Orang tua mereka pun kemudian membiasakan anak-anaknya berbahasa Inggris di rumah. Pekerja rumah tangga mereka pun diwajibkan untuk dapat berbahasa Inggris.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sheryl Sheinafia, salah satu musisi pop Indonesia merupakan salah satu contohnya. Meski lahir dan besar di Indonesia, ia tak mampu berbahasa Indonesia. Bahasa Indonesia baru mulai ia pelajari setelah menjadi musisi. Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah sesi&nbsp;</span><span><em>podcast&nbsp;</em></span><span>bersama Raditya Dika.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tulisan saya bukan soal pudarnya bahasa Indonesia, yang mengerikan bagi saya adalah: sementara tidak ada akses belajar bahasa Inggris yang mumpuni untuk anak-anak kurang mampu, mereka yang memiliki akses lebih justru fasih berbahasa Inggris seolah itu bahasa ibu mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini tentu saja menunjukkan jurang ketimpangan yang semakin lebar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pendidikan di Finlandia</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Finlandia merupakan negara yang lekat dengan sistem pendidikan yang maju. <em>World Economic Forum</em> pun mengakui ini. Finlandia dijuluki sebagai negara dengan <em>most well-developed education in the world&nbsp;</em>(Edukasi paling maju di Dunia).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banyak orang salah kaprah mengenai penyebab kemajuan pendidikan di Finlandia. Ada yang menilai bahwa ketiadaan pekerjaan rumah atau PR (</span><span><em>homework</em></span><span>) adalah penyebabnya. Pendidikan di Finlandia memang memberikan ruang eksplorasi bagi anak didiknya dan meminimalisir jumlah PR. Namun, anggapan ini mengabaikan gambaran yang lebih besar: bahwa pendidikan di Finlandia gratis untuk semua orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam lima puluh tahun terakhir, Finlandia telah melarang komersialisasi pendidikan. Dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, penarikan biaya untuk pendidikan dilarang. Baik kalangan menengah ke atas maupun kalangan menengah ke bawah mendapatkan akses pendidikan yang sama. Mereka masuk ke sekolah dan perguruan tinggi negeri. Pendidikan gratis itu dibiayai oleh negara yang dananya berasal dari pajak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Singkatnya: Tidak ada sekolah dan perguruan tinggi swasta di Finlandia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Rektor Unmul dan PTN-BH</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendidikan Indonesia justru menunjukkan kenyataan sebaliknya. Ketika Finlandia melarang &nbsp;komersialisasi pendidikan, negara ini justru melakukan &lsquo;swastanisasi&rsquo; terhadap pendidikan negeri. Hal itu terlihat dalam kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Singkat kata, perguruan tinggi negeri dialihfungsikan layaknya perusahaan. Pendirian unit usaha dibolehkan dan pengelolaan dana dilakukan secara mandiri. Anggaran yang dikucurkan dari negara pun akhirnya dikurangi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kampus-kampus besar di Indonesia telah menerapkan ini. Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) adalah beberapa contoh di antaranya. Rektor Universitas Mulawarman, Abdunnur pun ingin menjadikan kampus yang dipimpinnya seperti kampus-kampus besar tersebut. Status PTN-BH merupakan salah satu target dalam periode kepemimpinannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, PTN-BH mempunyai konsekuensi besar. Salah satunya adalah risiko kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Tentu saja, menaikkan biaya kuliah memang menjadi cara paling mudah untuk mendapatkan pemasukan ketika anggaran dari negara sudah dikurangi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus mahasiswi UNY bernama Nur Riska Fitri Aningsih adalah contoh konkretnya. Sejak 2022, kampusnya resmi menjadi PTN-BH. Ia pun mesti membayar biaya UKT yang mahal, padahal berasal dari keluarga tidak mampu. Cuti kuliah pun diambilnya sambil meminjam sana-sini. Awal 2023, dia wafat di tengah cuti kuliahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Riska ternyata bukan satu-satunya. Mahalnya UKT berdampak bagi banyak mahasiswa dan mahasiswi UNY. Seorang mahasiswa yang namanya disamarkan berkata, ia bahkan sampai harus bekerja sambilan dan menjual sapi milik keluarganya. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Percayalah, bahkan sekarang pun banyak mahasiswa dan mahasiswi Unmul yang bekerja sambil kuliah. Kuliah hingga siang, bekerja dari sore sampai malam. Ada pula yang bekerja untuk&nbsp;</span><span><em>wedding organizer</em>&nbsp;</span><span>di akhir pekan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagian mungkin melakukannya untuk mencari pengalaman. Namun, sebagian besar melakukannya karena terbebani biaya UKT. Bahkan ada yang juga harus menanggung biaya listrik rumah dan kesehatan orang tuanya. Lakukan saja surveinya kalau tidak percaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka, saya hanya meminta satu hal kepada Abdunnur, Rektor Unmul kita tercinta: pertimbangkan baik-baik keputusan menjadikan Unmul PTN-BH. Ada banyak cara alternatif menjadikan kampus ini lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan sampai nantinya mereka yang kurang mampu tak dapat lagi berkuliah. Di mana membayar biaya kuliah perguruan tinggi negeri saja mereka tak mampu, swasta apalagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendidikan harusnya bukan&nbsp;</span><span><em>privilege</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang hanya dimiliki oleh anak orang kaya seperti anak wakil gubernur. Pendidikan seharusnya adalah hak yang dapat diakses dan dimiliki semua orang. Tanpa terkecuali.</span></p><p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ditulis oleh Muhammad Al Fatih, mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP 2022.</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tolak Perppu Ciptaker, Aliansi Mahakam Gelar Aksi Prakondisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-perppu-ciptaker-aliansi-mahakam-gelar-aksi-prakondisi/baca </link>
<guid> tolak-perppu-ciptaker-aliansi-mahakam-gelar-aksi-prakondisi </guid>
<pubDate> Fri, 03 Mar 2023 11:47:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi prakondisi Aliansi Mahakam untuk menolak Perppu Ciptaker </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-perppu-ciptaker-aliansi-mahakam-gelar-aksi-prakondisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jOYo2mEZzI.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Tolak Perppu Ciptaker, Aliansi Mahakam Gelar Aksi Prakondisi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pada Kamis (2/3) kemarin, puluhan mahasiswa dari berbagai lembaga yang tergabung dalam Aliansi Mahakam memadati simpang empat Mal Lembuswana. Mereka kembali turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Cipta Kerja (Perppu Ciptaker). Puluhan massa tersebut di antaranya berasal dari BEM Unmul, Politani, hingga sejumlah organisasi seperti FKM PPU, Permikomnas, Daralead, dan Perempuan Mahardika.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi tersebut semula diagendakan pada pukul dua siang. Namun, terpantau para demonstran baru berjalan menuju titik aksi pada pukul 15.30 Wita. Sore itu, massa aksi membentuk lingkaran di tengah simpang empat Mal Lembuswana. Agenda tersebut diisi dengan penyampaian orasi, pembacaan puisi, pembakaran ban, serta pembagian pamflet&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>&nbsp;kepada masyarakat yang berisi hasil dari kajian tuntutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pun tak ketinggalan untuk mewawancarai Rifky Cahyadi selaku Humas dari aksi demonstrasi tersebut. Paparnya, agenda tersebut merupakan aksi prakondisi yang kemudian akan dilanjutkan dengan aksi puncak di Gedung DPRD Provinsi Kaltim. Rifky memperkirakan, aksi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 14 Maret mendatang. Tanggal tersebut dipilih sebab bertepatan dengan sidang Paripurna DPR untuk mengesahkan Perppu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk&nbsp;</span><span><em>goals</em></span><span>, selain agar aspirasi dari mahasiswa dapat didengar,&nbsp;</span><span><em>goals</em></span><span><em>&nbsp;</em>hari ini juga untuk menggaet teman-teman dan juga menyadarkan masyarakat yang lewat. Apa sih sebenarnya Perppu? Kenapa Perppu itu terasa merugikan? Dan apa saja sih hal-hal yang dilanggar pemerintah dalam mengeluarkan Perppu ini?&rdquo; papar Rifky.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perppu Ciptaker yang dinilai tidak berpihak pada rakyat dan melanggar konstitusi tersebut menghasilkan dua poin tuntutan dari demonstran. Pertama,&nbsp;</span><span>menuntut Presiden dan DPR untuk mencabut Perppu Cipta Kerja atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Kedua, mendesak Presiden, pemerintah dan DPR untuk berhenti mengkhianati konstitusi dan Undang-Undang.</span></p><p>Meskipun berjalan lambat, arus lalu lintas kala itu masih cukup kondusif. Beberapa polisi lalu lintas nampak di sejumlah titik persimpangan untuk mengatur jalannya lalu lintas agar tetap lancar. Dari pantauan <em>Sketsa</em>, Aliansi Mahakam mulai membubarkan diri tepat pukul enam sore. <em><strong>(mlt/xel/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usai Penantian Panjang, FMIPA Unmul Bersiap Buka Dua Prodi Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-penantian-panjang-fmipa-unmul-bersiap-buka-dua-prodi-baru/baca </link>
<guid> usai-penantian-panjang-fmipa-unmul-bersiap-buka-dua-prodi-baru </guid>
<pubDate> Fri, 03 Mar 2023 12:34:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan S-1 Ilmu Lingkungan dan S-2 Biologi di FMIPA Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-penantian-panjang-fmipa-unmul-bersiap-buka-dua-prodi-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RK73XwjaZd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Usai Penantian Panjang, FMIPA Unmul Bersiap Buka Dua Prodi Baru</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Siap melebarkan sayapnya, FMIPA tengah bersiap membuka dua program studi (Prodi) baru yakni S-1 Ilmu Lingkungan dan S-2 Biologi. Disebut-sebut, kedua Prodi itu akan dibuka di semester ganjil mendatang.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menggali informasi lebih dalam mengenai wacana tersebut, awak&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;pun menyambangi Gedung&nbsp;</span><span><em>Science Learning Center</em></span><span>&nbsp;untuk menemui Ratna Kusuma selaku Dekan FMIPA Unmul pada Rabu (1/3) lalu. Kala itu, ia tak sendiri. Ada pula Nova Hariani selaku Ketua Jurusan Biologi, Dijan Sunar Rukmi selaku Koordinator Prodi S-1 Ilmu Lingkungan, dan Retno Aryani selaku Koordinator Prodi S-2 Biologi yang ikut menemani Ratna ketika berbincang dengan awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wacana terkait pembukaan dua prodi baru di FMIPA pun Ratna benarkan. Bebernya, rencana tersebut sudah dicanangkan sejak masa kepemimpinan Sudrajat, dekan pertama FMIPA Unmul <span>yang kemudian dilanjutkan oleh Idris Mandang yang kala itu masih menjabat sebagai Dekan periode 2014 - 2022</span>. Saat ini, pembukaan kedua Prodi itu bukan lagi sekadar wacana sebab Surat Keputusan (SK) pembukaan Prodi telah berhasil mereka kantongi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, per-Desember kemarin, kedua Prodi ini sudah disetujui, dan di Juni nanti kita sudah menerima calon mahasiswa baru untuk S-1 Ilmu Lingkungan dan S-2 Biologi,&rdquo; terang Ratna.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jalan Panjang Pengajuan Pembukaan Prodi S-2 Biologi dan S-1 Ilmu Lingkungan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Nova Hariani selaku Ketua Jurusan (Kajur) Biologi menerangkan bahwa wacana pembukaan Prodi S-2 Biologi telah diajukan sejak 2016 silam. Namun, pengajuan tersebut sempat mengalami kendala. Salah satunya disebabkan oleh banyaknya dosen yang belum menyelesaikan studi S-3 kala itu. Setelah melakukan perbaikan, pihaknya kembali mengajukan permohonan pembukaan Prodi magister tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada akhir 2021 lalu. Meskipun awalnya tak berjalan mulus, pengajuan untuk yang kedua kalinya itu pun akhirnya berhasil diterima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, ternyata yang pertama kali dinilai itu dosennya. Dosen yang wajib itu lima orang saja sebagai&nbsp;</span><span><em>home base</em></span><span>-nya. Akhirnya, setelah kami perbaiki segala macam, diajukan lagi, dan hanya sekali dikembalikan, ada bagian yang diminta revisi dan ada yang enggak sinkron dengan&nbsp;</span><span><em>website&nbsp;</em></span><span>yang ada di Kemendikbud itu. Jadi, waktu kami sudah unggah, ternyata enggak terbaca. Akhirnya bisa dan Desember kemarin sudah keluar SK-nya,&rdquo; terang Nova.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbanding terbalik dengan S-2 Biologi, pengajuan pembukaan Prodi S-1 Ilmu Lingkungan rupanya tak terhambat oleh kendala berarti. Ini dikarenakan persyaratan yang tidak serumit magister, yakni harus memiliki dosen yang telah menyelesaikan studi S-3 dan linier di bidang Biologi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembukaan Prodi anyar tersebut diinisiasi oleh Sudrajat. Setelah ia meninggal dunia, Dijan Sunar Rukmi, Koordinator Prodi (Kaprodi) S-1 Ilmu Lingkungan bersama rekan setimnya pun melanjutkan pengajuan tersebut hingga akhirnya SK pengajuan pembukaan Prodi S-1 Ilmu Lingkungan keluar pada November lalu. Meskipun pengajuannya telah diterima sejak akhir tahun lalu, penerimaan mahasiswa baru akan dibuka di semester ganjil mendatang karena masih memerlukan persiapan yang matang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal persiapan pembukaan prodi S-2 Biologi, Retno Aryani selaku Kaprodi S-2 Biologi menyebut bahwa sejauh ini pihaknya telah menyusun visi dan misi, tujuan, serta strategi pencapaian. Selain itu, Lokakarya Kurikulum pun telah diselenggarakan pada Kamis (2/3) lalu. Nantinya, pihak prodi S-2 Biologi akan segera mengajukan SK Kurikulum kepada Rektor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Posisi Unmul yang berada di lingkungan yang kaya akan biodiversitas serta banyaknya industri yang berkaitan dengan bidang keilmuan Biologi menjadi salah satu alasan yang memprakarsai berdirinya Prodi S-2 Biologi. Selain itu, alasan pembukaan Prodi ini juga datang dari banyaknya tuntutan alumni S-1 Biologi yang tak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di luar Kaltim karena sedang bekerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk alumni yang ingin meningkatkan karier, tidak perlu jauh-jauh, bisa dilanjutkan di sini. Kami tidak hanya menerima alumni S-1 Biologi, tetapi juga dari bidang yang berkaitan dengan ilmu kehayatian seperti Kehutanan, Pertanian, dan lain-lain,&rdquo; tutur Retno.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, diketahui bahwa jumlah penerimaan mahasiswa Prodi S-2 Biologi nantinya akan diajukan maksimal sebanyak dua puluh mahasiswa. Sebab hal ini masih bergantung terhadap situasi sembari menyesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berbanding jauh, alasan di balik wacana pendirian Prodi S-1 Ilmu Lingkungan diinisiasi setelah melihat banyaknya lulusan Prodi Biologi dan Kimia yang telah bekerja di perusahaan yang berada di sektor lingkungan seperti tambang atau perkebunan sawit. Dijan menerangkan bahwa Ilmu Lingkungan adalah multidisipliner.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Artinya, ilmu lingkungan tak hanya menyoal Sains dan Teknologi, tetapi juga berkaitan erat dengan bidang keilmuan lain seperti Sosiologi, Ekonomi, Hukum, hingga Kesehatan Masyarakat. Nantinya, mata kuliah yang mengajar bidang Ilmu Sosial Humaniora akan dibantu oleh dosen dari fakultas lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Prodi S-1 Ilmu Lingkungan pun menyiapkan sebanyak empat puluh kursi dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Dua puluh kuota akan diperebutkan melewati jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sepuluh untuk jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan pendaftar jalur mandiri akan bersaing untuk meraih sepuluh kursi terakhir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyinggung soal isu pembangunan IKN yang tak lama lagi akan diresmikan, Dijan mengungkap bahwa pembukaan Prodi S-1 Ilmu Lingkungan awalnya tidak berhubungan dengan isu tersebut. Namun, melihat fakta di lapangan seperti banyaknya persebaran tambang di Kaltim dan alih fungsi hutan yang menjadi lahan pembangunan IKN, Dijan berharap pembukaan Prodi yang akan ia nakhodai ini bisa turut berkontribusi pada pembangunan IKN. Ia pun berharap agar lulusan dari Prodi S-1 Ilmu Lingkungan Unmul dapat ikut andil dalam membangun IKN nantinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sesuatu yang awalnya kita inisiasi bukan untuk IKN, akhirnya&nbsp;</span><span><em>match</em></span><span>&nbsp;dengan IKN. Jadi selagi kita SK-kan, (pembangunan) IKN sudah mulai berjalan. Jadi, pas sekali,&nbsp;</span><span><em>klop</em></span><span>. Tapi, kalau awalnya, ya, tidak ada tujuan untuk IKN itu, melainkan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur ini akan sarjana Ilmu Lingkungan. Kita ada Prodi Teknik Lingkungan, &nbsp;tapi berbeda (dengan Prodi Ilmu Lingkungan). Kalau Teknik Lingkungan ke arah tekniknya, sedangkan Ilmu Lingkungan sainsnya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Respons Mahasiswa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabar mengenai pembukaan dua Prodi anyar di FMIPA ini sudah sampai di telinga mahasiswa. Salah satunya adalah Muhammad Arjuna Al Asad yang merupakan Ketua Umum BEM FMIPA Unmul. Ia mengaku bahwa kabar tersebut sudah ia dengar sejak jauh hari. Dirinya pun turut merespons positif perihal pembukaan dua Prodi tersebut. Meskipun demikian, ia menilai bahwa terdapat hal lain yang lebih penting dan mendesak ketimbang pembukaan dua Prodi itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Masih banyak Prodi yang akreditasinya kurang maksimal. Seharusnya bisa dimaksimalkan terlebih dahulu</span><span>,&rdquo;&nbsp;</span><span>ucap mahasiswa yang akrab disapa Juna ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>secara daring pada Selasa (28/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Juna, peningkatan fasilitas penunjang kuliah untuk mahasiswa seperti ruangan atau alat pendukung kegiatan perkuliahan dinilai dapat membantu meningkatkan akreditasi Prodi di FMIPA. Menyoal peran BEM FMIPA dalam pembukaan kedua Prodi tersebut, ia mengaku bahwa sejauh ini pihaknya belum melakukan kontribusi apapun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penerimaan mahasiswa prodi S-1 Ilmu Lingkungan dan S-2 Biologi akan segera dibuka pada tahun ajaran baru, tepatnya di bulan Juni mendatang. Bagaimana, tertarik untuk bergabung menjadi mahasiswa Prodi terbaru dari FMIPA ini?&nbsp;</span><span><strong><em>(srf/ord/dre/tha/ems)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wacana Peleburan UKM Olahraga di Unmul, Bahzar: Upaya Efisiensi Administrasi dan Penyaluran Dana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wacana-peleburan-ukm-olahraga-di-unmul-bahzar-upaya-efisiensi-administrasi-dan-penyaluran-dana/baca </link>
<guid> wacana-peleburan-ukm-olahraga-di-unmul-bahzar-upaya-efisiensi-administrasi-dan-penyaluran-dana </guid>
<pubDate> Tue, 07 Mar 2023 06:26:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peleburuan UKM di tingkat Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wacana-peleburan-ukm-olahraga-di-unmul-bahzar-upaya-efisiensi-administrasi-dan-penyaluran-dana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ai0HlguxjZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wacana Peleburan UKM Olahraga di Unmul, Bahzar: Upaya Efisiensi Administrasi dan Penyaluran Dana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Unmul memiliki beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), salah satunya adalah UKM Olahraga yang terdiri dari berbagai macam cabang. Banyaknya bidang dari UKM Olahraga yang ada ini kemudian memunculkan inisiatif peleburan oleh pihak universitas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan pun sudah sempat diadakan sebanyak dua kali untuk membahas rencana peleburan UKM Olahraga tersebut. Bertempat di ruang rapat rektorat beberapa waktu lalu, pertemuan pertama dihadiri oleh para ketua dan bendahara UKM. Lalu untuk pertemuan kedua dihadiri oleh ketua dan pembina dari masing-masing UKM Olahraga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni yakni Mohammad Bahzar beserta jajarannya juga menyertai pertemuan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, peleburan UKM Olahraga ini menuai kontra dari para ketua UKM Olahraga. Awak <em>Sketsa</em> berkesempatan menghubungi tiga ketua dari masing-masing UKM olahraga yang ada di Unmul melalui pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Lintang Nurul yang merupakan ketua UKM Bulutangkis menuturkan penyatuan berbagai UKM sebaiknya tidak dilakukan. Pasalnya, setiap UKM olahraga memiliki tujuan yang berbeda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika dijadikan satu pasti beberapa cabang olahraga yang ada tidak akan berjalan atau tidak akan terlihat. Dikarenakan hanya satu pemimpin yang memimpin jalannya organisasi sedangkan cabang olahraga yang ada di dalamnya bisa dibilang sangat banyak,&rdquo; ujar Lintang saat diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Selasa (21/2).</p><p style="text-align: justify;">Lintang berharap apabila semua UKM Olahraga akan digabung, tanggung jawab setiap UKM tetap dikembalikan kepada setiap cabang olahraga itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya harapan saya, walaupun digabung seperti itu tapi setiap cabang olahraga penanggung jawabnya masing-masing. Jangan juga digabung jadi satu,&rdquo; tutur Lintang.</p><p style="text-align: justify;">Penolakan juga datang dari dua ketua UKM lain yaitu Kharis dan Fauzan. Kharis, ketua UKM Sepak Bola dan Futsal yang <em>Sketsa</em> hubungi pada hari yang sama yaitu Selasa (21/2) lalu, menyebutkan dampak dari adanya penggabungan ini akan menjurus terhadap adanya tumpang tindih di antara kepengurusan UKM yang memiliki rumah tangganya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menuturkan adanya kekhawatiran menyoal penyaluran dana UKM. Menurutnya, rencana ini akan menimbulkan penyamarataan dana untuk setiap UKM olahraga, sehingga hampir mustahil untuk menyatukan seluruh UKM karena kebutuhan yang berbeda tiap cabangnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketakutan saya jika UKM Olahraga dijadikan satu, maka dana-dana yang setiap UKM Olahraga butuhkan disamaratakan. Contoh UKM Bola dan UKM Tapak Suci. tidak mungkin kebutuhannya sama, pasti berbeda-beda. Maka dari itu saya sebagai ketua UKM Sepak Bola menolak digabungnya UKM olahraga menjadi satu,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kharis berharap walaupun nantinya para UKM olahraga digabung menjadi satu, pendanaan akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap UKM dan tidak adanya penyamarataan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika ini tetap terlaksana secara paksa maka akan timbulnya pro dan kontra antar UKM Olahraga. Harapan UKM Sepak Bola dan Futsal jika digabungkan adalah dari pihak birokrat tidak menyamaratakan dana-dana setiap UKM Olahraga.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Satu suara dengan Kharis, Fauzan selaku ketua dari UKM Tapak Suci juga menyinggung soal kepengurusan rumah tangga masing-masing UKM. Menurutnya, peleburan ini berpotensi menimbulkan kendala yang menghambat jalannya roda organisasi. Sebab setiap cabang olahraga memiliki karakteristik dan keautentikan yang berbeda sehingga kepengurusannya hanya bisa dilakukan di pusat cabang olahraga itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Fauzan di sisi lain juga mengkhawatirkan masalah pendanaan UKM. Ia mempertanyakan bagaimana sistem penyaluran dana nantinya jika para UKM olahraga tersebut digabungkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belum ada transparansi tentang alur penyaluran dananya seperti apa, distribusi dananya seperti apa nanti? Kita di UKM sekarang saja belum terintegrasi, kita masih belum tahu setiap UKM itu dapat berapa untuk penyaluran dana. Kenapa langsung tiba-tiba dijadikan satu kesatuan UKM olahraga?&rdquo; sebut Fauzan.</p><p style="text-align: justify;">Fauzan pun membeberkan hasil dari kedua pertemuan yang telah berlangsung. Terangnya, apabila seluruh UKM Olahraga digabung, maka setiap cabang olahraga akan dilebur dan dibagi menjadi beberapa divisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setau saya hasil pertemuan pertama dan kedua seluruh UKM olahraga itu dijadikan satu. Jadi tidak ada lagi UKM, misalnya bela diri. Tidak ada UKM Tarung Derajat, UKM Tapak Suci, PSHT, hanya ada satu yaitu divisi bela diri, gitu.&rdquo; terangnya yang dihubungi pada Rabu (22/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ihwal wacana peleburan UKM Olahraga, ketiganya kompak mengaku belum pernah berdiskusi secara mendalam. Wacana tersebut muncul tepat seusai audiensi bersama wakil rektor beberapa waktu lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan lain pun awak <em>Sketsa</em> mewawancarai Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Mohammad Bahzar secara langsung untuk meminta keterangan lebih lanjut mengenai rencana penggabungan UKM Olahraga tersebut pada Selasa (28/2).</p><p style="text-align: justify;">Bahzar menerangkan wacana peleburan ini bertujuan untuk mempermudah administrasi dan penyaluran dana UKM. Sebagai langkah efisiensi pendanaan pada banyaknya UKM Olahraga, peleburan ini dipilih sebagai jalan keluar. Meskipun akan digabung, Bahzar menjanjikan agar setiap cabang olahraga bisa tetap memiliki hak mengatur dan bertanggung jawab atas cabangnya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akan ada penanggung jawabnya. Nanti siapa yang ketua, misalnya ketuanya diangkat oleh kalian (para anggota UKM Olahraga), intinya menyederhanakan saja. Sehingga untuk kebaikan bukan untuk mengurangi hak mahasiswa, tapi menyederhanakan sistem administrasinya karena masalah uang. Laporannya sering tidak akurat,&rdquo; bebernya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berkaca dari UKM yang ada di kampus lain, Universitas Negeri Surabaya misalnya. Sebutnya, UKM di universitas tersebut tidak terbagi menjadi banyak cabang seperti di Unmul. Ihwal tersebut kemudian mendorong dirinya meleburkan seluruh UKM Olahraga yang ada di Unmul menjadi sebuah satu kesatuan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, untuk memudahkan para anggota dalam mengatur administrasi dan keuangan, dirinya menyebut akan diadakan pelatihan mengenai laporan keuangan bagi para anggota UKM.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti akan dibuat pelatihan tentang pelaporan keuangan, sehingga tidak lagi masing-masing, tapi akan ada formatnya. Akan diundang terkait pelatihan tentang pelaporan UKM. Untuk membentuk keseragaman, agar terjadi perubahan yang baik,&rdquo; pungkas Bahzar. <em><strong>(alg/snr/tha/ems).</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuntut Ruang Aman dan Kesetaraan, Daralead dan Perempuan Mahardhika Peringati Hari Perempuan Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/menuntut-ruang-aman-dan-kesetaraan-daralead-dan-perempuan-mahardhika-peringati-hari-perempuan-internasional/baca </link>
<guid> menuntut-ruang-aman-dan-kesetaraan-daralead-dan-perempuan-mahardhika-peringati-hari-perempuan-internasional </guid>
<pubDate> Wed, 08 Mar 2023 09:31:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringatan Hari Perempuan Internasional oleh Daralead dan perempuan Mahardhika </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/menuntut-ruang-aman-dan-kesetaraan-daralead-dan-perempuan-mahardhika-peringati-hari-perempuan-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nCT0pWe6Ac.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuntut Ruang Aman dan Kesetaraan, Daralead dan Perempuan Mahardhika Peringati Hari Perempuan Internasional</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Minggu (5/3) lalu, Daralead bersama dengan Perempuan Mahardhika Samarinda menggelar aksi dalam rangka menyambut <em>International Women&rsquo;s Day&nbsp;</em>(IWD) yang digelar di Taman Bebaya, Tepian Samarinda.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari Perempuan Internasional atau IWD merupakan perayaan secara global terhadap prestasi wanita tanpa memandang asal, etnis, bahasa, budaya, dan ekonomi serta pandangan politik. Peringatan Hari Perempuan Internasional juga merupakan perjuangan untuk mencapai perdamaian dan kesetaraan bagi kaum wanita di seluruh dunia yang diperingati pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peringatan IWD berawal dari peristiwa pengajuan tiga tuntutan oleh 15 ribu wanita di New York pada 1908. Isi tuntutan tersebut berupa upah kerja yang lebih baik, hak untuk memilih, serta jam kerja yang lebih singkat dan layak. Setahun kemudian, Partai Sosialis Amerika mendeklarasikan hari perempuan nasional pertama yang pada saat itu dirayakan setiap 28 Februari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berselang dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1910 silam, Clara Zetkin mengusulkan untuk merayakan hari perempuan secara internasional pada konferensi internasional untuk pekerja wanita di Kopenhagen. Akhirnya, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menetapkan hari perempuan internasional sebagai perayaan tahunan. Namun, IWD tidak dirayakan setiap 28 Februari, melainkan bergeser di tanggal 8 Maret, yang merujuk pada aksi mogok yang dilakukan oleh para perempuan di Rusia pada tahun 1917.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilatarbelakangi oleh perayaan IWD, Daralead bersama Perempuan Mahardhika Samarinda dan Perempuan Mahardhika di empat kota lainnya, yakni Sukabumi, Semarang, Makassar, Banjarmasin menggelar aksi menuju gerakan nasional dengan mengusung tema Kepastian Kerja, Upah yang Layak, Bebas dari Kekerasan dan Pelecehan, dan Hak Berserikat, serta Tidak Mau Hidup dari Hutang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam aksi tersebut, Daralead dan Perempuan Mahardhika melakukan orasi yang membawakan empat tuntutan. Pertama, penghapusan sistem kerja kontrak dan harian lepas serta kepastian kerja bagi buruh. Kedua, pemberian upah yang layak untuk buruh. Ketiga, tindak tegas praktik-praktik pemberangusan serikat dan intimidasi kepada buruh. Terakhir, perwujudan tempat kerja yang bebas dari kekerasan dan pelecehan. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selasa (7/8) lalu, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>berkesempatan untuk berbincang dengan Refinaya, salah satu anggota Daralead dan Perempuan Mahardhika Samarinda. Bertempat di Taman Unmul, perbincangan kala itu tak lepas menyoal aksi yang diadakan dua hari lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sistem dan regulasi kapitalis nan patriarkis jadi hal yang mantap untuk mereka soroti. Hal tersebut ungkap perempuan yang akrab disapa Naya ini sangat relevan untuk diperbincangkan. Terlebih, buruh perempuan dewasa ini kerap kali tertindas, terintimidasi, bahkan didiskriminasi oleh perusahaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sistem dan regulasi yang ada harus dibenahi, apalagi sistem yang kapitalis dan juga patriarkis. Lalu, bagaimana produk-produk pemerintah seperti Perppu Cipta Kerja itu benar-benar tidak memuat perlindungan terhadap buruh perempuan, serta perusahaan yang sewenang-wenangnya melakukan Putus Hubungan Kerja (PHK) massal kepada para pekerjanya secara tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, Daralead dan Perempuan Mahardika Samarinda turut hadir sebagai ruang aman bagi mereka yang memiliki orientasi seksual berbeda, mendefinisikan dirinya berbeda dengan orang lain, serta mendukung mengenai kesetaraan di kampus yang dijunjung dengan tinggi. &nbsp; &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan kami agar selanjutnya para buruh perempuan mendapatkan jaminan dalam pekerjaan, entah itu ruang aman secara fisik, psikis, bahkan ruang aman dari kekerasan seksual,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(nav/ali/dre)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengembangan FKIP Unmul Jadi Universitas Negeri Nusantara di IKN, Dekan FKIP: Masih Tahap Rencana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengembangan-fkip-unmul-jadi-universitas-negeri-nusantara-di-ikn-dekan-fkip-masih-tahap-rencana/baca </link>
<guid> pengembangan-fkip-unmul-jadi-universitas-negeri-nusantara-di-ikn-dekan-fkip-masih-tahap-rencana </guid>
<pubDate> Thu, 09 Mar 2023 03:18:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wacana pengembangan Universitas Negeri Nusantara dari FKIP Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengembangan-fkip-unmul-jadi-universitas-negeri-nusantara-di-ikn-dekan-fkip-masih-tahap-rencana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6ZbExQMzhn.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Pengembangan FKIP Unmul Jadi Universitas Negeri Nusantara di IKN, Dekan FKIP: Masih Tahap Rencana</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Belakangan tersiar kabar mengenai FKIP Unmul yang diwacanakan berkembang menjadi universitas baru dengan nama Universitas Negeri Nusantara (UNN). Adapun wacana pengembangan tersebut menyasar wilayah Ibu Kota Negara (IKN) sebagai lokasi pembangunan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nakhoda Kepemimpinan FKIP Segera Berganti, Sudahkah FKIP Maju sebagai tajuk diskusi publik yang dihelat Jumat (3/3) oleh BEM FKIP Unmul pun turut membahas wacana pengembangan ini. Diskusi tersebut dihadiri oleh Muhammad Amir Masruhim selaku Dekan FKIP, Effendi Limbong sebagai Sekretaris Senat FKIP, Susilo selaku Ketua Tim Inisiator Pendirian UNN, dan Muhammad Fajar Hidayat selaku Gubernur BEM FKIP 2023.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kesempatan tersebut, Susilo menegaskan pendirian UNN bukan sebagai bentuk pemindahan maupun pemisahan dari Unmul. Imbuhnya, wacana jangka panjang ini pun langsung muncul dari Rektor Unmul tanpa ada dasar politis tertentu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya perlu sampaikan terkait pemindahan itu. Bukan pemindahan, bukan memisahkan diri, tetapi mengembangkan. Kemudian nanti ke depan kalau sudah terbentuk, tidak ada lagi FKIP di Unmul,&rdquo; lurusnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terang Susilo, pengembangan FKIP menjadi UNN merupakan partisipasi dalam pembentukan universitas berbasis pendidikan pertama di Kaltim, terlebih provinsi tersebut akan menjadi IKN. Urgensi tersebut hadir sebab FKIP yang berlingkup fakultas tidak dapat memfasilitasi mahasiswa untuk program Pendidikan Profesi Guru (PPG).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau mau mendirikan universitas, minimal ada sepuluh program studi (Prodi). Nah, mengakreditasi ulangnya itu adalah lembaga universitas berdasarkan Prodi yang ada. Ketika (Prodi) diambil dari Unmul, ya, statusnya masing-masing Prodi tadi. Jadi kalau persentase (akreditasi) yang A di FKIP itu ada tiga puluh persen, ya, bisa (dapat akreditasi) A universitas baru itu. Begitu, kan, logikanya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walaupun belum terdapat Surat Keputusan (SK) mengenai wacana tersebut, Susilo menyebut bahwa Abdunnur selaku Rektor Unmul telah berjanji bahwa FKIP akan difasilitasi menjadi universitas pada saat penyampaian visi misi bakal calon rektor beberapa waktu lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Beliau (Abdunnur) secara eksplisit mengatakan janji bahwa FKIP akan difasilitasi menjadi universitas, dan kalau sudah dijanjikan harus dilaksanakan, begitu, kan. Masalah jadi atau enggak, kan, urusan takdir.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Muhammad Amir Masruhim, jelasnya pengembangan FKIP menjadi UNN masih dalam tahap rencana, sehingga apabila tidak disiapkan maka terdapat kemungkinan akan terdapat perwakilan dari luar yang masuk. Terlebih FKIP merupakan fakultas yang terdiri dari banyak mahasiswa, dosen, hingga guru besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini, kan, masih tahap rencana. Kita enggak tahu lima atau sepuluh tahun bagaimana. Ke depannya dengan adanya IKN pasti akan ada pendatang yang jumlahnya tidak sedikit. Nah, kalau ini tidak kita siapkan, maka kemungkinan orang perwakilan dari luar yang akan masuk.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah diskusi publik tersebut berakhir, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>kemudian mewawancarai Gubernur BEM FKIP yakni Muhammad Fajar Hidayat. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, dirinya bertekad untuk terus mengawal dan melakukan kajian terkait wacana pengembangan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Tentunya BEM FKIP akan terus mengawal dan mengkaji apa saja yang menjadi pro dan kontra, dan apakah antusias mahasiswa akan sama seperti ketika FKIP masih bergabung dengan Unmul. Kita harus terus mengadakan diskusi, tidak berhenti sampai di sini, yang jelas jangan sampai ini menjadi kerugian di mahasiswa.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fajar pun mengaku bahwa sebelumnya informasi terkait UNN bukan disampaikan secara resmi melalui sosialisasi, melainkan sebatas kabar angin yang disebarkan dari mulut ke mulut. Baginya, pihak rektorat harus memberikan sosialisasi yang lebih masif terhadap sivitas akademika sejak jauh-jauh hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ketika kita datang ke dekanat ternyata memang ada rencana itu, dan memang dekan menyampaikan kalau belum bisa mengadakan sosialisasi karena ingin mematangkan konsepnya terlebih dahulu,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal aliran dana yang berasal dari pemerintah daerah yang kemudian dipresentasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dirinya mengingatkan pentingnya melakukan pengawalan ketat terkait anggaran. Agenda uji publik yang telah digelar harapnya mampu menjadi langkah awal dalam meluruskan isu yang simpang siur beberapa waktu terakhir sekaligus mencerdaskan mahasiswa apakah pembangunan UNN akan terwujud atau hanya wacana.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi tadi <em>follow-up</em> dari Pak Dekan akan melibatkan penuh pada mahasiswa. Jadi kita tunggu saja dan kawal, benar atau tidaknya yang disampaikan oleh dekan tadi. Tentu dari BEM akan terus mengkaji dan memberikan masukan serta saran ketika mahasiswa tidak diutamakan atau dilibatkan dalam pembangunan UNN tersebut,&rdquo; tutup Fajar. <em><strong>(sya/idl/mlt/xel/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Rencana Unmul Menjadi PTN-BH: UKT Naik, Upah Dosen Turun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-rencana-unmul-menjadi-ptn-bh-ukt-naik-upah-dosen-turun/baca </link>
<guid> dilema-rencana-unmul-menjadi-ptn-bh-ukt-naik-upah-dosen-turun </guid>
<pubDate> Thu, 09 Mar 2023 10:50:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Polemik rencana Unmul menuju PTN-BH </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-rencana-unmul-menjadi-ptn-bh-ukt-naik-upah-dosen-turun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U5Hd1uU2MJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Rencana Unmul Menjadi PTN-BH: UKT Naik, Upah Dosen Turun</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Senin (7/3), Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) mengadakan diskusi publik bertajuk Kampus Dalam Kepungan Komersialisasi Pendidikan. Diskusi itu melibatkan empat pembicara. Ihsan Nupiani hadir mewakili BEM KM Unmul. Sementara itu, dua dosen Unmul yaitu Sri Murlianti dari FISIP dan Nasrullah dari FIB turut hadir mewakili KIKA Kaltim.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Chairul Akbar Setiawan, dosen dari UPN Veteran Jakarta pun turut meramaikan acara. Sholihin Bone bertindak sebagai moderator, sedangkan Herdiansyah Hamzah sebagai pewara. Mereka berdua sama-sama berasal dari FH Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi itu menyoroti rencana Unmul menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Rencana itu sendiri merupakan salah satu program utama kampanye Abdunnur sebelum menjadi rektor. Kini, setelah posisi itu telah ia raih, rencana itu akan direalisasikan dalam waktu dekat. Dalam pernyataan terakhirnya sebagaimana dilansir dari Kaltimtoday.co, rencana itu akan ia wujudkan pada 2024 mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KIKA Kaltim menyoroti hal ini. Nilai mereka, PTN-BH merupakan upaya komersialisasi dan liberalisasi pendidikan. Anggaran negara yang masuk akan dikurangi, sehingga kampus dituntut mencari dana sendiri. Salah satu dampak yang akan terasa adalah kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Cara paling mudah memang mengincar kantong-kantong orang tua mahasiswa,&rdquo; ucap Nasrullah yang kini sedang cuti mengajar dan mengambil pendidikan S-3 di Malaysia. Selain kenaikan UKT, upah dosen pun ia nilai akan terancam turun. Baik dosen kontrak ataupun yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak lepas dari ancaman tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sri Murlianti turut memberikan pernyataan serupa. Ia menilai, rencana kebijakan PTN-BH adalah reproduksi ketimpangan kelas. Unmul sebagai perguruan tinggi negeri nantinya akan berperilaku layaknya swasta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kampus hanya akan berlomba-lomba cari untung,&rdquo; cecarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Herdiansyah Hamzah mengkritik keras kebijakan ini. Pria yang biasa disapa Castro ini menilai, kebijakan PTN-BH adalah upaya memisahkan tanggung jawab negara dari pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Negara lepas tangan dari pembiayaan pendidikan,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebijakan PTN-BH sendiri tertuang dalam Undang-Undang tentang Perguruan Tinggi Tahun 2012 serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 55 Tahun 2013 tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT).</span></p><p style="text-align: justify;">KIKA Kaltim tidak tinggal diam. Ke depannya, mereka berencana akan menghimpun pihak yang rentan memiliki risiko terdampak paling besar dari kebijakan ini. Jika memungkinkan, gugatan ke pihak Rektorat Unmul akan dilayangkan. <strong><em>(gie/ems)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aussie Banget Corner: Mengejar Impian ke Australia dari Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aussie-banget-corner-mengejar-impian-ke-australia-dari-unmul/baca </link>
<guid> aussie-banget-corner-mengejar-impian-ke-australia-dari-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 10 Mar 2023 06:17:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Relaunching Aussie Banget Corner </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aussie-banget-corner-mengejar-impian-ke-australia-dari-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CGeshU4lAl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aussie Banget Corner: Mengejar Impian ke Australia dari Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Aussie Banget Corner (ABC) Unmul gelar <em>relaunching&nbsp;</em>pada Jumat (17/2) lalu. Bertempat di Perpustakaan Unmul Lantai 2, agenda dari perhelatan peluncuran tersebut adalah pengenalan kembali program yang ditawarkan ABC serta penyampaian informasi mengenai program yang akan digelar pada tahun 2023. Sebelumnya, Aussie Banget Corner sendiri telah diresmikan pada Juli 2022 lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.instagram.com/p/CkzyV3wvrua/?igshid=YmMyMTA2M2Y="></a><a href="https://www.instagram.com/p/CkzyV3wvrua/?igshid=YmMyMTA2M2Y=">Lensa Sketsa: Aussie Banget Corner</a><span>)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendala dari segi promosi mendorong ABC untuk mengadakan peluncuran ulang. Zaky, &nbsp;salah satu relawan sekaligus pengurus sekretariat ABC ketika ditemui <em>Sketsa</em> pada Senin (27/2) lalu menyebut bahwa antusias mahasiswa Unmul hingga kini kerap naik turun terhadap keberadaan pusat informasi Negeri Kangguru itu. Frekuensi pengunjung yang berasal dari mahasiswa terbilang bergantung pada kondisi pengunjung perpustakaan Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita promosi juga lewat Instagram, ya. Dari Instagram itu juga belum terlalu banyak anak-anak Unmul yang tahu. Jadi, kalau misalkan anak-anak Unmul itu ke perpustakaan dan lihat ABC, pasti mampir. Jadi, mereka itu tahunya pas sudah sampai di perpustakaan,&rdquo; papar Zaky.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama berdiri, ABC menawarkan berbagai informasi menarik mengenai kebudayaan, beasiswa dan informasi seputar Australia kepada mahasiswa Unmul. ABC sangat terbuka kepada mahasiswa, misalnya sekadar ingin berkunjung untuk membaca buku tentang Australia, memainkan permainan tentang Australia, dan juga berbagai program lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Zaky mencatat sejumlah program yang dicanangkan ABC Unmul, seperti&nbsp;</span><span><em>Good Day Match</em></span><span>, yakni berupa kegiatan diskusi tentang Australia, termasuk di dalamnya membahas soal beasiswa dan tes Bahasa Inggris. Selain itu, ada pula ABC Festival. Nantinya, festival tersebut akan diisi dengan lomba bahasa Inggris se-Provinsi Kalimantan Timur dan direncanakan digelar pada bulan Juni mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan,&nbsp;</span><span><em>Cooking Dash</em></span><span>&nbsp;berupa kegiatan memasak kuliner khas Australia juga jadi program unggulan yang tak kalah menarik. Zaky turut membeberkan bahwa terdapat pula agenda&nbsp;</span><span><em>Sharing Session</em></span><span>&nbsp;bersama para Alumni yang pernah melanjutkan studi di Negeri Kangguru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita bakal datangkan Alumni &nbsp;Indonesia yang pergi kuliah ke Australia. Jadi, mereka&nbsp;</span><span><em>sharing</em></span><span><em>&nbsp;</em>pengalaman kayak caranya gimana,&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>, kok, bisa ke Australia, beasiswanya bagaimana dan sebagainya,&rdquo; beber Zaky.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertempat di UPT Perpustakaan Unmul, ABC hadir dengan fasilitas yang cukup nyaman dengan pendingin ruangan. Selain itu, teknis untuk mengikuti berbagai program ABC juga terbilang mudah tanpa adanya persyaratan khusus. Mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin mendaftar dapat mengunjungi ABC yang buka pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga ini dapat membuka peluang untuk orang-orang di luar sana yang mau keluar negeri, khususnya Australia. Jadi, kalau misalkan mau minta saran atau masukan bagaimana cara &nbsp;mendaftar beasiswa ke Australia, tips dan triknya bagaimana, nanti ABC bakal didatangkan langsung alumni-alumninya. Dan harapannya, antusias orang-orang juga meningkat lagi untuk datang ke sini,&rdquo; harap Zaky.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski belum ramai, sejumlah mahasiswa yang telah mengetahui keberadaan ABC turut menyambut dengan antusias. Putri Nabila Tajuddin, mahasiswa &nbsp;Ekonomi Syariah 2022 salah satunya. Mengaku mendapat informasi dari grup organisasi, Nabila sangat mengapresiasi adanya langkah untuk memfasilitasi mahasiswa Unmul, terutama bagi yang ingin melanjutkan studi di luar negeri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi pada Kamis (23/2) lalu, Putri menaruh banyak harapan terhadap ABC. Ia menilai bahwa terdapat banyak mahasiswa yang ingin melanjutkan studi maupun memiliki minat dengan program beasiswa ke luar negeri. Harapnya, mahasiswa Unmul lebih terbuka wawasan dan minatnya untuk melanjutkan studi ke taraf internasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentunya, bukan hanya untuk Unmul, namun juga untuk negara kita ini. Karena sudah disediakan fasilitas yang sangat luar biasa, semoga mahasiswa dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk terus menciptakan prestasi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bergeser ke Silfa Ayu Safika, mahasiswa FKM 2019. Dirinya mengaku turut antusias dengan hadirnya pusat informasi seputar Australia itu. Baginya, sejumlah program yang ditawarkan ABC sangatlah menarik dan jarang disuguhkan. Terlebih, tanpa harus mengeluarkan biaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya penasaran,&nbsp;</span><span><em>nih</em></span><span>, sama program ABC&nbsp;</span><span><em>Cooking Dash</em></span><span>. Kemarin itu, saya dapat bocoran kalau bakal ada (program) masak-masak kuliner khas Australia. Jadi, kita&nbsp;</span><span><em>nggak</em></span><span><em>&nbsp;</em>cuma nyobain, tapi juga ada sesi masaknya. Dan satu lagi, ABC Festival itu juga kedengarannya seru banget,&rdquo; serunya ketika dihubungi&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;pada Jumat (24/2) lalu.</span></p><p>Harapnya, di masa mendatang ABC akan kian ramai dikunjungi oleh mahasiswa Unmul. Baginya, memperkaya wawasan akan turut memperluas relasi dan membantu mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Australia. Ia berharap, ABC akan konsisten menjadi program yang berkelanjutan sampai tahun-tahun berikutnya. <em><strong>(lza/fza/khn/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmi Dirilis, Fitur Centang Biru Twitter Pasang Tarif Khusus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/resmi-dirilis-fitur-centang-biru-twitter-pasang-tarif-khusus/baca </link>
<guid> resmi-dirilis-fitur-centang-biru-twitter-pasang-tarif-khusus </guid>
<pubDate> Mon, 13 Mar 2023 09:45:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fitur Twitter Blue dan Meta Verified </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/resmi-dirilis-fitur-centang-biru-twitter-pasang-tarif-khusus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ESXwiNskOD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmi Dirilis, Fitur Centang Biru Twitter Pasang Tarif Khusus</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Salah satu fitur menarik yang hadir hampir di setiap media sosial adalah centang biru yang tersemat di samping nama akun pengguna. Lencana centang biru sendiri hadir sebagai tanda yang digunakan untuk memverifikasi suatu akun yang benar dan asli dimiliki oleh penggunanya. Biasanya, lencana ini dapat ditemukan di akun milik figur publik ternama, merek dagang terkenal, hingga milik pemerintah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, akhir-akhir ini, khususnya di jagat media Twitter, tak jarang kita menemui sejumlah akun &nbsp;bercentang biru. Padahal, sosok dibalik akun tersebut bukan figur publik atau tokoh terkenal, melainkan hanya masyarakat biasa. Usut punya usut, Twitter telah meluncurkan fitur teranyarnya, yaitu&nbsp;</span><span><em>Twitter Blue</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir melalui laman resmi Twitter,&nbsp;</span><span><em>Twitter Blue</em></span><span>&nbsp;adalah sebuah layanan premium yang dapat menambahkan tanda centang biru ke akun yang membeli layanan ini. Tidak hanya itu,&nbsp;</span><span><em>Twitter Blue</em></span><span>&nbsp;juga memberikan akses lebih awal ke pengguna layanan ini untuk mencoba fitur-fitur terbaru lainnya yang akan dirilis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa fitur yang dapat dinikmati oleh pelanggan&nbsp;</span><span><em>Twitter Blue</em></span><span>&nbsp;di antaranya adalah&nbsp;</span><span><em>edit tweet</em></span><span>, yakni fitur yang dapat menyunting&nbsp;</span><span><em>tweet</em></span><span><em>&nbsp;</em>atau cuitan yang telah dipublikasi, mengunggah video dengan durasi yang lebih panjang, mengunggah cuitan hingga empat ribu karakter, mode pembaca, hingga sederet fitur menarik lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pelanggan&nbsp;</span><span><em>Twitter Blue</em></span><span>&nbsp;sebelum membeli layanan ini. Akun yang digunakan harus aktif selama tiga puluh hari dan telah dibuat lebih dari sembilan puluh hari untuk dapat berlangganan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Twitter Blue</em></span><span>&nbsp;resmi hadir di Indonesia pada Kamis (9/2) lalu. Harga yang ditawarkan dipecah tergantung dari jenis perangkat yang digunakan. Untuk iOS dan Android, Twitter mematok harga yang sama, yaitu Rp165.000 per bulan. Sementara untuk versi web dikenakan harga Rp120.000 per bulan dan Rp1.250.000 per tahunnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seperti tidak ingin kalah, Instagram dan Facebook yang berada di bawah Meta ikut meluncurkan fitur serupa dengan nama&nbsp;</span><span><em>Meta Verified</em></span><span>&nbsp;yang baru saja diluncurkan di Australia dan Selandia Baru. Melalui layanan verifikasi berbayar ini, baik Twitter maupun Meta ingin meningkatkan keamanan dan percakapan yang berkualitas pada &nbsp;jejaring media sosial mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pro dan kontra tentu datang ketika layanan berlangganan ini diluncurkan. Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pun mencoba mencari tahu bagaimana tanggapan dari para mahasiswa, khususnya yang merupakan pengguna aktif dari aplikasi burung biru tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Riki, mahasiswa Fakultas Farmasi 2021 adalah salah satu dari mereka yang kontra akan hadirnya layanan&nbsp;</span><span><em>Twitter Blue</em></span><span>&nbsp;ini. Ia turut menyayangkan adanya pembayaran untuk menikmati fitur yang seharusnya bisa dirasakan oleh semua pengguna. Imbuhnya, centang biru yang selama ini dianggap istimewa karena cara mendapatkannya butuh persyaratan spesifik, kini nilainya berkurang karena bisa didapat oleh siapa saja yang berlangganan fitur tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain itu, centang biru yang selama ini spesial, sekarang jadi&nbsp;</span><span><em>nggak</em></span><span><em>&nbsp;</em>sespesial itu lagi, karena semua orang bisa dengan gampang mendapatkannya. Jadi, tinggal bayar, sudah bisa dapat centang biru itu.&rdquo; tutur Rifki ketika diminta tanggapannya melalui pesan teks WhatsApp pada Minggu (5/3).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendapat lain datang dari Dwi, mahasiswa FIB 2021 yang juga kontra dalam fitur terbaru aplikasi media sosial milik Elon Musk tersebut. Nilainya, risiko dari terjadinya misinformasi dari akun-akun bercentang biru hasil berlangganan&nbsp;</span><span><em>Twitter Blue</em></span><span>&nbsp;menjadi lebih besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang jadi sulit untuk mencari akun yang asli pemiliknya, karena bisa jadi akun itu cuma akun palsu yang berlangganan&nbsp;</span><span><em>Twitter Blue</em></span><span>, bukan akun asli yang memang diverifikasi oleh pihak Twitter-nya sendiri. Jadi, risiko misinformasinya jadi lebih besar.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, pihak Twitter pun memastikan bahwa layanan gratis akan tetap tersedia bagi seluruh penggunanya. Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk berlangganan <em>Twitter Blue</em>? <em><strong>(zrt/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Beban Ganda Mahasiswa Pengguna Rokok Elektrik, Antara Bahaya Laten Kesehatan hingga Sulitnya Atur Finansial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/beban-ganda-mahasiswa-pengguna-rokok-elektrik-antara-bahaya-laten-kesehatan-hingga-sulitnya-atur-finansial/baca </link>
<guid> beban-ganda-mahasiswa-pengguna-rokok-elektrik-antara-bahaya-laten-kesehatan-hingga-sulitnya-atur-finansial </guid>
<pubDate> Mon, 13 Mar 2023 12:54:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persoalan adiksi nikotin dalam rokok elektrik yang jerat mahasiswa ke dalam beban ganda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/beban-ganda-mahasiswa-pengguna-rokok-elektrik-antara-bahaya-laten-kesehatan-hingga-sulitnya-atur-finansial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8sunHOMwUV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Beban Ganda Mahasiswa Pengguna Rokok Elektrik, Antara Bahaya Laten Kesehatan hingga Sulitnya Atur Finansial</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>&mdash;&nbsp;</strong>Sore itu di pelataran sebuah kafe di Samarinda, Dimas (bukan nama sebenarnya) berjalan menuju sebuah meja sembari membawa<span>&nbsp;</span><em>vape&nbsp;</em>(salah satu jenis rokok elektrik) kesayangannya. Benda seukuran genggaman tangan dengan nuansa<span>&nbsp;</span><em>magenta pink</em><span>&nbsp;</span>itu kerap terlihat membersamai Dimas di berbagai kesempatan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai mendudukkan diri dengan nyaman, kepulan asap terlihat menyembur dari celah labiumnya. Sorot mata Dimas menerawang ke langit-langit kafe sambil menyusuri kembali momen enam tahun silam. Saat itu, kakak sepupunya baru pulang dari sebuah pameran yang ada di Kota Bontang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Cobain Dim,&rdquo; ujar kakak sepupu Dimas setelah merogoh sesuatu dari dalam saku celananya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Enggak ah,&rdquo; tolak Dimas seketika.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rupanya, benda yang ditawarkan kakak sepupunya adalah Evod&mdash;salah satu rokok elektrik yang bentuknya mirip bolpoin. Rasa penasaran Dimas yang saat itu menjalani tahun ketiga&nbsp;di sekolah menengah pertama kian membuncah. Terlebih sensasi yang ditawarkan setelah mencoba alat tersebut cukup menggiurkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi, kok enak, rasa buah. Aku kepo dong. Terus dingin, kan, aku cium aromanya dingin soalnya nyelekit di hidungku. Terus aku coba, wah, enak,&rdquo; kisah Dimas saat ditemui awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>Minggu (5/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan nge-</span><span><em>vape</em></span><span><em>&nbsp;</em>kerap dilakukannya saat di luar rumah. Apalagi, kondisinya yang masih berada di bawah umur kala itu tak memungkinkannya untuk leluasa menggunakan rokok elektrik di tempat tertentu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dulu sembunyi-sembunyi, aku ketahuan (nge-</span><span><em>vape</em></span><span>) itu kuliah. Di luar nge-</span><span><em>vape</em></span><span>, kalau nongkrong doang, tapi kalau di rumah enggak. Pas kuliah aku baru mulai di rumah, di kamar.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sampai saat ini, berbagai jenis rokok elektrik juga telah ia rasakan. Dimas bukan seorang yang enggan meliterasi dirinya, jurnal-jurnal yang mengupas tuntas benda anyar tersebut juga turut ia baca. Menyoal dampak kesehatan yang menyertai, ia mengaku mengetahuinya dengan baik. Meski begitu, adiksi nikotin yang terlanjur menjerat tubuhnya sulit membuatnya berhenti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terus dari situ aku mikir, tuh. Kayaknya kurang, kurang nampol gitu. Karena yang bikin candu itu bukan likuidnya tapi nikotinnya. Aku juga baru tahu belakangan ternyata nikotin juga bisa bikin diabetes.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal pengeluaran, Dimas yang saat ini merantau dari kota asalnya untuk berkuliah di Unmul menyebut menghabiskan total Rp450.000 hingga Rp600.000 per bulan guna memenuhi keinginannya menggunakan rokok elektrik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau likuid</span><span>&nbsp;</span><span>aku biasa sebulan, hitunglah tiga botol, kalau tiga botol itu sekitar 450 ribu. Ganti kawat, aku per tiga minggu itu sampai 65 ribu, lah. Sekarang dijual itu rata-rata sampai 75 ribu. Kalau kapas itu sekitar 65 ribu,&rdquo; ujar Dimas.</span></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/03deed7e83749baf61e2e57642f2854b14c91a8e.JPG" style="width: 893px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Okta (bukan nama sebenarnya) juga berekesempatan membagikan kisahnya bersama awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Selasa (17/1). Salah satu mahasiswa Unmul yang sedang menempuh semester akhir ini mengaku belakangan sedang fokus menyelesaikan skripsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai seorang perokok aktif, kondisi Okta yang merantau untuk berkuliah juga tak jauh berbeda dengan Dimas. Tiap bulannya, uang yang ia terima dari keluarga mesti ia sisihkan untuk membayar biaya indekos, makan sehari-hari, transportasi, hingga rokok elektrik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku pertama kali beli (alatnya) habis Rp1.800.000. Nominal segitu tapi untuk semuanya, ya. Kalau untuk kayak gininya aja itu 550 ribu. Jadi ini harus diganti tiap bulan. Koil 40 ribu, likuid 120 ribu,&rdquo; ucap Okta mengawali perbincangan sore itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebutnya, uang yang ia terima secara rutin tiap bulan tak hanya berasal dari kedua orang tuanya. Sering kali kakak kandung Okta juga ikut membantunya secara finansial selama berkuliah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pekerjaan orang tua (bapak) guru SD dan ibu mengurus rumah tangga. Kan aku enggak cuma dikasih sama orang tuaku, kakakku ngasih juga.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menengok kembali lembaran lampau saat kali pertama ia merokok, Okta mengaku mengawalinya dari sebatang rokok konvensional semasa SMA. Meski tak setiap hari, dirinya tak pernah absen untuk mengisap rokok saat berkumpul dengan teman-temannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awal tahun 2022 disebutnya sebagai masa-masa dirinya aktif merokok. Tak hanya rokok konvensional, kali ini rokok elektrik pun juga mulai ia jamah. Alasannya tak muluk-muluk, penasaran dan punya uang jajan lebih dibanding semasa sekolah jadi salah satu pemantiknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fase tersebut ternyata tak berlangsung lama. Sebab, tak bisa dimungkiri menjadi pengguna dua jenis rokok di waktu yang bersamaan cukup memberatkan pengeluarannya sebagai seorang mahasiswa perantau.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kadang-kadang berhenti nge-</span><span><em>vape</em></span><span>, ngerokok, tapi sekarang enggak. Sekarang sudah berhenti merokok, kalau rokok konvensional, ya,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Beban Kesehatan yang Dipikul Bersamaan dengan Beban Finansial</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beban ganda seperti bahaya laten yang mengintai kesehatan hingga hilangnya kesempatan merencanakan masa depan finansial yang terarah tak luput disadari keduanya sebagai perokok aktif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, lagi-lagi kandungan nikotin pada likuid rokok elektrik yang terlanjur menimbulkan adiksi membuat para perokok sulit berhenti dari rutinitas tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini pula yang dikonfirmasi oleh Feni Fitriani Taufik, seorang Dokter Spesialis Paru-paru saat diwawancarai awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>Selasa (14/2) lalu. Imbuhnya, berbagai macam kandungan berbahaya yang ada di rokok konvensional juga ditemukan dalam rokok elektrik. Nikotin dan bahan karsinogenik penyebab kanker misalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena di rokok elektronik itu ada nikotin juga. Nah, nikotin itulah yang kemudian menyebabkan adiksi sehingga orangnya butuh rokok terus-menerus untuk mendapatkan efek yang nyaman dari nikotin tadi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyikapi asumsi yang beredar di masyarakat tentang rokok elektrik sebagai pintu menghentikan kecanduan rokok konvensional, Feni tegas menolak. Baginya, asumsi tersebut merupakan buah dari teknik&nbsp;</span><span><em>marketing&nbsp;</em></span><span>yang dilakukan produsen rokok elektrik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Feni menyebut, bahaya laten terkait kesehatan yang paling mungkin terjadi pada para pengguna rokok elektrik adalah&nbsp;</span><span><em>Electronic Vape Associate Long Injury</em></span><span>&nbsp;(EVALI). EVALI sendiri merupakan sebuah kondisi medis yang serius di mana paru-paru seseorang menjadi rusak akibat zat yang terkandung dalam rokok elektrik dan produk&nbsp;</span><span><em>vaping</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tahun 2019 (pertama kali teridentifikasi) pernah terjadi kasus EVALI. Nah, ini kasusnya terjadi kerusakan yang luas pada paru-paru anak muda yang memakai rokok elektronik. Jadi, parunya kalau dilihat nanti munculnya kayak paru-paru Covid,&rdquo; terang Feni.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tejasari Assad, Perencana Keuangan di Tatadana Consulting ini pun turut berikan pandangannya dari aspek finansial. Menurutnya ketika seseorang telah memiliki penghasilan, maka akan lebih baik jika ia mulai mengelola keuangannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal dana darurat, idealnya seseorang perlu menyiapkan tiga kali pengeluaran bulanan sebagai targetnya. Proses mengumpulkan dana tersebut pun mesti disesuaikan dari kemampuan masing-masing individu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya, saya mau 4,5 juta buat dana darurat, saya ngumpulinnya seratus ribu aja boleh enggak? Boleh, tapi lama jadinya. Empat tahun, kan, baru selesai. Namun, kalau memang maunya segitu, gapapa, yang penting mulai dulu,&rdquo; terangnya saat berbincang di Zoom Meetings Rabu (8/2) pagi itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemetaan pengeluaran keuangan individu tutur Teja dapat dikategorikan ke dalam empat kelompok. Masing-masing di antaranya ialah pengeluaran rutin, pembayaran cicilan utang, pengeluaran untuk menabung maupun investasi, dan terakhir pengeluaran pribadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keperluan membayar biaya bulanan indekos, makan sehari-hari, kuota akses internet, listrik, hingga bensin misalnya merupakan sedikit contoh dari banyaknya pengeluaran rutin yang mesti disisihkan masing-masing individu tiap bulannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedangkan pengeluaran pribadi merupakan dana yang dapat disisihkan tetapi tidak menjadi prioritas. Pasalnya, dana tersebut bertujuan memberikan efek kepuasan pada diri sendiri, misalnya dalam kasus kali ini ialah gaya hidup merokok. Besaran dana yang disisihkan idealnya berkisar lima belas hingga dua puluh persen dari total anggaran secara menyeluruh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rokok itu masuk ke bagian (pengeluaran pribadi) itu ya, yang sebenarnya&nbsp;</span><span><em>budg</em></span><span><em>et</em>-nya enggak boleh lebih dari 20% penghasilan atau dari&nbsp;</span><span><em>budget</em></span><span><em>&nbsp;</em>pengeluaran kita. Misal, pengeluaran ada dua juta nih, harusnya pengeluaran pribadinya enggak boleh lebih dari empat ratus ribu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><span><br></span></span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/b77d96f7d26f8f2a769a650ed9813857de7f6374.png" style="width: 892px;"><span><sub>Visualisasi di atas diperoleh melalui kalkulasi mandiri dan hasil wawancara bersama Tejasari Assad,&nbsp;</sub></span><span><sub>Perencana Keuangan di Tatadana Consulting</sub></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Masih Relevankah PP Nomor 109 Tahun 2012?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Indonesia, aturan terkait rokok tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih dari satu dekade sejak kebijakan ini diberlakukan. Tak bisa dimungkiri, industri rokok terus alami perkembangan yang cukup signifikan. Berbagai jenis rokok elektrik yang bermunculan jadi buktinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guna menilik lebih lanjut implementasi regulasi tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>kemudian melawat ke Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unmul untuk berbincang dengan Rina Tri Agustini, seorang dosen yang memiliki fokus pada bidang promosi kesehatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Rina, regulasi yang kini berlaku masih berada di zona abu-abu. Sebab secara tekstual, dalam PP Nomor 109 Tahun 2012 tak disebutkan secara gamblang bahwa rokok elektrik jadi salah satu produk turunan tembakau yang wajib dikendalikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, jadi (regulasi tersebut) masih di dalam zona yang rentan diputarbalikkan dalam pengimplementasiannya,&rdquo; bebernya saat ditemui langsung pada Selasa (31/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, itu mungkin juga salah satu yang mendasari pabrik rokok ataupun rokok elektrik untuk terus berinovasi gitu, ya. Karena mumpung belum ada nih, aturan yang jelas tentang rokok elektrik jadi terus saja dikembangakan,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum berakhir, setidaknya Rina menyoroti lima hal yang perlu dikaji lebih lanjut untuk menciptakan kebijakan yang ideal. Pertama, penjualan rokok baik konvensional dan elektrik harus lebih diperketat bagi anak-anak di bawah umur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, label peringatan kesehatan dari kemasan penjualan perlu dievaluasi berkala. Ketiga, perlindungan asap atau pengimplementasian wilayah Kawasan Tanpa Rokok (KTR) wajib dibenahi kembali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keempat, perlu adanya tindak preventif yang diwujudkan dalam penyediaan pelayanan kesehatan berupa konseling berhenti merokok di bawah naungan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2TM). Terakhir, biaya cukai perlu ditinjau kembali menjadi setidaknya 2/3 dari harga rokok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Biaya cukai pokok itu sendiri,&nbsp;</span><span><em>update&nbsp;</em></span><span>data yang saya tahu, sih, terakhir itu masih di bawah 60 persen gitu. Padahal semestinya, sih, kalau standarnya itu 2/3 dari harga rokok. Namun, yang masih berlaku di kita kalau tidak salah hanya mencapai 57 persen. Itu mestinya masih bisa ditingkatkan, tuh, ke atas enam puluh persen,&rdquo; kunci Rina.</span></p><p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Liputan ini ditulis oleh Nindiani Kharimah, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2020. Artikel ini menjadi bagian dari program Fellowship Liputan Pers Mahasiswa dalam Menyoroti Lemahnya Regulasi Penjualan Rokok Elektrik yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Prohealth Media.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Larangan Membakar Ladang dan Dampaknya bagi Komunitas Masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Jalan di Desa Lung Anai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/larangan-membakar-ladang-dan-dampaknya-bagi-komunitas-masyarakat-dayak-kenyah-lepoq-jalan-di-desa-lung-anai/baca </link>
<guid> larangan-membakar-ladang-dan-dampaknya-bagi-komunitas-masyarakat-dayak-kenyah-lepoq-jalan-di-desa-lung-anai </guid>
<pubDate> Tue, 14 Mar 2023 11:15:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerentanan masyarakat Dayak Kenyah Lepoq dalam menghadapi modernisasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/larangan-membakar-ladang-dan-dampaknya-bagi-komunitas-masyarakat-dayak-kenyah-lepoq-jalan-di-desa-lung-anai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JK65yfZdJB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Larangan Membakar Ladang dan Dampaknya bagi Komunitas Masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Jalan di Desa Lung Anai</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Suatu hal yang tidak bisa diperdebatkan atau dibantah lagi apabila masyarakat Dayak menganggap bahwa bagi mereka, hutan adalah suatu hal yang paling bernilai dalam kehidupan mereka. Hutan dan masyarakat Dayak adalah satu kesatuan harmoni yang tidak dapat terpisahkan. Bagi masyarakat Dayak, hutan adalah tempat hidup dan matinya mereka sebab secara turun-temurun mereka hidup dari kekayaan yang dihasilkan oleh hutan. &nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesatuan yang begitu eratnya antara hutan dan masyarakat Dayak inilah yang melahirkan sistem perladangan tradisional sebagai bentuk pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat dalam mengolah lahan pertanian mereka. Sistem perladangan atau pertanian yang dipraktikkan oleh masyarakat Dayak ini sudah mulai berlangsung sekitar 10.000 tahun Sebelum Masehi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sistem perladangan tradisional ini pun masih dipraktikkan hingga sekarang oleh masyarakat Dayak di Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Mayoritas masyarakat yang mendiami Desa Lung Anai merupakan suku Dayak Kenyah Lepoq Jalan yang sebelumnya tinggal di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia, tepatnya di daerah Apo Kayan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peristiwa mereka berpindah disebabkan adanya konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 1960-an. Hingga tahun 1984, barulah beberapa tokoh masyarakat mencari lahan baru untuk didiami oleh masyarakat lainnya. Masyarakat suku Dayak Kenyah Lepoq Jalan kemudian memilih untuk menetap di wilayah yang dulunya disebut sebagai Dusun Tanah Merah, yang kini dikenal sebagai Lung Anai sebab menurut mereka wilayah ini cukup layak menunjang kehidupan mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mayoritas masyarakat Desa Lung Anai berprofesi sebagai petani ladang berpindah. Praktik pertanian semacam ini di dalam bahasa Inggris &nbsp;disebut sebagai&nbsp;</span><span><em>slash and burn cultivation system</em></span><span>&nbsp;atau&nbsp;</span><span><em>swidden cultivation system</em></span><span>. Ini merupakan praktik menanam padi dengan berotasi di lahan gunung atau lahan kering, diolah dengan cara membuka satu sampai dua hektar lahan yang terdapat di hutan, menebas, menebang, dikeringkan, lalu dibakar, dan ditanami dengan padi serta berbagai tanaman semusim lainnya sekitar satu sampai dua tahun berturut-turut dilahan yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu dalam hal pembukaan lahan untuk perladangan berpindah ini memiliki teknik khusus yang tak sembarangan seperti yang kerap dituduhkan oleh pemerintah dan berbagai pihak yang memiliki kepentingan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, kehidupan masyarakat peladang kini kian terombang-ambing akibat berbagai kebijakan yang membuat mereka secara perlahan-lahan meninggalkan kebiasaan itu. Seperti kebijakan yang bersifat&nbsp;</span><span><em>top down</em></span><span>&nbsp;yaitu Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, menyebabkan masyarakat Dayak terkulai lemah akibat tak bisa berladang lagi. Aturan soal membakar ladang ini sebenarnya sudah diatur oleh berbagai kebijakan lainnya seperti Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU 32 Tahun 2009 Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan UU 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Namun, para peladang mulai ditangkap tanpa ampun sejak Inpres Nomor 11 Tahun 2015 dkeluarkan yang penerapannya dilaksanakan dengan melarang masyarakat membuka lahannya dengan cara membakar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tak Asal Membuka Lahan dan Membakar</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada beberapa urutan dalam proses berladang di Desa Lung Anai. Mulai dari pembukaan lahan di mana masyarakat mencari lahan untuk berladang dengan melihat kondisi lokasi dan kondisi tanah yang cocok untuk dijadikan ladang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Proses pembukaan lahan untuk perladangan masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Jalan Desa Lung Anai akan dipimpin oleh seseorang yang biasanya disebut masyarakat sebagai Ketua Ladang. Ketua Ladang akan diambil dari pihak yang dianggap paham mengenai adat-istiadat dan tata cara dalam perladangan maupun pihak yang dianggap sebagai tokoh masyarakat. Selanjutnya, maka Ketua Ladang akan mengumpulkan masyarakat untuk melakukan musyawarah di Rumah Lamin. Dalam musyawarah akan diputuskan bersama kapan waktu yang tepat untuk memilih lahan yang cocok guna dijadikan perladangan dan waktu yang tepat untuk membuka lahan perladangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Umumnya masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Jalan dalam pemilihan lahan dan pembukaan lahan untuk ladang, mereka melaksanakannya pada Mei hingga Juni. Pelaksanaan pemilihan lahan dan pembukaan lahan tersebut mencakup proses menebas atau memotong pohon-pohon yang berdiameter kecil, menebang pohon-pohon yang berdiameter besar, kemudian pada Agustus masyarakat akan melaksanakan pembakaran lahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembakaran lahan dilakukan selama satu sampai empat minggu. Jika sedang musim hujan maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Masyarakat masih mempraktikkan cara peninggalan nenek moyang mereka yaitu dengan cara membakar, karena dengan cara pembakaran tersebut masyarakat Dayak menganggap bahwa sisa-sisa pembakaran itu sebagai pupuk alami. Tentu hal ini akan sedikit meringankan biaya mereka dan tidak perlu lagi untuk membeli pupuk kimia yang harganya cukup mahal. Hal ini juga sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap lingkungannya, karena kandungan asam yang tinggi di tanah Kalimantan membuat masyarakat membakar lahan untuk mengurangi kandungan asam di dalam tanah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah satu bulan pasca menanam padi, masyarakat Dayak yang memiliki lahan mulai merawat padi yang mulai tumbuh tunas. Mereka membersihkan hama dan gulma yang menyerang ladang mereka. Sebagian besar masyarakat masih membersihkan ladang dengan cara manual dan beberapa masyarakat sudah mulai menggunakan bahan kimia seperti pestisida. Namun, dalam proses penanaman padi ladang tidak menggunakan pupuk kimia dikarenakan pupuk telah didapat dari hasil pembakaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai dalam hal pembakaran lahan untuk berladang juga tidak asal membakar, mereka memiliki teknik khusus dalam hal pembakaran yang dilakukan dengan teliti. Sebelum melakukan pembakaran, masyarakat memberi sekat di pinggiran ladang dan memprediksi arah angin. Setelah memberi sekat di pinggiran ladang, masyarakat pun tidak langsung meninggalkan lahan tersebut. Mereka akan menjaga api sampai benar-benar padam agar api tidak menyebar melewati batas ladang dan menghindari kebakaran hutan. Setelah dua atau tiga hari pembakaran. mereka kembali ke lahan untuk membersihkan sisa-sisa pembakaran yang masih tertinggal seperti kayu-kayu dan ranting-ranting. Setelah ladang bersih, mereka mulai menugal atau&nbsp;</span><span><em>menugan&nbsp;</em></span><span>(menanam padi) secara saling bergotong royong di ladang warga yang membuka lahan secara bergantian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Soal membakar lahan untuk berladang ini pun sebenarnya juga sudah diatur dalam peraturan adat di Desa Lung Anai dan tidak mungkin masyarakat tersebut membakar secara sembarangan yang mengakibatkan kebakaran hutan secara meluas. Seperti yang sering dituduhkan oleh pemerintah kita, yang sering mengkambinghitamkan para peladang sebagai penyebab kebakaran hutan dan kabut asap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam peraturan adat, persoalan membakar ini diatur dalam pasal 19 Undang-undang Adat Dayak Kenyah (UHADK) yang berbunyi sebagai berikut:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apabila seseorang ingin membakar lahan perladangan atau perkebunan, lebih dahulu harus diberitahukan kepada tetangganya, atau ladang atau kebun yang berdekatan dengan lahannya sebelum hendak membakar, paling lambat 2 hari sebelumnya.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika pondok ternak, pondok kebun, serta tanaman orang lain ikut terbakar hingga musnah kepada pembakar itu didenda RP100.000 oleh Badan Adat, dan harus membayar ganti kerugian orang-orang yang terbakar.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dampak Kebijakan Pelarangan Membakar Ladang Terhadap Masyarakat Desa Lung Anai</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan pemerintah melarang masyarakat Dayak berladang sama saja dengan menghilangkan ketiga aspek seperti ruang hidup, sumber pangan, dan sarana masyarakat dayak membangun kebudayaannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbagai permasalahan baru yang dirasakan oleh masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Jalan di Desa Lung Anai juga hadir mengiringi larangan pembakaran ladang ini. Seperti yang dapat kami saksikan secara langsung di lapangan, salah satu masyarakat Desa Lung Anai yang dulunya berprofesi sebagai petani ladang berpindah mengakui dengan hadirnya kebijakan pelarangan membakar tersebut, maka kini dia tidak lagi berladang sebab khawatir akan dihukum atau dipenjara. Sehingga hal ini membuat dirinya tidak memiliki pekerjaan lagi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Akibatnya, anak-anaknya tidak bisa bersekolah lagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, dua orang masyarakat Desa Lung Anai juga sempat dikriminalisasi dan merasakan dinginnya penjara selama satu tahun karena membakar lahannya untuk perladangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dampak lainnya dari kebijakan perladangan ini turut memengaruhi hasil panen masyarakat. Sebelum adanya larangan, masyarakat membuka ladang sebesar satu atau dua hektar. Mereka mengaku bisa menghasilkan seratus sampai dua ratus kaleng padi. Namun kini, hasil panen yang hanya sepuluh kaleng saja sudah patut mereka syukuri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, masyarakat juga menyebut adanya kebijakan tersebut berdampak pada sulitnya melaksanakan Uman Undrat (Pesta Panen). Di mana bahan-bahan yang digunakan dalam pesta panen tersebut mayoritas diambil dari hutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, hadirnya berbagai izin perusahaan di wilayah hutan sekitar desa juga turut menyebabkan masyarakat sulit mencari bahan-bahan guna mempersiapkan pesta panen. Hal tersebut merupakan akibat dari hutan yang telah dibabat habis oleh berbagai perusahaan mulai dari korporasi tambang hingga kelapa sawit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aturan ini telah membuat perubahan yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Jalan di Lung Anai, terutama dalam hal ketahanan pangan. Jika dahulu mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa membutuhkan uang, kini masyarakat harus serba memiliki uang untuk sekadar membeli beras dan kebutuhan rumah tangganya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dahulu, sebelum adanya kebijakan larangan membakar ladang dan masyarakat masih bebas mengolah lahannya, mereka tidak saja menanam padi sebagai tanaman utamanya. Namun, mereka juga menanam berbagai jenis tanaman lainnya untuk mencukupi kebutuhan makanan mereka seperti cabai, umbi-umbian, terong pipit, dan lain sebagainya. Kini, beras hasil ladang yang sedikit tak lagi bisa mencukupi kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga lebih sering berutang di warung akibat hasil ladang yang kian sedikit.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Andreas Ongko Wijaya Hului dan Muhammad Fahran Nashiri, mahasiswa Pembangunan Sosial, FISIP 2020.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Paslon Tunggal di Pemira FEB 2023 Berakhir Aklamasi, Andiyan-Yudha Janjikan Organisasi yang Modern </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paslon-tunggal-di-pemira-feb-2023-berakhir-aklamasi-andiyan-yudha-janjikan-organisasi-yang-modern/baca </link>
<guid> paslon-tunggal-di-pemira-feb-2023-berakhir-aklamasi-andiyan-yudha-janjikan-organisasi-yang-modern </guid>
<pubDate> Wed, 15 Mar 2023 12:25:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FEB 2023 berakhir dengan aklamasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paslon-tunggal-di-pemira-feb-2023-berakhir-aklamasi-andiyan-yudha-janjikan-organisasi-yang-modern/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RQS7sBQVFQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Paslon Tunggal di Pemira FEB 2023 Berakhir Aklamasi, Andiyan-Yudha Janjikan Organisasi yang Modern</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pemira FEB 2023 akhirnya resmi berakhir. Diwakili oleh calon tunggal, pasangan calon (Paslon) Andiyan Willy Mahaputra dan Samudra Yudha Pratama keluar sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FEB terpilih. Diketahui, terdapat satu Paslon lainnya yang akan maju bersaing pada pemira tahun ini. Namun, adanya cacat administrasi yang tidak dapat ditoleransi memaksa pihak Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) menimbang pandangan forum sebelum akhirnya menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FEB 2023 secara aklamasi.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengulik lebih dalam mengenai pelaksanaan pesta demokrasi di FEB, awak <em>Sketsa</em> kemudian mencoba menghubungi Adin, Ketua KPPR FEB 2023. Ketika disinggung mengenai antusiasme dalam pelaksanaan Pemira kali ini, Adin mengungkap animo mahasiswa terbilang cukup baik. Meskipun demikian, perhelatan Pemira kali ini tak terlepas pada problematika yang dihadapi layaknya Pemira di fakultas lainnya, seperti mahasiswa yang apatis misalnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada lumayan banyak mahasiswa FEB yang memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap fakultasnya. Namun, terlepas dari situ, ada juga teman-teman kita yang acuh tak acuh dalam Pemira ini,&rdquo; ungkap Adin ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Rabu (8/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Beragam upaya telah dikerahkan oleh panitia dan juga Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), mulai melakukan sosialisasi ke berbagai lembaga yang ada di FEB hingga memperpanjang masa pendaftaran. Meski demikian, upaya tersebut tampaknya belum berhasil untuk menggaet minat mahasiswa untuk mencalonkan diri. Terlebih, ada beberapa organisasi yang sempat dibekukan, di antaranya adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen dan HMJ Ilmu Ekonomi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Polemik tersebut kemudian bermuara pada permasalahan baru yang menyebabkan seluruh kepengurusan dari kedua himpunan tersebut dibatasi dalam setiap kegiatan kemahasiswaan. Padahal, banyak dari mereka yang merupakan mahasiswa aktif dan berpotensi menjadi calon pemimpin BEM FEB.</p><p style="text-align: justify;">Adin turut menyinggung agenda uji publik yang telah diselenggarakan pada Jumat (17/3) lalu. Agenda uji publik sebutnya bertujuan untuk menguji kesiapan mental Paslon ketika menghadapi berbagai masalah yang akan menjadi tolok ukur dalam penilaian. Agenda tersebut juga menjadi langkah bijak apa yang diambil dalam menyikapi hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hakikat dari uji publik ini adalah agar teman-teman bisa menilai apakah Paslon ini layak atau tidak. Audiens bisa menilainya dari jawaban Paslon tersebut.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tutur Adin, Pemira kali ini akan menjadi tolok ukur dan tantangan baru untuk langkah BEM FEB selanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap untuk seluruh mahasiswa, khususnya dari FEB Unmul, agar selalu mengedepankan tanggung jawab, mengesampingkan ego dan sifat individualisme masing-masing demi kebaikan bersama,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Andiyan Willy Mahaputra, Gubernur BEM FEB terpilih juga buka suara terkait pelaksanaan Pemira beberapa waktu lalu hingga program kerja unggulan yang akan dijalankan.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal kendala yang dihadapi selama Pemira berlangsung, ia mengaku pelaksanaan pesta demokrasi kali ini berjalan cukup rumit. Hal ini ditengarai oleh berubahnya linimasa serta Paslon lawan yang harus mundur akibat tidak memenuhi syarat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Poinnya adalah aklamasi yang terjadi. Paslon lawan ini memiliki beberapa kendala yang memang tidak mereka penuhi di bagian persyaratan. Akhirnya, kemarin dibentuklah sidang, diundang seluruh ketua ormawa dan akhirnya keputusannya mutlak bahwasanya saya dan Yudha itu ditetapkan secara aklamasi,&rdquo; beber Andiyan ketika diwawancarai secara daring oleh awak <em>Sketsa</em> pada Rabu (15/3).</p><p style="text-align: justify;">Berlanjut ke target yang ingin dicapai selama kepemimpinannya berlangsung, Andiyan menekankan empat kata kunci utama seperti proaktif, komunikatif, inovatif, dan apresiatif guna membentuk insan cendekia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, nantinya KM FEB Unmul ini dapat dibentuk melalui program <em>mentoring</em> yang nantinya akan dibuka oleh Departemen Pengkaryaan (PK). Jadi, Departemen PK yang nantinya akan mengatur terkait dengan mentoring program terkait dengan karya tulis ilmiah, dan segala macamnya,&rdquo; imbuhnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ihwal program kerja (Proker) unggulan, setidaknya ada tiga hal yang telah ia siapkan. Ketiga Proker yang telah ia siapkan, sebutnya, ialah Ajang Apresiasi Mahasiswa (APMI), yang bertujuan mengapresiasi mahasiswa FEB berprestasi. Lalu ada pula FEB Mengajar (FAJAR), di mana BEM FEB akan terjun ke lapangan untuk mengajar di desa atau wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Forum Mahasiswa Ekonomi Kaltim (FORMIL) pun tak ketinggalan menjadi proker unggulan yang ia tawarkan. Program tersebut berupa agenda diskusi publik yang nantinya akan menghimpun seluruh universitas di Kaltim untuk mengkaji dan berdiskusi terkait isu yang tengah hangat diperbincangkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Andiyan pun tak menampik bahwa isu soal menjamurnya program magang seperti Kampus Merdeka menjadi salah satu dalang di balik sepinya antusias mahasiswa dalam pelaksanaan pesta demokrasi tahunan di kampus itu. Berkaca pada polemik itu, ia berharap di masa kepemimpinannya kelak, BEM FEB akan bertransformasi menjadi organisasi modern yang tak akan terdistraksi oleh maraknya program serupa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Daripada kami menyalahkan (adanya program magang) dan hanya berdiam diri dengan situasi saat ini, lebih baik kami mencoba bersaing dan membuat strategi agar BEM ini masih relevan dengan zaman saat ini dan tidak terdegradasi. Harapan kami adalah ingin membuat BEM FEB Unmul di tahun 2023 menjadi organisasi modern yang akan memberikan benefit yang setara dengan program lain seperti magang dan segala macamnya,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;<em><strong>(una/srf/ord/dre)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Pekerja Sambilan, Cari Pengalaman hingga Terbebani Biaya Kuliah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-pekerja-sambilan-cari-pengalaman-hingga-terbebani-biaya-kuliah/baca </link>
<guid> mahasiswa-pekerja-sambilan-cari-pengalaman-hingga-terbebani-biaya-kuliah </guid>
<pubDate> Thu, 16 Mar 2023 10:33:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kehidupan mahasiswa pekerja sambilan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-pekerja-sambilan-cari-pengalaman-hingga-terbebani-biaya-kuliah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/amvqwnrY9U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Pekerja Sambilan, Cari Pengalaman hingga Terbebani Biaya Kuliah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA</span><strong>&nbsp;-&nbsp;</strong>Haniva Yudita Putri terlihat terburu-buru. Siang itu kuliah baru saja usai, tetapi ia melangkah cepat seperti sedang dikejar sesuatu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setengah jam lagi aku sudah harus masuk kerja,&rdquo; ucap mahasiswi FISIP Unmul yang biasa disapa Noy tersebut. Selain menjalani aktivitas kuliah, dirinya merupakan seorang barista paruh waktu di sebuah kafe yang berlokasi di kelurahan Bugis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya alasan bekerja sambil kuliah, Haniva menjelaskan ia ingin mencari pengalaman. Biaya kuliahnya telah ditanggung orang tuanya, tetapi ia juga tidak ingin menjadi pribadi yang boros. Baginya, menjadi barista adalah alternatif ideal. Selain melatih kemampuan, ia juga mendapatkan uang tambahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cerita yang agak sedikit berbeda turut diperoleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>dari Clara (bukan nama sebenarnya), seorang mahasiswi Unmul yang juga bekerja sambilan menjadi wartawan. Tak cuma cari pengalaman, ia terkendala biaya kuliah. Karena beberapa alasan, orang tuanya sudah tidak lagi bekerja. Membiayai kuliahnya sendiri pun menjadi satu-satunya jalan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Clara mengungkapkan, kuliah sambil bekerja tidak selamanya menyenangkan. Ia harus mengorbankan banyak hal, termasuk waktu bercengkerama bersama teman sekelasnya. Suatu waktu, ia bahkan terpaksa keluar dari salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) karena bertabrakan dengan waktu kerjanya. Momen itu membuatnya sempat mendapatkan teguran hingga sindiran dari teman-temannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mau bagaimana, aku kan butuh uang,&rdquo; ucapnya sambil tertawa meringis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejak badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di kala pandemi, Unmul memang memberikan fasilitas penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT). Kebijakan itu tertuang dalam surat keputusan (SK) Rektor Universitas Mulawarman No. 4013/UN17/IIK.02.03/2022.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka yang merasa besaran UKT-nya tidak sesuai, dapat mengajukan penurunan. Sayang, fakta di lapangan tidak berjalan sesuai harapan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Survei mengenai UKT yang dilakukan oleh BEM KM Unmul membuktikan hal itu. Dari 590 responden, hanya 53 mahasiswa yang merasa mampu membayar UKT. Artiya, ada sekitar 542 mahasiswa yang merasa besaran UKT-nya tidak sesuai dengan kemampuan finansial mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena ini dinilai akan diperparah dengan adanya rencana Rektor Unmul Abdunnur untuk mengubah status kampus yang dipimpinnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) berpendapat, kebijakan ini berisiko menaikkan biaya UKT. Pasalnya, berdasarkan UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, PTN-BH akan diminta untuk mengelola dana secara mandiri dan pemberian anggaran negara akan dikurangi. Kenaikan UKT menjadi cara paling mudah untuk menutupi kebutuhan anggaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu perwakilan KIKA Kaltim, Nasrullah mencontohkan apa yang terjadi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Setelah perubahan status menjadi PTN-BH, UKT di UNY mengalami kenaikan. Kasus Nur Riska Fitri Aningsih adalah salah satu yang mencuat ke permukaan. Akibat tidak mampu membayar UKT, ia terpaksa cuti kuliah sambil meminjam sana-sini. Ia akhirnya wafat pada awal tahun 2023 di tengah cuti kuliahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukannya mencerdaskan kehidupan bangsa, status PTN-BH hanya akan memperkaya yang sudah kaya,&rdquo; tandas dosen FIB Unmul yang sedang mengambil S-3 di Malaysia tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, sejak awal Februari <em>Sketsa</em> telah menghubungi Haviluddin sebagai ketua panitia PTN-BH mengenai dampak yang terjadi di Unmul jika terjadi perubahan status menjadi PTN-BH. Namun, hingga berita ini terbit, pesan kami tidak kunjung direspons. <em><strong>(gie/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Sasindo FIB Keluhkan Kasus Penipuan Buku Bajakan, Penjual Akui Sudah Ganti Rugi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-sasindo-fib-keluhkan-kasus-penipuan-buku-bajakan-penjual-akui-sudah-ganti-rugi/baca </link>
<guid> mahasiswa-sasindo-fib-keluhkan-kasus-penipuan-buku-bajakan-penjual-akui-sudah-ganti-rugi </guid>
<pubDate> Fri, 17 Mar 2023 13:08:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Distribusi buku bajakan oleh sesama mahasiswa FIB </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-sasindo-fib-keluhkan-kasus-penipuan-buku-bajakan-penjual-akui-sudah-ganti-rugi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ElPyA018ir.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Sasindo FIB Keluhkan Kasus Penipuan Buku Bajakan, Penjual Akui Sudah Ganti Rugi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Mahasiswa Sastra Indonesia (Sasindo) FIB Unmul belakangan digemparkan terkait adanya transaksi buku bajakan. Buku penunjang mata kuliah yang diperoleh mahasiswa angkatan 2022 tersebut mereka peroleh dari seorang kakak tingkat (Kating) di fakultas yang sama. Diketahui, buku yang sampai ke tangan pembeli tak sesuai yang diharapkan, sebab buku tersebut merupakan duplikat bukan cetakan orisinal.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengonfirmasi hal tersebut awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>kemudian menghubungi Dewi (bukan nama sebenarnya), salah satu mahasiswa Prodi Sasindo 2022, pada Senin (13/3) lalu. Tutur Dewi, dirinya telah memesan enam buku dengan total harga melebihi sembilan ratus ribu rupiah. &nbsp;Buku tersebut dipesannya sejak Agustus lalu dan tiba tiga bulan kemudian pada bulan Oktober 2022.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Untuk masalah asli atau tidak, memang dari awal si penjual ini tidak ada menjanjikan ke saya. Saya pikir, awalnya semua bukunya ori (asli), tapi ternyata tidak,&quot; tutur Dewi ketika diwawancarai secara daring oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui pesan teks WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa teman sekelasnya yang membeli buku dari penjual yang sama turut alami kejadian serupa. Tak terima memperoleh buku bajakan, teman sekelasnya ramai-ramai meminta ganti rugi kepada penjual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Si penjual kemudian mengembalikan seratus ribu dari (total) seratus tiga puluh ribu rupiah yang sudah dibayarkan.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Dewi mengaku telah melaporkan kasus tersebut kepada dosen bersangkutan yang diketahui cukup akrab dengan si penjual. Usai mendapat laporan itu, dosen tersebut berjanji untuk memperingatkan sang penjual agar lebih berhati-hati ketika menjual buku, sebab bisa jadi buku bajakan itu berasal dari pemasok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Harapan saya adalah agar para mahasiswa yang lain selalu berhati-hati jika ingin membeli buku agar tidak ada lagi korban yang selanjutnya. Lebih baik beli bukunya di Gramedia atau dari penulisnya langsung agar terhindar dari hal-hal yang seperti ini. Lalu untuk penjual, saya harap agar lebih amanah lagi,&quot; harapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus yang sama rupanya pernah dialami oleh beberapa mahasiswa Prodi Sasindo angkatan &nbsp;2021. Berbeda dengan penuturan Dewi, Dini (bukan nama sebenarnya) mengatakan bahwa penjual benar mengaku bahwa buku yang ditawarkan adalah buku orisinal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya dan teman-teman saya pesan buku ke dia dengan harga dua ratusan ribu (untuk satu buku). Ketika buku itu sampai, tidak semuanya langsung menerima, tetapi dibagi dua sesi,&quot; terang Dini ketika diwawancarai secara langsung oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>Rabu (1/3).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai pembeli yang mendapatkan buku pada sesi awal, Dini mengaku tidak menemukan masalah dengan buku yang diterimanya. Namun, salah satu temannya yang mendapat jatah buku di sesi kedua menyadari bahwa kualitas buku yang diterimanya jauh berbeda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kita tidak bisa menentukan mana yang asli dan mana yang bajakan, tetapi yang jelas adalah kedua buku tersebut berbeda dan buku di sesi dua memiliki kualitas yang jauh lebih rendah,&quot; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain mempertanyakan keaslian buku yang dijual oleh Katingnya itu, rupanya Dini juga mendapati perbedaan harga yang terpaut jauh dari penjual lain. Ia mengatakan bahwa salah satu temannya membeli buku dengan judul yang sama dengan harga lebih murah dibandingkan dengan miliknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Teman saya yang beli sendiri menemukan buku yang sama persis dengan harga di bawah seratus ribu. Saya mengerti saja kalau memang mau cari untung, tapi menurut saya agak berlebihan gitu.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Layaknya Dewi, Dini juga melaporkan kasus tersebut kepada dosennya. Dosen tersebut menyarankan kepada mahasiswa di angkatannya untuk tak lagi membeli buku dari si penjual tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengonfirmasi lebih lanjut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>turut berkesempatan menghubungi penjual buku yang merupakan mahasiswa FIB angkatan 2019 pada Selasa (14/3) lalu</span><span>.</span><span>&nbsp;Roni (bukan nama sebenarnya) mengungkap bahwa ia telah menjual atau mendistribusikan buku sejak 2018 silam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebut Roni, sumber buku yang didistribusikan berasal dari penerbit asli buku itu sendiri. Ia juga mendistribusikan buku dari tangan kedua (bekas) dan penadah buku-buku lawas yang terkadang mengklaim buku bajakan sebagai buku orisinal. Akan tetapi, Roni tetap berkomitmen untuk menjual buku orisinal saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena aku kolektor dan punya perpustakaan juga, enggak logis&nbsp;</span><span><em>dong</em></span><span><em>&nbsp;</em>kalau aku yang hidup di ekosistem ini malah mencederai ekosistemnya? Enggak mau jadi hipokrit (munafik) dengan menjual buku bajakan,&quot; aku Roni.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dirinya menjamin keaslian dari buku yang dirinya jajakan. Ia hanya akan menjual buku&nbsp;</span><span><em>repro</em>&nbsp;</span><span>(tiruan) jika memang buku yang dicari pelanggan sudah langka dengan persetujuan antara dirinya dan pembeli.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Adanya repro, tapi high grade (kualitasnya baik). Mau enggak</span><span>? Pasti gitu, ketimbang janjikan ori dan sebagainya.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, Roni tak membantah tentang persoalan dirinya yang pernah menjual buku bajakan kepada adik tingkatnya.</span></p><div style="text-align: justify;">&quot;Kuganti uang (milik pembeli) kemarin karena barang palsu juga dan sudah ada di tangan mereka. Jadi, kembali uang tapi enggak <em>full</em>, dengan pertimbangan memang kebeli bajakan,&quot; pungkasnya. <em><strong>(jpg/mar/myy/dre)</strong></em></div><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ramadan Hampir Tiba, Pusdima Gelar Grand Opening RDKB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/ramadan-hampir-tiba-pusdima-gelar-grand-opening-rdkb/baca </link>
<guid> ramadan-hampir-tiba-pusdima-gelar-grand-opening-rdkb </guid>
<pubDate> Sat, 18 Mar 2023 09:58:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Grand Opening Ramadhan di Kampus Bersama oleh Pusdima </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/ramadan-hampir-tiba-pusdima-gelar-grand-opening-rdkb/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mhEZjLi24O.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ramadan Hampir Tiba, Pusdima Gelar Grand Opening RDKB</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Menyambut bulan suci Ramadan, tahun ini Pusat Studi Islam Mahasiswa Unmul (Pusdima) kembali menggelar kegiatan Ramadhan di Kampus Bersama (RDKB). Rangkaian acara RDKB diketahui telah dimulai sejak <em>Grand Opening</em> RDKB PUSDIMA 1444 H, pada Kamis (16/3) kemarin di Masjid Al Fatihah Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai daya tarik bagi seluruh sivitas akademika Unmul agar dapat turut menyemarakkan serta membawa keberkahan di bulan Ramadan, acara RDKB tahun ini secara resmi dibuka oleh Muhammad Nur Fauzi selaku pewara. Tepat setelah RDKB dibuka, lantunan ayat suci Alquran dari Usamah Al-Abdad juga turut mengawali jalannya acara. Sambutan-sambutan juga datang dari ketua panitia Ahmad Ihya Nurul Abid serta Panji Prasetyo selaku ketua umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusdima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya, Widi Sunaryo selaku pembina Pusdima berharap RDKB dapat turut merangkul seluruh sivitas akademika Unmul. Utamanya bagi mahasiswa perantau yang belum berkesempatan pulang untuk merayakan Ramadan bersama keluarga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau bisa ini (jadi) kesempatan untuk bersilaturahmi, berkumpul-kumpul dengan semua. Pada akhirnya saya berdoa semoga Ramadan tahun ini kegiatannya lebih meningkat dan pada akhirnya akan meningkatkan mutu keimanan, keislaman, terutama kepada mahasiswa Unmul,&rdquo; harap Widi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aditya Irawan yang menggantikan kehadiran Abdunnur selaku Rektor Unmul juga mengungkapkan hal senada seperti Widi. Tuturnya, tujuan dari adanya kegiatan ini adalah untuk memperbesar sekaligus memperkuat Islam melalui sebuah Ukhuwah Islamiah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itulah yang terpenting, kalau semua bersatu mungkin ada perbedaan tetapi saat semua mencari jalan titik tengah berdasarkan ketentuan yang ada, hukum yang ada, maka&nbsp;</span><span>insya Allah</span><span>&nbsp;semua akan menyadari bahwa kita di rel yang sama untuk menuju tujuan yang sama,&rdquo; ucap Aditya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih pada sesi&nbsp;</span><span><em>talk show</em>&nbsp;</span><span>yang dipandu oleh Fadil Utomo Putra selaku moderator. Rahmad Soe&rsquo;oed dan Azhar Qowim didapuk menjadi pemateri utama. Masing-masing merupakan pembina senior Pusdima serta Kabid HAUB MUI Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam bulan Ramadan sebut Azhar Qowim, seyogianya perlu ditanamkan kebersamaan guna terciptanya satu kesatuan yang kokoh dalam mencapai tujuan. &ldquo;Ibarat sapu lidi yang dipisah-pisah tidak akan menjadi apa apa, tetapi ketika semua sapu lidi itu disatukan dan diikat, maka sapu lidi akan berguna untuk mencapai tujuannya,&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rahmad Soe&rsquo;oed pun turut menjelaskan berbagai hal yang perlu dipersiapkan saat bulan ramadhan. Ia mengungkap bahwa fisik yang sehat adalah hal yang harus diperhatikan, lalu hati dan niat yang bersih juga sangat penting dalam persiapan bulan Ramadan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara&nbsp;</span><span><em>Grand Opening</em></span><span>&nbsp;RDKB sukses digelar dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Tak hanya itu, setelah acara ditutup oleh pewara, para tamu undangan diberikan cinderamata dan juga berkesempatan mengabadikan momen dalam sesi foto bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, <em>Sketsa&nbsp;</em>pun turut mewawancarai dua mahasiswa FT yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Nurhidayah dan Dewi Sartika pada Kamis (16/3). Keduanya sepakat agenda sore itu berhasil memberikan manfaat dengan membagikan ilmu-ilmu baru. Ini terlihat dari kehadiran pemateri-pemateri ternama.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Menyoal informasi kegiatan, baik Dewi maupun Nurhidayah berharap panitia dapat lebih meluaskan pendistribusian informasi acara.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Biasanya, kan, informasi acaranya disebarkan di Instagram Pusdima. Jadi yang lihat cuman yang&nbsp;</span><span><em>follow</em>&nbsp;</span><span>akun itu aja. Mungkin bisa, lah, gimana caranya agar orang-orang yang enggak ikut organisasi dan yang enggak nge-</span><span><em>follow</em>&nbsp;</span><span>Pusdima bisa tahu kalau ada agenda-agenda seperti ini,&rdquo; tutur Dewi penuh harap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Harapan saya semoga walaupun mahasiswanya tidak ikut bergabung dalam organisasi kemusliman, tetapi bisa juga diajak yang lainnya untuk ikut ke dalam acara seperti ini. Soalnya sangat bermanfaat,&rdquo; imbuh Nurhidayah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak luput&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut mewawancarai Ahmad Ihya Nurul Abid selaku ketua panitia melalui WhatsApp pada Kamis (16/3). Terangnya, kegiatan RDKB merupakan agenda di bulan Ramadan yang diadakan oleh Pusdima beserta relawan untuk menjadikan bulan suci di lingkungan Unmul menjadi lebih semarak &nbsp;dalam berbagai manfaat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di RDKB kami mengajak masyarakat Unmul untuk saling berbagi kebaikan dengan membuka donasi, berbagi dengan dhuafa di sekitar kampus, buka dan sahur bersama, klinik Alquran dan Tahsin, Tabligh Akbar dan Nuzulul Qur&rsquo;an, juga kajian serta salat tarawih dan kultum tarawih. Selain itu, ada lomba-lomba menarik seperti ranking 1, karya tulis ilmiah berdasarkan Alquran dan Pemilihan Putra Putri Seleb RDKB,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski kebutuhan dana serta waktu persiapan yang makin padat menjelang Ramadan cukup menjadi kendala dan tantangan dalam pelaksanaan RDKB, hal tersebut nyatanya tak menyurutkan semangatnya &nbsp;maupun panitia lain.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, kegiatan RDKB tahun ini bisa lebih meriah dan rangkaian acara ramai diikuti oleh sivitas akademika, serta masyarakat sekitar kampus agar bisa sama-sama berbagi dan menerima kebaikan untuk menggapai keberkahan di bulan Ramadan,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(fby/nnf/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selasa Bersama Morrie: Merenungi Makna Kehidupan dari Seorang Profesor </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/selasa-bersama-morrie-merenungi-makna-kehidupan-dari-seorang-profesor/baca </link>
<guid> selasa-bersama-morrie-merenungi-makna-kehidupan-dari-seorang-profesor </guid>
<pubDate> Mon, 20 Mar 2023 11:00:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Catatan hidup seorang profesor </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/selasa-bersama-morrie-merenungi-makna-kehidupan-dari-seorang-profesor/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vGfNYCSgxB.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Selasa Bersama Morrie: Merenungi Makna Kehidupan dari Seorang Profesor</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Selasa Bersama Morrie akan membawa pembaca ke dalam sebuah memoar seorang profesor Sosiologi bernama Morrie Schwartz. Mimpi buruk seolah menghantamnya usai dirinya divonis mengidap penyakit saraf mematikan, <em>Amyotrophic Lateral Sclerosis</em> (ALS).</p><p style="text-align: justify;">Alih-alih menyerah dan putus asa terhadap penyakitnya, Morrie justru ingin berusaha walau sekecil apa pun agar tetap berguna bagi orang lain di sisa hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah aku akan menyerah dan mati begitu saja, atau aku akan memanfaatkan sisa waktuku sebaik-baiknya? Belajarlah dari lambat dan perlahannya proses kematianku. Perhatikan apapun yang terjadi padaku. Belajarlah bersamaku,&rdquo; begitulah ungkapan Morrie setelah mengetahui vonis apa yang dokter jatuhkan terhadap kondisinya.</p><p style="text-align: justify;">Buku sejumlah 209 halaman ini merupakan proyek terakhir sang penulis, Mitch Albom, dengan dosen kesayangannya saat kuliah yaitu tuan Morrie. Secara keseluruhan buku ini menceritakan percakapan Mitch bersama Morrie yang bertemu kembali setelah hilang kontak selama beberapa tahun selepas kelulusan Mitch di universitas.</p><p style="text-align: justify;">Di penghujung hidupnya, Morrie Schwartz kerap kali membagikan pelajaran hidup melalui perbincangannya dengan berbagai orang yang ia temui, termasuk mantan murid yang ia jumpai kembali yaitu Mitch Albom.</p><p style="text-align: justify;">Buku ini menggambarkan dengan jelas perbincangan yang terjadi selama empat belas kali pada hari Selasa setiap minggunya di mana Mitch dan Morrie bertemu. Topik yang didiskusikan pun selalu berbeda di setiap pertemuannya, tetapi tetap membahas tentang arti kehidupan berdasarkan refleksi hidup Morrie Schwartz saat ia masih bebas dari penyakitnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka membicarakan mengenai dunia, mengasihani diri sendiri, penyesalan diri, kematian, keluarga, emosi, menjadi tua, uang, cinta yang tak padam, perkawinan, budaya, maaf, hari yang paling baik, dan perpisahan pada akhir pertemuan mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan buku ini sangat menarik untuk dibaca di waktu-waktu luang karena topik percakapan yang dihadirkan bukanlah suatu hal yang berat, tetapi lebih ke arah refleksi untuk membenahi diri. Melalui contoh-contoh yang Tuan Morrie sampaikan serta narasi Mitch yang detail, pembaca dapat dengan mudah memahami jalan cerita yang terjadi walau alur yang digunakan maju-mundur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Buku Selasa Bersama Morrie hadir sebagai sarana rekreasi bagi mereka yang sedang merasa lelah dan jenuh dalam segala hal yang tengah terjadi. Melalui kutipan-kutipan yang diutarakan oleh Morrie Schwartz, pembaca mungkin bisa kembali merasakan semangat untuk menjalani kehidupan yang terus berjalan ini. <em><strong>(zas/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pelantikan-pengurus-organisasi-mahasiswa-fakultas-kedokteran-universitas-mulawarman/baca </link>
<guid> pelantikan-pengurus-organisasi-mahasiswa-fakultas-kedokteran-universitas-mulawarman </guid>
<pubDate> Tue, 21 Mar 2023 11:06:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelantikan ormawa FK 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pelantikan-pengurus-organisasi-mahasiswa-fakultas-kedokteran-universitas-mulawarman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OLoMGuDTUA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pada Minggu (18/2) lalu, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman telah melantik seluruh pengurus inti organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di Fakultas Kedokteran. Organisasi tersebut meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Tim Bantuan Medis Azygos, Keluarga Mahasiswa Muslim Asy-Syifaa&apos; Fakultas Kedokteran, Himpunan Mahasiswa Kedokteran, Himpunan Mahasiswa Kedokteran Gigi, serta Himpunan Mahasiswa Keperawatan. Prosesi pelantikan tersebut diadakan di Gedung Auditorium Keperawatan Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Pelantikan ini memang dilakukan setiap tahunnya saat pergantian kepengurusan. Namun, berbeda dari tahun sebelumnya ketika di masa pandemi, pelantikan pengurus inti ormawa FK Unmul kali ini akhirnya dilaksanakan secara luring.</p><p style="text-align: justify;">Dr. dr. Siti Khotimah menyampaikan dalam sambutannya kepada seluruh ormawa. &nbsp;&ldquo;Fakultas mengharapkan dari organisasi mahasiswa yang ada sebagai sarana peningkatan mutu dan tempat berkembangnya mahasiswa. Selain itu, organisasi mahasiswa mampu menjadi tempat untuk peningkatan dalam akreditasi fakultas dan program studi dengan menjadi tempat pengembangan prestasi-prestasi yang diberikan oleh mahasiswa kepada fakultas dan program studi,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ditulis oleh Aisya Nuzrat, Staf Kementerian Luar Negeri BEM FK Unmul.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Playlist Pilihan Sketsa: Edisi The 1975 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-the-1975/baca </link>
<guid> playlist-pilihan-sketsa-edisi-the-1975 </guid>
<pubDate> Fri, 24 Mar 2023 11:37:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi playlist The 1975 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/playlist-pilihan-sketsa-edisi-the-1975/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0WxnDOvnFY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Playlist Pilihan Sketsa: Edisi The 1975</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Siapa yang tak kenal <em>band</em> The 1975? Grup musik yang terbentuk pada tahun 2012 di Manchester, Inggris ini menganut aliran musik <em>alternative rock</em>. Selain menulis lagu romantis, The 1975 pun gemar menulis lirik yang mengandung politik. Beranggotakan empat orang yakni Matthew (atau yang biasa dipanggil Matty) Healy, Adam Hann, Ross MacDonald, dan George Daniel merupakan teman sekolah di Inggris. Nama The 1975 diusulkan Matty ketika ia membaca buku tentang kasus bunuh diri yang terjadi pada tanggal 1 Juni 1975, sehingga nama tersebut ditetapkan karena dirasa sesuai dengan karakter band yang mau dibawakan.</span></p><p style="text-align: justify;">Nah, berikut <em>Sketsa</em> rangkum rekomendasi lagu The 1975 yang bisa jadi cocok sama kisah hidup kamu. Simak, ya!&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>About You</strong></p><p style="text-align: justify;">Lagu yang dirilis pada 14 Oktober 2022 ini banyak berseliweran di berbagai media sosial dan dijadikan sebagai musik latar belakang konten mereka. Lagu yang disebut &ldquo;lagu cantik&rdquo; ini termasuk ke dalam album bertajuk &ldquo;<em>Being Funny in Foreign Language</em>&rdquo; dan sudah didengar lebih dari 92 juta kali di Spotify. Seperti judul lagunya, Matty mengungkapkan perasaan tidak pernah melupakan seseorang yang sangat ia sukai serta kenangan yang telah dilalui bersama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Robbers</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rilis di tahun 2013, <em>Robbers</em> merupakan single populer yang menjadi awal kisah dari perjalanan lagu <em>About You</em>. berkisah hubungan <em>toxic</em> sepasang kekasih yang keduanya masih saling meminta untuk tetap bertahan. Video musiknya menyuguhkan tontonan bak sebuah film <em>action</em>, Matty bersama sang kekasih melakukan tindak kriminal dengan menganggap perbuatan seperti itu adalah hal yang mengagumkan. Menambah gambaran aksi tersebut, di akhir lirik lagu bertuliskan &ldquo;... <em>and he&rsquo;s got his gun, he&rsquo;s got suit on. She says, babe, you look so cool</em>&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>It&rsquo;s Not Living (If It&rsquo;s Not With You)</strong></p><p style="text-align: justify;">Bergenre <em>Indie-Pop</em>, mendukung suasana duduk santai di teras rumah maupun menemani kalian <em>night drive</em> di bawah terangnya lampu kota di malam hari. Matty memang memvisualisasikan lagu ini dengan nuansa romansa, tetapi ada kisah lain di balik terciptanya lagu <em>It&rsquo;s Not</em> <em>Living</em> (<em>If It&rsquo;s Not With You</em>). Lagu ini merupakan pesan kebangkitan Matty menjadi seseorang yang kembali &lsquo;bersih&rsquo; dari kecanduan zat adiktif, yang sebelumnya tidak bisa hidup dan percaya diri tanpa narkoba.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Be My Mistake</strong></p><p style="text-align: justify;">Galau dengan <em>elegant way</em>, sudut pandang dari lagu ini banyak dilihat dari pihak yang dijadikan pelampiasan. Lagu tentang rasa bersalah ini mencerminkan jalinan hubungan asmara dengan seseorang yang dijadikan pelampiasan, tetapi membutuhkan afeksi di saat yang bersamaan. Bahkan, pada penggalan lirik &ldquo;<em>She bought me those jeans, the ones you like</em>&rdquo;, memberi kesan hal yang dilakukan pasangannya mengingatkan kepada mantannya yang masih ia sayangi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>A Change of Heart&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Video musik dengan nuansa hitam putih menawarkan kesan klasik sekaligus romansa sedih yang pas untuk ditonton. Lantunan lagu yang lembut mengisahkan hubungan Matty Healy yang mendadak menjadi dingin dan akhinya perasaan pun berubah. &ldquo;<em>I feel as though i was deceived. I never found love in the city. I just sat in self-pity and cried in the car. Oh, i just had a change of heart.</em>&rdquo; Hayo, siapa yang <em>relate</em> sama lirik ini?</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya lima lagu tersebut, lagu-lagu The 1975 lainnya selalu cocok untuk didengarkan sambil berkegiatan. Jangan lupa tambahkan rekomendasi <em>Sketsa</em> kali ini ke <em>playlist</em> kamu, ya! Selamat mendengarkan! <em><strong>(sar/ems)&nbsp;</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Animal Farm: Novel Satir Politik Klasik yang Masih Relevan Hingga Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/animal-farm-novel-satir-politik-klasik-yang-masih-relevan-hingga-kini/baca </link>
<guid> animal-farm-novel-satir-politik-klasik-yang-masih-relevan-hingga-kini </guid>
<pubDate> Mon, 27 Mar 2023 10:02:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Satir politik karya George Orwell </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/animal-farm-novel-satir-politik-klasik-yang-masih-relevan-hingga-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kh6pQpABpw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Animal Farm: Novel Satir Politik Klasik yang Masih Relevan Hingga Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Mau mencoba membaca novel yang berbeda dari biasanya? Animal Farm bisa menjadi pilihan untuk sebuah pengalaman baru bagimu. Novel Satir ini ditulis oleh seorang penulis asal Inggris dengan nama pena George Orwell.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Animal Farm dirilis di Inggris pada 17 Agustus 1945, sama dengan hari kemerdekaan negara kita. Meskipun sudah dirilis lebih dari 77 tahun yang lalu, tetapi pesan serta kritik tajam dari Orwell terhadap kelamnya politik masih dapat dirasakan hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Eric Arthur Blair adalah nama asli Orwell yang lahir di India pada tahun 1903. Ayahnya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Inggris yang ditugaskan di India. Saat usianya delapan tahun, Orwell disekolahkan di Sussex, Inggris. Orwell juga sempat menjadi polisi di Burma sebelum akhirnya kembali ke Inggris pada tahun 1927 untuk mengejar kariernya sebagai penulis.</p><p style="text-align: justify;">Selain menulis fiksi, Orwell juga aktif dalam dunia Jurnalistik selama beberapa tahun dengan fokus terhadap politik, sosial, serta budaya untuk berbagai majalah dan surat kabar. Orwell juga ikut menjadi koresponden dalam perang sipil Spanyol dan menghasilkan karya jurnalistiknya yang berjudul &ldquo;Hommage to Catalonia&rdquo;. Berdasarkan pengalaman-pengalaman itu, tak mengherankan kalau Animal Farm bisa sukses menceritakan dinamika politik dengan sangat apik.</p><p style="text-align: justify;">Animal Farm membawa kita ke dalam sebuah cerita tentang peternakan, di mana peternakan itu dikelola oleh Pak Jones yang suka mabuk-mabukkan dan memperlakukan binatang-binatangnya dengan cara yang tidak disukai oleh mereka.</p><p style="text-align: justify;">Para binatang itu merasa resah dengan perlakuan Pak Jones kepada mereka. Salah satu yang paling resah adalah seorang babi tua bernama Major yang selalu bermimpi tentang kebebasan para binatang di peternakan Pak Jones. Dia selalu menceritakan mimpi-mimpi yang datang dalam tidurnya kepada para binatang. Ia mempidatokannya setiap malam kepada para binatang dan mereka pun suka dengan idenya.</p><p style="text-align: justify;">Para binatang yang terinspirasi dengan perkataan babi tua itu kemudian merencanakan cara untuk menguasai dan merebut peternakan dari Pak Jones yang jahat. Awalnya, mereka tidak serta merta membuat strategi untuk menyerang Pak Jones dan karyawannya. Namun, mereka memulainya dengan lagu ciptaan sang babi tua yang berisi semua mimpinya tentang kebebasan binatang Inggris yang dituangkan dalam lagu ini.</p><p style="text-align: justify;">Semua binatang di peternakan Pak Jones dengan senang hati dan bangga menyanyikan lagu tersebut dan semakin mempererat persaudaraan antar binatang di peternakan Pak Jones serta membakar semangat mereka tentang kebebasan yang akan mereka capai suatu hari nanti.</p><p style="text-align: justify;">Namun, belum sempat binatang dalam peternakan pak Jones merdeka, manor, sang babi tua meninggal dunia. Semua binatang sedih karena hal tersebut. Tetapi rasa sedih itu juga yang membuat mereka ingin mewujudkan mimpi sang babi tua. Maka dimulailah strategi untuk mengusir Pak Jones dari peternakan tersebut dengan arahan dari dua babi muda bernama Napoleon dan Snowball yang cerdas, serta seekor kuda yang sangat kuat agar mereka dapat mengusir pak Jones dari peternakannya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, mereka menyusun peraturan yang berisi sepuluh aturan dasar mengenai Animal Farm. Semboyan serta lagu peternakan Inggris menjadi simbol resmi dari peternakan binatang. Mereka juga selalu membuat pertemuan mingguan untuk mengevaluasi kinerja peternakan. Selain itu, peternakan yang baru merdeka ini juga menyiapkan segala macam perangkat yang akan menunjang jalannya peternakan ini.</p><p style="text-align: justify;">Para babi mendapat peran sebagai pemerintah atau pemimpin dari peternakan karena babi dianggap sebagai hewan yang cerdas. Burung-burung menjadi penyiar kabar mengenai keberhasilan peternakan Manor, lalu para anjing menjadi penjaga bagi para babi, sedangkan para binatang lain menjadi pekerja seperti di zaman Pak Jones.</p><p style="text-align: justify;">Pak Jones yang terusir tidak menyerah dengan peternakannya. Dengan dibantu oleh dua temannya, Pak Jones mencoba untuk merebut kembali peternakan itu. Namun, rupanya binatang-binatang di peternakan sudah siap melakukan penyerangan, sehingga ia harus pergi dari peternakannya sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sekali lagi para binatang bergembira dengan hal ini. Meskipun ada banyak pertumpahan darah dan korban jiwa, para binatang merayakan kemenangan itu dan mengabaikan luka yang diderita oleh Snowball dan yang lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, kebahagiaan ini tak berlangsung lama. Para binatang dengan segera terpecah belah kepada siapa mereka akan setia. Terjadi dualisme kepemimpinan dalam peternakan ini. Snowball dan Napoleon seringkali berbeda pendapat. Puncaknya adalah saat Snowball mengajukan sebuah proyek kincir angin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Napoleon sangat menolak ide tersebut. Dia menganggap bahwa ide itu merupakan hal yang konyol. Setiap Snowball melakukan pidato mengenai idenya tersebut, Napoleon selalu datang dan menghalanginya dengan berbagai cara. Puncaknya adalah Napoleon menggunakan anjing-anjing yang dirawatnya untuk mengusir Snowball dari peternakan.</p><p style="text-align: justify;">Semua binatang bingung dengan apa yang terjadi, tetapi Napoleon dengan karisma dan kecerdasannya dalam melakukan <em>agenda setting</em> berkonspirasi bahwa sebenarnya Snowball adalah agen dari pak Jones dan mengatakan kepada para binatang bahwa sebenarnya kincir angin itu adalah ide Napoleon. Karenanya, para binatang menjadi percaya dengan perkataan Napoleon. Mereka pun menyusun rencana untuk membuat kincir angin itu, mulai dari bahan-bahannya hingga cara kincir angin itu dibuat.</p><p style="text-align: justify;">Dengan susah payah mereka membangun kincir angin itu, tetapi pada suatu malam di saat kincir angin itu sudah setengah jadi, datanglah badai yang sangat kuat sehingga menghancurkan kincir angin tersebut. Karena kuatnya badai, tidak ada satu pun binatang yang berani keluar dari kandangnya sehingga membuat mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semua binatang sangat sedih melihat kincir yang mereka buat dengan susah payah hancur berantakan seketika.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Napoleon tidak kehilangan akal. Dia menyalahkan Snowball atas hancurnya kincir angin itu dan para binatang pun percaya dengan perkataan Napoleon. Cara itu terus ia gunakan untuk melindungi kekuasaannya. Bahkan, ia tidak segan mengubah sepuluh peraturan yang menjadi landasan dari Peternakan Binatang. Ia juga melarang para binatang menyanyikan lagu Binatang Inggris serta melarang semboyan Peternakan Binatang yang berbunyi &ldquo;Kaki empat baik dan dua kaki buruk&rdquo; demi bisa berdagang dan bekerjasama dengan manusia.</p><p style="text-align: justify;">Orwell dapat menjelaskan dengan sangat baik bagaimana pemimpin atau pemerintah dalam suatu negara dapat mengubah persepsi masyarakatnya. Dengan memberikannya ketakutan akan ancaman dari masa lalu serta mengubah data, terlebih mengingat adanya masyarakat yang tidak kritis membuat sebuah negara bisa dikendalikan dengan mudah oleh seseorang yang otoriter.</p><p style="text-align: justify;">Dengan cara Napoleon menggunakan Pak Jones dan Snowball sebagai alat untuk menakut-nakuti para binatang, serta secara serampangan menggunakan dan mengubah sedikit demi sedikit aturan-aturan yang telah mereka sepakati dan disesuaikan dengan kebutuhan Napoleon dalam agendanya untuk mempertahankan kekuasaan tergambar dengan jelas di novel Animal Farm ini. Cara-cara tersebut masih bisa kita lihat dan rasakan sendiri dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;">Banyak orang yang merasa bahwa novel ini ditunjukkan sebagai satir kepada Joseph Stalin karena ada kesamaan antara Napoleon dan juga sosok Snowball yang mirip dengan rival Stalin yaitu Leon Trotsky. Kesamaan Napoleon dengan Stalin tergambar jelas dari bagaimana cara mereka memimpin peternakan dan bagaimana Napoleon menggunakan propaganda dalam politiknya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Snowball dan Trotsky memiliki kesamaan dalam segi kecerdasan dan sama-sama diasingkan dari asal mereka sendiri. Walau begitu, tetap ada perbedaan antara Snowball dan Trotsky di mana Snowball pandai dalam mengatur strategi dan taktik sedangkan Trotsky sebaliknya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan usia 78 tahun, novel ini seakan-akan memberi tahu bahwa bagaimana pun zaman telah berlalu dan sejauh apa pun kemajuan yang ditempuh manusia, kepentingan politik untuk selalu berkuasa atas apa pun itu akan selalu ada dan digambarkan seakan-akan memang tabiat asli manusia.</p><p style="text-align: justify;">Walau bisa menyajikan dengan apik dinamika politik yang ada di Peternakan Manor, Animal Farm bisa saja membuat kamu mudah untuk berhenti membacanya kalau kamu tidak menyukai novel-novel yang intens. Ketiadaan unsur komedi membuat cerita ini terasa panjang walau hanya memiliki 148 halaman.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, walaupun banyak kemajuan yang ada di peternakan Manor, tetapi Napoleon tetap saja tidak ada bedanya dengan pak Jones dan bahkan bisa dibilang lebih buruk dari itu. Dengan membantai banyak binatang yang menentangnya serta bermewah-mewahan di atas penderitaan para binatang yang tertindas.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan Orwell bagaimana bahayanya politik jika digunakan tidak dengan semestinya masih terasa hingga kini. Maka dari itu, kita perlu menjadi masyarakat yang kritis dan selalu skeptis dengan apa yang penguasa sampaikan. Jangan sampai kita menjadi seperti Boxer yang kesetiaan serta kerja kerasnya digunakan secara semena-mena oleh Napoleon.</p><p style="text-align: justify;">Boleh saja kita mencintai negara dan pemimpin kita, tetapi selalu ingat untuk menggunakan akal sehat, kritis, serta skeptis dengan segala informasi yang kita dapatkan. Lalu, jangan lupa untuk selalu terbuka terhadap sudut pandang lain agar kita bisa menilai pemerintah secara objektif.</p><p style="text-align: justify;">Bagaimana? Tertarik membaca novel satu ini? Kabar baiknya, buku yang satu ini bisa kamu pinjam secara gratis di UPT. Perpustakaan Universitas Mulawarman dan juga bisa kamu beli di toko buku kesayanganmu, lo! <em><strong>(lav/ems)</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dana UKM 2022 Tak Kunjung Cair, Wawan: Itu Tanggung Jawab Pimpinan Sebelumnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-ukm-2022-tak-kunjung-cair-wawan-itu-tanggung-jawab-pimpinan-sebelumnya/baca </link>
<guid> dana-ukm-2022-tak-kunjung-cair-wawan-itu-tanggung-jawab-pimpinan-sebelumnya </guid>
<pubDate> Tue, 28 Mar 2023 12:13:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Carut marut anggaran kemahasiswaan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dana-ukm-2022-tak-kunjung-cair-wawan-itu-tanggung-jawab-pimpinan-sebelumnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NnqrVBESY9.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Dana UKM 2022 Tak Kunjung Cair, Wawan: Itu Tanggung Jawab Pimpinan Sebelumnya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Lagi-lagi, anggaran kemahasiswaan yang tak kunjung cair kembali menjadi persoalan menahun yang harus dihadapi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unmul. Hingga saat ini, dana UKM tahun 2022 pun tak kunjung diterima. &nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-dana-ukm-perwakilan-ormawa-minta-kejelasan/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menanti-dana-ukm-perwakilan-ormawa-minta-kejelasan/baca">Menanti Dana UKM, Perwakilan Ormawa Minta Kejelasan</a><span>)</span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengonfirmasi hal tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian menghubungi Ariyanto Budi Setyawan selaku Sub Koordinator MPI dan Alumni Rektorat Unmul pada Kamis (16/3) lalu. Terangnya, pencairan dana UKM di tahun 2022 tidak dapat dilaksanakan sebab merupakan kewenangan dari pimpinan sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terkait temuan anggaran UKM tahun 2022 yang tidak dapat dicairkan atau dibayarkan pejabat saat itu akan menjadi tanggung jawab pejabat yang bersangkutan,&rdquo; ungkap pria yang akrab disapa Wawan lewat pesan teks WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Wawan, ranah pejabat baru dalam permasalahan ini adalah sebagai fasilitator penyelesaian masalah. Berbagai upaya pun telah dilakukan melalui beberapa tahap. Mulai dari identifikasi, verifikasi, komparasi, hingga validasi data temuan. Tahap selanjutnya, pelaporan ke pihak pimpinan institusi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Umum UKM Yupa, Nurmila turut menyuarakan kekecewaannya terkait hal ini. Ia mengaku, telah menyiapkan segala persyaratan yang diperlukan untuk pencairan dana UKM, namun, hingga saat ini dana tersebut tak kunjung dibayarkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Agak kecewa,&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>, karena bisa dibilang UKM Teater Yupa selama tahun 2022 itu&nbsp;</span><span><em>full</em></span><span><em>&nbsp;</em>kegiatan. Kami (sudah) membawa proposal, LPJ, SPJ,</span><span>&rdquo; ungkap Nurmila ketika diwawancarai oleh</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui pesan WhatsApp pada Senin (13/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebutnya, dana UKM tahun 2022 yang belum cair turut berimbas pada beberapa agenda Teater Yupa yang tidak dapat terlaksana dengan baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau masalah dana itu sekitar 20-an juta dari Teater Yupa yang belum cair, cuma kami tidak terlalu mengharap semuanya cair, setengah juga tidak apa-apa asalkan cair,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dampak serupa turut dirasakan oleh&nbsp;</span><span>UKM Pramuka. Ketika diwawancarai oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Senin (13/3) lalu, Abid mengungkapkan adanya keterhambatan dalam menjalankan kegiatan UKM. Ia mengaku harus meminimalisir pengeluaran dengan mengandalkan dana tahun 2020, uang patungan anggota, dan sumbangan dari pembina agar kegiatan UKM yang ia pimpin itu tetap terlaksana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami memakai dana tahun 2020 dan itu pun kurang dari kata cukup untuk melakukan kegiatan 2021 yang notabene sudah&nbsp;</span><span><em>offline</em>,</span><span>&nbsp;yang artinya kegiatan riil di lapangan,&rdquo; tutur Abid.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua UKM Pramuka itu menduga alasan dana UKM tahun 2022 yang tak kunjung cair berkaitan dengan polemik kepemimpinan BEM di tahun lalu. Terang Abid, ia kerap kali melakukan komunikasi dengan pihak rektorat, namun, &nbsp;jawaban yang diterima selalu sama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;S</span><span>udah sering kami bolak-balik untuk&nbsp;</span><span><em>sounding</em></span><span>&nbsp;akan hal itu, akan tetapi, hasilnya nihil dan tidak ada jawaban yang konkrit atau jawaban yang semestinya kami terima, malahan itu-itu saja alasannya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ingin tinggal diam, ia pun turut mendesak adanya profesionalitas dari pihak rektorat dalam menangani polemik dana anggaran UKM ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Pejabat kemarin harus profesional, harus bisa menangani hal ini, dan harus kita ketahui dari segi hukum atau keterlibatan sebuah organisasi, UKM dan BEM tidak ada sama sekali saling berkaitan,&rdquo; tegasnya.</span></p><div style="text-align: justify;">Sebelumnya, pada Jumat (10/3) lalu, awak <em>Sketsa&nbsp;</em>telah mencoba menghubungi Encik Akhmad Syaifudin selaku Mantan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta Ihsan Upiani selaku Menteri Advokasi BEM KM Unmul mengenai polemik dana anggaran UKM. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan kami tidak kunjung mendapat respons. <em><strong>(ali/srf/kya/sya/dre)</strong></em></div><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembang Api: Kesempatan Kedua untuk Para Pengakhir Diri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/kembang-api-kesempatan-kedua-untuk-para-pengakhir-diri/baca </link>
<guid> kembang-api-kesempatan-kedua-untuk-para-pengakhir-diri </guid>
<pubDate> Wed, 29 Mar 2023 10:19:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film komedi berbalut pesan mendalam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/kembang-api-kesempatan-kedua-untuk-para-pengakhir-diri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7QGKQzgSgq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kembang Api: Kesempatan Kedua untuk Para Pengakhir Diri</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Di antara gempuran film bergenre horor yang mengisi bioskop Tanah Air, Kembang Api muncul sebagai film non-horor yang dinantikan banyak orang. Kehadirannya bak oase bagi pecinta film Indonesia yang mulai jenuh dengan suguhan kisah horor yang mencekam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kembang Api yang rilis pada Kamis (2/3) lalu adalah film komedi tragedi yang diproduksi oleh Falcon Pictures dan disutradarai Herwin Novianto. Film ini merupakan adaptasi dari film Jepang dengan judul 3ft Ball and Soul (2017) hasil sutradara Yoshio Kato. Kedua film ini mengangkat isu yang sama, yakni bunuh diri dan batasan yang dimiliki manusia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tema&nbsp;</span><span><em>time loop</em>&nbsp;</span><span>dalam film ini mengangkat kisah empat orang yang tergabung dalam sebuah grup untuk melakukan sebuah perjanjian bunuh diri bersama. Meledakkan sebuah kembang api berskala besar di sebuah gubuk tengah hutan antah berantah menjadi rencana yang mereka sepakati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keempat tokoh datang dari usia dan latar belakang yang berbeda dan menyimpan masalah masing-masing. Fahmi (Donny Damara), mantan pengrajin kembang api yang dipecat usai gagal mengerjakan tugasnya dengan membawa hutang yang sangat besar. Raga (Ringgo Agus Rahman), dokter muda yang tak bisa mengabdi lagi setelah gagal menyelamatkan hidup pasiennya. Sukma (Marsha Timothy), seorang ibu yang kehilangan anak semata wayangnya dalam kecelakaan maut. Anggun (Hanggini), siswa SMA energik penuh senyum yang menyimpan luka begitu dalam akibat&nbsp;</span><span><em>bullying&nbsp;</em></span><span>yang diterimanya di sekolah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, sebuah keanehan terjadi. Tepat setelah kembang api diledakkan, mereka tidak mendapati nyawa mereka melayang melainkan kembali ke titik sebelum ledakan terjadi. Mereka lalu mulai bekerja sama untuk mencari tahu alasan kenapa mereka terjebak dalam perputaran waktu. Pada titik ini, mereka akhirnya menyadari time loop yang terjadi sebagai kesempatan mereka untuk mulai berkaca kembali atas keputusan mengakhiri hidup mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Urip Iku Urup: Hidup itu Harus Menyala</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal yang menjadi sorotan dalam film ini adalah tulisan yang terpampang di bola kembang api yang menjadi media bunuh diri.&nbsp;</span><span><em>Urip iku urup</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pesan itu diukir di atas mahakarya buatan Fahmi. Anggapannya adalah hidup itu harus menyala, maka hidup harus diakhiri dengan menyala-nyala pula. Begitu kontras dengan karakter-karakter yang keinginan untuk hidupnya sudah redup dengan&nbsp;</span><span><em>tone</em>&nbsp;</span><span>film yang begitu suram. Apalagi ketika tahu jika maksud sesungguhnya dari pesan itu adalah untuk tetap menjalani hidup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Rangga dan Sukma yang sedari awal terlihat jelas aura keputusasaannya, Fahmi tidak menganggap aksi bunuh dirinya sebagai sesuatu yang menyedihkan. Ia malah melakukannya seakan merayakan sesuatu, ditambah metode yang digunakan adalah meledakkan diri dengan sesuatu yang selalu dikaitkan dengan perayaan yang megah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Isu kesehatan mental yang kerap menghampiri</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika mengangkat soal bunuh diri, pembahasan terkait kesehatan mental kerap beriringan. Hal inilah yang sesungguhnya ingin film ini sampaikan. Di balik alasan seseorang yang berkeinginan untuk bunuh diri, selalu ada masalah yang begitu menekan hingga tak ada jalan lain selain pergi dari dunia untuk selamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keempat tokoh film ini memiliki alasannnya masing-masing. Fahmi yang terlilit utang, Rangga yang sudah kehilangan arahnya sebagai seorang dokter, lalu Sukma yang terjebak rasa bersalah dan duka yang mendalam setelah kehilangan anaknya, ada pula Anggun yang memilih mengakhiri hidupnya agar para perundungnya menyesal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, di dunia nyata masih banyak orang yang menyepelekan masalah dan batasan orang lain dengan menyebut diri mereka sebagai yang paling menderita. Masih banyak orang yang membanding-bandingkan masalah tanpa mengingat kapasitas orang lain dalam menerima tekanan itu berbeda. Hal ini pun digambarkan dengan baik dalam film ini melalui karakter Fahmi sebagai orang tua yang suka ikut campur masalah orang lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fahmi selalu mengomentari setiap masalah yang menjadi latar belakang tokoh lain untuk bunuh diri kemudian membandingkan dengan masalah miliknya. Seperti ketika Rangga menceritakan dirinya yang menyerah dengan pekerjaan dokternya, Fahmi membandingkan Rangga dengan putrinya dan menyebut Rangga bermental lemah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi sebagian penonton, adegan ini sangat mungkin akan menimbulkan perasaan kesal. Terlebih, bagi mereka yang telah mengalami perlakuan tersebut di dunia nyata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Time loop</em>&nbsp;</strong></span><span><strong>sebagai kesempatan kedua</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Time loop</em>&nbsp;</span><span>yang mereka rasakan akhirnya perlahan membawa mereka untuk berkaca akan keputusan mereka. Ketika sebelumnya mereka berpikir bunuh diri adalah satu-satunya jalan, akhirnya mereka mulai menyadari pilihan mereka sebenarnya salah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah mengulang waktu secara terus-menerus, Fahmi, Rangga, dan Sukma mulai sadar bahwa mereka masih bisa bangkit dari keterpurukan mereka.&nbsp;</span><span><em>Time loop</em>&nbsp;</span><span>yang mereka rasakan adalah sebuah kesempatan untuk memulai hidup baru yang lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini terjadi setelah ketiganya menyerah untuk meyakinkan Anggun untuk mundur karena kehadirannya yang menjadi penyebab kelompok itu terjebak dalam waktu yang terus berulang. Lalu bagaimana dengan Anggun? Remaja itu akhirnya mengikuti keputusan lainnya yang tidak jadi bunuh diri karena Anggun sebenarnya takut mati. Keberaniannya datang karena aksinya dilakukan beramai-ramai. Hingga ia menyadari kalau ia akan ditinggal dan menghadapi ketakutan terbesarnya sendirian, Anggun akhirnya mundur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film ini berhasil membawakan isu yang cukup sensitif dengan bungkusan yang sederhana, tetapi memiliki makna yang begitu dalam. Penggunaan latar yang hanya terbatas di gudang tempat mereka berkumpul membuat penonton bisa lebih fokus dalam memahami setiap karakternya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hanya saja, porsi dari cerita Anggun terasa begitu singkat padahal sosoknya sebagai karakter kunci. Seperti dikejar durasi, penyelesaian di akhir film juga terkesan buru-buru. Terlepas dari kekurangan tersebut, film ini tetap berhasil dalam membawakan tema yang cukup berani mengenai bunuh diri dan mental manusia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indonesia akhirnya dapat menciptakan film dengan konsep&nbsp;</span><span>time loop&nbsp;</span><span>yang apik. Meskipun adaptasi dari film yang sudah ada, tetapi membuktikan bahwa perfilman Indonesia mampu membuat film dengan konsep unik yang tidak horor melulu.</span></p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya film ini memberikan pesan, bahwa bunuh diri bukanlah satu-satunya jalan. Pemahaman mendalam tentang masalah yang dihadapi akan membawa kita ke arah bagaimana hidup dijalankan sesuai versi masing-masing. Bahkan jika hidup demi alasan yang kecil, hal itu sudah membawa kita ke langkah yang lebih baik. Karena di kehidupan nyata, konsep <em>time loop</em> itu tidak ada. <em><strong>(zrt/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Hari Film Nasional, Yuk, Tonton Lima Rekomendasi Film Karya Anak Bangsa Rilisan Tahun 2022 Berikut! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/sambut-hari-film-nasional-yuk-tonton-lima-rekomendasi-film-karya-anak-bangsa-rilisan-tahun-2022-berikut/baca </link>
<guid> sambut-hari-film-nasional-yuk-tonton-lima-rekomendasi-film-karya-anak-bangsa-rilisan-tahun-2022-berikut </guid>
<pubDate> Thu, 30 Mar 2023 12:20:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sederet film untuk menyambut hari film nasional 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/sambut-hari-film-nasional-yuk-tonton-lima-rekomendasi-film-karya-anak-bangsa-rilisan-tahun-2022-berikut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wip694WQc9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Hari Film Nasional, Yuk, Tonton Lima Rekomendasi Film Karya Anak Bangsa Rilisan Tahun 2022 Berikut!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Tahun 2022, industri perfilman Indonesia berhasil melahirkan sederet film berkualitas. Boleh dibilang, sinema Nusantara cukup progresif dari tahun ke tahun. Itu dapat dilihat dari sejumlah sineas tanah air yang mulai mencoba memasukkan eksperimen baru ke dalam film arahannya, sehingga &nbsp;konsep dan tema yang disuguhkan pun cukup unik dan tidak monoton.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di antara deretan film yang telah dirilis pada tahun lalu,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>merangkum lima rekomendasi film rilisan tahun 2022 yang layak untuk kamu tonton. Apa saja, ya?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Before, Now &amp; Then (Nana)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak bisa dimungkiri, industri perfilman Indonesia hingga kini masih didominasi oleh sineas laki-laki di balik layarnya. Kamila Andini adalah salah satu sutradara perempuan yang cukup aktif berperan dalam sinema tanah air akhir-akhir ini. Setelah sukses merilis Yuni pada 2021, ia kembali unjuk gigi dengan membawakan film dengan tema serupa, yakni perempuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah penayangan perdananya di Berlin International Film Festival, Before, Now &amp; Then (Nana) resmi dirilis di&nbsp;</span><span><em>platform</em></span><span><em>&nbsp;</em>Prime Video pada Agustus 2022 lalu. Kali ini, Kamila menyinggung soal budaya patriarki yang masih kental di Indonesia pada zaman dahulu kala. Film ini berkisah tentang kehidupan Nyai Nana sebagai seorang istri sekaligus ibu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekilas, kehidupan perempuan Sunda itu terlihat baik-baik saja, namun diam-diam, Nana masih menyimpan rahasia yang kelam. Tak bisa dimungkiri, ia masih merindukan suami lamanya yang telah menghilang entah ke mana.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum kamu menonton film ini, simak ulasan Before, Now &amp; Then oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>melalui tautan berikut:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">(baca: <a href="https://sketsaunmul.co/resensi/before-now-and-then-rahasia-di-balik-sanggul-rambut-nyai-nana/baca">Before, Now &amp; Then: Rahasia di Balik Sanggul Rambut Nyai Nana</a>)</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Gara-Gara Warisan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gara-Gara Warisan merupakan film garapan sutradara debutan Muhadkly Acho yang telah dirilis di&nbsp;</span><span><em>platform streaming</em></span><span>&nbsp;Disney Hotstar beberapa waktu lalu. Dari judulnya saja, penonton pasti bisa menebak apa premis utama dari film ini. Ya, film komedi drama ini mengisahkan tiga bersaudara, yaitu Adam, Laras, dan Dicky yang saling berebut untuk mendapatkan warisan dari ayahnya, Dahlan, yaitu sebuah&nbsp;</span><span><em>guest house</em>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dahlan pun akhirnya menantang ketiga anaknya itu untuk menentukan siapa yang paling pantas mendapatkan warisan. Tantangannya adalah, mereka harus bergantian mengurus&nbsp;</span><span><em>guest house</em></span><span>&nbsp;itu. Warisan tersebut akan jatuh di tangan orang yang paling kompeten selama menjalankan tantangan sang ayah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gara-Gara Warisan yang notabenenya merupakan film bertemakan keluarga turut membahas terkait permasalahan di kehidupan berkeluarga yang mungkin cukup&nbsp;</span><span>relate</span><span>&nbsp;dengan penonton, khususnya yang memiliki saudara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di film ini, Adam digambarkan sebagai anak sulung laki-laki yang dipenuhi oleh beragam tuntutan serta harus memikul beban ekspektasi orang tua yang tinggi. Ia pun harus rela mengalah pada adik-adiknya, terutama pada si bungsu. Tak hanya itu, sederet isu soal keluarga lainnya turut disuguhkan Muhadkly dalam film perdananya ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ngeri-Ngeri Sedap</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masih dalam genre komedi drama, Ngeri-Ngeri Sedap adalah deretan film berkualitas lainnya yang dirilis pada tahun 2022. Premis dari film ini pun cukup unik. Ngeri-Ngeri Sedap bercerita tentang pasutri berdarah Batak yang rindu berat dengan ketiga anak laki-lakinya yang berada di perantauan. Meskipun sudah dibujuk untuk pulang ke kampungnya, mereka tetap tak ingin kembali menengok tanah kelahirannya itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ingin mati kutu, ide gila pun muncul di benak Pak Domu. Ia bersama istrinya kemudian menyusun skenario bahwa mereka akan &ldquo;pura-pura bercerai&rdquo; dengan harapan ketiga anaknya itu akan pulang dan dapat menghadiri pesta adat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sepanjang film bergulir, penonton akan dibuat terbahak-bahak dengan adegan komedi yang konyol. Ketika mendekati akhir cerita, Bene Dion tak lupa memasukan adegan drama yang cukup emosional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Layaknya Gara-Gara Warisan, Ngeri-Ngeri Sedap turut menyinggung soal polemik yang sering kali ditemukan dalam kehidupan berkeluarga, seperti dominasi ayah dalam keluarga atau anak perempuan yang harus dituntut untuk menuruti semua perintah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ulasan Ngeri-Ngeri Sedap selengkapnya bisa kamu lihat melalui tautan berikut:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">(baca: <a href="https://sketsaunmul.co/resensi/ngeri-ngeri-sedap-konflik-generasi-anak-orang-tua-berbalut-budaya-batak/baca">Ngeri-ngeri Sedap: Konflik Generasi Anak-Orang Tua Berbalut Budaya Batak</a>)</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mencuri Raden Saleh</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah gempuran film bergenre horor yang mendominasi bioskop, Mencuri Raden Saleh seakan membawa angin segar bagi industri perfilman Indonesia. Konsep unik yang disuguhkan dari film besutan Angga Dwimas Sasongko ini pun menjadi daya tarik utama yang sukses memboyong lebih dari satu juta pasang mata untuk menyaksikannya ke layar lebar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ya, konsep&nbsp;</span><span><em>heist</em></span><span><em>&nbsp;</em>atau pencurian memang bukan hal yang baru di industri film Hollywood. Namun, konsep unik yang dikemas dalam Mencuri Raden Saleh ini boleh jadi yang pertama di sinema tanah air.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mencuri Raden Saleh mengisahkan petualangan komplotan pencuri dengan latar belakang yang berbeda satu sama lain, namun memiliki tujuan yang selaras dan saling melengkapi. Berbeda dari pencuri pada umumnya, komplotan yang satu ini diberi misi yang cukup gila. Mereka harus menukar lukisan terkenal yaitu Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh yang asli dengan lukisan yang palsu&mdash;buatan&nbsp;</span><span>forger&nbsp;</span><span>(pemalsu).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi kamu yang belum sempat menyaksikannya di layar lebar, jangan kuatir, karena Mencuri Raden Saleh telah dirilis di&nbsp;</span><span><em>platform</em></span><span><em>&nbsp;</em>Netflix sejak Januari lalu, lo! Jangan lupa segera berlangganan untuk menonton filmnya, ya!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Qodrat</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bicara soal film Indonesia, rasanya kurang afdol jika tidak membahas seputar film bergenre horor. Qodrat jadi salah satu di antara deretan film horor yang keluar di tahun 2022. Dibalut oleh nuansa religi, Qodrat adalah film yang cocok untuk ditonton di saat bulan suci Ramadan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada satu hal yang membuat film garapan Charles Gozali ini terlihat berbeda dari film horor lainnya. Bahkan, ada pula yang menyebut bahwa Qodrat adalah Constantine (2005) versi Indonesia. Memang, apa yang membuatnya berbeda dari film horor lainnya?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adegan aksi bela diri agaknya jarang kita temui ketika menyaksikan film bergenre horor. Seolah ingin tampil beda, Charles Gozali turut meracik Qodrat dengan suguhan adegan silat yang menjadikannya sebagai salah satu daya tarik tersendiri dari film ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsep seram yang disajikan dalam Qodrat tak seperti film horor kebanyakan. Biasanya, sosok hantu dengan perawakan menyeramkan menjadi elemen utama dari film tersebut, seperti katakanlah Pengabdi Setan 2: Communion yang menyuguhkan&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em></span><span><em>&nbsp;</em>di sepanjang film, atau Ivanna yang sempat meledak di pasar film Indonesia dengan menjadikan sosok hantu berkepala buntung sebagai tokoh utamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lantas, konsep seram seperti apa yang dibawakan Gozali dalam Qodrat? Untuk mengetahui jawabannya, silakan tonton sendiri melalui&nbsp;</span><span><em>platform streaming</em></span><span>&nbsp;Prime Video.</span></p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia kelima rekomendasi film Indonesia rilisan 2022 yang berhasil <em>Sketsa&nbsp;</em>rangkum untukmu. Film mana yang menarik perhatianmu? <em><strong>(dre/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masalah Pelik Suku Paser Balik: Kebun dan Hutan Dikuasai, Kini Hanya Bisa Pertahankan Tradisi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/masalah-pelik-suku-paser-balik-kebun-dan-hutan-dikuasai-kini-hanya-bisa-pertahankan-tradisi/baca </link>
<guid> masalah-pelik-suku-paser-balik-kebun-dan-hutan-dikuasai-kini-hanya-bisa-pertahankan-tradisi </guid>
<pubDate> Fri, 31 Mar 2023 02:02:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyempitan lahan adat di wilayah pembangunan IKN mengancam budaya serta kearifan lokal sirna. Ritual bersoyong salah satunya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/masalah-pelik-suku-paser-balik-kebun-dan-hutan-dikuasai-kini-hanya-bisa-pertahankan-tradisi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Cl4lGl9GdM.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Masalah Pelik Suku Paser Balik: Kebun dan Hutan Dikuasai, Kini Hanya Bisa Pertahankan Tradisi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA&nbsp;</span>&ndash; Terik matahari masuk melalui jendela rumah Syarak (60), Kepala Adat Paser Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Terpajang pas foto dirinya bersanding dengan Sultan Paser di ruang tamu. Menandakan dirinya orang penting.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarak dan masyarakat Paser Bumi Harapan tumbuh berdampingan dengan hutan, hutan layaknya nadi bagi kehidupan masyarakat Pulau Kalimantan. Hutan juga tengah menjadi wadah warga melakukan beragam aktivitas ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya, sehingga hutan menjadi ruang hidup bersama. Hutan menjadi awal peradaban suku Paser dan Balik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia dan masyarakat Suku Paser sudah lama bermata pencaharian dalam berkebun ataupun bertani di hutan. Pembukaan lahan sudah menjadi tradisi mereka sebagai masyarakat adat. Maka dari itu, ketika hendak membuka lahan, ritual untuk meminta izin dilakukan dengan bersoyong.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarak mulai melantunkan cerita-cerita mengenai kearifan lokal milik suku Paser Desa Harapan salah satunya yaitu ritual bersoyong. Bersoyong sendiri dipercaya untuk menyampaikan maksud dan tujuan atau niat hajat warga terhadap para leluhur, demi meminta keselamatan dan perlindungan di tempat hidup mereka. Tak hanya itu, bersoyong sebagai media mencari keberkahan dahulu kala juga dilakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut penjelasannya, para leluhurnya zaman dahulu melakukan bersoyong sebagai pengobatan. Tujuannya, leluhur berharap bersoyong dapat meredam kutukan jin. Bukan tanpa alasan, selain melalui pengobatan herbal, para leluhur juga mengandalkan pengobatan melalui ritual atau mantra-mantra.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ritual bersoyong ini berisi sesajian yang terdiri dari telur, beras kuning, tepung tawar, air, ayam, pisang dan lainnya. Semua jenis tumbuhan dan hewan itu diambil dari kebun adat mereka sebagai ciri khas, sebab isi sesajian tersebut mesti diambil dari tanah tempat mereka hidup.&nbsp;</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam ritual ini ada doa tersendiri dalam bahasa Paser dan Balik, ada tetua adat yang kerap dipanggil&nbsp;</span><span><em>mulung</em></span><span>&nbsp;(sesepuh adat) untuk menjalankan proses ritual ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setiap ada kegiatan besar maupun kecil, sudah kewajiban kami sebagai orang lokal untuk melaksanakan bersoyong. Termasuk untuk proses pembangunan IKN Nusantara ini seharusnya diadakan,&rdquo; tuturnya pada Sabtu (11/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarak tujuan Bersoyong terhadap hadirnya IKN ini ialah untuk memberikan maksud-maksud kebaikan dan mulia dimohonkan kepada sang penguasa untuk kesejahteraan penduduk sekitar dan para pemimpin daerah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut pengakuan Syarak, pada zaman dahulu ritual ini dilaksanakan menjadi agenda wajib tahunan. Namun dewasa ini, ritual itu digunakan untuk sarana mempertahankan lahan masyarakat adat. Dalam artian, ketika bersoyong dilestarikan dan bahan-bahan pokok kebutuhan bersoyong harus diambil dari hutan adat setempat, berarti harus ada kawasan adat yang dipertahankan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia bercerita bahwa selama hadirnya isu pembangunan IKN Nusantara, belum pernah dilaksanakan ritual Bersoyong dan itu jadi salah satu penyebab tenggelamnya budaya dari suku asli di sana. Sebab, pemerintah hanya berfokus pada pembangunan IKN dan tidak memperhatikan nasib masyarakat adat yang kaya akan kearifan lokalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarak menambahkan jika akulturasi agama ke wilayah adat menyebabkan ritual ini dianggap musyrik oleh orang lain.</span><span>&nbsp;</span><span>Dia menyayangkan anggapan itu. Para leluhur menjadikan ritual bersoyong ini untuk menghindarkan malapetaka di lingkungannya. Sebab ketika proses bersoyong, ia menganggap apa yang mereka berikan kepada leluhur, sama dengan apa yang mereka tuai nantinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap bahwa pemerintah bisa menaruh perhatian lebih untuk melestarikan ritual bersoyong ini. Pasalnya, ia telah berjuang untuk mempertaruhkan tradisi ini dengan tidak diketahui orang banyak karena ada unsur-unsur ketakutan stigmatisasi dari pendatang yang membawa agama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama ini, belum ada terpampang budaya kami. Keinginan kami tidak pernah diindahkan. Sering kali kami memohon kepada pemerintah, padahal siapapun yang datang kemari mesti menjelaskan tujuannya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarak takut kearifan lokal bersoyong ini kian hari akan memudar, apalagi akan ada migrasi berskala besar dengan latar belakang orang yang beragam</span><span>&nbsp;</span><span>masuk ke wilayahnya ketika IKN rampung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarak meyakini jika memang pemerintah tidak berkenan merawat budaya suku Paser ini, hanya pihak internal masyarakat adat yang akan mewariskan dan menjaganya dengan baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bersoyong ini upaya untuk bertahan dan perlindungan,&rdquo; rentetnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya di Desa Bumi Harapan, Ritual Bersoyong juga eksis di Suku Balik Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Suku Balik sendiri masih satu sub etnis dari Suku Paser dan memiliki budaya yang mirip.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/663b2db8dc4918cc22db4a2a3db7ff0eea352908.jpg" style="width: 790px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jubain (58), yang merupakan Kepala Adat Suku Balik Kelurahan Pemaluan ini turut bercerita mengenai ritual bersoyong. Pada Sabtu (11/3), ia didampingi pemangku adat banyak bercerita mengenai kondisi masyarakat adat di sana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cukup berbeda dengan Syarak. Berdasarkan pengakuan Jubain, ritual Bersoyong suku Balik kerap kali digunakan untuk membuka lahan ketika ingin berladang. Tujuannya untuk meminta keselamatan, hasil panen yang baik, dan agar membuahkan hasil yang baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Istilahnya untuk&nbsp;</span><span><em>tabe-</em><em>tabe</em></span><span>&nbsp;(permisi) sama penguasa hutan,&rdquo; ucapnya sembari menjelaskan &nbsp;bermacam-macam jenis ritual Bersoyong tergantung dari tujuan dilaksanakannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada satu elemen penting yang digunakan dalam ritual Bersoyong suku Balik, yaitu membakar kayu hutan atau &ldquo;<em>krembulu</em></span><span>&rdquo;&nbsp;</span><span>sebutan bagi masyarakat adat Balik terhadap kayu yang beraroma khas mirip kemenyan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jubain membeberkan, ritual ini bukan ritual wajib tahunan, namun dilaksanakan jika ada acara khusus atau ingin membuka lahan ketika berkebun saat musim tanam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persiapan dalam ritual Bersoyong ini biasanya harus mencari hari yang baik, memantau lokasi proses ritual untuk melihat kondisi kebun apakah bagus untuk berkebun atau tidak. Namun menurut sesepuh suku Balik, ada pula pantangan yang harus dihindari seperti lokasi tidak boleh ditumbuhi beberapa pohon tertentu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelahnya, ritual bersoyong dimulai sore hari dengan merintis (membersihkan kebun) sebagai tahap permulaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Uniknya, di Suku Balik, bersoyong juga kerap digunakan untuk kegiatan lain. Pada momen istri atau anak suku Balik yang hendak melahirkan misalnya. Tiga hari sebelum melahirkan, akan dibuat seperti &ldquo;jernang</span><span>&rdquo;&nbsp;</span><span>keranjang dari daun kelapa kemudian diisi pisang yang berjumlah ganjil, rokok, dan uang kemudian dihanyutkan di sungai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini boleh dikatakan kebiasaan atau adat istiadat karena ritual ini diharuskan. Sebab, ketika tidak dilaksanakan, si ibu sakit dan anaknya rewel,&rdquo; menurut pengalaman Jubain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua bahan-bahan dalam pelaksanaan ritual Bersoyong ini diambil dari hasil hutan masyarakat Suku Balik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelaku pelaksanaan ritual ini juga tidak bisa sembarangan dilaksanakan. Terutama pada saat bersoyong untuk keluarga yang hendak melahirkan. Bidan yang melahirkan keluarganya harus dari kampung dan berkenan untuk melaksanakan ritual bersoyong ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedangkan untuk Bersoyong dalam pembukaan lahan perkebunan, itu harus dilaksanakan oleh pemilik lahan secara langsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam ritual ini, dilaksanakan dengan beberapa rapalan doa tergantung dari jenis ritual yang dilaksanakan, baik dalam bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Balik agar doa sampai kepada leluhur yang ingin dituju.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jubain menyayangkan keterlibatan para anak muda suku Balik yang kurang menaruh perhatian terhadap bersoyong ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau lihat sekarang, saya tidak tahu apakah kami yang tidak diperhatikan (saat proses ritual) atau mereka yang tidak mau belajar dengan kita.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, Jubain melihat ini dikarenakan perbedaan generasi. Pada eranya muda dahulu, ia harus mematuhi berbagai aturan adat orang tua. Sementara saat ini, anak-anak suku Balik enggan untuk menaruh perhatian lebih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jubain khawatir ketika proses pembangunan IKN Nusantara perlahan mulai rampung dan banyak masyarakat luar bermukim di daerahnya. Sebab itu artinya, budaya serta kearifan lokal masyarakat suku Balik akan perlahan sirna.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami sangat takut, apalagi kehidupan orang sini hanya bertani dan kadang pulang sore, sedangkan orang sana (pendatang)&nbsp;</span><span><em>skill</em></span><span>-nya diatas rata-rata,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mau kami, dari pemerintah perlu menata pemukiman adat kami, orang-orang kami dibina. Karena menurut kami yang penting hanya pendidikan dan kesehatan,&rdquo; sambung Jubain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Asmin (52), Pemangku Suku Balik Kelurahan Pemaluan turut berharap pola hidup masyarakat adat tidak berubah drastis dengan hadirnya IKN. Sebab masyarakat lokal nantinya akan tergerus pola hidupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentang Bersoyong ini, pihaknya masih aktif melaksanakan ketika ada acara-acara tanam padi dan membuka lahan hutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semua itu ada cara dan aturannya, walaupun dengan hadirnya IKN, cara tradisi, hutan dan kebun adat hingga hukum adat tetap akan kami jalankan,&rdquo; sanggahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang menjadi perhatian Asmin, acara bersoyong besar atau bersoyong <em>besimong</em> belum pernah dilaksanakan di Suku Balik, sementara di suku lain seperti Paser Penajam dan Grogot telah dilaksanakan. Ia berharap pemerintah bisa melibatkan Suku Balik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan kami selama ini, kami lah yang terdekat dan terkena dampak dan kami lah yang bersoyong besimong di titik nol IKN Nusantara terlebih dahulu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bersoyong ini memang harus dilakukan, terlebih ketika meminta izin kepada leluhur di daerah IKN, bukan izin kepada pemerintah melainkan adat. Tujuannya agar pemerintah dalam pelaksanaan IKN tidak ada rintangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia bermaksud, ketika pemerintah hendak membangun IKN masyarakat Balik perlu terlibat untuk bersoyong agar mendapatkan izin dari leluhur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami lihat tiba-tiba kok ada cadangan istana presiden, kapan bersoyongnya sama penunggu di sini ini?&rdquo; rutuknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia takutkan kegiatan itu akan berdampak pada Suku Balik dan ke pemerintah sebab tidak mendapatkan izin leluhur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Belum ada perlindungan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak heran jika Syarak merasa kecewa dengan minimnya perhatian pemerintah. Menurut pengakuan Syarak, di Desa Bumi Harapan banyak sekali lahan masyarakat adat yang diambil alih lahannya oleh pemerintah demi mega proyek IKN Nusantara.</span></p><p><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/13151818/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/13151818/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/13151818' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"><iframe src="https://flo.uri.sh/visualisation/13151818/embed" title="Interactive or visual content" class="flourish-embed-iframe" frameborder="0" scrolling="no" style="width:100%;height:600px;" sandbox="allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation"></iframe></a><br></p><div style="width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;"><a href="http://<iframe src='https://flo.uri.sh/visualisation/13151818/embed' title='Interactive or visual content' class='flourish-embed-iframe' frameborder='0' scrolling='no' style='width:100%;height:600px;' sandbox='allow-same-origin allow-forms allow-scripts allow-downloads allow-popups allow-popups-to-escape-sandbox allow-top-navigation-by-user-activation'></iframe><div style='width:100%!;margin-top:4px!important;text-align:right!important;'><a class='flourish-credit' href='https://public.flourish.studio/visualisation/13151818/?utm_source=embed&amp;utm_campaign=visualisation/13151818' target='_top' style='text-decoration:none!important'><img alt='Made with Flourish' src='https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg' style='width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;'> </a></div>"></a><a class="flourish-credit" href="https://public.flourish.studio/visualisation/13151818/?utm_source=embed&utm_campaign=visualisation/13151818" style="text-decoration:none!important" target="_top"><img alt="Made with Flourish" src="https://public.flourish.studio/resources/made_with_flourish.svg" style="width:105px!important;height:16px!important;border:none!important;margin:0!important;">&nbsp;</a></div><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari data milik Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltim, wilayah IKN dibagi menjadi tiga kawasan yaitu; Kawasan IKN: 49.859 ha, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan 6.925 ha, Kawasan Perluasan IKN, 197.420 ha. Dari Total Kawasan IKN 252.204 ha, terdapat wilayah adat seluas 235.667 Ha yang harus dikorbankan untuk pembangunan IKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Termasuk rumah yang Syarak bangun dan tinggali saat ini terkena kawasan steril dari&nbsp;</span><span>Kawasan Inti Pusat Pemerintahan</span><span>&nbsp;(KIPP). &ldquo;Mungkin sebentar lagi saya pindah dari sini karena masuk dalam koordinat itu,&rdquo; tutur Syarak dengan nada sendu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarak mengaku bahwa sepertinya pemerintah sulit untuk memberikan lahan ganti rugi lantaran belum ada tanggapan apapun yang diterima. Ia juga beberapa kali berdiskusi, pemerintah hanya bisa menggantinya secara materiil berupa uang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Luas lahan yang diambil alih yaitu sebanyak dua hektare di kawasan rumahnya dan kebunnya seluas satu hektare. Selaku kepala adat, kini Syarak hanya bisa pasrah bekerja sama dengan pemerintah. Ia berharap ada kebijakan pemerintah untuk memposisikan mereka di tempat yang layak di kemudian hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat Paser dan Balik hidup di sana sejak turun-temurun. Namun hingga kini, belum ada pengakuan serta perlindungan hak-hak mereka, termasuk soal lahan. Belum ada regulasi yang jelas dari pemerintah daerah maupun pusat. Situasi dan kondisi ini jelas rawan bagi suku Paser dan Balik, terlebih di tengah wilayah adat mereka masuk dalam proyek IKN Nusantara.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e11293415584fb5d7a81f7f804596fbbf1b91f23.jpg" style="width: 790px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlihat pada peta indikatif sebaran wilayah adat yang disusun Forest Watch Indonesia (FWI), hampir 50 persen kawasan berwarna hijau yaitu kawasan potensi wilayah adat. Catatan AMAN menyebut, ada 21 komunitas adat di wilayah rencana pembangunan IKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada 19 komunitas adat di Penajam Paser Utara, sisanya di Kutai Kartanegara. Identifikasi mereka menunjukkan ada 11 komunitas adat di dalam zona inti pembangunan IKN. Kondisi ini menunjukkan kalau lokasi Nusantara bukanlah tanah kosong.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Negara sudah seharusnya menjamin hak konstitusional masyarakat adat sepanjang keberadaan mereka masih ada. Sayangnya, pembangunan IKN yang terus dikebut menandakan bahwa negara memiliki ambisi yang kuat untuk memindahkan IKN seperti candi tanpa memikirkan masyarakat adat selaku pemilik wilayah.</span></p><p><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2d5cb6fdd2e61dbd96432caefeb243278ee81b6b.jpg" style="width: 786px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Perlu Adanya Solusi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sri Murlianti (49), Sosiolog sekaligus pengajar Prodi Pembangunan Sosial Universitas Mulawarman yang mendalami&nbsp;</span><span><em>social safeguard</em></span><span>&nbsp;dalam pembangunan berbasis lahan; dan mitigasi sosial masyarakat adat dalam pembangunan berbasis lahan turut memberikan penjelasan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi melalui&nbsp;</span><span>WhatsApp</span><span>&nbsp;pada Rabu (15/3), ia menjelaskan banyak hal yang membuat masyarakat Balik belakangan jarang melakukan ritual bersoyong. Pertama, pengaruh masuknya Islam, yang memang menganggap ritual-ritual adat ini bertentangan dengan syariat Islam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, perlengkapan ritual yang sebagian besar bahan bakunya merupakan tumbuh-tumbuhan hutan, semakin sulit diperoleh. Kalaupun ada, lokasinya sangat jauh dari hutan adat untuk mendapatkannya, harus mencari ke arah hutan lindung yang sudah masuk ke perbatasan Kutai Barat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak seperti zaman dulu, ketika kebun-kebun dan ladang mereka belum di-</span><span><em>clearing</em></span><span>&nbsp;perusahaan dan diubah menjadi hutan monokultur, dulu kan tumbuh-tumbuhan &nbsp;perlengkapan ritual mudah didapat dan tak jauh dari pemukiman penduduk,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, adalah rasa minder yang terbentuk dari perjumpaan dengan budaya-budaya pendatang, baik para transmigran maupun orang-orang perusahaan membuat mereka yang merasa malu melakukan ritual-ritual ini. Menurut Sri, fatalnya memang tidak ada keberpihakan dan pembinaan yang serius dari pemerintah setempat di dalam melestarikan adat budaya suku Balik ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sri berpandangan bagaimana tradisi-tradisi adat ini tidak punah. Menurutnya, pengetahuan akan ritual-ritual tersebut harus dihidupkan kembali serta diajarkan ke generasi muda Balik yang memang belakangan kurang diajarkan adat istiadat mereka, karena situasi dari berbagai latar budaya lain yang masuk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Sri juga melihat beberapa tantangan yang tidak mudah, sebab masyarakat adat Balik hidup di bawah tekanan budaya dominan yang menganggap ritual-ritual lama ini syirik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harus dibangkitkan kembali pengetahuan-pengetahuan ritual lama yang sebenarnya merupakan kearifan lokal sebagai pola hidup berdampingan dengan alam, ini sebagai ritual adiluhung yang harus dibanggakan,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia meyakini itu akan menjadi tantangan sulit, tetapi usaha harus terus dilakukan agar masyarakat adat memiliki kebanggaan akan warisan kekayaan budaya lokal tanpa harus dilindas dogma agama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita bisa merasakan dengan jelas perasaan frustasi, marah, namun juga takut dan tak berdaya, karena sebagai minoritas kekuatan mereka menjadi sangat lemah, bahkan menjadi asing di tanah leluhur mereka sendiri,&rdquo; tandasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Christian N S, selaku Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) PPU menanggapi pertanyaan dari Masyarakat Adat Paser dan Balik. Ia membenarkan bahwa jika ritual Bersoyong tergerus dari peradaban, salah satu penyebabnya adalah minat remaja. Tak hanya itu, ada pula pergeseran nilai kepercayaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada upaya dari kita (Disbudpar) bahwa ini bukan dilihat dari unsur ritual maupun mistik kesukuan, tetapi Bersoyong in kami dari Disbudpar memberi pancingan bahwa ini bagian dari pengembangan seni budaya,&rdquo; sangkalnya saat ditemui di kantornya pada Rabu (15/3).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut pengakuan pria berusia 45 tahun itu, pihaknya juga telah mendukung kegiatan Bersoyong terutama dalam hal pelestariannya. Bahkan, ia merasa sudah banyak mengambil peran, walaupun kerap kali bersoyong masih digabung dari bagian ritual belian</span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka sudah mengadakan bersoyong dalam skala kabupaten. Namun, ia tak punya kuasa lebih sebab seni kultur dan budaya bersoyong itu muncul dari niat dan tujuan, apalagi Paser dan Balik memiliki unsur budaya tersendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang kita merevitalisasi untuk melestarikan kebudayaan Paser ini masih dalam tahap-bertahap. Memang seperti yang terlihat, masih di sekitar suku Paser Pematang atau yang lainnya, tidak menyentuh ke mereka (Paser Balik). Tapi upaya itu akan terus berkelanjutan apalagi mereka akan menjadi pilar di IKN nanti ke depannya,&rdquo; jawabnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Christian meluruskan jika masyarakat adat Balik punya niat untuk melaksanakan ritual bersoyong, Disbudpar dengan tangan terbuka menyambut baik untuk mendukung kegiatan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin kami nanti akan menjalankan komunikasi lebih lanjut lagi serta kami bisa terbuka ke Badan Otorita IKN Nusantara dan dari Jokowi memberi sinyal bahwa harus ada perhatian kepada suku lokal sebagai pemilik wilayah dari IKN,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kondisi seperti saat ini, dan dengan segala keterbatasan, Masyarakat Adat Paser dan Balik bertekad akan terus melestarikan budaya dan tradisi mereka. Orang-orang seperti Syarak tak punya kuasa lebih untuk memperingatkan para petinggi di negeri ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Jika memang pemerintah berkenan melestarikan budaya bersoyong kami, alangkah bahagianya masyarakat di sini,&rdquo; harap Syarak.</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold; text-align: justify;"><span><em>Liputan ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan. Karya ini merupakan hasil kegiatan &ldquo;Environmental Citizen Journalism Program 2023&rdquo; yang diselenggarakan oleh Forest Watch Indonesia (FWI) dan Mongabay Indonesia.</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tips Asupan Sehat yang Bantu Jaga Tubuhmu Tetap Bugar Selama Berpuasa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tips-asupan-sehat-yang-bantu-jaga-tubuhmu-tetap-bugar-selama-berpuasa/baca </link>
<guid> tips-asupan-sehat-yang-bantu-jaga-tubuhmu-tetap-bugar-selama-berpuasa </guid>
<pubDate> Sat, 01 Apr 2023 08:40:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pola makan sehat selama berpuasa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tips-asupan-sehat-yang-bantu-jaga-tubuhmu-tetap-bugar-selama-berpuasa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/u77989EN6r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tips Asupan Sehat yang Bantu Jaga Tubuhmu Tetap Bugar Selama Berpuasa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Menjaga asupan pola makan selama berpuasa menjadi hal yang penting agar tubuh tetap sehat. Meskipun harus menahan makan dan minum dari pagi hingga menjelang magrib, kamu tetap bisa menyiasati asupan makan saat sahur dan berbuka.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Asupan makanan yang sehat dengan gizi seimbang akan membantumu tetap berenergi selama berpuasa. Namun, ada pula makanan yang patut kamu hindari selama berpuasa, seperti makanan yang mengandung lemak berlebih dan tinggi gula.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lantas, seperti apa asupan makanan bergizi yang wajib dikonsumsi selama berpuasa? Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;rangkum tips pola makan yang sehat selama berpuasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Konsumsi Makanan yang Memiliki Nutrisi dan Vitamin</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat sahur, kamu dapat mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, ubi, dan roti gandum. Dengan porsi ideal, karbohidrat kompleks ini akan membuat tubuhmu merasakan kenyang dan dapat menyimpan energi lebih lama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kamu juga dapat menambah makanan sahurmu dengan makanan yang mengandung vitamin B dan C. Vitamin B dapat kamu temukan seperti di telur atau daging ayam. Sedangkan makanan yang mengandung vitamin C misalnya bayam dan brokoli.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat berbuka, kamu bisa memulainya dengan memakan kurma yang dapat membantu mengembalikan energi serta kadar gula dalam darah. Selain itu, disarankan pula untuk mengonsumsi buah-buahan yang memiliki kadar air tinggi seperti semangka. Selain karena segar untuk berbuka, semangka juga akan membantumu terhindar dari dehidrasi. Untuk melengkapi gizi, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan dengan vitamin A, D, E, dan K. Asupan tersebut dapat kamu penuhi dengan mengonsumsi wortel, makanan laut, dan alpukat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Cegah Dehidrasi dengan Minum Delapan Gelas</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebutuhan air saat berpuasa harus tetap terpenuhi. Kamu dapat menerapkan pola dua gelas air ketika sahur, dua gelas ketika berbuka, dan empat gelas ketika malam agar mencegah dehidrasi meskipun berpuasa selama belasan jam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Batasi Konsumsi Makanan Pedas dan Asam</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi penderita asam lambung, perlu adanya pembatasan mengonsumsi makanan pedas dan asam. Selain itu, perlu pula menghindari kopi dan soda yang dapat menjadi pemicu kambuhnya asam lambung.</span></p><p>Nah, itu tadi beberapa tips asupan makanan sehat yang bisa kamu coba selama berpuasa. Semoga ibadah puasamu selalu lancar, ya! <em><strong>(str/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asian Law Students’ Association FH Unmul: Dari Observer hingga Local Chapter Pertama di Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asian-law-students-association-fh-unmul-dari-observer-hingga-local-chapter-pertama-di-kalimantan/baca </link>
<guid> asian-law-students-association-fh-unmul-dari-observer-hingga-local-chapter-pertama-di-kalimantan </guid>
<pubDate> Sat, 01 Apr 2023 12:47:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Usai dua tahun penantian, Unmul ditetapkan sebagai Local Chapter ke-15 ALSA National Chapter Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asian-law-students-association-fh-unmul-dari-observer-hingga-local-chapter-pertama-di-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Rbr0JMIMmy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Asian Law Students’ Association FH Unmul: Dari Observer hingga Local Chapter Pertama di Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Seminar dan Musyawarah Nasional XXX ALSA di Universitas Indonesia pada tanggal 9 hingga 12 Maret 2023 lalu resmi menetapkan ALSA Unmul telah merampungkan masa <em>observership</em>-nya selama dua tahun terhitung sejak Maret 2021. Dengan ini, Unmul secara sah ditetapkan sebagai <em>local chapter</em> ALSA Indonesia yang ke-15. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh empat belas <em>local chapter</em> lainnya sebagai representasi dari beberapa universitas terkemuka di Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>ALSA sendiri merupakan singkatan dari&nbsp;</span><span>Asian Law Students&rsquo; Association</span><span>. ALSA adalah sebuah organisasi hukum yang menaungi mahasiswa-mahasiswa hukum di Asia. Guna mendapatkan keterangan lebih lanjut, awak&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>kemudian melawat ke Fakultas Hukum di jalan Sambaliung pada Kamis (30/3) untuk berbincang dengan Ketua ALSA FH Unmul, Muhammad Adjrin dan pembina ALSA yakni Dewi Atriani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Visi dari ALSA sendiri kan&nbsp;</span><span><em>to connecting law students among Asian</em></span><span>, mengekspansi dari perhimpunan mahasiswa hukum se-Asia. Makanya ALSA juga mempunyai forum di Thailand, Singapura, dan negara-negara Asia lainnya,&rdquo; jelas Adjrin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adjrin menjabarkan empat pilar dari ALSA yaitu berpola pikir global (</span><span><em>Internationally Minded</em>)</span><span>, bertanggung jawab secara sosial (</span><span><em>Socially Responsible</em>)</span><span>, berkomitmen secara akademik (</span><span><em>Academically Committed</em>)</span><span>, serta kecakapan dalam ilmu hukum (</span><span><em>Legally Skilled</em>).&nbsp;</span><span>Empat pilar inilah yang menjadi pondasi capaian-capaian ALSA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita (juga) punya aturan untuk non-profit terhadap politik atau terbebas dari interpretasi politik dan&nbsp;</span><span><em>interest</em></span><span>&nbsp;dari pihak eksternal. Karena kita berdiri independen untuk jalanin empat pilar itu,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan ALSA juga tak bisa dibilang mudah, Adjrin sebut, butuh waktu setidaknya tiga tahun dari awal mendaftar hingga akhirnya terbentuk. Hal tersebut terhitung sejak masa kepengurusan pertama sampai masa kepengurusan yang saat ini ia pimpin. Untuk menjadi</span><span>&nbsp;<em>local chapter</em></span><span>, ia mengakui adanya sistem yang sangat kompetitif dan rumit, dimulai dari tahapan&nbsp;</span><span><em>observer</em>&nbsp;</span><span>atau pelatihan selama dua tahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebelum kita masuk ke&nbsp;</span><span><em>observer</em></span><span>&nbsp;itu ada seleksi awalnya dan bersaing dengan universitas lain untuk mendapatkan tiket di ALSA Indonesia. Kita ada persaingan dari Universitas Sumatera Utara, Universitas di Makassar, mungkin ada &nbsp;empat saat itu yang mendaftar sebagai bagian dari ALSA di 2020,&rdquo; terang Adjrin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah proses seleksi berkas yang ketat, akhirnya Unmul pada 21 Maret 2021 di Palembang, ditetapkan lolos sebagai&nbsp;</span><span><em>observer</em>&nbsp;</span><span>bersama dengan Universitas Bengkulu. Setelah itu, proses sebagai <em>observer</em> dijalankan hingga dua tahun terhitung sejak 2021 agar dapat dipantau dan bisa menyesuaikan eksistensi&nbsp;</span><span><em>local chapter</em></span><span>&nbsp;ALSA di seluruh Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal keuntungan yang didapat dengan bergabung menjadi bagian ALSA, Adjrin mengungkapkan bahwa ALSA merupakan badan hukum yang terdaftar, sehingga dianggap punya suara untuk berargumen di tingkat internasional. Selain itu, adanya karier yang terkoneksi dari perhimpunan mahasiswa hukum ini juga membuka peluang magang di perusahaan-perusahaan ternama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai&nbsp;</span><span><em>local chapter</em></span><span>&nbsp;pertama dan atensi dari forum hukum Asia pertama di Kalimantan, Adjrin berkomitmen dan mempunyai keinginan untuk tak berpuas diri. Pasalnya, ia bertekad untuk dapat mengharumkan nama Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ke depannya, aku memang berkomitmen sebagai&nbsp;</span><span><em>director</em></span><span>&nbsp;mengambil acara internasional dari ALSA Indonesia. Menjadi tuan rumah di Kalimantan Timur untuk acara nasional maupun internasional,&rdquo; pungkas Adjrin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama halnya dengan pembina ALSA, Dewi Atriani mengaku berbangga dengan pencapaian ALSA kali ini. Terlebih, sebelum dirinya bergabung, mahasiswa ALSA harus bersusah payah berjuang secara mandiri tanpa arahan seorang pembina.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu tidak mudah karena mengurus (segala hal) sendiri, apa-apa sendiri tanpa pembina, (yang notabenenya) tempat untuk bertanya, tempat untuk konsultasi. Jadi mereka mengusahakan, bekerja keras dari awal, jadi ketika sekarang mereka berhasil mendapatkan yang mereka inginkan, menjadi&nbsp;</span><span>local chapter</span><span>&nbsp;pertama di Kalimantan, itu sebagai pembina saya bangga dengan mereka,&rdquo; tuturnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Nur Arifudin, Wakil Dekan bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FH Unmul mengamanahkan Dewi untuk menjadi pembina ALSA. Berangkat dari hal ini, Adjrin kemudian bergegas menemui Dewi dan memintanya untuk menjadi pembina. Tak berpikir panjang, Dewi pun dengan senang hati menerima permintaan tersebut. Sebab menurutnya, ALSA yang telah mengantongi potensi ini penting untuk difasilitasi dan diberi dukungan lebih lanjut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski semasa kuliah dirinya tak terlibat secara langsung di ALSA, masa-masa menempuh pendidikan S-1 dan S-2 di Universitas Gadjah Mada cukup membuat Dewi paham ruang lingkup kerja organisasi tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadi bekalnya untuk memberikan arahan selama membina ALSA di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ketika mereka meminta kesediaan saya untuk jadi pembina, pertama kali yang saya pesankan adalah komunikasi. Karena sekarang kalian tidak berjalan sendiri. Kalian punya sumber daya yang baik. Kalian punya dukungan dari fakultas, dari dosen. (Silakan) dimanfaatkan. Jangan bergerak sendiri.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Dewi &nbsp;berpesan agar setelah ini para anggota ALSA tidak hanya diam dan berpuas diri. Harapnya, capaian ALSA di Unmul sebagai&nbsp;</span><span>local chapter&nbsp;</span><span>pertama di Kalimantan dapat memantik semangat rekan-rekan mahasiswa lain untuk mau belajar bersama meningkatkan kemampuan yang dimiliki.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Harapannya) agar ALSA menjadi motivasi untuk organisasi-organisasi lain. Target itu bisa terus dikejar. Untuk mahasiswa yang belum berorganisasi pun jangan berhenti. Bisa ikut organisasi. Bisa meningkatkan dengan lomba atau kreativitas. Jadi jangan membatasi diri. Karena masa muda, masa kuliah itu, tidak bisa diulang kembali,&rdquo; pesannya singkat.&nbsp;</span><span><strong>(<em>ord/myy/snr/lav/ems</em>)</strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bus Jam 6 Pagi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bus-jam-6-pagi/baca </link>
<guid> bus-jam-6-pagi </guid>
<pubDate> Mon, 03 Apr 2023 11:24:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kenapa hari ini sepi? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bus-jam-6-pagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YHsn7y3OpL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bus Jam 6 Pagi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sunyi.</span></p><p style="text-align: justify;">Itu lah keadaan halte bus pagi ini. Biasanya, ketika aku keluar dari gang rumahku yang berjarak beberapa meter, aku akan melihat kumpulan orang yang juga menunggu bus. Aku biasanya akan menyapa orang yang kukenal secara tak sengaja di halte ini. Nenek penjual kue yang akan ke pasar, paman yang akan berangkat ke kantor, atau penumpang-penumpang lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Tapi tidak dengan hari ini. Aku sepertinya menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di sini. Apakah aku datang terlalu awal? Kulirik jam tanganku. Kulihat jarum jam menunjukkan pukul 06.45 pagi, itu waktu yang tepat untuk menunggu bus datang. Mungkin beberapa saat lagi ada orang lain yang akan datang ke halte ini dan ikut menunggu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku memutuskan untuk duduk di ujung kursi panjang yang tersedia sembari menunggu bus datang menjemputku. Ah, aku jadi ingat percakapan pagi lalu dengan paman yang bekerja di kantor di kursi ini. Katanya, dia belum berjumpa dengan teman sekantor yang biasa menunggu bersamanya di halte ini dari lusa lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terakhir kali aku melihatnya ketika aku sedang menjemur pakaian, masih satu jam lebih sebelum jadwal bus tiba dia sudah ke halte lebih dulu. Katanya, hanya iseng ingin mendahuluiku. Huh, dia pikir kita sedang berlomba.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Setelah percakapan itu, paman tidak dapat menemukan temannya di kantor atau dimana pun. Bahkan, dia tidak dapat menghubungi telepon temannya itu. &quot;Ah, sudahlah,&quot; kata paman, &quot;dia mungkin sedang bolos dan hari itu dia pergi pulang ke rumah ibunya di kampung. Kudengar &nbsp;beliau sedang sakit.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Kembali aku melirik jam tangan yang berada di tangan kananku, pukul 06.58. Wah, sebentar lagi bus akan tiba. Anehnya, belum ada calon penumpang lain di sini. Aku jadi bimbang. Apa jangan-jangan aku salah hari? Ini hari libur? Tentu tidak. Aku telah memastikannya ketika aku melihat kalender tadi pagi. Aku jelas mengingat tanggal yang kulingkari untuk ulangan matematika adalah hari ini. Aku sampai begadang untuk mempersiapkannya.</p><p style="text-align: justify;">Belum berhenti aku berpikir, bus yang biasa menjemputku sudah tiba di depanku. Aku menghela napas lega, aku tidak salah jam ataupun hari. Mungkin ada bus baru yang sudah mengangkut penumpang lain selain aku. Atau, kemungkinan mereka libur naik bus hari ini, beramai-ramai. Haha.</p><p style="text-align: justify;">Belum genap aku berdiri, kulihat dari arah belakang bus ada seseorang dengan jaket hitam yang menutup hingga kepala. Ia berjalan cepat dan menaiki bus itu. Aku tidak begitu jelas melihat wajahnya karena tertutup <em>hoodie</em> dari jaketnya. Dari mana dia datang? Aku pun ikut menaiki bus itu. Tepat ketika kakiku berdiri sempurna di atas bus, kendaraan itu bergerak. Huh? Tumben sopir busnya buru-buru. Bukannya dia harus menunggu sebentar untuk penumpang lain? Dan juga, di dalam bus ini penumpangnya hanya ada aku dan orang dengan jaket hitam itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Walau sedikit heran, aku mencoba untuk tidak mempedulikan hal itu. Setidaknya, aku tidak seorang diri di dalam bus ini. Aku mengalihkan pikiranku dan duduk di kursi bagian paling belakang. Jalanan yang kulihat sekilas dari jendela di sebelahku terlihat lengang, matahari dari arah timur sedang menguning. Betapa indahnya pagi ini dilengkapi dengan sinar matahari pagi.</p><p style="text-align: justify;">Tunggu dulu. Lagi-lagi aku melihat jam tanganku, pukul 07.02? <em>Hmm</em>. tidak ada yang salah dengan itu. Aku melirik ke sisi depan. Pak supir sepertinya sedang tidak <em>mood</em>. Biasanya dia akan memutar lagu favoritnya yang sama sekali bukan selera anak muda sepertiku. Atau radionya sedang rusak.</p><p style="text-align: justify;">Tunggu dulu. Aku baru menyadari, lagi. Kenapa bus ini berbelok ke kanan? Harusnya bus ini lurus menuju arah pasar, kemudian akan melewati sekolahku, jalan lurus. Apakah aku salah naik bus? Aduh. Nasibku pagi ini sungguh sial. Sesungguhnya aku hapal <em>bet</em> bus yang datang jam 07.00 pagi ini harusnya rute jalannya menuju arah sekolahku. Bus ini tentu aku tidak mungkin salah mengenalnya.</p><p style="text-align: justify;">Kurasa lebih baik aku bertanya saja kepada pak supir. Aku berjalan menuju pak supir, melewati kursi-kursi kosong tanpa penumpang. Kecuali barisan ketiga, orang dengan jaket hitam yang kini kepalanya disandarkan di jendela.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pak, kalau saya mau ke sekolah A, saya salah bus ya?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ada jeda beberapa saat sebelum sopir itu menoleh perlahan ke arahku. Tatapannya datar. Aku terkejut karena dia bukan pak sopir yang biasanya membawa bus langgananku. Belum sempat aku mencerna, tiba-tiba saja pak sopir itu tersenyum. Sangat lebar sampai terlihat mengerikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu ada di bus yang tepat, tenang saja,&quot; ucapnya lirih.</p><p style="text-align: justify;">Bukannya tenang aku malah menjadi takut. Nada suaranya membuat bulu kuduk berdiri. Suasana berubah menjadi sunyi dan menegangkan. Aku melihat ke arah jalan, dan aku sudah tidak mengenali wilayah ini dengan letak bangunannya yang berjarak antara satu dengan yang lain dan sebagainya adalah hutan. Kembali kulihat pak supir itu, dia masih menatapku dengan senyum mengerikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berbaliklah dengan tenang jika ingin cepat sampai ke tujuanmu,&rdquo; perlahan kepalanya kembali menghadap ke arah depan. Rupanya dia memintaku untuk kembali duduk.</p><p style="text-align: justify;">Lagi-lagi aku bergidik. Dengan cepat aku &nbsp;berbalik dengan niat kembali ke kursi belakang. Namun, langkahku terhenti tepat setelah melihat orang dengan jaket hitam itu kini telah berdiri di lorong bus. Wajahnya tertunduk. Aku tak bisa melihat jelas wajahnya karena tertutup dengan rambutnya yang panjang dan berantakan. Perasaanku tidak enak melihat tangannya yang dia sembunyikan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Deg</em>. Wajahnya terangkat cepat. Dia seorang pria. Tapi yang mengejutkanku adalah ekspresi wajahnya yang sama dengan pak sopir tadi. Senyum lebar yang mengerikan. Aku tidak mengerti kenapa dia melakukan itu juga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu mau ke tempat tujuanmu, kan?&quot; ucapnya sambil menunjukkan apa yang ada di kedua tangannya. Dua pasang pisau yang tampak tajam mengkilat. Dia berlari ke arahku sambil mengarahkan benda tajam itu ke arahku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mari kuantarkan!&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku berbalik panik ingin melarikan diri entah kemana. Namun, terlambat. Terakhir kali yang kurasakan adalah sesuatu menembus punggungku dan semua gelap.</p><p style="text-align: justify;">Sial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kenapa baru sekarang aku ingat. Jam tanganku rusak tadi pagi dan aku lupa menyetelnya ulang.</p><p style="text-align: justify;">*****</p><p style="text-align: justify;">Sunyi.</p><p style="text-align: justify;">Seorang pria dewasa berpenampilan kantoran tengah duduk di halte bus. Waktu menunjukkan pukul 05.55 pagi. Hari ini dia bangun terlalu pagi, jadi dia memutuskan untuk menunggu bus lebih awal saja. Dia merogoh kantong bajunya dan menemukan sebungkus coklat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ah, akan kuberikan saja pada anak sekolahan itu. Semoga saja hari ini dia akan menunggu bus di sini. Kemarin dia kemana, ya?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Sebuah bus berhenti di depannya. Ah, bus itu lagi. Pria itu sedikit heran, sejak kapan bus ini datang lebih awal? Mungkin ini adalah bus baru, pikirnya. Tak berpikir panjang dia akhirnya menaiki bus itu diikuti dengan seseorang dengan wajah yang tertutup jaket.</p><p style="text-align: justify;">Dan bus pun berjalan menuju tujuannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ditulis oleh Siti Mu&rsquo;ayyadah, mahasiswi Sastra Inggris, FIB 2022.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tuangkan Keresahan Menyoal Malaria, Karya Jurnalistik LPM Sketsa Unmul Jadi Pemenang Utama Kompetisi Menulis Uni Eropa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tuangkan-keresahan-menyoal-malaria-karya-jurnalistik-lpm-sketsa-unmul-jadi-pemenang-utama-kompetisi-menulis-uni-eropa/baca </link>
<guid> tuangkan-keresahan-menyoal-malaria-karya-jurnalistik-lpm-sketsa-unmul-jadi-pemenang-utama-kompetisi-menulis-uni-eropa </guid>
<pubDate> Tue, 04 Apr 2023 13:33:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Capaian prestasi karya jurnalistik LPM Sketsa Unmul dalam EU4Wartawan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tuangkan-keresahan-menyoal-malaria-karya-jurnalistik-lpm-sketsa-unmul-jadi-pemenang-utama-kompetisi-menulis-uni-eropa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WPmMWoOUAx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tuangkan Keresahan Menyoal Malaria, Karya Jurnalistik LPM Sketsa Unmul Jadi Pemenang Utama Kompetisi Menulis Uni Eropa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kamis (23/3) lalu, salah satu karya jurnalistik LPM Sketsa Unmul berhasil menjadi pemenang utama kategori mahasiswa pada kompetisi EU4Wartawan 2022. Ajang tersebut merupakan sebuah kompetisi penulisan jurnalistik yang dihelat oleh Delegation of The European Union to Indonesia (Uni Eropa) yang bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Project Multatuli.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karya milik M. Razil Fauzan yang bertajuk &quot;Belenggu Malaria Membayangi Calon Warga IKN&rdquo; disebut-sebut berhasil kalahkan 152 artikel milik peserta lain yang berkompetisi di kategori yang sama. Kabar gembira tersebut diumumkan bertepatan dengan Hari Meteorologi Sedunia dalam rangka menyoroti pentingnya dampak perubahan iklim terhadap manusia dan planet bumi.</span></p><p><span>(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/belenggu-malaria-membayangi-calon-warga-ikn/baca">Belenggu Malaria Membayangi Calon Warga IKN</a>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada Jumat (24/3) kemarin, Fauzan berkesempatan untuk membagikan kisahnya selama menggarap karya jurnalistik yang dilombakan itu. Kompetisi EU4Wartawan bukan kali pertama dirinya keluar sebagai juara. Sejumlah kompetisi lain seperti Fellowship Sejuk, Jurnalisme Data, hingga Environmental Citizen Journalism Program (ECJP) pun berhasil ia taklukkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Umum LPM Sketsa Unmul periode 2021/2022 itu mengungkap, ide awal penggarapan liputan tersebut semula berawal dari produk jurnalisme data yang telah diterbitkan sejak tahun lalu di laman milik&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>.</span><span>&nbsp;Keresahan mengenai kasus malaria di daerah asalnya, Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya mantap ia tuangkan di kesempatan tersebut. Lewat tulisannya ia berharap, masyarakat lokal yang nantinya menopang sistem kehidupan di IKN akan memperoleh perhatian lebih menyoal polemik malaria yang hingga kini tak kunjung usai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ya, itu pasti berangkat dari keresahan, karena kita tahu bahwa kalau teman-teman baca itu beritanya, &lsquo;kan, kasus malaria di Penajam Paser Utara itu sudah menjadi polemik menahun dan dari pemerintah sendiri ibaratnya tuh gagal buat menyelesaikan masalah itu,&rdquo; terang Fauzan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai informasi, liputan yang dimenangkan Fauzan pada kompetisi EU4Wartawan kali ini merupakan hasil dari hibah liputan ketika dirinya mengikuti pelatihan Jurnalisme Data bersama AJI Indonesia di tahun 2022. Pendanaan liputan yang berasal dari USAID dan Internews kala itu digunakannya untuk melakukan liputan investigasi berbasis data.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Proses peliputan yang Fauzan jalani tak selalu berjalan mulus. Pencarian data pendukung yang sulit ditemukan turut ia keluhkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kemarin saya sempat kesulitan untuk mencari data di&nbsp;</span><span><em>open source</em>.</span><span>&nbsp;Jadi, sempat ada upaya untuk menghubungi penyedia data seperti dari Kemenkes, kemudian ke&nbsp;</span><span><em>scope</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang lebih kecil, yaitu ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur untuk menanyakan data kasus malaria yang ada di Penajam Paser Utara,&quot; keluhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun dirinya telah mencoba upaya tersebut, Fauzan tak kunjung menemui titik terang. Tak tinggal diam, ia pun berusaha menelusuri lebih dalam untuk menemukan data pendukung ketika berselancar di internet. Alhasil, dirinya berakhir dengan harus mengolah data mentah sendiri hingga pada akhirnya berhasil divisualisasikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karya yang berhasil menempatkan dirinya di podium teratas pada kompetisi EU4Wartawan itu tentunya bukan jadi karya terakhir yang ia hasilkan. Fauzan mengungkap, bahwa dirinya tengah berencana untuk mengajukan liputan mengenai masalah krisis iklim sebagai rencana tindak lanjut memenangkan kompetisi EU4Wartawan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya bocorin dikit, judulnya Laut Jadi Ancaman Nelayan demi Menopang IKN Nusantara,&quot; ungkap Fauzan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harap Fauzan, pihak universitas dapat mempertimbangan kembali mengenai kesetaraan antara&nbsp;</span><span><em>fellowship</em></span><span><em>&nbsp;</em>dengan perlombaan kemahasiswaan lainnya. Selain itu, ia berharap agar pemerintah dapat mempermudah proses penyediaan data sehingga dapat membantu para jurnalis maupun pers mahasiswa untuk melakukan liputan investigasi berbasis data.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi pernyataan tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>kemudian mencoba mewawancarai Wawan selaku Kasub MPI dan Alumni Unmul pada Sabtu (25/3) lalu. Ia mengatakan bahwa mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan atau perlombaan dapat melakukan laporan ke pihak universitas agar dapat dipantau dan diberikan dukungan terkait kegiatan kemahasiswaan yang akan diikuti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Mahasiswa yang berprestasi tersebut dipersilahkan nanti untuk melapor ke Sub Koor MPI dan Alumni untuk kami data dan kami laporkan ke WR III sebagai pelaporan hasil atau prestasinya,&quot; jelas Wawan ketika dimintai keterangannya secara daring lewat pesan WhatsApp.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Wawan turut menyampaikan bahwa ke depan, pihak universitas berencana melakukan sosialisasi informasi kegiatan kemahasiswaan yang bersifat internal hingga eksternal untuk dapat mengharumkan almamater Unmul agar lebih terkoordinasi.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemungkinan kalau memang dianggarkan oleh institusi (terkait dukungan perlombaan), akan kita <em>follow</em>-<em>up&nbsp;</em>sesuai kemampuan pendanaan institusi,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(nkh/srf/ali/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Angan Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/angan-malam/baca </link>
<guid> angan-malam </guid>
<pubDate> Wed, 05 Apr 2023 11:19:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Untuk kita, yang tak lagi mungkin saling menatap </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/angan-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Nt3Hnln4Wd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Angan Malam</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="">Di kaki langit malam,</p><p dir="ltr" style=""><span>Tepat di bawah kerlap bintang kelam,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Adakah sosokmu menjelma di sana?</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Bertemankan cengkerama muram,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Dalam redupnya cahaya bulan temaram,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Adakah pantulan kehangatanmu disana?</span></p><p><br></p><p dir="ltr" style=""><span>Hadirmu yang tak lagi terisi,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Tuturanmu yang kini sunyi,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Betapa cepat kau menjadi hanya sekadar angan?</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Kita yang tak lagi terpatri,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Pada waktu yang kian meniti,</span></p><p dir="ltr" style="">Sudikah kau tampak walau hanya sekadar bayangan?<br><br><em><strong>Ditulis oleh March&eacute;.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tolak UU Cipta Kerja, Aliansi Mahakam Sambangi Kantor DPRD Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-uu-cipta-kerja-aliansi-mahakam-sambangi-kantor-dprd-kaltim/baca </link>
<guid> tolak-uu-cipta-kerja-aliansi-mahakam-sambangi-kantor-dprd-kaltim </guid>
<pubDate> Fri, 07 Apr 2023 12:29:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Aliansi Mahakam menolak UU Cipta Kerja </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-uu-cipta-kerja-aliansi-mahakam-sambangi-kantor-dprd-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AeG2O9rCfB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tolak UU Cipta Kerja, Aliansi Mahakam Sambangi Kantor DPRD Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kamis (6/4) kemarin, ratusan massa aksi yang tergabung ke dalam Aliansi Mahakam menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kaltim. Setidaknya terdapat 26 organisasi yang terdiri dari organisasi dan lembaga intra maupun ekstra kampus.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hujan baru saja reda ketika mereka tiba di titik kumpul, Islamic Center. Mendekati pukul tiga sore, para demonstran aksi &ldquo;Tolak dan Cabut UU Cipta Kerja&rdquo; terpantau baru bergerak menuju Karang Paci, titik utama lokasi unjuk rasa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda sore itu diisi dengan berbagai orasi politik dan pembagian&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>&nbsp;yang isinya berupa pemaparan dari hasil kajian tuntutan. Memasuki waktu asar, demonstran beristirahat</span><span>&nbsp;</span><span>sejenak. Sebagian dari mereka meninggalkan lokasi menuju masjid terdekat untuk menunaikan salat. Sedang sebagian lainnya, terlihat menunaikan salat asar di lokasi aksi.</span></p><p><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/4gHYSUNDX1BST0ZJTEUAAQEAAAHIAAAAAAQwAABtbnRyUkdCIFhZWiAAAAAAAAAAAAAAAABhY3NwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAQAA9tYAAQAAAADTLQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAlkZXNjAAAA8AAAACRyWFlaAAABFAAAABRnWFlaAAABKAAAABRiWFlaAAABPAAAABR3dHB0AAABUAAAABRyVFJDAAABZAAAAChnVFJDAAABZAAAAChiVFJDAAABZAAAAChjcHJ0AAABjAAAADxtbHVjAAAAAAAAAAEAAAAMZW5VUwAAAAgAAAAcAHMAUgBHAEJYWVogAAAAAAAAb6IAADj1AAADkFhZWiAAAAAAAABimQAAt4UAABjaWFlaIAAAAAAAACSgAAAPhAAAts9YWVogAAAAAAAA9tYAAQAAAADTLXBhcmEAAAAAAAQAAAACZmYAAPKnAAANWQAAE9AAAApbAAAAAAAAAABtbHVjAAAAAAAAAAEAAAAMZW5VUwAAACAAAAAcAEcAbwBvAGcAbABlACAASQBuAGMALgAgADIAMAAxADb/2wBDAAMCAgICAgMCAgIDAwMDBAYEBAQEBAgGBgUGCQgKCgkICQkKDA8MCgsOCwkJDRENDg8QEBEQCgwSExIQEw8QEBD/2wBDAQMDAwQDBAgEBAgQCwkLEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBD/wAARCAQmBkADASIAAhEBAxEB/8QAHQAAAAcBAQEAAAAAAAAAAAAAAgMEBQYHCAEACf/EAFcQAAEDAwMCBAQEBAMGAwMCFwECAwQABREGEiExQQcTUWEIFCJxMoGRoRUjQrFSwdEWJDNi4fBDcoIJNJKisvEXJVNjwkQYJnODk9I1NkWEs+JUVmRl/8QAHAEAAgMBAQEBAAAAAAAAAAAAAAECAwQFBgcI/8QAPREAAgIBBAEDAgQEBQMEAgIDAAECEQMEEiExQQUTUSJhBhQycSOBkaFCscHR8BUz4QckUvEWQ1NigjRy/9oADAMBAAIRAxEAPwA6H46+IzATi6NOeymE0+wviI8QGh9YgO/doj/OqhbcbHO+ljLqcdUnntXnXr9VHqTPT/kdM+4ovKD8Tmqm8fMWaE5j/CtQp9h/FNd+PN00zj/lkH/Ss+MrR2A6UvaWkj+3tUX6zrI8KQR9K0knzE0fF+KrbjztMOc/4Hx/mKe4PxWWU4+asM5H/lUlX+dZgaKeAB+9KEbeueaS/EGsi+Wn/IJeiaR+H/U1jG+KjRRI86LcGh6loH+xp2Y+IfQF5UiMzOdQpf0/zGinB96x2TjJ2570mVIW2rKFYI6YPNasP4izt/WkzJk9CwL9LZ9EPD26w5tjDbD6Fht1YTg9U54NZ6+PZhLnhelwDOy4Mn+4qqtHeKup9KPIcizXCkdt2cilPjh4rTfFnQh00/bS3LTIbeDoP0qCe2PWuzD1fT5423TOXk9Lz4pfSrRj+5rB2J2gAJHak7BVuTg9D27U7XuzToCtkiOpBHXKePypraTtOVAjFascoyVx5M0ouLpmsvg7kkagip/+zI4/Ovo4kZA+1fM/4RJQb1PHGc5eQf3FfTJsZQkjukV0da7jB/b/AGMsf1M4B2r3ND245rxH9q59liAVzAPXmhEVzvTHQnMCIZKZfkJ85A2heOcelHGhdK4rvUrb7I0M7533dsf4Ek/tWS/iAfkK8U0OsrI8ltvKPX6jn9q1swPMurznZDeP1rLvxBQUu6/Q60ML8tOTj3NPI9qTHjVujSHhosr0ZbVE9Wh/apRmov4ap26MtqT2ZT/YVJ8e9E+ZMUehq1MpAtbyFqA3JxzS21hQt0cLVuIbTk+vFF3O1RbrHVFlhWxXocGj4kZMSM3FQpRS2kJST1wKLW2g82KM9s0EupCtpUMmuZ96qzxg1letFtM3KJb332M/8Rk5KFe47ilGKbpjlLarLXCu9M2qmQ7aXVYyprDqcdQpJyP7VV/h38R+ltVSmrPclqgTlfTh0bUqV7E+tXGlbUhGRtWlQ+4IpuEsTTFGamqAW2YibBYlNfhcQD06cdKVZoptDbKfLaQEp9BQwQarffBPwCJFe7daDkV3OaQwQrtczXsigZ0dete6VwnvXM89aAfAIHFdCqBur2cc0qGG7jXs0DdXN1KhBm6vbqAFelezRQBm4V4KovNdJooAea7miwSaGOlIZ3caEFE0D3oSOopNAD5rter1REdFeIrlezSoDoxXc0GvZooAWa4TmvAZruKQwNCFeI9K8KLA9Xq7XKBnhnvXs140GmkI9k16vVwkDvTA6aCVAVwq44oFSSEGb/SvBYovcO9czRQCjdmvZFEA0IKJ6UtoBufavZovce9eKie9KgBk14Gi9xoSVc06AGDzXSe1ABzXaVAC6ive1Bruc0qA77V7pXB1613Pc0gPD716onqHxO0npi4qtd2nFuQkBRSEFXB+1N7fjZ4fuED+L7f/ADNqH+VQeSEXTkv6lqw5JK1F/wBCd/lXahSfGHw/Iz/HmR+tHp8V9BLTuGoYo+6qFlxvqS/qg9nIv8L/AKEu+9eH3qJp8UtCLOBqKIT/APjKMHiXohXA1DD/APzgp74/K/qL25/DJQc17J71Gh4kaK//AMih/wD50V4eI+iun+0UP/8AOijdH5F7c/gkuK8ajDniXohv8Woon5OA0UfFLQg66hjf/FRvj8oPbn8MlZ5rwGaj9p17pO9TEwLbeWHnlDIQFcmpCKkna4ItNcM8elcFdr3FAj2ecV2g12gkmdr1er1Az1er1eoA9Xq9XqAPV6vV6gD1er1eoA9Xq9XqAPVw12vUAAoCs+tGkZrhSOlNMQlczRRB/Olamz2olxsjqKsTsVCVQz1opYwKPWMUSr0qQhMsHOaLWOaPXRJ6VJOxhKk9aJWMZ5o5ZpOs1JCCl0UaNUDRShU0RCziilDNGKOKLVUiIWqilHtRijRKzTQgJ70A100E1JEQKjzQCa6aCaYmdrxNBzzXiaBWCBFdzQAc0NNOgR6vV3FeA4pAzgoQ5Ncrw4pgeI7UHHFCrx5p9ABx6V0ChAV4JycU7EcrnWu4roTTEc49a6K9jtivAUwOihAV7GRQgk4yKLA53ro4roFI7vcY9ptsm4ynAhqO2pxRJ7AZobocYuTSRnT4uPEL5C3s6TiP4W4PNeAPX0H+dYknv+a6sk9Tyasbxn1u/q3Vk+4uPFQU6oJ74GeKrFSi44Ek5/KuNqcjnko+vek6JaDRwxeXyx6tTBdbaZxy+8hv7809+MMxKDBt4OAnKsD2wKI0rGD93tkcjhLhePHoM/5U0+Ksv5jUiGd2fKQB+fWskOckTL6rzq4Y/hH0B+GAbfCOzE92s1bCuenWqq+GZOzwjsmD1YFWqTXpI9HzPWv/ANxP92B5A560BRxQjjNFk1KjLZwmuE4rhIAxmkc6aIsRyQEKWUAkJSMk0UR6FW4dzXCRiq6X4jyWmnZEi1yWwlW1CSjkmne26v8AnW07mXErUMkFJ4o46sfJLcgda4VD1qGzNcsRypKW3FkcYCaTz/EOHbYiZEht0ZIGAknk0MOScFYHfNc8z3qLW7V8WbGTJKVpCxlIUkg4pS5qy3MIU464EgDJzQlxwIfyuuFR9KjMHXdmnqKWJSTg4xnvTsi8RFAfzk5PTmmFi76sZOKCQr1xSY3OLgnzU8e9GokNuI3pUCPWimK6OlHua5tHpXt4HNcK+4p9AeIHXArh6V7eSc4oJ3HpQgPH7Vw4rxSTk5+9cKT3OakgOEgdcUHcOtd257Zru1PpT+wgO8elcyTztoYAxgULHHIpUMAN5PAruxWOTxRgruMdelAWN93mtWq3uTniopbG7A71Vtw8corDqmmLO6opOMqWAKmvifKEfTLiCcFw4FZnlHc8tRJwTmvMeu+pZtHKMMLqzv8ApGgx6qLlkRZcrx4u2SI1rYR6blE0yTPGrWj+fIcjsA/4WzkfqahGCCQBnigrazxnIrzD9Y1kv1TO8vS9NHqA/v8AiTreVu3X59PsjCf7CmuRqPUk4H5q8zHOxy8cUi2JSSrPUc10uMtj8QB6/es89bnn3J/1L8elwwfEUAWqQ6sl51a89SVE0LyQlGSkZ9KJVMSD9KvvzSWVeokdBU4+hIHPKsfrVMt8+y9OERW4EjjIBpOpwZJJ4zxUWuniPp+FkKnpcV6NnJ/aoncfGGKnKIkVxw9irgVoxaHPk6iVT1mHH2yxpchlA/Fnv9qYLjeoUZJW5IQjHcqBxVSXnxJv88FLboYT/wAlROZc5kxW5+StZPdSjXUwejy7mznZvVIr9CLWu/iDZo24pkBxWeiecVC7t4kylqPyjW0HP1KNQ9azzzxiiFHgHb+Zrp4tBix+LOdk12XIquhdcdS3efy5JO0/4eKaHXFuqKlqUSfU0Mo56knqKAoZ4JyT0PpWyMIrhIyObk+Waa1b4d610684FecnYSMKT0qAyr1qm2OFt9WME5+ivrbqHw001qVhbU2A0orH4tvI/Os8eJfwhty23ZNlaDoIJCMYUP8AWtGXR4pdxIQ1c+rMKI13f2+imz/6cUqa8S780eW2VHoeDU31z4CX/Tkh0GC4NpP0lJzVW3GxT7esokMuJ2+1Ycmhxr/CjVDVZP8A5MkyPFW8JUSYjSu/CiKWN+LtwSU5tqOmTlzmq9KCMlR6d65nGVAcVleh077iXR1eddSLMb8XnQnDlsOD6OZ/yoxvxVjSFBJhLbBPJyDiqwCueuPvQkuADA/Wo/kNP4iP85mfci/7Fqm1XVASxKG7H4Twf0qQNqSpIG7PvWaYk+REWFsvKQU85zjmptp7xPnQVoZuR+YbzgnuBWDP6Y1ziNmH1BdTLcl2i3XJpTUqOlxKgRkiq71hoGLaortxgv4QgEltXb7GpnY9X2S8JSGJKUuHqlXBzQ9VMNSrW82tRKVJ7HtVOizZ9PnjjtpNlupx4s+JyXIb8Ld2j27U8dcl1KEBxJyT7ivqDb77bJkdpcacw4FIH4Vg9q+dGhvC7S87TMSUuO428sZU424Ukn8qkbfh7crd9Vj1reoWOgTKUR/evoE5QyRUZeDx7jLduifQNMhpYBCwR96FvSehrB8Kd43WPH8K8Sn3kp6JkthVPsPxt+ISzBIfbtVzSn2UgmqXhg+pBun5RtI4PcVzGayTD+LXxBt5Si++HDjgH4lRngf2NSO3fGhpgkJvWmrvAV/VujlQH6Zo/Lvw0L3K7TNJGgucJJ9qpy1/Fd4RXHaleokRlHs+kox+tTG2eL3h5eUj5HVEB3PYPJpPBkXgFlg/I62Jwrl3AqdC9qwkDun2rO/ji2TrxKk/V/KTx+Zq/jIscpTky1XRlt9zkqQsEKPuKz14qSXXNYlyfsS42lKQUqylYz+IVDULiyeF80jRHhz/APshb+Mfyhx+VSSof4d3WGdM29jzkhS2/o5/Fx2qXgj1omqYou+gVcNczXM96iSTOmm+82qPd4a4klpC0LHRacil2SDRby9qDyM4700LsyH4veDs2z3JN0tzKmUIdy062OBn+kn0+9Tjwt8WLhYI7dl1I8t5DCRuC/8AitD15/En+1WVdrTJv5ealXiOiIcoU2AFZHv6Gq41J4T2x2S09HvLslpsEJCQCto+xHJH9q0JuKplMu7RfVrvEC8xEToEhDzTg3JUk5FBk3qFDkNR33kpLyghOT3rMmlda3nwqv38GvDy3LTMc/3eSRhKFHoFDsD0z2NXqxKtl7jwrtHUHfPcAGedis8j71B4134JqbfHkm27PNeCwTjNEPvpZaKicACk1sdVJ3yVH6Sdqapriy2+Ry3ZOK9u5oBNeqNDB5HWvZ7UAGvZ70BYIHjrXc5oBPeuFWDxQgsMCvWu5zRea6D70DsMHIoaU8UWmjUnjiovgZzaSK8EnvQirHSuKVStjOgAdK6DzRefevbqKCww11JorJoQIoDsPBzXc+tFpNd3D0qNCB7vUV4nighVdyDSA9uzQhXBivGgDtdBNBz613NKho7nmvbq5mvUUB3NezQc12igO5NcrmaCpVFB9jyldhQc1wnvXu1SoD2a52rxoJ5pgd4rlcNeHNMQIc0IYFcT05rv3pACPIFcziuj7VxQz0NAHM14V4DFeOe1AzoJ9aED/egihAikxAx0rv51wEdq9wKiB3iu9BQc10g7aVAZM8Y5hkeIV1+rIQtKPthIqEJdOeDipb4/2u76W1XNvUyA8uFOc8xt5Ccp+xqoFeIVsbJyhwEdfprz2r0meeWUkuGel0+qwxxRi34JqHT1oaXj3VUJT4jWg93PttoweItkwCXVf/CaxflM/wD8WalqsD/xE2DvGK754B61C0+Ilk3f8Yj2KTRifEGw4yHuvsab0udf4WH5rC/8RMg6OoVXQ8cdcAVDhr+xlX/vH7GhJ15ZeolCj8tn/wDiw/M4X/iJh5/HJxQTIT2NRMa7soIzKH6GvHW9m7P8/Y1NabN3tZF6jDX6kS+Lc5dvmMzIjqmnWVbkKScEGtM+GHilC1fFRbp60s3RpOFJJ4d901jyDqqBcJQZbeBOPpzUmt9ykwJDU6E+pp5pQUhaTggiurpck9OlHIuDmarHDUu4Pk2/717iq58KvFWHrCIi13NxDN1ZSAUk4Dw/xJ9/arHrqJpq0ceUHF0zmK9Xa9QFHq9Xq9QM9Xq9XqAPV6vV6gD1er1eoA9Xq9XqAPV6vV6gD1er1eoA9Xq9XCcUAeoCkbqGOa7RdAIn2uaTKbyKXvkd6RrWB0q2L4ExI4nFJ1gilbiwaIVg1JCEq00WpFKVIFAKRUrEJFJolSSKWqRmiHEVNMTQjWmilJpWpBopTYqaZBoSKTRChz0pYtHWiFoxUrEJz64oBo0p9qAoe1CIhKvagmjFCgHipWIBQc0I9a5jmpEWzqeaMAoCB0o8AYoY4nOcYr3ahY4965jtSQ6AV0CukV4A/lRYHsA17Fdru2mhHAPShAV3AFeAzQBzaKElIro+1CHWnYACiubaOAFcIpioAE9jQgOKFgV4cUwAEccVQ/xV+ILemdIfwOO9iRP5WAeQgdP1P9qvWW8iKwuQ6oJQ2kqUT2Ar50/Ef4hnWeuJa0OEx2VFtpOeiRwP+/eqc+TZFs9B+G9B+c1ilL9Mef8AYqabJVIdU64okqOSaJjAOPApGTmiVrWtQzyPSl1taSpaRg8nrXDlLyz6rCLlKl0TDRLaf44tZ4EeN+5qAaxmiZqmWrIKUu7RjtjirG0clCE3ecocIAbB+wqo5TvzN2eeKs73Sf3qWBfVZ5nVS9z1Cb+OD6cfDckp8JbEP/sANWeo1Wvw9I8vwosCRzmKk1ZBSTyTivQx6Pm+t51E/wB2BWr3osqJH0g0YUgds0E1IyhLiN6SFHg+lcCUJTtA4HajDgmgkCmIa59pYfBWlhKvUYqOCAsXGR8tFSvACQkjGOKmp9KSSYoWfMaO1f8Aegdlc3PT5KErlKVGVvyptokbhnnJpbJtlnlNoYjtDDCA64Tg/UrhI/uf0p7vM2MhxtiekAhKicj2qFRJE1uP5sb8M2QFhC+Fbc8D9BS+41fgkd4taIkAswni24G9wVtH0j/6NMqbM63bCJchyRJUACtWMJJ4HH3p5v0tcSzqK9rjy1J6KH1HPT7UzoustVwbhsRVvqbQX1hHI3kYGT6DmjhAmwcHSFrg25K4z5EhR2hRA/X70WGWXLgITK5C3EJ58sHr+VPlo05JuDTUq5OlpIyoNIP9zUljW+JBRtisJRnqe5/OhUugb+SIRtCz5KkrlXSQyyDu8sK5P3NTGNBZjR24yVKUlsAZJ5P3o/Pave2adUK7ObQB04rn2rpxjFBpoizxIrmR617Hc1zn0piOk96CePeuk5rgH7U0B7GRXgM8V3pXgM84xTA9jnrXa9tx0NdxQgR0DIzihYz1rwzQgMHnmlQ+is/Gp19FpbbbSpSQCpRAzWZbnq+zQFqRIkAKHYDmtxSIUWa2WpUdt1J4IUM1AdV+AuhNVIWpdtRHeX/WgVw/UfRoa6fuSfJ19D6m9JD20jH8nxPsbWQ35qyPRJptkeLUfkR4Lys9zgfnVt61+D+6xvMkaefS+gZwjoao/UvhPq3Tj5buFpfQE5BVtJFcmXoWPF2rOlH1XJPphc3xWmK3BmCBjplVR6b4qX9z/huNNjthPNIpdueYO11tQP4enQ0yP2tZdUrpn9KhDSYMTpxJ+/mydSF0rXmo5JI/ibqc/wCAYpmlXa4yRmRMecJ67nCaO/hjqiBswRjnHehptT+QNnb0rTF4o8JIrcMk+WMzrzmwnqR69f1pMX1EkpA46+tOkyGttak4wKQLjgE4BPH6Vqi01aMsk1KmJHXAvg56dRRR+rIBznpRzrJQckAevvTpB0zcpraX2mFKSsZBAqyMb6KZN+RjKSRx2PXNcLXIAz9Xepzb/Dy6TVD/AHZec4wE5xU10/8AD5qi7uI+UsklwHndsIGfvVixtkHJIpERnFj6EqPvijk2WQpPmlsgHp/9CtZ274SL2mEJFxaRGxj6SQT1qS3j4e9M6etqPPWp15KATwAM1YsDIe4j6KxmkqpemBv425FFNRVt8lOMU4xVlOATVuSXlFEV8ka1D4a6d1PHUxdba05uGM7eR+dZz8Vfg0g3FiRKsKUrJSSGlD6vyPStfhQV0NcUAoYIyKzrK75LVx0fHfXvw+6k0zLcYct7yNh5BQc1Vtz0zcrc95b8ZaQOORX27v8AobTWpWizd7Uw+COqkDI/OqR198HOkNRpdfsyhGdVkhCxlP69aHHHMtjmrs+TjrLrYKVJOcUnUrHGSPWte+MPwc6p0lDfuDFtU+y3/wCIyd37Dmsl3G1vQJ8iG9lK2HFNqB6gg4NZpw9s0we/lCVLuARj6R+VHIcSSCcfnRBYwSMZOK75J7H8PHFVNosUGOESe7GUFtOqSRyCDg1NbJri6Po/hkpRebcG0E9RVd7HAdw55p7sDbxntjGfqBp48cJzW5EZSnCLpm2PDDLmkIZJyduOalnlnj2qJ+ExLmjoisdMjrU0AI7da7bqzkCfarrXMEDIpSUe1e2CjoBKUA8FIzRTkGK8MOx0Kz1ykUt8sDrXgjjpRQWMUnSOn5Y/n2thWf8AlFNEnwt0m8reiD5KjzlBwame01wp5xihL4BuyDo8PZML/wDVOqbtEx0DcpYA/em+4aD1m/IEoaylyHEjCS+rfxVjKQQOK8Aep9KJK+2JJLmiIxdQ+NVkgR7bHuEOSxFcDrRKClaSPQg9Papvbvib8U7Syhq9aNbllAALjL2CffkUlIB4P3oJSCACMj7VLdKqI7IksgfGNEbAF70Xd4x/qKUBYH6GpPa/i58LphCZc2TCUeokR1ox+eMVU640ded7CFZ9U0jesFok5863sqz/AMoqPHmI9tdNmkbX4+eF91wIurbeSrGAXgP70+Pas0/eIpTbb9FKyPpUh1J/zrH0jw+0vJP12xsH2FNyvC+ytqK4EuZDV2LL6k4/Q0qh8CqfyjRFy0w5cp8l52/yIPnHdvZJCVHGOR0qOWe86l0BO/gbc2Dch5mELdylS0qPH1HPNVAzpnWNuH/1I8QLy0B0SqQpY/8AlZpn1PpvxO1AyGJ2sXpKUEFJwEq/+IAGpb4ojsk/gtvxTm6kvKHLXL082IUlsnzG1byyvruTgce4o/wK17NFzbsF0cC2WFpU4of0lP07/sRtz9iarPRurPF3w/iKhN2uBeGSc5kqUV//ABc1HHtXeIFq1wNaWrSrcErP8+I24VNLz+MAYGAR2pKk/wBXDDbKujfN3lPypceFDIUl88qB6D1p+jsIjMIYb4SkYrJGgfioj2VPl6xsFzbLQKWVIZLm1JPQkenrVmW74tvCWYQl+8OxFHtIYWjH6ik8UqW0ksiT+ou7Ne7VUz3xGeGkgBMDVMJ7ehSgUujjAzg1JbX4o6VmJispvcR118JwEOg/i6d6h7UvgkssfkmleyelI2Ltb5CihqU2pSeoChSlLzSuiwfzqDTRNSTDM5r1ByD0NdpDOjmhp47UBJxXi4lPU0hoOB9aFkdKKBz0NdBqNDsGTzXj96CDRiRkZpPgZxIroFDA44r2MdqjYwGKEkV4ChDiiwR0DArh6V0mgZ5pCBZxXd1BBzQkigYJKucV04Heuba7tyeaXAjox1NdIGKCRxXAccUgBd67XDiudKABYArxotSiT7VzJp0MGQM0E17Oa9xRQHsVyu/au4zyKYAMVwpoYBr2KLADivbaFj1rlAHtuK7Xq5g9aBHa9mvda9j0oA4SK5ntQiggdK5igZ7J6V2vAV38qLA8FEV4nNcJrwBNKgBpzQwe1BAxQgO9RYDdqHTlo1RbHrReoaJEd5JBSodPcehrEPjz8Ot10JLcvFjaXKtLqiUqSMlv2Nbv5B74oidCiXGM5CnR0PsOgpWhacgikmOMq4Pk28hbRKFJII4x6UUpZGOelax8f/heXCD+qdDxlORuVvRUjKm/ceorKU6DIiPKZkIUhaDgpIwRSa8otsJD3XqKEH+eDik6twyCORRZXjkGigTF3nnoTx04owP4701mQR9IV+ld+Y5wD0NJolaHZMjgc5o1MjHOc0zJkHjFGokY4OOKdB2PjMtxlaXW1lKk8gjtViaU1c1OSmHLWA8OhP8AVVTtv8AHj0xSqNKW2pK21bVJ6EGq8mJZFUiePI8btGgoc6RAktTYchbTrSgptaFYII75q/fDr4gLRPQ1ZtYvCHMSNqZZH8p3/wAx/pP7VkbSesUzWxCnLAdHCVH+qpIXAXiQc5rHjnPA3F9GrJGGeO5G948mPLZTIivtvNLGUrQoKSoexFG1jTR3iBqfSK//AKjXV1tonKmFne0r/wBJ4H5Vqfw+1NK1bppi8TGW2nlKKFBvO0kY5GenWtePLHL0YsuGWLl9Ekr1er1WlJ6vV6vUAer1er1AHq9Xq9QB6vV6vUAer1er1AHq9Xq5QB7Pei1rzxXFqPQCiFKNTjHyKw9LoBwaEXUgdaRKWRigF04xmntQWCffOTzSNblGLJNFFOe9TXDEBKs0EmhFOBQT70wAGgE0M9KLJpgcNFqRmh5rmfemITlFAU3R6sZoC8VMi6EjiKTrTSxaaIUmpIj0JFN0WpPtStSKLWipJiEak0WU56UrU37USpGKfZFoTlOOaDjmlGzPWgFGO1SsjQFA9KNAoKU0PoKGNHq4cYr2a8Mjg0kOzn2FdCR3rtdA70xUe213oK9nivAUAerwxXsV0DFNAeGaGBxk14JoYST0oCjgFdCeeaEke1CApoKAbR2r2w45owJ/SuqwlJJougoqL4jtdI0XoGUGndkmcCy3zyE4+o/5fnXzeuUpy4TXZC8qK1FVaK+LvxFGotVuWaLI3Rrf/KSArgkdT+tZsCsqIHSuVrMu57T6p+G/TvymjUpdz5BIRu6k062xASdyjgD6uftTagBXGOPanVj+VEedP9Lf71zpM9TiVOyT2pxMHQc+bkbnC4r9sCqejK3zEqz1WKtW9yP4f4attEkKeQP3Oaqm2gKko6/jH960YO218nisD9zPkyfLZ9VPAlnyvC3T4Ax/uaP7VPVDiob4NteV4a2BA7Qmv/mipma9AlwfO9W7zy/dhKh6UBQo37ii1A+tTMwWrmgHk0NZA70Wdx6DFMDij74xRalAGhKT/iNJ5EqPFSVOOJTj1oAYtReU7MZiKbQVyE7CojJS31Uf0GPzFNdziRkSGXFtIQCoKQkjGEAZPHvSC5ahkSNTOLYhOutoSlhkY/4iicn8uMn/AMtGXRifcblAekrI8olRQlJwcf8AXFK7GOFxiwXobMmWyhKS6nCSeEpHPP6UUlCbdGVPUgIMrKyAMYB/CP04ph1VdiJ9vszbq1oed3OYSThI6j8+n60ousq63xr5OIlKGmlpypXBOD0H507T4FyT63/+6N9/pFKPbNN9uWtlhth7haUgGlwIPqaKEzv710Y9K4DXs0+RHfUVzAzXQc17jPrSCzmM1wjtmjB0rhHcCpCYXjFdxihYGa5wOc0+goDjjkV0D0rxUgd695iB1VQgBBPaugfrRfzDX+IUFUtocbqfAxSAPtQgnNJBNSeEoUT7CumU/jiOrHuKT7AV44oxI54ptVLfHUJR91YoC55Ry5NYbB65VSsB4BHfmkdxs1nuzZauMFh9KuoWkGmeTqSyRAVS78wgJ6/WBTDN8WPD2CSmRqNtSh2S5k/tUW0yStEV8UPh48PrvaJdwiMiC+2grygDGR7Vje86QRb7g9EThaULKQRWxNXeOOhJtllW22uPPPPJ2pOxWPvWbbgll+W48nOHFFXIz1rh+q6eeWvZXJ3PS9TDFbzMr9Wnxkq8vHbBFCTYU8lSSCD1PapsqE2TnI79q8YKNpTtIH3rkx9M1L5bSOlL1LTx6VlTXyyhtxam0dVcmo8q0OqWQltR79KvFdngr5cjJVn/ABZrqbZDZOWozaQrodorrYNLKEabOXn1Uckt0UUk3pO5P/U3FcJHIwmtdeE1v8DLbou1/wC1TbSbmIyTIbW4pRC8cjAFVoGCg42gfYUndY3EpwRjp9q04obXbMk5Oa44L4/+mp4KaaeV/B9J7iDw43HSon9TkVGtUfFQ9bnUOWKwthgK5Q79JKfuOBVSOMlJJG70qM6nKU7WkjOBzmtHuUuEVe3fZqDTXxQaO1XHZhXB7+Gy1uIBbe/CeeyulOWvb7BnRd8SU26hRABSQRWHnkLOQFgHr7/nSmDq7UtrO2Hd5GxJ+lsq3J69MGorMxbHHo+2ev8AVcDQ2krlqq4RnX2Lewp5aGgNxA9M1nVj47fDvftd07eWuf8ACg//AG1Xr4125N18KNUxSMqFrkLSPcIJ/wAq+UrqAFknGBWXBJO0Wyj5N9Q/jp8Jjj5iPdms+sfP9jT9A+NTwRln+bdpcf3cjKH9q+cRSpJ6ZHHSg4zwTj8q0OMH2iFP5Ppyx8WfgQ+M/wC2zKP/ADtqH+VOcf4kfBOSnc34gWsZ6BboT/evlsAAAVdq8lIx+Hg81FY4V0KpfJ9Mr34v+Ft9U55+tLR8swncAuSkBxR6d+gr5aeJdqEzXeoZkBCXWH7k+40pAylSSskEEU+pjl0FW0DGMH1oxMfbyQc1DLijOuei3DN4W/uVmqwzBn+QsA+1ANgm7sCO4AfbrVp+UknHl4wKUNtnIykYFUrSK+zR+aaXRULlmkMYLrS0/dPFO9gZ+WeS8pCikGrTTb40tlKJDaSk5BBA4prn6chRWlOR07CMnGOKh+WnGScSS1MZRcZGgvB769GxiOmT96nRHeoL4MHfoxg4x9VT3YRzXWq3yc0LA/KvYIo0JyK5t5oDwFEVzac4o0p5zXNo4FHkAsp9aDjtijdvrmuFIo4RFhRGeCKDx070YsY60Ejvmk4rskAIzQSAcUYeRigEc5NCF5AkDFcx3HFCIrxHFF0g+4AjrQVA/ejMDvXCMA0v2BgNprhGBQiQOTUQ1t4iWTSERcidJSlX9KAeSfQCmguiVKdQgErWBSdy4QEf8R1A+5rLeqfH7U15cWzZUiEwc4VjKyP8qhEnVWrZ2XJV7mrJ/wDspH58U/pXLZC5PpG1/mLRJ4UGF59QDQHLFYZfLlvYV77RWKmNSapiK3tXicjB6h01LdO+N+tLM4n5mWJjQPKXRzj7inGMZLhjc5LijTMjw90rJOV2xtJ/5Rim9fhXYEq8yG/KjLHRTTpTgj7Uy6F8bdP6n2RZihDlHjas8KPsasxtxDiAtCgQoZBBqLg4sampESj6S1PanS/Zde3mM5jGfmFK49OSaeYupfHK0KAh6+MoDoJDKFfvgU7Y4z3NeIqSlJ+RbYvweY8bvHy2AedFtM8D/kUgn9DTrF+KjxJg4F48OUPJHVUeSc/oU/501HnntXin16fak2/IbV4v+pMoXxj2tGBetFXuIe5DaXB+xpbE+LLw8ulx8m4S5duigBW56MsFR9OBxVeLYZc4WyhX3Tmk7lltT4Idt7Cv/QKSrzEGviTNEWv4h/CK4hKI2trYknACXHgg/oalsDXelbklKoN9hPBXTY8k5/escStC6WlH+ZaGee4GKbleF+mUnMRL0Ynu0sp/tUdsPhj+teUbwZuUJ7luQhWfQ0rQ82ro4P1rBLOjr5b+bPri9RMcgJlr/wBacY9x8abUR/DfFGa4B0S+lKx+4/zqMsUX0ySnPyl/U3UlaccEE0IkGsWQvF/4iLTjfcLRckj/AOusbSf/AISKeovxQeLsDAumgoMkDqWH1J/uDUHg+GSWR+Ua4yOtB31l2L8Y86OAL14aXZr1LDiFgfqRT9b/AIyfDp4hNyt95t6j182GogfmnNJYJA80fP8AkaF3Z6UE8mqjt/xQ+Dk/A/2ujME9n0qb/wDnAVKbX4xeGt3x8hrS0vbugTKRn+9J4Zx8DWWD8k1A/ajEimmLqOyzEgxbnGdB6bXAacETI60/S8k/Y1XKLRJST6YeCc4BoRGOaA242f6hQ949arYwJ9a4pWR0rqgOxoJ96aGdBNdKs8YFB6c0JIB7UwA1yhKFBHNAHeprxPtQtis0INjrRaAL5roNCUjA4oNHYHQRXd1B5rnSlQgfB6VwVwUMJo6AD3r1dUOeleKeDSGcxQwKCkYNDobEcIz1rmzHPehjpXfyqNjAYr20Hih17NFgAKPauAHtQ+teH2p2ByhDpg1481zNJuwO8frXugr1e60go4pKVgoWkEEYIPQ1Rfip8LWmtczXbzZFt26W5ytAT9ClevHSr1rn3ouhqVHz71v8LWvdMpW+3b1yo6f/ABGRuH7VUdz0ndYKlofhuoUjOQUkV9YFJSoFKgCCOhqM37QGirwzIfuWnYTq1NqKl+WAeh9KTvwWKcX2j5NuBaVkcZHFcClDv+fpT1qSK03fZzcVG1lEhxKBj+kKOKalNHk4JPXFDmky7YABWQfq/wAqGlTh461wN4yM8fajEdOOTS3oax/Ia2tfHNL4rbzqghCSonpSNhvctKSM59KuPwBsNjuniJa4N/ZS5FedAWlfQ8E4pxknwRlHarZX7ECcjatDS0kcggEVKrRqWTGSlq5tqGON+Oo963x/9Jbw0I//AGXjfvUB8UvCHw3iWaRLbs7UNMRsrU4lZ3LVjhKR3PIqvMlsbasrjkUebM7QLnDmISth5Ks+hrVfgzqS2wtEQoshxXmuvObQE5zjFZBjWWAqRKZhsOMLjkL3LdCfp9Pc1ZPhp4had0eyt+6zHZStjqRDSCVIVxg5PAzg8isGnypStcJ/IZtUskVE1dL1I0i3okxWypx57yGkkdVb9v8A1p5U4lASVqAyQOfWsdxPHTVTl3kLZRugtSDMaad4WG88jPuD1qfaW8d2rpcASy8m3OLSy9Gcd3rQTnlOec9K1fm8adMzLIaHyK7WafEjVmpZeqVKsM+5bWkAEtL2oQ3gdMHryMn3q3rBqS5W2yMm4xpMsJaTtU4pIdKj/Seee3NWwyqcnFeCSnbonFepqtd3lzFeXPtD0FahlIWtKgr9KdatJnq9Xq4SAMk4AoA7XqYL3qgWWQ2sx/mYiknzFMnctsjuR6Y/tTVP8VtJRbnEtAnLMiXsW3tbJSUk45I6cUm0hWiaUVJktRGFyHjhCBk/aq+GrZK9RXN1GoGU2uIR5wWtOGj2APv3FVj4j+OMq7tuWmxWwumK4oreDh8txCeMgDBOc1DJlhiVzZFzNHR5caWwiTGeQttY3JUD1FeXKYQoNqdSFHoM1kjw38S7/M1RFhfUiBLPlORm3jsZOR9Qz0+1WLetbWNy8GCifcUTULUhG9exK04HckDH70RzQlHffAlPjku9brZwQoc9KAr1AqnNS6uv0W3wnoMWS0GAXVKyCnCCCckEggpzU5jeI+l5FtVORdGVJaQFLAPIPpj1q2OWD4sNxI15opQNR6269sc6G7MVJDTbayk+YNp6A9D96dIt4t0+OJcSW260ropKgRVkZKS4Y7QpVQTXA82vhCwa4o1IDhzRZOM11ShRaj71JIDijQDXSrtmi1KqSQrPEig5z2pruWorbbEuqlvhCWShKyexUcAV62X+3XZa24b6VrR+JPQilujdXyKxyPrQeDXc0EntmpoVgVYolVHK6USoU0DC1CiyM9qNNFq61IiFLAwaKUBR6gfWilDtTQgkpoBAo5SfagFPrUgAJGK7z6ULbntXdpFAgsjvXjQ9tBxTQHK7XcfnXtuaAODmhAV0INCSmixAQmhhOKFt9q9jtRdjo4BQ080GhAjpTECHWh0FIJ7YoaUjvzRYHAfTmoX4u6xRorRFwu6nAh3yy2yO5WR/lzU3xjmscfGV4kCROa0lBfy3EGXdp/rPX9OlV5JKCbOr6NoXr9ZHF47f7GVtXXl27XaTMfcKlOrJ560wpIUcYwaE+pTiyoq5JoCBg85rhSlbtn2FRSSUVwKWAVkDb/8AQpzfB/h5bT+JxSUAUhit/UM9DT7AiCZdbVAGFB2QkkeoBqvd9SLcr9nTzn8JgfEO5tJ07HtiWlIWgpQfyHSq8tCSqaynj/iJzj71ZPjr5EWTBiMthJCStRA98VXVgSXLnGQDkl5I/eten5pryeL0KrHufk+svhcx5WgLIj0hNf8AzRUnUBTPoKMWdH2hs8BMNoYH/lFPpbAGcV3Uz51n5yyf3Ey+e1FqTnqf0o19xtkFTigB71F71r/TFlfRFm3WO284cJQVgE1NclDdEhKQOaSyZkeKhTjrqUgdyahE7xCnXJD6dJ2ty4+UMF1Jw3u9M96iDF51omQly9ablS3CrJyQG0D2Hf8AOhtLsaTa4LDlalflyUQ7XHKt4J81XCAPX3oiLbZK5Dk24uGUkKwkA/SkD2qN2vVd3euK1ybG800QGkAgAcZyadG9RT7awpfyinEEk4BFFoKaF0JDM+7yZQSG0xj5bCcd8fUr/L8j60BE5yRqJUdhIPks7Tnokk8/5VBZGtZUl9xdujluQ64Ug5/qPt9h+1N8XVF+Zv6oa4q207B5ruckj/8ASJNR3xHtZO7yw1/G4saKApTiVBxwjO3PUj3x09M0bd4ce3LhM20kuvLADY/wjkqP/fU1H3NV29u6FxySlHkshvASeMnJpgc1w5IvTaWA8oOubWl7eEoHQfc8k1K0uw5Zaf8AE44wxLPlOdBmhNXthEoQy4FKxnOe1RfzLVMWwufcFOKKv8WMUcluC3PdcjK81lKAPxcipWiFcE0EprGd4r3zbYPUGo3AvFrS55ZUlXPc809pmW3CSlTfNPsiHGa36/lXkyyeEoUT9qLXdLe0B/MbHbtR7Mxl4ZQsH7UUM8H5B4DC/wBKTS7i7FU2hxISpw4QCRzS/wA9vsoVVfi/qpdlu1kDCyMyEpV6HccYqE3sVkoR3OizUoluAHckA+9d+VkK/E+APYUntlzYkRG1BwKVtG7B70qMtJ4SCas7I0B+RP8AU8rn0oSYDP8AUpZ+5r3zCz0aUfyrwclE5SyfzoEHIhRx/wCGDRiWGR0bT19KJSJa/wDCn7mhiPII5dSPtR0AoCUjpjio9ry7O2fTE2bFdCHUIOxXoaevk1nlUhX5CoN4ypRC0a+fMWSvA5NJ9Eoq2ZwufiHrWW8vdqCQkA4wkgYFM71/1DKz8xepbmf8TyuKTPJwtWFY9zzQUgJ7559KxynJvk0bYhbrslav5jzjmfVRPNA2bjjbz2pRsJI7DrXkIBPHHPXHFRZJcdBIaOQRXEoxn/SlWzGASaDtwORxSbHTfIWhvPCQP061xfPGOnHNCIz9IPH9q6UZTjPXg0L7jvwghaM4x9qCWhzngfalOxJ7ZxQHE9kcD0zTYJeRIpAOSOcA0mWjGduCodqXqSUdx05oh1KSOMcdTR0HY2qRwUr6+9QzUy90opHO3gA1OH0nBIOO+KgF6O99xe7qo9KTokrI+6jcrac9M5pItJOQlJJPU54pe8Aec4ODSZbYGSB+veqXy6JH3K1ZC/iOmLvAIz8xBfax/wCZsivkdcI3lPrb5BBIx6V9gpbYejutHotBSfzFfJHUkZMa9TooQcsyHEfbCjWTTuptE3zEj3lrUep/PsK6hvvnv6UrDKyeATzXVRnE/wBJHp7VvRUJw2AORmhpZSeACD3pS3HXgKwRjP50YiMd3fkZ5qQMJQghP+eKObbV1x1PFKA2UgYx+nShBBHB59KiABuOPxK25oRY3Kzs6Cjm2+5/60apJ2kY9+TUvJGwpkLSCAQAT61y45TBWlSgo4PUe1CJP4cnJORRM1ajEUFqyNuaXkjbLt8EDv0WyDnhR71YgTnntVd+BQKtHIyOi+KsnaPSr27dkekE7c17b6Udt/eubOfWhsEElJyPeg7ecUdsJGCK5tzwQaXQgnbxXCnmjduODQSOabfABCh7UHGPtRygenrQCn3pIAspFBKQKMIArhHpS6H2FkEjGaDtNG4A4rxH5U7+BUElJ61zbx7Ubjt3oDv0IKjSYIhviLrSHo6xvz33BuQkhKc8qV2ArH2oL/d9ZXZyfNeWtTijsQeiB2AqwviL1S5dNSN2Jp0+TFG9Y9Vnp+396hNht/kR1TXAglGCN5xxUMs9kbJY4PJOj0KxtRmkSJY3AnBSCOKPVcbYxvaQ0FDP0KSnlNN8+SuU8ry0/wArcSAnPNKbdYpkxAktsqLYUAtQH4c1l23zNnbx6SGONyFP8VgLUkuxTsAwobQN/wDpXHINqntrUyoJWk/SlPUp9D71d8bwRtEzR3nKcUmYtrzG1joDjofaqCmwJdvkusuIUlTLikEjoCOtSUa6dEIY8OotRCptrm2dwPtKISMKCk9fY1dHg74yuIcasOonyptWENOrPKPv7VVFvnIeBiyWw4VIKUlR557fam+4RJFlmoW2FISoBSeentWnBmf/AG8hzNVpXhdo3Y2tLqAts5SRkEd6GRVWeBOvDqOyCzzHd0mGkbSTypH/AEq1cHrirZLa6M8XuVgMd+9dxzQiP2rmKihgdoPUV4DmhYxxXsGn0JnB055rhAPAFDAya9ilwPlgccV4jNCweorxGKLBgB79q7256V3aevSu4/alQfcBtCuoBz7US5b4L3/FiNKz6oFKcZNd74oVMOiN3rS9gdgvqctbBOxRzsx2qvPC3Rmn77aJb1xg7ymSpKTnoKti9YFtkE9m1f2qD+CaN2nJC/WSs049Mbd0OjfhnaIqt1sn3CErOQWJCkY/Q0vj2nW9tIFo8TL+wE9EqlKWP3JqRBNdKec5pO10xbV5SEEbVXjxbcfI+JS3wOgkMoX+uRTpG8aviMtpw5IsNwSn/HHKSfzCv8qLKSK5g5opsKSH6L8Ufi1CwLr4eQ5IHVUeUpOfyINO8b4xX2MC8eGl4Z9S04hY/fFQrBrpSDwQCKTin4QL92WTF+M3w8UQm5Wm+wv/ADwisD/4c1JrX8VfgxcMD/alMYntJZW1/wDOAqinIkV0YcitK+6AaSPacsUj/i2qOSefwClsi+0FyXTNUwPGjwxuoHyWtrQ4VdB82gH9zT/D1Xp2dhUW8w3Qemx9Kv7GsTyPD/Scg/VaWkn1TxSJXhhp0KzGclxz2LTxTj9Kj7UH8j3z+Ub7bnRXRlt9CvsoUaHmzyFg/nWBWNI3y3qzaNf6iiEdAma5gfluxTvFu/jPauLd4pTnAnomQlLn9wareCPz/Ye+Xx/c3JkEdRQCADjNYxj+LXxFW38N+tU4Ds9FAz+mKc4/xIeO0DHz2kLPPSOpacW3n+9HsV0xrI14/wAjXiADzXlI9Ky1D+L3VUUAXvwrlpxwVRpQX/8AOSKe4fxn6SPF00pf4Z75jpWB+hpPBPtNf1H7q8p/0NGJHehcetUbC+L7wfkYD92mRD6PwnBj8wDUktvxHeDtzwI+vbUlSuiXXg2f0VioPBk+A92D7ZZ2M9a9gVH7b4gaMu6Qq36mtr4PTy5KFZ/Q08N3GC+AWZbSx7LBqtwnHtElKMumKMYNd570EONq6LSfzrpIPQioEj3510CvZ5617OOKAOfc12vV7mgDnOK91r35V7NAHa4a7xiuZoA9VH+PXjtfPC2+W+02e2RZPzMcvuF5RGPqIAGPsavHHesdfGKsnXtuRjgW5P8A89dXYEnLkjLoEPjI1uEEK07bCrJ53r6duKWR/jP1IlsCRpGEtWOSmQoDP2xWc888c14c9+a0tR+CtJ/JpiN8ac4Y+b0S2o//AGOX/qmlEr4zo0mA8yNFvpcdbUgH5oEAkY54rLwSD3z9q9t2jnIqOyPwCT+RrnWtUuQ7JJSFOrK8Y6ZOaSL08VHPnDj2p+KCeMHNC2YHf71U9PBu6NK1E0uyPp00D9XnD9K7/s3hSQHRz14qQJRjjtQwgkg/pR7EEuhe9P5GmPp9hCkqUtRI9qmGiZx0/f4t2jOKQ9EWHEkeo6Uz7eCAf0pbakkP57AZFN4YNEHklLhmmVfFPc5EFyJHsikSy0gNOBQP15wo4x06Ux6j8T9SToT9m1I2I04+XJK1sYUGiMgJPQZ47d6qBLy2FpeaUUqScpIPeu3bVd81DdJc26yBJlSGUMl1aRlKU4AwBwOlYc2kySTqRU4teRqu0e9T7ophmQp8uElCjwSDzxRiITrGH5La2ygkKB5K1Upm3W5LiMBUaP5sJAQ042MKc5Jyr35FNq74mNaXHbg5/O87YUHk9M4H61xNRhz46hQv0iqRcERP98lulaSrLSUjsP6ftTtp6+/ITG76hopZUsMlY52KUCQcd8YqOsSo9xgNhbG5vkkd0BRxmmyFGXHubcNx9amkOb0JHIUQeMj9aWHZ/wDt7Qm7ZfWldfC2JlFMGPIcVlBW+4RnJHOPyGaeB4j6rRIk6lchNzVvNtnKVHymQDhP0jjsfeqeFxYZ+aEiV5W8FwLxyVd0j0oyHqphcVUWLLV5qzlKM8YA5yOneq8eqyRX0PgC/VfENPuz0BqZZ0xvl3AqQtDnVPqjjg1JtX+Mj0i52uFo+7M+UvYucooH8pJKRyo8A81ldq6SXVfMKUkpTgFIV1x1BpdN1G2tYdjRiyhtaVKSnlJIxx7ip4vUsy+mbuySujY2ttd2y02uM0NQiPLkLQUrjlK8I5ys9towc1Crn4tS7xp921QUrnyvm0JS9GSpIfjBR3K4/Cfpx+dURbtWO3S4R7Zd2oraJSERUPtg/wAlKiASQO+M/qant6YuvhVY0tWW7sKkTkh17YgF5pGcAZP4cg59eK6S1E8jcuoktzfJLvE6NeU2M6t0/bZEU+SlHltLwEISfqK/XnjFUbbdSNtx5ur7nIkN3BpKVRGm0BaF4O3nP4QOBV7nx+8PJ2k5Niv78n5lyKUuoUnPmHbztUOCTWY2ZjbtiuqLa58oFqSAFN7i6kuhQTu7YwPvirN2K1JOwbT6FNt1VqWZcJcD5JJF3y6S8n6gkZXweByMVNYOvbJpu2OxJVt+ZuLiVpRIIBSAUHA29ucfpUCj3MTJaZEuQEPMtpabKU/STtCT06cUy6iVNjyELKSUK4Soc1ydVqpe+lHojdK0ToXeDbH/AJu1zpEZbydyA2Bkn6evpyCaSnUdwm7Lq/KMj5NQSgPkKJSDxn1HFRx1tK7SzIelJZUEbuvPWmCfqmIyy3BjHzXMcqTyOelYXlyzWyD4HKXllqt+MdzevCYfksx4b2A7FbWfLPqMHp0oN38WJdmvr7NkhsNxfMSVsKwtGUkHOffFUrapJlvPz7i4pKWlpSNvU5/+hXSp+a1NbgvuLdQnclR5z7fpXQU5tVJ9eSKXBbUvxi1Dd2b3OTLUwp1KGmlRmtrSSTyMH2zzTp4eeKduh29Npuz4iJYQHHE/MqHzSt2ePQ1R1oXd34aoEV11Dbyw88kfhWU+o9s1K9M6VTqWUmBHeKJflhY3J43D8WT2HWtU9Q45Ixh2xvk3JoK9Wi82lFztrb7SHUpID6jkgj37VJkuIdTvQoFJ6EHrWLU+ImqtOqtenrHPUlqOyUuhKwoHnB56jvj8qtbSvjLqO+HzjAh2y1Q8oVl0LVhCcn068frXSx6uF7JfqGp12Xr80wt4sJcSVjqkHkV0iqAs/jxZ7dPvUy4QXRMecT8u1xwkDgE9j1Jqz9F61Xq+3x5rfkoK1kuAEnCQO2QO9XYdXizScYvlDU74Jar70huM5qBFckuZIQM4SMk+wFEzb/DjS128rHnpRv25x9OOp9Kom++LT7Uq4vSZUhxP1eU2wtIS2EnGSfvT1GpjgpPyL9iUXmDdr3pm7SZYLch2QZDSCdqkhB+nP5EAUHReuYFtltx9TSo7c1TW1ToG3kHG1foarHUPiXcrppSGqPcGwAUhxSXf5isqIGQP/LXbXp27Xu4qajuJktt7XHH1c/0g4J65Ga4+ozzxZFkwR3SpfzI98GmUXq3LiGamW2WUjJXvGP1ocO5RZ6d8Z1LiTzkc1B7jBiM2RixToz2EspLpho4z2J/SpNpdhyLb22MIUylA8pxIwVJ9x2ruY5zk1a8D5Hsn2oCutDxQSK0DCjQSknrRu2vbfamIIKKCUe1KMUEgUAJVN4oPl+1KCK4E07AI8qveXjtSjbXCkUWFITFPNAKaUKTQCimmRYVihBNC2dzQgABTsZzbXsY6ULBPRNc2qPU/pSA9ntXMKPQfrQ0pxzQhyaYgvyyepzQ0oCe1CxQhQmI6lOaHtrySOpxXd1IaGHW+pIukdMT77KWEiM0pScnqrHA/Wvl/4k6qkal1HNuUh4rU66pW4nOea1x8ZXiSINvZ0dBeG5Q8x9IPOSOB+h/esMylKedWtZIzz1rn6zJxtPpX4T9Pen071MlzLr9hMpeTlKvb711lW5W4AjPXNBUltOfq7Zo5jGODXOvjg9fFcjlDQNwOCTx07VKdHMh7WkHdgiM0pw+3HH96jNvQreO5qa+GrHmaguUvAwy2lsH3P/0Kgu2zP63k9rQT+/BDPG2b8xqtTKVcMtJT9u/+dRjSLZc1BAbzndIQP/lClniTLMnWFwXkEB0oH2HFB8PWDI1baWG+SuW0Of8AzCt2nVbUjzWlW3Ar+D65aZaSxp63tnjbGbH/AMkUpkSUNJUpKSogdAKDZYChaoiXlk7WkjH5UtUw22CAkV2k+D5nk5k2VRrizeIGqnEQ7LcBbY+0qWpP4v1qLac+GW1Nzv4vq6e9cpZOTvWVH9TV5Ptls70p4H9qB8w1jlQFS7IWl0N9osVr0/CTb7TERHYTztSO/rQ5TgGUJxk9T6ChyJiiQ3GbKye4HArjURQO93k5z+dSVIi2J0wmXsKeYSUgYSlSegop60W0srbMNoJUCDhNOZRjpREvCIzqyeAgn9qLDkrmyaQtDKn7k1AT5bjiwCeu7PJ+3b9aLs0C23GVcDHjArDpaaIPCQkY3H86fY0t1yI3Z4gyt0FK3AOG09Sfv/nTRp7MaRLgRx5MRL6kKdH4lEdv+tJJJkrbIla9E2xeqJ9vL77z7isKXvOxtH9R+5zgVLkaNtDF5jwm21JQ00VAjGfTrii7AIaH7pc0bRukLCV56JTxjP5GltjlyrhfJLygd6WkpwRwkdh/3609qFuYoumnNPMRy9OUlDbIKsqwMDuaqHWHiZouyIXAsa5cuWrICIyNx/UcCrhvemG74hyPcnlltzCSkHjFJLV4V6Ltbwks2ltbgHG4ZxUiN12Uto+06u1lIaWxHnwA+rLr7vRCPb1NWorwsuGxATqeUNqQODVhMR2Y6EtsNIbSkYASMCh5A5pKPyDlfRW6/CyU0n69Ry1lRAGVd6lVl0+3bmyyJTrqUADKldVdzTm4tT7gDZ6cJ/zNKW2koQEp6CnSQm7CUxGR1ST9zVHeP9sdvF+0/ZoKEpfdkpKDu6EHO4/ar66faqA1Y/KuPj9aYanSWYza1BHvjH+dThHcxKW1lzaXsaLLaWIh2rWlI3LA6mnkDjAoLScIA9BRgFLoLs4ARQgnAFCxQkp56UyIFINGBNdCe+KHt/SmxgAnmqr+IR8N6XbZ3YK11bIT6VSHxIS1Ijw43Y84qE3wTh2Z3UjcrJrobGOuAKNCDyonH3oWwFO7H7VivyaaVBGM8Z5x9uKBlXIycDrjvSnysJyUgY5NBCUq6jgUeQ65AJSMbunPQ0Xt+ocUqKRtJHrRakE5x0xSSJdgEIGckc17Cc4B4o3ywQCQMeteKB/hPH70ILCint14yKKUgKyvPQ9qUZUonBA965s+kDB7knHWhA+RK4g5JUB7USUYGOuOnPFL3EAHcOv2pK6nCSAQDjAzRfFD4GmdhDSzgg4PSq6uACniAee+asK7nZDdUDgkY45qvpJBJGeM5zioytDQ2PJJBSog7TmkziMkp5x6GlykZ4UMHt6mk7rRSnO3PaoKI7PukoDFfKfxDiBGu7/HbHCLpKRkcYw6oV9WCc18sPEhSUeIOo1Hp/FpZz/+WVWLBXu/y/2LOojtozQEG4wxLnPHGcbR3pzvmlLFDU22zHHI5ycmo9YPERcJCLPAtT8qQ4vanbwkZ96lMvTuvboyZ7saLHCQVJbJJP61tlOMXyUrcxgOlLU4fpCknnjd2oQ0dEJJbdUO3Shpiaxi48+1tudjtNGouN3ZH+82WQkD/DzR7sG+yO2Qgd0QvktvJI7ZpK5o24IVhCUqGc5zT+3qBpB/nsvt4/xINGK1dZWBh+ahsEf1nH96mpJ9MOY8shU6C5b3gw8AlRT09aI8sk4yD1xz1p31TcYNwcjvxHm3BzkoVmmtKhjsODUlaDvkT7AFELAIJ/Si7i1/uywjjjNKsBaSkDrxmiLi2RFXlRO0EYoXLtisuPwE+rSHXo4as7bVX/D99WklAg8OHFWptJGfSriLfPAXjHbpXCAeoP2o3biuFPPNLkQVg9BXCPSjSjB60AikCCiD0oChRpHHSgkHr3ofIwgg46UHb170cQAMUApxyKE7ALKcECgkH0o3HXNBII7UCC8e1eIwehFDCe2OteKe4FA0FFOKTzyURnFDsk0sxxiiJbe9haSOxFJvgDCev5ap2u7u6vKj82pOPTGB/lTt/Cpb1kbcjQ3FfTjzADgpPb8qbPECIq3+IF1ZcSrPzajge/NaF8F3LZLs/wAi7agUkJX/ADACDnqQfvVWaO5xLsE/blZBvB/w8tOoXXmb3uQ4gbko/wAQ/Opfq/w7t+kmjLtksiI79MiOo9Qf6k+4q1pFjslsQZ8a3IbcTzuaGD+1R6/wm742358RxxKDlKlDFUajaoteTQs8smTdfBELfra/22I1a3bf5zDKQgOpP/EQehH2qMK0NctUolQ4MRtbkhwuvOEf8Mk5qxm2YLEFyC5GUl1P4DjpSnScEWa4OP8AmrSHuVIPQn15rnYZzzTUcr6NEprEnLGqZnLWnh1ftELS7PYPkrOEOpGU59DTXJS1cLTuKFecMDd1AI/txWoPErRl613a0wISmkMlQUoqUM8VTOovC++6Ms8mXL2FnotQVxtPFdOXhojLMs2Kp9ke8GdRu2LV0RQXtbW4G1jsUnitjoIWhKh3ANYP0w75N9YUyTgOgp/Wt02Zan7VEeV1Wykn9K3SdpM48VtbQoxzmvY9aN2j0rhSc8CoIsCinmuhPYGh4yeldCTQ+ACink17b3ozbya9t74p38CAEcZrmB0owgY4rmCO1IaAYrwHPND289K8Ac0ci7AYruD6UICu4zRYdDVqD6bRLP8A9hV/aob4IJzpJSuhVIXUw1QNtimnjIYX/Y1E/A9GNFIV/ieWaceUwZYH5Vwj1FGYFeI/OlVgAHuK5tFGbRjmuBI5ougA4zxXCP0of3rxTxQFgQMd66RzXQDjNd2nrTABjFexzQ9p710DB4obEA24PSvYxQ9uema9tzSRICE8V7HGKERt6cVzgnA4piOY4xRamGVgpW0hQ900Y6tLTZcWQAkZNVnqbxDkTJxtGmHE72zl19QygAAnAPrRFbuEDbRPXrXZXjsegRlH3QKRvaN0rLB8yzRjnjhOKp5/Vdyu80y2b7Jbltsja00P5e4dc/cZp+05re524S2kzjdzvAbQo7VpV3H2/wBKbxIW9k0c8MNJuHc1DWyfVtZTiuI8PzEO62anvEMjp5ctYx+hp609fI98goktEJcxhxoKBKFdwcU6gUnadDVPwR2PB8S7cd1p8VL63jkByQpY/wDlZpzi63+IS1Y+W8Q25gH9MiM2rP8A8kU4D1Fe9/So8+WFR8IOj+PHxC2/Afj2OcB/9hKSf0VTnH+KfxbiY/iPh1BkY6lmQpP+Rpmx3r20Hg4pbU//AKGqX/2S2J8ZNxYwLz4W3Nv1LD6V/wB8U+Q/jN0E5hNz0/f4JPXfFCx/8lRqtSkf4R+lFmNHXy5HbVn1SDUNkX4Qc+G/7F3Qviy8GZWPNv70Un/6/EcTj9qf4PxCeDlwwGNfWpJPZx4IP/ysVmtyyWh7/iW2Or7oFI3dF6YkZDlmj8+icUnhh8f3C5fP9jYkDxB0RcwDb9V2t/d02SkH/Onhq4QJA3MzGVg90rBrCj3hjo547k23yz6oVivN+HkSIc2y/XeHjp5Utacfoaj7EfuPdP7G8gtBH0qB/OsafGA8lXiRFbyCU25r/wCcqmWPbdd28f8A1M8UL+zjoFSVKH7k1G9T6B1nqm4fxW863enytiWg4+Odo6Dge9OGNY3djUpPhr+5B8jjoMV4jAyMU6yvCvWkVClx7nGeA5wepqMaflzZ7D4moT5jLpa+n2qzgKrsdcECupH2o1EaQ4PobUcc9K6GHE8KbVn3FRJfsEhP50Io9s0ZtIHTGO1ARvzlQ70NhR5KST2roGO9GJRkdxXNo6GhC+5wDGTSy1j+YrHXHeknA6nnNKbYo+c4nHAAoYWPBOUdaQtDMlwdMUpKgnKdtJWQUuOq9TiohfwK1DIxwcVX2qnS3enHc5CCna2O5x6VP1KykcjioLd0QX7xNekH6mEbkgEgkjFZdW9sE6FJ8DJbr5OZDy0u4U4kpUnkYGc8U72rUJaeTNfAIBKT6896Z1wba5cmg26pSZDYXjPKSRyKSXCZGYcXbUA+Wwcb8c59c1zcmLHk7XZBV2Tibc0ymcIG7ceCTwSRk0hF0TEkIkMNfgAHXuOtNEUrMBEp87ATtbH+LnA+1N6Ls4xJcaUlJUleAk9PtWTT6aKk4roSbbJgzeQorLO4FYUtQPc+g/UUdZL1MYeWqQ4ChR2FK+h461EBcZAb2hGSF847e1O8i65jKa8vJS2lSSP6TSzaZfpS4JU0yWfxOe4tP8OUXMO+ak5wUn2pwmaiuF0mmbOuLypo/wCK6pW7OBjHp0qs29VyYSlOoVgqSUJH+H3H70GDepMFwyG3CtIVuWn/ABZ5NRWlzRg0nyRppky/iMdqcEvzQtIISrnofQigSHpi2Fx4pUEJc5Cfw/eoneXo65LcmMQEycL47HuKLc1pPgpYjxyUsMuJUvB5cIPc+lENPJpSh2TTd8j9Iu7trdDch9eNxJA7HsP1xSiTdJtyiseadoXnbhXH39qg9wujt3kKddCg64oqwOhyc08woU+LGDssOhAwQMevao6rFjjFX+ojK6HeXdUqCY/nhLaAGyT0H2ppkW+VHebmxU7mnlAJKhjOaT31p+O20rYGiskpCTnI96eI8yOIRZkPKW9HQFIwRgLzgD8qox7scE4+WRT55G28Jn2pTcR1KkKUgL2DuT6/lT03cI0dl2RCbLKdwbK0nqcDd+5ppn303RaXJSQ4tpHllSSBTSxCniQ6nzleWtRUrccD6q0xhvjsycMsTp8D6q4Mx3i5ES+xvbUkqX05+3rS8Xp1iSWmFuALQ2SUkj7jj1qMv3HyrYbeVb1oXxnqBSSLcJcdaShpx1IUlKnMYCSTxUXiilufgOCdW1SLZMCDPaTMbeDobeOUuAHJTn3pRpTWSzfZK3m2iVFxaGQcI3e1QTVclyY/Hdip8w+UFKKBkZHem2BMMN9oO7m1NvhwqUO1RxKbjv3cvwRbbLCuV/uE+6PuurJkqdUtwgYBJPb2qw9EeL8/S62FvSFeUpGwtdUgH09Oao2435cxuYnGA8PNYUDhSCD6+mM0mtV4uE5aWxlSFNbAojooDioY8edSeWLpkeUX1e/FL/aaRKmXG7LjS1jADYVkgkjGemAMfrTXctYSVWF7SdvgsuyriENqlZzhoHcAn3Kjz9qqaHMkuLcDzJ3tnClnrx/2KkNlcutouAbZHnOJY8xp5R5bBUkfT7/5ZqUtW4Tub5Y02+h+nwpGlbeLTOAVKSlTTrSs5aICS2o++VK/SpLpHXGq9N6bReWVOIiJlKTIdIH85R6gn7J/eogm7RJUq4NPzvmZ9wCmng8vKkrwCFlR98foamFuuGn3LArRmpL/AG+3sBxlwOBsrcUFcq5HGAe9bsMY5mpQbXHBZKKq2XbpHWFyeB1G9lqLMgichDjnmBSEcLAx0JJTxTY98QypjcuRbISWosfkFQOdo6njpkkCoxoBqDP1JLsdkn/PWCxQww4+gkJkb3E5x2wCr/5NTeD4NRrvoCfp4MCJcoT7zSXE/wDipyFp3fkRXYfuJLaxVZa+kb0zqHT0K7MSG30yGgsrR0Jp3xmoT4MWWVYdCxbdMYUy+044lxB7EKxx7HGanJFak21bCmuwvFcxjijCKAeOlSAAqgk8UInNcAFMYWRk5zXgPWjCkA0EkCgQHHvQT0rpPfHHvTNG1Zp+bdXbJGu8ZyawMuMJcBWn7imk30DaXY7EgdaAck8CjNo613FABWwnqaFtAOQKERXqBHK8B3FdAHehUAAx6V7bnpQiRXgTjAGaaEcA5zXSR3r209zXdo7c00Lo4CSOAaQ367MWOzy7tMcDbMVpTiifYdKWuussNqdecShCBkknAArN/wAWXi3At2k29O2ae267M+p0trBwkdBx7/2qM3tjbN3p2jlrtTDBHz/kZK8aNcSdW6tnXFx4rDjqsH0GarVayo8HJoy4Sy86tS1ElRyaQKWR6ZPrXEnJzds+xxUNPFY4dJUGKClK6g0vjNAkJxjmkDH4+D9zTtDSON3pxVEuDTgW52Otvb2qGec4yKm/hYzi33W5KHC3yAT6JH/WodEQsoOxP1lJCR6n0qeWKI5pzw7fLqCl4tvOr+5ziq0+G0cz8UZEsEMXyygtQy1Tr3LkrOS48tX6k1LPBmL874jWBgc7pzI/+UKg7q/MeWtXJKqtj4Z7d/EfF/TrIGf98Ss/Yc11MK+uKORJbNPJ/Cf+R9WIbQREaR6IA/aurbyTmjWxtaSOnFeOOvaurFnzCXLEimQB7UmXDZUSfLST16UtedQ2krWoJSOSSab492t8wq+WktubTg7VA1NWQdHiwlP4UgYoBbx9qNckIAwkZogmQ5+FOB70xUBUAkc01XyQhFskkLwfLUM/lToYilcuLzTXqNhlFoeQoJ+vCee+T0oCiK2tt+FDEladiEt/y1H/AAAdfuetIbYyq4WYPROXXtzqvRIJyCfenK+3qDNgP2xt9CUMMlb7n+FIH4R7mmjTF6jy9NLRHIYjstKKlg8uHHb/AFqV8g/kT6Ni/OWkWmMoEodU7IdPOCVEhPuf9Kk9gjNtXGaG0Y2KSkk9yB1pl0yuLYbA3L3jcv8AmODPKirpj9qdtGzW7g3LlocS4px9RJB444p98ER9eaK05Twf70Wy8CdijgjtSsp70WuO2s5KeT3qRGgBdbA5UBSUyHJTpZYSQgfiV60p+TYByoE/c0z6o1jp7RsNMm9T2YyFq2oClYKj7UWMemWUMjAGT3NGdab7PeoV5iolwn0ONrGQUnNOHXmgVgVKCUk54HNZ1slxRqH4iJjrfKITCkA59xV8anuLdpsM64uqwlhhas/lWX/hzmKvPiperkolXmJzkn/mNb9Ji3YsmT4X+ZTOX1Ria0QOBQwOOhriBjHFGAe+KwFp4D7UNOAM1zHoaGkdsYFSA6B3zQ0p9B1rwSRQwKBHgnPes8fEVKDl4Yig/wDDRWi0jjNZZ8cpSpWsH0Z+lAA+1V5HwW4+HZWIA64GRQ1JAG4nHtQsDOAK8rK8nPIrIaPAXtPX+9dAzwoDOKGEjOQDzQg2CCk4JpdAFbRjGM5FeLaRwc9aNSgZ9QK5jBwpJPHejyFsKCSP6cgHArxQTngZ6+tGbSOhHPShbR07565oq+x2Jko5JV165FdwQrPYd6MKOB0z9q4lIOQRk9qES8qglYynnv0pI82CBjqOfzpc8ngfqQKSPYGU9Bj1osCOalUlMIgkZUrBx0xUDeR5i9gzlSuMd6m2rFkJQhRyME8DGajFtZS/cm08FOc4x3qMuexrgK/2ZuBAUlrPT8JolzTVxb5VGVlWeOuKsZlseWEcJGckA15YSVdsY70qBOy4Lj4veJ0lhSH9c3spxg4mLT/Y1TdwmvypLr0h1TjjjhUpajkqJOSST1JNTWQ4CzkcccjNQGUofMu4IGFq5P3pbUnwhR+CY+GDDbl8YWpAyFjt71qGTFR8keByisu+Grnk3tgKyQVD2rUy17oWP+SqsyJJkZMFtfVAP5UL+ExnBhTST+VLUI46UchPrisxKxnc09b3B9cZB/Kq88WdE2ZzS8x35JCVoRuCgOauAISe1Q7xRaCtKzsgcNE80JcoLMvWG3NwGwhvP2VT+jOCD0HfFJYaElI4H5UvQk4x7Zxiuj2Ut+ADX4icjOenrRdwGY6znsfajiBuJ6nNFzx/uzh5/CTQhFt/Dxg6VcHcOmrZx1qpfh150u9z/wCKf71bgHNXEQABGK8UknFGcYzmgq6dKXLALIPUUAj2o0k0A+mOadIAojtQFJo0jFBPIwaVsOAo8UHHsKMI7UEoz2pAgBGT1oJT7daNxz0NcKfWgKCiAD0r23A4ozaO4rhT1xzRyFhZT7frXFthScGjQkHkivbe1OuKAyJ8S+lXbRqxq+sIIZnoypQHRaeD+2K94KavZt8puM+qS4oHacnKAg9yO2DWg/FjQTOu9LyLf5afmWwXI6u4WO359KxgP4npK9OxpSX47sdwocQFbTweQag/qjXwPp2b1hvtzIqVgpUSkZxyKJVEYksuJe4zlIx2qovC3xTiSYLTEtZZaT/LaLjgJJ9Ff5VcLci3yWw8kpOcZwrvUE93Y6rlEfctw+daaSEqCQrBKeSO+fWnMWZlMVIcIeA6ZHVPpSwx4S5SZJUUrQMAZwMUeWEEEtPEIPVI5qEMSTdkpTboLhw2YLBbaKtp55PSqw8bL4zA0xMXIgGUw6nyFgKwWyeiv1xViXa6MRWC02sbyklIBHYVk3xf8QGdUXFMa1SZTSEAty2Vn6VLSeD71OraiiFtfUyKaKhLmagiNITu3Opx+tbqtMf5e2RWSOUtJH7VlrwA0a9eNQN3FbRLLBzk9M961klGMJAAwK0S+CEeAG3j3rmCc9aN2+1cxjpUaZIKwBxivEAdqN244rm3HTmjgAsg56V4pJ9KHgZrxHtQAWR0617bQyk9q8U+tDABtHpzXMd+aM7cVwDPNAUBxntXNtDxnHtXdtFC5Yw6wOzTlwV6R3P/AJpqN+CiD/sNHUQeXFmpFrohOlbmc/8A3M5/800yeC6MaDgnnkqP700+GNk32k14pJ49KMx0FeKaj+4AMY4rwAJ/ahFPevbTQAHHtXiKHjrxXtox6UxAAPtXeDwaEEA+wru32o7ALCfWvevFGFJ6CvBINALsLx+VdxzQ9ua4U9/SlYxtvV1jWeE5MlL2pQM/f7Ul08Z81n+K3AlHn8tM/wCBHbPvUL1lLVf/ABAs2kkOHyEH5qQkHhWM4B/TNWghCUICUgAAAADsKk+F+4lyyGeJt/fsOnXnoydzrhDScEAgnjPPXFVNGcctNqYPzDKJb7wyhxRyCeSOvPPb3qQ+NM1t2/W2I6jzWY2XnE7iAPY/l0+1RGVMjG/ouDVobcSpfl+QonYtGBhYzjHSrYJOIpJp8DsGHIU6WpTcZll1KSpXl5CXSRkc888/rSVhDMZ2ZeH7V/Obc8ttDZA45wvH/fSkU+ZMS5MuUaEksyHmWxsV9JwtJ6HjPA/WjlSIZi3P+N/PIL7wIcbezg9UjHp0oSFXkkGlrgNL6whguPtR7kgb0FOElR5B9utXiCFALHQjNZtlZkWFMyXNZem29xspQsnIT2+roSeK0LpyUbhYoUpaEoLjKSUg5AOKWVOr/kEXYqYkMydxaWFbSUqA7H0o7HpUQ1DOGkr7FvBUoQbg4I0pI6IWfwuf5GpghSVpCkngjNVV5J+aA4FewMUPb617r2pWFAcV4DnFCI9a8BnnpQFHMY6DGK7/AHruP0ruO9H7gcA9q6E10A96EPYdKLoQEIPauhGaEM4xQgO1DsYlmkIiuqP9KSarHwqsttm2F6dJjIcccmOkE9xmrKvS/KtUtz/CytX7GqW8K9YS/wCD/wAGgWeRIebW44VIxtIKqi2km2SRbgiQo7eGY7afsntUOlBC5bwCQU7yOnvTmGtfXIbWLO2wFH8S1k00XDTWsrfIV5jEdwq+o4JHWs7zQT7LFGR75OKv8bINBXZ4LgyWykZ7GiM6gjHEm0OKAHVtQNdF5W0cSYEpvjqWyf7U1kg/IqkeesbR/wCG4pORimmfalWxCHfmCsLVt247kU5OaqtDRCZElLOD/wCJ9P8AekF5u9vuCGkQZLT317iUKzjj/rUotS6F+43voWoBSDg/3pZAS59TicZ4zmk4HAwfw9aWQFYWQCCCcGpvkTXA4JOU7qL8ojcr1OaPSjbnnjNDUkFo47VFghGFDB9utU5qa5uR79ODJUsuOqTwemBj/KrkUkcj2qmb627CvM2Y1H3OOPKKQsZwc9cVmztUrE/uNXzEyOtqVkpUgjOeMe1cM5t2S58w59DpK1Ek8fajQ/cV5DjaXc8qyBjJxgV2Rb4j7LimgUu7Soo9FDsKz7l5Dg9br5NfdaYCgtLBQR2yEggDH50AvSXJoeCNzhWVEepzRNtt0iIStxO1xaOB6A09pLTYSE4BQnlR4pxxx3XHocYW7FUJ5UNpsKCFLKty8jOSaUuPOsKkTUZcD7ZBR/hPaojJ1MhM5DCEbmgcLV3/ACqQNTAtKFoVkKGcCrJYotVRa4qXA2TJSivcUDcRgA9vWjEzAPKcOdhQAtXalFwSxkyVt+Y4tQASfw49aCzFXJsbyw2A207lYR1GcAH7VRPbDhlTjySWDYF3G3pkR9iUrAU0Vr598CkqtNwIr/mTXXFISd5SEY3Af9aDaU3dSXFp3GPHS01nnGNvOMe9LNSXxmO9HguoKQ0sZAPO3HrXJlPMszhF2Qdp0BXBTIKHoiI/lpXk5SAQK9eZzjkCY6+VpLG1KAFdc9DimNN6QxdFIjfVGUs71KVxt+1ILzfS+86iD9aFn+YTzyBxU/yzyzU34Icg51zVMKCtS1DjCc4/I/nSjfcJLCVRwtakN7VpQOxGf1/1qM/NfNpf+YKm/JSlSccc5x/mal+np0uA2p6K+kBbSQFEZOe+B09q2yxuMaguS5RsTxbfIU8y9KQppCClS0HP1Dr+9Otwua55+Wcd8trIKQgAEYpsv2oUMNKlTpO4hOE5PX2FMtiu7t1ZdddZLakqwknuK1wwpRTydlm1LgU3xUiFcWXnEb2XU8qT/wB9ad7bJuERv5ZRD7UgkkEZwOv+dJ1FMqKthZChjjNLJl/ZtsWK1EShMgspQ64pAVyR+EZrDrMLpKMbISjt6DI+p49oWo/KLKW0BBJAKSBzimTU19bmpZcjSm3WHkhX4AFtkeppO+8y4t6M+opXIQS3/gJA5B9DUTTJZW+IwawkEhQz3zVOHRwcvcrlEErfJYcG26dfsMp6bfQ3MjqS0wwEklZIBJJHGBk01tXGO0xIMV4+YhYUkpT7cD9qaG1pYawp1DbfPcAntQW3ZEVIMVLa3XFDapQ42461c1GV0hfZD/a5V0kynrv9SuSvb059MGpVD1KFpb+bH8x3LQyrbxkkD9MVHobil6MeeenIE1biikp534UBtGPbOftSM3Zi9sNwpbJS626lIWlO0EDjJ9CBXKzYHn7XmiLTYOU3dLbqNSo7Tii02HVe6Rnmjpt2da3Mb8uHKXVBWQRxx+WKNvV4jJT8tbFrWtbYadfJ5UgHO37ZqEXi5vBabdbx5kp04+nnBPSuzpMC2Rnk7SL4puNyLS8PfFnUGgvmINveCoMsguNq5xg54P5dK3loLxO0Nf40CRbbkkzLsyl1xBWSQvaM59+1fNUWO6WiGyLmn+atG5WO3t96lnh5qJu332DGud0kQ4nmpHnNrUCzk9ftnrW/HnjkjeN2OUb6PqKlCNuUAAHniuFOKZfD4y3tJW5+bcUznHWEL84AcgjI6U/LArUmQ8CdQNAIo4oVnpigFs45zTEEKxmvbVEcCjtgHau4wORTsAnZ6mgqCEAknp3o1ZSkbicAVmH4j/ibY04mRovQ8pLlyUC3KlIOUsA9UpPdX9qaVivwhx+IX4kIejGXtK6SkoevLg2uvJIKYwI/dVY7tmutR2XUf+01tu7yLjvLi3t+SsnkhXqDUenXCdPmlDfmzJ8leTklSionqa0b4X/B1fbloiZqDUkhbFymN+ZEjKHPrk+lKUnVx6/zLFFL9RoHwF8b7Z4o2NLEp1DN4jJCZLBPX/mT6g1bhTXzIZlat8GtaplRy7EmQXcFJyA4kHlJHcEVvXwb8W7N4qabauEN1LcxsBElgn6m19/y9Kle7lEJR2OvBYBHpXOBRhRn3ruzjGKQgrBJ4Fc2q7mjtvavbQBzTsQUGwOlGJQc9K4XW0cZyfSvJW85/wANv8zQFA9gFJps2JAYXIkvIbbbBUpSjgADuaHKW1DjOS7hKSyy0krWpRwEgdSTWJPiT+Jb/aZ9/RmiJJRbG1FEiSk4VII4IH/L/emvuFW6Q5+PvxKv6onuaG0LJW1C3lqVLScF31AP+Gst6zvfzcnyG3VKaaAQncrnA70rhShCgSrirBcXllsnr6qP+X51DJbi3nStR7965erzPLPaukfS/wAMenrR6T8w19U/8v8AyEqUVBR6j1pIUlTn8w8dsUoWsJ+lPJ9e1EqbyQVDPpWZM7eWO9IXRk78Ntn88U/wo6f6QSPemu1MOOAfSQPapHEaS2kZAyazZJUztaHG3G2cluuQ4Dr7RKXEDKSOxqd6qlvW3wzK3nlreciISor5ypWM/wB6g8tsS224ycfz30N/qaknjVcERdICNGWlQS6hrAP+Ef8ASlj5pL5PMfilx9/Gn4KMbIW4VDoefatA/Bhbvn/Gi2LKMhhK3P0FZ4iSG3R/hPfNav8AgJs65viTJmp4EWGo5+5ArrYF/F5Obq8sXock4vwfQ5biEJGVdBSGZc48VpbzqwltAKlKUcAD3NDnOwrbFdmT5CWmWUla1rVgJA6k1jP4hviUcvzj+k9GPlq3JJQ9IScKe9h6JrpqkrZ82pydIc/iD+Jtb4kaT0TM2t8tyJbauV+oSfT3qlvCPx4vnh9qJC7nMfl2uQ5mQ2olRTz+JP8ApUO01pfUfiFf2tP6ahOSpkhf1KAJDac8qUe1W54o/CzcfD/SjF1YlGY422FSnAOArGSPsKrnOfEo9F6hBcM2po7VVl1dZ493tElp5l9AUFJUD1p9WpIBJr5w+B3jlePCa8phTnHHrK+sec0cnys/1JH+VbXtetXNcadTfLbMRFhSWwppWQXFA9OO1XQkpqzPOLg6ZMblfYMEYLgUs8BKTkk1Ddbxbzf7Y2lEwwI5dClEfiIH/Zp5at1uiOxo7/1qIKi4pWSTik+pVmO9b0eZ5zAf8woHXgcflU64ERlWmINtsMp95ai681/M3jkHgAf2pu1TZJdv0sbfZFtI2s/WsIx5YI6fenTXd9gT44iw5iGwhbapZz+EbhtH3J/tQ9UXaMrR70S0KHlkoaW8TkqWSBgHufWopeEO7GCJYp0tmDGnOFTcVtIfWzwgKIHA9SB/epdo2zw7XbCq2EhLjilFJOeM0C1T7fp/T3yJUlwoa+nnl1RHr6k96Db5UaDa23IcgF7ZvW3nIyefyqSXNkW1VEqZfS4Nqjg+lGkCoc/qJ9xlpzyfIdWpIBVwDmo34m+OVi8PLQtLjyH7otOGWAe/qr2/vU7RCm+EP/iZ4oWDw4tC5txfSuSpJ8mOlX1LP+Q96wr4l+KN98Qbu7PuspXlbiGmgcJQnsAKb9c6/vmtru7eLzLdcU6rKRyQB2SB/lVl+Cfw6TdcAal1gh2DbAndEZIwp89lH0TVEpuX0xNUMccfMgHgP46y9Gy2bDf5Cl21whLTij/ws9j7VtSy3mHeIbcyI8lxDiQoFJzWG/FvwXuOkZrsmGwpUQH6FAcYp08CfHibouY3pzUby129Sglt1R5bPYHPaliy7fomRy4k/qgaM+I3URsfh/JZQvC5Z8vr2qkfhGcLmsLks5OWUn9zXfij8RomoRAtNukBbYbDqsH16UT8IpeGp7ippsqJZR/c16vDh2emSl8nJlK86RstI6UMYpChU04/k/vRgROP9IH51502pC1OKGlScdeKQhibnkpAPvRqYUtXJdSKdh9hYkpzyaMStA53CkqIDh4U/wDpRyLaP6nlfpQKg1T7aEqUVDgVkXxTmfOaumOjkbymtZzYTDUJ90rUdjaj19qx1rJ4P3+Y4lJ+p1WD6VTlbSouxLsjxyRwPbpXdm4dcYozaCSSc46UIIwnJBrOW1YBKCE8AHNCSjscHGe9CGRXklOQRjntml5GBUkgYJ59q5tSCSQST1HajVAKGCO1FhJ38gnPahfDD9jmzOTtHPPvXFIwMnpn0o3YVEYAx15FeWkkHAz3p9Eu0J1p7qzz6HpXVABPGfShLQSck49RXCAAAcZBoBPwJ1gYzjmkbowTvwc0sUokEk8nsKSrGFEA5x1NII8kK1Wsed5ZwSEjiofJlTIq0vQilKxwNwzUr1Gsuzlk54VjApmhRUSrpFYKN3mPITj2zVciaRK7Za9bS4Lb4iR1pUAcjIz3xRj7GqIycvWdzI/wHNXPZ7a0zBQkNgDaOPypU9AZVyW0+3GayLLJMkkiAKeKmyU54xzUIlKJlOjI/GalvmYYwvHA7VEH1pVKdITwVnn0rc14KYkt8PXFpvLWQMbh/etToWDCT3/lg/tWUdCukXhkj1HfpzWqoS0qhtkgH+WP7VTm8E0EJGf1o9KeKAlIPTjvRyUqA4rKTOhAA5qI+JgH+ys//wDEK/tUyAqJ+JDZVpicBj/gq7e1C7EZpgpUUjIOR6UvbBA54HrSSCk+UCRwaXJ6bVdftXRKmEpIS6RjIHJFAnj/AHVYyfwnBrqz5bpCcj86DKV/uqyr0PegivhFs/DkB/s2+P8A7Krn86t/HFU/8OJUrTsncckPK/vVxkelW9i8gSBzxQFA+lGkcZos9OKGwAEY6iiyAM4/ehPOBpCnFcAck0lZucN//hvoVk8YVUfANh2fYe9BUM11TqN3BANeKk9AQTTQmAI/auYIowgY+9Ax+VIb+wAj1rm2jcZrhH+lNP4DkAE5PHFe285oZT0rxHNABZST7c14D2oe3FCwD+VAIJLe4YOSD61TfjX4IsawZXfLI0lq5tpJUMYDw9D71dO3nJrxSkjBFRq+R9Hz0Ld+0bdyh+MpiQwvBS6j9eKu/wAEPEyTcLpGs0yQ4sOKPmFzGPbbV1618K9L64YKbjDSl/H0vpGFD/WqMvvw26ssElUzS89SwFEpLatixSe3/EKn3E0UqbAckow62ojI6jrVd+IPifZ9FXn5Cc8toSIynG1IGRuHTP3qi3dIeL9pfUQ9dkrKsk+YpWT96DctD+JesZTC7zHkyXWEeUhSm+duaGkw+pdoR6w8Y77q2NGjtJVCcjOqV5zKyCsdgftTPo/Rd21bdENtMLdLq8qWRknJ5NWro74Z7xKdbfvRDDY5IV1NaA0hoGx6Pihq3xklzH1OEc1KL2/pFt8sR+HuiIujbK1EbQPPUnLisc59KlWzijSOK5tNF2+RhW33rgSM+ho7acYrm32p9sAnac8V4oozaPSvAHrjmjpi+wXjB+1cKfSjiBjiglHtQmDCgk5zXNo6mjcdgK4U+tFux+Avb3/SuFPNGbcnpXin8sUN2AAAj7dK9jjFDKfevbfaj7gRbxEVs0fdVA4xFc/+aab/AAcQE6Ct2McpJ/el3ib9Oi7qR/8A2y/7UT4SIxoK2e6D296F+lsCXY9a9jtQ8YrxHt+tABZB6dhXQmhbTgV3GMnFIAGB614jPHejAkYzivbTjpRYBeDXcUPHbFdxg9eKaYBeD6V4DBPFD2nFdCcdqTEF4PpQXCEoUo9AM0djHSiZaCY6wnrtNKXI0Z3mamRbfHYTXnf5C1NtJJPGxScf3JNaKSAoAgZz6VkPW/8AvBh39vKZMF5cGYO4UlRKCfuk4/8ATWi9F67tl1ttnjvykCRMhhaSVD6lJ+lQ++aulF7VQn9L5HnUFktFxY33FpkJScqWpIzj0zVc6n1j4Y2FpbMh5uU60AltDCPMWgDoAR0/OrQuz9nENarqphTCR9Xmkbf3qkmomjru5rF1bUBTcTJh7QkAfTnIx15quKvmh3x2Q26+LNglLUzD01KYjGQh/wD4o3ZSc9MYGfvUt03ePDjXLq0PS34M19SQWpCgPpHZJ6Gkr2j9KP6a0xOTCjmRc5CGXiDgYV9vTFHnwo0vJ1pc7CylxpqJEEhCw5k5I4HT1qe5dNB44ZJZnhAy8ltMOW4mOVkO/Vu38/SrHsCas3T1oXY7RHtbjweLCdoUE44qGeEMG4qsLUxq8vusB1bXkyPrICTjhVWQRUZNrixLnkhHi7Gbe0JclrwFMpDyT6KSoGnLw/ui71pC2T3DlamEpXn/ABDg/wBqr/4iNXC3WRnTcVz+fcl/WAeQ2kjP69Kl/g8Q3oiBGUfrbRuUPTcSRTS/h2N9omWO1dSPSh7d2QK9t9BVYAdp70EAnPpRoSD2rgTQMDjtg10p7ih4P2r2CO9H2AAMYHehAc5ruDnNCxz1oACBQgnuKFgAV3acUw6GPWLhY0xdHgfwxHT/APINQ34YLY0/GffdaBPldx/zmpT4kPfL6GvTv+GG7/8ANNJPhcjAWJ1zuW0c/maqy/8AbZKL5RdrVvYTjDY/Sovfora7k4No4AH7VNwjAzUPuw3XF4++K5rXBoGNVsYVnLY/Si3LDEX1aSfyp2Sih7R2FRfwBXmudMWgafmPSIiSEtnonnniqdtNrjW9G1hIT9qvXxPX5Wk5PqtSE/8AyhVMtJ4BI+9a9OuGVTbDfpOAelLYbSQgrzzmkfGOOKcYHLIV0yT1rS+iHDYtZAIwevpRqOEq7ii2gUkgHH5UYn6R1B/KoWx9CZ/IQpWOEjNUHf73OuM151n6C6oo3D+kf61fc1Zajurx0bUf2qjL3bEiHGuTckH5lZStCAAUn8qzahpNbkQdDQVOW+Ett1TitziXAog9RRVtvUkTSptRkeaSCg+lFLblJhPBclZQhQwlXOQfSlunrXJYfdkqYS2jZnK+OfTmofS1UiVJ9jyN25b7zhys7lf8vA4/amG8Xkugx4xOwHCl+tPS0Nzm1MLUUg9VCintCS4iETThcZf9e4DHtVnEEWvhcEYisvkJfUz/AC1q2BR6/cVL7Bb5siCt4tlLaBhO/jJ9B60mjhiK602cOJRwlKu4zkgf61IkJZtlv/jUIqklbiW0tKV/wyf7YrNqZZIRUodkXceUNP0uhUZ8EDPX/CaV2tpMCJISVqU0+lQeSTgA5HA98VySplRMhQSCeVn1NNhmomvhqOPo2lJI71bKPuQ+rsm1aJBAZkKtpfjSHVRUtl4pKxz9WB+4qM3ifMlTdzrfmA4SCeuKXRLhLgJNpeLR8sYDe7G9OSScevNDdtc5EkXN6GSy0PmA4ruB0wK58Ye3kcn0zPwhKuF+IeU6pATjcgcg470y3GOIkZtmOVnzTle78QwKm8a7WqfbnTZ//eMlxbZVysY5I96hepXXYbzTcNxBEhsPOJyFKBI6ZqeGU3k2voItt14O2KzrlZekPH5YHgHqrH+VPt1u0SzxPq2gAYQgdTTVbrq68w2lSQFpTjA4H6Urb0e7q6Q6tl3fIabKktZHPHauiqo0JUuCI/MvXy4hycva3ngZ4A9BUou04xIpj2iF/ubbgCHQOuUpJBPsTXmrOxb2gmXHbbcTyQCcp+/vTvGjIvFlVboMnyXSS40tOAHOOUmqZReX6yDju5G623BMpvd0Wg4UAe9Cu0NUxnzG1bFJUFDHqKZ7XCfiynyolCmztIPr6U7OXBqKyFP4/wBfarV9UaZNLcuQUCK9JivvvoT5gX5gSU8fUcY/X+1Rwabdiy5DkorbWpR8pIGSr3+1OEjVCrcPMbG7Cdu3khJOQFYHUjcce9Lo14fdjtrnfzdqQQCPrB6iubneTA24eSmX0kQlW96DK8i4lXm5A65zmpQ7bzc/lkWP+dHbw09lJ+mpI61py7xnZgBckhBUUqPO71x6Ul06wWEGda2FpdUS24ykZBI/yxWKWucsO5Rpr5Ib/BINLQ7HDYYtseEqS2oFTqyfobBOSo571FLk/CakPG3tKYQtxRHPbt+1Su1pvdzjCBGZZjPPvq37zt2pxgffj+9Qu/RJdtuD0KUkZbWUlQ6H3FR9LWOeeTnK5fF/3LMUb7I7dbuWl/JQx5khzg4GSKkumdByrcI93kSW0znCHWkrPT9epr2iYNktLtxu01hMh8IR5G/kJ+r6uPXHSlWpdTR3En5ZZbjoc8xvecFHsDW7WS1GomtPiVLyyUrbolNz1Hb7xDl2yZHDam0bQ7jjeAM4/OoQ7bZjUb50tqLO/YlzHBPpQ7dMTISS4rJWNyuMlfvUg1RemY+nLdaWJEd5TzXmrS2Blrkgb8f1YGfzqjSaTLoJ+3h5j5CnFl5fCp8Q6tOSmNAavmE2x5WyFIcV/wABR6IJ/wAJ7elbebU082l5pQUlQBBHQivj3Ged+ZZYjlS3nFAJCeua+mnw1R9fs+G8NGvVEugD5Uuf8Xyscbv8q9Kpbo2+xONPgs9SKAUc9KUKRQcAUWLyEFselFuJCQSTwOtKCCe1ESIyZDK2XCdriSk49DRYqMm/Er8Trdt+Z0LoOWDJILcycg8N+qEH196xg7Kn3S4CFCQ5LuEpeAB9Ssk9T71fnxMeAs7QV8dvVtacetc1ZWlYGdh64NM/wo3HQlg8TW5GrYbRcfRshvO42tvZ4Jz+3vUt6brwTS2Ky8Pho+FeLpdhjW2vIyXrm6A6zGdGQ3nkKUPX2rT7DsZ3KGXEqCPpISentVIfEL8Q1v8AD+2qsGmpDci+ymspKSCmMgj8SvfHQVnbwU8edXaFvCrlqKRLn2S5ylfMrdJVsWTytJP7ipUl+pkG3LlGjPiL8CoWv7O7fLPHQi6xkFRCU/8AFA/zrF2htc6l8HNZ/PwlrSqO6WpUZRwHUg8pPv71srxl+KHSWiNKtv6fnMXK63JndFabWFBAI/Gv29q+fl+1FPvtykXe5Ob5Et0uK2jGVk54FR27Ha7JRe9U+j6leGniRYPEjTca/wBmlIWlxIDiM/U2vukjsalS5DY6HJ9qxz8FHh9rlie/qqY69EsTyCCyrIS+vGAQPb1rZiWkIACUirHRXtceGJ9z7n4Ebfc0IRVK5ccJ9hSnH2roFKwAIjto/Cj9aLnzolsiOzZz6GWGUla1rOEpA7mlPFU58TmldX6p0OpjTMxxDLWVymWzgup7A+1CryFXwjOfxJ/E1L1lIf0fo6UtmztKKXn0HCpJHb/y1nfTumNR67vCLBpaI5IlvHClgfS2O5J7Y65rt1tUmLIdiSkKYcQdqgRgjmtb6VZ8PPBz4d39SadmRpl5u0by3JScbwpQ+pI7gDp96rlL3OujVgwuU44octsyLrSOLC6NOtPJcEHLJWk5C1Z+pX5nNQxQUok7sk+9Lblcnbk+7LdWVKdWpZJ5zkmkicZ3EYxzXIypRm0j65pVuwY0/CSAKAQk96NhtF9eCnjvxRSiVqxt6+1O0NtDLQVnb+VUyk0qNeKCnL7DrDQiO2Ep5V/alhzs5IHbJptiO73SUpzjpS5oLfkpQVcZ571nkq7OxiknFUL41vVLmWy3tKwt6QPq9KYvGK0SNPJjtLkqdQ+pS8Ek4xUy0wgvaztjQR9LYW578Co38QM5Lt+hwj/4bJJHUdau07anFHiPxG/c18YLikVCh7c4hSU7VA8kd63V8Awttlt2pdW3WQ1HjxkNtqdcOAkcqPNYnTFaUjG0DjOa0z4YeGOsLx4CvXex3CSlh2WtbsZBICwkAAn1rr4ZJvcvB5v1KM9Jgnjm/wBdEx+Ib4l5+uJb2m9Lvrj2ZlZQtQOFSDnqfb2qiNPWK862uwtNlaK1fiffUMIZR3Uo+1NUuO/FlmFcC41tXtWe455Nbz8MtP8Agv4deFbV9jyobsRyMHJMxZG55zHPueegrTbyvg8t9OJclZac8QdCfDxpIMaesz94u7w/3meW9iVq9ApX9OfSp/oHUXiB476eaN2tjFvss1R810K3KW3nokGs8eJniDcPHHUzOmdCabS1AbXsjstN5W4f8Ssf9ipf4Q+I+qvAzUbGhNZhf8KecCErXn+Qsn1P9OT+VWqTg9kvJXKG5bg74g/htXp1o3zTTKnIwGSlI6VSeg/EjU2kp8WyO32XFtSZCfORncGxuyeMZ7Vu7xc8YtFaT0YuVc3Gpq5zREaKCCXCRwfYe9fO28T2bndJM1ljZ8w4V4z0yegqqWN43cWShJZVTR9B9IW24aktUa6sX8S2XmgtDiXB0PI7VFPEaJr+2XuEzBuDny7gKSrg7Rxkjjr0Apu+DrT+uIOnnpd6aUzZXOYTbud5J6kA/wBNXXe4TNy1ZFjyyPIajFez/Eoq4/Tr+laO0UyqLpme9TeHOr3EsLkXB1tchxCAEufjcPTp6CmbVkbWWmG7dpSK/KmPF5tOxJ+lKieB0yTmri1h81I1XZ7RDkhLDEklT5OUpVtOB7kD/Ki/EJCW5lliaaZLk1UlWZS/qJVt+pWe5Ayfviobad2NO+0V7L07rWXBXBVLeSIadri05/ER9Qz7dKn2l7Ff7VYW23ofnueVlSl5BKsdhUrnuWuJplmIyAh1biGwP6lrJ5KvXuSaeb5JnJsTsW0bhLcZKWlgfhOOtTUGndkXJVSRn7xU8boukYH8EFrQq5p/pKshvjqf9KyZqfU0u8S3rndJLjrryt31KKiSewzUv8W9P6itmoJLl585a1uKJcXk5OfWl/w76A0ZrLWDzesLlgsBJjxldF+p59P86oc3ke1GiMY41uYv8AvD22TJada+IEdYgxlhUOKts7XT/iV7D0rSyviM8MLZI/gyLiy241hsNhsjB9OlMfjX4u6K8LbAnSem4MSTcwyENoSkKDAx1P8Aze1Zks3hNrrW1vma4ZhOIjpWXPM2n+YvOeP86ut4VZUo+7zZtQXrTPifaXIKWw424nCXCjgftWTfGjwfuOjJ705homIpRIVjjFW98P8A4yQm20aN1W01AnQEn61AIDoHVWaiHxO/EBZtSMq0dppDciOhX82UP6yOyT6Z796U1HNHddBjcoS20Z5U6+6vdIdW4fVSia0L8IU5LOq58dKclxlJ/QmsyMOzZj6WI2dyz17CtC/Cu4m2eJDcAOZLkRW446kKFd3078zLRZFP9FcX/oZNW8Ucsa/UbfQp3HDZ/SjAp4nBbPNGIH0jvRgBrmEkwlIfJ5b/AHo5tL/UgD86EE4o1A9aBHENvHjKQTRqWnDgFYrqcZ6UegdKBjTqXdHsE15TnCWVVjK7qL1xkLJ5KzWwPEiV8po+avIBKMVjqSS4+tWeSSaz5eWX4+ghKRkZHtQtoAxjAoQGOn/0a8pHGAf1qgt+4XjgbRwK6AOoxj1oZTngAgevrXU8HlP3oF2BCATjGM14pGPv2ozAKeTn7ivYPB9PXtQNBRCiBxiglPHJNG9FYOenFcWCU7ccAdKAvkTkZG3P60DKhnJz9+9GqTxwCe9APIKdxp8dj5YnWRwfU80meASkqwOP0pWpOB0HHtSCc55cdayQSkGkNEBuyvMlrcz+I/pR2ioYmarhIKNwDhWffHT96SzD/NcJ7mpJ4SxvmdW52D+S0T9smqMj4dErL6YZ2sI+nlIrjjfOccY7UtCSGwCemKKWgdzx3HrWFMkUs4rDaiCCcZ/Koi8s/Mu7hjCiMVKVnLe7+xqKPKT8256bicV1mUxfJJdGLCLqySTwR3rV1uXmAyByC2P7VkrSjm26M4PcYrV9ncCrfHOefLT/AGrPn6RNdixvJPSj0n1opvkZ9KPRnNZSQIeuKjPiEkHTE4kZBZV/apSE57cVG/EFO7TM0Af+CrH6ULsDMsTIbBTyMkUsSN3Uce1JIIAaBHaliTjJro15Km2N8gq+Z4zjHpXpKsRF5J/CeSKDLP8AvGEjr19qDLXiKsgk8EUg+6Lf+G050/JyCMuq/vVy4I5qmfhs5sEkH/66rn86ug56DFWkAugkc8UYRxQTx1NFhQhuQJiOD/lNVDpmMmRatSJLziHG5ThbUFkFs9selXM+0l5JQo8EdqjjOhLZF+bEV5xtM1W94D+omk2wSK0masvr+h7bdnJLjU1Eltlbg43jcBz9xT9cdTzmNRWSFCmFKJf0vIUnJPHWpFevD+FcbSzaIiksNMLQ4njPKTkUmvGjZ0+42u4N+WFW9QJGfxDGKVvyOhTrPVjelYSZq0KdCVJCgB2J5Jo6+6kTA08b/GR5zaWvOAT/AFJxniibxply+tSmp6VoStotpAwcgjn86i7Nl1CzoObpiaw4p5htbUZzbnzEc7fzpqXHIVY+w/ECMtu3vzIzjTNzADS8g7VEdD6UuXrO1Rb+1p2W4W5MhO5kKScLHsar23WC62b+BTbi27Kt7aQ3IjFPMdzsseop615ZHbww7cbRgzoHlyY5T14PI/MU00hUybStRWuFOat8qY0289/w0qVgq+wpwU+0gDcsJCumaqK8tSJF90zdpzG1954JIPO0bTn96kviQ/cJFsdYtT5adYT5+UjOdvO32zihtcBTJ4SACSOKAHGyMhQNNGkr21qbTcS6II3OtgOAf0rHBH61BETZ9m1PedMSrjICZjXzVvcUrJR6pH2NHXDDstYYUM9q7gA1X3h/qe4XuxpjzJChcoj5YkbkjOQepH2p1/21aa1ixpt1BCZLalIdPQrH9P3xmiuaAlvPpXCO5qH6t1rJ0lcIy5EBT1vdUEvOoPLA/wARHpTuvUA8tchlrzmfJDyXEqBCk47UqpWA8eWhXCkA/cV5LaAcpSkflUdtetIN0tjV1jsPll4kJy2c5HXilVp1bZrwlLkOSFJU4Ws4I+sdU/eivIWPWDz0rik5PA5rjclhx1TKHBvT1TnmuuPNNcuLCc9yaQHsZ6jpXCPWvJdaX0WCBQtyDyFDFC7CwGMV7GMZFD4PTmuGmHQAj0rmKMKcHn7VwpHXFAdgMZ6iuEAdaHt4rxHpRx4HYXxjNcKaGpPX2r2BjFF/JEAEgda5jFDA4r2AKYwGD2FeKfeh7a4R3pAQvxZOzQ139THUP1o7wrbCNB2kD/6yD0pN4wqCNBXRWf8Awf8AMU4eGjezRFpHP/ASaa/R/MCS7fQV7bQyOtcIwPypWAEgYAxXtvFdHPUUIDmh8AAxg13b7GhYHevY60AgIGK8fWhY7V3AzwKQASnjBrm3HWjPavYpiAbfeuLb3AgjOetGbcivAdc8CkNGZvGLSsixX6feLRHL8GaB8/GI6E87x7Z5BHQ5qvodpv0a0saitr63IsR/e2lLn1tEkZ4HToDWtdaaTb1BBUuO+Y01lJLToTuB/wCVQ/qSfQ1mG7Q3dN3qUjUUNxuNKCmw7b1bUBXZW3PXParMcm+E+Rvq2JtYa5Y1K9i5OXJhh5KVhtDm5IVjCgUkj+rOPY1F27faJeWrXeFJeUOEPJLe4+meRTxdrA+5G+TSG5bwIdYebXlakkD6VJ6+n6VEFsvR3drqVIWg4IIwQfSpJ80KvgUrlXiA+Iq5kppUZeUoLih5ageoGeDT9Z7rrtT7t3g3WYHXkeW4+tWdyfQk/wDfFEKhw702xcF3Nll1CA3IS8sJORwCM9eMU2Xu4/NyizGdV8mwNjKegIA/Fj1NCdBSfgtLw617rXRbjcOQhqZbioqW2VpBSSckhWasnW/jcxZbfAajRlGTcm/MQUqBS2jdgqPr3xWZrDbTNlpDi0tMoytalnAAAzUxs7dnc+ZvV7i3GUwAWWggcDjhKcnihtN2KqYv1Fd2fEfXbl485TdrhNpT5rnGG08qP3Jz+1X34Q/MS7PKu62VNR5TwTFQR+FpCdqf9ao3R/h1crpLaE4mHBedC0RQrK3OeBjqfzrVFotzNttkaDHZDSGWwkIHaouVKkP9w/b6V0p47UMj1roH3qsYXg9K5t54o0j0rmM9RQIBt54ruBnpzQuO1exzR0AEJ5oQBFdx710e370DOBNdAr2KEBxnpQBDPFx3yvD28q9Y5H6kCl/wzMFvS6lY/oaB/Q0zeN7nleHN0z/UlCf1UKlPw5R/K0jux18sf/JFU5n/AA2icey4M/TmobcClU55X/ORUyOQOtQqYN0x85H41dPvXPLgsdenFCCcjiuJTzQwMevPWkBBPFpSk6Z2j+p9AP71ULXQYGR71bvi/j/Z5tIxn5hP9jVStgcAelbMCqBXPsMSj3FLYJy1g4zn1pGhHPPWj469gGRwc1dZChyZIPHej0d8UljrGCpOeRxR7ajkD14qK5BjZqaU1Es8t5xW0eUUgjsSMD9zVI2xpDUthLy1KZSvKipWQCepxVreJTimLA43nHmOoT9+c/5VVkYZe5HXtVOSKnwTjC0TF7R9omNmJEuEaQ+lCXGuMFXqD9smo1eHXChbDzakIiKUlXTcrHSlOqbo9Z2wW460OthC2nUr7dKaZeq/4oiPPMJKlh0NyEIOPM9FD3NcrHhyxk7dopad0IoFybfISGlIBO0buv2p+TNkSIP8NUsqRnchOf6qaby9boDK5CSUsAlSdwwtRP8AnSGwXtU5AS+jY5yU89RXUjbjyaI8dgnLHeotxTKntbVHBb2n6dp6j/Wn5kqYaUFuEJP1KBOBRz1xdXEQ3KcyloEgn0+9QLUurVyXvkbeo+Sk4cWk/i9hSim+yXQvv17ekLTGjE/Lq/8AEHRVSG1W2VEsSpcdgpeKd6lq4w37fc03WKHarzahDcVtQ6AErHVpfr9vWk1/vGoLKHLJPkkl9CUhQHAbScpx7VVnUpLbEi/kkMiDCtFtXebk+JFzkoKm0g5Kc/6UFm43d/TTtqJ3qI/krX1KD2NQBu6TXC4x5ylNHG5R5PHap1EcxFZ6/hAqEMHibsSipdkWRHvFgP8AE0MKQGlBRwcjk9KGX3Lot2YWEtpJwknoOfU1NrfBh3Fl+LcSSwrapaQeVbcnH60jk2GF5LNtiP8AkPLU44Wz9RbBPH2OMUsmSEZ01yKUVZGnnWYcppTiFstqAVv25Ciff0p3izpVultyIUgtvN/UFpOOtGGApDKodwaSptggsqzuyO4z/wB9ajz17jqvC4zKkBhhBLyicDPQAfnircTtWuhwdLkkUuwXvUkGTPjLJjMDfKUk5cOetIdOhyLDUN58pKiGyTgjFOenL9NtEgybe+Ql5G1aeqVD0Ippvt+jW5pyS8Rk5CUJGMn0Aq2vgn9w+63dqMhyXJWCpX1YHVR+1RONPk3qelTxKEZJCewGaMtDFzvzqrtMZWGEq/l/4ftT9PtaWWk3i0Rxgfy3W8/8IkY3f+WlKSqkRbvobIzjakurVHLqkKH0AHBA7mlUqa6tDYix9q3OqU8qAHUc0K3z7VEvVujqWVxfmWhKdxgKQVjdjueM06TItqTMdcjTkO8nyfLH4h6n04rDNx3q12VJ20ARCF8kRGGpP8OcSNsh0kJQtHUA/wBqsCy2S1QI2F3ErBJLbjKuBxnNVwc5KTzT+2p6GIrkpbrcJxvYpSMq+o/049TXO9V0d4vpk0vgc8airSH8XlqdOQ1AlJ85Cxtec+nI9D9zimbVDUybKW1JS026we3BVmktwullsplKZYcDcuKofWpJ+sfhxjvmmWTqCbJivvTinettKAs9UpSMZ+9Y9FopvJHLh4S+SMU2+BK1IcZcVsXnP0qAPUe9OGm9GRtWXdQvdxDNvbH8tKT1V6n7U16Ns02/JmvR1YZZTuZB6ukckj2xS+NIeipfZCtiuhxXosk1mUseKVSRfe9UhVqG1RbDdHbfDnIfSySErQeg6D88VG590RGBSg+ZIUOE55+5pJfL83ABQhRdkufhT1OfU0Kw2C8NuNT7iytcp9XmITgkhPUZ/TpVsP4UUpyth0qNJ+C3w3ajTabN4sXB9hSnpjJbjuDclCSoAKWn0z2rfmn7nKVbG0XplEWW258upA/CpXYp9iOawd4RfEI9pd1bF1iF9hxhEZDG5ZaaX3cKR69TV0X3xo1HdddRU6WktTbdGi7ZMoN/yoylbdz2PYcDPoaX5mEHy+fj/YplNp8mlbpc4Notcq7THMR4bSnnVDnCUjJqm/8A78HwQ3FtWpVoUDg7ozg/+1pJe9a6dtvg7qxs6qE6UYbo2urwoKUnokf+qvnG66pbylE8hXrWuM1tsIrf0z6z6A8TNI+JkB65aRuaZjDCw24oJKdqj2wRUnUO+azJ8CiFN+HFzfQB/Nn4yT/hSP8AWtL+Stf1OO8egq114DrgZNZaasmrrFJsd6ZQ6w+gjKhkpPqK+ZPi5pAeHev5+n4spLiYzm5CkK5API6d62p8SnxCWvwxty9Naccbk6jlIKQAdwipP9avf0FZu8Gvh01T41XGbrC/zH2YLgWoynclUh45wBntnqaJQqNslCT/AJED8KdKq8VPEO36dvl7LDEtZckvuuEuOAf0gnua0h8TFy8JPDfw+j6At1vYXdA2BEaZA3NDutZ9/wB6zJr/AEbqTwi1g5Bk+bFkRl747ySUnAPCgagOotR3G6z3bneJ0idMfV9S3VlS1q7dajGSa2tWyTi74fARMnFThefc5Wdqef0H2rQ/wufDNK8SJiNZ6wQW7LGc/ltA8vqHYe3vTL4R/CLrHxG0nM1peQqE35RVb2FggvH1x6VY/wANni5cfDDUKvC/WhUzGDpbZU5xsVnpUo8On2EnStG0rbbIVogs263Rm2I8dAQ22hOAlI7UpxigMPtSGkPtKCkLAUCD1FdccQlOSodKmU3fI1y9U2CA+qPLu8VpxBwpKnkgj8q9C1bp2fJTEh3iI68v8KEPJUo/kDXzj+IW7yJXi5qNxuSsNpmrSAFHscU//CYiTO8ZbZh5SvKbdUQVZ7U047ttD2Sq7PoqSB1ot11lSShYCgRgjrkUFMdRH8xZNcfXEgsLkvrS222kqWpZ4AHU0ETK/wATvgHEkwpWuNOR0s+SguyWwMdOSaxxqm5XK3WdmwNSVhtYLzjW47QVe3bitOfEb8Qytb3F3QekpxZscdRVOlIVgvhPJSP+Xj86yNeriLjMfmAnC1EJKj/SDWLUyWPo9f8AhrR++nlm6fS+fu/9P5jQdyUpQD0rinkpBSnCiOleV9a8nk9sngUBRxg4HPGMVzG9ztnvYR2RSXQbFQp50bjwOcYpxdWEhLeeM4xSOKpLDXmKGCaG0pb7wIzgHPNQfJqxvbH7seIqvJZJxtJPSl9tX5W59YwSMA0gaTtKQOTTuhATHSFDJJzxVUmrOjC9v08Eq8O2PmtWpf8AxeTFUr9SKrnx4WHNaOJayS02kfY4z/nVo+FyAm4XKSejbLaP15qpPFVbknWc510YBWNvuAMVbp3WS/hHhPVl7/qMov4X+RFbaoyAGtwUr8J4r6rfC9ptuz+CFgt8llJEiMXXEkddxPX8q+Wukrc5K1DFhoTn5h5COe+VYr6/6dTb9FaBgC4yW40S2QG/NWo4CQlAzXb00VTa8nmfXsjeGEZ/qTZlP4tPA2Hp9h3XFlShuMpX81I4wT2rLDV4usiIzYnbrIEBLuUsqdIaST1OM4FXx45eLGpviB1YzojRsd/+HIkeVHYQfqfXnG9X5foKQ+J/wt6g8O9OQ7mFGastBUpSBkJWeSB7DpVmSHt8xOBB2vqNNfDz4RaV0RpiLeLO/GuNxmMpU/MTgg5H4UHsP71BfjBZ0czZ23przDd7Xy00g5Wof4jjoKoXwr+IvWXhTbpVjjR0zoykn5dD7hHkL/zHtVc6r13fda3uReL/ACnJUqQvJ5z17AVNThONeSG2e+30JLxfZ8ohdzuMh8MpDbYccKglI4AGTxWjPhi+GxzVny2vtbxyi15DkOIrgv8AopX/AC/3qAWr4W9c3nQ7mubtHXFVgORYZzu2dd6h/atDfDN4xPXaAjw/v7qGLna2w0jPHmoTwCPf1qOPiVSHOTjG4mkY7EaCw3GjNIaabSEoQkYCQOwFQDVVyec1I/GiK2KDCEhwH6io5whP36k9gKniY4UkKW5u78VFo9rYuOorjKcIAjKShkeitvKv8v1rT+xl77ITq+JEcmWCwx3Q2llLkl5W7Cjjqr8yaQxr7BuOvbXYFyWUN22E49uSobRkgJ/Os+fFBqWe14hvMwrhIa8hoNHyXikEd+hqptI3C4TNW2xpy4Scvy2WlnzVZKSsDBOapeRJ1Rd7bcbs3w/HRdLtFmw0lTXzKWycfTtBzke6iP0Aqy/JSGgEoAKR6VFPKhR3bDAh7UDAV5afRKcZNTAHCcnHStCKG+Ss/FXwrtHiBZHUhhCZjaTtUB1NYC1RBuOhdWSIMWYuPLgOHa42rBQfvWzfiC8fIWgo7tg0zJbdvL6SlxQ5DA//AEv7Vmrw88DNceMsibq2T5qLf9Sg+5nMhzuE5647mqM2NXuXZoxN1UuhD4GaPt3iZ4htt6wuqlxWk+e6HXcrknP4Mn9zW9CnT1ksJjoRGh2eCzhXAS2lAFfOfUmn9SeGmoePPivxnMtuJ46H9xT5rHx91zrLT8bTk6SmPEYThzycjzVeqvX7VHHmSVSHkxSk1t6OeP2rNLX3WT72jWi1GRlBWBt8w9z9jVTpRImvFtjkk8k9BT5pfReqPEe9/wAA0rCXIeIK3niMNsJ7qUe2KdzppnT1xXZm3fO+VWUKd/xqB5V+Zrrejenw9Q1D3qormijWah6bH9PYC1W5u2xi4E8oTyT3JqwPh7uRY8ZrU2o489hxPX7H/KoVcleQ0hhHIUcn7Uv8HJxieNWm1FQAU8pv9UGva6+Cx6WWOCpUcHA3ky72fS5r/hpOe1R66eImk7NJXFnXyI06g4UlboBBp/bV/uRcPZsn9q+a3jrcVTPES6r3kgPKAH5188yZPbO5jg5m/wCJ4taImzWrfDv8N6Q8rahtDySpR9gDU3ZytAX68181/hngm5eMNlTtJDJW6fySf9a+lrSAhtJOAAKeLJ7iseTHsdWDQnPBFCcebYTucWEjtTTcL/HhJO0gnHB9T6CoJqLXjVvWiVOXvVgpLQ4Df/frUMuohj5ZFRsX+Nt4Yj6OcbS6nLpxgVlZRSpRKe/INSfWWvpOpJS4TTy1xW1kjd1qLoIB3YrPHMsy3ovxqlQaCc5PPTPrXOc4rySOm77ZoQSkZ5qSolQBRI/D0oWM9Rk1xQx0Gc0PA28GlaCrOpIJ54I7V1QIG1Iznk5rwUM8dO1dJz0JGaP2GFpSRzjj0FBUkcgZH24o3buGVZAFFqGAfb16UlYITrwBkY55oslISFAgcY4FHr/F0xjrxxSZzJWUpGeKaH4CXFZzuHB9Ka7ypsQnFbhyMZp1cSckYOKZdSK8uDgdSeR60hkIk5AKu575qwvAyEHJ86YEjA2oGOfWq7lBQClEnjPFXN4GQiiyuyCgAuOnGfQcVmyuokl2WcUjHA570U6kdAO3SlRSPxDrwMUQ6jnmspMoRaiWzxjAqIyQBKdAB/GalasBonGce9RKWSJjoKuijx1rqPsoQ/6UObowkcfUOtawswV/Do6QocNp/tWStLKIubKgeNw+9axsjmYMfp/w0/2qjMmTXY9NNKGMKFKkNk8KwMehopgZA5pSgAVlJBgZyBggVHteRlHTswcf8JXf2qQ4xzmmXWKA5YZaT/8AWlf2pLsDLMdO1GzPKT1pShOM5IwOlJIxABJJByefWlIUQe36cV0VbVFTY2T1bZG0HqCKSTXQmOvPXbR1yWBJSAQabphzHXkc4NCfgC8vhpIVp+SRgDzFdPvV09qpX4ZiDp+Tj/64f71deParWQ5QE+/NRTxA1rA0LY3r5cCrymU5ISMknsBUsINQPxh0Sdc6NnWVpe19aN7BP+NPIB++MUm6BKyM23xzjy9PtamdskwQHF7PMQArar/CoDp/apJffFTTWnIUO43iWY0WagKbcUk7fsSOhrM/hFrVej77I0VrFlYt8hfkSGHU/gUDjdirI+JqFBheFjbNuOY6XWi0c54KuOabdNN9D21wWlbPFbRd1YEqJfIymicb9/GfSn13UNpaLZdnMpDo3IysfUPUVmnwEm6VRoq4xdQJZ8p1P1hY5UPb3pR8R9ug23w+s0q2vOq8l5KGHslKw2oHKT7cCh0uxU74Zphq4RH0lxt5Ck9yDRqXm1p3pUD9qyt4Vaxtlr8P5kmfc5DsnIaSkvncd3QDNXnojT9ygaXTIm3qRKdks7gVL3AAjg/ek+A5JoryXBghCvyriY0dJ3JZQDjHArJ8Lxf8SIniNI0f/GmH47EssBbjI3FOfbvU6v3jfevD3WTOndStMzo0hCXUOsgoUEnjkHPNOk+mOn5Lul2W1zVIXJipWWjlB/wn2rqbTEQXSjdl4YVk5qufEPxhGirJB1OxbVTrbMxlSFhKkE9ODROmvHSPf7IvUDWnbgIjKgl5SUhRR74B6e9RrgVssOx6chaeS6zBWpLTyy4UHoFHqRRdy0nbbndYl3faBfiZ2nHUHtTJcfFTTdsdYakPO5fZEhG1pSvo9TgUC1+M/h/d1FMPUURakDKgV4IH2NOmx7qHSHo9i1XO43eCB5s/CinoArGCaZNU6HuE+JDnW9SxcochMhAyMbs/UM+mKmLV/tTsFFxbmtKjL4DoWNv60oi3KDNOI0ltw/8AKoGlTFuXkY3rd/Gdse6W9Wx+Opt1K05TkgZFRvT+mbtpqFdbNJkqkRG0H5FauobP9P5VY6nW0nClAe2a7uaVxlJFHKAgXh7FdjaDQw+2UPI35SoYIojwwQ0xpiWuQ2AUznlcjkHccGrE8hlSSktoweCMdaI/hVtCVMpiNpbX+JKRgGhgVgm43CxeIMK6S1PiDeEKirStJCG1A5Qc+9SPxWUtrRk9xla0rDeUqQcEH1BFSa46etV1Ybjzo/mNtEKQM9COlBu+nod7tqrXLUssqTtVzyRT3XX2ClZALJBv6Vs3JLkhuAu3APpcUcKcxwoZ5zRPhxdrjfrMhD12kmWHnCla8EFKVdDxg+lWQm0pbtabY27lCG/LSpQ7YxTBZdFzdPWz+G22WyUpcUtK1pO4buopX4HXHAwStVXSPrSbY1XBlmM1DEhJWnovJ4znpxSlrxCfb01HvNwiJZK5IjLXk7Bk4C/XFduXhiLvqGZcrkGnWJkMRSM/Ukg5Ch+dH26wXqNYWtP3q3tTo7KiysjB81nBwceo4o8BXkkNqubssOKWG1tBIWh1tWUrBomBqa33GTPiRXN71vUEupHbIyKjuntPzdLN3GPAEk215QMVlzJLSj1x3xTezaZ+lNeRLk22lcO6M+RLLYPCx0WqpKukJpolCda2v+JItTqX25LjRdQ2ps5UgdSKWtaltD0xuCmYnz3keYhB6qT6ios6wpfivEe2fyxAWkKxxnPSvXJkx/FO1LU3sZMN4JV0BVkcUlyDJw1IYeUtDbqSps4UnuKElaFA7SDjrjtTV56Iv8Qk8D6k4OOvFRLRl7mxtXXSw3WSXPnUCZFyMbRjCkfcf5Ulz0BYSVIVyFA13AI45qr7nPvGjL+u/OyX5FimvmPJbJJEZXZY9BmrFsa0vWxt4PKdSskpWTnIzxTq+UHXAs781zHsKMAA5rhHfGKSD7lfeNZ26AuRBxlAH/yhT54fI8vRdoSeojI/tUf8dCpOgJ3TlTY/+WKlGh29mk7UgDgRkf2pr9P8w+B7x3rm31ofAFR9/W+no15XYZFwbRNQjeWlZ3bfX7UA2PpTxnPNe29jSEXy1mKiZ840GXfwrKgAaPbuENxlL6JDam1cBQUCD+dFCTD8V3HfFBTIZWkqStJ980NKknlJB/Ok+h8Pk5j14r2Oee1CGD/9GugZ6miwo5t5+1cwD1oRHuOK7ihAAAxXQKGBkV7b3osAGPUVEtX+F+l9ZILk6GGpWPpfa+lWff1qYbcUIJx0pguGZ4unghqONckP5cubDSC2jdJCFgdsHGRSG2fD9qKe46m7QWEJcV9Lrj+VIH5da0JfbL/GYSoyJC2HOqVoURgj1x1FM0N3VtoUI8+Oma1kBLiBzg9z2/8Ao0W+rH90iJwfh80izZlwJTYefWP+MB0NU9rTwMummnXXGYcqVHSdzbzSQpOM9DjkfpWlHtZRo8xUFyFKStKyjPl/ScdwfTg0B7WLS2wiNbpDq1A4Ts9sjPpnpS5XKGpPpmVI9ukRkQm0QIqkle1bTSCt1QB/qCiBUkt+hNWakvHkuW67N2lZBSyAlpI47gHH960LarS5c5S5d20/BbZUBtStkbwfXOOak7MZlhsMsNpbQnolIwBUt7oOCK6K0LaNKQ0CPb0IklOFOKVvV9s1KCg9c0ZtwOK5j1qImFFOef7V3GOaHjtXdvHSgAroa51OaNKRuxXCBn149KAoAB/evbSaGE9fSvbe46UAA2n/AKV3Z60LaOmK7j0FIAO0GhYGfavBJ64oRHFMPuVr4+ueV4eywP63Wk//ACh/pVg+ADRRots9ysA/kkVWvxELA0Klsnlyayn+5q1/A5gNaKYP+Jw/2A/yqjO/4dfcnHssNQITkelQl5P+8uLKs/WePzqbPLCG1c84qDeYXXFqx1UTz965zLkGpFCxgdeteTgUPr1oT5ArjxkcCLPFazjdIH9qqtoY75Pf0qzPGdYMe3Nf4nlHH5Cq0H8tJOCcCtuBtRK51YaDk8HpzQmkhTQPfP5UWkHYVpH5UTDk7UpSeuOcVc7XArHVt5LSQVq4PGR2pb3Scceuait5kPR8vNrylLZO3sSKksKWzcLfFksKH8xsE4PQ4qP7iZE/FZwizst9St8H9Emq0g7i+lI5KlAetWH4tr8uJBRnkuqV9+Kr61kCa0SMHek9PeqnwWw6B63ivB8Si6otuq8kpJ4ScZpttbMcPJQOfpytBHAI70v1mze7ofm5EEsW+U8tEVaUnYpxlKUqOT35BPuabdNRXI3nFStwxlRJ6ms8I88lcVyNlxjuXq7PtuOpSywsJQjOAPenux6WQ6r5ppeRGJUtOcHikMWC5IckvsteZLXIUhpsZ6+v5VJYVtkWltP8QuCxKkgK8lAyEjHQntUcuWp7UD4kItUJCLTIShASS3UGsltjO4LzCnVrO1CRwCfUn0qcaoVvtj4zklIAP50yWdqY1CZdhxw44So4PUjvir5S2xJ5Og+3W9m1ykttSDveTuKAcij9fq83TUBx9AU6l8oQ4R9W3H4c+lIbbBu7GpXRdmHUOOBTn1DHXk8dutP+socd/SUB1x5Qcalnc0E8lv6sq/Lj9ahF0lzZGH6eSvVBxaYsVhBUVjKiOpOasFpJQylsg5SACPyppkW+JYrq0/bXIk+KlDaUOtKJC1rbQtQx6p3YPuDT00lTn83bgqOcegqS44JQPOTlWyB85hWPOSkkc44PP2qDo1HIYkPPNzFhxbhUlw88mpTq19yJp4FHHmP7FZHt1qBx4rT7zXzbikNKQraUoySsD6R+Z4zUVGMnbFL9RLNT3WaiA220oByQQgqHGO5xUSi25oLV574QEIKsjkrPoPc1N7zanZci3RY6RuedKUjP5VF7vDVZ7hItj6EqUngEHlPNCmk9qCTS4H3TTbirXu+rlagMnkDPSovqptbl7baUCsIQDtPTvU7srLDUBCYy1uNFSlIUpO0kZ64PTiopf4qpGoVIQMnakDnv/wBmrPuSfKJc9coNo07GnMrCY4aUhLAOf5pxlP8Ac0j0/cZb2x8tJw/kbeqVJPYimdYkNoebU2p9CFJKUKAH17QCrH+dPul2QphhakhKlrOAE8DnHFZcWNY3JryQxrayPXqLFY1BMbQ5sjNlYTn+npwP1x+VK4VuVCfbBBQl5jzkBXXBOAaW3myRriiXdLa8lx5h9SX2VfiznGcelNWn1zXbhJbmFSnWk+XlRJ24P4RUotSfHgFzLgdk/UVKwcj96frrdGJkS2aVUpLJ3h0KI/ErHBP6Y/OmpqOrfgp4z2pr1HHurWoFSIUYPrLPlI3JKtv04yn3HJ9qr1GOOZJSJTtoCqczc7u3HeioPkoKVJH4QQew96Rzfl7jqONZn1Kbib0edj+rJ6favWIPLuYaeaAUhtas7fq59T360ut0VUjUc5pVtS+08G2VO85Y5SrcMf8Alxz2JqyMY48TSdcC6iOt18zTvmXDTEnfEbJaSUngAHGKboshx5tUqUNy3hvUfUnk1IrWI6m7rbnYkf5ctPhsuKKQpW0EK4zlXGBx1NR9DWyMhB+khCR9uKy6HHFW07f9yGFK2RqxRGZWsJc56OXUxl7gnGQPc1o/S+poMG3KcRbIqp7TTimFyUBSVbmynaR9zwe1UJoqW/brzdZrEcO5SpvCvwjJ6n1FWBZNR2163tKuKVOz0qWlWAAnHYfY/wCVc/1b3VlWTH/hIZG91DNCS/bNU+W4EqLSyXEp6HjOPtV1aH1c2zFdmtKTEip2JlxEubVOA5OD61TIdMjUz01KMIWtR2j0p9ZMlEp4IZK1Ha95QVjcjAyfc4/SlrXKUMc3+qiyb+km+qV2t7w4u1zdlCPIU+pDbGCSpJIOcj7/ALVnzcQrH71ZGtLjGfhSIiHnENISktNhJwpZUCc/ZIP54quQ24SPpNb/AEuo4bfbZLF+k1T8OWqZWkdEpuTeXGXZam1M+YUpUogc8HPAHWtIX3XN7tmjbjcIDqGSiCuYJDyt6Wv5f0pB/qJVn9Kxj4X3duzRbdGuDShFfcGVoTuIPcgd+tX5q7UkQ+Gd+gwpqZMaPb0uxHGkZSnduCgsHoSVHH51Vo9VkyarJD/Cnxz5/wBiuW3d9yhPBXRcjxu8ZGoupJ78ltfmTp7yjlTiUn8Oe2SQK+jVps1ssFtYtNohtxokZAbbabTgJArBfwZ3Ziza/vt0eYW661aSGm0Dlai4CQP0rWNp8UbvOuaUt2lcq2vNl4PtpIWyAQClafUE16JzVK2E3TozV8e7qFavssdCE7kwipWBycr7/pVCeA2krXrHxw0tZLvHD0RTynXW1dFJQCrB/Srh+N2eZfiXEbKwQi3NEYPZWTUX+Di1puPxBW91SMpiQX3ic99pH+dOK+tV8E+VA+ijSYkCKiLCYShllG1DbacAAdABWSvjH8P7LGtTHiTBaMKd56GSlKdpWo85/athBtCR9KQKzJ8dszyvD20xd3L08nGewT/1qVJ8EIPkk3wpap1BrPw7TKvsgLMRwR21dykDqf2q6lR2kIUo5OATk1SPwbRAx4QsuAf8aUtX7AVd9wX5MCQ6eiGlKP5A1Lkg0k+D5X+Lcz5rxHv0hJz5k94j/wCI1a3wTxBI8WC/tyGIThz96pPWcj5vVNykK58yS4c+v1GtDfAowBrW7S3B/wAODgcdSVCq0/4jL3+g3MMVnn4zdU3iw6HhW61T1xU3J5Tb+w4K0AdM+laBDzrnDbJ57ngVlj43jKfb05bFOJy6txWAOnQZqbe1WV44PJNRS7MfuRBG0tKu8iWEuzXVtIR3DSDyo+5Of0FV8hwqZO453E4+1SfWlz85z+Cw8iOx9ORwMf6k1Fy0AdueB0FcfLk3Xu8n1P03SQwQhGC/SuX8t+P5HeAkHPPpQQjcrB4of0gYx1oQGCBWazt0n2dWpWAhKRSmEgBQOTkDNJyoZCs0oi8ZPXPpUX0WY0t47xEqddT1wD+tOzygSlAPTjikNtRtSXCcelOFvb+amto6gHcfTFZ2+aOvDhfuTbw0G1F0dOOXUI++E1VerI0i8v3OWWxviyFkY/wE8VcOhEMx9NyJqgNzsl1Svsnj/KoEqFHXNmvmchIltr2xyr8XGc4/76Vt0quUj5j6rkf5+c0+mM/gfY/434oabg7c7p7WfsFAn+1bB+NPXd3tEG2aLt0osxJLXmyAjqvHAB9qon4MNMC9+MUN8oyi3tuPk46EAgf3qwPjTcS74lwLcnKi3HaTj/zGuzgTjjRwvXZqepivsi5Phe8G7RorTEXWM9hEm9XZlLwc25+XaUMhIz3Ixk1dd7tTOoLa/bZ8VLjDyCkhQr2i4CYGlLVESkDyYbKf0QKdZKtjLiz/AEpJ/atPCPOybcj5YeNFih6f8QrxbbXkMMSChPsM1bnwZeCtl1jdJ2v9SNplNWp5LESKtOUF3GStXrjjA96qTxglqm+IF8f3cKluY/8AiNa5+BmEWfCuVLV/90XJ4/pgf5VTiS3svySqFmhXIjCo5illPlKTsKAOMelYc+JGxI8LPEy333Sz3kSXleeNvGOeh9jW5ZMqPFQXHnUpA9TWEfi9vTV58T4MZkKKW0NpT2zk9atypUU4226Nk6UvSn9I2653RxKXnoqHVj3KQarJWtbleJs+PZ4T7QflqStwDCi36j04H71NdFQVs6fgLu6VpJjI2jOQE7Rxn/Sg6etKHYci9stJbytxLaQOre45P5kD8gKny0Vql2YU+IOSH/EG4N+VsDRCAknOMCol4dPNRta2iW80p1tiW24ttI5UAc4FO/jPN+f1/d3QveBJUOnTmnD4ddPx9R+K1ot0vIaSpTyin0SM1jfMzZ1A2Bpy8Xubqy3yFW9aYrjSj6+XwMD8h+5NS3xf1PN014d3W8Wt4NyW2SlC/wDCT3HvR8SA5ZtRJixW/NjsRQE46oBP/f6VAfifu8WN4Yy0x3tq5DgQUe/2rYrUTIknJIzf4EeGE7xy1rLuOo5bn8NgOB2Yoqyt9ROQ2D2zzk+lb1tFmtthtzFqtUNqPFjoDbbbadqUgdsVm74HoaG9LXqeQAX55SPcJQn/AK1qDinBWk2PK+dqM3/F/pexjR4vYioTMKwneBWIo0A3K4Rba25sVKkNsAjtuUB/nW4fjNmBnRsKNzlbprHnhxAFz8RtNwsA+Zcmc/YK3f5VnyxW9F+Nv27ZtmDojSfgV4OTTZYyEyXIuHpSx/MecUMZJ/PpWNGlLuNwkS1qzvcJJNat+LTUybZpKBpth3C5H1qGf6RwP86ytCQI8NTme1e//Dmn2YXl8t/5HnvUMjlLaNN0eC5hTzxwKTaMnfIeK+nZWcBuazn7FWKIW6X5qyFZ+xpoblmJrSDKSojyJDS8+wUK6Gu+rG0V4FtZ9YvOCdMuSsjCYpVn/wBNfL3xJm/O6xuju4/XJXjj3r6N3rVMG0+FD10kyEp3QfoGeVEp4Ar5l6jlGZd5MnIPmOqVnHqa+Z6prdR6DTLgtz4TZ1vtficLhcHNqWoqgnI6qKhxW95mo2ZMFMiHJbcQU7tqVdRXzv8AAP5Ru+y5L83ynG2QGmyPpcz1BNaFtGq1W1ow5EzyPNOFJzkIHt6D3rJ+Z9r6R5Y3ItV+/RpSlPok+c2jIUyk8tH1quddym5duc8xeCP+Er/WoJrvVsjTExL8W45de/AUkcj0Ipug6lumoUtmSwtDS1cgdFH2zWDPqVJOMkVS7oTQo629ziz9SlUtG4nA5/0pRPSy2/5TJCgnglPTPtScBRUc9K26RbcSRelwG5GOn3rqSSAkVwDd3zn0oXYZP3rQ2P7gdvYffpQtpAxjPvXdm7k8enNdCQByQP3qVqhAQCAMJx6VzCgOvU0LJJwSOete/Fxn74pdDAE4B59qCpQAJCuB296Es4OQeDRKgN28jj2PSjsXNgVKVnAPFEKUR+E80Yr6Tt7etAIKjkdu1MkgleB3yKj2qFjyUNkZOc4JqRbckqzx7morqd0KfS3jGBnIqMuhoi0snyyMYrQvhDBVF0nEChy4guZ+/NZ7dQpxxKAr8RAFam0fCRFsMRlI4Q0kD7YrNldxolEd1Jx0pO6jA3AUsUk46flSZ1BORjr/AHrPdEjPKshtXJIA/KolK3GY5lQHP2zUqWpRQrA4I4zUTlf++OqPH1etdSTM8WPOmRm4MknJChgVrGyEGBG558tNZK02sJuTJP8AjHOfetYWFRNvicdW0/2rPn8FiZKo6cIBPpSpCfWiIycoTn0pUkCshM6B7UzatQVWKWOf+Grp9qewmmjVP/6llHp/LP5cU0IygwoJKkqGTk8++aO3bTz1PeiUEBS85/Ec4FGZUfxcD0rodKip8sZrocyemOCKbpqlFhQBIwKcLorMgEkgY7U2TEqDClbhjtk0q+R89F7/AAx4/gEoHn+Yf71d561SHwwc2CXjp5h/vV44BGQelW9FbQDHHtUY19KvEHT8qbZUpVKYQXEJIyDjtipR2559aA4026ClxAUD1BGaTXwMyT4radga0tcPXlsZES+NFDc6L+Eudgof98j7Up8Vm7kvwLhxbghZkNOtJAP4toNade05YnlJW9aoyyjoS2OKR3rRenNQMoYutubeQ3+FJHApPdVEk15M7/DtZrBJ0jcWr1HaKBhSt45R7gnpXPiadtsnw0tqrO+H4yJLaELBznGau0eEek2WnY8Ft6K28NriGl4Ch6GmzVfgpY9T2aNYnZrrMWKrclAAwo9iaTViXDMaw9FXZvRR1nGkLUzGeSh5rJPfhVa18DtWo1N4eNx3HNz8FHlKyecdjXY3gYi2aXuOloVwbXEuDZSQ4j8J9aReHfg7qLw4fe+RnNSo8hGxxBOPsRUt3G1jdPlGcpbkhPjhcPlkFbn8RO0D1zUu15CVqTxZhRdWpbs6Ex20oUt0KChn8WR61Jl+BGtmNeP6wMZpXnSjIKEKzxnpQvG3wt1dqDVtv1Darc66ymKlCwOqFA8g0k1xY6d8Cj4kbVHs3hTAt8V3zGmpDWFDooc01eCOp37NoWSf4M7NZW4lBIRlAycEK9qc/GW3Xi9+F9psseBKXNaW35iPLJwE5zn9qWeDF3j6O0RMi3uGQ8ghQYcT9Tg9AO9Sj8EX1ZZ1405Zf4Ab21AQ1IRCUEYPCAU5x+prMfw522LcderblMJcBUtKgtIIwTWq7tcE3DQzk1THywdjKIbP9P0nisxfDQ2pjxBT5ySnepeAe/NRSVtDXMbLr8TrFD0v4aXCwwv5qZBKGEnjapZwMfYmqH8Fble9H+JjFlvEuQlSXA242p1RA3D0/Sr68WbiJWo7DY20LcSuR8w62hOSUI9vuR+lUN4mS2bZ40IukNpxptzyXCFtlB3DjjPXoKlBtSoi1a5Lw+JO6Xew6Qbv1iu0iFLYdQlJbUAFBRwQR3qG+H+sNc3fw5u+ppGp3Fy7agutBTaSlWBnaf0p++JWYif4RsTEEEPKjqz16kVWvh8xqQeD+onraYoYLRDocJ3bMHJTjvj1pbqVA1astfwZ8a5/iDDftlwYaauDTRU26MhKiPUetMFk+ITWD+uHNFTLDBceZlGMpxp8hOQevIo/4a7bo5Vmem22Yp25tt5eQpONue4qr9OAr8fJpxx/FFj/AOVU7uXKFSrg1F4g6+Ph/poajuFvcfba2h9DSgSnPcZxnmmjw58cdOeIjzsS3R5LLrTZcKXkgZA69CaQ+M8RvUrlo0avKk3CQC4kd0JGT++KpLwdSjSPjHIsCiQ23Kci4Jx9OSBUYtP6Qa4s0HN8cNEW0OLuU5yM008qOp1bKgjeDgjOMU62XxU0Pfyyi236K6ZCtrYC8bj6Cqh+Ke0W2y6Lis2+MlpL9xS4sDuohWTTt4B6Otd+0AwqSnauPMD7a0pGQoUKmraCq8l6nHBHekpuMMLKFSEbgcY3c5pUtH8spHYYrHnj89JtXiw2xa50uImUyhx0MvqSFKJIzwfQCkqumH7GvUPtOcJWDXVbP6wPzrMPiLqu+eGTulrtYrxMxcGMyWX3S4hZAHOD0zmpp4geIt4f8J42vtNXH5KUgoLjZQFpUc7VJOffmnSpMXN0XOWI5X5nkt7h0VtGf1oqba7fcCj5uMhwtnKFdCk+oNZ+0N4pa/vWh7vqiXcIa3LUjzQ2WCAsAZIJzxUw8LfG1HiJbZDKYaWLpHaLgbKvoXj0Pajbw38DTZZrtnhOsJj+WpKEqCwEqwcg5yfWkNw0nbrjdIt5cU4iVEyGlpPQHqD61UWmviKuV91IvSqtJrEtDymVFEhJTuBx3A9KmWnPGfT92v7+lLi07bbqw4WlMvgYUr0BBwc9qNr8BddkxdsESTAk22b/ALwxKKt4Wkd+tHWi2N2e3R7aysqbjp2JJ9BUMv8A416M0ve3LDfZjsSUnBAWyvCge4IGCKebb4j6SuUtmE1d2kPvpC223PoKwehAPWnt+BX8kmPFexmug7hkd+leAGaSGis/Hs7dByB0y8yP/lipnpBOzTNsT6RWx+1Qj4glY0SUg43SmB/8sVPNNJ26ftyT2jN//NFNfp/mD7HFQJHSs3+Kke/nxRfn2Vewx7b9RxncBncB74JrSeM9aSvWy3yFKW/CYWpXBKmwTUeU7RJPjkoXVVxnXt/QcxlpTcB0jzUAfSHRgYI/Wo1Ll3gaA1Kl5byWW7ukxiCQU5cIISR0FaYd07ZX4yYjltY8lCt6UBOAlXqMdDSKfofTdytv8Ift6RF3+YW0HGVep9ae5roSryUra594bfviWbk9Faj2RLhjKeO8ueWD5ieTjnvXtHam107H007bZz875vzUzg8dwCQrAPscVbErwu06+8/Kb85p2RF+TcUFA5b24x+lO2nNKQdNWdFlgrKm292xRSAoA9sijcxJIhHhjqm+3m8TrXfpuydAddS/GUgD6c/QpJ9O36GjdZ67vti13atNwExixcGlrUXEnKCPTBp8snh7/C9Rp1E/P8+QllTJUEkKcBPBV6kdKQ6l8PJd+11bNTrW2qLBbLamwspUQTyeKe7mwpckaHjnJ/gcS6/wQFx2d8i62XMDd1CknHIxUwneIsW1iDEnxVidPfLDLDagrcf8QPpzTF4k+Gztxh2iDpi0IEeFMEp5CCBkAEfmeabtVaBuku6WG/2+2PMNW6S4HWEklYQpQO/j86juQ9vPBYMnWMO32mddrnHejt24nzwU5OMA5GOowaQRvFTR8mJAmJuO1u5rU3GKkKG9YOCnp1qB2m26uesEmz6kZmyHJdxSgIeP/wBzj6sZPYjA59aiDllvDPh68mNFcRNsV6TJYSU/0KOOPbOKaryFMv6BrfTFySpUO8R3Ah3yVYWOHP8ACff2pziXq1zQ4qLOZdDR+vYsHb9/Ss/+Htuv1t1BekX5pIYjn+KrAH07yglIH/xftSnQaP4JqXUVtc3kXC1KmKC0kZcKdyhj2JNDoXJoFl9mQnzGXErT0yDmuh1tRwlYNVv4EJV/9LxLziipTj7hJJyetVdD1JqBp67CBd5jcgX9MeOt11RaQglWUnccAcDilS3NArqzTKm2F/8AEabVj1ANdQ20jO1CBnrgAVSkHUupF+I95s8m9zExozbCkNttpWhDitme2duSe9IXPFTWVvc1C6h9qWm1XJuKy0poArQpRByR9utCjY7ZfeOa7iqja8UtROahudsTEipZhQGpiQsKC8qCTsPP/NXHvGm4wble4MuzsOCyrbSotPHc7vIH0gjrz601ERbgA6V7aO2ahUDxIbnatY0qLTIS7IiJmJcJGEoIzgjOQeDRcrxc0/CnXaBKYltqsoCpSvKylKSQAcjr1FKmBOCn1FcP9qZ7Fq20ahSyq3uOKD7IfRlsjKDxnmjLhqiw2q4NWyfc2I8p5O5tpawFLHsO9KuQHTAPBPNcxgGkbN7tEhlL7FwYW2skJUFjBI6ilDUuM/8A8F5C/soGimFg9uR717gcY/Ou+YgHGRmu8Hv96AObcc14DoK6APWu/agZwV0JNC4wMV7BznFAioviMVnTVtYBwXbk0Pvwqrn8IAlvRMMZ53LP71SPxEq3Madik48y5JP6J/61fnhax5Wi7dgfiQpX/wAo1n1D+iiyC5JDMdPlrIBP0Gogw2SMkpz6ZqZXAgRnTnog1C2eE+9YS8WpZWeqf0rxQQOR1oLQJPJo8Ejqc1ECo/GJRVKtzROMeYr+1QBtBI69OBip54yuZvMBsHJ8lRI/OoMlJSMD8q3Yb2Iql2AdyhpakjGBTAJi2gNwxgdDT/JURHcJGfpP9qjEhoqSAPWrW/kj2NWqL+4iMEMLCVKUAc85HcU3QNe3i1NIjR/K2dgU9OPvROq4ckRkLaaUvCxnr16U+6R8NrRPtTb92XKLy+cpdIGDUSVLyMN81bN1J5Qn7E+TnGwHv602tLS06l1KlfScn6qX+JmkIunrnCj2iVJbQ8xvWCvOTkj/ACqJt2+5qbUWJ7pVgnBAPSq5Kya+xNJF5kXGFboE1xTka2KcVHRnhPmK3L+5PHPoBRLKYaFLUpr+Y4fqIOM1FY9ziItkd3+IyHJa5RbcZSlOfLGM49+amOsbLBt5gu6ZvEx9qVBZkOfMxvLKHFJ+tHPXCgeenIqpLc7RGMk3wH6d2afkG5RkIecWVK+sZ+o9KftZaygareakI07HgOoZbRllZJUtKQCrB9cdPU1Xlii6jmWlm/O3ENQzJMda/KztI/6U7JbjJcaV/FHH1vAuNNqY2lTfH1k54BOcfaqFLG8jrlh9Ll9xNemvmYny5+nzVJTk80fbICoEZphmUQWiSCR6+1Nmr7hIttsTKjbN6XU4Khn1om2u6umwGbiUNNx3Rw642UpznpnNXZXBR+volNpdkrdcS678xLHmrbzsX/UAR0NIZLLF3S2mUFhLJUUAdOf/AKFN4OowlOX4S0kYyAT/AJ0RHXqNZWkmO3tURkoODxmqoqEY7ovgX01x0KhpmM060tp5SfKJUVDOV59e1OzaoqQRtVwOm2mL5q9PrdRDmQnltJysbSkpV3GCaJMjU/O5qKMc8A81JR38pjjT6He8Qmb1DTCcBSlKt545zim616cgRG0pebS8ULCk7uMe9eQvUCExXpjkOMzJlfLBagTtOM5+1KlwdQp+ZUhcNYjkAn6huGf7VDI4L6WyLlG6YuetTztzg3BMpKExCV49T6Ypou+k5tyu8i9SjGcVJ/AjJAQcg59+Mj86Rzb7qOAUIVFjry4lsEKVgknAp5dl6nbK0/LwypKwkpC1dPXp096bUYSUr5JNx7YJJkKSBJWkrQkI+lISAEjAAx7AVGpVil3G4yZcd1IJO0ZJyMY/0qTth4tpVJADhG5aRyAfSoI9rKZAuc2PGitlLTpAUpZ55xxWjtcEnSRLBZHWZDUqK6gn5cocQs8Feev6U82+CzGYZK14caTkhI4JzUGt+sLzNeS35UVncFEqdc2gYGetL0ao1AhovrtbakHjhz96o9tLhEU14HOHY0xZLlzCt0lbi1qbzhK8kFINct1p+RnzpjwCUy3CtCd24gEk4JxzSd+56gatxunyMUtIRvO18Z5NNjOrLvNBLVpSdp6hzvShtnJuLIx2N8EpUYwO5HUYPSphYNS6XhtPyJQW3KDeyOpLQUUko2r575yaqZy/XdCStVpJSeT9dHz5d6iFtSra0pLiUqyHwcbugPvVWq02PPFQyNr9uCcmumP98lRLvqJd2bjMRP5QZPkpIC8KP147HGKbrUXbbdZMhbiFxpLyVOJ7qR0I/Smh+5XlrY2bc2pS0eYcPA4TkjnHTpRP8UuymGZKoLKG33HGhudxjZjJP5kU/ZxwwrF/h6E3FrkkCHFxApbCx+NtSUlRJTtPOCfUUkfOVOKVnarnGe1Ch23VVwYbcj2xlQdjmSlIe52DqcUFwKaacURyEnI/KnplhV+07CCjdxG3TduUEznFbSJBJbIJ4IPGRT1Fti4LjUgLQpaFJUoE/Sr1qKWW73pVrXKgQELaQ8prG47lEe35ilC9S3pMfzXILSSVBOC5z60Tw48km2yO2LdsliH0xn0yELB2q3Hg9T1padSqWpp8qBLCSQBxlXQc9cY7VX6rzfJMlqH8g2FPdPrOOBTmYmoWktB1EVHnq2AFw5zj7e4qrUYMEqWQJbbtkmkXSBNiFl9CQ6VJO4egzkf2/SmpbUBBJSvJ7CoxMm3pqU8w3EbWhlZQXEqIBIpKq53vk/w5Of8Az1bg08IQrH0Si14LN05qdm1XOG/KHmR4jgPl+o71KLlra3XKJdIcV59mLcUlQYQPpSvPA57Dn9Kqe3WLVN0R5rDDHCQpQ3/hBPenC6WHU2n7Wue8iK4AoIKUunPP5e1YJR0kcye76r/uV1Bsun4bfFjR3g7fb1P1ZGektTo7bTJZaCylSVEnr07Vali+MPw4suprtJbgT0WyW75zQTGBWCrAUnGcAEgGsZ6Qt9+1lKlxWTGYMVSQouOEZKvTj2qUXXwq1PbnQ0ZdvVvKQgpdOFZ6np0FdCeuxYZbMkqaHKMW7bJB8QPifavFXX0jU9jjvMwfJbZZS8kJVhKQDwDxzmnj4Sdc6S8OfE6fqLWV1agxl25TDS1JJ/mFaeOB6Zqp7vbVWeY5bnJDby452rU2cpKu+PzpPpexXDU719chISf4SGiQTgr3kJAH51sWoSXueCUorbVn0tb+KbwQdOE67t4PuoiqC+LrxL0P4kWK2I0rqq3zfkFrWtpt4FalKIAwPYA1llGltQLZEn5BW0uKbzvHVIye/p/ekGpYV10s8hm5RXMrUoJKcKB2nBwR2zkflQtXDJ9MGiuMEn2bo+HLxp8N9G+FNss181PBiTkLdW4y46EqTlZAz+QFT/UfxD+GDunriY+t7R5iorgQhMpKlqUUnAAHevnNb7FqK4WcXuPan1RVDIWR1zQHbLe49ucur1skIYaAUpRHY5x9+hoWsgntdX+4njt3uFc3yZVwffD7eHFlWd3qetaQ+DXVWkdG3W/SNQ32HC8xlpLan3kp3EkkgZ+1ZBVfmQrAjvD0+ip74ceHervFBuQ9peyyZLcVQS6oI4So9BTTkpbi5q1Vn0wR41eGCx9GtbQf/wCKR/rWXfi38QNO6kvkB2wXaPOahQylS2HAtKVrJ7jviqrHwzeLTKVH/ZeUceiahGtLXL0tH/gVwZU1MaKvPScghR7H7Clqc9Qao634f9Olq9bHniPLIHd5IdecIxgnsKbRndzyPXHajpBSrOOVZ/Wi1AYAzjIrlbrPqe2ugIUAQNuTRmDkY5JPrXAnaOe3oaMRyMpH51BvkkuEBwnJ2qFKYg2uZ5IHQDvRAyMEgnPalEZQCxjngcds0XaLMS+oem14ZTxjNSfTEHdBfuKwABlAPbgZNQ1bhUpCDyTjgVZiIhtmjktA4UlpSlfcg1Uom+eTb1+w52toQvDoyOu9h50+xJVVdQYkpd2iyCgbWopySrnBT6VZZZckeHjcRrGVw0tj05H/AFqs3HCyLtcVoIQy15TCtwxk/SBj7ZNbtJ3Jo+U65+7nk/mT/wAzRXwB2uGzcdQaikuNp2JRHQSccqOT+wFMXxKT2NQePjLUdxLjaJMaPuScjO5IIqjNNtati28uWN64sNOK3KMZa0gnHfHWkL9ylN3Ly5Mx4zUuBR3rJWF5znJ5zXThk+lJLk4vqavVyd8Kl/Y+s9uuVvYgR2vmm8IbSn8Q7CkuodQ2yDZpspya0A2w4r8Q7JNfM1uf4lDaRc77tI4HnujH70RcZ/iC8ytuVdLytpQwtC33CCO45NW+/Fdo5Xsy+Rn1hPFw1DcJhIIckLUDjrk1qT4e/FB7RvgZEatVmky5BkSNzgRhsKLquc98CshvZ2HcQTzyetOtguWt2rYiNZ7ldEQwTtbZeWlsEnJwBx1zUFkqW4unDckjcdq8c9LyZSW70m4PyiP/ABGFJaScZOP+tZi8YtVwtbeMAu0RJTDbkNNglGAEgioC49rN07nZdzUVf4nFnNMsuXLYk+RKfWl7PAUSFZ9ac8zkqRGGLZyfRaN4xaTtVkRHnywWm44wso4Ixioq34rWpVsEKyXVXlOtqccIBzjulPp6ZrELsjVAYSX5c4tEDbuWrBHbjpQFv6lhsFwSZrbRTtJ3KA2+lS9+l0Q9jzYs1XIVc7/NmobKUvPKUM98mp/8N0u22TxB/i92mCO1EiOOJUeMq44/OqdF6AV/NlZOecqpVCuMuQ4RDfWVqPRs8/as++e6y5q40fQLS/irZ7hd5jyrghLzyUjCjg4A7egGcZqsfipvlqnWCPHhSkuuvOblbF8YA/6iswM3bUrLhYTNlpU4AFAKIJrtxuU1THlXaY+rP0gOLP7Zq2epbjVFUcW12jXPwoymbH4bJfdQpoPSXnPM6hQCsf5VfMDWNvlJCfN+r0Ar5y2a+auiQUxbRdbm1CSClKGX1hHJ5wAcUuRftfMrCmL5eEhIwAH18fbmpw1W1U0Qlicn2Xt8aGpY0pm12xl3JAUtQx2qg/AZtL/jFppLgKktyFu8f8rajUZ1BcNRXGQp2+z5klWcIMhxSiB7Z+9MsedPhXSK5a5b0eRuKUuMrKF4PUZHbGacH7+RKPkt2uGNpmgPiN1cjVfiA9HYeKo8MBlIHTjrVcXJYjW4gEcpJxRFvS7JlFyQ4pa+5Uok/rReqn1Nx9oOM9sV9Z0mFaTTxxrwjyOWbyZSPW4hx5alZ6noKjlycIv6sKOU4/KpFaSPLUeDnmozcNv8ddJxkEVk1LvGr+TXive/2NP33xMuNx8KWDLmsv74yWko3gFJIwcAd8Z+1Z3XAkKAeU2pKV5Kc+/akChN2uLHmFhrBPXakUWu9qUlKXJhIT6qr5lrsftamcV8noNMv4aZMtI3JVpcebQ2glwDOfxcVN3tRypC2mQ/5hSQnJOc8f1e2c1Uls+cuC1GChbqk/UpSecUtdh6haUD5b6Uqzk89K5uXA5vc2TljTd2SDVuopN2ntumQXSwcAn8KiO+K0H4d6/0hq7TrMafFZt8mE1tkrSCENJHGdx4yayhLeVFQPNKknH9Xei7ReJK5rUOPLcSmQ6lKkIcICueMgVXghtbXgi8S7TNTXFduclLVa3fMi5/lq9R60QBgj060htKPJgtIJOQkD9qXbgTgGulFJJJBQIKKcjB/vRicHkjg0AJ6e9DHGD61LoKvsMACcFX34rxBI7cCgA/TxnPTr0oShxtyaPPI/2AqKR+IZoJ47HHrXSEkYPQe9cUFbABj/SgS+QleVEDHX9aLCST7jijSCjOPSghJSCskkmh8cDSC87twTiinCDgoGKNAx3Vii3FAk8Z44xTT5DwFODCMY6ioVqBW6arJzjgVM3D1Hb3qCXdwrnLPGMmlLhDXPIhhtKfukSMkK/mPIB9MZrWFnaDUBlvHCUgVl7STCpmrLc1wT5wVx7VqqEgoYQD6CsmVvgkkDVjHvSd3JHA4FKlYBOc+v3ol4AjkH7is5IzeoYb+lGSeaicwZmupAHXvUvVnkHnj9DUUnIPzqjgJwa6sjPHgX2AYuDXX8Y6Vq3TiibdFJPPlp/tWUrGcXBof8w7VqnTOBboo/8Asaaoy9ck0TeKP5SSO4pSng9KIif8JJPpSoDJrITBhIPOO1MusCEWKWf/ALGrt7U+JAxTLrHixSeOPLV1+1NdiMlNKBKiVE5PQfejArbk/pnrRDKk71Jxn0570YpYGEqHArofYrGq5gGSAOAetNs4q8laQeKcp5T5wPXHpSCakFk8dR196X2H0Xt8L4P+z8v08w/3q8MHOcdapL4YAn/Z+UkdA4efzq7z9unerSDAY/Kg4B7daMx965tBp38iAECglOeP0ozGDmgkDml+wEb1rqNelbHKvYirkJioLikJxkpHXGahli8crFcm7dInRX4LNzOxh10Dbvx+E4PFP/i//wDsJdz/AP6jn/zTVD6Y0RetZ6S04mHFdCIcgvLdIwkjaBS3Jdjq0Xavxg0q1d5VkfkrRLiAKdR5ajhJ53dOR71JmNTWaVbEXePPZXEcG5LoUNuPvWZbs9JtXindmkRXpRat6G1htOVf8Mgmkd6NwsXhzY4jNwD0a6zm8hCshKeSUn05A4osKZqmDqG0XFhb8Sey6lo4XsWDt+/pSlu4wnW97chCk+oIIrOum7lIa8UV2ZskRZtqabcbBwDlJwa54eP+UjUGi3JDqZbFwKWyHVbgkr4I5+1PjwLk0bviPHCvLX98Gi12q0PHcuBGUT6tiqCtsm7seJd8sSL7cBCjxkrQ15pISrbkkZz3rmgvFe93+zi3ruyjdIUzylEpGXWiogZ+1Kk+UP6kX9LtNunwlQJUdC46k7S32x6UxRPDDRkGUmbAtKYzyDuSppRSQar/AEV4har1LMneW4yoQZi478bYd6G+QlwHPqORUk8KdfXvWci6sXGJHaFtkLY3NqJKtpxnB6dKaig56JBM8P7ZMvzOpDJkImMYDZCuEj0x71F9e+Bds15eG7zOujjbzKNraQkYSM5pXqLxWGndaRNIv2p11U1vzG3kqTjrgg5qRtawZFml3mTDeaZhle4kZ3BPUjHWk10G5og2r/Bi8am0bG0cu9tKYjLBC1pOSlP4RSTS/gpeNPaNvWkVSmXEXFhSG3AeUqII6elTqw+J2mNQ6df1LAlKMKNkuqUgpKAOpINOVs1rpy7WhV7g3Jl2E3yp4K+lI9zQ1IN3BTPhH4Tar8M58t2VB89p5lSAWlA89qhVs8NtbWjxKe1hJ0/KTGenKkEbdygkqz274rUUXVmn5aEOR7tFWhw4SpLqSD+eacRLjKX5YdRuPONwp/UnYbkymZjFz1J4nx5rSn4TESKUsPOMEguq5IwfbH6VS+pLLe9OeM714yuWn5lt5b7TRSknjIx2PFbRSphxWBsJHWiHbbapBy9BjuE9SpANRi3F2HDRnj4pZjd20ZZlxFb/ADpKHQB1xsPNTL4aUpToEN4wpLxyk9RxVkXDSmmro2hqfaIryWxhAUgfSD6elCs+mrJYS4qzwURg4MKCDwfypqT6B1QvX+EjkcVjb4hzv8YY6RjCY7X/AM5VbMUgKBST1qrdWfD/AKe1Xe13+bcpXzasbVHBCQOgHtzQuJJgikPiSbK4ejGUZJ+WUf2RTnqGI/A+G1TcgEFx5BAI7FQq2rp4GRtQTbfI1FeTKZtjYaZbSzt4468+wpR4o+Gc/VmkGtJWBUePGSUZ3nBAScjGKjdKh90UV4USHpHhjqKyxIUl+RMaLTYaaKhuKcYJA4qWeA/hTf8ASzr98vDK2EhlSUpWMEkj0qwPBfw91B4cx5VrujbTrD+FJdQvOCO2KsG8lxu3PrZZW6oIVhCBkq46CpSdW0JfDMW+Hc5MHxeky1NOOJTcXlENoKlEbz0AqRWTTUzxD8YLperatUdpqWFHzfoWAnA6HnPBpZ4baE1Xp7xITfLvZZTMd6U44SUE4CicZ/Wiplp1HY/HGXeflpMeMuelfmJSdpRxz9qadvsk15SEvxGZR4nWxlR3FMNsZP8A51Uo8fX1wIein45LbqYpO9IwrGEYpN48hd28UIsiGlTrTEdtC1JGQFblHH6EUu8cobt/f0hBt6fOW3D+oI5xnb+nSlHin8Crmi/fCS/ytR6Ft1wmuFb4R5S1Hqrbxn9KmWP0qJ+Fen39N6KgW2Qna4E71Jx0zUtpt27IJVwVT8QaiNJMIxndOYH/AMqrGsSdtlgp6Yjt/wDzRVbfEKo/7OW9H+K4sj361ZtoQRa4g/8AsCP7CldRJCrqa9t4xjmu4A69a7g0MQAZzz2roHQ9a7kGvYz60Ac+1dA9R2r2OeOpoQHrzQC5OYxXcYNd/avYz0oYHsYoqRLYiNqdfdS2hIySo4Ao7oCT2rMvxA6/uM3VzGhYUlxqI1sXKCCR5pUeEn2A7e9EeXQO/BfTmvNKNNIdevsJDbiihC1ugBRHUAnrS2PeNPXGMp9mXDfZ4ClJUlSfzqiPiGtdvtPhbYY0WM2jY83hQSAeUEn9ai2itT6cOhIGiyWUzb3NDb6+7TQUPqP64FCSkPleTVIgWic244IzDqXk7VkJH1p9CaRP6X0xJkmU7bmfPLfklwEhWzGNuc9MGozrK7W7wj8OpEy2NZ+WbCWgok73VcDP51T2j9R6i1DoTVOsrrqC4fxCA0HY6m3ylttQBOAkcYpJJ8jbaNI2jT1pscBVvtUcMR1Eq2BRIBPXFRaV4O6TkQpEJKpCESZKZayFAnzRnnp71FvB3xMuXiDo6dDnTPIu8Jo/z0pByCDhWOmQRUM8L/FPxK1jqZ3T718hhLYdw4uKCfpzjOCKbjTf2Fbqy343hj/D71NvkC9uokz0oQ8S2D9KcdPyFc0n4YQdP3O6XCaqPONxkGT9bXKFZJ4z96iPhj46SdTahk6P1BDZantOOMtPsk+W4pGeMHp0pIPiAvcfXD+hpOlmVympXyyXG5X0qycA8p96NrToFKyT3Dwwua9Y3S/Q5LKo92joYWlR2lrbt6cc/h/eotdfCPVcmfqOTHjM+bdpLTsV4OJyyELByfTgdqlto8a7I/q93Q99iO2y6NLDYDigptZPIwoeuRXtUeOmltH6gXp2+RZ7MgAKQoMFSVpPQgjqKdS4oHLyxjhab1TYvERGpJ1vkTW2LUiIXm05LrqU84+5PWonqGwX593X8k2mUhV2bQmL/KV9eFJzjirft3iro+dc2rM7PVDmPpC22pbamSsHoU7gM053fXGlbFMRAvN8hxH1p3pQ86EEj1GaSTBSRVvgY1etOXZ7T16cddRJgsOx3FpOEYHLftjJ49qVeISQ94waXSoZQyy6pRxwDzjP6VaUHUGn7mUGBcYj6l/gLbiVE/bFKpFptstwPSYMd1zstTYKv1pO3ywTj4M46Tg3qz6hYtNxbQ/a7iH7rGUpOQhWxwKSP2/QUy6aul4tMTS0qzuPJflXh9DgSone1lAKSPTk1qB3TllcabZVbWghkKS2AMbAoYUBjpmkMDQWlbW+xIg2hpCoylKaGSQgqxkgHvwKabXJLgz3L17qxCLrqD599Mlm+tRWWdx2oaAXlG3pyAKkd38QtR2jWFxt0h+W1b7gltuE4ACGpG1Cinkd939qtSR4ZaTlTlznIah5kkS3GgfoU6AQFEY9zRd38NrTeG3BJkL3qmpnNq2jLa0gDA9sACnuYqiQKx611PI11fLAu8749vfaRHQtgEr3dUlSR98GjbN4palladvV6fTD86zpe86MoFKm1pX9IPPIKe/rUptPhpOst+ud7hXtG67PpdfCmeUhJPCefemO6eD93mi8SmZ0ZEu6whEe2kpQ6vcD5ih2OBS3LyCivB67eME6x6UsWo5VnRIVdDudbacI8pGQN2SPUj9atOG+iXFZlNn6XUJWPsRmqmuvhdqidpQWIeRui21ERkBYUFrDgUo5ONv4U1ZWlIs+Fpy3Qrm3slR46GnRnOVJGM5/KhtNCqiqPiAUFXvSUUc7pa1/pt/1rRvh+0WdJWxsjGGEms2eOqyvXOkWB2U8vAPumtP6Sb8rTtuR2EZv+1ZNR+lFkOxTduIbyh/gNRBlOfqFS29K2wH8/wCA1F2OUCsT4LQ5FGHJ78UAJ9e9GHp06UgRS/i8T/tRGSOqYowfupVQ9AJzmpn4r7VaoaBwcRk//ONRNJSlBwOgrfh4giuS55Ec5ZREdPtTIlAUQQB0p3uKsRHen4f86aGzhY7VY7I8HnLe2/jcnge1SW2hDLCGkDATSGM1uQkgZ9T6UvjgpWEgdv2qFDsrrxef8y/wkJGdsQE+nKlVGLMhS3lEjo2snvjg0++KCydUpSCMJjoH5ZJ/zpnsx8vznTtwlhw/tUWWx6KzbmOxXjJaB81lwLSojjO7PNXtq/xquPi/a7Su56ctlsVZIXyuYSdvnnGdyvTgCq20/aJ12auYVb4wizUBO9YwWVp5CkH9eO+acbdYXNPQZsVx5LgG5QI7jHpVUcqcnArjTf3A6R1BqtizDT1ujsfIl1cp1cgfRggDk+2D+tG2hDD1zkSEhCXGUpbUlGdpznpntxUo0doO66v0J8zAnGO1GkltS+wG0E59huT+ZoEmzJsinIqZKX8qG8hP4SB0zWRZYRzbPLC0p0RXXDYctaG8jPmg/samOkn79L0tHsUZ5yVBjob+YjJbCwAvJSocZSQRzUT1btXHZSecqz1q3vANq3WfVFousrUiIVtmMpTLYcUDv8pKjwCeDngfc1ZqcccsVF/I8sbRAjMglJtcRKS4ypanFgY43EAffAzSa6S40S4w7fGJ+ceQnKFHDYChwon25zUy11o+1W65zdXWi72hxm83GU0LfClJdVEDS8DODnBBHPfFVR4iPfK6mbVwotMNAgjrgc01gjHHsQtqUKRPIPhvAhxH70maZD6UF1a/wpWSM8U2LaCs880x2S6XW43Jbk27eY0kpWGm3P5YJR0A9goj9afcZ3K54P8A2ahpMWTHF+47d/0JYYtLkjGtriqK5BtqkhTKmfPAI5Sd/JHuQnH604W6+u6qmsQir5WKsqUlpKsHaO6j60DXMdlEqK+6wpRahI6DkjJ4/eoc2xORITPhpU0jaU5Geh/7NWZMcciryRlFSfJNb+7Et8qBIU15rDE1tzbkfUlJzj9qJvupv4k8LzEc8h4MKakNAcJ+rhQ/UURqZrzGIcZJwrdhPPfbRsvR8W2WGDcXblGlu3AKWptt0FTeF7VJUnqD0P2NQy443FvtBkStMdWRuiNqWrcShJ5OSOKrOZaJDyrheAhJYamBlSicEKVuIH/yTVohIQwMdAgcflVZSlNpeeBUcl9Sik9CkZyfvWmPXBZLobHLdMcSh4IUG843Y46Z4qy7RBQLNHSolR+V8xSj9iai0O2XLUc+Jp6z73nJBUtpoHnOOf2T+1TazMKZtpZcyCzCVv8AbDZqMW2uSEHZXMS6zXG1WtxRMV1ZIJ7HrUt04iC7a90VBylRSs/4lVCGrhLix34TaWVNBzzQtYwvIyMA++RxU80jHfbsTa321IU64pfTGR0/ypRgovhCxr6qHSLB+ZfQ2cYVxzQ7zpGLfrALlEnNNqckKZbIP/iIAyPzByKdLbHCl7iPwtrV+iTUSeCI9tVHjzXEx1OiQ80VZKHU8JUn3OcVj1297VB0x5nVIbdKwnm3JrMpJ8xtQQd3UYzUblvu+fIYW+fKaccwB0T9RP7mpzZpfzzkqU6gA7kpKv8AEdvJNRddjkT33HGULWl94o2JHXk81fe3EnPgTajFNjpp/Xb8S8wZCVBDcaMiKhP+NOMH9zn8qXyyFtOqOBnJ6VHLhpOVY5sMPuoV5jycbVA4GemKkU0FEN0gf0EdPao6fHjj9ePySxJVaEmj9St6d0pEjmGXFv3N1xxaU8pbCQMj3zz+VG3S0RraY15EhuQiQ4vymQnP8voFE9s/5UxxLq0xamYbaQVIbeKjj+pXT9hRUO4OrZYjvuHckgD0wTWdYazOS4t8/cra+ocnnTEc+aQ0FKaScAep4pfHc/i8RpMpxTSo6VOBR6uKPp+1FLU0zClSHNx2bQMD+r/sUCxqgvF2+PP7hDRyz3Hv71LWwtWGZLsPnhLyGlLQEuJH8z3PakrDPmSW2yMhRAHFJoc5+cZMqQgJ3u8D0GOlOlob826xGyPxOoGf/UK1aeGzEky3GqikSNQlacQZ+Qph1QSry1cFOeiv0rupLgu5afL7rZSVyAGyO6cHrTrdoEBuzIShx2Qy+6lKkkhP0g9R+9M+pocKJaYybfJcdjKcVtbWrOwjg15bBKGTWQUu93BTFJzTQ0eG0yLBevMp1jcUSWyNn4jhOMfarIuElUiLEu0F5ad60tOIUclB7BI+9Vd4euj564suu7WVPqcI25zgY61YcF1lS2w8+MI/ntIT1cUk/SB26/51L1KCnrGn9v6Ect7iu9QNuIu0vzEqKi8rcT1zk0R4bXR223K9qQ7tRLcbQU9jtOQf1oy6vuyJr7rq8rW4oqPqc0yaccLInuHIKpCtv6V6LPGtPt+yL8lbKJ0/qZxxluChCQ2wpxSlg/UpS1Jz+yQKbdZXNVyNuguDPycYIH3UoqP96Y25JK1c553c0N4qekNqXkqVt/PJrHosOzLuKcUfqsujTDrEjSkKxeXhLTSVbQfxH3PbikOtA3FsUltBSAU7O/OfQft9qS6V81qSwpKl7MbB7q70RrS5QX7dOaQVOONlKAocoSSrnFZoRU81/cdfUVgI7SlLy3wTkVf/AMO+u5+hbJLTbQhtT8oOKdV34CQAO561QY53HJ/SrD0IUsw2XnitaSrcEA4zyTnNdnVZHjxNx7L8i+k2xavGhhqyypsuY4VNRluEr/xgdMj3r5/eKGo5OpNSTLg4+VqddUsnOTyatHVF8kw7G4yHwESOUoQrgDAyM9+aoS6SfOkLUT/V+tYvzc9RBJn0n8Kel/lNF+al+rJ/l/5ECsA7utdSheN/OPeuBac/QnJ/SulbjgDZ49h0qNM9IklycUkJI3Hr2ryeeAnj19aGGikffvShuKpSdxO3uaB9ciYAqWAD05NKI6SVbkgYHBNCSgMObHU5HtTmxDKIznOQsbhQJSqQq0zalz70x5iCW0nerPTA5/yqwdSPstafkDosoGft2pg0Q6zao70uSgLU6NqKN1BN+eiKShIT5qkIGPuBULSfBc8U2nKXS5sl4vVtVpVm1W+Qn5osIQkE45wM9qqTVUdq2Os2NhR8x5z5iQAoHCjwkZHtz+dTnV0aHoyzx74hlx53chvbux1Bqr9NNTdYa8tkVzKnJ81sKHuVDA+2K26OnxHyz5xjg3N5prhH028F/D2wWTwssUWZaIzj3yKHXStoZKlDJzx71j3Tum7Nf/iqjtLtzDjBvDji2igFCtu49OnavoAxHTa9OBhPCY0TaP8A0p/6VhfwHR/FPiXbf/EEvS3sg9OD/rXbpJpnj5Tc5Sm/JuJOktMbQP4DB6f/AFhP+lQTxk0zpu0+HV+uDFkhJUmIsBQaSCknuDVpAYHSqs+Jaf8AJeEV6OcF1CWx+ZqTSroojJtnzTuG0l8JTgEHAr6O+E2hdLs+HenIQ0tDJ/hzKluFkZKigFRPuSTXzlUnzpLbZHC3UpA9cqxX1U0q4xB03bIoUMtRGk4HbCRUMMU0y7NJxqggeHejOC7puAdn4R5QrDmrdI2K+/FLHtTdsZ+UXc0IWwE/QUJ6jHpgVvtyY8pCi3HWcAnJ4/vWINDtuX/4qFv5AU3Lfd3dcYBFTlFJrgrg20zSuuvD3RBYtUFrTEHmQHFpS2APLQMnPt0qHeLOndEXvSF4g2WzQWY9tilyXIQjnzMfS0k+vcntwO9TPWEh46paiIcceUljyGW+gW852J7JAGT7VHvE+JF0j4M363hKA9sIW7jlxazkq/OhxVPgSbtcnznl2CCJDiEtgjcccVoz4O9B2G43K+XO6WyLKRGbbQA8M7M5KlD8qoV05dWfc1p74XImdIXBMZeyXOmlLqgeRFQlJc/XO0e6qzY19VGjJxHgufSfhlom86mmXSdpiGG3WwqKjywMNZwFEeqsZ/Os9fFvpHT0PW9qtNotbUYJQkFLYxkk9TWttOrCtUJdaaLLDkRIabVwcA9cdvtWW/iReNz8d7bC5Vh+O2B/6xWlwjRRjk93JqDRvhXoKHpq3RxpeECiOgH+XyTjqae//pbaFHI0zC//ADdOlmdQLew30KUJGPypa4+00grWoYAzVuyLXKKN8jBXxcwbTa9dogWiE1FbaZCdjYwP0qq9AsWkP3e43COh52NDCYxUPwOLVjcPfaD+tT34pLp/FPE+4LSo4RhA9RxVR6fdfNwlNtrPlqQncPU84qz0zCs2uhBfJdqJuGnbJpa28BToHFR/V0hRJRnpUpiNeTETk87c1BtUPb5AHJBPPNfT8z/hs8riW6dnraP5I2pwSOeaiU4//Vt4nP4gKl9uTtbGE5yOwqHTSRe3uT+KudqZJY4o24Vc2aLu1rsTfwx2yULbHTLmPK813aN6yFEcnv0rOarZEKuGU57cVceotTtI8DtO2NDg8wPOkpz2CzVSpwTwMjNfOvUlWpn+56DS08aNT/D67o6zeHLbTlnZdkuLU5LdUwFLI3HCQT14wPzqXXq+aYuERK3LZCw+soQ35G1QSOoPWqLtNzl2/SttgxZJYWpvedvHX/pSyPc3kXSEZTaFhpOxJ3YTuI5Ur2GePUmvN5dTk3OKFJuxp8VbBBUpyZHYYCVZCUoRtA+3tVeaKhRkamjpTGSpalgA46VaGq47E62TriHVOhlRRvCvoz3AFQrw2t6pepG3vLyhoElVadNJyjbJw4iXtFThpI6kDpSjIzyMntRLOcEY4GKOAI5Oa6S+BAkg8cjn2oaR9J5NBSdwx2xx6UMpydo57igKO8E579q8Ek968EnISBx1NDAx/T19TToAJGEkkmgnI5x+gownjkZBoC1dCCftTvgHwF4CyMg/agEnOCnI7UIBZO7I47D0oCwMZwSM9MUuwClJ64OP7US8MDBHIo9zgdTn0pOrdkcHnnrQ3Y+gl7CGVrUo4Qk5qvpigt5Swe/61Obs6pEN5Wf6cdOtQRzor6ec1GT+CRIfCuL81rNpRTnyUlef2rTTKcIA54HpVB+BsAvX6VKxjYgCtApACQO9ZMzblwSSoLcAx0PJpM7nrk9MUrcI2+lInyoJOBz2qmyRndaQlPWonPKfm3MnP1enSpe6jCST3HrUOuAUJrgz3rrNUZYO+BZZ1bZrSkqGNwrVWlXN1tiHkZbTWULUoplt5AyCK1XosoFog71E/wAsVRmfBZHssKGn+Un7UrSO5oqH5flJyD0pUlLZ/r/WsZYcGO3T7Ux6xTmxyuDy2r+1SEIT61H9bgp0/LWk8pbUf2oT5EZCXgOKPQgmhZWrBAGB0oBCdxByT9q7vSBu74zxXRsqG+dy+Dkjd37Gks0fyVAjBApVLVufQkjjGefWiLiE+SsY7f8AYpeR0kXp8MCf/wAH5eOf5h/vV4nAGc8VR3wuZGnpYIA/mn+9Xlg9xVnkgc60HnqBXnFBtJUo9BTDB1S3JuS7aphYUlzy93GCcZpoQ+kY5IoJA7dTSO63aNa2w9JJ2E8kDOKTNamtTqlI+YAKPxAgjFP7gB1NpxnUtrftL7ym25CChRT1waSaT0k1pGyixxZBdYbP0bhggelO6brAWUBMlH1jKeetGplMOfgcSfsai15Cyq5Xg/cHdYT9UImNETmiyUd0jbgGmUeBdwOhv9n5DyFS4ckSojgOQSM8H0yDV4BxvoFA0LIPQ0tteSSkVFo7wzuDGrTqm6xiwpERpgIV13JBz+VILT4fSoHjHcL+phYiSEJeSoD6SrHI/artAye1c2jHIFMVmeIsR9jxbvs99laI77AbbcUCASEcjNNUHQTNh1fp3U9tZUmLckYfCRwHgSefv/lWmFw4ruSuM0o+6AaLXbLctCG1RGtqDuSAngH1FKmh2jPDjTmn/ExOp9PJWLdeXHI0xnGPLeHCgR79R9zUl+HwD53VCv8A/ovf/PNWqrSGnVSFSv4W0HVkqKh3J7/ei7FouxabeeftEcsLkZLoCshRPOT707fkHXgzZ8QyL0fFC0KsSiJLcVS0Y7kKqwrHqNN78GEB13+aW1RXT33HjP71ONQ+Fdm1DqCPqWRJeRMjAJaxggDNNVv8F2rWw9CiXYqhvyRJUw4j6dwVnH2PSlf01QOnyitPDVtNksWtNKJXlMFLm3JzkbTUk8Nm2j4HyctJIVHdyCng/SaeP/pLzrfd7zcbPLioau7K2lMchKMpxn9eaJsvh1rbTulDpZlTD0fy3UqUlfK9ycJHPTmm2qDplKTIMhPgnb5VrjFUpu4BwKQPqwAScH7U8+Gurb7rLxJtMi7/ADLLbUJLaWt5SlZTnK8A81ZWjPDi+2aw2zTt3tanUR5ZW8oEFJbKSM/qabZGhp+mfEy3zrVaXzaoUQsF1KCfqJJ7fcUbu0KrG+06hvsXx1ejOXGV/C5y1NMsqdJRuSkBWB060Y54nXO1+ImpNHS7w4htSN0AqCf5bm0KwPUHkUkvtnv9vvemNQ/KlaW5rzrqUIV5jaVrBO7PYV3X+hWtQPT9VW5smZAubS1FI5WyUpB/Q/501K6sNo7ax1p4i6UdsrjU+M81dXW2kpcZ5wU5J4PrTlrrxU1VoCJZ1T4EV9+bIUy6MlI2jkLHpTb4woJd0Q3tJ2yEKV7DaOaL8a0t3Jm4JLDjv8PtyVoUhBUELKgckjpwk0J1QUmTbUnik3pmbp8TIiTEvZSjzfMwWlEZHHcc1KbBf3LymYVxFNfKPFrJUCF47jHtiqJ1rYJPiBobTBgOqEqNBdkN7eqltp6fnVkeAsmbP0QmVciVSHHSFkjkkADn9KO190Lqg2b4zaZtt5FkntTG5C1rQ2PIUQ4U9duOtLm/FbR6rii1quYRKcaS8hpSSCpBGQRx0qBa+jML8a9LseUnaW3FkAY53DmkV3jMt+PTDLLSW22bbhKQOAPqoX3XgdfBb0HW+mLlb3blDvUV2M0rY46l0bUH0J7UrYv9nknDFwYczyNqwcisYTxqy0Qr7YTHIt819Etauwb8w4x96sVq3xEa90dHTGQlCrQlS0p4CuvX1pJJipmkfnIqzw6g/nXVMRZGCtlpfupINZr1A6m36n0c03NfjMSkO+eEvqSFjfgZ596s3wPu9+uVuuaLq+4/GZlrTEdWdxLe44Ge/Sik1wCsn0nT9klfVJtERwnqVMpJ/tRDGlNNRHxKj2WIh0dFhsZFOx9+a8fTBpbUPcwIAHGBXsZ4Fd6cYr2ccDNMRUXxCEfwmzIHVVzaH34NWnbxsgxx/wDYkj9qqn4gMqj6faBI3XRvP6GrYi/TFZG3ohPH5UL9NDYdXPbtXhn0617jtQB4epPFcOB1NJLtLct9ukTGmlOrZbUsIHVRAziq40n4q3bUlpcuzdqYLbCHi8hDp3MrQMpCsjuO/rQheC0844FDxkdarDSni+vU9sj3NrT8htMmUYqU+akkKCSrPXpxRlt8dNMTGJcl6LNjswJAjSFrayG1k4HQnuMU6fSC+CyxXeOc9aSM3KJJt6Low8Fx3G/NQsd04zTNbfEPSN1aW9Cvcd1CHA0pSVfhWeiT70gZJMAggDIrJ/jvpiXafFRi+OtK+UuPlqQvtuTgEftn861BHv8AZpaHHWLlHWlhWxwpcBCT6H0pDqew6b1rblW26FpwA7kLBG5tXZQPahXF2hprplM/E+6heiLDHQd259BwPTy6p656P/gOjrDraHv/AN4kuMv88JUDlP24B/SteI8P9N3G1xIGpGGbsuGjymnnOFbB06HrigT/AAk0TcLULI7AdRCS55waQ8doXjGcUk9vRJNdMrPxTkSdceAkS9RMurZDLr4HP4fpV+5zUJ0GkseBOsHOcrQlH7f9a0fp3w/sGnLPIsUPzXoErO5h5W5Izwcfeow54HQGrVcNO2q8uRbVc3EreYLYURg5wlWeOlJtcoS8FT/DPbZbUe+3TaoMohqRntuPP+VRbwKN+/2xmyrFHjPvtsPqCH3CgH8wDWo4Xh/F07pF/TWly2w482U+c6M5URjJxUB8MvAm+eH1/duKrlFksyGltL2khQyOoGPUU912HDRC/h5tGmbpqeZdJ1wJvjDrrvy23Cc5OSD3xmoqZkZv4hZcmS6htpF3wpSjgDCh1P5VZvhz4M6v0Frh2/PsNS4znmjLbgz9QODg/lUftfhdreH4pq1jddMOuQnp6pK2xtXtSpWcdecCncb4HzyRy+6euutfGqbOsTLjzDktAQ+2DtISkAkEdgRXviIeLfitCQ6oHyIbCVH3yc1ruNChxkb40NpjIyQhsJP7Vk/xit1zu/i6q6MW2SuGyWWS6WTtyn8WOOaUW7Vh3yA8U23dfeINkgaRUqW5Et7KFKZGdqsnPI9OKcPiajyYdv0bDuOFy2460vOHqSAgHmiPGZdytHina7vYfMioEKOoPMApSvk8nHXijvieli5XLTAaWHFCIpx3Yc4Kig5/Y1KPURLsftWwGbJ4B2bUNtQmJcIHkPtSGvoWCpWDkjrkH9qsvwX16rX+kGp8ogzYyvJkY7qxkK/MVXnio4hHw62xlKgfMRFSAO5zn/Knf4WbFNtmkZc2U2pCJbyfLyMZAHX96PEr+SLrhl0kEdq9g96GR2rxHvjNRH2FlPtXMY5owJNcAwMUAAHuK9ihbRnpXtoFHAAQMd68U89KH0xXCAQeaAKF8Y8O+KWmGME7GHFY+5/6VqrT6AiywkejCB+wrKnikC94z2NrqG4RPX1Ua1la0eXb4yP8LSR+1ZNQ+EWxE19T/wDU93PYVHI6AByKkN+P+4L9yB+9MDR+kCsbdloMH6sdaGEHHI/WuISAc4o386V0BSXiuB/tWhOekdB+3JqKAcZGDntUm8UXN+s3EpP4GEA/vUYSQPp6mt+L9KRVLsRXXAiuJye2P1pnbTuUCep7U73nCIeducqApqYVhQSex4NTfDIrlD3blKLeCAQB1pU3jzhz6UljgNo3/YfnQ47m54Htmo+QKy8SFlzV8hII+hpsenYf60isjYdYktrVtCmFgk9uKM145v1ZOK+SkoGP/SK7p8BxiUFqwPIUCR6YquRd/hIyJ120o20kOoeQlbjLTKlDKFJI+opHX8QwTTu88ty1OzHFlTjyFOKUec8H/wChSp3Trdwsr94E2MhEFxpjyyP5rqXfMyseoSU/vSFwyGtOiK+orDDSkIyeic5wP1NUY9snuRXjjzZfek5ukbf8PsezyZjFqul8L0iPLZX5m4thQ8taQcjcpCRgj0NQDUOsmNXxI0pyIxGuGGxLZYb8tsLDaU5AHrtyffNRu3vsOizvLioU1Fjb3Gl8BXOMnHPrR2WSy0pDaA4tBWSkY4JOP9fzqut+S2vIo8yVkb1cElDCMjJJI/aueR8zELCkr3p2jJHB46ULVSj5sdCck8/uRT7MuOpGY/lfwuOlpCkhJQykFYx+LcO9GobSSRLNZ6y6f/hMBl9QwqSpRweuAeCfTr+1RrxBjNS9efwyU+mMysNILy/woyByfbmpbb5KZhQ4GC0TwpG7Kc+o+9N/iFoe/XG9RbvHty1RbpNFtYcSQouvJSglO3r0UKuxbnBbgv6FYz2PTgtdzjusT2ZbYbc81TRJShwLUnbk9eEg8cYUKk/l8gAdcU6ap8HtWeEkuzt395oxbszIkRG0nCtqSgbik8gHdxn3puSCtzn15qUb8lmPiIPVtqiKht3CPOLlzQlllEEI6M+WCpwnt9RAH51E3HkpYYhrhKcQpxIAB+krzgDPtTtq/Vw0/dL1bo7RMqVHistPZyWkpAUrHueP0qD2C7SBdWI7bu0KfTnPOST1+/NZtkp5G2uF/cpd2Sq8NvvXK3tRm9y96lBI78dP71y32y4KmoWhtIcC1J+rkDAIOM8evah3NENd1j/NT1xWUMurLg6jjjH36VIbFaJidO2+5yWHYjKcvea7/wCIpSiEgD0IPX2qGoy7JIeSVOhM9tS0pB4wnqeOlQ+RpBMzRgv0d4uTFXD5VLASehAIOe+amM5aQw6ojjarP6VY3wh2aH4h6mtejnYDLca1TDfLjKcUCp1DZSlplIPQFZye5wK2KLm1T/8AonkfAzeC/wAPfiIbrBvEKxPtagiykyW48lBS0qIkKS7u9OyfzqOXMPKVfnXmG2Hi0+FNN8IbUTgpHsOn5V9OvETUUrS2mrtqCzadVPuDUYsQmmkne8pXJ5SDtSOuT6favmJN3v2q+PSkfW8wtKt3ZSjjP6mnzFO+RRS5ojXiH4fW/SF20vo5TzCbjcrcxNnTHHgWW1SCFoxjptRgHPqae1WyZaorEGa+h5aBlLqFbkrSTlJB9NpFQezaaujLMnVN1juSoENXym9zKkqdKCEIH2AyPsKnJmrmx2ZDzYQVoSdgTgJGBgY7YFQc1KaSQY/1DvY3SzMU4UJX5TS1bVDg/SeDUE1FAluurQ840h55JlYaT0Rk8AD7dKlsdxxiDc321AKRBcx37YH7mor/ABxiYu3pfU380EqZUsY4SUnBV6EEfvVGptNNKwyLkT6ZQGre66hYWhatyVZyOg/SnXw9tzF0UpkTcvuNuFDSuE7x0B/KkNu+Xj2ZaI6jhCVAnGPqA/6VF7Nc7pp+6NT2UOBpZIOO54yR7jIqOohLPgqLpkMkW8aoVTo0Q6iiJC9joe+tgnJbUOc+4NPlzB+RkEAf8NXBPtS/TlshXK0vXO9Wd2PPtiQlmR0D+4EJ3A85GCeKb74Si1SFnsg8gdKNJNyjtfa4LMaajyQSO5ITNS2w0Fnbgg8gg+1LolqeVcUIUkbU4Ufamvz5KJXmsfSU4GT9uMU+Wh11TzMfzUkKO5XP1HA7mrq+q0RXY83YKiaefeQojzHkoyOD0Oai1ukqYLwQlR80bcdiKlWqnFxtLtlIyHJHI9sVCIs4NzAHwfLCRwBzg9ajlV2xz5ZIrKtbsIvKPC1q9uKkGnkebeY3c5zj7Amme2NtphI+XUCgkqH2Jp80+kN3Jby95S0y6v6evCDVqdQLF+kckNXF96OHJBXhQbQjdwcHAH602XeNJi3CRHeWraFnazn/AIfrxThaFXm5xmIYCQyF/Q4cJU33BzTbOjOxpDjclDiVBZJcWSSv3rz+iSWqfyZsUfqEejJzcOVIjPFAS+86FnH1EYIxj8qchPdbm+YHN6d20dkpSE8KpJbtPOOWKJfIqCt551w4CfwjcQCTTyjTbZYLzK8v+QVlBXwkgfUfccVDVTxLUSlJ/YlkW59kXeUSpRwCRk8Uy2tRbgurHPmPLwaeXvp3KyOAT9qddEQYt5YsVvNvQ4ppx6RJI/8AER5mE5/PAru6mSjj5LMn6aIrHXjO47SVYBp2hKbk3Bog5SCAPTil+qdJspubce1yEofmyyj5fn/d0q5Tk/brSS129MS6/JNPB1LSlJDg6KAzzVOllGT3IhijTbJ7pTVkGSkWZ+OlpbAOHQr6VAZ5J7c01atDcOG5FRLcKnXAotrTgfdJHBHvTLDs15iW6RL8h1uM+NqnMYChu6Z9M5oVwCmbPEiOLUstqUUlSskJ44/XNU48cHl3L5BK5cjM2FHgIzkfeptZBMLDEeO0OUAbic8n0H51CkgnBx3FaYhWLw4sHhTDvCpi3tSPR0rLSXAQzkcZA6cDvW3VQc8To6Gl0stbqIaeP+JopnXtzOUQgsAMICOOOcc1Wa2i8sjGeeeOtSjVEhTkhThVys/tTE4Q0lLiMZPHvXNxrauD7TKEMUY4oLhKkEpjgK2KTg/pXUNsoWrzjyjp70chwP4cyMpOD70GQ2PNQV4Kcc1ZtKXNXtOnyXmSllsjHfFBZDkgBBUUpQeo70ojOMEhlHU88DigtEtec0nG7JIptWQ+RLNUguAIBxj0p0jSCpDMfk7xgU1ugIZO8fXkc9zTnY0plTGEnJDX1H8qG6VhGLySUCTsR1tsNsJP4QBSiW0nMOOOq5LY/wDlChxwVHefWglXnXi2sA5HzKTx7d6yx/VZ1NY1j0038J/5C3x2WhrS8BsE/W8Tj1wKSfCRpk6r8b7OlLRVHtmZr2U9No4/cigePi1uw7PHbOPrKj+3Wr/+Avw5EW2XfXMltaPm1iKyr/EkcqP64rremQTSdHybW5J4tDJp0v8AM1fqya1A0tdHlKA8uG6R/wDAaxH8KAVJ8c5k1SVL8uJIWMDPJUkVsDxTUxb/AA81BJ2AlMF0AqOeSMVlf4Jood8QdQXApwGYaUg/+ZZ//Rrs19R5CL+hs2aXpi+EMbe2VHFUf8XUmTG8LXUOPp/nSEJ2pHWr23g9Kzd8bM/ydD22MDgvSievompT6IY/1IxPYopnaltUMjcH58dvH3cTX1ZtcZqPAjtobSkJbSOB6AV8vvC+Ebj4maWi4zvu0ckf+VYV/lX1KZTsZQnHRIqGD9JPN3Qnur3y9tkvZxsZWr9AaxT8OKDcPH+7XNwZSw1Icye2VYrYmtJJi6Uu0jONkR05/wDSaxt8McsxNR6xv+3ctmGUt57rWsgfvUpN2RgvpbNSaQtLN9nXLV81KlKmvLaiJV/4TKTjcPdWM59AKqL4r9Q/I6ResaFKLylI85Q/CE/0g+5q22bjL07bItitCEyZz4S21uP0pWRlRPsOSao34wYAs+k7ZFDu9550uSHVfiecPVR/y9BSyOocCxq5mOFcuFWODW1/gy0pbEaMcv8AIJckSHlJShQ+lKU/35P9qxQMfVkkjNb7+GZsWzwitTsgJZy2uQlzsU5JOaqwfqL87qJY78Zq3a4iBtwESI6ylv0AIyayZrs/xr4ooLB5Cbk0n9Oa0606+/frdfJYKX5inE7Dn+WyB9A/zPuay5p1RvfxWMK/FtuDrn5JSqr33SKcfl/Y3G1DZU0lJRj6RyODQvk2EJKiCrAz9Ro1HCQB6UXLc8uK85nG1tR/arvBQmfNn4gpnzfibeHE4ID6kgfaoNpNhL0t5zk7lgdOwFPnirKMvXF4kb85lOd/f/pRehIwMd2SRj6jjPrmuj+HIbtffwmL1OW3TUSKUpLUbjjiq2vyi5MwegPGOlWHdiEsKOc8VW1xWV3MIzkZ/ave6p1BI8/pk7He2kBgbuDjjioRMCl3h5W043461OYf/BJ5PHSkNp0b/GZTsiLJBdJztPrXn/XNdH0/DCc+rOr6fiWbJJSI7cLlMd+Xt7rn8lhP0J9MnJ/ehRju69+lLdUWG4Wa4JbmNlCtuRx1pLEP81PAByOvNeG1mohqsrzQ6Z3IY1ijsTLZuT0CJbLay8koUI6f6epxTZKujHzjKUOJUEneQM8Y6c0nvtwkPuRgpatiG0hKQnrx1pCliTJkbmGFqUBngZ4rzsopybM7ds7e9QSnrU9CbWUsF0kJBwCB39+cn86kPhE7uhLb8tI/mKWpeOTnoM1Cb607EghLyClSlq6/2qa+C7X+5PuHurNb9MvpRarUC1W8j6fb0oYB/CR1rjQxyegHGaEkKySea6K75EGhIH05xmhA7Srse3NeGfU59K8SMndnFMR4fSkAH866cnpjPYVwHsMcV4c5GcUuhpHVDA9+vtQVbgAec/tQtwCTu6V4kdORSQWAJCgSE9KIUrbwoUeSAQUqHPTmiFDH48AGnYBZOThQohQAKjvBPf2o0jIOE8E9aJUkAHJ54FF8h4Gi+vf7i4kjG7ioU8SlP0k/lUu1IQIm0DG44zUQf2obOMq/zqMmrGXF8P0ECFNmFJytzH5DFXErIyRVdeCEUM6TacSMF0lRz1PNWKoEHt0rFN/UyxdBS1Ukf5FKnEqOcHr3pM6Bg47VV2Bnt0ZB/aodc0j5xzk9emOTU0c/DxnGOahVzx845j1rry5M0ew23HEprIz9Q5rU2jVZs8FX/wBjFZWgLAkN57kYrUmh1lVkg5P9AFUZukWotOIMsIPtSlKcn7Umgn/dkdelLUDJrEyR7aRTNqxoO2SS2e7Z4/Kno8EcU2akSk2mQD/gP9qafIGM30hEhaBkYWQP1ovJUSMAfejbgcz38Y4dWOPvRfXjGST2roLor82I30h2QAe3agXEYaWTzxxRzm1TgwOc0RclKLTnfjOBQuxF5fC+oHT0s46On+9XqEkYx0NUH8LcpgWGc35g3JdORn3q/EvtLAwsfkasIgHY4ebUgnAUMGmFrR7Md0SI0laXEueZuWMk8YwakRW2ThKq5uT2o7CxluFkkzrcuE5JClq6LKelNS9JyRNflNqQQ+0lo89Md8d6l+BnP9qDjjIxzRXwFlfXjSF7kW+GzFUGX4q0ELSc/hPp6e1LrfbLgiaHpEJTXmMhKgk5AWDzUzI4rhFOnQXZDn401M+YhSndi9im8E4xznFNNquGo4klEe4rWUpS4ncR/wATHKSfyqxdo6gftQSyyvhTaD9xS5SDgrt7V95bERRaUhwuLakJ2E7SBwT7dP1p3naqfhXuHbXUJCJbWQvqEr44J9DmpOu3QVq3LitE+u0c8YpPKsNrl4L8RKtqdo9h6fsKLY6Qyz9XtQTNbLZUuG2HlY/qT3xR8TV0B+GxKd+gPuBpJzkEnGMH0pXK0lZ5ScOtKCtqkE7udp6g+tEr0ZblRzGSpaW925Cf8CuOR6c0rFSAtauti3X2FqKFxl7HAodDjIP2I70ucvkFiKqXIc8ttBG4qGMZ6UgmaJgzF/MLWRI2FG8DGR1GfXBrs/TcqfbH4L0oLLpBT2CQO1OwodmLjDkNhxl9CgU7gQe3rRjc2K4dqHkEntnrUUlaSuCJKV21wNN+WthSd39J5Cvvupa3ZpHzNtdMLy/lwEukHttI/PmjgVEiD7B6OJP50MLSeihUFvNknoFxdhNvoWp1tTJSpXTP1flSqPIlR3ZKFKf2mOkN5yRvyc4zRaaCmTPrXRg4NRG23C7Q9PqfmyA9I2BxI7gH1x701I1bqNEh5C4uW47g3rCMkIyQeM89KAprksBbaFjC0JV7FOaLMOIQtJjNYWMKG0fV96jNv1g/PdwyygoLy2gd3PCc5pwk36Qj5RcaEp5MoEcKAKTgnp6cUByKZ+m7HdC2q4Wxh8sjCCtOdo9vSkszRmn5zcluRCymW2GngFn60DoDRbeqltpHzNuebUWlObchWNp5HBoDOu7K4du9YUNv07Dn6sYGPXkUqsLaC7f4e6etK4yreh5oRN3kt+ZlICuox704WLTkHTsZ6JbklDTrqntvZJUcnFOD8pmPHMp1WEJTuJPGBSFGorO7wieznYHAN4/Ce9PoLvsit+8NV3jWUHWCbmG3ICQltoo4Izk5PvTdP8Mbs/4gHW7M2OR5Hy4aOQduD39easZM2K4CUvoO3r9Q4oXntkbgsEE4zRyPcVZrDwxuF30WbRChsG5uIQy46F8FCV7u9R+4eHmqoGo9N6jYtipIgQRDkMtqG5JGeftzV65B5yOaAeuAaXKC/kz3qfQl6kau0uuRZXH4tvYKJCvL3IBWrOD61M/BGNerbbLnarsy6yhiYsx21pwEtlRwB7VZ59MUHA7AU1aQOqoAAB1HNBI/+hQz2rx6ZpCAkc0E4zQj15oPQUwKd8esKkaZb9bmj+xq3GRhlvH+Ef2qofHTK7zpNrJ5uQPH2q4EZ8tPXoKf+FDbXR37V45zXs88V7rSF+wnnofXEdTGwXCg7ArpnHGaqC2eGeoouopl0hQxb2LlCcRNjhY8pT6geUgHoTz7c1dHA5ro680v2GnXZRfhxpPUFhtkOzXK1SGnIVwclOrKPoKPLIBB781A4+lb5HsF9X/DJZmybo08wwpCtrqfMJJKe471rHj0ruwf4Rx7UbmnY+CP2NM06OipmQkRZPyoC2UDAScdAKpHwnZU1bJ0V9soeVf2FFtQ+rAWo5xWgbtfLVZGkO3aczGbcUG0qdUEgqPQZNIGXdHrd/iTCbd5i1bfOSEBRV6Z9aKb5C0lTM83uNqHTF+ul1ZQmTZ9ST3obzZHDSwv6T7HuPzqSwbe1L8enrblxuMm3I3IbUUp3eX1wOM1cirBpaVb3IhiMKjPO+apIVkFfXd96JY0Rptm/nU8dC0z1jaXPMzlOMYx6YoTa4f7B9L5Kq0xCmSfGK86aavlybgxGE+WgSFEBQSk5wTjOf71ZPinK1HbNFTZumHF/Ox0pXlKQVbAfqIB6nGaVWzQNmteqZOrosh/5yXkPbiClQwBjp7Cne/Wp+8QDFiT1RHQtK0upGehzgjuDQ3bTFRTE/xJv0fwyk60suoEvOpdYQGnmwpTKyQlaFYxkc5BpfcPFTU1n0AvVgmwJrzTEV1bXlKSUqcOFA4PTnI+xpwu/gWqXZLpa7fcmGDdZTclxIQQ2jac4SPc0LVXhbqi/aJXpJo29IDUZpK0nClBs5JUcewwKe5NDUeR20B4iztaNsrjmEvZDRIl+Ws5bWrOEAd+nNMcHx/SuBdLpO0+tEe0y0xHi28FKJUopCgCBxxRGifCvU2g9Ss3C3QUGA/BRHmNodGS6E4KgM9yAf1qKo8I9awdO3oizurnP3NqWy1v3IcQFknKRweooUo2GxrgtKV4y2iNfrZYm7XNfcu8dMmKpAThSTng5IIPBpVdfF7TNhZbkXlqdFbc2DcqKshKlZwk4B54NVxe9PXmf4kabvU2zS4kOHbkNyFsMqSGncKylOPTIpw8bIrs3ROnI0CPKcImNKIdSfMKEpPKv++9Cp0Lb4LKf8SNJQ7c3dLhc0xYzr3kBb6Sj68ZA5HpThL1NpuPEjzp1zhojzACw46tIS5kcYJ68VVPi3ARqG0oszMRbqIFoXPw0n/xgkBsnH/qqC60ubl38FNIMoQFPtTwwtKhgjYlf+WKSpg0zR63NMXlsuOJgS0tJwSQlewf5Ull6S0PeP58qyW6RhITuLYOABgD9KpayMp/271aZsjyH2bQR8m39TbiQwBuJwBnoaL8P2npPgwu2MTVx5d3n/KNvhwhaMkEqBzkYAJptRqw+pFm6j8KLRqMwLcuSiNYoS/PEJofjd9ST0GCePeptbbfCtUJm325lLMdlO1CE9AKz3pS53d/wjvst/Ulw/iGnHJAQtL5JUcYTuJ5IBBNWd4L/wAYuGj4F+u97kzXJTBC0vEfiCzhQP24oaSDnyT/AAnr3rmOME1TWqNdarg+LTmlLfcUogC3mWUllKilQQs9fT6RTQvx81A94cs6riw4vzrVwTBfacCtiwQSFDByOlCTl0HKL7I969jIqprd4yzxf5mmLha21SmYAmtPNLIbWS0HCg5GR96T2X4g40yzW6/XWxuxYtxmKhIKHQ4UrAByRgcc01F0Ld9i4MHPJ4r2M55quZPjXZIV8u1lkW6bvszPzElxKUlAbwDuHOTwocVOrDerdqO1R7zapCXoslAW2sdxScWuRXzQsArxGKH+VcKc1GyRn/XmXfHeA2eQ3AT+WVGtcRE7YrQPZA/tWR9SpVJ+IEoA3eXBZT+pH+ta7YTiOgf8orJqbqNlsFTGrUBxCxnqoCmJge2DT7qIgRUp9VCmVjOMGsbLQ5PWukcH2roGeMYry/pSaVeAKE8RXPM1rMwMbEoGfypi68kfpTnq54SNXXQ4zh7YDn0ApuSkg+tdHHxFFUuxuvRPywA6FQzTQwgqcG0YwelPV+CUxmzj+qmuGNy8cJFNhQ8R07mAhVCSjCwffgijGUAoJzjjnNBSg7iQcd6TvwRKf1evOp7goj/xMdfYUssKdsGY6Buwzzim3UzijqC4qwFHz1AH86eNOgqt0xIAG5KAr027vq/bNUZHUWX/AOGhlvMr5FhMdpZaS82QEdPpz/1oubu/2fU7v3b0BX601agn/wARuocKCmOP5aPRIBABpxfQWdN+WSDwAMdxuGKpwKlyVY1ySO2xQmMnzE5Py6W8dcpye1L7rapNu+XfkxvL+YTubJ6lIOM0yx7q5CcS00UqCVJJKzxx2z7/AOdSnVM+VcHILkuR5jiIqAQMYT7YH6/nWb3Mn5iMYrjmxY/10yutVb/nYqQrB4x61YdhvRuL9w01dP5bj2XIz23ChwODVd6rc/8AqgwoJ/CB0696SQNTO3CeqQ5lElAKiscZwMf2qes07zxSuvv9x5vgnFpbUJCdzTjSi8EqQvqFAgH9xUf1Neb7ZtaXG4W6QlpcZ7fDcWoksOpUhQcbHQK+gDOKmdvvc+/zocq4FtSypIGxoIAyrPQe5NH6+YgaQ1DbdQW+HHuT0uK+5JafjFxpoOJKE98E4yevBFXpyxxihtfSlRFG9U37XN2GpNWahl3e9PsrLjj7wWGmgpKUIA/p5So7QMYx605MgqcCQOSegpk0/Y3LXLMkttpauMcS2SlQP0Fxace3KFVImWwX0JBONyfv1FXXaLMaqJEdb2efftezbfaYKpEj6UJShJJJSgE4HsKjOmbTcmbjHnKZUiMqX5O8p48xI3bfv3qWS7hOt/ivInW9UgOM3FS2i0DlKkjj8sgZ9s022aRGuV/dkPSXUokSXX2mknKPMJ67RgA7T1+wpNUV1yE68K1OtIQc/wArJ/8Ai/6U9wfEy9T4ELS9wnPzmwlEaOlzaUstAlQCeM5ye/amrXOWXELBxhCAce5VS7SOnCNNr1NJty3UKmMRY8ltYAacO5ZCh3ylJ/UVDIlL6ZKwlG5Dtc1K+QlccJbVxn2pw8Brvp+BrGy27UEZKYl0dXCkSg4tCmQ4psIXuSQOFD9yfSm+8K22uWtJIy2oD8xUt0/4E6gt8XQeo70yX7Zqp5aGmYw3vYSeCEj3olNwSf3J5E2qRonxE+IPWPh3pa4+GbTzFymtM+TCvsNRcLw3gKS6lRyhSU5BPOccAVl99cdNjnSp3LXmMeZgHkeYCRx9q1X4x6F0Lpq1TbvqCRMe1JdYvkW+1+YFOqfDeXH1Y6JThWftWXUMR3NO3H5lxCUJU2SVDIyCf+lReTJtlKa4K4KotsddDeHj3ibYZlxsbqIkGyMsmbDU9la3C0orkbfQ7T2yBgVG7ha5drkCBNQUPtABaT1SSOhp6sDiYdyfnMTFRG2UDK442FSQACgjoQrng0j1HeJOoLxJu85ZW/LdLqycZJPsOKo02aOWbpc/2JY3yxuffYhaavkuQlxSRD2pCMZ3FSQn8s1XUeFLaaalPw3NryQ4kLBAIJwk5/arXttrg3mM5abi98vHmyY0Zx7BOxKnRlWB1xQ7tc71c7TqKxW6AxcrOJbNvh3JMUp2xIxIbCCcbQo8nPJxV+WSS5DJ2RK72m62CE7BvML5WWGd/ljAwlSdyf1BBp1smk0KiRbglQStZSsNrThYbTxgegUpX57aar89NVAULjKW9Iajoa3rVuICUhKRn2AAp/Zauj1gevzsltbkNtDygp3aSjzA2No74KxwPQms+pk9kVDyE+Eg24R7RAiyWAXpEp1KVfMAkIcUDjJSfQZGfeoNqhSU2p8pI5SE4x7ipddFsy2GLktflOSWdkeODnDSScrI91E1DtVYTaVjPBKRj7moem28Tcvklik5R5E+mtM2Z6Sym8NzJK5JQWGGQG/MzgfiPbPpT3M0varXerp5ERSFR1JQyltwKbRwM5V/Urr9qmlkbtSdExLvNfShMNKWGVKThYcyVYSabL5a0wkF5qa2pCwkhCOikkfiH6Vgx6h5tVt3dOq/mVRkt9WQnVrEmRaIMVhl10uurO1Ce/GKjUvT8+0OITOgraW8goG5JKcEdfvVtwphZtKYIQyQ6lT29SAVApxjBPTrSfXV/wBPahtlvj7dstlrLjiU4GQcDKfXGf0q/Ua2ePUe1GNryKc/qaILAZDNvabAxtTj96erMShFwfCtmyG79QGeox/nSRljyYyGyoHA7U4QGX/4bdhHQC6YoSMnA5Wmuq3/AA7Zo6jwKdNXKUq1OqiQy8pRyp0q4Rg8k/kKQ3mem4Ibf8sNrSgheDnJpNphbrDEq3PqdDP/ABHEND6vcUXczES24uAh1pkNqwlzqOOa5GjwR/MPJ5KMcFutEy8LbzCjWeJFlOBIShQAIGxSieArP3NGXy1SLLImOwZCVsPsuFTZHCAQclOO1Fae0vGTpa3yoEtZmOMpPlqSME9SM16dfVItE2zz2VtvhvZu4IKgenr0riXHJrJOCtOVNfzJLllezVbYr5/woV/avaGvC4KwEuqQVBpkKBx9IUXFfuB+lAuuEW6R15Qcce1NEJDtvfYZWytKlfzCCP6Sjg/oa9dqIqUNpPJ8EotlxN11S4fOXt+YVz1OEjApwgsst6ikCK2pTbPmFAPUgdKI8M7a3cFvT0LWlYWSShOSkmlunUJN7kuqSpYQlZwTt3ff0rNp47JSS+CMElbJ1cpROm7bFlNoailIDzSclIXgYH368/eonq22wIFti/LNvB36sqdITuRxjA/M+9PMuRLkaTS7NbbTiUT/ACHNwJqH36e/OShLhXsbGEpWc4AAFZdJCSyKxQtysaGQS6lAOCoj71ZF+fbtdnTHZQEuuJQXMdzt71D9J2sXS7str/4LX81w4/pTz+/Sl+opvzT0ne5kk/SD2Fa9XLc1A+ifg/0/9Wul44X+pFbk58w0ohJOD+lIFJSqJk8qHOPSjC8lbi0lXBPbtRK3G2m1N4J7Vnj1Z6/JLnk9HymOpQ60YsedE3nqOeKIbdUGPLCeVetdCXNm1aylB96N9Cjic3YeFRY2F55A65pG/IW455zXBx1NAcW2g/yzvPpSV5TpGSQnkH7UbrHKKi+eQ1cjYk+aok9cA8ZqU6KjF+O7LWNpcO0fYVC22FyHRuVu5q1LBBRCtzCCACEZP3NLI6Rp0Ud+W64QtIDLYQjg+tFQWHF362becOKWfsBR4bU6sAK++aFDH/4VwWwr8DSjiqI92T9YezRZH9hu8Y23598sdqjjLr60toSD3UcV9GPCbR8fQ2gLNpxhsJMaMnzCP6nCMqP6k189NRlUzxb0kzkBKJ8fP28xNfTiI3iGyAOiB/avQ+nJLCn5PjHrUsijjxv9NWVx8Q0swvCS/ug4KmAj9SKoT4FoZVI1TPKT1YaB/wDiP+dXH8WMkxPB64jdtLzjaM/nVefAtBKdIX+fjl64BOf/ACoH+tb1L6jhVWM01yO1ZS+Oadtt9hgg9S44f7VrFSOKxn8cslS79Zoif/DjFX6qNPI/pI4l9ZS/w8QRP8atLNYBDcpbp4/wtqNfS1JygDPavnb8JcQTPHC1dT8vGkOH/wCHH+dfSG1wmlgyJJw2jgD/ABGoY2owsnlW6VFeeMVxRbvDu+r53GGsAD34rLnwsafl3q36mfZO1KpUfzFDglCCVED3Naf+JK5W2B4S39aGmwt1kNg/c1T3wStxGdF3ibIA3PTzjJ7BI/61BylNk4xUYlw2SEJCDd3mPIkNfQwyTyy13H/mV1J+w7VnH41rsmSq1Qkr/CkqPNamvr8WLHcusbhTKCVJSc7x6Y9aw58U1ynzb9FM1kMrU2pXlZyUAngH3xTnJOFEMcKlZQ6AFL65/PpX0G8NIzDnhdpfTXm7dsFqVJIHO3GUo/8AUe3oDXz8joKnkJSOqgP3r6W+DtgasulrcbindPcjNqUo/hSNgACfsABRg4JZ+gV5W+p2FcpLYj/LqWgNn8X4Dyf06VlrwGb/AIx8SMiX+INfMufbkD/OtS+M8uNatPKnB3D5Sva2OqsIOT9h6+9Zr+DyGqd4q3i6lGUtxVAK91LH+lWviXJVH9DZthKDgUh1C4I1iuD5/ojOH/5Jp1SnA5qN+I74h6HvMjONsRf9qtk+ClLlI+Xms3/mdRXB3suQv+5qUaSimLY4+4EKcG4g+hqHXNJnXtxlPKnnykd+pqx2mUxo7UdP0hCQnH2r0P4VxOWXJlf7GX1iaUIwGm+uJRHUM9QearRxXnXQkK9s46VYOpnSGVDsAcYqvYeVzlrOTz1r1mqptI5emVRZI4ycMKPXAOac9HsSUOoU0jaVLBUs+megpuZUkR1qI4AqT6FeZddbaKcgDkkeleI/Hmaem0MJxjfPP9DrekxU8rTYh8ZEAvwUqV5ig39S8Y59BUBtMdL09lhx1DaVKAUtfRPPWrN8aITbceE+0foxtAqttORPn7zGhBe3zHAkqPbPevBek54ZtIp4+ufsdzLFwlUi19MaLXra9MwmpbMWCygKemPq2ISgY55PJ9BVuv27w605ZHYunkh8MpKVSlYL0lQH4h/gQD36ntWfr26mTObEbc3Eify20g9cdz9zyasN26tMaYYQlQ3lGSVdVKx1/LtR7u1UkYunRVXiM4FutDfhKslKNuNozVl+Hunk2iwsPA7hITv3427vtnnHbNVJrCa/NuTTeEkIwlAI681ftneuEq2xHbghsLDSAhDacJQgDAA/LFb9Pyo2XP8AShcggDBGaGkgngYoJH1ZPX70MAjPPBrb0QuuAaeT9WMelDHXkY4oAAIzjINDO1Se5A9qBo8QM5HeuLG0+nahDAGEjr0oBISMZoqwPZ7mgqJ/q6ivfTg9Oeo9a5gYHr9qLA4AAk56nmgOjOB26UNRwNp9MUUvOPo/M+lL7h9gp3cPw8nvzSZZXg5PfjNKVckFP/SiXfxYI/M0B0RjU7udiATx71F5QPldiD74qRanWkSUt5GRUfdT50lplA3KU4lOD7movkkrNMeGMJMLSUBoo+otgk1LFA9RTbpmP8tZYrWOjYHP2pyIwMVglyyaVIKUkHik7ifXIpSvHUUQ7yMe1HIzPSwQggYPHNQq57vnnAe2O9Th1OEHIyMdTUIuJC5zgyMZ/KuqzNFHoBKZCSeoI68YrUOhD/8AUOCQf6e9ZrsNqkXKY23HbUr6ug+9aO0/cYWnrPGYnODzG08pB6H71VODmqRJOuy4IA/3ZvAHSlbYxndwarBrxZjslLLEJTyQcEpWBipTadf2acpKFOlpasAhXY1mlgmiSkiUbR3FNWpABaZGOuw/2p2bdbfQHGlhST0IPFNGqyU2eQU9kKx+lUrvkkY0mEqmSNygSXFZ++eaKSN304oyVlct1eMkrUoj86LPB3L4A7V0Y9FYndCvPTgdOtJ7g244haUj8QwKXbwp4DIxRUxJBI9KTYcNlZI1t4g6EuL7diuD0ZtxW7+WMhQPNSCD8TPi7CSCu5BwDr5jIp1eYaWr620H1yM0th2q3PIAXCZX65QDSucVVhti3bQni/GJ4iQ1hMqLDd9ikjNP8L419RJwZWno6wOux0iq68QbHa2IZcbhMtqBH1AYpBpTTVnmuJD0ZK07eef3pe9NcB7UXyXpC+NqMcCdpx5JPXY6DUggfGhop8pTKt05kk/4Acfoazfq3R1lt7KXYzKm1qVj8VMul9Ix7teY8EO7fMUASrgdfWh55JdIFg3PhmyofxaeGUjCXZz7JP8AjZNPUX4k/CyTz/tLHR/58p/vSDR/wVaKvSo8aVMdBkxvnGlp+oHqFNk/ln2+1Zo+JrwHmeBPiQNKM3FMyJIjNS47pGCULUpPI9QUkflWTB6nHNPZtZoy6GWON7jYETxs8OZhAY1XbiT2L6R/nT3F15paZzHvUReem11J/wA6xbrb4bdV2Dw1sfiVbZLT8G7OJjlAOFNvKSTtPthJ5qoyxqGA64xsWlbSihWF4wR1q/FrsWaNxRTk02TG6kfT9q+Wt7luY0fTChR6J8VR4fQc+9Yk8DfBjxW8Wm5Dum581kRQCQX1DI6ZHNc8VNHfEH4Lx/nL9PvMeJu2peDqig/meKFr9O5+3fJL8pmUN9cG4RIZPRwc+9DDiDn6hivmm18RfilbUB1vVE5SE91gKH7inWD8YXibEGXbs07js4wn/LFaVOEumUbZLwfRkKHYiu8Y69awZa/jZ1wADIiW58ZwcpWk/wB6kkH44LwMfNacjK9dj5H9xTco/InuXg1Rdp1xg3tpTe5cVScLSk4KTnhXuOx9KapOqL6iL5zTALsaSUvNFJypk9CPfHP5VRcP43bW5tE7SroOOdjyVY/XFPsP4yfD54gzLHNaUeCfLQr+xoT54aHf2LiiaxlNxYzk9pIU9JUwsjgIGcAn9hREbXkl1cttUBCzEcKVEZ/xYHUd+v5Gq+i/FB4MXFBakOLZDp5S5HUMnOc8U7xPGbwOnct36I2pWc5UpBOTnnPvTpitIma9ZRSJMaXbilxhWxxs4+pBP0qHqD/kadIl0sUwxwY6EuvrU2lK0jdvSOQaiZ114UXxOxvVNv3kbNyZCQojduxz705sSNFS/Kch3+MVtuh5KkvJJC85J4PfpRz5Qbk/I4yrjp5mYth6Opl1C924NHBUeMj160b5mnS5FUuapCmFFhsBzA3Y5BHrXLhFtN4Cj87HXv28lX4cdwQeDnBpI/p911tbLE2KpDsjzVFROcYAH55ANIaf3HQ2CFNAeZkE7AUp4BAz+L9e9N7fh7bI763mlAhxCUELTngdOfbt6U56Zt71ntghSpaXlJV9JBzx/wDRyaePMQf6gaOgsbJNseVHdRHfKnFN7Ehw/QCO/rTNI0u+uB8uI7HmFgskowMZPJBIqVEg8g1zjPNFBZWD2hdUsolJjSkKDqm1Y3FOcEZxjoDjOPvS1iwX6NYXYbhdLypaHEqBOQjdkjjqAO/cVYO33oJ5HWnbC0vBCJBvDT8iEtbzTDsYpZcSCdjqT1/PP7Uog3mWjT6nXwoz2UHzUK7KHBx7d6lqsYxRTrLbiVIWhKkqGCMdqXNBwV4NUajbkvNuMZaYdAWoIBUEZIJAyM9AfsaWW7WEyarcGEBG95IBJzhABH61MTCicHyGyU9CUjNJpFpgvZPkJQo5+oDkZGDRbCkNEy+3FDjJgwA8h9gug+Zgg9cH296TtavUlRbl29bSg205gLCuFnA/enw2WAXEveWrclvyk4Wfw+mOlJZWnIEkK3FwE7cEEfSAQQB7ZFAUglvUbK5PyzkZ9tXneRkp4zjIP2NOxORk00M6bQ0+HnJrryfO88JUkcK7YIp4VjGKBfsUx415XqnR7Q/qnk/2q4geBz2qnfGE79caNaA/+7FH/wCbVxDgA+oqXUUICVBIyT+tdQpKhlKqbtQty3bW+1DZU464goABx17006aRPtXzEabFkKLjiAhWCoAbEgnP3zUbsdUSkKB4yKEFA81Br0LvGkXFyJIlJ2LY8objtOVfVilH8SubSZiUy3FeUyhbeQOfpVn78ihtDp+CZAj1oSTyahNp1RcpjUBxwhC3ipt9taMFCko3fvwR7Gnd69TW5zsRKEENx23cnPJUogiihDT4paRuOsbTFgW4I3NTGn1bjj6UnNRfV3hNJRbENafQ9IflXRqdKKiMIAzuwM471MbZrky1KTJhFktMOOOjdnatCsFI9ex/OlzGr4b1xjQUNKV8y026hQI6LBxx17UU10xp/KKrVorXMeOhDTUtDKL2ZElIcOHWM8FKR0HqPtR79n19bdIouhcmGTBu/ntMBxQUuKpeCgjuOhANW1C1JBmOSmm9wMNxTb2eiSnnn9aGjU1oW8wx80kqkoS43xwpKuhz7mhOQ7j8FYXGXqe36stEFN0mNtSIEiTJRvykOEFSE8jjHA/Kktr1f4nKtk6NLCEXKBHbcbKkjZKSpeUlP/MU5GPWridmWdak+eqMSpRbSVAElQHKfv1rxasksFryorn0gbcD8I5ApKxfSyvrB4g3e56j0/bmXm3It0jvOP72ilbakE/T14IxijNZ+Lb2kNcM6ZkRmvln4gfS8d2QsqKQk44xkdanUWxacElqfGgRg8xkNuI6pz1xik150HpTUMxc+6QA7IcZ8hTm7B2dcfrT3U1aClQy3rxHNh1DabJIt/nM3EoQ5JbX9DK1/hBz1zg4+1KYPiRFlI1C4q3voTp1akPnKTv2jP08+lHT/DTTlxZQy87Ky0tpxtzzMqSWxhGDjtRA8L4rSLu3GvMhCb2VKlAoSdxKSnj060bq8BX3EzPjVpA/JGa+7DFwiqmMF9GApsZzz68Hj2pzHiTo52Dbbg/ObRHuyvLiKdbIDivQZHFNDngrY5NrYt05Tcow4ojxVuN8oI3fUfX8XT2prn+C1ykadh2Rm7x91uaQmMspP0qDm8q9iQAKLj5Q6+GTp++6SVJkwpEiD57Gxt9tYTlIWPpBHoaSIj+Hd2BiojWeQGyV+WkI+k45OB0OBUdl+Fdyk6qj6t+aS3JS+yJKEuZQ+ylKcgj1Ck5H3pNH8PrxCvOrbiLU2Rd1NphqSE5QnGxR9uCaX00C3J8MmLmkdGTX3Z6YDHmSmvIceaWQVoxjaSDzxxSeB4b6StjcdFvjuNMRXC82zv3NhZGCcH2quI/h/q1vTTmkYolW9UO8LkQJCcqAaCSUAn03AA59asLSVuujmgwxqBLzM1wureCFFJSreTweoH+VElFdMf1CBvwd00xbLxaoUuU0xe8mSkEEZzk44461JNKabj6TsUewRX1OsRQQ2pYAOCc4P61Tnzerrf4cN3RN3uqLo5dgx9ayopZ8w9iOm2uan1b4q6dlXJ6E+h61OS2m4shxIUpkb9qkgY+onrz2p8XyxPc/BMb34TTrjrmRraNdo4cfiKhhlaSNqSgpzkd/qNRu8+AMpGhYekLFLZcWiambIecUUbiARgD86crTrvVrt1vkGTKZU3bZZZZKmMKUkMrXk4PqkClPhj4pX3WFwgwLjbo6fmoa5S1tkp8spcKQAFfiBx2oSa6YKTXge3vD+3QNPTXrbaEG8yYBjqcUvctStm3G4npVR2zwn1ppyxad8mxfMS7fc3HpLSz5jflKCeQnOM8HmtLEHGTXCn2pLgNxmq+aO1VJ1Trm4iwzA3d4Ko0M+Sf5hOwYH6Gre8INLT9I6Dt9muYKZKApbiD/AE7jnFTb2Pau7Qe9FvoG0wvaOleIASaFiuEYBFDEihosY3H4kpjAUBtZjN59PwVrQJCUADtWVtEtmX8Sl5cx/wAJxhP6IT/pWrdv6Vj1L5X7F0GMOo2wWG+VZ38c+1MzSTjOTT5qL8DSf+amhscdOPWsjLA1AyM5oEnlhWDg460NOMdaDIx5K8DsajYGapynF3m4KWrcr5pwE57hRoQA4B7ik63Cu4zXiPxyXFY+6jxShBO7IPXGc1048JFTGu/ABDQJPXpTfDBLvA64HWll/V/NZHsT1+1J4BBdAHB6UMRImkZZBA7f5UQo7RuV078Uqjg+QTzjqKIdQUpIIPI60n0C5KNvSi5eZ6+cqfXj9TTzakR/4NNQ9LEVCmyd6s4yEkhPHqRj86Yp6lOT5i+T/PWf3pTdPORpdzy1bVqeSn8sZqjJzFotl0JJtqfa3MrbQUFhL7a0HKVIUexHXv8AmDRt4b8m0Nsj6iSgED7ik1ilXCWymO7IWttplbTO9XCMknA9skml92DjyYjaQVrXIbSAkZKjnpj8qpwrb9KIQd2R692i+T1Nx7bHedYCfM90qz+FR9R/pUn0qzJZtaW5RcLwVhe/kg4HFIL7qFubc354b+XMRbQSy0lWx7YNpWcnqohJp2sT8mXC+alABb61OKAHTNShe77Dx/qGHU6FO3ppoE8pCeBQLPp6NDuMJye820wXUecpRyUpJ5/QdqOurh/2oaUBko2nj9ak9ksEjUtwnMwGW5KIbK5SQF4whCcrUPXk9Pallm4tIWVu0kTi5We12vXjsG1rUq2plJcjukhXmNKwtLgx/iBB/OroumsNM3TTsLw68OdKo1vcY9skCTMehltlgLDhKhnClKRuI7DiqA0YyiTeYLKnEsJWoI3E/SgYP7f5Vpfw10/qTwO8a9PaVuMy23GxaphOtMS0N7SoElzkjvlQHPVJFRyRUoqDLVKS+pGSYcdKZMp9UFyMtazlKkbUg5JISOwyTThABM1hJAGXU8fnWg/io8MtOaGDF2sqQP41cpC0DZgNoCUEoB7jeVY+1ULYWo795htyVltovoCl4zgZ61bi/SiSjtXYLSGtfC7T1l8SXNYWiVO1I95qLChJKUJdcUpCl7xylQyk+4Bqr9KWi4Wi5wpMtlKWrlGWtsEhRwCCD6jPrVufEX4BN6e1vYbb4buyrzG1HFenMyQQQ8UHKwgDsnnn/SoXDZtrQtLUONHD6ICUy15X5geStwEfVxghSTxnoPekpJv4bKvKTOuWVd9n3FCG2lIhxQ+5vWAQhCdyiAevBpytWsZ8ewSdBotLQhzZ7FwDxASpotNuIAAx/UFp7/0+9I4k+FEj6jXNt3zDzzbbLD/mYEZWUEqx/USlJTj/AJqRxr3Ku12bVNQyh9xnOEJ2kpA4JA7nNRf/AHOBP9YPUi9lklq5AKeCD7ip/wCG3xI+J2m4UBy06Vtd2a0dZltRVSvMUmO2t1JU9jP48qSnPpiq91arbYXsk5JSOPuKZtJfMXzUEPSsd35Ny7rZtylpcwlaVOIISrPGCoJP5Va76Q8pY6fHi53lxsCysnUE9qSi5XeQsuuLMhZ37AeEAI2pT6fVUl0f4fS9a6KvjsWCJJglmQpvcoKwHE8gD8XXvUL8XdG2/wANfGW4aEtS0uRrc8hCHD+JWWUrJJ+5p0Y8VdTeFtljvWGYtMedObM1hOMSWWyF+WT1AJHOCDio8zXJGPEXYg/gF0tmoJNveO1b6PMjgAqS6yhe0qAHXoo59jSaek/NKQUkEE5BHP8A0qZ6m1Z81c2/G6U7ACr3HUbbbGlYEJIWplLe0nOBtKjjjr61DX31yJC3nVErcUVEkdzzWfBFxyS44JY+W6FKIvzGnLkHFbEpLeVnP08nBOORzVleFnifbdJfDzftHah0qmREEmQxFuiQlQDq2VlIX3ylQGD/AM1V5Ga1E/a3IemYi5kuQ4UKYSnO9sNrKifsBn8qrOHJk26KtLr0hxphz5nyl5La3R03JPHsT6USclld9OiOThj3eJDb8YPIO4KCMZHXOOKcL7Of1RdmGG2EhMVzyhsaCUoGCoJOO/FIdRTETUIlxoiIofdaWllBylBODgZ7VJrrfX7PaIjUWMHIlzfRKuCENjzEutoUn6F9RndyPtVeqlt2wXfglOSVWRtbjYuLrYk+YtpstbR0SAeg/PNM2rCn+GbQnlTiB70+RtOXSHbY+rJUfyYt4LoiArBWUNkAkjqMk4/I1H9W7hBaSU/ieT19gau00NmNJkocRFl31cxNtEfTdtjqRFipClLWckrSPqI9Oc0Zar69dLZEt6gFNwkqSlwnlSSRgH7c1Xyi4y8kJcO45KgDwUntU20q6hbLkZKcFvbwBjGfWqcelx45pxXmymEFuRLLRLtadQW+DdAn5Z9vbyrB3EnAqPakgwxq6Yi0BS4zK0hKE8nBT0/U0fdn7eZyI0lKStDQUCOFDH9qbm1yoCxd1Si98wnY4QPqR6Hj+9ZMyUdU5/Kocmt4peSpGEKGCng05Wbzm4M1bSgla1NoClJyOpPT/wBNNry08KCs4PGaWxpK4liekNnaVSm0jjPQKOK6mS1jdfBfLhBqID1stDd9iuoK5wWiQgDCsbuSPY8VHb24XLet4NBvcycj9RmpCq7sSEllY24aSh1CU4SjkEge+RzTJq51pyM+5HA2FpKUDGOwFcn06WT3ZRyLooxy+polGk5E1iyu2Z9/dhKAwojlAUOefbpSe/WuTZI7/wDEY6luSEpQwr+lCQck/c4A/Wm7Tk7UMiSw7cI61tKWlhKko2pKUjAHH26096+mXN1Ua3TkqSllBWrd1Uon/IY/WufCLh6iscapu2RjbkV5esptrxAJyAMUqt0lm53Rl24PGOylpLZXsBKWUoCSQO54/ekl+JTb1jGSVJHJx3qwvCHwu1H4gXVPkR2kwWyh6S88jclKU8Bse5yDj7GvS5IqTSLsivhDH4dxZEK63C2qC2W1sl8AjCgkenvilWm21OzpSG1NhS0lKCvlO4q4BqU3fQ180FcblPdWqS62pKEndnMdfmAe+fpzjsBTDo4oEmS8QCUgHBGcnriqlFw3y+wo9MW6odciWpmzxIrbTiHEuPNoyU79o3EexJqLXZlTSmUuDYpSApQxjrUxVGbk3VaXJyGnHEeaQVbct7SScng4AHHqRTRqdMe73xhFumpll4JTlOPpz/ScegqnSrpslgi8mRQj2xVYWGLNZnJ4WCuZlIOf6B/qf7VBbpOJlOuJGUkY64zUu1bKbiJRbWCS3GQG89MnuagUrcteSr3AxWeeT3JuR9v0WjWg0ePTrtLn9xIpK17lHAT1riEsfjKsj3NAd3kgKPA7YxmilAuAAEJA60PkmpLwhSqUgjCE59MUW48teEKznsKGwhKUbsj6cjp+9JwFefk568c9qaiL3pcihLSEIK1jPr7UWrY6ghKQSfSgyTtbHOT9+KIjuFK+cYPrUlwzO7krYptcYrujLKhncsDA9KtJvISG0jHGKgWlYnnXlt3OSgFVWM0x9W7pVGZ80dT01fw3IMaQG2snr60jsqi7q9JPKUMkCjpboSjAVgj3pLpIb9UPOnna0Bz2pY18mX8QS26CZ1BTJ8bdNIxkC5Rx/wDLTX1Ejt4jt/8AlH9q+XOm0CZ456dSkZH8WZA//OD/AEr6rMRSGEDH9Iru6B7cKPlX4jhteJf/ANTOPxpSDG8LW2c486YkfoKSfBJBDXhQ7JAz59xeOfXGB/lRPx4PmPoqzxc482UpXHcAD/Wpd8Htr+X8ELQ7tOZDj7vPu4f9K2p3bZ5tx+lItstdTjFYT+NmX5viKzEz/wAGKgD88mt+LY2jpXzn+MOV8z4uz292fKQhGPyolK0LHGpBvwTwhK8YJEjGflrU4c+6lgVt/Vuo5lnYajRfMIUCohCM81kD4CoPn671LPxwxAZbz/5lqP8AlWudXi8K+m2TYzSFpKSpaNxT71GctuNMnW6dGcPiX11Mk6AegOKdT8w+hJ3Jx60x/DfqY2Lw+S0lah5slxwnb15x/lUd+Jp29otjDM+5Ifa+ZISlKQOg60o8KmNQo0LAER6OlhWVpQtHPJPU1WsnFk9lKjROkdSytQXREWOlLqUfzHTt4SkdzWQ/ihuaZ+untqjhGU5Hrk1rDwoVebba7jLntxG4ykLVvQPqUoJ6fasffEU4leszt4IaSo49+f8AOpylcUyEf1UVpYWDLu8KMeC7IbRj3KhX1FtMdu0WGNHnubWWY6VJeV2AT3r5oeG8b57XdijbclyewP8A5Yr6W3hyLenmdN/WtiIlDsjYOVudUND17KV7Y9asw9EM/hEH8UfPV4d36+XdoofkR8Rgrq2wM7R7E9T/ANKqP4HIhdveo5g5CEtoHsSSauTxzVJR4W3wXVQQptja20n37k+tVv8AApCCbVqOcMHfKQ2PyTn/ADqfc7IrjGzVW0dagfjtKEDwuvj27GY5FWEE8VUPxTzPk/CO5erpCKtk+CqC+pHzz09F+d1IlxSfpaKnDj17VOXikkkc1G9DRir5yaU9VBsE/qakTgwlR7D1r3n4awe1pN7/AMTs4fq2Vz1G34IjqtwpbWQeOahlr5cUVZyT+tSfVr2EqSV8jrUZtG0jIABJro5+cqRHDxAkcdSUxnAR0Sc5qV6OiFBaJV/LXhThzzx2+1RQbE25w4xkdR1qaaNfZWhkIcSrAA4NfPv/AFM1E9PosTj8u/6HZ9Ch7mWX7CfxlW6u2RFYwyFYQcdeKr/Q0SRMvzTcZG93adoT1JPGKszxoi79PsSEEkJV61EfCBp7+NzHmWzhuGoqcHVtPG7H/Mfwj714j0XLjzaJTx8Ln+v+52NRGUZNSHN62yVyTBYYK1pJ345571MIVhE2OUvhzbFQkKTg49VfpmrD8OdCMP2Ry7yY/wBe7ftI6gqOB9uCaRNWNya/clxnHGypTjSW0cA9c5/QVrWO6Zha8mfLz/Dp2uo0aI2tcYSEICVDBUkHmr7bQ4kJ81ASSB9I/p9qojb/AAbxLjIkNJJamBJB6A1fK3g+rzM4CgCMVuxRe5PwWy4O+4oQAI64/OgDqMKHpQ9w9sCtJAGOE9M17ckZJP5UBbgSBxmglW8ADP3pdhdcA1OAghIAxwK8nryB6460ADOQAPWhjCAAVDgftQx9HgASdo796CrJPTP2o5Cftz70BR/wnpRwHgLyBjmiyRkgdxQlBSljnp3rwSAMEdc0UHkIUAleScD0oh0p6nPNKHMpO3jHrSR9WUnJIH9xT6BEMvq/Mnr5zjgc0TYIipmpbbGx1kJJGOuDQLm4lyW6pOSScU9eG0cytcQgpG7ywVZ9O1UyfbJfsaZiIDUVtAH4UgUaU+h60JAwhPPauqGRgkE1itFgnUDnOKIeztJGOlKVDB6UmkkIaUs44BNAygZASUE4OBUGuYJuLu7scVPHsBJAP9PSoDeRKdnuoiNp3k4Cln6RXWk6MsFwTDSVxjWG3vXB1Q3/ANBPrSSTrSdeJPy6HSWycY9aYbouXA0+liRLbfcKwTsAAAx0/wDo0l0Un5y6ASHw0hJyVnsP86UZFm35J8hd1htpdQ27gpySAaNZvV1bUl1BUvandlJ4xUe1FbNTtXRE7S+qXnI7oCy0pzaE/YZPFPQuWpItoU7CixY05fLyHWwtKzjqkdAD+1G5l7wxpNPv+xdfhD4mG4SE2ae5krOE56g+9Wdq8/8A1DlHPHlq/tWR9D3S9I1LAmTYzbDy1jeGk7QTnrgVq/U7ql6VcdPVUYn9qx5kt1oq27XtMdu/8RSgRjcePzrizkA4/eur5WUkZOSPzrzuA2Rtx9jWldFfYl3ZeSCQBnjigSid/Qf6UIlRWlXce3WuPj68KA5znNF0A2uZGT2780629SdnHJIzTYvIUU43Uvhp2gAcjtT4YuiPeJaQbZkp53AfuKQaJa8t5Ax0RS/xHJNqGVYO5Jz+dJNFZLyT22AZ/vVL7LY/pFOvgPkEKH+McUxaAlxmNRRXZLQW0FjKT3p21+8kwgnd/Vzx0qNaUGbpH553gVCXwTh8n2F8I2rfcvDWzXBERAWhjc2rb9SSCe/WsEf+0bvEK5+Ltrl2uU1IQixRwFIVnCvOdOD6H1BreXgWpm3eEFpkLd3oajFxZzkjHJFYI/8AaLotLXjXEft4ZSmTZorzqm8YWsrc+o47lOK5mCGzIq+/+pqnLcpX/wA6Jv4LeJ9kv/hxE8JPEa3PfK3HypFumqQA206CBwfXG4f/AEayrqaOyzqu8RY6wplqc+hs/wCJIWQP2rWvhkz4e6j8A34s+UhV2gRlSbcCD9LwHKc9OccVkq/QZMK+TVyY60BchwpynAI3HnNWYJR9yV8MU3cEk7PoH/7PuM23oOc6EjcVpB+3NTj42onzHw96hy20tKPJUre3uwN45Hoff/WoZ/7P4g+H8456uJ/uan/xnJkn4d9UmOttKQhku7ieUeanOPfOKsz41zXyv9CuM/rTPlq+rT0TQuoIsy2xnH3oZVHWpICkOAjBHvjNUEFOOJUgJBAq49UKQLG+pQAwjkVUMYISVKVnryAK1RSKJMkWjrPGuO5EjnbznFTJjw/tu9KvMdKFcYGM0x6CSlSnFIwB0qePRLhFjicy2tSEqBJBzVOVuPRCTpED1Bp2FbCAw86oFwJGTStrRinmEyGpy05GTx0pRqpxEgsrCT9biTz2qSpSmFEYC3VDe2Mge44qUrpUOXDRCZGmbnGSXW5yVAdODSSExdXJPlBwK565qYzyTFWrngd6jVrcLcsq64Of3qTtInKCXQ8ytM3mI00+JLbiXORg9KJTCvzRCm14yeNpxUtmv/MQ4xwUnGFAjjI7iuMstvNL3kJ2g8nA7VGE5JXZDattsYY171nbiPl7lPZKf8D60/2NPcPxN8ToWEsanuw6YHzCj/ekUIrUlbil5OeppzhlHm7jz3JqyOWdXY/bi1yh0Y8dvF23DKtRTOOnmJSr+4pzifFH4rxAN9yYex/9cjjP7EUwX2cm5uNx20pLbf4iOpP2qLX9tpkxkpSAnzAD2OKsjmm+2QjCEvBcsD4vPERlI+bgW59PTOxaD/8AONP8H4zrukJE/TDC/Xy5BGf1TVVWCwx9Y3ePp2129kuvo2t7lBJcc25AKuxJ4Ge+Kj9xs7EUOtFra40Sk4PQg45qS1Nvb5BYVJWaRifGdalf+96ZlIx+IodSof5U7xPjD0K/j5i3z2vX6EkD9DUH+HLwp03qLRWstUatsarnabda3H1eS4EvMqSlRDifsQMjuCevSs13CwFlxXy7q8ZJAz05qGPWLJOUNvRbPS7YqSfZuWH8VXhfJI82dKZ/88ZfH6A09wviD8LJwHl6oioJ/wDrhKP7gVhKxaFu15juOMSwhaOgKjk16VovVVvaLzja1JScYBzVv5nHdEfymWtyPoRE8U9BzQFMaoty89hJR/rTgzq/T0j6mbtEWPZ5J/zrBPhjo686z1NDsCkuN/MuBG5SelbHvX/s+Ly1ZVybJqZp2YlvclokoCjjpnpVeTV48ckpJ8/CscdJkkrtL9+CdIu9udOW5Tah7KFCMthXR1OD71gWRbdc2bUDlh+YmtSW3/Iwh5aec4HQ1Lte6a8dfCdiHNv0u9xos1AWw98y4ptWeR146f2qX5nDaV99Fb0+Wm66Nm+c30Cx+teUtPZVYNjeNfifDwE6jlkJPVxKVZ/UVNtIeLvjPqSR8taF/PrSMlPyoJx+VWPJjStsgsc26SLY8VSF+JGjUDoX1nn7pq4sjFZD1lqbxTZu9u1HqazeS5aVbmiWFIQSTzn9KkNp+JfWcsYTpWPICRyW3FDH7GiOWE42mSljnHho02ema7is6f8A3070FQTddJSGiOPpeB/uBTlE+K/SbhCX7VcGj3+lKv7GpWvkrdx7RfOAO2a8W21D6kJPGOQKqCJ8S+gXwPNcmNZ/xx1f5U7x/iB8M3zhWoG2jwDvQpOP1FNqwTosQ2+Ao5MRrOQfwjqKE7b4TrvnOMAr27d3fHpUPi+MXhzLKfK1Xbsnsp9Kf7mnuNrfS0zmNfIToP8AhfSf86NrDeLFaftS3A78thWCk4PBGQTn16Ck8fSFniyGZcdDiHGMJbVuB2pGfpHHT6jS1q8W17/hTGlD2UKUJlx1jh1J/OkPdYzs6NiR5UuXGkrQZyip9OOF5P8Alz+tI06A8mVGlMXAf7kkIZQpP07dxUAeecZ4+wqVodbI4WD360YFJI6igdkVc0W48xIjLkgBx75llwH6mnsD6h+Yz+ZpVarBc7c6W1qZdZLjrqlkfWSoDAH25H2qRgj1HrQknjNArINH0teLXHiuQFOB1MhL76AsbVDJSQP/AEnP3FLYdvuTSbZ5zckSW3wJa8nasfVz7jpTjqW4T7d8q5DG5Bc/nAfi2Y6jPXBxx6Zpqm6xubTctUWKFLhyWyUFJyuMeqh78L/Sjn5Cvscujd2jvylxZEsATGUISVnaUEDd+VCcvVxahXJLEpwvpfaRG3JGdpSjP7k0fbdZvutxBNjoS5KlPMfT0QElQTnPrj96TwNeOzmkLFracUt0tfSvjcGyvHI6/T+4p8ipMcbjfbnbLXH3+W9L2LLpTynKRyP3FNbOv7iwwX7hBDe9tssgjAcJVhRz049OtLEaytcxth9+2LCcLK8gZbI2pWlQ9RuwftTuuXYnYsxTUBL6Yqwh1ttrJzgEYH6UOw4OW7Ua5jimVsBKyp8IwrIPlqAPPvkUR/tXLbYMl+zOpbDKnSoOp42qwR1/ei4c7Tb7yltNus5y1goKcLdwo8+pxSqDG0/cIrcGFJcUgpU1t3kqKUqIUDnnrSdj4CX9cWqLK+VktPNL83yhlIOTtBzx7KFPFtuce5wW7hHCw04Cob07Tj1xTbK0PapUlEpa3PNbWFpUQDgjAHH2GPtThEsceCy21HcWnyisgJOEZUcn6Rx17UXxygoQ/wC1OnXcJcmMkELIC04/CSFdR2waOU5p2eyptQhPtJUFlJCSAT0NJ1aZkmGWHX2XXCHQVBJRkrPJ784zUac8M7m0l1MW6ow46ysoWkkK2H9uAOPWlx5HT+SUmzaYeW5L+Rh75AKFuAAFYxgjI9uKKgaP0vaZbE+3WxiO9GbUy0pBxtQTkp+2TTTF0fcolstlvU7vEWQt1ZJCjsKSADnr1AoidadRpjSAGH3XG5aJbGxXVG0b2/7ge5FNJWHJN69we9RbUUi7OR2EW1qQx/KWdpBC8pKRj9Co/lTDGuOtYTLZlIdfU6uIha0JyGQSA4CCBz1OeetHDYmmixcYPAFe7dKiluv09yG6qZIQgiO695ykcNlLikjI+2P0oH8W1DGZTKclRH0KTHO1DRyNxAVyD+ftRwFNkuIGc0BYGDx2qNHUl18tLyIbC07JBUN5yC2ogduhxUghyRNtzEwoCfPaS5gc4yM0dAU14SJMr4gNTPkZ2TAgH7JP+lapBJGKyz4BJMnxl1dI6gXF4Zz6bhWpwMD71j1P6kvsXQQw6jByyke5psSPanPUCsyGgCPwnNIEDHJ54rEyw8lGRnNFTcIiOKHZJP7Uo4PFIruotWuU7z9DK1Z/I0gMzsHctaiDytRPOe9KUZx7HvmiYMZ55oOJQSD1I570rCFJ+lQKT0xXUTXRU0yO39ShJaSABhJx6daJtziVOYxkZ60bqFRE1CcchsYz96JgIKVg44A9KXkXRKYqsx9ijg9RRb//AA1ZP9J615klDIKU0U+4Ex3VEAfQT0oFdlDuKKnnXEkHLhJ/Wl12UGtMIQVHK5A/XFN6VFRz6qJPpSzUPNhhoOQTIJwOpIFUz5Rol0NzDfmsNR/NTHD7iEKeOdqAT1OKc9VNy7Q4xGbklEiPJCQ60oghSAfqSeo9RSS0u2e5hFmDk5q8PSmWmPLSFNFB4VnnqDj8qfHtPXC76it1htkVc6UuQttDWMlwhJ7VTi4shFLkhzKLlN2BX1qA28DqM559TU0s0Z2LCQw6nC+pB496W3KyT9N2g5tTqWYsoockLZKTuKcbPyKV/pRUWSZjLb+CnckHaacHbFjvdyRac09K1SqM2shRynIP/LV7eAnh/Zm0SdS6jtLt4jssy2XYrQUlbBKUJadIHKklbgTx9+xqkLc6n/bre6SEpcOTjoMYrXmhdEa7ZW3Ai3BmEZbMdTaFNJSt3aFLSlKiMZJ3DnuB7VHN3QS/WUTYYr1rvKY76A27FLm8L6JUEnrmnWXatU3+3yNbv6lJXEkMogodeJLjg4SGueEp2gcdBiitQypDmrNQTLhFVFfCpBcaUcqQrJBBPr6+9RyfqZX+yz9p0mpT1teiIfmtkFS2nW1rAWrP4T9WODg5TRkXCoWVcoftY+Kt/wDE8W9N48ppmytfKRorW4hlOBuKlH8Syckn7DtTJawVXFjBz9YPPaozo9Sn7a66RhXnHJz1OBU20i02rUtuS6sNpU+kKWUg4GffirUqRbD9Fi3wWGqvEDUdzTe73cX5WkYPy1qnu3DyGLK3vO5a++zbuBA6kgE0kh6QssnRN318nU0Z64N3r5BMFptQJbWVq83vhJ2jAz61WLNwlTda6kuduvUiJDnyZIecYc8gSG1rUQlSUnBSeDt6U+2F4pjvxIsmSqKpxK1JK1eWtwZAVjoSATz71RJxeRJ9lEZLckhoelXdcu42q3F1xucVNusJb37wkpUCB1HKB0+1K9NO2uZGiPiK4zdY4dbklWcONHZsUDngjCgR9qVaN8Urj4V6rnamtlkh3KS7FkxWPmkbksrcykOpHdSc9KV2qztwLTBu9wlpeuV6ZVNDbeP5TXmLQd46gkpBHtmrXal9i1d8CHVYKrahpKCsreQAkHkknpV9WvwD0Lqbws11OtOm7lF1Hbzbxb47iiqQhZZQVDCf8a959his/avklmJGUFKGJCVZTwRj0962V4UX2+xLBf8Axb0Zq56ci8QUqfi3NhCFOOMtFsFBTwFpWnCR0WPenl4iOd7qMrSdA3i0BV31Q1JjzwQ427PkFT8gYDewAjKscnPoPakeultRrHam3FISv+Y6CtOQcJHH58VbPjxpfUmnI2hXtV3eROuFyt0iS+ZLhU4gb0BCSOg+nn7k1XGrNPPXK12R5ptbo81TOwJJB3JyD+WKrXEPq8kNqjCkC0H4X6n1Vpm4agjaMMqNZlM3N2U8+UNJjo3lSEp778dj2PrSd0BTylBIT7VYOlPFnWWktLQPD6PpiOyqH5yZ5kM5TKSFHCFoIHKMnkHvz0qAPLS4+tRSBn06D7UYZK3GL6JYuuhHqe9XSwadjTLPcH4kxyWtptyO4UKwW9qhkHoUqIP3qFXHVeol6SasC7VFbhOOlKp3y/8ANfIKCU7ycYH0ngZ5960JpTw00x4geG+onbnIdaudogv3CD9IKPoCSvJ9cJ/c1WfiDctLXtmz6f0vDlN6esjCm0Pvq2iTLWUl51I7AnZgHnA7VKVJ2wkk3YwzyWmIQS0XSlxvCcdcDP8AlTjoW+tL1hGi6vtzT7L0V5McuyvJZYecGEPOKwfpHocdqAueLbLYQlhDq3g5GaCxkBa2lISr8ioH8qYJ0Ftm/wAq1y7kAzEWUPuK+ncGztA559vWoZlHiTVkMiXbH2HeBcmVJaSEs7QQkDorJ79+gxTPqX5b5i2tzMhhUkeYR1CeM4qUPRYMO2xWIgALgLiuedp/Dn04qHay3OOwmA4lI/mHKjgA4FLTyU8SaVE8TTxjBMXbo8yQYaw+POKWjzkpycZ/LFPmjHVuNPrLW1SnMbj/AFH/AEFQsBaUrfQpe/O32A/7JqcaJdMiAChISltzYPc45P71OEaZHH+oW6htb4u6XgT/ADWBwck4AIJH70zQZzbUp2PPCwlA2Mpxgkqx1FTNuPHuV2uynnCtUaAraCThopOciootx+bMYblxEuuNlKw8EYJA9c/bNYHkcszi1aK7uY4OJBJ+ntn7GnBz5hnSTj0ZO50ySU8ZGUpBzj86SOAHdnI+1OMhi4HTMZcFQDZee844HAwnn9q3Z3txtmifESIwrhLC1JVtUsnLqlJ+oHPT9+ftSq7FL8ZO0AF0tjCfUkcV5iAX0OyYyQpxJO8YwFdvv3oy5vLjpYeYwHESGijjooHI/tWTSuMnJrshCuS2bRZJ4MFiNNbjPSUh9AcUCGwCUgkY+nPAwaiPiBd/nby9DkRUIlsYS9t6FQyCR7E80pt10uSJMW6zXpAccbKStCjvWo9MjuO9N2s7alu5LvP8VYlLmYC0ITtUggc7h2yTXE0sIvXxlPvmv3HC7og9+KjGbbH9byRjHX7V9CPhLb0fD8OYlnlsok3phxctUdj63XHFKwngdBhPfgDBr57XrfmIE8kvg8dfatffB1fHPDy+XWPqOW5HkzGmy6ltrz3lIH1AJHJB+oZ46CvVN01Y8hJfGDSctNt1Pq+5KbtLTDkhlqMcOLWotkAHHTG4889TWUbAtTNtnuthZdUMNhJ/Eev6Vpz4mL1Muunp7ltZuEaFIzKkmYQgrK3PpSEjnPGTWZLI+YlsdIKRuXtxjnHHA/771VkmtkmL/CxVpPQt91df4MCWlSV3BJEdSuEJTnbn7DB/Q0Ky6fbsFzuSioOItqlttr9Vknn9M/rR8TWOorA61ckzFsyI0fDX0jLbWc7QDwM7j+tKLo6qLay28T8xLUqS+Tx9SuR+gxWB5vpaXbPTfhHQ/mvUFkkvphz/AD8EJvEhMhTrylElRJwajZWSsk9B14p3kPb96c9DmmlxCyorOADyKrivJ9Rz5HuaCHRvBJIyP3olQG0AJ60cG9ydxHJpOUPOKKRhIzUnz0Z4OrTBpVtSWug60U66hDgWhOePyrxZUhfUkAYODXniko27sHHAHWpJOqZU5/X9JxRXITyoDHak5Ba5znHFA81SNwSTj9aTuOuK43nA460JryVyjJOkyceH6VOvvyVD6U4SDU5U9hODwMc/aoloaMI9mDqzguLJqQqdKgUE4BrPkdyO9pI+1gUQLn81WT+HtmhaJBdvs9eT9H0jP2otXlZ3Kc46AdKdtM6fuFnkTJctlTaJSC+yo/1JwcGiKpNnG/EuRR0m1vltCXwrZMzx80wjAObqySB/56+srcdIaSD2Ar5afDRbjd/iI02nBUG5fmnjoEgmvqyGsADHauzpuMMT5x+KKWphH4iYq/8AaDSC3E07AScZ8xePzA/yq8PhntXyHghpRopwVwEOnj/F9X+dZ5/9oPLK9T2OAOdkUqx6ZUa1j4OW/wCQ8LtLxMYLdqjA/fy01ruoHmmPrrByeK+YHxRyvmvGO/KCs7Hyge2Bivqg40NpJHQV8lfH2YJ3itqJ5Ksj55wD8lUoy4HFclwfBPp3U8+Dq666dloZX5kdgpI5VhKjwe34qsnV1j8WnHDH+bfYEclalb+MUf8A+z3gJZ8Ob/cnMJD92WkE+iW0irh1xfLRHanqXKaBUgoTlQ5JqrO5f4WTx1udo+efjS9qNLkSLe5hcwpRAz+tSHSaNax9NQ27e4pMYtDYOnFD+Jpy0qu9piWx5CylglYSeiie9WppJNsZ09bY6nG9zcZtJGe+0ZoSaVC4GSy6l8T2bQ/bQNtuZG94+X0B4Az71Q/jHMuUvWMo3VtKHUhKQlPYbRgfpWz3bXbmtFuNBwKVc7jGbUlHJIz0/SsaeODiX/Ee87GS0kSFJCfTHH+VWK/kSq+hD4RxZ8vxCsTVtLYlfOoLRc/CFdcn2r6baWtTVjipYfHmS3frekq6vLPU+32r55fC9a03Txn0/GUzvQHHFkY44Qea+lTsRu3NKanrxHSkqS6rjaB6mr8bpclOVWynviukx4nhLPWtQS46tLaDnBPtUS+ByCGvDq4TBn/eLi4c/YJH+VJ/i3anSfDgXiaHAw8+EQm1HGG/8ZHqrr7DHvU0+DWzfK+DFvdKCDIeedPvlZqxSVtkHGoUXTg1QHxoTRF8LQyerz4GPXFaN+UPQDOay/8AHKpadJ2qAkZLr5OCM5qW7dwhQjTsydpmMI1jZBGC9lZ/M0qnOJS2Tk8DrR7TQaYaYQCEtoCf0FILmdrJI619V0OL2dPDGvCR5PPP3crn9yAasfyFjP39qarUAG0mj9Ur3OKwrAJ/WiIIKUJGMZ9azZHuzG6CrGP7iim3qAHXvREO3aj0wkXO2Sy4wfrUD/TSh3iAB3/61JnmVnTMn08mvAf+ouoeHFgjw03TR3fw5LbmlQlvV4ueotBOS56Uny3QEqxjNTT4TtIP6juN4eUhBiR20FSCPqcc5KU/+XufcCooWyvwn6dFc9u9aL+AvTqFaQv95U2VKXK2jI7ISP8AM/tXiPQVD+NCKpKT/wAkdz1hp5biqLKt+n3occMJQEtLfQNoGAEIRjH65qMWDTzrV+vEkNoSwzuUjaO+CT/cVer9h3x8lvZhsnGOmc1FrlptVrbu7raAltERRHHfHX+1dyUao4yVnz2mafuus/FZ+Ha0jzETFPuKPAShKvqJ/wC+9XI2wqOkME52fSTTJ4F2s3DXmrbwoZTEYWkE+q1n/wDRqRPqCn3MnAyf71bjvosl2F4JHB6dPaugpRxjmuDnoRXFA8nGDUyu+Tu7cAgAHPtQkg5yMe/FBSPXqMUZu6FPH3p0SsEkAj6hz7V0g9MgE13ucYyBXVKQQCMH2oADuzjAwR05oKgQdozkjmglzBNcCiMrJOSfSj7gDIx3Oen2opa0t4z2oKnCDjJz35zRCuSSrPNLsKOOuLPQmm+U5hpRJ4wf1pW6rnODt70guP0w1nqAmhj6Ia8MvKV2JxjtU38Fbf8AN6relEnDTYA596hDhHIV3yfzq0vAKNl+4SyOQoJz+VUz4ixrll3JQkJ6npXcJAIAzQk5NcUKxUTC1Ed0cUz6ilfK2qU8EgbGlqz6YBp4UM9e1RPxGmJhaTucg8bWFdftTVDRUr6W9pOD0wfeoHdEOfOu7SoDdgEdqZ53jLDkviNDZV9XHqr8hR7OpzKdLP8ADtri1DBdH1Y78CvZaH0PNr5NN0jmz1Kw89gI9pkyVzYxKlJUjekE9/amsW25W1/zghwhJ/AcgH9Knce6wjMZSlCUrUA2fcVJGITbowtoEH24FcrWaKWizy07d0bMeVZoLIvJTyLxdmrsqaqQttsjaGQkhO38v70RL1bqrelliS6hhCyU9zj7mrjkaVtcjJUwg8+nWk/+xlrUnHyaQOmfWsm1l3uO02M3hfdpMvVtvMh9TjY2BeRj6u9bS1Qd2kncJIT8sRn/ANNZZ0/p622W4tS2WdvlqB+1WDq74lNOW2CjTHykh+Upny3CkBKUcYByetUZYNtNEGyokJw4pKecng+3rQXkn17d+9BiT40zBYdCsnp+dKHsKBSE/atCK6G7YVugAffmlLyMhQOAr2NENjMpKSckn9aWvtAIII2kcYpPhgnfIxlseaSkAjrk05QgAoZ/KkKkBLm0HAPTPSlsDk4JGU9OO9OxEa8TRi0g4wCpPJpq0pI+X2FBKvo6Zp18T1//AFIT1/EP7026NaSvy93XaP7VQ+ZFqX0gtdNlNvQs5yog81E7M6pEpOwkKB6ipp4iYFsRnn6h1qF2FKjNbQR1I6elRl2Sh0bP+H/xa8Q5Wn16MjXplltxspbaf2gvtkYUlBI/Fjp69KoX4sok4eKDseVZ0wHTDjHY2+XUrGOFpyMpB67e3OOK0P4eWfTtl0hAnzHGY9yipEyC8Sk+enP1Jx1yOOPaqG8WfE13xI8WhqO7WdhtUdlqA6lgEoeDZI83aehIIJFc2eRxUsyVtXwPdtTRc3w5xNGMaMmaZ1SC07JjhbSloJUw8BlCxj+k9D96bL5ZdJLtxav6GXnGkOKR5ZySFE8Z7etE6bi3STGFzjsuPNRWdqktjnyhzwPaqX1drFgrehG5vDBUkpaHOMnqa8f7uf1OaeJNPdf/ANj96W1UaI+E/wAe9F+GV5maRlGV5MhWSF4GwZ6jnBq2vjH8Z9KXPwQuNksdwalOXr5cNqbcBISHAVBSeoI21819ITlx9SrkR1OOpBOSrhSh3BqX6g1A7OhPQHHNyG1ANDduwndnANew+uLhjk76sjv+oh+rnCmxyM4P0jiqnjYVvI/U9KtPVrgVY3QTjKcj71VkU7Qo4roRtil2TrQGNjiunPPrVoCSz/Cko8sr3fiBOMD1FVdoBxKfOwMEmpw7LbbW0jzAQQQQf7VRnTbSRXPlIjerFNqfaKBx5ox9qkyp8QxWQVJ3qaACB1zjqKiGr14W0WydvmDiu2+e28tll1W8g8fTgpPbmrqtEpdoerh/7m7zkEenSorDUUurVzgdRnmpTPBMNzP3PpURJKUrKVenb3ofVFk+ixhKalWqGUqy42NquOcdqIuEzyLettISVLIAPpTfYpHm29s4yUnGdtEX6SUOttHJ3c49DUKqNEOoi62YUzuPrinOP3IPpTVbi6WRvPJwfuKc4xG1QNTiqRNfpDIUMyZ4cU6Eo6qX6Ypn1K+lmYythltweacIcBI/ajXJ7gBS2SWyTuAODn3p305GiytW2Bi6NqcYclI8wJTkq5HahfYjjXdjl4ZWdrWesI1mXObtj76Vlt/afLQ51SCBn6c4BpiuqSlD6FKyW1KBwPetQ+P+k7V4NeKlg13orRyE2mXaGlz4z7ZDTqlnCiCD1IKeR0OKzHMjPTg95DSitwk7QM9arwy9z6y5w2fSS/wr8Yr1oXQ+qtMx4bL8PUMJUB9S3CChC+qk474yPzqACC6/KBbClNu/Ukmr48Gvh/h6t8ONS366z2YMq1s/NstSHAjzkpSSpPJ68ce/FVl57DLiIhQkBrO07cHHaqJ5HHJKkb8WKE8SVgbK29b/AKBhW7/DTyiVcFEpCDt64IqNXuJcxH+dtEsb08qQnrTRa7preVICElxaTxhSMGoqDyLc2WvJ7T2KJonwBiO3bXltjNR0gl9G4hPI+r1r6ZllK2PIWMpKdpHqK+avwbSrpP8AFiFGmRtiWXU79w7givpdWhY6VP4Ofqcm5qj59a10jAd+LmbZWGklg3RhzbjjKm0KI/VVXJ8fdkTJ8IbVJYY/9yurSQUjhKS2sY/tUAmJRK+NC4lQyRdWh/8AC02P8qvT4x2orngDfVSsZbeiLb/8/noH9iac4RjCLS6X+pHc3Kn5PmSphHlkKQnhOOR3rWf/ALPqyxHr9dJ70NtS2WFbVKSDjJA4/WspyEYbWO2K2J/7PYHz719JA8n/AO2TV1XFplfRpnxssFgneFWqzcbTEeDdpkuJK2UkpUlslJBxwQcVnj4JtA6RuNruku42ONKcCUo/nIChgn0NaM8dFhvwd1isn/8AdEgfqg1UXwRMITpC5u4G4uIGR6c1R7UWmqVcE45JKN38kZ+Nbw+8J7H4fJMfSiIt4luj5V+MnalO0jcFduQePtWDo+lYTshCPNcSM1uj42LmtqPJtqmXXHFlJJJyhpo7Ckj0JKVZ+wrGkAESkK27sEcCq9MqUqVKx5G51uds2b4N/B94Yaw8NrfeLt80JctCiVowAOeODWeviY+G6N4O6rt0G03j5qLdGVPthaSFI2qCSCPzrenw0nf4TWlWFJO0goPbuCPyIqhPjtQ0/rjR8dQGTBdz9i6P9DRig925N9/I3LdcJLx8FeaT+BS+as0FG1RCvzDciUyp1thYP1EdBnHes3a38MdX6BvbtkvUYsyWuQM4OMkZr6/eG0Fm36CsMRlOEIgtEfmnP+dYl+PZMdXivbkNNhKkWZouEDG5Rdd59+MVKHuQnblwxPZNONdeTHkF6+tzm4KJb7TilBI2uqHOeOhrS2m/ha+IS52Rm82u5TktPtB5rbNI3DHGOaoKz22TdNXRYUNpS3HX0IAT96+mnw139+2wpOgbz8w0/FPmRUP9Qn+tH5GrMmaakoRlTKo44q5ONowRZEeO0jV72ioN5vJucZ8x1sFW4pWDgp+oGrGuelviv0vEclyI9yeaYSVqKoaFcDvwkVbHgy01M+KfU7/B2XSYofcLV/pWy5G0R3CoAgIJP6VbLNl4cX48ocsWKEmnH+58lGvic8TYD6mJJgulCilQXHIIIPPQ1KLH8S3iTcUlxnS0SUlIyothYx/eq/1NHiv6guLpjtYXKdV+Ed1mtq/BnadKnw6uc+ZpVp16MouKdXHC96Qk5SknvijLqZxhuVEFp4bqZnt74pb/AAUBV40Inak8nzyMfqmlcP4s9OOHzJmipSVFOCpstr49Oo96uj4oLt4N3PwunQdK6dgOz5AYfTIajbfISV8gkcpVxjB45qnvhU8OvDDxHY1Bp7UkdsXOKWXYynXdo2BY3AfcEiq465yxubiuPgHp4XUZPn5F0b4nPCuQkNzbNPigqDmDGB+oHOfpV1yac4fjn4HyCh1M4xlIP0lTLqMHBT6ehIo34pvhw0XprSH8Y0pYnLTIiPIU858ylxK2lADgem7PvyKxteNPyrY2l4T9wUQMbMVZp9ZHPHdtojk08sfCdm2keJ/grc3S7/tTEQVlRUkr2BW7Gc5HfaKfbXq/w2Lkpdt1jbyZiAlwCUjkjP1devNZI8PPAzUOu9Ny9RRbvGYaitqcw7kbsEAge9ItfeEuodDXmNapNxhyVSGkupUgkAA9uRU46rFKexdkfZm42mbUZZ07JfEqDeohV5rbmWynBCM4BweevWjLXYkRbu1dlXdpakhaXEtjaF5KjyM+qs/kKo3TfwVa71D4eI1vYL5Afddjl9uK099asdU5HAOQeKzdqi/+IWgL49YZ025Qpcc7VtiUtJSfsDTx6nFOexN2E8GSEd3FH0tS80ejiT+ddC0/4h+tfNaz+NPiaZLceLqi77l8JAkqXn7A1YVq8UPHovIZjXa7uKVnaFxAvOPumrZZccFzKitQk+EjdGQe+a9wBWH1/Er4w2OSqLcJkZTjZ+pMiFtP54Ip1hfGBrxlKVS7ZaZA9UhaM/8AyjTU4SppicZJ00bK4yK5wTWUYfxn3BOBN0mwT0PlyyP7pp5h/GXZ1DMvSsxBHXy3kK/vimqfkOV4NKKQlRBI5HIPpXCAeKoeJ8XuhHgBKtd1j+pLKVD9lU8wvij8KZWEuXh+OT2diuDH5hJFCQrLZVDiq37mEHzE4VlIOR6VxUGIso3RmjsIKfpHGOBUDiePnhVLICNXwklXQLUUf3Ap5jeKOgJmPI1bal554lIz/em19g3/AHHhywWd1xLqoDe9AKUqBIIBOT096VKbQyx5aEhKEIwkDjAFIWNUafl/+63mI5nn6Xkn+xpS7PiOMqU0+2obT0UDUWqQ7sp34ZUl/wARdWyMdbjKOf8A1n/WtTAEgDrWZPhLa+Z1BqiZzhU6Qc//AJQVp4JxwRWPUv6y6HRG779U5KB/Sjp+dJEg+lK70nNxOOyQKIQBWQsPBAA96rDxm8RkaVZjWGIEqk3IEOFR/wCG10J+56D86s91xtltTrqglIGck4ArK3jJPZumr5U1bgeb4ZZKTkJSn0/PJpwq7ZOMHLocoKnLrCzAcDKRxwcCo7eZL9v3sSZSgoZ2rzyDzzSS1aj+UjIjtrxhXIoy9rj3trLuCodCKqWo2y+x1Pyu6H3Gs3N64qCpCAFtjZvHRYyeRTpbCCsIUcnHBrkaHCbsLzAT/OaWHEH1BOCP3rluSQ4FZ69K6WLKssbRyNRieGW1kiOQyOc8c0juboatklzdwhlZ/Y04ABbCCMYxzTPqL+XZJ5HAEdw9cf0mpspXDKWZH0pKTzmnC8x3JNvtrLKCpSnVbU45V0H+dN7BGGwMjJp/dnKtwtUhLgQ4HSpDn+FW4EH9aoyP6S6XQ/aY8Ar1It98kalfVZ7nbbKu+W5p5vCpaW1gLSnvnr+lNNmu71k1nZbiwpaHWXFqbW05scSrHBSfWtP2rU0jxkiC6XX5aHqayW6VCmlLSlsSIpQErcKk5AAOTjvuVWU3ExntTR2pEZ50eW8pAZVtKV4+k/YHH5VCHCYv8LZfd/03cWLJOe1HqFt2dqWUiWpkpy4oEIWpW3/F9fCRwdy/aqemxFWyW/BcbLSo7q0KSpOCCFHjHaro0DqSLCvMfSevdOpeuMyTDejXGQvltkFAKTk8E8D7E+lVj4kRpMHXN+jTWmW5Cbg+XEMj6EKKydo9AM4pwXkWJ2+SrrdDuF21YuNa2VPSVuLKEpHKsEk/2rVWnPicc0HpjTDUOxGVcLet2Pc2pz28ubSSNpPLZClqx1H6Vl/R05yBq9d3jTxEfg+bJbc2bgXEgqSnH/MoAfnV6eFsiyXbVURvxGbEyFIU/NdbkMpAdddSFJUjZ9QyCng8dajkbTIZH9QwOou3iFqG+S4EFKZl2TIfDDfRJUSrA+3+VV74d6+leHUy8zW0wpLb8JcWRb5wVslBf07Rt7pJC+cfgq3PDLS1x1nrldj0nOFtlSC6mI8tPDIGSCRz0AqiPEvRupNIatudi1AwlE6LJcQ8R+FSs9R7HrUpcNEsib6HrRG42RS1gblvKIx6cVJ4rzUZ0yno4cQ0244pBJAUAkkjI9cYqMaLbU1YWkLHO5Zzn/m/7/SpB56YzEqQE70tRXVYx1+k8VLwWxf0lYIg/wC+MvMRFbJLv8tBSeRnoB3NT2HOdely7eqEuGITgZ8pxO1SSOuR2ovwjvQb8QrTf5NuburkV3LENZ2oLhGEEnGBhRSefSpDqfUSNUX676icjeVLuc96Y+MbUoUvGUBOTgAhXOecjpVUY/UmZ8f6kyulyIVyT/Cdim5ILjjS9ucrKjgce2Kn9+m6mm3l06shRWJUSLHt7aY7PlBpDKSNmzsTnJ9+arZmDeo7X8WhoacDiVBsLJCue49e9TG3Q7oYzd5uTzy13RPmqDilHC8nJ55OU7T+dJNKfDJxX1DLrUnyoaMZy7n78Vo/QXxM6Y8JIGlrDB021Jsb0dlV8ZQkreRIAVlaNxCQAdqvXJNZx1ahK5dsbU2pQLpyAeSOOB70+wbRZNXau3W5DsCJHbCpTbxyrOSPLSf6j059c1HU6h4EpPryLM34Jn4wa4i6/wDE28XyzuyFWdbuIHmE7C0MAKTu55wVfnU/8GNRydKag03IvloiXPT1wmBtxgx/PleaEuJC2kjkhO9KiMdhiqw1XGhRH2I0J5RQjKUNHkIAPOD98j75o7Tut5mg9UxL7bUOi4QfljFWkJwnIXv5PXP0jGOQT0qvT545cCyJcMUecdo3X4l2bwtuuiLpe7raWrdOTbpr0Zt9sMSipX1lWwnPKkjr6npXz2fKfNWU9M1pXW/jTI1Jdr3A0izYRBlaWW9NukttSpK1Yw4lAz9C1KUlP1ZA28cVmTflxRPJ9RWuEY/qVF2KTkuS2dE6H0ffdIM3bxD1oxp6zMIlLSCoJcluJRlTQV/5ccHrnjNVdNdsk2K3E05CCWENtoihRUoOuEpBcweilEAUweI1vVPZssZcpaQGB5bAyC8tThB56DAA5NJYVgvFsuBtrszzEMyQAhtQWnCVZKkkdRgGqMu2/uVu3LgSaxmPwXIz7C1NvMvFxK0nBSpJGCPtUklPaOs2ir1JvFwt961NqdyEpqQAV/JtrHmuuFQwAsEBBGPWolrcLdWyhKcqWFY9eo6YpNbmJ1xELSjFtioU5JSfOcT/ADEkgJAUc4Cec9O9TyyqkPI6Y9aaL79q+ckSUul10pSQeQlIAGR2ps1VH+fuMaGp0NpLazvJxipHHsqrB50NTyX0ee55T7Y/lvISdoWgnqk4ODTHdFA35mW7bjOjQ2w/IZCtuWwvkE9vTPvU4L6OCdVAikpm225xDbjiXsABQSCamOiUNCKlbIBaL52gj7VIr38POv3dOp8QBp5MSz3Fhy6MO+YChtncQEZPcAZHsKZNJxXYdvjNvoU2V5cG4Ebkk8H7VXB26ZGCaYjuSgzIuc1uSthqW78upKT9Stp+ofYmji95L8CO+gOZZKQccgjkHP2piuspMW8FERwzG3/NKhtP0Oq3fSM9xkVZmnbRYpXhg/qW6TmBc0vIgRGQsF0FHK96eqQQsAHuUGs+TE5ZIsrjG5WyLOKCdwx2zmidVyH4Nqsnlv7G3A75iQogkFXGR+VDeAyQT1HSnS8W75m3Qd9vEhLUPIKV/WjKlZIHetGpnHHjuRfkXBCVzrlGlNwUZaampCEFQwQDjn2pyuR2yITZT5hMlAIH9WAeKeLlpZDrMN19nb5bCSvKvxEd/wC1M0wuG628Mj6kPFYx/wAorNp8sZwlKPwQh0yaXrVjjEuA2uIkNtMIKkgBOAn6effj9qZLvfGbw0gM7VBtxxXmhOCvJ/y6VIH5empTBmT7Yp11TSQUNg5dKlY4PY4/zqIzbVb7O86zaHVqiOK8xCF5Cm89UEdiDmuboVjnqU2vqXnwOCvkYbxcF26dBmNNpWuM75yUqGUqKSCAR6cVtf4Nn0zbO/qS8Wdw3Cal4rkqSCJLyvwH2SBuASOMpFYxFqbveprXanXkttyF7FLOcJBIz0r6deAXhja9M6BhGEp3eMrUG1lQbPH0t5ONxBIznAya9BLmhyKo+KOylOgptzdCm9jjSUI/9XT7jPP5d+Bl7TOn5VwtkeclG6LHmsl0H+rcrhP3O01qP42f4srTEePAh+Ta4ckJkuJPC3OiUgf4E5IB7q3mo/8ADxp2zXHwmZTcYRkvP6jZebQhIJUGW1K+r/lClDP3NVSVwkkOuBL8QOjdDWq66ZnMQU+dPtm+dGQrAQsJCgo+wPH5VnfUlzauE536iEg8D1rQfxGSo/8AtFLkheAoKbjEj/wwo5I9t3A9kisv3GWw2txwnJ61zMlb20j6n+FNH+V9P92X6p8/yXQySHW/m1oSng8de1EylBpsk4JIwB6UXJeLjnmDg+ppE4485krUTntTTR2pqUmmCYfA3KVkA8gUFbw3koSOlF9BwQAfWilk5OFd6VsTVcnnXyrgmk61HB6811auPp49Peiis9R1PWpMqckugKzlOVKzRYwTjru6UIqBIJ7elCj7TIbBOPqHUe9Pgh2y0LOwIlnjNkdEAkepoMm5rbV9OAkAcUgk35ptoNsJK9gAB7UwXO4uyWHCt3y1dgk9azqLvk7OTNHFGoii86pQ4+mKl1SQFc4qeQ9V3JiMI0llzy2IwSl17JSpG31+2ap2wOwl3sruDXmtsjf5W/BdOQAnPXGTz9q0NrCEwrR9xU02hrEXAAHA46VpdY0k12fP/XdfPV5FjfFOyyvgh0/arx4uovcQNvCNGcfS4hedvGCCO3UV9Eq+fv8A7NbSi3Uam1mA4FwvLYa2qOF7slSSO/AH7V9AULC0JWnooZFdNLYlFHkvVZyyZ7nK3SPn58drxmeLdvgJOdsZlGPcn/rW6dIQfktLWmIBjyobKMfZAFYQ+K4fxf4l7fbk85kwmMfdSf8AWvoLFbSxGaYT0bQlP6CrHNbUc6UaCZqfLiPOHjY2o/oK+PPilIVM11epG4ErmuH/AOUa+wOoHhHsNxfJwG4jqs/ZBr436xd+Y1JcX8k7n1nJ+5ojLwOMeLN9/AjZGnfAXc8glM64Slntn6sf5VIPEHwxtC7XLWt1wkKynnpk04fBZbBb/h102sjBkoef/wDicUakXiC4hNocz1W6B/eq81SY4Nqz5zeOlhYteuolriqUrKGwSo5OSqrlt3hgwmGwBPfCvLTkhRGTiqv8Z1JuXjfFio5CJEdvH5j/AFrTMNCQ22kjGABiptcITYl0R4ert19srci5uymXpDjnkLJIAQgkq++cfpWMPFwpc1/e1JJKfnHcZ7Dca+gekoiv9s0zFOFSIdmlSAnsjPH78187NfyfmdW3R7k7pbh/VRqURL5Lh+CO3mZ42Q1kZDER5z8+B/ma+hl4tyNVTDYglXyERQXMcHAccHKWgf0KvyHc18//AIH1ymvFJ1u3tFUmTCUyys/hayRlavYAHjucDvX0kjwo9gtaIsRtbzpztycrdcPJUo+pOSTUnKiMlbMg/HVOct+krXYlkZLpUCO6e1XF8LFpTF8E9NJSn8cQOf8AxEn/ADqjfj5kNswbHEWd0hZU4+pXXd6fb09q0Z8LyQ54JaXUU7cQW04+wp7ntE10WEIWT0rIfxxlLl103ax7uEemOa2lsSPyrEnxrvB3xAt7KefIhZx6ZNa/TY+/q8cPuUaiXt4pS+xmxZ5yTjjt3plvLhSjaOtPTo44HPrUdvjmEKUrqBX1+PETx65kVtqNYMpKEn+rmjoKQAntyPekV3c8y4hJHAJNLYQJUlIGTxgCuVG5ZGdOqikPss4gp5x0qXhSVacfBOcM9qhlxPlxW0qIBJGKmtviO3C1fIsOISp0BBUewr5v/wCpskoadvin/sdv8PVvlJ/YKt7SpHhY8gHhKiR+tbM+ACxOI8FpE9TQJlTngj3G7B/tWWZenmbDoOTbWVlYDZUpSh1Nbu+CmxJs3w/6fSU4VJSuSf8A1qKv868V+HdTHO888fW47fqklPImui1BYkLS5vQDkgY+1QjxfjItWib9PCAFCIsZ/Kra2pGTt6nNVV8Tcxq3eDl+eOElbJSD9wa9Lus5iRib4coCGtD651E7krfmhhJPskn/AO2pIsblk44yT71I/BKKYPw73G4KSR8/dnsH1Awnj9KjqlfXzyB7Voj8CldnEpAA9T+1BO4kkHociuEbTk9+v2oQVv6knv8AapEPB1OBwSelDGU4GBz+tBP4SQee9cWs9ySMetA1R3eSTk+/HpQS4SMjIHcVw9Oe4rhI/L2peOA8ndwGeex60Y4WwgAEAgdKKP1EHJ/I0BXKc5zQD46AFWTwojB5FBcyB9/euqISTjjPegq5JwrvQAQrGMZ69aQXshMI4B6YpwKM/VimvUDhTE2kkg9h2pOhoiTh/EPT2q7fAWH5didklP8AxXTg47ZxVIvqOw4T0HetHeEsAQ9IxBjG5IVwPXms+V1EceycDAoKj3xQ8cdK4QT0xWUsC1jHAxVZ+PNwEDw+uKskFaNmasxY9KpD4pbj8poYsBXLqsYzQuWNdlFyLDaGrqmaxGQhTYGzA5pslattdtmvJkJ2qHVxIzildnuqLywiQ2nkDYTn9DTBqOyxnpSyoDceqTxX6CzX7XuYKPKQ5e3IINQeJ1oQttVunFxxJGUpSRj86f7b8R6IUNLM6CZDiAAFpOCfv71XVz0xDUoqQwMjpjimBembgh3DEZTiFdgMkV8w/EGDUPM9Rkr+R3NFKO324lyj4mH3CosWTCd3VTn+lK2viYdW62ybCkdd2XDz9qrC1eFWr7rAXOttsdcS2kqxtxx+dN2mtFahvM/+TDdPlLwsFJ4INeZWVzdWdGeJ40nJdmw9DX9Wsrabg1AcaAH1cg1QHjvqgWjWHysF1t9xDf8AM2LztVk8K96uLSUu4aS0a603EWtDTWXFDIHTue1ZK1RdIczUlweDQRvkKUPq3AjPr1o3typFTSRIbL4tait60uOshTQIz14q49GeKdl1ShuI+sRpRGAFH6VH2NZ+gOtPKSwhCUbsDB9/Q96014OfDlpjVemDfpt2cZfWoJYbj4LpdPqD0FXQb8IhJJ8Dus7X21pAzn7/AJ0bcXstJIOCetN9zctmmdRL0YrUcO5TIQCFrZUThX+BR6bh3wTSqWrzEk8Eim+7IdCPBBwMdOp704wkZIyOccim1Kgk4z06+tOtvGVDd+tL9h+CGeJgIt3qNwx+tE6LbKikA5wjPSlfiinEFJJwd4+2M0VoQILoGCcI7GqX+qyxL6QPiQNttQoHgKHaofarfNYWxMLKgys4S4lP05+/rUw8S+bahG3OHAB604+E9snz2nGHktu293haHCMJV2JHb7isetzvTY3kXNEo8RJ9oly0KhxDe5qxtQQMEkpz2pNFtGl4OsU3iHNiJyrJRMO1Liif6f8ArUp03pWBJuItSmCGcKCQs847c/51W+vdFSWbg649MRH+U6LVlSfzwK8nk1GXPNTU9sJ2kVQttovnTVyvVkFwuC3YQjKTvZQ3jGO/SsyeL+jtQWm8SNU3O2sx4l5fccYVHUC2T1IGOnrV4eHEIyNKz0zHVPKTFCm1hRxu9RVIRoNz13c1x7ndFMQoy1KV575DSQOMgE4Bx6Vp0GLUaCTyZ2tqXLX+xfBKrRXOk5TUS6lx78OFc9qe7vcRcZXnqx5pASopQEggcA8VN5emvBO0sra/21MiaAQREbLgB/Kq4f8Al/n1ohvF1pKiELKcEpHQkdq6ml1sNdPdCMlXymv8ytr60JdXn/6huDAyUgZqsouElQyfTFWZrP6bKtSk9ADkdqrWKCAr3rsQHLsmWiHEodOcjcdvpUoWtL85LZcQ2R04zmoppQFC0kAn+YCD+VP0h4OXNOxBwOM+nvVeRcohJ8CDVgUhbKVEKUF9R3oiEsquLO9I5I7fajtUDC4xKuCvv3pJbnFLuzAUcjcD9/appWTl2iUXAf7qspGOKiL2Cw4RjgjocE81L7iCmEsEjPPU80j0xZGLq458yf5aFAq7HGe1JukSm6QZph8OQvL2bcKzz3rl9QpUxrck4GcnHapZd7Vb7emMmE2lG5P1FPenC36Ot9+YS9IfLRTkBQGc455H+dQeSKjufRBv6LZGY6fLjoxkjB59PvSxAAaWQk9CelLL5bmrXITGjuJWjb1A6ZoNtj/Mny85zwMnH5VJSuNosjTgRxEJ+WpK4yVb05KkY5IHUj1qeeHGnJ2o/EDT1tgx1POGUggDIJIxxmo88JVvktvQn/JUhWPp9f8ArV7/AAez7VG8bbMi6Lba3E+WpYGCrt16c1LGnNfT2QhS5ZurxY8PtP658FJ9muTDaXI9pKorzg+th5tGUjJ5H1DBFYu8EdEaRhn+MXtyLPk7NzcQnOFf81aQ+LP4gB4X2uZpHTkJi43K9w1pf+sEQ9307lJ9VJ6DjGAa+bcTxpvmktR/xOK2SQrK2HQdh9alp8VJuXA8mRtVEsbxlv8Aq4eJzovpSxa2G1fJsMjY0Uc7SB0Pb8xVayL23JkqWo4V0qzZ/i94a+MFlTbdT3Biy3AYUyspILK/UK7j1zVM62ta9L3BuM9c4MrzUlbMiG+l1tafU4/CfY1HLgcnZbh1CjGkPzF9+X53JyPWnm06hXDcMyRFXIDn4PKI2pPuO9VU1dBna+79J4K0ng092OTDcuDDTs8IjlYClbiCketURwc0a/zbo2b8H08T/FKGPL2L3BShgCvofWKPhU0hoOPqG2ausepGC/5aWXWS5uDjmMZB/pJ44ra9ackNlIwzye47MPWb/e/jIuyxzi8Lzz6YH+VaH+Km0O3nwH1RHZAKmWWpJ4ydrbqFHH5A1nfw8Bm/F3e3euLzJ/ZZ/wBK1p4usokeFer2V9FWSb//ACVVCf6F+xK/rX7nySlABtYOcfatnf8As+GD8ve3yno2Bn/1JrGU0fQvnqDW3f8A2fUYp09e5BB+pSU8j3/6VZFXFsjLsvf4injH8EdYOJ6/w1Sf1Ukf51WfwS4Gh7iR/wDXW/y/FVgfE+4GvAfVxJxmK2n9XmxVffBO27/sPc8gpBcQAr3+qq06iw/w/wDPsUr8YOq7hc9XXOKhbYgu+Uy2lJ+opaJGTnnlRJwOxFZ1sKQq6RkKH0lxOR+dae+M/Rf8JdjXhDjr6y5tedWkAJ3dAPXOM1lmEtaZCFI3bgoFPrmqNNe36vknJUfWTwsiRonh9YURmwhPyLR4GM8Z/wA6yl8ba0yfFbS8M87LcjIH/M+r/Sr5+GPVE/UHhrDi3QLTIt6Q1hSCPox9Jz37/pWdvjHloT48WVClA+VAigj0y6ursaqSS+SKd238Gz9HM/L6Ts7PP0QWRz/5BWEPjrfL/jMlrIPy9ojIAx0ypav863rplaXNO2xaPwqiMkfbYK+e/wAaskPeO11QTnyYcRsf/mgf86TXKHj53ft/qiF/Cpp6BqTxttsaane22+lzHrg9K+hOr9AR4L0nWWmXhBvDf85TqvqQoAgqyD/5RXzA8GvEO6+H3ijAvlqDSlpkJBQ7naRnoTWyb58U+oJQi3R+3IhxWHMyIiFBYdQT1Sojt6Hr9jWPXyxxq+/BKE9rrwUf4UeL0vTXjJM1m9GbcE+c87IRkhI3rJIBwSOvWtQXH4roFxsVxFvs4iSVQ3Vxi87ncoJJxjA5/wA8CsK2FYvGq3ZCCG0yZS3QEjAAKieBUz1DcExESW4ikLUmMsFK/wASE7SOPaqNZqZ4pwxxfZCbblaKuekKffceUTuWoqOfXNXp8Onjrc/CxuXHmF6TaJKVIMZCc5e2q2YPUcntVBpWSo5JBJ9amGkWEOQFreISjzBhRPKVAcGtmrm8WFtClfY860uMy4InzFK2KfSkvoC+CAQAPfA2/wB6Z/h/ly2PEV0QvMUtbqEBKDjd2x9uaU61VEFsbWw0U7l7SvnCiBUa8MDITPucyK6Wno74cC0nBwkHdz9qyYNstG7Bvyac8bbq/H8KbjCvkmS5MuE1n5UKWT5WxR3oUO3tzztPpWPdYu+ZGZO3+oDgegq5/Ee8PTbCy2u4OPhTiTlSiTkJPX9f3NUjqlxPlMBJJwo8571r0arGTlLci/Ph2uL69OrgNRfNUw24+QonapCiEqHvgEn96M+JVtLOvYLSQBthI6dvqP8ApRPgBOjQLUw24kl2Y35CAg4OFKxkjPv1+1d+JRwOeKKWs8NRWkjB9yarwxTyykvkUZVFokenPEHVOidKQGrLc3m2ZackIWdqVJV3TnBPXqPQ1lbx7uk2869l3G5Pl2S+oOOqJPKiMknPuf3q34s6R5TbLywlLYARk5HIqjfF6SZGtZK0lO0kYI7/AEijSwvUOTKm7VIQ+HzHmamgDdnC8nHbAzWxdM65u2mGYUJEVsNtSEyhLQnJS2cBQz3B4rIvh0gK1LEGMAbzycD8JrTbd7tzWlXIjqN7qmyllQXwyrPBH+Lp096fqDaUWEHTsjHjXf4+qb9cNQqYZjuyXnd0ZA4aQlKQnHsRSGJpmxR9E2KSVMy3pcdbywWgdigsjBJHOQBTDq24u3FMmdIOVKbI4AHAQE/5U62x9M6yWcNRRHS3CCMpJO9W5X1H0OCB+VNY17UUvBOT3csY79puxOPpUi3xxuSCdiduD+1Q9yBGb1NFhMtYbUtAUgE4OTyKsC/gtyk/SpOEJyCMdqhLAL2u4qUKAKVowcd+taYcYxNcFgDR1jfjgmAEK3A48w9O9Re66Zt7FwdYYS4hCVhIG7OKn0x9Ud9aSgKT5e5s5xn1AqIySXJ/mBQILnOftWPRblbkJcgleH0N1OI0t0vKAKUbQT7j/So/O005ElORvPBLatpymrYjOR2jHcZaUp1RJ4PO7jB9uagN0dcduUhx4ELU8oqBHOc1dp8zyTaTBRTFNr8KbncLe1PYmMJDoKgNxBH7U6W/wx1ey4f/AMI34TY4y1Kc/YJIqf6VSE6ehJ7+X19ead0q45HPSuirXkqaV9FlfClpZvTUW5R0ylSFEhSnFDBJJ/6VoNY7iqe+HltaWbm4UHGWxn9auXZ1zjHvWPPzMnDoil1+q4LP2FEhPT0pXcGh867lY3ZGR+VEBs+vFZywr/xxTJPhpeTFW4lflDOwnJG4ZHHYjisuaVtMiTbUSrw+A20pYbbz0x25rbd3tsK7WyTbJ6N7ElpTbiSOoIwaxJrVDelb/OtFvlKeisOqDZUAOM+g96oyXdI6Ojktji/ka7rqTTlskFFwlKbeyThLZwBRjWpLDNbQuBckqKjnIVxUdvtvj6jhtysIZdZ/rHUj39aaU6BxZXpsJ11D+U4V0696Ixxtc8M1OWVS+notG3yo0llwMygs7RlCTnIzTtawTx0xUD0BYBabeXZKnHJS1bVLUScD0FWBbEDJ7gkV0tPBRhwcXV5HPJbH/wD8JI9evpTDq1RRp24E8f7usZ/Kn7cAgJPpnpUc1u75em5p7FrB/Wrn8meJULGDs3I5oWrClEe3MO8AtHkH3oEbIUgdOOO9G6rjNumD5r2AI4+jHPXk1Rk6L31yWj4L+M118PYC5louQuvzMB21yoDjm0x0LKilYBBykHkn1XSXwlRbpHiYyq6wnZSBBeKW21gFTp4Rwev1EcVWsKCLfcQtlZAdVgkDGUkAjj071PvCy76y094kNar0jZV3T+Cw1SZzAQSkxs4WVcHHsexxVeNpRbfRFdNmjfEzQGob34j3nSd/vcGHMk29F/srUSOA87MUQ0lkK/EQNpOM+hrNN8auibpPTfHXV3APOfNLeVuUp3J3lRPJJOetaT0zrrR2jXbv40XORdLlKmyottiN3Ur+YLZCTKcRgkpS2V8c4HA6ms2almszLxcpkZxTjD8l5ba1ZypJUSCc89D3oxO+USikRbw3vVisGsxd9R2VVytsdRU/ESrb5idw4z2FWro2YzG1jC1Lb4KY1iusyXGtrUp1JMb6chClHoB5ie9UTAjTZH8RejLCfLRlxKiPqTkce/OKmmm9RagjOxJ8do/Lwn/MQ0pG9lD2E/VtOUgkIHbtRlduiid7+C+Phi07J1L4qQvKnORlxVmWpxpe1ZCMqIB75xj7E1Lf/aAaIsduTZNetrZZlTXlwJEcY3vHBWlzHsAQT7iox8KeqbXp3xVjzr3ILDU3dF8wDCEuOAhO7sAVHGe2RU+/9otGjp0lpyd/CVKfVOLSZ5P0Np2E+X7E9ffafSp5VwrLm7boyVaEA2yO4naEuIKk4GMjJ6+9Ptmhw7k8/BuDyWGHI6wta08dOPy6CmGzAiyQ0Be5QBG8dCOtPNvW80mQhmOqS6/GLTbeTkrWdicY9yDR/hJXUTWHwx+BFi0JZpupdSJtfnnCm3gN6flnGUrKQO5SrAGOchXWs8+Pln0Bp/U8tfh9f3blHktOSpJWypsMvlSipACgOO/SmEfED4qaK+d0/DvDlvksLTHdXt3utFr6ShO/KU8p5AHc+tM+vvEu/eJzMvVF/DJeEZUZKmo6WlLQhJAUtKeCo8k+9V46k7RTjm26od/D/SFtvH8D04LnDEu8eWloKcAHmK6cn8PBwTxzRms7U3ZrmzBTcXJTrLRYfCkkJYcbWpstjPXAQnnvmoH4TpuF/wBZQLTZ47qZLRSW1NqJcK0kYKT259KsDXUG7267Ka1BBmRrgpS1vCQj8RLiiFpOTuChg5PrWXGtudprkhi3PI7RX1zdYZ1VYlykuqZS+lbobTlW3cM4Hc4HSpT89aZetNRG2WpbjjcdRjvKC21tAOow6ltAJWop/pOMZJ7VDL7qCbprVVrvltDXzFuxIaS80HEKWk7gFJPBBx096cNJ+PGqdNO6s1bDtUFd+1C2ppc1aQBEbdJ3hlrG0E5wD2FXanF7jT+xPKlu5FUBSfmVhuY8+gFKUlxO3YSSSB7ZVnn1p9ucFM10PRmg85CDS5CkDcWm8gBR445IqE6MuD1wYckPOeYFv59//o086h1Mu23GdaoV0XEE5rypAAH81AKFJTnqPqQOnXmoSxbcKgDVQSH69lMPU1zXpRM5u0ORGmH3JCwFPrIClEgHlJXyB6AUz7s53HmnSZbbzL0xadUz464rT7kiKlRVgSfL2jft9twGcUzBZOfqHKh2qzSblD6izCnttkjmxdIrchHVc6e0oQMQUQ296zJUF+WTngJ3dc9qRSmbXZn/AOCuuvyZbicR3woNnCQVqKuuTjjgjj70NK7edSMs3B0JV8uyI4Ufp3bf2PJGaisu4KuGoQHy2iTGW+Hgo5z/AE4R+Xf0rO5SlqKS4E6v7nFfNt3tF1iRkOqtjQmALSFJG11PUHgj296crCo601KvUTzMOVJuMh/zEPOIipQoMKJACeABhJBHHGO9NX8TcZvD9tbcShNxhGMrccEgnOB78UXYJ2nIkiRDnxXEok7WW5WclgpOVnAH1BRGPYetTyKbytPrx/qV5Lc2THVUS6242+x3G5w5jdtiNsRXIigpoNHKwApP4uVHk+lQJ+HIn3qUlT7rMJiO2Z7rWNyY+9O5W3jdjI49alNyiMQHGmosxmQ0tpDyVNLKkpKkg7fuM4xURbuMKFrJUyeyZMVryy/HH4X0jB2KwehIAOK0xbWPn4LnxDk0l4W/EF4fa38JIXgT4lXaZp2NbHm48ac2rc3MYC1KIe+k+WACO+Ki3jZd9HXbxEMjQjzbthahxmYamgNvloaAGMfb/s1U1vvcK2NXg/7PQHhfGHBsMZTiooWTyycjaQOBnPSnDTYhMpipLTpiNoBKCr69vcZ9cUoZVNleNqyB2G+SLJq6PqCNDjv/AMPmiX5MobmnsLztKf6gehqXy1Q7hdU6gtd087+KIXKnx/KLYYfUrJSB0x1IwemKY7lc4se5KmSrIgxYzD8eJEJCVIK92wlQGVlJVnnrig6OmuOOvRF48tKUq2gdDjHWkmpSTQov6uB7WQVcA/61Li++UR248f8A93ithR37QoKTkj9OtREEBfuePXFLNS3b5OaiM1L5bjJbWgHB2bE5/vUNZBTx7WXTHKXPh3VbBjBbjLSEtlQBTnCcYz6ZGfypgtzcV3VEBEkrSkB1XHPOOP3oGn7iJUF9tbyW2yRgHOd4zt5H5/pRMRt9zUsNEcZUhsr/ABAY+od/SsmPD7WHJz4K48RY7+JTUm22hUa0Bpz51pILqD0woKwk9jxUYtE+XdLYmZdFqVJcUoLUoYJ2gAZ9+KssaU/2iuf8NuZEaM2QpDiThKVdN+emByag0uD/AA912ItSctvL5SOCMnB/Oj0yMIRpO32GF+Ca/D1YYOoPGOHGuDiEsxoDz31gHJGAE4PHOcfnX0Ut2o9P6Ra0/aLRKbRGntypWCv+WyyCSpwf5ff3r5faEvMu061fXAXh5+EYzau4K1J5B7fer/bjeLN4eeuJeKWE2xtpLrh2pTHQUABv05SjJ79+ta8+Z45cIlNvwWL8XGv4t58LWmIjSWkTrs200FKwtTTLZJIHXAUvBJ75o/4W9SaX0n4SyXr9KYbdkuPpjtj6nlr2AcJ7AZzms9eL9tuCYEG6Tbo1K8x3YlKHistnGSnnnjIJPqTUr0hqi36Y8L3EtWdo3CWko+bdO5SUdwkf09Bz1qLyNYdzN3pmin6jqIYI+X/ReSNePGuP9qNTypDC1BhJ2NJJxhA6CqPmyCVYJOM9qkOo7gqVJcdJ5USSSajDxQpYVkk/brXPT3O2fbXjhp4Rw4+oqhMrev8Aq460Eo57cDntQlrSf6eO2KLUVEc9DxjFPlmaXDALWgAkpB7UkUs4I4PrRq21ZKlE9OKTHKR3/WpJIz5JNdgN3qOvvmgLPTBxzXFJKlcnA70HYTwk4GOeanVGXfyCCUg565obaTkDGAOKCllXQZpS2ys7QASSR0pPgthY5R3iuOEk8p4zTdc1jCsEgAYpey2WkFJSUk+3NIrgEpSScEkcVWlb4Lc0qiMtnZMjUcBoc75Laef/ADCtD+KclyLoOYUkoLi0I+4zVD6JY8/XNrQRwJKFH7Dmrq8b5AZ0Y20DlTshIA74wauyfqgjw2sd5zV3/sxZDbnhbqOOAA41dk7uOSC2MVssJCQEoGAOgr5//wDstdSJ8zWelVucqTHnNpJ9CpKj+4r6A10pcnmtcnHPKz58+KmL18ZttiYCgL5DbP8A6VjP9q+gw6V8+rc3/tB8b8XI3BF9cd/JAWf8q+gtD4SRnydkb8R5Yg6C1BLJx5dufOf/AEGvjvfVFyfLez1Ws/3r63+PEr5Pwh1Q+Dg/ILTn74FfIe6PZcfWec7smpw8hF/SfWb4bIItfgDoqPjGLMy4r7qTuP8AekHiO8n5JpsHO9wml3h5q/Sdh8HNOofvUVpMazRmtq3AFbg2BjH3qutceIumrgWURLqw4EBRO1YODVT+p8CuuzG2pXP4l8Q6Eq5Si4oH/wAIrVEUoJQOO1ZItFxi3Dx1Vc1PJ8kTXHN+cDgHFaaj6otaFst/MoK1ehyAKua6RFkvtmoo1vGsZHnNtuR7L5KVrOAkEKJx6knFfOi+vmTeJLxO4reUePvW+ptltszwl1trNy5hC1JVHQ2kJO5ISPz6n9q+fslWZThHTee1OL7CJqP4D37DA1rd7hfZLcdDcMJZcWcbVFQ6H1r6B2SaJD3mz3QHlp/kIUcYb9cep7/kKwD8Dnh/bdc3i8M3FZSmI0l5HH9WQAf15rZtz8MFvW5bjF5npuYHlNbHSlKfU9em3J/KlJpCabZkr4+dSW68a2tVsgHzPlmtinAPpUrdhWD3x0/Wta+ASotl8J4LC3B5NtbUhSh6JrGHxd22MfFuxafgb3kpRFjbM8lRKRj71sHw4tE0+F94tcgeQ44XSnB4CSkEc/ahyW1BJO6J7ojVUTV1oXc4ZO1L7jZB6gg9Kxh8YL/n+KL4z/w2G0foP+ta+8KdKHSGjo8BZJdeWqQvJzgqPA/SsXfFRIL3irc05JKVBOPtXc/DUPc18X8Js53qUtumf3KRkYCCDjpxxUT1A/tSpAIHbipNMcx9KRnOc1CtRvbW3DuOUjFfUJvbA81iVyIG8oO3FXOR64p0gq/3hGD360zxyPmVrGTknrTxaRvlgJHSuXhlbs6UlSHO/B1bbTDIO9XCR79qUaM1FdbBqNGnL+4kuuYKTuzgnnBPrTdqV1TEcuIWUqQMhQ6g+1V7aZ8r+PxpzshTjgfSoqUcnr61478aYMeugsU1fDo3+lycOUbDvQEjTUoAZyyfftX0H+H62JtHg5pSEE7dlsYz99gr54+cHtNJSASuQ2EJHU819M9BQhbtF2OEBjyYDKcf+gV8p/CeCWHHlb6b/wAjv6yak4pD7VAfGzdP4b4LTUhWC+4ECr/z7VlL/wBoTdflPDSDCC8edIJx6165dmRdlW6Tjm0/C7pWOo7VzVvSceoU4o5/SoEe2T+pqyNSNO2nwZ0Fal4TttEdZB65KAT/AHqtt+48gevFa48lUju8ZOBmvAYII6VwHJ6daGAAOuRTsKs79SgcHH5VwhOcd/Wh4HVPftQOnHftRQeThSD0osD6uBjHHFCcVwduPeiy4UpwCPalyh0DGM4PT3NBWraMjgda5u4ByTjHai1uDgY4/WlyyJ5QBB79zk0UVEHJHOa6pWDnmiHcrSNxHBzgUPgYYpQPRWc9aYNRvDCGuxOad/MJ+rPTpmo9f3N0gJHBA5peKGhleJXgf4iBWqdDsGPpyE0RghpP9qy3HaEibGjjqt5Ax361rKxtFm1x20jGECs+flJEo9jljt6Vw5HPFdyemK8rA4xWYmFKyR61mn4v7gW7XBgpUPqVurSy8AdayH8X1xzfYENCgdqORmnD9Q0QDwh/2detS0XK9piSG1DaCNwWPQ46VN75oG0XpDcux6khPKUkAsuq2LB7j0rOGjrumDdEYBShz6Satllcp4BUYqIUng56V9f9F1H5nRxe98do4Opx7MnQzam0/cNLSUuXGOVshRztO4KSDzgjrSm13wPvCTp6GkJb4/mkYFNeq5VwgNeQ6p0JePJV2z3om0fIR4oWGpKk4JVsPH5mvC/inVOeo9uErX9rO56Vj6lJcllDW2rIbSVzYkaTFA5jtOAAjvUMX4iXRh6TbNKQ24JkLKy2UncCfc85rv8AF9MSLYpDi5jLoGU4V3qHyrTfvLc1PBlefGaABUeFADpkd683pZ+32qOhrE8iW12Tq1698RmUptVyUz5D30uLc4WUnr3Geveo5r7wXhsMC8aZvkOalaQpTSF4WVdxg96hV01Lcpy0qdkLBCcbick+1SXw5iXfUs0MJcWFZB74P3q/LJr64syYYqT2NdkLgnyt0WW2ppTKsKyOU+vWrb8LvHSZ4diZDhpVKdlMrQ06peAlW0hJ+4zSPxI8PZ6WnLixEWqQ0na+lCclScfix3qr7baZhmssupIO4bSR0qzDm3K4kM2F4pVIlnh5cn5Wt2X7hIUp114rWtZ5UonJJrSL6t4OAOe/pVETtDy9Palsq1NFv55tLgUeiueoq9C24whKFEE7QOOuati7RQ+QnYpK+v4hg8U5W47VAnrmm0uKSrccDJ7Hv70tt7gWSCr/AK0K0hMjPimpCreg/wD2QfnzXvD9P14Kh/w+fSifExWIbIT08wA4HTmjdCqHnkpTwUgDjpVT5lwWJ/TYp11AZuDTMV19LO9wAOK6Ckdu8OdQ2iWxIRIQtg4UHG3QRjGcn0FC8UAtFvaUBglwYPSk2nLgZNl+Rbu69xTjaAfp9ifT7VyvUZZcdSjJbfKaFbStGi9CvoRam3nZbEzanaAlOVNq7gK/7FP+oFOsWBmXbLZGuDjp8padgKwT/iAzkYqm/C/UTFnmKacloUrG0sr/AMXY1PdPayjW6c5MZWz8u6rqhWQhXv6V4T1nB7WRNW43f2HjntTRLNJWxTtmltqgphyEtZWhCcJ78AEdKra0+HWlNaWuS3GajRpCnltSW3FK3ML5wrA6gmrgk3KReLEJSLi20DwXUJGVDP7iq5bsj1plrusFCE/RsKmEbQsA5ClD1z3pav1yDilKLjLx8E4Jroptj4fLppvUDv8AGJkRUJlw/wA9TgCHU+w69Kkp8FtJ3Q/xTTd0ckREhW9ttsuOoUB+FIH4varOv9sOpdHzyuVFjOlorLzydwHHTqMfek/gWxb5NmYuC2BCkxVhBWlRAdx3I7nFTfrGt9parLLp1S/1HGUZTpIyr4rWGTaba68mFJaiEhLan29pPsccVTcLcoZPXp963X8Zkdhzw8dciS1IbYdQpbflAh4k8K3dRjPasMwck4z2r23ouufqGm911d0Kap8Ew0meCnGAVZ/Spt4b6UXqrVIt819bUV9ZS44lG4t+ivy70h8JNF3jWMl622iN5rwBWlHqa014B+E1+0/KlTry01DJSpJQ9hKs/wCXWqfWPUo6XDNRl9dcIhsc6opTxU8Cr5pu1/xFT6H1syA2whsblPpP9SQOgA5qprVGfYuzfnI25Jxu6mt3zmL8rUaoLNqj3FDaVrirzhUZYGN27ulWcEVQ/iN4Wo+Zdvdpt5+bhKUq4mO3sjtn/CnPUg5ya53o3rk81Y9U02/P+5bOKtNFYzx/ubgOCcetKtAR1SUy20LQMo5Cj1HFEXBCvknPpOeQaTaUj3BpxbjCVJCyBk9CK9NP9DIZOYkpugebdZbeyNg4HWn3Ts9uJGw+o7VqIx744qNTHJS3gmT1RnHfIpY1IaEYN7h5iTuI9qoyxvFRXJfw0e1G4fnhnGNvGKN0642xLaW4oISFglRGce9N1weXJfSVYykACnTTdtcu86PbWuFPuBAOM4OetXwW3Gky6KqCHyZpo3ye/df4hEJU4VqKMJSRn8QSBx9velYftWl0iTFQlcocpfJ+of8Al9KZdUWi76Qvc3S0shtMFQU6UnIWVJChj0GCP1qCv6rS9JcQpCinPHHI9q6OlhDHBS8md30PmotSTLvJckS5bjilHncomotLgxZjqQpsKPrjk0fIeD+11AUn2PWnC1x0qc3ucjj7itDW8S4VEUvmmI4ILCdqsZ6dKZP4M+yPrCjgHBFWRcW0LeJOMHBFMlxCENkJI+rgfeqpY0Tsjlp0/GfuDLU2Shhh1QClqJwPenl2wwYFxXBjz0SEIwve30PqPypAwVgKYcySOU/el+8h1qSW8HGFn1rPse60Su0POmrzd7FcnlWG7S4yW1haPLdKOh4PB6itk+BPx16hsCGbD4kNO3eIBtTITjz0AepOM8etYpCDFlpkoV9JOCB3BpzMh1kty0f0LCs9x960Jtx2S5RW482jbPw5XNrVfxGXHUcdK0NT5kma0lY52LUpQ/YitheLwJ8K9XAH/wDck3/+SqsTfAe+Lp4g+cpQPkMLKfsUnitjfEBcDbPBbWMtKgk/wp5rJ/5xs/8AtqwZ0ocfCNSuTifKWecNrOPat5/AM1t0Lc14HLqB/wDOrBM5f8pQ45PrX0B+A5hTfhxNcJGFPoxx7GpL9DIyJ58WzqmvAXUQSvbvMVB46gyG+KjnwYw5Mfw6kvOIw268kIOeuAc/3FO3xjOKR4HXFCVYDk2IlXuPNBx+1KPhOj+R4TRVZ/4jyj/8lNVrlMdfRZF/jogsK8HWpvlI81F2jp3kc4KV/wCgrANvJRLaUOu8Vvz48ZYZ8HIUbODIvbAH/padP+lYHtKAucwCeCsf3pY+JDf6UfUvwNCV+F1gewjeuKNxSkDOOO32rJfxZHz/AIjrcwBu2RoKcf8AqJ/zrX/g/Fbh+Gmn2WwQPk0q59Tyax58Sbhe+KdhnO7aIKQD2+gH/OrcX/cRGK4Zueyo8uzQWwnbtjNjHp9Ir5r/ABdzky/HrVBCgQ0thr1/CygV9L4I2wo46YaQP2FfLf4np7Vw8cdYyGjlAnFA/wDSlKf8qqvkcOmypNDRxO1xDZPAL+c/atC3GfboVuc81hLrSU5HoCBx+VZ48OXNuuYagog+Yec47Grnv8dpmG8Q+RvQvcDykcelcL1fF7maCCPBA9IOOfxZLjWdwUSAPzp6v1xkSIS0PwWmnWmlbnMncsHsT7Ypg0YHl3Rr5YgL3HGe/BqWX62FrT8qa8ypalJIJKiNigfTvV+sjj9+Epd8C5srlBO4DAPfAqwdHMt/wBxSnE5dd2hsjJPHGKr5vK1EdDmpnpe5pjWxLGUBIeCjvAz6Vo9ShLJg2x+UEnQRrKUpbLUdSgnylKBSRzz0Ofypv8K1j5a6uF1CQ5I25KsEdeho/V0mHIbbciICduUqGeuB1/ek3hottdilN7AVLlE7uOOn6io4U4aVWiPgkOrX2HbHB2rHmJcWhST1wO/59aqvVahuZQMjJJNWHqdl1JacdXkvAjg8HH/0arrVJUJDSM845+2a26atiokv0ly+DjjyZ+nmmxtUpaQVdRgkU5fECtSvFN9JJJbjsJP3xn/OkXgsw+5qDT+w5CVN8ehyDSvxrKZfi5cELdSgfykFSuAPoH+tZ9MlvlX3CPTGVsMSbW20iK4/IKxhRIGB0I96oHxIUpOqpTS04KFY557VoRxtVjuSf4Zc0OLQlSCWvqRnByRxjpnms7+ICyvVcwKT9QWcnOas0lObaIS4HTw0SP8AaKIXPwgLJ/JNXgu7W6M38qmKhYQk4zznOckn8xVIeGzDr97aSwjK/KcO3PtV6P6PciWaDMmr8p+UgrVvWCktK6KGO4wcijW4o5aTYJX0V7qra3CmFpK0o2E4J/t7VItMOuIsUTzHktKjxQpKR1Uk+lN/ijAYtTkmHHkx3kJYa+trJSSUjPXnOc596dNMJjRocMSEby/HSgE/hP0jj9f7VHJJwwqmOSapDdeXzJkeYtSlEJAyep9Kh1qeZRr9l6QkqbbcSo7evCalV22fOvFG1KNxACeMD0qF25v5jV7iQoAblfoBV6beL+RJ9Fjy5alW/wCWRtcw4FJU5gKCfcjtmmha0uXDKQgJLvbgAUrbEdqMUNFRCvpwrg/nSeIlH8WaDgGzzRnv3qvAvp5IxVdk6tzpLYeQUgNkFS0HkY+/vVd3B1btxfWs5KnVHJ781MA1KajvuR2whCV4KT9854+1Qp1KvPIPXeefzqnR4VjySknYQ8l0aeRssUIf/YU8flTnsJ4KaTWVnbaoiScYZR/alwRySRxXXsrovf4fo+yxz3P8TyB+gP8ArVqOnAznFVR4TXi3aY8P7hfLrJSzGYdUta1HoAkcVnzxQ+KnUtymyYlmlqgQUkpSlo4WU+pP+lZnjeXI6NOnwSyrjo0frXxD0lpSS67e7ywysnARncs/kOap/VnxTwIjbzGnLUpxeClt+SdqQf8AFtHJH5iswXPX8+6PrXNkKfKiVLQs5z+dNcm7h9G5Dw8vqB3HtV0dNBcvk6EdLiirbs2RbNdXtzTab3c9XC4qfZ3oEZlDTIJHTAyo49zWU9d6lcdu8x4nK1rPfqM8VH7f4g6i0yy5HtcvdEcJUuO5yn7j0qN6h1hGu4LjjLkd49cDIzWCWmnHJb5QTyY4Q2w4Y/R73IKSAw640R9RBpdY7vqKbPZtrMqS6h9QShBTnAHb7VW0bVkuOwqOEpWnkAkc1YHh7qCW0n5tgoZdSkhtSQCR6mroafky++5VFMt1LBhgRlHlvKT2yqnm1uHgEHGar9vWw89KJQDhXytwDac/ap1YJcae0lxhwLz1GeRWpxcFwUZtNkhbfJIVEfSE9CO9R7X5A0vNAPUJHP8A5hT+vH0nIHaov4iuAaakJ3D6lIH/AMoVFvwZ4qmVazhS09AcZ4p6uTUFxDPnu5cEcAtj8X3PtTGwMuJAHOBxT5OW1FuIOxAU6yhJWeSE57+3XA9qz5f08FuRWhMI7alxpeRuKduPt0P6VOPB25ao07ryVq3TsCRcItltyZF2iIWoJfi+aAptQT1HIPPpUWkbHFocQNiCgFIPBI+3bpSjSet9SaM1HOk6clvN+ZHZbkMoVgPoB3FKh/UOeRVeOTjjZGKW3k3NC1p4N+OfhpqDV9m0e++q1RnI8iCpPlrbdWQoEBJxyUglQHb2rCc5SEtPKCeAFHAqU2zTOodM6Vn61sd8etk2PIjXGSuLclI+YjSVFtKPLB5UlzdwcnCzxUQnKPyshRzw2s59Tg08W2248FicqqR3we0ivV867MNWOVdX47G9tlggEFR2JV6cLWg471eWhNGafsunddW+7vPNRYUmUiN5iQXFqQyVIyAcZ5GcdM1Svw+6zvOh9bR7tY0KdffdSwWko3l360qSkD1Kkp/Or58QY+mlWnUE3SutX0fKhJnwBvBXJc2IUFlQHOFkHGR9P51XldTFFJuxr+Hq/aYsF+ulx1RCbmR0wHVNRl/+MsJKtox3IBx71C/iD8WNVaynsaPuF/Zm6ftripVu2qLiQl0ApQ4s8rU2D5ecdlUxMpt38BnPT7y7bFJSoR3mckl3YdqTj+lXKT6buaqZx2dFuCkStqzuJI7YyTj09alN/VwQySafBYNsSpi3sMkJG1HY/Tn2pRJTLl22RFhEpkPKZZaIXtwS4nHPakkRZMdnaOCgcY9qkVglwo0gTZslthMdbbgW4Bt3p5Tn8wKsm3HG5Fr4jZL9AfCncdfeHt/1zFv7SZFofeZMV5tXmuqZSFqPPKVKBPBqpLjOXLsS1To7EcIb8ghhvYnak7d2PUgZPqc1pezfETpbT70p6ZH+aXfwiPdmY73l5dClpEgg8ZCVAEpzwBWd/FOVZJUm6u6bjOR7Y++FxmnVhS0oUoHBUOD1NYtJOcslv4IRcX+ksXTnhbF06o6k8N/ERuPd5lxaZ09NS42N7aUEySpJyfp4AGOTjFQM6q1Vqdkuaq1DKvK4rrkeNIkKzlpKiBtHBAPPX7VVH8WnRbs62y4uABtQooySjgZUD2JUM5FTjS6EN2ZoIcUsFajuUMFXJ5rViW0UKcrAvaUu2utZMWCxMJdkLjKVha0pShIBKlKUSAEgDJNR6bDsdvtbcU+a9fGpbgd2lPkJYQMJAP8AUSrJz0wKXXCDdLnq1VvsxAkLiqGC6GwpASpS05JAwUg8d+lM1qsd1vuo7THirbSbmUpjneEo5WU7TnodySKMicpdiyJvhEk8PorzVtJdaUjzpBUn6cegP+dW3/8ASRvdw06/4lsWZx6KpMlzzlD6Ww0FErGTzgJz96S638K9VeEd/t+itSSWZLiWUvxiwvcgNuLJwPfdurRXhDq7xA1LZoPgrb/Di2sOwo8hc26XZpammmlOL2/ysDcVAp6Kx/lVmbyYk06L1CqjMxm5rubrG+eeuIiK01EDIQkY3lO0FeOxVgEj1zSxhRUvJO3nGKO1r4Z3bwr8Tr9pS7OJdfgqGHEJ2oWlzC0qSOwIPFJo5Up1O0n8QHX3rRjacU0KMdvDHtbNmu+o4liub4jPulCULKwCQEA/TnjOeAKYdQ6RRpbVQegXRqZHlBxO5X/FbUOqVJPQ+9IbxHjXPUEu5OvLQ7a57fmgnjyQE/V/evTJS52qDOD6n25TJfbKzkgEhIz+SR+tcmO+WuWyXC7RltvJQ031p5V2D7a9qWUJKlj+kc81KrXp+0ouQXbJ8O9RlyHWIWxQS46EeXlZbVhQB38cc7T6Uzalc0ovR9xZVOcb1N/EmG2IqG1kPxS0SsqUBtGFbcDOTk1EGHWGbvbUDdFCVpWVklO0A84/euhkh7jaLJrmy0NQNPR7rIYkNpQ6yooWlCwtII44I4I4qu7kiR83PntNOLbjrbS4tCchGeOfv0qYPPtvuLdjIIaVkoH/AC9v2qGyTNeavCYroDSpLaVI34JUN207e+OftVyVQSLJL6BfGfTGU3LK1+WsBIBGFDHcVKrYd61EHzAUHBzjd9PtUNGtLlAs79neaZVIdaMYOvNArQg4yUk9DjjPWpFFLzdikLSSHEQyc9DnbVOGDVtlOONNsZX7dGml23KCnZpUEshpXI59D1NOEPTH+zzzinHV+YsBPlLHKe+c/wCVRO2C8WsJu7D5aksrATuB3chWVA47evqRUntSLioLlXBtaTJCVp3nPBHJ55561CCayd8BG9yFqCCsDH4lUHxIhIYuQdZVl6QTlOeiB9P96HFy5LYRk/UsDjtzSzUcm0QLk+Q6iU9Mc8wuFogMHOC2M9cY69M1bqZbUmXZOuSMaebZS/IjtJUQyAlKyMZUnOf7mnrT0gRtWof+hYbj48tfRYJ5B9sV3alSS65uZU2te1tXCiTjPHUY4oi3MOJlzrqCCYnkthKjydwV0/Ks05J6ebaIKtpfOlb8zqN103LS7CbeUfLsFl3IQsqBK3M8ngYHbmqe1+gNaquEdLTbflPKRhPTrU70dFuLba5rTyg2UhS2QnG5BGcn96rrWMv5/U1xl5ylb6injBxniuH6HKc9XOv0pf6iwtdIlXw7aPY1Xrq9vPvMp/h0FC0hw8kqWlHHrjdn8q102ufbNFQ7VBhSFyGkIRJfW0FhTK1bSAPQYaIqh/ghj2edq3VVrnPsxpd1jfIxn3mSpIJBJSFDoo8EA+hrdWhvDhvS5Ll0mO3GSRhK1nLaQDxhPY4Cf0ru5/c99KK4otqPbMS/E94btacmafhW8qW7PIwNpASClKgSe5+rn7VWOrrk3Dhs2SIr+XHQEkg/iOOT+ZrWXxu3y12//Z9gFozmW33EpGNyQvanP6JIrEVzlOSFLfcJJOcVRqW41j8H0/8ABvp8MOneskuZcL9l/uRy6OnBA5pqUlSucYGfWl053CyAcg0gcdynqKpjwuT02WSsLKAM4xjrzRLiuw9MUFyTgEAfrRQW66MIaOfQVJL5Mjy87Y9hTi3VHj9KJKVHKicHvmnBm2vvL3rUGx6Z5p5gQLO0pPzO9wk9VEYH5Ue5GPALR5si3URlqM++oIZYUtR4wkZp0Y0zNcUC62W88hJ6496mjLttYUI9tZStRx+BP+dLXGXQ2Mtp3K544H61YnuXBw82qy4ZfVGvi+/6fBG4WlorYzIStRxnGcCj3YsSGR5bKEhX08Cl7spphYDstAXjGBzTfJkxlJP85JzzzWafZ3NDOWbHclz81S/kM80BLqiRxUeunKTsUDznipBLUhxJcSsZHPBpgno81K8E5AJGOKtxFOvaS4HDwhiIk+IcDegLQjesj7JNWD4/SCi0W9gHhbq1EfYCon4FwxI1o48sj+RGcVzxzwKeviAfHnWyPn8DSlkfc1fLnNFHhM7vOTf/ANn1rNOlfiEtkB14oYvsZ62rBPBWoBSP/lIA/OvrMtQSCr0Ga+EGhNSTdHastGqLYrZJtUxqW0c/1IUFfpxivuFZtSw9R6IiasgOBUa4W1M1sj/Cpvd/nWxulZyvUsdyjNeeDEfgQgXz4yHpxG4MO3B/Pp9CgD/8qt9Z96wd8HDQuXxG6huR+r5eDKXn/wAziU1vEYqbdUvsc3LzNlV/FBM+U8ENSuA4KmEoH5qFfJqfudWttKeXFhAwfU19SvjHmCH4GXbJx5rzSPv1P+VfL+Epr+OW8OcNqnMBeMdPMGaljd2KvpR9Bn9IRGvDRm3wYEt59EFpIWoHjCRk/pVFP6UnsJdWEzRgE1qx3xCsUjT8qHF3Dy4qQncnG5JwARVb3lcdu0TpCdo8uO4o+30ms+CKjdPsnky+5Ri3QEBdx18trKwUFxZIHPBq3zp6aFKW2/ITk90VWXhO8o67kvIPLqik/ZS+labc1Da4gUh5j8HGMDnHGanPMoTak+ilyUeym9aRrjbNFz1rukjYcDy8kJOTzkVnxrCpCQpXBPNaY8c9ZQJWi3LXGjBK3Hk8+3NZlbOXt2e9XY5xyK4sItSXBvP/ANnFDb+R1VO25XlhAUfQlX+grZrjRMxEgdGklKvcnH9sfvWRv/Z1x1s6Q1HJUkbXHmfqz6BXH71ryIl0MJMjHmL+peOgJ7fl0/KozVsadGAPiFtjeq/i2sdgti8GRcIjRIOdqtySoj9DW2b1Nsmn7dcYUyQ2w242hDaM4UfoCRj7YrFN+Mf/AO/etyWZa2W2rsMLA3eX9J7fetia8sFrmJku3Bbjr7rbDTK8gFG5e04xx0qMlUVwWTfLpkwsr9uetMZy1vh2IloBtYVnIA7n1r51+Pt+avfiXe5rSxtMlSB9gSK+gdyatujNGThAaDEaBDdWkZ7hJ7/evl7qqeqfe5s5058x1av1Nex/CGG888r8Kv6//RxPVp1iUPljLOfQVEAZ465qAaqfwlfPXJqYSnsBTq8e/t7VXmrZiVKUlKwSfTtXvM+VRxuzh4IPcR+ESNyyeSf0p9sCd0pSucD9qY4fDXXGO9PFhmRozi1SX0oST/UrFc3BJKSs3ZE6Z7WTwbjOD/lxwahGmors69QYrefreT/epBrC8QJjbjUd9K1DhOD0FNmg7gi06hiTH2wtAVsyf6QeM1438UZ1Kcni5aTOl6dj2w+o1tp61GdItMJS1bTJYRjtgrAr6h29sMQIzKeiGkJH5AV8xtMzWw7bZqTgJkMqB9frFfTiAvfBjKHdpB/YV81/DWfLlx5IT6i+P9TsamMYyVB+T1xWKf8A2is8ux9O2ZBOXVgYHqTj/Otr5rCHxxSBdPGPRdhUsBCpcVKs9BudTXp49mdBvjahUNuw2cDamJbmG9vphAGKqsjackH71aHxAy0v6yUy2vKWW0pHHoKq5RHQnmtMXwVyqwado5V+1DBGeox9qT5x0/7FdBWnhIJ69amJhynEgGguLwBtx70UU7lZx3714ZHJ249qYHVfWSST15oBx1wDihI24OO5oJTycY681Bdg1yexznPIOTRRPGT68ijUtq/EAMk5NAcKQAkZ560MEEqURwSPz7UnWrgHg4o5Sc+ufX0okpI4J7YpjsAc5O45z0qNXhxS5ZzwO2KlJSE8jH+tQ+4LKpK1HnKsdajIaQdpdgzNUW1hSScvhRHXpzWsITYbjNoHG1IrMPhpHMnXMNITnYlSxx0rUjAIbAA6CsuZ8kog8c446UEjB6daEMEdBXlJ4xmqOSQS505zWH/ilniX4g+QDw0nB56Vt54hCFE9gTXz+8dZyZ/iXPWTuCFkH2pw/UHgrmz6WZEhpL0xDfI/Dyc1oKzv6Y0rZGXJQTKllGcLIwBWY416ebkBwLJwQc5qVu6leejoL8g7Qnj7Vunq8+KHt4pNJ9lmCON/VNWOHifq926yvM2jZuBQEjp7VH9P6wulqwuM2hxI5KFDIoMJTN4nBp50JRn8RPSnNNmjsvyEEJCUngAY4xmtPpvp79Qn7cn9yrPqfYe+I8WfXj+o7oxaDZILS3nAjzA0MjPU1fV6+GqdE0+3f9NXMPSXmUuvRHQA2vI6JI6H71l7SjqImtIpCgAiQD9ua+hLF5L+lY7bChkxEY568Vg1GBYJOEfBbDUTyJSkYJvtlhw7u7Eu8IW2WhWFsuIwkn1A9PtT3pXVdn0hlyGoLeVkAozhP5mgfEjcpL+oGGlJwpBIz3/OqgNzkMFIBAB44qpwco1ZYsyjK65L3Piohx4u+YFqVxgnPFNV5NlDKrzEbUhxbiSlCBwhZOSft1qpUyJJWhaSSKmuk5qHHyLsvfGKNqmycD8sVKEVi6IZckszpljCfD1NcrLLZecXKjENvBRyCnHBGeh9R0qyVHzUJSR+HgnFUnoy5RIt4bdQ4Cyh3yz3OM8H+1XqhkBlLiMqCu478VsXHJjSrgbJCFJPfk85HeldvTknA54zk0U+BuOe4z1pRbwkq44weR3otIbIj4nf+4tDB5cFLPD5KlrLhA/4fpRutWoLzkJm4LKWC8neQeQPUe9WZozw3tTYS/a57k9h5sltbLeVHgcEdiO9c/U6zFpppZOLLYq40Ri8wrNcWhAvbRUw7wFp/E2eyvtUV0joy1ru863P3FyEphJU0XU4Lo9hT/4qWu+afLa2oqyW3AQcbhj3phsduuOqpbE8RZCXwnYghRKF4HQenHauXq8yalK7jJeCG1pM7Y7VPRqJ+I2C+vB8t1A/Hx0pDBj6kh3tTE59+G1MWWypSSUHJx9XbHv2q9dCacEiL/E1H5ZUcHCSgAhQ9aaJNruN4TPuMi8xnFJWW0IUAU7QePtmuG/Wfci8coKkv6EZSUETzREIsaPDT6FF9hQbKQcg8cH7cVyEq4xlSRLZSuJ/QoKGenIAqIWm5Xe22xLDknaVHafq+lSR0xT6zfLh5jcKRDW3HWgnzgM5ryuohHNnlPIgWWohTWnlTbk/GfkOKt76clvdgYz0I9j2qY2/T1jtUNoR3lMqQ35eU8A46EjpVQXbVN1suoEMxwtcVSyAtJz9J9ftVoWC03adYXbvKecKUDgEfTj7day5tJmULTuLLMUkuEilfiuvko6IctaGFuMLdRueUQAgg8AfeshW05VgDIx3OK2F8T9uiOeEzt2hzkSQmY204Arlo56Y71j63ZCh9OeK+i/hKGz06mq5f+gpO2ad+EZqSdSSFRpK2CGlHekZINathXJuAgpnuPPPoJ/mrOfMB6hQ/sax98Nc5+3XJ2S1IS2cEAE4BHpWjJuoRKPzTwDCkApCVJKt59q8j+K3ll6g4w6pEoTUOGWXaJljdfeflx2WHlteW24lRyUZzgioPqDRzV2nqlNXZwyUPFxpCgPKKcYwR3yOM1Frch2bcV3O2zXGX1NFtxp9f4U5zhNPcSQuXcm7X82puTnahalYJI9BXBefNjnF4XTrkk8ioZbp4WeFlpeYbuJUm4XBZDMQKw1u/wAJPYdqPv2gfD9nw+lxbTDaiusDz1OqIKmiO27uO2KsDV1gt0+3NMXVLTjjW1e8DlB9QRzn7VA9beGt+u9rRGssuSpl8ZUtLqUJSewUFcn7iuxg9Uy582NZJtV3zaHK31yZvvkZmLcEtR5DclATw42okH/rTeGFvSkJbyDjHXqKsG4+DOs4s1hn5Fb4cPl72juAV/hJHQ1GZul7np68Oxrh5QcZIQtAVkhQr6Ph1unzxUcc03VkJJqKtDTJjKjuhtSgo9OKkmhbmzZr/CuD4UGmHUqUUpBIHqAaYJSA9IBAIGf0q1tK+Fkt3QF21nMiq8mKwXG1K4AUO9W6nXYdFCMs7pSaX82acOCedNQ8KyvPEC/Lu1zn3VwALmOrcISMAAngAduMVUU98MSEuoJBzyMYqT6pvCS44yw7nHGM81D3Z8eQypp8kOAcK7/nXcbSSSMKTJBCmoltgoUQvGfv7U4PXuNaopVjcoDuOtV+zen4RC28HZxjNelX2TfVNsvobabyAdvU01kpUhVZIousnbg6UyAhOTgbRjApdIWlaQrcCOoJNRoWWMnBQ6pPfPajhKcbR8m295gA/F+fSo7m+JEmg9M8fP8AISB+FJxTih8SmSnP1JpmejqaQh9P9Jz96UMSMufTxg8kVFPnkdjyJSlMFp0kkDANHsXRTTCVBKHEqSQUqpqWopJbdV/zJIrsAGWyY5d2LSTtUTxT3EaNA/Cb4ryfD3xBiy23EiM6ra8hQzlB6itzfEX4l6f1T8OV7uFmmH/f0stBB/F/xErI/RJr5u+BmlbjqfxEttjaOxxx9KVn0BODj9a1p48eHFw8NPDp6DMvrknKvKSwtxRAHUKCTx+Yrk6zLJZow+TVhhKS3eEZPnLy2cHjNfRr4HAj/wClMpSepkY/avm1NcIY4Hevot8Bzkxzwxkl1OGQ+kI++Dmtd1FkGiR/Gk8lvwWWgnl26xEgevKj/lT78LqNnhHbj/icWf2FRH441hHhJBBPKr0wP/kOVMPhfRs8IrYAsqBUrqenAqKf0v8AcH+lFa/H+EDw40+tSsEXggDPqyv/AEFYbsaibnGGM5dSP3raf/tCpJb0jpOMT9LlwkLI90tgf/bViSzOFFyjlCSopcSQB35qMOG39yx/oj/zyz61+G6dugrCnGMQGf8A5orFXjjJae+L1TSyClMiC2fyZR/rWrvC7xD0m7o+yWuZd4sO4oaREXDdcCXQ6ABjB55yD+dYP+IjXsS2/E9ddRRnQ6xFujDZKTkHy20JV09waITW6yC4TPpNervHslocluqUny2FrSQgq/CgnoPtXyQ8TbsLxra/XTdkSZrrmemcqPrW29V/FjbLguPbLa0I0QsKS/KUkrBC28AhJGeCawTqOb87cbhMyB5rzjmQOOVHt2rNhzLLlbj0hxraNfh3IisayjvS28oSpROPXBx+9WtqO7CQw6pI2EoUBj8PT/Sqf0CouakG1OR5az7Ywan1wuDKIL8ZWxLh3DHXPp9qp1eJTzRflEE6dCDSzymZaHAvy8Egq9PWn3Ut1m/KyYbkwupUE4I6FPGOKjtibWvcWiN20kcZGac58hf8FeQ43tcJSncUn6hu7H2NR1ONS1EJV0N9keaUQsE4HOc1KLXFSi3mWWyoH8XPbOM1E0ZzuOTg/wCdTO3yUCzoYU2Qo/1A43AnmrfUN3tfT8hIj98KEoyleQQSARyPeh+HEdX8CMhTpAU+5gD1wOaU6xSylht1pnYry1ggEnOKcPCezwJunIgmzPIRIdcSlYG4pVkDkdhyOaE706E4tqkN1zW58x9ThAyQnJyP+81C9SFK7kwhwkJ28kDPerL1zp5/TF8VZpH1qZJIVg4cSeUqHqCOarDUJJuiEAdhx+dacFe2q6JVtVM1F4Y6StsK+aQmWW8sSzLZ86QynIcYUlB4UMd85BqGeLhS/wCLF4Di9oEhKCT2whNSj4eXVzNbWveVFTMVfbjaGzg/sKg/iTJdkeJl+fVhRExaevpxWfTY3jbTGmnGye3rRWlxPsVqs9/hyfNih951oZLIKdxCznG4c8egrH+vX2JOrrk/HbS22p9WxKSSAPbNaVVbrnqBClRn0QnkoU8UkhABCRwD7g9PWsxam2G/SgDkeYofvU9HFKTohN2uiWeEkpUTUrMhpSN6GiRuTuHUdquhqPebjGKIwccjKbKVhtJO1KTuJPpjA5HaqW8Km3XL44lhAKvllAAnH7+taD0Hebwm3XGwtSI7MeUhTjocTysJBStKFdeQVZA6gVHW5Nkk12Rj3TKi1yFIjSMHcSUDn7ipXEejvWmKWVBp+GwgpBT9KuOf8qaPGqMIF9uERHk489kgsr3owpKVDBPPf967BW4tgsrZcQUoGCD271KcXlxxtkp/S6EtwX5jxXtIJAPXgVF9JIQ7q+SohKgjzSAVegNSq6NhqQptKtyUAAfpUc8PkNO6tk+aRjDhz7k9f3q9pRh/Ik10WKqG1KeTKEfyk+XhaVYPuKjUfau4NIUTgrPPSpI7OW0l5wjaEN7cZ4UntiozAx8+3uWB+I5PY4/1qrE/otEeKZLHX0MwVh1bm1WMALwVf61CAnL43DqelSmfGkuRy8vlDXCTjKSMEk/6VGWAVSW04/Esf3paOPbsIcLkvW3teXCYbAOQ0kftSlRz1NeZbAaQB6YoS9vQEYrpJlTXIzeNPiEi2+FsHQkR3a/c5S5MjB6Nt4CQfuo/tWWJt0d8xTTyyW1gpSonlPtU18ZL0udf3i25ltgeUgZ/X981WUuWZDBJOSn09aK2rg6K/hwURyjuuPbFhWFDg/lxSrB+nBJB/Omi2ygGm1k5CiQadw8gYIzjGKSZPG9yCnQokhRGO/NN0yA0vKwME9QO9OyI0qUHFsNlYaQXFgdk+v8AakDsCY+pKkhSNxwCelOrFOFK64GGTESlf0Ep5wO1O1inOsL2qUpA45H4Vf6V6XDWhret9tYbyChI5UM/iz60ZEjAM/ylZz+/pUUY8cd07JW/kRkvt5A6nBp103qyZa5Dam3z+MJXzxjNRe03h2NmDcU5jr+lLnXaf9KBJW5FlBroFLSR7jParTqPInG/6mqC8HWG3kHKXEJWk/cZqK+IzxGnVJxjLyB+9H6Cu38V02zuVuVHPlKz16Aj9jSPxOWEWNpCR+OSj9kqNUSVHHlHZPaVzEKg+nf1OKkIgIm3Nx+QfpQG0pB4BKQT+nNMEFI+ZSVEdQORT5dJikyAz5pSAApfY7fTPuayahvZSDNwhXOfZcTubTjAwDjGff7VePwjeFX+3l11LcrrZGnocZcUxZasZZkN4O3nqkpKgRj0rPTin1vZUAEYJPPA6cflVkfDh4iaz07qqdYtOX1UFq63BtK/OeKWVqSlQCD2BVlIB+wqiMVHA0x4pbY2aN+IH4XtJSNNX/xJamt2a7N4nKiIUExVqQkbm0jjlRBUOOpxjvWLLwoNwJAB6NK6j2r6Z6x0/p67+GV8vcy3SmZbNpkF5qS6oqbcS2SQoZwecc98CvmRqFYFvkk4A2EVPSqk6NEnuCPCfUMzS2oYGoLYlPzVsmImo3pyPoUClODnOT/ap/f9FXzTc253PVTT3n3ZSnmVOOEKzuSUrKT6pURg81UdmmGDaVrQva4pwKJxyAOmPzIP5VpW6y9M628A4WsJGsIcjUEN9tiVFUcSnHQopAVuOVJDYCsp9cdqWVtTTXyZ4pSm0UzqFKf9nAFKSMSAvb/iA2moGhwXUJbUR5rY4UOuevP61Z0mzQrvYPKlSQyfNASonkE55HPtVSyIkiyXeTb5WWnGllPTrzwf0wacpp5HG+SORfUWPFSW2Ghk5KAD96S6okJTp+QfMcQVuNhPlkDJwcA57cGlDZKEJTzuIB6mkerGI6rCGpDAeT80kgbtvISavk6iXP8ASVzKXcH5ZT5TiG8DZk5P5/nUzvKFNaajMlOFYaTyrvjP+tN1zhTG7W3/AA1aRGSNxQE4Wnp35z/3xThqd75e0xVu8kLQTn0CDmoY5XdFeMgfydwecPkqISfpUQvOcc8/pVk6TSuPYIrLhBIBOc+pJqvl3ZQZctMD/hOu+cQB9RVjHX7ZqybAhpVnhpZC0gtg/Wec9/3zTg3/AIh4+xgvK2hqeU1ISlQVF2Aq5xuRgKHuM5Hvio/bpLcGQIiy78qy9vLiUjehXqCenI9ad7z57mqpLbLfmr3NtYB55AH+dSCwaWluOQ7c3smDUsksohx1BT+Uq2gq/wAAJUceuPaq8uRxnRCVuQ76fuU+6Kjy7pdHp7ylKV57jhWSNxPBPYVbXw0fFbZ9CazuqfEOVcfIkRXGxPekOS8ra3FKNh/Bu+kDB7Ad8iA3vQF08MdUP6Mu6EplWzhaQoEAKTuHPfhVVZp3+G2q4zL7quyTZ1vCFhpEchAEg/g3E9BxzwftTnkjsTq/gsdxLO8R/EhnxY8SdQa8YamtNz1MJZbllJWlCEbQMJAAHHA/c0yxB/vDOCPxigi+6o1HCdvd7sce3xJjra4hjwkspUENJaACgBuGGx+ZUe9dtuFzmEbuqxx+dTxO48k49ERvlwkRdS35lhIKZZcacHU43df2onRi5D0+Qp10lLTIaSknoM+lCOqpemdVzb3aDEcmOKlRltyYweCAvcgnChjdgkg9jiluj7TOjxpNzXDeTGeKUNyCk7Fq6kA9M1VBKORv5KIxuVoFYJQh+Ike6rDQbgPpfU46ApKAkDKgk8KKeCE9yKI8R7HZY2qrk5YrsbnAM1wxZeCnz2yrO/GB60Fi32W4alSq+6pZtEB9T7jrjbSnXEbCcJ2J/qURgU66p8T7fqaw2jSjejYEQ2uMiI3OQT5zmHVLK1AYAKtwB69BRlclNOJN0KkpS00ltPO1CRkn2xUNYNwYnSLtFg/NMx5ClOp7Yz3qYKV+LB6CmLSmrodqkJtr1rSW5D7q5creSS0rASkp6AJIUc9fqqzPKUMba5YZXUeCRamRp7xCuR1dLmsW8y1NtIgQ4ivLaWEgAYHTJGfuaOilENmSUNh7ymzhKiQFemRTZD0fc34N2v8AapC3YsB8+UlpG4KQCDvOOgGetKw78vb5Ty1ZCWwVZ9zzWTSz379sr+3wV4v0tsjFw1BdheIEi4NtLjtgocbbTgFBPPHr7/aniHdnrwFSXlrI37UpI/4aR0Ax14ptS7pq9XuNJKluxm1NpebV1CdmRtHqMYqT3m2zreI8yRbDAZuLIlxm1DBLJJSlZHvtNWYq3pUGPlhNlP8A9V4iiAQHkn6unWga+cXq/Uz062WqPb2AsvKRHSryWEDakqyc98En1Ndsqwm4sLUr6UncaVaGjP62vErQjNvjJlaklNNwpUl5SFRgHNygkDruAA5qWp7TLcl8ITXvTv8As/qO5QkagRf22TtFyYXvZeJCSopUev1Ej8qZ7fc4iJUm3KRmQ9NY8tZ6JATzn15IqzHtJWrSfhM7AvsiK3qRdz+ZjJQ9vcciqK0KS4n+koWz0/56rq16Ov8AqFiTcrXbFOMsPuqckBJIKE7QrAHKiNwOB2NVJp4Gp9DljpUyzvDqZqmb8zIiQFy4tkYS5cn0Dd/KW5hGMd+ePzquby8iVdZMlCSlLjqlpHoCemKuj4ZbZ4hRNZSbXYdNOzI8+II0lbiyyyjJyhSlFJAVtCgP/NxVOagiSLffZ8V9otOMyHG1pznBCiCKp0GnxYsknjXLXIQx7VuNE/ArCamTrtEuFkkyId6muRPm0fhYWhoqCs9lDPX3raDc/UFq8Qv4UuY+5ZkwWUMtqb3ZdKVAfVjknyz371i34VNT+MGnvDkMeHmjmpEedf1LeuUhsrQonCQ2gduhyfbtWsdReOum7TcE22Y2H0o/3d2VHBUlqehO8Ix3TkEZHSlqNViWRxcqkmv/AKJV89GKPio1TcNTeL91eWrawyEtsoJP0JAxgggc5zVOyipMcqXn8q0b8cyLRF8Q7dPiREsPS7Yy++hCQCpayo/rjFZ3Y0hrvUbrceBp+Z5TpASkNElWfyquayTdz7PrnoWsxfkMfNcURGQCt07sYJ79aTuNA4Djgx6VdF4+FrxasOkZWr7tYFw4cNKVOF9QSrCiACAee4qpLjZ3rUgOTXW9pP8AiGRVdy6RthrNNlb2ST/mN6o8fcCQCeuDQipaUgJRt9MCrC8OvBjXniWhD+lNMzJzCjgPIbIQn7q6Vf8Apr4BfEO7NBeoZ1vtW1BKcr3nPbhIqWx1bM2b1vR6XuaRjZTsncMA9etAL0oDjP2q+vDHwIGr/G5vwyvV32sokSGXXmWgSEtBRJGfXb+9azH/ALP7wz2gKv1xJA67EVesDik2jj5vxRp4ulNnz0sN8cjQTEZtynZZUeRxx6k0sMe+3X6p0xqKyOClKq2B8QnwieG/hp4XS9UWaZcDcGHmm0rUsAKCjyOKyDabT596t1vacdV585hkJUsqzuWB0q7HieTjpHB1HrON5fexct+Wv9xfC0pGSwZZ855tIzvVkColfHG0zVfKNqDQ74wM+1fYpPgx4YKtjVsd0VbFMttpRjycE4GOSOTUB8Q/he8E3dKXmeNJNxnY8F95C2VkbVJQSD+oqueJpfp/uPSfiLZl3TlJ+PsfJ/e4tXQ89cUQ7DdIUWkqBPYDrWz/AIRfht0D4mu6luOqo8h5q2PNMsIQsAHfuJJ47bR+tajhfCB4GQwR/suXc91uk03heN0kb834l001td/0PmR4GW1Td9uMtxtQLTIx9yr/AKUh8eJHn6gjtBBOyOM/mTW2vHzwU0F4US4kzR8JcU3NtXnNlWU/SeCP1NYv8UbfNuerlMxYxdKg20gJOSScDGPvVcHJ5ro5UcuHPk37qiyp29wVxzg8+1fSn4V/iW0Qv4claQ1JfkRL5YIkmG2y8CC+2QotbD0P4tuPasczvhp8WbcwiTJ0VcG0up8wbmFDg85pTbfA3xasUGVqJGmrhHhw2/MkulspQhHqTV8s8HHtf1NM9LiyVDK/pu7Rqf4BG/nfEvWl02kbIKE5P/O8T/8Aa1uKRJYiMqkSXUttpGSpRwBXzU+F/X9+0SdWTba6jzpSIqFK3bTuSXD1/fHtU8lfExqW7Lct15uRcQVHIBOMZ5/ZP5A082p2SquTyup9uOVqLtWTr44PFbS8/wAOmNLWi6JfkvzNziEgjAQCOv518+vmnGbjBcawFiW2pJxnkEGrV8bNbRdWzmnIKVIaStZAUeewqp2WUyLtbmFObAqQnKsZwBV+ByliuXZVdovm1eIF5fuSm37q5sUjBTkn8KcjH6D9qlsrXL03SV9kRX1KaZYLSivuSjk1RAur0Sa44gn6cpBHGRUg/wBppcjQlwSltptD5JUpIwVc4ArlQjOElyY1diHwaUBqR2ZgEtnfz7ZNWXKvK3Yr0x97G54EJJx9AOMn8xVV+Frvy3z8zPRO3P3FPdynokwlJcfwHClsJB6JzwB796s1tyy7R5eZUNfiZcFS0JWJaXApXQKzjj/rVcIUc7uOePzqR6uivRnEhxRIXkgf4fao22rngA+3vXQ0cduJJF+KNRNl/C14hS/D6yRYCEJEa5OoXIKjgqSOw/TGa3fp/UVu1Jb03G2ubkdFg9Un0NfM3wwYu8mCyIcNTqYiUEegJ6ZrSOiNa6m0HCnSrveEtRFx1LUHSAc7Sc8jA61TjyyeSSfVkN1dlU6bVHv3xnTXnpaGkR3Zju5fIVtSRtHuc1rm/wB2Rc025anQh1gI8wZyCUnIrCPw4X9i7/ETOvU91LodZlOJUo5ypS04/YmtwPPw3sHy29vbgc1qycUiObNUqCviM8RbTZ/CmeI05sv3ICOlGeQOpr5ga68SLTp9Lkf5gSJS8qKGzyPTJ7Vpj49dYO2DSlqg2tCG3JS1fUB+Eeo96+ck5bkl1brrilrUSSVHOa9Z6RrlotE/bVzk/wClGDNi/NZE59Ildw8VL3Pz8ohthAJ9VGo3L1PdpDwW48lWSe1N0dC15ASf0o0M7nm2+v2qnJ6jqsr2ym7Zojp8UF9MRc9qS6NxTtCE5AAOOaaS9MmOJW88tRUe6qcbvGCGWmwn8RAwPWpna/CXUC7bEur7KWWlFK/qVyRmuX6hrp6aWzUZO+rZoxY45OccTtt0I6UwmVjaqaAVE8kJ9asiPofS7UYW9ERSXUIBLickj3JpeqCYk61dCRG7DH50/CEWUOSnJiGG1j61KHQfevD+s+oZXljCEn/LydHHhjDtEtskNmPboiC6VBjYUqB9COa+n1geEixW99CshyK0rP3QK+PepPEtpiImz2BX0pSEqeB5/L/WvrP4Szv4n4aaZnbt3m2yOrP/AKBW70L0/V6XDLLqeFJ8L4/2sp1Eoya2ks4rBnjwpGpPjL0laFpDjcSY04tB5H8oFf8A9rW9DXz7dnG+/G1LuCjuRbmJj32IaUkf/OrvQXNlCfAl8XLh/Edc3F1JGA4UgemKhn1dMcfrTprCUZeopz4Od7qjn86aQQPpzjvzWmH6Stvk6Dzgg+uMUYBk/agJBzuFC+oYIVn3piAq3Dk54/avFQSEgZOePyoJJztKjn0rv1YIURj/AL/6UdBycSPVPHpnpQgCeg6eproT3xwfyrqTkHPT1obEkcKiMpB7dqKWkgEHHHTijTkKwU5NAWoc9cdBUWxoTEFQPIxQckkAHoKEojJ2jFFggD1NNsEcdKEtqPoM5qFS1b3lKJyM9qlk90NxXMY6ZBzUNWoBZUCMH24zUeySJj4ONqXrBTpG7Y12+9aUZUCkVQ3gJCS5dJ87BO3ajJ/U/wB6vxBGBlNZMr+onHoECMcD3risbev610kZ9aCcY5qoYhubnlQn3TwENqP7V859fTPn9dXWRnIL6hn86+herpAiacnvkgBDCv7V84Lu/wDN3+4SOu95f96nD9VkvBWKZGBnqRz1pWq6q8oN5J44xSd61usLKCTn2pwXYlItJuBJBB49xXTjocuS6XRR7yj0+xx0hL8mSp+SjegH8PqKlcm4x7k867FQUs4CQD7DHNQ21NpS1yCCeoHelcee+hLjbacZyAew967ugS0uSEvlMzZHviwtqUIepEvJJSUOpIx962xozUy7hpqKtrLh+WH059KwhJcLc8KK9xByfvWrPh4ua7hbmY76uEpUkemMZx+1ee1z3ZZP7mrBwkiqfHNUm53wPyY6W1NLIIT3/wC8VTcxA80lHRPUH1q9PiEmsvaqdixGSfIRlwo5Ge1UE66t15bis8ms8OI8k32PVqlNI+hWBznml1wuISz/ALuog9OKjrDZVgo+1Pc2K03b2nkdVEcmrceneROS8ckXk2uvkkOhHnX5rbJBJJBOOvWtTwkFu3soVzhsDJ78VRnw76dbn6mjTZkZTsaO6CshOeO+a1t4h27TMhUOTpeItsuDa6lIO1Jx+x+1YJ+oRw6iOnknyu/AqTKumK/xA00HUFtjSPJekhCx1SFVI9RWeZbWQuQjb5n4ATz+lV9Gsum7rfHYOoZrsNTycMvtN7wlXooen2q+erxe280HaXxyK15DdUTItzeiJbkhaS4Ce+K0R4Z3AWG0Jbtjh+pCVkKUMZ77SP7GoBpX4dIxiShc5a5SltlyCthwJ3HHGSelLI1huOidOuCcxK85JCULS6ngD2PWvHes6zF6niUcE/ISye2riWJeZUienhltY+re2lKVDn9Tmmqy2y3WgBEi2F1uQ55gC1eX5Yxyr3qEWq/zY1xRMEtbZIGWjkJdPvS/XOrrrqdcZFiQ4ymEnctscAq9z2rzX5bLjyOMpdlHuN8lk3eBDgaflP2FYclPJJZQHPpCsd8ZqiXNLa3bE26pt0pLb+VKb5Cdw6jHSpjF1ZfLfBVKmBTbjaMZ25bcGOn3qB6k8fNRsvFpuU5CZTwhCUYx7kkc/lVmk0uq3yxxSafZJyjNdcgrBqrUVvjuxbxBCoratwKshSPtUxsWvZF2moix2Q422gK8nBVu9+OhqNyL/adVaE+fZcC5CTmQR+McHJPc1WAl3Wzo8i23xTKHNzgV5pbC0jufy7VrhpVrZSjJU1xRFQ8ovvXUpm6qiKi2wQy3/MUoYBzj8JxT9afFpyJa02SLKSsFpIfW82R5ZxyB6n3qhfDXUs1N0dN3kr8l0dUoJIPZXPbPWpFqm8Nmcw6lxt84wsMHKlpPQ4HfrxTyYJY5LSJX9xc3aGjx/Nmd0amdaluIJkBLqQ+SlR5Jynoeec1nu3fWoEdMcc1f3jPGYXoOIXYa4K3XAQ2tQ3ujsogdOPWqShW5pCfMDxwD3HavYegYXh0e275Zoj0rLV8KbTdJcVa7UhYf83CHM4CTViP6outsubdt1A08p2AoKUFpKRhXcf8AWo54OeJmm9H2V+2S0kzZRUW1JHTA9e3amTUOqV32UzeZTkhNwKlJCig4W2DxkenauJr9Pk1etnHLCo+H8lWRKXXZqG22awaigMXi1XbyElAKypeMp9PuDSG9zNFW5Qlw5SXZcZRXuLhUSrHOKoBjU6VOR4dylSWYikB0NsObUZHcjvz61MtReJVgkw4keE02ucnCFOFIR/LHufbpXmcnpWWGVR7Tfjwgc3+l8MsnT3iNJvM8IUHNn/hlYwk/8pz61PGlIvgZfXMfYS39LsYEBJPvWZdJ6vYhXJMWbOc+WBJSw4RhbZ6lJ9j2qzbRr20JYMsyi4toKaWpJIG0HjJxyQK5vqXpeXTvdi6J4stcTLSGp/4XviR4K5IChkJx9XbOT3xUI1z4TRtUx5GoITq4Mxw7vlwgbf8AvvmkWlPFix3Sa9bUobW2V48xJx26E1Prff4bzyPKlpS02vbkDcPYGo482s9Nyx2WpOuS6GWM1bZnp7wT13BIlItL0thCS75rQ3ZSOT0q3NdapGnfh4etgWlKZUdtIbA53FQz+fBqW6i8R4Wm4Um6vXtUdDSg0g7AQpSuiABwPvVA+Oep7LdrHAkQLsoJltJcEQg4CQVblE/+Y4r02HPn9c1GmjqIuoztNLhtc8nR0mf28WRxrozhPchyFlXkuJdPOSrhVRy4AhxRQpCT3Kqeru7IKlfKRghAP4t3JptWpmSwUyAApPUkV9Ql2crkZ/5jriW3COfQ04xmY7SdwCVEftSSO/GblKURlKU9U0v+Si3JJMV8BZ6jpRGPkLFrMtiU15SlkKA4A69KVRLcXTy2QE/1HvUdctlxiqCuR3BFHJvl7YwHXCvAxhQ4qalX6gq+iSzW9rXyzSN2RyaRMW58RC/t69c98Uos2rISkhu5RtqycBY5GakqGI8pB+VKShf1EZp0pcoStcMjkciXF8s/jb9DSeEpTT6gCeCCeaW3C3uW98SGTtSeR/oaKcY80KmspGxSfqAPQ96TQyTeHniFetA62h6ltBQqTDdCkpWThQ9DitX+MPjTePGrw6RqO82uDCeZabjhMYK+v6gSTuJ7ntWHy6pmYggH6gCMVetq1E1L8MHbUVYWy82vHqCe/wClZtRjUkpPtMtxyadERnuANAE/1Yr6WfAx8l/9J0LYmBxfzB8xPTy+P/o18x7wspYB759a2H8D9+tbGnpzd38QWbWyHCVw3ZOwLAHB2nr3FUZZ7INpWTSt1ZcHx93dEbw6sFuSVbpF4DuQDjCGl9/uoU4fCzfNXp8MojkZtuXEakLSttxO0hG0chfY/eqn+NTxChansembLbYqFx2JjrglpeK0q+gDAGB6579Kn/wxy77pbw1avseW5PgIdV8xCXkJSOPrSegP3rO8j9vddck3FKo9kF+PPXNq1HG0dAtr+XGVTVyWTjzGV/y0hKh+RwehrJ1lmmFcY0sDPluJVj1wauj4yNXWzWHiJCvNpBQyqCltTakgFK0qIPI/EDwQR2qiIaiH0EE8KHtV+NuULZGXVI2/ojXDl2jXbVF4sESRp8pjLk42mVEKAEB1Ks9cj9MetYo8UZbdx19OfZfXMbfuzikO55cG84P6YqYxNTXWyxnVwLrIaTNYUhQZeISpJ4wRnH5H0qt5cmaNUW+VG8pckSwsBf4SrP36Vm06alJkVPdGmX05Ksdz00YDqPLnRwG1F8bcNAZ6+vGP096ou6OBIkKSkbcq2/vVkat1RftS3OTKu0aNCkOthJajshKPpABOB9utVhcCkR3tp/pIPFR0WNwcm/IKV8CLQyh/G1q+YUx/LVhYHTPrU8mMBm3yULdS5hIUhYHXIz1qC6C+XE+Q88wXUoR+EHHU1M5FwiuW55ryiMAAJKucjOCP+xVuV/xEiFcgtKzW4EkOK2/4MHgZNOWrZUaRCaUyx5awSlRSeDg0yWa3qnktIJ3HkY6k04akt7ttipbfUVKUoZHcED/vmq8uFPURyXyO/qI+wklYSOpOTT5FmzLYhD7aA4yOSFDIpnhpKnQEkgd81O27Q0xb4UhCELaeH80KII3Y9Ku1FKKb8BOiF6kkJXFUUlY2tEnccgZHSpR4ST7faIEGdc7f82htCylBUQFEng/cEA0ya++XS06ljbsQyQQOOvanvw/ixZWm4LcgqSAjCsdcZyTj7VTlnGWBOPTFJuKVDp4v6olax1eq/SVJ/mx2kIbT0bShASEZ79P3qn7sfMv6ArHVIwKnmpUxkXVTcVxbiEjaSoY4qv5+7/aBKkgkhScev2rTp6eJUTk3JWzYPgFEYd1jHkRksoQLe6FJbz+IDv8ArVN6z2SPEa+LWran+IvJ3f8ArIzVt/Cy6iTqC4S1bitEBwqzwckgZqlNTL+a1Le3Upytcx8jHu4ajijUaIRdoeLmWDDV/DpTpcaHluHdwtKTkKT39KzZflly9SS6cnzFnrzyav1a24tqKXVkvpaIKW+Tnsaz3clld4kqAPLhz+tR0eOWOcr5Qpck+8IW/Mvj61L2BDBIVjOOetWwi6riS3HCQ+y4UuKZV9JwknIBHTOagnw92aJetQTYcu6RYKFQ1HzJKtiCQCdpOOM4x9zU1lC2Wm7xJypLVwtyVIada3ltZSQcjkZGMEZ6frVeqh7uWq6QKPFkM1+8uRM89YALsxJwk7k47AH7Yp/SEhbkkFAS0CtCVc8Acjj2zUd1QI9zusVppBjMPzvoCUlzYnnA468elOD8ttcUQkxf57QBU4FFO5J7Y/Sr2qUUiyQCWUKWtaCMKOR6Go3oArOoZmHAklCyDgf4getSB7hDhJIASePTimXw5DPz092Q2F4RnJ9z+1WZP0MO6JrIa81p14Z3YPmJJ69f+lMMQNrmoS6oBspJP1Y9fSnRc3O9plRUFoO85IBGOKZ4SVO3RMcgKSW+PbrVEIyWNqTFVIliLk1FgyI7UvbsSQgddwKcH+9Rq3NhdzjpHG5xIx+YpfMAZbLJSnftKVHOTSaxNhy+QUqx/wAZHGfcVX6fj2KUru2KHTLzG4YAVkURc3vlrfIk54abUr9BSlHIzjI7A1H/ABCuSLbpWc8TtK0eWMdyTiuqQxq5JGbNWXJMq4Pl8ZSpRAUOxqHzGlxlEgfSoHPPGPWny45kKcV+Lce5xTHJflNNFLgQ4gDoeePvQ+zfmdsPs6UljLq0pQnJUT0pUu7NNrLcVCXPQq6VGTIWUeUhRDQOSn2pyiCKhG/5oDHYjnPpUbKo5H0iQ2+8zoy3SuQUNutqbWloAcGm27XKUhsRYciR8sc7g4c8+vtSRNzZcfSyBhoHnA/FViaD0A5enVagvUNw2aGQ4+fwlxP+BJ9aU8ihG2yTyTy1ijyRnQejtQaym/J2+A/I2oKiQDtHXqe3NS24eEmu7E0qZJsL5YQDuU1hwAf+kmrZkeJmn7QiLZ9D2VTNnKPLltoaCVhXoVDlX3r1tXqaRe4d9u12cslojAoK/MQXnEZ+jLROe/OR0rEtXNvjhG/DpscI7XyzPbzO8FlYIxlJHQijjKsvyrDE6+teY0eSlpSiB98VcWuoPh7dHbibRZ5cy5SfpkYUGghWeXW0JABCuuKqm2+GEKTfG4zt62xfM+tDidrqR3HPBNXrVRZnzYpp/Qy0PBi7QZMebFhyXXWyUrBU0UgEcYB79qePFMgWyGk95GfvhJqOeH0cae1UNPNOoLKUulCUnPXHf14p88VVH5e3I9XHDjpyAKs3bkpfJiywcMnLITbUpVMQgYH1DP6096gtse3XR1uXNaW+qK1KYS2dyVFQBCSegIBJ+4xTNah/vjajg/WKKu63Zd4UUtgEOFICU/lk1mz8pFeXlCyE64tSkYOE8nvkn27f9anPhJpWXcGnLxAeSH1Xct+WtaUJW2lO5ZyrjjgfnUTQy03b2lFseaV4KgOFY9fetIfCh4SMam0DcdSMutSjLuD0VUYFSFtukbW3M9AEk7sd+9Zsj/8Ab8EsUd6SLF8T/iH07M8HFxIqXWNTXdh6A5DguJc8ltO5C1vf8mAcf1c54BrDeol7bS/x1CQOvqK2l8Q2m4On9AO3PT8GAmehPyV6u0dP8t8kBJbSc8rUoZUB7jtWJtUrKbU6k4AyOevGano23F7u7LZKlTI8yj/6glxtvcUvJK1D8SRz+1KNLvuC7fLKCilKTx2BxnP+VaH8ItMeFTXgU7rHUWhJ9zku3Bm0PyDMS2tSnlqGIrePrWlH1cmq211pe2WDxPvTWnLJeLdZmXfIjoubWx5DiW2/MQrHGQVfoQajHJeZxf8AyqK/bX6hW1fFWuM0wqM26mYh1pSynKmiQU7k9sjcfaoJrwPu3VCpbOXFqDjb+7IdST36YOe3an29XByIu3ttgE7C4ARzgKGcU0XuWbq+lLn4fOS4wrBA5I3Dn9xROP8AF3FUn9Q+AngY+n3ojUZQ5aWI+E5cfUDk8kgZyP1owKznAV16j+9NWtNotkR4r2eW8tf4sKVjaOK1ZP0stn+kbrVcX2mflm0pU2VEODbkkfl70frPc7GisoTuKlKO37Jpr07P2XALfbIbeIHPrnilmr1tmVAQ+75bZK1KPTAykZqnDDa5Mrx8JkRistxyh8R3QVq7px09PzFWla15hxllG3c2CQQODUBuS9P2+QwLdOfkHknKcYyrpz7VP4St8dg4CUqaSoZOOoqzFzzRLGuSDXa4CPql64LQHEIlp3owfqSOo49hWgtLfEbofQ1uTa/CLwpE7VEtohV7uhSr5d/ohTDYH4UZOASMkAnpVGWrRWoNeaguNr09G+Yk+ctxKQcZO7AGT9/2p/tcXUlkvjcC4wm9PLQltpLzrRC2AB9Sk56lR5B/Ss+peOU68rwNucPqXCZMLDdbxrHVjFz1bcZ8+bPdCpkhKA4+snqQnoSB0H5Uu+JHRkKxaaZ1TZteOzxfLi827bZVq+TkNBJJDikbQEgpKCOmc8dDRXhlMvcHV8OXpJtM25MSEuQ0ONlwOuA/TlIwSDx0IrcmvPBa/wDjB8P8PSuvY0ResGWGXESgRlL4IBKlH1RncM9aM0ZOUZfHNF8IxlHbLz5PntH1xP1BoXT+mZdsSgadZUwiWVqU7IQvasBQztATnCcDODQLbkXCOf8ACoHg9ftVl+NPgPJ8BWLLYJFyjTROackhxpBSd+UhQPHQYGKh2gtOT9V6pt9gtYR81OdDLQUQBuPA+1aMbThuSrsjsa+l9lYYg6gultsbDLEOW/KdTJnSJGEOuOucLWTwhIBA/InvWh9bM2LTPgno7RcDVDr1zjvOybpZ1pC/lXSn6VpWEjCVJIIGTnOaR6e+Fa86V8XoehteWxMqFO875XyCk/MyUxlLbQFZyEblJ3Gi/Eeyo0RobTXh/eLGzb9U2l2Wu5/yj5jjTmxTGV8hQ2cAdRjtWKOWOXLHa/8An/j4ZLHjlBNv/n/2Z4vzSI0X5h1hsqlOF5pwOgqAC1pIKR0ycdf8PvXNLRbNcr7Ab1DcHIEN1wJdfS2XCj0JSOTzgfnU08LdMaf8Q9ZWvQGpL2xZYE6alTstTY5V9QSCrsTuIHbkZqReMHw/3Pwt1nAjtTmZ9ouEdM+3yWPqS42TyCemUkHP5VfPIoz2Mo9tyTmvBHZIS228UKBCQcfaq9S4ptlS5MRxbS0q8sDjcrP9hU6mr2x3yeyT069KZHJtun6ctUCI3LbuEVTqXS44CwpKlFQUnuk5OCPbOeavyfp+QyVXIXp3U+qYkB/T1vvD8S23BYRJjNqx5qdyTtV3IylPHtT7qDI03OS2rG8oTnP/ADdKilmtU9N9YS6yVqSVLISrkgc5+2Kll4ybKtrAw48gYxn1zUIOMYtohD9LI1o+32hpq6yL+iYy6iGTb1sDgvhaSSv0SG95qX3GbZpiGlWK4zp8ZlpDBkSht3rSPq8sdUt9kg849M06XHOnIL1hukRKo6WJD6g2UoV5jsdSQNxHOCNuBwSMVHIdknWK3xbdcGXGHHG0PbXUFBKVjclWDjgg5B96rwyjOe6y2CaVNEp8PNKz9batt+mLUptEu4L+XYUtWAFEcEmrQ0/8PNx8O0S9X64v0G3r09MiKUhUvbJkBS0lYawdwwhQORVWeH+p3tGamiasacCF2pXzKVbd34fbNJNc+ML3ibfJmq7nHSw466EthTinXUNowEoyT+HGAOO3eo6pTlJKPQ5zjGPVssHxxTohTkZ7Sq3XXfmJCXJKsf7wype9twnqVfWoEn0qE+HD+pJdv+XtUp9CINyXKCWRlR3/AEnGPYDI6Hio+zdmLrbfmkOLUrzihzcOmAMAe2DT14eCVb4Zdt0txqRKZW8lSFfTvDuAlQHUEfpVOaGzTbLKck3KCbNeeCHjvaLdAuegrw00q6XGS4WQgbXHv93IxjtgtjuOvFYpvD3mXKW8444orcWr6j9XU9c96sM3FqHfmNRtw0s3K2xHWpG7IK3SlQJJHXqec+npVXynVKQ4s53EKJ/1qXp7uLXwSxT3RpmrvhP8ZZ+lPBlenW3EHbNmKYWRhTKlIURz/wCbpSGTc1uvw1PO+aWXS4AVcLJyT+u481RXhxqFUDS0C1IcUjzXXlOEdgT/AH6VovwMsemNV3lv/aYvBtpaUsMqWAF5PU/foB71xvUcMs2Zufi6K7nOftorPxl1Q/q7xkhzbsMpbENBaJ3JQkYO1I7AA8Dk+tbpt3jF4cxJEG0Q7WRKkAIjsxY6CogDBOBjABwPvn0zWEPiKVFZ8e71FtsZEZmK82022gbQjagYpy01frhbn2pEiRLD7sUxt7f4w2TwAf6eOoHOK6s5+3hxvvg05sksT2WbJ+K2+QFeAV+kRpbTiJBaYSUqByrzASn78H9K+ZTzUaYEIfYDikq+knp19O9aJ8dNYWs+GUDTNvkSZDnzbanHZLuVKwhXCEA4QgZHXJ+1Z2jjetvBPJxW3Tv3YXJeS3FmljV43/xn1P8Ahktse2eB+lWY8dDQXELhCUgZJUeeKtBZwhR9AahHgfFMLwi0lHKSCm1MHn3Tn/OpbeJAiWmbKPRmO45+iSaU2k2USuUzDPwxsm6fFNcJ5yryUXF/J9zt/wDtq3jWGvgnbEzxs1LPUMlu2PkH03Pt1uWnN8pEsrtlAfGzL+X8GVtZwX57KceuAo/5VgXwztwufilo+BjPn32Ggj1Hmprb/wAeUwNeG1phA/U/cFLx7JR/1rH3w+RfnPHjQbChnF5ad/8Agyr/ACp4um1/zgsT+mN/85Pq2KiPi7MEDww1PKJxttj6f/iSR/nUuHSq3+IuWIfgxqhwqxuiBA/NaRVbfBViVzX7lTfATEKNDalnkf8AvN2CM+u1H/8AVWoazx8DkTyfB12Tgf7zdX1foEj/ACrQ9Tm7kxT/AFGXfjDWXLnZIqUlR+XUePdR/wBKxlboarh4xWiFgkuXeK3j/wDKJFan+M/W8Gw6whMSyoFmGgJ29SSVH/MVmnwecTqXx/0q6hJKH75GXg+gcB/yrPpk/dcn0dDK0sMY/sfVwNo2BBSCAMciq0+JN1EfwS1UroFQwk44zlaas2qb+Lib8n4GX36secWmv1Vn/KrWkYcVuaMbfDf8P+rPFKFd73aru3b4LclEVxSlH6lBOTwOvCh+tWpqP4OndM22RdX76H1NnGdn4uO33J/arM+A6EmP4HrlBODLvMpzpjICUJH/AM2r7v1pZvNsegvDIWnjjNZ9VpvclKabsnGUN1SSPj54i6af0neFWmQcqQSc+xqDOyVRbnCdSgny1KII+2P86vj4srW7afFCXHeASSNwQD+FOePzrPlzU8ma0pvJWlBIwenvWvTtywpkMkdtom9pbkX+WIkdKHFEjeEA5SO+TUs1Tbotr0bIYS4GfJUlDTJ6r7k5/WmnwxlsWGEu4JCFSn0eYoqTuPJISPyAJ/OmnUt7k3RmW9IkLd8x7kq6dT0FYtt5UvCMqX1cDt4XwpFwbejFQaiqWC+5nBA/wgmnJzTUmVqBfkFbbEFXnNpWDtIHQ59elNeg4y3LaltR+h57jjIT2J+9Fx590hamlR37g8622opQnzCU/kM1LOm8raCX6hh1gZSZZRKSQpOThXck0xNY3pSO5wKkmuX33rkDIcCiEDG3tTDDHmSmkJ4JWMD1rfgVY0aIfpRblp8Vrva0w9P6fjpgMBO6Q8BucdUkcc9h7UHUPiLfL/bnhdZDrqikjctXTiiNA6UuN01cw2/AG1IJVuH049TV16y8MtNRNCXO4PQGmno0VS0qQMHdj/Wsji5StGR8yM9eCcuVE1wbjHkLb+XZKllI6gqHFfQGxXtNytUeUhQIW2DgGsE+B2nLneNQTnYbBUwwhKHl4BxlRIH7VsXw+W9FhrgL4LKsYq7I37lMWdfVZX3xpaNGqPDYXhpI861K8zJ/wnrXzhlNFIWe6TzX06+J24ljwouDYVy6pCPvzXzbvcRDYceAAzniuz6bliovHIiotxtEXad8rOOhpwsERUyWVkHA701kDqDmp3oqEyu2/MBs7iTk+vPauxotMsmZKivPk2wGa9skXCKyCUpDiT+4rR01MkabipYKix5SEp6AbgATWb9TrW1emFpx9K0nn71ar2q75PTb4Ts1YbOxAQnCQB6Yrles+lz1mpc4xtR+fBfpJ7YK3Vj7qm+IsMyDIdR5hTGCEpBxk8VCbzq27XwlMhwpaHRpJ4HvjvS/xKUpC46VlRIQBnrUTYJKefxetV+hejYdQ/zM1z1fn/waddq1ik4pW/7C9JPl57kde9fZv4a5nz/gZoySTkqtMfP/AMAr4xI/4YBOc+1fX/4NpwnfDpo9e7cW4flE/wDlJT/lXd9dwww6aCgqSZzdPlllytydlyynA1Fed/wNqV+gr5z+Fy13f4jvEC97siHbpOD/AOZxI/yr6FamkfKaducknHlxXVZ/9Jr54fDuFSr54takP1bW22Ar03LcJH7V5eHFs6FcDFdHfMuL6irqtSvfrScEKAI612Urc+tR7qNcAwOO1XrhFT7OhZA4/PFGoKiPrIz1olCUp69/SjgkEfTnnr702wPLWQfpSeAPyroXu5IxjsKCpHOcc/eug5UMgn/SnXkFwzxOSTk+4ryCDn05/KgLPBCVbc0WpeAR0/OkANbmFHnOO1EKdVj1Br24KHPUnFAURj0x3B60UhoLWsnlPQ+9BKjj9+PWvLwBjb9+OlcJwPrGOOPeov7AIbo7tirBA54GfeossEZAPTtmpFeiRFJ6ZNRl0qCePvQ+ARdPgFGH8Olyv8bx5A644q5Ej2qt/BKCIukWFkfU6S4T65NWOCfU1hycyZYugfGPU0A5Hfiuc+tCAyMEVEZC/FyeLfoS6Pk4/kqH7V88Gl+dIfdzkrWTn863V8S9w+R8NZqQSC4Nv7VhO3gFvfnHJzUoLlkvA2zratchRKR749KTTJDxi/w/A254IqTuW1a1EOO55zyckU2zGITC/wCY4XFHkccV9Py6N47ceLOGsm4Z2I2xAIOQPahhDaknKufalaUoP4UEJPp2pPNajtAONkqwfqArBmxLHFTS6Loy3EduDeyWASSCM1fngtfhYbQ3L8w7UODdz0zxVEXZpvzUqaWQFDuatPwdlRJMf+EvrB8xaRtJz36147Wpe7Kujo4ukizh4dSr1Y9S+IU5jKXG3nWAoZydpCev2zWTkMb1buhzyDX05udtgOeF8u1xEBLXySgNvXlJ5r5nOtFiQtHP0LUP3rHilubRZkVUKWIq2yTt4xjjtTta7W9c464gAKUq+kEe9N0WaofSGytI7U+6WvqGruiGiLuU8tI9Mc109FPHCT918UzPkTaW02h8PHhSNN6ClXtTiS5NiqARsyRkdc1HGrje4OyW066lOeF5JrQfhlFCPC6IyvqIo/QioXaWrNarDIt2oILbjLqSUPJIKhn2FcDVarHgj9aTbdJFmVpUVwu9SL242u8JbdLR5WRhRHocdRSxGnLBInx5cJKVJHLqFIP8v/mB70TGsoddccZH8lK1bSfTPBpzQG40Z1RScJTyccCq54dOrjglTr9N8f0KpSpUhx1d4i2Kz29Nqst7+YW0napzGwoHTg9wKjg1/Z7vGRbbhNTKSduHFD6cj+rJqtdUSdPsz5EqQXCCN2EHBP2qubzdn1vCVbpcn5VGCU8gce1eej6Gp9OmUOLk6NAXbXzOlHnXolqYurA2gubgnBPYDvj1psm+KkKG8uV8mwTMbOWFY4URx0wKpQXq6SGUyLPDekcfWkpKkp/KmubHuklhV0n/AMtHJCeQeP7Vuh6Nix1fZP2+KbLqma41bfjb7TChtpCFoClNfUgnsknvU18TfC22f7Nxb5eL1IihxlJejNshw7jjoeuKrrwN1pEvV8s1nk29uA20rY9JByXjxgnPAPWr71HdvDmTrGPpZOovmJ6UgLjuPlSUnsBjgH2rleoTz6bNthFquePgOIso5hOirdZUpjXd1UiMcOgo2Bbfun/FSFpFrvxRdbq9DjwMFLDS1BKsDpx1yafPiP07Z9Nz2NYx/riqxGmMI43KPRWR37H8qz5JuaX3FyIT7qGlLHlMnp7Vq9P0n5qHvxk7fz4J7eeGW9cddaSiTY9vTHKm2xt2Y6Dtj0PWnO4W3Q8hMfUWmtSyPnkqS4YIaJ2HuD2qmZXz2oriyl9hLD6UpbSrON57H71P48F/TLKXZux94IG8NLBUB746Vtno8WGKe5qX+ZD/ALaoP8atcR9S6dYiNt+TIYUkuNqGF9OSPaqgty1EpT5qznnBJ4qT63vzt+aU7IjhC0gJChjKgPWovAGSlSgOuee1dr0/CsGBRiXwX0l0+HugrZerA1eHXkNykP7W/MOEq9uaviXoTR0DTzazGQ7dHI21GfwpURxkDsCao3Sem7nqTQzEe1vhhaJRcKyfQdKKvviRfbUpWnZl0LZiqDbq2zyr7GvL+q6XU6nK/anfPXwUXJzLJtFmh2+wuov1sbn3BhZ8hlBAOR6+oqJXnRD18vfz+mYjU1tBw6y+kt+Se6SeOh9MU0WvV1rlxRKnvOyXWNxSN+A6McbvcYq5PCmRo7WdlfavZEKWobdnmbG3k9B05z+fNc2WPUaJyzSBSb4aKzgWC1XK6CEhlDb0Y7Xo2NimVcbuecjpyKBK0pf4aJkdn5hdvcc2JB59sk/nTm9peBoPVEr52a1BZdWtbTrq8ILZJKdpPJ44qNzUarv15ci6f1n8+zv8xDTDh2AfatODfOe5S+ivKIc3QliPT9I3VyA6vcJbXCMcED/MdiKsfw71ZdJ6H7XECpKQRubwQop7qB9R6d6Z7ei3TpbentbR2npsdGW5TKtrqf8AlyOuemDTEp+/6W1rHmWaC7Dig58t0Enbnkk9wavyuOrTg0t1cN9MOH+5NPEdUq66LnsSApKoSVyAVZ3J2/f71Q1ldmXGLIdmPvSEpISkrWVbB7Z6Crz8S9TW252O4SXnUMOuW9bCmCCVKdOPqGOw9az/AA5vkQnoqXA0hYAC8ZOa6n4XjtwSUlVM0Y/08HZMmOzuyohrOM55NMc16I6D8u7vKuSBTkLXJZPnBxLqD3Wscj7UgnW9hKi8MMgdyetepabJDE1HckPeU2o9eTTxHssltBLCiFo54PWkkFS2pJIP05xup8amSWDvW2kJScFYPNEUOxMzd58X+XOi70A9cU5Mi3XJsllIDvoa6qeHEBXyqHWz/h60QiRagd4Ko7qT3FWL4IhT1nDLg4KSTnpR6JcmG2Etunck9B96WPXOC+yG5BV0wFp61yK9bUtqSt1DiRyD6/eikumO/kXxrx5zfy81AWFDjcKEpcFgLVGKgVcKQRxSVyI3JaSplWAOUmgJXlGFDLifpJx1qS65IsapyTElIKwfq/CAe1TrTMtC7cttpw4VjeD9/SoRckKVJbKyApI79+ac7Oll8GOmaEOufSMdv+tVyppko92Sm6svymQ2wCrv9JyauzwF1FpHT1o8u92ZL0lS3N29AztKeOvvVDyLnB00403JWspUg4OCTnvUt0hGuGsVNCxBxwuZCAVbcn88VlLmt3Bafi3dLVfWLObTb1sKSt4rIRwpJUNvT05rW3wZ6VV/sM5dn5K3ULdU0Y63SUD3KemRisJRtF62kTnLYxb5i5EXJU2M5wCc4/Onmw6n8YdGhTFhveoLUha9ikR33WwpXuB9qhOMZrbIa3R67LQ+N/SDumfEqA00iOIsuEXoyGUY2JLivpI9jWfIERciSlo5QFKAyTwDnvTt4ha81rIvxjeIGo7hIuTDSUgz3lKcQg8gDd25zTBB1BKnvIi26UH3nTtCEFJKqhCKjDahylu5ZaE/TOmLfb2nzfI70sR07YkdYUptRHftjOD9qpi6IkG9wG20/wAwunb6A5GKkkj+KWtfmTGFMkDb9aAPy5pvVMaXKblrQyXWTubO0YGPbpUMePY207sjtrhktuN+fuobeuT6Q8zH8lKEoCdpA6HAAP361B7mR8m6Sr8Q4PvSx2ep4nKEEknhIxjNIrktKI3OCCQMH71LHj2BBONibRBSmZIU4fp24UM8mpi7Zrp/D3bk2wXoZBBf6lJBwQfQ9P8As1GrYiNBKnIzW1Szk5VmppD8QbhFtEuxsxGEQ5iR5qE564wVD0JHWlODlK0CjzZ3R8dMqT5K1+XuScKKsDjn/KnLXlsRborCUKU8l1YX5yhxnHQUwQ79GhObmba2op/Cd5O37ZpRcNVLubDcWU26thpRUhBdzyRjrioSxTeVTvj4LLXTQ1QleW6lZSMdOtSmItl5plsSFtpR1CucjGTUaZdjodBUyvZu6ccDPrQjKWXVFElwJBO0YHFWZIuXCITjYZr1cUMSjDdUtvy+CpOCM0u00tbVnh+W/wCVtaSouJOSk+n/AEpHdxAuttfYL60PuJAH8sbeMdec9vTrRlqVAiMIafKSW0BKSE9COKqzYHkxqK7QpKlR2elvzytpefpHOMDOKiCAt3VbaGSnzPPTsyO/FS6Y4066tbAJbxwSMfeo3a4L72okXAqSGUvgknnAB5471fjTjjSfwNrhI138NiHC7fZkhppEhMNW8oG3B38jFZ4nySi5zpqwM+a44c9/qJq5/A7Xej9IWa/pvF7RHelNFLCHAolXXGMCqUucbKXgxJacU4SAUq9fWowvbyRi6R1dzt7baHVvRyy5H8txR4UFdeOOtUM+oO3J9Yyf5hq9WgwmyuNPRm/5X1hsqGOh5BqhwoqnuKzxuPftUtOkm/kg0Wr4KSXWJl1Ww4wkKjpQsPNpWCnOTgHoeODT5ckhN3QylZ8p0eYSBhJ+rIwD6Cov4UJRmf5i1o3hCUqR2OD19qnz9qt0uK1ISXC/EBCnM4ClE5GB3HSq8kZe7fgmlasZ4uoU6W1rp69GC1MRCmpkFl5OUrCSDg9c0tkR2Z13kOgFovLVJUEEAJClHAA7DtimO5QXF6htZeacSydy1LA4x/2KlcS0W9m3JnSlOpW6oDdnJGOnT7inNV9S7Jc9EamgpjvDJ/Crr9vWmTw94+dH1qQspyEjqAc/5U83QYhSV4zltWP0ofg7GAauDy2VLxjAHU8HIp5WljbkOSsX7ltNSFstpShf8slXJx1pDbst3MPJUPpbO7J46U4yPl3mV/LhQw4tRTnk02NLmIekph7C4kAKCk87eORVUOccmRrgeHWmhaXlqQguFwbHD1xjkAfoaJ0mjfqKCM/+Mnn15zSNEiTIYyphbZcQPNIJ2kg8cdM07aKYUrU0IEdF5I9cVPSQcI8gumXM2ggAqHAqpfiBvEhi1RLWwtDSXlKdecWrCUpAwB7knNW6SlJABx7YrPnxLpU9drIhWfKDTpV74UK3kMTqZVEWPGlq2NKceOOXVjakH2FKJWnHXf5QltAqBICRgD2pK7OcilLSVY2J3YHqegoSro5FQCkEKUMDcfxZ707+TfFwqpCRvSLjL2yTOj4VwEpJJ5NOB09ZIMsJcdU9tRuUnGAD2yaSOXVxoqklbe8AhtIGMH1pLHnL8tbj6ypTigc5yTUeLI3CPSLE8PWtEp1XDaudqYVF3FS1uEkZx6VbWq/EWyxoSrVa/lkshG1DbSQEpH2FZdXc1EENulBPAIHIpTa5kxbBTIlFawcnntWXNg96SdluPU7XtSLClaojR3HnY0gIlODH0nHGcj+1Ra43jUvz4lJnuFKjuI5KVH0I/Wkqg2/gfTvx1xzQ2HnlJLDZQl0Hgk4yKthgjBA5SmqbFydUTZTrSvmHWX4/AUFFK0/n3FL0ajfKimVIQ8pXR7otP59ah9yEiIS7LUC4tWEkdfvTczNkhJZSvk8Emqp6deCiU5QdF06HlMOa3h3BgqDLh8tJKs5VjB/epj4rq/n2xtP/ANkV39qqTw1lPOaitEdpZDbD6Nx9cqGT+eatbxWcT/EbekKHDSz+pFXypJEMvMosjFmB+fQATgr/AMq7Kdl2O4Fvz46zckpcVtIUpKSskJP+E8D8jXrIVJmIVnI3E/tTFLlsiWFtqKj5n1E/esmbwUZeiWFwhOHAT9XCx/UP9f8ApWufgIvtyk+HOpLTHZZCYk7ey9glQceOwK9gkBRzWP0OBbSSh4uNYCkK9iKtX4TvGe1eEz88XeI9Jh3aGttaI7m1xSgrKcZIAPJGTzg8VBqsNMcJKEUzR3xTuxo3hIi22eQ1/Dm3UJjR2+FeWhYSp9av6ipRwB755zWDdVrBtSgf8QGP1rTvjv4n6c8QdGoatSpzTsKYXHWnT9LqlhAS4FclSUpBSEnGOTWXNWqItwQCBlwc+lPTKo8/JbJ7uSzrJqLR9l8N9Jp1JC1A+Le6/MbZjyQ2z5xX9LvGSFAJIBxnriopLuUu8XS4XmXqeVdnpUpanVPylOuKJACVrz1VtQBn0AqxfFHRqLV4P+HF9k3NiXFusEoUmPhKgEBCsEf4huIJx1qprXp5m0AymHfMD+fp7pBORz3qiDU8t/DK5JpoSa2XIS5BcZ4LbZ5+5pHDmCYWTuyCsZGeis4/X/Kpnd4MuZp953KfKjhCtuBlRAOTnGeM/vVfWR1tN1Q0eB5gUQTnsf3q1fXN/ZkJLmyYIWkOgFWQMCmLX53W62JQSSS8rP5gGntBG8FRHB5+1M+tltmPb2RyS259JHbdwQe3Sr8rqDLMj+kj1ha2XBlClFxIWn6Se2ev3pbrRsSpTMfeGyGiR7/V/wBKNs1rQ3IamPqW0Qra0gp5cKcZ/TIoOooTlyuK0NofUWIvmANI3c5PX0Ge9V45VFyK1+lsjdttfzQWtmM66hhxIddAJ8sE4Gatp+PBbmqiW15bkRK9jDjiQlS0A4SVDscVEYdmvGl7hZY1ouTjkm8MImPRQnhK0uK2JUOQr8OR96kqfoWApIHf7UsUt8tyfA8buxj09ftQ6Zh3ybp69m3GROSw6pLoQpQysYAPbk5pvc1zqG5xBbp81N2THaW0oTP5imwCcBLh+ogAAA56cUm07YrNqOfLavt7j2uMG5DiZEhWEBwJJQD9yAPzp1l+G+lv41Gg2DX9ufaNpjTn33dzTYkr274wJHKk7+T0+k+lKW1Tdr+wpJvyTTR+p5miprOq7dKXFk2sJktONJCigpOeAeCPY8c1Kdc/Gp4van1Rada6bvKrM3Z2DHciRnFFmWFL5L7RyjcoHjjjHB4qt7jlvT88JVk+Xtpr0zDtk6SuDdGXITLqEuPtBQG84+kozyM5oyy+pDnadFv+NXjPf/GW7wbtd4phsRYiG48VRSVtZAK95HUlWSPbFKvhuQ4vxn0s2yCpXz6CcDsOT+1VxPttxtCmYdxmKfeDDZC1qyoIxhCT6YSBxT54eapOjtVw9SgyCYBU4Pl3Q04CEnBCiCBzjsath9MC5PhM+lWqGLfO8VdLxHrOmQ+xb50hD5bH8jlpIWFdj16c8isq/HnFtETV1iXGKFTHbe4qUraNy8LwlSiByeo9gBUH8Gvis1ro3XWp7p4o3z/aGRbba7HablSiFuqS6na0yUIKck5OSACOc02fEj44Wfxxulq1FYI0iLGi2nynY76QFMvblKWncD9XUc1kxQXuKVf8olDNa2P4GLSPhBKv1o0tb9BuwX9do36kdbQre4IqSjy21II2nG0qxnneBip/qDV/iZd/CSJqPVcCJGFukS7Pb2GbeoLWHRudkOKVlKEpSSkBOMHFVP4AeNlo0DqNufrKzLuUhltqDaLiqSpsWlAdyVlCRlxH1EkdTyO9aE1/8Tvh0/4LTtKaV1M9qK6XOU9aPJnQkRywwApSpKEoSMpVhGNxJye2MVRkw5ZZKq1ZZjy4q54fX/PkyNciGoUpZOVeWvPvwaJ0ppo6jdg2e1xJEmS9FU8/5CNxbAyfy4H6mg31RTa5BJ6t4zmpJprQLSvD26eIUHVjFu/hltWie0+rClvO7kx2mkg5UpQTuB5CcZ7Vs1abx0nRnlH3HyV61Kn/AMejwpHIadKQVJAUAM8cVK5lwNpYhT1QW5yWJiXVxXiQh5AHKSRzg1Folvft9+hNy3w6+tlMgkLC9qVo3DJHcg5x2qU3aIr+HwpT8dx6KmYEuoQraVgp/CD2zg01FQx7SuCajwH6u8ZF6m8PUaXdtLTV3dvZuK3m2EJaZiJaQhqOjHIAIWcdOQepNOGtdf3nxHujepb4xFjyVRY8cNRkbW0IaaShIA+yR3qu1wAu65jDIdkAtJ4ISCeAe3Bx+hqRbVIR5ZOSkHkEYPuMVHTqKdpE4ylJu2GyQf4LcykHJjKAI98VGLXbVszmQqKpbTSNxaKthUSOvPvVueEFgXqXW9qtAitykSJjAdYdGUuNhYKwR3yAabfEC52KwawvFtgWHJiPus55wpQXtGM8pTtFQ1OZwmoL4DJC47kR1bzX8IaYTDZZLanlrU2rJUVHPOPQAD8qnvhuxZo9mh+S20mauKlQUvnzFKJzgE4GM4/Oq8nLaTaVvx07UqS4oDpgZPWl9leecRa2QoBLCEqThOFK6FSeOvQVTq2lp0mQkvpRL9SIceXLkR0K2IaUl4/4VD6Tz3ycc1W88+Uw+pvOUtqxx3xVqXac6nSct7LRakNpS2pGMlO7oR2IxVSXVZRAkHggtqHTFXaCKUHQYlSJpoHS0tzTkK6LR/JS2XNwPXJP+QqexNcSNG4vNofLVyYaC2SU5SkjorB74pg0/dW4+k7VbwUIBip+rsTtyf3pXbLfDdLaZqs7iSvnse36VzMreTNLjiyht7r+CFOXu7ak1W9fbnLclzpjyn3nnOVKcUc5P61IWL7c3pP+8FW9xWV4OCc9cVFm2S/e5caBkKUtaWtp5znAxVgeHHhs8q5Kbvjb7hSNoWpRKQrA4NdPUY90YpFmZ3Vke19dXZcGDFWgpSzvKQTnOTnn1qJRX9jqFc8HtxVh+N2nIGmbhAiwnAUuMqUU79xyDiq3ikqebCTjJAP61dpouONJluN1Dg+qfhJ4qaTf0HpyDMfct77NsjNKDyPo3BtIOFDIxx3xUy1tdYY0Bf7nHlNOsotklQcbWFJP8tWMEVkDRGsrTOtUS3sqS2YrDbKvqB5CRmheKt6k2/w4vRiTXmkPMhCghZSFAqHGB1pbVO0ihZ5RnyvIt+AWOmRq3Wd05JRFYa/+JxR/+1ralfOD4QfFW5eH941CYsJmWxNbjBxLpIwQV4IUOnU9jW1bN476UmsBy8Mv21e3O7aXWz9ikZ/ankknNl85q6KS/wDaBS9lj0xEC8ZdkuYz7IFZw+FGOq4fETo9G0EMuvv/APwtKqxvjn8TbLqvUlms9ik/MMQIhcW6ElIKlnpggdgKr34OLjGj/Ehpvz1tpQqLLSFKUEgEtEDr708bqDl+5cpJpUfUKqY+Lqb8n4I3fn/jOst//Kz/AJVc4IPIrPnxuzRF8HPJJx59waT+gJqmk6X3RHDxNMc/g1ifLeBNpXj/AN4kyXfvlwj/ACq6J86JbYjs6dISywynctauiRVa/DBD+S8CNJN7QC5DU6f/AFOKP+dWVPgRLlFchzmEvMujC0K6EVLI2m3HsUq3c9GFPicvlp1d4gTJ0Xy5URhlLba1JyFbU8kZ7ZqpfhTii4fETpdtCQUtTXHuB2QhSv8AKrF8fmbdatZagi291tbLCnEp2jhJA5H5Gq1+EzUNr03462e/XuSzHhsCQXXnV7UthTSk7s+2ap0rdSnI3ahqMYxPqc88hhpTzqglCAVEnsBWKPjU8Wr7Nsx0fHjJZt6pY3ucHcUg4GfXr0rWM3XOnJkJpFqnxJz8ttDjDJc2haVEYKj/AEjqeewNYl+N/WFtuEq3afjyESJLLinZCmEYZQeAEJ9ceuKTm5ZYxi+DLiSUXLyMnw9fEt4i6N0nH0BpKwRrl5ct1bQWySolaskZByeas2X8X3jC0qRBk2DT8Z5O5vIQ4VpV04G7Gc08/CX4e6P8OfCCH4iahnRWrrqYFTL7pGY0ZSsYQOuSMkkewpk8Vrr4MoU5K0/bXpCyClb6jtSVDryepz+I/fHWq9RlnDJS6IPHBxty5MneN2qrrqzW0m43eQl6QUoClJGBnHQfrVbxrc5dbv8ALtkhSGgcYyTk9KlfiHJjStUzHIzYbaSralIOeg70o8I7Q3c9SXF1agFR2Gygk4A55zW9PZhT+xBv6bYo01a1tvPsuKBUhlIKP8Gc/vxURubzrb7kRQ+hKice1XajT0JuVKTZoyXvNQpb21edgH9Xv3/WqSvLrb1wkFs/hUUgHtis+FKeS0Rik3aJrpi4tWy3WdHVUhxxKhn2JB/tT8u0wExVz5rahMPLaRgb8nuDzjH96rtV4c087aJjkdLy0JUtlCxlO5XAUfUDrj1xVradECfblKn3GGJDiQp5bjhLqiRnHOMDp04qrUTjifuTJQwyyS+kqjVjq3bk4p3aFcAAduKR2FJcvMJtOCS+nG7pnNK9XLZXe5HlOJcbbVtCk9Dik9gCzdo4ZP1hWUnHfHFdDHK8af2JbWuDRFu1ndbNLbaE21LcVwdyAk59Dik/iR4h6sOjZ9skohiO+gIKmyd2D96rSRp69QbgxPlKU4lRC955SaM1o18zZXrml5xO53YW8nb7HFc2E5+4qfDMuz6uSwfhKktNNXtDmC44810HYJP+taKs6w3IlOkgbnOPtWcfheYS3DnuhBKlvgk47BP/AFrQbWUD6EY5JNdCfMirK/qZW/xTXBP+wDUbd/xZAB/IGsL6mZaTbnXAnJ6J5rYXxTSSbBbYpJAU6tX6AVkPU8V6RblMxmlOLWrASkZJrRgaVF+L9BXhO5KuMelaR8BfCO464gR2kgx4baA5Kfx+EHsPVR9Kz1GgPvTG4IbPmuOJb245yTjFfRcXSx+AfhJbrWxGQ7dX4wUlAHVwjlavYdPyr1ukzTgv4KuT4RgzpP8AV0jF3xB6RtujNf8A8ItbpW02Eqws5UDnvTjDZ824WlI6qWgnP2qDeIl7uuodVyr3dnVuPyXPMJV6Z7e1TcOPNvWgsg+YvaAAfWtWnUo4dRuduiubueP9xX4nstoUzhf1gYIzmobFUCB09KlXiBbJkF3dcXdzxAKR2AIqJxc4HA/WsX4bi4aam75Zp9SnuzPihwSSBx0FfV74Bp4m/DlZEZ/93kSWv0eVXygbzwBz+VfTz/2cMxcjwNfjqziLdJCP1O7/ADrX+IIXpL+6Mujb9wv/AMXrgm1+GmopqlY8uC5z9xisIfDWUseDviHfVj6p93SwDjqEtg//AG5rYnxT3A27wS1C6DjexsrG/g60u3/DM7I5T/E73JcJPG7btT/9rXjYLg63SIy5kuqx6811PIACs+ua4r2PuTQgMg8jir+CvyDHGAAftihheOATgdzRaRuG5Q/SuKOMnqDQDDQ6DzxjPJopx3KSoHIFBUTuzgY6daArOOVdDTryHXAErwjI5NF5I5Kj36c0NQxxkcd6CnJ6DPHpSY6PZUo9RwOtBcweOMn+9CXuHX16CixnBI69wfSkAEhShkjjPNAVuzkA4+3FCBIHPb1PSvZ3cA7e+PWhAM+oFZaShQHv61HHjtCsfbk96f8AURQktjqT1piLZdeZZHVbqU/qcVB8jRp/w3hmHpSA0eMNJPT2qWj9DTRpthLFnitJG0BpP9qdwMjkVilyyxcI4Bz6UMAccc1zacV0dM47UqsDPXxgXL5bR7UNJ5dXnHrWPoX0x87RgJye9aY+NC44Tb4AOM8kZrNCcohqwQPp5qUBiyRJS8AgOYGOtNrpZOWnVAjsf86Vfwq4oVlhnzUd+9Fu2rzT/MbLa/QnFfW8s3J0+zhRW1WhAlSErwkZH7UGS24W1FmPnPIwKMmW5EUblTAnB5wc0iamyxhqMtTgTxwnisWROtkkTin2hhnx3Er2ODyzk7c1M/CRKmdRRlKyElYBPSovfmpOUOykgHr9P+dSzwdji4apiR1rCE+YME9OteG1+D2M0oI6WFuUUzfVlKJWmzEJP1R9p9elfN7VFrVb9UXa3EECPNeR743mvpxbbYy3Y402G5ubS2Gln3AxzXzp8Z4abZ4qaijhQCDMUsAf8wCv865WB/U0asi4RGI6EtYAwfuetPehrUuZrOI3+Lc4D+9MDaXFfzGmt4PPAqy/BG2Kl6qalKa5bwADWiTpFUez6FaUUmJ4eOoKseVExnPTAqkkw7dc2UtovxbcV+EnPB9DirrskZyV4fzo7ZSCqIsAnPH01myMhxuSppt3+a2SPpBNczVUsLybqr7CzccjuIt9TLTDUD5bS8fyzlKhnrUqvENKLUt+TMLBW2UBtIAChjoaiVu1Iq1uliQ95wUcLTj6keh/6U1eIniFEnqahRGt60A8rUQjOPbrWLDqLxNyUd3ivP3Msmyp9a3eQ07LtobjuRkrO17YVrV6DPb9KhMpm6XXDEZIQwoZxnAJ7/nUgvsO5yJHmRWS89L4ASnhJo0aI1Xb7eHLipCGvxYUQkgfnWnT5Vixr3GrJxaSHbRWqbpaLeqzNqgQAwDukOIBUoUwamulsckusG9JnpeJLhRj8R9MVHbj8xcJTkWIwpAZRuPmLxvAHNNtvjeUtyQ7GcbXwW0oHU9q0rHGX1jUObHdu8G2qLUR5cZAHBScKHvxXrZL8qYq6xZzzktxRUXd5K92eueuaaVsXKQHZCmx5vRSVJyUj7U2tzJsEOhpjrwF45qWxSHt+CS6x1NqSRb3LNOuT70eSsPLQtW8FQPXJ70zwVWiLbt77hXLKsISD+H70Ui13WVhUlK9jnRasn96S/wiQ84pphJcWg4IFJQxKO2PH7EkqRKoMJV7ajofdfCm14LqPwhJ/wA6Ot0+82a5TrVExIiklBURnckdwTzSyxa2Zs+nxp2NZN851eHHFrwkpA4wMdc04w7HfbfLiStSW1xuPd0lUd1IwFAentVOaMoJ1FOJFq10RG9SFOsvEp8pJVkNjnaPvSGCs+WOpwQakutrcxEYW9FVujqOzJ4IX6H8qjEAEIGE4H9616WW/EpdFkei5/BnX2nbMzI0/q1KBb5rakqUo42K9Qe1QTWumCL6+3Y5qp9tCi6y6FA4SScJPuKh16kIUwzH8lQUMqCge2eRXbZqS52xhcOG4EocIzkA1TLTtZHlh2yrY4yckS/Ytu1RY7yMsJUQ+kN4UjHfNOUXVV2gpZgWuSsRGj9C0DCjn/m/yrsLXtvXoGbap8DzZ6uGnAkYO7j6j7dajGlbxcoq/K2tustuBzYsZ5HbPoayRxzyKfuQ6fH3FW5cosJd8cvTPyd2tzs90A7VLP1JP2/0qxtInTMDTbbv8JlWm4wwVGWsJ2qB7Zz0x7VVR1feFpcv0RqIlyN/xWgjCSmn7TfitI1U45p2626MwxObLKtmRvyPU9K5eq02oyRSjD6V3yVpST46EES2Oam14ImmbnKlypKwfMHJ3Z/yqZeLmh/EfQdtjXK9z0qaCQ2Ft5O4HoFDtV2eCXw/WHRVri68vN0biy2/5iUuLAAR71Yms9DWrWkF273i6MzrE9tdYG8JawO+7NcrV+rexljLHG8ceOuWaI4k1bMHW6/XC7RnbbJkfynWFIDikgqz25NMmnENK+YMlsKQ22eMe9Xvqbw3sFx1Mq1aGdZbgFKlyGzz5bieDsVnoRzVU3jSMzSF+nWlS1lllvepwo2haDyCPXn969Z6PqMefmMdt80KFK0iIyy8Xyfl9rGeEg8ikc1lt5BXuUtIH0gnkU6Smw4tSVLwoD8J6imiWlEdK8LJz1TnODXefD4JnbfFZeZH1EKH5/nS1UJxKPL6tnkg9/eklse2o+pBScfcEUudkOO7gElxKeqR2qXDQmFqjsRUlxt5SFDqkjP9qb5UlT2cMpUB1JHJo1UxTbnDLh4xhXNKGpcN1P1tlBP/AC8UuwGxD6lJ8guKRzwMcfai3o8pCgOOT1HQ0/pawRtQlxCu5Tgj9aVojQC0B+Eqx780nBUNMZbZPnRFhtaStCuvtT0wr5h7fggdQB3oCYLT+WUzUo/qByB+Ro12RDtexLL+9YGMA/vU1a7It8jfegWpbW5sFW0qxjkDPSnDTb5EtpASUZ6bgAM/lTQ7cUyJi33kpzwOakmnI7cp5taCHk7hlsK2/wDWo/qTaJdMO1pESsNqKcgA9vtU08PpaIFhgeWryZDbq1sube/v+Y/emvWFlnFLY+RcTlPH0kU+Q3oNi0LEE9KvNU7uA2ZKeTz69KyotlRbdsuFivOlnZc+6txbjIdyy425tW0536c49aal32OltaY12Lj0c/VuOQ4QOSM9/eqkt94aefMmLuW0okK+kjb3px+eU+4FQ2XF7gMjB4FVzxSm+6K0mhLqs/x28uT5aQta0pTlQ7Y4p38IGbdY/Eex3d6G24iNKQsoUdoOD601NsqfeWhbaw4n+hXXHt61LdP6dbt16t5uyk+RK5TggnGMn7dRTUdqosfRrLxSlaU8T7Q3ZdO6PhtCK65Jl7lIW66MbkhGOccHnPWss3zT2nXQ9ZmLWYkhpWSlbY6g4PPUHrWiNOs6btkBaoXzaH4LfD8V/a6UbVcYHB5IPNZwvN9kNXV6SqYXg86UuLPZR5JOevJP5g1zJY8kJ0+EQyTUop3yRy5acjMBJjxW2/I6qzhSsc/nUY1a0pVoX5RKSMcg1YlyZ+YgJmuKZC9ykpSDyrsTgdKhWpmCbS5uyASAc1vxPcicOhv8L7Kq7R5T9yD8lLS0JCAtQ65zVoP23R8Vtxj+FOLwMBSXllaCOc+4qI+FMiTbbTOXHjocUtwDCsccdfcc1J35j89aNrYbWtPACfpSUnBH2rnanJk95xX+ZW20nQxzNIrlx1TbO45tTgFtbh3DP9WOv/0fam662FSIMNUeVKZklKhISoc7geuD6/5VOEXNu1utW9mMpUt/AMnGeOcj2/eiblp/UEz5ZbzKn3Xt21DaSVAAjrj/AL61bgzy3qMmPHcmVy/EvMVCXE3FbgCgCCkdP0qYsaYL8RuSzeCAopIUUg/TjnAx1zSq4aPvtuaRJuNpkMMFYAW42QCfSnm3zoUe0qBQlP1LS0gp+oFIJz/361bqJzpPEyyUXF0+BBbNDPXXzyzdUsGOnzFec2MlPcjB5psTYiHtrl3ZQ0rhKy0RgkcZ59eKdrfcY0555tErycqISVA7j7ACgGzMSGFpcfd8pa9ueAUDjHP3rFDUZseRrI+CNsZlsOxUeU6UlxI5I6flUPsGpHn78LCY6UBx5aPOUo46k9MVO5UdLSlMpHAO0E8HFV9p6Bv1dkuBKt6iFYzjg11k/psm+FZpnSPw/wA/Udo+fGoIkdwMpcKFIWcbicDIHt+9RjxB8Lb1oRiFJVOhzEzFuIAbWoFJTjqCO+f2rUXg7aBbdF28lanPOgtKyrvwTz+tVh8RN7FvVaGG4DbziFOugqAOBwMe2SR+lY3myrDvjyx5HtdGdLrbblGhPhZYOGtx8t4KIBGRxVIJSfnFkA89/WrY1CXIMWU8or3v7vNygjHBI/ImqpR9MhRwDnHOa2aaUpwtuyhtvsnGhJohtS1LadXucQkbQD68c1NIkmTMQtbUJ/ag7T+Ec9u9R3w1REVaZ6JCMqW6kJ9iB/1FTWwMyGm5PnR1BJ2+aUjKUAKHp070sk5KTSHGT6Q2LeeR5pXBk/ySApW3ITn3FcRPS9jaZCc8YKFAGnWFHuTMycwqEBFlJU2hYVkbyMpH9q8+wsvLgS4aYsuMnLzaepIxg+3WlGe5cElIY7062za5Dq1YSlBJUew9a9Y9QxdiV2e4YwMKLKiOcc9PuaI1cNunZqf8TZST96Z/D5BhaYlyAFfUpYBHQHA71LJLbEk5NEnTeI7aNzctIJyQcj7E/tRbl1YdG9yU3ynaTx09K4y8mRhh+Q02IrYUlrgApJJxn15P60kuMmPL3bQAlsjak9yDzUN74VEXPkUm7JQx8uJTRbBB2nbjjpUh0DclS9UxEBbStm88JT0wfSok/Et91ZSPkm0DnqkZwKkHhbYoMTVbMhplAWhtfOPb/rV2Lnlqht3Gy8cbsZBx96rnxs0W/qbT6Lhbo5emW0qcDaQMrR/UB+gP5VYY3E4BAA6DNK7YkKnsIWkEKcGR+daGmymMtrswZJMxlxRcjqC95KtyThJ96QOyllwrfXvczxntX0g+MW1+Gfhp4Xt6hY8M7NKu13dRDRI8hKfLWpsqLhxjJ4r5xBv52S655KQDlRSBgD7VTCTmraNEpJ9CVbx3bnF8dCT6VwzFbwhKhjHGKGYbjp3KOUn+mjEQWwMpzUhUwtALpwU4PrSxgPNrC2zyOOe4rzTCUKwnnHalbRSOMj7U1wWRj8ilp1l0bVZbUByB0o1bsdkZSPNdxwD2+9JVJVwtKhwMYobZAGcAZ7ipFyfAxXh6Qp/e8sqUTx6AelJ2lZJO78hU70npuBqebKtUshJcjlTbmMltYI5FNt58Ob9YZoZcYDrJVhDyOQofbrmoSZlne4kfg5H+d1PFK1hDaHUrUSccJ5/yFWt4iNrn3qIIqPMSlnBI5/qqD6e8K9UQoiHU28nzQFAlaRgHnuaBdnXtLzUW+8OKjvKQHMEk5Tzzx9qi3xQWm0SGywX25u1bDm4pVgbT6VCXW1l9UjaQd30p9B6GnSHq2Oh5IYvBCz02ukGlXz8cOcuI3E98VTODkRklIMipdZtbxQgpbAUU5/p46U02qS7EVFCdwQpAUMdSakSLlJ8gRi4C0rP0kDaaKWqKtxK3WmipOAOAMfkKhKLcdqYONraS68auRqPT8FlcduNKaWRJU2f/AHsgfStQ7bE4T78moHqlxBiMMpHKnR3604tuNbysNoSAMfSAKJktsyZLLMlsKThSwScHjGCP3qWGHtRomk9vJo/xZ0jAgfDdoYsocVNEZL6kOLBKUlslWMDocjqcjGKoW2sXCTaW7quORF8zyULCfpCwBlIP2qeak8atZar01B0xdRE+Tt8P5JstM7FqawgYUQcf0DkDnnNNzGpbzL0VA0TGtUf+GW2W9NSptpXmLdcABK1Z5wAABjis2DDkxycn8ljanVondx0PZbD4Eq17eUtiVLbLEVC1bVOrcK0JCU99u0qKumBisxQ4ilX9t3eAEqCcDoTirf1HqeXd9LNaUu9tHy0ZSDGcDqwpnaVEgA5BzuV+tQ6HbLLGnImOx3VhClL2BwDORjrirMWKUJSk/LISW6qDUDcQCMcdfao9rhh5+Vb2o6dxEfsOuVH/AEqbJuFgWADbHxz1DwP+VEXR233B5hcVpbKI8ZxsbwFKK1Y+rIx0wP1NWZVKUaQpxtELgKf/AIhCiOLTsZC+DnJIB5pUJUqLqCQtDskMOoRGkpaQVFTS8lQ4p3tdqtbVxROnSnXEBBThDQ3Zxgd6TXGyJeuzk6BeH47S1oI2ApWkAAc4OD3quMJRxtNENlRosHT2mbdZ7e7raQ2qat1loxXVKKVsLH4kY44OVehBqEPuFQW4RzyasyXr3Tp0IrTiQ/KuDyUhyQ4jYElJSQRjqTgj7Gqwm5Md3kfSFc49qr0mKUHJyVEoKiBRYFuQ5But6/mwRKT5zCD9a0ZyofmKluuNYaT1hqmKrRulhYLbE2sMsJWVKUnjO7PU5yc+9SnRHh74a3bSPzuotVfIX0CR5TJQVozsy1yBj8XWq/tOjrs3dmX1IaCA7lai8kADOc1dKP8AEtoqpt0TSIIKor67lLEaM2lTziu/0jcEj1JIAH3qK2bWlsurc5GpNOC5TpL7K4xBKUpSkKGwY5ycp/SpbdIVyg2KZ8imJIfkpDIR5iFEJVwVYz1x+lRvQmkbyvVNuaWBGIktOIeUpKfLIdGVZPGcDoaoyJylIlkuxVbWpTENtE1DiHlZWQvO4AkkZzz3FG3B5bNpuDzeUqRHUU/fgD+9TLWrF81Tqe4Xt6HHaL7u3bGb2N4SAlJCc8ZCQevUmk2m9BtanuaNN3+7t2KHcP5Dk+QD5TOehUR0BOBn3rQpNYrl8F3FUTD4Yvh+X4zW/Ul/vt2DE7ykusSXF7th3Hctf5Jx+ee1MXjl4UK8GLu9pN2ZGlH5FMrewpRSQ4FHHPPHT3xV0fDFqSH4Gv6l0q1Ai3uGq+N2uRcQ7kOoBVy2kZ3J2lJ64zkc1XnxRyL3qnxSvaYti8kRwzBhxWxv/lJSkNjjuQRwOmcVlwpPJuT/AJf+BxlHbsrn5KQ0nou7XIC5C3KMKT5rKHyMoLiGyspz67UmpYi1aRb8PLf5TaWNTRJ8lT6/qIdYISED/DnlRHThCvWrft/hdNsngzAv+udDX1243K7OSYVstjnkxjGKC24nCcqQvaCRnORwM5NRzxCiv+HehYPhkJVgvsac+i8ou0MgyWXfLCVx3DnnaFpAyBjBH2yLLPJnW35/5/b57HHD7buXx/z/AIiktTDbaX+eSAAfzo3wu0FE8R9bWDStyuabe1c57cJ19QyGwo8Kx+Y/WitTKP8AD0owQVOoRn86v74bvB6Laru9r7UTMh5rSbjNyuUAtbgYi294WCDysD6wn0Qe5FdLVZFigmQ275JFH6x0bC0L4pXrSjEoyP4VIcYaeKSkOoTwFY9xill0kS16fXbYqR5byEvL+gHaUrGDnqn8Xb1pf4ly7PdPE65zrJa5kJqaPmkplOFbiyr8SySOiicgdgRUhsPhTqXXGjLtfrbb2FwdOMiXKdKj5uckJQlI/ECeTx/TVcZ1gUmPY22oFZaa09c7wi4tQ2FvSLewp8pCSQWknKiT/TjgZ96XSfLS6rYyUIBwEKOSB6Z71YkSyah8LbnKhTrSWLzebSVsvqdCmfJcQle0joSRx1OD9qgUxx2ZJdkOgeY4sqVsSANxPOAOlS0st7b8EYx2un2L9N3qdYZCLrDmvQ5DTqQ0+yopW0oggKSRyCKf16zmRG7mHbbb5guBQuZMmx977xSrdwc/SCrB/IUyadjx3g63KQFpTghKhnkUZMiqlykoU3hhSh9APHHr7Vl1jU518FOVtTpEWvTpVbHHDHDYW2ohAPQEnA/cVMLU5EiaPbursQBxkFxBxlQzgcfkRUc1Sy6688y3t3FaG0gcAcgYq15Gi7cxpRl4zgt9sYdQVDAPHIH3qrX4smbFBQ8csWW2lRCdQXiSIBtpyWXmvNTwAB9Sf9T+lV9fVEW53gc4A596sS9wI8TTBmrIMh55KUnP9AyeKrq/7P4YoDOCsZ/UVq9OzrPjbSqnRZj4iSO0y3ExIiAsrbShKFp9MAH8qklmu2+4JU/gs8qUCrGRiohbmnm1eS2SVKSOM57YpyXDnxV7MEhSCpSgCT0qTxxuypxBaXWt6+KdbSAQSsZHerNhTNQBpTv8SS0SMqw5g/karTRrsaHcXJM1CltBJ+lB53dB+9WbHfbdt8VxVpbKQshSm1YPJyN3rU876QZlbKz1vPlzbilyY5IcUEEbnlFSiM9ieopjhrAfa4JJUPbv61JfEcNKvbSWEFCPl05bzynk8VGYSPNltNBOcqA4PvV2N/QmX4+IFy6O1BBaQ0zHYUw7uGfQ+5Ofapf4mz5KvCec47MDoVISzncCfxZHHbiqpt6JcBbaS4ptxX1bQeoHHNK9cT5bujlCRJ2pXIQkM9yQDlR/SsMJuOVJeShRe5CnwEgXKY7eZUFaUBstJUtf4fwnt+daL0FZ9Xa2enMQ/liLcgKcC1gHuB+uKoH4f707ZrPe3VwmnWXJAIUpYThSWx0z1qfaU+I1nwqvk99FmVO/jMdCPLU/sKCFK56H1rYoReTl9hONzuisPiStsiyeILlvlPl19EdrzDnjJ549qhXha7dG/EqDJtBUJMWOt1Kk/wBPv7dacfGbxC/+mVr64al+T+WQ/tbS1v3YCBgHPvQ/ASVFieJUiVLCilEAoSEnqorT1/ep5IRWNwXVFr+nGfQLS+rPEWJpq2SpN7ZkMMxi9uQguqe5wEuL6JGT3xioJ8cuoXnfC7TMaVIhKlS5inHUxXd6MpSPwnPI561DY3iNNtkiTEtTrrLD7SmZBSPoWjjII6GqU+IHV0a7vWSywWEttwWVqKkLyHFLX1x26DiuXpqhmUFKyWLPGf01TPoT4Zaj0zonwS0fKvV3jRIqbPFHmLXxuLQURx9zVQeIPxsWpmXJ05o63LLjg2M3BauE+pCcdeuKxjqzU2t5cG2RJ8116JAjNssNFZ2oRgBOB06c5+1M8O+hd4ixmI6EguttKUCCpXPJz3PXNWtZMt0yuU3KTSLJ17d5E2LdLnLkKdefSVLUoklSlHuaqvRaIr13UJim0sBs7y4opAyQO36/lU618rybJIIyS5tHJ6c1Xmno4feVvTuRuTu4zgZGTx171PSqsUmbtV0k/g0R4barsdrjqlSpEspakpLQRIWV7eeAew5/emn4rLto2fC00vS0QskNOF3zFBSyc45Pc8GkWmtO25uMX2stheD5e4nJ7c/l2qu/GSWf421ETsCIzG1KU9Bkk/rzWHTJvWV4RkxSklV8F82vV+m1+DemrUi6vLmQ7Y15jrbZSlJAz5Yzyo88ngD3qkr3cbnf5rrwdU1Gija0kKOEYPGPUkjP3xTtZPNf0fbIZbUhKGG88ZJBHJ9ulRbUMpbClQmBsShZKyO54xUordmk39yE5ORDblj5t0IO4bsZJyT706+HspiM9eCt8oK/LQOcZAB/1pjfUC4pRGefvxQNPvlqRNdweXeOOvArq5l/Cosn+ii2bI+pm2zg44GjMb2hxJBUhIyT36mqvmohB5TUVteAs7lOHlRzVj6ahOXtpTM6Y0y4UeY5tHDSMcDPdXtTBrq32m33KNBtLRS22gblHkrVnkk9zx24zxWPTSrLsK8Vrsl1l0FF1VZ4LbjLS3ojCVbT+LB5FM92t6bK+uHNYOxPQjqKlvhtcCZtxS2oJVHaaQgZ7BPSkc+fbr7c3Id1YCS6FFJz+BYPb2OKwTnKGWUXyuySk7uynriEmY4ATtKvpPtSiyJCZaHnFYASo+9BuqEImutJxhKyAfbNK9OMhU0KV+EpNd6P/b5+Cx8KyeK1dO+Rj2ZbGYa1J2Fz8SOKbdaJfjadbYfc37ntwJ9PSltugJuRMZbiQ4VfytxAAwMnrTz4waGl6b0ZbbnMlp8yQ+psMhQJTgDJ9+oFc9SissV5KsWJy+pEn+HG72G16Td+anNtynZK8pVwQM4H9quxF8tSk7vnWTkcfUKyv4XpgTbRGtbjAMp95zy1pXsVnPfPB4qSXCFcWXXGo93UtDKijGByfSrpZqy7GZs8HzIP+J25MTlWyLHeQsNoUtWDnGTVX+DMBid4nWdiShC2QHVLSvoRsI5/Wva/cmJmoakyC4oNjkimfQxmf7YRDBdLbjbLiicngcelbVxCy6Kfslxa/wDhyscfVsDXOnVtNRY05mRMjHGEpCwVEev2q9dc+FmmdfNQ75NmLMdhhOW0EYWAM4z6VQE676iVGcYkTiphaTuG5WDUZvWudas2xNih6mmMRnP5SEebhIzxjPYV6r0HSZ9XgebHOnF1/Y5GfUqM1CSspTxuFtR4i3GLakNiNFc8ltLfQBPGKldmbRIuOnFbcjzGvz6VWOr4i4OopcVcjzltr+pwqzuPerc8PY6Zc7TSlr2YW2rJ74HFdDAlHTZ//wDllsneTHXyC8dmXGb0kKbKQUgjIx24qt4xBG70FWp8RL3nakDaUgBKUjgdOKqaOcEgk4PTmsX4bbWjT+5p9S4ztDo2c8qPP719Jf8A2Z04OeFuoIG7Jj3cqx6bm0181mVDaQCM9TW/v/Zi3xCY2srCQoqL0eQABwMpUP8A7Wul67HdopP9v8zFpeMqLv8Ajgugt/gdcG84MhxKBWa7BGctnw0aMYIKRL86UQe5U6o/6Vb3/tFb+IXhlAtSSpKpUgq6dgP+lV1qOKu2+CHhzblIKVJssdwpPHKkBX+deGhwjsPorJZ6bj2oSQVAqVkjpiulvKhzgetGAYGNpPt71fZALScZ9RxXiPfJ/ahBsc4GFetcCMnKulNOgugBUAQgjpzXSUnKQc++K7kJUcDjHXNdIT1yRkUX5EFltKcZ7Z7UHO0EDrjHpQyn6gcYzQVAlRSRnH9qX3GFLzyAOT1FFZPI4yT3o5Wdv5+tB2pzk4z2pNAFgKxhQIz/AKUEnJGOR6++KEsqByr7cUDJ74xntxQwI7flKclBOcYSOCKJ09H+av8Ab460klchB/IHNCuqkrmOcDAOOlOXh/GMnWVuZwMJWpeftVcuExmnoCNkVpAHRIpaEcc0Uwj6U+wpUlPQkZrG+CwCB7V4gAelGY9q4vpnPSkBiP4wrip/WUeEM4bT0z9qpJ1SUQzuAGRjpyasv4mpyp3iY8ncMNnAHXvVaTVbYeOnTn8qnDokyTzro7AJaWwpobTgY60wS9WyHFbA0jyxxgpFKbvPduLaXHHkqA7Cmz5KNJSduN3VXNdOerzZJbpSbZnUIrpBL71suGMAtq44T0/Sj/l1R2g0yhKCeuBzikSrQWl+agqwDn7U6oaHlpeccG1CckmvR+i66WWXtZe/DMupxJLdEj9+gAxVOAqWpIzj0pHoa/ybPfI8iGUBzeMFR4FPVyQ7dmViOAhtIxk/1VBk+Zb5fmJH1Nq6H1rH6/iUcsZpcMlpJcUbZsXi54gaUsTrsRmFfoBb3utFXlvt5HP0nqPQ1lLxBvg1nrG46mVFXGMxwK8lRztwAMftTwfG66SLF/BLnaYU9IZ8lt19B8xoYwMKTg8e9QuO4twDBCsnr6V51xinaNd3wHRWlMq3NOKAHtxV1eAMWbO1OEpj5+kfhFNHgn4Q3rxRv8e2Q4ilJUoBRSOMV9OvBj4WvD/wzhsSriwmZPCBuHRIPp71HK1VItxx5tkf8NrbNFlU1IjK5QRgp9qzN4lwrtpvVl3ZiwPIbcfKgsJxtScZxX0qYmWa3tCPDtkZtsDACUCmTUOntD6oYci3zTsGSlwYUVtDP69RWdQVVJWic4RmfLKFcm4kvz5jK3m+QpKTyofeorK1Bb131xsKdhteaA0663kpT3/StweJ3w0aa0y4/qrTofftrWXH4AG5xKf+Q9x9+azdr65+F2VI8u2tREt5eWpRUpC/RJHJUO9cL1KcY51L231Vr/YyZEoPkri33Jdo1SqWxHjyktuBDeVfQr0NSuVoDWGv5Ue+pYekMNPDcgHa1tHXaO9VbJuGmFXMybdcJElS14YbQnaUkYwcdBUo1N4j+Iul7DAssC+SEQX0le1tAQpHqkqAz+9VZMGaW3Y6k/lFfCl0NHj3ZJOlLyxAl2gxXFMBTGBgKT3PvUDsKVra89+QEEEAFR/D7gVIdS36++IT0FidMfmyWm/KSXFbtqc9KdZmkLNYbJ8vPQ83cXUjym1pICle1bsU/wAthjiyfqG5bY8jNc2kQ0JQlhclwgKWsDCU/wDYqSWTS7V0tK5ZRHS0hO5ThTlOKd9B6VlahjJgvR2vLbVmQFnB2Y4p1t2nWrpfbjo7TV2jNMlH81AJwFc8D3rFqNaoyeOL5Xb+xU2vBWD+vrNDfYt5ioehNubXAoYTjpx3qL6gv6GLipNidbDTidwKOSAc8U6az0BLtN1et6ggSGVHKU9CKjVs09JXPbRITtRuwa6+njglFZIlyUfkSNXCUh5uQ5uUpCs5PFWHpKHqnXchtCrxKRFiZS0gOEhtJzwkU7WbTWg5bDkC9XRFvcOPLUU5yT6ntUp0CzZ9AXeQ2q4tToLiStpxsZJUO2PWqtRrHKDxYl9X7EXNNcdlYa8si9PSnLc9LeeUoJXlwkknp/lTBAUFMnO6p5ri23XV16lXJAShLxCW21HG1I6UwNaOu0dnO1CjnACVg5/KulpYyWKO/sugnXIwSGIz5ZBUSdnIB6c1yLHjQJjcp9IcaQoKWknOfanl7TFwMiLubW2rhCiU4Ceak+sPCpdvhRZUC9NyPMQkvIxjaSM5B71Vlzww5FGb7IyaT5I5errpx6Yl2wQXGIa04U2tzcQT/T+Rzj2pLH8qI+l2O5hlw7V89KLtCrfZHpTFyw4SnCSkZ+qla71ZTAIYY/nE4xt6D1zUZt39KE+xJeHJcV4x7e4vynUlCyBwsGnyz6Wvn8GXfUKUkQAlQ4wQP86nMW46Fm+HaZj7sdNwipIW3jLiiOn60p0Z4j6FmmNZb3a32GXMofkbyEkZ4+kdq5eTW53jax439Lp/cju8JBentX3m/pUzqDWU+XHYbSpDD8lWxPttzjipvZvEPX0WA7p21zDIs89H0MOpC21gnGUZ6Z9RVPa6bs7erbgzp5bbsAkBlxB+kkgEkeo5p7s7d3ZahW9jUTkZLwSAsnPlgnt6CpR0mPNBZJxpPxX/ADkj7astViBKucF28WFqXEnWpRTLZaTlTYJIWFAc44P2pq8ZVxXbLaJlvluy0OJ8pD6zl1Ceqm1jvhXIPoaa9VWXxE8N2nb0jVTslyYjam4skKUFcfSrI/vVau6k1VcGy1NupO0lRUsDBJ6nA4z71t9Mx41K8LbSfklGNdBDyWvMKHGUuEZyojB/Ome8DYwrEdJz0VnkU+Q5SUAkNuuOYOXD0PrSa6n5hrkoQBnO8cqruuFosRHWJmWEJGUgHHPb3p2hT4roSMhLie/Y0q0/ZYkltRcbbUOwPOacZeiokhOWk+Wf+U4BFXR0+Rx3IhLIlwJUPxv/ABm2wcdSRzQFy4Df0jykj1zk03T9GSWSpaVuegplk2K4MICgFLSOxqqSnFcxJJprhj67cUkEfNs7Seo6kUiE5kq2hZyM9DTKuO+jhTSkn7dKEiK8Bvb3fcjjNVtt+CVIWvyGgSQV555JrjU1KHEqUklJxzQ4jVxUdqmEugjjcKfYmmpciE/KlCJBQy0paVvLwFqA4SPc9qHGXdCtDMkRXLgdixtXhSQrt7VNdIyotvukZ/ZkIUnfgZBGarJD7hdKnMBWcDPane33GZHkNfKuFKwRk7qITUXyDVn0wt0a1XS1Q5KoEV5DjDa0lTKTwUg+lekab07KARI0/bnAnoFxkED9qhngzqC3MeH9pRd9Rw3Zimt6kKeAUgHonBORU8Td7Q6MIuEdWfRwGiUVZVGXHY0jQ2j0ghGmrakK6hMZA/sKKc0Bo9xRxYIKOMfS2E4/Sn752GpQSmQ2fsoUZ5zBCfrT+tLavge5/JEJPhZoiUP5lmRkdwpQx9iDSVzwr0iHGnPlHtzOdhL6jgYqc7m85Kh+VAWEqwQR+tQcES3uiKDRVtDQjx5c5lBQG1Bt0gqSOOT344pqkeCmjpIVlmUjeoqV/N7/AKVYKEJHTB/OjglPTsKTxxfYX5K/jeCmk2wkK+cWkZ4LvXP5YpNevAbR11guQ0uzY6lEEKBCtv5YqzkEJycgUYtsKSCOuKFjiuhqckVBZPhz09Z4q2GbxKWHD9Si3tP5YNOcjwPgLJRGvLiGycgLZ6euDmrJ3IaH1KAqKa18T9L6GYS9dZe91ZwhhBys/l/rVUtHhnK5LkW5kYHgIlcoS06jStSMbAtlXH3wal2i9I6k0Reo91hP22cGzlTTwVg9uhHp71FIHxJaElJSt8So+Tg7m84/Q1ONN+JWhtSuoj2rUEV15f4W921R+wNRehxS5oN7iSDxaumsPEfTT+nV263NxytLqEMIS2d4zg5PIPJzVHSPBXUyosdIhNOSkNqSo+ckAnoM84zWgkLSE5SrPvXVrGfXHeorSQh0WLI32ZVkeCfiM5JW+i0NIeQrekodQfz69ac7f4LeKElIEm2nBVvwpaQf1BrTCW0lwL2AKxyQO1HlCMcoFTenixbjNs7wN10GXHTaypznIS4FEk/nVU2vw+1Hp+/rl6itci3t7lgF9BQD24ra2oJptVqlXBuOtzyGlL2o/EcDOBWKfE7xiuF8juQfNbTglICjlQ7Z9jUpRVUTU3NUX/dfibsWk9JsWO0PIdnx4rbQOQRwkDtxWcNZeNV+1nMRLny2nVNAoQgICdqSaqwznUrBMkrGeVZ4NFquDCl/ymEDn6lnjFEccEtqIvnsnTmuX7tCettwdStbzZbSpYHHGOKg64LzDylON8DAyOQa88hH0OfMjbnPPUUqiXLyHNinfOQoY2mpJbekHZYfhhYJt3tLj0FtXmNSSo71bUbcDOT04qy/4jlCLNZYheZSAp/A5cP3Hap98KenbFP8MHXZ9rjyC/OdGVpySnanirgjaF0VEyGNNQkZ4O1JH+dVZtO5t12R3qqRmS1wHI8uU5MIKXG1qbTv/CrbkE+vTFKtVRLFdFGfZ3t8phCC+hfC9i0jdz3AVz9xWjZPh9ol9YcXpqNkDspY/wDtqTteG+g23TJGl4/mKRsJ8xzp/wDFVeLT5MaoSaXKZjPWsdbVjkqCeuB+9J9HQ0jRym5ClIbdfKlED8IGM1sy6+FHh1d4bkGdphpTTidp2OLB+4561HHvh+0B/DxbIKbjHj79xSl4HPtyOlXTxuS4LZTi3ZkR5KEqWYqAlDrhIAGTjGc/bFPsSAytwMq2FCkpWHeoPGeM9+eRWiR8MekEqWpu73MBYxg7CB+1Ac+GvTm1DbF7mNobGB9CSaqnjyNfQuSLaRRNwiW2HHaMXG/+s9CTj/Wnnw3SF6gKgOQwo/2qz7j8NkV/HkapeGB/Wx//AFUki+EQ8P5AupvAllxJYCQ3tIB5/wAqeDHPGqmKLajTHMAE4I6dKX2Nsru0NOOrqc/rSFABHXGMYxT9pFkP6ktreM7n0AfmRWuxFr/E14DPeOfh9HsluntxLlbl/MxVOZ2LOwgoVjpnjnnFfMvUHhrqvw6vMrT+rLS7Dnsr2lDg6o67gehB45FfZ0DCQOgAr5sfHZeW5PjqqJbF+euJbI7b6OoS4So4/wDhKT+dZMLlurwasVXyjL7kbCyWuU54HXFcUwTkoJB7g+vejpLGx5TZVsKcg7T0NFfMqQQlzCwcDd0/WtJZwuwsKI42nPPFDaVnISefehOONnHmAgeuMkfeuKaazvZc5HQ0nyHTBF1QyNvIz15rqHN2Dg5zjpQkONutjzRhQ4JArzLaUubs5QTzTH9yX+GTyGNUMlQ5eSpo49T0NXemxokKQ440FlCgeRmqk8NbMiRfWpZUkiOPMOep7D+4rQVsZSpsHZ2xj0pNGfP9MglkllvBRtA45qp/FCMzJ1IlSwCRHQAT65NW+6lJUUggeoqIaj0Sxd5E6+Sb1HhJjxx5LbiVFTywoDYMDryT+VVy+lWyqPD5Kqt9niKc811obUpUrgYPSkECNOdWlxTKnB5gKiBkDJHWpRNgG0tuNOSGS4ppQ2pPKcjrUXiLuS2tiHyhtZ/CD3z/APQqiTUlcehZGpK0Sm4AR4ao5BACgtG4coI6j+4P5Ux3BbbxCwSCOivWpBGWuQwhtCA89+FYIyM96a77DchTSyslISB9GO/U/YVz1uT/AJkY8pX4F8K2NxrRGuZeClSypJTjGNmOfzzUQ8Q1yUrtoiyHG1blg+Woj09KmkNBVFSncdmchOeAeM/9+1RrW7SVTLe2lP4TnOOnI/0rp4/0l65gaZ0lZdMXLw9U49BhJnw4bi3AEpKpGGlcgnkEKKR7nJ7CtA/BlpzR900RqJl20w7h8teFsoclMocc8ry0FIOQcdTWIo2spsaFsYkFtSRuyB1AHp+vFXt8FXi7B0JC1Uq6oBjuPRXXlrWQoZJTuSkcHryfYVz8PG55FwKGWTj3VFufGtoHS1n8Motzsun4FucRNCVyY7AQpIIOOnUcHr7V89lyZ0uV8kxPWhQBPCQTwf8A6Fb9+MPxU0DrTwckW/TuoUS5AkxnUhAKc5UcjCsHcACenevn/p6J5V6UjzN5S2tWSeeorTgpNuPRN5Pcpt2HqiagRjbd1Dju0nr+lS7TenZ8/Q2or0/PlG52sx0xm22EltYcVypZ7AAK6egpIGFEbkgkHqBUqsNluUCc5MTeX4dqftTi3WAOJTgBSlBHQjJzn2NR1eVwiknVsTT4oQ+FPhxrnxL1TD07aIaHdzgVJWEHa0wCNyyewA/yqSeIHh3bNK65fsDdwKIvnK2FWFLQ1vKRvx3wM/apb4TeNA8CP4zc41kjzZU2MmO2pxRCWyDknjkjGKpnxO8cpWvNeydbJtDERcptlp1lrPlb0pCSpIPQHGao/jZJcPoJPatqLt1X4O+FDGkXp+jNcSrlc7U2VXA/LAMJUEk4BJzyRjjI96z5dXQxaZkkgqKGlq+4AJqzrJf3Ro+dOiqS15rK2yFJ5UFpAIPY9SfvVWakA/gU07s5aVVujnKe5S8MlGe9WOOlrbOv2kWdRQYUg7iG0teUrBOSD9QG3jGcnFFzhJt7/wAsUb1Yz9J4ByRj71ZXwmamZtU+BprV10QjT8uI4f5yx5DBypW9QHJPGAPerS8SPA3SDUTVOpLfPXDbt7yVwnEgqjy1OKCkoQojpt4/9OaWbUSxy46FG5LhmSX9Ttx1pZdafBWSE/TnJHUUl/20tjawC48k47o4Halms4keNdXGG3Eu+Q0WWUJSQlKl8rV9+cflUTTZiY/zT6VjznPLYG3OTj+3pVuLM5RuRU8kiUf7aW3ASHX0gdDsVz9qVQtSwJboZjzVEnoClQoEe0sfKthTQ4QAc9jjmn7TGkxepa2I9ucfSGyXC0jKm0d1/l1q7JkUMbm/BbzXAqMS+xHCA1LbKSFkp3DnaFA/oQalmnvDjxT1a61Is9nvEtTyUvJW2FkqHBCs/pzUqR4aXywWSxG9tylv3Bxwx0KSQtTSClKcjrjB6+x9K1toHWnhZ4aJRp6XIbgTlJbYcV5a1BIQ2NoJ5x14A+9cvHr5Sju4QRe2VTVGRLz4a/Eam2+TdWNXOw4C8JbcffUhopwBtBOB1GMVTBk+bJdaW/vW2SVJ35O7PNfXix6psGorHJvNpmJuENorUstDcT9IXtx3OFAY9eK+Z3il4Lal0W634iz7a1FtmrSuRGQhWfKKlqUG1DsduFenNa8WV2t1O+qLWoyX0Kiqbs+yn5cOKQAp4Z3Hgnn1qRJm6ltcYSvnJ0di5MBsqS6pIkMjjaT/AFJ7Y5FRLUdvZlzLPGcjvvtrnIC2mfxrTnkJPrzxWzLnowxvhMtM/wARdLPtTdOPLZgNqdSl0RZRyyonHJQFg7T/AIasz5HjrarZCMVJ0zNseTqzVt0EpJkXGczHS15mwLWlltICUjjoAB+lP+mtXeLGlVytNWCZLiidsXIYEZCi6kZKc7kk45NaX+DTTOmDbdQXD5hTN4bi7Gvwk/LLTkuJyCDzhJ9PzrQcPQlltuoD4gPwmXrnJjtJcWUAFDbcZQKU/c8/lVEs806jFUWY1jcbfZ8wpF61IxMUq6guvtJLSRLb8wtpz0SFfh/KmU3GRFz5DDAVncn+WMZ+1X146zIOrJ+oLyYSWPOkylIQEj6B9QTyOpxzWWzYVKBKZclOPR1XFW6bKsqbapoq4t10S+NqJ1aNyYUcq3EqIQQSfTrRrl9LxG6GkdSMZHuaaNPWF2HFFxfkOOMCShKi4oqx68d/+lWnqbRFjt8uHb2QkyJGXFAKwrbjI+kdARmqdRmw4p1KNlcqXLK+dudsfCEyrZ+F5LqlpWd30nPOakd18VP4hbTATYWGEAABQdKj09xT0nRun0MJYfgOOylgoKUrI+vHAH96jl10vZ7fEMh5p1Tjh+htC/w1ZDU4siqiLyQa5I9PvoucRMRMdSQhW7O7OeOlMEmNHlqajSStLZXuUUAZH61JLnZmbbZ4kotrTIkqXuyeiRwKgupp8u3rgGKRvekJaIIJ4PFaMUYpfQqRamttom1qnRbfJTK8tThQnACgDk+tPX+1VpW1JS7FebU8koTwCBmqyn3K8W65tQQqOtLikp+tBG3d0yc0rEi6u7VeWxsV0Vg8jOM0e3C7IfSyXQXrFFC3ky3NxO3YpvB69QeRUjt2qbNDYaSxdFILR3DzGzyfQkdahUyzOw2ErXdYThLAeITvGM546deKboAkXBBLaoytoyQXDnH6VF+3NchLZMleoZMC/wBwXcXbsz5rmM5BGKb7dbojE+O8LlG2tuJJUXAMDPJ5qI3G7vQpLkU211wN4AW0oEH3GaBGviX3m46bfNCnThI2A5P61NRjtpdE1wqLhu96hx3VS4E2PJe2gBQUFZB4xj7EmmjUAlXmA0ylTeVqSs/WOw6ew5NRQWm7oaS//D5IQeAcA5Pp1rztvubJQh6BLQpQ4Cmlc8Z4rLjw44yTjIjGC8FleF0iyWazzIGpJC0oM9biUNp+pOEJGffP+VNmsLXGnapi3CE26Iq3kBCVHOxtKkkk/wDxVBXWLk2yHflZiEEbgS0sD79KBIeucRIadXKaWv8AClSVgkDn06cVoUIuW5MntoUatZYh6ouMWMoFpqUttJB7A1KfAJUN/XN0D6VbksthCknBGOSR+gquipbi0rUoqKjkqPXPvSnTl3udrlvyLVNXHcLnJQRnj1qbTqkOXKo0Vq66POSJLFmfVlKFNrSoYCf/AFdzVE6gTcDck/OfjTgqPHTOaOXqzUalKccuLpUo7lEkc/eiH9TXGS8p6Q2y6VHJKmwdx/SsmHTTx5Xkb7Ko43GVjs3dpPy7zb7iRGdQErdeO5aRkcJFKdKJsSrw03bEIeUFhS3nsbyf+VJ9PWoy7d3pJw/GaVzuPp69Kk2hJybhqGO18kw0lCVKUUJxnj1/OllwuEXIIYG8iY9+JrqhBDYXkFxI6+iaafChlL1wmF0I2IaGd2OMmnDxIlx2ENMyI4eDi1EEKxjFRC0aqYsTzj0GGpJcABBWD0paeDlp6Xk2axXKkXbKkliClMdQbDbZUCDycnAx6dP3qi9cOuSLi84vCSEYGeefvUl/+mkFtltyC4cp2hW7mone7nBurq3wl1ClkYzg4xVGj0uTDkcpoxxhtLSZiO2iwR3Z8gNBTKUNoHXhPSovOuNpbiutrbW848lRK/8AmJ4/TApBd9bN3h1vepxDLLQS2nbnAA7/AHPWmxydCcRkOlWckJwacNPOEuVYnFrkZZO0ukgjA4/OlGkoA+Sm3Z5OUNuqDYPRS/f7UjeKSpSugznpT/pCVDZ083HflNIcDy3VIPGQTxk1u1NrH9KsskrVDxZpD8NoJkrAdd/nKyOeen+X6+1R64z3LhdkKecyE4Qn2SDxTxNlwpVxCkSWktbNuQsYyB/rSB22MOTkOMSWtre0fi78ZrHpYTjkbkvBCKqVku0YuRFn3W4oJCHVBsA8cjkGn6faWPKMxtGZCkKcWo9hjk/vSPT8y2xmfJL7WCorX9X/AHmgSbu7Nkuw4YB81JQ2kHqOxPpWfbOWVtxK3adFWTD5kxasA8nrSiFIcjblpxnG3A7U7StIXeJJWl1hJPXhQNEi0vsLU262pJwCP1rsTdQL2uB609dCjyXpaAtKOnGR+dKvE/WS73abfa0tFtqNuKUlRIz7UmtEQuAMYAzjA9zRWurQtbkdmMjcltvK1JHH61xcMZT1kZeEPDLbFod9GtaXb0mZSoy3bk2kbVFf0hZz2/Srl8OPDBm/WoSXnlLKwFrAXnCjVGRiDGhFq3qYbU0kBIVwcdT+ZrRvgbqOQzCFqbkRgVnelsk71dvyA6Vsg44s7lk6ZTKTyPbRnXxzsqdP62kWlskhoJz69KY9AWGbLu1yn25Z3wIAUojsVqwP7GpP8RD63vFG7LcWCsOAKweBx0qQfDDpp7WDGsIcbDfmfKMl0jOAneSB98iuj7sIw3votcG/oD4+mbu1oVGpbk9uDyyhOeAcEjP7VUGt3SIzgSo5AJGD0Na58XLOrTPhnbrEGkpTHUEbh/WQOvtWPNcrUGnBu4Oa+hfhmcZenSnDptnntfjcdSotFNzHVypTrzyytaiTk1dnhvIZYGn5joBS0tJVx6Cqzv2mFW6KzcW8lp9IyfQ1Z3hkpv5Oz+agKAXyD0x6VRCnp9Q1/wDGRpr+NjX3R3x5kJlaoU4gDaoDH6CqzbRnB3EAVZPjuWRqfLSeChJ6e1VulSSOc+mBWL8NU9DGvv8A5mj1XjUSQpjrzn6sE1tL/wBmXcy14lanteUn5m1tvdcY2OY49fx1ihBIUMEYrSnwGagtth+IGCbpKQwzPt78YLWraN5KFDJ6f0mur6qt+hyJfH+Ri0725omhf/aSykuWvTdqTje+5yAe5JAo74gYsa0xNN6fjLyi32uOz9PqlsDFRz44LpaNU+MOhdMQnmZCVzorLym3Mj63U5Bx7Gnz4mZVvc1wqJa9haitJaGw/TwMV85xNuUV+56CaSjf2KcGOOeRXsjcAVc9sV0pSkYx2/WgqQSQAB1/at5jYNIHACicd6EEJIPBzXG8E8jHNGDBO1WOaGiQSW0jr39KCoLBzjIPA+1GLQTgds4rxBwSQRmmAUcHp16/eglHoR0/7NHJTtGByfXFBAzg59uKVC+4nWk55HfnjtRawE4wP1pSspz13c0BQUT9KePWj9wQlVgkfV2zRO1XXdx1yaVLSAoZBwRRDo2IJCugzS+4yJyyTIWTzk4/79alPhHGMnW7ZAJLbSiT9zUUeUFvqWD/AFc1PfAxl17VUp1sjCWgDkdOaqk7ix+TQzSAkD2FKB15ottDo5URR207TmsVlhz8PWipLiUR3HOyUk5/KuuocWnalHtmkN4S7EsctY/EGFHOfaj7BR88fGaaZ3iXcF5zh0pFRC5JWYmAPpzgkevpTrq51cvXFwedUSfPXz+dNl6Q58q2RkJJ4qyPCSG+xjZl7wN7oPpntRxfecQX4ysuJ/emt2MtjhaDxSuAoLQtOSCoYHOCK0J+StqgY1RKQpTbzZKgOho6FfG5DoZmJGxfBA7VD5z0xMhxtaxuQSM45NLbQ+H5KUPrDeD+JRwK06XJJZY7fkrmltdk9nSGmGcNLCEgcFI5qurg6pU54/i3KJ4/vU6XIs3lbfnkH6cE7hzUNnvQG5zgQ6kpz1r0Xr8t+KDtGPScSaCG0su9yFAUtt0dTstDMfqogbSKRh+CohSXMYHI9aleiI8F25onS3gGI+FuEDJwOwryfC5OglbPov8ABZo9jSuj0356JiVJGAojkCtOL1MGh9bQNfPfR/x0/wCz8djTlj0Q18hDSGw466StYHc44FXpoj4tNB6z2RbxHdtEpeBlR3Ng/wBxVEm2+DXDakaJc1JHeP8ALcCVehNIXtQLQrClYx2zUKlyW5DCJ9vktvsuDch1pYUCPYimSVqF1pJbkKOU8JVnkexqvf4JSjxaLJf1GzJYXGeUCFpKSD0INfL/AOLPw+Z0V4nvy4CVItl2Up9pAP0trz9aR29/zrbyNUOqWT5hAScdapP4udPtai0B/HvISp6C4h1K88gZwf2NEci3IqlG00ZQ+VYYtcddr2GSobiv/B/1p3scS7X2HJF5nvLTHBUULVyD680yNtyrFEgyVvshbqt7LJ5OP8RHp96FN1RNSqQ+VoS64ChYb4CiR3FUThNpqHz2YZR+B78KdR2XS2pDcr4grjNqV/TuyRnHFNniV4j3PXOqP4owDHjRMoiJHGE56ketRhyQFxShsYUs5IpH5TijlLhSU9BU/wAtCWX35LmqHXNssfw71N4gXC5LgWyclCXUbVq2DlIp9uNrvmjLydRQZrDEv8bgSnYlQ7k896r7w91m7pO+Ca5JQhH1ZUU5HPbFGar1pP1fJW75qxHByAeCv3OP7ViyaSctU2klBrnjsg4NzrwSeW7N1jLkaxkXJCHVABxtI+kbRioVLnzGriiIzIbWp05O0Y2mkbN6fhxFRWN4C+CQrAx/nSBKilz5krO/OSfTmteHTSxtpvjwSjB3yS5VqjwpMa4XF4yAtafMQamEq8oEYC0WVam0pBDgQCR/0qs4dxkPSWFynlOgqGBkGtaaVbg2/S0SLFsza0SWwt5xTYKicevUVbG8auXLNGmwe7KmZzkXy5El0tKbSPUZIx96QP6luDR3HKgo9MfvWnHtOaRkNn5uyIT3OR1qK3rw+0TLQ6WIxZOMApV+H3qxav7G2Wga6ZTMTWch8JalqJR3B/vU90pEVrJTcFN0SthtClpbcPQAfhz1qtr9pY2ma9Hac3tJUQhR4Kh9qSRJlwsqSuLNdZWTx5RIIP5VHU4VqcfHfhnPy464JzqdfhdMhSoa4syBdIu5AW2nzEFwcYOO2araAhgbkSMI3Z2565pe0l0rU265lbh8w7uqj9z3oD1v3vJcIIOc9c1DT4Fhx1bZCKaQmehuMkq6IUM8dDS+FsQU5aGFp70c5FefCY6gQ2nJyef+xShxLTexCACU8cc1dFPwAe2gJTuUnCc9u37UqExTkcNOE7knKFZ5T/0NEtTUAracRltbe3OOc+tH2K2ybxc2YERtS1vLCUgd6uxwc+JIcUyTaZh641ipOm7dImymZBSPlwSpKjjA4rSGhPg6tUeO1N8Qb0GCrBVEYwpY9ieg/elvh/dvD3wStKIzkqK9fnWwZTu4Etf8ifepUjxagXlBchy2393ZC8kE9BivQ6P07HFXKkXwjGP7jpD8FvAawtpio08Zq+g8+QSSfsMAU2a2+GDwe17a1M2+Cq0TEpJadjLJwccZCuCP0pN/EUPqVMbBLx5UFHkfYUshavciqTl8ZHvXSlosTjUUWt+DIUzQ118P9UzdI3lH82IvalYPDiD+FQPcEU6KjlKAENqweM9auL4hWYlxatms2G072z8pK45weUH9cj86q+F8pIaOH0kHvu6VkjHa9nwcnUQ2zsjkmLcnE7G2k7O/FMk+BIa+qTGUnqSQNwx/erAU1GxtS4FjqMZ600XG2xpO4JU4gnqUqVUZY/Nlal4IYtiE40EqbbOepHUfl1FEsW62rjbEuJ8xBOBjHFFX15+ylQcQp5onCVuIIKc/3FNlufnS3gWOAroCOOtY5OpUXxTqyRW+JEQ7nG9XTA+rNTGFAiToq7bMiBEZ4bVlRAI9xk9RTFY7O+vb50t1CT/S2gj+2KnFotUCE824YgeJIyVtZP7jNboQUlVdmeTrmyir9o+TBv79taaW6pHKS2kncnsr86Jc03PiJQ49FeZ56rSQP1rReq7TFeaZv8ItsSowCHE7cb2yen3Gc1ERfGnJ0q23JbUiGUAZOOMjtXnNXGWny7a4OxpYQ1GLdfJUi4LYJUEYPUkHnNAShbKSG5D6PQpcINO9wYSzLdbaUShDigCDxgHikLjZUMlJGO9Cfkoarg7HuV3Y+qNe7i0r1RJWP7GnOPqzXEYAR9Z3ptPoJrn+tMraFlYDYyT2HenFqFNKdyIq1bfxfSeKe5/JHYvgeG/EfxMjD+Rrq8DB7yVK/vSxHjL4vR8BGuLiQem7ar+4qLrdU2vaUkHHpXQ5vI3Zx3Iotvthtj8E0Y8fPGeOdqdYLVjrvjtn/KlzfxKeNMfAOoIjwHP1w0/5YqvTyPp7dTRW8p6p69RRuld2LZH4LYjfFL4wIwVrtDp6YVFUM/oqniF8Xfia0Al+w2R/2AcQf/nGqVb2qR9vbpSmOwpZSUjp9WaN7DYi5ZXxEa1vr6ZrrTMABOAyySU5+55qotc6zvt+1Kbhcn/MKhwAeAKS3G4ug4BSEjAGKDAtS7vvUdu8jgH+1QlOlyWQx26SONalfKfLISlI6YGM06W7Uc2I42628UOpOUOJVhSfTFNcjRN7acJRHWe6SOn60met1ytifNlxHUj/ABYyKjHLF9MslhmuWjV3ht8UcOy6a+V1yxMfeipwl9lO9a0+4JySKl0b4xvCNbW543VpXXYqEon9uP3rGlqusWUgsrdwSnHPf2o35dtZwAkEc5FW77dtFDhXTNtRvi08FXUpKr9IZJA+lyE8CD+Sacmfia8FphATrKKgn/6424j+6RWEhDGeU5PvRiYiF7f5aeuaLT8EdrXk3Lf/ABr8LL1YLhCt+v7Ul5+OttsqkBOFFJA61gaS05ddRriML3tuyCgEK3Z56+9Opt7GTlsHJxnFKLTbkx7zEnsNlQjrCnE5wCKrn1uLMUedrDJmhXvKHyra146n3puRoi7uqKUxlcdAB1qybbrRdzuZt8i2NgL4ZDKSQeeCSetDcl6ianLb+WkbEKADYAB5PbjmsHvzi6Z1Py+KUd6TKgvdgu1keBmtEJV2PQ03x3H/ADfoTtBOTzWoLjogah0u+u8wHIzobUpC1gZzjjFVVbNFW+NapS7kwfnC2XG1LyMJA7dATxUsesUlcuxZNBLclDpmtfhQUB4SRlEgKXLeJ/8Akirk85sf1DmvmlY9Z64sdvjx9P6tuttZSFHyo8lSUEk9ducU9N+MXjAydzfiFdDgHAUtK/7iuluT5ZyNsr4Pomp9scbwa98wjoCM1892vHvxqRlJ1u8rGBlTDRx/8mlzPxG+NTeEo1OwvaMnfDbJ/tQ2vkVS+De/mJIOFdu9BCwFDaawyz8UvjNHA8yba3gOu6HjP6GlTfxaeLiCAuLZF/dhY+39VHHyKn8G4EqSRkV7KCM9MjuaxXF+MTxKZIEjT1leOccFxOf3pyR8aWr204e0Pbl9yUzFp/8AtTR/MfPdGuX1JAODUN164r5aKjPVZP7f9az6j40bycCR4fNc927gf80VL9I+Ma/Fph15VgXbRAUE4U8HNxV+Q9KAX7EmQhSsZxz7dalvhuyHtZ2poj/7pR296iLBG7kkd+tTzwljKe1zbFEHCXc5z6A1F9MkjUSyACenFfLHx0l/xnxm1vfFkKCLgthB9UowgD/5NfUq4Otw4bsh9e1ttBUonsAOa+RuuLyzK1HeJaiHFTp78ng4SApZPP61n06uTZu084425SIQ/HbK1uLYCCsnnFN7sNtQUQMpPUdKen7spLn81uOWwrIGO3eijdbFLKkrT5PHK2+AD/nWjgHqIyfKI6th1hO1QLjY5x3AotopbV5bhJbX+FQHQ+hp3msKjp89t9D8cqxvTzj0zTe+hPKvKUpJP9NRHw1uQFYdiOBTo3IVwfcUoTbXHwHYawpBOQQc49jSVExCU+UtJWOn1UfDeZSdzD7kdRIPTKaaJKrLB8LbjcWLmm3SYiyXR5KXNvCckd62Za9O2lbbanITe9KAkkEjPFYh0zIkNSmJPzbkjy1pUNituCPWtxaTuKLhaYc1Ks+c0hR5745/ep0inVwqpIVI8PtOuq3qbdSpXJPmf9KSXTwe03d20sPTJzaEnIAUk88eo9utStg7sE9RSttwjIVzUHCMuGY7ZUtw+GbSk1pLbN7mMlJ67EkkenakDHwu2eO+Cb+6toLClJ+XAUU55Gc/vV2FYHT17ChFwlWVHr0zUfaglSC6KRHw1R4sxyRbNRvNoWsqShY5Azxz601ah+Gm+3V5t5u/wwpGRuWFZX6E4HWtCJX1B/WuOEHGVcUpYISXJJSbM/2/4b73FjeW5e4JUFZA+v0+1RvVvwyaynTo0i3zLc80yn6x5hSevbI5rUhCCMg0AqwRx1prDFcIam0qMuSfhw1y1a0PR24r8txawtlMhILYGMHccAg+ntSeyeC/iTYm5JNkfBd2HDbqFBWD0ODWrFEFQJHag7E5CQOlVvTxZFyTVUZbvnhjrNWnHmHdP3CXMWsFILedidpHBHU59qrx/wAK9ex5hfVpG7I3JP1JYV+In2FbqARnODQs7ehIHsaa06j0OMlFUU1obw0sVo8Lod21S24/dbqQPlWWj50bY8rKlpPXKSRjjoO1N+sdOx7ZqV+0WuJOTChMeUPmWClYJT9WccD6ieKvRRUeCogGilKUpSisbiepVzmsmT0/3Mim5E1lrszPd9KOS222FMuqJWtWQjjsBn9apXxA0XM03qUQ0sFMd8oUjg8g4z+h/vW/XIzDh3uR2l8Y+psGkr1lstwCUTrNAfDZIR5kdCto9sipw0k4ZHNS4fgJZNz5MsiRNe043CSP5LYKUIS3jYB7/pUN1PEeb0/MUW1ElIHA7FQrbjOn7Ewz5Ldkt4bxtx8uk5Hp0oK9O6edjOxHtP2txh7haDEQQofpU8Gllhu/LsIzjFUYz040YVhgIhQlKdUhK3u/Hp7Z/wAq0B4k/E+5fPD9nSSdIMRYTDCI4R5xKvOQgobcJxzgAHH+lTh7QeiyoLRpmCjGPwI2DjpwOKbp3hVoS4pU2/Y0lK1bztdUPq/XjrVEtDKTbfNi3pPhmNYkiNO1IqXdgW2X5OVOLGUoCj9RxWkfE3w78Kxbm9R6S1Ra7pDkgfLxWl7FIdSOBt6g8gAEc81I5PgF4bSwAq0PJ2nf9MhWM/nXUeB+iWVBLYmpG7dgPjt+VWz0m9JLihqaKgkeFV1hsMzpiVMRXWPM85bRx5nP0Y653JUPyzV+fDh4UTNFyE65vKUyYMxhMb5dCCsqLhKilWOmEp3H2UB60vb03b2Y0eClb64cd5D5YcXuDhSrPJPIz7VbFk8WY1kgOQoukYzYW6t5Jbe2pSpR4+nb2GB1HSqMmDUTjs8F0M8IO2QW6vr1F8RkOBY3JKlwYjsRgyE/SpbaFE7UH8DfIGfYkUdJ8NtX3/X9x1CyWXYsSapTTCWCUHa55ZyroVfST34ArguSh4rP+KKXpCJKhhmNuBShO0IKCe42A9AOSKt21eMukGIqULtsuKskqWhDaSkqJyTnPOTzWLF6XllFxnxyJ54Nty5FOgtESvDnQdwiIdS7KdZcllKUYAeLfKeOv1CqE+N1K4mgtD2nCUIbKtyec5S0gdPzNXXqbxmtciwTGLDGeM55tTTXnpCUDPG44J/SqP8AiBjz/Gf+CfLOtQWrWhxC0LJVuKtv1Zx7V0sWm9pKK6QllTMt+EjwieNmhXVRmnw3cwvy3fwkhPX71sz4mdQ2q5+GVhiQHgqPOW4XFIVhO9pAQQpPchSuvbBrPulvBO+aY8SdP6pTdYrsK2uOOPAZC8FOMAYp6vWl9b3OO1BkhqTFivvOMNF8BIDhyr35qWWDbXAb0Xd4GaOVG8BrNcbc+yxdIMp5a3weVMrUUONE+hTj8wKu3XdzRZrE7I+XW6ER38IbHIAaUMj7ZqjNP6wa0t4NQtMR9OPLubsrZKaafScpDoUV7ieAUBIH2NTzUfjTaXW3Y0fS0uaDFcwS62EEqIG3qee/5VR7MlucfI/cSpMx3qaClembjMaJ2radKUbcqVuR9OPsFc1Qioa05GzIzxWmdSwNUtWlqVp6xFEpiGpDpUQrC1ZBISep+oDgcbaqBejNVIUiE5ZZh3kKUvylE5xyenrz+VRxN4rVEd1PgZotulu6ZkR2whCEr80hXB3HCRz0A6/tTvFuxVPRNuKnlynkYUpavwqBIAB7cYz7A+tPS7Bcd8tn+Gv7VR8ISUEf0njp6gmo3EgSEJjvzoThB+pQUk5GQB/fNUTXv25KiL5JbLllsLkwmf5yjsSo8BtKgeQfU9fyqOvT0SLohqNHL6YwSHFE5HCT/c1JpKAvT701cIocecKgsZG1Pt78AD7e9I7ZbU2bT9xuklje44jKBjncen+VVYIpKiGzmmQ7WJUbXbC4DvUlSjxz/wB81WV/YU9cLUyMBQlJIz0zkVauqGH5saBlClqbYSkjnskdvvVe321yRdbU2EKSVOqI4x6V18aqKRfVRGvVEGXeZUdEJl1T6CfNx2255+1S6z2lT+n237gptqXjYlrGP5SU/i/M/wCdCtVuKZ6o43eetKgk99yqa3V3Fi4qaU6VCO2Wtx5wkZ4FZJZlu9ryuSp9Br6CzGdiyCcrTtAz6/8ASmiDHdgOF/CiEDB28cGnzyzPQHDne0lKySMZ3dB+lKmrepTqxkNNuslKQ4R9SvQU5S+ASoY5bSXX1uZGD0pVZ4jYntKXhKUqzlQpwg2R9Tqn5rSkMoH4E8LX9s1fHhP4B229xE6k1gzIgQVkGPGCwXXh/iJx9I/etEZRyKol+3gqqS46v5dqGleE4LhTnnkZFLHEyF3VtUltRceIQnJG1pn+pXscA/vWsYFs8OdNM/L2jSNv9FOPN+atX3KqQXW06EvilfN6dhsLWNpdjp8tWMeoqiOilF2mKMFEzrFdh3K4gPvrRBiLQhCB0Wv1z6JHA/WmbWV4Uq5w7mjeT5qnHEj8IQQAU/bnFW5rTwgkOxC7pK4CW0yCpuMsAOJJBGQe+Mmqj1G0+IyoMxptqVFYU24RxvORxjseP86axuDVg+CsJgSuW4tpBSConHTvUl8DHYsP+MS5ttjSkyZyknzmkr2gDrz0HP7UwPMr8wq6YBqceBVnN0sU+MpRJlzFlKUJy4vb/Qk+qjj/ALFaJpuNRBslEmxWCap9tVpiBSirYtDCRuHtikbGiLFKeLLdrQVbN+EoVkn0GDVy2jwRdhsmfq27QoCcgBAdA2AjKipR4SAmnJfiH4T6AaXA8O9Pr1Jc0/T82QQyFf8AnVnI/wDKKhs2q5ujX7yfEFbITpL4VJuow3Jn29NshqwouvKWlQT1yEk/3p71b4deC3h3CTA0rcxPv7Qw8pD/AJuxPfcBwMntTZqHVHi54kJLF4vC7fAWcfJwctIKfQkfUr8zTK7pFvS8FSkthK3SMqxkn/Ws2p1WJQcI8k8enyympz4+xTPi8Z706GmHL8rahSj9Oc5P/SmXRWj7xqJuVJm3AIjxiAVJayScZx1p+8SMu3wM5z5bQAH708eHEO4uWkoZcDMRT6lvqUOwAyB604yeLTJrgo1XM20M0HQCZSlBy7Fob8JKmOCB75rl88OZ9nfLS5zC04SQrYep59al8eULze0xgPLZaKtiEDH0CirvDmfxRbUlTikJQkpJJPr/AJVhyavNHizPGMmrIHD0ReZrq2mHoxShJUVHI4FJ3tOXWAVKeUwUoGSUqPI9uKm+m7suPcJiJaA1DZJBcJwMDqM/rRl5atV4szj0EH6OWOeVg1pxZs8pLyv2Ib3dFWyyhtDnB4So0Gx2+5XK2tTmIRLKh9JK05Paj7vClMxJBcaUn+Wrk9OlWFodqA7pa0xy2gOtsjcB1JHrWnV5J4Me6K5JTlXRB1WO8pWls2x4nH+JPt70fC07qKelbsWzylJZP1lKc474qwVxFoW7Mkq2ICSEgDkg8ZqW6FbZiWCQ4WlfXI25x1HFZNJrsud/UkKM23TKGkRZ8NwsyYEltwnhPlnOf0pNJl/JqPzRdZSgf1pIwKnGp3ZUvXamIiFEMOfUrOABjpSDVFyivNO27yWnHHjlZKcn966EJuXaFv5qiIN6ltyjkXIJ2ns4etKmb6l0HyLlu9cOZpH/AAKCSd0ZGRx0p90/ZoUCLIeZYQlwjjGB0FWTmoRtkm6ViVF7mtkeXcFDA4wvpRo1Ld8bTcXFDpyrOacLUIrkny5DDeVcElAOfapIu3WrzUkQWCEJz/whg1klqlB/pIPLXFEOOoLkUJ3yNwQClIPYelOFp1rqWySDNtF1djOq/Eps4JFOlwlaXlIbgi1xw42vKylATu9uKC1ZbNK8xz+HNNlI+gAEDH5VP34yX1RE8qvoi95us+8TXJ9zkrkSHlFTji+VKPck05eHvi5rbw0fuEfScthluW4lbocYC8qAwP2pmnhIkKS2AUhRwR6Vo34XvB3Q+stGzNQ6ls6Zcl6e42la3VfSlOAAADjrmrM+SOLHclaNMI73VkDf8ateeJENy26oejLZjEFAaa2cnueTVV67VsZUE9eya0Z8QOkNGeG1wg2/SttTE89suSPrKic9Cc1mzW8hs+W4pXCVJKj1wK+lfh5xXo8ZKNXb/uec18Wta1dgLFoq7X9hE3UshTcZKT5TCeMccE+lS3TVvTA+VjRHA4GXNqFJPfNQe76/ud+Zbsmno7zbZARlCcuOHp26fappo5iTZLew3dh5TsVSStKzgjv+tc1N4tPncn3F8GqLUsuPjjcho8cnnV6tW24eUNoHA9qgLKQBhQ4/vUo8TL0m+6hdmNoOOgJPXFRlpQSAScnvmj8OQ26GCf3JeoyU9RJoEWnCC4kHI65qUeG2roWitYW3U9yjKfjwXCpxtABUQUkcZpliqSpQbUSQeeaBPt/mjy2+N/0+wrv6jAsmGUflM58ZOMkS/VOu4Oq/EaPqxt99iGmY28E4/mJSFA8e9X8u6pu+2c0XPKdG9IcP1YPr71mG06HujshjBTs3pz15Ga0hb2jFiNMnqED8q+b+y8UqZ3XPcrQqJ5II47ZoSAeMY/0rydpG/kGjUkEZx2xU26InEpCCNpGc8+1dOBwAMA5rm3B54INdIUTwDgc0l8iOr2qxk5xxigFKgk4PU/tXk7gocZBPFFvGQVBLLe4DJJJp8Duwa0kJCcgenNF4O44xj0o1DeUDzOFfrXFpBzjOfegAkcDcU49u9cyCDgg5IxRhBwAOievHNEKIQQcgflSaD7hbu7n+xpJcNrURxffb+dLHPr+rIyetN12UUwlqJ56cUvHIEVWFYPOepFWt8PcYqk3KXgn6ko/QZ/zqq152Zz696vH4foXlWORKxw8+o/fHFUZOIskuy2msE4Io8j2oCE85Ao3B4NY6LAIHcYzTFrqWYek7m+Tgpjrx+lSAjA61B/GWUqJoC5qScFbSk/qKb+wLlnzpnvfMajmyVchbqz096S3t550NIUSUoThKfSl7dskLmvOFCuVk0mu0ZxT3lEEgCrUyTFdzsMeVH+Yjutu4H1ADBFRd+3OQXAoJJx6dKl1rTcmEtNy45SnP0HHbvzXbhbS7uARnPIx3qjFlrhs16nAlzFFXXhSVTtwT1GcYpqnJUcL5AJqX6u0pd7ehu6OQnhDXwHtn0E+mfWow80p2OdvOD3rVGakrTOc+GNgKyepAHoaGlAVwRz3NdbRjI9KOQEnrxUrbA600FkJVgA1MbCS3ZZYYGVhIHHpxUUQE9sZ7Zp5sV0XBkjacIVwodlCotWqHF0yUaMaRHV5kppTndQA5FWHHmWZSA9HeSjGMk8EGmWzxEXFotpeCQU7kKQOoo6NpaSwiW58suQ20MqUBkAetZMqV35R0cO5qkuC0PDnx9uWh5XyjcwzYCjh2O4olJHsexrR1v1XZdaWhu92SSlSFgFxskbmz6GsPf7OS0oD9sd3sL4Vu6pqW+Huqrtou7oiIlrUy+QhxBP0lJ9vWozknGn2R2yi7S4NLTrsxBU6or6jIANJ5jQ17pO5abltp8l+K4lKu4VtO0/2qDvXNbqVvuPH6zxn0NWl4OxGrpIJUAppICTnoSf8ApVeNtu0QpNnznlIur88tPeYt5glkDB42nGBUitmjZtytky5yVeQGhn6k/iV2GKu34n7DbfBnxQ+XsFmiyo98aM9KHUnLLhUQpIx2zyPvUUs+pZVxYZk3O0BiHuHmLQhWwHPQirc2bJjpRjwc7LJwdIqa3WG5yGnSxCW6pGRhIzj8qb1xZnmFotrB6FJGDmtDK1dBt9zduKLS38oqNsbDaAlaj1ycVV92jNXKRJkiQGpshZd8sf0J9PvUlnuyKyor2Rb3EubXGiCkcnHWnyz2xDjALxWG+qiByKVu6V1PN3zVQnHGUEAuITkYqdaN0OzdbW8HZLcV1pBOVHk/lU3lio3ZapKrK5k2hIWVsnLY5BPFNbtrdclpYaWT5h6AVPb5aW7TCVH8tXmqWcOnIBTUat8gWy5NzJTSihBBHBIIzRvbVoadq0SGyaATDLUiQpS31EBKan+nNQ6r0xeTCcLrjIUELaUnIH2qCQ9WyLrq2A3HBRGQ6k4PfmtOWFjQSHRdL1OablKGEb053Kx69Kz3kXMubN2gw77lJ0VvdvGmTAuarbJsKVhagOeD0pM9qBq/oPyqFRV9VNE54qb6t0NYZVyaRNcYbMhPzDL3B4z3/Kg27R1jLL0e0oTIkNo3KVwlI+5qr3I1VcnV9jJu5dopi92x35ooypRXyDjNRLVbE20o+WdgAB7CkOnqCOwq3LvaFCU7Cko8mUU5ThQyAe/2qC6sbYcAtbn1us8lSQRuPatEMkm9qXBz9VghGDk3yRCA1MmR/nQ0otNKG5Y5Kc8fpUm+TCbE5LTHLjbagA5gkJUfX700QPmm464refLUMKA781IdM66k6ah3C1u2+PMh3FvynWnRj7HPYirIqUpUcgT6ekwZJVDmKS2rP0nGM56jNNj/AMs3JcaSFKCVkBQ789acTZETrQ5eIIKTH/4qEnoPWmAKIUOCSnvjrWjElubTGq7FDq1IVhH71LtGXNvT1tuOokoJkRmtsc8/StXGR9qiPmKSjcrB6indlanNKT47J+pa0DHPvxWqH0uycOWRabdJd4kquFylvvOuknKlHB5pdYtdai0q6VWmY62lXVGSQfy9ak2ntLOPxG2bjbErQrHCUHcOPxA0tj23REaaYU1D6XQcAeUTis352UZPb2a/yzS3SdFj+HXjI9qKMiJOLqJLKQCoqz+dTWXqR1tYLuSFdFdM1RlxsUO0uNXqwOKSG1cgpKePcd6mDd/VcrGl1KvrbweB29K7eh9SeeNS7RGeOWPgnOpbmq76XlW99e5LqMt5P9Q5H71V9vCAAkp4P0k1JIlyTcrDJj7jvZw4OegB5FQ+K8vcU7uM8Voll3Ssw6lXRIAptvlKQQO47ikT60pUVDcEk8jJ70ahYCB9XAHSiiUPKJBynHNXbr6MlURDWjDBS0AhOCsH3oWn4kfKTtwCc4x3pPq+Y2bpGjLUPoJP69KVWUrQpQB5PcnqazQkvcZY7UaRP7OmIFJcHbtUriiI7/wclWP8BP8AaoPbSQkZ53c4AqW2txpshchYCcYOTjitu5VcuipY5ZJKEFbY064vr1ntzzNwgvKjOYQXW0nH58VXT9ysTrz/AMiFBpwAtoWsKUAB7VeN4VYNR2GXYVAhx1soQtTeBu7HPpmqub8EpqSHFXGIhWBwkmvOeoZMWTJujKz1eh9B9UhBx9l/zpf5lekb3VEgkEnrQfKSFbSobepOan8nw/tFiHnXq6KVlW1KGU53HPAyaiWsV2q2T/lray5gJGdxz9R7Z9hWeOSMuIkNZ6JqtDi97UUvtfInirTEbMiOxlX9Klp4zSVvXEkSPLeb3K3YUo8AH14plkzpIyVPq2qOQ2DSVt8LWvCCdw6HrVl/ByCXov1reUG50VDys/8AEzz7V24Q4wYRMtyk+URhQzkg1DPM4yuORj+rPNSDT1wjuvCCvcEr+kgnj7ml4GeS6Q2eB9sUBKyv19aVvwHGlqZUQNpxnNAbiLSM5HPOQaf7CAx1HkbefSl7Mr5b6wQkdOfekSAtlSgUFWPQUYtaXElJBHG70xS8cCI7dZshMpaEA4zkfappprUUaxwm1ORVPOqAX0FRydb2pqCGxtUBn8xUt0rarLKitmWSH0YG04wcVmzyUVyjbpIylL6XTJP/ALT3u6WpUq0WwrAUEEqTjBoOn7Pq3US3YtwhEtEHfv4SAfSn/Tt/sNkZl2y4oyp8BbSW0lRyO+Pzpxn3WfGtiHIzbqA6PpUfpVj3HasO7YuEdZYlNrc+V2Vevw/Ztt/nRi75iWhub2JOM9cH0P8ApSEJAUTyfqwKm9w1CzbGH2JUNbz8tkqS6FgbVe/rUHxkhX4TjtXRwObW6Rx9XGEZKMA1ODzgE98mhhW5GRjnjAohC8Dk/V69aGgL2BOep5/Sr0zIGg4JSSQf3+9Pmj34UW9xnLggKZKgFA+lMALmfY8Y9aOj+cSENNqJzkYFRmt0XEnj3KScey9bJF081eW7r/IZiNqCvqxhAB96er1P0vOuDcmFNYkbFFW5kgqQf+YelVDB1KiBbFNXO2mQkp2KbOCc9uO3506WPWkSPA8i1w4zL730+USVKH3OMVw8mnlFtWemx56StV9ie37VcqS0LeV/y9oAwO1Vt4h64h2+xOWKIw4uc+nBcKMJbbwQRk9T9vWnFdyWWf8Aei2h3qeckUzz7ZaL4p0z3HPKdQEJCRn6uyk56GrtNo5L6pLgy5tbjlcFKmQC0IDluZcBGMEj9aGUpCshHfOKlA0xDjx/lLW+4pbR2/zSAVfbFMVxs10gkqfiqCUnJWBkAfcV1lJJ0zirDkyJuKuu6ESkJUsEZHIz7mvNK27iBnJz+VFBa8lsE9eM9OlGJCuCTwBg02VdgnMOYV+E4zzRRQQoKTjJ9+lGqSvOTz+dFqbXjKRkjnOelNNADbS2CSAPUfeuKDfChwPeuoQVA4A3HrQVoKQAAogcc9zQuwOYQQMhI7g+9Xr8PzW20XB3B+p9OD9h/wBaotaQkEqABxmr68AUFvS8pZON0k598JFCE1wWuFgZJGCOaubTTzUCFDm29lpt1LaHA4GhuBIHfFUkp1KklIIPUUhvHxCav0Syi3taHh3GLHQlCXEylIWoAdSNpwaLXkjTXRJPi3+IXUWn9JtaIj3EpfviVeetCNqwynGQCPUnH2zWEpU/5lSh5pUkg8E8pqa/EB4szfFi92+7P6f/AIOYLBjBrzfM3HdnOcCq2hMhQwTyepqFrwTXQ42+I7cZTcJThV5isFVWVbvAO8XCOp9G1pspBQVn8fGeKjfh/pi4Xa4symyUtNnJP9s1o+0FNotocvVzbbipACVOq5+w9ax6jO4vbF8nS0mmU47si4KftvgBq15x2G0WlBSDhClgJJA6ZqrLnFXYrjJtU5DkeRGcLTiFcFKgcVri3600auX5cG7KeWkfUBuH9xVE/EW9pifqhrUenFnMpAZmpA4S8kdfQ5GPzFGDPKUtsiepxQwR3YyuA/EUMrKSFHrgUayqBkKS6Ukd/UUxgreO1LYKU9B6GlceK8pYK5LbIPQAjI/Wtqdsw++/gsjw1tNgv2qoNsu2oYlmYkr2qmychpvgnKsfbHbrUt8V9V6o8L9RsWrw+8T0XO2eQFIeibVs7s8gBQNVja7VESgLU6h5eeSVZNOmrbYwrTUWcygZYe2KA9FD/UVZuW37kcmWWRbX0PcT4k/GtnCTqxtY9VwWf8kinWH8U/jNFwF3O3ScjnzYKR/80iqgTtH1EHAoaVKGEk8D19KhukinbH4LxY+LzxXYG1+22F4g8HyXE5/RdOcb4y9eAYl6QtLpxztecR/rVA7zgZ5OeuaEpISkr3YJ4GRTc2LZE0cx8at8H/G8PWF47t3Aj+6Kc4/xqxFICp/h5cEc8lmWhWP1ArMLHICU4IPQ0o8lWdgQcHrxTUmJxT6NWxPjR0K6UplaX1AwOpIaaWB+i6dGfi48LXsFaby16hcEnH6E1Bvhv+EfU3jck3x91NssTStqpjiT/NP+FA/qNbG0n8B/gtpxtTl1izb4/jOHXA2gnHTCef3qTajxLsNn3KDZ+KfwfeI33+Qzxk+bCdGPb8NOEf4mPBp7A/22jN5/+uNuIH7pq4ddfAL4O6qtqRp9mVp+cPqBDnnN5P8ASQeePUGsKeP/AMMuq/Ay8pi3uMiRbJBPyk9hJ8t4ensoehqLkn0ScH4Zpljx+8InvweINl/9UlKf706xfFnw2mN74uubEtPqJ7f+tfOpy2xUpJDfOe9JhaGVr/4YOTj3otfBDY/k+lTOvdHSTiPqm0uf+Wa2f86Up1HaHyFRrnGdz/geSr+xr5qfwCEUE4CSenFARag2rch5aeeqVkcUbkG1n01TdYxSlPmjnnrzRseXH3HCxXzSQbmy2kt3u4NoScDElYwfUc0qYvGqYpJj6svLZ9UznB/nSUl5HtkfS35ls/hWDXDIbQcBWa+caNeeJLBwx4gX5JHYzFnH6mljHiv4wMZLHiDdjj/EtK//AJwqW5C2yPoYqUlXXBoIdRk9KwCPG7xvZP066lHj+qOyf7opXH+IzxviH6tTsPbOSHIbWftwBRaDbI3qHQcgUWr8eSTWHUfFT40oWjEm0OBP4gYeM/oqnCP8Xviw0oJfstiex1/lOpJ/+XQmn5BJ/BtdBAH+tdBO7HGax5G+MvXgP+8aMtK//K+4n/WljfxqajThT/h/GIzg7Jqs/llNO14YuTWpIA5ANFpIyTk/kayu38bDwA+Z8PnfcomD/NNKmPjXsO7MrQ92Rx/Q82r/ADFIPPRqEEEcr/KhgAcZ4rNcb419CKAMrS1+a9dqGlf/AG9OsX4zPCl0Avt3pj13Q84P/pUaEHkv1X0nk1xJOcjj71TMb4tPBiTw5qCSx2/mwnh/ZJp1Y+JTwZeTvTreGn2WhxJ/dNMLLTOTk5AotSwOEk1X8bx68JpiR5WvLTz2U+E/3pc34r+HUkZY1tZlf/xrf+tDTQWiX+buxnGBXN6jzuximONrLS8oAxdQ250HpskoP9jTg1dbe+AWpjKgf8KwaVAn5FSgCNxOfyoksNE/U0g/dIrokskbQoEexrinEEg7gBQ4oaC1wo7v8pxhpSf8JQCK6LRCeR5K7fGWk/0loEU96e0/Iv0nay4G2k8uOq6JFPM5Nj04PLjPF588eYr/ACHaqZyhDwXY8UpkbY0Eh9rcq0QGm1f/AFxtKc/ljNOUTwT0RdXGn7pAtiltHKVpihRTnrgnFFv6kaThKXCVE+uTRk7Vn8DtQmv5Lj52MN55J9T7VQ8jfRrWGMRxc8IvBu1ul9WnWn38YKwQ3/ao3c/B3wTmqWTphcZasje0+on9/uabjfZ89anHHiP6iM9KLj3pxzdlWdvGc1U4wk7a5JKNcIaJ/wAOnh+yhbtljLfayFKHnKCxj1BJyKYnPA3SUuQgBqQlxOUoJd+lPv04qcx9Qlt1KkvlOD1zT2vyr3DdMBTaJy0EJOcJWf8AI1bFQ8oqljd8FQXtektCsOtaasqLlKbW22qXOSHEpOfqKUnjAGevtUsvmsXEANJUNgSAAkYH6CofcbKIkpFp1hBeSbip5taMlKgSUhOD+RqP6+uAsV0VBZWpUfYFsLJ/G2RkGpwjGC+lE/NEqf1YUnJcyab1auBWSHOnU5qtVakW4ogqwD6GhNSzLdSw2rKlnHU1Ld5Ci5rHqQrcQ6hwqBPHNKNdaF0vrCB/FJFwh2afzucdUEoeyMfV7+9RFi823RVsTIl7XZKk/wAlr1Paqd8RLtqLVUlFylXBwMsOpUmOhRCQM9x3qvJljGlImsMpK0ThXw+TpBLsS+219sghDiVKKT+YFWB4GeG//wBLa2Ni6vxDc2XXXG3k4WAVE4xkehonwlLy9OBClqwkjAJ6HHNTfYe/61fGKkrMeRtOivZ+hdVap8QZt21feXZtryv5VCnQGwMjH0J4HA9KnNt0Za4aAGWmAO2CmlZSMbc10BQ78iqM2jjmdybNOPXSxrbGKFjNpYRgICfyxUG8UymKmKzkZJKsetSwkj7mqm8T9WWaFfE2+dL8t1tAOD0NYdToY4obk7Nem1ss09jSG66eFbV6it3hcN1TkgZzuPQDrUbu9vkaZs7lutUORh1RGQk5PqSa0FpxYXZITrS1BKmUqTz2IpaQped2Dn1GathoG4q58fBgz5lOTSRlfQNrvb18D7rTu1IKihST9RB4FT/XF7tlsjvSH2UjYhIGMZKiM4/Sro+WaUf+EgHrkJGay/8AFPqJuPqGHZGyhCWGPNVgYypXr+QFEvTFlknJ8EYZtsNiIFd9ZhbjzTGxKFEqxnAJJqPuaonqQUOSVpQBkAE9PaotKu4XnCh6ZFNip5U5ku8ntnNdOO3GtsVwU0S16+zF4CXioDso8fnVvaB1TpG96ZbtsezyYuoLekqfWle9l5of+Jzyk5ONtZ4E8ElOf1NOljnXuNMD9nlPxXSNpW2opyn0J9KU4xyxcJLgVGi4+oIDcYqWUOPlW1AXz0OBxU20k0tOlkvPFKnJL61fUeMZrP0B28qiodcnQvmOpKySc+tWHoTxJj2OJ8lrm4RGoUdKlIeZ7EnoQf1rDj0PtO4oknXLGtwletZil5SFvOITnv1BOfYZ/SkOt9KOWm8Rbio7YjzJKSrjB96tHSNl8OPEKc5crDqpyQjJCUApyATlXHX1FTzXPg7bNc22Lb3biuKiKrcNrQO6tEMLjbaEpLdaMxpsdwLCZAiOFlwfQ5tOCPY0Y1CeRHWQkHb9OPfPStMTfC0rs7VsbuaC3HaDaQW8dBgdKhl58FkWi2rekaiaaRxwEHrmqskZy+lIm5bk0U+xCMWW3OcYKyEFSU9Bn3pREfukvc5JYc2HOAhJxU7ZkaYsH8tuP888jje8cj8hRi/ERplsobjRm0AdEtpA/tUfyjl2yFJorONaI38SS7MeWylzODt5A9ee9Tb+HWpiGuQyHAhKMblHlWBSO56vsNxdHzEFgu+qRtpwsb1v1c+LRbZMSI66nH893G4+xPX7VHJp5qkuSUVG7ZVktr+c4pCONx71sH4PHI6PDaPFM1sLdkvulC1Y2/We/wCVUnL8BdaeYryIjbqTnCkuAj71MvDS26r8L9JSWrzD8rykLKSVZ+pXTp7mnqtPl1MY4sS+ptIvhljie+XSI18Q94f1Pr64rbd/3eMfIQoHIITxx+dUdfbUl9bLTyv5JcAcKv8ADnn7VZd0864vrfkK5WorUc8nk1VviBqaCAqywXAt1RCXCD+Een3r7J+Tx6HQRwN1SSPJLNLUahzXlli6fT4b6GgKmtuR1SlpJyFBxxXHQDtSbTUpOtNTbn4amGZB8xCFj8QHekfgDobSmoyuZdHhJlsq+mMvhKR/iI7/ANqs27RmrL4hRS1A2NtRihB2fSTjt7V5LU7MOPJBW24vl/sdbD9c4N/KKM8VreiHqVbTLQQgDH0pxUUhsJKhuGR0zU78YFqkX0SdoRuycY4qFRsnadx561q/DUb0UbIepP8AjsOS0tpSSnt69aNcl7H2GMnc44kY9OaUfLlSQUAE0O02583eIh50EvPoQEjnqqvSZYuONv7HPx8zSZo6waJiRLY3LDW7DQWFLOOcelHJRnqcHNSaQ8hixBrck4bSjhXfA96jaU5x169j+1fLN8sk25O+T1usx48ShGCrg8EDO7HNDAKVcjHviu7OgAwTRqkZSd3XHepGB8hKQo8pHfk0MAg5Jz74oxPOUnqBxQVpABJHvkc0fYApSiTjccjsBXRtHIBwBzQkoGQkkZ/yoTXBIAGAQKLYWAOTjJHOOnavHGMntRi+R68etFLAVkhWBml2MKed4wkY9KTFQOOeKOXkjIT/AK5ordnKdtMAJ27SoH0Oaab9kRAgHqqnXA/Fk4A4NM2oVgJbSkjnJIqL4QLkYHQkNkenNaJ8EI/laNirIALhUrj3NZzkK2tHdgDH51p/wnjGNom2pIwSykkflWbL+kmiap6jFG4zRSPxc0YpQHIrPSJnQPUVUnxLXdiz+HUhx90IC1YBz7VbSVAjJ4rOnxnTEo0QxDK8eYvkA9s0nyC7Mdm+wpC1eRMTyexo1l9yR/MaWVEc7k84pv09Y2Hg2hTST5jgTz7mtJTdCWGw+DNwubtuaTJdaJbWlACgcEfftWhRbVoTlToqNiS3OabZ8nywgeuc06xYEd5SUqR6dD0qHw7htcwDx96lljlF2SyOu9QAGRXG3beTtZJqcbZqDwv8M7Brfw5n6Sv0BD0C4DAJA3trxwtJ7EGqsunwG3S2S3ZGmrvFuyGCSuG8jy1lH2PCv1rRPhCkwNOxU91J3VZ1tuTCX1vvNjIATuPGR968RH1jUaXUTeOXDfXg8i9RKGRuPVnyl8Y/Axzw7YVPRL2KDwS5CcaUhbWfc9RmqjCSOOfzr7Y6y0Ro3xIsjls1TYIkmO+2QHCkFxPuFAZBrD/jL8At1tqpF48MZhuEXKliG99DyfZJ6K/Y16zQ/iXT56hn+l/Pg0w1UMj+GYxH0HGOtHNK6e1OF90ze9OT3Ldebe9GkMrKFtupKVAjsQaMslguV2kJYgx1uKJwAlOc16LfFx3J8F5NvDhdykuiHFUTnoDzirHt+o7tbi5EbdbaCiUuoWjOfzr3hF4Zajs93Zfu9rejtOY2lxGN32z1q1/GTwqatUO33i1oWmS6kCQlHckcEe9Z81TSlHlHR0c9rplUFPlulxmSwPNOdjY+kHvivOQkJkNSFAhaVhRNJRPjMFcdbyluoO1SVD6k9ulPVuZYkNoelSEhB5CdwzxWHbOUuTVklCqTH524rcjpQjIA6HtWlPA2MmFGt0dzHmST5qs9en/0KzHBW1db1EtkRJKN6d+O4zxWk9FzRC1PFiJUAIsYDg9zj/St2NKKMVEU+LLQtl1TrWzvSJrbclmMtICgfw7gQePeqUunhFrKClVxt8CTNgD8YaUVjHr6kUv+JPxHn3TxtVbob5DVtjtMqAOAVE7j/cVdXgLfLtqFbUeWkGMlITx7Vn9QlDT4Xnm+EZMjx8uaMn3ZhqS4IARKjhtX1fyzkEdRRkKBDESSlyCl6UlAU0VKCO3U963rr/wa0nqd5ubaWIkG5oSQXFoz5wPZWOc571jfxF8PpeltXyLNqFxy2SnV74hb+pDiPUHun79K42h9Tw6uW2PDMCak/o6GbTb09y2pgOqCI7y9heV+FJPrTixoO6WuSXY6RKQony1jkZ6jPaolc0yITRhvy3UFCxgBQxu7EY4NSSy6vkQbWqE9JDj+BxnOE9jXQcZtpw6O16L6Y/U9Ssd0vLEt+0BqfUTjS7pdIrSGwQPqAIHtiiFeHlpi2t2PdLqwpR4SpKDwf86Wyb/JdG0KOMcmohqbUEnZ5Le5a3DhKQe9aoptJH0HJ+HfS9Njtxbr7i3R9i0TAvb5VMdmvMslbSPL2pSod855+1elXGe5OJc3PM+buSnaVJT+lRi22ufHmJmPLLbqsqITwAPf1q09DeF961k7HmWq5pbUHD8w2pJKW2x/UVdAeeB3rbcXjv4PIa3Sz0+opRqMukOWrxe7pb7Mba04oPtIQeDn0GO9P8ls6UsjVlkKWmY6kPSlJPbsk4qV3a52PSL0K3NgOrhI2+ctIOTjk+3NVnrXU0by5N2dlB1TvTkcJHQfrXOg5TdJcF89uNOTfJX9x15CtGsHXbgyXARtUF5PHQ/nUucg6W1nBV8kpAccRuRv4KD9/SqzRaWtVSnX5C0ArXncew7n2qwtOx4NqYTGtzapC0gJJH4f1rtYoVCmeeyy3zbK9ucKVZ3X22nfoSShRScj/qPemJyXlZSSTnjpVh6+hTkyWZbjbSG1JKFBB3Dn1qAOwUhZAdHsMHilGNPkpqhfbdQy7W08y39TMlotLSrkFJ/zpu3BGXAQQT0rvyi8pCljAPX2pS3bFOENpWCVGpRSttCqhG6642nYkg7u9SHSzilIfhqBV5o6deRzUl0D4Jas17ckRbXbnHGwAVukYQgepParnvXh1pXwq045FjNpnXZTRTIkHlKARylA/XmteHSTy8rothFp2w/Qb+lE22NPuUllpamdrIc4yrGOvtTNedEWy8XJ59kMocQSQ6jCgoHrVXWzVVsYakW+S8UneVNJcRvSB6Y6g09N+IctEAQkJYSyPwKayD06157Ppp4ptwZ3sepxzglkVof79pnT1msziUXBTroR9Sc/SKifh/cmLgxItyj+FSkgHB+1RzU+s2DGcS4+VrVkYNMPhhfnGr/sLmxLqs4xnv8A51u9KhLHO5Ps5+rzRm0oot9p6Ja2nYi3WkOS21bdx4296ianfJdUhJCsq6g4zViTvCa8ainwb/p2VHcZbQpL0d14JVyeduevXpUd1no++ablBy4Wp5hChlLm36D06HpXomndtHIzwk5X4GyA9uA3r4OQcUsWwG07wMgggZ64pphuJTjaeQeQVU7OFbsYhKwQB2/1q6Eo1Zm5Soq7V8xDeolNqUPpAAOR1p/sktpwNOpcCVYwoFWPzqEa4QtvULy1thJWEqyPtTjpS4h7+Ws9sHHbng/rXOx5UsrT+S9w+kty2OJWQkL6c9eKcb7DduFuRHbkLZUlW4LSojoOKjNmd/CjcCMjHr+9T2PblPNoStOCUjA6Zq71LOseBpds9F+EPT3q/UVJr6Y8v/Qr9/U+orTthTSNv4EyU5JH3FHW/V1wU+qBKkEOJGUKzkK9wan+qPBLXT9sVNg2N2W0tAcSY5Du4HuMH9RVLXiz6k03JSzeLVLhLbJKPPZUg7c84yBx0rzUJbuPJ9A1eqenn9E7X9SR3O9ynpzDsr+ay0sbwRnP2qNeKEmzS7yzIsaZLcUspyHiN3mf1cgdM0Y9eG3QptZAwjdgHrUYvspc6MhaAtRaJxxxgmr8aads8x+Ic8cuFK7tjIXieVqJUnPJoUd9SPrDicn25xRQbcXneRhPX0oltO1wqUseWMYGe9X2eNoE7LkBZwvPJOKcLO95T6A7zz9qbWs+aorSFcdT9qVsFLjzZ3HGRk+lCGuzRLln0DcbGzImN/KSVMpPmtLxlWB2qs7pCZgXBcVmSl9oHKXEH8Q7U2NXW9XRTUC2qUWWgEJV049f705XGzzrSywZjnmKdSfqx0HpVcHy02ep9Vji1WjjlxYknFK3VX/uJkJBJBBJzSu22iXdJSY8VvzCe56Ae57CkO5eeDn86kVjuBi2yS00B5jpCSocEJqyT2xbOF6ZpYavUxxZHSYVLh2S1FLb7xlSCSMNYDQP/m71HJV8U1LayyhltKinKSc9e5pXdYi2lERN23OSnP4T3NMsuMZbX1EKWOCfU1mUt3LZ6LV6LHii4YY1RNY+q5DhZablIjpQMeYGfMWfYCn9u9zXgFuzZLjQHWSUgn3wKqMTZlsWltroepUM49MU9Wqe/JdbclyVOJ6lIPFQnClwcfe4TqXZZ1oetM6dGbusdp9t4LRhfBB4wRRTts0xGuTzUuG4UeYAlLS8ApPcH1qONPOsyrfJWnCHSpTY/wCUdz/32p5kPRzNYkSV+WTkhI74/wAqSft1yer9Jx4NVpbywTal20SNvQ+jJSvLZlXFCiMjeEEZoL2lNDIZdixbg4/IbSdyvMH0K7Aj/rTLdNRIjxFGM6QpSevTn2po062uQlxaVFS0pLivdR6Ut8u7Olm0XpymoRwxbZN0RtE2eHtdtyJi0J3KdcWoDpycA9Kr6664nTVuRNOx2LbDP0qcbbCVrHru64/Okuorw6u2rjbyAlRbXg8kA4pmSsFkIZG1CE5/8x96kt3b5MGrnhxtYtPBRSXhc/1HCBcVpW4nzVeS0lSlBR/GojqfU0bp287kLeJWFlR289BnsaZYzb6YikNoUtx3IAAzkmirVI/hj6ospKkLSnCkr42mrcaV2zzHquVuMUTZyfIfQUuPJKSk4B7iiVzVnASpQDfI56Y44pnRPDoDoWBj070W7OLavUHjr15rTZwOx4jzzGm/M+c4vBJCSo7f++amGntUJWpyNIT5raiPo2ghQOeueDVV/PEk/UOOv1ZNSDS8ksOrKlEgjIGelU5uYtHW9F1UtLrITT4bp/sydXnSGm7yA7aJbUCWE7lNE/QR/kagVwt0q1vuxHgnKOOCPq9we9PErUzyFfLQmAt3I8xxXb0FM17fdWpIcUQ5s+oZyetVYJTun0d38SabRvH7+CNSvmun/wCRCVHOHASPv0oXzTKMYOMdSaT7klOXM57e9eC0nIOMD26Vqtni+RW3KbcTgEYzRgkMjOSCccc01PBzJAJGOBx1obMWW5gssOKz1IST+9CsBct5CxkEHHfoOav3wKSBpBa+u6UrPPoE1nlQLJDawd4PIxitGeCwWnQrR7uPuKHv0H+VNEZFg/TjOT7UwX+G1KSoOJBxyBinsqVgHr9+9IpeHQAoY9aGhXXRRfiPoJU9lt+A1/NbdHAHYnFMELw5iMpdjfxYGS2jzEpca2Bz/wAvJz+1XtcYaXUqSUj6gRn0PaocxbId1uinojjP8Rtqh5zTq+oA4GPQ9aw6qU4K49HU0EMWW4z78BvhZFjQ7YuPOAbdbcKcE9fSnvUtrv0pxM6I+0thr8KduSPYDNQ0zVhxx+OQk7jwk9D3qR2fUjqwlMg7wOqd1cueW57jrYYxUfbvgO0P4eybnIkz73LShchSw0EgDaO2cVVPjdZ5+nYcWFKGEpkOIxxy4B+IH/CQe/pV0SNXXDTjiLq1Y3JrKk/ykIcCQFe+eagnxAov2uNI27U79rbYVGeK3ksnJCCMJUftnB/KtWnk3kUkjNrowji2+TPcBCcBTzLiuecKxmnZlEHcAbasccHcKRtrfCAUvoCRwM4FL44lKUCUoXu9MftXVRwR6tclpo4bjSPQ4UD/AN9Klcp1MzSk5kR1KIaDgyRwUkKJ/TNRa2ofbV/MbUnPAG2pfZ2XH2no+CfNbW2UkeqSKkmBWisgcKHbBAo8YIBz2xmiw27vKdudvvQxkDkHPQ+tHIWGISFcbvtS+12yTdZPyjP/AJlKJwEp7kmmzKifwHINSCI+IlqQ0Qrc+d68Hb9gT6UxolFsh2W0NhL9vYkLTwVrUVj9BxU+0doLUevrNPvOnbTaZEeA6lt5t1TaF5PQAdTVNIuLSPoQSojgpTUo0tq/WlhbfZ0tPlwkyyPNSyc78dMjB5GTU7+Bo1ZpP4gPEj4cW7NpHUFttz1ldYDzUVO0lCCo7ti0YwoHsoGtteHuvdP+I+lYWq9Oyw9FmIzzwpCh+JKh2INfIu6XDX2qSw/qFyXcRFSpLRfQr6AeuDj2rQPws+Prnh1DuGkLzGWITixIYKXEp8tZ4UPqUOvB9aspZVtl38/7lUk48o+hkmehpOUKBINVD8R2mrb4neFV7sEiKl2QiMuRD4ypD6ASkp9z0+xozTXiVB1XZ0XeCpQadUpIClJPIODykkfvRci8tK81JWSSMnnin7cIL7kfcdnyMeYKHXEOggoOMehBrhQG17tv+dSfxOhuQNe35tUVUVLlwfdaQRtHlqWSnA9MEYqN7wo579elUN2y2jyijYVEEg8YolW1vG0be2fb0owuY3bsHPt0oJ7HGQT09KiAFatqUbemScdqB5wSQ2B14yKNWMISrpgYoMXhZcdSCEDcPv2poCQWyywm0pl3Z3I4IbSeT6Zq/fD/AOHHUOpoEK5INmt0aakPIQ+Nz3lnoSnHcepFZscnuOf+JkD0q1tH6qTpKyt+I9z1HcZ95efUxBtyJKkIX5YGFvKzyhJxhIHYCrse2+SrLur6ext8QbXatM6vumlJEVl9Vue8lTnkBtROM5+knHX1qv7xb47I86CCpvP1A9U0deLxPvd1l3q6SzImTHVPvrUoEqUo5NJo8tK1eWpYIWNqh6iozq+CyKajz2NiEgEbcEDpRqdu5JPfPXscUB1JZWpGEqwcUmO9GCVjPJGOmKrrgfQsUhI+rYOfb/vNBUyR0UDx+lAQ+VYQrGTzihBSif6elFABSgbUpKEnPFAcjJUQkpAx1pSnrkcZNBWrbwBz6+tMGxMqGzydn70BUNs5ASMHpxR7zhwQkkn3olDiwQTynODnrSobaOGAwhJOxPB4ohyMnaQpHHfjtS9a1AZyCPQV4bvKU4pIHtSoBsMNpzbhsc98UFdrQD9LKSPXvTkkoB3KGAfSjAQkfTj15p0AzJtbalHcztOAfahoYdZUDGlPtf8AkcUnH6U5rWFL+45otwAlOAnAPTNLkKOt3XU8HaYuprw1tGPomupx+iqcYfiB4lsLS1F8QNQIyRwZ7hHX3NJlLYWnDjYOE/nR1ghsSr1CZ2/SuS2k59CoU3NrmxKKb6PoZ4eaie0h4d2S03O7SJ1wditvS333Ny1urGSCfbOPyrmo7u1v88vZWoZqtYUl693dEdt4iLBAXIcJ+lCR2+/bFL35rmoLosxmnAwlWEkjsK53vb+TpLE4cE002BPkodcJIJ4GeKatXX75/WSYCVnyYLexKQeAakWn2hBiqc2bQ22TVbWByPdNTXW5THj5TbxT17jtRdjJhMnpt1jckrUdz6ghNNabqIlkflhQyTgZ9aate31pcRluN9LSDwO9MN7ui4ulI7YUNzy8/cUXxSCh1bvj6Sjc6cY6mpFaNUut7fLdP61WaZZWwjdkqI9ad7K06rC1ghI55qLm1yCjbouFUm0amYZGpEBYiqDjT4P1tEeh9PaqX8TW7XdLs9ZLXMLiwlUi2qUnb5qeStkepGCR+YrustfG3MG1xFc+XuWc4ynODioSpcq8wkMxHVfOxHPnISwfqChypI/uB6/erccm1b6FONcEfQHt2xWQrOOnepXYUsWqO7e7ictxk5AJ/Er0pYNL3HWkP/ajTlrW64ni4x2Ef8J0dVBI/pUOR+Y7UojeFGrNf27+GR4MmLGGRvcJayod+xqyUqXBGKT74Kxues9S3O8rnyYTCo7itrYLn1JT/alk+6OqjpixoIdedSCoFYAQn1q6dKfBpJQpld81HsQ2eUM7nCr7lWKa/Gv4cleHsKXrq2Xh2RDjNJUptX0KSeg4zgjNZ5YpzkpNFyzwhFxTHbQev9B2SyNW6bqy0sS0/U805LQlSD6EE8VK2/ELREnBY1XaV+mJjf8ArXz7mwmpklyU/wDW46tSifXNKE6LuCmW3/kClt1AdQ4rgFJ6c/lXRi1FUcqScnZ9CW9Vadex5V7grz/hkIOf0NHpvdrdOGpzKv8AyuA18+mdJ26Gwt+4zVtlA/A2eSf+zSZFpS4rzY12cj4/CkPqB/Y1LdQtrPokJ8UkbXkKHsoGql8RtLWfVGqmFyoiVrUtKd6TtJGRwTWR0ov0eQltrUlyRk/iRMcAHPsa0tfJj9o0miUqS75kS3JPnFZ37gnrnrnNc71DLSio/Jv0EHuk38F/xFsx2G47ZCUIQEpA7ADijg8g/wBQFfP1vxZ1wUFds1vdiNxSErlKUePv2o5rxv8AFSPhTeuZ6CeAHEIX/dNdFKoowNO+DfM2e1BgyJikFzyGlObU8k4GcCvnf4r66ueuNXS7tcglv6y2hscbUp4AqQp+IHxmaJbOrG3QoYIXEaPH6VBrZFTfL8mRe3A4JD25aWzjdzzyOmTUZz2pslCDk0hiUpSwrYnhPc9DXo7UuS4EpRkEjIb6/rVlapj2t4NwXYUSM0y2NqmGdmPQZH4vzpqt8TT1oSHFKccc/EOcft3rPize6tyRr1Om/LS2uQwQwxCWfNtTyynqSc5p6i6mgIBC4MlGOPwU7wdRWi4T27YphKfMVjJPGPU0uvWkYyEkwZrK0Hnel0H8qt3SiZ6i/JE5PiNCZBREgPKdA/rO0Cobeb7eNQOgvFRQFZS22DgU9XfTDpdW+0pGU5JSkik8NpxCA35S0jOBjvUt7fYttukSTw1uV20slE+1TXGZzTgdCArAUO4NfQLwy1pD1xpWFeWHE+YtsJfQDkoWByKxHprSTbtpdcmhaVuNko46cdaffADxaY8Mrzcod9mSPllOYW2ElQ47gDvShmTbiiWTDKEVNm6sYPBJ71Qvj5rYxZ6bJGcITHTlfPVR/wCxVg6O8Y9M66ktQtNsXGS65wMQXAke5URgD7mmm+fCrqDX16l3S/aoi20yXCtDSG1OqCT0CugHFZtX6ppNH/3ZpP8AuZt8Y/qMuP6kWnc4XAT6+lNM/UjheZa3/SoZJHc+laO1h8CmvLdbnJmmbzFvISkq8pOULP2BrMGr9LX/AExNctV7tz0OZGJBS6gp5z05qGm9S0+s/wCzK2TUlLlBEy6PuqLzSiCnqBQIl8nRZJkNFeUEEK3bSk+uaYXrjKaIaab2u/1nacgGlf8As+DbVTJ14eCHAdiQnJzWqWRR7LoY5ZP0m6/APX7mvdFtSZS90yGr5d4nqojGD+mKF466hh6e0e5Lmr2NBYOAOSewFZa+EzxTd0hrdWjrmtSol4VtbUs/gdAOP1FX38Tlv/jui0Bl0KSw8HFJCv6cda6vp+VR1EMn3MWeNxlFmTtReI2qNSyHWbcswopOAG/xke560zQ9Oug+dIUVLXyST1/OpDGt8WEg/UkFPPNGOSWyCEgYHTFe7eKeaW/USv7fBylOMFtxoUaUu9w0ZdGLvbXCFsqGUg8KT3Bq+X/EqwavetbNvUty4FBcW3t4QcdCfWs6OyABgKyO/HNSvwi+rXEZRGfoWTz2AzXM9ZwQlppzXaTL9HOXvJfLDfFcFVyQp3jcCCPQ1XCnzBdVuXjJ+nNT/wAUphmTS+rja4oDnrzSPRGjWNYzkLmp2xWeVKT1V7A1h9F1EMHp0ZSdGjWQeTUOhltE+4T3Ux4MVT6l8BKBzV1eG3hs4y8m9agShbyeWmiDtb9/c1IdP6N0/YkoRbreygAdduSfzqXMFttASBj8qxaz1fU6lbE6j/mSx6fHi58hM5lttlKUqJweAVZ7elJkYSjHXHelFwc3BAGM5yc0UNqRhRGec1x62mu3Ls7tAxwc4zXlEjnceM44oCnmm0Fa3EhKRkknoKr/AFV4sQLY6ItlbTMdSdqnM/Qk+3rRfyCVliBxJThR7d+tBUcApJHFUBdvFvVriypmUwwN30jYDx/eioXjLqxtaWVsolOfh+kZ3fkKW8bizQW7OCT1oalkgHbweKgOl9dXC4vIi3m0uRFLH0q2nafbnpU6QUqGR354NNST6FKDj2GZUM8iiHFpzt2g/lXSTnnv39aKcbOQErxmnwRQBwE8g9z17UBSwnoE4FCcBCc7v9KJUocpPrkfeigr5PEgE59ccVH9QunzkgDgDrT9yeVdv3qN3p3dLIVj6eMZ4qLQ1Q0yiMbc9cD/AKVqfTN0tVk01CalSm2QhlIG5QHQVky83SPa2kyJByEqBwByai2tvHOXLQI8RS2kto2JG45AqjIrpE0a91V4zWWxqAYmNKJ4J3ZAqA3T4srJbCtHkqdWOgzjNYkumvrvLWpKpi1JHQbieaYJd5kyVgvvqVnr9WahsQ+TaMj4zFvSAY0BCWj9O0q5qvfFvxXl+LKo8JsISlkcpCuM1mhFzVjKXDwacoN6eaw406QsHrmmooaZakS3MaWfhP3qSy2gLStSSoE4+w5qZ+I3xFaYvOhzoqywSlQThUk8BQxzgdutZ2uNwkTgXHJKif8AmUTxTBKf34QVHAyTirItRTXyRcbdlgW6WpagScjPerR8NIirpeI0cIJJWM/rVKQrklpQHBArQPw4lu43sOnCtg3YFeb9Sbw6eUzTn1GzC+TXunlGBDaZRxsQEjt2p4amTJ8xqC6/tYT9SyBjHsfWozFnNtjaAcpTnB7Unt86+SpMhxppamXF4SlPt6V8ynbfLPNNovTTtwhNJEJx1LjZ/Du/pqR7YCgUpQ3g9s1R9tsF/kKTLm3MMYIKGwrgVPrbMfQwI90cQ+OiVg5UPzqcZr4FT8Ec8Yfh+0B4uwHIl1tDTc0j+VMZQA82fv3HsaqDSPw4aY8FXjLuTTdxlAkx1uN/QPQketaOcnLhtqXDkuIUO4Of71D9RXcXll213RsviQkpCwMH7+xroYtbljD2VJqPwaMWSX6ZPgpOJenNXa8XL+ZQtmIdqWwnCUpTnpS7xOnSZKG4r+3DnLQ9wMmh6Q0O5pW7XJlZU4hR3NOkfiST/f1pFrS3OybzFfKyoNZHPOBjp7V9I0ji9PHY7VHoIKKrZ0Zw8Q9FyI17TeoaSlEofWQO9N8RiagJSFqQR2P+VaERYo97hvW95sFxokoyOcUyyfDKVHAcai7sHnIq9ok0mxj8HrC9Iv4mPp3eV9aj/arctfzEe/yLrgqSV7c+wpNoLTzNpiu7AkuqH1EetSaV/CoFrWqa7sKskbfxH8h1osaVIx1rSDcLz4y6gmOJJUuaQOM8AAD9hWsfA63yLfaW2GU4cXhJPes0Tr1bZfidd5Dbm1JfSk+5CQM1qDw3dD0ZlqE+QlSsrWOoFeb/ABTll+WjjRy9bHbBP7l9Wa1ssI+uSnzSP5i+Cs/n2rKnx16fiuxbBebYhSpTD62vNPOUqSTjP3FansiI6Y6UkYQnnHdX3qM+KvhxYvFG0tWi5PttNsvIfCkYLiSk9h7jI/OvLejPZrIfuYMbqR80olsvMgN3O4OFMZlWCMZ4oi9XBS3hKtrRBRkfcV9CW/B7wntMA27+ANzMp2rW+okqP2GKonxm+HnT0aHIvmgguM4lJW5CK9yFD1RnkH2NfUno5xW5I9n6H6lp9Knhlw5eTNtu1EqYytLgAKB9j+dNrkqY7d0uxYofPTB4A96Sq8yFOeaW2UrzhQHHPTpTxBlKVLbWW0tgp6Adapa2u0evjllnSjKXTHNT+1nfIQELIwccgfnWhNBahj2jw/bjWUIUXUeZIKT9RV0Gf++9ZwuzqUsL+s5wcmgwdV3aJDRbLdOcQwQArbwVfc044nmg43Rx/wAQapYMsOL4JZ4g6nmIkOPqdWCs9SentVdqM26qBdkLDfVSeufSpDLakXK2rZwFOqG4bs5OKipF1W8GUx1RknjceM+4rTDDHCuzy+7LrcmyC5ZJWZFvtkZBfebbTgfSDjP3o616mVeJwtkB8soI5V/pUadsjx2uKbVLWOClSuKfIMJMRLMlLaEPIH1NjoE+1RnqOPpO76d6DJZk9R0ua+SzbPbLUiN5b7Lb5VypT31k/rUd1xpOCxb13GC0htxP1FLfTHqaYZeuSg/LQXCVp4z70YL1Ln2t+3TpR8x1OQCeB7YqmG/cnZ631D8hn0ksMILhcUlwyKpwrjqD0Herp8A/CFWubsJ91JatUXCn3MdR2SPc1TdvbVJltMhJKlEJArW1lvkfQ2kbXpi3shEh9CZEhWcDcroD68f3ruaLEss6Z8qhG3yXFNvlj0xZ0WDSsBuHGQNpLafqVx1J7mqE8T5RnsPxk7sfjWo9TnoKfrjdLytsSCsKSe+MAVDr55kqMH3CpS+d/fr3rvZIRhj2xL3dGfNaQHYU5l9IIQ6nasg9CKY3F3hDP0SHPIB7Y5/OrL13b0uxgQkko5HFRa2wlPJTEDqUFz6QpQyM9RxXBzaffJoqbaZBZK35BI2qWo8ZxTjpO13KPdGZpbcCEKyeMcVJXrbdLS+Y0lDK09QS2OR+VSjTCIZcQ7IQFc9Dxiq8OmalTF2yydK6rXHSgCHIfcQBtCThOcVZtsv1zuMdUa9tpkwHRhUWQN6dv58g1XVou0GIynyGm0kDrUhYvq5CUgHjHavRY4JRSk7J2iNeJHhI1AZOqNJLWYG4l6IcqVH+x7p/eoFAfktpMdSVZOB+EjPtWgGL67Kii0x1JSl1JDhUOqTwR+9UJ4kWvWGhb78ulyNLivDzY7pJ/AegPoR0rJnhHE7XRlz4n+pFYeJcSQ3qNTpjqCFNI7dDTLZHBHnIUFFIyAQrjg1K9Q36feZCHLm2yHmUeX/LTjgdjUQmRiqYpaXU5yDjdgiuNKS9y0EV9PJdejENyXg6oA7U5GMYzUkuF68pfkIfytPKsH6U/f1PtVb6GvCmIpSk+W6QQAeM0CZew286PmBncVHnvWPWOeTKfRPw1q8Ok0H3bdlj27XuoLIsuwrvJaI5AS6QP0zS+d4rX/UTaol6U1c0LQW9sllLgxjryP3qn/8AaAuqwBu7deKfNN3OJJuLEN6TgOuBCtpwMZrG4fJ2J6/Tz+ppEhsuhrdrmaq2WezSi4TtJZ/CPuTwBVotfBxbGIjandUyG3FJBW0lCVJSfTOeamWnNWaJ0Za24kQxoycBSkt9VH1OOprs3x60lEOd7juP+cCscs2aXEOEeZ1usxap/XFcFT6l+EFtLanLXqRZdPUONAA/oar66/CtrG3RnZfzkZ1DWThGf3q/3/GVeoF/LWCyyZKldNqScH7nijP9l/Ee/I3OSmrc24DlBeycehxUFqs+OVTkY3pdPnVxiY0uOgNT2aR5Uu2PAZ7Izkeuacrf4a6ukxHbjEtSlobwpSM/UR7DvW1G/Cu6zbcmLPuEBx1AAS6pBJ46VT2r4uo9FXddsuQwk/U2tsfy3E+qa14ta8jpEtL6FDUT2qVFe6IsLzLCZc1gs55II5qRals0O9w0sMyUodZypBPQ/ei13tp3O1Soq/VHQ/eipMmQ8hLjElsuA5wT9Ln+hq3e3Lcj28fTsMdJ+Vl9SqiArZcivrjPJ+pCsHNFuSn4g8xhBWrP4fWnnUmDNStaAlS0ZOCDmk9ujsvS2kPIJSeVbeScdq28ONny/Ngnoda8WPtPgnHh3otWpIZut0tqC0s7UBTpT9zxyfSnrVfh7ou3W1xMS1pTNWCUrS8o4PrjPrUC/wDpka8tMpH8NtrUe3N4CY62/wCkVOrPqZGrmRNmuIDpGzbwNntXJyxyJ70+D0u/Nke3JF390U7ItAfcG9OFt/SQf3Fc0NpmdftZQ9NNBRMiQlH0j+kn/Splq3TdybmLl2tnzmlnKwg8hXc+9G+HUSXZ9QLu8yO9HfbRtjulJACiMZz+dbIT3KrMvqGkeXGsmOD3eeCQ+Ntvh2PUMO2W5hDYgsJbbwnqEj/PPWq9j3USXy9Ldy4r6BkYCR6CpTfbPqTUeo1vKL9wW79KDnfnpwB1pZA8EtZS1b7ixGgMk/ikOAKA9kjJqt7MX0yZv9PlPT6eO9bXfTK7vt2VuTEaz05OaWWt1qJAKVXAplvqBShIUClI98Y59qs6b4P6G07AXdtR32U8+hP0ttBKEOLzwORmoZqO726VIUiPHaU3tGw9sdMJNG9NVE2YXLK5amcqroidzWXGnUA/Vuzj3puan4Z2lClKPAxx+9L/AJZ2U5ubJUAeOOTUj034T6q1TLZiWC1SZTzisJbbaKs1bLbjjum6R5vVeqQ936GROFep9mls3GGsoejKC2iOcKB44PvTleEXzXNyev00j5uU0XlqIxvI47fatQaN+AXUxjN3vxMv0SwwhhRYJ3vrHoEg4B+5pX4++FWj9CWmwp0fa/lWSw63vccJefwUneoHgdTjArjy9d0rzRwYncn/AEOTl1UNRmWNOzFzz78dxUZ3ehaSQR70IT3XUBlSgT14qS36zR5souOtqZdBP1D/ADpJbNNxo8hD7xU7t5xiuxHUpxtkPy8t1ISw7Fend0hENZb2EknoPXmpVptiRE2kwPmt2AlBJ654JxT9b1LeaDBa2oIxjtirK8MLNZE3pFwuEUPQ4TfnvI3YyhBBPP2rnan1B4oOUl0Xzxw0q9345K+vMC9SLmmZPtYadUhIShLAbShOOuAADUQvLDiJbhUhX0nbux1r65xxoTVGnI71yslqkRvITsU/HQtITjjnGelV9r74efCPWOkJiLbpmA09KSr5ebBb2LbX/iGOo9jXB034oWJr3YfzT6KtX65DV4Y4VGqPlz9W0jnrx9660HHVhtAJUogYA5NTzxP8JtUeGV3dtt6t7gYUsiPKCCG3k+oP+VQViQ5De89JG5sZFe10+fHqYLLilafkxWmSC3WeLHCHZASt30X0T9h3p+bekNthpu4eU0ByEDkH27AVEo17+ZayobHAORntRS9RFKg1t5PGSa1KSQnySCW8iUVMzG2XxztcwErz96ubwmLLekWITTm5bTjgVx0ycj9jWdHpzjifLbVlZ7irU8CLu8bnKsz2Vbmt4O7PII/yP7VCUk+ReC7io7fTAohxsq6A/ern0d4Rafn6bRfb1dHnFuchiKUkp+5Oefanq2WbQVohKjr0smUt5Xlhb7m9zaRkHHCRx/avM6j8T6PBJ41ba/oUPUQ8cmSNd6wiaTtzr+1DkjblDX+Z9s1S1l1BL1Ve7hKmKAdLKSSkY49OPvUs+IGDLtOuL1YZaFJ8pe6PkfiZUNyD+hFVdomaIV3eQ4SC61t+5BrsPLHU6f3IdNWjdp5JSTJ61O+RQGHDjngmlce7qaWHWUlRPQ0gciJlgrW+EjHWo/PdnWZZdhvfQOmOhrmrHFvk62+WPnwTRi+CZILNyvUuMkj6QGyUE+hxyKkGntUxHLmrST0ly4Qlo8hxbyNpKldtv7VTqvEeaX0sGOguIwegxUg8H1yLv4g2sOhThlTUuuYOCBnJx+Wa3Y//AG8Xkn0kYNXqVKNDV4j6BkaMvrsRTLiobw8yO4pPVJ7Z9RUYiNMl1IARyMAHjmvp7rmD4X+IsNjSep9Ix5DjDYMdbP8ALU0cY/GAMfvVA+LnweaYi2w3Hw/uimJ7SCty3S3QsLHbaoD6T7K/auNpvxTpcs1DKnFvz2jmR1MJOujL0BlKHQhWQpOONxqX2FxLctstpGQoZ54NQ0RZFtuC4EuOpt9hZbUlZ5SRwQc1KrIj5kpSlzaoHPH7V6eLUuV0XohuoIpt1+nRcHDchez7E8cfbFJNzi1cEU9a8Q8m/uLfb2rcQgq9yBjP7UxsKISUo+9OwoOjiRIWGmgpS1EBIAzk+gpxeWGZrdtfaWH0JCNq0n6D3yKk3hN4d6t19qFUbSsJbrsRpchxYXsCEgdd3Y9MD1pdPssu5XormoeS5HXs85Z/mKA9T+VYsuuhjy+1fKVs1YMCzQbi+V4G+0MWC3J+ZuNxaddB/AohIH/ppXJ8ULbBHk2iIXl/4gNiAf7mm296Fnl9M1/L8QZC1I4X04Jpld09DaUS0hO7oEpyTmrI6qMo3Ek9POLpocpvinrdtfnRn4sZAPCA0FDH3NWT4Eauu2rdYRv4/Y7dNWyPxId8hT6SMbeu1R9Acc1V7OjZTLTcme2tTEgEJK0khCvTj7/tWh/g+8I7RqnX7MeW2/vjbZLDqAUhBQoFRJ7/AEgjHvU8WZ5ZVYsuBwVtUayslsVbra01DtsqEwQVBlxohSCeoOaVyWLk7AluRmlgNsLUVFPTCSetXTOt0ZtsJDSCAMYKaYdRNx4unrgvakJDCgR0ByMYrVkioY3NvhHPdRdnzqvvwp+LN8S1f2Uw5zk5hEnyfm0+akKGcFKsY+2aqXWvhhrrw/WU6t0zPtyTkJW60QhR9ldD+tfRKFqWTait1KG8ubQhWDnpjHtjild9vkTU2nHrNfrTEnsTVBktPoC0c/1YPpXznD+KtTilWRJx/oyr81JyuS4PlilzJ3A8dOlGFxJ2p3gnvknirc+I3wPd8LL43eLU0tWnrmoqjq28MOEZLRPt2PpVJtKUt7ckD8WMj1r3Wj1mLXYVmxPhmmLTVodCydg3OIThPr1oDykojuL81J2pyNpyf0oh5WVkE+3296XQLdFkW955cpxuUMlpKGwpBx/iOeKvlJQVsshB5HtiEWu03K4gOvH5dnOSpQ5UPt/rS16+aZtAEYFc11HJCfr578ngflRurLfff4ezI+oRnWkrPlggDI/qP+VV+VMwihSyCvP1JAx3qKzJ/pJPG0/qJidbaadWG5lkWhJ4CtiScfrSoQ9LXNkzLZOUypH1H6iMfcGoa6liYULjrCMY/En9atrQulmZVqmlUhtUeTHW2BxxlPGSKTzuKtoshg9x0mV+8sLUXcFIVz96KdIThwjsANwqR6oWW7PCVGQ00hADbfltbFYGQdx/q6dTURVLkhICiFfUc5FTxzU1aIZsLwy2MWNhKyFIxnHOaPSncAAckD160jalk4SQn6gACE4pW08gKG4/QevNTZUDyvgEbRyBRbuSranqB1pUtADZLQxg+uc0mwhK8lOOcjnrT4QgpSiEgHk0WlWDgA5PFHlLRJyleB3Ch/pRaw0DlIXhXXJ6UDAKKsZB6dKUMyUpTsUN4H4ueaJQWCUjeoYGTlNBLbayrLikpB54oAVOhp1BUk7do6jvRHK04SRnt3rqE7D/AMRJSc4oK2yVE7hwT0qPQWBO8AgfVt4yKL3hJHPFGbFggAg5/eveQASokZ7ULkYpaCXFbQdoIxn2p2tamoUhp4s7VNLS4lYPOQc/5U1RG5Ly0pYaUSeMAVefg58MXiF4mzWJE22u2myn6nZz6MAp9EA8qP7VRqNRi08HPLKkXYcM80tsFZdHgl/CNS6OceivNLeeklUnOMnj6QfsM/vVktWC0W1srWWW9vOxNRSb4PQfC7SbultLTHEynXi9826NqnT6Ej0FUgL/AK1sd4ksxrpKdehq3PwJis70n+ptfT9a4Gi9U0+qySx4+K6vyju59Flxw3y/maMulwZatshTSgAUkCs96e1CVuXGM2vC0TXN3v8AVUgV4pR7zbg0hCm3MYWhXCkH0IqqhLVa9bTo5JDczElHHXd1/fNdO9zaMO1pFkasuQ+QaJOfqSMZ74pDqqbvjWuGDwEgn9Kbrq8bgm3xQogOPAqz6AUdeWxOujCGwSGEcGo3SHVsd7ZFMjaTwntx1ovW2pZenrQtm1J3SAANyuic0qjS0W+FlRAVjqftSzTMG1aiIXMYZkoWVLShfO/FZsudY4ub6XZqwad5OCnZF2vcyG3IvEYCWwspdIzhbK+ihnsDQ7PqZdv8jyntjjawkK/wn+k1aWu9HxrWjA2fLLT5kR0/4f8AD+XQiqb1Jp11KBOszpWSnLkZYwo+pSe9dKE1OKcejDNODal2a88G5OnI+mH7tBaeXIujiXn2kABll1IwoJ5z1zxU6Z1ItlRUlhOB6YrK3w7eJMaK1M05KSUOlzz1IPBUSAD17jaP1rRECZHnNfMxHUuNnrz0PpS9ypUymcLW4lrGvvKP82KVgdB0x+lVz8SHjDp6D4ZTrRNgIelXVtUZhlRzk/4+f8PX74p0eSjeSFqQE8nP4QKxT43eIaNZa0nPRnPMg23MaLkfSQDgq/M5NX45OTKJRSIrZ7dHQBNuQBGcoa7fc/6U33vU7ynfMbeKQBsZbScJbR9vU0B6esR9oOfoJ5pu0no3U+vZK4djhuSC0ob3M4SnJ7k1Oc1FbnwEISm9sVyIv48tMlSn3gpChhKSM8+tSFzTOpblaEzoroQ2ob0gJGSPvUnk+BMaxtoXfr9GadbG9TZCsZHbIHT3qfWSTaV6eW2uApuNHR5Ydb+tC8dCKyZdSqTgdDT6FttZUUFZlypd2gQ3CS4t5Da0k553YrTfiQANJXJlKtuWEtA9+cCqV0Xod6X4htuuF1mPHlNymkuJCS4jfnGCc9qvXVtvZvFrXEkTERmlvpK1rPZPbj1rHq5rJkxot02F44zbKVtXgPrFNqj6mtbkWQVkqDC88j3HFNN88Ltbw91xkQGEYAUplo52gemavqf4iw7DbGLPp5lDvkpCS442og49BxXIcbxA8Q2W2bBpKRJW99KfLaIRk9yo/SB9zWr3dRBbpNKP3Ie1ppfTFNv7GZ0sN3J8swWnt4UAvenaUKHBBP3pdbtIXGJckub0Flv6wsfh++a00Pge8V0NJuc67WeM5NfTvipe3FtB6k4GOBnpUB8ebDYfCU/7BQZEmRLbiocdlqxhZJO4Y7c/fioy9Qw6iSx45XJkIaHJhTy5FSRUmr5bTvlOqfHlMpOAOq1ev2qFvXGc4rchHloJxjqadn3oi20uzFBWRkZNIC6xLQ44AlKEDhI9K244LHHbEw5ckssnOR6DOSmT/J4cUMFw9van6FeJVuSY7shRadyOeR0qGhl+KUvuApSTke1KvnlSW1J3hJSnI9sVJFfY9uvr84LBzk5I7HnrUi07cLbGlgXGGlznhf8A0qFR5mI6VrO5R4z2FLG7gpChtRnjrmlNKSocJuDtGitOXCx3mdE07DYLsycpLTDTacqKicVo/RHwl+E2jx/HdTRf43d3Fee+JC9kRkntgfix7nmq0+E3w8tllszvjTqVpSN7Smbeh3qADhS0j1PQfnVwXHW0/UzJjyIHyccqKwncT/L7KV3zXgPW/VJ4srw4JNJd15ZD1D1CU6xx8Eub1ZpKx4ttjgpX5f0obhsBDaPYY4H3p8slxuc1Yki2BpJ6Aqyoj37VGdLsWCHHU6hAd2gAHH4lVNYDnmtpSU7En+mvLSyOb3M5PL5ZIIc+SyAcJzjkA1C/Fnwi0V4xWhyHfbe3GuSUn5ec2gBxCscZ9RUg+YbbX5bEdbpHYDA/WljMqUv+U9ESAfTqkVdh1EsMk4umEJyg7R83tY/DjI8P72/E1O+2GmVFSH1LwHE9sDvTHOgaLk2uPZmprJlhRQjGRnPoemcYrcfxHeHjWvNHvW4sNqntJLkF9Q+oKA/AT6GvmRfLnMs85+03FlQlR3CgjGChQr6F6Nrl6lBrJL64/wDLO9pfUPoqMV9xs1Bp+dpnViohdKXc70OJWdwB9CKUS73qUpEdWo7mtvr5bklak/oTTdBekXW5uTJbzjymxgKcVk04SGx5nBzxnPevR47iqspyuMpWkPVqucS7R/JlMbpTYwvCv3ApQ9GWz0BAI6VFvLcjPJlxlkOIOfv7Gpbb57FyipcBU4+Rt2DH017n0b1BayHs5X9S/ucfVYHhe6K4ELqVFIWknrUu8IJSomsUSJCv5bcZ7GRjkppjdt7rX1qR9xTrpFHy94S8EA/QsKTnA6Vd6via0WV/Zi0s17sTniC4p9K30JGQpahkdfQVDrD4uap060mPDjQ1IQSPwnP581OdVgSYZJQlOVKzjj9qpaWC2+62nAwTXkNjhoMUl9zpblLLJMtVj4kdXM7Su1QlY9CoU9QfiU1OoZOl2VAnqHiAftxVaWCwsvRf4ncm9yduW2/8R9T7UvQ66+4WwQhnIKhjrjoKzLd5ZZtiW7J8aLlItqZT8JqM8ocAK3Y/WoTcvEq/SHCpVxdGegSsjioReLi5/EG2cnYhOAM4x3pJbH259wIfKtgVnGf2NDyVwg2lhwtXanuDLjaprrkdf0r3L4NN0t2LHkKcD63CRygHiktxu8W3wwhZShW36G0cAe5qLyb0h5hUZleC6frcJyftVUpuXZYoqKHBV2c+aWqa2PlkglODyKk+l9WxbViQzaIxUOQsDcoD86rmGy0havmLiltBVynGf70oXd4bBUzFSrPTeT096hV9jTcXaL8heMptz7ZuUNiSypIzsH1DNWfZtRWm8x0zLc+lSFAEozyMjpWPo2oGDH+TbJcKASV9Mn/SnfRuv5+n56XfMWWw6kOAf4e/7U4qMXaHPJKaqRr0KzynIBotR5wfWmqw3iLfLc1NhupUlxIOAc05bQnBNaKT5KDigc4xn9aJ5KlAHpRozkkL+/HSvbMIAIpMBOrA4x0qLXRYXNX9Xc96laxsHPYVX2priIjMmTuAICutRZKisvFHVKm5H8PjgYb4Uc96qSZLdkLK1rO4n15px1PcXZ9xkPLczk8E9RzTXBcYcWd2FYGSSKqskhukuFpWAnJryA+6AQwT6cVNLfYICnkyZTYW2RuAzwTRF3mtwFqXE8tKUnjGP7UmPsjBirZbPmskEnrjFFtvJRwU1LY86JeI6FP7SruDQZemob7Sn4riUL6bc5pUKyOsOIdGSO9Nd0Qpl76OM96cJUORDeLah0PBo9nTsm9vJajrG4dc80Mkk3wMsd+SVbUqPp1rWPwrRnoMaRctgUdnGaylEby+kD1GK274BQG7XoEzH04DuMnHTArzf4kybNHtXlmHVyqFFrRZciRMU667tKk42jgYNTfTzUiQhLaHUoZQMJzwPufX7VQlq1u/cJzy4balQ2nQ0h0nBJ/zFXdpR1SYbT8hW9xY4BH0pHoB3NeA1Wly6avcVWjmRdvknSGGmUZ85TqsdSoY/SiTvQSWpKm1egPFJUyEEcrQP/OoZ/SiHncnKD071kXBahaq7XNg7Vuh5PoodaD89DlgpdaLLp6K7UiRKDgDb2Aod6MbiuvueU0kqPr2qyLrkdJCOeZjqDDhqQHf6CrofXP3qM3/AE8+mMuZt2ugfzWsg5PqKlFwULQ+JCylxSfpUQeBTffLgh2MLhHG4D/ihIyMetel9F9TlhfszfHg7Pp2pi//AG8/5FV+Y8Nl2tyinGUqx1yOKIn6mucxtUN+avcfQYP7VYsO2WG5IUpnawXDuVs5ST7io5qLwqkSl/N2aY0twf05x/evZR1UZctnVlppJ0hZo6dbYtsebelNJUwjcd6sZ45PNRDVl98i0XDUjzqlhpCkxm+yiOmBRX/0udQRFKmXmLKWhvkNtfWXPbA/vTNqqFeZVvX87CeYb2eUzH8snAPHSnPLBLdZTkhOEbozTp+7ocvZmTHVpefdU44rHcnJrbHgE+1c7O55DyG/LIKPM4357ZrNFq+GnXl+nvix+Sh5K9zTD6/LU6nr9B6H7Vffgv4O+Kmn7qmDqm3SYlvThZUg5TkfavPevajS6rT1Ca3LwcnU5XLHt8mn7bBdlspSta2Hk4xtPBFIb3pZK0GX5am5LZ3Fxs4CvypztjCobDYjzwdgCdjgI/vSydOS+0W5LbiFJ/ElIyfuPUV4nTzePIpLwcxdlQ3y5OMlam3gQk+tQWdqJTknyVKw5gjaeix/rT/rBkM3qYmG6VtlW8BXGM9v1qJzrYzcm0pcJSoHKHB1Sa+86HIs+mhk+UjQ3TKC8bPDZVsnDWNlj7oMpz/eEoOfIWe+PQ/sarxCQ1NTg7QlAwRWjdXKlps8u1SgC+W1oUOqXEEdcfpWc21ocSpaOVskoWk8YwcVz9dhWOVo9/8AhrVy1WN48j5QlvawYriux4Bx1oVokWqDFS9ICluk5xjOKIv7i/l9rm0A4KQnuKamlBtAC3Byc474qrTtRjbM3r0JZ9VGEfglytQOOBLdvj+W670WsdE0B5UkOttTH1OpwVJJOeaaoUjdIQojhI4+1SZgCYhSAUA9B96qzZZSf2Ov6P6RixR9yXMx38NbGNR39mF9RSp0FZ25ISOpwKfvHy0adtTjTtmkNpuCZCWFJaTtDjZTkqIHccZPvTbpbXNn0fHfgtQLgLw5lHzDBQlKQenUEj7imK4BV4fM2cpxa1AhIKs4BOevr71hcXLKpdJf3N0MGoz5XTpLgjcCLbWhw4UrPBUlJz+tekw48FXzLbjmSeDnOT6UtfRIhpWG170+/JH50Kw6cv2r7uzbraw7IccWMJA6ep44x71uxRc5lPqOXHpNO1Jcirw4sEm+aniR/wAKFOAlRHatcW3wL1VqkouV3uLFuYKQGBj69o6cdRSDw88MbP4ewo9ymtJm3p3CUZ5bbWfQd8dzVtxtWMNuiEiT5nl4Dqz3Vjkf2r0enhLHDjs+Zy1W11Er67eBusrJHX8nekXOOoE4SClxA+xzmoBc7Um2sLj3BJS4jKSRwrPTlJrUjN5+ZaCt3XoKpvx10I1qG0PXqFIcjzWE5KmzjeB6j1rRDUyX05OS3Fqb4ZmvVbSRM8srC21JO3HINQX5Yht1aFYW0rIx+1SRyXJU4bZc0DzSN7TiTwo+x96b4kJUp+QwCQcEADsaT+p2i9uxc6lN/sbEwJJdZIDg746GgQY+zCMFOK5paSqJOciSB/LdyFJPr3FONwjIhSiCSQDkc4yk9DVm3ctz7EhfBc2bUkKCh1z3p9ZuCmE/Sc8dM8VGWHkE43ceuetHyrg3HjuKUs4SnOR0q6MqVskSK03qfMlrZhPhKshAJ7UR4x2p93TEC5SpTzyYTmxwJ5yF9z3IBFNuh33ChK8FCHDlSyOVZParYvVpjXPSMqEWgtHyqlfUOMjkE/mKlOPu4Wwa3RMfS1KW8sqSOT/T0FNz0WN5vmqTuUoAYV2p6kw31PuHyhjeocH3prnoLTgSUFOAM8d683HmRn8CuzqCJWd5QlA4CftSW5W25tO+eEqWhzKgfQZpZppttyZtUNwShSsfYZqVMrRMbYS4jC08bRzxzmtUNNHN32JameHhPghjVpvMlseWzkH3xivG13uBIQ42fKUn6kketWTEgJZSFBOOehom5QwpwBaANx4PJ57Vd/02MVZGXqGWTqyCTdQ6lZ2qlzXFoA6dBXoGtJEeQh35dtXPVYzS3UsZxmMplTaTuyCT244/tUHZdUjCsHr+tcvPp4451RdDM5q7L70t8RUnTraA5bI5SMZKOOKsK3fFfAcCQ/FCSoZ5Hb71kx1SHABt2jcBn1oTriAwBjKc8GsctJhny0a8eszR4UjcNm+JDT8zA+ZSg57kURrzWOmNc2VceQ+kvI+thYIyhWKxtYLNJmhTjTjiQTgHpUlgaduq0OFi6vtpHAG40R9Hc/qgXQ9ZnhdvwS1SGnluNR5aQtrhYKh+uPSma4XVmD9Ls5gqzjCVc5pld0femVKdTPdWV8KVnmko0s4wtb0pal7ElWCcZNaPyGSHMjsy/FiniUYx+r5F8mWuUQ6pWR/STz1p0ssxUd8LaSC4AAnccAH1qPtB5KU7inHQZPSklxvBZHy8deFJGVKH9qco3HacHHq5LVLUz5d2WJOu6HXkh9G9CBuWocBSuwHtQI10SyougJbGcqIGAke3qagdr1BJkIS1JWCGgcA0sVOXJGHXNjSTzz1rI8VcHucXrEMyU4kwOpZc10NMueUznO7uKMcvG4bW3VLJ6qUvNQty6jHlMoUhoDrjlVCjrlSVAJPlo7570vb2okvU23tXLLO0HqZu0X1idKcCkoCiTnvgipfdfGK3vShFip811ROAnr371n27TnY62YsR/bvJ3KHpS/TNoVLn7UOOrW59JWkFSuewpPApcs5WozT1Oq23SVWWLe9ULvn/ABYfmpbO4ggjYPcmoLera5NaVKtkVSkHlSWxnB/Kp+74e3iVJtsd3TtyYtRdSpwqYWlKhjqokc1prQ71gtsCJYrTZmC4oJQGkNgqUTx06ms2XOtIro06zNjlieng1tS7TMv+APhtdvEPWsO0uQ3ERWyHZTi0HCGk/i/OvqHpEaR0vZW49jtEG3IhtBJ8tpKVOYHUqxkmodY7TA09bdvyDEebIGXdjYSU/wDKSKbbnqFUJtxIQlSmznKuh/KvB+tesT1+dKP6V0fNtXOLyNQdxQuvd7k6jub1zur5Tb4YUpqOj6lLwM5I7CsoeJf+2HiNLut5mlxxEJC0x2kgANoSo/SnHoP1xWh9Z6kdg6GcKX2UXC5IDLZASgkcbz0xwCahMKVZtO6WfmuqS9hkkJbwok47+lczR58mCfuw5kZseX2simu0YYnT7szKU0ttDyckZVwTXmptwYQXWooKR6jil+sX2YWoFsTUeS5IJfQ3joCeK4i/w346ophspQRjfv5H5V9NxyeXHGdHpsOWM/qTPWi7XOW6G5q0oa6kI4z7Va9tkyY+kpTUBBQ7dimAz64WcLP6f51TLNzgwXhhRIK9qB6nitD6VtXzN3gRlABizwEyHB2+YdHA/Ibj+dcv1bJ7cU2uP9jFr9SoY/bXkvjw+1QydFs6aSt/fESywtKlEbs8A/Y/nVi6f1/dINrWHG22kMLLLbSUjaADj86pvTUxAhqdSjDjIYC+OTtUof5VPoD8dhZW6pPlJe3jPQ5/+jXgM7cZOSOEqJ7NgxfErT7tn8RtIRpVtfH0KRypB7K45B9xXzx+Irwdh+EuobjHjSXFMKmhUBpSCSuKtO4KKu+D9J47V9FNMzy9tfckuNnqlpC8JQntkDqagXxZeDrPi14cO3G0R997syS+ztT9TrfVSB6nuPtXc9A9Tlo9Qozl9MuH/uatLlUJbZdHy6emBtzdHUrgYIx1o9Dtuktl5Tzjau6ev/0KWT9N3SIstqjpUQcEimxyzXNKgURgjPUYNfT918m1cHfPK+GiQB68mtb/AATeEkW9SJXiLfVKkQYKvIMFIO50kZyfYcVn7ww8Hta+JuoY9h09bnHFuqG9e3CUJ7qUew96+m/h/oE+EmiLZpSzqjuGOyPnQlCdzjx5UrPU+n2FeY/Enqn5TB7GKVTl8eF/5M+oybFSfI7TxbW2VTNMqZYQpvHlNpCQnHTKe3pUKdmvTH0PPDCgvBTjG0gHP5c13Vyn7cpN2hLW2rducSDgLHcEe4/cCkcKam5ll6OQULyoEc5FfM7k3ZhjdmdfjU00y1PsusIaj8280qK+2EZ3NpwQs/bp+dZHWowrqzMSRhSskj7819EdZsWzV786NOYS/wDKNriHAz5eQDz98isKeJOk06RvsyOHSqAt4/LrPf2H26V9C/DHqKni/JZO11+3wb9Nl/wscEXRpcdLjiv5ZHY5NMV1ksOAhpaiMEgHt+VGWuO5Pt/8he7CcZHX/pSG7w3LNEL0rhTpwgevFehWNRnR2pT3Y9wyMxF71OY3OPKwmtZfDp4UTNNhrU97jIbfloSGELGS22RySOxPb2qqPAXSMLxBvDTVwZZa+Q/msnZ/xl5yAv1GAePatWlu42WMsS87WgCnBwn8q85+JfVXBfksXb7/ANjg6rLbcEWTp60tMyEypDmZL5LpKcfRn39hwKn1itTUogrMJtpZwGzHDy3PUlR/yqstKPtXdSA26ryUpBdyfxY5x9qsiNqFuChKGZMeMhOAp1wZ2+nA6n0FeBX0u2Y18nzx+J/RcnR/jTfoXy4SxJcTLjJ2cFtaRzjtyFfpUHsUtUeQlSoy09sgcfrWjvjxgxpdy0zq+Fd1LfeadhOvKZCEr2kKSOPTceozWY7c/dVOeXJckFC/wvMAKB9Mivrfomo/MaHHL4Vf0Ophe6CYr8S2UruEGWhQUHoucjgAhRBqMwoMmU4GmGVLUcAADJNak8IfhD1F4tRYuptV3pFpsTaSluQ4P5jqM5+hBx37mtKaJ8BfAfwsKptqQ3cZ0cZ+bmpL5QfVKcbR+hqjXev6bRtxj9Ul/wA7FPNGC57I38O3hI/oDwsg3WHG23u8I+alKVhJbbJ+hBJ6cc/nVWfEfpa2aKfi31TLDX8enAJS25natYJVx6EjtxzWiBe4k6RIlQZS5KSdiSs5A99uB6Yway38bF2kyZmi47rivqmOOq78p2D/ADrx/p+eer9S3zfM27/bsjo9Rkx5d0PPBCmpjbMcJcUFJUM7TSB5hd0aK7TGjDyzkp4RvPpmojMvzo/3ZSsKScAkYyKOiMLQyJLZmDdnf5DuOD3FesxQ2PlnqMWo3rayXsSL+4y3BmwIDCGyVFSVk49Mf9aszwb+IG0+B93d1PdbI/c0yWjEQyw4lCgokEq+rtgVR1rgme+Goz13cCvp/mr6+3uaU6a0gz4m6m/2ETqJi0TopcajfNJV5bz6TyhRHKTx1x2rTGawTeRP9KtlGvzRjicJeTbcb/2hHhfclpbuOnr7B3DO7Y26kfmFU+PeO9p8T7L/APgoy+3AdIKnZCQlTg7YSCcDpXzn8XPB7xd8LXkxtTWNxqAs/wAubHPmMPf+scdOxwa1t4M2yC9oW2PwHnmN7CA6lsJ+leOeo/vWD131if5JezJVLi18Hm8/01tfZYz1yaLKESJCUuhX0pPBV9hR6Ly3uAcwpKSAlH+JXbFR28swrG2ykeYuQ+sNocWoqdXnrn1psXcBL2R7c4lby3w0BnBSrHf7CvnzwzcN9OvkxPIl9L7B/EaWdZeEV1YZOUW1oyCpeRhaCk/T68ZFYGQ0G3AE4JKgcA19A/FKKGvDDU8JlJUI1ncSR/iUcEmsveD3w93TxEbF8vF1bstn3lKJLzall1QPISkdQPUkCvZ/hnW4tLpMk88qin/obNPPbD6inH/NEjAJGTjipJo+Aq8zRYVfSZCcJJOBnHPP5VtHTXwUeFcCY3cr7qK53dpSQpDTSENod9frBOB+9Te36C8JPD5NxuWn9G22K7GjLZbcfzJUTnO7+YOCOnA5rfqfxJpXFrGm/wCxpx6uOKSlHkwDri+3awxjpwNtlsIKEOZzlIPpVVvNIcdLilAKJ5zyTWkPin000q6HVUJtAZckFhYbSAE/y0qTwOAMHt6VnNxokFQwpI6KTXZ0OT3cEMldqy6WV5fqDkuMBI2ccdad9P3aVCmNpTKdZZUoB1LaiAU554qPsEq+nBJz0xzVveA/hrbNfXK4ytRGWm1WyIpx1UQjzC4fwpTkHng/pV+oyxw43kn0iG7Ytwya6vNnuUliPZnHFxmUbipXGXD1wPSo0EIURkgA9K1hC+DnRGpLIq+af8SJCGnEbmESYIyFE4SFlKzjk4Jx+VVF4ufDnrjwgiwp17+UmQJxUlmXDdLjZUOSk8Ag89xWHSeqaPNJYccufuOeoWee5vllUOMbVJUSOPTsaCHN5H1EDnHvXXArd9aVJAP60FCSV/iwOn2rqpoSYujuhoKClA5H3ooPKD34hgVxhsKUokZ4NCDQCwsZHHfpUgDlulWEhXB649K4v8W0qyAemK8AFZKiNx6DFCWoODBCQQSfQ0AJnEAOApzz6nmjAVcpScc9+a6Ugq3bc7qLKSEfh3d6Qzo3BO5PODQwPozgjNASsAYV78Zo3oAEq4IobEgtKlA5I4BIp50zp27apvEWyWWEuRKmuBpttCckk/2FMzCFPObG0lSlKwAOSTmtw/DH4TM+Hdg/2x1DACtQXBKRHac/Ew0rkD2JHJ9B+dc/1HXQ0GF5H34Rt0WleqybfHkmvgJ8Pvh74cQE3G+x4t71GkAveYkLbiq67UpPBPuatLUGvpEdr5WGyELHCUAbRtHpVf6j1DPt8lc+X5MN1S9qEM8koHc8c01PaslyENSZqGZcRzhqS3wpJ/wqHQGvmmq1uXVTeWbtnsMGnhhWyKFGotYo1BMXZpzzjMh5Jcib0ABKk9Rnuc/tVWa+jpZZY1fFjIeWyksTG0jlbWfq5HdJFSPXrLz8Fu6RCC7CcElpY4VlPVJ+4yKY3npEd2S3IZLlpuQ89lzAKW1rH1JV9znFLBleOUc0P1JlripJxfTKZ1ih63zWr9aAtUR3AWCMFIPQ+4puv0n+JW6NeoaR83bF5WkfiU0fxD3x1/Wpu6hERqRa7tb3lwlOlph1KCseuCOo69RUQutmk2eUl4NPtxnElBeDRKcdt4Pb3HPtX0jSxnnxxyxT6PKalxxZHBsWxr42/wDJOpWDgkZz3IqR2m4suOOvrWn6OCftVOXA3ezXDfEU3LhlQXhlwKKCPQdamOkbTrfXUp+06XsUiWmKgPvoZOVqSogZwee/SjJilXAsWRN0yd2SNc9f6gXY7M0l9zyVLQ15iUFSR1OSRzz061bGn9J27SNph77Ww3KYa8mSOCsDPXd61JfCDwf074c2CLrfVlvXFvjCHFnzniC2gjAG3OM4/vUdD1xvlwn3eG6WrXNfW6hp87tqc9UdDz6dK4vq2hy5cMVjfN8nb0GqgskvhLsTXiLaNSwpNgdkIXHccPkyEcmO90z+fQj86znrKFd9D3SRprUAcKCrzI7g/pz/AFIV6fbirnnLesbBlWZSVCRLQHUrTlKkFW3ckjv/AKVIdR6Mt/ihYk2y6xPrZH8qSBlTSgP7e3eo+i6qeO9LkfXX+xX6tp4utRDp9mSUuTBNRPhyVJltHLclr6Vn2UKvfwmv2sD/AL1cJRKU7QS2jBXnsR0NM9x+HWbpm0zLtGuRmGMytxKE7wFbe3J9ql1q1fa/D/StiD1tQq43PCUNZxtHdfPPJroa2eSVQx9vz8fcy6OGNtylyl4+Sfavi3W9QVWa36ktdmFzj7FvyNxfSTwUpQMAEjvn8qp574LpLsRQTrmEoKVv3iOr6j271cdrtdv1vB/iF5gFmJwptQUUrcPqD1xUlZl2q2Mpjx1K2oGAlS81LFly4oqO4tlpcEm3tMKeJ3ghrTw2dU5cWkzYSxhEyPlTf2PdP2NS/wCG67MWWDMZVHST5pKlY5UK1ncNRWKSw5En21mSw4ClaFgKCgexB61VLnhdoaFPkz9MTH7aiQsuLjbPMbSe+3kEfbmp5dRLLicJdkMOkhhyqcegy+SNNamiKjym1MADKlJ4z7Uz3GJoxGlP4BGmx4zrhBaaUob1c9SOvJom12K9328LsOnIa7hOQ5jZgpSAMcqJ6D3rQulvCnTOloDWovEOLbp93jpDqkhtJZZI6ckfUR6nvXPlqI4V9b/kdJQT6M/aJ8Cb9a4z2sREWuDHBK35GQkk/h8rdyep9qtvwJ0no7VMi5f7X2hq4NRikstuJJAUScnFOGvfEa7ai028YsJcW1LXsa4ACgk4z/0qF6ATrNiK9N0rHbKVr2OurHI9hniseXWSzQeR+OBR0+yftvyaQb0L4UttGPF0RaWgO5ioz+4oU0xbLFSIECOmOwMBDY8sJT7AccVWdruGtFNlu+x30YGfOadwE/ftRX8aucd8tP3N2Sy8cEHOE9sYNc6WTd2advtcIkl11k/Im2tlhaTHVJU24pJORlJ4P54rD/xyoEbxCZmuJPlyISQkYxyCa0tdrrC0zGnXxyWsPtlO9gglKlIOErHocfrWefiyjsa2mwrkh5Z+XARuHfIrZ6Zk2aqEn1/4KNfD3dNKK7MhyJLzmGyVAdOK6zLVH6HIzzz1pXeLa5AkFlaTwcZ7Gmhzfxtx15zXt093KPGSi4umOyrz8whTahxjApASoHDff3oplp5eChlSj6gZrrjT7TmFtqB9xinZGmhxhuKx5ahnPf7Vavgd4U3TxZ1S3b2lKZtcTD0+YU/Sy0CMjPTcegFVZp62XHUF4iWK1sOOyZzyGG0ITySo4/LrW5LbDgeHWhovhpo1aRKkqQifLBwt+QvCT74BJAHYCuN6z6l+RxbYfrl19vv/ACKM+VYY35Lqt9sjXm2QmLW0mLp2zthmG30SsI4Csd+n5nmhOWdiQ+uHDdS6lzBecz09ien5UTr/AFBB8OtBwoilpR5bIwjdtK9qelV5YvEm02LR6tW6vuIjNvrU55CDlSlnohI7kDH96+Z+1l1Dclzb/qznN3Lku6zwbPZ0pC5CnPL4S2BkE9/uaV3HXlrtLKnpc2HAbxyuQ6lvj8zWJ9efFNrW+NuQdFeVZIBykO4C5Ch6lR6H7VQ96k6o1BIVJvGp5s5xRzl18q5+xNej0X4V1OVb88lH7ds0xwSkueEfR+5fFR4U2UKbm61iuuI/phtqdB/NIx+9Q+4/+0B8I7S/5bNuvtwIP40MhIx+Zr5+KauEBgtFwOoOeoGaIYhOTd6Yf1OJ58s9TXYx/hXSw/7jb/mXx0eOSq3Z9IYHxUeFPjfbHLJpi8SbXfWkl2MxOa8tS1DqlJ5So+2c1RPiB4KWfxIvjGp4z/yThexemkYyP/siB746ds1mzw+t0xeqWwwpbEiO4h5JScEEHtWxtN35hcyPdEqID6izJQem8cKB+/WuXrMK9D1MculbryjPP/2eWLXKKT014Uaam6ivuj44cUYH1My0nlST03A1XGsNLTdLXh+2TGsKSRtVjqPWtYT7DC8O7vc7vASHZN6V5yFrH4Udkj96pbxhUjUFvj3ZMU/NxgQ8tA+nZng16rQ6735KUX9LR6fLgx5tKs2NU+/5FNrCVA4I9OK5EmyLVIEqKvv9YzwRXSMg4SR6DvRSwNxOBg13cWSeGanDho4soqapolbdz/iDYkIXhPGAfXvT1ZFJjymnXgSpWQAlPJOOKr+0zkQ5IKz/AC1HB9AfWrR0c23Nu0Mr4ZU6nKsA4HrXsJa5a703LKX6kuTmLD7WojFdMiuuNQPx4z8JlpTbwP4lDBA9qryxwjdJ6A8MoCgV+/tVweJtpYnP3l3GFRiME8cVWWj3W47z7zxH0DgE/wBXavKyjOOlxOT+lp1/U6Kr3JJLoltwdZjRNmEtoAwCSB26CmEPIQMJX1OcimvUbr92dGx1WB+EZ/emaFc3Ij6oco5xxkng1TKa8FlC+7yAZYcScDbgjFBsb8aOovSdykgcJB/Ee1Irk7uAWgjAz365rlrdQ+jHIKPqI9MdKqY19hyv8lS2QhZJKgCkHgge9F2bSN2uMNU1tpeD+FISacdKWSRq/UsaClvKEKC1qxwEitS2TRMdu3pQmChtKQE524B+1Y8+f2lx2dDSaVah3LoySrQGppKiUw3Dg54BpXG8PNTMIUtyGvCx029K2hC0JFbb3hlI98d6MOiGtgQGARjuKy/npeTo/wDS8ddmE7jbLhZntstlbfuRxRTFyLThR5ILauqiOQfWtg618IoF6jltUQBY53AYwBVA+JfhT/snBE+GrejdgpUOhrTh1Ucn7mDU6CWHmPRLvADVEhVxXZVOFxothxIz+HtWggkHkgHPTiss/Dna5LmqX56twbjtbcdiSa1OFdFAjAGea6WPlHKkuQJHTHfjpXFYxgHGOtDOBxjtycUme5POQT+1S+zEFSCVJWojgAniqm12r/6lSyck8npVpzXfJhuKwOEE+lVFqtt65QpEeOSpxzIAAzk+1RfQ1wZ0uKy5MWFHI3H9Kk2n7PbXLYp9xYKlHhB9R70jlaD1IHnHHIiktpUcnqP1rsd5VrbMNtf1AfUfT1qhliB3GU5GIabXsT0wTTYpDLoHmN7sDJwetemkyyVLUVnP7UW2S2MJTwO5pi8gn22mWUlj6SeMUdGXICQ428QrqR0ohb7bgDa0gc5FcLjbZ+hRIHGfSjgGLX1CcgB4gEce4qaae00i3pamNfXuSCodTUCbWk4KVjnvmp3pi8OtQw4sEpQPpJ54qrLFuPBfp5RjL6irLYjzJzKRgblAZrXz2ojp/wAKbbaYSg3Jnny8g87TjP7VQNt8LpjKGr3IdWzETJDCFraJOf8AmA/CPvVxXmwztloZcV5yYiEgFHKTnuK8966lJ493SZyNalSTJj4awnLo9/s/EZ/lJfDi3SPw4H/WtGW/TMNyIHWXFynmUgFBVj9AKj/gzo0W2P8Axt1lAaktowCOScYNWWu2IQ983bT5Tg9OhHvXiPVdbLWZE/C4MUUl2RcLdjDDduQjB7p5oZl3RIC2obDiCPQ8VIZdwtKOJqkIe6K2nNNTl4tbOTCStwq/IVyqZLgb3514Wk7bbHbPqrJFJBIv7p2yZ/lM/wD1tobc/wCdLJNzKwVEY45ApqmXJMRourVhahxk9B61fGyXC5YO6yWY8FaFKyNp6nvTbpm5yJrTrSkfynEKbz2wRUYk38XeUppKj8ugkZxndT3b7g202ltoBCQMAJqW543a7K1kqSkvBAb3rgaPvcizS3vKU0obST+JB6GnO2+LMVeCmdnOBjPFMvjh4RXnxPiw5WmFbZ8Zexf17PMaPYn2PNQ+x/C94oxm0/M3WIwB1Dkjd/avfemvHq9NHJfPk9XpNZlzY1Ki9LV4oR1kBTyT+YqX2/X9skAeYllefUA1QB8Eb/ZWC9cdYR0LQnjy0qPSoXL1NqPTM4xS+ZbaTje2Cf1FafakuDf7nyjYx1XbAEustMpcTylSUgEVJGNdFcdDoUlW5IJyaxZb/GBLafLmFxCsY54q29EawY1Lp9ao0zDrCuUg847V5j17TySWVL7HC9Y2y2yRb901RInS0qae8gJOFqB6j0pdadTl94xXnvNbIyy5jlJ7oPtVNHUmxzypMstlJOVK4zRsXxE/h8vc3EW7G7qKuvuK89DFJvg4alyOuoZaZusrjFA+jykEfc5qORH/AC5ci3KP1p+pII6iofpnxBZ1F4qXgMyAWlrDCee6RyP1zUu1dGkWqezdGUnA/ET6V9x9Ei4aLHGXaSNORVQl1ExDchGQ60PMbTwoDk+xrOvi/oG4aeuo1TpuOpyFOw4+0gf8NZ68ehrSF2Wy7aXn0Kyl1rzE1FpqW7lp8JcSHUoBQpJ7pPUVu1WBZouuzX6brHos8ZXx5oy04l67RPLXb3Wl8ZJRTVLhPNLCi0oKA7jrVj6n87S14LLiy5HeHmR3ey0H/MdDSFy/2+S2vDSFrHIAGf8A6NefTnjexo+h6nS6XWxjqo5qaXfyQuI8WzvWkg9KfbZLcU8FNqyRg/enbbbJDaPmI7ZKRkHbg1L/AA4g6Yud+Yjz4TXlHhQH0k4HrVmTC4wbOZpPXYwmoJPsYocFd1CSq3OqWOUqSk7h+nWkk5iTCCkPsOJQDgbhitNs3+xaeQYtltMRKQnH0JGT9zTNItx1i8tr+Fxgh78aVIGAO5zXPxOWSVRR3cnrkccW5LgozS2i7vraciHbGFqSojes/hQnuSewFai8P9A2DQFnDMXap3GXpePrdPcJ9E/3pz0vou06RtCY0SO3HZV9ZQMb3j6qPp6Ckl8vjTIUCMJAwrHYV6fTaRYl9zwHq/rE/UZ8cRC5erWlz1h1oBLCSlnnOM9/vS7TVpfkL+YeWoNElxWeqj1wKr+yNG56uQ2l7ewUqJBVwoDoat+EB5KWGuEpGCfauhBWcKY8wZDr0gBCNrSRtSKYNcuPvWichB4KFYBqT2xsojOLz+EYT+dQPxOekRtJ3VyMSHhHcCSOu4ggfvVU4puizE+UZautgkIMiHNUEhTqnI7yR9TZySMe1M9kC2747Hd/GjhR6ZpXa9eX2wLTEvsIPsE4SpxGcfn270mZuDk/VTsxxpDaXgFN7BhJTjiro7bVHWtALtH+Suq1IyOQ4Me9SFWLpbg4hOXGk+nJT3onUMRDq40hKfxp8snHHqKT2aSqI/5CjtHQHtV97JV4YCULUy4GwSUqGc4pPfpZRBI5/mEJGOeKcbpEW28txrlrAWBnkpP+hqLX/UcOzSIipTJdSSVBsDnIqjL/AA422Flh6JuXltNpVB3hoA7lnCU1a9ovca8NqhJxsUkoWEAkc1n2weJzU1PkSNPOPMlX0pSrFWtYb498p81Bhs2xhAH8xZ3H/wBI71rw5Y5Me27Q4tFX+KXhvM0PMRPbmIkw5qlFCgMKaVnO1Y7H0qsLmlSnQpKSokVf3ibNf1TZG2LOsPtRHS7ISf8AiL4xu9x7VQtxdIfH1AbBtHtXC1GKOLO1HopmvKF2kU7bive2pOWVgE/apjpgszkPL8r6W1bARxwDVe2d6UJLsxG5SAhQOfcYqV6EuRj+fFV3yCM9T1qelyJ5lEM2CUdO8r8smgaC3VIKxhI+nNenQvmou5CgCnpj1oqDJQ+dqjtSc8kdc05hv+WppskgjjHr6V3YpTXBx29pWmrHkiMUvtYc2kJPv71XqGPN5byVZyferS15AC4peK0/SQCB+9V1GaS0FIDrWU9cnH5V57XwcclM6OnknG0F/LSn3UMkJRtBJ45FddY/mBrkgnGcelGplNtNOPLGXFdMKzihW/8AnhJIG0dAPX0rJGNui5ukSjTDGHtodwnaRjOAKndpYbWlKAMpJyMdD2zVeQXCkKCeoIGPWrJs7aWktpUoIVjnHHbtXe0fe0wZe7H5MFjyAspBBHriovqe3BNvW40cHdnr2qbRwl2CFtj6QSEnHemTUzKf4LJQEJJ2nkf98Vv1eJPC+PBnxT+tFWOw5CWScpVxnIUM/vUMLxcUsKOVKJJqWXWQmLAdyo+Yv6U4PbHNQtOEZHbJrx7+x2trUUzu5bfLS8HvijE3eY2QSUkjpuGaKcJ4A4z70Srgf9etJ8kozlD9LHRi9TFOAL2KCemU0ebtPe2occBA9OKZWXChec9uaUJf+vjP4vzqLimT/MZV/iZLNN2O7apvUe02+O4846sICUJKiB34HNax0x4f3rwscahsaImyUvMpeVdShO0gjOMnlGOeOtUVozUY01Z4Nn046/CvFy/3ibcG17XW2ASENII5TnkqPfirbR4l3a12iLbpsy6XjyStQD84hGVYyVHBUTwe461JKit5pPtkjuOvlvtrMeTkpyFIIIUj7g1d3gBZFRrE7re42zypMr6YrihyW+dygO3OBmqI0NF0z4x3+BDtkZ6zXxLgblMuPLeafbBySCskggA8GtWTgzp5qHCtzikwoyPlGW1H6UhPH714z8Xa9Y8S0sO5cv8Ab/yYtTmaWyL7EV7vilKWEOHcckVD7rfm5rZwvO8YKgQCB+fvmh6ofKFreir7ZLYP1J9x6iqbvmrl2uWtpSv5S0lKT6Z5H75FeEwYnn6OZKTukO+r5tyvFyeuUZxx4Q3UQYbYJIIBG8j785+wo+PohTbP8VnO+YFjKGkHCPur1o7SUuFIt8ZKGg4tpta1E8YWTyf1NOFnkSf94tUlWUFReZ9SM/UM+gPNa3JxW1cURuzH/wARMYx9d4B5+XSc+hyarT+JTmiBvzjuRVsfEpsXrwLSeTHzgdDhRA/tVPqy8ohOfpr6f6S92ixt/B29O37aodtPGRddQQ0yHN/80KIx0A5P7Ctk+GsmP/BzcZD7Zl3V4v7CrASjohJPskCsp+GNvMq+eS20pbro8hCf/OQCf/h3Vr7+BQlzGIjLR8pppClgD8CQAAPvxXB/EuaKccRk1sraQpOpBpi7uJkp+aafaCHWWk/jHXKcdxmpCNcw5sWLLirdTHVglt0YWFJzwr8sVA7s0hrVUR50+XGK2lIPokYB/sait61U2+9cLzBStphialxxvPAbyU5/TGftXM/6Pi1GjWeMvqOWsrlJxRq/SmpQmK2tS9ylcnHUqNWjYbw88W0vMKUlf/hp5JHuegqgfDiY0/ZI91Qttxx1ILe7kAY64+1W7YL6zHQlDDLj8lw9EjaFe5PYV5WaeKbTNS6KU+J74XozMKb4kaFjeUhGHZltaSSEg53OJP6Ej7msz+Hnh3dvEHU8XTttYWtbzn1qwcNpHVSvQCvqBAnyJjKkybblpxJQoKdGFAjngjpUItHhToTQUu736zW9cNE3Lr4T1Sk8lCcdE55/+hXq9B+Jsmm0ssUvqkl9L/3NMdSlDnsbNCeGWgPCawOW+0agbZlLSDLeyPNdI7eoA5wBRydV2KU0tbD/APFgjIS6ztC0n3OQR+Ypsu170fKaxBs7UV4/hekNKKM+oKev61Cfl9N6kVOtzMtbrzKwmTPipDCm19dqFJ5KumSelcLTabU+sanbFOUn27v+bMtyySsebr4jaclW+TGnL8l9sFtxiQcLCu21XQ0wWC7tsWxqPEfBUlG0rzjAPOaj+t/CazaiaZMG93CM+wtKy66oOBzH+LgH86q3V07Xmm9QNWRqMERiAtD+f5TgHcq9B6da7Oq/DGp0kd0v5/BJwnHnstKPDVGnT7o/IcbjXGRsUlPUlCQAr8+R+lZ/+IRi3XW8eU2kIbj26QsJz+EhIxn3qXar8V3kWzYwASwEgqQeN46n9QTVP+OVwfjiFMQr/wB/ZWhXPJSSknNS9G0eSGrhN8d1/QnhtzVFPWy93W0uERn1oKhtO3/rQrvc5k8hyXJW6onCSs849BQkxg6gOpVgEZzSJ0rW8lPKgkgA19Fo6tuqNNfD2/8Aw55t+M2kLMeO4EjqrBUFf9+9X94i6oQzpd6SlsDJbCVFXJBWB0/OsoeFN6ehTrcIiv5giOox05C+M/rU+1Tc75Ks7zU5zzELSVIAzhPsa+feq6N5tduZx8yfuNfJd3gRf5WoDKjlYQxCdV5pzySegrR1jEeYEMtNBJ6pdwD9PqO9Yk+F7Uz9pkzbVc48ooluJ/mhslOAkgZ461tOwXS0aVs7cx5SW0u4UVhWCvPp7Vw/VNJLTZ2mqXgi4uCpgPFvwzT4j+HV40g9a4skvxlqhvSFAqTIAyhQP9PIFYb+HXwGN41ZLuGqHn40GwyyxJhk4891Bwpsew7mvoB/tU7PaMqzyos6Ir/itlW1xI/zqldTqh6L1AqXaoaG0SHFy1IA+lZcJKz98irdH6pm0WnyYcT/AFV/L5r+RbDNKEGkTW+aqlW6yAWJltt1pBbYRt+hlKeMJT06CmGdev45p1dzbIS640ndtGPqJ5/emaXqlEbY+tnzrfNSHCsf0Z6kfbOcelNUWY9EsNzhRyhRjyiUBZwnYTvGSO3Nc1bpcsgnzZL9MxUxou3aFKxlRA5BPU/2rM/xtx3W3NMzUniO6+c+/wBB/wAq0paL/wCRGbMuIqG/jJQlfmIX9iOcfcCqL+MS2JuHh6dSpYcSYMxpSO5DajtV+uRXV9Fn7PqGJz6uv68F2F1NMysu5tT0h1BTuIyeKTI1JcbeFJalKSkdR1pijSm8ANODJ6ehpLMU66dqCSSMDmvpTwLdTR3PdbjuLY8Eb9edQ+JVvipd3RYvmSneM7tiCoA+2QKjWnL/AC43iIzdnFEPqunnK2kjKi7kj9zVifCTaWE3m8Xfy96o0Ys5xxlXJ/ZNVJMcS1qyY82NoE5akp/w/WTiseNwlrcuKPiKX9bMEsjyzlu+D6caQ1VBuNsctN9holxX0gKjym/MbUnHcHinuJ4caejRH39HIRGaeV5ioiFZQg4/o9PtVL6HuUl25xVl07HI6cjt0Bq2NO3ZyIpTqnvK8s5KhwSPevm2a03BnOTdFXXO5Je1069dS58naD5bTeOXFg849yrA+ya61NYumoozjTe1c9Rc2DgtgcL/AM/1qYa+etl0Zb1FaoR+YW6sO7mxlwY/GB059+tN/g/pK5aovc3Vl2JTDhj5dlIb/Ec5KUgd+E11Hr4S9O/KxVNGJYWs7afDJ9p7Qy9XF61ymgqHJTtllYyktnqD9xxVrN2XTOmrJHsVohxY0aI2G2m0tjoPam6EJkWAURbW7bWupK0haln1Izn9qYNS3ZUeCZAmNb2870KyCoe3ofauXCft49ldm5Nx4Q1Xd+PCW+lqUWQcqS2ThI/8vp9qq+/6jalSJ1pmp8qQ+ghrn6VpxwR798H1pTqzVaAhSivelohZIUDlJOP+tMVvOltbyAkXZpudEWD5SztcztUE4B5PCs5HpVcb8rgLS8lc6w/hGq9RXHw+uJPlT7aw6hzH/DkJBGR74IrIuvNGXPRl8kWiQ6lRQohC21ZSse3v7VrLxLZg+FtwkasvMaW8lICkOsNbgTjABOfp59fWsiTtWO3Z+a9eUOuNy33JKClW4trUc55/IfpX1H0d45aDGoO2kdHDxFIa7dbpstz+aShA5UpR4A/zrYHwpWJiJbZr6R/KmMjf/wAwzgH74JP51klmQ68hMds7UK5UrP8AQOufyrUXw/32Jf7qiJpgTGLZamdzzjv0l53ZtCMDqkZJ57gVdr5xho8ssnW1lmVxjBl4+GbzOnpl00rMeAbelO+SlahnapW7gfc1btpu2m7jGe01qiww7lBQQW25LSXAk49D/frVP33Tnzb0q5RLYtUllDb3noe2lCjwFYPuDShnUsh6LHuK1qRIfZCHCOB5g4P+v518zyYs2KMc7XEuvuchT5a+BV4k/CJ4d+KdvTdNEIhaTuiAtLTLYUY0kZ43ckoPHUcc9Kxd4keCuu/Cq7Ktmq7G7GSpRDLwG5p4D+pCxwRW8dMazKPIaafBSyracnkkd6sW8xNE+IGm3LNrq1RZ1vWM7ncBTR6bkK6pP2Ndb0/17UaSSjke6Pw/9DVi1O36Z/1PkwiIopIOQQDk4opxt5H1BslP2OK2ZdPgZVcp06VozWSHYKlKVETIYWFn/Ckkce2RVZ+KHwl+LXhrY1X6RERcoLQy8uHlRZHukgHHuOK9jg9c0OdpKdN/JqUoy/S7M9KUv8ShgdMCg+YvJP1U5tPLbUpDqE8HnckZrzsxlQ2ttoSc8jbXWJCNP4Qec44xRbhVnGSaVKkMIG3ywcnn2opxbZUdjfTnqeKKGEhJbSSTg9etCThYwP8A6NGoU3n6mzgjkZ60+aQ02vU+ooFihMr8ya8lsfXwB3J46CozahFyl0hxjuaSL0+FbwjtsoHxI1ZEQuNHWU25hwZS64OqyO4T29/tWiL1In3CYJlrljLTWAkcgknkH3wP3oMfSCLXo+Lp+0JKWrY0htoJHKgE8n7nrTHp2XLtDjqnyp1lx0g5SQcAAd/zr5f6lr567UObfHj9j2en0602JRX8x5bvofipav8ABK/L489tO8o+464psftqVBy42BxqVHc/4zbRCkOD3T2NONxsouJ/i2n7guO+nlSU8g+yk96jMqMn5vdKCrLclcCbEUUsvH/mHY+xrlNcto2wYz32TMt7S0tb3YLgJ8teStod8f4k+o6imRrUdkk6Nt0S5OKcQ/MEUBtW1RUhR7jpjAqWTZN6jt+TqKE3JYJ+mbGRyPdSR/cVSM6ZCt14nQ5DKmY1tkuzmU7DtcWTnP6EYrXo8azS2+eBy+lWWw9rfT9heh6I0tbG5VynKU2qXMOfLWQcE498U+aU+GSbrOyMajv3jr/D3H+ZMPy0tlhX9SCkkDj7YNUD4Ix9Ra88SIrzTLjqhI89W1JPlNj/ABHoK1TrDQnhJEIu3iA+qVMKdiWY7hSV+iQB1+/Qd6+y49So4o4ofSkkuDw+p0TxP3pSTlK3T5YjleE/wd6BjpRrrW0C9XBPJJfAWo/+Vjn9aV6av3gJYbmt3wohuMXGS15YHlu7XE9equlU1evDXwk1ReUsaV+bYmKVn5aKtMhKB6rWcAH7E1beldE2XSENpDP+8yUthJfcSN5HpxXB9X9Y0+gjz9U34v8A5watD6dm1LuTqP7Dleraq6PNz9RS1ylt8pDi/p/TpUS1FfILSSxkIaQMYBwAPSpDqCc4mMpTZCtgJx7VUN3Eu8T0x2R9K1gq5PAzzXCxeoQ1eL3W6rs7LwPHNY4ia/67TDuoiNwkKhNhlxtJGDt53fpjP5Vb+hbozKhrjIcSFSsLaUnkZI55/Sqr1fodgphXxhJC2VeVJaCcpUgpIBPof9a58PWqhLdc02+8VSLepQYKv62dx2H8sYrmaPOsmqjqI/NP9nwdHWadPSPGvj+65LZtt3ea1DdNK32OhmO8zuhrPRz6cLT9++PSqkuek4GrfEpEqc+E2yxJQhuOk/8AEKegPonirb8SXYzdug3l1sJcYU5IB78IKev51Q/h/dJJtc/UU5ZMi6ylujJ6IzhIHtxXrNQ6fH/LPP6GPDb8lr3bVqWWxGjENttjalCeAAO1R9eoXHSolzcfvUVk3EuLKwrv2pOJit52q5BrJtbOoqRKHbktecr5+9I3Lo6FY3YxxnNNSpQxlaxkDpmkbz69wGTTrgd+C0PDTXbGl9RebKeRHbuSAw66RhJI/CSfXtT/AKnvbuvL8iyie5Fskde+XLHRQHO0e56AVQV2fcfs0ptO7clsuIIOPqHINW34Dauu+qdENFixR50aKosy0pAC9+OVfcj+1c3X4fp91fzL9LOp7fPgc9eaitKrEmy2lKww0cIUo5yAMDpwBUV05b7deIK7W5PlRZuCtGx0o3p9RjripH4nRLbH+VatkUsecguLHQg56EdjSdem0TNNQpdvcDVwjp8xpSeFhXtXPusP8yz/APd2QNrXertKyp9kmXiU8IzZVHLqyvgfepho3xDcvtoVIkupMltOHCRtxx1qt/EJ55cxFzuCfLeLKkuHbg/n+dQ/T18lRWFx2HCPnnEoxjHBVyf0/vUo4vchZZkS78lkeJV8UnTK0edlclaRn15yahniq/myec6VL2+WrBpF4i3d8RgvBKIaOAT1V2/YU06z1HB1HoJdzivjcQgON55bXkfSa04MTuLXyZ8uRKLT+Cs7rGtlyR9SEg9z3qPu6etLJKzjrnk11c14K2hWcjAA5qU6T8PrtqNxMiWflYxwSVj6lfYGvSRjKK4Z5vJlhLloJ0w3a4CF3Kda23220/yWlJ4J/wARHf8AtRGtlm+xo7ht8WOpRJShlG0hPbdipRddD6gtlweMlKFQQ2FeYgjb5YHCR6HtTPGtVxuLxebhrAJ4KxgAdsZqSbh9Qm1lioRJz8J2kGD4mwFvNgqaYecSsgHarbgEZ+5rVdy0TZ3vEGzqjqwpiR5y0+u0Zz+uKqD4XNJXiDrBzUEi3PGLHhOI84oIQHFYAGehPWr40qh2Z4jPyHFhYixVbk+hUoc/sa8H+IMvua5OL6RxPU4qGSMKIF8UZbmxWWXHSERigFI785OfyrF/iDrKZqK9C2olYiQv5TTaT9Oe5++a2d4x21/UMu4oWghtptYSSeqsV8+LqH2rvKZeCkOIdUCk9etdP8LQhNty7X+pn00VKTb8EhQ86qMCkElBwR3olMlbmQeSD9XrTRFukqMreleU9wvmjzcGlKW8UbCrnAOR9q9wnZuDn3ihWS6RjqDSQzS2Q+zlLiOUrFCQ5CWkvSpIUTyGqQT5RUCpACGgBgCnQ1RNfC6/IneJtrL6dpmFMdfHVRI5rScRbdn1hI04pQ+Vup3R1KONro6c+/Ssp+DlvVK1tHuxATHtavm3V5xjbyBz6mrvvOqXtQRk3BtGx6C+S24kckZyK8h69gWTNFLquf8AQw6u5y5Le1LGnv21CrpIDi4qizwcgDsOKqDVLsWPbJaZKyEqGEgHGT2FWxeZlw114TL1NphJXcoQQqS02nJJTwSR3yKy9qLU8q/PeU+yY7jH0uN853CtPocN0Nqf6WdXQa3bo/aa5VjY4lrJJAOTRC2kuK/BgHuDQghRA3Lxj25FFkqwQTkn+rNeqXBQEriJwRjGODz1qZ+Fl2WL0xanCSG1bklXTHvUQcSeSTxTjpG4tWW7qusgL8qOnKtvJJ9BTWTJjjKON1api2xbTkuh98Ur/NkXedZbawpapjg3FAySkdv1qFf7Myra35kmYyHXBktheSn1BApzuF4uurbu4be2qGy+rADScuODskdzVyeGHwmax1gluTd0qtFtcwpRc+p5wVj1PqWLRYYrUzpLpf7GzTaDNrJt4Y3fb8FASUEAFLYWR0KVfV70jmWWS9H85UJ9sFOUuLbI5r6G274UdD6etgZj2mM8tHKnnklTiiPfoP0pfedDaLlWkWabaYTiS2UFBQARx2Neayfi3FaWKDa+56DF+G7VZMnP2R8yXlOJaLSshQ7+tSjwx0p/tVcnWHbqzb2W05K3ATvUeiE4HU+p4pR4oaU/getLhaILCgGnlBCQM8flUm8B7BcVXi5RJEdbTrjALG9P4j7D7V6VZ/cwLNDyrOFDTKGq9jJ4dE38LtNs6Sl3Gdeoy0MM4BcQN/2xj1qR6o1RNu61CLMlQWWx/J/oIT9u1T7TcGHYNPOQrkUPuPNkOKUP6vTFIL/aLNqFlK4DKWyU7VBKBgj0PrXO99TluaO3+W9v6Y9FPWjXmuLZdExmrxJktKWEp38g1ONUeJ2r7LBaR9TDzo9OT9qXDQMRUVNngMpMuWoISsDb5fqrI6ADvXtU+GBsV+ZauUhchl+KEsLUtSgFDr1JIPTvUm4zaYY4ThF0Q+1698QZqzIl3Vams/g2ZOKM11f4V70xKjzHmzJSjdsAwc+uKd4+go790D72xkpASC2SOPtQr5p20MtuSXIvnspUlI+nJUkcc+2asc4J2ZvayvhiXwN00zZdNt3BTZ86aS4cg9D0q0i6CenPYVGtMmU1F/mKHkn/AIKdu0IR2GO1SJt0J+pecfrj3rrYcm6CdHD1ON4cjhdhmVlIKuADxmiisbc496G8+kpznGKRuPpabWtzCQkHOTwKtu+SjoR3l7ybY+SR+HaPeqQ1PqEIbeiRAvzOQFpPQ1JteeIpnu/7N6cbVIfeWEZRyVKJ6AfepVo/RunPC2EnVWvYKLpc3Eb0sHC242fUdCoevQVRnzxw99/Bp0+nlnf2Ifa31zvDhhpTQMhLCirI+off3qjG4Tsuc8HCQNxzwa0LcvFfRF6i3FNn02pqKQtJLJwSs9/WoZadDfxC1ruyGVJW4CtKSOgPtVMs9xTmqLVpVu245WNOnvD6232wSZMNbwlxjhYWnCTn/D/1qKXbScuHnzEKGDjpV6WS0taZ0+p9EhQdcRl0dvyHrUcjLjX0yIklr+YSdilCsP5uSyP4Oq9BCeBNKpFESo/y6sqJBSetAStpxJwAQr9qmurdEXhl5TyYSw3njjgj1qP27R95mKV8tBcUQOyelb4ZYyVpnInpskZbaG6OyhDowolHcGntVxJYLEUqSE8fbtRcvSl/tiC67AcSnpnaaYX5sq3ubVtnmpqSfRXLHLH+pF/eHOrtQ6XtL3z8CNebdKc8qRHccCzu/wAXc/mKunws0rF1g+5PtySLZEeDiWyreEcZUjPcA8U46U8EdMzbeze77FLJeayUKQM7sY/TFWN4XaGgeHMZ3+HSnXmHshTakgJx+XtXifXvWNJqMTwwdyT7ORnnCfBJWGWw0llmaplnbt2J+nYfUYpPKs18bG5i+uKQTwFK4IpwuYtoAlttrDTgzub5H5imdy721ALLkhwI/pUQQK8P27RnVM4IsZCAZTaA6OpznNIpU5loFKUJSB6Cipz0VCitk7x1yo9Kj0+4ZJGcf5VKMdzHaQ4ybmy3lxasjPCc8moBq/VqvN+RaUStXLmDwlPpSbVmqTaGcMguvucI9B7morAmtzT5kjPmqPJPc1thjSW5lU5WqJRbpaJKUpjuBJBwUrUE/wB6kkCFe8pUmGpSM8bPqH7VEIVvjSBlCyhR6pzx+VSm1ac80JVFvkiIs9t301nnTZVHlk8sUa7xwFuQHkpUOeO1QzXfjpp3Sr79tO8y2SUKbI+oH7VIIunHkACRrR4Z4OHazx4t6Pbs2vjMfccmMTm0raeUrO4jg8/99a9J+HtTtm8D6Z2/TM0k3Bi5/X+svEOb5MVCocMnBVjnH+VTrT2jLHHbQqQ2JDxH1uO/USah9mkCJCSIraUJx261KdPXV6Q8lrrzXqZUzv43tHO+aB0/Mjki3NKWoddlV3Niak0u78vZY21pvO1aeDj/AAn2q75K0twUq/qI4pkjw2ZDym3kg7uORWXJhhmW2atBmwQ1CqaKA1TqvWsNLcy6MeZG3gOFOcpz0P2pL4o6k1Ro/SsG7W+Yx5FzwhC21KJTkH1PWr11Fo2BcIz8CS0FNutlBz7ism+LKdQWqzNaSuxUW7fNUuOpX9SMEZH7frSx6HC8sNiSp8r5OPqtFDDKLguBf4Faidi6oYdfeJU68lRUo8k5ycmtxXqEi/WFLrfIU3uT+lfOfw4m/KX6J5iiB5ielfQ/w0vCLrpdpO5JVH/luZOcelex0eVJ7GZ88LVohMd4twZdpkJILQV5eevTkYpj05IW5EciuqThQ47YNTXUlnMe5rmsZDazgkDOB3qAtlMC7PRSrJQo10YS55MbXBFPEHSA1DaXreynElsqfhnuVD8bf51RN8gvaelR7etbkeVtDrmcgozyB961XcFNMxHZqUJU4gb2gT/4gHFZnu95fd1FIXqJtt5anVKRvRkcmuZnx7stxOnptXOOH2vA0v3a6FDTrSC7j8QFOul9YPwLq0txtTSj/iTiiZV5YbV5bK2UA9EsNckemacrJpyPfbkwxJcW206QA4rkjJ9B0qMcE5/Sg9xQe4tzQzV21pckW+AkkK5WvP0oT6k9q0LpvTlu05G8ppRcxjzHVn8ah/lUc8OtO2rSdjRAtCcoABfkK/G4f9KfHLiuU95bSiEJ4KRWvSaOOF2+ynVa2edbb4D7tOdeKkoJAxgc1B9QofS2sBZCSCCc9am6lQoTRkT5bbbeCSVKAqC6n8UtJQguPZrQ7eH05G5tP8sH3Uev5VunSVswxt8IjXh21Kb1yjzFL8vaoJJ+1X7bWsMpQVHeonArP/h/q28X7XrCJsWJAZKVFEdnlZ47mtF2CMqRJEpacJSMAfaiErQ53fI/MxVswwCeg5OKpH4hplwY0bMjW5ZEmQpLaMHnlQz+1XxJdAhr8sngHmsi/E7dr65PtFssynFPLUt0oQMk44H7mqss1HlluninNFfWB24SWzb9UW4SWiMfU3nH51Jk+HcN5tEmwKeBQdyWnhwB3ANRKzaq1rY3G2bxZZGFDgrZPI/SrIs2umJyUxrhClx1nGDsxj9q2YJY8se+TqxryMX8PE2J5TqcLZVkA1H5kIsSA4DwODxVwL0nGu8Zc61ykmRtJU2Rjf8A9ahdztJeaU0tvy1oUUqSR0P2q+cLXHZJx+BjitB7y3BtVsP1JI6pPBH6VE/FDRUdthK2FlTgy4wccFHcfvUzZDFsJZWrOePcUgvd0g3O3uQVSB5jWS3kjI9qz58ayQplUuvuV1oeI7GX81cV7WGx9Kf8R/0q3NP6z0ZcnER7q5I+gbSEpynH2/KqjebdQ8oNq+gjBT0xVm+G9nhpYS8uGha3DxkZOahom4/Qgi7LmsulNE31pDlu2MkpO0hBSs/l6Vk7xn02jR+vZtiipLjCVB1BA/pVzitiaZhBppIZ/lbvxKHKunrTmz4S+Geo78bjrO3KmvSUJYStThTtweuARk84qev026CeNcls1ujyYJfuamLYmHDZCCr6nVkc57JFEadflxHi6oqTuXuKuc4r6ST/AIZvBwKZcg6FiScDhK5a2089yB1pX/8ASE0TBgrjseHWn1xykjYlKlLwev1qyf7VxIYsuJ76K9RrIZoLHfCMN2dKnEsr5UhQ4JGBUlQ2UpCxkpHJJFSjxc8NGdAanhM2ONJZt0tCnEpeUCUKB+pPHIHTGaZowbW0UqcTtUMdc4r0OlyLLDccXMvbdMr/AF2G/lXFoGRuCsAdOaqaa0GXlLMZW3/HnpVya+jLTbHlBQPlkdB1GaqqRvfdyjBSkYwTxiuV6kryGvS8RG1xUd1ja2lW/PCh3HvTxbmPl0NgZGOTz1NJw0yrYUFKVJUUqSkcfeljBJVlX4eg59Kw4o/4jRJh6JHlzGFq6B5NWcJbbhS4ynAHTjrVRz3R/Rzk9jVkW4qdtcRbaiQQDx9q6eiybZuJkzx4TLHtEdblqbUg7s/UQfQ0g1AlTdpkNBtKyUnhR4pzsSNlvQgkYKRnJ/akOpm22ob7iljASeB+tdfVcYZP7GTEqyKigL6/8xcXIzZ4aTtAB4CutR1SVtrKSMY5pe7ILl0XIUr6XXCc+maT3b/3sDJ5T6c9a8Xbs9JKK9q/gTkkjPoeciuLXvPPUYA49q6ASjbnp1JosqyCKkZTyRgAD+1GJUk4So/nRedoGeDjp2rgO5J5FJgTnQ7jTT7skkqKUhPXnrVrQZSJzbaStP1jjnvVLaVe8tDw3dSkYrRXw46U09rLUTydT3tmFFgsF9KHCR5ygQAkkdBk8n2qjV6qGjwyzT6iVZJrGtzNIfCPoK2WmHO11emUpmvL+SiqV0CcfUsfsP1qz9XtNNCRCly297y98V0Hg+3pTRavDy8xLaifbtVJRGx/IjxkDyUo9AnGajl2uCTIciXgoXtTgFrufXaehr496jrX6jqZZ2qvr9jk5Mrk9z8jDqa4zI0f5l1lO5olC8fiT7+4qnfEC5t3H5eXDihe5xLbhSnnfngn7nFWBfb6bO698lIRJbfTgJkDKc+hBPSqY1Frpj5tuRDtSW30vBLyUfgHPXH3rb6dhlN7oqyqNsuTRUZxm1q3oUltGEKWc8hI5PPqon9KMuk56NIj3NOE+WduM/0nt+9MGm/EO2sWdMZ1D7HlkNLVt3IV6n9c0PUOorNeG8x3mnFJwEhtW3Jz1qv2p+43JArM9+PrZl63SGlgrRGSCD1z9RNVtLjCEhm3tEOvuFK1KA4yQMCrAvPzWp/ES4zGER3kIUplDS3glSgBjgHrzmmR3RuqBNVqOVaVIiocVs6DO3jj1Ga+j+ntafTwxzfSR7DS4cf5SLX6m6f2XyWP4HWa2W29vXDYXXrczswRnfJcOAn8hn8qv1sfw6MsuPbpDqt7qj3V7ew7VSfw/XO17LmbyoNy9weAI47j/v8AOp/qTWVonOCLaJQkSOjiWskAd+ema8h6zHLn1kk1xwcL1R79VLavp8fsON2W3drY6fl1PriqKtrY+rBx6VX8os3CA/boLJabeKkupGAc4x9RGO1O7F2/hW2a5PbS2sYdaKzuWn0470x6p11pVndMZktxRt2oaQB5jhx3xzUdJ72P+HBNpnO2NvhE08L9WXmNaYmnZw8uFEUErcSnJXs4xnt24rSemtVttxkG1MplvkhKUkn6ldkjHJP2rGnhRctW66uSNHaHgpVJuLhW+8+MpjtZ5V6dOef3r6A+H+h7XoCyRILL6Zk9hra7KcSMlR/FtHYZrB6xpngn9dKT8f6l0oOK+vgQuv67ktFyRKZZZWPqjLZUkAem8AfrQYVvu3lLabuElTMgFDkcyt+0d9pzyKk9wva0kpWRnqAT1qOTNRxmCXUttBz/ABADP7VxYxad2QUV4G7T/hvCtKnGWJa1BzILTksqyP8AykYpsmaBb0RGcRAjkRXVqcUoc4UoknJ/PrQpniCxbrglDtumSC+jdvYCeOenNPtu1Cm6MqZZt0hJdGFCQ2VAj7BWK6/pPqmT0fULNHlPhr7DjNwdFYXW6pbb3IBG3hXvVda7eVcYy4jjmUOIPlLPVKuxq+tUeE06VEXdLRHKTtyuPzgj/lB5zWeNRpkRETrXLSEyYKipIUMEoP3r61ofUtJ61hbxO/lPtF6dqyiZSHXFv2h4EPNrKVDHUigaquK7xPtcSSyz5Fqt61SgQklWB0OfXCf1qc6ndtdogf7VSWkJS43l1Q7qA59+azTeL0/e7lKujq1o+Zd3YB/CjoB78VxdLo3DWO1xHr+ZZghc7+C3r5oLRkLRke+S7ZdrddJOwRIQebdRPUQDlsD6wnnk4496juptCw9O2pFzlQ3bVe7o83/C7V5oW603/U45nkAnhOcHmkTepnJce1ypOrkxnrLHLEJ2MwoytvJAUegxnA54pOYtq1JPJVLu8l5/aFXCYrCWz3Ur8Sjx26125UkbRNpK/wAjT99jPyWVvNt72/pG7cSRnp7itweB/hLD1xHa1Jqi3KdS+hLrMd7chllvsVgnknsD25pt+FPTfwpMyY9u/iSr3qpAPlt3iL5TZV/UWUHIV07nPsK1pNFjQ35aY/ltjhKAMJ/avDeq+trTZmoYfr8OXH86OdmyQ3fT2Mv8FsdqjC32642WBsG0ISlBz+gwPyobbzLkf5a4TYMhtI+goKCMem2m67M2N1ClP2ttSOykAK/tUJuVr0wpZW150VXYoURXjc+pyaiW7NJtv5ZTTlzZLpUSLapfzaIRYB5LkUcEf8yehFQLxPlpVaWXGmC44iSksL/5T+JJ/QfpS+Je3bYgNs3oyWenlv8APHsah3idqB1+0NC3NhSkPpcWgc4ABzio4YXNJDaqNsQxrilq2TbM/ktIV/LJ/pQ4Mp/LqKP0NPF1jymZAwsx0JcSepUncg8f+kUyXV1Hm2+/pB/h9xj/ACUsD+hWcpP3BNI9HTpWm9WuxrinDJWUlXZaFYwofv8AvWrZ9LKk3Fqy1tJrejtfwyUkOyoyQWSs/ib7E+uOn6U1eMum1am8Nr5aJTYW4/EdUgdfrCSpP/ygKk81qPIbau0AArYG8bf6h3T+lemzYdzt6DHQVNOJ5UenPUff1qqE3CSyLtP/ACLlw+D5UutNNZy2oKz2zwRQEectaWYqlHdgE9yalXijYf8AZHX19sD6NqYsxzyvQtqVuQf/AISKX+DWnEat8QLZALW5pp35h4EZ+hAz/fH619fepgtN+Z8Vf9rOk5fTuNQeDuiU6O0RAjx8MS5AVIkOBI3LJGCDn2PFZW1dFTb9c3qGlSihi4vpBPUgOHnit3zIkaJakyjuQmM3uASOo9Kwrr9yS7r28SZcMR3X5inS312hRyBXlPw5qJ6jV5Zz7kv9TNp23J35NoaAkNBu0S9w8p2Cwd3bKkCp87J8wIiJWAl87Sf+Ucn9qqvw1auS/DPT9+dZY8laG4ygpRSvakhIKfXNTBiU79LTbbjzmPIbwckjqo/2GfvXn/V9Dl0WZrJ5tr9jGp8tExXHXeID8eCU+asBDO4gAenXgVZ+mLi3pmw2+1tJaQ400lLikJySrH1EDuSe9UdqK7uaetVvW+kMrdkoy2D0ANTKFqlJjthbr31jJDOMke5z+1c7FFxju+Rp80WLL1WpD/zdzuaIkboG1gJWofmc/tTVM26mjvqt482NjCS+lSdx/wCVWM0wW2Wyt0OxrLH3kgqekvBSvvjH+dTC2TJQUnzryhAHIQyhICfbkVDdLySX08mRvGD/AGk0VqJ6DcIshmLKALGU5S4SR9KT0PIzx61KdP6UtF10s5bZ7jSri+kSH1NKw40vH04I5G0cZ9c1p/UWnbJra0OWi/tplNKSdhcaG5CuykqHII9aztP8MtV+HOti84XJ9lksqQ1OQ3054Q7jor0Pet0ZxyYqupL+5NJS5iVtcrpL1Ba7x4Q68khyZJjON2ic6OZBAylClf4xgc9/vWK1xHo7rkF9rauOtTa0qHIIOP8AKt3+MGljcrMi+Q0ATLa4mS2oDkFJB/yrH3iRaxI8UriiClTaZ76JCG/QugKxx7qNes/DOoU3KC8/5r/c0aeVNxItNYVDtjP1ZMsn6R1CAf8AM/2rYPwhadDXh9Iuy0gmXKWhJxztTgf3zWT9ZvNm9N21lA8q3Mpi9f6k/iP6k1uz4XLa1G8ILGlK0LEgOPbkn/E4r+3StX4pm8eh2ry0v9SzO/pJxqG7zbFEYMSF56JGG5GBklIOQPbOTVUeKWomLJCIte4NMrDiDnB/EMZq1PERD8axiRHdDZYeSVHP9Kvp/uRWd/FNtw2t5La1KccaIcOfpGQQDn868xpdR+awY9PP/CzmbWsl+GS7QGrwtlLqtxCyV7irhKQeST/kKtS0eIsGSn5i6Nog2qN+FTqipbpH9QQB+3NY403ryRa7e2hZKi2lKENk4AxwKvbwU8PNceOIlXCTcF2izMI8r5kMhQUr/CjJHPcnPFa9T6M4xefI1GK+TSsEu3wjXOkdTN3G3sStOtqkx3UhSHSr6VD1wKeX7hrMqdXIiMSIi0lHkBoLCgeu4qUCftimjw4s2lfC/TcfSzF3MmYnKnZEjCVOrPUjsB7Cny5uSpf8xouAHopLuP2rz8/ok1B2irhOkzC3xQ+AlmsTczXWkoT1uQlwvTrc6j6EblcraPTbk8p7dqy0tpKSFddpP619UPEm0RtW6Ruuk7p+KfEcabWpIylZThJz98V8trkw9BmPQ1j62FqQoeigcGve/hrW5NRhliyO3Hr9joYpuceRMoIbwnHTGaCFJOTjG734riipRwr+quhI65/yr0xaA3q6YA9DmtC/CpouRMuF01q4UhmBHVGaBAO9xfXB7YT/AHqgo8JUl1DDCVLWshKUpHJUewraHhTdNNeHPh/b9PG2zLpdykvzWY6foacV1C1dyBgY9q4P4g1fsaRwXcuP5eTqelaf3s25rhFj2a73CfGTEhTktFR2OLPOxI7/AHNen6Oui7kFKmh4LZJSlIwkAYxUJs2rJAvr057Txt1seQEuqK/pQcnBOeO9TX/aqbplQlZTMhKTwFHKsdeDXzpp/J6viH0tCVqDKjvFsOKjyWeMp/qHr70e8t2Sgs3OEzIB6qH0k013fxT0hO2POsT4746FDYUD+eRxT1ZJMS/whOjrktt8/wDEaCen51DJCcY20SjtvhjQbW9ESVW07Gjz5Lq96T9vSs6/ErEnRHrM1BZca/iqlNFtIxlQIwB6g7q0ndrlAgj5eCPmJa8htClYTnuSBUF1d4ZO6kvmn9Y3DUO922OL3xJDgDYcwCny09Dzj71s9KzQwauE8rpf+AywlPG9vZA29fRvAPRzWkNIxmVXyQ2ly73BYztdUM+WnurGenT9ahxsnjP4mH+OIiz3GpCgPmZKw0HE+iQoj6eeieKva2eC+jmNTx9WXF4XZZQp5DT2dgeUc5KSSDjtVmKbjy44jqaRtSOMDGw+1eh9Q/E+2o6RXfl/7HO0vpkd7y6h3IiXhpoyPo7T8OySGmv4gW/NmPtjHmOEk4z6DOB9qlDikb1uZwhAwCTRIUkSHXHHQhKQElRPao/qDUTAaMKKsJSrIyTyqvITnPUZHkl22dOUl0BeuUZ6U6yhAeJH1HPCRVbOwZ1ou0lqTdJTLO/zG3FjDW08gZHf71MrYhCWG8oDalE7j7e9N2ubdvbiT2YUN4sLCHlSHClDbR6rOOuPStWllcnhX+L/AD8EYTWN7mOGmflZo+WE6XLbWClQyS3g9fxVWzdka8NvGzTzcJKxa55VGQ6R9KsqzjPfB4qzY5t+l7m3b9RX1hqKtKFNogNHDgUkEZXgkDBpy1PdtB3oMfw2Kw+IhSGVA7g04CFZSogHPAzXXxaLN6debK1S7jfJFa2GraxY06l5rgI8fJiIVhTCZUcCIo/qKoeyXdl+2uw2BtRFUG0gegGKtTx0u7Fw04Zkd0EpZCVIxgp5GazFpfUnk3l6GtW1MlSgPTd1H+depjkjql7mN2jiqMtIlCZZ4nhIJ3jj1NeExtwbirt0qMGQ+oK+opSmhxkSHlAheQeMUJJmjc30SFVwQnKEOc8UWi4FfVZOD2psXDdKc4OQfWkxEuK8AtBII7CpUh20PUqUn5GUsqz/ACV5J+1O/wAGGtJdqvV/tDS2lNvtBxIeWQkFKsZwByeTUcuLTibFcH8KAEVZT/8ADTT8M2n9UXSbdblp6OX3YkcuuoCgFFJPYHqeOlU5XBYZvJ+kpnlWOabdGkvEm6JvGoEqBaCmmcKLaNoKv1p6tkvU0G2w4rOmYpbcQnMlKkOlIx+IjOQfyrOF38Ubvbby81PgqP8AM8sJdQtBSc45OCD0pVe9V6iCUpa1ZEZO3dsSeQPQEVjxYYwp1x4Lnmt/JZup/A26awu78q8awagxlFJbbLBVkn1IPSohc/AnU9h1ZDh2+4xbugEYajJUFpSP6ikioZA15qeIh6Y7qsMOtoJZUglQWodiDVneGXjxaoElh2ZCdu90kBKFkNkKQo/0pOelXPApRaghw1LTTl0Muu/B7W8u1uNpsEgF1eMqwAapi/eFGs7HAlxJ0CVGZUpDilYyhYBxjI78/tWtNYeNYiW2Q/eIvySvPAaZcPIGO9QiJ4rW/VTaoLsJD7bp2qPqD7Vm08cmOLXwy7Lkx5WrXZRGmNDwksPSUxEfMR0F1RUM8AHgenSos94wtRULb+TfDyCUhIICeD61e+oLMnT6J8qCj/d3o6+n9ACSTn9KxtKS67cXEpSSVLOAB15rraCTyuW84vqcI4VHYXlpjWt81StDb7LaGcgpSOc+3NaV8K/h5uuppsfVWrXVxbRtCmYaU4cknsR/hT79T29ab/g6+G2Y5Z4uvfEOCY7BIcgQnxgvei1g/wBPoO9bDfudosLJUCl14D6dqfpR9q43rfrkccXptM+fL+P2PP5dRLFKoP6hgu2mE2PS7drsrEeHhO1mOhO1KR6+59zVeeHtgutm1BeZV4SPMebQUq/5Rk/51Y9qff1A7NuElRU2oFlvPT3x+1Qq4SZUWfdA4Sl5FuX9Oc/UMivDTm5PdfZglbe6XZD9aaQv/wDGzMjXQCBLQF+WtoKxnrg5rCvxE+Hs/RutHpYazGnfzmnEJwlRPX86+hUnW1vg6DsKrgwXp09DbbKemOPqUT6Dmqi8ftANa98P51zjNFT9uzIZBRghI/GP05rr+ja56DUxlP8AS+GTwzUZ38nz7TKSU7VcK6YoLr7g5SrAo+8W0srUsJwAecdqbUR3nEjYvdg9D619QidOg7zSsZKcc9T9qLKS6raDnHUmjERHdoOSO55o5tnCd7g2hPNSGkiwfAzTM273e8TUsq+Rg2x1Tqudu842g/oalWkrkmWzJt4WndkjbnHQ9aYdD+Kl60lpSTppjSyFw5YUFykZClbh1Jxzio/aJ1xtl0F2iqBSpeVNkdR3rh6jR5tVlnKSpeP5GeeGc221XwaW+HnWytH64FnnL/3OcraUk8GmP4l/Dhyw6vf1dbbalm0XRwqbWgYSF901Xj2pEGRFvsEqaejrC1JPsa1DqK72rxI+H6ROecSVw2UuJHG4ODvXJhkyenaiE3HiTpmeKeHIpeGYzWvkpGOeSTRRJSCRjgUY6yfOWlLnfB47elPuj9C6k1zdW7Ppq0yJshxQB8tGQhJ43KPQJ9zXtHOEI75ukdGEJZJKMVbGS3QJNzkJYYYWoZ+opBO0etE3+THiPG1sxHVhlWCCcbld8nvWlvEXRNk8FLBF0xbmEPz0Mpfny8fU++oYCR6IT2Hvmqc01pp++3UPT2kpClFR46HOa5MPV8UoSzL9K6+51v8ApM98cXl9/Yub4VvCiBHaTq/VEZDjyyDGbUOED1+9bAj3m3RWAjzGmkIHTgcVma06jVYrS1GSQlLLYTgH0Hb1pjla+vV2eU2uaWmM8AHkivAax5/UtRLLN/8AhHtMGnho8UccfBpy7aw0tc47kJu/MtPZONrmCDVc3JLzk9UOTJRIdKS4y6g/8RA/zqp3bPGuX8+HcnWJOclRO5CvypHc7hfNMoE5+5lTaEHalKuQo8HHsaNN6d7+RYsb5YZtQtLB5Z9IhvjpGt9rfuV3hAfNyU/zVj8SQB0B7c9cVQGivEO+aX1ZDv43vtsLw42SQFoPBGR96sPVd/VeJTyZrpWJBPJOetQuOpuKXYEthC2jwlRSMke1fTdNp1gwRw3dKj59qdQ9Rmebpt2aMg66j60gJnMM/Lhw8tbjlP51ILOucyjyo0gJK+MnoKzrobUTlsuLsZBKmggKx6GptM1048yWG5BQVdVJPQVzs+n9rJ9HR2dHq3kx/XyyxNRO60tLgkaeu8ZwLUFOrwCSR2z6VyzTdfapfbh6hejmKRnefxoPqmqyteqLC+8Wb/f57ZH4CkgJSft3p1c1FbopA03quQ6CAVJkJyFfbHSrfbajZrjJOG9NX8FpzrCuBHPmT3XDjkEAZH3ApoF1tEB0m7zGmmkpzhxeN3pgd6jsXXKkWtTt1mbvKSSST29KrXVL9v1k+m7C8uJbSdqWUpwTjsP9apw4Z558vhGPU6qGCP0rkviJdYk87ojza0cBO3H+VOhWoM8euKzxZbpfrdKjx9OxUxwspRk8556nNXlDlvNQUOzHQVBGXFdhxzXfhSW1HnZtyk5S8jhLmR4kZUmQoNtNpypajwKpvW/iNNvchNmsSV7HVhpCU/idUTgf/QonxC1zKvkxNls5WtpKtiUIGS4enbrVleD/AIJSLOGtW6rjpXcAfMix1D/geileqvbtVGo1MdPG2X6bSy1Eqj0Omi/h4v3hjbla31pEDlzebzEYQfMSyCOpI4Kvt0qvNfM6ovzEgvygyyrIwVYOPYVeGsfGvV9qkoh3JhqfFI8oI2gDHQADsaqDxust3n2Uan00l5EUpJkNdVNk9axJPNL3U7/0NyyLTx9rIv6eSktNtybMmdHZdC1Id5B75q29DXqUmwlmQQ4464e3b0qj9KXGe7df4DAiOSp1zeQ00AeSsnAGPvivoD4KfD7ZNAWZnUesSi5XIAOKQ4kKYaV6AdFY9TWjNDfjqzNpW1m3x6KmiaLv+p4rcWJaZTgWQcoZJz7cUuHw868alsPR9Pvpzj8Qwf0Na0XqCIx5E62ORduDtbaxx+VJWNUv3CWZC3B5yDgpCcJQPv3NYvyafbOy9ZJLoopjwM1NIbahXu0oaCuCpWOBVmaS8DPDzR8Au3G3+e+4OVFvIz7CpXI1Gli7sqkT3nkr/D9H0pPpS1+9IenBqaXFZ5bUU8Vfi08cf3KMmeeT7EOvXhp4Zy4D0a42Vtll0cLU2AR+dfPb4idE2DTeqn4GmUOLiBRIWsYzX0wvdwTIhyMhKnY7SlJaU3wrA4r5++M98m3a+She4rQG9QQG2wkpGfanLJDC1wQWCepg1fRtiU6zOZUHClKSMbemKi7V1l2KX8uH/NiL4AV/TUQZ1i8OZK8c4IKv8qOlalgzWVeQ2p5RHQ8D9TXyD2X5PDNpk5g39qI6qNLcCosjlJz+Emi7nGQgl6JJbKDyEk5Bqs2b0468mLLIQvOGiOg9qdkXV1MVceYtQLYygjjihYXFhGdcC25XJtlJTkJI64PFQa9arDThZYWlbx/CjPJ96aNYa3Zt+YzGXHVdAOg+9Q9NouUuSdR295Tzo5dZzk4HXHt7V0MOmSW6fBHduLFsyYV1ObgkKWrqT2p/Hh1b5iN8FwJUeQBUT0+9DntoUlYacPGDxyOoNTi1uz4hG0KUBxWbK5RfHBFNWNruibxb1goClpScjApxt8UPD5aYXYp6Eo/vUxtt9dUA3LZ3g+tLn4EOaA6GkpUOmRyKyubl2We2nyhngaDU/tWzcm5bfXbuwsflUU8W9FNfwNEpqO55tvV5pCxyU9Dj/vtU4FpfB3omrYUPwqSOP2oUwXSTBett4QmVHcQUbj1Ax2rVo87wZo5F4Zfpp+1kUqM5RHHHihpCcAcVO9LQC0tCygg8Z70xQbWYFydhFnzAy4pGD1GDU+gtIiIG5pSTjO0pxxX0RT3pSXk9fBJq0LZS1OYaHRPQUiAW3ISSkgdqXRtklZKDzj1pQ/HQWtiuSByRQ+6JJia4qXJZS4kYIHPvVFeLFkt2qro7ZZ7exa20qbeKfwO8gEHv6GrumSPJiqaZIUpQw361XeqrKi47WR9MlkFbajznH4k5/euZr9V7G1R7OR6pn2RUY9mWFaUm2GfLbloLbkLBJP3GCPar10T4gSdKRIWr03ZPkFCWZEVSsB3BAOPfBHFItY6ck6hsUhphkfPsoCQocFaQQcftxUH0xbH71ZplgWhRW2Q82lXZQPI/Suto/UFnx+8+12ZcWX3YqRq2D4t6F1M+xaW5BZkzQFNgowgkjpnsag2pmJLesXoqEJ2DaQRwNoHWq8sWn25FwZbA2PxUo2KQOhx1qdXSROj/AMmfMLrym8vSSMFLQPCfvXVx+qqcVD/ELJpnjW67sFcJSXELabVlB6YPGaqrV2k1SpBkoSUleRuAqcwHTLdWGknys4SCM4o+8xvJDbb+FDBJTxwT0rsbo5Eo+TMm8btFXWvQCmXCHE7lbd+Tzj3qd6R0wxEeackISkoVuxnv2oyApQee3oO3aEp4pyhuqbVu4GcYq7FCuiUsl9liRtRFiKlhBOAAME9TTdN1c+wpQiFKVnqo9veou5clZBUoDHrTZcb60wkrbaCnBxyeKnKe1clSimx5mXeRdlFdyfdW2gk4UeDUQ1PryNBaXBtDDfmAEFYT9KePbrTReL/MkoPnydqOm1JwAPeoTLmh94x4v1FR5X/SPtWPLnpF8cZbXw9tO3LXH8RkvlTjaSpSj0we1aQ1R4+eFnhk4uFfL2l+enkxIqC64njuBwn8zWbtCw7ppDT4mWxeLjcBsbWgDzEFXQ5PA6Z59KRDwieCHrndHlypMhSnXnXMlS1HqSaxr1aMIfTyasPp89U9y4Rf9m+L/wALNUTP4Or52Ap07ULksgJyen4ScUzPartD+tnnktMuvR1BpDm0KPHOQT0HPasj3ixsQNSJUhWxDB3qPpg1NdM60SxeHHniobwlSPtjFLUaqebFa4ZdptPDDnqTtG3Lbb9OaoiNC9wm5vlncjzBwg+3pTnrPwss2r9OJtsFDVuklYfExCAV8cbftjjFVFoHX8IwBNnyUNRmsbypzaVn/CPU+wq1dPeIER1hbi3EKSsfQgjbx2BqHpynF7pMu9Szxi1HH4KNl6av2l7su2vX0nb+BfZxPr/enBmFHKS5crhBe343Kc/EfzFWTq3TFl1nbiqU6IchorMVUfCENk9tv9QPes6XuWuyXSRYr5HSX2DjeVfStJ/qB75r1WLVRcLkZcOojNV5H/WGh9PuQn7pYZCn5LbZcVFSorCgOu09fyqjIq7fOkSHFLLbjgKfKR1T+ver40xrq0WdnZA8rnBUfxE8U3t6QY8RNQu3a06etEJlpWS75ZDj6+6uDgfmOay67UY9OlOb4Zpjjln4xq2VtD0K9cYqX4rbwG3CnHyMH/X8v1pz0ouZZLquDJO0oICMfh2+tWXJs9ztiC1dGTEaa4GU/Uoe2OPtThE8Gnr9aXNQ3IOwmChS4rSeHnjjgkn8KfyqGLJVZIPg56nPDPbNUAja9iWtTbXlLfdXxtbGcfpUltWopl0cTOftUqOhgbkhQ5NUvoS6uJ1Y/CntKYeaWUlLiecA9s1oZ2JqeHaBLtdkYlFScpS89s/sDWvL6jp8KTyyps6WLHLKrjyP+lbjcbsgXBi5RERwdoDySpYx2wVAD9KmzWo1xGSmTMac2jGUICR+1Un4Y+JbN1j3Ni46ZTaZ0GQpuS07IARu7kHHPSm3xG8a7LYIby3nWkhtJz5ZJ/IetZM+aDW5Pg4c4NZXFfJHviQ8TPmNQwNOW6Q2UvtLckAITuOD9P1YyB16VXenW2pbgA2rTg539uKozUfiLdr/AKlmagKtjsjc21nktIPQD3x/enfQbE7UUtLdzukp1C1bQgOkAHt3xWXH6ktLjaqy/wDJyzSUbLN1RZ0vJdBDZyFJV9WaoxQDEl1kqHCimra15oSXpWwrvdpmPIcbWklQcJGPzqng8qVKLqlAuPL+o4wCagvUI6xb0qoulpJ6SWyQ5O2ws2z+LY2NqcDKOPxKxk/p/nSVCvqCU5wD6VItbYg2myWIkBbTHzTycY+tw8f/ACQP1qKeYEKG3tzVGLLvjv8ABFcnJeHHNyiQlHP2qwdF3D5izIYyAtJIHPJFVs86XHDk4QO9TPw5RIdL6W0KV5Y34QMnnoK0aTJtyojljuiXTb3m40D5iRtaQE4ClHqfYVFdd3dEnTk5+HICyhogkHGAaFG1DGsziVakvbUVkoITEDPzD5HbIHCOe5o6Q9ojX1smqt7ioTnlltTf4xyON3Ax07gV1tVrYTxvGnzRkw4GpqbRn1aD9OME0VcFHzUJUr6kpwo1I7jpa62F4i4Q1htOSHEjchQ9QocGm1y2NyLI/eUoy4zJQ2sAf0qBx+6a8xKSh2d3Ilt/ca2yQnn8qLUeec57+9Gp4A6gY9KJWlAUVEZPTJ71O7MlVwCURgjJ9uK4gq3AEc4JrxwSD+fFewd2On5UdDH7Tv0lfGDwftWpvhdscSHMmay1Etpq1w0bAXElQddzlKAByrOOn2rMOlLdNnPKTDiuunH4W0lXf2rYnwz2g3FDVo1M8qNFtj4moiOjaHVkAZwepGPyrh/iF5PyE1Dz3+xm1Sbx/Sae0hYtSarQ1eJaf4dDWQpoPoCn1p7AI5Q2n25PvT9qLwnjXmKpT5Ybc6pLTQB/XrQxrO0WO3PXqfOag2+InHmLUAnjsn1UfQVFFeN0nUbqhb3PkoiuG+AXSPVR7fYdK+Z6X07LrJtYl158GfSaDJqpOOJddtme/GPTE7RslcW5SVx0KVhh4tlbS+emRyD7GqIv9pe07dkPy3ln5hCXSjdjhXKSR15ODg1sfXlln6zgmO/NE5skLS3IwobhyCO4/Ks76r8IdaTLw5IucVwpfWVl9I3JyOnT8hivSaPT5NEtmX+bRqz+k59KrStfbwM9pv0W122PGmMOrW6DIUOOp6D9K9edUxolok3pThbQwnKWinBUo/hAPucU92rw21Beojd4nsIjMoPlrCyAQUnB47Ae9U34wa2g3K5x9K6ZSl632xzLzqRn5h4cHH/KOeau0WCOs1KhBdd/Y52LC5ZNrRMfD/TseJanNc3+0qlvynNsZKkdPfHck/51MLhIuN1sSkOW5LDLhDSCsgJbKjgc/nUj8OviF8J5mhoWk9R2CdDuDEXyEkxStDrmCMhSQSCT7UyRkQda2WNoJu8NM2+3rMlbhSUyXVg/QkhRAxlX7V3niy5Mj3R6/wAj18cmGOJRj2Ra7eHGq9MBd1gyXREAS4WgcApHXPtiozIu0l0fNWSQUqV/xYpUElJ9h3FamskW3a+0VJ0yl3+ZCzEecQOVJA+/ccHn1qnvEjwKuN0s6laYsrqrkztSz5CCkZ3AYBJ449TVCismTZm7X+X3KtT6dHUwU8fZSV91Vfn1lpxfkgcAIBz+9C0ZoXVXiFeERbTbXpKyoZdVwlHupR6CrX0F8PN2tzqbn4l35xMdg5et7L5U77ZVyAPtmrzZv2ndJ25Nr0xEjw46Rx5Y6+5V3Pua2KUNOqxpMhpfSXd5eAfhR4a23wltSgmcXLnIA+YfQop6f0jvgVJrl4o3ixfzId0LyU8lp9ZUk/n1H61VV38Q1uqUpLpJqHTdROylqXKkAJPPKugrn6jT49VbyRuzrT0mCUds4qi+bB8VumZl2a05rWwyYMiQ4GmpTSgprJ6ZJIxUq1hd7Qyr5puTJWyU5CWkjcffJIAFYm1fcYM2MURsrfT+Dbyoq7U+av8AGm7R/DWzaUkyls3p8bH3UcqQwOM+xPTP3rh6v0FOcHplV9r/AFPJ6/Rw02SsLtP+xeFj8a9FSNQSIbk9phUdZaSpze4k464IAB5zV9aQ1hp2bGM86maEdpG9aggNICR1OTyBXz+8OntOG4NR5D6C4MFJVjar3BqXfEX4tnT+jo+hrK82mVdWsyVtnlEYcFPH+I8fYGqM3o2/UxwYU7fz/dnM2Nz2ovzxK+PfSmn7h/s/4b29V/dSvy3bg+SiIjsdo4U5j2wPQmojc9Z2zxMxqe5Phbrv8vz4tuXFSUnghRWtSVY7HrWH9LT47V5jPSWkupbVv2L5SojkAitC2vUd4vMVqReHFv7kj5O3xuiB2KscAewx7167T+l4PSqlp093zfJ6H03R4bfuKyzp3hFo/V9hFnul0muQ1OB5JQpKFZGe5B459Kh7/wAJfh6HiqNqi5ttE52FKFkD74FF2bV17akGDPmJJUrAOUlLY9Kl3+0LEVoG4Twd3KRxzV89Tmb3N8ncjpcEVSiqA2DwB8I7EwqObO7c31A5kSnz9PuAnAFUl4u6Sc0Jd0xY0tL8CTlccjjaM/gPuOKmWu/GhiyJVFtkjzHSMJCFZOaz/rDXmodQTEuXZx50IOW9ysgD2q/SrPu3S6MWtnp1D24rkOTdpEOW3PgyFsSWFBbbrailSFDkEEd81vD4afiHHirp9WndSykpvtqbAcIUB822OPM+/r+tfPJ5911AWhBVkZ496ffDPVV30Trm16hhJfSqNIT5oQDhTR4Uk47EE1T616ZD1HTuL/Uun/p/M4GfEsivyj6ezri4ysqiAjHRSFcH7imO4a0EE+XPt8eSs8gbPq/aoHrXx00lpiGln+KMpedQFBKB5iuR2A7/AHqr7n4hTtR2yROtEpkIUkrIWFKUrAz9RA68dMgV840vpOp1LVQdP5Ri5kuEWtf/ABKZdBahWeJHJ43nk59qia2dRS5+91p7+YCnlJKfuMcVSK52q76zJQtbju0oSfLynaevbt/pVt+HOqNeW1DMa6QHZUAkJKlIJUgV0c3pb0CfK3EckHHiRPbTpO5qsUyJPlpU283uS1t/CvqFA9qh98XqGPcIEG5QAhTKVo8wZ/mJ4I/satAaihW5wOy3mVMLGfpX0qqPG7WV8VcrLcrVHCLIxK2vKRy66Sk4VgHhA5rmYI5M2Xb8kGk1SJ5p7UdwgxfIdeK2zgp56g9qUad1gzIuE6yuDbtHzDJ9v6h/Y/nULtmqISEJaffYAWnO11O3B/PFJJ+qrbDvUGRFTG3ecG1+WoEKSrg8596Fhcm00QjIzv8AFIXJPijLmFCAVx2ScdeE4GffGKkPwiwki9Xi6FOS1HQ2Cccblf8A9NRT4jZjb/iZKLYSA5FZBI6A46U4eBHiFZvD6BOTeWnB8y6FgtoJWQO2P1r308U8vosceJcuKVHRe54KRtN9bK4wQVJKmkBRT1+rtmsX/EDbfkPEp5aiVGUw27nZtyeQePTirK038SFicuLwmuONuzXvo85OG0ZOEgkdABjmor8RUGdKl2nVMt9h0yULa3sgFOB9Seh5GCa43oukzena6KzKlJNFeFuORKSovXwnX8t4UQTfZwW38uw5EbUsHYE7ugHrnHrVj6MdjqbEtTKlKIwVlOAgZzjP3NZsZTcLPpbTfyUqMiS83HLQfSVII2gnIBz/APRrQGnr9qqFBZZ1Pp5h+MUg/MW4qG33KDyfyJrn+u5parL7knwrS/kY4LY2MXjE/MnKKo6VeRCRuBHQmm/QutItzjNOqkB1rPlrAVhbKxxg0m8TNY2pDbtujI85DhIcWkn6RWYLjrmToDW6ZEBazbpgBdQOp5wcA8VH0/QS1mF4132i+MXN3E3vFfZZQl50uKZPAWlKiB96fINxsPVMnkdRhVUZ4a+Lq2ITB1E83JtskI2SmwAOft26farxg2SzX1tEq1XFxsrG4EAEGuTmwzwNxkg3c0ySQLiE7VwrrIWnOMo6D756U8SteRLFE23V8SA4NqWVAKU77BPf71VWvtRMeENnXqO6XyIARsbZWnDklXZASOv37daoeF8Q0O5y13O8vN/MvHAH9LSc8IT7f3rX6b6fk1kr/wAKNmj0q1OT6nSRoPVVutupGZCrNb2oYkIIXHS5uSSR244/tWJPGrSV1sPiU/dn7HKjw4ERtaX3GTsdWhPGD0PJA/Kr5jeNdgcwpme2lWOClfNSW3eKdivzK7LeBFnxJQ2OMyAFoUPsa9dodJj0GZZccX1X/k779N0ralB0z53POuuSHJL2SpxRWfuTk1sT4NtZym7HN0HLcDnl5nW13BKEg/8AEaJ7HJCse5qcXP4efAK4SBfF24w0lJWqM1IPkKP/AJeo+wIqKLuultHus6a8PIqbQw8/ma8kK+hA4KjuOc46DNdLXrF6hgeGa/8ADK36T7iqUi8NSNrkWl5lySy4Vp2klQSjd6fVVI6401r2+JRp+z6PlPvPkDzQ1tYSD/Vv6H9alzGpYF82wrO4y5bLckrkSHlglR7c91E80otnicqAfrUURk5CFqyElI/wiuHpvS8GmyKXLos/6HhpNN2Rnw/+EOFHfbu/iPeEvKSd4gRFYT16LXj+w/Orwk6mtekLYzZdOrTBjxU7WmWF4SkfboapzWvjm7Ds7kl2cmK2slKcEb1VTa/GmHNdcejyHpCkcqwCcV18+7URpq0aFDT4VsnVGwbXq6Nq8m23IoTNwVIT2dT6p9/UUbKssq2tqfeuLzTSfwtpcO4nsBWG714t3d1Lcq2SpEWRFcS7HebylTaweCDWjvCLx4heIuhH7zquU2L3YE+VMG3YFJxkPAHjnHI9RXkfUPR56de7h/S318HntdixQyXi/S/7Ez1DqG4WWIuTNujhaQguEOqyEJTzn1xWFL+iRdb5Nufy5bMqS48AR03KJx+9Wt4g+LU7W0923wFuNwVJWVFXCnNoJH2Tx0qu1SlL6cknHHf2r1f4e9MyaLG8mb9UvHwiGKO3lkfetklJCtpP1dQKRuMPoJCkn8xUtLjxZKV7856Zot1Tji0oCgc4BBAr0ZciReAWi5mrtbMpS2ryIjZdW7jAbPQEk9Dyce9an1Pe9I+HEFuA2kS5e3DcNgck+qz15qDeD9nudh0oLXpmAHr9cl/MyZKxtZgtkYQFeq8c47ZqxdH+FtviT1XGe8btdCd781//AIbZ77Qe/vXzj13Ux1OrflR4R7P0zT+xp1u4vkg8bSOrvEdxN51spdvsTat7NsZygOem7vj71MIjqYbP8HntboaxtaV2R2CKl1+nNuEQIzqXENj6lJ6fb3qMxbULxdEtyGypllW4A9CquNLK5Pa+EvBuaT+xHNRWuKlLTkdptBbONoHantOpmdPadQZEd59p3goZUEqx7Zoq8M/wyZ8lcMFDmQ05jqOwJ9aabhGly0s22KhK1BeUgnAKe/WmqkqZW1TD4VyanxBNiW1UNMqQ2wlx5e53ZnK+egGAelK9XyS1Z5EtsIU6wkuR1dQhzolQ9+RRWo1xrLGg24qQVtIU6oJOQTtI/wA6arpcPndMiGEK83cAcf4c5qhxW5NIvjJsCufL+XtjfzKguPHbySrHbnNSuNreBGgrO5b0hY2hITxn1zVermtG5OJIyGUBH6CumUy0nzn3EoB7noBV3tb3yiic9nQ7z73KcS7MnS1JjjKikHAFRU65tSZPmTG31LPCBsOEijrjJuUxtK7bZbjcENjd5caOpZV78DH5U3O6Juc+Iu4XWJOgFY3JU9HWkJ9iCMg12tJ6Ln1CucWl89HMza/Fh4UrY6yPFC1tK+UisOSpKx9DLacq/P0/OodqHxXmzJr2m5UmJCWEZcRy4of8ucYz0qM6qgXDT8UykxHmlOnCXktqQV/Y9arZvSWsZ075+DY7k+tSiS4iOtWPzxXRxeh48ea8b3JfbyJ6qWxPJw/38F72/U8jVFqbjpmPqkW1PkKSo/U81/SvHt0P5VcPh74N6w1BDZkJiJhwgnzFyZJ2IPuO5/IUxfCt4N6g1CtOsPECB8nb4atjCHI+x6Sodc552/3rWl7utviQflm1AtpRsbYbHOB29hXD9W1N5nBdrt/cxar15aFezpeX/l9jNHjp4aN2PQD0uPdUzVLyhxTI+lPGR79qwZcZblnvKZgylO9Lg9AQf/oivoR4hXFV6i3O0Nw0R20ghQLuckDI4xisM6/sKG7i9GV9KXFEtL9D6Zrt/hzPuxvHLwZNPrMuuxuWR3JMs22RP4lbGpcRPmB9IWMe9Se0aRkMxw5IASpQzg1WGgvE2FpTSCLbNZ33CK4WUbuhHVP7Uxag8b9Wy5K0CSY6c/ShPWu17M3Jx8HShqscIpvsvo2piMCt9wAA+vWinp2lU/RLfYT67lCs4va71Rd0kOXSSQOo8yo5NvM9x0/Mys7Tj/iHP51KOnbfLHLXJK0jVtylaWuOn7hCg3FhTxjubEBYyTtNHfCbORplq8SFqSneGMqPZIUf9ayfBvMdL7Kori0qbJUtQJyo+grVHwuLbnwrvIusMiHIbDKNwzuI5PB/Kub6xj9nRzvzRztdnWfBIn99sts1x4lGG/s8m4yg2pxIBIB7j3xTF4g/D5etCTxJ07pyHqC2fiDiDlbfspJIx9+lP+j2mxrhvyQdkfe4kg9AAcVd9kkyHIyHVSPMBUTkpKSB6EGvO6jW5NC8ag+K6M+p1mTSOEY8qlaMNawlybba/wCG3zSVvtS5H4cJSlwYPXrUj8PJGi34KbVBuzFqmq2uf75HSoqWOux3tk9jVg/Et4RW7Xhk6it1rES4Q04ccbH0vtdzjoCD6dqztpvSM2A2YqkodLKzuQ4SOOvB7V6PR58es0vvwfXDS8GvR6/8xNRjx+5PfGOzTkOx2J6HnG9m5txashZPVQxwarzRGrGtIzkwrnGLQWrh1QzuHrk1JrvIaDLFtUpeP6GvO3JQe4HJqPa4s7FxsSpSEAPRMFIA5Ce9R0+SMXslyn8nZz4pSjvj2i9LXMh6mtRLa23mlp2lJ/qBHIqYeDnwY6Ot+rUeIWpY3mRgA7Ftr4yhC+u5Weo7hJ/OmT4MPD9V7tjer7s2TAi/yWWVglLjyeq+eoAx+dazub6XGfIQ55SMVyPVfUZ6WctPgdfP+x5r1P1DdFYo9+WKZk+2REpbhIbUlAwCCPp9gO1Rq7Xle0leCg5BTSF+w291wuFS3F+uTxTPqV9y229TcZwlWQBv5FeQnkbPPO+yd2tbMS3oz9CHE5JPqai+obc2867cGACvy1NupA/ED3pzXMdchMR+iygbvQnFI2pjaHjGfAyOD9jTu1tJ9lX2qDGn6fjNykgmM4pLQP8ASEqIpfqO4WbSuhrpc7w8hMVMd0K3HG7KSAPvRPildLT4WaVnXx9S/IClONFJ4USc7CPXJrGms/FrWPitaFx58xTFtClFqK2MJAx39TXZ9M9JyeqTUo8RXb/2HjxSnKkU/c5Md67yUoILElxS28+mTxTWqM2w6WlApV2ocmMr5d1CgQ7DWceu2ukmfD89GC80OR3Ir6pBKKSR1EqDExlONBaMKKf3FSvQfhTefE1qa3apkOI3BALq5Dm3k9AB1NRa2SUbcE8A8+1XD4NGyNzpIk6amXSScOq8hwpSlofiJwR+ppZW1jcol+mjGWVRl0aP0BozWdn0hbLbqDT+k7pDhtpbCG8BawB3BTgn86V6j8GPDjXkVyI3pRGl55B2rQnGVeuAdpH2qvrh8SmhbIsRLDZ3IymUgbSVAIUOueeaRx/FnxK8VXmoNiacXuXhohBbCE91EjoPfNcpafNJ+7J7Udz81h4xQju/59ypPEHw5vXhpe12m5Nh5jP8t1J+lxOeoNWD4QTHLlpS56OM7EWa2rySSPoWBkA/n3q49S+HcN/wyFl1lcjcbk0hTrUlA5aWf6R3Ke1ZO03f39IakPkvAbVltW7p1qc4Q9RxOCf1R6f+TMGp0MYzW9Upf2Y1yYspN2XaQje8XvKAA5Jzit++AEGxeGvh/Ftz1pXFnOpLkmUtnb8yVEnOTyMAgDPYe9Ud4L+FuntX+IiNcXOfBYgQ8SPlnpCE75PYYJ/COv6CtJ6ibL6CIlwtroxjCZSCP715v8T+oNqOkj45l+53/R/S3pZynk76X7f+Su/FjTNh1hcf4q44H3QjDYUfoyO/uRVYJ0wLAol2MoIJyVJHSrA1DCu0PzFwp0BtS+rZloU2r7pJqv7jqXVduWW5bUeTEV/xEx1E7R7Zrz2DJllDYnwekeLHH6kuRFOmoW8WkqSpAGB/32pKxuZUVuww8gnoPpV+RpJPWzLxNgPKO7kcfsRjrTja7wW7e6/IQnc2cIWex9D611dJppaiaxw7Zj1eeOng8k+kNt71SvTkdbkeC887jKGynp6biOKrq/a3uN5V5d2VJjjGASjCU/oKkN3vt5fuS5IW6ppsAEHkH7VGrpc4c4FLjWFEfUnp/wDRr3Wi9Ow6NJxX1fPk8HrPUM2slc3x8Ff3f5iMsvF3e0o5S4Ocfem9i5pdHkrIHJwcU+3OMhhv+QQWHeCjqAfWoRcm3IS1OtglvPpyk+1bXwYh8tdxctN2S46QEu/Qojpg0/SJ7sGQHUthxtfJT61X6JiVoSpayQof1VILbfEOxkxZKgdvCSazZYXyjTp8ijcWOVzvNpnLyWywodQBTzYLhbm2VNpjF9QH0kDFRQw2nnxsWCk9x2p6auUWyw9vCnSMJSP86qaUltRrjOSe6TFOrLqtmM3FDhR5p3rGeg7CmNu6qYbSptzangJHTFNF4ubsx7zHXTuUvnNCQlS0DJwB6itOLHsVGDNk9ydolNqus+HeIs5xxxxrcCkZ/wBKuxl6/a/QxprSbe919OXXFK2paR6qNZ3gyVLUFeZkNdO1T/QmsJOlrg1doM1xl5B4IPBHoR6Vc3Lb9PZTGtycujVXh14E6V8OkovN2cRcrv8AiLy0/S2f+QHp9zzQ9eeIkW3NONRHEpIBAx1qu3vG2ZqG1qcQlaFIT9XofcVSOudeT5q1ssuKKlZGc8CuLLTZZ5P4nZ3I6vDjxXAtvQ2obZrjWciBcnlLRDbDqUjkFWcAf9+taZ0/pOzX3T0myOsNhqW2WlFQ6ZHWvnh4Z66OidUJuktS3mn0+W9gcp561tjw88TLVcGW5UaehxpWOhzXUx4ljikkcfNmllluZEvC34TpOkvGCRqXUTZXAt+XrcG+jjhzhXHoP3rUV2uSLe1Es8wMJaWMrQrrj3pust/XdHsMyU4UlICz/SKLcsTM29vyZEtUhCE4yc8faoZOHwb9KrjYXc4VsmXBlyztD/d/xKbPA/SofqXUkqzXIy4CQpttYQ7/AMuepNJ5Nu1BZb3OvOk7oSyCd7DnQ1W2oL/epFtnynGluPSiUkJb/qHaq7SXLo2U/wDFyXrGuUi8WhTrDLa5DQ3Dae9KhMvM+zokKS0h9jqM+lQTwksusg0zLfhTktymk5C0kAH86suzeHstqRJXdb4ENuknykq3FOf2rNl9Q02H9U0ZZ5seNfUxO7cJsmA1ckhlRQna4n1Hes5+NPha0tb9/cZCmnzvQrP0euDWmIGlrA0iVCamyFsJJC1KIH5Cqb+Ie7MxYsPTlr+mKkFRBPJA9a5uX1XBqNsMXLbDFrownUORhuOm7i+ne5pyZGd6/QAtOfyOahd0cvVhUsPx5LaRzuLSgBWgjqKK5jKk0nlvwZaMONIWDxyK6Evwlp4cRkzyaxQRlq4+I7bCVGa4MI53YINMcr4iW3H2bY0HZCchO9QwEJ+/c1pe76G0tdlFUm1sKyOcoGf7VELp4F6Kl5Ui1sAjkEJAIqP/AON6eH6lZasGNoiEbTkLU8Bu6wXg8l4bgrPOfSu26DP01KStKSW88+1Sa0eHM/SUjz9PPlTJP8yK5+BQ9j2NT6JpyFfom5McsvpH8xlXVJ/zFeN9X0Go9Nk9yuD8mOeFxZBBY4l8ZM+07WJauVt9nDjqPQ0Xb9U3WxyDAuaFnyjjJHOPepU7pC4WV/zoyFbQeQBxTgi1Rb6kInxElxIxvKeR7H1rz7yp98op2P8AmdsmrrFN273Ahwdecc1Obc/CltpVHdBPpkVWk/wya3EwwW1joUmkMZWpNIyQtzzHGQcZPTFV/Q/0k904fqRcrjQU2plXAXwCBTE8zMhbmlqKkdBznNKLDqGPeoiXEqw4Byk0ZebqIzSVOtpU2ThXHT3pplykn9RTt8vsXTWtFJuQbbjTUpWh5SfwL6EH2qZrUxcoiFMvJUnAKXEHP6GoF402uPdmY8lKNu4KSlX7iq00trrVvh1J8pyOufbyR/KWDhP2PavonpUln0sX5PT6XJ/BjLwaJNsdZaEtlRbcA79D70UuSUtqRPBQdu7eOhpDpXxBtWsYfzLILLoT9TC+oNVn4peI9wgSlWq37xGZOXHdvf8Aw59BWtRblRplkW3dEljGoEP3REQY3KWopGf6B3pe3Dj3K4vRnFoStf8ANaV2CgOn51U3hjcJlyub94ua9ilYbY3HjbVkCU3FnJcVgJV6d68n6u3LUuK8Hl9ZkeTK38DfMiMp3ORGyl1lRS9gYCsHAxVdXRmHpfUv8XiJUGZroyNuEpUfxAVc9xTFdYd+WKlqWoALPPX2qJ6zs1qk22OhuMHXIrqXMknGR1JqnQaj2clS/S+GV4Ze3PnyNlo0+4rUjkm3yElICVOBZxsGMg+4xTjqK3PalebtsFbSWicqeCuCodUke1OELyDAecbCUlUfYpzpzjuR7U23SHKlWxMSy7o7aMfSk481XXnHODXVxau8id1R0Hmlk4Y272NOLNqjAPSkEIedUnGP/KPz60235W+WlKNwykfT15/7zUhh2hu9CI7NBZuUMBDoBBUpHbcPYnr6UnmxQuYUlXlHepsKbG5XB5IPQD969NpfUseFp3bKpLkZokZxqMn5pxLGTnKjyR7DrStxlDTJeCsgJ3Ak4P3xTatpEZ1Lr76nVF5bbZUOXCO/2oM+Y61A3KwXH3MYA6pHoK6GPWu+H2yDjYmmXMpCiTkDPNRq53jqGwOP8Xr9q5dpUpprz3WXA0TgKKTjP3qJzrkkJK1HaOgyetap5txbGG07cJJkEqlPnbnoO/5VMPDfRCNQSf4vOSWbfHWCAR+NWelV9DZdu0xDUdtRQpeFLPQetXBaUXprTDyLA4XIjCAVYTjn1J6D/rXN1spyxuMHTZdGDlwiy7XBYfuMdphpKWs5zgcdhUk1TGYtttcKVZVs5x06VSdm8TblpmK0qUw3Jk5+rcc7PQcUZqjxhvN0tTyo8IJWhsFe4ZOCcYx+dc7Ho5YoKJ2tLnhpsWxlf6hbYmypzhwla3D1PTHSktmjJ2okKYD7zY2ITuwD6E+tMj9yLzy3pUlQW6SduOPtTlblqfYdT56UpQnchQUOD2H3JrtJqKSZx5ye5y8skzWpnYklH8QYLXl8BKRhKasnTHiNb1JbQzMw5x9BqgF6lW6p+PPRucB2YPGPenjR4D96irbX9JWNwz0oeT24toonG1ya3tev4cvdBS6fOT9Oc8A1BfGTTP8AtBBD6CUSEj6XEfi2+n2qv9O3+W9dpc1biWo7Tri1OHoEg1KzrwzUgTT/ACnQdhB6j0rXh1EcmNRbKI45Y3uRDrL4ZakftKLhpx6RMlNqw9ExyR6p9ftVs6Dkv6eZCJsd6DMbSA8w4kpKTj0NMOm9WOWW4JVbtqis/kKcbrddQagmv3CW0ylxLSgGm+p44yemaxepxWSCUXbOlodbLBk+rplpwtW2e4raaubMd36gpCZCQUqUOmM1LLfrqz6icftzTJMhlO0pB+naPTFZKauk+8TF2Ke8mGsHcytSsHdjgE1MLJqudphQuLMhLcqM35UgYCgtvuU57j1rBps+XSy+nr4OzqsWLWwrz4ZONR6Qsrupm705FA+XUVqCBtKvbIqbz77DS3Htba1sPLa3pUnjywBwc9qr1vWTl+BvMlhLcZpvKMrCQ4rjjr1pJG1Mi+fOzlYRKczGZaJ/4ae6vt0pa/VLLl3LpD9Pxww4duTsT3zWESzLlGT8sqRNeKluISAXVdAcDqTjr3OTWd/ENu5aucjfKOq8+W4VCK4rapKB9Ix65P58VYutUxbfqC0eQgSXXBtacWNwSkK/pT3JPc1HXbDFu/iO0I7hacjSkoCCc/SDn/Mmh6jJkpw4SV/vRx5xhjzSM/OsuxpLrDiSFtrKTkdwcVYnhU+oyHUbvqaUh0D2Bwf706XWy6cWEK1A8FP3BbmxxtGFN4WR9frjAIPXnvSnSekn9Opd8mUh1194Nsup5Q40pCiFA/cCpZNbBw2z4f8AmQjPZNS+C+tS2VnU+jX7Ynbl6OdnHRWODWUbBYJLuq27C80pLokBlQx33YNW5MT4ryb1DZs9xKYUaMlxxSlpbaQMBSisnpwR1NH2bSkiRq2br15xmYiOwtR+VbUlLrwG0bM9QCR9RxVENZj0mGUtyd9GjW6vHqIppcoq7W7Mi66guFzaITDbeLKVk4SENgIH9uBUMcUCT9XQVOdUWLVNxuK4rduVHgx1FLLalhCR6qyojJJySa5YPDW5Oz0/xKbbYu5tTiEuS2ypeAcfSCeM10MGqxwwrc10YIulyQPapxewJOfSrE0vpnXVpshvUCAphiY6iOh1aefqONwB7Z4z0yannh74R6fi3dd01Zf7UtyElLqoyHtye3KlAY9OBV9Tn9MyNNR7hJukZMFDAUlzYQjYFZyBjpx+1crV+vPFljj06vnl/wCxZBxc1F9FWQ/BZljTyrlc0qfluJLi1rOVKOO+arTSGhtVyLrdV2GA85BWVRnFI6pPbHrg8/kav2X4s6ZukVcWDcYiIm1aQp1txPCR1JxgA84/fFd0nqmxzbYz/B5bSfNUUFHCfrwSeB16GqNbrdTpcbko23/Y3eoZ9OoRWBdFPWLwu8WYilx30wTHAJUiU+lYUPsM063PwdULLPhv2huM5OCdy4bgWhCknduCDj3HHrV5fOQlxFeY80oM4S4OhHfnv0pOxcUutyCllQYbSUkrwEg575rn4vWtbnaioqX2o5qyynykY9vXhTqG2wH5aHG5TUcANpZH8w5POUdRgZNRVWl7s63H+WhOuqkLKUpSkqO4dsevNav1G3bLq1n5xwSkOAoUwkDAHXk9RzSNphlWUIQltXH0oThS+OpV3r2WmWWcFLKqfwW3fZQlq8GNUyUJdnIjw0/4X3MK/QZNOA8GnILweuFybeQOdkdKioj2JGKutbjUTLCSPMPVRAOD6UTLeRICApJLg4ylOQK1qC7Fu8EPs0tFjZRb7bEbjMoGNoT9SvdRPJNG3S7XL6ZUN9TDqectkpJ/Su6pakIY+ZgRlrfHKsJ4WKbLTdItxPkH+U+jhbK+Dn1FNxT4aEDuviRqq7w4dtvt5mSo0FRWy2XjtQfXHT8zTjZfGOdaShDkhW0fTkmvR9OWK6lbE8Oxntp8txHTPbIqM6u8LdU2iMZTcBcuIRkPsDcMe+OlZJ6PGlW1IuwZnhf8PgvvSfjcxPbSFzCFAjPParUsniPbXw2mU4koWkHd14r5yJuN1tMkeU84goJGDxirR0f4qTBHQw+oFaOxVjj1Fc7NpNvMTr4fUFN7ciN0yv8AZG9QFxSyhxqUkpWlpWCrPXOKozUHgn4fQ7vKTpq1sxLohsrbZUsqStOfxJBJ57VDGfFl6M9FSjfGd3BSV54V7U/eMWsWYui7F4p2Kahm7R5JhlouglzKc/UnOcAj96zYtM4TuHF90ad+Bxlasg3idY9XzFW1qBa5KGopTkx4hAyByokDjvxS7RgvGvLkqJeNKl9xeCbkGSksNIATuOAPQ856mqqvHjBetQyVSrnAiLWoDzNinUbj/iO1Q5qx/Cvx4Z0Ppy5wY8dth2eUhSQVLSlKeRkqJPUngcV0HhcMf3OVjyY55r6iaJ0XarDoaIWrc4ttpZypx1wlyQr1x2T/AHpdd9deRlsPpyewrLC/Fu73++CdNddWylW7ajlRGfTtUra1ibykraZdbA7uHBrnSxSUrkd2OoxT/QTLVup5LgM2Ov8AnoBwCfxD0PrVZT9dR22VNGUEBCuMnkA84/y/Km3W+tmrTDWnzgqUsENpB5z0yfaqdjyJdwfkS5DpWokk/cmtOn0vuK5dHP1eu9uSUOyxrr4osRkqbitqdXgc1Crjr2/3J0oacDKe2OTTU4wpRxkknqetdajDhQAGTjNboafHDpHKyanLk5bDo92vMd4vNXN9KjzuCufy9KWTbbc7tNTdJl7iecsA7nn8K47EUkSgb0jseDQ51iS+55zEpO5aAdhHfFSmowptcmerdjgJki3hDrMmM+6g5JYWcDHXt/anp+12zWx/is64lqR5SULK3RlG0YxhR6Ue34eSrJZbTIlBJkXdlUsJHO1rdtT+Zwo1I9N+GxnYkuwlLAGeQcVHHpPzaWTB/VGeTinadFbL0k1Hk7YswykA/jaBAx9/9Ksy0m42GKlq0zHJUdxKVuIWkl3AHCQR1GeMVJx4a3R4pahWh9e7gBDZP9qlOmvAfxGnS2TFsUhhCDyt4FCcfnXVx+lZckdsk39xrWxwfUpEHj3fU2qnlQ46Y0H5c7CkpAKSPYf50Z/s3MlZFzvUh9aCUuNJVt4/LmrKsXwo+JcK7PznJ8BoPOKWFGRkpyc8jFWTb/h0noXHmT7nDTJayF+WSQ4D1HSqsn4c1t/w1wbcPr2jr+NLkyxe/DlmZBU7amVJdKS42vJJcA6pz61D9FaXuWr9Rs2o2Z56LH3FxtKTk47H8+9byg+BbUNHkociqQFlaA4pSggnsAAOPzpNJ8H7jBDottwjR0ukqUiKyloKJ9ccn8zXb9N/DOVf/wCzJV8dnG9S9f0+R/8Ato8/0RnmL4GtfLMWhlUGM6klboKsrUc8Jzg4wPema9+DGrNNSVPsKkMsr48xlwhJ/Q1fEzRl806syWk+aQck9Sal9kuTV2tSmpTCSoDatKxXcy/hrSZce2PZw16znjK5pNfBl6BoEJhhc8b3FODKl/UT981KrhaYemNOuMOpQn+Xle3qSeP7VbOorDZbbH+adcaZjqcSd6wShBz3I6CohrXw3vur4KWdOXG3PNOEKK0yAARj968zn9E1ON7IQujsY/UsE4qTlRTGn7tfW9Stx7KnCpqgvaofTt7n7VdcdN1nIRHU4/NeGNzbSiyyk++3k/rUU0f4GeJem9UQrxKsiJsdklKw0+hX0EEcc+9XHZLLPtNykTbzaX2Y5aKEpUnI59hxXzz8Q+jeownvWF180V5NRiyyuMkQOfp3SjgUdS3CNBJ5KIsta1D8sEfvVS63uKbG3KtkG5qFscUUpL7aUulsnAUFAZIPse9aiXqCDHWmOnTzLgWceZIbShOPYYKj+Qpo1t4G6M8V2Y7s9t22CLl0KhtoQFLVwRyOfXHtXktNmelypapNL/ngMe2Tqyhrvr+zW60MzDIQ6H2wpIJ5I9B78Gq7neJs6WvzUIcZbQoLaHmYzg/1fpTp48+D108K5kMxpqrha5ILcd1TZQpop5KVD15zkVW8QJcYCSBlIx9q9p6VoNHmxLPB7rN+HTQq3yLbpON9uTl3m5lyXOqlnCRj0FJ/l3VhJUoAY4COn2oLH8lZAGMelHLnhH8tKMq6V6GEVCNR6RrSSVIa5kOQ0jzDtUknsnBHepGxq9+4aaZ0rdAHmo7u9lxbp3NpOQU/bmkLra5TSW2v6+oI4ApFIhhC2220KUUrxgJ4PcCq8uKORfUuuURlFSLw8PbxeNV6rg/MQkRrfZ4yEIyCpJOBg5PXOK0ROnTb7b2oUPViLelKNimCnYpXvu71lrRkzW12U2zBdTFjJAT9cVQTx67Af3q+dO6yuGnYqIeoIllu+wYCmQsOD77kivD+oek6nUZF+Xh/I5uTHLdwhWPCFKkl525h5CuTtUCDWU/iFatUXUse121B3Q0uIcPqcj/Q1qub4i/NfTCtMSN0ISlas/nzVeXDS2krld3L1dNPsypTiyol1ainOc9Aeldb0X0TW6bN7mo6rqy7BjcZXIzFb9U6isUUQYdwfbjqGS0T9P5D86ufwR+KPUOhZbVr1S8ubZlnAcxhyOfUeoqV3Tw60HfJbk+ZYVJddUVqU09sTn2SOAPYUld8IdBpaGLfsTj/AMR9QNd/Uek4tVFxywXP9TRLFjn+pHdcamRr64v641hqqC7CcyIqFyElDTYPCEJHfHXAyTVIa01Lapcn5XTMUpYzhT5G0r9cDt+fNWBcvCnw/fW4u36kLKmVbVJBDoSfTIwRUKu+mtFwH1QxrFkOoGSFx1gH2yM1l0vo8dI7tuuvgMWJQ8kRVLeZiKc85ZUjCkYURx3pXYtdXO2SUK+Ye2Ajneelcl2xcRzyCpLjbg3MrSQUrHtUeWvyXlNrG4AntjNdBxT4ZpUnF8M0Jb/E+Wq2p2yJIWr6gUryDxxwaaJGttU6hvjktqO5KcKC46EJGShIweB7Ui0c3paX4ermypTzN1YQ4hjCcoO0kgKHfOetQuHrMNlT/wDvDMlSSglhe3g+9ZsmlcL2+Tb+clOKV00TWB4q36Al+2xNqYDr4cdb2YzjA6jpwMUo1p4o6kus2MyHkR2vKDxaSPwjoB+1QGLMvc+O5ZorrEZiS55pcdKUKOR3Ue1Sm36WhwUNy7m+L9clJShmNHWVgD1KhU8eminuaIZdZLbTkMd8v93viUidIWsJ4AzgJ+3vUdEiXCmJlRHVIWg8Y6K9iPStVwfCaLqO1szp2lUxFPtBWwoSzsyBxzgk9ahN6+F7WTzsh2yRI60JG9plM1talj0AznNXuMIqvBzJ6zC3Upq/3K7tusbDLjiNfIkhh0cbmEhaVfqQR9uamNoLVrtkhqzNSGmLwlIfU4NpWhKsgY9M+9RG6+E+utOSUJvWmZsUF0JK1snb1/xdKsURlPtR/OaJWyAg4TjKQMZArH+UwwluX/glBQnzF2HeH+iJWrtYQbHCdQ0txSlvOuBWxDQH1E4BPT+9aO0v4S+Ddvt8dvU+krkqQzw68JayHD/jASnge2RVU+C94RpfXDe91bTcvEdayj6k/WFdeuPpIrSN51wl9aks3eA2PRbZH7qrRglPJlkpL6VVff5NOSMYxTi+SpdXab8GLbqNEeDo+Yu0SMMIdYccXJL5/CnYVgEHpwc1G7FofRmrdYC1aW01PhvQVpW4ZZ/CrI4UnJxjr+VWNfLuxK+tydZHVJVuTlLOQodDyetH/DzY3I7+pdUyXELcmTlIbcGCAlPXB9MqNYvWdR+X0spRfPSNXpuP3c8d3JYtr0pCsVuRbImG2Whuec7rV3Uo9zXbyttqE1bYyS2hf1KA4P50e9OTdVOK81yPbomS44OCtVR5U5yZKeuL6lqR+FoKOSodvavmclKTbPZphLqW2j5aR+Hk0pgtvF9lmPhsk+Y4r0SKKtkRc+TnGQVcn/Km7WsudbQ5BtCwmW40QCD+Eq4B/IZNRjFtgzO/xG+KEi/6wiaE0/dFw4UJ4OTpbasKCkfVgH1oWk/Gyw6jcVpm63BUeW2fLiTVqCQ/6Ansr+9V/wCJ+irhH1NINvbLzi2kqyOTvwc59c1GbJ4Oarv6wuQymEyMEnOSPtX0T030nSeoaBYYR+pc2u7PL63WZ9Jqvcb4+PBpR26spajwpjbipLOUl1SspLYOf1PFKJupmorqPkltLC0ncCM4HrVcs6I1vYbW0yxPkTEsJwjzVZUBjpn09qLtls1pPkGIm0uRy59Kn3RwkdyBXLz/AIU1MMu2rs0x9cwyhd0Prd7cL5bYQuRNlqKkMoGVc+3Ye9WZoTw1fnuNXTVqvNUPqRFB/loPv/iNItDaLtWmWRNlvB6Uv6nHF8qNWNDvcFPltpWcq/Yd69l6T+G9Po0p5Ful/l+x57XesZNRKoukTG1R4cBDbUZhCEpwAEgCpEJdvU0WpTaFpUMbCAQR9qgYvUZDBlNv7m0J3Y/qPpx70Bm6SShEqYdi3j9CPb/QV6dQilSRx3kdkH+IG1SbYIl/tjgcglXlKZW2lXkK6gpJGcGpD4B6WuupWE366vON21v8DecKdPt/y+9Ol+srWsLS9Y5TmESdpCv8JBB/yqSW+8I09axYbbHRHQw0GY5AwSUivFfin1eXpmBYdPxOfn4X+5ZcpK2ya3y5m3wyiCykKQAEJ7JHTNVxqafKQmNMD6woqPmc4yaEz4lxf4ZIavbahIiHLqE/iUB3Aou4SYV+s3z1tc81had6T3FfI5uUnufNkYtNlZauVIVeG3mDkS8E+hAP1Z/Ks7eKWni5LebLJQrcVt+vXOK0zJjolhrzHEoLKykE5ydwxgY71WHjJp515oT4yOW0gE9wex/yrtejar2M6T8nQ9N1CxZql1LgyherRInxlFDCy60cKCASSfWmJjR2tJxK4liuDyB/V5S+PzxU/wBQa51LYSiJZpSIbLij5u1pO/zB1ySM+hFRCZrnVklG1zUUwgk5QHCB+WK+kYUnG2zfnl9dJAE6R1xp6Kbs/aHgxg7skKI9cjk1GXnXp0lTqxt8w5OKdTe7r5odVcJC1c53OE5HvR8a1eZcGlRkFaH8LSPTNTltjyitbpfSSvw80K5d5cZvaNzqglJV0A9TWw/DqxJs2mH7Ory2X4G5xC08pcTjOfvVQ+DdoYYuTLc1sEOMlCgRkdKtRBslglPB/UpjFQIeZOSAn0546eleN9Zll1mZaeHS5HqMOTNljp8a65Yt0NKcVqN2ShrOAQon0q1nNUQbKlLDpUVukIbSgZyaoKH4o2FifJtNpjOYcCm0PNp+o54yPep5Y2LjKlR5UpZdCihCSvqB1UT6E1xvWNJkg1lf6aSH61pckGsseV0W0yxGmwBHmJBYkJKSo87CRjP2rKPixYn9B3mUtTKgGncE4/EgnhVa0tMNbzKoqRlJFQvxT8Pv9udMT7a/GxOix1/Lv45WACQknv7Gn6D6lDQ5Xjzfonx+zOTp8zwzUjL3htfbFqbV0yyyIkY74qZKVBOFBYOD+xFWmrTtmduEeyFoLXcf5O0HheexHSsueC6bpafEudcHUqUiA26w9uOOScAfsa2X4IWV7VF4b1XdoaY0e3qKoiDyVrPG4k9gP3Ndf1lw08966r+57LD6h7OleWbLw0Tpq0aH0zD03Z4yGI0NoJCU91dVE/nSmXISoklePSjHHxvKlD6QDxTTJU66S4noegrxefK5y3S8nick3lm5PyJLjJuIbPy8oJA7bBz+dRe8Sn7nEVGfkJQ60UnP+LkcVIlS8EoJ5HUHvUU1Y7FUxvcWWVhQyQODz0rK+WVy4XJOwoFhJSclKfX2qN3aW8h7zGz/ADE8g+vtTmCX4jYadKFbQQofamSe4+3lEltCyTwsjH7ijyTCtT6Zsfizom4aNupCRKbIQTyWnOyh+dfPzUmi9VeE+o5ukNTsORUtrxHkqSS24nsQenIreFvuDzN23oaLZHUpVkEetH+LHhtYfGvRMix3IIbuLbZXClpACkrHIST6Gu76L6vL0zJUuYS7X+qLsGTY6fR83b3YJzVzTMaQHm5v0EtJ4JPT9atfw5+HO1ttiXr29vwXZKdzEKKkLcSD03g9+elWr4ZeCenPCuMq966vhuN5aBLcVKxsZ9P/ADK9+3b1pl1v4qMLW/BsNmU1vJ+pkZdUfdRGa+gZNc50sPXyer0Ogio+7m5+w0ax8A/DuFamI9sTIsQKip24XB7e46n0DSenPPaqy1PpM6UeZt+hdXIujcxrDshvLSgM8pUMn9Oc0pv6dbaifaavM5yHDUrKWisqXj39K9Ig2XS7EeXJnFraSFOHkqPt2q3FklHhysefHjmv0KP3GjQ+hxN1Q3Eu2XHt4WsvfhSnP4tv9R9BWq9NX7TmgIS7dDZR5y08uFGxSz29sftWNWddyf8Aa1NzU6vDayhChwducCru05r6LeWEx7qlJcztQsnJ/Wo62E5RXwHpuTFGUorssC56omXGQ88p5aUqIwnPGKzB4goEbVE0tgpPnKVxxWhvl1SRvYI2+g7CqT8UrWbdqV0TUHy30haHPUYqHp1RyNfYu9V3SxKXwWT8PmumbVcosmeGpUV3DL6FpCtueAeR6j96vLVviDoRaik2i3Y6JU4Rj74FY30kpm2S/NbkoU0v8Q3YI+4p21ddm7a+mdKkuOh8Dy0p6U9b6HptdnWbNfHwX4/WMmPRxnia3Lhl/K1fpZ9flxHYkcKI/wCDGCevbPWpBZ9OWrUIyxcESCT0SrP7VjoakmGelTLqg2k7sZ/ap3ofW90t89qVHnONKbIUlQPp/eqNR+G9JkhWFuMv6mXB+I9XjneSpI0lc/CO02+O6+NyZDqeEg8fmKy14p6xvdhvT+m4sQOR442FKRyo+vHetg6au8S8aTOsbtOAQ2g7ys8BQ6isvapuli1Fq2dcbdHS8lSyVOLT9I9veuR+HMGbFrMmPJzt4v7nT9e1WPNo4Si+XyVhZr/dSsuvW55ls/1eaofpTy7OhXNogrcbc/5x/wDbCne5wJSx5kORGWB/4TYHFNylOqR5L4DKscKKRXuEmnTPFkavceQw0opCiFDrng471F5yS8Nyhw4MEe9T25ImlCmJam3Gl8JKQMjP9qh8uOUEs7gQhXUc5qMkx2Rd2KXEBKBjbxgmgIafaOWzkehpxmIXGeOOhwRXUPpx9bY59qiM7CkuBPKilX3oDktT7qgtRyTjOetGtLTvSVYCc4GKSTB5UxaEpH1cg9qVK7HubVA5TCUtBWc8880XMuRUlEdOMDkn1pfpxv8AisqQw+OGWSr7H1pouDeyUoKA5Vjp0pKdtxDY0tw7Rn/LjoSVBJWck5p5Ze2oCyr8I/eoxObWiOy6lWMYBpUzMVtbStWTjp61ZdESTW6/3Vt7Yy6tW5X4c/SE0KbY5E+R8z5yW2l4P1qwQfTHem2LJCwG0bGST2HJp3jqbgI+YUpTrgH0lRzj7CnSfLF0NF3tTtmeLcnAIGR70gt+utQackbtPXV+MvOSEKykn3B4o3UibzcSiSpshhecLI9PetJfB58N+mdbx3dbazjGYy095UaMv8BI6qUP6ueg6UoxcnSCTrsuz4SNSz9Y6Bgy73IdkXBpSy+pScFZBOM8dAMVfTzzlotL8kvsIcfJ2pIyaOg6R03pqIiNZ4TEFrYGw0wgJKvYAUy6pMaXcYdkTb3tiSCSPWqsy2vk6mkqUFXQfarHLvUJUNUZptbwO95HRIPepPpzRGktJsAMQWHngd6nnkhat3qB0H5UqiQk2m2IhtR3AhQypaVc/nTFcBKjkuRn1OtnktqPP5V4H1f1WeXI4Q4ijnarVTyScYukON61u7GDrbMVhbaAeQnGKgVx1o+ysymY6UqxlZByCPtRtykLQouoG5pQwtB6ioRMeG99kE7UqIB/5a877s5OjC1Q6nVEuSpbsdakheVFI4BzVO+OkqQ421cgchKSknOasGEktnCl7vt6VEfFW3G4abljaMtoKk+1adJk2Z4y+5PBkcJqQCNf/r/4tOzGom0Jytzr2ql1amQych316HNGJ1aNu9Kjj719z3p9mRx+C72tQMrXjeCCO5pQi7tK53gpNUbG1i8peEqIBNObGrnchKnfY80vobF9SLgRdmlnaSAKW266tRJSXkrG4HnntVSxdTkg5dPWlq9QuJR5q3sY6A96zavSYtVilimrTIO2jSERqDd4yHU7VBxOQR/am2fY0xFEobAHsKrnwg8QY9xmv6elP/Uf5jPPfuKt8S21YiyyMK/4bh/sa+H+o6OWi1EsMl0VkXuDZiMN3Fpe0oIStJ6KFQ/xH1vFtMJIYtaZO5P8wE8JzUp12p61WiQ6hsLKBuSCcA/nVTRR/H23U3JIWX0kKQOw9vtWGCSdvopyT2vaMtk8UkwZRdatykBRztS5x/arKs+tomqm1RVxVtqKfXINULetN3Sx3f5ViOt5txX8paR1Hoferg0DY5NohtzbhGKHnE52f4R71s1GPHGCnDyQgpJ8dDH4uXJFj08i5yWi4iHIQopA6pzjH7imfw5Yl+I06Xe1NNQLE1gupU2FpIx+EA9T9qsPXmkE690jNtjKUJedASkKOACCDkmnnRujrHo6xQdNpl+YoI3uob/CD3KlevYV7b8Ly36Rp+GdvRzft0RS1+Fam3lXS1LVBiOO4bKlDelHqR6e1SqT4d2pMZTV1RCC1jcoONDJ9yM1K77NttusKlO7UKSMMtqxysA4PHKselVhc9S3C6RPNkpU853CgTuIHp3/ADP5V18uPHjbb/c3R1MsfRDtU6JXYX03C0sxfIQpalNxE4Bx0OMkA0ztXuZMeQZgIKUFRB9BUpnX5wsKjFKtr2UkEhJSD1x7deBxUajW9LsrJc3HylJx6+1eY10ISnvj5OXqF7knMkKbsw1C+YcJSCkAY7mmabdX5TC/k1AFJyobclX/AEol9tUnyhvCGwFIB7Dp29a8gwIkYNGE9IX+Er37QSPbrWGOKEVx2VqCXYrtN1cehSmnQlSyDycY47GnWBJWnlGS2U8q7kVFhMSysNptzTYcB3pG48fr7052+XIQlqMgIaSoHkJxg9v+/eicJPklVDnZlwV3B+4y23I4T+FbfVXbafvRdqskiBcpLu7y463StKCrcFBRzx6Hnmna1zoka1+Vcn2w6VlRKk4Vx0wOp+9EOXCE8re28tDOeSs7ilQ6Y46VY8s8caj0S3IYNQ6AM69RbjbXsRwnetGfwccjHYd+PWnu06etwu6Jl0aAiIb2N7DtKFnrg+9OgUuVDCW3W/MHKlJVwtPYD3ocS/RUMuwFstrRuTvARnnP7VKHqOSOSL+ETjPa7GjXmj7TqSwqsujk+W8hwOOl8E5x0Gapa5+DM750ZUkKQAVg5U3u/LkCtHtXe1xiG46cknJzzz70ofcizx5jkdKNqeVIOCa2/wDXMt0uPsT95yXKM+6C0A2i4uWpCAvznfrVjAQPSnHxAvDUu7q0xZ3/AJW0wCENstpAClAYK1Yxkk9zVss2FDdwNyiS9iAhRDSUgYJB546moKrw5hJvJuE2QpRdcB8vaSeKng9WjKV5Jf8A2EclSsriZb5gSylEZhSHPwBKcrX+fWnp3SrMa3+TKSpp19AWtAQVdOcH9qs26aLhXYN7Wkx0R1fyvLIH046kevFPcLTkGJFbjvFToA27irOf1rdL1bFtXPJtWoizLh0S5LUuS6laEJSF4HIKR1+xpmutlkrCYsJryWR/OdWDwBj6Rk9fX861XI0jYGG1tsRW2Q8TztyM/ak1r8KLSHP4i8x8/OKChsuAeSjPcp9AOgqleuwTbf8AIzzyqUnXRj0x31SzDmRludAlxH4k56Ee3sasfw/0PqCBd2HpEJb8d9tSmnSNuw4ONwPINW9qPwLiuRnpdicUxNfeTvf3fVt/qKT/AE+1L/D3Rr+m35P8RALbMZQZDpKlLdJxnnirdR6zjnhex8/BXKaqik77HkIuAsMFWGW+HATyopVlRz9+PyqS28wnrdIjXMYDKtueik8cKHvU+ufhzBlXkzwjyg62B9BJJUSSePzpI34dOyhIDySlpZJCCkhSlA46VHTerR9tJjjNLghNpbYtlzbmOyluRWcOr2clTf8AiH58Ee9WwhdtfiGZa1Ftg8krOVKB6Y/f9qZ4OkLTBjLYbbkBKP8AiKWQQCOox6HvzTnGtq4bpitoKojqf5YI/bNU6v1mTrY+UUylb4K/1hp8v3KTKE9cd5laUskpxuOMgZ96j7VnvM4qm3a4q8w/y0tdApHv61cVys8aa8h15ZBIQDgdCBjFNU/SIlHy1NqJSrcFbsDAPoKlj9a9yCtcl0c84ranRX/y1yUwAXnkRWgolYOeAOAPX7f2prTqu6rmxrLBjvRGljah7q4s5/rI7Z7dquW26TVcEtwgllkpQUJ+nhKe6lUVA0hbFvpWywnzmxtjyDk/qnriqH6lGMrnHnwWvVTk7bK1kNapjxmrzdEiS/EbUFIbAJjN4yhPHOVHqafdL6bdd8QbffUIVsnIYfWSON2wA/uKtR/T1mMKPAkI8h/eFvFg5U6eoyen+mac4sa3tymksW4pdZQR5hV/w8cgY6Z5rNl9Vlf0rlporeTd9T7Kn8SNCI1ELRBiwExW7fCSVOIawFLWtRUSRyTyPU0ZpvTMOzW9i0oUZhadS8kyGsJbPrwck/8AeKtOdbjdVnecJQkYCVkEDHP/AHimV6yQrc+nzEnYyMhOeDnjJ/Ws0vUsmbCsUvBW5tqiA6ag3mTfL45dh5kBa3UJaXwlQChjCe/GOaPVbrq3Y7itVzekKuC0oabUopTGQOowOAPt6VP7baYy5qnUMnacA4BwUEgnPvxS5iwlx1bDsVBjrJBUE4IJPcenvVE9ZLLLquv7EW75ZnmB4cxvn1mPHUpxaMqkOklIJB5CT/frz2pyheHLcNxEmY0VzFIWlTmSolROMfYjFWvqSG1pYKkFbaGpi0ttFXBKj0SO+euT6CmxrWerkJkQbJaokN9SkNpUGNy0g5GU5P716HS5Muphe6jRCO5W2R9rw5alxI7rja0PMrQh5PKd6OmP2/epBfNDofXa7PKU6pllhAZjIUf5hJVjzPROCD6k5q2PDfwt1ndIZWpl65XFw+Y486P5TZ4IBKuM+1Xpp/wJtMZtt7U1yDj4IU4GANysdAVnt9qzR0+ty6i8PMeab6JRxSfK6PnjbPDHXqJ++PZHlrQ4UFlplQG0nGUgemavTwz+ErxDusdb4sEi2HzEPJU4Q00s/VyAfwkg81t20QNJ6bBXY7JEZWB9T2wFX5rNN+o/E+32doqflhasHCGz/wB8e/Ar0s9K88Es3D+xd7ceyjdPfB9cLKqbcNa6wt62JCNzqQVK2gc8ngcYrK3jpNt1q1Q5D8Kn3pdtjZblPLOG5LmeS2MkhIxjOeauDx9+JO76qW7ovT0xLEFwFMxbZIKx/gCvQ98fvVCuvMIb3rygAf1cjAFatLocWne+CpkJNJbUiGM+Ihh/y7jAkMvAdk7sn0FM0zxWmSJgagsueYr+kZyMdB96dLrcU6ilKgWWMlTSDtdkkZyfRP8ArTrY9CWu27ZhaAWOSoj6q3KyCokFpXeLtDYkuJYhqWgFRX9aycc8dBToLAwof/VC5S3eOzgbT+wFNnzyWE+XHSfp6qPWi1zA4lTs11aEgZUongD3NXqkxDv/ALGaSl4856QCrqPmlY/TNNFz8M9IRVLlx1vNKTz5nmk49zk1FL34lWC2lUe2rduEhP0hLRwkH3X/AKZqNxdY6ivcgfxQhuGCCI6c7CPfur8+KTcGwtotDTt61DYFKukTS9tv0NWW0iVkKUn/ABJ549jU/wBOeJjk5xRjaZfsAS35bjTjoeS4fVO4ZTVf26/qQwhTTgUgJAx6Yp4jX5lw7VoBz1JqS29EexT4jaP0TrWE643YW491VyJLCggZ9SkDBrPN20XL03LUZjcxttBO1bTYVn9DWgnn0LQCw51VyM0y3R1EtssyGwtKuPq5queKL6JKT7ZQqrqx5mxy4uADoHGyMflS1z5+7Q0lM1iS22oYb836j+RqT6n0RGn7nIrASrsE1FoHhnrOXcmo9otEuQVEbfKQo5/TpWV4UvBYpSrhh9v02w46Wbhsj7iCMckdx+RojUVgcsDqJDCS7HcOQcZAPoavfTfw1arntx5OqrhHtafKCFBS97nB4OBVlseFHhla4Ai3XzrqtAG4qO1JI9hz+9EMM5Pgr3U7ZlvS829TUIg223oadkEb3QnJ2+pPYVIb2zMsjQg2RmVNmlP1PJQSkk9/YCtO2pjQ9iaWmzaVgMJWAkktAlWPvShzVkGLy1AitY/wtJFN6FSlbNEdXKMaRh5/Q+vr1JVKcsdwdWo53FhWMfpT1Z/B7xAcjEJ0vOJcPUtHoK1rM8SQ39LIA7cCm1/xHmKORJPHRNXrBXBn9zcygIHw4+Jc1QUuyLaCuhcWlP8Ac08sfC7rZRCZL8BhPfdIST+1W674gSSNxfOeuN3/AFpE7rt3Gd5UodMcCn7CXbFvfwQOJ8KV435k36ChIxwncf8AKnw/C1GW82XdSoQgEbtrRJx+tSWPrSevK1u7UDkkml8a73m9uJaafUgL4ShP4lf503p8c+WG6XhE4g6D8JUSIs6+eY+IEVqIy04rDaUIGATjkmpjZdWeFQdXa9MRrQXWOFJQhKlJqGxPBHU+pIqf4jc125pYxhKsrI/yqQ6V8A7LpjLZtjM1eMfMtqKHfuT3rfpfUfyONYsUVSMsvTIZeZt/1JmzqS3FQbblNMnsEoCf7Clabo2+DtmoX9nM0jj+CVsubB8+dPaSRjaXMkD25oiD8PVusji5NluMt9auSHH1bgf1wa62D8SRi6yw4+xgzegKSftz5+4ueuTTH4pCf1pukanQjKWyVH2NNd60FquBukOxVrbRnBScnHuBUZXJWxlp1CkqT1yOa9Zo9Tp9bDfidnm9Xps+jltyKvv4Jd/tNKKiUvKTzwCaENSv/wDiFKqiCZm4fjP50ahSVAkcke9bFBGPcyUTLtFfbCVsBRXx0qLz5EO3PFLACXHSCRnoKJbuSWSpl3zMdsCkWba8smQlw+/ejar4Dc32SeA3FmoLUvy1NOJwUKG5Kgf2pKrREK0qVJsH+6IJ3LjFWWlepA/pP2qLzGza0GTbrstoDkIPP5YqM+d4gaqmqTNvki3QAShLTadi1jPUk+voK5HqfqWl9NjvzS58JdnR0Gh1Gtbji6830WHa9fabYuqrBIviLXckchqUQErHqlWcEU5XnxQ07pyOuTfb/bUtpGd7cpOSB7Z5qoL74H2DVkJK2X3jObB3FThKx9yarPUPw+rtsd35pLjiVKw0oncScd815n/81xO4+3z92dr/APG3x/E/sSHxE+M6G9KEHQdoRIUFhKpk1oYxnnYOp+5rQGh9eaU1Vp+2XO9JebVJjpWpSmyGt39WFDjrWAdR+Fl6ti1Pwojy0oGSnYdyR/nWmPhWeTq3Q8zS068Fp6E4QYzgWQpB9gfX2rw/4qxx9fw+80lKPVLx9/k6em9Lx4msab58snHjT8RfhZoOa1ok6PGqg6yl2S0pSSy0FdACoHKsc8dM9apxfh54d+LUaRfvDS13PSs1CStdunpCojh64acBJSfvx9qd/HbwA1E1Lh6hs6m5CGwGVBS052ZyOTjOMnqOlJtNPDRVsQzOuLbsnHDbfRJ+9cX0r0jZhjLTNqfl3x/NdHQxaXHp5fxZP+RW6vBLxFeUt1OnnW0o4UXXUIz9tyhmlFt8GpbX82+zGIZ7p3Bxf7cfvU8u2vp8pWS8oD0zUSuGoZLn07ycgnOeleuxYJRV5GLLkg3/AA1S+4tiaT0LZ1/zy7NXnb9atqf0FPMdnTkdsLt9mtyE5yCtAJ/eq/YlPz5gQ2o5J61KI0OU86lpOPLb4JI6Vcoxfgrtknj3WW+0Wg81Gbxja1wMflREiawjchKyog8nPemebdokBvyELLjg7JP0io1cL3NdJSnCEnjk81P6Y9EeWSOTem23SFOhOOnNDY1ow0oR3VqVu4B9KgRdWtRUXCrAycihMEOLLxTnB2jNL3A20Wo1doyE5S6lSiMjJ/DUV1nfZq2DDYnIcdeJ/CfwDFR6ZcxBjlZcVuV9KU7uppkZdlOOeY4sqU4cn2qLmSUaFmnrO1aXHJKZS/Ne4cwfxZ9acTpOySCp0NR17uT5nJJ+9NykqihDvllQVj8jSqPcEgALQDjqKilfYcilVhsSYarZLhtpCDlCkqwWyfQ9PyqHam8PEKYVPsk35ogDeztwrPcj2qaBUJ1IKicn9BSVx12A7lOCnAwU9KjKMX2O2ipbfatSzXxbIMaWta1bPKbSep7Yq7tA/CB4qarZbmTLcm0xlDIXLG1RHsgfUf0p58O/Ey4aFvzd9tUaBIeSQHGZTKVJcHfnqk+4rcvhZ46aS8RrYXrZHYjT2ABJiODDjavUf4k+hHFVZMU4rcujleoazPp1/Djx8mbtI/AvaIryHtU3eZcEjqzHb8tJ9txycflV86Z8AND6ehpi2vTLUNAGNySQ4fuvr+9WPO1tbYSCXXAk+iRk1DLz4nSXiWbewtKTxvVVNSZ5vPrsub/uSs9O8NvDi2o864QwVJHA8xaj+6qg998PvCeXdEXR6z3RD6OG5LctaSj7YVxSifdJ85Snn3VLV1JPSiIF2jyVKhTFhJP4Semaah5ZheV3wRPxI8JL7d7KJ3h3ra6B1kFQYlPeYF/8pUfqH5kiqiZm3GUuLBu9neh3uCS1NQG0kqI/8QJyCUkd0g1o5M9+yvkoBWkcpCHME12Zc9M6gUHdS6It8ktjAecRlwD/AMw5FKWNSVGzS6+en/TwUtabe65qBi5t/KuRicktEk7sYOQcFJz2NWazFDyCsMDBqr9Y+L3w9aB1Y4i3WK8tzW/pf+WdUplWexCic1cWk9b6P1TY2b1pO5QJLLiAVIbWFPNE/wBK0nkGuh6T6OtdP25ZVH9/9D0UPVZ48Snmg+en0iNu6Rf1A1sZa2IWP+I4ggAfmKsDRsCFpPSTenC+Fub1uOujorJJ/wBKbnbop7IUt3HbJxSJ1RUQpL2Pzr6Hp/wR6ZGKWaO9rnn5/boyy9d1dv23t/Yli58BbBhlTa2gc7McZpK4lCUBqNGaSkdNqcVGUSZLJwtCVp9elK2ro2kZ80oPoTXafoWgXHswf/8Aiv8AYxL1HU//AMkv6se2Jc6G2ENtISEdPpqLzLfLkXR6ZLnB1TyuQRgpGOKc0X9TfG5JA7npXVXqE8CiYwNvqkcVwPUfwF6N6hcp4FGT8wdf26/sdPS/iTX6Wkslr4lz/fsq67abEzVMp5SApKUtNIOM8Hqc1M7fp62stNNKCAkfUduOcU8KbsMo5TIbQT2Wf86YrjeNL29xUdq+sLk5Dfktr3kZPQ46fnXJ0f4Nn6Lilj08t6u+eGatX64vUZxlONOq+w5S3LelJQ22ng8nHGKY5k5tolKQlG5PIHGBTbcr2lncgvIJSfqSlYOB74qL3G+KdJQpZSt3rz0TnpWXJieJ1NUVqe9cD/JvbbbZ2qBHvSKZrJqCJJKtpaiZAz3V/wDRqD3C+IckiA27hCTudXn07ZqCal1V/EL4mNHePkyHm2CkH+ncBj9Ko9xRZJY3Lo0XpHUkVU1u43B11/adkeE0CSsjgrI6fmashp9ST/ELmnMiTwwwDwlPt7e/rUJskaNb2W4ljs6Z88ISFur+llBx0J7/AGFSyNDmlz5y6uJXLdACgj8LY9E+1Xydlb46JNYXCt0JVtykKJIPSkN/cw15aSrcFlaFg9CKU2RAjmQ9ngIwKXwIUWTvlSSna2D+I8V8h/G2Xdrlj+IlsHxyVvfIrl5b/iEIhuawMLSP6v8AUGmHS+sJembsbfIyiDOOxTRyUsunuPRJ9Oxqf3yPZYb5uEG4NMLHJG7IV7YqEXtWmb+leZKIkoclWfpUfvXiounTXBCVJ3Y6S46pTcyElexbqFKaWk/hUOQR+eKirF0Z1dpp4zUoDje+NKbUolSXk/SofryPvTmXZciyKEaSlUhpBbLiFZ7YyDUc0FBckTpzzqQpqaW5DmRxv27VKx90mtWnhdpd+CcLlJKPkqTUvgsxctOXa/TrqqHLihRiMbMiQE9Co9uOKzumFMff+VYjOOubsbUIJOfbFfRjWszw0tujS5fo/my2yUNsJXgKGPasrax8VtIaWy1pXTUaJIXlQKEAE89STzX0XRZcsYKMlbPY5NLj9qLm6aXJTD2ktStu+S9ZJja8bvrZUnj86dNDSECb8hJwFpJ2bh09RUvt3jHrLVk5xiZEceS6yptlTDG8oc/pJzkEZ60x3Lw615pmONc3m0eTES8FOFCkjBPqkHiui2mtsnyYlialvxJ0i8dGS3IlzZUWtrSFN/chXBP64qXaxk6aemIgajdUGnNq0gDBKgMcnr0qlWdWy5LsabbgtqK2AsgcqVgdKtjUOo56oNtmsG2mPIbSrdJ+lQVjpnFeb1WF49XHI/KaNUdn5yGVPtUKLUdLRpCf9nbdgtjAd8s8Ae5qf6X1q75yrc3a3XpIKQhQ/B9ye1VLK1PdkJSuRdLcprjLUc5OPvxUz0TdJFxtrws9wjw5SnApLq2fMBGOnUYrL6hp5Z8ElFWbPVVLLpZY4K2y23LBqa7f7xMvjjGz60tsqLbYA9SOTSyZ4iW+xNNWl5b0p1YLSpG36eeOp61V71y8arS+lyJcoVwQDny1oKMj8+KXHWwvsH+E6z0a9bJQ/BJjDekK9dvp+deOlilB26Pn8/otSVMzHr5+L4d3q4wYKSZs6Y5ICs4G1SsjP2zit/aEtUO16WtMFKtjiYbSlkDA3FIJ+5zWbL74MQtceKGm9QP7ZNljFT01zaR/w8FKFA9Co8e4zWlrteIMRttFuHmPBtIA7I4rv/iDVYM2LF7Lt1b/AJ8UdDLqpZsUIt8Icp02MxKEVTri1LGTzXlrYht+ZJd2lQ4QeTTNbIrqGhc7i+tLpII2nrz0x6U6Ow3X/wCcl9jKucr615RyvkyWI5rsJ5PmMpdUr2TVc+JFx/h9tL60LKEHcocZwOatOLpy5TfqblMpb6FQGQf3orUfh3Ybnb3I9wIc3J/EpWAPyqMbu6CX1Khg0xfLdqKxQr5Zng9HeQCMdUnuCPUUpnMLlIK2XwD/AID1/eqru81fhFKQ2q9wVWuY5sQw5IS3hWP6Sen2NP2j/FSx6rceiR1kuMkpUgqSoj34rS9JknH3McXRZjhkkktrF85DkV8OhooUjjpwaOmaoatFjfnuuBCvLOzJ6HFJL9qO0QUrUXCoY/Cs8VR3iZrmRPS4zHV/KSMBCT0966/p/omTM1LNwv7nd0fo83/EzcL4ENy1tZJ14U5eJQGVHCzTJdtWu3MqY05BaW2njzSkAHFVPf3A6oul07yTke9Irbqy7WpBjMSEobVx9XNe4xaZbVXg7K1jx/w30Tq7rufyr0m6OqWllBWpKOgGPWqqu0xOq3Pln5ak7cpbaWcAD2NPur/EBb1nTbYzwKnB/OOKr9iU6HkugfhOc10NPjcFyjm63ULK6iwq42SXBd8khaVpHBJ7U/aW1bJhzWmZSiSCEkEfvTioNXqMk8JkIThIP9VMvyAEtte5KHWF8oUMH7VqaUlTMcJvHLcjV/h1c4Nygsjz9zhx1PQ+le8XdAR9V6eechBIuMJJcZI6rT1Kf86pjRd+mW5/YxKW2Qemat+zaskPoSh53cojqR1NcXLilhyb0elwZY6nFsl5MkzLjMgS1sb1IcSSkg9qeG76/eIceLcV7RGUShZ7j0qX+NWmYNjupvsO3labgSskfhQvvUHiRHJFsentMEhob1eg5xXZxZFkgpHBy4JYsjgg0rw6EoP1KVlRHIA7U9QJyozqGkd+Tio3CU4lIccR9S/wD0p7hgsqTv5UeSTV3bMpd1qn6n1T4aXPTNmkbUMgyFpBwVewqGx7OqFbEWwOeU6rl1R6lX/0akHhJrS1aITc71e3f5LUb+U0B/xHCcJT+5NQu96meuNzfltJLKXVFYHQgH/6Nc/Bvhq8kdv0unfyzoZnCelxtP6k2q+3gVK0U8k+a3dACf8AmoAtVzhjCrohxAP4Vkc/rTQfPlq8wzHAD2C6D/Dy6QlcpW3pgnNdKznPkUait8iYwHra82iSyf8AhpWMLz7VE3okxtZTOZUhf/Mk9am9qtdvbCS7vx168/8AfWpK5bNPXCCYbqCCRhKj9RSf9KGrH0UbeY48oOd+nSm1vCkEq6gYxVg6n0Peo7LgjRVSWUp8zeykkBPcnHT86iQ0xeYkdEudEMWO5nYt47d/2B5P5VBxpj6G8AjGMDngd6FdWVrQiUgcjqfanb/ZaWiQn+JPtQ2diXPOcyUlJ6Y2g5qZr8Jp0nSp1HaLtDuUIozuZUQSrnKNp53DHTFG1+AIVoNxtd0mYScriqB9aj1xSo3JSVE4396kOkIb8K/SErbVhMdwHI4prXCkT7v5EeO46tS8BKE5JrOo/wAV/wAi1v8AhpHJoV8nkjocn7UlgltbpK3UpKRhIP8AepVctGX1iGoORgVgbi2lxKnB90gkioE6h1mSreCFJJGO4NXvjspX2Hpp4JkpZbXlW7KjUpaPmsBCiTkVDrbGW1/Oc4KuafY851KQjzOP70ICTDY9blwTjCxwT2VWsvhP1fJtejEWAREsLhLWSvHJyc5Huc1ka1vF8pJQpW3HAFW74Z6//wBk7xDXJGYXmpLzQUBuAq/FLZJyK5Q3qjeGnVT5SF3Oc+kOZJBUcpQPQeppHpdF1u2o37g7JS8wlR4A9PeoPF1/br5p1+4/xVpptadrbaHBhI7AYqf+HmnmbVY233pbS1yAHChStxGe3XiuH6rrFhxSk+2dSU4afA0n9h7vTmqWSXrfJZU2P/B244/83rUQk3i74XLYSVONn+Yy51qbPhtgZUS3/hwvg/lUVvkhxhxS1xkqChgOJ/zr5hnyOU+zhcMh1z8QIS1tsuRFNKd+lR9FemKj92mxVIkymnQU+WFEjn1pj8RQY6nJ7Y2Np+skfvUb8Nbgq/fxMyCpSFDaQTxjH/WrseK4b/grd2T2wyolyj+dGcC0kYBFe1JbkSbBMLpSAGlDnvxUBtsa5WOTIVpqSjch0l2M6vCFjPOPQ07TNRvXqCptS/Kb8shxO7I6c896axfUpRYRlToy/b7oX0guLJPfJqSNm2uMpJmNoKhwFK5qonJkqMsNFK0gHrzjFGJurr05ClqXgDAAr7KspdKBaJkMMu/TKQQnsDSpicwFb1Sk4/8ANVdImBwklRofza+MLUR7mpe7XRHZwWkzeGGsJ+aT/wDEKUu6mihj65CVJ+4qpTMVnBcJ6c5rq5uG1ZWTxU1nZW8dk1s/iMLDrGHcYbu0NrGfq962/pq6t6xsMe8W6Shxt5AKk90K718yJynFPebk5TyPWrN8LfiG1H4eKSzuVIh5AWyrJBA/sa8Z+IvSJeoP3sP6l/cjlwurgjZ+t5VzNretkxg7VAoCzyMVAYMCPH24mthxOCE9z+VV3qj4lbhqyI3/AAmzGMlSOFOq3c+oFVdIveoZtxM9Up9Tp6qUSOPT2rx2P0LPK3m+k5+TE5O3xRqgtxpMph95krLfT6cDPqakDF7baYVGSyCe6j3qHeBGoI+qoJ09qcecoD+S8FfzEH/zd/sasO76GTbHBJYnIfYRyUqwlYHv2NcrUYcmCTh3Qo7quImtUaVMbkx0LLCJKFAOhOfLOOtN0XUY0rbHEXRpiYttwtoSCMqwfxH2PvVladiQLjZFwIyUhzbklPX7VFrhoeDenvlLqytnyyQiS2BuJ9P+YV1PSfV5enR2tdmvBm9tEEvurzM8pcp5t0rBUI7PG1OfwlXX9KiF11XclueSw6GUpTtbQgfShPcY/wAzU91L4M6ktrXzNv2XOG2SseQMOY7ZSef0qvGoSw+tqXF8p1LhSUrGDn0PoRxXdfqctTynZsc7VsTzXvnVx1PrcKwNqjjgUWlTUKWkhe/6cpKh0yMU9PREkYEfziygp2pP9WOKbplskuoy6lDbmOCDnCT2rK7muSPjkKaCJaChI3KQSSrOAK7c2mHExHAogtJIUUHrn1NKLbaXmW1BtBWs5wVHAx605sWxaloVMRuSjglAATmqowlB98BVEZkMOlxnY6hZcScMgH6h7H1oqKytcxT6UOEtjCkuE4SB6CrBk2tl/AQwgBKBh0cBsH2pJGaZitPxDFSjej6HO5BP4q0blCND4fZCW5Dlzursdi2ynHv6NwPTHWpHFaYcjGM7FAf253kkJJ7f/Rp0t9tix23h56W1vEha0jqPTPpTappxM4l9zzMcICgdqgOhOByKqnJtJRLN8Vw0OcW3qjbXG8hSRnAWFAHHPNNUww0uOPiQ6COHVNtklB9QR2oqfMn2p1UeUlJQQlYDOQEZ6ZHani2TmkqYZfjlXmJ3JJyQpPvUVhlB72UsaLYhK7ghxmU2pCvqUsg5IHrTw7fSoLDbSXUgFLeOCFdySP8AOly4cR91ao3kIaJykAYV9qLusAW87WYBX5oH8xAzt9gBwfzpxTctzCrQ322edzmS4lW7Ct/IA9QacXLqbSltUwsJ8/GxAP1lOep9qOhMtKjkSYxcdzjZkJBA/wA6Jcsca7POzkBTDjQH0q53AcdKreOO60uRpfSKnLlbJfmoisLKG8KUtP0gfp15NLWrjblhCEtgJSr8XJB/Og261JEZ5pxxDoKcH6cJA65PfNGx4VudjBl5kttHopBzx3Az/nTW2aW5FsZtAZEuy/LrlSyEsoXtQUpyFq9qTNX5EhCzCebZbKSEnbyrA5rs60KYnhm3qV8khG9pJRn6cd/XmkpsSE4dc3JCgVAZwAqoTjjUqqiMt0uRa/dFobZW7NSlDnCipWDn7DiiZ0u38IcX5y0DcojnA7E0S1CZWyqIUcBYc3pGVZ7ZzSWVpvyGVTVyHFF47NoJxjGOcVBQxyW2w5rod2pEZ1lIYUla0fUe2D6ZowXGOlzzJkIICRhJB5UfemWZZZCdiWFAMq2k4HfHUjvj3pRaW24r2AkPOdAVj6Qr1A71Y1BLuyKtOw5LluddJYaABUStKuADRxLBcW26Wm20o3IG4ZBHfaOn502v2ie+8tT0xxSlZ5JAA56J9KTSYcW2FxyNbVOLDYDjjpKsK74HSqo44TbY7pcDpEtsqe4kQrWVpWN3mu9AM/oO9CKZMeSUNpQj6vqWoZAA6jAppYu97baT5MlxDiinYlGAQD36cU4PKeDiJ65DpKBvCSQNy++e+elJwjiqnyCcWuuRZFYbhIfnLaUtSGyTx1yen6UwXHVUSKA+w6wCo7Q3gcEe3tSBWpJbrMqH5kthbroRhYyMcHjH+dATox6ZJaSt/wCnzku8jP09x/8ARq7bCLW5jSiuiSRri4u1pnS4zSXnEExFEYwTnk4/p6U0xdUyYk02p9txSyQFqCeFqKc5BPb3p0vzkEoDiYq0IdaSztaJPlISMDH50y2NMMS0WvzESm+jDqhlaOegPHTuDUvolcmuERXYOHqeG4p1UeepMnjjb6DnPPWlv+0CrnNaYDaEykj6fM4S+juknB5/Kord9N3m13Cabc9FejhRLb4TkA+46nnPtVyeB2hmrhGi3LVTUiY0N29LSBtByMZOOmDWnTaZZ8iWOrZKuiOWm7Wty4h1tlQU2lQdaUSnYB1ORwMe+Kd5V8ZTKiMxWE/LyClvKSSo5P4ic8HPSrt1B4R6Sv7ZmWK2i3rcUApe7a2R0KlDv+nWlGmPCXRemZQut0kuXWYj8CVfSyj0wkdcY71uj6PneTY0tvyaI45TX2KiHgvdfFKLKtvyK2W0uhSJS+UtLGOeen5datvQ3gTo7Q0Rk3l/+LS0NpQQoYbBHp3P7VMZWpmmW/l4iEtNpGEpQAAPyphk3Z58lS1kCu5o/SsOlhtfPN8miEFBUiVm+ssMiLAaQw0gYS22kJSPyFN1x1JHgJHzS1Lfc/4bCOVKP+QqGXbVbdrSmPDUlyY6MoCz9KE91q9qgMvUkudJVCtspbkiTkvzD1SjplI7Z6AfnXTXHRMmuoNfXGa+uBEWne0cO7eWo/oOPxr9qpDxZ17/AAK0S30PqdWgkKLigrc50+o/1EH+noOnJ6STVN+j2G2osdmKWpDoIW8efl2h+NfusjjPqazr433uMiy2m1sKDXzTxfUk5O1tI+nPr1yfUk00rY20o8EHh6gTLdcclNrcdcWp1ThVk5pi1He37hIRp63OqCnCC+sK5CfT86Ln3hphlTifLKQ2VFaRjOKatOSPJYkXqXkreJVz19gK03zRlLAsFtj2uGhhpCUoR1X0KjTy9OiNslckgJSMklW1IH3qr3/FB2EoIFh5R9P8xeSn7iopqDVd61O9iW+pqMnowk/Sfv61PfFKhU/BYV98VrVb1rYsMcTXiSCvkNp/Pv07VC7je9QanXuuk5fknow39KB+Q6/nTXEiIRtXtAPanaNwemRmobpNDpIFBtsZpGUIG70xToyyhsJIVjA7j9KToTg59e3+dG5AAOTz6f6UR+wmSC1T1Rz5e8bVDkZp1RcCyvhXB6c8VGLZb5811LcRha1q+lIAJzV2aH+H/UV6abn6iULVDVg5eGHFfZPWrYsGrIZDuMh4BLOVHJ6Cp1p3wq1jqxtEhMJUWOrnzX/oTj156/lVv6e0Ho7SbSRbLamS+31lSQFH7gHgUddtaMxklDcjzNo5IOEp/OpcvojaQxWbwY0fYWxJ1FONweSMlCfpbB9PU05zdTWixxxGscGPEaHA8pASf16moLedfPTXFpjuhxA6uf0p+1Qq76mVIUSHDg55FPhOwdsn9z1s7KJR5wVzt4NNZ1FFa+qQ8Bz0KutVpHmXO4ykxYm9SlnjFPLzUKyMlt14yJihhayeEewqW74FSZJ52t4JAabYAz/VmmG4Xta8uodKhjselRmY6VklQI9vakLdzcB8nkpxjFJzsdD0u7FS963tpJ7d64J68/QrGPzxTKAVHcDn0HelratvVR5GcHvUbYUmxT57jgCg5nBHIPelDMltttSnF4xnJP8Aam9LwBxvAGOa5GLlylNsNJKkpVwB/UfWpXfLHXgkVkRNvk9qKyypW5W1tsCtN+Hui4Gmorc2ahLs5aRuUocI9hUT8LNDMacii5T2UGa6kFAVj6B6ferFVPSgcltIquc93CLYxJH/ABgI4CiaG3eyVcEg1DHdQQ2lYU82DnHJoI1TFyMEH7CquiRZUbUDiEDc4eOtOAvBlN72ZBSv2PWquRqeOtWFK2+x4p0g3pskFC+PWhjRYMXUI/8Ad3+T0OaY9T6OsWpUKdaQmPLI+lxAAyfemt6cH0hxChuT+9Dh3vbhLh46Z9Kt0+qy6WanidMry4YZo7MitMrG9WK56elKjS0f+VXZQ+9NypqGvqCyhQ4VnkGrfvLcPUMRUKahJ4PludwapTUdkes9wXCuClqSrJbXngj/AFr6H6T6zD1COyfE/wDM8T6p6S9G98OYP+wrfmv7Q804ncOQByKSTNSswIpduMZoqA+nAGVH2qPyHv4ShT6JZ8tHOFUztSpF3l/OzlEJB/ktgcJHr96s9Y9Wx+lYdz5k+l/zwVenemS1uTb/AIV2yyNKqh3dKbi+yhUgZIYKchCf7Zp6vcJ2VGUWkqW60jLGwY3D/UVCdO3Vy3SAfN8lCyAspGSRVgi4JLIWylQQsFxoqTg59Psa+Meo6zNqs71GVtt/8o+g6fT49NjWLGqSK8j6oulquKg4lSFIOxYxjPtU+ZuFq1Bb0vOQcIdBSAtIPOO1QXWMZIcbuUWNsZcH1qKs5XzmlOirt5i129xLqlLGG9qvpTjnpUMlZMe+HZKqY16gtkW0ziypkPx3E/Q4pPY9RTZorTbdkvbmoNKvphSSna8ylPElBPIx6+lS3WsUO2tTwW4PIWFJRtznP+hzUKs94ft0pMiOdq0EHj+1adNPdDcVzXgZ/GHUesUPh+FcmJsN36VLQvKmVd0qR/QaqlMxYPnPOqccP41KPWrc8VvD0aseia80osiQopYuMZH0pWTnC/SqVv1uuenpb0C5xFMPJzwrofsa70ZY8+NZMEdqXDX3MUVLG9mSVsFNuoCdxWcA8jqaRtylyUE9jzzimKZKJBSF/n70tsqkOo2lRUTxnPSoXfBaSbTTClSfMSlOEjOfSnq9Xkxmgl2X5Y7IQMEiofF12xA82222Glzby5IJ7+gphm3pU11TjzhJUScU9+3piqyQP6l8yTtjoSAOCojOaNclh9kLWoZV+Go9bGFyCXFAhA5JNLHJ7DK/pOQkYAFJN9MfkcC3nCEnJPJx2ofzLTKMbglKOv5UgM3ayCOCs8jd2pJKkeaPITwD+LNJyCgyS/8AxJ/5nlLQBCecY966l5tsFJXkJ4zntSNDriMI2A44OOledfaaG91fJ/XFVokOTE4LRsUlSkkd64rewry3AT9OR9qaRMdcXtaG0dOaVp3KYDiipSk+qu1O0RHZhwKJOePvSoKDjXlrVlCu/pTO08MeoNLGpKioblJJV68VJSTYqCH98KRsUOBgpPTipFpXV1y05dot6tUtUebHPBScBY7pV6g0xzmfOj7gfrb5HuKZ25SvMByoHHXNO9rojPHHJFqS4Zu7Setoms7MzdWVpDigA4gnOxfcU6CShXASFHPY5rKng3rtdjvCbdIdPy00hCsnhKux/wAq0q2fKT5hdA4z71VkiovjpnhPUdI9HmcfD6HB18M5cUNuOoVTfcIrcofOQvq7KCT0NdXqBLYKF+W6nH4V802JkRJTzioLpgPH+lastk1WYUr6HWFFd8sFC2XGxyUZyU8dgen5VGPEvVbOm9PyX1KI2oOEhXJJHFHyH9RWoqcVGYWOy2jgGqJ8YtVyb5LZsqkFOxRW8c9T2FJdm3QaWWqzxx+PJXES2NXm4u3C5JClSXStRVz1qd2fSFtgFMq3vSYLxwQ7FeU2rjvlJFRmC0GsNHoBwfT3p0jXi4WhzDDm9o5wlQynFWxbTtM+gKEVHbXBdmn9eX5tliDc30XFP4BIICX0+m8dFe54P3qVpuz6U/W5yeoxVI6fvse5yBGeIivq5SScpUfTPUVZliVdJbflyY6wpvjcU8KT65r3/wCGPXpuf5PUyu/0v/Q4XqPpkYx93Aq+USBV3lEEJVgdOtF/xAkncvn3pJIktRzsCdx9+KbXJWVHaRX0Hs4O0f8A+LKQNqlcDrXDd1JQVNPZGPw44/6VGzNPQnkep60mfuA3hATtz1PpSDZzRPNEWuRrPVUCxxy/vkvALSocBA6n7YrRV/8Ags8L7vmbHhORJbo/nFlxSNysdeD1qO/BzopT3z2trg3uQ3/u8VSh1PBUR/atEa219prQGn5epNRXBuPFiNlZKjyo9kj3NfL/AMW+qZMutWnwN1D4+Wep9L0/tYd0u5GC/Ff4DNZaGfc1p4YXSXdUMkuyILyit0o77T/Vx261QV9vMy3PKYlNrakJ4WlYwUn0IreXw6fF3cPGfxLvelrraYdvtoaL1oKSfNcSk4UFZOCcEGmX40Phej6vsUrxJ0FbkovEJsuTYjKMfMoHJUB/iH71wZa/MorFnd/Dv+xungjPlKj54XfUalJWll3buGCc4zUdsNyYOp7Y5Kcw0iY0pagM8bgaabo9MVJcYkoLSm1FJQeCCOoPvSVh/wCXdQ/u/CsKGfUHP+VZllluTbI+3SPozZZJ+WbRHZjtAN7uOEIHqT3pf/EGHG0raktSVchSmj9IqsLDre3TbdCSy2q4PuR21FhGfLSopB/mK9vTrUygTy8wpMlxsvDlTaFfhHp7Cu1fBzJWlyTe1FxcF1SUKVvWE5A6Ac0Vc5bUDEO4MyRDeRla2OVDHtS7R3iLp7RdqfVqGEXI7roKXcZKMjFc1frK1Sx/FLRqDTLURxO5Hn/iSPfP+lfFPxhDL/1PJKS44r9qGp1EaYOlNEXpDj8Se8EIGXC8goA++eKgGr7v4M2Z9UOVeFPON5ChEaUvB+4p8S6dWMqfleI1pctwOFsxEqA/QAChWPRmhm5KEQLW5dnHV7UlwBKCf8/3rzeOEd6jJO/hEI/UQrR1wsct2ZL009JctKlJQoy21NgOk42pKhyenT0pBqC7I0HaVxGHkLkvOLW4pJztSVFQT+WatvxIsbWnNPRW4CWVvxnVP+WgBIBII2pHsDx9vWszaptWudUeZJtum7nKQVfiRHUQfzxXvNL6PDSKE5L6mubZ6b0nRY4p5JcyQy6i1NE1KjM947gecq4x6VD7kxo76XnoqJLrIwgODIB/zopOntZyb2nTj1jkMPu9PPbLe0DqTmuORNU6avDtoXZEPSmfqI+lYwTwc9K6PEZbIvn9/B1/fTftz7DGtc3MR/4Jo/SS1rxty2xtSn3zim/V1l1Z/sm/P1Vq9DMhWFN2sKJ3D04PWl69b6uhyvlHvJhlwgKKEAKAP24oOqHZSbc0zFCnpDx3reWnJ+3tzV+N7GuAmlki02/2G3wwZlv2175mOseWQhsqzgjrxmrbeLF90ouzOp+qM7sAzyMjIqIaVvjUmIIc1pDT6RjAGM1J7I2ESJSjn/eFJzxx9IPP7/tWbWY/dal5TsrWCGyKvoiGodCSdP2EX+HNWsh7ynGFk/h7EGpV4bagLcVCSvac9uxpXqaPPuFvkQYeVjAUlCjgE+vNQzTdl1DAmFCoDyE54zinjw5MmO3zyQwahRnJSfk1HpXXUtUi3W51AlMvPhlSFJCilJHJBPSp1dbrc7dIdejaJi3qAwsgriOAut9OFIODnB7ZqhtJ3RuyvNTpy1B9AOxKRkIOOT96sLS3jhatPPy0XKDIktSDn8I54xz+grD6v6RPVaNOELyJ8fNHI9Vjjzz3YV/QmDOrImqG3I1liNREnh1hxnynmljsoHt15o+XcrTay0/cpIZXkIQ2lBUt89gketVtfvGDTL1wRcbJbpTDiVhWxRyMf1JHoCO3qBR8Xxu08JLUuVaHVqaBKQrBwfWvKv8AD/qG3/tf5HI9nJXRZkWNcZEv+KXdxRVt2xoDf4Wh6qP+L3ps1JrLSGj20zNTSXHXir6GEKJT+Z7/ANqgs/xyj3IvltoxUHhCEDlR9yapPxAfu+qkOrjPkPuHCSpR2pB9vWjT/h3WZMtZoNIcNPOb21Rd2q/i+senoS0xQl2RtPy8RgYx6bvaqfuvidq7xVdQ/fb7OTGV/MEKC6Wm0J/wnHKj7mq0geGsxh5LsxYkObgpRUupNbLZPtza0gobKicEYIH+Yr1+i9Aw6T6nHdL5Z6n0j03RYZ+5q5p/YS6i01DdimJOTIVCecBQw88VqQr1B7GrZ0XdLDpnTbEKwxm2AUDceq1H/mPUmq/XHlTGwlbrCkA9/bp3/OlGk9P6r1HeP9nrXE3KUSpTijhttGfxE9hXRzaaUoqMUd3U6jQ4v+y1X2HzUWrHpLij5xUVfpUJmN3K4KIYjPOZP9KSSa0ppXwm0XpNKZ97cavM0H6g7/wkHvhPf86mTep7fEw1boMRhpI4S0gJB9Og9q6Wl/D2XIt0nR5vVevQvbBWY4V4H60vTaZsq3qtsVQz58gbSRxwE9Sf0qv/ABa0lb9GRLc008fm1lYcycFYB4VjtX0Jk31m6QdklpiRHVkKbdQDis0fEF8Nc7Vqlaz0VNW8pAG63OqyQP8A7Ge/fg81CfoGtwZVk9y4LwlTOP8AnZZ8n1OjH8oreRkk8dK7AbUThf7VIjpS4x3HYMmE80+yopWhSCCFUptuhdSyiBFsct3PH0MqJJ/Km+ODYk3yctBQ2tAJIFOer7Em5WsXSCUpksDB29Vppyi+FuvFsAtaUuWe3+7Lzn9KErw68TYZVnTl2aQTg5jr5/aluj8jUZEU0ZHmJjS5zkt0KjjeAv8ACcdf2qzNPXoONtONr3pUMZ96YV6I1eqOu3O2ue0XkkE+QoUv0roPXVueRbk2GfLQtO5C22FkJ9jxVOeMckTXpMssM68E1vsYai0zKhFDTj6UlbQWgH6gOB+dUtpu6RHkzbYln5aUhCguOo7krx3SD/atDWXw68RHIikp0lcuRjJZUKqHV3w5eMCNQG62bRl0y44FpKGuis1RpJbG4yOlqsvCnH9mQOO1l5TjnPP5/lTm1jclShkkflitA2D4QNZ3tMS4aknQ7E6+ylTjC0lag5/VwngfrT1cvgi1O1HW5Y9T2+e8nlLK8tKV7Anj967sNJllHdFcHnp5IQlTZQCba7d4HyTKNy1OIUR/yjrRGqIy2y1KbAQCNpI6cCpPrTw915oCPLg3W3Sba8hGQtQ+lQ9j3zUAtN9VOty4NyeBcYJ5PcH1rLkg4y5Jp2uBJ/GkgBtDnI4470exeHQcHJ9/em2XAZU9uiKRs7nP50FPlR8F2ewjjBAOSOadhRJGLytJRuJGfalrF9IUC26cE4xUMVdrW0pRMkuZPATxmgK1QU7TAjoBH9RGSad2ItW36idaSpLqz5K07F7jgEUgno0Y/MgKkAyI8LeVR1LJC8kkfYAnpVaLu0+Yrc9IXgc7QacIkk9SsHHenv4CiZz7Vb7jZJEeE6DsSsMsqPI3LyAM9gM09224hNgs2nVs+TGTb1IdaT0U+gklfHc4PPXmq7bmuNSEueacJVkAH+9WLbG410iQZCRj5dxTgKTndu/ED/33qcZVyhV8kGtabg9fo8aPclpivrXH+oApQT0Pv1o7SrEyya5Q2t1PlFxTExRSCkIUdpVj2JBzUmn2Kz2SQZqbkgOB/wA5DSxxuxjHB+1RmzS7g1rxTd8itq+bLja0N9FBQ42+vtVUY/VZNuo0WQ7pbTFniOQoYSxqm3vKXvceI+aQSeUpUcEFJ6D0NZw1NIES/wAzzGQD5ivp7A5rT1xi22+6TgXa4zAZcJ9Vsmx3mtwStI+lZV1SVDHPrWaPEGF8pqKQ1yEpVgEnJIq3OkuiK55G9iet4YUnaO3PQU5sSm2BuX9XHSo8hxDKQonJ7DNLLdDuF1cCYzTi/UgcfrWewJ1py8rkLUhLOEDgk/5U+rBkFITlCiM8dKbbLZvkGEpWyorABzjFOyZPlJx8qsAe+asXIqLQ+HWz/wAd8QIdkudyUzBV/OeaU5hLgTzgD1NfQaRd7YzGRFhREP7BtCEACvl9prVr1ou8a525za/FcS4nHCgR1rdehNbSNT2CHdJM1uH57QUMbUk/c8n9K8b+KY5Uo5F+nr+ZRnm+F4JnLe1PvUYdsiNtnol11Sv8qjF/1Td7TGcVe7U2hhIyp2OrclI9SDyKl9t+VmkfzlOf84UcH9aRa90PddRafkw7BIjmQ62UBLpx1HrXh4JvsqUVZlHxX8RYz7j1mt8kPIfwtzb2T1pR4KXRiPbH/n21MqecO1WPxDHf0qOXn4Y/FyJcFNJszshch47308gD1q3tHeGetNNwI9vu2nXXtgCS6hGVdO4/zrramWCGDZjld/1N+iw43N+4uCE6qDkW4S1IWUtrQVKwcdqjrVyXZtKyZrrn0toIBJ7mrD8TNGXuEw8+1a5JC0gDKCeTVe620rOXo92I6hbAKAtW4EZwOlR0M4z2xl5aMefCo5tsOUW3L8DfD+45ab0KhLaun8w4/vTJM+Gbw9D7ZRpZ9ok4UWpCicfal2nvHd17amHphxzPXatR/wAjUt/+m5IUjzVaSuCSeDhKuPzxX0j25XaN+5fBBXvhG0Et1LjEq4R0EZU2VpVz+YpJK+E7RTSd6bncW8dztP6jFWCjxat4fDkzT1xQtPBHJH9qSXnxQjONregmdHWofSnyQtIPv3p1NeRfS/BAj8IGnpKC5C1BI9tzYFEyfg8t6Ufy786cdg0D/nUvg+NaLewXLvGluqA48tOAf9KaZXju0mYmQiHPTG64U79SvZIo/iPyL6fgibnwYKlKUpq+Hbjp5Iz/AHprmfBPemioW+8JUOoUWsEH8jVgn4g5Lr2+EiW00k/1gcD/AFpyt/j43nzJMh4FfYDIH5UVkXkf0/BD7d8N9xt8BiJc3mS6g7S4lP8Al60pl/D5cMeXFuERScZO7g/nVjxvHHTkpH8+4AADnfGP+tBd8V9ET1pbElgkn6z5Shj881RLA5fqRVLBil2iCaP8HdaaWurVxgvx30JVnah7t9jU2mWHXNzuAXLSpEZJzsS6Dn96fmvEDRjaEItLrU5Sh9SG1kbPfmi5GrrC88ZS9VR7cyjlbS3CFA+n/wBCuZqPRsGok2+yp6HC1xwSPRcGValLfnueWhR5ST+L/QVMJV0ss1gqlIQjZwCMVUiPEPRxkBDms/M9NwOMevIpwf8AFTQbDXkt3+E4scErZJ49sVzpfhXE1Skyp6DGuFIdNV+ITVnZ+Wskd+Y/nIS2gnb96rq6OXbVTxu95sRYeCfp2tfUR/zY71ZGntR6TuQEkTYW3GdiylJPvzipozL0ytofXFTwOpT0qzD+HI4OVIsho8cf8TM6Itb6nVusR3PpRkpUkpNIG7QHHF+e2tp3PTnbj0A71oaRqixRJBbbYiyGhxuQUnJ9KSS3NN3le9FpWFdeEDgVofo80/pl/Ys/LQfkpSTZHmyhKgSjbtISnlPtR38HSw3/ALst1IKQkpySSa0Da7VpyCwlbzbyhngLT0pU/ddDMpUZK4TWzgh1KQarfo+RviQ/y6r9RnefEAipYWlZyQVBsY/WjHrJCZtrjocW4MDKlDCc/arpl3/wzlYTIajr5wny2up/LrTReo+mUIC7f5Kwo5DQA/cVW/R8sbe4Py/wyqE2lt1v6SvyuAAlP7nPFKm7Xtcb8rlOANxTn/6FWJbo8KWkRW4cVnedylrwkU+QtKWJSkpVJZWD0S0gkZ9ff71VL0bUSS+oX5Wu2VA7YIzTjqnlJU7vwtBPaupiQS6lhKG0pbG1O0dM9auK7aHsseMt1pnzv6iADuJqG/JWJC1IcheUpKtuV8K+1Qyej6lpqLQPTMjcCxRVqIabKkIPKgclY7n1ock5mhnyHMNHICeM/apQi1xw4pyOraAnKQDgg0ttuiJlwAkRgtSuu4q5/eqV6Tqaqv7iemkiHLt9ujhyOiN5a3cLdVnClk0BbCVoSzHb2JwElRP1H71bjHhNImM7pjiUqcAG7PIpM54KzG5BW1PT5fP0kgcemaJek6quBPT5GVl8m2xAUW28JScKcznOe1chNQ3UBEjDaRyTjgirCl+FF2itpYjymFNg52/65oqH4O3pxw/MPI2HnBIUCft2qmXpmq3JbeBrBOuiDyWWt+yMQtRGEJ8zgDPIJ/yptuNvuCpC1oSFITgHYeE4/v8AlViyPCae2yIyUtN4VkAZJJ/yoprwm1FEYU4p9Clbt3JPFPL6bndtQYvYyLiiBxW/lxtkFKlqRn7HHpRbSZLjpK070AYAA5z3qS3Dws1bGeVMabQ+lQztQOT/ANKKY8OtXzU+W3DUko4VngYP+dZ1oMyuMov+hF4st1QyokxWwplbAbUfxeZxRDr9vbKVMs7inJz1p7uHg5q9xICGlhXIKi5nI7c1xvwn1YEpYkQnticZUkAFR7E4pLR5q5i/6CeHJ1Q34gmEh6XHSCv8JOPqB9fSuy7dEc/3k4O1IDnoSeg9zQpPhXrSMopMSQ42CCndyOfv0oKNH6ptzbTSozqg0srIxuGMdM+1EtPmV/S/6Asc1w0AFqiTNi1JDajlO7GFAfftSVOnYjPmttufQtR3ErJOR6frTw/a7iw0ZBjuNpyVEhJwf9aIfckEJYQwpJJBypB549qzSx5ccuYsl7bS5EDWm7XCYW+1tW8fqUF8qyBgc16Dp97zETWkh1wLwd5yUD0we1PEJKVPqYfjnLgznB6YzShqzTlJWuLuCOBko/Efc1pjF5Em+yLgyJLtDr1w8kSh/hIKdydvsKLiaGiR3nJsZhzepYwBnGfUdql0KG78y2241sU1wranduz2qYWWzNW6QlySS5J6pQrkNj1I7n+1W6L0/Uaye2HC8/YnDHuGfSnhVJnth92IzCbKtxde5Kj3IT1/OrVs8OyaMtamWVl8pG5x13A7enQCmly8FADDajn1qBeImri8qPp+G+f5ygp4hX9I7fnXstF6bh0SuPL+TRHHGPSJ4NXyby4Ze8iODhhs8A4/qP8AlRcjUDaAVuSshPJwaqp3UzrMbKXCCrDbaU8BKRxSV+8rfWhhTxShA3uY4/KujZOix7hrBhlIQ3kqV+EdSaZp+rixHckST9LY/CTjcrsmoUi5toQu5yF4SSQ2D1PpTLd76iTJaj/+Ezl1YJ6/elQ6HW66gffUtlxZU7IT50twHkI/pbHpQ2rqmzWozCf95lHCev4j0/ICoo1JJSlyUvmW4XlnoQ2OgpuvWpG5UxJU7hlgYQkHJ9BxUg64B6knrdaUkry5OUGt2clLSTz+pyaovxjuiZGo4KU42NMKAHt2H7VaF4viDGdkoR5ZUC00V4J29Bx6mqM8SXSi/Ry6fMPkAqz65oj2Rm+KIrdZ5fiOJbRtCiEBI7CnVCxAtjCFFIX5YIJP4R3OPWo1cXTsIQlSBuBHpnFEOzZcz6HHCo8Ac5OKtTopoPmymn3FMxsYBJW4rkk0U0wQv8CirtnrSiGxHa+kYWpJ69hSxtDZyEKCvt25oALZZd27nF4GemeTS1sdCgYOf1ocS3yJj6Y8NpbzyyAEoTnmrp0R8PU55hq765nt2eCvCktrH89Y/wCVvr+ZqyPwLxyVVbrTcLs6liHGdeWo7QEjJPtirq0X8NV9mMt3TV0tuzQzhRD3Lqh7Jzn9asmynS+i0fL6GsCG3MAfOy0Bbyu2R6flSmddfL3XHUl4Vu/ElBVye/A7VcofJG/gedNWbQ2i0IjaTsgky0jBmyQFrz6jj6aPu2qI0Nxb93ml5/qGEKyc+/pVbT/EZ2SFxLI2IcZJx5p/Eoe9Qi6avdCi3Ay88eC6s5JJ71N0mFNlkao8RliOQ+6WGSPojtK5X96ruffpl3R59wkGLb0nPljqvtj3pj3IYUbjeJKnXCMhBP7UgkznLosuznPLZQPpQOAB2qtyChym34y2lIjMmPEbPA/xfeiraF3B0IQ2palcJAqOT7klShHjqwhPT0NK/wDaFzTUNlSVp+alqG3HVCM8n86TaG+iYTJMbTDLkdlSVTnRhawOED0HvTIyl6e4X5Clpbzuwf8Av9qA/IbnLSp1X1hIUcnqetNd7uL6GvIDpQkDsetS3cBQ9PqacVtStO32NNEppSXQ62QAPUVHYd1ktSkoLiljPc9BUs81uVHDh/EOhAqKdhTPNvhKSCMHHPNedfVu2g+/XpSQ7UggqPvxRa3/ACmy4TuweB6mi/ICsuLUsMN5Klck+1W/4RaShoUnUF22+U1yylXRR9fsKqfS9ueuU5KVnac7nFqPCUjqavO2tyFRmWLegtx0AJS66OPulHf7mot3wWQj5JvcNWDOGNiEDjcrAA+1NPz91uDm8qdcSehUfLR+/JpNAt0VDwddUqRIH9bnOPsOgpyclR2Bl5xCP/MeaVXwTBxYLqyFvvpBz/Qn/NVOrJt6EhsOOuL6bUEk/tTGzPD5/kMuyB6n6U05xDMIALrcZPIIaHP60h0OiIUdaC49vaHuvmnW2RihW6Pks4539zTI0GY5Di1Fxfqo5p0i3NGMKd4HQUh0PiStIyFAGmiXLdiS8LUQlf8AelTU5C0Y3cppv1GpKoiXUn8BzkVC6BK2PcOWtzCd+RjPWkWoLMNTW9yG4rbIZ+plR65+9N1muTe1JJ7dafmLkypxIcAUD0NXafPPT5FkxumiGXFHLFwmuGUHqOyXeG4pd2hraYZPO7oT2J9qYVXYNuJQxuUCeewq/vEbTcW/2dU/Y64uOgkobPKhj071m51t9qX8q4lSFoXjB4IqjX63Nrs7y5+yGn02PS4lDEuCWxZaXUBG7ZkZAANTDTU1iXAWx8y85JY+oBRylIHYH9ai0R2KsNxJDaEjy+HVK5yO1L9LPu2mepDkoIYeOdwTwvHQVx8yU41Rrj8sebswzIhSI7kcunh1lIzxu/61CoMn+GTGZa5DjTfmbVFOQRU6ef8AOV5RVjcFsbgeQOoqFPeVuMUlRSHcJUtP1exNU6edx2sbXknUmYp+OpdukpWFoIAcPqOOKqpM1t99wBOx5CyCCcA1ZJsxkQWJjEkKcCU7iE4wR2I+1V4/a1t6gkOTW/IU0veoI5SR2q3TZFFyiRlGybaMfcmwZtnekANuoOEEckkY61mLWF9vNi1PL0PfEouUJLqvlHXc+a0knjCuuPY8VonR8tUO8tvNKTskDGV9vWqx+JHTLaL7b9SxWUBTqtjm3j7Zrp6DUTxZ3BPiXgzajHGUba5RSSkuvSksMA5KtoAPXnFAvtwTaGDbYaiXljDiwensKNEtu2tSblvHmqKkNe3qajtvSq43RK5CgpOSpwk9utbJccFUReylUOGhsBRff+pXrjsKVMtsxUh+5qVgkYQnqaLmXaCw6txhKlOZwMnoKakyHbhLSpZ4HX7Co3tJdktk3pCmEtRmg2gJGMdfzptjlT61PL6J6ZNNpkKfdLSPwrI706MthpoJUfpAznNPdb5ChV521JKgM/00ArDSPMfcAKvekDlwU45sjDKknA44AoJYecO6U8VKOeO2KG76AVKnKXwwCB696GhrevLp3E9zSRBSOhwRxxSptY6FXbg0h1wLEIwNuMZ7+gpbGbTjYrof8RpI24lWArPFGMu7VZUrjOKaZFhiE+WpTYP4CUjNDDp3cnkHsKSSVgPDYoYWM4z3FHIcTgFRPPP2pqXILkdW3UFvccbsYwajcs+W+psZ4NOgeSjBByD+1MlzfSmecrH1DPXpSk7HQ7Wmaph9KwshSVAg5rSelNZzL3YIrq3suJQG1kcZIrK7LwC0kGrb8Jr+22JNuecGAA4D+xxQ/qjRx/WNMsuDelyi3HJ/mJU1IUsY6lJ5o3+IJbZDQdKto/ErrTQwY01Yc888ZIUASKKloW0rAkBzuMd6qVXyeU2LoPuuoZrMNa3ZyiwhJUcngCqAuV5cud3kSUnPmqOCfTtU58Sr4Idt/h7LhD0n6VAdk1WMR8NHKgMjsameo9E0qxxeVrskTDxPVYJSMHHcUqS/jCFqGOoPpTGiSjBdSfy9aU/PtRm/PkJ3KzlCB1PvUk6O7Q8JltwNs576FI5RzyTSpPjzcdLtF4OKklQwGi4QT7+1QG53ZyQFSHnNx6IQOx/0qHXKJIlOKkLUSon8qPcp8BRrvSupLxf9Mxb/AHeIEqmjzEBshW1JPGe/505LmRY6UqceSpa+gB6VQujfEq4WfTduiQVrKmEFpSFE8EH+1S5GsnbzFU/IZUiXjCVg4/UV9o9K1+LPpce180jyuq0s1lk2u2Tt64tEH695HTB5o3TkaXqS8xrVBZWt6S6lpKfcnFQWLd33ihlSglI53HkKP3rVfwkeHZlXM6/vTH+7RcoibhwpZ/q/LpV3qHqOPQaaWeXjr7vwGm0jy5FE2D4baZgaK0LbrIlSECJHBeWePqxlSj+9fPD4xPHSV4i61f0paJpNhtLxQAhXDzoPKj6iru+NXx+a0Lp0aO0vdnG71dkEO+UrllnoSMdCelfPQ3N50lSuSr8RWrnPc+tfGcmSU5yzTdyk7PTqNKl0S7RurLvpa9x7zYbk9CmRV7mX2jhSFevv9jWldF/+0R8Q7ElNv1rpe239lH0OOsrMd5Se/HKSfyFY/jvpbI3E+vSkxuJMxY3ZG41UslcNWvuSof8A4npGlVeIb+q9JNhu1akaTc47GNpZK/xoI7EKCh+VUhKuSpWEKyEg521Z3iNd493sNggvBLrsBDqASPqCFL3BJPpkn9TUAcjxAkj5RJPYis8pNsk0jUHw66jZnaFZYWvDsJ1bCygfURnKc/kf2q6bdcSVBp1xpvzEkpabTlasepx/esi+AGpGrDqpy1SS4mLPRwhrqXE9OvHIyK1RbnbpIbTLDUe3RQrdy4lO4f8AMtXJPPau9pMqy4lRytRj2zZIZUWPebRJtrjIUp5s7OckKHIpgh6Kh3Z6DanoMx+4uBJShtSUobQAAN2Rx0z+dSuyNsqkoSDuSVAlSehFSnR7se0y5l8lbUyZcgtozjhA4AHp/wBK8H+O4Rh7eRcSdmeHKodrB4E6T2syr9BXJTGQD5C31qSo+4zj8qQ6XultdudzvTkGOwYchcK2xWkp2xWUnB2gd1Hkn8qltz13b7Zb3g64EkNkqwenHes5eE1yuT93ltXiM6w4JzrqVqcwlaSrO7HQpwa87+F8UJaqWTJy0uL+TbpMTyTpIvo21malU+9NNuoJ3NtqGRjsTnvTXc9SMtnyWMJ28JA4FRvWnirYbWlUX59ClIH4UHNU1qLxo8xSk2tjBB/Eeea9vsyZXbXB6GEsWCO2y2dTSY0tJRPDaykcFWMpyOx6is0aps06BrV+WH0Pw30fSsKyR7H3oN68RL1d3luSZqs8AhJqPvXpalKU+4VHPc8mmtFDdul2U5NSnJSiuUevemGrjNbmfOoZ2DCsDk0vSi0MMBuSvzjgDJOAajsu9KJKUn7c01v3RxY+pfT8XNXxwY4rohLU5W7slqrhZY7m9mA2VjhKsftRo1aWASgBAHGBxUGNwISUqcORzz1oj57lQUr9TVm2K6RS5yfbJ0vVclZ3qfIz0JNEr1dIx/xCc/uahIlnqpXp70FMlKjlRI7gZ4ptojRO2NVykncl4jjuaNe1bLdG0PYPsrmoD82sDdkEZI4oRfdH8xZIJ6c0bmKifNapeSMrUpXsVZH6UFWsSjJVhIxjGAard+4uoyk5IwQSTTfIuqyFEOK6+vU0k0OixJfiY41nyEoJ6dKbB4i3l1eUOttozzx096gKnXXVgkkDP5UpYSuSrykcJ6H3pOS8Comj+vbi4nykrW6s8ZScimp686pmL3OSVRGV8bk87D7+3vXIjTMNACyhO05zkAUp/isdpSdr25JzwE5/KmrCkDi2bUL6ti7/ACOeu1eMe/2qQ6buXiZoSai62a/qkNpUC6w7yHEZ5BxUUg6lat1xTDeDqYqyCwvBHln/AAn/AJalDGoZ63NjMLeEgdVYCh7Gppyi7THSapmnNJ3uLru1MXSI26lxxGXGk87F90/rUuhaAvjgbcbwEnk+aoDt6VmXw58XpXhndFKkRFptk1YJSvBS0s9we351bsjxjudxe+ajXQJQRlDYVgYrdP1PURjUEZPysN3Ja1v8OpTaiq4XU7FcFpsf51Im7Hp6HHVFeBfbXjcFr6478VWVh8UnZ0byZM5AcPqvnNL5eoN7ZdMwKPXg1zs2v1c/1SaLoYcUekSqTbPD+NMXcP8AZa2KkrwFPFhJWr3JI5rp1Xb4SfLiwmW0jqEJAA/Sq0uGpipRPnHrxk0yztRPbFo83CTkZSetc5pye59l98E/uXi/NYcIhQm1Ntnknv8AapVpfxJRd4iHbgw03u6HHSs+x58u5SEW+Ok/WcKPU/epa89/BoCGWFnckc+pPrQ6XFAXTcdZ6YgtlciQwtR6JSnJplT4j2x8FuBG8rP9RQAKpaC6/c5hcc6JPPOKkzrjMSIQlIJI6J6iotJeA5ZN163d8/8AlyMlQ6Jp6tWqpDicPBJBPCiKq+wRVPO+e+rYMcE8mpI/cgy35UYgqHBVQ2ugLPhXJTqAFqacB5AUnIoUhm2zD/w1RnifxoOUn8qriLeJiEJQHyMjO7sKT6l8VrfpKAtbzwckBBKUk9OOprRg1GXC7gyE4Rmqkiaa78P4GsdNSLDqCG1OivtKSh8Y3sq7KHf8q+XOvvDnUOg9azbH8g85HjuqSp7yjtUjPXOPTFX1rn4h9c3h1+Pp29yW1rJBUFlKQO2AKrN7WfigW1PO3B+TwSUlW/Prwetbc2olnj9a5I4saxvh8FM3GJs3LS+62pZOEZ600Kgr/G8tRHfvVoSr/pu+y9urLIqI4o7fmoTW0g+qmz9J/LBpDqPR0eDDF1tNwauNtdVtS82CClXXCknkGqFK+C9x8kCYiMKwQd2TSvahsfQO/JpHOjLjrLsdWOf1oMa67TsfTj3p9FY5IXhY+jPHalaXijhP056miI0mO5wnByCaVojsuEErA9KYg6GHFuDK856Zp7N8dsMYlMxQB/oB4GaajJjxEhGQpQpnuMgTm3Mr5RzgDqBT3UMXyLyq9Sh5zyiArduz71J57oujsW4ssqU/FYSj6XS2reP6xj+1VrCeUDuQTkccVJbZeHE4Q4pQP3oTEx3l60usO1vWJq1qTHddL0nepSlvLxgFSj6Y4qCXp1M/+Y4lwLJOVLVuJ/OtHeCWhmNezlPXyI47a0AoOPp3q9M+lWxffg+8MbwyDa5s23OE5wcLSP1rNn1sMctsjfp/T8meG+Jh3T2lFyVh+an+V2T61YcNECC2iMmShnA4QnAxV16k+EDUMNAGldSRZCAnGHwUH9siq3vnwteK0Fpya+I74ZSVnyHQo/p1pQ1mGXTDJ6dqIf4bGRRcSd8eUl0Dn7/lXBJ3/StGFY/D/pUJdVetJzFR56HAlteFBeRjnnrUgi3uNcWgd6Qs9Oea1KSatGFxcXTFMuNuWHmSULSchQ479DWkfCe8vR9PQkz5v0ISnY3np+VZguU6Rb2jICCoJI3J9RVseH2rLcbeytQecUUjCWx09s1wvX8Ty6al8mfOk4mrLb4kIYCGGUOe6s81MbXrh53ClJcA9Sazva9eRGUpU45AgNjqXVhS/wBBUqieJ+kW2MqvsZayOq1gHP26V8/y6XIv0xZli3ZpG0X3z20uvPhO7sTTrP1Na7RAducyWhLTCSpRUeKyfJ8XzBcLlunsvtqPBKs4FNOptdX3xA0/ItcF0h5HJaQvJV9hRj0uS7lwi2Kk2l0SbVnxF3zUGplNWFxDUNhRSCpOUkZ64PU+lBleIUO5M4ukdl9RHJcSCD+tZqk3aVp2QpmcHGlpVzv4xQHfENlKCtMrJB7nivW6f0/DCKlBX9z02kw4MEfufQf4ZfDW1y2v9prnBDuzAbSUgpFaURp6yLHFrjAf/i08/tVdeFdx07pDRkCIuUnzFtha8DPUdKm7euNNrGUzQnnncCK9wsf2OA5hsrTGnniAqxwlHvlhP+lFjQWjHm8PabgKUexjpx/ajRrfTRODcG+KGnV2n3Dhq4tceppPFfgW+vI1v+Enh7KBS9pK2EHqPlk/6U3SvALwolDD+jbcccjDQGP0qWt6is7w+i4M9f8AFSgXi2KwfnWsf+al7VeCXuP5Kzk/DH4QykFH+ysZsE5wnI/sabV/CN4OkZFiI9kuKxVwifb3PwTGyf8AzCjGpMcA5kIP51H2kHuP5KZT8I/hEMJTZVoA9HTSOV8G/hJIUSiDJbJ/wvGr2+YYxuDqcfeub0qIIWMUvaQ97KCT8GHhqhJTHk3FndxlDwH+VNcj4FPD19fmC73LrnCiFVpQKHXcKGHkY/EKSxLwPezLUn4C9Jkq+W1PNRnoFNpOPammV8AkAhXy2rlZPP1Rx/rWvQtKhwuuhPJwaXtoFNmMXvgMviilEfW7ZQjoC2oD9qJd+BbXZJDet2lJ7ZWscVtgADvXFOFIOAeKXtj3Hzy8QPhK1PoC1qv148Q4ERlKghIW459Sj0AwM5z7VWUDRviBCecEPVLZQDwv5lQ3D2yMitOfGvqR1U3Tmm2SVl2QuS4kKxhKBjOPuqqFW4pKMpWT0Oc1OOJNW2Qc2vAOMz4tx2fI/wBpUbe2JXOPzqPT9I+JE65LuEu6rlOZyndLChntwT0p7ErcQSskmjky1q4D5G0dj0o/Lx7sFkZG49r8bIEht1psKQ1yhCXU7R+WeakP8Z8ciUqctjLoGDw22T+1HJnPJyEvLwevJ60oYucnIUX1pSORzSemT8jWX7CRzVfjKjaXtKB5aDlOI4A/alTfif4wxWwt3RbilAdmVZPtxSn+OT1kbJDgHAH1GjU6huKE/wDvJOB1JORUfyyXQ/dE0jxy8Y1M+V/s0uGhJ7R3Coj86b5vjrrJDajJ0wjerg7kqBSfXmng6mvAUMXB0H0BxQv9pbqpG0y8890g0nprEsozWj4gr1DUFTNOB5ZOeAUgD7VKk/FVIipSlrTL2/IKv5uAMeoxTenUU4OAuLacI6BTScUaNRvqBD0C3LHoY6TS/K11RL3U+yRQfiziPI8642eWCB+BLoGB7cc0Jz4trE9ICGbBO28hTjkgAD9qizt2hyD/ADtO2df3jpFENjTCgWntHWlQJydreKPyzD3USd74j9J3KV5xVcrf5acZbdC8k9yKc7R8ROkIRL4vl1dKT/4jWcn9agqbfoUklej4yec/y3FDn9a6bHoKUAlenHGgf8L5qP5eXhDWRMtKP8U2m0OrUzEdlK6jKNv7k0Nv4sLE9JTHesEltKjy4R9IHfFKvCj4ZdI682XDe5DhoVhaM7lrGM8elWtJ+C3wwdbKI9wurORgHzEqx+1Vyx06aJKS8sgjHxDaLktbxc47WPwoWClR/LFK4vjpo5aFLdukCO3nOVKyT9sU4yfgQ0M5uLGp7glR6FTaSR+mKZ53wB2eSlAZ1q6go4G6P1/ej24/A933FiPHnQzmUuXOIoZ+naoZ/OnKJ4xeH76U4vsRJz1U6kf51BpvwA3RppabVrhjkdHGSM/pUck/AZ4gxkYi6nt74yfxFaSf/k0vaiwUn8luSdf6VvCFfK3CItKTjcXUgGmSdqS2lKjGuNrUCkg/7wkj+9U/O+CbxjbK246obqAMAImEf3xTa78I3jXDZLYtxUdpGW3k5P55o9tIdssx2f8AOobYcdjKIUEfS8kJAzUitYTImJeW0yptvG3CgRn2rPUv4YfHONHTs01PecUoZ2OpOB69eaLl+DPj1bWdkbSuoC4kZwgK25/LrR7cX4C2jYNstNidBfktR3VKHQFPHtQpVv0cAWlmK1t5wQBWObbpPx0s7W+76cvyBuAC1haUpJPcmmK5608SL7q5rQ2mnZFxkwHMOqU6oteaccqV/hT2H3NQemxt8jUpM15eXLBDdPyDbGUf+LgdfUf61EJFzZiqW4l9C1rUTkKzVRSfBDWt0fQ/r7xYkrdxzFhEpbT7Dp/ak928IbbZGy/b77d2VAZDyZBUkn3BqyEIY1USVPyWVedUJgQ3ZBWAojannuaq6XelS7wqStzJKQAT6VAbtr296dmGz3uci5w/wpkJGFJP/MPWlca8NSkNyY7qVt4/ED1qbETxi4KkOtJK+E5omTdwgOkqwXFbB24pitlwKkLeKgNqT37k0yXq8IbcbZDnOSvGaVfI2SWdqFLq0J3DY2DgewpqdvHmKcdec2+cduBySO/FQOZqGSoKQ0Ck/hCv9KX26YlZackL+pAGPU/YfrTSAeNY32Yl5mIzIU0FISNqOMJ9M9e1MS54LjKEqH1upGfWkmqpD7izJVhs565yQKZ1zQyhiQlWcOpVknNCDokl+kh65MQWlZRHSCrPTJqn/FB9H+0LalYxsIzzwAanjFzD02TIcypallWehqv/ABJaDstiQo5Bzn2oRCXKIhKWh5ACV8ijINukysqb+hI4UT0H+tJmoynH0sxkHeshIOcnn0qw7JpeVL8m2WuIXnj+PacjPcn0FWxW7orI2iCUjym156Z4xUy0j4a3bUG2TIUiHASQlT7g2px6Af1H2FT3TXhnb7QtDs5tFymAZUgH+QyeOpH4iPQcVOY8FLYDrpCvLAHmrAQ22P8AlHQDir447RFsJ0jY7Po5gCxQEeeetwlNAuf/AJNHRP35NPL6nFlU66zFBOMmRIXlSvXAqKXnXtutYUzAImSknHmKP0J+wqD3PUl2vTpM2WtYzjg4AzViltXBFqyxbn4hQoQXHsDXmOD/AMZwZJPt6VDZt1kzFrl3GQta1c7SrOaZG17Gz5Z9s/8ASilvJbQVOrJPoVfpUNzbHXAskXF+WAhr6B6AYosSGIKSoK8x5Q69cU2KmLAKtpSCOPWk3zK3AeNuMY7596V2MWSpLjqy6+o8ckdsU1Tri69/LTgNgcc0JZfWCoKIz+HIoTFteeJwnco8ADOajd9BR3TcVEmWZEwHyGPrc9wO1E3RBuk968zEeXEj/hHTp+FAp9TZHIcMuTHxGY5K1nqr2AqG6j1AmepMGGNkRrhKQevufelLofYS5f5SlqcS4RuPHPb0ohy5y5axvUpQz69aSsoZUDueA29KdYUJt0hTH4QeT2FKNjHTT9qVLbMuUSlI4+5p5EpLeG21DA4xjvTaue2yymLHcwlIxkd6SpmbDtQr8Xc/3qadMXY8l5KiBvGf++aBHSqY+lDWSnOEADPNNT0pRBaKwpaxz7CrM8L9LJmK/iszPlNEbUnjJptqhqNsmHh/oRFqiJuFycbS4sBSQ4vgenFTpL8DISwHZaxwNo2opuQuED9TO9SRhIUTRxmFACG/oBPOKj92W7eOBctU14YddbiNnkJbGVH7mjGGrY0cpjl1Q6uOHPNNKrmhIwtwHPr60lcujilhDeQnnkUNjUbJLInspAAcASOiQcCvIuxUMJPHrUZakJ3EvL3H3NK25AUkeUnaPX1qDdFihwPxnuLxheCe2elK48xLQAU9z96jccqczlwD8+tLo5AKRwNuaQ9pJ4d2Sh7CSSlXUnsacp7qH7c4k8jbUYYcQHUKI6Ec05uSAmO6k9Ck96gxqIywLn5TvlBZISSBntzT+xdCpH48lPKcVXrM/MlwZ/Cs9ven6JOyElKhzSTJbKJ1Av65DqEf0qG1YPTFU/4iWiDY9RvrLyw2olwqWnKRnlIH9vyqewn8LTg4yc/nTZ4vWpNztcSWZBbRsIdKU5zjkZ/Oq86tckNvhECs0dm4Bclmd8y6DkN54A9MUZcdQot9zZaSgp8ojCSMAH0qJ6ZnOQpTsdrc2pHXjBxXbzcVO3FLykJcG8b0qHCu1Z3h5tkFNlrKuKn8PtgEhbSzt6eh/Lio7PkNRtQuMuSUPlZ3EJ/oPp+gpyhzIs+G0qNHXFW5HICN2Rwc5/eoTqhcuBfBIdbQG3QVJUg5KvUmsOGH8RxLO1ZaOjroqW29EcWlKEK3ISepJ4NMuu2YgkBJSphDw+p1JwSsGkGg7gP4kw80QtLhIUF9PvQvFptLS2HGVOqJKun4AOv61JQrMl1Ym6QxablJiKaLrxeQHsNo79ae/Fy1NXTTbjjsTzFRiXcA/UCOcVAosl1yW0pBUkIxtxwc96sO+AT7QuGfMVvb5z1wQASa0tvHkjL7lckmjIOvHWm7qGICCIy0BxCeuMjJptt8dUSE468vYp/6UnHOKevEOGzYbqYytyyhSm0Z6hIUf8iKi0uYuVtDSjsQMJ+1dfM05bl0ZYfpph8iIFJKm3ASRzjmujEVjy8ZccH6CkcYHzNy1lKU8nmnGInzFmS5yR0B65qvsnyLbXFU0kuKTlZHOB0FduDuR5KVeW2D9az/AGFFSrqYTQS1hTrnJHpTQ4/KmqTlZOT0Bob8Cqxx/irTA8m3t5HQqI5Ua608+slTwz6cUGFFCBvWOMdTSj6SrCASf2oGCQ4d/fgenWlTIQrKgSnPGKTttYKluE0el2OyAtS8/wDKKaELWQFfhJUSO1KlAMp8xRTnONv60zO3VwH/AHVsAdhmi0SJLy97risEYHtQ3yKh3mK8xtp0gbUnA46UWXct89RSZSAGPNDuVZBA60WFKUrJVgdCDTtBQuSDsyVYGM0yznh82FA8jjpTk+9tZylX/wBCo29I8x9RA4Bx1pNjS+R0adB/EcYHUdqnfhbcIjGoUJmDc040pCs9AarZglR4z+dTnw3X5GokL8wAeWrII6jFJOyjVK8Ml9i824DSG1SIyfLBJILbh+r7g0nelqaBcdVhKeu70pmkz0spU5BefZWr8SSrc3+naovq3WK0W5UMJ2yXRtODxj1FFUeVxaWeaSSIvqy8qvd9ffS5uZbPlt89hTStO4jaTkjJ9aKbCjyM9eSaVJeS2opYVvWeiscChnr8WNYoKC8B7a/JaSCfrJBx1xSeYvyT57jnmLVyEntRS5KYy/rVueOc0jU6p1e9Ryo9eOlDl5LTjq1upK3Mk80QnBVg8556UNalFGOMnnIPWi2ylOU+lRQUSvT0CKqCJC0gKSok8+9OTVwUJX+7bShPCgPSo9BdlojthskN9TmpnojR1x1re41psrC3n31BKiAcJT3Ua+kemZ4YdHBpVS5OTmxOeV/cnfg74fzvEbVce2oCjbmlpclLHRCB/T9z0rcutNe6Z8DfDh25SENMRYTHlRoyDgurx9KQKjmhdH6P8B/D1c26SWmGYzRelSF4BcXjnr+gFYQ8fvHC7+MWqXZAWtmzw1qRBjbjjbn8ZHqa8t6v6rL1HL//AEj19/ubsGFYY0uyMa21zddeamnanvL63X5bql4Uc7E9kj2App844BOeeeBTY0SrPGQPSjUL3HCeQP2riSnbsuSHAStn1E4AHI9RTazKU48Xgr+rPBoM+YI8VQ3jco4B9qQQHQtYOccjn1qDkTSFuowFoZWCVcEcUzKAQN2zcBx1p0uj4LqEBPKU4OPWmt0qUyopzyOMVW/kTOwrq/a7jGuURex2M4lxJ90nNbJ03c4l9ssW9QW1PJfbbKVKVk5I5SkHpg5/OsUlKnCEgZI/vV/eCV+utv0hJtksLaEeR5kZS+yFZJAB9Dn/AOKt+hze3Jxl0ZdRjeSPBqewNqZgtpWQh1g8IW+FnjpnHekOqb3GjxkJXNQw4lRdSd2RuByBVQ/7cG0sLRblELcGHHVHJUfUVC7vq6dLUpx2UtwnPJNZPXdDg9YhCMnW1meGjf8AifBaeofFFC4zkMuKeKx9WDxVeTde3TaERpKm0BPlo2qx9Oen61DnLiVrypYJJwaSOzOBhxIB4OKx6T03TaFVhjz8m7Hjjj/SPMy9SZCit19SlDrzmm1y5FQOV4yeeaanJeSVA455xSZ6UNuCr8P71ussocnLjtGVKzjnNJH7iXcZ4JOT702LkqUrJPGeD6UQ49uVxkKHcmk3QC56WV/iJBz+1Jlv5ISD0PJzSVb/ANJOSfTFBQ4D1Ix1zn9qVvyFClT+cZzz0ry1ckknmuApxjIPGa6W08Hd9Xb3p2B1geYcZxg0a42QQMgk4AFGJ2x28pSUnqeec16Oh1xZdIxjpQAUtsMo/EQcdqTKmqSSHCSAcAZo+e6XAUH6Sk8H/KmstZJ60N0uAOPvB3coA88daILe4gA9unvRikhsdfsa5tTsLgznHH3qIHlISnawhwJUrH/0KeoFiKwC4+rGM5Bxk02WuKXF+YpBO7nmn+NJXHTsScoPT2qUVYWLo1kiIwlSd56ZVzS9uHGRg+UlOOelIG5iiEjIJIzmlLEs8Aq57YqygoFNgRJrfkusBY9MYIPqKOgJVGZEZKiUo4TnqKMbf3jcFZPegl5SVEkbSCCAehFDdMTFoi/MNKQ435jR/EkgEU5xsiGlmMDvbTgJ7kCmZu5p8wDp0B5/zpeiSGSHWCTk5+1OMubE0HM395DpbJWhWfU07NayukdGWpaynjAUrIpnuMdExoXGPkf/AFxHv603hSQCCvPJyn0qd2iFUyZxPEZ8K2Smcg9FJ607xtSwLkjay+A4Oyuv6VWnzCGsqcBx29KSi4tFwqZKm1AdRxihY4eUHK5LmtusEWB1bpaYcKh+PJBApRK19HuOC41hJPJSvNVBFv8AMSkhxSVg9l88UrF2iqwvaG1469iai8GOT4QJtFxw9QW1yPuiPuNOdDwMZp5tt4hvpQzJmbOeVL71Rse5KaPnpcBPUDPT96Vfx2c6SiJ5pdJwkBROT/pUfycJulfI97XLL/8A4yxHaJiSApAH25rtunofWZD7w4wSCelZB1erxst9x+aTKlNR1HKHGeUbfcdKbzqTxlsnkakZur01phW51hQKhjvuT6f51VL02cbqw95NGutb+JNu0bbF3KdJAJB8hgEbnOw/Kstam8SL5rW5LlTJOxndkITwPz/tUXumpr1rWV/FL1McWpYzzwlI9MdqNhBpvP07vX8qhDFs4ZJvySOCptaRnGR7cfrUrtavOQA6gYH9QxxUPjv72htylAHKyCT+Qp2hXFptCylv6UfiU6rArQuCDslc/Rtqu7e56G2mQo5BKRhdRW+eGVyt1ouY0824tuWlJchn6sFJJ3I9+3rzSg+IDMZAgQAH3yra2cnYjP3/AL1YtnblN25qUt0qfGHFHOcmo7YyJKUomOrjHdjOuMSGlIWg42kVH321b8ZOM1pHx404xBiN6mgWpt6NKUfm1J4W0vHr6GqEudtLLbUxjK4z43NqI/UH3FVyTTJdjSt11hALauvpRrF5eCQjccf2pPKVhQbx1o6JZJcsgpCW0k4+s/5dajdBQpTNdeVhTmTXHHlqJQ2oAq6n2p4haDmPDJuUdsnpuCv9KHL0BfY6d7LrL4HZCjn96jvRNQYxRo8te5TUdxQR+IpTkD7mnK2yErkNsqwlSlBPJxjNIo79xtchUSQp1pJIKkpOMmiVR5MiYve4QArlZ4JpqyPB9A/A+ZYbFpaJbkqZKEoGXBjJJqxrhe2Yrfn+U4uOf/EbGcfevnVp/X2odK7Dbrk5sT/4a15GKu3wv+Kha302fUjACXFbARyD/oa5mfRTtzXJ6HR+pYlFY5KjSDWrrNIdIhahTGcB+pDmME+nrSe66olw2ky5EFmVHztMiMc4z3PpWePEyy6gkXZrUGjro8qLOystuAK2E9qV+G188SdOSlNXGEqfDdGHGxzlPcEHrWVYopXZ0Pdnurbx8ir4j9I2S62JvVFst6A6vh51tP0q9z6GskYcYmbUOFISex6VsjxgE6VoiTcLAh5FvdUC/HxnyVen2rG3kPuzFq2kZUck9ua6ejb9vk4PqsUsqaXZLIk/5+2rjSVFatmATVu+GvhK5qqwNvt6lkRQlwBbSeiE47ep9qr/AERbIAQuM8PMdcAxxlSj2ArR3h/oiX4d6WuWo7xIVHVIT5kVhZ5aSE8Ej1J7VR6lqIwxOPl9fuc6cVCG5lU670ZH01dW7Hab1LffKsuKcKfp9setTzSHhZCuMBHzanFrUBuUV461TkvWEqbqt2fIeCypzqeTirx0PqKR5DamndyVDPB4rKtO8eNKfLOh6fix1clbE928Dw2Fm1zpLBPQJWSD+VRJei/EPS0r5u2XJw7OpyQcenvV8t6pZICXUDIGCaadS3yEmIvJTnB6VS4LpqzqT0mHKvqiVfdrbYdRxUO6svRTJCRu/khKwe/Q81U/ig9peyWZECwKUtSlEla8BRqXaujPT1LuEd3Bzyjp+dUVrGY9JnqYLmUtcAVXodNJZ9u50vB5jLCWLM4J8I+u+lXnDp6Apw5zHQcnvxTm68eqVq/Wo/o6a2dLW1XmZywkDNOZmDJVjI6Zr190UinzF4/Hz968h58ZIcI/zpOJJUncQDXS8g85APsaNwxa3NkpP/EX+pFHouUknPnryPempclKQDvx+dFtzhuJ83cPTHNLc15Ch8F1moOUSFilDd8n4BTLc/8AipjRJ8w7QojP615DwbJSVH1p73fYtqJC3qa5o4VLc29xuPNK2dcX5lO1mUtKE9BuqLKd3DCVDrzQFSFD+WkjNHuyfYtqJs34j31I/wDeiceo60enxHvQ+svgEeoqC7gPqyCaF5ox9ShT9xhsRPW/FO9JB3qTjGM7eaOa8YrqDsDbS8ccjk1XqjlPArjTCEZUM5PP2pe6w2Is1rxeumT5kJtOPTmjJHi5c1tlTDLYPoU/9arPzU7wndyBzRxIDZXnAA65pPI6uh7UZT+KjxU1C74qCQ6pta24aEoBRwhOSSB7n/KqlT4y34p2vw45T24PP707/E/K+Z8UJBCztbjtpI6cnJqpMlPU/tUVkYbUWWjxpuaDs/hcdWBjnP8ArSljxukpP8+ztKQOySeaq38WCAMdea5kqwUYx346Ue4w2ItoeNiFEqXZAOM4Dx4H6Ucjxuip/FZlnJ/+u9P2qok9ByARXgSMEkfpxT9xhsTLuieMlmfGHojrJHP4gqnBvxZ0wvCVvOge6aoIBWCr39aGhRxweB6c0e4w2mgU+KWlFnPzTiTnBynNK2NfaZkqy1dkJz1CkEVnU5J7jt0oYKwMhR69jT9y/AbWaTRqmwuuIbTdY+4pzycdfelqLvbVcIuEdQx0DgrMQdd/4iV4J4JzzRyZckEBMlwdz9VSWReRbGjT7c2M4eJTS+34waNTJRuyh5tXp9QrMCLjck4QJzoBPZZoxu53AYHzL3qDvNDyJjUWaZMgKJBUgH0yOlGtKWt1ICgR1xWa03y6N42zXQRzkKOacrRqa7tTGiZz5ysHlZNCmmxOLPq18Nn8rTaWiBuDaVKwO5PTPfpV0FZ3AAcYrI/g1rC4uaNiLakLQ4GUJAScYxU5a1rqM5V/FHdo9DUJRU3bY+V4L9cWEp680HeopB3flVFDXOowP/ficdzzXT4ianaGTOJA7YFR2R+Q5+C9fMVnrmvKJPUA+1Uc14l6jI2qlgbu+2lsXxKvzB/4gcz3XzRsXyFv4LgUp7JDaASfU4FB2vAcoTnuBVXI8VbugfUy0rv+GlbHi5MIw7AaPPYmjZ8NDT+xYzbxB+tODRb01thK5DhSAgck9hUEPiqwpOTCCV9+e1Qzxo8RW7v4c3ay24vwZFwZMYyEKwWkL4UoH12k4pba5Y074Km8aviGneKMyforQbj0exwHzHm3TomSsH6kNY6gEde9MHhzpy0WJKpMeOllPK3HFD6lq9Se5pPpzQojwIjqYZjWyOjbHZSOVAdz9+pNDv8AqG3WpAauNxiwWW+jYcClH8hVLe58GhLaqRI7h8tcHFvI9eD602l6E42qFKGUq4IV0xQ9C3uz6ke8qDHmOsj8TykbU/lVlt6U004gLVH3nHUihrwSVVyZT8UPCJp9l25WdkPR1JJW2kco9/cVSOmpki0T52mZyyC2FKa3cV9D7jpmyR2FKSlSEEHIxmsV/E/pGDYNRRdUWRlTbClht8J46nrxRHjgbojqL/IatTymlpShpZ37jjefT7U0KmPXD/fFrSpQGU44AFM8m4brd5CCRvV2FFJC2YPlF5SUgE49T96fkghYbgiVKQxH5WFYKj0H29ak0VxtM9DKDu8sfUc9T3NQuxqJll5ePp5yRUkt/ntpXPU0pSlnjHfPrTGhu1XcXTKSypZDalkHFMkmUTCUg9UHP6Uq1Ut3YuSteU9EjbjBqPrmplxkyG8EkbVikRfAug3BPzCknornOaQ6ugv3ox2o6VKUUgAJGec8Up0xpu+akntRLVCdecBwrb0SkdyegFXxpnw7g6bZTPuKWHJiBlTrmPLa+2ep9zVkYOTIuVLkrHQvg0qPGRctQKDO85KQnLih/hSP86te1aajRI/kQ4yIMEYJ5+pYHda+/wBqS3fW1itCimOozn+ecfSD6+9Qa/a5vt6UtO9TLQ6JTwP0FaFFRXJVbfROb1q6w2FhTUMCW92Cf+H/ANare/auvl+dLb8ooYxw0nIA59BTU4y/JV5ji92fevOKYjpLgOeOSf8AKpSl8dCS5AJaIBK3Rz1GKMJaSgErxj9zSNyYVAkdu46UQuVlOMjcRgYqG6uiVCx+YUfSn8RHGB0pIqUkrJUC4e+SMUD6neEoV+Xc+tKWbW8+PLQgEq9uPvS7djSEiFrkKO4cAZ4FOMGBIkY8tBAPAzzj/WnW16bUghTgG0c8/wBz6Uou+rbJpSKUR0tvSQOnYf60qvkYJGnY0KOZ14loYjo5KlnB/KksbWem4rMiRAbPls/SkkfU6fX/AJRVWao1ldtQPEyZSijP0pBwB+VN0B516M4wFKKsg8Go+5XQJWPOp9YXC+zFuOPq8snCWwTgD0pmjRpk1za02ok8fal0SAyk+bLSRgZxij3buiOjyYwSOMZxzVfI+ug+BpsNlLk+SBnolBz+/anN5t5CA20pLTSegSePz9abIkeU4z83LfU22fqTnii/mHH1bUZLYOMnnipByKwpLSSSoqOc/wDSuodcH1kDHYeppK0PPB7IHenG326VdZKI0ZClk8BI7e1FhXgctM2l+8XFDbYJGfqOOnqavuwttW6K3AYAQhA57fnUa0xpyPYICUH6n1gFwjt7U8+cpKgFAjjIpo0RhtQ/PyiyokHIPA70Q5cXVI5JSB196b1XVppG0o3qHXNI1zlPkJBCfcDihsmot9i03DLu5airHT7Uch554lSPpBpE01uUM9e+BSqOsocIwf8AKiyVWLozKgQ4o845z60tS6SkgfsaRB8obI4BVxya4iSrcU+2Mmov5CuBxhyih4oPQjpTmzJ3uD7fnUbW4pC0L/fNK0TcvJSlY5HWlYlEkLclRWMK5zyKXS5gMdalEj6cnj2qMx1KSvzPNKgexo67TlNwCBwCntUHyWKNMYW5ifmnTkY3cYHvT3BmpJGCevT2qEQ5ILqzuwSonmn+HI2gEYKiPtS5Za4omsSSvKVA8AjvSzWcp1qzxJSTvbQ7hxOM/SRioyxO2hKc8qPPNOmoZav4LDCmtzK3Nq/bPrVeb9DM81XJW86AuJeHJXmOuJeG4uEYCj2x+WKa5q2WX/MfG5IP96ndxsrki0CSyyXXW9ySQvhsJ5/cf2qCTo3mKypJPQ4FRxSUomZ32WHp1yHJtMOXDZUAFlpwr56p4A9ulRHxDbVDkMvJQtIcSMrP4OnQfoakeiXPLs64ZdGAoLS0Rg8Ec5/LFIfE9nMRlsu7ktqIS2E9ff8AesKW3UFyfBEtI35+DcmkvZW0F8o65GauDXdtRfNOKkQkFpxtKH1MdSRjHWqDC1RltPKRgf0468HpV76XuiZdqh+S44ErbU2suJ5ztB49utXahbZRmiCtoqC3lbclIJ2FKwASOgzU1vt1bitPl+StQDaUhSBgKV2/LimK/wBrVbtSqYaO4eYChRGAc80Vryb5KAPObQpx0b209wO/2qU6lONCvgpPxwjpXcIlybUFCQncrjBCsCqyaJSSArA6gVdnjUwiXaIctAaSG0IA2jBV15/c1SS/xcCug3aTM9c0K2UFQQ2Two8+9OSnENnJGxtAwB3put6FFXmAHA6cZxSlKHJbm1ByhPU44zUk6CgGx2Y8XnOh4wewp3hxGmG/NWdxxgjpSBb7TJ/l5WoD8hQWpbgUpTilAqHHNJUhji4+pwbG28AHuOlcTJYYWS8ncsD8qQ/NSHhtbTjsT2FdMdSTvcVuV70OvAfYOdnuyCA2jaCftQfJUTuUQf2ryAkDCcdeM0IuEYGMZPFPldjo8EEA7VZ57CjUqc3ApKsdq40tCeFBJ9jQlOEIASMlR4FAg1UxAYLagdx6HHX86Ah5ak7s4x79aKSlW7ctXtXQdpKB/an5CqAzJwTGGT9R4zmmhsBxzKTye+KDJeLrik5GAcihtHYkAK5680nyNIcoqQ1gZGT6VL9EOKRekOpwra2onNQ2OSlQyon071KNLr+XfVII3JSAFHPT1/ShdFOoX8Non065GIHJbjg2pHIHaq4uct25THJcgrO4nYgdAKU6h1A1NdERh7+WDlRA6n0prXLbQAI/1kdT2pXfBRo9P7S3Ps8XiCC+vCATx0H/AFrqppztjnaF9VCkq21vne4rJHP2oYQQMg/meooo3AsnO4nPv3NcKyeT35PtQFO4WBk8HHWiHHNiT9XJPJ9qTH2Ddd/p9OnPauIVvUAEnFJCsqV1NONkjtzLhHivPoZQ6tIUtwgJSM8kntQkrGWBorT9w1LNgWK2R98mSpLaCrgAn1Nbo8NvDnRnw7aSf1Rq+fEakpa8x98qA5AztT6/as46Y8YfCLwesvl6dto1RqJaMOPFOIzZ9NxGf0FVB4oeNGt/Fm4pkahmbIjXDMJgkMtj2T3Pua72u9R97HHBB1BJfuzLjx7W5eWTX4h/iRv3jJdV26Et2HpyKsiPGCsFzHRa8f2qlCVZThWT7CvHAQE9TXm0bVFxWO3fjFcSUnJlyVIMH8sZGQe4FGNhWdxTyaKALqgUq4HGa5Lf+ViLc3YUoYSM1FkkNs54yJZYScpRznt70utycnkfSB1prYRtG1XK3D19M09wI52lIwQBtH3qJPwRu5XWSuY8WiNoVxx6Ussdp1Bf3ksQ2SsH8StuAPc1LrB4aOXCR/ErqotxyM4P9VWE2LZYYiYlrZbbSBjOME/c01GyH7jHp/QdrsjaX7qtMmUMHB/CD/nT8/dktI8ts7EDOAngU0Srmpeeo/tTU9OUoHJxgY+9WJUuBDnLujjgICzx0FN0mY0pLfkBxJ2AL3rz9XcjAGB045+9N70rcoFKh/aki3lEHOfUgGk22woWOSStQwojHBNFLlFQwpYPcCki3Ttwc5NEuPBOEevIOKj2MUmQVDaVcY/ek6nUuLwhX3FEuvKBCCfqPp3oqVJERlSN381Y6/lRYBkmUEEMN8EdT70QXPLA6knrikja1K/nuHPNccc755J/Kl0Ac49g7Uk8jGQaRSpymgPLJGOpoJdIWcY/akLzhVkEA4PHpSY+haxeFoABVgY7g0ub1LGbAyDuT6mou+sjJ6DNIXFZVkKJyfWi6AnI1THUSpZ5xn3owazQHQyhJCCMADrUDTHkKOBkj2FKoMN1byQpOQTjmixUTlycmQEOccjjPaiVyQB1BB601lwtDak89KF5iSMqVnJNSTG0LXFpdJR9PHXJo1GHnPLSEgUlZUG07UJClLx7kU5wmUISkZAV3wOaEIVtpKUYSCMdqOaQVcknJwKChXlH6sHHGM0nk3diMTlY3J/pT/arLRHsc2m0tFKtwAPGVDp7UoEhlsjdIGOnAqJv3ebMJ8hsBKu59K42zMf5cfcPYgnHNJSCiXouMVCioLOc9f8AOlDl3gOgNoIHYEkHBqKMQ2kJSpSlKz19qPXHibCA0Ug/1E0WwRIFu7UpIwD7cUogTwXSy6rqOM0zMvtoYbZa3FKBgFXJxRjTgCgo8HOOKSJEstlyTFleUtZUjO0j1FevPykN9X1qTv8ArT75/wClMTiygtyASOBuOP0/al15dFzsXnqVl2Nxn2/KpKbFtsSvzkunDQBGMZFAbAKdxB5qLt3FxtxXJwDzStq9KJIHUjHrU93ghVMeXpOD5SFewBNBbmK8whBwlPUZ6n2/WmhMlT7uMgZzg0tSWm0YCznuSMZoUrCuR0RNU84lpKVIWTtTjvVmaJtc2GypT6I7inFZ/nMkkHtzmo1ofR0uf5dykp/llIW1yOB64q27VbVspDaWnF4O3IGea7/pukg4rJkZz9Vmkvpih7t0l16MG5ltgPtgYUgp6+vf/KnGHpDRM2a0f4b/AAx58bQfxMOe2e2fQ00tIQ0CotuAglJynFO1vktKZKVBRx1SehH2rtPTYn9S7Of7s48FM+OXgLB0wo6i0m26YDqiX4yWlDyHO4Tx+E9qqGJZ3m0b1oUhCTwgp5re9iv2nmbQu16hhypsZ07AdqXPLSeiVA8qAPfqKyt8U3gRfbPJOr9EvSHrHIV9SEKP+7qI/Ccdj2NeZ1+hljk5ROtptR7sdrIC9LDTQSkRmwOynBkj1qK3m/uvYgsvZUeVKQcj9qgyLfcvOLct5zd1OVVJbDCjgp80qUvIGetcVybVGxJR5JNpW1OmUy/KdKNxCk7j+L0/yq9tLTEOQEsBOSjLahnoQewqoLPcYcKI5EWxlYB8sBPUHoanGirxLCVB0BQz1/760Q7JSVqyQutwLtDnacuSEKZkpKFA9vQ+xBrK+o7bcNLS7jpec0FtMyCpo4/Cr1B9xj9q0NeriI2otyFBO/BPbNQLx8tiZLUDUjIBU835TmMcqH/SnLnkSdcFELkpjyA4GgVJ6ZpxjagWRw2lJz1SMU0SG3HpBS02VHHISnoK82hYONpB7cVU+xolEbVU5pKdjSTt7ntRh17cGzjykBI9qabdEkSiWkMLWv8A5UmpLbPDW73BJffiKaZzyp36eft1qDaToklYwPTV3OSh2YnLLqxkqPT1+1FS5DJec8lICcnFPWprC/pr/c30oITg5HfNS3QHw1+KHiEyzPt1mMS3yBubkyiUJKfUDqR+VTi7FJclUvPqyABwKsfw78OZN8houZbON24HHT86uyN8D5t0FT97v3muoSVHYghIPp61JBYLJ4Z6RbjPyUtsowFOL45rNq8rhFKPbOj6bp45cjlPpCXRctVqZ/g+oiERVpy0+tJIyPtVkQmrRCEaT8w2neQpKh0NRSxO2+76Nk3BpxDyG0KcSoDP09cim+Rco72jW7nFdLiYriVrx/g71yppydNHo4SjGNx8ll6jjafelQEutLU3c0KacZT/AMNzjqpNZE8afDVGh9YPsx2wIkj+ayQONp5rY/h/Ih6ojQ/LQ28+2jCUpwVAGmL4jvDqJfNIuzw0lE63JK046qSByCfauppaWNHm/UXedpmYvC/UenNGJcu8iKXLnu/luKwUtI/5R6n1oPiD463DVVzS2mSUW5rKSjkg8ckjuajFnZYeuCIchSEtuOeWVL/CnPGTUP1naWdN32XBjzG5LSV8LRykj2qL0uNan3ZK34+xy2rlyPL/APD3wuRCdCiTu3JqZaD1XKtSgFPb2jxtB6VWlnusVcJ+KxB3SQMoVklShjnA6Unav8iG/vLSmyDyB7VdkxbjZhz+2aqiajZuKElpaSSOlN2obioIUguEqI5x6VSOnvEtMaSlt5RQg8FVTu4aiirta5zM+JIcCRtbS7uz69KyPSztHSXqEHHskVstUDUKfJXcG2HQCGwo43H1PoPyqsNa+A2r4Mp2dFcizkOEqAYcClD8uv7U2wPEF6FdvMaaDalEoWkdMe1W/oePctSPtXRDjqW2yCkBX1Eg1i9Qlk9OrUY3x5OFqs0nP3EuDW2hpfl6Ttqn3MH5dPp09qfhcmXAAlXtUCs1wh2a3W213dxtuUhoIQgrBVn29qkgeYQSoIUCeqhyDXorIMkDcoAjKxk9MHNdH1EqLlMbDrSwSMq56UqDyQMYPHfNOwD7il5TZ8hf8zH0/VgGhxWvLKHHCor2gHB4qJauYvFyhBqxziy+lYUf+YZ5HtT3apUpu3sonrQZG0BeFcVG0A/FWFhaV4+5oLzy2RvWRTMuW424rKeB3JpLMv7MVIDn1JJ+r2FPdQDyJ7r7am0NuJUBu3beDn0NHW4PhofMOfX3PYfrSCJcUPMhSHDsA4AOeKNTNTg4Gf3zQA5qMgK+h5G0evJriZSxwtYP+dNMi5KaRu3BI75OKrHX/jrpfQ7ZbnTw9KV+Bhrlf5+gosC6ETAPpDnI7+lDNwTnbuyfas76d+KbR9ycQiU2qOFqCcggke5FXVYtR2i+RW5dslocbcGdwI5otiH5L+4knkDpx0pYJPlxicg8d6Zf4gwla0l8cdsZrz1yR8uoNJSo7Txmi6GYs+I5/wCZ8UJqwrcfKRzggDjHeqtVgI3Ec/396nvjXLnT/Ea5SJ0ZbSjhCUK/wjgEVB9h2jaMAdu9JfcbChkEA5OaENpO08cc5o0NDsTntXPLxjCfv64qSYjwQAngdehz0roQfw4Ge2etKGmchWf1610o25OPSjyAQjcknB68dM11IwAOh60YG9uMAK+xrwaUVEKSBRYzwAxycc9RXdh5O78/QULyzuIzge1dCTu4WeRjjvSADsWEc45GRz2rqMLyOM0POU57A454oTY+knanJ55FHgKObSRhI29OPWjEjAHpng1xtKlf05980a2nKFBXO09O1N0AFI4PJPOKW2tlS5zIGRlQBpLhSMEgjPPSnaxYNyY83AQFjcTz3o8gbr8HwUaYYR5awlLaAFZxkY7VYbakFOEEAdOag3h1dITulogiOBTfQYHJwBUqcmoCPpwMjOB6UlwhBjwXk/UcfeuB8gfX3/ekKn1LO5KgAPU0Wt/6DleDnjmixjsmQocBHAFCDzilZ2hIFMrUl9GVlZ296UIncbkHjpSsY6qkoyPqV9qGJCQn3xTMqcV52qAxXlz9qMhecdaLAe/mEEbtwz0+1Vz4tX9UaG1FStOzBcXnuBUublcFSiORmqY8b5akuJdLhCVt+UkZ75yf2qEmSguSF3XxQva7Uhr5twK+oJAVjAz0pN4f6XZ1ddBcdSXBaGAdwRnK3Oew/wA6hM4B95lllwKSMlRByAPepboSNfLjJMa1T/kkvAebISjc4lA6IbGPzJ96CxI1Xpr+CQYrVutluSw0gYSMgE+596mLDaGkD6cfnVSaGsdkgYBcemyhyt2TIBWT/wCXPFT5N5aYR5QWQBwATnFIbYPUi5slssxQEjHJrOnjvY3LlpidDmsZcU2pSFY6KAyK0C7fBglvaVds9Kprxm/2kNpkTW3UTIxSfMZCQCB7UDTroxVC8+WlpKUKISMHjPIpdMdLSEtLwCB3qReH3j5B0REm2gaBsFxHzLiy7NZDjhyTgZPQewqB+I3ipK1hqY3ZFhtdrYKEoRGt7Pltpx3PqeuTVjRXdEh08EOygwpQG8d/T3qW3DVdg03FEZ5YlPjktNfiz2B7JH7+1Uy1e7o1slFHkId4CtuCB7e1PUVtuSjc3lalkHOcknPXNRaGpMcrvqm/X9owm0sRYhUSI7TQx9yojJPvT/4d+El01CozZy0xLag5ekOcDHokdzT7oTw6YfbbvuogtuGlQUlrOFPH2PYe9S/UermEspgxnmYkRkbW209EJ9h/nV2PFu5fRXKfwKzfNM6Egm1aYt44GFvrxlw+qj1P2qC3rU93vbm16Qso5whPCR+VNF11LaW31HzFylkk+1MT+oZUjcWGtgq9tJUuCur7Hl8NIQC6tIV9+lN79wabBS0AR6g03j56Qne8s4J4BPSu/L+WrcoknvUW10iSOSJrxO1APHGB6UmKXnRkkgn160pWUg79n60Qt5wHAwkDkn3qLfIV4BiIny8lXJ5o1qGk7UpTlRGcGk7ctJygdMZJPSjlXlqPuJUATzmhUuxsdGYZCBlO37Cl4fg2poPOuJz0SCeKhkvWBaSpTSiTz35qL3LUkyavaVlSTnBJqO9IEuSYaj1+6ttUaG9tSnhRTxn86r2Zc3pi1KdUCo9RSZ2SpwknJBPGD0ogrys+lVSk5Ml0dWojBUQcZ/L0o+DcH7e7vjhJJzkkZyKJS0pf0pAO7uRxRhaCMoAAx3zxSXyA4LmOyMndjjgAdKcbVa0stifcBhvAKEE8r/6UdpaytPNGZJBLbfPT8R9BS6Vb512kENNbW84SOgAqS+4DdMnO3B3y0HayB0Haj2IK1hJVltjryOSfendqzRbY2DIIdeUcBPoaL/nyXUtNoJUrgJA6Zp18j/YSsxlvPpix2yScDCeT+nrVtaS00zp1lDjqN094ZCeoaB9fek+ldNR9PMInT2gq4Oj+S0f/AA0/4j7/AOlS6CxhJcUD5iuSsnmjrkvx4/LDWEqCMOk56k0S6cJ3AZ/vS1zYEkDlROM0kdjlY5zyOcUXwWpDU646XOVE89aVxRkD+3rQ/kE+p/WueQtHCVYAPSlfwTpULW3cpA25HeuofIcASTxSMO7UbTjn966l1SnUjoM8ZpbhpDmqUtX4Uj35rjLys/WrFI3Xy0opUog4OTQW5bKk7Q8nd3yaPAVTHgupVk7gQMGuCSBLQSCAO/rTOmaAChbgOOmKOjTWXzsTysK6n1qBZGJI/MTwd2T3J7Uz6su5Zbbjp7gqJFKA8ArJ5AGOvXFQbUF0M25ubHCUJIQkewpbmT22xdBcSRkgg9z709xXiMY49fSo1DcSAEp9Mk+tOzDuAATjPoaIkpcqh+TIWSnnqRjHpT3d7sItrt0QoK1vrUMZ4xjNRht1TpQB0BH50LWUtUV6xubRtCzkqOAKWT6lRizLbEnUGMzMbdjr3lma0FpSlWPrTyR+Y4qEPQy1OlFcUtIbClIQ4Og7VL7RJXJtZSyVJXGWHW8f4DzTDqllhqUuK++64mUMrPTaDykA/nWDC2m4lNfSC0dNV570FLDag80frX1Ax2pPrpc12zJeQUBQ2b89euOKa7NLZtt2iRUoVsQcAA5J54qS6lYaEKUFMeYW0qUkY75yP71LIlHIpAm65K5X8pOSYZUG3o4AxnINWno5ShbIYMhLoDiAMD8IIUMVTd02sNKucdQS68Nv51PfDrUwFnDEpLaA2tCwofiUQrnP61PNzjY0POubZLkXG1vtNB0D+WtKRgnCjVceJkgpuDUdWxLSPqwnlQzxg1eF9aTKtjjze0CO/wCYpQVhWxSe351RviHEMmclyPtPnJTgZ++TVennupvwJpeCIeIDa5GmWUvqKm3GFKbOe6elUcs/SQME1eusdr+mYjITtLBW3gc9U5P9qopQClkE966cXuxpr7lDW2bQstxcWnyT9PPJ74pdJlx0gR4ZwB+LA6+tNcRuQ/lpngHqen5U4tQG4yg4++gHvg5ouxM4hAA3ADdjOaNbabUsbkZGOhry5kRoEMoU4TjmgrUsjzHVlCT09c0x9CpYQ39LIG0dz3oknnOc0mDqycIPTvih7nEgLJT+9JvkKFKUkDjGfXGa6lKcbsDaO49aTee6Rkj96EhSwCSjr1570KgfAb5oz+X2rySFEqJwoY9+tFcpJJIBPrXc5Bynr3pr7gHtuJKsKFAnvFiMV91cJrza1LUDjHNILu/5srYOQ2MfnStAI2+VEHAz6UqbABA9KTgg4x+4o9Csq5yfYUDFaDzt28449KVquj7MT5OOrapZypXfFI2xswVZHFFuKK15HbijoTV8MVshtaQVk9+aPKEoQUpV9OePypuacA+kHGO9HplKWAkJPHr0oJIU+YE8BWARmuKkAkbckjnpSfJJyRkGvcJJ2jjuKQUGrkAqKuBtpEt4rWrBJ5z+VBkSATtSe3NASMqweooAUNjkKHBFK2mStHCglI5Uo0mZBPPr1FOEcLUAjYdgzyehoSsH0BQhSx5TSQ20DyT1V70oSEoSEtpOe5xQsHac+nb+9cz5nfIJ54NTXBE8gEq4HtQ31nhCBg+uK7/wm+cc9k0WkeYoYBJPPIotAGNoIQOmTTfdnCp1LQI2t859TTip1tltbriQAgYA9TSC02e46huAYiNFZUrKlY4A+9R76JHLXDfmvfyUFSlHCE45NWppvSEe3R25d2SFOY3BvPSlll01bNLRAtW12QU/Uojp9qJul38wFRXj09aml5CxZcbukZSnASBgAdqjU2471n6s+lES5pUognj7800yJKld+O9NyrgQtclk5SMg+mf86RreHJJVSYywB9IznrRIcJz9X3yaX7jFC3j0Vxj9KJXIRtIQd1EqkeZ/LRnHQ/8AWuJ2gklISkDn3NRAG46Up2hJycgCiw4lALquOD1ooqLit6iAB9+aAhPmvFPIQkZzjil12CVBqVpbQZDvI7U1reVJd3qIwD07UO4SlOYZbUcJ4oDDZSkrP1EDnijsaDyQEZwABxikanhuJ25TigyHt6iEkY74NEk5ylJI70rGugbisA84OMUS3Flyl4abUsEfka48rednTpXGrm/GWtDS8oGMEcbaVioVCxBHE+QG8/0ihIt9kj5O9SyOpOOaQPXVx8FLyicjr3rjTSHRuU4Smn30OqHFBYUQiMwM9uKVeUzEb85xY344FNiX0tHZGJI7qPei33VOkJWsn260dhQcu4JW5jHJ49hQ0vlB3fkAKRtsBA3888jihoCs7niEj060diY7w3QhYUtI3Egnilyp7bX1lJIGScUztPw2ufN3Y4zjpRhlJcBS0SAOh7VK6IrkOk3SZIT5bAKGwrgc5oLTACvNWOp5z60QlaxwTihBZCyCVKGO5pWFUOTbrKFFBUNvoK7/ABBCQSkKJ7D1ptS44FYQNufWjmg45jco4xzxT3UOuRWq6StgA2oBPPHNDZK1qC3FFecfkKShlAO8EkA4xS2LjcMJJGD2o/cKHWOEhO4jnbnn70NLiQsFPHqc0jccKElPJHsa8iUgpTtHJ68d6aCrH1L4ehLSVEbU5FHW10vRX4hJIcbIBJ6d6a4sjLKm1KVkpPHc0GzTFIkAZ+ofnSuh0MrylpdWEDO00BLqVg5SUnnOPWj7kEplrLSTu3E9OOtFtpStJWHMH0HNT7K+hSwhttvClEnHB9Kd9P26Rc5yUBRW0hQKzj9vtTLHQ/LfRGawpSjgYH6mrU07bI9rYQ0lKTlPKvU45ro6DSfmZ/V0ijPl9tcdkstbsmCw1HQ0AhKCjp/Seop2YvTsdsoSwc7wsKGchQ4I+1M8N87QlawSSOR2pcHENyDkfTjOcdc16eOnxRSSRzvckyTwdUuIfDpYX5RV5nCyNueoqQW7U0FZ8uUgqCkgYU2lQ3Z9Rg1CIqG0uBxD2WzyB396kVrabWoJARjnjHek8MPDaK/cbJpFes0xXlxX0p44S2rlPHQpVz+hqSKjlVsetk6MmZCcbKXmwkqC0kd09Qag8S3wllBWgAq4yD0NSKLfbhpORDvDzRmxW3kJWVcqQgnCufbOfyrJlWWHN7l8Muh7c+HwzJvxE+CatA3GNfray63bLm0XUJcGFNHPKFe/+RFVPan0NqA2DPr1r6M+N1ktvipoObZYcVCnmkGXEKecrxyB9xn9q+c8m3yLZcnokhBSttZSoEdK81qcbT37aTOrjd8XbRJ4ryXw353ccn7ipTYnGmiEpVhWeM9qg1vfUjCducEE47VKrS9uWACD6A9KzJ0yxIJ1ZdcagA9AAQaTeIMj+IaDJUoKLL6SB6ZH/SmC7XBU6/ukOfSlZAyaXa3d8nQO0k/zHh0PsaW4dFb6VVaGrqHpElCVDIUF8Cp7/DNNzHEulNtwTgKQ/tJ+4qrLDEZnPOKWkqUk9uKmEWyW9JQSgknrzVEuyUOidwrNFt7/AJ1qXa2if6vO8zI/OpTa51njYfvFy+ZdAyEtp3JB9MVB4GmLQYvnCIvdjABXnn1pxhaNO7zcKTkfhBOMVV9Nl31EN8VbjEm3Bx2LtIWAenKfYit4/Ch4gQPELw2gEBtMyAgRZCB2WkYzj3GDXz5102ItydjoBAQdpyanPwmeLEjw/wDEH+DvzC1AvY8hWVYSh3+k+2en51fjZlzJvk+iniI3HZs3khYDjqwOOvrWPvGS23fXWq4egrfIPlK/4m0Z2dyTV/au17pezxxc9SSXksISopIIThRHA5OVflmsvxvHvRmkdY3XVrfn3STL3Jaa4S2lPbJ6k1HLibzp+EjZhzRx6SUU/qbJvaIcTwphN6Ju77sgOsltLu3gpVxUajXVjSkqTpF0CVElDIdUoZ2K56etV7qTxb1l4n3w32PYFIiRkEoDSCEgD0J6mq51Nr26yryZkdwsuJACkqHQiszwxlkaTLsWulDGk/Be+kPFhrw8uNxMd1bojBaUFZIB54BqHa2+JbX2t1OQHJQjQ3CUllpOAR6E9TxVLvXC4T5Dkl99xS3lZVk9TThbGVLSCrjJ4rXih7aMefN71NokdolredU06RuP1CmPV4LEoEs8ODO6l7CFMuBxKiFJ5pdf4Kbvai+yAXGxuAHX3FXNWihdlfpd2qC0KKSOmO1OAeMofzcFWOT3PvTaEKSvYocilrLe4ZCqrGhSICCd460uYU5HQCgnb1I7ZrkZKQlKVc+ppZGbIUAlJIJ+/FABAtX8WuDS0vJjtqTuUeeSO1WrYfHBvSFq/wBnYEBO9I2hasFWceuKrK5TGYK239pIbVyMVFZF0bemLkN7kZVkGseq0kNXUMquJXOCnwzX1r0PqoyEy16kZkusD6CtRykj2NTdUnxJMVDDFxjrP9RRwTVgJstsZTtTaY4HsjmuItNtJKkW8Jx128VapTSLXFEQt+odd2xIbuCkqTjjKcFVDd8SdYJITHtbLpAO4ZNSqXZLc4AlxgKGMjKjxSRjSNswSy0tH/lcINQlLKuhPGmV5evEvW+3Nvtb7IbwpxYTuzz0SMVC5Xid4lKeL8V+eNy/pSWdp/Pjge1XsdOW1lJGVpIGOVk/503uWi0MK2qjSn1Z4KcqxTWTKg2LyVc14ha9nNNvImPJ8rHnBZ2qJ7prv/0ztfS3VR0xt7asZy39QHse5q0joCJLbUVokHzOdpQBt/Wgf7BvtjyorSwgYG5QTkjP7VXvy30GxUV9G8YtXxYrkKNbSp9BwFqbP0p+1JV+O+tLMEplQNy3BuUtaeOuMYFWp/sOy1HUkoUhahhS0oGT+dRm9eEOmpx8+dJmBQT2Xj9vWpxyZL+pcC9tFM6u8f8AxD1M45aLbKRCQr6VqaTg/ke1U/d494ec+cmOuvOvK5ccVkn8zWtrR8P2jpDy3WlyyB26D9aWyfhp0bNaDT02S2D1CSnp7Vb7rGsaRihtb7boWhZGD1Bqz9D+LWqdKthMaY4UJ42KOU1oBn4U/DxgjfKnPYOfxD/SnQ/DV4ahsIUJAAOSok5P50/da6Q/aT7ZUR+JrV6UeY0hBUBgnHArtu+JrVrKFqW5561HO0jAA9BVusfD/wCFT/8AuSVuKKDwEuYJPvRN3+GrQUIh+3RZJcP/ADFX34pLK2uhe0urM46l1tfNaXp29XeLudcASkJHCUDoBSRv51ZO22See4bJrXOjvBjQ9pZLsuBvdIHDoKwB9jUt/wBltLowhhhkBPbYBQsjJLGkYj+Tm7QoW6ST0wGyTTpYrM9KkJbl2+SlChg/y1f6VsgaX0zvJT5BOeAAK9M0la5DCm4Coza1DlwgHH5UnOSBQiZHlaTejrU2kqUgr2o9T6CmyVZbiFrCYD3HB2tk/wBq1xC8M7DFd+emKRLkHgKWcJB9k9KXf7J2jeGf93BVngYqMck12LZExoxaJJCQ5HeRkc5bI/yow28tNkltQCTgbgQT71sw6Ct6wF7GlZ4OAOKbbtoy1xk7WGYrrwQVBKv8zirHla5YbFRkD5RpJUlx1KSlO7B64oDTTbyFOIcSpLY3E+1aKkaaauswW46bblLVnKUJTgD2PX+1Kj4P2JmMqMvSLrbSk/WlLgJP3Oc1D8w76DYmZn2tFQSFIScdx1FL41qcMhLTyQBgKOCOhq91+D2mVOEHTMxsAgcZKk/vQx4W6euTD7khq4xFKwD9BG4DpzSeqp1QOBQzMBbjhShHAOBThAsTzzg3D6Qfq56VPbp4aQ4QMi3yZDaUgp/mD/vmj7fp22NKadWXEeVwrBwVq9/aqcmvhjVtEdtFb3aG1HlFtsFRSkdqDbsJkAgpUUn1qYX3w+cuE12fEnrQ4s8NpP0Y+/aiLX4PJiNquN1vqWtyiEtpJJHqSf8AKnH1DE12LaX94E3iR/susOSUlwOkBJ7CrMVdHXBvKwnI6461kFF5vWkLlt0emZ8oCkFTmVb19zjripTN8dNT21LX8UtpCEoCsoR+LI55rRHLGfkVcmjk3fCCFuFPUY7Zop2+tpTh50hI5OPSsy//AHxQdTvlwilKvwISvp6ZoK/HtyQo+RAKWQncsbjzzU2wRoxzWkdDmwuYaHAGDk0ejWMacPKbG0ZwMg9KzHP8bnpTLbcKyqekEZ2jOfY8UgT4r+IaXA6zpZYbOPwtLJx+lLcSUWzVcrUEJrar+IJA74/qPpTPO1okveWmQraODtHOaouzeJWqbn/IkaceaJ5UVpICftkdal7VxKG/PcKQrbvGDzWTPq/ZpBwuy0YOpn5ziGI6HAFjleRnA71W/j3YNVXK0outvUHGIeSppKv5mD1V7/am/T9xvl1uhegN7kJVhR3HHHapVMvGtUMuMqtsVbRGNu7t+Yqcc3uR4LcUtkratGcNP3uS8xIjpUhKynard1684q6NKai8P9NRWbRe7o8qZLbQqQyypSABjhKiOce3TmqN1yq2xtVqVbCy1IUo+czHdDiUrz04GBVg6fslmjMNzXobs24vJDjpSj6U8cJ3d8f3NWY3LncbNT7U4xni4+xd6LtpVhtEnT8dpnIBSUp2mnSDqlbwAW6CfvVGT9QymHy2UBoI42A/h9q7G12uInCnOSe1W9mKy/1aiQ2fqc5PYGgypCblHWxMaKmlpINZ8uXiDLlpKIr3lrHcHpUZ/wDpt6u0xcG33rk7IiOKAWFnIxTqwsj/AIu+E6NEXaXcretDsCa8VpBGFNFWTg+oqu41ubbJfS0neOilDOPsDWitVa4sOstKPsXJhJKmipKu4WBkH9az35oIISrI9aOfIOnydcjCQNrjm7fwdx7VN/DvS0C0tm/aklMot4P+7sur2l1Y+/8ASO9Q1pCwhLyWytzPCSOPue+KQ3Ny5PrCpD7jm0YTnkAegHRI+1Tx88sWRKPCfJb+pfEqwSllD19CUJG1LbCTgAdAKh7uo9OSnCY0aXKJOATxmoCuZHaQTIhF1QHBCcc+ldt+rLlGCktIS3n8GE8AVe8lqilR5LHiRI8pPzP8KSw0eSt5W3n86MckabhjC5LbrgPRvpn71Udx1Feprh82W8oDsCcUjRcpSV5JVg+uc0vcoKZbb1/tygUsNbQeBzSVy4QnPrLuO/P3qsv4xIJx9WBQXLzKWdhdVUfc5HRZDtytjfDkpOcZxnrTc9ercgcLCvzqAqllxRKnFZPrQA4gjlf25pOY6JTM1DHaQfl1fUo849KZ5V8cd5CuOc+1Nii0T+InBruEdCnj2qDk2PagxyUp3jdRYWr2IFdG0ck8ZzRiULd+ltJyeBiojCgNu3KcClUeNvHmrwE9RzR7EJLScundjsfWgS5e8EN+wAFMEcdfaaGxKMEUGI09PktMJR+JQGBxmkyUlawpQJPJzT7paSxDuaJDyMpScgHHBpoCw4EGHaLcy1MwAkZCO6jRL0xbo/ksJbQTlCQOVD39qQt3di5XALeWFc4Sj37UZcJ6YA2NNKfkqVjCQSE/6VZfwKmA+TkvPpSsKLijxjk1PtN6fiWSKi5TWA9KXnyEHnn1I9KFoLTjs5Lc75YukAFSsdVen5VOU2qFbl/MS3RJlHgIRylA9M1X2aoQS7GuJBcUtU64ZU67zgjp7fvTm0sLUEgegoLh8w7lYTnjArreM8HpnvT8Fm0MDZJKgBnuSaTqChyVJzShT2BtSAR6+lFuPJz9Yx79OaTfBOhOU7h1HtjtRTiVAbQT9XfNHh3KSnA5596Ke24ykHpxjvS8k1GxMtGME9T0yelFGRtXhWPWjlBJAGeen5UlkBIVxt+/pS7Goug6W835QXnr701qWjzDgdOeKPdcSGQVKz/mPakhG5WMgAdeaLoNoJRcc/Dx6U7WiOpkguKOM555pLGDewHpj1paXwhClk7dozkdKg3Rakk+D2oLy3a7e84leFKG1I9yKr+NJS8VPbySDRWpr7/FJ5aQr+U0SBz1PekMFTil7EJODxStjbS5JbFlqRtAyScdadYchTjmSCAKj8YloZK8qxTlCewdm7A6+9SRFtEsgrKilKeASM/akfihKcaftLDfQI3EH1z1oq3TUeehOSEnikviyFifbZLZ/l+QlJ56nOaH2ZM64LI0lM+bgMSN4U4keU+QnAwr0+xpTquyvu2Xz3XWm24RO4KH1Lx+HH5E1HfDS8NhhEKW+Ut4KUNhOd5PBqdz0vPMONPoSsONlraocFaeUk/cVzcn8LMmUR6opZ55S5zD+8pShQG8dhVgNuMSobkdTpW26gDcfxAKSRn9aruV5rUpTTzewoX07HmpvLkqEaM8gN7i0gr8vpwf+oFW6lcJoI8cFRXZa0ebEP8Aw0uHAPbFPWkpjbEOSFMLK9ijv7HGCP7U0XIqclSFrWHFKcVkjjvSzTKxtkJW6QAheG+oxjrV019AQfPJddqusa5R34LjZdL0RK0p6ZUOn96rW9Qgq5zXHGFgJThOTwlfT/Xil8Cc9GfacaWUgxFZI5I4zmkUy5MyGpSmVOLKSSN34tozkkeuP71RjjUWkSfDTK4vMxpm3SIr6D5gO5ojoB7/AHzVKv7lOqSkp5Vz6VbV5ksyHpD3kkh/ckEnJT6VU4RvnKQk5G8g/aujjtYkiidOdiyK8pCAhlJUrn6sYoZYcJHnEZ/w5zQlHyzhv7YA6UMuNxUhx36nOyakxfuCSGojanV4KiRhGeaIW6uU55jmdp/pzxRS/Okr81wn6u2P8qOSQlIAwfQUWJI9jYCkYznpXgrgKVnHpXjgne4eR0GK4hCnlfVlIHPFRGDbCl8nJA5o4rJO1AwkeneiitIy22r9DQTuxsAOTzkGga4DN+889v29qEn6cJxznjFAThOAU4PT3NGNkbwMjp1/yp2IMcWlphTpHAHT1NMhUtxalkkZVkillzkf/c7YBPU0gAIwQsYNDBB6ACOTnjFKY42nJA9c0lb6jKuc+1K2spHJBOcD3pUHAYspQNx6HqKLwocgbUnvRq29yRt/SuIRuT2znjvQwAIYSTk5xR6QlHXI/LjFDwcHOPYGuOfh9fzoH2eJ2nOcDmkz75bOQck5oTi0tJJWDgds9aQLUVq344z+1IL4Bb8qxSlhG7g/vRDYBORweTSlH0kAcFXrTsaFcUfVuQnd3pz8whISQBt9u9JmCEICEI5J+ujCvdwBnHJ4qS4Ig85TtJPXnnrQ20kclPHPTk0ABJUNhzk454oTqwhIQOvbigVUBdWpa8Z+2aGpSGWvpG1SwAAeuPWi47as73Dxk8HrmpdpfR67g4LjckluO2PpSRyse1Ncjqxrtuk5+onm2UDy4yDudcPQ1YcKPatNRBDt6EhX9ThGcmuS7ixEYEWGhLLaRjA/zqOzritQISoDPemlXY6sW3C6qWtQLgpilSy5nCx0wR+dESJmTtUo8j0pvck5B5P+dD4F9g99/HKSCScHmm559PU5Iz2ri3lEcKACqJSPOWAOR3NR5YA0rK+QnAHJI6UW/IDi/LaPCutAlykspLTSu34qLaHlI8xaiVUrJBhWphGxHU96468rCUZ6dcUUXfxuudzxRYXn6xzu6UcAkHKcUoJbR+HGDQJMgRWCyjqv8RHNBS4hpJdWSkikDjvmLJGTk8fekwBspK1Z569+1DkO7BtQrAPHpQUqDQO0HJHOaQPKUVngjGe+aB0eSpRJ44zjr3ox50MoGMDHY15tASjcT056UjeWZKw0jJycZpIA1LgDanne/AxSErUc7UkbjnpSmYlLDaGluEDjIzRzDalpQtlkKxjnrQxCFMd8kYGQr2pfGiyWyQGzkdjRu2UOQ1tI59hQ1PzQRnd/370wD48VtwhLydpPQHsaRyUMwlcLCyecAV2VLfaSFuKGT07YpMwyt4lbu45OaE0PwKUOKKQojOBk+9dCFPJJCcn1NKAGG0ABP1AY57UEqJ5Kwj1z6UIV0FJZCCAQBRySgJwjpmgrlxUYTkrX6f2oBe+r6WyB70dh5D9wPBzx75oaUZSSeBngUm89scE4I5xXjJ+rABHI6d6AryK0qwAc8jjk8ihoDqlfiwDgY6UkQ6pSz7+tGlZwAFGjyDFqFFHGd2D60rju5cAScZ5xn2prbwn+pWPvSlhwoUAOnuOc0UwHRe5eCkZ2ii8gYIR+E80HzTtOcdBRaXBzkg+uKdjQvacOQoEcJ6dKIguKTL5PVXHHvRERw4UCTgg5GOKFAdbTKS2RyPqyKV8kq8BEyeG5iwrjKscjpRBfD738lQ3L6BPGT9qbLg8ovuFSSNyjyc8U46agOSVJnh0JQ059PckgA1ZBOTpFMuCzdHaVTBS1JlzWEPvAYS4kjZkf/RqbIgOBorRcYI8s7dwJ9eO1V6LtNU0lSJ60kYICsHnnvS+Nc7z5fluSEqS5+IqR1/612NLkz4k4JIzZYY5csn7MB9BSsXSECroNxGBS82yXuCDc4ahjgJWc/wBqr1u431Q3L2HYcABPalI1FeUvAgJykcDHatf5nUrwV+1i+Sw2YDze0m7R9hGeM5z/AJVI7TZn1uoS3ewQrBG1skdPvVSsX++uuBCdn4SO/Gal9gmaicZQvclBTj1qL1WpqmgWDC+S3LTp1OwvSLjIeCQT/LKUdP1qTsRYibOqK8hbiHEbsuLCtw9OO9VlAf1CiOSJLSQU4JCc/wB6nMCY+u0tNy1JKwhWVJHP5isc8+olNKUuC1YsSTaXI/W52Nao48slLbSdwHtWRviK8PndO6ib1RCUw9a75mTHcaO5PJ5SfcGtNxpaZc1UdajtLaUq2npxVFePUaaxou0WsILzMR99KVgE4wrpUNXk34UieDHU2yhIqghzcR+LjAp2fuaLZan5S1HelJSjHUkjFMUYq8wpxjHPNMWq7357qYMdZKGuuOhNcg10GW6WtyX5pXypeTmnPxIuKk6ciQknG87z2phsSVOPpTsyVKzXvEOQp3LW4kMAJGT0NCHJbVZH9PuLjuLW2CF7cpP/AEpxVfr8hweWjd2BDJyaOs0D/dYc9KQUKASo54z3qYNNoKtyUAKSBziqpOmRjGxz8L7vOuLbrd1YUFIUNmUbcj7VPbhcC2DFi5K+g29B+dRPTCsuEthIUeBjr9qnMO1x4kdcuWAV4B5qmXLsviqRQ3iYw6zdVKWQFL2qUAc4OKrZTi0ulaFKSQrKSOoq1fFx1D91DrYACwO3TFVUtsleCSSD6dauxvgz5FTHOZqzUVxZQxNu8qQ22nakOOFWB6c1L/Cvwyk61ubM67lyPZm3B5zxSR5h/wAAP96XeGXgneNTPN3a9RX4tqT9RUUEKdHt6D3rVFkiWyy2uDb7SwwzAaSEDajpjvj1965XqPqiw/wsXMv8iHCF9qh6ftdqRbbVEjCOE+UhvISkJxjnpmsgeNOkRp3WMjymwliQrzG8dMH0rYlxudlfQp1TvmFpKQShnODjHQc5qn/HXTVu1Np9F3swLj8PlYKcK2evPvXM9MyTxZ7l1IO+TNUVkK4/vT5bWkgHPX9aa4YIUptQ5T1z60821W3rgD0r18RC8tjGABxSy3ksqVu/Avj7UkcOMYSaVtELaClnakd6tVLgTZEtVWYwZ6nG0bWnPqSMU3RhjG7pU2u6rXeY6ojE1tUpoZQncMkDqKiDLKkveSAdwVjpVUlQ07HJloLTtA7UdGDzUhKM4QTzzWvfhs+ALWXinAY1Vrmd/szYnkB1kON7pD6SOoQSNo9yfyq9dQfAD8O0GKqFF8S3mriEkJU+4gJUrHtVLyKLrstUPl0fLjUElJCkEdTj7VHXUoTjZkk9avr4mfh0vngxd1IW+Jlvd+pmQjlKk9jmqFTtIxn6qcJqatEZRcHTPq4S4D9KArjpmkD789lKlJi7tp+kbsZp2aamupBSjyx/zUd/A0vALkzTx/QOhqD+wL5YxMSHHFhUpvar/wCtpIOKXo2KSSGF/nxS9rT8dJLjKgCe+Tk0Z/Byno/z0xuNCQhpPB2CMok9zigqUU5C0rHsEDil78dmNlxUrBAwBnNNC3nZIWiOXUYPK1p459KfQlbFbcpwEAqcx6lNCkPSGyA24VH2Tx+dFxW/LaHmzuccHHelIKSBiSD+XNA39wI+cfT5bkhLST3AzQWbbbWlqcdzIP8A9lOQPyo0rWobPm20p7cVxIUCEmQ0oDvSoLFTc1KEbG0tIQOMJSBXd7a8bggJ79BRaSEjI2E+1Fsx1OulyYpJSDwjHX70DXR2W7G8oiJBDy/ZPH60xJFxW+FrtjgaHJS0kc/rUwYRESnalGwdxQ3ZEdngHaOB1pMLRHW5/wAi3ub02tKlHJP0lRpSi+RlbfmLZJHrhvpTsw5Df3EOJUSeCDQJMMyWlBnCFEcHGRTTvoBvTe7cXQwGXUE9CU8H2zS5tCXkeYhpwAH04oLNjaQ2gLcAWnklCdoz7daUJiOsp2plOY9Dg06AQrs8Jx0Pvx39/XOOlHYgtJ2lpeMdSk0YtqTtyqVkZ/qSKTypDzDWS+hZHO1KOcepqLaXYr8AH/4W79LiiPXAPFMlwt9jQouBtxZHQ8gD86focgzElwo2oHAKk43H86VrhOFBXhkj70JqXKGRGLDflpCoktcdk9vMVux9qc2rFbXU5XvdcUCFOLcJJp6bgEYQmIk4GTjFDVbc8/J7f05oqxjPF0/brdlyOosqx9Sgs5H55pQpn+VhM5zYedwVnP505LtwUAgMbdx5JB4ryISUKCSlSsDqQeKP2ER2TOuDYDEJ5RXnCcpzmi/J1LLa2vLZazxjbUxQxHJ6AHqcpowx46fxKSeeKTjfYyJRLdcWW0IkNxXxnqUnNI5loakPBLlqh4Jyrjr+1TsRWV/hIol22IXyhlOfVQqqWNS4oaK6k6fYaIc/2ebXgkq2uY+2PyrzVjsk2MW5OmHMDJ2FZCc9uQan8i0sHAcSVYGcA4o1u2p2CUqMsJIwMr7faj2I+AKad0NGlyPOkWx1CCT9JTuA9MU5p0fbPJUmXBKm0IwhstHv6c1aS47SRktLHfjHNFAQ3HQyG1+YoZIxnAqH5ZVVi4KAl+FeinnXJT9nLRRyd29A/Y4p3tnhPp2VGS5ADCAoH6QsKBJ47jP71dC4MR3JeY3J/wAJTxRLVuhRh/urDbefRAprFLpu0CRX+n/Dix6addkKjtea4kJBCd21I7Din9NmtzjhbZDZJGelSR59YIT5YyTgZHWlKmoxCQkNlZHZNXbUlQ7bK4vlriJQB5rbRzyMDNRp2zqlOoS2QWM7d5JJX69O1W1L03b7nkSYje3IOccmm6fadL6Ytz8163JW0wkqKlKJAFZp6Z5HyD7I5KvGnPDTTDlzlLSpS8lIxguKPQD2rO+q/FbWHiBLXDZk/wAMt5UQW2CQpQ9zSbxM1y9rfUrikqIhsKKGGM5SkCm22wijDp+nsCBz74rbGEcUaHjh7j5HizWK2sLZDbKVkqBUtQzk+5qz7vcHUqEGNI+raAQjCUoSBz+QqD6VjRkyTKurSjDYBUr6ggZxwCT716/ypc/zQ1/ucIkeYs/id9s/5CmnuLMsNlJCK+XFhyUtqC6pTDf/ABX/APGfQe1MSrm6twYO0f0p9q9KWXUhKEFEdvhI9T6/ekiWlKUp1aSOOM1YUPk7Iva48hoqIKVEpNF3EiZGcYeGUKGRz09KbbonzGFHug7sUn/iixbFqzucaQT6kjtRYhml6kvKIrlnioKQMpW8rpt9qS2SQblNREUfrzgqHQ46mmhV9dVuRLYIC+vHBqR2CHGkNBUFG12UfLHZKEf1H/KmuRMfH2FSFbYsjy2E/QCkZU59vahqiRGdkcsrefUPpSTuV+nQUpkS4MCOWLapKUtp2uyljjOOiR3NIIjzkxZj2xCmW1/8WUv/AIih357Vd0V9jgi2RnFiOttK3jyWWE7inn+pXQU9xPDyEUpdltoSDj6UAqUfYk/5ULTzUSGkGOnCOPqPVZHVR/yqQuXFDbSn3XNqEfSVdz/yj396sjFBbETOg9NspIVEbIHB4/ajHNBaXWlObc0Of8NKEz0uNpdUCkn8Kc/hFHongBJCsn0qTjFdCtjLJ8KNOS8hqN5Z9Qaj118DCoFdvlZ44BqyrfLU44EoIKj0z6VONJ6VvGqLi3aLLDEmQrBcWo/y2h6qP+VQye3CO6XBbhxzyz2wVmTbv4V6htaStcFS0YzuRzmou/anGCUPtqQoDJBGK+rVl+E/TMqE27q2c/OfKclttWxtB9gOaifiF8D2hb1DcFkW/BewdpC9yc+uDXLeux3wnR1P+lTa/UrPmV8qhHIIJHYUBKOpSOPXFXf4q/Czr/w4fdkNw13GClWQ6yCSke4qpBFEUn5lACh/SeorRjyQyq4uzDm02XTupoSx4KnBuV9Kc4JpYpceOMJSke/einJAQCQrAA6Gm16UZLuEEpA9OKsbRRQbIlreyhJz7igNpHUg56g0Fto8en3o8NBBGcAd89aQ+zgbJ4AHNHMqLKwsK5FBU43jagUZBjqlyENjJK1YxQmBKNGaWu+oJ/nxGHXEjASEjlRPQVoDRfgteoMdL05pKVOncvzO35VZ/ghoC06V0RDnvxmky5be8qWn6sHsM1Nrg5FbhktEOLc+lIo58GiCUV9yu06Y+WhCJGUG2QOQgbdxpvkWGNE/EtI9eam90htLbSFykM4HQkDGKiFwYtCHCDLU8s9h600WJ+Bldht7xjkDjPrRT0cISdoHHGBTs5HXt+lBQPU0gk7UngHOcdQaOiasblg9SMA8DnpSdeEpVhJJ6AUrfB242nBH6UhWXQvlQ56j1qLLYq2Elza5u6Z9e1dKk9f0ojKiv6l5pSy0lQxjjPBzQSpphZbHBA6ikcptOSSSMHvTi+43H4IwRjgdqbJD4eJ6j7j+1HQ4xbG93Kz/AFEA8GgIQsq3LOfTNKSyryyFnuaC0AHNqU5+4qFlih5YY2EjCEk5URyTTZrG7rtVqMZpSjIdOwY7D1p3WEsoVMcUlLTQKiSPSqrvt6Xfrm5JSpQa3YbT7D/WhK+SvJNR+lBMdDjq9y1jGd3HWpBb0oSPpySB1wOaY4xSkhtP4unHFPEEbUbFLG7vxwKdEIsc2yVK4AA4pY0Vf0k88UgbeSQNhJGB2p0iJUQAeRnrQux3fY7WZnzJCAo5559RXdfuMy3frbAXF2IRuPO31FONkjsx0mW4vCWwVKKj2xUfvklN4JcCSpxKiMp7jOQftUJ8NGXPK+EO+kLlJiKakRFALTz64NXE2+q5RGyh9Lu1KVuKHGVDnH6f2qiNLtvIkKZaWDuG4YzVpaTuclUZ2OrYfKUPvk9RWbVxuO5FUPgjOurUGJbjzKFNtdU7uh78VILExHmWyKtaEpSGlAj/ABYwc/t+1D1jbhItwfkPLLqCUIQnlJ9Sfyx+lEaU8lrT6XmwvehfO73BHH7VCUt+FBTsq7UkfbdX20I8tIWfpScCjdOxX1NvBO3YQc5H1E7Tz9qX3W3ly6zXHd6A5gp39yeeKW6NegNPOpkRi6roXM8IGDV0pXj4CPDDIjTzpi+WnJ+VVg4/5SaYykuPymnpSXCvOVo4BJFS1FwiNqtzrQTlSFoxnjOCKhUpx+RcykR2m8AKIB4Ax1z61DA3bslJWQR4hmbLhrBJQk4OM7R1zVbMgCa+taSQHCBj71durI1viR5VxhKy462ltYGD1ODVPXVyOzcX0RkcqUc8Vug04WZ5dhTstDacMNhK1dT3FI20KUR5nJPc0LHmKyBnHrQxxwR9qbYNBpIwEjt6VwFIBWsjOOn5UArSndzknjrQU71rHfn0xmgQYdy1hJ68dqOK0tp2JTk+lFrdS3wgnd04FcwEAleN3Ue1DJHSoITtTkqIoKWxz9Ssjn7VxALi9/XjvQyApRPahCBJxwT0FdCkoSp5RIINF7/p25NJZr5UA2kjCeoBoAJWtTji3VY55+9dJQBlI6elATuxhQGFdPtQ2wCe3rR0x0HxwFdDk+9Ks5WEtnrx3oltQCeOCoYo6KjJLhTwgYyaGw6DONxQM4HBrw56cq6/auJQSSlIySaMK0oThPKz14oGgRAxk8lQ6elFrWlIP2rpISgqUcZ7ZpulyFKVjceOKO+w4AyXC8oJI4FcSngjGeKLQFKG0Zz9qPaSkHGBtH7UhdhqAEpzzgDjilcJKVqLrhO0dfakQ+s7cEgU5tMIQ0FOnryBT4DoUl4rwhhkJR64o1vjg496IStx3HG1vtx1o5H4E46elSEDBAO7GT6GgtodkPbEp/Fx1zQVqUtQbQklZ4A9am+nLLCtDCJt0wt48paHJFNO+htfIbpvRwUG5tzQA0kZS2f6jT/crk2yjyWjtSkbQlJ6Cm+fdLjIwlADDJHCQeaZ5UgEH6yVY6HmpNUgoFLneYskqznnJpqmPrV9OcEE8UVIdJ59Dj7UkWspAO4+mCag3fYI648OgV0GfvRC3kAAECiVOKHCTzn060WpzOD3FK/I6BOLUs4SfxdM0J11MNkBKhuxg5osOeSlTqsZPIB9KQrUp93JyQTgCm3wC4DGUlxwrUOOuDRq1hxaQBgd/Si3HPLSWgAT2oCnShJAPUc0mByS6Vq2JxgH0rqAB+LhIHFBaCOXMdOuaJlPqWChPPFL9x1YCQ+XCQn8PI60WjjBGCR1JoDacJycHg59a8peMkKx3o6DoHIeO3AJpMhBUoLBOT+1dUFLV9Rznnn1ozPlhIJyQO/NA2ccBUPLBIGaCy2lCt2Mgc5NGstKkOA7tqB1zQ7lKZZZ8ts8gY6UB2M9xd81a6KizpMcBDZJ5z/9Gi3DuUSemc5rqCpH0o5UemRS8idsexdlJAU7ycdOlcTc0vEqJximdTLr6xuP5UcmI4TsBwD14pggTr7rrpdKCpOcAke9HJffRtWVkAdhRsWK81g71EHrxxSkxBjatOfahMdfI3mdJUTtGSBXipxXLhUs/elojJGDj9q8GkjJAFCBpeBKlwp/A0E5HUihDz3OSs4T0ApSUoIGUp+x+9Axg5B6GjoXAW03/Uoc0pSUhQJAAA4NFYOAFAD8q7g7ucDHTmgBSCB+H70FTuBkqyD19qA3lSMc8nPXvXU5QR6e1FA1Ych8/hUBmlTC0lOTwfekbZCzgkkJo9KwM7e+OvpQHYeZCsFOMd8Z61xt1R74yaTKSpYJURgDjjmj2BuwMkGhPwSQ5xgGWVrCuD0zQW3G4zT8tXJQg4SaBJfCWkMI4BIPTFCRF+ZguIUBtUACfWn+qkN0lZHYUaRdpCuFbd3p29KntojKt1qW002naXyACDkKCRTZBhIt/DaMAAU8xbqlm3ttFPJcWo47/wDeK348Tx0zJKW4OQt3yktqSBkHk9qXxZTiPoIQQFA+uaQokpfKAWyN2TjFCKilxKkJxt4rbjzbemVyg2SFM9CE8YyR9I9qTNy1LdJBPPJNNof+kqwcgbfvSqHsBIUclQ5xVryJq0RWOiTWxW8heTnHBI7VPrG+G44xxz1A7VX1vKUbcEjJxweMGpnapQQlLe5IGP3FUTzNFkcZP4c1bjQYQnBcwnOOlSZMpTURW4AEJCeKhlnlFSkkHASOwzzSy+3n5KMkFQ3Kyog1heXdOzUsVJIerZcUuznnAkcdDVU+I17dVpFie/IBHzssFspyHElZAHp6/wCVTPTk/Yg/Vu3AkkdqpnxturVjgwbaiQpLJSt5TecglayelVZ5ucdpbiUYPc/5FOX66It7SiyoJcePAB6CoYp1bjhWo5zk5zQrjOeuMtTy1Y3cjjp9q8wjKgkEdu1ZRdskNmU3CQZjxCUNjJJNM1/uMO4R3Ql9Kl53DB6muXh8pjogIIODlf39KjsiI8glSQcU7ojkdukOFj1HJtiTEX/MYUrIB/pNS9jVkBxCC4+EnHIziq2LLgODkVzY4nI/eouKkQUmi24OtoVsfTIZdSrbz1pZcvFRdwQW13FSG+vlpAAqmgh0qyKOaZXv+ong80tqHvaJ3LlXTW89m32aM5LdyMqAxge57VamgPh8atTzV81M61McRhxLCU/Sk5yOD+Kqp0hq6RpdWYDSEleNxHBJ+9WhbPGu6ycNvv7EpTgoT9KVH3rBqYama24Wkgci941wetsZxTpdI3gJ27fLCfT1FATe1LkmO5Z1Ppc/mAt8YT7H/WqNc8XJLz6FmVkJ4KFgEEe3an9jxZaZaQtuOvzHQUuEentiuVP03LKVyQJR7LYLtsbuLJWiQz5o+sLyoIBHcg02vydJtzZNrDTzyJjZadUhG5ISe/A4HTvUdtvifBQllxpQcdSgpUHTuCgeoOaMm6rauED5ZuG0ylSt5DeScfepPTSgn9LvwTbTM6+Jek3NJ6plRWslhSitpRGNyT0NMUV1acLP1E+/FXZ4mWhvVFnQ9FU18zESSkFWVFPpjFUSXBCKwrqk4xXd0mSUsaU1TRVJc8D8uU1HbS6og5H4RSRJTctzTkzyU5wEjJ/sKbIrcm7SEtI3KKjgBPJPoBWhfDr4RfEjU8Jm6SoDdmYkYLAmAh573S2AVY9yBWlytcukOMaMz3u2P2x9LrTpKc5StJIrY3wBfDrbPEa6HxZ1+1vtFnexCiut/RKeT1WrPVKeOO5+1SSb/wCz7ua7I05qLV8NmU64lDEZtlRcV68nHbmrt8Q9W2T4d/B+DouxNtR1R4iY7SWwAeByT7k5J+9U5Z7VUX2WKKuxH8T3xUvWBLmi9ETExw2ny1LaONuOMCsQ3vXOrbzLVMnahmrWVZ3eaetMl+1NOv12fuMl1Ti3VFZ5pvMlR/8AMr1qUI7FRBvcWDA1xetY6el+HuqZy5zKkKchOvqKlMrAzgE84PpWcLzBXbri/FWCFNrIFWnYZ7jF+jLRnchQ5I61CPEZLY1NLLaQAVk9aOpcCf6T6kBjeAEyXeen1GuNxFeYVCU6R6FWR+9edDr6FN7kgEYJ6UdChtxYwYQ6CEc8qJP6mlYqCpALCCEzXNxHYjiiG27q7hKpeG8854IFOZZxjK0kevehhAWAlCqQUJWrbBAKVYWVdSo5zSpESOW9qQnaP0oTaEICgSD+XeuqR9J24AI6kZoFYUuGweAAf8658inyyttkrH/LzRAtkl1wuGSfL7JHFLAwpGCARtI79aKGNirc5JWB8qoJPUkYAo1u0NNHcIjZVjqTTpl5xPQfYGilyTH4dbxjuVZo6CxumLTBYXJkMIQhA5Oeg/SgxwX2RIbYSUrGUndSt+6R3QW0sF04yU43c0e01ImMYfQljPCQk8gUANq3WY6wHWiNx7DPNBk22LNTlyK9jpwSM0+s25iOMpBWr/ETk14M53JCyrueaOGAxwbXDggoisOoIHJJJ/uaWBzYQnC8p6mnFth3B2nj3pMuFNQkhK1OKJ4JSAMenFJJR6GwCHxnCFKUO/FEu3GSHks+QtQV/UAMJHvS+KzcEErdjtHH4Uk/3pQ0/cFPIDlshBIOVbSvKh6U+xCDYhSUqeWeeoxxXPn7FDcSw48w26703dT+dPEx1cp5Py9qYjNA/UrzFKJ+wNN7rCQ9tVDQpJ6qxxSpeRoOSmK4QWghY9iKOcSwRhwJIPGKA02y3jyW22+OR0oiVZJNwIDVyUw2DlXlY3K9vajhAGoWh1agw3gp4JJoxtL6T9XOT0FKI7CYyExwneEpxvJ5/OlA2FONw6frQMSKaWtY2qUAOfp4rp3IP15zShBbB2+YkH1zRcmGiQB5j+AD/ScUAJHbgxFGHgpRPfFFM3iE8tTZUnI9U8UpXAaCTtnLz17YobbQaBG9tQA7jAoTDsIaMZs+e46FKP5Cj2JjcrlKk4Bx1pDNs7VwktPqnSo6WznayobVffinVtqChIDaCSkehoCgpaUA9Uj86a5V4ix3/l1rK1DnAyafFIawCWl//DRRTHKiDCyrsSgUmvgBvjLVOZKi2tpJyAT1x60c1CbjJIQnkj8ZPJpaVNIQCpk59xQQ+yc70Dg96EMQuAkENLSojqN1J20SQ8AGm89Crd2pzDDasqDASFHPFcCClZKVhKfTGSaLFQmeQpIBQnev7UZFjqSjK2wCo9DQ3HnGzkFJA796IdlqcV5SXHG88bgAcUAKltIGdyAcelVH8RF7Ns0NLbjsuoL2G9+cAev36VaSdjZ2ruLq/X/vFU78TjCHvD94NvD+U6lZ3KyaI9ob6MkWRxS5BdXuO5Xfrz3+9TGMstpAUcGq/s1w2Hbk5zjP+lSJuUteHAsnBxTy2adO1Q6Qro7N1NGjT0LchsODDIOEnuc/epddX5eoZXzDgS00c7G0DahCfXFQq2Jdk3SOllP81TgA/M96nN9lMoX/AAq3LS4EAJedQOFEdk+1GPoNY7kmMUzy3FBtoDyW+nufWgpjpcjuqUM44GOldkJDYLYHPXPSjJGY8FDZ+lSzvyTzVpkGGTDbIISQRzxUTnlFncc83hByR3zUzfWlJOOeetRvVVrNzhFTaf5rf1J9/UUPgFyQJK0vOlWAQpWdp7VL7euNbYIdeSoJ8vCEJz9ajziojHYdQ+EuJ74NTZxluQ9FQpKfKYZC8diacAyILZZk3N4SJiNrSeG2k8JSPtTu4EsJbhtcFeCrttTSdiQE4JAHGa7GKVqduEpZS2TnJ/sKuXHZUPzMluFEMqUooYb7gcq9AKQN3SVd3hMlL2tMnDLQPCRTBOuzt4lIZT9EZs/SkcAf60rbkhCSARgDFOwolrUxx7agDj7+lHyJS21oR5hSAOTTPbJTbLCpMg/QnCQM/iV2FGRXHZszesBWOduM89hU075Cic6aQqY+1HaC3HXVhCAB3PAra3hHpe36NsTLLbafmHQFvudSpZ681mvwO0k7crwi6zGAhiCApI6ZWen6VqGBIajNjDnAHr0rg+oajfl2LpHofTtP7eLf5f8AkWVFuQWkAGlbj7bicKPNQa33plaglDwz96XuXYNgK3j8jWRzTNyi7oN1HZ4FzYWzKYQ4hQwQQCDWLPiQ+Ga0y2ZOotJspizUAuKbQPoX7YrYUu+NOJIKxn2qvNczG37e8MbgUkEVV7ssMt0HyXrEs0XCa4Z8op0aQ1KdiSUKQtlZQtJ9Rwa422hv6VYweanHjDAaia5nrYa2IeXvAHrnmoc2ykgYzXosct8FI8jnxrFkcPgLBPRIAI5ofluqP1dPvRwbASTgfpXi62nlRAP3qZVQBLJBJOce5qaeF9kauurILDqQpCXQpY9QOTUMXJbJ2o5Pbmrh+GW3P3XXcdwMFTLAK3FEfSkAcmmuBpcmvEQLi9CamznUQoyGwUIVxsbA4P6VA9S6/L8v5HTbLi2WMpDpHK1eop01Pd7prK4rslmW4YTKsPPD+v8A6UKHYYdlASzEDriRyT0z60k2a4xpWyPxLXqG8/zrg4WGlckrVjijZUmyWUbI6fm5HdXXmne4JutxAbH0Nj/DTcqBbbf9TrQWvPfmpLgnY1Ik3i6rJ27G/THFGqtzqEkOKJweaHIvhALcZATjjOKZnrtOWtQ800m7JRTfSDn0lKsFX0jjpSJSAvnjcO5pM/cvL3F1059MmkSrq6r6WSMepqKkXUxe4GmQSsj6ecY4pE/egjllGMdx0zTTNlyX1ErUSCD7UmYQtwJVnIx9wag5E1D5F7sp+UreVKO49egHFDbac6lecdD3r0djCQcj6hzShSSjqDjp0pjS8IRS3HQnCiD+fWgxVFtAJBy56dh60TIc8yQGzjanrzTdqDUTFlhqfUUlxfDaM+3ApLkjOSiuRp8RtTKDLenoLmSsBT+OcDsP86iDO1psBXKuvHam/wCaeffcnS1lTjqick+tK0HorOT7VOvBhc7djjB2pJUrlXXrTg04CojkHvimpp/y+CrqMcDvS6IQtWOfvRXkknQ/QlbOMZx0GKdoBdefTkYSOuKY47oRgIBOakFkStZSR1UQBih2uid2x11TLFm0muQFfzH1JaSOxz2/amSySWZLLTrwBRIGxwoyAknpRHivNUhVvs27KW0ease56ftR2hwhUARXMHzgSgnsoHiqcv6LM2R3IkTER+1ym5KYyWEEqCEA56df9amekC1cZSVtQiX38tkZwAfXFNLTDd0tiS3G3zcBteFY2kd/zFD01qpq3LXEkp8h5CsoUDjp71TfuRoX6VZao0g+/bHkPyQ2pSMKJGSg9P0IqvIMsRhLtqZCVsxXCkDoTg8nj7VKrtriTN0rMYtvl/NNs7UYJKlk9f2qutJzz82/CfigrW2d6j+JHrVMccoxkmCY26slKul0ZDD5SEISVJAxgDimaxqis3p0F5wbljCU9Dz3py1UHbXcEOFIDamSEkdVfemrS0VU2budkJYHG7PVQz0HvzVqX8P+QJ8ju2lt9MBOSAHFAjuOtR915mHIcZSlXluDaoq6knvn0qQJiOxlR2ULUrbIUMk9smohdXVpnqQHvM4xkDhJ9KMX1PkbfwK7bFt8d6SJcdDsV5sJTvOeSeoqu/EjQc3TkhF1jhD1unDch5J4So/0H3qWrkSVOtx15UlOSPepLqdtN10QzaH2zl/Hl47K9a0bnCkVNWZyylJJH7GulxYACDlRNdeaXHccZWlW5CinH2oG0gYKfzFXWRBpSUqKiMnivF7yklKOVHiuKWU428mutJ2HcrBPX7UAHRk4HnLAVnnIrxJfd4GB3wKCpSnfpSCR3Aoai2wCAs5PGM0If3OrKUcZ4T6d6AgDGVcnOcUWvJO8jGexPFeK+AO59R3oQAXXcAkE8cCkKSrO4nkk80e6pSjsSrIHWiSMAcetIKBcntyeM4oxISlW0ggY4oIAIGRz6UJBzkHin0PrkNHB4zk+1LQhKWkoHJPJ5pNHRuVuPb1o4uqdWUt8DOBigQPeBhCOcd88811GED6l5PevbQwAFk7zzSV94JCiFZNIAMp9QOzb175pKOVbs9K4dxyscnrihjrtCSM9cUx/YEkkq4PFGJIB2jHI6mgpz1BwenNGIweeffFIKDmMqOeB0FOKGk7Q46vCE9j1NI4ja3MrCDjGOnFLDCnycLLDmxP/AC1JIX7AfPU84MApQOUij0hxagkYJ7ClULT10mNlxqOQE9ATjNSDTelnJLhckja03jeT6+gp1Y0mA01ZXnVfMIQCrOCtQ4RUlcbjxEgBXmOHOVnqaOmSWYTIixMISByBjmo/NuCSdu4Ejk89KlwhsPlyeVE9un1ZBpuku5+okcnr0pOuYSCVLPPXBpK/LzlJ4+46Um9wkkBdeylX1E84GO4ohx1OwFZ59M0Bx0LBxnJ6Ck7roUAgqxj1PNIZ5SiQoKIGM8H3osKUFbiBjBAGa5kE8k4B/WiXnd30DkZx70hI866X3ACr6R+dDQEoRkjOM/2ohCSk4P64rzjn05HCf2FIYLeCVKI6dMmikqKl7icn+9cLiCRk9DQFrzwOlAUCfkhPIIAPBwOnrSYrOSc55xXlKCuCrPaunO7AA+wobCwOcJ4OPSgq+nG44B7d6GtbSQEkjceK4WVOAr7D96OxoAHeiQMJ/wC+9GN4UQSCc0FtlQOCOMUsbbS0Mn0+1CHfkC5tjMkBWMjNMklbjysY49fWllxmFX0pOR2xTcBx9SgSaQVxYX9KTycDqaOitec6E4zz+lFqTj8Q9vtTnZ20qUV44PA46UIXQsagpQcpGQO+M0pbikbgR/2KMwBtIJPtQiHHOec55NSQgpLaSk5BBzjpXXiAAAMgDr3owqSjqSD26UQtxGdwOSfbqaSCmgspSQe+DRZByU7Rg9/Wjh7A5/agq+g5CsdulMYUU87lDOPSuAEAnAwemK6QMhRXnFdITjdkAE8jND6EgsqSR3zjpQVJSc7QfXB7GvLWhROCTk0E7uMJOSaAo6lXAIHA9aNC09VcnpyKICtoODz7UP8AmY34BGOaSGKEq+sFBSARQ9wGcnnpjPWk7ByvOO1HKTu3EZwTxQNAgojGQQKVRik4PP6c03qCt4CTz3peykNM71Ec8igaQatRLw25z6HvT1Fab+XQ2tQHPPIGaYmeDlShntS1bbbgAUopyOKv06+tMryvgcVKbSklLqSU5zznHpzTtHjR4zLSZHy6nC2Cc9cnnGfzpjYhZLbJSAp0hKgRQ3W21yyoEkAKwQa25vrVGeC2uxyelI83I5R0GFE0a0+5u3EFIHJIV1qPch0ZB2dc/nTrFkpcIbDmCRnpUI4lW1knKXYrMrcoIUBgnAI4+ruDTvBbC0gkbR2qPeW446tIOVbd/wBI7g9f0p1grebc2AlSOTzxUfc9p7CajaskUV4qIaCiFJxg1JIMd9W0uHOeMHufyqOwFMlGC3yOSSehxUxs7iCpMjYNrfGexNVybl2W4o8qiR2r/wCpzfnOLU2jGVIKs4qM3XUC7rdfl2V5aSckZqP6314hpZtkF7KgcLPvTPpyc4FpeWsElXOTVKpI1t7uC3bfOSxBVsXtKk7U4Pc8fesxeOWq133VTkZLhU1EAaRg8cDFW9qTWKbNY5ExZShbaMN5OMuEYH6day9cZ71xmuy3FFSnFFWfWoSZVkaqkFtgdSTj9ak+jrfBuN4jtXFS0Rt48wtpyo+wHcmow2NykgHPr7VONDz5NmuTM2BhMhlW4EoCykf4k5/qFVlaajyaUtfwjaa1Jbmbs/Am2+K6jzFO+aVOgdiU4xn2AqOaw+CK9W6Km4advDUqEv6k70q3J++BWkPAa6zb5ZocBSpjbE5sqjxIiyqbKIxuekPf+GnPAAI+1WNe9H2S1IXAuYMcTQUqbROky1jjuNpAP6fek4u+yKmn2j5K37S79kuki1yNpcjuKQojvg0zuW9QyPatH/Ed4OXHw91M7JQhyXbZaiuPI2kZHUg57jNUetDO47msY70vAmq5I58k6nCyk5A6YoxDW0KK0E8cGn4NxwnPlq49aJW20g7uD04IpoVDa2HFJwABij2HZbecJyOmaVIbYIAIGFdfalaWoaAAp05HOB0o8gIfNeWgJW2Oeh7g9q5E1JcW8sOOhZbyE54/OnJLsTZtIB7dP+8UxTG4zE5aErBSv6hj1NAiQRtVXFlQyw0rjrt5p3Z8RrqxhCY6fpGQNxqJp3pT14PT0xRgd24LqMp9qQ6JkjxNdO4PwQVEcnPSoDqmczLcXIjNFoOLyR2Bo99xhYwCftiiFpYdSW14I5BGaEJllfDI8w14k2l8JguSxvMITOWvmMfTkHqeuPetfxviCuOhZt2maylefqRkFmMEoBYZHqnsT1HTisO+EtrtMjW0Jq7XVEGI0VPhxefxoGUpGO5OKm96lPas1ZKYdvTLaE7yX319QnokD1NTsaVmsPBjxS1br/Vty1HqZ54ttNI+V8wkpSV5JV9iAKz/APFF4kXLVGsHYbj4WyyoowDx+lX34UaVn6S8MI67iVqnztzpK/xBJSdo/JOKxh4nS3kavnB0knzFcmqd2/J+xOtsRpjKwn+Y6MA8jsRRvnAZDaMpV+E00pUVdFEjPJ70c3IS2ACMJPTJ5qx/BBDnblk3JpaxtSg7jntioJq2WudeX30gkFRqXOPLaiqWkEOPJx07VGnYKluFbgOVE5470vNi5So+tXy0YYBKfsKCpENCiFDIH/LmgRpZecwHE5HUFVLwWwlTjrjaEAHJ9Ki0JDHKlw04abwnKuqkECkL5nSnS3CipQnHClK/yqToZS9/Mb2uBQ4wAaAbIXV+ahlSVjunINDH0NcGxvpQn5mW4T1KUn/OnD+H4ThCV4Hqrk0am3XJlKlpQ4sA4xRkdqWEgORZAJPuaYhvchqbBJdWMdgo0FMJ1f1CaoJxnBzmnh63L6uNOAdec0nTb0u/ShCkjPGaXIxGFMR2lqelqIQMqPoKJYRY7mgPrleahZwAlZpwdsDC0qSrJUo5IBPPvQE2GQyB5BSlI45RmjjyAQq2W5B/3YlCe+1ZyaKchvJO5mS4kHoCd1OTcGa0QnyNwPonFK240oEb2FAHpkigBiMy5xhgtpcH70tjT97WS0Nx6jNPjVtdJAca4PPPNcfs6CUgRgoZyaBjSHZB4S2kfnRiROUCQls57c06osjTid6kEZ4wlWK6NLNrV5vzDiVJ5Tzn9qAGR9M9LqGt7YU4fpTg5NKW7fd0oU841yfcZqQM2pTWFJfWVDqrHalXluIaUpbqiE88pp0RIfGXJklaZEWQzsOMrTgK9xilibf8ykYUonOMA0/MuxXgUpQ6k9cqbIH70NMGKsqLhJA45TRQWRSZpdL42OeaSRgALIoMLSD0JalNPvrKh0W4VAVLxbYnAClAZ4woijPliggpXwB3pUOyNt2iRHSUiOk++eT+tASHEcO211HJGdoP9qkrjBKklRSQDnJHNDDUZagsBSgnoB60NBbI63CRITnyQcnunvS1GnnNuUthGe9PqH0trCEs/mBSgyEYwAFHriigsjH+z8wZKSMDoMDmgfw+ehW1TKCcdBUnDqyn6kDJPQHjFBbLO9Q2KyTknFAJkeTaZbyBuYCT3G6lCLE7uxtTin0raQMAZ9xXWZLCgr6FDHHI60UFsZV6ekpTuS5j3zSM2S5EpKHU4HXI/wBKk5lNoG0JAHRIopL+1QS2hIHUgDk0UFsjqtKzlJKnpfJ5AA6UQnRcoOblTyEk52hNSxa9/KxgUnU4XDhteO2R1ooNzGVGl3Gjn511WOxAxQ/4UpSVIU4U++0U9JakKUdzuU+h7Culp49OB6g0qQ02MKrE4pACTkd1KGCaId0p8wve47xjtxUjU27gJCsAcZzmvKDmANwGO/rTpISbI0zpP6VJMhSRuBBGMgfnUJ8ZPDaDqHRVxjhLjkhLClN4P9QGR/arXVG+YAJIH/MkYNEPWdhbDqAtY3g55zzSryhqTPklIbet05xhaSlSFlKgRjkGn+3ySpolStvrnmrC+JDwlf0fraXPjMlEGe8XWVk55PKvtyaqyEst7kZ49SanNbo8FmKWyVE50chyXeGW0HK1K4J/p461MJTEW3BaUrS46eMp55qBaRneVdmBkp3Kwcdwe1Wa3ZI8hSlqVj7UorwTz8yI5EhqlysrGG2/qWSelJbm/wCc+okYRnAHt2qR3ZLcKN8jCaUEnlZHc1FpYJyknn7VNFPQhfGckJGeoprfeLaju6U7OAkA7QQPbp2pkuhZbKlFWDindiIzd2mTOD7ICd3JGP3p7V9NrRIBytaQ2Py5pgnuJ84LSgpT0Bz+dOCLkZVvbi7uGiSkAevWlF80TnTiKg4kJClEDA596brnPcklLCMpbTwkDv70Y4oqTu3fcUikBQwocDH71ZZTQbEUmP6ZAz/3+tLI5XIcSgdVegpqaKlnalIPqc0/RNkGEuUoZcAISO+TRfkKsPdl+bMbitKPlM4GAeN3c1KtPeXHlFShlfJHt6VBrCS7K3qOSpXPqealSLiiAHpTg5HCM9xUraToIpOSRrXw4uDNl03Fa/8AEdSHXD3KjUof1SpTZSF9qoPSOr/noDKkL3BKUg4PpUqRe1uYBJ54FeS1G7e2+z3GCMXBUT1rVEhiVvRII5yeak6dceZGBU9lWPWqbfuIA5VlXXOOPypKL+4j6Nxz+dV2zTGEW+S2pOuG2z9ThxTBqnW8Z+3upCwMA9KrOdfZKkHa5071EbzfJbyVMpVwffirIQcuyyahBcFPeMMlEi/iWACVbhn86gPzISeMZx3qX+JoK5TA9Crqc1Cm2icAoBI4Br0Wn/7aR4XW855A1POkkAnkc0FOSNuSU9+e9KG4TziCsJxzjmni26fZfWgvuYSfQdqu4RmS+BnhwXZT6WmkFRWQkYHeth+DekrnY9LM2G2QNtwugDkx5I+pto9E5+3X71U/hnp6BLvMfyreENNupG5YBUsj0+9bf05abbpOwfPzH246ikLkvH8XT8IpWXY4qPI22fTC7JA8gRGY7DSNzzyuB7knvUPv+ttPNOqjwj5qG/pzj8R5GaDrjXF31s7/AAewNOMWxBwSON+O5NRRvT8ZhZQprescFXWpcIuir7BTNbuSklmEwQCcZApkmT3wlTspS09+T1qQyWLbY4vmPNpLihwkVE1tS79LVIkp8ths8J7AVG2XKmuADUuRP3IjNYA4KiOKRTpIiAtebvdPGAelK7vdhDY+QtykJAH1EDkj/vNMDSFLPmOZO7qT1qLuyxKwCkOOblryCT36iilOkKwjt0pQ4jOMnKR70QloKO7ik2kWKL8nmwVYTxg9c0sbbbQcFQGeuaC00lIBwOB0x3FHgAIyoDGcg4p9ck31QoaU0e5OBjGOKKmzW2WlqIwAMJFeT9AKgDwOTmmmc+XXSTgIb6k0dlcpbehDImNMsLkrJSOSrjtVVX68u3q9+dIX/u7RykHvjvTxrrVaFbrbFcwM4WUnt6VCm1qkr8xZAA4x61NKjnZMjk6HRhanllw8IT0FLG384wnr6U2MPKIKRkAcDA6UqadSOUmgha7HFlwnp/1FOsbKU5UrKj6GmeKoOfUchI/OnFl5KU7iMEnGen7U30TTHeOVl1KAeVHGKsPSEJK5KCEja1jk9OKry0BxxZeWnrwn3qwras2OwyZzhypDKlJAHfHH70n8FkXxZA9Zz27tqac/KP0pcLTZT2SOKW6R2qSpLSkgpcGwlX1K9OPTj96iD0pcxwLIypaypfbFL9P3F+FcUlkoSVHGSOgNVS5TRmbL9tjMRDaLknPlyB5UhJONqumaYdYQIkBRkfLbWElKAoHO446j2NH2ebmGp0ub2HhsdPQbuyqaL4k3GA608txxcb6EBJ65/CTWPG9ky1JyQnsurZFnnsy2drraFZ2K5qxlztMapU1c2Y/yVxUgqUpBASo9wQOvWqOgJJJbKTlCsGrL0xpq63S3sSog2oQog4PbHJNT1KVbiUEnwxH4pQDBlQzjzNze4OJVlJTnioxp68R4c9G9sOHvnjB9auxHhk9PsrsK6XBJcSCUEjIKeSMH2qjl2NpF1W0gKcKVFILeecGjBkjKFfBVKNPgk7l5gv8AlKA2lMs/3NQu+PZuSwkoxyRtHUZ70qejvsyBHAUR8yeg7ZqPyw+m4KUppSd/Pfnk1LDFJ2hW6F7XmF1DnUHqfWpNIuSXJsG3pjKU1FbDriM9yOM1Fmw6go3JXg9+gzTghmZGbeubgWELAQCRysZ4A9asnXkjVlZ+IGnzb7gu5x21Bh87j6JUTUSPmHGFH0J7Vdtys93udtXBatHnNTUfSVDJT16VWsjQOrmW3FCyP+W3nK0ozj8qthNNUDXwRsJAV9JySep7UYnIOEfUo/i56Uoj2q4yZqLdFhOqkLO0ICDuJq27V8MXiTItibi/ARESsBWHlYUc9PtUpSjHsSi30VGhSGE4A+r1pM4orXzg+vtV6WP4R/E2/uvJdaixWkcpcW5gL+1HXr4NvFK0RnZbKYcpDQzht0AkewNQ9/GnTZLZIolKTkf4ewotxta1qKGlH0wO9aT8P/hsgx2G7hryS4SRkxGjg49zV1aU8JPDmCyh6HpWIG8EoceQHFfvRPNDGrYRjbMDsWG8ycKYtslYP+Fomursd2YaU+9bZKW0HBPlkDP6V9AnZVhtFucUxEgsqdd8lG1oHCQccAVd9tt2hmtItWd/S9tlNSGgXg5HSd5I5J4qiOsUsTytcW1/Ts7H/S0lFN8tX/U+QJSoHbtwQe/ajUozx1x+9a4+J34X7Raob2v/AA0hFqIhW6bARz5f/Mj29qywmz3BXKY6gOevFX4ssc0d0Tm6jTy08tsghhKSQScHH70aVNMpUMgqz0FOLWmpbpAdcQ0kjOSrJpfE01GjgqfkJUonrirlEzWRclboyASo9scii/4dcJCv5cZYSO+KnbFrgtSGxw4nBzgYI96c1WiI4sFOG0E4yf8Av3o2sNyK6Z07cXQAlgZ45zyKcoujpinUh5wJR34zj2qUy3oltUVRQVEDH1Dgn8qJYvL6h5SlncrnOOn2qSj8hddDedM2WP8AypMhW5XTKulK4ukLMGtrkpRKuee//f8AnSS9IZcZS6HClwcgk8muRbiplKAvBOBzntQkhN2Wj4c6Gs+qtUWrRzEgMme+hkq2Z2bj1rabP/s9tFSIO1GuZqXinj+SnZmsdfDW6uV4q224JSVCGouqx2wccV9OLdrKNHt6pkmWlttpGVFRwAMVRmyuMlGJ1dDg3Qcmv7WYE8c/hpvPgrcIzKrxGuEGbny3W8pUkDruFVRcJLMKOYrDiGmgPqJODVp/Fh48Q9XaweagTkOMQgWWvqyn3NZZuN6VPWpyVMUv0CR2q2Le1buzLqlBZKh0SmdOgEKQZhV6EHim92PHXlTDigOuSaiLkpgr2tqdJI5J70oQ5MBKY/mLz1Tj3ouzPQ9OMOpVhD+QPf8AakrwfQQtSSSeARRLEG+yCFIbUnIxhRpzj6fu24KfkIQM/h60B0M7j4B2HOSPXpRK3k4GAeTUs/2UYkACQcrPdPBApS1oCIEpUtxSCrGeeaNr8AQkPH8We2KCSAjZ36+9TCToJrzMMy9p46ivI8N5SvrTIzz1I7UKIIhvmBtISBz0oClAH6wcZ9etSafoa5RElZWlSE/1E0xTLROjgOqa3oV/UjkUqp8gIVqGOpzk9qLPIOF89+K8Soggg56HdXiUgZUDwMDigLO7QrO44xz+Ve37k4SRn1NELcWo4B+nvQ2ikdSeecDtQhgFtq3biQT/AGFDQ4pBKUpCvTPalOGTg4Gc4AHWhpab69Oewo6GBQUFIKkkg4wBREuWANqeh6jFCkuoaSQE8U2Oubl7k9e32o5BL5C1KU4rJ6Z4xXCMDA5ro3dCO2a4fp/CDkUgoCAsuBIwe2BUngRUMx0pOOehxTVYbcqZIU6ocJ/vUlcZUwPojheMfTUkJhLj7SAcblE8cJzXGkPyAf5KikD7A+tFuz56MJajIRjgEjpSRyTdVpPmLA+3ehsa5FrrkZkBCmSonFI3H0H8KAnBz9qSL8whJdcUSBwOprn1JGUo69Sf3oTVBXPIpWtSk568elFL6g78cYoBKiAQSM9MVxKcY3pxR+4qBkqAxjgelAIJIIVwOvtXgCSQDweveg7eTk+/pR0AIfUrcCMZ5wKEkYB74wc5oCAMfl2oaG15HG0Hg0dAe2kqJITj1NGhJKMlPfqO1dQzyAo8Zyf8qGkEfSSRzwKQ0zzYSSAE44yAP86G62pKfpSO2TQ2U5PTJPfNGlIV/LVx60UCCGWlqOVAhI6c8Vx6QlStqRgJGOaDMlCOjyRxn+1I2t6lAk7h9qSGPMIOOqBTkgHJ+1OQSt3JUrYQfp96DbGHGoqnGmSta8JGBnAo1cefhJXFWkHjOK26aL5kyjM+Q2Gw+6pxxtXmeWg8ehPFJ0uBtJw0RkmnG0OG2Q3Zj7yQHFlBSFZIAx1HbvRXzTEhX0MgKI5UT1NTlNN0yHgHHebcjqiqaQpJVuCiOU0NmI2VgtD6vxZolDKmfqQjIHJwaNakZCkkEK9h2p3XQxU2pQUk8hxIIOPSnWIltJ25yVDBI9aaYw84kbSMcZp+s8BrzSuQ9sKQAAOcmqZUnZZFN8DnCWlBEfCiFcKyRmi9WarFit/8NgugvOJ+r1RRWqtQ2zTkFPy6guW4kj12+hNVJJuci6SlSH3VKKlZO49TVTlZemo8D0w6444HnVlSlHr3NS+xueUhLrgKucIQOqj2qGWgshwKUsjH607SdYRrNFdnKGVJSpMVJwcr6FX5dqjfyTUqGTxW1UJUlNnYWdkfhZB4U4ep/wAqrrcE85yT2oU6aubMclOqyVqJPNFx0+e4Cfwp65qtuyhu3Y6WmJ8w82ycgKIUv2FXFpTQcu4uNGxxXpEs4KUtNlZz9hS3wl8JLm5ahf7naJCfmdq2wpBT/L7AcdxWnNH6wlaBt0cWqCh5ttQCmw0UOIHv1B+4qDlRK9q6FXgJoLxh0958FrT7kO2T9q5JfX8u4AMfSlf4gk+w/Ste6f06URxHujUNLW0JCI6DkD3cUdxPvxWfYnxINNMpdl2Z9K1j6T5wwD7nGf2qs/Ej4ofHx+Q5F0LZILEY8IkNneo56ZKuf2qEpZJEK8pG3L94PeGWs7Mqz6tt38QjL6B5eVI+xHIrG/xPfAvpHT9hlas8LFuoTESXH4S1b/o7lJ6/lWctUeO3xdRlrkzb9dG0heMRznb36JNGaS+Lf4i7WswtSpnXa1y0LadRKjKJUkjBwrFQljb5UuScZyjw1wUjKgKivLacSUKSopPHekvyyW8hRCj1Bo++XK8zbs/KTDdbDrqlYKDxk5xTap26NZccguEHvtNXJcEHYalBKinZ+ddLaM5JPPYjrQ4Ua9XR5DUW3uBSyE7thI6+woV10zqeE4EFrcoqxhII/vR9hc+BFMWW28hJUSO3OKaI58+V/NVgdTk08TLJf2InnSoEhCSM7yk7cfemIxJIBcQ0sgdcA4FJWD+4/o2BKRkKBoC0gknpj9qZWpc6OlQbyE9eRRrdzklQD6SQTzxUgTFy0ZyQPvRLiQnP0iuOTGygbBkk8cUVOW6yjPQqHbtS+wWOViUES1uJA8zGE8dKvX4bPCKf4ma3YmTI7n8GtbgflOkfS4scpbz+59qpvwwsX+0urbTY5DwaanSEtuOAjclHU498Zr6raNsujtEaOi2DS0VmDGjs73nBj6Rjlaj3UaryTcVSLMf3Iz4gz4VgsUy6ulKIdtZU23zgKcxjA+1fNnV1xN81DNnJ/C66ojB960b8UXjSzqKQrSOnpYTb4hLZSgnKz3UTWaBGIAUVcE5JqODHtW59hOd/SI20llOVr75xip/4YeEepfEqYXYkBxNvbUNzyh9OfQH1pq0npGVqqZ5TSSGGfqW4RwAD0zWrfDliZAtDNpYuzdtbjp2ttMJGzAH4lc8qPrVkp0RUW+Sg/GDwmm6HlN+U2pcfYPrznBxyP2qq1N5yVJA/KvoZO0jp7WdsNrvcMOl1O1T6B5Zz/iyrJNQ27fBpo6fEWq0Xd6O+oZHmq3p/YCq1kJuCfk0j/s/GfP8AMYGAcn3ox3TkTyS2wwG09SM8VJEllsfU3jHXmhpU0sfQj8zVtFFkVasa2FBaXHEFIwkJwMUam1TArd8++ArqMipE6gKBCUjPrQEpUAkBeeMe9ADY1aAU5ckPH7uHmjk2xtKchR/M9KXFgrGVrA9s0Ly0IBKgCOnFADeuMyvDW3IxRjcZptOxLYAA4yKUJU15mAnFDW0hxYKzgDtnFILEyYLGS75I3kcqNdYhMoUt1KfrUefq4pSlKdqkpH9+a5sGMZ49jToLCw2zx5gHX1rjiYvVQSoA96A8GkDJex6bjRfklwEOnCT6d6KCw5yQyhOUpB+1EpfQ5kBCkgUJEWO19SVdPShrKfK3fokCgAosl7G0HPpShDZQMEBOBzRTElSgoJJSexxXkCTuIWsqQe+KEB1c1LYc8wBKGxnd2NBafEljzGni4lfIGCKPERknc6AoD170BdxtzC/LU4hOPQU6YuDjalFOzCQn2HSjHGw4gIycHqR1NCD8N5AU1yn1wa8txpIw2rH34oSACGEIcS75eNgwnBNG7lKI/lk+lEh45BwCkdaMU44BkKAJ5oAMDSNv80/lRny7Taf5aAkelNjcm4KkraUprykgEFSev55peiajGXHmyR/hNAw9LQSkbBjPrXvJbypeQc+poBmIwcqA+5ogzm3k5Q6kpzj6eaBHJDDSs73ikJ5ylWK82tpoEofzj3zXfmIpThRCsdj3opxbOCQEDPICTyaBhwcacALp57CueW00d/54zxSGVJlNISI0VC1Hn6lV2A9NVxMaQfcKoELtwWrKEA4710qe/pAHPP2otbKVbsAjI7UmcdWx9SpKUtpHft+dRGhatbq8JwKArdzhe0/bpUcl6zs8RAUzNDxGTtSN2D600r8SEq/+5cJJ/qIyakoNitE4XKZJ8rzU59MjmvIKwSpKs5HaoPG11a33iZDOFK4BwD+9SONqS2SG8MTGyojscYpuEkNNMdEvPJBUsgDtxRa5CyoFTiSjGSCKQuXSCgErlN9P8YpufvNnCSXLi0EnsF5qO1sLHz+It4KEONhX35FcbfIUtRfU4lfQdk1B52sdPQlFtp8uL/5EE0xzvFDywWmLZIUlIzuUMZp7JMLSFXjZ4cW/X2lJMIEJktpK2FHsodvz6fnXzy1TZ7lpa8yLRObKXWSAsY9sit0SfELVdwUG4thX5ZOCtwqCUj16dKY3fDHR+tby3qC+RhJlNnLjZSUtLPbI6mk37b5L8eOWTmjG+jpby73FSFEgupH71o6FanHpXy+eSrB/WrPuPhd4f2xpdyiaVhNSmkFaHEt4CTjrVZN3hiBdAHXOAvgmlCcZS2lmXA1Hchwvvg3qhKDKgLbkJWAoJBwag9x8PdZRW1KcsTw28k8f3rQ1p8TdPymUR35AYWlIT9XTiot4vazj/wCyzzVmuTSlu4QrYsbth64966ctNjUdyZhWRt00ZskszypaF7UAHbwc0yTbYgKDryisj/FwP0p/mzlIRsSAAOtRi4y3XNymt7mM5x+ED3NYS7hDa/ZZl1lMsRkFLWVBLh4Tx15/SibuxCssn5OBOTJDaAH3E/hLncAnqBSadrCUzFbjsL+pJVjHQZ9KjMq4PvAkqOc9AKRG2SpqWw8nclxJUB9YFDlspWwcd+RionBdeaVuSpWeuDUnhl91ncW1FOOadglfQngoJfAznnGac7i6ERQ0Co47+9I0pCHN6VYHpXZL6VH6lcUJipnbQ+GXgsnaUAnr6UuussqsbkpKypSuOvTmmls5UdpGNpHH2rsaQ27b34LyuT0FPdwNdlreEsh5dmLq1AgqwkZ64qy2ZvOd1Vp4bJDFjQlJO0EipozLG7Cq89q1eRnrtBL+Ch9clBQ+vd9qQSHwFcEY9MUR8wVJOVH6aQypJbT9Jyf7Vliq4Onu45FT74CSVKzkd6YpywUr2DB57dKUodcUCVim64vBCFFR59q0Q4dFOSVxKy1nbJN0mtBOEoaB3rPQZ/zpRC0fakw2SVnc5jcsjqP8qBdb3GRcXWn3EAJHIPrTDL1ip9lbLayhQ+lGw9RXcxXsSPHalr3ZMkF1j6bjoXGWss7ehJxzTArUESI2piE2XckcpGPypnfAkBCnNy1dd5V1FdLr7bqWoqEkLIAwOM1btdGbcmXv8N7FxvusW7pOQW4ED+c4APToMeua1VPtdw1SsXG/vGDaWf8AhM7sbh/rVZfDRao9j0c5drvCSkuqT5bYHLqgDVkz5E28LMu7u+VHH4GU8BIpbuS+CY0TrjFSlVt09DDTLeQtzbyR3qOyJ8e1NqdUSpwk7c073e/BLJh22GlpsfiXjBVUebgGc785cFhLaMnFMtX3GtEOZeJCps5whonPPTFMl/vTScwbfwMlJI6k0q1JqNyQswYIKGkcHFMkK14y88epycik7ouiqdsLZhqWnzn8460RJeZRjZkj7UdcJ6ASyyodCBj7U0uHcCCc89BS64Le+QxTxWAf6fQd662VE4wSDQGkkqShAODTmxHUhrcEn3z6UJEr4oLShaEkEK56mvIBSranBHuea6t4LUEgZCeuK444G07iM5HUdBSptilLb2AnyixHwFD6+w7VXOttWC1RDBYczJdByPQGn3VV/TAiuylnhlPCc9Se1UrNmP3KWuZJcK3HFE/b2qxcGHLk8ILy664p6SvcpRz16mlLRUoAqAAHak6GzyT2456UpQOOVcUGbsUIUM44H7UqZSVkJCcEHr6UjbSVn6U59aWsLABCMnOM0Ia+44t7SE7eED8qXRQqU6ltAyBjOTTUh0K+lIOakVtbTGazgBx0YH29aa5GnZJLOy2FttJA2Nn9TT7quY2mypthWpoy+ApJ9KZbQEpW2knBcIArmsHVyJyYTh2+W2C1/wCbrUJ8IubqPBX77S4sshJWlBzjNKoasLzkEk9utAvDxLzbh/Hj6hnuKBa1l2UlCSSoniopmfyXRoK6fNQTCnuoS2EbUJxyST2p4bs4VcE+YsoakpUwtQ52q7GozoW03mTKaMCC5IcSeCE5FX7Y/CR6cpLt8lfLNOJSpxtB+reO/tXP1LUJWmbtPgyZVSXBSitKQ7df1MEuraKglKlJ6q7/AL1P7Aufpd4LcgF1tQ2gqBAGce2K0jpvQXh/GcZXItTctTeCC79XOMZq2YFr0e/GDQsULywMbfLFSWX3VyjUvT67ZkG63NcuxPM2peC9/LGSfoOOSk1CbL4XXGRLYkR7hFYW7/jVlZ9a1T4u+EFhu1pdlaXSiDLay4ltAwhZ9CKxldb7e7fcH4KXHWZcdam1pzyCDTwxVOMWY9Rpp4eXyiyl+Fel4avnrvdFr8t3zCGk8Z9PWhsaa8P4zIeTptqW1kqDoO9Z+4NVlbdQ6gcW2mZ8yW0K3AAHB/Op1pttmY03NfmOxnCTnYeCO2R0qrJgyQ82VW498BknS2lbsytVptsZbhc/ltpSE+WM8gg16ZodgoSy5amnWmEhYHlkc+g96kD15sdkbD0tqMtf/wBcUcEj8qZ5nim2+PJ08El1BzswTnH+VEfe/l9xNphrOj7W7FjJ/hDiEJBKQhRTjPrSmLp3SkNPywVGU+o/8EOlSifQ1ELx4m6jix3XLi6qMmVnYE8EY9KhcjW1xu72W3lN448wABR/Or445vyRb5L1tGn9B2q7M3yRpaFHmMEgONEOrB9SO1TxU623CIG5rRZYUreHUcpV9/Ss66T1JNtLjaUOKXvXuWSNyj68981atqvrVwR5zDwjOFewMq/C5909qy58eWD3J2Ti1Lsk1zReokdLltlAxy5/KI+rNMsuZeZkdRn3RRYAJdQgc8U4N3sWllb89aIuzk5+ppX296iE2dIvrj0+W6bbbwoqS2VYDo9d3Ye1C1kYx+vvr7s06bQT1Mqjwl2/AqhTI8xO1i24KFYS88vk+vA60h1Hqa32G3yG4z5XJwoKQlQBScfsKhGrvGKx6RjqjRkq3JOEhIyTVSJ8TrjfdSJQ7DQ3FfSrBJyrJHc1sjoZpb87Sb6jfP8AMnl0ij9WJ7ku2TCfqS7PWKKttSEAOpVhI5HPcmtK2C+mXYYTmSolhBJzkZ2isrpSHNKpOckLz9uauTQ97cTYIiFL6NgEZ6YrPPGlpLS6nI9FjW/Kr/8Aii10ym7gw5AfSl1h9BbdQehBGCKwh4w6dc0Jre42LydsYL8yOT3bV0x/32rY0C5uqWCg7EHH1E81UPxW6NN4sEPWUJkqdgK8mQoDktnoT9j/AHqOiye3kSfTMvquk9zC5LtGYY01WCtStxJxgnoKCuepR+nJGaStjI2pyc9OelBeeSykJx15Jrt2eSoPcubkcFbR5VxTe5qG6B0FchWD27UQ86FHKQdvX1pI47kk9MnNRbGkh/8An1TWW94wruM0oWfL2uE4SMkH14pkiySlKSpPQ5x7UOfc1ONBATgf2qV2G1+Axx9U2aG0nKU9eacW9gQsqbJI4Bz0pgt7hQtTiiElXBOKe2HGm20Ft7JV1x1pfuFNGkfhDsqnp028eXkhQbBKe3ep78WPilcNJafj6UtE0tO3IZdKVYUEegpX8KVjj2nRzLrw/mSFFxWevPNUd8VN4avPifLbB/kwUJaABzg1ghL3NQ/sd23p9JS7f+pRz7RnOKUvKlLPKjzk+tGtWhoLS2E71ccZ4H3o4OoCyWuCocY7UqZIY6cqVgqIPNbjisFEtcVCipxtOU9cDNOAUxHQShlKOcAgDJpAuYEDYng5yec0UXypSEdzyKlwhUSISm46CsJwUjge/agonKbbMheCpQ4B70xKfU4raVHaOtedm7ikAflnIoTCiRwZISPMcJ3K6cZpQ9cw03gFRWccbqYm3VR2gt9wJBGeuSKC1JaeleaXCtNO6FVkttxccbLq1j164xXZWoY8EbUK3qzgAHpTK9dkFPkMghO0npgY780zOz2SoMxW96/WjdQJIdJd0udxc2qSPLVx1615u0gI8tCjj/CBnFCtsNSGw7IcIOM4NOCZCQr6E4z1I/1ouxNUMcnR0VwOKdSEEjsrrxUUuOnJkJa1ABxod0nJFXNp3ROq9byUxNN2iTMUTjchB2j7npV1af8Agc17doyZF3lxIJWOUEFRx7jpVOTLix/qZqxaPNm/THj+hhtxsAc8EcbSMUSW1BW9OftWsfFX4GNc6YgvXewOt3INhSlssjCsdyAetZZucCbaZjkC4sOR3mSUrQtJBBFQxZseZ/QwzaTLp1c1wJkqUMHdtI5oa31JSAFH6hwPaiSpOSevYUUtRIAzwg1aylIA45vATncPTNFFWAV9BnFdKhkhQHPp60FSgfw8YAB+9LsaRxaueD24wKKWcgqzx968oqTk7uteTlZTkD0osg+eCbaeZRFt6CoJ3K+rNHvEq3FCinJoEJsoitDb/SOtdcdAT9bhSOmB1qa6GJnGlqSSVLHfkcZ9aTqa3ApySQfXrShbrKlEBLiznj7UUVIVkoaKNvPPeh8A+AgsAkjuDj0ovydhVuUOvTrmlWQfvQFckgjqODiir6EJlNgqGOnfFcKMA4J4469KMxzk8DvRagQccc/tSoAvjoDg9AfzoOMHhBIPFGgdu/r70BIO7ndnoaPsAWknoBjpx60YlwpyAOex9KEoEEbQMgenSvYyckH8qVgCDijgdj2oYK1rwcjtzXAgg5CgfalTKPqytJ5p+B3XDBJbwd2Se/SuzHkxmS6vG5Q2p5pY1FLuAM/+X1FRzUsgIkfKoJ+kcpPrS67BiBclb7xUo7hkng805QwCpJPA7jNMragSAkAH96dYaXFgbQcrIwPSl9xpkxtcqfFYL0NYQnv/AJUJVxmOnMh3JJzxj8zii4r6GIyGCMYGPvRLriPwHk54+9dLF9GOjLNbpBUhhT76nG3FJX6g8GgiVNYGX46XMf1IG3j7dKEHyDkoG7tQ8qzgng9/WoSipcklwGJvUZCQG3tqj1Q4Mft3qRLbjJgMykLS4Xk/iIxg/f8AKo15EWUfLdbBz0OKXx2UIbEVCFHklKT2+wqmnF8MsXI5Mv7khLSvvt6UZc723YYCjJ2F9QCmkBWSfeks+5xrFCUspSH1DKWyf71XVyu8m6SFPyHioq4x6VB8dklJ9IVybo7cpKnpCyrccnmlUZpg4BwM9O1NERQB2kZA9KeIymoiDMlEIaRzk9/YVHsdjm3IZtUNUyUfoA+kE43Gq+u94fuT6ipR8sE7E+gNH6k1A7dn/pO1hPCECmPdxk8H7VCT8IJSsMCis7AOvFWV4L6Tcver4EmRaEzrdCeS7IZW55aXsHOzNJPBjwuuPihqhFsirQzHZG991agkAenPc1ru0+F1r0tCat8FlkuNDBCQCo9s+9QboS4L6s/jbpVy1Bj/AGX+WMNoJQ0XhjA4wnjP7UzHxu07NuaVW20LjNJSFPCQG17s9emD+eary2aYusFSpHyCwB+HnBI/KkFxt9xD+9FvCiFZ4TtUke471Goip2XjF1p4b3FCol20wiKh36wtMZKkOe4OM0Te7j4QzmUQmG1Q92F7mIqUk4/9PT1FVPG+ZYbEcQXG23E4UADx370KXc5zLKIyyosZ2oUWgFJT6ZHUVHamO5LyWWYng83AW3mM46sYDjyFoJ/McCktssvg1OYkNBK4pYyl3G4n3Kc9R+VVmuKphSsWd5bZAUlYc4GfuaD5fy7yJSX1JQoAfjyAfz5o2IW5/JaKvDXwCuEfy27k0wrI27l7cH15FNMnwH8J5t1+ShXRgF1GVL3t7Vj0PqfvVbOautMNLzcqehMlKz9I6Y7A+v601r8UbcH/ACSs+agg7kqxkZqWz4DfL5LCm/DpY4c0fwK/QnFoJISVhLgx0AGenvQUfD/Z7lJPzs1hmS2AAp1kLC/zUf7Co/aL7I1GAu2KdWoqwtYyAn8yAKntp8L/AOMlBm6oaYJ5CWwVq/M8VCW1Omy7HjyT5SI7P+GWfMZXEjX+JIgKO5UdQIGfYDIFRCd8Kt+ih5qMmGtjsgKwD7YPFXu14HzGx/8AU7WjoUQBnKh/Y0VL8PL/AGJQVJ1/MQDweCQf1NQeWPyW/lsvVIzP/wDeqXuO6+W9NocCuQSW8H1HJpnn/DFqZaAydFFKEkkFlAKj/rWsYMpuzIMZzWEt9PJO7aT79c0qHiZYoqwy/ISvaPxE9ai88U+ycNHlk+jEVw8CZ0PalelZAcTwAIqgQf8AM1Fr14FagUv5lbD7e45U2tghSR9sV9Ird4iaZnpSPJjOHpygE0/CXY5jRcbix0rI+klAIB+1P3eLJfkJfzPldZ/DXUOn76zeGniwuEtLzKlNLG4jnHSrm8RviIlxtIsacszzqHHWx807zlasc1qTWettP2NRjXjSgc5z5jSUrSpPryKg8nU/gLf8JnaTZWskkqVFQMfoamv4i3LkyTj7Utsk0fP2beTOfW6paitZyc+ppys1in3le/8A4McdVrByfYDqa1xIt/gALmCrQyVNqUQX0JGU/dAP9qd3tNeApjhTJKFEZKUtrBA+3arOX4K/pRRWi7lC0k2mPOiJDTiMpG0YUe5PJOasRjxQbgx0/JWdwJWMpLbXX7dzU7j6S8Cn2vJRIKiE8LBWME/cYoy26K8Fm1qaN+cUU8py5gJ+3FQcflD3fDKdvXxDaltrpYs+npinTwC4k9fXFRud8QvjstKlIiyY7QGcBvHFaPe8LfB25yfNa1QkOgZSlTgIB/77VFb74aWq3XRj57V8E2t5RSHEN7yn0CgOlSVLihNJ+TYDbwdQlT6PrUOQk5xRytpGErP29KjzMl1WWsEI68df0o7zHN3C1YByetO7INMc3W1pZJQvbt7k9aTIKlA/zuFUUJTjqgyEqP7Uo+pAG5tWfUiixUcWlbKAWfqA6A0HE9Z5bwDyMUcgPLG/OVdhjtRhdeSEoWoJPcYzSsYj2Tm3AlwLUFHAHXFG4eScIUonuMGlSpCd6NyBn1rzryicpUlP5daLCgoOTgMBCcYBBPJoCVSTlToUAPQHmh/MvpGdycD1NDVNShrC1JJPpTtiCDHLgDihu54GOpo0MOuI3Y2e1N0q4SWtqI6CrnqR0FDEiWtO5CsnGOlACkw3kDclxKQPehfLSSgq88DI4BFJEfMtp+on6jz/AJ11x17OAVY9j3oDoWBHGCtJNFOy3msIUnjoCKTokqKklaCPalQdbIyVHd2pD7DEjcPqcKVEdc0Q7tZ/w7SeoplnIv8AIu7LkSSy3DHC0qSSo++c0+LR/LB8xKEp9O9MQJT4S2kJwce1A+txQUpWQfakcm4xWEDzJjAWrlI3Z/XHNI5OuLHBb2OvKecHJ8pBwKaTfQrQ858sYUTtPt1ry3cjnA7Coi/4jxlEGLCKv8O40kGr75MezFtgcPT6U5qShIVom2EcnOKLDCSCRlQ++RUbbk6vnpJcipjoOc7hz+1K48bUnT5tKU+yal7TDch9KFkBJcCUjtnrQFQ21tFoPBtH/IrGKQIt16fG5+WSpJwkYAFdVpqc+QXZz3uEYAFP2pC3pCa5JslrbC51wWAPwgOEkn2FNkTUlk+Z+hD5RxhSlEKp3R4cWx14vSn33Vq7qXk/l6UenQFnQQAxuSOSSeTU1hfkj7iDImpLM4EpaccGBjpnFLXbpbkxi604pe3onHJrjWmregDDKQBxjAxSj5FDZS2EJCOpwKf5dC90jT2qb2v+XCsrqyem/A4pFqG0uX7auTIfbKU7Sy0TtKiPbr+dTn5SO4Oh5GBQk21pn/hoSD9qi9Kpctj9+l0VhB8PZeB85OKB/hSnKv16U6N+HtqSoOLDy1cZK1/5dKnwjEnlPfrQVMJSCpQz6Y7VoWOiveRBWkLUkAIYyQMDKen7USrQ1ucThLAyeSoHmpihpa0EBA696F5Dachaynj06VN4yO+iFnRUNtPlIwEk885x+dLW9NW9lCUoZbUB7dfzp/daaB5wsHoBSXy1KWEsoX1544pe2l2NzYzStOR3G/5bbTaRz+Go9frNIjRibU004+R9O9P0596nrsJ/YVFPToDSV6E4+lJU8hOByMdajLFZKE9rtlLyrh4i2x7e9BadQeMNKGQPtxXVa8kwMebZ3UPf1LW2eD/33qyp1mlyJG5KAhtIxnqSfWiXYDTEVbKoxUvqVFOTWWWjTXZsjrmu0UtrfxQdety2RIALgwod8elUBqHUr77u2MCpalcYFbCuehdN3ppQm2lpxauq1IAIP3qLI8GtOadnCdbtLG7vq+sbzubbV6bf9a5WvzY/S478nN9HT0al6i/bgq+Sg9I2rxB1KURrfp6ZMbPHm7ClI/8AWeB+dWCfh+1POj+Zd7xBt+AD5bj29Q/+HIq1XmvEeQ15UfT8iO0kYCGmtoA9MU1xNKa4u0haHLdNVtP17kEAfma81m/EeqlxBKK/qdvF6Dhirm7/AJlQSvh6vElxSYd3izwjqlKygq+2Riot4jaA1BpPS8iTJsDsRppOCsJ3JAP/ADDitRtaS1Fa2wsw3GyOoBBNQHx2u9xZ8MbzHlIUptUcpKeh6jFT0n4i1DyLFkSd0vgp1XomBxcoOqMHS1hLhwdxBpMnc4s5zQ3VkrJwABQ4wSpQKvWvZnlGOtmgl+Q22jJ+oAirViait1hg/wAHtttZW8B/PkrT9WcchPoKgFkUhlaVpGMc5p3aY+aWrY8EqWckmsudtdHU0SxpPcuRa5bIV3Lzkcll5CS4oD8JpgiwHrhKVEYwV8gDOKlVqgqh+YoEuKdQUFR6Ae1McOK9bb2l1SiEqX1HpUceV9NlubSwl9SQjXaLhBdPnR1AdOBxTJKZkMPq+glKiccdParUnzWnU8AHioxObbdOMJOD6VbHNfZlnpUumSjw1ml20ORTjc2d9TJt0heCrHeqz0ZLMG5eSk/Q6MFI6VYKlbT+JWR71z9Sk5NnX0E6go/A4mQoDG79PWilqLgys5P3pCXxwc/6UYl5S/rz/wDQrElR1d1sUq2pRnd26HtTFen0tsLWVD/sU5SnFeWAleTj1qKaoliPDcXuH4Cc5q7ErlyZ9RPbBlP36UmXeJC8nG8gc9QKQ7Dncnt70Y4UuuqWc/Uoq596CVtgZHJ9PSu8uEeOk90m2OEOSgslpQG/GAo9qe7Iy1ImxmAjcAsYAHPWoh5yyMpOB6AVYHg5a3r5q+DBGVBbyQR6DPNTUmiEY2zemiLVGt+lLa5IZ/mCMja2OiOP70fdnS8lSCOT0SOlDVK+VjIZQnAQgJ47ADAprdbkzlqOS20PxOKVgD3qrs1oZ7i3GbSStaVqHUJ6D/rUNvk6RMPycMkIAxkHjNSDUl2s8dPyUJ7eOd6087lVEpF2aZaUmMxlxQ61K2W46fIjXFjW5O+S4C4fqPrmmmfdnXvojghOO1Df3unzpSjzz1prkvgLKUA8UeOC1L5CCcOlSjkntmhtlS1AAYGeT6Ci0hJIKlFRPTine3W5S0+ctO1GM5V0pJeRt0BitNsJKlkHjqRXFqckKx+Bs9STgUCdc4Mc7GcvqHXskUljiddXACCR/SE9BUnx0JN9sWl1rOyOkLH9SlD+wppu1wDJ8pCjkZyD2pTcJ0SzMKQVhx4DGE9Emq71DqLyY7z5XuUScD37U0qKMuS2R3W14+elphMryloHeexVUZQjCQc9iaGsreUp1fVRySepNdQys8AKJzxjpR2ZXyzzeeAc4AoxvKgMpHPXinC16avt1XtgWyRIUP8AAgnA/KnJzRGqIakofscttR5G5hXT9KKDa6uhoQDjang9OlOFviS5joYhsOOqPO1AJNP1k8L9b3sKXA09MWlIypZaIA/M1obwI8LVaHQu96pitJkrADaFgEpB65qVeB7X2zODFueiO4lsLb2DJSoEE/anu122fMc88xXPLP8AUE9BWu9W2XwxvbbUq8WJlTqTlAQNqlfpT5Z4enxaERLfYIsZogJb/ljvQ1tVssjFSaUTG63lNyQUNlOw7UDHIFGxbLf9XT3kW6zy3nCrCVpQTgjgYrXtv8E9ExpirjKgIkvuEufzDkZPoO1TC2Wy12tSWoUNiOlHTYgCuVl18ZcRR1I+m2vqkZPs3wn691MpuXcfJtrasFQc5V+gq5NEfCVonTZbmX2Qu6SByUn6UA/YVbj96CUlCFZxxmiEXokHe57nmss9XOfFmyGjx4uUgEXTljsjQjWi2MxUjj6EAGkctp1l3O48dKdmZsV/P84dc9ab7tcITKFJLyc/eqJK+TRjtOkgNvvLkZ0BxZ4xmrB03fipoFa8A1RlwvzaHwkHvnrUy07fP9zSorGD3qzDk28M1S07a3E31XqUtpUG3Rg8dagWjfDLQd41Q/qm8Qky5L6wdi/wjHtSTU95LpIQcimaw6vVbruiGHMZGSM0LK/d+xKel3QuuTTH8D0E5BTEc07ALW3GPJTxVKeMXgRaL5bn5Wg55tkxKSpLKD/LWcdPanpWrnDHTtdPI9aSnU8jdkOkVdLUbHwZ3olONSVmQYmitVWuV8tqe/GO8hagqK7lRUQf++acpl8t9lCE2+N8jIQk4fGD5n59Ksf4iLI7cbMNY2bcmbDx52zjcjufyrPFmvr5LTVxSlSNxKiv6s5q3fLUx3JnC1GlWmnUuiYFbmonELvTKsAkocAJbOfUf50JegJMVLK4pDq3lHBTygDtzT1pCbDU2gMqQlC1FPkOdDj0qZRzEaVtgv8AypUcll3BQqq1lngdGaTUiumXJ8DayWdq/wAIURxxT3b3pTGZsiV5Qa+reeAPel2qtaaO0+wGb0lth5CVFtLf1NqJH7VRV/17e9XSU262lUeEVjO3jePWtMMqmvgnh00s0kolpSNdvSJK5M64KXbWVEpZWrPmKH9RqL6q8TrremHlRm1MW1hONishP3+1PGhvC83aMmTPWp3ABCSaXa70AtrTE+NHZAAZUUpA54FZ8bUM/vNW119v/J6aWljDT+zB8efuUNfZ8e5RXFOKK3Thadq+P0NIo0xtlyDOaW5uSQFA9MelR/DrZU0oqCkkj8qGxPkELirWMHlJxWlpqam3fJyNNltSwtVZf1pHm6SS4RwVccc9asPRtruLltaDbgQjaDg81X/hVf8AT980b/CpaQi4RFYcClcKGeqaufRYIYQkpSEjgY6Y7UST/KuMl3NtfsdjA17ikvEUv5jxb7a/FSkyVlQxnHtThdbXGv1ll2GYgKYnMqaII6ZHBp3bYZdYBUnKsc89ab5DvkObEnJT0xXP2uPJonNZVTPnzrW1T9E6muGn5ySlyG6pA64UnsR9xUYclLeOc9eetae+LbQrM2BE15BZIfYxHmbR1T/STWVvMSE4zggV2sOX3YKR4zWad4Mziug5Mkk7Vn2rziggBSDkikqyFA8c9PvXm3T+FXJz1q0zChEpSUgqHIPpXX5PmlJTjBwM+tJiSlYB6YriFqCRnpnjHeh/YKFPmKQ2EA8nin7SVpevF3iQGUqUFuJ3Y9M81G8q3AYIHX71P/DHUFt0lLcvdyaK3ED+W371HI2o3HsuwRjLIlPhGs9Pakg6ItLLU2ciCy2hIBUcdvSsueKF9TfdX3Cc275jbjxWF9QR2pBr7xLuOvLk2SCzGa4Q2k8Y9/Wo7Of/AJPJIUrqRVGmwvHcpds36/VrPWPGuEHw3foLu4HPIz/lSjziEk5yTz+dNjLxDSQTyOtGqdGBgk59DWrwcxIUqeAwN3BotT2H9wOMdqILhB3HHBoK1lTgKiOnGaLoTVC5L5KFlSjyDmuMOjzUhR4TSJbgKSd+KAtwtgEk/UQOtCYNDvMkLfKW9/f6gKUM7Y6fLbJJPJ9aa/M8xxG0AjjPNKlSdjilDqeOvSmOhzdkJZguLOd7gwMUG0IaYZDy8FxXPTNN0ybmKE5GTgkUSi4LLaEoWd2B2xii+SNEmcujLeFPOZ9ECrL8DPC26eK2pGGpKFR7QyoKkLHG8A/hB96gnhj4f3DXF2QA2r5ZtWXnCM59hWxtL3ON4d2xm02mAhpLYAUR3965+t1yw/RH9X+R3vSvR56r+LJcePuaW0FpDSujLYzb7Hb2GUtpCcpSATgdc1LHJiAnhQHt61SukPEaNMSgOyBkgf1d6lkvVjHlnDw6ZGDXLjNSV2dbJp543TQ/XidHWFNEp6YNYn+MLwTtF5tr+tbBEbZuMQeY+G0481A78dxWibnq3c8Ul4AZ/OoTrm6MXC0yYT6gtD7amyD7ihScJKcPBL2Fkg4ZFwz5fPZQopIIOSDRZzt6deKe9b202jUk+39A28sY6cZ4phKlYyDnPbPAr0Ce5WeNyQ9ubi/Bw7h06Dii8EAEE89aGcjhZ/60FX0fUlPPUetMhQFRAI4GaMgI82cygnIKs+1FHB5xzjijYKiiQkoPIzTQP4JwNrrX0LCgDjNE+XyQBz0yqmdyRKSUIbJwBmjkynUgfiVjn6un6VOwaoXJjPOKyHcfYV3yADkcqGd2TSIzpK0gecUnqNooPnErAWFA8nKjSvwIWFKQcAAbutFLA3Zz+XpQEvNFOVK+4HWgqknOUMkDGCFHtTtBtbPFJ4+o9KKIBVzg0FT7hOd2SPyoG7LhG7tmo0HQYVBIzu5PpRZ5UE5wccUDfxnHfgZ713ccAqGc98Zp9MEjoUTk/kRQhlIIx9J9KASQo7jnqBg1wKGCCcg+/FHYKxQgJPJA4HORSxjjk9qb23QnODxS5oJwfQd6d2HY4uzGoEJyS4oZwQkHuagEt9cp9S1KJKiTz96X3y7KkOfKtLKkN8Z9TTY0nevAGR6d6g+RCqKyFKSVKwPbtT1bsJcK1HCUD6fvTc0gJQBxk8cU4DYwylJBJ6nHapRVsG2lY5GYMEkjHUZ70IOpUOQCR09ab0KCwkH+kd+aOQDwSojnue1a02imkL0JSo70qO3HHtRv9BGQSScc0S0ClIyTn+9KGm1OKCAMnPBxSJV4Bw2lLVhKee1G3O8wdPsHIDklQwlOc7fekV4vsOxRiywvzJRT1HIRUElT5Et4vOrK1E5yTmoTkl0AquV1kXF9T77qlFXqeldZjKSrcogFPOPakSMKVgJIANPUJCIzJlSztaRz1/F7Cqe+SSFEKKhtszJJCGkc/f2FMV+1A5PX5LY2MoOAgH9z70Veb69cF+ShW1lP4UjpimoD/F35qLl4QHhnGd3vgUJtBcOMEk9PagobcUo5z7DHSnGDDkuKDjbClJT1O04+1RQI2n8PugY+ltH2t25xEwl3IF9c11JCeRkZI6YHSrJverNCQGncambVJaVtUW3N3+XIrEB19rmawzDfuM4sxkBCUFSinA4AGfakkWXcp8wtypLiVqGRuzTUY+SLbbNZXDxx09BdUyzLfkIQCFZWACR6YplkfEJAbe80IWkE42E5Cv8AMfrWZ5IVGd2LlO7grBBFOUS6wdwa8xKHumSM1Ko/AuWaLT8QMiaP93bjKyMDeFAj3BzUU1N483xkCNFILwH9AzVRGcYUhasLcJTu34G39KAb0lbu4gJPqKKj2FMnULxE1DeXVfPTJry3OjSSQnH2qQwouvL9HMayafuIKz+JwFDf3yrAqpol5LNyZdC/wrBPPXmtw6Ov0STp2E+fLKlspOce1Z9VnlghcUbNFpY6mbUvBTFi8AdVzNr2pL0lorO5xDI3K+248ftU/tHhLo7TTZU7DEp0fV5khXmKJ+3T9qmrk4uubmTj29aY7s3OKVLcJ2dRXKyavLk7Z38Wiw4+kN0q4oYwxDUhKEcAI4AHoMUVb7zNgP8AmpmvBQOcEnGKZHnW48jr3ySDXLtdENRCqOQXAMg1VvfZujjXVF76U1469GS869kgc5Nd1NqsXiG8wHexKec4IqitPaplGMEg8jhQHFP7V6cc3kq4PankyuqRYtEpfUMVyutydfU2heeTyD2pieFzddypxZyfXpTs2UuTVOL4yo454p8Zt7bjBUw2FKSCSPWkk30V7tvDG3TlzVbXQp+QoFIwasmDrryIwAfOFDgZqlry+9GknDW3B57UWxen3cArVwP0pzybUb8Gk91JstO96nj3FKjLeUAPpGDjIPUH2qtJUizombYafl0hRKlckc+vOSKmuhrWi5ILs+OXGl8J3A4PqalD2hrA6D58RtIPRSuD+Va9FJ+2eW9ajCOp2rwVl5sGTGcYbjx0qyAFsHBV980jbgq2JCPNISohRUhJ/ep7L0JYbfJyrzACPpO3cnn3FOELSTHyRTEdbSkZJyBz6Vs3M5FJFdMQbOhteBK+YKspUogI/TNNj0eUmcl9UdtQaVlSULwlQHfAqb3bw7anyCtdxQytJwfr2/tSOR4W3VpvzYszzQeM76amLbZCJch2RI82MFM85DaSAn7Ur2uFpS1urbChyNwUKkCfDy+x0eaWlE568HP70lmab1AlIQrISnttwKW8W2jXLSmnHfJaeG8j+k0eYja8FyQoAHnnk1CtPz7YyyZUO+tSAs8qJ/CPQV7VPiPaNLwhIMlL61f0N8kcVLDeWNvsqcl4J4hKEKy06VqHqcYo4jzFZecUQB2NZxX8QU6bMLkaH5LecICgcqqTWfxVnSAZMiQEA/0lHX3q322hbrLqQ0QAvzFgfeuLU0glbjq8cDOap57xXusiQgMzEhlJ4SGwM0qe8UJ3lbZIYLf9RVxxT9ppi3FsL8pxO1Cl/UMbgelGITHDYaXuVgdSc5qD6W8RLVc2hFCktOjgA/hx7VL2nlvIDjQznpjmpLDJieRIUG3supISpSU/2os29pAwh9XHfGa4mQ6hR3Hb9xRvm7j9SCPf1qa078sg832CvkSk7g6s9ulFSHHYgG1C1FXXAzilC5A3YCCTnnFdBcJwUJOPX0qX5dfIvdY0rvTiWf8A9XyXCOAfLohq5XmYoeVaw2gcZc7U9tQ46CpxCQCrsemaOKHSAEce4FOOn5D3Rsaiz3EHetO7HZHAoh233lAyzNQj/DlsHFPiW1p6j7muY80kKzgDipLToXusiM60ascKVR7qhRHo2En9qaHdJawuCtku5uIbP/2Qn9hVkJjK24bVgevehhhIJ3OHI/QVJaf4F7xW8fw0kowZNxUM9wD/AJmneF4dWmNtVJU5IVjqTgftUxLCFcKSVds0ENBH0oPAqXspdkfdbGZjSdkbOfkmsDgAppyQxb2EBDSG0BPZOKVojpCepJPXNeERpJ/Dt96PbroHKxOhxC1bEI/RNGYORsa/tSluO2nkAZPrXln6tvAqWx9isSoU6SQEAAHmjFPO8JCAfWhuJDfUde9Elx0H6c4Hf1oURWDLrhVw315oxL3QKOM8cCiC4vgg4J7UUfrVuKSCO1PlLkBcpCHPpPSgkoQSAgk+1J/OQ2ClWBmjW32tuByP1p0mFsGh1AIwnk+nauvTQhOEg5NdGCnCRye2KKLDi+qCBnvToXYNEtRThQH6V1B3nnkVxIAVyBj3oaUqTyhI/wAqd2Jhm0pwpCT070BUYrH1q4UelGYWMFRwMetCJSrG0/vT4aBWhKiJGU4QpftRxaQ0na2nIxRawjn+WePSix5i9uCrHvS4GDPX+crAVwB60elETbnYMY9KTqaUQOeRQA2+he9SRtPAVmlLJGKuTocYSk6Stglltf4WglJ4BKetc/2ejTEKKsEr5JHaj0l84baYL/Gd3QClUNxtpXlSSN46egrzGv8AxJgw/Rp/qf8AY72k9Dy5PrzfSv7kV1Bpy32uCuat5QS2MkA9Pc1Wds1GIcpRN2b8rcSB1NW3ri1yLpZ5TUY7vMQobR34rKrukdWwJSmVhzIONpHSvIaz1DN6g08z66R6XR6DFpk/bNBwPEq1N7GnJpWo9EhI5p9XqUvtb2HUJ3J3JT7VnG222VanQ5cnVlwYVj0FSi03ibeZYj294483ym1H+r7D0HJ+wq3BpMUsDyZF/M42s12phq1iwO1/qW++7NitedNbCkqG4LHIIqrfHCJp+7eHt8Q+pth5yC7gkdVbTj96tZd4i2eFHt8w/MSX0hDMcHKl4H7Adz0qp/FLTds1Y1KsUt1y1SJTKktubssrJGMZPQ1zMeNb1LwnZ33kajT4/wAj5mzfLQ6pP0jnHHegwVI3g4zz19qU6stEmw6jn2SWpCnYEhcdZScglJIyPY03tOJBCQMY4zX0yElKKaPDSVSaJfFkJZSlKU4Hc5pUzPDToURnntTREdSpoDvSphQW6QB0xiotJ9l8ZNfpZYtpWw+y2orBGBkE0K8RI6gFowFD/CKYrKTuGHSnGMj1p4loWRyvKRisU4qD4OthyOcKY2rOeCDg8ZpC8ggHA4FODratxCR07UhkDCvUH/vFCaQ5R+QFsJZmtLzjCgeKsd9RSUqAxlIJqt4asSkcZwoferFlqw2ncAPpGKjmaaRLTra3QT5xGVZ6Uey7xgnOaby4njB5PHWjm3QkbQc1k67N6lyK3n0hsnIwBTl4c+GUfxYv38GmSlR4aEqW+42Mq2gdvvUYnStrZKSB65NXD8J11tLd7ua7hPQ0fJDadx6kn/pWzSLHB78vCRz/AFCeRw2Y+WygfiY8JLf4SasgWuy+cYEyL5iFunJLgVhXP6VTShzwefevob8UvgjdfF232t/ScmK5KgOuEla8BSFDkZ+4FZbm/CN4yxN3l2FqRju3JbOf3rTL1PRKe33F/U5MNBqpR3OJSuCOD0NX38KVq+Z1iueW8oitLcyexPAqFz/h58YbaT8zoi4HHdCAv+xrQPw5+HV/0XaZk/UVqdgyJWEtodG1W0ck4q2OoxZF9Ek/2ZB6bLj5nFouiXcWIrZfkkqx+FPcn0qFX66Xq+qDQcMWJ/gTxkVIJqUqO9zC8Z69KYJzm87eQAOKmixJIjkyCzHSG0ErKBjJ9fSm1xxlkKU8rbgYx3JpyubzaFqBXwOMGo+pJeeU4pJWc8c9KZdF2hM/IVKyAClOcZpuXuKgyynJJxn3p5lIjR0Y3bnF8hIojyExG1SZSwynGQMcn7U0O6VgI8SPAT8xNIddxkIz0PvSCddJk1RZCylOcJbT6enFe3zLy98vAYIaBwXDSmZPs+lmvrWh+WeeecfamlfRByS58hcaztx2/nLk4GWhzyeaarprFO0wbPltvG0qH4lCnOx6Z1D4gPKeeS81Gz9JxjNWfprwCscZxK7ifOJGSCeM1KqKZzcigI8W9ahkCHa4kh8rOCQkkZPrT8Phy15ep7LUptphkBKiSo8Z65961bbdI2PT6W2rdCYbAIJKUjnFPzKI6kpdOAR1HqaZDhGcrV8H9oQ35t1vTyykjIbT1PerCtXw+eG1jZZKrQl5aEgFTv1ZV61YT1xbQkhsHG7NI5NxSp1veoAdT7UJUO2etlk07Y2C1bLXFjIGEnY2ASR+VNGodTsQgpmHp1uQpHO9aBjNBvmpI8ZGGXEnGcDvTPEkG4oCnVfSo5Ucnp6U+uSaj5YOz+KLzr6rTPsiIinMhJbThI+9Nuq9Rwo4/krXKfVyE9Eg0mvl8tMeV8pEQgrQDuUBzTPZ2UXi4F1xvCAeKaBJXbJJpG0ybq7/ABC6LKz1COyRUuN5it3BmE2tILZ3EDoKhOp9aRNNwPk7eQlwjBOec1FbBqJx9z5919SnHM7snpWPXZXDCzo+m4PezKT6L5f1KlKcbxjHSm7/AGi3yd5kdB0zxVaSdUKcGASRjg5602vapdCFLUoAq9DzXmnJnrcehstKVq+OzlJdH5Go3fvENEaM4GHfr7YNVVctUOl8guqBPbPWmK63px1rJc5PvyacbuyyejjFcFowPESc0jcqUTnPelLGr5t0JJdJA6nrVKx7wohCEElSuMVPtP7mYid5OVDrVs5WSeKONJ0TZtTkxYK1kDrnNTXTbymYwSpRIHfNQezOIdOF9sAelTy1ISuMlSU42jtRjK5St0wF2lAqIBzVZu3laNaOoQo4bSkGp3elhAcXnBSCRVXWqO7Nusm4KBy44QO/FKC+ts0bVwW3EvrimE/XnHbNLGbqXCCongfrUSgI2oAPB6807NJyMkkY54olyx+1FDtc3m7raZdtcTlD7SkHPTkGsm3C1u2+VIZfylTThSD24NakYkJbUQ4Rgjke1ZT8XLyuwayuUWSkgFe9HptVzWzQP6mjzvrmFKCkgDOpnrM6Hm5RQUZ5zXl+MVzkoTYbWylxSshbpJJx7elVlJuMq6pUtLikN54yetOOlG24DxWhG9eeprsRwxzK2jzLi8dMcdTRbg5KjJnyXnXHRuIUonFSbSkKPEWkLHPGCRTHqV90XSHLk4CXG8JwftTimWBGQ+0QCnmsWq/hy2o7/pq9yG5o1L4Xy2FRUsrAGU5HvUpvlpYlpWFhJS4kpIx2qifCLVq3XW2VK5GBjNaAbd+ZZQQchQz9qyvk6U063I+f/idYLhpXWF2t7mQ228pxHHVCuQRUGYlLUvK3CcnIrX3xN+GzlytzWsbbGK3IadkoJHJa9fyrIrltdhv5bGUEkj7V0cLjOH3PNarFLFl3x6ZYnhtKcRcWwFHrjPrWwtDNtrgIcW5n6QcCsaeHJbVcm0LUEqSode5raXhW2mREQlzB3JAqnIm3R2NNkaxEyQwlQC0leOntSORb1oV5wBIJNSlm2pAwE8DoBTfOjLY3EuJ2q6D0qmcOCUM3PZX+rtOx9SafuFhmICmZrCkAnsrHB+4OK+et+tT9hvMyzTWyh2K8ppQOeMGvpBMd2qU0o8+orF/xQaebtmvE3RiOpCLk0FqAHBWOCf2FWaSWyez5MnqmJTxe58FOqVg5Cice9BUrGdxxzRyLfcHVDyYjyt3/ACHmlTel9SP8NWeUo+zRrpHnuhBu3EFSuemKOZeCD+EKIPAp1RoXVahxZJA5wCUYFN822TLY8qNcGFNOpP4TSSBCiIWyrzHeccgEUZcHg6RtQE8dBSAPrP0n6RjqO9KGEbyD60C74FtubaQkfRhaTuH2rksEoJP9J4oLhdRt2jArjywrBJ/EBk+9IsqwDDv0hOenejN+eMmkYUWl4JGD0zQysk7uM03wC+4oUs8ZPTt614rOUq9P2oGApGQcK7elEqWpBO7oePvRYmg5a9qVBQyc54rjzoKW8evegEnaFbhgDmit+5OU/wBJxTFXA6NuhsZ4xjIolbwKcZG4/wB6KQ8VpAyPfPWiyv6lYz160rZYo3yHvPgfSolR2056chSLzc49ujoJU6sDPoKYASt1CdpKlHaD/lxVz+D+kX4BN3uDaUqVjYD2Has+pzLDjb8m703RS1moUF15NA+HFrgaSsjUSOyhDm3KiOufU1Ibs9HnMYCvq5qCNXVSRjcT29KXpuYUgjdk/wDfNeWlJzdvk+lR0yxpKPAdbps22TsNSFpGRznipl/tvIRGIcfKlJHc1W02eAVHIz6g03yb2ttrG4ng96Iz2vg0PTLLC5InU3Wy/MClPk84wD1pk1BrhtyCpBc5UD39arefeXBuIUTzwc9aYlzpdxe2KUSkH1ro42n2cLVYVC0itPFlG/UrkoJA89IV168VBQMDOeAc/c1OfFJSVXhCEkEobSD7VBzj+ojPQV2sDvGrPBa6NZ5ICQhOOecY56UAhWN2Ovf2oa05GePvQSscA9cdKv6MnAVhOOBwadbBEL75UUhW3pnoKal4JOByfSpNplvy4pVkEqVn/pQuWJUnyOXyjKicHcR2AoKoePqQMHoN3eliioEkDG3saTl1Z6dvU1KkhtV0JHESUYSCk8DiiFoeOPNVknvtpSpwqJSQnjPSinMkhSST360uhVwFL3pThO3pnpigkrwAraSeOKEfp9wR1xRK+Tnv0xRYICpW0lPAI7UAuHPJ6dOKEojIUcZVRKs9AVHnrQFIMzxgZz2zQd6/8PseaBnJxkkiu5wOCMYxT5GdUSSSRnHt3oIwOE8d+aEVbwCeMjkUFKMgDcBz3p2AoZTvyTnOfXFAvM5MKP5CCd6u+elHNutxkKdV/SO/eovPkrmSFOLUSCc4qLfhEXwABCzvV2xxSuG1khw8HkmkjSQTwPb2pc3lACU8E1ETdjhDaDhK1Z2p6nHSlWQpZ4PFeaSmNHHqrqcUBKcqzyAeavhHyyu7DhwQoJz6jqKVtDKQVA+1ENjakFzBpS2lOBlQCQOeasQxZHbU+pCEA5B60jvmoI9pQqNDcC5BBSpWfwfb3puu+p0RWTCgEFR4U4D/AGqJuOuPkuuZJV61Cc66Cg16U9KeLjiipSjXmwVfSAf716PHW8oJSglRx2qQQrO4wAsxlOunogZx/wBaqS3A2kF223ISPmJatoKcpB6q/KvXCGu4kKXJKU54SlP0ge1Lf4TfHjlVueOc4G2hGz3pDZ/+pkgEHH/DNNxl0kKxsi6dg5Jd3L9MntS9FntaydkYcfc80oi2q8rBUi2ySkZz9BocOz3uTNEZmC4FnspO38uaPbl8A2FNRrdHyUxkAnuRSxmYyhoIZCQcDOMUC52C/wAUlqXa5DZHognP2oy26P1JcjmLC2f/AIxQR+xNNY5t0kJyXycXPCUE8Djn0pO1dGEO+e6oA9ttKX9BavTITH/haytaticLScqPQdaf7R4A6/uzrYkW52Pv/pCNygPU9qksM26oN0e7Idc7xGf5Rnd70wMyHHJu4HJPSrsj/DXcW7mqJcLoUtH+pCMKznkEGtAeEvw4aEs+x16yJuckcqdkp8z9B0FZc+RYXtfZ0NPopZo7rpGNiq6iOG1PLUjBwNp6elP2gvDPWniRPTB0zanXgFYW8v6G0fdRr6TQ9GaHTHEC5aJtpbA2gKhoAI/SvJ0Npqykr0nBYt236gy0MIUft2NZ8mqlFXtNcfTsd8sypD+AzxIdgplrvlmS4BuDYdcz9s7cU8y9P+IvhZYGYV9tThRFGwSGTvb46cj/ADrTzGrXW2DHdXtWnKSM96ZZN9TKWtqWlDzK8hTaxkKHoQax59S3GpHR0+kWOW+MTJ58YprLmFOqSQfqA4/alrnjA5Lilpx4ZI4JPT86XfEH4PRoUZetNJx/KjqV/vMdHRonuP8AlP7Gs3m5OsqAUrHOMVXjlHIrR0VCKVsuV7Vvn4d85RyfqBNKoV7+aBRuUoEYAqpol4lLQA2ncEnnNT/TMll1pK1kJPp6VGca5EpJOkTiwNLWtSkjvyak1wIttnkT1EYaRxk45pp0w6w+6UNpBJHJNK/Et9du0mGmlfW+5gg9cAVTKN1Z0Mc9sGQ636ucUvJVkhWM+tTK3ajdDPCsgjIPb8qp+1uTQ5lLJ++KnNoflIThUZXPVW2rpSrozYcCyStjtdZaJTylLZTnHUmkUOAh10BIBye1LflFPp3rKueDTrp2C2u4x2EIKvrBUPWssm5OkdzGo4Mbl8E3sHmQojDDN7bS2lO4t7E8evINSE3JEwBr+UVAY8wOdvsaRLt0MoCml+UrP1FOAr880xXC8aYtk0W8lTEvIAeLZwrPbPSu7iSUEj5bqsjzZp5PlkwjxmWVrSrCuPq5GKMIZDfl71KOT9SP6R700LbucmGkwiyTj/xQQD75FNiIWq0JKH3YK21Z4BUlQHfoBmrE42Z2pUP0k2kPbX3Nxb+oFTWSfzpY0bPLbSkOKAxuwlRT19qam7Q2uMsiZ5ju3GEAkj7URb7IzMac80SG1pVjLpKTn1Ao48D5JMG2CEpjLwE+oyaLdaakNhDrONn9RA5pqbjCFlS/rCOMjkmiVTsEkuORxuyFFOAf1pUhK+ysbb4Y+LRgtR2LiGdvCwlR+r75pzHhd4hQobr0mGiZJWRtWX+UAdufWtTM20MICUNoSB2xQ1W4uDO0c9hVkZOH6SNJ9mRZVv1paGcu+HkqSsAbnkOb8/YU3q1bdIry1XDQ97ZSE4x5Rwnp/wAvpWzP4CkoBOM9eaTPaajSAUvNNEe6RzVizP4RHZH5ZkWN4m6aY/8AeIkuP6Kcb5FOELWWnL25tYujXXH8z6c/rWkp3hhpu5AplWyI5xgbmU/6VGpfw76AmqK3bPHCz1UgbcfpTWZXyhe2vkgNnRbCA83MbKgMjYrAqVwNYXO3qSzFkqCU9AT/AK06QPh20fb1ebFcmNbSPpTJVj86eHfDWMpC0G5vlSgQkrDaynjsSnNWLNFEXCxRY9dNTylme4EL6bx0NS9AYWlKg/uChnO7IqsU+FMuN/OiX90rTyPMSlQP3AxTJeNPeLcc7bZe7a630SkoWjP6E1NZ4Ptlbwy8F2MNx8kJWnceh3UpS0lHKT96zvGt/jpGcDqv4aQDx/NXx/8AJox7XPjRbFkStNuzEJ/qjrOP3xVsc0K7IvFP4NELLO4JWpIP3ro8nH0qQT14PFZdd8W7780r+MWO7Rc8LUttX7Yp8g+IUctpfbuq2M/hDilIP6GpPLHwRWKS7NDAp3YK04PpXiQnoRz3NUpB8Xo7bqGJN0ju7TklSgP3qUx/GnRyGUpkz4iVHt56aknu6ItNdlhBQHCOVetd2qUDvIx6DvUSheJ+i5qPNYvcUEf/AGVNKR4gaZdISi4sqHqlQqb47Ippkl2HaEp4HfNeCD3PfvUeTrrT5O0T0qz0xya5L1vY2QCJyVZ6AcmoNq7H2SX6j0Ix0NdU0Hk7XCOfTiokdf2BsJJdcJV2Apa1rzTygkKkhBV2VU1LgKJC2lDADSCVBPA3HNcVgnG0gnvTY3qWyujIuMfH/nAoperLCwo//VBrrg4OaTaAdlMOK/CR71zykpP1nt9qbm9UWNxBUJaP/UcE1n/xp+IpNpnfIabmbWIpUHFpxl50dEp/5QepqEpRjyxxTfCLi114n6N0Ayhy/XJtDq/wNBWVkfas7a2+MmQ7Ich6NsavLBwH3RyfsKoOXdr7r/UKrleZS5D76/xLP0oTn+1WnYdVeEuiW20xtEP3ye0kebJkI3IK8clKcYAzWdZJTdRL3jUV9XI2ufEb4wXJ0OtRJK2s/hbbOP7VOdFfFJqaDJbj6ptb7SMgfzGiOO/Wi4/xQRohCE6BQw0OgSzj/Kn20/EH4dapJgah05GSF8ELbBA/Iiroqa+GQah24tGhNG66s+sICJltcSVFIKhnpUjU4CjAwKp3SNt0lbF/7Q6Nntsxj9bsQK+kj1A7VbUOSxKYbkNuoKXBkYqdu6IUl0GjYQPo565oRO5OO3vXUD6v+ICT15pJcbhEtUZ2VNktMtNAqUtagAAOvWjdQuxSpxtHJ+rHavB9BH0JAz3NZz138YGlbFMcgafYVcFtqKVOAfRn29aitu+M7zpKUzrahCCfSoLImyShL4NbgpKclRHqa7uRjKM8etVVovx60jq5KG0yUMOq4AJGDViP3CMzD+dXJbDWM5Sc1DPqceCG7I6J4sE80tsFbE1xu0tyQ9AssUSZDKNzilK2ttkjgE45PsKr3SfiXri+3q72G7WAW9NtCj5pSQHOcJKCeual1m1V84t8RWgE7jgHv7mkWsbPPvsIiDLVb3jz5jQB3eyh6V4D1H1XJqpyhf0+D2Wh9Px4IpuP1DvpjWoYa+WuqlpXk8r4zT29dLPNJcRJAV7GqdtNo8THEm3utW6cwg43KUQT+RHBqSQ/D3VaSl5yW1GSofUgKK9v2NcCUWnZ2Evhk1VeGojgbDm9tXvTbebbbrq2XmQhD2PxAda5F0lKS2EyrgpZ9m8f504M6VjpRkzHSR/zUK/JFpLopW96YuoVMekNAOKBS2TyAD0NQjVfiIvwmlQ7PZbILhfZEfcylX4GEn+tYHJKiOB6D3rSd4sUqLGVIhLS88lP0FYBKaqKPf8AT2nL447q6yMu3B9ZW5MW1uJ54ycfSB0A9q6X53dBYnG4rwcvTemLHllnnK2e8Ho+sJSntX6v86Tc53G5YwG2/wDAgf0j2FTvW2m4WrbM/BlNkKcQRkcFJ9Qexp1tWs9PTWUJhraCFDjbjGKWvyIcpBLTgOfTisTyPdufDOjNRZ8r/GrwzvHh5qqTEnea7HeWpbMhQJ3AnoT61XICU4JJNfULxb8LLHr+xyIVxioWopJQvaCpJ7EGvnT4geHt70LqCRZ58RzCVEtOBJwtGeCK9l6T6nHWQ9ufEl/c8x6joHil7mPp/wBhjgythCN2fzp5gub3kpJwFcdOKjIZeQr/AIax+VOFvlqZWkKBSM4x+ddeStcHPxtp8lmwDFjNpA5J6qPWlaJSXCfq+3NRhi4trjpKs5I6UH+Irjr3f0fv965zUnI7sckFFUSZ5QV+EffBpvdCUoOep5otqcmQjKHBg5xg0W4/sByc5/vUVSdFnasFD2mU2B/iHQVPbkUjAKj+EdD7VXtvezcWkjnKxxU9u2C5wOCPTpSy+LFi7dCBRKlD0Ao5TqgnH+VENjCjigSJCUg5Uc4xjvVdWX7khvvErY2r7fpUg8OIN4Zt7l0itufzXcpUnuB3/emrTumZOsrui2NOobQPqccUcBCe9aZ0tZtMabtkeAqfFCGEhIAO41k9Q1Hs41iirkw00d0/dn0uiNac15q61bUlbxT02qqybLrhF0CRLeciunqoHj9Kj2pdUeG1lhqmzpgG0cBCOVHHQCqL1Z45trdcRpuGpoE4Qo9fvXMw6DJrXzHb92asuqxY+Y9mq7xqq32GIZcrUbahjITwVfbFR5GpzqaMLruy2rKGs9SkVjh3Uer79JbM2Q6ltas4Wspz+tak0bHEDSFuQtQK/ICic9Sea7/p/pOPQvfdyOJrNbPOtnCQuny1JBScVHZkjZlbr3lI7+p+1L7g+laiA5tHrTEt8Ov+TCjGQ8eApfKRXZRz0NNwlMpXvShaj23dfzpD5c2VuLaQgfbgUvnqhQnXFzpAU4lR347qx0FM7tyud6IjWqMplon8Q700iy+AbjlvsyS6tfzU5XCUjkA+9AjaemXPN3v0jyI45CSeSPQCnBmBaNKMfO3RaJUz8QSFZCT71GP4vd9e3lUBp0sxGUlbpSeEJFSXPZFz54FdwvT0pxNj0rDJ3nYFJH7k1KNG+ELHzKbtqf8A3h8p+lBGQBSnw8skVp9c1hoeUyPLaJwdx/qVVjIeQ2vcr06CpPgg2xfbYUO3tJajsIQlIwnaO1OIlAHhWMDio+q5gEJT25zmiXbunccuAYHB9KV0LbZJXLiA4FlWSE0levSEk/XjHvUTlXwobKi4RnjOaalXd1xzGc5xzTuixQZOEXbcFkrTjrUa1HqXyTtS4BgY4P7U2SboiLGUpThyR61FVPu3SWHnSS2Dk56YoJxgnyx+t6Jt8khxa1BscknpijtSaoZtET+GwFAudMp65pnnapRBi/JwBhWMEp9fvUWbdQ9KLkmQVrJycnJBouixR3fU+hTAVIffcecd3LcA3KKunNSBOpmrRFEOGyVKx9SvU1Xd9kvRXFfw2WoKH1KHvTVHvF+Kv5u11I9TUXIisTlz4LC2xbw8p64hSieQNwwBmgxlwYiltMp8tKc8E+9RKDPuHmBQQkZ6kq6Dii7ze0x3gnzBuKfqFYdf9WGkdr0j6M/1dEtlXdsJ2oWMJHr2pkl35CiUBZ5qJuagCW1Au4x1phnapZSrh0qJz0rjQ08pukj1GXWYsCuTSJdKuyFOn6wCaQyZpKuDnPOSaiLV585JWytBOeEk80cqc/hSlKxg1qWiyJXRzJetaeTqyb2h2MlxK1YKxVjWqQkRgrjpkj0qmbE8Hkh0LG48VZVilvltLDiVZAAz7YrLkg4s0wyrNTT4LC01J3ukKV371bFlbCoo2kZxn71RlnuXys9KAnvyT61cunJJUwlQPCh0zThzywmm3aGfXzybdZ5c1XG1tX3zioPojKobZUMk8n86lPjI8lOlZCOu5aE8dsqFRrRDb5iN+UyVEADJqUFw2WKdUmTFMUj+YTx1FHtrXwDSmBHccSEvI256ilki1oKPpOCPSk4N8lscqfDGotBxaSRu54rPvxVaMeTdrdqLbtZkMFlwgcbk9M/l/atKRoobWFODGOlRvxqskfUegJwLIcVBR8wgAZJKeeKt079uaaOb6hH3oODMUGKm329pL6QCeRt7/lRcW6NxFZQBk89KjN21LImS1qCAlAUQlJNIze5GTlCRj0NdyKlCO1M8p+YxuXJM75qKXcnIvzBHlMghGBjr60vtt1V5Jb3bh2Gc4qvF3uUtO1ISknihQb1LjO7i6SD1GelU5cLycl+m9Qx4XtXRfXh5eUwbq3hRBKs9a1hpmeiZAacBHKcisHadv4LiHmyN6CD1rVPhjqZ2Vamdy8kjNYnFxdM9Dhks8OGXSGItwaXDktJdZeTtWlQyCDWTPiN8Bbhop9WrNKQ1SLQ6St5pKclhXrx/TWorRdEL2IyAompFJZi3SA7bbi0h1p1BSpChkEGp4pODtHO1EKbhLpnzI0vdnWbwh5Q2JGASmtseDF5Sq3Nr8zJKRiqJ8QvBu3aO1hcGY7ToivkvRQgcJzztz7GpV4T6m+WiCG4vYtlRQoE+h9Kvm7SlEho4W3is13BurSm/xgEjvSK5PxylSlqSe+KrFnVe1pK1OkY965J1X5riSH/pPXviqZZF5NH5Zp2PF9neWpT7TG5Pt1FU74qzLS9CjXe6WtuWqI9hIW3uICqnFz1A9GBWcKQo9RUOuS4uqWpcdeEtsYW4cZxzVOCV5k0PU4t2nl+xBofiPpRohK7IElPP/BGM09xfEvTThA+VDfTH0cVGdRQLTHkJas7Qmc/U50xTdIsy3mEoaPy6kkHOASeeQa7GTU4cX62kee0vo+t1q3YYNr5H7V/iPawwlq1TGWXyCSVN8E1Tuq7v/tU4XZDjIktDbvAxuFPGtrE+0hqWp0HsTioA480hzY80okHqKhDPjyq4O0Gq9Nz6F7c6pgDFU0diyCc5yDmlDJQhOSkcd6TuOsjHkuEnuDXi6VZ3YFSMsULFPIKNmTkjgZ6UWttS4+QTwenqKSoWHFEjOSaXMJUhAysc/vUW66JxW5iFafMQB/UPUUBDu07VA5zUx0/oK8at3rtkRQSgYLp4Tn3NN2qdD3fTj/lTA24OPraVuH7UlljdWXvR5du+MeBnC0hIKjnPOOtAUd/AIyKTqU42raT065oW8kBal81Mz/uGIWR/LVjn9q5uIUUZwKKUogZxk+tcDyXBtJ5+1MQah0tnaDwaGtST9QwQOp9aTAFOBn7EV1ThTwftkVGrJLhE18MbG1dr4H5ISW4/OCO/ar7RIajNhlpKU7Rt46VSnhNKSz8z9eVZHSrK+dWrookHrXA9RlJ5afR9B/DWHGtKp+WSQXAH6c47felaJ4ABz04561GWJIWnapR46UoXLKMfUTxiuW7R6uEFIcJEzcV85zTFNnuj6Ugnt9qHImbUk5OTnNIkNreO4HA6/epwj5YZZpLahOpK3hlavy9M0JtCYyFL46ZpWG0DAFMuqbmi3Wt94qAO3AB7mtuN72onA1u3HFzkVJrSd8/fn19Ug4Ax2pgVgHGCaPffU88t0nO4nqKKUhJwpKiK9FCO2KifMs2T3Mjn8hZ4x64x0oJ3LT+Ln7UMkhOcciisnr6Y71Mq/c4U5OBwBUotI8qIhAOCOuOKjccb30IwRkipQ0lA2pRuPck9DxTXAdoWlaFJxuUoHrgUBbzDR/CAR6nkiiEncf5jnGPwprym0bApLYB7kjmpWHSAOPpU4oJHX070S4tQOCQTn0rqnMEcjj2ohb6MbgSo9KAOrJI+hOM8/wCtFEDqtQA/vXVPrKRxgA5z6UmOSNyic0cBVhq3minCEZOO9Fb1E/V39KCUlPYc0ahkqwSevelyNhY5GUjOM+1COQASeT+VCW4lH0t4Urvx3osIUv6lnGKH0I8VKPI6Dv6Ue22oEJ79qJASjodxPFGlQiMl90/V2/6UiNiO9yfKbTGScdCr3pk5AG0ZNDlvqkPqcV1NFp6gDNIiHxht+o9fSnCA0p97JTwOTTegKUoBPXHGO9PMJ1qKyfMWEuKH3P5VJKwYuW4path4SO2KG0G1ZAH60nRLjZwpRyTz2pa3IhHkpODz61cpJEKoC4qO0ne8pKUpHJ9KYLnfVPgx4qQlvoeOTUlfRbZO0uMbxjoTQWoVlSQpUFv0ORQ34QL7kECFrX9Q6n9aUtR+Mr4SPUVPG4ln3Z/h7OFew/alATaU5SqE3gcDgVWlXY7IRFecQoJitKB6kgZNPUG4PtKCyshQFPkZVtRILkZhsFIwQEihqfgJWXEx0JGcqG0cmpxe0i1YCDqOYrcsOKUlvjpTnF1Td2misJdSc9SDg0ij3KIyvCGUI/IClErULy2FxnSFNHjbWmOpcUVvGpCuPqK9POJS2h4rPO1I4pXcbhfy22642E4P4ickVHoF9DTZShzJTxx1qR6f0/qzWL4jWW1yZCVficCDsT9z0qT1lQ5HDTPI6irJNBuU9yzpflyW5BSMAA4UBRmnrQ/qabtt8ec4tB+pDaSoZ/IVafh18Mqgy3J1ldFrBAJjxztA9irv+VaX8P8AT2k9FQk2+x2iNHSOSoJypR9So8moS9bilUVbN2L0WT5nwjFH/wBJ/wAWrzLchN6XnIaSoOx5DiChIIPGSe9aN0vpe+WQx5F9nNJUlAC0DJUDgZ5+4rRca+RgAC0j06Umv9lsGpIim5kUNuEcOt/Sof61kn6rllb4Na9HwpJOylnnNKMyS8+w264SSN2Caktk1bAYTiM202lI4AwKo3xYtd70BfVNeap6I7lTL3qn/WmHTmsJT8hCHHyEqIySe1Y4zjL60daGmUUoN8Gso2sIs8eStCHAeuRR0hu1PseawoNuf4c8flVS2LU0RDQSiQkqA4oNy1Y83ICkP5Se2elZdRmVdGiOla/SD13MVbbil9C8B0YOPUf9KYIl7Dysqczj1ojWdzVcrGX1KyW3EqBHoeoqIQpym0Aoc3DtXNmtys6WnhuhXwWUuRGu8B+0zcOMS2lNrT14IrDfiRpx3TGq5toeBwy8pIPqAa13Y57q1pz0PSoT46+CF61k09rWwpbc+XYBkMpB8wkf1Ad+AP0owzWN2+hZNNLKvbj2zPNreZMZKcAH96kmn5vl3BDGf5azyfSoI0H7bIMd9KkrQSFAjGDT/FmttONPoIOw5VzWp8mJQeN15ND6RhsDZIbwQeeB1o7xcbUvT8J0YOx0gkfYVEtB6tLgbZPHT3qYa4ULlpB9SOS0tK/y5FUy4aNkIycG2Q3S8QLCVKQlSepwcE1P0WtnyUuMnbgc5FQjRSA4kISpQ5z04qx47a0NYUM5GePSpZOqIadvddjehlvylDIzjrjvRmmociRdUoiFQWOcgc4o99KUNFWMFXFPnh7DjGY+/IurcPYkBJK0pKgevWs8Wt1s2a7O8GknOrpDuYE6OpcqU68oNDkJQAD7e9KoUf5+CXVRgpAPIWnCgKlCGLM+35Q1Ah7d1G9CqSOWt7JbhzEqQod0g5/MV1PzMfJ8ol6ioS+qDQ0JM5mKGYslDYSOA6MnH3HSikpIWHpakOuEY2sq4/c05PafnvJCFPp4PHOOPTkGkLeiHg+49hRWrod+QPtU1qcfyEfUsD74E77UFtaPL3MqWeSc/vg16dJ+RSh3yw8nHJRvJ/uaTy7DqKKoh2cEs5yB5P8AnSVl2dDUkSIyntvTCSc/fHStEcuOXUi6OqxT6Z2RcXJC90eU6le4diAPY5604vRzOh+U+QsEfVx1pskTXpDyVtxfkSkclXP9xRrFykPufJxpK/MH4lOZx9x2FS7L4yi+i4V6+sSE71TGxnsTnmk7viTbGztDiz6bWzUG/gkdYDbwSE5/Sl7jVqQwmOzEa3DH1qyo1P8AkR4HWZ4w2hrc0DMcUM8JaP6UjT4sOLSksWl9e/pvVz+lM645U+lYS02hPBwgfVS5tlhKgT+LAz706YuBx/8Aph3t8gRbSkJxklaiKMVr26BpRTFCSOMbc5NJEPRy0UoQTg4ztxRZWEkIRtweRxSpj4CVa01a4dwQWGyeMpH1UpjarvGQZSVuYyT9IBJouQ0l5SFPKxt5AzR7aIykggH24o5DgGjXN43ANto56JUkZH3xR51vfFKKTHYwOd22m6REbSsKBCc+1eTCY6YCyeSN3WivkB5a1NIdwp5Dac9OTyaUHUydo8yIhR64pkLZQkZTgdOB0oxDBUgkYzjOCQDTpCFcrUTD4O22sYCe6QRmmtyVFuCfLlWeI42jnC2gQTXikk7EAKHfBoaQEgHCQSO3OKKHY3yrVY5GUq0zbACOqowNQHXXg9bNTxSIEOHbnlf+Ky0QUj2GcZqzlOJSsbilRHQHpQfrV/MWOOoHahWugsoCH8NchhgB7V88HP8ATgD9KWtfDvOQCtOtZ+R+HtV3qy8EnYRjoM0LYtKg3sV6kk5qfuz/APkxNRfgpqH4GXaIcL1hc1q6/QrGPzNOzPhFLQ4latW3dWBjl0dfzq0FlTYJK+VdaLSp/kBglHH1E8mj3J/Itq+CvV+GcpCCkaiu69ozvMgcn9KYrt4Q6tuOxbGtrg22n8CFKzg/lVuKUpSknb16CjQ4tW3AG3rTWSSfDCl8GfZng14kslTkbWskgcpClKz9uKSM6I8Z7Gvz419VKPUguKNaRVIw3/wckdvWkyrkA1zA3LVxtH+dHvZPLDbH4KAm6n8R4tvfjajbMSOyjc7ISohSh/hT7k8VTFzmzrxdXpkzchlBCW0knCR2FX54wPSrnOjWstbN31KQnnJ7VWHiHe7b4eW7/ZiBa25d/koSqU+tAUiIkjIQkHgq9TVfuOb5LNqiideFEPQGnYzN91bNYex9aY6jx/6vX7VbrfjroRwqOn9HfNNo4KmmAEg+mcVmTwrb0vKQuXrBL019f0sRwrCB7n/Srps+m7TLShFhsUqIyCF/y3lIBPqe1WRywhw0Q9qeTpjrd/HFYPlI0LEZSv8ACXmwc1X2staGe0tczRlkZB/8X5cJI/8AUMVZcnw+uF1eS88lw+X+AKVnH54pLP8Ah/jamVm6iU+ofhCnlYH5ZqMtRDwSWnmu/wDMqfw81XNZRPltzj8tHb4QhR27lHAHJ6danI8fLrbpTFqccKIqUcubjwfSmHV+k7XoaSnSNkh+SEqDsjBJKlnpnP5/rTPG0embrI6anoCn3Gmtyc/hWtGR+xFRhme7cDxWqLLY8cbjDlhMia6llSAptYBO8nsD6e9RXxe8U9U61+W0bDfd2nCnkJO3eo4wkn0FGQNN2e2olQ5jrjMyzrJLZVvS5t5xg9Mg1WFx16bA9cJS7Qo3CSSph10EDB7gdxVssrk9qZCMFHllkaS8L/CmxW9F28SdRoD23cuMle0ewyOT+1LJurvhZhtrjMWNEgAYB3KBP55rMLrt11NOVKulwcUVqP4iTx7Cn+BpzTzCkh+DNklZAGTt3H7Af51JOCVUFTb7J5qPW/hVAWZWimLnCfBykNv7kZ+xq2PBbxuEuF/Dr6+p1tXZw1TVnteiocpCJmknCpJGUrcUT+hqx7pdPChjT6m4lgNquSgC0tjsodAcnv3rLqdLDVwcZLguw556eScXyXi34h6WDJkw5TcZIVghRxkeppQx4lW5Q2tXVlxB5/4gNZilXy1tNMOziTHkAK4PG4HkVe+gHvA2+WlhpVoiGQEgOL285x1xXEf4bjl/7cqR1F63KH60TSHr2LblCa3LS6FnAAV1pWrxiUp9KWkgj0zR0Twy8JZLIXEt0deec71ZH78UN/wu0Qy3mAhLThJ2lLpOP1qnJ+Gs0VcZW/2LIeuYpP6kHjxNVLShCUbSTyc9KUxtYqW4r+YNuOSTVb3vSGrrStxyxtxrg0DjZv2rA/tTcbrf4EZP8a01OijqsoAcB98pri6j0nWYuXC/2Oni9QwZFxIugalTJY/kr3ds5wKSO2KBeMqnQY7qVDKisA5/WqPd8TbI7MERy6mIhs8pcBQTjtT7C8QETP8A3S7Nuto6BDgyfQVgnhyYv1xa/ka4Z4v9LRasfQumGGdqIbLXYBvj+1JLjYWozBFrkLbWPw5USPzqGR9WzHVpQp84H1K56UfJ1vJG1uI1uOMlRqCcWTc5S7Fxvkm3LEa8tlGeAvqlX51F9aaEs+rdk5EZh1aM8FIJIp4Vcf4zBcburaQlQwPXNQF286r0TcFh5lU61KVlDqBlTSfRQ/zqWPcn9D5FW4Sp8ItKvnEiwRtw4OWhTTefh+0LLQpxdoYaCRkqQnH9qtC16wsd5aDgWlK8c9jSe/3FTsVQgFBI/qX+H/rV+GeqlOsbdkZ7KqaRmS9eGjcp92DY7GzAtjJKfnJJIU6R3Tnk1D5/hRf0KxDdYda9dxyftxWiHLQi4yzJuklckIPCAdqB9hS9MCOhP8iIygAfSAMmvTadamFOTOdlWGXFGZLZ4R6rblJVJW1Hjk/UVEkgewqT3Lw3tzLKUMvLUQPqWe5xVz3ONhr+aEg9cCo1LhB0524H963br/UZ1FxVR6KXa0SqLcG3hIXhDgOMe9PlyIEpST645qeuW+O00t9YGU8cjpUDuoCpClJI5NRyOyeL6bYiKkoPBINNlxkoQ3k9+KUynQ2MnHBpjeWiXKTHU8EhStpPpShD/ELNkpbUP+jpFqS4t2TdHGVrVgoScAjtk1N7zeJkWzKXYLhG83jORg/l1yagjWnLNb20vmQpxZGcetCmvuRrc5JabOxpBUE+pFUzyx3boCx+5W2XQ23mVKWyt+5zVypRHAUfpT74qDK1O82+ElsIKT+IjmnmG/Kv0lxlGcq/EpXArtx8O35KQtl76k+mMVZjnGMqysMsZTjeILsd8duNzjtPueYVLGSe1bGjPIYtEVjOCllAx26VjfTGjbnb9QxfN/CHE8p+9a7ecDbQG7gJBAz6CujjlFr6XZzMqlf1qgtyOZa1LddDaBypajwKaJ+o48NpyBp9CdxBDkpQ6fak1xMmakockFLY5CE8A1626RenoU8+95EVGd6zwMVb0VrgZrXCRcntzqFSXCvGOuakNwDVighcp9qEnH4eAs003XX9i0hGctul4yZE1ainzSOmKibdvut8eF31JIW++8ctMqP0p98VNUO2wueuVqKd8nbwvylqO5xXp61I4NqZs1qTbIKcPSz/ADFD8W0H/Om65yTppliFBQj52adg4yUg96kLTqIoEx9wKLaQgHuTTqgRKbS8zabe3HawCEjj371167OBwBbu09cZ5qHxrs5KkFal/QnJpM7dCp9bpWQN2KLJ7fJMnLwc7PM6D1pBKvZVlHmAH71FXrwlJ+l1IP3pqfvrbaikL3cevWh8jomEi6LfQG0qwBjHNErviIjezf8AUOhqEuX51xvYlWDjr6U3PTX3SQpavvmjdRJJkunX5LqwXH8pzgjPSiJGp2kMbWQSOlQ1+QEnK3Co5ziuNGRKODgJGKjbLOK5Ht+8SJjm1kBANHpWzAYWt1zLihyT2pDH2Rk7gUqUPzpLLcW/krc2pHqaXROL3P7CJdwS5Ndys7SBg+prjty2jy0kenSmadIhNSwhl8rWeCB0FB+ZTnacgdMk9aqnJxdGjGlLke2Ly4DtUcD9KSaihOSXI0q2trcW4cLSk8AetNReIVkH86Vx758iUuLfATjOc1Vui3UkadrjFuMqZG701Ot8ssSFqCindtPoaZHwtP1HhXYCnG931u5Xh6RkqQTtTnnjFIpLjRa3qIx0IzWlRSXBxMmSU5NydiZAXvC2lYI5z605RpE5TJG7JzjnvTZHeQ8ePw55p0VJYhxwDyo9h60yMadULNP3l2LMS1JJSFnjPrV+6YmsS7eglv6scGsuXZ2VvamNEhCT2PIq4vDLVLjkJpKlZIxlNczW4VJb0eg9L1Kc/akWxFhKcuCVjNXDphhaYaUZJ4zn0qqLROHnMyAApCscVbWn3PNh+ckgAjPHaufjjxyd/e+iL+MCidLuhXJ81A/+UKS+Gr4+XQgpJIHSivG2b8vpXeo9ZDYz/wCqueGYddYaU1tIKQelXQ4XJTlfNFoxmVulJQnAPtSxyNszuA59aMtocUgb29pTQ54wCQc1Y4cWVQy80NMothJ+ngU0SyiVFkQVYUl9tSCD06U5S21ltRxuFR51Trbm48DpVD4NDSlE+e+urJ/AdX3a0AYTGlOJT7jJx+1MBaJ4xn/OrT+IS3ot/iZcFbdolJQ8PuRg/wBqrZp5oH6xuHpXcxSc4KX2PC6vFszyj9xL5K/6U9+1CSwvGQKcmlsFACSNx6j0o1K2i8AUjajqRUnKkVQhudIRxX5UBwOJBHPI9q0B4L63JZVFW6fpIABPSqGlPIcBSzkknA46VPvCryW7q1DLhbD2Eknsao1EVsvydr0jJPHm2/4TXWnb6hxwPKPAPUmlifECX/tJ8kFAslGAc96qu6yrzp52OuMkuRXU4Uvsk+9GwbovzBKedBV1HPeuY5OLR6TU6JZvriTzVtxbvDyfNSlS2ieSM1SlzbVY9XSENJKW5AD308DnrVhRLgZTqnlKJJOBUP8AENsC5wJSQMLSWz6+oqiOatRSOstG4en3LiuRdF1E44AjecdOTS1d8eZbKG1ZKhVeyHptvX55bJSkZwKE1fZUiP8APJYeSAOMCtL5Oa4xkuyaS9WvNI8hxwnPAB9actIXNxtMuIuAvz55KRlHBSR6+lRS2aevKxG1FMhqVGQ4FqT1+k+1WhZLtEvAIgwg2GUhO4J71CbeCDl5L9Hpo6jJtknXyRkeGt5ZUdjDaknptPSvO6CvQRj+HrOe+elWGzJuTYCPKO08Zp1iT5TyUtvM9B+1c1zk+Wep9tQ+muCl7v4duz4TsSbGdbQR1KTwfWs56qscizXB6E8k4QrAVt7etb3uMxDJYafi4afV5RUfU9Ko34gIVp+VMKLCabeUMeZtGfsK2aDUSxzquGcH170/FrMDk3Tj/wAoy4lpOcoUk45I70dhBRk4xRElBYfW2RkpJGaKDquh55r0XfJ8t/Q3FitkhPTHt7Uvjnz3WmiQMnHvTUytJ+onp27Urad8taVJyCOajJFuKk02Wt/ttJtNnTp60n5ZltOFrTwpR+9RSVeZC5CUFZcC+SVc5psauLLwKHCoKV3Hc04w24zyRtQfSufKO13I9Zj1EckNmIPuNtst+taZMMIbltDDiU8ZNRBdlmJBKG9wHXbzU+iWptP1skJJB5prkR3ockrBwlXYVZizuNrwY9VoYZ1vqn9iDOh1olO08dcjmgbk8kJwfSpo+2y8NzjSc85OBzTZJt0RYP8ALCfccVpjnXlHJn6e4/pZHi4R1SBxigB4/hIJpzkW1I5QonFJFw1Izg1bvTMk8GSHZL/DJ5KJclGCAQOc96s5K1DkK+mq88M7epPnyVJzk4FWErCVBJI6elcTXtSycHuPw9cNMkxWh0IT715yQfxfnSQPBHPc96ApzzScqz+tcxq2evjPahUleTg8g4zzStCg2kDOOMjikDJUgBSRz1+1GqUD3Bx78mpJeCmb8g5EnAJ3YIH+VVj4kXhS/LgJUSCNyvQVOrtcEQ4q5DqgNgzz61Sd7uTlwnOSXCVZV3rqen4rlu8I8d+ItZ7eP2l2xvJ5yDgetdUc560EkEDjnuOtcPAxkYz1zXbPDsEeckHgc5oKgo8JGc+lCSFuAJSDgDmlMVtpslaz9Qz+VRcqBJCy2QWEbXXFKLmOlOxWhv6Vr6c4TTazvd/CQPelzEbaMqGT0PvTx3VslXweMtW7YxEPPf1pO8iY8lW76AD0pcrgfi8vHTkUjdcSCQFlQ75NTFx4CSyEkB59IwTyK8tUVHKSTjvXFtIUrIz9s17yOAVgAdKOBMIdeClBLacZ9KEiOpY3uK2gevSvLkNtJKW05VyMmk63ZEjbuWUgHA9qBdChxyOxxjcpNErddfBABQnOetDaiggbyrPU5o4qYaTkgcH1osTC0xkpwpSh+dBW7k7GxkkAdK8BImKCWkkJPU04MRGIqAVkLV6e9C7E3bE0eOWkF10YA654phu08yXNjedielLb9dVKc8htW1I4IA70whC1HclKiSai3xRGjvB4UcDtzQ0ck5PTijG4Up0gpjuHjHCTSpiy3RYBRCdPH+E00hidtSUHzM/h4xQvMVncSRn2penTV9d//d7px68CladGX5aQr5TA46qHFFWRfA2NuHqR70raeHXPr+lLRo2+YALaU++6nCDoma6CZUhLZz0HNNJoLQ1CWkYySfajkzcJ+k/rTyrQzSAQLiArtlOc0QrSflo3OTcqBxjb1FSphaG9M3cQQrn2ryp6lZ5Oc8in5izW5pCCGwogj8XelTrNjCcfKNBXoR3ooOCIxJCxNwkH6xyeaVL+ccUQ2w4rHTCSafjIgxyFMRWwodMDBrou4bO1SBj04ooBy034P+J+rWGpdp0tKLDmCl1xPloIPfJq5dGfBPqy+JQ/qm+sQEHq3HBcWPzOBWiPCG5xU+HdhUpCcqgtZz/5RUyN78lBDZx6Yrj5tfOMnGPFHodP6bjcFNq2ytNFfCD4UaSWiTKYXc304JVLVuGf/L0q1Y2ntN2OMiPbYMdptHCUoQAB+lRWfqd5TivLUoDqKapuo5CG1nzFeu3Pesss0situzoR0+xUuCW3OdCZSUtuJSR2H9qYYuolIkbUrBT0z6VEJl8cmMgBRBV781yE95CA44snJ456e1RjKjTjw2izI+p9qgSo/lT0NSIWySlZB7YNVc1NTwrzDyeg7/nTi1dHD9CSQhPccg1phke0bwRfCEvitGRqWwSY60hbrALzWe2Ov7Vm2FHkMTChaihINaOuzy3G1c8KSQfcYqqlaebkPuHIBBNV45NNoPbUKsBZ7kYxB3njjrTtIuC3keYgnPWmoWMxl7FJPH4cnqKMUQ0gpI5HbOajkUvJ1IQWSHCHpoG62yREHUo3BPqRzUWjl+M6ptSMDPHFSTT85ttaQlPOfq9MU5GzJ+eUEpyhWFp2pzwarabVFEJLDNpiawJWsghJb7lR9ParP0rLwlccjcFjb9XQ1HbfbIraQBHUpXXnpTiqM9AcS/5hbQe2elRUUyrJnUpXHhmefib8FF6emL1np+OVQpStzyGxnyl+n2Pas/QV+acKPI6jp3r6OIVbdU2x+xXhlD8eQkoUlXQj/WsTeMnhTcPDDVTiUpK7fJWVsOY4KT/mOlTwy2v23/L/AGLtRD83j/MQ/Uv1L/UV6CkJbebChnBGfSrxZtibpYZcFo585k7Un1xkVQWjg4h5so5CiCCDWhdHSsFlK0hW3GalNclOOT9sh2jbWuM55Km0qKScpJwasGO2Fp8sDOBkAjke1N2qLKdOXf55pJMSX/MQR2J6il9qucd9IUo4KehNOX1Lkoxp1uQnusctsbin6enHpUp0Pp6LLtSZEpsFSySD7dqj0t8XGU3bo4KnHVAADtVoWS3pgQWmEnHlpAGKyZIqqO96e5fqYgf0VanMLWygf+kUmVouGkkx3FN4H9Cyn+1SpSVLVlRoH8sEgDJ6VUsaOhJxn+pJ/wAiKI0xPYc8yJdprSk9P56iP0ORR7bWq4bm5F3LyO4daSf7AGpKS1uwr7VxQQc4FNRkumYs3p3p+o/7uCD/AP8AFEfcl6nVgvsxHe4+lSR/c0SqdP3BMvTrSwe7b3P6ECpCtCEcEjH9q8GgrgZOae/J8nLy/hP0bKv+zX7Nr/Uj/wA1Z1IxIs89k57AED9DRXl2Fxwr+cU2o8fzGiP7ipIqI2UncCM+1EmJGTwpKeams2WLObl/Avpk/wDtSnF/v/4Glc59bvklkoyeCSKNdU9H+twYAGeKjouq21kGIAsnAUVAkf6U8MOrchOqKG05537z9R9AK9RdHhRYy55+FoQVA8ZzQlK2qKltjjPHemplaW0ILynEEdEjPNHDEtBU0V7UnBHI5/zpWFDil9twAtoA29ec0qLKggOpSCeydwzTG26W/wCQwycA4JOTS0PsdXkOLQ2MDCcEn3oAOeLzTgTJb2k9AT1oly4rbB8psqQgc5IT/fGa82mNIfSlG9KlfiUQcAf2pBd2/LkfLwytwnBKkjgfnTTAVIuIfHmJTjB5LiTx+VLG3lAh1pptKCOp6k1HlrmtJLaVhWeoWP8ATrS6O+86EF1Odv8AQ03wPuc0mwHtS3koS7LS2lGNyfrxn8qC7LYDKlKZO5R6hRwkUgdkRFlSVFYUB1JxikeHG1+a3KKh2C1HaKLAemX7aU5S2sqPUEVx9TflJcbKEJJxjP8AlTW08/EUqRv3FR4PQClKZsiSrc4QrbgcoFF0Bx95pC0OracWEnCVJQdoP3oS7r5eGEQ3HNpypft7U33HULkcpZWtA6JAXnj7ACj21svsed8wCVDqFYxRbAWLuzCEhKIqgvP9SgMUITnnHfKdZDeAMZ6dOtNTYZbQJC1yVqQcgE5BPqelKUyEqILsUK3DJKlEnP2pDFHzoQolLO9XdeMj7CiXZ8cuBt2UAonJ7AewpK9KEFtTzUbetR468UzOply3kPrBx+JxRRhOfTmnaFTJUZUdUfzmjtbRxkHOaI+fdQymTGbLhJxlXASPXFM6JEqU6khKS22NgQlPGfypcJzKUfLvLbVxgIzgqP268Umx18jkic7OHmt/SpA+oAYptlzJamVOQUpKskELX1r0OULc0sNBSivqlOOnpk0zzJj3zapAaQwhIykKczkj2xSGiG6ug32Je4+oWozcgxxkoH1BKxnGRVfXHTKL08/ftQx1PyH1KWrIwVH/AEqZXe5X5Trj7ZdJWoklKuuabXLnfVFIfih0HHCkA1n3V5NKj9g3QGm7VHfRIRBaY3HhKU4IHuetXhBnxbe0liMWx9IycZqk2NU3SEMItKUkdCGv+ldc8RL+jJEBQ4x/w6fuITxt9F+tXteAfMOB1wnApJe/EmNYoK3nSkKAwlajyT6Ad6z3cfFTVqkFlpK2kkdQgjH7VHlz7/qF8LuLryvTdnAo9wTxuhz1VrcL1DIv5T5q/M8xKVdCR0z7cVCrL4jahe1dI1S+95txlPlzft/CeicD2AFGX6MyyFCXIbSnBwVHqf8AOobaZ0WHcUDJWUq6ITnNWQ+q6INJUXbaHpzcO+325JW69LUnJXyVZ+pR/PFVhef4t4iaq3rKS48EoSBgJbbTwkD0wKuWHFul+0MwWbcWRJLm1O3oMYBPrQfDrw1t0S9tuTiprbsS4tXVWOuKINq77G4p8roFoHwStkVlL8y3mavjGU4SPt3NWZbPDqPFDKjY95jK3tbmwQg9scVbtkueloEZuLChjDaQOQKcnNS28JBaiM5HTNChPtsN8PgofVnhsNUJQiba3R5aisKQClRP3A6VW8/4W/mHvPFxuDSBkhJVuOf9K2RH1EltkrcisLzz+FPFFK1XaHEKS7b2enJ24p1kXTBTx+UYf1/oReldPxbN57sh5TilNFQGeB0qP6Yt12jOpiW8vtTnCAFFJASCOlXt4ryYGpNZNhhlLbMEggAdT3pmbXGhy0yGmkhScZJFVxzPHKhuKasaoGj/AIl4EdDkCc082pIIJcAJH50S/qP4i7I4G7jpyRKA6lrCuPyNah8OJq7zptp5xzeWVFvp1p9Xbm8la2knsMitX5jJ5dlKhjfgyhH8ddd20KE3Ql1bWEgFXkOHnuelEv8AxKXMOhu6afuDSe4Wyof3FankQYbQ+qOhW/8A5KbJlgsExaUSbc24oH/62KT1D8pAsMfFlK2TxK8JvEPFsmaZflyXASUBo5JA5wKl8Dwq8PnwmRG0pIhJxvBLimzj9anEHQ+nbc6JkGyRGHRwHA0AU+vOK7KiPSspEhRQElI/1x6Vi1Gac+IwVF+OKh/iZEpHh1ZbYAYlzmR/O6bntw/Q0BemlwGvPi3lmQjgHejqfypwvlrk/LNRVSHFBs8KSr6iOuPaone9P6zkONS9OKKHHTtUhzBbCf8AI1zMmlx5/plBWa4arLj5jJ0efvs1qSI0iEgstrKS408MEjtzQP8AaazuSBGuTqChShvbCwr6fTIOKY7v4KeIep2mW5+sBDSySrY03zuPXnNN6Pht1fFOEa0U5k8FbOc+vep5PQ9BGaeOT/0J4vU9VX1pf6knlOx79JW1pGwsMlsbnH1JCAB0wCetJZch5DKoc6ayyGk/UEKz+9I//pT+KVjYMW16kirQRyChScfoTUNu/hJ4rLDm51h9SznciQoH9xWx6fGv+20i2Otbj9asenNRWmMtSd6lBHAJV1PrXG9SRXFH5dwbj0571WF88KfE+O4Pl4M9wBI3nclQ3d8YqPCyeJtldK3oE4BJx9UckftT/L/EiK1i/wDiXol0y1ZfcBJI79KHIiR9gUnHNUsnXGpLaUInb84B/wCEoY+/FPLXijASEtv3IebtyQWyEg9xnvR+Vn4LHrsXkmt4ZYjxnUrKtqhhXt71V93cihasLTwf0pRN8RRdEKaQtJChyc1FJsd6QVPoloAPPXrRHTyv6glqof4RHd7gEKKUn1HFRdyRIclJDAJV1JFLrgkRz/PkITnuTTK9focHIi7lkclWcZNW+20qiYp5k3yyfWiM85scnSEpSkZwT1p9lPW9xgMJUkpA/WqcGrX0k5aPPqc05wL5EnHa6+tpw9MKOKy5PT5zd2acfqMIKlEkUmzuv3QOQnfLSQMbTxR8yRebMAZC96MHCknn86amGJLa96ZziUnkKSc8UpkQL1cGy3EnpfJ42rPOKX5HJwnTQ3r8fdUx40/qyOZjSXUDIUBzzV9CS27EZcQrhaEkeh4rJKrJqi2PmUuESlCt30mtEeHGpotx06zJuWQqInYpBHJI6VtxadYVwY8uoeZqyaQLY04FS5yw1GQNyieM/aoZ4geILtxxYbIryoqDtOO9J9Vaxn3bfEjBTMdPASARxUVt8F2RLSlpvconJOOAO5NXWV02LdL2dhVwTLmFSm0qG4q/qUegqa3iXb7FFdvFxcSlDSf5Yz1PoBUKuN2R8/GgwFfymVgKUn+tWetR3Xl5dvNyTb0OEtIVgD/OpJpAOdmub9+vxv8AcRlIyWkK/oQORThPvgUst+ZnnOAaj8SQmGwsBWMJ29O1JVOKeO/d+I8c0nMsgkuySi/OZU2lR29Dg9RSGTen1OHYTtPHHNNfnBsFtKTk9TjmikyUJypXSobmaI7WhzXJWpI5yR3zSVb3mK4NIFzjnCDgA9KKMhSslI3HHQdqmrZGTih5LoSnJcAwOaAp52Q2sxkqKUjKiOwprW3JU2l1YWEKVhOAefapx4bv25BkoucXLJThRUnoM1ZjxSm9sVyZM+pWKG/4ImvKPrUQTnNGC5ojglCx05waM12q3W65FMDeGXMqTn+1Q9yRIknDaSB3ANKcXB7X2Tx5FkipMfZGo1NZ25V2xmmmVc5swHz3lIb54HApK6zLS0XURlucc1HLy7e1o2qZLTY/pSRmq6b7LvfpUhzn3+FCSWouFu9z2BpvVqiaU9uowQKjCnHhkEE49a6mS6jqM45pqKKHqMl8Mkb+oJy+A6AMelIXJsl45ddK/Y02qkKIykcHmupcdUM4JNOkReWUu2K3ZSU4A69KJKnnyApXB54o2Ja5k1YDTROT3qVWbw+uE59tCnGm0nqSafZCyPRk+WAECnMRZDje9TKj7461bWmPCi0JcDsxwvhJ6ZwCc/2qesaHsystoiNhKeoxRsbJwzxxvozDtKssupyhYIwadNGzHrDc0tuFQZWcg44rQM7wlsMvHl2whX/LxTMvwPKclpxSBnKQoZxUJYm040aceqxqamnTJVo6YzcGEIQon+pNXDanlQ4KWVbRgcEVUnhppadaJL7cvlMX8KvWphL1Jsy0kYINcKaWOTTPb6GL1aTj0E+M8Zc/QUtbYyWcOj/0nNIfBS7KcjM+Z9QAGaDrK7OSdHT0HotkpA/KmbwTfcjIVDlJ2rQQk561KC3Qv7lWojtyuD+DUMBcd5pKk4yRzSWc2VrIHANEWp3yo6Fc8jinPyW1Nkk81oq0YFJwfIyPRlBB2g88UwToQCiFHA61Kpq/IQrpiofebgADlYHrVGSKSs24nKb4MjfFRZUK1bDmpWE+bH2fof8ArVMNWllTZX5igrp7Vpfxo0rM1lcorsSMXUx0qGR71Wa/C2/M/SmC5jv34q3Fr8eKChfJVm/DWq1OX39r2srNNnczw4R3pQ3Z5Y+hLo2nrxU5VoG/tHP8MfV9kmgq0vdYx5tr6eOT5ZpvWp9NDj+HpR/Vja/qRqLZ0sgKVgn1p4tiXLbLalx3NikEKBHWlotUxAHmR3E4H+E0FSmGF+S6kgj/AJTUPfc2a4+mx0/ii3bTebtqyzPQYwwot8Kc6AgUwQZM9DqmnwrDBIWo9KbNLapkxCIbXDWfxAY4qQXO7wZclxi3JSFKRlz7+tQnSjbN+PdxGHkVRNSONcIXlA4BzjFJdQXdM4xHX87ULznHApAza5AA29zRV4bnmGqKphRHbanJzWOEYb9yZ1MvvvE8UovkU/NMyTtccBTjAqV6DsdqvdpfiyXgypO7bk4z6VWtttd3dkoDrCw0k55zyKlyGLwl3MIKQlQAUEitDzwi6bOXH0zNnW5Ra/kTG33W6CQiy+UPJZVsWs/hIHeppCXFhpwwlDe7ngYyagdv+Zhx2w628pZ5JSgk5p8iPXiWnEW1rURgbl/TWHPv1Et3g7+kxw0eOmufJNG5OUjcQQfelLE2M2sEgk+1RIQ9TvqQhmMlkZ+s53EfYU/RYsiE3h8+asjINUPHKHDZqU4ZPH+govFyhPxjDlJUULGU57HtVNeK2kbzcIypj9xDqGWi60QPqz6GrQWHZjxKkYQ313DqahviBeof8NkwSyptwD6VjoDWzSppp2cz1FxljlDbaMlXm3Ow1iQk7gr8XfaruDTWtxJGdlWzq/S9uXZkOQ5SXXihTituOT1/1qpXwpJKT/TnrXpMUtyPlGuwrFkuPk807g7ccGlSHUHnJ602pWcgnpSppaSeDU2jLGXgcELIUD+lPVruKmAMgEK7YpgYIUoAinuPFWUhRwcc1nyV0zpaZTb3QJPFue5AKQR+dAmvIdSTnHHQjmm5sFtGd+Owot58qJway0r4Ozve2mecUE8gDFJHV9TnHpmhuOFWOc/lSdxQJ54FWRRlyMIcUCCkK7/rSdSSogY56UYtZB3DoenNKLPFVcLkzGAzlQJ+1W3XJj/U0iwtDwPlLShSk4J+o5p9kKCs5JI964w0iJFQ0OABSKQ6VKyCR6VxM0vck2e49OxLDjSDFLHeutqO4ErJB980kBKjx2pYwj6QSPq+1U1R1d1ippQCslOABmguvpbTwME88nvQCcDaeM+lNs19LqVMpkBo4ODjpUscHOVIo1Wohgxuc+kQ3X+pC4Tb2Vg/4zu71BGYsqarZHZW4pR6AZqfyNJ2ZpSp1xnrdUsE7Mjmm5aH2yEW1kMtDgY6n716HElhioR7PlnqGqlqs7yMb4Wi57yA5Lksxkn/ABHJp6hab0vEyZswuqHHtXGrNMltFT03Yc8A0RL0vNCfolBRAyc8U6yT7ZhtsVPp02wny4wSodOR1pguUKG44XYbwSDxtPSvP2t6OsJccJJ4GE8V1uzTXsBvBH7YoWJwd2Kn5AwUKaScgFWeMUqLroxu4z+1FpR5QLTiglSeD3/OgrbUQFpeGK0RLECW8ep/U0Q66ndnkjvg9q95QP43OaAoIbO1Ht071PsXB0vucFKSMe9J3A85neo5IFKEsur6JI565oBbS0FKec544HcUIVoKbbScZB54zRwDTYCCckdTRLkzcC0y3kn2ocaC48QXyQT/AEg0X4ItnkvOvEIaSST7UqZsyyN8xfBwcegpahDERrhKQOwxQgHJKsKyE9enemkRvgKyoYYgtEHoDnFKIloWrK3l8mlLKWmsBIGaPU8cAZOOtNIXQkGl7YXPMfa3qzkk80vZtlqYBCIqMAEfh5+9FF87cHueKAZKkgjOeP0p0kDHNsw2+Q0hIx6D1oQnNpUFBAGTwc9KaPmCcYHIHODmuKeCuARxR0KrHc3BSjtSoAH3FB/ii8DKwOvSmYyVZJKgNw6GizJKhtJB4oTCh3Xc1uqP14yBnPBol64vND/iZUrHOc02rktsjKhg+9IFXBKlZzk54pKVDod13AIBW4s7scUR8446oZVuz2HtTSt1b6sHHXt2rz8tMJJSCCsj86NwULp10DDZQ2cuEY+1N7Eh+QNylHB/WmtLq5a9yiT7ClbktthrajuBmk22FLocVyUspwVZIHr0pO5KU8SkdDTey448dys9aWsN/UEnJyRx60r+Saib68Jn1p8PbI1IVgoht4/+Gpc7eo7Le0rBxx9qpzSeqjD0zBiY2hphKRj7URcdWOspWpb3ABOc15XI92Vv7n0HT6X+DG/gs+46mtrKColJx61H5msbTOJZynJ6+1UZfNeyFOlpDuQc96aI2rXnJIUXAeRkg1qjHgqlGNl5TXVqKVxVgjPY9BS6A/Idbw6CQOv3qE2K+qejtrWcY9e9TS3zmnmk4x0OcVRL7GiK2rkkdtbBb2unKSetPLW0hKG8LV/SAOEio/bpKUjPVI5xUktrra07G0gKVwT61fid8Gebp2EXBhxqKtSkgnBPFVMm4vtyFIB4Kjj/AK1dlzYbbgOHBICFA4HtWdXbi2JzraVhR3nvirEtshRlvZNGZrbidr5BP+KinYC3uUoIBPQjrSayPAgKIBJ9s1KYbS1thSkfT69alNWjfHKsaGAQ1xSlSU4Pc1MNP3DzmAFYCmvX0NNt1iqTHDyUhQSOcdxTdZLqiJNQQPoyMpPcVBR4MWq+tbkWdCkNlJSuYlA/5QBRkmLGdZJB80jkEqFLIEe2To6JKIrZCgFcAGjJKbM0gocZLR90YqKTObHIr4GCMtTDo2ICCD2NEeI2jLX4iaRftkxtJloSVxnFEDasD19DRs2VEaX/ACykY5zRVweTd7W/AZlFtbiCErScbVdqg4p9nQw5pYpKaRjuzRZunLy9bpm4GK6W8HsQatbTGpFIdQEHnpxUIu1ulsaimxp6dsgOncFdSfWjLDPcj3FUZxO3arFPLOkbdJjWa+KLw1be25Wjlh4J8xrC0E9j0x+9Vra9SuFzym1KUonASnuftT2uEvWduNrj3xmKUFO4EblY+2amOgfDPTWmVfMyJAmys5LrigNv2GeKjcmXYMOLDakPnhzpl9tAvNyBTJdH0pV/Qn/WrCDga+lSuB27Gm9qXAaSA04k9sBY4ox2Y0sgnB+xFUuL7N0MkUqSFxk7hndkCg+YCfpBHNJClgjIWcj/AL7V7zW0kAqIPUYqDtdl6kmuBYQP6uefSi8n8I5+9AW4NoKFE/eupXxkHOfWk38Eou+0GJ+oE7sV0OOp/CCaLUlYPKOvpXd2Cc5J9DRdh0ddJdHIUOPWgJbSBhWTXVLBG0557UUV88HI6UWNcojBkQ228LtS1OA4KyetKJU+PEiJJcSFHBCePpFK0sPSGkRxjr1PGfektysqVr80rCgnGU9c/avVHxITOXm1teWu4Sdzh/Ckc/5U5xFwrm1uby0kHA3ZTz9qb0Qoq3RtZw4n16IH596dI8DzD5iVhOBgYV19zSYLgEuK226AhZWU8Z9qAwIcx5X8o7mzj8Wf7cUTcss8Bk4/DlJJzQWnWo6N6yWzt5HTAzQMUzYEQMkoWpBV2RnJ/eimWYLSEZfUlefqSQVKNLcqdjoWy+ylOM4KSVfb/s0geVJay662lCz+EJ6n96l0IBcVNJa88xgU52pzxn9KElC0ROI7iN3JAzxS1lKywlTj4K/QgZ/Si5siS+8l2UtWBgBCBtBH5VFDEcVpctwMbSgHoVk0Fy2rak4Q9lJV2WcGkinp5ufnJew2f6FnIFK0h1JUohJOM7UjGKAFiXBFIYeDD5X1JXzXHZQfT5TDbTKQcny+/tSdyPJfY3MNITkY38gg0OFFuSEYL5dAP4k8Ae3NPtCDP4bFA84xFrUoHKigYz96Sqt7AKnjFISjnhfJNLg7PV/JVKxt6oUMZpE4t9TnyiWkgJVuUrglRpdMZxd5YaCUIKEAclODzXVy2Z2XYIyvpnGP70VKQhJMqRyhI2gbep/zocBIYQp1FvLrqucH6cD/ACoXIugQc2JCrg0pzsEgYr0Rbb61F1HkI5wjbmuNiZOXswWyeEozx9yaKeZmW1aUodafcUDkLV9I/wBaKod2BlKbQAzGjkJWvlW8gYHoKNfj2uNGL5UsLSOu0k/3pM1HflyEy5sUAIwA2CACfUA0rw4HEpQTtGdwcSD+9NCI3I1A+lz5aMxkvYG9YwQP8qaNVXZUe2qkSm0sx2m8qUXQFLPoBU+VDhgpkOsNOLPpwRnqelMeq7Ppi5RQifbkOq/pSoH9aTV9jTRnG5eOUYS1M+SUttnH3olPjXAWpJWnHOT/AKU/33wHg3m4KksLDYWvhoDbxTFdPhrnKGy3x171HhQJIFVvFj6ZapzXKFsfxhs61lTqk46AZo+T4tWNxGE7PfkUjtvwo3F+EX5tweQ8OiUDA/eo238O2qX5SoqGHgkE/wAw/h254qDwYxrLkQ+u+J9mWoqSUnnpkYpP/wDTGjy3EsWttb0pfCAk4APvSqyfDLclKJnLK+QMJzVkWfwOtunkmXFtij5KQCpSc/V+fWnHDjT4Qnlm1yVrC0HKvMtM29yUqcUCrYSSkD0wKsbTOgNNwJrL9yQwEbgcgfripbbLC7CCFuMNEK6hKRu9hTffLey4FBS38udyR9PrU5y2qyMU5SSLHcnabWyhiJKYQ0hIShsHG0Ckao9qdVubksgnvuGarGJZSsYVcHEAE9Vdq8uzSWnD5V2Vt9D2rApRvs3KMkqLMTIjQQVNXZCR6BfWiVaqDP1G4tlI6c5/Oq8RYZS+XLkT75pJMtzqUL2zT9PXmp+810yPtKT5LQHiTGjt/wA6ZuwMYA600y/FVMlQajNEDpuNViIK1kock7jQ4qGIsxsvPgI+rO7gcCrFncuEVywKHLFV9vbzCZEsL/nvqUoHuCaJtsuauAnz3Spbg3Ek5ODzTJqCd/EHg3bGXJBTlJCEE81MdFeHl91Ell+7yhBjox/KQfrUB601jsi2kXV4LTZEewul90JbWobBnqrHNWY3KceQMDJ9TUE01pyLaIjcOJkIaAABVn86lsbLaAdxz6VcVMdGYqyrLqion9BRoiAq2hKcmim3CUjYqh5fyVAnOKT5BWGrgJdSApfH6ZolVtjoO1tIJIyTQiuQQBgntxQwy9kEqOfSl0MTOWpleD5SfzFEOW1sgBKBtHbFOYbeJyVYPvRTqFjAC6i6JeBqVD5wGsH7UE25SvqHBHrTqFqB24yaAtah16HilQXQyvxkoVgKOR15pMqKtXCiD36U7FC3lK3J4B4PrXltLCcJQPTNPhD7GJ+GSD9KTjpkUietMd0BC46Vk88pqSGO8tYUsgp6YoLsfGQlA/Ko0NcEMk6Ptkg5etrCyeuUA1H5/hLpCeVGRp+Grd1y0Ks5DbgOHG80F1HmKwlAA6U9qGpfco+4fDtoWSVbLGhonnLeU/2qLzvhZ0zIWUsPTGUnnCXSR+9aZMZAzxQFQ0qA+jH5UK/DHusyXcfhBsrwKm7nKB/5jn7VHZvwjNtgpYuDh56lFbRXCR/UjJ+1EG2Nk/WgU7l8i4+DCtw+FS6tAqYlhWOmQaitx+HbV1vWTGZUsp54r6Ev2dp04UgEDgDFJX9PRHAQWxyOTinvkhVH4PnUvSWt9OfTJtb7jQPP0k5obM19CgsIcjPJHKVDArf0jRFvkAFxhCh7gGozefBvS1waWh2zx1bu+wA1JZmvAnjT6Mg2nVSkf7pcWitsnk4561K7bc7bEKFRlo2qP4M4/M1a94+GvTjwKoaHoyz0IUcCoLe/huvUXKrddy4ewUnp+lWe/F9i9l9xY8N3HS7sQPXJDafpHKepqB6k1bCK1wNPxg22oEKcxyoU2Xfwq8RrPuOPmEp7Anp6VGn4ep7csJl2SQD0yEE0t0X0yX1rseYrimSua6rJSDj0zTWwC9MVJUcnt7Ukl3p9qOlow3go/i+gim46lS0jyg0pPOM4IooN3HJI3ZIKvLCunWgGa22obVcVHWZNynEmPGeKFdVhBNDY+dKsNQpbxzggNEkmjjyV+7FOh7kXFAzyMnrzUw8PpWnrvIas0yyiW+tRIWCRgY6k9gBUAcsl9dCA3pyetXG7cMcfanu323XcBtX8I0qqMpxOxS9+FFJ6859Kj72CH6pr+pu/6br9TD+Dik/vTLYXpjw2al7W2VKCPoQS5lCjnk+pAzRsiPoCyvuiLbo6lPNlslSvoR6kZqB6U0lr66yHXbnbm2GojJKUrcH1nPCRSm6+HmqH5zSnJMOQAcltClYHt0rZpdXp8P1ppswS9E18cm3KpceKF7+utGW2Oq1RYbMtwqyDswlPv79KU2CY9qNTzUGK2wgAqUoAJBx0qDXLQGqYt1Nx/hAWEnIQ2Dt+3NPWntQtae8uNd4MiOQDvVt4HfNWw9XhGbUEjZL8PZ1DdNSS/ZjzqDQ121BARiElwsBatu4JIJ9PXtVdwfD7xTs9zafjaackNlW0YwtI9zipPbtaSpV0clx5T3yzrm1sEkbcf9KuiHqdqFZoswsrdWsHeEnjH5Vly5N8ty7+Cj2Hihs2uvkom9ap0/psnT9/jrkz1pHzLraClDR/wjjk+9M7rfhVPjLWuTIZWBuwtRyT7VcV31BoK+qdau7UJKzlILmFKSc+p5qC6q8D7POaN4t908uOU/T0IGfTHaq1lV1JUH5acVceSuGtO6DuCiYt0ktZO0A4OaFJ0DYkAlGokJISVHzW8dO3FAm+HgsxS+3qNkIUcJUT3+9BZ0HcbnFM0XppxoK2lW7nNWqNle75GD/Zfz1q+WfYVg4GVYJotmzKQtTQcRuT2Cs5qRQvD1wzXYz811C0N70gJxkdhTjadGR2JAkxlvOqA/CscA1GVRVy4LsWDLndY4t/sMcGPIjjCByO+KfYM2THRjzCn1p5VY3kqSG4eQOTk96TztN3GWlTaCGMnqOwqh6rDDlyN+L0LXZpV7bX7kgs9+dSwkGSBjjOamdn1BylS3eM5JJqk39J6jhf+7TPNQk52mjodz1TEWmOuK4pHTg9B61KGrwzVqRDP6HrcDqWNmjomr4wc3uS0bQOx7U5q8QLWUtttJDhz14qhICZ74JkEt5Ocd8VKrYG20IGzJBAyahl9Qxw4jybtF+GsuZb88ti/uXna47FxtD9waWEF0dAfaq4kS46Lm6wt/eUL59q4vVc20QnI0dt0NpTnA6HiodbbsZshxxllTrzq9xx2z61wcsnOTl8nuPTNKtJBQT4omN+cXdbcLXFOC8oA+yc80XoTNnvslh10rwoHJ9cUogNogQHJsleHAgqVk/hHpUO0/eVKuL04rwXXCoD2zUcWSbbV/Sv8zTqNJiUFx9bf9EaWhapSEIyvgClStast9HP3qk2tTONo3ed0FAGon5TiU+ZhOcnmr/zLXBjl6SmrZb0/Uy3053fSec54qJ3a8F1XloVnfxUdlaiUGdiV4GMdaMsLMye+JjiFFpH4c1Tm1HDZdovTd00iRRoLCUJDoyTyeKUotEUpJWkY64rzYcGCRkD+9K0uLIwUjFcZ1J7mewi3jioxCRZ454DKQk98CjP4BBcISqOgj/y0elxeOU844pQ06pB5T+VR4JNyrgQjSlpWdvyDGPdFcRojT5P8y2x1D3QMmntp5JG5QPPQUsbKCNw6mp8FLlLyMDeh9NEc2eP7DYK4jw80sXVPptEdKjwcIqShCSn6VdaAfNbOecE9anX3K93kao3h9pg5Uu3t/p0oa/DTTDyTmCjGOKem3wnAUnFGLlK/o/+hU0o1RFzm3wyNf8A0pNLqOUJWg+xpRD8K7GyrLbiuOOeaf0zFpH196ME5KSQCeaKiwc8vyNyNCwI6R5awR6FNKmtIR2wPLICvtSxM7oc8CjDcnOyQR7VYtnZS/cfkRO6dUw2stkEgdhUcPlIeWl5CkqHXIqaR5y3TlXX0ox1uK+kpejIVnk8U6T5RFfTxIreW7FGSpGEgZx61X+r7XAuTbiktncoflV03LT1nkqP0KbPsajlx0KxJB+XfB7YUO9USc0zXiWHtmNdZ2y42N1x2EpflcgpOelVhIdU48orSE89K2ZrTwkukllwtRg9kcBPU1n/AFT4Wzozq90B5haCc5QQK7uh9Qi4qOQ8H6/+G55Mjy6XlfBVisA4AHNGx2w53xS65WGdbnSzIZV7KweaRpiyW1ZCFHPtXZU4zVxZ4aWly4Mm3JB2hxiMlC0kkcU9MSNqcEbqaYdtu8vHy1vkr9NrZNSO06G1pPcCGbJIA7lScCs+RX2zpaeWzwIHpq2z1JH26UW3Mbezz/1qbN+DmsJIV5jDTXHAUabpXg5qiE8FLdabHcjmq4qHVl88kk+ER0vIAxkDFJ3HcnhXH2qbf/SonJjha7gkqIzgDFIJHh3Mj/8A3SlQFOLS8lc7ZD1r7JyB3qbeG1pDqnLmtOQn6Ek02J0NOfc2NuK5OCcdKsq02ZqxWdEJHJSnJJ/xetRz5EocFmhwueZN+BPPdIyDwPQU1hRV0Gc/c04OkurwoftRrcZgJyRg9q5DVHscU0lSEbbKhhXY+tKPNDfAV+EUN1SU9CAKaZ01LQUd2AnrSqy73PbVtgrpdkRmS6pfQVEHm7td1l6OFlBGcA849cU36kvDsx4NBeEDoR3pNDu9ztbqFMu5KBxj0rq6XBsSbPD+teqfmpvFB/ShwUxOSoNySvA6b+KWRY0gDa2sp7DIqUaY8R9PzvLgazsrZQR/7wlI/U1LndE6eu6fm9GX5pe4ZDK1ZHTtWuWPJV43yeYba7K6TbpjowlSkkjsc/tSRy0XZt0ec64rcRtP+tTpyxXiAstSrQte3+poZzjvTdd7/brE1ulrUhX/ANbWORWSWp1ON7ZRI73Q3w9ONPJCpLgcV3Gacf4C00wpK2whIGQRxR9sudvu0VuZFYDqDwotnkH3Hal7sptuE8GH921G4Nr69Ksx+pY1LZki0yPuc8lPTmkolOfWMpUc+/NJlAYACvv60fMcQ7JcUnIyonFJyWWuVE/nXQTTNXizhacWPoyR7eteLflJIdWAf3oHzi1DYykgGinnG0EqdXuPYAVLohyDMwnKGsk9z0ohQ8wkvLKiegHTFALzjxwwgAfbFLYkRtlG936jwckd6FyRYZHYSE5AAHaj1SGoqcfiV0x3pHKmoaHCunYUTABfcLr+ef2phyOTAeePnO8jpt9KXhwJOR0pGlxKBgenFd81OMCndCFocSRlJOO2KCXgTknrz06Uj+Y45waAqRggE5J60WFC7zk4GFEcGuOOBOUg8Edx1puXI3fVuODRapajnBJ9adhQuVJwRxg1wyOThQx1zTf56hwTnNFqeAOc8felYbaHBySEpxkH1OaJTISMuLPCenPNIFO+YoYV/wBaLfdU6rag/SKVjqw1+W5KVlSzjPFCb3HCUj/1e1FNpRt54rzsxtlG1rBNCYP4QpekphNFIwpZHWmtxa5DpWok57E0W6tTqjk5AHSuJWEYGcZpDXAcXQ0jCOpocWMp471knPrSdtIcUFFQI6fel7KgABk4zjFCExWy002CTg0qjtpVJZSjne4kfvTclzqkq5p10+0X7nHyoFLZKyM/pUck1GLZbpsbzZY415Ze9vuhi25oA9Ecj8qZ7zeXHUkIWojHFIEXFptlCCcDGDg03ypoBKcjB6YPQV5j/FZ9Pjj2wURjnuuqeU4nkmu2lJU8lTpxj1ox/wAtashQPvRSngwvYgjPXPpWje2qMUsKi9zLK0/cQEDKsYHAzUji3x1p1ISvAJweaqqDfSwQlSskY/OpJa7wiQ6MkYGOaiuOyOS59FwWnUqQUtrVkqHTPep7ZZu8pI6k/pVBt3L5Z5DmelWZovUqHlIDn4sfqaux0Z8sWlwW++z5sJaUjh1BB79RWZbzYjBvEhCWlhSHSD+taQjzkPxssucY6Zqp9fxEMX/zOEpkpDg6gZ6GrJ/qRmhNxtIQ6ab2oG5SP86mEB5DKwlZABP61HLHbm0kLYcCCcHHUGpY3H2p+tKVJx2HNT8UXQyXww25RFuRt7aPoPfNQC4sLhyiUDA57dKtCOErjFB5Tt4HrULvkNhbiylP1AnA9fypKKfAozvhks8OtSFMYRXXOW+n2qx1zmZDOC004COh6mqBtElcFw+ScLxwO1T2xX555AW7IQDjpUJNx4MWXBcriSa5x7O4nL8JLavUjr9iKi8xNvjOFUdzb7bqeJN3JZKXNqh+oNR64/w15su+UU46qSardMni3Lh2Vv4jWlldyZv8WH5riiEPhIzk9lf5UzWnQ7Ei6qur68ocO8MgYA9jU/nMR1RnUMPZSpOBzyKYY9vUFKCJCwvsd3eufqczgtp6/wBB0yyKUn4HaPpq3Nr8xllCHMdUjFHm2BtQSlah34zQLfFntgFxZWQPWnuI2lRw51x0PrWBNs9FJbexCxGdYUA3IUB6buKXx5sqMvBdV17nOKcW4EQnC2sK7nPFdVaoLiwcKSfarY74+TNOeOXaDI1+2/8AFJOP3pY1fIyxkqSCPUU3LtEdBwh1ZB6cZxQV2lWQWXN2asWWa+5S8OF9cD23d4uCC8kE9KNE9ngpdB/9XSo2bbIGQrJBoCYUhPYjkUe8/gS0sH1Il6Lk1+IvDj3oa5jbo3B5IOfXrURRElqUQFKGOOTQ3Ir7CQFFWTzkGp+66toh+WjdJku+Z+jkg/aupWwTuJGevU1D/wDfUAFLjmPTFDTInIP41Y7c0e6mP8vL5FqL3KISFyGlqVwlASPpH39aGi5PLaKVZbTnCcN4ye3WlS7OfmClDCQB+JW4U2XCItuQje2660DhIQrgGvX3yfCwcJ19OXZQeeOSAAkA49zToqU0zHDoeQ2e6FZz/ak8JgoUG/O2ZHTPQe9O5s84MBTbZUCfpwlP1e/WkuQYzATZBC3ErU2ecDoKMchNFP0MqLqupKs8UvW81GcTGdUELA+oDHH3ry0rdV/u53g8FWKGAjTb2lpCVKc80E5O7gUQ1a4zL6ncrWs9znAp5aQW/wCjeoHkHvQJEJyUjYzNYYxyQrjNFgJwFKP0FW0DuPeipKXl4Sj6s9VA9KE2oK3Ml4uFB25T3PtilMZp3yyhxvYFe3706ENcmOG2FFLLjjhPA3ZxQUQJb5QsxyfZKMjjuadVwpix5gO9r/ydPfikjlxS278oiQG8D8Sz0P2NKxhrl32I+VdIyk4CSgAf2o5q6uIbS02FhsdgBjPrTTEhKZcUqUttbSjuQo5JV+XpSl1Bd3IjtBQV+EYIGfSi6CrDNyXwp91P07vqKzjP50qYjWdOS3KbYIHRI3HP50gVp8uRh828peOSArrQI9pkMrQqBFd2IJKio/iNHYChMfznlPqdDyUnKQRkAfb1oZnttxnIzDIW6v8Ar28ikJaefkqSlt9LiTykDAH50rhr8l5S3QUqSMArSCAKAoJTKaSvyS1/MCcqI52igN21at0htARu5K1HH0+gzSpQCkKdH1KJ/EnjIotCRsIeeWlB6lXGPz9KLAJdjTXnkPqWWUHkAZ+rHSlTMN9EZbj6HFndkKKgBXGXFFKT84h4nhG3naPTmjQlUnc2rziEj6k7MAH70XyFDdFuZW+4xG8txeSCotnCfYH1o0wJCj5kl0EL5wUf512VKjw0JZLKW+iglA5Pvn1ooP3CY4hp10BgjJRnk/pRVhdBv+5suDzkHy0j+jaBSmOmQ8rzmGkpZA+gKHOfeinIDS3ELaQl10EbUjHWly7hNa3R5rgCgkJShBAx7nijwAQWnkuBCn0Anrzx70ZPRGYCPlohySCSHAd1d3W9DAKvPK0g9xikDRKZQfMMvLI3JSOMfekH7CdyIXJHnKSpI6bUq5FJnWLj9UaOt4hRO3CuPz9qeZst5bKyqG23ngJSMH75rsOJOP8APStatqMBKTnFHPQWRL5C6QVLlBZVJwQFhf0p47J/zqtPE9Gp49vRKhuuPOtjKvp2pA9z3NXA5863NEmcl8oyQltCMj7nFem2Zm6tBPkhxJG7asYNJrwSi/Ji+V4naujqw4Hh2HB7UjV4ualDh8xx0c8da15dPCnS8hoNCKzvJzgxgc/dRpI74Q6DaKHJ9liEBByEsp5NLbFeB7n8mWmPGu9Mo2BT+T7mhs+LGprg9sjMuLyeRt/etASfBfw+edBbsLjDY+o7M/UT0GCeBTvpfwZsTZc+UgNMEHcC/wAEj96NsH4DdJeSlNPteJl+Wj5S0ubFnG9YOKtzTvgZqS8eXI1LNU0ng+QyMfqTVqWu0qsTTbTJhLUg4S00O36c1MLbMcWpC0pAI/ECOlLYl0g3vyReweFtks0RMaPBwkdSrkk+5qTwdHwo6f5bOM9qk7bKVNpXuHIzjFHpYVtCh+VO66C7Gli1paSENjGOppX8k5t2tnnHcU4tRVuJBUkj78UYiKAcJIKj6HpS7GJozSkoAcxn2HelgKAnYkD9aCthYV7exoaEoHCQQR2NJ8gGtqQkBH0g1xTYVlYXkightG7eVDivHDhKU847+tA18Bf1jqM/nRZ2jkgZNHlG0Y/q9TSR6OSQMn8jUfIw5tpC8k4yO9B8hBJ4Ga6lJbRtBye1eIdCspTSGFKZRgBOBj3ovysH6Rx70aUPE529elFLaf7kce9IdsAqMFZV0JPXNAEYhJyenTihEuJGVA13c8cHoMUUPvoTLbcB+scVwtR/xKyPypUXEnAOVGgujdyWxjPpT4EEp+VB3ZOaMBbKdqMcd6JWxk7tnavBhQAByM0cArBfLBZzuz6AUB6AHE7SMfbrRzaVA5zgepNJ5ctqONzkgAUm0uxSyRxq5OkFJtic4Cl/fNGG0Ad/ekSNTMpKgw0pwp4BxxSd7UF3fSS0ylsH9aqlqMcfJz5+p6eLqLt/Yc1QWUjlOfUGkrzUVI3KUlJHv2pnfmy1j/epu37Gmt6Y2pShlxz3JrFk9TxQOno9F6t6k1+V00q+Xwv7j689a0n+Y8gn0HNNEp62LKghlSs8DAxSBcleP5cdAA45pumXh+MnKSn049ayy9VcnUYnoI/gv1iSTyzhD+4omMwwoqMLcVDBJGaZJtntD5Kn7W2eOOBQXr3clgrHCQMlR4oqLfnFueW+lCz6g1TP1LL01Rn1f4I9ZjDdpc8ZP46GqTonTsxBCrRGJwQMo6Uxu+EunnnFOLs0fB9WxxU8eljIUjy0e3em+dKuKmwGyNvcHgVRLX5ZcWQ0n/p76xqWnq9Qoryly/8AYiY8PrY0EttRmQ0kdAABRibBZbUAIkJkuDuEcA06uyJiAEoaClYyeOM0mUzepqhsjoaSOCT3qlTzZFzI9V6f+AvS/TdSs2SUstdJ9X/qIUW9jcp9xlO5fPIFdJjoR9JQN3AwMk06o01JdHmS3lEkcpScAUphacjRn0yVpGUjCUdcCqlCP6pOz30ss/0QjSGmPp2VOWCpSmmlDKiakkDTdthJAajg4H4jyacW2spSNmB6UsaZwM4KsftTlOTVeBRxqLt9sanrdBUko8gEn2qv9c6JhzIrjqIqSSP8PSrWJGdvljP2pvuDDbyC24kAK7YqpScXafJocXJbZLgyw9pR3+FSrVCb2PlW5ChwQR/rTj4c6gu1jbXab62XEFQ2rV/SR1Bq1rxpfy5RlQUgEnJGODTJO0zHmEOLZ8h9I5UE8K++K7On9TlHvk8t6j+H8ObxX3XgrbxZ8LGLutrUGmJPlPL+p1kKwD7/AHpJou56ngW56w3JKlsBO0BwEkGrPRY5i2Plwd6CMZHNN38Il2orU2oEHspOa2P1GORbbOL/APjmTTycord+xV0rw+GoSI/mKQ0HC6Gx/i6HFWLobwnt7bKIKWXcrTuO85Tweo96Ux0zvOQ4zbUJSOC5jb35qxrBc0bm7e0G96AkuuoGQPYVfj1Tb3Snwc3Vem5NiwYMH1d3RAblpVhE14LihryFbM4ypRHfNJG9OBO4pZAzzwKt65mE4srbhIdJwTuSO1MskOvYbTAbZSnn6Eda5WvzqUvpnZ630DR58GHZlwtP+nH+ZXJsGAcAj3xRLlg3DA7VYRgtkfU2Rn2rqLWwofU3g/aud7zs9Q9PCirZNhWnlBIz2xTY9bH0EFTQ9zirid08wvgYpMvS0Rf0lAVUlqdvDKpaKOToqEMltWCMbc8mlkSSVKSFgbWjnHc1Pbhodt5JLKMHsQKjbujLtFLhjIS4VjHNacWrxbvqZz9X6VqZQaxKxLdtVIkQHmUpSjKCkHvRWhITUGI5KXgOO9M+lNU3RepTJRlhIaQdxAzzT+xbbswwlBjqBHQAVr97DONb0c+Wi1eLIpPE6G3WOojIbNlhOKKj/wAYp9PSmOMsxGBg4KTQp2kdWi6SJjEXKXVZxzSc6f1WqQlMm1ubFHlSQeBTWTCltjJf1Kng1bn7s4P+gJ7UyI6vLcWMnoAaXxNSFKG1htYS4cIOOCaaJ+lbi3eFPs2x9xgADlJ9Kn+mtIQ7rb2E3LdF8te9IxgipKGN9Mazarc1OLS/ZgbNbNQX2a38vHKmOCo9hVwWqzSmGW43lgbE4NB0wxY7TDEOItJSnqonkmpCzKZUNjSh9XesuWCfHg24M7j0huFseK9isJAPB7UoRbVHblW406suJIOQCPU0IncMoR9uKxuC6OhHPJ9iNu3FslPBNHJt6wk/R+Zo1LLqyFfhOeTSlnYklBUVYqKgnwTeWVCMQSCAU0eiKtPVBpwZZT1cGAaUFtvjBVzxUliIvOxuQ0sAA8elHhG5O1fPpSxDScHcjGfWu+W2kHKeT0qahRF5WxJ5LQGdoPYV5uKlSuEn2pQlLalfbpRiEKB7YqW1Mh7kkJ1RgCAEZ9c10W5KiSeSfTtSkL46c0NB5OTipbUmR9x0IEQFJB3JOPWhqiJbTznd6U5AkEbgMV3ykrIBTn8qftoaysaw2psfR+ddU8oJ2oH1HjFOjsRG3ARg0SmMlsle3JNLY6oayJ8iBENa8FfPPNKPIiR0Fx09BnBoUuWxAb859aUgetMSpsm9PkNtlMcHg9M1F1ElFSyc+BbGWl6QqQtr6E8J9MUiutmtF681MuK0oLGASkdacchDXkNAccKIoIjF5f0dB/eo9i6dorm9eBemLw2S5DQ04ehSkCou14D6ZtFwbck2xL7QVnlOQfuKvIp8s4W5z6Ggyw2W0qOCBxyKnDJLFzFlOfBDVKsqu/6/1K6uNr05brcWbfb2E7BwkNgGk8EshpONjaldB0NS6bb4rmVvtgJH7mo9cNPNrWHGcgYyMGro+oOPE4nJyfhmGRfwZ/1EUpLJGXSSB1wKZbhZo0n6xu57etOMiPKi5KQVo9D1FEfxFtO3zmCD7Vdj1+F9ujnZfw1rcfMYqX7DC/pZt38CMcUyz9JuoSUobOSKnJubRXtSAkZoXz8FRO8A4PNXrOpfpZzcnp2ow/8Acg1/IryPpoNxlJS2UyG/rA7qHeme5MOrwQCEHj3FWXdXYchj+SQhxP1IUOv51W94u7bchxDyQkk5Ixx96UpObDTRcHVDLIbTGwVnHbNIHbikEjAJr13uSCkpCgRjrmolcbuiOcFRJJ6URxufB03mjBXIfnprz6g23yo9B1qQHw8lXLTcmS2sGUGi4lG7BxjOMVX9j1KY0xLjraSjPPrU2c1cNzMq1TlpWkfUhfTPYVsw4YR/UcvWanNqI7MS4ZVD0L/evLlgpLfBzxhQ9a68wnYtKXPQjB60/wCqnxdp65ghJaWvlYb/AAk9yPvTK3GKCQSenGau3rcuTyuTRajE+YsYHy8pakFxYTnGM042XUF3sigYEpTXORz3oiUytKytaCOfSkDr4TxsUOfSr1Nt8FGya7TJv/8ATg1Uy3j59YUO5PeonftSz9QyVSri6VrVxkUxvvKcWXOeK4Hc8GtCk2uSt89okOmNTz9NSSqO9/KUcqQTxViv6607eLS55pDUzy/oKRjk1TZOTkHg8UZGUpL6AMn0xWTNpceeW58MreNSdof33CVHHc5z60QtHGXFnig+eNwBSc9xmhLbU+NyVdOta0XPoIdfzhDWePSgIZekKwckAd6cGILaRudI45AoTkhhkDyyBjrxTrkg38HmY6I6cDGcUmmzQ0CEKyr0oiZcVhISjqetNm9bx3qzyaZHbxyKmiqSve4O9ObSw2NoHTnk0gjlKAMcHvxRhcxigOxf8yBjA59qAt8dR1pAt4g4ORjvXC8pQ4PI7UWwpi5UhWQSenSilSdys5pIXFEBR69KAVcYUofb0oslVCsvgHhR5PTNBU6MjaRSULHHevF0p6HBpWNJCguqUOeP8q4p3P0lfBPPFJi7jJKj/rRanBjuR70NsK4FS3wnIGPf3olUopQMcZPbtRClbiSk+2a4SeOQR1ochUGqfWeNxorzARhRPrQSk4yTyeldDYwNwGaj2Po6HCDkJJo1ttx3ngA1xOxIJPPbmvKlFI2px96l0KrFSPLZwokZ+1FuzlAkIFIVvKWSMk55ryen1K/WluEoiwTVAgkZ74pztGoo9tCluoJUTkYpgJwMZ47UKJFM64RoyMlTq9oFV5UpRqXRp0s54s0ZY+/H8yTSfEJ88MtY+/NN7mu7soEBQPPpUwg+GCnj/OZ298kYp6Y8H7cUhTjZJxniuQ9XpIeD2sfR/WtRzvorFGtbmDhakq/KnW1aqYnPIae/lrUcYPQ1Kbj4QQmjvQleD3Sajk7w/RGd/lBYUOlTWo0uVfTwZ8npfq+llc2pIlsNbKdqXU5QehzUntttAAeiOZHUg1AoKJkWMI8j6/L4Cj3qT6cvZYc2uKO3pjtWWS54OhBSiluVEqlLeCBjIxUi0ncZLbrZSruOKalKYlxw63ggjqDS/T60x5KeQQTxmnCVOhZE6svawXVbsdKlDBx2qL+L7LjtjZu0cndFc2r/APKrv+RH70v0/KcKUK8lA9Sk9qdb7b03+xTbUAN77Kgjjov+n960S6tmNryVXpe+yHm0J85WM8GrUs0txwIClbweME1nWzXOVZbquFLSpJbWUqSexzjpVzaVubcxDexZT0zg9KsjIi48FoQobakYCCPyziolqyyusPGSyevVI71LrdKKGk5VuPrih3VlmVHw8nHGRVlVyY1OUJc9FTBC2nQtQ46GltrcbhrWX1+U2g/SSrqKPuKmY7q2uoB6GgQY7k93dHtypaBwoAAlP5VVlfk0O48kigX+2SEFlqS24cdM5psnvPRnCryyWlUpY0vpiSoO/KBh9JwoIJQoH8qT6hiTLdCU7DK5bOMFPVSazyV8sMcotjT81bP4gw3IXtQ5ngHFOqrTCD29lRwOQoHqKgdk05I1RcxPujsuCGyUtoI2g1ZMO1/ItpYK9+wAAk5zWPW47grXJ6X0TMoZWlPvx/qHxmogABKt3SlqW4pA6A/ai0RGwQrafeljcFojAGDjriskYs7s8kOwTbUcI2dOcjHahIYa5wtXPc0JMMcZBIoDrCkYCU/vU0mZnOPyGtqaH0eYAr+9HBfAwAT04pCIzyeEtkqPShBUlsYS1g9+KmnRHY5eRwbRnAVj86EY7fJKk+vSmxK5OeSrjmjUynkJwpBoWSL4obwSXTF4bTnftScetDCmnDgoQMf8vWkKJilDOOK8uSofgbOKlvRX7M2Li2zj8CcfaghhpYILIx2pGi4AABTS8Dj1o5uczux05wB3ppwbE8eSIhekuAeUzJW2n/CVc1wLej+W8PKKgnCd+SPv160ZLgxWUqatv81YGStQ2/tRcVqeYpbmLT15AQAVfavV3Z8R6AOXOVMIQSQ2k8lCT9X54pyN5mBvyG0ENlP1K3H6ftQ4jcVlAMttxJxhCSOa8AhfAypP/MO35UWwpCB2RAecADD+1P1FZA+r8zRibihpP+7qeWpecblkAfpUgeaadtnyrsJohXVzYAoD701ohWwKKUJ2dueuKLYUgqLLdbQR5qypXRQOcfnQXropxtTPk7lD6fMLv+VLlIjoZ+UhpCQr/lrzMGOkFpbCF8YyRgihP5AaWYpfWlMd0MJbOdyVEZP504NGa+shx8qQ2QEBPAI96MfYbj/gib0jOEpOBTc9NkxmhvU4ylROQg9TT7DofWZPkpTl7yxjOM802XBCZboWQh0jgbkgkH1pqRemVBS3IT7hSPxE8ZpXBjyJ6Q4qU+ypZ/COB+tLoA5xbbDAYaXvdVyQMZTXYoWn8Q2bjnc4QCKPNijwEqU2tt1xXO4KJV+tN7sGQ8pLbyFqSDuJ3A81EaJLFmOsslhqQl1Z7ABW0U3yXVslTTMhTalHnP70ZH329IcY3oIHJzz+eKQktS33FKWsgHKlEdVfnTsVCmCsxkLS3IWrqVc7c/maTvpM9fnIbW0gcEE7io04XCK2zbEti4MtAkEthQ3E/wCVMThcaSttiSAEjncoZNH7ghbKjpSwA2XMpACiOxpskyJElxEdmA8y02fqWTyqnJE27qhJbZhR0oHH1Kzn3oEKVcHXymS22lI5JTxk+lA6O29pbasra8sdSoHkj0pXKuzu3ENkoSkHcST9Z9K4zdXIjiykJz0GU7hikr1yju5fX5inScDYjIz7DpTTExqkyb9cF5TaEJQDgk7jtH605WiIpLYckvEOEdhjA9KBKeuDzSGokd4NlWXFHgn2zTjbmQlGFpDQB/CFAE/nTfIeAt1mYpalp2bicpT2SK43CeLam1PpQ4s5Lm3JBrj04pmBuO684lGdwAyCfuKN+alNp8xlhCieu/P60ugE8eL8nKQg3ISiDnbt6U6OSvJYeW2ykvrTtbwCNvvSGJMkF9RfjIAA4cSoYo9LrshZWFEhP04Pc0chQwyJV0kvqafdL68cHkpbH37mlEOQm3ujDjiWgncor5KjTuhKG23CFpaGMZxTatTj8nymUokBOOSBge/NCsHSHdN7iusBx98xUJ5ADY59qjtwlPPPOS/KcdZ3fThRSR9qVPJcdkpQtxLgaIUUpAx9qNkSmglCXY5Bz9Ozp9sUm3Y0lVh9hkJdbBcgLyeziief8qJvTimnleRbhuxtBzkU6MeY6gJYBR74waLlRXGhhLqgT1XjOPtURjLHhzFuNPyVBpKOS2n6sj3zTs0lDaVrbQ4pToyc8YFJoPzEd1SlqcKScjjOfTNL2JbzkkkxPo6qVj9qlVEb8CVLCMl3ytpA4WTzSq13NUB9oy0LcQokehzRi5janUp8lQB6kjgUciBCkuF1yW2gjnaVg/sKRJJE3jT2vIQtTCvqAIAwcUsYcbWd46+hpjssVxqNsdXuZ6oGMGnZHlpICEY4qIxaXSvCckeorjAS2pXlpzmikLbQnhKsnvRkWbDQ6dwORxyKBgy9uUd+0duaGgs53Zyc0Uv5VZ3JdzntXfOZb+lJyccULkGKAlK8kN0Ix1lO5CAkd80QmY6OEJGK85McKcbhgdaGAepheAUgZ9a8toeWFL27wOaQpnuqIG7AFIp0p7H0uKJPXApbfAWObjSFJ5eAJ756UFKg0AkulQ9aYoT7kh1SSpWR0JHApx3lsDcsE9OO1JraCfyLvmG0qwpaR7GhFUZQ5WDTSqVEbBcfcSMdcmm+VfoYO2Ihx1XTCBkVCU4x5kynJqsOL9UiRFTJyEAH70nXtOeAB96jJm3R1WURA37q64ozZcpCtr8xQHoOKolqccejFL1jEnUE2x2U4wySVvIyPU0mXeYYIShZcV6JpE9bIcdIU6+pSldirJogvMRB/KZAx3Pes09dt6Ojo9H6z6nzpsH0/L4X9x5ZubZb3ltacdiOaSzL+1HUcMLWT7UzP3WW84lthsAeuKSPofJUt1RPtWefqUv8KPVaP8F+p5Y3qssYftyxxduVznZS0kMoPevNW1g4XJdU4rr9VMKJ77SyApQ7ZpQ1eJBBDixg9DWR655H9Zm1v/pprsst0M6a+6JEUQYzRUopBxxjvTZJkqd+lOEI7AU2OvOrBc8wkepOaLD7pUR1KRmqJ6jces/Dn4G03oy93N9eT5a4X7L/AFDnoyVHJPJoh1LMdvKse1A+bcByskZoxDTLoJX17ZqmO2UrZ7WanGNQG0xZM1ak4LSOuRxRKokNhXy4bDjg5JPY07OR5bi8NuBDY9BQG7Mor3LdUd3JPrWlKMkrdL4ObJ5Yuoq38v8A0I/Jhy3QoIZTj0HpTUu2PpSorjYAHXFWGIqUJ2pb6DFI5EILB4xjrVE6j0jVDHKVOUuSDtBbaMuJ2qPHI6V51DbrYSpxfPYcZqRSoKCCAnj7UjTbYwyopyar3Juy945RVIZC6wwoMto+pXU0qisyVEhwK2jvmnRNuZQQpLac/aj/ACAdv0/pS9xJUkSWncn9UuBvSw4XNqMndxk9qcWYbTIG4b19zRzbKQPpHPajkoAByO9RSvstkoxX0hKWQT+E8j9KPbbSg7c/kKMAJT9OEp9aGhrukHPcmppfBXuCHWVDB2iiFxA7+JOT6+lOXkqAJODnsaAGVEnI4xxVco30Xxkl5IjeLW6yvzG/w9xTMGW3FKS4jG6rClQvPbKVc5FRS7WtcclTYzUJRdFkcsemRyRpp4HzIcjbupIrR8p5WXpOe/FSSCl1Iy5kp9KcQlC05IwfWq3kmuLLVix90iKsaOaA2yHVLSO3SnaDaY0MeXGYSgdyRzTsqKsgFLmTmvfJODG5f6VCUpz4ZOEccP08CUMto5H1HoeKNQyhQ+poc9qNQyls/USc0albaTgDntmq65LdyqgpuA0frLSf0ouQ1HH0JYFLPmCeBQCltRyrrU2/gilzyIkwEPA5ZTjPYV0WVsJKvLA96dm0gYORyOmOKHgqBTj7Cly1YcJjELM2cApA4otenW3jwOakaISwhSznco9fagkJjIJ/qNG2+xrI48xfJG1aZCU7Q2Cfeiv9ngj8bAJHtUsbcWEJJTgnmjUhtXChT9lPoHqZoh6rMkDmMn9K4LMyD/wRnPpU1RDZcP04HtQ1WhG3dgAduKtWGyl6mS8EKFljklPy7Z/9NGNWSK4Npjt49hUrNoIJKQK43ayBuAxU1jp9lEs180MUbTsQHhoDNOjFihlOEN4PrS1qHtVt8wDPvS9q2v4+k8dq0QX3MuSW4ZkWxDeQFED3NHojBJ4VwfSnb+DqcwpShlNKGbYlGRuBqyKZVLaMphfRtJOTXWLYlpW9ThJp6/h4JxnOPajhbA+n6e1S28kd1IbkMBPQD868A4P6R6U7JthzkqAxXFxUAZKhxVlFe4atjqj9X60BTDhPJ/Wl7qk5w2ncR6VwIeUASgJHfNFLyNN9iNMZaBkHJo1iE8o7lqpSl9lB24yc4zQyog/iAFCRFt1yFoYaQPrRk11UNtxGUgg+1BkodUAUPFPHak3yspxtSm7iUY7mnaXBGm+Q4hbAG9olPY0oDjeBjCfemd7+LKJAuKTtHHFNJtWoJqyV3EJQT/SeaTy10Tji3Om6JHPu8GGgl2WjjsDzUfd1K9IKmrfGWrj8RFDa0nFaAXKC5C85O455p3YgsR2gGo4HGOlVuU5fYuUMcPuR5FsfnOJk3N1RSOdh6Zp8bjtjbHZWhsEcelDdt7j5SSfpHOKF/Dei+uKIxa5Ypz3KlwEqhux1FLqOB0Uk5Brjklpkp2kZPagzGZ5/Ar6R2Hemx9S2wG3GVD3xxRKajwhQg5fqYvT5b257d3xzSeVJScoOAEfvTZ50lkBlKgEk5yaJeeSsYcWSrPJqh5VVIvjgd2w+QhMjK1khKc4HrSFZU2nYn+oZA64FD+ZUEHdnA6UkL5W4pxPXGB6VU52aYQa48BCgh1WC2Mk4wabpFtjuFQ24KT1pyWtJX5ik4Un0pJIKy55nTmqZV5NmO0+BnlWnavAA+1IH7UQQU5GOo9RUiedClYUkH+miHUkI3gjnsaSdfpZa1uX1IjS7ahSSHckHio5e/D2BdMuB5xtZ6HPep6tpZUCE5CvbvXHmEJA3pyFelXw1GSPTMOf0/BN3KK/oUVe/CW/IbUYMxLo7bhjNQC6eH2q4zh+Ztzq8DO5HNatdaG0gq6dKSOxUPDctAUBW7H6nlx8cM5Gf8O6XO7aa/Z/7mS02abFc/nxHUc/1JIp/t08RsIMRsjocjNaCmWGFIT/NjIUD6imSVoSzPkqERKT7Cr4+q7v1IyS/C0YL6JWU3MU1NX5nkBPYbeKSG1pWr6c571a0rw4jjcqPuTn9qaH9Dzo+duVDP7VL89GXKZBeiOD5RAP4Lu425NEuWFBHLSPXBFTlzTk9kEFs/kO1J12+U2AVRz16kVJaqXaYpek4/MSAyNLtq6xkcnHAprl6TSM7GSM1ZgjEHK2f2oCo7SuVNJHrx1qyGtnHyY83oWnyLlFQSNOSW+G0KGPWkggTIrqXA1u2nIq5XIEZQOWx09Ka5VmirB/kgjHcVrh6g/JxtR+F8b/QyAokMrwFtdsn70JT7DIz+H86M1E01bJammgRuGRjtmmEh105Wa6uLJ7kVJeTxur070+Z4n4FUm5qVwgnB96SKddWMZ60LyfsfvXdnbAHPaptsy0gk5PCj14owp24IV045rxICuma7vz1HPvTXAqsOABAG45Pegqc5wTx70WXAT0PHrQFuA9OaGxpBxWOm7IPWgBWOBjOelFlfHqRQdxI9fSkOkHFzPGaAV8kjrQMkjGOtc3Y7jmlyAMrOcjH5UEqOD3NBJCTXD6g0A0d61wnjdx6VwkHjHJrmTzz0oF5BcgYBr3X1+4oO4HnBrinAkcGiyVAysI52k4oKnQBkGi1KUTx6V4JPYKNKyNHVKKuisfaggjPTNK4dnulweDUKBIdUeyEE5oyRZrvDkfLP22Q27j8BbOf0qPuRTpsfPSEOCSOmKEkDbg9AKUPW6fGH86E+jP+JsikxCk9UkZ7U1NPpipo4rIAHenvQsdL2rrW2+SUF8E0y7HD/wCGr9KdtKJfTfIymwpK0K3JUOMH70pfVFpmjBux5YZErppms4tlilhK2VJIIBFKBEQwCNn6VDdN6nubjjMO5R/LGMeYlWUr+/pUuTKK+ULSo+gNeWnpFjlR9iweqSz41JKvs+wpdp+YypSdo9KTnTkJ4bVxgc8ZxToH3yApKiB060Le81hRUeuDgVTLE1+k24tQnzIikrQMN0ny2NvPb0qMan0Q/amjcIiCUp/GkdverYQ47kqT+YNDTETJCm32gtKwRg96UHkxtOx5seDUQcJR78lM6f1AWQmM8MoPHPapS0+ph1DjSiUZ3J5pk15ouTYJCrlAaUqG4eQOdhPakFgvKloDLiySnpnmulB7/qieQ1OKWnlskX9o+7/MR0hSiT0I3c/pU3jSm1lPVJ/cVU3h+6HmUuZB5wSBg1Y6FtskEnI9+orTTStmKUU1wQbxu0D8o8xre0Mn5eZgSggcIdHf7Hr980xaOuSgtt1t0pIxkZq+rc3B1BZZenbiAqPKQU5Jzg9iPcHms/TbHI0dfZNpeV/wnCkHsR2I/KpVxaKNNJyl7bLvsd5S4ykOODcAO9Oku7oU3jcDxzzVJwNUKYUEh4jHvT63q8rbKFOdscU/c8M0ZtE3LgXakmgu7knIp48OpbMMrmvz9iXVbQg4xx/9GoBJuTlymNw2VBSnDihXDw91k60r+DX9twZJSy4kp2n7is8s8cc1Zox+nT1EHtXRd+prcxdoJn2lxv55pO5ISf8Aij0+9QiNrJltKmJpCVJ4UFH9ar1hXjRYnGWJcFTjLJ/4jTm4Y/vUhGkP9onjPmR3UOv8uJGR9R61Xm1UIq48mnSeizyXHI6S8ska9ZWNyKt5lxspGNwFJrPfpU59LDaiUheEK7lPbNKrP4SWWK2D5fXnaVE4qWQdK2637THYCSnjPpWbJmnkX0o6Oj0Wn0bcpO2GM+ahtIcbPPdNGLU6EpLL6k+xT0p1ZiNJT9ajwOg4rptrTpCwrFLHuh0rJ5ljzKm2v2dDOXJyT9AS575wTRTzl0QkvobWsemRUgRBbbcAyfTpxQnI7QcAWsgdsdTW6OocV+hf0OXP0+E3xkl/UjYuF9ADiIuB6HGaEbreEk77fuGOcAGnp1gr+lGevA9KURoDxILhyD/y1H37f6ES/IOMf+7L+pHm71OOAqCsD/y0o/im5I82K4PfbUgctKeVIH70lchLJA29DVizxX/60US0E5u1nkv5jW1LjOK5UU9+UmlTD8Vw7W3hkdj1oxcYIP4PagBG0/gA+1U5Z4p9Rp/Y1aTT6jT8PK5L7/7h+OMKCVA+1AMZBVuCE/egD/mJ+xopyYGlbCRyOOazUjobpeB0UyFqDm1ICewTgGgKZ3JIbQkq65Iyc0XCuT6GyH0oKiON2VY+1CjTFI3uF8gdMhOOfzr1j4PiA2LhzGlZcd3OE/iIwAPSuec7CSFyJO8lXTHGKkpValIDs1x5RUOoPGR2FNDwD/0QinySrgqSCcfnUbH9gsXRqUnayErHTKFk/lSqA20kFLySgf1Hr+9EmPb44JlnalI6pSAB/auSp7zsQIhoCmkp2pCVAZ+9D5DoWuSIiUnyVYwf6sUikX22tONtKeQCOTnvTU6ZaAFOpZQnoSVnoe1BTEtjS/P8wLV+IDlWKapAx8N8tKUeaMr9U4IpEhSJhXNdbUlOSEZPQV2Awq4vJWAwlsdf6QPfmnF2OllSgl1C9oz9GSkftS7A7DRAkJ8hccKCeV5TnPvQXp9rT/JSCztHG4YokB4ncp0En/AnGBSGVGicuSp6NvO0Zyo01QMcA/bwlTin0rUnnCT1ohq5uOOHy22/pOUpxn9abGI2/A+YTsSQRjnj3NOzcOE3mQt9KMDJweKVWFtAjKSlSlPvfX6b8DJohctLYBWWyAoYSVY3UX5bT0kLbQj1JJByaDdEl9xLUZhDZRypY6/ajgEES5LQUqU40kuAjagqJ49aCmYw+6k+SylzuopJANK2bXKfYS4prdtyciljMSKyCHW05wTgmn9wYiS85KdJkSW20AYSlrIzSnzm0IwyULUBjkcilUeO3vylCSQMgAdqL8iOp0pKVpUCTgGhLywvwIlgrw2lYClDoQc/nSNi1ESEoeK1lRONqyOP8qeW4iUrW4XVZ/8ANmlENxuM0XCpLqlH6SroDSVjETkyZBZSzDQja0MEHnH50jdmGWhYkAlxzAw32p5QlqW6UOOoTkZXikMi3wxL3JecJA6AgDP2FSsQrtLTEFpKMKU3jG3PKlUW66tUhaGFlCc/UOu32olAm4UoLQGwNqfMOP8AOjosZpDYU45heCQEZOaXQBb1oafAWlxQHACEqx+dLGobcRCWwspT1xnvQWpKVYSzJSnYfqGBn96NKi6VKOScYHtSH2Eyorkl0JjjLaRlZ7V0QIyW1KUEo4wfegJRcGUrUmSEIV1AT/rQisIYP/iLPXd2piEiGojSFFoqzk8mh29jducUUFBP0qUBu/KvPRESPLU6taW0jBAGNxo4wwlKUx94SBjn0oA7OlSPK2NL8gJ43p5NF2tu4OvedKlKcZ52hff3opyPdS4PLYSpAPCScg06AuJ24CUqA5FHXAA3WQlI4Gc9E112SmMghTvbJxyaTPSSpxBaZLjmdoANceaZdSC4tLa1HBBPGaQxG/cm5CFCO24pzBOAnNMlvXemLihaoqVlxW45TjAzUobiKaWflAkg8ZxR5iqaG8JT5hGCrHNLroYsc1qmC2gvxnHHvwhCBwKXNa0hrbbdfjuJ3DJCeaYJBjlaQpAJSMZxTc5GccWfIdLaQfxqPGKErF+xYbV/iyGQ82gpB9SM/aj0vNyAVKBQB39ariTc1RA2iO6HHMgADufWnu23wuxym4uFK+uQeBSaQXRMS802gKUoAduabH9RxGZJaSlayeCQOlNDb4KFOtvKWlR4zxihMzIKXC48lK1cdBmotxj5IS1GOP6pIfmLyhZHlbyVdMilaJalfSsUxJvkVlJIjqT2H0HpQv4tLk/TCgOEk8KVwKhLNBeSmeuwY1bY+FXckAH3pK/OZaylxSUj1zSNEC5vrxMe2DuEij27JCDm9aFukdNxrM9Ul+lGDJ6vfGOIhXf4rKlNxW1OqPXaO9Fhd9uGA2nyEqP5inpUW3xU7lNJQfQDmilXFSfpjM49zWTLqZN8s16L0j1j1tbsUaj8vhCJGnWSjzJ763V+hPFLWf4ZBAQlSBt4wOtN1zuMktlDaNpPU5xTS0uY9/LS1k+orLPN8HqPSP8A07nkbn6lOl8R/wByTy7vFCcMYUr3pocmrUpS1qIpKI60LIWVfagrQkcHccVS5t9nv/TPw36d6Sq08Ffy+Wc3uuOec4o47DNDAW+SCjcDRTy8D6RjHTNdTPQloArBI64qp8vk9DFbVUUL2WGmxlQop9CTlZTge9EpmKWMpKf1o1KvNT/MVx1NPihfVfI3S4Hnp3oIHfNNyozjeSrJA70+uuN42IPA7CkjgDn0Y46/nVE8abs0QySXDGhJeWMI6ZpQ206eN2M98Utbio25Ix9q8lojCQoH0qCx0T9xhCYa18KwcUehlaOiBQ93O1IpQ00rIJPHpVkYJdFcpvyFJDowvYK6pbo/ppUqOVDhWKAloknHNWVXRXuT5EriiB9fXvRClb0/SqlTraRnec/nSRxhWSW/0zVckTgJXUpUdqqRPx8ZUKWvLKBjZk+9Ji6XBtVxWeTRrhFsTbgMDPIHejAFDBx0rqmgeldTuRwefvUFyWcrhA2/U0alI65z6VxAQofVxRiWjnCVfrU0QasGBnnA+1HA7Rk8CikAg4Uc0oTsPbP5VbHkpkqPJG8Z2/rQwjkc9q8SojA/avDJG2rCl35OLCQOMUgm29qWnlIFLyzkcmgKQQeAelVyXJZFKSsi7kBUNwo2ZSec10x2ynISQfbvUidjJdTtWmkS4JZO3blJ71VKF9F0Mrj2NC0FIATnNHIbdV1SfTmnJMRkD6e9GoZQnknr+1QUGXPLGuBqEU9010RAjJ8scinQthHKeSaCErVxtBP9qexCU2+hrEUq/Ck+9dREWRyjFPqW/Lbzs+qgFslO5SQKksSZB5nEakw3uMH8qP8AlZCcduhzSxXHRGMUNtRH4h+9DxpiWaQkCHSraVe1dEVSiSpOcUtWEKP0jk0JLawMAe9P2kw92S6Eoigp5T9qD8ng/iOPSnAN78AqxiuhhKedxP3o9oFmb7G9TDjYKknnFGoW8tOFcACnANHbkoBolTYTwEk59Kk8dDWVPsA0CrO7mgKaO5IR/elTUQkhSuOc0eWWkk5OVGpKFqytzSdeBset/nYAUpKgcgilCEyIwSAokClZZPUHp3riELcP1dB3NSUPKIvIn2BRIc7p4rpkuhWAjANGkFJ28EV3YlI3Lx7CrEmVNxAeeAMc5PXFGNTQ2rCQfzorzm9+MAAd6RyJqVL2NEY9ab4Vka3cIXSbkFZJ4FJm3VyuM7UA9c0UpKC2VKJJxRKpSUJDaB9XoKi5cjWPgWvy24iChsZVTY7OlSFYyQM8CurZedwVKxu9KVR4uFIS23nH9RqPLZNRjHlno7ShjzByT0pxaijG9auT0zXURkJG4qyo9aA4tSEkJOTVkVRTKW7gA/tAIUv7UhTvwQkcUa0yt1zLpOPvR60stnHOcU/uFJcCVmMdp34BJ9KPEEJ5Cxke9DSFOYwnAowRVuHIOKEvgi5NO2E+UU/hyT/egfNvJIBTwPal6Icj+lYNBTEP9QBNPawWSL7CEzUAfzG+vFHJdjuoHUUBxgJVgJ+9EOK28BOMdqOfI6i+hSUMJydw9hSZ1uM8CFJSfypMSp1XU13ylJHC6jd8NEljryJpdshvZO3HHpUeeZYbWQQMg7eakylqR70AoYdSS7HSffFVTgn0Wwm4cMicplvaUKIH2pGGgxwkcdamCoEF1W1SOf7URI09HXny3cE+tUPDJdGqGeK4ZCZydxy0rGfekAW6kbV5HORUykaaf5KVoX296bXrHLZzuj5B7gZrPLHJO2a8eoi1SYxx2nXRtKeKC7GeQr/lxTs5GdbGCypP5Uje87eRtI96jSRYskpPgRqCkY+k4oKihwYV07felIbdHTueRXFx153IGQaV/BO77G52Luyc++aK+XOdopwIcRlO0ZrzaU7slOD9qi38FiV9jKtpQUoEcelElIHBB9afVxkulW3B29QKSGIoA7k47U1J2DURqCVIPABH70ByIh7gA57inMxCVD6cenvXFw1J+ocYqakQlGuhketrZOCkH1pA7aIi8+YhPXpin95KskE/n60nUgn8SOOmRR7jT4H7SkvqI2/p23u5KUgD1prlaVZJygj8xU1UhndhQx6CgGOgDcCMHqDU1mkiuWnx9tFcSNKOgkoHrTLOsM1kqCUq+2KtwxW8cAH0pLIt7SuVtBRx6VphqGuzFm0MJdcGbtY2VUhPnFJS81wOPxCoMsllWxQwR2NaqvGlYE1J8yOkk5HAquNReEMWQtT0cKbV1G2u3ovVIRWyZ4T1v8K588vewU3/AJlOBWSM+n6V4q4GRxUouXhvqOE4oRYqn0Z4x1pjladvsM5ftchIHU7M12YanFk6kjxGf0nWaeTWTG/6cDetQAKgOvTFAA4z2/zoTqFoOHGlp7EEEc0XkAY544q1Oznyxyi6aoFzyc1z9M0EqzyCPTrQSoAZosiC3Andn2oKjjFABJOB+VDQ04vgD2FNuhqLl0j28jv3oPXjjI70uZtbi8KWsJ/0pYxp9pZ5dyfvVcssV2aceiy5OkMpyTjOaElDjhG1OSeOKfl6bQroojA4xQW9OPMufQ+oYNVvUQovfpefwjlq0hcLktP8xpsHupXNTO3+E9tO1Vxua8n/AAYFRlFtuzGCxOIH9qdIf+0OMC5E57GsWfLll+mdEX6Vq5cRRP7Z4SaCUk+c464R6u4oyf4E6NVGXPYlym2kkZ2LCsD15qCh3VLCt6HfM+ysGnuyeI90s26HdYzvlOApWFpOCK501ql9UMlmfL6brMHMkyQx/h7ssyKJGntRNPrI4Q+gcn04qL6h8Or/AKRObjp9YYH/AIzaNyP1HSjJGrTbnXHrRLdKHDvQlB5SaWW7xo8TnG/kkwUy43QB9oEAenNRitXL691r78GeGj1WSVY4t2MUC8OR1oMFQQsHtwRiuS4+q594/iqFEErG0gfUSOmKc5ECdfpInSNMtRXjypURXl5P26VLbb4gaO06w03dYD78hkYUHAAQaU5Sg7xrc/6mrUen6zT41KeNotfw8tlz1bGYna6tUfLW3YkMJCTx1PHNPmqfhy8K7+v+ImO1bHiMqLZCW1H/AMvQflVawfH+9XGOYeltOobZxgOvcgfb1qLajf8AFXUZXvvxShWTtSopAFcmOk1csu5z2fzI6H0T1HVPfGDUScS/BTT+9caw3q1THUDaG1KSk5/eoPdfCu82WYXpVl8lI4S4gAoP2IqJMeHOuEyPmv8AaB5twnJUlZH+dT7TsHxAtbrapGpHJTIOFtugqStPoQTXRvLhj9ORS/dM9votF6pGUfdxKUV+yYgjWeY2NhcIHoO1LmI0uMdvnrJV0wSKkqLU8P5mQSe1EPwXUFRDZGKj+YnLs9mtBCk0hjNxu8B0FDxKcZANPMG9vrx5xBPf70negOOg7sgD2rjEBTQ+hBqXu32C0jj+kkMaenkOJJ3ng9qXRl5WApYI65phix5LhCU859aeGIUsgKDZ/I01KMiMozxdimS23cGHYkxlLjbo2kEcVTuodKyNNX5KEJUqJJUfKV6e35VcKS+ycOIIx0FItSoZk2hz5pgK2EKQpX9KvX271bjuMrRh1sI58TUlTGnTINtjId3lOQOc1JTe1ulCUungc5NRqPbZq4wU0jCFJyOcimxU5USYY7i/5iD9Sc9K1ZJNLk5elxRyw2+S49MXZaXUqK8dcYqIeNb7BmxbiggLdawo9yQcZ/Sk2nr2foVvP08mol4i3K5amnOW+1NF35JsqcUCMJxz1pwyXGkZVpvazbmRlF4cS8Tv6+9PdpnS7lIRDgpU66rsD0qv7E4/OnoYkhQBXtIHXrzWktE6NtdjbQpLY8x8BZWo8/aoZFKKs6OGePM6XQLR+kl28mbPHmSFfmE+wqcwVIaUDsG7PUjtXmojQKUpVjd+lGCO6EEJIUM4yTWGUZSlcjqY8kIx2wHli4Ix5b6E+vIpU0u3LI8tCc/brUbVFklJO1Sc8ZCiKAwuREcwouKx681JJdMqal3ElRCE8pVgUa29uT9K8nOMYqLOXOer6WHggn1bz/nXmZ9zbUFuy2ikdQWcH9jUk0iDhPuiVlbgJJKsV5Dq0q5Jx1FNUa8rUgbltn1xkUoTPbcGFcEdwaldEHFvtDmqXgBGcmjEvNuYynp15pqSsKO5LnBo0KcbGRz3qSn8kXBroeWjGTkhOfv0pYiS3jHlio+iStsZ9KMTMcUOVkfarYyXgqlBtj27PabBG3H5UjVdGskFOc+1IXJCVDKyaL86OSDv/Wk5X0EMfzyHSpZX9KBkjjAoLTKnEblZSrvxRTr7TeChO77UWbmpvhTCse1QpXbZat3UUKHWUBO1S8qV6DoKQvwUKxkE475ot265dJLaxgdMUEXVIBUsKSD6iq5Sj4LoY8nYoRLXIQot9BwCOMCjmtjaBtUSepx3pO2/GYfcSVpCQBhOODShUhlaWm21J+r2r1TR8R4Gq53B2U8lmOHPp5yFYzinKE87HQ380CpS/wCknO0dqC5BIdS+fLSeAkqwOKHHYfcWXZBbWg8gBVIE6DX5UJTZUtAIHoOtehzbY6OZCGwg85FFXFg+UlttraEjPB4zTQzAS6taZCvLZHCgB9Ss+9CY3+453S4WJSkNCc2vcocccmm/56KhTjMaOl7PG8EYNF3Kz6fbj/7tBKncBILi6DbJscMGM1DKQ3x9CMCjsELLVLlPS0x5EFtljgqVuyQPyNPbq4jkgtxnlKa6EH+qmJt1tKj5cZYJ5UAM/vShbidhSHCgrHAIOTntTsVDstzyypaUpClDASnoKa58FtzDrUMKcV1URhOKUQxDZb+ptwOq4z2ApQ6t8AKCwUI7A0m+RpDe0hK0htEXyz396NfssmU0VFRDacZCU0rjqiPuCW626FIzgdqG9vcXht5YB4wlXT70nYL7jXHhN2xIcJdcUo7lZxStt6GppK0MZWtXdWT9zRcuI442tppzKld9wzRFutEuOVPTV5bAwlIyeKE6CrHlUmGlosKmLSAOQlNJYob2rdcP0chKlnnFElxpZK0R3SkfSQU4pQmIbghKQ4GwBu254pgFqjF7Lwl709hnFJmdqSpLatiycFKeSaXC3uIWEBwK2j6gOg/SuCAw2VPoZTvHGSTRYUJlQHluFttwo452mid4YaEcGS4hs88dT9+1HtXVMdakraClg88EJA+5rzCV3J1S3ImxvP05/vSToHyI25XlhSmGXipXJKj1PpT1Bsz0plEj6ASNyiVc/am5VuW49kMEIb/Cc9TTky5cWmRDjvYT/VnmmmDXwIg4GpSopaKyOqs5H5UVI81txBbBSCcFRVgU6rQzGbW66jeo+nc02PphvuJL6HklP1JGeAaF2D4Dm2Go6irJUonJ+9Kmytf1BWxPpnmm96aolEeGyXDnrxxRrduuLslL8guNgdscGhquWC+oVONYWkhayjGSM/8AfejXGlMsF6TH2oJynJyaAzDQuQHHncqb5GDxSp10r+lz+YCOATwBQmFDYLgh0JbDK1E9EZ/enBp8sOJQWdxKc/i6U3POFtKnUHYlsckN9T2pE1epTLK5M1JeUR9PYAdqEhP7Eskux0s+cHw2dvG5PQ0zS5sJhsOvShg87gknJpsYu92loG9gJ8zoCOBTupEREJIeZDr2eSP6R9qG14Gk65GeNcZ6lLci5VuOGwU80rgvznZQbVGU4snpjIyaUAOMBLjSQkDqVdqj8nWitPTDcUuJ/l4S3kdVetZM+aeN1GNkkuCxpNmnW1tD01pCFu4CUpPNM8+VHQhaHHd6jwEpOBn70y6b8c4cl9ZuLja3SSCtRyAPapNL1DpGValOsLipkbd5UkjJPpVWLVS//YuSnJmhDiToZoKdw2Bhf189zSt2C1tHmtc5zg9qO01qKTIAQGI5SeNwcBqRP2xyaQVqjJ3DnPJq6WeujJLW09qr+pFG2oLZLklSEgHIAG4mlEa3SrksKgwwygf+Iscn3qTwtPMMq80x2VkU4BuQQUNx9g74OKx5M+SRsh6XqNfzPPCMf3GqFpWIy2lU55Th6q3Hg05Zs0JGEJbAHQACiXLZKdXlSV8etI5NuWTgoOPtWWU5dne9O/B/pzkvf1Ck/hNIIuV8igZbZaPpivWu/rySGk4HtRX8BQ7jIBPXGKNTZ2WOxHrxVLnO7PZQ/DPo0cez2kxxc1ClfAZHI69aRv3dwpwhtZ9cUH5Lav6f70YpvanaEj70pTky/Sfh/wBL0bvFiV/1Eipc6SQltnAPdVGNQpq8+a/jPYUsAWEDYACaDh0nlwUtt9nYUowW2CSCxDYaP8wb1Z5J5pQA2BsabA49K4hpPVTmaEcHOw/nTSSE5P5Clxdx5IBpMuM2F8nJHXNK9h5A6nqaD8srJX0HpQ4ocZOxC80yU48vP5U3rt6ck+X1Oadn30tnAQkkUhcluuq2/hT0qqUU0X45SEamEtk4Vj2FdC1hOCvHtRvym5WU5UaIcjuhzOOBVbizQpL5POulnBCRzQUKD3IVg0B1pTg2KVnHavR4xQME49xUGmyakq7BqS60cKOR2NdC0FBI/FXXUpyPq3DFdajoUenHtTrwCZxlbf4h1pQ0XOu7ihphtIBNCQAOBnFSUaRFys4QScFfHpRTm5CCEk5PpQ3weqe1AbyEEqGTQEUuxC6Xt+MZHeutOFK8g49qULeSO1JnVBOFBIyemKpark0xafB1akKJC0g59qIVDaJ3J4HpQitR+o96MQsZ6VW0pFibj0IlxlBWR0osoUB9SadVlCk4xgj0olxoKAOOnpSlBeBxyPyhE2jHfFHJSoZIIofkpUBiu+UQRgcVFRJ7kwCNwNHpKhg49qLJKe32oaFKGNwqa4I8PkPSFHpxQ0jHA/M4oCHDncBxR27JAA6+lXxM0k7s4NoODkk0EpyeuKN2lWAkfeueWaGrCLaC0tHBOK6pgFP18k0fswM54rxQD0NLaNTT4Y2uxFt5WjlPpQQUkDjn0p1SgFO3Gfzot2BnBSfek8doXubRCA2R+H7VwBCclI5o5TSkLwoYrvlgJziq3FovjOMhL5iidvIo1Oce1dUhIJPXFdCsJGBSTp8k2rVIEGN45AFcMYHkGht7lHBOKWNRkgfUatirMuS4jelIQrGcjFHJJAxwM980qMFsnrXvkFDhPIqW2uURWRPsKaabACgrJ96MV5Sf6QfWuGOscdKMLQAAzTSE/lBRSSnBVjPauFpKU4SaVBsf4cGvFkAAqRT2i3UJgN3QkDHWhtNgfUaUHytm3bzXAwMDcvb7U1ETmAW6y2k0QqS364+1elKjIP1rzjrzTJOurLQKIyVOr9Ejik3RKK3cIeS+0e+SOKbLjfosY7C7vV2Snmmj5e93FvIJYbV17Gne1aft8JIdePmu9cq55qCk5dIk4qKuT/kNqn7pc15Q0plo9z3pfHhOp2oKd2Opp2edQ2nhA+woIQ4pJUkbcih4+bbHHNxSVCaQ6htryhwoik0VlJUSPqOaWKtylnctRUT3pXHgoaQADz601BtieWMVwFtxk4y5gAUcEpI2NEhI70P5YEYVzQkMqSNqc+9WKLK3NS5CtqhylWcV0Ri4QVA8+lH7ABwM0Ah9JyDxT2/JFy+ASIrTYyo57V1UNtxe7HBriQ8r6iQc1xS3uAmmR5+Q4Rm2kjPagodQSpsJxg0EJeXwo5FAUy4khaMAg/rT6I9ioraQOhorzEnkDBrqnAOViuhxhSdxNPsjXHQUUFas5HJ61xcVBIJIJNEvSvqwwkqAPNA+beQNwSPzqFomoyQI23GT0z2op2H5YG5eM+9cXMlunIOB7UW82st+YtzcajJotipeWEusgq2lWc0Ax1/hBwB1pSpCwgBKRgjrXm0qTgrJGTVfktXC4Eqo4QnOcn1oksuqOQTjtTsptgjk0FSGxgJx+tNpCTfwN6ITv9TmPahPEtjy1AKFLVNHkg5olTBGDjP3pbR38iVLcZ04dZHtxQHbVbnPxsp/Sl29fKEMcgdaKwM5cGCKNkRbpXwxpfsFrWSEkA4pEdMsOZ2PFPpT84hDmcI5JryIY9cE1U8UW+i+OecF2Rp3TDoGErSoY/OkbunJTbZAaCs+lTIwVg48yulpbY2hefvUXp4smtXNfcgJtc2K060mOrDp3K470n/h7yjh5G38qsYIURlQQfyoJYjunCo4PvUPy/hMmtU+W12Vo/AGfwdO4pO9blbSeftVlP2WA4CQ0Ekj9qSHTkNffmoPTzvgujq4pclYvQecY/KkyoQSRlJJ+1Wi9pRjB2cn1pMdLNbCEtpz7iqXp5rs0x1sGVuYKFJP0HP9q8i2pWj6ug68VYP+z3ljCm0gd+K9/AmichoZqHtuy16iLRXi7UlKsoTn3oC4JxgoxirCXYkEFKUDP2osWRKCNyAM85qXMeiuOWMv1Fei3BQO5k57UUuzJCshnd9k1YyrWhOVBpJoxiAwRy0B+VPdJhujHkrRWm23eEw8Z68Ukf0QHVE/IBQ90irVcitBRGwcdOKTEJQSNnOaXuyiSUYy6RTc7wohzSoLtTIB9Uio1P8Ah7t8kHy4Lbaj3HFaMQlpWcgAn1oty3suK3Aj3qyGtzY+mZs3p2lz/wDcgn/IynN+GCWskxpARz0zSdr4XbwSd8pJHYZyTWsvkmgNpB4NKBBSEjCuOwIrWvVtUuFI5cvwx6XJ7vaVmSj8MFxx/wC8obI6Ag0aj4YryG9yJzefccVq5VvBBwoc9qIVbltFW0ke3ak/VNV/8iT/AA76X/8AxJf1MsI+G3UpykzG0gegzxQR8OupWXADOaAHfaa1IS60SCnIzQFELBJQDR/1TU/P9hr8Oem//D+7M3x/h+vSRl25p467UZ/zpUPASelJ33BWev8Aw60HsCFbh0PahqDa0fUkY9qg/UNQ/wDEXL0T0+HCx/3f+5nY+BtwSnCZ6OnQoxSFfhBd4ySGZCCR0JT1rSBYYWOTgg8UlegbDuQkKT7CmtdnfbG/RtFd7f7szs34bagjnJKTg5JANdl6TkhPlvRErHTOKv2UiK0gpUkBVRi6JYcOxKOfUDrVkNZkk6ZRk9J06i9qoqFnSkSOseZHIGe4xR8lUaIUsxWEDB64qxH7PKfQoNRuo4NNytBOzCHJClYHbHFaVqF3Mwf9Mcf+yRYXABA8lAGByof5U0TtPxbxKTKkQk5HJJHX3qzmdGsMjahnJHfFHt6dDf0eUkEc9Kr/ADcYu4mhek5M0duR2iD26KYaA2ywEDpwKd0IWQN6hnNSZNjGMlH51xVjZxkgD0pLUxbtkv8ApU4KkxiQta8bM56ZpSlxwcFJH3pzRbQ2cDp3IFK0RGT9DjSVdge9SeSEiccOTCM6HnE85xnnFKW3wsjzMEDFK3LMhZKUZBHT0pI5b5Ede1SDgH8XUVBxT6ZbHI1w0Km9i/8Aw0YPc0H5MLUSAn7E0BtLgHB+qnKM2ysHf+Ij96FjsHnUeQq3spZeRuQnA9qlDcAhG7CcEZxjpUaW2toIIwAe+akMC4bY6CrBOOc96nCLXBRqJ70mgp63KdyUYIqM6tiykQkMpayVL5HYipp5m3c+26nB6g1Etc3mJ8mljzwl1GV57+lX4rU1Rg1G14mgm2XKPGtyY7qQlWAMelVrevLRfpTn4kqWcHrStu6SnPNWpW/akkEGjtKWJVznOyJ43tg5weRmteXI5Rb+DDptNDFkUV2zjUqa1CV8mgpcUCEqPb3pLpqTfLOqSp9lDqnlFRURnd96sIWeIkbRjA4oKrZEb6thXvjiuatZkx9Lg7j9J0+b9TdldwIjEWe9PRaA28SVp2gkA+1TW2axuEuOGJDe1xJACj04pxTEjJ5EZIBoly2RycpRgHrx1oeuk10EPRsWN8EitOqZJ2tvuYUE9+5qWWaa3Pb2uL2rzkg9qgMRhpJCXcnHANPLSjHAWSUntzyRSWplJ2x5PTsUeI8Ms2KtAAbICyB2NedbaUdyUYHsKj+nHZTjQfS8FJHXdzT7/EUspLjiE4PAFalJTVtHInieKdJhAZj5BLeO2RXF29hecYGeaWMoTLYMhDYRntSd1lSTkZxijZXIRm/D5C02xtSeuPzoBgOJyoLPHahiRtI+o8deaXtSW1JxxnGKSSfBL3Jx5Y1NNS0A7d308896UNSZQJCs06ISy6c7sUBTAycfvRsfyDzxk+UIjNUkbXG1E0Nq5NlRQpvB9aPVHQeMkZrjcRI5CQffFSSkLfB+ALkhlSeVY7+lDQ/HUOFA8ZoD8Jt0gk8DtRaYTaTwofpS+q6olcK7D1sMKRu8wZHOM0BEdBAU26ePei1tKRkhYx6YoluM/hRSvAJ5JNSr7EVLnsV/KlQ3KxRbze3O4fevJbKU/U8s+mKLf4SMOKJzxUdvke/mkGLbjqWllT7RUojOxXP60uat0MOlTcjY5j6UlYwBQZsWMpoBlLRcWeCgA4/UUmkWF4Mb1Oo3Y5UOvNeppI+JJ2Gu25Sllfnb0ng88YoMgupbSzGVsSCenIzRUKG8gNpebUlLZ5V5mM+hNObUqOpzykJQvHpyQaVtdD4EIi3CUpltx1ShnJSlOOKUt2xlalJC3EnqoHPJ9KWtLTuJLZGOmOa4Pm0uFbaClIHAA7Ulz2J8PgQXGGkoS4pHOOuaLjxsrQoM43AAY704MszJcvL6AR0SAkYP6UsfdYgJ8x4JCx0z2ot2OhufhqZQk7fqxlSsY4pVHZYda+ttKuMA7elDblOvAO5bKT0G3rShC1NIUpwA546cU30IQmM0y2Ssj9KTLkJZBCgVHPYUrbW666pSngrrhsgcUVJQkAJCEKcz9KR60hhC5TaWcpbWVHOc9veiI10bc3Ng/UeAkKzmuvyJ8/Ed1xllAP4Upwrjt0o1u1JZdS6gAAY/CkcmmxLk5HYkNrU8+AkHnhPanmK8iRG/moP05I44x2pDMylGxMhTQUMnjOPaoxdbpfGQhqzs+cBnzFLVimhNfBKpcQPo2oyCrnOelEsMxYLZZ+aG5R5J5po06m/SyX7nNYZGeUhO4gemadJUiExuQlBkKT0KRjmnQr8B8WK8h1S2SFb+T9ZpHcXX/PbYadKEDqEk80qt0j/dlSn0lnGQM+lBQy3NPm+YcEcfTjiotkq+ROywiRxJSXAlW4Ad8U4mR8sltpfloW4MAHsKJaiiKveOEJ4HOOaMRa23HvmXklRPRRPT7UrodNhjqlsMgtrQ4pXQ44FJHFurb8pLvluLO1Sh3NKH4SnXQQTt/wAO7pRMuOmG19IK1+p7U02KkDYSzHQGpEtJUM5BPSuOLtEhSECU3lXX3pnEFyaoqUjcVfTnPQUCRYIMfDhlL3IGDzT6fIeOB7fMKEkKZdbSQeCOtIpF0uBeaaU86ls88nr+VMObi5JLkNxXyyBhKVIzuP3NSGBFuUhe+UEkYGAOgFDfwCV9h8XfCCn3nlYX9R3DgUaq7QXG3XGVh1aeAAknJoEmHKcIR5oTjtjOaQu2twrSXVgJHTYMEmlwHI6MyVSVBhxpCSSMBIzSlUGIsbS2lXfqMA00NuriuYQhaV4AK8nIFPSJ1thwt0wpLjg2jzKbVhdCNxpxH/DdR9XQYpWxHIQXZBSABwAPxGmp+bAekIU2/uP9KE9B70Y/cflUK2fXgYxmk+OAOXNh+aVJDZDSPTvUd1Bp+639hFuJQywOAkJGSPen0ankJa8pEdCE9Vdz+dJzq1bH/FYJT1OE84oa3D6RWdy8EfqIZnPpWMlRbWevpSKT4Waigw/JgXSUFL6rUSrFXJAvjTiS45EWhaznCxzijpt4aiALTHKh1A7VFwoi4xyfqRRMLSHivaXU/I39CUjp5iFDFeuWqPHCxy0oSWp7af6m3MEfcGr9a1BNurKm27WhXmcFS2wMfnTFe7O0gBb7CSsjG1PT700uOUjJk9P003+krM+NPijaYTTs+zqDYwSELyqn+0/EpeQwl6daH0ZOMkVIEMWOQlMZxjfgAYUOBR0zSNnfjBhMZpHuE1XLGn2it+mYX+ltfzCbd8Vel5Kvl5D6WVJ4WF/SQal9q8ctHXII/wB6bKlY4KuKp+5+CWnLhcUSTHQoJ+pRAA3c96IuHhPDlLWmK8WUp+kAcY9hUZYYMqXpuSDvHldmh4viHpN4ktTGNw4wSCac279ZZmA3JadUecA1kdHg1fESkuw7vOYQgHcPNzuNE3S3eLWnAXLRMXIZb/xZyaqenj0iUo+qY3uhkv8AmzYWITwCkbRnpg0nlfLNgEOZ7VkSz688Y2iAYKncdSN2B96VHxt8R7e5tn2KRsSrJKORVUtJfg36b131zS8W2l/M1WhDjhyG1EdsUNERzP8AMTj/AErOVp+KC7IeRGfsUoOqwkAo71M4vjupRR/ELZIbxgq/lnFVfkmnydmf4610IpezT+aZb/ya8ApwfzopwBrk/SO+aido8YNMTkDzHgyfRXFL3dbacluEIuTRB9xUJaeiOk/H2eMv/cwVf0HlcltsbgpNJH576spbAA96SsSrZJVuamt89MKpW3AW6v6XWyOuc1nnimuD2+k/E3pmox+48ij9mIFMSn+SvA9aCmK4lQyrPrmnk2te3l/nsBSVdqlJyskEetVvC/Jqxfif03LLbHKhMpxtGRuolUlTwKG05pQbW64c4Ue/FDENyOgjZj3IqGxnVhr9NkScJp/zQ3fKOn61kDNFYdK9gHA75pyUkkYVii3EBPIPNVuLNiyJiVLOeFqx7UcmMU98e9EnzC7kAq+1HpQ9jnNG0lu8IGAOhXxQHHM5IPT0rwZWSUlZA96KkNeWCEKye5pNPwNNeQpUlzBS3yR61xUl0IysY9hXEFIHTGetGpbbUDk5xUeSaSuxMsrWBhGM9TXEt85UelLFJSAADzRZZIOQMmq2i5So5sa254NADWevNGBo8k14K/pHI6U9vAb+Qg4ThI+9C2LI4waFsSTxXiFAc5pbR7/gKxkZxih/SOg6V4p6cfevBHbHFLb5HvBApUea75YUO1cAx1RnNCBSeMHmhxGpM8lO3t1o9ACOvQ0RnJCU0YlKjTihTkqoMzx0x+dc39s0NLQA+pWa8GAo8nAqZRasCV9MDJ9KGnkdcV0tAHajvxmvBkjqrnvTS+RSa8HkYHQ5P2o/cNoyaJOGxx19a4CpR6UdD/UDeZS6kjGDSBe9lW1ScppywtQA5ot+Mp4bcHA60NXyCe1iFLaXM7a6tsp429KKW05GUVDd1pQy8Hxk9apWNGhZWFjcn6sYo0OqSBnNDLe4cCuhgYIp9Ev1AQ+oknJz9qMTJcSMZoBbwM46UXkpPNTjJlcsaFS5GEgnFATMQQSqicbhhQ4pM+4Eq8loZUeuO1Dl5EsYsE9OcJHP3o0PuODJOBSFlh1lG4Hk0ajerPtSU2Dxph4UopK0c+lJVLnOKICMDsaUIcwCnHTpR6StX9AxU7sr2qPgZpFuUf5khxRJ7UNlhptIQxH59SKeMJ6KTn711LbfTZtzQooHNpUIo7KkqIdAx6Up+XjqIXg5HpQ3WgnkHNBQFAY25BqSXgrbfYUmMA4SoCj/AC8YGRigqCz/AEkc11JAwSamkQlME4AOEmgIcAV/MBP2ow4UMZrwSNuDipFa7OqLX9Cq9vITx1NFrbBBI615oLV9I/WkDT8BiVkDJ6+9AO5w8UaG0jO80kCihzbzhXf0piSdh6UBPCl49q84tCRyaD8qM+YtZ5rvkMrH4SQO9Md0FmQkfUSR7ChiQkJ6qBoYYbSQraPtXnA2scD9qi0Pcglx5CikYz615TS15CSAO1HNst5zt5o3ylJVwnHvRssPda6EbcYBOE9c80YWUEbTRikOJ+rHHeiTIIUAnvS2qiW+UjhiKQPpxSeRHdQgkJ/Kl3mpHXPrXFndkAcUnGxb2NrIcQjLhP2o0uJXyD0pahptwfUf1pBPgltJU2rqOxpOG1WTWTc6sRuOOJ+pSsJJOPeiG5CnFkflXApwbfPOdnQUfHXGKytscntWeStmuMnFV2GtOOAHJzQjMaQMLWBmhfQc7h144oh2Cw59XOfehp1wNST7DGZYWs+mMZoxTra0qCcFRpImC8B/LVkelAT5jCuRnmi2uGSpPlDkiMy2gEHJ70S62knKF4JohU5KU4UMEUV/FI2dpWAodRmpNWuEVKai+WeMpbLm1as80cp0OEHAI70T5sOV9WRkUU4AHAErwBz1qluSNCUJciogKVwCBRjKkDIBpOiWEYQs5roHmKJQQM1JS+CLj8hrqkpVgEknvXmwkDJxk0KTabiy0XvK3IxkEHrSJpwq+hZwfenJyg+URhsyr6XYtBSOaCdijk8YpPuCfehFzCeMkGouVlm1RBuICuR+4oAbbVwlKeOua4lbi0lJ4BoorcayBznrUXXbHT8Alx0fiGM+9eMdLiD9GSBzxRKllYCuRXPm1tnCSSDwRUHKJZtlXDCm4rT+coKQOAa8u3tg4Soj7UaHQE59a8XBgjcajUSdysRuWgOH8ZwaRuWV0EDdkg5p281wdOccULzNwyQMioShGXRbHLKKGNVrcScbQRQVxSjH0HA70+uLSU9OaTOEeg57VB4orkks7YxOtK3EpHShAKxtH7GnJ4AfV5QP5UkWtoEAo2n2FV7C73eOglLTgwQcEV0lxJIKgQTXXFpAyg8ZpOuW2lW09f70/bfgi88P8QYY+5OVY57UQqHydvB9CaNQ8FYJPHpQyvcMgj16VGmnyWbovpiR2Kop4T0HFJUBCl+U6Nh7E9DTrvUUEDGR6UR8mp1QUtHFTjbfBXKUUrbEa4h/EhOR7UW4zKSkFllSiruaeURi0nCRnFGtrP4VD71JQpkFktEHk6evMorUQBkkDmhQdFyU8vkEkVO8pSnOAR9q824nccEY64qbbSIKSbIyjSzjacFSSD7Yo8aYXs4x+dSFfJBz1FeLpCgQcg1Cr7LN78Ea/wBmXkgpyDkZziiV6eeHISlWP3qYhIWcEE8YPvRTjQAIH5UOKCOVohS9NPZJACfSgL0y/jhSSQfSpQ8sM5yenSkCnp0tRDSfLR2PeoqPks92VUhgOm3Sk4UkeoNAOmnDylSD+2KkbMB3qtSiaPTb1p+rbkd6sSryQlkb+CJiwS0nCUgg9MGhKs8xtBy1uGeBipcltKCARjFCKW1DnGevFT3tdMpqMu0V5Lsj4c3COUg8nBpIu0TUfzG0OcDjaKsry2ljBTmiDFCSVNgH2qSzSXQSwwa5RWjypyQG3G18eqelJ03R+OFNvIUAOmeKtEx4rn/EbCVHrkUmkWS2yAQ80gn3FWx1LT5KZaOElxwVsrUIS2oFZAxn2qF3u5OlK1vJ8zec59ParokaMtbv0/Kowaj9w8J7TOUpaS61u5+lZrTi1+OL+pHP1fpM8qWyS4KgZkIQykJcS35qwCCe3epvZJsCPHSy08gkAHIPU0ve8Ebe4P5c17I78GlEPwe+V4bnrJ9SKnk1eLItqI4PTs2KW+TQbGkB1QIIwackRitKeOtKLf4dy45Tmbnb7U9saYkt/SX849qyva+jcpPGMaIOcZTk56EUezbNyh5iCoZz06VIWbE+hJSQk+9LWLWtKQk4BB70lBClnaGtqwQ5DYKGsEjlWaKf0+velK0qKE/rUiZguIVlPAxjrSowXt3ABJHXNXLHFmN6jJFkdbjrhpKYzqh/yj0pTDclO5ZdBUo9SRyKe2Lcy0SSBuJ5pS1DZSSpKQVeoq2EDLPMn2jsM/JxxHI5AB+wpUosSUJQgEH+omkzzSljclWFAYJ9qTLdfSCAnbzjI61epVwZHDc7XYok2gKTvZIBxjnvTaPMjLKHgRg09QG1qSHVKPHJzXJ0Zp5J3gfelOK7RKMmntkI2XF5ASQe9Kg+pOCpGfypoUzJjElvKkg8UoYnlQCHOPc1FSobx+UOCnEq5AxmhocUkABQIpI2+d2CMpNGFTZOQQnFSTtkaoPPIKjyOtDS22pO4Dp6UlHH4VA5966hxwccimqbDa2GulKU89fSignfwU4Fe84OrAWoD0o8NlKQStI+1DdshtoIUhIB+nFErjpIwRyenNKHCgk/V+eKJLyhkYyBTY0mBZVIDaX0nIPJG38NLo0iQtv/AHhO49QkjtTOq7vRQWZTmQANpbxjP2pREcdlLUqK6tKyM4Kev+lem6Pi45P5fcLUVQUcYVlGAD+tK7UWobmJhaKj2IxmmxJmwk7kqSjcfrI5JNI0IkPuuSnnlhST6dR7UuAJfcJ1nJDSl+UvtspGqQtadrUtTp/83QVH5Dz3noAyEKAJKxyRQ46pbbx8lTIbwSrGM/uafHgOeyQB9LSQ1jCldyCaQIKlPq3Bt09AN2U0KK85O4WVBB4JI6D1xSl2FZ4zG9iQ4XDn8KP+tLroOwTUlLKgFRmfp/pziuyJrTxKQysbuoSrIFNSVKztLagB1Xk7z7c8AU5MklKdiMY9Vcmjhj5R5EZtoLLLBBV/UTRQZUyrzCkk5wCOTSyQZ69qmmeM8hKaRoddZWpUhKRuOBjOajTHYcy0hSUpW8Bgk4V3NGrfVGlpSCgoA6g9/auERVtpDQIdzknPH6UBho71LdQ2rnjkmpUKztxlx2WkrMdtQV0CVgrJ96b2ERp5XvilrbyecU4eVEiOl+a2FtgZGzAwabpyGZzilNeYkK4yDnNHgF2K1w2HWilpWMccGjLfaoMNsuAlRPXJzTdFtzjf0odIGc08eQ8lvblO0cEniot+BpHXnoakqQVBKR7UgYuMOM8VNRFqVjAWego1yG2UguLO3kq5wDXGISpBUEJLg7BHQU4xsG/kPLzRKSrO5RyABkZpNPkusZSHcAn8RHQetGTxNhNBTTpTtwAFY4pEtmW+N81CVJxyRUn9JFcim2vPvtktLDo5yo8UJ1CVApcUQlPKsnFMUWa9FcedW4pqOkkJbxyaOZmzZKlBSPocHAx+9R88khS/LQ03shvISfvSRTaXJCG5C1rKsbsGvM2rzHQQF+X3J6k09CHEitpShBCj1Vxk02/gVBGYW9uMwkMtp6lQ7UtiLcCi40P5XROeppvdRHSvIQV4OOvWgOX6S0sx0QnFKHI9KFyD4HwyQpSspSlXvRLryFJUNwG3kYIwfao5Lud48kvNw8YH1FR9fSuN3gtNJQpoFeM49D70UhDvHirAW9IG9a1ZAz0FFKtzcmSmTLSFJSfpBGeaLt93Q4lZfWkEHGPfsKbLjqK6QFluNGU+Ou4/hFCGOs5bralLjIbOBgZ60zSFTnch1nA6qV6ntzS22uXOXGMybESlLg4CewoxotKVsKXFKznYo9qT4YcMKskJKW1LfQslfQ5zRyIqZj/lJXtKTjG3GftRynpDB3QYeNwI69D+dIPmr026hao7JBXgkKwrHrilQ/A9RoDaXilb25QH4T2pUWoi/oU1uHTkU0xZakSXHEbwVfiKuc0pXNZfdS2ta2yPapUiN0OrstphIQ2gJGMDmmGfN8xDmwhx4Dpt4B9KMm5D3lRlqUNvKyaRtPsxipLqiU4ySU0vsNfIlsrVzw+uVHYRk5BAzj86XznZLsJTccDcRgqHGK9ClMXI7o4Vs6AqGOKVBoNfylFKUE8gUdh0RayXNwyH2UpdIbJClq6Z/wA6f4UFchan0t70g5OD0o3yorRUI3lFCRlW0ZJNFRrhcEuJSIfkNnJ3EY3e9NiX2OXB35R4F1akhXCRjkmkrK1TJ4jPu7WSAem4mlc99rzG3pDoUQMJSOuaTR5sYKKmWVKWrKSodqVEnyK7m3CiMoTb3vNO76k7MD3pgly7Y4n+fBylC8Lw3Ui8iK0wkqKitQyaaJcQrw1DUDuJUG1pOCRR2HQZHtdilEOi2tggDH09KVLs9kUAkttDuRikUC2zWUb3H/LUskqQDkAUJ21LbUXkvq2gc55prb5E7Av2GxyCUNtNKPQ8cU0y/D61uqwhC21HnLRINPLMq2xB5Lm8rP70sbuMRtoKJCAeAc0VZCUIy/UrKq1bozWOn44kaSvElbhUB5TqyRjvSG1a48Z7K3mZC85KeFAKOTV1BxhxsLG10AZotxLDzRAZQPXNRlBPszz0eDKuYlf2n4g7/bsJvljmISO+3OKmNn+IfTlyWGpKvKJ7LBT/AHo5yyw32yl6IysKGB9NRu56BsExTiFw0IJ9EgYql4IvhIyz9Jx/4JNf3LQt/iVpt5rEec0or7hQODTnGuce6OfVLTjrweKz3L8IlIcD1umPMA8/Ssikrdj8RbKSYN3dcQkHAVzmqpab7lP5HWYneOd196NMuwooG5DwJ68Gmx5na7uB3Y4rOb3id4mafUGZdsXI2jGUA9KTNfEteoT6WrhaJTRzkkoJwP0rNLRuXSO/6f8AiT1nQSUZpyivD5NKoSpXOzH3FdcWpA5TkDpVT2f4l9LvsITNWELUMELGDmpZC8XNH3FgPInsg907h0rPLSSj2elh/wCoeNcTwtMki3VH8KTRSWlrWVL49qTM6s05Kb81M5CQeh3DmjY990++spburWSccqFUy007O/pvxn6dmVze1/cO+XbJPIrqWEt8JPWlLIhyD9Etog9MHrQ1Qkp5Duc1H8vL4NGT8X+lYnTyiVYSBkgUXxnIFKXojqRwoEUnwpPC0ED3FVSxuPaOvo/VdJrY7sGRMAtZAwKAlGTnOKP2oV1AFBUEg4QKjR0FJBCgoH6R+teyrPQ0cE7z9XHNGBgYJyOBUaLNwnSlWMHk14pHJNHbcd675RPQjJqNDvzYUABjjmulKSecV3ynM9QcVxbS+etLokjoQkYzk0PAA/yotLah3owoOOTTDvyGJBwOaEAeuaBhQAAJrhKs9fvUrIUkGkhPQVzCindmi+Vc5rhUoDnvQLgGroBnNCGQevSk5UkDJWAPc0W7OhMpK3pCQAOeaf7kd1DilxIABOaEp9I425yOaiU3X1og5Sh0LI44qOT/ABUKlbIcdazjsKTyKPbLI4Z5OkWQtLawQQBx603FbTCjl1KfzqtxqzVtwVtjRVJ3d8Uc3Z9XXA+ZJfUnPYVU8isuWmkv1NIskXSClI3SEDHfNcN8tref94Sc+9QhnRt2dQA5IcBPXmnSLogpCS66o+vNLdJ9Ilsgu5D2vUcE8N/VjqRXf4zGUjKWle2R1r0PS0NkYHOPU05/wuPtS2lofT7U0pPsrlKC/SxGj5mWMgeWk0c1E8kEgbj60tTFWEbduBRiGAlIBJ98VPZZFZGhH5BWn6hxXFw3MgoFOQZbIyBQlIT0SeelPZYlmoakQ3Encrr6UIqcR9Kck04lpxGeMiuJCCsEpwae1roPdT7Gwpfz9eaEqSQAk4yP2p2LLTmMJ7Ulet7RPHfmimuiLnGXYi84qAG7rXQ4410I/KhmCACB2FcTDVndnP50+QaicMh1XVHFeDwAwRzRwjKwe/pQRFAwpRyfYU1bIfSgvzAef0oaCop/Oh4b7N8ivYR1Jx7U0RdX0dSVjk4NDQ4AD9ODRQWk9M10OJGcmiwUQYwrk8DpRS20lwZUMGjA4hWRuyK95bZAJxTTE4sClW0FBII7UahQUngDFJyyVkhB4NeHmNJx1pqSE4uhUGk9Sa4W0HIJ6UmEk9FDFHIIVzup35I7a7OhsoOc5o0uLI4I6UQorJ2iutoXnBNFio446sNKT3PFFsMgAZ5NKltJCM45FJ0pUtXJIxyBSvkkuuA8x0E7j296LkqZYb37h9qCFEHClHkUF1lp9vGcmpbiOxPtjY7ciFYQD+VCLzryRkHmhrZajODcAc96C++spPy6Bkdc1Xu+S5QX+FCZ2OM/VxSRERwuZaGB60tQh1363l/lThD8stlHA+9Q2qRZveNDahpTaNylE96C46pYwk9D0o+5utMBSULBV6CmUOyH1FDeUeppvE0Q/NR/diuTMmNAKjp3AdQaCZrwCXVRzu7ivRmFt9Cpah+lKnFrA3uqDaen3q2GNOlJGXLmkrlFtN+PCG6ZMmzQG24RR74xRLVic87zpDoPHSnJdxSGlIaQVq7EU0uSZKEKWrcfUZwRWtOWyoJJHKnHEsqeVubf9Ax6C2yV7DhSu2aQJjy5bqvLcUltPTBooG5T3yqCtQwfqCwalVvjJajkPjavHP3rErTbdM7Cgsiiopxr+4ziLMYAIeUsd80rS8tYyrgjnj1pakNKyO1ELbQhRCASazTVvo344qPkcY81l22czXA+g42k8YpncWtThOQT1yPWuOwllJWnI74FR2VenrZJU3IbWU/0kCqs2R0lI0abCk5OA+qfcSrkUNEleRnpTfFubM1IdSeDSwFojGeapXPRe6XDQuQ8jH1d67vQo5pMoKCAUJ4NFZWhQBzzUm64ZXGF8pi/a0RtJotUVoKyk570BkLcBIyQKEQoDJPFPiS6G90X2dLDeeMVzyWgMKoKF+hzSuMht1DxcUNyMYpxjfgUpuPLYQEMjggmuqDIQSnsOa4t5CE4xRZcC0kpAoaoSk3yjytpTkCgZTj6gOnWiVyEsnCjSaROAG5PTFV8E6kgcmQ2hKscDHNMEu4NLUUcZHehzZgKVKK8VHPN86UoZOBUdtssUpVwOZmncUbspxSMS0qWe+DQUkNZU7xg5H2pJESqfILUNKvxYyOgqcSNXyx0NxDYzndjnj+1J2Zd4nuqRDZ8pvP4linyFYGYiN7qCtROSTzS9DTKAS2kIx3qL2sSco9ieBCcYYSXnSpzH1KPelAaKTnORSgDe2MnGKLIUnGFcjmrLRRtm3bOoJQeec9RXdiFE5TgUH6lABY5NGJ4IBqLSfJYpyXZwsII45opcfBykEH70pAT/T+YoQQRz+dLaWLIlyIcqQfqyMetdDiFnB449aUvNhxJBT+lNzrSmOhJH3qLjXBJTXgWeaWgCBuH9qUIUl3pj86bW5KU4Tnr2zR6VpH1I7GkuOGSdSQRKYUsq3DIo+K0lDYOzIIoZd8zhSRj+1GM+W2jZnPHrSasE2lRzY3uO9OAa8GiCdg3J9qD1KiCDjsaMQpJ5IwelFfAVTCXYQWkb+D0JpC5BkN/hyoeop6VjYUk5BoKEKCcJIIFScU+RKfyMC0KAwrI4otW4D6DjHSnx5lpQIcRg+oogwEkEoUFDtng1HaWKY0FSyMnn2ryXDjapGRS56GpI5QcetAEUqwEDmlT8Et4mKkHhI/L0roIPalQhkclPP2zXvk3QQQOD7UbX4I+7HyJvIz+E9eaNbZwckZ+1HhhzB+g7gePtR7MdSjkgDHrU1FoqnkQFpvjJJxQ/LcBz0HtR6mAE5B57UV/N6DP61d0ZW1J8BXJ4IUP868G1ZBCs/cUpaZUpO5wkijEJ5/DwOgqaTfJW5pBDTKv6s564pSw2c5Io5DKldABRiWVDgnk1dFUZpysKDYKs560d5YSc54IoaI/G4mi1qCVbUjJJq6NLszyTkdRtScHBz2rqozLp6c9jXFK+nBSBikrry0cpVUnlrsjHDfQtbw0kJBHHrRLv1pIzwDSIzFj8R/Wg/OE5HSoe7u4Q/YaDHWlpzkkg0ldinrk9ehozznAcfoaG66lTOFrGTRa8k9jXQQ2oNLxk59RRxWAQSmki4zi1bm3CRQVR3TyXlDHYmjcyLxryLm1gqBI/SjnXglspOc44pEw2vZyokjvijFI3DCicDvU4y4K5Y+ew2Ojd3GaVeW9j8BIHGaTQoiE4UFnf6k04pVIbwnhQqyCvsqmxEptSlcgiinNyM4705LLqkqBbH5UkW2pQII/WptIgn5Y1rFkgtJXIGXeNqSTknt2ryNR2Vle1anAtP40gYyfvSaWY0tAcUFFxSx9JBJH2og2mFHR5zqwHOqU5IzXo75PjNcDuu6NzztjRZO0/hTuI/avC3yXWwp1b7JOTtpBAsNwWoOJe+XcJzhKuP1p28m5ghDkvzCOpznihytcBFVwIVw7gv6fmd4PABGSBXi6u2vNplMF1PBwCRnmnVpLzYKUN/V1P00oRaUvNF6S4S4eQFdAKgn5G0hqc1JBkvJYiW9aFdD1PNGNXVtLoD25B6JSVYzz6UVc4MlxxTcJ5toJHQDkmmq26dWqWFuzSXAcqyegqTaYlGuiZqcCwC2jKT13DH6UFMYRUKk53LIwMnp71xALCRhZAQOCcc0nXPYdwhcon1ynAFCVjuuwRulyCAIr7jmfpJSeB6mkchF0fGEylrVjdgHgfenSO3HCNyFZQR1TwAKLYW2p8uFxJSFAJSRj9afYqPafYlK5nPtpJ4x149aeLi7CYa2RZLi3DwAlIAFMtyu+HQ22yAojGRXGJb63AgZ2bdyjsximhMcm2zIaBdyMjnOBmi3IDqUgNJz3B7UkeuyUqDO0q38ZPJpY1YnZbYkG5qSnAIbyeaVJcsdgo60KWpCXEBSCNwz39KInzm0/SpScpxgE9c0lctKba+6tEvfv+vAzjFetKGX1rW6VvKKsZVwAKFTE+gwSZDx8ofhOMjsBXkPuMoWmNIwtXTngUVcZ5EwNWtvY2n6OSSD+tHqZQvaHEIStJySk9fyoqugTTEzUCY9JS9OfUttPTB5pzLeUnyVABPA3ccUbGKShXmFCUDgFR60wvN3V+apDCguOpR4xjAob+Q/YNVb3X1qc/lkBXGDkKNO0NoMqCQ02XFDGVdh9qSoLkYISmEs7RxzgCgOTHG0hwNqyD2BPPpRtYWPj7KER0OIeZUo87cYFMSkSVveZIBSnokJPFLISnvLSuWkt7zkpWOceldmXKKyrygErX6ZHAqLskqEqwtAAjNYHckdffmmpxl+ZIKEy3G1IPJSMGnC6XFqPbxiO8XHOQtP9NN8CW4n+Y8dwJyT1J/0p0K7Fa9MJ8gyXJTikpAypSuB96RtwIMha3WZuXVDbhQ4x64pfdLm7coYhBstJT/WBjFNsVyO2pa3PLQk8BRIFSX3EwUexMwUBa7juUo7lk9PyqQwl2dyI2lDfnOJznsKYRdLXIc+VjSQ85ggpSOmOppvnNtRXkCGXULIIUN5+onvSffI1yuB0e1O+1M+Vbj7WUkpB64H2pa0pMoB07gVnggYOKY4kSCMrdaUVIH1KK+9PEWKHcSTMWlpA+lKeBj3NJSvsNtdEjbtaXGA4iY2k7cAbf9aYrjpp3cjzZ24uK42nn70QJl0ku/yNwjpUcLUeT6V5xy4tqyl5DzqjjHoMU+PAWzj1iJbVHiyV7UKH15wSf9KN/hkmOElnDqgMlax3rzaZqEApVhQ7npStqQ+oFKiSkJ59zSHYVHaU6Qlx0ArOVADFC+SacdKkEBpI5BHJpM7JkyFeQhghR539wPyrsZp9tKkeesr6DNFJ8isFIkR4wSmLlJJwMJ4o9K4aGVqlhCgof48Kz9qKnNPR43mvlte0Y27sc0zolQUPhMpKUr/EB2puvAlz2ObrsZo4tzRDQTkhXQk0T83MnrbcCUpaaGPp70+QHG5EcBKGwhQ6kV5cNhpooDjaUk8kJxRyPgZkN/NSUueQCrGE5OBil7cKLHSQS2FHkgHPNN7rvkKWgvoCTwnJ5/KkabitrCGGkKKSSFk9ajSfI7fQsuqXGmlKQUgkYppNwvzSUoYY84j/AAgHApc5PmvbWSwlwq65HApTEWuKglwIStZ9KadB2NFzmXZqIVIiOIeI/Som9fdXJbUCy6Qk8454qxTNQ66EPPp3HjBFCciNeYHQ8go/wgdaLa6Ck+yv7NNnuP8AnSWlKzwSoZ5p8bscu/DzX3vJQlWENo9fU1IVtQENLaMZKXOoPQ0BhmWlW2LwnrQr7YceDlusS7c0ErcWvB/EfSlK4rpJVnjHTpSqKH0oAlOknPTFJbp8w40URF7VjnOOlNKxNhzTLqEEJQd6vU5xRKIWx1S3jkn1FDgouDDJW+95hPrjIo0SQU5Ukkk+lNIVniGSPLBBx1HpQVIaKQClPAo4NpKt2ME8iiHIodUdx9uKT5BCB+3MPuhS2E8nuM0gl6NscgqW/BaVnsUipG3FbQAkkiuOxiSMdKKTJWyCTPCPSc1Klm1tbj/y1H5ngPZ3P/dfNaB/wKxirgQyEj6v70NCQnIx1pbQu+yiJ3g7qBhoN2y+PoCeBlROKBF8NtWwwlDtx805znlJ6e1XqWglJJSMk0WWgpJXsyccCovH8iqEnzFFPPw9dWGKgwXn3VDghTmcGiovitr2xYRcbS++nJ/CM8flVwqjoWQhTWSfWkrtktxSQ8w2ok55qPtJ8Mz5NHgy9xr9iA234kG2nUM3a2PMKPXegipjC8c9GTtm+Y2lSh0PBol/RVimnc9BaOfVNR28+DGmbmoKMRLZ6go4IqMtPB+CqOh9rnDkaLKjas0vdWvNYnNjI7KFLmjCdwpic2okcDdVMp8HYsNJRbbnIawMYDhzQToHV0BSXLfqZ/KOgUc8VlloItnY0vrPq+ijtx5FJfcu5MZzPCkqowxlJGDmqTdHihDOY9wQ+AOQoEUQ9rnxWtcfDlnEj/mSrmqH6f8AB2Mf4y9Sg17mJP8AYvHywPag8jn3rP6fG3XEVL0i4WBxkMo3bVf1Y7D3qHXn4rL60lxtFlfbOeCU/hqr/p+XtHXx/jWL/XhZq5LqFK/GOPfpXVSGEE7nUcdcmsQ3D4q9SobUGI6kryTnmotM+JnXTzhUmQtGeuKnH02b/UyE/wAaTaezF/Vn0FTKiLOEuI54/FSkRwtO4KThPXB6V86IvxLa6YfS4uWpSQckGpjY/i51C08lE0bkKP1KzjirF6Z8sx6j8Y66SrFBJm5S02j8TyUj3pDLuMCKPqfBUe1VJonxrsOuGGkOTg05t+obuQSKl0O2GZiSmT5u45BznNUz0scTpo4Wb8aerYsi3tV+w+vajabQotIKselM7+rZSkkttYz0BFKXrLIQnft47gda8LfHcATtwU+vWufljKPR9S9G9U0/quCOaD58r4GKVernJGM7Mmmx+DdrmvYqSoJ9Mmpu1YmnVBISAPWnCPYo7BG0ZxWZwnLtnfjmxwX0ogDGh1qTuX9RPrUitWiYbCQpTKVEdyKlyIaUjOwUoS2kAZAAqSwxTsJaic1SY1RbJEj4CGxnp0pxQwE8JQPTpR6AEkd6MBTuyBVqikZ5SkEKTsG3GCaGhkhHTNCfV5aC5tzgZpPFusJ7CPmUbj2z0NS230QeVR4kKUMlv6ieaNQlX4zjnpXdqSP+ID+dBcdQ0MqdQAPU0KLG5p8thilK29K6kg8KHFMk/VNlt2fPuDYxyQDUXunjZo20Nrckz0fQO6hVixTl0jPLU4cfckWGUqGNmMCiFyGmzhTqUn79Kz1qn4stPMxH2rOoOOgEDYeaqJz4ktRS1qWX9qSSeeuK0w0ORq5cHI1Xr+n08tsfqNxCc2oAJeQffdXA83nJdRk8daw4PiS1A0opD+fTrThafiJ1HNmNx2yXFqIASkHNT/IS8Myr8T4n/hNtI3beDn7UBW/PWqk0r4kSo0Bh2+OJQ68QNhPSrdYdblxWpSCCHEhQrPl08sNNnU0HquLXp7O0AwSMd6LIKepOKOCcHkn8q8tjuo5qmjpKaYSlwjnNeyvqOa85tSnaOlAStXXbwfaock19gY6Hge9e+lWBgVzzkYwOK5kk4A4qXXA+Tio5UcJIxQDFSPpKuaNRuB5zXdgK87qQbqCQwGxwQaCWnTyOgPaleATwBReFZ5OAKVDUkFB5SCOOld+YGTkZzQyhCuCaAWUj8PWjke6Jwrb6bOtGJS0s46GiVIX1IriNyf6aOgpPoVln6ctuZ+9FLUts5Iz6GixJc/DsOBQHJRUAFAipb66F7VgxMSBlRIri384KelFJLauOPzo8MIUMqA4osiopMJW9kcdvSgJ8wH6UnnmlJghR3NqxXlNOtdwoCopNk7S6EriNxwsn74osIAztWBmlilhScqbz70QpDKjySk0MLYk2KQeSCKSS3FpWA28EZ7ClUmIpw4alcGkLsBSAXHFbttThUXbZTmc5qooFGWlKyVIKz0yeaAIqlSFOK+hPXriveepCE+S2DSSXKluZQFYB4xVqc5O0Y5PEo7ZO/wBhwk3SPb2AQUEE4J70jEhU9eFFJQeRk4NNhtk910eZktnsaWxI7rToS6jCOnA5qzdCPb5KtmbI6UeDzrK4rhEVJJUOcnIFe/hanCiQ4SFD8Q55p2C2Ut7Ejj1xQEuBSikHis+TPu4ib9LoFj+rJyzkBthvJSkJUKHPWspHljjvQVYSrKQOa8pe76VDINZr4Oht5sRNv+Q7hQVycGnMYUnzAgfnSRbCFc55oxEgtjb+VKNrslOpdBcl1e7YEYyOtM1xgolKy4B96e1OK3ZUkFNI5jYW2S1wrPSo5FuXJZiexraNMaK3HIbWU49qPfAIJSrkDtQfJKzuPJBpU2w0kEK6nis6gqpGhyd2wENx5Te0q6UpJJABz+lAaYUF+X0HrTgzFaGN3JqyMHJUUzyKLsC0NreUg89a4hh107Qk7felRcQ39ISP0oBecJyhJAzVyxpIo9xthYti0kEqHPvRnksoTjdg9OtAVIdGCrj1pHJnJbGQc5o+mA7nPsNdcaaSfp/Wm2TPSk/RwAe1Jpcxxf4ScGkC1HqCevINZ5y3Pg0QhS5FEqZwpSjk9aapd7QR5TXX160TcXnivaFjGOgpqYaQgqW8epyaht+C1V5Bvy3XFlJHB5NEMOoSvcBuVmhMtzJjuxhk7M8k0+QdNLT9ToG4nvT2fInlUeEImbRMuqwFkhrjI71KbVYo1uaAbbx70KGz8mEoyDS0SM/hP6VGk+BKfAMNBWOP2rzkRtScAAGhodBT0Ge1dUogbjjPtUtqoN7EiohR0HXpRSmnB9RTTmlQI+oD71xSmlJAIxnviouFD3+RqSopPKeKESlQyBjmlikIJ6DFFlhHUDFCTSGpILQE9STRgRu4CuT2r3y6k4PXFdwpA5R+dO2KosAG1cpJ57UlkRXSMdR9qVKSpShtOMUclsbeTnFJNg4pcjE9FcByE9KKbW4hW0jPvUiIQpHKPuKKXCjuDptocW2SWSkIGtyvpSBnFGJZcwV5x7UYYRQo+WrpQkpeR1Qajtvsl7nwFhspVvIwPWjEtpWQEq49T0o0KyQFZ+1GBlCuwpqJHfYAME5wvd6UFLTjSs7sflS1tsDFCW3uOQBVm1UU+40J/K3jC0pPeiHLeo/W0evanANgg7hz610ICTgenSpbPBD3muhm+WmNr+pJUBQ0gj8bIB78U7AAnaoEfevOIGQMAgj0o2Ux+65LlDYEtHlainB7UNLSFHIO7PTml3ktFPLYxQPlmknhIGKahRW5piQNICtu4UNLWOoBFGKhBa8jIJ6Yo1MV1oZCweM81NRKpPnhiUNIGSkcda8W0HlIxnoMUoIWnIU1kjrii97YGVJ2mihWzoStKfoQCaMCFFOVJH6Vxt5AVtBHShlwgdRVqplMm0CQBt6cjiu/1cCgIcKD9Z60Lekjjgg1ZXBVvTZ1ze2CoDgCkZaUpQcV3NL0P5/EAR9qIWtCVH75pSSZJOmJZKFLwkKVx1pIYjmdwc+2aXPPDhSU5/zor6lKwUkDPHNVtJssTaQUmMvbkgEGgKhHbuSCPWlyGFAkhRH2rvlOJOUqNNR4Fv5GxLC0q5HvQyjAAUn3pwU2SMHGTQQgf1DbU1GkVubfQhSEk4xt/KuqaUpJ3AEGlpaBwQRj7V0s85xwaK5It2I2UKZQUkdaPRFUUY4NDQ0M+vajgkp46VYitthCGktAZSR9qF557889xRgQ4vokkVz5ZxR4TVkXRW1fYAyAk4z+WaLckHZgE5oz5RSsknGPaizFHPt61Kytx5ELTEZDGQEuODKgB0J9KbnbIL1OjvSH3o3lqwW0HsPWnkNRSUrZH0oP+IJyacY9ueWQpLqQpQ/CcYzXo+mfGexA/JDH8lLbuOgUo9qGh2U2hob0uKWd2EnG0dqBdIMtKm2vPC1E8gdq9CieXIR5ynUHHPlp4I9MmpCuhdFkSErKVtAqJ6A9qFLvLbS1RnmMqUOg5AFADzZcW4ypKgk8g9U0g+cgvOLkNNBxSSRznio8DDFFx9RKEKbSsYG0YxUdm2C4odUpm9qZcdVvUEgn6fSn9kvFaHXJCggnO0q4/LFOzyR8qlttCHHnTwdoGBTQiPxYM1MctPXVS8jlS0f2o5+3FyMny1tlXfI/FUhXbHGGUpdSncRz3FI9ux3y5CUlO38KBj96LsaG1yRIbaQy1GaHYqHb8qXMpXHbK0htacY+pfIP2o5qFGW248j6HEn6QB/nQIkJDGxGHFKJOSec/nT8iCAyXFlwQxk55Axz60EKHmttKZdCv6sJyAKfH7kqOlLESIEYT9SupNJojst6SHJKSprqQEgUmkAU61DKklIUTjH2oh/UcmMgwoWQpXBJRnj0zR06a7PlKUhhLTaDgEJx+ea7DegBwolRPNCj+PdjHvQuwYQI14lbXVsNgKG0/Vg4pxcYZiRyW3Wh9O0lR6Glc1SJUbyoyFEhJCfq7mmiTbbh5WXUBaEjP1LxipPjkXYlTGaUvc8pSlc/Uk8GhuS2GXUNttqdODnKe/rmhtNOMNBSx9ROE55wKOAg7eVZUATynGTUVKuh18nFxSYwUuR5e8ZAI7UmEmTFZBYCnjk8BQ6/ejXfmlN+RDaCieCSnOK83ap0FCCuOCknI/mZx74obHwKkPTHmyqSlKFAdRwaAi5uwdi2EOBKjzjjFFuyZAIS404Uq5IBxgV15IeZKmEOKSgfVzRYgMy8yJrgTIjOlAxt+quxBCckF+RGKlkjd6gUljqeaWfOZbBB4BzzSoJWh8r+ZbbCh0Azn86bBcCu6TbWVqjNAbUpBVkc59BTYzamX5HzKo3uMqxx24pUuKrelSUNlecknvS35OFIUrzX9mBye2fSo0mNMb1+WpJjobG0H6wehpDcrbAeSEeUQFH6gnpmlU2D/DiowwXirnqRj8qNiO7mcSoat45SAf70VfQDDbNPW2G+ZCXHWlHtgYP6VJI0RkMl5uH5rh4Dih2pNJmBkErZb2DuTivP35yOwjy2F7VjonoBQgBItUVaXFKbQkk8g0B1tSIqvIZ4AxgKHSgNXQSkhIYWkrJH1HmnSDptmdGVKemutpQr/hJH4vfNCQXwM8aNM8tCvMUQTkpzx9qUMxn/ADC+jYhzoM/VgetLLiiLBUxEjlxS1ZJ9vSuNNvJaCG0kgnnikPs6sAgJLyVHvz1NJlrlsK+gghXFeKnUySmO0CcHO4YoEh+elTbbUdPJ5IUOBUq4I3ye+bSwrzHVrQtfACRSCXcm4rTih57iyeQVcij1S25csseT9SON6T3rzVu2rWsjcFHqf3pXRKhljvmUtL8lLpbSrO0U4Ew5MtKlxfwjIO2pFDtFtZgeY8/hf1EIA/SiD8iUhpwgKJ4wOlHMhKoiZt9leFsgobTxx60gf1Nbom+O+p1ThUdo3cUfKg73A0yvCe56UkVZ23HNyGEKWTndjOaE6dDqxtukhuShMxQUhAP0pIPNG229QZSfJ+Wj/ScdOlO0u3w2UAz4ygVDlA/yFJmLHbFukwUlsKHenYuxwanx0OJeZZBSlOMeprr60TlqUpsIwM5x+lPEWx2qHESqRKT9Izjrmmaa43JdUISTt6E460mCGgx3Ey9/mZbHJAHNSC3RPmGQp04Tydo6mhR4zSY6UqjDd1KiKImzJccFmOpKNyTwB0pIk+egBhMqkOZKjjjrxTlb2WkE7ilI+9NMVEtKAp9QOR19acD/ALtHC3pSAtXRIHOKkuFyRasWSnGWiCpQJPTApDJbfkAqaUQng7h1pNKnPQ45kfIqWtQwkmiYEuS+pTkhlQ/5RRYUOIa8pkKW6DxznrmjUION+1O4jI4ptMuQ44rzG9zYICeMUs2vuqC8bE+lCvsHQS+ZKHN6lr2g4wmjmH0oUQtOCTR+5LaTk5PWmpqWpctTA+pQVk5HH60IHXgdFqWeSCn70AyFjCEIyaOB35Czx6dhRraUYBAG6iwYSPMHXOT15o7akYweaLdQ4MkK6UnbcVnn1xmnYCpSVFJ3dfYUHkJwE45olyappQCWysnjiu/MOKI3Jx3oDkE7tCcjrjFIkx97pcOTkEUtQPPGMYNDcLUZsK/IkCkAjS15edtN8l2apSkISSM8Yp+QgLyo4welAcaCfwpHPWhj7GFiJKadKhuKl8nJoEpi6+en5dYCe+U06yYsh55CmnCgJOTjv7UsQkZCNwyB96aAQseYE4cRk980athpxGVNpPHpSwMjOVDGe1BCQPpUMCgQwyrFAuCS25DQUq6gpFR+4eFmm5bZQq2MjPoip8tBKshIxRZYUD5p54xio0iSbXRSV5+H3TEvcpuE2kq/5agt6+GaBhS4qAk+1alHlLG3BBHr3pNJhpcTlAHIooak/Jie8/D3PjbiyncodgKhNy8JbzEWR8sRz1PAH51v5zT7S0qLqASqme4aDt0plaFRkEHnpStodmDbTZtW2Odm2FwKb9FccVcGgfiMvVgKIF8Q4oNnBJ7GrpkeFsBx1UZqO2gEZyE81H7l8Plikt4MfCieSBSklL9SKM2mx6jiRP8AR/j3pXULSUuS20rIGcnFT2NeNOXVsusSWs4zkKrK9x+G+ZCWXbNOfZPUbScU0iw+KGk3gzGnyHmgcHaDyKzZNLGfRTp8er9Pnv0eSjXsB1coFcNe4BRA96do3zCRl9B49qyzYvF3WOnG2mpVvkrCDydpyBVi2H4kra6jZd2HmldytGKxT0L/AMJ6rTfjLWaTjVY933RdKXNyvqUBQyhK+/TpUMtPi5ou9N7RMZSsnj6gKk8S6WaWAGLijKhwNwrLLTZI+D0Gj/G/p+oX8S4v7i0FCeAM0ZuT9uO9BZZad+lmUgq+9GfKOpOF4I9RUHilHlo7Wm9e0GsltxZVYwaxuyLXYZMjeAUoODnFZp/2o1W2+5LizyAtRO1XTGa0D4vWyTN0PckxGzvSwpQ47gVhxXiBcre6WFLUAk4Oa36LBvi2u7PPfiL1FRyxWKV/szQiPErU8K2fMPPb1ITk7V/5VA9SfELdUpUlMwAg4IKqjdo1obmzskOJJUnnntUP1ro5U4m52sFW78baep960bNkqmjjfn82WFxkC1D4zXue6FfPvKST9QSriobd9Ry7vlS3VnPX6s5og6duCF+WYT2R22GnGLpC9OI3qieUgD8SzitCcVxEwznlm7k2RqPJU0va5zzjmlZkBKODkUK5WZ6K+Q4oY65FcjRmlPoStX08Zq2SclZnjKnyCjQrhcHEoisLUc9QDVu+HdotekGlXm9rQqSU7kDOdtVo/qVcN0JiN9AB6CiHdQ3G5PDz3VbR2B60KFrkTy+EWy94iyLndkuqcIaaXlCc8AVsrwi1OzqbSsdwOArbQAeea+csOS4hxJwcccVrv4TLzJeblQlblNpxgE1n1+NSwX8HovwxnePVe38mlygAcHmiXQs8ZwK6VOE4Cee9DDTpThXHFef7Po9UJi4n8IHI71xDh5Tsz+VHKibFZGMnrQvJKR059aVDugkttkbiOaEFJSOP7VxSiCd3IFBSrdyE8UUJWdcO8fRgUEJ5ySc13aTyARQkg9+aOw6PJACMmgpG5WVD6aMwkD6ziuqbyPpoDkCA2BwfaulKBjBxRS088UD6/wAITRYbWKtgV1IxRawgdBQGg4fxHrR6Ejk45p9jSoTlGR0wKCWmzjCQfbFKwdvVORXdoP8ASAKVDsRGMgkYSB9q8YuBhJOaVDcD+HFGK4SFED70qroVvyJEJcQNtBWtQ6mjluE8GuBnOFk9e1DJrjlhHmHPOMfauKKV8lOaUFCAkcZ7UJCWnOBgYpUO0NzsRhSgcYNcXDQpOEZGfenN5lrb9IohtAHWjb8hvsRJgBtOSlJ/KiFwmirf5QJPtTk4+hrggmgpdQrJI4qVvwVfRfQ3lCUjAbwBRKy2obcFIHenRSA5kkACijEZKeOvXpUHFsuWRIb/AJVpQPlroBgqGV5BpW7CIBWk0ldaktjKeajt+Se5tdhK2FZ6V0Jc285/SuJkOJyFdfelDUgODC0jHtxRtXaDe/InWy4cKSetJ3PMSfqHQ074bzwjgUUtpC+CjGKTiTWShtLi1DGDRK0qyeadwwxjkYoK4TLhBGcVFwbZJZFEaEqSOqRnvRiNilDKcYpc5AaH1AVxLDQGBx71Ha+hvInygDaWQfqpQ2tlJHX160QUN7tuQT96CpAScZqadPgi0n2Ky41kkgEGgOy47Y3HaKbJD5ayOc01PynHEK+rntUJZaJxw7umL7pdQQUMnPHOKaW3nXEnzE5pGhTn4nUknNeMotOcpOB3qmU9zs0Rx7VSFcyR8uxvQjJ96j717dwoKaOKMuF2kSjsQ0cJOAB3oy12eTOOZDXlI/fFJK0FqDtjKuauU5hCFbiegp7tViek7XZiSlJ5x60+M2ODAAU22Cs9+9K0pKk4CcACppV0VynvfAQ1HjQ0hDSB6dKEHFq6HBzRhbSrjOCKAG9pzkUmmwTUTykuLOVV1LiUcE4IoXmcbVjFBLKCcjJzzScBe6HpXnBJwaHvG4JJoKEBSR9JH50IBCXcq5GKe2nwCnYYFAkdz0oRASMZ68iuKDW7cOvpXeCgY5pqFj92lQLCcZPBNAWpIGOTXPOPQ9vavIcBJqLXwNPywG8nhKepo5Datv1UBDwST710vlf0pBNG2huV+Dy2Qo/SQDXPKcAyentXgHMdDkGjEeeBtx19TQokJSroLwccjn3oSBnkDvijFBav6OfaghvjAOP71LY10RWRPs6kDPKcHNCLZX/Tii0+ak5Kd2KNQ4FHgYz0BpJfI39gK4yVcgc0QpLiFZ7DtTiE88HJrqglfCkZqW0iptDel5QO0mhhakjBAz3pUuK2RwOaIcYDXAVx9qVNdhuT6AlZHBHvRyVgngcYotKCobiQQK9t2ZPb0qSpkXaYYpWeFD8xQd49a91wCOtCDe0gYJpElPwzm4Y5xz+tc+k4yRmjAEn8QrnkpOegprkTfk4EdwDnpXMkHBOOK8ULAOFH2oBQv6cn9alHgg2me3Hco8YNeWU9CP8AOghK+cKoK1qBCSBmh2Ri4+TgYSo5SnH7UW7EUr8Dykmh71AdB+tFKdUCSc81JcCkkwK0S2khRUF496CqTIaGXI5NCU4VEYJ6ULzyOCvOOKlu+RbDiboyOHG1JzQkyIz3ReD0NFPbFghSQfy70BEVKhhJIJ60m3Vi2Jug1TkcLwCCT2pU3hXOAePWkCoBOcKOfehttvt4BGe3WlGTXgcsSrsXecEnaRiu7lKH00kLy28hSefevIlrHJIx6AVYsiK/afgWeWpYwOT9qClkjO8ZNFJmHbvUcH0BoSZwUeanuiyl45pnfJXv5PftQ1NkcDp0NFGW15gVn8qViZCUgqUQOMmmmpPgUk4q2AbZKvwmgONlChvSeOhrqZkVz/hPoz7GvLcW6nBWCPWpNNFcZxlymhQ1tWn8OPzolZCFlA5J9+lcQhxvB3Zz1oScBRUpOSR0pp2Jvk4UqIynoOtFLQVHAT19aOccKU7kjFEeapfBBxU00VNsTW6Oy42gLQgZOcinJ9wIIbaKc5/F2FRVi4rcXvWyOMbQOp/SnaP54K35DiUNnognnNelSvk+MtjytuM5lMmWk4H/AIae9NkhtCVpcClDBwnPHFANxaI8syi2kdNh5rkYokqU6tS3CMnnk03wJcg0KaQlwhgrU7gKKRxj70qj2iEGy4lvG7se1Ex5cZ9JZS2UqHqOKUtuOuKDTisJSOO1Q4JdIKk2kEhaEghA6noKJPlQnUl7zS5wQeeKc1PhpGFLCePvmo7dplymS94lFKR7dqknXYux6hzn5UgsvJc2YyFqACSKMuMhmItKgvJVxlKM/wB6Y49x83Dbss7k/SodFZpwTBSvClBS8f4l5zSdCVhsSTIfdI2pS3jn1pUp5wblJRggfauMxUtqC1lKc9AOKWNQVlKyEpWVfhBOKFbHSGw3BKQPPUrdjk9BQESHCsBrfhXJ/qyKHIitYCXW8HJ5J70fELLDu0bR9OOVZz7U/AhwS/5MYIMVo5HJIpu+XbbeLyWkhCuQk/5UoluOvBATtKVHsegpIpOSpKSs7eigM0IYe3LQ44lGwtgHJIFFqV8y+UpC9oOVFXTFebYfJS6pStnHRP8ArT5FVbW2Ql5le/H1KHGKXYddiTZHCE4SCSOM0WWwAr+SDzk4FcW4h3d8pGWQCceYetJnn5aQUhwBJ67fT0pdAuQ0SVMILTRUFuHnb6UUsKJSVpcyTjnmioTkh9SnFtgJTkBXc0reS6oJCMjjjBp34CgiSnCdn0lajjGcGhtkoaDZBCldgc0l/hTbi0OFSlLT3/vREhaoaVKWoJSOAM4o3c0FcWKpTa1p38D78E01RkN/OqSsoxgnGDmlbAE5A3LUEq6EdxR7VtajpIjlJWv8SjyaSY2GW1tDiirfuTnOMYOPSjHmHy6fLRtBOcUQlL8Ubm1IyVdxXWmZrzpdL4APUYpoQBaJxeU445uxwB2pc28hptCVhsKx9X3obMti3NKMtlLwI+kHrSGVfGZiEuRrcW/q5+nrQ78j48Cz5GBLJ+aTuT3AobOno8xWIq9qD/jOeKIYcecQVBtO5fASe3vQ2H0x0KSsq3Z2p9BQqoHaF7mnGonKXmUrI4OelIIpkMFSPMICjwOma4uYtSDl5Stp28daJtrodlqLh3FPUK7ChfYX7h5hea8qQpaR5ZzkmkMh18rUpt9SEjmnO8OtOMFmMwAsjAUKaUMsNJDD8r61Yyc8mmuGD5QShmRKdKSpQSRnfnHNHob+SSpRJXkYORmhqW02MpcIA4560Ju3+e6HlSP5Y/pJ71L9yJ6AwmGlS22kpU4cj6aPnRn2Gg648Bk8hJpPMlvwlEsbVgdsc0X/ABF2ckFxWcDgbai+ESR1lLjucqcwrkZNDbgxoilSnXiXCThKulKmkYh+c65he3CR70kRDdVtKVbwASST1NLkOgeUEqWnCt/pxXIykMvIQsYPXpQHI0pLeMtjbzkGk7KpAl+Y9nAHQ0+KDsVXcCQ2pWAVKBAJ7VBtQ/7WRrWJFtStTwUG0ISnjy88k1OFP71hJAUVc4Hahqusxpv5dpCFpTwCU5NRafgkpJcDPo+HeZ1rD1wcUpXXBpe+VxDtCiDnv/akpuVyaUWI0bGOSrPU0clt2YdqkrKhyo46U1a5E+Tr15c2lhvaSTycZxXkuBSVSFp3Y/FSy12dpS98hI2A55PWiru7GcfEWA2EY/GUngj3pi6CFXFx9KQ0UpGcEEUDY484XHDux0NFpbfYSVLQjaTx2NGRWnZTZDYATnBCaTVguAbLXnKSXXxx0Cj0p1d2NND60/QOoOKbkW/yF+cpYO3sa69FdkcIUpZV1weKfAUKo0ZKleaVpUAMgda8+5KJAAAT9qJiQlwVht5SsH0OaUrS2hG4OkknuelPwHk42oqV5atqgRySKM+WaSvchsA45IHWiUlwYAGQeaHIDjWCeST0FLsAbm1Kfo6igAObsqVxx3oClFHK0Hr0oY2EDJwBzii6FVhrn1jH60S8GUJSkDkelGBxCv8AhrSc96TvsZWFkkDrQMGlTZzyM+5rqxj6kDrSYqjNKKeBz3o5cttDeUcgc8U6FYa2FBOTwc9aLKMuKW45kEAbSeKTsy1SnCjaQMZ5FDWdytrhHHT2pXQ0LEPZG1A4FBJIP1r/ACoLaktDbjk8iulIXhSjnHP2ouwqg5tWTgDtivbNmVDmgtNqIKiQB2o7BKSFHg0rGATuUs5PFec2E8nkUIAjAHAFAIyrAHAp2B4thaQEL/SvOpAHAOcUBTShu2nH24rocJGFdqVBYWG0rAPGR7UINqLZQR7VwLUpfTgHtR4dPHTj2p/YAso2o8sDJHc80BTKUnJ9OlccefVJJDY2YxxxRqQVAqWD7ZpJDAIhsg+YRk9qKcioUs4GBn0pagDGSMdhzQcpVwev96KATKitrARgE49KTvWSE6v+ZHQffFOCmwDvziuoWkkJWMUVYDG9pWyv5SqG0Vf+Wmq4eHGnZTZSu3tZPRW3mpcl1gvKSHBuT2oQAWrkjmhRDc2VXL8E7C9l2MktK9UcUxyfC7VNsdLtnvspIT+FKlkiryUlCEHApKwl53cHEhQBxwKVEJQhP9UbKI/jni9ptSzsExIPJzgketFD4iNd2l5CLnYZCUoP1FOTxV+O25hxBDjKc47jrTFI0ha5q1rfjoUnnqBVbxr4Klo8Klviqf2IfbfiLtWoITlvmMrS46nbsWnrWR/FSCxbtSy3YLe2M+suIHXbk8irt8Z5+mdLTkQ7Ywyl7H1FIwQaz/qO7OXVSlLXu3Z4qeLCsbtC0+n9iTak3fyM8O7PRySh3gH1qY2zxFaiRA0+kLUkdT1qu3orwJ2cAUlLb5z9RqxxUuGa4ya5RZj/AIoRSgpbYTkc9BTPcvECVKbLbSQkH3qELZdyOD+vWhNtHP1emaShGPSG5SfbHRy6rkp2OqyVcn2rjMOa22qUEEoHANN20jpkduDUggz2129TB+nAzg96k+Ogv5GltCXMFQyehpXHiYdQoj6e/NJ0Ky4ogck9PSlHzCgjapJ/KpIV8kiMVLTCVsIG4DrV9/DTf3bDJdU6NqXTgk1nSHetjQBGSkAH29KlemdeOWhzY2rAWMenNEoxyLbLoswajJpp+5idM+h9h1JBu5Ulp5JWn3p+KgrjOKxN4deKtxhT1L85SkrOSM9q1ForXsDUMRCXHkh08cmuJrNC8T34+j6H6L69DVwWLO6n/mTFxwjAA5oOFLRnmgKC92cgj1o5CxjKjiuZTPTpoIQztOcZzQykA/SnFDW+22MqIINJfmXHSfKSR70V8kk/gVBQ24xjNcS2lWVBY9qTojOKVudcOD2pQNqRgHPpQhNrwJ3chzaAaUNklHPBpHKlMw0qfeUEpTxyaTC/wiUYeGD70KDfJXkz48dKbodBHCiOcHrQSlDZO7musO+cnzEEEEZBrzoZQNz7qUjuSadIm5J+QtS218oyD9q8ArGSOtIXNQWKJvLs5pOzrk9aZ3/FTSDLwjruTWc44UKftyk+EVfmca/xEpBRtxuH510EbeFVXGufGDTGnoSHmZzaysdQear+R8Sds+XK2ncqAqyODJJXRj1Hqum08tsmaEW+hpB3LQPuaLE1p0bUOJPbg1jLVHxLXuQ8pMF0pR65pts/xHaijSEmQ7uTnmr4aGbVtnNy/iPDCVRVm4FMgndk+tdxgYqofDDxiTqePukgpCRyVdKtiNPYmMh1rGFcgg1RkwSxcs6mh9Sxa61DtHXUFJJBOOuKC08k7sDGKE8olBPWi2koWMAYNUUdLmg5Ckr4K64pSM4PBroYQ2ORSdbUkr3IOU0dBTbDlJQsYxzQEtJ3Y6UQEPNkknNDDysZIOaExPGmGKwjj17VxO1R3EUm810qzg0LzlE/UMUrsnSFZQjGCTg0U8hvYRxRYktnGTg0BRLhzvyM8UWCXkSmKFEkp6dKNEBopyOD16UduSg5zmhhSemcZpKNDc/gQrZcbV9KsikzstxtRSpBx606qQjHB5pO6y1tO5INJr4HGaXYhRIaJ4V19RSoOthv6VDNInYre7IJz2rnkOA4CiB60laLG4sOLxBPf2pMt1ZyAOSa8rKDnJotb7YOc5qDJKk+ATMdbijjIxRhjnBKck0S3cCgkpHFdTc0jIVgVFUiVyfQiloSpRQpRBxTRJbcQrantTlcZsTlQVyetNqkyJSv5SDsP9XaqppN8F0JOuRAuWUK2ON49xSuOw5LSPLawCOVEUrjWpsKCnvrPT2pxwlhspZxgd6SivIe4+kN8W0wopKlJBX6mlK3UIASgAZ9K4le9R80YrvlJzuQaH9hUjgSVK37jj0o5pxKvpIH5USNyQQoce1eGcjaeKcb8CdLtC5UdC0/SPzFJ1wVYASaUsrO3H7UelzPUVZ32RoZ1MqbVtWjp3ruDkHGPWnV5tKxwKSORQSOOtRaadD2poTtq6pzxXtqt+/I4rq4xbOcnrQMqTwRSb5oEmg5Eg55xQy7uSdv5UlCwfY10A4wD1otoe1MOSlZzQ/l1KHINcbWUpAIzR6VrWMYwKlFKhOXIShgpJUf3o5G1K8gDFCCU4wpfSuZQk4GOaklwR3WCW4lsZ25PWiDIU4sYCuD0FGK2ZBVyB0o1tTe76UgUJNvgi2kuQ9GdgPQkdKJeGTuRwTSkYWgpzik4JQfqq2XwZ0r5AJU4EfUMiupW0o7E9evNeceQnIz2zik6pDSv+Gkbh3qt0hxt9C4JOMoUQaNSpSeCM+9NzUlwjkEYpcy4XBjP60KuybvyCdWCAScCinkoWgKSvpQbk3IchupjnDoSSj71W0zxLi2S5i1XFakKebz9XVLncU1i9y0uzLqNXLSSUpL6fklN1vabc2ry19DzzUOtHiUV6katkleUSV7Bk9D2pQ/Pj3dre0QrIwpJ6mq41DZJVrvsa6Rm1KbadQ5x2wea14tPGK2SPEav8Q5smrU4vhP+xpCPh1IKeDilO0HkmkFkkolw2pCQMLSDTpztxjj3rHsadHv4ZYzipfIS4kHtRJTgA5/KlW0HjNBCduQrBqNUTUrCkJyM4zXSgbcYo9QSgZABoJ9gKkuBS5CCOCCOntSd1oklWMDFL/5XfigloEKwOMVNFMopDclsDKSeT0oSooKx+2KVGIFEHBGK6ppTR459Kk+FbIRjboSCGnPIOPvQ1RWiMFI5pQrccHZjNFgKScAftUOEW0/AQYac8jjOaEIasEpAJNGLcODxRXzKkj8XPpT+lcAlJ8oKXHkDJ2j8qLQH0n6kH/WlqZQIytQ5Ga60/DcSsqUfMTgpGeMd+KFTdITc4q2Iy6CsIUkjIPbPPvRS07iBtH6U6JitufWrqD2rgiNDcSeSeaexsh7ldDWuOSAncRRaojuQAc07fLoH0jKsc0L5fd6Ue38klmaGT5dxJyQaKuD4iQXXF4H04p+MUZz0HpRMiCy42pDyErSeoUOKcIbJKRXlyb4OPyipJuow2+rYtX00JnX8plASg4I7mprO0RZppUoxQCf8PFMMrwxilRU04tPpk8V6SPqGlmqmv7HgMvoPqOOTlhnf8wpjxRWgYcUlRHb0p6tOvo9zlIjkAbwTn7VDJ/htcmsmO4lYHOOhoqwafutvvDfzMZaEgH6uoqOZaTJjlKFWi3Rv1bDqIY8ye1vnzwW41cm3U4WpPPv2roW0SAhfI96YWULSlIweK6p9TJJz0968/7nJ7h6dVwwa4B3Keju7CSCRSluOp4BDr6s8D6lUNCWlMAHalR6npxQY8iMzuGElQP1Z54HSvWJs+GgmrNHYX561FROT36U5xZDDiSywSkn6doT1ApOJQkxlOoH05xjHNFtvqbX5jQwlIGBjk+v70h2K/PaZUpLSNyh6iiRcULUoONpSocnH9qTmW+4r+WkknjpSSTAnufVHcS2CcqUOSfahJIlyx4amImEdUgEdRjNGyGobiFl3ASng4FE2+L5LIKljzMAcjIHvSpt5oktKCCBnJI60NWJOhHGstvcV5wGd3IycV2SmWl0sMO7E8BOE0o+bbDhQABs6Dt7UQHEvPHctQKeeKEguwaH5sZJU+yV45GRSd3UTwdSnyXAVZGR0FOCXmilSXNywng5FFOv25v+e88gK7I2ZxRyDo4hTj6d7hPP1HnigyFrQ4hQaSr2UeBSKVqK1hYZAkFXUbEhI/WlKHHJkcZb2JX+Ek/Vil0Ncjn5kdLKVNICXAOcHg0kcuDqXdqUHb6p6E96S/wyS2fMcdUtCMfT0o75hltvDkFZOem7JqVXyhdCpozHwkqd+lPOD60oSXtpBUVLH4hSWPOQ90YWgJ6FQpPNuRZBbad/nKPAxzUOSXAvRDW+spC19eQDgAUJ5lEdOwuN59CT+9Njc5cNtK55eG88HbgGj0XeK6lTojk54G4U++xfsLWCUtblKSM8BKVcUY0CtRKlpCj05xxTbAcalL8xAUpIPCemfzpY+lZy8+kDZ+FINNryK/A6xoyFABLoQO+44FMd7iIfWpLjra2x/Snk0tjykrCdwwSMhB60CXvGFNNpIB54qNckrEdr8plnYprGOgGelLkYWM7FI2dz3oIcSzkuHacfUcUb8x5jRKUD6+54zT7FdHmm2FZcKisnNJlltoKXvWlCeTk0vYjo2Ahs7lckCgfKB9YbWnKCe/alFtMbVjG46X1hQXuQk5zn9qUsywlIQhAQnHAIp0etceKhKULaUlPBCTzRTcRhT6G0sKxklWR1NPc+wUUIf5qnQpDuwJSScZ5rjyJDTO9h3CiM/V0/SndUJkqLSVFBxkjFErhNngrP3Bori2L7DMzHmuIT5r4Cc5JSMZpy3oabKWdgPQnFLPkdrYUeUKGAKIet6XMJCCEgHpxRdDoQiarJS6obc4ziiJLSJjgS0v6R3xgj7GjpduWUlltSue/WhCElKAMYV3IovgTXIBuEyhCElRUrg/Uc0YqQ006ptaBge/FcXGdUQkDnJJ7celFLiyX3AQyAkHGfepJ2Jo6oxXFh1sHf0GDmjosB1Sy4GlFSjycCguWmdGT56AlPfhWTSqMt5tGHnlb8cCk6sFdCh0tpT5DrYPPbqBRDspku7WGwlOMe+aBICmQXFq6nnIoLDaHSHdiBn0oQAHG8/SHMnqfpPWk5jqCy4tlQcPG7ccfpTj5GBkJxzx3rm1xJLjqlbB0BFFjqhC20Wwlx1sk9OTSxBQW8Bn6ieQKDMUVBBb3dc49qVmKthlLhTyo5HFACJSPIWd7JbChxxnNDbiuvDZHwFK5Vzjiun5qQ2XXW0gjIxnPFN0d6VbpJBQ47u5zu/D+VFIXNDnIt8hpP4FpTjtSRm3hBKggZPOSaPdluzgFtrVkHAGaJD6kBSCAFJ4B9TQNCWa0S4EDgnjrxRnz7aG/k2GHQtWU5SP3pR5MmQn+Y2gY70Nm3ONtKeW59SeUjFF0Ibvk5kNspccWorH9fOBQmH30PpZUCO/Sl/wAw4opLxUSeORRgSzvSQPqPt0o5HxQY1Gclq/mOlPHXsKJm2qUhQDcpLiftilSnVtFDSSNucqI5oMy6tA+Sw02r1VnmmkJ8BMZh1sAEjIHr3o+QtDSApbfPqDSaO+VoKkt9+eaBIelvFQQEp9AaQxQ/IYdbH1dB0ApsdeLaFLSFenAoJgXNbhdLhR6gDij/ADEtr8lTRcOOuaL8IK+RIx5pbKgkpyeMUrYU4ohJSSfXNG/RhOSEj09K6htsgKaUcDrg0KxOjz0MOYC8bR1yOtFuxgBgI6dhSn+YtW3lXoAaA8HSQpeUgDHSm3yC5QSkKQnCEHIGcYpE3LQZJivNLDhx9QHH608ADg8kn2pPPSiKkSC1uUTxjihNDo8plQRgE8DvXGApAUkrOR0o1EphTIcWkoURzzkVxoMqBWh3INC4EzpeWlBJwcdMCvMPlxAOCAeKGyyhSitSunHWiH5UKJwtwAg9B1zRYxUFFPAJNFpdcSvPGDxTW1fojstUUBYI9qVhbTzRS04cg5zjvRVAKipZUPqwKM2JKcg5JohKV7RnrigpfLR8sklRouxVQBPmoe2AfT3OaVpITyBmg53A/TyK40olWTyBRfHIB6knglA5r2F4CT2rj8hYdSlCRg+orvmhRGM7vtSQwBK1D6ufSulkBNC5ByT9qEHdo5TzQ+BJhBIOUqPI681xAS4CAeho4pTkqKevWiVBSQShIPt0pjC0wmQ6HABu9aG+jYkrSrkCgsNrUlTi07cdMGhpa3nJyaKAQolSXFKbAUCOQQKGi+ssvohLT9a+qsj9xSsRccAAetMCrFEN0MnCvOB5OTS/cZIFlRWVKVuT6U23qdGtUB+Q69sKWyRk04stFLoLjg2qGADVfeNs5Nu0w6edzp2DBoSsLox14pXCfcdTS5zq1ONuOqx7DNQxxYBB3n15q6Ztjg3NsKc2kqGT0qD3/SLKFqDCMc8YFWv4I2mRFEjghSQT19aTLeQDgoxz3p/RpR9tBWScGmm4WWS0spAUQKRIbVOoP9P0/ainHWyOBkivPx5DeU46cGkykOg4UPyoQWHKVuGQME0Jpa0gIC+vvRTYVkg5wOa7tWFfTyQetDQCpoFDoJxz1NLkISpHOMmkaElxvjgjjNLo6C4lG09eDTQzwYDTgXg7VcGjnYa0gLb5A/SlggOKTynPHFCiuoSn5d7A67cinQk7JPpeV5YbeQrHrVsaV1VLtj7T8Z0gZGQFdqpayOeU8UDhCv71LbXdVQ3glRG01JJPhjjOWOSlF8o19prxKj3ARojzoBUkA5Pep9HcRKQCy4FewNYws19kMT25LTx2JPY1adg8U5sVxO97eD05xXPz+mwyPdDg9JpPxVqNNj2TjuL/AFxVk/Uk9OtBbCkqKQnj7VXEPxZmOcJSFng7VdMVJout33mQ87ATz/hNc2egyRZvw/jaLVZ8TX7EpSlauCv7V4s7eMmo6xr2yrd8qQlTSgcU+xr9ZJiRscVntxmqZaXIu0dFfjH06KTk3/QrPx51E9pvSC5sdRSrO3PSs+WDxlnhtCJMheQe6q0F8RdqbvXh3PEI+Y4yjzAkcnjmsENXBaCUlRSpJxjuDXU0GKsbU15PN+tesYfUsscmlk6S/Y2vprxtjvwRGD4CwMdehqOaw8Z5rAcZS6UqHQlVZdt2qpFveStLyuvPNPN61HGvsVILqkugcKB7VdPSQvdFGeHrOp2e3OXA76t8SdSXDzDEujgCs8Z6CqwkX6+uuqW5c5BcCsj6zUpgWuM5HxImFZOeo7UzvadBlKUh/KT0AFTxJxdGfPqZzinuf9RCvUd3nlDVwnOugD6d6iaUJlvYCNxI6CnSFpS2JHmvOqURyBu4Jpquy48OR5ccp2+4qU8e7ophqG3c3YvsNmc1BP8AIKy2wgZWvH7VPIOidNwHgqQQsAZBcVn9qryw352J5qGicnnIp1bvb8p8LccKvuaccVdkZ5pSfBajOsIllQI1pSAEccDAFaS8GdUtal042VL3ON8KzWI4c8yJQbUrAFaU+GieU3CTBDmUkAgf3rPrsSlgb+Du/hrUvFrNvyaPKEYxii/KShQUnilSgkc7RQHFt4BBxXn6PpNsKKd3AoILiScDNDU4hPG6i1SG0ZP7UdBbOBO488GgOoGMppOmbvJIzgd6JduROW0JyaXCGrYpJQB9RGc5pOtW5f0/qTRCQ64f5mRmlCULAGBmo3ZZtSEzzBzuCsn0BrwCxxkj70oUwVduaKWwU9VEfnSqmST8HAsE8c44rqpRCgNvSkxCkk4VXnGnVDIzStD2sVCWmguyELTSYISBhWRxQXFJxtTindojtVgHnEtjzNxwO1ErvTSUbRgmm+5yyDsQR74psSlajkqJqmWTb0Xxx7ux0k3IukgdKRrljABP60BtB6dKKdYU4sbUmqXJsuUEhV80kt470US++f5acpz9qE1EabGXDk9aVJdSpG1sACpbdz5Ib9n6Qhq2tE73/qP7U4DaEBttISAKIaQv+vOKUJUkkpV09anFJIhJtvkCEJKTkYNAUkoAV1ozCE/1ZFDDiMYWQAaGvA0/ImcDakblDCqJCFEfSrp2pQ8ndkJ6V1Ef6cpzkVBrktUuBPvUMhY4roKCeQAaOcZWMEDI70BKELVhQwc9aW0juVnvNKTwRij2n8nBH3onyU5I3dK6htWPp/KjleCaqhcCCPb2rgUnv1olp5bZIVilPmNL69asuyK4ClBKjkp4+1FLaZUPwUsTtVnpRTqTj6UgUUHfCG9bCc8Gi/LUFdKWAOd2+KCpPAO3n1qNIKYR5a/6SKNQXUjIrwQr/wCtmhhJBHb1p7fgjyjiVKPKhxRidg9vvQVL4x2+1AKxnOelSRCTaXCDnEDAPGMUFP4jjiujYcHdxnmjSEngHOaml8FdvydStec0UvzSrPbrR+0pTuH2oG/aRjnnOKfimQfDtCN/fn6geK40gIXvAznrS51CFoyrj/KknlLGVAZz3FQlHmxxm+hY02heFcc9qWIQ0lG3GDTaytQIHP3NLktuFIVg/pUlXgVvyDcOG1bQcgGsx6u0+/q6Rerm0pYmWyWk4z0T1OK0vcpIi22TJAOWmlLH3FVZ4YW6JeI97uLh3KuMhaVAjjjgVbBuFzXiv8zHq4RzpYpdOypFa2kWaYg5UlC0DcB0ChxUli+IFuuDARJCFHA/FUS8TrMmzTiEI/CpW8D71ARMKXgllW0K+oc9D6V0sbhkiuD5r6hpZYcj+xpjTfiXChoREDo2IGAkq7e1WjYr/FvkVEmI8FJPUDsfSsLJvcplwKDpCk9RnpV0fDzrOVKvUu0uvFTZb8wAnocgVXqdLHa5xOt6F6xmjmjpsnMXwaXAHJzn2ru1RGSjio/eNXWey4EqSArGT7UznxXsI4bcCh65Fc5Y5SVpHtcmtwYXUpE0VsI5HNeQgg5BGKikTxM0++cF1IPrkU7wtU2WYoBua39XvR7Uly0EPUdPk4jNDmpvBztrqCU9gaG2/HfBLbyFD70ZhPtxSUaZesikrTAoOfpzijFIwD3yKQz/AJhtIXGW3n0VkUP+LPvIDCkI+hJVuBwcf51ZBXwyrLkli5S4DtqSCCaL8lIGSKC3KQo/Urn7UfvQpIJqNItUmIPJQnIAIzxSZ9pKcp3GndTba0kHtRTjCFKBKefWoShZbCe3gYHEKDa1jomkTElyOsrcBIyBnNSoQ2tuzZx796QSIDSycNA+1V7HFqSLVljNOLXYobmBSMpGeKOQ406QB+YpuSwtI4BwBiho+g5BI7GrFkbKnhSXA5pQ2T+E9KGG2xwBmm9MhQP0lX3NGplqPBGfuakpEHiYrDKFHlODRa2UKG1ScmgolJBzt7UJMxGfv1qdor2NBC4iUjI4NEuNLH4iDgU6JUwtO4q5oK2WnE53jn1p0it2hoTGC85wRRTsFggL2AGnNcbYrCTwe9Fux07CEroSZBtN8jM82gAjA4puktsL4UkYH70bNkll8tE5wevrTeqStS1JWRiq21ZfGMqtM4hxxpanZL/B4DdGRnI6FpKoyCnOUqUSaf02PeN6k7QepIFGxbGZboZYKVJQOgFetTs+G1T5E8WaF7QqOhKOxAPP5UJtZdfOxhIGeqqc5FsMHal1KcD0x1NIUoD76khxCMdgeoo65H2LGVNrcKVNpITznHWiJspCFpS03hfH09qL3vNLW23uVnvRqG2EOiRIT1TjJHehIAgR5qwVtuI5zweKToiSfNDakhWRyQonFPvya1N7mGFkHpkYpuROZYBC2iCSAc+tHYlwNyrH5jxWp1fqR705x21xvrfcAQOPWip11Df8thtKM8bs03fOynXC156CUj8PpUWvBKx8ygoJSvKScgA9KZ5jMZL5W48nHcHk0vihBSVLIK8dc0geKXTgpBAUQOKasQliJtgdKW0b1eq+360ZIvsjzFMQ0JR5YHJFOMhdtbitspRtfx+IDBqPvQSuWVO+a4OoCTnNPjyHLH5EyU9HQHgN/fng0c3N+SCVLwlZGOBmm1+WGUtgxnOnAApOzPmSF4EcpAPAxT5Yh9Tc2GkjegEkFRBGM02G6pU+VmP9S+EhWeBRrTbryFpkrTkjp0wPSkhdQ24ELZUdh3cdMDvUE66JPkVR3G3JRNxklSAMJQVdKPVItKyWo474OT0H2pAyGJTinlsFKiOuetBWi5MqceTHbHGEqVycVO0Kvgf0TsN7dgShPCTt60gdmfOSS0NoCew4zQoRDrIXLeQcDIA9a6lcZTgbbbAUrqoDHFDYkhREKm5ODnCUgFSkmlDk8pUUtI3HHQjkUW3F5DiXCR15PWhLb+kySxuxnGOc0IGEuPyUnctIUOpAo1+U++0hKI2SngbepHvQPmFJjBRaUXFHvwKUNS/lv5ytgx/T1or4GvuctsmRGSpUkL2qVwM8gUrmXIpSGmmyokZyT0pMp8ySHiM45weAKKkkSVBmM6lC0j6s0chwFNvSJjhQ2hSEhWSoK605wCY6dy178nvTa4pyKQjepTeMKKR3pba4CPxKWQM7sKPNLsaHGQtSWi95aRv6KpGZRT9XmpKhwRilFxmMoZDKnkEp4HPIpqW6kISUICs5PB6UJV2LvocmZilpBcdzjkpxzSgTYihtUACaaYzio6C6o4KuSMZoJeSFYKQVdcYxQ2n0NcDorylZCBwT1ohTaEIUkOJVnHfNAamKUQ242oIxg8ZNAfWmLuWhKsDoFdc0NUFthykkII5yodfegtM7WwoLBAPc0zMaiM2WiMmI7gHCvpI/el0mSt15MZhlTYHU9jRVB2LpbryUYPcZGKbwl1T24IyT05pWl5Ut1TKkqSGxtKscVyR5KHAy2pWRjio2x0JpBkPqLRdO0D8IGcmhJtktO3e1kYyM+npXHFeUtAcSrrxtpemQXgC3uwBxk1LxbI/ZCGVcf4bhc1SWkp4GeBRSby3MYDqVL2qOOBSibakzU7ZAS5uOcq5xXBbo7aUsoR+nFIfSCm2FKUlxeTyPyFLZU18ugDlIHAogpcbOxCVBOABigPIdVtAUQTxgHrRdcMKvkVsGTsK1lICjxgdaAuOHCtxSAT/ejFsPtsIcCtoBHKTk0IqO0KSCQo8HHWjsEhpS27CyE7ignASB0pclpACXPl1HHUYoYW+VHfgAClomNtx0jyjzzu607AY7xeJ7DQTAh71cAk8AUK3zJ8xvL6UtBI7E8n86WKeYUfqaCgRuzRAWhXBKUJHQUNtoEqBOrZKf5hwUjvSdcOQ5tcjgnPINKXGklsKS8kq6kYrn80ISlHBx2qKdDasLDs2OglxsHacYV3otjdOdLrURKcJIIAochTnk5BIVgnB5r0C5vR2QCwAccgVJJXbFzVAzLagteW5Fc9yKKbmsy3frQpKByCa45cW5uW0k7wcEDsK8ICnlIWFhKU8/en0xdie9zZi44airASMkH1pPa5S0NJclIbKyOOvNOLrrDKvLkLRnGE0nkKhNdVozjA54pNtj4oNiONPlWVheRnbnpRqnkhRabAAHXmm1pxt+WBHTjA+rAxmnDyEMpMh9agnqBT5YuAUy5LiM+YzDKnTgDFdiXZLrKnJaNo96bpl3iNtLKWnFqwcDHNFW+bHnxwgsrBPUL60PgFyOz1wYJBYGB65o4bJSUF0bvt2pCuCywja8hTaSMg9jSmKqIy0VNknaOxo4YumKJMdBa8ttCQU9wKbAhRCkocBwcUofnNkENq2lXbNIDKdaAQUpO70PNPodi2MgIyCcE9a8u2RXHfMcXk0Q0paUl0ubAnn7UmF6fmSAGdhQk4J9ajx5Hz4FzcOMw+t4NgKHeiWWyHXHPMJSegA6UpVPj+YGnCEqWOPejg2xtKMAKPPBoYAFuupaGzByO9ENuOKdHmgAH0oaIvlOKWsEJPTPShuORytJbV+HtR+wr+Q4lLSTgH14riEEndzj0oL6XUYdXjaR0oTDy3AkoTlPrnmjkfCDiFAZyBXmlpGVEjIFceS+CCvG370FJSv6dvJ4JosASZDS8q3g47CijJBWUlHHZVDajNJCgEde9EvMuBQLecD2p9iXApQ4Vp24H3oaEkJwcfak7YWnnGM814OqSkqcVigQpcWNvIxgdqJ85xO3YgHNJEyXX0q8spUEnGQaVpOEjarJ96RJBiic4VRaozKyVFOD6145WCokYohxt+QghLhSBQNA5UYPsBpBV9J5Oeaqrx+hujRuGyVeU4lSjnnFWq20ttKcuKJA5561XvitKhv2520ur2l5HXPSmm0FmZ4kySwlKU/UCKXPRm5SNykYURnOKKVapNslkuOJdYUeMcYqXwrRBeioc83BUnOD2q+0V1RXM2LKj52oJQOmKZ320LGVNndnvVmzobTb/kuJBB6H1pruFot7aw6oJANHA7K1cswfVuCOD2IpOrThVwlrI7nFT9uHCJKyQEjsaEv5MpwQlKEjk5xmigsrKRZvI+hCRngdKSG2ISkgoySD061YMwQHlhqOUZV1IpmuMeNEUR+JWR0pbR3ZDxD8g4CMY/tR8Z35dfJ4PXnvThJaDp8wDp2z2pudICihPH2qPTsldqhxFwUlAb2cn0pIW1uOhauD1xRDT5xsP4s4NGh7y1ckDPPFOxEhtpH0qTwe9PoKFNhSlYI+1QVu5rbUAg5PpmlrNxlPo/HjORknpUhMndsvrbB+XdWAD0OafmLxGAStLuM9PqqqGHVeaCt0+hqVwBDDYK3KakKi0bVqMNbSl/P3OatrSmuorkdMaQlKiBjJrNUG4QWTkuZx0GelPkbUS2MpgunOPXimxUXverzZ1zUPBaEc84p1tN5hhxLrUgJSB2PWs+w7lLde86a+CAcnJ4qVQtbIjpQ0wSogcnFJxixNfJZ2stUsuxHWlj+QUEHd3rGGv7QGb1Jk2sJ8txZUUjoKujW+tJKouMFSVApV3qoZ8th9a/5gBPTNQcV4JxSXRAHXpCVbVtqTjg45rrUstclRBPapFJjNryU7TnuKbZEFB5CB96VFh5i7Opx/OOB2+1KUXdf9Tp5746U3KhpAwkYOc14RzkZJwO1LoOB0Zu5X9O/PbNIp7QfUVE5UOa40WwkJwD2xQfMJWEg469e9NC6BW1kNvkHOFp496dgyWnUqT35FJYzC/NQRxzmnp9KExwoAbhTHYjQ6tmUlaVAKPtV0+AOpf4Pqtp2S6rynRg896pqGyZKw919sVYuioSWpKHl5BQc5HGajKCmmmaNPqZaaayR8G7I16gTGAWnAVKGQM0JRWoZH5VnaweJLtvvcVhx0+WBggngVflo1JablEQ8mW2kqHIJrharRSxS+no93ofxLpp4d+qe1ihxtZTknn7UmLLi3CkkhPpTulER8BSZKCD6GuGEnqlxJFZfYkXR/FXpl0siGlUYD6U9Opr3yyW07tme9L1RldjkiiVocSFZBwKreNrs6un9X0mpX8LIn/MT8FII6UYHG9oxxxRKlqSCB39aIUHANxOPak40bVlUlw+BSXOCep7UhfdWVEgHBoRWvcE9c11xIIyT96TRZGaXIWgAcq6daMXIbBGwjFJnHWthTv6U2POrySgnFQaosi3Md5BS4MpUB60zXCW3H4QRnuTSaVcXEMn6vqpnS+9KcJ2qVmqZTrovx41fIpcKnF7lq/F0oOXAvahJOemKVRbe86QXvpSO2adENR2myEIyr1qCxuXLLJZVHhCOLCXt3unr2rsltxCgMcHpSlAeeHlhoBJ70sFvCWwVHOB0q6MUkZpzk5cjMI6nDk96UhhLAzjr2o18BH1IGCO1FqkeYM4zio9E/1Hkuk/SSAKPQykpKirPFJkI3HcAQc4NKc7G+uT6UD5EznIwkdKG01uH19RRa1FXbr0o+I6U5CwPao1b5H1ye28bQMHNKGtoA/wA6EVIzuVjn2oPmNoVhSetNKhuToCcE8UFxpsjIGCPSjQy27hTZFdU2sDbzTpkLEgbz+debHln8WaPU0vGAKAG1Y5FQquixfc4PXNcUnKTtIJ9aEQTnmghCknIPAp8vwPj5ANqdQTk0b5qlUAn6sV4JOeT+9KrBSoGHhjJ70IKAx60StGFck14BWPtT+4OXHAp3J6HGaDhPGeaJU5nuK8FKPenfgr+4f5bZ4xQSynokVwrzjk13KicYp0PcADOAUg5rhZURwaGAsHnrRreOuDipUqI22wltLw/HnHpQig7sEg5GaNc3HIGRnvQFNLWNuce/eou0NU+GAKytXl4yOpNGJKEpA24xQvl8AbTkj3oZjrPApK7G4wSAKbSvChwe9HtPBvCNx6etcLako96TNtOLcUvaeeAaldENqY165vBtemLhKKRjyykc+vFR7wehNRdMR1EBXzJU+VZ/xHP+dA8YrguDpVcVQH+9nywSaXeH0B2Bp+DEKeWWUpz+VS3tY2/lmdY1LPt+EVF4/wBsU1e5MhpvDakgge+KoJZW00VE4KF8D2rTvjuFtOguICg6gH86zVqBKWQGRwXVZxW/RtvGkeJ/EEFDUysRreL5JaBKwMEAcmrT+H15y03O83WY2pBbipS0kjlRJ7foKhmn2YcFgPLQhTqh1V1qU27UnyJJZCSFjCgDW3N9cXBeTzmiyvS545qugrxC1Zf7hOXsS9hR6jnAqIt6gurLQQ646MeuaniLxEk/U8yMk9xSgJs0xJQ6wg/cUQSjFRohqtVk1GRzkyuUawuDJ3pfUn0+qnm2+JlzjgFMlYUD61IJOj7DNBUGUJPtTO94awnOWnVJGc8H/WrLi+GjOskocxZKrN46XSJtC31HHXmp1afiDUtIQ6c8ck84qkHvDaW2VfLzcgc4IpGvSV/hELSAvvweapeLFLwbcPqWpwv6ZcGqrX4y2y4pSl8JHbINTiz3203ZIVEkIKiPw55rETUq6QMB5DjZBqWac17d7W8hxuUsbTnBNUS0kW7R2dL+Jc0Fty8o1+Yq0LDiE7h2FH5Vt+pBT71BvDXxMi6riiO8tIktjkE/iHrU8cJWn6T16VjnjeOW1nr9Lq8erxrJjfAUXVpACCCT60NJK0jOM9xSdawngjmki3ZCFFQUSO3tUHXk1JvpC9TyUKHU/autIK8qPOabkvHeCR160vYkoTRSlwNzlEGW1JTjYKLEcklQQKVFXmDcCOKGjGMdQaHjXRKGoYjVGODgUQ42pJwkGngbBxtGTXNiHVHdtIFQ2WWe8hmBAzuyT3oJWkIHJ4706vQ2xkpwCR0pD8rtVhJzmnTTBzTEqpK0cJzg8c0EXJW8IKulDeaCV5cPApvfLRkocSRx79qVtCuL4HlEnIzuJx2oS5KVJ29AeKQNyCkbSR64ri3gMqUcde9WKRRKPkQ3a3F1ZeQeoplkRHEKztwoDrUoLqHU7R0+9FSI7ToJweB2qEo27RKOSlQmm32S5/KCyE/4QefalEC8uxWVkOFpavxAc01hlxYDm3aRycDGaTSJrqWztjEgH+ng5+9eqi+T4jIkqJKJyw757ynBwQT1r3mpZStUeKvckcqWOCabrfLKEtuKb2e5OfzpRPvjJIjh9Sio42p7mrOGrK+uBwtkd1xCnH0JSSew7U6LbDbYQhCMjk5/amCLeHQypRZIQOmOTmvG5ypZ8pDbmCkkr7VDkmPDstzBcdmbQBgYUP2FNL0BuQFFtfU8kmkkWOl/ctQcKt3c8Zp+ZgyXmUuoASAnCRmh8guBmlxY0Xa246FqOCQOee1J48WEHnVLQUhQySOppRN06+XlyJDgBJzwcYp3g2GPIiKD27OMg7scUJJAMyYbMt9P1uAj1Pb0pe/akBO8PbEoHSkUu2ORZY2vrIR0CTmi3nJq1+U6+rbkDaOtF7ug5QpQ1EWoJXhZHJUBSpuMEvJfbWlKAMdjTe1FZjKwnduVyecmlqXFx0J2ElJ9s0x/sedaZfkDznBlPfb1o1poMAqS4gJx1NNRcfU+VqSohR/SnRlW1pLa0A9+fSo9MO+xxi262ONhx19Xmq5JPT7Ckk21Q0uISxNUpSh9QCe3uaMU+rIUEpSCMACusoTuDpUST70/ALsFAsEaMN4SNx5JPU0Y/aEvnPmBOfSvIl7VqKMFPTB611MwLAQ2lXT8qTvsap8DRJt0diQrJKgBzjpQxJi70IajncscnHShXNSgwpa21EI5IAqPwb8+2surgLTvOPqyOKa5E+B7fWwlKm9rwUrjg0FhqUElxtayjGAlXrQos9EhSnHYilg9Bu6UoakurXubZ2JT2NMQidcmJVlbhUhPUelckPMONbdh39tvNOTkYrQpbyCc+1FNJ+Xa3GMFZV9OB0pWOhNHiP7glb3BHIzzR8dqOh0JSAClXKirk0Y4827hBYW2s8FQ6UBMRSDkHcT3J5p2Kg5bjLb28JKhncRjNGPXBGAlKcuuZOewFdFvJKVIc5HYGuOxUpUFPJO7HG3rRa8BXyI3lx2lblqRuAyd1EqlMqISlaAonjB7UI2tbhLykKwvqrPNInbcku7Ut4PQnPQUkO7H2Dtd4yFgUoet3mrDiV7Ann0HFJIBiQQEBw8DkH1o+VJBZXIQ7gHpzT4ECRJVvUlxwlQ/D6Ua5IakueZJTx6jim2O4w8obwUqxjNeBba3BSyQTxnsKE7dB0rFcxyG2AmEElxZ6EY/OgxmX1t7lqBV7dBSNJSp0vJ52jABo9qYT9PKUgcntQ0CYpba2K3J7nkmkrjqkSFr35x36/pSgXWMMNYznjI5pJMdSh5KSUhPXIOOKKrkLsA6sPuoKicJPbilCZQaKW2ElR74pPBdhSpa4yErUpvkrPTPpQi88y4rySCQePppLngb4Fsh4hgFCVhWOc9aTMqOE5Ud5980aBcngPNirII/pTRrbQZeD0iOtKUDJVtzTSoXZ1bDm8bjj6cj1o5DUcoAfaUcdSDXJb8B1RkKlOpIH0jFJVTilvY2lKgDyep5pvsL4Fby2s7WshIHfoKJEtnckg5xwE4ozylLjpcLuzPJBpMplOA6l/nOAkDk0nTGrQtecTgFSRtxmkynI2AhSFfVxj2pB8hOecUtx1Xlk/hpWUtspT5ZUpeOiqOEJ2+wqQ+hllwNI77RxxSW3rW+6ht1PJ6YGBRk9qR8sUBQKzyn6elJ7PGlx1KelIClk9RnpQuR1Q8yWvl2FPucJR6Civ4hCdSlbMZRVjGR60aEiWlTbxAbGFFJPWuRH7fHkJbTsAB/MU0hN/AmQlSSovtFOegUc0S3KbaJ8xIyTyc9BS6XIYcecdURjb9KajlyU3JWkBh36j1QTUHy6GuEGtSoAuDgUFJJ5UrGBil0aaw+6S2kKYb4yk5opizI+UUoIXg4JKxQI0FqCysLd2pUrI28VJSpUgcfItlM2+btQ3GUXD0PpSV+wDy0B5jhJyFFXSlrcksYWhta8g4oQWmUpsSnVNEnoeeKd2KmhW5b4Vtt5ktSEKWpGQkp7/emh6Wh1kJec2+gPenG8PREMoihxt1R4GeDUekoU2AFp/CeAM0gFq4LKmlSHGlrGM4HFIIUhtThSxGWgJ7K7mnS1XFMgFsIIKeCD60BCR86p0pQj6umaXI/uAD8ibhtYACexobcZTJU2HPxHoOcV24RpGQpCcpUeoOMCk61LabKkZ4ONxo+w0gDsFxxzKFKGCftShi3eQlL8xJdUnpjpildvUo4S82olXrRjmVSFIQSEIHemlwR8iAIU8stJZCUK9T0o82+HAG8IbVxmjm0uFSlqUn6R9IFNs6Y4QnKOEnnHNFjSZxRiypAWpO3y+Rk96XefGXjy/pV7Gm9D7U07GUZUe3cUc3DDTgUpvBzyDRYUKpklW3lZyE8ZpmahmZLRIQ+sgZyASB9qXXF4S2vLbUlKk5GU0nhPCGlCAneQcqJNFhVjo6475QC0cJGP0oCJTiAlCCEjPORXVzUuJK1own25pO3b0SAuSheQodQqhMGhYucXklCh9R4BzRzG1mMS4gqV/iBpmabLI8lBKiDwc80uZkOulLOwADuTR90FUK25SENlR5A9KGmW2rJIIH2puusgxo+5poFQ5UkcUzM6ujuPoaEdwknbyOBTp0Ika3ySVt9M+lG5C2NxSMkdM0FqQy6gBasDqBjBpFcZZayWQAkf4jyaQ1wxRDDDaVbQnJ6gdBSlSdnKRk/emi3PiXuCWikZyfenRwqQg7FJOOoUetAc+DynVJOCgH70Y0oJBJ4zSBN1YXKENW3zSM8dMUe+4AnG7GaaAVuLbDZX6Cs4+NN7LN5/lrVwO/HSr+dkgs8HAxyTVH+Oem3LlGRcbc35jjZycHqO9JuhxV8FPovBeVscwoE8+4pY7MuLKEqt7u4f4Cahq5Tsd4lxJBScdOlDY1I6yv8eR6E81JMGhyuGp7w29mREcyjuDmmyfq5+SsIcZdSlI7jil6dTx5CtrraVdB0oqROgqyfJSR3GKlZGhge1Skr8tKihPuKTzdT72fLQ6R2605y48KQNwjpA6jjpTDOtUZSsoSD/rRuHQlRflNKBChn1pPIv7rhKlHOaA/bWs7cY/Okj0EJVhB7dKNz6FQoF4IPJIBGKTmaSsqSR9qKVAIG5RP9qLVGSk8K/U0WMPcllJzk4oLczzFEFXH2oBYStPK/YYosMBBwFk4JoXAxwZkoT6Zyc0cJpKdqeBTThaTyk4o8P/UEgEDHPrRYUOCJThWCVKPPODT2zPWlsBSyBjHWosmQVO7efypUJmE4KufQ07Yh/wD4o4VhLajlXB+1PFsvao/8tK/r7nNQluUpKwE9Tk5pS1MCD+LJPrTtoGiex74/IeDZX9I7DvTyi6/KEFKtw9armNOUyreFfvTpDui3WVFZKh2z2p7hUO151I64tQWApB4qLypkd5ecYPXijnwX0k5zjvTLK2pUU8g/ek2NdihTwA+l49OK95y1AAkGm1O8q/lpwD3B4o9KHEcnIx+lKxijzsKBKcjPAxQkvtlOFDn1pIp9WeQM9aEFpWMowD3pIYoU2GvqxkHqK4hnzFhRrjTvmJ2HjHSjWHvKWEqxwfSmnyJjvHi7mcsgEgZ56n1o5YWGQ251PoOaRxZTrb5CCNp96coag5ISpxwEnsRTXIrD9PtJ+ZLSxg9Rx1qb26UIZ2KGD29KisplMbbMj8KSc8f2paLimawlxB+odR6GpCbslUF7zZZdWcY5BzUriX+6RoymospaeMjBqv7fJK2w62rpjPtT5En7WskjgfnRJKSpkZJSVMT3Tx919pKQUvpcejJVhKwTxU10Z8XMaSluPdXFIUsgEntUcetdtudrLM5pBLyu4olz4e7BPbQ9FWporGRg9Kzywx8ooeh08/FGkbR4x6bneW4J7ZQvBSrcBn8qlrWrLdMQPlZDa93oRWMbh4Eayt7YRbLm6Uo/BlROK7a2vGLSrrZBXJbQeRuJrLPTp/pZkz+n5sf1aeRtH5tDiSXMflXvLZeTuQrHpWcNO+NmoIj6Y2obPJaHGTtJFTm2eNWnZckQ/m0IURxk4rLPA1+pCw+q+p+ncxlJFoLacbyUkK+1Nz0koJSvg+9NETVsKcjMSalRHX6qKfvAc+l5IWhX9STnFZ5Yl4PVenfjzMpKOrja+UGSJZUsoT060Q5NUgD070ndebbVtQSonnGOaUwIwlqA2ZP/ADVmeFtnuo/ijQOEZLIlYmUw7MO4cIJ696eYUONFY2hIKj1PenBmyoCMKUBgdqNbtjYOEqyKnDStFGb8XaBOvc/oIEJK1emOlGBtKVU6G3NBOStWc0ndiNoGUuDI9alLTy8EcP4u9Nk9sslAW0hH1AYOO1D34TtIzSRyYpsY2lXuK83LW7wlBOOtU+3JPo72L1HTZoe5Caa/cTPtrW8cdKJASxnIPPXNOYQtQyWzk+1Evwy6kgoUDjriq3jZpj6hg/8Amv6oRtSG/b86McKV8g4VjPWkaoDzTuedoNHrb344wTVLjJdo3QyYp8xkA3jOCcYoZcDf1JovyUk4UcUVtUlzZyQTUP0lnD4QtLx6EYz3rpQpSgrHWhtRlFr7UY0NvCk9OlTr5I38A2kBIG1NH7QRnPT9aCjasYFFyCpCfpV+lT/crVtgyoK+nIopOUqIX09KTl4ZGAcjrihIWdx3A1Ek7QoWhKx9Jxik44Vgnk0f9JHWi1ISDnv2pNCT8BbjXOfWgpXjr2o/duTyMe9BIbUCCOaTTJKQDO+uFJzz6UJDYQeRx2NdStKjgHNFNg5+EE+WBzxQjuABQOnalG1B5xXvKRkdae0W4To3E7iMUbtV2VxQy2kdDzXgy6VcYIp0LcwAJGOeRXU7/WhlkAjIobSAD9S8jrRyK0ACVHjv9qNSlR4owJQOR+9CGCMYHNOh2gKG1AjNGnI42811OcnnPFHIHPPTHWhIi5UFpOUgFNdDSOm3HOaUlCdu4f2oI8tWaGvkipPwU/497JFtgWdlIL776Sj8zirB03bWWbYyg5B2JH7VXHjY2mVqjTsaLuU8JKCoDnCQc5/SrMiSWLdbUuPuBACeN1ScV7a/dmaOVrNObfVFWeOjUUKQt5QKUADBFZa1Uyyq6b23Mtg5TntzV4+O+sGpDuxLgUDkgA1QqUrubKpaV52Kxgdq6WjxPHC2eC9d1i1OdqI8NRGS4pTefLCRg0jmS0Q2y6Xm1IyU4B5BpytMdyTDcDbg3gcpzyKjd70/cZRMVOUncTu9a0Ytrk1NnJyKSinAcYF5bkKQW1KG7gZ6U+syHEgEOEelQG06W1BGuDSXMhpCsk9QRU3eYcQkDb25NPMoxdwYYt0lU0OrFxfJwhY7DH/f5UrReHEYQ6CBnrmoi5LdjEgHPPXtmjk3BTgRuJSQc1WpSJSxQZLReVJ53kpUM5rgvqVY8wg4pkbWXGspPYUhecUgklJAFWQcZcMzZMO3lEkkSo0wfWgHPtTY9FbS4C0Qkq7dsU2NyzjlZ9s0eiWpeAs9MdatcEZ0x605e5+nrm3MiOKQtKu3cVqLQuuIupLW26pxIfSAFpz39aym2tD6NyuAnqR2qX6FvFwt9yaTCWlSCASd3X8qy58W+P3R1/SvU5aDLz+l9o1IoIX9QVzQtm5OeD2zURtF7XMj7kr+ocEU8tT3k8E54rkOTTpn03TuOpxrLidpjgY6e4z7V7ywD9NIzdFDrzmhpuTYGVpIwaI5EiyWGTQtS8tkjPSlKJKVApFNhntOjPA+9DZWhJJSodKs32UrE12OCXFn6TRqCpJ5SMUiS4oKyQfyozzgr86cZIGmhWXk7eMA0Wt1AIJOcdaSOPISduDz6UEnzQByBScgh0QLxL1mLQCyydu3r71UivFmQh/b5qsg8nPGPWnTxwfWxd30gEJB+9UbJdWV7h36nNbdNijKFs8V63r82LO4wdF42/xkcStIdeGPc5pZdvE8zWm3Y8nYtPUA8Gs6Oz1Rkj6znNDj3x5Bx5qsH3q/8rF/UkcuPrepitrZoqL4oTEBBDoUD1GcVaVpvcWZFbcD6F7kg8Vj+JeXPLGV5wM8nvUrsviDLtaUspeVtTwOahLTeEbdF69OEqzco0+S6pK2m2/bgf3ohiFJZf3KS2oAcoIp2irihsBb6EZGOvNclOW6KOJacnkjvXYUa5PG34EkuMuWUNlrbxxjtXotlaWpLrwSdvAJIzn1r0y8xo0YvIBUo8JA6kUj+bLrLbrWStefpJxSimxtpD88wypIZZcG8DBSBk0VEjS2ZB81zDJIAAFEwFvpSVbSSTySeBTt86ypsMpikLHXBp1QWCmXCzwm0luN5iyQniik3gydyIrZTjjCTjbQjFZWpS3GBkcgAUe0mPGb5aAzycUXXQ6GR1ma+6ps+YojnKjwaVrcuakJYZWEDjP2pc685s3sMYPU5FIV3gNKDao+XSOo6Zo5YcIA4gsuBS1ErPJxR6I4cb81ZSD7daQfMzFKLimUj1B5GKXhxL7IcQ6BgfhFKPAN2EuRStX8tO5XvRnkutt/UoHjGKIiy1qWVulOEnAGaH803JJcykAKx1qVJkegUSMQAkgZPUGlhYZCcuMpWRwCT0pOhx1GHUIKkrJCTjrXZDrwIaDeSepBpUkx3wBdcVvSEoASnkgnNGOSSgJUps7emQKEXWwny0Q1ZwOSc0W4HFHYkcYyUgUcB2IpFyWkqVGjqc3emOldjuzPLT5IKEJGVEilUaIGncbQE5wQaWSCwtkx2F5A67U96V/A0vkQqcceTnzAtJHPc0kMJThyvYtsjOO9GylJioJdXg9wlOcUONDbVHCwHXFK5B2f5UVQgy3tw2CA2naSMEE5FKHpLIKQFBKQcknjpRMWFPLpPkLQkDANAdiOGSlEpAKAD16gfam0CY7GY26wFBBIx6UjfytSShBSlHTnrXnX0qUGEILaU8A0W9vACESN5B7CoqHHI3IKmPS0Z8tCQSPpPXFNjb10Ktjj55PUDoO9OjbUl13KlDbjnJoLrH0FDak7lnmn1yHfAezK8hKE7dylEDPejJEp/wAxJAKlK6DFIWIEppzzNqV4GeT3pYqW+2y484lCFjhIHODSuwqhQlxyQ2FyyUpHAGKb709GjoGxC3CR/R2prdk3qZNQ2qQEx85yE1JGYERUbcppTi8YBJ6mnXli+xF7c+sq+ZcQ+UJPTGMU5z7rAZSl1aFJSMfi6HNOyW0IWI3kgHr0prvMdMghpLQH1Ag4z0p3yOkGslhQLpWE7hxXkw23oy1qfGPfqa802uQgR9wBAyPp5oT0CWWAwpQCR0UfWn0uBITRFCOC0mOp0njPajZKHXGwhpvBUORjjFDitrgNbXFqWOpI7UBdxMh0fKoyrpk9KOWHQFFsSwQ4pZSocqxXnlw3nUMoVlZ6knpSvc4+yveQM4zSNtl2O4HUMtqKz1JGaigu+ham2xozoRFeAUs7lqUeldbkRWn/ACQ82V9SSOKKQlb5IKFJPQkUkkQo0ZKioAqUcjPFFodMfmr6hvakrUrB59KQz7w9N3MtugJUehBFI23WylLTaTvA54rjkd4IccyDtH0AjvUrI0gSUL8ohSytWODQ4MJ1QAUpKjnnJ5pG08oeUhwHfgqKs8Yo2G6ZT68FW0KxhJwSPejrsOyRNIc2KSW0hCR0HNN617lltTe0DkcY5rqHjuJDhQB2oqXIcOA1kn1PPFIfIp3uhPltjJPc0ndTKQC5sQFA+uc0CO9LP1EApHXIouS9PkOFTLCWkJGMjnNEmmCTsMU+6hCVONpUTjOKVtzGUJCfwlXTikjbb4SfNxgdx1NODDUYoS4ogHsO9RT+CbV9gjECsulWSaZpdocU6lbThSOp46n707SJw5S2Dx1xRsVaXUErBHrk026VkVyyHSrTMCHTJlLUF42gHBFOkG0Oi3oQ46rcnkKJ5FO8tTSkKSlPTuKaW5MqQv5cLVtGeUjtSVvsbaHZpoMRw0qQSTzzTXLkRQtKXFpUndgCiXI05KgBKKgobSk+lKm7NGSfOWEkoTzmhgg9cyGEgJcTnHGBTY/MbD6MunHfik/yLzssrDwSlJPT0oyXbH3W0NodGxWQTjPFC4H2DTKYkygry0kIOM0uUyxN/Dxt7jrSa3WyPaYiQg+YrPUnNHuXJjylJbZIcA6AU63dEbrs6i2xbeovI37icqOOtFyVMSEbtpQsq49aLF3CWiH2lAnrjmm5p6TIl7o6XEpHQcYNNIHyPWx8hCCFqTt65ptnl1AQkNrTtVnrnNO8eS6Ggl0YVjn1rkdTMgqUpIyDzSk3fALoLgFKW90klG78JJxQ1Ry8gqS8M56E9aQ3MKkLLKSEjGBnNCtzJYAckSspTxtFOKsT7C1tPFfmZVg8BIpM/FMn+UhtaCDndnPNPE1TCEB1l1J7jJptEhw/zGG8lfB9qH2NBMXzLaVOqSlQxyfSnBhPzLa31vhJ25SKTMMylNupleVsHf1FJ3HnSrDbSw0OB2oUbFYaGAHFKLoKT7d6OS1CiDe8cBfU4rlsCdhQ8lRUolQyO1HXBpTrRy2No496OB8haUxFNLDSlDHIptjsvKlhkyT5aznOe1EuQblIdUll0p4AHOQRStm2OMPBchZCwkHg4prjoXfY4yLXggxV5yOQTSONFnML8xbitgPfvSl+WsKC2nCojA460Uw5LLwbdcKmlnIB6ikgoFIZfcBJyQo9+grsWLGZa2IhNrd65z0pW9GmuIWW0J2DGE7sHFIoZLUhbrqdwBCdu7OKbVgnQcw06+ysOJ8tQOAc8UwG3zBODb581snOSTxUlkzG3UrbaCc4yM9qaYj8xck+Y1tSPTmjmg+48RwtDQjNoyMfiouQtbbOzb9ZyDS6O/FZb+o/WqkymWX3lOlIJA6UmgQzRIkWM+ucsErz68inNEyHKb2JeHPIxRse1NvkreWUp9u9I5FvisKKm1pSknAPTBosdWN1/YkSYhZiPrT6lPFQW9NzBblsuBb2EkZxVjNxwyFJKsqI4z0xRcq1Npil50t7APXii7BcGI9bWu6s3R51ERezcScCoZIkFG4OBSFY6EVt+5aJtF6bLwbbUTndwCKheoPBHTz8dcoQUuv9AScAj7VG6dE7vkyKm7LS5tSojnqaVo1B5O1JVkHvWiUfD5aXUJUuIQsjI2jiuf8A3udpX+OLyf8AvFTtCooJGo0vAIBB7UncvKSvHGTV/n4dbW2cpYFdV8P1sA3JjjPr60uA7M4yrh9WUjJPSkr0hed4bVg85x0rSzXgRb0cLig/+mlh8ErdsAMMAeuKdgkZYclPEhAZUR24PWilmS59RYX+lamX4KQASpEcZH/LRR8FoxI/3fHpxTtCZlsiSOfIWRjuOtF5fKsllace1ap/+krEWABHAHr7UW54IRXOsfqfSlY6Rl4u7D9SaNbdaWcEAZ9a0a94DxDkfL9PamiZ4BAnLLe0dsUNoKspARGXTvQSM+ho02ogZDpwfarVk+A9wSdrYcA56Cm2T4KaljqCWHFkehSae5AouivUW2Ur6UIz9+9Gi0zkqG8pHpzU6c8KtZRTtQjPpxRErwv10hkPhCVDqR0NOwpoirdteX/xJAAOOlSCNGjRo6WlHdxnd60ljaB1Y9LZRKZU22peFqx0HepNddHybagNR1lwIHIJ5xTT5BquyMvtuZHljIJ9Oaa5cF1a9xSoDPpmpMwQ0Q1JaKcf4qcm4UV0fhHNS7I1yQdpgtcBvAPejlIDqAkIJwOTU2NgjlHCQB246/8AeaLTpgPr3pSQM+nSigvyQNdvWsYTnrRfyxZOUg/6GrGfsCUAMNtgnGM4pM/phuOglwblntSoLIE22pk7lDG73rjq1F3KRz64/apRI04+6SQ2QPtSR6zJYODyoHoOftRtC0hujvrCN6sAAjmlrcg7QsElY7DrRyLDMkAIbZwnrilIsNwh8lkEfamgfIfEuanmS06cKHBB70GC6tiapsg7F8+1I1Q5TMgL2k7jg4FPkO1uPOJWUq2/qfapC8DpbHiy/sIOxeO9PjbYjOb3F/QTnNNghOlIDZypIByR0pVFD0xox1n608c+lSoiOkW5KuM5thokNNkZI7mrFN3ciRGwhZBSBVfWaK3AWAtBGOhx1p4clreGArp07mmogWvo/Wca5p+QlAFSBwT1qWNwbfITvDSFA9KoTTzq2Zi5KVbUoHXNT7SetSXFxVqyM8VTLHfRJSomMrStpmZU9FbVnjpUUvHhVZZr+9uGhPqQMEVL/wCJqU2Hc9s0RFv8Z94x1r2q+9VuFckt18Mrh7wuuVteL1puklof4ArI/eiRE1vamVthwSk4yMjBq3HFtrSAhxJz70mQ2EvK3JSpKvWqnjUnyVS0+GXLiikZuvtWW1o/P2mQCg9U89KQq+IOVDa3GE+hxPUlJGavC52a1TVhLrTZI5IxTHcfDXTNybCV29nP/lFReCPwUy0GDIqZWUb4ocNbnd6SOoNPUb4oLSW21+eUlXWjrn4CaYkpPlw2kH2SBUIvXw6W8hQiJUgf8tHswKpelYpcJstKB8SFglrQhUtBzwSTipNH8ULJNUhLcpH1/wDNWUL54DagtwD9plKURztKqi8iy+I1nWf5b58s9s1B6eMumZ5ejy/wyN6wNR2WUrYJKNx6DdTvFuFvClYeR+Rr57J8RNdWhxJeMhOznnPNO6fiC1ayc+Y4CeDUPy0vAlptZi+mMuP3N+fxaCs7UPtkjrzRiblFVxvR+tYCZ+IvUzbwdU6rrznNSC3fFBdmsh8HKsZzS/LTZT7Wuvm/6m4EOxnjhCUqz6d6cIuj7jdylMWIGwr+pfFRH4WYlx1xZkatvBIRM5jNnolH+L7mtCSNPuwn0rYWraOSAeKtx6Hd+s36WWtx1OWRp/FlYXXwrvdvimRvbdwMkDrUMchvxllLrZBSeQauvUt8cjR/ISrcvoeaQ2a1Wi8w1GXEbEhWck1Tn9JjPnGe30P4u1mmSjmW9f3KjalKB2gcUaXc/VjFT+5eFz63vMiKShpR470nT4Xy4iy5NkbmxyAgda579Nz7qSPTab8YaHLxkTiyEpeGCAfzrjyVuIwnJIqbO26z2w4TGSCO5FFhNpmDaplAz3TxV3/SM227LX+LdCp1Tr5IQygpP1Jo8qZ24PX7U93KwKZBehnzG/8AD3qPurKSUkEEVzsuDJgdTR3tNrNPro78UrQLgZxnj3oe1Kh6c0SFJKQTwaNThQzuqm7NO3ymFqBbOOtBOR9QFGOJWVADHNeCQBk96l5IvgCVk4+n7UFO0HGBmjjtxg+leYgypLoRHbUsk4AAoUbdJEW0uWAKgMYFCCgTgCrE0h4YvXVpZum1snhI3ciuXnwfvMOUluFtdbX0V6VrWgzOKlRy/wDrehWV4XNJr+hXZBSofUaPS4R9qcbxpe82RwpnRlJA/qHSmhWACVq2gdzWaeOWN00dLHnx5Y7oNNBxGTnIoSEbh0x70TEW3MWpuMS4R2FOCrJdCncmO6B7U445S8FctTiXNoIQnZhJxg0IuJbBSUikr4lxX8PIUO2CKE46l4A9PyqMrRbFqSsH8ynJ4I7UqbcStvqP9KRMIQV7j0NL1Mo2fQB6UkKVdA07SOCfyNM+pNSQ7HEWN+6SpP8ALbHVRpyQ0sAkkjFVRHnqv2vZ8xxwCNAQG9qj0V6/tU0tz56Rnyy2Ko9sieqL5eZetLfDeUhMySncDjloYNPV51Bem7eu0XCYjcnjzfUEcU36x1Bb29RJkQIzRc3hKnldQPaoN4n6hkqiokxlZKFZWR/UOua048Usu3jg8jrvUlhlkguyv9fT3ZTimXF7nk/ywPeo9CizLLBWVEHzMLKeuBUnWqDqG1M3RshqVgpcQodTnqKSSC0xHMdYG5xOQpXcV1E6WyuTykk5y9yw2xTI527zsWRnP3p7dVHcP89CXOuCnrUHYWw7OLTLoASPwg96fGkzGkbkKKv71kyQcZGzHNNEgDbSmj8o6FH/AAHgim59RCsONbMetJmpyFHKjhQ6Y604N3FlaQl8Jcz+oqKXPBJv5IvdG171IHBKiQc9RSFDjqQQpeCCMZ71MZVqiXBO+K5hY/pUORTO9ZDHcy80UqHeroySVMqlG3YbFkpDacE579qVOoakoyAMikHkrQAnnBHBoxuStrJ4BFVvu0S+zEsmIUZUndnOMUnDy2yATjHtTw4W5SMpwFdTikyoTThBSsgjritGLJfDMmbFte5BTNwKEqRnrx060vtt5dhOhxDm1Secg4BpD/CcfUJBI9xXBAfH/DRv3HjA4q3iuTOk2XX4S6tlXa/i1OL4cbUr9Mf61eYhL2Hjt1NZg8KFyrNqiNIU2kqX/Kxjpk81rKMjz2EqzziuLrscZzuJ9F/C2olj0zxvwxoMReOnHtQFxFp6IJBNPny+xQANHpZSkZCfzrGsZ6n30+aIwph5J+oHA4HFDR5qMdakS2G1DlHPuKLNvaXzxxQ4SfQveilyhoTIdSkDeftRiZSwME5pauAgHJTSdyADnCiMilUk+SUpY5K0FmQg/Wo9KNZktg/Qvg+tJ1QwlWFKTz70JERaASBx96sV0ZJNSlUTP3jnOQ9d3xgdSn86pJT2V9c5P71bXjcpP8dlYHG48e/eqZ8z68c4zXX0nONHzn161qnYXcWlea0EAqzxgfegPxHVFAbaJUpWBgU4xgk3CPn6jxtHqc1YGp7Kq1CPPbiFlQCFjKcZyDniuthS2o85OXIl0n4RXu96eevi5AaCElbLP9TgHWo1PtEuC4QFnrjH96tHTfiem32tuJ5CVBkgIAHJFM2pDGumyTEaS15hOUjkkmrvb+Sre2aIku/WQzu64yelHw7WXgl5Z3EnkHvRq0BKsAgjGKURFIacQh54hJwRVUnapEFwdk2Zl8oKEE7BjNEKs8ZvatalA9smn5ufGScHuOM8V1UWJKUS2oKCR2NRTaJNDRIntQ2UsR3iEowVZ5zQY8+S9l5LacY4X0pUvTjD7wcWkhIHI9TQyymMQ0FJSlPY1Lcn0JoWRZTMeKlS3Spah3z1pNLvI2lHkq39EkdK402Ht60rAJGMHsKQzFmK4kBLS/fcM00rE38D0zOynyFL5AB6Z/Ki24scOl4KW4vsMU0NSJzah5TZO/kq4wBTpCfW24FKQncD1Pc0NAuBY1BZUolQCFL/AMR4okRG95QlSVJHB25rsl5wkOOLGCcEAdKE1Idbb3tt9OgI6/nUUkStiKZblryGhtSkcDOM02MIntpCEbAjOMEc4qSh9taU/MDYT1A7UVJahfSpnJHelykHDCGHH2sFeAgDKRupN/ES3JcU+ocjIHelpU2QEtqR9Rz9Z5AoCYLTii+Eb/fPBo88h30BTcmnUkBZQrjjHOKXIDbDSVpUncrqVURGhkJLjjfIOeOcUdJfjLKWwhQGcEkU7Cgt4ym3BuS2SoZwKJKpKcrSvYTxgUYY6nJCChxQR19sUqWywSFLOPT1o8h4GwM/zSo/UTg88805QJk1I8v6DjgEdqRyHmy4URt2U98da7vcaQkhpI/Pmmm2FIfVvTHGyk4GR2GKan22s+ZJaUpY4SqjDc1qx5TiNwHQ0U7OkLa2LDZKuDx/agVeQC0tugrSrKsACiWcMqKiUpIHfvRjMdppYccSpQJztHIpQqHHfcOGgkqGcZ4pVwMQoeUpxSlEHIwBilkK3hai66tJHak7jYSVKDYIHTBoz5htDexSylRGftTdUHTFbyWWvpQoY69etIVv4yhSEqzzkUawtDqk7wFISPxCk7zUVyQpIeI43YopCscYKGNnnFlKiOgFL3paXUBltCW8DnjFR1cpuE2qS24SE9AM9aGLu5LAWpARkY6fvSf2GvuKX5BhufMKUlSjxg85pAsyZJ+tsD/DyepocZCXFkrUlW08Z706ByMkDHbtRbCkNcR6Ww4W9oP9xShE5IIDqTuUrH1GipiVuKVIa3oJ4GKQRWnlrSHnfxKyNyalfHJHyOEpxtxeACsHrg9KKYZigH5cgKHpShxxUdJShtLmOc0ij/MPvKLSQgFXIAx/ekMWll9RSlxzKT1x0oKDHQQlOCEnnNGvJCGShbxSr70Q2lrylDAUpQ5yKGgTFL9zZb2qYQlW44xmkb4TJc3LdAH36Ujh2pku+erKFkkkZ4FLkRmHNyVrIR0zUPJL9xZCjt8uKcSvIwNtdkMJd3o3qGeg9K5Gbt9vaKy5u2jjKuM16E4l5xT2fxcJp82JsbjaGvMAS4cJTj6gTmj0tMRElCUFOBnKeM0skSWmSUBxORyrPpTQNsh5ZUtW3tgmh8j64FRZdIBQSQo8jPNCDrDayhv6nEcKO6ifJccQfLcKR2xQYlpUXfMdUtRx39aL45F2KHXXUtlaiSpXQDpQIz02QA082QgcdMUa7FdKgkLzgcZHSlJUI8dIUUpWrgkUqGEuFRJDbgx0we1GOyfLS0ltSCccg0Cc/Git/RlbpTkYGBk01B50Dz5ACdvXNTSE5D60iE80pbp2r25OD3pv819wKbYeIPuOaAiSw6yChzYTxmkkgFtwOJkqIPGMUOIrFaHXG0+S8SeOcGj4/wAs2r6VKCuvJpGF4CfIKSSP6utcEaS48lZSk46mnwCTHN5xgLO49uDXWAH0KbbKdvcetFx4jj+4LUrb0wRQmoqYKXHE7lDrjNQsklwJShYLiUMIGDjHrShbsdqI2leQtNI414luOLAtm1Of6zTklDC0fzAjeodD2pgJ4ra7m4lEN4p2nnjinFVg8kF51SSrrwaEzGMdv+WACR/TQS463/xHCR7npS7Cmhnn2p9f8xjKUp4INegqkMSEslCdvc4605IfW+4pjyiQofiAoLUZTbuFpyB+tHKDh8ie7FplQfd3BIHQdKR/OI2pUhtxI7kpp6kQm30ElXApC8hQPlJRhtP4iU5zRbHSBhLDoSrAUSRg0muscBhxcZYCgPw44JpfDSw+x/KaP08DiiJUd5SSkDHFLcFDU2kyYyApODjn2o4MeWEhskp6dKNbtykna49sCumO9Cft8nykpYe5z+KpX9yNM4Y6Q1tRn1IBrqWUKZ8tW/6BxR8NMmGjepQUsdc0QqRuUoyEq2qPbtTQjrMyO2OE8g44GaN+ajpSQ+vjPGRjNARHjpb3snGR3pJJcBQSFAkHHFRcbJbg0KQuQBGSptR6Ejg0bLjy0q8x1SFZFdiJCI4ecWor7CleHHUEFIJ9+1NKhPkjwlv71IbjAr6BXr6UFqTKI3ygQoHGR2p9YjEu4DKT6n1rz8VIylCUpV15FSVvsXA2quEst/yCFKxjNEoMqIFfyisLyeR3rkx7+HOjegHecYTT4yWnWW0lPYE560coOGMaH0l9tlaQhxRyc0sWElYTH2qUng4NevTcdQV5aApRGPemqDGuDSFKSyseilZoEO9tIVJUmUgZB4PvTvPjxHW0iMnDivbimWM262gvySoK6k7aNYmh4KU0/wDT6d6V2OjrjciMkN+YQOuM80kL0lK0gQ3lpJ57j706xkbwpTrhWeMbu1HB1qMsEpKgqmAzzmwtoPNoKHAOUE44r38ObuUVLLoXkjn6uKOu6UTBuDJGO4PNFRZaGW0tpH1JHHPJoQPkLi2REFRaZO1A5xRkiCw6QgKSe4GKOakOPZ8xJQM+tKCw1uSppRJHcChx8hbXA2N2zYsDyjsHPAoiTGHnZGAnHcVIlh0J4SQfX1oLdvWtQ81AWSemKVc2O+CNGKCElDe5JPUCuuRW0r2lkjHQ44qaot7bLJUpjGOfSm9xph1R2tYPpRTC0R1iG3IdUPL6dcppcu0tho/ygPyrvzUiFK+XLCPLUfx9wKcnZBaZ3pAJ7BVCQWMX8JQSD5SSPXHegrsbS+QPvTy3IS62XFtpQr0FebfYcG1RIo8h+4w/wTAIxnHArqLO0lGFt84qS7WgACck9BQXW9wwAmmhWRtyxtFWUJH6US9aWWztcCACfSpUmPtH1J/WgPQmnTgpood+CNGxxlYUUJGPaiHbDFfP/CQoD2qViAhKspzg8Unft7jaT5X4j2PSo8eR8rojR07FLZ/lJ47EUSuwQ3Gil2MnHTlNSEMSU4bcaPNBlwDHaLweCcjlKu1CoHaK51jpmLCtTklhhCdgzkJxVIXqTMS4qSlouJTwo4rSuqba5M0/ISklawg4x0rPqZ8dhbsV4hR3KSpJHTFNcdB2uSDPT4cklS0p3Y/OkSJyGl/yynFSW8WWzyz5zTexffaeKjEjTD2SqNIVz0z3qdioUN3vKthIwDzzS5Wom2WglJAzwaib1mukRRXs8wDuPWkZckIcIdBT3qSkDiWBEvbCG/MUcnrzSti5Rpi9yyCfWq3+eVwhLnJ4A70vbuZitloLypYGae74CibSH2JKjGj7QOhPejIdkt7Kyp9Qyeck/rUNj3dUYb1LPUcGlbd7kP8A1qcKUnp700yNMmqUwGElDIQpfTHFAMIzF7du4Hg46VGYtzCnAhajg85p7g6hajLDWQSPWi0FfI7J0uwU5dQnk4+1LY1mjsJ8vAHfg0jb1B8yAhCeePypYiSnckrWD61NNCYoTb4bQwodfTmm2ZGaiuec3nIxTwXUjoRg9OBQJioy4xzgk8duaV2AnjTojgT9KienTrS5xcLYMBI45zxmm21pYS6W1KxjoKfXExCnaopA69OtSQmNLklUdpQjKB3epp80inaA+rcST6d6YZrcVpwFGd3oKd4CZiIqSl0NoPYdTUXyBO5F5kKZLYebbTjGc5IqOuz/AJeR5vzh4JPTg0ibkNtDLqwtXqpRNclTN7W5DYJ9hTfXAEwt+rYrTRSt0rUR0pfb9QB9anHVhCAfpGetVnGdmypCI8ZpS3HCEICRyTmtE+GvwyXe7wWrvqiU61vG5MdBxge5qO1dsdWQB+7remBbBJGMcHgUqF9EdCUAgqxySa1Zpj4ctJR4KTIgpcWRzupp1d8LWnriCu3FyI4ehbPH6ULb0x0vkzOdRJSfrV2pwiS485H0FO7oQfepnd/hR1hHfX8hc2nmx0C0kH9qQWzwM8QrJIUl2Ah1rHVKu/51CUV4GrI47ao6jlSE4PUUhf0xb5BKFx2zu6fTU2naN1Fb1kzLS+kJHJ25/tTZ8lJL30RnVEDGAg8VXtJclb3fwlsNxUS5BR6HAqF3j4d7O+orYG3P9Par5dIaCkOtLSrOOeKIbZdcO0sqAJwAR1PtS210Pe2Zgn/Di2rIjqUCOuR1qOXD4frjFcAQD+lb60b4VXLU0s/NRlx44wSopwT9qtRjwT0xa4e9q3NuvcZW6N2P1qcYS7BzRVXw/rVpzSNptrDJQzHZQxkjHQAGrvuF5Q7HMaM4CtSMk5qMXS0QrPEUzCaQ3sHASMVGbbcLmq4FtGVpxzntWhSa7K2k+UPRs868vqDaSEjO5RHJ+1K2dKTIUcS4TzhUk5UD0Ip5ss9uK0A+obiOc0td1HFQkssJ8wnjiouTbsV+CLL1gu2gJfVjBwc+tNt+8RGm4ynErTyM5SeKT6it6pcpxt1G1EgHBHY1l/xXn6w0NcXYb6nVQnclt3PGKshlcRqG7kvu8Xdq/RGFNnaXE7tyfWmWBBvsW5IW0d7CuoPekHg5JTqLSUKYt3coI2q9lCrQBhxWQCE5Fa1j9x3ZG9vBy1xHnUDz0gcd6SX/AEe2+yuVERhY5OO9Nl11O5Fc/kHGD0BqQ6Z1VHuSA26r6j1BrHqtLDKtskatLrtRpHuwyaK1lx1xyQeSn9qAwrzO+TjtUq8StOuxY67tbW1KbUcrSnqKj+morl0ZSflVtY4+oYrzOf0+UZfSej9N/G2bDJ4tdG/hoAoL+5FcRuyMJJJqSuaYCCkreIJ9KNh6akMvpcjOIcPTCuKp/I5U+j00PxboMkbbaf3Q1Q7LJfbD0lPktAZG7qakMK5Q7ZFDUdCAUjk45pzYtTa8InOFahxtHAp2Z0laJSEpDCCT0HrW/Do5QVxXJzNZ63g1DSyy+n4QwWvXUhiThG889u1WDZ9cKlBDUhKsqwE5HNM8TRkZBcai29KXEcjeMZpO/p2/x5seSpCG2m15Vt6gV1NLHJFVkPNerZ9HnkpaaNMkWv4bk2yqU1GLpUMjCckGs/XXQusLzLVHQhcKIchSu9abZvcH5ZLLhSoY6+9R+VC+edUoKT5ROUhNGbSQyy3SRl0nqefSQcMciq7BphWloXkMNBwpT9ThOVKPvRT2sBCdUy65s56K4qdybLFmSHIzJW06gduPzqJ6j0eh/Lc9gb/6HR3+9Wxxwj4KJavLkf1SYhN1gXlIbeShWehxzUa1RFuNhZM+MyZMUHJ2p5SPenW32SAzI+XXKLS0HGFGp5atPtPxvLLqXm1DkHmln9Nw6hXXJt0nrmr0f0xnwUGx4n6eQ6liQ/sdKthST3p8Y1zajcmreXkpW42V/UcYxSPxm+G5i7tru2lsxZqV+btQcAkHt/pVLIiz0XJpi9NSGZsdSmnSQU5xXD1Hpqwco9Jp/wAT5crVlyXbxUtMYOsMrC1pz37CqpVqhq7PXCTbYhY3khbieM/9+tRTUltnmWluPlDTgOVpPNO+jbFPTHMVS/pBIUo/1DtWZYscIbinV+qZtTkpWiEX2RMnL85SnQ9HVtShJ649fWnmHbpF+hNoebGMYwrmpDqLSy4QVLZSlRB5+kdKRwJ6I6EBKeCOQOMGpTzbsa2HPhjk8reV9lf3/TEmyKIZP0nsnoKjlxRcpsYFtAKkApyByDVxXVpu6sqC0DJBxjtUZRZVQnFKKAW1H6sH96lh1Ml32LLpYt2uijyi62i5hclleSfQ9DVuWJHztuadfGxwpzzx+1P69P22QPLfYQvHKVkZr0q3NMNYbUE44yOgq3NqVmSVUyvFp/abafBF51uQ2vKAftSV9C2o/mtJBWOMdad5SHOgO9B4Kh2pGttTP8znJPWowfTY5LhoQwp3zG9KnvKcSnKQeh/PtTsiet1oJlpK0kdeih9vWkS48SQlasBp0jG4d6DGjy20FDiwttIwCDzWlrHNX5M38SDrwHvR21pL8Ve9A7dxSNxpKsYHJ9K8n5hhRcaWQrOCOx+9dXJQ6QlafLdH71mcFdl6lS5CkMrbWSkqKsClICXEhzeAvrmkpmhKhuBznnii35qGU7gDzSVpkrTQ8RUFSh5iEEdjjrTmhDaE5WtIHoO1RFN4cUkIAxnnJ7UNN1O/LjhP3PFTalLsgtsSz9JzrbFvUKQpoKCHATnoBWnLfOiKYRseQMpH9QrFtqvcBMhpb0pIweg4qc23XT6B5TT7jhSr6TntWbLglNqjuel+qw0SlGXKZqhLrawfrB9CDXA4MjdwOlVDoXXK/mQ1PkbUuYR9R6HtVvRWm32w5171iyY5QZ7D0/XYtdByjw0CC2hxuJoK3ynonilCmkAZwM/aiQwHVYIGKrto6O2LQEKK/wAY4yaRXCa3EbJPXtmnBxlDYwlO7bUI1RdS9DD6gEJKloTj2OBVkE5OmYPUM8dLhc49+BBcL+sPFaV/TnnnFO1k1EmXuZJ+sJyOeoqqrjevLcUlS+v7UDT+o3YtwSsqJTyMexFdTJpU8X0nz3Tes5cOsUpP6W+f2K/8XZ5kXaWSf6zn25qq05C85z7Gpzr2cZdwfWrqpZP71BlJwvdknHarMEdsEmUep51nzuS5FdqmJi6ntEhe3a3KaKt3IwFVfvjLf7TcoLAiobQ4wC2sj+sdqzPNe2ymyDjac1J5GoJmpHY8YuK8xxAQcngkCuljX0o4k03IvaFofTVy0jCukZYjrDYUMjheRmgac0IzcbS/e23wtTbhIY3d01WFv15dIdmbspfw3FVhIPTHpUq0Lr9dvhz0OpKg8ne2f8Ku+PuKviuOyqTfk0fLkMo/mlhAAHQd6bZlzSkoe7K4ArzuZBSAo57E9KPYisfSqU1uKPw9+apa5EmciTETQXHSUAHHeny22+aI65MUKUyk5UoDtSJhlK3QMJSkdgO1Oj9wcjQfkmFfQfxAdDUuOhCKfdXkNgNEnecfb70Q0EOpC3CFKUccGiFhUlW1TSUJxjgdaURmRFadV5QPHBwTj8qhRLsPbhuPupcbASlI5zSl2zGYk7sEkenQ0nam7G05SpO48nFLP42+hvDSAQnjlPNNW/IdCVuG5HQpAQs5wBnk0YmC62Uh8j6eScV4XWc99YQhHJAJFFOXRwB119KsgY6cUmmugTQb8/GUSyJTZ29ckcUnlSXEp8uIfMV6A4FNaYUR9wvGGl1ayCSFf3p+jxkfSUt7SkDigOwpKXgwEuqKl5yUjNODAhJbS4vAIHIzR7U1MeGtryWlOKIG/vTPcmhJe8wLU2MbiEcU9yXYJX0LVJZKi42kY7cdKMYfRGZG4lW7J4HSmxlpmCQ2jzVKUOqjnmnRtSWmQpCABjoT3pL6htbQxp1a07yFhKvak73y6FFwEjAJ56156RILW0LxnsKbz56FDbkjuCalRENXMSE5ShSifajG5MhSQryOvqelFSkqkRy2z/KeV0KRmuxUPQY6UuuFa+mVDqaOgDYpIUpxTYSo8Y5PNHpbbWohZVuBx7UQ2h1Z+YUsgq4xjgUrWlCWwd6ScdzRQxIIa0lx7ziQo4GE9qGWUxmMlJOelKG1JBO0bzjpmgrXvOx1v6unJ6CirCxCzNm7/KbZUvJwFKPApeXH9oDiQSeMp7UFuKjzQpSioAYwOlGqklsFLeBtPIxTVSdCo6ExkpKUFaQOcmiHIrTiSorznt7UW4+5IWr+WSMDoKKIbaIcKV8+9Rrmh35BwYzrO7dhKM5z0wKXFuIpO1KkhSupzzSIITKUE4WlIIzk8UofaSkK8lSQQOtNpWCYoiwrfMkpZeUdiSMgd6dZYtUSMoMRkKPQdKjEcyWXPqdytR55o99bSE+bMdKdg6DPNCQmwk7VOKzFwSegNKHWlLZOxBQo980VClImoUuO0pKBwFK705Mw1KJWt4AHtnmi2MRtplNsFLzhKAMDnkUidQHVoCUqGw5ymnl6O6Rg7S3jueaDHRHSk5ITwetVtvomkkhPDt8+Wpa48cuIPBz60qdtMiCyFSfoPXA604xbqqKwGoxGAc/ek9wlSLjtO3PrUqI2Mrvqprenvz2rqC4oYaR5YyPxDOaX/Ira+lzncM4PavYCklISEpHQiluChI/tQFEIXk/4aTIYW9lv6kJHr1pc64w0TvJIOMEGiVyUAna+hKcdzk01b6HwhItlpxvZ5/4FYAI60pffMIBuKA4pKM8DoaQMp8x5SlSdyAc5AwQaUBkOOLdU4sZHHvTrnkjY3JuEqVKDDjKRk4VmnZCWk5RsOD6dKTItay+HPLKv+bNLXkLaR9LWCB60cdh3wFOOoZUATtSjn70ZJnqdS18ujaCeoGM025kSnPwhQQcEYpYC2SGw2Qr1A6UWCQ5w5MfYfmCQr3omYmI4vf8AWSOmKA8lmO2lKisqUM/h5o+Farm82ZPl4b5I3cE0xCPKVuhtpskpTuJIov5dUslKgPp5xSlmSplTm9sZ6A5xXIqlJfJcAG4dQahbROkNrUdaHFDCuMjA/wC/ehPMrcSd6y0ntx1pycS2lfzClnA4OO9Nsp1LygkPK8sc8CmpOQmkgxm3BGHzJSvAxg0pYkBKzggAfvSFKEqQVIf25HSlDSwAlvduPqBzmhguxfHjXAOKcLhKMAhPahq80IV5gSncOaA1dnmwpKMkJ45FBfuLzqcBCQTSHwzqVNN7tyARjiutx2ZDyF4Bxzk96AkOOoTkAHvjpXlF5nKWVJHr607XQmn2OEh1sA7TjaOlNvnOSFFpvgnnNFv3FkJCVuEL6HIzmuMSUpWl1pJJVwadcBYtYfeigKcG4njIFLPMLuVlv3HFEFpKWw6XDz2zXWX0hRRyc96TVq0JP5OPPP52oATn1rqWXnUgPLByOcCuuFDhJGSpPrXPMdWAEk5x2oSJWgbbXkHawoY9KMeQAN2fq9RRSGXuDuPTnNAelFvCNwK+wo2i3AHSXiAPqKeRSVhu5KdUtzgJJwntilkN55aip9lIxxkUvU6lCQUJBz6iigXQwuwrhIdSC+UpByQB2ocuFGipCnSrn05pe+8pJCwMDPIBoE1bTjYIQVKIzUeUSSTETKUkbQ0og9N1ddXEYRtLCc98ClwYW40ktN8AZ57UhA3ydjrSNoPXdU0yLjTCRHS6dzKloSQPp9aXbFNtKVggmjNjSf5aCkhI7Ua55CGDvGcjoTmluY0hFEeU0pRxlXUUKQguoU8slCvak0N5r5orKSEHg0ZOaW8vYy6vYKPuL7DOrEh0Kda4Bpa2+FLbZAUkKP4j0FLPk47MUE5z3JpEwBKe+XYcIHuKTfNjSDZKGy7sRgn1opK323Q3ypA/Emlq4MiKdgWjCupKeRTfcHWWmiC6G1k4JzQu7EKZTqH2/LSVNEjHtUfaZnRZDhSoLGTg7f3p5gRFuODblSSM7vWnB5thsBKgc+9TuuEJIaG5Eh7ate4FPYA4NGMyXluq8xXHYZ6U4qbQpvLYTk9getJ/kfIy66CnPNH7h5Ohpxa8bhnFEiOw2/tKDkHqelKQpoNhbeSD09qAQt0jG0K+/NR58gl8CW5QluvNhh9SR3Ap0hMCO2AtRVxwaAzDKFBTxwfUCli1R20YU4ArsMVKP2G3R4ufTv28CjWJrewLI6UAzIyEFBWlRxyMdabol2bdkeWiOoJzjPGKGmyKY8uXFMlkpBUDSJLSUr3dc+9CUwtSv5Y2hRznNCMVxOSVgYGcetKxiZ12MZHlGPlQ/qI4oyRHdXHCWyB7EUQl+Kp7lWFDsaXNS2VjYSBjoc8GhryhqXgQmM2wgeaPfpQUpjqAWggc9acXFl1JR9PTjiimEpwRtSMAjkUq5HYHyUpa3k5xzkV5kpcwsA4HqKNWpKhsynpihNraQkpScnPNT6IglMh1vgDiiWg2FlAOVDtSuO06+oIZSog9QKGba8ypSnEKGD3GKQCU8cbetccBOOBRxZUo7sEAUY3F8xwcgAUh9IRLjPE7koJH2pHIYU9lDiBtHSnpzzGyUjIwO1JXm8oyo4V9qAItcVJjxnWnANu0gisr+KkFiBdXZ8DIyolSE9D/ANa1tcbaZQUFnIV+dVbrjwvbujDobb5Vnp3NRTpk066MvRtSoUoNvK6HnmnJi5xXFDDgSPQntSzVfgrdI7xVbEPZ6kbah8rR+srSFebBdUE5BKRmp9ipku8+K6CnzEkY6etIpcCK8hRShBqHLdvkUAvRHh6/SaGb3JS39YWCevB9utFBVDi/ZW1ZUhIz2wKRvWRZAIcwcdaC3fnMBSnCCRxk4rn8dU4CCQce/wC1NWFCdyBNbUCr6wnmjUy1N5S4lSTjGR0rpvDav+KgZ+9HNSI8jClKAIPRXNG4Ag3FwFPlkqxT1Z8SF75LhyBnGcUjMeMRuwnGeqaEGkBR8pwg+maakDRJnbk2wja2ofSK6m7vlIUF56YHPSoytmTt3pXux70rgzEto8t5BB56jFO6IteCZwLwp5KUlZyOmaXvylOFKAo1DoUxKV7ws4Bzyad27kEBbyjx2zT3C2jjFlkPEjOQehpRJvKk87/vTPbpCXQtxw5yTzSK8SQnDaFDPUgc1LcRaHyHNS8oyHl49Ae1PjF/Ib8kH7c1WrF3d3FsKGxPvSti8HOVLNPcg7LDRJQoFSlnd1obNwefeRDZR5i3CEISnqVHoKgDmpPLTjzDgcdcVYnw+w3dW67adLalMW4eeo443f0j/P8AKpJ/IUaT8EPBz+Fzmr1f46HJR2qSkjhrPp789a1/bGGEQEIZSBtGOKrXS8qHJhocKB5iUgKAFTe13Fe3yh0FRj9XLFJ0SW3T0NHyFnHNOhUFAHj71FlJUs+ak4VSqLei3/JfOMcZqTjZEfltskZKU0kdixT1aT+leRI3oyCDmuOOgj7VHaFiORY4MsEOsIIPXIpsGj7EkkphtD32int58lhQSecUzN3BslSH3VIUkYAI4o2jTfgjOo9L6ZiYeTbmHHlHA+gE0nY8P9OPLFxRGbMjHBx+H8qlYYhvjL7zaz70Uw1BgKUUvpAJz1qcVFD3P5O2wQIDIiMISFp4OBRF0uyfIW0kADpSdyVBjylPMtlSl9Vdqj97uQddU20oZV6CpWkR7GqW0LhIUlSwE+maRrt8eC/5cJoLU5ypXYUnuN4sunGPPnPBx5R/DuqSxnIku2szkICN6Qogds1Cm1uJXXBG5touCj5nmKKfQcUdakJS4GnTjHrUhVIQpOBjHSmCe0WHw8196g0CY63CzszIxSBhQHB71XetNB23WNqesd4YT5hSQ2sp5z2IqyLZcEvsgKPIoq5wWpaSocLHII6g0JfI06Ml6KTevBrUT2lLwlX8OkuExXSDt+2asyTe3JSwG1lQV0AqT6us8C4NfK3yCiQhHKVlOSD6+1KdJ2TS8VCXUJStSRgbjkj9a2Ys6SphJJ8kRb0vfbskrajKA9VcV6Bp++2uelK2VNAdSTxVlztUwLagpZQgBPHFV7qbXRfcUG1469KjkyrwCROlXCA3aCxcH0LKk8jNRhd5hMEogoSlI6YFVzcNRvraKnZG1I55VUO1D4wWixR1tokJU4OOvSs17nY2qLplapjNK3SJSUn0Jo6BrG3F1PlSkH7KrDGpfGu9325pg2p9RceXtSMmkMLW3iTbpAcIdxn/ABUpZMeN1OSTJRxzmrirPpTZUJ1M8G4zyUqxkkVL06Qk22RHlRJZKkcqSrkGslfC34o6t1FqlVpfiOKU00C4rPCc9Mmtn+TdFlhzzUhII3gjqKuiotJpkJboumFTrshqOFvIDbzfekUq8+bGO2OXApJ6DNO11hWuZHUzLUj6hzzim5kWqKA0l1ACU7QM5qSl9iFkVZjm6N+Y2lbAVnjGDmlNmYlwmSzJf3kKOD7UfeLnGg/zYbal89EjFMTl8nO5U2w2Me1VybbJdknCWxIEjjJGCfWvXFm3zYymnynIHB96hjuoLgMoWUI9wmi0zFuJLjz6l+2ai/uIYdT2UPrWmO4lDyeEOdle1R/T2pLpY5KospxwbTzk8VNJa25yChR24PBqP3S1NSUFmQAl3aQhwDr96niyOMuyXaolsPUzE5CCsglYpqvfh3p/VLokuwmw/nhwDn8/WoNHcuVpQWXgdzZykjoR61KLNrxLOwPKGeBV2WCyqmOMpY3cSEeIPgxPYgLehQw6GxlKkJ5/Oq1gMv2xrypMdTbqfpUFJx0rXNr1xbJiPKe2EEc0TdNLaJv5L0qCwpR77RmuNm9LTVQOji9Qp/WjKyYD1/eEGKx5i3PpwB+9Wr4efDtp5+Kf4uwJUhX1KKgcD2AqdPaY0tpltRtMFpC18kgcmp7oeCqLB898fU6AQPQU9L6YsXMg1HqDycQ4K8m/DxpARFj+EtIwkgFIwRWWPFDRSNK3d6GxktJUQM9xX0Bv8xEe2POggACsP+NdwVcLk6+FJ5KiPcZqGr00IRvolo9VklPa3aKiguqDvyTpIyfoUP3FLZEXcwtBGSemRTU8oFwDISocgjsad4ckSmQofiSNqgOB965TV8nSuuBoMRpxJCUhCx0V/rSJ2KErHmNhJPAP9JFOt2ZcjKEhsZQvnvwaRN3RsgNyEjnrk8CnfA+GNkmyl1JVFUEqJyR60yymLjHJQUqSrntxUvDjDKi5Gc3I/wABOcfY0sZXAuKMqCScgEEdD71KOSSK5RTK5TKlNghbRIT0IOaJflB0ArQpKvtU8dskFTxSj6FEZ4V2prm6fbTkhYPPbrViknyytxImh5LoSl7hQIwo9SPtXZDAwcYCB9WT2o68MQrcC8hR3IOfWopddSOuH5eOVFR6Y71fDG8nKKMmSMELpdwjw9xLmVJFRy46gdWSGVY57UoZtDj+ZVze2IPIQOtddl2yKC2xFQUnIyoZzWmMYw65ZinncxpYvUoOhSFEq69atXQU69XhCRbLS+8c7SQjjP36VVUhtl5RkxAEKTypA4H3Fah+E12PMsc+G6El1mQFjjnBAH+VVauW3E5pdHU9F00NdqVhm6skukvDS+3B9qdeXjHSCFeUjrx6mr7tm5iK2wB+BIHJ54FEx4SW0pwkHPAOKVpbU31UDx0rz888sjo+laP03DoV/DFBWpShjj70ZH3JBwOO5olLigMHB70IPKBIxj0pdOzbdqgxSk7gSOKgPihETDsKnIyAlKVb8D75qbpfycK7VGfENsSrK41wcIz0rRh5dnnfXsm3FGD8szjd561OrAHrTbFuzjbyMr6c4o27Dy3l7lcgkYx0NMC30pcyk4INd6FSgfN8q2zZzWMPzF/Ps4KHTlQH9KqZrBpCdfXgStMdknAcX3+1SmFIYmtqivhKkLTzkVMLHow3NhsQZqWW2xgJ25Irl+pZ56LFcf6/B0PTMMNZl2Tf/kbbP8OlruqRIdvi1rIGNox+1O8b4ZhCmokxrkrajOPpzg1J7ZpnUNjWHI1xStA9Santo1IfLS1OIDvt3r5/rfXfVNO9+HLuieyx+kaRqnBFO3D4cXm21Ox5xWs8kEcE1ALzpC76WUWXUKCUEnNa0cvEcAjHB6moPri32+/QXUhtPmBJKTjoau9I/F+uWZR1X1Rf9jHrPQtLOFY40yRIfQk5259OelKUrdScukbR3pBFXFP1OLORS9tSpP4VbkIGFdq+rP7Hz5AUXFICgXNpPA96UMTFDa2oEpPAPevIjRFYCI4BHc0e+uExsSAN/fvRYCuI02+4gZUE9T70tccYCVR0DAJwMDmkUGS26tCQ2Ru70rcO10ob2kg496dfIWJgxFDgL6lp29jQnGmdm8JJwcpr21SnCpQOScZx0o1TylYSFgEcAYpLhhYgQG0hXmkA+6q5IZCkeY48UtJ64PWj32/OfS284CkndtIoU5ncgNIKdpPTFAB0J2G2EtMtYV3Jpa/IbkBLYSUFI4wMDNIGGnPxOLClY4A7UMKU2hQDpz3PpRSFyFIacUS3hSzk/h5JpRGYTDX/ADUPBTh/rHGKNYmtw2FLZ/G4NuQcE0T5jjzhWpQSrtzmihph0mTD/EGE7gOueabId4dlSFx/lFqSk8K7YoqeuStk7AFEKH/ZoMZc/atW/YFEDbtxgUuh/uPHluyVhLY6/wBKO1GSIimgkuJKeM9KSxW0tuBQeVvHcUfOdmKb3KWCCOOeaEDVA0NoQhDiUHj2pe2zCeYC5DQ3g5BJxTC0tYQG0qUog8n0pQXXMbVKyCKGAqkTWmWi3kJSTgAHNN/nx3nAhSlce3euO4cCU4OB6jrR8K3MvOKUZGxR4we1S6Qgl+ZHQpthDeM5+odqVIkstspIBUok9ef3pC9DbjvYDnnbTwRxThDWx5QVt2ketLsfQqS6txgFLaQaTn5dbobfWpJPJxQ1PoUlQQT6dKSqdS0cbdx9hyKS4B8jmZMGI2EbcZGMnqaan5MVxYSFpGfU4oK2y8pKnOcDgUletqXHwoNhISM4PegPArb35KUOJWj1zQ1ttIBd83dgYouOgRQUBvIV+LNKW1pWkBCUqz1FOxCVn5IuB0lW4nvxTjNiJlhCmAlSAnBzSSS7HSryikJUP712K8tsltK1BJ9aO+w6ONQFJJSlspQkZwDXGQ40T5pXkfh5pR804kFCFAZ6n1opDDjjhWVKORjmk7Q1QujLbUny1uBSu4Boi5tJWPLbCvqGOKHGa+UJBSApXOSOaA48gvAZJPsKW3myW7wJGos2IwPLK85796XR5bqUK+raQPTmjt8dLQDiVnI7HBpE8vK9rP0oA55zR0LvsMbdeXIKpD5VkYA9KPLqQwW0thWPQ00vOLefCGyUZHX1pdFbLaN7qlHHeil2w64QQ+hbrW1sIQc8g0mRaklzcpwJxjOehpa68y86Rn6hwOODXVl1afwpA9aTbQ+AECztNuKVv4Ue3SnNyPGA2IJO30GaZw7JC9rSlhI4AFLlOuJZBSpQWe56U6FfIFx9pDvkpcwR60W6H3gSgEpHftRK21klyQ6nJ6cVxVx8tktpWTg9AMUfYOuRxt7SYgK3NoKxymgKdZYkBTIyonkYpuYedlOElSiEjP2pUJcVtWD+Icc9qaQmw4uCQ6DISoYPYUpk3Na20styVBtIxgU3uTcp3gZSemB1otklwKWUdulN8CXIbJHmhKGgFDGDupI86/FSfLCSkDn2o1DM15Xm+TsAOE+lLH7chcQpdc5PXFQomNzSn5zYbCgkD8WRRC4SkqUlTyglXYUoKDCKSE8KPJNDQkSVq2H9+lTrgh2Ahx2JLgCUlJQMZJ605OIjx0/T1xSEMKYcISrPvmhqClDLjhx04FKkOwbQDxJAwD+9F/yEOeuPWi0fysqyQOxoaUBaMnqaKoLYoL24Ac8+1J3GkML3KURuo9ppafrSrjFJ5q0L+hSiVdOmaEkFsKQyyt0uEDJ6c0sZaSF5QcAc9OtI2oxU7uSo5A7ilLbzqOCM9qdWK6FKS68dqXOfQ0oiRyjK3lA57UnaIQrfkZPalCVpJSkjnrRyPgOKWWAvdzn9KSuOpQApL4SrPGK9KClJOc4FJGktgJJxkd1ChKwfAuZeWpBC15JpIYoU8HlZO08V5P1r+lzHOMCnJpbTbJbVtJPqaPIL7hTJSobdpTg9c0pdBSn6SM/akiZJUpSEpSPcUrS6PKwoZPSotjSG1fmrcUNygAf1oRK1pwhs5T6ily2lbCpCQc9zRBaUleSSOOaOxo5HVKdSA6Bj2omTAbKiVDlXvS5vywnCic5zRgShZwOcUrfY6GlptMdsnOVdOTmgrS8tQCyEpxS/5dJWQUpxQZbIDWckY9KdiG5Qy75bSxn0xR5bfdBbQvaoDIOcUkbVucCUKAI/FxRjpkNH+UjOe+aVBYqbZUtBS8rdjvnrSRLbbDpcS2QemQOtJ3Lo7HwwuOsqJ6+lPEYocjBxSeT1zSkSX3EUq4EjY42TjoaanLUm8BW5JTt707TY7jzR8sJSoGiGkuxQQ2oqV3AFNcqiLXNnYCV29lLCHTlPcjtSlxC3PxLz1OcUTGkOFR3tYJ9e1KwptOVLWU/lTENvmvKf2KjghPRSeuKcFMF1SQdxH3ryHYqVZVyD3FGLmMpBIBA7cU+Q4CXWxw022MDrRCIPkH5tsYUD+VLI6EvYc3Hn17UsCEpTgYP3pDG9MmS44EeUACOTmhiCsvFe0E9OaWNOtIc2lAH5UeQnIxjmjyIaJMZ1pe5bAPHbpSRm3obe84J2kHOM0/raCwd5ORSVsxHHPK81AUD0zyaPIcHly9nLiQMdq44kyUDYo80bLgIdRtLm4YwM0CMkQkZcCdoxTA6m0NbUqc6/ajU2qIlB2Dkds0KRdYny5VHcG79qQWuTLnSHA4kpQDgFJ4xQrSBvkUtsrQkjIOOOKIdZW8otbSAR1qTx7XFLOSvCvc03yIyW9x3ZCDyfWjoOBrj211Dg5JAHQ804sW9OwlSATmksG6RpK1hleVIOMGlKJ+VlvYQr36UV8hfHArt7wt7u9J6c9M0O46nTKJbQpIyORjFIyXCncUnmiEx0rVvDeT3JFNukJK+wzzQpO5JGDySKXwIC5rBcYWCU8n3pr8xCgpKB9SR0zijbTcZjW5kt5Tz9VRsl2KH2EtnlWVDgikkpveNmSnjoeho9hiWp5x6QvKVdq660ncAUk9eop/sL9xnVFlpbJGFEdKIW24thRksJKwO3Snda5TiFNBCUqHTHSmCdc50QFL6m8A4JSnJoodiFy3Wl4LdkNt/SehAzSKTo6y3CMpSYrawrjhNPMKHGuS8AhSzznin9iyKjMjYjOOwqPHQ0muSqJXhNZJcdRXb0HGedozUPneCVhfKw3Dbz1xgZq9rlbbm4shmQpCFfiAHakkfT8hpSlvrCgRgDGDTTVcB9XkzTL8A7dMSvyrcppaD25zUdmfDhIQ0X2kLSgHntWtJsGRGZPysZOT1KuopmlsuSGUhlvLgP1DnGaabC2Y4ungZeo2VNLUo9QKjEnwz1dGWSiMshPfGOK3ydMR3mEPLjpKiOfY01zNERFLJVFbORyAOtDkOzBUq06lt7eXYLigAQSE5pGiZcWR5jkdwBPXNbdV4bMS5Swu2J8lHJJxnNN87wTtTpUr5JpAI6bBRu56H9JjFOqVpwlaVU4sajjvN7XNoyOSavDVXw2QXHlSIii3gnhPeovN+HeTHZD7CluDIynbyPzptoj2V+1PTkrac4HNKzd1pZISjPbINPd58Db/bIomxXHFJWfwFJymmGRoa+RYqfLWtxzOFp2nihc9A18hkbUYabDOSnnPHpRDl8S8pSlEq3DaKYZ1svcNZSWVZ9McmkO68An/dnMDr9PSn2IkJubachP4iecUWu8uEFLYJJ9uKjvzFwQ7gsq57Yot2ZcyMiM4Psk0+RDxJuM1R27O9bX+De0R2NELui0J+afkKUtXfA4H9qwMZ0/n+Uv862B8HHiIy1Gc03NXsJVkBR9aa6BK+jZ0CY7a5HzbHLaz/MTU8s98YdQl1peUqHI9DVbR5icbCRg80oRNetrnnsLJR1KRU+uUQqy5I85LoCgoEGjloQ+fMBGRVcWfV7EkBtDgKj1T3FSKLejkHf+9TuyFNEobnSIXBOU/tSqPdmXlfUcUxM3RuSkoURkV5C0A5HU0++wJKuWyEE7qQhhD6ysjjtxSJp5O3JI4pU3KSEjBooVnn7e2EqUlIFRl+QI13THextdHGT3qULkAoJzxioDrN8tFma2OWl5qGRuEbJ40pSpkiuaWkRy2hQ3LHGKr/U89rStufuslzLhSfLBPephZFSLkwiQ+MFQHFUH8Vt/k2mOmIhRQjy8DHqalBb6CVx4KG8RvFu53TUrEOPJOxUpAUc8Y3Vs7Sjq5GmYw3ZKmU8j7V805rqzKElSiVBwLJPXOa1b4U/EZb2LFHt9ycbK2UBH1HkVc471UfBBvai/wCNNWhwx3j9Sf3FKXwHm+eaqG5ePOmC6mSFND330k/++N060Dh5ojHdVV+1N+A3IthiSuG9jPBNOTlxCkApUM1n24fEnp3JIeZ/I03j4nrA3kB9oD703hkvAbi+bitqYChxI++Kh9xspYcLsZ9bWeTtVgVU874orOkZQ80f0qHaj+KRl5BZjOpJ5PBqHtyXRJMcfFLxXuei7mqDJcK2z+BZPWqym+O0mSfpWKgviFrx/XjilLS4Vj8BAzUFdanQuJLDiRjIJSaj45JlqXnxbuU9hTXzOwYPQ1V13nXK8zPl0ynHFuK2pSOpoCZrKhg5J6HNLLDPZg3mJPLAKWnATkdaU24xbiuRwpyVi7SNmi2XUCH5rii62ANqh0V3qx5dwiYKlqSgeqhT87e9Iz7cl2Lb2EzH9qd4Azk1Drtpt2S9IdMhavL+oc8YryDnk12VSzJxrg7kdmHHWPk2r8IMK0xNGi9It4+amPLWXAjBWM4HPpitILmypiPLJ8pPoOtU58Oa7efDmyJioQkCI2kgDuBg1bKpIbGR2r2GKCxxUV4ODklvk2zz0FCuTkn3NRfVF7temYypcx1IUBwnPNOOoL6bdbZE4rADKCqsG+P/AI+zpE2Rb40lRXlSeDwKujy6bIc+DXGj/Eq16zemxWg0RHUEHByc06OKRGeLePt7isS/CL4h+TfLxBucoqcklDqNyuvUHH7VsZ6YJcdLqFcgZB9qhkcd30jSaFsxpl5okAZ9ajUyQ9EXszxS5q5bgULVgjqKKmtolJ9/Wq2MKhzPmAQVAGlimzJSW1gYI64qOqDsJe4ZxT1BnIfSEjg4qIxtnWh9D6UOEuMHr6gU0z9BT3QqRZJHnDr5Z4UKmy0rcONucjrXY4UyvcAoY7p61ZCbiO7KyZZv9mePz0SQ0U9yk4pzt+or24vazGkKBPGEGrajzULYHnhp3jotNIr9qy02WMJL8RlCEdVJAxWmORNcEeBPojTt0vrguF1YcShBwltY7+pqzEstW1nMl1KAketUHO+JXTlnSpDUpsY5xuqqNc/GDDcadbhSCtXPQ1Jxk+WKy8vGfxZgWa2uwoz6dygUgA96yPrG+O3HyZqFbwEfUM561WV78YLjrPUjAmSylgugrJPGBzTnrG8sNQW5dudxGP8ALGD7Vx9dNPLDGubNumW2MpB8qXEUgvlzaQfXJNNUbV8WLcUNBRwSAvPcVEkaqbKilwk57U33FyPIX8zGc2LSc4qP5KC/mWfnZvgu1SmZcTaDvbWMpNM0qzJSvaoKweiqYNC6p+ZZVbZBG5AyFGpoXkyEhJI6Z5rmZcLwyaOjjzrJFMism2SI25TbxHsaTQ/mWJYeW6SD1ST1zUlnr8tAClJyM84qOzZUePlRUCfX2pRTsm5JrkFMnOR1lxKyPz6VHL1rQMIKd5KiCOvNIb7e1KbUhnrjpmoU4xJmr3vqUGxzz1rfhwcXM5+bUU6idut/mXJxakblJzzij4LkKHGS/s3Pkc5GSKSvJQlPkRkcdSTxR1rsUu4rCGkqA7qNaXW34Ri+qb4CJVxkyVFPJzwABXU2Oa6gKcBAWvbyfWp9atIxY+PMQFOdyRSu6QGGhGabSPreHA7AVneointgaoaRqO6RV7sBUB1QUeU8EdjV4fC9fEWrWCoO8eVPTsAP+LqKpjUsgC4SEpIxvP8Aenzwlvv8K1naJSlna1Ma3Y9CrH+dW5cfu4mvlE9Fmem1UMkfDR9ImwCwFAdB2pM8p0/UjNBtslLsVLnQEDrQnX0IQU7hnOa8rto+vxm2gIfVtwTjtQ2VFaVEqwOSSaSIWkLAKhg9qYdfX/8AgWl5MlpW1a/pBzR26Btxi2xvvmt5DmpWLNaVb0IWA8ocgDvml14nfOxVoWrOUUxaBtLTlnbuz6QX5SQ6tauuTzSyapKULbRyodB7VsilFuKPJ+uRclCbZRes2DHuLgSPpWT+tQWS6tDhTnAFWrrm3KkbnWxgg9xxVYyWGgopcThQ4yRXT0s7VHjtXCnuE7MwtEL3Ec9RU50ZrcW+U35ist7gFDPWq+fabSfoWOeTRUUuhwAHAHU56c1py44Z8bx5FaZkx5JYpqcHTRrqyXqw3uMAhYClDkBXSkN70+pl0SmXleW2SRt6nis7WjVdwszwLUlW0HpnirEtHio88lLclzdxggmvGav8MThNz074Z6rR/iCklk7JhGvypDKmlqwtB2mmadeHw5syo+nvTUi8xPnnHkYCXsK4Pelb0uAWi+VAqH71hj+HsmLIqXDOhL1vTuDa7LAQtSnllSU4AJGKN+dejNhDZ/Geter1fSmfOg6LIlbyC4DzmlDLiMrWUkrVjk16vVAkLozzqVZUobemB1p1jeWsBRSd3JzmvV6p+BIGoFO3y8AnrmgHe24ncvPPavV6kgOuyUqWkbSTnAJ7Zov5Xz1bC6pJJxkV6vUMaOKCmnUR/MUok4JNKUx1jo5wrqMV6vVJcgCWW+E+UnIHeuhtLjYONvbg16vUkAY3DjEhtaSQOeKVPxoqWgkIOK9XqdciESkqLqUtEADH4qOmMvpKSVIKR1Fer1RJCPctOVHbg9sUHzFKSQEJHGRXq9QuhMKhOvyXlNvkBKCQNtKyG2EFSUndk816vUwG91TkkJUFbQfbmlTEh5LvkhQ2gccdK9XqIgK0O+cstkY29xxRYYUzucC/15r1epvsQcx/MTnH5nrSlpXH1JFer1RGFOutKV9aD+VAB2glPA6gV6vUmO+BMtxDryQpsZHNKlvNFCU+QkEDgivV6gPBwlBAJQOKVRbm0h3YI4J7Z6V6vU0IRXSTh4PEYTnomus3BpwJcLZ/QV6vUIbPSJSUp2KRncMA+lGQ4oKFAKODnOa9Xqg+ENcsOXCQwAo4UemaULWjyNuzivV6nHlCm6Y2qQ0p4AN4xzTiyy0lJV9RyOhr1eqEicDwDTZLgQCQKaZ97dLgjIZSM/1V6vVOPRDyeQl2S0hxxSck4rkmOFYG4pGecV6vVC+CdA0NIb+ppa07gAaUCGgOblfWT616vVNCD0Ro4T5KWgDnORQm2UpX9Ner1NiQc6o7QgKUAnoAa8hSFDy9pJGeter1JdiE7jfnAhQTjoB6USylqGsrCMlXUivV6prnsQ33Nx55xK2HS1yKcmdio6UKTlWOTXq9SkCDnm20xz1yOlExoiHCXFqUSK9Xqi3wTQqLYaydxwM0mW0yH0LKSVE4r1eoQdsGAUKPOU55GKSuLQ2pRSnrzXq9TXYmdbBfSFJUUkDrilaWnEEL3AivV6n2ROy1lCCOPem3zEu4SpPSvV6iLB9gvN8tJU0kAehrzai8QpZIPXivV6mhpcC1LRx+I8115TjaNoVXq9UQ8BsKU88gIcV+lHyFlCSogE16vUPsa6EDTy33epB6j2pwQ8EJGckkYzXq9TYgtxf9QB5HrSdxTpPllQIr1epDfR5Mdtv+aEjceDigKACsnOOuK9XqGF80GqaadwoJwfeuSVLQyUtkCvV6iKSYNugEPBJGB0zQyrDu48A9dter1DXIeAC4yS4FpURihNlSyUKOa9XqaIsJkx1E434HtRrbKSUpJJAHSvV6kxoPS75SinaMdsUneklIKRnOa9XqdCFEPLqQteCR3px2oCCcV6vUn+qiSCWSShaV5OfU9Ka40FDtxU4AEnPBr1eoYIdZrbjSEqCwQOuRSZbSH29qiQTxmvV6h8AuwpiI0sqaI/D196UMhMf/AIeQc16vVGLtjaoXMvyFObCvKT2oMtt8oKEugBQ9K9XqE+QpUNsO1BkqWlwblHOcUsaiuoV5indwx0r1eobYJAlSAk4KTn2p1ivoXHJ8oYxXq9UkRbGpqO0l5yQE9c8fahxZrJe2pj4J969XqTSfZJOhW9te2oIxzRyVBIShY3J6D1r1eoiDBBMdtRw2fqFRu7WONLkqH4N2c4Fer1RfHQ48hFqsS7TJ2x30lojGCOR+dS+3R3m2yHnQ5n2r1epiCLgXvKUWfLSpJPOOtMKzMk5R56UK9QK9XqHwPvsNjJKARN/nYGMjrRjdsjPx3iltIIr1eqTF0zzLLbTKUbATnB5zzRqYDbitxCeeK9XqiuBvsJcgtRz5iB14NIZSY61lvyjuOQTmvV6pIixldhx35C2lp5SAc0RJissJwpIKCccJGRXq9SkgXI2XeI0EhSEhSccJWKRRtHW65bVOtNIz12p616vUqolfBFNV+FlqMhUt/wAtaScDCMED0qFr8O7PHUt1LTaknsU16vUN00PxZyD4X2EvF52O0oKAP4ea7c/DbT0ZwJERBCx6dK9XqdsXRCr14dWiO44pLaO/AFMum0f7I3hM625QptYOEnrzXq9Vi6BOmbW0Jqpeo9Px31tqQ4GxknvUsiXNSkBtQJ4r1eqS7K5diOQ24xJ+bhOFpzOT6GpJp/VT0giPKaKlDjck16vUBXBL4sxxshwEkH9acf4m4lOcHmvV6rIvggwLl6cS3gA0uhXNa0AkGvV6pWFIXJnqIPBqJavkBUZxJSfWvV6lkVx5CH6h40pcN9qZOzB2gVAvHfw+ga9sq25LnlOJT9K8dK9XqhjbUU0OX6jC+r/DO5WCY4wLjHdSknafqz/aom7p26N58uYyk+xP+ler1W27JUgcfQ+pLkotovTSAQDytf8ApTtD8EtQPqT8xqVkoUQDjeSP2r1epSnK6slGKoem/hrdkuhL2piMjP0pP/fenOP8LsEn+bqF5Qx2Fer1VucvkdId4Hwt6bKgp+5Pr9txFS+z/DJoGMtKnYSX1A5/mEmvV6o7m3yJ8FhWDwV0PbUgR7LETj/7EP8ASjNTeBWh78xibaY6iRjOzBH6V6vUEFJsq6+/CHoWSVGK67GVnqhR/wA6pjxJ+HdeiWFzoF7Q8ygn6Fgg8flivV6pKTb5JLkqRE2ZCf2B4/yzkYNPbOsJ21SNyvqGDzXq9UcmOEnygjJro3J8Lep5Ejw4tjhB/lFTfXqAo1oJq6F5AJSea9Xqu8lRGfEF1xelLklCsEsmvln4nynl6lkhaskOEH9a9XqkumSQz6I1TN0xqKJdYSlBbbic4P4hmt86F8YG75aWHJNtdStSBkpIx0+9er1Rik+WRm2qJVJvrDyUvstuoOM8gf60qt99D4yUL469Oa9Xqra5GnYrkzIy2sraV+QFNKbyxHewlDv7V6vUVYm2PsHU0Y/Sthw8e3+tHv6rgtAYivHJx2/1r1ep0rBtjNN8SocQKSm3PKxxyR/rVe668Vo0u2yoH8KXhxsjKlDAOPvXq9U9qEm7MU63vs7593Y+4lKj0B7VCnJsh9eVuE9+TXq9UNzfZahey6UIbeSNpznilEq9zFxDEcdUUNnI56V6vVXKKfZNcEecnOleQSKEm5yDgb1eler1SETnQ3mNLMtSyVLx36CrDN3Wyx9KTkAcmvV6ubqOZ0zoYeIcDHcb+4NzhCuBnrUIvOoZUpwsoJSMgda9Xqnp4rshmk7oKLSY6UOvlTqlHnn2pqlSlOrKUDaPTNer1aIc8sxXyH2uCqWpKtydueQScmp9bXExGUobjtjjqK9Xqhm54Zrw/TyhY5cJCeG22wo8A5PFNN0mqgo+ckZce2/RgfSk16vViSVmycnRV13eW9JWpw5KzmvWOQ5GmtvNnBSQr8wc16vV1I9HMT+qz6U6JeFx0/b5i9256O2s5PcpBp6VFSolJUc5r1eryOaKU2vufZNLOTxRbfhHkxkJXtIz96rLxodDzlrs3IakvJCse6sV6vU8f60GeT9tkviMIjWJSGRgNtjH5VFrhLX5+R3yDmvV6rMfLtnnvW39ESHX53zErSodeKru6WptalLSrAP7V6vVqxtp8HmJRTVMZnbShCjkhX3pE5FS1lSQMdK9Xq3xk26ZgnCPwI3kHgqVwOMfnR8LzEKSA4eAK9Xq0WY5JWObNxkNj8ZI60qF7kFsjcrBFer1Toi+Gf/Z" class="fr-dib" style="width: 774px;"></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat empat tuntutan yang dilayangkan Aliansi Mahakam dalam unjuk rasa kali itu. Pertama, menuntut dan mendesak presiden dan DPR RI untuk mencabut UU Cipta Kerja. Kedua, menuntut dan mendesak presiden dan DPR RI untuk mengkaji ulang UU Cipta Kerja secara terbuka serta melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ketiga, menuntut pemerintah dan DPRD Kaltim untuk menindak tegas dan menangani&nbsp;</span><span><em>illegal mining</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span><em>illegal fishing</em></span><span>&nbsp;di Kaltim. Terakhir, stop kriminalisasi dan represif terhadap masyarakat adat, pejuang HAM, dan aktivis lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak kunjung berhasil menyampaikan aspirasi yang dibawa pada anggota DPRD, massa aksi kemudian melakukan pembakaran ban tepat di depan gerbang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Muhammad Ilham Maulana selaku humas dari aksi demonstrasi tersebut berjanji akan melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar. Menurutnya, momentum Ramadan bukanlah suatu hambatan untuk menggelar unjuk rasa. Sebab, berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat tertindas merupakan bagian dari ibadah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk dipertanyakan apakah akan ada aksi lagi? Jelas akan ada aksi karena hari ini&nbsp;</span><span><em>goals</em></span><span><em>&nbsp;</em>kita belum tercapai dan berikutnya kita akan mengundang seluruh BEM dan elemen masyarakat khususnya Kalimantan Timur,&rdquo; papar Maulana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dinilai tak penuhi unsur syarat kegentingan. Pemerintah dianggap melakukan pengkhianatan konstitusi setelah tidak menaati putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan UU Cipta Kerja sebagai inkonstitusional bersyarat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demonstran menilai, jika presiden maupun DPR tidak segera menarik aturan tersebut, maka mereka telah melakukan perbuatan melawan hukum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mahasiswa mempunyai tugas pengabdian kepada masyarakat, kita juga membantu menyuarakan aspirasi keresahan rakyat,&rdquo; ujar Rifani, BEM FPIK Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini juga menjadi salah satu sebab berkurangnya massa aksi yang tergabung dalam aliansi,&rdquo; imbuh Devi selaku massa aksi ketika menanggapi antusias massa aksi yang berlangsung di tengah bulan suci Ramadan. Terlepas dari itu, ia mendukung dan menyemangati seluruh massa aksi yang sudah ikut bersuara dalam agenda hari itu.</span></p><p style="text-align: justify;">Aksi dengan cuaca yang mendung ini berlangsung cukup kondusif tanpa kericuhan yang berarti. Arus lalu lintas pun terpantau ramai lancar. Aksi ini ditutup dengan pernyataan sikap Aliansi Mahakam dan hujan yang lumayan deras. Dari pantauan <em>Sketsa</em>, mereka mulai membubarkan diri pada pukul 18.00 WITA. <em><strong>(xel/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> John Wick: Chapter 4, Penutup Jalan Panjang Perjalanan Sang Legenda Baba Yaga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/john-wick-chapter-4-penutup-jalan-panjang-perjalanan-sang-legenda-baba-yaga/baca </link>
<guid> john-wick-chapter-4-penutup-jalan-panjang-perjalanan-sang-legenda-baba-yaga </guid>
<pubDate> Mon, 10 Apr 2023 11:14:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film keempat seri John Wick </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/john-wick-chapter-4-penutup-jalan-panjang-perjalanan-sang-legenda-baba-yaga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9oUpgMZERi.png" />
					</figure>
			                <h1>John Wick: Chapter 4, Penutup Jalan Panjang Perjalanan Sang Legenda Baba Yaga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tak terasa, dua pekan sudah berlalu semenjak penayangan perdana John Wick: Chapter 4 di sinema tanah air. &nbsp;Film arahan Chad Stahelski ini resmi dirilis di Indonesia pada Rabu (22/3) lalu. Hingga kini, seri keempat dari waralaba tersebut masih eksis menjadi salah satu film favorit pilihan pengunjung di bioskop Samarinda.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Meskipun telah merilis sebanyak empat jilid hingga nyaris memakan waktu selama satu dekade lamanya, hal tersebut tak lantas membuat penggemar dari waralaba ini angkat kaki. Saya pun jadi satu di antara mereka yang rela menunggu lama karena sempat mengalami penundaan perilisan selama setahun. Lantas, apa yang menyebabkan seri John Wick selalu dinanti?</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Dunia John Wick dengan Segala Aturan dan Konsekuensi yang Membelenggu</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sebelum mengupas lebih dalam, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan tokoh utama dari film ini. Ia adalah Jonathan Wick (diperankan oleh Keanu Reeves). Ia juga dikenal dengan nama aliasnya seperti Jardani Jovonovich dan Baba Yaga atau The Boogeyman.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Seperti apa awal mula dari perjalanan panjang Baba Yaga? Cukup sederhana. Namun, sebelumnya mari saya bocorkan premis dari seri keempat waralaba ini. John Wick: Chapter 4 adalah buntut dari permasalahan panjang yang terjadi di seri kedua. Secara garis besar, film ini bercerita tentang sang protagonis yang berupaya untuk menjatuhkan tirani The High Table.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Siapa itu The High Table? Mereka adalah organisasi kriminal pembunuh bayaran kelas dunia. Bukan organisasi sembarangan, The High Table memiliki struktur yang rapi dengan aturan yang mengikat seluruh anggotanya. Sebagai organisasi kriminal raksasa, seluruh akses dapat dengan mudah mereka dapatkan. Seluruh kasus pembunuhan yang terjadi tentunya bukan jadi urusan pihak kepolisian atau militer, melainkan urusan dari The High Table itu sendiri.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Persoalan yang dihadapi oleh John Wick ini pun cukup rumit seiring berjalannya waktu, tetapi, apa sebenarnya akar dari permasalahan tersebut? Mari kita mundur sejenak. Di seri pertama, diceritakan bahwa John Wick semula adalah seorang duda yang tengah menjalani sisa hidupnya sebagai pensiunan pembunuh. Pemicu kembalinya si legenda untuk beraksi adalah karena seekor anjing.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Jika melihat motif dari kembalinya sang pemeran utama untuk melakukan balas dendam, mungkin sebagian orang berpikir bahwa alasan tersebut cukup konyol. Ya, hanya karena anjingnya yang dibunuh, John Wick akhirnya memutuskan kembali menjadi bandit untuk melancarkan aksi balas dendamnya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Namun, rasanya alasan seperti yang telah disebutkan di atas masih cukup masuk akal. Terlebih, anjing tersebut memiliki hubungan erat dengan mendiang istrinya. Meskipun saya sendiri berpikir jika aksi balas dendamnya cukup berlebihan. Akan tetapi, hal tersebut bukan jadi masalah serius yang merusak keseluruhan cerita.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Permasalahan soal anjing ini pun kemudian bermuara kepada persoalan baru. Memang, serumit apa polemik yang ia alami? Silakan tonton sendiri seri pertama hingga ketiga John Wick melalui <em>platform streaming</em> Netflix.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kembali ke persoalan awal, mengapa film ini sukses meraup jutaan penonton? Jika dilihat, tokoh semacam John Wick ini bukan hal yang baru dalam sinema. Oleh karena itu, Chad Stahelski meracik John Wick menjadi sebuah film yang tak hanya mengandalkan aksi laganya yang menegangkan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dunia John Wick dibangun dengan kompleks dan intens. Bukan sekadar tembak menembak dan bunuh membunuh. Meskipun The High Table adalah organisasi kriminal, bukan berarti mereka boleh sembarangan dalam bertindak. Ada aturan yang harus ditaati dan dibarengi pula dengan konsekuensi apabila dilanggar, sehingga para pelaku tidak gegabah dalam mengambil keputusan.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Namun, aturan dibuat untuk dilanggar bukan? Ya, istilah konyol itu&mdash; yang ironisnya kerap kali diterapkan di dunia nyata, sesungguhnya juga terjadi di film ini. Aturan tersebut seakan tak menjadi dinding bagi mereka yang licik dan manipulatif.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">Karakter dengan Kompas Moralnya Masing-masing</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Semakin bergulirnya waralaba ini, Chad Stahelski memperkenalkan para antagonis dengan sifat dan karakternya yang beragam, misalnya jajaran petinggi The High Table. Meskipun tak setangguh John Wick jika dilihat secara fisik, dengan kekuasaan yang dimiliki, mereka sanggup membuat sang pemeran utama ketar-ketir. Seolah tak pernah mati kutu dengan seluruh akal bulusnya agar kekuasaannya tak tergeser, atau bahkan untuk mendapat jabatan yang lebih tinggi.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Nyaris seluruh karakter yang diperkenalkan dalam waralaba ini memiliki sifat bengis. Semua berjalan dalam perspektif dan kompas moralnya masing-masing karena memiliki kepentingan yang berbeda.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Ada yang berkhianat, tetapi ada yang tetap setia. Tak selamanya tokoh dalam film ini selalu punya niat buruk. Berbekal dengan titel &ldquo;kawan lama&rdquo;, Chad membalut John Wick: Chapter 4 dengan momen yang memperlihatkan kesetiaan antara seorang kawan lama sehingga membuatnya semakin dramatis.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Selain itu, sikap profesionalisme John Wick yang hormat pada aturan juga menjadi poin tambah. Ia pun mampu menaklukkan tirani dari organisasi kriminal kelas kakap itu dengan elegan. Kompleksitas dari dunia John Wick serta bumbu drama yang diselipkan itulah yang menjadikan waralaba ini semakin seru untuk diikuti.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Sinematografi dan <em>Camera Movement</em> yang Memanjakan Mata</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Terdapat banyak sekali detail dalam film ini. Jika penonton cukup jeli, ada beberapa adegan yang memperlihatkan ketika John Wick harus mengisi ulang amunisinya selama aksi tembak-tembakan berlangsung. Saya pikir, adegan seperti ini agaknya jarang diperlihatkan dalam film laga lainnya, seolah sang protagonis memiliki peluru yang tak terbatas.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Selanjutnya, mari kita membahas soal teknis dari John Wick: Chapter 4. Salah satu adegan yang memukau dan berkesan secara pribadi adalah ketika kamera menyorot aksi tembak-tembakan antara sang tokoh utama dengan para lawannya dari atas sembari mengikuti John Wick menyusuri setiap ruangan di gedung tersebut.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dengan pergerakan kamera yang dinamis serta pemilihan pengambilan sudut gambar yang pas, momen pertarungan dalam John Wick: Chapter 4 seolah disuguhkan sebagai pertunjukan seni bela diri yang menakjubkan. Penonton pun tak akan kelelahan dan lebih leluasa untuk menyaksikan adegan perkelahian di setiap menitnya berkat pergerakan kamera yang impresif. Latar tempat dari setiap adegan yang ada pun turut dieksekusi dengan apik sehingga membuat sinematografi dari seri keempat waralaba ini semakin memukau.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Menariknya, jika kita perhatikan, dialog yang disajikan dalam John Wick: Chapter 4 sangat singkat dan padat. Bahkan, John Wick sang tokoh utama pun tergolong irit bicara. Meski begitu, setiap pesan yang ingin disampaikan tetap tersalurkan dengan baik lewat dialog yang super pendek. Dialog sesingkat &ldquo;Yeah&rdquo; dan &ldquo;Oh&rdquo; yang keluar dari mulut setiap karakter pun sudah cukup untuk mengekspresikan pesan dan perasaan yang mereka alami.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Meskipun nasib dari sang legenda secara gamblang telah digambarkan di akhir cerita, masih banyak spekulasi yang muncul terkait keberlangsungan perjalanan Baba Yaga. Namun, berembus kabar bahwa terdapat seri kelima dari waralaba ini. Lantas, apakah Chapter 4 menjadi akhir dari perjalanan sang legenda, atau justru menjadi awal dari persoalan baru di dunia John Wick?</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Bagi penggemar yang telah mengikuti waralaba ini sejak seri pertama, pasti sudah tak asing dengan benda-benda tak lazim yang kerap kali John gunakan untuk melukai bahkan membunuh lawannya, sebut saja pensil hingga buku. Lantas, benda unik apa lagi yang ia gunakan di film kali ini? Untuk mengetahui jawabannya, segera kunjungi bioskop terdekat selagi masih ditayangkan, ya! <em><strong>(dre/ems)&nbsp;</strong></em></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diskusi Savrinadeya: Hadirkan Ruang Aman dari Kekerasan Seksual di Ranah Publik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-savrinadeya-hadirkan-ruang-aman-dari-kekerasan-seksual-di-ranah-publik/baca </link>
<guid> diskusi-savrinadeya-hadirkan-ruang-aman-dari-kekerasan-seksual-di-ranah-publik </guid>
<pubDate> Tue, 11 Apr 2023 11:50:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masih adakah ruang aman di ranah publik dari kekerasan seksual? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diskusi-savrinadeya-hadirkan-ruang-aman-dari-kekerasan-seksual-di-ranah-publik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PI2Y7maGwo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diskusi Savrinadeya: Hadirkan Ruang Aman dari Kekerasan Seksual di Ranah Publik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Masih Adakah Ruang Aman di Ruang Publik? Itulah tajuk diskusi yang diangkat Savrinadeya Support Group pada Minggu (9/4) kemarin. Diskusi yang membahas terkait ruang aman dari kekerasan seksual itu dihelat di Kedai Kanigara, Samarinda.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa), tercatat sebanyak 1.191 kasus kekerasan seksual dalam berbagai bentuk telah terjadi di Kalimantan Timur dalam rentang waktu 2022 hingga Maret 2023. Berkaca pada data tersebut, Kota Samarinda menduduki peringkat pertama di Kaltim dengan jumlah yang cukup tinggi, yakni 498 kasus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi publik tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kasus kekerasan seksual. Kegiatan ini sejalan pula dengan Savrinadeya yang vokal</span><span>&nbsp;</span><span>terhadap isu gender, mental, dan membantu korban kekerasan seksual.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Davynalia Putri sebagai pemantik pertama dari Savrinadeya mengatakan bahwa definisi ruang aman yang sebenarnya tidak hanya merujuk pada tempat geografis. Ungkapnya, ranah personal adalah pengalaman atau hal-hal yang dilakukan oleh individu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagaimana kita menempatkan kepercayaan, lingkungan yang tidak seksis dan mendiskriminasi adalah ruang aman yang sebenarnya,&rdquo; tutur Davynalia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejatinya, jaminan terhadap rasa aman merupakan hak konstitusional yang diatur dalam&nbsp;</span><span>Dasar&nbsp;</span><span>Negara Republik Indonesia yakni Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya dalam Pasal 28 G Ayat (1) yang berbunyi:&nbsp;</span><span>&ldquo;<em>Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuai yang merupakan hak asasi</em>.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aturan hukum tersebut telah menunjukkan bahwa hukum positif di Indonesia telah mengatur dan memberikan jaminan atas rasa aman untuk setiap orang. Namun, pada kenyataannya, negara tidak benar-benar mengimplementasikan aturan tersebut. Itu dapat dilihat dari masih minimnya regulasi pemulihan untuk korban kekerasan, tidak adanya kepastian atas ruang yang aman, serta keamanan korban.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah diskusi tersebut, hadir pula Muhammad Al Fatih, mahasiswa FISIP 2022 yang juga merupakan anggota Satgas PPKS Unmul. Ia turut menyoroti pentingnya kesadaran dalam membangun ruang aman di ranah publik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seperti yang kita lihat, banyak dosen yang menormalisasi kekerasan seksual, dan dosen yang melindungi temannya sebagai pelaku seolah urusan akreditasi lebih penting daripada korban,&rdquo; ucap Fatih.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Minimnya kesadaran dalam hal ini merupakan salah satu pemicu langgengnya kekerasan seksual dewasa ini. Hal tersebut menunjukkan pentingnya membangun komunitas atau tempat-tempat yang aman bagi korban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menarik lebih jauh benang merahnya, pelanggengan kekerasan ini juga terjadi akibat pola pikir primitif dari masyarakat itu sendiri yang menempatkan posisi perempuan berada di bawah laki-laki dan hanya menempatkan kaum perempuan sebagai objek semata.&nbsp;</span><span>Catcalling&nbsp;</span><span>atau bentuk pelecehan seksual di ruang publik yang biasanya terjadi di jalanan atau fasilitas umum lainnya juga kerap terjadi akibat pola pikir tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adinda Rahmadhani, mahasiswi FISIP 2022 turut mengemukakan pendapatnya. Ia menilai bahwa banyak pelaku kekerasan yang berasal dari lingkup kecil kita sendiri, misalnya ayah atau paman. Perwakilan dari Perempuan Mahardhika ini sebut kurangnya edukasi seksual sejak dini turut andil dalam nihilnya ketersediaan ruang aman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hal ini menyebabkan khususnya anak-anak akan mencari tahu lewat pornografi yang jelas sangat berbahaya,&rdquo; sebut Adinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berpendapat bahwa edukasi seks sejak dini penting ditanamkan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual. Di ranah kampus sendiri, yang notabenenya merupakan lingkungan yang berisi orang-orang intelektual yang paham atas permasalahan lingkungan dan sosial pun tak luput dari maraknya kekerasan seksual.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika melakukan bimbingan skripsi misalnya. Kekerasan seksual dapat berpotensi untuk terjadi karena adanya interaksi sosial yang intens antara dosen dan mahasiswa, sehingga dosen dapat memetakan korbannya, bahkan hingga merencanakan tempat untuk melakukan kekerasan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di ranah kampus ini belum terwujud ruang aman. Masih banyak yang acuh tak acuh, dan itu dilanggengkan bukan hanya oleh oknum, tapi juga lewat peraturan. Supaya terwujud ruang aman, maka perlu dobrakan melalui edukasi seksual,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendekati penghujung diskusi, Davynalia kembali mengutarakan pendapatnya. Menurutnya, kekerasan seksual bukan hanya menjadi tanggung jawab kelompok tertentu, tetapi masalah yang harus ditangani bersama. Ketika kesadaran sudah secara masif muncul, diharapkan dapat merubah sistem penundukan yang ada.</span></p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Dinda menegaskan bahwa saat ini, sudah bukan waktunya untuk menanyakan apakah ruang aman sudah tercipta, namun inilah saatnya menciptakan ruang aman itu sendiri. <em><strong>(srf/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Aksi Lanjutan, Aliansi Mahakam: Jawaban Anggota DPRD Masih Normatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-aksi-lanjutan-aliansi-mahakam-jawaban-anggota-dprd-masih-normatif/baca </link>
<guid> gelar-aksi-lanjutan-aliansi-mahakam-jawaban-anggota-dprd-masih-normatif </guid>
<pubDate> Wed, 12 Apr 2023 13:38:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak puas dengan hasil unjuk rasa, Aliansi Mahakam rencanakan akan kembali sambangi DPRD Kaltim Mei mendatang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-aksi-lanjutan-aliansi-mahakam-jawaban-anggota-dprd-masih-normatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ysbznUYIIX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Aksi Lanjutan, Aliansi Mahakam: Jawaban Anggota DPRD Masih Normatif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Aliansi Mahakam kembali melakukan aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Kaltim pada Rabu (12/4) sore tadi. Agenda ini merupakan aksi lanjutan dari unjuk rasa yang sebelumnya digelar pada Kamis (6/4) lalu. Menjelang pukul tiga sore, terpantau puluhan mahasiswa dari berbagai lembaga telah berada di lokasi dan melakukan orasi politik.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="http:// https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-uu-cipta-kerja-aliansi-mahakam-sambangi-kantor-dprd-kaltim/baca">Tolak UU Cipta Kerja, Aliansi Mahakam Sambangi Kantor DPRD Kaltim</a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/tolak-uu-cipta-kerja-aliansi-mahakam-sambangi-kantor-dprd-kaltim/baca)."></a><br></p><p style="text-align: justify;">Masih membawa 4 tuntutan yang sama, semangat puluhan massa aksi tetap membara untuk menyuarakan aspirasi masyarakat menyoal UU Cipta Kerja dan tambang ilegal di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Ilham Maulana selaku Humas Aksi menyebut menurunnya jumlah massa diakibatkan oleh beberapa faktor. Mulai dari momentum bulan puasa, mendekati tanggal cuti nasional hingga sejumlah kampus di Samarinda yang telah memasuki jadwal libur kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami membuat <em>schedule</em> pasca aksi minggu lalu. Kami sudah membuat evaluasi dan rencana tindak lanjut. Kami sudah membuat undangan terbuka kepada BEM di kaltim untuk terlibat,&quot; tandasnya.</p><p><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d5500189f5056042b9c08009446a1ef8c4dd93e9.jpg" style="width: 832px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul empat sore perwakilan DPRD Kaltim keluar menemui para demonstran disertai sejumlah aparat kepolisian yang berjaga. Fraksi Partai Golkar Komisi Satu dan Wakil Ketua Pansus Investigasi Pertambangan Kaltim, Muhammad Udin klaim DPRD Kaltim siap bergabung dengan gerakan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sebutnya DPRD Kaltim terus menyampaikan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Sementara perihal tambang ilegal, ungkapnya itu bukanlah ranah dari DPRD.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Berkaitan dengan UU Cipta Kerja. Kami sampaikan terus menerus melalui perwakilan kita juga. Karena kami DPRD Provinsi punya perwakilan di DPR RI bahwa kami menolak UU Cipta Kerja.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terkait tambang ilegal, perlu digarisbawahi di dalamnya adalah pertama perizinan tambang itu ada di pusat kalau tambang resmi. Kalau untuk tambang ilegal fungsi pengawasan dan <em>controlling</em> ada di pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota ditambah aparatur penegak hukum dan lain-lain. Jadi kami mendorong aparat penegak hukum dan pemerintah provinsi dan daerah untuk segera bertindak,&quot; imbuh Udin.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Aliansi Mahakam</strong></p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e360c544bea074d633d3aaeb6a0ac3109651e6fe.jpg" style="width: 790px;"><br></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami kembali lagi hari ini kurang lebih seminggu pasca di hari pertama aksi kami, namun respons dari anggota DPRD saat ini masih mendapatkan respons normatif yang membuat kami sangat kecewa dan kurang puas dengan respons yang diberikan oleh anggota dprd,&quot; ungkap Ilham kecewa.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya anggota DPRD Kaltim membawa narasi mengawal dan bukan berarti menerima tuntutan dan penolakan dari mahasiswa. Baginya harapan mahasiswa tidaklah banyak, hanya ingin DPRD mau menerima dan juga mampu menyampaikan penolakan mereka ke pusat dan pimpinan DPRD mau menemui massa.</p><p style="text-align: justify;">Dengan tujuan utama yang masih belum terpenuhi, Ilham sebut akan kembali sambangi Kantor DPRD Kaltim dengan massa yang lebih besar. Rencana itu tuturnya akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, pada Mei mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aksi gabungan seluruh BEM universitas dan juga tidak ada batasan maupun sekat-sekat antara elemen masyarakat dan juga organisasi-organisasi baik dari BEM fakultas dan juga universitas khususnya di Kalimantan Timur dan kami juga akan mengundang untuk konsolidasi akbar.&quot; <strong>(<em>xel/khn/nkh</em>)</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seribu Wajah Ayah: Ketika Cinta dan Kasih Tak Terungkap Lewat Kata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/seribu-wajah-ayah-ketika-cinta-dan-kasih-tak-terungkap-lewat-kata/baca </link>
<guid> seribu-wajah-ayah-ketika-cinta-dan-kasih-tak-terungkap-lewat-kata </guid>
<pubDate> Thu, 13 Apr 2023 08:37:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Novel karya Azhar Nurun Ala yang menggambarkan cinta kasih seorang Ayah kepada anaknya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/seribu-wajah-ayah-ketika-cinta-dan-kasih-tak-terungkap-lewat-kata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jhwuC4ZJA4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seribu Wajah Ayah: Ketika Cinta dan Kasih Tak Terungkap Lewat Kata</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Novel Seribu Wajah Ayah ditulis oleh Azhar Nurun Ala dan diterbitkan pada tahun 2020 oleh Penerbit Grasindo. Buku ini menceritakan kisah seorang anak yang menjadi piatu di hari kelahirannya. Kesabaran dan kasih sayang seorang ayah dalam membesarkan anaknya seorang diri membuat untaian cerita pada novel ini menarik banyak pembaca. Tak heran, jika Seribu Wajah Ayah dinobatkan sebagai novel <em>best seller</em>.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulisan novel ini menggunakan sudut pandang orang kedua yang ditulis sebagai tokoh Kamu, sehingga membuat pembaca seolah menjadi tokoh utama dalam cerita. Pembaca yang tak terbiasa membaca sudut pandang orang kedua akan merasa tak biasa. Namun, tak perlu khawatir! Novel yang ditulis dengan melankolis dan penuh filosofi hidup ini dapat membuatmu berhenti sejenak untuk merenung, sebab isinya yang sarat akan makna.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap&nbsp;</span><span><em>chapter</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang diceritakan dalam novel ditulis berdasarkan foto kenangan di album foto peninggalan milik Ayahnya. Bersama tokoh Kamu di dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk mengenang kehidupan sang anak dan ayah melalui tiap&nbsp;</span><span><em>chapter</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang berisi sepuluh album foto tersebut. Memuat nasihat-nasihat keislaman yang disematkan di dalamnya, membuat novel Seribu Wajah Ayah ini&nbsp;</span><span><em>relate</em></span><span><em>&nbsp;</em>dengan kehidupan saat ini</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Singkatnya, novel ini menceritakan perihal kasih sayang seorang ayah, pengorbanan, keikhlasan, dan kehilangan. Sejatinya, tak ada kehidupan yang abadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ayah merupakan sosok tegar yang tak pernah memperlihatkan kerapuhannya kepada siapa pun. Buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca secara fisik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebuah novel yang isinya sangat padat dengan mengangkat karakter sederhana, membuat lembaran demi lembaran Seribu Wajah Ayah membuat kita merenung berkali-kali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentang cinta dan penyesalan yang datang terlambat, tentang beberapa kenangan yang hanya bisa dikenang akan tetap, seperti kutipan pada novel ini.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahwa selalu ada hal lain yang lebih bijak dari mengenang: membuat cerita baru yang lebih indah.&rdquo; -Halaman 131 <em><strong>(sya/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wadai Pembawa Rezeki </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/wadai-pembawa-rezeki/baca </link>
<guid> wadai-pembawa-rezeki </guid>
<pubDate> Fri, 14 Apr 2023 10:45:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rezeki penjual wadai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/wadai-pembawa-rezeki/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d6gPkclTuJ.png" />
					</figure>
			                <h1>Wadai Pembawa Rezeki</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dito dengan sigap menegakkan kepalanya saat mendengar suara yang sudah tidak asing bagi Dito. Suara panggilan dari seorang pedagang kaki lima yang menjual aneka macam wadai dari balik etalase beserta gerobaknya, sambil memanggil setiap pembeli yang berminat untuk membeli dagangannya. Termasuk Dito yang langsung bangkit dari teras rumah dan segera mendekati penjual itu yang seketika melayangkan senyuman tulus saat melihat Dito segera menghampirinya.</span></p><p style="text-align: justify;">Hari semakin gelap, seorang penjual wadai ini, yang Dito yakini sudah mulai menjajakannya sejak pagi tadi berkeliling kota dengan kedua kakinya yang tangguh. Rupanya penjual ini adalah seorang ibu berumur senja, dengan kondisi paruh baya, tampak tak lelah, walau keringat terus membasahi wajahnya dan matanya yang seakan tak mampu untuk berdusta dan mengatakan bahwa dirinya sudah lelah.</p><p style="text-align: justify;">Dito semakin terenyuh. Wadainya masih banyak. Sayangnya, Dito tak pernah memakannya. Ia hanya sekadar membeli, lalu membuangnya jauh ke tempat sampah. Sungguh tidak dimakannya. Dito selalu berusaha keras untuk menyuapnya ke dalam mulutnya. Sialnya, ia selalu memuntahkannya. Dito selalu membelinya setiap malam hanya karena merasa kasihan kepada penjual itu. Sampai akhirnya ia mulai meragukan rasa kasihannya itu.</p><p style="text-align: justify;">Dito langsung menerima plastik besar beserta wadainya yang telah ia beli, dan membayarnya sesuai total harganya. Dito membalas senyuman tulus yang diberikan oleh penjual itu. Tepat sebelum plastik besar itu berpindah ke tangannya, sontak ia merasakan keringat dingin, terdiam seperti mematung, saat suara penjual itu menyapa tipis dan membisiknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah kau ingin membuangnya lagi? Sama seperti hari-hari sebelumnya?&rdquo; ucap penjual itu dengan nada pelan.</p><p style="text-align: justify;">Seketika, Dito semakin terkejut dan menatap langsung matanya dengan tatapan panik. Ternyata, ibu ini mengetahuinya? Apakah dirinya telah tertangkap basah saat ini? Apakah selama ini ibu itu mengingat keberadaannya?</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mm-maaf, maksud ibu bagaimana ya?&rdquo; Dengan raut wajah Dito yang berpura-pura tak paham dengan pertanyaannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengarkan aku. Kau tak perlu segan untuk membelinya, jika hanya berakhir di tong sampah. Aku tak peduli jika jualanku tak laku. Wadai murahan ini masih bisa dinikmati oleh sekumpulan anak yang sering bermain di bawah <em>flyover</em> itu. Jadi, jika wadai ini akan kembali dibuang, saya akan kembalikan uangmu. Aku tak butuh uangmu,&rdquo; ucap penjual itu dengan tegas, dan mengembalikan uangnya dengan paksa kepada Dito. Ia tak akan menyadari bahwa perbuatannya akan berdampak seburuk itu. Seketika Dito merasa dirinya menjadi orang yang begitu sadis dengan berperilaku tidak manusiawi kepada penjual paruh baya ini</p><p style="text-align: justify;">Penjual itu bergegas pergi dan Dito segera menyusulnya. Tak lama, Dito kembali terkejut saat penjual itu membungkukkan tubuhnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih telah mengasihaniku. Kau tak perlu bersikap seperti ini lagi. Sia-sia jikalau kau terpaksa untuk bersimpati kepadaku,&rdquo; ucapnya dengan tegas, sedikit ekspresi yang lesu. Lagi-lagi, Dito hanya bisa terdiam dan menatap tubuhnya yang perlahan mulai melemah itu perlahan menghilang dari hadapannya.&nbsp;</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">Di malam berikutnya, saat lampu mulai menerangi kemacetan kota, dengan segala pertimbangannya, akhirnya Dito memutuskan untuk berangkat dan pergi mendatangi tempat yang sering didengarnya, tepat di bawah <em>flyover</em> sebagai tempat berkumpulnya anak-anak yang mengais rezeki di sekitaran lampu merah. Sesampainya di sana, ia mulai merasakan pelupuk matanya telah tergenang oleh air mata. Kemana saja dirinya selama ini. Kehidupannya bergelimang harta di saat orang-orang banting tulang untuk bertahan hidup.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dito segera menghampiri salah satu gerobak bakso dan es degan yang letaknya jauh dari kerumunan anak-anak yang mengerumuni si penjual wadai dengan berebut kue-kuenya yang dibagikan secara cuma-cuma. Ia berjalan ke arah berlawanan dengan anak-anak yang sedang bersorak dan berlarian mendekati si pedagang bakso dan es degan seusai dipanggil untuk pergi ke sana. Dito melihat si penjual wadai itu yang sedang membereskan dagangannya dan menghitung hasil jerih payahnya sejak pagi hingga matahari tenggelam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Permisi&hellip;&rdquo; sapa Dito yang membuat ibu itu syok dan berdiri sambil membungkuk memberi hormat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf ya Nak. Wadainya sudah habis.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak, Bu! Aku bukan datang untuk itu.&rdquo; Dito merasa kikuk dan gugup.</p><p style="text-align: justify;">Penjual itu menekuk alisnya dengan maksud menunjukkan rasa penasaran dengan kedatangan Dito.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perkenalkan, nama saya Dito, Bu.&rdquo; Sambil mengulurkan tangannya, dengan harapan bisa berjabat tangan langsung dengan penjual wadai itu.</p><p style="text-align: justify;">Penjual itu dengan buru-buru menyapu tangannya yang kotor dan melapnya dengan kain yang ia keluarkan dari saku celananya. Sedangkan Dito masih menunggu dan mempertahankan tangannya demi sambutan dari uluran tangan penjual itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nama saya Sumirah,&rdquo; jawabnya sambil membalas tangannya yang menyambut salamnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Begini Bu, maksud dan tujuan saya kemari adalah untuk memberitahu ibu, adik saya baru saja membuka toko roti. Saat ini dia sedang mencari pegawai baru untuk bekerja di toko itu. Jadi, saya ingin menawarkan ibu untuk bekerja di sana. Oh ya, saya akan berikan kartu nama toko ini kepada ibu. Alamatnya sudah tertera di sana. Ibu bisa pergi ke sana kapan saja saat ibu sudah siap.&rdquo; Sembari menjelaskan maksud dan tujuannya menghampiri penjual itu, Dito mengeluarkan selembar kartu nama dari saku kemejanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dilirknya Bu Sumirah yang tampak memaku. Ekspresinya berubah, sepertinya Dito sulit untuk menebak apa yang ada di dalam benaknya. Dito menelan ludahnya seperti merasakan cemas.</p><p style="text-align: justify;">Ketika usai membaca dan berpikir sejenak, seketika Bu Sumirah mengangkat kepalanya dan melihat mata Dito yang menatapnya dengan rasa khawatir. Mata itu berubah menjadi berbinar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih banyak ya, Nak. Kalau sempat, saya akan pergi ke toko itu.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wah, syukurlah. Kami tak sabar untuk bisa bekerja sama dengan ibu,&rdquo; balasnya dengan ikut merasa senang.</p><p style="text-align: justify;">Seolah Dito merasakan tangannya menggaruk kepalanya yang tiba-tiba ingin digaruk. Bu Sumirah menunduk di hadapan Dito dengan mata yang berbinar tak kunjung henti, berulang kali membaca isi dari kartu nama yang diberikan kepadanya. Dengan perasaan lega, setidaknya Dito punya keinginan untuk berubah. Mengakui kesalahannya, memperbaikinya dengan memulai perbuatan baik dari hal yang sederhana.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulis oleh Cahaya Daffa Fuadzen, mahasiswa prodi Sastra Indonesia, FIB 2020.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Libur Telah Tiba, Berikut 5 Tips bagi Kamu Mahasiswa Perantau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/libur-telah-tiba-berikut-5-tips-bagi-kamu-mahasiswa-perantau/baca </link>
<guid> libur-telah-tiba-berikut-5-tips-bagi-kamu-mahasiswa-perantau </guid>
<pubDate> Tue, 18 Apr 2023 09:14:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Simak hal-hal berikut ini agar mudik Lebaranmu lancar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/libur-telah-tiba-berikut-5-tips-bagi-kamu-mahasiswa-perantau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zbIJ4nhJ8s.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Libur Telah Tiba, Berikut 5 Tips bagi Kamu Mahasiswa Perantau</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Lebaran sudah di depan mata, para mahasiswa rantau pun tak ketinggalan untuk melepas rindu dengan keluarga dan orang-orang terkasih di kampung halaman. Biasanya, banyak dari mereka yang telah menyiapkan diri untuk melakukan perjalanan mudik ini dari jauh-jauh hari.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Eits, tapi perlu diingat. Sebelum mudik, ada beberapa hal yang harus kamu siapkan dan perhatikan, lo! Nah, berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em></span><span>rangkum tips mudik bagi kamu si mahasiswa rantau agar aman dan nyaman selama di perjalanan. Yuk, simak!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>1. Pastikan segala urusan perkuliahan telah selesai&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum mudik, kamu harus memastikan bahwa segala urusan perkuliahan telah selesai. Mulai dari jadwal kuliah hingga tugas-tugas perkuliahan. Hindari mudik saat jadwal perkuliahan masih berlangsung. Karena hal tersebut dapat memengaruhi nilaimu, dan kemungkinan besar bisa membuat kamu masuk kategori Tidak Boleh Ujian (TBU).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, kamu bisa menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan terlebih dahulu agar saat tiba di kampung halaman nanti kamu dapat berlibur dengan santai tanpa memikirkan tugas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>2. Bawalah barang seperlunya</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tips yang kedua ialah bawa barang seperlunya dan tidak berlebihan. Apalagi &nbsp;bagi kamu yang mudik dengan kendaraan roda dua. Kamu bisa membuat daftar barang yang dibutuhkan selama berada di kampung halaman, seperti pakaian secukupnya hingga oleh-oleh. Bawalah barang-barang penting yang akan kamu gunakan dan tinggalkan barang-barang yang tidak begitu kamu perlukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan membawa barang seperlunya, kamu jadi tidak repot selama perjalanan mudik dan tidak membahayakanmu dalam perjalanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>3. Perhatikan keamanan dan kebersihan indekos</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah keadaan indekos atau tempat tinggal selama berkuliah yang akan ditinggal mudik. Karena bepergian cukup lama, tentu keamanan indekos perlu diperhatikan agar kamu dapat mudik dengan tenang. Hal yang perlu dilakukan untuk menjaga keamanan indekos yaitu dengan memastikannya terkunci dengan benar dan tidak ada celah untuk masuk selama ditinggalkan. Kamu juga dapat memasang kamera pengintai untuk berjaga-jaga.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebersihan indekos juga merupakan poin penting yang perlu diperhatikan. Dengan meninggalkan indekos dalam keadaan bersih, tempat tersebut akan tetap terawat dan bebas dari bakteri pemicu penyakit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perhatikan hal-hal yang dapat memicu kebakaran. Pastikan alat elektronik tidak ada yang terhubung dengan listrik dan kompor gas dalam keadaan mati ketika kamu meninggalkan indekos.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>4. Cek dengan baik transportasi yang akan digunakan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal yang tidak kalah penting yang perlu dilakukan ketika ingin mudik adalah memastikan keadaan transportasi yang akan digunakan. Pilihlah kendaraan yang nyaman digunakan selama perjalanan mudik. Jika menggunakan transportasi umum, pastikan kamu mematuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan dan selalu waspada agar tidak kehilangan barang pribadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika menggunakan kendaraan pribadi khususnya motor, pastikan keadaannya layak dan aman untuk dikendarai. Perjalanan mudik biasanya akan memerlukan waktu berkendara yang tidak singkat. Maka penting bagi kamu untuk memastikan kendaraan tidak dalam keadaan rusak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>5. Jaga kesehatan tubuh</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain memastikan keadaan transportasi dengan baik, kamu juga perlu memastikan keadaan tubuh. Mudik akan memakan waktu yang tidak sebentar sehingga kamu perlu menyiapkan tubuh yang bugar dan sehat. Dengan keadaan tubuh yang baik, perjalanan mudik &nbsp;akan terasa nyaman. Sebaliknya, pada saat tubuh tidak sehat, mudik akan terganggu dan kamu akan mudah terserang penyakit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal yang perlu dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat ketika sedang mudik adalah dengan istirahat yang cukup dan memperhatikan makanan sehat yang kamu konsumsi. Selain itu, olahraga yang cukup juga akan membantu agar tubuhmu tetap bugar.</span></p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa tips yang dapat kamu lakukan supaya perjalanan mudikmu lancar. Jangan lupa berdoa dulu sebelum bepergian, ya! Selamat bertemu dengan orang-orang terkasih di kampung halaman! &nbsp;(<em><strong>myy/ali/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengantongi Segudang Asa bagi Tanah Air, Dua Mahasiswa Unmul Lolos Program IISMA 2023 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengantongi-segudang-asa-bagi-tanah-air-dua-mahasiswa-unmul-lolos-program-iisma-2023/baca </link>
<guid> mengantongi-segudang-asa-bagi-tanah-air-dua-mahasiswa-unmul-lolos-program-iisma-2023 </guid>
<pubDate> Wed, 26 Apr 2023 12:44:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kesuksesan dua mahasiswa Unmul dari FEB dan FKIP dalam mengikuti program pertukaran pelajar internasional IISMA 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengantongi-segudang-asa-bagi-tanah-air-dua-mahasiswa-unmul-lolos-program-iisma-2023/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SsEaYXtYJI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengantongi Segudang Asa bagi Tanah Air, Dua Mahasiswa Unmul Lolos Program IISMA 2023</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong>&nbsp;<em>Indonesian International Student Mobility Awards</em> (IISMA) tempo lalu telah mengumumkan hasil bagi peserta yang lolos setelah melalui seluruh tahapan seleksi per Sabtu (15/4). Tahun ini, Unmul kembali meloloskan mahasiswanya dalam salah satu bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) besutan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tahun 2021 menempati posisi teratas, tercatat sebanyak 7 mahasiswa mewakili wajah Unmul dalam program IISMA. Pada 2022, mengalami penurunan menjadi 6 mahasiswa. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Internasional mengonfirmasi, setidaknya ada 2 mahasiswa Unmul yang lolos di tahun ini. Masing-masing ialah Kenny Mandala Chandra Tjiang mahasiswa FEB 2021 dan Mutiara Bella Desyanda Rengganis dari FKIP 2020.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kenny mengaku salah seorang kakak tingkatnya yang lebih dulu mencicipi pengalaman berkuliah di manca negara dalam program IISMA turut membantunya dalam memberikan gambaran. Relasi tersebut tak hanya mempermudahnya dalam proses menghimpun informasi namun juga kian memantapkan niatnya untuk mendaftarkan diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal pemilihan universitas, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama negara yang ia tuju menjadi pertimbangan utamanya. Kedua, pilihan mata kuliah yang ditawarkan juga menjadi pertimbangan selanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berangkat dari pertimbangan tersebut, Kenny kemudian menjatuhkan pilihannya pada negara Irlandia. University of Galway sebagai pilihan pertama dan University College Cork di pilihan kedua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya awalnya mencari kampus di negara yang bahasa dominannya Inggris, baru&nbsp;</span><span><em>nyari</em></span><span><em>&nbsp;</em>matkul yang sesuai. Dapatnya itu di Ireland Galway dan Cork,&rdquo; jelasnya melalui pesan teks WhatsApp pada Rabu (19/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tenggat pengumpulan esai sebagai salah satu persyaratan yang mesti ia penuhi terbilang cukup singkat. Menjelang akhir pendaftaran Kenny bahkan harus mengalami gangguan pada laman IISMA sebab banyaknya calon pendaftar yang juga mengakses di waktu bersamaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasilnya, ia lolos dalam pilihan pertama dan akan mengambil empat mata kuliah. Tiga mata kuliah di antaranya serumpun dengan jurusan yang ia tekuni. Pengambilan mata kuliah inipun telah ia pertimbangkan secara matang dengan berkonsultasi pada Ketua Program Studi (Kaprodi).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama halnya dengan Bella, mahasiswi yang kerap menimba ilmu di FKIP Kampus Pahlawan ini juga lolos pada pilihan pertamanya, University of Szeged di Hungaria. Adapun untuk pilihan kedua yang ia pilih yaitu Universitas Palacky (UPOL) di Ceko.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alasan Bella memilih kedua universitas tersebut sebab lokasinya yang berada di tengah Eropa dan memungkinkan untuk memudahkannya mengunjungi negara lain. Tak hanya itu, tawaran mata kuliah yang menarik juga menjadi faktor untuk meyakinkan dirinya memilih kedua universitas tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa pertimbangan kenapa aku memilih dua universitas tersebut. Pertama, lokasi negara mereka cenderung berada di tengah Eropa, jadi akan memudahkan mobilitas kalau aku ingin ke negara lain. Kedua, mata kuliah yang ditawarkan menarik dan searah dengan jurusanku. Terakhir, universitas Szeged dan UPOL merupakan universitas terbaik di negara-negara asalnya,&rdquo; ungkapnya pada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>Selasa (18/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam memilih mata kuliah, Bella mengambil beberapa yang masih memiliki hubungan dengan jurusan yang ia jalani sekarang. Sebab sudah menjadi keinginannya untuk belajar mata kuliah yang berkaitan dengan pendidikan. Bahkan, ia juga memilih mata kuliah Psikologi sebagai bekalnya menjadi guru di masa yang akan datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Bella mengungkap, di kesempatannya kali ini ia ingin mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya sekaligus memupuk kemampuan beradaptasi dengan perkuliahan di negara asing. Hal tersebut menurutnya akan menjadi bekal yang berguna untuk mewujudkan mimpi melanjutkan pendidikan S-2 di luar negeri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tahap persiapan administrasi, Bella bahkan mulai menyiapkannya dari akhir tahun lalu untuk tes bahasa Inggris dengan menargetkan skor sesuai dengan universitas tujuannya. Sedangkan untuk tahap menulis esai, ia menyiapkan dalam kurun waktu sebulan dari waktu pendaftaran berakhir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendala terbesar yang dirasakan Bella adalah pada tahap pembuatan esai dan wawancara. Ia mengaku terdapat banyak revisi dari esai yang ia buat. Lalu, untuk tahapan wawancara, ia mengaku hanya memiliki waktu dua hari untuk persiapan. Namun, ia cukup lega sebab dirinya dibantu oleh alumni IISMA angkatan 2022 untuk mempersiapkan diri menghadapi tahap wawancara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Peranan Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai peranan Unmul dalam membantu mahasiswa yang mendaftar program IISMA, kedua mahasiswa yang lolos mengaku cukup terbantu oleh pihak kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sangat membantu sih kak, pas&nbsp;</span><span><em>interview&nbsp;</em></span><span>kita bahkan diberikan&nbsp;</span><span><em>coaching</em></span><span>, kalo perlu <em>nanya</em> bisa langsung ditanya. Pokoknya&nbsp;</span><span><em>the best</em></span><span>&nbsp;sih, kemarin Unmul,&rdquo; jelas Kenny</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari sisi lain, Bella mengaku pihak kampus menyokongnya dalam segi informasi dan mendampinginya dalam proses penulisan esai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Peran Unmul cukup membantu karena informasi yang diberikan sangat akurat dan cepat. Selain itu, Unmul juga memberikan pendampingan dalam pembuatan esai. Jadi, esai aku juga sempat di&nbsp;</span><span><em>proofread&nbsp;</em></span><span>oleh dosen KUI Unmul yang masukannya sangat membantu,&rdquo; ungkap Bella.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ekspektasi hingga Harapan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, keduanya juga mengantongi sejumlah ekspektasi yang sudah mereka bayangkan akan didapatkan dari negara-negara tujuan universitas mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun nantinya Bella ingin mempelajari perbedaan adat dan budaya yang akan dihadapi oleh masyarakat Hungaria. Harapnya, dirinya sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris bisa semakin mahir dalam bahasa tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, ia turut berkeinginan untuk bisa berbagi ilmu dan berharap mahasiswa lain bisa berjuang untuk berkesempatan menjadi mahasiswa yang lolos dalam program IISMA di tahun selanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Kenny secara spesifik menargetkan untuk mempelajari perbedaan sistem pendidikan di negara tujuan untuk kemudian ia terapkan sisi positif yang berhasil diperolehnya di kemudian hari.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya penginnya liat perbedaan <em>education&nbsp;</em>sih, bedanya education di Irlandia sama di Indonesia itu gimana, dan juga saya rencana mau ikut <em>club debate</em> di sana. Dari situ juga pengin liat mekanisme debatnya itu seperti apa. Kalau memang bagus, saya inginnya sih bawa mekanisme baru gitu untuk dipelajari oleh teman-teman debat saya,&rdquo; harap Kenny. <em><strong>(ord/sky/tha/ems/nkh).</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Beat Diabetes 2023 dalam Rangka Hari Kesehatan Dunia 2023 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/beat-diabetes-2023-dalam-rangka-hari-kesehatan-dunia-2023/baca </link>
<guid> beat-diabetes-2023-dalam-rangka-hari-kesehatan-dunia-2023 </guid>
<pubDate> Wed, 26 Apr 2023 13:32:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FK mengadakan seminar tentang diabetes untuk memeringati Hari Kesehatan Dunia 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/beat-diabetes-2023-dalam-rangka-hari-kesehatan-dunia-2023/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SYLUKpDU8z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Beat Diabetes 2023 dalam Rangka Hari Kesehatan Dunia 2023</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu pada Selasa (4/4) kemarin, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran melalui Kementerian Luar Negeri (Lugri), Kajian Strategis dan Advokasi (Kastrad) serta Pengabdian Masyarakat (Pengmas) mengadakan kerja sama dengan Nutrifood dalam bentuk Seminar Kesehatan dengan topik utama Diabetes Melitus.</p><p style="text-align: justify;">Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dilangsungkan di Taman Lampion Garden Samarinda ini tidak hanya berisi sesi edukasi melalui seminar kesehatan namun juga diisi dengan sesi lomba cerdas cermat seputar mitos atau fakta mengenai diabetes.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://www.sketsaunmul.co/upload/post/21b9a4c3fa040988b4308cdf09083344c7670a1d.jpg" style="width: 300px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Edukasi juga dimaksimalkan lewat pembagian brosur mengenai bahaya diabetes melitus yang dibagikan oleh Kastrad BEM FK Unmul. Antusiasme diperlihatkan dari peserta yang mayoritasnya merupakan komunitas-komunitas awam yang peduli akan kesehatan, salah satu komunitas yang hadir ialah UKM Olahraga Polnes.</p><p style="text-align: justify;">Pada kegiatan seminar kesehatan ini, sesi edukasi dibawa oleh Dr. dr. Suwandari Paramita, M. Kes. Dalam edukasinya beliau menjelaskan bahwa &quot;Diabetes merupakan penyakit yang mengintai segala usia. Diabetes dapat dicegah dengan memantau kadar gula yang dikonsumsi setiap hari, hal sederhana yang dapat diterapkan ialah mengatur pola makan yang tepat dan sesuai serta harus mengubah pola gaya hidup yang lebih sehat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh Shinta Dwie Lestari, Staf Kementerian Luar Negeri BEM FK Unmul.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perpustakaan Unmul Kembali Berlakukan Jam Operasional hingga Malam, Pihak Keamanan Berharap Ada Tambahan Jumlah Personel </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perpustakaan-unmul-kembali-berlakukan-jam-operasional-hingga-malam-pihak-keamanan-berharap-ada-tambahan-jumlah-personel/baca </link>
<guid> perpustakaan-unmul-kembali-berlakukan-jam-operasional-hingga-malam-pihak-keamanan-berharap-ada-tambahan-jumlah-personel </guid>
<pubDate> Thu, 27 Apr 2023 11:43:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jam operasional Perpustakaan Unmul diperpanjang dari pukul 08.00 hingga 21.00 WITA </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perpustakaan-unmul-kembali-berlakukan-jam-operasional-hingga-malam-pihak-keamanan-berharap-ada-tambahan-jumlah-personel/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OHZwIwGxpM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perpustakaan Unmul Kembali Berlakukan Jam Operasional hingga Malam, Pihak Keamanan Berharap Ada Tambahan Jumlah Personel</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Perpustakaan Unmul kembali membuka layanan di malam hari. Ini bukan kali pertama penambahan jam operasional diberlakukan. Sebelumnya, layanan ini sudah pernah diterapkan sejak tahun 2019 silam.</span></p><p style="text-align: justify;">Senin hingga Jumat, Perpustakaan Unmul mulai beroperasi dari pukul 08.00 sampai 21.00 WITA. Sementara itu seluruh pelayanan akan tutup pada akhir pekan dan hari libur nasional.</p><p style="text-align: justify;">Melansir dari akun Instagram resmi <em>@perpustakaan_unmul</em>, disebutkan bahwa terdapat tiga layanan yang dibuka hingga malam hari. Ketiganya adalah layanan sirkulasi dan unggah karya tulis di lantai dua, serta layanan skripsi, tesis, dan disertasi di lantai tiga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> pun berkesempatan untuk berbincang dengan Sadli Yudistira selaku Staf Bagian Kepegawaian Perpustakaan Unmul. Terangnya, ihwal penambahan jam operasional ini diinisiasi dari kebutuhan mahasiswa Unmul itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak sebelum Covid, sebelum Unmul mendapat akreditasi A, sudah ada jam layanan tambahan sejak tahun 2019 karena kebutuhan mahasiswa (pemustaka) dan buka secara daring 2 kali 24 jam,&rdquo; terang Sadli ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Jumat (14/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ketika bulan Ramadan, jam operasional perpustakaan hanya buka dari pukul 08.00 hingga 16.30 WITA saja, mengingat adanya ibadah salat tarawih. Aturan ini berlaku sampai dengan tanggal 18 April 2023.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sadli berharap, Perpustakaan Unmul bisa terus berinovasi agar dapat fleksibel mengikuti perkembangan zaman dan didukung pula dengan adanya anggaran dana dari rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat ini, Perpustakaan Unmul akan membuat <em>e</em>-<em>book&nbsp;</em>dan karya tulis digital. Kami berharap, anggaran (untuk perpustakaan) dapat ditingkatkan lagi sesuai dengan anggaran yang tercatat di rektorat,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal perihal keamanan perpustakaan, awak <em>Sketsa&nbsp;</em>turut mewawancarai salah satu petugas keamanan Perpustakaan Unmul pada Senin (18/4) lalu. Kepada <em>Sketsa</em>, Andi (bukan nama sebenarnya) mengaku bahwa saat ini hanya terdapat tiga petugas keamanan yang berjaga di dalam perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk di luar perpustakaan ada satgas khusus dari rektorat. Petugas keamanan setiap 30 menit sekali berkeliling menjaga perpustakaan,&rdquo; terang Andi.</p><p style="text-align: justify;">Ungkapnya, upaya yang dilakukan untuk mengamankan barang-barang milik perpustakaan Unmul adalah dengan memperhatikan keamanan fisik di perpustakaan. Pihak perpustakaan pun turut menggandakan sistem keamanan dengan memasang kamera CCTV di seluruh ruangan.</p><p style="text-align: justify;">Hambatan tak luput dirasakan oleh petugas keamanan. Kepada awak <em>Sketsa</em>, Andi turut mengeluhkan kurangnya personel petugas keamanan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita hanya beranggotakan tiga orang, jadi terkadang kewalahan untuk menjaga perpustakaan yang sangat besar ini,&rdquo; keluhnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, pihak kampus dapat segera menambah jumlah petugas keamanan agar pengamanan perpustakaan Unmul menjadi lebih efektif dan efisien.</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> pun tak ketinggalan untuk mewawancarai mahasiswa Unmul. Mereka adalah Andika Widianto, mahasiswa asal &nbsp;FMIPA dan Chintya Akni, mahasiswi asal FKIP.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, keduanya berpendapat bahwa dengan adanya pemberlakuan jam operasional di malam hari, mahasiswa jadi punya lebih banyak waktu untuk mengakses buku dan literatur dari perpustakaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Menurut saya, (pemberlakuan jam operasional di malam hari) ini bagus karena mungkin mahasiswa yang memiliki kesibukan di siang hari atau jadwal kuliah yang padat dapat memanfaatkan adanya jam malam untuk mengakses layanan perpustakaan. Mahasiswa juga bisa mengambil bahan bacaan yang ia perlukan pada malam hari,&quot; tutur Chintya ketika diwawancarai secara daring oleh <em>Sketsa&nbsp;</em>pada Sabtu (15/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa, keduanya berharap dengan adanya layanan operasional di malam hari, perpustakaan Unmul dapat meningkatkan akses terhadap sumber belajar dan informasi, serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi waktu bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, terutama bagi mahasiswa yang terbiasa belajar pada malam hari. <strong><em>(ems/una/snr/fby/dre)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sebenarnya Aku Selalu Rindu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sebenarnya-aku-selalu-rindu/baca </link>
<guid> sebenarnya-aku-selalu-rindu </guid>
<pubDate> Fri, 28 Apr 2023 07:21:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerinduan yang tak pernah habis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sebenarnya-aku-selalu-rindu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NOvpOvx9ly.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sebenarnya Aku Selalu Rindu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Aku selalu ingin, saat itu aku selalu lupa</p><p>Keringat yang menjelajah lekuk tubuh ini</p><p>Berbuah alasan.</p><p>Mengapa aku tak dapat bercengkrama dengannya?</p><p>Barangkali aku sering keliling kota,</p><p>Berbagai pohon menghindariku dari radiasi alam,</p><p>Jelas tugas ini lebih melelahkan dari janji ketenteraman.</p><p><br></p><p>Aku terlupa saat musik yang kudengar,</p><p>Membuatku ada pada musim semi Eropa</p><p>Berbeda saat sajak indah yang diturunkannya,</p><p>Terbayang kepedihan di Neraka yang memberikan trauma.</p><p>Sudah cekat mulut ini menyisit sajaknya</p><p>Saat kerjaan, tanggungan, dan tugas datang,</p><p>Saat itu tembakau berhasil menguasai mulutku.</p><p><br></p><p>Kerjaan memberiku izin untuk pulang.</p><p>Langit menurunkan matahari, saat itu juga suara panggilannya sangat jelas.</p><p>Aku baru tiba, pakaian tak menemukan rumahnya.</p><p>Saat seperti itu, gelap menyerang mataku.</p><p>Tak ada suara yang berhasil mengganggu seseorang yang asik menjelaja dalam gelap.</p><p><br></p><p>Jika nanti ia bertanya, mengapa hari ini aku tak menerima teleponnya</p><p>Akan kusuruh ia membaca alasanku pada bait pertama.</p><p><br></p><p><em><strong>Ditulis oleh Aditya Fahrul Setiawan, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB Unmul 2021.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PMM Unmul 2023: Sempat Absen, Kini Siap Menyambut 200 Mahasiswa dari Luar Daerah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pmm-unmul-2023-sempat-absen-kini-siap-menyambut-200-mahasiswa-dari-luar-daerah/baca </link>
<guid> pmm-unmul-2023-sempat-absen-kini-siap-menyambut-200-mahasiswa-dari-luar-daerah </guid>
<pubDate> Fri, 28 Apr 2023 07:27:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kembali menjadi Perguruan Tinggi penerima di PMM 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pmm-unmul-2023-sempat-absen-kini-siap-menyambut-200-mahasiswa-dari-luar-daerah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0neTXHUI8C.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>PMM Unmul 2023: Sempat Absen, Kini Siap Menyambut 200 Mahasiswa dari Luar Daerah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pendaftaran Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan 3 telah resmi dibuka sejak 28 Maret hingga 2 Mei 2023 mendatang. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa jenjang D-3, D-4, dan S-1 untuk mengikuti pembelajaran selama satu semester di lebih dari 200 Perguruan Tinggi Penerima (PT Penerima).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah absen pada 2022, Unmul kembali menjadi Perguruan Tinggi Penerima dan Pengirim PMM. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (19/4) lalu, Adi Pramono selaku penanggung jawab PMM Unmul menyampaikan bahwa kini kampus yang menjadi Pusat Unggulan Studi Tropis sudah memasuki tahun kedua dalam mengikuti Program Mahasiswa Merdeka (PMM).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi MBKM itu ada 9 program, salah satunya Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini. Sebenarnya ini sudah tahun kedua Unmul ikut. Pertama di 2021, kemudian 2022 kita absen, lalu 2023 kita masuk lagi. Jadi ini sebenarnya sudah tahun ketiga unmul masuk PMM itu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PMM sendiri terbagi menjadi dua proses yakni&nbsp;</span><span><em>inbound</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan&nbsp;</span><span><em>outbound</em></span><span>.&nbsp;</span><span><em>Inbound</em></span><span><em>&nbsp;</em>ditujukan untuk mahasiswa dari luar Unmul dan dapat belajar di Unmul selama satu semester.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk&nbsp;</span><span><em>inbound</em></span><span>, tahun ini Unmul membuka kuota 200 mahasiswa peserta yang terbagi dalam 9 &nbsp;fakultas dan 11 program studi. Sebaliknya,&nbsp;</span><span><em>outbound&nbsp;</em></span><span>merupakan kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Unmul untuk dapat belajar di kampus lain dengan kuota yang tidak terbatas.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa yang memilih <em>outbond</em> maupun <em>inbound</em> berhak mendapatkan konversi mata kuliah maksimal sebanyak 20 SKS,&quot; papar Adi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Unmul memang bukan satu-satunya Perguruan Tinggi di Kalimantan yang mengadakan PMM. Akan tetapi, Unmul menjadi satu-satunya PT yang membuka&nbsp;</span><span><em>inbound</em></span><span><em>&nbsp;</em>maupun&nbsp;</span><span><em>outbound</em></span><span>,&rdquo; sambungnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun PMM mempunyai modul kegiatan dengan dua tema. Salah satunya yakni modul nusantara. Modul nusantara ini merupakan suatu program perkuliahan yang nantinya dapat diakses oleh mahasiswa yang mau belajar di Unmul dan nantinya dapat sembari mempelajari sosial budaya, sejarah, dan lain sebagainya di kawasan Kalimantan Timur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat dua tema modul &nbsp;yang ditawarkan. Pertama, Membingkai Keragaman dalam Persatuan dan Keharmonisan melalui Jejak Budaya Kalimantan Timur. Kedua, Menenun Persatuan dengan Keharmonisan Keragaman Budaya Kalimantan Timur.<br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa luar yang ingin belajar di Unmul juga harus mengikuti jadwal perkuliahan yang sudah ditetapkan, yakni pada Senin sampai Jumat. Mereka akan mengikuti mata kuliah sesuai program studi yang dipilih di Unmul. Kemudian, pada Sabtu dan Minggu mereka akan mengikuti modul nusantara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Salah satu kegiatan modul nusantara itu, ya, nanti kita ajak ke Pampang, ke Museum Mulawarman, dan yang pasti kita ajak juga ke IKN untuk mengenal ibu kota baru.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adi turut menginformasikan bahwa animo mahasiswa yang mendaftarkan diri di program PMM ini cukup tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemarin waktu saya cek ada sekitar 1.400-an yang sudah mendaftar di PMM secara nasional. Cuman, pada 2021 itu yang masuk di pulau Kalimantan sekitar 500-an mahasiswa, dan Unmul termasuk yang paling besar menerima karena pada 2021 itu terdapat sekitar 127 orang dari 500-an mahasiswa yang belajar di Kalimantan,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>T</strong><strong>anggapan Mahasiswa Unmul yang Sempat Mengikuti&nbsp;</strong></span><span><strong><em>Outbond</em></strong></span><span><strong><em>&nbsp;</em>PMM</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di sisi lain, <em>Sketsa</em> turut mewawancarai mahasiswa Unmul yang sempat menjadi salah satu peserta <em>outbond</em> PMM di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada periode sebelumnya yakni Rani Rahayu. Dirinya mengaku turut senang mengetahui bahwa tahun ini Unmul kembali menjadi universitas penerima PMM.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku pribadi senang Unmul akhirnya buka PMM&nbsp;</span><span><em>inbound&nbsp;</em></span><span>lagi tahun ini. Soalnya, kan, di tahun kemarin enggak buka. Alasannya karena fakultas-fakultas di Unmul masih pada belum siap menerima dulu. Lalu, kemarin juga sibuk pemilihan rektor baru,&rdquo; tutur Rani&nbsp;</span>pada Selasa (18/4).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Rani merupakan mahasiswa yang pernah mengikuti program PMM&nbsp;</span><span><em>outbound</em></span><span>. Ia &nbsp;menilai Unmul sangat cocok menjadi universitas penerima mahasiswa PMM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semua calon anak PMM itu kalau milih universitas tujuan pasti yang dicari biasanya universitas yang namanya besar dan akreditasinya bagus. Nah, Unmul masuk banget kriteria itu, tahun kemarin aja banyak yang mengincar Unmul. Namun, sayangnya enggak buka di tahun lalu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rani pun berharap agar kuota fakultas yang dibuka pada pelaksanaan PMM nantinya dapat diperbesar lagi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari daftar yang diserahkan Unmul itu dikit banget fakultas yang buka kuota mahasiswa. Bahkan FISIP enggak ada sama sekali, padahal FISIP, kan, lumayan banyak Prodi yang ada di dalamnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin untuk ke depannya, informasi terkait PMM bisa lebih disosialisasikan lagi ke mahasiswa internal Unmul itu sendiri. Karena aku pribadi sebagai anak Unmul yang ikut PMM tahun lalu mencari <em>tau&nbsp;</em>info sendiri,&rdquo; harapnya. <strong><em>(zea/jpg/kya/sya/ems)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Temputn, Legenda Masyarakat Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung yang Jarang Diketahui </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/temputn-legenda-masyarakat-suku-dayak-benuaq-dan-dayak-tunjung-yang-jarang-diketahui/baca </link>
<guid> temputn-legenda-masyarakat-suku-dayak-benuaq-dan-dayak-tunjung-yang-jarang-diketahui </guid>
<pubDate> Sat, 29 Apr 2023 08:31:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah-kisah masyarakat Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung yang penuh dengan makna historis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/temputn-legenda-masyarakat-suku-dayak-benuaq-dan-dayak-tunjung-yang-jarang-diketahui/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4JNlEYAkCZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Temputn, Legenda Masyarakat Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung yang Jarang Diketahui</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kemajemukan masyarakat Indonesia telah menganugerahkan bangsa ini dengan ratusan cerita rakyat berupa kisah legenda, maupun mitos dari berbagai macam suku bangsa. Cerita-cerita seperti Malin Kundang dari Sumatera Barat yang mengajarkan pentingnya menghormati orang tua hingga Sangkuriang yang mengisahkan asal-usul Gunung Tangkuban Perahu dari Jawa Barat mungkin sudah tidak asing di telinga kita.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak ketinggalan, Kalimantan Timur juga menyimpan sejumlah cerita rakyat, lo! Dari sekian banyak suku bangsa yang tersebar di Kalimantan Timur,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>telah merangkum beberapa legenda asal Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua suku ini berbagi beberapa aspek kebudayaan yang sama. Salah satunya adalah&nbsp;</span><span><em>temputn</em></span><span>, tradisi oral berupa mitos yang dilantunkan saat upacara-upacara adat seperti&nbsp;</span><span>Kuangkai</span><span>&nbsp;(upacara kematian) dan juga&nbsp;</span><span><em>Nalitn Tautn</em></span><span>&nbsp;(upacara memohon panen yang melimpah).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan kepercayaan asli masyarakat Benuaq dan Tunjung,&nbsp;</span><span><em>temputn</em></span><span><em>&nbsp;</em>bukanlah cerita &ldquo;biasa&rdquo; layaknya&nbsp;</span><span><em>intotn</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang masih diragukan apakah nyata atau hanya khayalan belaka.&nbsp;</span><span><em>Temputn</em>&nbsp;</span><span>adalah legenda masyarakat Benuaq dan Tunjung. Mitos tersebut menceritakan tentang penciptaan langit dan bumi, hingga asal-usul kematian serta asal-usul roh-roh yang mendiami dunia masyarakat Benuaq dan Tunjung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>Temputn</em><em>&nbsp;</em>sendiri kemungkinan berasal dari kata <em>putn</em><em>&nbsp;</em>yang berarti batang pohon. Simbol dalam arti kata <em>temputn</em><em>&nbsp;</em>senada dengan kisah yang seringkali menceritakan tentang silsilah keluarga, seperti dalam cerita <em>Temputn Langit Tana</em><em>,</em> kisah penciptaan langit dan bumi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Temputn</em></span><span><em>&nbsp;</em>memiliki makna yang mendalam. Lantunan&nbsp;</span><span><em>temputn</em></span><span><em>&nbsp;</em>tak hanya menemani masyarakat dalam melakukan upacara adat yang berlangsung selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan, akan tetapi juga bertujuan untuk memanggil roh-roh dengan persembahan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka meyakini bahwa ritual pemanggilan arwah tersebut mampu membantu kehidupan sehari-hari, seperti memohon panen yang melimpah atau kesehatan. Penyebutan nama dan silsilah roh-roh ini tidak boleh sembarangan. Malapetaka akan terjadi jika&nbsp;</span><span><em>temputn</em>&nbsp;</span><span>dilantunkan dengan salah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat banyak sekali&nbsp;</span><span><em>temputn</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang mewarnai kehidupan masyarakat Benuaq dan Tunjung. Berikut merupakan beberapa cerita rakyat yang&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;telah rangkum khusus untukmu!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Temputn Langit Tana</em>, Penciptaan Langit dan Bumi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penciptaan langit dan bumi dalam suku Benuaq dan Tunjung dimulai dengan keadaan yang sangat hampa dan lebih gelap dari malam yang tergelap. Hanya ada sebuah elang bernama Beniak Lajang Langit yang seakan-akan ditunggangi oleh sebuah roh bernama Wook Ngesok. Di sini, dua keluarga telah tinggal selama delapan generasi di masing-masing pundak Wook Ngesok. Imang Mengkelayakng dan Lolang Kintang adalah generasi kedelapan dari masing-masing keluarga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kehidupan dan kisah cinta yang tragis dari Imang Mengkelayakng dan Lolang Kintang mengawali penciptaan langit dan bumi dalam <em>Temputn&nbsp;</em><em>Langit Tana</em>. Merasa sudah tidak memiliki apa-apa, mereka memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di tangan Wook Ngesok yang seakan membentuk jurang yang saling berhadapan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka berdua saling bertatapan di masing-masing tangan. Mereka berdiri dan saling bertukar cerita. Akhirnya, keduanya memutuskan untuk menikah dan membangun rumah yang menjembatani jurang tempat mereka bertemu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Waktu berlalu dan mereka dikaruniai banyak anak. Salah satunya adalah Seniang Olo, roh Matahari dan juga Seniang Bintakng, Bintang yang tidak terhingga. Rumah mereka pun makin sesak dan tangisan anak-anak mereka tak pernah berhenti. Mereka akhirnya meminta pertolongan kepada keluarga mereka dan roh-roh lain untuk membangun tempat yang lebih luas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pejadiq Bantikng Langit, Peretikaq Bantikng Tuhaq memerintahkan keluarga Imang Mengkelayakng untuk menyiapkan bahan membangun langit dan keluarga Lolang Kintang untuk membangun bumi. Perlahan-lahan, langit dan bumi pun tercipta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>T</strong></em><strong><em>emputn Mate,&nbsp;</em>Asal Usul Kematian</strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kisah tentang asal-usul kematian dimulai dengan ketamakan sebuah kepala desa bernama Mukng Melur. Mukng memiliki segalanya: tujuh istri, kerbau sebanyak jumlah batu yang ada di riam, tombak sebanyak rumput ilalang, hingga kambing sebanyak buah langsat. Segala hal yang ada di dunia bisa ia miliki.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suatu hari ketika ia sedang bersantai di depan rumahnya bersama istri-istrinya, dua di antara mereka berkata bahwa ada satu hal yang tidak Mukng miliki, yakni&nbsp;</span><span><em>bulau mate</em>,</span><span>&nbsp;emas kematian. Seketika Mukng merasa gusar karena ada satu hal yang tidak ia miliki. Mukng merasa bahwa segala tanah yang ia miliki hanya sebesar sepundak tanah dan langit mengecil seukuran piring kayu. Mukng bertekad untuk memiliki&nbsp;</span><span><em>bulau mate</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demi mencari&nbsp;</span><span><em>bulau mate</em></span><span>, Mukng berkelana ke desa-desa lain, namun hasilnya nihil. Mukng makin gusar karena ada satu hal yang tidak ia miliki. Pada kali ketujuh ia berkelana, Mukng menemui Jarukng Taman Tokah yang mengatakan bahwa dirinya bodoh karena sebenarnya salah satu istrinya, Ineq Ile, tahu di mana letak<em>&nbsp;</em></span><span><em>bulau mate</em></span><span>. Mendengar hal ini, Mukng kegirangan dan bergegas kembali ke desanya. Segala kerisauan, kegusaran, kemarahan yang ia miliki seketika hilang bagaikan orang yang baru saja memenangkan undian karena ia tahu, sebentar lagi ia akan mendapatkan&nbsp;</span><span><em>bulau mate</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah kembali ke desanya, Mukng berdebat dengan Ineq Ile untuk memberitahu di mana ia bisa memperoleh&nbsp;</span><span><em>bulau mate</em></span><span>. Perdebatan lama berlangsung, namun Ineq Ile akhirnya mengalah. Ritual kematian Mukng dimulai dengan memanggil&nbsp;</span><span><em>Mantiq&nbsp;</em></span><span>(bangsawan) agung dari langit. Lantunan gong, tangisan, drum mewarnai ritual kematian Mukng.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlahan-lahan, penampilan Mukng berubah. Rambutnya rontok sedikit demi sedikit, giginya berjatuhan, fisiknya mulai rapuh selama ritual berjalan. Istri-istrinya memohon kepada Mukng untuk menghentikan ritual ini. Tetapi, Mukng marah dan berkata bahwa ia harus memiliki&nbsp;</span><span><em>bulau mate</em></span><span>. Akhirnya, ia tidak bisa melakukan apa-apa selain merasakan sakit dan terbaring diam. Di tengah kesakitan ini, Mukng mengutuk keturunannya agar mengalami nasib yang serupa dengannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mukng hanya dapat terbaring lemas dan belum mendapatkan&nbsp;</span><span><em>bulau mate</em></span><span>&nbsp;yang sangat ia dambakan. Demi memenuhi keinginannya, ia dibawa ke ayah Ineq Ile, Tatau Konraakng Laakng yang menyimpan&nbsp;</span><span><em>tana putus mate</em></span><span>, tanah dimana manusia dibentuk dan&nbsp;</span><span><em>ape bungan tana</em></span><span>, tanah yang mengakhiri kematian. Ketika semua sudah dikumpulkan, Konrakkng Laakng memanggil Sencelaokng Wook. Sencelaokng Wook mengangkat pedangnya dan memotong napas Mukng.&nbsp;</span><span><em>Bulau mate</em></span><span>&nbsp;akhirnya menjadi milik Mukng Melur.</span></p><p style="text-align: justify;">Nah, itulah beberapa kumpulan <em>temputn&nbsp;</em>suku Benuaq dan Tunjung. Kedua <em>temputn&nbsp;</em>ini hanyalah sebagian dari banyaknya kebudayaan suku Benuaq dan Tunjung di Kalimantan Timur. Kisah selengkapnya dapat kamu baca melalui buku bertajuk Temputn karya Michael Hopes, Madrah, dan Kaarakng. Bagaimana, tertarik untuk membacanya? <em><strong>(mar/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Mahakam 2 Gelar Aksi, Tuntut Pencabutan UU Ciptaker dan Menolak Tegas Komersialisasi Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-2-gelar-aksi-tuntut-pencabutan-uu-ciptaker-dan-menolak-tegas-komersialisasi-pendidikan/baca </link>
<guid> aliansi-mahakam-2-gelar-aksi-tuntut-pencabutan-uu-ciptaker-dan-menolak-tegas-komersialisasi-pendidikan </guid>
<pubDate> Tue, 02 May 2023 10:46:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahakam 2 gelar aksi pencerdasan dalam rangka menyambut Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-2-gelar-aksi-tuntut-pencabutan-uu-ciptaker-dan-menolak-tegas-komersialisasi-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7eNPBaM7z3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Mahakam 2 Gelar Aksi, Tuntut Pencabutan UU Ciptaker dan Menolak Tegas Komersialisasi Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Peringati Hari Buruh Internasional (May Day) dan menuju Hari Pendidikan Nasional, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahakam 2 menggelar aksi pencerdasan di kawasan Jalan M. Yamin. Aksi kali ini dilaksanakan tepat di depan Gerbang Utama Unmul pada Senin (1/5) lalu. Massa yang didominasi oleh mahasiswa Unmul ini terpantau berkumpul di titik aksi pada pukul lima sore.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya menyampaikan orasi-orasi politik, aliansi turut membagikan selebaran yang berisi sejumlah kajian tuntutan. Humas Aliansi Mahakam 2, Maulana menyebut bahwa aksi tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat memahami makna di balik May Day.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setidaknya, ada empat hal yang menjadi sorotan. Di antaranya adalah menuntut pencabutan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), menghapus&nbsp;</span><span><em>outsourcing</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan menolak upah murah minimum kerja, mengesahkan Rancangan Undang-undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT), hingga berhenti melakukan praktik komersialisasi pendidikan di Indonesia. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di Hari Buruh ini, kita tetap gaungkan (tuntutan untuk) mencabut UU Ciptaker, seperti kawan-kawan di luar daerah pun banyak juga yang masih menggaungkan terkait pencabutan UU Ciptaker.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hal ini karena undang-undang tersebut mencakup ke semua lingkup, baik di kaum buruh di lingkup lingkungan dan juga lain-lainnya,&rdquo; sambung Maulana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menuju peringatan Hari Pendidikan Nasional, para demonstran turut menyuarakan keluhan akan tingginya biaya mengakses pendidikan dari tahun ke tahun. Massa aksi menilai, pendidikan merupakan lokomotif pembaruan bangsa yang tidak seharusnya dikomersialisasikan. Hal tersebut sejalan dengan kehadiran pendidikan yang turut berkontribusi dalam melahirkan peradaban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita berharap bahwasanya pendidikan itu tidak menjadi ladang bisnis bagi segelintir pihak, karena pendidikan itu menjadi aspek yang sangat penting, terkhususnya untuk membangun negeri ini,&rdquo; seru Muhammad Iqbal, salah satu demonstran yang juga merupakan mahasiswa Teknik Informatika 2020.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tanpa adanya pendidikan, pastinya negeri ini susah dibangun, karena peradaban itu salah satunya pasti lahir dari pendidikan.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Memasuki pukul enam sore waktu setempat, aksi ditutup dengan kembali membacakan poin tuntutan oleh demonstran. Aksi kali ini ditutup kala hujan yang mengguyur lokasi turun cukup deras. <strong><em>(xel/ara/sky/dre)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tidak Ada Akhir Pekan Tanpa Perjuangan Kelas Pekerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tidak-ada-akhir-pekan-tanpa-perjuangan-kelas-pekerja/baca </link>
<guid> tidak-ada-akhir-pekan-tanpa-perjuangan-kelas-pekerja </guid>
<pubDate> Wed, 03 May 2023 11:46:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjuangan dan realita kelas pekerja hari ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tidak-ada-akhir-pekan-tanpa-perjuangan-kelas-pekerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Hw3gIJ7pIq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tidak Ada Akhir Pekan Tanpa Perjuangan Kelas Pekerja</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>Keadilan bukanlah hadiah dari langit&nbsp;</em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Tetapi sesuatu yang diperjuangkan&nbsp;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>- Anonymous</em></span></p><p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana awal munculnya libur akhir pekan?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan itu mencuat di kepala saya ketika menjalani studi di Uni Emirat Arab beberapa tahun lalu. Di sana, libur akhir pekan berlangsung pada Jumat dan Sabtu. Lalu, Minggu adalah hari pertama dalam memulai pekan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Obrolan bersama guru agama saya menjawab sedikit rasa penasaran saya. Ia mengatakan, pada awalnya Jumat memang merupakan hari libur bagi umat Islam. Hal itu sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad di salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Jumat adalah hari raya umat Islam. Itulah mengapa terdapat sebuah ibadah khusus pada Jumat, yaitu salat Jumat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebuah jurnal yang disusun oleh Brad Beaven dari University of Portsmouth</span><span>&nbsp;memperjelas itu. Setiap umat beragama (khususnya agama Samawi), mempunyai hari liburnya sendiri yang dipakai untuk beribadah. Umat Yahudi pada Sabtu (yang dikenal sebagai hari Sabat), sementara itu umat Kristiani pada Minggu, di mana mereka beribadah pada Minggu pagi di gereja. (Beaven, 2013)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari-hari raya yang sifatnya keagamaan tersebut merupakan fenomena yang berjalan secara normal pada era agraris, di mana mayoritas masyarakat bekerja dengan cara bertani dan berkebun. Kemunculan industri pada abad ke-19 mengubah pola kerja masyarakat. Berbeda dengan kegiatan bertani dan berkebun yang sifatnya cenderung kolektif (meski tak di semua tempat), industri menuntut para pekerjanya dalam waktu kerja yang cenderung eksploitatif. Bekerja tujuh hari dalam seminggu, dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Tujuannya, seperti yang pernah dipaparkan oleh Marx, adalah akumulasi kapital.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kenyataan tersebut jelas memicu reaksi dari para pekerja. Di Inggris, salah satu tempat revolusi industri bermula, muncul dua gerakan yang menentang ini. Gerakan pertama memunculkan sesuatu yang bernama Saint Monday (Senin Suci), di mana pekerja mendapatkan hari libur pada Senin. Gerakan kedua menuntut hari libur pada Sabtu dan Minggu (meskipun gerakan ini awalnya hanya menuntut setengah hari kerja pada &nbsp;Sabtu) (Jacobin, 2018). Gerakan kedua lebih meraih popularitas karena sesuai dengan hari ibadah pemukim Kristiani dan imigran Yahudi yang menduduki Inggris.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait jam kerja, Robert Owen, salah satu aktivis sosialisme, menginisiasi penuntutan atas pengurangan jam kerja menjadi 8 jam. Mayoritas industri saat itu mempekerjakan pekerjanya 12 hingga 14 jam dalam sehari. 8 jam pun dianggap menjadi pembagian yang ideal, di mana 24 jam dalam sehari dibagi menjadi tiga; 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk rekreasi, 8 jam untuk beristirahat&nbsp;</span><span>(Debs, 1911)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gerakan-gerakan tersebut tentu tidak diterima begitu saja. Proses agitasi, demonstrasi, hingga pemogokan pekerja kemudian memaksa negara dan perusahaan menghadirkan regulasi terkait jam dan hari kerja. Berawal dari Inggris, kemudian menyebar di daratan Eropa dan Amerika. Libur akhir pekan dan 8 jam kerja pun menjadi sebuah kebijakan yang universal. Terlepas dari perbedaan di negara-negara Timur Tengah yang meliburkan pada Jumat dan Sabtu (bukan Sabtu dan Minggu). Libur dua hari dalam seminggu menjadi sesuatu yang dijalani mayoritas negara di dunia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua itu tidak didapatkan secara cuma-cuma, tetapi melalui perjuangan dan pengorbanan darah dan air mata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Libur Hanya Sehari dalam Perppu Cipta Kerja</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2/2022 tentang Cipta Kerja memberikan peluang dan legalitas terhadap eksploitasi pekerja. Dalam Pasal 79 Perppu Cipta Kerja mengatur 6 hari kerja dan libur sehari dalam seminggu. Peraturan tentang 5 hari kerja memang tidak ditiadakan dan dimuat dalam pasal yang sama. Namun, keberadaan pasal yang membolehkan 6 hari kerja memberikan kesempatan perusahaan untuk memangkas libur akhir pekan bagi para pekerjanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Argumentasi bahwa terdapat pengurangan jam kerja menjadi 7 jam bagi mereka yang bekerja 6 hari seminggu juga tidak relevan. Dalam pasal 77, memang disebutkan bahwa waktu kerja maksimal 40 jam kerja dalam seminggu. 7 jam untuk 6 hari kerja dan 8 jam untuk 5 hari kerja. Akan tetapi, pasal itu tidak memasukkan jeda waktu istirahat dan makan siang dalam jam kerja tersebut. Artinya, yang berlaku sebenarnya di lapangan adalah 8 jam untuk 6 hari kerja, dan 9 jam untuk 5 hari kerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keberadaan Perppu Cipta Kerja pun patut dipertanyakan. Perppu ini hadir setelah sebelumnya peraturan yang sama dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karena dinyatakan cacat formil. Segera setelah keputusan MK tersebut hadir, Perppu Cipta Kerja dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Aswanto, Wakil Ketua MK yang berperan dalam menganulir UU Cipta Kerja pun dicopot dan diturunkan secara paksa oleh DPR RI. (Detik, 2022)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Libur akhir pekan dan jam kerja manusiawi yang telah diperoleh, justru akan dirampas kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Flexploitation</em></strong></span><span><strong><em>&nbsp;</em>dan Kenyataan Kelas Pekerja Hari Ini</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Standing (2013) berpendapat bahwa terdapat sebuah &lsquo;kelas baru&rsquo; (</span><span><em>class in the making</em></span><span>) pasca revolusi industri 4.0 dengan transformasi digital sebagai ciri khas industri pada era ini. &lsquo;Kelas baru&rsquo; ini disebut sebagai &lsquo;</span><span><em>precariat</em></span><span>&rsquo;. Kehadiran&nbsp;</span><span><em>precariat&nbsp;</em></span><span>dominan pada industri kreatif seperti desainer, penulis, artis, dan programmer. Ciri khas&nbsp;</span><span><em>precariat&nbsp;</em></span><span>adalah kemampuan untuk menentukan upah dan jam kerja sendiri, juga status setara antara pekerja dan pemberi kerja. Kata kuncinya; fleksibilitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekilas, persoalan jam dan hari kerja seolah-olah menjadi dongeng masa lalu. Apa yang saya paparkan dari awal tulisan ini seperti tidak lagi relevan. Bukankah para pekerja sektor ini dapat bekerja kapan dan di mana saja?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Faktanya, tren fleksibilitas ini justru menghadirkan sebuah gaya eksploitasi baru. Eksploitasi berkedok fleksibilitas ini kerap disebut sebagai&nbsp;</span><span><em>flexploitation</em></span><span><em>&nbsp;</em>(SINDIKASI, 2021).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai contoh adalah status sebagai &lsquo;kontributor&rsquo; yang marak dilakukan oleh perusahaan media hari ini, bahkan perusahaan media besar sekalipun. Bukannya gaji pokok per bulan sebagai pekerja tetap, upah diberikan per tulisan yang dimuat. Kesan awal memang fleksibel. Tidak ada tuntutan untuk menyetor tulisan per hari/minggu. Namun karena ketidakberdayaan dalam menentukan upah, pekerja model ini justru bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan harian. Sebab, upah per tulisan cenderung kecil (25 ribu hingga 35 ribu per tulisan). Tren ini dimanfaatkan oleh beberapa media nasional terhadap wartawan-wartawannya di daerah.&nbsp;</span><span>(Remotivi, 2021)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal serupa terjadi terhadap banyak desainer dan illustrator. Revisi tak kunjung tuntas, sementara itu tenggat waktu yang diberikan kadang tak masuk akal.&nbsp;</span><span><em>Invoice</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang diberikan pun sering kali telat cair, apalagi jika pemberi kerja adalah pihak perusahaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kerja fleksibel hanya ilusi, yang ada justru eksploitasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang menjadi masalah utama adalah, kelas pekerja di sektor ini cenderung tidak sadar terhadap keberadaannya sebagai kelas pekerja. Kelas ini cenderung menganggap dirinya sebagai seorang &lsquo;profesional&rsquo;. (Whiteboard Journal, 2019) &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apalagi, sejak Orde Baru terdapat penyempitan makna terhadap kata &lsquo;buruh&rsquo;. Buruh dianggap hanya mereka yang bekerja di pabrik dan perkebunan. Mereka yang bekerja di perkantoran adalah &lsquo;karyawan&rsquo;. (SINDIKASI, 2022) Kelas pekerja kreatif bahkan menamakan dirinya dengan sebutan lain; yaitu&nbsp;</span><span><em>freelance</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal, baik mereka yang bekerja di pabrik, kantor, ataupun industri kreatif kesemuanya adalah buruh. Semuanya adalah bagian dari kelas pekerja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka tulisan ini saya harap dapat menjadi panggilan untuk semua kelas pekerja; buruh pabrik, buruh perkebunan, petani, karyawan SCBD, pekerja <em>agency</em>, ojek <em>online</em>, desainer, ilustrator, animator, artis indie, pekerja <em>event organizer</em>, guru, dosen, admin media sosial,&nbsp;</span><span><em>customer service</em></span><span>, pekerja film, pembantu rumah tangga, pekerja sablon, serta pekerjaan-pekerjaan jenis lain yang mungkin tak dapat saya sebutkan satu per satu. Sudah saatnya menghilangkan sekat antar sektor kelas pekerja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kelas pekerja, bersatulah!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ditulis oleh Muhammad Al Fatih, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2022 sekaligus anggota Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif (SINDIKASI).&nbsp;</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Luncurkan Fitur Companion Mode, Kini WhatsApp Bisa Diakses Hingga 4 Ponsel Sekaligus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/luncurkan-fitur-companion-mode-kini-whatsapp-bisa-diakses-hingga-4-ponsel-sekaligus/baca </link>
<guid> luncurkan-fitur-companion-mode-kini-whatsapp-bisa-diakses-hingga-4-ponsel-sekaligus </guid>
<pubDate> Thu, 04 May 2023 11:54:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> WhatsApp meluncurkan fitur Companion Mode yang memungkinkan penggunaan hingga 4 ponsel </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/luncurkan-fitur-companion-mode-kini-whatsapp-bisa-diakses-hingga-4-ponsel-sekaligus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4nqoJbYdZi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Luncurkan Fitur Companion Mode, Kini WhatsApp Bisa Diakses Hingga 4 Ponsel Sekaligus</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Baru-baru ini, WhatsApp meluncurkan fitur <em>Companion Mode</em> yang memungkinkan penggunanya untuk menambatkan satu nomor atau satu akun WhatsApp ke empat ponsel sekaligus, yakni satu ponsel utama dan maksimal tiga ponsel pendamping.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fitur multi-ponsel ini sudah tersedia dalam WhatsApp versi non-beta 2.23.7.78 dan akan tersedia untuk semua akun WhatsApp dalam beberapa minggu ke depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fitur ini merupakan kemajuan dari fitur sebelumnya yang hanya mengizinkan satu akun WhatsApp tertaut pada satu ponsel dan tiga perangkat pendamping non-ponsel seperti WhatsApp&nbsp;</span><span><em>desktop</em></span><span>, tablet, atau <em>web</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mulai hari ini, Anda dapat masuk ke akun WhatsApp yang sama hingga empat ponsel,&rdquo; tulis Mark Zuckerberg, pemilik WhatsApp di laman Facebook miliknya pada Selasa (25/4) lalu. Laman resmi WhatsApp turut mengonfirmasi hal serupa pada Rabu (26/4). Klaimnya, fitur ini sangat dinantikan oleh para pengguna.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cara untuk mengaktifkan fitur ini terbilang sederhana. Pengguna WhatsApp dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada perangkat ponsel utama, buka aplikasi WhatsApp (pastikan sudah dalam versi terbaru)</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Klik ikon titik tiga di bagian kanan, lalu pilih &quot;Perangkat tertaut&quot;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Buka kunci pada perangkat</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Klik &ldquo;Tautkan perangkat&rdquo;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Arahkan kamera ke QR Code yang muncul dari ponsel pendamping&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ponsel pendamping secara otomatis tersambung ke akun WhatsApp perangkat utama.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan hadirnya fitur ini, pengguna dapat mengakses ponsel pendamping dan langsung melanjutkan pesan terakhir dari ponsel utama tanpa perlu melakukan&nbsp;</span><span><em>log in</em>&nbsp;</span><span>ulang. Pengguna pun tak perlu khawatir sebab riwayat pesan sebelumnya masih tetap tersimpan. Tentunya, hal ini akan mempermudah jika ponsel utama sedang dalam kondisi mati atau mengalami gangguan lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>mencoba mewawancarai sejumlah mahasiswa Unmul untuk meminta tanggapannya. &nbsp;Respons positif datang dari Miswar, mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2020. Dirinya mengaku setuju dan menyambut dengan baik fitur baru tersebut ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Rabu (3/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menilai bahwa fitur baru tersebut mempermudah dirinya dan mampu menjadi&nbsp;</span><span><em>back up</em>&nbsp;</span><span>apabila salah satu ponsel miliknya sedang rusak tanpa perlu mengkhawatirkan hilangnya riwayat pesan dan berbagai dokumen penting yang tersimpan di WhatsApp.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Miswar turut menanggapi terkait pernyataan bahwa masalah privasi akan semakin rentan akibat fitur baru tersebut. Menurutnya, hal tersebut bergantung pada kebijakan masing-masing pengguna dalam memanfaatkan fitur tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setahu saya, WhatsApp sejauh ini aman-aman saja selama saya gunakan. Kecuali jika di-</span><span><em>hack</em></span><span><em>&nbsp;</em>oleh orang yang tidak bertanggung jawab tanpa sepengetahuan kita,&rdquo; tutur Miswar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Nur Sukma Almira Yasmin kurang setuju mengenai fitur baru tersebut. Ia menilai bahwa dampak negatif dari kebijakan&nbsp;</span><span><em>multi device</em></span><span>&nbsp;ini lebih banyak dibanding dengan dampak positifnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu akan semakin mudah untuk melakukan hal-hal yang akan menimbulkan masalah nantinya,&rdquo; ucap Yasmin</span><span>&nbsp;</span><span>ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Rabu (3/5) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, jika tujuan dari kebijakan baru tersebut adalah kemudahan dalam mengirim pesan, tanpa fitur baru pun, masyarakat telah merasakan kemudahan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, mahasiswi prodi Sastra Inggris 2020 ini turut mempertanyakan soal efektivitas jaminan keamanan</span><span>&nbsp;</span><span>yang disediakan dari fitur baru berupa sidik jari. Ia menyatakan bahwa hal tersebut kurang efektif akibat banyaknya penelitian mengenai sidik jari</span><span>&nbsp;</span><span>yang dapat dengan mudah diretas. &nbsp;Ia merasa bahwa hal tersebut belum mampu meminimalisir dampak negatif apabila fitur&nbsp;</span><span><em>m</em><em>ulti device</em>&nbsp;</span><span>diaplikasikan pada pengguna</span><span>&nbsp;</span><span>WhatsApp.</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk kebijakan sekelas <em>multi device</em> pakai <em>fingerprint&nbsp;</em>sebagai dalih untuk meminimalisir dampak negatifnya, saya rasa kurang efektif, ya. Terlalu sibuk membuat kebijakan baru sampai lupa bahwa hal-hal yang sudah ada itu juga perlu solusi yang lebih solutif lagi,&rdquo; kuncinya. <strong><em>(sya/zrt/ord/ali/dre)</em></strong></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sesuk: Kisah Keluarga Berbalut Pengalaman Menegangkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/sesuk-kisah-keluarga-berbalut-pengalaman-menegangkan/baca </link>
<guid> sesuk-kisah-keluarga-berbalut-pengalaman-menegangkan </guid>
<pubDate> Fri, 05 May 2023 09:39:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah seorang anak sulung yang harus mandiri di tengah kesibukan orang tua </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/sesuk-kisah-keluarga-berbalut-pengalaman-menegangkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oRHryuE3Xa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sesuk: Kisah Keluarga Berbalut Pengalaman Menegangkan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong>&nbsp;<em>Dia bisa ke mana pun dia mau, tidak bisa dikurung. Dia bisa pergi kapan pun dia ingin pergi, tidak ada pintu, dinding, yang bisa menahannya. Jangan dibicarakan, jangan dibahas, jangan diganggu. Maka mereka tidak akan mengganggu kita. Sesuk.</em></span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">P</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">enggalan dari novel dengan judul Sesuk memberikan gambaran kisah menegangkan yang dialami oleh Gadis, sang tokoh utama pada buku tersebut. Kisahnya bermula pada saat keluarganya memutuskan untuk pindah dari rumahnya yang berada di pusat kota ke sebuah rumah besar di lereng bukit dekat desa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk desa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kepindahan keluarganya bukan tanpa alasan. Kesibukan orang tuanya berakibat pada sebuah kejadian fatal. Ragil, adik bungsunya, terjatuh dari lantai dua rumah mereka akibat dari keteledoran sang ibu. Untungnya, Ragil berhasil selamat. Karena itulah sang ayah memutuskan memulai hidup baru bersama sang ibu, Gadis, serta dua adiknya, Bagus dan Ragil.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Kepindahan keluarga Gadis menjadi gerbang pembuka kisah-kisah menegangkan yang akan dialami oleh anak perempuan berumur dua belas tahun itu. Banyak hal janggal yang dialami oleh Gadis selama tinggal di rumah tua itu. Mulai dari anak-anak desa yang mengatakan rumahnya angker, Bagus sang adik yang menghilang, hingga kemunculan sosok anak kecil yang diyakini oleh warga kampung sebagai pembawa malapetaka di desa tersebut.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Alur Cerita yang Tidak Mudah Ditebak</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tere Liye sebagai penulis novel Sesuk merupakan penulis novel terkenal di Indonesia yang sudah menulis hingga puluhan buku. Banyak karyanya yang terkenal bahkan diadaptasi menjadi film layar lebar. Sesuk sendiri merupakan buku kesekian yang terbit pada bulan Agustus 2022 lalu yang mengangkat tema berbeda dari novel-novel Tere Liye lainnya.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pembaca akan disuguhkan dengan pengalaman-pengalaman Gadis yang ia tulis pada sebuah buku <em>diary</em>. Pada awal cerita memang terkesan datar, namun tetap memberikan detail-detail kecil dengan kesan horor dan menegangkan. Banyak hal-hal tak terduga yang akan membawa cerita kepada sebuah penyelesaian. <em>Plot twist</em> yang muncul menjelang akhir cerita menjadi jawaban untuk hal-hal janggal yang diceritakan oleh Gadis.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>Isu Keluarga yang Masih Relevan di Masa Kini</strong></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Terlepas dari kesannya yang menegangkan, novel dengan tebal 327 halaman ini mengingatkan pada pembaca betapa pentingnya ikatan dari sebuah keluarga. Ayah dan ibu Gadis merupakan orang tua yang super sibuk. Ayahnya adalah seorang pengusaha distributor produk sedangkan ibunya merupakan seorang penyanyi sekaligus artis terkenal. Mereka yang suka bekerja hingga tak ingat waktu membuat keduanya lalai terhadap tanggung jawab mereka sebagai orang tua.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Gadis sebagai anak sulung terpaksa mengurus adik-adiknya yang masih kecil. Di umurnya yang masih belia, tak mendapat kasih sayang orang tua sepenuhnya, ia harus mengurus kedua adiknya yang setidaknya bisa mendapatkan kasih sayang darinya sebagai seorang kakak. Dalam kesabarannya dan keteguhan hatinya, Gadis juga menginginkan kasih sayang dari orang tuanya.</span><br></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Novel Sesuk mengajarkan kepada pembaca bagaimana kepedulian kita terhadap orang yang kita kasihi maupun orang lain. Jangan sampai kesenangan ataupun apa yang kita yakini merugikan orang khususnya keluarga kita. Percaya atau tidak, pertumbuhan dan perkembangan seorang anak dapat dilihat dari seberapa besar kontribusi o</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">rang tua. <em><strong>(myy/dre)</strong></em></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Dibatasi Akibat Biaya Listrik Membengkak, Dekan FT: Kemungkinan Lift akan Diaktifkan Berjadwal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-dibatasi-akibat-biaya-listrik-membengkak-dekan-ft-kemungkinan-lift-akan-diaktifkan-berjadwal/baca </link>
<guid> sempat-dibatasi-akibat-biaya-listrik-membengkak-dekan-ft-kemungkinan-lift-akan-diaktifkan-berjadwal </guid>
<pubDate> Fri, 05 May 2023 12:05:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keterbatasan penggunaan lift FT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-dibatasi-akibat-biaya-listrik-membengkak-dekan-ft-kemungkinan-lift-akan-diaktifkan-berjadwal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x4bTG7kOwD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Dibatasi Akibat Biaya Listrik Membengkak, Dekan FT: Kemungkinan Lift akan Diaktifkan Berjadwal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Baru-baru ini, lift di gedung baru Fakultas Teknik kembali beroperasi setelah beberapa waktu lalu penggunaannya dibatasi untuk umum. Sejumlah sivitas akademika pun sempat mengeluhkan pembatasan penggunaan lift tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, lift difungsikan seperti fasilitas biasa yang bisa digunakan oleh seluruh sivitas akademika. Namun, beberapa waktu terakhir lift tersebut dimatikan secara total dan hanya dinyalakan saat kedatangan tamu saja. Saat itu, lift hanya dapat digunakan untuk tamu dan penyandang disabilitas.</p><p style="text-align: justify;">Guna mendapatkan keterangan lebih lanjut, awak <em>Sketsa</em> kemudian menemui Dekan Fakultas Teknik, Muhammad Dahlan di Gedung Fakultas Teknik pada Kamis (4/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terangnya, penggunaan lift di gedung tersebut memang sudah dibatasi semenjak masa Covid-19 sebelum akhirnya dioperasikan kembali. Lift sendiri memiliki batas kapasitas tertentu. Akan tetapi, menurut keterangan Dahlan, sejumlah mahasiswa tidak mengindahkan aturan tersebut sehingga penggunaannya harus dibatasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa tidak bisa ditahan, jadi lift itu penuh sesak. Karena memang tidak bisa diberitahu, jadi dihentikan dulu sementara,&rdquo; terang Dahlan.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga membenarkan bahwa salah satu alasan yang melatarbelakangi dihentikannya penggunaan lift untuk umum adalah karena adanya kejadian tidak menyenangkan yang dialami oleh tamu. Saat itu, ada tamu penting yang tengah berkunjung dan ikut mengantri untuk menggunakan lift. Namun, mahasiswa tidak ingin mengalah sehingga tamu tersebut terpaksa harus menggunakan tangga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, masalah biaya operasional pun turut menjadi alasan di balik pembatasan penggunaan lift. Ungkap Dahlan, biaya operasional yang tinggi memaksa dirinya untuk membatasi pemakaian lift guna menghemat biaya pengeluaran listrik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;FT yang biaya operasionalnya paling tinggi, diminta berhemat. Wacananya, jika memang tidak bisa berhemat, beban listrik diserahkan ke fakultas dan itu bisa menjadi pukulan berat (bagi FT). Jadi, pembatasan lift akan dilangsungkan hingga biaya operasionalnya keluar dan mungkin nanti akan diaktifkan secara berjadwal.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Selain lift, terdapat pula beberapa fasilitas lainnya yang turut dibatasi. Seperti alat laboratorium yang harus menyala selama 24 jam. Alasannya pun serupa, yaitu untuk menghemat penggunaan listrik. Saat ini, pihaknya tengah melakukan evaluasi untuk mengetahui biaya operasional dari penggunaan listrik di seluruh fasilitas yang ada di FT.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, Dahlan mengingatkan untuk lebih bijak lagi dalam menggunakan fasilitas sesuai kebutuhan. Dahlan juga menegaskan bahwa pembatasan penggunaan lift merupakan bentuk pemeliharaan awal agar pengguna tidak gegabah sehingga fasilitas bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya termasuk orang yang punya pemikiran kalau sayang sekali jika ada fasilitas, tetapi tidak dipakai semaksimal mungkin. Namun, saya juga menegaskan jangan sampai fasilitas digunakan dengan gegabah. Kita harus berpikir jangka panjang. Saya sendiri selalu naik tangga menuju ruangan saya di lantai dua,&rdquo; tegas Dahlan.</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> pun turut mewawancarai sivitas akademika FT untuk meminta tanggapannya mengenai pembatasan penggunaan lift. Salah satunya datang dari Yanto (bukan nama sebenarnya), mahasiswa Prodi Sistem Informasi 2021. Beberapa waktu lalu, ia sempat mengalami kecelakaan yang menyebabkan dirinya kesulitan untuk berjalan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sepengetahuanku, ya, lift itu dinyalakan kadang pas ada tamu, dan iya, jadi penggunaannya terbatas. Tapi &lsquo;kan, aku kemarin sakit, jadi agak susah jalan, jadi bisa aja minta tolong satpamnya nyalakan liftnya,&rdquo; &nbsp;terang Yanto ketika diwawancarai awak <em>Sketsa</em> secara daring melalui WhatsApp pada Rabu (15/03) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan keterangan Yanto, penggunaan lift telah dibatasi selama dua tahun. Apabila memang mendesak, yang bersangkutan bisa langsung mendatangi satpam untuk meminta menyalakan lift.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yanto sendiri mengaku pembatasan lift ini dinilai memberatkan mahasiswa. &ldquo;Sangat memberatkan, ya. Capek aja gitu bolak-balik lantai &nbsp;empat. &nbsp;Mungkin dimatiin liftnya karena ada beberapa mahasiswa yang iseng. Kalau menurutku seharusnya ada CCTV atau orang yang jaga aja di dalam lift, jadi tidak bakal dimain-mainin, gitu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tanggapan lainnya datang dari Ana (bukan nama sebenarnya), mahasiswi Prodi Informatika 2020. Menurut penuturannya, saat awal pembatasan, hanya dosen dan staf akademik yang diperbolehkan menggunakan lift di gedung baru tersebut. Namun, pada akhirnya, pembatasan berlaku untuk seluruh sivitas akademika.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awal perkuliahan masih bisa dipakai seluruh mahasiswa, terus kemudian ada pemberitahuan gitu di samping liftnya, ada tempelan gitu yang bisa menggunakan lift hanya dosen dan staf akademik aja. Nah, mulai di situ udah mulai nggak bisa lagi pakai lift,&rdquo; terang Ana saat dimintai keterangan oleh awak <em>Sketsa</em> melalui pesan suara WhatsApp pada Jumat (17/03) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terus, seingat saya ada suatu kejadian gitu, ada mahasiswa yang menempelkan <em>note</em> gitu ke lift terus ternyata di <em>note</em>-nya itu ada menyinggung Dekan, jadi liftnya itu sama Dekan dimatikan aja. Jadi, semua dosen, staf akademik, dan mahasiswa itu mau naik ke atas, ya, pakai tangga,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Yanto, Ana turut menilai bahwa pembatasan tersebut sempat menyulitkan dirinya yang harus berjalan menaiki tangga menuju lantai empat, utamanya ketika ada praktikum yang mengharuskan dirinya pergi ke lantai tiga dan empat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lumayan melelahkan, ya, apalagi kalau ada kelas di lantai empat itu sampai kelas pasti capek, tapi syukurnya (Prodi) Informatika jarang ada kelas di lantai empat, yang paling sering itu yang Prodi Arsitektur. Kasihan mereka harus naik ke lantai empat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ana berharap penggunaan lift tersebut dapat digunakan kembali oleh seluruh sivitas akademika seperti sediakala.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya mahasiswa, dosen FT pun turut merasa terkendala dari pembatasan penggunaan lift tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sangat terkendala, Dek. Dan kalau ditanya, saya tidak setuju dengan pembatasan ini. Karena <em>schedule</em> saya di hari yang sama menggunakan lantai tiga di gedung yang berbeda,&rdquo; ungkap Andi Tejawati, salah satu dosen FT saat diwawancara awak Sketsa melalui pesan WhatsApp pada Jumat (17/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut keterangan Andi, tidak ada pemberitahuan resmi mengenai pembatasan penggunaan lift ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya secara pribadi, tidak pernah ada info mengenai kebijakan pembatasan pengguna lift. Dari grup dosen pun sepertinya tidak ada. Entah, kalau untuk dosen lain. Lift yang di laboratorium pernah terbuka, karena memang Pak Dekan tidak tahu. Begitu Pak Dekan tahu, langsung dikunci lagi. Lift ini yang biasa dipakai untuk seminar skripsi mahasiswa, jadi selalu digunakan. Untuk praktikum mahasiswa juga banyak di gedung ini,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Andi pun menentang keras pembatasan penggunaan lift ini. Selain karena kendala harus naik turun tangga, ia beranggapan bahwa mahasiswa juga berhak atas fasilitas kampus yang ada karena mereka sudah membayar UKT <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">sebagaimana mestinya. <em><strong>(mlt/ner/opi/fza/dre/ems)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menapaki Perjuangan Marsinah Membela Hak Buruh dalam Diskusi Perspektif Gender </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menapaki-perjuangan-marsinah-membela-hak-buruh-dalam-diskusi-perspektif-gender/baca </link>
<guid> menapaki-perjuangan-marsinah-membela-hak-buruh-dalam-diskusi-perspektif-gender </guid>
<pubDate> Mon, 08 May 2023 11:32:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FISIP adakan diskusi bertajuk Menolak Lupa Suara Marsinah dan Perjuangan Pekerja Perempuan Saat Ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menapaki-perjuangan-marsinah-membela-hak-buruh-dalam-diskusi-perspektif-gender/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eTvp6hooZ8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menapaki Perjuangan Marsinah Membela Hak Buruh dalam Diskusi Perspektif Gender</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sejarah Hari Buruh di Indonesia menyimpan banyak kisah perjuangan para buruh demi menerima hak mereka dengan layak. Polemik buruh dari masa ke masa tak kunjung usai, terkhusus lagi pada buruh perempuan. Marsinah sebagai salah satu perempuan yang memperjuangkan hak buruh di Indonesia merupakan contoh nyata bagaimana sulitnya perjuangan para buruh di Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari halaman&nbsp;</span><span><em>Kompas.com</em>,</span><span>&nbsp;pada tahun 1884 silam, sejarah perjuangan buruh internasional bermula pada saat Federation of Organized Trades and Labour Union</span><span>&nbsp;</span><span>mengadakan konvensi di Chicago mengenai kondisi para pekerja. Pada masa itu, ribuan pria, wanita, dan anak-anak meninggal setiap tahunnya karena bekerja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Upaya demonstrasi pun turut dilakukan. Pada tanggal 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja dari 13.000 perusahaan keluar dari pekerjaan mereka di seluruh negeri. Hingga akhirnya pada tahun 1889, sebuah federasi internasional kelompok sosialis dan serikat buruh menetapkan 1 Mei sebagai hari untuk mendukung para pekerja, yakni Hari Buruh Internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gerakan buruh di Tanah Air juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Indonesia pertama kali merayakan hari buruh internasional pada tanggal 1 Mei 1920. Kala itu, para buruh melakukan aksi mogok kerja demi memperjuangkan hak-hak mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Marsinah adalah salah satu pejuang hak buruh yang menjadi pelopor semangat buruh dalam memperjuangkan haknya. Ia merupakan seorang aktivis dan buruh &nbsp;perempuan yang bekerja di pabrik arloji, yakni PT Catur Putra Surya (CPS) di Porong, Sidoarjo ketika era orde baru pada tahun 1993.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tahun 1992, pemerintah mengeluarkan keputusan Menteri Ketenagakerjaan No. 50 Tahun 1992 tentang besaran upah minimum Provinsi Jawa Timur, yaitu sebesar Rp. 2.250 perbulan dari Rp. 1.700 per bulan. &nbsp;Menindaklanjuti hal tersebut, Marsinah bersama dua ratus buruh lainnya pun melakukan mogok kerja sebagai aksi damai menolak keputusan tersebut serta mengajukan dua belas tuntutan pada tanggal 3 hingga 4 Mei 1993.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, pada tanggal 8 Mei 1993, Marsinah ditemukan tidak bernyawa di Desa Jagong, Nganjuk, Jawa Tengah. Marsinah mengalami banyak siksaan sebelum akhirnya dibunuh. Hingga saat ini, pelaku pembunuhannya belum terungkap dan diadili sama sekali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjuangan para buruh dari masa ke masa menjadi pemantik untuk memperjuangkan hak buruh. Di Indonesia, hak buruh dalam mendapatkan sistem kerja yang layak masih menjadi problematika yang belum terselesaikan, khususnya diskriminasi terhadap buruh perempuan seperti kesenjangan upah, peran ganda perempuan, belum adanya jaminan, keamanan saat bekerja, dan masih banyak lagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Refinaya J, anggota dari Perempuan Mahardika ketika menjadi pemateri di kegiatan diskusi Perspektif Gender yang diselenggarakan oleh BEM FISIP Unmul dengan tajuk &ldquo;Menolak Lupa Suara Marsinah dan Perjuangan Pekerja Perempuan Saat Ini&rdquo; pada Sabtu (6/5) lalu. Ia mengatakan bahwa sebagian gender mengalami penindasan yang lebih berat dibandingkan gender lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kenapa bisa perempuan mengalami penindasan lebih kuat daripada laki-laki, padahal kerajaannya (kualitas kerja) pun sama. Kenapa bisa satu gender mengalami ketimpangan padahal (berada) di dalam situasi yang sama,&quot; tutur Refinaya ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Sabtu (6/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nilam Nur Cahya selaku Menteri Gender BEM FISIP Unmul menerangkan bahwa kegiatan diskusi tersebut bertujuan untuk membuka pemikiran mahasiswa terhadap perjuangan buruh perempuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perempuan mendapatkan penindasan yang lebih (buruk) dikarenakan kondisi biologis yang dimiliki, namun hal tersebutlah yang menjadikan perempuan mendapatkan berbagai bentuk-bentuk penindasan yang ada,&rdquo; ujar Nilam kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Sabtu (6/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menilai bahwa hingga kini, buruh perempuan masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Harapnya, seluruh audiens yang hadir dalam agenda tersebut dapat mengetahui bahwa terdapat sejumlah buruh perempuan yang masih memperjuangkan haknya hingga saat ini.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Agar nantinya tidak terjadi diskriminasi, harapan kami atas kehadiran teman-teman pada acara ini adalah untuk mendengarkan perspektif gender, khususnya mengenai adanya penindasan terhadap perempuan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(ysn/myy/dre)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 49 Unmul Segera Dimulai, LP2M Kembali Buka Program KKN Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-49-unmul-segera-dimulai-lp2m-kembali-buka-program-kkn-internasional/baca </link>
<guid> kkn-49-unmul-segera-dimulai-lp2m-kembali-buka-program-kkn-internasional </guid>
<pubDate> Fri, 12 May 2023 11:13:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Setelah 2018, Unmul kembali buka KKN internasional di tahun ini. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-49-unmul-segera-dimulai-lp2m-kembali-buka-program-kkn-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MM5YdJHKdg.JPG" />
					</figure>
			                <h1>KKN 49 Unmul Segera Dimulai, LP2M Kembali Buka Program KKN Internasional</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Ada yang berbeda dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul di tahun ini. Diketahui, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) Unmul membuka lima jenis KKN untuk angkatan 49 tahun 2023. Kelimanya adalah KKN Reguler, Tematik, MBKM-PUPR, KKN Internasional dan KKN Penyetaraan. Pendaftaran program tersebut telah dibuka pada tanggal 14 sampai dengan 21 April lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KKN Reguler dan Tematik sudah menjadi program yang rutin digelar setiap tahunnya. Ketua KKN Unmul 2023, Arifin Salam pada Jumat (12/5) menyebut jumlah pendaftar KKN tahun ini mencapai kurang lebih 2600 mahasiswa yang akan tersebar di sepuluh kabupaten/kota di Kaltim dan tujuh kluster.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, jumlah tersebut masih dapat berubah karena adanya kemungkinan pembatalan atau perpindahan. Sementara itu, KKN Internasional kembali digelar setelah terakhir kali diadakan pada tahun 2018 yang berlokasi di negara Thailand.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tahun-2018-lp2m-sediakan-dua-kuota-kkn-secara-gratis-ke-thailand/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tahun-2018-lp2m-sediakan-dua-kuota-kkn-secara-gratis-ke-thailand/baca">Tahun 2018, LP2M Sediakan Dua Kuota KKN Secara Gratis ke Thailand</a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Daryono, panitia KKN Internasional Unmul menuturkan bahwa diperlukan pengawalan khusus untuk mahasiswa yang mendaftar program tersebut. Pemberian informasi dengan baik terkait negara yang dituju, serta penempatan kegiatan KKN misalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, kita itu koneksinya dengan perguruan tinggi, nanti mereka yang akan membantu kita mencarikan tempat untuk KKN mahasiswa kita. Kalau waktu (KKN) barangkali nanti menyesuaikan, apakah bisa &nbsp;sama dengan reguler, ataukah lebih singkat, karena ini juga terkait dengan pembiayaan,&rdquo; terang Daryono ketika diwawancarai</span><span>&nbsp;<em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Kamis (11/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program KKN Internasional bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang ingin melakukan pengabdian di luar negeri dengan kultur budaya yang berbeda dengan Indonesia. Mahasiswa dapat belajar bagaimana cara beradaptasi, bertahan hidup, dan menghadapi perbedaan budaya itu sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, mahasiswa diharap dapat mengetahui gambaran nyata dari kehidupan dan kondisi ekonomi di negara tujuan. Lebih lanjut, KKN Internasional juga bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan mitra-mitra Unmul di luar negeri. Hal ini selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Daryono ketika ditanya mengenai tujuan program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Pertama, &apos;kan kita ingin memperkuat kolaborasi kita dengan mitra kita di luar negeri. Karena setiap kerja sama yang telah disepakati oleh rektor dan rektor itu harus diisi dengan kegiatan, nah, kegiatan itu bermacam-macam. Bisa dengan pertukaran mahasiswa, misalnya kuliah di sana satu semester atau ikut program apapun.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita punya banyak program. Ada IISMA (</span><span><em>Indonesian International Student Mobility Awards</em></span><span>), ada AECT (</span><span>A<em>ssociation of Educational and Communication Technology</em></span><span>), ada banyak macamnya. Nanti salah satu program itu bisa dipilih mahasiswa. Nah, KKN menjadi salah satu tambahan dari pilihan (program) itu,&rdquo; sambung Daryono.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal mekanisme pelaksanaan KKN, panitia KKN yang juga merupakan dosen FISIP itu menuturkan bahwa akan menyesuaikan dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, seperti masalah kemampuan bahasa hingga kemampuan finansial.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga kini, Daryono masih belum dapat memastikan dana penyokong bagi mahasiswa yang akan melangsungkan program KKN Internasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Enggak bisa memastikan seperti apa, tapi yang jelas kemungkinan besar iya, dari dana pribadi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut menjadi sebuah tantangan bagi panitia untuk meyakinkan mahasiswa yang tertarik mengikuti program tersebut. Selain itu, tantangan lain dari program KKN Internasional ini adalah kepercayaan mitra Unmul itu sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Daryono berharap, program KKN Internasional dapat konsisten berjalan setiap tahunnya serta mempererat kolaborasi antara Unmul dan mitra luar negeri. Ia turut berharap agar mahasiswa memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti program ini sehingga dapat terealisasi dengan baik serta menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, kita nanti menjadi jendela, menjadi pintu bagi adik-adik mahasiswa yang barangkali ingin punya rencana studi atau mencari pengalaman di luar negeri,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(khn/nnf/ara/myy/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Malam Hari </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/malam-hari/baca </link>
<guid> malam-hari </guid>
<pubDate> Fri, 12 May 2023 11:33:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Malam hari yang penuh keluh kesah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/malam-hari/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qHJ7Ejl4OJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Malam Hari</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Jam menunjukkan pukul 00.00, dan kau masih terjaga. Duduk di depan perangkat laptopmu yang menampilkan halaman <em>Word</em>&nbsp;putih tanpa ada sepatah kata pun terketik. Halaman itu putih dan kosong, agaknya mirip dengan hati dan pikiranmu malam ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kau meletakkan jemarimu di atas&nbsp;</span><span><em>keyboard</em></span><span>, akhirnya menari untuk menuliskan satu kata hingga terbentuk satu kalimat. Namun, kau merasa ragu, lantas menekan tombol hapus. Kembali ke awal. Lingkaran itu berputar hingga tak sadar, sudah setengah jam kau duduk. Tak ada tulisan yang berhasil kau ciptakan hari ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Frustrasi, kau mengacak-acak rambutmu yang sudah tidak rapi entah sejak kapan. Cangkir teh yang kau siapkan untuk menemani malam pun sudah habis, sementara belum ada tulisan yang kau selesaikan. Dadamu sesak, kepalamu pening. Sebuah dinding tak kasat mata menghalangi inspirasimu untuk mengalir bebas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Merasa tak ada yang bisa kau tulis, akhirnya kau menutup laptop. Namun, kau belum beranjak dari tempat duduk ketika layar itu sudah menghitam. Diam. Pelan kau meletakkan kepalamu yang sudah terlalu berat itu di atas meja. Matamu terpejam, setetes air mata jatuh. Tangisan layaknya hujan, intensitasnya bertambah seiring berjalannya waktu. Tanpa sadar, kau sudah terisak begitu saja di atas meja belajar. Kamarmu yang sepi akhirnya terusik oleh suaramu yang mengindikasikan kelelahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Impianmu adalah menjadi penulis beken. Melahirkan berbagai judul yang dicintai oleh banyak penggemar. Sudah difilmkan, dibaca sekian juta orang, kalimat yang kau impikan hadir di setiap sampul tulisanmu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Impianmu adalah melahirkan karakter demi karakter yang akan dicintai banyak orang. Menuliskan cerita yang akan merubah hidup banyak orang. Banjir pujian. Ingin melihat karyamu bersanding dengan karya penulis kondang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, pada akhirnya impian dan mimpi itu tidak bisa mengalahkan realita. Kau sudah menulis banyak hal, tapi tak ada satu pun penerbit yang mau meminang ceritamu.&nbsp;</span><span><em>Viewers</em>&nbsp;</span><span>yang tercatat paling banyak hanya tiga digit di platform&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>, dan malam ini, kau mencoba untuk menulis lagi. Namun, kau gagal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Impianmu itu dicerca banyak orang. Hanya menjadi penulis tidak akan memberikan apa-apa, kata mereka. Kau berusaha tutup telinga, tetapi kau juga merasakan ada sebuah fakta di antara kalimat itu. Selama ini kau menulis hingga larut, tetapi&hellip; apakah semuanya berbuah hasil yang kau inginkan? Penerbit selalu menolak tulisanmu dengan segala macam alasan. Kau semakin hari semakin tua, banyak tuntutan dari banyak arah. Orang tuamu pun menyuruhmu untuk menyerah saja, dan memilih pekerjaan yang jelas. Seperti menjadi pegawai sipil yang monoton dengan gaji yang sesuai UMR kota kau tinggal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu saja kau menolak. Namun, semakin kau bertambah usia, semakin kau menyadari bahwa hidupmu tak akan menentu jika terlalu idealis. Entah sudah berapa banyak contoh mereka yang gagal menempuh&nbsp;</span><span><em>passion&nbsp;</em></span><span>yang sudah dipaksakan kepadamu hanya untuk membuatmu sadar. Dunia itu kejam untuk mereka yang bermimpi setinggi angkasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Motivasimu semakin lama semakin memudar. Ratusan ide yang sudah kau kumpulkan bertahun-tahun menguap seperti bekas air hujan di daerah kering. Tak akan datang dalam waktu dekat lalu menghilang dengan cepat. Bayangan masa lalu ketika kau yang masih polos dengan lantang menyebut penulis adalah cita-cita terbesarmu lewat, semakin menambah sesak di dadamu. Tak bisa terpikirkan betapa kecewanya dirimu kecil ketika melihat kau yang sekarang, meringkuk dalam kesedihan tanpa satu pun karya yang tercipta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kau masih tenggelam dalam tangisan. Suaramu meminta tolong pada siapa pun yang ada di kamar sunyi ini. Kau lelah. Kau tidak tahan. Apakah impianmu itu terlalu sulit untuk diraih? Kau bertanya dalam hati. Kau mendekap tubuhmu yang bergetar, lalu dirimu bertanya pertanyaan yang sama setiap harinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apakah aku punya masa depan?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Angka di jam ponselmu menunjukkan pukul 00.15 saat kau menyalakannya. Tangisanmu berhenti. Matamu sedikit perih setelah mencurahkan kesedihanmu. Kau menarik napas lalu mengeluarkannya dengan perlahan. Jantungmu yang berdebar kencang mulai kembali ke ritme normal. Meskipun sedikit pusing, kau mengangkat kepalamu lagi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pandanganmu mengarah ke laptop yang sudah kau tutup sebelumnya. Setelah memantapkan hati, kau kembali membuka perangkat di hadapanmu. Tanpa menyia-nyiakan waktu, kau segera menulis segala hal yang 15 menit lalu kau rasakan. Tak terasa, tiga halaman telah kau lewati. Apakah kau merasa bangga? Tak ada yang mengetahui jawabannya bahkan dirimu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekali lagi kau menatap layar dengan sepasang mata merahmu. Ada sedikit perasaan lega setelah merekam semuanya dalam bentuk tulisan. Apakah ini akan menjadi karya perdanamu? Apakah tulisan ini akan mendekam di laptopmu hingga bertahun-tahun?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekali lagi, pertanyaanmu tidak menghasilkan jawaban pasti. Kau menyerahkannya pada dirimu di masa depan. Setidaknya, malam ini kau menemukan satu poin penting.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepuasan ketika selesai mengetik itulah yang seharusnya kau kejar. Menjadi penulis nomor satu dengan semua bukumu yang dipajang di setiap rak toko buku di penjuru negeri memang terlalu besar untukmu. Melewati terlalu banyak langkah ketika menaiki tangga hanya akan berakhir jatuh bahkan sebelum kau memulai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kau menghela napas. Setelah menyimpan tulisanmu, laptop kau matikan kemudian segera memindahkan dirimu ke kasur. Barusan dirimu terjatuh lalu berusaha bangkit, waktunya kau istirahat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak apa jika tulisanmu belum masuk bacaan&nbsp;</span><span><em>best seller</em>.&nbsp;</span><span>Selama kau terus mencoba, tiga ratus kata pun bisa kau sebut sebagai karya. Dunia memang kejam untuk mereka para pemimpi, tapi tak ada larangan untuk mengambil langkah yang pelan. Perlahan, tetapi terus melangkah ke depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selamat malam, mimpi yang indah.</span></p><em><strong>Cerpen ditulis oleh Anisa Dwi Lestari, mahasiswi Sastra Indonesia, FIB 2021.</strong></em><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> UTBK-SNBT 2023: Lebih dari 10 Ribu Camaba Laksanakan Ujian di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/utbk-snbt-2023-lebih-dari-10-ribu-camaba-laksanakan-ujian-di-unmul/baca </link>
<guid> utbk-snbt-2023-lebih-dari-10-ribu-camaba-laksanakan-ujian-di-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 16 May 2023 12:17:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan UTBK-SNBT 2023 di Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/utbk-snbt-2023-lebih-dari-10-ribu-camaba-laksanakan-ujian-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ze0fXChzIL.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>UTBK-SNBT 2023: Lebih dari 10 Ribu Camaba Laksanakan Ujian di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Tahun 2023, pihak penyelenggara Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang sebelumnya adalah Lembaga Penyelenggara Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) kini berubah menjadi Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3). Tak hanya itu, mekanisme soal ujian pun rupanya berbeda, yaitu menggunakan soal pilihan ganda dan tes kemampuan skolastik yang tidak membatasi pilihan IPA dan IPS seperti sebelumnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditemui pada Jumat (12/5) lalu, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Afra Tustini Ekawati menyebut tak kurang dari 10.529 peserta mengikuti pelaksanaan UTBK-SNBT di Unmul. Peserta tersebut kemudian terbagi dalam tiga belas sesi dan 34 ruangan dalam jangka waktu selama sepekan. Diketahui, peserta yang berminat untuk melanjutkan studi ke Unmul berjumlah sekitar 18.000 orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dilihat dari data, mahasiswa yang berminat masuk ke Unmul untuk pilihan pertama, ya, sekitar 9.358, sementara untuk pilihan kedua itu ada sekitar 9.244. Jadi, semua itu ada sekitar 18.000-an. Jadi mereka itu sebagian besar juga tesnya bukan hanya di Unmul, tetapi juga di luar Unmul,&rdquo; papar Afra kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama masa persiapan, pihaknya tak hanya berkutat pada persoalan infrastruktur seperti komputer dan operator. Untuk memaksimalkan gelaran UTBK-SNBT di tahun ini, berbagai kegiatan sosialisasi guna memberikan informasi pada masing-masing sekolah melalui Dinas Pendidikan pun tak ketinggalan dilakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di awal kita sudah melakukan sosialisasi dan promosi di masing-masing sekolah melalui Dinas Pendidikan di wilayah-wilayah yang ada di tingkat II. Dan juga kita melakukan sosialisasi itu sendiri melalui Zoom Meetings ketika di lingkungan universitas dan juga daerah-daerah yang mungkin tidak terjangkau.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pun tak ketinggalan untuk mewawancarai sejumlah peserta UTBK. Fahmi, peserta asal Sangatta Utara yang melaksanakan ujian di Fakultas Kedokteran mengaku merasakan ketegangan sebelum ujian dimulai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Awal-awal masuk ruangan sih, ya, tegang-tegang, sih. Belum pernah nyoba (ujian) kayak gini, (ini yang) pertama kali,&rdquo; aku Fahmi kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Selasa (9/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, pengalaman berbeda diungkapkan oleh Averil yang mengikuti UTBK di FMIPA. Ia mengaku tidak mengalami kendala teknis apapun selama tes berlangsung. Nilainya, panitia pelaksana yang bertugas telah memberikan petunjuk yang informatif dan jelas. Meskipun demikian, Averil turut memberi catatan mengenai tidak kondusifnya suara di luar ruangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depannya, mungkin bisa diperhatikan peserta sesi dua yang berada di luar ruangan. Karena tadi cukup ribut dan agak mengganggu konsentrasi dalam mengerjakan,&rdquo; tutur Averil. <em><strong>(</strong></em><em><strong>sya/lav/ord/ali/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyatukan Dunia Ilustrasi dan Sastra Lewat Antologi Sesat: Cul de Sac </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/menyatukan-dunia-ilustrasi-dan-sastra-lewat-antologi-sesat-cul-de-sac/baca </link>
<guid> menyatukan-dunia-ilustrasi-dan-sastra-lewat-antologi-sesat-cul-de-sac </guid>
<pubDate> Tue, 16 May 2023 12:36:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peluncuran buku Sesat: Cul de Sac </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/menyatukan-dunia-ilustrasi-dan-sastra-lewat-antologi-sesat-cul-de-sac/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tJBTYYyYvy.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menyatukan Dunia Ilustrasi dan Sastra Lewat Antologi Sesat: Cul de Sac</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong>&nbsp;<em>Don&rsquo;t judge the book by its cover&nbsp;</em>&mdash; jangan nilai buku dari sampulnya. Begitu pepatah yang kita ketahui selama ini. Namun, Tria Pahlevy rupanya tak menyetejui ungkapan tersebut.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setiap membeli buku, kita pasti akan melihat sampulnya dulu,&rdquo; ucap salah satu penggawa Samarinda Design Hub tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah acara peluncuran buku berjudul Sesat: Cul de Sac yang diadakan di Studio Jinantra bertempat di bilangan Sempaja. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/5) tersebut, Tria Pahlevy bersama tiga penulis lain dalam buku itu menceritakan proses kreatif mereka. Selain Tria, mereka adalah Ramadhan S Pernyata, Loganue Saputra Jr, dan Muhammad Al Fatih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://www.sketsaunmul.co/upload/post/70a1551d2836e35ec07c5fc85e8f28009554eb96.jpeg" style="width: 877px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tria menambahkan, bahwa tiga dari empat penulis dalam buku ini adalah ilustrator. Selain menyumbangkan cerita, mereka juga ikut menggambarkan ilustrasi-ilustrasi dalam buku ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Buku ini adalah upaya untuk menyatukan dunia ilustrasi dan menulis,&rdquo; tegasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lain cerita dengan Ramadhan S Pernyata. Lulusan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung ini justru membayar anaknya sendiri untuk menggambarkan ilustrasi dalam cerita-ceritanya di buku ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Awalnya dia meminta Beng Beng, tapi saya tawar dengan Choki-choki,&rdquo; kelakarnya. Ia menyebutkan, bahwa ini adalah upayanya untuk mengajarkan anaknya bersikap profesional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Loganue Saputra Jr, yang bernama asli Alfian Noor menyatakan bahwa buku ini adalah upayanya untuk balas dendam. Dahulu, ia pernah menulis naskah serupa namun ditolak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Horor itu <em>enggak&nbsp;</em>laku, pasar itu maunya cerita romansa,&rdquo; ucapnya menirukan apa yang dikatakan kepada editor tersebut padanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Muhammad Al Fatih menyatakan, ke depan Sesat akan kembali menerbitkan jilid-jilid berikutnya. Nantinya, mereka akan membuat submisi terbuka untuk menulis dalam Antologi Sesat. Penulis-penulis dalam antologi selanjutnya bukan lagi mereka, namun penulis-penulis lain,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rencananya ingin seperti Chicken Soup for The Soul,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Bagaimana? Tertarik menjelajah buku yang satu ini? Buku antologi cerita pendek berjudul Sesat: Cul de Sac ini merupakan kerja sama antara Muara Kami dan Samarinda Design Hub. Bagi kamu yang berminat, pemesanan dapat dilakukan melalui fitur <em>direct message</em> (DM) di Instagram @muarakami_ atau @samarindadesignhub_ ya! <em><strong>(gie/nkh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buku Digital dalam Literasi Masyarakat Indonesia, Alternatif yang Belum Efektif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/buku-digital-dalam-literasi-masyarakat-indonesia-alternatif-yang-belum-efektif/baca </link>
<guid> buku-digital-dalam-literasi-masyarakat-indonesia-alternatif-yang-belum-efektif </guid>
<pubDate> Wed, 17 May 2023 11:38:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penggunaan buku digital dalam Hari Buku Nasional 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/buku-digital-dalam-literasi-masyarakat-indonesia-alternatif-yang-belum-efektif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YOq0h6aNDj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buku Digital dalam Literasi Masyarakat Indonesia, Alternatif yang Belum Efektif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Setiap tahunnya, 17 Mei kerap diperingati sebagai Hari Buku Nasional di Indonesia. Peringatan ini bermula pada tahun 2002 silam yang dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan beli buku. Pada saat itu, angka melek huruf di Indonesia &nbsp;lebih rendah dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Padahal, membaca menduduki peran yang sangat penting di dalam kehidupan. Prabowo dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Minat Baca Pemuda terhadap Tingkat Perkembangan Intelektual Masyarakat di tahun 2021 menyebutkan, setidaknya ada empat hal yang menjadi alasan di balik pentingnya membaca buku .&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Buku merupakan alat utama menuju pembaharuan ilmu pengetahuan, pembeda masyarakat terdidik dan tidak, indikator kemajuan masyarakat, mempermudah masuknya informasi, serta sarana pengayaan diri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lantas, semenjak peringatan Hari Buku Nasional pertama kali di tahun 2002 hingga sekarang, apakah terdapat perkembangan yang signifikan pada minat baca masyarakat di Indonesia?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jawabannya, belum. Sayangnya, minat baca masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah. Bahkan, pada peringatan Hari Buku Nasional 2022, dilaporkan bahwa tingkat literasi di Indonesia berada pada peringkat 62 dari total 70 negara. Hal ini jelas bukan suatu hal yang bisa diabaikan, sebab minat baca menjadi salah satu penentu tingkat intelektual masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Buku digital, sebuah alternatif untuk meningkatkan minat baca</strong></p><p style="text-align: justify;">Jika buku merupakan kumpulan tulisan yang ditulis dalam berlembar-lembar kertas dan kemudian dijilid, maka, buku digital atau <em>electronic book</em> (<em>e-book</em>) merupakan kumpulan tulisan yang disajikan dalam bentuk digital. Buku digital tidak dibuat dalam bentuk kertas yang dijilid seperti buku pada umumnya, melainkan kumpulan tulisan yang menyatu di dalam sebuah perangkat elektronik.</p><p style="text-align: justify;">Buku digital disebut-sebut menjadi sebuah langkah inovatif dalam meningkatkan minat baca. Sebab, setiap orang tentu memiliki akses teknologi berupa ponsel. Melalui ponsel pintar, mereka bisa mengakses buku bacaan secara lebih efisien. Tidak semua orang mau menyentuh buku, tetapi hampir sebagian besar masyarakat masa kini berkutat dengan ponsel setiap harinya.</p><p style="text-align: justify;">Pengenalan buku digital sebagai sarana membaca akan sangat membantu meningkatkan minat baca masyarakat. Hanya berbekal ponsel, buku digital bisa diakses kapan dan di mana saja. Hal ini tentu memudahkan pengguna, sebab mereka tak lagi perlu mengeluarkan tempat dan tenaga lebih untuk membawa buku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Buku digital juga dinilai lebih ekonomis ketimbang buku fisik, karena kita bisa mendapatkan banyak akses buku hanya dengan satu <em>platform</em>. Bahkan, terdapat pula sejumlah <em>platform</em> yang menyediakan bacaan gratis bagi penggunanya. Salah satu contohnya adalah Ipusnas. Tentu orang-orang tidak lagi berpikir tentang harga yang perlu dikeluarkan untuk membeli buku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, meski dianggap lebih praktis dan murah dibandingkan buku biasa, sayangnya, terlalu lama membaca buku digital juga memiliki beberapa dampak buruk yang menyertai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kehilangan esensi membaca buku</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam beberapa studi, ditemukan fakta bahwa pembaca buku biasa cenderung lebih mudah untuk mengingat keseluruhan alur dari cerita yang sudah dibaca dibandingkan dengan pembaca <em>e-book</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini disebabkan ketika sedang membaca buku biasa, seseorang akan membuka halaman per halaman dari buku bacaannya sehingga dapat mempengaruhi kemampuan koordinasi indera peraba dengan indera visual dari orang tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Membaca di buku biasa pun dapat lebih mudah membawa emosi seseorang ke dalam ceritanya sehingga otak secara otomatis akan terstimulasi dalam mengingat banyak detail dari buku yang dibaca. Sensasi-sensasi seperti ini tentunya tidak akan ditemukan ketika seseorang membaca e-book di perangkat elektronik yang cenderung memiliki banyak pengalih perhatian sehingga merusak fokus seseorang dari bacaannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dapat memicu stres</strong></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan membaca buku dapat membantu untuk mengurangi stres. Efek rileks yang ditimbulkan saat sedang membaca buku akan membawa pengaruh positif baik untuk detak jantung hingga tekanan darah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, hal tersebut rupanya tak dijumpai ketika membaca <em>e-book</em>. Terlalu banyak hal yang mendistraksi seseorang saat membaca membuat pikiran jadi sulit fokus. Misalnya, ketika sedang membaca <em>e-book</em> di ponsel, seringkali seseorang akan teralihkan begitu mendapat sebuah notifikasi dari akun media sosialnya. Hal ini dapat memicu tingkatan stres negatif yang lebih tinggi, kelelahan akibat kurangnya kualitas tidur, hingga depresi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Membuat mata jadi cepat lelah</strong></p><p style="text-align: justify;">Terlalu lama menatap layar gawai atau perangkat digital lain dapat menyebabkan suatu gangguan mata yang disebut sindrom penglihatan komputer (<em>C</em><em>omputer Vision Sndrome</em>) atau CVS. Dalam kondisi ini, mata akan mengalami iritasi seperti mata merah, berair, dan terasa kering. Jika dibiarkan terlalu lama, mata akan jadi terasa berat serta timbul gejala sakit kepala.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain disebabkan karena menurunnya frekuensi berkedip mata akibat terlalu fokus pada layar perangkat elektronik, kondisi ini juga dapat diperburuk apabila terdapat pencahayaan yang salah ketika menatap layar perangkat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan pertimbangan dampak-dampak buruk akibat membaca buku digital, tentunya akan lebih baik jika kita kembali pada kebiasaan untuk membaca buku yang dalam bentuk cetak. Apabila tidak ingin mengeluarkan terlalu banyak uang untuk membeli sebuah buku, maka, salah satu cara untuk mengakali hal ini adalah dengan memanfaatkan pelayanan pinjam buku di perpustakaan yang ada di sekit<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ar kita. <em><strong>(ary/ner/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program ICT UPT LI: Kesempatan Mahasiswa Unmul Belajar Lintas Negara di Malaysia hingga Thailand </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-ict-upt-li-kesempatan-mahasiswa-unmul-belajar-lintas-negara-di-malaysia-hingga-thailand/baca </link>
<guid> program-ict-upt-li-kesempatan-mahasiswa-unmul-belajar-lintas-negara-di-malaysia-hingga-thailand </guid>
<pubDate> Wed, 17 May 2023 12:29:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UPT LI membuka program international credit transfer/earning di tahun 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-ict-upt-li-kesempatan-mahasiswa-unmul-belajar-lintas-negara-di-malaysia-hingga-thailand/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MYYEByuxXF.png" />
					</figure>
			                <h1>Program ICT UPT LI: Kesempatan Mahasiswa Unmul Belajar Lintas Negara di Malaysia hingga Thailand</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Tahun ini, Unit Pelaksana Teknis Layanan Internasional (UPT LI) Unmul membuka pendaftaran untuk <em>International Credit Transfer</em>/<em>Earning</em> (ICT). Hal ini sebagai wujud dukungan atas program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan visi dari Unmul sebagai Perguruan Tinggi berstandar Internasional.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran ICT telah dibuka sejak 9 hingga 19 Mei mendatang. Adapun untuk tahap seleksi atau wawancara akan dilakukan secara luring di kantor UPT LI pada 20 Mei 2023.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Persyaratan Mendaftar</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk dapat mengikuti program ICT ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh mahasiswa Unmul. Pertama, mahasiswa dengan jenjang S-1, S-2, dan S-3 yang telah menempuh masa studi selama 4 semester.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, belum pernah mengikuti mobilitas internasional berkredit secara luring dan terdaftar aktif sebagai mahasiswa di PDDikti.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimum 500, IELTS minimum 6.0, <em>Duolingo English Test</em> (DET) minimum 100, MUEPT minimum 500, iBT minimum 6.0, TOEIC minimum 580, atau sertifikat kemampuan bahasa Inggris lainnya yang setara.</p><p style="text-align: justify;">Keempat, mendapatkan surat penerimaan dari perguruan tinggi mitra luar negeri (<em>Letter of Acceptance</em> atau LoA) dan tidak sedang menerima bantuan serupa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tentang Program ICT&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Kegiatan <em>International Credit Transfer</em>/<em>Earning</em> (ICT) adalah sebuah mekanisme transfer atau pengakuan kredit oleh program studi di Unmul dengan program studi di perguruan tinggi luar negeri yang akan dilakukan selama 1 semester (Juli-Desember 2023) dengan skema pembelajaran luring.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa dapat memilih mata kuliah pada perguruan tinggi luar negeri yang telah disediakan oleh UPT LI. Di antaranya ICATS University College (Malaysia), Universiti Teknikal Malaysia Melaka, Universiti Utara Malaysia, dan King Mongkut&rsquo;s University of Technology Thonburi (Thailand).</p><p style="text-align: justify;">Kepala UPT LI, Sulistyo Prabowo mengungkap program ICT tercetus selaras dengan Unmul yang menargetkan Indeks Kinerja Utama (IKU) atau <em>Key Performance Index</em> dalam capaian target IKU.</p><p style="text-align: justify;">IKU mengharuskan terdapat peran <em>student mobility</em>. Hal tersebut diharapkan bisa membuka wawasan mahasiswa dan menjadi warga global. Salah satu program yang telah dilaksanakan ialah program pertukaran <em>Indonesian International Student Mobility Awards</em> (IISMA).</p><p style="text-align: justify;">Awal mula keberadaan ICT ini berkaca dari IISMA. Upaya alternatif dalam menghadirkan kesempatan serupa tersebut lantas mendorong UPT LI untuk mengajukan proposal program ICT. Kendati demikian, Sulistyo tak menampik dana yang tersedia pun masih dalam kategori terbatas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya dari program IISMA, tapi karena banyak yang enggak lolos, ditawarkan program ICT ini. Kami buat proposal dengan program yang jelas dan syarat yang jelas. Kalau ada dana, kami kelola. Namun, dananya terbatas. Kalau fakultas mampu alokasi dana, nah, itu mereka bisa membuat program serupa sendiri,&rdquo; ujar Sulistyo pada Senin (15/5).</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa dana yang telah dipaku saat ini ialah sebesar 300 juta rupiah dan belum diketahui pasti jumlah kuota mahasiswa yang akan diterima. Namun, menurut perkiraan Sulistyo, jika dana tersebut ditujukan untuk 6 mahasiswa, maka setiap siswa akan mendapat dana sebesar 50 juta rupiah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi masih akan dilihat lagi. Itu kalau misal kita dapat dana 300 juta untuk 6 mahasiswa,&rdquo; lanjutnya. <strong><em>(dre/ray/sky/ems)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Permen PAN RB Jabatan Fungsional Terbit, Bagaimana Dampaknya bagi Dosen? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-pan-rb-jabatan-fungsional-terbit-bagaimana-dampaknya-bagi-dosen/baca </link>
<guid> permen-pan-rb-jabatan-fungsional-terbit-bagaimana-dampaknya-bagi-dosen </guid>
<pubDate> Fri, 19 May 2023 11:35:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Permen PAN RB menambah beban administratif para dosen dan menghambat kemajuan akademik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/permen-pan-rb-jabatan-fungsional-terbit-bagaimana-dampaknya-bagi-dosen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pochLnPFgI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Permen PAN RB Jabatan Fungsional Terbit, Bagaimana Dampaknya bagi Dosen?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong></span><span>Beberapa waktu lalu, ribuan dosen beramai-ramai menandatangani sebuah petisi sebagai bentuk protes di laman&nbsp;</span><a href="https://www.change.org/p/mendikbud-batalkan-deadline-15-april-yang-mematikan-karir-dosen"><span>change.org</span></a><span>. Adanya petisi tersebut merupakan buntut dari kebijakan baru Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN &amp; RB) Nomor 1 Tahun 2023 yang dinilai menyulitkan banyak dosen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana tidak, dalam waktu yang begitu singkat mereka dituntut untuk segera mengklaim kinerja serta mengunggah berkas-berkas pendukung secara manual. Konsekuensi bahwa kinerja mereka terancam tidak diakui akan mereka dapatkan jika tidak diunggah sebelum tenggat waktu yang ditentukan, yaitu pada Sabtu (15/4) lalu. Hal ini pun membuat banyak dosen memutuskan untuk menandatangani petisi tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>Petisi itu pun kemudian ditanggapi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) dalam rilis pers Kementerian PAN &amp; RB dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Jumat (14/4) lalu. Surat edaran pun dikeluarkan sebagai bentuk respons yang menyatakan bahwa data kinerja dosen tidak harus diunggah ulang dan akan diambil dari Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi (SISTEM).</span></span></p><p style="text-align: justify;"><span><span>&ldquo;Surat Edaran Nomor 0275/E/DT.04.01/2023 membatalkan Surat Edaran yang terbit sebelumnya. Rekan-rekan dosen dapat mengacu pada surat edaran yang terbit 13 April 2023 tersebut,&rdquo; ucap Nizam, Direktur Jenderal Diktiristek.</span></span></p><p dir="ltr"><span>Permen PAN &amp; RB Nomor 1 Tahun 2023 sendiri merupakan peraturan yang hanya berlaku untuk dosen dengan status aparatur sipil negara (ASN), yaitu dosen dengan status pegawai negeri sipil (PNS) dan dosen dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).</span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peraturan tersebut mengandung berbagai ketentuan dan peraturan terbaru terkait Jabatan Fungsional (JF) seperti ketentuan promosi atau kenaikan jenjang JF hingga mengatur ketentuan terkait konversi Predikat Kinerja Pejabat Fungsional dalam perolehan angka kredit tahunan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebijakan baru tersebut memicu banyak penolakan dari para dosen di Indonesia sebab dampaknya yang akan membebani dosen akibat adanya kerja administratif. Kreativitas dosen dinilai berpotensi akan terganggu jika terus berkutat dengan urusan administratif. Dosen yang seharusnya mengembangkan potensi mereka dengan menulis jurnal atau melakukan pekerjaan akademik lainnya bisa terhambat dengan mengurus hal teknis tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, peraturan ini dipahami memiliki tujuan yang mengarahkan dosen secara fungsional tidak lagi menjalankan tugasnya secara individu, namun menjadi bagian dari tujuan institusinya, sehingga hal ini dapat mengebiri kebebasan akademik yang selama ini dimiliki oleh dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi kebijakan tersebut,&nbsp;</span><span>Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) bersama&nbsp;</span><span>Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (</span><span>LP3ES) mengadakan webinar pada Selasa (16/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi daring dengan tajuk &ldquo;PermenpanRB dan Dampaknya pada Dosen&rdquo; tersebut diisi oleh beberapa dosen universitas di Indonesia yang juga tergabung dalam ALMI. Berikut beberapa poin yang&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>himpun berdasarkan hasil diskusi dalam agenda tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sisi Kesejahteraan Dosen</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam pemaparan Kanti Pertiwi, dosen FEB Universitas Indonesia (UI), menyebut beberapa keluhan dari para dosen di Indonesia. Mulai dari kinerja serta kualitas dosen yang kerap menjadi perhatian penuh oleh pemerintah, namun berbeda dengan masalah kesejahteraan dosen. Masalah tersebut dinilai sebagai sesuatu yang masih jarang dibicarakan atau dipertimbangkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesejahteraan para dosen tersebut dapat dikaitkan dengan masih banyaknya upah dosen yang tak layak sejak zaman dahulu hingga sekarang. Rendahnya pendapatan yang didapatkan ini kemudian menjadi kontribusi dalam persoalan lain dalam dunia pendidikan tinggi seperti halnya rendahnya budaya riset akademik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena riset kan tidak menghasilkan imbalan secara ekonomi, secara instan ya, seperti kerja-kerja lainnya yang misalnya kita ikut jadi panitia nanti ada honor, gitu ya. Mengisi seminar nanti dapat juga honor narasumber.&rdquo; Ulas Kanti Pertiwi, dosen FEB Universitas Indonesia (UI).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun gerus kebebasan akademik turut menjadi polemik dalam hal minimnya kesejahteraan dosen. Berlanjut dari rendahnya gaji yang didapat, maka akan berdampak pada hubungan yang berpotensi tidak sehat antara penguasa di lembaga pemerintahan maupun di sektor swasta dengan pekerja kampus, salah satunya adalah dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan riset yang dilakukan Kanti bersama dosen lainnya, tidak ada aturan yang melindungi dosen sebagai pekerja yang menyebutkan minimum upah bagi dosen. Adanya kondisi ini menyebabkan ketidakpastian bagi para dosen, terutama untuk mereka yang baru meniti karir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dosen-dosen yang statusnya masih calon pegawai negeri sipil (CPNS) butuh waktu sampai dua tahun untuk bisa mengikuti sertifikasi dosen di mana terdapat batasan kuota di dalamnya. Hal itu merupakan salah satu bentuk adanya ketidakberpihakan peraturan pada dosen sebagai pekerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kehadiran kebijakan baru Permen PAN &amp; RB Nomor 1 Tahun 2023 tersebut, kesejahteraan dosen dinilai menjadi tidak pasti. Itu disebabkan karena peraturan tersebut membuat dosen harus menunggu waktu yang cukup lama dan melewati proses yang cukup panjang untuk mencapai puncak karier tertingginya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adanya hambatan untuk menduduki jabatan ke jenjang yang lebih tinggi dalam waktu cepat kemudian berdampak pula terhadap gaji yang akan didapatkan oleh para dosen. Hal ini berpotensi membuat profesi dosen akan ragu untuk dijadikan sebagai pekerjaan utama karena secara penghasilan, dosen akan mendapat upah yang lebih besar di luar dengan kualifikasi yang dimiliki. &nbsp;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Catatan Hukum</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>ALMI kemudian memberi catatan hukum yang disampaikan oleh Fachrizal Afandi, dosen FH Universitas Brawijaya (UB). Dalam catatan tersebut, kebijakan baru ini dipandang tidak mencerminkan proses partisipasi bermakna sebagai prasyarat yang diberikan landasan konstitusionalnya oleh Putusan Mahkamah Konstitusi. Partisipasi bermakna dimaksudkan sebagai dialog dengan pihak Dirjen Dikti sebelum memberlakukan peraturan baru tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa ada pasal ini, kenapa ada pasal itu harus dijelaskan. Kenapa dosen tidak bisa naik pangkat 2 tahun sekali kayak dulu? Kenapa dosen, misalnya ya, tidak bisa mengajukan guru besar? Kenapa tidak boleh lagi loncat jabatan? Kenapa dari asisten ahli tidak bisa langsung Lektor Kepala? Itu harus dijelaskan,&rdquo; sebut Fachrizal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyebut bahwa aturan tersebut tidak cermat dan menimbulkan ketidakpastian dalam penilaian Jabatan Fungsional dosen. Ketika aturan teknis baru belum dibentuk, tetapi sudah memaksa para dosen untuk mengikuti aturan baru tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Selain itu, adanya tenggat waktu yang cukup singkat hingga tidak ditemukannya naskah akademik Permen PAN &amp; &nbsp;RB pun menjadi alasan aturan tersebut dinilai belum tepat untuk diberlakukan. <em><strong>(tha/zrt/una/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Arungi. </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/arungi/baca </link>
<guid> arungi </guid>
<pubDate> Sat, 20 May 2023 06:07:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengarungi waktu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/arungi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5vJwg4rDG6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Arungi.</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="">Aku berlayar di ruang megah,</p><p dir="ltr" style=""><span>Mengarungi waktu yang tak terhingga.</span><br><br></p><p dir="ltr" style=""><span>Kuajak jiwamu yang terabaikan,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Ditinggal dan rusak terbiarkan.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Sayapku, kuanyam dari sampah serapah</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Lalu terbang bersama-sama</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Melintasi ruang dan waktu yang terbuka.</span><br><br></p><p dir="ltr" style=""><span>Kutanamkan harapan dalam hati,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Akan berlabuh dimana saja kita?</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Dalam ruang yang megah menjelajah</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Waktu yang entah berpihaklah!</span><br><br></p><p dir="ltr" style=""><span>Mengurai simpul kusut,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Membedakan yang dibutuhkan</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Langit pemurah memberkahi kita,</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Sampai ke tanah yang indah kita tiba.</span><br><br></p><p dir="ltr" style=""><span>Deru waktu yang kian cepat,</span></p><p dir="ltr" style="">Bertahanlah, jangan sampai terjebak.</p><p dir="ltr" style=""><br><em><strong>Puisi ditulis oleh Ragil Syahputra, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB Unmul 2022.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lolos Program PPAN 2023, Hasbi dan Talitha Jadi Representasi Pemuda Kaltim di Kancah Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lolos-program-ppan-2023-hasbi-dan-talitha-jadi-representasi-pemuda-kaltim-di-kancah-internasional/baca </link>
<guid> lolos-program-ppan-2023-hasbi-dan-talitha-jadi-representasi-pemuda-kaltim-di-kancah-internasional </guid>
<pubDate> Mon, 22 May 2023 07:34:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua mahasiswa Unmul lolos Program Pertukaran Antar Negara (PPAN) 2023 di Singapura dan Korea Selatan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lolos-program-ppan-2023-hasbi-dan-talitha-jadi-representasi-pemuda-kaltim-di-kancah-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h0nBCVsQjw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lolos Program PPAN 2023, Hasbi dan Talitha Jadi Representasi Pemuda Kaltim di Kancah Internasional</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Senin (1/5) lalu, akun resmi Instagram Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Kaltim mengumumkan nama-nama kandidat utama yang lolos dalam program Program Pertukaran Antar Negara (PPAN) 2023. Di antara nama-nama tersebut, terdapat Talitha Aufa Nabilah dan Hasbi Yahya yang muncul sebagai perwakilan Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PPAN merupakan program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) yang bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan antar negara melalui pertukaran anak muda. Beberapa negara yang ditargetkan dalam program ini adalah Australia, Singapura, Korea, Tiongkok, Jepang, Malaysia, dan India.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasbi lolos sebagai delegasi Indonesia untuk&nbsp;</span><span><em>Singapore Indonesia Youth Leader Exchange Program</em></span><span>&nbsp;(SIYLEP). Sedangkan Talitha lolos sebagai delegasi&nbsp;</span><span><em>Indonesia Korea Youth Exchange Progra</em><em>m</em>&nbsp;</span><span>(IKYEP). Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pun berkesempatan untuk mewawancarai kedua mahasiswa berprestasi tersebut. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, mereka mengisahkan ceritanya di balik layar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Proses pendaftaran, Persiapan dan Dukungan dari Pihak Unmul</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai dinyatakan lolos, mereka disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Moh. Bahzar. Tak hanya mendapat wejangan, wajah keduanya pun terpajang dalam postingan di akun Instagram resmi Unmul sebagai bentuk apresiasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal proses seleksi, Hasbi mengungkapkan adanya proses seleksi administrasi yang ketat di program ini karena menyangkut hubungan kedua negara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena ini sebuah program penting karena terkait hubungan antara Indonesia dan negara sahabat, tentu saja akan membutuhkan administrasi yang ketat. Semua calon peserta malahan sudah &quot;diseleksi&rdquo; terlebih dahulu dengan melengkapi semua berkas-berkas perlengkapan kebutuhan pendaftaran ini,&rdquo; ungkap Hasbi ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Jumat (19/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Hasbi, Talitha mengaku tak menemui kendala berarti selama proses pendaftaran meskipun ia sempat ragu mendaftar. Menariknya, Talitha yang masih berada di luar kota sehari sebelum pelaksanaan tes tertulis bahkan hampir melewatkannya. Meski begitu, besarnya dukungan dari orang sekitar yang ia terima berhasil meyakinkan dirinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Talitha mengungkap nantinya akan ada pembekalan oleh Dispora Kaltim dengan sejumlah topik yang akan diajarkan, mulai dari kebudayaan Kaltim hingga isu global.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Satu minggu sebelum keberangkatan, akan ada pembekalan secara nasional juga, namanya&nbsp;</span><span><em>Pre Departure Training</em></span><span>&nbsp;(PDT) bersama perwakilan dari delapan belas provinsi di Indonesia,&rdquo; papar Talitha.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggung Jawab dan Harapan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasbi bersyukur sekaligus merasa bahwa menjadi kandidat dari program PPAN bukanlah sekadar hadiah, melainkan sebuah tanggung jawab. Menurutnya, program ini merupakan sebuah tantangan sekaligus batu loncatan untuk pengembangan dirinya sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keturutsertaan Hasbi dalam program PPAN kali ini merupakan kontribusinya dalam hal pemberdayaan masyarakat. Harapnya, program ini dapat menaikkan kualitas komunitas maupun masyarakat lokal itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya merasa dengan adanya program ini akan sangat menambah percepatan dan peningkatan kualitas pengembangan komunitas lokal.</span><span>&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, pemuda yang terjun ke dalam dunia seni ilustrasi ini berusaha mempersiapkan dirinya agar dapat membawa kebudayaan Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun tingkat internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jujur, banyak sekali PR untuk saya pribadi. Saya harus meningkatkan kualitas diri saya baik dalam pengetahuan maupun kemampuan. Saya dasarnya bukan seorang penampil, melainkan illustrator. Namun, bagaimanapun saya harus bisa membawa kultur Kalimantan Timur dengan sebaik mungkin di nasional maupun internasional nanti,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasbi sempat berdiskusi langsung dengan Kaprodi Ilmu Komunikasi, Rina Juwita, yang memberikan banyak masukan terkait persiapan serta memberikan saran&nbsp;</span><span><em>Post-Program Activity</em></span><span>. Ia merasa bahwa hal tersebut akan menjadi PR besar sepulangnya ia dari Singapura nanti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berbeda dengan Hasbi, Talitha mengaku berusaha menyeimbangkan rasa senang dengan tanggung jawabnya sebagai salah satu perwakilan Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rasanya senang dan merasa kalau ini adalah mimpi yang jadi nyata gitu, lo, soalnya &lsquo;kan aku memang dari dulu</span><span>&nbsp;</span><span>ingin&nbsp;</span><span><em>exchange</em></span><span>&nbsp;atau&nbsp;</span><span><em>study&nbsp;</em><em>abroad</em></span><span><em>&nbsp;</em>gitu lah, ya, tapi belum pernah berkesempatan. Kalau berpegang sama rasa senang aja, nanti kalau lagi jenuh&nbsp;</span><span>preparation</span><span>, jadinya nggak bertanggung jawab. Jadi, aku berusaha imbangi rasa senang itu dengan sadar sama tanggung jawabnya juga,&rdquo; ujar mahasiswi FKM itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Talitha berjanji akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi representasi Indonesia di mata negara lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain itu, program ini juga penting untuk pengembangan diri selepas kuliah.&nbsp;</span><span><em>Networking</em></span><span><em>&nbsp;</em>jadi luas dan berkualitas. Saya juga punya prinsip, kita harus berdaya untuk diri sendiri sebelum bermanfaat untuk orang lain.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak lupa, keduanya turut menyampaikan pesan dan motivasi bagi yang tertarik untuk mengikuti program PPAN dari Kemenpora yang sudah berlangsung sejak lama ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Sometimes, I think there is no luck, there is only capability meets opportunity. Focus on your value, and the moments will come. Godspeed</em><span><em>!&rdquo;</em> pesan Hasbi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Talitha juga menilai bahwa PPAN adalah program yang bertujuan untuk membangun semangat pemuda. Oleh karena itu, bagi mahasiswa yang berminat mengikuti PPAN, ia berpesan untuk segera mencari informasi mengenai program tersebut sesegera mungkin.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persiapkan diri dengan baik dan berikan yang terbaik. <em>Good luck</em>!&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(ems/myy/ord/nav/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nightcrawler: Refleksi dari Sisi Gelap Jurnalisme Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/nightcrawler-refleksi-dari-sisi-gelap-jurnalisme-masa-kini/baca </link>
<guid> nightcrawler-refleksi-dari-sisi-gelap-jurnalisme-masa-kini </guid>
<pubDate> Tue, 23 May 2023 09:44:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerminan jurnalisme masa kini dalam film Nightcrawler </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/nightcrawler-refleksi-dari-sisi-gelap-jurnalisme-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/daH35acSdj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nightcrawler: Refleksi dari Sisi Gelap Jurnalisme Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Suara riuh sirine polisi yang saling bersahutan membawa Lou Bloom menuju pekerjaan baru yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Sesampainya di TKP, pemandangan yang menarik perhatiannya bukanlah situasi kacau ketika mobil yang menabrak pembatas jalan itu terbakar, melainkan dua orang yang tiba-tiba muncul entah dari mana berlari sembari menjinjing kamera. Keduanya dengan sigap merekam seluruh kejadian yang ada di sana. Rupanya, mereka adalah wartawan lepas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Isu jurnalisme yang disuguhkan dalam Nightcrawler membuat saya menjadi tergugah untuk mengulas film yang dirilis pada tahun 2014 ini. Meskipun nyaris berusia satu dekade, saya pikir tak ada salahnya untuk membahas film garapan Dan Gilroy ini. Utamanya bagi kita sebagai pers mahasiswa yang sangat dekat dengan jurnalisme. Lantas, apakah Nightcrawler hanya sekadar film fiksi belaka, atau sebuah refleksi dari iklim jurnalisme masa kini? Lalu, seperti apa pekerjaan yang akan Lou lakoni?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nightcrawler mengisahkan Lou Bloom (diperankan oleh Jake Gyllenhaal), seorang pengangguran yang tengah mengadu nasibnya di Los Angeles. Setelah frustrasi mengumpulkan uang dengan cara mencuri barang rongsokan, dirinya tanpa sengaja menemui profesi baru yang cukup menjanjikan, yakni wartawan lepas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apa yang berbeda dari pekerjaan Lou dibandingkan kuli tinta pada umumnya? Bukan sembarang wartawan, kejadian yang Lou liput pun tak main-main. Dirinya harus merekam kejadian kriminal seperti pembajakan mobil, penembakan, hingga kecelakaan dari jarak dekat. Semakin &ldquo;berdarah&rdquo; video yang dihasilkan, maka semakin bagus kualitasnya. Adanya jeritan perempuan dan anak-anak pun menjadi nilai tambah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Video rekaman yang ia hasilkan itu kemudian dijual ke stasiun televisi lokal untuk disiarkan di acara berita esok paginya. Harganya pun cukup fantastis. Satu video yang berhasil Lou rekam bisa berharga ratusan dolar, tergantung dari seberapa dramatis video yang dihasilkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbekal dengan uang hasil mencuri sepeda, dirinya memulai pekerjaan tersebut dengan membeli alat untuk memindai radio polisi dan sebuah kamera. Semakin hari, semakin lihai dirinya menjadi seorang jurnalis kriminal. Ia pun kemudian merekrut Rick (diperankan Riz Ahmed) serta membeli mobil baru dan kamera dengan kualitas yang lebih tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sisi Gelap dari Jurnalis Masa Kini</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak bisa dimungkiri, dewasa ini siapa saja bisa menjadi wartawan layaknya Lou. Berkat canggihnya teknologi masa kini, hanya dengan mengandalkan ponsel pintar, masyarakat bisa merekam seluruh kejadian yang terjadi dan mengunggahnya melalui media sosial. Namun, tentu tak semua memiliki ilmu mendasar mengenai jurnalistik. Alhasil, pekerjaan yang mereka lakoni pun bertentangan dengan kaidah jurnalistik dan bahkan juga ilegal di mata hukum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lou Bloom mungkin dapat menjadi representasi dari fenomena tersebut. Demi menghasilkan rekaman yang dramatis, Lou rela melakukan apa saja hingga melanggar kode etik jurnalistik. Dirinya bahkan nekat untuk melewati garis polisi, menyebarkan privasi korban, memanipulasi TKP, hingga memindahkan jasad korban kecelakaan agar rekaman miliknya terlihat semakin dramatis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua dilakukan demi uang. Di balik rekaman berdarah yang Lou hasilkan, ada sosok Nina (diperankan oleh Rene Russo) yang memantik semangat Lou untuk terus mendapatkan rekaman kriminal yang bagus. Tak peduli seperti apa jalan yang ditempuh, yang penting hasilnya sesuai dengan keinginan Nina.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nina yang sudah berkecimpung menjadi penyiar berita lokal dan tentunya paham betul soal jurnalistik dibandingkan dengan Lou pun tak ada bedanya. Demi menaikkan&nbsp;</span><span><em style="">rating</em></span><span><em style="">&nbsp;</em>stasiun televisi tempat ia bekerja, Nina bersikeras untuk menayangkan rekaman yang tidak etis untuk dilihat, meskipun sempat mendapat tentangan dari rekan kerjanya. Padahal, rekaman yang memuat sadisme tentunya tak pantas untuk disiarkan, terlebih lagi jika tidak diberi sensor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhirnya, produk jurnalistik yang dihasilkan bukan murni untuk memberitakan suatu peristiwa, melainkan untuk mencari sensasi demi meningkatkan&nbsp;</span><span><em>rating</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kunci Kesuksesan Ala Lou Bloom</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>You see, Rick, they&rsquo;ve done studies, and they found that in any system that relies on cooperation, from a school of fish or say even a professional hockey team for example, these experts have identified communication as the number one single key to success</em></span><span>,&rdquo; tegas Lou dengan sorot mata tajamnya kepada Rick ketika mereka terlambat sampai ke TKP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Komunikasi yang baik menjadi salah satu kemampuan yang dibutuhkan manusia untuk dapat bekerja dengan baik. Itulah salah satu kelebihan yang Lou miliki. Berkat kemampuannya itu, ia bisa mempersuasi dan bahkan memanipulasi orang-orang di sekitarnya demi keuntungan pribadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lou ingin semua yang ia hasilkan dapat sempurna. Oleh karena itu, ia sangat detail dan menghargai waktu. Terlewat sedetik saja, ia bisa terlambat untuk merekam kejadian di TKP atau bahkan didahului oleh kompetitornya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ambisi dan sikap optimis yang ia miliki menjadi alasan di balik kesuksesan yang ia raih dengan waktu yang relatif cepat. Selain itu, Lou pun turut berpikir ke depan dan memiliki rencana yang pasti. Sikap percaya diri dan idealis juga jadi pondasi yang kuat bagi Lou untuk mencapai target yang ingin dituju. Berkat rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi yang baik, kebohongan yang ia ungkapkan pun bisa diyakini oleh lawan bicaranya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya menilai jika ini adalah salah satu penampilan terbaik Jake Gyllenhaal dalam karir beraktingnya. Sorot mata tajamnya seolah membuat penonton ikut terintimidasi atau bahkan dapat mempersuasi kita untuk percaya pada setiap kata yang keluar dari mulutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Poin tambah lainnya adalah, setiap rekaman yang ia hasilkan pun tak sembarangan atau asal rekam saja. Meskipun cara yang dituju boleh dibilang ilegal, namun rekaman milik Lou selalu memuat nilai berita sehingga tidak terlihat seperti video amatir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya tak ingin banyak berkomentar soal teknis dari Nightcrawler. Rasanya tak banyak kekurangan yang ada dari film ini. Sesuai namanya, sebagian besar latar waktu dari Nightcrawler diambil ketika malam hari sehingga nada warna gelap mendominasi keseluruhan film. Soal akting pun tak perlu diragukan, terlebih akting dari sang pemeran utama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kembali ke pertanyaan di awal, apakah Nightcrawler hanyalah film fiksi belaka, atau sebuah refleksi iklim jurnalisme masa kini?</span><span>&nbsp;</span><span>Hingga kini, jurnalisme kuning marak terjadi di era media digital. Kerap kali muncul berita-berita kriminal atau seksual dengan judul sensasional dan isi yang dilebih-lebihkan. Tujuannya jelas agar berita tersebut meraih banyak perhatian atau menaikkan penjualan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Lantas, apakah karakter Lou Bloom dan wartawan lepas lainnya hingga karakter Nina di Nightcrawler adalah refleksi dari wartawan di masa kini yang kerap mengejar sensasi demi keuntungan pribadi? Atau malah jadi refleksi dari maraknya jurnalisme kuning di era digital? Silakan berikan pendapatmu sendiri. <em><strong>(dre/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Penuhi IKU, FISIP Wacanakan Buka Program Kelas Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-penuhi-iku-fisip-wacanakan-buka-program-kelas-internasional/baca </link>
<guid> upaya-penuhi-iku-fisip-wacanakan-buka-program-kelas-internasional </guid>
<pubDate> Tue, 23 May 2023 13:13:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Demi mewujudkan akreditasi unggul, FISIP akan buka kelas internasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-penuhi-iku-fisip-wacanakan-buka-program-kelas-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oHyhziQCUe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Penuhi IKU, FISIP Wacanakan Buka Program Kelas Internasional</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> FISIP Unmul dikabarkan akan membuka program kelas internasional. Program tersebut bertujuan untuk mendorong terciptanya lingkungan kampus yang bertaraf internasional dan mendorong akreditasi yang lebih unggul. Diketahui, program kelas internasional ini tak memungut biaya tambahan hingga turut menampung mahasiswa asing.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembukaan kelas tersebut bukannya tanpa alasan. Dalam buku panduan yang diterbitkan Kemendikbud mengenai panduan Indikator Kinerja Utama (IKU), setiap perguruan tinggi diharap mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi lewat penyaluran bantuan dana berdasarkan ketercapaian poin yang ditetapkan. Salah satunya, indikator program studi berstandar internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan program tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>berkesempatan untuk mewawancarai I Ketut Gunawan selaku Wakil Dekan Akademik FISIP Unmul. Berdasarkan penuturan Ketut, terdapat pusat layanan Internasional yang terdiri dari bagian administrasi dan humas. Hal tersebut berguna untuk memudahkan mahasiswa asing yang akan berkuliah di FISIP.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, tidak adanya mahasiswa asing yang berkuliah di FISIP menjadi salah satu hambatan bagi fakultas tersebut untuk meraih akreditasi unggul. Hingga kini, FISIP akan terus berupaya untuk mengembangkan program tersebut serta menjalin kerja sama dengan mahasiswa yang pernah melakukan studi ke luar negeri untuk membantu menjadi pengajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terangnya pelaksanaan kelas internasional akan dimulai pada setiap angkatan <span>untuk membangun konsistensi.&nbsp;</span>Menyoal jumlah kuota mahasiswa yang dapat mengikuti program tersebut, dirinya mengungkap bahwa hal tersebut masih dalam tahap diskusi. Namun, program ini akan diprioritaskan bagi mahasiswa angkatan 2021 yang kemudian akan diseleksi terlebih dahulu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa konversi mata kuliah dalam program ini pun serupa dengan program Kampus Merdeka dengan menerapkan pola&nbsp;</span><span><em>credit transfer</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita sudah pastikan dan berdiskusi dengan SIA tentang bagaimana jika tidak ada mata kuliah yang terdaftar. Katanya, tidak ada masalah karena bisa ditambahkan dengan mata kuliah tambahan. Memang, &nbsp;(mata kuliahnya) tidak ada di kurikulum, sama dengan MBKM. Kalau terjadi seperti itu, bisa dikonversikan dan SIA yang akan membantu,&rdquo; tuturnya pada Jumat (19/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, tidak ada masalah terkait dengan hambatan-hambatan SKS dan kita akan kawal terus, sehingga yang sudah mengambil (program kelas internasional) itu dapat nilai. Ya, kita upayakan dan kita jamin bisa masuk nilainya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harapnya, kelas internasional ini dapat berjalan konsisten demi mewujudkan lingkungan kampus yang mampu menggunakan bahasa internasional dengan fasih, mengingat terdapat program&nbsp;</span><span><em>English Club</em>&nbsp;</span><span>yang harus terhenti lantaran ekosistem yang kurang mendukung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Intinya bisa mengangkat akreditasi prodi (di FISIP). Lalu, (diharapkan) kita terbiasa dengan kegiatan internasional dan ekosistem kita juga punya mahasiswa internasional yang tentunya akan meningkatkan SDM kita (FISIP).&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Mungkin ke depannya kalau sudah banyak yang ikut, bisa dilangsungkan (program kelas internasional) di masing-masing prodi seperti di FEB. Kita rintis dari awal, internasionalisasi program dan menciptakan ekosistem itu ada dan komunitas yang kelasnya internasional,&rdquo; sambung Ketut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski informasi ini belum tersebar luas ke seluruh sivitas akademika FISIP, sejumlah mahasiswa yang mendengar informasi ini turut menyambut dengan antusias. Muhammad Tommy Febrian, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022 misalnya. Ia mengaku sangat tertarik dan antusias untuk mengikuti kelas ini jika nantinya diberi kesempatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi pada Senin (15/5) lalu, Tommy berharap kelas internasional ini nantinya dapat mengundang dosen atau mahasiswa dari luar negeri agar dapat belajar bersama dan bertukar cerita. Ia pun menilai FISIP telah siap untuk memulai program ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lainnya datang dari Alya Fitriani Sajida, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional angkatan 2021. Ia mengaku belum pernah mendengar kabar mengenai pembukaan kelas internasional. Meskipun demikian, dirinya sempat mengikuti seminar perkuliahan bersama dosen yang berasal dari Khon Kaen University, Thailand.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Tommy, Alya pun menyambut kabar tersebut dengan antusias, terlebih karena dirinya yang merupakan mahasiswa Hubungan Internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Program kelas internasional) ini bagus banget. Kenapa? Karena saya berasal dari Prodi Hubungan Internasional yang mewajibkan kami mampu berbahasa Inggris. Namun, saya dan teman-teman, saya rasa bahwa kemampuan Bahasa Inggris kami masih perlu untuk diasah lebih baik lagi. Jadi, sepertinya anak-anak Hubungan Internasional yang mau belajar Bahasa Inggris akan&nbsp;</span><span><em>excited</em></span><span><em>&nbsp;</em>dengan adanya kelas Bahasa Inggris,&rdquo; ujar Alya ketika diwawancarai oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>melalui WhatsApp pada Sabtu (20/5) lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Layaknya Tommy, dirinya juga tertarik mengikuti kelas internasional tersebut. Harapnya, kelas internasional ini dapat segera terealisasi sehingga dapat memfasilitasi mahasiswa yang ingin mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya secara optimal. <em><strong>(mar/kya/nnf/lza/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Realisasi MoU Unmul dengan University of Adelaide, Dua Mahasiswa FKIP Menuntut Ilmu ke Negeri Kanguru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/realisasi-mou-unmul-dengan-university-of-adelaide-dua-mahasiswa-fkip-menuntut-ilmu-ke-negeri-kanguru/baca </link>
<guid> realisasi-mou-unmul-dengan-university-of-adelaide-dua-mahasiswa-fkip-menuntut-ilmu-ke-negeri-kanguru </guid>
<pubDate> Thu, 25 May 2023 12:08:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua mahasiswa FKIP berhasil lolos program GEAP di Australia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/realisasi-mou-unmul-dengan-university-of-adelaide-dua-mahasiswa-fkip-menuntut-ilmu-ke-negeri-kanguru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C79LccIHmf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Realisasi MoU Unmul dengan University of Adelaide, Dua Mahasiswa FKIP Menuntut Ilmu ke Negeri Kanguru</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Raysa Zamima dan Anissa Widya Wati menambah deretan Mahasiswa Unmul yang memperoleh beasiswa ke luar negeri. Dua mahasiswa asal FKIP ini berkesempatan mempraktikkan dan memperdalam kemampuan berbahasa Inggris mereka di Australia lewat program <em>General English for Academic Purpose</em> (GEAP) dalam kurun waktu lima minggu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>GEAP adalah sebuah program yang secara khusus ditujukan untuk mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka di lingkungan akademik Australia serta berbaur dengan kebudayaan lokal negeri kanguru tersebut. Sebelumnya pada Senin (1/5) lalu diketahui, Unmul dan University of Adelaide menjalin kerja sama melalui&nbsp;</span><span><em>Memorandum of Understanding</em></span><span>&nbsp;(MoU) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anissa yang berasal dari Prodi Pendidikan Fisika serta Raysa dari Pendidikan Biologi ini menjadi angkatan pertama dari Unmul yang dikirim ke Australia untuk program tersebut. Keduanya mengaku senang dan berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh pihak Unmul. Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pun mewawancarai keduanya secara daring pada Selasa (23/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perasaannya pasti senang dan&nbsp;</span><span><em>excited</em></span><span><em>&nbsp;</em>juga, karena enggak nyangka terpilih dan karena ini pertama kalinya diadakan jadi sedikit khawatir tentang program ini bakalan seperti apa nantinya, tetapi setelah dijalani semuanya lancar,&nbsp;</span><span><em>alhamdulillah</em></span><span>,&rdquo; ungkap Raysa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perihal pendaftaran, keduanya melaksanakan tes TOEFL secara mandiri kemudian mengirimkan CV menggunakan bahasa Inggris untuk pihak University of Adelaide dan dilanjutkan dengan serangkaian tes lanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pada awalnya kami perlu melakukan tes bahasa Inggris secara mandiri lalu kemudian mengirimkan CV kepada pihak ELC (</span><span><em>English Language Centre</em>)</span><span>&nbsp; University of Adelaide. Setelah terkonfirmasi, barulah kami melakukan tes bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh pihak University of Adelaide serta menulis esai dengan topik yang diberikan,&rdquo; papar Anissa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keduanya pun berterus terang bahwa pihak Unmul memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan dua mahasiswa FKIP ini. Anissa mengungkap bahwa pihak Unmul beserta segenap dosen di UPT. Layanan Internasional sangat memberikan dukungan, mulai dari proses pendaftaran hingga keberangkatan keduanya ke negeri kanguru tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dukungan dari Unmul berupa pengarahan dari awal sampai akhirnya bisa berangkat, selama ini juga diapresiasi dan kami diminta untuk selalu mengabari (kegiatan) selama kami di Australia,&rdquo; jelas Raysa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski tak menghadapi kendala berarti selama proses pendaftaran, keduanya sempat alami keterlambatan akibat terhambat pada proses pengurusan visa. Untungnya, pihak University of Adelaide memaklumi hal tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama di Australia, Raysa dan Anissa memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang dibimbing langsung oleh pengajar dari University of Adelaide. Selain itu, keduanya juga terjun melaksanakan praktik mengajar di salah satu sekolah dasar di Adelaide.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kegiatan yang kami lakukan yaitu kelas belajar bahasa Inggris dari hari Senin sampai Kamis dan setiap satu kali seminggu kami menjadi asisten bagi guru bahasa Indonesia di salah satu&nbsp;</span><span><em>primary school</em></span><span>&nbsp;di Adelaide. Kami juga tinggal bersama orang lokal sehingga selalu&nbsp;</span><span><em>practice</em></span><span>&nbsp;Bahasa Inggris setiap hari untuk berkomunikasi,&rdquo; terang Raysa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mahasiswa juga berkesempatan untuk mengambil kelas peminatan seperti&nbsp;</span><span><em>Australian Culture</em></span><span>, IELTS,&nbsp;</span><span><em>Global Communication</em></span><span>&nbsp;dan lain sebagainya. Pada program kali ini juga kami berkesempatan untuk mengajar langsung di Kilkenny Primary School sebagai bentuk kerja sama University of Adelaide dan Kilkenny Primary School,&rdquo; tambah Anissa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Raysa pun berpesan agar teman-teman mahasiswa tidak takut untuk berbahasa Inggris dan memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk mengikuti program-program yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadikan kesempatan kecil sebagai batu loncatan untuk menuju kesempatan besar. Soalnya, sebelum saya mengikuti program ini, saya juga mengikuti program kredit internasional secara&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>. Teman-teman saya yang lain tidak ada yang mau ikut karena takut tidak bisa berbahasa Inggris, padahal dari hal-hal kecil seperti itu kita mulai belajar perlahan,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anissa pun menambahkan hal serupa. Ia secara khusus berharap agar kemampuan berbahasa Inggris dimiliki oleh seluruh mahasiswa Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemampuan seperti bahasa Inggris sudah sepatutnya menjadi <em>skill&nbsp;</em>yang harus dimiliki seluruh mahasiswa Unmul. Maka dari itu, saya berharap agar seluruh mahasiswa dapat menonjolkan bakatnya pada bidang bahasa sehingga berkesempatan mendapatkan program seperti GEAP ini,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(dre/ord/mgw/ems)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melebihi Kuota, Calon Peserta KKN 49 Kukar akan Diarahkan Mengisi Wilayah Paser dan Kubar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melebihi-kuota-calon-peserta-kkn-49-kukar-akan-diarahkan-mengisi-wilayah-paser-dan-kubar/baca </link>
<guid> melebihi-kuota-calon-peserta-kkn-49-kukar-akan-diarahkan-mengisi-wilayah-paser-dan-kubar </guid>
<pubDate> Fri, 26 May 2023 12:34:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kuota KKN 49 Kukar melebihi batas, peserta akan dialihkan ke Paser dan Kubar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melebihi-kuota-calon-peserta-kkn-49-kukar-akan-diarahkan-mengisi-wilayah-paser-dan-kubar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uQNkmrOgIo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melebihi Kuota, Calon Peserta KKN 49 Kukar akan Diarahkan Mengisi Wilayah Paser dan Kubar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kamis (25/5) kemarin, panitia pelaksana KKN 49 Unmul secara resmi mengumumkan adanya kelebihan kuota calon peserta yang mendaftar di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Calon peserta KKN yang memilih wilayah tersebut nantinya akan diarahkan ke kabupaten lain yang kuotanya belum terpenuhi seperti Paser dan Kutai Barat (Kubar).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Ketua Panitia KKN 2023, Arifin Salam melalui sambungan telepon pada Kamis (25/5) mengonfirmasi hal tersebut. Sebutnya, keputusan tersebut diambil sebab mempertimbangkan pemerataan sebaran mahasiswa. Kukar sebagai salah satu lokasi tujuan KKN tahun ini diketahui dipilih oleh lebih dari seribu mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena kelebihan kuota, jadi yang (memilih wilayah KKN) di Kukar kalau bisa dikurangi. Kami akan mengurangi (dan) bawa ke Kabupaten Paser atau di Kabupaten Kubar. Di sana banyak sekali desa yang direkomendasikan, tapi tidak terakomodir,&quot; ungkap Arifin.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Arifin menyebut keputusan tersebut masih akan mempertimbangkan bagaimana tanggapan dari mahasiswa. Nantinya, akan ada arahan dan solusi bagi mahasiswa yang keberatan dengan keputusan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika ada yang protes bahwa Kubar dan Paser yang direkomendasikan, yang mengarahkan ke sana itu kita upayakan jangan yang terlalu jauh (wilayahnya), jangan yang susah aksesnya, karena kita &apos;kan memikirkan dana mahasiswa (juga).&quot;</p><p style="text-align: justify;">Namun, jika sebagian besar mahasiswa mempermasalahkan hal tersebut, maka pemindahan kuota calon peserta KKN di Kukar akan dibatalkan. Panitia akan mengirim peserta KKN ke desa-desa di Kukar yang telah direkomendasikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Daerah (DPMPD).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Arifin turut memaparkan skenario pelaksanaan KKN 49 yang akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Rencananya, pembekalan akan dilaksanakan setelah Ujian Akhir Semester (UAS) dan dilanjutkan dengan agenda pelepasan peserta KKN di akhir bulan.</p><p style="text-align: justify;">Pengumuman tersebut disambut pula dengan beragam reaksi dari para mahasiswa. Indah Hairunissa salah satunya. Dirinya merupakan calon peserta KKN yang memilih Kabupaten Kukar sebagai tempat pengabdiannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dihubungi via pesan teks WhatsApp, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP itu mengaku belum mendapat arahan lebih lanjut dari panitia mengenai pengumuman tersebut. Akunya, dirinya cukup keberatan jika nantinya harus dipindahkan dari Kukar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadinya juga bakal makan biaya yang lebih besar kalau dipindahkan. Berharap aja sih tidak (jadi dipindahkan), ya, tapi kalau iya, ya sudah, tidak bisa nolak juga,&quot; ujar Indah.</p><p style="text-align: justify;">Rizki Dwi Fadlirhohim, mahasiswa dari Prodi Statistika FMIPA yang juga memilih Kabupaten Kukar turut menyampaikan keluhannya terhadap pengumuman tersebut. Dirinya merasa keberatan dengan keputusan tersebut, apalagi jika mahasiswa yang akan dipindahkan dipilih dengan sistem acak.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, hal tersebut tidak cukup adil bagi mahasiswa yang sedari awal memang memilih Kabupaten Kukar sebagai tempat pengabdiannya. Sebab di sisi lain tak bisa dimungkiri, ada sebagian mahasiswa yang memilih kabupaten tersebut akibat kehabisan kuota di wilayah lain.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harusnya yang mengisi (mendaftar KKN) di detik-detik akhir saja yang dipindahkan. Saya rasa itu sih,&quot; tutur Rizki. <strong><em>(khn/nnf/ara/myy/dre)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara dari Ujung Sungai Mahakam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/suara-dari-ujung-sungai-mahakam/baca </link>
<guid> suara-dari-ujung-sungai-mahakam </guid>
<pubDate> Mon, 29 May 2023 09:25:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kehidupan di Kabupaten Mahakam Ulu yang penuh perjuangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/suara-dari-ujung-sungai-mahakam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EGQa7roWGS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suara dari Ujung Sungai Mahakam</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Long Apari merupakan salah satu dari lima kecamatan yang berada di Kabupaten Mahakam Ulu. Long Apari adalah wilayah yang langsung bertetangga dengan Malaysia. Kabupaten Mahakam Ulu sendiri memiliki Ibukota Kabupaten yang bernama Ujoh Bilang. Untuk menempuhnya bisa melalui jalur darat dan sungai, dimulai dari Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat. Jarak yang harus ditempuh dari Kutai Barat menuju Ibukota Mahakam Ulu yaitu sepanjang 145 kilometer atau memakan waktu sekitar 6 sampai 7 jam perjalanan darat.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, untuk jalan darat sendiri, sangat tidak disarankan untuk dilalui karena melihat kondisi medan jalan yang sangat sulit. Selain itu, ketika musim penghujan tiba, banyak kubangan lumpur dan jalan yang licin siap menghadang perjalanan. Ini juga meningkatkan risiko kecelakaan berkendara yang tinggi. Kendaraan yang bisa melalui jalur darat Mahakam Ulu ini pun hanya kendaraan yang bertipe <em>Double</em> Gardan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Akses Jalan Menuju Long Apari</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Papilus salah satu Mahasiswa dari Long Apari yang saat ini masih berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Samarinda. Ia mengungkapkan untuk menuju Long Apari hanya bisa dilewati melalui jalur sungai. Apabila perjalanan diawali dari Samarinda dan Kutai Barat maka masyarakat harus mengikuti kapal yang mengarah ke tujuan Mahakam Ulu. Kapal pengangkut penumpang akan berhenti di Desa Long Bagun. Desa itu merupakan salah satu Desa yang bertetangga dengan Ibukota Kabupaten Mahakam Ulu yaitu Ujoh Bilang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kapal pengangkut penumpang hanya bisa sampai di Desa Long Bagun karena setelah itu kapal tidak akan bisa lagi melewati jeram-jeram ganas yang berada di dekat kawasan Long Apari. Dalam perjalanannya untuk mencapai Desa Long Bagun, kapal akan memakan waktu perjalanan 1 sampai 3 hari, dan biaya perjalanan yang harus dikeluarkan berkisar 500 ribu rupiah sampai 800 ribu rupiah untuk sekali perjalanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akses jalan darat sendiri yang menghubungkan Kutai Barat sampai Mahakam Ulu hanya bisa mencapai Desa Long Pahangai. Namun, itu pun harus melalui medan yang berat. Setelah masyarakat mencapai Desa Long Bagun, maka masyarakat diharuskan mengganti jenis transportasi, yaitu menggunakan perahu dengan mesin cepat untuk menuju Long Apari dengan memakan waktu kisaran 4 sampai 5 jam perjalanan. Karena jalur sungai yang harus dilalui pun sangat berbahaya, di mana masyarakat harus melewati jeram-jeram sungai yang sangat ganas yang tidak jarang memakan korban jiwa. Untuk sekali perjalanan menuju Desa Long Apari, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal yaitu kisaran 1,5 juta rupiah sampai 3 juta rupiah untuk sekali perjalanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mau tidak mau masyarakat harus mengeluarkan biaya mahal karena mengingat jalur darat yang belum memadai. Papilus juga menyampaikan bahwa untuk akses jalan darat sendiri bukan tidak ada sama sekali, tetapi masih dalam proses pembangunan dan sampai sekarang jalan belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sama sekali. Dalam proses pembangunannya pun banyak mendapatkan kendala, antara lain topografi wilayah yang berbukit-bukit, lalu wilayah Desa Long Apari pun masih didominasi oleh hutan yang lebat, konflik pembebasan lahan milik masyarakat yang ingin dibangun jalan, serta kondisi iklim di kawasan Long Apari yang tinggi dengan curah hujan menyebabkan sulitnya mengakses lokasi, juga anggaran pembangunan yang terbatas menjadi salah satu kendala dalam tahap pembangunan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keterbatasan dana ini sangat berpengaruh karena posisi infrastruktur untuk transportasi darat itu sendiri membutuhkan banyak waktu, juga banyak tenaga dan biaya karena di sana masih hutan rimba. Jadi, untuk biaya pembangunan di sana membutuhkan biaya yang sangat besar. Papilus mendasarkan ihwal penting soal pembangunan jalan untuk kemakmuran rakyat sudah diamanatkan di Undang-Undang No. 38 Tahun 2004 Pasal 5 Ayat 1-3.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam pengangkutan barang-barang pokok kebutuhan, masyarakat biaya yang dikeluarkan sangat mahal, karena untuk barang pokok sendiri harus diangkut melalui Ibukota Kabupaten Mahakam Ulu yaitu Ujoh Bilang, biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali pengangkutan barang pokok masyarakat bisa mencapai 15 juta sampai 25 juta rupiah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan pun kerap kali bergantung pada kondisi alam maupun cuaca atau pasang surut dari air Sungai Mahakam. Jeram-jeram ganas siap menghadang di perjalanan. Bila kondisi air sedang surut, perjalanan sungai tentu menambah kesulitan dan sangat berbahaya, begitu pun sebaliknya. Jika kondisi air sungai sedang besar ataupun banjir, para pengemudi perahu mesin cepat akan menunda untuk melakukan perjalanan sampai kondisi air sungai mereka anggap aman. Tidak jarang pada saat musim kemarau berkepanjangan melanda Mahakam Ulu, barang-barang pokok menjadi naik secara drastis bahkan untuk harga seperti beras 25 kilogram per karung bisa mencapai 800 ribu rupiah, sedangkan seperti tabung gas 3 kilogram bisa mencapai 200 ribu rupiah sampai 250 ribu per tabungnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bisa dibayangkan bagaimana menderitanya masyarakat Long Apari dengan keterbatasan akses jalan darat. Hal ini otomatis membuat masyarakat Long Apari hanya mengandalkan jalur sungai dan itu pun sangat tergantung pada kondisi alam, seperti musim kemarau dan banjir besar. Untuk melewati jalur sungai, biaya yang dikeluarkan masyarakat lebih mahal lagi dibandingkan menggunakan jalur darat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sulitnya akses jalan di daerah perbatasan Long Apari ini pun menimbulkan berbagai permasalahan-permasalahan lainnya, seperti sulitnya melakukan pembangunan, kurangnya fasilitas rumah sakit yang memadai seperti pelayanannya yang lamban, obat-obatan yang sering kali habis, dan tenaga medis yang masih kurang jumlahnya. Kemudian kualitas pendidikan yang masih buruk dikarenakan tenaga pendidik yang masih kurang, listrik yang hanya menyala 6 jam yaitu dari pukul 18.00 sampai 24.00, dan terakhir jaringan telekomunikasi yang masyarakat anggap pembangunannya hanya sebagai formalitas saja di mana jaringan telekomunikasi belum bisa difungsikan secara maksimal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait usulan untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan darat ini sendiri, masyarakat Long Apari sudah sering kali menyuarakan hal ini, tetapi masyarakat menganggap bahwa pemerintah lamban untuk merespon persoalan yang terjadi. Untuk pembangunan jalan bukan hanya Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu saja yang berwenang, tetapi Pemerintah Provinsi Kaltim dan pusatlah yang seharusnya mempunyai wewenang utama. Mengingat Kabupaten Mahakam Ulu merupakan kabupaten yang baru berusia 10 tahun pada tahun ini, maka sangat perlu bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk menyuntik anggaran yang besar bagi pembangunan infrastruktur. Bukan hanya untuk daerah perbatasan saja, tetapi seluruh wilayah yang berada di Kabupaten Mahakam Ulu demi mempercepat pemerataan pembangunan bagi kemudahan masyarakat dalam mengakses kesejahteraan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam perbincangan di akhir, Papilus dengan nada lirih mengatakan bahwa masyarakat Long Apari juga ingin berpartisipasi bagi negara dan bangsa ini, tetapi apa boleh buat. Keadaan yang tidak memungkinkan serta nihilnya perhatian untuk masyarakat Long Apari membuat mereka serasa seperti menjadi anak tiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Andreas Ongko Wijaya Hului, mahasiswa Pembangunan Sosial, FISIP 2020.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Viralnya Pondok Pesantren Al-Zaytun Muncul Mazhab Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/di-balik-viralnya-pondok-pesantren-al-zaytun-muncul-mazhab-baru/baca </link>
<guid> di-balik-viralnya-pondok-pesantren-al-zaytun-muncul-mazhab-baru </guid>
<pubDate> Tue, 30 May 2023 12:02:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ponpes Ma'had Al-Zaytun dan Mazhab Bung Karno </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/di-balik-viralnya-pondok-pesantren-al-zaytun-muncul-mazhab-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CrVzjoEDKD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Viralnya Pondok Pesantren Al-Zaytun Muncul Mazhab Baru</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini, banyak ulama Indonesia membicarakan Mazhab Bung Karno yang dideklarasikan oleh pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ma&apos;had Al-Zaytun. Pesantren ini viral dikarenakan video yang beredar di masyarakat. Saat mengadakan salat <em>Ied&nbsp;</em>pada Hari Raya Idul Fitri, salat yang dipraktikkan tidak sesuai dengan empat Mazhab Fikih besar yang diikuti oleh umat muslim, yaitu Mazhab Hambali, Maliki, Syafi&apos;i dan Hanafi. Pada saat kegiatan salat Ied, ada perempuan di barisan laki-laki dan laki-laki non muslim di barisan depan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam hal ini, pendiri Ponpes Ma&apos;had Al-Zaytun, Panji Gumilang yang menyatakan diri sebagai pengikut Mazhab Bung Karno menyebut dirinya Syekh Panji. Panji mengaku terinspirasi dari salah satu karya Bung Karno yakni &quot;Di Bawah Bendera Revolusi Jilid 1&quot;. Dia juga menyebutkan bahwa mazhab Bung Karno melindungi kesetaraan gender.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun mengutip salah satu tulisan Bung Karno dalam sebuah buku yang memprotes penggunaan tabir (pembatas jamaah laki-laki dan perempuan) oleh Muhammadiyah, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang di dalamnya terlibat Bung Karno. Menurut Panji, Bung Karno mengancam akan keluar dari Muhammadiyah jika terus menerapkan praktik tabir. Panji menjelaskan, Bung Karno menganggap tabir sebagai praktik memperbudak perempuan, sehingga harus dihapuskan. &ldquo;Saat Muktamar Muhammadiyah ke-28 di Medan, Bung Karno menulis soal itu. Akhirnya diputuskan tidak perlu pakai tabir, baik untuk rapat pertemuan maupun salat&quot;, tambah Panji.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan Remaja dan Keluarga (PRK) Prof. Amany Lubis menjelaskan, praktik salat berjamaah sudah diatur di setiap mazhab imam. &ldquo;Di keempat mazhab yang berlaku, sudah diatur di mana posisi perempuan saat salat.&rdquo; Prof. Amany Lubis melanjutkan, jika perempuan ingin salat di masjid, tentu diperbolehkan. Dalam mazhab Imam Syafi&apos;i, posisi perempuan berada tepat di belakang barisan saat diimami langsung laki-laki. Ketentuan ini berlaku baik ketika melaksanakan salat berjamaah bersama keluarga di rumah maupun ketika berjamaah di masjid.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang tidak boleh adalah bercampurnya laki-laki dan perempuan di dalam masjid yang bersebelahan atau selang-seling. Ini namanya kacau. Kalau berdasarkan berita yang beredar ada perempuan di barisan pertama dan katanya untuk memuliakan perempuan, itu bukan alasan,&quot; katanya. Prof. Amany Lubis menegaskan bahwa ajaran Islam ada untuk memuliakan perempuan dan laki-laki. Ajaran Islam yang benar memuliakan semua orang (perempuan dan laki-laki). Oleh karena itu, tidak perlu berpikir bahwa jika seorang perempuan menjadi makmum di belakang barisan laki-laki, itu berarti tidak memuliakan perempuan. Beda lagi jika di Masjidil Haram. Perempuan boleh di sebelah pria, tetapi dengan catatan lokasinya sudah diatur. Ada area khusus untuk pria dan perempuan untuk salat. Nabi Saw. bersabda: &ldquo;<em>Shaf&nbsp;</em>terbaik bagi laki-laki adalah <em>shaf&nbsp;</em>pertama, sedangkan <em>shaf&nbsp;</em>terburuk bagi mereka adalah <em>shaf&nbsp;</em>paling akhir. Dan <em>shaf&nbsp;</em>terbaik bagi wanita adalah <em>shaf&nbsp;</em>terakhir, sedangkan <em>shaf&nbsp;</em>terburuk bagi mereka adalah <em>shaf&nbsp;</em>pertama&rdquo; ( H.R Muslim).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum lama ini juga ada video yang menampilkan khutbah Jumat yang dipimpin oleh perempuan di Ponpes tersebut. Ponpes Al-Zaytun juga terkenal dengan kontroversinya tentang adzan dengan cara yang berbeda dan juga salam Yahudi. Perihal ini disinggung oleh Ustadz Abdul Somad, yang mengatakan bahwa orang yang mengajarkan salam ini harus ditangkap karena antek Yahudi. Bagi umat muslim terkhusus di Indonesia agar lebih hati-hati dalam memahami tuntunan ajaran Islam yang beredar karena ajaran yang baik hanya berdasarkan Al-Qur&rsquo;an dan As-Sunnah. Indonesia bukan lagi perang secara fisik, tetapi perang secara pemikiran.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em><br>Opini ditulis oleh Nur Anisa Rahmawati, mahasiswi Ekonomi Syariah, FEB 2021 sekaligus Staff Departemen Riset dan Kerja sama Pusdima Unmul Tahun 2023.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Edukasi dan Pencegahan Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unmul Gelar Roadshow ke Seluruh Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-edukasi-dan-pencegahan-kekerasan-seksual-satgas-ppks-unmul-gelar-roadshow-ke-seluruh-fakultas/baca </link>
<guid> upaya-edukasi-dan-pencegahan-kekerasan-seksual-satgas-ppks-unmul-gelar-roadshow-ke-seluruh-fakultas </guid>
<pubDate> Wed, 31 May 2023 11:46:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Satgas PPKS menggelar roadshow di seluruh fakultas untuk mengedukasi dan mencegah kekerasan seksual </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-edukasi-dan-pencegahan-kekerasan-seksual-satgas-ppks-unmul-gelar-roadshow-ke-seluruh-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PRUt1Hmr2X.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Edukasi dan Pencegahan Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unmul Gelar Roadshow ke Seluruh Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Menyasar seluruh penjuru fakultas, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) &nbsp;Unmul menggelar <em>roadshow&nbsp;</em>bertajuk &ldquo;Sosialisasi Mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus&rdquo;. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendibudristek) 30 Tahun 2021 Bab II, pasal 6 ayat (3) huruf g.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda tersebut dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>hybrid</em></span><span><em>&nbsp;</em>sejak Kamis (25/5) hingga Rabu (31/5) yang terbagi ke dalam empat tim pelaksana. Selain bertandang ke Rektorat Unmul, terhitung sebanyak tiga belas fakultas telah mereka sambangi selama kegiatan tersebut berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pun berkesempatan untuk menghadiri sosialisasi Satgas PPKS yang bertempat di Fahutan pada Senin (29/5) lalu. Mei Vita Romadon Ningrum selaku anggota Divisi Edukasi Satgas PPKS Unmul memaparkan beberapa materi sebagai upaya membangun kesadaran dan pengetahuan bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun empat poin penting dari pemaparan materi yang disampaikan oleh Mei. Masing-masing adalah tuduhan palsu, pembebanan korban, relasi kuasa, serta pengenalan 21 jenis dan bentuk kekerasan seksual berdasarkan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ayu Ainun Triana, salah seorang mahasiswi angkatan 2022 yang menghadiri kegiatan&nbsp;</span><span><em>roadshow</em></span><span><em>&nbsp;</em>di Fahutan mengaku dirinya banyak memperoleh edukasi baru. Utamanya, seputar kekerasan seksual yang berguna bagi diri sendiri dan juga teman-temannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tadi kan dikasih beberapa contoh tentang jenis-jenis kekerasan seksual. Awalnya kan kita&nbsp;</span><span><em>gak</em></span><span><em>&nbsp;</em>tahu, (kemudian setelah mengikuti sosialisasi itu) jadi tahu. &nbsp;Awalnya yang kita pikir itu hanya candaan, ternyata masuk,&nbsp;</span><span><em>lo</em>,</span><span>&nbsp;di (jenis-jenis) kekerasan seksual,&quot; tutur Ayu kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Senin (29/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum&nbsp;</span><span><em>roadshow</em></span><span><em>&nbsp;</em>tersebut digelar, rupanya Ayu belum mengetahui eksistensi dari Satgas PPKS di Unmul. Informasi mengenai kegiatan tersebut pun ia dapat dari pihak akademik yang disebarkan melalui grup angkatan di WhatsApp. Sontak, kabar tersebut mendapat tanggapan positif dari teman-teman serta dosennya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami pikir cuma&nbsp;</span><span><em>roadshow</em></span><span>&nbsp;biasa, ternyata diwajibkan khusus untuk kelas saya, karena kebetulan berhubungan dengan mata kuliah kami hari ini, yaitu Pendidikan Pancasila. Nah, dosennya mewajibkan kami untuk mengganti kuliah dengan mengikuti kegiatan ini,&quot; tambah Ayu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ayu berharap, adanya Satgas PPKS dapat memudahkan para korban kekerasan seksual untuk mendapat informasi dan pengetahuan, serta memotivasi banyak korban agar dapat angkat suara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Ayu, Fransiskus Paran, mahasiswa Fakultas Hukum mengungkap bahwa dirinya telah mengetahui adanya Satgas PPKS di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Secara umum, tahu saja, karena ada kasus-kasus yang muncul kemarin, tiba-tiba nama Satgas PPKS naik. &nbsp;Namun, secara spesifiknya baru tahu tadi,&quot; ungkap Fransiskus ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Selasa (30/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fransiskus mengaku bahwa sejauh ini, ia belum pernah melihat kekerasan seksual secara langsung. Menurutnya, hal tersebut bisa saja terjadi akibat banyak korban yang justru menyembunyikannya karena malu untuk mengungkapkan hal tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Oleh karena itu, ia berharap Satgas PPKS dapat membantu meningkatkan kesadaran dari seluruh sivitas akademika terhadap pentingnya perlindungan dan penanganan kekerasan seksual di kampus. <em><strong>(ysn/gie/ali/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Kampus Mengajar dan MSIB Kembali Dibuka, Dua Alumni MBKM Unmul Bagikan Pengalamannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-kampus-mengajar-dan-msib-kembali-dibuka-dua-alumni-mbkm-unmul-bagikan-pengalamannya/baca </link>
<guid> program-kampus-mengajar-dan-msib-kembali-dibuka-dua-alumni-mbkm-unmul-bagikan-pengalamannya </guid>
<pubDate> Thu, 01 Jun 2023 09:14:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendaftaran program MBKM Kampus Mengajar dan MSIB 2023 dibuka </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-kampus-mengajar-dan-msib-kembali-dibuka-dua-alumni-mbkm-unmul-bagikan-pengalamannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uPtGJYqfQv.png" />
					</figure>
			                <h1>Program Kampus Mengajar dan MSIB Kembali Dibuka, Dua Alumni MBKM Unmul Bagikan Pengalamannya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Tahun ini, Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali membuka program Kampus Mengajar serta Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Diketahui, pendaftaran program Kampus Mengajar angkatan keenam telah dibuka sejak tanggal 8 Mei hingga 4 Juni 2023. Sedangkan masa pendaftaran program MSIB angkatan kelima diperpanjang hingga tanggal 30 Juni mendatang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persyaratan untuk mendaftar pada kedua program unggulan dari Merdeka Belajar &mdash; Kampus Merdeka (MBKM) itu pun tak jauh berbeda. Mahasiswa yang dapat mengikuti Kampus Mengajar adalah mereka yang berada di semester empat atau lebih dengan IPK minimal 3.00.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara ketentuan untuk pendaftar program MSIB adalah mahasiswa yang berada di minimal semester dua (D2), semester tiga (D3), dan semester lima (D4/S1). Calon pendaftar pun dipastikan belum pernah mengikuti Kampus Mengajar atau MSIB sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun dokumen yang perlu dipersiapkan adalah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Mahasiswa, surat rekomendasi dari kampus, transkrip nilai IPK, serta surat keterangan sehat. Pendaftar juga dapat melampirkan sertifikat prestasi, pengalaman mengajar, atau pengalaman berorganisasi jika ada. Terkhusus untuk pendaftar program MSIB, diharuskan pula untuk mencantumkan&nbsp;</span><span><em>Curriculum Vitae</em>&nbsp;</span><span>(CV) serta fotokopi KTP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program MSIB mewadahi mahasiswa yang ingin &nbsp;memiliki pengalaman untuk terjun langsung ke lapangan pekerjaan. Program tersebut turut menawarkan sejumlah sektor yang dapat dipilih oleh setiap pendaftar, di antaranya adalah teknologi, kesehatan dan pelayanan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Lembaga Multilateral &amp; <em>Non-profit</em>, jasa, dan lain-lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain Kampus Mengajar dan MSIB, program lain yang ditawarkan dalam MBKM adalah Pertukaran Mahasiswa, Wirausaha Merdeka, dan</span><span>&nbsp;<em>Indonesian International Student Mobility Awards</em></span><span>&nbsp;(IISMA). Namun, pendaftaran ketiga program tersebut telah ditutup beberapa waktu lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pun berkesempatan mewawancarai dua mahasiswa Unmul yang merupakan alumni dari kedua program tersebut. Daud Rio Yurdanus merupakan salah satu alumni yang berkenan untuk membagikan pengalamannya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>selama mengikuti program MSIB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa Prodi Sistem Informasi 2019 itu memilih perusahaan yang bergerak di sektor teknologi dan berlokasi di Jakarta Pusat. Ungkapnya, alasan di balik pilihannya tersebut adalah karena berhubungan langsung dengan Prodi yang ia ambil saat ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama mengikuti magang, dirinya disibukkan dengan sejumlah kegiatan yang mengasah kemampuan dan ilmunya. Melalui program tersebut, ia pun bertemu dengan rekan-rekan dari kampus ternama di Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kegiatan yang dilakukan selama program tersebut (MSIB) berlangsung ada banyak sekali, yaitu&nbsp;</span><span><em>on site</em></span><span>&nbsp;(magang langsung ke kantor&nbsp;</span><span>stakeholder</span><span>), menjadi konsultan dalam bidang&nbsp;</span><span><em>Enterprise Resource Planning</em></span><span>&nbsp;(ERP) dan juga&nbsp;</span><span><em>IT Support</em></span><span>,&rdquo; ungkap Daud ketika diwawancarai&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;secara daring pada Selasa (30/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya menyoal kendala selama menjalani magang, Daud mengeluhkan lambatnya pencairan uang magang yang membuat dirinya harus mengatur pengeluaran sebaik mungkin, apalagi dirinya saat itu tengah berada jauh dari kota asalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di luar dari itu, ia mengaku tak menemui kendala yang berarti. Sebaliknya, dirinya turut dibina oleh seniornya yang sudah berpengalaman ketika melakukan pendaftaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak lupa, Daud turut memberikan tips kepada mahasiswa Unmul yang berminat untuk mengikuti MSIB. Keselamatan dan kesehatan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika ingin mengikuti program tersebut. Ia berpesan agar teliti saat memilih kota yang ingin dituju untuk melakukan magang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Minta) restu orang tua jika ingin magang di luar kota atau provinsi. Jangan asal pilih kota sembarangan hanya karena kota tersebut ramai maupun banyak tempat wisata. Pertimbangkan kembali kesehatan dan keselamatan selama magang.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, berbagai fasilitas yang diberikan oleh perusahaan yang dituju juga penting untuk dicermati. Misalnya memastikan jika perusahaan tersebut menyediakan tempat tinggal, konsumsi, hingga fasilitas penunjang lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siapkan dua CV, yaitu CV kreatif dan&nbsp;</span><span><em>Applicant Tracking System</em></span><span>&nbsp;(ATS), tetapi untuk halaman pendaftaran (program MSIB), masukan CV ATS,&rdquo; pesan Daud.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kisah lainnya datang dari Imam Wijayadi, mahasiswa Pendidikan Biologi 2019. Dirinya merupakan alumni Kampus Mengajar yang ditempatkan di SD IT Al-Anshar Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mengaku sangat antusias dan mendapat pengalaman luar biasa yang tak terlupakan ketika menjalani program tersebut, sebab dirinya bertemu dengan para siswa dan guru yang suportif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain pengalaman, kami juga mendapatkan rumah dan keluarga baru,&rdquo; kenang Imam ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>secara daring pada Rabu (31/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ungkapnya, kegiatan yang ia jalani tak hanya sebatas belajar dan mengajar. Ada beberapa misi yang harus dipenuhi selama program tersebut berlangsung, seperti pengenalan aplikasi maupun asesmen dari Kemendikbud Ristek, membantu administrasi sekolah, tata usaha, memperkenalkan teknologi kepada guru dan siswa, hingga memperkuat literasi numerasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat program ini berlangsung di SD IT Al-Anshar Samarinda, aku dan tim mengadakan beberapa program kerja yang kami rancang per bulannya. Seperti adanya&nbsp;</span><span><em>workshop</em></span><span><em>&nbsp;</em>pengenalan&nbsp;</span><span><em>Google Classroom</em></span><span>&nbsp;dan cara pembuatan video pembelajaran untuk guru, mengajar baca, tulis, dan hitung (calistung), Jumat bersih, mengadakan lomba-lomba seperti memperingati Bulan Bahasa dan Maulid yang diwarnai dengan perlombaan yang tetap mengasah literasi, numerasi dan kreativitas serta beberapa program kerja lainnya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Daud, alasan yang membuat Imam tertarik untuk mengikuti Kampus Mengajar adalah Prodinya yang selaras dengan program tersebut sebagai seorang pendidik. Selain itu, pengalaman dari seniornya pun memotivasi dirinya untuk mengikuti program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun mengaku kurang suka membaur dengan anak-anak, Imam memberanikan dirinya untuk keluar dari zona nyamannya dengan memilih sekolah dasar sebagai tempat yang dituju, alih-alih memilih sekolah menengah pertama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak seperti yang saya pikirkan sebelumnya, saya malah jatuh cinta dengan mereka (para siswa). Ternyata mereka seru dan sangat bersemangat dengan program kerja kami dan saat saya mengajak mereka belajar sambil bermain,&rdquo; sambungnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal kendala selama menjalani Kampus Mengajar, Imam mengaku tak menemui kendala yang berarti. Hanya saja, dirinya harus pintar membagi waktu karena jadwal mengajar dan perkuliahan yang terkadang berbenturan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun harus mengajar sembari menyimak materi dari dosen melalui Zoom Meeting karena perkuliahan masih dilaksanakan secara daring kala itu. Jika ada materi yang kurang dipahami, dirinya akan mengulas kembali melalui Powerpoint (PPT) yang disediakan oleh dosen.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalian harus <em>up to date</em> dengan informasi itu berasal. Bisa follow Instagram Kampus Mengajar (untuk mendapat informasinya), kemudian bisa juga sharing dengan kenalan yang pernah join program ini dan tentunya harus berani keluar dari zona nyaman,&rdquo; pesan Imam mantap. <em><strong>(dre/nnf/pad/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Mimbar Bebas, BEM FISIP Unmul Peringati Ragam Peristiwa di Bulan Mei </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-mimbar-bebas-bem-fisip-unmul-peringati-ragam-peristiwa-di-bulan-mei/baca </link>
<guid> gelar-mimbar-bebas-bem-fisip-unmul-peringati-ragam-peristiwa-di-bulan-mei </guid>
<pubDate> Thu, 01 Jun 2023 10:05:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mimbar bebas BEM FISIP memperingati berbagai macam peristiwa historis di bulan Mei </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-mimbar-bebas-bem-fisip-unmul-peringati-ragam-peristiwa-di-bulan-mei/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MajIcd5F4O.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Mimbar Bebas, BEM FISIP Unmul Peringati Ragam Peristiwa di Bulan Mei</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Rabu (31/5) kemarin, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (BEM FISIP) Unmul menggelar mimbar bebas di hadapan gedung rektorat. Mimbar bebas ini diselenggarakan dalam rangka mengakhiri bulan Mei.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mei merupakan bulan yang sarat akan perjuangan,&rdquo; ucap Maulana, Wakil Presiden BEM FISIP Unmul. Beragam momen dan peristiwa bersejarah terjadi pada bulan tersebut. Mulai dari Hari Buruh pada tanggal 1 Mei, kemudian Hari Pendidikan sehari setelahnya yang merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Termasuk juga tragedi-tragedi berdarah di masa Orde Baru seperti kematian misterius Marsinah dan penembakan mahasiswa Trisakti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diperingatinya bulan ini dengan pergelaran mimbar bebas juga bukan hanya seremonial belaka. Maulana menilai, bahwa masih banyak masalah terkait buruh, pendidikan, dan demokrasi hari ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja, misalnya,&rdquo; singgung Maulana. Melalui undang-undang kontroversial ini, kapitalisme semakin memperkuat eksploitasinya terhadap buruh. Mulai dari kontrak kerja yang fleksibel hingga jam kerja yang tak manusiawi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait pendidikan pun fenomena serupa terjadi. Pendidikan yang seharusnya menjadi upaya mencerdaskan bangsa, dijadikan sebuah komoditas anyar. Wacana &lsquo;</span><span><em>marketplace</em></span><span>&rsquo; untuk guru honorer yang diajukan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim pada 29 Mei lalu, misalnya. Upaya ini justru akan membuat guru-guru honorer layaknya barang yang diperdagangkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam konteks Unmul sendiri, Rektor Abdunnur berencana menjadikan kampus tertua di Kaltim ini sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Kebijakan ini berpotensi menjadikan kampus layaknya perusahaan dengan pengurangan anggaran dari pemerintah. Menjadi bermasalah karena nantinya perguruan tinggi akan memakai hitungan untung-rugi, bukan kebutuhan sosial masyarakat dan bangsa.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa seharusnya tidak apatis,&rdquo; pungkas Maulana. <em><strong>(gie/nkh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Simulator SCADA Rusak Total, Keran Water Fountain Banyak yang Tak Berfungsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-simulator-scada-rusak-total-keran-water-fountain-banyak-yang-tak-berfungsi/baca </link>
<guid> program-simulator-scada-rusak-total-keran-water-fountain-banyak-yang-tak-berfungsi </guid>
<pubDate> Fri, 02 Jun 2023 08:38:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keterbatasan bahan baku air dan rusaknya program yang memurnikan air membuat water fountain di Unmul tidak bisa digunakan serta tidak layak minum </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-simulator-scada-rusak-total-keran-water-fountain-banyak-yang-tak-berfungsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QS8lPXsaog.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Simulator SCADA Rusak Total, Keran Water Fountain Banyak yang Tak Berfungsi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Mahasiswa Unmul yang kerap menyambangi perpustakaan atau Taman Unmul mungkin sudah tak asing dengan eksistensi keran air yang satu ini. Menurut penuturan Bohari Yusuf, Mantan Wakil Rektor IV Periode 2018-2022 pada <em>live streaming</em> PKKMB 2022 lalu, terdapat 11 fasilitas keran air minum atau <em>water fountain</em> yang tersebar di kawasan Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada sebelas titik yang langsung bisa diminum (air dari keran&nbsp;</span><span>water fountain</span><span>-nya) di beberapa tempat di gedung-gedung tadi. Lalu, di gerbang ada satu, kemudian di tengah taman ada dua,&rdquo; tutur Bohari pada siaran langsung PKKMB Unmul 2022 lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pun sempat menilik lokasi yang telah disebutkan Bohari dan menemukan 10 dari 11 titik&nbsp;</span><span><em>water fountain</em></span><span>&nbsp;yang ada. Dari kesepuluh titik tersebut, hanya ada satu keran yang berfungsi, yaitu keran yang berada di <em>Science Center</em> FMIPA dan satu keran yang rusak di Taman Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Hanya Dialirkan ke Fasilitas Tertentu</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>kemudian menghubungi Nataniel Dengen, Wakil Rektor bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat. Berdasarkan penuturannya, keran tersebut ditutup akibat para pengguna yang kerap kali lupa mematikannya sehingga air dibiarkan terus mengalir. Imbuhnya, kapasitas pengairan&nbsp;</span><span><em>water treatment plant</em></span><span>&nbsp;pun hanya difokuskan pada fasilitas-fasilitas penting di Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini adalah proyek yang dilakukan dari Islamic Development Bank (IsDB) dan&nbsp;</span><span><em>water treatment</em></span><span>-nya ada di atas sana (dekat Gedung FISIP). Proyek IsDB hanya diperuntukkan untuk gedung-gedung yang dibuat oleh IsDB. Tapi, dalam perjalanannya akses air dibuka ke semua fakultas, sehingga dalam hal ini berkuranglah bahan baku untuk menyuplai semua,&rdquo; terang Nataniel ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Jumat (26/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu satu kendala yang kita hadapi. Dalam hal ini, banyak titik-titik yang tidak penting, jadi kita tutup (alirannya) supaya air berfungsi maksimal ke semua yang digunakan,&rdquo; sambungnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nataniel mengungkap bahwa pihak Rektorat Unmul kini ini tengah berencana untuk membangun&nbsp;</span><span><em>water treatment plant</em></span><span>&nbsp;baru di sekitar FKM dan FH.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita sekarang sedang dalam tahap perencanaan. Namanya, perencanaan ini di-</span><span><em>engineering</em></span><span>-nya, jaringan-jaringannya, dibutuhkan oleh setiap gedung sedang kita proses. Supaya kita tidak salah menciptakan&nbsp;</span><span><em>water treatment</em></span><span>, tadi lihat (di) FKM sama Farmasi di sana, itu &apos;kan kita menciptakan kolam di bawah. Itu memang sengaja kita desain dulu sebagai suatu sumber air yang bisa kita serap. Itu terlihat lebih bersih dibanding air sungai.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;">Rahim selaku Kepala Pengawas Water Treatment Plant juga turut buka suara. Dirinya menyebut, saat ini kandungan air yang telah diproses oleh water treatment plant masih terdapat kandungan zat besi yang cukup tinggi. Alhasil, air tersebut tidak disarankan untuk diminum.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Diambil sampelnya tiap hari. Bukan pengujian, tetapi hanya untuk cek kadar&nbsp;</span><span><em>potential of hydrogen</em></span><span>&nbsp;(pH) jangan sampai di bawah tujuh atau minimalnya enam sampai delapan. Sebetulnya, bisa diminum, tapi kami tidak menyarankan karena zat besinya masih tinggi,&rdquo; terang Rahim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rahim menambahkan bahwa sebelumnya, air di dalam keran itu sudah dapat diminum. Namun, karena program simulator&nbsp;</span><span><em>Supervisory Control and Data Acquisition</em></span><span>&nbsp;(SCADA) yang sedang rusak, proses pemurnian air harus dilakukan secara manual sehingga air yang dihasilkan tidak dapat semurni ketika simulator SCADA masih berjalan secara normal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Airnya tidak sebersih dahulu) karena kontrol SCADA rusak total. Kalau nyala, bisa diminum (airnya). Tapi, karena (permunian airnya) masih manual, kita harus begadang sampai jam satu atau dua malam. Kalau ada simulator SCADA, jadi lebih enak. (Proses pemurnian airnya) ditinggal saja bisa. Sekarang harus dijaga terus karena pencampurannya harus diawasi.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pihak&nbsp;</span><span><em>water treatment plant</em></span><span>&nbsp;pun sudah mencoba melaporkan kerusakan program simulator SCADA kepada pihak Rektorat, namun hingga kini, pihaknya masih menunggu tanggapan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan dari Mahasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>turut meminta tanggapan dari sejumlah mahasiswa terkait fasilitas&nbsp;</span><span><em>water fountain</em></span><span><em>&nbsp;</em>tersebut. Hasilnya, tak semua mahasiswa menyadari keberadaan dan fungsi dari fasilitas tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aidio Parulian, Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional mengaku belum mengetahui jika air di dalam&nbsp;</span><span><em>water fountain</em></span><span>&nbsp;tersebut bisa diminum.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya tidak tahu (jika airnya bisa diminum). Saya juga baru tahu dari pertanyaan ini. Kalau mencoba,&nbsp;</span><span><em>sih</em>,</span><span>&nbsp;saya belum pernah, karena saya juga baru tahu, dan untuk melihat juga saya belum pernah. Kalau sudah teruji dengan baik, mungkin boleh untuk coba-coba (diminum). Namun, tidak untuk digunakan sehari-hari,&rdquo; aku Aidio kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Kamis (25/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aido menilai jika keberadaan keran air tersebut tidak begitu penting. &ldquo;Bagus, sih, semisal kalau haus tinggal minum di situ, tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk berbelanja air di kantin. Apalagi buat mahasiswa yang ngerantau itu lumayan bikin irit kantong ekonomi mahasiswa. Kalau dibilang penting, menurut saya tidak terlalu, ya, karena itu bukan suatu hal yang&nbsp;</span><span><em>urgent</em></span><span>, karena untuk di kampus saya (FISIP) sendiri &apos;kan ada tiga kantin buat membeli air, tapi, ya, kalau keran ada, itu bagus juga buat dipakai minum.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Aido, Muhammad Zakki rupanya telah mengetahui fungsi dari&nbsp;</span><span><em>water fountain</em></span><span>. Meski begitu, dirinya sendiri belum sempat mencoba meminum air dari keran tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jujur, aku pernah mau nyoba (meminum), tapi waktu itu keran airnya dimatikan, jadi gak bisa dicoba. &nbsp;Padahal, aku mau nyoba. Terus kalau lihat orang lain (meminum) air itu kayaknya belum pernah,&rdquo; tutur mahasiswa Prodi Geofisika 2022 itu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Layaknya Aidio, Zakki berpendapat bahwa masyarakat Indonesia yang belum terbiasa meminum air langsung dari keran membuat&nbsp;</span><span>water fountain</span><span>&nbsp;menjadi terbengkalai, sehingga ia merasa jika fasilitas tersebut tidak begitu penting.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebagai warga Indonesia, itu (minum air langsung dari keran), ya, jadi hal yang tidak biasa. Kita &apos;kan minum air dari dispenser, dari galon. Nah, kalau lihat yang seperti itu, yang langsung dari kerannya, mungkin kurang terbiasa.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurut Zakki, fasilitas tersebut tak perlu ada apabila pemanfaatannya tak maksimal ke seluruh titik. Menyoal anggaran pembangunan, Zakki menyebut dana tersebut seyogianya dapat dialihkan ke fasilitas yang lebih strategis.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau saya, ya, mending tidak usah saja (dibuat fasilitas <em>water fountain</em>-nya) kalau cuma FMIPA saja yang (kerannya) menyala. Lebih baik tidak perlu ada (keran) daripada terbengkalai gitu. Buang-buang anggaran. Lebih baik, ya, dianggarkan ke (fasilitas) lain,&rdquo; tukasnya. <em><strong>(mar/lav/ray/sky/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Beat Plastic Pollution: Melawan Limbah Plastik yang Kian Mencekik di Hari Lingkungan Hidup Sedunia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/beat-plastic-pollution-melawan-limbah-plastik-yang-kian-mencekik-di-hari-lingkungan-hidup-sedunia/baca </link>
<guid> beat-plastic-pollution-melawan-limbah-plastik-yang-kian-mencekik-di-hari-lingkungan-hidup-sedunia </guid>
<pubDate> Mon, 05 Jun 2023 10:45:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kalahkan plastik di Hari Lingkungan Hidup 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/beat-plastic-pollution-melawan-limbah-plastik-yang-kian-mencekik-di-hari-lingkungan-hidup-sedunia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mR9PNzRYfw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Beat Plastic Pollution: Melawan Limbah Plastik yang Kian Mencekik di Hari Lingkungan Hidup Sedunia</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA</span><strong>&nbsp;&mdash;&nbsp;</strong>Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni merupakan salah satu momentum penting untuk merefleksi kembali tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini. Kali ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung kampanye <em>#BeatPlasticPollution</em>.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Limbah plastik yang hingga kini masih menjadi masalah serius menjadi alasan digalakkannya kampanye tersebut. Lewat kampanye #</span><span><em>BeatPlasticPollution</em></span><span>, masyarakat diharap mampu membantu mengatasi polusi dari sampah plastik di seluruh dunia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Material plastik sendiri merupakan salah satu komponen penting yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 19,45 juta ton sampah sepanjang tahun 2022. Dari jumlah tersebut, sampah plastik memiliki proporsi sebesar 18,55% dari total keseluruhan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena ini menggambarkan betapa penggunaan plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Fakta bahwa plastik memiliki masa hidup yang sangat panjang dan sulit terurai secara alami pun tidak dapat dipungkiri. Dalam jangka panjang, akumulasi sampah plastik dapat menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem, mengancam keanekaragaman hayati, dan mengganggu keseimbangan alam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain akumulasi sampah plastik, penggunaan plastik yang tidak terkendali juga memiliki bahaya laten yang serius terhadap keberlanjutan lingkungan hidup. Plastik yang tidak terurai dengan mudah dapat berubah menjadi partikel-partikel kecil yang dikenal sebagai mikroplastik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mikroplastik ini dapat masuk ke dalam rantai makanan yang kemudian dapat mengancam organisme hidup, termasuk manusia. Tak sampai di situ, penggunaan plastik rupanya turut berkontribusi terhadap perubahan iklim. Proses pembuatan plastik yang menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dapat menghasilkan menghasilkan emisi gas rumah kaca saat diproses.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai salah satu makhluk yang butuh lingkungan hidup, peran manusia menjadi cukup krusial.&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>merangkum beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk turut berkontribusi di dalamnya! Apa saja, ya?</span></p><p><span><strong>Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini dapat dimulai dari diri sendiri dengan menghindari penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, wadah makanan atau minuman sekali pakai dan sedotan plastik. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan tas belanja kain, sedotan&nbsp;</span><span><em>stainless steel</em></span><span>&nbsp;atau sedotan berbahan bambu, dan wadah makanan atau minuman yang dapat dipergunakan kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Meningkatkan upaya daur ulang plastik</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Daur ulang merupakan salah satu solusi untuk mengurangi dampak polusi plastik. Kita perlu memastikan bahwa plastik yang kita buang dapat didaur ulang dengan benar. Menggunakan produk yang terbuat dari plastik daur ulang juga dapat menjadi alternatif yang baik untuk mengurangi permintaan terhadap plastik baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mendorong inovasi dan pengembangan bahan alternatif dari plastik</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlu ada upaya untuk mendorong inovasi dalam pengembangan bahan alternatif yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik. Pengembangan bahan bioplastik yang terbuat dari sumber daya terbarukan atau bahan lain yang dapat terurai dengan lebih cepat sehingga tidak meninggalkan dampak negatif pada lingkungan misalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mengatur kebijakan dan regulasi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peran pemerintah dalam mengatur kebijakan dan regulasi terkait penggunaan plastik tentunya juga menjadi faktor penting untuk mengatasi limbah plastik. Hal ini mencakup pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemberlakuan pajak atau denda terhadap jenis plastik tertentu, serta mendorong produsen untuk bertanggung jawab terhadap siklus hidup produk plastik yang mereka hasilkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, dalam acara &quot;Road to G20 Beating Plastic Pollution from Source to Sea&quot; pada awal November 2022 lalu di Bali, menyampaikan bahwa melalui NPAP (</span><span><em>National Plastic Action Partnership</em></span><span>), komitmen pengurangan sampah plastik akan memberikan dampak kepada 34 juta orang dan memiliki nilai sekitar Rp1 triliun atau setara dengan USD 66,7 juta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan penuh apresiasi, Luhut optimis bahwa tindakan kolaboratif ini akan memainkan peran penting dalam menentukan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya sangat menghargai semua komitmen yang telah kita buat hari ini, di mana sekitar 38 organisasi berkumpul dan berjanji untuk menciptakan ekonomi plastik sirkular,&quot; ujar Luhut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mengedukasi dan meningkatkan kesadaran</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendidikan dan peningkatan kesadaran merupakan faktor penting dalam upaya menjaga lingkungan hidup dengan mengurangi penggunaan plastik. Diperlukan terus-menerus upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko polusi plastik dan betapa pentingnya mengurangi penggunaan plastik.</span></p><div style="text-align: justify;">Dengan mengadopsi upaya-upaya tersebut secara bersama-sama, kita dapat mempercepat tindakan dalam transisi menuju ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Melalui kampanye #<em>BeatPlasticPollution</em>, sudah sepantasnya berbagai kalangan dapat menggalang kesadaran dan tindakan, mulai dari individu hingga perusahaan besar. Tujuannya sudah jelas, menjamin kualitas hidup bagi generasi mendatang. <em><strong>(opi/srf/dre)</strong></em></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Kritik Pola Asuh Tiger Parenting dalam Film Turning Red </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menilik-kritik-pola-asuh-tiger-parenting-dalam-film-turning-red/baca </link>
<guid> menilik-kritik-pola-asuh-tiger-parenting-dalam-film-turning-red </guid>
<pubDate> Thu, 08 Jun 2023 12:19:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pola asuh tiger parenting dalam film Turning Red karya studio Pixar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menilik-kritik-pola-asuh-tiger-parenting-dalam-film-turning-red/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/96i89OvN2W.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Kritik Pola Asuh Tiger Parenting dalam Film Turning Red</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Orang tua selalu benar. Begitulah pola asuh yang dipahami dalam <em>tiger parenting</em>. Dikutip dari <em>halodoc.com</em>, anak-anak yang diasuh dengan pola <em>tiger parentin</em><em>g</em> cenderung rendah diri dan rentan alami depresi sebab posisinya yang dituntut memenuhi ekspektasi orang tua. Pola asuh ini kian diperburuk dengan minimnya ruang bagi anak untuk bernegosiasi dan menyuarakan pendapatnya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena ini yang kemudian dituangkan ke dalam film Turning Red. Setelah sebelumnya sukses dengan film Inside Out dan Soul, Disney Pixar kembali mantap mengulas tema serupa dalam film Turning Red. Film ini dirilis pada 2022 dan disutradarai oleh Domee Shi yang sebelumnya turut menyutradarai film pendek Pixar lainnya seperti BAO.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film Ini bercerita tentang seorang anak keturunan Cina berumur 13 tahun yang bernama Mei Lee (pengisi suara Rosaline Chang). &nbsp;Ia tinggal bersama sang ibu, Ming Lee (pengisi suara Sandra Oh) &nbsp;yang memiliki sifat posesif dan sangat mengekang Mei.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ming melakukannya bukan tanpa alasan. Sebagai seorang ibu, ia ingin putrinya menjadi sosok penurut dan mengikuti semua peraturan dengan baik. Hal tersebut tercermin dalam caranya mendidik yang mewajibkan putrinya pandai matematika, mengikuti les musik, hingga aturan untuk tidak bergaul bersama orang yang dinilai aneh.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, ayah Mei, Jin Lee (pengisi suara Orion lee) digambarkan sebagai sosok yang sangat mendukung semua keputusan istrinya. Bersama-sama, mereka mengurus sebuah kuil leluhur milik keluarga Lee. Sampai pada suatu hari, Mei tiba-tiba terbangun dalam kondisi yang telah dikutuk menjadi panda merah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk kembali normal, dirinya perlu memastikan emosinya stabil terlebih dahulu, yang biasa ia dapatkan ketika bersama teman-temannya. Sayangnya, Ming (ibu Mei) tak terlalu suka dengan keberadaan teman-temannya yang dianggap menghalangi sang buah hati mencapai mimpinya. Puncak kisah Mei terus berlanjut hingga suatu kejadian tak terduga menimpa teman dan keluarganya. Kejadian tersebut menempatkan Mei dan Ming pada situasi canggung nan rumit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film ini tak hanya berfokus mengkritik pola asuh&nbsp;</span><span><em>tiger parenting</em></span><span>, namun juga sekaligus menyorot masa pubertas yang direpresentasikan secara apik dalam sosok panda merah. Misalnya Mei Lee yang kerap alami banyak pergolakan, turut dirasakan anak-anak lain saat mereka menuju masa remaja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, film Pixar satu ini kurang mendapat perhatian dari penonton. Situs&nbsp;</span><span><em>Box Office Mojo</em></span><span>&nbsp;mencatat, Turning Red hanya mampu meraup keuntungan 20,1 miliar USD di seluruh dunia dari biaya produksi yang mencapai 175 miliar USD. Diketahui, kontroversi akibat penggambaran budaya yang tidak sesuai dengan dunia nyata turut mewarnai diskusi di berbagai komunitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, budaya tradisional Tiongkok dalam film ini pun berhasil jadi nilai tambah sebab sebab penyajiannya yang berakulturasi dengan budaya modern secara proporsional. Walaupun terkesan memiliki topik cerita yang berat, dominasi&nbsp;</span><span><em>tone&nbsp;</em></span><span>film berwarna cerah sukses menjadikan film ini memiliki visualisasi yang ringan.</span></p><p style="text-align: justify;">Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk menonton Turning Red? Film yang satu ini bisa kamu saksikan secara legal lewat aplikasi Disney+ Hotstar, ya! <em><strong>(ahn/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Logo Pohon Kehidupan Nusantara: Simbol Kebhinekaan dan Kekayaan Alam dari Sabang Hingga Merauke </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/logo-pohon-kehidupan-nusantara-simbol-kebhinekaan-dan-kekayaan-alam-dari-sabang-hingga-merauke/baca </link>
<guid> logo-pohon-kehidupan-nusantara-simbol-kebhinekaan-dan-kekayaan-alam-dari-sabang-hingga-merauke </guid>
<pubDate> Fri, 09 Jun 2023 11:34:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penetapan Pohon Hayat sebagai logo Ibukota Nusantara dan makna tersirat yang terkandung di dalamnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/logo-pohon-kehidupan-nusantara-simbol-kebhinekaan-dan-kekayaan-alam-dari-sabang-hingga-merauke/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a91GZqshBB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Logo Pohon Kehidupan Nusantara: Simbol Kebhinekaan dan Kekayaan Alam dari Sabang Hingga Merauke</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong></span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>&mdash;</strong> Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah mengumumkan Pohon Hayat sebagai lambang Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini disampaikan langsung dalam agenda peluncuran logo Nusantara di Istana Negara pada Selasa (30/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden RI tersebut mengatakan, logo IKN yang terpilih akan menjadi identitas visual IKN. Logo yang terpilih merupakan karya dari desainer Aulia Akbar yang bertajuk &ldquo;Pohon Kehidupan Nusantara&rdquo; atau &ldquo;</span><span>Tree of Life</span><span>&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari akun Instagram resmi IKN, logo tersebut terinspirasi dari pepohonan di Indonesia yang merupakan sumber kehidupan dan kekayaan hayati dalam ekologi Nusantara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Logo IKN Nusantara terdiri dari lima akar pohon, tujuh batang, dan tujuh belas bunga mekar. Lima akarnya melambangkan Pancasila, tujuh batangnya mewakili pulau besar yang ada di Indonesia, serta tujuh belas bunga mekar menjadi simbol kemerdekaan abad ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Logo&nbsp;</span><span>Tree of Life</span><span>&nbsp;juga memiliki filosofi yang sejalan dengan semangat pembangunan IKN, yaitu mengedepankan kebanggaan terhadap jati diri bangsa sebagai negara besar, bangsa yang besar, bangsa yang majemuk, serta mengedepankan kesadaran masyarakat akan konservasi dan juga lingkungan hidup yang membangkitkan ekosistemnya,&rdquo; terang Jokowi pada Rabu (31/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Aulia Akbar sebagai perancang logo tersebut turut memaparkan bahwa pohon kehidupan juga merupakan tanda kebhinekaan Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Itu (logo IKN) bisa menjadi tanda bahwa selain keberagaman, kita pasti bisa bersatu, sama seperti bendera merah putih kan? Kita sebut merah putih, bukan orange,&rdquo; imbuh Aulia. &nbsp;<strong><em>(una/</em></strong><strong style=""><em>dre)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wansus Bagus Arif: Kiat DPM KM Bersinergi hingga Kinerja BEM KM Unmul 2023 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wansus-bagus-arif-kiat-dpm-km-bersinergi-hingga-kinerja-bem-km-unmul-2023/baca </link>
<guid> wansus-bagus-arif-kiat-dpm-km-bersinergi-hingga-kinerja-bem-km-unmul-2023 </guid>
<pubDate> Mon, 12 Jun 2023 11:09:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wawancara khusus bersama Ketua DPM KM Periode 2022 dari kinerja BEM KM hingga permasalahan yang dihadapi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wansus-bagus-arif-kiat-dpm-km-bersinergi-hingga-kinerja-bem-km-unmul-2023/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FJ806fvN1j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wansus Bagus Arif: Kiat DPM KM Bersinergi hingga Kinerja BEM KM Unmul 2023</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sempat mengalami kendala soal Surat Keputusan (SK) yang membuat BEM dan DPM periode sebelumnya berjalan tanpa legalitas, akhirnya SK tersebut resmi dikeluarkan pada Desember 2022 lalu. Hal ini pun berdampak pada masa kepengurusan yang hanya berjalan selama setengah periode.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Bagus Arif selaku ketua DPM KM Unmul periode 2022 pun membagikan informasi seputar program-program yang akan dijalankan selama masa kepengurusan yang singkat tersebut. Berikut wawancara khusus (Wansus)&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>dengan Bagus, Kamis (25/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apakah singkatnya masa kepengurusan mempengaruhi target dan program kerja yang harus dijalankan?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sangat berpengaruh. Karena yang pertama, kita terkendala SK selama hampir satu tahun. Artinya, BEM dan DPM yang dulu berjalan tanpa SK dan legalitas hampir selama satu tahun. Nah, dari setengah tahun itu, bagaimana cara kita merangkum seluruh kewajiban. Seperti agenda wajib yang harus dijalankan DPM, misalnya ada rapat evaluasi caturwulan. Kedua, ada rapat dengar pendapat (RDP) bersama BEM. Ketiga, ada serap aspirasi ataupun reses, dan pemilihan raya (Pemira). Terakhir, kongres.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apakah semua program kerja yang disebutkan sudah tercapai?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semuanya untuk saat ini tercapai. Tinggal yang masih berjalan itu ada Pemira dan yang terakhir adalah Kongres Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Terkait informasi mengenai program kerja DPM KM, apakah sudah menerapkan asas keterbukaan terhadap publik?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk program kerja, pertama kita secara terbuka selalu&nbsp;</span><span>publish&nbsp;</span><span>di akun resmi DPM KM. Dalam hal aspirasi pun kami juga&nbsp;</span><span><em>publish</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>open recruitment</em></span><span>&nbsp;juga semua secara terbuka ada di akun DPM KM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mengingat periode ini memiliki masa kepengurusan yang cukup berbeda, bagaimana dengan masa jabatan kepengurusan berikutnya?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk kepengurusan selanjutnya tergantung forum yang ada di kongres nanti. Seperti apa kesepakatan dan rekomendasinya, yang pasti kalau gambaran dari saya kemungkinan satu tahun lebih. Bisa 1 tahun 3 bulan karena nanti akan berbagi juga ke pengurus selanjutnya, 1 tahun 3 bulan juga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sudah berapa kali serap aspirasi dilaksanakan selama kepengurusan?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jadi untuk serap aspirasi itu kita memanfaatkan media digital. Kita buatkan postingan&nbsp;</span><span><em>flyer&nbsp;</em></span><span>agar menjangkau ke seluruh fakultas. Kita juga sebarkan ke mading-mading. Jadi, kita sediakan&nbsp;</span><span><em>form</em></span><span>, nanti&nbsp;</span><span><em>form</em></span><span>-nya kita sebarkan ke seluruh fakultas yang ada di universitas. Itu (</span><span><em>form</em></span><span><em>&nbsp;</em>serap aspirasi) satu kali karena memang akan bisa ditampung terus. Kita buat secara terbuka, kita&nbsp;</span><span><em>share</em></span><span>-nya satu kali memang. Cuman terus bisa berlanjut, kapan pun bisa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apa keluhan yang paling banyak diperoleh dari mahasiswa dalam serap aspirasi?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sempat ada aspirasi terkait belum cairnya dana anggaran tahun 2022. Nah, dalam hal itu kami menyampaikan ke BEM dan kita juga turut mengiringi forum-forum konsolidasi yang diadakan oleh badan eksekutif. Untuk eksekusinya memang lebih kembali ke badan eksekutifnya. Jadi kami menyampaikan, ya kita juga mengiringi dalam hal eksekusi, kita hadir berperan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Di kepengurusan sebelumnya ada beberapa fakultas yang mundur dari DPM KM. Bagaimana dengan kepengurusan sekarang, apakah semua fakultas tergabung?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau sekarang itu yang enggak tergabung FEB. Itu (pihak FEB) sudah mengirim (perwakilan), cuman dari mereka sendiri SDM-nya belum mencukupi karena mereka baru aktif juga, kan. Satu lagi, FIB juga sempat (bergabung), cuma mereka mau fokus ke internal juga karena kekurangan SDM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bagaimana cara DPM KM tetap bersinergi dalam menjalankan fungsi, tugas, dan wewenangnya?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk DPM harapannya agar bisa sesuai dengan aturan yang ada di kelegislatifan dijalankan sesuai wewenangnya. Misalnya dalam hal pengawasan, pembuatan aturan, kembali melihat aturan mainnya seperti apa. Kedua, untuk bisa meningkatkan lagi performa legislatif, rutin mengadakan forum-forum dan mencoba dari bawah dulu, dari internal DPM dihidupkan dulu forumnya. Selain itu, perlu pendekatan intens ke fakultas-fakultas yang ada di Unmul. Karena enggak semua fakultas itu mau terlibat dalam DPM KM. Jadi harus pintar diplomasi, membangun massa, dan mengaktifkan dari internal dulu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Salah satu tugas DPM adalah mengawal perjalanan BEM, apakah sudah dilakukan evaluasi?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sempat ada RDP ke kedua kementerian dan ada juga melalui rapat evaluasi caturwulan (Revatur). Memang untuk saat ini dalam hal mengawasi suatu pengevaluasian, memang ada kendala karena untuk saat ini fokusan kita ada di Pemira yang memang sangat membutuhkan atensi yang besar dari internal DPM KM sendiri. Butuh tenaga, massa, dan lain sebagainya yang memang menghabiskan banyak tenaga di Pemira, persiapan-persiapan dan lain sebagainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bagaimana dengan kinerja BEM di periode kali ini?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memang BEM KM ini berjalan, tapi belum maksimal. Karena di satu sisi saya lihat mereka sedang ada beberapa masalah, terkhusus tentang sumber daya manusia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Berapa nilai rapor yang bisa diberikan kepada BEM?</strong></span></p><p style="text-align: justify;">Kalau secara objektif melihat dari segala permasalahan yang ada, mulai dari awal internal beku dan sebagainya, memang tidak bisa dimungkiri bahwa sangat berat menjalankan organisasi yang ada di tahun ini (sekarang), itu (nilai) 65 sampai 70 lah. Menghargai kinerja mereka, tapi artinya kan masih ada sampai 100. Artinya mereka belum sangat mencapai 80, 90 dan lain sebagainya. <em><strong>(khn/fza/tha/aro/ems).</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tips Asah Kemampuan Public Speaking untuk Mahasiswa, Apa Saja Kiatnya? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tips-asah-kemampuan-public-speaking-untuk-mahasiswa-apa-saja-kiatnya/baca </link>
<guid> tips-asah-kemampuan-public-speaking-untuk-mahasiswa-apa-saja-kiatnya </guid>
<pubDate> Tue, 13 Jun 2023 12:05:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tips untuk kamu lebih jago dalam public speaking! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tips-asah-kemampuan-public-speaking-untuk-mahasiswa-apa-saja-kiatnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cjWzKs0Mni.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tips Asah Kemampuan Public Speaking untuk Mahasiswa, Apa Saja Kiatnya?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kamu pasti kenal, kan, dengan Najwa Shihab dan Merry Riana? Atau mungkin, Maudy Ayunda? Mereka adalah sekian contoh dari banyaknya <em>public speaker</em> yang andal. Nah, memiliki kemampuan public speaking menjadi suatu kebutuhan saat ini, terlebih untuk mahasiswa. Mulai dari pembelajaran saat di kelas, dalam proses penyelesaian tugas, dan lainnya. Sayangnya, tak semua mahasiswa memiliki kemampuan tersebut akibat berbagai faktor seperti rendahnya rasa percaya diri hingga faktor lingkungan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam dunia komunikasi,&nbsp;</span><span><em>public speaking</em></span><span>&nbsp;memiliki arti sebagai seni dalam berkomunikasi yang dilakukan secara verbal (ekspresi), wacana suatu hal atau topik tertentu yang disampaikan di depan orang banyak. Tujuan utamanya untuk menyampaikan pesan secara lisan. Lewat kemampuan&nbsp;</span><span><em>public speaking</em></span><span>, banyak hal yang dapat disampaikan dan diketahui bersama guna memberikan dampak bagi sekitar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hanna Pertiwi,&nbsp;</span><span><em>Founder&nbsp;</em></span><span>Komunitas My.Speaker Samarinda mengungkap pentingnya kemampuan<em>&nbsp;</em></span><span><em>public speaking</em></span><span>&nbsp;bagi mahasiswa. Dalam lingkup kecil seperti organisasi, pembelajaran di kelas, hingga keseharian untuk berkomunikasi dengan dosen misalnya. Berbagai hal tersebut merupakan bibit kecil dari hadirnya</span><span>&nbsp;<em>public speaking</em></span><span>&nbsp;yang dimiliki oleh mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kebutuhannya untuk apa? Untuk menyampaikan pesan supaya orang paham. Agar tidak sekadar paham, pemilihan kata juga diperlukan supaya mengenakkan hati orang, tidak menyakiti hati orang lain, hal ini penting. Karena menurutku, ini</span><span>, <em>tuh</em></span><span>, bagian dari cara kita menyampaikan ekspresi secara lisan,&rdquo; jelas Hanna melalui panggilan&nbsp;</span><span>WhatsApp&nbsp;</span><span>pada Kamis (8/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terlebih bagi mahasiswa, saat pengurusan administrasi seringkali kita bertemu beberapa staf atau jajaran akademisi lainnya yang menuntut kita untuk memperkenalkan diri serta menjelaskan maksud dan tujuan kita.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat urgensi dari pentingnya</span><span>&nbsp;<em>public speaking</em></span><span>&nbsp;bagi mahasiswa, Hanna turut membagikan beberapa kiat jitu jago&nbsp;</span><span><em>public speaking</em>.&nbsp;</span><span>Mulai dari hal mendasar sampai dengan hal inti yang menjadi penyangga hadirnya kemampuan&nbsp;</span><span>public speaking</span><span>&nbsp;tersebut. Apa saja, ya? Yuk, simak!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Lakukan Persiapan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persiapan adalah satu hal dasar yang perlu dilakukan sebelum melakukan&nbsp;</span><span><em>public speaking</em>.&nbsp;</span><span>kita bisa memulainya dengan menenangkan diri terlebih dahulu, berlatih pernapasan perut, hingga berlatih mengucapkan A I U E O agar bibir terbiasa saat berbicara menyampaikan pesan nantinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Perhatikan&nbsp;</span><span><em>Body Language</em></span></strong><span><strong>&nbsp;(Bahasa Tubuh)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hanna menyebutkan poin penting dalam proses komunikasi terletak pada visual. Bagaimana kita dapat menyampaikan suatu pesan dengan gerak tubuh yang dapat menarik audiens, karena jika hanya berbicara tanpa adanya gerakan serta ekspresi yang meyakinkan, akan membuat audiens kita tidak tertarik dan cepat bosan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Suara&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain penampilan, suara yang dikeluarkan juga turut andil dalam kelancaran kegiatan&nbsp;</span><span><em>public speaking</em>.</span><span>&nbsp;Maka tak kalah penting untuk memperhatikan volume, intonasi, dan energi yang kita miliki. Apakah suara yang keluar sudah sesuai dengan keperluan saat kita tampil? Atau masih terdapat hal-hal yang kurang cocok dalam penyampaiannya?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kenali Audiens</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seringkali terdapat pembicara yang andal dalam menyampaikan materi atau informasi yang ada. Namun, tak semua audiens dapat menerima informasi yang telah disampaikan. Hal ini sangat krusial di dalam proses penerimaan pesan saat berkomunikasi. Beberapa hal yang perlu diketahui untuk mengenal audiens di antaranya latar belakang sosial dan pendidikan yang dimiliki, jenis kelamin, kultur, hingga usia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jangan Tiru Orang Lain</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat kita meniru orang lain, pada akhirnya kita hanya akan berfokus pada orang lain. Penting untuk mengombinasikan dan memodifikasi hal-hal baik yang dimiliki&nbsp;</span><span><em>role model</em>&nbsp;</span><span>dengan apa yang ada pada diri kita. Jadi, selalu ingat untuk tetap menjadi diri sendiri, ya!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kalau Enggak Fokus atau Lupa, Yuk, Istirahat Sebentar!</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan memaksakan diri, ya, kalau saat&nbsp;</span><span><em>public speaking</em></span><span>&nbsp;berlangsung ada sesuatu yang terlupa. Coba untuk diam sejenak dan kembali mengingat, atau kita dapat membaca catatan kecil yang dimiliki. Ini bertujuan untuk menghindari beberapa ucapan yang salah dan tidak sesuai dengan materi serta informasi seharusnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Jangan Lupa&nbsp;</span><span>Ey<em>e Contact,</em></span><span><em>&nbsp;</em></span><span><em>Guys</em></span></strong><span><strong>!</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkadang saat kita telah fokus menyampaikan berbagai materi, kita lupa untuk menatap audiens atau bahkan membangun komunikasi dengan audiens. Idealnya,&nbsp;</span><span><em>public speaking</em></span><span>&nbsp;yang baik tak melulu menyoal berbicara, namun juga mendengarkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Time is Money</em></strong>!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perhatikan durasi waktu yang telah disediakan, jangan terlalu lama atau terlalu singkat, ya! Dengan memperhatikan waktu, kita dapat lebih maksimal untuk membangun cerita yang ingin disampaikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itulah beberapa kiat yang diberikan oleh Hanna untuk dapat menemani perjalanan teman-teman dalam mengasah&nbsp;</span><em><span>skill</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>public speaking</em>.</span><span>&nbsp;Disadari atau tidak, kemampuan ini memang mutlak dibutuhkan untuk dapat berjuang serta berkompetisi dalam lingkup akademik maupun non-akademik.&nbsp;</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, buat aku, tuh, tujuan utama berbicara itu bukan untuk membuat orang terkesan, ya. Namun, memberi dampak pada orang sekitar. Jadi, enggak ngomong doang, tapi bisa menggerakkan. Dengan cara apa? dengan cara kita sendiri, dengan background atau latar belakang apa pun. Mau mahasiswa, petani, itu bisa menggerakkan dari apa yang kita sampaikan,&rdquo; pesan Hanna. <strong><span><em>(ysn/ali/ems)</em></span></strong></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira Unmul Kembali Digelar Paperless, Mahasiswa Soroti Mekanisme hingga Transparansi Pungutan Suara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-kembali-digelar-paperless-mahasiswa-soroti-mekanisme-hingga-transparansi-pungutan-suara/baca </link>
<guid> pemira-unmul-kembali-digelar-paperless-mahasiswa-soroti-mekanisme-hingga-transparansi-pungutan-suara </guid>
<pubDate> Tue, 13 Jun 2023 12:33:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira Unmul 2023 akan segera dilaksanakan secara paperless </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-unmul-kembali-digelar-paperless-mahasiswa-soroti-mekanisme-hingga-transparansi-pungutan-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xf3TLGiwED.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira Unmul Kembali Digelar Paperless, Mahasiswa Soroti Mekanisme hingga Transparansi Pungutan Suara</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pemilihan Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul akan kembali digelar dalam waktu dekat. Berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Pemira kali ini akan dilaksanakan pada pertengahan tahun.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Very Verdiansyah selaku Ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) mengungkapkan bahwa hal ini terjadi lantaran Surat Keputusan (SK) Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) yang akan berakhir pada bulan Juni.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaannya yang bertepatan dengan ujian akhir semester genap tak pelik menjadi hambatan bagi KPPR dalam menyiapkan penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut. Ungkap Very, ihwal tersebut pun turut mengganggu kegiatan bagi organisasi mahasiswa (ormawa) lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena (Pemira) diadakan pada pertengahan tahun ini, akan sedikit mengganggu&nbsp;</span><span><em>timeline</em></span><span><em>&nbsp;</em>dari ormawa lain. Tapi harapannya, (semoga) Pemira kali ini akan menghasilkan perubahan sistem yang lebih baik,&rdquo; ungkap Very kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;ketika diwawancarai secara daring pada Rabu (31/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah melewati sosialisasi, pendaftaran pasangan calon (Paslon), perlengkapan berkas, hingga verifikasi berkas, terdapat dua Paslon yang telah ditetapkan untuk bersaing memperebutkan kursi di Pemira kali ini. Keduanya adalah pasangan Banu dan Febby dengan nomor urut satu serta pasangan Andi Indra dan Andi Singgalining dengan nomor urut dua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, kedua Paslon sedang menjalani masa kampanye terhitung sejak 12 hingga 18 Juni mendatang. Pelaksanaan kampanye pun rupanya terlaksana tiga hari lebih lambat dari linimasa yang ditentukan sebelumnya, yakni 9 hingga 18 Juni 2023.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal mekanisme pelaksanaan Pemira kali ini, Very mengungkap bahwa nantinya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul akan kembali dilakukan secara</span><span>&nbsp;<em>paperless</em></span><span><em>&nbsp;</em>guna mengurangi penggunaan kertas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukti registrasi pendukung bakal paslon (Bapaslon) yang mencapai ratusan hingga ribuan kertas sebagai bentuk persyaratan administrasi dikumpulkan dalam bentuk&nbsp;</span><span><em>soft file</em></span><span>&nbsp;kepada panitia Pemira. Pemungutan suara akan dilakukan secara&nbsp;</span><span>online</span><span>&nbsp;yang bekerja sama dengan tim Informasi dan Teknologi Pemira (ITP),&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berkaca pada polemik sebelumnya, KPPR akan menyelenggarakan Pemira yang berlandaskan pada Undang-Undang Pemira dan memastikan bahwa pelaksanaan pesta demokrasi tersebut berjalan dengan transparan dan anti-intervensi guna menghindari terjadinya sengketa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabar mengenai pelaksanaan Pemira pun sudah sampai di telinga mahasiswa. Fajrul Karnivan, salah satu mahasiswa FH Unmul angkatan 2022 mengaku bahwa dirinya belum merasakan euforia dari pelaksanaan Pemira tahun ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyayangkan KPPR yang tidak mengadakan sosialisasi secara luring mengenai Pemira sehingga dirinya baru mengetahui pelaksanaan Pemira ketika sudah mencapai tahap pendaftaran Bapaslon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai sosialisasi yang dilaksanakan secara daring, akun Instagram&nbsp;</span><span><em>@pemira.unmu</em>l</span><span>&nbsp;memaparkan bahwa Pemira kali ini dilaksanakan dengan linimasa yang sangat singkat, mengingat kepengurusan DPM KM tahun ini yang hanya berjalan selama setengah tahun sebagai imbas dari sengkarut Pemira tahun lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-sengkarut-pemira-2021-ikzan-bagus-jalani-singkatnya-masa-kepengurusan/baca"><span>Imbas Sengkarut Pemira 2021, Ikzan-Bagus Jalani Singkatnya Masa Kepengurusan</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fajrul pun turut mempertanyakan mengenai transparansi pelaksanaan Pemira karena pemungutan suara yang akan dilakukan secara daring</span><span>.&nbsp;</span><span>Ia menilai, pemungutan suara secara&nbsp;</span><span><em>paperless</em></span><span>&nbsp;dapat memberikan peluang manipulasi dan rekayasa jumlah suara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya tidak setuju (dengan mekanisme pelaksanaan pemilihan secara daring), karena, ya, bisa dimanipulasi. Dan juga cara perhitungannya itu seperti apa nanti itu kalau (mekanismenya) begitu. Apakah ada transparansi? &apos;Kan jelas kalau Pemilu penghitungan suaranya transparan di tempat. Kalau&nbsp;</span><span><em>online&nbsp;</em></span><span>bagaimana?&rdquo; komentar Fajrul ketika dimintai tanggapannya oleh&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;pada Rabu (7/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Ketua KPPR Very Verdiansyah berjanji bahwa pihaknya akan memastikan Pemira tahun ini berlangsung secara transparan dan dilaksanakan dengan adil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami selaku penyelenggara akan memastikan Pemira berjalan dengan transparan, anti intervensi, dan akan melaksanakan rangkaian acara Pemira dengan seadil-adilnya,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Berkaca dari pelaksanaan Pemira di tahun lalu, Very dan pihaknya akan berani mengambil sikap yang sesuai dengan Undang-undang Pemira yang sudah ditetapkan jika terdapat tindakan yang bertentangan dengan aturan tersebut. <em><strong>(</strong></em><em><strong>amg/khn/ner/jla/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FPIK Care: Bebaskan Sungai Karang Mumus dari Sampah Plastik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/fpik-care-bebaskan-sungai-karang-mumus-dari-sampah-plastik/baca </link>
<guid> fpik-care-bebaskan-sungai-karang-mumus-dari-sampah-plastik </guid>
<pubDate> Wed, 14 Jun 2023 12:37:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gerakan memungut sampah di Sungai Karang Mumus dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama FPIK Unmul. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/fpik-care-bebaskan-sungai-karang-mumus-dari-sampah-plastik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uquKOexLnS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FPIK Care: Bebaskan Sungai Karang Mumus dari Sampah Plastik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">BEM FPIK Unmul bersama DPM FPIK Unmul, Mapala Plankthos, LDM&rsquo;BU, dan Himasuper FPIK UNMUL melakukan gerakan bersih-bersih di sekitar Sungai Karang Mumus pada Sabtu (10/6) dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Sedunia. Agenda ini diadakan sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat dan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FPIK Unmul terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Karang Mumus.</span></p><p style="text-align: justify;">Aksi bersih-bersih di sekitaran sungai ini dihadiri langsung oleh para ketua Lembaga dan Himpunan Mahasiswa FPIK Unmul, beserta jajaran stafnya dengan TSO KBM FPIK Unmul. Titik bersih-bersih di sekitaran Sungai Karang Mumus ini dimulai dari Kedai Himasuper FPIK Unmul sampai Jembatan Gelatik.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah minimnya kesadaran masyarakat sekitar dan pengguna jalan di sekitaran Jalan Gelatik, BEM FPIK Unmul bersama Lembaga dan Himpunan FPIK Unmul senantiasa berupaya melakukan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar, khususnya KBM FPIK Unmul terkait kelestarian lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">BEM FPIK Unmul beserta Lembaga dan Himpunan Mahasiswa FPIK Unmul berkomitmen bahwa kegiatan ini tidak hanya terselenggara secara momentum, tetapi akan dilakukan secara berkala. Aksi bersih-bersih sungai ini bertujuan demi mewujudkan Sungai Karang Mumus yang merdeka dari sampah plastik.</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak 8 kantong sampah berhasil dikumpulkan. Masing-masing didominasi dengan sampah anorganik seperti plastik, <em>styrofoam</em>, dan botol minuman yang kita ketahui bersama bahwa sampah tersebut memiliki kemampuan terurai yang sangat lama.</p><p style="text-align: justify;">Dilaksanakannya kegiatan ini juga untuk mengajak masyarakat sekitar, khususnya KBM FPIK Unmul untuk sadar dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian sungai.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press Release ditulis oleh Rahdatul Nahda, Sekretaris Umum BEM&nbsp;</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>FPIK Unmul.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Marketplace Guru, Antara Kesejahteraan atau Kenyamanan Pendidik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-marketplace-guru-antara-kesejahteraan-atau-kenyamanan-pendidik/baca </link>
<guid> dilema-marketplace-guru-antara-kesejahteraan-atau-kenyamanan-pendidik </guid>
<pubDate> Thu, 15 Jun 2023 11:35:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Marketplace guru, wacana yang menempatkan proses rekrutmen terintegrasi ke dalam sebuah platform </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-marketplace-guru-antara-kesejahteraan-atau-kenyamanan-pendidik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zuqgXGTG42.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Marketplace Guru, Antara Kesejahteraan atau Kenyamanan Pendidik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengemukakan wacana mengenai <em>marketplace</em> guru. Alasannya, perekrutan tenaga kependidikan atau guru di Indonesia kerap berkutat dengan beragam masalah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Kekosongan guru secara tiba-tiba akibat kematian, pensiun, serta mutasi sekolah kemudian menjadi alasan mendasar dari adanya gagasan&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">marketplace</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;tersebut. Selain itu, adanya kebutuhan rekrutmen guru yang beda-beda oleh setiap sekolah juga memunculkan pertimbangan bahwa rekrutmen secara terpusat tidak bisa dijadikan solusi terhadap permasalahan tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Cara Kerja Marketplace Guru</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Marketplace</em> guru yang dicanangkan nantinya menawarkan suatu wadah di mana semua guru dapat mengajar. Wadah tersebut diisi oleh database calon guru yang sudah pernah mengikuti ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau lulusan pendidikan berprofesi guru (PPG) pra jabatan yang dinilai layak menjadi guru. <em>Marketplace</em> tersebut nantinya bisa diakses oleh semua sekolah yang ada di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di mana guru-guru yang boleh mengajar, masuk ke dalam <em>database</em> yang bisa diakses seluruh sekolah,&quot; terang Nadiem.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, adanya <em>marketplace</em> tersebut dapat dimanfaatkan baik oleh pihak guru maupun pihak sekolah. Di mana para guru akan menyimpan data-data mereka sebagai seorang guru dan pihak sekolah akan mencari siapa yang dapat diundang untuk mengajar sesuai dengan kebutuhan sekolah tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Sivitas Akademika Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Susilo, Dosen Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unmul menyebut gagasan tersebut akan bertentangan dengan Undang-undang Kewenangan Pemerintah Daerah Nomor 32 Tahun 2004. Dalam aturan tersebut, guru SD hingga SMP ditentukan oleh Pemerintah Kota, sedangkan SMA/SMK berada dalam naungan Pemerintah Provinsi. Sedangkan <em>marketplace</em> guru memosisikan kepala sekolah sebagai pihak yang berwenang menentukan rekrutmen guru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya kepala sekolah A dikasih oleh Pemda uang sekian, perlu guru sekian, ngambil dari <em>marketplace</em>, kan, gitu,&rdquo; terang Susilo pada Kamis (8/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, hadirnya <em>marketplace</em> bukanlah satu-satunya solusi. Ihwal kuota guru hingga kondisi daerah di suatu sekolah misalnya, hal tersebut mestinya dapat turut menjadi pertimbangan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Susilo, solusi yang tepat bagi masalah kekosongan di suatu sekolah adalah memberi perhatian bukan hanya dari sisi kesejahteraan, namun juga kenyamanan bagi para pengajar yang bekerja di sekolah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di atas semua itu, ini adalah ide yang inovatif dari pak menteri, di mana ia memberikan sebuah ekosistem pasar untuk memberikan <em>display</em> guru-guru yang baik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menyoal masalah baru yang berpotensi timbul, Susilo mengingatkan untuk lebih cermat dalam menimbang peluang dan risiko secara matang. &ldquo;Setiap kebijakan pasti punya potensi menghadirkan masalah baru. Cuma nanti (dilihat) lebih besar mana masalah baru yang akan muncul atau masalah yang sekarang?&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Muhammad Fajar Hidayat selaku Gubernur BEM FKIP Unmul turut berbagi pandangannya melalui pesan Whatsapp pada Rabu (7/6). Ia dengan tegas menolak wacana tersebut. Menurutnya, hal ini akan mendegradasi serta merendahkan profesi guru.</p><p style="text-align: justify;">Fajar menyebut, wacana <em>marketplace</em> guru dapat membuka peluang praktik nepotisme. Namun, apabila wacana ini nantinya bakal diterapkan, keamanan data pribadi para guru yang terlibat perlu mendapat sorotan lebih.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan kami juga pemerintah lebih selektif kepada guru-guru yang nantinya lolos untuk direkrut, didasari dengan kapasitas dan kapabilitas guru,&rdquo; kuncinya. <em><strong>(tha/wsd/gie/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Manajemen FEB Unmul Raih Juara Satu Kompetisi Bisnis Nasional, Kalahkan UI dan UGM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/manajemen-feb-unmul-raih-juara-satu-kompetisi-bisnis-nasional-kalahkan-ui-dan-ugm/baca </link>
<guid> manajemen-feb-unmul-raih-juara-satu-kompetisi-bisnis-nasional-kalahkan-ui-dan-ugm </guid>
<pubDate> Thu, 15 Jun 2023 11:59:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prestasi mahasiswa Unmul dalam kompetisi Andalas National Marketing Plan Competition (ANMPC) 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/manajemen-feb-unmul-raih-juara-satu-kompetisi-bisnis-nasional-kalahkan-ui-dan-ugm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ydu4O8OMoT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Manajemen FEB Unmul Raih Juara Satu Kompetisi Bisnis Nasional, Kalahkan UI dan UGM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Tim 7RRA sebagai representasi dari Jurusan Manajemen FEB Unmul menunjukkan prestasi gemilang dalam kompetisi bisnis tingkat nasional yang digelar oleh Universitas Andalas (Unand) pada Sabtu (27/5) lalu. Tim 7RRA yang berhasil meraih posisi pertama pada kompetisi Andalas National Marketing Plan Competition (ANMPC) 2023 ini beranggotakan Reza Joy Winantha, Ruqi Fahmi Sadad, dan Sayyidah Aisyah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Mengusung konsep <em>marketing plan</em>, lomba ini diikuti pula oleh sepuluh universitas ternama di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor. Untuk mengikuti perlombaan ini, Tim 7RRA telah melakukan persiapan selama hampir dua bulan lamanya sebelum lomba tersebut dimulai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di awal, kita coba bagi tugas. Ada yang bagian desain yaitu Ruqi, kepenulisan oleh Aisyah, dan bagian analisis oleh saya. Karena memang nanti akan ada presentasi setelah proposal, jadi kami juga membagi tugas seperti masing-masing dari kami memegang secara sendiri program-program yang sudah dibuat,&rdquo; ungkap Reza saat ditemui awak <em>Sketsa</em> pada Rabu (7/6) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kompetisi kali ini, Tim 7RRA mencari salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berlokasi di Samarinda. Setelahnya, mereka bergegas menyusun strategi pemasaran yang cocok untuk diterapkan oleh UMKM tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mencoba mengambil UMKM yang bergerak di bidang peternakan. Lebih tepatnya (bidang) Agribisnis. Kami berinisiatif mengambil tema sektor ini karena memang jarang diambil oleh kelompok lain,&rdquo; terang Aisyah.</p><p style="text-align: justify;">Meski sektor yang diangkat perlu strategi yang cukup rumit, ketiganya mencoba memanfaatkan peluang tersebut dengan baik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tema Agribisnis ini tergolong tema berat, tetapi kami coba untuk melihat dari sisi peluangnya yang cukup besar, meskipun ada tantangan-tantangan lain,&rdquo; imbuh Ruqi.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun berhasil meraih juara utama, kendala selama proses persiapan tak luput mereka jumpai. Diskusi tatap muka yang tak bisa dilakukan akibat berbenturan dengan waktu liburan adalah salah satu tantangan yang menghampiri mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketiganya lantas tanggap menyiasatinya dengan melakukan koordinasi melalui konferensi daring. Melalui sesi diskusi yang intens, Tim 7RRA kemudian menelurkan ide-ide kreatif yang kemudian diimplementasikan dalam proposal mereka.</p><p style="text-align: justify;">Dukungan penuh dari Unmul turut menjadi kunci di balik kesuksesan Tim 7RRA dalam lomba ini. Dukungan tersebut tersalur pada pendanaan untuk biaya pendaftaran, transportasi, dan kebutuhan penunjang lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari Ketua Jurusan Manajemen kita juga benar-benar men-<em>support</em> kami, membantu komunikasi, pencairan dana, termasuk hambatan-hambatan lainnya juga langsung dibantu beliau sampai akhirnya kita bisa berangkat,&rdquo; ungkap Aisyah.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melalui serangkaian seleksi proposal, Tim 7RRA berhasil masuk ke dalam tujuh besar yang berhak melaju ke babak final di kompetisi ANMPC. Di sana, mereka diminta untuk mempresentasikan proposal yang telah dibuat. Dalam waktu terbatas, ketiganya mampu menyampaikan poin penting dari proposal mereka dengan efektif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketiganya berharap, pihak kampus memberi perhatian lebih kepada tim-tim lain yang akan berlaga dalam kompetisi serupa. Mulai dari bantuan finansial yang lebih luas hingga memfasilitasi informasi terkait kegiatan lomba dan pembinaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, kampus bisa percaya dengan tim Unmul. Karena ternyata kita (Unmul) mampu bersaing dengan universitas besar lainnya di Indonesia,&rdquo; pungkas mereka. <em><strong>(str/pad/snr/mgw/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terbukti Melakukan Pelanggaran, Kemendikbud Ristek Cabut Izin Operasional 23 Perguruan Tinggi Swasta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terbukti-melakukan-pelanggaran-kemendikbud-ristek-cabut-izin-operasional-23-perguruan-tinggi-swasta/baca </link>
<guid> terbukti-melakukan-pelanggaran-kemendikbud-ristek-cabut-izin-operasional-23-perguruan-tinggi-swasta </guid>
<pubDate> Fri, 16 Jun 2023 09:44:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pencabutan izin operasional 23 Perguruan Tinggi Swasta di penjuru Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terbukti-melakukan-pelanggaran-kemendikbud-ristek-cabut-izin-operasional-23-perguruan-tinggi-swasta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GfswMIowaX.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Terbukti Melakukan Pelanggaran, Kemendikbud Ristek Cabut Izin Operasional 23 Perguruan Tinggi Swasta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencabut izin operasional 23 perguruan tinggi yang terindikasi melakukan pelanggaran per 25 Mei 2023. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi, monitoring dan aduan masyarakat selama satu tahun, yakni sejak Mei 2022 hingga Mei 2023.</span></p><p style="text-align: justify;">Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti Ristek) Kemendikbud Ristek, Lukman mengatakan bahwa 23 perguruan tinggi tersebut terbukti melaksanakan pembelajaran fiktif, tidak memenuhi ketentuan standar pendidikan tinggi, melakukan praktik jual beli ijazah, melakukan penyimpangan pemberian beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), serta adanya perselisihan badan penyelenggara sehingga pembelajaran tidak kondusif.</p><p style="text-align: justify;">Pencabutan izin beberapa perguruan tinggi ini berlandaskan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 7 Tahun 2020. &nbsp;Di dalam peraturan tersebut, tertulis bahwa bagi perguruan tinggi yang tidak beroperasi sesuai ketentuan akan dikenakan sanksi ringan, sedang, hingga berat seperti pencabutan izin operasional.</p><p style="text-align: justify;">Lukman mengatakan, pemberian sanksi akan dilakukan secara bertahap dan dibagi ke dalam beberapa klasifikasi, yaitu sanksi ringan yang terdapat di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Sementara wewenang pemberlakuan sanksi sedang dan berat akan diberikan Dirjen Dikti Ristek dengan melibatkan Tim Evaluasi Kinerja Perguruan Tinggi (EKPT) yang terdiri dari berbagai unsur seperti Kelembagaan, Hukum, Pembelajaran Kemahasiswaan, Sumber Daya, dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi sehingga keputusan yang diambil berdasarkan fakta dan data yang tervalidasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dilakukan bertahap berdasarkan bukti fakta dan data yang ditemukan di lapangan,&rdquo; kata Lukman saat diwawancarai <em>Kompas.com</em> pada Kamis (25/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Kompas.com</em>, Lukman menuturkan bahwa semua kampus yang dihentikan adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS), namun ia tak mau membagikan data perguruan tinggi yang telah dihentikan lantaran beberapa alasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski tak menyebut nama-nama kampus secara langsung, Lukman tetap merinci wilayah 23 kampus yang telah dicabut izin operasionalnya. Tangerang Selatan, Tasikmalaya, Yogyakarta, Bali, Palembang, Makassar, Bandung, dan Bogor masing-masing satu perguruan tinggi. Kemudian dua perguruan tinggi di Surabaya, Medan, Padang, Manado, dan Bekasi, serta lima perguruan tinggi di Jakarta.</p><p style="text-align: justify;">Imbuh Lukman, LLDikti akan membantu mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik yang terdampak oleh pencabutan izin operasional perguruan tinggi agar dipindahkan ke perguruan tinggi lainnya dengan syarat menyertakan bukti pembelajaran yang otentik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik yang terdampak karena pencabutan izin operasional akan dibantu untuk dipindahkan ke perguruan tinggi lainnya oleh UPT Kemendikbud Ristek, yaitu LLDikti selama ada bukti pembelajaran yang otentik,&quot; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, penyelesaian masalah akademik dan non akademik yang muncul harus ditindaklanjuti paling lama satu tahun sejak keputusan dari pembubaran atau pencabutannya ditetapkan. Penyelesaian ini dilakukan oleh Kemendikbud Ristek untuk pembubaran Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan badan penyelenggara PTS bagi pencabutan izin P<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">TS. <em><strong>(lza/ani/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Money Politic dalam Pemilu: Tinjauan Hukum terhadap Praktik Korupsi dan Pelanggaran Kampanye dalam Demokrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/money-politic-dalam-pemilu-tinjauan-hukum-terhadap-praktik-korupsi-dan-pelanggaran-kampanye-dalam-demokrasi/baca </link>
<guid> money-politic-dalam-pemilu-tinjauan-hukum-terhadap-praktik-korupsi-dan-pelanggaran-kampanye-dalam-demokrasi </guid>
<pubDate> Sat, 17 Jun 2023 11:17:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meninjau money politic dari perspektif hukum </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/money-politic-dalam-pemilu-tinjauan-hukum-terhadap-praktik-korupsi-dan-pelanggaran-kampanye-dalam-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1ckpzJxj2m.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Money Politic dalam Pemilu: Tinjauan Hukum terhadap Praktik Korupsi dan Pelanggaran Kampanye dalam Demokrasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>Money politic</em> menjadi isu yang selalu hadir dalam pemilihan umum di Indonesia. <em>Money politic</em> dapat merusak proses demokrasi dan memberikan dampak negatif pada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Money politic adalah praktik korupsi atau pelanggaran kampanye dengan tujuan untuk memperoleh dukungan atau memengaruhi hasil pemilihan umum melalui pemberian uang atau hadiah yang menjanjikan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara sosiologis,&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;dapat dilihat sebagai suatu fenomena sosial yang melibatkan interaksi antara aktor-aktor politik, masyarakat, dan media massa dalam suatu sistem politik.&nbsp;</span><span><em>Money politic</em></span><span>&nbsp;juga dapat dipahami sebagai sebuah bentuk pelanggaran etika dalam politik yang mengarah pada korupsi dan mengancam keberlangsungan demokrasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut merupakan bentuk-bentuk&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Uang</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Uang sangat penting dalam memajukan personal seseorang dan memengaruhi wacana strategis yang terkait dengan kepentingan politik dan kekuasaan. Uang juga memainkan peran penting dalam pemilihan legislatif, di mana beberapa calon menggunakan politik uang secara terang-terangan. Seperti memberikan uang kepada pendukung mereka yang menunjukkan adanya pasar penentu harga suara dalam pemilu. Ini sangat ironis dalam konteks demokrasi, karena demokrasi seharusnya menekankan pada kebebasan hak individu tanpa campur tangan dari kepentingan khusus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Fasilitas Umum</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam konteks perbaikan infrastruktur fasilitas umum, para calon sering menggunakan strategi politik &ldquo;pencitraan&rdquo; untuk menarik dukungan dari masyarakat di daerah pemilihannya. Mereka memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk bahan bangunan seperti semen, pasir, batu, dan sebagainya. Selain itu, mereka juga membangun fasilitas dan sarana umum seperti rumah ibadah, jalan-jalan kecil, dan sejenisnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Money Politic</em>&nbsp;</span><span>dapat terjadi atas beberapa faktor. Pertama, adanya kebiasaan yang menjadikan pemilu sebagai ajang bagi masyarakat dan para elit politik saling membantu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, tingkat pendapatan yang rendah, yakni keadaan di mana seseorang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. &nbsp;Sehingga memaksa sebagian masyarakat menjadikan pemilu sebagai menjadi ajang mendapatkan uang secara instan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, banyak orang yang tidak memahami politik, bentuknya, dan konsekuensinya. Akibatnya, mereka cenderung lebih rentan terhadap manipulasi oleh praktik&nbsp;</span><span>money politic</span><span>. Masyarakat yang tidak memahami politik cenderung kurang berminat untuk terlibat pemilihan atau jika mereka terlibat, mereka mungkin tidak memiliki dasar pengetahuan yang cukup untuk membuat keputusan yang informan dan rasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Praktik&nbsp;</span><span><em>money politic</em>&nbsp;</span><span>dapat memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk memengaruhi persepsi media dengan cara yang tidak seimbang atau tidak jujur. Pada praktiknya,&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;seringkali dikaitkan dengan praktik korupsi dan pelanggaran kampanye dalam demokrasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini terlihat dari banyaknya kasus tindak pidana korupsi yang terkait dengan pemilu, seperti suap untuk memenangkan calon tertentu atau mempengaruhi kebijakan pemerintah setelah terpilih. Selain itu,&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;juga dapat mengakibatkan ketidakadilan dalam pemilu, karena calon yang memiliki uang lebih banyak akan lebih mudah memenangkan pemilihan dibandingkan dengan calon yang sebaliknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu contoh kasus&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;adalah kasus yang terjadi di Pulau Nias pada tahun 2019, terdapat dugaan praktik&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;yang dilakukan oleh seorang calon legislatif DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Partai Gerindra yang juga merupakan Ketua Tim Pemenangan Calon Presiden Nomor Urut 02 di Pulau Nias dengan inisial DRG. DRG dan tiga orang lainnya diamankan oleh Polres Nias di posko pemenangan relawannya di Jalan Sirao, Kelurahan Pasar, Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kapolres Nias AKPB Deni Kurniawan mengatakan bahwa penangkapan ini diduga terkait dengan politik uang, karena polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 60.000.000 dan sejumlah dokumen lainnya. Selama pemeriksaan, tiga pelaku mengaku akan membagikan uang tersebut kepada 2.400 orang dengan total sebesar Rp. 48.000.000. Rinciannya, setiap orang akan mendapatkan uang sebesar Rp. 20.000 dan uang Rp. 12.000.000 rencananya akan diberikan sebagai dana transportasi bagi tim yang bekerja di lapangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Polisi juga menyita kuitansi tanda terima yang berisi catatan jumlah pemilih setiap desa di wilayah dan DPT di kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur, satu unit laptop, printer, dan dua unit sepeda motor. Dari hasil penyitaan tersebut, polisi akan memberikan rekomendasi kepada Bawaslu. Sementara itu, para pelaku akan dikenakan Pasal 523 Ayat (2) UU Pemilu, dengan ancaman hukuman 4 tahun dan denda Rp 48 juta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentunya, regulasi di Indonesia bertujuan menjamin penanganan yang efektif dan memberikan efek jera terhadap pelaku&nbsp;</span><span><em>money politic</em>.</span><span>&nbsp;Namun, keberhasilan implementasi dan penegakan hukum tergantung pada beberapa faktor, yakni sebagai berikut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, Independensi dan profesionalisme penegak hukum dalam menangani kasus&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>. Mereka harus bebas dari intervensi politik dan memiliki kemampuan serta sumber daya yang cukup untuk menyelidiki dan menuntut secara adil. Meskipun regulasi telah memberikan landasan hukum yang kuat, keberhasilan penanganan kasus&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;sangat tergantung pada kemauan dan kemampuan penegak hukum untuk bertindak secara adil, tanpa adanya intervensi, dengan tujuan memberikan efek jera terhadap pelaku&nbsp;</span><span><em>money politic</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, Kerja sama yang baik antara lembaga penegak hukum seperti kepolisian, jaksa, dan pengadilan. Koordinasi yang efektif dapat meningkatkan efisiensi dan keberhasilan dalam proses penuntutan terhadap pelaku&nbsp;</span><span><em>money politic</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, Transparansi dalam proses penanganan kasus agar masyarakat dapat melihat dan mengawasi jalannya proses hukum. Hal ini membantu memastikan bahwa pelaku&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;tidak luput dari tanggung jawab mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain berbicara mengenai penanganan, upaya preventif (pencegahan) menjadi sangat penting untuk memastikan keberlangsungan demokrasi yang sehat dan jujur. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menindak&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;adalah sebagai berikut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, memasifkan pendidikan politik dan sosialisasi tentang bahaya&nbsp;</span><span><em>money politic</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, menguatkan dan memaksimalkan fungsi undang-undang yang melarang penerimaan atau penawaran uang dalam politik, mengatur pendanaan kampanye, dan menerapkan mekanisme pengawasan yang ketat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, penegakan hukum yang tegas termasuk penyelidikan, penangkapan, dan pengadilan terhadap pelanggar. Tujuannya adalah memastikan integritas dalam sistem politik, meningkatkan kepercayaan publik, dan mendorong budaya politik yang bersih dan etis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keempat, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana kampanye, seperti melalui laporan keuangan dan audit dana kampanye. Laporan keuangan yang lengkap dan terperinci membantu mengidentifikasi dan mengungkapkan asal-usul dana serta bagaimana dana tersebut digunakan. Audit dana kampanye memastikan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kelima, memperkuat lembaga pengawas pemilu untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran kampanye dan&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>. Langkah ini melibatkan peningkatan sumber daya, kewenangan, dan otonomi lembaga pengawas pemilu. Dengan ini, mereka dapat melakukan pemantauan yang lebih efektif terhadap kegiatan kampanye, mengumpulkan bukti terkait pelanggaran, dan memberlakukan sanksi yang tegas terhadap para pelanggar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keenam, meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat dalam pemilu, sehingga masyarakat memiliki kesadaran dan kemampuan untuk memilih calon tanpa terpengaruh oleh praktik&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang proses politik, pentingnya integritas dalam memilih dan dampak negatif dari&nbsp;</span><span><em>money politic</em>,&nbsp;</span><span>mereka menjadi lebih sadar dan terampil dalam memilih calon independen. Edukasi yang efektif dapat dilakukan melalui kampanye penyuluhan, debat publik, dan akses mudah terhadap informasi yang objektif tentang calon dan platform politik mereka. Selain itu, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pemilu dengan menggalang dukungan untuk hak suara dan memperkuat ikatan sosial antar warga juga dapat membantu mengurangi pengaruh uang dalam politik. Dengan meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat, mereka dapat membuat keputusan berdasarkan pertimbangan yang rasional dan nilai-nilai demokrasi, bukan terpengaruh oleh praktik&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;yang merusak integritas pemilihan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peran masyarakat dan media massa dalam memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana kampanye menjadi sangat penting untuk meminimalisir praktek&nbsp;</span><span><em>money politic</em>.&nbsp;</span><span>Dalam tinjauan hukum,&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;dalam Pemilu melanggar beberapa peraturan perundang-undangan, antara lain:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang menegaskan bahwa kegiatan kampanye dilakukan secara jujur dan adil tanpa menggunakan kekerasan, intimidasi, atau imbalan materi untuk mempengaruhi pemilih. Pasal 73 ayat (1) undang-undang ini menegaskan bahwa,&nbsp;</span><span>&ldquo;Calon dan/atau tim kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara Pemilihan dan/atau pemilih&rdquo;</span><span>. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang menjadikan tindakan memberi atau menerima suap sebagai tindak pidana. Berdasarkan undang-undang ini, memberi atau menerima suap adalah tindak pidana yang dapat diancam hukuman penjara atau denda. Dalam hal ini, siapapun yang terlibat dalam tindakan suap, baik itu sebagai pemberi ataupun penerima dapat diproses hukum dan dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, yang melarang penggunaan uang hasil kejahatan untuk kegiatan politik. Dalam konteks pemilu, hal ini berarti bahwa tidak boleh ada penggunaan dana yang berasal dari kejahatan seperti korupsi, penipuan, atau pencurian untuk membiayai kampanye atau kegiatan politik lainnya. Hal ini juga meliputi larangan bagi para calon atau partai politik untuk menerima sumbangan dana dari pihak yang diduga memiliki kaitan dengan kejahatan pencucian uang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada dasarnya, kita semua mengharapkan pemilu dapat berlangsung dengan adil dan demokratis, serta memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa pemimpin yang terpilih merupakan hasil dari proses pemilihan yang jujur dan bebas dari pengaruh uang dan kepentingan tertentu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saran yang dapat disampaikan penulis dalam upaya penanganan terhadap praktik&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>&nbsp;yakni harus adanya keterlibatan aktif dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun partai politik. Lalu, adanya pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya&nbsp;</span><span><em>money politic</em></span><span>, dilakukannya peningkatan kualitas calon dari partai politik, diperlukannya pengawasan terhadap pengeluaran kampanye, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peningkatan partisipasi dalam Pemilu di antaranya dapat dilakukan dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya hak suara mereka dan bagaimana cara menggunakan hak tersebut secara bijak dan peningkatan transparansi dalam proses pemilu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ditulis oleh Nadya Vionita, mahasiswi Ilmu Hukum, FH 2021 dan Rahmat Fathur Rahman, mahasiswa Ilmu Hukum, FH 2022. Keduanya adalah Anggota Departemen Riset dan Edukasi LKISH FH Unmul.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Reuni Keluarga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/reuni-keluarga/baca </link>
<guid> reuni-keluarga </guid>
<pubDate> Sat, 17 Jun 2023 11:31:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Reuni keluarga dan keseruannya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/reuni-keluarga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xZwLokXt61.png" />
					</figure>
			                <h1>Reuni Keluarga</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Siang itu, Mbah Kakung berulang tahun yang ke-81 tahun. Semua keluarga besar diminta berkumpul untuk merayakan ulang tahun mbah kakung yang sebenarnya cukup sederhana. Hanya ada satu kue ulang tahun yang terbuat dari kue lapis Surabaya tanpa lilin. Mbah Kakung suka sekali sate meskipun kolesterolnya sudah cukup tinggi. Tapi, tidak ada salahnya jika sesekali menuruti kemauannya, apalagi di hari spesialnya. Jadi, pada hari itu, anak-anak dan cucu Mbah Kakung berkumpul di dalam rumah sembari mengobrol dan menyantap sate ayam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Julia duduk di pojok ruangan bersama dengan sepupu lainnya. Sebagai salah satu cucu terakhir, ia lebih banyak berdiam diri sambil menyimak percakapan sepupunya yang berusia jauh lebih tua darinya. Sesekali ia menggigit tusuk sate yang masih tersisa di piringnya. Waktu berjalan begitu lambat sehingga ia bisa merasakan terpaan matahari tepat di wajahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Julia udah kelas berapa?&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gadis berusia enam belas tahun itu mendongak ketika salah satu sepupunya, Farah&mdash;yang sepuluh tahun lebih tua&mdash;bertanya kepadanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Baru naik kelas 3 SMA, Mbak,&rdquo; jawabnya sopan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Percakapan berlangsung seperti biasa. Julia beberapa kali ikut menimpali obrolan sepupu-sepupunya meskipun ia menjadi pihak yang lebih banyak menyimak. Keluarga Mbah Kakung dan Mbah Putri cukup besar. Mereka memiliki sembilan orang anak dengan total cucu sebanyak 24 orang. Namun, karena masing-masing kepala keluarga tinggal di kota-kota yang berbeda di seantero Pulau Jawa, susah sekali mempersatukan mereka. Hanya di momen-momen tertentu seperti Hari Raya Lebaran dan ulang tahun Mbah Kakung yang kerap dijadikan ajang reuni keluarga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Waktu tengah menunjukkan pukul tiga sore ketika sebuah mobil Pajero putih memasuki halaman rumah Mbah Kakung. Hampir semua orang berdiri dari tempat duduknya masing-masing untuk menyambut tamu yang baru datang. Julia tidak bergerak, dia hanya bertopang dagu dan menoleh penasaran. Iris gelapnya gagal mendapati sosok tamu akibat punggung-punggung jangkung yang menghalangi arah pandangnya. Meskipun ia belum melihat secara langsung, ia sudah tahu persis siapa yang datang. Sepasang suami istri dengan kain batik yang senada baru saja melangkah keluar dari mobil Pajero tersebut, disusul dua orang putra-putrinya yang sedari tadi duduk di kursi belakang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sudah kayak artis aja, ya,&rdquo; celetuk Karina, kakak sepupu yang paling dekat dengan Julia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya, namanya orang sibuk, Mbak. Ajaib banget kalo mereka bisa datang.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Julia dan Karina berbisik-bisik, sesekali tertawa kecil saat membahas sosok tamu spesial di hari itu. Tapi, obrolan mereka terputus kala Bude Lina menyuruh mereka berdua untuk ikut menyambut di ruang tamu. Keduanya bergegas meninggalkan meja makan dan bergabung dengan yang lain. Julia berdiri di barisan paling akhir, menunggu giliran untuk bersalaman dengan tamu yang baru datang tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tamu tersebut tak lain adalah Pakde Sardono. Ia merupakan anak laki-laki tertua Mbah Kakung. Dari semua anak-anak Mbah Kakung, Pakde Sardono adalah yang tersukses. Ia memiliki beberapa perusahaan di bidang ekspedisi dan saat ini menetap di Kota Jakarta. Ia dan istri pertamanya memiliki tiga orang anak dan yang paling tua saat ini sedang menetap di Belanda. Jadi, ia saat ini hanya datang bersama istri pertama dan dua anaknya, Bara dan Sekar. Ya, Pakde Sardono melakukan poligami dua tahun yang lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Putri bungsu Pakde Sardono, Sekar adalah satu-satunya yang seumuran dengan Julia. Mereka sama-sama berusia enam belas tahun dan saat ini masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Julia memandang Sekar lekat-lekat, sepupunya itu terlihat sangat cantik dengan potongan baju sabrina yang melekat sempurna di kulit putihnya. Rambutnya yang panjang masih tertata rapi, seakan-akan dia tidak baru saja melakukan perjalanan sejauh 500 kilometer. &nbsp;Julia tanpa sadar terpukau dengan kehadiran sepupunya tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aura orang kaya memang beda, ya&rdquo;, gumamnya dalam hati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara kembali dilanjutkan dengan semarak. Beberapa kue dan makanan yang disimpan pun satu persatu dikeluarkan. Julia sampai kaget saat mengetahui beberapa makanan yang disimpan hanya untuk kedatangan keluarga Pakde Sardono. Rasanya sambutan ini malah jauh lebih meriah daripada perayaan hari jadi Mbah Kakung tadi siang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Julia, ya?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara lembut itu mencuri perhatian Julia. Ia seketika menoleh dan mendapati Sekar tersenyum lebar ke arahnya. Ia membalasnya dengan senyum lebar yang sama, tapi lebih canggung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Eh&hellip; Hai, halo!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Julia dan Sekar tidak begitu dekat. Jarak adalah faktor utamanya. Dalam setahun, bisa dihitung jari seberapa sering mereka bertemu. Julia juga merasa kalau dirinya tidak selevel dengan Sekar yang hidup serba berkecukupan di ibukota. Meskipun masih satu keluarga, nasib dan kehidupan mereka sangat berbeda jauh. Ayah Julia hanya pedagang biasa yang menjual berbagai kerajinan keramik di Kota Solo.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keduanya mengobrol cukup lama, dan tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk merasa nyaman dengan kehadiran masing-masing. Sekar sangat ramah dan&nbsp;</span><span>friendly</span><span>. Mereka berbicara tentang masa depan dan cita-cita mereka masing-masing. Tanpa mereka sadari, jam sudah menunjuk pukul enam sore, dan keluarga Pakde Sardono harus kembali ke Jakarta malam itu juga. &nbsp;Julia memeluk Sekar erat-erat sebelum mengantarnya kembali ke mobilnya. Mereka berjanji untuk saling kontak. Sekar bahkan menghadiahkannya gelang permata dari Bali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Matahari sore terbenam seiring dengan menghilangnya mobil Pakde Sardono.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jam menunjukkan pukul sebelas malam saat Julia bangkit dari kasur dan menuju dapur untuk segelas air. Langkahnya terhenti sesaat suara beberapa ibu-ibu terdengar dari dapur. Julia mengintip ke dalam dan mendapati bude-budenya dan ibunya sendiri sedang membahas sesuatu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mereka makin sombong ya. Satu hari pun gak mau menginap di sini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Coba lihat istrinya. Gayanya makin sok. Pantes aja dipoligami.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Duh, istrinya pelit banget! Saya mau pinjem uang sama Mas Dono gak diizinin sama istrinya. Padahal, mereka bisa liburan kemana-mana.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Anak-anaknya juga pada hedon, tuh, kelakuannya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mbak, anakmu kalo udah lulus kuliah langsung aja kirim ke perusahaannya Mas Dono, pasti langsung keterima.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Julia mengerutkan dahinya. Perasaannya mulai campur aduk. Bukankah mereka sebelumnya terlihat begitu antusias dan bahagia melihat kedatangan keluarga Pakde Sardono? Lantas mengapa mereka kini malah bergunjing seakan-akan memiliki musuh yang sama?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Julia mengurungkan niatnya untuk ke dapur dan memilih kembali ke kamarnya. Perbincangan tersebut seharusnya tidak ia dengar. Kini ia hanya bisa berbaring di ranjang dengan perasaan tidak enak. Sakit hati dan bersalah. Ia tidak menyangka akan melihat sosok asli keluarganya sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malam itu terasa lebih panjang dan hampa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulis oleh Nazmiah Nur Fadilla, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2021.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekalan KKN 49 Digelar, Mahasiswa Diharap Peka akan Kebutuhan Masyarakat di Lapangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-49-digelar-mahasiswa-diharap-peka-akan-kebutuhan-masyarakat-di-lapangan/baca </link>
<guid> pembekalan-kkn-49-digelar-mahasiswa-diharap-peka-akan-kebutuhan-masyarakat-di-lapangan </guid>
<pubDate> Mon, 19 Jun 2023 13:13:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan pembekalan KKN 49 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-49-digelar-mahasiswa-diharap-peka-akan-kebutuhan-masyarakat-di-lapangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kBxCl9UoUa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembekalan KKN 49 Digelar, Mahasiswa Diharap Peka akan Kebutuhan Masyarakat di Lapangan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Mengawali pelaksanaan KKN 49 Unmul, panitia penyelenggara KKN menggelar agenda pembekalan pada Sabtu (17/6) lalu. Pembekalan tahap satu ini dihelat secara <em>hybrid&nbsp;</em>di Gedung Prof. Dr. H. Masjaya, M. Si. atau Unmul Hub sekaligus melalui Zoom Meetings dan siaran langsung di kanal YouTube resmi LP2M Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Arifin, Ketua Panitia KKN 49 Unmul menyebut, penetapan lokasi pelaksanaan KKN diawali dengan diskusi bersama Dewan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD). Setelah melalui sejumlah tahapan, terdapat sepuluh Kabupaten/Kota yang ditentukan sebagai lokasi pelaksanaan KKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pertama, bahwa proses dari penyelenggaraan KKN ini berawal dari komunikasi dengan pihak DPMPD untuk penetapan lokasi mana saja yang akan direkomendasi sebagai lokasi KKN, yang kemudian berlanjut DPMPD Kabupaten/Kota,&rdquo; terang Arifin dalam sambutannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, agenda pembekalan tersebut bertujuan untuk memastikan agar program kerja (Proker) yang telah disusun dapat berjalan sesuai dengan tujuan bersama. Selain memastikan kesiapan dari Proker, diharapkan mahasiswa dapat menyiapkan diri agar mampu beradaptasi sesampainya di desa yang dituju.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seusai Arifin, Ike Anggraeni selaku Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) turut menyampaikan sambutannya. Harap Ike, pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dapat menempa mahasiswa untuk memiliki rasa peduli dan peka terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu mengatasi permasalahan yang ada ketika bertolak ke lokasi KKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Panitia KKN sudah menyiapkan rangkaian pembekalan dengan menyiapkan materi-materi dari berbagai narasumber yang luar biasa agar peserta KKN ini semakin siap, agar (kegiatan pembekalan) menjadi dasar pedoman, pembuka wawasan untuk bisa memahami lebih lanjut bagaimana program KKN ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan,&rdquo; imbuh Ike.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan KKN dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 1 Juli mendatang jika tidak terhalang oleh kendala lain. Hal ini mengingat jadwal awal yang semestinya dimulai pada tanggal 27 Juni harus diundur akibat berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pun berkesempatan untuk mewawancarai salah satu peserta KKN 49 Unmul, Andrianus Damai untuk meminta tanggapannya perihal agenda pembekalan tersebut. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan 2020 itu menyoroti beberapa aturan mengenai pelaksanaan KKN yang disampaikan dalam agenda pembekalan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau dari saya secara keseluruhan, semua aturan yang diberikan panitia saat pembekalan KKN tadi baik, ya. Semua bisa diterima dan berjalan seperti semestinya,&quot; tutur Andrianus kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Sabtu (17/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya turut menyampaikan keresahannya mengenai pembagian kelompok KKN yang tak kunjung diumumkan hingga agenda pembekalan dilaksanakan. Sebagai catatan, pembagian kelompok KKN 49 Unmul diumumkan Senin (19/6) sore hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baginya, hal tersebut cukup menghambat pada proses persiapan. Menyoal komunikasi untuk menjalin solidaritas antara sesama anggota kelompok KKN misalnya, diperlukan waktu yang tak sebentar untuk memupuk hal tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, di lain sisi, saya tetap <em>positive thinking</em> aja, karena proses pembagian kelompok itu juga tidak mudah bagi panitia. Pasti ada pertimbangan dan lain-lain. Mungkin bukan saya saja yang merasakan keresahan terkait informasi pembagian kelompok yang belum ada kabar kepastiannya. Teman-teman yang lain saya pikir merasakan hal yang sama juga,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(khn/nnf/ara/myy/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Fakultas Baru Segera Dibuka, Mahasiswa Soroti Aksesibilitas Sarpras Pendukung Olahraga di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-fakultas-baru-segera-dibuka-mahasiswa-soroti-aksesibilitas-sarpras-pendukung-olahraga-di-unmul/baca </link>
<guid> tiga-fakultas-baru-segera-dibuka-mahasiswa-soroti-aksesibilitas-sarpras-pendukung-olahraga-di-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 20 Jun 2023 12:06:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rencana pembukaan Fakultas Olahraga, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Teknologi Informasi dan program studi Kimia Nuklir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-fakultas-baru-segera-dibuka-mahasiswa-soroti-aksesibilitas-sarpras-pendukung-olahraga-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WzhJ3I0kaH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Fakultas Baru Segera Dibuka, Mahasiswa Soroti Aksesibilitas Sarpras Pendukung Olahraga di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Saat ini, Unmul tengah mengarahkan perhatiannya kepada rencana pembukaan tiga fakultas dan satu program studi (Prodi) yang sedang dipertimbangkan. Ketiga fakultas tersebut adalah Fakultas Olahraga, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Teknologi Informasi. Sementara itu, satu Prodi baru yang akan dibuka adalah Kimia Nuklir di FMIPA.</span></p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Akademik, Lambang Subagiyo, mengonfirmasi hal tersebut pada awak <em>Sketsa</em> Senin (12/6) lalu. Lambang menyebut, hal ini merupakan bentuk komitmen Unmul dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Harapannya, Unmul dapat turut berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal pembukaan Fakultas Olahraga, Lambang bilang, ini sebuah langkah yang akan membantu pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memrioritaskan pengembangan olahraga di Kaltim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena atlet dari Kaltim bisa berprestasi dan dalam rangka Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), kita memerlukan sebuah fakultas yang khusus menangani keolahragaan. Nah, di situ lah kita berinisiasi untuk bekerjasama dengan Pemda Kaltim,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Lambang menyebut, persiapan pembukaan fakultas yang satu ini berjalan dengan baik, meskipun begitu jumlah tenaga pengajar yang memadai masih menjadi persoalan. Lambang optimis, dengan dukungan sumber daya dan sarana yang cukup dari pemerintah, Fakultas Olahraga dapat berdiri.</p><p style="text-align: justify;">Asliantie, salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani 2021 tak ketinggalan berikan komentarnya atas wacana pembukaan Fakultas Olahraga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sangat setuju dengan wacana tersebut. Ini yang dibutuhkan oleh mahasiswa olahraga seperti saya,&quot; ucapnya saat diwawancarai pada Selasa (6/6) lewat pesan teks WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Selain memberi dukungan, Asliantie juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas penunjang kegiatan olahraga di Unmul, terutama di lingkungan Prodi yang ditempuhnya. Asliantie bilang, fasilitas yang tersedia saat ini masih kurang lengkap dan berharap dengan wacana pembukaan Fakultas Olahraga, situasi tersebut dapat turut serta diperbaiki.</p><p style="text-align: justify;">Kabar ini rupanya juga telah sampai ke telinga Aji Maulana Said, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani 2021 sekaligus sebagai Ketua Umum Hima Penjas Unmul. Senada dengan Asliantie, dirinya turut menyoroti ihwal sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, seperti di Pendidikan Jasmani sekarang, bisa dibilang kami agak susah untuk bagian penunjang di olahraganya. Seperti lapangan dan tempat-tempat yang istilahnya sangat-sangat dibutuhkan dalam pembelajaran,&quot; terangnya melalui pesan suara WhatsApp pada Rabu (7/6)</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, meskipun Unmul sudah memiliki fasilitas yang memadai, akses peminjaman terhadap fasilitas tersebut sering kali sulit dilakukan. Aji menilai, pembukaan Fakultas Olahraga dapat memberikan pengaruh yang signifikan, di mana semua tempat, ruangan, dan fasilitas penunjang akan menjadi milik fakultas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu saja, dirinya juga menyoroti ruang kelas yang terbatas. Utamanya, ketika terdapat jadwal yang terpaksa berlangsung bersamaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, di Pendidikan Jasmani itu ada empat kelas dan satu kelas itu untuk ruangan <em>indoor</em> tenis meja. Nah, itu sedikit mengganggu, sedikit menghambat kami untuk melakukan perkuliahan karena tempatnya yang kurang.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Aji berharap, pembangunan Fakultas Olahraga akan seturut memperbaiki fasilitas penunjang kegiatan olahraga lainnya di Unmul. <em><strong>(dre/dan/opi/ary/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antisipasi Problematika Tata Kelola Pemerintahan IKN dan Imbasnya bagi Masyarakat Lokal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/antisipasi-problematika-tata-kelola-pemerintahan-ikn-dan-imbasnya-bagi-masyarakat-lokal/baca </link>
<guid> antisipasi-problematika-tata-kelola-pemerintahan-ikn-dan-imbasnya-bagi-masyarakat-lokal </guid>
<pubDate> Wed, 21 Jun 2023 13:36:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Implikasi negatif yang ada pada UU IKN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/antisipasi-problematika-tata-kelola-pemerintahan-ikn-dan-imbasnya-bagi-masyarakat-lokal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OktFggx9Ro.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antisipasi Problematika Tata Kelola Pemerintahan IKN dan Imbasnya bagi Masyarakat Lokal</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ibu Kota Nusantara atau sering disebut IKN digadang-gadang menjadi solusi bagi banyak masalah yang sedang dialami Indonesia. Permasalahan ini dimulai dari ketidakmampuan Jakarta di masa depan sebagai ibu kota, permasalahan pemerataan pembangunan, serta menghapuskan stigma negara &ldquo;Jawa sentris&rdquo;. Semua hal ini dibahas dalam UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua harapan dan impian yang disuarakan saat ini tentu saja penulis dukung karena memberikan banyak dampak positif. Namun, di sisi lain, kita juga tidak bisa buta terhadap permasalahan yang dapat terjadi akibat IKN yang bisa menimbulkan pertanyaan: apakah pemerintah siap untuk membangun IKN?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tulisan ini, penulis akan menganalisis UU Nomor 3 Tahun 2022 secara langsung. Beberapa pasal yang penulis baca ternyata memiliki implikasi negatif bagi keberlangsungan masyarakat lokal. Khususnya pada tata kelola pemerintahan yang dibangun di IKN.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, disebutkan bahwa otorita IKN diutamakan dalam pasal 17, yakni pembelian tanah di daerah IKN. Walaupun disebutkan di pasal 21 bahwa pengelolaan mempertimbangkan hak-hak komunal masyarakat adat, tetapi penggunaan diksi diutamakan dapat menjadi permasalahan di masa depan apabila terjadi sengketa dengan pemerintah dan masyarakat adat. Undang-undang ini juga menjelaskan di pasal 39 ayat 3 bahwa hal yang di luar wilayah IKN adalah hak pemerintah daerah setempat. Secara administratif ini tidak masalah. Namun, implikasi dari pembangunan IKN ini tidak hanya terdapat pada kawasan IKN saja. Kita perlu mengingat bahwa IKN juga memiliki daerah-daerah penyangga, bahkan sampai di Kalimantan Tengah di Kabupaten Barito Timur. Tanpa perlindungan serupa, imigrasi besar-besaran di daerah IKN dapat menggerus kondisi masyarakat adat di daerah tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, dikecualikan wilayah IKN layaknya pemerintah daerah lainnya. Konsep seperti ini banyak diterapkan di negara federal seperti di Amerika Serikat dengan&nbsp;</span><span><em>Federal Lands</em></span><span>&nbsp;mereka. Ibu kota mereka yaitu Washington D.C. juga bekerja seperti ini. Perlakuan seperti ini terhadap otorita IKN secara fundamental berbeda dengan bentuk negara Indonesia sebagai negara kesatuan. Implikasi dari kebijakan ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 3 dan 6 tentunya besar. Mulai dari ketiadaan perwakilan daerah untuk membahas pemerintahan daerah yang berimplikasi pada hal lainnya, seperti pembatasan suara masyarakat lokal di tingkat daerah yang hanya bisa diperjuangkan melalui pemerintah nasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal serupa telah terjadi di Washington DC. Sekitar 500 ribu masyarakat yang membayar pajak tidak memiliki perwakilan di pusat. Di Indonesia, mengingat perkiraan populasi IKN, 1,5 juta orang bisa saja tanpa perwakilan daerah. Problematika-problematika khas daerah akan sulit untuk diakomodasikan melalui saluran nasional. DPD IKN nantinya juga tidak bisa berbuat banyak dikarenakan jumlah mereka yang terbatas. Di Amerika, masalah keterwakilan masyarakat Washington DC digunakan sebagai amunisi politik bagi beberapa pihak demi kepentingan politisnya sendiri. Apakah nasib masyarakat IKN nantinya akan sama? Hanya waktu dan tanggapan pemerintah yang bisa menjawab.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, ketidakjelasan masa jabatan kepala dan wakil kepala otorita IKN. Di Pasal 10 ayat 1, dikatakan bahwa &ldquo;Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 memegang jabatan selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan sesudahnya dapat ditunjuk dan diangkat kembali dalam masa jabatan yang sama&rdquo;. Tidak dijelaskan apakah kepala otorita dan wakil otorita IKN memiliki masa jabatan. Ada kemungkinan dimana kepala otorita IKN menjabat lebih dari dua periode dan mematikan regenerasi pemerintahan. Minimnya regenerasi ini akan menghambat masuknya ide-ide baru yang dapat mengarahkan IKN ke arah yang lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keempat, masih berkaitan dengan poin ketiga, posisi kepala dan wakil kepala otorita IKN yang setara dengan menteri. Kita tahu bahwa di Indonesia sering terjadi&nbsp;</span><span><em>reshuffle</em></span><span><em>&nbsp;</em>kabinet beberapa tahun sekali. Posisi kepala dan wakil kepala otorita IKN yang setara dengan menteri ini turut jatuh ke dalam masalah ini. Akankah kepala dan wakil kepala otorita IKN hanya sebagai boneka presiden yang menjabat pada saat itu saja dan ketika masa jabatannya habis akan digantikan? Melihat kondisi politik Indonesia, hal ini sangat mungkin terjadi. Jika hal ini terjadi, perencanaan jangka panjang tentunya akan sulit tercapai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa hal yang telah disampaikan hanyalah segelintir permasalahan yang dapat penulis sampaikan. Mengingat betapa masif skala pembangunan IKN ini, pemerintah perlu melalukan kajian terus menerus secara mendalam agar dapat meminimalkan masalah di masa depan. Dengan demikian, mimpi dan harapan yang disematkan kepada IKN akan terwujud dan pemerintah bisa dikatakan siap dengan maksimal dalam membangun IKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Marcello Ahimsa Hayamaputra, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, FISIP 2021.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eksploitasi Alam Kalimantan Secara Rakus, Dampaknya Siapa yang Mau Menanggung? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/eksploitasi-alam-kalimantan-secara-rakus-dampaknya-siapa-yang-mau-menanggung/baca </link>
<guid> eksploitasi-alam-kalimantan-secara-rakus-dampaknya-siapa-yang-mau-menanggung </guid>
<pubDate> Thu, 22 Jun 2023 08:53:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Eksploitasi alam Kalimantan dan konsekuensinya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/eksploitasi-alam-kalimantan-secara-rakus-dampaknya-siapa-yang-mau-menanggung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Rsqpwgzba3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Eksploitasi Alam Kalimantan Secara Rakus, Dampaknya Siapa yang Mau Menanggung?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang perlu dipertegas sebelumnya adalah peduli terhadap alam Kalimantan tak perlu berbicara tentang siapa aku, kamu, atau apa status kita. Itulah yang selalu digaungkan oleh orang tua penulis. Lewat tulisan ini, penulis akan mengupas fakta di balik alam Kalimantan yang dikeruk secara rakus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Siapakah dalangnya? Tak ada yang tahu. Di manakah para pemangku-pemangku kebijakan? Padahal, eksploitasi alam yang membabi buta serta dampak buruknya ini ada di depan mata, yang menyengsarakan masyarakat dan tanpa adanya kompensasi kesejahteraan di dalamnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Hutan Kalimantan kerap disebut paru-paru dunia, tetapi apakah masih layak untuk disebut paru-paru dunia lagi? Faktanya, hutan hampir habis digundul, pohon-pohon ditebang, ditanami sawit-sawit. Belum lagi kerusakan lingkungan diakibatkan oleh pembukaan tambang batu bara. Dinikmati oleh siapakah? Terlalu serakah manusia-manusia ini, yang mereka tahu hanya mementingkan diri pribadi beserta kroni-kroninya. Mereka dengan seenaknya menghancurkan tatanan alam, seolah-olah mereka yang berhak dan sebagai pemilik alam ini.</p><p style="text-align: justify;">Eksploitasi alam Kalimantan yang secara rakus ini, ironinya tak diikuti pembangunan yang merata. Terlebih kualitas hidup masyarakat juga jelas menurun, apalagi yang bergantung pada sumber daya alam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yang dirasakan masyarakat adalah banjir yang melanda walaupun hujan hanya sebentar, jalan-jalan penghubung antar kabupaten atau kota maupun provinsi berlubang kanan dan kiri, sungai yang beberapa tahun silam dapat digunakan masyarakat untuk beraktivitas baik untuk memenuhi kebutuhan perut atau sekadar mandi. Sebagian di antaranya telah tercemar oleh limbah-limbah. Belum lagi habitat flora dan fauna khas endemik pulau Kalimantan yang terancam punah, sangat miris bukan?</p><p style="text-align: justify;">Sedih melihat Kalimantan yang sekarang untuk sekadar mendengar kicauan burung saja sudah sulit rasanya. Apalagi menghirup udara segar, yang hampir sering didengar adalah suara rongrongan dari mesin truk-truk besar pengangkut batu bara ataupun sawit yang berlalu-lalang melewati daerah pemukiman penduduk.</p><p style="text-align: justify;">Penulis berharap dengan hadirnya Ibu Kota Negara di tanah Kalimantan tidak menambah catatan buruk bagi alam Kalimantan. Harapannya, bagi para pemangku kebijakan jangan hanya diam saja melihat hal ini. Lalu, besar harapannya juga untuk pemuda-pemudi di Kalimantan untuk selalu punya rasa simpati dan peduli tehadap alam Kalimantan yang hari demi hari kian rusak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mau sampai kapan? Jangan sampai Kalimantan yang sudah dianugerahi akan kekayaan alam beserta keindahannya ini tinggal kenangan dan ceritanya saja di kemudian hari.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Andrianus Ongko Wijaya Hingan, mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FK</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>IP 2020.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lolos Pendanaan PPK Ormawa, FIB Unmul Bersiap Kembangkan Potensi Budaya di Desa Lekaq Kidau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lolos-pendanaan-ppk-ormawa-fib-unmul-bersiap-kembangkan-potensi-budaya-di-desa-lekaq-kidau/baca </link>
<guid> lolos-pendanaan-ppk-ormawa-fib-unmul-bersiap-kembangkan-potensi-budaya-di-desa-lekaq-kidau </guid>
<pubDate> Thu, 22 Jun 2023 13:16:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB lolos program pendanaan PPK Ormawa untuk program pengembangan kebudayaan Desa Lekaq Kidau </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lolos-pendanaan-ppk-ormawa-fib-unmul-bersiap-kembangkan-potensi-budaya-di-desa-lekaq-kidau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zu8v1o9H3T.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lolos Pendanaan PPK Ormawa, FIB Unmul Bersiap Kembangkan Potensi Budaya di Desa Lekaq Kidau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kamis (15/6) lalu, FIB Unmul berhasil lolos dalam seleksi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sebagai satu-satunya perwakilan Unmul yang mendapat bantuan pendanaan. Angkat topik pengembangan kebudayaan di Desa Lekaq Kidau Kecamatan Sebulu, kini mereka menjadi satu dari ratusan tim di seluruh penjuru tanah air yang berkesempatan mewujudkan ide cemerlangnya.</p><p style="text-align: justify;">Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Guna Mewujudkan Capaian Kompetensi Pembelajaran Abad 21 untuk Kesejahteraan Masyarakat, adalah tema yang diusung oleh PPK Ormawa tahun ini. Program ini berfokus pada inovasi untuk kemajuan dan kesejahteraan di wilayah desa atau kelurahan di seluruh Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Beranggotakan 15 orang mahasiswa, tim FIB Unmul merupakan kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa (Hima) Sastra Indonesia, Hima Sastra Inggris, dan Hima Etnomusikologi. Proposal berjudul &lsquo;Pengembangan Potensi Desa Lekaq Kidau Sebagai Upaya Pelestarian Seni dan Budaya Melalui Pondok Budaya&rsquo; berhasil mengantarkan FIB Unmul dalam sebuah upaya pengembangan dan pelestarian budaya di desa tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, proposal kami berhubungan dengan kebudayaan dan kami memilih desa yang mempunyai nilai kebudayaan yang masih cukup tinggi, tapi, hampir tak terlihat karena perkembangan zaman.&rdquo; jelas Debby Nainggolan, mahasiswa Sastra Indonesia 2021 pada Sketsa Senin (19/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terlebih karena Kalimantan mau jadi IKN, ya. Kan otomatis banyak budaya luar yang masuk. Jadi kita memikirkan cara bagaimana desa ini tetap bertahan walaupun nanti sudah jadi IKN.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain karena budaya tradisional yang masih melekat, Desa Lekaq Kidau ternyata telah lebih dulu pernah menjalin kerja sama dengan FIB. Hal ini tentunya menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk melanjutkan kerja sama yang telah terjalin ke dalam sebuah proposal. Ungkap Debby, program yang akan mereka bawa nantinya akan berfokus pada pembangunan kelompok baca dan pengembangan kelas budaya.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal linimasa kegiatan, penyusunan dan pelaksanaan program kerja di Desa Lekaq Kidau akan berlangsung selama lima bulan, terhitung mulai Juni hingga Oktober 2023 mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, perjalanan tim yang satu ini tak bisa dibilang mudah. Rasa ragu berkompetisi dengan berbagai universitas ternama di Indonesia misalnya, tak membuat mereka dapat berharap banyak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya gak ada ekspektasi, sih. Kami bikin proposalnya sudah mengejar banget (tenggat). Jadi kayak, ya, sudahlah, ikut-ikut aja dulu, lolos enggaknya belakangan. Apalagi pas kita lolos wawancara itu juga merasa mungkin sampai sini aja (lolosnya). Eh, ternyata pas pengumuman kemarin kami lolos, proposalnya dicairkan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kini, FIB Unmul sedang menunggu pencairan dana oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) sebelum mereka melanjutkan linimasa dari proposal yang mereka ajukan. <strong><em>(mlt/jpg/ems/zrt/dre)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unggul dari Paslon 2, Banu-Veronica Lanjutkan Estafet Kepemimpinan BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unggul-dari-paslon-2-banu-veronica-lanjutkan-estafet-kepemimpinan-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> unggul-dari-paslon-2-banu-veronica-lanjutkan-estafet-kepemimpinan-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 23 Jun 2023 13:56:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Paslon Banu-Veronica unggul dalam Pemira BEM KM Unmul 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unggul-dari-paslon-2-banu-veronica-lanjutkan-estafet-kepemimpinan-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f4dbLfeu45.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unggul dari Paslon 2, Banu-Veronica Lanjutkan Estafet Kepemimpinan BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA &mdash;</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Pemungutan suara Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa (Pemira KM) Unmul sukses digelar pada Rabu (21/6) lalu. Proses pemungutan suara dilaksanakan mulai dari pukul 07.00 hingga 16.00 WITA secara daring dengan perolehan jumlah suara sebanyak 2.922 suara.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Hasilnya, pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Naufal Banu Tirta Satria dan Veronica Febby Ola Deo, unggul dengan selisih 376 suara dari pasangan nomor urut 2, Andi Indra Kurniawan dan Andi Sigalingging.</p><p style="text-align: justify;">Menurut keterangan Ketua KPPR, Very Verdiansyah, rekapitulasi suara dilakukan di ruang aula lantai tiga Perpustakaan Unmul dengan disaksikan langsung oleh kedua Paslon, tim sukses, serta KM Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan jumlah pemilih di tiap fakultas, dominasi suara berasal dari FKIP dengan jumlah pemilih mencapai 691 suara. Selanjutnya, disusul pula oleh Fahutan dengan 463 suara. Sedangkan FK menjadi fakultas dengan jumlah pemilih terendah yakni sebanyak 31 suara.</p><p style="text-align: justify;">Antusiasme mahasiswa dalam pemira tahun ini dinilai menurun secara signifikan. Hal tersebut bahkan diamini oleh Very.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Antusias mahasiswa Unmul terhadap pemilihan presiden dan wakil presiden BEM KM Unmul tahun ini mengalami penurunan yang signifikan dilihat dari hasil rekapitulasi suara total pemilih hanya mencapai 2,922 pemilih,&quot; tutur Very ketika diwawancarai secara daring oleh <em>Sketsa</em> pada Kamis (22/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Naufal Banu yang muncul sebagai wajah baru dari BEM KM Unmul turut menyayangkan banyaknya mahasiswa yang tidak menggunakan hak pilih mereka dalam Pemira kali ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya rasa, hasil pemungutan suara tersebut sudah sesuai, tapi, ada beberapa hal yang menjadi keprihatinan kami tentang menurunnya kesadaran mahasiswa untuk berpartisipasi menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi di Unmul,&quot; ujar Banu saat dimintai tanggapan oleh awak <em>Sketsa</em> pada Kamis (22/6).</p><p style="text-align: justify;">Pengajuan gugatan sendiri telah dibuka sejak tanggal 22 hingga 23 Juni. Penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul rencananya akan dilaksanakan pada 24 Juni 2023 esok hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Paslon nomor urut 2 memilih tak banyak berkomentar. <em><strong>(mlt/amg/ner/khn/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 1515 Mahasiswa Resmi Jadi Alumni, Abdunnur Soroti Pengembangan Sejumlah Fakultas Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/1515-mahasiswa-resmi-jadi-alumni-abdunnur-soroti-pengembangan-sejumlah-fakultas-baru/baca </link>
<guid> 1515-mahasiswa-resmi-jadi-alumni-abdunnur-soroti-pengembangan-sejumlah-fakultas-baru </guid>
<pubDate> Mon, 26 Jun 2023 12:15:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> 1515 mahasiswa resmi menjadi alumni dalam Wisuda Gelombang II 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/1515-mahasiswa-resmi-jadi-alumni-abdunnur-soroti-pengembangan-sejumlah-fakultas-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZhXXcB67zT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>1515 Mahasiswa Resmi Jadi Alumni, Abdunnur Soroti Pengembangan Sejumlah Fakultas Baru</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sabtu (24/6) kemarin, Unmul menggelar Wisuda Gelombang II bertempat di GOR 27 September. Setidaknya terdapat 1.515 orang telah menanggalkan status mahasiswanya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Lambang Subagiyo selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, kini Unmul mengelola sebanyak 13 fakultas dengan 96 program studi (Prodi) serta satu program pascasarjana. Pada agenda wisuda kali ini, tak lupa sederet wisudawan terbaik berdasarkan pertimbangan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan waktu studi turut diberikan apresiasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Irianto merupakan salah satu wisudawan terbaik yang lulus dengan predikat Dengan Pujian dari Program Doktor Ilmu Administrasi Pendidikan &nbsp;FKIP. Dirinya meraih IPK yang nyaris sempurna, yakni 3,94 selama tiga tahun masa studinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara Aldina Ardhanawinata sebagai perwakilan dari Program Magister Ilmu Perikanan FPIK sukses meraih IPK dengan rata-rata 4,0 selama satu tahun enam bulan masa studi. Dirinya pun mendapat predikat Dengan Pujian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada Program Sarjana, Muhammad Fitrah dari Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP berhasil menyabet predikat Dengan Pujian. Dirinya meraih IPK dengan rata-rata 3,99 dengan masa studi selama tiga tahun sembilan bulan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dellaitgilbert Farrelin merupakan wisudawan terbaik terakhir dari Program Profesi Apoteker Fakultas Farmasi dengan IPK 3,88 selama satu tahun enam bulan masa studi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selamat atas kelulusan dan prestasi akademik kalian. Semoga keahlian kalian dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai pengabdian dan digunakan di masyarakat arus utama,&rdquo; Lambang berpesan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebanyak 174 wisudawan berhasil meraih predikat&nbsp;</span><span><em>cum laude</em></span><span>&nbsp;kala itu. Abdunnur selaku Rektor Unmul menilai hal tersebut sebagai pencapaian positif bagi kampus dengan julukan Center of Excellence for Tropical Studies.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guna mewujudkan visi menjadi&nbsp;</span><span><em>world class university</em>,&nbsp;</span><span>Abdunnur menuntut mahasiswa Unmul agar fasih menggunakan bahasa internasional dan bahasa lokal seturut dengan kecakapan pada perkembangan teknologi. Oleh karenanya, saat ini Unmul tengah gencar mengembangkan berbagai fakultas. Masing-masing adalah Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Peternakan, Fakultas Olahraga, Fakultas Kedokteran Gigi, serta pengembangan FKIP menjadi Universitas Negeri Nusantara yang telah disetujui oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita (Unmul) benar-benar tunjukkan semua lulusan &nbsp;Unmul yang memiliki daya saing dan mampu diserap oleh masyarakat, baik di dalam mendapatkan pekerjaan, maupun di dalam menghasilkan pekerjaan,&rdquo; pesan Abdunnur. <em><strong>(una/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Wisuda bagi Anak Sekolah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/polemik-wisuda-bagi-anak-sekolah/baca </link>
<guid> polemik-wisuda-bagi-anak-sekolah </guid>
<pubDate> Mon, 26 Jun 2023 12:33:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Permasalahan wisuda di jenjang pendidikan SD hingga SMA </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/polemik-wisuda-bagi-anak-sekolah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zkv0N7xYG0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Wisuda bagi Anak Sekolah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, prosesi wisuda bukan lagi hanya diperuntukkan untuk pendidikan perguruan tinggi saja, namun telah merambah pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Acara ini kerap berlangsung saat momentum perpisahan dengan siswa yang lengkap mengenakan pakaian toga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara wisuda yang digelar perguruan tinggi merupakan bentuk apresiasi terhadap mahasiswa yang telah menyelesaikan program studi dan memperoleh gelar akademik. Sedangkan, di jenjang TK hingga SMA perayaan wisuda dilaksanakan sebagai ekspresi kebahagiaan karena telah menyelesaikan satu tingkat jenjang pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di kolom komentar salah satu postingan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yang diunggah pada &nbsp;Senin (12/6), terdapat orang tua murid yang melayangkan permohonan untuk menghapus acara wisuda dari TK hingga SMA. Acara wisuda ini dinilai memberatkan sebagian orang tua murid, pasalnya acara pelepasan tersebut membutuhkan biaya lebih untuk keperluan wisuda. Sedangkan, di sisi lain mereka harus menyiapkan biaya pendaftaran untuk masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut hemat penulis, ekspresi kebahagiaan ini sebetulnya pantas saja untuk dilaksanakan sebagai rasa sukacita para orang tua atas tumbuh kembang anak mereka. Belum lagi wisuda tingkat TK yang menggemaskan untuk diabadikan, akan tetapi bentuk sukacita ini seharusnya tidak memberatkan bagi sebagian besar orang tua murid.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan wisuda yang memerlukan perlengkapan seperti toga, topi, <em>slayer</em>, tata rias, dan perlengkapan lainnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Acara pelepasan diiringi acara wisuda sebaiknya dipertimbangkan oleh pihak sekolah, apakah memberatkan orang tua murid atau tidak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan wisuda bagi anak sekolahan sebetulnya tepat sasaran untuk siswa yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Acara wisuda pada jenjang SMA misalnya, akan sangat berkesan bagi siswa yang tidak berkesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda halnya dengan murid yang dapat melanjutkan pendidikan bahkan sampai ke perguruan tinggi. Bisa saja saat wisuda perguruan tinggi nanti, mereka tidak lagi dapat merasakan euforia wisuda karena telah beberapa kali merasakan acara wisuda. Esensi wisuda itu sendiri akan berangsur-angsur hilang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Artinya, acara wisuda bagi anak sekolahan ini tidak terasa urgensinya. Orang tua dengan perekonomian cukup atau mampu untuk mengabadikan perjalanan pendidikan anaknya dapat mengadakan sesi foto memakai topi wisuda, slayer, dan toga di studio foto.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memang tidak dapat dimungkiri bahwa esensi wisuda tidak dapat dirasakan. Akan tetapi, hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi para orang tua murid. Kebijakan wisuda di jenjang TK hingga SMA ini juga perlu dipertimbangkan kembali oleh Mendikbudristek untuk nantinya dapat mengeluarkan kebijakan agar pelaksanaan wisuda untuk anak sekolah dapat berjalan tanpa beban biaya bagi para orang tua.</span></p><div style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswi Sastra Indonesia, FIB 2022.</strong></em></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 49 Unmul Resmi Sebar 2643 Mahasiswa ke 10 Kabupaten dan Kota di Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-49-unmul-resmi-sebar-2643-mahasiswa-ke-10-kabupaten-dan-kota-di-kaltim/baca </link>
<guid> kkn-49-unmul-resmi-sebar-2643-mahasiswa-ke-10-kabupaten-dan-kota-di-kaltim </guid>
<pubDate> Tue, 27 Jun 2023 11:52:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelepasan peserta KKN 49 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-49-unmul-resmi-sebar-2643-mahasiswa-ke-10-kabupaten-dan-kota-di-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/25T75bAnXi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 49 Unmul Resmi Sebar 2643 Mahasiswa ke 10 Kabupaten dan Kota di Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Proses serah terima peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul angkatan 49 resmi berlangsung pada Senin (26/6) kemarin. Tahun ini, total peserta mencapai 2643 mahasiswa dengan membawa tema besar Membangun Desa Menuju Kaltim Green.</span></p><p style="text-align: justify;">Acara yang dilaksanakan secara <em>hybrid</em> ini dihadiri oleh segenap sivitas akademika Unmul, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Camat dan Lurah/Kades, Dosen Pendamping Lapangan, serta Mahasiswa peserta KKN Angkatan 49.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Panitia KKN 49, Muhammad Arifin menyebut, terdapat dua kategori pelaksanaan KKN tahun ini yaitu, reguler dan tematik. Selain itu, terdapat pula empat mahasiswa yang mendaftar KKN Internasional. Satu di antaranya telah dipastikan akan melakukan KKN di Thailand. Sedang tiga mahasiswa lainnya, kini tengah &nbsp;dalam proses verifikasi anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Dari 329 desa dan kelurahan yang merekomendasikan diri sebagai lokasi pelaksanaan KKN, Unmul menyebar peserta KKN Reguler ke 263 desa/kelurahan dan 47 desa/kelurahan sebagai sasaran lokasi KKN Tematik.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Total jumlah peserta untuk KKN reguler adalah 2185 mahasiswa, KKN tematik sebanyak 454 mahasiswa, dan KKN Internasional sebanyak 4 mahasiswa,&quot; jelas Arifin dalam laporannya.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, Ike Anggraeni selaku Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) berharap kegiatan KKN yang telah kembali berjalan normal seperti sebelum pandemi dapat mengembalikan semangat mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pesan kami juga kepada adik-adik mahasiswa, jagalah nama baik almamater, jaga kesehatan, jaga keselamatan selama bertugas KKN. Tentunya keberhasilan KKN nanti, menjadi kebanggaan bagi kami,&quot; tambah Ike.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Unmul bidang Akademik, Lambang Subagiyo berpesan kepada mahasiswa untuk melaksanakan dharma yang juga disebut di slogan Universitas Mulawarman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sesuai dengan slogan Unmul, &lsquo;Menebar Dharma di Bumi Mulawarman&rsquo;. Hari ini kita akan melaksanakan dharma kita yang sebenar-benarnya, dari 2643 mahasiswa untuk melaksanakan dharmanya melalui program pengabdian masyarakat,&quot; ucap Lambang membangkitkan semangat para peserta KKN.</p><p style="text-align: justify;">Usai pelepasan secara resmi oleh wakil rektor, acara dilanjutkan dengan pembacaan Berita Acara Serah Terima Pelepasan KKN Angkatan 49 Unmul. Acara pun diakhiri dengan penyerahan kartu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan secara simbolis. <em><strong>(myy/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KPPR Digugat Terkait Pelanggaran UU, Penggugat Tuntut Pemira Ulang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kppr-digugat-terkait-pelanggaran-uu-penggugat-tuntut-pemira-ulang/baca </link>
<guid> kppr-digugat-terkait-pelanggaran-uu-penggugat-tuntut-pemira-ulang </guid>
<pubDate> Wed, 28 Jun 2023 13:05:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serangkaian gugatan yang diterima KPPR terkait dengan Pemira KM 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kppr-digugat-terkait-pelanggaran-uu-penggugat-tuntut-pemira-ulang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i6Rj9Hktbf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KPPR Digugat Terkait Pelanggaran UU, Penggugat Tuntut Pemira Ulang</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kamis (22/6) lalu, akun Instagram resmi Pemira Unmul mengunggah surat peringatan dari Badan Pengawas Pemira (Bawasra) yang dilayangkan untuk Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para pelapor atas nama Muh. Fajrul Karnivan, Aura Mahoni Pitaloka, dan Dionisius P. Simanjuntak melaporkan bahwa KPPR disinyalir telah melakukan pelanggaran terhadap beberapa pasal Undang-Undang Pemira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu pelapor, Fajrul Karnivan, mahasiswa FH 2022 mengungkap bahwa laporan tersebut bermula dari keresahan terhadap transparansi Pemira imbas pelaksanaan yang dilakukan secara daring, sehingga tidak menjangkau seluruh Keluarga Mahasiswa yang seharusnya berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ada beberapa hal juga yang mau saya soroti terkait sosialisasi penyelenggaraan Pemira BEM KM Unmul yang dilaksanakan secara&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>. Bukan hanya itu, pemilihan pun dilaksanakan secara&nbsp;</span><span><em>online</em>,</span><span>&nbsp;makanya saya menganggap apa yang telah dijalankan oleh teman-teman KPPR justru bertentangan dengan asas-asas umum, langsung, jujur, dan adil,&quot; ujar Fajrul kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Kamis (22/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa pelanggaran yang disoroti oleh para pelapor di antaranya adalah tidak adanya transparansi terhadap Surat Keputusan (SK) yang dibuat, belum adanya pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih hingga pelaksanaan kampanye, tidak diterapkannya asas langsung dalam sosialisasi Pemira, dan tidak membuat peraturan lebih lanjut untuk menjelaskan isi dari Undang-Undang Pemira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Bawasra selaku pengawas Pemira telah mengadakan rapat untuk memeriksa laporan dan memanggil kedua belah pihak, dari pelapor hingga terlapor untuk memberikan tanggapan. Hasil dari diskusi tersebut menyatakan, KPPR terbukti melakukan pelanggaran terhadap asa-asas di dalam UU Pemira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KPPR kemudian diminta untuk memperbaiki administrasi sebelum tenggat waktu yang diberikan pada 21 Juni 2023 pukul 23.59 WITA. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Bawasra menyatakan bahwa KPPR telah melakukan penyelesaian perbaikan administrasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya, benar, sejauh dari pengawasan kami, KPPR telah memperbaiki semua administrasinya,&rdquo; jelas Nur Wahidatul selaku anggota Bawasra melalui pesan suara pada Jumat (23/6) lalu.</span></p><p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sementara itu, Ketua KPPR, Very Verdiansyah, menilai bahwa laporan dugaan pelanggaran KPPR yang telah diajukan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesuksesan Pemira.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah melakukan arbitrase dengan pelapor, Bawasra mengeluarkan surat peringatan yang berupa teguran tertulis dan poin teguran tersebut sudah dijalankan, yaitu perbaikan dari segi administratif untuk transparansi,&rdquo; ungkap Very.</p><p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, satu hari berselang, tepatnya pada Sabtu (24/6) lalu, akun Instagram Pemira Unmul mengunggah surat gugatan. Gugatan tersebut dilayangkan oleh Nada Nabila Jatmiko selaku kuasa hukum dari Hari Setyo Nugroho. Surat gugatan tersebut berisi laporan yang menyatakan bahwa KPPR tidak melaksanakan tugas dan wewenang serta tidak memiliki aturan turunan terhadap pelaksanaan setiap tahapan Pemira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Yang paling&nbsp;</span><span><em>urgent</em></span><span><em>&nbsp;</em>adalah mengenai KPPR yang tidak melaksanakan tugas dan wewenang sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pemira (UUP), regulasi yang mengatur Pemira dengan masalah paling krusialnya adalah pihak KPPR tidak memiliki aturan turunan terhadap pelaksanaan setiap tahapan Pemira,&quot; terang Nada, Minggu (25/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gugatan tersebut juga berisikan permohonan agar Pemira dilaksanakan ulang serta membubarkan KPPR sebelumnya dan membentuk KPPR yang baru karena dianggap tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nada selaku kuasa hukum dari pelapor Hari Setyo Nugroho yang merupakan ketua tim sukses Paslon nomor dua juga menilai bahwa terdapat banyak kejanggalan dan cacat hukum pada pihak KPPR. Namun, KPPR menyangkal semua tuduhan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Pihak KPPR tidak mau mengakui kesalahan ini sungguh sangat arogan, padahal mereka cukup memberikan permohonan maaf karena mereka yang cacat luar biasa,&quot; lanjut Nada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Nada turut mengungkapkan kekecewaannya terhadap Bawasra yang hingga kini belum mengeluarkan keputusan dan penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2023.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Bawasra juga sudah kami gugat karena tidak bisa profesional dan kompeten dalam menjalankan tugasnya. Sungguh sangat memalukan karena tidak mempunyai kredibilitas sebagai sebuah badan pengawas dalam suatu perkara adalah hakim penengah.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi gugatan tersebut, Ketua Bawasra, Muhammad Khuzaifah Al-amin menyatakan bahwa gugatan terhadap KPPR itu tidak dapat dipenuhi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena gugatan yang diberikan kepada kawan-kawan KPPR itu masih termasuk pelanggaran yang ringan, sehingga hanya mendapat teguran dan surat peringatan, tetapi kawan-kawan penggugat meminta untuk membatalkan Pemira sehingga itu tidak setimpal dengan pelanggaran yang dilakukan oleh KPPR,&rdquo; jelas Muhammad Khuzaifah kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>melalui pesan suara pada Selasa (27/6).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Ketua KPPR, Very Verdiansyah, menilai bahwa laporan dugaan pelanggaran KPPR yang diajukan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesuksesan Pemira.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah melakukan arbitrase dengan pelapor, Bawasra mengeluarkan surat peringatan yang berupa teguran tertulis dan poin teguran tersebut sudah dijalankan, yaitu perbaikan dari segi administratif untuk transparansi,&rdquo; ungkap Very. <em><strong>(mlt/amg/ner/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penjelasan DPM KM terhadap Penunjukkan Pelaksana Tugas dan Dugaan Pelanggaran Kode Etik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penjelasan-dpm-km-terhadap-penunjukkan-pelaksana-tugas-dan-dugaan-pelanggaran-kode-etik/baca </link>
<guid> penjelasan-dpm-km-terhadap-penunjukkan-pelaksana-tugas-dan-dugaan-pelanggaran-kode-etik </guid>
<pubDate> Mon, 03 Jul 2023 12:30:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemunduran ketua DPM KM di tengah Pemira KM 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penjelasan-dpm-km-terhadap-penunjukkan-pelaksana-tugas-dan-dugaan-pelanggaran-kode-etik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PNAZcfIezU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penjelasan DPM KM terhadap Penunjukkan Pelaksana Tugas dan Dugaan Pelanggaran Kode Etik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Belakangan, sivitas akademika Unmul, utamanya mereka yang berkecimpung di dunia organisasi dikejutkan dengan kemunduran Bagus Arif Maulana, mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2017 dari posisinya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa - Keluarga Mahasiswa (DPM KM).</p><p style="text-align: justify;">Melalui postingan Instagram DPM KM yang menaikkan Devi Agistya Armitha, mahasiswi Fakultas Farmasi angkatan 2019 sebagai Pelaksana Tugas. (Lihat: <a href="https://www.instagram.com/p/CtZalCDP3NA/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==">Penetapan Pelaksanana Tugas Ketua Umum DPM KM Unmul</a>).</p><p style="text-align: justify;">Kemunduran Bagus terbilang mengejutkan, pasalnya kemunduran itu dilakukan hanya kurang lebih seminggu sebelum dilakukannya Pemilihan Raya Keluarga Mahasiswa (Pemira KM) yang berlangsung pada Rabu (21/6). Lebih-lebih, Bagus juga diterpa isu pelanggaran kode etik yang ditengarai menjadi penyebab kemundurannya.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai pasca Kongres Keluarga Mahasiswa (Kongres KM) yang digelar pada Selasa (27/6), Devi selaku Plt. Ketua DPM KM mencoba menjawab keresahan mahasiswa Unmul terkait isu yang tengah menerpa lembaganya.</p><p style="text-align: justify;">Ia memaparkan, DPM KM memang sempat mengalami kondisi internal yang tidak kondusif yang mengharuskan ditunjuknya Pelaksana Tugas menjelang Pemira.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itu (penunjukkan Plt.) untuk mengisi ruang kosong yang memang cukup mengagetkan proses penunjukan Plt. ini, karena kondisi yang sangat mengharuskan kami untuk fokus di hal yang lebih <em>urgent</em>,&quot; jelas Devi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami juga gak bisa memprediksi hal seperti ini tapi kami juga tetap harus bisa menghadapi dan siap untuk menghadapi hal seperti ini,&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami (juga) harus setidaknya menindaklanjuti permasalahan tersebut,&rdquo; tambah Devi enggan menyebutkan permasalahan yang dimaksud.</p><p style="text-align: justify;">Terkait postingan pemberhentian tidak hormat terhadap Ketua DPM KM yang dihapus, Devi menyebut perlu memastikan kabar tersebut terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena kami juga harus memastikan dan harus melakukan beberapa pertimbangan terkait hal tersebut. Karena kami juga perlu memperhatikan aspek-aspek yang bisa mencederai pihak-pihak tertentu,&quot;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, terkait isu pelanggaran kode etik yang menimpa pihak tertentu, Devi tidak mau bertindak gegabah. Ia menyebutkan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan dan masih menunggu pihak yang terkait untuk memberikan konfirmasi atau tindak lanjut mengenai isu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampai sekarang pun pihak yang menaungi isu ini juga kami masih belum tau bagaimana tindak lanjutnya, karena juga isu seperti ini juga bukan ranah kami gitu dan kami juga tidak bisa melakukan tindakan atau <em>judgemental</em> apapun,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Devi menambahkan, bahwa pihaknya menerima segala bentuk kritikan atau masukan terkait DPM KM. Mengenai isu tak sedap yang sedang menerpa lembaganya, mahasiswi Program Studi Farmasi Klinis ini menegaskan tidak akan melakukan pembelaan apapun dan berusaha membangun kepercayaan dari mahasiswa terhadap lembaganya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami dari DPM KM juga tidak mempermasalahkan hal seperti ini karena sudah menjadi risiko ketika menjadi sebuah representasi dari banyak orang, kita tidak anti kritik dan kami tampung segala kritikannya,&quot; kata devi kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fokus kami adalah bagaimana kami tetap bisa amanah dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah diamanatkan kepada kami,&quot; pungkasnya. <em><strong>(gie/lav/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Partisipasi Minim, Kongres DPM KM Tetap Berlangsung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-minim-kongres-dpm-km-tetap-berlangsung/baca </link>
<guid> partisipasi-minim-kongres-dpm-km-tetap-berlangsung </guid>
<pubDate> Tue, 04 Jul 2023 11:35:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelaksanaan Kongres KM 2023 dan beberapa peristiwa yang terjadi di dalamnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-minim-kongres-dpm-km-tetap-berlangsung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IBosh6U7wl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Partisipasi Minim, Kongres DPM KM Tetap Berlangsung</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Usai menggelar Pemilihan Raya (Pemira), jajaran DPM KM Unmul adakan Kongres terbuka pada Selasa, (27/6), bertempat di Gedung IKA Unmul. &apos;Bangkit Bersama Wujudkan Sinergi Kepengurusan Lembaga yang SIAP (Solid, Inspiratif, Aspiratif, dan Progresif) demi Mencapai Unmul Hebat,&apos; dipilih menjadi tema utama kongres.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan ketentuan, Kongres KM Unmul kali ini dapat dihadiri oleh perwakilan lembaga dan organisasi mahasiswa se-Unmul sebagai bentuk representasi dari keluarga mahasiswa. Namun, hingga waktu yang ditentukan, kongres belum juga dimulai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tadi pagi itu melihat cuaca yang kurang mendukung (hujan) dan kita juga mulai kongresnya <em>ngaret</em> sekitar dua jam,&rdquo; papar Devi Agistya Armitha selaku Plt. Ketua Umum DPM KM pada Selasa (27/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain keterlambatan, Devi juga mengungkap terkait minimnya kehadiran peserta pada Kongres KM ini. Menurutnya terjadi akibat beberapa alasan lain. Mulai dari pelaksanaan kongres yang menjelang perayaan hari raya kurban hingga bertepatan dengan libur semester dan agenda KKN Unmul. Meski begitu, kongres tetap dilangsungkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdiri dari tujuh pleno dengan serangkaian agenda termasuk pembahasan tata tertib, penetapan presidium, pembahasan sekaligus pengesahan Laporan Pertanggung Jawaban DPM dan BEM KM. Acara kemudian berlanjut dengan pembahasan amandemen AD-ART KM, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM, serta penetapan dan pelantikan anggota DPM KM 2023.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketegangan mulai muncul kala agenda penetapan anggota DPM KM. Pada pukul 01.30 WITA (28/6) terjadi perdebatan antara peserta Kongres dengan Lembaga Legislatif Fakultas, yakni DPM FISIP, DPSM Fahutan, dan DPM FIB.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akhirnya, malam itu anggota DPM KM belum bisa ditetapkan sebab masih menunggu setiap fakultas untuk mengirimkan delegasinya. Tercatat DPM FISIP, DPSM Fahutan, dan DPM FIB menyatakan <em>W</em></span><span><em>alk Out</em>&nbsp;</span><span>(WO) dari Kongres KM Unmul 2023.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kongres masih berlanjut, pada Jumat (30/6) dengan agenda Penetapan dan Pelantikan anggota DPM KM serta ditutup oleh rekomendasi-rekomendasi yang diberikan oleh demisioner BEM KM Unmul. Agenda tersebut berjalan dengan baik meskipun jumlah peserta kongres sangat minim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tanggal 30 kita dapat delegasi dari 5 fakultas, dengan tenggat jam 08.00 (pagi) batas pengiriman delegasi dengan surat mandat. Cuma karena kemarin agak mendadak, surat mandat dari fakultas agak telat tapi sebelum itu mereka memang sudah konfirmasi keterlambatan itu,&quot; jelas Devi saat dikonfirmasi secara daring Selasa (4/7).</span></p><p style="text-align: justify;">Total, dari 13 fakultas hanya terdapat 5 fakultas yang mengirim delegasi. Dari 8 fakultas sisanya, 3 di antaranya menyatakan <em>Walk Out</em>. Menyisakan 5 fakultas yang tidak mengirimkan delegasi di lembaga legislatif itu. <em><strong>(xel/nkh/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banu-Veronica Resmi Ditetapkan Jadi Presiden dan Wakil Presiden BEM KM 2023, Masa Jabatan Masih Dirundingkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banu-veronica-resmi-ditetapkan-jadi-presiden-dan-wakil-presiden-bem-km-2023-masa-jabatan-masih-dirundingkan/baca </link>
<guid> banu-veronica-resmi-ditetapkan-jadi-presiden-dan-wakil-presiden-bem-km-2023-masa-jabatan-masih-dirundingkan </guid>
<pubDate> Wed, 05 Jul 2023 07:31:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelantikan Naufal Banu Tirta Satria dan Veronica Febby Ola Deo sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banu-veronica-resmi-ditetapkan-jadi-presiden-dan-wakil-presiden-bem-km-2023-masa-jabatan-masih-dirundingkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SHyXnii9RV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banu-Veronica Resmi Ditetapkan Jadi Presiden dan Wakil Presiden BEM KM 2023, Masa Jabatan Masih Dirundingkan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pada selasa (27/6) lalu, jajaran Dewan Perwakilan Mahasiswa - Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul menggelar kongres terbuka KM. &nbsp;Pelaksanaan kongres mengalami dinamikanya tersendiri. Mulai dari keterlambatan agenda, minimnya partisipasi, hingga Walk Out (WO)-nya sejumlah peserta sidang dari kongres. (Baca:&nbsp;<a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-minim-kongres-dpm-km-tetap-berlangsung/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-minim-kongres-dpm-km-tetap-berlangsung/baca" style="">Partisipasi Minim, Kongres DPM KM Tetap Berlangsung</a>)<br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mengapa tetap dilaksanakan (kongres), mengingat kepengurusan DPM KM dan BEM KM yang dari Surat Keputusan (SK) sebentar lagi (berakhir). Mau tidak mau, kongres harus dilaksanakan di luar pertimbangan-pertimbangan yang ada, tetapi, tetap kita maksimalkan,&rdquo; ungkap Devi Agistya Armitha, Plt. Ketua Umum DPM KM pada Selasa (27/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam agenda ini, dilakukan juga pelantikan Naufal Banu Tirta Satria dan Veronica Febby Ola Deo, pasangan calon (Paslon) nomor urut satu yang terpilih dalam Pemilihan Raya (Pemira) 2023. Mereka secara resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelantikan Banu-Veronica menjadi momen untuk memulai perubahan nyata dan mewujudkan visi, misi, serta program kerja (Proker) yang telah mereka canangkan. Interpretasi Keluarga Mahasiswa yang hadir dalam kongres tersebut siap bekerja sama dalam mencapai masa depan yang lebih baik untuk seluruh lembaga dan ormawa di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain pelantikan, kongres ini turut menjadi ajang evaluasi untuk proker serta kendala yang terjadi selama kepengurusan sebelumnya. DPM KM dan BEM KM saling memberikan kritik dan saran yang membangun ketika kongres berlangsung, dengan harapan agar hal-hal tersebut dapat dievaluasi pada kepengurusan selanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mardianto Tarappak, Demisioner Menteri Sosial, Masyarakat, dan Lingkungan Hidup (Sosmasling) BEM KM Unmul menilai dinamika yang ada merupakan suatu hal yang wajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Situasi di dalam kongres ini berjalan dengan baik, dan dinamika yang terjadi sama seperti hal-hal yang kita jalani selama berorganisasi. Banyak pemikiran-pemikiran luar biasa yang tercipta di dalam kongres kali ini untuk kemajuan BEM KM dan DPM KM ke depannya,&rdquo; ujarnya kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Selasa (27/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengingat masa jabatan dari Presiden dan Wakil Presiden BEM sebelumnya, Ikzan-Bagus hanya setengah periode. Masa jabatan untuk Banu dan Veronica turut menjadi pertanyaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apakah kita normalisasi dengan jabatan selama enam bulan atau kita normalisasi dengan jabatan satu setengah tahun, atau ada saran dari forum lagi gitu. Jadi, untuk keputusannya akan kita pertimbangkan di dalam forum,&rdquo; jelas Devi.&nbsp;</span><br><br>Dalam kongres tersebut, yang sudah dipastikan hanya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM terbaru, Banu-Veronica. Untuk jajaran menteri sendiri masih belum dipastikan. Termasuk masa kepengurusan, dalam forum kemarin belum menghasilkan satu keputusan bulat.&nbsp;<em><strong>(xel/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertama Kalinya, Unmul Bekali Peserta KKN 49 dengan BPJS Ketenagakerjaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertama-kalinya-unmul-bekali-peserta-kkn-49-dengan-bpjs-ketenagakerjaan/baca </link>
<guid> pertama-kalinya-unmul-bekali-peserta-kkn-49-dengan-bpjs-ketenagakerjaan </guid>
<pubDate> Wed, 05 Jul 2023 07:37:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk pertama kalinya bagi di KKN 49 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertama-kalinya-unmul-bekali-peserta-kkn-49-dengan-bpjs-ketenagakerjaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/v7wYCJ0nXx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertama Kalinya, Unmul Bekali Peserta KKN 49 dengan BPJS Ketenagakerjaan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Ada yang berbeda dari pelaksanaan KKN Unmul angkatan ke-49 tahun ini. Hal tersebut terlihat dari penambahan klaster KKN Tematik hingga penerapan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk pertama kalinya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk pelayanan BPJS mahasiswa yang melaksanakan KKN, pihak terkait memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Syarat mengklaim BPJS apabila terjadi kecelakaan di antaranya melampirkan fotokopi KTP, fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan, mengisi formulir kronologis kecelakaan yang melampirkan tanda tangan 2 orang saksi beserta fotokopi KTP-nya, Surat Tugas, serta melampirkan pula formulir JKK tahap I.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Alamsyah selaku sekretaris LP2M &nbsp;ketika dikunjungi langsung oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Senin (19/6). Alamsyah mengungkap mahasiswa yang mengikuti KKN tahun ini akan memperoleh perlindungan dari pihak kampus yang bekerja sama dengan pihak BPJS apabila terjadi sesuatu yang membahayakan kondisi kesehatan mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini semakin mantap dijalankan demi menjamin keselamatan seluruh &nbsp;peserta KKN. &ldquo;Alhamdulillah tahun ini LP2M &nbsp;mendukung BPJS. Karena kita tahu bahwa dalam kondisi ber-KKN ini penuh risiko, ya.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seperti tahun lalu, juga ada kecelakaan di Kotabangun, ada mahasiswa kita kecelakaan. Lalu (kami) berpikir bahwa mahasiswa ber-KKN ini perlu dinaungi. Jadi aktivitas itu kita lindungi,&rdquo; ungkap Alamsyah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya menjelaskan jika terdapat mahasiswa yang mengalami kecelakaan, nantinya akan langsung diarahkan ke rumah sakit atau Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang bekerja sama dengan BPJS.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ihwal masa berlaku program, Sekretaris LP2M itu menyebut BPJS Ketenagakerjaan ini akan berlaku selama satu periode KKN bagi seluruh peserta. Selain itu, apabila terjadi penarikan mahasiswa dari lokasi KKN, maka program BPJS akan otomatis dihentikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Sampai tahun-tahun selanjutnya diusahakan untuk bisa seperti itu. Jadi ibaratnya, orang tua juga tahu bahwa anak saya ini dilindungi BPJS,&quot; tutupnya. <em><strong>(khn/nnf/ara/myy/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hadiri Konsolidasi Nasional, Satgas PPKS Unmul Bertukar Pengalaman dengan Kawan Lintas Kota </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hadiri-konsolidasi-nasional-satgas-ppks-unmul-bertukar-pengalaman-dengan-kawan-lintas-kota/baca </link>
<guid> hadiri-konsolidasi-nasional-satgas-ppks-unmul-bertukar-pengalaman-dengan-kawan-lintas-kota </guid>
<pubDate> Thu, 06 Jul 2023 03:32:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Satgas PPKS Unmul menghadiri konsolidasi nasional yang diselenggarakan oleh Perempuan Mahardika </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hadiri-konsolidasi-nasional-satgas-ppks-unmul-bertukar-pengalaman-dengan-kawan-lintas-kota/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x4kRacT16l.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hadiri Konsolidasi Nasional, Satgas PPKS Unmul Bertukar Pengalaman dengan Kawan Lintas Kota</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kamis (22/6) lalu, Perempuan Mahardika menggelar konsolidasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di Bandung, Jawa Barat. Bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Perempuan Mahardika menghadirkan 55 hadirin yang berasal dari 14 universitas yang tersebar di enam kota. &nbsp;Masing-masing adalah Bandung, Jakarta, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, dan Malang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>UPI, Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) hadir untuk mewakili Bandung. Sementara Jakarta diwakili oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Atmajaya dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN Veteran Jakarta).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Unmul, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), dan Politeknik Pertanian Samarinda (Politani) menjadi representasi Kota Tepian. Kemudian ada Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dari Banjarmasin, Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) dari Ujung Pandang, serta Universitas Brawijaya (UB) sebagai perwakilan dari Malang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orin Agustina dari Unmul, Lena Hanifah dari ULM, Hani Yulindrasari dari UPI, dan Theresia Indira Shanti dari Universitas Atmajaya menjadi pembicara dalam agenda tersebut. Sementara Lathiefah Widuri Retyaningtyas dari Perempuan Mahardika berlaku sebagai moderator.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sesi tersebut, Lena mengungkap bahwa unit penanganan kekerasan seksual di ULM terbentuk sejak sebelum ditetapkannya Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat itu (unit penanganan kekerasan seksual masih) berbentuk&nbsp;</span><span><em>Ad Hoc</em></span><span>&nbsp;atau sementara,&rdquo; ucap Lena. Pembentukan unit tersebut didasari atas keberadaan kasus yang menimpa salah satu mahasiswi di Universitas Lambung Mangkurat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hani, mahasiswi asal UPI menyatakan bahwa kampusnya itu juga memiliki pengalaman serupa. Sebelumnya di UPI, untuk menangani kekerasan seksual, mereka sempat membentuk pusat studi gender. Pusat studi itu bernama Pusat Kajian dan Pengembangan Peranan Wanita/Gender dan Perlindungan Anak (PKPPWA). Setelah disahkannya Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, mereka pun akhirnya mempunyai legalitas hukum untuk membentuk Satuan PPKS.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Shanti dari Universitas Atmajaya mengungkap bahwa terbentuknya Satgas PPKS di kampusnya sejalan dengan keberadaan mereka sebagai universitas berbasis agama Katolik. Selain menjalankan amanah Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, Satgas PPKS adalah bentuk kepatuhan terhadap Vatikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Paus Fransiskus telah berpesan bahwa kekerasan seksual sudah dalam tahap darurat,&rdquo; sebut Shanti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Shanti juga bertindak sebagai salah satu konsultan dalam penyusunan Pedoman Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021. Ia mengakui, masih terdapat beberapa kendala dalam aturan tersebut, terutama dalam hal pemberian sanksi bagi dosen yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Universitas Atmajaya sendiri dapat bertindak lebih dalam memberikan sanksi karena status mereka sebagai universitas swasta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orin sebagai representasi Unmul mengungkapkan, bahwa Satgas PPKS di Unmul terdiri dari orang-orang dari berbagai latar belakang dan kompetensi. Mulai dari mereka yang merupakan pakar hukum, psikolog, hingga orang-orang yang terlibat dalam dunia pers dan media. Keberagaman ini turut membantu kerja mereka sebagai Satgas PPKS.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, perwakilan Satgas PPKS dari Polnes dan Politani mengeluhkan latar belakang mereka yang kurang berpengalaman dalam hal penangan kekerasan seksual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di kampus kami tidak ada yang mempunyai latar belakang hukum atau psikologi,&rdquo; ujar mereka. Hal ini membuat mereka mesti belajar dari awal dalam menjalankan program-program Satgas PPKS. Keluhan serupa disampaikan pula oleh Satgas PPKS ITB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seusai sesi&nbsp;</span><span><em>talkshow</em></span><span>, proses konsolidasi dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok atau&nbsp;</span><span><em>focus group discussion</em></span><span>&nbsp;(FGD). Sesi tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok yang terdiri dari kelompok pencegahan, penanganan, dan pemulihan. Masing-masing perwakilan tiap universitas berbagi pengalaman mereka dalam menjalankan tugas sebagai Satgas PPKS. Keseluruhan proses konsolidasi berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menutup acara, ketua Perempuan Mahardika Mutiara Ika berharap bahwa adanya dialog nasional ini dapat menjadi ajang bagi Satgas PPKS kampus untuk bertemu dan saling berbagi perspektif baru.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada kebutuhan agar kawan-kawan bisa memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(gie/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 21 Tim Unmul Lolos Pendanaan PKM, Tim Zora Land dan Tim Parsel Nusantara Siap Jadi Agen Perubahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/21-tim-unmul-lolos-pendanaan-pkm-tim-zora-land-dan-tim-parsel-nusantara-siap-jadi-agen-perubahan/baca </link>
<guid> 21-tim-unmul-lolos-pendanaan-pkm-tim-zora-land-dan-tim-parsel-nusantara-siap-jadi-agen-perubahan </guid>
<pubDate> Thu, 06 Jul 2023 03:51:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita mereka yang lolos dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/21-tim-unmul-lolos-pendanaan-pkm-tim-zora-land-dan-tim-parsel-nusantara-siap-jadi-agen-perubahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5METNaAAg3.png" />
					</figure>
			                <h1>21 Tim Unmul Lolos Pendanaan PKM, Tim Zora Land dan Tim Parsel Nusantara Siap Jadi Agen Perubahan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Jumat (23/6) lalu, akun Instagram resmi Unmul mengumumkan 21 tim yang berhasil lolos dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023. Program yang diusung oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Studi di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) ini mewadahi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di bangku perkuliahan kepada masyarakat luas.<br><br>Mahasiswa yang lolos di antaranya pada bidang Riset Eksakta (RE) 8 tim dan 6 tim lolos bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PM). Untuk bidang Riset Sosial Humaniora (RSH) dan Karsa Cipta (KC) masing-masing 2 tim. Sedangkan untuk bidang Kewirausahaan (K), Penerapan Iptek (PI), dan Video Gagasan Konstruktif (VGK) masing-masing 1 tim.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>berkesempatan untuk mewawancarai dua tim yang lolos dalam program tersebut. Keduanya adalah &nbsp;Tim Zora Land dari FKM dan Tim Parsel Nusantara dari FT.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Anindya Sashi Kirana selaku Ketua Tim Zora Land mengaku tak menyangka jika proposal dari tim yang ia nakhodai berhasil lolos hingga tahap pendanaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sangat terkejut, bersyukur, dan tidak menyangka akan lolos (pendanaan PKM) dikarenakan banyaknya partisipan dalam program ini yang diikuti oleh semua perguruan tinggi, sekolah tinggi yang ada di Indonesia, sehingga kecil kemungkinan akan lolos mengingat rumitnya &nbsp;proses dan ketat seleksinya,&rdquo; aku Anindya ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>secara daring, Selasa (20/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengusung tema bertajuk &ldquo;Penerapan Permainan Zora Land dalam Mencegah Kecanduan Handphone pada Murid Taman Kanak-kanak di Desa Sumber Sari&rdquo;, Anindya mengungkap bahwa alasan di balik pemilihan tema tersebut dikarenakan adanya urgensitas anak terhadap keberadaan ponsel pintar di masa kini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Melihat isu terkini terkait kecanduan&nbsp;</span><span><em>handphone</em></span><span>&nbsp;atau&nbsp;</span><span><em>gadget</em></span><span>&nbsp;pada anak yang dapat mengganggu tumbuh kembang dan mengganggu kesehatan mata pada anak dalam sudut kesehatan. Sedangkan dalam sudut pendidikan dapat mempengaruhi keterlambatan &nbsp;pencapaian perkembangan yang harus dicapai oleh anak usia dini seperti pada jenjang Taman Kanak-Kanak,&rdquo; ungkap Anindya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harapnya, Tim Zora Land sebagai agen perubahan mampu berkontribusi dalam mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi oleh anak-anak di Desa Sumber Sari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal kendala yang dilalui selama penyusunan proposal, Anindya mengaku bahwa singkatnya tenggat waktu yang diberikan untuk menyiapkan proposal cukup menghambat tim asal FKM itu, sehingga proposal yang dihasilkan dirasa kurang maksimal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun target yang ingin Tim Zora Land capai yakni agar program yang mereka usung itu berguna bagi mitra dan masyarakat di Desa Sumber Sari. Mereka berharap, Tim Zora Land dapat melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) sehingga masyarakat luas bisa merasakan manfaat dari program yang mereka ciptakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Diharapkan program yang dijalankan dapat bermanfaat bagi mitra dan sekitarnya, serta program (dari Tim Zora Land) dapat disebarluaskan agar tidak berhenti di pelaksanaan programnya saja,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Tim Parsel Nusantara, tim yang dipimpin oleh Shafa Nur Alifia. Layaknya Anindya, Ketua tim asal FT itu pun juga tak menyangka jika tim yang ia bawahi akan lolos menjadi salah satu tim yang menerima pendanaan. Mengingat, ini adalah pengalaman pertama mereka dalam mengikuti program PKM. Tema kewirausahaan yang dipilih pun berhasil membawa mereka melaju ke tahap pendanaan proposal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Di PKM &lsquo;kan ada delapan bidang. Kelompok saya memilih bidang kewirausahaan karena untuk bidang lain lumayan saintifik,&nbsp;</span><span><em>lah</em></span><span>. Kami &lsquo;kan baru pertama kali ikut PKM, jadi coba yang benar-benar memungkinkan untuk kami, yang sesuai juga sama bidang kami, namun tetap bisa bermanfaat besar bagi target kami. Yang paling aman,&nbsp;</span><span><em>lah</em></span><span>, buat kami yang baru coba ikut PKM pertama kali,&rdquo; ungkap Shafa pada Kamis (29/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Serupa dengan Tim Zora Land, kendala selama proses persiapan proposal tak luput mereka jumpai. Mulai dari minimnya informasi program dari masing-masing fakultas, hingga waktu penyusunan proposal yang terlalu singkat. Namun, Tim Parsel Nusantara bersyukur karena mampu melewati kendala tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dukungan penuh dari kampus seperti pemberian bimbingan dan pembekalan, serta konversi mata kuliah turut menjadi kunci keberhasilan dari kedua tim. Bahkan, Shafa mengungkap bahwa mereka mendapat penghargaan berupa konversi mata kuliah dengan nilai A dan jaminan konversi Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) jika bisa melaju hingga Pimnas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah gempuran Kampus Merdeka yang menawarkan sejumlah program menarik yang kini sedang digandrungi mahasiswa, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pun penasaran dengan alasan yang memotivasi kedua tim untuk mengikuti PKM dibandingkan dengan program Kampus Merdeka. Keduanya pun dengan kompak menjawab bahwa ingin melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui program yang mereka canangkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Shafa menambahkan bahwa terdapat beberapa kelebihan dari PKM yang mungkin tak ditemui dari program besutan Kampus Merdeka. Di antaranya adalah peserta tidak dibatasi oleh minimal semester dan bisa dilakukan secara berkelompok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak berhenti sampai di sini, nantinya kedua tim tersebut akan menjalankan pengabdian sesuai dengan tema yang dipilih. Baik Tim Zora Land maupun Parsel Nusantara telah menentukan target untuk program pengabdiannya ke depan.</span></p><div style="text-align: justify;">&quot;Tentu saja setelah PKM &lsquo;kan ada Pimnas, tapi untuk target tim sendiri tentu kami harus memenuhi luaran yang dijanjikan di proposal, yaitu <em>website</em>, produk, <em>logbook</em>, serta laporan kemajuan &amp; akhir. Untuk program kewirausahaan kami, Parsel Nusantara tentu ingin dilanjutkan jangka panjang kalau memang memungkinkan, namun saat ini kami fokus ke target yang telah disusun dulu. Setelah mengikuti program ini, kami berharap bisa melanjutkan usaha kami dengan <em>low</em>-<em>maintenance&nbsp;</em>saja, karena kami punya program <em>reseller</em>,&rdquo; pungkas Shafa. <em><strong>(snr/dre/nnf/lza/ems)</strong></em></div><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PTN BH: Peluang Komersialisasi Pendidikan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ptn-bh-peluang-komersialisasi-pendidikan/baca </link>
<guid> ptn-bh-peluang-komersialisasi-pendidikan </guid>
<pubDate> Fri, 07 Jul 2023 09:11:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Status PTN BH yang memberikan peluang lebih bagi perguruan tinggi negeri yang menyandangnya tidak menutup kemungkinan terjadi komersialisasi pendidikan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ptn-bh-peluang-komersialisasi-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JoYhnbVNrr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PTN BH: Peluang Komersialisasi Pendidikan?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) adalah lembaga pendidikan tinggi negeri yang memiliki status sebagai badan hukum otonom, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Status PTN BH memberikan keleluasaan dalam pengambilan keputusan manajemen, termasuk pengelolaan keuangan, pengembangan kurikulum, pengadaan tenaga kerja, dan kerjasama dengan pihak lain. Status hukum ini sekaligus menunjukan bahwa kualitas PTN tersebut sudah mumpuni sehingga dibiarkan mandiri oleh pemerintah.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu kelebihan PTN BH adalah kebebasan dalam pengelolaan keuangan. Kekayaan PTN BH dipisahkan dari negara, sehingga mereka memiliki lebih banyak kewenangan dalam mengelola sumber daya dan pendapatan mereka. Hal ini memungkinkan PTN BH untuk menjalin kemitraan dengan pihak swasta, berinvestasi dalam bisnis atau aset, dan mencari sumber pendapatan tambahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ada beberapa konsekuensi dari otonomi keuangan yang lebih besar ini. PTN BH dianggap sebagai objek pajak sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-34/PJ/2017, sehingga mereka harus membayar pajak dan mencari sumber pendapatan tambahan untuk mengatasi pengurangan subsidi pemerintah. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan menjalin kerjasama dengan pihak swasta atau membentuk badan usaha sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika upaya ini belum cukup untuk menutupi kekurangan keuangan, PTN BH mungkin akan meminta sumbangan dana (uang pangkal) dari mahasiswa atau meningkatkan uang kuliah tunggal (UKT) yang harus dibayarkan oleh mahasiswa. Hal tersebut memang penting untuk memastikan keberlanjutan institusi dan mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemerintah, namun berindikasi pada bertambahnya beban finansial mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebijakan UKT dapat bervariasi di setiap PTN BH, dan sistem ini biasanya didasarkan pada kategori kelompok penerimaan mahasiswa baru. Kebijakan dan besaran UKT ini bervariasi di setiap PTN BH. Sistem UKT didasarkan pada peraturan yang ditetapkan dapat diatur ulang dari waktu ke waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan keadaan keuangan PTN BH tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penerapan sistem UKT ini sering kali menuai banyak polemik dan pro-kontra. Beberapa orang berpendapat bahwa UKT dapat membebani mahasiswa dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, sementara yang lain berpendapat bahwa UKT merupakan salah satu cara untuk menghasilkan pendapatan tambahan yang diperlukan untuk menjaga kualitas dan pengembangan pendidikan di PTN BH.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kesimpulannya, PTN BH memiliki potensi untuk mengembangkan sumber pendapatan tambahan melalui komersialisasi pendidikan. Namun, hal komersialisasi ini perlu diimbangi dengan keberpihakan terhadap mahasiswa dan memastikan bahwa biaya yang dikenakan tidak memberatkan mahasiswa dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Penting pula untuk mengatur kebijakan UKT dengan bijak agar tetap memastikan aksesibilitas dan kualitas pendidikan yang baik di PTN BH.</p><p style="text-align: justify;"><em style=""><strong>Opini ditulis oleh Selma Mela Elyani, mahasiswi Prodi Ilmu Hubungan Internasional, FISIP 2022.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anggota Satgas PPKS Unmul Nada Nabila Jatmiko Menangkan Lomba Esai dengan Tema Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/anggota-satgas-ppks-unmul-nada-nabila-jatmiko-menangkan-lomba-esai-dengan-tema-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> anggota-satgas-ppks-unmul-nada-nabila-jatmiko-menangkan-lomba-esai-dengan-tema-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Sat, 08 Jul 2023 13:03:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menangnya anggota Satgas PPKS Unmul dalam lomba esai nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/anggota-satgas-ppks-unmul-nada-nabila-jatmiko-menangkan-lomba-esai-dengan-tema-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OxngHAIGq9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anggota Satgas PPKS Unmul Nada Nabila Jatmiko Menangkan Lomba Esai dengan Tema Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA <strong>&mdash;&nbsp;</strong></strong>Awal bulan ini, Unmul kembali menorehkan prestasi. Seorang mahasiswi Fakultas Hukum sekaligus anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unmul meraih Silver Medal Lomba Esai Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Triatma Mulya dan Lembaga Setara Prima Nusantara pada Minggu, 4 Juni 2023.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Judul esai yang membawanya memenangi kompetisi tersebut pun tak jauh dari latar belakangnya sebagai Satgas PPKS Unmul. Judul karya esainya sendiri adalah Asoka: Aplikasi Satu Wadah Cegah dan Tangani Kekerasan Seksual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi melalui WhatsApp, Nada mengakui bahwa karyanya tersebut memang berangkat dari pengalamannya ketika berkiprah di divisi advokasi Satgas PPKS Unmul. Pada Maret tahun ini, Satgas PPKS Unmul sempat dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Padahal, dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual telah diatur mekanisme bahwa selama kasus berlangsung terduga pelaku tidak dapat melapor balik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari situ saya merasa bahwa harus ada sinergi antar lembaga dan instansi yang berwenang seperti kepolisian,&rdquo; ungkapnya. Pengalaman itulah yang mendasari gagasan terkait aplikasi yang akan mengintegrasikan berbagai pihak terkait dalam hal penanganan kasus kekerasan seksual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait dunia kepenulisan, Nada sendiri mengatakan telah mempunyai ketertarikan sejak lama. Sebelumnya, ia telah beberapa kali mengikuti lomba esai meskipun hasilnya tidak begitu memuaskan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Wakil Dekan saya, pak Nur Arifuddin banyak memberikan masukan,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait gagasan yang ia bawa dalam esainya, Nada tak mau muluk-muluk. Ia hanya berharap, meskipun tidak dalam bentuk aplikasi gagasannya tersebut dapat diimplementasikan setidaknya dalam bentuk yang paling mendasar.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Minimal dalam bentuk pencerdasan pada khalayak,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(gie/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga DPM Fakultas Keluar dari Kongres, DPM KM Dinilai Tidak Bertanggung Jawab </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-dpm-fakultas-keluar-dari-kongres-dpm-km-dinilai-tidak-bertanggung-jawab/baca </link>
<guid> tiga-dpm-fakultas-keluar-dari-kongres-dpm-km-dinilai-tidak-bertanggung-jawab </guid>
<pubDate> Wed, 12 Jul 2023 10:03:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketegangan dalam Kongres KM 2023 hingga tiga DPM Fakultas menyatakan walk out </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-dpm-fakultas-keluar-dari-kongres-dpm-km-dinilai-tidak-bertanggung-jawab/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MxfYH7Hki8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga DPM Fakultas Keluar dari Kongres, DPM KM Dinilai Tidak Bertanggung Jawab</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kongres terbuka yang digelar oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul memang telah usai beberapa waktu lalu. Namun, agenda pelantikan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul terpilih itu hingga kini masih menimbulkan sejumlah polemik.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kongres yang digelar pada Selasa (27/6) dan Jumat (30/6) lalu itu sempat diwarnai oleh ketegangan. &nbsp;Tiga lembaga yaitu DPM FISIP, DPSM Fahutan, dan DPM FIB pun menyatakan&nbsp;</span><span><em>walk out</em>&nbsp;</span><span>(WO) atau keluar dari kongres. Meskipun demikian, pelaksanaan kongres tetap dilanjutkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-minim-kongres-dpm-km-tetap-berlangsung/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-minim-kongres-dpm-km-tetap-berlangsung/baca">Partisipasi Minim, Kongres DPM KM Tetap Berlangsung</a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian mencoba menghubungi masing-masing lembaga yang memutuskan keluar dari kongres. Daniel Rivaldi Manulang salah satunya. Ketua Umum DPSM Fahutan itu menyatakan kekecewaannya terhadap DPM KM yang dinilai tidak bertanggung jawab.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kenapa (DPSM Fahutan) sampai menyatakan WO? Saya kecewa dengan DPM KM, karena menurut saya penetapan anggota DPM KM itu berlangsung (dengan) tidak bertanggung jawab, menurut saya. Juga, menurut saya di forum (kongres) tidak ada lembaga-lembaga legislatif fakultas,&quot; ungkap Daniel saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (5/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Suara-suara dari lembaga legislatif seperti tidak dipertimbangkan, seakan-akan disepelekan. Padahal, DPM (ada) untuk meluruskan pleno sebelumnya, yang tidak melanjutkan kongres. (Tapi) DPM KM Unmul bersikeras untuk melanjutkan sistem yang cacat kayak melanggar anggaran dasar,&quot; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kongres yang dihelat oleh DPM KM ini ia nilai cacat sebab telah melanggar Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga (AD-ART). Selain itu, Daniel juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap&nbsp;</span><span><em>draft</em></span><span><em>&nbsp;</em>Lembar Pertanggungjawaban (LPJ) yang pengesahannya dianggap terburu-buru. Ia merasa jika pengerjaannya masih terdapat kerancuan, namun tetap disahkan oleh DPM KM. Bahkan, ia menuntut adanya peninjauan kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Pertama, tentang LPJ staf khusus dari bendahara dan sekretaris itu sama sekali tidak ada. Nota-nota sangat kurang. LPJ hanya dari komisi satu, dua, dan tiga, sedangkan staf khusus sama sekali tidak ada di situ. Sekjen pun tidak ada.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ingin menyatakan peninjauan kembali (PK), Daniel mengaku dihalang-halangi oleh pihak DPM KM. Terlebih,&nbsp;</span><span><em>draft</em></span><span>&nbsp;LPJ disahkan saat waktu istirahat, yang mana hal tersebut Daniel anggap tidak sesuai dengan tata tertib yang sudah disepakati bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Daniel menyayangkan DPM KM Unmul yang tidak menunjukkan kewibawaan mereka karena melihat suara yang terpecah di dalam suatu lembaga. Ia mengungkap bahwa dirinya pun sudah menyiapkan surat penarikan delegasi dari kongres, delegasi DPM KM, hingga Bawasra. Apabila pihak DPM KM sama sekali tidak mengindahkan suara legislatif fakultas, Daniel mengatakan bahwa DPSM Fahutan siap untuk menyatakan sikap terhadap DPM KM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berlanjut, Davynalia Pratiwi Putri selaku Ketua Umum DPM FIB turut menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, kongres yang berjalan tanpa dihadiri perwakilan delegasi dari setiap DPM fakultas terjadi karena ketidaksanggupan DPM KM dalam mengumpulkan delegasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Menurut saya, ya, itu kurang etis saja begitu. Berarti &apos;kan DPM KM kepengurusan yang tahun 2023 ini &apos;kan tidak mampu untuk meminta atau tidak mampu membujuk, mengimbau DPM Fakultas yang lain untuk mengirimkan delegasi, gitu,&quot; ujar Davynalia kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Rabu (5/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Davynalia menyarankan kepada DPM KM untuk terlebih dahulu mengirimkan surat permohonan delegasi dan menetapkan strukturnya. Sebab, yang terjadi di lapangan adalah DPM KM yang mengalami keterlambatan dalam pengiriman surat kepada DPM fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kongres itu seharusnya dari temen-temen DPM KM itu sudah mengirimkan surat delegasi (dari awal), sudah mengimbau ke teman-teman DPM fakultas untuk mengirimkan delegasi.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Davynalia juga menerangkan bahwa DPM FIB menyatakan</span><span>&nbsp;</span><span>WO sebab opsi untuk mengumpulkan paling tidak dua pertiga delegasi dari seluruh DPM fakultas Unmul ditolak oleh DPM KM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Opsi tersebut diajukan sebab pada kepengurusan DPM KM 2023 dianggap tidak mewakili seluruh DPM fakultas yang ada di Unmul, tetapi hanya beberapa fakultas saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi, dari teman-teman DPM fakultas mempertanyakan legalitas dari DPM KM, katanya kalian perwakilan, siapa yang kalian wakili gitu, kalau tidak semua terwakilkan dalam DPM KM,&quot; tandasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terpisah, Devy Khusnul Khotimah ketua DPM FISIP turut berkesempatan untuk diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pasca kongres. Menurutnya, situasi forum kala itu tidak menghargai peserta penuh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Padahal, isinya DPM fakultas, lihat &apos;kan yang WO rata-rata DPM fakultas? Terus tetap memaksakan (kongres) dimulai. Padahal sudah menyalahi (tata tertibnya),&quot; jelasnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,</span><span>&nbsp;Senin (3/7).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mewajarkan sikap DPM fakultas yang memilih keluar. Karena menurutnya DPM KM tidak siap menyelenggarakan kongres dan melanggar AD-ART.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Di-<em>pending&nbsp;</em>juga ternyata mereka tetap ngelanggar poin AD-ART yang ada. Mereka juga nggak menyiapkan dan enggak bertanggung jawab soal delegasi atau kepengurusan selanjutnya. Tunggu kita WO baru mereka menyurati. Itupun setelah kongres,&quot; tutupnya kecewa. <em><strong>(mlt/amg/ner/xel/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Siap Menyaingi Twitter, Threads Tawarkan Sejumlah Fitur Menarik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/siap-menyaingi-twitter-threads-tawarkan-sejumlah-fitur-menarik/baca </link>
<guid> siap-menyaingi-twitter-threads-tawarkan-sejumlah-fitur-menarik </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jul 2023 09:43:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aplikasi baru dari Meta siap menyaingi Twitter </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/siap-menyaingi-twitter-threads-tawarkan-sejumlah-fitur-menarik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t8ajcpCKCj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Siap Menyaingi Twitter, Threads Tawarkan Sejumlah Fitur Menarik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent;">SKETSA &ndash;&nbsp;</strong><span style="background-color: transparent;">Baru-baru ini, perusahaan teknologi Meta milik Mark Zuckerberg melalui Instagram meluncurkan aplikasi terbaru bernama Threads. Dengan tampilan serta algoritma yang serupa dengan Twitter, kehadiran Threads mendatangkan antusias di kalangan warganet. Twitter sendiri merupakan sebuah aplikasi yang cukup digandrungi oleh warganet Indonesia serta memiliki pengguna yang cukup banyak.</span></p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari laman <em>Kompas.TV</em>, Threads telah mencapai 100 juta pengguna dalam waktu lima hari sejak peluncurannya pada Rabu (5/7) lalu. Sebelumnya, aplikasi ini menjadi berhasil meraih lima juta pengguna dalam waktu empat jam setelah peluncurannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan desain yang menyerupai Twitter dan dukungan dari basis pengguna Instagram yang sangat besar, Threads telah mendapat julukan sebagai pembunuh Twitter di berbagai media sosial dan berita.</p><p style="text-align: justify;">Threads dibangun sebagai pendamping Instagram, yang dirancang untuk menciptakan ruang yang terbuka dan ramah bagi komunitas. Pengguna dapat memposting pesan berbasis teks, foto, dan video ke <em>feed</em> bergulir. Threads memiliki kesamaan dengan Twitter dalam hal pengiriman pesan publik, tetapi saat ini belum mendukung fitur pesan langsung seperti yang ditawarkan oleh Twitter.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Twitter, aplikasi Threads ini terhubung dengan aplikasi Instagram. Maka dari itu, untuk dapat mengakses aplikasi ini, para pengguna harus memiliki akun Instagram dan <em>login</em> melalui akun Instagram tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Berikut <em>Sketsa</em> merangkum beberapa keunggulan yang ditawarkan dari Threads. Simak, ya!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tampilan yang lebih minimalis</strong></p><p style="text-align: justify;">Meta mengusung konsep monokrom dan menampilkan fitur utama di bagian bawah. Ada <em>home button</em>, <em>search</em>, <em>new threads</em>, <em>notifications</em>, dan <em>profile</em>. Pada tampilan Threads-nya pun hanya terdapat ikon <em>like</em>, <em>comment</em>, <em>repost</em>, dan <em>share</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Karakter yang lebih panjang</strong></p><p style="text-align: justify;">Threads memungkinkan pengguna untuk membuat postingan dengan karakter yang lebih panjang. Semua pengguna dapat membuat postingan sepanjang 500 karakter. Sementara itu, di Twitter, pengguna biasa atau yang belum terverifikasi (centang biru) hanya bisa membuat postingan sepanjang 280 karakter. Sedangkan pengguna yang berbayar atau berlangganan Twitter Blue bisa membuat postingan hingga 4.000 karakter.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Terdapat Fitur Istirahat Sejenak</strong></p><p style="text-align: justify;">Threads mengusung fitur peringatan istirahat sejenak yang sudah ada di Instagram. Lewat fitur ini, pengguna bisa diberikan waktu untuk beristirahat sejenak apabila telah menggunakan Threads dalam kurun waktu tertentu yang bisa ditentukan oleh pengguna. Begitu diaktifkan, aplikasi Threads akan otomatis terjeda setelah kamu <em>scroll</em> sesuai dengan waktu yang ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Belum terdapat gangguan iklan</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, Threads belum menyediakan layanan pasang iklan. Sehingga, pengguna bisa lebih lega dalam membaca postingan tanpa ada gangguan sisipan iklan seperti yang biasa muncul pada tampilan Twitter.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Durasi video lebih panjang</strong></p><p style="text-align: justify;">Bukan hanya konten teks, Threads pun memberikan limit lebih besar pada unggahan video. Pengguna akun Threads dapat mengunggah video dengan durasi mencapai lima menit. Dibandingkan dengan <em>platform</em> saingannya, jumlah tersebut terpaut lebih lama. Pasalnya, pengguna yang tidak berlangganan Twitter Blue hanya bisa mengunggah video dengan durasi dua menit 20 detik dan dua jam untuk pengguna Twitter Blue.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kelebihan Threads dibanding Twitter pun dikabarkan tidak akan hanya berhenti hingga di sini. Nantinya, Meta akan terus memberikan pembaruan agar pengguna dapat menikmati berbagai macam fitur. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu sudah memiliki akun Th<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">reads? <em><strong>(sya/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hitam Kelam Batubara dan Korupsinya Dinasti Politik Kalimantan Timur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/hitam-kelam-batubara-dan-korupsinya-dinasti-politik-kalimantan-timur/baca </link>
<guid> hitam-kelam-batubara-dan-korupsinya-dinasti-politik-kalimantan-timur </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jul 2023 09:51:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertambangan yang tidak luput dari pegangan dinasti politik di Kalimantan Timur serta konsekuensinya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/hitam-kelam-batubara-dan-korupsinya-dinasti-politik-kalimantan-timur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0MaAPz2wBk.png" />
					</figure>
			                <h1>Hitam Kelam Batubara dan Korupsinya Dinasti Politik Kalimantan Timur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sektor pertambangan batubara menjadi komoditas politik dan sumber pendanaan kampanye, baik di tingkat nasional maupun daerah. Selama lebih dari dua dekade, Kalimantan Timur dengan kekayaan alamnya seperti migas, kelapa sawit, dan batubara menjadi daerah tujuan bagi korporasi raksasa dan pejabat elit untuk menancapkan pengaruh dan bisnisnya. Masalahnya, praktik bandar korporasi untuk meraup keuntungan menciptakan kerusakan alam, konflik bencana kemanusiaan, korupsi, hingga menjamurnya dinasti politik.</span></p><p style="text-align: justify;">Konsesi tambang ilegal di Kalimantan Timur telah mencapai 44 persen dari luar total provinsi. Itu mengacu pada data Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) nasional, disebutkan izin usaha pertambangan di Kalimantan Timur mencapai 1190 izin. Dari jumlah tersebut, mayoritas sebanyak 625 izin berada di Kabupaten Kutai Kartanegara.</p><p style="text-align: justify;">Kabupaten yang paling banyak dicengkeram konsesi tambang adalah Kabupaten Kutai Barat. Total luas izin pertambangan di Kutai Barat sekitar 1,3 juta hektar atau dengan kata lain sebesar 82% daratan Kutai Barat adalah konsesi batubara. Posisi kedua diduduki oleh Kabupaten Kutai Timur yang mencapai 1,6 juta hektar, sedangkan Kutai Kartanegara memiliki izin pertambangan seluas 1,10 juta hektar. Namun, pada praktiknya luasan wilayah pertambangan secara riil melebihi angka itu, yang mengakibatkan beroperasinya tambang-tambang ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Izin ini diterbitkan oleh pemerintah pusat, bupati dan walikota selama bertahun-tahun untuk korporasi dan para konglomerat tambang. Deretan perusahaan tambang hingga pejabat elit nasional menancapkan pengaruh dan bisnisnya di sektor tambang Kalimantan Timur, mulai dari PT Bayan Resources, PT Kaltim Prima Coal, PT Berau Coal, PT Adaro Energy, PT Tambang Damai, PT Toba Bara Sejahtera, PT Kutai Energy serta korporasi-korporasi lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.</p><p style="text-align: justify;">Low Tuck Kwong yang kini menjadi orang terkaya di Indonesia menggeser Hartono bersaudara yang selama bertahun-tahun kokoh di tahta orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai 367 triliun yang memiliki pertambangan batubara di Kalimantan Timur melalui PT Bayan Resources.</p><p style="text-align: justify;">PT Kaltim Prima Coal yang mengolah pertambangan <em>open beat</em> terbesar di dunia dengan area konsesi penambangan seluas 84.938 hektar di Sangatta, 51% sahamnya dimiliki oleh PT Bumi Resources milik Bakrie Group. PT Berau Coal anak usaha dari Sinar Mas Mining Group yang dikontrol oleh keluarga Wijaya hingga PT Mitra Energy Agung dari PT Indika Energy yang dikuasai oleh Agus Sasmono. Nama-nama besar lain seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Garibaldi Tohir adik Menteri BUMN Erick Tohir, Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo, hingga Prabowo Subianto juga turut berekspansi di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Melalui jejaring bisnis tambang dan energi di Kalimantan Timur, tambang menjadi penggerak perekonomian, tetapi sekaligus menjadi penyebab bencana kemanusiaan dan pencemaran lingkungan. Menurut catatan masih ada 1735 lubang bekas tambang di Kalimantan Timur. Di Kota Samarinda sendiri terdapat 349 lubang yang tidak direklamasi, padahal dalam tata kelola pertambangan, setelah operasi penambangan berakhir, maka ada kewajiban mutlak yang dilakukan yakni melaksanakan reklamasi dan kegiatan pasca tambang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, hal ini kerap diabaikan oleh perusahaan dan pemegang izin tambang di Kalimantan Timur. Namanya korupsi dan dinasti politik adalah kutukan bagi sebuah wilayah yang dianut oleh kekayaan alam yang berlimpah. Kalimantan Timur menjadi contoh nyata bagaimana izin-izin pertambangan dan perkebunan sawit dijadikan alat bagi penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. Dinasti politik di Kalimantan Timur mengalami perkembangan yang cukup signifikan, dalam satu dekade belakangan setidaknya terdapat tujuh dinasti politik yang mendominasi panggung politik di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Suwarna Abdul Fatah, Gubernur Kalimantan Timur yang divonis satu setengah tahun penjara sebab mengeluarkan izin perkebunan kelapa sawit sejuta hektar dan menerbitkan izin pengolahan kayu secara serampangan kepada 10 perusahaan yang tergabung dalam PT Surya Dumai Group pada 2006. Vonis Suwarna Abdul Fatah adalah babak awal kisah skandal korupsi di Kalimantan Timur, bertahun-tahun selanjutnya satu per satu pejabat elit di bumi Mulawarman dicokok KPK karena dosa yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur selanjutnya, Awang Faroek Ishak ditetapkan sebagai tersangka pada 2019 terkait korupsi pengelolaan dana hasil penjualan saham PT Kaltim Prima Coal senilai 576 miliar. Kasus korupsi investasi saham yang menyeret nama Gubernur Kalimantan Timur ini kemudian dihentikan Kejaksaan Agung pada 2013 akibat tidak cukup bukti. Awang Faroek Ishak yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI 2019-2024, anak-anaknya Awang Ferdian Hidayat pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dan DPD RI, Dayang Dona Faroek menjadi Ketua Kadin Kalimantan Timur sekaligus CEO PT Aifa Kutai Energy dan Awang Fauzan Rahman sebagai Kepala Seksi Kemitraan Media dan Komunikasi Diskominfo Kalimantan Timur. Sedangkan menantu Awang Faroek Ishak atau istri dari Awang Ferdian Hidayat, Rima Hartati terpilih sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur 2019-2024.</p><p style="text-align: justify;">Saukani Hasan Rais atau Pak Kaning adalah Bupati Kutai Kartanegara periode 1999-2004 dan kemudian kembali menjabat sebagai bupati setelah memenangkan Pilkada Kutai Kartanegara pada tahun 2005. Pada 2005, Saukani Hasan Rais dihukum 2,5 tahun penjara akibat 4 kasus korupsi yang menjeratnya dengan kerugian negara mencapai 103 miliar. Pelaksana tugas Bupati Kutai Kartanegara periodes 2006-2008, Samsuri Aspar juga divonis 4 tahun penjara karena terbukti korupsi pengadaan barang dan jasa pada 2009. Kepemimpinan Bupati Kutai Kartanegara lantas diteruskan oleh putri kedua Saukani Hasan Rais, yaitu Rita Widyasari. Menjabat sebagai Bupati Kutai Kartanegara selama 2 periode dari tahun 2010 hingga 2021.</p><p style="text-align: justify;">Senasib dengan ayahnya, Rita Widyasari juga tersungkur dalam kubangan kotor korupsi. Bahkan, ia menjadi tersangka dalam 3 kasus korupsi sekaligus. Kasus pertama yakni terkait suap pemberian operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima. Kasus berikutnya, Rita Widyasari diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya senilai 436 miliar sekaligus menjadi tersangka pencucian uang karena menyamarkan gratifikasi. Akibatnya kasus-kasus ini Rita Widyasari harus mendekam di penjara selama 10 tahun.</p><p style="text-align: justify;">Bupati Kutai Timur periode 2016-2020, Ismunandar juga melanggengkan dinasti politik bersama anak dan istrinya. Istrinya, Encek Firgasi adalah Ketua DPRD Kutai Timur, sedangkan anaknya Siti Rizki Amalia adalah anggota DPRD Kaltim pada 2020. Sepasang suami istri ini terjaring operasi tangkap tangan KPK terkait suap proyek infrastruktur di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kutai Timur.</p><p style="text-align: justify;">Di Bontang, Walikota Bontang dua periode, Andi Sofyan Hasdam divonis 1,5 tahun penjara akibat kasus korupsi anggaran premi asuransi yang bersumber dari APBD Kota Bontang. Pada 2018, Andi Sofyan Hasdam mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Kalimantan Timur namun gagal. Istrinya kemudian terpilih menjadi Wali Kota Bontang periode 2016 hingga 2021, sedangkan anaknya Andi Faizal Hasdam sebagai Ketua DPRD Bontang 2019-2024.</p><p style="text-align: justify;">Dua pengusaha elit di Kalimantan Timur, Hasan Mas&rsquo;ud dan Rudi Mas&rsquo;ud atau yang kemudian dikenal sebagai Mas&rsquo;ud bersaudara mulai terjun ke dunia politik dan menancapkan pengaruhnya di legislatif dan eksekutif daerah. Mas&rsquo;ud bersaudara awalnya adalah pengusaha migas yang namanya sudah dikenal masyarakat Kalimantan Timur. Tak tanggung-tanggung, 4 dari keluarga besar Mas&rsquo;ud menjabat posisi strategis di pemerintahan.</p><p style="text-align: justify;">Hasanudin Mas&rsquo;ud menjabat sebagai Ketua DPRD Kalimantan Timur periode 2022-2024, adiknya Rudi Mas&rsquo;ud menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024. Saudaranya yang lain, Rahmat Mas&rsquo;ud menjadi Wakil Wali Kota Balikpapan periode 2016-2021 dan Abdul Gafur Mas&rsquo;ud sebagai Bupati Penajam Paser Utara 2018-2023. &nbsp;Namun, dinasti politik Mas&rsquo;ud bersaudara tercoreng karena Abdul Gafur Mas&rsquo;ud yang menjabat sebagai Bupati Penajam Paser Utara ditangkap KPK sebab menerima suap sebesar 5,7 miliar di lingkungan pemerintahan Kabupaten Penajam Paser Utara tahun anggaran 2020.</p><p style="text-align: justify;">Empat putra keluarga Haji Mansyur juga sukses duduk di parlemen. Mahyudin pernah menjabat sebagai Bupati Kutai Timur periode 2003-2006, Wakil Ketua MPR RI, dan kini menjadi wakil ketua DPD RI periode 2019-2024. Mahyunadi yang pernah menjadi Ketua DPRD Kutai Timur dan sekarang terpilih menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur, sedangkan dua adiknya yang lain Marsidik dan Maswar kini sama-sama duduk di DPRD Kutai Timur.</p><p style="text-align: justify;">Bupati Paser periode 2016-2021, Yusriansyah Syarkawi. Anaknya Hendra Wahyudi menjabat sebagai Ketua DPRD Paser, sedangkan istrinya Yenni Eviliana terpilih menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2019-2024. Di Kota Samarinda, Syaharie Ja&rsquo;ang yang menjadi Wali Kota Samarinda dua periode, sedangkan istrinya Puji Setiawati menjadi anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2019-2024.</p><p style="text-align: justify;">Dinasti politik memang belum tentu korupsi, tetapi satu hal yang sulit dibantah bahwa dinasti politik membuka celah yang lebar untuk korupsi. Hal ini sudah terbukti dengan puluhan dinasti politik di Indonesia yang akhirnya runtuh akibat kasus rasuah, tak terkecuali di bumi Mulawarman Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh M. Gunawan W</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>ibisono, mahasiswa Ilmu Hukum, FH 2022.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selaras Mengajar Batch 1: Bersinergi Wujudkan Pemahaman Teknologi dan Cinta Budaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/selaras-mengajar-batch-1-bersinergi-wujudkan-pemahaman-teknologi-dan-cinta-budaya/baca </link>
<guid> selaras-mengajar-batch-1-bersinergi-wujudkan-pemahaman-teknologi-dan-cinta-budaya </guid>
<pubDate> Tue, 25 Jul 2023 05:58:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gerakan Gerak Selaras dalam mewujudkan anak muda Kaltim yang berkualitas yang cinta akan budayanya serta fasih dalam berteknologi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/selaras-mengajar-batch-1-bersinergi-wujudkan-pemahaman-teknologi-dan-cinta-budaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cpBtUSajeJ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Selaras Mengajar Batch 1: Bersinergi Wujudkan Pemahaman Teknologi dan Cinta Budaya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Gerak Selaras merupakan sebuah NGO (<em>Non-governmental Organization</em>) yang didirikan oleh anak muda Kalimantan Timur untuk menyelaraskan gerakannya dalam bidang pendidikan karena #kaltimbutuhanakmudanya yang berawal dari keresahan anak muda pada kualitas pendidikan di tanah kelahirannya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Gerak Selaras berupaya mengenalkan dan memberi pemahaman kepada anak usia sekolah dasar di Kalimantan Timur. Terkait teknologi dasar yang diiringi praktik dengan tujuan menimbulkan percikan kemauan bertumbuh dan menyelipkan nilai-nilai kebudayaan Kalimantan Timur.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Juga diselingi permainan khas Indonesia dengan harapan dapat memupuk rasa bangga serta memperkuat jati diri mereka.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pada bulan Mei hingga Juni kemarin, Gerak Selaras bersama Pertamina Patra Niaga telah menyelenggarakan program Selaras Mengajar di dua sekolah tepatnya SDN 008 Sungai Kunjang dan SDN 006 Samarinda Ilir.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras Mengajar merupakan program unggulan dari Gerak Selaras yang berfokus pada pengajaran seputar teknologi terutama teknologi dasar seperti penggunaan Microsoft Word serta 4 pilar literasi digital.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Kegiatan pembelajaran dikemas secara menarik dan aplikatif dengan memuat tentang kebudayaan Kalimantan Timur yaitu budaya Erau. Selaras Mengajar diikuti oleh 27&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">volunteer&nbsp;</em><span style="background-color: transparent;">dari berbagai daerah di Kalimantan Timur serta sebanyak 131 siswa sekolah dasar di Kecamatan Sungai Kunjang dan Samarinda Ilir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pada Selaras Mengajar kali ini mengusung tema &ldquo;Bersinergi Untuk Mewujudkan Pemahaman Teknologi dan Cinta Budaya&rdquo; dengan harapan siswa sekolah dasar dapat memahami serta memiliki kemampuan dalam mengoperasikan teknologi dan mengenal lebih dekat budaya di Kalimantan Timur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rangkaian kegiatan Selaras Mengajar diawali dengan pembagian siswa ke dalam kelompok yang kemudian didampingi oleh <em>volunteer&nbsp;</em>sebagai Bindam (Bina Damping) dilanjutkan dengan perkenalan, penyampaian dan pengaplikasian materi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Materi yang pertama diberikan adalah 7 habits yang disadur dari buku Stephen Covey &ldquo;The 7 Habits of Highly Effective People&rdquo; untuk memberikan bagaimana menanam kebiasaan baik dalam mencapai cita-cita siswa secara sederhana.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran visual berupa pemberian video edukasi dalam materi kesehatan digital kepada siswa-siswi untuk membantu mereka memahami penggunaan internet yang sehat dan baik sesuai usia anak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sesi selanjutnya adalah sesi utama dari acara yaitu pembelajaran teknologi berupa pengenalan perangkat laptop<em>&nbsp;</em>dan penggunaan Microsoft Word dibalut dengan pengenalan budaya Kalimantan Timur. Dibimbing oleh para <em>volunteers&nbsp;</em>kemudian ditutup dengan pemberian kuis berhadiah dan menggantungkan cita-cita siswa-siswi di pohon harapan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya kegiatan Selaras Mengajar, Gerak Selaras juga menyelenggarakan program Donasi Sosial Berbagi yang berlangsung secara bersamaan di SDN 006 Samarinda Ilir pada hari Sabtu, 3 Juni 2023.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini didorong oleh tingginya minat literasi anak namun terkendala oleh minimnya sarana dan buku bacaan di perpustakaan yang disediakan sekolah. Hingga hari pelaksanaan berlangsung, telah terkumpul donasi sejumlah uang dan buku pelajaran maupun bacaan sebanyak 142 buah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertamina Patra Niaga ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan Donasi Sosial Berbagi dengan memfasilitasi rak buku di SDN 006 Samarinda Ilir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kegiatan Selaras Mengajar diharapkan dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan pemahaman siswa-siswi terhadap penggunaan teknologi yang dapat menunjang pembelajaran mereka melalui materi pembelajaran yang disampaikan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Harapannya, anak muda di Kalimantan Timur bisa terus tergerak untuk memajukan kualitas pendidikan dan mendukung peningkatan akses pembelajaran teknologi dasar di Kalimantan Timur.</p><p><em><strong>Press release ditulis oleh Komunitas Gerak Selaras</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Red Door: Hal-hal yang Perlu Dikritisi dari Insidious </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-red-door-hal-hal-yang-perlu-dikritisi-dari-insidious/baca </link>
<guid> the-red-door-hal-hal-yang-perlu-dikritisi-dari-insidious </guid>
<pubDate> Thu, 27 Jul 2023 03:59:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film terbaru dalam seri Insidious yang berlatarkan dunia supranatural yang apik dan hal-hal yang perlu dikritisi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-red-door-hal-hal-yang-perlu-dikritisi-dari-insidious/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yBDGCZ7byN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>The Red Door: Hal-hal yang Perlu Dikritisi dari Insidious</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kalian yang suka tontonan bergenre horor, mungkin sudah tidak asing lagi dengan film Insidious. Sejak Oktober 2020 lalu, pihak Sony Pictures telah mengonfirmasi bahwa Insidious akan kembali rilis. Pengikut Insidious tentu tidak mau ketinggalan menyaksikan kelanjutan dari kisah mengerikan yang dialami oleh keluarga Lambert ini.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabar gembiranya, waralaba film horor ini kembali ke layar lebar dengan seri kelimanya yang bertajuk, Insidious: The Red Door, yang secara resmi tayang di seluruh bioskop Tanah Air pada Rabu (12/7) lalu. Sesuai dengan judulnya, film ini pastinya berkaitan dengan sesuatu di balik sebuah pintu berwarna merah. Apakah sesuatu itu? Hal tersebut pun terjawab melalui adegan &nbsp;berbalut&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em></span><span>&nbsp;yang dapat mengejutkan penonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Jumpscare&nbsp;</em>yang terbaca&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara keseluruhan, film Insidious 5: The Red Door ini memiliki alur maju berlatarkan waktu 10 tahun ke depan, tepatnya saat Dalton Lambert baru menempuh pendidikan tinggi di sebuah universitas. Sejak itu, para iblis di masa lalu yang pernah mengganggu keluarga Lambert datang kembali. Untuk menghentikan teror iblis itu, Dalton dan Josh harus kembali &nbsp;ke The Further (tempat jiwa-jiwa orang mati dan makhluk-makhluk jahat berada) dan menghadapi sosok menyeramkan yang ada di balik pintu merah sekali lagi. Padahal, pasangan ayah dan anak itu telah dihipnotis untuk melupakan kejadian mengerikan yang mereka alami pada dua seri sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kengerian dalam film ini tampaknya terfokus pada&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em></span><span>&nbsp;dan kurang dalam mengembangkan karakter-karakter yang ada. Memang,&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em></span><span>&nbsp;layaknya bumbu penyedap yang harus ada untuk mengejutkan penonton dan menghidupkan situasi menyeramkan. Namun, tanda-tanda&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em></span><span>&nbsp;telah tersebar sejak awal sehingga penonton telah bersiaga akan kemunculan sosok yang tiba-tiba.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan durasinya yang lumayan panjang (107 menit) film ini memiliki peluang lebih untuk memberikan hal unik yang berbeda dari empat seri sebelumnya. Namun, film ini sepertinya tidak memanfaatkan durasi yang ada dengan baik untuk membangun ketegangan dan mengeksplorasi aspek supranatural &nbsp;lebih dalam. Penggemar mengenal Insidious dengan ketegangan atmosferik,&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em></span><span>, dan eksplorasi aspek supranaturalnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Karakter menarik tidak disorot dengan baik</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain kurangnya kematangan&nbsp;</span><span><em>jumpscare&nbsp;</em></span><span>yang telah dituliskan di atas, kekurangan juga terletak pada minimnya pengembangan karakter. Sangat disayangkan, Armagan, dosen Dalton memiliki potensi menarik yang seharusnya bisa lebih dieksplorasi. Sejak awal Armagan cukup menyita perhatian, terlebih lagi dia adalah dosen favorit karakter utama, Dalton. Armagan berperan penting dalam membuka kembali ingatan Dalton satu dekade &nbsp;lalu. Pada kenyataannya, Armagan hanya tampil sebagai karakter pendukung di film tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menariknya, Patrick Wilson, karakter utama yang juga berperan sebagai Josh Lambert dipercaya memegang setir atas film bergenre horor supranatural ini. Namun, hal tersebut menuai banyak pro kontra. Pasalnya, ini adalah debut perdananya menjadi produser. Penonton berharap lebih sejak film terakhir dirilis. Banyak yang beranggapan Patrick Wilson seharusnya fokus untuk menjadi aktor saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai seri terakhir, Insidious 5 diharapkan memberi konklusi yang memuaskan. Meskipun memberikan penutupan yang baik untuk hubungan keluarga Lambert, film ini tidak memberikan penutupan yang epik mengenai iblis di The Further. Mungkin, Sony Pictures telah merencanakan sekuel untuk seri berikutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, harus ditekankan kembali bahwa setiap orang memiliki preferensi yang berbeda dalam memandang film horor. Mungkin ada orang yang menikmati pengalaman menonton Insidious: The Red Door, mungkin pula ada yang kecewa karena tidak selaras dengan ekspektasinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk penutup, sebelum menonton Insidious: The Red Door, sebaiknya kalian menonton seri sebelum-sebelumnya terlebih dahulu karena setiap seri saling berkesinambungan. Belum lagi film ini memiliki penamaan atau istilah-istilah tersendiri.</span></p><p>Bagaimana menurutmu? Masih tertarik menonton? Teruntuk yang telah menyaksikan, menurutmu berapa <em>rating&nbsp;</em>yang pantas untuk Insidious: The Red Door? <em><strong>(xel/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Kirim 94 Mahasiswa ke Seluruh Penjuru Indonesia dalam Pertukaran Mahasiswa 2023 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kirim-94-mahasiswa-ke-seluruh-penjuru-indonesia-dalam-pertukaran-mahasiswa-2023/baca </link>
<guid> unmul-kirim-94-mahasiswa-ke-seluruh-penjuru-indonesia-dalam-pertukaran-mahasiswa-2023 </guid>
<pubDate> Thu, 27 Jul 2023 06:07:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembekalan dan pelepasan simbolis 94 mahasiswa Unmul yang siap mengikuti program MBKM Pertukaran Mahasiswa Merdeka </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kirim-94-mahasiswa-ke-seluruh-penjuru-indonesia-dalam-pertukaran-mahasiswa-2023/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DbJLAsPC5C.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Kirim 94 Mahasiswa ke Seluruh Penjuru Indonesia dalam Pertukaran Mahasiswa 2023</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Unmul kembali berpartisipasi dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) . Di mana PMM adalah salah satu program unggulan dari Merdeka Belajar kampus Merdeka (MBKM). Tahun ini, Unmul melepas 94 mahasiswa dari 10 fakultas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih rinci lagi, terdapat 36 Program studi dari 10 fakultas. Dari jumlah itu, FKIP memiliki jumlah paling besar dengan 29 mahasiswa sementara FIB paling sedikit yang hanya berjumlah 3 mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka, 94 mahasiswa Unmul yang lolos dalam PMM 2023 itu akan berkuliah di 43 Perguruan Tinggi yang berada di 18 Provinsi di Pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi selama satu semester.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Unmul sendiri tidak pernah absen mengirim mahasiswa sejak tahun 2020. Pada tahun ini adalah tahun ketiga Unmul turut andil dalam program PMM sebagai Perguruan Tinggi (PT) pengirim. Walaupun pada tahun 2022 Unmul sempat absen sebagai PT penerima pada program PMM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Selengkapnya:</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pmm-unmul-2023-sempat-absen-kini-siap-menyambut-200-mahasiswa-dari-luar-daerah/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/pmm-unmul-2023-sempat-absen-kini-siap-menyambut-200-mahasiswa-dari-luar-daerah/baca">PMM Unmul 2023: Sempat Absen, Kini Siap Menyambut 200 Mahasiswa dari Luar Daerah</a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembekalan dan pelepasannya sendiri telah dilakukan pada Selasa (18/07) lalu. Para mahasiswa dibekali dengan pengetahuan mengenai pencegahan kekerasan seksual yang difasilitasi oleh Satgas PPKS Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PIC PMM MBKM Adi Tri Pramono menyebut acara pembekalan dan pelepasan ditujukan agar memotivasi mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tujuan pembekalan dan pelepasan pada siang hari ini adalah, yang pertama untuk memberikan bekal dan motivasi kepada mahasiswa agar mampu memenuhi dan bertanggungjawab atas pelaksanaan MBKM yang menjadi hak teman-teman mahasiswa,&rdquo; ucap Pramono.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pramono juga menekankan pentingnya pencegahan 3 dosa (intoleransi, pelecehan seksual, perundungan). Mahasiswa diarahkan untuk menghubungi PIC maupun Satgas PPKS di PT penerima maupun di PT asal jika 3 dosa terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain itu, pembekalan ini menjadi awal proses bagi teman-teman mahasiswa untuk kemudian bisa melakukan proses&nbsp;</span><span><em>benchmarking</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>scale up</em></span><span>&nbsp;belajar perkuliahan dan juga teman-teman bisa mengikuti pembelajaran yang berkaitan dengan kepekaan sosial dan budaya melalui Modul Nusantara.&rdquo; Tutup Pramono.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor Unmul, Abdunnur turut berpesan. Agar mahasiswa menyiapkan dirinya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang akan mereka hadapi. Serta bertanggungjawab atas nama baik almamater, mematuhi peraturan dan program yang ada pada perguruan tinggi penerima, dan juga memenuhi kewajiban administratif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Toh sebetulnya kalau kita mampu beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, tentu banyak nanti&nbsp;</span><span><em>the best experience</em></span><span>&nbsp;yang didapatkan. Bukan hanya yang sudah diprogramkan melalui PMM. Tapi juga banyak hal-hal yang lain yang positif. Entah membangun komunikasi, membangun&nbsp;</span><span><em>friendship</em></span><span><em>&nbsp;</em>dengan mahasiswa yang ada di sana, bahkan kalaupun nanti di sana melanjutkan studi, bahkan kesempatan kerja&rdquo;. Ucap pria lulusan Nihon University ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan masukan yang positif ketika kembali ke Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mereka yang Lolos</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak lupa,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>juga berkesempatan menemui dua mahasiswa yang lolos dalam PMM tahun 2023 pada Rabu (18/07). Inggrid Yosephine Beauty Mayangsari, mahasiswi FH angkatan 2021 yang lolos di Universitas Andalas dan juga Said, mahasiswa program studi matematika FMIPA angkatan 2021 yang lolos di Institut Teknologi Bandung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka tertarik untuk mengikuti PMM karena bagi mereka adalah program unggulan MBKM yang dapat membantu dalam pengembangan diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Said mengaku menggunakan momentum ini untuk membayar kegagalannya masuk ITB sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan melihat ada program Pertukaran Mahasiswa Merdeka jadi itu kesempatan yang bagus untuk melanjutkan impiannya ya. Dan juga program ini kan salah satu program unggulan yang bisa membuat saya berkembang secara akademik dan juga yang lainnya,&rdquo; jelas Said.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara Inggrid, terdorong setelah mendapat dukungan dari Kepala Prodinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kebetulan Kaprodi juga menyarankan buat ikut dan sangat mendukung jadi dibantu semuanya gitu sama prodi. Peran Kaprodi sangat berdampak karena apapun yang aku perlukan, dari berkas-berkas, tanda tangan, segala macam itu dibantuin sama pihak Kaprodi,&rdquo; jelas Inggrid.</span></p><p>Keduanya turut mengapresiasi peran kampus dalam membantu mereka selama persiapan mengikuti PMM. Said memberikan perhatian khusus bagi PIC Unmul, Adi Tri Pramono, yang sudah mengayomi dengan baik. <em><strong>(mar/tha/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sanksi Sosial Pencurian Helm Tak Cukup, Mahasiswa Ingin Adanya Tempat Penitipan Helm </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-sosial-pencurian-helm-tak-cukup-mahasiswa-ingin-adanya-tempat-penitipan-helm/baca </link>
<guid> sanksi-sosial-pencurian-helm-tak-cukup-mahasiswa-ingin-adanya-tempat-penitipan-helm </guid>
<pubDate> Sat, 29 Jul 2023 12:11:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus pencurian helm tertangkap kamera pengawas di sekitar gedung baru FT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sanksi-sosial-pencurian-helm-tak-cukup-mahasiswa-ingin-adanya-tempat-penitipan-helm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jMS9opPJA2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sanksi Sosial Pencurian Helm Tak Cukup, Mahasiswa Ingin Adanya Tempat Penitipan Helm</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kasus pencurian helm di Unmul seperti tidak ada habisnya. Penanganannya pun sulit. Padahal berbagai upaya telah dilakukan. Mulai dari penjagaan oleh Satpam, pemasangan CCTV, hingga penyebaran bukti aksi pencurian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Seperti kasus pencurian terbaru, pada Juni lalu. Sebuah video rekaman CCTV yang menampilkan aksi maling di gedung baru Fakultas Teknik Unmul.&nbsp;</span><span style="background-color: transparent;">Rekaman itu diunggah di kanal Youtube sebagai sanksi sosial.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">(Lihat: <a href="https://youtu.be/d6xUQs_EslA)">Maling Helm di Gedung Baru</a>).</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam video tersebut tertangkap seorang lelaki yang wajahnya ditutup tengah meraup sebuah helm yang dikaitkan pada kaca spion sepeda motor yang sedang diparkir.</span></p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa&nbsp;</em>kemudian menghubungi staff Informasi dan Teknologi (IT), Dani pada Senin (3/7) lalu. Dani yang mengunggah rekaman CCTV tersebut mengaku pengunggahan video tersebut untuk memberi efek jera kepada setiap maling di gedung &nbsp;FT Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rekaman tersebut juga ia sebutkan sebagai video pertama yang menangkap aksi pencurian setelah dipasangnya kamera CCTV di gedung baru FT Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena memang di gedung baru itu tuh sering kemalingan, sebelumnya di gedung baru itu belum ada CCTV-nya, jadi seminggu tuh ada beberapa kali hilang,&quot; ucap Dani.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, tepat di gedung lama FT Unmul juga sempat menangkap seorang pelaku pencurian helm yang terekam oleh CCTV. Kemudian rekaman tersebut disebarkan melalui media sosial dengan tujuan yang sama seperti yang disebut oleh Dani, yaitu agar memberi rasa jera kepada sang pelaku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Upaya itu berhasil. P<span style="background-color: transparent; text-align: justify;">elaku tersebut didatangkan untuk diminta pertanggungjawaban. Dengan mengganti uang.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma dia istilahnya harus berjanji nggak bakal motor itu (yang dipakai saat mencuri) balik kesini lagi gitu kan. Karena platnya kan udah kerekam<em>&nbsp;</em>di CCTV, udah jelas itu,&quot; terang Dani.</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa&nbsp;</em>juga sempat menghubungi Lajumu selaku salah satu pihak dari keamanan FT Unmul pada Sabtu (24/6) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saat itu Lajumu mengaku pelaku pencurian helm yang terekam dalam CCTV di gedung baru tersebut belum juga ditangkap. Adapun plat motor dari pelaku yang tidak jelas tertangkap oleh CCTV menjadi alasan pelaku tersebut sulit ditemukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk saat ini belum ada (pelaku tertangkap), karena pintar juga maling. Kadang dihitamkan semua platnya (nomor plat motor).&rdquo; &nbsp;lanjut Lajumu yang diwawancarai di pos keamanan FT Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Pencurian helm diakui oleh Lajumu memang sudah sering terjadi di gedung FT Unmul dan sudah banyak laporan masuk terkait kasus tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran CCTV juga, Lajumu anggap kurang efektif karena terkadang plat motor yang tidak jelas terlihat ketika diperiksa. Apalagi CCTV tersebut juga tidak dipantau secara terus-menerus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut kejadian-kejadian sebelumnya, Lajumu berkata bahwa kebanyakan kasus pencurian helm berakhir dengan mahasiswa yang hanya mengikhlaskan helm mereka yang dicuri tersebut tanpa menemukan sang pelaku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bukti yang kurang kuat juga terkadang menjadi alasan mengapa perkara pencurian helm tersebut tidak diusut sampai tuntas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau yang kayak gitu (pencurian helm), kadang mahasiswa ikhlaskan, kadang juga nggak. &nbsp;Tapi kita juga nggak ada bukti juga untuk menangkap pelaku.&rdquo; ujar Lajumu.</p><p style="text-align: justify;">Dibalik pencurian yang kerap kali terjadi secara berulang ini pun terdapat mahasiswa yang kena apes dari aksi tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Naufal Wildan, merupakan mahasiswa yang menjadi korban dari pelaku yang tertangkap kamera CCTV tersebut berkesempatan untuk kami wawancarai pada Jumat (23/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Naufal yang merupakan seorang mahasiswa dari prodi Informatika mengaku kehilangan helmnya kala melakukan Ujian Akhir Semester (UAS) di Gedung Unmul Hub. Ketika hendak pulang, Naufal mengaku terkejut saat helmnya sudah lenyap dari motor yang ia parkirkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun Naufal tak sempat segera melapor pada hari kejadian. Ia baru mendatangi pihak keamanan FT pada keesokan harinya dan meminta untuk melihat hasil rekaman CCTV pada saat kejadian perkara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena saya ada waktu di tempat lain jadi pada saat hari H kejadian saya belum melapor ke keamanan kampus. Lalu besoknya saya melapor kemudian di cek CCTV gedung ternyata ada yg maling helm saya,&quot; terang Naufal.</p><p style="text-align: justify;">Dari pencurian yang menimpa dirinya, Naufal berharap ke<span style="background-color: transparent; text-align: justify;">amanan lebih diperketat lagi dan kampus seharusnya menyediakan tempat yang aman,&quot;&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: justify;">&quot;Ya biar kejadian seperti ini tidak terulang.&rdquo; harap Naufal.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Naufal, Kartini (bukan nama sebenarnya) yang juga merupakan mahasiswa Informatika angkatan 2021 pernah mengalami hal yang sama. Ia bahkan sudah 2 kali menjadi korban pencurian helm.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam wawancaranya pada Minggu (2/7), ia mengatakan bahwa kejadian yang pertama terjadi pada saat ia melakukan praktikum dan kejadian kedua waktu sore hari setelah hujan dengan kondisi sudah banyak mahasiswa yang sudah pulang.</p><p style="text-align: justify;">Kartini mengaku bahwa dirinya lalai waktu itu dan tidak mengetahui bahwa area parkir Fakultas Teknik rawan akan pencurian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Memang kesalahan kita sendiri sebenarnya, karena sudah ada peringatan kalau bawa helm jangan ditaruh di parkiran. Tapi bingung juga mau ditaro di mana,&quot; jelas Kartini.</p><p style="text-align: justify;">Kartini merasa kebingungan, karena Ia juga dilarang untuk menitipkan helm di dalam kampus. Sementara ketika di luar, bisa dimaling lagi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi harapannya harus ada tempat atau ruangan tempat khusus untuk mahasiswa menitipkan helmnya sehingga kejadian pencurian helm dapat dihindari,&rdquo; harap Kartini. <em><strong>(s</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>ky/fza/tha/mgw)</strong></em>.</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Warna-Warni Manusia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/warna-warni-manusia/baca </link>
<guid> warna-warni-manusia </guid>
<pubDate> Wed, 02 Aug 2023 09:06:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pancaran rona seorang manusia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/warna-warni-manusia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/voxk9lq5WS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Warna-Warni Manusia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pagi ini, adikku berwarna merah. Ia tak jadi bersekolah, padahal mama sudah mengantarnya ke sekolah pagi-pagi buta, sebelum jam tujuh. Jam tujuh lewat sepuluh, ia pulang lagi sambil menggerutu. Katanya, telur gulungnya direbut temannya, sedangkan uang sakunya sudah habis pagi itu juga. Hari esok terlalu lama untuk menuntaskan keinginannya untuk makan telur gulung, sebab bisa jadi ia malah ingin makan kue leker atau bahkan gulali.</p><p style="text-align: justify;">Mama mendengarkan ceritanya dengan seksama. Sambil menenangkan adikku, Mama dipenuhi warna biru. Mama seperti berada di lautan. Bedanya, mama tidak dihantam ombak. Akhirnya, mama memberi adik uang saku tambahan dan mengantarnya kembali ke sekolah. Di sana, mama menjadi merah muda, dan adikku menjadi biru, tetapi tidak sebiru warna Mama tadi. Biru adikku lebih kelam, tua, dan sedikit bercampur dengan kelabu.</p><p style="text-align: justify;">Satu hal yang unik tentang mama, beliau memberi kami nama yang berhubungan dengan warna. Alhasil, aku lahir dengan nama Kapisa, sedangkan adikku bernama Dewangga. Sejak kecil, aku pikir semua yang kulihat ini adalah hal yang normal. Manusia selalu dikelilingi warna-warna yang berbeda dan selalu berganti setiap saat. Dulu, aku sering menunjuk orang-orang yang lalu-lalang di jalan sambil meneriakkan nama-nama warna. Mereka mungkin mengira bahwa aku sedang belajar menghafal, tapi kenyataannya aku berusaha memanggil mereka dengan warna yang kulihat di sekelilingnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kapisa, pulang kuliah nanti tolong mampir beli susu, ya? Kamu masih ada pegangan?&rdquo; tanya mama sambil sibuk mencuci piring. Di antara suara piring-piring yang beradu, tiba-tiba warna jingga bercampur kuning muncul dari kepala mama. Biasanya, ini terjadi saat keuangan kami menipis. &quot;Oh, ya, nilai UAS sudah keluar semua?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku sengaja menciptakan jeda yang canggung sembari membuat suara-suara kertas dan buku untuk menghindari menjawab pertanyaan itu. &quot;Susu <em>full cream</em>, kan?&quot; tanyaku untuk memastikan setelah pura-pura sibuk sendiri. Setelah melihat anggukan mama, sudah dipastikan pulang kuliah nanti aku harus membelinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menjadi seorang penglihat warna tak lantas membuatku jadi antisosial, meskipun terkadang mataku sakit karena melihat berbagai warna yang <em>ngejreng</em>. Kelebihan ini bisa membuatku memahami perasaan dan emosi orang lain dengan baik. Misalnya, hari ini mayoritas anak rantau di kelasku dikelilingi warna kelabu dan coklat, yang mungkin terjadi karena faktor akhir bulan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tapi, ada satu orang yang berbeda. Ia tampak sibuk mencatat di bangku paling depan sembari dikepung oleh warna-warna yang cerah dan mencolok, seperti warna merah, merah muda, hijau, biru, dan masih banyak lagi. Tanpa melihat warna pun, semua orang juga akan tahu kalau ia sedang dalam mode penuh ambisi. Kinantan, atau lebih sering disapa dengan Kinan, adalah definisi perempuan sempurna yang termanifestasi di dunia nyata. Walau kami harus menempuh beberapa semester lagi untuk lulus, ia sudah punya banyak keahlian dan pengalaman yang cukup untuk membuat HRD perusahaan <em>start up</em> terkesan. Plus, ia terlahir dan tumbuh dengan sendok emas di mulutnya, dibarengi dengan otak encer yang mendukungnya untuk berprestasi di bidang apapun yang ia geluti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sepulangnya dari kelas, aku tak lupa untuk mampir ke supermarket. Saat membuka pintu, mataku bertemu dengan seseorang yang familier. Itu Kinan. Ia tersenyum ramah sambil melambaikan tangannya, masih dengan warna-warni yang menyelimutinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Eh, Kapisa? Beli apa?&quot; tanyanya. Aku menjawabnya dengan menunjukkan sekarton susu <em>full cream</em> yang kupegang erat-erat. Ia tertawa kecil sambil menutup mulutnya, lalu lanjut mengajakku mengobrol. &quot;Udah mau pulang? Kalau enggak buru-buru, aku mau curhat, nih. Aku lagi bimbang, mungkin saran dari kamu bisa membantuku,&quot; ujarnya. Aku membalas dengan anggukan. Sebenarnya, aku tak terlalu dekat dengannya. Menjadi teman sekelasnya tentu membuatku minder parah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jadi, kami memutuskan untuk duduk di kursi depan <em>supermarket</em>. Tanpa basa-basi, ia mulai berkeluh-kesah. &quot;Jadi, kemarin aku lolos beasiswa kuliah magister di luar negeri. Aku diterima di dua universitas, tetapi aku bingung mau pilih yang mana,&quot; keluhnya. Setelah itu, ia mulai menjabarkan kedua universitas terkenal yang menerimanya beserta opini dan pengalaman pribadinya terkait negara tempat universitas tersebut berada.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mendengarnya mengoceh dengan semangat, aku hanya bisa gigit jari. Kehidupan medioker ini memaksaku untuk menjadi manusia yang rasional dan realistis. Memang, aku familier dengan kampus yang ia sebutkan, tetapi aku tidak tahu-menahu tentang apapun yang ada di sana. Yang pasti, kampus-kampus itu sangat sempurna, mahal, dan tempat berkumpulnya orang-orang pintar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, menurutmu aku harus pilih yang mana, ya?&quot; tanyanya dengan sedikit frustrasi. Aku masih melihat warna-warna yang mengelilinginya, namun kali ini warna oranye tiba-tiba menguap dari sela-sela rambutnya. Aku tahu betul apa yang sedang ia rasakan saat ini. Rasa iri mulai menggerogoti hatiku. Aku benci situasi seperti ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Begini, aku heran, buat apa kamu bingung? Kalau aku ada di posisimu, memilih dengan mata tertutup pun akan kuterima hasilnya.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia tampak tidak puas dengan jawabanku. Warna merah, kuning sawo, dan ungu mendadak mencuat dari dadanya. &quot;Memangnya, kamu yakin bisa menjalani hari-hari di sana? Maksudku, sainganmu orang-orang jenius, lho, bukan lagi teman-teman terpintar di kelas kita. Mungkin bakal susah dapat nilai bagus di sana. Bukannya meremehkanmu, tapi kamu paham saja, kan, kualitas pendidikan di sana itu seperti apa?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Sekarang, dahinya mengkerut. Entah apa yang merasukiku, aku kembali membual. &quot;Aku bahkan tidak mungkin seberuntung kamu. Ah, jadi ingat impian lama. Dulu aku pengen sekolah di Jepang. Lihat-lihat bunga sakura. Makan mochi juga.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ia hanya menunduk lesu. Dari yang kudengar, ia adalah tipe orang yang terlalu memikirkan omongan orang tentang dirinya. Kini warna-warna cerah yang mengelilinginya perlahan memudar, berganti dengan warna-warna kelam dan pucat. Hitam legam, biru kelasi, abu-abu, dan cokelat gelap mulai bercampur aduk. Warnanya menjadi sangat jelek dan mengerikan. Perasaan tak nyaman yang kuat itu membuatku sadar akan perkataanku yang terlalu menyudutkannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Maaf, Kapisa, aku jadi enggak enak sama kamu, mungkin&mdash;&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Eh, Kinan, tapi dari ceritamu tadi, aku juga sependapat sama Bu Dosen yang mendukungmu ke universitas yang paling kamu sukai. Selamat, ya! Semangat menjalani kuliah di negeri orang!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Serius? Terima kasih banyak ya atas sarannya. Kamu juga semangat, ya! Kamu pasti bisa, yang penting tetap berusaha, sabar, dan berdoa, ya!&quot;</p><p style="text-align: justify;">Obrolan kami cukup sampai disitu. Sepanjang perjalanan pulang, wajahku dihiasi senyum getir. Setelah tertampar oleh jeleknya campuran warna pucat tadi, aku juga tiba-tiba merasa bersalah karena hampir menyalahgunakan anugerah ini kedalam hal yang tak baik. Yah, daripada terus-terusan membandingkan hidupku dengan Kinan, lebih baik aku melanjutkan kehidupanku yang biasa-biasa saja ini sampai titik di mana aku menemukan kebahagiaanku sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulis oleh Andi Syifa Hanifaturrizkia, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP 2022&nbsp;</strong></em><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB Unmul 2023 Digelar Luring, Waktu Persiapan Sangat Singkat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2023-digelar-luring-waktu-persiapan-sangat-singkat/baca </link>
<guid> pkkmb-unmul-2023-digelar-luring-waktu-persiapan-sangat-singkat </guid>
<pubDate> Wed, 02 Aug 2023 12:25:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Persiapan PKMMB 2023 diwarnai dengan tenggat waktu yang singkat dan masalah SDM dan harapan agar dapat menggaet mahasiswa baru untuk berorganisasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2023-digelar-luring-waktu-persiapan-sangat-singkat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JHLRCZQKtl.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB Unmul 2023 Digelar Luring, Waktu Persiapan Sangat Singkat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul tahun telah tiba. Tahun 2023 ini, PKKMB akan digelar luring. Pada Kamis (3/8) besok.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini merupakan PKKMB luring kedua pasca Pandemi Covid-19. Pada tahun ini, menjadi tahun kolaborasi kembali antara pihak rektorat dengan BEM KM sebagai panitia pelaksana PKKMB tahun ini. Dibantu dengan sejumlah BEM Fakultas dan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam persiapan PKKMB tahun ini, berbagai kendala turut menyertai. Di antaranya persiapan yang sangat singkat dan minimnya sumber daya manusia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden BEM KM Unmul 2023 Naufal Banu mencatat hanya memiliki waktu persiapan selama 13 hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Itu&nbsp;</span><span>kita baru diberikan jadwal <em>fix&nbsp;</em>nya dari rektorat H-13, bahwa PKKMB itu dilaksanakan tanggal 3,&quot; jelas Banu ketika ditemui pada Sabtu (29/7).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Mepetnya persiapan karena ada keterlambatan turunnya jadwal dan pedoman dari pihak Dikti,&quot; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain waktu, Naufal menyebut kurangnya sumber daya manusia (SDM) &nbsp;turut menjadi kendala. Mengingat BEM KM sendiri baru saja dilantik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin yang bikin kita sedikit, bisa dibilang kewalahan karena jujur di sini kita masih bergerak untuk pengurus inti saja, yaitu baru 16 anggota dari 12 Kementrian dan 4 pengurus inti. Maka dari itu, kami minta delegasi atau bantuan dari teman-teman BEM fakultas,&rdquo; ujar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, persiapan tetap dilaksanakan semaksimal mungkin. Sebagai agenda kolaborasi, Banu menyebut pihak rektorat pun ikut membantu dan menjalin komunikasi yang baik dengan panitia di lapangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari BEM KM sebagai pelaksana teknis di lapangan, dan yang meng-</span><span><em>handle&nbsp;</em></span><span>soal kegiatan-kegiatan mahasiswa mulai dari penampilan UKM bahkan fakultas itu nanti dari BEM KM,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banu berharap, kegiatan PKKMB menjadi langkah awal kolaborasi dan sinergi dari Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang ada di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Banu juga ingin ini menjadi awal mula energi baru untuk menjaring lebih banyak peminat organisasi dari mahasiswa baru 2023. Ketika tren minat berorganisasi tengah turun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nantinya para pengurus UKM juga hadir memperkenalkan organisasi yang mereka ikuti. Melalui berbagai bentuk, di antaranya sosialisasi, demonstrasi hingga pemutaran video.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana kita membuka <em>mindset</em> bahwa, &quot;Oh, ternyata organisasi itu seperti ini, loh&quot;, ada <em>benefit</em> lain yang bisa mereka dapatkan dari mengikuti organisasi. Jadi saya rasa itu dapat meningkatkan minat keorganisasian dari mahasiswa baru nantinya,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(zrt/ara/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak PKKMB 2023, Momen Perbaikan Kualitas dan Minat Berorganisasi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-pkkmb-2023-momen-perbaikan-kualitas-dan-minat-berorganisasi-mahasiswa/baca </link>
<guid> semarak-pkkmb-2023-momen-perbaikan-kualitas-dan-minat-berorganisasi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 04 Aug 2023 09:34:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serangkaian kegiatan dan suasana pelaksanaan PKKMB 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-pkkmb-2023-momen-perbaikan-kualitas-dan-minat-berorganisasi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cW0YMB4HRH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak PKKMB 2023, Momen Perbaikan Kualitas dan Minat Berorganisasi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA -</strong> Ribuan mahasiswa baru memenuhi Gedung Olah Raga (GOR) 27 September Unmul dalam menghadiri acara besar yang menyambut dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan Kamis (3/8) ini.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Meski waktu persiapan sangat singkat, tahun ini menjadi tahun yang spesial sekaligus meriah. arena tahun ini PKKMB akhirnya dapat dilangsungkan secara luring setelah tahun 2022 lalu yang diselenggarakan secara <em>hybrid</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rektor bersama jajarannya, Dekan, dan guru besar dari seluruh fakultas ikut hadir memeriahkan acara sekaligus membuka acara tahunan Unmul secara resmi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan jumlah 5.539 mahasiswa baru yang diterima Unmul, GOR 27 September dipenuhi antusias maba karena akhirnya tahun ini mereka bisa bertemu dengan wajah dan teman baru secara langsung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul, Abdunnur turut menyambut mahasiswa baru di kampus pimpinannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru Universitas Mulawarman di kampus terbaik nomor satu di pulau Kalimantan,&rdquo; sambut Abdunnur, Rektor Unmul kepada seluruh mahasiswa baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui sambutanya, Abdunnur juga menyebutkan bahwa Unmul ingin menghasilkan lulusan terbaik. Terlebih Kalimantan Timur telah dipilih sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa diharuskan <em>move on</em>, yaitu ada perubahan baik dari sisi karakter, kualitas pembelajaran, dan kualitas kehidupan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Gerakan perubahan ini agar Unmul tidak hanya menghasilkan mahasiswa dengan kemampuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) tinggi, tapi juga memiliki karakter, keimanan, dan ketakwaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur menuturkan bahwa Unmul memiliki rencana untuk menempatkan mahasiswa di tahun pertama dalam sebuah asrama.</p><p style="text-align: justify;">Namun, karena keterbatasan ruang dan tempat, rencana tersebut baru akan dilaksanakan tahun depan.</p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul tersebut kemudian berpesan agar mahasiswa yang telah diterima untuk memiliki komitmen dan niat kuat untuk belajar dan cepat lulus, serta dapat menguatkan 4 pilar pendidikan. Empat pilar tersebut adalah: 1) <em>Learning to know</em>, 2) <em>learning to do</em>, 3) <em>learning to be</em>, dan 4) <em>learning to live together.</em></p><p style="text-align: justify;">Dalam momen ini, Abdunnur menekankan kepada angkatan 2023 agar dapat lulus tepat waktu. Harapan itu pun menjadi tantangan untuk mahasiswa agar dapat termotivasi dan lulus dengan cepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mudah-mudahan dengan pengenalan orientasi mahasiswa baru, dapat melakukan adaptasi dan dapat meluruskan niat untuk belajar dan selesai tepat waktu,&rdquo; ucap Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Usai dengan sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari seluruh fakultas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rektor bersama dengan Wakil Rektor menyematkan almamater sebagai bentuk dari penerimaan mahasiswa baru angkatan 2023.</p><p style="text-align: justify;">Acara PKKMB pun dilanjut dengan parade bendera seluruh fakultas. Kemudian ada penyampaian materi pembinaan bela negara dan materi sistem pendidikan tinggi dan wawasan almamater Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, para Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lembaga juga mendapat kesempatan unjuk diri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Satu persatu UKM memperkenalkan diri dan program yang dimiliki. Untuk menarik minat maba dalam berorganisasi.</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Presiden BEM KM Unmul 2023, Naufal Banu turut memanfaatkan momentum ini. Agar tren menurunnya minat berorganisasi belakangan ini bisa menurun.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bagaimana kita membuka <em>mindset</em> berpikirnya mahasiswa-mahasiswa baru nanti, bahwa oh ternyata organisasi itu seperti ini loh, ada benefit benefit lain yang mereka bisa dapatkan dari mengikuti keorganisasian,&quot; pungkasnya, Sab<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">tu (30/7). <em><strong>(zrt/khn)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> International Summer School 2023: Eksplorasi Budaya dan Keindahan Alam Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/international-summer-school-2023-eksplorasi-budaya-dan-keindahan-alam-kalimantan/baca </link>
<guid> international-summer-school-2023-eksplorasi-budaya-dan-keindahan-alam-kalimantan </guid>
<pubDate> Tue, 08 Aug 2023 12:18:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keseruan program Borneo Youth Leadership Camp Summer School 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/international-summer-school-2023-eksplorasi-budaya-dan-keindahan-alam-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JbCKkzk2ti.jpg" />
					</figure>
			                <h1>International Summer School 2023: Eksplorasi Budaya dan Keindahan Alam Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unit Pelayanan Terpadu Layanan Internasional (UPT LI) Unmul mengadakan kegiatan Borneo Youth Leadership Camp Summer School 2023 (BYLC), pada 17 Juli sampai dengan 29 Juli 2023 lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini merupakan kegiatan internasional tahunan yang berfokus mengundang mahasiswa internasional untuk bergabung mengikuti berbagai macam kegiatan yang ditawarkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para peserta diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat yang mengenalkan kekayaan budaya dan alam yang ada di Kalimantan Timur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mulai dari Museum Mulawarman yang ada di Tenggarong, Desa Budaya Pampang, Kampung Kopi Luwak, hutan konservasi beruang madu yang ada di Balikpapan, hutan mangrove dan juga Bukit Bangkirai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, para peserta juga berkesempatan untuk mengunjungi 7 fakultas yang ada di Unmul dan mengikuti beberapa pengajaran di dalam kelas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya eksplorasi budaya dan alam, sesuai dengan tema program International Summer School tahun ini ada pula aktivitas yang bertujuan untuk mengasah kemampuan kepemimpinan bagi para peserta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga para partisipan diharapkan mengantongi ilmu mengenai&nbsp;</span><span><em>leadership&nbsp;</em></span><span>selama mengikuti program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun perbedaan program ini dengan tahun sebelumnya disampaikan oleh RR Dirgarini Julia selaku Ketua Pelaksana dari BYLC 2023 yang diwawancarai pada Selasa (1/8) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyampaikan bahwa pada tahun ini, UPT LI bekerja sama dengan Borneo Studies Network (BSN) yang tergabung dari beberapa universitas yang ada di Kalimantan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk mahasiswa Indonesia tetap kita terima tetapi prioritas utama tetap mahasiswa asing. Kemudian, mahasiswa yang tergabung dalam BSN, kemudian mahasiswa yang diluar BSN,&quot; ujarnya ketika diwawancarai secara langsung di Kantor UPT LI Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari sekitar 40 pendaftar, terdapat sejumlah 28 peserta yang tergabung dalam program tersebut. 20 orang diantaranya merupakan mahasiswa asing dan delapan lainnya merupakan mahasiswa dari dalam negeri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Negara-negara luar yang tergabung merupakan mahasiswa dari Afganistan, Pakistan, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Tanzania.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirga menyampaikan tidak ada kendala berarti yang dirasakan selama kegiatan berlangsung. Hanya saja para peserta masih butuh penyesuaian dengan cuaca Kalimantan Timur saat awal-awal program dilaksanakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pengalaman Para Peserta Mahasiswa Asing</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peserta asal Malaysia, Yelilan Rajarajan membagi pengalamannya saat mengikuti kegiatan BYLC melalui pesan WhatsApp pada Senin (31/7) lalu. Ia sendiri mengetahui program tersebut dari koordinator fakultas yang ada di universitas asalnya yaitu Universiti Putra Malaysia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ingin merasakan perjalanan ke luar negeri pun menjadi alasan yang membuat Yelilan menjadikan program International Summer School yang diadakan oleh UPT LI sebagai salah satu program impian yang ingin diikutinya. Yelilan mengaku ingin menambah pengalamannya selama mengikuti kegiatan yang tergabung dari beberapa mahasiswa mancanegara tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yelilan juga menyebutkan beberapa kegiatan yang sudah Ia dapatkan selama program berlangsung. Yelilan berkata ia mendapat kesempatan untuk mengenal lebih jauh kehidupan bermasyarakat Indonesia serta budayanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam program tersebut, Yelilan juga mendapat pengalaman pertama untuk turun tangan langsung mengerjakan beberapa aktivitas. Mulai dari menanam padi, membuat sambal mandai, membuat terarium, gantungan kunci, tas jinjing eco print, dan kegiatan lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kegiatannya selalu lebih baik setiap harinya. Jadi secara keseluruhan saya rasa Universitas Mulawarman sudah luar biasa dalam mengatur program yang keren ini,&rdquo; ujar Yelilan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ditanya mengenai kesannya saat berada di Kalimantan Timur, Yelilan tidak mendapati begitu banyak culture shock dikarenakan ia menemui banyak kesamaan budaya dengan negara asalnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yelilan mengaku hanya sedikit terkejut dengan jalan yang dipenuhi dengan banyak pengendara motor dan juga jalan yang dilewati tidak begitu lebar dan banyak guncangan. Lebih dari pada itu, Yelilan mengatakan bahwa ia menikmati semua kegiatan dan tempat-tempat yang dikunjungi dalam program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama dua minggu tinggal di Kaltim, saya tidak pernah menemukan orang yang tidak sopan atau yang tidak bersedia membantu saya. Semuanya sangat baik dan menghargai,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Serupa dengan Yelilan, Ploy Muhamad, mahasiswa asal Sripatum University Thailand yang juga menjadi salah satu peserta BYLC menyebut tidak begitu mendapati <em>culture shock</em>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ploy menyebut beberapa budaya seperti tari tradisional, pertunjukan, dan pakaian dari Kalimantan Timur membuatnya kagum dan menarik perhatiannya karena keindahannya yang begitu mencolok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya, Kalimantan Timur adalah salah satu daerah yang membuatku terpukau karena budayanya seperti tarian, pertunjukan, pakaian, dan lain sebagainya,&rdquo; jelas Ploy ketika diwawancarai melalui WhatsApp Senin (31/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan bertualang ke pantai hingga ke Bukit Bangkirai pun menjadi salah satu aktivitas yang ia sebut sebagai salah satu favoritnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, makan malam bersama di Sungai Mahakam pun ia pilih sebagai aktivitas yang paling berkesan menurutnya. Ploy berkata dalam kesempatan tersebut ia senang karena bisa saling bercengkrama dengan para partisipan lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ploy memberi kesan yang begitu baik terhadap program tersebut. Menurutnya baik para peserta maupun para panitia sangat ramah dan juga menyambut mereka dengan hangat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun Ploy berharap agar program tersebut memberi jadwal yang terorganisir lebih jelas lagi dan perubahan jadwal yang tidak begitu jauh dari jadwal awal yang sudah ditentukan. Selebihnya menurut Ploy program tersebut sudah terlaksana dengan cukup baik.&nbsp;</span></p><p>&ldquo;Kita melakukan banyak aktivitas dan kelas setiap harinya. Tidak ada hari untuk kita beristirahat secara penuh dan untuk makanan aku suka dengan makanan yang ada di sini, &nbsp;tapi mungkin ada beberapa yang tidak sama dengan saya.&rdquo; Sebut Ploy. <em><strong>(amg/tha/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rebranding Twitter dan Perubahan yang Terjadi Setelahnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/rebranding-twitter-dan-perubahan-yang-terjadi-setelahnya/baca </link>
<guid> rebranding-twitter-dan-perubahan-yang-terjadi-setelahnya </guid>
<pubDate> Wed, 09 Aug 2023 12:54:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rebranding Twitter menjadi X </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/rebranding-twitter-dan-perubahan-yang-terjadi-setelahnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h3J7SIQUaE.png" />
					</figure>
			                <h1>Rebranding Twitter dan Perubahan yang Terjadi Setelahnya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Seakan belum cukup dengan berbagai kontroversi atas perubahan yang terjadi pada media sosial Twitter, Elon Musk mengambil langkah ekstrim yang membuat gempar jagat internet ketika memutuskan untuk melakukan <em>rebranding</em> Twitter menjadi &ldquo;X&rdquo;. Terhitung mulai 31 Juli lalu, nama dan logo Twitter secara resmi menjadi X di Play Store dan Apple Store.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perubahan ini dilakukan secara bertahap sejak akhir bulan Juli dengan mengubah logo Twitter yang identik dengan burung berwarna biru menjadi huruf X hitam-putih pada versi <em>desktop</em>. Perlahan, pergantian ini mempengaruhi versi&nbsp;</span><span><em>mobile</em>&nbsp;</span><span>hingga akhirnya seluruh versi Twitter berubah sepenuhnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Rebranding</em>&nbsp;</span><span>ini pun juga mempengaruhi banyak hal. Seperti perubahan istilah yang identik dengan Twitter, seperti kata&nbsp;</span><span><em>tweet</em>&nbsp;</span><span>yang merujuk pada unggahan di Twitter menjadi &ldquo;X&rsquo;s&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akun resmi Twitter telah mengubah profil dan&nbsp;</span><span><em>username</em>&nbsp;</span><span>mereka menjadi @X yang sebelumnya adalah @Twitter. Nama domain Twitter.com pun ikut beralih ke X.com yang akan membawa penggunanya ke halaman utama Twitter.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rencana perubahan merek ini rupanya telah dipikirkan oleh CEO Space X tersebut sejak Oktober 2022. Dilansir melalui BBC.com, Elon Musk ingin membuat&nbsp;</span><span><em>super app</em>&nbsp;</span><span>atau aplikasi super yang diberi nama &ldquo;X&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Super App</em>&nbsp;</span><span>ini direncanakannya sebagai bentuk platform media sosial baru yang lebih futuristik. Melalui twit-nya, Elon Musk menyebutkan X adalah representasi dari ketidaksempurnaan dalam diri manusia yang membuatnya menjadi sosok yang unik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya perubahan ini, pengguna harus mengucapkan selamat tinggal pada Larry, nama yang diberikan untuk burung biru yang telah menjadi logo utama Twitter yang diciptakan sejak tahun 2012.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Martin Grasser, sebagai orang yang merancang logo tersebut, mengucapkan selamat tinggal kepada Larry melalui cuitannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain terjadi perubahan istilah yang kerap digunakan di Twitter,&nbsp;</span><span><em>rebranding</em></span><span>&nbsp;Twitter menjadi X sempat menimbulkan asumsi berhubungan dengan situs terlarang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahkan sempat membuat media sosial tersebut diblokir di Indonesia. &nbsp;X.com sempat digunakan oleh situs yang tidak sesuai dengan aturan Kominfo sehingga masuk ke dalam daftar website yang diblokir pemerintah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemblokiran tersebut tidak berlangsung lama dan dapat diakses kembali setelah pihak Kominfo melakukan koordinasi dengan Twitter.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banyak pengguna lama Twitter yang tidak menyukai langkah yang diambil oleh orang terkaya di dunia tersebut. Nama baru Twitter juga sering menjadi candaan karena huruf X yang identik dengan hal-hal yang berbau tidak senonoh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak sedikit pengguna yang tidak melakukan&nbsp;</span><span><em>update</em>&nbsp;</span><span>pada aplikasi Twitter mereka agar tidak merubah nama dan logonya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Rebranding</em>&nbsp;</span><span>ini menjadi &nbsp;puncak kekecewaan penggunaannya setelah perubahan yang terjadi pada media sosial tersebut, seperti fitur Twitter Blue dan tweet yang di-<em>limit</em> per hari.&nbsp;</span></p>Namun, tidak sedikit juga yang mendukung perubahan Twitter menjadi X dan menunggu inovasi apalagi yang akan dibawa oleh Elon Musk ke depannya. <em><strong>(zrt/khn)</strong></em><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Website SIA Digantikan AIS, Mahasiswa: Tampilan Lebih Fresh dan Mudah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/website-sia-digantikan-ais-mahasiswa-tampilan-lebih-fresh-dan-mudah/baca </link>
<guid> website-sia-digantikan-ais-mahasiswa-tampilan-lebih-fresh-dan-mudah </guid>
<pubDate> Thu, 10 Aug 2023 08:46:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pergantian website akademik dari SIA ke AIS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/website-sia-digantikan-ais-mahasiswa-tampilan-lebih-fresh-dan-mudah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ARUXbjj4tC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Website SIA Digantikan AIS, Mahasiswa: Tampilan Lebih Fresh dan Mudah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam melakukan registrasi dan hal yang berkaitan dengan berkas akademik, mahasiswa Unmul telah terbiasa dengan <em>website</em> SIA (Sistem Informasi Akademik). Namun kini mahasiswa harus beradaptasi dengan <em>website</em> baru. Yakni AIS (Academic Integrated System).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama kali digunakan sejak registrasi semester baru, yakni semester ganjil 2023/2024. Pada bulan Juli lalu. Resmi menggantikan SIA Unmul yang dinilai sudah tertinggal 4 generasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Lambang Subagiyo turut menjelaskan alasan perpindahan <em>website</em> itu. Katanya, banyak usia SIA sudah terlalu lama dan tidak tersinkron dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;SIA itu aplikasi yang dibangun tahun 2010. Banyak aplikasi-aplikasi yang tidak&nbsp;</span><span><em>support</em></span><span>&nbsp;dengan PDDIkti,&quot; jelasnya pada kepada <em>Sketsa</em> pada Sabtu, 5 /8 lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi aplikasi itu sudah cukup tua dan banyak yang tidak <em>support</em>. Sehingga saat ini (AIS) sudah <em>support</em> sekali. Dulu tidak sinkron sehingga harus kerja manual,&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lambang mengungkap, sebenarnya sudah cukup lama ingin mengalihkan SIA ke AIS. Sebab mengelola data ribuan mahasiswa secara manual membutuhkan tenaga yang tidak sedikit</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dengan AIS yang sudah lebih bagus. Lambang menyebut semua pendataan menjadi lebih mudah. Data terintegrasi menjadi satu dan lebih mudah melakukan evaluasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Termasuk evaluasi skripsi. Kalau angkatan 2017 saya punya data yang belum lulus misalnya. Kita bisa mengevaluasi. Tapi kalau dengan SIA kita gak bisa. Kalau dengan AIS langsung keluar. Terintegrasi seperti itu,&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Lambang menyebut kalau perubahan dari SIA ke AIS ini hanya pembaharuan saja menjadi lebih baik dan lebih mudah. Karena kata Lambang, SIA sebetulnya tidak bermasalah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Mungkin tampilannya, gambarnya berbeda, tapi prinsipnya sama. <em>Password</em>-nya juga sama, kemudian susunan nilai gak berubah kan.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena aplikasi kita sudah terlalu telat maka kita harus mengganti aplikasi supaya relevan dengan kebutuhan. Semua sudah, kita sendiri yang belum, malu lah,&quot; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Menyoal SIA yang kerap mengalami gangguan, Lambang menyebut itu tidak terletak pada aplikasinya. Namun pada <em>server</em>-nya, karena SIA merupakan aplikasi. Sehingga masalahnya bukan hanya pada <em>server&nbsp;</em>Unmul. Tetapi juga pihak eksternal.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lambang selaku Wakil Rektor Bidang akademik juga menyampaikan bentuk kesiapan AIS sebagai <em>website</em> akademik yang baru di Unmul. Pihaknya memastikan seluruh data tidak akan ada yang tertinggal di <em>website</em> lama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Mahasiswa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perubahan dari SIA ke AIS ini cukup memicu berbagai pandangan di kalangan mahasiswa. Satu di antaranya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen 2022, Muhammad Zaky Firmansyah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa yang akrab disapa Zaky itu mengaku merasakan peningkatan yang signifikan dari berbagai aspek pada sistem AIS. Seperti tampilan <em>website</em> AIS yang cukup sederhana dan elegan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Hal ini tentu memberikan kemudahan kepada kami sebagai mahasiswa Universitas Mulawarman,&quot; jelas Zaky pada Sabtu (5 /8).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Serupa, Oktavia dari Prodi Pembangunan Sosial 2022 FISIP mengaku lebih suka dengan wajah baru <em>website</em> akademik Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena kan kaya lebih&nbsp;</span><span><em>simple</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span>Gen-Z <em>friendly</em></span><span>&nbsp;banget nih desainnya yah menurut aku sih,&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya <em>website</em> AIS lebih mudah dipahami daripada SIA dikarenakan fitur-fiturnya lebih tersusun rapi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pandangan yang berbeda datang dari mahasiswa Hubungan Internasional FISIP Unmul, M. Deva Casanova.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Deva sebetulnya turut menyukai tampilan AIS. Namun baginya masih banyak yang perlu ditingkatkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Perubahan SIA ke AIS menurutku malah bagus soalnya&nbsp;</span><span><em>User Interface</em></span><span>&nbsp;(UI) di AIS lebih&nbsp;</span><span><em>fresh</em></span><span>&nbsp;di mata, untuk aksebilitasnya sudah lebih gampang, dan <em>simple</em>,&quot; jelas Deva.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Cuma fiturnya kayak berasa kurang,&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, mahasiswa Ekonomi Pembangunan 2022, Oktavia menyayangkan perpindahannya yang cukup mendadak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi banyak yang ketinggalan info juga sih kalo dari teman-teman mahasiswa yang lain,&quot; kata Oktavia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Meski begitu, menurutnya <em>website</em> baru AIS termasuk cukup mudah untuk diakses. Hanya saja kurang terbiasa. Sehingga perlu adaptasi. <em><strong>(mar/ray/aro/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Absennya FISIP di PKKMB 2023, BEM FISIP: Itu Bentuk Aspirasi Kita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/absennya-fisip-di-pkkmb-2023-bem-fisip-itu-bentuk-aspirasi-kita/baca </link>
<guid> absennya-fisip-di-pkkmb-2023-bem-fisip-itu-bentuk-aspirasi-kita </guid>
<pubDate> Thu, 10 Aug 2023 12:44:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketidakhadiran FISIP di PKKMB 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/absennya-fisip-di-pkkmb-2023-bem-fisip-itu-bentuk-aspirasi-kita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6u5eI4eBna.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Absennya FISIP di PKKMB 2023, BEM FISIP: Itu Bentuk Aspirasi Kita</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Absennya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul dalam agenda PKKMB 2023 menuai peringatan keras dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Sebab PKKMB merupakan agenda tahunan kampus dalam rangka menyambut mahasiswa baru itu penting untuk dihadiri oleh para maba.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda yang berlangsung pada Kamis (3/8) lalu itu seharusnya dihadiri seluruh fakultas. Namun dari 13 fakultas yang ada di Unmul, hanya FISIP yang tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Dari 658 mahasiswa baru FISIP 2023 yang terdata, ternyata hanya lima orang yang hadir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alhasil BEM FISIP yang seharusnya mengarahkan mahasiswa baru (maba) untuk hadir, justru mendapat teguran keras dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Moh. Bahzar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahzar mengingatkan atas sanksi yang berat kepada BEM FISIP. Bahkan Ia juga meminta minta kepada Rektor Unmul agar memberikan sanksi yang berat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Dan kepada BEM Fakultas FISIP saya akan bekukan dan tidak mendapat bantuan dari universitas. Karena tidak menghargai undangan kami,&quot; tegas Bahzar</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Respon BEM FISIP</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Merespons hal tersebut, Presiden BEM FISIP, Slamet Riyadi menyayangkan pernyataan dari Wakil Rektor (WR) Kemahasiswaan dan Alumni yang menurutnya diutarakan secara sepihak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Pembekuan BEM FISIP dan pencabutan bantuan dari universitas itu termasuk tindakan kejahatan intelektual,&quot; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya itu mencederai hak-hak mahasiswa untuk ikut terlibat dalam pengambilan kebijakan di kampus. Juga berperan dalam peningkatan akreditasi kampus. Tapi malah dicegah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kan ada sumbangsih daripada kawan-kawan yang mengeluarkan waktunya dan juga bahkan kemungkinan besar menyisihkan ekonominya untuk berlangsungnya lembaga,&quot; keluh Slamet.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait ancaman, Slamet mengaku pihaknya telah diperingatkan sejak awal sebelum PKKMB. Tepatnya H-2 sebelum PKKMB, pihaknya mendapatkan telepon apabila tidak mengarahkan maba untuk hadir di PKKMB, maka akan dilayangkan sanksi berat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bentuk Aspirasi Mahasiswa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun Slamet tetap bersikukuh untuk tidak ikut serta dalam acara PKKMB kemarin. Sebab baginya itu adalah bentuk aspirasi yang mereka utarakan. Merespons atas tidak terpenuhinya tuntutan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tindakan yang kami lakukan ini merupakan bentuk kita mengekspresikan diri kita sebagai mahasiswa atas segala kerisauan yang terjadi,&quot; jelas Slamet.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejumlah kerisauan yang dimaksud, di antaranya fasilitas GOR 27 September yang &nbsp;belum juga diperbaiki. Menurutnya tempat menjadi lokasi berlangsungnya PKKMB masih kurang memadai untuk mewadahi mahasiswa baru yang berjumlah ribuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Slamet mengaku tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada maba. Jika melihat kondisi GOR 27 yang sama selama bertahun-tahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karna kan kalau di temen-temen FISIP ada data bicara soal riwayat penyakit-penyakit. Dari sana kan tentunya ada berapa orang yang punya riwayat penyakit dalam, mulut dan pernafasan,&quot; jelasnya kepada <em>Sketsa</em> Senin, (7 /8) kemarin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ketika memang ada masalah kesehatan, itulah yang kita coba untuk meminimalisir,&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu Pihak BEM FISIP pun melihat bahwa masih banyak isu kampus yang belum terselesaikan sebelum diadakannya PKKMB. Seperti Surat Keterangan (SK) keringanan UKT dan pembatasan kegiatan malam mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan belum terpenuhinya tuntutan BEM FISIP terhadap sejumlah isu kampus tadi, itu dianggap sebagai sikap diamnya rektorat. Dan BEM FISIP merespons dengan tidak menghadiri PKKMB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Dan tidak adanya tanggapan atau penyelesaian daripada pihak rektorat. Dan dengan hal itulah, diamnya pihak rektorat. Kita tidak bisa diam, kita proses untuk kita menyampaikan aspirasi kita,&quot; tambah Slamet.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya PKKMB seharusnya bukan seremonial belaka. Melainkan memberi kegiatan yang bermanfaat untuk mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ingin Mengadakan PKKMB Fakultas Namun Dihalangi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai pengganti dari PKKMB universitas, BEM FISIP ingin menghadirkan alternatif berupa digelarnya acara PKKMB berskala fakultas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, PKKMB FISIP tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Kegiatan tersebut dibuka sekaligus ditutup oleh Dekan FISIP pada acara sambutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebut Slamet itu merupakan bentuk kekecewaan pihak dekanat FISIP atas absennya maba FISIP di acara PKKMB universitas. Kegiatan yang baru berlangsung selama 30 menit itu terpaksa dibubarkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harusnya dua hari kan, karena ada sanksi yang bakal dikeluarkan oleh pihak rektorat, mereka (dekanat FISIP) sepakat bahwa meniadakan kegiatan PKKMB fakultas sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban,&rdquo; terang Riyadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>BEM FISIP kemudian merencanakan kegiatan alternatif untuk menyambut mahasiswa baru mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bukan Absen yang Pertama</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Absennya FISIP di kegiatan PKKMB tahun ini bukan yang pertama kali. Tercatat bahwa FISIP tidak terlibat di acara penyambutan maba sejak 2017.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Slamet menyebutkan, jika absennya FISIP tidak ada sangkut pautnya dengan polemik angkatan sebelumnya. dan murni karena membaca kondisi yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Pun pastinya kita kan, kita tiap tahun beda lah pembacaan situasinya. Untuk memaknai PKKMB universitas pun berbeda, termasuk fakultas-fakultas yang lain.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Pun itu juga itu bukan berarti kita memperlihatkan kita merubah <em>culture</em> yang ada. Hasil pembacaan tersebutlah mungkin turunannya menghasilkan sikap yang dikeluarkan oleh teman-teman MPM FISIP,&quot; kata Slamet.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Slamet menegaskan berbagai dugaan yang dilayangkan terhadap pihaknya tidaklah benar.</span></p><p>Presiden BEM FISIP tersebut mengaku ancaman masih sebatas statement. &nbsp; Pihaknya belum mendapat teguran atau sanksi secara langsung. <em><strong>(zrt/khn)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembangunan Gedung Baru di FISIP Dimulai, Dekan Minta Warga Fisip Sedikit Bersabar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembangunan-gedung-baru-di-fisip-dimulai-dekan-minta-warga-fisip-sedikit-bersabar/baca </link>
<guid> pembangunan-gedung-baru-di-fisip-dimulai-dekan-minta-warga-fisip-sedikit-bersabar </guid>
<pubDate> Fri, 11 Aug 2023 13:45:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lahan parkir Dekanat FISIP terganggu akibat proses pembangunan gedung baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembangunan-gedung-baru-di-fisip-dimulai-dekan-minta-warga-fisip-sedikit-bersabar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IX2Aut9ToM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembangunan Gedung Baru di FISIP Dimulai, Dekan Minta Warga Fisip Sedikit Bersabar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pembangunan gedung baru FISIP Unmul akhirnya berjalan. &nbsp;Usai melewati sejumlah proses. Seperti penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Unmul dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kaltim &nbsp;pada Senin (13/6) lalu. Sebab, dana yang digunakan untuk pembangunan gedung baru itu berasal dari dana hibah 42 miliar dari Pemprov Kaltim untuk bagian fisiknya.</p><p style="text-align: justify;">(Selengkapnya: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-peroleh-dana-hibah-42-m-untuk-mengatasi-gedung-mangkrak/baca">Unmul Peroleh Dana Hibah 42 M untuk Mengatasi Gedung Mangkrak</a>)</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain FISIP terdapat pula fakultas lain yang mendapat bagian. Di antaranya Faperta, Farmasi, dan FKIP. Di FISIP sendiri pembangunan tengah berjalan. Aktivitas pembangunan tampak berjalan. Meski di sisi lain, lahan parkir di sana kemudian menjadi sorotan. Karena kapasitasnya berkurang hingga sulit parkir hingga mahasiswa mengeluh susah parkir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejumlah mahasiswa yang mengalami sulit parkir itu. Satu di antaranya mahasiswi Administrasi Bisnis 2022, Sopiya Rosalia. Dia merasa sedikit kesulitan dalam mencari lahan parkir, ia mengaku parkiran yang tidak rapi juga sangat mengganggu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin lahan parkir bisa diperluas dan bisa ditata secara rapi untuk parkiran ini. Karena kadang parkiran berantakan yang membuat motor jadi lecet tergores motor lain,&rdquo; ujar Sopiya ketika diwawancarai pada Kamis (3/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal yang sama juga dirasakan oleh mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2021, Ridzki Pangestu. Ia mengatakan bahwa hal tersebut tentu mengganggu karena setengah dari lahan parkir ditutup akibat pembangunan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ridzki mengaku bahwa sebelum ditutup pun mahasiswa sudah sering kebingungan mengenai parkiran yang dirasa masih sempit, terlebih jika sedang ada kegiatan-kegiatan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemarin sempat ada kegiatan di situ (FISIP) yang cukup ramai. Beberapa saya tanya ada acara, ada panitia juga disitu. Dia juga bingung untuk menempatkan parkiran untuk mahasiswa dimana,&rdquo; jelas Ridzki</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena itu (parkiran) termakan dengan pembangunan proyek. Mungkin bisa dialihkan menjadi di atas di gedung D8. Tapi akan sangat jauh karena urusan mahasiswanya di gedung dekanat,&rdquo; tambahnya ketika diwawancari&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Jumat (4/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap agar pembangunan tersebut cepat selesai dan tidak&nbsp;</span><span><em>mandek</em></span><span>&nbsp;karena mahasiswa akan selalu ada. Ia juga ingin agar ada pengefektifan lahan. Karena menurutnya pembangunan tersebut tidak begitu besar hingga harus memakan setengah dari lahan parkir FISIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa&nbsp;</em>kemudian menemui Dekan FISIP Unmul, Muhammad Noor untuk menyoal lahan parkir di sekitar fakultas yang Dia pimpin. Noor menyebut bahwa gedung 4 lantai dengan anggaran lebih dari Rp10 miliar itu akan rampung akhir tahun 2023 ini. Dan dengan perjuangan panjang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bapak berusaha berjuang untuk mendapatkan lahan itu dengan komunikasi intensif dengan pak rektor mulai tahun 2021, masih Prof. Masjaya. Akhirnya beliau menyetujui lahan itu di situ,&rdquo; terang Noor kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>ketika ditemui secara langsung pada Rabu (2/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diketahui gedung tersebut dibangun dengan luas sekitar 10 x 21 meter di batas antara lahan FISIP dan gedung rektorat. Di sana merupakan satu-satunya lahan yang memungkinkan untuk adanya pembangunan. Hal tersebut disebabkan lahan FISIP yang didominasi berada di bukit-bukit tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lahan parkir yang kemungkinan akan terganggu adalah, sebagian dari gedung rektorat dan dekanat FISIP. Noor memperkirakan, sampai bangunan itu rampung tidak akan mengganggu lahan parkir FISIP. &nbsp;Mungkin mengganggu mereka yang ingin ke rektorat dan ke dekanat FISIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau memang misalnya dia ada urusan di sini (Dekanat), ya parkir agak jauh-jauh sedikit. Tapi kan proses kuliah kan mereka (mahasiswa) parkirnya di sana (daerah gedung D8). Sehingga minim mengganggu,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Muhammad Noor menyampaikan antisipasi jangka pendek yang masih diupayakan dengan pihak universitas untuk pengalihan sebagian motor ke parkiran gedung MPK. Jika memang kedepannya lahan parkir akan terganggu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk itu ia meminta agar seluruh rekan-rekan tenaga pendidik (tendik), dosen, dan mahasiswa untuk bersabar selama beberapa bulan kedepan.</span></p><p>Selain itu, ia juga mengatakan bahwa lelang untuk pembangunan tanah longsor di lahan parkir gedung D8 sudah selesai dan akan segera dibenahi. <em><strong>(mar/myy/ali)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transaksi Saat Pembagian Almamater, BPU Unmul Sebut Hanya Jualan Bukan Pungli </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transaksi-saat-pembagian-almamater-bpu-unmul-sebut-hanya-jualan-bukan-pungli/baca </link>
<guid> transaksi-saat-pembagian-almamater-bpu-unmul-sebut-hanya-jualan-bukan-pungli </guid>
<pubDate> Tue, 15 Aug 2023 11:52:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dugaan pungli saat pembagian almamater mahasiswa baru dikonfirmasi oleh pihak BPU </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transaksi-saat-pembagian-almamater-bpu-unmul-sebut-hanya-jualan-bukan-pungli/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Odx69jTXCG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Transaksi Saat Pembagian Almamater, BPU Unmul Sebut Hanya Jualan Bukan Pungli</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - &nbsp;Pembagian almamater bagi para mahasiswa baru menuai kebingungan. Sebab dikabarkan adanya transaksi pada saat pembagian almamater itu. Kebingungan itu disebabkan, sebelumnya almamater sudah termasuk dalam biaya yang ditanggung dalam rincian Uang Kuliah tunggall (UKT) alias biaya kuliah per semester. Yang mana berarti mahasiswa tidak perlu membayar selain UKT.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Transaksi itu terjadi ketika mahasiswa baru akan mengambil almamater di kantor BPU Unmul. Tepatnya di dalam Gedung Masjaya. Mahasiswa diberitahu untuk mengeluarkan uang sebanyak Rp10 ribu. Memang tidak semua, hanya beberapa fakultas yang terkonfirmasi dimintai pembayaran. Sketsa kemudian melakukan konfirmasi kepada mahasiswa. Apakah mereka benar diminta bayar Rp10 ribu dan untuk apa?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satu di antaranya mahasiswa FPIK Unmul, Abdul Hafidz Ramadhan. Ia mengaku membayar seharga Rp 10 ribu tersebut, yang katanya untuk tote bag. Mahasiswa yang akrab disapa Hafidz itu kemudian bercerita. Ia bersamaan dengan mahasiswa baru lainnya tengah duduk di kursi ruang tengah Gedung Masjaya tepat di depan ruang kantor BPU.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami didatangi satpam, dibilangin buat siapin Rp10 ribu buat bayar. Di dalam juga dimintai,&rdquo; jelas Hafidz pada Sabtu (5/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada Kak dikasih (tote bag), bayarnya ke bapak-bapak yg ada di dalam, gak tau namanya,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa FPIK lainnya, Bayu Andika mengaku turut mendengar kabar pungutan itu. Meski dirinya belum sempat mengambil almamater sebab antriannya yang panjang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun saya mengetahui kejadian tersebut dari beberapa kawan saya yang juga sudah mengambil almamater. Dikatakan bahwa permintaan biaya berkedok membayar biaya tote bag,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em> kemudian ikut mengkonfirmasi kabar ini kepada pihak BPU (Badan Pengelola Usaha) terkait pungutan Rp10 ribu tersebut. Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul Husni Thamrin membenarkan adanya transaksi Rp10 ribu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ketika pengambilan almamater tahun ini dilakukan di kantor BPU, pihak BPU kemudian mengambil peluang untuk berjualan ke para mahasiswa baru. <span>Menurutnya dengan adanya mahasiswa baru yang berjumlah sekitar 5000an tersebut dapat menjadi potensi bagi BPU untuk menambah pemasukan bagi kas Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah disitu kita bisa jualan produk, karena kami sudah nyiapin (produk jualan untuk maba). Seperti baju putih, kan prodi ekonomi wajib 2 semester kalau nggak salah,&rdquo; jelas Husni kepada Sketsa pada Rabu (9/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagi kita itu, oh iya ini ada peluang (jualan) yang logonya resmi dan itu incomenya juga bakal masuk di kasnya Unmul bukan masuk ke orang per-orang,&rdquo; tambahnya. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, karena proses pengambilan almamater itu <em>crowded</em> alias membludak, penawaran pembelian tote bag Rp10 ribu itu pun tak sempat merata. hanya sejumlah fakultas saja. Di antaranya Faperta, Farmasi, FPIK. Sejumlah produk dari BPU Unmul lainnya yang rencananya ditawarkan ke maba pun akhirnya tidak terjual. Dan stoknya masih banyak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya, enggak. Jangankan yang uang Rp10 ribu itu, yang baju putih kami stok 1500 itu juga nggak bisa (ditawarkan ke maba),&rdquo; ungkap Husni.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Husni menampik transaksi tersebut disebut sebagai bentuk pungutan liar (pungli). Ia justru menyebutkan bahwa penawaran totebag kepada mahasiswa baru tersebut selain menambah pemasukan, juga menjadi satu cara untuk mengenalkan BPU kepada para mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Buat mengklarifikasi (berita pungli) ya nggak ada, karena emang nggak ada pungli kan. Kalau menurut kami di sini kami memang tempatnya berbisnis, tempatnya berjualan,&rdquo; ujar Husni.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jangan mahasiswa itu taunya (BPU) pada saat ambil toga aja. Jadi udah mulai dari sekarang nih kita ngasih tahu, nih BPU. jadi mereka nanti ada apa-apa keperluannya di BPU,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai pihak keamanan yang menyuruh mahasiswa baru untuk menyiapkan uang sebesar Rp10 ribu itu pun jelas Husni akibat kondisi yang sudah penuh sesak. Kemungkinan pihak satpam tersebut sudah kewalahan untuk menjelaskan tujuan dari menyiapkan uang tersebut sehingga mahasiswa salah menangkap penyampaian satpam tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>BEM KM Terima Aduan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak sampai 1 hari pasca pembagian almamater, laporan mengenai hal tersebut pun diterima oleh BEM KM Unmul. Naufal Banu Tirta Satria, Presiden BEM KM Unmul mengatakan kepada&nbsp;</span><span><em>awak Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Senin (7/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jelas Banu, laporan tersebut terdengar dari para mahasiswa baru yang mempertanyakan perihal pembayaran sebanyak Rp10 ribu melalui grup WhatsApp yang dibuat oleh BEM KM. Tak hanya melalui grup WhatsApp ada pula mahasiswa baru yang menghubunginya lewat pesan pribadi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari BEM KM Unmul sendiri terkonfirmasi ada 4 fakultas yang mahasiswanya membayar uang totebag tersebut. Di antaranya Farmasi, FEB, FPIKdan Faperta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banu pun menyebutkan bahwa pihak BPU sudah menjelaskan bahwa pembelian tote bag seharga 10 ribu yang ditawarkan tersebut tidak diwajibkan melainkan hanya sebuah penawaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pungutan yang diluar dari UKT ataupun SPI sangat tidak dibolehkan tetapi dari penjelasan BPU sendiri hal tersebut ternyata tidak diwajibkan tetapi hanya ditawarkan untuk pembelian tote bag seharga Rp 10.000.&rdquo; Terang Banu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada pun tindakan yang dilakukan oleh BEM KM Unmul mengenai laporan tersebut Banu mengatakan pihaknya langsung melaporkannya kepada pihak Rektorat. Pengecekan juga dilakukan langsung ke lokasi pembagian almamater agar memastikan transaksi tersebut tidak lagi dialami oleh mahasiswa baru lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pihaknya pun memberi instruksi kepada setiap BEM dan Himpunan Mahasiswa yang ada di setiap fakultas untuk mendata semua mahasiswa baru yang sudah membayar uang totebag tersebut.&nbsp;</span><span><em><strong>(xel/tha/khn).</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cerita Mahasiswi Langganan Peraih Medali di Kejuaraan Tinju: Dari Iseng Berbuah Prestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-mahasiswi-langganan-peraih-medali-di-kejuaraan-tinju-dari-iseng-berbuah-prestasi/baca </link>
<guid> cerita-mahasiswi-langganan-peraih-medali-di-kejuaraan-tinju-dari-iseng-berbuah-prestasi </guid>
<pubDate> Tue, 15 Aug 2023 12:28:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keisengan mahasiswi Akuntansi FEB Unmul hingga kegigihannya sampai meraih juara di bidang olahraga tinju </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/cerita-mahasiswi-langganan-peraih-medali-di-kejuaraan-tinju-dari-iseng-berbuah-prestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QMz7bn4XR8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cerita Mahasiswi Langganan Peraih Medali di Kejuaraan Tinju: Dari Iseng Berbuah Prestasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Unmul punya satu kabar gembira. Satu mahasiswinya meraih prestasi di bidang olahraga. Yakni peraihan Medali Perak dalam Kick Boxing di Kejuaraan Provinsi. Alias olahraga sejenis Tinju dan Muaythai. Annisa Fathina namanya, mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul Angkatan Tahun 2021 ini langganan mendapat medali perak di berbagai pertandingan. Medali perunggu dan emas pun pernah disabetnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Deretan prestasinya, di antaranya peraihan medali perunggu Muaythai Kejuaraan Kota (Kejurkot) pada 2021, medali perak Muaythai Kejurkot 2022, medali emas Tinju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Berau 2022, medali perak Tinju Kejuaraan Provinsi 2023. Hingga medali perak Kick Boxing Seleksi Prov 2023, dan yang terbaru meraih Medali Perak Kick Boxing di Kejuaraan Provinsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswi yang kerap disapa Caca ini kemudian cerita, kalau segala prestasinya kini diawali dengan keisengan. Iseng yang kemudian berbuah prestasi ketika ditekuninya dengan serius. Bermula dari iseng mendaftar menjadi member di sebuah gym, lalu diajak turnamen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah dari situ lah capaian ini bermula. Tidak sia-sia perjuangan saya untuk membuahkan prestasi sehingga saya direkrut oleh pengurus Camp Beruang Madu dan itu didukung penuh oleh pelatih saya,&rdquo; kisahnya kepada Sketsa pada Jumat, (11/8) kemarin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketertarikannya dengan olahraga tinju hingga membuatnya ingin menjadi petinju sudah muncul setelah lulus SMA. Meskipun keinginan itu baru sedikit, dipupuk dengan keinginan punya berprestasi di bidang non akademik. Lanjut pencarian informasi, berproses, dan jadi Caca yang sekarang. Sebutnya juga tak lepas dari doa kedua orang tuanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apalagi, ada sejumlah nama atlet yang diidolakannya, turut memupuk Caca untuk melaju meraih prestasi melalui setiap gerakannya. Di antaranya Coachnya sendiri Rj Dirgantara, kemudian seorang atlet senior tinju yang paling ditakuti di kelasnya, Hanapi. Hingga Andreas, pemain One Pride MMA yang biasa dijuluki <em>speed hunter&nbsp;</em>karena kemampuannya yang sudah tidak diragukan lagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan melihat deretan prestasinya, Caca tampak memiliki potensi yang sangat besar dalam mewakili Bumi Etam. Namun Ia tetap tak melupakan jati dirinya sebagai putri asli Kalimantan Timur. Seperti tawaran yang mendatangi Caca untuk berlaga mewakili Papua Barat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sempat pelatih top Papua Barat, Silas Galaxy Ratwembun, melihat potensi saya dan berharap saya bisa berlaga di PON XXI Aceh dan Sumatera Barat 2024 tanpa seleksi,&rdquo; cerita Caca.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi untuk bawa nama Sorong, Papua Barat. Sementara saya putri asli Kalimantan Timur, jadi saya lepas,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski tampak bersinar dengan medalinya, mahasiswi semester 5 ini mengaku turut banyak alami kendala. Seperti kurangnya dukungan vitamin dan fasilitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga kedepannya pengurus olahraga Kaltim bisa tergerak hatinya. Dengan melihat prestasi yang diraih para atlet harusnya bisa didukung dari segi fasilitas terbaik dan suplemen tambahan untuk atletnya,&rdquo; harap Caca. <strong><em>(una/myy).</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buka Cabang Baru di SCP, Restoran Jepang Yoshinoya Kasih Banyak Promo Menarik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/buka-cabang-baru-di-scp-restoran-jepang-yoshinoya-kasih-banyak-promo-menarik/baca </link>
<guid> buka-cabang-baru-di-scp-restoran-jepang-yoshinoya-kasih-banyak-promo-menarik </guid>
<pubDate> Wed, 16 Aug 2023 12:59:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yoshinoya buka cabang di SCP tawarkan berbagai promo menarik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/buka-cabang-baru-di-scp-restoran-jepang-yoshinoya-kasih-banyak-promo-menarik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aZFRrHI4qw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buka Cabang Baru di SCP, Restoran Jepang Yoshinoya Kasih Banyak Promo Menarik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Yoshinoya yang lain, hadir lagi di Samarinda. Setelah sukses buka cabang pertama di Kota Tepian, tepatnya di Big Mall, Samarinda. Restoran Jepang dengan Beef Bowl yang khas itu buka gerai keduanya, tepatnya di Mal Samarinda Central Plaza (SCP) Lantai 2.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Restoran yang berdiri sejak 1899 di Tokyo ini</span><span>, populer dengan menu utamanya yang legendaris, yakni&nbsp;</span><span>gyudon</span><span>&nbsp;atau biasa disebut dengan Japanese Beef Bowl. Hidangan semangkuk nasi pulen dengan irisan daging sapi yang lembut dan potongan bawang bombay tersaji dengan resep asli Jepang. Menggunakan daging sapi berkualitas tinggi dari Amerika. (Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/branding/menjelajahi-kelezatan-cita-rasa-jepang-dalam-semangkuk-daging-yoshinoya/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/branding/menjelajahi-kelezatan-cita-rasa-jepang-dalam-semangkuk-daging-yoshinoya/baca">https://www.sketsaunmul.co/branding/menjelajahi-kelezatan-cita-rasa-jepang-dalam-semangkuk-daging-yoshinoya/baca</a><span>)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sketsa berkesempatan menikmati lagi rasa otentik jepang dari Beef Bowl, Teh Ocha dan juga Chiken Karage dari Yoshinoya. Pada Grand Opening pada Selasa, (15/8) kemarin. Pas banget isi perut yang kosong di jam makan siang.</span><span><br></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ada yang berubah, dari Yoshinoya di Big Mall dengan yang baru di SCP ini. Hanya saja, aksesnya lebih dekat. Lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Apalagi, pembukaan cabang baru ini didasari atas permintaan warga samarinda yang menggemari menu dari Yoshinoya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Store Manager Yoshinoya, Ail mengaku antusiasme warga Kota Tepian terhadap Yoshinoya sangatlah tinggi. Banyak yang pengen Yoshinoya buka cabang barunya di SCP.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini kita buka atas permintaan cutomer,&nbsp;</span><span>antusias dari warga samarinda besar sekali untuk Yoshinoya setelah kita buka toko pertama di Big Mall Samarinda. Makanya kita mikir buka cabang lagi,&rdquo; jelas Ail kepada Sketsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada Grand Openingnya kali ini, sama seperti sebelumnya, Yoshinoya hadir dengan banyak promo menariknya. Selama satu minggu penuh. Mulai dari tanggal 15 hingga 21 Agustus 2023 ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau kamu penggemar kuliner Jepang, jangan sampai ketinggalan. Setiap pembelian Rp150 ribu kamu bisa dapat bantal yang empuk. Stoknya terbatas, cuma 100 batal perhari. Kemudian ada voucher Rp150 ribu kamu bisa dapat payung. Ada juga promo-promo menarik dari kupon sobek, dengan diskon sampai 50%. Buruan Serbu!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di luar dari promo, hidangan dari Yoshinoya sendiri masih cukup untuk dijangkau rata-rata warga Samarinda. Selain itu banyak banget pilihan menu yang tentunya dengan rasa otentik Jepang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena disini banyak pilihannya juga, dari harga juga terjangkau, mulai dari Rp23 ribu, Khusus untuk misalnya Kakak ada acara apa gitu kalo misal pembeliannya banyak kita bisa menggunakan harga special,&rdquo; terang Ail.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ail berharap, pihaknya dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan menjadi pilihan warga Samarinda untuk berburu kuliner Jepang. Apalagi tempatnya lebih strategis, lebih dekat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lagi, gerai keduanya, alias SCP punya tempat yang nyaman banget. Nyaman buat nyambi kerja atau ngerjain tugas menemani makan. Yoshinoya juga masih konsisten dengan ruang yang didominasi warna jingga dengan tambahan desain interior ala Jepang. Yuk, buruan cobain! <strong><em>(khn/xel).</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Kembali Lanjutkan Pembangunan Gedung Mangkrak di Sejumlah Titik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kembali-lanjutkan-pembangunan-gedung-mangkrak-di-sejumlah-titik/baca </link>
<guid> unmul-kembali-lanjutkan-pembangunan-gedung-mangkrak-di-sejumlah-titik </guid>
<pubDate> Wed, 23 Aug 2023 11:20:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kelanjutan pembangunan gedung mangkrak dan gedung baru di FISIP, Faperta, Farmasi, dan FKIP Banggeris </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kembali-lanjutkan-pembangunan-gedung-mangkrak-di-sejumlah-titik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/smTR41mNHh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Kembali Lanjutkan Pembangunan Gedung Mangkrak di Sejumlah Titik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA &mdash;</strong> Pembangunan gedung di Unmul yang sempat terhenti kini kembali dilanjutkan. Pembangunan ini dilakukan di gedung kuliah FISIP yang terletak di samping gedung Rektorat, gedung Dekanat Faperta, laboratorium Farmasi, dan gedung kuliah FKIP di Banggeris.</span></p><p style="text-align: justify;">Rizal Fahmi selaku staf Humas Unmul mengatakan, pembangunan gedung dari dana hibah ini telah dialihkan sepenuhnya kepada universitas, sedangkan dekan dari setiap fakultas bertugas sebagai pelaksana lapangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Universitas yang urus itu semua. Segala sesuatu pendapatan hibah atau pendapatan uang dari luar itu masuk universitas, dekan hanya sebagai <em>user</em>. Pelaksana lapangan, gitu,&rdquo; ujarnya saat ditemui di ruang Humas pada Rabu (9/8).</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa&nbsp;</em>pun berkesempatan untuk menilik langsung pembangunan gedung serta menemui beberapa pekerja pada Rabu (9/8). Di FKIP Banggeris, terlihat kayu-kayu membentuk tiang dan fondasi bangunan. Bagus selaku mandor mengatakan bahwa saat ini realisasi pembangunan sudah berkisar antara 19 sampai 21 persen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Antara 19 sampai 21 persen terealisasi. Estimasi 7 sampai 9 persen kami terlambat,&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keterlambatan tersebut terjadi disebabkan kurangnya ketersediaan bahan bangunan. Bagus turut menyebut banyaknya proyek berakibat pada kurangnya <em>supply</em> barang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah banyak proyek turun dari provinsi, sehingga toko-toko kewalahan untuk <em>support</em> seluruh proyek yang ada di Samarinda.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Terdapat rencana akan dibangunnya dua lantai dengan delapan ruangan di FKIP Banggeris. Lalu, pada Desember mendatang, direncanakan pembangunan gedung telah usai sesuai dengan kontrak.</p><p style="text-align: justify;">Awak <em>Sketsa</em> turut menyambangi pembangunan gedung FISIP di samping Rektorat yang sebelumnya merupakan lahan parkir. Ardiman sebagai kontrol lapangan mengatakan bahwa progres pembangunan saat ini sudah mencapai angka 8,15 persen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk sementara, progres pekerja yang sudah kita lakukan dari tanggal 14 Juni itu sudah dapat sekitar 8,13 persen,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai pada Rabu (9/8).</p><p style="text-align: justify;">Ardiman menambahkan bahwa gedung yang akan dibangun dengan empat lantai ini direncanakan rampung pada November, tetapi untuk penyelesaiannya tergantung kepada kondisi di lapangan.</p><p style="text-align: justify;">Adapun sebagai sub kontraktor, dirinya berharap agar pembayaran di setiap progres pembangunan dapat dilakukan dengan cepat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biar kami juga tetap jalan terus,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, awak <em>Sketsa</em> mendatangi pembangunan gedung di Faperta. Adapun Mustamin selaku <em>set manager</em> mengatakan bahwa pembangunan gedung dekanat di Faperta merupakan lanjutan dari pembangunan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ini, kan, sudah selesai strukturnya. Jadi kita tinggal kerjakan arsitekturnya,&quot; jelas Mustamin pada Rabu (9/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kendala yang dialami masih tentang ketersediaan material yang lambat, seperti batu bata yang belum dapat diambil. Selain itu, Mustamin turut mengatakan pengangkutan material ke gedung tinggi memerlukan waktu yang lebih banyak.</p><p style="text-align: justify;">Rencananya, gedung tersebut akan dibangun dengan fondasi tiga lantai serta aula besar di lantai ketiga, dan diperkirakan akan rampung pada November mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk (progres) saat ini masih sekitar 15 persen, tapi tetap kita kejar untuk selesai di November,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai informasi, Mustamin turut menangani pembangunan yang dilakukan di gedung Laboratorium Farmasi dengan progres yang diperkirakan telah mencapai 15 persen. Sama halnya dengan pembangunan di gedung Faperta, Laboratorium Farmasi ini memiliki target untuk dirampungkan <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">pada November mendatang. <em><strong>(mlt/sky/ems)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mangkirnya FISIP dalam PKKMB Unmul Tuai Kontroversi, Maba Tak Satu Suara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mangkirnya-fisip-dalam-pkkmb-unmul-tuai-kontroversi-maba-tak-satu-suara/baca </link>
<guid> mangkirnya-fisip-dalam-pkkmb-unmul-tuai-kontroversi-maba-tak-satu-suara </guid>
<pubDate> Thu, 24 Aug 2023 11:53:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tanggapan mahasiswa baru FISIP tahun 2023 terhadap ketidakhadiran FISIP pada PKKMB 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mangkirnya-fisip-dalam-pkkmb-unmul-tuai-kontroversi-maba-tak-satu-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Hw0bIzg026.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mangkirnya FISIP dalam PKKMB Unmul Tuai Kontroversi, Maba Tak Satu Suara</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&mdash;</strong> Absennya FISIP dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul tahun ini tak lepas menuai sejumlah kontroversi. Pasalnya, acara tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin digelar untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru (Maba).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun bukan kali pertama, kasus ini tak ayal membuahkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait alasan di balik mangkirnya FISIP dalam agenda tersebut. Tak ketinggalan, sejumlah Maba FISIP juga berikan pro kontra atas polemik yang terjadi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Andi (bukan nama sebenarnya) selaku Maba Prodi Psikologi menyayangkan keputusan yang diambil oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) karena tidak dilibatkan untuk menyetujui keputusan tersebut. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari keputusan tersebut berimbas ke nama FISIP Unmul yang tercoreng, karena seakan-akan membangkang ke universitas, sehingga kami merasa seperti dikambing hitamkan oleh pihak-pihak tertentu dengan kepentingannya masing-masing,&rdquo; ujar Andi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya berharap, maba FISIP di tahun berikutnya dapat kembali mengikuti dan merasakan euforia dari PKKMB tingkat universitas seperti fakultas-fakultas lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain itu, saya juga menginginkan pihak BEM FISIP Unmul yang nantinya akan berganti dapat lebih memikirkan efek jangka panjang dari perbuatan yang mereka akan lakukan,&rdquo; harapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lain juga datang dari Siska (bukan nama sebenarnya), mahasiswi FISIP. Dirinya mengaku kecewa dengan sikap Dekan FISIP yang seakan-akan memojokkan Maba FISIP akibat permasalahan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seakan-akan (maba yang tidak hadir dalam PKKMB Unmul 2023) murni karena mahasiswanya yang sombong, tidak mau hadir, dan dari pihak panitia mungkin belum konfirmasi tentang ketidakhadiran mahasiswa FISIP. Jadi, akhirnya terjadi kesalahpahaman yang besar seperti sekarang. Sedih jika Kegiatan Pengenalan Mahasiswa FISIP (KPMF) ditiadakan,&rdquo; ujar Siska.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun dibanjiri oleh komentar miring, langkah FISIP untuk absen dalam PKKMB Unmul 2023 rupanya didukung oleh sejumlah Maba. Deni (bukan nama sebenarnya) salah satunya. Dirinya mendukung keputusan yang diambil oleh BEM FISIP untuk mangkir dari agenda pengenalan mahasiswa baru itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Begitu tahu alasan BEM FISIP (untuk absen dari PKKMB Unmul 2023), saya mendukung (langkah BEM FISIP). Pertama, karena fasilitas di Gor memang kurang memadai. Saya sendiri dengar cerita dari teman-teman saya seperti desak-desakan, adanya nasi basi, dan lain-lain. Yang kedua, karena ternyata ini merupakan bentuk dari BEM FISIP agar segera menyelesaikan isu-isu kampus,&rdquo; komentar Deni.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap, teman-teman dari Maba yang kecewa terhadap langkah BEM FISIP bisa memahami alasan di balik keputusan tersebut karena menyangkut pada isu-isu kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya harap,&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>, Maba-maba yang lain bisa coba merasakan pentingnya isu-isu kampus. Saya harap juga baik senior, BEM FISIP, maupun organisasi lain di FISIP bisa lebih terbuka ke kami, karena banyak dari kami para Maba tidak puas dengan keputusan BEM FISIP karena mereka sendiri tidak tahu alasan BEM FISIP dalam mengambil keputusan itu,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Saat ini, <em>Sketsa&nbsp;</em>tengah berupaya menghubungi Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni untuk mengonfirmasi perihal sanksi yang dilayangkan kepada BEM FISIP. <em><strong>(ara/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Gen Z Merdeka dari Sampah Menuju Mahakam Indah Bersama para Penerima Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/langkah-gen-z-merdeka-dari-sampah-menuju-mahakam-indah-bersama-para-penerima-beasiswa-sobat-bumi-pertamina-foundation-unmul/baca </link>
<guid> langkah-gen-z-merdeka-dari-sampah-menuju-mahakam-indah-bersama-para-penerima-beasiswa-sobat-bumi-pertamina-foundation-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 25 Aug 2023 07:17:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kegiatan Sobat Bumi Unmul dalam menjaga kelestarian Sungai Mahakam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/langkah-gen-z-merdeka-dari-sampah-menuju-mahakam-indah-bersama-para-penerima-beasiswa-sobat-bumi-pertamina-foundation-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z8Ilz5LfqM.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Gen Z Merdeka dari Sampah Menuju Mahakam Indah Bersama para Penerima Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sabtu (19/8) lalu, &nbsp;mahasiswa penerima Beasiswa Sobat Bumi Universitas Mulawarman (Sobi Unmul) besutan Pertamina Foundation lakukan aksi pungut sampah yang bekerja sama dengan komunitas Earth Hour Samarinda, Dompet Dhuafa, dan DDVKaltim. Aksi berupa gerakan pungut sampah tersebut dilakukan di kawasan tepian Sungai Mahakam Kota Samarinda. Aksi ini merupakan kelanjutan dari Aksi Tuntaskan Sampah yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Kamis (17/8), dengan tekad dan semangat yang sama.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Langkah Gen Z Merdeka dari Sampah Menuju Mahakam Indah mantap dipilih sebagai tajuk utama kegiatan. Adapun jangkauan lokasi pelaksanaan Aksi Tuntaskan Sampah sama dengan aksi pertama yaitu sekitar 400 meter sepanjang tepian Sungai Mahakam. Aksi dimulai dari pukul delapan pagi hingga pukul dua belas siang, di mana dalam rentang waktu tersebut Tim Sobi Unmul berhasil mengumpulkan sebanyak 110 kg sampah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://www.sketsaunmul.co/upload/post/77bb358831c8cab0998f66ba936f8aa03eebaf7a.jpg" style="width: 877px;"></span><br></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, Tim Sobi Unmul juga melakukan kegiatan mengolah limbah sampah anorganik, seperti botol dan gelas bekas menjadi hiasan sederhana. &nbsp;Di sisi lain, limbah sampah organik juga ikut diolah menjadi&nbsp;</span><span><em>Eco Enzyme</em></span><span>. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Pertamina Foundation dan para penerima beasiswa Sobat Bumi atas pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih dan terhindar dari sampah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sampah sendiri merupakan material dari sisa kegiatan sehari-hari manusia dan proses alam yang berbentuk padat atau semi padat yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Dampak dari membuang sampah ke lingkungan dapat merusak pemandangan, mengakibatkan banjir level rendah hingga tinggi, serta mendatangkan berbagai penyakit dan pencemaran lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya #AksiTuntaskanSampah yang dilakukan oleh para penerima beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation berkolaborasi dengan komunitas Earth Hour Samarinda, &nbsp;Dompet Dhuafa, dan DDVKaltim &nbsp;ini, diharapkan dapat membantu dan membangun kesadaran masyarakat terutama Gen Z sebagai penerus bangsa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar utamanya dalam proses pemilahan dan pengolahan sampah menjadi barang yang dapat digunakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan #AksiTuntaskanSampah ini diketuai oleh Muhammad Syafi&rsquo;i, mahasiswa Fakultas Kehutanan Unmul angkatan 2021. Tidak hanya melakukan Aksi Pungut Sampah, Syafi&rsquo;i dan tim juga melakukan edukasi kepada para anggota komunitas terkait pentingnya menjaga dan mencintai bumi dengan salah satu caranya yaitu membuang sampah pada tempatnya dan juga menjaga lingkungan agar bebas dari sampah yang merusak lingkungan. Kami juga belajar bagaimana cara mengolah sampah menjadi benda yang dapat digunakan dan bermanfaat seperti hiasan sederhana dari botol bekas yang telah dikumpulkan dan membuat&nbsp;</span><span><em>Eco Enzyme</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Eco Enzyme</em></span><span>&nbsp;sendiri merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula merah, dan air. Nantinya, hasil tersebut dapat digunakan sebagai pupuk tanaman, pembersih kloset, sabun cuci piring, dan lain-lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan hanya itu, dalam pembuatan&nbsp;</span><span><em>Eco Enzyme</em>,</span><span>&nbsp;prosesnya akan melepaskan gas ozon yang bisa mengurangi karbon dioksida di atmosfer sehingga dapat mengurangi gas rumah kaca dan mencegah efek rumah kaca berlebih yang berujung pada pemanasan global.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Respons positif dari masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar Tepian Sungai Mahakam juga turut menghampiri. Terlihat beberapa anak yang berada di sekitar kawasan pungut sampah juga turut andil dalam mengolah limbah botol plastik menjadi sebuah hiasan sederhana. Harapannya, hal tersebut dapat memantik rasa peduli lingkungan sejak dini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh Nur Fithriyah Wahyuni, mahasiswi Psikologi, FISIP 2022.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antusiasme Meningkat, Pemerintah Buka Jalur Pendanaan IISMA Co-Funding </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antusiasme-meningkat-pemerintah-buka-jalur-pendanaan-iisma-co-funding/baca </link>
<guid> antusiasme-meningkat-pemerintah-buka-jalur-pendanaan-iisma-co-funding </guid>
<pubDate> Sat, 26 Aug 2023 11:32:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jalur baru pendaftaran IISMA, IISMA co-funding </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antusiasme-meningkat-pemerintah-buka-jalur-pendanaan-iisma-co-funding/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RqtMMceJOI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antusiasme Meningkat, Pemerintah Buka Jalur Pendanaan IISMA Co-Funding</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan peluang tambahan bagi mahasiswa yang ingin mengikuti Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) melalui dibukanya pendaftaran IISMA Co-Funding pada 10 hingga 17 Juni 2023 lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">IISMA Co-Funding merupakan skema pendanaan yang baru dibuka tahun ini oleh Kemendikbudristek setelah sebelumnya hanya menyediakan skema pendanaan reguler. Ini disinyalir karena tingginya tingkat antusiasme mahasiswa dalam pendaftaran IISMA sehingga Kemendikbudristek mencoba untuk memberikan kesempatan untuk lebih banyak mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan skema pendanaan reguler, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hanya menanggung sebagian dana untuk mahasiswa yang lolos jalur pendanaan <em>co-funding</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui jalur reguler, mahasiswa akan mendapatkan biaya penuh dari pemerintah yang mencakup biaya pendaftaran dan pendidikan, biaya keperluan sebelum keberangkatan, biaya transportasi lokal dan internasional, hingga biaya hidup per bulan yang tidak ditanggung oleh mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Sementara di jalur <em>co-funding</em>, pemerintah hanya menanggung biaya pendaftaran dan pendidikan ke universitas tujuan, dana transportasi internasional, serta dana keadaan darurat. Sehingga biaya keperluan sebelum keberangkatan termasuk dana transportasi lokal, visa, asuransi, dana kedatangan, biaya tes COVID-19 dan karantina, hingga biaya hidup per bulan menggunakan dana mandiri dari mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Alumni IISMA tahun 2022, Lathifah Nabila, mengungkap, pembukaan skema pendanaan <em>co-funding</em> merupakan sebuah kabar baik karena dapat memberikan kesempatan lebih banyak kepada mahasiswa. Sebab IISMA memiliki tingkat antusiasme pendaftaran yang sangat tinggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini lumayan baik, sih, karena bisa mengoptimalkan lebih banyak mahasiswa untuk ikut program ini,&rdquo; ungkap Lathifah kepada <em>Sketsa</em> pada Rabu (9/8).</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, salah satu &nbsp;pendaftar IISMA Reguler tahun 2023, Angga Damara Putra berpendapat bahwa IISMA Co-Funding tidak termasuk beasiswa karena mahasiswa membayar sebagian besar biayanya. Seleksi IISMA Co-Funding sendiri juga tidak terlalu ketat seperti seleksi jalur reguler.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Timeline</em> seleksinya lebih cepat ya, jadi saya bisa berasumsi kalau seleksinya tidak terlalu ketat. Lebih fokus kepada pemangkasan. Karena <em>timeline</em> yang reguler kalau enggak sebulan, atau tiga minggu proses seleksinya,&rdquo; jelas Angga kepada <em>Sketsa</em> pada Kamis (10/8).</p><p style="text-align: justify;">Angga menyebut, terdapat perbedaan kuota mahasiswa yang diterima IISMA jalur reguler di Unmul tahun ini dengan tahun lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau melihat IISMA, yang keterima dari Unmul itu, kan, tahun lalu 6 (orang). Sedangkan tahun ini luar biasa menurun, hanya 2 orang saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dibukanya jalur pendaftaran <em>co-funding</em> sendiri bertujuan untuk memberikan kesempatan kedua bagi para pendaftar yang tidak lolos jalur reguler sehingga pemerintah memberikan alternatif fasilitas. Adapun Pelaksanaan program IISMA sendiri akan dimulai pada Agustus 2023 hingga Januari 2024 mendatang. <em><strong>(sya/snr/ner/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Memasuki Proses Lelang, Perbaikan Area Longsor FISIP Direncanakan Usai pada Desember Mendatang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memasuki-proses-lelang-perbaikan-area-longsor-fisip-direncanakan-usai-pada-desember-mendatang/baca </link>
<guid> memasuki-proses-lelang-perbaikan-area-longsor-fisip-direncanakan-usai-pada-desember-mendatang </guid>
<pubDate> Mon, 28 Aug 2023 11:42:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perbaikan longsor FISIP memasuki tahap lelang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/memasuki-proses-lelang-perbaikan-area-longsor-fisip-direncanakan-usai-pada-desember-mendatang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TIT5gO8MID.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Memasuki Proses Lelang, Perbaikan Area Longsor FISIP Direncanakan Usai pada Desember Mendatang</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp;</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Setelah terjadi peristiwa longsor di parkiran FISIP pada 9 Maret 2021 silam, kini upaya perbaikan untuk area tersebut tengah memasuki tahapan proses lelang agar dapat dilanjutkan ke pengerjaan fisik. Sebelumnya, pada Mei 2023, proses perencanaan pemeliharaan longsor tersebut telah selesai dilakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menindaklanjuti kabar tersebut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>kemudian menghubungi Finnah Fourqoniah pada Rabu (16/8) untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Sebutnya, kini Fakultas yang tengah ia nakhodai tengah menanti pemenang lelang untuk selanjutnya memulai proyek pengerjaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Diharapkan selesai paling lambat Desember 2023,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diketahui penyebab awal kelongsoran ini bermula dari tingginya curah hujan ditambah dengan adanya pembangunan gedung D8 di area jalan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pasca kejadian itu, pihak fakultas telah mengupayakan solusi untuk menanggulangi peristiwa tersebut. Di antaranya melakukan penutupan di area yang terdampak hingga dibuatnya saluran air darurat guna menghindari risiko longsor susulan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sudah pernah ditutup karena belum tahu saat itu kondisi tanahnya sudah stabil atau tidak. Ternyata aman, ya sudah dibuka lagi,&rdquo; sambung Finnah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejumlah kendala pun turut menghampiri dalam upaya perbaikan tanah longsor tersebut, seperti mekanisme yang rumit dan tertunda akibat minimnya pendanaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, alhamdulillah sudah memberikan bantuan berupa alat berat. Jika pakai dana dari fakultas kurang memungkinkan, karena hanya (cukup) untuk operasional fakultas saja,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akibat dari tanah longsor tersebut, aktivitas di area jalanan FISIP mengalami sejumlah gangguan. Terutama untuk mahasiswa FISIP yang memulai perkuliahan pada pagi hari, mengingat area longsor itu awalnya dimanfaatkan sebagai lahan parkir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut keterangan yang disampaikan oleh Syakila, mahasiswi FISIP 2020, dampaknya tak semata berkurangnya lahan parkir. Namun, mencakup gangguan terhadap aspek-aspek lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perihal transportasi misalnya, longsor tersebut ungkap Syakila turut berimbas pada terhambatnya akses mahasiswa, staf ataupun tenaga pendidik ke area perkuliahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, longsor yang terjadi juga merujuk pada lahan parkir motor yang sebagian lahannya dirasa tidak aman untuk digunakan sebab struktur tanah yang turut bergeser dari posisi asli yang dapat membahayakan keselamatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya pribadi, longsor tersebut sangat mengganggu berbagai hal,&rdquo; keluh Syakila saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Sabtu (19/8).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lain datang dari Kurdianto, mahasiswa FISIP 2021 yang turut dihubungi oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Sabtu (19/8) lalu. Dirinya pun berharap agar penanggulangan longsor di FISIP bisa segera dilakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapan saya, FISIP mampu untuk memperbaiki dan mencegah terjadinya longsor. Lahan parkir yang ditambah, tanah longsor yang diperbaiki, serta dapat membuat lahan parkir yang aman,&rdquo; kuncinya. <em><strong>(</strong></em></span><span><em><strong>mar/sur/ysn/ems)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagai Fitur AIS Belum Maksimal, WR Akademik: Masih Terus Kami Kerjakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berbagai-fitur-ais-belum-maksimal-wr-akademik-masih-terus-kami-kerjakan/baca </link>
<guid> berbagai-fitur-ais-belum-maksimal-wr-akademik-masih-terus-kami-kerjakan </guid>
<pubDate> Tue, 29 Aug 2023 13:39:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berbagai kendala dalam perpindahan dari SIA ke AIS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berbagai-fitur-ais-belum-maksimal-wr-akademik-masih-terus-kami-kerjakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2zCnmV59oq.png" />
					</figure>
			                <h1>Berbagai Fitur AIS Belum Maksimal, WR Akademik: Masih Terus Kami Kerjakan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Situs Sistem Informasi Akademik (SIA Unmul) telah resmi berganti menjadi Academic Integrated System (AIS) sejak awal semester ganjil 2023/2024 lalu. Sebelumnya, perubahan antarmuka laman tersebut sempat mendapat respons positif dari sejumlah mahasiswa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/website-sia-digantikan-ais-mahasiswa-tampilan-lebih-fresh-dan-mudah/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/website-sia-digantikan-ais-mahasiswa-tampilan-lebih-fresh-dan-mudah/baca">Website SIA Digantikan AIS, Mahasiswa: Tampilan Lebih Fresh dan Mudah</a>)</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, perubahan situs tersebut tak terlepas dari sejumlah hambatan seperti laman penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS) yang terkendala hingga masalah keamanan. Ketika ingin melakukan pengisian KRS, Satuan Kredit Semester (SKS) yang dapat diambil masih belum sesuai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mencoba mewawancarai Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Lambang Subagiyo pada Rabu (16/8) lalu. Mengenai kendala pengisian KRS, Lambang menerangkan kendala semacam ini terjadi dikarenakan operator fakultas belum memasukkan mata kuliah yang relevan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau misalkan mata kuliah baru diambil 20 orang kok sudah penuh, (pengaduannya) bukan ke kita, tapi bilangnya ke operator. Nanti operator bilang itu dari Kaprodi,&rdquo; terang Lambang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mata kuliah yang tertera di KRS diinput oleh operator yang menyesuaikan dengan aturan dari Kaprodi. Ketika terdapat kendala terkait fitur dan tata cara kerja sistem, mahasiswa dapat menyampaikan kendala tersebut ke operator.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau (situs AIS) memang gangguan, silakan hubungi akademik,&rdquo; terang Lambang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal fitur-fitur AIS yang terlihat kurang lengkap, Lambang membeberkan bahwa saat ini belum ada akses untuk membuka fitur tambahan, seperti arsip prestasi, kelembagaan, dan sertifikat, sehingga akses yang diberikan hanya terbatas pada KRS. Sementara itu, pihak AIS masih berupaya untuk memperbaiki kendala error yang tertera di bagian KTM dan foto.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengingat situs SIA yang sempat mengalami kebocoran data beberapa waktu lalu, Lambang menjanjikan bahwa keamanan AIS akan jauh lebih terjamin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya, kita punya proteksi (untuk AIS), sudah pasti,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;turut mewawancarai Enny Fathurachmi, Salah seorang Dosen FISIP Unmul pada Rabu (16/8) lalu untuk meminta tanggapannya mengenai peluncuran AIS. Enny menilai belum ada perubahan signifikan mengenai perpindahan SIA ke AIS, terlebih mekanisme kerja yang tak jauh berbeda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebetulnya untuk kebutuhan-kebutuhan hal yang sama itu belum terlalu&nbsp;</span><span><em>urgent</em>,&nbsp;</span><span>karena perbedaannya hanya di tampilannya saja,&rdquo; komentar Enny.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Enny pun membenarkan bahwa tampilan AIS terlihat lebih baik daripada situs sebelumnya. Saat ini, dirinya masih mencoba beradaptasi dan belajar untuk memahami cara kerja dari AIS.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi lebih&nbsp;</span><span><em>eye catching</em></span><span>. Menarik,&rdquo; nilai Enny.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Enny mengungkap bahwa ia belum mencoba mengeksplorasi lebih jauh mengenai fitur-fitur yang tersedia di AIS, sebab dirinya hanya menggunakan laman tersebut untuk memvalidasi KRS terlebih dahulu. Ia menilai, proses validasi KRS di AIS cukup mudah dikarenakan mekanisme yang tidak berbeda dari SIA.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak perlu buku panduan khusus dari apa yang muncul, kita bisa interpretasikan dan kita coba klik lalu buka sendiri. Ternyata, ya, mudah (mekanismenya),&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lainnya datang dari Muhammad Yufli Yasfi, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2022. Berbeda dengan Enny, Yasfi menilai bahwa peluncuran situs AIS cukup menyulitkan, utamanya ketika tahap penyusunan KRS hingga registrasi bagi mahasiswa baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Transisi SIA ke AIS ini kurang pas, ya. Karena, pas-pasan dengan pengisian KRS dan proses registrasi, terutama bagi mahasiswa baru,&rdquo; ujar Yasfi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski tampilan AIS terlihat lebih praktis, ia menyayangkan tidak adanya sosialisasi mengenai penggunaan laman baru tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kan AIS itu fiturnya masih belum lengkap, masih belum ada semua, dan aksesnya pun masih belum bisa diakses gitu, seperti kaya section KTM ataupun section Kartu Hasil Studi (KHS),&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(fza/xel/ary/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Laki-laki yang Menari Kerap Tuai Stigma, Dosen FIB Unmul: Kaji Ulang Konsep Gender </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/laki-laki-yang-menari-kerap-tuai-stigma-dosen-fib-unmul-kaji-ulang-konsep-gender/baca </link>
<guid> laki-laki-yang-menari-kerap-tuai-stigma-dosen-fib-unmul-kaji-ulang-konsep-gender </guid>
<pubDate> Wed, 30 Aug 2023 13:22:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menarinya Maba laki-laki dalam PKMMB 2023 dan tanggapan yang menyertainya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/laki-laki-yang-menari-kerap-tuai-stigma-dosen-fib-unmul-kaji-ulang-konsep-gender/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zHioBJngXB.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Laki-laki yang Menari Kerap Tuai Stigma, Dosen FIB Unmul: Kaji Ulang Konsep Gender</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong>&nbsp; Perhelatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul 2023 beberapa waktu lalu diwarnai oleh sejumlah kejadian yang menyita perhatian. Salah satunya ketika seorang mahasiswa baru (Maba) menarikan koreografi dari grup wanita asal Korea Selatan. Kejadian itu pun berhasil terekam dan kemudian diunggah di media sosial. Sontak, video tersebut menjadi ramai diperbincangkan.</span></p><p style="text-align: justify;">Tak sedikit dari warganet yang memberi respons positif terhadap video tersebut. Sebaliknya, ada pula dari mereka yang melontarkan komentar negatif hingga muncul berbagai kontroversi. Sejumlah warganet berpendapat, aksi menari tersebut tak pantas dilakukan sebab alasan yang berkaitan dengan gender. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Muhamad Aripudin, salah satu panitia dari PKKMB Unmul 2023 mengaku bahwa aksi menari itu semata-mata dilakukan sebagai hiburan belaka ketika jam istirahat tiba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa salahnya jika di saat Maba sedang suntuk lalu dihibur (dengan tarian)? PKKMB itu justru harus seru, karena ini acara penyambutan mereka sebagai mahasiswa baru,&rdquo; ujar Aripudin ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Kamis (17/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2021 itu pun mengutuk komentar negatif yang dilontarkan oleh pengguna internet. Ia menilai jika menari merupakan sebuah bakat yang berhak dilakukan oleh siapa saja tanpa pandang gender.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Dance</em> itu merupakan salah satu bakat, dan untuk memiliki bakat itu hak semua orang, tidak perlu mempermasalahkan gender,&rdquo; sambungnya.</p><p style="text-align: justify;">Indrawan Dwisetya Suhendi, Dosen FIB Unmul pun turut berikan pandangannya terhadap berbagai reaksi negatif dari video tersebut. Masyarakat yang kontra terhadap laki-laki yang menari menurutnya merupakan salah satu bentuk dari <em>toxic masculinity</em>.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, pandangan terhadap suatu pekerjaan yang harus dikotak-kotakkan berdasarkan gender mesti diubah, seperti halnya tarian yang dilakukan oleh laki-laki. Hal tersebut bisa saja &nbsp;menjadi salah satu ajang untuk berekspresi. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Laki-laki menari, apapun tariannya, adalah ekspresi. Mungkin dia meluapkan kegembiraannya melalui menari. Apa yang salah dari itu?&rdquo; tutur Indra pada Jumat (18/8) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perspektif gender normatif, tari memang dikenal sebagai sesuatu yang kerap berkaitan dengan perempuan. Namun Indra turut menjelaskan, seiring dengan perkembangan zaman, peran gender pun ikut mengalami perubahan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Contoh lainnya adalah pekerjaan koki yang identik dikerjakan oleh perempuan. Namun, dalam ranah kerja gender normatif, kini profesi tersebut sudah banyak diisi oleh para laki-laki.</p><p style="text-align: justify;">Begitu pun sebaliknya, banyak pula pekerjaan lain yang masuk dalam kategori maskulin, namun digandrungi oleh para perempuan di masa kini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pelan-pelan harus dikonstruksi ulang. Bahwa tari adalah seni mengolah tubuh, berkaitan dengan estetika. Semua manusia berhak mempunyai itu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Indra turut berpesan agar mahasiswa kembali menafsir ulang arti kata kodrat terhadap suatu stigma yang terjadi di sekitar, di mana menari bukanlah kegiatan yang hanya dikodratkan bagi perempuan, layaknya sepak bola yang tidak selalu dimainkan oleh laki-laki.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang disebut-sebut dipercaya sebagai agen perubahan pun diharapkan mulai memperbanyak literasi dan berpikir secara kritis dalam menghadapi pandangan yang berkaitan dengan stigma negatif pada gender.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Peran gender itu semata konstruksi sosial budaya yang akan terus berubah seiring perkembangan zaman, teknologi, dan kekuasaan,&rdquo; kunci Indra. <em><strong>(zrt/ner/tha/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jajaki Negeri Gajah Putih, Dua Mahasiswa Unmul Magang ke King Mongkut's University of Technology Thonburi Thailand </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jajaki-negeri-gajah-putih-dua-mahasiswa-unmul-magang-ke-king-mongkuts-university-of-technology-thonburi-thailand/baca </link>
<guid> jajaki-negeri-gajah-putih-dua-mahasiswa-unmul-magang-ke-king-mongkuts-university-of-technology-thonburi-thailand </guid>
<pubDate> Fri, 01 Sep 2023 06:27:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lolosnya dua mahasiswa Unmul dalam program magang internasional FSci International Internship Program di Thailand </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jajaki-negeri-gajah-putih-dua-mahasiswa-unmul-magang-ke-king-mongkuts-university-of-technology-thonburi-thailand/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/de44I1xUcA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jajaki Negeri Gajah Putih, Dua Mahasiswa Unmul Magang ke King Mongkut's University of Technology Thonburi Thailand</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;&mdash;</strong> Daftar mahasiswa Unmul yang menuntut ilmu hingga ke manca negara kian bertambah. Kali ini, kabar tersebut datang dari Ajeng Ayu Rengganis yang berasal dari Prodi Pendidikan Kimia FKIP dan Farhany dari Prodi Kimia FMIPA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dua mahasiswa angkatan 2020 tersebut sedang menjalankan program magang yang diselenggarakan oleh Faculty of Science King Mongkut&rsquo;s University of Technology Thonburi, Thailand. Dengan latar belakang studi Kimia yang ditempuh di Unmul, Farhany dan Ajeng pun mengambil magang dengan fokus di bidang kimia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita diberi kesempatan untuk menggunakan seluruh fasilitas yang menunjang penelitian selama 2 bulan, seperti alat dan bahan dari laboratorium, akses perpustakaan untuk membantu mencari referensi terkait penelitian, dan lain sebagainya,&rdquo; jelas Ajeng saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Selasa (15/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Informasi mengenai program magang yang bertajuk FSci International Internship Program ini pun diketahui menyebar di kalangan dosen, hingga akhirnya sampai ke telinga Ajeng dan Farhany.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai keduanya dipastikan terbang ke Thailand sebagai mahasiswa magang, terdapat banyak berkas-berkas yang harus disiapkan mengingat ini merupakan keberangkatan ke luar negeri. Terlebih, proses pengurusan visa dan paspor diketahui memakan waktu yang tidak sebentar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lain halnya dengan proses pendaftaran dan penerimaan, menurut Ajeng hal tersebut berlangsung singkat. Hanya saja, pengajuan berkas-berkas untuk pembuatan visa dan paspor ini cukup membuatnya sedikit kesulitan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya bahkan harus mondar-mandir ke 3 kota untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Dari Samarinda, ia harus ke kota asalnya, yakni Bontang, untuk mengajukan surat pembuatan SKCK. Setelah itu, ia harus pergi lagi ke Polda Balikpapan untuk mengajukan surat lanjutan demi mendapatkan SKCK sebagai persyaratan keluarnya visa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi mungkin waktu yang saya butuhkan untuk mempersiapkan magang ini kurang lebih 5 bulan, dihitung mulai dari pendaftaran ke universitas di bulan Januari hingga keberangkatan saya menuju Thailand di bulan Juni.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Farhany yang menyinggung perihal budaya, ia menuturkan terdapat beberapa perbedaan budaya kampus yang ditemukannya selama menuntut ilmu di Thailand.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Cara menghubungi dosen, administrasi kampus, budaya sosialisasi mahasiswa sangat berbeda di sini. Saya perhatikan di sini juga sangat banyak dosen muda, sehingga interaksi ke mahasiswa juga jauh lebih mudah,&quot; jelas Farhany saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Selasa, (15/8).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun menuturkan bahwa pengalaman magangnya ini sangat menambah pengetahuan dan keterampilannya, terutama kemampuan saat melakukan praktik di laboratorium.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Selain itu, pasti ada&nbsp;</span><span><em>international exposure</em></span><span>, artinya kalau saya mau melanjutkan studi di sini, setidaknya sudah ada bekal,&quot; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perihal akomodasi, Ajeng dan Farhany kompak menuturkan bahwa Unmul membiayai perjalanan Indonesia-Thailand mereka. Keduanya pun tak perlu khawatir soal tempat tinggal sebab sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Biaya akomodasi tiket pesawat pulang-pergi ditanggung oleh UPT Layanan Internasional Universitas Mulawarman. Untuk tempat tinggal sendiri sudah termasuk sebagai fasilitas yang disediakan oleh penyelenggara yaitu FSci King Mongkut&rsquo;s University of Technology Thonburi,&quot; papar Ajeng.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Yang saya tanggung sendiri hanya biaya hidup (kurang lebih hanya untuk makan),&rdquo; imbuh Farhany.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Ajeng mengungkap kesulitan yang dialami berasal dari makanan. Pasalnya, makanan halal yang sesuai dengan seleranya cukup sulit ditemukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Cukup sulit menemukan makanan yang halal dan cocok dengan lidah dan kantong saya di daerah sekitaran tempat saya magang.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Ajeng, Farhany merasa persoalan bahasa menjadi tantangan terbesarnya selama menempuh magang di Negeri Gajah Putih tersebut.</span><br><br>&ldquo;Di sini kami seratus persen menggunakan Bahasa Inggris, tetapi karena perbedaan aksen dan tidak semua orang Berbahasa Inggris dengan lancar, terkadang sulit untuk berkomunikasi,&quot; tutupnya. <em><strong>(lav/nnf/ord/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Willow Project: Ancaman Ekosistem Bumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/willow-project-ancaman-ekosistem-bumi/baca </link>
<guid> willow-project-ancaman-ekosistem-bumi </guid>
<pubDate> Sat, 02 Sep 2023 12:33:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengeboran minyak bumi besar-besaran yang mengancam ekosistem Bumi di Amerika Serikat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/willow-project-ancaman-ekosistem-bumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/crBtaqhlnG.png" />
					</figure>
			                <h1>Willow Project: Ancaman Ekosistem Bumi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Isu lingkungan memang tidak ada habisnya dan terus menjadi perhatian global. Kerusakan lingkungan adalah masalah yang kompleks dan melibatkan banyak aspek. Oleh karena itu, masalah yang berkaitan dengan lingkungan kerap kali berhasil mendapat sorotan dan menarik perhatian, baik dari masyarakat lokal maupun internasional.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu isu lingkungan yang kian diperbincangkan adalah Willow Project, yaitu pengeboran minyak besar-besaran di Lereng Utara Alaska oleh ConocoPhillips yang merupakaan perusahaan energi raksasa Amerika Serikat. Proyek senilai 8 miliar dollar AS (Rp 122,9 triliun) ini diperkirakan akan memproduksi 180.000 barel minyak per hari dan pada puncaknya sekitar 576 juta barel selama 30 tahun. Tentu proyek yang sangat menggiurkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sempat gagal mendapat izin pada masa pemerintahan Donald Trump, ConocoPhillips kemudian diizinkan oleh pemerintahan Joe Biden untuk mengoperasikan pengeboran minyak tersebut pada 13 maret 2023. Padahal, saat kampanye pemilihan presiden AS 2020 lalu, Biden menyatakan tidak akan menyetujui pengeboran minyak dan gas baru di lahan publik. Saat berkampanye, Biden berbicara tentang perlunya mengambil langkah preventif untuk mengatasi perubahan iklim. Setelah ia &lsquo;naik&rsquo;, yang terjadi malah sebaliknya. Memang dengan pertimbangan kepentingan ekonomi dan energi, langkah yang diambil sangat menguntungkan. Namun, risiko lingkungan dan potensi ancaman terhadap ekosistem juga harus dipertimbangkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Willow Project ini berpotensi meningkatkan krisis iklim. Proses pengeboran minyak melepaskan gas rumah kaca, seperti karbon dioksida dan metana ke atmosfer. Gas-gas tersebut dapat mempercepat pemanasan global, yang dalam beberapa tahun ini masih menjadi isu global yang hangat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya persoalan iklim, pembangunan infrastruktur pengeboran dapat merusak ekosistem alami dan mengganggu habitat flora dan fauna. Suara dan aktivitas manusia terkait pengeboran dapat mengganggu satwa liar. Belum lagi risiko tumpahan, kebocoran, atau ledakan yang mungkin terjadi selama proses eksploitasi, transportasi, atau penyimpanan minyak yang bisa mencemari perairan dan daratan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Biden disebut tidak bisa berbuat banyak karena Conocophillips memiliki izin legal atas lahan yang mereka sewa kepada&nbsp;</span><span><em>National Petroleum Reserve</em></span><span>&nbsp;(NPR-A) pada 1999. &nbsp;Secara hukum, pengadilan tidak bisa mengizinkan sepenuhnya untuk mengurangi atau menghentikan proyek ini. Sebab opsi tersebut akan berimbas kepada denda yang besar dan tindakan hukum dari ConocoPhillips. Situasi yang dilematis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa waktu lalu, proyek ini telah mendapat banyak kritikan di media sosial.&nbsp;</span><span><em>Platform&nbsp;</em></span><span>Tik-Tok telah menaikkan tagar #stopwillow dan telah ditonton hampir 50 juta kali dalam sepekan, dan per tanggal 26 agustus 2023 telah mencapai 453,7 juta penayangan. Banyak pengguna Twitter (saat ini X) yang membagikan petisi untuk menandatangani penolakan Willow Project dan membagikannya ke beberapa komunitas di Twitter. Pada 1 Maret 2023 tercatat 1.279.904 orang telah menandatangani petisi di situs&nbsp;</span><span><em>change.org</em></span><span>. Meskipun banyak kritikan yang masuk, petinggi AS yang pro terhadap Willow Project menganggap hal ini penting bagi ekonomi negara bagian dan keamanan nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Willow Project sebenarnya lahir akibat efek domino dari Saudi Arabia, mitra utama perdagangan minyak AS yang bergabung dengan BRICS (Brazil, Russia, India, China, dan South Africa). Hal tersebut kemudian menjadi alasan &nbsp;bagi AS untuk menyetujui Willow demi menjaga kestabilan minyak dalam negerinya. Namun, langkah AS untuk mengebor di 3 lokasi NPR-A dengan 219 titik ini akan memberikan dampak yang besar bagi lingkungan dunia. 3 Lokasi itu merupakan lokasi cadangan minyak nasional milik federal yang masih alami. Hal tersebut tentu menuai kritikan dan kontra dari berbagai pihak, terutama aktivis lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain berpotensi menjadi sumber minyak terbesar di AS selama beberapa dekade, anggota parlemen Alaska berpendapat bahwa Willow Project akan membuka lapangan kerja yang besar dan meningkatkan produksi energi dalam negeri. Diketahui bahwa dampak dari perang Rusia dan Ukraina menyebabkan lonjakan drastis harga minyak bumi sehingga hal tersebut menjadi suatu alasan pendukung proyek ini dibuat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Koalisi penduduk asli Alaska di Lereng Utara pun menyebut bahwa proyek ini dapat menjadi sumber pendapatan baru untuk wilayah tersebut dan mampu mendanai layanan termasuk pendidikan dan perawatan kesehatan. Padahal, proyek ini menghasilkan gas karbon dioksida yang dapat memengaruhi kualitas udara, serta dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan seperti sakit kepala, gangguan pernapasan, asfiksia, penurunan aktivitas fisik, dan lain-lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Faktanya lagi, Alaska merupakan lokasi vital bagi keseimbangan alam dan lingkungan. Habitat di Alaska sangat sensitif, rentan terhadap perubahan. Alaska mengalami perubahan iklim lebih cepat daripada wilayah lain di dunia. Peningkatan emisi dan gas-gas rumah kaca dapat mempercepat pencairan gletser dan lapisan es di Alaska. Gletser dan es yang mencair tersebut berkontribusi besar pada kenaikan permukaan laut global. Itu juga dapat berdampak kepada masyarakat pesisir dan ekosistem laut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat Willow Project disetujui oleh Donald Trump pada 2020, izin tersebut dibatalkan oleh hakim federal setelah ditemukan analisis lingkungan yang cacat. Hal tersebut dapat menjadi bukti kurangnya peninjauan akan dampak lebih lanjut terhadap langkah pengesahan Willow Project &nbsp;ini. Pemerintah AS seharusnya mempertimbangkan kembali risiko pengoperasian Willow Project bagi lingkungan di wilayah Alaska dan dunia internasional. Pemerintah AS harus mampu melihat kemungkinan terburuk yang dapat terjadi di masa depan sebagai akibat dari eksploitasi alam ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun kerusakan lingkungan tidak ada habisnya, bukan berarti tidak ada harapan untuk perbaikan. Kita semua harus bertanggung jawab dan berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan demi kesejahteraan generasi saat ini dan masa depan. Seluruh lapisan masyarakat harus kolaboratif dan meningkatkan kesadaran akan isu lingkungan adalah kunci untuk mencapai perubahan positif dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Ditulis oleh Selma Mela Elyani, Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, FISIP 2022</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peluncuran Struktur Kepengurusan Baru Sempat Tertunda, DPM KM Unmul: Kami Tengah Lakukan Perbaikan Internal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peluncuran-struktur-kepengurusan-baru-sempat-tertunda-dpm-km-unmul-kami-tengah-lakukan-perbaikan-internal/baca </link>
<guid> peluncuran-struktur-kepengurusan-baru-sempat-tertunda-dpm-km-unmul-kami-tengah-lakukan-perbaikan-internal </guid>
<pubDate> Tue, 05 Sep 2023 10:25:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tertundanya peluncuran kepengurusan DPM KM 2023/2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peluncuran-struktur-kepengurusan-baru-sempat-tertunda-dpm-km-unmul-kami-tengah-lakukan-perbaikan-internal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BEBiJvHMvn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Peluncuran Struktur Kepengurusan Baru Sempat Tertunda, DPM KM Unmul: Kami Tengah Lakukan Perbaikan Internal</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> DPM KM Unmul kini tengah bersiap untuk menjajaki masa kepengurusan baru. Melalui forum Rapat Paripurna I yang dihadiri oleh seluruh anggota DPM KM 2023 pada Sabtu (5/8) lalu, Hadi Budiyanto terpilih menjadi Ketua Umum DPM KM periode 2023/2024.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>dirinya memaparkan rencana perubahan dan upaya perbaikan dalam rangka meningkatkan citra organisasi. Tujuan utamanya tak lain untuk menarik minat berorganisasi mahasiswa dan memperkenalkan lembaga tertinggi di Unmul seturut dengan peran serta fungsi DPM KM sebagai lembaga legislatif dalam kehidupan berorganisasi di perguruan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, itu jadi PR buat kita. Gimana caranya kita menarik minat mereka, entah kita sosialisasi atau mengadakan agenda program kerja (Proker) yang menyangkut mahasiswa,&rdquo; papar Hadi kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabtu (2/9) kemarin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Hadi dan anggotanya turut merencanakan perubahan logo dan akan membagikan visi misi organisasi untuk memperkenalkan identitas DPM KM yang baru. Menyoal kendala, Hadi tak menampik terdapat beberapa kendala yang turut menyertai seperti belum kuatnya ikatan antar anggota yang berasal dari berbagai fakultas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berkenaan dengan tertundanya peluncuran anggota kepengurusan baru di akun resmi Instagram DPM KM Unmul, Hadi mengungkap saat ini organisasinya tengah memperbaiki internal kepengurusan. Terpantau per Jumat (1/9) lalu, Instagram resmi DPM KM Unmul periode sebelumnya baru saja melakukan publikasi agenda terakhirnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai informasi, pengurus DPM KM Unmul periode 2023/2024 terdiri atas 9 orang yang berasal dari delegasi 5 fakultas. Masing-masing di antaranya ialah FMIPA, FEB, FT, FK, dan FKIP. Seluruhnya telah ditetapkan sebagai anggota sejak Kongres KM Unmul kedua, Jumat (30/6) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedangkan struktur kepengurusan terbaru juga telah ditetapkan dalam Rapat Paripurna I. Ihwal pelantikan DPM KM Unmul, Hadi dan seluruh pengurus masih akan menanti informasi lebih lanjut dari pihak rektorat. Kepada&nbsp;</span><span>Sketsa,&nbsp;</span><span>DPM KM turut mengungkap wacana perekrutan staf baru yang diperkirakan akan terlaksana secara tentatif menyesuaikan waktu pelaksanaan agenda&nbsp;</span><span><em>upgrading</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu per Minggu (2/9) kemarin, akun Instagram resmi DPM KM Unmul mulai melakukan pembaruan nama parlemen, ketua umum, para wakil ketua, visi misi, hingga logo terbaru kepengurusan 2023/2024. <em><strong>(xel/mlt/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Evaluasi Besar Menuju 61 Tahun Unmul, WR Kemahasiswaan dan Alumni Jadi Sorotan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/evaluasi-besar-menuju-61-tahun-unmul-wr-kemahasiswaan-dan-alumni-jadi-sorotan/baca </link>
<guid> evaluasi-besar-menuju-61-tahun-unmul-wr-kemahasiswaan-dan-alumni-jadi-sorotan </guid>
<pubDate> Tue, 05 Sep 2023 10:52:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahasiswa Peduli Unmul menyampaikan 4 tuntutan menyambut 61 tahun Unmul berdiri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/evaluasi-besar-menuju-61-tahun-unmul-wr-kemahasiswaan-dan-alumni-jadi-sorotan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZemaoP25Q2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Evaluasi Besar Menuju 61 Tahun Unmul, WR Kemahasiswaan dan Alumni Jadi Sorotan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Usia 61 tahun merupakan usia yang matang dan mapan secara akademik bagi suatu perguruan tinggi. Namun, di usia yang demikian dewasa, Unmul tidak lepas dari berbagai permasalahan. Bahkan, masalah yang ada hari ini adalah masalah-masalah lama yang belum terselesaikan. Mulai dari biaya kuliah tinggi yang tak sepadan dengan fasilitas yang didapatkan, ruang mahasiswa yang terbatas, kebebasan akademik yang terancam, dan banyak lagi masalah lainnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, yang paling menjadi sorotan akhir-akhir ini yaitu ancaman kebebasan akademik. Pada akhir semester genap lalu, aliansi mahasiswa mengadakan aksi demonstrasi di Rektorat Unmul pada isu pengajuan keringanan UKT yang tidak berjalan maksimal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebijakan yang diterapkan birokrat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya, permohonan mahasiswa banyak yang tertolak. Hal itu yang kemudian mendasari aliansi BEM dan mahasiswa Unmul bergerak. Tetapi, respons dan tanggapan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan keras dan arogan terhadap gerakan mahasiswa. Hal ini tentu tidak mencerminkan jabatannya yang seharusnya mampu untuk mengayomi mahasiswa Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal demikian tidak seharusnya terjadi, Unmul sebagai perguruan tinggi negeri yang bertugas mendidik anak bangsa baik secara akademis maupun moral harus menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan berdemokrasi yang mengkristal dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Kebebasan Akademik. Sikap Wakil Rektor III jelas mengancam Kebebasan Akademik di Unmul. Hal ini berpotensi untuk menumpulkan gerakan mahasiswa Unmul itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak berhenti sampai di situ. Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat universitas, Wakil Rektor III menjanjikan adanya&nbsp;</span><span><em>reward</em></span><span><em>&nbsp;</em>berupa pembebasan UKT bagi para peserta. Namun, pada penerapannya, hal tersebut hanyalah bualan belaka. Para peserta pun mempertanyakan janji tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, masalah lama Unmul yaitu fasilitas kampus yang hingga kini belum juga tuntas. Mulai dari ruang belajar, gedung mangkrak, fasilitas kegiatan mahasiswa, dan lain sebagainya yang belum juga terselesaikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka dari itu, Aliansi Mahasiswa Peduli Unmul menuntut:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>1. Menuntut Rektor untuk mengevaluasi kinerja dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>2. Menuntut Wakil Rektor III untuk merealisasikan janjinya terhadap mahasiswa berprestasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>3. Menuntut Rektor Unmul untuk menjunjung tinggi UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Kebebasan Akademik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>4. Menuntut Rektor Unmul untuk menuntaskan seluruh permasalahan yang ada di Unmul berupa gedung mangkrak, fasilitas kegiatan mahasiswa, dan ruang belajar yang memadai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ditulis oleh Nada Nabila Jatmiko, mahasiswi Prodi Hukum, FH 2021</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Quo Vadis:  Anggaran BRIN yang Semakin Menyusut, Meredupnya Dunia Riset dan Pendidikan Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/quo-vadis-anggaran-brin-yang-semakin-menyusut-meredupnya-dunia-riset-dan-pendidikan-indonesia/baca </link>
<guid> quo-vadis-anggaran-brin-yang-semakin-menyusut-meredupnya-dunia-riset-dan-pendidikan-indonesia </guid>
<pubDate> Thu, 07 Sep 2023 12:33:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berkurangnya anggaran BRIN dari tahun ke tahun dan konsekuensinya bagi Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/quo-vadis-anggaran-brin-yang-semakin-menyusut-meredupnya-dunia-riset-dan-pendidikan-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YeCiChsspb.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Quo Vadis:  Anggaran BRIN yang Semakin Menyusut, Meredupnya Dunia Riset dan Pendidikan Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dunia penelitian dan pendidikan sudah seharusnya menjadi tulang punggung kemajuan bangsa. Tidak terhitung berapa banyak filsuf yang mengumandangkan bahwa masyarakat yang cerdas adalah faktor utama dalam kemajuan sebuah peradaban. Mulai dari Aristoteles di dunia Barat, dan Konghucu di Peradaban Tionghoa. Kecerdasan masyarakat ini dialirkan melalui dunia penelitian dan riset demi kemajuan bangsa.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Negara-negara yang maju adalah mereka yang mengedepankan dunia riset dan penelitian seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris. Negara kecil juga seketika bisa menjadi perhatian seluruh dunia seperti Taiwan dengan perusahaan TSMC-nya dan Belanda dalam sektor industri semikonduktor. Iran pun turut mengalami hal serupa. Di sisi ekonomi, Iran tidak sebesar negara yang sebanding dengannya. Namun, di sisi teknologi, mereka bisa memosisikan dirinya di kancah global.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari</span><span>&nbsp;International Science Ranking</span><span>&nbsp;dari Scimago, Indonesia menduduki peringkat 51 dari jumlah dokumen ilmiah yang mendapatkan sitasi. Indonesia berada di belakang Iran yang menduduki peringkat 29 dan bertengger dengan negara yang jauh lebih kecil dari Indonesia seperti Serbia dan Kroasia. Posisi Indonesia bahkan tak lebih unggul dari Pakistan yang berada di peringkat 44.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, bagaimana dengan kondisi riset Indonesia saat ini? Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dari tahun ke tahun mengalami penurunan anggaran. Kepala BRIN Laksana Tri Handoko angkat suara Februari pada lalu. Laksono menyatakan, anggaran riset BRIN dari tahun-ke tahun menurun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari&nbsp;</span><span>Detik.com</span><span>, Pada tahun 2018, anggaran BRIN berjumlah 26 triliun, menurun pada tahun 2019 menjadi 21 triliun, 2020 menjadi 18 triliun, 2021 menjadi 12 triliun, 2022 berkisar di angka 7 triliun, dan pada tahun 2023 sekitar di angka 6,5 hingga 7 triliun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dana BRIN merosot sebesar 19 triliun dari tahun 2018. Dana yang menyusut ini diperuntukkan tak hanya bagi riset, tetapi juga biaya operasional lainnya. Tidak jarang pemberitaan tentang anggaran BRIN yang terbatas bermunculan di media massa hingga media sosial. Lantas akan seperti apa dunia riset Indonesia?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah seharusnya sadar akan pentingnya dunia riset. Bangsa ini dibangun di pundak kaum intelektual yang berpendidikan tinggi demi kemajuan bangsanya. Namun, kita bisa lihat bagaimana kondisi intelektualisme di Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anti intelektualisme yang marak dibuktikan dengan ditolaknya fakta-fakta empiris seperti bumi datar dan juga penyelewengan fakta sejarah yang dapat dilihat dari berbagai macam hal di media sosial. Sayangnya, cukup banyak yang masih terlena jika kita bergeser sedikit ke kolom komentar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak jarang juga kita mendengar penolakan terhadap teori-teori yang telah dibangun. Tidak heran tanpa dorongan dari pemerintah, budaya intelektual Indonesia perlahan-lahan akan kian tergerus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Riset dapat dijadikan tonggak utama dalam penyelesaian masalah yang ada di Indonesia. Di ilmu sosial, penelitian sosial adalah solusi bagi berbagai macam permasalahan sosial. Di ilmu Saintek, penemuan terobosan-terobosan baru dapat mempermudah kehidupan manusia dengan munculnya inovasi teknologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Solusi yang nampaknya sederhana seperti kembali meningkatkan anggaran lembaga-lembaga pendidikan dan riset yang semestinya dilakukan juga nampaknya sulit. Kini, langkah pemerintah cukup jelas mengarah pada komersialisasi pendidikan dengan berkembangnya PTN-BH seakan-akan menampilkan negara yang melepaskan tangan dari fungsi pelayanan dan pemberdayaannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beban kerja yang luar biasa demi memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta beban administratif seakan tak sebanding dengan pendapatan yang diterima dosen-dosen. Rimba birokrasi yang perlu dipenuhi untuk melakukan riset juga perlu disederhanakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dunia birokrasi Indonesia yang masif juga memengaruhi dunia pendidikan dan riset. Keluh kesah para peneliti BRIN tidak hanya sebatas anggaran, tetapi juga perkara birokrasi. Seakan-akan para peneliti juga merupakan seorang birokrat yang bekerja di belakang meja. Pemerintah seharusnya meningkatkan anggaran di dunia pendidikan dan riset serta menyederhanakan birokrasi mengenai pendidikan dan penelitian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat yang terkena dampak lemahnya dunia pendidikan dan penelitian menjadi terlena jika dihadapi dengan dua dunia ini. Menuntut masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi juga sulit karena budaya intelektual Indonesia tidak dibangun. Namun, bagi mereka yang telah masuk ke dalam dunia ini seperti para mahasiswa, dosen, guru, peneliti, dan lainnya yang serupa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudah seharusnya elemen masyarakat ini menyuarakan haknya lebih keras. Saling bahu membahu memajukan dunia pendidikan dan penelitian Indonesia. Layaknya sebuah pepatah Yunani, kita berdiri di atas pundak raksasa. Kita bisa hidup seperti sekarang ini sebab usaha yang diperjuangkan para pendahulu. Dalam dunia pendidikan dan penelitian, kita dapat hidup seperti ini dikarenakan kumpulan ilmu dan pengetahuan yang telah dibangun sejak dahulu kala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Marcello Ahimsa Hayamaputra, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, FISIP 2021.</strong></em></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diretas Judi Online, Sejumlah Situs Unmul Diblokir oleh Kominfo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diretas-judi-online-sejumlah-situs-unmul-diblokir-oleh-kominfo/baca </link>
<guid> diretas-judi-online-sejumlah-situs-unmul-diblokir-oleh-kominfo </guid>
<pubDate> Fri, 08 Sep 2023 12:12:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebab beberapa situs Unmul terblokir diduga akibat diretas situs judi online </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/diretas-judi-online-sejumlah-situs-unmul-diblokir-oleh-kominfo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sHt7NSUYoI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Diretas Judi Online, Sejumlah Situs Unmul Diblokir oleh Kominfo</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span>&nbsp;&mdash; Beberapa waktu lalu, sejumlah situs Unmul sempat terblokir sehingga tidak bisa diakses oleh publik. Situs tersebut di antaranya adalah AIS dan situs KKN Unmul. Hal ini diduga karena adanya tautan judi&nbsp;</span><span>online</span><span>&nbsp;yang disematkan oleh peretas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, situs Sistem Informasi Akademik FKM Unmul (siKemas) turut alami hal serupa. Lemahnya sistem keamanan jadi alasan mengapa situs tersebut menjadi mudah untuk diretas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/situs-sikemas-fkm-diretas-judi-online-upt-tik-unmul-sudah-kami-bersihkan/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/situs-sikemas-fkm-diretas-judi-online-upt-tik-unmul-sudah-kami-bersihkan/baca">Situs siKemas FKM Diretas Judi Online, UPT TIK Unmul: Sudah Kami Bersihkan</a><span>).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengonfirmasi lebih lanjut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>menyambangi Gedung Masjaya untuk menemui Hidayatul Muttaqien selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) Unmul. Dirinya membenarkan bahwa terdapat sejumlah situs milik Unmul yang sempat terblokir akibat beberapa situs yang sistem keamanannya tidak dikelola dan diperbarui, sehingga menyebabkan adanya celah bagi peretas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, sistem itu&nbsp;</span><span><em>security</em></span><span>-nya harus di-</span><span><em>update</em></span><span>&nbsp;tiap periode supaya celah-celah keamanannya tertutupi,&rdquo; beber Hidayatul kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,</span><span>&nbsp;Kamis (7/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terpaksa harus memblokir sementara situs Unmul yang terindikasi oleh tautan judi&nbsp;</span><span>online.&nbsp;</span><span>Situs yang terblokir kemudian dialihkan menggunakan domain cadangan yang disediakan oleh UPT TIK Unmul agar dapat diakses oleh sivitas akademika.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita, &lsquo;kan, punya&nbsp;</span><span><em>back up</em>&nbsp;</span><span>(situs), jadi supaya sistem tetap berjalan, kami pakai domain&nbsp;</span><span>cloud.id.</span><span>&nbsp;Domainnya tidak berubah, tetapi memang itu (situs)&nbsp;</span><span><em>back up</em></span><span>&nbsp;dari kami,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Hidayatul menerangkan bahwa situs yang rentan untuk diretas adalah situs Unmul berbasis&nbsp;</span><span><em>open source</em>,&nbsp;</span><span>yang memungkinkan seluruh orang dapat mengakses dan mengetahui sistem di dalamnya. Guna menghindari kasus serupa kembali terjadi, Kepala UPT TIK Unmul itu mengungkap bahwa saat ini pihaknya tengah merintis situs yang dikembangkan langsung oleh tim dari UPT TIK Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Khususnya untuk (situs Unmul) yang&nbsp;</span><span><em>open source</em></span><span>&nbsp;yang punya celah tadi itu sudah kita&nbsp;</span><span><em>treatment</em></span><span>. Nah, sekarang kami lagi buat <em>website</em></span><span>&nbsp;yang dibuat oleh UPT TIK sendiri. Untuk semua unit (situs) itu akan kita ganti, jadi celah keamanannya bisa berkurang.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>UPT TIK Unmul hingga kini terus berupaya untuk meningkatkan keamanan dari situs milik kampus agar kasus serupa tidak terulang kembali. Situs berbasis&nbsp;</span><span><em>open source</em>&nbsp;</span><span>yang berhasil diretas telah ditarik dan akan digantikan oleh situs baru yang dikembangkan oleh UPT TIK Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita masih bersihkan&nbsp;</span><span>file</span><span>-</span><span>file</span><span>&nbsp;yang disusupi (oleh judi&nbsp;</span><span>online</span><span>) dan saat ini masih kita&nbsp;</span><span>takedown</span><span>&nbsp;</span><em><span>website</span><span>-</span><span>website</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>open source</em></span><span>&nbsp;dan kita&nbsp;</span><span><em>replace</em></span><span>&nbsp;dengan&nbsp;</span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;yang kita kembangkan. Jadi, sifatnya tertutup dan pengembangnya dari UPT TIK Unmul saja,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span><span><em><strong>(lza/nnf/dre/ems).</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar Nasional Pekan Jurnalistik 2023: Eksplorasi Jurnalis Muda Terhadap Independensi Media </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/seminar-nasional-pekan-jurnalistik-2023-eksplorasi-jurnalis-muda-terhadap-independensi-media/baca </link>
<guid> seminar-nasional-pekan-jurnalistik-2023-eksplorasi-jurnalis-muda-terhadap-independensi-media </guid>
<pubDate> Tue, 12 Sep 2023 11:42:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Seminar nasional Pekan Jurnalistik 2023 bersama UKM Jurnalistik Politeknik Negeri Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/seminar-nasional-pekan-jurnalistik-2023-eksplorasi-jurnalis-muda-terhadap-independensi-media/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7CVNqxYDwl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seminar Nasional Pekan Jurnalistik 2023: Eksplorasi Jurnalis Muda Terhadap Independensi Media</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Minggu (10/9), UKM Jurnalistik Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) mengadakan seminar nasional pekan jurnalistik bertajuk Gen Z dalam Menghadapi Independensi Media yang bertempat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Agenda ini sebagai bekal bagi Gen Z, terkhusus para jurnalis muda, dalam menyadari pentingnya kesadaran terkait independensi media.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihadiri oleh ratusan anak muda yang tertarik dengan dunia jurnalistik, UKM Jurnalistik Polnes menghadirkan salah satu jurnalis ternama yakni Jeannette Lee, seorang reporter stasiun televisi SCTV dan media online Liputan 6 sebagai narasumber.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jeannette menyampaikan materi perihal&nbsp;</span><em><span>live</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>report</em>&nbsp;</span><span>di dunia jurnalistik, yaitu pemberitaan secara langsung di lapangan. Sebutnya,&nbsp;</span><span><em>live report</em>&nbsp;</span><span>tak hanya sekadar berbicara di depan kamera.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih daripada itu, pesan yang disampaikan ke publik haruslah akurat. Sebab, hasil karya sebagai jurnalis ialah sebuah liputan yang sudah jelas kebenarannya dengan memberikan informasi secara aktual saat kejadian berlangsung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita jadi dapat merasakan dan mewakili kehadiran pemirsa ketika di lokasi kejadian. Sebagai wartawan, harus bisa menggambarkan hal itu dengan menempatkan posisi sebagai korban yang terjadi. Semisal dalam kasus bencana alam,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, dijelaskan pula terkait tujuan&nbsp;</span><span><em>l</em><em>ive report</em></span><span>, kendala yang kerap dihadapi saat bertugas di lapangan seperti kendala lokasi hingga kendala alat, persiapan yang perlu dilakukan agar dapat menghasilkan berita yang kredibel dan dapat dipercaya, lalu jenis-jenis&nbsp;</span><span><em>live report</em>&nbsp;</span><span>yang terdiri dari&nbsp;</span><span><em>hard news</em></span><span>&nbsp;serta&nbsp;</span><span><em>soft news</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di hari yang sama, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>berkesempatan untuk mewawancarai Siti, salah seorang peserta seminar yang berasal dari Unmul. Menurutnya, urgensi topik yang diusung cukup penting agar masyarakat khususnya Gen Z memahami cara membuat sebuah berita yang aktual dan terpercaya. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita perlu mempelajari dengan detail informasi ataupun pendapat yang ingin kita sampaikan, dan jika menemukan orang lain sedang memberikan informasi yang tidak sesuai fakta, kita dapat memberitahunya dengan etika yang baik,&quot; kuncinya. <em><strong>(una/lza/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 19 Tahun Berlalu: Masih Ingatkah Pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap Munir? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/19-tahun-berlalu-masih-ingatkah-pelanggaran-hak-asasi-manusia-terhadap-munir/baca </link>
<guid> 19-tahun-berlalu-masih-ingatkah-pelanggaran-hak-asasi-manusia-terhadap-munir </guid>
<pubDate> Wed, 13 Sep 2023 08:30:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menanti keadilan HAM 19 tahun setelah Munir tiada </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/19-tahun-berlalu-masih-ingatkah-pelanggaran-hak-asasi-manusia-terhadap-munir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZdMqBybA3Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>19 Tahun Berlalu: Masih Ingatkah Pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap Munir?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Menolak lupa kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang terjadi di Indonesia, tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan dari negara akan kebenaran serta keadilan yang seharusnya didapatkan keluarga korban.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">19 tahun lamanya kasus HAM yang dijanjikan akan dituntaskan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo tak kunjung ada sinarnya. Di Istana Merdeka, 22 September 2016 lalu, di depan praktisi hukum, ia mengatakan akan berjanji menuntaskan kasus pelanggaran HAM pada masa lalu, termasuk kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia, Munir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Munir Said Thalib, S.H, lahir di Malang pada 8 Desember 1965. Ia merupakan seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik di masa lalu melalui Lembaga Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KONTRAS) yang didirikan pada 16 April 1996.</p><p style="text-align: justify;">Pada 7 September 2004, Munir meninggal dalam penerbangan Garuda Indonesia GA-974 menuju Amsterdam, Belanda. Munir meninggal dua jam sebelum pesawat yang ia tumpangi mendarat. Hasil otopsi yang dikeluarkan oleh Institute Forensic Belanda tanggal 12 November 2004 menyatakan terdapat senyawa arsenikum pada tubuh Munir.</p><p style="text-align: justify;">Sampai saat ini, kasus meninggalnya Munir menimbulkan banyak misteri yang tak terselesaikan. Kebenaran akan penyebab kematian Munir yang disembunyikan, dalang pembunuhan Munir yang sampai saat ini belum terungkap, dan masih banyak kejanggalan dalam kasus kematian Munir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sudah semestinya negara berkewajiban untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM, sebab setiap masyarakat dilindungi oleh negara dan diatur secara khusus pada Pasal 1 angka 1 Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menyatakan:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pembunuhan Munir juga melanggar pasal 28 A UUD NRI tahun 1945 di mana, &ldquo;Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.&rdquo; Serta pasal 28 D ayat (1) UUD NRI tahun 1945 tentang kepastian hukum, di mana dalam kasus pembunuhan Munir, progres dari penegak keadilan terkesan memperlambat, tidak jelas, dan ditutupi.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah harus tegas dalam menindak dan menyelesaikan kasus pelanggaran HAM ini, karena kasus pelanggaran yang tidak ditindak dengan tegas akan berdampak pada penegakan hukum ke depannya. Pemerintah juga harus menciptakan rasa aman dan menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan keadilan dan juga kejelasan bagi keluarga Munir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Diah Pitaloka, mahasiswi Prodi Ilmu Hu</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>kum, FH Unmul 2021</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Subcomandante Marcos: Pemberontak Bertopeng yang Gemar Membaca Sastra </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/subcomandante-marcos-pemberontak-bertopeng-yang-gemar-membaca-sastra/baca </link>
<guid> subcomandante-marcos-pemberontak-bertopeng-yang-gemar-membaca-sastra </guid>
<pubDate> Fri, 15 Sep 2023 11:41:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah perjuangan seorang revolusioner kutu buku dari Meksiko </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/subcomandante-marcos-pemberontak-bertopeng-yang-gemar-membaca-sastra/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zy2ObsXEbT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Subcomandante Marcos: Pemberontak Bertopeng yang Gemar Membaca Sastra</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Subcomandante Insurgente Marcos merupakan pemimpin besar Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional (EZLN) atau Tentara Pembebasan Nasional Zapatista yang berlokasi di Chiapas, Meksiko Tenggara. Nama aslinya adalah Rafael Sebastian Guillen Vicente, lahir pada 19 Juni 1957 di Tampico, Meksiko.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia melakukan pemberontakan pertama kalinya saat malam tahun baru 1994 yang bertepatan dengan diberlakukannya Zona Perdagangan Bebas Amerika Utara. Nama Zapatista berarti sebagai pengikut Zapata, yang menunjukkan adanya keterkaitan dengan Gerakan Emiliano Zapata yang menggagas Reforma Agraria di negara Meksiko Tahun 1911.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Subcomandante Marcos merupakan mantan profesor filsafat di salah satu perguruan tinggi Meksiko. Namun, dirinya bukan sekadar intelektual tukang yang suka&nbsp;</span><span><em>taken</em></span><span><em>&nbsp;</em>kebijakan, seperti kebanyakan dosen di Perguruan Tinggi Indonesia. Dia melepaskan dunia akademisnya demi menciptakan suatu ruang bagi kaum papa yang selama ini tersisihkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Subcomandante Marcos mengunjungi pegunungan Chiapas untuk yang pertama kalinya dengan tujuan untuk bertemu pasukan gerilyawan yang baru terbentuk. Bukan amunisi bedil atau granat yang ia bawa bersama ranselnya, melainkan kumpulan buku-buku sastra karya dari pujangga terkenal Amerika Latin (Garcia Marquez, Varga Llosa, Julio Cortazar).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gerakannya menggabungkan antara politik dan sastra, hal ini menjadi sesuatu yang baru dalam Gerakan revolusioner negara Amerika Latin. Alih-alih Lenin pemimpin revolusi Bolshevik sebagai inspirasinya atau Mirabeau, Danton, Marat, dan Robespierre sebagai tokoh-tokoh terkenal dalam revolusi Perancis, tetapi ia lebih memilih Shakespeare sebagai tokoh inspirasi dalam gerakannya. Ia membedah, menganalisa, dan merangkai kata-kata puisi untuk membongkar paradoks kebohongan para penguasa di Meksiko.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Subcomandante Marcos membangun sebuah ruang demokratis yang beranggotakan golongan akar rumput seperti Masyarakat Adat, Lansia, Perempuan, LGBT, Kaum Miskin Kota, Petani, dll. Ruang ini diperuntukkan bagi kesetaraan, persaudaraan, dan kebebasan terhadap kaum yang selama ini suaranya selalu diartikulasikan oleh pihak penguasa,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain karya sastra, Subcomandante Marcos juga terpengaruh oleh Ideologi Marxisme, Sosialisme, dan Libertarian. Ini kemudian menjadi suluh perjuangan gerak organisasinya. Ia merupakan seseorang yang anti terhadap Kapitalisme dan Neoliberalisme sebab kedua ideologi tersebut menyebabkan begitu banyak perang di berbagai negara, hingga mengorbankan banyak jiwa yang tak bersalah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kapitalisme dan Neoliberalisme menyebabkan negara adikuasa ingin terus menjajah negara-negara yang dianggap terbelakang, tetapi kaya dengan sumber daya alam. Sehingga segala cara dihalalkan demi tunduknya negara terbelakang tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh negara adikuasa tersebut, negara terbelakang hanya dianggap sebagai wilayah <em>F</em></span><span><em>rontier</em>&nbsp;</span><span>yang berarti wilayah tersebut hanya dianggap sebagai penghasil objek komoditas ekonomi. Sehingga sumber daya alam yang dimiliki secara terus-menerus dikeruk oleh para pemilik modal. Implikasinya di wilayah seperti ini situasi budaya tidak dapat dikatakan normal seperti tumpang tindih aturan, hukum yang timpang, dan hak atas tanah yang dapat diambil alih sewaktu-waktu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para pemimpin di wilayah <em>F</em></span><span><em>rontier&nbsp;</em></span><span>bukan tunduk kepada &lsquo;Suara Rakyat adalah Suara Tuhan&rsquo;, tetapi mereka tunduk kepada kaum&nbsp;</span><span>borjuis</span><span>. Pemimpin wilayah&nbsp;</span><span><em>Frontier&nbsp;</em></span><span>lebih membela kaum&nbsp;</span><span>borjuis</span><span>&nbsp;karena lebih banyak untung yang dapat diperoleh. Mereka lebih suka menjilat-jilat bokong penguasa, daripada rakyat yang setiap lima tahun sekali mereka ambil suaranya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini tentu memunculkan pertanyaan kritis bagi pembaca, apakah pemimpin di negara kita Indonesia atau khususnya di Kalimantan Timur sudah benar mendengarkan suara rakyatnya? Atau hanya sekadar berswafoto di ruang kerja. Lalu, memberi takarir di unggahannya dengan kalimat &ldquo;Sedang Memperjuangkan Nasib Rakyat&rdquo;. Padahal, yang dikerjakannya hanyalah merumpi antar sejawatnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Andreas Hului, mahasiswa Pembangunan Sosial, FISIP Unmul 2020.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Hari Bebersih Sedunia, WCDID Samarinda Kumpulkan 4,6 Ton Sampah dari Tiga Titik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/peringati-hari-bebersih-sedunia-wcdid-samarinda-kumpulkan-46-ton-sampah-dari-tiga-titik/baca </link>
<guid> peringati-hari-bebersih-sedunia-wcdid-samarinda-kumpulkan-46-ton-sampah-dari-tiga-titik </guid>
<pubDate> Mon, 18 Sep 2023 13:22:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bersih-bersih kota Samarinda bersama WCDID Samarinda dan Kaltim dalam rangka memperingati Hari Bebersih Sedunia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/peringati-hari-bebersih-sedunia-wcdid-samarinda-kumpulkan-46-ton-sampah-dari-tiga-titik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xgbXiP79vF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Hari Bebersih Sedunia, WCDID Samarinda Kumpulkan 4,6 Ton Sampah dari Tiga Titik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&mdash;</strong>&nbsp;<em>Coreteam World Clean Up Day Indonesia</em> (WCDID) Samarinda dan Kaltim lakukan kegiatan pungut dan pilah sampah bersama dalam rangka memperingati Hari Bebersih Sedunia pada Sabtu (16/9). Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan setiap September di berbagai kota di Indonesia.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kami 13 Juta Relawan Bebersih dan Bijak Kelola Sampah untuk Indonesia Bersih, jadi tema yang diusung pelaksanaan World Clean Up Day tahun ini. Tak tanggung-tanggung, kegiatan yang melibatkan lebih dari tiga ratus orang dari berbagai kalangan ini berhasil mengumpulkan sampah sejumlah 4.621,75 kg sebagai hasil akhir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fatur Rahman Subianto, Leader of WCD regional Kaltim mengungkap sejak 2018 silam, kegiatan ini tak pernah absen torehkan prestasi sebagai&nbsp;</span><span><em>volunteer</em>&nbsp;</span><span>terbanyak nomor satu sedunia. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuturnya, kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai jenjang sekolah, komunitas, organisasi yang ada di Samarinda, hingga masyarakat umum. Tak ketinggalan, WCDID Samarinda dan Kaltim juga turut libatkan instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, DLH Kaltim, serta aparat TNI dan kepolisian Samarinda dalam aksi ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau organisasi atau komunitas yang kita undang ada (sekitar) 70-an. Namun, nanti ada registrasi ulang buat yang menyusul,&quot; papar Fatur saat diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Sabtu (16/9).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Fatur, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan jadi awal mula kegiatan ini terlaksana setiap tahunnya. Harapnya, lewat kegiatan ini kepedulian masyarakat menyoal lingkungan sekitar juga turut meningkat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau untuk menjaga lingkungan bukan hanya peran dari pemerintah, dari dinas, atau akademisi saja, tapi ini peran kita semua dan tugas kita semua,&quot; tandas Fatur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai dibuka secara simbolis oleh perwakilan DLH Samarinda yakni Noor Utami, para peserta kemudian diberikan arahan sebelum akhirnya terjun ke titik pembersihan selama dua jam. Lebih rinci, kegiatan yang dilakukan meliputi pemilahan sampah berdasarkan kategori organik, anorganik, residu, dan tercampur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun tiga titik yang menjadi lokasi penerjunan peserta di antaranya Tepian Masjid Islamic Center sampai Pos Polisi Lalu Lintas di Jalan Slamet Riyadi. Titik kedua berada di Tepian Dermaga Pasar Pagi sampai Simpang Masjid Raya. Lokasi terakhir yakni di Jalan Tarmidi sampai Pangkalan Pungut GMSS SKM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu peserta yakni Ari Wibowo dari Komunitas Generasi Berencana (GenRe) Kaltim dengan mantap menyebut keikutsertaannya kali ini didasari oleh kesadarannya akan cinta lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena juga salah satu hal terpenting, kita harus mencintai lingkungan dari hal kecil. Dari hal-hal kayak gini aja sudah membantu pemerintah untuk menanggulangi sampah itu sendiri,&quot; ungkapnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Sabtu (16/9).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, peserta lain yang bernama Muhammad Azril sebagai perwakilan dari BEM Farmasi Unmul berharap keikutsertaannya dalam WCD kali ini dapat bermanfaat bagi banyak orang. Azril pun turut serta dalam kegiatan ini di tahun sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;WCD ini sebagai pengingat kalau kebersihan itu bukan untuk kita aja, tapi untuk semua orang. &nbsp;Kalau misal lingkungan bersih, yang nyaman kita sendiri,&rdquo; pungkasnya saat diwawancarai pada Sabtu (16/9). <em><strong>(mlt/ner/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembali Merefleksi September Hitam, BEM KM Unmul Gelar Diskusi dan Panggung Rakyat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-merefleksi-september-hitam-bem-km-unmul-gelar-diskusi-dan-panggung-rakyat/baca </link>
<guid> kembali-merefleksi-september-hitam-bem-km-unmul-gelar-diskusi-dan-panggung-rakyat </guid>
<pubDate> Tue, 19 Sep 2023 11:50:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskursus polemik lingkungan, pendidikan, sampai pelanggaran HAM bersama rakyat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kembali-merefleksi-september-hitam-bem-km-unmul-gelar-diskusi-dan-panggung-rakyat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KTHPmEYBRZ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kembali Merefleksi September Hitam, BEM KM Unmul Gelar Diskusi dan Panggung Rakyat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Minggu (17/9) lalu telah diadakan sebuah diskusi dan panggung rakyat dalam rangka memperingati September Hitam yang bertempat di Karang Temu, tepat di Gerbang Unmul. September Hitam adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan periode atau peristiwa yang penuh dengan tantangan, konflik, atau masa-masa kelam dalam sejarh perjalanan negara Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda yang diinisiasi oleh BEM KM Unmul ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, BEM fakultas se-Unmul, dan Aksi Kamisan Kaltim. Mengangkat tajuk &ldquo;Bumi Etam yang Mencekam&rdquo;, agenda ini menyoroti masalah-masalah aktual yang perlu diperhatikan, baik dari segi hukum HAM dan pemerintahan, pendidikan, hingga permasalahan lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi rakyat yang seharusnya dimulai pada pukul 16.00 WITA ini sempat mundur dari waktu yang seharusnya, dikarenakan hujan ringan. Diskusi tersebut akhirnya dimulai pada pukul 16.35 WITA dan &nbsp;diisi oleh beberapa pembicara, yakni Herdiansyah Hamzah selaku akademisi Unmul, Naufal Banu Tirta Satria selaku Presiden BEM KM Unmul, serta Wawan dari Aksi Kamisan Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Herdiansyah yang kerap pula disapa Castro didapuk menjadi pembicara dari segi lingkungan, Naufal membahas bidang pendidikan, sedangkan Wawan mengulas tentang HAM. Berdasarkan pantauan&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, peserta diskusi semakin padat menjelang petang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malam harinya, sekitar pukul 20.00 WITA digelar panggung rakyat yang diisi penyampaian orasi-orasi dan pembacaan puisi yang dipersembahkan oleh perwakilan dari sejumlah BEM Fakultas, Aksi Kamisan Kaltim, serta organisasi eksternal kampus yang di antaranya adalah PMII, HMI, dan GMNI.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Afizah Nur Afkarina, Anggota staf kastrat BEM FH Unmul menaruh harapan besar. Harapnya, momentum tersebut dapat menjadi pemantik seluruh elemen masyarakat untuk kian peduli terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi terlepas di masa lampau maupun di masa mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baginya, ini bukan hanya sekadar peringatan September di masa lalu. Namun, sudah seyogianya menjadi pengingat bahwa permasalahan HAM, lingkungan, dan pendidikan selalu ada meskipun berupa masalah baru atau keberlanjutan dari masalah sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai mahasiswa, kita juga seharusnya ikut mengerti. Meskipun kita tidak ikut aktif dalam mencegah atau menyelesaikan perkara yang ada,&rdquo; tegasnya saat diwawancarai oleh Sketsa pada Senin (18/9) kemarin. <em><strong>(xel/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyongsong Universitas Berstandar Internasional, Rektor Unmul Kembali Canangkan Program English Day </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyongsong-universitas-berstandar-internasional-rektor-unmul-kembali-canangkan-program-english-day/baca </link>
<guid> menyongsong-universitas-berstandar-internasional-rektor-unmul-kembali-canangkan-program-english-day </guid>
<pubDate> Tue, 19 Sep 2023 12:50:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rencana kehadiran kembali program English Day di Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyongsong-universitas-berstandar-internasional-rektor-unmul-kembali-canangkan-program-english-day/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0hULW9weYW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyongsong Universitas Berstandar Internasional, Rektor Unmul Kembali Canangkan Program English Day</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sebagai upaya menuju perguruan tinggi berstandar internasional, Abdunnur selaku Rektor Unmul menginisiasi pelaksanaan program English Day di Unmul. Program ini memberlakukan penggunaan bahasa Inggris bagi seluruh sivitas akademika, baik itu pegawai, dosen, tenaga didik (tendik), hingga mahasiswa. Rencananya, program tersebut akan berlaku dalam satu hari penuh setiap minggunya, yaitu pada hari Kamis.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, program English Day sudah pernah diterapkan di Unmul pada tahun 2016 silam. Saat itu, program tersebut diinisiasi oleh BEM KM Unmul. Sebagai bentuk respons, pihak rektorat pun mengeluarkan surat edaran untuk menerapkan program English Day, dengan tujuan agar mahasiswa peka terhadap kondisi global pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, patut disayangkan, program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar terkait keberhasilan rencana pelaksanaan program English Day di Unmul pada masa mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menggali informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>mencoba untuk menemui Abdunnur pada Kamis (7/9) lalu. Ia mengaku bahwa dalam memulai program tersebut sudah pasti akan menjumpai kesulitan. Meskipun begitu, dirinya tetap optimis dalam menjalankan program English Day secara bertahap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada saja mungkin kesulitan berbahasa dan sebagainya. Tapi harus dipaksa untuk berbicara (dengan bahasa Inggris),&rdquo; ungkap Abdunnur. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur mengungkap, kini pihak rektorat telah berkoordinasi</span><span>&nbsp;</span><span>melalui Wakil Rektor (WR I) untuk membuat surat edaran yang nantinya akan disebar ke seluruh fakultas dan unit kerja yang ada di Unmul. Tak hanya terbatas pada kegiatan belajar mengajar, nantinya kegiatan pelayanan kampus juga akan menggunakan bahasa Inggris. Diharapkan, penerapan program ini dapat menjadi sebuah kebiasaan sehingga mampu meningkatkan kemampuan&nbsp;</span><span><em>English conversation</em>&nbsp;</span><span>di lingkungan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, sebetulnya ini&nbsp;</span><span><em>treatment</em></span><span>. Kita ingin merubah&nbsp;</span><span><em>culture</em></span><span>, kebiasaan,&nbsp;</span><span>ya</span><span>, dalam rangka kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berbahasa internasional bagi nantinya lulusan Unmul.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Naufal Banu Tirta Satria selaku Ketua BEM KM Unmul turut memberikan tanggapannya terkait wacana penerapan program English Day. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Naufal menilai program tersebut sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi seluruh sivitas akademika di Unmul jika dilaksanakan dengan serius dan konsisten.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, dibutuhkan kerja sama dari seluruh pihak agar program English Day dapat berjalan dengan baik. Ia turut menegaskan bahwa BEM KM Unmul akan ikut berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pastinya dari BEM KM harus terlibat dalam program tersebut, baik terlibat dalam penerapan ataupun sistemnya,&rdquo; ungkap Naufal ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>pada Selasa (22/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Rizky Adi Pradana, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2022 mengaku belum pernah mendengar informasi terkait program English Day. Namun, ia turut mendukung pelaksanaan program tersebut agar dapat memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apalagi sekarang lowongan-lowongan kerja yang menawarkan gaji dan posisi yang bagus itu idealnya harus memiliki sertifikat dan nilai TOEFL yang tinggi,&rdquo; komentar Rizki kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,</span><span>&nbsp;Senin (28/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Rizky, keberhasilan program tersebut nantinya akan bergantung pada pemerataan informasi dan cara penerapan program tersebut kepada seluruh sivitas akademika di Unmul.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paling penting adalah sosialisasi ke seluruh fakultas terlebih dahulu, sehingga para mahasiswa tertarik dan mau ikut andil dalam program tersebut,&rdquo; pesan Rizky. <em><strong>(ali/ray/ani/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SK Kepengurusan Tak Kunjung Terbit, Presiden BEM KM Unmul: Program Kerja Kami Terhambat! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-kepengurusan-tak-kunjung-terbit-presiden-bem-km-unmul-program-kerja-kami-terhambat/baca </link>
<guid> sk-kepengurusan-tak-kunjung-terbit-presiden-bem-km-unmul-program-kerja-kami-terhambat </guid>
<pubDate> Wed, 20 Sep 2023 12:50:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menanti SK kepengurusan BEM KM 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sk-kepengurusan-tak-kunjung-terbit-presiden-bem-km-unmul-program-kerja-kami-terhambat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QO31t1WjEc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>SK Kepengurusan Tak Kunjung Terbit, Presiden BEM KM Unmul: Program Kerja Kami Terhambat!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Singkatnya masa kepengurusan BEM KM Unmul 2021 yang dinakhodai oleh Ikzan-Bagus resmi berakhir usai terpilihnya Naufal Banu dan Veronica Febby sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2023.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sengkarut Pemira 2021 silam, akhirnya temui titik terang. Ikzan-Bagus kemudian resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden oleh Rektor Unmul, Abdunnur meskipun jauh sebelumnya mereka telah mengantongi Surat Keputusan (SK) kepengurusan sejak 15 Agustus 2022. Pelantikan tersebut diadakan pada November di tahun yang sama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-sengkarut-pemira-2021-ikzan-bagus-jalani-singkatnya-masa-kepengurusan/baca">Imbas Sengkarut Pemira 2021, Ikzan-Bagus Jalani Singkatnya Masa Kepengurusan</a>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelantikan yang baru saja dilakukan beberapa bulan lalu pun berimbas terhadap singkatnya periode kepengurusan Ikzan-Bagus dalam menjalankan jabatannya tersebut. Dalam Surat Keputusan (SK) Rektor Unmul, durasi masa jabatan Ikzan-Bagus berlaku hingga 31 Desember 2023.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam perjalanannya, Ikzan-Bagus memperoleh perpanjangan waktu selama beberapa bulan guna merampungkan berbagai program kerja yang sempat digaungkan pada masa kampanye.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun setelah proses panjang pasca Pemira 2021 hingga pelantikan Ikzan-Bagus pada 2022 tersebut membuat lini masa Pemira tahun berikutnya turut bergeser. Semula, Pemira biasa diadakan pada akhir tahun. Namun, untuk tahun ini Pemira dilaksanakan pada pertengahan tahun tepatnya pada 21 Juni 2023 lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai lama periode untuk kepengurusan baru tahun ini, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pun menghubungi Naufal Banu selaku Presiden BEM KM Unmul 2023. Melalui pesan teks Whatsapp, Banu menegaskan masa kepengurusan kabinet yang ia nakhodai tetap sama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tetap satu tahun pasca dikeluarkannya SK rektorat,&rdquo; tulis Banu saat dihubungi pada Rabu (6/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal SK, dirinya menerangkan jika nantinya surat tersebut resmi terbit pada September, maka kepengurusan mereka pun akan turut berakhir pada bulan yang sama di tahun berikutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Banu mengaku pihaknya telah merampungkan pengajuan SK sejak satu bulan lalu. Sembari menunggu, Banu dan kawan-kawan tak henti-hentinya melakukan upaya tindak lanjut kepada pihak Rektorat Unmul guna memperoleh kejelasan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum adanya kepastian mengenai SK tersebut diakui Banu menghambat program kerja yang mereka canangkan. Utamanya bagi beberapa program kerja yang membutuhkan dukungan penuh dari universitas.</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sudah clear semua, tinggal menunggu SK,&rdquo; ungkap Banu. <em><strong>(ner/tha/fza/ems)</strong></em></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dispensasi Kawin dalam Sistem Peradilan Agama: Sudahkah Berkeadilan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dispensasi-kawin-dalam-sistem-peradilan-agama-sudahkah-berkeadilan/baca </link>
<guid> dispensasi-kawin-dalam-sistem-peradilan-agama-sudahkah-berkeadilan </guid>
<pubDate> Thu, 21 Sep 2023 12:19:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perihal dispensasi keadilan bagi mereka yang di bawah umur </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dispensasi-kawin-dalam-sistem-peradilan-agama-sudahkah-berkeadilan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CRcl0cprgG.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dispensasi Kawin dalam Sistem Peradilan Agama: Sudahkah Berkeadilan?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perkawinan adalah akad yang menghalalkan pergaulan dan membatasi hak dan kewajiban antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bukan mahram. Manusia melakukan perkawinan untuk menciptakan ikatan lahir dan batin yang bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hubungan perkawinan memiliki makna yang sangat penting bagi pasangan suami istri yang ingin melangsungkan hidup bersama. Perkawinan berfungsi sebagai sarana untuk mendapatkan keturunan yang sah dalam rangkaian melanjutkan generasi, di samping agar suami istri mampu membina kehidupan yang tentram lahir dan batin berdasarkan cinta dan kasih dalam suatu rumah tangga yang bahagia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agar perkawinan memiliki legitimasi dan diberi proteksi oleh hukum, setiap pasangan suami istri yang melangsungkan hubungan perkawinan harus melakukan pencatatan atas perkawinan tersebut. Pencatatan perkawinan memang bukanlah suatu syarat sah perkawinan, namun pencatatan tersebut memiliki peranan yang sangat penting dan memiliki konsekuensi hukum bagi suami istri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam proses pencatatan perkawinan, sering kali ditemui adanya permohonan dispensasi pengesahan perkawinan dengan anak di bawah umur. Hal ini dinilai menjadi suatu masalah serius yang menciptakan pro dan kontra di masyarakat, baik di Indonesia maupun di luar negeri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perkawinan di bawah umur sendiri merupakan perkawinan yang dilaksanakan suami dan/atau istri yang usianya belum mencapai usia yang ditentukan oleh undang-undang, yang dasar hukumnya terdapat pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disebutkan pada perubahan Pasal 7 ayat (1) bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Kemudian pada ayat (2) disebutkan bahwa orang tua salah satu atau kedua mempelai dapat meminta dispensasi kepada pengadilan apabila salah satu atau kedua mempelai di bawah umur, namun harus disertai dengan alasan yang mendesak disertai bukti-bukti yang cukup. Perkawinan di bawah umur tidak bisa dicatatkan apabila tidak ada putusan pengadilan yang memberikan dispensasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengadilan yang berwenang menetapkan permohonan dispensasi perkawinan bagi yang beragama Islam adalah Pengadilan Agama berdasarkan Pasal 49 dan 50 Undang-Undang Peradilan Agama. Sedangkan bagi pihak yang nonmuslim, kewenangan tersebut berada pada Pengadilan Negeri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun dispensasi perkawinan telah difasilitasi dalam peraturan perundang-undangan, namun masih banyak praktik perkawinan di bawah umur yang dilaksanakan secara ilegal tanpa adanya dispensasi kawin. Berdasarkan hasil analisis oleh&nbsp;</span><span>Australia Indonesia Partnership for Justice 2</span><span>&nbsp;(AIPJ 2), pada tahun 2018 hingga tahun 2019, ditemukan bahwa lebih dari 95 persen perkawinan anak terjadi tanpa permohonan dispensasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain perkawinan di bawah umur tanpa dispensasi, diketahui pula bahwa dalam proses permohonan dispensasi kawin, tidak semua anak dimintai dan didengarkan keterangannya di pengadilan. Padahal, anak merupakan pihak yang paling terkena dampak dari putusan pengadilan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan hasil analisis AIPJ 2, diketahui bahwa hanya 55 persen anak yang hadir dan didengarkan keterangannya di pengadilan. Sedangkan 45 persen lainnya belum secara jelas disebutkan bahwa anak dihadirkan, didengarkan pandangannya, atau dipertimbangkan oleh pengadilan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apabila praktik peradilan mengenai dispensasi perkawinan yang tidak berkeadilan terus dilakukan dan tidak ada perubahan, maka bangsa Indonesia belum mampu menekan angka perkawinan anak. Praktik perkawinan di bawah umur memberikan dampak negatif yang begitu besar bagi negara, seperti meningkatnya jumlah anak yang putus sekolah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anak yang putus sekolah dapat menurunkan kualitas hidup anak tersebut karena tidak memiliki keterampilan. Efek jangka panjangnya adalah meningkatnya angka kemiskinan pada penduduk berusia muda, yang berbanding lurus dengan meningkatnya angka kejahatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, untuk menjamin keadilan dalam sistem peradilan agama mengenai dispensasi perkawinan, pengadilan dalam beracara wajib mengimplementasikan asas mengadili perkawinan anak. Pengadilan wajib mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak dalam segala tindakan, mempertimbangkan hak hidup dan tumbuh kembang demi keberlangsungan kehidupan anak, menghargai hak-hak anak dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, pengadilan juga diwajibkan untuk menghargai anak layaknya orang dewasa yang memiliki harkat dan martabat yang sama, nondiskriminasi, kesetaraan gender, persamaan di depan hukum, keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Hal ini sesuai dengan kaidah hukum Islam (</span><span><em>maqashid syariah</em></span><span>):&nbsp;</span><span>&ldquo;</span><span>Menolak kerusakan lebih diutamakan daripada meraih kemaslahatan dan apabila bertentangan antara kerusakan dengan kemaslahatan maka yang didahulukan adalah menolak kerusakan</span><span>&rdquo;</span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, dalam menekan angka perkawinan anak di Indonesia, para pemangku kebijakan wajib melakukan gebrakan yang revolusioner. Sebagai contoh, dengan menerapkan pemidanaan bagi para pihak yang melakukan perkawinan anak secara ilegal, memperketat regulasi terkait seperti pemberlakuan denda bagi setiap orang yang mengajukan permohonan dispensasi kawin di pengadilan hingga melakukan sosialisasi berskala besar kepada masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perubahan ini sangat diperlukan, mengingat hukum hadir sebagai kontrol sosial, rekayasa sosial, dan kesejahteraan sosial (<em>law as social control, social engineering, and social welfare</em>).</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold; text-align: justify;"><span><em>Opini ditulis oleh Luthfi Ahmadani Rahman, mahasiswa Prodi Ilmu Hukum, FH Unmul 2021</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keadilan Telah Mati </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/keadilan-telah-mati/baca </link>
<guid> keadilan-telah-mati </guid>
<pubDate> Fri, 22 Sep 2023 11:53:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rintihan mereka yang tidak menikmati keadilan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/keadilan-telah-mati/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BAqg7tFTYo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keadilan Telah Mati</h1>
			              </header>
			              <p>Keadilan telah mati</p><p>Bersama ratusan mayat yang terbunuh dalam kepulan asap gas air mata</p><p>Dentuman tembakan gas air mata, derap langkah serdadu</p><p>Memecah ratusan tangis ketakutan</p><p>Dalam hitungan menit kepulan asap memenuhi tempat itu dan menyesakkan dada yang tak berdosa</p><p>Di bawah langit merah</p><p>Ratusan jiwa berguguran di atas tanah lapang</p><p>Kami terlahir di zaman ketika uang menggantikan posisi Tuhan</p><p>Di mana para hakim dan jaksa</p><p>Disogok untuk membebaskan pelakunya</p><p>Siapakah yang bertanggung jawab?</p><p>Terhadap ribuan mayat dari zaman ke zaman</p><p>Yang dibunuh oleh aparat penegak hukum</p><p>Siapa!?</p><p>Kemerdekaan kami telah direnggut sejak dalam rahim Ibu</p><p>Keberanian dirampas</p><p>Kreativitas direbut</p><p>Nalar kritis kami dilumpuhkan</p><p>Dengan dalil persatuan</p><p>Sehingga perbedaan dijadikan sebagai dosa dan aib di negeri ini</p><p>Demokrasi hanyalah igauan pejabat yang tertidur pada saat rapat paripurna</p><p>Membuat gaduh negara ini</p><p>Dengan aturan-aturan yang mengancam para buruh dan petani</p><p>Begitulah! Hukum lahir hanya sebagai alat yang melindungi kepentingan penguasa</p><p>Di balik tembok istana yang menjulang</p><p>Para penguasa sibuk mempersiapkan rencana masa depan mereka</p><p>Terkadang saling bunuh demi merebut kuasa</p><p>Dan anak-anak kurang gizi tanpa pendidikan termangu menyaksikan peperangan yang mengatasnamakan pemilu atau pesta demokrasi</p><p>Mereka tak peduli pada ribuan mayat</p><p>Yang terbunuh oleh keberingasan iblis-iblis berseragam coklat bersenjata laras panjang</p><p>Keadilan telah mati berkali-kali</p><p>Bersama ribuan mayat yang dibuang dalam lubang di belakang halaman negeri ini</p><p>Sementara penguasa, hakim, jaksa, dan politikus beramai-ramai menutupi bau busuk mayat-mayat itu</p><p>Dan melenyapkan ingatan kami tentang dosa-dosa mereka</p><p><em><strong>Puisi ditulis oleh Muh. Fajrul Karnivan, mahasiswa Ilmu Hukum, FH Unmul 2022.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Presiden Jokowi Batal Sambangi Wisuda Gelombang III, Rektor Unmul: Kami Tetap Berjiwa Besar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/presiden-jokowi-batal-sambangi-wisuda-gelombang-iii-rektor-unmul-kami-tetap-berjiwa-besar/baca </link>
<guid> presiden-jokowi-batal-sambangi-wisuda-gelombang-iii-rektor-unmul-kami-tetap-berjiwa-besar </guid>
<pubDate> Mon, 25 Sep 2023 11:16:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Semarak Wisuda gelombang ketiga 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/presiden-jokowi-batal-sambangi-wisuda-gelombang-iii-rektor-unmul-kami-tetap-berjiwa-besar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sZwuacSNb6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Presiden Jokowi Batal Sambangi Wisuda Gelombang III, Rektor Unmul: Kami Tetap Berjiwa Besar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Gelombang ketiga Wisuda Unmul 2023 telah usai terlaksana pada Sabtu (23/9) kemarin. Gor 27 September Unmul jadi saksi dari 1.640 mahasiswa yang resmi berganti status menjadi alumni. Angka tersebut jadi yang tertinggi selama tahun 2023.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kali ini, tak kurang dari 200 orang lulus dengan predikat&nbsp;</span><span>cum laude</span><span>. Hal tersebut ditandai oleh Rektor Unmul, Abdunnur sebagai langkah awal untuk berkontribusi nyata terhadap pembangunan di Kalimantan Timur. Terlebih, beberapa hari lalu Unmul juga baru saja mengukuhkan 36 Guru Besar di berbagai bidang keilmuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Khususnya dalam rangka bisa berkontribusi untuk menguatkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur,&rdquo; ucap Abdunnur memberi sambutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Permohonan maaf juga turut dirinya sampaikan ke para lulusan dan segenap tamu undangan. Sebab, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang dijadwalkan hadir dalam helatan wisuda kali ini batal berkunjung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Wisuda kita dalam rangka Dies Natalis Unmul ke-61 seyogianya dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia. Namun, di&nbsp;</span><span><em>last minute</em>&nbsp;</span><span>(kunjungan ke) Universitas Mulawarman yang sudah di-</span><span><em>schedule</em></span><span>-kan harus dibatalkan,&rdquo; terangnya memberi penjelasan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Faktor keamanan jadi pertimbangan utama kehadiran Presiden Joko Widodo mesti dibatalkan. Lewat momentum tersebut, Abdunnur berpesan pada seluruh sivitas akademika untuk lebih solid dan menunjukkan kebesaran jiwa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita tunjukkan bahwa apa yang disampaikan itu adalah tidak benar. Unmul bisa menjaga keamanan kampus, stabilitas daerah, dan mendukung kebijakan nasional pembangunan IKN,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain kehadiran dari segenap sivitas akademika dan tamu undangan yang didominasi oleh sanak saudara para lulusan, Hetifah Sjaifudian selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI turut hadir di tengah-tengah wisudawan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari Bu Hetifah mungkin bisa juga mengomunikasikan (bahwa) Unmul berjiwa besar, tidak sedikit pun melakukan demo secara khusus pembatalan presiden ke Unmul,&rdquo; tutur Abdunnur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Batalnya agenda Presiden Jokowi menyambangi Unmul turut mengundang respons para lulusan. Sintia, wisudawati dari program studi (Prodi) Pengelolaan Sumber Daya Perikanan, FPIK Unmul salah satunya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akunya, informasi tersebut pertama kali ia peroleh dari salah satu Instagram media lokal tepat setelah Wisuda Gelombang II berlangsung Juni silam. Meski orang nomor wahid di Indonesia itu batal hadir, dirinya tetap bersyukur sebab berhasil merampungkan studinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kecewa, sih, enggak juga. Tapi setidaknya, wisuda kali ini berjalan lancar,&rdquo; jelas Sintia di sela-sela acara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, Adi Suhendra, wisudawan asal Ilmu Pemerintahan, FISIP Unmul turut berkomentar. Adi menyebut, dirinya telah merencanakan wisuda di gelombang tersebut jauh sebelum berita kunjungan Jokowi beredar.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan prioritas utama juga mendaftar gelombang ketiga karena Jokowi. Tapi, ya, sedikit kecewa juga karena belum bisa melihat Jokowi secara langsung,&rdquo; tandas Adi kepada <em>Sketsa</em>. <em><strong>(nkh/all/jpg/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gaet Seniman hingga UMKM Lokal, Youth Preneur Fest 2023 Sukses Dihelat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/gaet-seniman-hingga-umkm-lokal-youth-preneur-fest-2023-sukses-dihelat/baca </link>
<guid> gaet-seniman-hingga-umkm-lokal-youth-preneur-fest-2023-sukses-dihelat </guid>
<pubDate> Mon, 25 Sep 2023 13:31:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Youth Preneur Fest 2023 dan segala keseruannya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/gaet-seniman-hingga-umkm-lokal-youth-preneur-fest-2023-sukses-dihelat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W3ppdBismE.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gaet Seniman hingga UMKM Lokal, Youth Preneur Fest 2023 Sukses Dihelat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Unit Kegiatan Mahasiswa Student Enterpreuner Community (UKM SEC) dari FISIP Unmul kembali menghadirkan acara tahunan mereka. Youth Preneur Fest (YPF) 2023 dibuka pada Sabtu (23/9) dan berlangsung hingga Minggu (24/9). Agenda ini bertempat di Believe Space dan dibuka secara umum.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini YPF berkonsep lebih segar dengan menghadirkan muda-mudi berbakat di bidang seni untuk menampilkan hasil karya mereka. Tak hanya itu, YPF juga mengundang sejumlah UMKM lokal untuk mengisi&nbsp;</span><span><em>tenant</em>,&nbsp;</span><span>menjajakan barang yang menarik dengan harga terjangkau.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari pertama dibuka dengan penampilan tarian tradisional, menyanyi, dan sesi&nbsp;</span><span><em>live painting</em>.&nbsp;</span><span>Tak kalah meriah dari hari sebelumnya, penampilan seni seperti menyanyi,&nbsp;</span><span><em>modern dance</em></span><span>, pertunjukkan teater, hingga penampilan band lokal sebagai bintang tamu jadi deret keseruan hari kedua.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya penampilan, YPF 2023 juga menghadirkan <em>A</em></span><span><em>rt Exhibition</em>&nbsp;</span><span>yang menjalin kerja sama dengan komunitas This Visual (TV) yang bergerak di dunia seni.&nbsp;</span><span><em>Art Exhibition</em>&nbsp;</span><span>ini memajang berbagai hasil karya seni lukis anak muda yang menarik berbalut pesan mendalam. Di sini, para pengunjung juga dapat menggambar bersama di sebuah kanvas besar dalam sesi&nbsp;</span><span><em>live painting</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guntur Dzakwan, selaku pelaksana tugas Ketua Panitia YPF 2023 menyebutkan bahwa mereka ingin meningkatkan potensi di dunia seni, khususnya kepada anak muda di kawasan Samarinda dengan menghadirkan YPF yang memiliki konsep baru seputar seni lokal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentu kita ingin ada perkembangan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Jadi, kami ingin berkolaborasi dengan mereka (This Visual) untuk mengembangkan potensi&nbsp;</span><span><em>artist</em>&nbsp;</span><span>kepada anak muda lokal, terutama di Samarinda. Kami juga ingin mengembangkan UMKM lokal,&rdquo; jelas Guntur ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabtu (23/9).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Guntur dan kawan-kawan menargetkan, YPF 2023 yang menggaet seniman hingga UMKM lokal turut berkontribusi pada pengembangan bisnis lokal yang terdapat di Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemeriahan YPF 2023 yang diselenggarakan pada akhir pekan jadi momen yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat. Tak terkecuali bagi Alda, salah seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi Unmul angkatan 2022. Dirinya datang bersama teman-temannya, Vida dan Eka yang berasal dari satu program studi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Art exhibition</em>&nbsp;</span><span>yang ada di YPF menjadi salah satu dari alasan mereka untuk datang berkunjung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alasan utama karena awalnya mau liat pameran lukis punya teman saya, Kei, tapi setelah datang, ternyata banyak hal yang bisa dilihat. Enggak cuma pameran doang, ada stan jualan, <em>spot&nbsp;</em>foto, dan panggungnya juga,&rdquo; terang Alda antusias.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Gallery art</em></span><span>&nbsp;ini yang paling menarik karena jarang tempat-tempat seperti ini di Samarinda, dan seneng banget kalo ada tempat yang khusus&nbsp;</span><span><em>art</em></span><span>&nbsp;gini,&rdquo; sambung Eka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>YPF 2023 yang diselenggarakan pada akhir pekan menjadi tempat yang tepat untuk menghibur diri usai melalui gempuran ujian bagi para mahasiswa. Vida mengungkap, kedatangannya ke YPF mampu meringankan beban pikirannya di tengah padatnya masa ujian tengah semester.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Buat meringankan beban pikiran di tengah-tengah banyaknya tugas UTS,&rdquo; kunci Vida. <em><strong>(zrt/myy/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Usai Vakum Selama Lima Tahun, Pemilihan Putra Putri Kampus Unmul Kembali Digelar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-vakum-selama-lima-tahun-pemilihan-putra-putri-kampus-unmul-kembali-digelar/baca </link>
<guid> usai-vakum-selama-lima-tahun-pemilihan-putra-putri-kampus-unmul-kembali-digelar </guid>
<pubDate> Tue, 26 Sep 2023 13:15:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemilihan Putra Putri Kampus Unmul 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/usai-vakum-selama-lima-tahun-pemilihan-putra-putri-kampus-unmul-kembali-digelar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YR8G8xoAm5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Usai Vakum Selama Lima Tahun, Pemilihan Putra Putri Kampus Unmul Kembali Digelar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pemilihan Putra Putri Kampus (Papika) Unmul kembali dilaksanakan di tahun 2023 sebagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-61. Ini jadi yang pertama kali dalam lima tahun terakhir, usai vakum sejak 2018 silam. Proses penyaringan kandidat dimulai sejak Agustus dan resmi berakhir pada tahap <em>grand final</em>, Senin (11/9) lalu&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fareis Althalets, Ketua Pelaksana Papika Unmul 2023 mengungkap bahwa masalah moratorium kampus dan Covid-19 menjadi alasan di balik tertundanya Papika Unmul hingga lima tahun lamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak hanya karena Covid, karena dulu juga ada masalah moratorium kampus, jadi kebanyakan anggaran fokus (dialokasikan) untuk peningkatan akreditasi. Ditambah lagi setelah 2019 Covid, 2020, 2021, 2022, Covid semua. Jadi, tahun ini baru bisa diselenggarakan,&rdquo; jelas Fareis kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Kamis (21/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fareis turut menyebut bahwa pelaksanaan Papika Unmul ini merupakan keinginan dari Rektor Unmul, Abdunnur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Ini salah satu keinginan Pak Rektor juga untuk menghidupkan kembali Putra Putri Kampus sebagai <em>role model</em> mahasiswa yang <em>nggak</em> hanya memiliki prestasi akademik, tapi harus bisa ditorehkan prestasinya di kampus dan juga sebagai duta kampus,&rdquo; lanjutnya. &nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Akibat waktu vakum yang cukup panjang, terdapat penurunan pendaftar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Diketahui, jumlah pendaftar Papika Unmul 2023 adalah sebanyak 45 orang. Setelah melewati seleksi berkas, 20 peserta yang terpilih kemudian melalui serangkaian kegiatan mulai dari pembekalan hingga melaju ke babak <em>grand final</em>.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bakat, IPK,&nbsp;</span><span><em>photogenic</em></span><span>, kebugaran, dan keaktifan selama pembekalan menjadi parameter penilaian dalam pemeringkatan pemenang. Pada tahap&nbsp;</span><span><em>grand final</em></span><span>&nbsp;dua mahasiswa asal FISIP yakni Roitsabbiq Dwi Pangga dan Regia Grandisa Karangan ditetapkan sebagai pemenang utama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Roitsabbiq dan Regia mengemban tanggung jawab untuk menjadi representasi putra dan putri kampus yang baik serta menjadi ikon yang mampu merepresentasikan Unmul melalui kualitas diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk sekarang, manfaat yang saya berikan mungkin belum terlalu nampak karena baru saja menjabat. Tapi, satu hal yang saya yakini adalah saya mampu bermanfaat dalam mempromosikan Unmul dan nilai-nilainya melalui&nbsp;</span><span><em>branding</em></span><span>&nbsp;secara&nbsp;</span><span><em>online</em>&nbsp;</span><span>maupun&nbsp;</span><span><em>offline</em></span><span>,&rdquo; jelas Regia ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (19/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Roitsabbiq pun turut menyatakan hal serupa. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tengah menyiapkan program kerja yang sekiranya dapat membantu mewujudkan visi dan misi Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Masing-masing dari Papika memiliki usulan proker ke depan yang nantinya akan kami rampungkan di rapat internal yang akan segera dilaksanakan,&rdquo; ungkap Roitsabbiq.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai penyandang gelar juara utama, mempromosikan dan membangun kembali Papika Unmul menjadi salah satu tanggung jawab yang harus mereka pikul, sebab vakumnya kegiatan ini selama lima tahun membuatnya menjadi kurang dikenal di kalangan mahasiswa.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Fareis Althalets selaku Ketua Pelaksana membeberkan bahwa nantinya, para Putra Putri Kampus akan memiliki sederet kegiatan. Selain <em>branding</em>, mereka akan melakukan sosialisasi ke mahasiswa mengenai acara yang akan diadakan oleh Rektorat, menyambut tamu, memeriahkan acara dan agenda-agenda di Unmul, serta pembuatan video guna kepentingan kerja sama dengan mitra. <em><strong>(myy/ner/ems/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 19 Tahun UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Indonesia Darurat KDRT: Lemahnya Penanganan Hukum dan Tanggung Jawab Pemerintah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/19-tahun-uu-penghapusan-kekerasan-dalam-rumah-tangga-indonesia-darurat-kdrt-lemahnya-penanganan-hukum-dan-tanggung-jawab-pemerintah/baca </link>
<guid> 19-tahun-uu-penghapusan-kekerasan-dalam-rumah-tangga-indonesia-darurat-kdrt-lemahnya-penanganan-hukum-dan-tanggung-jawab-pemerintah </guid>
<pubDate> Wed, 27 Sep 2023 13:42:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kekerasan dalam rumah tangga yang terus berkelanjutan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/19-tahun-uu-penghapusan-kekerasan-dalam-rumah-tangga-indonesia-darurat-kdrt-lemahnya-penanganan-hukum-dan-tanggung-jawab-pemerintah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FG6r8ketiA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>19 Tahun UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, Indonesia Darurat KDRT: Lemahnya Penanganan Hukum dan Tanggung Jawab Pemerintah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan kasus kekerasan terhadap perempuan yang menempati urutan pertama. Merujuk dari data yang dikeluarkan oleh Komnas Perempuan, sebanyak 61 persen kasus kekerasan di ranah privat, 90 persennya adalah KDRT. Sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bahwa sejak Januari sampai Juni 2023, KDRT adalah kasus yang paling banyak dialami oleh korban yaitu sebanyak 7.649 kasus.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bersamaan dengan&nbsp;</span><span>Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak</span><span>&nbsp;(</span><span>Simfoni PPA) Kaltim per 1 januari 2023 pun mencatat, terdapat 439 korban KDRT di Kalimantan Timur. Beberapa waktu lalu, kembali mencuat kasus pembunuhan perempuan oleh pasangannya setelah sebelumnya korban melaporkan KDRT yang ia alami ke kepolisian. Setelah 19 tahun lahirnya Undang-Undang Penghapusan KDRT (UU PKDRT), kami menemukan bahwa kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi ancaman serius bagi hidup perempuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hambatan implementasi UU PKDRT dari tahun 2004 hingga saat ini masih sama, yaitu persoalan terkait perlunya perkawinan yang dicatatkan sebagai salah satu syarat agar UU ini bisa diterapkan. UU PKDRT sulit diterapkan dalam perkawinan yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) maupun di catatan sipil.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persoalan selanjutnya adalah kurangnya kebijakan operasional dalam UU, sehingga saat ini masih terdapat perbedaan tafsir pada aparat penegak hukum mengenai kasus penelantaran rumah tangga dan perintah perlindungan yang sangat susah didapatkan oleh korban.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Proses pembuktian juga tak kalah pelik. Keharusan untuk adanya satu orang saksi ditambah dengan satu alat bukti masih menjadi kendala dalam pembuktian kasus KDRT di tingkat kepolisian. Selain itu, kriminalisasi korban KDRT juga masih terjadi. Yakni proses hukum yang selalu lebih cepat ketika istri dilaporkan dibandingkan ketika dia melapor sebagai korban.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pentingnya media dan media sosial menjadi bagian dari perjuangan stop KDRT. Media mempunyai peran penting dan signifikan dalam mengajak publik dan mendorong perubahan kebijakan secara cepat. Sejak diundangkannya UU PKDRT, media turut mendorong pelaksanaan dengan menuliskan suara-suara korban. Demikian juga dengan media sosial yang bisa menjadi salah satu rujukan untuk suara korban.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tulisan tentang suara korban ini menjadi&nbsp;</span><span><em>magnitude</em>&nbsp;</span><span>penting agar korban yang dulunya tidak berani bersuara, menjadi berani bersuara. Namun, literasi juga penting bagi publik dan media agar dapat mendukung korban untuk bersuara, tidak melakukan penghakiman bagi korban, dan tidak membuat korban menjadi terpojok di media sosial.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Literasi media menjadi kata kunci agar media dan publik secara konsisten menyuarakan suara korban, tidak melakukan sensasionalisme yang menjadikan korban takut dan berhenti untuk bersuara. Karena kebebasan menyatakan pendapat dan berekspresi lebih-lebih pada korban, menjadi bagian penting dari perjuangan untuk stop KDRT.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesulitan dan hambatan yang dialami korban dalam 19 tahun perjalanan UU PKDRT ini adalah alarm bagi pemerintah. Penanganan korban masih terkendala dengan minimnya pemahaman aparat penegak hukum (APH) tentang KDRT dan budaya hukum yang belum sensitif gender. Ini mengakibatkan terhentinya proses hukum dan penyelesaian kasus yang belum berorientasi pada pemenuhan hak korban.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Minimnya dukungan dari keluarga, tempat kerja, dan lingkungan terdekat membuat korban sendirian menanggung kasusnya. Korban dapat semakin terbebani dengan stigma sosial, sehingga tak jarang yang kemudian mencabut laporan. Kami menuntut pemerintah untuk:&nbsp;</span><span><br><br></span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang KDRT dan UU PKDRT. Lemahnya pengetahuan masyarakat akan hal ini menjadi hambatan untuk mencegah dan melindungi korban KDRT.&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengintegrasikan KemenPPPA, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), kepolisian, dan rumah sakit dalam satu jaringan kerja untuk pencegahan dan perlindungan dari KDRT.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memastikan aparat penegak hukum mulai dari struktur yang paling bawah untuk menggunakan UU PKDRT dalam menangani kasus-kasus KDRT.&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memasukkan KDRT dalam skema perlindungan buruh perempuan dan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Segera mengesahkan&nbsp;</span><span>Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) agar pekerja rumah tangga (PRT)</span><span>&nbsp;</span><span>bisa mendapatkan perlindungan yang menyeluruh.&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mengajak berbagai pihak seperti publik dan media untuk melakukan sosialisasi stop penghapusan KDRT, karena KDRT masih mengancam hidup perempuan.</p></li></ol><p><strong><em><br></em></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span><em>Press release ditulis oleh Alyda Khairunnisa, Koordinator Departemen Politik Perempuan Mahardhika Samarinda, mahasiswa FISIP 2022</em></span></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rapat Senat Terbuka Dies Natalis Ke-61, Unmul Duduki Peringkat 40 Universitas Nasional Terbaik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-terbuka-dies-natalis-ke-61-unmul-duduki-peringkat-40-universitas-nasional-terbaik/baca </link>
<guid> rapat-senat-terbuka-dies-natalis-ke-61-unmul-duduki-peringkat-40-universitas-nasional-terbaik </guid>
<pubDate> Thu, 28 Sep 2023 13:18:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pencapaian Unmul dalam rapat Senat terbuka memperingati Dies Natalis ke 61 Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-senat-terbuka-dies-natalis-ke-61-unmul-duduki-peringkat-40-universitas-nasional-terbaik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gsiBBrMSTm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rapat Senat Terbuka Dies Natalis Ke-61, Unmul Duduki Peringkat 40 Universitas Nasional Terbaik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Masih dalam rangkaian acara Dies Natalis Unmul ke-61, Rabu (27/9) lalu, Unmul sukses menggelar Rapat Senat Terbuka yang berlangsung di Gor 27 September. Mengusung tema &ldquo;Unmul Hebat, Terus Melaju untuk Kaltim Berdaulat dan IKN Kuat Menuju Indonesia Emas&rdquo;, acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak. Masing-masing di antaranya segenap anggota senat dan sivitas akademika Unmul, perwakilan dari instansi pemerintah, hingga mitra universitas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Irwan Gani yang bertindak sebagai Ketua Senat dalam pidatonya menyebut bahwa Rektor Unmul, Abdunnur layaknya terbang seperti angin sebab proses akselerasi yang jauh lebih cepat. Beberapa waktu lalu misalnya, Unmul resmi mengukuhkan 36 Guru Besar dengan jumlah terbanyak sepanjang sejarah Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Abdunnur, dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Unmul berhasil menorehkan prestasi gemilang sebagai universitas terbaik ke-40 se-Indonesia. Ujarnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan jajaran sivitas akademika, baik internal maupun eksternal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Unmul saat ini menduduki peringkat ke-40 dari 529 universitas se-nasional,&quot; ujar Abdunnur dalam Rapat Senat Terbuka, Rabu (27/9).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Isi pokok-pokok pikiran mahasiswa turut disampaikan BEM KM Unmul. Banu Tirta Satria, Presiden BEM KM Unmul menyebut, berbagai pokok pikiran yang termuat merupakan hasil proses konsolidasi dengan sejumlah BEM fakultas di Unmul terkait permasalahan di tingkat fakultas hingga universitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Empat hal yang menjadi sorotan di antaranya, Surat Keputusan Uang Kuliah Tunggal (SK UKT), sarana dan prasarana, Satgas PPKS, hingga menyoal kebebasan demokrasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur menjanjikan, aspirasi yang telah diserap nantinya akan ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi antara BEM KM dan BEM fakultas untuk selanjutnya dikoordinir oleh Wakil Rektor III.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya, hal-hal seperti ini (pokok pikiran mahasiswa) itu dapat terprogres ke depannya. Jadi, pola pikir apa yang sudah kami sampaikan itu benar-benar ditindaklanjuti dan tidak hanya menjadi evaluasi saja, tapi menjadi tempat terbuka untuk kita mahasiswa Unmul berpartisipasi di dalamnya,&rdquo; imbuh Veronica Febby Ola Deo, Wakil Presiden BEM KM Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adelia Intan, mahasiswa asal FEB menyampaikan harapan spesial bagi Unmul di hari jadinya kali ini. Harapnya, lewat momentum ini segenap sivitas akademika Unmul dapat mensyukuri pencapaian yang diraih selagi merefleksi segala catatan evaluasi guna perbaikan kualitas di masa mendatang. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga bisa lebih baik lagi dan pencapaian-pencapaiannya bisa lebih ditingkatkan lagi,&rdquo; harap Adelia ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Rabu (27/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Adelia, Stefano Fiore, mahasiswa Prodi Geologi FT berharap agar Unmul menjadi semakin maju dan bersinergi dengan berbagai pihak, utamanya terbuka terhadap lembaga kemahasiswaan internal maupun eksternal kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, Unmul seyogianya mampu mengambil peran penting dalam pembangunan IKN dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengawal dan ikut serta dalam pembangunan IKN.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem birokrasi yang harus ditata dan tertib agar mahasiswa mudah mengurus segala administrasi akademik,&rdquo; tulis Stefano saat diwawancarai secara daring melalui WhatsApp, Rabu (27/9). <em><strong>(xel/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bangun Ekosistem Literasi yang Kolaboratif dan Multifaset, Lentera App Rilis Aplikasinya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bangun-ekosistem-literasi-yang-kolaboratif-dan-multifaset-lentera-app-rilis-aplikasinya/baca </link>
<guid> bangun-ekosistem-literasi-yang-kolaboratif-dan-multifaset-lentera-app-rilis-aplikasinya </guid>
<pubDate> Fri, 29 Sep 2023 12:57:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peluncuran "Lentera" sebuah aplikasi literasi digital juga platform pemasaran karya literasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bangun-ekosistem-literasi-yang-kolaboratif-dan-multifaset-lentera-app-rilis-aplikasinya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ei9ENrwfEU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bangun Ekosistem Literasi yang Kolaboratif dan Multifaset, Lentera App Rilis Aplikasinya</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di era ketika teknologi digital terus berkembang pesat, pertanyaan tentang peran buku digital dalam dunia literasi menjadi topik yang sangat hangat. Banyak pihak yang menuding kehadiran buku digital membunuh eksistensi buku cetak, mematikan industri penerbitan karena penulis dapat langsung memasarkan karyanya, hingga mematikan aliran royalti bagi penulis dan penerbit karena buku digital sangat rentan untuk disebarkan secara ilegal.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, benarkah demikian? Bila industri kreatif lainnya seperti industri film dan musik bisa bersinergi antara pelaku usaha dan platform digital, mengapa tidak demikian bagi industri literasi?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjawab pertanyaan yang menjadi keresahan banyak pelaku literasi ini, Lentera App mengadakan kegiatan bincang-bincang dengan mengangkat tema&nbsp;</span><span><strong>&ldquo;Buku Cetak vs Buku Digital: Membangun Ekosistem Literasi yang Kolaboratif dan Multifaset&rdquo;</strong></span><span>&nbsp;pada momen peluncuran aplikasinya yang diadakan pada 27 September 2023, di ajang Indonesia International Book Fair di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD Tangerang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi ini dihadiri oleh sejumlah narasumber ternama dari berbagai bidang, yaitu John H. McGlynn selaku Direktur Penerbit Yayasan Lontar, Gol A Gong selaku Duta Baca Indonesia, Reynald selaku Inisiator Komunitas Book Clan, dan Annastasia Puspaningtyas selaku Founder &amp; CEO Lentera. Acara diskusi akan dimoderatori oleh Feby Indirani selaku Penulis dan Jurnalis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Annastasia Puspaningtyas, CEO dan Founder Lentera</strong></span><span>&nbsp;mengatakan, &ldquo;Dengan bangga, Lentera meluncurkan aplikasi Lentera App, sebuah aplikasi perpustakaan digital yang juga berfungsi sebagai&nbsp;</span><span><em>digital book marketplace</em></span><span>&nbsp;bagi pelaku industri literasi, khususnya di Indonesia. Saya berharap kehadiran Lentera App dapat membawa angin segar pembaruan dan dapat dimanfaatkan sebagai wadah atau platform untuk memasarkan karya literasi ke seluruh pelosok Indonesia maupun ke dunia internasional. Lentera App hadir untuk memberikan solusi modern bagi dunia literasi, bukan sebagai ancaman bagi industri penerbitan cetak. Sebagai buktinya, kami pun merangkul beberapa penerbit cetak untuk berkolaborasi bersama Lentera App. Kami pun mengadakan kegiatan bincang-bincang pada hari peluncuran kami, untuk menjembatani jurang yang selama ini memisahkan antara pelaku industri buku cetak dan buku digital.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>John H. McGlynn, Direktur Penerbit Yayasan Lontar</strong></span><span>&nbsp;yang menaungi tiga penerbitan cetak, turut menyampaikan, &ldquo;Buku cetak adalah warisan berharga yang telah melahirkan banyak generasi penikmat literasi, termasuk karya sastra di Indonesia. Namun, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap perubahan zaman saat ini. Kehadiran buku digital menjadi sebuah bentuk kemajuan menuju inklusi literasi yang lebih luas dalam dunia modern. Dengan adanya kolaborasi yang tepat, saya percaya bahwa seluruh ekosistem penerbit, terutama penerbit cetak, tetap dapat bertahan.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sebagai pegiat literasi,&nbsp;</strong></span><span><strong>Gol A Gong, </strong><strong>Duta Baca Indonesia</strong></span><span>&nbsp;periode masa bakti 2021-2025, telah melakukan safari literasi ke berbagai wilayah di Indonesia, dan telah melihat secara langsung bagaimana tingkat literasi masyarakat setempat. &ldquo;Tingkat literasi masyarakat Indonesia memang masih belum merata, terutama karena sulitnya akses untuk mendapatkan buku-buku bermutu. Semoga kehadiran Lentera App dapat sedikit banyak membantu pemerataan akses buku-buku bermutu. Dengan demikian, tingkat literasi masyarakat Indonesia bisa semakin tinggi dan merata.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Reynald, Inisiator Komunitas Book Clan</strong></span><span>, komunitas membaca bareng yang mayoritas anggotanya adalah generasi Z, berpendapat bahwa buku digital lebih mudah diterima oleh generasi muda dibandingkan dengan generasi senior, karena kemudahan akses yang ditawarkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Ia menambahkan, &ldquo;Kehadiran buku digital memang cukup digandrungi oleh para generasi muda, mengingat akses membaca yang lebih simpel dan juga lebih ramah lingkungan. Namun, tidak jarang teman-teman komunitas yang sudah membaca buku versi digital, juga membeli versi cetaknya karena ingin dijadikan koleksi. Kehadiran dua format yang berbeda ini membawa warna tersendiri bagi pecinta literasi generasi muda, dan saya percaya setiap format memiliki pasarnya masing-masing.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Lentera, Lebih dari Sekadar Platform Buku Digital</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain hadir sebagai perpustakaan digital dan&nbsp;</span><span><em>digital book marketplace</em></span><span>, melalui produknya, Lentera App, Lentera juga hadir sebagai&nbsp;</span><span><em>Literary Agent</em></span><span>&nbsp;yang membantu penulis dan penerbit memasarkan hak ekonomi kekayaan intelektualnya ke dalam bentuk lain. Semisal film, lagu, audio&nbsp;</span><span><em>book</em></span><span>, atau penerbitan dalam bahasa asing lainnya baik dalam bentuk cetak maupun digital. Lentera dapat diakses di seluruh dunia, dan juga menjalin kerja sama dengan penerbit manca negara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lentera juga berkomitmen untuk memberdayakan komunitas-komunitas Literasi di Indonesia, sebagai kepeduliannya untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Salah satu bentuk nyatanya, Lentera akan menyuguhkan berbagai kegiatan diskusi Literasi selama ajang<em>&nbsp;</em></span><span><em>Indonesia International Book Fair</em></span><span>, pada 27 September hingga 1 Oktober 2023. Hadir di&nbsp;</span><span><em>booth</em>&nbsp;</span><span>88A,</span><span>&nbsp;</span><span>berikut berbagai kegiatan literasi yang diadakan oleh Lentera:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi &ldquo;Berkumpul dengan Buku: Membangun Komunitas Membaca yang Kuat&rdquo; bersama Reynald, Inisiator Komunitas BookClan, pada 27 September 2023.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi &ldquo;Membangun Jejak Digital sebagai Penulis dengan SEO&rdquo; bersama Jeffry Thurana, SEO Content Writer, pada 28 September 2023.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi &ldquo;Menulis Untuk Pertumbuhan Pribadi&rdquo; bersama Magdalena I. Ovi, Penulis, &nbsp;pada 29 September 2023.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi &ldquo;Dari Halaman ke Layar: Strategi Mengadaptasi Naskah&rdquo; bersama Ana Maryam, Penulis &amp; Screenwriter, pada 30 September 2023.&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi &ldquo;Merawat Sastra, Menghidupkan Literasi&rdquo; bersama Hasan Aspahani, Penulis &amp; Penyair, pada 30 September 2023.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi &ldquo;Menemukan Suara Penulis&rdquo; bersama Lola Silaban, Penulis, pada 1 Oktober 2023.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi &ldquo;Membangun Literasi Lokal&rdquo; bersama Hudan Nur, Penulis dan Duta Baca Banjarbaru, &nbsp;pada 1 Oktober 2023.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keseluruhan kegiatan diskusi tersebut juga dapat dinikmati secara&nbsp;</span><span><em>streaming</em>&nbsp;</span><span>melalui Instagram Live, TikTok Live, dan YouTube Live di akun media sosial Lentera, agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat menikmati diskusi tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><br></span><span><strong><em>Press release ditulis oleh Christie Marsella, Public Relation Strategist Lentera App.</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tragedi Kanjuruhan Bakal Kembali Jadi Kasus Pembunuhan Massal yang Tak Terselesaikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/tragedi-kanjuruhan-bakal-kembali-jadi-kasus-pembunuhan-massal-yang-tak-terselesaikan/baca </link>
<guid> tragedi-kanjuruhan-bakal-kembali-jadi-kasus-pembunuhan-massal-yang-tak-terselesaikan </guid>
<pubDate> Mon, 02 Oct 2023 11:48:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Masalah HAM yang belum terusut setahun setelah Tragedi Kanjuruhan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/tragedi-kanjuruhan-bakal-kembali-jadi-kasus-pembunuhan-massal-yang-tak-terselesaikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TDgwFT03Nc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tragedi Kanjuruhan Bakal Kembali Jadi Kasus Pembunuhan Massal yang Tak Terselesaikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Tepat satu tahun yang lalu terjadi peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Kanjuruhan. Tragedi ini menelan korban jiwa sebanyak 135 orang. Sementara 96 lainnya menderita luka berat dan 484 orang mengalami luka ringan.</span></p><p style="text-align: justify;">Peristiwa ini terjadi akibat personel Brigade Mobil (Brimob) dan Samapta Bhayangkara Kepolisian Resor (Sabhara Polres) Malang yang ditempatkan untuk mengamankan Stadion Kanjuruhan dilengkapi dengan gas air mata. Satuan Brimob diduga menggunakan <em>multi smoke projectile</em>, sementara Sabhara menggunakan <em>single</em> amunisi.</p><p style="text-align: justify;">Aparat keamanan melakukan respons yang berlebihan atas aksi sejumlah penonton yang turun ke lapangan setelah pertandingan. Padahal, turun ke lapangan adalah tradisi yang biasa dilakukan. Namun, aparat keamanan merespons dengan kekerasan yang kemudian memancing emosi penonton lain. Keadaan ini kemudian direspons dengan penembakan gas air mata oleh personel Brimob dan Sabhara.</p><p style="text-align: justify;">Dari fakta yang dikumpulkan, termasuk yang diperoleh dari CCTV yang berada di Stadion Kanjuruhan, kejadian tersebut bukan merupakan kerusuhan yang dipicu oleh aksi brutal penonton. Penggunaan gas air mata yang dimaksudkan untuk menenangkan penonton justru menjadi kekerasan yang memicu jatuhnya ratusan korban. Penonton menjadi panik akibat tembakan gas air mata yang bertubi-tubi, sehingga berlarian ke pintu keluar lalu saling berhimpitan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam proses selanjutnya, ada lima terdakwa yang disidangkan atas kasus ini. Mereka adalah AKP Has Darmawan (Danki III Brimob Polda Jawa Timur), Kompol Wahyu Setyo Pranoto (Kabag Ops Polres Malang), AKP Bambang Sidik Achmadi (Kasat Samapta Polres Malang), Abdul Haris (Ketua Panpel Pertandingan Arema FC), dan Suko Sutrisno (<em>Security Officer</em>).</p><p style="text-align: justify;">Kelimanya telah dijatuhi vonis hukuman antara satu tahun hingga satu tahun enam bulan. Sebuah hukuman yang terlalu ringan untuk derita dan lara serta duka lainnya yang dialami oleh keluarga korban juga masyarakat pecinta sepak bola.</p><p style="text-align: justify;">Sidang terhadap kasus atau Tragedi Kanjuruhan juga tidak mengungkap aktor lainnya yang lebih tinggi, yang mestinya ikut bertanggung jawab. Oleh karena itu, kami menganggap bahwa sejak semula proses hukum dan proses lainnya atas kasus ini tidak sungguh-sungguh menunjukkan keseriusan untuk mengungkap secara tuntas kasus ini. Proses hukum seolah-olah bertujuan untuk melindungi pelaku kejahatan sesungguhnya dalam Tragedi Kanjuruhan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada keganjilan dalam proses hukum di mana yang diadili adalah aktor-aktor lapangan, bukan penentu kebijakan. Dilihat dari hukuman yang dijatuhkan, pengadilan atas kasus atau Tragedi Kanjuruhan juga tidak benar-benar berpihak pada korban, keluarga korban dan masyarakat sepak bola. Kejadian yang mempermalukan sepak bola Indonesia di mata dunia, ternyata juga diselesaikan secara memalukan.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karenanya, kami dari Aksi Kamisan Kaltim menyatakan sikap sebagai berikut:</p><ul><li style="text-align: justify;">Presiden Joko Widodo dan PSSI untuk menunjukkan ketegasan, kembali membuka kasus ini untuk penyelesaian yang tuntas sampai ke aktor intelektual atau pelaku dalam level yang tinggi.</li><li style="text-align: justify;">Kasus ini ditetapkan sebagai pelanggaran HAM berat.</li><li style="text-align: justify;">Komisi Yudisial dan Badan Pengawas Mahkamah Agung memeriksa Majelis Hakim yang mengadili kasus ini.</li></ul><p style="text-align: justify;">Jika Tragedi Kanjuruhan hanya dibiarkan seperti saat ini, maka kasus ini akan menambah daftar panjang kasus pelanggaran HAM yang tak terselesaikan, dan terus membiarkan para pelaku menikmati kekebalannya dari jerat hukum.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ditulis oleh Yuni, Gerily</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>awan Aksi Kamisan Kaltim.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seragam dan Atribut Orientasi bagi Mahasiswa Baru, Kewajiban yang Jadi Beban? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/seragam-dan-atribut-orientasi-bagi-mahasiswa-baru-kewajiban-yang-jadi-beban/baca </link>
<guid> seragam-dan-atribut-orientasi-bagi-mahasiswa-baru-kewajiban-yang-jadi-beban </guid>
<pubDate> Tue, 03 Oct 2023 10:42:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Esensi penggunaan seragam bagi mahasiswa baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/seragam-dan-atribut-orientasi-bagi-mahasiswa-baru-kewajiban-yang-jadi-beban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3fdi0kZotv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seragam dan Atribut Orientasi bagi Mahasiswa Baru, Kewajiban yang Jadi Beban?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sejumlah mahasiswa baru (Maba) di beberapa fakultas Unmul diwajibkan untuk mengenakan seragam dan atribut tertentu selama satu semester ke depan berdasarkan imbauan langsung dari fakultas.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Fakultas yang memberlakukan aturan ini di antaranya adalah FEB, Fakultas Farmasi, dan FKM. Peraturan ini pun ditaati oleh seluruh Maba di ketiga fakultas tersebut, meski tidak ada aturan tertulis atau aturan pasti terkait hukuman yang mereka terima jika melanggar aturan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Seragam dan atribut-atribut yang diwajibkan untuk dikenakan oleh Maba di antaranya adalah menggunakan pakaian berwarna hitam putih, <em>name tag</em>, serta jas almamater setiap hari Senin hingga Rabu. Selain itu, mereka diwajibkan pula mengenakan baju batik setiap hari Kamis dan jilbab berwarna ungu di FKM untuk mahasiswi beragama Muslim.</p><p style="text-align: justify;">Tak sedikit dari mereka merasa resah. Caca (bukan nama sebenarnya), Maba asal FEB salah satunya. Akunya, dirinya tak luput berkeinginan memakai baju bebas layaknya mahasiswa lain. Namun sayang, dirinya mau tidak mau harus mematuhi peraturan yang diberlakukan langsung dari fakultasnya tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, sih, tertekan (dengan penggunaan atribut), karena kadang langsung ditegur gitu sama mahasiswa lain, &lsquo;kamu mahasiswa FEB, ya?&rsquo; gitu. Jadi, ya, kadang (disapa) begitu. Tapi dihiraukan aja,&rdquo; kisah Caca kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (19/9) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbanding terbalik dengan Caca, Anisa (bukan nama sebenarnya), Maba asal FKM justru merasa senang dengan diberlakukannya peraturan ini. Sebutnya, lewat peraturan ini dirinya cukup terbantu dalam menentukan baju atau kostum yang harus dipakai kala pergi ke kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena saya tipe orang yang bingung banget untuk memilih baju (untuk dikenakan saat kuliah). Dengan adanya aturan tersebut, lebih memudahkan saya. Meskipun sampai sore pakai baju tersebut, saya merasa aman aja, karena dari awal sudah sedia baju putih yang cukup dan roknya juga,&rdquo; sebut Anisa. <em><strong>(ys</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>n/mlt/lza/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pengadaan Bak Sampah Jadi Rapor Merah Unmul, BEM KM Inisiasi Waste Crowdfunding </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengadaan-bak-sampah-jadi-rapor-merah-unmul-bem-km-inisiasi-waste-crowdfunding/baca </link>
<guid> pengadaan-bak-sampah-jadi-rapor-merah-unmul-bem-km-inisiasi-waste-crowdfunding </guid>
<pubDate> Tue, 03 Oct 2023 11:02:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi memungut sampah oleh BEM KM dalam bentuk Waste Crowdfunding </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pengadaan-bak-sampah-jadi-rapor-merah-unmul-bem-km-inisiasi-waste-crowdfunding/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2NyGkzCBO5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pengadaan Bak Sampah Jadi Rapor Merah Unmul, BEM KM Inisiasi Waste Crowdfunding</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;">SKETSA &mdash;</strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&nbsp;Senin (2/10) kemarin, BEM KM Unmul mengadakan kegiatan Waste Crowdfunding di sekitar kawasan Taman Unmul. Waste Crowdfunding merupakan kegiatan memilah dan memungut sampah yang bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Inisiasi tersebut ternyata berangkat dari keresahan kondisi Taman Unmul yang terlihat kotor hingga kurangnya kesadaran mahasiswa dalam menjaga kebersihan taman. Padahal, taman tersebut merupakan salah satu fasilitas yang sering dimanfaatkan oleh mahasiswa, baik untuk berdiskusi, mengerjakan tugas, atau sekadar bersantai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sendiri melihat kondisi Taman Unmul ini seperti apa kotornya dan masih kurangnya kesadaran mahasiswa,&rdquo; ungkap Edgar Justin Anderson selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan BEM KM Unmul saat diwawancarai oleh awak <em>Sketsa</em>, Senin (2/10).</p><p style="text-align: justify;">Sebagai langkah awal, kegiatan memungut dan memilah sampah ini dimulai oleh internal BEM KM Unmul. Dalam waktu dekat, lembaga eksekutif tingkat universitas ini juga menargetkan seluruh jajaran BEM Fakultas hingga Himpunan Mahasiswa yang ada di Unmul turut terlibat. Diketahui, Gor 27 September milik Unmul akan menjadi sasaran lokasi selanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Edgar menerangkan bahwa hal ini merupakan bentuk aksi nyata BEM KM terhadap rapor merah yang mereka todongkan ke Rektorat beberapa hari lalu. Tujuannya yakni memperoleh timbal balik dengan pengadaan tempat sampah di sejumlah titik fasilitas kampus, utamanya di Taman Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Pengadaan bak sampah) akan kami ajukan ke Rektorat karena ini &lsquo;kan sudah kami ajukan ke dalam rapor merah Unmul. Bagi kami, ini sebagai langkah awal kena rapor merah &lsquo;kan sudah diajukan,&rdquo; papar Edgar sore itu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Edgar, aksi sore itu jadi ihwal penting yang menandai keseriusan BEM KM Unmul terhadap rapor merah yang telah dilayangkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dirinya menilai bahwa tumpukan sampah di beberapa titik seperti Taman Unmul dan Gor 27 September disebabkan oleh tidak tersedianya tempat sampah yang memadai oleh pihak kampus. Hal ini tentu merusak estetika lingkungan kampus yang sejatinya menjadi salah satu fokus dari sebuah institusi pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, itu yang menjadi salah satu alasan kenapa mahasiswa itu membuang sampah sembarangan, karena tidak adanya tempat-tempat sampah,&rdquo; terang Edgar.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Edgar, Arif Rahman Hakim, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani asal FKIP menilai, kurangnya fasilitas bak sampah jadi pemicu utama dari menggunungnya kotoran di sejumlah kawasan kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang saya lihat dengan tidak adanya bak-bak sampah ini, mahasiswa jadi bingung mau buang (sampah) ke mana. Jadi, mungkin kayak kebiasaan mereka meninggalkan sampahnya, membuang sampah sembarangan,&rdquo; ujarnya kepada awak <em>Sketsa</em>, Senin (2/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Edgar maupun Arif berharap, kegiatan ini dapat menjadi dorongan positif bagi pihak kampus untuk lebih memperhatikan kebutuhan mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pengadaan tempat-tempat sampah yang memadai di sekitar fasilitas kampus akan mempermudah mahasiswa dalam berpartisipasi aktif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga ada tempat-tempat sampah yang disediakan, karena ini &lsquo;kan kampus nomor satu di Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman. Masa taman seperti ini dibiarkan saja bergelimpangan sampah?&rdquo; tegas Arif.</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan BEM KM Unmul itu berpesan kepada mahasiswa agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau misalnya kalian mau bersantai atau melakukan apapun di lingkungan kampus, sampah yang kalian bawa, seperti botol minuman atau (sampah) makanan itu dibawa pulang kembali atau cari tempat sampah yang ada di dekat kalian<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">,&rdquo; pesan Edgar. <em><strong>(xel/mlt/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut BKGN, Prodi Kedokteran Gigi Unmul Siap Layani Pemeriksaan Gigi Gratis bagi Warga Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-bkgn-prodi-kedokteran-gigi-unmul-siap-layani-pemeriksaan-gigi-gratis-bagi-warga-samarinda/baca </link>
<guid> sambut-bkgn-prodi-kedokteran-gigi-unmul-siap-layani-pemeriksaan-gigi-gratis-bagi-warga-samarinda </guid>
<pubDate> Wed, 04 Oct 2023 10:57:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelayanan kesehatan gigi gratis program studi Kedokteran Gigi Unmul di bulan kesehatan gigi nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-bkgn-prodi-kedokteran-gigi-unmul-siap-layani-pemeriksaan-gigi-gratis-bagi-warga-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U3ZAWn94cp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut BKGN, Prodi Kedokteran Gigi Unmul Siap Layani Pemeriksaan Gigi Gratis bagi Warga Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;</strong></span><span><strong>&nbsp;</strong>Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unmul membuka layanan pemeriksaan gigi gratis dalam rangka bulan kesehatan gigi nasional (BKGN) yang dilaksanakan setiap tahun oleh seluruh Fakultas Kedokteran Gigi se-Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Levi N. Alus, ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kedokteran Gigi menyebutkan pelayanan oleh pihak RSGM secara publik memang belum tersedia. Namun, dalam rangka menyambut pelayanan kesehatan tahunan, kegiatan tersebut menawarkan pemeriksaan gigi secara gratis berupa&nbsp;</span><span>scaling</span><span>, cabut gigi, hingga beragam pelayanan kesehatan gigi dan mulut lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Cicih Bhakti Purnamasari ketua Prodi Kedokteran Gigi Unmul menyebut, agenda rutin yang dilakukan setiap tahun ini merupakan bentuk kegiatan bakti sosial. Ihwal tersebut merupakan implementasi kerja sama dengan perusahaan Unilever yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pelayanan ini pun disebut Cicih melibatkan berbagai pihak sivitas akademika, mulai dari dosen, dokter spesialis, dokter muda, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, dan Unilever sebagai mitra.</p><p style="text-align: justify;">Menyinggung soal peresmian RSGM, Cicih menyebutkan hingga kini pihaknya masih belum dapat memberikan kepastian lantaran surat izin operasional yang belum terbit.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Targetnya awal tahun depan semoga sudah bisa beroperasi. Semua layanan gigi, layanan umum, poli dokter spesialis gigi. Tidak hanya kesehatan gigi, tetapi kesehatan umum, IGD, dan rawat inap,&ldquo; ujarnya pada Jumat (26/9).</p><p style="text-align: justify;">Puncak dari pemeriksaan gigi gratis ini akan berlangsung pada tanggal 23 hingga 25 Oktober 2023. Diketahui, terdapat batas kuota pasien sebanyak 100 orang per harinya pada tiga hari tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan sebelum tanggal 23 Oktober, kuota layanan ini akan dibatasi sebanyak 20-25 pasien dalam sehari. Pendaftarannya pun bisa dilakukan dengan datang secara langsung ke RSGM Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Jadi, bagi kamu yang tertarik untuk mendapatkan layanan kesehatan gigi dan mulut secara gratis, catat tanggal di atas, ya! <em><strong>(dan/una/tha/ems)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mediasi Gagal: Bagaimana Urgensinya dalam Gugatan Perceraian? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mediasi-gagal-bagaimana-urgensinya-dalam-gugatan-perceraian/baca </link>
<guid> mediasi-gagal-bagaimana-urgensinya-dalam-gugatan-perceraian </guid>
<pubDate> Wed, 04 Oct 2023 11:34:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peran mediasi dalam gugatan perceraian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mediasi-gagal-bagaimana-urgensinya-dalam-gugatan-perceraian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xOIv33gv9G.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mediasi Gagal: Bagaimana Urgensinya dalam Gugatan Perceraian?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Menurut Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 1 Tahun 2016 tentang mediasi, bahwa mediasi adalah cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh mediator. Pasal 3 ayat (1) PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang mediasi menyatakan bahwa setiap hakim, mediator, para pihak dan/atau kuasa hukum wajib mengikuti prosedur penyelesaian sengketa melalui mediasi.</span><br></p><p style="text-align: justify;">Melalui ini, regulasi tentang mediasi secara tidak langsung menyatakan urgensi mediasi itu sendiri dalam penerapannya pada kasus gugatan perceraian. Melalui amanat regulasi tersebut, maka mediasi diimplementasikan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.</p><p style="text-align: justify;">Realita saat ini adalah tingginya angka gugatan perceraian ke Pengadilan Agama (PA), yang kemudian marak berujung pada perceraian dengan upaya mediasi yang gagal. Berdasarkan laporan Statistik Indonesia Tahun 2023, bahwa pada 2022 kasus perceraian di Indonesia mencapai 516.334. &nbsp;Angka ini meningkat 15 persen dibandingkan 2021 yang mencapai 447.743 kasus.</p><p style="text-align: justify;">Mediasi sebagai upaya pertama yang ditawarkan sebelum gugatan perceraian diproses tentunya turut berperan sebagai upaya kontrol maraknya kasus perceraian. Sejatinya mediasi bukan sebagai upaya penyelesaian seluruh perkara secara total, melainkan upaya alternatif menuju kesepakatan damai antar kedua belah pihak untuk membatalkan gugatan cerai dengan kesadaran bersama.</p><p style="text-align: justify;">Artinya, setelah proses upaya mediasi dinyatakan behasil, kedua belah pihak harus dapat dipastikan berdamai dan kembali melanjutkan hubungan rumah tangga sembari mengupayakan pemulihan kondisi yang sebelumnya menjadi faktor pengajuan gugatan perceraian ke PA.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, pihak yang terseret ke dalam kasus gugatan perceraian hendaknya diayomi dengan memanfaatkan upaya mediasi. Kedua belah pihak diberikan penerangan terkait segala bentuk hal yang berhubungan dengan perceraian, mulai dari dampak perceraian terhadap kedua belah pihak maupun pihak lain yang terkait seperti anak dan kerabat dekat, kemudian penerangan psikologis kedua belah pihak, hingga segala bentuk dampak yang ditimbulkan saat pra perceraian, proses perceraian, dan pasca perceraian.</p><p style="text-align: justify;">Maka daripada itu, mediasi memberikan upaya dengan adanya pendekatan kepada kedua belah pihak secara langsung untuk menengahi dan memulihkan kondisi awal dengan kesepakatan bersama.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Urgensi Mediasi dan Implementasinya</strong></p><p style="text-align: justify;">Kemudian, bagaimana urgensi mediasi dalam gugatan perceraian? Terkait mediasi sendiri, sudah sangat jelas diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yakni pada Penerapan PERMA No. 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan dan PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Mediasi. Implementasi mediasi sebegitu pentingnya karena tanpa upaya ini, kasus perceraian akan terus berproses tanpa alternatif penyelesaian yang mengarah pada perdamaian atau rujuk.</p><p style="text-align: justify;">Pengintegrasian mediasi ke dalam proses beracara di pengadilan dapat menjadi salah satu instrumen efektif mengatasi masalah penumpukan perkara di pengadilan, serta memperkuat dan memaksimalkan fungsi lembaga pengadilan dalam penyelesaian sengketa di samping proses pengadilan yang bersifat memutus (ajudikatif).</p><p style="text-align: justify;">Urgensi mediasi juga tidak hanya diukur melalui peraturan yang sudah diundangkan, melainkan juga pada implementasi dan penerapannya di PA yang sudah seharusnya dioptimalkan, mengingat kaidah islam bahwa perceraian memang suatu hal yang diperbolehkan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, harus sangat dihindari dengan meminimalisasi faktor-faktor penyebab perceraian terjadi. Dengan ini, maka hal yang harus benar-benar diupayakan secara optimal adalah upaya mediasi terlebih dahulu, bukan hanya memandang bagaimana prosedur mediasi melalui peraturan perundang-undangan, tetapi juga harus dibarengi dengan berbagai bentuk upaya pendukung keberhasilan proses mediasi.</p><p style="text-align: justify;">Tolok ukur seberapa pentingnya optimalisasi mediasi adalah taraf keberhasilannya yang membawa pada perdamaian dan pemulihan kondisi seperti semula. Melihat fakta bahwa mediasi jauh lebih sering berujung pada proses yang gagal, maka optimalisasi itu perlu dipertanyakan. Apakah dalam bermediasi sudah dilaksanakan seoptimal mungkin sehingga tidak berujung pada perceraian yang kemudian membawa pada dampak-dampak negatif lain dari perceraian itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, urgensi mediasi juga sebagai upaya penekanan tingkat perceraian di Indonesia. Pemangku hak yang mengambil peran besar dalam proses mediasi gugatan perceraian hendaknya benar-benar mengupayakan keberhasilan proses mediasi.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh yaitu dengan menghadirkan seluruh pihak pendukung berlangsungnya proses mediasi dengan baik, memperhatikan dengan benar prosedur pelaksanaan mediasi, dan mengedepankan upaya-upaya penerangan psikologis karena gugatan perceraian sangat identik dan berkaitan erat dengan unsur keadaan mental dan pola pikir pihak terkait.</p><p style="text-align: justify;">Singkatnya, mediasi berperan besar dalam mengontrol dan mengatasi angka perceraian yang tinggi dan meningkat di Indonesia, tetapi hal ini bergantung kepada bagaimana proses mediasi diupayakan berhasil. Oleh karena itu, proses mediasi perlu dioptimalkan dengan tidak hanya sekadar menyelaraskan pada prosedur perundang-undangan sehingga terkesan hanya sebagai formalitas, tetapi juga perlu diupayakan optimalisasinya melalui segala aspek terkait upaya keberhasilan mediasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Anisa, mahasiswi Ilmu&nbsp;</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Hukum, FH 2021.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aturan Mahasiswa Tidak Wajib Skripsi Telah Diresmikan, Nurliah: Tak Ada yang Berbeda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-mahasiswa-tidak-wajib-skripsi-telah-diresmikan-nurliah-tak-ada-yang-berbeda/baca </link>
<guid> aturan-mahasiswa-tidak-wajib-skripsi-telah-diresmikan-nurliah-tak-ada-yang-berbeda </guid>
<pubDate> Wed, 04 Oct 2023 12:16:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa tidak lagi diwajibkan untuk membuat skripsi sebagai syarat kelulusan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-mahasiswa-tidak-wajib-skripsi-telah-diresmikan-nurliah-tak-ada-yang-berbeda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TnkMFW0Urp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aturan Mahasiswa Tidak Wajib Skripsi Telah Diresmikan, Nurliah: Tak Ada yang Berbeda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong style="">SKETSA &mdash;</strong> Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan kebijakan baru terkait pendidikan. Salah satunya yaitu aturan tidak wajib skripsi bagi mahasiswa yang tertuang dalam Peraturan Mendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Melansir dari laman resmi Kemendikbudristek RI, diketahui bahwa peraturan tidak wajib skripsi tersebut telah ditetapkan sejak tanggal 16 Agustus 2023 dan telah menjadi perundangan pada tanggal 18 Agustus 2023. Peluncuran peraturan ini disertai dengan informasi alternatif pengganti skripsi. Di antaranya ialah proyek kolaboratif, portofolio, magang/praktik lapangan, prototipe produk, hingga publikasi ilmiah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, <em>Sketsa</em> mencoba mewawancarai sejumlah sivitas akademika Unmul untuk melihat pandangan mereka terkait peraturan baru tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nurliah, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unmul menilai tak ada yang berbeda dari peraturan tersebut. Baik mahasiswa yang mengerjakan skripsi, maupun prototipe sebagai pengganti skripsi. Keduanya sama-sama harus menuliskan laporan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sama saja. Harus ada karya tulis yang dibuat karena kita harus menjelaskan metode yang digunakan dalam membuat karya ini, gitu,&rdquo; tutur Nurliah ketika diwawancarai pada Rabu (13/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Nurliah mengungkap bahwa skripsi merupakan hal yang penting bagi mahasiswa. Ia membagikan pengalamannya yang pada akhirnya mampu menguasai sebuah bidang secara mendalam akibat dari pengerjaan skripsi semasa ia masih berkuliah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti <em>critical discourse analysis</em>, itu metode yang ibu pakai (saat menggarap skripsi), sampai ibu bisa ngajar <em>critical discourse analysis</em>, karena ibu belajar itu di masa kuliah, itu karena ibu buat skripsi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Miswar, mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan, FISIP 2020, memandang bahwa peraturan tersebut cukup menarik untuk diterapkan, karena mampu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk lulus dengan mudah akibat tidak perlu membuat skripsi. Meski begitu, dirinya tetap mendukung adanya pembuatan skripsi bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akan tetapi, alangkah bagusnya jika skripsi tetap diadakan saja tanpa perlu dihapus dan dibuatkan jurnal atau artikelnya, sehingga akan lebih memberikan kebermanfaatan,&rdquo; komentar Miswar kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (22/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, pembuatan skripsi akan melatih para calon sarjana untuk mengamati sebuah fenomena dan menemukan solusi terhadap masalah yang terjadi secara ilmiah, serta mampu mengasah kemampuan membaca dan pola pikir.</p><p style="text-align: justify;">Mencoba untuk melihat sudut pandang lain, <em>Sketsa</em> mewawancarai Aisha Cindy Nurmaladena, mahasiswi Prodi Teknik Pertambangan, FT 2021. Kepada <em>Sketsa</em>, Ia beranggapan bahwa peraturan tersebut sangat bagus untuk diterapkan. Meskipun demikian, ia menilai jika penerapannya tetap memiliki kekurangan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya alternatif lain dari skripsi, mahasiswa mempunyai kesempatan untuk menyalurkan kreativitasnya. Namun, alternatif lain seperti proyek akan memakan biaya yang tidak sedikit dan membutuhkan material yang sulit untuk didapatkan sehingga tidak efisien. Ditambah lagi, mahasiswa harus membuat laporan berdasarkan penelitian sebelum diolah menjadi sebuah proyek, yang mana tidak berbeda dengan pengerjaan skripsi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Peraturan ini tidak bisa dibilang menyusahkan mahasiswa, tapi tidak pula memudahkan mahasiswa,&rdquo; ucap Aisha ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Selasa (12/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Aisha, hal tersebut bergantung pada dukungan dari perguruan tinggi, baik dari dosen pembimbing maupun fasilitas yang tersedia untuk melakukan penelitian apapun.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Aisha menganggap bahwa skripsi tidak perlu dihapuskan. Namun, jika memang harus diganti dengan alternatif lain, Aisha berharap agar pihak kampus dapat mewadahi mahasiswa dalam melakukan sebuah penelitian. Harapnya, dosen pembimbing penelitian dapat membantu mahasiswa dan tidak lepas tangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sebagai mahasiswa juga butuh orang (yang membimbing) untuk melakukan sebuah proyek ataupun skripsi,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(ems/ord/ali/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perdamaian Para Pihak Melalui Proses Mediasi dalam Sistem Peradilan Agama: Sudah Efektifkah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/perdamaian-para-pihak-melalui-proses-mediasi-dalam-sistem-peradilan-agama-sudah-efektifkah/baca </link>
<guid> perdamaian-para-pihak-melalui-proses-mediasi-dalam-sistem-peradilan-agama-sudah-efektifkah </guid>
<pubDate> Fri, 06 Oct 2023 10:40:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peran mediasi dalam Peradilan Agama </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/perdamaian-para-pihak-melalui-proses-mediasi-dalam-sistem-peradilan-agama-sudah-efektifkah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/j3Al0PCO3u.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perdamaian Para Pihak Melalui Proses Mediasi dalam Sistem Peradilan Agama: Sudah Efektifkah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Konon katanya, masyarakat Indonesia itu dikenal sebagai masyarakat yang gemar menyelesaikan masalahnya dengan cara damai. Apa benar?</span></p><p style="text-align: justify;">Kalau berdasarkan pengamatan <em>sih</em>, benar, ya, masyarakat Indonesia itu selalu menempatkan tokoh agama ataupun tokoh masyarakat untuk turut membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi. Biasanya, tempat penyelesaian itu dilakukan di balai pertemuan desa yang dihadiri oleh orang-orang penting setempat. Sedangkan bagi masyarakat Muslim, penyelesaian masalah dengan cara damai (<em>iṣlāḥ</em>) biasanya dilakukan di serambi-serambi masjid, yang kemudian dikenal dengan Pengadilan Agama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ajaran damai yang menjadi karakter bangsa Indonesia yang bersumber dari ajaran agama ini kemudian menjadi embrio dalam sistem peradilan. Pengadilan sebelum melakukan penyelesaian secara ajudikatif harus selalu mengajak para pihak untuk berdamai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini berdasar dalam konsideran huruf A Perma Nomor 1 Tahun 2008 disebutkan bahwa mediasi (upaya perdamaian) merupakan salah satu proses penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan murah, serta dapat memberikan akses yang lebih besar kepada para pihak untuk menemukan penyelesaian yang memuaskan dan memenuhi rasa keadilan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, dalam huruf B disebutkan pengintegrasian mediasi ke dalam proses beracara di pengadilan dapat menjadi salah satu instrumen efektif mengatasi masalah penumpukan perkara di pengadilan serta memperkuat dan memaksimalkan fungsi lembaga pengadilan dalam penyelesaian sengketa di samping proses pengadilan yang bersifat memutus.</p><p style="text-align: justify;">Melalui Perma Nomor 1 Tahun 2008, mediasi sudah terintegrasikan dalam sistem peradilan dan disebut mediasi peradilan. Setiap perkara perdata yang diajukan di pengadilan harus diselesaikan terlebih dahulu melalui tahap mediasi. Mediasi di pengadilan dilakukan oleh mediator hakim maupun mediator non hakim yang telah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Mediator (PKPM) yang diselenggarakan oleh lembaga yang sudah terakreditasi oleh Mahkamah Agung.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, tidak bisa asal menerobos tiap ada perkara, harus melewati mediasi dulu, dan tidak bisa sembarang orang yang boleh melakukan mediasi. Harus kita akui, kalau dalam praktiknya, mendamaikan para pihak yang sedang berperkara di pengadilan bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan yang ahli dalam bidangnya sekali pun belum tentu mampu mendamaikan para pihak yang berperkara. Apalagi jika sentimen pribadi lebih mengemuka dibanding pokok persoalan yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, bagaimana pengimplementasian mediasi dalam pengadilan agama? Apakah sudah berjalan dengan efektif?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, proses &nbsp;implementasi mediasi di Pengadilan Jawa Tengah. Pengadilan Agama di Jawa Tengah (Semarang, Surakarta, dan Rembang) telah melaksanakan amanat Mahkamah Agung dalam penyelesaian perkara perdata melalui mediasi yang tertuang dalam Perma Nomor 1 Tahun 2008. Perkara perceraian yang terdaftar di tiga Pengadilan Agama Jawa Tengah (Semarang, Surakarta, dan Rembang) diselesaikan melalui cara mediasi, dan angka keberhasilannya sangat kecil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di Pengadilan Agama Semarang, hanya 23 perkara dari 10.817 perkara perceraian yang didaftarkan. Di Pengadilan Agama Surakarta, keberhasilan mediasi hanya mencapai dua perkara dari 3.217 perkara perceraian yang didaftarkan. Sedangkan di Pengadilan Agama Rembang, keberhasilan mediasi mencapai tujuh perkara dari 4.523 perkara perceraian yang didaftarkan. Terlihat bahwa tingkat keberhasilannya masih jauh dari harapan Mahkamah Agung, yang salah satu tujuan diterbitkannya Perma mediasi adalah untuk menyelesaikan perkara secara <em>win-win solution</em> dan mengurangi jumlah penumpukan perkara.</p><p style="text-align: justify;">Timbul pertanyaan, apakah profesionalisme mediator hakim berpengaruh terhadap rendahnya keberhasilan dalam melakukan proses mediasi? Seseorang yang menjalankan fungsi sebagai mediator harus memiliki sertifikat yang diperoleh setelah mengikuti PKPM yang diselenggarakan oleh lembaga yang terakreditasi oleh Mahkamah Agung. Namun, jika dalam wilayah pengadilan tidak ada hakim yang bersertifikat, maka hakim di lingkungan pengadilan tersebut dapat menjalankan fungsi sebagai mediator.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, maka bagi hakim yang tidak atau belum bersertifikat pun dapat menjalankan fungsi mediator. Pada teknis pelaksanaannya, hampir semua hakim di Pengadilan Agama bertindak sebagai mediator, karena Ketua Pengadilan harus menunjuk dan mencantumkan nama-nama mediator sekurang-kurangnya lima mediator.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dimaksudkan agar semua hakim secara bergantian dapat berfungsi sebagai mediator untuk proses mediasi, di samping melaksanakan tugas utama sebagai hakim untuk proses litigasi. Tujuan lain dari pencantuman semua hakim ini adalah untuk memudahkan para pihak yang berperkara memilih mediator untuk penyelesaian perkaranya.</p><p style="text-align: justify;">Kembali pada Pengadilan Agama di Jawa Tengah tepatnya di Semarang, Surakarta dan &nbsp;juga Rembang. Ketiga pengadilan agama tersebut memiliki mediator hakim dan mediator non hakim, yang mana diantaranya telah mengikuti PKPM. Jika memperhatikan angka keberhasilan mediasi pada tiga Pengadilan Agama tersebut, keberadaan mediator hakim yang telah atau belum bersertifikat, tidak berpengaruh signifikan terhadap angka keberhasilan mediasi. Keberhasilan mediasi sangat ditentukan oleh banyak faktor, antara lain kemauan para pihak untuk menyelesaikan masalahnya dengan cara damai, kemampuan mediator, ruang mediasi, aturan, dan keterlibatan advokat.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, apakah perdamaian melalui proses mediasi dapat dikatakan tidak efektif? Mengenai keefektifan mediasi, terdapat dua perspektif dari kata &ldquo;efektif&rdquo;. Yang pertama, apakah peraturan yang berlaku itu efektif dalam artian berjalan dan dilaksanakan. Yang kedua, makna efektif di sini yaitu apakah hasil yang diharapkan atau target dari peraturan tersebut berhasil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apabila keefektifan yang dimaksud pada bagian pertama, Perma Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan berhasil dilaksanakan, berarti Perma ini efektif. Namun, apabila efektif yang dimaksud pada bagian kedua tentang hasil target dari penerapan Perma ini, berarti Perma Nomor 1 tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan belum efektif.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Marisa Amalia Putri, mah</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>asiswi Prodi Ilmu Hukum, FH 2021</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anomali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/anomali/baca </link>
<guid> anomali </guid>
<pubDate> Sat, 07 Oct 2023 13:26:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anomali dari sebuah pembunuhan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/anomali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lw7oZ0yXUT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anomali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Seorang pria terbangun di sebuah ranjang kamar indekos, dengan kondisi tangan terborgol. Pria itu berusaha keras melepaskan tangannya dari borgol yang dikaitkan ke tiang ranjang. Setelah berhasil melepaskan tangannya dari borgol, pria itu tampak linglung seperti seorang pria yang habis menenggak 5 botol anggur merah. Di kamar indekos, pria itu melihat sebuah ponsel di atas meja lalu berusaha menghubungi siapa pun yang dikenalinya di kontak ponsel tersebut. Ia terkejut, tidak ada satu pun nomor yang tersimpan di kontak ponsel itu.</span></p><p style="text-align: justify;">Ia juga tidak mengerti mengapa dia terbangun dengan kondisi tangan terborgol di indekos tersebut. Indekos bertingkat yang memiliki 20 kamar tampak kumuh dan sepi. Pria tersebut masih linglung, bahkan tidak ingat siapa namanya. Di dalam kamar, pria itu menemukan sebuah flashdisk yang terpasang di laptop tepat di sudut kamar. Ia penasaran dengan isi flashdisk tersebut, dan ia putar sebuah file video dari flashdisk itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tolong&hellip; tolongin gue&hellip; tolong!&rdquo; Teriak wanita di dalam video yang ditarik seseorang, lalu menggorok leher wanita tersebut. Pria itu panik selepas menonton video dari flashdisk tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pria tersebut merogoh sebuah dompet dari kantong celananya. Lalu, ia menemukan sebuah foto seorang pria dan wanita yang tampak ceria. Ia juga menemukan sebuah KTP dengan foto dirinya, bertuliskan nama Tora Bastian. &ldquo;Tora. Itu namaku,&rdquo; ucap pria tersebut. Pria itu menangis setelah menyadari wanita di foto adalah wanita yang sama di video tadi. Tora yakin itu adalah adiknya, yang telah terbunuh entah ulah siapa.</p><p style="text-align: justify;">Tora keluar dari kamar nomor 20. Di luar ia melihat bekas darah di lantai, seperti darah mayat yang sengaja diseret. Ia mengikuti bekas darah tersebut, sampai berhenti tepat di kamar nomor 15. Wajah Tora terlihat sangat gugup, seperti bocah dikejar anjing sambil ngompol di celana. Saat dibuka, benar saja seorang wanita berlumuran darah di bagian leher tergeletak di kamar itu. Tora histeris, tidak percaya apa yang telah terjadi. Di tambah tangannya berlumuran darah yang masih merah. Tiba-tiba suara sepatu orang berlari terdengar oleh Tora. Tora yang panik bersembunyi di balik pintu sambil memantau siapa yang baru saja berlari.</p><p style="text-align: justify;">Di balik pintu, Tora tidak melihat siapa pun di luar. Itu semakin membuatnya penasaran. Siapa sebenarnya yang ada di luar dan kenapa ia bisa terbangun di tempat ini. Tora memberanikan diri keluar dari kamar, untuk memastikan bahwa di luar benar-benar tidak ada siapapun. Berbekal golok yang berlumuran darah, pastinya golok tersebut digunakan untuk menggorok leher wanita di dalam video. Tora bergerak mengarah ke tangga untuk turun ke lantai 1.</p><p style="text-align: justify;">Di kamar terakhir dekat tangga keluar, ada seorang pria yang menghantam Tora dengan kursi plastik. Tora terkejut, dan langsung mengayunkan golok ke kaki pria tersebut hingga pria tersebut tersungkur. Kaki pria tersebut nyaris putus dan mengalami pendarahan parah. Pria tersebut menjerit kesakitan. &ldquo;Lo dalang semua ini, anjing!&rdquo; Teriak pria tersebut. Tora kebingungan dan mundur perlahan meninggalkan pria tersebut, lalu kembali ke kamar tempat ditemukan mayat wanita bersimbah darah tadi. Tora memikirkan kenapa pria tadi mengatakan dia dalang semua kejadian mengerikan ini. Sampai ia melihat secarik kertas warna kuning yang terlihat di kantong baju mayat wanita di kamar. Kertas itu berisi tulisan &ldquo;Awal adalah kunci dari semuanya&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Melihat tulisan itu, Tora kembali ke kamar nomor 20. Kamar di mana ia terbangun dengan kondisi tangan terborgol. Di kamar itu Tora memeriksa semua isi kamar sebagai petunjuk selanjutnya. Di bawah ranjang, Tora menemukan 2 suntikan berisi cairan serta secarik kertas warna kuning lagi. Bertuliskan &ldquo;Coba salah satunya untuk menemukan jalannya&rdquo;. Tanpa pikir panjang Tora menyuntikkan salah satu suntikan ke tangannya. Tak berselang lama, kepala Tora terasa pusing dan ia teringat kejadian awal di tempat ini. Seorang wanita baru saja keluar dari kamar nomor 15 dan langsung ditikam dari belakang, lalu lehernya digorok dan diseret kembali ke kamar nomor 15. Ternyata, Tora sendiri pelakunya. Setelah membunuh wanita tersebut, Tora masuk ke kamar nomor 20. Menyuntikan dirinya obat tidur, lalu memborgol tangannya sendiri ke tiang ranjang.</p><p style="text-align: justify;">Setelah sadar akibat efek suntikan tersebut, Tora tersenyum menghadap cermin. Lalu ia mandi dan berpakaian rapi, siap pergi dari indekos tersebut. Pria yang terluka parah tadi sudah tewas kehabisan darah di luar. Tora menyeret pria tersebut ke kamar nomor 15 dan mengunci kamar tersebut. Saat di parkiran, dari kejauhan Tora melihat sebuah mobil menuju ke arah indekos tersebut. Sesampai mobil itu di parkiran, keluar sepasang remaja yang hendak menyalurkan birahinya di indekos tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamar nomor berapa mas? Sini saya bantu antarkan,&rdquo; ucap Tora.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nomor 8. Enggak usah pak, kami bisa sendiri,&rdquo; ucap salah satu remaja itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak perlu bayar mas. Sebagai sesama penghuni indekos, saya mau membantu saja,&rdquo; balas Tora.</p><p style="text-align: justify;">Tora mengantarkan kedua remaja tersebut sampai kamar nomor 8. Saat kamar tersebut dibuka, Tora langsung mengayunkan golok ke leher kedua remaja tersebut hingga darahnya muncrat dan tewas di kamar itu juga. Lalu, Tora merekam kedua remaja tersebut, dan videonya dimasukkan ke flashdisk lalu dipasangkan di laptop. Tora juga menuliskan tulisan yang sama seperti di kantong baju wanita sebelumnya, dan dimasukkannya ke kantong baju remaja yang baru saja dia bunuh. Tora kembali ke kamar nomor 20, menyuntikkan obat tidur di tangannya, dan memborgol tangannya ke tiang ranjang.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ditulis oleh Muhammad Refinaldi, mahasiswa Sastr</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>a Indonesia, FIB 2022.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transformers Ke-14 Sukses Digelar, Pusdima Unmul Hadirkan Pemateri Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/transformers-ke-14-sukses-digelar-pusdima-unmul-hadirkan-pemateri-nasional/baca </link>
<guid> transformers-ke-14-sukses-digelar-pusdima-unmul-hadirkan-pemateri-nasional </guid>
<pubDate> Tue, 10 Oct 2023 12:47:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pusdima adakan Transformers 14, hadirkan narasumber berprestasi dan inspiratif. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/transformers-ke-14-sukses-digelar-pusdima-unmul-hadirkan-pemateri-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gEMi5A0N3H.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Transformers Ke-14 Sukses Digelar, Pusdima Unmul Hadirkan Pemateri Nasional</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Unmul kembali menggelar agenda tahunan mereka, Training Motivasi For Mahasiswa Berprestasi (Transformers) yang ke-14 pada Minggu (8/10) di Gor 27 September. Kegiatan ini dilakukan untuk menyambut mahasiswa baru sekaligus menjadi ajang syiar dan perkenalan lembaga dakwah kampus.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hamdan Ferdi Maulana, Ketua Panitia Transformers 14 mengungkap, agenda tahunan tersebut mulanya hanya ditargetkan untuk mahasiswa baru. Sasaran audiens mereka pun kemudian meluas ke masyarakat umum karena melihat potensi dakwah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini (Transformers) adalah agenda yang diselenggarakan oleh Pusdima setiap tahunnya, di mana kita menyasar mahasiswa baru. Tapi, kita melihat dakwah itu meluas, jadi tahun ini kita melaksanakan target tersebut dengan cara menyebarkan pamflet</span><span>&nbsp;</span><span>pada anak-anak sekolah, karena harapannya nanti mereka melanjutkan kuliah dan mereka mendapat motivasi dari acara kita,&rdquo; jelas Hamdan ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Minggu (8/10) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kali ini, pelaksanaan Transformers 14 menjadi lebih meriah pasca dua tahun pandemi. Agenda yang mengundang para narasumber berprestasi dan inspiratif ini berhasil dihadiri lebih dari seribu peserta. Agenda ini pun bertujuan untuk memberikan motivasi bahwa mahasiswa memiliki peran yang besar, tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mampu berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rangkaian kegiatan utama Transformers 14 ini dibagi menjadi empat sesi. Pertama,<em>&nbsp;</em></span><span><em>talk show</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan&nbsp;</span><span><em>sharing</em></span><span>&nbsp;oleh Arif Dwi Andika, mahasiswa berprestasi Unmul 2023 yang juga merupakan Presiden BEM FK Unmul, serta Harlinda Kuspradini yang merupakan dosen berprestasi Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada sesi&nbsp;</span><span><em>training</em></span><span><em>&nbsp;motivasi</em>, Pusdima berhasil menggaet tiga tokoh inspiratif Tanah Air untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Ketiganya adalah Sherly Annavita Rahmi seorang pengusaha dan</span><span>&nbsp;<em>millennial</em></span><span><em>&nbsp;</em></span><span><em>influencer,</em></span><span>&nbsp;Ustad Agam Fachrul, Dai Muda Nasional dan&nbsp;</span><span><em>content creator</em></span><span>&nbsp;dakwah, hingga Ustad Rudini, Dai Aksi Indosiar Nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu peserta Transformers 14, Noor Intan Permatasari, mahasiswi FEB, 2021 membagikan pengalamannya ketika menghadiri acara tersebut. Ungkapnya, ia mendapat banyak ilmu yang bermanfaat dari rangkaian kegiatan Transformers 14.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Bagian) Kak Sherly tadi menarik banget. Kita ini anak muda lagi di fase&nbsp;</span><span><em>quarter life crisis</em></span><span>, kita hilang arah dan nggak tahu mau ngapain, dan itu terjawab banget waktu (penyampaian materi) Kak Sherly tadi,&rdquo; ungkap Intan saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Minggu (8/10).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Intan turut mengapresiasi segenap panitia yang mampu mendatangkan pemateri inspiratif pada pelaksanaan Transformers kali ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kan kalau kita ketemu acara&nbsp;</span><span><em>offline</em></span><span>&nbsp;lainnya itu paling hanya satu atau dua pemateri nasional. Transformers bisa menghadirkan sekaligus tiga pemateri nasional,&rdquo; pujinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggapan lainnya datang dari Haikal Fatur Rozi, mahasiswa asal FIB, 2023. Ia mengatakan bahwa dirinya juga banyak mendapat pengalaman baru, seperti bertemu dengan Ustad Agam yang merupakan idolanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya itu idola banget sama mereka, yaitu Mas Agam,&rdquo; ungkap Haikal antusias saat ditemui setelah acara usai pada Minggu (8/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Haikal berharap, kegiatan&nbsp;</span><span><em>training motivation</em>&nbsp;</span><span>selanjutnya dapat diikuti oleh lebih banyak peserta, terutama laki-laki.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga makin banyak pesertanya, dan saya berharap itu laki-laki yang makin banyak karena laki-laki itu pemimpin &lsquo;kan. Setelah dapat ilmu, nanti ke depannya dengan ilmu yang dia dapat bisa diaplikasikan di masa depan,&rdquo; tutupnya.<strong><em>&nbsp;(ner/mlt/dre).</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sepak Terjang Tim PPK Ormawa Unmul di Desa Lekaq Kidau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepak-terjang-tim-ppk-ormawa-unmul-di-desa-lekaq-kidau/baca </link>
<guid> sepak-terjang-tim-ppk-ormawa-unmul-di-desa-lekaq-kidau </guid>
<pubDate> Wed, 11 Oct 2023 12:25:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Progres tim PPK Ormawa Unmul di Desa Lekaq Kidau </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sepak-terjang-tim-ppk-ormawa-unmul-di-desa-lekaq-kidau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IpoLcNY6sK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sepak Terjang Tim PPK Ormawa Unmul di Desa Lekaq Kidau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pada 15 Juni lalu, FIB Unmul berhasil lolos ke tahap pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dengan Desa Lekaq Kidau Kecamatan Sebulu sebagai tujuan. Tim yang kini menjadi satu-satunya perwakilan Unmul, telah merealisasikan 89 persen program mereka di Desa Lekaq Kidau yang merupakan salah satu Desa Budaya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Desa ini diberi nama Desa Budaya, tetapi kegiatan di desa ini kebanyakan tidak menggambarkan &nbsp;tentang kebudayaan,&quot; ungkap ketua tim PPK Deby Nainggolan saat diawawancarai oleh awak <em>Sketsa</em> pada Selasa (10/10).</p><p style="text-align: justify;">Tim ini memilih tema Pengembangan Potensi Desa Lekaq Kidau sebagai Upaya Pelestarian Seni dan Budaya Melalui Pondok Budaya dengan tiga program utama. &nbsp;Masing-masing di antaranya kelas pengembangan budaya, kedai kenangan, dan pojok literasi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Program ini bertujuan untuk membangkitkan kembali potensi Desa Budaya di desa Lekaq Kidau yang sebelumnya sudah hampir punah,&quot; ungkap Deby.</p><p style="text-align: justify;">Kelas pengembangan budaya terbagi menjadi kelas tari, kelas musik, dan kelas vokal yang bertujuan untuk mengembangkan minat bakat anak-anak Desa Lekaq Kidau. Kemudian, terdapat pula pojok literasi yang merupakan tempat buku-buku yang digunakan anak-anak Desa Lekaq Kidau untuk belajar tentang kebudayaan dan cerita dongeng.</p><p style="text-align: justify;">Adapun program kedai kenangan yang akan terlaksana, merupakan kegiatan merangkai manik-manik yang nantinya akan dijual secara <em>online</em> di marketplace.</p><p style="text-align: justify;">Tidak mulus begitu saja, program kelas pengembangan budaya awalnya hanya dihadiri oleh tiga orang anak. Namun, kini telah ada sepuluh anak yang antusias mengikuti program.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bahkan tidak sesekali mereka yang menanyakan tentang kapan kelas akan dimulai,&quot; &nbsp;terang Deby.</p><p style="text-align: justify;">Kemajuan lain, tim PPK Ormawa berhasil mengubah bangunan yang awalnya hanya tempat penyimpanan barang menjadi tempat beberapa kegiatan, seperti pojok literasi.</p><p style="text-align: justify;">Deby dan kawan-kawan berharap, program yang telah mereka rintis dapat terus berjalan. Untuk itu, kerja sama dengan berbagai instansi seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, dan karang taruna yang ada di desa Lekaq Kidau terus digencarkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Karena dampak yang diberikan cukup besar jika program ini akan berlanjut hingga ke tahun-tahun berikutnya,&quot; tutup Deby. <span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>(mlt/ems)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sejumlah Organisasi Masyarakat di Samarinda Gelar Aksi Masyarakat Kaltim Cinta Palestina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/sejumlah-organisasi-masyarakat-di-samarinda-gelar-aksi-masyarakat-kaltim-cinta-palestina/baca </link>
<guid> sejumlah-organisasi-masyarakat-di-samarinda-gelar-aksi-masyarakat-kaltim-cinta-palestina </guid>
<pubDate> Mon, 16 Oct 2023 13:14:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta Palestina melaksanakan aksi sebagai bentuk kepedulian terhadap Palestina </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/sejumlah-organisasi-masyarakat-di-samarinda-gelar-aksi-masyarakat-kaltim-cinta-palestina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GUHKDik6Bp.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sejumlah Organisasi Masyarakat di Samarinda Gelar Aksi Masyarakat Kaltim Cinta Palestina</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam rangka kepedulian terhadap Palestina, Aliansi Masyarakat Kaltim Cinta Palestina telah melaksanakan Aksi Masyarakat Kaltim Cinta Palestina pada Jumat, 13 Oktober 2023 pukul 16.30-18.00 Wita di Simpang Empat Mal Lembuswana Samarinda. &nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi ini terdiri dari pembukaan, orasi, pembacaan puisi, pernyataan sikap, doa bersama, penggalangan donasi, hingga penutup. Dalam aksi ini, kami, Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Cinta Palestina serta organisasi masyarakat (Ormas) yang terlibat merasa terpanggil untuk menyikapi kondisi tersebut. Adapun empat poin tuntutan yang kami serukan di antaranya adalah sebagai berikut:</span></p><ol><li style="text-align: justify;"><span>Mengutuk tindakan sewenang-wenang Zionis yang telah menodai, menutup, dan melarang umat Islam untuk melakukan aktivitas terutama salat di Masjidil Aqsha.&nbsp;</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Mendesak lembaga internasional, yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menindak tegas pelanggaran HAM ini, serta menyeret pemerintah Zionis untuk diadili sebagai penjahat dan pelanggar HAM berat.</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Mendesak pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam menghentikan berbagai upaya pembunuhan dan penodaan Masjidil Aqsha melalui langkah-langkah diplomatik yang tegas.&nbsp;</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Menyerukan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya kepada umat Islam terutama kepada alim ulama, para dai, dan tokoh masyarakat untuk melakukan langkah-langkah nyata guna menyelamatkan Masjidil Aqsha dengan cara:&nbsp;</span><ul><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Menyampaikan kondisi Al-Aqsha yang sangat kritis kepada masyarakat melalui forum-forum seperti tabligh akbar, pengajian rutin, khutbah Jumat, majelis taklim, dan lain-lain.</p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyampaikan kepada umat bahwa membela Masjidil Aqsha adalah kewajiban bagi seluruh umat Islam.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mengajak umat Islam untuk memberikan kontribusi terbaik secara terus-menerus baik dengan dana, tenaga dan pikiran guna menyelamatkan Masjidil Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel.</p></li></ul></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun jumlah donasi yang terkumpul yakni sebesar Rp17.126.900. Demikian&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>&nbsp;Aksi Masyarakat Kaltim Cinta Palestina ini kami sampaikan, semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semua.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press release ditulis oleh Abdullah Faqih, Gubernur BEM FPIK Unmul.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Khitanan Massal, FK Unmul Libatkan Tujuh Ormawa dalam Baksos Raya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/gelar-khitanan-massal-fk-unmul-libatkan-tujuh-ormawa-dalam-baksos-raya/baca </link>
<guid> gelar-khitanan-massal-fk-unmul-libatkan-tujuh-ormawa-dalam-baksos-raya </guid>
<pubDate> Tue, 17 Oct 2023 12:36:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Khitanan massal sebagai bentuk pengabdian oleh FK Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/gelar-khitanan-massal-fk-unmul-libatkan-tujuh-ormawa-dalam-baksos-raya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gqtVDC5Cgs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Khitanan Massal, FK Unmul Libatkan Tujuh Ormawa dalam Baksos Raya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Minggu (15/10) lalu, FK Unmul menggelar Bakti Sosial (Baksos) Raya dengan melibatkan tujuh organisasi mahasiswa (Ormawa). Salah satu rangkaian kegiatan dari acara tersebut adalah khitan massal yang diadakan di Gedung Pusat Keterampilan Medik (Pustramed) FK Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Membawa tema bertajuk &ldquo;Moving Towards a Healthier You&rdquo;, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian dari mahasiswa FK Unmul untuk membantu menyehatkan masyarakat melalui tindakan pencegahan penyakit, salah satunya adalah khitan atau sirkumsisi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, sunat itu adalah salah satu tindakan profilaksis (tindakan mencegah penyakit),&rdquo; terang Mutmainna Nur Fadjrianti selaku Ketua Panitia Baksos Raya, Minggu (15/10).</p><p style="text-align: justify;">Ketujuh Ormawa FK Unmul yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK Unmul, Tim Bantuan Medis (TBM) Azygos, Center for Indonesian Medical Student Activities (Cimsa) FK Unmul, Himpunan Mahasiswa (Hima) Kedokteran, Hima Kedokteran Gigi, Hima Keperawatan, dan Keluarga Mahasiswa Muslim (KMM) Asy-Syifaa&rsquo;. Mereka sukses menangani seratus peserta khitan massal yang berasal dari masyarakat umum hingga panti asuhan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, &nbsp;Mutmainna mengungkap, pihak operator selaku pelaksana khitan berasal dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah, Ikatan Alumni FK Unmul, dan D3 Keperawatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proses hari ini Alhamdulillah lumayan lancar. Panitia juga sudah lumayan lengkap, peserta juga sudah (datang) tepat waktu semua,&rdquo; beber Mutmainna.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu orang tua peserta khitan massal, Dewi Ratna Ningsih mengaku percaya terhadap keselamatan dari pelaksanaan kegiatan khitan massal yang diadakan oleh FK Unmul. Sebelumnya, ia mendapat informasi melalui pihak sekolah putranya yang disebar di aplikasi WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena &lsquo;kan Unmul ada nama, ya, jadi, kalau kita ada apa-apa &lsquo;kan enak, kalau kita ada masalah &lsquo;kan bisa langsung ke sini,&rdquo; ungkap Ratna kepada awak <em>Sketsa</em>, Minggu (15/10).</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, Wawan, orang tua dari peserta khitan massal pun turut memboyong putranya untuk mengikuti acara khitan massal tersebut. Melalui kegiatan ini, ia ingin anaknya dapat menemukan teman baru dan tidak merasa takut. Selain itu, dirinya juga berharap agar acara khitan massal ini dapat dilaksanakan kembali di tahun-tahun berikutnya.<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&ldquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">&quot;Semoga nanti bisa berlanjut lagi kegiatannya dan dapat berguna bagi orang banyak,&rdquo; harap Wawan. <em><strong>(mlt/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Laboratorium Intelektual Humanawa: Komunitas Literasi yang Hadir di Tengah-tengah Taman Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/laboratorium-intelektual-humanawa-komunitas-literasi-yang-hadir-di-tengah-tengah-taman-unmul/baca </link>
<guid> laboratorium-intelektual-humanawa-komunitas-literasi-yang-hadir-di-tengah-tengah-taman-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 19 Oct 2023 13:44:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Laboratorium Intelektual Humanawa, sebuah komunitas literasi bagi mahasiswa Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/laboratorium-intelektual-humanawa-komunitas-literasi-yang-hadir-di-tengah-tengah-taman-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z8Zp0YLjDL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Laboratorium Intelektual Humanawa: Komunitas Literasi yang Hadir di Tengah-tengah Taman Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Mahasiswa dan buku seakan-akan adalah dua entitas yang tak terpisahkan. Mau tidak mau, suka tidak suka, apa pun yang berkaitan dengan perkuliahan pastilah bersinggungan dengan buku sebagai media penyimpanan informasi. Jika bukan buku, penggantinya pun pasti tidak jauh berbeda. Seperti artikel, jurnal, tesis, dan sebagainya. Jika boleh dianalogikan, kehidupan mahasiswa tanpa buku ibarat sayur tanpa garam. Hambar!</span></p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, masih sedikit sekali komunitas mahasiswa di lingkup Unmul yang berkutat di bidang literasi. Kalaupun ada, mereka biasanya berkegiatan di kafe-kafe atau tempat lain di luar area kampus. Hal tersebut membuat mahasiswa yang kurang familiar dengan gerakan literasi semakin susah mengakses informasi perihal komunitas-komunitas tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karenanya, komunitas literasi bernama Laboratorium Intelektual Humanawa dibentuk dan digerakkan oleh kawan-kawan jurusan sastra dari FIB sebagai wujud respons dari permasalahan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Laboratorium Intelektual Humanawa bergerak dalam bidang literasi dan kajian isu kemanusiaan dengan pendekatan kritis sosial-humaniora. Tema tersebut dipilih dengan maksud dapat mencakup topik-topik pembahasan yang beragam dan kekinian dalam kehidupan kontemporer.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam kegiatan literasinya, komunitas ini mengadakan lapak baca di area Taman Unmul yang dilaksanakan setiap Rabu pukul 16.00 WITA. Selain itu, pembahasan lain seperti kajian isu dan resensi buku, dimuat di media sosial Instagram: @<em>labintelek_humanawa</em> agar dapat ditilik oleh khalayak ramai.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan di atas diharapkan dapat mengakrabkan kawan-kawan, terkhusus mahasiswa Unmul dengan literasi serta menjadi pemantik diskusi-diskusi kritis dalam membahas isu-isu sosial-humaniora yang ada di tengah-tengah masyarakat. Oleh karenanya, Laboratorium Intelektual Humanawa mengajak segenap kawan-kawan mahasiswa untuk bergabung di rangkaian kegiatan di atas dan menjadi bagian penggerak literasi di lingkup Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, Koordinator Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa, FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keotoriteran dan Stabilitas Semu: Resensi dan Refleksi dari Novel Laut Bercerita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/keotoriteran-dan-stabilitas-semu-resensi-dan-refleksi-dari-novel-laut-bercerita/baca </link>
<guid> keotoriteran-dan-stabilitas-semu-resensi-dan-refleksi-dari-novel-laut-bercerita </guid>
<pubDate> Mon, 23 Oct 2023 05:51:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melihat cerminan realita Indonesia melalui novel Laut Bercerita </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/keotoriteran-dan-stabilitas-semu-resensi-dan-refleksi-dari-novel-laut-bercerita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/F0o3TveZJ2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Keotoriteran dan Stabilitas Semu: Resensi dan Refleksi dari Novel Laut Bercerita</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan bernegara, pemangku kebijakan (Baca: Kekuasaan) wajib mempunyai otoritas dalam mengimplementasikan kebijakan-kebijakannya. Tanpa otoritas, ia tidak dapat tampil di depan publik sembari mendeklarasikan bahwa dirinyalah yang akan menjadi penentu kesejahteraan kehidupan orang banyak.</p><p style="text-align: justify;">Apabila bersikeras bertindak demikian, tentulah ia hanya akan menjadi bahan olokan dan diabaikan oleh orang-orang yang diklaim sebagai subjeknya. Oleh karenanya, suatu otoritas harus disandarkan pada suatu wacana yang dapat menjustifikasi klaim bahwa seseorang atau suatu kelompok tersebutlah yang layak mengatur hidup khalayak ramai.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai paham wacana yang dikembangkan oleh para teoritikus politik diambil dan dijadikan justifikasi oleh suatu grup dalam mengambil alih dan mengimplementasikan kekuasaan. Wacana yang dimaksud dapat didasarkan ke berbagai hal seperti wacana mandat dari Ilahi (teokratis), rakyat (demokratis), kelas bangsawan (monarkis), kelas pekerja (sosialis), dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam studi kasus Negara Indonesia, wacana mandat dari rakyat (demokrasi) digunakan sebagai landasan otoritas penguasa. Wacana yang tak jauh dari slogan &ldquo;oleh rakyat, dari rakyat, untuk rakyat&rdquo; diargumentasikan dapat menjadi pemersatu suara untuk menjembatani kemajemukan masyarakat Indonesia. Di mana tiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata hukum tanpa memandang latar belakang sosial tiap individu. Namun dalam implementasinya, negara kerap membatasi hak-hak tersebut tanpa mengkompromi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap warga negara.</p><p style="text-align: justify;">Hak-hak berupa kebebasan mengemukakan pendapat, berkumpul, berserikat, serta memperoleh ilmu dan pendidikan tak jarang diberangus oleh negara jika kegiatan tersebut berseberangan dengan kepentingan penguasa yang sedang menjabat. Rangkaian pelanggaran tersebut menjadi corak Pemerintah Indonesia pada saat rezim orde baru (Orba) yang dipimpin oleh Presiden Soeharto pada tahun 1966 - 1998.</p><p style="text-align: justify;">Pelanggaran-pelanggaran itulah yang menjadi latar alur dari novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Novel tersebut mengikuti kisah seorang mahasiswa bernama Biru Laut dan teman-teman perkuliahannya dalam perlawanan mereka melawan rezim orde baru.</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari mengawal penanganan konflik agraria antara petani dan militer sampai mempublikasi tulisan-tulisan kritis akan kondisi sosial-politik yang sedang dialami oleh Indonesia, Laut dan kawan-kawannya menghadapi berbagai rintangan dan tindakan represif dari aparat kenegaraan. Novel tersebut juga diwarnai dengan tema-tema seperti persahabatan, percintaan, dan pengkhianatan yang dialami oleh Laut dan kawan-kawannya.</p><p style="text-align: justify;">Dari novel tersebut dapat kita sadari bahwa tindakan pelanggaran hak-hak kewarganegaraan masih menjadi isu yang tak pernah padam bahkan sampai saat ini di mana Indonesia sudah melewati rezim orde baru dan sedang dalam masa reformasi. Pembungkaman akan hal-hal yang dianggap menentang kestabilan (Baca: Kepentingan) yang sudah berlaku masih kerap terjadi seakan-akan ada nostalgia tersendiri akan sikap-sikap rezim orde baru.</p><p style="text-align: justify;">Isu terbaru perihal pembungkaman demi kepentingan terjadi di Pulau Rempang. Kabarnya, di pulau tersebut akan dibangun <em>Eco-City</em> yang memakan lahan sekitar 2.000 hektar. Demi tersedianya lahan tersebut, rumah-rumah warga lokal terancam digusur tanpa adanya sosialisasi maupun negosiasi kompensasi terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Para warga yang menolak rencana tersebut menyuarakan aspirasi mereka melalui demonstrasi yang disambut oleh lebih dari seribu aparat bersenjata lengkap. Pembubaran massa dilakukan dengan penembakan gas air mata secara membabi buta hingga selongsong gas air mata pun ada yang jatuh di area sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti sampai di situ saja, aparat juga melakukan taktik intimidasi terhadap warga lokal dengan melakukan patroli tanpa adanya kepentingan dan mendirikan pos-pos &ldquo;keamanan&rdquo; di sekitar pemukiman warga. Sampai dengan ditulisnya artikel ini, belum ada titik temu antara para warga setempat dengan pemerintah terkait nasib mereka dan tanah leluhur mereka kedepannya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam lingkup yang lebih kecil, kejadian yang senada terjadi di Unmul. Pada tanggal 3 Agustus 2023, agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dilaksanakan oleh pihak universitas dalam rangka menyambut mahasiswa baru. Dalam agenda yang seharusnya dihadiri 13 fakultas, FISIP tidak mengirimkan mahasiswa baru (maba) yang berjumlah 658 orang dalam agenda tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tindakan tersebut diambil oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (MPM FISIP), sebagai lembaga tertinggi mahasiswa FISIP Unmul, dikarenakan fasilitas PKKMB yang tidak memadai dan beberapa isu kampus lain yang, menurut mereka, belum terselesaikan oleh pihak birokrat Unmul pada saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Atas tindakan tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul sekaligus Ketua Panitia PKKMB Unmul tahun 2023, Moh. Bahzar, memberi tanggapan reaktif dengan memohon kepada Rektor Unmul untuk memberi sanksi yang berat kepada FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Ditambah lagi, beliau juga mengancam akan membekukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP karena ikut serta dalam keputusan MPM FISIP Unmul. Kendati demikian, sampai dengan ditulisnya artikel ini, belum ada keputusan resmi dari pihak Rektorat Unmul dalam menanggapi aksi yang dilakukan oleh MPM FISIP maupun pernyataan dari WR III Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Kedua kejadian di atas hanyalah sedikit contoh dari banyaknya kasus pembungkaman yang dilakukan oleh pihak pengampu kebijakan (baca: kekuasaan) terhadap pihak-pihak yang dianggap mengganggu kepentingan mereka. Mirisnya lagi, dalam contoh kasus PKKMB Unmul, bahkan pihak kampus yang mengklaim dirinya sebagai miniatur negara dan seharusnya menjadi mercusuar reformasi untuk menuju ke pelabuhan demokrasi Negara Indonesia justru melakukan tindakan-tindakan yang bernuansa represif ala orde baru.</p><p style="text-align: justify;">Jika dikorelasikan antara apa yang terjadi di Pulau Rempang dengan kejadian saat PKKMB Unmul tahun 2023, warga lokal dan aparat pemerintahan membiaskan bayangan semu di Unmul dalam bentuk MPM FISIP Unmul dan WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, <em>respectively</em></p><p style="text-align: justify;">Dalam penyelesaian kasus pelanggaran hak-hak yang dijamin konstitusi hanya ada satu solusi, yaitu: menaati peraturan yang sebelumnya dilanggar. Hak-hak yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar tahun 1945 seperti kebebasan untuk berkumpul, berserikat, dan mengemukakan pendapat, yang tertuang dalam pasal 28 E ayat 3, haruslah ditaati dan dihormati tanpa kompromi.</p><p style="text-align: justify;">Apabila terjadi pemberangusan hak-hak konstitusional warga negara oleh para pemangku kebijakan (baca: kekuasaan) dengan dalih demi keamanan dan kestabilan sosial, maka wajib dipertanyakan keamanan siapa dan kestabilan apa yang terganggu.</p><p style="text-align: justify;">Logikanya ialah, jika warga negara menggunakan hak konstitusionalnya dan hal tersebut, menurut pemangku kekuasaan, mengganggu keamanan dan kestabilan sosial serta ditanggapi dengan represif, maka dapat disimpulkan bahwa keamanan dan kestabilan ini diciptakan oleh pemangku kekuasaan dengan cara-cara dan/atau tujuan yang inkonstitusional. Dengan kata lain, keamanan dan kestabilan sosial yang dimaksud oleh pemangku kekuasaan tidak sejalan dengan tujuan berdirinya negara itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, Koordinator Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Beasiswa Etos ID Kembali Buka Asrama bagi Mahasiswa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/beasiswa-etos-id-kembali-buka-asrama-bagi-mahasiswa-unmul/baca </link>
<guid> beasiswa-etos-id-kembali-buka-asrama-bagi-mahasiswa-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 24 Oct 2023 11:40:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan kembali asrama mahasiswa beasiswa Etos ID </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/beasiswa-etos-id-kembali-buka-asrama-bagi-mahasiswa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KpetrSt8jX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Beasiswa Etos ID Kembali Buka Asrama bagi Mahasiswa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Minggu, (22/10) lalu Beasiswa Etos ID Samarinda melaksanakan pembukaan sekaligus serah terima kunci asrama mahasiswa. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dompet Dhuafa Samarinda, M. Ali Yusni, Fasilitator Etos ID Samarinda, serta 20 mahasiswa penerima Beasiswa Etos ID Samarinda.</span><br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada dasarnya, pembukaan ini merupakan upaya menghadirkan kembali asrama pasca Pandemi Covid-19, dan turut merujuk pada Peraturan Pemerintah terkait kondisi <em>new normal</em> pasca pandemi,&rdquo; ungkap Rika Nurul, selaku Manajemen Wilayah Etos ID Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam penerimaannya, Beasiswa Etos ID selalu identik dengan asrama bagi para penerimanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini menjadi langkah yang baik bagi para etoser (sebutan bagi penerima beasiswa Etos ID) untuk dilakukan pembinaan maupun pengembangan kapasitas diri mahasiswa,&rdquo; ungkap M. Ali Yusni yang merupakan alumni Beasiswa Etos ID.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kesempatan ini, pembukaan asrama disambut baik oleh para penerima beasiswa yang juga merupakan mahasiswa Unmul. Sebab, asrama tersebut nantinya akan menjadi tempat tinggal bagi mereka selama masa studi dan tentunya gratis.</p><p style="text-align: justify;">Lokasi Asrama cukup strategis, yaitu di Jl. AW Syahranie Nomor 1 RT 14. &nbsp;Per tanggal 21 Oktober 2023 pun, asrama juga telah ditempati oleh penerima beasiswa dan fasilitator. Namun, untuk tahun ini asrama baru dibuka untuk perempuan, sedangkan asrama laki-laki akan dibuka bertahap di tahun berikutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian acara akhirnya ditutup dengan doa, makan bersama, dan foto bersama.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ditulis oleh Rika Nurul, Fasilitator Etos ID Sa</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>marinda, FEB 2016.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 6 Film Dokumenter Netflix yang Wajib Ditonton untuk Tingkatkan Kesadaran Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/6-film-dokumenter-netflix-yang-wajib-ditonton-untuk-tingkatkan-kesadaran-lingkungan/baca </link>
<guid> 6-film-dokumenter-netflix-yang-wajib-ditonton-untuk-tingkatkan-kesadaran-lingkungan </guid>
<pubDate> Wed, 25 Oct 2023 12:29:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tingkatkan kesadaranmu tentang lingkungan tentang 6 film dokumenter ini! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/6-film-dokumenter-netflix-yang-wajib-ditonton-untuk-tingkatkan-kesadaran-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FNFpdiTNeQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>6 Film Dokumenter Netflix yang Wajib Ditonton untuk Tingkatkan Kesadaran Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Lingkungan hidup kita semakin berada dalam risiko yang meningkat karena perubahan iklim, deforestasi, dan keberlanjutan sumber daya alam yang terus berkurang. Untungnya, Netflix menyediakan serangkaian film dokumenter luar biasa yang akan menginspirasi, mengedukasi, dan menggerakkan kita untuk bertindak dalam menjaga planet ini.</span></p><p style="text-align: justify;">Berikut <em>Sketsa</em> telah merangkum enam film dokumenter dengan tema lingkungan yang wajib untuk ditonton. Apa saja, ya?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Seaspiracy (2021)</strong></p><p style="text-align: justify;">Seaspiracy adalah film yang mengungkap isu-isu kritis dalam industri perikanan global. Film ini menyelidiki dampak penangkapan ikan, perburuan paus, dan perusakan terumbu karang terhadap ekosistem laut. Selain itu, poin penting dalam film ini yang tak kalah menarik adalah menelisik praktik-praktik berkelanjutan yang diberlakukan dalam industri ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Our Planet (2019)</strong></p><p style="text-align: justify;">Serial dokumenter ini, yang dipandu oleh legenda alam Sir David Attenborough, adalah pencapaian visual yang mengagumkan. Dengan gambar-gambar alam yang luar biasa, Our Planet siap membawa kita ke berbagai habitat di seluruh dunia dan mengungkapkan keindahan alam serta urgensi melindunginya. Film ini adalah peringatan kuat tentang betapa pentingnya menjaga ekosistem bumi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Chasing Coral (2017)</strong></p><p style="text-align: justify;">Chasing Coral adalah dokumenter yang memotret kehancuran terumbu karang di seluruh dunia akibat pemanasan global. Film ini mengikuti sekelompok peneliti dan fotografer bawah air yang berusaha untuk merekam proses pemutihan karang. Ini adalah pengingat yang sangat penting terhadap dampak langsung perubahan iklim pada ekosistem laut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>A Plastic Ocean (2016)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini mengungkap kehancuran yang diakibatkan oleh polusi plastik di laut. A Plastic Ocean mengikuti penelitian terkait dampak plastik terhadap kehidupan laut dan kesehatan manusia, serta mengajak kita untuk memikirkan ulang penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Before the Flood (2016)</strong></p><p style="text-align: justify;">Dibintangi oleh aktor dan aktivis lingkungan Leonardo DiCaprio, Before the Flood adalah perjalanan di seluruh dunia untuk memahami dampak perubahan iklim. Film ini menghadirkan wawasan tentang upaya yang dilakukan di seluruh dunia untuk mengatasi masalah perubahan iklim, serta peran kita dalam perubahan ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The True Cost (2015)</strong></p><p style="text-align: justify;">Film ini menggali dampak industri fashion terhadap lingkungan dan kondisi kerja di negara-negara berkembang. The True Cost mengajak kita untuk mempertimbangkan dampak dari pakaian yang kita beli dan mendorong kita untuk memilih produk yang lebih berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan menonton berbagai dokumenter tersebut, kita akan mendapatkan wawasan mendalam terhadap tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini dan mungkin terinspirasi untuk mengambil tindakan positif. Selain itu, membagikan rekomendasi ini kepada orang lain juga dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang isu lingkungan yang mendesak, lo! Bagaimana? Menarik b<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ukan? <em><strong>(nkh/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Killers of the Flower Moon: Ketika Si Kulit Putih Menjelma Menjadi Serigala Berbulu Domba di Tanah Osage </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/killers-of-the-flower-moon-ketika-si-kulit-putih-menjelma-menjadi-serigala-berbulu-domba-di-tanah-osage/baca </link>
<guid> killers-of-the-flower-moon-ketika-si-kulit-putih-menjelma-menjadi-serigala-berbulu-domba-di-tanah-osage </guid>
<pubDate> Thu, 26 Oct 2023 13:25:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembantaian masyarakat suku Osage melalui film Killers of The Flower Moon </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/killers-of-the-flower-moon-ketika-si-kulit-putih-menjelma-menjadi-serigala-berbulu-domba-di-tanah-osage/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rvC30SCpm4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Killers of the Flower Moon: Ketika Si Kulit Putih Menjelma Menjadi Serigala Berbulu Domba di Tanah Osage</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pernahkah kamu mendengar peristiwa pembunuhan berantai Suku Osage beberapa dekade lalu? Lewat Killers of the Flower Moon, Martin Scorsese mengajak kita untuk kembali ke masa lalu. Menilik sejarah kelam yang menimpa suku asli Amerika itu. Kala tanah tempat bunga bulan tumbuh subur, namun dalam sekejap, warnanya berubah menjadi merah sebab bersimbah darah. Seperti apa kisahnya?</span></p><p style="text-align: justify;">Diangkat dari kisah nyata, Killers of the Flower Moon merupakan adaptasi dari novel terbitan tahun 2017 bertajuk Killers of the Flower Moon: The Osage Murders and the Birth of the FBI karya David Grann.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berlatar di tahun 1920-an, Killers of the Flower Moon bercerita soal tragedi pembunuhan berantai Suku Osage. Mereka adalah suku asli Amerika yang berdiam di Oklahoma. Kala itu, Suku Osage bahkan disebut-sebut sebagai suku terkaya di dunia berkat sumber daya minyaknya yang melimpah.</p><p style="text-align: justify;">Siapa sangka, kekayaan itu jadi bumerang bagi mereka. Mendengar hal tersebut, orang kulit putih yang tergiur lantas berbondong-bondong pergi dan ikut bermukim di sana. Beberapa dari mereka bahkan menikah, termasuk Ernest Burkhart (diperankan oleh Leonardo DiCaprio) dengan warga asli Osage. Baru sebentar dirinya tiba di sana, ia sudah menikahi Mollie Kyle (diperankan oleh Lily Gladstone) yang pertama kali ia temui ketika mengantarkan gadis itu pulang. Tujuannya jelas, untuk mendapat royalti dari produksi minyak tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun pada akhirnya Ernest betul-betul jatuh cinta pada istrinya, bagaimanapun juga, ia harus kembali ke motif awal dari pernikahannya. Tak hanya harus menikahi Mollie. Atas perintah dari pamannya, William King Hale (diperankan oleh Robert De Niro), Ernest harus menyingkirkan saudara beserta keluarganya agar hak tanah keluarga Mollie sepenuhnya jatuh ke tangannya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah membangun relasi dengan Suku Osage, dirinya pun mulai merampas harta warga Osage dengan cara yang sadis. Seluruh rencananya tersusun dengan rapi hingga membuat tragedi pembunuhan di sana menjadi misterius.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sudah banyak nyawa yang melayang, tak terhingga pula berapa kepala yang telah bersimbah darah. Tak hanya menyasar ke sanak famili Mollie, sejumlah masyarakat pun ikut jadi target dari predator berkulit putih yang &lsquo;mata duitan&rsquo; itu. Dibantu oleh pembunuh bayaran, Ernest dan Hale berhasil menjalankan misinya untuk menghabisi nyawa mangsanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Killers of the Flower Moon didedikasikan untuk mengenang peristiwa tragis tersebut, serta jadi ajang untuk menyuarakan keadilan atas kelompok masyarakat rentan yang telah dicurangi. Secara cerdas Martin Scorsese gambarkan bagaimana liciknya orang kulit putih meraup harta Suku Osage tanpa ampun layaknya serigala berbulu domba. Tiga setengah jam ia manfaatkan dengan baik untuk menceritakan tragedi itu dengan padat dan mendalam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan durasi sepanjang itu, Killers of the Flower tidak bercerita secara bertele-tele, tetapi sesuai dengan porsi yang cukup. Konflik dipaparkan secara detail dan perlahan dari berbagai sudut pandang. Saya sendiri tak merasa lelah untuk mengikuti alur ceritanya karena diceritakan dengan cukup sederhana.</p><p style="text-align: justify;">Secara perlahan, konflik dalam Killers of the Flower Moon semakin memanas. Tiap menitnya, kita akan semakin dibuat kesal dengan aksi bejat apa lagi yang akan dilakukan oleh sang antagonis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nuansa western begitu terasa meskipun tak ada adegan koboi yang menaiki kuda sembari mengejar penjahat layaknya film western yang berlatar di Texas. Suasana tahun 20-an turut divisualisasikan dengan apik dan detail, seperti bentuk rumah dan pemukiman warga serta pakaian yang mereka kenakan. <em>Film Scoring</em> dengan nuansa western dan <em>color grading</em>-nya pun sangat pas untuk menggambarkan suasana latar waktu dan tempat kala itu.</p><p style="text-align: justify;">Penggambaran Suku Osage juga disuguhkan dengan baik, seperti penggunaan aksesoris khas hingga dialog dengan menggunakan bahasa asli mereka. Adapun beberapa dialog berbahasa Indian yang tak diberikan terjemahan. Meskipun begitu, lewat mata dan wajah mereka yang ikut bercerita, kita dapat menangkap maksud dan emosi yang ingin mereka sampaikan.</p><p style="text-align: justify;">Killers of the Flower Moon merupakan pertunjukan luar biasa dari sejarah kelam masa lalu. Lewat akting dari aktor dan aktris yang memukau, mereka berhasil mengajak penonton untuk ikut merasakan emosi mereka. Tiga setengah jam yang seharusnya terasa lama pun bukan jadi masalah. Tetapi, saya tak bisa menjamin apakah semua orang bisa menerima film seperti ini. Terlebih, Killers of the Flower bertempo lambat.</p><p style="text-align: justify;">Saya pribadi sangat mengapresiasi Martin Scorsese yang vokal mengungkap kebejatan orang sebangsanya sendiri. Ironisnya, tragedi pembunuhan berantai Suku Osage tampaknya kerap terlupa di masa kini. Tentu masih banyak yang awam soal tragedi ini, termasuk saya sendiri. Lewat Killers of the Flower Moon, Martin berhasil menyuapi kita sebagai orang awam dengan sejarah pembunuhan berantai Suku Os<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">age secara elegan. <em><strong>(dre/ems)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 95 Tahun Sumpah Pemuda: Generasi Muda dan Tantangan Merawat Semangat Persatuan di Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/95-tahun-sumpah-pemuda-generasi-muda-dan-tantangan-merawat-semangat-persatuan-di-masa-kini/baca </link>
<guid> 95-tahun-sumpah-pemuda-generasi-muda-dan-tantangan-merawat-semangat-persatuan-di-masa-kini </guid>
<pubDate> Sat, 28 Oct 2023 12:15:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Merenungi 95 tahun semangat Sumpah Pemuda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/95-tahun-sumpah-pemuda-generasi-muda-dan-tantangan-merawat-semangat-persatuan-di-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BvmiEtruDB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>95 Tahun Sumpah Pemuda: Generasi Muda dan Tantangan Merawat Semangat Persatuan di Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sumpah Pemuda merupakan salah satu peristiwa besar bersejarah yang mempersatukan Bangsa Indonesia. Diperingati setiap 28 Oktober, Hari Sumpah Pemuda memberikan euforia semangat kebangkitan dan persatuan dari pemuda di Indonesia. Munculnya Peristiwa Sumpah Pemuda menandakan kesadaran pemuda Indonesia untuk berjuang bersama dan meninggalkan marwah perjuangan bersifat kedaerahan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini menjadi pemantik api sejarah pergerakan pemuda di Indonesia. Rasa nasionalisme dan kekuatan pemuda terbendung dalam isi sumpah sakral yang telah diucapkan. Euforia itu tergambar pula dari sejarah tonggak awal Sumpah Pemuda terbentuk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sejarah Sumpah Pemuda</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perkumpulan pemuda di kala tahun 1928 adalah pemicu lahirnya sumpah pemuda. Oleh karena kongres pertama belum memuaskan dahaga akan persatuan yang diinginkan, para pemuda saat itu menginisiasi kongres untuk kedua kalinya yang akan dihadiri oleh sembilan perkumpulan pemuda dari seluruh Indonesia. Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi, dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia adalah orang-orang di balik peristiwa bersejarah itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kongres pemuda kedua dilaksanakan dari tanggal 27 sampai dengan 28 Oktober 1928 di tiga lokasi berbeda, yaitu Gedung Katholieke Jongenlingen Bond, Oost Java Bioscoop, dan Indonesische Clubgebouw. Berjalan dengan khidmat, kongres kedua pemuda Indonesia ini kemudian ditutup dengan mendengarkan lagu &ldquo;Indonesia Raya&rdquo; karya Wage Rudolf Supratman melalui lantunan biola.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Intisari pidato-pidato pemuda yang hadir pada saat itu kemudian melahirkan sebuah sumpah yang menjadi azas wajib bagi seluruh perkumpulan bangsa Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><strong>PERTAMA</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>TANAH INDONESIA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><strong>KEDUA</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>MENGAKU BERBANGSA YANG SATU,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>BANGSA INDONESIA</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><strong>KETIGA</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN,</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>BAHASA INDONESIA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>95 Tahun Lahirnya Sumpah Pemuda</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kini, 95 tahun sejak peristiwa sejarah itu mewarnai pergerakan pemuda Indonesia. &ldquo;Bersama Majukan Indonesia&rdquo; menjadi tema yang diusung untuk kembali memperingati semangat pemuda Indonesia tahun ini. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menampilkan logo Sumpah Pemuda dengan filosofi warna &ldquo;Power Rangers&rdquo; yang dianggap memiliki keahlian dan karakter yang berbeda, namun dapat menghadapi musuh bersama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Merah, biru, kuning, hijau, dan merah muda menjadi warna yang menggambarkan keberanian, kejeniusan, kreativitas, optimisme, dan keromantisan yang melekat dan menjadi kekuatan anak muda. Tokoh Power Rangers dinilai memiliki esensi dari Sumpah Pemuda yang tercermin dari budaya gotong royong dan persatuan dalam mencapai tujuan bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlepas dari filosofi logo yang diproduksi oleh Kemenpora tersebut, berbagai pertanyaan yang muncul kemudian harus menjadi suatu permasalahan yang disoroti. Apakah semangat yang selama 95 tahun terus-menerus digembar-gemborkan sesuai dengan situasi pemuda Indonesia belakangan ini? Bagaimana kemudian urgensi inti Sumpah Pemuda terhadap generasi muda di masa kini?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Esensi Peringatan Sumpah Pemuda terhadap Generasi Muda</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sumpah Pemuda hadir dari para pemuda dengan semangat dan kemauan tinggi dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Perhelatan yang mereka gelar berkali-kali menunjukkan keseriusan dan keoptimisan dalam membangun persatuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjuangan-perjuangan yang mulanya bersifat kedaerahan berhasil bersatu membentuk kekuatan besar dalam ikrar yang mereka janjikan. Tak ayal, 95 tahun peringatannya selalu dibumbui kampanye-kampanye agar generasi muda memiliki semangat yang sama dalam mencontoh para pendiri pemersatu bangsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nyatanya, banyak dari generasi muda yang mulai acuh tak acuh dengan kondisi negara. Individualisme yang semakin mengakar dengan berbagai tuntutan kapitalisme memperparah keadaan ini. Masih sedikit dari generasi muda yang saat ini berminat dan tertarik untuk mengikuti organisasi atau perkumpulan-perkumpulan anak muda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena itu tergambarkan dari mulai sedikitnya perkumpulan anak muda yang masih membahas isu-isu kritis hingga sepinya peminat organisasi-organisasi, baik organisasi di kampus maupun kedaerahan. Alasannya beragam. Ada yang lebih memilih mementingkan akademis, ada yang disibukkan mencari nafkah untuk menopang hidup, ada juga yang malas mengikuti organisasi dengan budaya senioritasnya, bahkan ada pula yang muak dengan keadaan negara dan lebih memilih fokus pada kepentingan masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi mereka yang sudah memilih berorganisasi pun masih menuai berbagai pro dan kontra. Pergerakan yang tak sejalan dan kerap dilakukan masing-masing, sesuai dengan kepentingan yang diangkat menjadi momok nyata saat ini. Hal itu seolah merefleksikan kembali keadaan yang terjadi sebelum adanya Sumpah Pemuda. Berjuang dalam wilayah dan lingkarannya sendiri.</span></p><div style="text-align: justify;">Padahal, jika mengingat esensi adanya Sumpah Pemuda, persatuan pemuda sejatinya adalah sebuah urgensi yang menjadi kekuatan besar dalam membangun perlawanan terhadap hegemoni kaum penindas dan tak bertanggung jawab di negeri ini. Lantas, jika perjuangan itu sendiri masih sedikit yang menyadari dan dilakukan dalam kotak yang dibuat masing-masing, apa gunanya memperingati sumpah pemuda untuk kesekian kalinya? <em><strong>(nav/dre)</strong></em></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lokakarya Yayasan Mitra Hijau: Menilik Peran Media dalam Transisi Energi Berkeadilan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lokakarya-yayasan-mitra-hijau-menilik-peran-media-dalam-transisi-energi-berkeadilan/baca </link>
<guid> lokakarya-yayasan-mitra-hijau-menilik-peran-media-dalam-transisi-energi-berkeadilan </guid>
<pubDate> Tue, 31 Oct 2023 12:14:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal transisi energi berkeadilan bersama Yayasan Mitra Hijau </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lokakarya-yayasan-mitra-hijau-menilik-peran-media-dalam-transisi-energi-berkeadilan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jAOLzP8o6E.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lokakarya Yayasan Mitra Hijau: Menilik Peran Media dalam Transisi Energi Berkeadilan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Jumat (27/10) lalu, Yayasan Mitra Hijau (YMH), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada perubahan iklim dan strategi pembangunan rendah karbon menyelenggarakan lokakarya yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan komunikasi terkait transisi energi berkeadilan. Bertempat di Ruang Apokayan Lt. 3 Hotel Horison Samarinda, acara tersebut mengangkat tema bertajuk &ldquo;Menyuarakan Perubahan Transisi Energi Berkeadilan&rdquo;.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>YMH telah aktif bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional, pemerintah, dan perusahaan multinasional dalam upaya menjalankan program-programnya sejak didirikan pada tahun 2013 silam. Fokus dari konsorsium ini adalah melakukan&nbsp;</span><span><em>just energy transition</em></span><span>&nbsp;(JET) atau transisi energi berkeadilan. YMH berkomitmen untuk mendampingi masyarakat dalam mempersiapkan diri menghadapi transisi energi sehingga transisi ini dapat berlangsung dengan lebih lancar dan adil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>YMH menyadari pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam mencapai tujuan mereka. Oleh karena itu, lokakarya ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada perwakilan media tentang transisi energi berkeadilan serta bagaimana media dapat berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait isu ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada lima tujuan dari diselenggarakannya lokakarya ini. Pertama, memahami isu-isu kunci yang terkait dengan transisi energi berkeadilan, termasuk perubahan iklim, energi terbarukan, dan akses energi di Kalimantan Timur dan nasional. Kedua, berbagi informasi terkait isu-isu terkini dalam ranah perubahan iklim dan transisi energi, termasuk energi terbarukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, memahami referensi dan alat yang tersedia bagi wartawan untuk meliput isu transisi energi berkeadilan secara efektif. Keempat, membangun jaringan dengan para ahli, pemangku kepentingan, dan wartawan lain yang tertarik dalam isu transisi energi. Dan yang terakhir, membangun pemahaman terhadap tren energi ke depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai pembuka, Ketua Dewan Pembina YMH, Dicky Edwin Hendarto memaparkan pengertian mengenai perubahan iklim dan dampaknya terhadap Kalimantan Timur, upaya mitigasi dan adaptasi, kebijakan nasional dan lokal, serta upaya pengendaliannya di tingkat internasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Andi Samyanugraha selaku Direktur Program YMH turut menerangkan transisi energi berkeadilan, termasuk pentingnya transisi energi, kerja sama internasional dalam transisi energi, kegiatan-kegiatan transisi energi, pembangunan dan transisi energi, dampak ekonomi dan sosial.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Lokakarya tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Samarinda, para jurnalis media daring, pers mahasiswa, hingga akademisi perguruan tinggi. <em><strong>(xel/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Zionisme Ugal-ugalan: Menilik Ideologi Nation-Building Israel </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/zionisme-ugal-ugalan-menilik-ideologi-nation-building-israel/baca </link>
<guid> zionisme-ugal-ugalan-menilik-ideologi-nation-building-israel </guid>
<pubDate> Wed, 01 Nov 2023 09:39:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengupas Zionisme di tengah konflik Israel dan Palestina </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/zionisme-ugal-ugalan-menilik-ideologi-nation-building-israel/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hBO2UKN3Ts.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Zionisme Ugal-ugalan: Menilik Ideologi Nation-Building Israel</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Konflik antara Israel dan Palestina kembali merebak pasca serangan dadakan yang dilakukan oleh Brigade Izzaddin Al-Qassam, sayap militer partai Hamas, dari Jalur Gaza ke berbagai wilayah Israel. Serangan Brigade Al-Qassam yang dilakukan pada tanggal 7 Oktober silam, dengan nama Operasi Banjir Al-Aqsa, mengakibatkan jatuhnya ribuan korban jiwa dan luka-luka dari pihak Israel serta menawan 243 orang.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selang beberapa waktu, &nbsp;per tanggal 29 Oktober menurut situs&nbsp;</span><span><em>palinfo.com</em></span><span>, Israel melancarkan serangan balasan dengan membombardir Jalur Gaza yang telah menyebabkan lebih dari 9 ribu korban jiwa dan 20 ribu lebih korban luka-luka, yang di mana sebagian besar adalah rakyat sipil. Israel lebih lanjut mengancam akan memutus pasokan air dan listrik ke Jalur Gaza apabila Hamas tidak membebaskan 243 tawanan yang mereka tangkap pada Operasi Banjir Al-Aqsa</span><span>.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, Israel juga menyeru populasi Jalur Gaza bagian utara, yang berjumlah sekitar 1,1 juta jiwa untuk mengungsi ke arah selatan sebagai langkah antisipasi invasi darat berskala besar. Ini merupakan bentuk respons Israel atas serangan yang dilakukan oleh sayap militer partai Hamas, Brigade Al-Qassam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bila kita menilik akar permasalahan antara Israel dan Palestina, kita tidak bisa menghindarkan pembicaraan tentang alasan berdirinya kedua negara tersebut. Israel berdiri didasari oleh gerakan nasionalisme bangsa Yahudi, dikenal dengan Zionisme, yang menginginkan wilayah di mana bangsa Yahudi dapat hidup secara bebas dan aman. Aspirasi yang masuk akal mengingat bangsa Yahudi hidup secara &ldquo;luntang-lantung&rdquo;</span><span>&nbsp;</span><span>di berbagai penjuru dunia selama ribuan tahun dan mengalami persekusi di mana pun mereka menetap.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di lain sisi, Palestina &ldquo;dimerdekakan&rdquo; oleh Inggris dari Kekaisaran Utsmani pasca Perang Dunia I sebagai pemenuhan Perjanjian Sykes-Picot antara pihak Inggris dan Perancis dalam upaya mereka mengkolonisasi wilayah Timur-Tengah dan menamai wilayah baru tersebut dengan nama Mandat Palestina. Benih permasalahan ditabur oleh pihak Inggris ketika mereka mengakomodasi ide Zionisme dengan menjanjikan daerah Mandat Palestina sebagai &ldquo;rumah&rdquo; bangsa Yahudi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mandat Palestina yang saat itu memiliki penduduk mayoritas Arab tiba-tiba kebanjiran imigran Yahudi yang berasal dari Eropa. Hal itu menyebabkan terjadinya gesekan antara komunitas pendatang dan komunitas penetap dan berujung pada konflik bersenjata pada tahun 1947.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam menyikapi kejadian tersebut, pihak Inggris sebagai penanggung jawab wilayah Mandat Palestina pada saat itu, memutuskan untuk membagi wilayah Mandat Palestina menjadi negara Israel dan beberapa wilayah lainnya diserahkan pada Kerajaan Yordania dan Mesir. Rakyat Palestina tidak memiliki institusi representatif yang independen secara resmi, hingga terbentuknya Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 1964.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Zionisme secara umum berbicara tentang pengadvokasian berdirinya negara di mana bangsa Yahudi dapat hidup tanpa adanya persekusi seperti yang telah mereka alami sejak ribuan tahun yang lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kasus berdirinya negara Israel, Zionisme yang dianut bukan hanya menginginkan negara-bangsa Yahudi, tetapi negara-bangsa Yahudi dengan orang-orang Yahudi sebagai penduduk mayoritas di dalam negara yang didirikan dengan meminimalisir (baca: menihilkan) peran penduduk beretnis Arab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti yang dijelaskan oleh Noam Chomsky dan Ilan Pappe dalam buku&nbsp;</span><span><em>On Palestine</em>.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsep ini sangat bermasalah mengingat wilayah berdirinya negara Israel memiliki demografi yang sangat majemuk dengan bangsa Arab yang beragama Islam sebagai penduduk mayoritas. Oleh karenanya, untuk mencapai tujuan tersebut, Israel mengambil langkah-langkah dengan mengesampingkan legalitas untuk menguasai tanah Palestina sebanyak-banyaknya dan mengisinya dengan penduduk-penduduk Yahudi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orang-orang Arab sebagai pemilik tanah dan penduduk asli dipaksa untuk menyingkir ke daerah-daerah lain. Pengusiran dan pencaplokan wilayah besar-besaran oleh Israel terjadi pada 1948, yang dikenal dengan istilah&nbsp;</span><span>Nakba,&nbsp;</span><span>di mana 700.000 warga Palestina diusir secara paksa dan Israel mendeklarasikan kemerdekaannya dengan mengklaim 78% Mandat Palestina sebagai bagian dari negaranya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut merupakan dampak dari kemenangan Israel pada konflik yang terjadi di tahun yang sama dan menjadi tren pada konflik-konflik selanjutnya. Oleh sebab itu, Israel hanya &ldquo;menyisakan&rdquo; wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, yang perbatasannya dijaga sangat ketat oleh militer Israel, sebagai tanda &ldquo;kemurahan hatinya&rdquo; pada rakyat Palestina dan juga sebagai suaka bagi orang-orang Arab yang telah diusir dari tempat tinggalnya oleh militer Israel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kasus Jalur Gaza, saking ketatnya penjagaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Israel, daerah itu dapat disebut sebagai penjara-terbuka terbesar yang pernah ada di muka bumi dengan populasi lebih dari 2 juta jiwa yang menempati wilayah sebesar 365 km</span><span><span>2</span></span><span>. Dengan demikian, Jalur Gaza secara efektif memiliki peran kamp konsentrasi layaknya Auschwitz pada tragedi&nbsp;</span><span>Holocaust</span><span>&nbsp;saat Perang Dunia II.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebuah ironi luar biasa mengingat kebijakan rasis nan&nbsp;</span><span><em>apartheid</em>&nbsp;</span><span>tersebut dilakukan secara sadar oleh Israel yang salah satu alasan berdirinya ialah menghindarkan bangsa Yahudi dari hal yang sama persis seperti yang terjadi di Jalur Gaza.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kisah berlatar sedih di balik Zionisme tidak dapat menjadi pembenaran atas kebijakan, atau bahkan berdirinya, negara yang bernama Israel yang menyebabkan terusirnya, laparnya, dan terbunuhnya rakyat Palestina. Tidak logis rasanya mengasihani dan memaklumi seorang &ldquo;maling&rdquo; dengan alasan ia terpaksa menjadi maling karena harta bendanya habis dimalingi oleh orang lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak logis juga rasanya orang yang mempertahankan dirinya dari maling tersebut justru dikecam oleh warga karena tidak bisa bersimpati pada kisah sedih maling tersebut. Apapun perlawanan dari rakyat Palestina selalu, dan akan seterusnya, berupa reaksi atas tindakan kolonial Israel. Seperti ucapan yang dinukil dari Tan Malaka, &ldquo;Tuan rumah tak akan berunding dengan maling yang menjarah rumahnya&rdquo;, kira-kira begitulah ringkasan semangat perjuangan rakyat Palestina melawan eksistensi dan kebijakan imperialis-kolonialis Israel.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ratusan rumah yang luluh lantak serta ribuan nyawa hilang bersimbah darah seakan tak menghentikan perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kembali wilayah mereka dan hidup di negara Palestina yang berdiri di atas tanah leluhur mereka sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ghassan Kanafani, seorang sastrawan Palestina sekaligus anggota Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina, dalam wawancaranya dengan Richard Carleton pada tahun 1970 menjabarkan alasan rakyat Palestina rela menumpahkan darah demi melawan rezim Zionis Israel dengan kalimat berikut, &ldquo;...</span><span><em>to us, to liberate our country, to have dignity, to have respect, to have our mere human rights, is something as essential as life itself</em></span><span>!&rdquo;. Baginya, dan memang seharusnya, kehidupan tanpa harkat martabat serta kemerdekaan tak layak untuk dipertahankan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, Koordinator Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa, FIB 2018.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembeliant: Bagian Pertama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/pembeliant-bagian-pertama/baca </link>
<guid> pembeliant-bagian-pertama </guid>
<pubDate> Wed, 01 Nov 2023 13:34:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah Pembeliant di zaman kolonial </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/pembeliant-bagian-pertama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q6a0o0XiLO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembeliant: Bagian Pertama</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>(Disarankan untuk membaca cerpen sebelum ini, karena saling berkaitan. Baca:&nbsp;</strong><a href="https://www.sketsaunmul.co/cerpen/panglima-legenda-talawang/baca">Panglima: Legenda Talawang</a>)</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Berdasarkan adaptasi dari legenda masyarakat Dayak.</em></strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menarik-ulur bambu itu, seolah hidupku bergantung padanya. Ketegangan terlukis di wajah Sanja. Khawatir sesuatu selain ikan telah terjerat di ujung kail itu. Matanya menari mengikuti kelok air yang mendatangi kami. Sesaat ketika aku berhasil menarik bambunya, kayu tua tergantung di hadapan kami. Bajuku yang berwarna biru langit berubah menjadi biru tua setelah terkena air. Rambutku turut mengkilap terkena air sungai. Sanja menertawakanku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku kira ayah lihai dalam memancing,&rdquo; Sanja menertawaiku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu saja aku ahli dalam memancing. Aku sengaja tidak menggunakan umpan apapun agar ia lebih banyak mendapat ikan. Aku ingin menghiburnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin ikan-ikan sudah tertidur,&rdquo; tawaku diterpa matahari sore.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sanja turut tertawa, &ldquo;Tidak perlu khawatir, Yah. Aku mendapat cukup banyak ikan. Itu akan cukup untuk beberapa hari.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menunjuk&nbsp;</span><span><em>anjat</em></span><span>&nbsp;(tas rotan) yang dipenuhi hasil tangkapannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sanja mewarisi hal-hal baik dari mendiang ibunya, Nara. Aku pernah memergokinya menimba sumur untuk membantu anjing liar yang kehausan. Padahal, saat itu kampung kami sedang dilanda kemarau panjang hingga sulit mendapatkan air. Pancing Sanja bergerak lagi. Ia mendapatkan ikan yang lebih besar kali ini. Sanja memeluk ikan itu agar berhenti meronta. Baju coklatnya basah. Matahari mulai tenggelam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ayo kita pulang,&rdquo; kataku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sanja mengangguk dan mulai mengemasi barang kami.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pulanglah dan bawa hasil tangkapanmu, biar ayah yang mengemas peralatan kita.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku mengemas dan tak lupa menghapus jejak keberadaan kami. Akan sangat berbahaya jika VOC menyadari keberadaan kami di sini. Sanja berjalan menjauhiku sembari memikul&nbsp;</span><span><em>anjat</em></span><span>-nya. Sebelum menyibak semak belukar di hadapannya, aku memanggilnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sanja menoleh dari sisi bahunya, &ldquo;Iya, yah?&rdquo; sembari menunggu jawaban dariku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku ingin mengatakan betapa aku bangga padanya. Bagaimana ia telah mengadopsi hal-hal terbaik dari aku dan ibunya. Aku sangat ingin memeluknya dan berjanji padanya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bahwa aku akan selalu ada untuknya. Alih-alih aku justru mengatakan, &ldquo;Ayah ingin lomba memancing lagi kapan-kapan.&rdquo; Aku adalah ayah yang buruk.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan lembut ia menjawab, &ldquo;Tentu saja, ayah.&rdquo; Ia kemudian berjalan dan ditelan rimbun hutan Gesaliq. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah berkemas, aku bergegas menyusulnya tetapi ia menghilang tanpa jejak. Aku mencari sembari meneriakkan namanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sanja!&rdquo; ujarku dari atas pohon tampui, namun tidak menemukkan tanda dari putra semata wayangku itu. Jantungku berdegup kencang seraya menelusuri jejaknya. Aku mengamati sekelilingku dengan cepat berusaha melacak keberadaanya. Setelah kematian ibunya, aku tidak bisa membayangkan jika harus kehilangannya juga. Sudah setengah jam berlalu, aku khawatir bila ia bertemu dengan para serdadu VOC. Lantas, aku meminta bantuan kepada Panglima.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ceritakan sekali lagi, Taman. Mengapa kau mengajak Sanja bermain di hutan setelah aku memerintahkan seluruh penduduk untuk bersembunyi?&rdquo; Panglima menghela nafas panjang. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kau benar. Aku minta maaf, tapi, Sanja sedang melalui masa-masa yang sulit semenjak kematian ibunya. Aku hanya ingin menghiburnya,&rdquo; jawabku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nanjan, atau dikenal sebagai Panglima, terbesit untuk menjawab, namun, tidak diindahkannya. Sebelum meninggal di tangan serdadu VOC, istriku Nara sekaligus adiknya Nanjan, memintanya untuk menjagaku dan Sanja. Tak lepas, kematian Nara-lah yang menjadi pemantik bagi Nanjan sehingga mendapat kekuatan Panglima kala itu. Bak sebuah benteng, Nanjan selalu menutup diri di balik sosok Panglima. Aku bahkan tidak ingat terakhir kali melihat wujud asli adik iparku itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Panglima menutup mata, menarik napas panjang, dan membusungkan dadanya. Sekejap, kakinya telah berjarak lima meter di atas tanah. Hembusan angin memaksaku menjauhinya. Dedaunan kering berlalu-lalang mengelilinginya. Aku melihat beberapa hewan menghentikan aktivitasnya untuk melihat sosok yang melayang itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dia berada di dekat perkebunan VOC. Tak sadarkan diri. Pergilah, aku akan mengawasi dari jauh,&rdquo; suara Panglima terdengar menggema.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku bergegas menghampiri Sanja dengan kondisi yang persis seperti yang telah dijabarkan Panglima. Untunglah, tubuhnya tertutupi kerindangan ladang jagung milik VOC. Ketika jarakku hanya beberapa meter darinya, seseorang menyergapku. Aku tidak dapat melihat wajahnya, tetapi sebilah pisau diletakan tepat beberapa senti di depan kerongkonganku. Menungguku melakukan kecerobohan. Aku mengurungkan niat untuk mengambil mandau di pinggangku. Dari aroma hingga posturnya yang jangkung, aku menduga ia merupakan serdadu VOC. Mereka semua memiliki karakteristik yang sama: rambut dan kulit yang putih, aroma tembakau dan minuman keras yang menyengat, dan logat aneh yang mereka lemparkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jenderal, ada seorang inlander (pribumi) di sini,&rdquo; ucap serdadu jangkung itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesaat kemudian, serdadu lain yang lebih berumur menampakkan diri di hadapan kami. Medali yang tertaut pada saku bajunya menegaskan jabatannya. Kemungkinan Sang Jenderal yang dimaksud. Perutnya besar bak labu kuning. Napasnya berat menandakan akan segera pensiun. Janggutnya yang putih menutupi beberapa kancing bajunya. Tak lupa, pistol <em>Flintlock</em> tertaut di kedua sisi pinggangnya. Untunglah, ia sepertinya tidak menyadari tubuh Sanja terbaring di belakangnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lihatlah, siapa ini.&rdquo; Jenderal itu mendekatiku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa yang kau lakukan sendirian di sini,&nbsp;</span><span>inlander</span><span>? Bukankah ada lahan yang harus kau tanami?&rdquo; logatnya membingungkanku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Cultuurstelsel</em></span><span>&nbsp;(tanam paksa) baru diterapkan kala itu. Aku dan seluruh penduduk kampung, di bawah naungan Panglima, memilih untuk hidup nomaden supaya terhindar dari pihak kompeni. Dengan sigap, aku menginjak kaki serdadu yang menyanderaku. Kepalan Sang Jenderal langsung mendarat di wajahku. Usahaku gagal. Sang Jenderal tampak murka. Dengan kaki yang kesakitan, serdadu yang lebih muda kembali memegangiku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Orang asing sepertimu tidak mungkin hidup dan berkeliaran sendiri. Sekarang, beritahu aku, inlander. DI MANA PERKEMAHAN KALIAN?&rdquo; Napas Jenderal terpancar aroma alkohol.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku tidak bergeming. Fokusku adalah menolong Sanja sehingga kegelisahanku disadari Jenderal. Ia mengikuti arah mataku dan akhirnya menyadari Sanja yang tak sadarkan diri di belakangnya. Aku benci senyum sinis di wajah serdadu tua ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagaimana jika aku bertanya pada anak itu.&rdquo; Jenderal mendekati Sanja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;SEDIKIT SAJA KAU MENYETUHNYA, AKU AKAN...&rdquo; ancamku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jenderal berjongkok di sebelah Sanja. Tidak mengindahkan ancamanku. Ketika ia hendak membangunkan Sanja, serdadu muda yang menyanderaku tersungkur. Aku terkejut. Begitu pula Sang Jenderal. Wajahnya memerah. Ia menuduhku menumbangkan serdadunya dan bergegas menghampiriku. Aku melihat peluru Sumpit bersarang pada leher serdadu muda itu. Peluru Sumpit Panglima. Ketika aku mendongkak, ujung <em>Flintlock</em> Jenderal telah berada di depanku. Mataku terbelalak sebelum tertutup. Kedua lenganku gemetar melindungi kepalaku. Tembakan dilepaskan. Tak terjadi apapun. Mataku terbuka dan menyadari Panglima telah berdiri membelakangiku. Ia hanya berdiri, melipat kedua lengannya, dan menatap Jenderal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kau. Legenda itu. Legenda itu benar adanya.&rdquo; Jenderal tidak berkedip.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keringat membanjiri kening Jenderal. Kakinya bergetar hebat. Napasnya terdengar berat. Detak jantungnya dapat terdengar hingga puluhan meter. Jenderal jatuh pingsan. Panglima kemudian mengikat mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa lama sekali?&rdquo; Aku memegangi leherku yang hampir tersayat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku harus melawan serdadu di tempat lain,&rdquo; Panglima mengikat serdadu itu pada pohon besar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku bergegas membangunkan Sanja. Tubuhnya terasa panas. Napasnya sangat lambat. Bibirnya seputih kapas. Aku melihat tangannya terkepal memegangi sesuatu. Ketika aku membukanya, aku menemukan buah tarap. Buah langka yang aku dan Panglima sadari sangat berbahaya. Aku memeriksa mulut Sanja, berharap kekhawatiran kami salah. Sayangnya, dugaan kami benar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Bersambung</em>&hellip;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulis oleh F. Sandro Asshary, Alumni Prodi Sastra Inggris, FIB 2018</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kawasan Tanpa Rokok di Unmul Belum Konsisten, Civitas Academica Minta Rektor Terbitkan Aturan Terkait </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawasan-tanpa-rokok-di-unmul-belum-konsisten-civitas-academica-minta-rektor-terbitkan-aturan-terkait/baca </link>
<guid> kawasan-tanpa-rokok-di-unmul-belum-konsisten-civitas-academica-minta-rektor-terbitkan-aturan-terkait </guid>
<pubDate> Fri, 03 Nov 2023 11:48:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Evaluasi penerapan Kawasan Tanpa Rokok di lingkup Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kawasan-tanpa-rokok-di-unmul-belum-konsisten-civitas-academica-minta-rektor-terbitkan-aturan-terkait/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M3AQykYHkG.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kawasan Tanpa Rokok di Unmul Belum Konsisten, Civitas Academica Minta Rektor Terbitkan Aturan Terkait</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah lama diterapkan di sejumlah tempat, tak terkecuali di lembaga pendidikan. Berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) Samarinda Nomor 51 Tahun 2013 tentang KTR, disebutkan dalam pasal 3 ayat 2 bahwa tempat-tempat yang tidak diperbolehkan menyediakan ruang untuk merokok antara lain: tempat pelayanan kesehatan, lembaga pendidikan, tempat bermain anak-anak, rumah ibadah, dan angkutan umum.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai lembaga institusi pendidikan, jika menilik pada Perwali tersebut, sudah jelas bahwa Unmul diwajibkan untuk menerapkan KTR. Lantas, seperti apa penerapannya? Apakah Unmul telah sepenuhnya memenuhi kewajiban tersebut?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Menilik Penerapan KTR di Sejumlah Fakultas</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai fakultas yang bergerak di bidang kesehatan, FKM boleh dibilang jadi pelopor penerapan KTR di Unmul. Fakultas tersebut sudah menerapkan KTR sejak tahun 2015 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dekan FKM Unmul Nomor 114/H17.11/OT/V/2010. SK tersebut ditetapkan sejak tanggal 31 Mei 2010 silam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Begitu memasuki kawasan kampus FKM, akan sangat mudah untuk menemui plang bertuliskan &ldquo;Anda memasuki kawasan tanpa rokok&rdquo; yang tersebar di area kampus. Jika dihitung, sudah enam tahun FKM konsisten menjalankan aturan KTR di kampus mereka. Seperti apa penerapannya?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>berkesempatan untuk berbincang dengan Iwan Muhammad Ramdan selaku Dekan FKM Unmul pada Senin (23/10) lalu. Dirinya menegaskan bahwa mereka tidak menoleransi mahasiswa, dosen, tendik, hingga masyarakat umum sekalipun yang merokok dan mengiklankan rokok di lingkungan kampus. Tak hanya rokok tradisional, segala jenis produk turunan rokok seperti&nbsp;</span><span>vape&nbsp;</span><span>juga dilarang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ungkapnya, pelaksanaan KTR di FKM telah berjalan dengan cukup efektif meski beberapa puntung rokok yang dibuang sembarangan di area kampus masih kerap ditemukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita belum bisa pastikan siapa (yang merokok). Tapi, kalau ada, sepertinya itu masyarakat umum, karena kampus kita sering dipakai (dilalui) masyarakat umum,&rdquo; ujar Iwan ketika ditemui di Lab IsDB Public Health, Rabu (23/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi mereka yang kedapatan merokok, sanksi ringan hingga berat tak luput menyertai. Sanksi ringan berupa teguran secara lisan dan dilanjutkan dengan teguran secara tertulis melalui Surat Peringatan (SP) apabila pelaku masih tetap merokok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau sampai SP tiga belum mempan dan orangnya itu-itu saja, maka akan dikenakan skorsing bagi mahasiswa. Sementara dosen atau tendik ditunda kenaikan pangkat atau jabatannya,&rdquo; tuturnya menjelaskan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Iwan turut menyoroti penerapan KTR di kampus lain. Berdasarkan pengamatannya, hingga kini, hanya FKM dan FK yang ketat menerapkan KTR di kampus mereka. Sementara itu, masih banyak mahasiswa hingga dosen yang merokok di fakultas lain, bahkan di Rektorat sekalipun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, dirinya berharap agar terdapat Surat Keputusan (SK) Rektor yang mewajibkan seluruh fakultas untuk menerapkan KTR.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau misal Rektor mau menyediakan ruangan atau area khusus untuk merokok, ya, silakan. Karena itu &lsquo;kan untuk perlindungan masyarakat dan kita tidak bisa saklek seratus persen untuk melarang orang merokok di sini. Di satu sisi, kita melarang, tapi, kita harus menghargai privasi tiap individu. Jadi, ya, disediakan saja&nbsp;</span><span><em>smoking area</em></span><span>,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>tak luput menyoroti penerapan KTR di FT. Muhammad Dahlan Balfas, Dekan FT Unmul menuturkan bahwa penerapan KTR sudah diterapkan sejak tahun 2020. Terdapat pula peringatan dilarang merokok yang tersebar di kawasan kampus. Namun, yang berbeda dengan FKM adalah, FT masih memperbolehkan mahasiswa atau dosen untuk merokok di lingkungan kampus dengan menyediakan area khusus, yakni di kantin dan di sekitar Gedung Hexagon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebutnya, terdapat petugas keamanan yang ditugaskan untuk memantau dan menegur apabila terdapat orang yang merokok di kawasan bebas asap rokok. Meskipun demikian, pemantauan tersebut masih terkendala oleh jumlah personil petugas keamanan. Ditambah lagi, jumlah mahasiswa FT yang kian meningkat pesat setiap tahunnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Fakultas Teknik juga peduli masalah (penerapan KTR) tersebut. Tapi, pemantauannya ini susah.&nbsp;</span><span><em>Security</em></span><span>&nbsp;juga tidak sebanyak itu untuk melakukan pemantauan,&rdquo; terang Dahlan ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui sambungan telepon, Jumat (27/10) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terbaru, Dahlan mengungkap rencananya untuk membuat survei terkait keluhan aktivitas merokok di FT dalam waktu dekat. Kini, sanksi yang dikenakan bagi mereka yang kedapatan merokok sembarangan hanya berupa teguran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya juga kalau ada melihat (orang merokok sembarangan), ya, saya tegur, tapi, teguran halus begitu. Karena &lsquo;kan merokok itu juga ada dampaknya untuk kesehatan mereka.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, penerapan KTR di FISIP tak berbeda jauh dengan FT. Terdapat beberapa peringatan dilarang merokok yang tersebar di kawasan kampus. Meskipun begitu, masih terlihat sebagian mahasiswa hingga dosen yang kedapatan merokok. Finnah Fourqoniah, Dekan FISIP Unmul menilai bahwa hal tersebut terjadi lantaran tak ada aturan eksplisit yang tertuang dalam SK.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Finnah membeberkan bahwa terdapat berbagai pihak yang menyampaikan keluhan mereka ke pihaknya sebab merasa terganggu akan aktivitas merokok di lingkungan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada keluhan dari beberapa pihak yang terganggu dengan aktivitas merokok para sivitas akademika yang tidak pada tempatnya. Contoh, di koridor-koridor kelas gitu, ya. Atau di tempat di dalam ruangan tertutup itu yang seharusnya, yang mungkin mengakibatkan orang-orang yang tidak merokok menjadi terhisap asap rokok secara tidak sengaja dari aktivitas merokok tersebut,&rdquo; beber Finnah kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (30/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dekan FISIP Unmul itu mengungkap bahwa pihaknya tengah mencanangkan SK yang mengatur segala aktivitas merokok di kawasan kampus. SK tersebut akan mengatur area yang tidak diperbolehkan merokok seperti di koridor kelas. Lebih lanjut, SK tersebut akan segera diterbitkan dengan estimasi waktu satu bulan, tepatnya di bulan Desember mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak boleh merokok di area-area tertutup dan semi tertutup, harus di area-area yang terbuka supaya tidak berefek kepada orang-orang yang tidak membutuhkan asap rokoknya, gitu, ya. Harus bersih dari asap rokok dan juga&nbsp;</span><span><em>vape</em>,</span><span>&nbsp;ya,&rdquo; imbuhnya</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harapnya, para perokok di FISIP dapat lebih bijak dalam memilih area untuk merokok agar tidak merugikan orang lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan kita harap, FISIP Unmul menjadi lebih sehat. Lingkungannya lebih nyaman untuk semua pihak ketika kami sudah menetapkan aturan tentang aktivitas merokok dan KTR,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Penerapan KTR dari Perspektif Mahasiswa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>meminta tanggapan beberapa mahasiswa mengenai penerapan KTR di Unmul. Khairunnisa Luthfiah salah satunya. Mahasiswi Prodi Biologi, FMIPA 2021 itu mengungkap bahwa dirinya masih menemukan orang yang merokok di lingkungan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau di FMIPA sendiri itu cukup banyak,&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>, cuman nggak sebanyak kalau kita bandingkan sama Fakultas Teknik atau fakultas yang lain. Cuman, kalau di sini &lsquo;kan ada zona merokok sama zona yang nggak boleh merokok. Biasanya kalau melihat orang merokok itu, ya, di zona-zona yang boleh merokok itu,&rdquo; ungkap Khairunnisa kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Kamis (12/10) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya mengaku cukup terganggu dengan kepulan asap rokok yang ia dapati di lingkungan kampus. Ia menilai bahwa Unmul sebagai institusi pendidikan sudah semestinya melarang aktivitas merokok di seluruh kawasan kampus sebagaimana yang tertera di Perwali yang sudah disebutkan di atas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, pengadaan zona merokok di FMIPA pun baru diterapkan sejak kampanye yang ia gerakkan beberapa waktu lalu. Meskipun begitu, Khairunnisa masih menyayangkan pemilihan tempat untuk merokok, yakni di area tangga yang mana kerap ramai dilewati orang-orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Padahal orang-orang sering lewat tangga. Otomatis masih mengganggu,&rdquo; keluhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Iwan, dirinya menuntut adanya aturan yang mewajibkan penerapan KTR di tingkat universitas. Sebab, hanya segelintir fakultas saja yang baru menerapkan hal tersebut karena tidak adanya aturan yang terintegrasi ke seluruh kampus. Sehingga, penerapan KTR saat ini dikembalikan ke kebijakan masing-masing fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di tingkat universitas, (saya) sempat nanya-nanya juga,&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>, terus saya ngomong ke beliau (staf Wakil Rektor III), &ldquo;Kenapa di universitas kita nggak bikin (aturan penerapan KTR), Pak?&rdquo; Katanya, kalau Unmul itu urgensinya masih di sampah. Padahal, kalau kita lihat sampah, dengan merokok juga mereka nyampah ibaratnya, nyampah puntung rokoknya &lsquo;kan.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Khairunnisa turut menyoroti dosen yang kedapatan merokok di lingkungan kampus. Ia membagikan cerita mengenai dosen yang mengaku merokok untuk mendapatkan inspirasi ketika sedang mengajar di kelas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tanpa sadar, beliau yang seharusnya menjadi&nbsp;</span><span><em>role model</em></span><span>&nbsp;malah mengajarkan hal yang bisa kita bilang negatif untuk mahasiswanya. Aku rasa, karena dia sebagai&nbsp;</span><span><em>role model</em></span><span>, kalau memang dia merokok, boleh. Itu haknya dia. Tapi tolong, sesuaikan tempatnya kalau mau merokok,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Muhammad Kevin Syaida, mahasiswa Prodi Sastra Inggris, FIB 2022. Ketika ditanya mengenai penerapan KTR di kampusnya, ia mengaku, sejauh ini tidak ditemukan area khusus untuk merokok. Nyaris, terdapat mahasiswa yang bebas merokok di seluruh area FIB. Terlebih, jumlah perokok di kampusnya itu terbilang cukup besar. Sementara peringatan bertuliskan &ldquo;dilarang merokok&rdquo; hanya ia temui di toilet saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan masifnya jumlah perokok di FIB, dirinya yang kebetulan tidak merokok merasa cukup terganggu. Ia berharap agar terdapat aturan yang mengatur aktivitas merokok di kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya, peringatannya harus diperbanyak gitu, ya. Kalian itu memang bebas merokok, tapi, nggak kayak&nbsp;</span><span><em>literally</em></span><span>&nbsp;kalian itu boleh seenaknya merokok di dekat mahasiswa yang anti merokok gitu. Itu harus dipertegas,&nbsp;</span><span>sih</span><span>,&rdquo; ujar Kevin kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Rabu (18/10) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu, dirinya cukup netral dan tak begitu ambil pusing akan ada atau tidaknya aturan terkait penerapan KTR. Tetapi, ia menilai lebih baik apabila diterapkan, sebab, dirinya mengaku kerap mendapat godaan untuk mencicipi rokok&mdash;meski godaan itu berhasil ia hindari.</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, ya, harapan saya penerapan KTR di kampus ke depannya cepat diterapkan saja kali, ya. Jadi untuk mahasiswa yang merokok sembarangan, yang membuang puntung rokok sembarangan itu tahu diri juga,&rdquo; kuncinya. <em><strong>(ner/ali/dre/ems)</strong></em></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buah Semangka: Simbol Perlawanan Masyarakat Palestina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/buah-semangka-simbol-perlawanan-masyarakat-palestina/baca </link>
<guid> buah-semangka-simbol-perlawanan-masyarakat-palestina </guid>
<pubDate> Tue, 07 Nov 2023 11:04:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita di balik buah semangka bagi perjuangan Palestina </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/buah-semangka-simbol-perlawanan-masyarakat-palestina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QuWimH7LpR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Buah Semangka: Simbol Perlawanan Masyarakat Palestina</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Media sosial berperan dalam mempengaruhi dan menyebarluaskan isu-isu baik di tingkat lokal maupun global. <em>Platform&nbsp;</em>media sosial telah menjadi saluran komunikasi yang luas bagi masyarakat. Akhir-akhir ini, media sosial dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap Palestina.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah memanasnya konflik Israel dan Palestina, ada fenomena menarik yang terjadi di internet. Saat ini, warganet tengah ramai mengunggah gambar atau emoji buah semangka di akun media sosial mereka. Ada apa dengan buah semangka?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menghilangkan rasa penasaran kalian,</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>telah merangkum beberapa alasan dipilihnya semangka sebagai simbol dukungan terhadap Palestina beserta makna yang terkandung di dalamnya. Apa saja, ya?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Melambangkan Budaya dan Identitas Palestina</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semangka tumbuh dengan subur di seluruh wilayah Palestina, dari Jenin hingga Gaza. Tanah Palestina memiliki iklim yang sangat cocok untuk membudidayakan semangka, sehingga buah ini telah menjadi simbol yang yang berkaitan erat dengan budaya dan identitas negara tersebut. Semangka mencerminkan hubungan yang kuat antara rakyat Palestina dan Tanah Air mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Simbol Perlawanan Sejak Dahulu Kala</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Simbol semangka Palestina bukan hal baru. Fenomena itu muncul sejak Perang Enam Hari pada tahun 1967 silam ketika Israel menguasai Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur. Imbas dari peperangan tersebut adalah, Israel melarang penggunaan bendera Palestina. Larangan itu berlangsung hingga Perjanjian Oslo pada tahun 1993.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjanjian Oslo merupakan salah satu upaya damai yang pernah dibuat untuk mengakhiri konflik Israel - Palestina. Sayangnya, kesepakatan tersebut masih belum mampu direalisasikan. &nbsp;Selama periode perang dan perjanjian tersebut, Palestina menggunakan semangka sebagai alternatif penggunaan bendera untuk menunjukkan simbol perlawanan. Simbol ini menjadi kuat dan mendapat dukungan global.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Selaras dengan Warna Bendera Palestina</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain menjadi elemen penting dalam budaya Palestina, warna semangka, yaitu merah, hijau, putih, dan hitam, mirip dengan warna bendera Palestina. Palestina menghadapi banyak kesulitan dalam mengibarkan bendera negaranya sendiri karena adanya larangan dari Israel. Oleh karena itu, warga Palestina sering menggunakan simbol semangka sebagai alternatif untuk mewakili tanah air mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Untuk Menghindari&nbsp;</span><span><em>Shadow Banned</em>&nbsp;</span></strong><span><strong>di Media Sosial</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa&nbsp;</span><span><em>platform</em></span><span><em>&nbsp;</em>media sosial cenderung sensitif ketika membahas konflik yang terjadi di sebuah negara. Hal tersebut menginisiasi pendukung Palestina untuk menggunakan emoji atau gambar semangka sebagai representasi dari Palestina guna menghindari risiko&nbsp;</span><span><em>shadow banned</em></span><span>&nbsp;pada akun mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, buah semangka menjadi populer dan semakin banyak digunakan di berbagai media sosial. Tidak hanya pada unggahan konten, melainkan juga digunakan dalam nama akun, foto profil, dan keterangan status akun mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk terus menyebarkan informasi tentang konflik yang terjadi di Palestina tanpa terhalang oleh pembatasan&nbsp;</span><span><em>platform</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;">Nah, itulah empat alasan dipilihnya buah semangka sebagai simbol dukungan terhadap Palestina. Dengan berkembangnya penggunaan emoji atau gambar semangka sebagai simbol solidaritas terhadap Palestina di media sosial, kita telah menyaksikan bagaimana teknologi memungkinkan pendukung dari seluruh dunia untuk bersatu dalam upaya menyebarkan informasi terkait konflik berkepanjangan Israel - Palestina. Ini juga membuktikan kekuatan media sosial dalam memperluas kesadaran dan dukungan terhadap Palestina. <em><strong>(xel/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Saksi Mata: Sastra yang Bersaksi Atas Lazimnya Kebengisan Indonesia pada Masa Pendudukan Timor Leste </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/saksi-mata-sastra-yang-bersaksi-atas-lazimnya-kebengisan-indonesia-pada-masa-pendudukan-timor-leste/baca </link>
<guid> saksi-mata-sastra-yang-bersaksi-atas-lazimnya-kebengisan-indonesia-pada-masa-pendudukan-timor-leste </guid>
<pubDate> Tue, 07 Nov 2023 11:40:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melihat kebengisan Indonesia pada masa pendudukan Timor Leste dari kacamata sastra </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/saksi-mata-sastra-yang-bersaksi-atas-lazimnya-kebengisan-indonesia-pada-masa-pendudukan-timor-leste/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xG05At5yiA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Saksi Mata: Sastra yang Bersaksi Atas Lazimnya Kebengisan Indonesia pada Masa Pendudukan Timor Leste</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Seperti yang dikatakan Seno Gumira Ajidarma, &lsquo;Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara. Jurnalisme bicara dengan fakta, sastra bicara dengan kebenaran&rsquo;. Kebenaran yang disampaikan melalui rekonstruksi teks Cerpen Saksi Mata, merupakan &ldquo;kunci&rdquo; yang mampu membuka mata pembaca terhadap pembatasan jurnalisme di Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Antologi Cerpen Saksi Mata merupakan salah satu karya Seno yang pertama kali diterbitkan oleh penerbit Bentang Budaya pada tahun 1994. Saksi Mata ini bisa dikatakan berisi tentang gambaran mengenai peristiwa yang terjadi di Timor Timur masa itu. Penderitaan, peperangan, pengkhianatan, perjuangan, dan semacamnya merupakan topik-topik yang ingin Seno soroti dan sampaikan kepada para pembaca agar dapat mengetahui sejarah &ldquo;tersembunyi&rdquo; peristiwa Timor Timur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sepanjang buku, Seno menggambarkan kengerian demi kengerian. Selain mata dicongkel &ldquo;Saksi Mata&rdquo; dan telinga dipotong &ldquo;Telinga&rdquo;, ada wajah yang tidak lagi berbentuk setelah disiksa secara brutal &ldquo;Maria&rdquo;, mayat yang diseret oleh seekor kuda di sepanjang jalan berdebu &ldquo;Salvador&rdquo;, dan kepala tertancap di pagar rumah &ldquo;Kepala di Pagar Da Silva&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua itu diucapkan dengan acuh tak acuh; dingin. Bahkan, dalam &ldquo;Listrik&rdquo;, Seno masih menyempatkan diri menceritakan kisah penemuan listrik yang ternyata berguna tidak hanya untuk menyalakan lampu, tetapi juga untuk menyiksa sandera. Di sini ia juga menyisipkan humor tentang kebodohan prajurit yang hanya tahu bagaimana mengatakan &ldquo;siap&rdquo; kepada komandannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Struktur internal teks</span><span>&nbsp;</span><span>Saksi Mata</span><span>,</span><span>&nbsp;yang notabenenya merupakan ruang pertemuan dan negosiasi ideologi yang ada, menunjukkan bahwa teks tersebut berupaya menggambarkan kengerian totalitarianisme Orde Baru. Namun, tentu saja, dalam ruang politik yang menindas, kritik dalam semangat kemanusiaan, keadilan dan kebebasan berekspresi ditransformasikan dan dibalut dalam Saksi Mata</span><span>&nbsp;</span><span>dengan struktur sindiran dan humornya yang khas, sekaligus mengungkapkan kengeriannya dengan mengungkapkan &ldquo;darah&rdquo;, &ldquo;lubang mata&rdquo;, &ldquo;darah mengalir&rdquo;, dan lain-lain. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa semangat kritik melalui karya sastra dalam penjara ideologi totaliter masih beroperasi dalam dua kondisi. Di satu sisi, situasi represif memaksanya bungkam atau membicarakan topik yang menguntungkan Orde Baru. Di sisi lain, pengurungan ini melahirkan semangat pembebasan sehingga pada akhirnya konstruksi teks dijiwai dengan semangat keadilan, kemanusiaan, dan kebebasan berekspresi berkat kebebasan dari&nbsp;</span><span><em>self-censorship</em></span><span>&nbsp;yang dipicu oleh tekanan nasional. Kemunculan Saksi Mata merupakan hasil demonstrasi dominasi Orde Baru di bawah kendali Presiden Soeharto yang menerapkan kebijakan mobilisasi dan pengawasan &nbsp;ketat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ilustrasi yang disajikan pada beberapa halaman Cerpen di buku ini juga dapat menunjang alur cerita sehingga menjadikan cerita di buku ini sangat realistis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa membaca catatan penulis di awal buku, generasi pasca Orde Baru mungkin akan kesulitan memahami konteks peristiwa dan lokasi semua kengerian itu. Seno sengaja menyembunyikannya untuk bisa mempublikasikan Cerpennya di media sekitar tahun 1993. Namun, ia memberikan petunjuk tentang nama-nama khas Portugis dari tokoh ceritanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nah, kumpulan cerpen ini berkisah tentang kebrutalan tentara Indonesia pada masa pendudukan Timor Leste, dan khususnya pasca pembantaian Santa Cruz, di Dili, pada 12 November 1991.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai peringatan terhadap kekejaman, Saksi Mata sangat layak dibaca oleh para pelajar dan mahasiswa. Karena, buku sejarah hanya menyebutkan Timor Leste pada saat pemilu tahun 1999. Bahkan, tidak ada satu pun bab atau catatan singkat mengenai dampak pendudukan Indonesia di sana&ndash; yang mungkin telah menewaskan ratusan ribu warga sipil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengapa kita perlu mengetahui hal ini? Bukankah ini sejarah kelam dan memalukan negara ini? Ini bukan soal membuka kembali luka negara kita. Ini adalah keadilan bersejarah, tidak hanya bagi para korban&ndash; yang ironisnya belum mendapatkan keadilan hukum&ndash; tetapi juga bagi generasi muda negeri ini. Kita patut malu dengan rekor ini. Namun, dengan mengakui hal ini, kita bisa melewatinya dan tidak mengulangi lagi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, Kabid Administrasi dan Pendanaan Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa, FIB 2021.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagian Dua: Pembeliant </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-dua-pembeliant/baca </link>
<guid> bagian-dua-pembeliant </guid>
<pubDate> Wed, 08 Nov 2023 12:41:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjuangan Aku, Sanja, dan Panglima menghadapi VOC di belantara Kalimantan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-dua-pembeliant/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/H94Ft2nGkD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bagian Dua: Pembeliant</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Setibanya kami di perkemahan, hari telah gelap. Hamparan obor menyelimuti setiap titik perkemahan. Mayoritas penduduk telah beristirahat, tetapi beberapa ditugaskan untuk berjaga. Aku, Sanja, dan Panglima meninggalkan kegelapan hutan di belakang kami. Panglima membawa peralatan kami karena aku bersikeras ingin membopong Sanja. Seorang pria Belanda paruh baya mendatangi kami. Perawakannya tinggi dengan janggut putih tebal, kacamata bulat tertaut di bawah matanya. Tak lupa, suara ketukan tongkat untuk menopang kakinya. Sangat mudah mengidentifikasi sosok Cornelius di pemukiman ini. Ia menyiapkan tempat tidur untuk Sanja.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Buah Tarap?&rdquo; Cornelius melihatku dan Panglima. Dugaanku, Cornelius akan melemparkan omelannya terkait bahaya buah ini. Tetapi tidak ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cornelius van der Hoorn merupakan dokter utusan VOC dari Batavia untuk mengolah rempah-rempah hasil&nbsp;</span><span><em>Cultuurstelsel</em></span><span><em>&nbsp;</em>menjadi obat-obatan. Sayangnya, akibat polio yang dideritanya, Cornelius kerap dirundung oleh serdadu Belanda. Ia bahkan dianggap tidak mampu membela negaranya. Cornelius kecewa dan meracuni seluruh makanan serdadu VOC. Akhirnya, ia ditangkap dan dipenjara bersama beberapa penduduk, salah satunya istriku Nara. Setelah berminggu-minggu merencanakan untuk kabur, rencana mereka terbongkar. Nara mengorbankan dirinya dan mendapat timah panas sementara Cornelius kabur dan mengabdi pada kami. Di sisi lain, berbeda dengan Panglima dan Sanja, aku tidak begitu akrab dengan Cornelius. Aku justru kerap menjaga jarak dengannya karena menganggap kematian Nara disebabkan olehnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa yang harus kita lakukan?&rdquo; aku membaringkan Sanja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Melihat kondisinya, aku menduga kita punya beberapa jam sebelum&hellip;&rdquo; Cornelius tidak menyelesaikan kalimatnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semuanya akan baik-baik saja,&rdquo; Panglima memegang pundakku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku akan menyiapkan obat untuknya,&rdquo; Cornelius pergi meninggalkan kami.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penduduk memadati kemah kami. Cornelius yang berusaha kembali ke kemahnya terhalang oleh rentetan pertanyaan dari para penduduk. Aku tidak mendengar dengan jelas, tetapi Cornelius berjanji bahwa Sanja baik-baik saja. Ia menganjurkan penduduk untuk kembali beristirahat. Tak butuh waktu lama, kericuhan memudar. Perkemahan kembali sunyi. Aku bahkan bisa mendengar detak jantungku sendiri. Tak luput, angin malam yang terasa menyapu punggungku. Aku menyelimuti Sanja. Sesaat, aku mengira Panglima telah keluar bersama Cornelius sebelum ia akhirnya duduk di sampingku. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Taman, apa kau ingat ketika aku mengajari Sanja menggunakan s</span><span>umpit&nbsp;</span><span>(senjata tradisional)?&rdquo; Panglima berusaha menghiburku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentu. Bagaimana aku bisa lupa. Kalian membuat seekor kerbau mengamuk dan merusak kebun para penduduk,&rdquo; aku tersenyum kecil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama seminggu kami harus membantu penduduk menanam ulang kebun-kebun itu,&rdquo; Panglima tertawa sesaat. &ldquo;Aku pernah berjanji kepada Sanja jika ia sudah mahir menggunakan s</span><span>umpit</span><span>, ia pantas menggantikanku sebagai Panglima. Ia pantas menjadi pelindung untuk kita semua,&rdquo; ujar Panglima dengan raut wajah serius.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tawaku memudar, &ldquo;Kenapa kau berbicara seperti itu? Apa maksudmu?&rdquo; Aky mengerutkan kening.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Panglima menarik napas panjang. &ldquo;Selama beberapa tahun terakhir, kekuatan ini terus mengingatkan aku akan Nara. Aku tidak bisa hidup seperti ini terus-menerus, Taman. Aku harus melanjutkan hidup. Dan mungkin, satu-satunya cara adalah dengan berhenti menjadi Panglima.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kekuatan itu memilihmu, Nanjan. Kau, dianugerahkan kekuatan itu, dan kau akan melepaskannya begitu saja?&rdquo; aku tidak mengerti pemikirannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Taman, kekuatan ini tidak pernah membawa apa pun melainkan hal buruk. Pikirkan ini, jika serdadu VOC sampai tahu eksistensi Panglima, entah berapa banyak serdadu yang didatangkan untuk menyerangku. MENYERANG KITA!&rdquo; Panglima berkeras agar aku setuju.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Baiklah, jika menurutmu itu yang terbaik. Aku akan mendukungmu,&rdquo; jawabku. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika yang kau khawatirkan adalah perlindungan bagi Sanja. Kau tidak perlu risau. Aku janji, kau, Sanja, dan seluruh penduduk akan berada dalam situasi yang aman sebelum aku melepaskan kekuatan ini,&rdquo; Panglima menetapkan keputusannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku tidak mengatakan apa pun. Kami menoleh karena terkejut mendengar suara langkah kaki di luar kemah. Hidup berpindah-pindah membuat kami selalu siaga akan kedatangan VOC. Untunglah, itu hanya Cornelius yang membawakan obat untuk Sanja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku menyiapkan ramuan. Semoga ini berhasil,&rdquo; ucap Cornelius.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cornelius meminumkan Sanja dengan ramuan itu. Tidak ada reaksi. Kami menunggu beberapa menit. Tetap tidak terjadi apa pun. Cornelius dan Panglima nampak cemas. Aku nampak cemas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa obatnya bekerja?&rdquo; tanyaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cornelius tidak menjawab dan kembali memeriksa Sanja. Aku benci kekhawatiran yang terlukis pada wajah Cornelius.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ramuannya berhasil mengulur waktu beberapa jam lagi untuk Sanja. Kita harus segera mencari alternatif lain,&rdquo; Cornelius mengusap keningnya yang basah dan mengkilap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin, ada satu cara,&rdquo; Panglima duduk di ujung kemah. Kedua siku bertumpu pada lututnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku mencari asal suara Panglima, &ldquo;apa maksudmu?&rdquo; tanyaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebelum bertemu denganmu, Nara menghabiskan masa mudanya mencari Pusaka&nbsp;</span><span><em>Pembeliant</em></span><span>. Pusaka yang dipercaya memiliki banyak kemampuan gaib, salah satunya mengobati segala macam penyakit. Konon, Sang&nbsp;</span><span><em>Pembeliant&nbsp;</em></span><span>yang merupakan dukun tersohor di kala itu mengubur dirinya bersama pusaka itu di balik&nbsp;</span><span><em>Jantur</em></span><span><em>&nbsp;</em>(air terjun) Inar,&rdquo; jelas Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa Nara pernah menemukannya?&rdquo; tanyaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah, apa ada pusaka yang tak pernah ditemukannya?&rdquo; jawab Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lalu, di mana Nara menyimpannya?&rdquo; tanya Cornelius.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Begini, mengingat pusaka itu ditenagai oleh ilmu hitam, ia memiliki kehendak dan pikirannya sendiri, sehingga ia dapat membahayakan penggunanya. Oleh karena itu, setelah Nara meminta seluruh penduduk terbebas dari wabah kolera, ia langsung menenggelamkan pusaka itu di Sungai Mahakam. Tepat beberapa kilometer dari sini,&rdquo; jelas Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa kau tidak pernah cerita tentang ini?&rdquo; tanyaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nara membuatku berjanji untuk tidak menceritakan apa pun tentang masa lalunya padamu ataupun Sanja. Ia tidak ingin kalian mengikuti jejaknya. Jejak yang yang telah mengakhiri hidupnya,&rdquo; alasan Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku melepaskan genggamanku dari Sanja dan berjalan melewati Panglima. Ia menahan lenganku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jangan, Taman. Kau tidak tahu seberapa berbahayanya pusaka itu,&rdquo; Panglima melarangku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika pusaka itu bekerja di tangan Nara. Tentunya, itu akan bekerja di tanganku,&rdquo; aku meyakinkan Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh, ya? Sekarang di mana Nara, Taman? DI MANA NARA?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menghempaskan genggamannya sembari menunggunya bertindak. Aku menunggunya memukul, menghajar, atau mengikatku. Apa pun demi mencegah kepergianku. Namun, tidak ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Biar aku saja yang mengambil pusaka itu,&rdquo; Panglima mengejutkanku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, kami mendengar teriakan para penjaga dari luar, &ldquo;VOC! VOC!&rdquo; teriakan tersebar di seluruh perkemahan. Sesampainya aku, Cornelius, dan Panglima di luar kemah, penduduk telah berlarian tak tentu arah. Bahkan, ada yang telah tertangkap. Malam itu, perkemahan mendadak menyilaukan akibat dari beberapa kemah yang dibakar oleh serdadu VOC.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sepertinya mereka mengikuti jejak kita,&rdquo; Panglima memberitahuku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seharusnya kita habisi saja Jenderal tua itu saat masih punya kesempatan,&rdquo; kataku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tunggu, bagaimana dengan Sanja? Ia tidak punya banyak waktu,&rdquo; Cornelius mengingatkan kami.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Panglima berpikir keras. Ia dihadapkan pilihan yang sulit. Menyelamatkan penduduk desa atau kemenakannya sendiri. Jika aku dihadapkan situasi yang sama, aku tidak yakin dapat mengambil keputusan apapun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Taman, bawalah Cornelius dan pergi ambil pusaka itu. Sanja aman bersamaku di sini. Dan ingat, jika kalian mendapatkan pusaka itu, berhati-hatilah ketika meminta sesuatu darinya,&rdquo; terang Panglima. Aku mengangguk. &nbsp;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Panglima memasuki hutan di depan kami dan menyerang beberapa serdadu sekaligus. Cornelius menungguku mengucapkan selamat tinggal kepada Sanja sebelum kami pergi. Beberapa menit kemudian, perkemahan sudah jauh tertinggal di belakang kami.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Bersambung&hellip;</strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulis oleh F. Sandro Asshary, Alumni Sastra Inggris, FIB 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Kirim Delegasi untuk Ajang MTQMN, Ferdian: Saya Ingin Harumkan Nama Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kirim-delegasi-untuk-ajang-mtqmn-ferdian-saya-ingin-harumkan-nama-kampus/baca </link>
<guid> unmul-kirim-delegasi-untuk-ajang-mtqmn-ferdian-saya-ingin-harumkan-nama-kampus </guid>
<pubDate> Fri, 10 Nov 2023 09:53:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita delegasi Unmul di Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional XVII 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kirim-delegasi-untuk-ajang-mtqmn-ferdian-saya-ingin-harumkan-nama-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R0SyKOhg2Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Kirim Delegasi untuk Ajang MTQMN, Ferdian: Saya Ingin Harumkan Nama Kampus</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Beberapa waktu lalu, Unmul mengirim mahasiswanya sebagai delegasi Musabaqah Tilawatil Qur&rsquo;an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XVII 2023 yang akan diselenggarakan di Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah dari MTQN tahun ini. Kegiatan ini diselenggarakan selama 6 hari, mulai tanggal 4 sampai 9 November 2023.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>MTQN merupakan ajang perlombaan dalam bidang keagamaan yang terdiri dari banyak macam bidang, di antaranya adalah&nbsp;</span><span>Hifdzil Qur&rsquo;an, Tilawatil Qur&rsquo;an, Tartil Qur&rsquo;an, Qira&rsquo;at Sab&rsquo;ah, Khattil Qur&rsquo;an, Fahmil Qur&rsquo;an, Syarhil Qur&rsquo;an, Karya Tulis Ilmiah Al-Quran, Desain Aplikasi Al-Qur&rsquo;an, Debat Ilmiah Al-Qur&rsquo;an, hingga Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>mewawancarai salah satu peserta MTQN bidang Tartil Qur&rsquo;an, Ferdian, pada Rabu (8/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk dukungan, MasyaAllah kita sangat di-</span><span><em>support</em></span><span>. Mulai dari konsumsi, tempat tinggal atau hotel, dan lain-lain selama perlombaan berlangsung di Universitas Brawijaya,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ferdian turut menambahkan bahwa selama persiapan MTQN, Unmul memberikan pendamping sesuai dengan bidang lomba yang diikuti oleh mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sehingga dalam hal ini akan menambah dan memperdalam kemampuan saya, khususnya kemampuan bacaan Tartil.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keinginan untuk membanggakan kedua orang tuanya yang selalu mendukung dan mendoakannya menjadi motivasi Ferdian hingga dapat menjadi perwakilan Unmul ke tingkat nasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, Ferdian &nbsp;juga berkeinginan mengharumkan nama FK yang merupakan fakultasnya untuk membuktikan bahwa fakultas tersebut tidak hanya terlibat dalam ilmu sains saja, tetapi juga dalam bidang Iman dan Taqwa (Imtaq).</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentunya ingin sekali bisa masuk sebagai finalis. Namun, itu tidak menjadi target utama. Target terpenting adalah bagaimana saya bisa terus mensyiarkan Al-Qur&rsquo;an dan tetap terus istiqomah mengamalkan isinya. Selain itu, agar bisa bersilaturahmi dan berkenalan dengan seluruh mahasiswa se-Indonesia,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(dre/srf/ara/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Potret Isu Kemanusiaan di Tanah IKN, LPM Sketsa Unmul Sabet Juara 1 Anugerah Dewan Pers 2023 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potret-isu-kemanusiaan-di-tanah-ikn-lpm-sketsa-unmul-sabet-juara-1-anugerah-dewan-pers-2023/baca </link>
<guid> potret-isu-kemanusiaan-di-tanah-ikn-lpm-sketsa-unmul-sabet-juara-1-anugerah-dewan-pers-2023 </guid>
<pubDate> Tue, 14 Nov 2023 12:36:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prestasi LPM Sketsa Unmul dalam menyuarakan isu kemanusiaan Suku Paser Balik di IKN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/potret-isu-kemanusiaan-di-tanah-ikn-lpm-sketsa-unmul-sabet-juara-1-anugerah-dewan-pers-2023/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/upIZ6nelvg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Potret Isu Kemanusiaan di Tanah IKN, LPM Sketsa Unmul Sabet Juara 1 Anugerah Dewan Pers 2023</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Nama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul kembali menggema di kancah nasional. Kali ini, Dewan Pers menobatkan salah satu karya jurnalistik awak <em>Sketsa</em> sebagai Juara 1 Kompetisi Karya Jurnalistik Pers Mahasiswa untuk Kategori Feature Isu Kemanusiaan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabar baik tersebut diumumkan pada malam puncak Anugerah Dewan Pers 2023 yang dihelat di Hotel JW Marriot, Jumat (10/11) lalu. Sebagai informasi, pemberian Anugerah Dewan Pers ini merupakan bentuk apresiasi terhadap semua insan pers dan komponen masyarakat yang punya andil dalam menghasilkan karya jurnalistik berkualitas dan berperan dalam menjaga serta memperjuangkan kemerdekaan pers, tak terkecuali pers mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertajuk &ldquo;Masalah Pelik Suku Paser Balik: Kebun dan Hutan Dikuasai, Kini Hanya Bisa Pertahankan Tradisi&rdquo; merupakan liputan yang ditulis oleh Muhammad Razil Fauzan mahasiswa FIB sekaligus Ketua Umum LPM Sketsa Unmul periode 2021/2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/budaya/masalah-pelik-suku-paser-balik-kebun-dan-hutan-dikuasai-kini-hanya-bisa-pertahankan-tradisi/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/budaya/masalah-pelik-suku-paser-balik-kebun-dan-hutan-dikuasai-kini-hanya-bisa-pertahankan-tradisi/baca">Masalah Pelik Suku Paser Balik: Kebun dan Hutan Dikuasai, Kini Hanya Bisa Pertahankan Tradisi</a><span>)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nindiani Kharimah, Ketua Redaksi LPM Sketsa Unmul menyebut bahwa raihan tersebut seyogianya harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>untuk senantiasa menghasilkan liputan yang berkualitas serta berdampak bagi kemanusiaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alhamdulillah, rezekinya&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>sebagai juara 1. Tentunya ini menjadi motivasi besar bagi kami</span><span>&nbsp;</span><span>untuk terus menyuarakan dan mengangkat isu-isu yang membutuhkan perhatian bersama,&rdquo; tutur Nindi pada Senin (13/11) yang menerima langsung penghargaan tersebut di Jakarta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai salah satu pers mahasiswa yang memiliki posisi strategis dengan lokasi pembangunan IKN di Kalimantan Timur, menurutnya hal tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apalagi memang lokasi IKN ini kan berada di wilayah jangkauan kami. Harapannya, ini bisa jadi sedikit kontribusi kami untuk memantau dan menjalankan fungsi&nbsp;</span><span><em>watchdog</em></span><span><em>&nbsp;</em>pers dari kalangan mahasiswa,&rdquo; sambung Nindi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Euforia ini juga tak ketinggalan sampai kepada Abdunnur selaku Rektor Unmul. Lewat pesan WhatsApp, Minggu (12/11) lalu Abdunnur menyampaikan pesan dan apresiasinya kepada segenap awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>yang bertugas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harap Abdunnur, lewat berbagai karya jurnalistik yang diterbitkan nantinya, awak&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;dapat memegang komitmen menebar manfaat bagi kemanusiaan tak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah internasional.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk mahasiswa pemenang maupun untuk semua jurnalis LPM Sketsa Unmul agar &nbsp;terus semangat belajar dan meningkatkan skill jurnalistik, terus berkarya, meningkatkan inovasi dan kreativitas jurnalistik untuk mencerdaskan bangsa serta memberi manfaat kontribusi bagi kemanusiaan di Indonesia maupun di seluruh dunia,&rdquo; pesan Abdunnur. <em><strong>(nav/nkh/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbudaya: Inovasi Gerakan Literasi Budaya yang Menyenangkan bagi Anak, Besutan PKM-PM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/berbudaya-inovasi-gerakan-literasi-budaya-yang-menyenangkan-bagi-anak-besutan-pkm-pm-unmul/baca </link>
<guid> berbudaya-inovasi-gerakan-literasi-budaya-yang-menyenangkan-bagi-anak-besutan-pkm-pm-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 15 Nov 2023 13:18:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperkenalkan budaya melalui permainan asik besutan PKM-PM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/berbudaya-inovasi-gerakan-literasi-budaya-yang-menyenangkan-bagi-anak-besutan-pkm-pm-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qpFMhmx7EU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbudaya: Inovasi Gerakan Literasi Budaya yang Menyenangkan bagi Anak, Besutan PKM-PM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Berbudaya&rdquo; merupakan suatu program yang menjadi wadah edukasi untuk anak dalam upaya pengenalan kebudayaan melalui literasi, permainan dan teknologi yang diciptakan oleh sekelompok mahasiswa Unmul melalui Program Kreativitas Mahasiswa dengan sub Pengabdian Masyarakat tahun 2023.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan gerakan pengenalan budaya yang ditujukan pada anak-anak berawal dari keresahan yang tim temukan pada mitra yaitu anak-anak yang berada di Rumah Belajar Bintang Kecil Samarinda (RBBK) Samarinda, di mana anak-anak yang masih di usia sekolah dasar ini &nbsp;kurang mengetahui kebudayaan yang ada di Indonesia dan lebih banyak mengenal &nbsp;budaya baru yang mereka dapat akses dengan mudah pada media sosial tanpa pengawasan orang dewasa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kekhawatiran tim dan ketua lembaga mengenai pergeseran budaya yang diakibatkan derasnya arus globalisasi yang tidak terbendung menyebabkan pudarnya nilai-nilai budaya yang seharusnya menjadi identitas diri sedari dini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini berupaya dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak usia sekolah dasar mengenai budaya dengan cara yang lebih inovatif dan kreatif yang dapat menarik minat anak-anak untuk lebih mengenal budaya yang ada di Indonesia, yakni melalui permainan&nbsp;</span><span><em>board game</em></span><span>&nbsp;edukatif yang bernama &ldquo;Berbudaya&rdquo;. Program ini telah dimodifikasi dan berinovasi dengan memasukan unsur literasi serta teknologi yang tentu saja mudah untuk diaplikasikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam mewujudkan keberhasilan program pengenalan kebudayaan Indonesia pada anak-anak, tim kami menjalin kerja sama dengan RBBK yang terletak di Jalan M. Said Gang. 5 No. 41 Kelurahan Lok Bahu, Kota Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>RBBK merupakan salah satu lembaga pendidikan non-formal dengan program bimbingan belajar tambahan seperti taman baca, pembinaan keterampilan dan kelas mengaji.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>RBBK memiliki lima tenaga pengajar dengan jumlah peserta didik 40 anak yang sebagian besar duduk di bangku sekolah dasar. Kurangnya tenaga pengajar dibandingkan dengan banyaknya jumlah peserta menjadikan pemberian pengetahuan dan pengenalan budaya pada anak tidak maksimal. Ditambah dengan tidak adanya media pembelajaran mengenai pengenalan budaya pada anak-anak. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berangkat dari permasalahan tersebut, tim kami bersama Kepala Lembaga sepakat untuk melaksanakan program pengenalan budaya pada anak melalui media&nbsp;</span><span><em>board game</em></span><span>&nbsp;&ldquo;Berbudaya&rdquo;, di mana program ini mampu meningkatkan pengetahuan budaya anak-anak di RBBK Samarinda dengan media yang sudah kami sesuaikan dengan karakteristik anak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Board game</em></span><span>&nbsp;&ldquo;Berbudaya&rdquo; dapat dengan mudah dimainkan dan dipahami oleh anak, sehingga mampu menarik minat anak dalam mengenal kebudayaan Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan pelaksanaan program tersebut telah digelar pada tanggal 5 sampai dengan 7 September 2023 di RBBK. Ada beberapa tahap kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Berbudaya di awal program. Pertama, tahap persiapan seperti melaksanakan koordinasi dengan pimpinan mitra. Selanjutnya, penciptaan desain media&nbsp;</span><span><em>board game</em></span><span>&nbsp;sebanyak lima buah, serta buku budaya dan buku pedoman yang di dalamnya termuat tata cara permainan&nbsp;</span><span><em>board game</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat tahap pelaksanaan berlangsung, terdapat tiga kegiatan, yakni hari pertama pelatihan penggunaan bagi pendidik lembaga mitra. Pada kesempatan ini, tim kami memberikan pelatihan penggunaan media permainan dengan tujuan agar pendidik memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan media permainan sebagai pendamping.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada hari kedua pelaksanaan, anak-anak sangat antusias mengikuti arahan permainan serta mempraktikkan tantangan yang ada di dalam&nbsp;</span><span><em>board game</em></span><span>, seperti menari sehingga mampu meningkatkan pengetahuan terkait budaya indonesia melalui permainan board game.&nbsp;</span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari ketiga diisi dengan pelaksanaan pelatihan bagi orang tua untuk penggunaan&nbsp;</span><span><em>board game</em></span><span>&nbsp;di rumah. Peran orang tua sangat penting dalam keberlanjutan program ini, sehingga orang tua turut serta dilibatkan dalam pelatihan penggunaan media permainan&nbsp;</span><span><em>board game</em></span><span>. Tim Berbudaya turut memberikan pengetahuan tentang bagaimana memodifikasi&nbsp;</span><span><em>board game</em></span><span>&nbsp;sehingga orang tua mampu menjadi pendamping anak-anak di rumah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah ketiga kegiatan tersebut selesai, program &ldquo;Berbudaya&rdquo; diharapkan tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Tim Berbudaya akan terus memantau sejauh mana program ini terus digunakan oleh anak-anak agar program &ldquo;Berbudaya&rdquo; dapat berkelanjutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wahyu Kharisma selaku kepala lembaga RBBK Samarinda sangat senang dengan adanya program ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya sangat mengapresiasi kegiatan PKM-PM Berbudaya yang dilakukan semoga program ini akan terus berkelanjutan dan berinovasi guna meningkatkan pengetahuan anak-anak di RBBK maupun di sekitar lingkungan ini,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kami berharap, program ini dapat terus berkelanjutan serta berguna bagi anak-anak yang menggunakannya. Semoga program ini bisa dilihat oleh pemerintah setempat sehingga dapat menjadi contoh dan menjadi program Gerakan Literasi Budaya di Kota Samarinda</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penutupan kegiatan telah dilaksanakan pada bulan Oktober lalu yang ditutup secara simbolis dengan penyerahan plakat kepada kepala lembaga RBBK Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ditulis oleh Miranda Wulandari, Ketua Tim PKM-PM</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Langkah Internasionalisasi, FISIP Unmul Gaet Khon Kaen Business School sebagai Mitra Berbagai Program </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-internasionalisasi-fisip-unmul-gaet-khon-kaen-business-school-sebagai-mitra-berbagai-program/baca </link>
<guid> langkah-internasionalisasi-fisip-unmul-gaet-khon-kaen-business-school-sebagai-mitra-berbagai-program </guid>
<pubDate> Fri, 17 Nov 2023 11:40:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerjasama FISIP dengan Khon Kaen Business School </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-internasionalisasi-fisip-unmul-gaet-khon-kaen-business-school-sebagai-mitra-berbagai-program/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EzAR5ZF5xF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Langkah Internasionalisasi, FISIP Unmul Gaet Khon Kaen Business School sebagai Mitra Berbagai Program</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> FISIP sedang gencar-gencarnya melebarkan jaringan internasionalnya. Dengan dibukanya program kelas internasional beberapa waktu lalu, menjadikan hal tersebut sebagai pijakan awal dalam mengejar akreditasi yang lebih unggul dan mendorong terciptanya lingkungan kampus yang bertaraf internasional.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-penuhi-iku-fisip-wacanakan-buka-program-kelas-internasional/baca"></a><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/upaya-penuhi-iku-fisip-wacanakan-buka-program-kelas-internasional/baca">Upaya Penuhi IKU, FISIP Wacanakan Buka Program Kelas Internasional</a><span>)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada Senin (16/10) lalu, FISIP mengadakan&nbsp;</span><span><em>Studium Generale</em></span><span>&nbsp;dan peluncuran&nbsp;</span><span><em>International Class Program</em></span><span>&nbsp;yang dihadiri oleh perwakilan dari Khon Kaen Business School, Khon Kaen University dan dilanjutkan dengan penandatangan&nbsp;</span><span><em>Memorandum of Agreement</em></span><span>&nbsp;(MoA) antara FISIP dengan Khon Kaen Business School.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihubungi melalui WhatsApp pada Jumat (10/11) lalu, Rina Juwita selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unmul menuturkan bahwa kerja sama ini sebenarnya telah diinisiasi sejak beberapa tahun lalu dan merupakan&nbsp;</span><span>kick out</span><span>&nbsp;program FISIP&nbsp;</span><span><em>International Class</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa program yang kami lakukan bersama, seperti pertukaran mahasiswa, magang internasional, <em>j</em></span><span><em>oint research</em></span><span>,<em>&nbsp;</em></span><span><em>joint thesis</em></span><span>, dan <em>joint&nbsp;</em></span><span><em>lecture</em></span><span>. Semoga lancar dan bisa semakin berkembang ke depannya,&rdquo; ujar Rina.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini disambut dengan antusiasme yang tinggi dari Najia Raihana Az-Zahra, mahasiswi Administrasi Publik 2021 dan Franklin Jonaldo, mahasiswa Hubungan Internasional 2021 pada Rabu (8/11) lalu. Mereka melihat bahwa kerja sama ini adalah gerbang untuk memperluas ilmu dan pengetahuan yang dimiliki oleh civitas academica FISIP serta mendapatkan&nbsp;</span><span><em>international exposure</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kerja sama antara Khon Kaen Business School dan FISIP ini merupakan hal yang sangat menarik, karena program ini merupakan langkah strategis bagi mahasiswa untuk dapat belajar dari disiplin ilmu yang berbeda,&rdquo; tutur Najia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Franklin pun turut mengutarakan minatnya untuk bergabung dengan program-program yang ada, khususnya pertukaran mahasisiwa. Serupa dengan Najia, Franklin melihat bahwa ini merupakan kesempatan besar bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan jejaringnya.</span></p><p>&ldquo;Tentu saja program kerja sama ini dapat menguntungkan FISIP maupun Khon Kaen Businees School. Salah satunya adalah pengembangan ilmu pengetahuan antar institusi serta penelitian yang melibatkan dosen dan mahasiswa,&rdquo; sebutnya. <em><strong>(mar/fza/all/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagian Tiga: Pembeliant </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-tiga-pembeliant/baca </link>
<guid> bagian-tiga-pembeliant </guid>
<pubDate> Sat, 18 Nov 2023 12:15:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bayang-bayang Panglima dan Pembeliant menghantui VOC </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-tiga-pembeliant/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/83kM1Tk5AW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bagian Tiga: Pembeliant</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sore itu, kami tiba di markas VOC. Pakaianku telah bercampur debu. Dedaunan kering bertengger ria di janggutku. Dadaku naik turun mengikuti ritme nafasku yang cepat. Medali jenderal VOC hampir terlepas dari dadaku. Tak luput, kepalaku masih terasa sakit karena peluru sumpit Panglima itu. Kenyataannya, aku baik-baik saja bahkan tidak terluka sedikitpun. Aku hanya tidak ingin dianggap pecundang oleh prajurit yang lebih muda. Prajurit muda yang tak kuingat namanya itu membopongku hingga ke markas. Ia sepertinya kelelahan tapi enggan mengatakan apapun karena khawatir akan kudemosi. Aku duduk di luar markas, beberapa prajurit datang menghampiri kami. Mereka memberikanku air dan berusaha membuatku senyaman mungkin.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa yang terjadi, Jenderal?&rdquo; aku terlalu lelah untuk mencari asal pertanyaan itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami bertemu beberapa <em>inlander</em>,&rdquo; prajurit yang membopongku berusaha mengatur nafasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa kalian terluka?&rdquo; tanya tangan kananku, Charles Bosch. Ia terdengar khawatir.</p><p style="text-align: justify;">Dengan terburu-buru, prajurit muda itu menghabisi air secangkir penuh. Ia mengusap keringatnya, menyembunyikan nafasnya yang berat, dan mengiyakan pertanyaan Bosch.</p><p style="text-align: justify;">Bosch menoleh kebalik bahunya, &ldquo;panggilkan dokter untuk memeriksa Jenderal!&rdquo; perintahnya langsung dituruti prajurit lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kumpulkan semua prajurit! Kita akan menyerang malam ini!&rdquo; ucap Bosch.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;TUNGGU!&rdquo; aku menghabiskan sisa nafas yang kupunya.</p><p style="text-align: justify;">Aku menarik nafas panjang. Bosch dan prajurit lain menungguku memberi arahan, &ldquo;Bosch, pergi dan bawalah beberapa prajurit. Cari tahu letak perkemahan mereka dan janganlah menyerang,&rdquo; wajahku hanya berjarak beberapa senti darinya.</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak bisa mengambil resiko. Jika seluruh prajurit tahu tentang eksistensi Panglima, tidak hanya akan terjadi pertumpahan darah yang tak terelakkan, melainkan aku akan kehilangan kesempatan pensiun dan bertemu keluargaku. Lagi pula, aku punya rencana lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, <em>sir,&rdquo;&nbsp;</em>Bosch mengerutkan dahinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;JANGAN. MENYERANG. APA KAU PAHAM?&rdquo; aku bersikeras yang disusul dengan anggukan Bosch.</p><p style="text-align: justify;">Menjelang malam, aku telah sehat kembali. Lebih tepatnya karena aku memang tidak luka sedikitpun. Panglima hanya menyerang prajurit muda itu dan ia masih dirawat hingga saat ini. Nampaknya, racun dari sumpit itu membuatnya sulit berjalan. Aku akan memulangkannya ke Batavia besok. Prajurit sepertinya hanya akan merepotkanku. Aku bergegas menghampiri Bosch dan pasukannya. Sebelum mereka berangkat, aku ingin mengingatkan Bosch.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana kondisimu, <em>sir</em>?&rdquo; tanya Bosch.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku baik-baik saja, Bosch. Kemarilah,&rdquo; aku merangkulnya untuk menjauh dari pasukan lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Begini. Setibanya kau di sana, cari tahulah rencana mereka untuk menyembuhkan anak itu,&rdquo; aku berbisik.</p><p style="text-align: justify;">Bosch berusaha memahami yang didengarnya, &ldquo;maaf, <em>sir</em>?&rdquo; jawabnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika aku menghadapi para <em>inlander</em> itu, seorang anak dari mereka nampaknya sedang sakit. Lebih tepatnya, tak sadarkan diri. Dilihat dari gejalanya, aku yakin itu bukanlah penyakit biasa sehingga memerlukan lebih dari sekedar obat biasa. Tugasmu adalah untuk mencari tahu tentang obatnya dan beri tahu aku. Jika obat itu mampu menyembuhkan anak itu, obat itu mungkin dapat menghentikan wabah kolera,&rdquo; tuturku.</p><p style="text-align: justify;">Bosch mengerutkan dahinya. Kepatuhan merupakan hal yang kusuka darinya. Tanpa bertanya lebih banyak, &ldquo;baik, <em>sir,&rdquo;&nbsp;</em>Bosch<em>&nbsp;</em>kemudian berangkat bersama pasukannya.</p><p style="text-align: justify;">Aku melanjutkan aktivitasku sebagai seorang Jenderal. Menandatangani beberapa surat, memberikan pidato singkat, menangani beberapa prajurit malas, hingga menuntut hasil <a name="_Hlk148997584"><em>Cultuurstelsel</em></a><em>&nbsp;</em>pada <em>inlander. &nbsp;</em>Mengingat tidak semua <em>inlander&nbsp;</em>memiliki sifat yang patuh, aku membawa beberapa prajurit untuk menemaniku. Para <em>inlander&nbsp;</em>ini selalu beralasan yang sama. Masalah cuaca, kelaparan, dan lain-lain menjadi alasan mereka<em>&nbsp;&nbsp;</em>yang tidak ingin membagi hasil jerih payahnya. Aku muak dan memenjarakan beberapa dari<em>&nbsp;</em>mereka<em>.&nbsp;</em>Selain itu, teruntuk <em>inlander&nbsp;</em>perempuan, aku hadiahkan bagi para prajurit.</p><p style="text-align: justify;">Ketika malam telah larut, seorang prajurit mengetuk pintu kamarku, menyadarkanku yang terlelap. Aku bersumpah akan menurunkan pangkatnya. Ia mengatakan Bosch dan pasukannya telah kembali. Dengan rasa kantuk yang memudar, aku mengambil pelita dan bergegas menghampiri mereka di lapangan. Mereka terluka parah dan hanya sepertiga prajurit yang kembali. Dokter terlihat kerepotan membantu mereka. Luka yang mereka bawa pulang lebih mengerikan dari luka perang manapun yang pernah kulihat. Aku menduga Panglima terlibat dalam hal ini. Dengan spontan, aku mencari Bosch dengan cepat, namun tidak menemukannya. Prajurit seperti dirinya hanya akan tertimpa dua kemungkinan: mati di pertempuran atau tidak terluka sama sekali.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Sir,&rdquo;</em> suara itu terdengar familiar.</p><p style="text-align: justify;">Aku menoleh tak percaya. Penampilannya bersih bak prajurit di pagi hari. Rambutnya tersisir rapi dan mengkilap terkena cahaya pelitaku. Tak satupun luka atau debu mampir di tubuhnya. Aku yakin, ia pasti lebih memilih mengorbankan prajurit lain dan menyaksikannya dari jauh. Ia mengingatkanku ketika masih muda. Keparat sepertinya akan mudah mendapatkan jabatan di VOC. Sebelum aku sempat berbicara, ia memberiku salam hormat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf, <em>sir.&nbsp;</em>Pengintaian kami terbongkar sehingga kami terpaksa melawan. Kami berhasil menghanguskan beberapa kemah tetapi kami juga kehilangan beberapa prajurit, <em>sir,&rdquo;</em> Bosch melapor.</p><p style="text-align: justify;">Aku tahu ia berbohong, tapi aku tidak mengacuhkannya. Ia bukanlah tipe prajurit yang suka melakukan pengintaian. Terlebih lagi, kebenciannya pada <em>inlader&nbsp;</em>kerap membuatnya lupa diri. Aku pernah menyaksikannya mengeksekusi <em>inlader&nbsp;</em>yang tak sengaja menumpahkan karung padi kami. Efesiensi dan kepatuhannya yang menjadikannya layak menjadi tangan kananku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada hal lain yang ingin kau sampaikan, Bosch?&rdquo; aku menunggu informasi tentang anak itu.</p><p style="text-align: justify;">Bosch terlihat ragu-ragu, &ldquo;Kami sempat berhadapan dengan sosok aneh, <em>sir.&nbsp;</em>Ia bisa terbang dan...&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;&hellip;apa kau dapat informasi tentang anak itu?&rdquo; aku muak mendengar basa-basinya. Lagi pula, aku tahu sosok yang dimaksudnya, tapi bukan itu tujuanku mengirim pasukan ke sana.</p><p style="text-align: justify;">Bosch terkejut melihat reaksiku. Aku akui, untuk saat ini informasi tentang anak itu lebih berharga ketimbang sosok yang dimaksud Bosch atau nyawa para prajurit. Bosch sadar bahwa aku sebelumnya telah bertemu sosok Panglima.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, <em>sir.&nbsp;</em>Aku mendapatkan informasinya. Ayah anak itu, Taman, pergi mencari Pusaka <em>Pembeliant&nbsp;</em>yang dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Letaknya beberapa kilometer dari sini. Jika kita berangkat sekarang, kita bisa mencegah mereka, <em>sir,&rdquo;&nbsp;</em>jelas Bosch.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagus. Siapkan para prajurit. Mari kita ambil pusaka itu dan hentikan wabah kolera ini,&rdquo; ujarku pada Bosch. Lebih tepatnya, sudah saatnya aku mendapatkan tiket pensiun itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Bersambung&hellip;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulis oleh F. Sandro Asshary, Alumni Sastra Inggris, FIB 2018.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Program MBKM Kembali Dibuka, Simak Persyaratan dan Perbedaannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-program-mbkm-kembali-dibuka-simak-persyaratan-dan-perbedaannya/baca </link>
<guid> tiga-program-mbkm-kembali-dibuka-simak-persyaratan-dan-perbedaannya </guid>
<pubDate> Mon, 20 Nov 2023 13:28:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan pendaftaran program MBKM menjelang akhir tahun 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-program-mbkm-kembali-dibuka-simak-persyaratan-dan-perbedaannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rdCJBTkzm8.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Program MBKM Kembali Dibuka, Simak Persyaratan dan Perbedaannya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Dalam rangka implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tiga program kembali dibuka pada penghujung 2023. Di antaranya ialah Kampus Mengajar, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), serta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kampus Mengajar merupakan program yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar di luar kampus dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program Kampus Mengajar dibuka untuk seluruh mahasiswa aktif di Indonesia di perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbudristek). Persyaratannya adalah memiliki IPK minimal 3,00 serta belum pernah menjadi peserta sebelumnya. Program ini dibuka untuk mahasiswa semester 4 ke atas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>MSIB merupakan program yang terbagi menjadi dua, yakni program magang dan program studi independen. Program magang melibatkan langsung mahasiswa dalam aktivitas internal institusi tempat magang, sementara studi independen merupakan program di mana mahasiswa bisa mempelajari kompetensi yang spesifik, praktis, dan dibutuhkan di masa depan dengan diskusi langsung bersama para pakar untuk memahami penerapannya dan mempraktekkannya dalam sebuah proyek riil.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendaftaran MSIB sudah dibuka sejak 1 November hingga 15 Desember 2023. Proses seleksi akan dilangsungkan pada Januari 2024, disusul pelaksanaan program pada Februari hingga Juni 2024.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara, PMM merupakan program yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk belajar di kampus lain di Indonesia. Program PMM sendiri sudah memasuki&nbsp;</span><span><em>batch&nbsp;</em></span><span>4, pendaftarannya sudah dibuka sejak Oktober 2023 lalu dan seleksi akan dilangsungkan pada Desember 2023 mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat lebih banyak universitas penerima pada program PMM&nbsp;</span><span><em>batch&nbsp;</em></span><span>4, termasuk universitas bergengsi di Indonesia yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar penerima saat PMM&nbsp;</span><span><em>batch&nbsp;</em></span><span>3. Syarat IPK pun yang sebelumnya minimal 2,75 menjadi minimal 2,8 dari skala 4.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, program PMM&nbsp;</span><span><em>batch</em>&nbsp;</span><span>3 tengah dilangsungkan hingga Maret 2024 mendatang. Beberapa mahasiswa Unmul turut menjadi peserta dalam program PMM&nbsp;</span><span><em>batch&nbsp;</em></span><span>3 ini, salah satunya adalah Fahirah Uda&rsquo;a, mahasiswa Sastra Inggris 2021 yang tengah menjalankan program PMM di Universitas Negeri Jakarta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fahirah turut membagikan pengalamannya selama menjalani program PMM&nbsp;</span><span><em>batch&nbsp;</em></span><span>3 di Universitas Negeri Jakarta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain belajar, saya juga mengikuti yang namanya Modul Nusantara. Ini adalah kegiatan di mana kita mengeksplorasi kota tujuan kita. Untuk saya sendiri, saya mengeksplor Jakarta baik dari segi&nbsp;</span><span><em>history</em></span><span>, budaya, dan lain-lain,&rdquo; ungkap Fahirah kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Kamis (16/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan Modul Nusantara yang menjadi salah satu kegiatan dalam program PMM sendiri bernilai 4 SKS yang bisa dikonversikan dalam kegiatan KKN, mengikuti kebijakan Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, program MSIB&nbsp;</span><span><em>batch&nbsp;</em></span><span>5 saat ini tengah berjalan, terhitung sejak Februari hingga Desember mendatang. Salah satu mahasiswa Unmul, Excel Magenta Huzaeni, mahasiswa Agroteknologi 2020 mengatakan bahwa untuk sampai di tahap magang, mahasiswa akan melalui berbagai macam tes dengan mengikuti peraturan perusahaan yang dituju.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari lolos tes berkas, nanti lanjut lagi tes akademik, tes psikotes, ada&nbsp;</span><span><em>interview</em></span><span>. Beda-beda setiap perusahaan, ada yang tes kesehatan, macam-macam. Fasilitasnya juga beda-beda setiap perusahaan,&rdquo; terang Excel lewat telepon Whatsapp, Kamis (16/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Magang di PT. Kaltim Methanol Industri, Excel mendapat banyak pengalaman baru mengenai dunia kerja, serta mendapat teman-teman baru dari berbagai kampus ternama seperti ITB, Unnes, dan UGM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pasti dapat ilmu baru karena kita di sini dapat banyak tugas, pekerjaan, menambah ilmu, menambah pengalaman, juga wawasan mengenai dunia kerja,&rdquo; jelas Excel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Annisa Nur Aini, mahasiswi Unmul Pendidikan Bahasa Inggris 2021 sebagai salah satu peserta program Kampus Mengajar&nbsp;</span><span><em>batch&nbsp;</em></span><span>5 pun merasa bahwa dengan mengikuti program Kampus Mengajar, menjadi salah satu pengalaman terbaik miliknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengikuti program Kampus mengajar dari Februari hingga Juni, setelah pembekalan selama satu bulan, Annisa ditugaskan di SDN 021 Samarinda Ulu. Ia fokus kepada program kerja (Proker) dengan jam mengajar yang fleksibel, hanya menggantikan guru kelas yang tidak dapat hadir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, Kampus Mengajar itu lebih ke membuat program kerja, &nbsp;kalau mengajarnya itu fleksibel (mengajar di kelas). Kalau misal ada guru yang minta digantikan,&rdquo; ungkap Annisa saat ditemui langsung oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabtu (18/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menghadapi murid dari berbagai latar belakang membuat Annisa lebih paham mengenai karakteristik untuk menentukan pembelajaran yang baik. Terlebih di jurusan pendidikan yang ia tempuh, dirinya merasa perlu mengerti karakteristik setiap murid.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena, kan, kami di FKIP selain diminta pengalaman mengajar, kami juga harus ngerti, nih, karakteristik muridnya bagaimana,&rdquo; papar Annisa. <em><strong>(</strong></em><em><strong>ner/mlt/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengintip Kisah Sinilia dan Aisyah, Mahasiswa PMM dari Luar Kaltim: Soroti Fasilitas Unmul hingga Perbedaan Kultur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengintip-kisah-sinilia-dan-aisyah-mahasiswa-pmm-dari-luar-kaltim-soroti-fasilitas-unmul-hingga-perbedaan-kultur/baca </link>
<guid> mengintip-kisah-sinilia-dan-aisyah-mahasiswa-pmm-dari-luar-kaltim-soroti-fasilitas-unmul-hingga-perbedaan-kultur </guid>
<pubDate> Tue, 21 Nov 2023 09:45:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengalaman mahasiswa PMM di Universitas Mulawarman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mengintip-kisah-sinilia-dan-aisyah-mahasiswa-pmm-dari-luar-kaltim-soroti-fasilitas-unmul-hingga-perbedaan-kultur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/70SbXBkohc.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengintip Kisah Sinilia dan Aisyah, Mahasiswa PMM dari Luar Kaltim: Soroti Fasilitas Unmul hingga Perbedaan Kultur</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Setelah sempat vakum di tahun 2022, Unmul kembali menerima mahasiswa luar pulau Kalimantan dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 tahun 2023.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tahun ini, sebanyak 94 mahasiswa berkesempatan untuk berkuliah selama satu semester di kampus unggulan Kalimantan Timur itu. Mereka berasal dari berbagai provinsi mulai dari Sabang hingga Merauke.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari banyaknya mahasiswa yang diterima oleh Unmul, tidak dimungkiri akan adanya perbedaan budaya yang dirasakan oleh para mahasiswa&nbsp;</span><span><em>inbound</em>&nbsp;</span><span>tersebut. Mulai dari makanan, kultur belajar, hingga bahasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seperti halnya yang dirasakan oleh Sinilia Bohalima. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, ia membagikan kisahnya ketika menginjakkan kaki di tanah Borneo. Mahasiswa asal Universitas Sari Mutiara Medan itu mengaku bahwa ia sempat mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan para mahasiswa Unmul. Namun, seiring berjalannya waktu, interaksi antara dirinya dan mahasiswa lainnya pun mulai terjalin sedikit demi sedikit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sinilia menilai bahwa pelayanan yang ia dapatkan dari pihak Unmul juga sudah cukup memuaskan. Beberapa akses yang diberikan mulai dari kartu tanda pengenal hingga kesempatan untuk bisa meminjam buku dari perpustakaan Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk pelayanan pendidikan di Unmul yang saya rasakan sebagai mahasiswa PMM cukup puas,&rdquo; tulis Sinilia melalui pesan teks WhatsApp pada Selasa (17/10) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan Sinilia untuk menimba ilmu di Unmul tak terlepas pula dari berbagai kendala. Salah satu yang ia soroti adalah kurangnya mahasiswa Unmul yang menyambut kehadiran mahasiswa pertukaran dengan hangat. Ia merasa kesulitan untuk berinteraksi dalam perkuliahan dikarenakan lingkungan belajar yang masih didominasi dengan sikap individual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya soal dunia perkuliahan, tingginya biaya hidup di Kalimantan Timur pun juga ia akui menjadi perbedaan yang ia rasakan. Rasa makanan, cara orang-orangnya bertutur, hingga kultur penyambutan tamu yang berbeda dari daerah asalnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perbedaan yang saya rasakan di Kalimantan Timur saat ini ialah pastinya harga barang dan pangan yang cukup tinggi, makanan yang kebanyakan manis, bahasa yang dominan lembut, dan budaya penyambutan tamu yang sangat jauh berbeda dengan universitas asal saya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cerita serupa turut dialami oleh Aisyah Asmawat, mahasiswa asal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Dirinya juga punya pengalaman baru dan berbeda soal cita rasa kuliner yang ia dapatkan di Kalimantan Timur. Aisyah sempat mengisahkan pengalamannya di Benua Etam, seperti nasi kuning yang ia rasakan memiliki rasa yang dominan gurih dibanding yang biasa ia temukan di Yogyakarta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Biaya hidup di Kalimantan Timur yang tinggi juga Aisyah temukan sehingga ia harus mengelola uang dengan lebih bijak. Namun, masih terdapat beberapa makanan yang ia anggap memiliki harga jual yang tergolong normal dan tidak begitu jauh dari harga yang ada di daerah asalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk biaya kehidupan sendiri di Kalimantan lebih tinggi karena Upah Minimum Regional (UMR) yang juga cenderung tinggi, jadi saya di sini harus bisa mengelola uang dengan baik,&rdquo; ujar Aisyah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ia elakkan rasa antusias dan gugup yang bercampur menjadi satu ketika dirinya mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Kalimantan dan berkuliah selama satu semester di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, program PMM menjadi salah satu agenda yang berkesan dan berharga, sebab dirinya bisa memiliki kesempatan untuk belajar di kampus lain. Menjadi lebih akrab dengan lingkungan kampus seperti dosen serta rekan-rekan di fakultas pun menjadi capaian yang ia harapkan selama mengikuti perkuliahan di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski Aisyah sempat mengalami kendala keterlambatan pertemuan kuliah sebanyak dua kali akibat terhambat dalam pengisian KRS di sistem AIS yang kala itu baru saja mengalami peralihan dari sistem SIA, ia menyebut bahwa pelayanan pendidikan di Unmul sudah cukup memuaskan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya merasa puas dengan pelayanan pendidikan yang diberikan oleh kampus Universitas Mulawarman. Akan tetapi, ada rasa sedikit ketidakpuasan juga ketika mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) sebelum memenuhi kegiatan perkuliahan,&rdquo; keluh Aisyah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun fasilitas yang Aisyah rasakan ialah mulai dari fasilitas akademik seperti kesempatan untuk mengakses pengurusan KRS langsung di ruang bidang kepengurusan akademik di FKIP. Selain itu, terdapat pula fasilitas layanan kesehatan di mana seluruh mahasiswa PMM yang memiliki kartu BPJS akan dialihkan ke FK Unmul ketika mahasiswa PMM mengalami masalah kesehatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyinggung soal tempat tinggal, para mahasiswi PMM menghuni Apartemen Unmul dan juga Rusunawa Unmul. Selama satu semester ke depan, Aisyah akan tinggal di Apartemen Unmul yang berada di Jalan Sambaliung, berdekatan dengan Fakultas Hukum. Sehingga untuk mobilitas pun, Aisyah tidak perlu khawatir, sebab tempat yang ia huni berdekatan dengan fakultas tempat ia belajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ada kendala berarti yang Aisyah alami selama menjadi mahasiswa&nbsp;</span><span>inbound&nbsp;</span><span>di Unmul. Ia mengaku bahwa mereka disambut dengan baik oleh civitas academica Unmul. Perkuliahan dan kegiatan PMM pun ia rasakan lancar dan tidak ada hambatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baik Sinilia maupun Aisyah memiliki harapan terhadap Unmul sebagai perguruan tinggi penerima tahun ini. Sinilia berharap agar mahasiswa Unmul dapat menjalin interaksi dengan mahasiswa pertukaran yang baru bergabung belajar dengan lebih hangat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Aisyah berharap agar Unmul mampu meningkatkan fasilitas serta pelayanan akademik menjadi lebih baik lagi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga lebih baik lagi dalam meningkatkan interaksi mahasiswa Unmul dan mahasiswa yang baru datang ke Unmul agar tidak merasa dibeda-bedakan,&rdquo; harap Sinilia. <em><strong>(myy/ysn/tha/lza/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyelami Patriarki di Industri Rokok dalam Serial Gadis Kretek </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menyelami-patriarki-di-industri-rokok-dalam-serial-gadis-kretek/baca </link>
<guid> menyelami-patriarki-di-industri-rokok-dalam-serial-gadis-kretek </guid>
<pubDate> Tue, 21 Nov 2023 12:43:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjuangan wanita pada industri kretek 60an </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menyelami-patriarki-di-industri-rokok-dalam-serial-gadis-kretek/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GuiScBi73D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyelami Patriarki di Industri Rokok dalam Serial Gadis Kretek</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Seberapa tertariknya kamu dengan industri rokok? Serial orisinal Netflix, Gadis Kretek mengambil latar 1960-an mengenai industri kretek sembari mengajak penonton turut merasakan aroma kretek dibalut kisah romansa. Menggunakan premis seorang wanita yang ingin membuat saus (inti kretek), tetapi terhalang anggapan bahwa wanita tidak boleh memasuki ruang saus.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diangkat dari novel berjudul sama, Gadis Kretek diterbitkan oleh Gramedia Pustaka pada 2012 dengan Ratih Kumala sebagai pengarangnya. Disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, serial Gadis Kretek resmi rilis di Netflix pada 2 November &nbsp;2023 lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menggunakan alur maju-mundur, Gadis Kretek menceritakan Lebas (diperankan oleh Arya Saloka), pewaris perusahaan rokok DR yang mencari wanita bernama Jeng Yah (diperankan oleh Dian Sastrowardoyo) atas suruhan ayahnya yang sedang sakit keras. Lebas mendatangi museum kretek untuk mendapatkan petunjuk dan di sana ia bertemu dengan Arum (diperankan oleh Putri Marino) yang ternyata mengenal Jeng Yah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pencarian Jeng Yah membawa Lebas dan Arum menapaki perjalanan industri kretek pada zaman orde baru dan membuka tirai masa lalu keluarga. Jeng Yah tertarik dengan dunia kretek, ketertarikan itu melahirkan keinginan untuk membuat saus yang merupakan inti dari kretek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, keinginan tersebut terhalang mitos yang mengatakan jika wanita berada di ruang saus akan mengubah rasa rokok menjadi masam. Di tengah keinginannya tersebut, Jeng Yah bertemu Raja, ayah Lebas (diperankan oleh Ario Bayu) yang membantu mewujudkan keinginannya membuat saus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jeng Yah membuktikan bahwa wanita bisa membuat saus. Bersama Raja, ia berhasil membuat varian kretek baru dengan campuran mawar. Sering bertemu, membuat benih cinta tumbuh di antara keduanya. Jeng Yah dan Raja pun berencana menikah. Namun, beberapa hari sebelum pernikahan, terjadi penangkapan terhadap pemberontak dari partai merah. Kala itu, partai merah atau partai komunis turut mendirikan pabrik kretek. Meski tidak menjadi bagian dari partai, Raja sempat menjalin kerja sama, yang membuat namanya masuk ke dalam daftar. Raja berhasil kabur, tetapi Jeng Yah tertangkap dan dibawa ke penampungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Raja yang ingin membebaskan Jeng Yah justru tertipu oleh saingannya sendiri. Sampai pada akhirnya ketika Jeng Yah dibebaskan, Raja telah menikah dengan perempuan lain. Jeng Yah kemudian memutuskan menikah dengan orang lain. Di akhir cerita, terungkap bahwa Arum yang membantu Lebas mencari Jeng Yah ternyata anak dari Jeng Yah sendiri serta perintah ayah Lebas untuk mencari Jeng Yah, didasari rasa bersalah karena telah meniru racikan saus milik Jeng Yah dan menyaingi kretek buatan mereka sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gadis Kretek memperlihatkan posisi wanita dalam industri kretek yang dipandang sebelah mata oleh kaum laki-laki, yaitu wanita hanya boleh melinting rokok. Tidak ada tempat bagi wanita untuk meracik saus. Kondisi tersebut menggambarkan patriarki pada zaman itu, terutama yang dilakukan oleh laki-laki pekerja pabrik kretek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usaha Jeng Yah untuk mewujudkan keinginannya menggambarkan ideologi feminisme dalam series ini. Jeng Yah berusaha untuk melawan mitos bahwa keberadaan wanita mengubah rasa rokok menjadi masam dengan membuat varian kretek yang lebih enak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lima episode dengan durasi kurang lebih satu jam setiap episodenya, tidak membuat saya sebagai penonton merasa jenuh. Penyajian jalan cerita dengan premis yang menarik, penggarapan yang matang serta didukung akting pemainnya yang bagus, membuat series ini layak mendapat apresiasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlahan, penonton dibuat merasakan kerasnya persaingan industri kretek. Hal apapun akan dilakukan untuk menjatuhkan pesaingnya, tidak peduli seberapa kejam dan liciknya. Menuju akhir cerita penonton akan merasa kaget sekaligus kasihan dengan nasib keluarga Jeng Yah dan Raja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pergantian&nbsp;</span><span><em>scene&nbsp;</em></span><span>antara masa lalu dengan masa sekarang ditampilkan dengan sangat halus, teknik pengambilan gambar juga dilakukan dengan sangat baik, serta penggambaran detail dengan jarak sangat dekat saat Jeng Yah meracik saus melekat di ingatan saya sebagai&nbsp;</span><span><em>scene&nbsp;</em></span><span>yang sangat apik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menggunakan warna yang berbeda untuk menggambarkan perbedaan masa lalu dengan masa sekarang, sangat bijak dipilih untuk membuat penonton mengerti pergantian&nbsp;</span><span>scene&nbsp;</span><span>dalam perjalanan cerita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hanya saja, saya pribadi merasa penyelesaian masalah terlalu berlarut-larut di akhir. Episode terakhir sebagai jawaban atas setiap pertanyaan justru dijawab dengan alur yang sangat lama. Meski begitu, rasa penasaran penonton dijawab penuh pada akhir cerita.</span></p><p style="text-align: justify;">Ideologi feminisme yang diselipkan dalam cerita nampaknya masih sangat relevan dengan keadaan saat ini. Upaya Jeng Yah melawan patriarki di pabrik kretek memberikan semangat pada wanita-wanita saat ini untuk memperjuangkan impian dan mewujudkan keinginan besar mereka. Terutama apabila itu menyangkut kepentingan bersama. <em><strong>(mlt/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringatan Hari Toleransi Internasional: Humanawa Buka Bincang Tentang Eksistensi Toleransi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/peringatan-hari-toleransi-internasional-humanawa-buka-bincang-tentang-eksistensi-toleransi/baca </link>
<guid> peringatan-hari-toleransi-internasional-humanawa-buka-bincang-tentang-eksistensi-toleransi </guid>
<pubDate> Fri, 24 Nov 2023 01:24:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati Hari Toleransi Internasional 2023 bersama Laboratorium Intelektual Humanawa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/peringatan-hari-toleransi-internasional-humanawa-buka-bincang-tentang-eksistensi-toleransi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fj2J1IL7GI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringatan Hari Toleransi Internasional: Humanawa Buka Bincang Tentang Eksistensi Toleransi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">28 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 16 November 1995, UNESCO mendeklarasikan Hari Toleransi Internasional untuk membangun kesadaran akan pentingnya menghargai dan menghormati kemajemukan kehidupan manusia. Dalam upaya turut mengkampanyekan prinsip-prinsip toleransi sekaligus memperingati Hari Toleransi Internasional, Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa mengadakan diskusi &ldquo;Toleransi Lintas Agama, Budaya, dan Ideologi: Sebuah Keberlanjutan atau Angan-Angan di Masa Depan?&rdquo;.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Diskusi ini diadakan pada Kamis, 16 November 2023 di Taman Universitas Mulawarman. Dipantik oleh Muhammad Al-Fatih (mahasiswa Universitas Mulawarman) sebagai Pemantik I, Muhammad Ichwan Ramadhani (Ketua Umum HMI Korkom Unmul) sebagai Pemantik II, dan Davynalia Pratiwi Putri (Duta Baca Unmul 2023) sebagai moderator diskusi tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diskusi tersebut dibuka dengan argumentasi mengenai toleransi dan relevansinya di Indonesia, beragamnya agama dan budaya, serta ideologi yang dipercayai oleh masyarakat, dan dijabarkan juga mengenai definisi dari toleransi yaitu bagaimana seseorang/sesuatu bisa memaklumi perbedaan yang ada sebagai faktor penting keberlangsungan di kehidupan yang sangat majemuk ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pemantik berargumen, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat maka konsekuensinya ada dua, terjadinya konflik antar masyarakat yang majemuk atau masyarakat yang majemuk ini harus dipaksa untuk menjadi masyarakat yang homogen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Disambung dengan pendapat dari Pemantik II bahwa toleransi adalah persoalan sikap, yakni sikap penerimaan. Kita diciptakan berbeda bukan untuk menegaskan perbedaan itu, tapi walaupun berbeda, kita tetap bisa untuk bersama demi tujuan yang lebih besar daripada kepentingan suatu kelompok.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh kasus, proses kemerdekaan Indonesia, pada saat itu kita tidak hanya berbicara mengenai Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan beberapa komunal dominan dan mayoritas lainnya, tapi kita berbicara tentang Indonesia. Bisa kita tilik isi dari Sumpah Pemuda, yang di mana menitikberatkan kepada kepemilikan Indonesia terhadap tanah air, bangsa, dan bahasa. Hal tersebut diniatkan untuk menyatukan perbedaan yang ada tanpa menghilangkan ciri khas tertentu dengan menyatakan Indonesia sebagai tonggak persatuan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pemantik II juga menambahkan mengenai toleransi adalah sikap tidak mencampuri dan menyalahkan sesuatu yang berbeda dengan kita. Sikap toleransi hadir dengan harapan tidak ada pengkotak-kotakan masyarakat. Sangat berbahaya jika sesuatu atau seseorang berprinsip bahwa sesuatu yang tidak sama dengan dirinya adalah musuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemantik I menambahkan mengenai hubungan toleransi dengan hak asasi manusia dan konvensi-konvensi, salah satunya adalah <em>International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination</em> yang dilatarbelakangi oleh peristiwa <em>Holocaust</em>. Walaupun sangat ironis bahwa mereka yang pernah menjadi korban dari peristiwa itu, saat ini malah melanggar konvensi yang lahir dari peristiwa yang dulu menimpa mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Contoh kasus intoleransi ideologi di Indonesia sendiri adalah adanya wacana kaum nasionalis dan kaum radikal. Jika tidak nasionalis, pasti radikal. Wacana semacam ini pernah dipakai pada saat masa pemilu 2014 dan 2019. Teknik ini digunakan dengan sengaja untuk memecah-belah seperti halnya pasca peristiwa 9/11. &ldquo;<em>Either you are against them or against us</em>.&rdquo; Kurang lebih itulah yang dikatakan George H. Walker Bush pada saat itu, sedangkan realitanya tidak sehitam putih itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sangat disayangkan bahwa isu-isu toleransi di banyak kejadian adalah isu yang sangat dipolitisasi dalam lingkup lokal maupun global. Isu toleransi menjadi kontradiktif ketika isu ini tidak menguntungkan pihak yang mengusungkan isu toleransi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Zain selaku Koordinator Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa juga ikut menambahkan argumentasi Pemantik I perihal tahun-tahun politik dan bagaimana konteks nasional-internasional perihal toleransi. Ia berpendapat, bagaimana toleransi ini berlangsung ialah bagaimana masyarakat itu sendiri berlangsung. Isu-isu toleransi atau narasi-narasi intoleran biasanya berkembang dari masyarakat-masyarakat yang merasa termarjinalkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Biasanya juga narasi-narasi yang dianggap intoleran ini cenderung berasal dari masyarakat yang justru mayoritas di dalam suatu lingkungan. Seperti di Amerika Serikat, narasi-narasi intoleran berasal dari mayoritas masyarakat kulit putih. Di indonesia sendiri narasi intoleran dikembangkan oleh agama mayoritas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Zain menawarkan solusi agar toleransi ini tetap eksis dengan mensejahterakan masyarakat, keharusan untuk mengurangi kesenjangan sosial, jadi narasi-narasi intoleran, narasi-narasi &ldquo;kami&rdquo; dan &ldquo;mereka&rdquo;, narasi-narasi &ldquo;hak kami yang mayoritas direnggut oleh mereka-mereka yang minoritas&rdquo; ini supaya tidak bisa berkembang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jangan sampai narasi-narasi seperti itu dipakai di tahun-tahun politik yang akan datang. Yang seharusnya pemangku kebijakan membuat kebijakan yang mensejahterakan orang banyak, malah mengeksploitasi penderitaan masyarakat-masyarakat bawah untuk maju ke pucuk-pucuk pimpinan eksekutif dan legislatif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kembali ke ingatan awal kita, kita bisa seperti ini, kita bisa mengalami kedinamisan politik karena persatuan yang telah dibangun oleh para pejuang, para intelektual dulu. Untuk membangun apa yang dimakan &ldquo;Indonesia&rdquo; ini, kita perlu saling menerima, saling mengakui keberadaan sesuatu dan seseorang yang berbeda dengan kita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pemantik II dan pemantik I ikut menanggapi argumentasi Zain dengan pengalaman empiris mereka, perbedaan atau identitas merupakan suatu keniscayaan di kehidupan sosial masyarakat. Pemantik I pun membagikan salah satu cara menghentikan intoleransi adalah membuat interaksi antar kelompok. Seperti yang kita lihat di Inggris, angka rasisme di Inggris cukup tinggi terutama terhadap Kaum Muslim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, angkanya menurun ketika muncul pemain bola, Muhammad Salah. Berdasarkan riset, setelah ada Muhammad Salah, angka rasisme terhadap Muslim menurun, bahkan di hampir semua stadion di Inggris mulai ada mushola. Dari hal ini, bisa dikatakan adanya interaksi yang terjalin secara intensif bisa mematahkan stereotip yang berkembang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun tanggapan dari Presiden BEM FMIPA, Muhammad Arjunada Al Asad, yang hadir dalam diskusi ini menyatakan bahwa intoleransi bisa dihapus apabila kita terjun langsung untuk mencari tahu kebenaran dari wacana-wacana yang beredar. Ia mengambil contoh aliran-aliran yang ada di dalam Agama Islam. Bagaimana beberapa aliran tersebut dipandang jelek karena media, padahal banyak dari kita yang kurang tahu bagaimana aliran itu sebenarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, masih banyak orang-orang membenci aliran-aliran tersebut karena informasi palsu yang diciptakan oleh media. Jadi, apabila kita bisa jauh lebih objektif lagi menerima informasi yang ada, kita bisa sangat mengatasi sikap-sikap intoleran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diskusi ini ditutup dengan kesimpulan bahwa terlepas dari berbagai macam tantangan, toleransi merupakan satu keniscay<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">aan bagi eksistensi Negara Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Press release ditulis Davynalia Pratiwi Putri, Kepala Bidang Administrasi dan Pendanaan Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa</em></strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagian Empat: Pembeliant </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-empat-pembeliant/baca </link>
<guid> bagian-empat-pembeliant </guid>
<pubDate> Fri, 24 Nov 2023 04:22:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketegangan di hutan rimba </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-empat-pembeliant/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AtrzB2JyWS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bagian Empat: Pembeliant</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku mengajak Cornelius beristirahat, menyalakan api unggun, sembari membakar ikan hasil tangkapan Sanja. Cornelius terlihat memegangi kakinya yang kesakitan. Walaupun kami tidak begitu akrab, aku merasa kasihan padanya karena harus menemaniku dalam perjalanan ini. Mungkin inilah pilihan terbaik untuknya alih-alih dimakan peluru para serdadu VOC.&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cornelius, apa kau melihat bukit itu?&rdquo; Aku berusaha mencairkan suasana.</p><p style="text-align: justify;">Cornelius mengambil kacamatanya, &ldquo;Ya, bukit yang indah, Taman,&rdquo; balasan seadanya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di balik bukit itu terdapat hamparan ladang palawija yang dinaungi oleh VOC. Setelah semua ini selesai, aku berencana mengajak Panglima untuk merebut kembali ladang itu,&rdquo; jelasku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ide yang bagus, Taman,&rdquo; jawab Cornelius tidak tertarik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bagaimana denganmu? Apa kau punya rencana setelah semua ini selesai?&rdquo; Aku berusaha akrab dengannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku mungkin akan kembali bekerja untuk VOC,&rdquo; Cornelius santai menjawab.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa kau serius?!&rdquo; Aku mencoba memastikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan salah paham, Taman. Begini, setelah hidup dengan kalian, aku merasa VOC perlu mengevaluasi kebijakannya. VOC harus membuat kebijakan yang adil bagi penduduk. Sayangnya, itu hanya bisa ditempuh jika aku merubahnya dari dalam,&rdquo; jelas Cornelius.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku membisu mendengar penjelasannya. Di samping niat baiknya, pria yang sedang duduk di hadapanku ini berencana kembali ke VOC. KEMBALI MENJADI MUSUH KAMI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah perlakuan mereka terhadapmu, kau ingin kembali bekerja pada mereka?&rdquo; tanyaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sanja pernah mengajariku cara membersihkan gigi menggunakan sirih pinang. Sayangnya, butuh berhari-hari untukku dapat terbiasa. Lantas, aku belajar bahwa jika aku membiarkan satu kekurangan menghambatku dalam menggapai sesuatu, aku tidak akan menjadi seperti ini. Aku tidak akan duduk di sini bersamamu. Itulah yang sering kusebut memaafkan diri sendiri.&rdquo; Cornelius menambah kayu bakar untuk api unggun kami.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, &ldquo;Terkadang memaafkan bukan berarti melupakan, melainkan membebaskan diri kita dari apapun yang telah kita pikul selama ini. Jika hal itu yang dibutuhkan untuk dapat mengubah VOC dari dalam, aku tidak keberatan. Lagi pula, lihatlah aku. Aku lebih banyak membantu dari balik meja, ketimbang berjalan,&rdquo; Cornelius tertawa.</p><p style="text-align: justify;">Aku belum pernah melihat sisi ini dari Cornelius sebelumnya. Ia kemudian berbaring dan terlelap. Kami bermalam di sana. Pada tengah hari, kami telah sampai di Sungai Mahakam. Kini hanya air sedalam lima belas meter yang membatasi kami dengan pusaka itu. Aku dan Cornelius memandangi sekeliling, mencari apapun yang dapat digunakan untuk mengarungi sungai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tampaknya hanya ada satu cara.&rdquo; Aku meletakkan mandau dan perlengkapanku. Hubunganku dengan Cornelius tidaklah intens seperti sebelumnya. Aku tidak lagi melihatnya sebagai penyebab kematian Nara. Alih-alih, aku mulai mengerti alasan Nara menyelamatkannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Taman, kau sadar akan kedalaman sungai ini, bukan? Kau akan kelelahan bahkan sebelum menyentuh seperempat sungai ini.&rdquo; Cornelius melihatku yang tidak bergeming.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cornelius, terdapat alasan khusus perihal kecakapanku dalam menangkap ikan.&rdquo; Aku melompat&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">ke dalam sungai.</p><p style="text-align: justify;">Kebiasaanku dalam mencari ikan menuntutku untuk terlatih dengan wilayah perairan apapun, termasuk sungai. Terlebih lagi, ini musim kemarau. Sungai Mahakam tidaklah sedalam yang diperkirakan Cornelius. Untunglah, mencari pusaka yang terkubur dalam perairan keruh seperti ini tidaklah sesulit yang kuduga. Pusaka itu tertancap di dasar sungai. Aku bergegas mengambilnya dan segera kembali ke permukaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setibanya di permukaan, aku memberikan pusaka itu kepada Cornelius dan ia membantu menyeretku ke tepi sungai. Cornelius terjatuh karena berusaha membawaku. Kami terbaring di tepi sungai. Dadaku naik-turun dengan cepat, berusaha mengambil oksigen sebanyak mungkin. Mataku memerah akibat terlalu lama di dalam air. Tawa haru terlempar dariku dan Cornelius. Dengan pusaka ini, aku dapat menyembuhkan Sanja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berikan pusaka itu padaku, Nak,&rdquo; kata seseorang di belakang kami.</p><p style="text-align: justify;">Suara yang terdengar familiar, namun tidak dapat kukenali. Aku segera bangkit dan menoleh ke balik bahuku. Sang Jenderal. Aku menduga anak buahnya pasti mendengar pembicaraan kami tentang pusaka ini. Rombongan serdadu berdatangan. Aku segera menggapai mandau yang tertaut di pinggangku yang kusadari telah kutanggalkan sebelum melompat ke sungai. Aku memandangi Cornelius yang memegangi pusaka itu. Ia sama terkejutnya denganku. Secara perlahan, aku berusaha menggapai peralatan dan mandau-ku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Janganlah mengambil keputusan bodoh, <em>inlander</em>.&rdquo; Jenderal mengacungkan <em>f</em><em>lintlock</em> padaku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tangan kanan Jenderal, Bosch, menyipitkan matanya, &ldquo;Hei, bukankah itu Cornelius? YA, ITU DIA. DIA ADALAH SI PINCANG YANG PERNAH MERACUNI KITA!&rdquo; Provokasinya disambut meriah oleh para serdadu.</p><p style="text-align: justify;">Mereka mengacungkan senjata ke arah Cornelius. Ia menunduk agar tidak dikenali. Pusaka masih berada dalam genggamannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nak, berikan tongkat itu. Kemudian, kita akan melupakan perbuatanmu di masa lalu.&rdquo; Jenderal mengulurkan tangannya, berjalan mendekati Cornelius.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cornelius, jika pusaka itu sampai ke tangannya, tidak akan ada lagi aku. Tidak akan ada Panglima. Tidak akan ada lagi Sanja. Seluruh pulau ini akan lenyap,&rdquo; jawabku dengan <em>flintlock</em> yang tepat di tepi keningku.</p><p style="text-align: justify;">Cornelius mendekap pusaka itu. Sang Jenderal berusaha mendekatinya, &ldquo;Cornelius, itu namamu, bukan? Begini, Cornelius. Jika kau berikan tongkat itu, aku akan mengangkatmu sebagai Wakil Jenderal. Bagaimana menurutmu, Nak?&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bosch mengerutkan dahi mendengar tawaran Jenderal. Mengingat apa yang dicita-citakan Cornelius, aku menyadari tawaranku tidak sebanding dengan yang diberikan Jenderal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;INGATLAH PERLAKUAN PARA SERDADU INI PADAMU, CORNELIUS! INGATLAH APA YANG TELAH MEREKA RENGGUT DARIKU DAN SANJA. INGATLAH APA YANG TELAH MEREKA PERBUAT PADA NARA, CORNELIUS!&rdquo; jelasku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cornelius, apa kau tahu jika ketersediaan prajurit kian merosot beberapa tahun terakhir? Hal itu dikarenakan saudara-saudara kita di Belanda sedang terkena wabah kolera, Nak. Sayangnya, ilmu pengetahuan kita yang sangat terbatas belum mampu menemukan solusinya. Cornelius, saudara-saudara kita di Belanda hanya dapat sembuh dan kembali ke pelukan keluarga mereka jika wabah ini lenyap, Nak. Tongkat itulah yang dapat menyelamatkan mereka,&rdquo; jelas sang Jenderal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keraguan terpancar pada wajah Cornelius. &nbsp;&ldquo;Cornelius, dengarkan aku. Aku minta maaf karena telah mengacuhkanmu selama ini. Aku minta maaf karena telah menyalahkanmu atas kepergian Nara. Aku mungkin tidak dapat menjanjikan kemewahan padamu, tetapi aku meyakini satu hal. PUSAKA ITU DAPAT MENYEMBUHKAN APAPUN. APAPUN.&rdquo; Aku berharap Cornelius mengerti maksudku.</p><p style="text-align: justify;">Cornelius mengangguk. Jenderal mengambil kesempatan untuk merebut pusaka itu. Sesaat sebelum Jenderal mendapatkannya, Cornelius menancapkannya. Gelombang kejut pusaka itu merobohkan kami. Debu berterbangan. Pandangan kami tersamar. Setelah beberapa saat, kami melihat Cornelius. Ia berdiri dengan kedua kaki yang sehat. Aku tersenyum sementara para serdadu berusaha mencerna hal yang baru terjadi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pusaka ini memang benar adanya,&rdquo; Cornelius terkejut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tawa haru terlukis di balik janggutnya. Matanya berkaca-kaca. Ia berdiri tegap dan tampak lebih tinggi dengan kaki barunya. Itulah yang kuingat sebelum dirinya termakan peluru panas oleh Jenderal. Dentuman <em>flintlock&nbsp;</em>memekakkan telingaku. Senyum di wajah Cornelius memudar. Ia tersungkur di hadapan kami. Bahuku bak ditimpa gunung, Jenderal melepaskanku dan aku merangkak menghampirinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah kuperingatkan. Janganlah mengambil tindakan bodoh,&rdquo; Jenderal meniup asap <em>flintlock</em>-nya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tanpa kusadari, Pusaka Pembeliant telah berada di tangan Jenderal. Aku tidak memperdulikannya dan menghampiri Cornelius. Aku membalikkannya, menekan luka tembakannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cornelius, lihat aku! Semuanya akan baik-baik saja. Kau hanya perlu bertahan sebentar dan semuanya akan baik-baik saja.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku berbohong. Sulit membohongi dokter kawakan sepertinya. Ia menyadari kekuatan magis pun tidak mampu memperbaiki kondisinya. Batuknya disertai darah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak apa-apa, Taman. Aku sudah menduga ini akan terjadi. Terima kasih, karena untuk sesaat, aku sempat merasakan menjadi normal,&rdquo; Cornelius memegangi tanganku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kau akan baik-baik saja, Cornelius. Kau akan memperbaiki VOC dari dalam, ingat? Kau akan menyediakan sistem yang adil untuk Sanja dan seluruh penduduk, ingat? Bertahanlah, Cornelius.&rdquo; Air mataku berjatuhan di dadanya.</p><p style="text-align: justify;">Genggamannya melemah. Mata birunya semakin terbenam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku minta maaf soal Nara.&rdquo; Cornelius tampak menyesal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu bukan salahmu, Cornelius. Itu bukan salahmu,&rdquo; aku terisak.</p><p style="text-align: justify;">Cornelius melepaskan genggamannya. Dadanya tidak lagi naik-turun. Matanya yang biru kini tertutup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;BANGUN, CORNELIUS! KAU SUDAH BERJANJI AKAN MEMPERBAIKI VOC, CORNELIUS. KAU SUDAH BERJANJI!&rdquo; wajahku bersandar di dadan<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ya.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Bersambung&hellip;</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ditulis oleh F. Sandro Asshary, alumni Sastra Inggris, FIB 2018</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Milad dan Sketsa Awards 2023: Wujud Syukur Eksistensi di Tahun ke-16 hingga Apresiasi Kinerja Awak Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/semarak-milad-dan-sketsa-awards-2023-wujud-syukur-eksistensi-di-tahun-ke-16-hingga-apresiasi-kinerja-awak-sketsa/baca </link>
<guid> semarak-milad-dan-sketsa-awards-2023-wujud-syukur-eksistensi-di-tahun-ke-16-hingga-apresiasi-kinerja-awak-sketsa </guid>
<pubDate> Mon, 27 Nov 2023 12:34:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apresiasi bagi anggota Sketsa pada Sketsa Awards 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/semarak-milad-dan-sketsa-awards-2023-wujud-syukur-eksistensi-di-tahun-ke-16-hingga-apresiasi-kinerja-awak-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w2OY3ik07D.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Milad dan Sketsa Awards 2023: Wujud Syukur Eksistensi di Tahun ke-16 hingga Apresiasi Kinerja Awak Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sketsa Awards 2023, ajang apresiasi tahunan paling bergengsi bagi awak LPM Sketsa Unmul kembali digelar dengan penuh suka cita pada Sabtu (25/11) kemarin. Bertempat di D&rsquo;Klasik Cafe, awak <em>Sketsa</em> turut merayakan agenda Milad sebagai rasa syukur atas konsistensi Sketsa dalam berkiprah sebagai pers mahasiswa selama 16 tahun.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya menjadi ajang apresiasi atas kerja keras dan loyalitas selama setahun kepengurusan, Sketsa Awards 2023 bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota. Setiap agenda dalam acara tersebut menjadi momen yang penuh keceriaan dan takkan terlupakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihadiri oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mulai dari petinggi redaksi hingga anggotanya, Sketsa Awards berhasil menjadi wadah silaturahmi antar pengurus Sketsa. Semuanya serasi mengenakan kostum dengan nuansa</span><span>&nbsp;</span><span>putih biru, senada dengan warna khas LPM Sketsa Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dipandu oleh Mohammad Fikran dan Disthia Nur Maharani sebagai pewara, acara dimulai pada pukul 14.30 Wita. Perhelatan Sketsa Awards berhasil menciptakan atmosfer yang ceria dan mengasyikkan berkat kepiawaian mereka dalam memandu acara. Untuk menambah keseruan, acara diselingi pula dengan beragam agenda menarik, seperti penyampaian kesan pesan, tukar kado, permainan, dan masih banyak lagi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai rasa syukur pada hari itu, seluruh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menadahkan tangan seraya berdoa yang dipimpin oleh Luthfi Ahmadani Rahman. Acara kemudian dilanjutkan oleh sambutan-sambutan untuk membangkitkan semangat dan antusiasme peserta yang hadir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia Sketsa Awards 2023, yaitu Silmi Nur Kamila. Dalam sambutannya, Silmi mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi peserta, serta mengapresiasi kinerja panitia yang telah semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan acara dalam waktu yang relatif singkat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Umum LPM Sketsa Unmul, yaitu Khoirun Nisa. Tak berbeda dengan Silmi, Nisa turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh awak yang hadir serta mengapresiasi kinerja panitia penyelenggara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya ucapkan terima kasih banyak kepada para panitia penyelenggara yang telah sukses mengadakan acara ini, meskipun waktunya sangat singkat. Waktu persiapan (dilaksanakan selama) seminggu, ya, dan Alhamdulillah</span><span>&nbsp;</span><span>sudah terlaksana,&rdquo; puji Nisa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selamat untuk yang menang nominasi nantinya. Yang belum menang jangan berkecil hati,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai memberi sambutan, Nisa kembali berdiri dan memotong kue sebagai simbolis perayaan Milad LPM Sketsa Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesi puncak acara adalah pembacaan nominasi dari setiap kategori, di mana kegembiraan dan ketegangan merasuki setiap peserta yang menanti pengumuman pemenang. Pembacaan nominasi sesi pertama dibawakan oleh Khansa Yumna Abiyyu dan Febby Sofiana Azharani. Dengan bangga mereka mengumumkan kategori Reporter Terbaik Angkatan 16 yang diraih oleh Siti Mu&apos;ayyadah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, pemenang kategori Reporter Terbaik Angkatan 15 diraih oleh Audrey Apridella Moudini, sedangkan Efrianti Muhnizar Sari berhasil keluar sebagai pemenang kategori Reporter Terbaik Angkatan 13-14.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya membacakan pemenang dari kategori reporter, Khansa dan Febby juga mengungkap pemenang dari kategori Fotografer Terbaik yang jatuh kepada Maximilianus Rafael Sangga Augusta. Sementara Gelar Desainer Terbaik diberikan kepada Putri Amalyah Jahra.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memasuki pembacaan nominasi sesi kedua, Muhammad Al Fatih dan Widya Amanda memasuki area panggung. Mereka membacakan pemenang untuk kategori Videografer Terbaik yang diraih oleh Alyda Khairunnisa, Litbang Teraktif yang dimenangkan oleh Novi Indah Ramadhani, serta kategori Berita Terviral yang diduduki oleh berita kampus bertajuk &quot;<a href="https://www.sketsaunmul.co/tentang-kami/semarak-milad-dan-sketsa-awards-2023-wujud-syukur-eksistensi-di-tahun-ke-16-hingga-apresiasi-kinerja-awak-sketsa/baca.">Akreditasi Unmul Berubah Jadi Baik Sekali, Abdunnur: Tidak Turun Hanya Berubah Nama</a>&quot;. Tim liputan pemberitaan tersebut terdiri dari Siti Aisyah dan Firdausyi Nuzulla. Berita tersebut sukses meraih lebih dari 5 ribu kali penayangan di</span><span>&nbsp;</span><span>laman resmi&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup pengumuman nominasi, Fatih dan Widaya mengumumkan pemenang kategori Si Paling Sketsa tahun ini yang diraih oleh Maximilianus Rafael Sangga Augusta, yang sebelumnya telah memenangkan nominasi fotografer terbaik. Konsistensi kehadiran dirinya dalam setiap agenda&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;jadi kunci bagi Sangga untuk meraih pencapaian tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 17.00 Wita, acara ditutup dengan sesi bertukar kado dan berfoto bersama sebagai kenangan indah yang dapat diingat di masa depan. <em><strong>(xel/una/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswi Unmul Laporkan Tindak Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Beri Pendampingan Psikologis hingga Pengawalan Kasus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswi-unmul-laporkan-tindak-kekerasan-seksual-satgas-ppks-beri-pendampingan-psikologis-hingga-pengawalan-kasus/baca </link>
<guid> mahasiswi-unmul-laporkan-tindak-kekerasan-seksual-satgas-ppks-beri-pendampingan-psikologis-hingga-pengawalan-kasus </guid>
<pubDate> Tue, 28 Nov 2023 13:18:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Satgas PPKS siap mengawal kasus kekerasan seksual bagi seluruh sivitas akademika </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswi-unmul-laporkan-tindak-kekerasan-seksual-satgas-ppks-beri-pendampingan-psikologis-hingga-pengawalan-kasus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3jeeqtXfye.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswi Unmul Laporkan Tindak Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Beri Pendampingan Psikologis hingga Pengawalan Kasus</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Senin (27/11) lalu, Satgas PPKS Unmul menerbitkan Rilis Pers Nomor 174/UN17/SATGASPPKS/2023 tentang Mahasiswi Unmul Korban Tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak. Aduan terkait ancaman untuk melakukan hubungan seksual tersebut diterima Satgas PPKS Unmul pada 12 September 2023. Berdasarkan pengakuan korban, paksaan yang diterimanya meliputi ancaman dan kekerasan verbal yang didapati lebih dari sekali.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dijelaskan bahwa identitas korban adalah mahasiswi Unmul yang berusia 17 tahun dan berstatus sebagai anak, sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Terhadap Anak. Berdasarkan keterangan dari korban, terduga pelaku yang berinisial K merupakan mahasiswa yang berkuliah di salah satu universitas di Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut Satgas PPKS Unmul segera berkoordinasi dengan korban dan melakukan pemeriksaan awal sebagai langkah pertama dalam mengusut kasus. Sembari melakukan penyelidikan, korban turut mendapat dampingan psikologis dan fisik sebagaimana prosedur yang tertera dalam Surat Tugas Rektor Universitas Mulawarman Nomor 6941/UN17/KP/2023 Satgas PPKS Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah memberikan pendampingan psikologis dan fisik, Satgas PPKS Unmul kemudian melakukan koordinasi dengan keluarga korban untuk melaporkan kasus pidana tersebut ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda. Laporan tersebut diajukan enam hari kemudian, tepatnya pada tanggal 18 September 2023.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Didampingi oleh Satgas PPKS Unmul, korban membuat laporan atas dasar Pasal 76D jo Pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak ke Polres Kota Samarinda dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor LP/492/IX/2023/SPKT/POLRESTA SAMARINDA/POLDA KALIMANTAN TIMUR.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam rilis pers tersebut, tertera lima catatan Satgas PPKS Unmul terkait kasus pidana kali ini, di antaranya:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>1.</span><span>Bahwa peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh seseorang yang bukan merupakan bagian dari sivitas akademika Unmul akan tetap ditangani oleh Satgas PPKS Unmul jika korban merupakan bagian dari sivitas akademika Unmul sebagaimana Pasal 4 Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>2.</span><span>Bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, korban berstatus sebagai anak dan kasus yang terjadi jelas merupakan peristiwa pidana;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>3.</span><span>Bahwa setelah memeroleh Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor LP/492/IX/2023/SPKT/POLRESTA SAMARINDA/POLDA KALIMANTAN TIMUR, SATGAS PPKS UNMUL mendampingi korban untuk melakukan visum di salah satu rumah sakit umum (RSU) di Samarinda;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>4.</span><span>Bahwa Satgas PPKS Unmul mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya upaya yang telah dilakukan Polresta Samarinda dalam melakukan penyidikan yang saat ini tengah berproses; dan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>5.</span><span>Bahwa Satgas PPKS Unmul mendukung proses penegakan hukum berjalan dengan cepat dan tuntas serta memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi korban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terpisah, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>mencoba menghubungi Orin Gusta Andini selaku Koordinator Advokasi Satgas PPKS Unmul untuk menggali informasi lebih lanjut perihal kasus tindak pidana itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orin mengungkap bahwa proses pemeriksaan kasus kekerasan seksual oleh pihak kepolisian telah usai dijalani. Sementara itu, tahap selanjutnya akan dilimpahkan ke kejaksaan untuk dilakukan persidangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dirinya menerangkan bahwa rilis pers tersebut diterbitkan ketika status pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka. Hal inilah yang menyebabkan rilis pers dikeluarkan lebih lambat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rilis pers dilakukan sebagai hak publik untuk mengetahui perkembangan kasus dan ada pesan yang ingin disampaikan Satgas PPKS Unmul, bahwa kasus yang melibatkan orang di luar Unmul, namun korban ada di Unmul, tetap akan direspon dan ditangani oleh Satgas PPKS. Jika korban merupakan bagian dari civitas academica Unmul dan melakukan pengaduan ke Satgas,&rdquo; terang Orin kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Selasa (28/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak lupa, Dosen FH Unmul itu berpesan kepada civitas academica Unmul agar segera melaporkan apabila terdapat kasus kekerasan seksual melalui&nbsp;</span><span>hotline</span><span>&nbsp;Satgas PPKS Unmul. Informasi terkait pelaporan dapat dilihat di akun Instagram resmi Satgas PPKS Unmul di&nbsp;</span><span>@<span><a href="https://www.instagram.com/satgasppks.unmul/?utm_source=ig_web_button_share_sheet&igshid=OGQ5ZDc2ODk2ZA==">satgasppksunmul</a></span></span><span>.</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Sebaiknya, (korban) tidak mengambil tindakan sendiri dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual, karena saat ini sudah ada prosedur penanganannya di perguruan tinggi melalui Satgas PPKS Unmul,&rdquo; pesannya mewanti-wanti. <em><strong>(zrt/srf/dre/ems)</strong></em></div><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Waktu Persiapan Singkat, Tim Tari Unmul Raih Dua Juara Sekaligus dalam Festival Tari Borneo di Malaysia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/waktu-persiapan-singkat-tim-tari-unmul-raih-dua-juara-sekaligus-dalam-festival-tari-borneo-di-malaysia/baca </link>
<guid> waktu-persiapan-singkat-tim-tari-unmul-raih-dua-juara-sekaligus-dalam-festival-tari-borneo-di-malaysia </guid>
<pubDate> Tue, 28 Nov 2023 13:42:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tim Tari Unmul berhasil menyabet dua penghargaan di kancah internasional dalam Festival Tari Borneo </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/waktu-persiapan-singkat-tim-tari-unmul-raih-dua-juara-sekaligus-dalam-festival-tari-borneo-di-malaysia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GQHh8jCbfu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Waktu Persiapan Singkat, Tim Tari Unmul Raih Dua Juara Sekaligus dalam Festival Tari Borneo di Malaysia</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Unmul raih Peringkat Perak dan Juara 3 dalam ajang Festival Tari Borneo 2023 di Sabah, Malaysia pada Jumat (10/11) lalu. Peringkat Perak diraih untuk kategori Tari Kreatif dan Juara Terbaik 3 untuk kategori Busana dan Tata Rias.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Festival Tari Borneo dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ajang festival budaya antar universitas ini diadakan di tiga negara yang ada di Borneo, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tim yang mewakili Unmul dalam Festival Tari Borneo 2023 terdiri atas dua belas mahasiswa yang tersebar dari berbagai fakultas, di antaranya Virna Rindra Marsella dan Mohammad Reyfi Syahnaz Anugrah yang berasal dari FMIPA. Selanjutnya, Asipa Iklima Dewi dan Dwi Kartika Hemawanti yang merupakan perwakilan FKIP. Kemudian FISIP yang diwakili oleh Wulandari, Cici Nur&apos;alya Atsilah, Ibnu Farabi Dante, dan Akhmad Dani Armadiansyah. Ada pula Rhenaldo Elvanda Pratama Burhan dan Awahda Zhafirah yang berasal dari FF. Sedangkan untuk Faperta da FIB masing-masing diwakili oleh Stanislaus Skotska Yosafat Ga dan Elviannur Rahmawati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai informasi, mahasiswa yang menjadi bagian Tim Festival Tari Borneo 2023 merupakan bagian dari UKM Tari Unmul yang mengikuti seleksi di rektorat sebelum maju mewakili Unmul dalam Festival Tari Borneo di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Mereka membawakan Tari Kreatif Etnik yang digarap selama dua bulan untuk memperlihatkan letak kreatif dalam tarian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu anggota Tim Festival Tari Borneo, Cici Nur&rsquo;alya Atsilah, mengungkapkan bahwa timnya memerlukan persiapan selama dua bulan, terhitung sejak mengikuti seleksi di rektorat hingga maju ke Festival Tari Borneo 2023.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemarin itu ada seleksinya, pada Agustus atau September di rektorat. Itu seleksinya dari UKM Tari sendiri. Dari 30-an peserta, yang dipilih 12 orang saja, salah satunya menjadi cadangan,&rdquo; ungkap Cici saat diwawancarai&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>pada Kamis (23/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cici juga mengaku mendapatkan dukungan penuh dari rektorat, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Timnya juga mengundang pelatih yang didatangkan dari Bandung untuk membantu proses latihan dan persiapan ajang tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua ditanggung sama Unmul, dari berangkat sampai balik. Dapat uang saku juga sebelum berangkat,&rdquo; akunya penuh syukur. <em><strong>(ner/mlt/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Disebut Alami Beban Kerja Berlebih, Tendik:  Tak Seimbangnya Rasio Dosen - Mahasiswa hingga Minimnya Rekrutmen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/disebut-alami-beban-kerja-berlebih-tendik-tak-seimbangnya-rasio-dosen-mahasiswa-hingga-minimnya-rekrutmen/baca </link>
<guid> disebut-alami-beban-kerja-berlebih-tendik-tak-seimbangnya-rasio-dosen-mahasiswa-hingga-minimnya-rekrutmen </guid>
<pubDate> Wed, 29 Nov 2023 11:37:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Upaya peningkatan kualitas pendidikan Unmul di tengah tingginya beban kerja dosen akibat rasio dosen dan mahasiswa yang tidak ideal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/disebut-alami-beban-kerja-berlebih-tendik-tak-seimbangnya-rasio-dosen-mahasiswa-hingga-minimnya-rekrutmen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Z3Yda7ftj2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Disebut Alami Beban Kerja Berlebih, Tendik:  Tak Seimbangnya Rasio Dosen - Mahasiswa hingga Minimnya Rekrutmen</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Tenaga pendidik (Tendik) merupakan figur utama yang memiliki peran sentral dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia. Sayangnya, saat ini, sejumlah fakultas di Unmul tengah alami kekurangan jumlah tendik yang cukup mengkhawatirkan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Irma Surrayya Hanum, salah seorang dosen Prodi Sastra Indonesia, FIB Unmul menyatakan bahwa hal ini terjadi lantaran minimnya perguruan tinggi dalam melakukan perekrutan dosen baru. Akibatnya, dosen lama yang hendak pensiun tidak memiliki pengganti untuk mengajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), jumlah dosen di seluruh Indonesia hanya 160.000 dosen. 30 persen sarjana S1, 15 persen S2, dan hanya 11 persen S3. Kenapa masih kurang? Sebab, perguruan tinggi masih minim melakukan perekrutan dosen. Akibatnya, banyak dosen pensiun, minim pengganti,&rdquo; terang Irma kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Jumat (17/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kurangnya jumlah tendik tentu tidak selaras dengan banyaknya jumlah mahasiswa baru (Maba) yang masuk ke perguruan tinggi tiap tahunnya. Hal ini menyebabkan banyaknya dosen yang kewalahan, bahkan dapat menurunkan minat orang-orang untuk melamar menjadi dosen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain karena beratnya beban pekerjaan, gaji dosen yang tidak sepadan tentu membuat pekerjaan sebagai pengajar tak begitu diminati jika dibandingkan pekerjaan lain dengan penghasilan yang lebih menjanjikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Irma menilai bahwa sudah semestinya tendik seperti dosen dan guru menjadi perhatian penting, utamanya dalam hal kesejahteraan tendik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tanpa perbaikan kualitas pendidikan, negara ini akan sulit untuk bersaing secara global. Negara-negara yang cukup baik ekonominya, memperlakukan dosen, guru, istimewa dengan memperhatikan kesejahteraannya,&rdquo; imbuhnya memberi komentar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Rina Juwita, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I FISIP Unmul turut memaparkan beberapa aspek terkait beban kerja dosen. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rina menjelaskan beberapa poin penting terkait pengelolaan administrasi, rasio dosen - mahasiswa, serta pelaporan kinerja dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semua dosen punya kewajiban mengurus administrasi. Kelebihan beban kerja (administrasi) tidak hanya di prodi Ilkom, tapi juga di FISIP, bahkan seluruh dosen Unmul (mengerjakan) pelaporan beban kerja satu semester,&rdquo; terang Rina ketika diwawancarai</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Jumat (10/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rasio dosen dan mahasiswa yang berbanding jauh di FISIP ini pun mempengaruhi beban kerja. Satu dosen harus bertanggung jawab atas jumlah mahasiswa yang melebihi standar ideal. Hal serupa tak hanya terjadi di FISIP, melainkan di seluruh fakultas di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rina menekankan bahwa seluruh dosen, termasuk dirinya, memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengurus administrasi. Dalam konteks pelaporan kinerja dosen, Rina menyoroti bahwa beban kerja dosen terdiri dari tiga komponen utama: pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, karena ketidakseimbangan rasio mahasiswa dan dosen, beberapa dosen cenderung kurang fokus dalam melakukan kegiatan penelitian. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam melaporkan kinerja terkait penelitian, yang sebenarnya menjadi kewajiban setiap dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semua (prodi di FISIP) pada tahun ini itu sedang membuka penerimaan dosen baru, karena rasio mahasiswa dengan dosen memang tidak ideal sampai sekarang ini. Kalau misalnya kita bicara tentang idealitas, satu dosen paling tidak mengajar sekitar 30 sampai 40 mahasiswa. Tapi, di kita (FISIP) &lsquo;kan perbandingannya satu dosen hampir 80 mahasiswa, dan itu hampir dialami di semua prodi sehingga memang tidak ideal semuanya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun harus kewalahan dalam menangani jumlah mahasiswa yang membludak, sejumlah dosen, termasuk Rina berusaha sekuat tenaga guna mengelola waktu dan tanggung jawab mereka dengan baik.</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pengajaran Alhamdulillah selalu cukup saja, bahkan lebih, karena rasio yang tidak seimbang, dan itu dialami oleh semua dosen di FISIP. Untuk penelitian, Alhamdulillah selalu terpenuhi saja,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(xel/ary/zrt/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Negara Rakus, Alam Kalimantan Semakin Tergerus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/negara-rakus-alam-kalimantan-semakin-tergerus/baca </link>
<guid> negara-rakus-alam-kalimantan-semakin-tergerus </guid>
<pubDate> Fri, 01 Dec 2023 02:35:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Eksistensi kelompok marginal yang makin tersingkir akibat tergerusnya alam Kalimantan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/negara-rakus-alam-kalimantan-semakin-tergerus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qEFx1Mu2cN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Negara Rakus, Alam Kalimantan Semakin Tergerus</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di bumi Kalimantan, alam memang memberikan kekayaan yang melimpah. Namun, di balik keindahan dan keanekaragaman hayati tersebut, tersembunyi kisah kelam eksploitasi alam yang rakus. Hutan Kalimantan, sebagai paru-paru dunia, terancam oleh tangan-tangan manusia yang tanpa ampun merusak kelestariannya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembukaan demi pembukaan hutan untuk kelapa sawit dan lahan batubara adalah salah satu bentuk eksploitasi yang merajalela. Perusahaan-perusahaan besar dengan ambisi ekonomi tinggi terjun tanpa pandang bulu, membabat habis rimbunnya hutan hujan. Akibatnya, ekosistem yang sudah terbentuk selama ribuan tahun mengalami kerusakan yang tak terelakkan. Binatang-binatang langka kehilangan habitat, sementara suara riuh rendah alam pun redup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sungai-sungai yang mengalir tenang pun tidak luput dari masifnya eksploitasi alam ini. Limbah industri dan pertambangan dibuang begitu saja ke sungai-sungai, mencemari air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan. Ikan-ikan yang dulu melimpah kini sukar didapatkan masyarakat karena kualitas air yang semakin buruk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dampak dari eksploitasi ini tidak hanya terasa di dalam hutan, melainkan juga meluas ke masyarakat sekitar. Masyarakat asli yang hidup bersama alam sejak zaman nenek moyang mereka, kini harus menghadapi perubahan besar dalam pola hidupnya. Sungguh ironis, mereka yang hidup harmonis dengan alam sekarang terdesak oleh gelombang modernisasi yang tidak mengenal belas kasihan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat asli kini dihadapkan pada realitas pahit. Tanah leluhur mereka diklaim oleh perusahaan-perusahaan besar yang bekerja sama dengan negara yang rakus. Hak-hak adat dilupakan, dan suara mereka yang teriak-teriak untuk keadilan seringkali tenggelam dalam kebisingan mesin-mesin pembabat hutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan hanya ekosistem alam yang tergerus, tetapi juga budaya dan identitas masyarakat yang semakin terkikis, digantikan oleh arus modernisasi yang tidak menghargai warisan nenek moyang. pengetahuan lokal dan kearifan lokal lainnya semakin terpinggirkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertanyaan besar pun muncul: siapa yang sebenarnya akan menanggung dampak dari rakusnya eksploitasi alam ini? Jawabannya, sayangnya, jatuh pada bahu mereka yang tak memiliki kekuatan untuk melawan. Masyarakat lokal yang hidup dari dan dengan alam menjadi korban utama. Mereka kehilangan mata pencaharian tradisional mereka karena hutan yang menjadi sumber kehidupan telah sirna.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, dampak eksploitasi alam ini juga berdampak pada iklim global. Hutan hujan Kalimantan yang mengandung sejumlah besar karbon, ketika dibabat habis, melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer. Inilah ironi lainnya, eksploitasi alam yang dilakukan dengan dalih kemajuan ekonomi justru memberikan kontribusi besar pada perubahan iklim global yang semakin mengkhawatirkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara perusahaan-perusahaan besar dan negara mendulang keuntungan dari eksploitasi ini, masyarakat lokal dan Kalimantan, bahkan Indonesia secara keseluruhan akan menanggung beban dampaknya. Bencana alam semakin sering terjadi, cuaca ekstrem menjadi lebih umum, dan keseimbangan ekosistem terus terganggu. Apakah keuntungan ekonomi sesaat bisa dibandingkan dengan hilangnya keanekaragaman hayati dan kehancuran lingkungan?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, dalam kegelapan terdapat cahaya kecil harapan. Pasti ada hasil selaras dengan perjuangan, jika kita terus menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan alam demi keberlanjutan hidup manusia dan planet ini. Namun, sayangnya, suara mereka dan kita seringkali diredam oleh kepentingan ekonomi yang besar dan kuat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita semua, sebagai bagian dari masyarakat lokal dan umumnya Kalimantan, memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan membantu melindungi kelestarian alam pulau ini. Memberikan dukungan kepada seluruh&nbsp;</span><span><em>stakeholder</em>&nbsp;</span><span>yang berupaya, mendukung program kelestarian hutan, dan berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim adalah langkah-langkah kecil tetapi berarti. Hanya dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat membantu mencegah eksploitasi alam yang rakus ini dan menjaga keberlanjutan bumi yang kita tinggali serta Kalimantan yang kita cintai ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Andrianus Ongko Wijaya Hingan, mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP 2020.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Representasi Budaya Cancel Culture di Media Sosial dalam Budi Pekerti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/representasi-budaya-cancel-culture-di-media-sosial-dalam-budi-pekerti/baca </link>
<guid> representasi-budaya-cancel-culture-di-media-sosial-dalam-budi-pekerti </guid>
<pubDate> Fri, 01 Dec 2023 11:51:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kehancuran hidup seorang guru dan keluarganya di film Budi Pekerti </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/representasi-budaya-cancel-culture-di-media-sosial-dalam-budi-pekerti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/83ZT5RiJ34.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Representasi Budaya Cancel Culture di Media Sosial dalam Budi Pekerti</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Budi Pekerti yang rilis pada Kamis (2/11) lalu menjadi film panjang kedua yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja setelah sebelumnya sukses dengan film bertajuk Penyalin Cahaya (2021).&nbsp;</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada karya keduanya, Wregas Bhanuteja menyajikan sebuah film yang sangat kental akan kritik sosial. Jika sebelumnya ia mengangkat isu pelecehan seksual, kali ini, dalam Budi Pekerti, Wregas menyuguhkan isu yang saat ini cukup hangat dan dekat dengan kehidupan kita saat ini. Ya! <em>cancel culture</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini menceritakan tentang Bu Prani (Sha Ine Febriyanti), seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di sebuah SMP Yogyakarta yang memiliki cara untuk mendidik muridnya yang bermasalah dengan kegiatan kreatif yang ia beri nama sebagai &lsquo;Refleksi&rsquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sela kesibukannya, Bu Prani harus merawat suaminya, Pak Didit (Dwi Sasono) yang mengalami bipolar setelah kegagalannya dalam menjalankan berbagai macam jenis usaha.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berkat keberhasilannya dalam mendidik anak muridnya, Bu Prani mendapatkan kesempatan untuk naik jabatan menjadi Wakil Kepala Sekolah selanjutnya, dengan harapan mendapat kenaikan gaji dan mampu membiayai pengobatan suaminya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, masalah dan konflik dari keseluruhan cerita ini dimulai ketika perdebatan Bu Prani dengan seorang pelanggan yang menyerobot antrian belanja kue putu direkam dan tersebar di internet.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Potongan video yang menampilkan Bu Prani pergi dengan mengumpat menjadi ramai dan viral di mana-mana. Video yang bahkan tidak sampai satu menit itu berhasil mengobrak-abrik kehidupan Bu Prani beserta keluarganya dalam waktu yang sangat singkat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Percobaan Bu Prani untuk meluruskan dan menceritakan kejadian sesungguhnya, ketika ia sebenarnya tidak mengumpat, tetapi menyebut &ldquo;Ah, <em>suwi</em>&rdquo; yang memiliki arti &ldquo;Ah, lama&rdquo; dalam bahasa Jawa. Kata tersebut memang sekilas terdengar seperti penyebutan kata &ldquo;<em>asu</em>&rdquo; yang berarti &ldquo;anjing&rdquo;. Namun, bukannya mereda, hal itu justru menimbulkan masalah-masalah baru, hingga Bu Prani harus merelakan pekerjaannya sebagai guru dan pindah ke tempat baru.</p><p style="text-align: justify;">Hal yang menjadi sorotan dari film ini adalah budaya <em>cancel culture</em> yang mulai merebak, khususnya di dunia internet yang kini menjadi segalanya. <em>Cancel culture</em> memiliki arti yang sama dengan boikot. Kondisi tersebut terjadi ketika warganet beramai-ramai mencap atau menjatuhkan seseorang di ranah media sosial atas kejahatan atau masalah yang ditimbulkan.</p><p style="text-align: justify;">Hidup Bu Prani yang sebelumnya mengalami kesulitan karena kesehatan mental suaminya, ditambah dengan latar film yang mengambil situasi pandemi Covid-19 menjadi semakin parah setelah dirinya viral dan dihujat sana-sini oleh para warganet atas segala pemberitaan negatif tentang dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Efek dari <em>cancel culture</em> menimbulkan reaksi berantai lalu menyebar layaknya api. Segala aspek kehidupan Bu Prani ikut berantakan akibat masalah yang terus menerus muncul yang dipicu oleh sebuah video berdurasi 20 detik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Video tersebut menyebar hingga kedua anak-anaknya ikut menjadi target bulan-bulanan warganet, seperti Muklas (Angga Yunanda) yang dikenal sebagai <em>Tiktoker</em> dengan konten utama <em>self</em>-<em>healing</em> yang karirnya harus hancur karena membantu meluruskan dan membersihkan nama ibunya yang terlanjur jelek.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tita (Prilly Latuconsina) pun ikut merasakan imbas ketika dirinya harus meninggalkan usaha <em>thrift shop</em> miliknya dan kehilangan posisi di bandnya karena alasan yang sama, yakni berupaya untuk membersihkan nama ibunya.</p><p style="text-align: justify;">Apa yang membuat <em>cancel culture</em> menjadi senjata berbahaya adalah bagaimana mudahnya perspektif warganet dapat diubah dan dimainkan oleh media-media yang tidak bertanggung jawab. Mereka mampu memutarbalikkan fakta yang ada hingga membawakan berita yang menyimpang dan jauh dari realita sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketika video marah-marah Bu Prani yang menjadi bahan bercandaan netizen dibuat menjadi <em>meme</em> hingga <em>remix</em> DJ, hal itu semakin memperkeruh keadaan setelah pengakuan murid terdahulunya, Gora (Omara Esteghlal) yang menerima refleksi darinya berupa menggali kubur setelah ketahuan berkelahi dengan niat membuat Gora lebih menghargai makna kehidupan. Pengakuan ini sebenarnya bertujuan untuk membuka mata para warganet bahwa didikan Bu Prani berhasil membuatnya sadar dan tidak mengulangi kesalahannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, media berita tempat Gora bekerja memanfaatkan video tersebut dan membuatnya seakan-akan menjadi korban atas didikan yang salah dan berujung merusak kesehatan mentalnya. Pandangan warganet seketika berubah, dari yang awalnya mulai mendukung, malah balik menentang &nbsp;Bu Prani sebab cara mendidiknya yang dianggap membahayakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini membawa emosi penontonnya seperti naik <em>roller coaster</em>, ketika semua dirasa mulai membaik, dengan cepat masalah baru yang lebih parah dari sebelumnya datang dan membombardir kehidupan Bu Prani.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal yang menarik dari film ini adalah bagaimana akhir dari cerita ini. Kasus yang berawal dari video viral itu tidak benar-benar selesai. Nama Bu Prani sudah terlanjur rusak. Siapa yang menyebarkan video tersebut pertama kali bahkan tidak ditemukan hingga film berakhir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Luka dan tekanan yang diterima keluarga Bu Prani sudah terlalu berat dan sulit untuk diselesaikan. Di penghujung cerita, diperlihatkan bahwa mereka mengangkut barang dan memilih untuk pindah ke tempat baru dan memulai semuanya dari awal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akhir yang sulit disebut sebagai <em>happy ending</em>, menjadi penyegar di antara banyaknya film dengan akhir dan konklusi yang membahagiakan untuk tokoh utama. Bagaimana nasib keluarga Bu Prani selanjutnya diserahkan kepada penonton dengan berbagai perspektif.</p><p style="text-align: justify;">Film ini menampilkan realitas dari dunia media sosial kita. Banyaknya kasus viral yang memiliki akhir tidak baik, tak jarang malah menambah masalah baru, karena warganet cenderung melihat permasalahan dari satu sudut pandang atau melihat permasalahan hanya dari permukaan saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Reaksi yang cenderung latah tanpa adanya riset dalam menanggapi sebuah isu juga menjadi sebab sebuah kasus yang semakin berlarut tanpa akhir yang pasti. Selain itu, seringkali warganet mengiyakan pendapat dari orang-orang berpengaruh dan menganggapnya sebagai kebenaran yang mutlak, tanpa mengetahui apakah pendapat tersebut didasari oleh fakta yang benar atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Selain masalah <em>cancel culture</em> dan the<em>&nbsp;power of netizen</em> yang mampu merubah hidup seseorang dengan mudah, film ini juga ingin mengkritisi dunia pendidikan Indonesia. Banyak sekolah-sekolah yang berusaha sedemikian rupa untuk menjaga nama baik mereka agar tidak kehilangan calon pendaftar. Hal ini digambarkan dalam film Budi Pekerti ketika pihak sekolah yang memaksa Bu Prani membuat klarifikasi agar sekolah mereka tidak ikut terseret masalah tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Alih-alih membantu menyelesaikan masalah, pihak sekolah seakan memilih untuk menutup mata dan memerintah Bu Prani untuk meminta maaf saja tanpa mengusut kasus tersebut secara mendalam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akting dari para pemeran tokoh dalam film ini sangatlah apik, apalagi pemeran para tokoh utama yang namanya sudah sangat dikenal di kalangan sinefil. Membuat karakter yang mereka perankan terasa begitu dekat dengan penonton. Sebagai sebuah film drama dengan berbagai adegan dramatis yang mengundang kesedihan, <em>scoring</em> dalam Budi Pekerti terdengar tidak berlebihan dan lebih memanfaatkan suara <em>ambience</em> sehingga terkesan lebih natural.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada yang sempurna di dunia ini, begitu juga dengan Budi Pekerti. &nbsp;Beberapa permasalahan yang diterima Bu Prani terkadang terasa dilebih-lebihkan untuk menambah penderitaan sang tokoh dan terkesan hanya menambah durasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akhir dari cerita ini pun bisa menjadi sebuah kekurangan, tergantung bagaimana selera setiap penonton. Sebagian orang mungkin menyukai ending yang berbeda dari kebanyakan film pada umumnya, sementara penonton lainnya juga ada yang tidak menyukai jenis <em>ending</em> yang digunakan dalam Budi Pekerti yang tidak memberikan konklusi dengan jelas dari konflik yang dialami tokoh utama dan bersifat <em>open</em>-<em>ending</em>.</p><p style="text-align: justify;">Masih banyak hal menarik yang bisa dibahas dari film ini yang rasanya sulit untuk dirangkum keseluruhannya dalam bentuk tulisan. Film ini akan terasa lebih nikmat jika menontonnya dari awal sampai akhir sembari berkaca pada dunia internet saat ini yang pergerakannya kadang terlalu cepat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Budi Pekerti juga menjadi sebuah pengingat bahwa ucapan itu lebih tajam dari pisau. Sebagai penutup, saya ingin mengutip salah satu dialog dari film ini yang cukup membekas di benak sejak menonton film ini,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dunia lagi berisik, tutup telin<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">ga sebentar saja.&rdquo; <em><strong>(zrt/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bagian Terakhir: Pembeliant </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-terakhir-pembeliant/baca </link>
<guid> bagian-terakhir-pembeliant </guid>
<pubDate> Sat, 02 Dec 2023 01:32:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah penutup pusaka Pembeliant </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bagian-terakhir-pembeliant/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ngPThEVD6k.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bagian Terakhir: Pembeliant</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Aku menarik napas panjang dan mengusap pipiku. Ketika menoleh ke balik bahu, Jenderal sedang bersiap menggunakan pusaka itu. Kehadiranku tidak diakui oleh mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hati-hati, Jenderal,&rdquo; Bosch terdengar khawatir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sang Jenderal menancapkan pusaka itu, meniru gerakan Cornelius. Ia memeganginya dan menutup mata. Detik berlalu, Jenderal perlahan membuka matanya dan bersiap menyaksikan keajaiban. Namun, tak terjadi apapun. Bosch dan para serdadu nampaknya menunggu keajaiban itu pula.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf, Jenderal. Kau mungkin harus mengucapkan keinginanmu dengan lantang,&rdquo; Bosch menjelaskan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jenderal menutup matanya lagi, mengangkat pusaka itu, dan menancapkannya. Perkataan yang akan keluar dari mulutnya mengejutkanku, apalagi para serdadu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;AKU MENGHENDAKI SELURUH INLANDER TUNDUK PADAKU!&rdquo; Teriaknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesaat kemudian, terjadi gempa yang luar biasa. Sang Jenderal kehilangan keseimbangan dan harus berpegangan pada pusaka yang tertancap itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jenderal, apa yang telah kau lakukan? Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang terkena kolera?&rdquo; Bosch terkejut dengan permintaan Jenderal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh, Bosch. Kau begitu naif. Akan ada wabah dan penyakit lain yang berdatangan bahkan setelah kolera musnah. Walaupun aku menyelamatkan mereka dari kolera, mereka akan tetap mati karena hal lain. Pikirkan ini, Bosch. Dengan tunduknya para inlander, kemenangan akan jadi milik kita. MILIK BELANDA. KITA AKAN SEGERA PENSIUN, BOSCH!&rdquo; Sang Jenderal terdengar lebih gila dari dugaanku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bosch menyadari ketidakwarasan Jenderalnya, tetapi tidak mengatakan apapun. Di saat tanah di kaki kami masih bergetar hebat, Sungai Mahakam mendadak terbelah dua tepat di lokasi pusaka itu terbenam. Kemudian, kami beradu pandang dengan sosok berkepala kerbau dan berpakaian serba hitam di dasar sungai itu. Aku menduga ia adalah Nyeluh (hantu). Gempa mendadak berhenti, tetapi sungai masih terbelah. Berbeda dengan Jenderal, Bosch dan para serdadu tampak gelisah dengan sosok tersebut. Sosok itu melayang menghampiri mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;AKU PERINTAH KAU UNTUK MENGHABISI INLANDER ITU,&rdquo; Jenderal memerintah Nyeluh seraya menunjukku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nyeluh menatapku, mengangkat, dan mengepalkan tangannya. Dalam sekejap, leher para serdadu patah seketika. Darah membasahi seragam mereka semua. Aku dan Jenderal sama-sama terkejut. Dengan cepat, para serdadu menembak sosok Nyeluh yang ternyata adalah lawan tersebut. Sayangnya, peluru tidak mampu menembus kulitnya. Di sisi lain, Jenderal telah bersembunyi entah dimana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bosch hendak kabur, tetapi Nyeluh menghadangnya. Ketika hendak dihabisi oleh Nyeluh, Bosch berhasil diselamatkan oleh Panglima. Aku bahkan tidak menyadari kedatangan Panglima. Bosch terjatuh. Nyeluh mengalihkan pukulannya ke arah Panglima, menghempas Panglima hingga berpuluh meter. Aku baru menyaksikan kejadian langka. PANGLIMA BARU SAJA MENYELAMATKAN BOSCH. PANGLIMA BARU SAJA MENYELAMATKAN SERDADU VOC. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Serangan Nyeluh terhadap Panglima membingungkanku. Sosok tersebut tidak memihak Jenderal ataupun Panglima. Berarti, Nyeluh merupakan ancaman bagi kami semua. Aku menduga Jenderal salah menggunakan pusaka itu. Aku lalu menyusun rencana. Nyeluh kembali berhadapan dengan Panglima. Bosch memerintahkan para serdadu untuk membantu Panglima. Aku bergegas menghampiri Jenderal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berikan pusaka itu, Jenderal. Aku bisa memperbaiki semua ini,&rdquo; perintahku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wajah Jenderal memerah, &ldquo;BERANI-BERANINYA KAU MEMERINTAHKU, INLANDER! KAU HARUS MELANGKAHI MAYATKU SEBELUM MENDAPATKAN TONGKAT INI! AKU AKAN MENCARI RIBUAN CARA UNTU&hellip;&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;TUTUP MULUT GILAMU, JENDERAL!&rdquo; Bosch memukul wajah atasannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jenderal pingsan sebelum menyelesaikan kalimatnya. Lalu, Bosch menyerahkan pusaka itu padaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini. Ambillah. Hentikan apapun makhluk itu,&rdquo; Bosch terengah-engah dan berbaring menemani Jenderal yang pingsan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku mengangguk dan mengambil pusaka itu. Panglima nampak tersungkur. Sedangkan Nyeluh sedang menumpas para serdadu. Aku menghampiri Panglima yang terluka parah. Untuk pertama kalinya aku melihat seorang Panglima terluka seperti ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa yang telah kau perbuat dengan pusaka itu, Taman? Mandau-ku bahkan tidak mampu menembus kulit mahluk itu,&rdquo; Panglima mengusap darah pada keningnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini semua perbuatan Jenderal, Nanjan. Tapi, jangan khawatir, aku tahu cara mengalahkan makhluk itu,&rdquo; aku menyembuhkan Panglima dengan Pusaka Pembeliant. Luka di tubuhnya tertutup kembali. Matanya yang babak belur kembali menyusut. Selain itu, aku juga memberi Panglima tambahan kekuatan. Tidak banyak. Namun, cukup untuk melawan Nyeluh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak bisakah kau gunakan Pusaka itu untuk melawannya?&rdquo; Tanya Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku tidak bisa mengambil resiko dan mengulangi kesalahan Jenderal. Entah mahluk apa saja yang dapat didatangkan oleh Pusaka ini, tapi aku tidak ingin mencari tahu sekarang,&rdquo; jelasku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menyampaikan rencanaku, &ldquo;kau siap untuk putaran kedua? Alihkanlah Nyeluh agar aku dapat mengobati para serdadu yang terluka. Setelah itu, tunggu aba-abaku, lalu terbangkan kita pulang. Jika sosok Nyeluh itu tangguh terhadap segala macam serangan dari luar, mungkin kita dapat mengalahkannya dari dalam.&rdquo; aku berharap rencana ini berhasil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sosok ini akan mengikuti kemanapun kita pergi, Taman. Jika Nyeluh sampai mengikuti kita pulang, Sanja akan berada dalam bahaya,&rdquo; Panglima ragu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Percayalah padaku. Aku punya rencana,&rdquo; aku tidak menjelaskan lebih jauh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tunggu, bagaimana dengan Cornelius? Dimana dia?&rdquo; tanya Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku meminta maaf kepada Panglima. Untungnya, ia paham maksudku dan melampiaskan rasa dukanya dengan menyerang Nyeluh untuk putaran kedua. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menyembuhkan para serdadu dan memerintahkan Bosch untuk membawa mereka melarikan diri. Sang Jenderal yang masih pingsan, dipikul dua serdadu dan telah hilang ditelan hutan. Sebelum memasuki hutan, Bosch melihat ke arahku, tetapi tidak mengatakan apapun. Wajahnya menggambarkan bahwa kami akan bertemu lagi. Pada kesempatan lain. Ia kemudian hilang ditelan hutan, menyusul serdadu lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang, Nanjan!&rdquo; perintahku pada Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Panglima meninggalkan Nyeluh dan bergegas menerbangkan kami pulang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku belum pernah berada di ketinggian seperti ini. Lebih tepatnya, aku belum pernah terbang setinggi ini. Tepat jauh di belakang, Nyeluh terbang mengikuti kami. Setibanya kami di perkemahan, aku bergegas menghampiri Sanja, memeriksa nadinya seperti yang diajarkan Cornelius. Masih ada. Aku memejamkan mata dan berharap Pusaka Pembeliant mengabulkan permintaanku. Pusaka itu mengeluarkan cahaya biru, diikuti Sanja yang terbangun. Aku tersenyum dan memeluknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hembusan angin kencang diikuti hujan deras terasa dari luar. Nyeluh telah sampai. Angin kencang ini. Hujan deras ini. Gemuruh ini. Aku tersadar, Nyeluh tidak ingin mengalahkanku dan Panglima. NYELUH INGIN MENGHAPUS EKSISTENSI KAMI SEMUA DENGAN MENDATANGKAN BANJIR BANDANG. Terdengar teriakan histeris penduduk, aku meminta Sanja bersembunyi dan berjanji akan menjelaskan segalanya nanti. Setibanya di luar, aku melihat Nyeluh dan Panglima melayang beberapa meter di atas kami, bersiap untuk putaran ketiga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;APA KAU SIAP DENGAN RENCANA KITA SELANJUTNYA?&rdquo; Teriakanku pada Panglima.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;APA AKU PUNYA PILIHAN LAIN?&rdquo; Panglima melihatku dari atas sana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;BERIKAN AKU SUMPITMU DAN TUNGGU ARAHANKU,&rdquo; aku mendapat Sumpitnya dan bergegas menuju kemah Cornelius, meninggalkan Panglima yang bertarung dengan Nyeluh. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika membuat ramuan untuk menyembuhkan Sanja, Cornelius menggunakan intisari buah Tarap, buah langka yang terkenal hampir membunuh Sanja. Aku mencampurkan intisari buah itu ke dalam peluru Sumpit Panglima agar lebih cepat bereaksi. Semoga ini berhasil. Racun ini lebih berbahaya ketika terkontaminasi langsung melalui aliran darah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terima kasih, Cornelius,&rdquo; kataku dalam hati sebelum bergegas ke luar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menyaksikan Panglima masih melakukan tugasnya. Melindungi penduduk. Ia Nyeluh telah berhenti melayang, tetapi masih beradu di bawah derasnya hujan. Dari kejauhan nampak banjir telah menutupi beberapa titik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;NANJAN, SEKARANG!&rdquo; Perintahku pada Panglima, Nyeluh teralihkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Panglima melompat ke punggung Nyeluh dan membuka mulut mahluk itu. Aku meniup Sumpitnya, berharap mengenai sasaran. Pelurunya tertancap tepat di langit-langit mulut mahluk itu. Panglima menutup paksa mulut kerbau itu, dan turun dari punggungnya. Nyeluh memegangi perutnya dan tersungkur dengan kedua lututnya. Kami menang. Panglima tersenyum ke arahku. Namun, terjadi hal yang di luar perkiraan kami. Nyeluh bangkit kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;AYAH!&rdquo; Sanjan melemparkan sisa Buah Tarap padaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menangkapnya, berlari ke arah Nyeluh. Panglima menyadari rencanaku, ia membuka paksa mulut Nyeluh untuk terakhir kalinya. Aku memasukan buah itu, kemudian memerasnya guna mempercepat reaksi. Makhluk itu tersungkur memegangi perutnya sebelum akhirnya hilang tersapu air hujan. Kami menang. Benar-benar menang kali ini. Hujan berhenti, diikuti surutnya banjir. Matahari sore menyambut kami. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa kusadari, Panglima telah pergi membantu para penduduk seolah tidak terjadi apapun. Melawan mahluk seperti Nyeluh tidaklah asing baginya. Sementara Sanja menghampiri, duduk bersamaku, dan menyaksikan matahari terbenam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sanja. Kau ingin pergi memancing?&rdquo; aku menatapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sanja tersenyum mengiyakan. Kami beranjak dan berjalan menuju Sungai. Matahari menyinari punggung kami.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akan sulit mendapat ikan, yah. Ikan-ikan sudah tidur,&rdquo; Sanja mengejekku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebulan setelah kejadian itu, aku semakin mahir menggunakan pusaka Pembeliant. Panglima dan aku turut mengambil alih ladang palawija di balik bukit. Tak lupa, kami juga memberikan pemakaman yang layak untuk Cornelius. Sanja semakin mahir menggunakan Sumpit. Terakhir, untuk kesekian kalinya, kami telah meninggalkan perkemahan kami dan pindah ke tempat yang lebih aman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tamat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>P.S. Cerita pendek ini didedikasikan untuk mendiang ayahanda penulis, seorang ayah yang hebat dan panutan yang luar biasa. Semoga kenangan beliau dapat menjadi sumber kekuatan dan inspirasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Cerpen ditulis oleh F. Sandro Asshary, alumni FIB 2018.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dukung Pembudidaya Ikan Wujudkan Tambak Ramah Lingkungan, Yayasan Planet Urgensi Indonesia Inisiasi Penanaman Mangrove di Muara Badak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/dukung-pembudidaya-ikan-wujudkan-tambak-ramah-lingkungan-yayasan-planet-urgensi-indonesia-inisiasi-penanaman-mangrove-di-muara-badak/baca </link>
<guid> dukung-pembudidaya-ikan-wujudkan-tambak-ramah-lingkungan-yayasan-planet-urgensi-indonesia-inisiasi-penanaman-mangrove-di-muara-badak </guid>
<pubDate> Mon, 04 Dec 2023 13:03:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kiprah YPUI dalam mendukung budidaya ikan berkelanjutan di Muara Budak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/dukung-pembudidaya-ikan-wujudkan-tambak-ramah-lingkungan-yayasan-planet-urgensi-indonesia-inisiasi-penanaman-mangrove-di-muara-badak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Hdqk1k6Jj4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dukung Pembudidaya Ikan Wujudkan Tambak Ramah Lingkungan, Yayasan Planet Urgensi Indonesia Inisiasi Penanaman Mangrove di Muara Badak</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Planet Urgensi Indonesia yang bekerja sama dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Salo Sumbala Sejahtera menggelar kegiatan penanaman mangrove di dalam tambak. Bertempat di kawasan lanskap Delta Mahakam, kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2020 dengan tujuan untuk mewujudkan tambak yang ramah lingkungan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ramlan selaku Ketua Pokdakan Salo Sumbala Sejahtera mengatakan bahwa mangrove di dalam tambak tersebut sudah ada sejak taun 2000-an. Ia mengakui, hasil tambak itu justru menjadi lebih baik setelah ditanami mangrove.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, dulu masih sedikit (hasilnya). Alhamdulillah, sekarang sudah banyak berkat kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya yakni Planet Urgence,&rdquo; tutur Ramlan kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,</span><span>&nbsp;Rabu (29/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penanaman mangrove di kawasan tambak juga biasa dikenal dengan praktik&nbsp;</span><span><em>silvofishery</em></span><span>. Praktik tersebut memadukan mangrove dengan perikanan guna menjadi tambak yang ramah lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Penanaman bakau di dalam tambak, yang mana tiap air pasang panen. Panennya itu tidak langsung sekaligus. Hanya memakai perangkap, jadi yang besarnya saja yang diambil,&rdquo; lanjut pria yang berusia 40 tahun itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apabila tidak ditanami mangrove, ekosistem yang ada di tambak akan berpotensi lebih mudah mati saat cuaca sedang panas. Sedangkan ketika cuaca yang awalnya panas lalu diguyur hujan, tentu akan memengaruhi pH air yang menurun drastis. Dalam keadaan tersebut, mangrove berguna untuk meredam, mengeluarkan, dan menahan panas agar ekosistem tambak dapat hidup lebih lama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di kawasan tambak Salo Sumbala, terdapat udang, kepiting, ikan kakap, ikan bandeng, hingga rumput laut yang dibudidayakan. Ramlan mengaku bahwa hewan budidaya tersebut memiliki ukuran yang besar dan segar berkat mangrove yang ditanami di dalam tambaknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penghasilan yang didapatkan pun cukup untuk menyejahterakan warga Desa Muara Badak, dengan sistem dua minggu sekali. Menggunakan cara panen secara parsial dengan mengambil biota yang berkualitas, hasil panen Ramlan dan petambak lainnya bisa mencapai satu kuintal sekali panen. Biota tersebut kemudian dikirim ke pengepul yang ada di Balikpapan dan Anggana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat sejumlah biota laut dan polikultur mulai dari kepiting bakau, ikan bandeng, rumput laut, udang windu dan mangrove yang berada di dalam klaster&nbsp;</span><span><em>silvofishery</em></span><span>. Sebagian besar dari biota laut itu bahkan telah diekspor hingga ke Jepang dan Amerika lewat jasa tengkulak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsep&nbsp;</span><span><em>silvofishery&nbsp;</em></span><span>telah Ramlan terapkan di tambaknya yang berukuran 4 hektar itu sejak tahun 2018. Komoditas ikan bandeng dan udang windu yang ia budidayakan jarang terserang penyakit. Terang Ramlan, hasil tambak miliknya sudah lebih dari cukup untuk menghidupinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alhamdulillah, padahal sistem kami betul-betul tradisional. Kemarin, satu tebar jala saja, seekor udang bisa mencapai 100 gram saking besarnya.&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adanya pandemi Covid-19 yang sempat melanda beberapa waktu lalu justru tak menjadi penghalang bagi usaha tambak Ramlan. Ia mengaku bahwa dirinya tidak begitu terdampak dengan adanya pandemi. Sebaliknya, hasil usahanya itu mengalami peningkatan. Ia bahkan sempat mengadakan beberapa pelatihan pengolahan probiotik untuk tanaman dan cara menanam mangrove yang ditujukan kepada warga Desa Muara Badak</span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mangrove di tambak Ramlan memiliki kelebihan tersendiri, yakni akar mangrove yang menjadi sumber makanan alami untuk ekosistem di tambak. Ramlan dan petambak lainnya turut merasakan sejumlah keuntungan dari kehadiran mangrove di tambak mereka. Salah satunya adalah mangrove yang bisa menahan tanggul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Ramlan berharap agar pemerintah Kalimantan Timur dapat lebih masif dalam membantu para petani dan petambak di Muara Badak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Setiap tahunnya kami butuh rehabilitas panggul, dan alatnya pun sangat mahal sekali. Semoga itu yang bisa dibantu (oleh pemerintah),&rdquo; harapnya. <em><strong>(una/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Capai 23 Kasus dalam Setahun Terakhir, Satgas PPKS Unmul Berkomitmen Mengupayakan Kampus yang Bebas dari Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/capai-23-kasus-dalam-setahun-terakhir-satgas-ppks-unmul-berkomitmen-mengupayakan-kampus-yang-bebas-dari-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> capai-23-kasus-dalam-setahun-terakhir-satgas-ppks-unmul-berkomitmen-mengupayakan-kampus-yang-bebas-dari-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Tue, 05 Dec 2023 12:02:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekapan satu tahun terakhir terhadap kondisi kekerasan seksual di Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/capai-23-kasus-dalam-setahun-terakhir-satgas-ppks-unmul-berkomitmen-mengupayakan-kampus-yang-bebas-dari-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Yp2T0xUfyu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Capai 23 Kasus dalam Setahun Terakhir, Satgas PPKS Unmul Berkomitmen Mengupayakan Kampus yang Bebas dari Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Oktober lalu, santer kabar mengenai pelecehan seksual yang beredar di kalangan mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial. Hal ini bermula dari foto tidak senonoh yang dipotret tanpa izin dan diunggah melalui akun X yang menyebar foto-foto serupa. Kini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Satgas PPKS Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya kasus penyebaran foto yang melanggar privasi. Terbaru, Unmul tengah menelan kenyataan pahit bahwa ada puluhan kasus pelecehan seksual yang terjadi di unit kerja hingga berbagai fakultas yang tengah diidentifikasi dan dalam tahap penanganan oleh Satgas PPKS Unmul. Fajar Apriani, Koordinator Divisi Pengaduan Satgas PPKS Unmul menyebutkan bahwa dalam rentang tahun 2023, kasus kekerasan seksual yang ditangani oleh Satgas PPKS setidaknya mencapai 23 kasus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dua di antaranya termasuk kekerasan fisik yang penanganannya dialihkan ke LKBH FH, satu pengaduan palsu, dan dua kasus lainnya yang tidak dapat ditindaklanjuti karena komunikasi yang terputus lantaran pelapor tidak mencantumkan kontak yang dapat dihubungi.</p><p style="text-align: justify;">Banyaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual di kawasan Unmul yang mulai naik ke permukaan, menjadikan saluran pengaduan yang disediakan oleh Satgas PPKS berjalan dengan semestinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyaknya kasus kekerasan seksual (KS) terkuak ini kan akibat sudah ada saluran pengaduan yang jelas pada unit yang diberi kewenangan untuk penanganan kekerasan seksual,&rdquo; terang Fajar ketika diwawancarai awak <em>Sketsa</em> terkait maraknya kasus pelecehan seksual di Unmul pada Selasa (28/11).</p><p style="text-align: justify;">Kondisi tataran perguruan tinggi sebelum kehadiran Satgas PPKS, bukan berarti tak menghadapi kasus KS. Fajar menilai, nihilnya prosedur dan tempat khusus menangani berbagai kasus KS turut berimplikasi pada terbenamnya berbagai kasus, sebab para korban yang tak kunjung mencapai titik terang.</p><p style="text-align: justify;">Mewujudkan Unmul sebagai kawasan bebas kasus pelecehan maupun kekerasan seksual menjadi tugas utama bagi Satgas PPKS Unmul. Fajar menjelaskan bahwa demi mencapai tujuan tersebut, Satgas PPKS saat ini tengah mengupayakan pencegahan kekerasan seksual yang meliputi pembelajaran, penguatan tata kelola, dan penguatan budaya komunitas civitas academica. Adapun runtutan dari penanganan kasus kekerasan seksual dimulai dari pendampingan, perlindungan, pengenaan sanksi, hingga pemulihan korban.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah resmi terbentuk sejak tahun lalu, Fajar tak menampik masih ada banyak pihak yang belum memahami wewenang utama penanganan berada di Satgas PPKS utamanya dalam hal penanganan kasus. Sehingga tak jarang Fajar maupun rekan-rekannya kerap menemui pihak-pihak yang telah lebih dulu mengambil tindakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Biasanya ini) akibat tidak paham bahwa tugas PPKS wajib kami laksanakan dengan kode etik kerahasiaan dan independensi,&rdquo; tutur Fajar.</p><p style="text-align: justify;">Karena itu, Fajar berharap bahwa seluruh civitas academica memberikan dukungan demi terwujudnya Unmul yang aman dan bersih dari kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu tugas ini bukanlah hal yang mudah, butuh dukungan dari lembaga dan seluruh sivitas akademika. Namun, wewenang utama penanganan tetap perlu dipahami bersama, (letaknya) berada di <em>Satgas</em> PPKS.&rdquo; <strong><em>(zrt/srf/dre/ems)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemilu 2024 di Depan Mata, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan oleh Pemilih Pemula? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/pemilu-2024-di-depan-mata-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan-oleh-pemilih-pemula/baca </link>
<guid> pemilu-2024-di-depan-mata-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan-oleh-pemilih-pemula </guid>
<pubDate> Wed, 06 Dec 2023 12:02:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tips bagi pemilih pemula menjelang Pemilu 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/pemilu-2024-di-depan-mata-apa-saja-yang-perlu-diperhatikan-oleh-pemilih-pemula/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tuAczvwRe3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemilu 2024 di Depan Mata, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan oleh Pemilih Pemula?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Saat ini, masyarakat Indonesia tengah bersiap menyambut gelaran pesta demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan diselenggarakan pada 14 Februari mendatang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam pemilihan tersebut, masyarakat akan mendapatkan lima surat suara sekaligus guna memilih Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten/kota.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari situs resmi Bawaslu Lampung, Tamri Suhaimi selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Lampung mengatakan bahwa kategori pemilih pemula (rentang usia 17-40 tahun) diproyeksikan mencapai hingga sekitar 60 persen dalam Pemilu mendatang. Pemilih pemula memiliki peranan penting serta menjadi kunci sukses atas pelaksanaan Pemilu 2024.</p><p style="text-align: justify;">Nah, sudah siapkah kamu menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Pemilu mendatang? Yuk, simak apa saja yang perlu kamu perhatikan sebagai pemilih pemula dalam menyambut Pemilu 2024 yang sudah <em>Sketsa</em> rangkum untukmu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hindari Hoaks!</strong></p><p style="text-align: justify;">Menjelang pemilu 2024, banyak sekali berita-berita hoaks mengenai politik dengan unsur SARA dan kebencian yang tersebar di internet. Sebagai generasi yang aktif bermain media sosial, kamu sangat rentan terpengaruh oleh paparan berita hoaks tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, jangan langsung menaruh percaya terhadap apa yang kamu lihat dan dengar di media sosial. Pastikan bahwa segala informasi yang kamu dapatkan bersifat faktual. Kamu juga dapat menghindari informasi yang berasal dari media atau sumber yang tidak kredibel.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untuk menghindari paparan hoaks, kamu dapat memilih media terpercaya sebagai sumber informasi kamu. Salah satu sumber yang dapat menjadi pilihanmu adalah laman atau akun media sosial resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Meningkatkan Literasi Digital</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebagai pemilih pemula yang kerap berdampingan dengan teknologi, sangat penting bagi kamu untuk meningkatkan literasi digital. Hal tersebut perlu dilakukan agar kamu dapat menjadi pemilih yang cerdas dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk mendapatkan informasi yang kamu inginkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cek DPT dan Lokasi TPS Kamu!</strong></p><p style="text-align: justify;">Saat ini, kamu dapat mengetahui apakah kamu telah terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 secara daring. Kamu hanya perlu masuk pada situs cekdptonline.kpu.go.id dan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK). Setelah itu, kamu akan mendapatkan informasi terkait lokasi tempat pemungutan suara (TPS) kamu. Mudah, bukan?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tentukan Pilihanmu dengan Bijak</strong></p><p style="text-align: justify;">Golongan putih (Golput) atau tidak memberikan suara merupakan sikap yang tidak bijak. Gunakanlah hak suaramu secara bebas untuk memilih pemimpin Indonesia selanjutnya. Suaramu menjadi penentu bagaimana arah pergerakan Indonesia ke depannya. Oleh karena itu, gunakan hak pilihmu dan tentukan pilihanmu dengan bijak tanpa adanya intervensi atau pengaruh dari orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Menggunakan hak pilih dengan bijak dapat kamu mulai dari mencari tahu visi misi calon pemimpin hingga memastikan sepak terjangnya. Lewat laman resmi Bijakmemilih.id misalnya. Kamu dapat menggunakannya untuk menelusuri segala informasi hingga rekam jejak yang dimiliki Capres dan Cawapres.</p><p style="text-align: justify;">Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebagai pemilih pemula. Tentukan kandidat pilihan terbaikmu dan mari sukseskan perayaan&nbsp;<span style="background-color: transparent;">Pemilu 2024, ya! <em><strong>(ali/dre)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Kisah Cinta Realistis yang Manis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-kisah-cinta-realistis-yang-manis/baca </link>
<guid> jatuh-cinta-seperti-di-film-film-kisah-cinta-realistis-yang-manis </guid>
<pubDate> Tue, 12 Dec 2023 08:15:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menikmati melalui layar lebar Kisah Cinta Seperti di Film-Film </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-kisah-cinta-realistis-yang-manis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lcl7alxPyN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Kisah Cinta Realistis yang Manis</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Banyaknya artikel opini yang beredar mengenai perbedaan hubungan asmara di usia 20-an dan 30-an, seperti yang dikutip dari <em>liputan6.com</em> bahwa saat seseorang masih berusia 20-an atau pada masa dewasa awal, mereka akan cenderung bersenang-senang tanpa memikirkan keseriusan dan komitmen. Ini sangat berkebalikan dengan mereka yang mulai menjalin hubungan asmara pada saat usia 30-an.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal inilah yang kemudian menjadi ide alur cerita film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya &nbsp;Yandy Laurens. Film ini menceritakan kisah cinta Bagus (diperankan Ringgo Agus Rahman), seorang penulis skenario berumur 30 tahun yang kurang mendapatkan apresiasi dari atasannya. Lalu, tentang Hana (diperankan Nirina Zubir), seorang janda berumur 30 tahun yang ditinggal suaminya karena meninggal dunia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka berjumpa dalam sebuah pertemuan yang tidak canggung, tetapi juga tidak bersahabat. Mengingat mereka pernah satu SMA di masa lalu &nbsp;dan baru bertemu kembali setelah lulus puluhan tahun yang lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sepanjang film, penonton diajak untuk mengikuti tahapan 8&nbsp;</span><span><em>sequence</em></span><span>&nbsp;yang ada pada skenario film yang dibuat Bagus.&nbsp;</span><span><em>Sequence</em></span><span>&nbsp;inilah yang menjadi salah satu daya tarik dalam film ini. Setiap&nbsp;</span><span><em>sequence</em></span><span>&nbsp;menyajikan tahapan dalam hubungan asmara dua orang yang sudah berusia 30 tahunan dengan realistis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jatuh Cinta Seperti di Film-Film merupakan film romantis Indonesia yang sangat&nbsp;</span><span><em>anti</em>-<em>mainstream</em></span><span>. Karena menyajikan kisah cinta dua orang yang sudah berumur 30-an lebih dengan pandangan yang realistis dan memiliki sentuhan romantis yang minim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film ini juga memanjakan mata penonton dengan dominasi warna monokrom serta dukungan permainan ekspresi para pemeran yang terlibat, sehingga semakin menumbuhkan rasa emosional ke para penonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski Jatuh Cinta Seperti di Film-Film merupakan film romantis yang sangat&nbsp;</span><span><em>out of the box</em>,</span><span>&nbsp;film ini tidak lepas dari berbagai kekurangan. Seperti beberapa&nbsp;</span><span><em>jokes</em></span><span>&nbsp;yang dimasukkan di saat yang kurang tepat.</span></p><p style="text-align: justify;">Sampai artikel ini ditulis, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film untuk saat ini masih bisa ditonton di bioskop terdekat. Jadi, apa kamu tertarik untuk menyaksikan film ini? <em><strong>(ahn/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teater Kolase Rasa: Membuka Tabir Perselingkuhan dari Berbagai Perspektif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/teater-kolase-rasa-membuka-tabir-perselingkuhan-dari-berbagai-perspektif/baca </link>
<guid> teater-kolase-rasa-membuka-tabir-perselingkuhan-dari-berbagai-perspektif </guid>
<pubDate> Wed, 13 Dec 2023 12:51:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lika-liku dunia perselingkuhan dalam teater Kolase Rasa UKM Teater Yupa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/teater-kolase-rasa-membuka-tabir-perselingkuhan-dari-berbagai-perspektif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yCaytrhMo7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Teater Kolase Rasa: Membuka Tabir Perselingkuhan dari Berbagai Perspektif</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Memasuki penghujung tahun, UKM Teater Yupa menggelar pementasan teater bertajuk &ldquo;Kolase Rasa&rdquo;. Bertempat di Aula Gedung Student Center Lantai 1, pementasan tersebut ditampilkan sebanyak dua kali pada Sabtu (9/12) dan Minggu (10/12) lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengunjung mulai memadati tempat pementasan sejak pukul 19.00 Wita. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa Unmul, mereka yang merupakan anggota komunitas-komunitas teater yang tersebar di Samarinda turut hadir dalam acara itu. Sembari menunggu pementasan dimulai, pengunjung dipersilahkan untuk menunjukkan tiket masuk ruang teater kepada panitia dan melakukan registrasi ulang. Setelah itu, pengunjung diharapkan untuk menunggu hingga dipersilahkan masuk ke dalam ruang teater.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengunjung dipersilahkan untuk memasuki ruang teater pada pukul 20.30 Wita. Mulanya, penonton tidak mampu melihat dekorasi panggung dari teater yang disutradarai oleh Olivia Bodas karena minimnya pencahayaan. Ketika para panitia selesai menyanyikan Mars Teater Yupa sebagai pembuka teater, penonton akhirnya disuguhkan dengan pemandangan panggung yang bertemakan sebuah kafe.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Teater yang nyaris berdurasi selama satu jam itu membawakan tema isu masa kini. Ya! perselingkuhan. Selama teater berlangsung, penonton dimanjakan dengan alur cerita serta sentuhan musik yang menambah tegang suasana. Para penonton terlihat memberi komentar pada saat pertunjukan berlangsung hingga tepuk tangan yang meriah di akhir penampilan sebagai bentuk apresiasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara tidak hanya berhenti sampai di situ. Setelah teater selesai ditampilkan, tim pementasan mengajak para penonton untuk mengikuti agenda &quot;Diskusi Karya&quot; dari pementasan teater &quot;Kolase Rasa&quot;. Tim produksi bersama para aktor dan aktris yang berperan dalam teater tersebut memperkenalkan diri serta berdiskusi dengan para penonton yang didominasi dari komunitas teater lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Olivia Bodas selaku Sutradara dari teater &quot;Kolase Rasa&quot; membeberkan bahwa masa penggarapan teater memakan waktu selama satu bulan, mulai dari penulisan karya, hingga saat pementasan dimulai. Selain itu, Olivia turut menyebut motivasi di balik pengangkatan tema perselingkuhan dalam teater garapannya itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kita melihat, &lsquo;kan, biasanya perselingkuhan di film-film pasti pelakornya yang di&nbsp;</span><span><em>highlight</em></span><span><em>&nbsp;</em>sebagai antagonis. Nah, maka dari itu, coba kita ubah di sini (teater Kolase Rasa). Kita coba buka. Kasih lihat. Ternyata dia ngelakuin ini tuh ada hal, sesuatu hal. Ada kebenaran yang dia pegang. Jadi, &quot;Kolase Rasa&quot; dari Teater Yupa, angkat isu perselingkuhan dari dua sudut pandang,&quot; ungkap Olivia ketika diskusi karya berlangsung, Minggu (10/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu anggota diskusi yakni Ical yang berasal dari UKM Sedaya Polnes menyampaikan apresiasinya atas suksesnya pagelaran teater tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, yang saya tangkap itu kolase rasa, berbagai bentuk rasa &lsquo;kan di situ. Dan saya dapat (rasakan) memang di situ (teater Kolase Rasa) ada banyak rasa mulai bahagia, sedih, marah, maupun kecewa dan lainnya,&quot; ungkap Ical.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pementasan teater Kolase Rasa tak ayal mendapat antusias dan apresiasi tinggi dari kalangan mahasiswa dan komunitas teater lainnya. Khittah Muslimah selaku pimpinan produksi pentas tahunan XXX UKM Teater Yupa Unmul mengungkap bahwa kuota yang diberikan oleh tim produksi dalam dua hari pementasan mencapai kurang lebih sebanyak 75 penonton per harinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Imbuhnya, pentas tahunan ini merupakan agenda wajib bagi anggota Teater Yupa. Pada setiap tahunnya, pentas teater ini memiliki visi dan misinya masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harap Khittah, pementasan selanjutnya akan berjalan dengan lebih baik serta mendapat ruangan pementasan yang lebih besar sehingga kuota penonton menjadi lebih banyak.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kuota atau kuorumnya lebih banyak dan nggak di Student Center. Maksudnya, di tempat yang lebih banyak <em>space</em> ruangannya, jadi kita punya penonton yang lebih banyak dan bisa menggetarkan hati, gitu,&quot; pungkasnya.<em><strong>(ali/myy/dre)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmi Menyambut Awak Baru, Sketsa Tunaikan Journalistic Camp 2023 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/resmi-menyambut-awak-baru-sketsa-tunaikan-journalistic-camp-2023/baca </link>
<guid> resmi-menyambut-awak-baru-sketsa-tunaikan-journalistic-camp-2023 </guid>
<pubDate> Sat, 16 Dec 2023 11:37:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengukuhan awak baru Sketsa 16 pada Journalistic Camp 2023 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/resmi-menyambut-awak-baru-sketsa-tunaikan-journalistic-camp-2023/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E5XBmZRPRk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmi Menyambut Awak Baru, Sketsa Tunaikan Journalistic Camp 2023</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Setelah usai melewati masa magang selama enam bulan, sejumlah 25 anggota magang LPM Sketsa Unmul mengikuti Journalistic Camp 2023. Bertempat di Student Center Unmul, kegiatan pengukuhan anggota <em>Sketsa</em> tersebut mengusung tema Bangun Solidaritas, Hasilkan Produk Jurnalistik Berkualitas yang dilaksanakan selama satu hari pada Sabtu (9/12) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda tersebut dibuka dengan sambutan oleh BPI Sketsa Unmul dan Panitia Journalistic Camp 2023. Masing-masing di antaranya Sari Dewi dan Audrey Apridella. Setelah pembukaan, setiap kelompok kemudian diinstruksikan untuk menampilkan jargon mereka yang sudah dipersiapkan sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari 25 peserta yang hadir, kemudian dibagi menjadi lima kelompok dengan nama yang berhubungan dengan media di Indonesia yaitu Konde, Mongabay, Opini, Project Multatuli, dan Greenpeace. Adapun tradisi&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>yang selalu dilakukan ketika agenda Journalistic Camp berlangsung ialah pemberian nama suci dari sastrawan hingga jurnalis ternama kepada para peserta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara tersebut turut menghadirkan Raden Roro Mira Budiasih selaku pemateri pada sesi Ngobral atau Ngobrol Bareng Alumni yang merupakan salah satu Ketua Umum Sketsa</span><span>&nbsp;</span><span>Unmul pada periode 2016. Perbincangan yang mengisi sesi tersebut ialah seputar esensi menjadi jurnalis mahasiswa berdasarkan pengalaman Roro selama berkecimpung di&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memasuki kegiatan berikutnya, lima kelompok tadi diarahkan untuk melewati banyak pos&nbsp;</span><span><em>outbound</em></span><span>. Pos tersebut terbagi menjadi lima bagian dan seluruh kelompok harus menyelesaikan misi untuk mendatangi pos-pos yang sudah disiapkan. Pada setiap pos, peserta mesti menjawab pertanyaan atau menjalankan perintah dari penjaga pos yang sudah siap memberikan arahan di tempat. Setiap jawaban dari soal tersebut memiliki bobot nilai untuk setiap kelompok nantinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendekati penghujung acara, para peserta pun berkumpul dan diarahkan untuk mengambil sumpah dan janji pers mahasiswa sebagai bentuk komitmen mereka ke depannya dalam menjalankan kerja-kerja pers mahasiswa yang sesuai dengan kode etik jurnalistik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa penghargaan pun diberikan kepada kelompok sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Mulai dari pemenang video&nbsp;</span><span><em>reels&nbsp;</em></span><span>kelompok yang dimenangkan oleh kelompok Project Multatuli dan infografis terbaik oleh Greenpeace. Ada pula kelompok pemenang yang mengumpulkan poin terbanyak dari pos diraih oleh tim Opini.id serta jargon terheboh dimenangkan oleh tim Mongabay. Tak kalah dari tim lainnya, adapun penghargaan kelompok ternyasar disematkan kepada kelompok Konde.co.</span></p><p style="text-align: justify;">Journalistic Camp kemudian ditutup dengan penyerahan kartu pers kepada para anggota magang sebagai simbol penetapan anggota secara resmi. Dengan begitu, diharapkan para awak baru tersebut akan menyambung tali estafet kepengurusan LPM Sketsa Unmul dan menciptakan karya-karya jurnalistik yang berkualitas. <em><strong>(tha/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalin Kerja Sama dengan Khon Kaen University, FISIP Unmul Kirim Lima Mahasiswa Mengikuti Program Pertukaran Pelajar ke Thailand </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalin-kerja-sama-dengan-khon-kaen-university-fisip-unmul-kirim-lima-mahasiswa-mengikuti-program-pertukaran-pelajar-ke-thailand/baca </link>
<guid> jalin-kerja-sama-dengan-khon-kaen-university-fisip-unmul-kirim-lima-mahasiswa-mengikuti-program-pertukaran-pelajar-ke-thailand </guid>
<pubDate> Mon, 18 Dec 2023 16:39:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertukaran mahasiswa FISIP dengan Khon Khaen University </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalin-kerja-sama-dengan-khon-kaen-university-fisip-unmul-kirim-lima-mahasiswa-mengikuti-program-pertukaran-pelajar-ke-thailand/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bhpLwe2sXM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalin Kerja Sama dengan Khon Kaen University, FISIP Unmul Kirim Lima Mahasiswa Mengikuti Program Pertukaran Pelajar ke Thailand</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> FISIP Unmul mengirim lima mahasiswanya dalam program pertukaran pelajar yang bekerja sama dengan Khon Kaen University Thailand pada bulan November lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, FISIP Unmul telah menjalin kerja sama dengan Faculty of Business Administration and Accountancy, Khon Kaen Business School, Khon Kaen University Thailand melalui penandatanganan&nbsp;</span><span><em>Memorandum of Agreement</em></span><span>&nbsp;(MoA) pada Senin (16/10) lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/langkah-internasionalisasi-fisip-unmul-gaet-khon-kaen-business-school-sebagai-mitra-berbagai-program/baca">Langkah Internasionalisasi, FISIP Unmul Gaet Khon Kaen Business School sebagai Mitra Berbagai Program</a>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu tindak lanjut dari kerja sama tersebut ialah pelaksanaan program pertukaran pelajar yang menawarkan kesempatan kepada lima mahasiswa FISIP Unmul untuk dapat menimba ilmu di Khon Kaen University.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, FISIP Unmul turut memberi dukungan material berupa pembayaran UKT, asrama, serta tiket pesawat pulang pergi Indonesia - Thailand kepada lima mahasiswa yang lolos. Program tersebut berlaku selama satu semester, terhitung sejak November 2023 hingga Maret 2024 mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menggali informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>mewawancarai dua mahasiswa yang berhasil lolos dalam program tersebut. Mereka adalah Gita Riski Anggriani, mahasiswa Prodi Administrasi Publik, FISIP 2022 dan Franklin Jonaldo, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, FISIP 2021.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Gita menyampaikan bahwa alasan untuk mengikuti program tersebut adalah sebagai cara dalam mewujudkan mimpinya untuk berkuliah di luar negeri. Tak hanya itu, Gita juga membeberkan bahwa Thailand merupakan salah satu negara impian yang ingin ia kunjungi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Untuk yang menjadi alasan besar aku adalah karena memang aku sudah menyukai kultur dan budayanya Thailand tuh udah dari lama sejak 2020,&quot; ungkap Gita melalui pesan teks WhatsApp</span><span>&nbsp;</span><span>pada Senin (11/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Gita, Franklin mengaku bahwa ia awalnya tidak terpikirkan untuk mengikuti program tersebut. Namun, karena persyaratannya tidak mewajibkan sertifikat bahasa, ia pun mencoba untuk ikut serta. Melalui program tersebut, Franklin ingin mendapatkan&nbsp;</span><span><em>international exposure</em></span><span>&nbsp;dan pengalaman bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keduanya turut membagikan pengalamannya selama melakukan persiapan pendaftaran. Meski dituntut untuk melakukan seleksi administrasi, wawancara, hingga keberangkatan dalam waktu yang begitu singkat, Gita dan Franklin tidak merasakan kesulitan yang berarti. Keduanya justru mengalami sedikit kendala usai pengumuman kelulusan mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sebenarnya kendalanya itu lebih kepada saat kita sudah diterima. Jadi, setelah diterima itu ada banyak dokumen yang harus disiapin, yang paling&nbsp;</span><span><em>complicated</em></span><span>&nbsp;itu waktu mengurus visa,&quot; terang Franklin ketika diwawancarai</span><span>&nbsp;Sketsa&nbsp;</span><span>pada Rabu (13/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya visa, mereka juga harus menyiapkan dokumen lain seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK),&nbsp;</span><span><em>Letter of Acceptance</em></span><span>&nbsp;(LoA), dan sertifikat bahasa. Namun, kendala tersebut segera diatasi dengan adanya bantuan serta dukungan dari pihak fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Franklin dan Gita mengaku tidak merasa kesulitan untuk beradaptasi setelah menginjakkan kaki di Negeri Gajah Putih. Di sana, mereka dibantu oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (Permitha) di Thailand untuk berkeliling dan mengenal lingkungan kampus serta mengenal budaya lokal yang ada di Negeri Gajah Putih itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Terakhir, keduanya berharap agar program tersebut dapat terselenggara lebih baik lagi ke depannya. Mulai dari persiapan dokumen yang lebih matang, hingga pembiayaan secara penuh, termasuk biaya hidup dan uang visa kepada mahasiswa yang lolos. Mereka juga berharap agar segala kendala yang terjadi dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pihak penyelenggara guna meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang. <strong><em>(tha/ali/dre)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemira FISIP 2023: Bantah Pembekuan BEM  hingga Beradu dengan Kotak Kosong </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2023-bantah-pembekuan-bem-hingga-beradu-dengan-kotak-kosong/baca </link>
<guid> pemira-fisip-2023-bantah-pembekuan-bem-hingga-beradu-dengan-kotak-kosong </guid>
<pubDate> Tue, 19 Dec 2023 06:01:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira FISIP 2023 kembali diisi dengan calon tunggal di tingkat BEM dan DPM. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2023-bantah-pembekuan-bem-hingga-beradu-dengan-kotak-kosong/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mhrlA1H5e7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemira FISIP 2023: Bantah Pembekuan BEM  hingga Beradu dengan Kotak Kosong</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pemilihan Umum Raya (Pemira) Presiden dan Wakil Presiden BEM FISIP Unmul telah usai digelar. &nbsp;Layaknya pelaksanaan Pemira di tahun sebelumnya, kali ini, perayaan pesta demokrasi di FISIP itu pun tak berjalan sengit karena hanya diisi oleh calon tunggal.&nbsp;</p><p>(Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemira-fisip-2022-calon-tunggal-melawan-kertas-kosong/baca">Pemira FISIP 2022, Calon Tunggal Melawan Kertas Kosong</a>)</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan minimnya antusiasme dari kader BEM FISIP Unmul, pasangan M. Ilham Maulana dan M. Ikhsan Al-Bajri dipastikan bertarung melawan kotak kosong tanpa adanya rival dalam Pemira FISIP 2023.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan berita acara yang dirilis oleh Badan Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (BPPR) FISIP 2023 melalui akun Instagram&nbsp;</span><span>@pemirafisip_unmul</span><span>, pasangan Maulana - Ikhsan berhasil kantongi 328 suara mengalahkan kotak kosong yang meraup sebanyak 230 suara. Masa gugatan masih berlangsung dan diumumkan pada Selasa (19/12) mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana dan Ikhsan siap menakhodai Kabinet Niskala Sahitya selama satu periode mendatang. Setelah sukses menjadi Wakil Presiden BEM FISIP Unmul di periode sebelumnya, Maulana optimis dan berambisi untuk meraih jabatan lebih tinggi pada Pemira kali ini. Bukannya tak puas, ia merasa bahwa masih ada sejumlah persoalan di kepemimpinan sebelumnya yang perlu diselesaikan ketika dirinya menjabat kelak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Calon tunggal yang kembali terulang di Pemira kali ini turut Maulana soroti. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>dirinya menyayangkan minimnya partisipasi dari kader BEM FISIP Unmul dalam pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini. Ia menilai bahwa lemahnya partisipasi dalam Pemira 2023 terjadi sebab banyaknya anggota yang belum siap untuk mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin yang baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sangat sedih karena tidak ada sosok yang mau bertarung dalam Pemira,&rdquo; keluh Maulana kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;usai pelaksanaan uji publik, Senin (11/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya turut mengeluhkan pelaksanaan kampanye yang dinilai kurang efektif sebab hanya dilaksanakan secara daring. Hal ini berimbas pada minimnya partisipasi mahasiswa sehingga visi dan misi yang ia canangkan tak tersosialisasikan secara menyeluruh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal keinginannya terkait konversi kegiatan organisasi ke Satuan Kredit Semester (SKS), angan-angan tersebut bermula ketika pelaksanaan lokakarya yang menggaet salah satu dosen dari Unhas. Ia mengatakan bahwa kegiatan organisasi di universitas tersebut dikonversikan ke dalam SKS.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana ingin agar hal tersebut dapat diimplementasikan pula di FISIP Unmul. Ia berharap, mahasiswa yang terjun ke dalam organisasi dapat melihat capaian kompetensi mereka. Ia menilai bahwa ide tersebut tak hanya berguna bagi akademik dari mahasiswa, namun juga mampu mendongkrak akreditasi kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alangkah baiknya organisasi di FISIP yang keseluruhannya banyak, ada 16 lembaga, kenapa tidak digabungkan saja dalam sebuah SKS? Agar partisipasi dari teman-teman, kompetensi teman-teman dapat dinilai di situ.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;</span><span>turut menyinggung terkait isu pembekuan BEM FISIP Unmul. Menanggapi hal tersebut, Maulana mengungkap bahwa lembaga tempat ia bernaung itu hanya mendapat sanksi berupa pemotongan anggaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk lembaga itu sebenarnya tidak bisa dibekukan. Lembaga hanya bisa dibekukan dengan tanpa ada orang yang mencalonkan (sebagai) ketua ataupun wakil ketua,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terpisah,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>turut mewawancarai Muhammad Agung Saputra selaku Ketua BPPR FISIP Unmul pada Rabu (13/12) lalu. Agung mengamini rendahnya partisipasi dalam pelaksanaan Pemira kali ini. Dirinya turut prihatin akan tak adanya regenerasi kepemimpinan di fakultas tempat ia mengemban ilmu itu. Segala upaya telah ia dan pihaknya kerahkan guna menarik kader untuk mencalonkan diri, namun, hasilnya pun nihil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seharusnya dari FISIP harus ada menyiapkan atau mencari kadernya, tapi dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) atau penyelenggara sendiri sudah berusaha mencari-cari calon, (tetapi) tidak ada yang mau menjadi calon BEM maupun DPM,&rdquo; keluh Agung prihatin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Polemik tersebut kemudian bermuara pada perubahan linimasa. Perpanjangan pendaftaran calon Presiden dan Wakil Presiden dilakukan sebanyak dua kali sebab minimnya antusias dari kader.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perpanjangan dua kali itu dari DPM dulu, terakhir pengambilan dan pengembalian berkas itu dari pasangan calon BEM, dan BEM sudah mendaftar,&rdquo; imbuhnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Agung memaparkan mekanisme pelaksanaan Pemira 2023 yang tak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemungutan suara dilakukan secara daring melalui situs resmi Pemira FISIP 2023. Berdasarkan pemantauan awak <em>Sketsa</em>, terdapat pula Tempat Pemungutan Suara (TPS) luring yang bertempat di Ruang International Class Gedung D2 FISIP Unmul. Pemungutan dilangsungkan mulai pukul 09.00 hingga 17.00 Wita. <em><strong>&nbsp;(</strong></em><em><strong>dre/xel/mlt/nkh)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Game Frame dan Personalisasi: Strategi Komersialisasi Berita Politik? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/game-frame-dan-personalisasi-strategi-komersialisasi-berita-politik/baca </link>
<guid> game-frame-dan-personalisasi-strategi-komersialisasi-berita-politik </guid>
<pubDate> Thu, 21 Dec 2023 12:21:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Game Frame, sebuah narasi pemberitaan dengan penekanan membentuk narasi apik dan konsekuensinya bagi dunia politik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/game-frame-dan-personalisasi-strategi-komersialisasi-berita-politik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aH56HEB4WF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Game Frame dan Personalisasi: Strategi Komersialisasi Berita Politik?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Menjelang pesta demokrasi 2024 mendatang, berita politik menjadi sorotan dan jumlahnya menjadi lebih banyak dari biasanya. Media massa mulai memperbanyak liputan terkait pasangan calon (Paslon), strategi kampanye, fokus isu-isu yang dibawa oleh Paslon, hingga perkembangan dinamika perpolitikan. Mendekati waktu pemilihan, kecenderungan media cetak maupun <em>online&nbsp;</em>untuk menggunakan <em>game frame</em> dan personalisasi lebih menonjol.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Media mulai menggunakan sudut pandang tertentu untuk memengaruhi persepsi masyarakat terhadap para Paslon. Dengan&nbsp;</span><span><em>game frame</em></span><span>, narasi memang akan dibangun dengan baik karena tujuannya jelas untuk memikat dan memengaruhi. Tidak mudah menarik simpatik pembaca jika narasi yang dibawakan biasa-biasa saja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam narasi&nbsp;</span><span><em>game frame</em></span><span>&nbsp;yang dibangun sedemikian rupa, ada kemungkinan terselip kepentingan. Entah kepentingan tersebut sifatnya negatif atau positif, untuk menjatuhkan atau mendukung. Memang tergantung pada bagaimana&nbsp;</span><span><em>game frame</em></span><span>&nbsp;dibentuk dan siapa yang mengontrol narasi atau penyajian informasi. Namun, alangkah lebih baiknya berhati-hati dan bijak sebagai penikmat berita, terutama berita politik. Sederhananya, berita sejenis ini bisa membuat anda berpikir banyak kali, misalnya yang awalnya memilih X bisa menjadi V.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, media juga kian marak menyajikan berita yang lebih sesuai dengan preferensi dan kepentingan individu, terkadang tidak substansial sama sekali. Berita yang dipersonalisasi mungkin memiliki daya tarik karena mampu menyentuh emosional pembaca dan isinya lebih mudah dipahami. Namun, berita yang menyuguhkan narasi tentang tindakan kandidat yang tidak berdampak dan kehidupan pribadinya bukanlah hal penting untuk diketahui khalayak umum.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Game frame</em></span><span>&nbsp;dan personalisasi adalah dua strategi yang kuat dalam menghadirkan informasi.&nbsp;</span><span><em>Game frame</em></span><span>&nbsp;memungkinkan kita melihat situasi melalui lensa &lsquo;permainan&rsquo;. Di sisi lain, personalisasi menciptakan ikatan emosional dengan fokus cerita pada pengalaman individu. Tujuannya tidak lain untuk menjangkau konsumen berita yang diproduksi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika berita politik menjadi semakin ramai, penting untuk bijak mengkritik dan meningkatkan literasi media. Kita perlu memvalidasi informasi dari berbagai sumber yang terpercaya, memahami bagaimana&nbsp;</span><span><em>game frame</em></span><span>&nbsp;dapat mempengaruhi persepsi, dan terbuka terhadap sudut pandang lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Melalui tulisan ini, penulis yang juga pemilih pemula hanya menyampaikan keresahannya akan peredaran berita yang kurang berbobot. Suara keprihatinan ini dibuat sebagai pengingat diri sendiri untuk lebih bijak memilih dan memfilter informasi. Harapannya, terjadi peningkatan kualitas berita politik untuk kedepannya.</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold; text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Selma Mela Elyani, Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, FISIP 2022</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenang Soe Hok Gie, Seorang Intelektual yang Merdeka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mengenang-soe-hok-gie-seorang-intelektual-yang-merdeka/baca </link>
<guid> mengenang-soe-hok-gie-seorang-intelektual-yang-merdeka </guid>
<pubDate> Fri, 22 Dec 2023 13:01:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa pecinta alam dan kiprahnya bagi mahasiswa masa kini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mengenang-soe-hok-gie-seorang-intelektual-yang-merdeka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hIYrPynCza.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenang Soe Hok Gie, Seorang Intelektual yang Merdeka</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Siapa yang tak kenal seorang sosok Soe Hok Gie? Namanya harum sebab perjuangan-perjuangannya dalam menentang ketidakadilan. Selalu menggetarkan hati jika dikenang dan diceritakan bagi siapa saja. Di kalangan mahasiswa Indonesia bahkan hingga sekarang, nama Gie masih menjadi ikon penting dalam dunia pergerakan mahasiswa, yang kegigihan dan keidealisannya, serta tak tergoda dengan apa yang namanya kekuasaan dapat menjadi teladan dan menginspirasi.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Soe Hok Gie, yang akrab disapa Gie merupakan aktivis mahasiswa keturunan Tionghoa. Gie sendiri lahir di Jakarta pada 17 Desember 1942. Soe Hok Gie tumbuh dalam era ketika Indonesia masih meraba-raba mencapai makna kemerdekaan yang hakiki dan gejolak politik yang kacau.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejak usianya yang masih belia, dia sudah aktif membaca buku-buku (sastra, sejarah, filsafat, atau tentang buku-buku politik yang membahas mengenai dinamika politik di berbagai penjuru dunia ini. Luar biasa bukan? Ketika saat itu dia sudah menyelami berbagai ilmu pengetahuan yang membentuk pemikiran dan gagasan-gagasannya. Mungkin, pada saat penulis seusia beliau masih bermain layangan, atau bermain masak-masakan, hehe.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gie tidak hanya dikenal sebagai aktivis mahasiswa, tetapi juga sebagai penulis sekaligus pengkritik tajam pemerintahan orde lama maupun orde baru. Dia meraih gelar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah pada kurun waktu 1962 - 1969 dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa yang menuntut perubahan dan keadilan. Pemikirannya yang kritis dan keberaniannya menyuarakan kebenaran membuatnya banyak tidak disukai dan membuat gerah penguasa pada saat itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu karya yang paling menggambarkan semangat dan pemikiran Soe Hok Gie adalah bukunya yang berjudul &quot;Catatan Seorang Demonstran&quot;. Dalam buku ini, Soe Hok Gie mencatat pemikiran-pemikirannya tentang kehidupan, keadilan sosial, dan perjuangan politik. Tulisannya yang lugas dan penuh semangat menjadi cermin kepedulian sosialnya terhadap nasib bangsanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Soe Hok Gie juga dikenal sebagai pecinta alam dan lingkungan, hal ini terlihat dari pembentukan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI yang ketika itu pendiriannya digagas oleh Gie dan beberapa sahabatnya seperti Herman Lantang dan lain-lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keberaniannya menyuarakan kepedulian terhadap alam dan kelestarian lingkungan melalui aktivitasnya sebagai pendaki gunung, Soe Hok Gie mencoba mengajak masyarakat untuk lebih menghargai alam dan menjaga keberlanjutan ekosistem alam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, perjalanan Soe Hok Gie tidak selalu mulus. Keterlibatannya dalam protes mahasiswa dan kritik tajamnya terhadap pemerintah membuatnya menjadi sosok yang diawasi oleh otoritas. Kematian tragis Soe Hok Gie atau sehari menjelang ulang tahunnya yang ke-27 tahun dan rekannya Idhan Dhavantari Lubis, pada 16 Desember 1969 di Gunung Semeru yang diduga menghirup asap beracun dari kawah gunung. Kematian itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya serta bagi rekan-rekan sejawatnya. Bisa dikatakan, Gie merupakan salah satu putra terbaik bangsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun fisiknya tiada, warisan pemikiran dan semangat perjuangannya tetap hidup. Soe Hok Gie menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan ketidakbenaran. Pemikirannya yang merdeka dan tindakan nyata dalam mencapai perubahan memberikan inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berjuang demi keadilan dan kebenaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan Soe Hok Gie juga mengajarkan kita tentang arti perjuangan. Meskipun ia menghadapi tekanan dan ancaman, ia tetap setia pada nilai-nilai kebenaran yang diyakininya. Semangatnya yang tak kenal lelah dalam mengejar keadilan mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi rintangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai intelektual yang merdeka juga, mengenang Soe Hok Gie seolah mengundang kita untuk merefleksikan nilai-nilai kebebasan dan tanggung jawab sosial. Pemikirannya yang progresif dan idealis mengajarkan kita bahwa perubahan tidak bisa dicapai tanpa pengorbanan dan perjuangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Soe Hok Gie bukan sekadar tokoh sejarah, tetapi juga pemicu semangat bagi mereka yang ingin mewarisi cita-citanya. Mengenang Soe Hok Gie seharusnya tidak hanya sebagai kewajiban untuk menjaga sejarah, tetapi juga sebagai panggilan untuk melanjutkan perjuangannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimanapun bentuknya, setiap individu dapat memberikan kontribusi positif untuk perubahan yang lebih baik. Pemikiran bebas dan tindakan nyata adalah warisan berharga yang bisa kita ambil sebagai inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan masa kini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akhir kata, di sini penulis ingin menutup tulisan dengan mengutip kata-kata dari Soe Hok Gie yang artinya cukup mendalam guna untuk merefleksikan diri kita sebagai mahasiswa ataupun aktivis mahasiswa yang berkecimpung dalam dunia pergerakan serta bagi masyarakat umum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>&ldquo;Hanya ada dua pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi, aku memilih untuk jadi manusia merdeka.&rdquo;</span></p><p dir="ltr"><em><strong>Opini ditulis oleh Andrianus Ongko Wijaya Hingan, mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP 2020</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Komitmen Nyata Generasi Muda Kurangi Emisi Karbon, Sobi Benua Etam Tanam 300 Bibit Mangrove di Pantai Lamaru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/komitmen-nyata-generasi-muda-kurangi-emisi-karbon-sobi-benua-etam-tanam-300-bibit-mangrove-di-pantai-lamaru/baca </link>
<guid> komitmen-nyata-generasi-muda-kurangi-emisi-karbon-sobi-benua-etam-tanam-300-bibit-mangrove-di-pantai-lamaru </guid>
<pubDate> Sat, 23 Dec 2023 12:52:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi pelestarian lingkungan oleh penerima Beasiswa Sobat Bumi besutan Pertamina Foundation </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/komitmen-nyata-generasi-muda-kurangi-emisi-karbon-sobi-benua-etam-tanam-300-bibit-mangrove-di-pantai-lamaru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SZDHFxsSMQ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Komitmen Nyata Generasi Muda Kurangi Emisi Karbon, Sobi Benua Etam Tanam 300 Bibit Mangrove di Pantai Lamaru</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Emisi karbon merupakan sebuah proses zat karbon dioksida yang dipicu oleh aktivitas manusia dan secara alamiah naik ke lapisan atmosfer. Aktivitas manusia tersebut di antaranya adalah deforestasi, kegiatan industri manufaktur, sampai konsumsi listrik.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Singkatnya, emisi karbon turut berdampak pada pemanasan global, perubahan iklim, polusi udara, kerusakan infrastruktur, memicu penyakit, dan lain sebagainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam momentum hari jadi PT. Pertamina (Persero) yang ke-66 tahun ini, para penerima Beasiswa Sobat Bumi (Sobi) besutan Pertamina Foundation memantapkan niatnya untuk melakukan aksi nyata terhadap lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi Sobat Bumi tahun 2023 jilid kedua ini mengusung tema Gerakan Mengurangi Emisi dari Desa (Gemes). Dua fokus kegiatan yang ditekankan untuk mengurangi emisi karbon di antaranya, aksi tuntaskan sampah dan aksi menanam pohon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun, aksi penanaman pohon mangrove dipilih menjadi kegiatan yang diinisiasi oleh Sobi Unmul, Sobi Institut Teknologi Kalimantan (ITK), dan Sobi STT Migas Balikpapan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai informasi, perguruan tinggi yang disebut di atas merupakan tiga dari empat universitas yang tergabung pada Sobi Benua Etam untuk regional Kalimantan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak tanggung-tanggung, sebanyak 300 bibit mangrove jenis Rhizopora Mucronata sengaja ditanam di kawasan Pantai Wisata Lamaru, Balikpapan Timur pada Kamis (21/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aksi ini sebagai bentuk dukungan (kami terhadap) program pengurangan emisi karbon demi terwujudnya&nbsp;</span><span><em>Net Zero Emission</em></span><span>&nbsp;(NZE) tahun 2060,&rdquo; tulis akun @sobi.benuaetam lewat Instagram resminya, Sabtu (23/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menyukseskan agenda kali ini, Sobi Benua Etam turut menggandeng Sekolah Pantai Indonesia (SPI), Bank Mangrove SPI Balikpapan, dan&nbsp;</span><span><em>stakeholder&nbsp;</em></span><span>Pantai Lamaru sebagai partisipan aksi penanaman pohon mangrove.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak puas sampai di situ, aksi lingkungan hari itu juga dilanjutkan dengan menyisir kawasan pantai dari sampah plastik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sobi Unmul, ITK, dan STT Migas juga melakukan aksi</span><span>&nbsp;<em>clean up</em></span><span>&nbsp;di pesisir pantai dan mendapatkan kurang lebih 5 kantong plastik sampah.&rdquo; tutup akun @sobi.benuaetam dalam unggahannya.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><strong><em><span>(</span><span>nkh/dre</span></em></strong><span><strong><em>).</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tampilkan Naskah Rumah Do Re Mi, Kali Pertama STS Garputala Bawakan Konsep Epik Realis dalam Pementasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/tampilkan-naskah-rumah-do-re-mi-kali-pertama-sts-garputala-bawakan-konsep-epik-realis-dalam-pementasan/baca </link>
<guid> tampilkan-naskah-rumah-do-re-mi-kali-pertama-sts-garputala-bawakan-konsep-epik-realis-dalam-pementasan </guid>
<pubDate> Thu, 28 Dec 2023 12:17:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pentas tahunan ketujuh oleh STS Garputala SMK Negeri 19 Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/tampilkan-naskah-rumah-do-re-mi-kali-pertama-sts-garputala-bawakan-konsep-epik-realis-dalam-pementasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4BpPnuqk05.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tampilkan Naskah Rumah Do Re Mi, Kali Pertama STS Garputala Bawakan Konsep Epik Realis dalam Pementasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Sanggar Teater Siswa (STS) Garputala asal SMK Negeri 19 Samarinda kembali menggelar pentas tahunannya yang ke-7 di penghujung tahun 2023. Kali ini, naskah karya Mayang Sari berjudul &ldquo;Rumah Do Re Mi&rdquo; secara khusus dipilih untuk dibawakan dalam pementasan mereka.</span></p><p style="text-align: justify;">Sejak berada di bawah asuhan Renata, kehidupan anak-anak yang ada di sebuah panti asuhan nihil akan mimpi dan cita-cita. Hal tersebut disinyalir berasal dari aturan kaku yang diberlakukan pengasuh panti terhadap anak-anak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keadaan menjadi berbalik ketika Natasya, mahasiswi yang melaksanakan kegiatan magang di panti asuhan tersebut hadir. Dalam proses pendekatannya, Natasya kerap memantik keberanian anak-anak yang ada di sana untuk memimpikan masa depan dengan beragam cita-cita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sayang, kehadiran Natasya yang tak disukai Renata turut menjadi aral bagi dirinya. Singkat cerita, Natasya yang telah akrab dengan anak-anak harus meninggalkan tempat tersebut atas perintah pemilik panti asuhan.</p><p style="text-align: justify;">Setidaknya, 400 penonton tercatat memenuhi Gedung Balai Desa Bukuan. Antusias tersebut tak hanya berasal dari sesama siswa, namun juga menarik perhatian dari kalangan masyarakat sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Wawan Kuswadi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 19 Samarinda menyampaikan apresiasi mendalamnya kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Perjalanan panjang sekolah kejuruan yang mulanya tak memiliki bangunan permanen itu juga ia kenang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelum punya gedung sendiri, SMK 19 itu dulu merintisnya ya dari sini (Kelurahan Bukuan). Jadi, ketika anak-anak kami melakukan pementasan di sini rasanya seperti kembali pulang ke rumah,&rdquo; ujar Wawan dalam sambutannya, Sabtu (23/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sesaat setelah semua lampu dimatikan, gemerlap pementasan malam itu kian terasa. Suasana gelap yang hadir menjadi pertanda paling umum sebuah kisah dimulai. Pementasan naskah berdurasi 80 menit itu sukses dikemas dengan apik.</p><p style="text-align: justify;">Ditemui usai pementasan, Fajri Syams selaku Sutradara sekaligus Pembina ekskul teater tersebut membeberkan persiapan di balik layar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kurang lebih persiapannya sekitar tiga bulan. Untuk latihan mereka hanya (bisa) sepulang sekolah,&rdquo; terang Fajri.</p><p style="text-align: justify;">Uniknya, meski latihan yang dilakukan oleh anak didiknya sudah rutin berlangsung, Fajri mengaku baru melihat versi yang ditampilkan di malam tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pun baru nonton versi yang ini, karena di setiap latihan pasti ada improve, mereka bisa kreasikan kembali permainan-permainannya,&rdquo; sambung Fajri.</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, Alisia Fannia Putri, aktor yang berperan menjadi Natasya ini turut buka suara menjelaskan pesan utama yang hendak ia dan kawan-kawannya angkat. Adapun, pesan moral yang disorot juga berangkat dari kondisi sehari-hari yang banyak terjadi di sekolah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah sudah cocok metode mengajar siswanya? Kira-kira apa yang perlu ditingkatkan?&rdquo; ucap perempuan yang saat ini menjabat sebagai Ketua STS Garputala itu.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal konsep, Alisia membeberkan bahwa ia dan rekan-rekannya memutuskan untuk mengambil risiko yang cukup besar dengan adanya format baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika di tahun sebelumnya konsep yang dibawakan terpaku pada pementasan realis, kini, ia dan kawan-kawan memadu padankan konsep realis dan konsep epik dengan c<span style="background-color: transparent;">iamik. <strong><em>(nkh/dre)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hanya Satu Bapaslon yang Melengkapi Berkas, Pemira FT 2023 Berakhir Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hanya-satu-bapaslon-yang-melengkapi-berkas-pemira-ft-2023-berakhir-aklamasi/baca </link>
<guid> hanya-satu-bapaslon-yang-melengkapi-berkas-pemira-ft-2023-berakhir-aklamasi </guid>
<pubDate> Tue, 02 Jan 2024 12:26:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sekilas Pemira FT 2023 yang berakhir dengan aklamasi dan disertai beberapa gugatan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hanya-satu-bapaslon-yang-melengkapi-berkas-pemira-ft-2023-berakhir-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lmXnbmso0z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hanya Satu Bapaslon yang Melengkapi Berkas, Pemira FT 2023 Berakhir Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Pemilihan Umum Raya (Pemira) BEM FT Unmul telah usai digelar. Pemira FT dimulai sejak Kamis (16/11) lalu hingga <em>grand closing</em> dan penetapan Ketua dan Wakil Ketua BEM FT dilangsungkan pada Selasa (19/12). Adapun pasangan Yusuf dan Bramantyo Ardi Harimurti Wibisono terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FT secara aklamasi.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yusuf dan Bramantyo membawa tiga program kerja utama dalam jabatannya sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM FT. Di antaranya adalah sekolah advokasi, posko pengaduan, dan Bina Desa KBM FT.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekolah advokasi sebagai salah satu program peningkatan pengetahuan anggota BEM FT tentang ke-advokasian, posko pengaduan sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi ataupun sebagai wadah mediasi antara mahasiswa FT dan Anggota BEM FT,&rdquo; jelas Yusuf saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Selasa (26/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yusuf melanjutkan, mengenai program Bina Desa KBM FT, yaitu sebuah program pengabdian kepada masyarakat dengan melibatkan seluruh lembaga mahasiswa di FT dan bekerja sama dengan instansi-instansi terkait. Adapun Program pertama yang akan dijalankan oleh Yusuf dan Bramantyo adalah program sekolah advokasi, yaitu melakukan pengembangan terhadap seluruh anggota BEM FT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Komisi Badan Pengurus Harian BLM FT, Tari Pramesti Hanifatul Fauziah, mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat tujuh bakal calon yang seharusnya maju dalam Pemira FT tahun ini. Namun, hanya satu bakal calon yang melengkapi berkas. Tari juga mengungkapkan bahwa antusias mahasiswa dalam Pemira tahun ini meningkat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Antusias mahasiswa mengenai Pemira ini lumayan meningkat dari tahun ke tahun, terutama tahun ini karena sudah dilaksanakan secara luring atau&nbsp;</span><span><em>offline</em></span><span>, sehingga Paslon dan mahasiswa bisa langsung bertatap muka,&rdquo; ungkap Tari saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Minggu (24/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam pelaksanaan pemira kali ini, terdapat beberapa gugatan yang masuk saat Pemira berlangsung, baik dari luar maupun yang secara sistematis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa gugatan yang masuk. Gugatan yang masuk ada yang di luar dan ada yang secara sistematis juga. Namun, dari panitia telah menanggapi gugatan dengan baik agar tidak terjadi konflik atau masalah,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Pemira FT tahun ini diwarnai pula protes mengenai persyaratan melampirkan surat rekomendasi HIMA bagi bakal calon yang akan melaju dalam kontestasi Pemira. Protes tersebut pertama kali muncul melalui akun instagram @suara_mahasiswa_teknik pada 1 Desember 2023.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam unggahan Instagram Story akun tersebut, disebutkan bahwa surat rekomendasi HIMA tidak menjadi persyaratan pada tahun sebelumnya. Sebab, tidak seluruh himpunan bisa dengan mudah memberikan surat rekomendasinya. Namun, aturan tersebut kembali ada di tahun ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun Tari selaku staf Badan Pengurus Harian Badan Legislatif Mahasiswa (BPH BLM) FT memilih tidak banyak berkomentar mengenai hal tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk masalah tersebut sudah diselesaikan,&rdquo; tutup Tari. <em><strong>(una/ner/ems)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Musyawarah Besar XI: Kembali Memulai Perjuangan Awak Sketsa di Era Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/musyawarah-besar-xi-kembali-memulai-perjuangan-awak-sketsa-di-era-baru/baca </link>
<guid> musyawarah-besar-xi-kembali-memulai-perjuangan-awak-sketsa-di-era-baru </guid>
<pubDate> Wed, 03 Jan 2024 12:55:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serangkaian kegiatan Musyawarah Besar Sketsa XI menyampaikan kepengurusan 2023/2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/musyawarah-besar-xi-kembali-memulai-perjuangan-awak-sketsa-di-era-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QPWUSeGdWo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Musyawarah Besar XI: Kembali Memulai Perjuangan Awak Sketsa di Era Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Mengakhiri 2023, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul merampungkan acara musyawarah besar (Mubes) pada Sabtu (30/12) lalu. Acara yang bertempat di lantai dua Masjid Al Fatihah Unmul ini menjadi awal baru estafet kepengurusan <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai pada pukul 09.00 WITA dengan sistem <em>hybrid</em>, baik secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting maupun luring. Siti Mu&apos;ayyadah selaku pewara membacakan susunan acara sekaligus membuka acara Mubes yang akan berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Setelah pembacaan doa yang dilakukan oleh Luthfi Ahmadani, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum <em>Sketsa</em>, Khoirun Nisa. Kemudian dilanjut dengan sambutan ketua panitia Mubes, Ai Nasyrah yang saat itu diwakilkan oleh Selma Mela.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya sebagai koordinator acara mewakili ketua panitia mengucapkan terima kasih telah menyempatkan hadir di Mubes, mohon maaf untuk kekurangannya karena persiapan waktunya relatif singkat. Terima kasih atas kerja keras panitia,&quot; terang Selma saat memberikan sambutan.</p><p style="text-align: justify;">Memasuki rangkaian acara Mubes, presidium sementara membacakan tata tertib pada saat Mubes berlangsung. Kemudian, presidium sementara menawarkan kepada peserta Mubes untuk menjadi presidium tetap. Akhirnya terpilihlah Luthfi Ahmadani Rahman, Aditya Fahrul Setiawan, dan Dea Arilia Sari sebagai presidium tetap.</p><p style="text-align: justify;">Setelah presidium tetap mengambil alih palu sidang Mubes, rangkaian acara selanjutnya beralih menuju sidang pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) program kerja selama satu tahun oleh Badan Pengurus Inti (BPI). Kemudian acara berlanjut ke dalam pembahasan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Selanjutnya, acara Mubes diisi juga dengan pemilihan BPI baru periode 2023/2024.</p><p style="text-align: justify;">Saat pemilihan, acara berlangsung cukup menyita waktu. Hal tersebut dikarenakan adanya pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan. Usai melewati diskusi panjang, keyakinan dan semangat baru untuk mengemban amanah kembali mantap terpatri pada BPI baru.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun pemilihan BPI baru berjalan sedikit alot, terpilihlah nama-nama BPI LPM Sketsa Unmul 2023/2024. Nindiani Kharimah yang telah berpengalaman menjadi Ketua Redaksi pada kepengurusan periode sebelumnya, terpilih sebagai Ketua Umum. Kemudian diikuti Putri Amalyah Jahra sebagai Sekretaris, Ai Nasyrah sebagai Bendahara, Siti Nursmasyitah sebagai Ketua Redaksi, dan Silmi Nur Kamila sebagai Ketua Penelitian dan Pengembangan (Litbang).</p><p style="text-align: justify;">Di penghujung acara, para BPI baru menyampaikan beberapa hal. Atas kepercayaan dan amanah yang resmi dititipkan, ucapan terima kasih mereka haturkan kepada segenap pihak. Acara kemudian ditutup oleh pewara yang tidak lupa diikuti dengan foto bersam<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">a. <strong><em>(una/myy/ems)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> IKN di Hutan Kalimantan: Peluang atau Masalah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ikn-di-hutan-kalimantan-peluang-atau-masalah/baca </link>
<guid> ikn-di-hutan-kalimantan-peluang-atau-masalah </guid>
<pubDate> Wed, 03 Jan 2024 14:27:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembagunan IKN dan konsekuensinya bagi eksistensi hutan Kalimantan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ikn-di-hutan-kalimantan-peluang-atau-masalah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PETRHQgIu2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>IKN di Hutan Kalimantan: Peluang atau Masalah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Eksploitasi alam di hutan Kalimantan, terutama terkait dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menjadi topik kontroversial di kalangan masyarakat lokal maupun nasional, serta memicu berbagai macam opini yang berbeda dalam menilai pembangunan IKN ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di satu sisi, proyek pembangunan diharapkan dapat memberikan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang juga menjadi permasalahan masyarakat indonesia saat ini. Apabila dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,86 juta pada periode Agustus 2023. Oleh karena itu, proses pembangunan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menekan tingkat pengangguran di tingkat nasional maupun pada masyarakat kalimantan itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan infrastruktur yang lebih baik diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas dan memperbaiki standar hidup masyarakat lokal. Selain itu, upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan yang bijak dapat diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan untuk mengurangi dampak negatif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, pembangunan IKN dianggap sebagai awal dari masalah yang akan terjadi di hutan Kalimantan, maupun masalah sosial yang berpotensi menimbulkan konflik antar masyarakat di kemudian hari. Kalimantan dikenal dunia sebagai salah satu pulau yang memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk didalamnya hutan hujan tropis yang merupakan salah satu terbesar di dunia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun demikian, eksploitasi alam yang tidak terkendali, terutama dalam bentuk deforestasi untuk proyek pembangunan telah menciptakan kekhawatiran serius akan dampaknya terhadap biodiversitas dan kerusakan lingkungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hutan Kalimantan, selain sebagai rumah bagi berbagai spesies, juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan iklim global melalui penyimpanan karbon yang berdampak pada polusi udara. Oleh karena itu, meskipun pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan dianggap sebagai keputusan strategis dalam mengatasi masalah kepadatan penduduk di Jakarta, tetapi atas keputusan tersebut banyak pihak yang khawatir bahwa proyek ini akan memperburuk hutan di Kalimantan dan kerusakan lingkungan serta menambah tekanan terhadap ekosistem biotik dan abiotik di hutan.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu dampak yang menjadi perhatian dari eksploitasi ini adalah kerugian habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik. Banyak spesies yang hidup di hutan Kalimantan dapat terancam karena kehilangan tempat tinggal mereka akibat deforestasi. Selain itu, berpotensi terjadinya konflik antara manusia dengan satwa liar dapat meningkat seiring berkurangnya ruang hidup bagi berbagai jenis hewan dan berakibat hewan tersebut memasuki pemukiman warga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dampak sosial juga menjadi perhatian khusus, seperti pembukaan lahan untuk proyek infrastruktur dapat mengakibatkan tergusurnya masyarakat adat, serta konflik tanah antara pemegang proyek dengan masyarakat lokal. Sejalan dengan hal ini masalah seperti relokasi paksa penduduk lokal dan perubahan dalam masyarakat adat menciptakan kekhawatiran penduduk asli yang bergantung pada hutan untuk mata pencaharian mereka dan akan kehilangan sumber daya alam yang vital. Kemudian masuknya pekerja migran dapat menyebabkan ketegangan sosial di daerah tempat pembangunan IKN.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai pemegang proyek pembangunan, pemerintah perlu memperhitungkan berbagai faktor, termasuk dampak lingkungan, sosial dan ekonomi yang akan terjadi di kemudian hari di hutan Kalimantan. Penting memastikan bahwa hak-hak masyarakat adat semestinya dihormati dan bahwa mereka mendapatkan manfaat dari pembangunan IKN. Partisipasi aktif masyarakat lokal dalam perencanaan dan implementasi proyek menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan dan penerimaan masyarakat di daerah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pentingnya menemukan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian alam di Kalimantan menjadi fokus utama dalam menghadapi kompleksitas isu ini. Sebagai alternatif, pemindahan IKN ke kalimantan seharusnya mengarah ke sektor-sektor yang lebih ramah lingkungan, seperti ekowisata dan pengembangan sumber daya berkelanjutan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian pengembangan potensi Pariwisata Kalimantan dengan mempertahankan keunikan ekosistemnya, bisa menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Transparansi dan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan juga dapat menjadi kunci untuk memastikan bahwa, kepentingan masyarakat diwakili dan diperhatikan oleh pemerintah, serta penting bagi semua pihak terlibat untuk mendengarkan berbagai perspektif, mempertimbangkan dampak jangka panjang dan bekerja sama untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ditulis oleh Haicdil Fitriansyah, alumni Sastr</strong></em><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em><strong>a Indonesia, FIB 2015.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebelet Branding: Fenomena Capres-Cawapres Pemilu 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kebelet-branding-fenomena-capres-cawapres-pemilu-2024/baca </link>
<guid> kebelet-branding-fenomena-capres-cawapres-pemilu-2024 </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jan 2024 11:55:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena "branding" kini mulai diadopsi di dunia perpolitikan Indonesia, khususnya kini menjelang Pilpres 2024. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kebelet-branding-fenomena-capres-cawapres-pemilu-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WuG5iDEqDV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebelet Branding: Fenomena Capres-Cawapres Pemilu 2024</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Makin ke sini, peran iklan semakin penting dalam penjualan produk. Bahkan, kualitas iklan terkadang lebih diperhatikan dibanding kualitas produk itu sendiri. Mungkin kualitas suatu produk tidak lebih baik, bisa jadi lebih buruk ketimbang produk serupa lainnya di pasaran. Oleh karenanya, iklan menjadi salah satu kunci sukses tidaknya suatu produk menggaet hati konsumen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Banyak produsen suatu produk tidak hanya berhenti di iklan. Lebih jauh dari itu, mereka menempelkan identitas ke produk mereka. Suatu hal yang kita kenal dengan istilah <em>branding</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Proses <em>branding</em> ini mencoba menempelkan sifat dan karakter kepada suatu produk seakan-akan produk tersebut adalah manusia. Berbagai macam jargon, <em>embel-embel</em>, hingga menggunakan manusia sungguhan sebagai Brand Ambassador untuk suatu produk. Makin heboh proses <em>branding</em> ini, makin baik pula penjualan produk ke konsumen. Oleh karenanya, dalam dunia komersil, <em>branding</em> adalah kunci!</p><p style="text-align: justify;">Strategi <em>branding</em> dalam menentukan kesuksesan produk dalam menggaet konsumen juga mulai merapat dan diadopsi ke dunia perpolitikan Indonesia. Dalam implementasinya pada sistem demokrasi, para peserta pemilihan umum (Pemilu), baik legislatif maupun eksekutif, saling &ldquo;menjajakan&rdquo; diri masing-masing agar mendapat suara pemilih sebanyak mungkin.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Peserta pemilu menjadi produsen sekaligus produk. Sedangkan pemilih diperlakukan layaknya konsumen yang harus diperebutkan dengan cara apapun. Arena perpolitikan yang diperlakukan sedemikian rupa membuat strategi&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">branding</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;lebih penting dari apapun bagi para peserta pemilu. Bahkan, lebih penting dari gagasan, rekam jejak, maupun tujuan akhir dari keikutsertaan mereka dalam pemilu yang sebenarnya menjadi tolok ukur paling penting dalam layak atau tidaknya mereka untuk mendapat suara.</span></p><p style="text-align: justify;">Kalau tidak percaya, ambillah contoh peserta Pemilihan Presiden pada tahun 2024 ini dan tengok bagaimana mereka mem-<em>branding</em> diri masing-masing. Ada paslon (Pasangan calon) nomor urut 1 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dengan <em>branding</em> oposisinya pada rezim petahana, ada paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dengan branding &ldquo;<em>gemoy</em>&rdquo; dan joget-jogetnya. Dan ada juga paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan <em>branding</em> &ldquo;salam 3 jari&rdquo; ala Katniss Everdeen di film <em>The Hunger Games.</em></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Menurut saya, keunikan&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">branding</em><span style="background-color: transparent;">&nbsp;masing-masing paslon membuat pemilu kali ini lebih menarik ketimbang pemilu-pemilu sebelumnya. Namun sebagai insan yang mengemban tugas menjadi intelektual muda, kita mahasiswa jangan hanya melihat kacang dari kulitnya saja. Oleh karenanya, mari kita kupas satu per satu &ldquo;kulit&rdquo; dari para paslon ini. Biar adil dan tidak terkesan memihak, kita akan urutkan pembahasannya sesuai dengan nomor urut paslon.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Nomor urut 1: Anies-Muhaimin (AMIN)</strong></p><p style="text-align: justify;">Menurut saya, munculnya kombinasi Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar adalah peristiwa yang historis. Bagaimana tidak, keduanya mempunyai basis massa yang cukup kuat dari kalangan umat Islam. Meskipun, secara akar rumput kedua massa ini mempunyai pemahaman teologis yang agak berbeda dan karena alasan tersebut, tak jarang menyebabkan gesekan antar keduanya. Mahasiswa yang ikut &ldquo;cipayung-cipayungan&rdquo; pasti paham maksud saya, <em>hehehe</em>.</p><p style="text-align: justify;">Dari singkatan kedua nama paslon ini saja kita bisa tau <em>branding</em> apa yang dipakai. Dari segi keefektivitasan dan memorabilitas singkatan nama paslon, menurut saya ini yang paling mantap. Diksi &ldquo;Amin&rdquo; diucapkan berjuta-juta rakyat Indonesia, baik yang beragama Islam maupun Kristen atau Katolik setelah selesai berdoa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seakan-akan ketika kita mengingat Tuhan, maka juga akan mengingat paslon nomor 1. Tapi, kalau yang teringat malah praktik politik identitas yang ditunggangi Anies Baswedan ketika Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 silam, bagaimana? <em>Eh</em>, tak apa kali, ya?</p><p style="text-align: justify;">Setidaknya sekarang beliau dan calon wakilnya sekarang berani memposisikan diri sebagai oposisi rezim petahana. Ya, walaupun yang satu pernah satu kabinet dengan rezim petahana dan yang satunya ketua partai yang mendukung rezim petahana selama 2 periode, enggak apa-apa lah ya?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oke, lanjut!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nomor urut 2: Prabowo-Gibran</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau yang satu ini, sepertinya saya tidak bisa membahas terlalu banyak. Entah kenapa beat ketukan abang bakso yang tiba-tiba lewat pada saat saya menulis membuat saya ingin berjoget. Apa itu pelanggaran HAM? Apa itu penculikan aktivis? Apa itu penyalahgunaan kekuasaan Eksekutif demi bisa mengendalikan Mahkamah Konstitusi supaya si anak bisa jadi cawapres? Apa ini? Apa itu? Entahlah. Saya mau beli bakso sambil joget dulu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Nomor urut 3: Ganjar-Mahfud</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Alhamdulillah</em>, <br>baksonya mantap. <br><span style="background-color: transparent;">Ada penguin main bumerang,&nbsp;</span><br><span style="background-color: transparent;">Mari kita lanjut bahasannya sekarang!</span></p><p style="text-align: justify;">Baiklah. Selanjutnya kita bahas paslon yang salah satu dari mereka (alias Ganjar) memiliki kemiripan dengan karakter Homelander dari serial <em>The Boys</em>. Entah kebetulan atau tidak, keduanya memiliki kemiripan lagi selain dari segi fisik. Sama-sama merasa termarjinalkan meskipun sebenarnya memiliki kekuatan yang besar. Tidak menilik permasalahan yang lebih besar karena takut merusak <em>branding</em> yang telah dibentuk <em>(Uhuk..Uhuk..</em>Wadas..<em>Ehm..Ehm.</em>.Kanjuruhan).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, sama-sama memiliki moralitas yang patut dipertanyakan. <em>Smart people</em> pasti paham maksud saya, <em>hehe</em>.</p><p style="text-align: justify;">Oke, mari mulai serius. Sepengamatan saya, paslon ini, terutama Ganjar Pranowo, ingin membangun branding dengan komunikasi yang lugas, kritis, dan <em>blak-blakan</em> dengan audiens. Hal tersebut cukup saya apresiasi mengingat adanya politisi yang terlalu tinggi retorika bicaranya dan ada juga yang minim sekali kemampuan <em>public speaking</em>-nya.</p><p style="text-align: justify;">Tapi sayang seribu sayang, eksekusi yang dilakukan Ganjar sering bermasalah. Misalnya, pernyataan beliau tentang video porno saat menjadi tamu <em>podcast</em> di kanal YouTube milik Deddy Corbuzier. Menurut saya pernyataan itu merupakan &ldquo;bumerang&rdquo; yang sangat fatal dan membuat masyarakat mempertanyakan integritas moral beliau. Tak hanya sekali Ganjar mengeluarkan pernyataan yang bersifat &ldquo;bumerang&rdquo;. Sayangnya, pernyataan kali ini merupakan bumerang bagi pasangan pilihannya, yaitu Mahfud.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan beliau yang mengkritisi penegakan hukum pada era Presiden Joko Widodo terdengar cukup konyol bila kita mengingat bahwa Mahfud lah yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) dan bertanggung jawab atas situasi penegakan hukum di Indonesia. Seakan-akan pada saat itu, Ganjar justru mengkritik Mahfud yang merupakan cawapresnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menutup Diskusi Kali Ini</strong></p><p style="text-align: justify;">Politik itu licik, licin, ganas dan tak pandang bulu. Siapa saja bisa jadi kawan dan siapa saja bisa jadi lawan. Tidak ada kesetiaan, yang ada hanya kepentingan dan jabatan. Arena yang sebegitu brutal tidak mempunyai tempat untuk hal yang selembut moral. Dengan berwajah tebal, semua dibuatnya halal. Demi kemenangan, semua hal yang menghalang, bahkan yang sebersih hati nurani, mesti dikesampingkan. Selamat menyambut ibadah Pemilu. Semoga siapapun yang terpilih, tidak menambah penderitaan rakyat yang selama ini pilu.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, Koordinator Komunitas Laboratorium Intelektual&nbsp;</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Humanawa, Sastra Inggris, FIB 2018.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menelisik Jejak Langkah Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia yang Terabaikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menelisik-jejak-langkah-tan-malaka-bapak-republik-indonesia-yang-terabaikan/baca </link>
<guid> menelisik-jejak-langkah-tan-malaka-bapak-republik-indonesia-yang-terabaikan </guid>
<pubDate> Mon, 08 Jan 2024 09:32:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal Tan Malaka, Pejuang Republik Indonesia yang Kerap Terlupakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menelisik-jejak-langkah-tan-malaka-bapak-republik-indonesia-yang-terabaikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lcgRNTxYVP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menelisik Jejak Langkah Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia yang Terabaikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tan Malaka, seorang tokoh yang memiliki peran yang cukup vital dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, sayangnya seringkali dilupakan dalam narasi sejarah bangsa Indonesia. Tan Malaka mendapatkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan keputusan Presiden RI No. 53 yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963.</p><p style="text-align: justify;">Tan Malaka atau Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka, lahir di Pandam Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat pada 2 Juni 1897. Merupakan anak dari pasangan suami istri, yaitu Rasad Caniago dan Sinah Sinabur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tan Malaka merupakan lulusan Kweekschool (sekolah guru) di Bukittinggi. Lalu, di usianya yang masih cukup belia Tan Malaka memutuskan untuk melanjutkan studinya ke negeri kincir angin Belanda, Rijkskweekschool (sekolah pendidikan guru pemerintah). &nbsp;Ya, barangkali bisa kita mengatakan bahwa Tan Malaka merupakan guru yang terpikat dengan jalan revolusioner. Tan Malaka dikenal sebagai aktivis, guru, tokoh pemikir, dan pejuang kemerdekaan yang beraliran kiri.</p><p style="text-align: justify;">Meski tak sepopuler dan setenar Soekarno, Hatta, ataupun Sjahrir, Tan Malaka memiliki kontribusi yang begitu besar bagi bangsa ini terutama pada fase awal masa kemerdekaan. Ia merupakan putra pribumi pertama yang menuangkan gagasan dan pemikirannya secara kritis dan tajam dalam sebuah buku yang berjudul <em>Naar De Republiek Indonesia</em> (Menuju Republik Indonesia).</p><p style="text-align: justify;">Buku tersebut merupakan karya Tan Malaka yang ditulis di Kanton, Cina sekitar tahun 1925. Melalui buku tersebut, Tan Malaka menuangkan gagasannya terkait bagaimana konsep dan bentuk negara Indonesia, sampai struktur pemerintahannya, serta perjuangan kemerdekaan untuk lepas dari kolonialisme yang bejat dan merdeka seratus persen. Oleh karena buku inilah, Muhammad Yamin menyematkan gelar kepada Tan Malaka sebagai &ldquo;Bapak Republik Indonesia&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Penulis sama sekali tidak bermaksud mengecilkan atau tidak menghormati para pejuang-pejuang kemerdekaan yang lainnya. Disaat pejuang yang lain baru memikirkan persatuan, seorang Tan Malaka sudah jauh berpikir mengenai Republik Indonesia yang akan terwujud selepas Hindia Belanda. Sangat luar biasa, pahlawan seperti seorang Tan Malaka ini bisa dikatakan seorang pemikir yang melampaui zamannya. Dan barangkali 100 ataupun 200 tahun berikutnya akan susah untuk menemukan sosok seperti Tan Malaka ini lagi.</p><p style="text-align: justify;">Kehidupan Tan Malaka juga lebih banyak dihabiskan di tempat pengasingan dan berpetualang ke negara-negara orang dengan gerilya politiknya sebagai satu bentuk perjuangannya demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Seperti ke Uni soviet, Manila, Cina, Singapura, Hongkong, dan lainnya. Tan malaka juga banyak diburu oleh polisi maupun intel di tiap-tiap negara tersebut. Namun, dia berhasil mengecoh mereka dengan menggunakan nama-nama samaran yang berganti-ganti sesuai dengan negara tempat ia berada.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Walaupun berada di tempat pengasingan dan berkelana di negeri orang, &nbsp;hal tersebut tidak menyurutkan pemikiran yang radikal dan revolusioner dari seorang Tan Malaka untuk memerdekakan bangsanya. Maka tidak berlebihan ketika memuji seorang Tan Malaka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tan Malaka pernah mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) dan Partai Musyawarah Rakyat Banyak (MURBA), juga menjadi ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) pada dekade 1921-an. Belum lagi segudang karya-karya intelektualnya yang hingga saat ini masih ada relevansinya dan menjadi bahan bacaan wajib bagi pemuda dan pemudi yang revolusioner.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa karya yang ditulisnya, seperti Madilog, <em>Aksi Massa, Dari Penjara ke Penjara, Menuju Merdeka 100%, Gerpolek, SI Semarang dan Onderwijs, Parlemen atau Soviet, Tunduk Pada Kekuasaan Tapi Tidak Tunduk Pada Kebenaran, Semangat Muda</em>, dan masih banyak lagi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, jejak langkah Tan Malaka kemudian terabaikan setelah proklamasi kemerdekaan dan seiring perkembangan politik Indonesia. PKI dan paham Marxisme dikecam dan berusaha dihilangkan, hingga pada akhirnya perjuangan seorang Tan Malaka yang begitu besar bagi bangsa ini tidak berbanding lurus dengan apa yang ia dapatkan. Tragisnya Tan Malaka mati dibunuh dengan ujung bedil bangsanya sendiri yang ia perjuangkan selama ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yang perlu diperjelas, penulis di sini bukan punya kepentingan apapun ataupun pro terhadap PKI ataupun Komunis. Penulis di sini murni menulis tulisan ini, karena kagum terhadap seorang Tan Malaka berkat kegigihan serta perjuangannya bersama pejuang-pejuang kemerdekaan yang lainnya untuk melepaskan bangsa Indonesia dari jerat kolonialisme dan imperialisme.</p><p style="text-align: justify;">Penting untuk mengingat kembali dan menelisik jejak langkah Tan Malaka sebagai Bapak Republik Indonesia. Ia bukan hanya seorang revolusioner, melainkan juga seorang intelektual yang mencoba menggabungkan nilai-nilai universal dengan keadaan lokal. Pemikirannya tidak hanya relevan pada zamannya, tetapi juga memberikan inspirasi untuk memahami dinamika politik dan sosial Indonesia saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia yang diabaikan, mengajarkan kita bahwa perjuangan untuk keadilan dan kemerdekaan bukanlah tugas yang mudah. Meskipun tersisih bahkan dilupakan dalam sejarah, warisannya hidup dalam semangat perjuangan bangsa ini untuk menjadi negara yang adil dan merdeka serta jejak langkahnya tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang menuju kemerdekaan dan pembentukan identitas bangsa Indonesia.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ditulis oleh Andrianus Ongko Wijaya Hingan, mahasiswa prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP&nbsp;</em></strong><span style="background-color: transparent;">&nbsp;<strong><em>Unmul 2020.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Monster: Ketika Manusia Memaknai Sosok Kejam dari Sudut Pandangnya Masing-masing </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/monster-ketika-manusia-memaknai-sosok-kejam-dari-sudut-pandangnya-masing-masing/baca </link>
<guid> monster-ketika-manusia-memaknai-sosok-kejam-dari-sudut-pandangnya-masing-masing </guid>
<pubDate> Tue, 09 Jan 2024 12:23:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Monster, Film dari Hirokazu Kore-eda mengajak penonton untuk menilai suatu kejadian dari tiga perspektif berbeda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/monster-ketika-manusia-memaknai-sosok-kejam-dari-sudut-pandangnya-masing-masing/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pPg6dppyNn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Monster: Ketika Manusia Memaknai Sosok Kejam dari Sudut Pandangnya Masing-masing</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Ada banyak hal yang terpendam dan tak terduga ketika menyaksikan Monster. Membuat kita berprasangka, bahkan menuduh sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi. Seluruh kejadian dalam film ini tersaji dalam tiga perspektif yang berbeda.</p><p style="text-align: justify;">Tema semacam ini memang sudah tak asing dituangkan Hirokazu Kore-eda ke dalam karya-karyanya. Tak perlu menyisipkan cerita fantasi yang muluk-muluk, kehidupan manusia sehari-hari pun agaknya sudah cukup kompleks bagi Kore-eda.</p><p style="text-align: justify;">Meski sudah lebih dahulu tayang sejak 17 Mei 2023 di Cannes Film Festival, Monster baru hadir ke layar lebar Tanah Air pada Rabu (3/1) lalu, sehingga film ini masih cukup segar untuk dibahas.</p><p style="text-align: justify;">Layaknya Broker yang dirilis setahun sebelumnya, Kore-eda kembali membawakan film dengan tema humanis. Ia mengajak kita untuk menilik kehidupan manusia lewat berbagai sudut pandang yang berbeda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sederhananya, Monster berkisah tentang Saori (Sakura Ando), seorang ibu tunggal yang hidup berdua dengan putranya, Minato (Soya Kurokawa). Suatu malam, dirinya terheran ketika mendapati pertanyaan dari anaknya. Kala itu, keduanya tengah menyaksikan gedung tempat hiburan malam yang terbakar di balkon rumahnya. Minato kemudian bertanya,</p><p style="text-align: justify;"><em>&ldquo;Bagaimana jika otak manusia digantikan dengan otak babi?&rdquo;&nbsp;</em></p><p style="text-align: justify;">Ya, kira-kira begitulah pertanyaan yang dilontarkan Minato kepada ibunya.</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan tak wajar itu hanya dianggap angin lalu oleh Saori sampai ketika ia menyadari bahwa ada yang berbeda dari anak semata wayangnya itu; Minato yang tiba-tiba memotong rambut, botol minumnya terisi lumpur, hingga sepatunya yang hilang sebelah. Minato pun akhirnya mengaku bahwa dirinya dirundung oleh Hori (Eita Nagayama), guru di sekolahnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada awalnya, kita mungkin telah berprasangka bahwa Hori adalah sosok &ldquo;monster&rdquo; yang dimaksud dalam film ini. Belum lagi soal rumor negatif tentang dirinya yang juga tersebar. Hal itupun semakin memperkuat dugaan bahwa dirinya adalah sang antagonis. Namun, Kore-eda tak ingin membiarkan kita cepat-cepat menuduh sembarangan, sebab ada fakta lain yang terpendam dan akan terkuak seiring bergulirnya film.</p><p style="text-align: justify;">Monster yang berjalan dengan konsep <em>slow-burn</em> layaknya film-film terdahulu Kore-eda secara perlahan akan mengungkap kejadian yang sebenarnya terjadi dari sudut pandang setiap tokoh utama. Meski bergulir dengan lamban, kita akan dibuat penasaran seraya menerka apa yang sebenarnya terjadi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di paruh pertama, ketika menyaksikan bagaimana cerita Monster berjalan lewat sudut pandang Saori, pada awalnya, kita mungkin akan berpihak padanya &nbsp;tanpa menyadari bahwa sudut pandang Saori masih terlalu sempit untuk mengetahui kejadian-kejadian lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika Hori sudah terpojokkan akibat banyaknya dugaan negatif atas dirinya, barulah giliran sudut pandang Hori yang berbicara tentang kejadian sebenarnya atas dugaan dari orang-orang dan Saori terhadap dirinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara sudut pandang Minato akhirnya mengungkap akar dari permasalahan yang bermuara pada prasangka buruk terhadap Hori, hingga pola pikirnya sebagai anak-anak yang terlihat polos, namun sebenarnya cukup kompleks. Minato bukan sekadar anak kecil yang suka bermain layaknya anak-anak pada umumnya. Lebih dari itu, ada berbagai hal rumit yang bergejolak dalam pikiran dan batinnya.</p><p style="text-align: justify;">Di satu sisi, ada pula pihak yang enggan berusaha meredam masalah. Ia justru mencoba menjaga agar nama baiknya tak ikut hancur. Hal ini direpresentasikan oleh Makiko Fushimi (Yuko Tanaka) sebagai Kepala Sekolah yang ingin menyelesaikan masalah tanpa berupaya menjadi penengah guna meluruskan kejadian yang sesungguhnya. Ia bahkan tak memberi Hori kesempatan untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Monster mencoba menyuguhkan dinamika baik dan buruknya kehidupan manusia yang begitu pelik dan penuh misteri. Seluruh tokoh punya pandangannya masing-masing terhadap siapakah &ldquo;monster&rdquo; yang mereka yakini. Kita bahkan tak pernah menyangka fakta sebenarnya yang terjadi saat beralih menilik kejadian dari sudut pandang Hori hingga Minato.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan tersajinya tiga perspektif yang saling bertolak belakang, Monster membawa kita untuk menginterpretasikan setiap makna dari berbagai peristiwa yang terjadi lewat sudut pandang kita sendiri. Ketakutan, kebohongan, rasa ketidakadilan, hingga romansa bercampur menjadi satu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Monster tak hanya berputar di masalah prasangka manusia dari berbagai sudut pandang. Meski premisnya sederhana, ada banyak aspek yang begitu kompleks, misalnya saja hubungan antara Minato dan Yori (Hinata Hiiragi) yang rupanya tak sesederhana itu.</p><p style="text-align: justify;">Manusia kerap kali menimbulkan prasangka lewat dugaan yang belum pasti adanya. Kita terkadang terlanjur dimakan oleh prasangka buruk itu, namun enggan mencari fakta sebenarnya terlebih dahulu. Hingga tanpa disadari, prasangka itu bisa menghancurkan kehidupan seseorang dalam sekejap.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, kita sebagai penonton tak perlu repot-repot menentukan siapakah yang salah atau siapa yang berhak menyandang sebutan &ldquo;monster&rdquo; itu. Yang perlu digarisbawahi adalah kapasitas kita sebagai manusia masih terbatas untuk langsung menghakimi seseorang tanpa melihat sebuah<span style="background-color: transparent;">&nbsp;peristiwa dari sisi lainnya. <strong><em>(dre)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keluarga Mahasiswa FIB Layangkan Mosi Tidak Percaya, DPM FIB Alami Pembubaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluarga-mahasiswa-fib-layangkan-mosi-tidak-percaya-dpm-fib-alami-pembubaran/baca </link>
<guid> keluarga-mahasiswa-fib-layangkan-mosi-tidak-percaya-dpm-fib-alami-pembubaran </guid>
<pubDate> Wed, 17 Jan 2024 11:39:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> DPM FIB Unmul Periode 2023/2024 dilayangkan mosi tidak percaya dari KM FIB pada saat KLB Juni 2023. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluarga-mahasiswa-fib-layangkan-mosi-tidak-percaya-dpm-fib-alami-pembubaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OaLQYyvuNH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keluarga Mahasiswa FIB Layangkan Mosi Tidak Percaya, DPM FIB Alami Pembubaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB Unmul periode 2023/2024 membubarkan diri dan mengalami pergantian pengurus melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang diselenggarakan pada Jumat (5/1) lalu. Pembubaran DPM FIB sebelumnya dikabarkan terjadi akibat adanya mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh pihak Keluarga Mahasiswa (KM) FIB kepada DPM FIB periode 2023/2024.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memastikan kabar tersebut, awak <em>Sketsa</em> mencoba menghubungi Davyna Pratiwi Putri, selaku ketua DPM FIB periode 2023/2024. Ia menjelaskan bahwa mosi tidak percaya terhadap DPM FIB dilayangkan oleh KM FIB pada Juni 2023 lalu ketika mereka menyelenggarakan KLB terkait pengecekan legalitas Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) BEM FIB.</p><p style="text-align: justify;">DPM mendapati bahwa Wapres BEM yang menjabat pada saat itu masih berada dalam keanggotaan DPM. Hal tersebut bertentangan dengan salah satu syarat sebagai calon Presiden dan Wapres BEM. Maka dari itu, KLB langsung diadakan oleh pihak DPM sebagai bentuk pengawasan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi di sini kami (DPM) melakukan pengecekan kembali terhadap legalitas Pres dan Wapres BEM FIB yaitu Salsa dan Farhan Ardianto, di situ kami mendapati bahwa Salsa itu belum mengundurkan diri dari DPM,&quot; tutur Davyna saat diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Senin (8/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan KLB oleh DPM tersebut menghadirkan kontra dari beberapa pihak lembaga di FIB Unmul. &nbsp;Menurut mereka kongres tersebut mestinya diadakan dengan kesepakatan KM. Oleh karena itu, pihak BEM FIB, Himpunan mahasiswa (Hima) dari prodi Sastra Inggris (Sasing) dan Sastra Indonesia (Sasindo) menyampaikan mosi tidak percaya kepada ketua DPM. Namun, tidak ada tindak lanjut yang jelas pasca penyampaian mosi tidak percaya tersebut dilayangkan.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Davyna, tindak lanjut dari mosi tidak percaya harusnya menurunkan ketua DPM dari jabatannya. Namun, karena peraturan yang tercantum dalam AD ART mengatakan bahwa kenaikan dan penurunan ketua DPM hanya dapat dilakukan oleh internal, Davyna beserta pengurus DPM lainnya sepakat untuk membubarkan diri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terus karena dari internal DPM FIB tidak sepakat untuk menurunkan saya, jadi kami sepakat untuk membubarkan diri. Dan kami juga sepakat untuk ya udah silakan teman-teman BEM untuk bikin DPM yang sesuai dengan apa yang teman-teman UKM lembaga mau,&quot; ungkap Davyna.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Davyna menyampaikan bahwa dirinya masih dihubungi sebagai ketua DPM periode 2023/2024 untuk dimintai Lembar Pertanggungjawaban (LPJ). Namun, ia tidak bisa mengerjakan LPJ tersebut dengan posisi mosi tidak percaya yang belum juga ditindaklanjuti hingga ia mendapatkan kabar tentang pengangkatan ketua DPM baru pada KLB Jumat (5/1) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebutkan bahwa DPM periode 2024/2025 juga meminta berkas-berkas DPM kepada dirinya. Davyna menganggap bahwa pihak KM FIB masih melihat dirinya memiliki tanggung jawab atas kepengurusan DPM sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Itungannya temen-temen masih percaya. Kalau gitu cabut dulu mosi tidak percaya, baru saya kasih, nah sayangnya kan sampai saat itu tidak dicabut juga, malah bikin yang baru,&quot; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian awak <em>Sketsa</em> juga meminta tanggapan akan pelaksanaan KLB kepada salah satu mahasiswa FIB bernama Risma. Mahasiswi tersebut itu menyampaikan ketidaktahuan akan diadakannya KLB tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Terus terang saja, kami para mahasiswa biasa yang bukan atau tidak mengikuti lembaga/UKM di FIB, tidak (diberi) hak keikutsertaan mengenai hal tersebut. Jangankan diberi hak tersebut, diberi kabar atau bahkan sekadar undangan saja tidak,&quot; ujar Risma melalui pesan <em>WhatsApp</em> pada Rabu (10/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga menyampaikan bahwa lembaga FIB masih perlu membenahi beberapa persoalan. Seperti konflik internal, lingkaran pertemanan, hingga sifat superior yang masih menyelimuti perjalanan pihak lembaga ke internal maupun eksternal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun dari BEM FIB, Hima Sasindo, dan Hima Sasing selaku pihak yang menyampaikan mosi tidak percaya, masih belum memberikan keterangan apapun &nbsp;hingga berita ini di<span style="background-color: transparent;">tayangkan. <strong><em>(jpg/xel/myy/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ibu, Aku Pamit. </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/ibu-aku-pamit/baca </link>
<guid> ibu-aku-pamit </guid>
<pubDate> Wed, 24 Jan 2024 13:39:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ara berpikir hari itu adalah hari yang paling menyenangkan, hari yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/ibu-aku-pamit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LcmBMbNR74.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ibu, Aku Pamit.</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Siapa yang pernah benar-benar tau hal apa yang akan terjadi pada dirinya besok ketika dia terbangun melanjutkan hidupnya. Tidak ada. Begitupun Ara. Tiada terpikir hal luar biasa mengejutkan baginya akan terjadi ketika dia terbangun dari tidurnya. Ada untungnya juga terkadang mengecek telepon genggam selepas terbangun. Matanya menjadi sangat segar setelah melihat teks yang dikirim oleh dosennya. Dia terpilih sebagai perwakilan pertukaran mahasiswa ke Kanada.</p><p style="text-align: justify;">Langsunglah mahasiswi semester tua itu kegirangan melupakan hari yang masih pagi buta. Ibunya sampai tergopoh-gopoh melewati lorong kamar. Papannya berderit kencang karena ibu berlari. Dibukanya pintu anak gadisnya yang tidak ada kuncinya itu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada apa toh <em>ndok</em>, kamu teriak buat kaget <em>kabeh</em>, ngalahin ayamnya bapak aja.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Ara jadi merasa bersalah sendiri melihat ibunya di depan pintu dengan napas naik turun, mukena yang lengkap tapi berantak tak keruan masih dikenakannya. Segera turun dia dari ranjang, dipeluk ibunda tercintanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ibu Ara pamit mau ke Kanada ya ibu,&quot;ucapnya dalam pelukan ibunya.</p><p style="text-align: justify;">Tau apa maksud ucapan putrinya itu, sang ibu tak lupanya mengucap syukur pertama kali. Dia selalu dengarkan curahan anaknya itu yang ingin sekali diterima sebagai perwakilan untuk tahun ini. Keluarganya bukan orang yang berada, yang bisa dengan mudah ke luar negeri. Jangankan ke luar negeri, ke luar pulau Jawa juga belum pernah. Hanya doa yang bisa dia berikan untuk anaknya agar diberi kemudahan untuk apa yang ingin dia capai.</p><p style="text-align: justify;">Pagi setelah sarapan, Ara pamit kepada kedua orang tuanya, pamit pergi ke Kampus untuk mengurus segala persiapan. Bapaknya juga sudah diberitahunya setelah pulang dari langgar dekat rumah selepas subuh. Bapak ikut senang mendengarnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hati-hati nak, hujan terus ini, biasa banjir di jalan besar sana,&quot; ucap bapak sambil memutar motor untuk sang anak. Ara mengangguk, hujan sendari subuh memang sisa rintik-rintik, tapi di daerah tempat Ara tinggal bisa saja tiba-tiba hujan deras nanti siang. Belum lagi pasca hujan, biasanya banjir. Tapi sudah biasa bagi Ara, kalau banjir ya tidak apa. Kalau tidak, senanglah dia tidak perlu repot melepas sepatu lagi.</p><p style="text-align: justify;">Pergilah Ara setelah bersalaman dengan ibu dan bapak meminta restu dilancarkan segala urusan untuk persiapan kepergiannya. Perjalanan menuju kampus tidak ada kendala selain banjir semata kaki yang dilaluinya. Untungnya jalanan tidak ramai jadi tidak membuatnya perlu menurunkan kaki berbasah ria dengan air keruh itu. Sungai yang bersebelahan dengan jalan raya nampaknya ingin kembali meluap. Untungnya hujan sudah mereda, jadi ada kesempatan sungai itu bernapas menurunkan isinya ke hilir sana.</p><p style="text-align: justify;">Tapi, jika hujan lagi nanti siang bisa saja air sungai kembali sama rata dengan jalanan. Padahal tinggi jalanan dengan air sungai di hari biasa jaraknya sampai 10 meter. Lokasi di pinggir sungai ini sangat rawan jika banjir. Tidak hati-hati bisa saja terikut arus menuju hilir sungai. Untungnya, Ara melewati jalan raya yang satu ini tidak terlalu lama, hanya sekitar 50 meter, kemudian dia akan berbelok melewati jalan tikus agar cepat sampai ke kampus.</p><p style="text-align: justify;">Sampai di Kampus, kegiatan pertama Ara adalah masuk kelas mata kuliah pertama pagi ini. Teman-teman dekatnya sudah tau Ara lolos seleksi perwakilan pertukaran pelajar ke Kanada, diberitahu oleh ketua kelasnya yang juga lolos seleksi. Ara hanya nyengir tak keruan. Temannya ada yang ucapkan selamat, ada yang berpura-pura iri atau beneran iri. Ara berterima kasih kepada mereka. Tak sabarnya dirinya menemui dosen pembimbingnya dan mengurus semuanya hari ini. Biar cepat selesai dan hatinya lega.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Teman-teman Ara terima kasih banget ya, atas dukungan kalian, terima kasih atas doanya, kalau Ara ada salah mohon dimaafkan,&quot; ucap Ara selepas berpamitan kepada temannya mau pergi mengurus persiapannya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ah Ara baru juga mau urus persiapannya udah kayak mau pergi ke Kanada aja,&quot; sewot salah satu temannya. Ara hanya nyengir mendengar kata temannya itu kemudian beranjak pergi.</p><p style="text-align: justify;">Segala persiapan dia lakukan hari itu juga. Surat-surat yang perlu diajukan sudah dia berikan kepada bagian akademik. Berkas-berkas yang dibawanya dari rumah juga sudah diberikan kepada dosen pembimbingnya untuk diperiksa. Dosennya itu sampai geleng kepala melihat semangat anak muda yang satu ini. Yang masuk seleksi ada lima orang, dan yang sangat bersemangat adalah Ara. Jika yang lain baru diberi pengarahan hari ini, Ara sudah melaksanakan apa yang diarahkan hari ini juga. Ini impiannya, batin Ara.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu tinggal tunggu surat yang kamu ajukan aja ya Ara, sisanya siapkan kemampuan sama mental kamu, kamu bawa nama universitas kita ke luar negeri, ingat itu.&quot; Ara dengan mantap mengiyakan perkataan dosennya itu.</p><p style="text-align: justify;">Betapa hati Ara benar-benar senang hari ini. Mata kuliahnya hanya satu, tadi pagi. Harusnya ada siang ini, tapi karena tiba-tiba hujan deras kelas dibatalkan. Tapi bagi Ara itu adalah anugerah. Dia ingin segera pulang dan menyantap masakan ibu siang ini yang pasti menghangatkan tubuhnya. Setelah menggunakan jas hujan dan memastikan tasnya tidak basah dia menyalakan motornya, kemudian bergegas meninggalkan kampus. Temannya sempat menahannya agar menunggu saja hujan reda. Tapi, Ara terlalu bersemangat pulang, entah katanya rindu ibu dan bapak di rumah.</p><p style="text-align: justify;">Tapi lagi dan lagi kuingatkan, tidak ada yang benar-benar tau nasib ataupun takdir apa yang akan dia jalani kedepannya, termasuk Ara, teman-temannya, dosennya, ibu dan juga bapak.</p><p style="text-align: center;">***&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;Ditemukan mayat seorang perempuan yang masih lengkap menggunakan jas hujan di hilir sungai pinggir kota, siang, 10 Oktober 2012. Diduga korban terbawa arus lebih dari sepuluh kilometer. Setelah mengidentifikasi mayat korban ternyata korban termasuk dalam daftar orang hilang dua hari yang lalu. Diduga korban terseret arus banjir dari sungai yang meluap di pinggir jalan. Saat ini keluarga korban sudah berada di tempat evakuasi&hellip;. &quot;</em></p><p style="text-align: justify;"><em>&quot;&hellip;dan nama dari korban adalah Tiara Mariana atau yang kerap dipanggil Ara&hellip;&quot;</em></p><p style="text-align: justify;">Tidak ada yang tau nasib Ara siang itu, bukan? Dari pagi sampai siang dia pamit akan pergi ke Kanada sebagai anggota pertukaran mahasiswa. Rupanya tujuan dia yang sebenarnya bukan kesana. Orang tuanya, teman-temannya, dosennya, tidak ada yang menyangka kematian itu akan terjadi. Itulah takdir, bukan?</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ibu, Ara Pamit.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ditulis oleh Siti Mu&rsquo;ayyadah, mahasiswi Sa</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em><strong>stra Inggris, FIB 2022</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Napak Tilas Peradaban Islam dalam Syar'i Traveller: The Heritage of Ottoman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/napak-tilas-peradaban-islam-dalam-syari-traveller-the-heritage-of-ottoman/baca </link>
<guid> napak-tilas-peradaban-islam-dalam-syari-traveller-the-heritage-of-ottoman </guid>
<pubDate> Thu, 25 Jan 2024 12:19:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah buku yang menjelajahi masa kejayaan Islam di bumi Asia-Eropa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/napak-tilas-peradaban-islam-dalam-syari-traveller-the-heritage-of-ottoman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R9cCXylO70.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Napak Tilas Peradaban Islam dalam Syar'i Traveller: The Heritage of Ottoman</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>&quot;Syar&apos;i Traveller: <em>The Heritage of Ottoman&quot;&nbsp;</em>merupakan karya dari Felix Y. Siauw bersama dengan Tim Dakwah Hijab Alila. Buku ini merupakan buku kedua setelah mereka sukses menuliskan buku pertama mereka dengan judul &quot;Wanita Berkarir Surga&quot;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui buku tersebut, rombongan Felix bersama Tim Dakwah Hijab Alila melakukan petualangan menggores peradaban Islam. Mereka menuliskan perjalanan menyusuri megahnya Islam yang masih eksis dan menjadi salah satu pengingat bahwa Islam pernah berjaya di bumi Asia-Eropa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Napak tilas peradaban Islam tertulis jelas dalam buku setebal 198 halaman tersebut. Majunya peradaban Islam di masa lalu menjadi bukti bahwa ketika kita melibatkan Allah dalam kehidupan, maka bukan tidak mungkin dapat menghasilkan sebuah peradaban yang luar biasa. Begitu pula dengan konsep pendidikan hari ini, bila saja menjadikan Allah sebagai dasarnya, maka bukan tak mungkin jika umat Islam hari ini akan mengulang kembali kegemilangan seperti dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan menapaki sejarah kegemilangan Islam dengan sistem Kekhalifahan Utsmani yang dibalut dalam ketaatan mengantarkan rombongan ini untuk memulai perjalanan mereka melewati sebuah negara yang menyimpan banyak sejarah gemilang tentang Islam, yaitu Turki. Bumi Turki menjadi bukti sejarah bahwa Islam pernah berjaya, kuat, dan menjadi pusat peradaban Islam dengan luas wilayah kekuasaan mencapai 2/3 bumi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terdapat 3 tempat yang menjadi tujuan destinasi rombongan tersebut. Salah satunya adalah Istanbul, kota lintas benua Eropa-Asia yang merupakan tempat terakhir di mana Islam mempertontonkan kehebatan akan kejayaannya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengunjungi makam Sultan Abdul Hamid II di Istanbul, penulis menceritakan sebuah kisah mengenai Sultan Abdul Hamid II ketika dahulu didatangi oleh agen Yahudi Internasional. Kedatangan agen Yahudi tersebut bertujuan untuk membeli tanah Palestina, tanah terjanji yang mereka anggap sebagai tanah suci warisan leluhurnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski bangsa Yahudi rela menggelontorkan uang jutaan dollar serta menawarkan kekayaan dunia lainnya, Sultan Abdul Hamid II justru dengan tegas menyatakan,<em>&nbsp;&ldquo;Tanah Palestina bukanlah milikku, tanah itu adalah milik umat Islam dan tidak ada satu orang pun yang dapat merebutnya selagi aku masih hidup di dunia. Namun, jika kekuasaan Islam sudah tidak ada, maka tanah itu bisa Yahudi dapatkan dengan gratis tanpa harus memberi imbalan sedikitpun pada siapapun&quot;</em>. Perjuangan beliau begitu besar dalam menjaga marwah Islam di muka bumi ini.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya Sultan Abdul Hamid II, Syar&apos;i Traveller juga mengenalkan beberapa Sultan atau Raja yang berpengaruh pada saat itu, yaitu Osman Ghazi, Orhan Ghazi, Murad I, Beyazid I, Mehmet Celebi, dan Murad II.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, buku ini juga membahas bagaimana Kekhilafan Utsmani pernah menjadi pemerintahan Islam terbesar yang disegani oleh seluruh dunia, setelah Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbicara mengenai keberhasilan Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel dalam buku ini, tahukah kamu apa itu Aya Sofya?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aya Sofya dulu menjadi simbol penaklukkan Konstantinopel oleh pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih. Bangunan yang dulu ditaklukkan oleh Islam dan diubah penggunaannya menjadi masjid, telah berubah menjadi museum. Setelah 86 tahun dijadikan sebagai museum, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan meresmikan alih fungsi bangunan tersebut kembali menjadi masjid pada Jumat, 10 Juli 2020 lalu. Hal tersebut menandakan bahwa kegemilangan Islam kembali terjadi dan menjadi salah satu bukti kejayaan Islam masih dapat dirasakan hingga saat ini.</p><p style="text-align: justify;">Selain membahas dan mengunjungi situs bersejarah yang kental dengan peradaban Islam, rombongan ini juga menjelajahi dan mencoba berbagai macam kuliner Turki, mencoba alat transportasi yang ada di disana hingga membahas cara travelling yang disuguhkan dalam cara Islam secara rinci dan edukatif sesuai sunnah.</p><p style="text-align: justify;">Buku ini mengajak pembaca untuk menjelajahi setiap jejak sejarah dari zaman keemasan Islam yang terus mengingatkan kita mengenai megahnya kejayaan Islam yang pernah di bangun di negeri ini. Buku dengan desain grafis yang apik dan banyaknya suguhan foto mengenai situs-situs bersejarah tersebut menambah kenyamanan pembaca untuk dapat mengetahui dan selalu mengingat bahwa kejayaan Islam pernah berpijak di bumi ini.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan ini ada bukan untuk sebuah kesenangan semata. Melainkan hadir untuk membuka lembaran-lembaran sejarah yang hampir hilang ditelan zaman. Dari 3 kota (Istanbul, Bursa, dan Edirne) ini, Allah telah menjanjikan kemenangan Islam di muka bumi. Maka, tugas selanjutnya adalah tekad yang kuat untuk menjadi bagian dari perjuangan Islam.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, buku ini juga menjadi salah satu kontribusi dalam mengembalikan dan membuka kembali lembaran sejarah mengenai kejayaan Islam yang seolah tak memiliki cer<span style="background-color: transparent;">ita di kancah sejarah. <strong><em>(ysn)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fenomena Swing Voters dan Undecided Voters: Bagaimana Pengaruhnya dalam Pemilu 2024? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/fenomena-swing-voters-dan-undecided-voters-bagaimana-pengaruhnya-dalam-pemilu-2024/baca </link>
<guid> fenomena-swing-voters-dan-undecided-voters-bagaimana-pengaruhnya-dalam-pemilu-2024 </guid>
<pubDate> Sat, 27 Jan 2024 10:29:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebab dan pengaruh dari munculnya golongan swing voters dan undecided voter untuk Pemilu 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/fenomena-swing-voters-dan-undecided-voters-bagaimana-pengaruhnya-dalam-pemilu-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5dvSycCMm7.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Fenomena Swing Voters dan Undecided Voters: Bagaimana Pengaruhnya dalam Pemilu 2024?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Pemilihan Umum (Pemilu) tanggal 14 Februari mendatang kian dekat. Hingga kini, tak sedikit masyarakat Indonesia yang telah menentukan calon presiden (Capres) pilihannya, bahkan terang-terangan menunjukkan dirinya sebagai pendukung pasangan calon (Paslon) tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Di antara tingginya animo masyarakat yang cukup loyal pada pilihannya, ada pula sebagian dari mereka yang hingga kini masih bimbang dalam menentukan Paslon mana yang akan dipilih. Apakah kamu kerap kali berubah pikiran atau bahkan belum menentukan pilihan di antara ketiga Capres yang akan bertarung nantinya? Jika iya, maka, bisa jadi kamu termasuk dalam <em>swing voters</em> atau <em>undecided voters.</em></p><p style="text-align: justify;">Apakah kamu familier dengan istilah <em>swing voters?</em> Melansir dari laman <em>aptika.kominfo.go.id</em>, <em>swing voters</em> merupakan istilah yang menggambarkan pemilih rasional yang masih kerap kali mengubah pilihannya berdasarkan gagasan atau ide tertentu. Maraknya konten-konten berbau politik atau Pemilu di media sosial turut memengaruhi <em>swing voters</em> untuk menentukan pilihannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, <em>undecided voters</em> adalah mereka yang masih belum menentukan atau merahasiakan pilihannya. Lebih lanjut, mengutip dari CNN Indonesia, mayoritas dari golongan ini adalah masyarakat yang berasal dari kalangan menengah kritis yang masih memantau perkembangan setiap Paslon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Dominasi generasi muda dalam swing voters dan undecided voters</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Benarkah generasi muda mendominasi golongan <em>swing voters</em> dan <em>undecided voters</em> dalam Pemilu? Dewasa ini, Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Milenial sangat dekat dengan media sosial. Frekuensi generasi muda yang lebih aktif meluangkan waktunya untuk membuka media sosial dibandingkan dengan generasi tua membuat mereka lebih mudah terpapar dengan informasi, konten, atau opini terkait kandidat tertentu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Konten atau opini yang beredar di internet rupanya dapat memengaruhi generasi muda dalam menentukan Paslon yang akan dipilih, terlebih jika opini yang ditujukan pada masing-masing kandidat saling berseberangan, sehingga mereka kerap bimbang untuk memilih di antara Paslon yang akan bertarung, sebab beragam opini yang ditujukan saling bertentangan.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan survei dari UMN Consulting, terdapat tiga poin penting yang perlu diperhatikan sebelum menyasar Gen Z, yaitu:</p><ol><li style="text-align: justify;">Gen Z adalah generasi yang rentan terpapar informasi politik di media sosial.</li><li style="text-align: justify;">Gen Z menilai bahwa pemimpin ideal harus menjunjung hak asasi manusia (HAM), melek digital, dan tidak punya riwayat korupsi.</li><li style="text-align: justify;">Gen Z cenderung tidak akan memilih politisi yang hanya mengandalkan janji manis dan menyalahgunakan jabatan.</li></ol><p style="text-align: justify;"><strong><em>Pengaruh swing voters dan undecided voters dalam Pemilu</em></strong></p><p style="text-align: justify;">Eksistensi kelompok <em>swing voters</em> dan <em>undecided voters</em> yang cukup masif dalam pesta demokrasi rupanya mampu memberi pengaruh yang signifikan, bahkan dapat mengubah peta politik di Tanah Air. Hasil survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia pada bulan April 2023 lalu menunjukkan bahwa jumlah swing voters di Indonesia menyentuh angka 66,7 persen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan jumlah yang cukup besar, keberadaan kelompok tersebut seharusnya mampu memberikan peluang bagi setiap Paslon untuk menarik suara mereka. Apabila salah satu Paslon berhasil meraih setengah atau bahkan seluruh <em>swing voters</em> yang berjumlah 66,7 persen tersebut, maka bukan tidak mungkin mereka mampu menggeser Paslon tertentu yang berada di puncak, atau mempertahankan posisi mereka sebagai kandidat dengan jumlah pemilih terbanyak.</p><p style="text-align: justify;">Meski peluang untuk meraih simpati dari <em>swing voters&nbsp;</em>dan <em>undecided voters</em> cukup besar, setiap kandidat masih memiliki PR yang cukup berat untuk merayu golongan tersebut. Bukan hal yang mudah, sebab mereka kerap mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari visi dan misi, kinerja, hingga rekam jejak dari para Paslon. Belum lagi soal berbagai isu yang hangat diperbincangkan di media sosial. Hal itu pun bisa memengaruhi <em>swing voters</em> dan <em>undecided voters</em> untuk menentukan pilihannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, diperlukan pula strategi yang tepat bagi setiap Paslon agar mampu menggaet kedua golongan tersebut, sebab bukan tidak mungkin bila <em>swing voters&nbsp;</em>dan <em>undecided voters</em> akhirnya memilih untuk menjadi golput karena tak kunjung menemukan kandidat yang sesuai dengan kriteria mereka.</p><p style="text-align: justify;">Bagi kamu yang termasuk ke dalam golongan <em>swing voters&nbsp;</em>atau <em>undecided voters</em>, sudah saatnya untuk menentukan pilihan yang tepat, mengingat Pemilu 2024 sudah di depan mata. Kamu bisa mengakses lama <em>bijakmemilih.id</em> untuk melihat rekam jejak dan gagasan dari setiap Paslon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kamu juga dapat menjadikan forum diskusi seperti Debat Capres dan Cawapres sebagai rujukan untuk melihat seperti apa gagasan dan solusi setiap Paslon atas permasalahan yang ada. Pastikan untuk menggunakan hak pilihmu dengan bijak demi<span style="background-color: transparent;">&nbsp;menyukseskan Pemilu 2024! <em><strong>(dre/ali)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> IISMA 2024 Resmi Dibuka, Kini Buka Jalur untuk Mahasiswa Penerima Bidikmisi dan KIP-K </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/iisma-2024-resmi-dibuka-kini-buka-jalur-untuk-mahasiswa-penerima-bidikmisi-dan-kip-k/baca </link>
<guid> iisma-2024-resmi-dibuka-kini-buka-jalur-untuk-mahasiswa-penerima-bidikmisi-dan-kip-k </guid>
<pubDate> Fri, 02 Feb 2024 13:34:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendaftaran IISMA 2024 sudah dibuka, kini buka 3 jenis alur pendaftaran </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/iisma-2024-resmi-dibuka-kini-buka-jalur-untuk-mahasiswa-penerima-bidikmisi-dan-kip-k/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CSRIZiY5SU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>IISMA 2024 Resmi Dibuka, Kini Buka Jalur untuk Mahasiswa Penerima Bidikmisi dan KIP-K</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pendaftaran <em>Indonesian International Student Mobility Award</em> (IISMA) tahun 2024 kembali dibuka mulai 23 Januari hingga 14 Februari mendatang melalui laman <em><span style="color: rgb(44, 130, 201);"><a href="https://iisma.kemdikbud.go.id" target="_blank">Indonesian International Student Mobility Awards</a></span></em><em>.</em> Jumlah kuota yang dibuka tahun ini meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, yakni 3.000 sampai dengan 3.300 peserta. Dengan jumlah mitra sebanyak 140 hingga 150 universitas yang tersebar di 30 negara.</p><p style="text-align: justify;">Tak sama dengan halnya tahun lalu, IISMA pada tahun ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP-K untuk mengikuti IISMA melalui skema baru, yaitu jalur afirmasi di mana sebelumnya hanya terdapat dua skema yakni reguler dan <em>co-funding</em>.</p><p style="text-align: justify;">Jalur reguler sendiri diperuntukkan bagi mahasiswa secara umum. sedangkan jalur afirmasi merupakan alur bagi para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi atau KIP-K serta mahasiswa yang berada di daerah tertinggal berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres). Sedangkan jalur co-funding adalah jalur yang bisa diambil oleh mahasiswa yang ingin mengikuti program IISMA dengan beasiswa parsial, yakni pendanaan bersama dari pemerintah dan juga dari mahasiswa itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Pendaftaran Jalur reguler dan afirmasi dilakukan dalam waktu yang sama, sedangkan jalur <em>co-funding</em> akan dibuka bagi peserta yang belum lulus seleksi di jalur reguler. Dengan ketentuan pilihan perguruan tinggi yang terbatas, dan pendanaan yang tidak didapatkan secara penuh dari Kemendikbudristek.</p><p style="text-align: justify;">Program IISMA tahun 2023 telah berhasil menarik lebih dari 10.000 pendaftar yang berasal dari skema reguler dan <em>co-funding</em>. Dengan dibukanya tiga skema pendaftaran di tahun ini diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi mahasiswa, sehingga peserta IISMA lebih terdistribusi secara proporsional.</p><p style="text-align: justify;">Antusiasme dibukanya Program IISMA juga disambut baik oleh Unmul. Diwawancarai oleh <em>awak</em>&nbsp;<em>Sketsa</em> pada selasa (30/01) lalu, Dirgarini Julia Nurlianti Subagyono selaku penanggung jawab IISMA Unmul mengungkapkan, Unit Layanan Terpadu Layanan Internasional Unmul (UPT LI) sendiri telah mengadakan beberapa kegiatan terkait program IISMA 2024 di lingkungan Universitas Mulawarman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seperti IISMA Talk yang berisi tentang pengenalan program IISMA dan <em>sharing experience</em> dari para alumni IISMA Unmul. Selain itu, UPT Layanan Internasional bekerja sama dengan para alumni IISMA Unmul 2021 sampai 2023 mengadakan program Mulawarman IISMA Camp (MIC), yaitu sebuah program mentoring dari para alumni IISMA kepada calon pendaftar IISMA. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-31 Januari 2023,&rdquo; jelas Dirgarini.</p><p style="text-align: justify;">UPT LI sendiri tiap tahunnya menyediakan program-program yang bertujuan untuk membantu para calon pendaftar IISMA di Unmul. Adapun tahun ini, UPT LI untuk pertama kalinya mengadakan program pembimbingan guna mendampingi para mahasiswa dalam mempersiapkan diri dalam pendaftaran IISMA tahun ini. Hal ini diungkapkan Fatima Ramadhanty Rahmat selaku penanggung jawab dari Program Mulawarman IISMA Camp (MIC) yang merupakan salah satu alumni IISMA 2022 di University of P&eacute;cs, Hungaria.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada tahun 2022, belum ada kegiatan mentoring resmi yang diadakan oleh UPT Layanan Internasional. Meskipun begitu, pada tahun 2022 UPT LI memberikan bantuan kepada calon pendaftar IISMA berupa sesi <em>mock interview</em> dengan alumni tahun 2022.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini belum ada kendala yang cukup berarti yang dialami oleh para alumni IISMA di tahun sebelumnya. Dirgarini pun berharap akan adanya peningkatan jumlah mahasiswa Unmul yang lolos menjadi penerima IISMA 2024. <strong><em>(sy</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>a/ara/fza/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> #TolakGambarAI: Perlawanan Seniman Lokal terhadap Maraknya Penggunaan AI Di Dunia Seni </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tolakgambarai-perlawanan-seniman-lokal-terhadap-maraknya-penggunaan-ai-di-dunia-seni/baca </link>
<guid> tolakgambarai-perlawanan-seniman-lokal-terhadap-maraknya-penggunaan-ai-di-dunia-seni </guid>
<pubDate> Sat, 03 Feb 2024 11:04:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keresahan pegiat seni atas hadirnya ilustrasi AI  yang merugikan perjuangan dari seorang seniman untuk berkarya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tolakgambarai-perlawanan-seniman-lokal-terhadap-maraknya-penggunaan-ai-di-dunia-seni/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oJKXT4W6Cz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>#TolakGambarAI: Perlawanan Seniman Lokal terhadap Maraknya Penggunaan AI Di Dunia Seni</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pada Desember 2023, jagat X diramaikan dengan sebuah tagar #TolakGambarAI, di mana para seniman digital bersama-sama mengumandangkan penolakan mereka terhadap <em>Artificial Intelligence&nbsp;</em>(AI) <em>Generate Image&nbsp;</em>yang ramai digunakan di dunia maya. Melalui aksi ini, pekerja seni menuntut upaya regulasi terhadap penggunaan AI dan <em>generative</em>&nbsp;<em>AI</em>, sekaligus mengedukasi masyarakat awam terkait pelanggaran hak cipta dari AI <em>generate image</em> tersebut. Aksi ini pun juga sebagai upaya agar masyarakat dapat mendukung para seniman lokal dalam berkarya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penolakan ini lahir dari keresahan seniman hingga pelaku industri kreatif yang merasa dirugikan dengan hadirnya aplikasi seperti Midjourney, Dall.E, dan sebagainya, yang telah mengambil hingga ribuan karya seniman tanpa izin sebagai bahan belajar untuk mesin AI mereka. Selain itu, aksi #TolakGambarAI ini juga didasari oleh penyalahgunaan gambar yang dihasilkan melalui AI sebagai bentuk komersil hingga menjadi media kampanye.</p><p style="text-align: justify;">Kalangan pegiat seni pun banyak yang mendukung aksi ini meski tak sedikit juga yang melihatnya sebagai aksi yang buruk. Hal ini dikarenakan mereka yang kontra melihat #TolakGambarAI sebagai satu bentuk kemunduran sebab menolak perkembangan teknologi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apakah aksi ini bentuk dari penolakan beradaptsi dengan perkembangan zaman?</p><p style="text-align: justify;">Sebenarnya, aksi semacam ini bukanlah yang pertama kali digaungkan. Pada tahun 2022, tagar #SayNoToAI sempat mengudara dengan fokus yang kurang lebih sama, yaitu menuntut adanya regulasi penggunaan AI dan <em>generative</em>&nbsp;<em>AI</em>. Hal ini berdasarkan cara kerja AI yang mengambil ratusan hingga ribuan gambar hasil karya para seniman tanpa seizin mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sederhananya, AI generator akan mengambil banyak sekali gambar dari hasil karya para seniman yang tersebar di internet, lalu menggabungkan gambar yang diperoleh hingga membentuk gambar sesuai dengan <em>prompt</em> yang diketik oleh penggunanya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi ini cukup ramai ketika pertama kali muncul dan disuarakan oleh banyak pekerja seni di seluruh dunia yang resah dengan maraknya penggunaan AI generator ini. Tetapi hal tersebut mulai tenggelam dan tidak banyak dibicarakan lagi kecuali oleh mereka yang memang vokal terhadap fenomena ini. Penolakan terhadap gambar AI ini kemudian naik kembali setelah tagar #TolakGambarAI disuarakan oleh seniman di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan yang menjadi titik fokus dari aksi ini adalah bagaimana mesin AI mengambil data. Data tersebut diambil dan digunakan tanpa izin bahkan tanpa sepengetahuan pemilik asli dari gambar tersebut. Secara tidak langsung, hal ini sudah melanggar etika hingga hukum, khususnya terkait hak cipta. Makin diperburuk lagi jika gambar yang dihasilkan digunakan secara komersil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu contohnya ialah kasus merek mi instan yang sempat menggunakan AI dalam iklan mereka sehingga menuai kecaman. Hingga kasus yang cukup hangat saat ini, yaitu penggunaan gambar AI sebagai media kampanye di Pemilu 2024. Penggunaan gambar AI dinilai lebih menguntungkan karena tidak memakan banyak waktu ditambah ongkos yang lebih murah daripada membeli komisi dari seniman atau ilustrator lokal. Tentunya alasan tersebut memicu kemarahan para pegiat seni.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, perdebatan tentang gambar AI ini masih memanas. Argumen yang kerap kali digunakan orang-orang yang kontra dengan aksi tersebut adalah seniman yang menolak AI sama dengan menolak perkembangan teknologi. Hal ini tentunya kurang tepat, karena tuntutan pekerja seni atas aksi penolakan ini adalah adanya regulasi yang jelas, karena AI telah menyalahi banyak aturan dan melanggar etika dengan mengambil karya para seniman tanpa <em>consent</em> atau izin. Jika seniman disebut menolak teknologi, maka tidak akan ada seniman yang menciptakan karya mereka melalui perangkat digital.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, menolak AI bukan berarti menolak perkembangan teknologi, melainkan mendorong teknologi kecerdasan buatan ini agar dapat digunakan tanpa melanggar, baik secara etika maupun hukum serta mencegah penyalahgunaan dari AI itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">AI generator telah mengkhianati jerih payah para seniman yang perlu menghabiskan banyak waktunya bahkan sepanjang hidup mereka untuk meningkatkan kemampuan diri hingga akhirnya bisa menciptakan suatu karya. Apalagi selama ini, para pekerja seni di Indonesia belum mendapatkan perhatian dan apresiasi &nbsp;yang baik dari masyarakat. Seperti membayar jasa mereka dengan harga yang tidak sepadan, kurang mendapat penghargaan atas karya mereka, dan tidak melihat pekerja seni sebagai suatu pekerjaan yang layak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aksi ini pun sesungguhnya tidak hanya soal karya dari ilustrator saja. Akan tetapi juga relevan dengan penyanyi hingga figur publik yang suaranya telah &ldquo;dicuri&rdquo; oleh AI hingga pengguna awam media sosial yang mengunggah foto mereka di internet.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">AI yang disalahgunakan dapat menciptakan fitnah untuk orang yang tidak bersalah, bahkan dapat membuat foto seseorang menjadi tidak senonoh. Jika tidak segera dibentuk regulasi terkait penggunaan AI generator ini, maka tidak terbayang betapa kacaunya dunia internet nantinya. Apalagi melihat AI yang semakin hari semakin canggih hingga bisa menciptakan sesuatu diluar nalar.</p><p style="text-align: justify;">Kemunculan AI memang menjadi bagian dari perkembangan teknologi yang tidak bisa diganggu gugat. Penulis percaya, AI pun kelak akan menjadi terobosan yang mampu membantu secara positif seperti di dunia sains dan teknologi yang membutuhkan perhitungan yang besar serta cepat. Tak hanya itu, bidang kesehatan dan farmasi pun juga mendapatkan kemudahan dengan adanya kecerdasan buatan.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi penulis merasa bahwa AI tidak cocok dan tidak bisa bersanding dengan industri kreatif yang penuh imajinasi liar dari para seniman yang memiliki jiwa yang begitu melekat pada karyanya. Bahkan secanggih apapun AI, tidak bisa menirukan jiwa dari karya seni itu. Meskipun begitu, AI generator tetap butuh aturan yang jelas agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.</p><p style="text-align: justify;">Pesan terakhir sebelum menutup tulisan ini adalah, mari kita dukung dan apresiasi karya dari para seniman lokal Indonesia!</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Anisa Dwi Lestari, mahasiswi Sastra Indonesi</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>a, Fakultas Ilmu Budaya Unmul 2021</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarak Pemilu 2024: Unmul Hadirkan TPS Lokasi Khusus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-pemilu-2024-unmul-hadirkan-tps-lokasi-khusus/baca </link>
<guid> semarak-pemilu-2024-unmul-hadirkan-tps-lokasi-khusus </guid>
<pubDate> Tue, 06 Feb 2024 12:38:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> TPS lokasi khusus di Gor 27 September jadi kemudahan bagi mahasiswa Unmul yang terhalang jarak untuk memilih di wilayah asalnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semarak-pemilu-2024-unmul-hadirkan-tps-lokasi-khusus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Tpi1uKULwD.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Semarak Pemilu 2024: Unmul Hadirkan TPS Lokasi Khusus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Semarak pesta demokrasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 semakin mendekati puncaknya. Selasa, 14 Februari 2024 mendatang akan menjadi tonggak sejarah dalam menentukan keberlanjutan dan pembangunan bagi Indonesia ke depannya. Terkhusus bagi generasi muda yang memiliki porsi suara terbanyak dalam pesta demokrasi kali ini.</p><p style="text-align: justify;">Mobilisasi pemilih terdaftar antar daerah kemudian menjadi perhatian sehingga atas pertimbangan tersebut, hadirlah Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyusunan Daftar Pemilih dalam Penyelenggaran Pemilihan Umum dan Sistem Informasi Data Pemilih. Peraturan ini mengamanatkan untuk hadirnya Tempat Pemungutan Suara (TPS) Lokasi Khusus untuk mengakomodasi banyaknya pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena tidak berada di daerah domisili sesuai dengan apa yang tertera di KTP mereka.</p><p style="text-align: justify;">Dari sekian banyak TPS yang berada di Samarinda, Unmul menjadi salah satu tempat yang dijadikan lokasi untuk mencoblos. Mengingat banyaknya mahasiswa Unmul yang berasal dari berbagai daerah di luar Samarinda dan kemungkinan tidak bisa memilih di daerah mereka masing-masing, pihak Universitas memberi edaran kepada para mahasiswa untuk pindah ke TPS Lokasi Khusus Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Awak Sketsa kemudian turut menelusuri terkait adanya lokasi TPS tersebut kepada KPU Kota Samarinda yang bekerja sama dengan pihak Unmul untuk menyediakan sejumlah 4 TPS yang berada di satu lokasi yang sama bertempat di kampus <em>Tropical Studies</em> ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Baru pertama kali ini ada TPS lokasi khusus di Unmul. Karena program TPS Lokasi Khusus ini baru ada tahun ini diadakan oleh KPU. Rencana mau disatukan tempat, rencana di GOR 27. Jadi, satu lokasi di dalam nanti di bagi empat tempat,&rdquo; jelas Komisioner KPU Kota Samarinda, Dwi Haryono, dalam telepon WhatsApp, Jumat (2/02).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Haryono menyebutkan, persiapan terkait pengadaan TPS Lokasi Khusus di Unmul sejauh ini berjalan dengan lancar dan sudah disetujui oleh pihak rektorat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, para mahasiswa yang akan memilih di TPS Khusus tersebut telah dikonfirmasi terdaftar sebagai pemilih lewat penyampaian masing-masing fakultas yang ada di Unmul dan juga masuk dalam data KPU Samarinda sebagai pemilih yang akan melaksanakan Pemilu di Kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa mahasiswa turut antusias menyambut adanya TPS Lokasi Khusus yang hadir di Unmul, salah satunya Rizaldi. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2022 yang berasal dari Berau ini merasa terbantu dengan adanya pemindahan lokasi memilih tersebut. Baginya, kembali ke kampung halaman untuk sehari saja cukup memberatkan, tak hanya dari segi biaya namun juga segi efisiensi waktu. Kemudian melalui program ini pula, keinginannya untuk golput pun sirna karena kemudahan yang telah diperoleh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya merasa sangat terbantu dengan adanya pindah memilih ini karena tempat kampung halaman saya memilih itu jauh dari Samarinda yang memakan waktu dan biaya lagi ketika ingin pulang kampung untuk memilih. Padahal sebelumnya saya mungkin akan golput karena terkendala waktu dan biaya yang banyak ketika hendak pulang kampung karena liburnya cuma 1 hari,&rdquo; sebut Rizaldi, Sabtu (3/02).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selaras dengan apa yang dirasakan Rizaldi, di sisi yang sama Mardianto, Mahasiswa Teknik Informatika Angkatan 2021 juga mengungkapkan pandangannya terhadap adanya pindah memilih tersebut. Mardianto menyebutkan bahwa ia memiliki kemudahan untuk dapat menggunakan hak suaranya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;...Lebih dimudahkan untuk nyoblos,&rdquo; Singkat Mardianto, Sabtu (3/02) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Melalui TPS Lokasi Khusus ini, pihak KPU juga menyampaikan harapannya bagi para mahasiswa yang telah difasilitasi untuk dapat menggunakan hak suaranya secara bijak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, ini mahasiswa yang sudah terfasilitasi atau masuk di dalam data pemilih lokasi khusus di Unmul itu betul-betul dimanfaatkan untuk datang ke TPS. Karena tidak semua mahasiswa-kan terfasilitasi,&rdquo; Sebut Haryono.</p><p style="text-align: justify;">Haryono juga kembali menjelaskan bahwa bagi mereka yang tidak terfasilitasi atau belum masuk dalam daftar pindah memilih di lokasi khusus ini untuk mendaftarkan ke KPU, pihak kecamatan, maupun kelurahan sekitar. Para mahasiswa yang telah mengurus dan tidak termasuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) akan didistribusikan ke TPS terdekat mereka saat ini sesuai domisili. Dalam arti lain, selain 4 TPS yang ada di Gor 27 September, nantinya terdapat pula beberapa mahasiswa yang bisa memilih di TPS terdekat l<span style="background-color: transparent;">ainnya. <strong><em>(ysn/wsd/alg/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rampungkan Tahap Visitasi, RSGM Unmul Siap Mengantongi Izin Operasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rampungkan-tahap-visitasi-rsgm-unmul-siap-mengantongi-izin-operasional/baca </link>
<guid> rampungkan-tahap-visitasi-rsgm-unmul-siap-mengantongi-izin-operasional </guid>
<pubDate> Tue, 06 Feb 2024 14:26:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sudah melewati salah satu syarat perampungan, RSGM Unmul diprekdisikan akan mengantongi izin operasional dalam waktu dekat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rampungkan-tahap-visitasi-rsgm-unmul-siap-mengantongi-izin-operasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SKxCkk1pOn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rampungkan Tahap Visitasi, RSGM Unmul Siap Mengantongi Izin Operasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pihak Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unmul telah melaksanakan tahap visitasi sebagai salah satu syarat agar dapat beroperasional pada Rabu (20/12) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kunjungan ini menjadi salah satu syarat agar RSGM Unmul dapat meraih izin operasional. Visitasi dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dengan tujuan untuk dapat melihat keadaan langsung serta menyesuaikan isi dokumen yang telah diajukan sebelumnya dengan keadaan yang ada di lapangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Direktur RSGM Unmul, Imran Irsal mengaku saat ini pihaknya sedang menunggu jawaban dari Dinas Kesehatan Kota terkait hasil visitasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tinggal menunggu tahapan atau jawaban dari Dinas Kesehatan Kota, mudah-mudahan dalam waktu dekat tidak ada halangan, izin operasional sudah kami dapatkan,&rdquo; jelas Imran ketika diwawancarai secara langsung pada Jumat (2/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, Imran belum bisa menyampaikan waktu pasti terkait peresmian operasi RSGM Unmul karena masih harus mengurus beberapa hal administratif, salah satunya kepada bagian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em style="">Sketsa</em> Imran menjelaskan bahwa RSGM Unmul ini dibangun sebagai bentuk tanggung jawab institusi setelah membuka prodi Kedokteran Gigi. Hal tersebut disebabkan oleh mahasiswa prodi Kedokteran Gigi yang membutuhkan tempat untuk melaksanakan pendidikan profesi atau <em>Co-Ass</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dengan jumlah kami yang 30 per angkatan, kemudian dengan jumlah <em>dental care&nbsp;</em>di rumah sakit rata-rata mungkin 4 atau 5, tentu ini menjadi permasalahan dan ini menjadi catatan dari awal ketika mempunyai program studi Kedokteran Gigi, harus punya rumah sakit gigi dan mulut,&quot; tutur Imran.</p><p style="text-align: justify;">Imran juga mengatakan bahwa RSGM Unmul nantinya akan menjadi rumah sakit pendidikan tipe C. Hal ini menjadi pertimbangan mengingat rumah sakit tersebut akan menjadi wadah atau tempat bagi mahasiswa <em>co-ass</em> dalam melakukan praktik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau tipe C itu kasus-kasus yang tidak terlalu spesialistik. Kalau sudah B spesialis, kalau A sub-spesialis. Nah kalau dari kita cenderung harus ke C,&rdquo; ungkap Imran.</p><p style="text-align: justify;">Imran berharap RSGM pertama dan satu-satunya di Kalimantan Timur ini mendapat dukungan dan doa dari berbagai pihak untuk segera beroperasi sehingga dapat melakukan pelayanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mudah-mudahan ada penambahan sarana dan prasarana oleh bantuan universitas maupun provinsi sehingga mempercepat proses akreditasi rumah sakit, dan kita bisa melakukan kerja sama dengan jaminan sosial serta memberikan kontribusi pada masyarakat dan mendapatkan <em>income</em> bagi universitas,&quot; har<span style="background-color: transparent;">apnya. <strong><em>(mlt/ali/dan)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampanye Kuno dan Kampanye Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kampanye-kuno-dan-kampanye-kini/baca </link>
<guid> kampanye-kuno-dan-kampanye-kini </guid>
<pubDate> Wed, 07 Feb 2024 13:23:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Merefleksikan kembali gaya lama kampanye di era digitalisasi zaman kini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kampanye-kuno-dan-kampanye-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rZwxqEzTBD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampanye Kuno dan Kampanye Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Bayangkan jika di pemilihan umum serentak kali ini kampanye para peserta pemilu tidak menggunakan spanduk, tidak menggunakan amplop-amplop untuk serangan fajar seperti dulu. Bayangkan saja dulu. Toh, ini sudah eranya digitalisasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Atau mungkin, dalam satu Dapil (Daerah Pemilihan) itu dibatasi, pemerintah hanya menyediakan satu tempat khusus untuk menampilkan para peserta pemilu, untuk memfasilitasi orang-orang gaptek (gagap teknologi) atau yang tak punya telepon genggam. Karena para peserta pemilu pasti sudah diperkenalkan lewat laman KPU.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apalagi Kalimantan Timur, yang menurut survei Status Literasi Digital yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bekerja sama dengan Katadata Insight Center adalah provinsi nomor tiga se-Indonesia yang masyarakatnya melek literasi digital (Diskominfo Kaltim, 2023).</p><p style="text-align: justify;">Berbicara soal spanduk-spanduk yang berhamburan di sepanjang jalan raya hingga masuk ke gang-gang pemukiman. Sastrawan besar Indonesia, Goenawan Mohamad pernah bertanya melalui catatan pinggirnya. &quot;Siapa yang kini membaca spanduk? Kecuali bila tak sengaja&quot; (1976). Pertanyaan itu rasa-rasanya sangat relevan hari ini. Bahkan memicu pertanyaan &quot;Dilihat dari manfaat dan mudaratnya, apakah memang perlu spanduk sebanyak itu?&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bukankah nanti setelah kampanye akan berakhir sebagai sampah saja. Bukankah spanduk-spanduk caleg alias calon legislatif, capres-cawapres isinya hanya gambar muka dengan segala macam pose tangan, nomor urut, dan jargon-jargon klise?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bukankah biaya pembuatan dan pemasangan spanduk itu mahal? Bukankah kayu-kayu yang digunakan lebih bermanfaat untuk dijadikan kandang ayam daripada untuk memajang spanduk? Bahkan ada yang menduga-duga bahwa para peserta pemilu saling berlomba dalam memasang spanduk sebanyak-banyaknya untuk adu gengsi dan menunjukkan modal siapa yang paling banyak.</p><p style="text-align: justify;">Padahal pada pemilu serentak tahun 2024, Daftar Pemilih Tetap (DPT), kita bicara Kalimantan Timur, dari 2,7 juta pemilih hampir setengahnya adalah pemilih muda, 1 juta millennial dan 670 ribu Gen Z (Diskominfo Kaltim, 2023). Pastinya generasi muda yang haus gagasan, paham demokrasi, dan melek literasi digital. Kita harus sepakat (optimis) pada hal itu. Mereka adalah suara penting dalam pemilu kali ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, para caleg yang ada di Kalimantan Timur, ataupun capres-cawapres yang berkampanye di Kalimantan Timur agaknya harus membawa ide segar untuk mengatasi berbagai masalah di sini, Menawarkan visi misi dengan cantik, dan meninggalkan metode kampanye masa lalu yang sudah tidak relevan atau sekadar pencitraan. Apalagi main curang, main politik uang. Karena selama amplop menjadi penentu dalam pemilihan pemimpin kita, selama itu pula korupsi akan terus melekat di otak para pejabat kita.</p><p style="text-align: justify;">Barangkali sebelum hari pencoblosan nanti, kita sama-sama harus refleksi. Mungkin membaca kembali puisi Gus Mus &quot;Di Negeri Amplop&quot;. Sudah semestinya kita harus beranjak menuju pemilu yang ideal untuk menciptakan pemimpin yang berkualitas, cinta terhadap rakyat dan lingkungannya. Masyarakat harus ditawari gagasan bukan amplop sebelum pencoblosan. Dan saya kira kampanye gagasan sudah ada contohnya, cari saja di media sosial. Sudah ada!</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ini ditulis oleh Zukhrizal Irbhani, Kepala Bidang Relasi Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa, Sastra Indonesia,&nbsp;</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em><strong>FIB 2020.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lakukan Konsolidasi hingga Aksi, Civitas Akademika Unmul: “Lawan Tiran Kekuasaan, Selamatkan Demokrasi!” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lakukan-konsolidasi-hingga-aksi-civitas-akademika-unmul-lawan-tiran-kekuasaan-selamatkan-demokrasi/baca </link>
<guid> lakukan-konsolidasi-hingga-aksi-civitas-akademika-unmul-lawan-tiran-kekuasaan-selamatkan-demokrasi </guid>
<pubDate> Thu, 08 Feb 2024 12:13:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menilik kondisi demokrasi Indonesia saat ini, civitas akademika mendeklarasikan pernyataan sikap kepada pemimpin negara. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lakukan-konsolidasi-hingga-aksi-civitas-akademika-unmul-lawan-tiran-kekuasaan-selamatkan-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FaHC8xYpIQ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Lakukan Konsolidasi hingga Aksi, Civitas Akademika Unmul: “Lawan Tiran Kekuasaan, Selamatkan Demokrasi!”</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kementerian Sosial Politik (Sospol) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul menggelar konsolidasi pada Senin (5/2) lalu. Konsolidasi yang dihadiri oleh dosen-dosen dan kalangan mahasiswa dari berbagai fakultas tersebut bertujuan untuk saling berdiskusi dan memberikan pemahaman terkait mosi yang dibawa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, koalisi dosen Unmul merilis pernyataan sikap yang bertajuk &quot;Lawan Tiran Kekuasaan, Selamatkan Demokrasi!&quot; pada Jumat, 2 Februari lalu. Pernyataan tersebut berbunyi:</p><p style="text-align: justify;">Demokrasi kita dalam ancaman bahaya. Demokrasi yang dibangun di atas darah dan air mata saat reformasi 1998, kini didesak mundur akibat perilaku kekuasaan dan para elit politik. Mulai dari putusan cacat etik MK yang memberi jalan politik dinasti, keterlibatan aparatur negara yang menggadai netralitas, pengangkatan pejabat kepala daerah yang tidak transparan dan terbuka, hingga keberpihakan dan cawe-cawe presiden dalam pemilihan presiden yang membahayakan demokrasi. Bahkan lembaga-lembaga negara telah dikooptasi oleh kekuasaan. Lembaga negara yang lahir dari rahim reformasi seperti KPK dan MK, dikontrol sedemikian rupa hanya untuk memuaskan syahwat politik kekuasaan.</p><p style="text-align: justify;">Situasi ini menuntut tanggung jawab kita untuk bersikap. Sebab berdiam diri dan membisu sama seperti membunuh moralitas intelektual kita. Hatta dalam Tanggung Jawab Moral Kaum Intelegensia menyebut jika tugas kaum intelektual tidak hanya memupuk ilmu pengetahuan dalam kepalanya, tapi juga berdiri paling depan untuk kepentingan kemanusiaan. Kata Sukarno, jangan jadikan kepalamu seperti perpustakaan, pergunakan pengetahuanmu untuk kemanusiaan. Jadilah intelektual publik. Oleh karena itu, kami dari <strong>Civitas Akademika Universitas Mulawarman&nbsp;</strong>menyatakan sikap sebagai berikut :</p><ol><li style="text-align: justify;">Selamatkan demokrasi, hentikan tindakan serta segala keputusan yang mencederai demokrasi.</li><li style="text-align: justify;">Presiden tidak boleh memihak, stop langkah politik yang hanya ditujukan untuk kepentingan dinastinya. Jokowi adalah presiden seluruh rakyat Indonesia, bukan presiden untuk anak dan keluarganya.</li><li style="text-align: justify;">Meminta kepada seluruh aparatur negara agar bersikap netral dan tidak memihak dalam momentum elektoral 2024 ini. Mereka dibayar dari pajak-pajak rakyat, oleh karena harus mengabdi untuk kepentingan rakyat banyak, bukan kepada elit politik, golongan dan kelompok tertentu.</li><li style="text-align: justify;">Kekuasaan tidak boleh menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kelompok tertentu, termasuk mempolitisasi bantuan sosial atau bantuan pangan untuk memenangkan calon tertentu.</li><li style="text-align: justify;">Menyerukan kepada seluruh akademisi dan kelompok intelektual lainnya untuk terlibat secara luas dan masif dalam menjaga demokrasi kita dari ancaman tiran kekuasaan.</li></ol><p style="text-align: justify;">Samarinda, 2 Februari 2023.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Koalisi Dosen Unmul</strong></p><ol><li style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Sholihin Bone (FH)</span></li><li style="text-align: justify;">Alfian (FH)</li><li style="text-align: justify;">Orin Gusta Andini (FH)</li><li style="text-align: justify;">Herdiansyah Hamzah (FH)</li><li style="text-align: justify;">Warkhatun Najidah (FH)</li><li style="text-align: justify;">Sri Murlianti (FISIP)</li><li style="text-align: justify;">Haris Retno Susmiyati (FH)</li><li style="text-align: justify;">Purwadi ( FEB)</li><li style="text-align: justify;">Donny Dhonanto (Faperta)</li><li style="text-align: justify;">Esti Handayani Hardi (FPIK)</li><li style="text-align: justify;">Harry Setya Nugraha (FH)</li><li style="text-align: justify;">Wiwik Harjanti (FH)</li><li style="text-align: justify;">Grizelda (FH)</li><li style="text-align: justify;">Ivan Zairani Lisi (FH)</li><li style="text-align: justify;">Agus Junaidi (FEB)</li><li style="text-align: justify;">Irma Suryani (FH)</li><li style="text-align: justify;">Erwiantono (FPIK)</li><li style="text-align: justify;">Penny Pujowati (Faperta)&nbsp;</li><li style="text-align: justify;">Safarni Husain (FH)</li><li style="text-align: justify;">Setiyo Utomo (FH)</li><li style="text-align: justify;">Encik Akhmad Syaifudin (Faperta)</li><li style="text-align: justify;">Kalen Sanata (FH)</li><li style="text-align: justify;">Insan Tajali Nur ( FH)</li><li style="text-align: justify;">Aji Ratna Kusuma (Fisipol)</li><li style="text-align: justify;">Islamudin Ahmad (FF)</li><li style="text-align: justify;">Heru Susilo (FPIK)</li><li style="text-align: justify;">Masrur Yahya (FIB)</li><li style="text-align: justify;">Saipul (Fisip)</li><li style="text-align: justify;">Rabiatul Jannah (Faperta)</li><li style="text-align: justify;">Nasrullah (FIB)&nbsp;</li><li style="text-align: justify;">Rahadian Adi P (Faperta)</li><li style="text-align: justify;">Sofwan Rizko R. (FH)</li></ol><p style="text-align: justify;">Bentuk dari hasil konsolidasi tersebut civitas akademika Unmul kemudian menggelar audiensi bersama pihak birokrat bertempat di Gedung Rektorat lantai 3, ruang rapat I pada Selasa (6/2) lalu. Namun pada audiensi tersebut Abdunnur selaku Rektor Unmul absen dikarenakan sedang menghadiri pertemuan di luar negeri terkait kepengurusan akreditasi Unmul yang pada tahun sebelumnya menurun.</p><p style="text-align: justify;">Audiensi tersebut didampingi oleh Moh. Bahzar selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta Wakil Rektor bidang Akademik, Lambang Subagio.</p><p style="text-align: justify;">Melalui penyampaiannya, Lambang memberikan apresiasi terhadap sikap kritis mahasiswa dan mengatakan bahwa kampus memberikan mimbar bebas yang juga kemudian dijamin oleh undang-undang untuk para civitas akademika Unmul mendeklarasikan pernyataan sikap terbuka atas tindakan Presiden yang dianggap mencederai demokrasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, Lambang menjelaskan bahwa pernyataan sikap tersebut dapat dilakukan dengan mengatasnamakan jajaran civitas akademika Unmul, bukan institusi secara menyeluruh. Di mana dalam hal ini, civitas akademika Unmul merupakan gabungan dari seluruh elemen kampus baik itu dosen maupun mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kalau civitas akademik dan mahasiswa melakukan kritik dan lain-lain, itu adalah mahasiswa Universitas Mulawarman, tapi bukan institusi secara keseluruhan.&rdquo; jelas Lambang pada audiensi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Usai melakukan audiensi, civitas akademika Unmul kembali melakukan konsolidasi kedua kalinya di hari yang sama untuk membahas rencana tindak lanjut mereka. Kemudian pembahasan tersebut mengerucut dan menghasilkan kesepakatan untuk menggelar pernyataan sikap di hari berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Berjalan sesuai dengan rencana, pada 7 Februari para mahasiswa dan dosen berkumpul kembali di depan rektorat dan mendeklarasikan pernyataan sikap yang berisi 5 tuntutan tadi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan sikap tersebut kemudian dideklarasikan oleh H.M. Aswin, salah satu anggota dari Koalisi Dosen Unmul. Ia berdiri bersama jajaran dosen Unmul dan mahasiswa lainnya membacakan tuntutan atas nama civitas akademika Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Herdiansyah Hamzah atau kerap dikenal Castro yang juga salah satu dari sekian civitas yang masuk dalam koalisi dosen turut hadir dalam aksi tersebut. Dalam kesempatan tersebut Castro menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan oleh barisan civitas akademika Unmul tersebut mencerminkan bagaimana seharusnya kaum intelektual bertindak menyikapi adanya penyelewengan terhadap demokrasi yang ada di Indonesia. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi saya pikir kalau kemudian teman-teman civitas akademik di kampus, mau dosen, mau mahasiswa, mau tendik, mau teman-teman sekuriti, dan sebagainya, kalau masih punya kewarasan, kalau masih punya akal sehat mestinya merespon dan menyatakan sikap,&rdquo; papar Castro.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mengharapkan gerakan ini tidak terbatas pada momentum pemilu saja, melainkan tetap bergerak terhadap setiap ketidakadilan dan tindakan pemerintah yang merugikan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Castro juga berharap akan adanya konsolidasi yang lebih solid dengan skala yang lebih besar. Dan tidak hanya bergerak di masing-masing daerah saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Coba bayangkan kalau kita aksi serentak secara nasional, bukan hanya posisi tawar yang lebih baik terhadap kekuasaan yang kita kritik tetapi juga ke dalam itu bermakna, semakin menggairahkan gerakan, terutama di daerah-daerah.&rdquo; tutur Castro.</p><p style="text-align: justify;">Melihat banyaknya jajaran dosen Unmul yang mendukung dan terlibat pada aksi tersebut, Sepa, selaku Menteri Sospol BEM KM Unmul meresopons positif terhadap euforia yang dihadirkan pada agenda tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sepa menganggap keterlibatan aktif dosen tersebut sebagai dukungan nyata dari kalangan akademisi terhadap aspirasi mahasiswa dan perlawanan terhadap tindakan penyelewengan di kalangan pemerintahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku <em>support</em> sekali dengan keterlibatan dosen dan harapanku juga hubungan yang baik mahasiswa dengan dosen ini bisa dimulai dari area gerakan untuk bisa masuk ke ruang-ruang akademik lainnya,&rdquo; ujar Sepa, yang diwawa<span style="background-color: transparent;">ncarai tepat seusai aksi selesai dilaksanakan. <em><strong>(xel/tha/ali)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hilangnya Tuhan di Klub Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/hilangnya-tuhan-di-klub-malam/baca </link>
<guid> hilangnya-tuhan-di-klub-malam </guid>
<pubDate> Fri, 09 Feb 2024 13:07:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dewa panik bukan kepalang  bangun dari tidurnya setelah malamnya berpesta Tuhannya hilang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/hilangnya-tuhan-di-klub-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rHdH1sIAQV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hilangnya Tuhan di Klub Malam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dinginnya embun pada hari itu menyelimuti subuh sembari menghangatkan setiap insan yang terlelap. Suara tua muazin terdengar dari celah-celah jendela kamar kos Dewa. Dengan mata sayup, ia terbangun. Suara decitan ranjang kayunya terdengar ketika ia mencoba duduk sembari menguap dan menggaruk rambutnya yang acak-acakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selayaknya hamba yang taat pada kewajiban, ia beribadah menghadap Tuhannya. Ia menjalaninya dengan kekhusyukan yang hanya bisa disaingi oleh beberapa orang saja. Tak jarang, ia lupa waktu ketika tenggelam dalam kekhusyukannya. Contohnya pada hari itu. Ia baru menyelesaikan ibadahnya ketika sinar matahari mulai muncul dari ufuk timur. Setelah selesai, Dewa mempersiapkan diri untuk menjalani hari seperti biasanya.</p><p style="text-align: justify;">Hari itu merupakan hari yang normal bagi Dewa. Ia berangkat kuliah dengan mengendarai motor <em>matic</em> besar berwarna merah. Dewa tak pernah lepas dari Tuhannya kemanapun dan kapanpun ia pergi. Dapat dibilang, ia selalu membawa Tuhannya kemanapun ia pergi. Dalam berkegiatan, Dewa selalu menyempatkan diri untuk berhenti sejenak menghadap Tuhannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rajinnya <em>pang ikam</em> melihati Tuhan <em>kam</em>, Dewa. <em>Kada</em> bosan, kah?&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan itu, dan pertanyaan lain yang senada, sering keluar dari mulut kawan-kawan Dewa ketika mereka menghabiskan waktu makan siang di kantin kampus. Dewa menjawab dengan jawaban dan senyum yang selalu sama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tuhan ni yang memberi aku petunjuk. <em>Kada</em> ada yang <em>inya</em> kada tahu. <em>Amun</em> aku <em>sorangan</em>, gundah, bosan, Tuhan ni yang <em>ngawani</em> aku. <em>Kada</em> dapat aku hidup <em>amun</em>&nbsp;<em>kadada inya.</em>&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kawan-kawannya sumringah dan tertawa tiap kali Dewa memberi pernyataan itu. Terkadang, mereka bertanya bukan karena ingin tahu tapi hanya sekedar ingin mendengar Dewa mengucapkan jawabannya. Maklum, Dewa &nbsp;hiperbola dan sering menggunakan majas ketika bercengkrama. Bahkan, kawan-kawannya sering menirukan Dewa ketika berbicara dengannya.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa hari setelahnya, tepatnya pada malam Kamis pukul 9 malam, Dewa dikunjungi oleh beberapa kawannya. Indekos Dewa tak pernah mempertanyakan siapa dan kapan tamu-tamu indekos masuk ataupun keluar. Yang penting penghuni indekos tidak telat bayar. Namanya juga indekos elit. Kamar mandi sampai dapurnya saja ada di dalam. Jelas beda dengan hunian kebanyakan mahasiswa lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika sampai di depan kamar Dewa, mereka tak langsung mengetuk pintu. Mereka intip dahulu dari jendela. Barangkali Dewa sedang sibuk dengan Tuhannya. Sebab, Dewa tak jarang naik darah ketika ada yang mengganggu keasyikan ia dengan Tuhannya. Untungnya, malam itu Dewa sedang menyantap makan malamnya. Mereka pun mengetuk pintu dan Dewa membukanya. &ldquo;Gaskah? Malam Kamis, nih. Kita ke tempat biasa,&rdquo; ujar salah satu kawannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku ada 400 ribu aja, ni. Aman kah?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Amannn. <em>Hurunan</em> aja dengan duit <em>buan-</em>nya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oke. Tunggulah. Aku bersiap dulu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sepuluh menit berselang, Dewa keluar kamar dan langsung berangkat bersama kawan-kawannya. Mereka menuju tempat langganan yang mereka kunjungi hampir tiap bulan selama satu semester terakhir. Tempat itu bernama Kelvin. Sebuah klub malam yang terletak di dekat pasar kota.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setibanya di Kelvin dan selesai memarkir motor, mereka langsung memasuki gedung tersebut. Nuansa gemerlap nan dingin menyelimuti setelah mereka berjalan masuk melewati <em>metal detector</em> dan petugas keamanan. Suara band akustik mengudara. Mereka duduk di meja tengah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rasa leci <em>kek</em> biasa?&rdquo; tanya Dewa ke kawannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yoi, Tambah soda aja sekalian biar banyak. Kalau cuma sebotol berlima cepat habis, <em>kena</em>.&rdquo; pungkas kawan Dewa.</p><p style="text-align: justify;">Minuman pun dipesan. Rokok dinyalakan. Minuman dengan campuran soda diteguk perlahan sambil menemani perbincangan mereka. Ketika wajah mulai memerah, salah satu dari mereka ada yang bertanya pada Dewa,</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mana Tuhanmu, Wa?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aman. Nih, ku kantongi,&rdquo; sahut Dewa</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awas aja hilang lagi, hahaha,&rdquo; candanya diikuti dengan tawa Dewa dan kawan-kawannya yang lain.</p><p style="text-align: justify;">Ketika jam menunjukkan pukul 10 malam, band berhenti memainkan musik dan undur diri. Band yang sedari tadi memainkan musik-musik jazz mendayu digantikan oleh DJ yang memainkan lagu-lagu <em>remix</em> dengan <em>bass</em> yang memekikkan telinga bagi &nbsp;mereka yang tak terbiasa. &ldquo;Nah, ini baru <em>party</em>&rdquo; ujar Dewa diiringi tawa tanda sepakat dari kawan-kawannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka memesan lagi dua botol vodka untuk dituangkan ke seloki hingga tetes terakhir. Aroma alkohol mulai mengimbangi bau asap dalam ruangan itu. Semua berdiri dan berdansa ria seakan tak ada hari esok. Mereka yang tak berpartisipasi hanyalah mereka yang <em>jaim</em> atau mereka yang teler. Lantai terhentak mengikuti hentakan <em>bass</em> sang DJ. Minuman diteguk, kawan merangkul kawan, malam kawula muda yang liar nan gila. Hal yang tak terbayangkan oleh Dewa ketika ia masih bocah kampung yang bermain petak umpet di kebun sawit milik ayahnya. Hanya ketika momen itulah Dewa lupa pada Tuhannya.</p><p style="text-align: justify;">Jarum jam menunjukkan pukul 9 pagi. Dewa terbangun di kamarnya yang dipenuhi oleh kawan-kawannya. Bau alkohol busuk dan dengkuran memenuhi kamar Dewa. Ia langsung teringat bahwa ia belum memeriksa Tuhannya hari ini. Ia merasa ada kejanggalan. Ada yang kurang. Ada yang hilang. Ia tak merasakan kehadiran Tuhannya lagi. Tuhan tak lagi bisa ia genggam. Tak lagi dekat dengan dirinya. Dewa yang awalnya panik pun mulai histeris. Sepertinya, efek dari alkohol semalam belum hilang dari dirinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Teriakan dan sentakan kalimat penuh sumpah serapahnya membangunkan seisi ruangan. Tak ada dari mereka yang merespon maupun mendekati, bahkan sekadar menyela ocehan Dewa. Ia kesal, marah, dan kecewa pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia kehilangan Tuhannya lagi? Mana mungkin Tuhan meloncat dengan sendirinya dari kantong celana? Atau Ia telah membersamai orang yang lebih pantas? Tak ada yang tahu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dimana Tuhanku, weh!?&rdquo; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hanya itulah kalimat yang keluar dari mulut Dewa selain erangan penuh kekesalan sembari mengobrak-abrik isi kamarnya. Setelah ia terdiam, salah satu kawan Dewa menghampirinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Kada papa, Wa.</em> Kena kita cari yang baru. Ada aja, <em>lok, duit kam</em>?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Muntung abah kam&nbsp;</em>baru! Data-dataku kek mana?!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aman, aja. Itu kan bisa aja di<em>-download</em> lagi. Sudah <em>kam backup</em>, <em>lok</em>? Kek yang ku <em>pesani</em> kemarin?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah.&rdquo; ujar Dewa yang mulai tenang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, <em>kuy</em> lah! Biar aku yang bawa motor.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Mereka berdua bersiap lalu meninggalkan indekos dan kawan-kawan yang lain menuju gerai <em>gadget</em> terdekat. Di sana, Dewa mencari dan, dengan senyum lebar, menemukan Tuhannya yang baru.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ditulis oleh Zain Aqil Hi</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>dayat, mahasiswa Sastra Inggris, FIB 2018.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyambut Hari Raya Imlek, Berikut Lima Rekomendasi Film untuk Mewarnai Harimu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/menyambut-hari-raya-imlek-berikut-lima-rekomendasi-film-untuk-mewarnai-harimu/baca </link>
<guid> menyambut-hari-raya-imlek-berikut-lima-rekomendasi-film-untuk-mewarnai-harimu </guid>
<pubDate> Sat, 10 Feb 2024 05:51:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lima rekomendasi film hiburan di hari raya Imlek </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/menyambut-hari-raya-imlek-berikut-lima-rekomendasi-film-untuk-mewarnai-harimu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r8iHluweXK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyambut Hari Raya Imlek, Berikut Lima Rekomendasi Film untuk Mewarnai Harimu!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>10 Februari menjadi momen yang istimewa bagi para masyarakat Tionghoa. Pada hari tersebut, mereka merayakan tahun baru Cina atau biasa dikenal dengan hari raya Imlek.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat Tionghoa di Indonesia menyambut momen tersebut dengan melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari berbagi angpau, pertunjukan barongsai, memakan makanan tradisional, hingga menghabiskan waktu dengan keluarga tersayang.</p><p style="text-align: justify;">Untuk kamu yang menghabiskan waktu hari raya Imlek di rumah, kamu juga bisa melakukan aktivitas lain seperti menonton film. Berikut <em>Sketsa</em> sudah merangkum beberapa rekomendasi film yang bisa kamu jadikan pelengkap saat menghabiskan waktu bersama keluarga.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Abominable</strong></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Setelah sukses dengan film seri&nbsp;</span><em style="background-color: transparent;">Kung Fu Panda</em><span style="background-color: transparent;">, DreamWorks Animation dan Pearl Studio kembali menghadirkan film animasi dengan tajuk Abominable. Film ini menceritakan tentang Yi (pengisi suara: Chloe Bennet), seorang gadis kecil yang menemukan monster Yeti di atap gedung apartemennya di Shanghai. Pertemuan dengan monster Yeti ini kemudian membawa Yi ke petualangan yang seru dalam misi membawa monster Yeti kembali pulang.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain menghadirkan kisah petualangan yang unik, film ini juga menyajikan visual yang menarik mengenai akulturasi budaya Tionghoa dengan budaya modern yang dikemas dengan nada warna yang begitu memanjakan mata.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cek Toko Sebelah</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski tergolong sebagai film lama, film <em>Cek Toko Sebelah</em> yang dirilis pada tahun 2016 ini masih menjadi salah satu pilihan yang cocok untuk dinikmati.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Disutradarai oleh Ernest Prakasa yang namanya sudah tidak asing di dunia hiburan dan film tanah air. Film ini mengambil ide dari kritik mengenai realitas orang Tionghoa saat beranjak dewasa dan berkuliah tinggi namun terpaksa harus memilih jalan yang ditentukan oleh orang tua hingga mengorbankan mimpi dan karir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikemas dengan balutan komedi khas Ernest Prakasa yang memang sering menyampaikan kritik mengenai etnis Tionghoa dalam setiap acara <em>stand up comedy</em>-nya, film ini memiliki jalan cerita yang ringan dan menyenangkan untuk dijadikan sebagai pelengkap hari raya Imlek. Ditambah lagi film ini berkaitan erat dengan cerita keluarga yang begitu hangat dan menyentuh.</p><p style="text-align: justify;"><strong>American Girl&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Film yang rilis pada tahun 2021 ini diambil dari semi-autobiografi Fen Liang dan disutradarai oleh Feng-I Fiona Roan yang sebelumnya sempat menyutradarai film <em>Jiejie</em> di tahun 2017.</p><p style="text-align: justify;">Film ini mengisahkan tentang Fen (Diperankan oleh Caitlin Fang) &nbsp;yang terpaksa ikut orangtuanya kembali ke Taiwan untuk pengobatan kanker ibunya. Tentunya semua tidak berjalan dengan mulus. Akibat terlalu lama tinggal di Amerika, membuat Fen susah untuk beradaptasi dengan budaya yang ada di Taiwan hingga berujung konflik antar keluarga yang mengguncang keharmonisan keluarga Fen.</p><p style="text-align: justify;">Konflik yang disajikan di film ini memang cukup berat, yakni bagaimana seseorang harus beradaptasi dan mengorbankan seluruh impian demi keluarganya. Namun, tak perlu khawatir, karena film ini juga diimbangi dengan cerita keluarga yang seru.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Gara-Gara Warisan</strong></p><p style="text-align: justify;">Duduk sebagai produser, Ernest Prakasa kembali menghadirkan film dengan tema drama keluarga yang memiliki genre komedi. <em>Gara-Gara Warisan&nbsp;</em>menceritakan tentang konflik tiga saudara, yaitu Adam (diperankan oleh Oka Antara), Laras (diperankan oleh Indah Permatasari) dan Dicky (diperankan oleh Ge Pamungkas). Mereka saling bersaing untuk memperebutkan hati sang ayah (diperankan oleh Yayu Unru) yang sudah sakit-sakitan agar mau mewariskan wisma tamu ke salah satu dari mereka.</p><p style="text-align: justify;">Persaingan yang dilakukan ini ternyata merusak keharmonisan antara orangtua dan anak akibat aksi saling membalas dendam antara satu dengan lainya dengan membawa konflik di masa lalu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hello Ghost (Versi Indonesia)</strong></p><p style="text-align: justify;">Dilihat dari namanya tidak salah jika banyak yang mengira bahwa ini merupakan film horor. Namun, kenyataannya film ini bukan bergenre horor, melainkan film keluarga yang diadaptasi dari film korea tahun 2010 dengan judul yang sama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini mengisahkan tentang kehidupan seorang pemuda yatim piatu bernama Kresna (diperankan oleh Onadio Leonardo) yang hidup berdampingan dengan empat hantu setelah aksi usaha bunuh dirinya gagal. Uniknya, kedatangan 4 hantu tersebut perlahan justru membuat kehidupan Kresna berubah.</p><p style="text-align: justify;">Film ini menyajikan drama kehidupan dengan balutan komedi yang ringan serta cerita yang unik mengenai keluarga.</p><p style="text-align: justify;">Itulah lima rekomendasi film yang bisa kamu jadikan pelengkap untuk mewarnai hari raya Imlek kamu. Jadi, Apa kamu tertarik untuk menyaksikan film-film di ata<span style="background-color: transparent;">s bersama keluarga mu? <em><strong>(ahn/ali)</strong></em>.</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kelas Internasional FISIP Beralih ke Jam Kerja, Upaya Tarik Minat Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kelas-internasional-fisip-beralih-ke-jam-kerja-upaya-tarik-minat-mahasiswa/baca </link>
<guid> kelas-internasional-fisip-beralih-ke-jam-kerja-upaya-tarik-minat-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 12 Feb 2024 08:59:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak banyak mahasiswa yang bergabung di tahun lalu, kelas internasional FISIP kini beralih ke jam kerja. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kelas-internasional-fisip-beralih-ke-jam-kerja-upaya-tarik-minat-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ROfCkZL3CA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kelas Internasional FISIP Beralih ke Jam Kerja, Upaya Tarik Minat Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebagai langkah untuk mencapai target akreditasi unggul hingga akreditasi internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmul adakan kelas internasional atau disebut juga FISIP International Class (FIC). Kelas yang mulai diselenggarakan sejak 2023 lalu ini bertujuan untuk menyambung kemitraan FISIP dengan relasi di luar negeri serta untuk memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semula, FIC diadakan setiap hari Sabtu dengan beberapa mata kuliah (matkul) dalam sehari. Namun pada tahun ini, sistem FIC mengalami sedikit perubahan di mana kelas ini tidak lagi digelar menjelang akhir pekan, melainkan pada hari kerja yaitu Senin hingga Jumat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rina Juwita selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unmul mengungkap bahwa seharusnya kelas internasional dilaksanakan di hari kerja sejak tahun lalu. Namun, karena FIC diperuntukkan kepada seluruh mahasiswa di berbagai prodi di FISIP, sulit untuk mengatur jadwal agar tidak bentrok dengan jadwal matkul lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh sebab itu, hari Sabtu diputuskan sebagai hari pelaksanaan kelas tersebut agar tidak mengganggu pelaksanaan matkul-matkul yang lain. Namun disayangkan, seiring berjalannya waktu banyak mahasiswa yang mengundurkan diri dari kelas tersebut. Hal ini dikarenakan jadwal FIC yang menyita waktu libur mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa itu&nbsp;<em>excited</em>&nbsp;di awal-awal, tapi kemudian karena ngerasa &lsquo;aduh aku udah kuliah dari Senin sampai Jumat terus Sabtu kuliah&nbsp;juga&rsquo;&nbsp;lalu akhirnya di pertengahan jalan mengundurkan diri,&quot; ungkap Rina kepada awak<em>&nbsp;</em><em>Sketsa</em>,&nbsp;Senin (5/2) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, WD I sekaligus dosen prodi Ilmu Komunikasi tersebut juga menjelaskan bahwa salah satu target dari diadakannya FIC adalah untuk menggaet mitra luar negeri agar dapat mengirim mahasiswanya ke FISIP Unmul. Jika hal tersebut terlaksana, maka mahasiswa luar hanya akan mendapatkan kelas di hari Sabtu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi kami tuh berpikir kalau misalnya nanti kita benar-benar dapat mahasiswa asing begitu ya, kan enggak seru kalau kuliahnya cuman hari Sabtu dari pagi sampai sore kuliah aja gitu, kan gak seru banget buat mereka. Minggu sampai Jumat ngapain gitu?&quot; jelas Rina.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, jadwal FIC akhirnya diubah dan beralih ke hari kerja dengan pertimbangan kelas akan diadakan setelah jadwal matkul lain selesai. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi bentrok antar matkul di setiap prodi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perubahan jadwal ini rupanya membuahkan hasil. Meski belum berhasil menerima mahasiswa luar negeri, terbukti tahun ini FIC mampu menarik minat mahasiswa FISIP lebih banyak dibanding semester sebelumnya. Dengan kapasitas 30 orang setiap kelasnya, Rina menyebutkan terdapat kelas yang telah memenuhi kapasitas tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu mahasiswa dari prodi HI FISIP yang ikut FIC pada tahun lalu, Alya Fitriani Sajida mengatakan bahwa dirinya sangat tertarik dengan program FISIP yang satu ini. Dengan adanya FIC dirinya dapat melatih kemampuannya dalam berbahasa Inggris serta berkesempatan untuk mempelajari materi di luar matkul yang ada di prodinya. Semangatnya terbukti dengan dirinya yang kembali mengikuti program FIC.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Karena di kelas ini (FIC) saya bisa mempelajari mata kuliah dari program studi lain, serta lebih banyak praktik menggunakan bahasa inggris yang mana merupakan&nbsp;skill&nbsp;terpenting di prodi saya yaitu, Hubungan internasional,&quot; tulis Alya saat diwawancarai awak<em>&nbsp;</em><em>Sketsa</em>&nbsp;melalui percakapan WhatsApp, Jumat (26/1) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alya bersyukur karena jadwal FIC ditetapkan di jam kerja. Karena menurutnya, mahasiswa dan pengajar mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas internasional tersebut tanpa harus mengorbankan akhir pekan mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal serupa juga dirasakan oleh Narendra Lintang Samudera, mahasiswa yang juga bergabung dengan FIC pada tahun lalu. Ia sependapat bahwa kelas internasional merupakan wadah yang bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin melatih kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Meskipun tidak bergabung lagi di dalam FIC, mahasiswa Ilmu Pemerintahan 2021 ini mendukung adanya perubahan jadwal FIC.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya yakin pihak fakultas sudah merancang sedemikian rupa sehingga seharusnya tidak ada masalah terkait dengan adanya perubahan jadwal tersebut,&quot; ungkap Narendra saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (29/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan terlaksananya FIC saat ini, Rina berharap kedepannya program internasional FISIP akan lebih terealisasikan di mana bukan hanya mahasiswa luar saja yang bisa belajar di FISIP, namun juga pengajar dari luar negeri dapat berkesempatan mengajar di fakultas tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Dunia kan sekarang semakin Global, ya. Jadi teman-teman juga kami berharap, ketika kita nggak bisa memberikan kesempatan yang besar, yang banyak, untuk semua mahasiswa untuk bisa terkena eksposur global itu tadi, tapi setidaknya kita bisa membawa atmosfer itu di dalam,&rdquo; pungkasnya.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;"><em>(tha/nav/myy/ali).</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Abdunnur untuk Unmul 2024: Peningkatan Akreditasi hingga Transformasi Status PTN-BH </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/abdunnur-untuk-unmul-2024-peningkatan-akreditasi-hingga-transformasi-status-ptn-bh/baca </link>
<guid> abdunnur-untuk-unmul-2024-peningkatan-akreditasi-hingga-transformasi-status-ptn-bh </guid>
<pubDate> Mon, 12 Feb 2024 09:33:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menilik cita-cita Abdunnur untuk Unmul tahun 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/abdunnur-untuk-unmul-2024-peningkatan-akreditasi-hingga-transformasi-status-ptn-bh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VjB03ZRpHe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Abdunnur untuk Unmul 2024: Peningkatan Akreditasi hingga Transformasi Status PTN-BH</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Salah satu tradisi yang kerap dilakukan ketika memasuki tahun baru adalah membuat resolusi. Menghadapi tahun 2024, segenap civitas akademika Unmul tentu berharap akan adanya perubahan dari kampus tempat mereka menimba ilmu. Lantas, apa saja yang Unmul ingin capai di tahun ini?</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>berkesempatan untuk berbincang dengan Abdunnur selaku Rektor Unmul. Ditemui secara langsung di Rektorat Unmul pada Rabu (24/1) lalu, Abdunnur mengungkap sejumlah rencana yang ia canangkan untuk direalisasikan di tahun ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Peningkatan akreditasi hingga kualitas SDM</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam rangka meningkatkan daya saing Unmul dengan perguruan tinggi nasional hingga internasional, Abdunnur menilai bahwa diperlukan perubahan pola pikir bagi seluruh civitas akademika agar sejalan dengan visi dan misi, yaitu universitas berstandar internasional yang memiliki peran dan fungsi untuk pembangunan bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang bertumpu pada<em>&nbsp;</em></span><span><em>scientific oriented</em>,&nbsp;</span><span>serta</span><span>&nbsp;</span><span>pengabdian kepada masyarakat yang bertumpu pada sumber daya alam (SDA)</span><span>.&nbsp;</span><span>Dirinya ingin agar Unmul mampu melahirkan sumber daya yang berkualitas, berkepribadian, profesional, serta bermartabat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kemudian melaksanakan riset yang berkualitas serta berdaya guna dalam rangka menunjang pengembangan keilmuan dan pembangunan baik daerah, mendukung Kaltim berdaulat, serta mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur,&rdquo; ujar Abdunnur kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya turut menyebut bahwa pengabdian masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang berdaya guna bagi masyarakat umum. Abdunnur juga ingin agar kampus yang ia nakhodai itu memiliki tata kelola universitas yang akuntabel, terbuka, dan dapat memberikan sebuah kontribusi positif bagi kesejahteraan civitas akademika maupun kesejahteraan masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peningkatan akreditasi pun tak luput menjadi resolusi yang ingin Abdunnur capai di tahun ini. Ia mengatakan akreditasi di seluruh program studi sudah cukup baik, bahkan ada yang sudah menyandang akreditasi Unggul. Oleh karena itu, dirinya berambisi untuk meningkatkan akreditasi di seluruh program studi serta mengubah status Unmul menjadi universitas dengan akreditasi Unggul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang terpenting tahun ini adalah (Unmul) ingin mencapai akreditasi institusi untuk meraih akreditasi Unggul.&nbsp;</span><span><em>Insya Allah</em></span><span><em>,</em></span><span>&nbsp;</span><span>akan dilakukan konsolidasi,&nbsp;</span><span><em>review</em>,&nbsp;</span><span>dan kita&nbsp;</span><span><em>submit</em>&nbsp;</span><span>dan berdasarkan hasil evaluasi,&nbsp;</span><span><em>review</em></span><span>, secara&nbsp;</span><span><em>scoring</em></span><span>&nbsp;sudah mencapai, dokumen sudah kita siapkan, kita akan sampaikan ke Badan Akreditasi Nasional (BAN PT).&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak ketinggalan, akreditasi prodi berskala internasional pun juga perlu ditingkatkan. Abdunnur berharap agar prodi tersebut mampu meraih akreditasi Unggul melalui BAN PT, baik lembaga administrasi manajemen secara nasional maupun badan akreditasi internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang baru dua (prodi) yang internasional. Tahun ini, kita ingin mencapai dan meningkatkan semua prodi yang tentu perlu persiapan dengan kebijakan termasuk anggarannya,&rdquo; lanjutnya.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pembuatan rencana induk dan kerja sama internasional</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski sudah berdiri selama 62 tahun lamanya sejak 1962, Abdunnur mengungkap bahwa Unmul hingga kini belum memiliki&nbsp;</span><span><em>masterplan</em>&nbsp;</span><span>atau rencana induk. Oleh karena itu, dirinya berniat untuk merancang sebuah master plan berupa penataan lingkungan kampus dengan konsep&nbsp;</span><em><span>smart campus</span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span></em><span><em>digital campus.&nbsp;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Jadi, Kampus Gunung Kelua dan lokasi kampus lainnya akan kita bentuk konsep dan kita ubah menuju&nbsp;</span><span><em>digital campu</em><em>s</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span><em>forest campus</em></span><span>&nbsp;yang minimal 30 persen di dalamnya terdapat&nbsp;</span><span><em>green environmental</em></span><span><em>-nya</em>. Karena selama 62 tahun Unmul belum memiliki&nbsp;</span><span><em>masterplan</em></span><span>, kita ingin sampaikan kepada civitas maupun eksternal yang kita inginkan konsepnya dengan penataan, baik tata sarana prasarana gedung, tematiknya, bahkan lingkungannya, termasuk sistem-sistemnya,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kini, Unmul tengah gencar menggalakkan program pertukaran pelajar dan kerja sama dengan universitas luar negeri. Hal itu disinggung pula oleh Abdunnur dalam wawancara langsung bersama&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>.&nbsp;</span><span>Ujarnya, Unmul tengah menargetkan untuk memenuhi Indeks Kinerja Utama (IKU) dari kementerian, yaitu menyiapkan diri agar semua prodi menjalin kontrak kinerja Dekan dengan Rektor untuk merekrut mahasiswa asing</span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena dulu kita masih sangat jarang melihat mahasiswa dari luar, sehingga kita sudah rencanakan tahun ini melalui kerja sama antara universitas di beberapa negara. Melalui program pemerintah dan mahasiswa, kemudian program kerja sama dengan pemerintah negara, baik Timor Leste, Australia, kemudian Malaysia, Thailand, Filipina, dan Asia - Jepang. Kemarin juga (kerja sama) dengan (universitas di) Turki.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain menjalin kerja sama dengan universitas internasional, Unmul turut berambisi dalam meraih pemeringkatan secara nasional maupun internasional dari kementerian, Liga Badan Layanan Umum (BLU), Webometrics, hingga Edurank yang berskala internasional. Sebut Abdunnur, diperlukan tim kerja, tim&nbsp;</span><span><em>evaluator</em></span><span>, serta tim&nbsp;</span><span><em>monitoring</em>&nbsp;</span><span>dalam rangka mencanangkan target-target tertentu agar Unmul mampu menembus pemeringkatan nasional hingga internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Evaluasi terhadap kualitas mahasiswa dan dosen</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai salah satu indikator untuk menembus pemeringkatan universitas secara nasional maupun internasional, waktu kelulusan mahasiswa menjadi hal penting yang tentunya perlu diperhatikan guna mencapai target tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indikator tersebut dilihat dari waktu kelulusan serta masa tunggu lulusan dalam mendapat pekerjaan. Abdunnur pun turut menargetkan percepatan kelulusan bagi mahasiswa agar Unmul mampu meraih akreditasi Unggul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita masih dalam masa studi yang lima tahun rata-rata, masa periode untuk mendapat pekerjaan di atas enam bulan. Ini yang perlu kita evaluasi. Termasuk evaluasi bimbingan, proses pembelajaran, terkait juga dengan proses program Kampus Merdeka Belajar. Program untuk kerja sama internasional ini yang harus di tahun 2024 ini yang lebih banyak kita tingkatkan dan kita implementasikan,&rdquo; ujar Abdunnur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guna mencapai target tersebut, Abdunnur menilai bahwa diperlukan evaluasi dalam proses pembimbingan mahasiswa. Upaya perbaikan dilakukan dengan melakukan pemantauan selama enam bulan dengan melakukan evaluasi apabila terdapat kendala, termasuk evaluasi keberhasilan mahasiswa yang dibimbing.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Abdunnur, perlu dilakukan perbaikan sistem pembimbingan melihat banyaknya mahasiswa yang luput dari proses evaluasi sehingga menyebabkan masa studi mahasiswa menjadi semakin lama hingga capaian IPK yang rendah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Resolusi selanjutnya yang ingin Abdunnur capai adalah melakukan penataan program riset kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota dalam penelitian, pendidikan, dan pengabdian pada masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Langkah pertama adalah melakukan rekrutmen mahasiswa baru dari seluruh daerah dengan bantuan kerja sama dari pemerintah daerah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebutnya, pemerintah daerah harus berkomitmen dalam memberikan bantuan pembiayaan bagi calon mahasiswa berupa biaya pendidikan maupun biaya hidup sehingga mahasiswa dapat fokus dalam melakukan studi. Diharapkan, Unmul mampu mencetak lulusan terbaik yang mampu membangun daerahnya kelak selepas menyandang gelar sarjana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya pun turut menyinggung soal peningkatan kualifikasi dosen. Ia berharap agar seluruh dosen Unmul dapat mengejar studi baik secara mandiri maupun melalui bantuan pembiayaan dari pemerintah hingga berhasil meraih gelar Doktor.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ungkap Abdunnur, kini jumlah dosen yang bergelar Doktor masih berada di kisaran angka 33 hingga 35 persen dari 1.030 dosen. Tahun ini, ia ingin agar jumlah persentase itu dapat meningkat menjadi 40 persen. Untuk mencapai target tersebut, dilakukan evaluasi dalam program kenaikan pangkat fungsional dosen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada dosen yang setelah dievaluasi 10 tahun nggak naik-naik pangkat. Tentu kita harus melakukan evaluasi dan bahkan&nbsp;</span><span><em>punishment</em>&nbsp;</span><span>bagi yang tidak naik pangkat, karena hal ini berpengaruh kepada motivasi dosen sehingga perlu meningkatkan diri.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengukuhan 40 guru besar di tahun lalu merupakan salah satu capaian luar biasa yang Unmul raih. Tentunya, Abdunnur berharap akan adanya pengukuhan guru besar dengan jumlah yang lebih besar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur turut mengharapkan adanya harmonisasi kelembagaan organisasi di Unmul. Seluruh organisasi kemahasiswaan baik itu BEM maupun UKM harus memiliki satu misi, satu persepsi, dan program yang terintegrasi. Diperlukan pula evaluasi bagi kegiatan dan program dari seluruh UKM untuk meninjau apakah terdapat UKM yang sudah tidak aktif berjalan. Evaluasi juga diperlukan terkait kepentingan kebijakan anggaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, persoalan yang turut Abdunnur garis bawahi adalah mengenai pembinaan prestasi mahasiswa baik secara akademik melalui program kreativitas mahasiswa maupun non akademik, seperti seni budaya dan olahraga. Pembinaan prestasi mahasiswa menjadi indikator peringkat perguruan tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menerangkan bahwa secara umum, indikator prestasi kita masih rendah. Berangkat dari problematika tersebut, Unmul berupaya melakukan evaluasi dengan melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah tingkat provinsi. Kerja sama ini pula yang menginisiasi dirinya dalam membangun fakultas keolahragaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;WR 3 ditunjuk sebagai Ketua BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia) Kaltim dan Pomnas Kaltim. Alhamdulillah</span><span>&nbsp;</span><span>masuk ke dalam 10 besar, peringkat ke-7. Tahun-tahun sebelumnya kita ada di peringkat 20 ke atas. Selain dengan dukungan dari pemerintah provinsi, juga karena komunikasi dan koordinasi yang dibangun sehingga hampir 50 persen mahasiswa unmul yang terlibat sebagai atlet. Dan ini yang perlu kita bina, masuk dalam data PDDikti prestasi mahasiswa, karena (prestasi) itu yang dihitung dalam pemeringkatan perguruan tinggi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ambisi PTN-BH yang masih membara</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rencana perubahan status Unmul menjadi PTN-BH masih menjadi isu yang hangat untuk diperbincangkan. Pada kesempatan ini,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;tentunya tak ketinggalan untuk menyinggung rencana besar itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pun bertanya, &ldquo;apakah PTN-BH akan menjadi target utama yang akan dicapai di tahun ini?&rdquo; Abdunnur lantas menjawab bahwa proyek tersebut masih bersifat&nbsp;</span><span>on-going</span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Artinya, PTN-BH merupakan proyek kontinyu yang akan berjalan dengan waktu yang cukup panjang. Perubahan untuk meraih status tertinggi perguruan tinggi bukan hal mudah, mengingat diperlukan adanya perubahan kebijakan hingga struktur</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;PTN-BH sekarang ini&nbsp;</span><span><em>on progress</em></span><span>. Saat ini kita masukkan proposal, sudah masukkan naskah akademik, sudah lakukan evaluasi dan&nbsp;</span><span><em>review</em></span><span>, sudah dilakukan pembahasan, tinggal sekarang dalam tahap evaluasi dari kementerian,&rdquo; bebernya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Miliki segudang angan, bagaimana realisasinya?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan banyaknya segudang harapan dan angan mulai dari peningkatan akreditasi hingga pembangunan fakultas olahraga, lantas, apakah Unmul sudah siap menggelontorkan dana yang tidak sedikit guna merealisasikan itu semua? Apakah Unmul sudah memiliki tabungan yang cukup?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur berterus terang bahwa saat ini Unmul masih belum mampu jika mewujudkannya tanpa bantuan dari pihak lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, Unmul telah menyiapkan stimulan sebagai bantuan kepada dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa untuk melanjutkan studi. Beasiswa tersebut diperoleh melalui LPDP dan kerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah provinsi (Pemprov) yaitu dengan pengadaan beasiswa Kaltim Tuntas hingga beasiswa cemerlang.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam rencana pembangunan tahun 2024, terdapat sejumlah infrastruktur yang akan dibangun. Abdunnur mengungkap bahwa rencana tersebut telah mendapatkan anggaran melalui bantuan pemprov untuk seluruh bangunan KDP atau gedung mangkrak sebanyak tujuh gedung dengan anggaran sekitar 170 miliar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu semua target besar, termasuk pembangunan rumah sakit pendidikan. (Pembangunan rumah sakit) itu (dibangun) karena kita tidak ingin lagi mahasiswa baik calon dokter atau&nbsp;</span><em><span>co-ass</span><span>&nbsp;(</span><span>co-assistant</span></em><span><em>)</em> (melakukan praktik) di rumah sakit-rumah sakit yang berbayar. Kan RSGM sudah ada, rumah sakit gigi mulut. Tahun ini juga akan kita (sediakan) peralatan alat-alat rumah sakit gigi mulut itu (dengan biaya sebesar) 56 miliar,&rdquo; ungkapnya.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari sekian banyaknya harapan dan angan yang telah Abdunnur beberkan, satu hal yang ia garis bawahi adalah penyamaan persepsi dari seluruh civitas akademika. Akhir kata, Rektor Unmul itu berharap agar kampus yang ia pimpin dapat mencapai seluruh tujuan yang telah dicanangkan berkat adanya keselarasan visi dan misi.</span></p><p>&ldquo;Jika kita sudah memiliki persepsi, misi, tujuan yang sama dari semua komponen tadi, maka tidak ada hal yang sulit untuk mencapai target. Sekarang masih berpikir parsial-parsial, &lsquo;kan? Jadi, ke depan saya ingin dari sisi struktur, pimpinan, juga ada <em>integrated management</em> yang terintegrasi,&rdquo; kuncinya mantap. <strong><em>(dre/zrt/mar/ary).</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dirty Vote, Film Dokumenter yang Membongkar Kejanggalan Pemilu 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/dirty-vote-film-dokumenter-yang-membongkar-kejanggalan-pemilu-2024/baca </link>
<guid> dirty-vote-film-dokumenter-yang-membongkar-kejanggalan-pemilu-2024 </guid>
<pubDate> Tue, 13 Feb 2024 13:05:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film Dokumenter yang menyajikan kronologi lengkap setiap kontroversi pada siklus Pemilu 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/dirty-vote-film-dokumenter-yang-membongkar-kejanggalan-pemilu-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Zkk4rnWuPp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dirty Vote, Film Dokumenter yang Membongkar Kejanggalan Pemilu 2024</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Skenario yang bagus tidak hanya disajikan dalam dunia laga atau lakon. Namun pada dunia perpolitikan juga berlaku melalui manuver politik yang apik. &lsquo;Dirty Vote&rsquo; tengah ramai dibicarakan di dunia maya dan disebut-sebut sebagai film yang membongkar serta menggambarkan secara detail kontroversi pada Pemilu 2024.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film dokumenter yang diharapkan dapat menjadi pendidikan politik ini dibintangi oleh tiga ahli hukum tata negara, yaitu Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar.</p><p style="text-align: justify;">Film dokumenter garapan sutradara Dandhy Dwi Laksono dirilis pada Minggu (11/2) lalu. Perilisan dokumenter ini tepat pada hari pertama masa tenang kampanye Pemilu 2024. Dandhy juga menggarap beberapa dokumenter sebelum Dirty Vote, diantaranya <em>Samin vs Semen&nbsp;</em>(2015), <em>Sexy Killers</em> (2019), <em>Pulau Plastik</em> (2021), <em>The Endgame</em> (2021), dan <em>Barang Panas</em> (2023).</p><p style="text-align: justify;">Apabila kita sering melihat berita-berita mengenai kontroversi yang membersamai siklus Pemilu kali ini, tetapi tidak paham bagaimana kronologi lengkapnya dan apa yang terjadi sebenarnya, film dokumenter ini menggabungkan potongan-potongan berita tersebut seperti sebuah <em>puzzle</em> dan merangkumnya dari awal hingga akhir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagian besar isi film dokumenter ini menampilkan hasil riset dan statistik tanpa opini pribadi. Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar memberikan gambaran secara detail mengenai skenario yang digunakan dalam melangsungkan kejanggalan tersebut. Mulai dari keterlibatan aparatur negara, intervensi, politik gentong babi, hingga mempermainkan konstitusi.</p><p style="text-align: justify;">Dirty Vote memberikan semua informasi yang kita butuhkan dan layak untuk diketahui publik. Dokumenter ini dengan berani membongkar bagaimana cara aparatur negara mengacak-acak konstitusi demi melanjutkan kekuasaan, melakukan intervensi terhadap para kepala desa, penyalahgunaan bantuan sosial (Bansos), hingga keterlibatan aparatur negara dalam kampanye ketiga paslon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain membongkar pelanggaran etik yang dilakukan berbagai pihak, dokumenter ini juga membongkar bagaimana KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan BAWASLU (Badan Pengawas Pemilu) turut terlibat dalam kecurangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bawaslu yang seharusnya mengawasi pun justru tidak melakukan apa-apa saat kecurangan dipertontonkan secara terang-terangan. Film dokumenter ini menampilkan cuplikan video dan tangkapan layar dari beberapa berita sebagai pendukung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, film dokumenter ini dikecam beberapa pihak bahkan dituding sebagai film penyebar fitnah hingga mempertanyakan kapasitas para ahli hukum tata negara yang terlibat dalam film dokumenter ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dirty Vote menyajikan kontroversi-kontroversi yang menyertai Pemilu 2024 dan merangkum semuanya secara kronologis yang cocok ditonton di saat-saat terakhir sebelum pemilihan. Setidaknya untuk membuka mata terkait kejanggalan yang terjadi dalam pemilu dan bagaimana demokrasi Indonesia terancam oleh pihak-pihak haus kekuasaan tanpa condong atau berat ke salah satu paslon. Film dokumenter ini menyadarkan kita akan kondisi demokrasi negara saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar menunjukkan raut kekecewaan mereka usai membongkar serangkaian kontroversi dan bagaimana kontroversi itu ternyata dipertontonkan secara terang-terangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menyusun dan menjalankan skenario kotor ini tak perlu kecerdasan atau kepintaran, yang diperlukan cuman dua yaitu mental culas dan tahan malu,&rdquo; tutup Bivitri Susanti di akhir dokumenter.<strong><em> (ner/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fenomena Perayaan Mahasiswa Pasca Sidang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fenomena-perayaan-mahasiswa-pasca-sidang/baca </link>
<guid> fenomena-perayaan-mahasiswa-pasca-sidang </guid>
<pubDate> Wed, 14 Feb 2024 07:02:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selebrasi mahasiswa pasca sidang menimbulkan pro kontra </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fenomena-perayaan-mahasiswa-pasca-sidang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8gAaparYVu.png" />
					</figure>
			                <h1>Fenomena Perayaan Mahasiswa Pasca Sidang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dewasa ini, perayaan yang dilakukan oleh mahasiswa akhir usai melaksanakan sidang seminar proposal (Sempro), seminar hasil (Semhas), dan pendadaran menjadi tradisi yang sudah tidak jarang kita temui di berbagai universitas yang ada di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Belum lama ini beredar sebuah video yang mencuri perhatian netizen di media sosial. Video tersebut berisi tentang kritik seorang dosen terhadap mahasiswanya yang melakukan selebrasi kelulusan usai sidang sebelum benar-benar dinyatakan lulus.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Unmul juga tak lepas dari adanya rangkaian perayaan tersebut. namun tidak bisa ditampik fenomena ini juga dipandang dari berbagai perspektif. Ada yang tidak setuju dan menganggapnya berlebihan, ada pula yang melihat fenomena tersebut sebagai bentuk penghargaan diri selagi masih dengan cara yang wajar.</p><p style="text-align: justify;">Seperti halnya Shiba Syahidah, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP 2020. Kepada Sketsa, Shiba mengatakan bahwa perayaan yang dilakukan oleh mahasiswa usai melaksanakan sidang merupakan hal yang sah-sah saja selama tidak berlebihan. Akan tetapi, jika perayaan tersebut dilakukan dalam konteks usai sempro, menurutnya hal tersebut agak berlebihan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau budaya banner, bucket, dan lain-lain, bisa banyak pandangan sih. Bisa dianggap sebagai self reward, bisa juga sebagai bentuk penghargaan dari teman, atau bahkan ada juga yang anggap sebagai fenomena FOMO (<em>Fear of Missing Out</em>). Jadi ya balik lagi kalau dilakukan sewajarnya sah-sah saja menurut saya,&quot; ujar Shiba ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Senin (5/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Shiba mengungkap bahwa setiap kampus memiliki kebijakan kelulusannya masing-masing. Ada kampus yang langsung mengumumkan lulus atau tidaknya mahasiswa tepat setelah menyelesaikan ujian skripsinya, ada pula yang tidak. Bahkan, di beberapa kampus menuliskan tanggal kelulusan di Surat Keterangan Lulus (SKL) atau ijazah sesuai dengan tanggal ujian skripsi atau pendadaran.</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa turut disampaikan oleh Khoirun Nisa, mahasiswi Sastra Indonesia, FIB 2019. Lewat pesan <em>WhatsApp</em> Jumat (9/2) lalu, Nisa menuturkan bahwa selebrasi tersebut merupakan hal yang wajar sebagai bentuk perayaan mereka dalam melewati perjuangan mengerjakan skripsi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada yang ngerasain itu (skripsi) mudah, ada yang ngerasain itu gak mudah. Jadi merayakan setelah sidang ya oke-oke aja, sah-sah aja buat ngerayain keberhasilannya, berjuang ngerjain skripsinya itu sendiri,&quot; tutur Nisa.</p><p style="text-align: justify;">Mengulik sudut pandang dosen, Ainun Nimatu Rohmah, salah satu Dosen FISIP Unmul turut menanggapi fenomena perayaan mahasiswa tersebut. Ainun mengaku belum melihat video yang tersebar di media sosial mengenai dosen yang mengkritik selebrasi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin maksud dosen itu adalah untuk ngingetin. Jangan berlebihan, jangan berlarut-larut, gitu.&quot; ucap Ainun ketika diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Rabu (7/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ainun, selebrasi yang dilakukan tersebut merupakan hak yang dimiliki mahasiswa untuk menghargai momen serta perjuangan yang mereka lakukan sekecil apapun untuk sampai pada tahap itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun sebagai dosen, Ainun mengaku selalu mengingatkan mahasiswanya untuk tidak kebablasan hingga lupa untuk memperbaiki dan menyelesaikan tugas akhir mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jadi, selebrasi itu bisa dipandang dari sudut pandang yang positif, tapi juga bisa jadi akan jadi negatif, ketika terlalu berlebihan,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, Ainun berharap agar mahasiswa yang baru menyelesaikan sidangnya tidak terbuai dengan euforia selebrasi dan <em>self reward</em> yang dilakukan. Di samping merayakan perjuangan yang telah dilewati, mahasiswa juga harus melakukan introspeksi dan evaluasi diri agar dapat memperbaiki hal yang kurang sebelumnya, serta menyelesaikan proses administrasi yang menjadi syarat kelulusan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Cari tau ke prodi atau ke akademik kapan dianggap lulus, dan jadikan itu target lulus. Kalau belum sampai di situ, jangan demotivasi terlebih dahulu. Jangan malas dulu. Kejar dulu sampai dapat. Baru boleh selebrasi yang sesungguhnya,&quot; p<span style="background-color: transparent;">ungkas Ainun. <em><strong>(nav/myy/ali)</strong></em>.</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> STAR Unmul: Situs Presensi Daring Luncuran Terbaru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/star-unmul-situs-presensi-daring-luncuran-terbaru/baca </link>
<guid> star-unmul-situs-presensi-daring-luncuran-terbaru </guid>
<pubDate> Tue, 20 Feb 2024 11:24:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> STAR Unmul merupakan salah satu layanan yang diberikan Kampus untuk kemudahan belajar mengajar mahasiswa dan dosen. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/star-unmul-situs-presensi-daring-luncuran-terbaru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UnT8kAdlAm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>STAR Unmul: Situs Presensi Daring Luncuran Terbaru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Mengawali perkuliahan semester genap tahun ajaran 2023/2024 ini, Unmul sempat luncurkan situs Sistem Aplikasi Belajar atau STAR Unmul. Presensi ini digunakan sebagai penanda kehadiran di kelas lewat situs daring. Cukup dengan mengambil gambar diri secara langsung melalui laman yang ada, mahasiswa akan dianggap mengikuti perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">STAR Unmul merupakan sebuah akses yang dirancang untuk mendukung proses akademik dan kegiatan belajar mengajar. Selain presensi, situs tersebut juga menyediakan fitur yang dapat digunakan oleh dosen untuk mengunggah materi, memberikan tugas, serta menjadi media untuk pengumpulan tugas. Aplikasi tersebut masih dalam tahap penyesuaian sehingga belum menjadi kewajiban bagi setiap fakultas untuk menggunakannya.</p><p style="text-align: justify;">FIB merupakan salah satu fakultas yang sudah menggunakan STAR Unmul sejak minggu pertama kuliah. Salah satu mahasiswanya, Yasmin Friendnanda dari Sastra Indonesia angkatan 2022 mengungkapkan bahwa beberapa dosen sudah memperkenalkan sistem ini di dalam kelasnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak dimulainya presensi dengan aplikasi ini, aku sudah banyak mengalami kesulitan. Nggak cuma aku, tapi hampir semua teman di kelas juga merasakan hal yang sama, mulai dari <em>device</em> yang nggak terdeteksi, lokasi yang nggak terdeteksi, sampai mengalami <em>error</em> saat mengambil foto untuk presensi,&rdquo; ungkap Yasmin saat diwawancarai <em>Sketsa</em> melalui pesan WhatsApp, Rabu (7/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Yasmin mengaku khawatir apabila ia tidak tercatat mengisi presensi akibat terkendala saat melakukan pengisian kehadiran di STAR. Menurutnya, akan lebih mudah untuk tetap menggunakan presensi manual seperti biasa bila aplikasi presensi online tersebut justru malah menyulitkan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Sri Murlianti selaku Dosen FISIP mengaku lebih mudah menggunakan aplikasi STAR karena fitur yang tersedia lebih sedikit, sehingga tidak sulit untuk memahami cara penggunaannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dibanding aplikasi LMS lain seperti MOLS, fitur di STAR ini jauh lebih sederhana,&rdquo; ujar Sri.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun aplikasi STAR lebih mudah digunakan, Sri menganggap MOLS (Mulawarman Online Learning System) lebih membantu karena fitur di dalamnya lebih banyak, sehingga dosen dan mahasiswa dapat lebih mudah berinteraksi meski dalam kondisi jarak jauh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;MOLS lebih membantu, absen dan penilaian lewat situ, terhubung dengan Zoom kampus, bisa terhubung dengan <em>link</em> Google Meet juga,&rdquo; ungkap Sri kepada awak <em>Sketsa</em> lewat aplikasi Zoom, Selasa (13/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sri berharap, aplikasi presensi daring saat ini dapat dikembangkan menjadi lebih baik dengan beragam fitur yang memudahkan dosen dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi ketika ada dosen yang sedang penelitian atau pengabdian masyarakat, jadi bisa kuliah lewat Zoom dan kuliah bisa terekam dan tersimpan langsung.&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun di kesempatan lain, Lambang Subagiyo selaku Wakil Rektor Bidang Akademik menjelaskan bahwa situs baru tersebut bertujuan agar membantu pendataan menjadi lebih efisien.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;STAR ini nanti akan kompatibel atau relevan dengan AIS (Academic Integrated System), jadi kita tidak perlu dua kali mendata. Karena dulu harus di data manual, kalau ini ngga,&rdquo; jelas Lambang ketika diwawancarai secara langsung pada Rabu (7/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Lambang juga mengatakan bahwa pihaknya sudah merencanakan pembuatan sistem yang lebih fleksibel dari tahun lalu saat menemukan kekurangan pada penggunaan MOLS. Aplikasi STAR juga dibuat berbeda dengan AIS karena keduanya memiliki fungsi fitur masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aplikasi pembelajaran digunakan untuk pembelajaran, sementara AIS itu sistem informasi akademik,&rdquo; tegas Lambang.</p><p style="text-align: justify;">Adapun peluncuran aplikasi presensi daring ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan, mulai dari untuk memperbesar kapasitas, lebih modern dan sudah terintegrasi, serta memperhatikan akuntabilitasnya sehingga lokasi mahasiswa dapat diketahui pada saat melakukan presensi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau tidak menggunakan STAR maka akan merepotkan operator. Jadi absen yang dulu itu harus masuk ke PDDikti. Kalau absennya manual, akan sulit diinput karena jumlah mahasiswa yang banyak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lambang juga menuturkan, adanya kendala terkait penggunaan STAR yang tidak dapat mengisi kehadiran disebabkan oleh mahasiswa yang belum melakukan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Penyebab lainnya lagi ialah masalah sinkronisasi yang belum dilakukan antara STAR dengan AIS. <strong><em>(mlt/ner/zrt/ali)</em></strong>.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Balada Mati Surinya Kelembagaan di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/balada-mati-surinya-kelembagaan-di-unmul/baca </link>
<guid> balada-mati-surinya-kelembagaan-di-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 22 Feb 2024 11:24:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepelikan lembaga mahasiswa di berbagai fakultas Unmul  menghadapi kekosongan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/balada-mati-surinya-kelembagaan-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ULEwz18bPc.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Balada Mati Surinya Kelembagaan di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menjadi salah satu sarana pengembangan diri bagi mahasiswa selama masa perkuliahannya sembari menjalani kegiatan akademik. BEM dan DPM khususnya, memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka yang memiliki minat dalam bidang organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Namun beberapa waktu terakhir, eksistensi ormawa-ormawa Unmul, khususnya di FIB, FEB, dan Faperta mengalami kemunduran bahkan vakum. BEM FEB mengalami kekosongan pada periode kepengurusan 2022/2023. Sementara BEM Faperta sendiri telah vakum sejak 2023. Terkhusus di FIB, DPM FIB menerima mosi tidak percaya dari Keluarga Mahasiswa (KM) FIB dan akhirnya dibubarkan. Lantas, mengapa hal demikian terjadi?</p><p style="text-align: justify;">(Lihat:<a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/keluarga-mahasiswa-fib-layangkan-mosi-tidak-percaya-dpm-fib-alami-pembubaran/baca" target="_blank"><strong>Keluarga Mahasiswa FIB Layangkan Mosi Tidak Percaya, DPM FIB Alami Pembubaran</strong></a>)</p><p style="text-align: justify;"><strong>Jatuh Bangun Lembaga Mahasiswa FIB</strong></p><p style="text-align: justify;">Perjalanan kelembagaan di FIB telah melewati berbagai macam rintangan. Pada tahun 2021 lalu, BEM FIB sempat mengalami kekosongan yang mengakibatkan goncangan dalam kelembagaan FIB. Saat itu, Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) diserahkan ke HIMA masing-masing program studi.</p><p style="text-align: justify;">Beralih ke tahun 2023, terjadi kendala terkait penyelenggaraan Pemira di FIB. Kala itu, timbul konflik internal pada calon tunggal yang ada. Hal ini mengakibatkan Pemira yang diselenggarakan pada akhir tahun 2022 itu dinilai gagal. Informasi ini dituturkan oleh Davynalia Pratiwi Putri, Mahasiswi Sastra Indonesia 2021 dan juga Zain Aqil Hidayat, mahasiswa Sastra Inggris 2018 pada Senin (5/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi Cawapresnya memilih untuk mundur. Jadikan kita tidak bisa menaikkan salah satu aja gitu dan juga tidak bisa diganti karena telah melewati proses administrasi,&rdquo; ucap Davynalia kepada awak <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Akibat tak ada calon yang terpilih, DPM FIB periode 2022/2023 yang saat itu berada di bawah kepemimpinan Zain Aqil Hidayat, mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada awal tahun 2023 untuk menunjuk presiden, wakil presiden, serta menyusun kabinet.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Fail</em> dalam artian ya tidak ada kandidat gitu. Karena mengundurkan diri, jadinya bagaimana solusi dari teman-teman KM FIB gitu dan disepakati untuk menunjuk aja lewat KLB itu presiden dan wakil presiden,&rdquo; tutur Davynalia yang merupakan ketua DPM FIB periode 2023.</p><p style="text-align: justify;">Pada awal tahun ini, DPM FIB periode 2023/2024 membubarkan diri dan melakukan pergantian pengurus melalui KLB akibat adanya mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh pihak KM FIB. Hal ini bermula ketika DPM FIB mendapati bahwa Wakil presiden (Wapres) BEM yang menjabat pada saat itu masih berada dalam keanggotaan DPM, di mana hal tersebut bertentangan dengan salah satu syarat menjadi Presiden dan Wakil Presiden BEM.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Zain Aqil Hidayat menyoroti masalah internal dan eksternal yang beberapa tahun terakhir ini muncul di kelembagaan FIB. Salah satu permasalahan paling menonjol menurut Zain yakni konsep kaderisasi yang kerap berubah seiring bergantinya kepengurusan. Ia menilai kelembagaan FIB belum memiliki arahan yang jelas untuk membentuk karakter kader-kader atau mahasiswa di lingkungan FIB.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi tidak ada visi yang jelas kita ingin tampil seperti mahasiswa yang gimana, kita mahasiswa FIB apa yang mau ditonjolkan, itu belum ada saya amati selama bertahun-tahun di FIB. Perlu visi yang jelas untuk mengkader teman-teman seperti apa,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kekosongan Kelembagaan di FEB</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengenai kekosongan yang terjadi pada badan legislatif FEB, Hamdan Ferdi Maulana selaku Gubernur BEM FEB periode 2023/2024 menyatakan bahwa kekosongan lembaga kemahasiswaan dimulai sejak tahun 2022. DPM FEB kemudian baru terbentuk lagi pada tahun 2023. Walaupun demikian, perjalanan DPM FEB pada tahun 2023 menghadapi hambatan yang signifikan dikarenakan regenerasi yang tak dapat berjalan sehingga mempersulit pelaksanaan Pemira BEM FEB pada tahun 2023. Dengan demikian BEM FEB pada tahun 2023 berujung vakum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun pada perjalanannya, pembentukan DPM di tahun 2023 itu jujur bahwasanya semua pengurus DPM itu merupakan mahasiswa-mahasiswa baru yang mungkin belum begitu paham bagaimana terkait tugas dan tupoksi dari DPM itu sendiri. Alhasil pemira yang mereka adakan di tahun 2023 itu sudah sangat-sangat terlambat. Yakni sekitar Maret atau April yang di mana kemudian Ormawa dari FEB Unmul itu sudah berjalan di bulan Januari gitu. Alhasil, keterlambatan mengadakan pemira akhirnya membuat pemira tersebut tidak mendapatkan legal dan kemudian juga tidak dapat disahkan.&rdquo; Ucap Hamdan yang dihubungi melalui pesan WhatsApp Minggu (28/01) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menghadapi permasalahan ini, DPM yang baru dibentuk telah merealisasikan pelaksanaan Pemira di tahun 2024 yang dilakukan pada November 2023 lalu dan telah menghasilkan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih untuk periode 2024.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Faperta Menyongsong Kepemimpinan Baru</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 2023, BEM Faperta mengalami kevakuman yang berdampak pada kurang berjalannya kegiatan mahasiswa di Fakultas. Latar belakang vakumnya lembaga eksekutif mahasiswa ini dikarenakan pengunduran diri tiga Badan Pengurus Harian (BPH) di awal periode yang menjabat sebagai Presiden &amp; Wakil Presiden pada tahun 2022. BPH yang mengundurkan diri meliputi Kementerian PSDM, Kementerian Kastrat, dan Sekretaris Umum.</p><p style="text-align: justify;">Mundurnya 3 BPH tersebut mengakibatkan BEM Faperta yang dinamai Kabinet Kobarkan Persatuan mengalami pergolakan dan memerlukan pergantian pengurus untuk mengatasi situasi tersebut. Tantangan utama yang dihadapi adalah gejolak dalam kepengurusan kabinet, kurangnya regenerasi yang siap memimpin pada tahun 2023, dan beberapa evaluasi terkait program kerja, soliditas anggota, tekanan dari ormawa fakultas, dan kurangnya persatuan yang bertolak belakang dengan nama kabinet.</p><p style="text-align: justify;">Krisis kepemimpinan juga diakibatkan oleh pandemi COVID-19, yang membuat kegiatan organisasi kehilangan budaya dan memerlukan strategi kepemimpinan baru pasca pandemi. Selain itu, BEM sebagai organisasi lintas jurusan menghadapi kesulitan dalam regenerasi dibandingkan dengan himpunan jurusan yang terfokus pada satu jurusan.</p><p style="text-align: justify;">DPM juga mengalami permasalahan serupa. Pada tahun ini, Faperta telah berinisiatif membentuk kepengurusan Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) sebagai langkah konkret untuk membangun kembali kelembagaan fakultas mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari Fakultas sudah mencoba untuk menghadirkan BEM kembali. Pada tahun 2024 ini telah terbentuk kepengurusan KPPR. Hingga hari ini sudah ada 1 Paslon yang mendaftarkan diri untuk menjadi ketua &amp; wakil ketua BEM,&rdquo; ungkap salah satu anggota BEM Faperta periode 2022 saat diwawancarai melalui Whatsapp pada (18/02) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Anggota BEM Faperta periode 2022 yang enggan disebutkan identitasnya berharap agar BEM Faperta dapat terus eksis dan memberikan manfaat bagi seluruh mahasiswa di fakultasnya. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, diharapkan BEM dapat mencetak kader dan kepemimpinan <span style="background-color: transparent;">yang maju ke depannya. <strong><em>(xel/ord/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pentingnya Literasi Ilmiah Melalui Penguatan Bidang STEM pada Pemuda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pentingnya-literasi-ilmiah-melalui-penguatan-bidang-stem-pada-pemuda/baca </link>
<guid> pentingnya-literasi-ilmiah-melalui-penguatan-bidang-stem-pada-pemuda </guid>
<pubDate> Thu, 22 Feb 2024 14:29:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Literasi ilmiah menjadi tolak ukur kecerdasan pemuda dalam berpikir kritis memecahkan masalah. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pentingnya-literasi-ilmiah-melalui-penguatan-bidang-stem-pada-pemuda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zYILM0FTO3.png" />
					</figure>
			                <h1>Pentingnya Literasi Ilmiah Melalui Penguatan Bidang STEM pada Pemuda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Di tengah kemajuan teknologi dan transformasi global, literasi ilmiah menjadi semakin penting bagi generasi muda. Literasi ilmiah, yang mencakup pemahaman konsep-konsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), tidak hanya membantu individu memahami dunia di sekitarnya secara lebih baik, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan kritis dan analitis yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam masyarakat yang semakin kompleks.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda adalah aset berharga bagi masyarakat dan masa depan bangsa. Kualitas pendidikan dan kesiapan mereka menghadapi tantangan zaman akan sangat memengaruhi kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pemuda memiliki literasi ilmiah yang kuat, khususnya melalui pendekatan STEM.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai seorang Duta Baca di Universitas Mulawarman dan <em>Researcher</em> dalam bidang sains dan sosial, penulis berpendapat bahwa satu jalan untuk menyamai dialektika literasi dunia adalah dengan mendorong pemuda kita untuk tidak hanya membaca buku, melainkan juga memfokuskan topik bacaan dalam bidang <em>Science, Technology, Engineering,&nbsp;</em>dan <em>Math</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini sesuai dengan peningkatan skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang berada di angka 63 dari 80 negara survei dikarenakan literasi pelajar Indonesia masih rendah pada bidang Saintek.</p><p style="text-align: justify;">Literasi STEM bukan hanya sekadar mempelajari konsep-konsep sains dan matematika, tetapi juga mengasah keterampilan kritis, pemecahan masalah, dan pemikiran analitis. Pemuda yang memiliki literasi STEM yang baik mampu membaca, menganalisis, dan menafsirkan berbagai informasi ilmiah dengan baik. Mereka juga mampu mengambil keputusan yang terinformasi secara rasional dalam berbagai konteks, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam karir profesional mereka.</p><p style="text-align: justify;">Literasi sains seseorang sangat berkaitan dengan literasi teknologi dan matematika. Miller (1998) mengemukakan bahwa literasi sains dapat pula didefinisikan sebagai kemampuan membaca dan menulis tentang sains dan teknologi. Lebih lanjut, kemampuan seseorang dalam sains sangat dipengaruhi oleh cara berpikir sistematik, logis dan rasional, yang sangat potensial dilatihkan dalam matematik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kedua kemampuan tersebut digunakan untuk melakukan analisis kritis terhadap suatu fenomena dalam sains, serta pada saat seseorang melakukan pemecahan masalah terkait konteks sains.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemampuan berpikir logis dan rasional merupakan salah satu aspek literasi matematis. Seorang yang literat terhadap matematika, biasanya akan memiliki kemampuan untuk memikirkan fenomena yang ditemukan dengan logis, sistematik, dan dilandasi dengan pemikiran-pemikiran kritis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Uraian sebelumnya menunjukkan arti penting seseorang memiliki literasi terhadap sains, bahasa, dan matematika. Oleh karena itu literasi sains, bahasa, dan matematika telah diakui secara internasional sebagai tolak ukur tinggi-rendahnya kualitas pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini direspons oleh PISA yang beranggotakan negara industri maju The Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Organisasi ini memiliki pemahaman bahwa maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh tiga hal tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, mereka senantiasa melakukan penilaian terhadap ketiga literasi tersebut secara periodik setiap tiga tahun, utamanya terhadap siswa berusia 15 tahun (level SMP). Selain negara-negara industri maju, penilaian dilakukan pula di negara-negara yang mengajukan diri untuk dinilai, termasuk Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Literasi STEM tidak hanya tentang memahami teori-teori sains dan matematika, tetapi juga tentang mengembangkan keterampilan praktis dalam pemecahan masalah, pemikiran kreatif, dan kolaborasi. Ini memungkinkan pemuda untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan, baik di bidang akademis maupun di dunia kerja.</p><p style="text-align: justify;">Kontribusi negara dalam peningkatan STEM di Indonesia tentunya sudah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hal tersebut dapat dilihat melalui program Merdeka belajar. Tujuan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), program &ldquo;hak belajar tiga semester di luar program studi&rdquo; adalah untuk meningkatkan kompetensi lulusan, baik <em>soft skills</em> maupun <em>hard skills</em>.</p><p style="text-align: justify;">Program tersebut dibuat untuk menyesuaikan kebutuhan zaman serta menyiapkan mahasiswa untuk dapat menjadi lulusan yang berkepribadian unggul sebagai pemimpin masa depan bangsa. Program-program experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Harapannya, kegiatan belajar yang berbasis <em>textbook</em> beralih pada metode <em>experiences</em>&nbsp;<em>learning</em> sehingga melatih kemampuan eksperimen pada pelajar dan mendorong daya berpikir kritis, pemecahan masalah, dan membentuk logika berpikir yang benar.</p><p style="text-align: justify;">Namun, masih ada tantangan yang perlu diatasi dalam meningkatkan literasi STEM pada pemuda. Kurangnya akses terhadap pendidikan berkualitas, ketidaksetaraan dalam kesempatan pendidikan, dan kurangnya minat serta motivasi merupakan beberapa masalah yang harus diatasi.</p><p style="text-align: justify;">Melalui pemahaman yang mendalam tentang pentingnya literasi ilmiah melalui literasi STEM pada pemuda, kita dapat menyadari betapa pentingnya investasi dalam pendidikan yang memadai dan program-program yang merangsang minat serta motivasi dalam bidang STEM.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut akan membantu mempersiapkan pemuda untuk menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih berkelanjutan serta maju secara ilmiah dan teknologi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berikut beberapa keuntungan yang akan dirasakan oleh negara Indonesia apabila masyarakatnya melek terhadap STEM:</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kemajuan Teknologi dan Kompleksitas Masyarakat Modern</strong></p><p style="text-align: justify;">Teknologi terus berkembang dengan cepat, membawa perubahan signifikan dalam cara kita bekerja, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Kompleksitas masyarakat modern membutuhkan individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi tantangan yang kompleks.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Peran Pemuda Sebagai Aset Masa Depan</strong></p><p style="text-align: justify;">Pemuda adalah aset berharga bagi kemajuan dan kemakmuran suatu bangsa. Kualitas pendidikan dan kesiapan pemuda dalam menghadapi tantangan zaman akan mempengaruhi masa depan suatu negara.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Literasi Ilmiah dan Keterampilan STEM</strong></p><p style="text-align: justify;">Literasi ilmiah, khususnya melalui pendekatan STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) sangat penting untuk memahami fenomena alam, teknologi, dan proses-proses yang terjadi di sekitar kita. Keterampilan STEM, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kreativitas, memungkinkan pemuda untuk menghadapi tantangan-tantangan kompleks dalam masyarakat modern.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Persiapan Menghadapi Tantangan Masa Depan</strong></p><p style="text-align: justify;">Literasi STEM membekali pemuda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam ekonomi global yang didorong oleh teknologi. Pemuda dengan literasi STEM yang baik akan lebih siap menghadapi perubahan yang cepat dan menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Meski memiliki dampak positif serta menghadirkan keuntungan, terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah satu contohnya ialah kurangnya akses terhadap pendidikan berkualitas dan kurangnya minat serta motivasi dalam bidang STEM yang perlu diatasi.</p><p style="text-align: justify;">Namun hal tersebut dapat diatasi dengan beberapa hal seperti investasi dalam pendidikan STEM yang memadai, promosi minat dan motivasi melalui program-program pendidikan yang menarik, serta peningkatan kesadaran akan pentingnya literasi STEM di kalangan pemuda.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pemahaman mendalam terkait pentingnya literasi ilmiah melalui literasi STEM pada pemuda, kita dapat memastikan bahwa generasi mendatang siap menghadapi tantangan kompleks dunia modern dan berkontribusi pada kemajuan dan inovasi yang berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam menghadapi era teknologi dan informasi yang semakin maju, penting bagi pemuda untuk memiliki literasi ilmiah yang kuat melalui pendekatan STEM. Literasi ilmiah ini bukan hanya tentang memahami konsep-konsep sains dan matematika, tetapi juga tentang mengembangkan keterampilan kritis, analitis, dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam masyarakat modern yang kompleks.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda adalah aset berharga bagi masa depan suatu bangsa, dan investasi dalam literasi STEM pada mereka adalah investasi dalam kemajuan dan kemakmuran bangsa tersebut. Dengan memahami pentingnya literasi ilmiah melalui STEM, kita dapat memastikan bahwa pemuda siap menghadapi tantangan masa depan, berkontribusi pada inovasi dan pembangunan, serta menciptakan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan maju secara ilmiah dan teknologi.</p><p style="text-align: justify;">Melalui upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang merangsang minat dan motivasi pemuda dalam bidang STEM serta menyediakan akses yang lebih luas terhadap pendidikan berkualitas. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa pemuda menjadi kekuatan yang mendorong kemajuan dalam dunia yang terus berubah dengan cepat ini.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ini ditulis oleh Jefri Firnando, Duta Baca Universitas Mulawarman, mahasi</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em><strong>swa program studi Psikologi 2021.</strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pelantikan-pengurus-organisasi-mahasiswa-fakultas-kedokteran-unmul/baca </link>
<guid> pelantikan-pengurus-organisasi-mahasiswa-fakultas-kedokteran-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 23 Feb 2024 12:12:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelantikan Ormawa FK Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pelantikan-pengurus-organisasi-mahasiswa-fakultas-kedokteran-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GWAvFOLzuU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tepat pada Sabtu (3/2) lalu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Ika Fikriah, telah melantik seluruh pengurus inti Organisasi Mahasiswa yang berpusat di FK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Organisasi tersebut meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran (BEM FK), Tim Bantuan Medis Azygos (TBM Azygos), Keluarga Mahasiswa Muslim Asy-Syifaa&rsquo; Fakultas Kedokteran (KMM Asy-Syifaa&rsquo;), Himpunan Mahasiswa Kedokteran (HIMA-Ked), Himpunan Mahasiswa Kedokteran Gigi (HIMA KG), Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMAPER), dan Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ika Fikriah juga menjelaskan beberapa kebijakan ormawa yang terbaru untuk kedepannya.</p><p style="text-align: justify;">Pelantikan yang dipersiapkan oleh tenaga pendidik dan juga mahasiswa ini berjalan dengan sangat baik. Tidak hanya dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran, melainkan juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Fakultas Kedokteran, serta Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Kedokteran. Semua jajaran tersebut turut mengimbau seluruh organisasi mahasiswa, agar bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FK Unmul, Siti Khotimah mengarahkan pada seluruh Ormawa FK Unmul, untuk selalu mengedepankan pengkaryaan dan keilmuan. Hal itu bertujuan agar Ormawa FK Unmul tidak hanya bergerak di kegiatan mahasiswa saja, tapi juga bisa mencetak prestasi untuk Fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Rahmat Bakhtiar memaparkan kepada seluruh pengurus inti organisasi mahasiswa terkait tata keuangan kemahasiswaan, alur pengajuan proposal, dan laporan pertanggungjawaban kegiatan. Dengan ini diharapkan seluruh pengurus lain dari setiap Ormawa FK Unmul bisa turut mengerti dan bisa mengikuti tata cara dan alurnya dengan baik.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ditulis oleh Fauzan Firjatullah Rasendriya, Staff Kementerian Luar Negeri BEM FK U</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em><strong>nmul</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tips Hidup Sehat Ala Anak Indekos </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tips-hidup-sehat-ala-anak-indekos/baca </link>
<guid> tips-hidup-sehat-ala-anak-indekos </guid>
<pubDate> Mon, 26 Feb 2024 13:05:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berikut beberapa tips yang mudah dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh bagi anak indekos </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tips-hidup-sehat-ala-anak-indekos/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8mLWEGGRRx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tips Hidup Sehat Ala Anak Indekos</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kehidupan mahasiswa sebagai anak indekos tidak lepas dari kuliah, tugas, praktikum, serta organisasi. Seringkali tidur larut malam demi mengerjakan tugas hingga jadwal makan yang tidak teratur dan berantakan membuat anak indekos memiliki pola hidup yang kurang sehat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>manulife.co.id</em>, pola hidup sehat penting untuk diterapkan karena memiliki berbagai manfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Pola hidup sehat sendiri merupakan cara hidup seseorang yang mengutamakan kesehatan fisik dan mental serta dapat meminimalisir risiko terkena penyakit serius maupun kematian dini. Dilansir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menjalankan hidup sehat akan memberikan tiga manfaat, diantaranya:</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hidup lebih bahagia</strong></p><p style="text-align: justify;">Menerapkan pola hidup sehat mampu meningkatkan rasa percaya diri dan mempengaruhi suasana hati. Hal ini dapat terjadi karena kebiasaan berolahraga serta menjaga pola makan sehat dapat menstimulasi produksi hormon endorphin dalam tubuh yang mampu membuat seseorang lebih bahagia dan lebih rileks.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Meningkatkan energi tubuh</strong></p><p style="text-align: justify;">Menerapkan pola makan sehat dengan mengkonsumsi buah, sayur, serta makanan yang tinggi protein dapat memberikan pasokan energi dalam tubuh untuk menunjang aktivitas sehari-hari.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengurangi risiko penyakit</strong></p><p style="text-align: justify;">Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tak hanya itu, menjaga pola makan dengan mengkonsumsi protein, vitamin hingga nutrisi yang cukup juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai anak indekos yang hidup sendiri tentu tidak mudah untuk menjalankan pola hidup sehat. Ditambah dengan kondisi keuangan yang kadang tebal kadang tipis. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berikut tips pola hidup sehat yang <em>Sketsa</em> rangkum untuk kamu terapkan dalam kehidupan anak indekos.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menjaga &nbsp;pola makan</strong></p><p style="text-align: justify;">Anak indekos seringkali memiliki pola makan yang berantakan, entah sehari makan sekali atau bahkan tidak makan sama sekali. Ditambah asupan makanan yang kadang kurang bergizi, porsi nasi yang sangat banyak dibandingkan dengan porsi sayur, protein serta kurang mengkonsumsi sayur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Anak indekos dapat memulai dengan cara memasak sendiri lauk untuk makan dengan porsi nasi secukupnya dan menyetok buah sebagai pengganti cemilan kemasan. Tak hanya itu, kecukupan kandungan serat, protein, dan karbohidrat dalam makanan yang dimakan juga harus dipastikan terpenuhi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Banyak minum air putih</strong></p><p style="text-align: justify;">Anak indekos seringkali minum minuman kemasan atau berperisa dan kadang lupa untuk meminum air putih. Padahal air putih sendiri memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Mengutip dari <em>yankes.kemkes.go.id</em>, orang dewasa disarankan mengonsumsi air putih sekitar delapan gelas ukuran 230 ml atau total 2 liter setiap harinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut dapat dilakukan dengan menyetok air galon di kamar dan rutin minum setiap bangun tidur dan sebelum tidur serta membawa botol berisi air ketika bepergian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rutin berolahraga</strong></p><p style="text-align: justify;">Seperti yang diketahui oleh banyak orang, bahwa olahraga sangat baik untuk kesehatan tubuh. Dilansir dari <em>hellosehat.com</em>, olahraga dapat menjaga stamina, mengendalikan berat badan, hingga mencegah penyakit. Memang sulit rasanya untuk memulai olahraga, ditambah dengan banyaknya tugas dan aktivitas atau takut mengeluarkan banyak uang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, olahraga &nbsp;dapat dimulai dengan rutin berjalan kaki selama 30 menit sembari mencari jajan atau makan. Atau jika malas keluar dari indekos, kamu bisa workout dengan bantuan aplikasi. Bisa juga dengan <em>jogging</em> keliling Gelanggang Olahraga (GOR) atau lapangan maupun rute yang sudah diniatkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong style="">Mencukupi jam tidur</strong></p><p style="text-align: justify;">Banyaknya tugas kuliah, organisasi, atau hanya sekadar menonton film dan drama seringkali membuat mahasiswa ataupun anak indekos terjaga hingga tengah malam bahkan dini hari. Padahal efek dari kebiasaan bergadang sangat merugikan tubuh. Seperti sakit kepala, menurunkan konsentrasi dan sistem kekebalan tubuh, perubahan suasana hati, munculnya kantung mata, atau naiknya berat badan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pola tidur yang cukup dapat dimulai dengan tidak mengonsumsi kafein di sore atau malam hari serta memastikan tidur selama 7-8 jam sehari. Tidak memainkan gawai sebelum tidur dan membiasakan diri untuk tidur di bawah pukul 11 malam.</p><p style="text-align: justify;">Memang sulit untuk memulai hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan buruk yang membuat lena. Namun jika tidak dimulai di usia muda, kapan lagi? Jangan sampai menunggu efek<span style="background-color: transparent;">&nbsp;buruk muncul baru berubah! <strong><em>(snk/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanggapi Desakan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unmul Tuntut Permintaan Maaf </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapi-desakan-koalisi-masyarakat-sipil-anti-kekerasan-seksual-satgas-ppks-unmul-tuntut-permintaan-maaf/baca </link>
<guid> tanggapi-desakan-koalisi-masyarakat-sipil-anti-kekerasan-seksual-satgas-ppks-unmul-tuntut-permintaan-maaf </guid>
<pubDate> Thu, 29 Feb 2024 14:38:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Satgas PPKS Unmul mengadakan konferensi pers terkait kasus AP </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapi-desakan-koalisi-masyarakat-sipil-anti-kekerasan-seksual-satgas-ppks-unmul-tuntut-permintaan-maaf/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XrCs9LUvdb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tanggapi Desakan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unmul Tuntut Permintaan Maaf</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa waktu lalu, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unmul mengadakan konferensi pers pada Rabu (28/2) lalu. Konferensi ini berkaitan dengan pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual pada konferensi persnya</span><span>,</span><span>&nbsp;Sabtu (24/2) lalu menyampaikan beberapa tuntutan yang ditujukan kepada Satgas PPKS Unmul. Koalisi tersebut mendesak Satgas PPKS Unmul agar tidak lambat dalam memproses penanganan dugaan kasus kekerasan seksual, yang terjadi di Unmul pada Oktober 2023 lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>AP, mahasiswa terduga pelaku merupakan mahasiswa Universitas Mulawarman angkatan 2019. Berdasar rilis dari konferensi koalisi yang bertempat di Kantor LBH Samarinda tersebut, terdapat 10 orang yang menjadi korban pelecehan AP. Dari total korban tersebut, 6 korban yang berani untuk melaporkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Koalisi yang terdiri dari komunitas Savrinadeya Support Group, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda, serta Civitas Akademika Unmul, mempertanyakan kinerja Satgas PPKS Unmul. Pasalnya, dalam menangani kasus ini, Satgas PPKS Unmul dinilai lamban dan membatasi pelapor, serta tidak profesional dalam prosesnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satgas PPKS Unmul pun merespons berbagi tuntutan yang dilayangkan kepada pihaknya dalam konferensi pers pada Rabu 28 Februari tersebut. Bertempat di Sekretariat Satgas PPKS Unmul, tepatnya Gedung Prof. Masjaya, pihak Satgas PPKS Unmul membacakan beberapa rilis pers terkait kasus kekerasan seksual yang melibatkan AP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satgas PPKS kemudian membantah keterangan dari rilis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual dengan beberapa klarifikasi. Di antaranya, pernyataan mengenai jumlah korban melapor yang disebutkan sebanyak 10 orang, tidak sesuai dengan apa yang Satgas PPKS Unmul terima.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;10 dugaan korban melalui pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual, tidak terkonfirmasi oleh Satgas PPKS Unmul,&rdquo; tutur Haris Retno Susmiyati, Ketua Satgas PPKS Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satgas PPKS Unmul juga menegaskan pernyataan mengenai pelaku yang diberikan sanksi berupa skorsing 1 semester. Pihaknya menyebut bahwa status mahasiswa dari terduga pelaku sudah nonaktif. Hal ini disebutkan sebagai bentuk dari tahapan penanganan kasus sesuai Peraturan Menteri tentang PPKS, dan bukan sebuah sanksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, terlapor telah dinonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa atas surat permohonan penonaktifkan yang dikirimkan Satgas PPKS Unmul,</span><span>&rdquo;&nbsp;</span><span>ujar Haris.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satgas PPKS Unmul juga menyampaikan bahwa kasus tersebut terus berjalan serta pihaknya terus aktif berkomunikasi dengan pendamping. Baik untuk melakukan&nbsp;</span><span><em>update</em></span><span>, mengagendakan bedah kasus, hingga diskusi. Komunikasi tersebut terus dilakukan sejak 12 November 2023 hingga tanggal 15 Februari 2024.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terkait kasus AP, seperti yang kita sampaikan, kami baru terhubung kembali dengan korban itu di bulan Januari tanggal 19, 2024. Jadi kalau ada pernyataan bahwa kami tidak transparan, kemudian lamban, tidak memproses (kasus), mandek, Menurut saya itu tuduhan jahat. Karena kami terus berproses,&rdquo; ungkap Haris dalam konferensi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengakhiri pembacaan rilis persnya, pihak Satgas PPKS Unmul menyampaikan pernyataan sikap. Bahwa apa yang disampaikan pada konferensi pers oleh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual pada 24 Februari 2024, adalah tidak benar dan tidak berdasarkan kepada fakta yang sesungguhnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menuntut Savrinadeya Group dan semua pihak yang terlibat dalam rilis pers Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual untuk melakukan permintaan maaf secara tertulis kepada Satgas PPKS Unmul dan secara lisan melalui publikasi di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik.&rdquo;&nbsp;</span><span><strong><em>(nav/sya/myy/tha/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Savrinadeya Support Group Minta Satgas PPKS Unmul Fokus Pada Penanganan Kasus AP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/savrinadeya-support-group-minta-satgas-ppks-unmul-fokus-pada-penanganan-kasus-ap/baca </link>
<guid> savrinadeya-support-group-minta-satgas-ppks-unmul-fokus-pada-penanganan-kasus-ap </guid>
<pubDate> Mon, 04 Mar 2024 13:35:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Satgas PPKS Unmul diminta fokus saja pada kasus yang melibatkan AP </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/savrinadeya-support-group-minta-satgas-ppks-unmul-fokus-pada-penanganan-kasus-ap/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7bZOtNSySz.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Savrinadeya Support Group Minta Satgas PPKS Unmul Fokus Pada Penanganan Kasus AP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong> - &nbsp;Pada Rabu (28/2) lalu, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unmul menyelenggarakan konferensi pers merespons tuntutan dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual. Dalam konferensi tersebut, Satgas PPKS Unmul memaparkan isi rilis pers yang telah dibuat. Di dalamnya berisi tanggapan terhadap tuntutan yang dibuat oleh Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual, yang juga sempat melaksanakan jumpa pers pada 24 Februari lalu.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="http://Tanggapi Desakan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unmul Tuntut Permintaan Maaf">Tanggapi Desakan Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Unmul Tuntut Permintaan Maaf</a>)</p><p style="text-align: justify;">Komunitas Savrinadeya Support Group, adalah salah satu dari koalisi tersebut yang juga turut andil dalam pendampingan korban, yang melibatkan AP sebagai terlapor. Nelly Agustina, koordinator dari komunitas tersebut kemudian menanggapi konferensi pers yang telah dilakukan oleh Satgas PPKS Unmul beberapa waktu lalu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Nelly mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap pernyataan Satgas PPKS Unmul yang sudah menanggapi tuntutan dari pihak koalisi, pada saat konferensi pers yang diadakan Sabtu (24/2) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hanya saja dirinya merasa urgensi yang seharusnya lebih diperhatikan oleh Satgas PPKS Unmul adalah kasus kekerasan seksual itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi pertama, langkah kami untuk melaporkan kasus (kekerasan seksual) itu ke Satgas PPKS Unmul itu sebenarnya karena kami percaya sama Satgas PPKS Unmul untuk bisa selesaikan masalah tersebut, gitu,&rdquo; ucap Nelly.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun perihal pihaknya yang sempat mendatangi rumah terlapor, AP, Nelly menyebutkan hal tersebut dilakukan sebab korban sendiri yang menghubungi pihaknya. Di mana kondisi korban saat itu yang dianggap dalam bahaya serta berada di bawah ancaman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sehingga menurut Nelly, tindakan yang diambil oleh pihaknya waktu itu dikarenakan pelaku yang masih bebas berkeliaran sesuka hati. Hal ini bisa saja menjadi kesempatan bagi pelaku untuk memanipulasi korban-korbannya yang sebagian besar telah melaporkan kekerasan seksual yang dialaminya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Apalagi pelaku tau siapa yang melaporkan pelaku (kekerasan seksual) ini, tau identitas yang melaporkan ke Satgas. Sehingga saat itu adalah kesempatan melakukan pengancaman,&quot; tegas Nelly ketika diwawancarai Sketsa melalui telepon Whatsapp pada Jumat (1/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Nelly berharap agar Satgas PPKS Unmul lebih menerima kritikan atas fungsinya sebagai lembaga pendamping dan penanganan di kampus. Hal tersebut tentunya bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada korban.</p><p style="text-align: justify;">Nelly juga mengatakan pihaknya akan fokus dalam pengumpulan serta penanganan para korban. Terlebih ia menyebutkan bahwa baru-baru ini pihaknya telah menerima banyak laporan baru.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aku rasa yang kami kritik itu jelas, kami kan berharap penanganan kasus ini dengan baik gitu, dengan tepat, yang tidak menyudutkan korban,&quot; pungkas Nelly. <strong><em>(sya/nav/mlt/myy/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sececah Cerita di Balik Selempang Cum Laude </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sececah-cerita-di-balik-selempang-cum-laude/baca </link>
<guid> sececah-cerita-di-balik-selempang-cum-laude </guid>
<pubDate> Mon, 04 Mar 2024 14:22:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita dua mahasiswa peraih predikat cum laude </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sececah-cerita-di-balik-selempang-cum-laude/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RH4EDtfzYt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sececah Cerita di Balik Selempang Cum Laude</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA&nbsp;</span><strong>-&nbsp;</strong>Dari kerumunan seremonial wisuda gelombang pertama Unmul di tahun 2024, ada selempang kuning yang menyelak mata. Tak hanya warnanya yang mudah tertangkap, namun tulisan yang tertera melintang juga cukup mengundang kekaguman, yaitu predikat <em>cum laude</em>.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selempang itu melingkar di tubuh setidaknya pada dua orang wisudawan dan wisudawati yang&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>ajak untuk membagikan pengalamannya. Keduanya sama-sama mendapatkan predikat&nbsp;</span><span><em>cum</em>&nbsp;<em>laude</em></span><span><em>&nbsp;</em>sebagai hasil dari pencapaian akademiknya selama menjadi mahasiswa Unmul. Mereka adalah Muhammad Ricky Octama Roby dan Salsabila.</span></p><p dir="ltr" style="font-weight: bold; text-align: justify;"><span>Prestasi yang Tak Terpikirkan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Terlihat jelas ada rasa bangga yang mewarnai kedua lulusan tersebut. Ricky, mahasiswa prodi S1 Ekonomi Manajemen yang lulus dalam kurun waktu 3 tahun 3 bulan itu menyebutkan, bahwa dirinya tidak pernah menargetkan predikat yang didapatkannya saat ini. Ricky hanya berusaha untuk bersungguh-sungguh dalam menapaki kehidupan kuliahnya hingga mencapai titik tersebut.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pernah mendapatkan IPK yang tidak sesuai harapannya di semester pertama, juga membuat Ricky termotivasi untuk meraih nilai yang lebih memuaskan dari sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akhirnya di semester dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, saya mengejar ketertinggalan tersebut. Motivasi saya di semester awal, padahal saya dapat beasiswa tapi masuknya di gelombang dua karena IPK saya rendah, itulah yang menjadi motivasi saya adalah harus lebih baik saja. &nbsp;Tidak berharap menjadi lulusan terbaik atau lainnya, saya&nbsp;</span><span><em>nothing</em>&nbsp;<em>to</em>&nbsp;<em>los</em></span><span><em>e</em> aja. Yang penting bisa kuliah dan lulus tepat waktu saja,&rdquo; tutur Ricky yang diwawancarai langsung di lokasi wisuda Unmul (2/3) saat itu. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah-tengah proses akademik yang Ricky tekuni, ia juga tak ragu untuk mengambil kesempatan sebagai asisten dosen di tempatnya menimba ilmu. Sama seperti dalam perolehan IPK, menjadi asisten dosen juga bukanlah target yang ia keker sejak awal kuliah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lebih ke improvisasi sih sebenarnya, dari sekitar juga manajemen FEB persaingan cukup ketat, jadi kalo kita bersantai-santai, kita akan tertinggal dengan teman-teman yang lain,&rdquo; jelasnya.</span></p><p><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAgICAgJCAkKCgkNDgwODRMREBARExwUFhQWFBwrGx8bGx8bKyYuJSMlLiZENS8vNUROQj5CTl9VVV93cXecnNEBCAgICAkICQoKCQ0ODA4NExEQEBETHBQWFBYUHCsbHxsbHxsrJi4lIyUuJkQ1Ly81RE5CPkJOX1VVX3dxd5yc0f/CABEIB9ALwAMBIgACEQEDEQH/xAAwAAADAQEBAQAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAUGAQEBAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBP/aAAwDAQACEAMQAAAC5Wg61ybGauCRqgAFUiVyOptJAAAJqRJsTVDTCW0MKMygmpCkAmmCpCaoyuWFJgMENBLQlQAAUmJUhDQi5EJlAyVUg0FY7ZqVnY2hBNDAAJEMAYAADBTSUctKaAAAEMAybUWBSGCYQhoAFQ0jTABkzchUtWAACVLQACTQVFiGhgAhAwAECaVgDmgmpYxANNKQCTQ6mjMAbVAmhAKxoQAmUkzSCooluRiY6liAUAAaCakpgiAAAEAmAAAnIUmIqRiYAAAAAAAmgaYVNDipAGIABAAxADTQAAwAAABAAxDAAAAAaYgAAAAE0MAAAAGmgAAABoABplAAABU2KWgEwBiYAADTAAAYgYhgAxMBgCGxMYDo0x0yBjsQ2JgMYDAGMGMTGNjExhQwbYqbCtN4576qXm01ImgUAAAAAAPl1SEmh7YUJXJLCkqZM0E1LRgAxCmpFSAqbBoBDCpokqBDQmIollCAaBRrkW0DGik0TNSFKhJobAEwSaGJkK5HedgmEjQ0xcqlpbkKSBgxSAxMABgADCaRIwVRUrGUhggBZ6Zxo5YCdDkkYhRAMTGhFOaFNIltAJFOWlCYgAlhNJgAUmEjQAAAIGA0o0AqEkENpjVISqR3FmTTVgwVSIAY0iEwqaJVITAqLRA0U5oQmAMAQTSKAEAAAmgAAGCTQMBiZI0MTAAAABDmkDGK5smWhpoAAAAaEMBpkjkoTAAQAADTQwAAAAGMkAAAAAAEwTTAGCaAAAQwAABhQAAKHaVIAAAaYAADEwAABoAYADEwBgADTBgVpFGaHYDAYwGDBiYwbAGAxhQwYwooTdBotzegzoAAAAAAAAAAAPmEwSpEsA0zDXI2MS1UK4JKkpqkSEIABgqVAmCACpY4tCQCVyqVIdRSNNDi0S5sGmCEIGFTQlSAAc0gmkAwU3IkwpJqhgVNJkVBYAAKApEx0gAAGMEDBMJGElEoCGBQMhZbZDqbENAAIYIGIoJGCaYDQlQSrRFCR1LVMBDEi4sAQwBJoVDVDSJgNMUABppKqQaCgQ0CmmdmYA2mNNEjEExU2CAEMEMCpZKuROWMAAEYgEwY0CaAAQAA1BpEhgADQVNwJiGmAIGmAmhtMNIszAEANNAwBAAAmA5oJaBgAAIYCGA0AAAwBAAAME0AADkapADECGAJjEJjTAAoE4TTLmpoTATQwAaYmIYmAAMQDQUmAANMGmDOgwQzWNMkmgpgAxgwBlCYwYxNsVKgpUDKFTsVuxbTrLYEoAAAAAAAAAAAfLupGJkgAqRLYbRn0GE9vKQmCpFEtImqBMVUmDQgmAqkoVGbaBprBSEMRiAaoyoQ6QIAG0NMAYSMEwJYxOaCNJJBinRLIAaZ2ix3xKc0MEqTIGFgMEmDAE0waYkMQA4slhoLEwi5JvPQABAxDQADBpIANUqGhDAVSimkFSwAAAikxpoaAQUKkwVSJMVjQAA1RKpIk0NyxppTSLMmIbTBUkSaVsZI0DVkAAAMaHLZmtES0IwYmAgCk0JgJpkjFKAkBJYDAEwCpogaAAAABiAGAUAQMENADGmhADQxABUsQ5GJgAJjJYANAMAAJYAMTaEDEACYDTEOSkMQANAADEwTQMAqbJBAwAFTABoKQCYA0AANMAYAAMYMQVLDXPZIhgMdJjE2A2DGA1QqGJtgygooWu3THPrqSxYAAoAAAAAAAAAAAAB87nrJAMgpCGCAEAUSCfZykIkpBTYxKkMYS2CGgAJYilUiYAmElSgqBOWONJhhINVTTBDAasgYS2EjQDStUkzYDasyWkLNS00y1giosc1MqbAB0ACBw01SYA0xDQJgNMmbUJoRoa56Z2MAABphI0jpMkAVJq5qQAGgRKpAGSNDE1lpo5pAhgwBpgmEjFaYIAKljliSMUVIQmO4szTQ6QjmpEAtDQJoKVEpoAY00KpY00SmCqaQBktMY0IAExUxgICaSJpjTQAAwHFokaAAGmIGABpGmYkAwBgCAAAEwQ0DTGhkMQwAAAGIYAmFTRKYAwEIYAACAAAqaQgAAGmhiYCYmAICmIAAAAHSGgAGAAMQwTAAYCYMCurlorIBsEt1kJjp+v5FxLToYwYDGDaoVFCbYUrDRanVYZoAoAAAAAAAAAAAAAAAAfOuaMipBUhKkAAk0DVB08snd57RQ2NjIdMl0ErUM1tJmrZlOrM12teJbtOd9EmU9Icz6KOSO1HI7lMy9TC7awdeRiupnO+rU806bOK99zz578zkfVJj6HH7Bz+X9Pwx4d9WtedPbZ5Z6EHKt7OGyiH0Ucp0UctXuch0I530SYnRJkt2c72ZgbWcrrQ5zXc5DeDFdEGVFGNOiWWQ9LMF0QZLpyIrVGJYQUyVoGZaJNMwVhnTDNawSMECKTkbTAYioapMJGhjQDCaTEMEqQDRI0GkaGc0hgIKhZbBqkSqQXLJAAYCYIAabIVBLAAaTRQJokYACg0JgJMSaVCKQgYmAqmlgqRDSDTExiGjTPTMTAGmCaAAABMAAAEOpZKuRADGgAGIBpjYhAwGhAAANCAAAYqliGAhiAGCGADQAUVLQAgGgaKYAmACChMEAwAChMYCBgDBoVOoZtU2AwYNMYMGUDGKhhRQqvYwvo0jn03tQCUAAAAAAAAAAAAAAAAAA+dGgi5JYCABMEqQDkUtCGyXSJKBDBDAABORiChBt6ni+rLw59nnmpi7NjENnzNOi+Vm2cQO4FtJjcg6hlXmksgXQzDWc0amQbdnn6H0+dVHztriPRPPdelHCo78uWha86ruOVHRXEHZfEHoPz9I6p5pOt8RXoX52sdF8KO3TzrN9OWa6XzbGixmOsw0XI0lOLq5tCujnZ0vLE9HDjD08uBnpV5Op0HEjfbhZ2vjDuz55PR4pZWnH0D1nU5I6JOV9+RwDRc9eZz3HTUGkxHRzbmauBRtA52RM7Bz1dGL1ZzrbIa3DnXXBz6WjFahnXRscF9FnFW3WcGft8pwZ+1ynGvXyPKffR5tdu55S69DgOxHMvRwOM1RmuzM5qYT05fUnzOX0/gHOtQyLCCtTB6oxW8mb1RBsGBqjM1s5y2ROhWJtmSxidMgqomNIBMsTYSMEMVKkIGIaQGgaY5bMxoYIbQNNDBjVSJjBAIGIYCaAGIaEwHLBNMTTAABgmAUqJYCVAkwAKTAAAABpgqQAwaolpgDBpgwStFJLVUMYNMGMYMKVAxhRQd3N6UowlAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPnhoQ0QVIgYhoAZKciTBVSJbBDBDBDBDQJoEwQwXTzs9byvV4c65UzWRNCGIMkkKAbVDBMABiBiGCGAmhKkFyz3O7xfak8zxfp/mZUBpKpBQiW2JOQGxDBDBNMTAAAAAEMTDfDQ35O3jJBDEibixiYxAmiAaAAEyhMBgCYIaG5ZTzI6Yhg8AJA1rICpK0mUUCGkRRLKcMbkKJChItQyxI0rKjStvdPmd9/POw4kd2fKHSuUO7LmR2Z86Oy+AOl8odGvCzqXMzonFHbnzBvOdms4oshnf9F859GHzv0PzES+d1sok234aO04g7Y5Udz4WepHnh2VwUejp5WptrwUdXKB15IOTRM26OGzeuPZXnOZtnKS6xqqvGo1UI0yuBodMaIVolsJbSROkFT1yuM9eRkuzM59Tujn5fa8tcavWzmXRZyHRJibMxXdgYP0M4413hwHWq5DpZyO9E530NeY6UnO+mTE6ZNq9yJfmDbSzkenQca6ucgoqS5ApElAhoYqFcgCYAwaYABS0S8bmikxgwYwpMYUDKBuxW7Dv5euUAlAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPnypEAKbkgYAMcuBTQJsAaAAAAABNDQAgAEMQMQd2/m+tNeRO/PctCG5YZsR0qGgViBiEYmACtADQAAgAANvo/l/fjp+e+i8iPKFWkooTnvObL63zI8QZSbCRgmwkoJKCSgQwRQQUCYHZy9WBzFAopDYxK0JUhFEIbJGUhghoBghghhLGJMK0z2OVVJNKgBiGEtoBghkIYJgAMQ0AwlgNpi0mzt93w/cOf5z6b5yMBqkqQhoABoYgBDBDAAAAAAqQqNEQxnT9P839IL5f6b5iMRlJAJMoTBMIABDAAAAABiC1NEoVjE1O3k7I5c7im0CYgEDAAATTAAAAAABG5tWZo2nMNjINPb8b3c68/hvK52fMVagTSsGu0QJsYM6jmF6TlZ0PmDsxxRXoeZud788jrXGV2rjZ6Gvl+7HocfZ4hht5wnZ1+O7fR5ueE3vlZ0zgHSsA2eDL15bM2iqTBMYAwARgw2zohp0UAUA2MGUFKx7d2svHp0EZ2xQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA8AQE0EgkkqQpAoYqZQmMkpCGCGgGCTBKkIYSMEMEqCermDo5bkSbCLzFToTYIYiKCSkIYAxUMEmAAIYIaDr5GfRcPnREAUDgbTOt8LGmCYCGgAGmgTBNMGmIAAYAHQYMyGiWwBOAGIYAMQ0IZQAAMQAgABiGgaB64gouAtMQwQw6MbRmhwMAAE0wAAQUSxiBiZV52d3ueH7hn879F85GKc0AgAAYITAAAAAAAAQwYgBiYgDt+j+d+iM/mPpPmomamkNIDdSNKmOJbCWwSYIpAAIZSaaE3Aga6dXPvHINWIaAYqTBDETYSUgTZLAAATBMBxciAUaZ398Y415qc7yJiCaEwAGS2CBiGCGCGE0A1UiYAxl/V+J7ssfM+14CSNUhoAYgAAoYAqCWMQwbmxADE0GqEFGmdwFDoYwoYMYUUPfPoO8DOgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAkoiE8ZaSsDQCEJpBLQh0sugkYIaEMEMEmAmCTQJghoRQSMENDTQmpEKwoYm0JpoDQAKmANMAQwAQDTBDQCCkUZNAkrOnDQMWgYgaEMQMTAQMTBoAAQANA0AJhAmAmDCAYAANAAABQmAMhACGUgAAEMENEqkMAAYhgiiEMEMEMEMENkqgltAADGFJnd7vge+Z/O/RfORjLKQ0CYIYIbEMJKQhghglSEwAAGgqLk6/pfkPTj0vnOvjEmqSYDQNMEMAAABAwTBAxAUJiAMzGl67ycuKauRNAAAAADQwTBAxAxAA0AADTJHI6nol9zyPS8eazQtYAABDAGJgmAAIYAAAAmhuaEANrU9/sWcvi+fpmggoTAAAYICmAAADBDBUgpMQaYNOjSKEDBjHSY6nUmuraOLTu1Xg26yABQAAAAAAAAAAAAAAAAAADM0MZToXMjqjBVrMBSkKSDBMlmNQ510BzHUjkntRxnYHEdXOJpiKCC0SMEtEQUJI0qEDcsA0MjQM1sjKd5OetWZVoiCmQCShA0IYqVDBDBDBMBMYimkGsma1DM3leaemDLozoUWiSwgsMywgoJbBDCSwgsILRDYJsJVBIIlMFRQmwFQQ2CVBJQSUEOgQwkoJKCVQSUiW0CqSRBTGS2CKQmMkZCGANCGCYADEACYJtDaDX6P5jpPe+a6uOJAoTBFBI2JUhDBDYgAGhDBDBDQAA0yWCCaVgCABjEwBAAAIAaYAgAAChNIUgI0gsAQgAATFTABghpGmCGCBqlQSUkQwQ0VFBOudrvz1MJUWSUhMZIwBghghgmAhgmAhoTaKTQdHPR9X5fBhEgUgAGCAAYAFDQNMAABghgVNImA0yqEDYxtMbVh6/mexLoBKAAAAAAAAAAAAAApLOcToOaTqnmVdE4hooRakKSBiBoAABoAAyTJUMEAAAhgAC5OvlJpA1MlQIE0jcSbvnDoOfRXGuYWrI7+Hupg4QwU3IMAGCBnn574o6GJxJrOU1qYI6nzo6lzUbxFBU1GjW5vWjMFulzWiMp1kyNQyNQx4fT84zc0AkUlJZmjQyRuY0mhmyiJXV5s12x9E5DrI413ScJ2hxnazhw9Xz6yIDRSiwkpwjRQFkBZAWZsszRteXpHEdxHAd4cb7A4s/QDzF6UnCdwcR3YGBBVEiUkFkMokWiQshlEkU4Cye04jsDivoZnh3ZnK+gMHpiXKRRAUSiyZNDDI6Xxldy5dI2IZQmCpCVBBTMjdmBrImmAAKkIaQadIYJMEMEDEqBDCSkIYIEMTEMEUKhghghghiIYIYIYIYIYSUhACqQNc6CQBpgqQmADBDBDBDAAEwAAFSEmBUsWmegpAAABiaYhgAADE0wApMYhgmAhiMAbmqGMYAUmVU6GvreX6stASgAAACGZymxhB1RyI6lyldMYhakSkgYhaSYAikmgAoADGItmZtRzvoIxeknIaKWCkIaoGhDBDCebp5hDBRqznXTgQmkQAh2ZbPVZmggtGffw9w3NAPI0XNR0CYDBAziy2yBoJx6ROM6cagApDJZqZ7aVLm6Cujn2Tsc0BVLnOyMI1gkYIYR5/o8BgMRRoGK2ggaEBQwBu5YWqJbRp6Pm+mAyENCGAMDz/Q4K5FQiGjXPTNZVIQ0ACA6WHSEAX6fnekMCAAYwlgJUhDAw6MDzpqbAAQIGgZLGSx0moNCGkfseP7MuqCBNKxAAJh5vpebTFQhZGs4Z1tnIgAJoGIWtMkdWvDR7lef2RoU4zVgmwI0DI0DHg9TzaljSaU1amDVYs0Mg3MaLIBkhbTDp5/SzeRdYci7FXIuwORdgcZ14kmVWUmyZ1RlVIQIcujOmyakKlszWvQcR2kvC+xnHXXZw5+rmea+8OA7g4TtDiO1HGdYcj6g5H1KuV7tOc3o5joDnOgOddAcy6Uc96MxNgyNkZGqMzQMzUMjQM3aILZBaqSmQWEjBKhENk02JlVLu4yrZmelWr9LztT0DimO6OJHZHMVpMBQhGIViEYgYgYgYAMaoujI3Zz10EY1oE0CsTFNwBuzB7Bm7Dyz1Ijz635ihsgapDkBKK5+jCpGCYx53BesaLOG9J53TGwLRnPOsmatE9nP3GT3Dm4vR84ios7Lw0NCGU0zkw6sBNgrmx4dAcWvoM86fSiXzeuN7M43yIoQ6gT0bxs235+sExebHs5TIpCTZHB6HEcxQksZRTOSdt1459VS+VtZY1tBkrkSqS/R8/wBEYKI5lgd23n9hqIK8/wBDgrkBIwZU6qXF6dZyP0Gvm5elgctDsU3JI0X6fm+mAOEwGNAAJUgADDfI8xUrE0xzTI3rqmuZd0x52Xp+fQN2SqRKYP2PG9mLEQ0uc6jHUGpM/O6fOrWMVVSgAAAQQwAEArAEMBoN+3yw96vB3y9S+PsNFSEAT53o+fUgIsdyuY3yJAoaYMqIetGZoCGg9PzPUzZGCVIQOkwJx2xOcp2IMTTOVVEgxA6kNKxZqo0h1Uj6uXqEBKAxXNmkXJmMAaEMEMAAAAGCGCGCGxDBDCSghsENklBJQSUEFhBYQWiSggsILKgsMzRGa1SZVQJsJYxUOhgFJjExiYxMGgYCAADpZNKMTqZyV1Ec5tBNJGtZ2Oba5HQznnqwKugTAAAy1QwAAAAAA4e3jiaLMVckqkSDHzdPOSBTYyYtSreKFpQc96IlgROkplNKjfHsSK9Il8rh+jivlterNLuNJrA6fQPI39HNOHDp5aYWKmRVxqsY9cLzR1Qc/RlqXnpLOUa51LQnZDxrs7fN683sMHW3JrlGapCHmVx9HNWKoSHaWhkY7Tu1qKo5M+jKrVCYxvJgrmzX0/M9w58+5ZeBy+p5FdPTydZdcRL6PF08+pyBQNuLpVK9o6pqHoHNHXicee2WoppJCuLL9Dz+0Zy3LvTSbCYmmBalTqiebu5jxy61MXahMZtvO81M6VHPh2Qvnm8azE7SYm0pl7Xk+2ZrfOXn4t/Ns6tvLR3cuRTQhoAAAAAEAABADAQrEAxDEDEFaZCep6XzNn0U+R2S9PB7HCcZ0I59KszjphPPrbdrlXowcG7ux59OUYlolXNi9Pi9LNxNUZ4dPHU9HnbnaTQsN8TBjslWjCOvIxKog3DB3AnpRO5RMUg6+XrEmpUxi0izSNIIAAaAABoAAGAAAMQwQwTAABDQEYHUTQDBAAMBMBMEMBMENAmUmAgQIBMEAAaYMdAMGMCrMzfSOR9jOO+pGF2yaQtJyBHSZG4YPYMcezlSRhvpNKAAAEWAAAAAAElGaNTGU6FzINOcl6MocabYsiGqSaJGorn6MagLJKkStGdwl3rFmhchSZE1FkKkHTz9J6QAAACPNjoyjm9jx/VOfh9Hz625+vEy1dxMdULnog1jdHGb5zWdN2ROubMZ6Z1Iizr598I07eHsl1l5lPOi1aJm5I5e3lOanVTGrjIQPo59Gtr57h5aSqKLmY0hMZ0Kr2/K9pFNqXm8P6bOPntuvKvPLJerDfHU5LVwm7UdkHZx9K6K5lWOnOYRasznXOyYqbL7OPrORtS+kDimOk1RT6YjHu49Tq5OnKz502kynSCWI6eng3m+queovn6OUlBYk8rNYwzTp7PHVehzYA0CAAAKJoAAAAAEwQxE0wEA0DEKAIADEDAAATAvr4RfZ38DaPYrj9SXnz6cTlq6WVdLz3rokz0M4jqlOM2mzT0OXsiJ2S8/mej59nHrz6Wd98NTXdPPukaTrRW2sYR2pebXYjOrtcM+kOU6knFh289cNOrmN8g0LedQ2JOkXWipSzWNxoQxomhRBosVZu+ejorHUptkrREFMhaBmtkYLTMy5OvjrTt83oOt8tR0GeonrZznSHMdAcx0hzPcOc2zJRFWs0arMNFDSgYM1MX1OXn03oytyaVlRax1prajlfUHNHZzmlsAAADn6EwAAAMdsEis7OkmlBIozRrOMp0rlDpnANpyDSYVWoC1KLICxmahslsEqRKtEqgnLfEzpA5bFF4GsVFPpxRfOpNN+bpKjXKFCVX1cfpwtJzNMpkpIGgl5TqVY59lWTh0cppeVxrQpeTB8+p7a4OtS8tpeXl15bns14PQMs+rnMU0nTh1UvP25ONc7DPSUdJz7QIUPl6uTTOoseq3zeDm7eDU334PUqdMOjOp5N+O56NODrKjrxOccWdXs+J7JQTLUzkZY6Tm+dHXku2O+Gs81zRWmW8tHXypn1cHoWpbVnXPxeh5llXl3xxZdnJZiqjU06+TrOYV5vcxlOAvTHU786hMaRL2gbnj4dfLET27y8HL7HBL5/f5/razw9fVtNZ+X2+bc1z74GCkoABoABAAAABKAAAgMEAoNAAgAIYJgACgmJiRgCYAAACgANA/ofM+gzc+fpwOZVKlO5VtjtY7mkMtcbM5uT0evm6aADDyfW4MvMy9XzbbZKa7YdFG89KVtOkqVIqlZLYJUETpJjxd3JXLHTgmeeuR2UqzqVSFcWmrNZcO7DssxW5WOHbB87l186yMRLSDr9bj9QxnoDnz7A8bs32ONdoccd4eDXZyB5freTY6dE02p6HnfTnAegRwL0A8e+3Y89emHmL1A8XH2PEokQFQPTn6UYwqlQ98eldMOnnyjvx66lsoAMdKAAAAJoAAAABDIg2MJTpnlk6ufNDcOtDMNTINFAWpRakKJCiQZIMkKSBko6weahskoJVolWiVQTjviZDRIaGE65GkIqU0COgz6mGCzzLUsfo+d1nVEggQwBgAAOpCeHt4C5zg7duHsl48evjsrt4NDuyWRnKK07ebtzZ5t+Ibyuzu1x0LAjQAhVInLKcuq4uriJM4Tv28vszo4e7isjp5q1Oq8NSOW8Y06OX0Zd5MJYxWep1+t4npnRmoipQoBAAPi7eGznIVV6Xldkepya8cYdHFpqduvHa6cGnKeh3+T6Oa/M7vOJgNTT0ODvCnWalSJALYyujkZss2dr5XZycxgeh0eT6Rfneh5ebzdHNW8+0+bKWeWos9H0/I9bOvnOT6f5uyAKAAGgAQAAABghhIwExUMBMEMRDABiBrKpIJoYAAAAoAAAdGX0kdWkVm83ndHm13Rz+hXO465Vx6cVz6fR5vaaRUGaUnqdfmdhuc6K4tcs2PN9PE5K6Jqd40svq5OmzeoctuEaVz7FkBTmDSZqs+bqyTn5evlIx2UvRSeapcWPTGjs35esx7OHoNjEraIg8rn6OealWXKVSev6Pm+kAFABnphuAAAHDydfPllwel59GexWWoD+l+a+lAAADPTPQAAAI8H3fBM4ubKrOoz6uXqKEy2mV18naunP14RrsnQAAACksyRsc0p1rjR1rkR1Rzhqs1VqAolFKQoljJCiQpIKJCiUWoRoZybLJGpiGizC1AUkj1ynmwUyCwgtEK0QrgWdyYq0TUsyjSCVSqRofTjUbyoOeWqVJj6eazrOKjrOQOt8YdpyB1nKHU+QOjg7eIylqzfr4OjNfJ1YriObNICgO2M9XOauZ56jvO7O3XBy9BjR0icTNSS5k1MytOLr4znQk26+HsmteHrwjkVTrNa8+tTncxfdzbTXRzxlESGs79vD2rukQAKwAADi7eJOWKmxdGHWvVz9eWXmmuWpvCkmGL2d2e+bj5nr+ZZzg617uLtNHNSiEiALaAc0NyyyA87n2xsfqeV6st8nVxy8Q1rO8ZsKjoOzVPGufz/Q83U5xqkwRAAAAwTKEzRc36nZh4V+pOb5y9Nx5U+sq8ifXDx17CryD1os8w9DOuM1yoGrEqkAAAABQAA6jo354PSODqxefm6+TUO3g1s06MBcoik6tp3lWVchpMGp39fndubSRDQAgEqQZ6YVO/HVnZp5vdHRzPjXXq8aq9SvLZ7efjyexr4nopuuaZejnymzbXn6VaFkUmK50KoguJRVZhopRUMILCCwrfnK6Vzh1Tzhe3MzqXKzrXIQ0AsdgwNw5jodY+jyB6BwB6B56Ono89HprzQ9M8xHX5u6OZdKOY6Ucu1uobSU1Q+nms7s+ajqviDsnlDecg0WZVkI0UotSFJIokKQhiBoAEDJYxAEQarJGqzC1LGJFIQwQyWMQNACYe27M2C0SWiVaIVoiNJMltmYrWDKmycOiTnnryI6IoeW/MYodSqQmmUDMVSJbcJahndAnRUqpOjm6eYwB2O5JerTLXNx5u+DKemq5OzGorDTnMoZvKpB2YbYSzeVy+teYlTFE4bYrjDg7MdMrMEFhtiS9t5dGbhx+tynFt0a153RdjLyzcOfTLeQBNrgWq5FL2Pio7XzWbmLOnn0zTlmlYtsWvrXydObw8/dxWSqmxN9i67xOa/PvDUhjTXs5N1uuCo7TKjRzRYgUnIdb81npHnWTlc2R08+i9+G9YvlHRz7iCknt3vNpY5LPDthrJGrOcaAAEwG2Irulx9nn7ON1VZRnzbYqgRQglWiSkJgFrqM/N7s7PGXqed1kKlqSAAAAKB0nTe2JghJ1dHF041XnehyanONWaTIKp6DqszzquGo1Hed2dXZx9MtkOKJBiBoQ+fbKsJM7H0ctx1Y3lGI1pZLWAEOrDojXKci7y1rTp5+iVAQNMemehpnpmSmCGCGCGCGCGCGAAAAAAAAAACAAAAAaAAAAEACABDEAJiAoGEjEKTK0zYkgoQUS6YgYgZIUQjQyDQyRsskbLENlkjZZMtQxuQ2nNlJIQ0MTAGIbJKZBYSUEuglXJFxoe4BKAAAAEE0iJtERpBCsIQEzSInSTOiC+a86QAk0IYO87M1UwCDRyyhNacNHGirTn6MDmYWVNSXtyOXurkcdxjUs4GNjSNRCBgzqw3wliouX1M9NbOHfSYjHbE5YubevLbJOVp2CaNu3zNM30ZwqXao1ly59+Oy4yVjlqxMDcGvMNQXFrdKotTNdOWmacypWSwOju4O3Ot+DvyPLj1lXH6WWsPm6OU4c9M9ZGmbb8/SvJa1i2BpU0UAZ8fZxnOwDXLWlOmaK5k9KsdM6z4vUo8nfsmzVqs3Lzezi1FjtlZYAYengcaYKluUtvQl59qXCnVkzqz4PP09Pj4p3OjLM0pJFkBtfMHXr55HtdXzvXi+hA8Jy1LfJj2PK65yTWoAKNbmewD3w2M40yQ6+Sj0NC8a4OX1uWzFd1Hlepz9ZXJ1cC5xc7yqkNXCNHlUuryZayUbGLNd+Purmz0zsVzsb6RebyYdvHYql1KdFabLN54udR7ZaGsVyS9F8nQdVTUPTPQ05OzyjR8DO58Id74A7zhR3nAHe/PD0H5zPQPOK9F+cj0jzkekefUdz4Q7lxFdy4kdz4GdxxM6zjDsOMOw4w6zkDrORnUcodRyh1HMHSc4dBgG6y0RtUMQqMoToOYroOdHQsGarNlqQokGIGANAMTAbJKZJTiDQM3YQ6CSikNkjIAAAAEMQMQoAJiPdAAAAAAACFNoibRnntBCbMGAs9+c0UamRlYsevmqFSEMFpFkKlEq0FArBg0ygLLw3xORp2NNEAAANywTQAADBgdGO+UuNlS+lrlpYQ1GeO+ByjK6stsa5WhHLkGBTkit+S135dsEHNDCiRs0Ha8iuZUxmrKlCnF5746zypqxAD3wlfS6PL7c3peVQ+e+enzrOwmiyKGadGHQvNrFRtKRu1RSSJ4+zkMCgm0zbm7OSxxrnR3cNR6lc3VnUzXOZ5RnqVA0MOjEsbrqbI8yd8A6ebc9T0lfLXnlceV+c8usEb6c56G0vlV6ZHnL0kvnL0keWemq8t+jknGbY2Pq5HHr15Xp8r6Pm+rnp8qqXSIOkr1N8o8qWg2x6Kzy1zSWB3dPmbS9mcxL1KiMFnnZrzbY6jjSKlNFgS00wQCZUIYHZyddckMsVwzsOZ5uvN1ZWYHXoefoaGqzqWM9J1C5Zvx9fJK9ufoOu4uJ049Tu8r1PKOdjJbYmMkoIdBBQSrKzLCSglWCoYJyUpAVAigQwQ2SUElBJQSUEjBDLEMUoY2lGuueqNpqAjnhzYxMYMTbJbZJTJLCHYS6cQ6ZJQqYxMAGAAg2yU0sjQAhgACGgAEMAAAEAAe6BABQAAAAABEzckzaIm4JmkS0gaZDqKqWCjRGRrac+XbzLziIE0U01YAVNDadlNbnK+t2c1byc86hmaoyejMjYMV0M5jqo4ztDk4/U8+XCpqX0NctUlNGeO+BzDLetrqZ4T0A89ehJwncjiO0PPfczky9KDzj0GecehR5i9YPPPS4l4JuZZpM2actNON8N+jWfFXtKvGPWaeQewjyNPSZx3u5eLH0lXmHpieavTk85+kzh6ts15W1FzUm9Z2Rj1QsYdHORU0JUjo4vRdzwx1quM6g5+uCNeXSTnOtHKbozw6uY0do61cnJz9ErzdPP0x9Rnp53O8nn6Y9It33LOjcszUkqkqGhKpARDEBFuzi5/Vws4tsNLPpL8X2eb5bPQ2r3o3Hz9HOebOouW0XZnnpCQJmloJgRs8KHWehrlrmOKVQBFmgubAY2TSoRTienLauEHYhggDqfN0xsQs0z15qnUepnNSMYa8vTJhool9G4uFpOhflet5pyvVGbtkFhC0ZkahibBiahkahiahkahmaKs3YZmgQ6BNkDGCaEqVJNCGCGCGgARDAYlaGb6Z6jaYJycquaVNo6KiWwQwAYmAADAVgAAAIGdZzV19B5F9OKS0BLSpNCAAABAxAAA0DQACGIPcqHFAABQAAAARKaEhCipJVSCqRVFBmIqoVaLPE6ny9RexseZxe74sQgKABxY00ppjrZe/PqauSypmSObq5pd9ObqsVUElhnqSWYbDNc4jzvQ5F43rnL6OnPuiTknF8yoTrs6eXoudHLIWXNL6EzrZM6Mxq3ExsjGqRQqEwHy9XMvmzecoCNqmosGu/Vy9NzQOxDgJnQg0RBoGZoGZoCVoVJi598jjV5y2xhUWaJoz5+nnMhC0gN+/wAz0EqnVkLSSRyE1IXLGNi8T3/JO/SgXB6XnHFNwuVOo+i8Xs8uM9I9Kirhp1DiZpEjSpgIaJTIQIdTVhLZzcXrc9mHp+N3pwetj1HQ5orn1wOIYT6Pn+1XFl6eScB2yc892Zxz6WZwvvg5NtqOWO/I5F3UeYeqzy8+zkXMaKvOwbAqaitc++vHPTdnmHqI8w9QPL07nHM+gl5MvQ0s457prgnvs8070cL38w0nPU9DWNM01z0K4u3jITQmmAAwYMYhgkwQwQwQwkoJKCSgkpCKBDZKtEq0SUhKgkoqJ1ggpEtsTdEOgLiymmJOTFANpltMGgAAABoGJg0waBgBS1Ojtx2AAx4OriBIGkCBDBA0AAAIYkUQjQxDZYI6Fzo+jqKi3DKJYxAyQpJAiQlyIQPLSAjXMnXn1JnTA1w3wIkZG+Uns14gen50A3mzSVBd4OujOoESJ0POltRJoZA4lLdxSW89AcM6N+NFez893Hqc3Rynl5aY03jZ27eb2xrNSZc2nKXeGpdZpdb5UnZgpNdOSzpeQbGNj9LyveOTl9eI8DVc52PB1tnmjPPaJY0uzN0obTNNuRnZfJVdOOfOadHm6L6b42z1nKHob8vcKNA5OH0vLqejzdztjncLLSR7Y9JnFwatMjn6MTlTAaa7+hw96K+S7Oo42dd8vqnJn3wcVcgdeeEL1eR2cae2cYdfmvlEwBFG3F0i79E7y5Z6yQold5wI1mEambWyUlKJNFjJu+ejcdDuNbPNXb5qej0c/UFCgy1deWwJ9vw/QrtWLTSFqYrYMstuI6idBUwi0yxAVFHHx9fKuc0h1FGjnQlsK9Hzew0G7EjlOpiAYSxjWepWV5jtSXOHQcnl+r5pnvl0nZpF5ppFlcXbwizuA716ceRy+tyLy3OljAAAAATBAAAAAACGAAABpv3hxc/pcpwOLAAQMTClNQJMA0gbVCBhcUU0BLkxACpot6ZgAAIYgYANA2mAANMblnT2+VR62PnoJUFqJNTGTc5mbLBWbnPS6xmjVDJRJQkOi0yW/MUSL9JWby0cMp50USDJCkkNICWiQkqBDmoFUscxqTlvkZTpmTFSBcjJYqQTN52AmdeOmObAq1HpGhmqSyTJroqXCdBIbk0osyYhRqElUYzQSMsnr5O5dY0iOLn68CamhONSIrNdFrJ1c/U0425NOjj6DTXmwT234Er1806w3Ga7LBmxCOw5tE3yyyrc5Kl6K5rOiuQOqMhpIzO58jZ6lgzo9f5/RPo8/n5O2vIrU6NJuWiCGrzH2cXWZZ3BtU0TzdHMYADAOvuxozkoxeMG3oeTVfQc/lVFvmquiXZlxdvIaOBIi1Ym0q0UxfTh1L0ajlwz6eQ5sdMTKNoCsw305tV0mcxzKCapFpNG/b5/qnPtNmHmepwJ2dXP0FTUQ6jSvK25wgCy6zS308cx7mXnEuiNrMdcarRSQ6ydmjza2ZakZ6ZkJgbTZnSC3WxzadMGlZZJ0cm+K9dckp3HGHVPLlR6HmanoTxSnThzo6O7y9zXk1xVdWHTGlxcr0z0Hw93ETnpmev2eN64eX3eQYdHP0jYAAIAAAABNAAAAAAADUntX43t1ly9/HHmNMEwQwEyljtzFuNTo5+zjHU0IaHU0UJwTUViCHcdSa82mSgACBuAszRqYo6DmDoOdJ0HMV0HOzVYhsY6AbYCUi3MotSFEiMdEUxbaAz0zKM2dBmk15rhUAe/U1lThlOAtKSlIUSFKQcpDUobmh47YjvLYxNJNYrKwl5mQVKSSICygBJogvsOA6cSW6GgHGgvO6pNSs2nhtCY0KukycKFJ0VndCuYm8XqaQSmTcS73z6yvK3WWfRjGfRhoE12GIZm0c6NNeNJ1Pno6OeoBFLpYE5XJkIjTq5dVuLhM8tcqQBTklpIpJpGIK0x2PQOftOOOvkCcAQtk6Ns7l0nNG+OuQ+nHUnLXBN6wdVDCSgl3odWOvIMzpZ5O3kJ6/O6U7MakynbEvXl6EOTs5Dao1XGtITSICXVqb4dMvZO2Bfm9fAsXOa3llKUTQ7OleWenMwVSO8UnUc+qvv4NT1jLqZ8/j7+Y13w0NJUl9fF3nzcbctnQoRrWGqlZ9Eb8vRms68O1m3N6CMmZG72mTg0noqtpmMubr4bad0Uss02nOjbXnK9ZZSZZvE6nnpLjO2YnrCQpVmhOxlHXzCqasGgrPRymuVy7XnpFaRa58qxrWYSPfnzXork9lPI0rlPQfE163xh2rkI6zjDsOOzpOMOw4w7Dio6zjDpvmiuviWSd/0Xyeq/T+XwZHRXKHUcwdFcdHScwb8pCael53o1t5/XySupoEA6kLEwlymKaL6sNSeeuetiLhx0clQTuQ9ZWZ6MYklWba8tmmRJQkNphSC86CFSVWMzYA1qQa4g1ZbYFY2GcopSy82EtSfQa82uVOAZDNEpGJFSSW4YpJGkh6Y2a474ka8/QMjE68qypZEQTSC5dmuFQFQFSIemQaSkl646LRNLMuSdc9SsyLAkC5ouRyzGs06yk1nPQzTzTXTLaXJbSZMk0pMiNER0OFMN+QqZE1yqSRCaXnS2SS6DqzScoNM46SL0gwM8zrMbjo5e3E5y8yuvj7Vjn7edcWqTbHpytxrXKF6PDrc9PLWKRNDS3nSTS89TNNGqpjmskqc6plKwYxK0Lq5+6XDDfiO3kdnNn08652hNtufcnLXOye7k6A5OjnTTXDSWoqCDRkVrS4dmO0vfydnCYYdIvnrtyPOXXBmtNB9eW0ueO+S82XTmmWXQ6xrXQw3q427vP9Gzn4e7gN3w96AO5r0PN7V8Xj9WV8w6cEQ9Knu87ol7IzzOZ1obj4zbIs6pxlHeLNLxpXjrznT3edRdczJB2Hfw95rDRnh1cdhriHTfJtLrLDlnXOzTeaio0DmVlklCQwlrowqXYwk6nyQVk4rbp4Gb8wLe2GkRz9PMW4FsgLJsSJNtZDJb8xVZ7ElJIcWaQFZVWZ0RmzRTMWpS3phqaw5Ki4snbP0DDqyRWEUU5Y1GZ0iEHLGAKbDqnq4148ryLIDTPajn6M+pYSyjr5LgrO7rFiQEx6QgaQ3FrYoE1qMpmePTzFdWew5vKOS3FazmDHmMTFomTUUJDPZ0y1yedYl1izpiUUlJZKLebHDkaEF52auGZXlQFMnOmYlsznsxMROwcahnviZppAbJdaGLvQze2SymLNFmc652SqSJ1SxdhkXIosM10Jec1DRvKKzpHPpOwMoiNOc1yrZMsKFzOuDnNWYHZnGD0FzWjMjZGC6HXLrok6ny6mPP05Ed/P0hWLMsNsyO/DeXbGoXk6+Xtsqkzl5uvmierB10cusGVPSLapNLjQzTRs6CZCzNgjadDVDAH0Il5OG8VeuHcXVo48uzmRb476zeekotZ0mlz9ORnTtMywTEWqqbesEvpcfZznGxmeOsrzz0OMdnqQwIy2yWZtnPHUjm01ZFpl+p5/o3PFya80uXocvVQmXnPdxdi8/P08K1z7I5Dq5bF2cvqS5x05y40clnq8MIekQVlrgXvzbFSoOjj1zHUUqtVZvkJOhrcnXIl15d8tZWO+ZHRVy5tBBrohNQO8dbKw6Mpcneic+yRgmxPcXBdCOaKRFXBDQXemap6mOvLItc3cdScxXQcU+pwDvGl1592c2uNppnpiFZVWhmyorQI6sJZTtMlvmZ3TWAQp1oy9zzO6zni+Yd5apVGZSnSVmV0waJiHpj3mnmep4K6Z75LLnY2NCXn33ya5sXmxvth0LnoA+d4WbxFpWOoaY9GBGkbLirke2GhU6c5rlInVeOs05UhDuzntwa5SDQFTrkJoG5E9rTn1l1x6MowdsFSHm4LICnnY87zGSDvOja8wgaOjDXMnbJVtnjqWZBhnrkl7zYZ2jmoSUiitSzOlqsTojmNcinSJmyzE6MrKvPaalWiI0gilqUXKrN5JrObi8SR642a0tVx5u7lVaY63GNKV7FzkugtyMOnKXm0iDSJRqsw12xu0HDKXRBzDg7KzsTlzWVKrm5Wa7OLObqy9A5zriPOXQjBdUHNRhZr0+f3iYovo59zEpmjWhzRUWVSqwaCnNCHUd/D3+ZNcM0VHRjqdBzo3WTs2vC01I0sZSmpz2yTTbCkhlq8ujKE3q1yDuX0oSOO8rIz6cFkah6c2hadGed5qgQzLQoATYbd/ndlzwcXdyTXRtLuGg1ldHLcdHl+v5bTikHJ2couvDY6MnUuPNvKYlKtZQa89RY98OuWOfowsDpxWGUBVmI5St40OhClyCbKuNrItkua2gek6IlorMLAYMzKkJ0yI0mzorHRTm3xOZVUmZcLmrCrjRrp59jOvPjqwuVtlaNODXKEAqK0xQCqtefo5wpAOaDs5OqXQBePWmlc/TkOJLFNbGWxodLTMOMDPox6Erk35V6dMKzZrPazYRYxAen5neseV080u2Zdc3VhR0mSlqc9jDNzZv0ky2KjgVTc63gzQyg7Mc2U86BALXLZa52hDZeuDN87kmrkyzsJNYSWQbyUYgG2j9SXAeJ6GVRGdQGs6ZCzqCkIbkLzqBpA6izSloC3zpY9GI4SMSEaqNTN2GowyjbJIu+s4dNMylTJfTkSKRRQJtE0nZedLUz00uXJVCitpnVChTjny6czIYZp2ZnbnLNWlrn0zIuS5XN0ZGWu/RLy3UlSxYeWKOHI7joW3BnvrzPO8+9cfXefLj0Zj6OfulwrTJXx9cpyOlY756L7uJy+k/N6zqpUmXndvKvJPTJj1OxLVJWsaGe0UTrghQ5s0SqwYxUge2XXLfj+v4q4OWmnRy9Va8/VkczQl1Fpr0YdDRUtZztXCumZ2aQRtK8vbzdJzR0xnVac/UcLEtZ3msS8iejmZU8iOpYo114dTWoJdazo0IZt083Rc8RVqA7htFkJ5R6fm+v5TXM0G2aDWNGuE7YoItFlpBeO2Im3bNyFQ0jch6WXLRrEik1KXpjRt0TpLzR081lb13HMuqTmY6WqIpzVTG+LKGzMaCaRMayYhKXWVq7xuXHHt4w6eboFWRNabYyu/PtkZdWWyLn14TToy6EOf1OeuV16Jw6RtL52fTyhTuxRtiHRy7m8aYSu8ekqM8ilJYNZm/fy+kcUvzjpqNEz6cNxcfTguhF5qvPbWaSYk5OjsnVfHutl5bFNTG0MlPU4KIqWanUJyoUHKrdznUhUuQqbEb4iKo7enKzj5urlWjbSXlpzZrO2ZeLozakCLEiUrTJDipNevzxfZlYx3rBjzkNnzWXFSOXIXFFZXnDEinDNqzZ1541V3AS3JnOcnRWPQZz0Zka53FxcE6YTZ0zldlCk6Xy6yqCC1IUTVlNBq8LrQekuB1ic21aER1SvG9pOfLrxObLqyG8ewy0uZq8pkzrKU3zfOhMKvSfm9MvQpSuJgWOuSKUFel5m56HN0vOvMz6uaw3l2aPFD0xo781ScuPZC8nUcwOEejlGy593luPZnHJKyzhvozrVnLUoUuUq4s0oZhh0Y2Km0BOnU0NUD7uPeXLyPZ8c0w2lc9cdbNc7gjXHRLctNts6XQmyptWOloXdvNiNkvLHSrL570l4Ovn1lwjXJVnULEWwbRnn0ZnPO4ZVaCaIihqNBt18nVc4XNWDRctUiMtoPT4+vPOvLxy2rO+vnHWcm2OnOVrj2mOHXBz0WZR286zb6E46clJ2ZVtocy7/PpiaXVo10x1lWOzs26uDoOicQyNKuQBTWNRRqjnNRMJ1zsHKJmiMpsM6EtSlDxpLDSq6u5cHDl0yNjRaYS3xdeVm10xzfPYXydEpvnoLzfQ880I6zLLvxOHR52W4arUzGikrRdJxz02dO/PpHDwdvLWt56ItsdjPj7OMOjm1mtqCwqRHcdJ2YbZS8Gk6280zUujbFGuac7rWuXeegl25Zz35LOmM4TnpWVlqjOlqO4sMqClixaHS1Filx5+vludnFQnWdGTY1pkUppE10nK6gYmvsc+jNAuOQqzHS0kIkaSKqKUlwMRA06tzRdY6GmfRiawqOLPokXTgzbPOTXXmo2kkmd4SLkTRJ0iqiNcGaRTWHRUtCPbLY32z1GABVLmakc+fTnXJHRhZGdST0c9S7LKJSFRiawXz6Z2Yjsp6xNA8yzINufv445xuyurLol2IcRy9vHSbuszXCF18u9nVfPszlmuRd+TpxXEAru4PTOKe/hNZxqa6Zmm7c0xu02cpYPp5ek6ObXEzgVlUmjKdTQwc3G48FvhIXUwZFRWpQJM66PRjx9tsjpcUOGrOyKQ98OmLtVNJUGWXTiZTpJLWZOPVyzUTaMaUGj55OjPBLtOaNjnDeM2a1GsSNm3Xzu5FL1kYFCAjSD0Vl0S/M9E9IY6wcTBWmjXv59jCOrzzdGjV8fTCT0ZULDp5UOrlSemsbXTDW7fNu87nZQzfp5tJdFk02zRT0mk2ca2K60jPStZcF0o5TfMzyrOyIuLEnMQ3maZgIQqx1zJDYpyKunDWMttVNRzd2MsZzY9I3syy0yS6qF2DA6/K7+QPQ4exOjhrNWlpmrzu3h1nbfHra4Y7vPud+zHYz6OiYi8URkZWazijTbm6B5XJnGuR002DYR38XpqubfileE4DJDrfMHThWFWoDXq4bjrORL1cpSZFuyHUjQyNHBcwBthuVOmi5tk0mBmZVctVJsRcZTndaYVUY2QaXnoCM7BzoeiXzS9l4bmM64FoEzQlJoC4BQ5G5CtMugm3QjPQ0msjV50ctQRc3CyqKhxSWQjojJlCSaVn0JTuVjHfEm5ousxWk7L0ytOvbk2NnFmjTlAFIsTlw6MNTFmQZkq5JhBI9MA6uTv5pePU2sze2Uazz6GmPdkq5pkXTzarfTw1L1HOJ04bwvFrldmsVjL6McvTcO8rSObsxrNajXPj1pMPR5enNvi3zOVVFU5F3rOTffz+ySocmnTz7GuFRZFFipFjcssTJ2jeW/P6vNVZkHbx9WBlcFlVGlb+h5W8nZlACHY9MtTZlFdOHRLYEoAGO2ZlOuZnyduNb8HocWbiOVjn3kwvoFzHmNZpbl0mcdKMdZIdzZ1ZaxrA3VkjQJgk5NvT8j2Zfn8+3CJ5+l15/XtuvmZdPOu/VlidPH1Iw3hzWmNQX1c9XOWO2CNWV0a8WxqTZOPXyDc9ZE9InM2qtqkq51sei0K1nXNKCUAVZ65pzY9OOs4xrNRnvjExVGSEgk1i9cpY0TpGmY524zt14+3OpWkHndXH0K2gI0xTq6eTrI5d8CcmGmkVInrzLpXLcsRRqbsTV8m9pRTZ9LLbjOTC8arMEl6onfPcS1DknsCKpCBGno8nQuXm+h564ks1157MQ6k5VSJpUG3PoEtS1rizo5KyqiGWTZtjuzntwhSUr6eOjrnKbd4ySZkidK0yzrGpWs10xcunNtzkBVk9WFSzGkpOi6Tsw6YtnpizGYUbkWYIkp56Cm8xCAANd5oz1w2JHgdUtkkUYp6yqbRE0qybSJzuZqoG42HekLqc9ppjeQyQorQz0bRPeKd42bXjadGvLouxLhqYFjU2YZ751jGkSzNoxK1OaOnA6b59puMdZZc0icbzNcnJNXZmqhpJoJejOxzpandRWOtXPJvMLvXPoarCjRtVEbc0dPRwd0Z5Nrgd3NGUbTWTuLF3cPfCKot52ICwJpBmVXllM13Vyemzh1ZNcvN9LgJjbM11z9uvmTp5yqnpMS5Hrlol1Lq98dk6XExt1cvUrAmgAIuUzzrKwzMituLul4I1ymoGyhC549COVdUxlbBiCZ0kNsutEC3iyaHLCWA5bJ9jyfQl8/Lp8mO/PiVexrOy+Jj2cZ3VhsioVcppzS7Xhc1tpAk83Tz2VM3U6GZtpizfnITbu5esvLSTnM9rG1RWka2XtGsa6Z6Z0AKABneSZY3jrKHNSKpZbxMYsTG9CXYkmjGJ1npxcS74XkP0/H9SXbOw4ZeC9eRJpngJ09nkdVnfz7ckO8Rdp55Tqyy65eQ0xqnNHQ8N2pqoS+jPoZ6fO7eY8/HowpdE7JYMlgCaG5YwQh7D6efVePjrlVXLR1CrQUwTTJtozdiy2RUUiV0wZNgtVZ0RrknJCY71lcZaNI3Dnq86blJq8HLU0I9ZF1TyMtc7seekxdS12jn6E9Dk6c7cOl6pyjS5dGHWZ49mac1kqZNQOQdR0G5FmHVhoZ47ydOG2ZjrGpjpnUUkLFWWZZdKOTRA83A98d11mmuNXKNCRxSDq4es3h0kKsqbyDprmuum+ek6qwqKjMpzMFPKS8HEa5yKXGkZ464q6ytaekmcatOSqyLU6Jeli5Y74LBLH2dDy8ufS8+uvbl2l0M8Eqc89TZRmEkm1YUelx6YS593B3JN8zPR485zXeNabYVA/R8vtTd56E1nsZArLuBL4O3z7cXvMY+t5Pp16Lx0iM1kDKOruw6DH5/6bnPn+2arny7OJNL1CLxutd8di1i06+ri6pdwJQBSKhM8tcrM41F4uzk3Iw2jOshwW82ukpRKJGQFkA2qK7OL0LOSdM9Yq1QyQpAIcld3n98Lwve8qa4jv51218vps7ODsUc2+eWp0nOGuWW7Ocim+gyIvFzW3XydhXmdvFV6VRi47Uy7OboMlTM9s7rWXKaXldm2mVxvtzay6CcoKAyvOzPKsdS5iliTM2zNIxWucsVmxk0Z59PMOs3LTVGe5mbqMxXlqsxQc9a2zzUFaY9nMJQGkOQ353G0w1tsFo8l7FLufS4/S8yOvnXPV51KLbHcYACAQhgDJCujk6Rp8q4Y65ypGhkt4sg6+aqnuxljsx6k5cxSmGmI9seguDESA1uLImsyKVmlrQ4ltgdeSAzqRDdk3VLnUkndx9nCpDVj0zcavG1u4yAzdnt5bqprPUmWjLqTgWbgi2c8drPOn08Tl6S1gpJnZZgXB1YateXp59zmi8i6y1KGyXFritMhS7Q3jVc9MWbTDKTEzNYDfCy6zDbIqzEpFVFVq89ytMqkzUqnJIx7Ryz0YrM0jSsnLnnYSayTpncsLTNM4aqdXCdGSlZL1OXStzs6OLfFry9+OotPQx6tJPPesVNGsZLVrjWxXPOoY9vN2ScsdEGc74lXlTRLQ98OtNbQme+OlhmQhWdi4erkUFJXpeZ6p1465BONFb8vcd9oHneBx4Zur5toLaaZPUo3wsz1w0Tp249z0pgzrSZizSZCctIAlLkXAs9c86iakiazHMQaTmjRQGji10cVD7+DusxIdzZFWUIHUhaTJ6MWb+Z3cGdatVnXnq8t56jmR086pbVIz6+X1mdOH1PMVEBnWWxmnNNmyOpBDxrtxwpNrwZ3rDSKtMVk2a3nZreNLtWFw5yLNVlJpzPKo0iVM7kfRm5dcb4Q2x6ITqTTi3F5SdSehaQcHZyWaK+iXhHay9dFnZayeWtcbnq14OheWWWdvP0YzXPcjN64VXfjm40mUu2sa2er5XpeYLHTNKZRj0YbDTQk5ATG2CVBPTcE8HV56pSS1pjsVG+ZlKLOjXDWLw15V3FoZZ6YFKSzr14t4vPOx6xa58+mZO+XQb81YktXRtjrEK8xPSCpSIVRZbz1NceyY5NcehaNQjHTnM+2Nzvy0005ttVZlt2aZeZl6/j2c14y111y9MlKA3xrMtqC8oyl6+nz+0pXmkp5DuWsYa5kaxQDlU4S3BI9stkLz0JT0TKdcjWsdisdsyWgpa5DvFmryoZBZp053LoZ0c4iy0pNds9ZTm6sDn0dxza6Qs5XnZolcs68zOnKkcUdPPZ1Pm6k5I7MF13w3lw35s072yXObK5Obqx3NO3HXDLg9PiTD0OHpV8/TzK56cjPPp5zTr4u1MZSXXm6ucyqarapuF0Z2mkXmJ53Y3VCVpOOdc2rjqmXj9bh9C553jqYTpkT7vje+UxC4+vyzBorn1joWnn0pym+aOHlRpjaba89no1x9EumdyBM0zNJUCVbkSxlcZ0pqSc9YMMujIyVIGUO1Stoh7YwdKnXWFU3Y2ADCRoZmjo8z0eTOtYqZeLL1uXUwJom4K0jpJeT2/F9JOmOYL56zazqaZbqRaZdBK7OSyM9M6KOpMTXNNtefqVk3DjVUqdCZBrphoZGSs0RRnLmlLUsmkS9EBD5enEwuKR1nqrT0ODfn1Nqc2acm3LLevLB0aczl76w6ZZpI5uD0vNsKXSnLp0cy9FZbTXPn2clylaNGhLU2ejy+p51dHMZGsNoqKMtFQDkIYTTYmgaVHZjpC83HrnAJrlS6Bc22AtnRlRucspp0N0vPn1YJm0669VOdc9G9lzlpHLlvjR05+nXFh3chrfPKLpx6JcVUnfx801TzI0yases7GjSjktpep5szw1zOrPCj3kujbnpVHdpxYHp+PU3PHNzLG0VLqZCbZ6TGWZNDVK+vLbOmo0uXlvkmPVzbnNn196+RppBMuVlCUQ0rbLczcwmlZscOEKzZpeFmiTl3z2wJrO6qs2LTKzsMWbVlscq2kyEzqvPSGrRC0JcY6JXhnqizE0xI0jZGUieXqyOetpSGVbWkuanl6eZOjq49jomIXM7RnHTdxx8/po8A94XwX7qPOy9YPNz9Yrx9/RaeVHsSvkZ+5B4nT6VJyR6COTXdnLxeh5tj6vO6F6jMTW+fUWV5zRjtsvP38nTcciespzdnHZ6Hp8XeAoI83r4jNhTlqWdsdDXKcrOrn0lIclmlZUdHbx9S6RUyyOYlE6zc1rL0c/REvnG/PNCEE0lzz1zTGbkbVLTRDc0GOlV161dxzMLGADSGgInXMN+Xpl7MzI5sNqryn0cylRslXGhn281Rgs6a7Mcxd1z+tc4564xucPpi5N6OKS9ZXXzM3ylo/T8npFvlqpcUTplRrMi1rz7nMkrnoqHNZxvyWUhpvjeE1qTQMiHGcJppna6PEMZ6IltOjMXOdHFvhZ0a59Eusolt8Vjw0ozx0zsvoy6jzdHJvzVkNFWTtLNNd+ePW5OryDq5d8rKu9JcK1ZlNZ2VIAwGJiVIjoNAy2415YmY0WYvZeexz49mCa82dVdESvblo6jLYjk2wDTPQ6Kz7JeW8cbNKzonPRGvRzaSzManNY9ZprTOr5LxHc1Zpm2Skw6YC4yRNJlAhzck1TPcR0bY5dMRXN2ZVz1nszwZb4507REk6GmenOkCKLjZdNSpc1TubjXKJ1ixdXNucc1zLc6QIbU6cNpcsujJMZJsvfl2OmRHP2cmx3cekmAqTqz1g59M5XZK1yuLTZ5WHZydYLOBmWxacRu89B6TqXTDHm78Djw6MzCq5jfRs5Y0xKlsx6Mdl0bJeXLfezHDt5zDty7wVZR0vLQYAAAAAAAAIGIGIGIGhE51mnHxdXJqTriG+3HZ1acWh1GQu156y8fRWdkXzTL3yap6dFWGbyPO5awOicnWmmWkrJSmadlXmIKNLGqzO/bi1OtQ825zQRNWV3+d6akVAuXqUecdHJNUglUXFZRpINUA1A1I/Qz6Ll7Y3ZxbcyjqIvUBMBATSM98cDbTk7SHjBt5voQvHfdwhU955xpkIqpuFSD0fO1TtxUo+jm2L0hmC057Ip66mV3khrlpGuvLou1ZBT3ghzRnvz7nNWdHS4ymunh6OWx9PJvc6cmuZV43LeVqXmN9K51tMZVWZ1KNJVQlfB7PlJi+zY59SlIoOLaNCRua5ncXNmVC35tEyU6Jpj0Z06nqPT8v0vLPS8H2fIN9eXVO6+Spepc8kmW1lMAEDco0JDtW3Etc2/Ic8tSqaoOjAOjnyCb0Do5urmMC9ie/mgMFsTl28xp18GUNF2GuPqGHL6PnLWmBNOKtJpKzS8tJYx0KiXdhsiMVTHF4mttrlu9E5pMjvx55NJJr2+rgsXXx7V2cfbzpw9sdVnlR055t4dBLjuIObryTkN86x0z0N9MdC6RFS9VwjbMrXJhIzPHbAhSjprHSXZ50uXL28ti6Fqkgh9nN0wLTI55qbKbZz57tcLrNdHNIkBXoed3mUKYvXCl3zmDbo4elOrXn0Okx0KisTmw0xhYbZUaY5nXOHSY3pzKujl6TRTZnn0SkK6K3GTjrjLprhoaiYxAwAEDQAAAACAABEk5XzWcfPpnYqSN50oz6eXqK5PQyWtsdJXhcJyV16r5+nSk7uvzeyzbi35zzo7cl510IMuzMxvRrxLqk53uXOdaCYXdEPSy1oY1BPFW98HTXR6PndstyGsoAnn6CPJvt8+aqHKxNSFDGhQu69LlMLGGEsFzy6czdUteKOnP01w72bElmkOw0eZz43M10pKzXh6+aaju5+k48+7z01edLdRRpy9OJbzg61y0nZXF0k5XnZ251kKWrK352F5ajc7HVOqzVnvx09cNTCdeezTPtyMV34nBvhsaLII6Mas6eespb6+LolfJ2cQTlRujCXqrG16OTeU0ciStcWlF5ivTnNstOY0w2lcipRbZ6pkaQbaY9Zx+t5no2a+R7Xlm/FujPS9k5XqGS3DG6QDBMZM2EUUen53f50osNDLk7uFTp5uk6MqmOBaxXTSmWubfKzP0ODsHzdPMKnsEaEuHPtjZd4hpvyh055Uu0iWOnltnWs9C+asSlKNdebYvPo5xrOTSDQOjk3TpqJrkJuJWiU1x6D0ujDfUjbyPQl78OrlRdHi+yceO/KaEOUc0juKCbDk5/QxDVWIkHcSqc0OYsye2ZllSJz6slW2e0stZF5Cq9ufVm86hXWKjrM9LJi5NIUItdIajOiGXNK82l9vB3mSRmIFdE7QZ7Y2dGmWhVVkVGVEc++STeWpjnrmR3cPdZpxdfGuPTydkbPNSyZ5WdfXy9gwmJy0yW7zs1rOygABiGgAAAAAQAgDLTA5cOws8ydpsyWuRdHYcvdnidHM8l3u6zY6semp2xcdIrBlWYZ9CMHtJBQIYIaG0wABky2Y55u+WRm3KJXnZXlnXxduXd2+N6E13gayACVIUXMeZn05TWK3yVNMPRWrJIWAZBE1x6uWpcmCvi2neMQNZro5LrpnLoSdsFTrLYWkhvMQvTrzOXXg1zsxHZfVw96ZbTBjjrlWVKkvRSHbydQ27MObq5bHPRiLr49y9eeT1H5+kvZyTmaa8vQce2PRZ6SOGXqjg1s5enLc5o6eQ26+PvPM1rQZFLXNvBzMqNeatlxvMjo25OtGJlcm+K256CuDtDz4TaVaprPLoyuc7FM1n2wctbaWbdOOw+Ds4C3noTTI2JuxACBA0FEhQgNYZ1c98q8+/I5dOeYTXp5ek24r5lbjc00wC+bpxH082htxOU6u7i3XPBZSyKtSiqjTKKCXoZjyNFIVZUuHTzOxICtL1XB49CZTWq8/SpJ6ubpQMrs4WmdfPbI3x6T0653beuMp2q+CN9L5WtM8VJtOW5z650aPNpZmjZ5scORoyW80GWuegqlm+aRzzeJtkmK4Z0SlLmNVV50l1CUgZrrZGUbYo9F0rnj15TXBW03OueuZjOsWHp+Z6Rz5vGNnnu1UNRDW9hdAQ8Uek6S5c/VJx7IsiNZMfR4OizTk3wlx6+bU3iSWJ1s6dZ0RS4Jh4m18u5rUC7Vw6nSABEmuN8Rt0+N6hsgI5duQ7rx2Jx0yR47c1coKwx6Mw9Ln3MePu5mufSXL6KXRlemetkKpNdMbNROyQAAgVKpVolUhMiW4xzxrbJLGqQA0DEDaYuLunU8rac+3P3dfO9IQOxD5w8dZkjkdZhr1cCj2ej570juHAud6Y3Da57SaIx287U0qb3iEWQzUy0WR0KMTfXn0oR0HPtqlz2y2NuDr47KtSY9OPUlFRLhOvFZpeHVZCaNKypreuZs1jpNmzIlpQ62nRHM2Jp047y826Zx9ON2d/HaXHLsuOI68rK4tWZ93Pgba49hzPTnXRZXLymkJL0kpHYcPZWcaOWtc3XgcvXybHTy9XCc9rZTow2M8rDnWmtzhtryG3q+L78eZtGhv5fo8lRWnNHSDSbiihFCEMTEqBIRsk16fL9Hxo1z2hefRdCTooXfj9DiMPR4O0yx2wOpzsnNlVLM6iXFyphviVFSdFZ3HMwp9nJoZZbhznRSFroXgx9PgICzTfnpcFrKVtnR056TLzacu+o9M9k4nrArNRbSzt2x7bfOqaT0+Du4E6o4PQm+WNueTTfl6Y5Seeu9ZiU89S3kGzx0Ws9cybyRuucN3yWdBzwdRywd5xI7XxUdi5ZO3XzCvTjhE7jiJe1cNHRMkt6cep01hRos1Los5s6JylNjmVdWnD0l5Rmb3z6y0RJtfNobVjRpnOabac1HSsbDJ4G7hGi55OuuDQ6+WZI7uKz3FwOPRfFR1RzI6easBb8lHROGS9Sy0NqKM8zIMe3U83s0DZJJcb5C1y0GKqWe0GBqGGfazlrSCefpwObVeifOduCmvQ6Mem555uIdRRvWd0gIAQwADlXp5vO4rPbjl6eHQTUrEDAAAYFAgoRLn5nrcfTGH0Hznb25+ueVB1+ZSMwZCqRJoaaEbdEbbce0t653x6zNxDi8q58tdOmMZ2gx1yux04hY9Dp8fQhzYLfl6peq83m8tdOvTPHzetdniL0sbOPsjWUVE3lnuJw9+F6xGPRBls9TONkZTvCOS1NlSwyiMu3FLvDQistLMlpJtUXLWeiOeCLJ6o0g4e3AN8DTWaIw0JlLgXryhQqvCzoyz2HQ5ammcXToHJl34nJ1a2cufXmc+l2kdGG9LzPXxOD3PM9U85kFuNCZtQ3nSNpFTM20otNtcdC1iLvnIOTM05O0jmeiMdEyCxTEtI6Y6liOnnOg1mFoQaVzqzsrgqXvy5cDjW81BsjKdYErByCTcsvWKM+Hq41Onm2OnK8C+fXIvrx2srHXnxrn6Ofs3l1IRz9WRe0aEVDOzp4PRXnW3Oehpy4XPqc/H1nLzdUTWXTlrm8nH18VnXXHrZtry6m5Dle+WwImpQoxporSaDDbMrDu4ipKA0S4gImUA5GporfLcmacsK8y7zuGjNbUFlZXCTU3S6OfoMc9FBpNKkyWNC7CpQ8lSUMC4onOszpVM5c+vnMtJslrcz1lx146NZWmJISdOemZM9ORlOrMN+TpOm89jmrejDo1lMKsInVhj0wYmrObU3Mebt5zKnoYdK2MserNcZ2pOH0cug8aN8K7ds9DCLzhNB0XndDzqGAOa4FrBHPXFz9vL0yvU8npjvA49AAYIYs6058temFWas6b4Hm905b4352fo+f25vv8AO7dTU1E4ef0eCpmkQNC3vrFqlAk+fQ0y056JYHH0cmpldm81y7IpKhXOxz6wxPDY1ymDTda5s9nJUvLi8evPprn11NWrMd8BdHlZRWcs6Z9NxhTa5sCtMw6ONsnTMOyBqk5NuTs40HJZW2G8Y1VU9efeWyMwx1xTepatRRkElXDXTO2Z47bHNrVw87xE5Y3DNViG14su8LKvn1LnNjM2lXy3XRWWpzdvmemcpMGzmUuapYXRzQ0yaitXZy7T0WTUslzUQ3JtzbZm1YBeLlSNEk6c9y89R02K01XL28Z0bzoZ8nVxmrGZ24NsN8y2UkGmSywCpSN52JgaOaM+Hr5VemHQI2UuPTjvYlN2GeMZtdWG1TWOtlFIdzZkrR3dk65uXL6GZlj0lcumxHLPc14ejZRyY+izza9BnA+4rijvhOOtM6RoGFaqMW9KAQpJOrJ4xsiF2rmda1ztOo5xOpYajVQOpRRDlcOQvGV3jJGhlJ0RDQ0xo2euZm4Ros2tvKlt5suSUdZWmotTKs4V5WzW41SMrxLMw31w3lmsbNHzh0TIUKwx6uA3nKTYihhJtrx0dZyZHt4+dCehfl9C9mnGJ3rKTd8+9TaYZ6Ix0rKNlz512rz1HoTw5nbv53WedhSs9Opa4RcQgDa89KyqHGrjgrbPze7NbK5b5ebu5OuMDbHc79/M9Lj0YjFpHHZcVp1wbZ56wgcuRUKqM09Hk115dvNZPfl6N8vQl8u+JxNFK4o79E4WVSttHDqtsNhBwJOdV1w3Vy8mqsw1MLOrDfjO/j6cY0rHUytWaWjG9lnJwzU9ub0ydnabZxzm7M+hBfLvJj056GbAM9pJKKhtmNOyripoc0izuqzmhFtNE0kK0GkWjLDRlUKM7kKNNl451wrS8g1hym95qWovIqs2Z3Gh1cHTmTRRNqjHSKInTJLvPZcZ0aaUOuT0ebWMs6dE3CPt4u2Xmy0wVOd5XcVYVBZaRCvNl5sHU0Yu0YTuEqw41tNYbK4NcfQXkz9PU8+vRI8jk+hqvCv3WeJj9IjwsfouePKadii+Y1JoQ6M3dmT1oxvZr5vP7DPP17nLwz7PMeTeWupVKk4pqTo35NIjcqmGpm9HHPW7O/bHbOqy1yqHJFIk1EFIQxMbTAAGmLPVGRpJIkWRQZ7MzuZNiaAYIYJgIbJGAmADENAAAwQwkoJKCSkAMSpCGgAAQMTAYS2CVBJQSwEMJKCSkJUElBJQSUCVBBYQ6CSgkoILCCwh0EqwSoJbBMATBKgmdAynRIFsiwM70KU1JhFwABppnZmhD8P0vJH3cHfL6N1PHXHx+lwbnPn18vSPp5Gnpk15+uXJ3cPTGumG/TG3PsVe3JnNaY9PLk89sbnq2y1498eD1uPeObu8/Trz7fP15ywVIA9M5uuJGs6ETy6VpEk+b0rpiTZWOJ2iJYGVTW8dGUumM0ReW9k6T0ZsgY0+Hu87pkEdMAI6duP6GPKr1iXyJ9lHia+rR5Z6geVp6IcGfph5i9QPG09R15U+sHlV6YvmnpCefXcHmZ+uk83TuZ5ld7PLr0keevRR5J6oc+Xel8+PSRy67uXz+f2MbPPr0KOO+oTnnqS4R0M8yusOW+gTB7IyuhUazCNSsY2gnRBlGuEvVWV2RKSbVFFYahi9bMp6yXl11ZibBitys8+lRzHSHNPWHNPYjnnqDgfcjkOsPPx9ZHj16yPL7tmcmugY59IcS7Q5DrZz3dGM9LMNNAynoDN2yC0JUgTBDAAAAN8Cl5vsynkmmNcqrQnagqiknpx3mhMgYHVvhtLeWuVmSRLUuDcQXLQxBTTGAAA0AAgz1DlXTgG3LR1LPQzeklPGjQTAAAAAAAYAJoAAAAYIABoGmCaCWjKdFGZoE0My0yquhxQwQ0AAAAAAAAhiGCAAAAABDABMAAAAAAAAAuKEmgAAAAQ5EcoEKaKXTzdAbcm1nQ0xS5Obn6cDMwg9K+LQc8thw9PLT6+So9ic+vhteX7PlacM1r1xLUV0d3l93LevJ1zm8inXrz63zXcoblI1yHjTzroua49XNI87P0OD0com89Z0SKYgv0/K9A0TXLoRaxpc8G86Ywammy5oexKABn0c9m2d8Vdc8+pl042X6XH6HPXLl1Yy4cPRz9cAVvMDBev5PXL7qagAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAQNDAEAMQAJgmAAAACaHOxWCrRcr0zkTATAQIYgYAJggDLl6edTo5tTVXCBFjpg0wBgAAAAAAAAAAAAgBoAENAAgCUUlEUsQ3MGaVz6DvluulwGjihgAAAAgAAATAAAAEw1xK18z0qTw62wqnNI2hd9sNs0EFOGdmvJeb2Zs1OVKVuSToJcaIIGgqpqmAAAABFyNpgARj0hx1rzV03wXHZOepFuDUy0GAAAAAADQAAAxDQAAAEXga14+x6UzqYmxGK3DB75HPU1W1TQDQAAmE1hzneZ6AARy7eQdvR4PRZ7xNSgSUc8nUcuxomAJgAAAAAAAABRIAAAAEvMtNnGdjjhO2Tj6NIsx28rOvoT58s9+fI9CM/N9XnXy1eFmhGqnT0Vlwc2meowD3erzPR4dDyPY8hOLU06zPn7MiKyep6hz9Hn644duGsxeJvGqyoqK0mufq0eNFp400Mjj7Z1PLNJ9HLJiRgqfXx9MvamuPQzviqay13hc/TmdCfObPDeJfP1EyKung3DMJNbizu6s746nLbjPMIv0YVSJca5BpmL9O/M9OEAAAAADEMENAAAAAAAAAAhgCaYIAAAAAAAAAAAABMNDMJ1zdbYgAEIaCLglpGrihggUojm1zUrGzuz0EmhgwAAAAAAAAAAAABAxAAhiAABCFKQOaHNREsaoYmdzRy3ltXVLBXnoW0DABNAAASUAAACBgCAC4Rv5/XpXi31c1gNG2uGubSSKcMjh9blzcuzzVues/M7Y1IF6Ky0jQlw3HMd1eXrXoHF0GpNAAHP0cZvrzblADQAmGHN6Mnm1tgEa1ljJFd2/NvWxFgAAAABlricfTw8SfSPwvSOoGqAMOevMX0PP0qSPX8b0a9B56pU6QRnpmc2ccFe3r871Hsrm6JWAAIjztso5vS83PU+gfD2y83mex5hxbLOz6C/E7zsOHOOny/RJfHvfms7O7g9SracoAAAEUMYIEMTBADQMTF53fief28GFn0evh+rHRjvkZ565Hm8npQeWdRWXo9O6c+O/IsYXzR17+btL05b+fZiJ6ggPQ6vL9Pjt5dOEvNMY9J0SmYmd7zp3cGuNdia49AGJtkmfDrPZzYa9MxPYHH1c+dntzz9PDrz8Pp8PTGUaLrzhAHdy+pjal443niPpiNkk0myWXnqZhmlPbAbrQzvPMpaTXL157x6qa47PI9bwOmYqa64Ew0hshzQ/ovm/TX1BqAAAAYAAAAJghggAAAAAAEAAAAAAAAAAAAAACxNzzcK9k4emNQAaAAEAJOSUIq8g1iEaqZOZPdcOvRomMABghoAAAAAABDEDQACGIAAAAEAmjOWh1FjvPaEVZk9sjPPXI4NsN66kIWmOxc0htAAAmCGhgAmAACAaAEwGkbcut150dvBZrphrm2SwYB0+Ks30OFupd3U10qV9XLadVclHROO0pydWeZzejxVp6L59K0Ew5ujkM9PMmvc18v0ooAABiBRYcHJ6HFLy57YWeh6nkekWUDrINRMGpDzu3yzq5uLSM6v1NR9mG0raDk8n2fHXJzVdHq+D3J7FZ3JtCCcduc8rj6eWmIrT2vC9OPQeRLtmQc/nd/GZe3zdyKOXJejjvCOyuIMI1z1Do5A74raa4V08id/q+F7ZaEU44D0n5VWd/m6EtdfjZnvnn9xTQAAAADOfk6eOr4OuCvRXWmmbmJy1yOPi7+U4i1Xr9nH1nN5Hq+YaPj2K2jqM+DXKolpGCK+j+a+g560z3nnrwltl1jvGwi8LKqK1O3XzvQ4dKAxoy08zeYqfU6ZnZHHoxER5PreV2x0+hx9fPUxopfPnp5/RyyWmidmrnj1z5duXeZdG8i7O7DzN+qDGunniOfquufk9xYvjX18m0ZaLUltC9Hg9PN78N8ed5fE9LzOuXU1vIAFzRmNF9/B3L7CagAAAYkU4C3EmhmFiAAAAABMAQA0AAAAAAAAIZzcNelx+fCb5SUADqA6+3xyPob8DoX1zm6ICpFFZimglMAKJrRk0MAAAAAAAAAABMAAIg1ABCGQygABDExAAhGaEOoseuDN+jk6y+Tr4xY7YRwdPN010JyYaDHBynoa83QMEMEMQAAxMBAAAAAAACALxuq8x9/nl1g03eFrxIAAL25kemefcvZzuSAVl+p43dL3RnrlEvnrp54dnX2+b3S7JB52uLr0aVQAAAABlTyDljnNIhV16YdMVtyM7VizSsUdU8sl+Z08xymq1K97yvTzd1x856p5Vno8OmUefj3c9uHr+TvZ774OuNlIj5t+ZfI598LAVUumNztvK5daxUK+XNPUz4ZrHAg9PLlqOrneq8FaaWIWsZ9vJ1KxI69+TpGEleZ6c15HQnGk5uoy2o26efeNWmAAAGXPXknqed0zWTNK6PS4uvM1zEGWXmnR0+F6K9vHjumPp+T0G3KZHOg1FtlZNSyE0DQHpeb1Z16/Ptvx15HF63m9Jca42acnVy6mpeY+rmJfSeVcOq8vu4OvPr7vN9LOmC56BM4+T0Y653tPlpJtZ4PR5945N+Y7c/Xzl8euHJtz9Mad8dGZvfD04args6Z4HXdJ58eq5rNM7K8R9/F2kETXT6fB189d2FTl43NU98DRY2gpzRKaF0YB9Ssrlow4j1F5eh2rns6HFpn5/oedRvhqdNZo6Lw2lmvPg9Q5ekAAAAAAAAAAAkPH9Xirzk1YAAAAmAqEAAA9sA9Pp8S49ivG9Jd5ahOrJoYAAAAAAAJgcsHagAAAABHNy7ZL09MWgLE24+nnL6PB7K9IjSEAAgEZDnn0NLz0MsnhK/V8Taz3eaGPDbGODq5Oyt5qRa4dBz8PViunfhugAAAAhgAALm6fn692/As908fc9E5dTUTgTQDQ5brzsvV4EzrOq5kErABNDEwqQ6K5kdi5Ed/T49R6fDMiEV0+j4gfR8/kkanO69nr+buPpTw+o9I5ol7H5eR2+Suay1BVkhe3PRoSzomASAA6CLiYd6xDjLOnmKgElXkLtWFGihGlYB6fT4euXp88zLllrlqFQVtfOj0NfMo7ufFR3nD1Zo5quTLoz1mKaH28Wi3FxEdGEnRGKrauYOvbgUeyeTYqXfHAzkt7b4Og6Nefan0+VCfQV43VHevN5D3H87Z63l9NZu+XPyV3xz9MbdPmb6ehHBaYcfXgYrZVltOsXrHTm8uXbxGIjebmoNlvzmacjcsembl+ljGOGzzvS83SlNbnPn24WU9szGRam/X5vfy2/O9bOXzOrBdMd2vl9+N7sOWhoG449Tbo8nu1OqLjnrz8+7g789+3zO6MOfTHU9nm3y5qcdWo8euOdw5vRkfJ3SUIzQOeo4SO0uR13XVcdXjt51eeg74YCAIdSypqRMD2+vxOqXfbz+Q9HzerevJe/Omnf5gfRLwOw9Iy6DHDPjPX38DY7OHWF39PgE9CPK519Q8YT368DU9485r6B4iPcx8nNOzkjM0eJVkMoQMTENBUgNANANMGgr0fN0PZrzIl9g4OqNQZx1flHs14e9eqcO8bzlkaQ2ci5A9i/OR6ced0V1V56O3HDA7FxTHuLxorp4UJbzCiQ39DyA92fGD2Tx6X18Oe4s5tq6b55iqjVcLkTufLmd2HHRn2cPbRj08cZWc5vXIV678hnqT5went42h678bQ9CeMO7Xhk9Lh20PL5vd8gwGImg16OEPX38G197i48j278PuO6HkY4aqznz9Vc75Y1sNCMENy1ADTXPozcOf1JPPPVdnknosituiPDz9zyDKoNLCiRCaqJVJoHfdHnP15y8+uri0qMyrUhd4huY0dO/PMPXno6lhMac/ZlXKtIpAICY3NCHKtqxokp5o1UWCaNu3z+7KOb1FHkrTLcYw0052vQ8PSy8tenxGSi9R3Er6c8Cy6uWlC68tTXPTNY1HWSRZrrwvKeX0OesNM70ESlvLQ6oy0XlNMx9HN1Rryb84url1OmsqzcKvHTu4utLyX2cjLWFWXvnRXF05GIwaA6+OsgchTTG019HXk9HhueLuxOGdY6QLozd4kw9dTn0zE9XTj6uHYTUTTQJ4m2HNj0xRp32ZdIuXRy1mzyd0bz5dqe/KsrDf0PJ1zfbrxtMOo55OquHKvQXNkekvKR28uXRpz7Z1S2x7c3fXHXnX4freJ0iA6YAQxMY0UmgEy+jmzPZ8/nIt5uupc/WRn28KyqSTtkDvJmvVx+scVa8xpjWZmmCBk0A7z7DjkmmJgBA2AAMOk5RoAKAAAAAAAAHvh0ma6bjirriU6uPpNJxWbxZ93LqTWNWdUYs09bxql7/O9XOTnN+uXwnWW5193mdGbr3cPJm+j52Oeo0GoAAAAmAAAAADQO8w215A69/Oo7lzaVtnYc89YcV9UmfRj3Sxtjlg/O9VR5Jvh0jcsddvTm+M+vjroxKqakTp6uGj08+Ks2cn3Hlr1uE5lc6iBiaBuQ6NuO1dZs19HgMrzkqFrNQVKDTATCaFrXLeXreWjWmmGzLw1mzl2fNlhh2YmO2JXZfD2KZ9My4HXmmnV5WGXp8WOmolUaQwATE61MqILUBq8qLqdzU1UvLzdfOYlTYIB3FHRjaiTs5qxlggRWmVHdlGuXZpkrS8uTLs8+9Y4K6ubcqsN6bikd5qCZa659dHnrTOgEnX2+b3rpeNxlPTivOKbGpCpexxusi6VWFq7Od1pnWePbySx0RnZvlpKZpi1S1FU9TWPRlnIczmwARMDXfkk9Hn59DMTCKRKpBcUWIXT1/D9XnroynXnrzZtdMvG8NTp5upQLYXjWuesv0vM6sa6xPj0BY1nxrXvyjs6Nee0w5bSjg3nc4ujpj0kzj15OL1fO6880n1xdYVHRGXTLUTYTTMtufYRzM64OYe0ov0uH0Odad5vB5vbxdspM1ABBpgAUgEAXFyIEMAf0fgepL28la8dcPn/XeZqeE/U8/cxVLUGkdEYs2vnoYIBMHrsvIdcnE/QxOXbu2xcK35M3q7fH2TvwxmLo32x8X2fNswPRy1OMuAAANTIGIvc5To9LN8Veizz162FcvoefNd08IdWdaGHfhthyYemjzQNx3mjp34dDq4tLzeLonWo5+rCsgEAAAALWTSUkbJGCGhKkIaAAYANBv0cHRW5DNDMNb52dVcsnRz7RD4t1m8vR0dFeT18qPoPFWmXHVrcozC1ANAO8g69OJy9uR3Yvkx6vNqcba0aGJpoOUuqECEMQW82aCoS1DJ3RO2dLrtybzVaJp0QlciQcsejjHHWlJE9HLWRmS3OmhzG8k6JqZdMnMOrItIuEhgCBiaEq82ve+XolyW7l5M+rOznWudivWFnTPSOrPQOWOjMwnSLAAo1I7tubdVzbZRll0ZrmZzc+j2ePeb1cHXzVVYbazC1R1WpmubLqyOZXNl+ljqUZM2x15YxR01yvaCN89Dmz6OU6CSynDq+nn2xbjXOXLn1wsZmWNoWqzaMQNACYIAGmCaHSQmmJNAnIVNDAWe/j6M3svojjvDToo83WVW9rojPm6uUji9Dk3ORC6Y9KuLs49TzfR87WY9Dg7tTrZnw6acvPh1xS079THrT49GKIrHeK8s6Ob0cpZol7Pr5749Oi4yz7sY5o7Jrz49FWc2XfJxz2pc+zOstpnmPOhnfEgAAMBE0FACAL359F6Yu+YfZ5J6flVn0HXxie9HiPF9bPj0zqufrxs456Y3MDSKa7MjDTTE6pjolzq6NMddCHWcu3nndHGvSivLXbyWy0zX2fG9lnPSbR46zXm8/sZHnP0oOA9HE86fR8806Mt4xu4lhXmZ5o1lpuoKQdXJZ6N46mOHWo4s9cgchuY9Rzvq5TXbDRYyeBebaSrkQC3p6Hfi+LXo3l5UfQI+bn14ryjtw1MU1qIAQ0AA00DKJfTMvOa3Wm1bS58XfzWcFSJqZB3X57XfBpC5Q5YIATABAwAaFdxqVpis3THoVcy0zsAYmamaaBAJgAA9MqPQW9Zc9Rgda5nXWuVL1KNFnfl62YpOtDHSM8NMChISSKcIctDcNei41Oc2heQ6EzzmuVAACEBobTW9+feXoJUTnrqci7+pPP5vR4Leeppeus0VjaMo6JTA1LHptEXfPctTErpnrJyzu7msujlUqYAaToNYsuZia0laRz6dXWmIoWt8ddZrHOzMOPF3iDS2FVxd8mU2oiWtSAITQNAAAmgpDAABAwAAEwE0FTeYVLBNKKoCoooEMQev2eL28d9ZyTFRGNd2nlzZ7OHmKvR5ckKOzHUx7+Cz0sN649PHffzduczesvP19FY00HPTnLi3m841649NNcOufnepy7zx3m+vPt6uLr5bvfm1jbmMTcyqhogECCS3MrXD2ebuS5rpiQEAYAAIKAEAU0HVHUzlXobHhtFAmCaBVJVZkbVz1LrnbXUYpne6cruB1i7N3yo6p55Xp9Pxe2O7GcJbwNjiWmdt+14ftM3NZprlXJXRGbLzjI7agNee9DzdOqI4x6Nc2y6E48vR5DmonWbkZNzudLvKOivI9XnrPzPZ5o84DrkvOj0OXLWV65Oavm7eRM+3D0ZOfk915vzmvp5aejHl8sep0eCV7y8RR6p5Oh6C5982OPvzrzl08/TMgWAAAKNCdPV5zl7uvx/V6TLXj0zrTg2ykxN8AARoFYgYhKEAAIYIoEDEAp0c/QBeU1q0zDPo57ExorW5zy9DNVIAA0DEHZXN0ZvMtFUtsGgdyzXt5eqyKeJpPndEaYEysJKSY0FApRoDTfk1XRYuOhxoscnbyWZlTYkAADEFa49ptsZ4M5Yrqvio6+O2ct6522sxavHUpLJLfMWerp5XfYsN8s65tJ2i66VJnpz8x18OulvLfQVydadnoY5NObLs5peh8ijYwa7PFm6VnNvfKOuRWehfmaRvWdVq1Ii9JeJaGphPRzoJghoE0JgAAwBDBiYAAIAbCKkGBNSKJoVSyhUNORA0AYmmUJgmhS0rFQDk6+ry/Q5dNai+WmJgjmro5OeevMKz3mvSw6uXRoOenLK4MPS8/tzV5m83MuBMsYmOoa0Si3CjrfCpejANQBImgGmCaBoKTQCZQB2aYandt5+kvlz18moNME0JgAMSoDbJHU8ol0jJFQ0g0A0GihlJC6dPFZ6e3H1TWPB6vlKez4vqJ0YmbO3H0YB1cfaecrR6OdKsqhG3J08mbreU26dHFsXz65GePZgmNdPZZx9qcOKR509/nHs9fl+lyvl+b7XkbkINyunXtrk31yS0VZn5/qSeP25c2dejz8ly3FLUSpUhglRE0kb9nmPF7cSs65Z6efeUIoAAAblj9Hh9SvP6+estuPfKt8e7Oa86fRyTir1CPLO/ePJXu+aciuNwAATQExiBiCtsdF2uNZpKZHhtKY649FURUc22fYY8/XkYK5sAAAH18e0deGmsvEdHPTSY3DTqrnmtueZTTpPSxfKPW6I8BfQYnhnpOvNOrC3NOaabIuqM7ZGl5UZ59FLyZ9vLZmCsYmDfRGXWERHWo4yijTNlgycOmDnK0twdwiWyMnqEaKjXK8Zeju45Tr4oiVMVldPJUvZlrzrfRx6am+OuRzrKE7o5/Ry4nvhTvLRXrpRhx9dVxV6U2c26510M9DVcdS7Zzku5i0kCoLhliEYADBJoaYIYAAhoAYrmiE5G0CQAwJKlaqaCalATGAAMbTCagE0r0yo6MNply2xZ6enN1efqsr8rU2wOrrzx6+jzs6z0z9KygfHokwSaDDdWeYa5d+Q0WUhBfV11x7aZnNOm+bwT34y8yDWRAJNAJg0KxANNGgATKaZfRydprHXc1y+X7njWQJ2AAICkkaSFFwzSNbzeaNYJGkAAAAGIGKkjbo5KX1vK7/AD5o7OLSvSiqmZz6OcnXEFUaGtTpWMrOKwWud1jphbV5tnaJk6BUPTDayqaRoQY7B5Ho8/Mepz0c755th1nr2t7FGsJnedaloxODA9HO8ujoMawz6oPPz9Li1nIDUTEMASYHRzPF6efd5vFtvjvOc0KVLUZZppjjHQLSSc5dvdBnLVY5J7r8KcPe1+f6z0OHpzl4MevHTljry3nF1FMQgNA0Dci9F8jOtY3LfO1T6lpLL1k5NXCaQUuefQk5TcMquzDTVDvNRvjTORXrZlXTxVcEjAS9MEarMXUyI6enzSPZnyQ9F8FHrcvZWL5JWW5ZmzQil1vOleGk2c0duyeW/U3POz7OMzQVXVxOPS5+m8uFiq3OgAjONsQVdhwnXyg5C2NWnRCrSOee/A5ioqkB1bcnbi8ZphudTw6q4p7srI6p5l7OTKssuzHWs8zJrfq8/RHJLWkiUE0SqVedwjBI3FIILExIDQwABIwAAAAABMBpyIEDTJGgaBppXUg5aBpjAQaY2gJqRDBNC3eTAuDT0/I7ue+nDc5by2WVmPGX259u/n5416WXnlnXlitStMdzuB8OuPB6XH1xgB0wvT5fRRTPJW+CWT0yDuz5elZ4+/mlwVLWZVISYAAAihMAQNMoAPT8v2V6ZxWdHn+hjvnxT6K1nyzTLOypoU0igQxOunr6OPN5MqkkYIaRtUIAmhiVSMTNswU7Of0yZ5/Ty5s+3nrzs/Z5jhrqo5tN+o8eu7hzXQs9Vj0dtzz9O0c7hwb59Mahnqad5zydOGVarEkolmfB2wc3TxdEXx9uJ6Pb53o1lmkpGmW8XydHGZe55vp43MuZSakjLVHnT1cm8gFjQAAJNHTfLpi9mO+Nznj1RNc6pKXHUcs7ZIdHPRrDk1iQJlVSQjExuRdNOYjsnm0luLccy6c9TEqaAAGCABpoXAvR0cPXL0YmauUFVmzR52CvFLjKTZZs2rKo1rMHTlJ5LjQQA5ZQgYmAIYmCAbTS+7znm9OVtc2tEEXUdtvJzzYy99eYWelt5DXs5W6456OfUADX1vE6sujn7OOJuKrRwx8vVzmOmb09OvM78OaPQ4KdZaDvMFjrjT6uNnq8GmuLxlzpfqeTqevn5Ct7+bJtCbVygUmTG15aKZaZLWkaEg1cuAaYACipZqGgadgIHNCSCSj0uLLJwtNDMNCAsgLeYlksrKoGIKaapNAAAIbTQBDExgA0wYCTkAFGmF65xpnalzuHZ6lcfZw6nL1TL5D9LTpjzde7lJ55W8lbdubjuHPoIyKm6Ty56+Ttz7ji6dZkHEveVxDQhOU6FnvNcDl6yTpBI0AAADAAEDVDAF6Pnda+pgEuO0rpy2y2zTzufu45sTmVUmMEHfwdp6fPO2deNPdxWRQAAgIBAOoCppCaBtar0Y64ZdPp+Uj0unwaPd4uUOnXho7M8Krd5zHOJ56b9OdYr8zXi6c/QvhyTbp4+vR58XpFYdnPNUS7E1KReO5x5dXLXQYbZa9nm+ivI3jXTfLrV8nVy6x29fAsdO1c+sWufA6p5nW/DtFmQGsiAAAaC9MOiOmawk1zrQ89BNaVk1V68qa1zM6M4oJRQAgCGJqCAAGKhNI105iOnNVGc7xWYFIGACAgYJdNMA1vnqXZSLdZBWbpIq0JgFxUW47o59evml4MbjplI3MHtZznY44jt56yYhpAmA3LGhG/f5vXl0nHY8PW5cuNVOgDExhSY2qWebqys52FDlnZncZKix9B05Z5HKYZ1HQ2g745enKeuXbtXn5L1+fpncy0F9vAR63MdeLly3jdoFq0xqS5Shpcouby0ubm4y0zNbhqOQqKkYAmgmWMiaQYBLVVXTunDPpynocqfC4+b9LFfML0eTpMSp0AAACptEqQgBiaiAAQ0ANNGmgAKTAaYwBS0ACu1rE1rlKLGrKm4H6Xmb513ofDos587pnbE7OmOfu2OXRAs154ce87Yrp6Y69ZfHrHm+lzazx7877ct6z0jozmaemaKzpRqa5VxAFoZA5AAAAaYJoKTGAAWvftjMb8+uXTlvJC48nRzTQJygA2ma9XJpL0O6ly4/RxPOW2dkjBIEEMTEUJiTSmuWp0yllSpkti9e/PrZqwpgkCGZef63LLh1+fpm9HN3YWS4eq4tS8voZbDCJZmZHDLgKzHz9mByaoOvsyma3yuzneuQuTow3id9sc6rp5O2Xmw6MzCN+ezW1qvEqnWACgQMAKzo7sc9szm6Fgt53mqpIqRoqkGhKwSMTEANAoAgAACgAACaB1AXAAHYm3P9L5+L4K6+bcNVquM7hm9lGdAuVMAAQAxBV5uKcsedSZDNTTp5dDq6YjGubnJ1lwKgENMENgDE0FOGjBG/d5XTm9HL63DlyiewwKaqBrVZw77Txz2nXir2MTDRzGfccduvLLamdcyJauG5DX0vK1XfEU20CrNxebE0YmFxa0BOgAMBQAqSTMV3no050yTGNATQACaGCBOUQhkTKC7TL1erIWFEJu08/t5+OPpDh6uN5OXo5rYztbmcbquddBXPesWZgUgAYCQADAAAAGgAKABpo00JNAApvgzpajN0h5DZucpvhXdv5noct3wdxm5dEuUJ4rOjiyfXC036oz2k57qUlcU086O3i7c6159dZ0QQNSVtl1VfmdfCMQU5YTciAAAGgaBWhFuKR1KOxNRsY6dMaYaZHPnRncU1SHMNz1C7uH186aUymGkHE63srDfOWfP9TzbEIstKiVSEJhrnubSPISoJ0k6ern66i8drBNEAxtcpz9OGkpKSuhkjzW4izeZIJcKt5xuJ6M9yZy6jhV511hvnWejzJzqFlztrHXjvWdTh1cK3UbpgayszUHFGme8CEg0xpOgKNLjsxcMuzGMcO7hoFVAkgmhuu1fPN8AAQAATAEMABNQAE0AAAANGn0vy3q5en4+l7nX5Xs8BxS85RDKr2sed8s259GkUAA0waChEUSFOWGW2dkb8/WvZj0cPPXPLXXClgAAOhMAaBJggQwaC10lrojry8zPs5alspo3NunjhrfPEXXDTOagasTQztCGmIUi8mUguATK0m5tpjRLkhNXkgAaZWjJ0E0oJg01TTCKhM9c9bigJvK40ZacNNywEI0pRrfK5m8/pE+dPW5WvRXF3XOD5+iWU1DcsfB3CeRrvxnU+Ml61ys6DGosgLzc6kJqgEUgBAAAADQFIAExtAwaOWCBAAo0x9HPvF5VMsdvL150cPo8y8nRgbx6dY78Oqw6fMsiHr25nda47ELOhBQADQHF2xrPnaxPbn3u0kHTIssOYaAAAaZcMJAAAaaATVAA1QwE6mtM3m9Xz+7eSPTzufn33aNcvSHPW+D2y8/fuuuHphXSlwEXIVAZVvzrhhRZlNzcpgAANMPQ4O2NcPW8fC5Ro0mdnZx9eplthuJNEtcRfHUS9cuFtSy4cqIAaRrBEO8uqyOc6E2z24Tm1zVb7cnaTPTE1FChJojSVvHorLTG8uXtxMeuLWs1ApEc+OuW8CEgxgMoYFbYRl7fP53fz0c+lVwrbHcTYkzpBfqeV600ubqUvkr0+KzEC5AAAEwUBA0wAEAACAAa5Ne30Oes635nGbzS51mJ2x1On0PE0y93z+bqy5Y7+WsgNUGCGwchZAWSFIDO7qOrnrKXCXO8ggYmU0wABNCGC7eXY6duaDunyyX0MOYXfPeszkT0sfbxxb0RNTsACz0yECuZFTFA20ALO82EBcjVF0qnQGlIrNJTpzS6XNctaaii82wFQ0wBiAHjpizWueg5JVXLQSCkdFnM1SVl9Ak8d47nL7XkWfR+Z6vBbwdXlby9tZiUChiYAhZaScuXbKcB25nMuhVgboytolNAmCAAAAAAAAYAmBSBGAMECAASvRbQKs5bhsju5O7G2tFm8HP6HB1xfo+X1ZvbnRy35B3cHfl6Wnm+jz2JmNIAQykNAMOPm9Lz+vOWjeWIAAABMEABtMkAGgaEDBRAMAbTOq8+3N5fS0y1O3KNLjjy05efXTkuKmlG8epv4XRHq53nnaQghwBKWefokxW0WYxcXImAIG5ZWmTT6jxjbneSUaNoD1fJ9GnvhvY04PPxZmzNaL1Y9W1eW+vkVocqbAbBFaouXXmsrs5yFn2XnXlXnp0xn7/AAemoSi8K1PKn0/JDQrXOt8XndTlnnfS+TQ1gkSlJjm51lidg0AMGIppxB1crl9XAXO1ydMac5qtTOdGZej5vZL0Tm5ZiqOXPsyswGrABABUAMQMAAQ0xEAAB39Hm6Y30zzUOWrBFGLRqITOzfy+vKsPW4Y5kGjE1aAHNDvs503282pe+PMVehjzNZi4sAEVIHUhRIMSKJ1Orqw7I5uLuhvjNM1ARtvwdWcdOXLkm8xrregnOgwWcrzZAVk1NssBoAIiovMAQuNFqpc6NALO82a1y2kqbM6djlwjfDYTVMTASKRISxltUQdONzFxZvze55tnH9D852m3H6vmx6PpeH7Nz5HL6XkzW2WmS+p3fP8As3PmZ9eZpecy6yTLo5oJEKWiRokaFU0CqCOfp5bBNACAGSUkTBQAABiYmmMBGANNCAAA31wvOnjujn6JRXocXbz3Uuc2eXrWnmG+HXl6V8Hbx6153oQeZ2Zdm82h8tpNiGgTVBlnZ0c25XnK47cgAAAAQEwBK2gaaABBNDEADExFORb2r2o5J34muvfLa45/P9PzJc5uZalhj3+fep7MZvOmpkcKVZOg9FoZZb4HLjvjcywsQANMYNN/U8n6DF8Na4lOVWjyg9TfzfR0EqTy0jNsSa7Ojh7rK5OyTzmE0NIpwje8Gzjm+mWtlXPROGGnPa7+mPSz0zVPN2XDkrK1ZzNTrFJuJnbLHXNkyuXCLN42APWQSG0yiUWlRT1JeUaK7OHqzaNMYzi89zT2/nmnp8V8x16Y9Wdxnuzz47nXPj3o81aRcgAJggAAAGASMBAYprlqDajXK6lyrr5Y5xG4NAOQ9Tp8X08OPHv4qRp1nF0d/LEK8N3FaRNoaATSiQSaRDVic2iVyK59MxrToL28uD1M/MzmvSx4StYTmhOTMC8yosvXPXPWgGwAzmpZU1NyVNDAUEERU3mhiGsXNNptpoJi4vNMSa683VnWhnnnXpcHo825yQ0raQOGzSPcs8SPX5U4OjnD6g833LPmcPZ8aXo6PO768x6xH0HBppZ53f5u0ep5XoleZPoXL5PcudfR8z0ORNOfs4s66Tqw1mbipSWiUSCENCC4oedwHJ1c1kgIAAAoAAwkpCGA00EBQANMaaEAAIfTzC7Btm89COjr5Ovn0FSyVKjl4urk7YXbxUeled8OiTQCys2OLHU9DDjN52y0VmbW9djRx6c3L6XB0xAG8gAhpAAAapgCaGAiAAAKTENrI5NPoPm+o9fFzNNcRrn1cukZ2s+68vMvbCjHfCz18uKl6M8kutZ7Q9JsukE46wvNz9udnIujLWcy9jnfTzwORH6/j9ubfP6rw83o9TnOfr4QV4Z7eo+Pq1MuOTOklC17XhWnt4+JKdy46t6lgjSp3l15ehQukXPRyqNyrw7LArOujTi1qqzadCSp5J3I4yuelcU13cUxnTMyWokE2WCWhPR6WnO+Nl6/Mee+zm6IuUmm3LRtzaIjbEl9Hn2253zYF0jqaT3vInI7erg7s7kmV2WdEzUmfJ252chU3ImgAQACkKJyMAAAuA6ttN+bPfl4z2jw+s89NdDEAAGmYelXHWG2nmzXTlndUA2AKAhgAhIJpBNWFQ00m1K9fQ0s83Pt4ZocjQAXAA0wi80lBcGkaLesXnqwU004shCuRAjYKNMJqEiWrzAZdDmwBppyTIrzAab9HPfPbwuNX0tebsuPGz6uSnth7SeQvq/DOD0vPk93p8z0Lnwuf1eKU+h+c9KvY+b+o8aPI6MhdOfs5h+x4fqVx9OeMnp1y71rlis3mm+hrm19HjZ58XbXasdNc82LO3NSTNQJNA4sVJiipDn6eWxKwgtElIbmgBAgENAAjE1YmjEFIBAgAVi1FvFZs1AdfTzdHLo5cxdZaHnSV1xzrfDU6uvyvQ57059TF86ezXrjzz1POL7fN9CU865svuTxpDUplqHmm2PbkmFCaAAGAxoQAgEAAbABDaQISsA9I4+iVybGnRyxh34+XFnt6+B68ebz9fJsVL1HLiXTv8ztl6bm5aBERXMa8+fTvPN3dfoZnHfbyc75Xnel5vRKao6OejvjmcbYkIk1T2wo6+vj2Xj2EZsuUm8zKOnmsZIbba9mNcW4Y07qI0cbzMcHqedXP38Pb1TFyZ5b5i1z2qNEohdfOSacmsyg6RS4520RY0gaNw9bSeV2zzyzpSKbri6stZ5VT6Yyd52VKKuCjXfgeamiqARAjr6vL3muuM6mqqkSiRiZny9vPc4gWACDTAAAdSXA0OVNM2MkMTGASgAQAAAA0wYh1NLSam2mgaYISAIBFjlpC325YvXBevHPOxiGwQMQMAGmLO4ZkZc1caTWrTz1aBXlplZIFygEbBQGGemTMArh1Oi0wmwErhyylU3CZZLpCnRnVv5ux6Hk/T+EnD1c1L9Z5HTdz4M9alvs4Ouujyva4jzq155fpcOT0rn5ldGE30ZxsnNtkl9XzfS505e/g6ZaFM0b44J9V43oeTc8m/Lu1qZFzqY6ysTJi4FLkKkLEyZpFcnVz2ZsQNAxMYA0IQwQ0AAADaYAIwBJiodBvlrLOekQ7mTv2jXl0mLmHpFnkb8vV1xrx9/LNc2ma3j0r5ujj0pNZphtVnkvTHvyffG/PaTWNsQCTsy4/R5d5wTXTAAAA2IaAAEQAMYgYCAQAmAm1XXydBvthpLjzaZ2CBGAaZjlinrWFVI5A7+nyCX08+NalV09mGfVnfK32cnFuen5nnrrL4/S545AFLhjrNpcoAAADbXks2wmg1nolyYlq87l4jq5rns7Obp57y3M83WOfrTLu5Mk7/H34tw9Hg31elYZm+Ocm+/JuaRWiR05VLyb6d2s+Rxer5hJekuDOw4Z7caz9XIzNePPNdLwo3eMr0acYS5esuakha51NTVkgQ0NWmkEwTQvqnnaTXVjFQ7pEghS0cyDWQaRgDHWi0OzU4cfV87nc2hWAA0MTCp1MEAAADEDE2gAKqalAGwaGgENIgEEUT0Fx1YZ4Q3NagJqA2kArEIwBoBZ3myNO5rbLabphOoBCy0yuQRYNNGJqAgipZlWrmdFQA5sipuRDQmkk+jwdB7fk/ReWnmLXBVNo9rmx7rPCulNdHu/Oe3c8uXZyEaTJ6Dy6bPGy6cs7PoPnvVsw8z6Dw5ctsktzSlfZxdaMCVRohc++JalJKqwZpZy6bcp1POgmoEhAmjRIFIi89JMAVjEDEhoYmIaYIATAYgbTABGmgBKxBrWG8EVUqi2du2Ucum04M6Ly0PH6+Ps6Y1Vac98GHqed0xHf5+p3uK5dDK/O1menPt3lknPdCkvnyx3k7ePrs6YiMa5Frn25yUElbnO+0jiXZx0AIgYDkaBQYDGiABgT04arrM88radymmTvj2y5JqLWDqsqzK1y6Kzjbs1OX0tDhoHz5bcvIdotNS0hmLPTz9CeTPrcWpzDVMTAAAEE0OoY5pGmuOsowNGzHTDLp5dZ9Dd689ZcunLVVHPvHrnm9WLhhS3MmLU2M7lBoNc9F2359JNmAVGByxHSVOvLNGqZHo8Pps8vFeJd51ZIkXUMrNyDFTQihyQazWS2EyejM1cAmlAB65B1W986zTkUrIrFTYDVgwRN6aLfXoyO/n6OVPK9rzzwjTPqbljaYgB9mPSeYAAAAwBADAGOk5oAaYMQAk0iC0d5o0zlINOm0FNOaAFAAAAAaaJzqbgubL2z0z1YCpgZxU3IgQcpLE1UtMiHYKpKqGa3loRpPpJ52P1Hz5hG0Eks+knz/YufBw7c5vhrfEPY8bvs58evklfXx0e953XyXMVhS9fb5HcmOHp+OaVnmv0HkZwZJmdg2s9GWhu3nIhBEXARSQ0z0My4HIq1vLUUtIk0CAYglDKHJlnrFklBLoBOQExoBAAmAANpg0DTSAIAAaF6DOs1Nh6Fcpz30nJNegvOSY9vC959R+UpfU5OYsYlqdN8Zm9XPJWlYiazAUSDEU0AAAAAANBThm/PvgAAqloyWrCSnLGmIhggQ+nm6pccbirnSETqTbTpnOubnt2Rr28hzrU1M+k9cb7OPz6nLn5Ok1y63dLTmyzdnlVjUWmjW0GHTw2aef0RpiCqnNkU5SlIAANCvTIOjXDsxqSjOp4evj1n3so58awqJ6Y6MFpZq+jhsFEKS0V0c/UiWms1i9clxEtZ9K+LuyXnaqOXthzU4Gq6R0ZHbzep4EyTRqKe26849DM5TdnM+yI5lUBSZU1nVXjZWe02ZVvJlNIkQrT0MTbWMOp5SmeSsqQoKQDdhVd1YdVTxrlzm6dHlYbnZyRPWVDIloldSx29ynJL54FiGCaYAANBSZTRNsBRoBNAgQBIxDIgpuWraobCbAQxAwAAAERLVw9I1l0tOdbQhS80Uk3LrNs2SltQWWuumeDSdi+b6blTwXSVTpAbZWfS+VuWedoPOuJaxZf0Xz/AKdk8Hr+TNZA1LlHpcHbypimprq6fM9TWfOnXCafbwCfSePzpEBNgwGxRgDQdUsmYNBMZ2zrONJiLmhikqGrF1Y6EzcSpAgnNUJkgF51JKpWSxiGgQgVBBaJbozNJJGA0DEFJANCMQMlqAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABUgDAkBAYDSGDE0FCCkAunn1XKdJS9GHJ3+f7ubHBtwyv0se2zl4NK6xd3RpzMvg5a9DyM+jrOfuXJnWmMotLrTDTsrFx0XFHbHlTue/l4/cRz+nyacC6cNSGxGSDVSACoYJrQ6NUufRuMjKGunPTXmqXQSSerm0s6uTr4i8dcgBLXRz3ZXRzUuuTZUZiV6Pmd8vneh5tx6fDtz51WkaNa9XF6FxycNZG3d5OtntnmzqenHPNnZPPcdPOuTlrfHszjhn2OWvPWkaIIreCDffklPSPMtdcyQaB7Y9cs8W+NPXpys46bIbrUXTvvizSOVUzxam/MtuljZ3jUvR5uMdAnn5ezw7zyDWpfRyanSJS8SCxiYFIAQ0A6i1bFNNArEDQIkwExlDVkgFOaUuKKTJtAADAAGgcVLMJllaSpeisNZ0qJkBK4JLucwSMTHSo7Pf+V+is8zz/AH/Aj3fR+Y+hryfM9rxpS8hd3mG3reF61mWO3ny1mxa1zD2vM6sLOURnbQJvXP23PCtM5o7OIs7eQFSpyw7ZFWLJSEMExiGjep2YkcoZ1kpnck74d6Vl1Z3OGPXzGmV4Z3UjM00CaByWMQSto1EXtZyCWbRLA36c3g09Ixri3pS3KJcststTkTOvNMATQwAEDEwTBMBMABDEwAAAAQwATAAAAAAAE0wAAAAAAAEMABA2mABIwTBGhrLbE0xDEAQXCKdyGmQZ/RfO+li8mufpaaeXU6j9mevFXNfjZdPFPpbsVpxc9Z4m+8q69nJY9PjYdHFhPQJrcdTSJVJ6D4O/Gr8/1srPHOnl0tJpNJAUlQAb4uNZzFvOiyCgltmtq83mKnUd4hvkkCApxdlJstDEtsSdMgnTPaVvOsbLzK78ezymXhSsGtKOvLUq7khqi+XpuXytFzp62vi6Zd2N75eSrjotyy3l2nFQCVIQ9hO+eVbTtNLXnveOjnitSO/qx5URji6cmMdYXp0tY3U89N5QdU8qTozxnU9DbybNuLvws5gNTbbl6V4xtJYA0hoAaY6VNICUBKwQxCACaXBY0miz2yE01LmpQBoAAYIAYJGmzM0ELNGgUTU56a6580tsz1825tw/W+SnjPfJSoZfocNWe/4vq8Zwer42q+74ft+enl23NpjJ6MGnq+d3c9cqszqHSNurz/S1nzlrlnSAU7OJ3O+KJaJatoWnIUSFpAxAxA0IaEdHTx9TCWOaaQNSbknt46Truc7m+fKRy1nZUhcNmS1gibB9ExZG1dSVjN8teXPRHWT6eenPfTMViopGSuSZtVllvjqck3PTmIdCYCAGgGmAAACYgBgAAIYgYIYmAAACGhiYAhgAIGAAACYAAACAKTBAJrUzfV0Z15p7Jm+NXrQnlr0M9ONb53MpOm6g0kZWZKLXLc9ni7vHNPV5vRxTn5eEU7duqavn475sC+uBRJ6D80TTMNAATQjBFOaHtzye3ycPXirLeK4HvhoCaFTSi2kzNsQc0DATvaOZ+hlLyKjUh0zNayZlhKqR1XUclJ2JoOvj6eYFaM9YedazcZ0dHLdz3ebtzohrR3DOuOdr1b+f1Ru1SlKB8fo4Jx59dHn9HM0vPXMbTFTBJoYtxa3yQtdXN5q+WrWnbrGO9zyvRjy8tmvNsdE9XKZ11c+bgB2KdJIbVACDAKlDy3zrPfDUzVIQwl3AhgmqVsFEErAAAQACaBQQVNgAJjKac0AK0AAAACTuaaadvPii4UgqEr6X5j0rOnzPa8YxOvnPotfF+hT5PL1PMmoNZVNs6+3x/Vs87Pr45r09vJ9a58yOnkm6JIpJHVtw9us8caZTTEQ+7gdnXyuQAlGCjAYgYhWAAgYgYgYgYklKUdPXw9LJnTIazKlsiqg6eR5IIS3WTizpxJYxpozm5J9DTfEwx6t8XjuMNprTNp1NZs6Ki7y0hTojOdMxY3nuckXHTmmKmCGgAAYgAAABgJoAGIaAAaGIAAYCAABoGhiYCaBpgJgmmJoGhgACaGhl7ZdON7b53z1cpRRDKRA5mapq7J8v1PO1EJdMCAeq9eTO+jh53q5OLPa9Z2rXowfHptx3hqdq152eCRdY0wKQjgBMBywcuSxBUvU6+Y1xrnw3x1EmWHdj1LrleMtytI5MPT57M10htplry2sEaIZoDBMqFPTljWU7cGpWnKdOe+UllVFGiVEW+7OscejPnvGNcNRCneKQFOGjExJpVU7HdU3LOHTBlcQumVByLrlI0nrk8226mdc1E6svtmMMNZ2aeF4Vn271MpPjzd+SddzPtl4vRGW+U+f6vj6Q0dACLrNlRNDciBIUmi4pE06rKNtziOnAkAbkLCyKSm6hoYgABAIVNicBUhQAFTSUBNgAAAFEq5SaUXHQZe4eDt3eWfT+L68p86NLWmdV7vLHWnm5dHGP6n5H2Ds+d+p+fjmQLagL7uDY9Dz/AE+JcPR83pOvzfV4DnAmmmC1zVmmekRI0rEAIKEDaFYgoljEwEDEwAAABAIQItOwvJMp2ZmOQBiFJcxpGa1kz0dS9HRx9lnCuzlEgMvV5Nsze/NyxfU4OZbbKJro35O3GsQzXXTG42cSamPXrOS6p6Yxz6MbPN5uvkUAAAAAAAAAYgAAAAAAaBpghoAYhoaGJoGIAABoBoYgBoYIABghoBoBVNm3Vhvy6aXnpkmOVMAzvGlFZ1rcUPg7ePWcDXLeCp6a6Ovj48Ojllbgyl37OXr5bzsedYYM6Y6+Pp5LlINRFMhtkFSAkPRURGuY5uFBUXeBG+GkAJ2XYjuXFqdU+lGdcD6sQ53hZ1dHn9mNclQaaOUWscjrfEz0b4ennvLh2x6cxNag0irl2aa5M6+ideHXmWsS5ef6Xn9MwqW8IAblpQIEAdvHqvWpM66Hy62aznqY59kHK3csUSo4aVFUYdBSPl6Mjo5nVR6LMRYzx2i3z1d9eAxPTXmuPR08nOOrkZ0FIpoYpJHc0ggB30Rxvu6I8o9XGOM9Dz9XmvOtTbo4qNcdGc51QY3IaZ2ppCFGIAQJNl0ikhiYKABc2IammAAAABrk7nbm+h5bjyfo/ne4+j+S+v8ADjP3fkPrbPneL3/BmktM629jxfSTPz/Z8ow6Jpfo/OfSz4N6Q1rquhJ5e/hXY5u08x3lNenjj03PnLTPOwAARooEYCgmKhiaapgAAADEDQAAMQMECQCEh2cfey0WsFoUsJCjjx6Odnp00hqdM9s1RrljUUjU6Oc2ucJ6d48zTviOGurGud9GFhKVHqeZ351fN1RjWDm9Jvp6OnMoWsuWEZa5nn8ff58oAAAAAAAAAAADTBAAAAA0DFsY11JOQ7IOYaUYCAAaGIGgAYJoGIAAAAAAAWkaS79GHTz2aReQ05QaM8nOkplbjcmfL289YYb47zXS+a5ZZWU6KAqDr6ct+XQHlF8GcdeehJqOQENgCHIhBZo1BSJBVKoENAU5B3GqVN5iz0snflhfX6fAuT2OZ9VcevN2Z1xx280uaNjPmOis10SZbYoM6m5EFPr01xrDk6eWyg11PVed+fqCyOHmqe/OQLAbJKlKQxNgAl74w3lzq81qsbOicSNs86LSSgCNpluKWnIV3+fSejw1wSHa8WueJq5EpqiQCgm5YlUlSWZPvmOPfXXLHbTGOjLlLO58WR2RxRXp8vLdQD0QBUsHWbNIaFeVgaTNoYqGIhgJghg2aLhG2SOk0qQaABMABI2i539fwvYufPx9TyT6c8r3E+P9/wA2F+n+V+t8aPEqKW7V163HeycK6Ucvs+Z3Wc3P63nSvXlS9HHETT7OGzbm7OZJ7eGzTDfFUBKDQDBFJQGIYIGIYIAAYmAACGAhDSSMTEOU26s90pSSpOYJpKUizllTrPY+PqR6xpz6KbM6xna00qs5NDz8LPQXFa9Sw2NHURnjrlWPS8q7Dg5zT1PF26Z91xesgAJhEaQcXmej50oAAAAAAAAAAANAAAAAADrqRZw0VDiC0mkwrcjs5VkBQAAAAAAAAAAAAAAAANMw6ejH0Y5b6XWJuzlx9CY8/P0SXza24F7Z4WdlYaZuVzNlYUtZsyo0aYppHoWLl0yxZ1xyxplZq4pBNAAIYSrkNM2USlqUGgmSqRIIpDK0mkc1IrlnRzdORE6WS6yPT8z2PIOxcXRnXPj0JcerLYcUiEqsyjrzMOzDplrkiEGnqV0c3oS11Z1x6X5vo+RrMTS64gaBoKcMHIlkC0hiEGzxoqs5NNuXol0MyW1DBwGpFFuA2UUU4ZZDHx3zlCVzSaURRSVDSBFSHoc3RmXhjmdtefB0c4aDToEINNUAJoGANoEUA0zNoNiLWRqaABkhSQMQPTJlZ0kbEME0xABCUTVzUiR9PLZ7Xl9uFmH0ny3rG3g/U/Or7m3g/RM/KLv4Jrp1596Xo+fumqqB5aZHqeV3ZnkFTnqJghqzSYoSsiHQSxqimIpKJiIYIYIYCAE0AIpIGJFJJGgENA0DmoTv0TkZrhjcy1KAy9Mmc/L6U7xxndhqa1F89u8/Os3xze8ORgmqAAYBeZHR2eXrm93OnNTnrlcxU6ael2+R61yAUBwGnJSzrLl7eIQFgAAAAAAAAAAAAAABcdyLnVoqemWdClaAmejCyOjKNJnr5FAFAAAAAAAAAAAAAAAGrOzt4+xG5obmgAJz1yMOH0OOXBO13JyzqsaWsqp1TJuglgtcbPTjivG6yJ6YmLRN5tNFLKJYxAkxQUDQA0F1FBLQhgrjUdzYKxM6oE7sz20s5ebp5je+TpM6j1zw2VnUbxatRnY8toH0Y6kYTIUVYkwXqeZ6ONbacd896+V08vXAnOsiYSxFJA0wQA2gBMAAAGINejk0l1lZG75w6a40ds8lHVWOkrEFlBy41Osm2G0Vl15ZuBtjoVIlJASmAFMAQ0AmAmACJjUGiABgDEx1AaKUITCpZpFJQklYgYgYAAhubRIFGCsAuAuUEoxMGmdHZ5voVw61ifTeVvunzv0Hg9B6Ph/TeEvLvhUvbGKs9TLPM1OMXv8AQ8D3k8vm9Dz5tjc1JSEADQgmCaDSZRRLGJFIYAIgBiYJglQS2JKoJKCSgktmbtmWXTzJ6PZl151hy6440JoQBcuQQWY5uN57w58a54F05sCmIAGDAQIAAQFa5XLtVPFwm1qL3fnvZ1OgrGzn5MezOrfQ5eXy/R86yQLAAAQwAAAAAAAAAADW8t0mauSVNQaZ9dcGuNFhZEXmm3L0892gAAAAAYgAAAAAAAAAWuWp3dGGqVWdlUmMGQqRy8+nLNZ3oJMaZKQNE30KujR89c3LWPTDQUaRqAIciBUkkYMTUBAJAAAxEUCqWCBanTMrTPcmk1u8quNLz6pTZ2TntxnNlaMvZ8v6Q8zSeGWIc53tkZ6yS6RO9DPHuK8x9nOkOWNpLXp+V0Z10vC8ax59semGS7BxZKpCGCAKJslAAAwAAAAN8Ok04uzjAAAAAHUACDasAYmGmekdEbTjcVGrM8/o51wS51BjpMAQAgAAYAAAxFTUkgAAMTAQNAAAAFaZWSXDQBAAMTEDC6mxIJWIOv3vJ93Wfno9fwI15PqPKs8wCUZYuiUdnH2Y1XufOe2nm8ftecvrcuHop4BtjOgAX0cfWzzzpE1OkumIlbQrQA0AIRoATAKFlVSQ7RIyRFCSUhFBJQSMEAIZSYAMAaGJk47Cev5+HPFSFgIG5RtXOL0HORpeF11cVoh0WJOQBjBgCBDEmgBg0Ha+TbGjLXGx93A7PofH7vJrT0fM9ua283o5Yy4+3jrMC5AAAAAAAAAAAAAAAOzj7ExrPSRponrWdLHbY5nJI87Fvl1yugAAAAAAAAAAAAYgACiNBR1PkmuyuIPS38ZnvHmdabTXMvGpcY3Go50kx0KH2c3ZnUKsM65IuOvNNUjuKHDQCajQCaBoHKYimS2xUNFNQIBRMBOzp6WcbxpPtl6Ox6ZOa6tObVFw78tlZaYm3o+Z0HTweh5WdVMpSQuTY3MFWdm/o+NJ755Xq5vPx+pieNPtctcGhB0PKs7vn1i5ybNSLkKEAIAAFUgAAaGbAABiY+vJUYaZwAAAAAAAmgaYAD1y6Zdi1z3KoM8Onm1nIRvIxDEwTATBMBDBMBoYJhAAAAAAAmgYmAANMtLc53q1xNYJLRNsLzeZTzDR5hv6Hkddz3eX7vNLx9fl+hZ509PPKqSXrMqS+7zO+o0xzPa8/s4k5fW8LtWuH0fPmkBKXBXRjpmiaJpoBiBiYAKwATCaVDdSOQmQBBpgAAAAAIGkipEMTAAGAwdACLOudENUAhkg0ANAxMKljQgEAANiBpiBiBAADTEwFtjrLpns83msNTWJaP2PN2mnIlWeocE93Pc4jVgAAAACGAAAAAAAGuQdOfRzM6RVSMCaYkJuEWmOunOgaAAAAAAAAAAAQwAABpm+OsSwgsABtMVxZ6HJj2HFphQrpReWmYtaDXs5OjG3x+l5xz57Z9MTUtG0CBKxMGACAQDEDExiaUQgEwaaicj6OfSO3nqINM99SmiKo1zc3MaZ5ubHjcG3Th2C8zs4ZWmg2x7jRdGacWW+NQqQqSXu7vCqPfWGkTyeny15Wfaq5S4JGImUQqlUAAA1UgFFLTOWQVjAANxlTUZ9GESMENAAAAIAAKQB38Po41SDG0mINTXCnPTm0FAAAhiChAxAwYhgrnY5gAAAABMQMTAABoB3DNBM3fLZ0RVk8303lnm56SsFokBDbF19F1+L7ifMHoeVL6HH0ZLkA0xEG2JZ6fF14Jv0+Z6lz4+XbyzabJQBRMIptEMVDQ00MErEwGyWxG5IYhGIRkgwAAGIAQNIGACaGJgDE06YCAZGck2NDENiGhjQk0DTAqRVLBUE0AJoAAAEAAAwAEBrlcdsKsazw7uSyU51O03ymocNdHnRZITz9UJgtyuWexJyGuVgJgAAAAAAABpvydKZ1rCJNQFsynoKOW81QAAKAAAAAAAACYAADQNBpMuL3WqxnuS8JtjYVNWKkCVIWmaNs1Y7zcdPTxdeN78W+cvCmuvOWmjipABRgMEIENME0AAAAADBommpLRWmbNnjaXvz7FpEadfD189Zc/RybkiNSEM6Ozj7peDk2xARV+nx98axaOLm7uOzIaAYZoFGma93Bonr+Rt6xx9nhdBxzvzgCABRAABTjUWjM6znSLITLAAO/g6ilydlQ2ZmOXRnUCFaAAAVSAANM07+Xq57BGa0MMN+WudNdeYAMQAwQwQAAA0FCYaZBDTAAAABDABMAAGmJgXedksFrq49U9Prz2s+ey9HzZpoBTYSNJv7Xz/fZ6/ge/5EvP0cfUuC0iaQME2X1cHZc49GMnTydnKubCaBghggYgAAABRFCpg0lI0JGIRiBiAAGIGIGgAEMAEygAGA3oXMAWBFSrm0yEmxMABCaoaAkaCpocXImgYA2kCGAgaAAABjloAAYG3X5/firk6OYnXLfT0udE0o0ZznRiN5I2iYKeU2bVzs6eSoRMLAAAAAAAAAAC4E0eTKkFQwRQSUyCqMzQMywg1yAAAAAAAAAADZby1UkoAZ49HOQBrNE2CcghjeTNSLDv8AP7sau8DGuGqy687lzSQAmDEIAAgABQAAAAAYg0wAVJooArTLRK0zZqBGumcZuvFvhSBak3Ght2c+kvmJFFFHV04axtWdkcndgcE7xZlToiN2Y61oZ59OBn7fh9Bnn15i5uhnIAACgAgEAFrbnqNYUqILBoNN80Zd/D2memZMkWl5iptAAAGgENDE47dYfPpQETUhfD18O4kG8JiKEDTQxAxMQwTAYgBBLAAABDAATAAAAAAGGkM1vFG0ZtfQ7fG9q5PE9vz5eEG0hsh0yds2eouT0Lnxq0wl6uffNYAlYkNzNnRnDNljRQiaokKJBoBoRQmA2FSkYiABBNAAAgAAaYAhghoAAoGADEPvTk9LfytYMGazKqZqVWcTLJoYgExJobTABCaFlgNNEsBiYIAAAAAAEwYCABpgAGuNRtlecquXZrphrNa3zUu7ysedhzrdJkahnRNVz7YJAyxNWSVRBRCVIGwltAACqKsQIaKJCiVFkFU4RoZhpmAAIAKAAAAAAG3Vn2Z1hOuZDSJw3wskCxNIqQAAAAGx9nD0Zu600575OT1fP3nJhvKAEwABBMVAAmAmhgAMAYIAYgAskuA0ztLaDZwwJcsS1YJyLTPc7Mt+KXmHNaXh0mrmZenbj6E2lUc+XXmnKdAZXtRlehXPzdPMYqpO/nrU1aZ44AAKCAAQAAAExQAADT0vJ0OvCMzqeWkiGpMY2x1U2KgYJoE0GuXVm657Tjc6YydL57Dj3w3hAagAJgMABoAEAFTEAAAEgDEwAAAAAAAGIAYA2mUhqm2q9PzLufUu8k8uOzjztiSskKJDTt867ns4fS4SdubqOdaRNIYAMTTAAAFAAAAGJjBoRiIAEBAxA0AAAAAmAAADTAAAYIYAOq7+atc4zp7xK0jG85cBntlLJUAAomhAxgAmEsAAGgEwBADQAAAACGDBNAmA0ACHUsqRRQCnVys7JW0uFa4LaxEtQFmRVqtDlmlcpoCpZalFkgxAxAxAAAAAAAAAAAAAAjTBAAAACgAAAAAB6O+O2dSlJEa5EYdGFkA7JYgAAGAAVFFNKPXrGOXTq83bOzkTXXAAAAAAmgAAABMGMQANMQ0AIeuVCE0KmixBo5RUiUBI5cj6OfqXr8z0PMhJli6+brlhbZq9sLTovCzRQxksvTLRKzvnrHn0yEqR2+lfKtef2edHIBQgAAAABogAAUBiBiLoyeoZb4NNggrIaoTBNDEyRofdyduNIazpKgguTlkXTmJqmCAAbljEDABNAAAwQBIAxMYMSpCAAAAAABpjaZTmxDJoVJPUjh9PWTy+/Ca43Tlh0yC0SUjqzy0ucaIXox1kzbUoNkjBKhYdAmMQ0JgMQjEQwQAAmCYAMEMEMEMEUCKBNhLpklAh0T6ExrE5yt89ciZaxrGaeufdnU8XXwSyC1GJgnIUmAAAAAIEAA0AAAAAAJoGmAAAAAAIGA9Z6M3nV0TTuXCbz1L6+DtNlNTWPP3Scd9KTC7gMjGxNOwAAAAATAEwEwBDAAATAAAABoGmImykAIHCAABQAAAACp1PRdZZ1OZIGehOO+x5zFrIAIAaAaAAC1NG1c/ZjeWimV8vTnrOSa1loAABAMTAEABQmAAAwQCALm4QaB1NFOWNoGhKIEE5L7eL0Jc+Ho5gE7NO/m6OellvzDEbl1mzR5QXeNrvrhbNc189Skiocnrcs7Lt53RyRkmUhggAAAAaAK6dzj06Jlyjptc9lovLVo4I6uW5AEGgAAAAAEw6OnPTn0logEFc+3HqJNbwhoYIAYhgAwEACGAAAACGgGAxgmhKkIYJoAAGmOkwuLBhKAE9/BdmmXbyCBStJqAAhmdU0EwW3PvUKplYgAAAAAAAacIYIoJKBDBDBAACG5CiQokKJCqzZ0KNDNXkUQFuAvrzvWchGsJBYiUPLXKXfo4evl1XB6PBZmNaiAGIGgAEMQNAAMEAAAAAAgAYCGgaAaBiAGAJnT1cc4tPJVtryBrinYdfJsu5eM1pOKTUwK0zJSQLAAABpgACGAhiBgmhghgAIGAJgAANNGFUp0zENSgAhgmIYA0WT6JrnTwrBTNwlaIH18u+Llw+xw2cgHTImgBiAAAGgvbmI9GMXndmck53OsooSVSpMAuQQACYNMAAAAaEAUgQAHUspoG0GsdHPmwBqJNHRvla8+OmYNUdWnPeAkaNoGJgKiHSNazCcbysBACZ3Lk6lz5e7ghDVJgCYIq4g0DNaB09HHo1vm3Cqmrcorn156idbThno57kaBiBgAAFTtLsE43bhxaTMubSN4QGohoGmIaGAJgAAAAAAAJgmgYMGMSYSMEAAAAAxgwC4qWhAxMU3J2Y59FnOBKAKxANCNNAAJkm+dyS0KxAwATIAYmAAACAQMQAANAAAAAA0MAAAGIpoAaEesd4c9TrCVJJTVkIKUslnTMl6+STOoGqAQAAmgAEwBiAEMAABAxNADBDBAADBAAAxAAA0wBiEwaYVIejnz3NVNMh1mVnEIA7EDE0xMAAATExDExDQxMQA0wQwTAAAAR3m63zgRATQAAAAAAbd0qa1nBSvMzR6TqSyg1z0xrRxri+Muzl785EWAAAAACYAAVKGJxb1c1k9rjjLjWUmEmsEgUJgVNIIaoAE0AMaqUAAuWUJg0zo5xQJqkDOqXC5S5HUWPo56iyWMAGgd52VOsZsineZhyNAJzYdnJ1SxxdPMCuqzq3AFSw3RDprNulMtsTSo2K0zk1WSLzW5zmZZPPrmiAsABiBgh9XN1Z1UhnSSiy0s7JEayNAAAADTEwAAAABDAAAQ0AA3IWJgNCGgVITbJbBMAQFUErExAAmyOrmZc6ZA0KxAxNGgAAEwKyZTmlABiBiIYgZIUkA0ABQAAENMENADEwBNDQAwoABoG13peaz1gaaCaDPXOzEedXLUqBKK5lhVMAmoJgmgAAQAAIBoBiAAAGIAAAEwAAAAAAGgBjBNCAG0wAAApzJcoAAAAAGgBoAAABiAAAAAYhoYgAAGCYhgADRDQhipgIAaYAB2HHUusTaq+py8+lyTc0hpF89O86xX5Xs8e88Cue2EAJgAACBiYAAAdza5bdRovHOme8TTVmuF5CAoAC4YxoQAJoKnaDJoALG0xtAwAABNCqdV0yEZpodTQxMqocWJgAFSzeQxc87z3mU1TQCuKNOjHWXmV1Lm7FTTlZLASL1wVl5w62VzLNY6BNqKCljfnqyMfR8+ykmkqkkFKkAAA6gjWsamrcseLmwAsAAAAAGgYIGgYIaYAmIABoAAABoKchZDLJC0kUkDSB1OsssQwAAViaEXBtM0S0DBKwEAAAUTSSrYqQrTQ0wQyEMEMEAAFAAAQAxAADpAAADRA0DE6AaCfQalYaw0NBsEUic6W8xntjElKakpywaKXKNJEgUBDEAACYJoGgBpiAAAaAAAABpiGCKQhgigQwAQIABgDAaAAABAAAAAAAAAANA0ADQNA0ADBMQAAAAAAA0DEFygAAK6l5DvqPOPRa+avSlOHbp3XO3EtTjBrOSTV5SdG3P089SBi7Q0cOHpcPXGBcdMgAAAAAAAAAd9cWuNdL56zqIqN4cubMy4oTBMYKpKJoQ0IaDXKhyAADapAAYAABNSLfLVZi8hDQ6TAElOWaEuGArvO4q8XERpjoCdgmgqaXelMS86mmRJqsRLlFjaCtucXaJDr15SavPZmBpMrglBObOzkqSags1mGim4EBQCGAAA3JABQAAAAAAAAAAAMTAKJGEtAAAAIAGmAAADEDEwBDZZTCVAAJgADSKkCdc2MaBoGhqAhoBg0TBU0DEDQA04AQwQxAxAxANAxAAAIGBQAMAAYhiBtuc3cCIZYhAAAnJzoW+ay0zlAnO9KzUaZpKJKiWgL1Oc6IMikIYIEAwQAAAAAADQDBNA2gYmCaGIGIGhAADGJgAANMQAgAAAAAAaAaYA4kqlzLCBzYxWI0UsPRSwWqzGMoaoBAANDEAABW/MzprkJe2uGl9CuDSOucM16M8EmkS6AIKXULap5avm3xK28y957csCs5HvMFSJgAAhgAAAAAa5Eb1zUNVIJFNNDaYLoRzvYMlvkQNBS0jMaoaYUhBpjbZmwCWh657LGG2IIo1jTOBMsTQXUOKEKxBcuRS5oAQBDuaXabxiYAQwAYgKGgYmGs650kyaKlmxnmbrKbnacgeaqys6SQVIJqmIAAAATQNAwAAAAAAAAAAAABoCpZUtAmCGCABMEwEwAAAABg3UqpMAQxAxAxMAAAECNEMQAAKCAYwaBggAAAAIAAAAAAAAAGIaAYIGIAAKYABuYV37pw9GsogLEAIaAYSMEAc3L2c5kqmgSiiQpJKJggZrpBFqUXeIaxCMgKABDAGgAEAMATTAGJoGCGmgEDQAADAYIAYgBtAJoBAxAxAwAaqEwLqbm0VUZNoyip1gqbNFSmwAFcmQ1ciYklTQwExAAAANAAxAA0GjhytwF2XnTm7l5d5zufSiNuWsxi+dca9uUxtRzPpcvKutHKuu04D1LjyD1c6847lXCdknKdMViaozKktASUUgAGhoABFbc4bYtDqLJAGAjBiYzabzzc2jUEI03x6F5c7gWmdlyAJpATKcsYnKxA0ISaoEDQFXGpfPvzxIykwgAACgAKneW5oxuW2Taaxnc3BFKyWwmN8qkBBNUAAAAAAxAAAIYJgAA0wQMQAAxDAAEMGgEAAAAAAJoGJgAJthQ5UMAAAAAAAAAABoAEOsg0ExiYAKADEDBAANAAEMAAAAAAYgYgYmCGIYIAAK07OFJ7VeCk92fDK9peKz115Inqnlh6Z5oekvPDvOEO6eNnVHLC9MSBMyXKACiRyNyxoAE4He5yLs5SGnQNAAAAgATBNME0NoAGJoGmgVIQwTGJgIAGgGgYAgBDQAA1QMqIGCY100qsbhOQqaOSWb5qptd1osbl6BK0UcqZvCSqqm5IWmaCZSGCGAAJgIaAAaaGAb6Z7Y2XN40ufqxs5/S8vfWe2bjlvgojtz3eZGryI1WaNrwo6r5ry2zJAQDAWesDTzrLna6RNFWpY2tCVSJKQkwQ5GCG5ZSQNpo2gLhr0YaZwgVgJm2kuXlmpouNAEIAAmBUsoRA0KIQIKaAAY9sdhYa5QADQAAAmA2HTnrnctzKxo0z0wCA1hEsBSaxJVRcIgKBoAAAAAAAAGgAAAAAAGAgaGJpgAAIABggAAEMAAAAAKGxypoGIGAAgYIYAAANAAAAnSAAGgYhWAAAAAAAAAQNAwBMAAAAAAEDAAAAKAAAGAgwH1SrmWqsYMlNDcuVkwGezazd5RrjnZjXWzCtkQ6knPTIzjSbIVSAANA00NzQAgAAEDQMAQA0wTTAAE5KQxDQ3LGJgmgloYAADAEAAAACqWVUaQkkras6Czn0gclIVnGBvmVLXtE+e20laYcjqd85pFXFAYsRAUAA0wTQDQgAABgABt1cHVnW7Hz2ZbZp59JdefZ0+X3Y3jz9nFrKA1AAGgYmAAAQ3IaPIOhYEb4yqYnQAAA9MtC02mc6yQNCYlSuQAAAGhKYKVO8ZwFgAJpnXlrzriAO5YAIAAmgaYwIYCpNCAoAQc0t6RZlFQMQA3EtsmqCaNF0TWNgAVFi59s7EhXKGhq1WQ5RoKABiAaAAAAAEAFGgaAAABDAGIBpgACYJpggATAAQAAxMAapShwgAAAAGgYIYAACGAAAwGmAAIAAAYACgAAxAABAAAMQwTABAwAAAATAAAAAChpgDRaZ9iGTWstpgiS0IYiaKMZdMY1XHXYJ2yaCgWyWEXKGesmaqCZpWQmA0wmgGIAAABNAAMAE0DTE0DEAmCaY3LAAGmIEIAGAADTQACBiGhgA0RZNKXNxs5MdCWFZ6Y2YAb5jQvoSq57U0lbmjmWk7wk5QgVgDpAAADQMAQ0IGAIYAAAwOzfzuvnvfPXHOuKLjtyd50dnJUyymrAAAAYhoYgAYAgGhDQxAAMEAFSFaY2myckJyoCAEMTEwAYKky7mIBFNDQqbXo5dsCACm0gAAAhoABtNXeesTltiICmmImqXS0GMNAwHU0NpxQmGueudCpTUsBWkZylrFS4BNWUZhpDCQKAAAAAAAAAAAEAaoaAABggABDAAAYgbASATGIYS0wABqxUEoANAAADAEDQAwAEDAGAADABNAAAANCsTAAAAGCGQgAGhgCYCYhgAAAAAAAAANOgAGNNN75rlidgyRJBTUzVrPOVzpqtMzLzzaUoRoTYy4KSBJIibKlOUkaAAGgYgAAAEADABA0AADAE0DAJAGCGJgACaAAYAADQAAAIaYJjE24TaVaK5dUGNyVVHPthc5At4GnHoQXz6xTB1SjjjSOnNkoI1KyTVgAAANMABDQAACBpgDGhFsDsOPbGsJpbzIBRLBNAAAAAAAAAAAACYAAJgIAAAYJpmswFJAACaYAAIGIKaBpMYmgAVeWqvDXEApLnXIAAEAAAAxNa0yqFDQCdAIKGbTWZiAOlQAQAFOKNdE8dE04SqaeemCS3OsiYJCsSqQAoAGgBDAAAAAAAAAAAAAAABpiTAEwAAGMEIGJsBMJAAKChyoAAAAAAAAAAAGACYADAAAGgaAEwAFGAmgYAxOAAABMABiAAABgAgGgAAABgAABTAQ6selIyT1lsAhyJm8uWG3PNadHLsuqyQ4kRsYDS0QykrQTCGkLMixyACATAaYJoYgYAgAGAmCAAAYmCYAAkwQADATQAAAMAGgABDBDQxBVRUNprA6C51l0dPG5zqSuXo5tZzGbwAR6SzfPrrWNRrnIczJ6YSlpSbJjTOxAUAA0DAEAAAIYmAVFCANBAACVIkEAAwQADEAAMQMQMTAEMQUkwQxDBDQDBDBAAAAAAAAAMBAxAwBuWjBFaZ6LOV5j0z1hxUgCsABppQAGmMRAhUADTRVxqXz9PKSDG5opBA0xaR0S0CxsTBAxY3lrLHNgkCHNjkQxFMTAABMAAGgAAAAQwBoQwBUgAAAAAEwKTBNA0wTQACChUErAAAAABDABpgmAAAAAAAMTAaAAAAAAGoAAMQyAYIYIaAAGmAAAAAAMQ0AAAUAQAA0U2uxL59ubWBplJwEhLo87mow3yUuECYDpoN2Z6Nk3m1VZgKckvOVY0AAgABMBpggAAYgBgAADJGCAGIGAAmCYIYIaEAAAADAAGIEDTEAAAxMpwRVJqb46510GSzupik14erk1mWLeBijtoXPq1IWSzKXG8BaQSmnDSCZSGAMBNACGmhiBiYmAhhqpRZDKlySAAA1SEDENDAAAQwEwEwEAAANiTBDQAAAAAAwTBDQAAAAANANAwEYmXctYhoNcrKkQ0CAAAADAABpUmgAAAfTz9RPL08oNBTTGKoTEXvF43I5KcMoea5jNYmbkQnTmpSCpE0UADExDQxMAQ0MGgEwEAxA0wQ0DAGgaaAAbGJNAwBNAMBhKxMAAAAAAAaBgAJgAAADQMAAGCAAABiagMTAABgoYAAAhiaBiBiYxAwAABMEBQAAEAOgLTTojnuWgsYOCKkVBNTvjsplpms59UEawJrEhU1BvOcmy58zojmVXKEaTAAAAYAmCYACAAABiYAA0xAAmgAGJgAAAABLQAAAAAwAAAAQAAA0wABjinDWtsOjOhamdRNAcfZxayAbwAHY1XLpCuVGUYxeW8U5aZqlYJqgGIAbTEmgBAAAAADAAAAYOaHFQAAADcsE0DQMTGJgAAMQwQMQMQwuZ2MDbIQxEMJbBDFECAMQAAAMENKgBiBudChoyAHU6EoAAQAAVAAAEoCEBQDENFdfN1RhzbY0wY3LigYNaS6OTOnNwKoseN5VRLuWpBJqmQJcBQmgABoGmCaBiYJghggAaAGAAIYJjAQNAAw6ecATszfTRyHUHKdAmIE0JgmMQwTTAAQwQwTAABggYAAAAAAwUAAGIZANA0UAABAADQAAwKAAAGJwJoAAAoaIABgUtcxLEXLapG5Qk+pcFLzvqnnDTaMI6fPiNS1JZRKLSBoAABNAMENA0wAATE0wExACABpgAMTAQNACYIaGAMQMQAgAAAAAAYAAACaAAGmCaG24TaVkMvo5ujOtZhZ0nNUcnVy6yAXAAdeuV8+mksUbI589sN4kbsktVkrSSBTQDaATQhoAAABpiYAADTBgENAAAABYpuRDQMAAAAGgokKJCiQoloxBvMda8bQgIAAYAAxDQAAAA2JXJCaUADbLQqaglAPTOhJgJiIYKpYwFAqFNySCoaaDQuvRjpHNFTQDBpxQ0XcvO2IjRMIYjOaWoIaCaplQQrhACgEAAAA0xAADEMAAABMAAGCAAAABiGgaC9uazVvUoNkxOnlEqZxATQAMTBDAGIAAAAAAAAAGIGJgAANQAYmAgYEAgZLpiBiBiBiBghgAAMQOpsIuAExoBpqBgAAAUXFsuh2RTqW+fXTOuPapleUTZUROsiCgABMEwltA0DTBDQCYwQxMEAAAADEAAAxAACGJgAJgCaBoAAAAAAABMBMGmAgaaAABoAAAKcuKZK00orbn6ZpKpmm5pJ5ejn1kA1lNM6tMdefRUpl1Iozx3x1mVc3JcgS4sQFAAwBAgAAAAAGgABpg0FIBJoAAAKYAmEpgCYAAAAwQwQwQMQwQ0HRgGuOgZsSMEMQMTAQNDAQDTAAkBQGFpl5XmDTLVISGSAgAFS1YEFwy89cRJlACDTOlVmuCAABtOKuNZWqU0DmKrOjTn0yqpSuQSGgpkCWpBNFMQNNAAAAAAAAAAAADTATGIGAACCaVpgDBAFaZ9BptxpO0z6DCN1XnAZ0xA0wQAwQAA0A0DAAAAAGCBiYAPsl5V7HnGGmXqnG/UiPNz7OasEykAAAAABANUAwAAGJjHSaEXKyAAANOAABA0FNjTsFQtcnjV8rzlvmFrJFZ6yhFJoBoGAAAACGhNBSAFSAAAAAAABgAgAGhiAEMEwAYIYIAE0AAAAAAACBgDYCAAAQ0DQAAAxNOG5pbTmK2w6JpLQzqBqs8NsdYTDWQTN98defRIcU1S5Y9OGsywuZJVggACkwAYIAQAAAAA0AANANBQmIGJUhNooEMAU3IDZBoENghoAEAAAABQABA0MTAAEQ0NNAAAADQNAxMQwB9K7cesGc1ImIocw2wlBYADE1YnDrOy8NcgE6AAZR0Ybc5AANMKTi9E86AJUmhUiiR2KWIk5psSSqkTToBDAAEAAAAAAAAAAAA0AMEAFABghgIDFAAHRnrUHVfF2JlHYE68s1gIzoGgYCAAAAYAgaYAA0wAAAAYhgdnHcvs+X0cQvZ8bvPSwnLI4erKuRVOjQDTBAxMIE0DAGigGNsQAHLRI0oBADAAAAGI7Tp2GNUGMqzg1lqJ1nXJAgKAAAGgBoGgAAE0AAxMABADEwAAAAAAAAAAAGAAAIAABNAAAAAAAAAAFMQgABAADTEAAAwuApK4bH083TnVys86bh1GGuWsAFymI6NsN8dJGoKWixzdfPrMtK5Sd1iVKAFDTAEAIAAABoAAAAAAAYANMAATQ2gYKGJiuSjpxBTLGhiAQAAAAFTENMBDAEMBEMBNAADQMQoDQTQwAqWUJrKuRKguLULTGyAKAaAErEA0xxUiAsYA9MtlrDbAlgDTDSNs1gTQ5cNFBneVlEuwlIc0VDQlJFAmCYAmIABoAAAAAAAaAAAGIYACAAAA0wAUAKvNnReG6Rj3QG3m9B1JOvOaM6AABiGAmAAAAAAAMAABoAYhgKAGkBD7uDc9KeTKOjCIqUAAUOWNBAAAMTAaGDHQDQAAAlUhASsVpL78TmW91hdwOk86EjNOXTHWWlWpmmkTSpgAIGJgIGJgAAAACGgAGIGAJpgJgAAAAANAAA0MAEACAAAAAAAAAABMQwZc1AAhoAAAAAAYFtEtRpJFjDbHfOpWpNSCMsdctcwCwEzXp5enO6mzOopA+bp5rCanWHU6GK1iswLGACAQAAAAAAAAAAADAChFqJKmkCKAGghgDQDQEtFUgABAAAAE1TQMABMAEAQADQAAAAAAANADTBoG01AYhoqHINIYANOKQyQC5uCU0DRYwFe2OwsNMhgAxxdhnTEKNA2gmB3LSBzSARYpuBAUAANA0wQADEDEAAAAAAAAADCyFcgAgADAAAAUBoVDOno86z0PP6Og4uvjkRSmkMEwATAAAAAAAAABiYAAMQAMAFGiGIGIGgAAAAAAAYAJoYAMqkwQABpgzQyNWY1oydJpM1pKxL2Mbms6pIzXneFTnS1hiKiahGIpoAAAAAAAAAYIYAACAAAAAAAAAAAGIGJgIGIGIAAAAAAAAAAAAAAAC4sJqQTQAAAAAAA0DuCNZTUVIfRz7Z1pMqaHLTLPTLeGAiYGvVx9Od6PG860FURz9PJqIK1iLlCkVgwoQAIAAAAAAAAAAAAYAVLLAgllQgKvOhoIByUgoBCAGJoAxAAmAAIGJgJgAAJggAAAAAAAAABgAA0waYAAAsqkIAGgdRcaxpEQ2qSSGgoAGJla52Z53IDA1m80VKVNMGA87gEiylIXDdZsSNCACgAaAAAGgGhgCAAABoAAaAAGCLJYJggYCYhoYACYNNEAVeQdvLNDAmgAAQMQxMAAAATAGJgAAAKADAACAAAKAQwIAAAAAAAaKYAADaYxCMEMTK1wDpMbShgNMrChUURKTxtiCcKjWTOp1JAQE6EADAQDAEAAAAAADQMQNNAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAMTEAAAAAAAAxWmOLzAAAAAAAAAaYCcFJjELeuOudEslKQZZ1O8AmgAX0c3bneY1mlxS1z781lE1rEZ6TUgIAUAAmgAAAAAAAAAAAGAABYAIkQAVNDTIE1TYxDRAANNGAIAAAAAAAAABMAAEwQADBAA0ANDEwABpgAMAAQkwQAJobllvNyjkATBMoABqi2gyBFAGtY6ZtMcsjATgSZYk0A1RctJjXMSZSAAAAAABoGgAAaAAAAAaAABggYN2ZOpAVCVBIwQMTAAATEAAaFtolYAAAhiYAAAADBDFAAAAaGAAEAAAABQAAEAAAAANADTACgAYMTBAGDATTAAemQbVgykAzKs11F50Y6YWJM1lTcVA0iAoAAaBoAAAAAAAAAAAAYgaGIYIAAAAAAAAAAAAYhgmAAgAAAAAAAAAApMGOFFKkAAAAAAAAxMLRAqhac0VrnedAEo5ZjFTvCGkYBXZydWdtlZ1NyFcu/NYlUawUMiNCzIAAKAAGhMAAAAAAAAAYAADcscUhAA0ygAGA0DQEJgmCNzQK5BNAAAAAAAAAAAAIABggAYAmhgAADAABiYgATQhoABDAEK0AwQxMABtMuakzAKEwAjTTBy7ONJZxosTSGkqpDEJJUopoYgAAAAAAAGgAaAAAAAABABQYArHU0QiSkIoTBoGgAaAABAwAANEErEDExMBMAAGhgArQAANAACMCBMUTAAAAaAAKAYgAAAAaCAAYA3LptCMEMAaAYANMJoJKITZnc1MkkrWGZzZakACkAAAAAAAAADExAxAAAAAAAADQDTAAABMBDBMAEDEDEDQAAAAAADApCAAAKQUChTU00MQAAAAAAVIW4qGJqNIvTPXOhVEo0zCajeGIRgF9PN052yHmsTUx6MLJz0nWC4C5U0k1YNA0AAAAAAAAAAAAAAMQNpjTZC0kltgKhtMkGAwiNsyWCDQXeWhM6wSNAAAADQAAACYAAmAgABiGAAMTAAAAaYIATQJoAAAUTAExAA0AwHU2E1BIMBgNOEwCpCiaAASqQqWKbklp0mgAAAAAAAAAAAYJoaAAaIAAFaYLSLG00yAUTQ2qAAQxJYhiaoYAAAFgSgAxMBMBghoGmAA0NUMEwE2IhoAIGhQAAKAAEwExoAABohoBgAADTpgAAg0wEwaYADQwaM1oJqYvOxSO5zBWAFAAgAAGgAAGgAAABpgmgAAEMAAAAAAAAAAEMAAAAAAAAAAAAAGAMBNAAjAUaYwUKWUIAAAAAAAAAGiKqaUaIvTK5oTUrYVzprWENIwC+nm6M7QyUcMvDfIzGtYc1nQgRAUNAAAAAAAAAAAAAAAAABcUNgAAhhNSyhANA2gqKDFtAAg0FCAAATAAAYgAAAABAwAAAAEwAYmADBAA0wQAmgTQAADVJggBpgmACZVTQo0zEDGmAwgAAAAAcopNkAhuSgGIABggAAAAAAABoGJgmAACYAmNjJuaAcEpoGgYgtxQ0CACpWhAAmCGFgTQAgwAAbTAQMQMQMTAEoAMQMQMAAIAAApNMAIAKAIAABgCGIGAABQmA0jEUxMYgaGAEDDOkxrlnU6yArJlpAFQANNAAAAJgAAAAAxAAAACpCYCGgGCGAAAAAAAAADAGCGCAEwAGIYiYAmCAWunDZM4pKIImaVIAAAAAAAABitOBUlGmXpNZ2kEDRXOmtYaBGAV18fTnbaJRNwZb5VkUtYcOjJa52SBQAAAAAAAAAAAAAAAAAAwCmmCYCqAuKBOSgATktoFNySAACAAADEwGySgkpCGCGCGgAAAAAABiGAAAAKAAAgmgTBMAEAACYqAAAKTHSYs9IE0xgAwgAAQMQEtU3IUhkjQAxADQAAAAAAAAAAANAADTAAKTAAYBUXBKpCaBgDcsYCIBaRRKAEwADQTmgBBDAAaYAmAAADEDTBDFTABMAAAACACgAGiAAaGIAGgYgGAAAANpgADQgBQ0DAAHK2jOnNYpMVGspNWAFAAgAAAAAAAENDEwAAGIAGmIAAATAAAAAAABoGAJgDGIYIpCGCGgAABAaABQGLSgmWCpoiagBggAAAAAAqaLcOVJoblmrTztFVEK5rnTWuY0DEx9XJ2Z0lU50VIaZXNYza1gaYilWQ5RpqgAAAAAAAAAAAAAAAAACnNjTRUXEFIFNIZNUICxslWjNUhAAAAAAINBRIUSFkBZIUQFkhRItJAwAAQTBNglQsjBDaSMEMEMENkqwgaVAA0DaZQMmKkGmNoGggaAAARQmgAHQyVaiQKQAAAAAAAAAAANA0AAADBjAABgxMc1ITTIVolgAUksQADqWsjQDQVLLBTTAQABgAIaYJgAAADBDBKxMAAEwAgGgB0gAAACBpgIGAJgAAAAAFSxtFNDQABMAQNp50CIWYtZU0rIAAChAAAAA0AAAAIAaYAAAAAAAAAAAAAAADQxMAAAAKJq/ZPEf0KPnz3czxT1MDhNsySkI09FPLPcDw163CufRPOa5AC0ZC0DGbgEAAAAAAAAANyRTTUqXG4jO2ICaVc6a1zAAaYdnH1TWlZ1jbVBOXTknOtJ3iW4KmVYIKGgAAAAAAAAAAAAAAAAAAHcWNAXIoBoSAQynTom5RrNpMs9MwTBAKAIAAAAAAxDQAAADQo0AAAAxMBAxCMQrEIxAxAxA3LGSyiQc1CgAADpMYmTNITGAmAIYEAgaChNA1cUgAAU0VDEAAAAAAAAxDQAAADGJjATAYCpA0xDAaYZ6QIBBiGgAAGhQaAAYg0TJoAQAAAaAaYJgAA0MQNUwAAAAAAAABiYIABiGoaaBgAIYAAgYAANzVACAAAAMEMCpM6cXiIS1kUiAgYigAAAAAAAAAEMEAMTAAGgAAAAAAAAAGIYJoGhhYxNsVoNLxZ0XxlnecCl6q4g97k81FykMmgVySWybYNJDJDKXIAAAAAAAAAAUVEjajRG9BnaipCamzFNawAxMQ+zj6JrUh51ZBG2N5UlL1gy2zIAsQFAAAIAKAAAAAAAAAAAAMEAPTLUTQNNQJokGABpUVQmh7c+iRncqmqJVhA0gAAAwAAAAEwASgADBDQDQAIADQADEAAMQANNRNDBDACaQhgmdRznTziHIgAaYJgCcAAIYgKAAuLgAAAkAQnQFmZaJGgAAGJoAYDAYMTAAYDAloVywGyRgTQZjAAEAgMEAtTSENAAaCcoADQAA0wTAAAAGmgaagAAAADQAAAA0AMACEDAAABMAABADAAKYMTQjAAAGmAEohSmV53LTVkoQAUxAAAAAACYAAJgAIaAAYAAAAA0AwQAADEAADGA0AwTAoGDkLcUNTBo8aNCAoQMGez5cWkJUslsh0CGk5k5UAAAAAAAAKm4GMgpKNVGoLOxAOLzsyGawgAYB18nRNWhZ02guNMzOWtYVMJzsszGqAAAAAAAAAAAAAAAABoAADXLQc0gEAmoAAEy2nQAIaEJgNksDTDo5hl7HMejicq9XzjMYJUCAAaAAEwQwQxEDAAAQDQMAAUABNDTAAAAGMc0hekpOORim5JGgBDcsKRDBAmABSBDuKhgAJiGhKgm0DloE1QNAAJgAAxMbQUADGJgJCG0xgwTCRhE3CNMEMEAo0xUmShomC6ASgAAANADATATAAGmCYAmoACYAAAAADQMQMQMRDExpoEwQykNDQA0xuRGIKEDEDAlYmSNS5y1c1LmyUAAUAA0AAAAAAAAAAAAIaGIGAAAAhiBiYAxMYDCWVCVBIwTCr0yCkkUkxJoTAbljqNRLWSUA7zZqgAAU1JzggAAAAAAAAGiKqGpSYqTjVNTaBhnpmmYjWAGJgG+G01qqM6lXJedyZTa1ibihqVSkLAAAAAAAAAAAAAAAAAaAAYtc6KBCm4gAAYJgVUsbTomoE0F0qHnuGfP04jFUK4dejXmM0051HccLOuMNRxrzVK29M8bX0OU5b1qMM+xHGdQch1hyHWHIdJXMuiTE0RKoEDEqBFsg1CZ31OTq9DgL4pAtUJUjMsiCwkoJLZmrSyUiSwzNBIpoEwAFAAARDAABMJpOhXJAACBtMYwbVADE0yJqSmgpyFJMUXAmmACCYIaAaUaEaqBiZomTSYADVAAAg0wAAAAAYCYhiapgACACgAAAAJgAAxMAQ01DTVAAAAxiGCGIAA01EyFSIcuViKnWZARDVAAJgAAAAAAAAAAAAACYIAYgABpgAAUBTkTQUggaagFgDEMAAQwABJoABUmGuWxQBmriECNazumpRWakkEAAAAAAAAAAMVSlIGK40TmbAEeO2NkDLlNtZbYtsdZdiTOrlsmdsTIZrEMinIIgKAAAAAAAAAAAAAAAAAGgBipMsCFNyqGgBohgrhlidKQAGXcWWAABMahibEYGwYmwYG2FV0c+hXTjzm05ADUIYIbJVIRSEUgBFvMNq5w6HzB0nMjqXPoaFaGB6HmUEIapkugTVBNKEMJGKAA0DTBACYhgBFyiaFaaAABgAAmCBommOKmpGgGCaCxA7gNCEWpBy0U5oBoGAouATYgATSAgHIUTRUgIYaAppiagADBDBNCMTAAAAAGJgCGJgmCYKAAADQNCGAAAAwQDEAAAA2mAAAxADExNOBNQReQlS1mAQAUAAAAAAAAIYJpgAAAAhgAmCAAYAMVUQxSbTAUgAAolmuvLVdl8vQVHRocEepR40+7R88fQSeAe7B4h7GZ5R6EHHrbEbQZRriCZCaBghJolNUAAAA0AAAA1UFTSoQOpuWhqVABjtjYAWUAAMLi5bAzp3mG2NQQC1giioKlENUAAACYAAAAAAAAAADEAMQwGaCGSksEmhDBDBAJVZ3UgA0y7jQbQMQNAAIpAMQHNvmMkGFRKljEA0xMAABoGIViBiYFpIGCGLLATA2eAnRmpNkkXAADAAkqVAATBDQADQAgG0IIQgABqhgnQklCy0I00KpKE0IaAGIaGgAaAAAY5aKCS3DKcoctAAAIaQDQjTQmhW0DQJqBNgAAAMBMENIwAGgAGCGgBpiGhpgmmACgmCaBiBoGJgAAIYEAFMVCYAADTENAwAENBCzuBJK5QFAAAAAAAAAAIAGAAAAAAmAmAAAAVc1CTlQBBlCTQAA0waCiWUIqiQokNBUSUkE0U4F215BO/jiVkYJpwlUmiQKaklNUAAAAAAAANy4bmlTTCpuW01KJgYbY2KpqxgA0wqal0Gs6AB5652QE3NEWJaKslUoAUAAAAAJgAAAAAAA0xMAb3M2BLCVDBKggoJGCGE0hEwCpou4DRQFkI0M0amQaEI0UAkqGAEvYwN3WBuGBuGJszB7Bibhg9mYGwc41K3NpA0omgAAAc0yKSRUpN5zopyxtMpwyWJWgAAEIGpLM6QQgBibBjohXNUQGhmFqAtSikbGS0klXIkwQwEA0wQMVJiBgmhDBksYgaASaExgqQXNoTYYlwo0GonNAANMEAwQxNAAGgEwTABoGmAmIaAGAhWIGJgAAAAAAAAAAAMAGmCGAAADJY0AAREtWTFwgBQAAAAAAAAACaYAhgAAAAAAAAA00O86hpoABtA0FCaHSIBMGgYgYAAVoCKJEpAAAxIYhQGKbmFNITljmpJQABQAAAAAAAmAEUwV1nctgpQAWWuVhSdgNAxDc1LqIlYnLWWmdillymIE4sEFAAAAAAAAAAAAAA0DTom2iqhjQABAAoCGgAAAATBJodTSNNK0AxAAA0DEDQhMEbVE6z1VgSFNNAYJiGIG0wGCGjLLo55XUtXNyiVJUAAANA00IGJUiaaG5C3mGhCKkkoSGhklBNyxoABI3NFXndABU0iWMlWEFojabMi0QtJJpIaKIWgZlhCpCpMTmhIBgQmFDkGmhAxFSMljqWU4EtSLKYagTQADTAAAAE0AAAUGkAFAAABoAYiGAAqYAJgAAAAAAAAAAwAAAAaYAhgA0ADQEES4FLSAFAAAA0AAAAAxACYhiBiBiBoAAGIKQA0ykSUkwAAAYgsRDQDEwAAAAC2qpA0QgbTVoQ0AxAAyFSiRyrQJKCgAAAAAAAABg04BC1cXKwJQIKyZrIwGhgAABo5edMArO4EIuSLmpBIAUAAAAAAAAAAADQQN0KgAApyCYhiagACYgAAAAAQJoqpoEAAAAAmAAAAIGANMRdPMV0nOG0yDTaSWLFUgaCzITUxRtihUBFpMQ5BNKADAGgECSkxQAQwQwQwkYIAAAGgaYgBDQNUhU1TqdDM1gBaEGkpKqVLkKipEwFLCDREtIsihy4GmgYyRkJUCApAhiBtBUNCAGwGmgTCRhqBNDQAMEAMAAAAAAAAAARQgYAmgYhGAACoYJgAAAAAAANMABMAEwaAAGJoCBiATzJm5RAqAAAAAAAAAAAAAENDQAAAAAAMBMAAAABgMExktgNA5agAGJiYAAMTKJqmAAAxMAQOWMAacw4aBMWU5RDVAAAAAAAABcOGDEAOopbmFLUNWDQlgK0ANAxMq87laZKJhmguUDoi0kqpACgAAAAAAAAChUyBUlAYwEYAgAAUTQwBAAmCGCGgQFtAmgaABgmIYkUS0BoGMFoVmaCDbJKCFYQXRit0YmwuT0RNJJRCXRZEarMLlszNmYm9LzPppOdmQkxQGAIYgaAaAAATQMBAANAACaCk0YFa3lqIYRnuidIC0gcgJUEFhCtEsEJoInQWBoSaGMhJtZKCZqbATEwGAC0gkYIaGmgaBiDYZNIaABABRoGCGIGAAAAADENA0AwABAATAAFGmIaAAAYhgAAAA0AAAAAg0DEwQySgMOjMymlYgAAAAAAAAAAAAAEAANME0DQDQMAAABDAKpMAABDlgAQAAMEMAGIYAwbkpiAAgaBpBRIXAAgVgEzcok1QAAAAAAAAADckUkDQAAAAAxtNQAAAYhtBbzcuhFy5grmaRVIlHDQAUAAAAAADQDqaikxUNCpUAxFUsECg5AAAQxACBiBgAAUnIxAwBiYmgctBcNLgBtUVWZZsJgCAwDoMQ2nOTR56DBgAAA2gWO+MqTQCYDFlgAgqQAAAYgAAAGIYJiAAQ0MEAA0AACYFAJXRhsNNUDBDZBQSUEKwzLRLEMSHLCW6Mp0zEAMCABRORIVjQADBgAmSNANAAAAAGzRKJoYmACjTENDAATAAABiYJgCBgAAA0gDEArQxDQ0NBMUAAAAAAAAGgYCCYAAAACKASM9VWC1gkaAAAAAAAEAADQADAAQAAAMBDAATAACmmIHAACENpgDABQEMEU1rYFhmtZM1sGJrJBShAKCAAAEMTFNJJTKQAAxDBAADEAAAAAAAAAA04oBQAAAAGJgCGIGIGgCRIAUAAAAAAAAAMKlxoIUBDcsbTRMBAK0AJghoEwQwQwlgJjRxSBUKhoAAaBoAAQc0Op0pmomdVI86yJTSpgOaCejGjdzaDGFKhDA5unnXBDlkGMmhJoAAAGgAAAAABoBoAAAAGgAAAEwQ0AA3N1euWqAAwAAgAEBQAAIYIaaJVBmViXm5GIG5cMTVQ1QAgJiBiaAGACAAAEAAaF/8QAAv/aAAwDAQACAAMAAAAh7LWkIUwxNhVR1Jhxx9PDrLNjXrZxLrbXFVzXPUMFdFthxNNUBl9lRzdxj36nbffW+zLDrr3DPnFUow4I5JFVVZFoUA5RtlJB4ss8lBddhtFp1Zlf/BJBtd5NNZ9L33vDvnfPDvzbHfHTnXrDLXR95hR4IgU8w4owYuG6iGORpnTl1I4A+uW2LEv88888W+yGo4U91pV1pl9p1JRDPn1h3BBrfnb/AG1Ye5/FQScSSQTeQbcsICGouJ/qijgngpqy429/0416eZBPRSdVTXFFKMTZQQXfTSUbeVfbbSURbRdQecReQdbVRRZc1fSw3/494382w2x16+1676/4Bb7cFKCEOBMEFDuhqqliVfUQedFPJjqvifPPPPPPPGtquroAPMTZeYV/6+z1mpx0eRSUX/8A19sNFliLUkGwPn21FFHHLKQKZoY7opL77aIqOaaOM8veIWHAimWHVyhzyCFSAyCCixwxW2nVX3lSFl0EWV03X2kEH0UF0+em/wDL3b3z/v3zX3nTTHH7PTICv5RVVUkIMk0iWKuGezldhlZtAwqq++Bo88888888iKKSy6aOoJp4sHbXTjm6TD7Vt13XBzn7bJBQYr99kShBBdpFZVa66GOC6Gq7/aiivbHzX3X/AM5QeIONOTTVJJLMVIMGKDIAIBfbbRYacIKdaYZZcbWTTWcZfQfWwbTW88ZZ81+2x+/8z/yyx3y141555cZCIJPEMjoojl0xYdYReYdlhs/bfPPPPPPPPMkouvjoDzjFNAINrthkvkcWQ41c2yS9/wCz2H2BnV1bLgD5yiiQij5v4q44qeM/IY5d9/MgFN8FHXBgCR3ADhASVVzxTRRijhQjHn20lCCzG3U3XlF233lV11n0FHWGmWFVvcu9NM8M8tdPusMsud99fNGRxBjDJIoYQ6OfkenWVV2hap1Xzzzzzzzzzzwr6bYp4KbLJ5U7s8tuRKpJhCv3oLLzLquoggY7rDqjEnqD46oK782wTwwDzyjwCggy4KTQQQh2BiQQCzxySzhh1CzByyxTghjgDXWmUwCTmmVmmiTWWHX1W3XknGkUH32P8++9Nu88+vu/MOcIO9Ms/awSAyxwLr654N+lX11zASSDnMhTzzzzzzzzzzwL6IZJLZYKL/vK5d8Pfb5pmUGR67YPLI56jB/3PdS10WuMksNsWFsqNPcuMFE0uOPNeO+c/szbJa88OqZ9OY66/VF32XW1M1G4abTBLIoLIK4ao4iQyh7Z3GEBDiUUkX2+3VGWU3vMcse98su8PdefJqiSwhjBDqp6qMsGEmRyyKa5zzzzzzzzzzzzzzybZr6ZqbbeZ6ZrYJ7LH5tacnlhq5rJrIZYJff7orDTDxG2EkU1xTxTijBC6b5BCBCSxq7b7rRzStfPp7I4ZbCDSv8AT/vT+KmeGSWsIWOKimd5l5p59G/ECOIWG24EgsFt0YwfMIQscAiyUYhkJxNExpjB1FwE8EKaOevZtBRkcQCF9888888888888888CCi6aOS3n2+++a+2/vYF+OdBAaH7SSiSqwCPKO42Ul9t91RVhQouwccU0S6sMcwAAocgAUMgEAeemKmy+Oq2umy+Wa+6yeuOuSq0IaaYQuyyeO2GKBw2kskEIAo04gBoQUwwzoZI5ZA4cc8uQQK4zglvDTT74a6afDbFllN0sE/88888888888888888e+vvv6yuGuOGeGC6Ge/Be2wk9zn/AAvngsohNnhiHEaYRUWbacMCZdcTsusvsMOCPONJHEIMMFHogqsviikitDrhrsuvvvrlunvmlFPt8ZKoqntjuOaUFpZYCPYdWZRXVRTKLpEVfQ8ac8981/8AWYGffu5iVGhJooutuvHmVyQnzzzzzzzzzzzzzzzzzznrK/8AHqC+Ge2aKe6my62CaCEmvbiyIGieSmeKOuwB9VJVpJFFcM5h95ny26yIQ++4IA0gg0Y0iSieOKamOe+0q6Ga66CyyyWmGOeOcieuS+OK6S6IZlwCZVZlxRR55JtpRFyAFJHXJxF7D/HX/BIzbPPysMcww2bLJBRckJPAj88888888888807jFgeyUYswWK6OCS+SzGamy2S2OKazfPKW62u+vnbuSYQM4oMmG2cUokIcoMMMsU4Aw8wgQskE8A0koGWG++KGGG2oSOe66Sr+GG6iGCuzyCeqqeueqGSsVlFhtpYk4lRRYQlxlJk+RVp9Fp1ttvHjHdhjfj/ydsYM4yz3VN8Yw28888888884/wDxQBDigkspokeTTcwlrOBg532putC817w3p590fQdfZ212OdffTomsplu+5tMD51++BFNIFGAGFAAwz3XTxgMcSQFCMlqgeCNCgjphloHginmvomkgltyaTSTWSZUfZbcLDPKQQQUYRXWdSTVfccfeQbTR2x5+/wDu/sfuoDhS7fPmVCRgDzzzD3UOwgtP5LZvL6IRH9ff8UXFExBAbesvKuJK/ec/Nro4fmnmnp6/NIB1mHJPdO+2UZIJrOP9PhGFTDb+DAzB+3GXHVZ20eN+mCzVJHwz3456SGG1yTSEkmV9+Bf3FtNKUnWjsF0lYuNMd8ousulKKK4K7pb6qCnn3FnGlVEU/Nu+sDDDz9vO3vcqjMdg7MIMMN+OJzSMMjzxzxx6/O2UcghB2RnnkXJLF5plGX4CxzGsnXKNfkwiElrOdMlOmVGTCv8ABPUtxCfea5Vkg51lFVFbxNZGfcQoYKTRBrKgMIBZB8AwAESfXPUbR3tteztRo3bxhezWUEsMYPjBtJ9Z9F99NNkMU4EAwkIgAAyiGO+gEgznj/gAgYe6uD/4EErbnPcEMs88c8888Xdz/JfcpuKKqi38Tu834srAYXMMdADFT5m4CPJ81cTszV9SII9ypGQUD7eSncS00MlJNmSqouLNfv0Wjo602Y0c88hDH7MMmOcBRVFMu/6gkOWpk/Be5udPW7Dv3TvJN51RNFNV9RFZ08kM0emyu2eeyWucgsIlfPpY0QL3jp4QckMvnc8888880w1HnnLrvDbPbjuDauMIE88sjnAYnUsRvdfiJztim1BGILboLyJDcVe+VTcHQM12nKyUI0S4MOiqbPvwnaO8fMwrpAU+4gSzrPvO/wDzw047A+YaYMoKdJzGVSI4CvBaMOiJ4dq7ZOy0bueRRVSVUdcKLpqUb/6tlHEEUaakvvgPNDPHLNPPLW+OOPX2w3XdSffYV83b85/5fRkX2OuZYTglVIeHXEOlfH0BY5698qk+ba30trUfgEho7rrXGnr77EIzPnr/AKxgage68OS67ucMTj/P4KM/e0oqcOMNLq4pEX63anBTzNQfT2J+m43pxfWpIPKf41X9s475Y54UVfCA54a45RbJM3GT/wCc8A8888848xTD4xFNVYgAopRhBZ1XTbnv/jo8I5oE8JlVB1nSeQtuaow8qNXH3v8AXNws0Tdw+dNNUMvh6IbffBHR/tOEjhrlAOnc+VsSHfvpjw1xy/2tFs8SSH1wwygqgmUoDY16LtPINGHaWhqoNsOvyqA56c+uEo53vPHPPB6YKPPPNPPANS6zRTIHPOMOOQYz4KIPebTGLVXJFKujsgSQZfcR8Vb8JL66gjmfaRUZ5lTzgsCv0USeU/79RP3HgwXzO22H9gPuh5J7f+tjWgCAdeeSTX0bS+yVxQs7/wCOvwU3KjoQV36ccMtqL5zX48Y+U3wgtMvfbLdRqufFT9heet8e9cvN9FRxkk/n+PlyzQT4Yg65j3nGFG/OCQRxSxDRH33nzIJqdfMpNsa4LZ7t2W2E38kPgaJTXPeOF27GqVvgotnUnoMtpJ5WJlJwiaUNyISBzvtwb7NCYDMT3Gk1msreCcg/vz3uct+NTFUQwrKSzCn3O/tbwBM5WsPcpgShkHHVgxJsEyHlEESl0l1HHHHHHMJhEAAP/wD6iyCSi2Cq8gpBHHXJUwoUAkQZFJJZNlFIdJpxdhxh888+OKBpBBVGUMMqsHf9w31eF9MnTHRNxSKRLv4y9pLKKW3/ALwI0M/Vo90pkLqvy1Aw7SfY7P8Afhqms4J6NMdiOWYMjZIEEJNj5/qajbeVPsO/4kEHom8viS3yMFkxkdLHX3X/ADn3zjqYkk6idQoA8gE4YgGEU4R5AXplZwgENxVJRxLznPdJzDznPOqm8888+aRx5Z3aO4wAMPXkYWV6tp59ZFdNh5Ctb3PgFNxX0nfbrQAQYOjDXE2DyWLvIueRJRDjb8LYIc7251fVKBH84/emgkh4/wDOOqS+i+3HBR92Xbptez/nOFna8+spmkaWT64z34w0PBGIVTRQRaQcFkvqYNJucJPVUcaWVdY60jrkj4/upghmrgggsvvPPPLgSVed5lKGu2J92FDKXqfVXXQUYVWCv699H11+w0986XZOLVPh2HYWQbCdcYJljeNPCmQIMbe3z40XDpMKmsdJNDgvQaG8o9WjP1982dwyTwKFLV+OsnhZ/IAktWtbdRz32y06w28xbfad819TcPNh15nmABLJQ73+491EPpnJP63ousrjurlhjrvvPPOqbXeQ1roPuhCl2dSgTocahZRZTe+vk7xqPQXuWIs36YbLAdUD0XaZaaWWfaboufaXEMldbYaCUZYQLhS6LsdIIOhqUnFPcTcfFthkoo74j8IBBDxMAAO1j9ABOHE4eT41yaQXXSw98wx9y1973zNBKLPHAIHlhrONriOLNOFPLvqrppvtgrgnpq2usvhJYacYT7y266kvtmNA+DWTk+qq+vBWJaQYZKWaQSMDszXfsC7RrNVI9zjsCDsqmYSU+unVbXZRKXb60zGuWEmZCbSZkhS3Z3YzJumUUsghukPXGPTMPJAKMFEIOLIpdXQ3OTfTUf8A9+PN8/rgurqARDBDggwyDoAAQzCwACjhywJYIrmhzxzzFXK2G2j1XkWHmFds7/bILYGVfp0waZf6JNPfpJDm2kHATmnQGS9r6Ivxyk0DiMLM4XA6K7TlOf8AiTLoawtArz4n4ksFT79lsDBwsTxHBO7k3qzJS94U4Bcc603GrzkwDSjQHaCSW6JLjB9lBXvLLe+0gOSyQIMUo0oKEEXo84qKGCnp99Nt6mej5Mc8aXiGzFdFdxdBNJfnjNjqWNVsa4U9e2+/Aeasy8X2yIyrb76XDZ4lZfezAVyw1Jt4Ic/uOOuvNu+S9EgffiDHJfvreh1Uzr4hA3M4jGCoanfaHa1VoWoLMpDHls1uyvXnmZNZy7yEh0FXxtT/AP8A/PrJB9aRDAzBvWBRiRCH/v3tmNDa2U0fOHPaa5IiTxRoJQ6/dU3XWH1lXPc7iNLEUQBSMyj3rEH1IiCTn664T7B4Kp+X6hgWFVM/cNqNTrZ/jO75qNrGFXKf/BM6xH3qaJWN1FHPlvB9hjOoJ8vSA9m606Trk0AH9IQIpp+YS0JJhGofPemXxNdb65C22oMNyRmco4ukUxzSinkU0WGUUBPUinmeOC1fmzVcj0UrqLLM9sNWctkUO4JdeO6UmBHsLRl78CtqFmfiCSKIgxNoUGuZ67C0ILiF2vrEWuwCpvobI2+nlEYZr3ZkaEg8MkhyinhrunRDKr7C9B/IGUE4xQB1YhAsrk0DNHerONIXLedp6lik91pNcu9a6/tz5jYc+LsLFS8E+z65mWxQokZ6pUm5qh3XjNb/AJdae2iXM2jabP8A/wDva7YLACh01nmuPi36IfPJGIJgH/fvGA+Q70LLLaTs2RXKnnVnP1XUG/8A2ieRhNjiLXqQCF1nHQj4uwNQTP7GcIQkJ+XJPwBy9eTymNmJkV1yllDDO2zFChE1AYkvqT8/7D/vzHdVEeGs4c0wlwmXoXXCmo+dEm5IW+pJ/D55MMM9NvyPf1Lh4WWqCWzffCikggMc0UVEauF9mG68BkV0Tm6tewUFUGVo1eZYVhV6bKldfNDoeWz/ADasnSYciExcBtoQbaEkLWwxQIcfLDPsnJTfob5NQcHG8+9KFTaZLxq8tnpNjPjgoqs9GWk48cRSH9eTurYZXdTrUiRP86a6ShySMi19FEZuxTfZcSsBtMmkLDYbTNBEOLNKFhnljEDAHLJtsaNCjtsRhBr73InlhXiHS8TpKHmoq/wgicaCdPDrxBaG94dY2YXQSe3Uvh336TLzpea03JDKEAO+guTJVcVmVIb+qhUs5ljiF2wnQss1oEDhbXywI2gGqucmcvZod2gjdALc1w+j1+0vIr06U2i/NSjYtUYaUo8J2TsPOETceHPLLVfbLLtHNFFHRWJBEe6K7ypRorQRKnIYTZ6x4YdIMJomq78T6KzrahRXhCC++vmp8faybAlNL4tmJf5fTou5s4/WeXXe+x1NFZXXZV84bUAWIw91JcFGVJnAqtenhV7wXGW1q0ChsX5abqSEuxPTI50z/wAoec7Ipv8A3wYz2b5xZxuxQ+KFkyEWiW9x7mevieIUso48sAj+scI497B+7GIzN598pM48XhJy1n7i5oGfEBbaD14bfXVssjLapqpZN249O2gRFdqVF99PqYHnv6J8VVjnxYU8N5/w1WQY+vUW49dUcyITx0u98ayQ36DkKoShEdM4iWWq72aBpYaqcfnLKyyCA0kkJp9Nzr4sYgpcboFN/wBYkcSk/wDhiqZKrqTgiiywBqoTGHGGhDT/AOndUf0x7Lp6BtR1dZGOl8QR8CHcBeAzXYBCF+rSM7BA3GlP0yS6nMK/R885t7XC9wZXLPnz1Qc8Z8TtETnSHjJJdCiL2qJHI+e886ulDrO2ShK6+lxcKl7dRDtxMqXTEjKyiOGf4gR0vZhgXPXCeXfVG6k9fXmpN7qTw54IFUyK6aggQIHOBVpdwVIV7qvNSwtXMMp3SLG88hePFQMzmxn+WWGX3dzSCTWq2PorphxlAiWPXMoiyx8yLKUIVM6rfrGVxwIEsvKCybiO+s//AC1Gu7hoF0FredwjDNCWoqVb1zhScb3dYBc1pmEfzB/6gvomzxl+tVFKdpXrnmXMgirliWO1Mc+gneaPk5697wnx5fMEfcSLNRbSNYSauXiCJ5fY2FCPuao8k0rLS15I/P2iEE922slpqS/wn30ebQJFen9HOmonefjqY7XfTdcC7blAJHKSQixfj41BcUMWWCwh7z9+Dm/5IATLLoeAPkUdQH56VeB0a7OfBathvjljs6KjnTe4gsrW3zfqrqFhssjZT0uwaogXoXLdGcRrgfVHPfFFHGLfLnIdLgoZri47AH5PIsoNM5i313aPB48oc0yheH74q/j9QrbeMAIvULs4I6z9wPHMU1fX8i1D90nLLGLRm3h/eKsTEQWoXNbwM8os6/rhLii8z5wZtXbUl5wi/wCL3ovvmQO74Y6r79J8LJ7oIdk/mX1fKyhXEmDbWF+JpoTi7R3OhkeX0sqc/p0wAVQUgOd9KZiypwCr/wDHfoSW73LbxEpBkFGOC2fc3EwhVR902KfRtZZEcWIybXrtDgAW5+KWJwN7cfrpC8QkslaSgp8ID+9Y255tyfz4ovGqVJsisk3bWN+pClL7XLbLlPNJLHZGKWCyen18z+MTlqW9SGq0qK6tF+meOKCPW++eB7ptyuerlo0xnvf0VUizC2NwABVkcek08Jbjt+ZBGfTO5C2iK+Wy2+yCOOOOS3h3+OB9kaesUvB3MtTIEMOVN0EfrSsURnzbPn4KKyhRLIMAo6KqXVVlq3XskhrTr2GvB+2klpRo1a8Z9slKPnhpxCjQBWyGiDkgyamqpVO6slnPT9Y2BCIgHKCUieWA3RvJfUErJJ8bIc6KmPXDVlJP7L/SgV6IueCTr+hfImpgFZjHxWG8OCOe+yO6OdrnbzMiXe7JBk+VEmppzDTR6pIorNNV1L/n3hCdS3H7GN6VLX6ymm6FdWrXN3xN1hJOGhAXXVGwNtUkodXmrW6d1aptB+2qbzrLqCDWGZumlZSWyuJ9JhGlxqinIfeGa3LT4At1NdRpAI8mmwinANQuZOvgicCwiLD+yMY5JeviqqnqnmSQ262++Cac++NHf9kD02a51hZx1BNGOLDVp+4swrj89jP9OpW1ro6sKlVCtPPPsmJFZ9OOtCOi6SN5SinTNX8WxxMn7riAzi9xIC0tiuyeP7JWD7AOQc0f8OcQsZW7qhewZEk6NpPtun7pmVM59NJswpAWKJNTQloABbGsjWooXY+T/n6aBxxLryObf/Hgn2+mSa76Xd935sO1W2GdhzlJNsUURgOjlyy40okpnnvRUpf1dRN2wokG8w2Pf51k6ZSIxfAG5EO1FtbtGfVpX8ImjyFWJhbfU2qyo267b43QrMVF93ILWOKfw1WzEies9pZ4F5F+rxDy4r1P7LOCc05kAgAu016ehqB6QTMIQs1mO/rNFNj7dhNDL/PODoMUiDDHIUkIVNdG5rTVDn/+BDXP3/hJCftJ2qWNB7Pu/FhCJHV5ZIVcu1OqiIEhWL6KCuFdBKMhBH0eDM/99KqpdN5nEgR8oCHDw7lcQ0XhrMb0U2y1uaAQOyHDr6EVgRbpPVkq+o7RY6HJpg+kEk8UIVYp9sclQo3qA7UQWxqZhLxlphKabT0KeS8Bv4QltdfVzZBZYVPqYn/RL30xOX5dVMIs63HqjGiwpngu/wCgtupInrvbB3fdKFqeKGDJiVk/a0afS8FAOFuFjmpiqLdmu7NBMJdCoocGKtk42G+y3TnftuhDcMk7/wBfAmr6VP4XhhLvPV7jqprD1xDciAB9aDzMIM+sFBSpe4a9yQyB3lCTUlWKTTwQwyu9iSVClMBTQPhqNtuaPNFOl0pWCAUfAECQ04zM84rvAa2/k44UUOstyya1eu98Off00X6Nx6awnXZauqgieX//AGR1BizG7MnURm4nJ4aOaZNtlpfUhzk8EqkKLrdJgUhKgqdfcZnnqAuWKNZgWqW6KeaVc08s6+eKGOCCyy26U0wsEOiSyuuiGe+W6CyiCCiCiSuc+Oee/wCw9OIQdVVkHadMc8zEOqfYN/8AOCJss9f3Us9l6pmNe2k3fq6qKJoJgnyEBGMuevvRwJRBM4iCH0DNRCBLXt/73O89w477aue8/ak3kVt+uZbvdYrIILgvw1DPVPeAdrYJF3UDxy7Y66awAjTz74BT77L7apKgaBI4QZ777oJrKoIIYJIIIIIJIIpLIioDwHQwQpJZrrfgciplAueW7Pcm80WH1Okh5Ps83M2ZH6nGJX3133z3/wD/AKgggjmhujmpiilobB4orQdXXegsy/193/8A/wBbjDfv/b7tLbLn1NlV9r6CqCCKIhEbKLz3TLE09TnpA88488u8O90A8888s+628++GQueGeU2++q+CO9CGCOSKCCCCCCCCCekO6lON7W90LvjUHxyMWHveu5jZl4LBCnl12t775561JrqHHyK9995w0997qCGCqe++/viCCCjNID1V1F19zrd/Hf8A+94wQzz9z4z6/f8AAm9tl2XFf8MII4K56yD4tet1U/Qs8MkIDCrTxzwLpNBBDzzyhc/DwxGJE+lkl6IZp2K4L2+79moY44I5p64pAhPv0NgO6d1at89lz7xZDwS8AmVBr9+t6alAxtcM8HeI29uetKX32EUxnFsIII777776MIbqgYK6vmWn0VWsG0kV3lk8c9vc/PM9ckktfunsmVee/LYJIJ57sag1s/P/AMC6b1M7qmAYkmQ8M9ufqsEwggytCuOP5VbhHOzW++HcSoiK02meCJMi6u++6ogJLtzziKS5ybHp5gq5qCS7qEt4jJwr+3gbpNIwSkAIJXDnj3CV55EEuijzCCieu+66CGwXssc3gyxVdFZVNdx19hrJBP3/AN+xy6z73faLIq5Vwpxhjvyz/sggviAP6qNjYdhXI9mTsbMgEPAJ4BvqSwggGmgk+J2AXPztOBszepRp/wCZe7aCU8f7b7r7wAdWM7GFGeOOefRVQ909a490f0Avz0H7P0E+XcYwcoTUuffvvd5LpK8w4W7Y7z/647rajX3EggFDyvzFX0XvMNut/v8AjFz/AP3M6jq16c/2Ouyec38op89/CMEAlpkF2HgsmplQZcWjIWAhWoi9MPKBngP7ywBXHIfC/t3TsLqhNY6EosAtpdUNsOebXUvBxOeuPkOn0x97xkSioibO2+3O67bLTk0YxjZ56nofR6mg50x42hnC/wAtdE2Q1i9HQiE9jSwnXmGyjLRALrbQorcMJwjjcB9+OeEAbjLhWxKi/J2xDgTCghhtOvqJJSUvD8cqYRxlYCmYj0DDT8BQ66bsLO9ylluZ6BTBBMlFex6BPz2NML5kuWp+MCyffG80Rsucn9cvdP7KnABaQ8QXQB+cBKWtd2GkzzPUppWi/c9f9sc/t9iufsGFKMvO92k8ccve1332X0K+tdqj+e4aJFyU9/uMscMMOOMd3DG0i9tkcNYhevGu5vuvc46v/aettQuybwmspxI+4tGhzQRjyxzMhAC0FjQC0R6qYxvPpMBcg96sO3THkYow8YdXLCOfdbMsOcJRjNn9TfOv4lGL6lysw/oHm74SYMULoM8N9fc8MBRadMOsMOM0m2QQ3NTnfOvt/WJlrLbJ/wDZXhxGJP7rCzz/AJ/9/wAMNHxwzAOzOpqe9+s9UpkQrv4pRwwBCEkZY6ao9XMseJZERgAi8xkroyDMK5RzdkdZ3CjcekWDDQP0WtwKaMRquKutNt+teMNMesYIyAiShx9T3be5ywmUQMoxPIeGhEnAIYP/AHfMhyAntyHp2893BhuWiOLTm8kA84Z5/L5BZ6d1/vFg8TfqA1FKrtv33XjoYu7/AL3H58w4zwwqfjNirgjtsCMQl/vUwGgNLRfygdN9PD9wsn9iaRlFIzdV4oi2nF32WxwPUv1SyePY6wz/ANM8ccuO/e8YYoZCRWJuwKt3OkYl9v2GYuY2aw6YVwTqNsscNff0l/8A/VTzkY5uRJMpKrLvOIogIUvU9ulhxfUqjzy+A3wkZ86t72r/AP3r5CjKcE2lvw+78yzoTNKJqV1lipFlijgGeMppmiBSQb1laHolGMTbsZfKKXFWOs2+fXT2kQNcPsONx8NA05x7/wBf8sM/NePLaooKPvu/NZgSzvsYMc7MqhjJ9sCDK6Cuevcfd9fHXUIa55q0UpOOPsqKBEK89MNjSwUEmqw7q6B8vaftclh9QwKX9Ls7746zc2irAopzZvtvPNxzlhELvEEE8QygNxdgsMkwARC4urbQoKyLuWHMAecN2placNmWNauHg6BV3nubIDeccNdPMPfuecc+PbLN8vvddZzRwoyVAXllK4MdO1Vm7uNcu4o998f0kF7Kp5jjpreMctudBYlfNP8AoH6UD6HMQsIkvgiP4o4K2jCmKNvq91M0KD2WnXJ4e9uP3vOrWc6I5E5SqMhY/WmzJkO+dtltLaml98IYe0dRBrd5PCqw0QK1VW1wzgnL/kh02+P1u2CHDDDjnLnrjvWm+ejrHXjGgU48p6LLNxuxi/cmSexfzbzvff3XFKB5mrTnoeKynDHnHXDFScUE0Xq8C1rDQ04Gl5X18Cvmu4C+WKhW2+iNdBp7ET7WbU/V0+yqLg6owckh113N7Ya+OaGKSnvQPh7IZcY0wUH9lO8ERDrvQWybe8QYTrriwN8BTa9McUvmOievz3PCCSm3vbjjnn6qJ6DRumSCLAAj6LN40GZTTjnHXnTzo+81x/nvJ1tqLLfv3T23JoQ0kOVYTSVlKoyKg5Pd8FENPwc6cwAuGxfEpKquznKO+e0/XnCqDPmlOAAJEwqrE584G0GK0aO9M3z7rfa1gIpRrjEAcQg5w+lOtwdkhpuMNANteHzctBdm7kQoDzPaKGe7HXTrTbGfx5v5TkZQhWNYypqhRCr7THDH7DTnKH9AlF/z+rqYqLbnbew9REu0zTkQjNGwQu1qWnOeDd7PKmJTAUIoTFowbv2Hr/e/byCCm0axyfAR1eoAkcuqKo2ny4kQweuv3QL51DebCTn2aOc8IlYcaKx1pQwcwQ2Vds0zDUx82bBHebH6Dqyie6CC2eCjPTmkMU1kFBqDqvPM7KNTn6bfX7/rveWb1HcoSMHv+vWZv7KSS+UBd1ipTfppHzeJ9Et6GEqDGt/kRCNgfKc8cpiSjL92/X/vD6CS+em00+A6eWQ0okaG2fAd4cGa6CqmXGs71F6Fugz2MmYcyRch+qkVJogohBbE4jG9HQRpSaTnwErHBWOSO++eaKuTbD2uJFuo4gyQPWcEGxkDb/f/AG29/wB8r7qf/wArRDlJq3TFmo+yyCqHlZNR/wAZWW3AQQgHQshLH56a3dDTVZ98NF9fkF6zSZgzy4hqgvi/4kYgsGQ49HGMFNHMhcCAgnlssiZTai6iIYBO0CT/AGlGUTdBYEUWn08NXroD1rsazrCU7LqudHlDZIJIJb6qZ9c8sbOU1a3h4SUUL7DTT657oKf8P+8cIoLLBEdnD1N89UCbg1I4JnP1FZkd95bDo774A5ZxGmWgM2fnBtYufdSdi9776q1bIIMLoZIYcNsGV54Lgm93xihu52KyGKL7YANbGDoNlmB+T91GkEWhG5xR0fnm1ib6EiDA7U4x6WVEEs6LL6r3YarOILIKp9f/ADHQwq/f8/sCYaeGQCkQ2qDLW2S/XLbnO7QmXuiTyrCYIsei+qHIXl/IZXyY8mjeP6vACadtxQ3Eu3i9NznDEGWhUbLy/wCGepmvvulr0gIXJirjBcSTYEFO454SZAmGULQAObfsMImCgXAMZqLFZXUWVTm8avhOAOnpyLwFuycW7lvgumPeQhhtsg3164wxwHJHM5SNAjizvV7AdQgt/wDqLYP++/67kDujCwskCN0VhTTwCPaOOLJETI07K8FX9Qc3Aa38MtEN+EmFPj+lnhNSEeZwEHV7Zv8AmmCy2HJzWMAoh9rjjkaf39Jm2/dhQJXZg9mBlokpWx938UMBf4GM9sOfr87zLYzUX8vYbxXHTvrK9ymSqKO+fKfHLH+8e9/VNnMsPZCK2XNyziWu2yq//wA959khjmtLoZeqpSXtUZREqHNw54KLTYDhG+0btBcSCiG/MR0V95Q8w726SZk5w4EVKEfo6/6aSrhCskrMOKBDFFunxjGDyC0TTQSa0Tn3nPfIOfteMtExdVe8h59b4kMl2T6X+yK82FHnQ31y+iYougjghvnvs62sGNm0Qw3YEpAmwXzjt2lrttmq5282w30paRFwZmhFLic0iAu4uiz+1/0yjLO0Tw+eWv5oqaa1b68s/PziOXZIU0m0+rGRZcjt1xsc9vtngmvuOPNI7t3r+3rDQ9+fDQXXgb8ItzEiPKtdfjGG4n2uqsMyurY+AuLpROHC11HYYTZeS5sMonrktqgpl1xgqajcWZQY68oPpbT1vh4cpDnK091lix45Vkw4i0XwtaEYSnrp5jog0w68iXMURIaDYRvdN9OO8Eszpzy9zeZBO6x1vpSFYnso/HVcYropgQhqBOER3urou2OJJRvZXbVHPLiYeXY9e8ZYfJhl/q0JhGjt7R4SUfxzZLLG695OIQXSecvMsjrmrklshhx7xlq30O28QVL7pz57OMFOrqHNi7lrg3xx/NxWNWd+4pVlVDZW3Vkuw49gMt8/p+5gMi11JGd4VBoi8dKYd76Gm+73uC+dzPl/bXJppSpiSwsurtMf+stnvrwXOcBTRUdHOpVe+TwnJ4S3dZxpqUREXQ91BPl9pot78r9L91hCSv1YRV3evhgAKZfLskow6sMAJGIIKAIPLCEIEAgokgIIp3x7/wA8fS2f174gmzGeS1iZ2oxitd/LKwTAXJPOYcbUhhMhQEQnSkwm+Kj/AKCu3CnvRgOm8cu38xcPpQ5HeOWadMneObSbB9ItxNLBE3wWh6yMpKyaT0aEF0VAhI+bzzpgSnCHrvfUVEMhieqva2VJnZMEeGVey4gUAMKQggGIgAMiaCAAKogAQAWWuiCynaqq/wDQcT1/OkMau6bT1jC49FeD76gg7UcLLydrjiTX0o1CvIO4KYkYNAK+Jhl988hivEQmbK1S3TWztM9AlqVO5hgwxGRSLvPcfRaluW0G1h7rhTrR4GTyH57KvmVyzn/1wyxz/wCXDRZKsLVXK5tlxSpwC5yxNhBy6gACToIY4YgIDQhQAwAAgIJ6JrnSIsR8hDAevF5q4tGYMyof/wDfPVor2cFMEpd5hBpdaZa+TG6Lj2iBDY8AiMIHx1HvFgNUfd9fnCsdvHF9Gkk5AQfPjC/u1N9q1dd4otkNDlGWBuyHeIe87XoE/pd/mmP+yKCe6f8AyWJFFFRLstR3mzsVV7IDFiC5BHPjvvorutvmPODPrmILEEKLGAFEPJHr5zj2iOlRVs80UnFn/wCtce/Ewp0yZsvp9PhS7KC3298U1aXYvuiTE2DiUnVj2sdHfTtpVGzixgW9dtn7DEfnpc//APiqQwNC11Z23qKHO0aGqrTPjOfb/TVH2K/HGeKLfrzjLKTYQ0MoOiTWy+xO4F21zNHTvy884+2y88++uw040auO800M0E8Ecc92ByiMm2KzsUN8z+sZzD/3r/Py6i1dN18d4btVlFefcupyQp8yaD3vBntodLs9ObplpkqGB348w6XrblnAqyA1DSPnmf8AeaIKPhw1BDROy6hMTSJzFRQYedtpo5jq7rksjnsjouns6LHJN9MrqCXa7RXfAkrdWVJtqDANvuIGvvrgL9+oPNDHMLDNPtrMqEwonNB7emEOtrN45++8z+5yxguLGdbaB4Tk29ngQzFY8RoouMh14xATKOuUNWWNLBqa7LNKGIMEjtdbTQvnnmvQ/gwz30Gr4iYw4dzfepYoEnucSCdkSXfxx1igusjqrjsnhy57ap1RSecoF9H0tIShrwBRUfFOIAguktHKPvu0GNwcWPMMOPPONnOKYzHFW8CEU2zgkeHHk/64875njgrPLZASQRR4sGlifgu0jdCWIjikxkrLRRY3/wB99Em3ycQhByR+UdKouBTTQKY70VdM9rLIvcQ68V3rF7zfer+p7sZ7kyNOp8J/OPN9fJqZcFQwftZWo4NVEDHoATCNMj8Q/GXUIQwAAYYTyyo+hWr6ez8zgQzzzzTzyQfvuPGdBDQvpqGxCr9Msfqb66JjwyI44o0Gd/eYV7K6Zrv4DZ6Z575IrTxzKl30X7Z5jgry+M/yAJ7o/oL3Bq6YjFU/v/fNPq5dVE6rQTJNHckSwrxKY49K+c/VzFxwhCHkX3GHdS7YrZnYc9RDAAwhxRf3zHO4+hAQQABSwwTZKY+/wNoTyADzxzziigE+NP3r1geReUB6ZYvcoo66dOthAmE3r2maftp3OvTs86y9U657jxihRCBS6OzRCHwSivTfS+ABpo4CabZTwghDTyHwIIrqVoPQKV6eugqrOwivoAaJK79dNBlC5OdOM8vW3xQj1ON/dmPTCARRiBhDSCak/bR8j2wAAAAAAABspjUE0JjzQgjDyhBTgOxDwMAfN8c3gqcdMoZ7YpLKMMJzAImQ8r0Jkar/AOpDaN6TyLgmO4g0oYgQCB3wAAA080Q5I1kk4SSqS2aSJBd5oIs95hJ19AsktC1DHjUsGew3YBnb3r+S484bPJ1hvLPXrGGAFH0M8wkIAAksAww8sI04Co/6EEfhAAAwAAEM4UReWnVY8s4oY4s8cpUE8cgsYjH3s9WP/GeiKOe6TrrKA+88vXSVRBNXW3phcW5gwIXLu8oggREwm0CgAAQY0UnK7tjUKy+COSyghNZJ4kUc1ZXyiAwxw2Hu8Kw2bFGeq7/3VEowxiCTrzzT7LDXKKoFq0Y4EUUsggwkggAgwKoHVvtr4oQ3kfpIAQwUwhwWmVD30s4sEUYQ0snNj+wwE9J3sMivXg2KmQgQwCbIIUNMbO0FNeOU2CtFhQgZJzDzie8I6h5UqIWZcM40U5zLbqIEAiKMWuQIpRBFAQcoyXoqLlRc/jKOarbbugiHzJ994YEeOLHD6LPamiQAkGJx5Y840Io8UE8k4McMYWiMhvgAoUGGsgKgAAAAc8tpkE0gUw8wAAAIw0YNxGZQEMIpxvvGCUd7doAAQTrIEQLg7pWpRiskwmWpJRJRHTbHOCzALcgsSi/K0UcM0fHnPcY0Ec8MwmMsgJFAYA8k4mH+nX4IdoGNwffhN1CzhZRBRFurXzv6qGCe8wYR/NMr6E4w4zSS4yCW84gIQoI4L2nWm8uTLEqwo4yXDru0g04mA0EYBAACCeOBl5FskIIwLLeqCg9QySUswiKGEAr2NqRl1kkYwhYrXnNoHrvvKOdtvaAce4arlg4FU7TunZgM0gCvKmEs9MMAEAY8ES8JNFXCKGas6KTbpB884QoNuT/vz3iay+WuS246c+Ou3gU8oSowQgQo08kYUQgkFLClfubzgQZs4UQwREgIAw84ufTvxAAAOeZFp5Jso4gQ30H4AAwQACKqKq2kgp/e2clJcVxO8poo6rRy/wDkuljiMYXiPMKeZACFCPMRfGp1NPDDktuMMP2NOPHUBOTnWgz2K4dZhwfZWTXNKDLHTx9+7w/738lrqggqc97Wk5ABKAAANLACAIFLOMABJC3TjAYtl546AAAECLFBAMMBLn8aazQAAPMYWXsLTPFCAHGOgFGIHCBPFmuEOFbQzpjffasicBhup+5zbl+FkMOOPPOdxvAfIIPPPEQHSRFNBKMEjtoMAB0+jsMTXPAJb++dUWEOHYbDBPPcUa988wwy16+4/wDoqZaIClA0FKmDgBCTEUgQAADyDSywzAxuHHtoquD/AF88QAwY4UEAMAg2zWOyAwkQdGEXnjxYUQI0QPVqcnckwgIMO+gkpBFmm3hBQM4N8my6XG1MB4WggUyLbM3W7pcdgc0FVI2OaQko0AgiSoAasaKa6oIM8g6N5jNJQIxRxXescATbjXH/AA/6/ju2wwlCJbrvzwSi65BPEIIBRIAOLMMPOHPDPKCCABGHKDuOKIACNCNCPEMIEn3GwgCAHDTM445FKDOADEAJKtN7b04GK2glEGRZS8i1dWMDJhttrFJQWWVrsBy67atljqzyEiPDBUrqBbbOEKJBABAINgBFJrlgLCHNgfeRpaDGUYefyGAE8/146ff0tmol3oHLBjA+0zksBN+mFDGAHHDPOPPPNCPOHOAPAFFJbfPPGJPPAPPONDPEJAs+8IPEAA1ropYns6MIADCAEMzpuUqAForkGmlVb9ohRFJHGJksuBl9XddU0CnSvQbqp0hEOCySNN8iQtOAEIBJJOCNtqBFMPlhGPCrVdGTRrRAcUFXbFEOz8zzTX+vuPNLriGVeT4YWM5dQu2JAAELHKNBHOHLPMNMFAHOGMPKPLPKLPLHNLHMJfPGNLGJMPA1HTMDrzxujq5BLHIADGSpuZENAPotHHPG10glcHIPNVR8q65jUaBeeb144h55Vg1ksLbgBIAL9SAGCPAHCEHLPAPONdFONFQfScZXZopeBPEYICHa106zz7zujlPAONRLsLfZPk5p0nNPcSADMPLXfEMLLCEBABPMIIIKOPOJLKT/AK4zkWYxOyTRjjQndQ85/iLX3o5AiSwzgxzy8tPxQCxBTT6AyXsWVkBBhbE0e45dREWDdf8Aa8sJJwMqBKpNSQEsMUsAQAIACa8s4cQwhRhhZBZSq3NB5FRumBwMgEUgA7fnrD/b2S6+8Ec83ppVJxZS4D1AwMDDTvEs8EB8k8oIUwMc8kE48gQMMMEL7EZo/wCxDJMm/YJLPLOPPYpjmE44i+/gne7SX8blsvBFiMMHCLFeYWpbTBIAFfTehs4DGGMtLjkNTXqoM911M9MBHMHPOIPEKDikAMCPPISbSQdXsgxjjWcZZgnydPDBPHPw088zyy2krvKm6LP5wx42RCBEPLKMf7/zNNCFGOHBKDFFCCIKBLAPNPLO/wCJNkxPqY3t9hh9DDQiDRxRGA7xAawTNYQ7Q+HYprzhoaL4QRgBWWiDWXrTg3FGE85dhQijrZKJ7PgBVllNIQ+yQBhzzRyxzDgxiwATwSoQEEH1r4+M4cG0EUSVm0zDDABze8OMdMM4YICjwWUPgFk6/QcpJNv6lXCDSgQywwwhAgQRDQwhRxRziABCnszCMIkMbeaKGhjsgAhSDzyQxFkFOiXjyxiDIJZpQgDApvOfbAQx2DrmFUwAD2VXnfJMBEgCQxqq+giDXDbKA5wgywjD2ywwzTQyjDiQgrLzmEwK51M8cNPETEnEE3EBAgjvfvOJ8IIqpKLShG+hAU0RPo4OZY9Y6nlhASRDRRTyywjSigziDzDRQzjQWeTsMYcNYdzkTqdnzyySTgRQnl7RRigCBwRjyBxRjzDyr8v4awiQjTaxlCgTX0HXnAn3xFyBjRiZs/jQU1JE/JwhTTxyh3jTzI4bbwzwjKKxGk557zE9+Mf2E0FWFWxiB3HP/ceOc8KII5awyWYiQ2wejz9vtN/JwGXCQwDjiAxTACyDwRjRRQBRiARCndDIuh0XuxCO3pB1DCAyAASgB6IuzxzzxSyDTwxxxzzwDgZqCgDwzDjnUhhGEE31lxjIgRRxDxpcXgID/R70NDQBjTDRzjTjz6rJr7awzBJFHKYoDjU/+Pn2V2kFlCCwwsMONv8A/TH3+eye8xPIgd3rYM7b6KvPOJcs4UUMIMwQUcIUIY80c0EAsow0MHwoxNWJ5D6qLgW+3AAkggAYgIiauyE8E8M8MM408Y4w0wwc88084MMUpFQMWiV9QkYOM0wE0YYTrxea2RyWvXMQoYc0wkEAEAk0iOeEYIV4x2iM9FFJZFNN5d19tt4cYWTz3frPP/73K4++skBcV+SMme/X3quPtIE0wQc4MwAIw8MAIUMwoIEEYko88JXseA6XtnyS3giUXYw0cEUMIgwmiuqUw40A08QQc80Q0MMMIc0MMMMs1N0IkEVxlJhg08ow8EhbnKh9UBGItjswo0Y0YgQcMS0gsAGSsgViOL1hVlFBJxFFhNF99IIg8HnfbvP/ABwy0uNDuCXiXw3rVJHzs2y5GOKBIEMBNPEFKMEMABLOFMIBEMAPPKAS7GJ2rgRU0sxAswEPAHBPPPABOGvjkBFLCAHKECCEGCISZcHafTUZPDHAOBFCSWQdhvENMlODy/zYaYP4iD8FPLELGMMNLsDOKLjNGNpCGw0eYSQceYXRYSUdZCGMlrfc8590CNGnvjKugJZs6/bkZzCVUDiFJNKACKCLPOPGPEENAACLIIAEKMFPKFT+NGK7FAw91K29sK8HDEJPHKIJENHsgtHNIAMIAHLCUbCbbRWZRTWVWBLADDEEcbdKlhPZKgGO5zn8X9M+DCwBPAKOOMEAANBPOMtrCPn7/wB30l0lmmHX300m1gQgwp4wAwxwSTwxxzhRaYpyPLqP99fjhziCBBBwQhzDySggzQgCBSzTgQgghgzzzTz2PCp2EEpGmHJWQL6sBBizwjzTygxX/wCMEpQIA8gAAIAEgwlFNJJZNp9s40cgoI59sW84wBNIQ8PP1HXYHGkrrkMUs484w8U4YEANWUg4Kfb5/PV9F9ttB9NR5lSJMnN4MYk+04c4kpcMIiCOc1IBS+ZIksAwkgsQQEw4cwE4YUwk0wMUogAEMcEAgksw47emJWIChJmjdgCBaA04o4sc08s8J5V1FBU4wA05pBAQMYgB1V591lZhWq1we2ZxcK90IAwUEZnrWiEczg1/4MAEsI8wQ84chA0UlAQgiPfxN1h99ZFpFpNNJR+pE/70cYoiWig0R1dw2KOe31L/ADnT/FKFLHPFHCCNHMMIJMPPBKHOFAAAAAEPABPKKPG6FDSxKi51t8UD6JwHKBNPLKPPMJaSXbR37ZDGPcQQJEGDAcVfbTOVQacNMF+aOXj3qvQSMMKN2PmhwXrM4CGCPNCEFLLPOMMQc+0NBGw5za8acUVccUcYVZRPAhoueqLHvuoklGUYaXiw1eUeaXO5NDGDCPEANOHIKGIHFNPNAGLNAAAAAJNABHPPPJcMFCUGIxy5VvbC43AOCPLPPPPNNEd9ZZX133oHPbSSLACEZdXfTfXXbZdOLFBFLro6NrQDDEJ48FCGTunTrPNKHOOGNPHPPEFES4wdOS33+40aWcdefdeYVSeRBjjnzknugngsIUaZKOOaKCj2CmPzHKPMMNFFCPAABBNPDOHOBIAEDDAAIAJKFPPKNJExHFQD5U4zTg6I5txGDKINONOOEJe+eLW9zZAFeZUQeYZQUffffffcQaSdeMEIKpUJnFHEOEB0aYc3jmJ1vGAPNNAPDNPLPFDHCCNEGA3324cbZWZSeeYQfOAAskNA/v8A57yABz3XEwXV1yNptJj+hzBwAgBDCwxwwgAABQAAAAQAziSgDABTWTzzyTigs1xfs8gsN2uCIlAPCBQyCxwzzzRH32jxOyCQhEHk3kEH1lFH3H23UlWH0E3mlU255pAShyTXOHn9fYAWdCwhgCRxRzzgDyDjiwhjjiRhV+K/MFmGEFHATzQAIIbQAILb56qADC1mWkyBRg8NaOTLzzyTzwwgDTAxzCwgAAAwzjSBTCABAQwDNjzDzDwy/Syf98jcPTKhr/KH7zyCzTyjDwADzjDjwAhxCFnVHUEmnmEH3H2FVF2GUm0HUHExwQgATjTz9eFlYwAFxigDCgBzRzzz3zBizRQgQACgxjB8sqHH1kRzRjUNJ4q4pzxzzz75Yw0XV1WhD9Ky02+DxzzDxAigwADTyQgACDCBywxSARDwAAywdRhiAzyS+ATcMYY/e3uZJcYzSxjAATywzTwxDBDBkDwBiEE1XXn3XkFEGH3nFEkX2lkUWkRgjyyBjBjCrKNkGGnaizwACBDTBRzl1xCDkhRACkWzgJjcsm1HXlVjCTGFuLrxhjhzy54MLxR2l231kdCBa+wDhRxiSjShQgQAADDACTDBDzxzzzTARUCkdgjQzyjy/DMHbCLcNbl3p8gvyzgQgAhDzjzyyQjG1gSBSQn0HF33n3Vk0FUlHmHH2l0VW1jhxABxCDBSL44ueP8As40wgIAcwkIQEQMAIoUsMMpgWayy8dlZlNNt5k8MMUOiApCkOe7HPDSa3NZJZDrc0wfs9Q0sQQ8UM88Ug0wwAAAEM0AQMkYxhd8pgDY888wgQncBgag+fPuhfu7Cr888IAoUsMQ88QgR1NVQkEI4hR9dJBV5hFN19dlBV8851RhNpQM8ggQoQyiOC8MA048cIsI00c08oAMoYsQsMM58YcOOIRZVRZx9NRwgIk4+9Nr+a/vOiKSi+r9t1w0zGzRA8808A048Y8o8oQAAgEMAkg+mIkMdFMIMRREwgUIE5K09oq83v7LHjR+egHUoIAAAQQI484QRnH74QMQ4oAQhhd9dxNFMcQpdhQ89tJNJZoQk8QcIEaCiM08xvI88s8o4wsY0440QMEYYo77FA02gEJZhFRld9VkYwMq259d/rPvqKGGOkJBRJ+VpRjgcw4sEIcowQ480A8EM0IAAYuOKss0JXQEJUYAcIQ844f4vGKg3vr5myrVe7csgAAAAEAYk08wFnTTgoI5lRwJh1951tdEs88IMNEN959pJFEgMgcQkIkCOcU6L/Zt4skMoE88k4c0U0woc9nH7U+yCYhB1dRB5Z4gIE848AU42XjnrHi2IF51hx0s85OM8cgUIgw8YgswsMQ04wscsx0qZC8gM6M0QAMs8MEAgMjYqSaRX7nkJzddiu8sBAAAAAQA8w4cFzDbGog5AYoFV9BBBRE8w0099d59RtoUEMYoqkssoQOOa8ADLD3J0Y084s0AUsYUY0w04wq/zMSmCZBF1BJJFVoAEQkw8swC6rDiCWmgQtZxpGURBP8MoAAIIYsU8Ac80ws8M8k1hBcOao41F9/Y4chE8owAMrxkb22Kz/jItF1zzb0ogAIsAAAA8c884ZjDfU8oMAQcwsEMQMEMQwx5BF1hAAUQAEgECY80kNnHbJNPXLXP3fUEIg0c8Eog8AIQwVTT+ogLiBhhV5pNdpZIgUUs4gMMOeCSwwQ4tlFF+B1+F68oEIAEsAEI0MQ40sIEkJz7/AJBPmEMBGMGUEAOLOFCBHB8pL/EOj+4xrUULzjOPCAAAAOJDPHOJFdx8756FBEENG6cI6/nJJIkovqmFMECHDGFPDIfT0w8/jht7/wAIKvPd8SzizSDBijSSxBiwFXPa0ctH2jy0kX3nGVjBHDyhDDwjRZQwxDz12hK/wCuTDhyBADQgBRjwzxBBUHVPIHEwzABQjDjApcAhyTzxCyhkpRvwFHPLhnT2WugvwwgQgDjSDzyTCH9b5vP9jxAjDhAL/OjQyWePtfdddtOMcYoCxRDBvP6IIIa5pspa7oBLtfTTA3XUUwgyCzBhx2v/ALH718kQwtJNN9JVJZgQwAE8U4cI08MsYsIqXHhH0A8IAAwosAE8Y8wRTnXrTbtOSWCyiEw4ElzDnjU840whnaAqhpaGW5TyM27w70oAQAAAQAckowBaIEyyvJRtYkMQ8QEUFLLDrrXjGKKD/iq+T/m6Szu+Qw6merHz62vavXgolJVd19wsUwkU08gvruGrQkMwQ1BVdFdt1R5QYUksIwECUYgMowgEI4r9ww8oAE8gUoAggE9/izLfHXnfREyCnTWfqV7zbXVc4wMQT6s6FbCuYpWmG1PukakAAAQIQE8ogFtqww4yCjTjvb3vH3b/AF2+BHGLBOPCl8guMNp10z877ggloi6641zbDMJEHFVdfUeZeABDDDLfFl4wovKIHBCdYXZdeb9eTDCANMeMENFKGOODHPjd8AAHMLAKBMMACAFEU/8AfdVUduc9ODQ3lE2yhZc9P9gCBABz9A6/c4TWV4UrlfrHygABQQAAyREBzINHVxzxjp9J47yw4J+sTyHn8+f/AH/S720d0Kqum6WCUkKiO+nDZgYi2G+oAggcodlZdThsUE0ICzSyYEo0oJNM1Qw8sxRAgIcoY0sI0A8oEcs9JqfMAQscsYIkMMMc88IhEQw1VLbLD3/oVJwEcs4zObdIAAAAAf8AIqlsdGQVRsfd5BzCAEANCDH88+356gSfcUFACmoECPOjgm4PJHbDiiceNyx1vALhwgcUYYbTRQVqg6DLBC3tpovguOLFaQ0ybSBoPMFvvuJGHJHDOLHNBALDSQNLDFPLKDLOIOGbXQu7ZDAKNAEKNGLPPMFABMFCNLX/AMuf8twwQiSzR/epfHSjDQC/dVnpb8Rywm1Hl/zt4AAhATzkdJI9eMxWH1DDR4IRTCQw/fMV3+vcsciSmBvff8gk/rKE11GlWG2XX6NESwyTgALoo+sgRVvr5miKYTDRaJYDQHCQQwjDwjCyCGGGASADjAjTSTz00nmL5nzCDDSwAATyzSywABTSQzT2t/PctMPgEMN9NN7ZPW0wRgAAf9vf/urTyXHFoOT3cBiAhRwPLSLOt6TEWHwyAYZ7wixqf+sWbr9fedt30X9+eqo5SxD3FEEXnUXV33IedTAjAQywyBTTW0cr4UzqbTTS47wfFkSjRhgBQhBwAwUPxjQlwhCygAQF03UWcnCQgBCBzxzgjzzBiCBQRK5tvvbbY3DAxXOJrKRLtH1lE1m1iTDDydLxzwiV0wQfU3kBzzgMSQ7MN7hHXxiCzNdgRyApP8Daq8JIILPWl0yrrjwzRyjwy23nGU0F3UpgX1DKPzgSUW2WkF8rgEjq7IQCve7/xAA1EAACAgEDAwQCAgIDAQABAwUAAQIRAxASIQQgMRMiMEEyQBRQI0IzUWAFQxUkNFJhYkRw/9oACAEBAAEHAhMhkUvZl6dQ5H+yh6V8Xlfq0PVd7F+8xf2y7V/QfX9Gh/8AgUP+g8QH2V+xQkKLNjFA2/LDJtJNN3fbfYvjX6SGL9R6rvl+/IXzrtXxP+gXevifyP8Ao0P+2Xxrx/QRVsm/26I42LEKCRX6W3C0NV3v9+X6F9z+GX69/BL9BfO/3Vo/3n+m/wBBD/8AAIf9AuI3+0kRRFUv1bPJVfsv5Pr+3Wtdj8d1l/prtf77Fov25C/ovr/wKQ/34rkm/wBpISILn9jHOMWTWN89r/fYv112rRi/fX7r/dWjF8NfqP8Aef7z/dXx/X9BD/uX7NCQkQXP7KIwxyTGq4r9Z/I/jfa/lWkhfvMX7r/ff7z+NfpvsQ/2F/UIf7vt9JIQ+FX66RQkJCiyK/b37lTjKOjWjF+i++u9fqP4X4/fkL+8f7qH+q/hfYh/+AQ/3bemNfcvP66ixYmekbEbUv038eKUNxkxYvP9DIX6SGP4FoxfsPtkL+8f6r+F/urtiP8Arl3r4/r9pKxpp12eI9lfpJGLHYopfrv5FJobv+hfavmXau1aS/XWtdj8fGu1f1r+Z/C+xf0sfA/79D/ZS3NKH+DKZmnK9YLkk77KjLpNn6FCRjXt/YQ18qy45QSlQ/36+FfoPtl/QL91/vPVdq/s/rt+h/1y/RX7S4JTvtXER9inJKv0EiJHx+y/m6d4Nx1GHDVm10UxRNjKZtKYkUUbSitK0WlFFaUOJRRRQh6VrRRRRGI4lFFG0rsidN0kckbyf/PhRkxODK0aK7Jf2z73+9Lz++v6H6/YXwL+5fdFckn+nRRQkJEfH7KH+gpM3M3s9Vm9imz1RZT1R5D1B5Eeojcbh0zBtfGfEvLFwz6OC0e2yLVMbjR7bPYxodGOUVI/x8nsE4po/wATKiLZRKOOkYfTTJQxUxxSNkLHjjZDHDaSxQPTjZ6ceT0+DHH310vt3ROqwpq44fcLprslhP4/4k8HJHBdjxtEsXtKoUXIjhbVywSQsTuvRfJ6bPQfDeGSYsbdnoyo9Nnos9NnpuiWJ8CxtuvSZ6bJ4Wle0WNtGxiwxPSZtZ6b4HjdjRtdX9ijZRGDY4NEMdoeNpGw9JmxoWN0ODRtKKNvJRtHES5NjKKHEooceCtX+8/31+svi+x/qP5F++h/vx8Df6KFBixMWE9IUEbUL+s50sst62Wy9LLNxhnU0P3RMjaZ6h678eqeqz1hZ2j+Qz12R6iRKdjyWcCZZZuNxuN5vPWZvN56h6lHqm83m4s6TLWWOmRXEbUZNLJA3Yhekf4DbhNmAnDGSMeLEzZBDotHBXJHk22bHZTXt5N8vO6ZFTqqyUXNO1LIe/x/mkqcJxkR9dWOGR8U0R9TzszM25yWPOyWDMbc8YVIw70iatkHLbU+THOEbHPE4lwtCnisl6XJCWHalk9F0f41MrFUioH+Lcjbi3MisVMlHFtQoY1JEY4rM0FbIbHFGSEHRCMNzFix7WOPDKXBKKsjt2skR5YoG3TayGPdZ6bq4wtoeB3UoNM2PbcsbSNpHG3ZtPTfBKNMUfJt4NrNruq0oUbNpRWj02s2so2FckYWh42lajzXpso2EkUUUU9K0o+vhh0+WSueKcP138CH+q/6pfvolxx+gkY8XCNqX9C/ifZX6NmCe6COph+3xqiLpp45boRbOthtyWbiz1Geoz1GeoN2J0bxyLEzczceoz1B5DezczcxTkeoxzZvZvYsjNx6g8jIu0TdCysWVnqs9Rjyyqsjsx5ZVW9kc8j15DyM9eh52xZh5kLMfyESyo9VHqI3nqI9RHqqh5ELKh5IilyLJE347FPESog8R/8At7JLBRMx7dxGPT2ycMZ9m3EVBWPwWLJIc2LJKqeR0je7uGaUbHPg9V8EslsjNqz1PbXqeD1ebvzo8idEZ8sv2sa4R5PB5RxwRcd1xeLbIfp0TcGiGy2YvR21OOFwpQxLIKGHlvHjpnp4nRkwQ3EMUNrJYo7ERxR3xFgi2yeGrPRjUTJhVmLEmpD6f/FbwO0pwcXWy1foOok8TTqmtIqzFHbjguoxLJBk8bQo262OmNEY26o9N7E5Y2qFB8npvbe12hY221tPTdIniadRg3Zse21B7klids2mx8G13VDg9qbVaUUbGUyMJDT/ALN/1cP+5foIguReF/4Lpp1KsiuJONPvQy+yv0ugnePadfjuF9q/ZwsyD0stlsbsRZZbLf6e43kZWNnqI9Uk9FIclomWXpbLLLZyWy2Wzcy2bmbmbjcWWbjezexSY7ZCbgz15br/AJMz+Sz+SyeTm/XPVR60R5VYsqHkI5T1TebzfyLISkKY5Ckbxzdl6eoxzbLFyz0NkkIfgzSe5m9p3vdDk2Qk4u97I5XSTyuyOWrHl4r1OU4ZKcnuW2vVjwp5It3GaSY5RqKhOHqbnOHLlsqt0HKJux3JySsbhJRT9FyblwezajAsd3WLkahtSW1E6Nkdg8cU4k1ybfbbh+I4cshjvHKUsPEBYXur0nUn6bpP03v27HyenLanLG1xsbs2ur2sUXZTKGtHGkKNm3iyuSijDj9SdZOncIp9ta0VpRRRWlfL03RyzpvP0c8Ud2tFfPt9t/E+OP0ER8i8f0b/AH06Zje6JnhXwP8AX6Ge3LRnjug1JU33P9jF+RLwS7GL9qBPtX7XRx3Z4jw42dX03p82zczczcxsv9ePDMTuUdH4Mz98ixN6clm5m9m9m9m5m5m9nqs9RiyHqCy0euPKz1mesyWVshmcUev5JzulHLSpZKd+twPIiD4MkuSyxssssUjebmbxs3M3M3vw5s3Pk3fTm/Km+S+KctVCc0jHjnvkqlsalGUWiMcm7c1Km5ppRXQw9spdT4JcRqC++E5P27alse0ezdft2sqPBUNxBQqRsQ4Y7iPHG5OOGPpE8UdsVHFH1D0/bN+l+Jnw7CMdxs9iPQe5JYW9x6LUL9F7opYXcj03tt4JKl6T3Vgx+nihHqVeJmy5Mji4bUG2LC7JQ8jRRRWlfDfxQRJ/LRRQkKJGP9W/0L+Hpp/WaNq2qfc+6kca8dlFaUUUUUVpje2ScXaTfg6uG3K+5Rs9KdW9KK7KK+ZcM+ia/fh5J/v9D/zrTqo3hkTXP7CGuzpv+WGkvxZm/J/rpjZZZZekfCJ+f1L0QxSN7HNm8U2b2brOnjtxwXUZfJdkMriSzNm43m49Twb+bs9Q383HIh5ELKeojcjfGzdj5JzIs24NgoYaHHGkf6n+yL/I3cRHNs6Vb8y06ue2BiybbJZfbWOdSFmiOcdri3HgbjubW3bU3FpENlt+3bUtnBHZyVD0xbdxthU/m8R+VRbFikR6dnoCxRRtX9M+5/s43tkn+UTLGn+8jo8m7Dp/9CHCfb0MsccunW9JBpz7bLL7LLL+GHgyav5ONOPmj5JeB/HX6SOi/wCeOmb/AI5GTz+70n/NDTJ+EjJ5/bWi8i4RLz+9gjvyRTdQk80vdpfz2XouDfwbz1Dcbizcbmf/ADoVjczrstzq2b2bmerI9Rm4s3sss3G4s3Fjl8sVySfyRjbRDEkv7B/t487XGSal2v8Aa6bP6TI54SR1eSLi13Y+tzwVZOsnP9fEzIP9/dwP4MeBTg5Si4v9RHR/80dM3/HIyefmr412dF/zw0zf8cifn9l9mP8AJEvxH+w+7oY+6U87qCT5k3+ou+EXJpY47IRjklti3mlum3+4uF8iRiXuX93x+hXZQkPStKKKKKKKKK1r5U2iTf7/AIHL+jXdCVcSft/TQjo/+aOmX/jkZPI/3Og/54adT/wyH5/dxLkyeP3+jx1iidXPz+7/APPx7s2467JUKf7iJfGkJGPz/Sb0eohzf9VYxfoX8j7Y9NePfODh3cHBxpwcHBwcHBwcfC/ioooooorSiitKKK/p+i/5o6Zf+ORk8/u9FLbnhp1cqwy/beiMCM3j96KtpR9kDO7f667UdDj2YLOtyXP92I/Pw0JCiKDIx5/e3I3pHqG9ll6XpsZT7+StK/cej0r9x6PSEfuM6JSTTX/mOjf+eGmX/jkZPOtd9fBXxxdMx9fKKM/VPL+6jHLaZJbn+29emr1U55FsMjuX7C7Mcd84xSpJZp7YNzluk/3F8MYti6aZ/FI4EkKEUUv2tyR6iPUZvkbi/j2oeNHpnpM9JnpyNr7b7uC0WjgtHBwcHBwUikUiikUitK0em02ldu02vStKKK+Gita0rR6UNJKn/wCaxy2zTw5FOF53/ikTfP8Adv8AoYDyD/YXZ08lHLBqcWr67qE1t/pEjp4JRv8AY3JDyI9Uc7NzNzL/AF6NqNqJwVD7a04ODabTaUUV2UUeiz+Oz0D0D0Gegeiz0JHpSPSkejI9KR6cu3k5OTk5OTk5OTk5LOS2c6cnuPce49OR6Uh4mbWjk3Fl/DelotHB7T2ntPacHGvBwcas4EitaKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK7H+1XbizTxGXqsmRV21/5RMeiH+0tUetNIbb/AKWJh/D9O4jyRPUPVZ6jN7L1v92Xgfntci9dzPUZ6iNyLWj7V4XyNcGTRFdu9HqG8tHGr1RRCPBsNhtKKKHE2I2I2I9NE4LaSL77Nxetlm43G4sj7nXonoI9A9AeA9E9A/jnoHoD4ONODjTj4rLL02TNmQ2ZDZM2TFikeix4WPFNFSRycnJbLZZZZZellllotFxOC4lxPYew9pcT2nBxpF2xxRwUjgpFIpFFd9FpCaZRWlaUV/4VD/aQ9EP+lREx/gvltHqI9WJ6x6zHkky/19rNjPT+WXgerZfxRvVafYvxXyfRk0WjkeoOZu1+tLN7PUZd6IRGJFca18M/xMmrLNxZfZZZZfbi/PWiiiitKK4Mi7Utb1ssvux/mtKKKKKKKKHE2I2I2I2IzRrSyyyyyyyyyyyzcbjcbkbkbkRxRlG/4sT+Kj+KhdPQ8Vn8Y/jH8YniUTg4OO50bxzLLFMU0XrRsmbMhsyG2ZtmbJM9CR6Ej0sg1JFs5LLLL+fj+nv976/pkQMf4LvtG5DyRPWR6w8rLL/Wpmxmw2I2xOCyzd8svHZRt+LGtKK0+xeF8sytXElGu1diTYolCIiF47K+Cf4k+xr46K1w/n8X0Ze2P4D+XH+aF82cfZfZZZZZffi/BdldudeB9zkjeOT77FkFNEOZISKKKKEiiihxNptRKKpj8/BuNxaOO29as9CJ6KPQR6CPQR6CPQPQPQPRPTiKEDZA9OB6cT0kembDYemj00bDYbGembDYj0z02UypG2RUjaz02ekz0ZHoy7eO7jvoooooooor4q/eoSIowv2674o9WJ6yHmY5Nll/q0zYz0z00bInGlllnJUjZI9M9OJSNpXxS8D7dqJLu9NnpCVD7V4XZN8HqtEcl9+Ttqx4iUWtVolYsTFGuxaR8LWihxGu6Xgydu02vvSKKK1w/n8X0Ze2H4sfwV24vzXz5x9lfBXfj/FfDn8D86scxz+VTaMfVtEc+OXYh90vBLzqzcby2WX2Wbjd2x/JC8dtFa0ZNLLLLG0bom5G83m9dlll6R8lFFFFFCRRKJtNqNiNiNiPTR6cT00elE9KJ6UT0onoxPRiegj0UegLCj0Uegj0T0T0D0Weiz0Wegz0WejI9KR6cj05HpyNkjZI2SNsjZI2SNsjazaymbWU9KelaV2UUbWbWbTYzYKCNpQloiM3E9aRvkWWX+nTNkj0z00bYnBZZZelM2scaRRtj3e43s3l99lj8D7qsjhiejE9CJPBRVMSK0fatZvglNm6yJHuyLvyIWGbP4p/GJYZIxr3CRXapEfC0QkUhxJIfbL8TJ2ISGuBoo9OZsktIIruw/n2SkObRCd9n0Zfvth9j0UJM9CZ/HkPDJFd+L/kXz5x+e5QbF0rZ/EP4pLBJCXwQ/FfDnGOSHkHJ/o2yGecSHWCyQkWSkRvtl+LH51Y0/iSsooWkfyQvHxZe3cORZZetm4seiKIfl3oRL9SiiiitKKKKKKKKKKKKKKKNpRRRtNptNpRtNptRsRtNpRRRX7e1npyNhtNqFRaNxuL0V6ememil2S8C899Dx42ZOmjVpaV3tcD7rFkN5vZdokuSOrRWqI0UikZEtpLhlkRM3F9k0UV2UbeRJFI4JUVyUNFdseIo3EWR1mh9lElwTK1XZCBtJYyeMgihoa7MP5orR+CbZbIMjLsy9sPsaILkTQqOBmSPfi/5F8+YfdjRF6WifgfkXd9kfxWtk5OyE9XOMTN1EWSmX+spMjnkiHUQdEHGXbLwyXnsoeOxwa7UU2RgV2w/NC8dtrty9jsv4rErKoZD8l3oQ//AB9GyR6UhYT0om2JwWbi9Y2z0pHpHpRNsda5+CvhY/L+BH0PuooUeDYKNEo2ytWtHovI7Fh6g9LqCWPOZYzWkNZSaFKZuyGNyJ96Q2bmb2jebiL0ej0RftRvMUrIy1fgkuxyob4J60LWiFCJeCZDRoaK1wr3io4JVTMnBuMYhaR8GTsoh9iQo8iixRKHFkkTjyV24v8AkRI3M3s3MUmLsoo2mw9MzokudK7IQNpRtGuB4eLrsoo+0RXCKZRPhEpsjko/lJE+qkyWRsv9uOSSMHXUyM8GQrSXgl57FpNcaLHJnozPTkMguCuB9jIfmu3I2RnTFK+zKLVo2fDQoiQzyyH596ES/wDE0zZIWJnonpxNsUcFll67ZnpSPR4YtcXjvrn5bRu1l41ofatH8Cydj7Xrh/5Y9mTHGarJ0WVSP4+WAtPTjUWnjHNIc7MvnWuyI0beSUYjibRLVj1f4IZhYmbj1BzG+yYvxJa12JEY6fROJFVq1o9MP5kcMKPSgPDA6rp6vTD50cmKbMT4MnbDyfZHyJa0SJd2L/kiZJcjyshkt6rsWsd7KmZyXkorsx6clDRLhU1pRRRQvyRDhG6JLJBGbPFk8lll/wBApyRDq5xMfWwIfxs0SeLk9I9IeI9M2E48G2iBRKhohHg2cDgzYzYzazazDik8iXoyPRkelIcJGbzXJikJ65RJlMplM2s9McWhY5s9FnoSHjkijYKIoj0j9vH+XehEv25Oj1GRfH9NtkLFM9BnoxPTgj2lll9m2Y4SSuPlGyJS7WtPsx8L5rRuRvN5vNxuNws0hZz1o9kl3v4E0bzd2vtje+PczLFbyi+SNUdQuGY29xNDiJCRRRRHRodaUUPR9n+iJGETLGy+1iXBJd68kS0Jon2vSjCveiM0bizJCUjN0mWMyGJorgkQMXgn24/J9kBHtPbpkH2sxf8AIjJ5JeTH+SFouyKH50h+K06mFomvcIfZikbiyxsb7mKSUk31cCXVMlnbG2/6aM3Ej1kyHUQkeRrWRRWjRRjWj040VGFpTT9Q3nqDyI6n8jcYmrNyLiLaZPIhI2igemLGLErvYjajaj04jwQPRiehEeJEokivaQ/LWitUIa5Np6Z6R6R6R6bNutll6bWbGbGbGbGbWbZG1m1m1lM50n4HZGYn++oSYsMxdOLBE9OCPaWjcbjcWVI2TFZ6SNqKWr8Mivcu+WkVz8G43o3o3m83m4sssssvvUkOY33y0iPsfZGBxrLsRH849zZl5lpLyQ8IzLghGpk9K0Q4lClHRocUUOoia1Y9f9USMItJMWiHp9lcMkVpRKFFa1ZsFBj0orR69Ov8q7ZxsnCmxrgmY1wzD4ZPStEiC5GuRLkizyUORNjKGNa4v+RGXyMh+aFotUQgTXOmOTlxUjKpUZI+42kkVrF0KZvQpo2boktW0h5EPKOZf9YuCGacTH1ilwkmrcRoWnAia4MceCjaOBtNpR0+H1JM/io/jRP4sSeBwmjq17npEssTJfQhEYigUKJRtEiitKGTJjVskY/I5e7uQiXk9SmeqeqeqeqeqPKeojejejejeiMxSFI3m89Q9Q9Q9Q9Q9Q3jmhyJ/iXombjcJiaFtPae09p7T2ntPae0qI9pwNm43G43G43F9kUOEUhUKZvN5vLkzZlZK06x49yv0oG2PZt93ftXfN86Jimi0Wjej1D1Debiyyyyyy+y/nrSWiHpRIStDVC5ElBE8g5MjkaI5LH2I9NvmLyRPWkesx5Jnq5D1JlsZMjkkh5WyN7kT+uyI0TmzfyQluiSNxGP3kds9R2RynkaHq/xRKzFYixliYh6fZ/2T1j5JInwNmHmymhNDY1tVuRHIeR9nTf8q7ZGTyPwTIujE7TJlapEE7JkPzNptZtZtom+SPJQ0PXF/wAkTJVkqIfmhaLSiCIk9MH56PwZ41NlGxsULdegjLFRYvJ/HtXskmYMPNz9sTIKRPK2bv7PoXL0ESGPzrG7JEex69H+EuzP+Bmx+oS6drSHCZuFIkRIojqiiitKKKGhoyIjH3EjH5H/AMgu1ESaOnxqWSR6GI/j4j+PiP4+Iz9ND02ZLWvJWnR4/VyV/FxH8fGfxon8WBLpFTFjm5qP8NH8M/iM/iD6N0U1pnjtxoZHWzcYunyygpfxsh6OVHoZR4MxLfF1CGWSv0sw8eVHpZTZlJOUWObN7NzNxuNxHx3QJ/jpCLlJL0Io9OBtjrkj7jH+C7tvPx2jdEeVDkWWWbjcWWWWX+5LsQ5DYvA2QmkSyD0UGzGqGNDZYmQ/FDH30bSikT8FiZZGjJIyPTps2108liasnNUZZaRqyO2hkh6R/FFG0SKKK0TaFMvWWsIlGaiRGVO4uLjcjElV5ZEmJmHdIcYslBoemB1kQpXpY5DkS0lhs9BmODiT1sxKUmbeDIJ1IU1we0VGbwZDDusUTLEY9MX/ACRMiY4yshCe5C0ujcbiE+SMrRPTE16i16n8tMHNmxIaOpitOmncBxiyNJGaZN2yEHN7eo6bJhf9n0PSfyJ36aiSQyeiieDyxaIY9ej/AAl2dR+GklwxrkivazbIUZD+iCIxEtaF8EiZFe1kyHkf/ILtRHyZInTeZduT8GdQuUQ8lm4i+Rn/AM1f8j7VFer3dVHnTM92OiPHNo4GiKuSIqopdnUY1JJwiowS7OoxqVOaplFEcbm6ktukPx0WqMZk/HTDH3Lua5Evk3I3o9U9Q3m43F99/oWWX80u2WkfxH249yPKHNxHkL1g+C/kyeBsTHMx5SU5UZNE6Zu4QlZORKWmOO5kYbRyJSL0j4Qvjb4Jss3mPIbrMm0l50wy4pshJ7blM3FmFzFOyXglI3GGXvQpDkxyZuZfdk03FnT/AIo+jKxkHZuIP7yzJy5OmaopGRcE/OuL84j8m0rVi0ojKj1OCxPkjNEpqjLK5E2dO/aeqhyszPzpgnTEyUtsTLPTonyyWOOSLj1XSy6ef9j0/Tyzz24McccFBmSdGTIYqlGpRcWWcslUIHqUzHk40bHr0j9j7M/4aPwyXkRYmMgR+WRKJNUSIeT/APILtRjXJkOn/OXbk/BnUfRDyOLNrIqtP/nfjPuj/wAj7uqKH4Y1yV7TkSZ/qjH+a7svjuyfiZvzY/BZGRN3pDxotUYkZPxKMS+S0b4nqI9Q9Q9Q3m4ssssv9Szcbjcbiyy/ml2JE1344CokSfbFl/JPwSLLMPksyRGtISo3uiUtcIiZLVfihfGyelibIxJwJKtIy2s3WSa2k9cXjSbJMswP3ojIv4cnZ08mbuDK+CzHOixZKiTlpg2ikZJSonri/wCSI/Iuxi7b0TJv2k5ckpGPK1xBqiTdGa9cUvYZJknenSpfkpnUpZMbjOGyVfLRX9BCDnJLp448MFFTRvR1OREpmHJtkTcGi0YtiRnyFkX7TG6iXBjaG0WdNPyeqesj10Tnu1eOJ6cRwRHEkyXDIC0sbNxu0svSzcWM8syEiPk9N7rWjZZYmYsnI6mRuEmeoeoeoeoZMnBm3SNsjkpnJyf/AD3UZ90JLe+7qHekvDPsvVmP8492Xwu7L4Mv5Puj40WqMRk/HSPjttG5HqI9VHqnqG83G4sssv8ATss3G43G43Fl/BWlFFfDLtl3KJEol4Jdn2L5Z/iT1w+dMhLXd2QZvJTJPVeELVfDPXF5EPwT1TE+CWkIpkOCzIx6YPzIP4sn2PXBuK4Jq9UyTG9MGL7SMkXRNa4f+RD8i7GL4JP2syPkZj5kiOnUJa48lQpvSEN7McIxWmTJJGX3fo+lkYumyH8SZ/Fmfxch/Hyno5EenMp/rYIKCPWI5R5UZp3pZB74FsvZAnOxC5gY1NG5MnJp05G46eRuL+HJIUxZWes7IzHPgnkaPXZHqeB9SLqWR6jgl1HJ/IPV4PVYshOaJSIPnSy9K0SEhSJSLYmzczczdpRRRtNpBuDP5DPXZ67P5A89oUqd/wAg/kHrn8gfUcD50Z6aPSR6aNqPTQsaMedKJ68T10etE9eBlybiGZUerA9WJ6sD1YGXLZOFs9M9M9M9NmxkfGi0sTMeQc00Pgjko9Y9YeRm9m43G4sssv8AUss3G43Fll/o1rXa9H2y7ol0LKiU7H2IbN56h6h6h6h6p6hvPUZvZ6jPULuJPWByWShIfYvJHHFG1ElwPVF+2JvPUFMXbvPUPUN1onrCVMWSI5WTquyHgZGLkRwzWjk0OWuH8yOl/Bk++zpyrRsZPzpFktcPMUUS8GXXF+aH5F2MXwPwzL5GRdSRHTN57um/J65yfzY8c8jrH0B/HhFDXwUbUenA9DGPpoD6Rk8OSHz48e3lsZjtiSMuP70xz2i83lnu1xeEIkSevT/Hm03UJ+5CJGaWllls9SSN8iOR2XasyOkb7GYvPetJf2Fa1pXakXRuLNxZZf619llll/p18bRQ+1x4K1irOCkSH3LyS7aK0XbH8SeqLZHxpkgem2xYoksJjhybdJkux/iiTNzISe4j2MkWzczE/aT7MckhPcbIk8KHGhRkyMJJMaMUKWj4Jvsw/kOXJ6p6qPVFlN5vNzN7ISMn32YZbWRyJnlGWNdsUmzHHabyeRUZHrj/ADiSfJ6h6hYmMXZ6h6h6hvN6MmuGUhGXd3YlFJCQ5JGSdmQRJV8eLBfOKKitGTS+WEbJpUZenT5aafydP01e+a5JaYlxpk/EeqkN6w/BCkiUkS8i0wfHl0kyyOR0XNk4Ur0Q9V5IZKFkRknZF6YvPetJf3KEPz+nZZZZuNxvNxZYpF6v5aK+GvielFFaMopM289k+9EuxaUUUUVrH8TJqj7IiJFFarIOaJPt/wBUS0x/kR8G89TRkh6YvwJduLxp9DhyURRKHJFrwSJPsw/kT89iFpemL7Jj1RilBItsyYWNNMekYuTqHTRFCiUkTY3ri/NGXyNkWy+COi1ZOVM9Rm9nqMhN7iXnRmJtSFpmgr1irklGCRQ7gTy2Nk/OjXHfRQk26xYFHkx+NGN9lo3I41rVLkSpEnpkxKZODi6+HAknu9UmxiIZKFkQ+TJV92LHuNm1IkvtvVGKSRvib4m+Jvib4m6Juibom6JaM2j0g6kPITfY9YPa7ckx0tFpi8960f8Acov4rLLNxuNxuNxuLLLL+Ky++ta+FlfM9a1rsYpEsg33oZRWi1vtoh4J6oZGdHqn0R1vkl5LL7f9US0h+RHwNM916MkMsw/gS7ccyMkbtKIkyZ6pKdj7MP5Eh6rXgZi+yfkfZi8kXpmjy9GjplyJaZkS7MX5xMvljIo/1IaLVmTsh+SJ+WIZi/MWmSLdvbJscWjFje5NLTKvaPR+dfTc0+2Ktm02uTrHhUNK4MZZJk8+OJLqh55s9SRvZuZvZ6kj1pn8iYuqkLqYsxziyyWs4KaqcHB13xQixktLMc1RBXy4RZlxbeRYZNE8UoiVswwqJLwTdD7Lo9Q3m9m83G89Q9Q9QUzJ4Wj0irZGNGyLMuPZq9Y42ODHqiH2eoeoRlYtVplnUj1T1D1T1D1D1D1D1D1D1T1T1D1D1D1Eeoj1EepE3o3o3o3o3o3I3I3I3I3I3ItFotFotFlossv9azcbjcbzcbjcbiyy/wBGiiiiiiv32Vo2fXa4npjhL4EPvrSiiiiCMmqHpZ6jYslEcyHlRKRfe/wRLSH5IgUbShkiRRi/Al3KTMc4m/k3IiZGTmX3YfyJeR6rtwk/LH2Y3yRLGrFjSHjQo0J6ZZEuzF/yRMnln2UJe0iMWrMnZHyjJ5Yh6Y8qo3WbbNqJQUiMdopLTJksej/LXpPzZ1OKm5a4Y3ZRiwbIXp/oLLCKMnWE88pDk/kTaMXVyiRzQydmTB6kBxrux4ZSW6tWPWPkj40yRuDI40nr6aUyM64mzI+fmoRP8Yj1xedIszvth+S1lrEX+wxECOq06h+56WWWJstm43M3M3M3M3M3G9m9m9m83nqHqM3s3m83G83G83nqHqHqHqHqHqHqG89Q3nqG89Q3nqHqHqG89Q9Q9Q3m83sUu6TNxuNxZf6FFFFFFFFf1XkrgYiSLE7JFlonBdy8jK0or4YmTsfdffWn+kSWkPyIdjJD0xfiT+Dcb2QyslIb578H5EvI9VrRRiRP77o5aIT3C7JtoeVkpj7MX/IjL5F50T9pHRasydkTKudHomY5R2kfGrJy5PVY5avzr0f5Mz/Y1WuDwzpcW+d5PGlGXNXEpvt2yPSmehkPQmejM9KZskU+1Nox9S1wmpcowrg63Aoy3Pz2dL0zyu8qqJLV9iMWT63IctxHyVpLyiZKXBLzq+69a1SMn4xHrB0y7LofvGq7IcMvSesD6Y/OkBabkRktOo/N91dla0UVrRXff7ce6fn5qKKKKKK/sWimfRIQyUSHkmMgvuY+1fNEyef0/wDREtI/kQ7GSHpj/En8WPySH34fyJIeqF2YjJ998MjRjycFiZOZPJY320YvziZPOq/Ehoi0bkMmUUUIyfin9lapmCdqtMshvtf5a9H+UjN9kla1weWdPj2YksnjTNm+m9OWQ6ebF00ULGkV3Ujah40PBElhkuzHklBmKamYfB1UFLG1L8nr0+B5ZEIKKrP4H51lo9Ubj1I7SGRJm5M4Mk/cbmyRLyIfnRfGjJ+Me1SLsx+CUbZDASwRZKDixfiXRF8MeqP9ZDOUYxaPyQemf8nrX9lHul57qKKKK/vuCtKKGkbUbUUjbE2xPTiejE9CJ6CJKvliPGmfxon8ZCwQRsiejjZ/Hxn8fGfxsZ/GgfxYH8bGfxoH8XGfxsZ/FgfxYH8WJ/EiSxbYklpHyQ7GSHpi8Dw2fxD+IfxD+IfxEfxD+KfxD+KyHSyH0rH0kj+JM/i5D+NkP4+Q9DKehkMOKakTJedULsxGT77nopNCzHrEpF9+L/kiT/IfnT/UhoiZuR9E9KK0fOIfnR6xk4sjnY85OXdLzr0fmRm+9Jxp6dGt3UQX0SOoy/TGY8DlzHGo/PKEZEsBytMc3CV9LkU4mbwZPzlphwyyyrHCMIpGbwNcm0ono+1yLN56jovR+TIR8EvIxFFfBRRl/Bd9raQX3ZZJWRW1HlnhJPsX4PRmIjpQlpn/AC/e4OD2lRPaUil+jDx3S8/sXpRt/sLL7qKFrkXyxFrQ1paL7L0srgrsyfiZNI+SHYyQ9MPjso2jWlCRQrPopnuEmUxWUUJGVcsl51XbiNqPTiOEUVAUIs2QNkLHjxmzEeniPTxHpYz0sJ6OE9HCPDiR6OI/j4j+NjFggia5Hp9ERkWNDhHSXbhpxrLgTR/HmPppn8XIfxZn8WZ/GyHoZD+PkP4kj+LkP42U9DKelkJL3np5DZM6SLVmb70asao6L/8AkwPo6rL9SdsbMWL7SoX6OTGpIpxYjpc3pzRmknEyfkzHjeSVYcUcca0y+Oyej0WjH2LyLzpkIkvIyIh/Fm/Fd9kHwXrORCPF+SXYvwkYIKVvOkmYn7kR1WmSPJtNptNptNptNhsNhsNhsNhsNhsNpsNhsNhtNhtNhtNptKNpRRWlFFFFFFFFfDHufn9dlEMPglhqZHGlEy4qf9dRRQkMffFWehAz9LtW7VdrYpaIXYydm6SZF2bWbWUzaymbX3T/ABMui8oh2MkPTF4FrKdCyJ9y7Eu1GYfnsXZiFrRQ0c/DtRtRWuTyPReBaR1ZPtxSqR5RGynp9j05PdpycnIjNH/MJlFGf71krMHtz4nOezGZZWycjFj+1HRaP9DJj3HMWRdmPJeCRtcp1gwrGq1y6/Y+ng0fxIj6WB/CR/DSP4p/Fs/hC6Q/hn8MXRi6SI+mdkunbF00kPppj6XIR6XIODjw9V3Iyp7EbZG2RtkbZG2RtZtZBSWlMluI4pSkZIvwoSUR45HpzHFm10S4xmPIlGssrMX5C1WkvP6FFaVpRRRRWlFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFFG02lC7WP9ejDi5vXN+I/2L/QvV9ln0NMsvg3nqDmRykeaI45LkyfhIl2V2NaIQmWWhzN45JkjG6FKJaN0TdE3RLTJSo9Uj7j0pD9pKUaJ0VEaMfgvXJZeuNqhSRaLRlZGXJCRa7bWraQpLsRmJ+exdmLtlKhZLKTNqNqKNqNpsRsNujkkJp6z/Il50j9i0jqzJ57UY3xq0bUNFaNFM2mxG3TM0uqi61z+Xo9I+UdRk+pujFDcyEOy/0WjLi3ITcWYn+R0+NLm3YnrPxrH8kLxpKNmwrlHlG0+iMaJqxJqhauPI4tiWlGf8h/ElcEVzokUNCR9jXYlSKsl9FFFFGdewvTF+RHVaS863pZf9ox/rowv616jIvF/PZuN5vN5vN5uNxeq/QerZaFyiXBvPol2YszhK49TiY8+JGbqIONPsssT0b0svSzcbixyLEW0biyyzE3uH6dFR3oVVp1a/xXKY8hvLINdkhtF6Wbz1BZLJclG6jebzeeobz1GjHFTxp+guXOJ6lMWVnqM9VnqslOyelCRXZGdCyHqHqG8ySL5I5D1Ueojej1EQW89JHpRHiROO0ySIZKFlRvRKSbJ+dImL8yaELXJ24eckTbTu0J9mxnpsaFrKdEZmf/AJhaOSijNK9aKJs/KRihRQ/1YnV4tvOCXtZiKEtcqaWsXyiL47JI4ODgeSBcWcCS04El25/yH8UPwXyNi4GyxFadR+GuL8iOq0l50l4McXNn8ZJDwE4uLZH9jFgnki5LpZH8WRlxSx0X8L1Xcu19sfv9OyGSmRyxZuiZMySJNt91los3I3jmbzeWORZZfbf6z0lomT50/wBST1rvTGy9ExMeqZZZZZu1jIckJotaWKdDyEptnSdSorYmmdXJenQ46WKTRCVrRkpEnouzdyeobxyIvVFCiQ2bFpKEJHV4fSmRelatFCgbCu1C0lIlM38kZl6WWdLLytc/isuN8uyOiJaRMP5EyItcnb06vIjKy+SzezeYstTjrOKlEvlm43sbLZkl/lTWZnrsyZbN1vtzPisMKV40ND0kzceqeojcbiyyyzcOY8p6pvNxHnREUdSrgzHw2sXhdi+jP2Y86o9eJ6sD1YEffYlcqkto5xJ+THKKjW+JviepEc4G6JuibkWi0ZnyPsXdiycVpJ7VayS3dtlnq86XrkltRDM3KjP+JtbKMcSOq0l50n4OhxXcnFNV+NxzR4tfsY4qMIqXBF2ZuflxK2/jfbGFQb/TRuN45jkjebxzNxuNw2X3RJIrTk5EmUbUPVfps+tfoT+pI/1GV3IZWj7EuCWq7L0jyNIarWxclF9kcmVDnJlj7MXjSRNDREZuLL0plNsXTQUSePabmORjdvXD1MsR/NxD63AdVm9aZVCmz1DebzcWKaSPUWknybzebzceoLIOVkh6b1R6h6iPUI5KleLqsckb4E82OKv+VySzRlGmrYtPslpExcEyItcnb0v5k1bKHqzp+r+vXxmbqVVFaSYjKvfrLssQ/dMRjQ0fZNjJMZbFNimKRZZuNw5D0QjHKmNXG0RMpVTMPhC1XlGfwPyY/EiXkTZuZvZ6jMWcWdGbNYpbrKYp1xuLNxv5LNxuN5uGx6oWO+6D5EzcZfxF5FLgtFotG5GSS2sjP3m9G5Fo9ajJlswySZuVGZ+0x/ZJe4iLVaS86S8HRf8AFpKMZHVe0W7zF2v14ZYOCadksSbMkdqH8M5EXYyC2r432JeHP8Pms3I3o3m83m83G4cmXq2Ib0ssssvShF6SItDa7H57LF+j9H1r/qWXZ9DRQ18L1j5LJPVLRlDEyK0aPTZWkNGiyrKoR6aGimbSmhK2QjQkTVDJHKYzyz0pkrRZDweGRykqaHEeGZiuLN45DkWWJ86UMssXJyY7GepRKdm43dlm9I9Qcxs4os2yHAjyzweoSnwW7FlZDnVeSS0RjJkRaMyduDHskZHJCd6TTLLLFIbN/Ju5Ls9Ml7WZX7hW0cj02sWuLyIx+CQo8GfyN6bRorVDY+yihCMHugSjREyj8mL8ULWP5I6j8TdyeoPnRlnGik0i0yCSYx+S0WtHGQr1kQjcbY9EIjJofnRRIwRsRtWn+xKV6KXBu5NxuHIctFI3m8beiFMm/aJ0iCvlC1Wj86T8HSZ1DjfGjJlSOoy7mRF+tKSOlW+cUNGd1x8OT8iPBtuG5ql8b7GqhAlLts3I3m83m5m83G8tllllllllkfc69JGTyX8PHdIp6JjkW+xaL5r1+j6GxM+iXCIS+voejGJaMfa9KZzrFdjGY17tOBofBZHVvSPjShiiMqtHaYsgsrFOx8lOxoYpUxZpEnZ6UhRVFR8+pElMWSmeu2bhMky9Yx1lrFipDZbH3WWXpZYmRfJvjtFUkPGXRFRZJRGRVsw/elQP9kT864nyifkQix6UUURQuKMnJHb4kjyT4ZB8iwwFiiSVG3ROhZWOVk/JBkjYUiG0yQoqzaKO0iY/xJjdJGV2yrNqHQ61SKGu7grTpMlOpf7EFyZxRsx6sh+cTNG4MyXGb7GRja0j5LscaE4lkotJvkj4RdG6x2iUuTFybTwqyIvSPkVDkibLFNkMnOnBOW1in7kORRJ0y2Wyy9K0lokVohvgoTFMsWiJZaHM3DkWkQ6mUEZM8pEemclc1LHJxx5KN6N6N6NyNyNyNyNyNyNyLRuRaLLRaLLR6iLJSpDmdPm2TTi7im3R1WSxdm5dkmN8ljVYYL6YxfC9Yfkib5RLyyU6ZuOSmS4RuNzLI+SRZekHybENJaWX2KR6g3fZXYkMvRclFG09OJM+i9X2r9FH0NaRJY2xY2j60Y3pY+2tVVm9E0iu1D0xrkoYmS1Vm8ekfHZYpG7RlaIQ9GjaRxNlOJFqSJm5UWbh9rRQlyKx6SKNrMceS+RsZJFMp68nOlFMplHIokWuIxikiSRlRyXpCJh8vSxfkTF5HHkx8UTK0vuxL3knSJT5Ha532hGXyWQyCnwMokWQwymZMewkRiVpIscrIjI+REfxMhkl7SRdDyjyM3F6Q5NnA4DiPSzexZGKaekHTFO4XHydV+RFCFI3DkY370TumdR+WlllkclIbMePi0mZVSL5IzI8lKPLZvVkKoyLdEWFyI49tLdFDkmSap6QoeKXmTRyWR8jZC7L4Nxm5EnZKqI+CcNwo0JGTSxSIklwSXwR86LXK+dOWm1ySVPReUYqcUdVzN6biyyzcbizceR+DcbjczcbmbjcbtN1DmIViz5YnrTkOTNxvN7N5ZvN56g53phV5EZHwiUqvRfC9cX/AHL8kZZe9j5EtPom9MEbd5cf3jjcjb7iXnWzcN612pWNaUUPRiIkkNH0Q0slMU+CcrEy+x6Xz2X8T7Y6Nm4j4OTeKVoYx9keGOmMsvsUhvRIpFI2o4WuNDY2XpXIlo4m02i0vW9KGiitIj0ZtZF8EjdQ53ptHquzZSIrkSkMaGY4pkoouhSR5FVklwPWiOOKRLGitEhRQ4laLyRktqG0ZPAo2baEhGLy9V5JEFzcuWXRfdWuOLTvL4QnGJSkjJBxN8huyhESiQyjHlqJklZIjrIoUdNjIwamiK9wl7TIx8jRLHJmyiUeRIaEmY0R8DJlDTNptZGJsYlJETGYjrP+95DnsxfmtOrjUymc6oVEZJrTJzFjIvkxzRkyWRkS4Zhl7R5HZKRhlbMs+Tp581l4sTIPa79RUSgmybSVWWWYV7NZrglITOUiMjzpJWPSESK40fAyu1csrTej1KPWROVlkXSZCUDO03pRHI0jLcvcWWWXpZZZEY7RZer1vgoZHRsgz77IR3MnDaLyek2Sg46Y475KOCNZ6zcbTJLnss3LsvsohCsKc/ziZ/zZZvN5vHyURTRu+oPknLkn+Q131x2eRJoeitm2irHjoZCNmxCRNWMjKjcORZfYlxpY9Ob0TG/jfbAjyTQvIiTPJfFSH3WP4YssvtT47bLL1b0ssWQk70jD70dHGkeNPAuSXgUiRLXcN6ULS9L4PWaVPI2OZvMePHKN7IxJEyxZOKSfmELiSxEoOJZZC9qGTVaR8rSRSSGQoiSkNiY2RWmPyxqhi8n2R8D8ktL70fUTLKkhmPOkiWZSR5GtLEJkh6Y/BkRIiWNl6eDHTkbr4ow/mPwZNWiRKtVGyMdGMoeqFojH5EdXylpve5ac64ncUdXD/IJLbU8Tjq5cUYrZufhyZRix7x9Pti2yPI4HMCzyJNGxzIJwZmt8oTHLg3DZRRtMf4l8CTJ+B6WWReuRciRVC0atG1lFFFFEOOd7N7ExtnIytLY29EJcD8MrtSFAlwz7F+OsvJHSh9sudL7b0hKmTnuLPUJTvTo4flPF/wAzOplyi+yfwof/ABxPMk8v5PsxwTMiVEPIjIWXwcvTZxbi1rY/Ce7gj7mPSEqNxekeFrdorkS7NttjVa127uxcm7Vs3CkfRZZfa32xIeTJQuOYsZFbVcWN6bbNjK7Iw3HpDXwrtSH20UcFFDo2m02m0UBR1mtILVoiSkNPzv8AaMoplFFMpnJycnJycnJyckG0R8FGRFEfIo8G6uPJPzpZiXt0mS8kYUhIpGRUORFkWh1Td6Lli0xeR+Ri8nNn0P8AIl8MVbMnCiZpjmzcQUpCVDJ3omQHzozGTRLtjwSow/lIr36YP+QkZV2SQ4GwUBR1Y9HEcDabWULSC5R/odT4Eiql24nUU+o5kWS54liPGuKLo20ThYsNqsa2ceTqIoiqQieln0R4G+SdbNb0grdSxUrj5Jq6MUJaRZONiiSgONG1kVxoiceTHDkrgofBCO4lFIkudKNhS29iQ+yuxFigekhqnpQoDVPR6ReskRL1+9LHqsfAxD0rRLtRgqOJKLrJJ5XytFrIiu+zEt0kZ/ax5eSXLvXGvabW7IY5uWkmWR0aI+BjSs4K9xk0xLgn+TEbR6rklwbjch+SLtG5lssY+dKLH51fapDQhoelifBelllllj7Yi8jJWYxRtkmLybWxwaI8aTWlliLJdqi2embCGKzYh9iH2JFaUPs2jXZJPSWi8aKNklRZBWxoaIJNnpxHCiij00bdEnpRRRRtNvOik0b+BvSMGfQyNk/OkUhM3EvB9kWLTMUVpfA0bSC1xeR6IjVn+rPsfw4IW2Z/CMjdlFGNe1CRInG0bGbWhaUKJVDJCRtKKKKMS4mRXLHRhfvGZVxo1rRWiXA9GP4cKuQ/B1UuCEyS5s4ONMP0dXw7vSyVOOn2lGkkMv6nJwHkI52Oe5kpWXpZHS6JO2buO3wbxeSOWhZL0XDHLRjIT9tJllll3pzpj4JOyRBpEmnpYxCgSgemjIoVrwPReSNEkt2lknzrCaoycswxR6cWmZMeyRZuEzhngixuiT1ssbIw+yfDLIUzLBLlKx45LR6JGxjw+C9sBQcrcnyWR0vkiMk6E7Xd0sPbfWeD7Ik1UtMavnTBLa7zcZGZPOmPybWytJSLEyhxsUSJk8kdK5GIi+SfgeuNljZ4GY63GWlNll9j5H22LSWv1qy9L0et6RI+STJmLyPhUyK5FJIlOJ5KJLgkWRVkRjGRoekXqmWND7a1iV2PRCRt5JKJSN2jcRiFWsvAyHnSaMeGflQaGek5HoSTKJaQaJ1ZZZelEY3ImlZQ9LFozgcbYsMjYkLjRrg2vcKMipHJkNpRTPDHKJuK4WuL8hkhEfIvwkMv4PtG1RMrJ6qYsiG+BeBaRih0LWiRhomoaJFDRD7PobMX5keUjJ40sfapcdj0vvwfmZPB1K9toq9vbgl7kupXBzZ9DVsfgYiE2e4e6I7kOJWn0KLKoZEirMmKlfauxkfopjRJtCZZXGl8axjxa0kuOxj1lpj8i1yvnsrWMhCS2t5FwNapDRvo9UlK9UzwMRk+tfrStIeFo42ODUqUaGrixWi70l4FFitEW/GVVsWVf4yOSkZXudogPwbuSDGzI+TC+7DxjgdY/dSImVFEeI0pDY5USbJu9MSdiem0l5YlyVE4LoUjcS5YiyxieinxT1gWLsydqLJLXDi3zSy4fTkPyRZt4JCQ1QvGj7UPtifY3ZLkxfkOMhxkRuxllnqM3kuSiCpdjK0UbIxSKGiuCiiS7to4keO16QWrGxMb7LI6UTVEfOkxZZI9ZinZGTTN1jGiSOUWWWI2sW4aaE+Rq0bCSoXkvRkY2OTixZ2PIbxMbMcveRKRKJLE2ND3bCObaqyS3DekX7Fri/IYxR4F5F/xskJFd8E7MjpmZ+S9GRHZbIyNwmJli0rSRAb0WjRi/wCREoVaaMa8mNmXxoiQ9WyPjTgbL0aLF24vyMjMkvKiuRFll6QlTJc42S8l6NcMaIJF0LKPJGjwSPJ4FI3m4YiHgyi4FNUSlejRAfjWk0Y3TN5RMQuSJJEUmbCSMZRtJR4NvY9Nj1hwb0bkLmRmXIkbSy9VESojIyRuNODqpKhRdXfAnwOLqx6ssSlISe6snjtsj5I6Nkv+xGQQ9IeKaMPM4nUy5iZHeItlcC8kVRkutMZk4Qobk3Ctb1m3GETLOyxDhuRtaIPRsvSfnTGqiNERujJ+WliZLTcWWJjPojjlI2yitKK0Wi8C804VpLyRVsaRSGtI6PTpn7jrILapUJkHwyenkWj7n2x0oULRFe4kqNzIz5MhZuL1SsUBxoZekYNlEeOxS1ZXZFaS02yWjKKK1aH3Vrek0JVo1ZJc6Qi/ItGxTSZPax6wWrkqH5IuNEmTQlol7bZjfNZMdkotaxlRuF5IZUeqjdbIx9xKCQzLHllMo2Mh+K1w+SXnRp7EfaF/xskL4MP2ZzNLnSJttkcYo0TFotMfLK7JEShatDPMFNxs5iYmZB6WMY2WKVIllFkscjceqLIXyJll6w8knZJ3Nnh6rRlmP/jvM+S9ExVJkooUScKEXpFqI+WSxbY32bmN6ryRlhoTUZ3OVsb1ix0JSETvRGO9HHRqyKoSvWitKGtLKNtjVaWKRbesl50XLFjVPSyyEyXk6iPhxf1CCMsVttz9tJWKKP4ylblBwdQhvMnStc4eI1OFq8kuRaRjZ6ZtF5Is5HekFxpOqLHpdHqHSx9kpdS3GdevcdY/no1ZJcmNUZBci4etm4XhHU/hAyEMZ9i4Jc8NUR5HDjTdxpHmSFrkfA9UP4MKqNbVRmw1yKLY00Q/JGWrFGorTdwSIxo8Fj7EyemOW13Lq92PbLhFkVcSWkdGP44i86Lw9E74kiPkyX2LwMQpjlYzaxYnZXBOJXOkPJtTJYq0fcpNKuTayHGj1oooWjRKJVawo4Y4clDRuolI9x7h2h8mPD91wOGrJlseiNtFm4YyE+S7J+Sihfgj07RtaZJs3xZI2PRPW5IwKXmFpkmNk+RQsrRaw8jIRtkk0iX0b+Kb7K7I+TZOJnaMtb2PSLIT4LVE/wAe3F99rQlxpQkUNDRgkqePJjcZDVkPayfi351YxlEnwS8itFjKI9tlkGP8RK2V96c6yZi9+IzQ9zTi0RL5IfYmbkiXPZXBF8kpNldldtsvujy0LRrTpoJ29qNpJcaJlC0SKJKnq9K1kuR6xL5EykMXDN7HITKFwyzM7ijHjrmzLe0sxXpj8HUri8ElZKkr+xeDqMVe4UbEqG+By0gOaRKZuMbW0yTsvteNLpk+kX+BnX/mWxeBMX/JpOe0T5vefmmY+yiicaxYjNS9IyL/ACtkvOlDRAiZPyelGKPJY9MngocaGLsiUU7KZjVzIo3mbJfBESTY63E3bQvA2jciSTR4JsSbGPWyXY1ZsiRskxtFkMlDdj1vV9qF5LIS9rPs+yXKteSfkuJaEkbStEKJtPBvI5ByvW6FMbGyzeWXolpvLvVoSKIws9IljNptHFjGtF6ZVsojpJn2ezSTHITFNUbi9G6LJaXpHyQxxly8cETgSGJCkRkrJyiyyMz1EyRJj4LONpIxQ3yr+Kz09rLW5EMkWcEmhl0eTY7GhIZTI+TyzH5Y/wACWq74J7k5vk6l8sfMjaqGJ6WOb0S4PGmPzpfYihRNqKHEcSmRayRqcaGeYEtWxlEYjij0ojxo2lG0S0a7YE+MZDz3yjZ0rWxLro7ZXaaKJWjHyiOn0XpijvlWWKi9askmtIqxwl2VoouRKEo9lEULVnTvjsfnRaIWklaK0a0Q9X2Wlo2VrTZt2liY5CfuRelk4VKoRooi2ZuCDSQ5tkfIjJTxspXqjLGnpGVFiofDIy4JaJEoraJcjx3kSzxrp66X/wDjnVu8h/toj/fSa41wCVX2wVzRm/0OsdClZZJiZYlo2x2Rg29MR96JMnxKJGEX7uoSrSA9Vr//AGi3CR67HlLsjBiEZV9pm9nGjfBfAyNjfPZXbKy2QkxsvVPvfcnyMhJ8pPkZGX19kxssg9ZC0sbHpfYix9yeqEhQNhsNhHjSQ9GxlEkfZHwVo5FkiLGyTL03Mxvgs3DdlMcR9mJtsiNGWBQuyrIwk2KFG1jx2QxXIy4IxLosU6ZHKZGPyQnTFPglM3Ddi026TE2LyJXIhF3I/wDxk+9axob9x1SVm12yxxKEfQ1xpF6Iito3YhVqiKF2SWtqaqcdrrE7iT1YxLslpXZfbj8me9iIKl3PTpqSR16vGxSaMbuR6HqIcPTN6Rvtlrbrj9qR1PhGLE5K5wcHWMY2iJZJc6xhKRPFJK8K9plVw7Mf4s+yJyUJEeJG83m4RS1QtaKGtW+ytEeSu2HglytEMxQ43SSa0imzJ+SI8IZF0dRPkVkVwLTJdDERxEcB1Eao2SJJrhIRKmPjREWcUUrvAt+Wuql/jrpn/gOq/JiixCP99Mn464ZbX3dJFPKifE4nWK5ChTNvA2QK0TJ+S0KURpNkUVp4JT5FmJ5NxQtWQXGt8k1aujaQjz2T8C7J6JFEixMXkomqfa48mNJskteWba733RGQaSYvKJeSzyjIS0hpuJTExG4b7F2o9McHpXaiKEuyiiihoY9GR8iLGxjTHZFotNE1qsfB4LLNyNxbJaxjZjhtENmTwLzokND8CMXi1o3THNJk5biXnVeUT+h+dI5eKcrMai0SiXwRlbFpIQvJj4dxe6Uyfgb+LE16Zk/MzzUmPyQpMYtES8FG16Y/y0oei8FCIrSiihrR6SfBgaamp+R6svXcjeOSN5uRxquzEjK/He9OmXsR1n4M8sWNIhJxTM3/AH2Yo2742GXwY8ziTm8hHgi/JNe4hUTcqLpD0xZnHh5XNVwhSsy4uN2kJUiTMWjEOi9ELShREiiiitOCdaPVkRxQ1oyr0oirFptW5P04UYsfLNtIadDIv21LksptXZOO9mzakISVEWPlE1UmYUiCtkmkT5PLJ499DwRUGWY/I1aHBosx/kWNSlx0HEmdZ/xmH/8AjmXmTONLL9wtJr2mNXZL8hLjSitOjjVPqOHFzlY2kSyDFI3WJkuGS5KPBBlo3G9DmiXJRXa7Iyo3m4+9EuNElRZu0kxRSiJaQjbM8aoi74XBZTkbWiK03sXkkkMiiQvBi8khiXAkS7L1fchlERwseKZHcmZDZY8a0svRMQ0iKtnpsoei0RQxTo3nHaiPBHsRRRRQ0SQ9HpZY2XpKjbwUS0SQhm3gZZF86ZFzojF5PsvRk/ImqENKhlEJcEZm7gm+Ry5Eya1XkjByonhdElT0RHgcuBeBfkLR6LyJ8og/dMl41RXdFOTpe2FZZOxyZZczfxotGYPyKRkXLE6YpikhvSLRIiLtZLswusyMypj1Y2bxzNxb7LNwmLswoyu5fD0834y3LEzb/lZwUZPx7Y+BRl5nTRKNMxLhm0URo9Pcz0cpt9hRWnTxtMoSRu+skNsiitMRuN3YlohCQkJFFFDiNEh6PWu7cPRcdkInGiZ1EUndiWmNmaruPkYlyNcG6iMjqfyRiXtMbqyc+ezJk2qn5McWheCeO0yjHCtOkh5l08KyzOq8JQn/AIxvkk+S9F51n4ItKIuZC7cCp411L5GzJLsUjcOdxNxeqZuLOStGVxpwR8jtDejVCEQ81sQ4m0pEnSNwp8C5PBHIkZZXEi+SX5HJdIkyxaXQ5FloaN1EaJeBR+2RJd7fZerFVCfJJ8m5kZtmQcuSytXpZvFko9WxyLL05Yo1pIeq7EIi+xdskSGijcPSx6WbiE6JTi0S0UWWKRGaK3s/ijxOMjcqJkVbNkCkmiNUWXpNMumJlircenjo2JG1FGRcChZtKJQFFsUSLqiWSyeiLLIXRvpjysi7QyxKpIjxJEXcpj0oruo6f/lRP7JvlmRkHzo/Oll6YXUhMUIy3DhQ9UIfgh5Qu1jKGPwO4yvMt0VJ6yJCx2ekKMUcFRONKNhtFqjEfZRXfhVtjjuddTi9PI2paZCEXOSi+jnR6MzwxSMeZIySJmKVaIlLkhk2s9aVEpj16d8EmJCXuM2u1t16biPzotaEhIQhIS7GMmMelaX37EyUNjR5WqN9EZ2haT90GXyLwNiZLlGN8nkjjVD4JQk5FuJlluMb4Nxy2S9uuYxRuRRdG42f5NcK24TBW5nVPkjJjY9VpRtHBkYuxdkFckQ/5jqfyMjGUyCQ9tH334K3E/zesOWZNqQ5G4s8ifJ5RVspoS3scaYpCk7E7GzcbjI+NYInpu4EmyK0m+yH4j1UR+CT5MbtFWSekSXxrWWkeCQ0R45yEhDHpLRFdlaw7H2WXqhMT1XayQxj+BeTbDaTghRVl2cEol0Y58izIyzTGy9HwWRkbiE9J+CRCtJeTFkNxuEyXjVjIeTaVwhj5HonpjnSY2WY/wAB6U1JaRfukeSuy6NyL1xu8qeaXLHLkYuGQ9xkjT7FRdCysjmZvvsiI/1MS5I97HpONmKpY3Ca5HoyhIejkbi9EUUVrE8RF23pWmOVSR9nXLlEYcG02I6fGk5yUmZfyZVnpxaHCUWIeJM9JRLLJGOMJIqiUeST5MaJoxtjYmLyODlpZiXF+WTxc3KxdkRCQkJdzJoY9ZLTb7XpY2RYoJniRklZBcDifZ5RLyYnwQ8DL4qaqRFvaPnT6OYyF4Iy9pLySyUyTlNnptihRtI0ZZ8m83jMUqNxxpGNu5R4MMd+RRyfizE6ZnfuLNwvJ6LPRZ6bIxrsrt6Zcsw/8qOrfvRlTZZFsUhuz7HCG29FrjltJO3rdEpX20LlDioj8EJbZHljieCMqY5jkbhy40RB+0yPWL9tLSWiNomUUbJEVSHybJMhGSFLglovJPufbjXIy+ST03E2eWN8kmPTcjjRs86WUJaWeT05EbWrY+2KsorRaKQpEX2skND76GtIS4PJNIXGrR9l8DbPJtIoelllshPgnO0SiyPAkTixcEW60s3m4vVvkh7mT8D8Fj8m1G3tx/8AGhiXJJ3JDF57pH2hawf+WJn8yPvSR00vcdRHnvQtV5EYlbMlGN0+9jHpJmKbjlR1EObfYhjGVohavREFyS5F2PsaIcTQjrHUjFLgc4IllidMv8Z6Su8yqTF5RHStMlxZuLEQ4Y2fVPyRlRJ2Wb7FMUj1WOXJjjuI+DaTlKI52LVCIiF3skx9lWUb1THrj8i4E0jLKLiQY3wQ8iM/kxvkguBkomXGnETVGNcM+zi6yfRGa4IPgcUTxRu9sYkPslNFolKkbPuSp6xgmyNIaNoi7OmilMn+Mho6jyhG0jBcP4qIxt1gVSah/wA51U/8hLJemM+xPRy1R9di0etFFEFZBcGZe29wxM3Enen12UcCmeRxrRFn0SgUIYvOkGkyWRNFj4PVQpwY6oemOfJPSxedW+3GuCWlEuEXyfSHwhj8I8igj0zYkMo8apcHjXF50ZuEx9kFZ6LZ6co6R8DFotExMss3DkNljGh9n3o0SMbLG7HEVJDaHLsijYPjt9N1ZZH8T0Wz0po2MnCmWbhMbI6UPFwNGOVSJO4D5ZtFCNElT0ULNtD0x/8AGtEfaGWWPWeRo9Y9Qj1BjinAliohfqIyqTbHjnZskPHM6XHP1omTCsiM+F45aI9O0VoiOsREZbYvRIXjuYxjZJl0TdxRJd1G0pFFFdqIR9ull/Dhk2ddjTV+BvTp/wDiWnVL3vTHO2XpZmX3WikRHpLzpGEpNLJicBCXZg+xFmRXA26IQhCQhdzGSH2eCjLwzabTajwXpl4ZBkpaKRl8mP8ANEZlj8GWXNUyLpG7y9zsk7LMGU38Xlzbj8UY526ye1ilQp8ntJP60uiEtWdNDdNFr1GZHSpmSFiR/oR8L5MK5vF+TMT/AMrfUv3nJXYmPt2ii2OLRHReTYNVrFWcG5GSScXrEmtdg6SrY3petjdiQlpvolOz70ri/sRODKaFR9EokbNnGtkeSUBx1fauWRJIo+rmVyR8XOWj8C86s2tlDRteimN6wi9GhoSL1ZCVEJui9WyzcKRuLLIssbLG9N1HqEnYxSVdjGJm4rRjWi20XoovRxskq1XkrgkLlkK0oVGV2Y8EJq5YIpk4xQyzeyMuUWjL5LP/AMSL5LE1tJs3GN8EnwMXLRGKqmqF+KJeUPuyvl9mGftRB8Du0b2SytI/kyP5E2dLc1uRlxLIjPheORiVyEZFzpFWVReiIk5IUiMjG+5jQyhxGRd4YjH88V94o7oSJcPRL4el/G+o2+nUvL1xdRtjUctMyKM+ZwoitjLN5dk+VW3WL4NxuJPkxw3EccjJex6W9drq8PnSXJFtaRRSrVFiYhdrY2Nj1kWbiTt62XpZLl6Xp9k0KPIpG8llY37tJPg8p6WMiPI6L5JTbIypk57i9FkolO9aFwRnr0cai5N/5TJJDYmUhqhLj4b1x/hJ4v8AYk9s2ZOZN98FemKO+dfx4UOKSMaMpZZBcXZNnOkBjbHLSiLHFyJCN3tQzcN9kY2VQmLD/jtvkk9ENikq0XA8iochSPpEjFD/AGfKNrsaaFHkXGjQ40WX2wQhvTdwh6VaHiPSkOL2rSy9FWv0MoeiEXo+yyR9kRFaMvVMTLIPkbGyyy9H3VwMeiQhrWUdca92jJSG9Fy6x4oUelyZMCoa2sUiMic+COSmTlbLaN432I9Tgk70X/EiRuN5u0XGj0xy9gnwf6of5IkNC0sl+LJcsUYkoaYFaiR4Nw2VZhwq2TxJmBVBLTPiU4npbHpONoa5Mf4k9LIaSfIiJjY+yxjZJ6z4Zhf+NqQ+R62bhvSyyyyxabjp/wAJmRc6L4el/GsyuDH082z0oeJ4dumL8WXwbVIy8UOZuHI3cj8FliY1pJOzE3EWYyZNyK5ILg23YyC3QpYpxOBm3i6EXqhCExMvSxvSQyyzyTeqx2jaNEhDEOBIRZF8js2ey7LQxkaJEn7TFh3mbpvTVxg5CMKirJw5vSMHLXnXGnJn2bEyK9xIXPEVsx7X+dzfsE9E6J/QvHbfbei/GsH2Z5f5H2QJC8ns2joxQx7UZFHcYKTt5VQ5GN+TI+dIoUkT8XyMQj6KZOhFn+phfknWiKGiiihYrPx4bI+T1FtqXntpiY+R6If4kbciUnVQ8DH7kJclFDGOB6J6MjZI5IRsXZQyxcxJto9RjdwRI3G4T05LLGWN6Q86WX209FpbFJljfbZZD8iQ2WXpfdCJIelFEWXpdFj0xfZuHIZTKMcfcjFRROjKkJaNsbL12mw2G09N1esf+InpT0RaHpRD8SMfY3/oj/Yl50eiMj4JM3F6dJ7qJqpNSfBBk4mNNMhFymhayZl86WSjyR9pyxxEiPkl4bEKRF8i5Q+Cy9Gx9mRGD/clq1pZZZZuLLLLEWIxtrHIc23pZZffglTM8/YRlJssfuRJUxMWXg9UyytC1Z0+J5RdNiRJRiysUmZeEYn7jKtLZZ5Po8Eo/cZ7WPM2jebiMyMx8iKKFohFllll62ifnRS4Jc6RIsUomWSPIkbWOO2iLM0aZEkYvI/A9myvssvRafZD20ZucQpVpidSJVTHpjS2mf8APsxxjIhCMCVb9HFRla5ZjXvJf7D8knxrRL8ktL0svtojEj+JjdJmaXuLL0gzyOJu0U2j8ufCJTdj5iiKokrYy+CzHLcq9pJIeOkRXI17USboekY8o9tE3Wi0UtVpY2Ms3FbmekiUa0jE9M2FGTTDBeX4PxR5IeCZCLY4cjdHqG6yy9aRNCj2VZTpEoii7ETVo28n+hJaeRLSxsXgY9NpBcjKLNxYuStKFwXqpWbTaUVpFnpkVUkTH50eiRsRKA1pyKVDkMSHEeiTRVk46yhwRTHpGLZLHKjHHk9NWR4ZOVRJbiTYiyMNx/HgTx7WcdsUvM3fGxmxIZj/AARkENj7UY17SvaP8Vq2N6Iy9vS42kPa7bLJT4RCXJ0/5XrldRZOfInaLSLtj5EMXjSb9qQhEHyjHLgbPosvtskYfykS7Hoyy+1aoxNbJD8l6UUUV2w4ZPnEzF/sq0ny+1CGM6SNYhszeTDGTyHUPkhxInyNFCQlWjEyXkXZAWr50RZZZY3wWWbhyGx9lclCJK7JNkRDlySd6S5TERQolcGSD2pzhOLMWFzQ+mSxXD7Io2Nsjjo2ipqsuPZNlimSyLbokQ/EyQ+2q13UKWiizIq56T3bpYnWQyz9lk9Fo/zXyRVYWP8AA/1ZN+7siRRKVWPR/RCXDJv2oZHhFoch6rciiTaN+6NQizJdG4kRODcSekFeijYz/wDssUyScXV6S1xeRMnG4n2QejJuhsw475lJeE0TdkSJ6cpMWDJFDTXExsjJaIfBu0l51Y5GJiK1TJkPxJUSQi+zcbhnnurSyPkaH2x4N5u7I+RMT9yMnkl5FqtZI+yhxI4UyWFHgRNCoVMomhrSMVNIcIxJLnTCMj+Wj4Z9DF06lzkxbRmCQjLG0SRG20LpZ0TwSgeDmtGWQx7zZtiT02RJRp64o/coD6eUVeNcDXB/r2UbSjMYF5J47FgRkxbSGOCwQd0pF2iR9EH7zBGoLVmefB6afMo7RsgjjSVojLSbLEITIupEmXxpZZel6N2L28T7GMaH8TdQIv1FoviarDIVqQmT/EaekYpocGhRkI2SY4yWmFpY0biUYyTMNJsy+e761fdAWvOtlllj/FDZZZfcvJRQjLH3PRSGxaz4kyP4i0v2yJ5GyOSj1uCDqxTE71R1X1ryyiItJrjSitLNxuOnTx44jfvJy/xxVj0Wle7tfcjJxiiP8RvhjRFIko6JinwxsXkS9rY00hy4F5PI1wNMa0Q1+JxRlMcDwNbkTVaIxwcieDi6fhdOOEEiuUbaQzC0pnqRM7jKRxpft0SshHmy+CSaIC0yPSGTgkYo7oX6MT0CnExxqOjSarOqkx6RlyXoiy+dHOh5CyGSiErHo/Gn5IX4kq04FpLtj57VRLSyDRuQ9UuB6VqxckYIoX5IyEvPZFFaTQolDiPgchsj5GiTISYpDJRGRlyWh0yUTHGtJpojPlG5NH0NaZGRg5MjBIrTIqFOiPVMlm3Ep2QXtP8AYnFUeBTojK8ZMs3onyfemO4ou2TnOiD4L4ZfButisrS9MyswrRTTZmIf8EDI6dewkfZjV5SHjVmZ3IUhy3ChctFKmJ2ZPBt4F4JaWWWRl4PJxtONHpeuKH+2V1JDfaxjRXYu3JLg6P8AImqk0r+JzvEyGPfb9OZ6WRsWNJGfClyi9LMbTRlF+SPo3nqFvzPRcnpy0aMUeLcE0MeijZjxxonCtIvkcZLVeCjgQ1pZL8FpYkbVWtlmyyUdrFIsToyabaV+SC5JVZ/qTfIuUjGk+Lo+m9kiUXHRFmF9mZOUWcpi8l7T1dExUSqh+dVo0YYOWSKyrbFLp478yM/tlJRGULRd1duNXJGZ2kP8CUuWtJIqyMSfkaI4JcOfCrGrZP8AF6KMiC4KHFD0R/oWNPcVwTZj5iZfJFWzHG5UoqEScuD8Xfqs9RvhF+0qy9pvkbn2xEiJk45nLcRIsbJcjRYpHT/hWRSiKTNxilcVo2kjO9zHrGRZengcxvshwj1DfZ9EiEqZXtJlSFF6PtZA2vSyyzcWWWbhOx6fQxdjIFrSP5IyeR1eq5YtXE2laMaKE6HOxkY8FaUSQoNm1opiFpIZikxaMauRaI65kOLNjNjNrIS9o/IuUPHEcEjGv8YzaPxo/JjgVwbfcbHLiHTSSJ4ZxRkZifu0s3CkIn/1GO1k52XyZSD/AMOMzv3GMkPhnRQuTlRemR0ifJQlo3pjkTlwbyvYnrZZF86fQy+2uSKpGaG5C7mMfw5H9dLDZEyx91/Axuhf8ddMlsFwh0kTkTtx7KIcD5FD3If4jmJnA3ybsZGrEQax5CeWLRjXBZOLXJJESEuCctIOpXKSljF+QxaWWXq/wQxaInrWmTyIo2jwxkPBRJcUkI48xaZ1UaleIQ0S4SIGb8NI4pTI4djNsKs3FqhyJ4pS90caHzOnCiOCMsaGnFtLwLwT/LWyBPwdG/8AITtxZ0P/ACSOsj77QrKOShqtvxfZHjIjKvaTlxU/yZZZJmNLbpk8EfKJ5bRL/vGycrFw7gzyx8NqTG9Mf5DfNLwUy0ZPKIzoyO2J0xf9+r7a3GdeNEtY/i23zpGKJRjXZEiOtxlfGiFq9Ma9xhvZf5RKpi5ZLij+Rl8SyZWNe0l51S0QiY9UJC8DihcRr6HGz0xcQIrdIcF6cSap6seuyRH2m/gfZRT0vSPjReT6JH32MiIsjL3Inyx4mPHJDIvkT7nE2DgOFksVDjQlzpZZYzfQ2JnnWTGQ4Qpm8UtzFCJ6cLPTibUbEelBnoYz0YHowPRgejA9CB6MD0IHoQPSiehA9DGfx8Z/FxH8TELp8aPSiejE2KJuZkyN8ZZWJ8nvoiq0QmSNrI4z04j2n/4sZkjczFCNklwZPJ0acca0aLozz4L7HpEk9Iy8ElXbFcll8D0Y2JnkxrnRmXH99rGP4JMwY90rjwTVxv4XQvBg4iKRKRKNiiZ8dO+xJOxeUZJe0Wm5l6QxY1jRRlSox3KR4jpXBzvaGJ0XesZPaR1R99lj/FEjH5PoRNWiyyxeLk7IaynQ8w8hGQ5jlaI8E6kJCGkZE4inRLJuWmHI0ORFkuDfukbtHP2m8X5XaITVHUfmQi50m3BtaRdDEQxX085dP/yoye3GYM2ybM0t3KRjRRRRN+PiwQ3ZEZP+ZvNxGKzsbLL0j+KUUVbrJGKWn0Rg+CZZdEZ8mT8ifCrTG6ZW7KlmwLHj3ynwbjyOqJxpIghMo/2OofjVeSkxuuNfJt1rg8DY3falbprko8HTc42W4SJwlRD8if4kIe5uXPP+hMWiGI8E32RTKZ9apcD0UagYvzHL2k3ycD0SsaMVbrJLRyLFIi7OBx4GdNCFbnGLJR0sS4JREuSitYiZ5Ifkh+TeOQ6IxiVotYoUUbYksSKJo2WbaZwUNEyLQ6Y60QkNcEyEHN1LHGPDuJc5Mw42tL5F+tLTI+WS09RiyG6zcKRuLLLJ3YpVjgOXJGQ5EcSnJCVKvBZI6ifIpm4si9UT0TJa17bTISVR0T9uljY2LkSIKooeuTH932MY/gS3yIKlpElmgp7fgei4gRn7xvS+DMrgUbRiLL5HLtj7mRlWmZe2+nX23rNVPdKmrvtT4IvVExPT60l+CGY/PY/JZjgvOSRZFljZJWOJsZRycls+uxq1tnBplMUHJkMSiUIyfizEuWPWapkV9uhcGR7mYfbFubuTIqzJH2kfOkVbrKlDp1HC6zHVXtF+RusRjL0b4N16L4OlXmU6syfRlZLkUExxp6KRGXA5k3ZQvIpUOD1xQdmNKzqK3lWemPhmHh7s/UKWPbeuOO5mWPs0jwb0MkyPjRFjSZKNPWGkhaN8lG02mKK5GuWKG5iWOBJrRyOk/GRHGn7v/wC233DVpE+OPyZXsMgkbXoyEWMk+zFovGiiIkQLuzD5ZLwZUVIrROi0xcMTGrJYx642bixmNvbSkTTGY17i0SZJm8jIZWiLE/ciQyy+Rapi0iuzJEkImfYnGhuyesqPsRWjFKGmSJgiJD0i/wBZ6ZHyx61rC9LIrSUeD/SJN8ibPUThXSL3NrWU+DO7kbWUzkgn2NnBwXa0rgS4KdkeDeR/Asb0d2JCbc4ofZlxXzbTrV/BzJ1jx7VrElj/AP3UpSyvHIjNS7bL0ZORhtzGuDeepyN3EjBWnkjcSSIK5JejCjJj2yZFbpG0261KIpsTdHPJFSgJ2JaZvAjZbPTQ9tF6JabjcRlyRiqtpPSnWk/wWkPOjmxT4JeReTfweRxF2M9KVXWsvJvFyNpcHDxE3yYsf3s4bUtLGY/vStMvk3Fl8C8m765IcDe5H2NnQ49+dPrZe0hJKRkk5YZMsUyOQ9U9VEsqoixd16wjsx1fvMniJO2hiZYoWPG0cpDlpFFNMr738kuTDD7l7Xbys3WzH5JeLasbaQ2JWPG0rOnxpQRnj7NK1yJcH0K2WXWMi7Zl/IXJtRtijhI8kY00T4sXkfDORQIKtzycG4c2WLkkqZ089tjzpKp5vciE1Km3SMkyyHOIykReCRCjg4JxFEcdMeifHY0TW1VF8GIb0oolrF2i9ckSiMbFGtY41JijGq2UNDQtWijwWLsg/cibJMvRNG4sUiOi7J+CRLgkMTFMRJH3p9keEXpKKFGtYQpaPRC/VZIyvl6xZts2tEaEicOC/cR0kSftPMhxLZHLskYs6kWMzv6nHnVi8EiOj1Xk2jW03HHm9Mf/AB6RjbJ5IQY81sj9i4ktH2My4lJHMXV6Pus5k6xYdi7G9qtGaNqlGmerKDF1AsiZetm3cZMPBihSGTXJJcoyRSSMJNmUwv3obMzMNbh+TwURSTKF7WeUL6JVRh8Mcki7Rkk6IkVwT0ojicjbRLhi8aLyL8SK5JLi955ZJXE2SR9jnwLkZKEq3ERskuBkOePQJcNpGJjXuY+GNohzImuCEuNbqIo3OyxrgrS7KoUrH4Nx5GqeqQkTXJFER4bV0dF7YHV84zYy/wDDt2IWM9GjYbD00emhQS7q1h+SP+j/AHMztRIs6hfekSHJlRLyIiqGX7al/wBryLwT8MQlZG1IfgcTL4WkZUbyyGekSzbtXpNe2BGPEiEKibYom+ROiTsxfYokzyKkOY3puui/aj7Ud35D5ZsZtKIfkTjdGGyWLIz+LlMWHJCSHByJdJNn8PILG1FrLA2iRRS0ocRxGhkHpErREV9yVm0hxEbL0ZPWGiekvBIh41bIERMmxiFoyJJaRHrH8kZPolfZZYiDEyxSFM3InMnIcjyNDL5N5j90WOPtLaN3J9IWj1hHnVj0X6jGZMhN9mOdIlLjSDPI4QQtJEce9C6ZWfxj+GPorMHTbGSbibzJyyWOz0D+PI/jyPRlQ+nkfx5HozH002fxch/FyH8XKehmP4+Y/i5RdPlP4+Q/jyohFRjTY+TJaemKfNMi7SfdkxKaJQljdWMfak5OsWJY12zdkfJL70pSjtlgoqSFlnuFmQmnpHJR6tkJQMjNzssyS3QMaqI+TPHwYcNcuBPFGSJR2SZF8kpFi8jfJKDbFZI3sxzoyTtkJcGVkE2LwPXdR6g3ZFPTHC+dXwyxv8SWZi5dejGj0GmLEtpluCr7ETZvPJzCR6xKVkCDHIyyt6Y37jI+CLFIUhvhkFWslaExiNilAiy+CXkgT89kWTLFIeVbCzpmdT/xll8C0T9r+aK5Tv239jbZ4Mn4DERXAnQ2vMkiK5G+CPkZPwKIvA1wSRjTHjoSJUkTk2uymUyhaST038EWSboeTsRBjjY+JDevpspoxqTVx4P/AOo+zcVp9n0dJPbZLPRHroi6hTPol1G0XVxYpWjLohrShFDibDJjFFpkUKOlC8k5LxuFo9NxY+T0xxogjbpYxkXqzceoyORsbGJ0zeOZYuCT0Q3qvKMn1286IixSNxvFI3m4mMix8j416f8AFn+rJ6J2IbHlPUsTIrjVj0Qv05SRkyGybH2R0h5IonJoc2R3SG5qhSsiuBkHeqJI2m0r5+BzHMvWcNyHwyyGTcjC+K75RUlWTE8bL7abdYsSxofZKWr0QycpbjmJ/wBkZPYhZeDk5McrY2z70ZBloaVEdJPgy64qNpt5EiXlk9EURdH5SFFLRIzrwx6wfAzFIjKyyzL5syP2oZ0y9+lpEspmW7ELhiJ/kWRfJmjcbZjiIvTMvsiuRq1VOLLPpEe37KsjjslDgy4Xj5vjsl40six29LE22lnhtWM6NeTq5fWiH5Exc/LP/Um6xm323u95KRdsyOxL2kPobSMkuSyJH3FKFaSIVRHjn1OBvkwK2NWj8cm3M6daUUKXB96WWN8EYpjQk2NyrRbZRqSpi5HBkYMc2uIYZZFuliNolyLwSMUV6W58s21GWsq9PSKs2nSL3MyxVMa5OnxOtyM+Dcr21Mh4M/g3Ckbiy9LLLHyOBFFls3MTHtKiLaNlqTNqJRJcEdJCelWMvRIWjjrHWihK5VSJaKmbRrTcRfKJ+EWX2PRMj4EcUM3FjPafZZIenT/izdw1J6QSWjokkLgw/wDerGIWi/RZI2IkuCaNg1piW6VLBA9OMT1GiWTcLlkRkMP2kSIi0Q9aKK+NySHkNxfdnxX7iMqZinyn3ylGKvJ1MJcVjZ6Q1WuHFsVvsnKuNZa5JSIW4DEuRf7IhNRGRW2xyZ6gkTdITvRzohNMc2Uxv6To4ZdEZLaWW2O9xNPSI1QiH5FkVpkdo8M/1NhyY5E/JuohkMmT2mPKZZWRMviIzpfyLMs3uHkZHMxpXeNmeP3Zh5kS/EceRcIUudLJq4kRujdyblJawlyfRei8mZVThI3ffqEpJppuuDFjUx49ujiUtMVUTxWz0TpsD9eJ1j9x0X431X4R0sj4GhIj5+SK5JfkT5VSl7CH/cpjkeREZ8VOQ3pHHaPxN7ZB2mSXJChzOdMPA8tIlJuW7I7esY2PHWrNrSJVWllkBsZvok7IuiPukS8DIZqjW+5FWbPux8kZf4KvlCle8Yi/aL/jZifu0hJLneNwFl+vVkj10yWy7WWiU4s/xn+MnFH2LTg41paPRtIUiRuZAZj0dkxSNw2WKbIOydaJl6WWPSOj1xwd20SGQfOjHpF8on4RIss+yx6UR8Fm9jkeT6GSTE+dGPTAvYSJI+xMs8kuCPudRjXctLEy+/JOiGfmtZypHryTIyvX70myRdjGYr3CMrHpjjukbKEiPjRrSOiH3UV3uaHMv4s+KvcY50YZbod2bNHGjJmlN67pHqTI5CGeKMfUxnxrKVHnnV6Zp7UepZmuO04yafacb5NuNEMvO1/T8lRbPdElKz3G+SI8q/DIws4Rm/MjHgnHgZiTrXLwxZEySVkeFblekTeRyjmSkWRla0lyiPBVk4KtYIUINDTTrL4iWdMvLdD5kx4ycZY3pGe2Rl92MUbI3BiyJxLuRVk41o3p96piQ4sqhO9Yr7zP68UQaZPHxcpD8iIyo+ron4L0Uj1BS5OnhSb6v8jpfCXWfiihQ7LoXw2WY2PyONxZKf0NDTIG1GPb4lHknAXkiuKyR50xcRHGyUuK5KK5EM8E1yRxNj4MRNcaq7OKJ/k9aZi8E8ZODXZhl5Jy41hH7xy9xM2qiToi/wDEyX0JUtKZTIpkMdHBEa9zHi9sXHiZkEv8rHgiThts+hH+wz77LN2tazIJ3psZG7GmRTR7jmiSZsmVM2zNshQkbJjUjazbI2yPcbZHuKkRi2yuCiSGmY4/aQyicORY+Shj0Xkn+KJssXYyOlaMWsita0x5WhzGURsbEyrIJRZHnVjdDmLKRlej8Dk0Y8t6yZvSN8aMk0Ka3J48iktcjJGPhLSWuQaNohrkhCtJIlBFCdGGe7SOj0QmIfyOaJTL+Rq0ZIbXp0mTntzZ1jRObm/h6bqb9g3Q+WJdjGSlud4I3kRkdTZsT93/APiiuCS3ukkqMn1NSRtTaJZFdWR2jxJjjse2RiftGzI/cKQ5DMXMR1pmjxpZji2T8l2hMqzaWUmNJFVEsssWjLIEWTasyeIjdmKVcXrNKR6MTPjjFRe72sxxM2JRSlGbRFW7hFmXSPLPBJIirHidX6UiDdnptn8aRVM3C5FwZ42rj5KIZqRPmTGvvHBeXGmX7T7MkJbSOCchdPyPBDbpDyiL9iXWpKSOl8HUytiWnmWrI62WX3R/FkvyRLJUBvlmN8EuDyKBwRfOmXyRIO0ZE2x2heFpPyR8aNWSi46ys38Hkh7Sbtao3M2/e0o2lVQ/CMv4k41ptEqPJtHFF0YouU0ZFWSsvtiMh+BBW7ILhl8j8kVp9GPyTT5bnIh+RPwN1kYupVE5KSPoj+RXuH9E3TFPRssRZuEyrs2krRGRv4FKxT5HMc6PU9opKhZOT1OSc4jye1HqKrhNWb1ZKasc4IjOCib48inCzdGyU42SnE3Kjg3HrDyG7gTEzcSnybi+C0JqxyjY5JG5Uexpi2HtHSODgjtODgdHto2xI7T2HsJY4Hp46vbCzZjNmIWPAxQwbjb091PH06HDBtHBeXR0vot1tgeliFGOm2IlAlDGyeHEj0cVXDHi2m2AtjJxxHpY401F1ai2OKtLJigT6aUT+N7bh0MJc4OnxK16cBwgehjP4uHzDBA9KB6OM9HGejjH0uFn8LAfwcJ/AxD/APn47P4sER6XES6XEz+NhP4uOUif/wA7FGA4vFMhOxFcD7Ij+G0S6mKdOdl/PljuiPgxzcJprxpdGbqkuJycn8SOn6i/bNiWr1nke4yw/wBsXGOcr3rbF8OCX4mRXJJY5R5d+UpMqO30zB9uaVsgqScF70RlJO5bchOMoyqLkhyJHgemP8UMsjbZmhXKMdbTN50sgxyLGyz1OCyKtjjWlG0umJrTJVozeIjjSMb51SdkpTiesSy2ckTLL/HRCZHLSHOxkZUOVi5FSZa2sjJE+JWsx/IHPc9I+RsbIqW6xqfnTH+JPyOTIzpjymPKeRrg+zH+Ri8nX/kjo35c5WyJIrsXGjZekIxpGyBGEGzZGyWOKZOHgqkyicdw8BHFtRLHaIYa5cJHps9NitInibFjaMeHLIj08pOp9I06X/z2R6Lc2P8A+fj4P4GFC/8An9OfwemP4fTM/idMfxunMnTdMSxe9pQNnJs8mxbbcfBXuKH+I/of5a/Rl8Dei5SIxVM8E58Fl7jH7XEyc5t2ed6Q5gLRcH+wvsj4P+xnT1uJNck/JD8iX4ol+bPsxQXpt5I0iL9xu9x/0ZSMuRSNxetiYhMm+dPpkJcsRJj9w1UCHhi8n2TuyX4oi+CEhEnySbLe0g20yLdl8k2N8Ig7WlWOI/o/1F40+yXkYnwJ8ilyTfJJ+CX4I+mQfuL5GSfCE/aQfInyWSHKkRl5F5E+RvknLhDl7SyD9xLwzHN+4jN7ze9xlm7JTexCleNmNbrMK/yoebLGVTzzVCzuhZ2eu2Kbsc2ZpOje/SMU3tkOZvdozXvLajEi/YL7L/yolJrIZ3ySj/hiQX+OZjQnyTfJJk5VG8U7jIjksWRHqJMlKj1Y1cM27cQypyr1FZNmR8IjP/HcJ7txD/lq6mT/ABOq/MwLkh50l2QH8GXK7MvVTscmzp8u5V+hnhzuIdW6S/lTJTySNrNrH8EMe4/jjwUQutEMek+EJzcxbZLIvaoRJP3NZFaUsca91NmSoNNPeW/CjzeaPO6tuJKnVfj7cbMRkjXMep9PnFmj6lyyQ9eL6rJFxUsmRTgnuTTFJNkaNwxE/Aq5IPkk1Y6NqIpUbbsjCyWPbKuPDSRSIxHohMm4iaRuW04ZJ3Rw+KSEITZK5EoJGxEIUUTjuR6Qo0URSQ1fPpigKPJtpnIokYDwnokMdcbDabaNhs4PTNp/HcmR6aj0qHBseA/iHoMh07Qosojg5F001Ixqjq8c5yvFjnCJtYlpZJWhPjRll6RPCP8AS0zdyOXuLsfgjK7MMd/qPFDflqd7jL7Dd7LUvaxMslP3VKdUKXghl2RMWRWx9ReRGTqorj16x7sXUKTMvWKLSydbsoXXXByxdfulU+talU+tlBRP50skqv8AzMXli8s/7P8AUl5R9n0fR9o/70l+QzK+NY8Cnwxy0pmGNe6/eh8tmRaY17EN0J+SvaKFMih+3gsiQXkmj7Q3xE9WPjfAm4qyfMSC9417j/ozH2RlpZuExkfOrR9j/FkPJF8jVsUaJL2kF5KJeSQ17UKPtEi+SXkn4R/oY/8AYj+R/sTFHckRgkj7FoxeBat8ln0xeT/Yl5JfRL8EfTMf5H2Ml4F+LIeWLRsk/aQ+yL5Psk+SXKQ/xF5F+RJcEI/kL8x/kZiX/GiH/EzAvcYa9ZGXhmZeBL/GhLhkPyL9xk4ZmXsiRh/gMK/MS3OvTpj5dz/CJi/4hfZiX+dGTH/kM+Mr/EhL2yMaEvcZFyS8Imv8ZgXskRVSF+aMkeTJ4RL/AIzBypmL8z/8sTITXtRX+JnTr8yMP8qJR95NcGaKsxxSMYyXZj8j7nJInlbGZtIScXcZbop/A2kSzi6g/kRFki9WrJQadUIglNGyhoyR78eIhGtHqvA9cs1u2y3ow7+XkU5CyPw/Ca93vjkubMmLdsNuK6pNXbiLbLENpTif5FuU4twglDZFKLpklugZ/FQm0Slud5JOokX7EVxIx+WRl9T/ACJSE+ETfsMf2RjyNe4a5uRftRHwyM7ZOanQ/wAifkXmPZZ9GR8jfCL9hD7H5I/kjJ5Ifij6K4E/BlX3/wBC0bGPyM+hD8CPu79w3yLyJmd/cZe1kX5IS9xu5G+RyN/ApcG4X/cZiY3yMc+EbvaLIbiz/VuWT3kPwvPJoU/8YnwxM8srk+iPjVJscdIfZIvgdWiS9sR+D6IxTTMSuTWB05qDUeoZP8zq+WJf4hL2yMXkXLiZP+RmT/U//pJ/gdP5mR/5DMm8hX/7eunveSk3M6n8oi/4GYF/kQ/zZ1HjGYl/kP8A8j0vk+iI/KPs+tf+z/ou5DJRtDIvkn9CujaNUdP+LJf9L8r3pWSkmOJj/wCJDfJj/wBhfitET/LVSe4wrgy8CyF+1N5aZ6ptSinLLtZ66PW5G7M2iZekRaRWstH4YqsVXo3Q5e0j9jXtgZPyJn0j6Ps/2J+SXhC/4zF/sL8h/kTIvhCfGiGiQn7ReNG+STPoXhi8n+xPyT8If/HEXhmNcjXJIfhEfxZFIWkhv2kV7SJXJLyT/FF+0T5F+YxfYl7ya9xm+h/8aMMf8cjFH3kP+VGbyZPwiP8A4iL4kY/yP/yIzmV/44mJr+OQ/wBzC/8AIjJ+THLkb/xQMT/xGPmyK94/zQ0mPiJHwyB/sSjpKPtMSpMrkiv8g0SjaJw/xs6ZcTMcfeen705Ia4Nvsawxa3EV7ycLkM6niZF8mNUMl2Y/JIvtyzuWiGse7bkjtk0dPkp13zyKJ75s9NRKRXA4IUpwIZlLTLDchidGGRdjRKNk1T7ceMS0b7F41ySpDceD3YzbXu3ZnaqOM2t8zVkMW2UZXvixZE5DahCSjk+lwZU2t2P1GQa3UyhSaM09z0vkbtIS9iF+LIfkQfvRP8mSEqjc/wAWYn5Ef7MY0f6i/FkeGL8iSJ+S62l2hK9F5H4Mn5EvCP8AQx/emOHvRNckH9N8G7g3E37T6QvGln0Mb1RR91/HhVvD4lCPGmTkUSvJDyVckStMk/cj6L4PIn5Xia0k/czI+UT/ABiV7CXCZB8C0n/yMxPwdQm2RXtF4ei8mx+VGPpTMaJkCiuDaY1UJDGfZPxHWD4On/JmOXvmf/mJv3IzuiP/ABI/1kY3yzHP6yf8jJVwP/Un+JgqpGP/AJB8zZk4wowPlv8A3Oo/M/8AwMwfmN+9mZ1HGYmnJH+8iP5iSqR9CH+R/wBn+rJeEfen2LzpklRLliNvAhjMLSwyH9H3U37mWY/s8YiyHd9iwckFSMkNx6DK4S9C3foVylNkuncnf8QXS83sJ9PuP4J/BP4Z/EP4qPSaGmIczfyOVln0KMU7hjV3SJJG2NEYRRaaRLDCRLBjZ6MKI4oURwwsfT47H0kHy+khQulx7aj0cEfwoXb6KDZPpIs/jQiq9GKiLHjNkBxiShAWOFCgjbGx4lZPEjZGkRxxpixxs9Nbh402TwWkSj7Eo4lTI46Y4ckoDhwLHwLGKDscOSUGPE9pHFKhYj0yWNksftR6M6PSnZFPcOLIwlbFgnvJYJtmXBMj0uRwRDBKMWY8E1I/jTU92TFOUiWGckh4Z7aj00uSHTys/izcry9PORLBkcUQwZVjahhyWyGNqRODslhqh43tIRlVY7jYnTLfqLTK3RickmRZzY3oyOiXN6ZItowwlGyPl6PVF8m7kb4OqdzRjl7iIyXZj8k9E9c3ULwo7itMsoxmNqRWmGe6PdPN9Qxtu/8A/GoYkSlbHso3aONmPLKLq7M0Ke5kJVJCZenUR4vRmONyEtLG+xeNHwSnObZOSdLE8qJQ/wBvVmJKHueR7ruNtwcF7YT2TuaUIue1toltjNRSXuTSsTlPjHFJaR5JRJ+dcfPF1BF+yRDyyP5o43kopbXNWiSagzF/sQH+R9kh/iiD9jF9kfzRPyZPyGvxF4EIXkk6JR5t+D/US0j+RLyKNPTamijJLiv+iPGn3ooSpnoTfMotK/pCfApaOfIpEJUPsXEiPke2cSS9x9I+iPBXNv8A5EPyT/IyPlDdxiR8GTwyFkE1E5pk4O92BcGZ2z6PrReSSXpxbftZe0s5FLW+Hoz/AGMniA/xH+Jj8HRx5k8afqSH/wApk/5Euo+j/wDGlKPBj8sx/mT/AORk/KJPwS/4zB4yEcMtyf8AuzP/AMKOn53C5yI6i/UNr9A6fFLeSxzUjNim4xMWOcXZ/sJj8C8IfnT6H9H2Ly0R0z/WmOI02LHkJEiH4H1a4RP8npj8M3f/ALeqdi7qEIejEMXyOJLGbD0j0j0h4h4GbHWm1jhM9PIbJbEnjzChNDhkNmcrMVmP85vzG7OLJmI5MljnMUpWXI9x7j3HuHGRtyFZSsxWY25TZlIxzG3IbMoo5RxntRJPabchWQrIbchtylZD/IJZD3lZCsh/kQnIsk5m7KXlF6hjUm9JbkOWU9TKeplI9RPx6nB6s0euPNIWeaFns9Ziz0Rz8k8hPPKz+S6r15CyMtm43SFNm9nqMlnmR62SH1U2fyMhHLI9VjzM9SkeskRzRstCknraLQ8qQ+oSH1VH8w/mD6ibH1MyGZtE5e0yy5MeKUmRVDH2Y/JLRadV1H+u/wAmOVwi/JR1EYN1CGxt5Y86YpbJduTI29sIKJzM3KHDR7SlRt2vSjIqMbGrVShTrwYpfRZnl7eyEqmha1r965s3urLKzBG9z9+1u/djMaXqyPpSlTe1NwYoxp5DBK1slP8AJRyz8fgm8njGSTFxFIRlz7eHqnTNmPJhi1BKLUccY2QxxUr28k1Z9VJJqow2ojwbeTaNWOHAo0qhGuYxalclZKDbNp9aRTWjWko2KLEtEPytb0yJsjHwPSjkTFOoGSXFNOkU9pG+THbZte4rT6JWi3VxcnbjuchIsmnZUuDa9tpPzyxJvIc7kpp2ZYy3I2v2kfBJbrIxoXg+q/7FPbGWi8aMh5Jv/HFPwT45jyUV22WORY3wRlwQnttR/I+7e1yvLGO5J+EPwe1ENqY1Ddb2jp0bMXpRMCxKz/FuJelR/icCDxI3Ytw5wI5Im9E5nqLaZMu7HJUbBxMkvcQXB/shRlbFCW1jxSdHpO01h5b9JURxpGweKLFiRtEiNM6jpt/Mk4uoK4H5PSf5PSL4P9CK0SNhtNpsRtQhaPRDI/M462Xq4lNCfdRRRRRRRWlaVrWlFFFFFFFFFa0UUUUUUUUUUUVpRRRRWtFG02lFG02lG0oorTabUbUbUbSijaUbUbUbEbUbUbTabdNptWvJzpRRtRsRsiPHGzYjZEUUtPSRGNaMl2Y/JLXJPbjbm7kM6bnGQhGhxR1WPdFGS/TRty1rgn/rplb2sx+RyFNtGLFJ7iUMsZMhDDFW8mOUWv8A+pETKQ0yw3IZGRCe5EnSuU3J9sJXFNlasWmV2nHliS23cpzLURb3li4f88yLTWyUqd8St7WsdY4VMlwm5490tzko8elZn42KUXvj2ZHc324bl7fQzHo5hY8tCx5iWPKenlIYsg8cxY5myYoyqnCRtkenNklkNuQWKVGyZUypnvGpC3FMSZKM1ynItmX2sTY3RcjkUhyY5M3sxcxJe11uN3IijNGa59Rm9iciFoUeShrTKqhaysWaj1RZT1D1eR5hZk1W4U6MUqlal7rlltjyW733R6nFNlmOZurl5FdyzJs9RSLN3FPRyYk5Inishjo2m02m02Dxmxjxs9NmxnpsjB0QxytuEWhxlY8c915YTk03CVRJRbHikejlHhynpZSOLJY1PaQ9RFzJTyUKWahvOf8A7k/ziWY/yC9QalRjxNHp8mw2HoQNiNqKKKK0a70RlZn6aORDjPGqSpaT/JiViiVwRRRD8l3rRjESI6L5nHvcS2hP+itFxN0TdE3RLN39xK/hZLsx+SWvVypLXo/tcRQnZ1Ed2Ni2uNTaSZd8i3LmEt0dJK0R9s2n5ISSkZN0FvhmlMyTv2pqxKNSfgh4bn5RDxrmx87mjHPazPkvjt6eXmNaPVGXJsieqhOLsgk24Si4rZGGRO03uQv/AOQyosWSvbPHXNxikm8sicZkecJ6bEslGf8ALGbeW2IfgfnthLbJPFJTgpUUUbTYiiiiiiiiijaUUbTabUUbUUUbUbEbTajYjajYjajYj00emj04iihxTPTielE2I2jij0MZ6UT00bEbUOEUbYsqI4xpr+PiZ/FgmfxoH8eB/Hgfx4j6aDP40T0keiiGKKY8asniUj0Eeij0SWPajyyKQ8doeAWAWOiijabBY1pXzVpRRRRRRRSNpWlaUUUUVo/H7EZGTGpInBxYuZW4vcyEaOK0Q/Bi71pIZEkR/RocRto3CkJ6NDiKRf78hlFFEVyMfkUv6r6+KXgcmb5DlIuQnKxvgUxPsZk8Fy87jeYHcjK6ZvN7M8rrXo3WWsuX6xyY5boSFH25E9HaL4MM6dDM68SXOkJb4HTqGJyM/wDysjAlPja6o8QIc5BatWicNrrwSXdCW2Sd9rkkrk/VgytsWbImOMvVRkTnzG91K9yF/wDyD7ZWIwpWKP8AknLNkqVepF8yaSjF2nST2mb8sZtpE0IzSqNdj06DJ5h/YS+i9LF5H5+fN+IkWQla7q/oG6N8TfE3xN0BzQnaGxfsRmZIKaJ43CaF5fdj71pMZEkLz+g9XFMlj0TFIvRo5QpfvPuY/Ihf1N/FL8X3S8aR1YzJ4H/xk2hyRhzRjK83UJnqe4vkycaITqScccmQw8GxJCdzkpeTDC3eXibLKMM9y0atCeyVSXhwk0PdIUMh6cmenhRLZZllwYVXPZlhujp//aq7sct0V255/wCuBO2puXiE6FL/ABuXvizlo98ZxF//ACCU1bWxzle9QW3K36cZkeWjNy7VTVbpwFHflwjQ0eGZ5Jz7+jdZ4/2D0osRQ/PffwZfA9MWj0Ss8f0OTSiihkfxMkjHK9VL9aMyUFJGXBsfdi7mLSYxD/Rl5Xa4pjhRYpCmXo4nKE/2HOhTT1fbzYxiF3s3LulLaS6ln8sx5lP+il+PdLxpAtG6OjMs6JTkN62xRkyGLIjM+X2dPLdFONkmS9mVmRe9kvZCKmvVjuWkJ7Za5ce5EHw4LguUdODfBHrM2uREXbmx1zQ1a7unfDWuSVIbTW7G3KaOoXv0k/ThFYppzPfGUhL2RP8A/YKS3zkvBtWNmP3QkSW1tYvzN1+2sd7V7ozjgj4Y0TpRbvkeiJLw9MUtuSLUlJJ/19joohxo/wAvhvtsmx6Y3zqor96y+zJ2sX4mUxdi/WjIaUkZsG3RaMx+O7Lk2sx9RBimmT8D0vRfO/PfLHZKLRYsgpl6OJdF/rZVwSnKBj6ojkUu+RIQvgyR+1ncWRmpdmbwZXp0zfqIWrHno/ko/kxI5Iy/Q+vg3x12oWNMeNGxG2JPwZJtM9aR67P5EjH1bRHPGaJ8ocV6RmVPXFFylSXJPgyO5Ps6SftRGaZOjqoNzGrcG9q9ySWRPYrcijBP/XTJj3c7MiNuU2ZBYGz0BYkbdbRa1krVNbXQ129P+T1bJyjIbul/xxrLzjxvDG5m+OW4zxygLLkPw53Pduu4tv03RN+pJLJKqhl98VOHCk5cSPbLmNcrHGoLXrJVjS7FzBrXoc3/AOP/AMDek3zpKRj8r+hfbkvjTnSmNM/1Mpi7I/E2+PlTo4kjLg+9JeDH47up3FtEM84kesTRvUuxaIsv48sqZCVrvaTJYRwaLFOQ88kfyz+WLqyGVyF8WWVD6hwIdRGQmu6c6FmV1OCkTg4mLM4sxZFJaI2orSRIWZEZxfwTaarNjkiGWeNmLqFJF6ZjKijB/wAiI9k8O5GSDRYskkQ6uSMWbf8AqvwZoSjzHPKJj6lMTTIMaHpPwZcVk8cocaQw5Mhi6Tbyx/8AGTwRlFP+MkLDgSMUoRUlvVmSdtj89nRy4knIjkpnVc0JR5JbPxjt8fmyUuRCdNOMrV91aSzwQ88x5JMtm6Rj6lrjytM0LV93Twpbnplk+CS3LdDhOXsTSlH2SjjVYysKe1fhNRSxrco/7vIL2++UFJb8SqE5SyRgole6lD2VttbSC27UmttadZK8tdmPyfb1jJxkpY5rJBS/vmy9Zy95KRHFKRCCj/Qvtooo2m0omZDDo9I/sJnDRlxfZMh3SabrL08kVpCbTI5E0b4m6LI6LRonvixdTKIusR/MgRybi325XyQyQNy+BxTJ4iqE4DWAcMNlYkYoracoUvhlJOzNjbPdFmPqpRMXUKfbmJ+SOeuJZEyONzlWPA4EbI6PSRmmSkLLJGPqmjH1EZF9j8GSVO/X38ZdpjjkbMOSXhGSNozHpya3cox9S4keqjRLqhdWfyE4jeGUTJhTHimjB018xiku/dQmn8s3RKsvGbBKLFIxdQ4mHIp6PSfgY5QyMnggLpTBGKhFEhyWwlNolNsTZilyTwRrc35H2YHWRCxuR/HOoW3EYZL3LJzI+owmnW1pp64p067suRRJZHLSOCchdIh9ITxyhp0srjQzLGpFD1xQ3zqq0yP2ibR+DvirU8aMct0ZGSVQiPOmbvbuXve+c98jcmOWyW6v94SUiWRxZHI3kTk2JSsqvd0sHLJv2VpZkdzk12Lhk/y1Z/8ANm/fD+qbSJdRBE+sF1MrIdWRywl824vSxs2NkMKK/onquyKscONchk8mHRjlykv2bLsyYrMhB8F9sskbI9RFqs8YvnS2KNnptGFvwLRsU2ic4tD9E2YWY9u1d2T0xOED1kQmn8MoJmWBLcSlI3M6XN/qOJbQn3T8E57WeupoywTQ0Qm4swZ9y7Mxk864MuxmPLGWi0emXwZ32Y5uMkY52iy9JmTwTIXKSWLGoxpxj5lkonmbJOzFKPEMvTxonDaWbiKxyRDG+SW6J6sh5WdJlt7e+fhkpzgzH1aFki/jyeS2mTytk/J03Tb47sXT7JaPTJ40n5N7PUZ0f/EhmV8MnP3EfcPEyjBHy88tiofZB1NPF4HuZkinBxUVu25K9pfuk5OVH54yfkWmKe5duXJsQ5NkISmyGKMOzLFSg9Olvc9GSjuR/wD2Hphx7IjJDnuZKVkZfSexk8f3iwZaUv4jlZHoop3LpYydz6XcPosh6eWEUs0PeRxTjzKO4/5FtirlWRy4Mfi/zkdJ4v6GdS9uGXfL61o/+avfP+plmhEn1hLNKRb7FkkiHVSRDq0xTi+9/BtK/pHquzGS/F65DJ5MWjMrpxazo9dE85jluin+vZlwqaNsoG4UjcbjcSfJuZ6jLTNsaMcVZSGKvPrJC6iJ/JietGWjGihSaIZbPUgWtcmOTsl6iZc2zp99i73plGjJEpswQ28xkXpQpF67kZJxozMs9Rkf8kqx9NjSPQghLXKjMuezp8UnzHTcXpmM/b08/aWWWTZlfBslI6fplHnwjLlIZt3Ej7JcH8iRLJeqdGHJarhk4WPFLk6RNZULVvgnmcRdULLOTN0ic7VTx/ayZIGLNkZF/DmGzg2JmBrakjfEemTwSXBLG5K/SkemdK3tUWZObJYXZyiOfIhZosjLGo1nluyEu7DO4Re4dGSKk2o43F3/AKyak63KW5k37r0hPbIvVujLPdJkY7nUIKCrsyOoPTpVxJ65of7DR08fduQzP+BHwOrtGPBuVQxQgqzfiJSlhZ/oLHL0Wts/RksMZqT0aTJ9JF8yU4QJe5eo/dU3L1KUnbUGuNuGO2MUvBkOtl+K7vrWL+uhe3O132WJknR6iPURv/YbSJ9TGJk6qTHNv4llkiPVSIdTBikn2MrtSEq/UlJRFliX2W0KSfxvsctvKyxZuRi8E/xeuUmYfGsopixqjZRmrgwfgv2bJwTROLi+yPI/PYpsjkRcWMXhk9Y/kiBYyitJykmYcjE9H4M0TpsaStJfBkZFk6ZKBKMBJCLFMUteUJ6MlB0zLeuC/URHtaMsIk4c69LK4i7c5n89uDyJlljSoe1i9NCcTLNeM0iLqSK3cvE7KJwGQ5ZGKY8aMXtkLHMcCCinUMMYu9X4ZmRDHjIKEb0ZJChKyCI9+TJsP5ZkmpK3LkVsto6WTbEca5ZxiieZMxLhGaKbJrYQySjIjkuNzkTY9YPy/sfd0k/bWSVIjvmzq8b3brk+JRbqMLhPbt9OMtOWo64Zf66ZX7Hp03lvt6jJ/qlbrHHbFLWrJrbKjp5LdQzN9H0LzWPEo0LVNMlOET1sRLJCJ6+ITTV6ZMcckdvuw5HF+x7rhy/wiQW540iPglHm+qd5Zd/12YZ1OEu1l6x8nUfiWy2YXyWKZu03xstfoybUW8meTZbfzWyOaSIdWLqIM3xer0oUf1sr5JM6eTa7Z+23jzpnn4X2ZfA6o9RxZ0+dOJLImtcpPyYfxXYjKyaOkbdr43wrXVRFmgxSi/jslBSRkxuDLLE+9SPUZHIh863yY8opaSZKaR6yJzizCLSTpGaaOny80vglQ8sEieWj1rHMsxy+tjKoUiMz1Ej14DzQP5MSXURJZ0yYobh42jo2k2nkSJ9Qkfy2j+ayPWn8mLJZYD2yJLTDmeOzF1URZYM3ItFozyRmfOqViiQXItESdkrNzFNk2yWim0bz1D8ojhyR2QsT50a5I5vbXqI3kcxd6boicWSwJoeEilGJGXA2NkSIu/NyZVydPjcsRPpq5j7eKs6ektLLJ9RtMudyN3Iuqon1TIZVlgSIusaGyfjsfHCH47ujf+StjmylFHUeU4KsjOaSlb2vO/CMX4s58l0yMrSdmd+zTBPbLuyYlMxYNrvtzwtWfZinugM6lvgfhGCFRTbS59eVkMsZnUZpNSj0X/Gzqmv5CUP425LJghkdzwxeZY4RUYpa9ZCFRko0qjHlknbOkumXyRkSlSbnK5P40YHuwwe7mpwk+Zz6jELr2fzULqYMWXGKcZCOo/HXH5HpHTNJeobqMWe+Pm3RR60DqMUJ+74Um/gtm5mCW7Hqo/NlyO6jk5+GT5PydQjtWv8AIx3Sy42dSlKN8xZi6miOSMu/JPaOciE92iMkuRzZ5Mb+lwi9MpLyYfx13IRkfuZ5MOPYvkf4sfllsWWSF1MiPWC6qLFmgy0/gcUzJir5LEKyy4ikhS4JE3pZjzbSHUwaN6q8ub6nO2QzOJj6qJHLF9+eZkyuzcbjczcxZGj+TIedkZnrMeRm5lstnJBDUS9osgsiiPKyU2XqpNHqM3svSy0LK0YuqRv3Il6yG2yesXRYsrRHqD1ok8p6tMxyWUktH4JrsStnCjVIZQpKhyQ3pZuIdQyOYyU43LLJMXVyH1LI574i9ErEhZqI5ExPSzdFHqQLRmaonIw5ILGjJni2UnzyiGUWdG6yWSKM71vTBe+pDjtS0yax8jFHwT47sT25IOBkl9TXsP8A8wm2iM05mV3LTp/yalKrT0wyp0ThuQ1WkOokj+UiE96vunnSIS3KxmWO2WmGdPTNTnSVzikZZXKox9l41/liZl/hmdF+EieXDHLXU7Z5Ije2F9IuZy7Oql4S/wCM/wBpjn9Yo7IJUI6mezGPuXd0Erw1KKY8ksLI5ceQzdHB85MGTGWbmRyyRh62j1MeVHpRPRiemkM9VWRyRFOLMsLsluR00N9tKkWh5Iol1aRHq0z14imtbRxpPLtMvUTHlkb5Hqsv4b+LpmlCkrFXbmbg1KHUJikn2tjHllAeRSd2RnSRvNxvFkRvRLIesxx3cpbZCnEeSKV9R1LlxuZvkepIsshlcTH1KJZ48H8hH8hH8hHrInJNnkgnFk37Syfm/wDVDRCPZlH5MX4k8kon8gnlbkR6hoeW2Rkj1z+QfyT+SfyD1FSanF6OZ6pu+4yT0n0kWT6dxK7N8hZpoj1ckR6tMjmgxySV/wAn3EckZaWWmZMdc/HbN7N7NxbPUZ6si+yxZpo33rYsk0R6uaIdamfyYEuqH1o+tJ9Q2X27Wemz00bTaza+yGJ1bZGVuv490ZMKiPgfwWX2wyyievuHNDfwXpF7XfqprWZwbdVIsem89Q9Q9Rm9nuZckLJK6vJ4jic2fwsXp3l6faNNCm0RyJm8jImxSaMfVNC6tUPqETzM9aQuokYuoVbZrHMmtsUpMw5NskSFwycGiORxMm2at4pKCm6PTTHikjYzEtkrpsUXKKThiijK1uev1olSuffDJeOLbPokqzji4ycqUpKThEx490mQhFNNpQ5tyeuOe5aZMCkOElr034drkooyZ2+DplNLRmSG5a4p7kZfzbv3XCSkk80P9oubSWHE48yjui1jxRxqp44TI4ccCrFGMezN1EcaHcvdKdtDdOQoqckkihHWz9yj8nT5nj3DnmZNUmb2mR6pizxZnhzZRTFOSMfWSRDqoyHKNXLP5JM3si8jV7pEpbjA444Nz6hslmaJZZPVTYsjMXVe0l1XBLqJH8iR68h5Wx5C/wBZTaI9RR68rIdWLPBlrTIZk8c2o52iPVMj1RHPFk8lHroWSJJqSJcMUx590alux0LOyOVMnNJEchKmZFOLPUkPIz1mSyuXw7mbmbmeozFljuG8Tsk6MTXmWRG4iWqPsjKj1DNlpEeoY81m4wtbSSTRLpm2T6aSZKLi6LNzNxelnqvbSyyQuoZ656iFNUKe2RHNaFbZKCZlSUn8Cm0evJqiM3ExdSKUWZI/fqfTSkSg18dWLFYukkyfTziUzbI51wdC8sd0/wD57RPFOPwKbRLI33U2LG/NwRvN5uNzN7FkZvLIQ5uWWyRjwWrl7T1/bUratr5F2X24UnOl0+Nsng5pxa7YyLIY1ORLpWSjOBaZRWkU2LBji0fxsU2ZOkhEeBiwGPpsZKUFxKcKIxh5UqJ8u1mnEWdM9DHNGXp9pyhSYpMsvXp4Qk28sR6JmNuzK+SWkd1I2SPVnC1LI7ITsl+KU8ZHHNnvibkzYe+JDMS55lqyCuSMshsvu6Z3jrTPGssW5ctR3KLPVR6zMU3LKZPSbP8ACOr0xS2yI67Ym2PbkzJDk5CTk6x9Oo89meFe4hLay7kyjFNwMeSEhaf5OTdPk3TsuWxHvKyEXtJZoIl1Db27dnuct0lo1dnT8yPvXNLdkk/kQuo8Ec+J4qybL0tkMlGSMK3JUiWlFs9aVF6JbpIramkzh6N0N9y8j/cUVtNjHjkbGLeiE8hvk4iyyROMMsbyY3B6JinRGbHaFJnTThsJdJv3OcJQddN00svPURceDcYlbi8mOGSQ+lnCSM2yUUSniUKySXj57LFOhZD1ERkXfZKNnpGyRTQsjR6snxbRjmt5KOKXMumU2Si13VojYmhppm43EJHq0Y8immPBhkTxQR6Uhpr4oZJIlnbQ5iy0dOlkiZ+jrlqn8SyUQ6mj1oSJbZNEcaFji3U+ksj0cSskDHnTM22RkhT1XJtfZWsISkyHQS8/xccUbUico0T+BM9S0XoptG9ln+o4jj8lll63rBcmGNtkZJcT6e1eTG4m4vWxTMXUrbU9sjJ09HuiKS03tHrM9Zn8iR6pHfIUGRgjJjrnpoJyZPWiOScD1lIyJG3SimXonRu3Elr0+y2Td2PSOaSPXkLKh+m0zwJ2iuS1BE8lloU2hZThmxjxyKKGR8kn3LTo5VOUaQzMk4we6dsUpOUkopIjVHEN0ppZFux+Tbu1wztV2slljEnmb0x4ZTIY1Bd0laqUXF0ItG9GBu5HqQixdTMj1OXdUOpyS3Hr5j+VmMebLLmTyuTThIUcor3oy7LKxCSOaR069t/Y5xSMmTbim/0bLLOlwvqJ1m6bJDvsjIw5cTo6rB6b3KZKY/glFYoDffT1qxYN8P0F4Iyo9RHqoec9a2bclX7yTced6kTj2XpGbRjn7Ca3GLJ6RshkxyeTG46RnSMWX3oz9Q7JZZjm/wBdTaFmFO+2kOCI4luRtiNWSUkYM9EIRybjNi2PVGKcEq2RmjN0socilQ3ZQosQ5kctEs56h08oJGVRkSwji18CZ5KNjMOaWN3/ACfUiTxbj0GOLXxRFaIs8cqbEyzJjs3Si6e1oyY61hloUlMWOBPGLGejbP47sxpRP5MUZOqJZWxMffRwWWXrFNsSGhofdFbmk+mkhwaIxbH3Qqx4U+Vj96EkiCq5SbTtdSpKslSJ4603G7sUmj12Npm0jBtEoPtwyfgRLmIrURt1peu1E012WUjZaGJj1ih2PtQ8bIsulc8g32KTQs7I5oMcYTJ41BaIfYtFpiltyRaZJkuUOaTZfG6WSiOVxJ36aE3Fi25THalLWMtrIu125s30JWY+n+/GvgydR9YMtutM8LV6UhClsTKjlVw4binHcYv+Vm6Asd+7JO+LuKc3SRF7k3Xui9yye2qlVHu9olURDhbOs4hFfM+7oMXp9OZCeKEyf/z8iW6UJRfcpNH8idVu0fdQnTJScuyOKUj+HGKQsMERxxIwVEscSWOI+mjV4FTT6zpVJb/mtm5lvRpmKD3IlNG9EpxdDgUzDh9XIlm6SCofSypvZJJPTe0LOz1YyN0oxFGOSJlwuOnTv3oyOmxv4a/RuiOTtvRSNx5J47ITeJtSamicKEm3UsLhG7MGfaxzjOBmh7n2WWWXqpULKLImUiWJDg18O5i9OJ6kT1GeqzeWvhWkPGloVND0lFSJJwLslArRNohkHyJcm+KPWiSyjmxclFdyjZwkN9qZZjESJsY12p0eqzduK2wqXciOZojlV6Wx8koiyNG5MljslApkMUqKaE9GtcVUTiSXZidSL0QjIPS9LPMScVpFFaJj8kIKyUFRJEsMoluIp2SrWiEbTJKiOWDgb8USeaxy7m7KLkhzbS+OyE7gnZGiUVvk3CUuZL2isnfhQ3SvbKUU5RdzEvZLXBP/AF1zZNsdMUN7IQjFdk8iiZMrlphxSk70Zlhtl2eTlM3XwouOWJD/AJ2QSW6coykKPkr/ABUJtEL9ObdoT38XK2sfOSCojp1kryV8z7Ywb5xdY4R2+vCZGNsaWwnFXU+lxNMlhmjnus3aPWNIShJHork9KPtPRgZMKMfS0rSSZlzwH1B/KYutZ/NH1ZDqYscf8Zk6mSVenPJJtdFwT6XaSjXb6Utu4o2sx9JkyR3LBNTSyYYbE/RiejAgscDNkTNxvZuYpEZj5MTcOZdQ2etB45r2T6eEWqeqhudPFOBDLRGVMctw4GGNTJLlko/Alo/0o5BTRuRvRvRvRuNx6+1kc8WeyUyUXBlqSOmglzPbTTVPSGVxG9w48jLL+HHko3QkSiieNDXwPuv4IvSDLKMV3T1fJPG1pss2kYE6N9HqNjvWiOjHrREY38EZURmOQyhoa7sa92kkOI134+UjZxbRI2jVCyNG5GJ40jHOFMzJHhiekkQVuowofgkhx1xfkRWtmVl9sPBMvWyzyKNDZ6UmZIzjq9E6LFJosv5H8nTW4NbJrR4Ux9PBc+nExxRKPBHGPhDNvBkj9l1zCW6NjZOW6T06dVBdmTqK4cmxJsxdOlz2ZIbolVqjH9kVNxkljnURYf8AJueBbUPBFu5YVd+i0Pp5HoZDbOMYr023Wy+JL230697d6XROW6TfzYf9k4I9NEOki1f8fEdTsjhxxbLZg6mWNn82Ekb4yHpJJksQ49laxaEkOIo8GLjJW/yPmSIxKJZ9kac5zZ6M2eixxrshG6H4qk3cYIZJWZsTFiZ6DPRZPE4mOW0yRqQi2QyyUR5Zs/kTqvWketIlkbL7bMD3Oo0NE4cMhGTinKLXZu38SjSvcLIJmP8AIyeXoyu2CFCTI9PlkfxMjP4eYfT5kOMl+jZbLZ08OLeMhGjqo1PRSZ6khSMeVJG9GWrvROi/lUmhZmb0yaNvdXwp6enI2G0pa2RZaLo3WMvTaTwrztorTINaRTZsQ4pdijZOCGhLSxv4oPSiiSGhooji9ttaY5URdjRJEhrsilRtIP63Dlp9kx6QFNo32iSE6Exoxbt54GxkhlWzDCMRzR6qItyKZlUtIdO2rcK1iZVzpjjJjFopbSM4Nj6jCh9XyZM7mxv9ND+Tppbco5JxMcbZPwP8R6Q9ypVRPxozL41wz2uhq0SjT06aaraTyKJkzSlpjwymQxxh2LJGTaGZ4f7aJGOhVpjjZkVR1erK0kiCSGWZ8lQf6GOW2Z6sSEoNmWUPQYskosllc+3eyOeSFniy0yQxxHHT0+Bx5HjiUQnXAiC95IdKURtFjvJOoYlFG1DiTgNVrjfuQyPgb+pf9DVlLTJ4KTiPAh4bjUouMq8kCUTabSUeO2tYy2sx+E2x8ohjccZlcrLGXpB71sn0fDccdaY/yRmlU2buytel6RcPJDgTogndk0nEklY4RZLp4ksMkc/HHyjaememRwsxfgj606pppd1m79BCQ0iqPoofbjhvfxRdMTVGyUj+OLDEeFCwI9PGh7NGQdPVFm+JkkjezezZJnpoqKLN2tlmMfJsGqQzayviQmIY9ODg+iWkSPBYxjRRWmOL0gyxljYxoXkr26XRdjIyPIuHdjZYxoxYpSZDpx4cZLBCNGzilGjJtYsW3n1fqUlqjJ+I/JF1Gno3+z9d77k6ad2k4cIldifFT8lmOXJFuzcMbJla4p7lpnx7lenqTNzYk26x9OlzrKSiryZnIhNxladqxq0TW10RZAjph+zK/boiXdLyMslLgzy5r5/tDwI9GRsyGXHKFfDuaPUZvWv2IolGyWMqixSExuPBLJ7jehy9rOm/N6ymkW2Tjrjf+SJLwQ+i7yaORF2N+5lmR8GN+xFlnUYPUV7dpG6t5Gb2bmzDHe2Tx0Nd0FcjH+CGzHODGZMe+I1TrSyLpn8q4Vus3IhNWjPh917CSMPQZJq59BkRLFkjpgx78sUmkTz46r1YGPPjoyZYkM8PDlFvsmlRLGVXxRyEcsSWSLOkW6Dk/bNq+CcqROTb/XR9ESRHxpLtTa+JHSwi4bpzjEl1LPXkevI9Vs3MshyOj/Y+teGKBkjpuoc2X8GPxq0bSqGviRERZ6bZHBGhYoHpRoljdGRaR89lFDRRsNuyiYixyL0ZQoo+iWtkYSlKv47gUMvSMJSFgQ4RjEe4tkf+5ZCef6w1XqZcu4amU9Fzp5Q8MStX+y/hXbh6hw4XWYh9ZjP5eMn1MGeuz1ZnqZDdI3M9WaPUsxuBmjUtIT2StaZMEZc+jkR6OQj0zIwjBdk8yiSm5aYse+WrM0LWuJ2LSMtpPPjPWxHqYzfA41oofkZek3cm/wBCL9i0wQ35Uuvx3C+6TV9qZuYoUtdwzgbWm6hzRv1hPY7j1SPU3IcqPVIxbMiqWkPyRLwLhGLyybJTIS5M3HKmSkQ/FaWJklU05emnIlCxY6R6Z0yrcTXk22mNduGDk2QxVEzY+BScWY8inAszYd6vW9IuyiP5Iy7rGpGOWyVw64j1OORJxMmLDIwwjhcpZczbHJls3M9STNzNzFmkiOcU4MqyUScBqvk6TPXSbN/vk95N2RXvMsK5/WjbRR5Fo9dpGNs2fHhl7ayRZRRRWtstkFbH4PJsHKERZHMnkv5IyExsvSiceBr4oS5MeJzPTUTckepI9Vn8iRPO5cZLNjFGtbF2KaRjyqfEoxZKCJWMhpHBOZ/GihSxRjUvBNEUOHAo8mJqMi0yeOPmUa0hijHn1Uh5Wz1Gb2brLHJ0Rg3Im3+PqKLHnI5YS4eGLRVPRaPyUS0a/YfbfYv0r1wT/wBb73JIyZ740Rjhsj2UZse12JtHr5D1Zstl9lstm6RvkepMWaaYupierjJ5bVfoMwu8a06OlKTzSUk1JU2vjTIzLOKLQ5Fll9ilwN6xm0QmnxHEtOoj7b0u4ReR8GOVNk3wSIeUT5gXR5ejHIjIm+LjI3cjmhzML4byPhkZcmWP3ooSkQ6UiowVWMzQ5vFk2shHerjhSOuw1LfrG3xHp8wunZDHCJUSkShFmXBt5U2jHnvh5kTybi/htkMzierCcSQ42SjXx7dmBHliimSSG6yFWiWFDxyX6sHxoo8FaMrk+yBwizyLGmNV8GOVMcrH8GFct3ply1xKbIuoIfZfw2ORB8ifImTkPyP4emx37t8UTzIc2yy+xjNxeiHIci9ISpnqWWT5HEw4pTZUInrqJPqLHIjJ2bDYkUbLPTHOj1CUtyGpFsvtRwKoxbnPgvSyOWSN+7kSlQ1Ijjk+XGJI2eCSgP8AWX6i+BRvVOncZWr7cmdIlKUtHHbpgx17u2StVKO118d/rPwdO/a9FJpo+zqY093xUccaQfJOV2X8V6xZiytCdkuYNaYXeKJk8kfI/BJC8oRkVMxK5rWSImVf4mRpFqyUoloxS4ZLkSrRwMMY3pfY42ZIbJHRdRtdTymR7kzJDbLXpIVFzUh6LVqzPijF3ZbFGRtkV31qmRleklY/hxw3TRlpwSaohJpHLEv86JD0lBSMXTwol0cWfwiHRwMmOMYVPEhwa+WIizcXo3R9n1okIjwSVlfBjkOCkODXcnRGRuHmZKdmOO6Y1pT1r4tlijRHSbKHH4Iwcj31XPYtL0qxrs3Fs5NrNptI8aNkaFxHa3FE32Y57uGbhMu0eSfBLLIWUSUkSg1qtLES8EvIsWRnoZTF0rlz/G6ZMyRxRdQ2xTf8hm6WZk5tu7MaUpE2hv8AX+v3KuA9tRJKnpilTpayzQRPM3pDHKZthhjcpbneHHufwZoblffGLkR6TIz+Kz0nuknimbR8fq4nViIEZ3IzxvG/lT+vAxr5UJmPJT0fl6dJL/WXnT6GLyhMy+TFHbG9GRMuS4JRHRI5I8MkzdpREjL6YuzLj3I5TMObcqbMsdy16df4YjF4JIXZmybmKLkyGEWM2Dxk8dfBWngjzpNaJQHRRRSKFEhwb148n4kch/8AnQ9YpWR2UNoqxKjLByJxJIcRx+NOiOU332SZFNsUShCXIoxrSQ13wFI3E4fb47VwSlr0e3eSxQ8xeGIsuE34SaxSPQxykS6KNkujmh45xHpRsYopaXoi9NpKJJdqTbpYoxPVij10RyRlxOCGq0vRasZGaokJdyPrTEoQjucxzL7IumflEkq0jIsycolpGbiLIsqRkx0eNIJydLp0ShiiOaMUYcy/ksWaWV7J8cOTImSe5jIzassbEyyv15fuRbTNql7snnXFLctJ+GO9MfT/AHSijLk3sjFydQioqu1c65oVK9bPJi6VvlvFhR6mWZL1UQTk2VmiXjnxPC0P9SH5EUYo8HpRXLMiqbXyf9Gz2OU/PzpmDItklLy9MT2zTKElyT4E+TfRF7mXYijI/dU5e2hcDGy6I+4yeREdJSohG5ImhduaH3F0xS3LTLGuTF/xQIwK7c8qgM6fDwbdaHEyQr4k6ZZXDHhUkSxuPcjcbiEkZfBj/I//ACm4cjcSkz1po9WZHqJxIdexdbjZOUJcyRRQ4m35FM3EmQW5iVCZWjVClo0UNFFFFG0ihazjqlZ4LL1jJxPXkepJm+R6kj1ZkOolFketYusiz1YMcIsh02Js9CFVPG13rRkhrVJsj7Ijlqm0Qy7uJR4GtL1ooZtZskbX8DgbJjxZB45Lu6eX1OFjVEWmJFWSw5GR6XM2Q6eLkyLwwH1KqshVsg5Y4Mc2SnIxV+U5RJMTo3aX2vVPR/qLyP8AdjJxJNtXpjybZCemTApEMUYaZ8v+phx7Fo5xQ88B9SPPNjlJmHJses47lXZ02Clvnkd7FCEPdPqJPWOaUT/HmRucXty475a/TX5IgrMPlmSY2TxTcm/QkSxyj2vuwx3yislLLkUvLH86da9Pg3e6XtZc5Ci/M3Fjk0xysWRo9Zn8iQss2mKTcmxaSlSIxlIh04sUTJhg+aqRF2S4MGP1J3SjImr0fZ5snDazHKtJK0NUzp/djiVwS0a0s6qXhYYb8iUVSHq9JKyap/AyzHTMntiY/wATqPp+nuV1TrRaO9cchx+/9xyOSy+62LI0LKjhlaOI18seGWQQ2Nj7KKNptKEjaVQ9L0kjpemnnkzLglBFl/LZ6jFlknfT9QpoyuLMvnuRZus9ObF0zZ/DgLpIWfw8aJ4iS7LOmkpIyY0NU9bL0baN7FlIbJoyYRprutnqyRHqhTjNEsY412YnUjclRO2zZOyG/cl6kIH8qQ80pE4qCp6U2Yq3XPI5ttkiBfzv+zToq9cE7Va5su1HkhLa7fUTHkm+6GCUiKpUMzR+9Omx75mbJtSW6OCNSk5O9FzpbTuMlljUJfWaNP8AUjOHpRWKXuY/JwSTI45DRkjtm1qxdvTdN6eJmdu7+x/I9bGY47mQko4zJm3OsMd0E54VLj0Ij6XFtP4+M/jwP42KiHTY0YVGMjqOlcJMrmhL7WPfIhBRQkSmkZM7fCjKQobST3NLHBYoE5tzTnkldRboel6Xyya3I8MxytaZFZ0UklTkiU0RdjHp1H5nRR5lIer1yx4+GiN2PmSUPBn5ox8Iy6ojAy1eqNx5meBzfxps9Q3LShwNvyWQyIchjfw7z1DexMvWasw53hjJZOotVrZfywm4sWW0T51Reiu6h0jq9iRwKcEx5oCzQsfUQJzTJIfZim4yFLejJEei1ZLSMnEw5lIy40yUa0T7JaKTRiz8mRQauS1hzJEVgiethiZOq4pvHtG9dzLGxzZGXBejI9r7X8Nl638r4/f2MUYokqekZbWmnfOnUw4vRYsjF0sh4cUCTWkYuTMeBR57Ntoa2ujpJxpp5fdKfl3Q+T0zb9q7qSpnh3utwlnXtv8ASZgVwienCCGMh4KiTXJ1K5TXYuzoFFZd/q2Z8e9X9j7K+TyR9qJ5XIwYN3vhnhE9eLkLJjZcEmNotEKN0UetBD6pyJZMbixnhGJVEiiczLlds6TFzuzZIRseWzpYf75upXjDJ5MhlRHI1xd6SIs+9M3m4uhSvTFJRJS4H5Fwb2Xemb8jpKWI3IvSxtDnE3xHTJqn3/QiJFe48DViRmjxa0hRLIK2cI3FoqJ4kSd/PuFkN0WMcTb8m8Ui9bLEOkSyDk+xPWyP5IyY+WODK/SjIXI40VrcfGGeDGiXUIl1DZvZfZek4j7MOZx4m1RMRYnpRNaqTRhz2ZYxJa2WNj1xS5qeKxxrSKbN86rc3pevHOstI6sj2vtfwIoool/8+MUZOnlDsssssssssTH+9GG0kpeVJMtO1p08/wDXVYcYkkWkZOo+nJvTH07fMYqPGvqxuijqIfZGTi7f/DDRtWzHCya5RD/k25I0JXbF/wASMv4MfkX6WHJUSOScqGONohL6tkzqV7E1rXb00W9wk0I6jD/t+hhVyMi+thctpWlzIerON+hlPQyiw5T+PMXSkYLxkwnKZcWQqic6RkzDfJ68qpuTIY23Az5kva3Z0+L01dWTx8iVaMvhkfI+IjXBJUQeiW6VbfaTixbhSE9M/kx16SNzRGbLJSY3JlG0ponfe/GuKWjy1Jr1kOpQei0jG2TcVGtU2X827iuxTL0a+VPss3kpa7Sl3IySiTl+piZLHu2n8KQ+lSJ4Wiq+LwSdj7EfRIWkU2LBNn8Yy9MvM41qnRje6JOBHDkkR6fGhfx4izY0Zcttj1swZ/rJGMj0ZSZSxxZL4XotHou19r73ootjxyQo+5GV6ZOh3K545wfxL9l9iR+JF2jncbEuag2SVaLhpxluV6zyxiTyylpDHKZDDGHZPJGBPNKWmGW+OjROO2TRGd4nFDVRi4TSMsuGYYqMrySTP9UpDj/jxxzYYwhf6as6O5bxn0XyWSpGZ+zVdkase184ssYQ2+uj+Qh9REm43+hi/IktLo5tOtOm/An5j28aZcSmj7ZGVGLIqrPhgLpTbjjpZLHGR6Ti04z3RuEuSQ2MY3wYl/tJ29JLRM6ePLlZQ4Gwo+jN5RDe2oyUoEJJn0MlLmpb0eoKdj5Xe9YuqFOyWK+fBinRmrdqnRf7Vm4bXZj/APnucLy9M8avRIliqhY2zY7oTL7VE47rMMoM9hljGiXnWPTZ5x3/AMeSFgP40RYIEseJElD48ald+vM/kSIdTKxSi1eSA132btFG3U4U+1eBiRRjjl4bz7SfVk+obJO+yLdkVKQ8sq2+rBInNnJXA+3Bl+nkUUTn3Psei0kL9PHgzSjUMPpjcTcyGTdHTH4M0IyRk6aJLFJfBH92Hkj4ko7CSyaRuyb4WuGdOtM+/aWcmPpvtcat0ZOoG29MfTt8pKKoZmjuV6RZfkhwTTZG0jnwQW6aX5Zkurlyl+nj8mB7YyUp8l8FaTZkfHwf6sxY5TklDpo2z0YM/j4zJighxQ4m1/Lj8nNaNeNH+TPtnS/izN/q+yxPTPi/28kbbrdtjTl3KtoopEn2bXKlOSXtijaVdk4kELaopXRGV6WNlmUjHbCDze8wY3ZPiOm2pXmqYoEcZRL8n8SuxTZPnSXi+2/3el6eeSacaOt20ZsG1bqZtPoUqMbqYsE2PBNCwzJYpxKKOPibZvlriaT3evIxZ34cs1E5G9jk/horSy9ceWUSL3IyY2PgvurROictKZtkUzGm0enQlyevGKrJ1DN7ffCrFnjHHsnPjsv6fdufxMYhaSF+jtbMGCOJXLIy2bRc8bnCV4siyGLwZCZLTbE9NGxm1lMoXj95PeqinFMfndvjPhKFkvJWuGe6OssL3GPFGC7J5oxJ5JT0hjlMx4Yw7WicdstEcG5G83ljZj/xwc8a2wcsk90m/wBPH+QnWkT6LRkfJJ/Bj8HSQcm56ORk8DIxtmzgwQvJIz4Vsb7K7sXln/ejl4PsrTo/xZlVwMbuC7Vp9El7mRWxDfc2kRm0Kdkux+1HlkImThG2okiDohHfG3CSIJosbGWOO56bLYobUTdsiNG1G1FDMn5fD9i0fgSTZlVJLvXP7WJpZEYpR2octlmXK82Sti9PbKG10zdr66PVlItl/M0VpGrN1sxxpGZ0Sv8AT6fLtdXFozR+COKUhdKfwsZ/H6eJ/giPLiJZon8gg55GbMagjIktbJdq7n3r4mMjrIXzrHKQoOLR6GFenLJ57EdRD7UnF303WRfGSRIl8Ev34TvjmU6pUyqN7oxK0ZoVpGW2Vp2u2UlEydQ3wU2Y+n++F35YblqpFlos3Igr90IOb39Rl/1/UXlDJcJCkQUpOnBksUtspabSmbZa4MG+MpxtScYf48SxjekvBsbZsJWkYf8AkvqZf461Xfgg5bhabd0RR4WnhnS/i9MX+y7s2bgw+7mTvVaNoctEtL0bIKlc5WzHGyb2Rv1N7R+RlXu0wtRiyy0PR6YiiKoyeBkdGtGxsnq+/H+VQxJsnhkivcZcNj447sX5Hp2ZMLjz+x0uW4HU9Ru46XDS3HWR8Or7FDsfzNFaYFcrUjNMfwJdtd+PM/DTkiUdb0swYce1T9ZKI+qPXkb5Mk5dkG0b2N9j7V2vvS+OWi0ei+TYyijo3jUIvqcatnTZPbKEue10zLi28kc+SB/Js3wfwS/oITUhlPTCqijIrQ1WmDJT26z6iKJTlLTHilMjCMfizQp2Y57GXgkbemHHpkJ2Rw/7Zs6/H9bmkbdw4SR0uTZhHFtW4ypmzkojgySI9NBDgnFn8THND6WRgjPHFrDjjLJum+xkdOonxt6eO2BmlukP4uh/5Gs+PZJllinzURnSfg9I8ZZLty5vpuyC24y9dw2+xOizcbjHHdzkl9LlkI0jqP8AjekcrRfqSFgY8fByhN9u7bSjLgciWbg9Tk3C0Y9Mnn4lwyGdxZjzRlAzwqQpGbHfNdj0xfmtPJkwWNNfr45uNmKFyv1EhZTqZW9HyNaZJR8ZemjVzwyiPvvTnvlp00vOmb9LbIWDKyPSZGR6HMneyUUZUPsx4XNbnvQ+TYVpLsXc+1dr764XxyELR+NFo3348E8kZSnChEMOJ4ISz9Kt56SMbeOSH7o1VTT78mAa1s3yPUZ6iN6N6N6H++k2RxoaildKjkh4WmSGuKe6OlcGXG4PTCoufySjuVNVpiljyxJ48W+CUcUSXUY4mXqJT4+B/Pj8WvJkuckulxXBFcDP41yZ/hxH8hH8mJ/JgQl9zjuVx/AjS3N932KMVbzZV40fw9FzmOpx7sT0fgq3aH4Z0v4aS4yx7G0ucma5V/3pLilZYu6tKIw3SJPaqbMMPszTsrSEnGSfvkLFkHgymxrs8cxW5iFyThGmLGkbFejY9cnn435ITcWep6tEva6Jqu7H+cdbJQUieJx/Xh+C0sn7lr5Q1RDqZWY88csjKoksaZKDWt9la8a2Xo4mLhkZGV2/0MGDDW5Y1J7Vg2Hr44j6wfWsfUNi3TVta4ttjz+3ZKdqux6sXc+1dr12srSCuRL42RFo9LL7tj23RhyuBl0/+bmtPFOO6Bl45lNGLJ4eR0/hlCMh4B45o5/pYQciVxRDmLTdUP2knyR02meG16Y5bJCd6ZI74tSVPTFk3x+TPD/bS2X+1hUnGTPRys6T2w26ZE2ykiT9rHWkM0osxdUSzRlFpL2j7kzJmb40Y/hxzcJp45xyY088Nk5L/VF834L4I5HBkJbop5vyhq+DJl3PS+GL6HG2iWNrursUeTiKJyIR3MtRJ5Gz0502vIxeUYcagjcbuWe2SRk6cdriz8pF1xC0KQ80T1Ym5G4selk/PdfbLzp0slvOqW6tHySjT7GRdSQpljkPIzdJjj+t08vbQ8iPUHohq9E6FmmiGWDOJWThpXx1pTZsmLgnGQ7XzRVs9xDJLHZLNI57MN1WSFDTsWGVX6bir7X2MXa+1dz0SIm1MeMxQ28vvdasYtL7bF5H02QlFxdQ/JHSvBPI11HTx9y2tNr8oU0YZOE1KElKn1WPymzp51KsnMTG/b8jgj00ekekembR/uxj9wlbHcUm8d8uLo21EVNkVrljZ4emDJ/rp1GO1uMU9kjz8claJKm1+5glxJY9kWjhjdGPLzTM7pjyNUSluHo0WYfUbuP49j0vRxs9M2McR/F0uVp11f1K9UrTTjwYH7Imf8ULxo+Uyq0qxY0kf/0ujJi++9clUZGMi1GJtnMhjSGuGfZKScTosF/5X96NfV/7xtJGbFHLEcXdRicLiMaGOCNiKEWN6NjfbWtl6feidGPLujRZVmxDhSTUJSdTw5Y6Re6KOVpRQyRXzpX245uLHNvsfdZjzLxFKTrJirS/hWPIzHgRtwI34Ij6rGPqyXUSaqTb+bFh3RvFhxx909nPdjytKo+89qMmVEpi7WP4Zdq76Foii/aP4b0orssjyx9LlRKNOjBlWfBt6mKZR0VbGZfdBSzrbIjLknHTpM1xcc1Tgp5cFyv0WuYu6KUKj8NdkUSQiSr96PlEYxJzlEeSTL5JTTiY/wAoi1aMkNE2ncJbop6ZYbZadPO/b8eeH3+5zEwRnLLAnaIzs4RjnuR1S4TlQy+dGj7ME0obd3GtjL7EhkkS+LD+Q8TeKtvA1pH/AKtO1gy7XWZ+0j+KG9HL3SEIcjFK465offbZDySZJnkhjpFaSypD8mPHKZCKjBRbL1d/jGVcZYK7qTKUTcbh8m1lFljekn3XrRRFE4/eidM/JLRkmWRntd9N10HHb/8AQjjck8M1BsllgYvdFjQ24kps5ZHETht+a+1a38XSy/yIpSRmxbfgirI9ThxxrJ1TkLIN46H2P5Y48jIYcqP4s2ifS5D+D1PmeOUOxPk/kVGpZW9V2y+J9q7XopEWhkdIko18lkVuFhe0cKKFw7x5fXxHULTo8u2Z1EOSqZ0+R48iMcvyhnXDGJ3EZim4STxZLi4Zd3JGXBi8syT5PrRfHDySEZPH70Gn7Yppsk5FYmentZN8GJe5Ps220ZobJ6YZ7XWmSG+NQwNkYqK+DckSzQRHNudDVkltk1+3j9zg8OOrllibXGcW8CkiMI41XUc4yXnSSIyWklTFIje1Flll6oS0ZIl8UJVOLeSCgSdSkt16Nn+1tG//ABxI/gtcsX6simjnTE0inwJE4cPucjDy2TYzFCuRtRROdnPJtcnUYemqu0iReljESdIcps2SNhsNo5F6sk9K+CxCR5TT864XfE1tdfZk86plS2j8kMdxTjHZEQ1Y8SYsaWklwThT/TWqs9Kch9JLbbhKPcnRgy2huM0ZI09bIwnMjhrmGD1JNZcbhrXZFrkfxQhLJJR/gZ4mPF08THGJVj2IfUwQ+tJdbJksjm9X2IQu16vvfYu562KZGZvRFmSNq5rW+2mONa9PNY8kX7J7ZZ+lxmfD6cxnTZdkzOuWSXJHhkP8vTp5YJctmLLxCXUK6k8Ls2uI9OnyeDP/ANvhkFWO5kIvZFi+PH5JiMnj9+GS+JSriMPA7bLTMPntXk6vytcU9y1fc8kUS6keabLei4ZHmKZmhxf7cJ7WYs6ljTk7JeDp83DWTqOR5LjTfuY6GSixO0SVkR5N1DkOQ5FiEtFoxkkV8LOknH04nU/nai2RwZHRj6TdKlhxqyOHF6aMuHbZjyfWnUVaLtj0swZovGhzxEs8Kpyi2bkbkOaNzEJbIEnyY8X2kSltRKdkTbfEUojZiy8bZPRC5GIly+y0WTlybjebzf2xi5H8djwTQ4yWlFFItmPJtZ1G2Ut2mGe2aMr3NunZN8l69BhxzuXVQjHNkXTy9tT0sQ9ZKyUaf6SZGMmLAKBxBEZxcCMU1LvjJpmOUZIyxs2sjjbMeCAqoyTR622NPLuY9vyrWjFmjhjt9aU5JOPTxMmenSzTY8kmX3PsQhfA+99i7n2LyRgSjRbRhe7GZY9j1T5RHpcMsSn/ABvU4ydLNaWdHm42we/GdZi9tsRfqYicSjoMv+uePlN0YG+UpPao7R4z0IKKc9tn4yE92NrbumlkfA+WQS2VJfJDyPSfgfxV+rF7+PHLd8beGYFV9sfJ1n5oV6QltkJ9lpDzwQ+oY8knqsU2Tx7NMOPdzoycdr/ZevT5tkhyrmyftmy+CK4Nk5EenR/GxNE8UsbYvJIfkWSjebixC0Xa0emUlptIdNlkzqMPpT26WM6P7JLdQlGMyoIjlisl5c8FIXW0qydVvFIx5RSszZZPK0N0N6bnVb5G5liei0hEyP6x4q5RKdIbdngXkhH2lawyo3WWRG+TJmWOhSi1cssEesSyys9SQ8kuyu3HjlkZh6aMUTgkMcd56JXOvPd069SlnxqN9qz5E05ycnfSW8hP71TG+yUbGqf6XS1LGKkT6hJkssmKckYerceO+E3ExyskiMqH1EET6hyLf6ER6Qj9qJW1U2zgvXjb2vtj2v4n2r4scRGRlnSvgzx+5qmWWbLjbiyjwdHnae1T2ZTOr93U46m2kY7hI6WdmXGmjNj2TaMMqMipvTDPbNGX3wUpR9xjSQtckn4kxRckRm4GJ3ullkQ5kQkT7X3xHpL8R/BX68YuQ91HJ7qMF12xOqd5DErjMemCf+uma6u3pzpihGTFFInParlLc7xY97PqtcsbX7uCe/Ht31xk95jRHyUKuT1cYp45ySzdHBq5fY+yyMuSOi7W0ieRs5Zh6Ccuf40MSMD/AMp/9H/nH2dPk2O31I+qkx55scnqiLI+ROmTf+VumO2KJt0nGuyK3SpwaIQs8EcfO4VJXF3Y4JonHa6gveJN6PSRA5PUkmlzuS6yHEZY/wAD0k+ZNRVa3rfZh6eWVkIKHFkpolK9EzIveyitL186YMmyV581xff0s9smb0bkSkQ57pxv9LFkeOyWST+XHlUSfUbjdqv0EeRQcpJL/wCdOjFghguWXInxXxPsRHtl8T7V2vsR6lCyWN2WdM+B8qs0Nf8A5kYPcZcOMzQWN7ZkHUibuMZYX6mAzwtHCJSOjzeBu4310P8AZiZL3Rt6dNPdHbmVEcrITs3cEskje5IkdHHc5KfSxkPH6fE/JhXl3TJePkQ9PrS9aK/ZjD7Uua3+Txzu9pgft7YHUP8AyyMH4yJw0VohLdGxq0fxhYcaKVVOO2TSdO1NbN2Se9kIuTqKUVXbljTv9vDPbMz+U8RQpJNGTqh5JMtkZtSuPW78dZPyGLsowS4rsbSJZi22Q6WTMWOGNGN+3Scad/8A0F74yfyJkBO2RhcnOc6N4pF6P3Ls6KHmU6G0iCv3E57TF78YlS06n/kMcluQpNaNFDRBaKrvDzOTzbfSkYotxRP2Iv7+9L1fZhxPJIxpRjW4bJIorTPH70orVMfwp0QlbPTmLCJJD7pr4qbHH9lfoRViI8StdRNE80pFl/E9UIXbL4aJdi7n3WXp0s0okJ7p7c3TzROLjJo6fK8c09/qYlLqo/7NG1mB2nHpZ7Z1mjyycTYYpbJHSz3RrqYbotSXOmN/U1pintkZYbo7pxpkZUxO0SMb4ZM6KSWYR1D5ZIxfhpu4E/gZEZ9dkvPbZZZwUP8ATivtO9pJX7uWiF+NnFYlUVo9Y/Zl/OR0/wCEjyycaemKe1125obo2XxSVshBQXfONr93zRDTM/HdutEhaMSS08GGe5HCHmj4nmolNyIYpTMWCECKt1sqdKkieaEDP1m7jM3KHfuL7scqZkmkRzNRpiNuq8DxqePXFfGiW+ZLScFJGGXpvbwyT2xbnO7IczWrHIciL51wXGzN72laSJKeWZ/FyZZVPBLA6+xlDVK445SV7GbSEHOVY0oKpZaJ5W2PJIWWR6sz1nweqTanj0erL0+viRCUdiN6HNDkLd2vkfwKOjXxrl/uwxuRDEok5x8bhv8AQQu5/FLsj232qNlMo2mw8GDJsyReVqeNS6xcqQj/AOfm3RcMsfKkuShe2VvypS90E5x0fk6PLVGZcX1EanomT5Sb06ee6G3JjcuPSmYE0pEyHlkz7MWeK6eJ1E7kMUkkbz1Weqy71fYyIx/XZJc91FaWX+lHyJbrI1FCnjjy8jP9bj5MX49q8Ml5Z0/4MRl1wTvjtzJb3phx7Vfa5JaUZoVz+3DwIsnK5aLta8Eccmz0xquxTcWb5SZuopyZi6b7SrSL5Rly41Tzdc3w5ykKJCEJRrN0zxx3/L5WsPPZR4Mi38/ZgXNv/pIyypVHI0KmTjYpyizLlbSUmYpKNtZrN5LIbixMT0XZ0kvfX/0Z3m1gvufulXEYUkqt++VQioInPaOdlM4sQzgaLrV6uNfLGTRzpQh9lj7qKEmyHSS8vGqJpp/FjXuX7mLFYo7TJkGxfK+2Pax/Pfw9BCMstZenipGbHsk9KGtOjnvwuOeHtaEdPk9PInl98VLLDmxrgxu4V07tOE0qZk86Yp7ZGN78R1WO1rCVqnpGcoEJNxtkfLJEfyJ6Jsb1SKKMb0ser7Jeeyfdf68eSN8m1McJEUqF9mD8UPs/1Y/J0/4PTbZlh9i4dwluVp65cm1FmHH/ALX25Mw22YZblRJWmmqf7eJezSU6R96IYjHj3W9qR/vfg3cD5kSfIiEbNiPBiwSyc48UIaukT6kcmyGK+dsdLpiy7oSjOO1/Kh6YyQtIjR4JmLjHEUaEzJ50hkqRGSkjYmm8g9PAnfbFiI9kcnp3PLk3SbjySiuE3USEfcMswYdsDO/TpOVkRfeqZwMaWr1ZXyqRTFF6vRkn33SMWJzIY9hj8EsUWdRhHx8C5IQ2r9pRsUUhT2kszY3fzvsQu1/MkUV8PTZNmWLnUoJ9VHxKhm/TosuzIjOvcZI1IWnR5PUxuORaxe2aE9s08q4vIuTYbKOiyfXURJxqWl0y71xP2DI+RiJatiVmw3NMjOLJwT0i7Vj7kS86okrQ/wB2M7JSb4twiJ2KMEL8UNMtnuZGJ/oxnT/gxFE1ZONPTFLa9ZOlcpOTvHDe+2U1EnklLSiEscEevEedE5bnfBxpwY3hSPUwHqxJZN0ZL9KH4jdDZEYtI/kfjAqzcojlZAk9U+Cm3WLpvvXJ1EIk80pkMU5Cxxhy5OZyKKbJQdi2uKMmFNk8CPHzR1+1rJD81hjdOfgc6G3ub0x5NrJ504pOV9i7UhEJx7OofspmBXIlzIySuRAZjjumhS2xvLLfJssu9LIjkeSuO1KtErNptNqKRRXwdPNVTeljkOQ5d1EYtkMKR4I8iqJaM+WCsmufgxR+/wBlRLLG/wBF6oXc/gvuWiibBxFj3IlgmitGLTocnqYayxtSRKOqdO734U8v/Yjpsnp5DMvuap6NWiDuBD34qywKiUYpbJj9+M6iP2V2YftaN6PsibtdzWkePgj5Jdr/AHkvI/FO2S5oj4KNqK0n/wActOnX+M4NyHOBlcHrDLtVfyEPOMjkcVXqyHkkb2bi9b+K2Ji+/wBOH4oyvwiPgYtMV+Z7m9uWroUW3U6h7dKIQlNqPT9MsaH5ek8sIE+olMjilMhgihyjEm7R9DaVm6S2HLRF+ST9u71EZFjmNNPsrXjvUiyK+9Gf7GL8DqJ1Gt2rXJDp7RLHGJGrMnB9aIguDabBR0lO+EzG7itHwZsm56QWzGTlSIIiiZ0uGoX1eS3tS4HpuHeiONd2qWt6v44LJZ7qHOj1C+6iiGD7SS1g9skZcuNGXq5Pjc2S574xbEP5V8aL0v8ASeqI609X2PsfZT0ssUxZEOVn/wA3LFNxyxVmeGzIxDR406DLsyVmXN5o1M+hqJWnSytOOSHkplHJin6mEy3RuZvMU6kdNOp1nx02SuMqU1RKRHqsq4lkcuyijH5H8C7ov4F5H2S/fjNockzdGhyQupij+Wj+Uz+VM/k5B9Rkaqzcy2X+6v04/ijI/c9Poqx1VRi5SUfR9LI4znVEuZM2/WLEsULc1KdONOqI4ZTOlgsarwiftt5Op+qlNkOmS5lNRHkm0Tk+BUkK6RtUW3U/MMU6IYIuVTwuKpxpssyeOxfHD3Otc0uKOmybo11Erm9dxiW6ZkntJybI+ST51QtPooycIofB08/dR1GX/X0lUU8O2hs/OWi8EI+rlSyyWLA3dys5br+HlZ/Ckj+FM/iyPQaP4s0R6PJIeB2STXZaPvRPTg/juQ8GVFNdqij2oixyJTobv4IwlJkMUY9jlFE85ub0vviL+veqFotX2LtrWFt1LHIkq0WtmHJsmm5epiT6qNq4IklRLSDcWnCXq4E+oXtvsxS2TTzf9z869Lk2zM0eR8PSyE/EpSjPEpdQld/CvPZRTNo1ryUUOjgQvA+5D7JfDX6ll/1alX6d0ksipi8nlk1sSTP/AJ8N2Xf1eSshlmKTR0+Cvf1GXhiT8/Zh6Xw5KiDpk8qjAy55ZBY5SIRWOJly8MjbVynxXMeVj3GPppWenHdYyObHGSHlxtklEzYa5kuH238WGNK9LpE5W9Mc3FkpbuUPTpPzZ1H+oyH/AH2bqOWRntiPKx3ITSJ7WY3UkOVRu7kKSczO/rJL6iqIcsm6idDiqO/q82+dEeeMUFHlZ9ruXUW79c9QW1jiPJxX+jPT3kum2upQlHtRfBZCdCzULLY/RkTxwUu2C4JKkN8kYt0dR0+Tp5KOq0x4G+VFLVuieYcmyONyPSiehA9DGfxoD6Zk8co9kWL+ufYhdjY+2yy9MOOWZEujyjTTrppbMqaxRyGbo48k4OEmlpRtNp0WTjZlXlVT0mudegyeYZI+VPzVFawe7CT1Tp3e/EnljryLJNDk38a8dm4b7bLOWKEmelMXA+5D1stfLRskbJG1r/wd6V8GX8iJhrcZvvTo4bcMY55p5pS8nTYLe7LKlT90hJydYOmWNWrsnHgyZ1EeSeRkcA2ooyTMcd7vNPwYoS3Ih09O1S0nkxxJ9Z9SyTlopNGHNfEhKpGXHT+WEdz0s3GSf1rGVDdnOmGW2Zme5DsfEe6xM8nhD1m7w6RbtGSXlxV8mIa9TIoZpenjp8sctI5JIb9RGPfGVHImPJwSv07XUcVhardfJtjPEehGdk4OD0eiJECXks3MvsREyz3CRGOzEnnnPO922V1KMo8URTbrFhUedZ5FEnkcmJNihQhaWN0bylIzYNvOsJV8y/UXxseqFrY5fFR0WX0sqMlNbuuxcqa4Oizbo1OnG+vh4nqtMc9k0ZPclLIkNpE5WLTDNwmnlluSlm832YJc1NdnST5cclW0+2ivhh+OlFHAxrWOO0LGlE9NWbFonY9H3PViK+CmxYZsXTkenxijElHSf/gn8W8kLwXTtu1pFqOO8jtmDDuZJrHElklOTIQc3t6fp440S8Cko85+r38ct1ixbTJkUFWSTe4inJpTlthFdP088vKwRhBmxk8sYE885DvWtPDMWXdxt5HEy4nHnWvgi9o5m43D7cMLJ461U2bkTkpV8HjSrJR26PJ7NphVzRldypaJ0dIvzyZ8m+Q+F2RlQ/fFPG5PjVHUYv8AaOSURZ2Y88HGsckoyPzZl6farei0xbbrNiljZXdCFmSX+pFE5yyUKCjJRlGGO3nyvLK4Y5TZDHGGrkkZM5dkYNihRtK7HI3IjlgXGSM2GhqtYS+vkXyUyitV870QtFejL0vTZwPsWm46PL6mGs8d0WpLlnT5JQkiEt0TqI2mnwXoi9OlnvxuOReUUVrglvxNZF57Y8Ml7o7pLXlFvSjabTaV8WP8XpKyh1o71wr2IYiQ/JuSRerXfTZsS0jFyJ4HGNvsh085EemghKKJLS2biyRL/wAJXwyXtWlH/ejy/wCBGHG5zLjggTzTyEINvbgwqC0y54wMuWU2QTk6xYVAm9iJtSldkv8AHFLp8Xr5LgqMmSMUZurcuHJ/ArRiluolH7aM2Ln4l30VpGdIWUlTZXwLVaY1bMn5Pswf7yX/AHrP/D0tbhu9YQcj0CENjL0WkTgzQ2yeqyNGGalJGeRPzotGQ6helKHbjx3zknXHkSELI4pxxyUecuVybeHE8jPTUI6zzRiTyORVkMIopG6KPUieqh5T1JG6T7FNoWf6ypapi/XijaOLNo4FfoMooSFErR9uG5+yfSZUSi4utFpFWzpJvHkM6++ohtnZ0ubhGdffUwqZRXZ089szL/3ONPt6aVTMsaZJc9uCVxal+pg8vTyx0htaMfgRFqiTdCGS8kn2tdsIykcQRKVmLDvVxUImadxZLzpCDkzFhjHuorRkh+f/ABF6x8jeniOtval/83DW6XVyU80iK3OsWD0oEHwZ+qUeJ5G3ahKbrFiWOI5KCb6jI6rlRMUUqlmas6bPjwxMvXTZPLKXxxzUY+oUoNZbTLMmNNX2XpRXxV2X8FV2XZj4hKT7IP2SWvSxUsqOuyXJQfZGbR6qN5DJ9a1pPHuQ8B/HkTxziRk0xZHIn50WlFduPHfOSW1CTZVCiSlXHCEnJkMCQuCOSzJUTJmbPJDE2KMIDyoc5MsvR632ppjWsHxrf6u5m4UhsvVfIuxaWh5CEd8ql0s0NNOtOmnsyxc16kVLq8H+20rSyDo9R3eHIsuEzx3RaMU3GRF78ZnhcX2UbRKiD3Yyce1cMfvxp5P++xSlEt/FfxYb3Mlwq5RzrQxEG4vSeXbw8s2W+9orSkQom7MXT/e5RQ25EMLk6z4vTm1DHuFBIU6N3Y+xokS8/wB6okccSONG02o2QHixsfSwJdIPp8iHjmtdku/HzJD6vHhwKG3JNt9LiceZS5M3V+V5IrkhFLTJK5OL5y35le+5pvy+2u16WPSM3FiyxmqapoZkSq+xQdHoyNkj0pjTXasc5EenZHDFHUQpo2M2M2M9Jnps2SNjNsinpCJ6NocWhDETlWKjgZtZH7PrRmF+4zyub0rWtLLMcr1+jehMyw+97L3qmqZHyVaK7a1x475k9qOZMUaRtRkmlwQwykQhGOs81DnKTPSmz8Deyx61elWVXZwXpwMfOkP61YcEYIyKKN9DyMvTFPbJPE4Z8d9R08JJ6+GdDl9TDWXHaayxeObi+3o8u2VZUZIVLTpcvgyonGpa2WWYZ0zKPgvs6adpxyLz3VpX6WCX+RE6fa9JcGKSUk5ZCU0XpZfcxj4I7pOseHaMdsxwJZ44oiTyvfwIaOUKRej0rWSJ+f7yIiK0svsejZtTNkYxtD/J6N6ryQjKTqHTRQzFLZZ1HU7rI+56YobUeBy4HKqcYx2oljxTtNRUn2Vo+96qNnMWRnGeMZL8exEMfCPSVDjtLJRTMmOuR4uE/TMX4aOVEnZXZRRt0oaij1KI9RJGbL6jtMemV3tUVyiXlkIb2SikhrRjFwP4YypkHujYxilRvsaRTsnF2Lzp6W6LYkPgWuLHfNE5bmQhRtZOdcJOTMeBLnSWWMSeZyIQ3sh08EUbWSwQkjLDY6L0sizgfetF5GuRcIsvXgoop6L5dpsK/RWnKN7N55OCkUUdFm2TrNwzJjamfx4xpzjTOgzenlqR/wDQxcqdaPVOmQn6mIyq0cmOTixPfjM0e6Loct0ET7YzcWb2/wBrDF/lybTckeohsRxp7R9qI4LhucGha1pTnKsOFY0SbFhcjZjxq8uXfxtSIEuGR0RS7KGNjnEcifn+8RjQl3sssTJP2iJ/nLtxxtmKKjEbMnUQRLLJn5M8GONc2SldGV1A3+xtTglBdTk/1ZRXw1o9bE1IS2i9yMnHZgXLJNRRWRQU29aJ4THHitpj40cr70MSHwrnNyfcvJLmWm36jBQilIaJKjcNllll9+HGpcppcaOCY8bOUbtdkWKBe2BNOxFJ6whuYuDLKlWKF8k81KoQlkZGEYaNpInnsjjnMUNjFCPDnL3V6jIWN1zkyb8llaULS9b7bWtGxs57b0orRUP4txuL/ShTJR0wOKyRc1CUFLq8dNS0iRdMhL1MRljw9GKdST6fL6uFPqY7sck7RelllnS5adZVTJcMTOnmZVRJU+6EiX9Bi4xochykUzahpac9jRRWkfJGbSppOBJCosspt1iwxxwNwkTzxiZMx6zHlMJJWiy9FrY5pChOR6EbJQiNI6j8v7tEUR+B6MgT+tJ/nLsXJjh4UpxgjN1Ep8N64OZaxRnl5PyiZ1s9Nt3pfyMf12KZjye4zfXZF0byXWSnihBRVHoT8vHNFli9qb3EGh+NF2bjcKXJu506mXhdyIK5CXLMC3ScpLWa4H5+THxFacpilaYrrRxTHiGmuyy9OB40emyKpF1y3ukLiJPIY8LycxjGMaJ5VElJyZVEc3FKaLTRw+FiihyjEz593GkVr4GxHjtvSmJNm2QzHKi4yHhQ4OPamef3Er1vSHkxdH62NT6joJQi5fZ/8/39PXUYN0JJqnotOiyVKpqm1NVZPT/5uepbMqOqhsmy+xRbIJxPzxp5Y6YZc1L3RMse9/v44Ocq+ho2otHL0plDNxu57FHTHNJlqaJRQ1ptMU8eI/lWfyGS6rI+JznZ7ii6ITW5aTWliZZKaRDdlI41HVjOp+v7uJEWi7mN6QJedMv5jXGuGP28qxkpuTt6UUdN/szaJDVyk4/mjqcidLSita7LIrRjH3eaHquBm6jDkW5HqQY4bh4j0WjJu8EXyeYaWWOdFuQ3RuFIsjPgzO5vu8aY3XPqNKsEaxrSSKJ+CXn5IzoT4NxYpsU+dErJI9OjavhmtyFjkmTn9YcDl7ktMuauKlNmzYh8labmKch5pG5vtSLG9E+yOKcj0EiOKJ6WNIaikUtyJJEuHpZGZuUkSxRHjkuxD+JD/ShRPExwkhH/AMzJeNxnG0zqcfp5ZL/5ubZk25Eddj2ZL1g6Ze/GpZt20ZRC4NOMlkxJ9Vi3xPRYsKI4IHo4z0kTVMwS+sioapidMxTtGVeR62XpFjf7V9mL2QvccsUdHpemR8lmCP8AtokhrWMnEeZEpbiEWrJOSMfNng/JjXgl5I/ZzZdpkePdHlDQ+HpZLLRjxTm7SrtkdT4X7u2VX+7EiLvm9HpAn50avLIlpGO5kpqEa86UhiRL/rpl7X2Z/SxpG6+y+2/0Vo9Ps3yTI9VNEOtI9RjmZnOLPZI9KSIfiZOOUNii2SrGjyemOImQZk/N9iVuoYUieO46Iirkl9CGbUZ8tuvlVbUOA9yFkJzTMcj1De2ZLi6v46iyDg0UjqMte2EHNiioInNs/wCizdpZRVC0rV6UKLsWJiwojiRxEfIvac+W7N8VIeWDMnYpUbhTLTHCI4taIfwofZT7a+FOmdLlg8W3qalFlnR5vTyo8q//AKeLxPHNxknil6mGL63Dux6VwUI6PJ/pOHlSjTYhnQZf9MkTJcZG5mOxaZfJjlRJqUbmtMMvrJyrn/S/9FESx/Q9VyZV7mVbr8YlcaRH2RVs/ji6WJDBFD2o4HCLJYYno0qlgyDxzQk1I/8A6lhf+OOmSHFkcc5mPBGHPczqV7b/AGoYpzP8OI/k5DdgyEunflpr9uAhFotFrVsfZAlyMa5ZIZKKxY0vvT26ryf/AN8CrEhaTnRkk5NuJfxpaPzo/hXbjhvbUvrVNnT9TLHZkfT5sZvyY5OOHJDI1HrOkyR2jx0KDHkUEOTlIhGtGNClRN29fLMeLajhGTP9WIxf8iIyvXPPbAfwLujkFkLHRRTRZuN7fypjyS2tKLlIj7UZp8Unqxd7GQxuZHpojhAVIXJVEuoSH1DF1DH1Uh9RM9SRbem5tV3JljY9PJRRRRRRSK0oooSNrHGtFpfxYpuLJR9TGp9Ri2u4HRZvUxV1GPfCUZLbKv8A5eW4OE43Z1OJ4sslesJbZJt74KWSF87EbCN45pt74p5sV87EiOksiRKV6YpeVPRPki7VSX9JgXu3bXMoejetiaMr5MdbrXuNrZtWjK0S3mOKR5FXiUqVarzbiLjlpMcENVJPA/a0Sa2syTOkkpYV8EkdR+D/AGUm3SxQxK55ZzEimULdE9aMuJ4ON37MRNyF08mhdIhdJjF02I/jYx9PNDXUH+Ucz1IiyRFmij+Sj13J6MwY90zPk3SEWWVp9aQVQjpOf0SF8iG/kQh6wdSTzwTW9RGhedF5P4ry9O8vKYutm8axzywRPLZyIXjR6UOL1wx2rc8lE8rlotMCuTPD16mVzofzWQ5HaNzN16KCNqLL+b1ETlulrfZer1SswwpXPJoonqwgZM7n8K+J6L556L5F5Ojy+1wzR/KL4kdFm2ZUZPF9dj25N3SZvTyxdqUb/wDpY7ipiKNvF9NPzBo2m0nA6Oft2TXkk0hZYoeZjlrGVEuVclpGdMnKI/6JnTfi25F1o+yhxpMbLFNpid8rs2kY/XCJ5oRRPqmevkP5Mz+SPPGiOSDHOJe4m6I+Rqz8bJ55Mbk0UYcs8TMUt8L7m0kZ8kXF/sQhKbpyhhW3lu9Nz0a0i5Qd+zOSi4uv2MSF472eTNGNj864v+2yze+VtQ9U9LKbaEPR+CXz3qu9C7oZKTi0UKJWn/z8znDJhyL3MXkywU9s/SZsNmrQxM8ksZGHI3SJzvt6WPsbcbF40m7k2Puv4Vwbiy9N5vJbouqlpelMrW+2zJ8j0wKJkzRQ8pvZuf6i7Ex/HYmS+K9bLMM6aeR7oqWZc3CXg6fJ6uE6vHvgxcM/+fn3w2Zo7k4zjtk0vKKYhPZIu0pPWD9PJc+VfUx++5ZfbW7Wv6TAqxoYkMfYhGfHXNM9KVXG4sjrNRxol1LPUkzc/hWSUSM9zEuB6TVHDTF5H5OilcZLtyZ/ptsl+vGLm6lJYo7EtOEbJM9PwekbZI8vRoUlmWyScXX61EPKXeyyXhko1qlSGPTk+itbE0Qe7JE+iT4LG9GL477V2vRa0V2pCiTJHR5PTzwe2D3zx4nlnGE3LHcfUb0X5aslpFtaNpEpt90JbYpb1pmltxvV/q41bGN9vBcdEu3yZa1STHiKfYtW9Lf69Fdt/K/hei7IswSuLjkj5E+ToM22e3NE6jHsyM6XK8eRPJ7oqXW4/duFN+Eyf/fTz42vXIjp5b8dZocMkqfdRXfRX7zIe2ERcsol2osl7lWNJRHJIbRHxp6scaueSU380c0om/ceC7NtMrkr76KdZK7M+fnZFaND/W4wYhf90eeOIG+TPce8WR2UpxLKH/3k9+GM/wBaHkx/l8LMn4jPsx/lcmbjy0MRxojyUUQkoSv+TI9XePtv4LL7l2Iei0WlG0o2igRgUZBi/JGT8IKO6LvqoY30OM2lCWjdCnyMS0lKojd9y8oeiZ1Enwr0f6qdCmc8tyZvZvNzLZYpCmWcCps2pDJO3rjHpLEV+8u6/mRZZfYoNq3EruxTpoyJPmapmOVNOMvVwp9ZjuNnRZvUxbeojujJPgsgVaI+2Q39ykz1D1EdPl25DIjNGnrXdXa6RZel6X+jRRRRRRRQ/IuTHi2onwPuelkpUbheBukTk5P4F8C4LErKGJ2xTcZxadrXqc+1bccSjZY0kiXl/q4a9WJmbeVi0hJRs5Y2elKizddLmLZCO6VfZL7H/wDxYfr4/Jj0vvZl81KkPkjZtkbR8dkcLfMccUZppe1vshxfa/1WLtWkUKAom0nwT0/2R0/SuU79FXefPH0ceNi8kqsbJcm0+haZJd1kXTTWSMkNaZvy1Yvhr5MK915K2t99lllnqMeVvsg+RiGyEEyXTjTi/wCjQ181dtnPfFmJ7obckRf9dBl//Hmh5WSO2bXR5fTyozL76rHtnYm0eoxyZilcXGWqdMxTU8KM7jX9Y/AzpI37pSSJysbRaL1THrkRFcoRml9fowK4Eia03HST34lpmyenFvmUrxIjibJ1FEpE/L/Vg6nF9R/yWiFe+JykQ/OJF1er8Ixcb5EvBk4w4l+ti/Ij5+KcuW+Zs9sT1T1Ryb5ENUdPDzIRN89iX6dfChQl3Y1ohsyy0lwYUpZoLqcihCnkoyS9+t8Enoi1RjybWbPUH/8A0/x1IljlHug+C6PUMvLvT6/WgvYSi1D9GH5LSj7IkZGVxaH/AES/S6fp98on8DpYo6zBHHMw7TLDuoxz2tGSP+zVMwy2Ti8nugpdVj53cnTz9XBXUQ3RfbjltkTQ+NY5ZpVbf6VFfssirnFbo4oVl6oc5Pstm+QsrPWPWPWJTsw/mZMlcP8ASTpkZJobGJ8jo6KdScW6OpzepIh4OliSaiicrYyfn9bN7sUJaTVMf4rSXMVKWHhSP9av2D4H9HU+Yx/Wx/kLIoj6lH8li6mYuqRHNjl2TdRZkf1+C0UTbaNnBQkTVkFtxxRklWNkvnRLuooofbenT4t3unHkl50RtFwKRF6TkTdiJHT/APPA6nL6kzyryP36N62KIzdRHLRh6uO3a8PTy92xeMnT4mT6Zoaa1g9WrQ+xfpxVtGRKNRyPiv0MK51rRyJSY/65RpD7ekyXFwwT34zrsW+DFwzF6OXEn1eGP5axi2emyqMT3RcckSLOkybsbjmVpjOky7MhliZobZ9sXugS/Vr9tmD2y35crl333RbX6sJbWbr0/wBiSMc3CSeef+K2QZ06240ZpjYyfn9bB78U4IXivMBNU1ixw85sq4jjzU6m4NDZ/wBDMa3ZYmZ7skn+ovJNURJdqMfVOKrH1EMnCOol4T5kZPC0S4OaJIjpHmh+NM78Jj+a/hb74wbdLhInJRV6RXZFlk5asw+W4cyHxAcuWWPXHj+6Ja20YOo2shkUiUEymiUIyRLo0TxTgI3FoUiXdZfYuxEu/DQ7nMmqf6OBdrimTg1/SofwRRKV62WWQybHeDr3CTeXr9w3bvp8zhIz8k1T1UqFKxmOW2SckvNJMxT9PIjJ/wB5YxsdRZjyephM6tduOVMkvmrtr92iUv0b/TWkj70UnsUaIRucSc9sUSlesoWNNfq4Z7MiM0duTTw9E+yn53c2YfbCeT9VeSf4kR8t98eOcPUKTrPJvLIsu1omMbYrOTEudEjP/wAjGP8AWb+DG6N1EpW9Irs2CGyb0lpi/BmBe4zyqPbCNkYkkMeqI5JRIdYyGWE0PH97Scoonixz5ljktKKfZRXd9dkV9vvj7YXgreZPyf6OFe0fbLwP9OPL/Si4jUSOGUiWGaNrNpRtL+DFCMzp+i6aeLd1XSQjGzFLfj25Y60QdI3FmF7oOM7E75wy9TDWdWhnR5Ke3K48p+e1O1+il+/KX1/SRIxsnHRDZuMK/wAiJSd9soJjwsaa/UX+XDWkapm5DkjcWOTqh88ZntUcf60vAvDfwLydZgx4tjE6PJWj/IstmHzpFHUL/K9Gux/o38CI8cxe5NPRaw/IS5JeSTHo9P8ARLCuZnUvsRjiJE0TH2PSE3Fpz/8Apeo4keogx/xM/GTopw90skmz08c028ckW+1vu+lqlZ9d+Pp5T5z1H29N/wAhPE27aa+deSPC7pv2/qYVcv0k9FKj1ptEI+o6licR0PpOoHFp0+/DPbI6XKlMzwuzNDZkaxT2yRlX21z3Ysm2RlX34kdNk2TrNHkyLbItlyK7GJv9Gy/3W6Q/6WB4RZOPFryWM6TxMfksvtlFM9I9E9KRtl+hjnsleaHjJpfN7i+CyzcYo7E8jdtv9aT8G5qyMRRRsRPHqh6f6lDE6LG6QlbPDFyYvOkZHVL32X+6j/Uxz2jdi7IP3LTJ5Jdv+0Vi/A6h+7SyyCuSMa0kiaH2PstkcjMXWTjRlx4+qSk1KLros+Lc11H/AM7FljvlFxbXxbWKBwvgwZXsrqJRaRhqNstjh9/LjVy783j9THLa/wBJdikLI5UnDazBNZsCOtx/7PvRhlcSE/Vwp9bjv3GKW6O2a78Et+PbkQvp7lPEnmSf9vN/00HTLsorgfljEdPGsVzXJXwXq1FksdfPhy7fb6EXz6GdHpZj0sx6Gc/jTPSwxPVwwJ5ZZP2UrIrsnHRd1ackOL0sxP3aLydVH2qRRRX7qFotV50y/Q+yPkX5s8RMjuT7MEfuOjJokux8rtUDhGDI4ZFLrsMMmNZ3wY+py4zO3KW74oz0r4OI4npjj/jelaZFT+XAue/M+f6ez61RCW7jpZSxZDqIeVkjtk134Z0zo81Tceoh5WRVJqEqZNfb7sU9kryf9mCXNZEP9Ov6KXC+Ffv4n9E/+p6Yce/IlOa8aOJyhSL0sb0ssTNyH5/QWSZ62Q9bKepMt/uQiLsZL4ULzovJF+4vSdSg1/QLWOuwsycw1emPyY+TJ+JJ86VpjVIWskTiNdjimbGLGVpITpnQ5fUx5ME1y9FGEokltbXxKQner7IK5I6iTek17IsfNEo0yX4/LiXHfkfu/q0Rltkmsqy47hL1MVdXj/2oruXDIT4Tc1kxKXUx5sxvdGpLvxy3RpnhknuinL9Gv3nhlEllb4SskkixSJyv9F/rrhkHaMjJaYJbWy+2WNFSRuNxZuNxZuLf6lFapFFFclcnBWiPv54ruY+xaNlF1ojcQfkRj5iNiZmVSL0f7qFovOrn7RSFloej0h4bwL8TO/aPzrFciEy9ZokiitKKKNhRLTpMvp58bzR/zSWTBkxkYuzq/wA4z+O6Nxfb0/8AyIy/kxE/rSP5Evyej8v415E1Rfa3wPz/AFCLQpYxyg9Ojny4J+nkvqFAlw+6iiDo6adNwzw8pqmQdMn/AN9rIT2sc0xshlSVOV/PX72LFPLLbHFi6X3Zcrm9LZzpfwr4X+xjl9MvRCmLIKRfY4HpHpnpI9JHpxKWk1T760ooorTjT7GLsYj71en/AH2J/NjFBlD1ZLs3G7vXAmYX7dcicl/QrVfD/oYl5OpeqRBaWKRejJRHEoo2mw2lEiQzwN8zm5SkxZt6xQ/+lg9OOP8ATxy2yTWPFON+jCM05ZLyWf8A93y7fgn5v4sS5Gjk3CktcnEf61EXtknL/JCOTH74OHUQ+yiiuxEW+HJ78alljzpB7o09bL0oWlfoX+703SRn75TxYYbcuV5JaV2S/ql5H2Q/NEolUbiyy9HpejZZuJO+z6Prt++xfer8CLLRaNw2WWWy/wBTpo+WMerJ/GtKMD5ao2IcBqnX7cPyROt3ctb7kvdjWPwZ37tbIeNLIi1aKNptEiihkyWj8Cb9MiluPSOt56fH+pHJKI8snpB3xZYyX4p/FhXGr0toWQzSv+v6HJaeJ3CW7NFPmap/ApHTZPMcq86QdMmv7WEbZLPJcSk3pwNLtr+piN9i4IyTKNpTRZZZZZZZY7H2o+i+Syyyyyy/6Lp+MfZONPRk/mxcTRxr1H5X+3j8j89yZfevJD8pHiJkfPehMvuWsibHozp8MslLJ0uPFCLZ1Uvr9dPcWL3GSS4XwoiqXZRRRJ8/1+ObhNPKt8VPC7TxZo633Re1olUoKU486Re6JJf2mKFjVXpSLiPaxvRxqJtbH/UrVap0RlejRKJbRuLNxuFbFErgfn+wxKoLsbtay+RaeKPUjR6w5tjVklT/AGkJ/PHyYlw3lftJedYrkjGykVWiEyy9LLEIbJyJPVnRTS6VmXJVEnwZ3+lQouTqWOUWY8e4yY3DXfElNv44K335OI/2PR5N0Hin7ZKWZKVSyRp6UUUUVrhlcXGaKISpkkNFa0UVrfZX9DRRRGDk6x4I41c3AjKnbXF7RtRJTvTHC+ZUkZJt/wBSlZ6boo2m0WO7Gq0g+RaNEojgenI9E9I21pKf9hH8kRGWNl6zVfKmMx+7hxExMyR3ftVx+hH/ALxKljMz8dmNWxIa5HrZZZZ9iYmWSZJj1Z02SsbhnnuI840dR5r5VCTFiYsJ6KQ8bOm4tZFfPgcdyJQcfmwIruyv6/sMU3CaeapLdgnw8WWvhjLbJOWRPWLuNP8ApK0or4YpydJxxKpZGx3ejkcslQyMdzpKjL+I/wCpgU6sQzH/ALEvOsOYppl6UjgsssnL+xxK5rSQx6LSWPdjSaadfKnQnaHEotkl9/sf6r9D/VnhmWV32YuEIbS7r0QmWWSZJ9sbJe+TlCfvrN+T+XDiThu2lHuFuFTNtaPEVtMj+bHwi+1sk7f9l0892N48tplv4ktGQdMa/pkUOOt6WXpGPpxG+yzyMZha0yfiP+pgrGls0QzET1wfi0+CzcbjcbhyHP8Aoq/Qw49iGSejYtY+DPitbvkWmKXNOuya5+J/sKO6LJR29uNe7Gr4uXjVEWbqG7+FaWSY+xeTBOEfUIv2MxeZOb5+GmVrjdIjTJbUbixFm4cqHksfJsGq+OCtlll9k+F/WrtZinsmnkSfL+aPKH/S2RkWWPtwQ/3m+9sZF0Rdj5RP+oR6qSPVkb2bmbmb32YZVMaHwWWbjk2jjX9Eih/JGDkzHhjHSUhjYuyOmfHt5+SyyM7NxvN5elftrthwibt9uPzJvwT1QnwN/DS0Q2Ptj5LI+B+2DH3UUKJ4KK0hpHzb8sS4KK0fgkKJwZPjxLtssySt/wBpilug1NfNB0x/0992LHvZJ0tWXo+2EqY5pIn5/slw0biRtHGxQRWmSX9FHSXx48bmJRjxY2NjeiWiFoicd0Gnx89l60UUUP8Ad3VHtXkhxjbY/OqPsS4+COj8ljH2xF5EZnx20LjStK02kcaHwWRlpFl6uSJRdXZZL48apdlljl/aMxy2yvIvni7Q/wCrhBzlVKEak77Psdaee1/2imbyyyxyHP8ApL+SK2xSZuN5ZYtULVM6nHUtz/R2lFFKhqh6IpFfMiXzx8kuMeNdi0TZffDyJE9H3LwQ86ZnokUitaKK0ooT5J8iVixm04RvRvbORcMfgbosl8SFJF6N6t/1q+GMrhT+ZOh/Lf7qTk6jFYo1J9tDGX3L+1s3M3f2UZ2hyGzccsoS1XZEyR3RJKnX6EVwUI2kvI7KZRxQ+1fDFckvv54mV+6v9fmj5LJeNG+76MQifLK0SKNpXYtJSRuIkj1DdJjvTczcyyEriZk0zksZRXwWWXrJ/wBLRRRXzMi6ZJfPv/qfJigsURyvvYxl9i0f/qbZtkQxtsWOJsRWsD71WmfHav8AQX4rRLT7evNm7vT+DGP58f5QHyyXhar5X40fczH+JfB9s2o47rNyEyW7WPgyLgUe/E6kZI7o/NZer/rUvju0P5WV/U4cWxb5y73o+6yhr/zj+Gn2Y8cm7WNa7hsvS6IcvsQzLDbz88fxXY/yeiJfoLwPz88fvSfnVfEitX3sj+KH4LNxelm9HqFvXcJ2SgJMjwcMlCtVo3esJ7kTVSevA0NfFZf9JZZfel8bIj/tsOP/AHnPShIoplFD0+u3aUMZX79f+AitzpYICxQRsibUUbEejEWNHBY5DkbjcWb0XZDz2RGNWjJDa/nWSSFmPUFJsl5vbo/315R9PR/KmWI3E2n3LWetocvhtibLdF0KY42PGymN9kJUyfnSzcJlq/7dC+Xz/awxymUiu9+B+Rj4XdY9b/8AGUUbSvnTpiynqnqnqCmbzcWbhyNw5F9uNPyeSWRwnUc8D1IM9SBKWNof6McjQ5pofg5/bfbE+kS8djjXzPuQvOk2bxt/JGPYnR6nBaPabUOKNqJcH2UP+5SF8rF/ZxwzZHFFfE/A9Jdlll90UbD0j05G1lFFP+3o2m02FFD1Xc/07ZvFMUzeOZu78WFeWtEdSuFJeSPMh+2RNRq/07et93T44ZHMfpouNC2UzYqNj1RL6+FIqu1CMmsfyRN8/Ivr4ER8iMj+WK7750ZZuLExv+5r/wABGMpEenIwjH5ctI3G4ssvssvsiuCzcy2Wzg4J/wButWVpLzrHuf61l9qiJIlEoxT+vrWfMHonEbT0plM2yNsjbI2splP5UP47Ys3CWR7m5aP4Yc2S7Y/QlwTfOuPyS8/IvhhpPz8iVlV3S0Yzk4ZXZf8Aa1+mh/1kOnySIdLjRSXw2XrZZNWOI4FFfJZelljf9vHul51j57n21+ki9VotJRPBhy3w9PoYvgQqNqHCI4QPTgelA9CJ/HQ8B6TPSkenI2vS9a+O/jRiT85PyfbHyeES1j+tHxo/PyQXZRWn2Oi+1/8Ai0bl/UwxZJkOiI4scNLRaLRcTdE3RN0TfE3xN0TdE3RNyNyNyLRaHQ9a+Gyy9LLL/uIIo267UPy9Y+StNptNo4nBtKFo6ZX6kfHbkVCe2Vwlujb0n+TIfAhavteiGSdftxYnwh+e3H5J+B/sofyRVvtWkxM/71YtWv8Axi/qPWzHq5T1MhumXMuR7ipM2zKmbZm2RskbJmyZ6Uz0pHpSPSkLDMlGhWz0pHpsfBevIoyKfZellkdjI4cciWCKVyr+xoo4LL0hwtHrz2Q/IrukMtnkQ4njj9OGla517dMWTa9cn5MTo3o9SJ6qPVR6qPVQssT1YCzQPWgerA3xL7XpN0N33L9ZP6fnsRjXBk+v2ELSXj5ILvk+dL089llj/wDE0V/XpWziKr4pTSPfI9ISoslNHLPTI4T04kYrTYhwRKPfZf8AZc60Uc9laTl7X2Q/Jd8/J5No4pCHJj55f6cHyLszfhrhyf6mdc/PuZ6kj1ZnryPXZ65KV/FX6SL89q8Mj4MnnVfqojpL40Vq9brV6of/AL3HCo7n2X2uVHMilo5nqRHJsjiZ6Zwi7KGWbh3pX9zel6xFoyxGRVHsj5FrerrdTdi5PGjpO2/1ceT61y/g+zFk3Ks69t/uL4fr43+Pd/0In96r9aGku2itaKIrtWk+9j/93BbpEpfFwIbSJZCps9IUUjcqLG0Jm4dsrRorR/Av7FM41S7UZfHZHyhV3Ne5iX3xQ14LUf2MeT60y/gx6o374NfuJlshzo/nRfcvKPol+hE28fBHwfQ/jXciT9wzwcaWKWjH/wC6hDZEfwoZLIU5EYCHo6ovSjgvs3L++4F3ZX47F50vsRL8mc6Sv9f61xZL4M34D1QmP96HnR/NFFjfcvJJ8EvP6ESb+u9eCXgfxLl9708IvV62P/3OGFu5v4rSJZLIx3CilpwOWvCFIp6tlkv7ytfJDtVGbyuxeRSHrRQ37yxKh+Br7/VYtceTcjN+Pbf9BuL+ZMb7kRGPzq/liyb57/vSfxwXfN/3SX/iErdcQjTfY+yx5TlixFUeCUy2WNnJRHu5K/ulpRwIg3rVlJFGXz2pFDiJayj77/HlcIbsVIkk/wBReR9idMyZN0V/eLx2IaXy3x3oj50yPVd6F473y2ccf3C/8ThhxunLter8EjHFMVaN0XfZRRa7LPOl6N/260VDvVGMoo8aWZPy7V4L7LMn2LhG6y0JEkz6H+kvGsR/3yH96w8knz+oiAifxY+9ukI8sf8AVL/yuOO6RORfdVkfbEm9FwfRvG9VomhiTKEOJWvBKX9z5EtLLFyY0JaMrSfntXjSzcy9Mmu0SQ5UXap/qxH2P+7lrAf6sNJfFHjvyafY+f8A38YenEk774yUUblQxlG7gbL15NpFI2ii2OKEqG2WbhyG/wC7THpWmMsscixNE37n2rxpfZJIfBZbWjXBf62FXIfnWh/3K8jJarwN/qw8E/A/PwwXPwN2+9/+6wY692WfwMjBtW0Na7SitFpCJJllm5j3aN/31l6cEdG9K0fntjL2ofPZZL8z7P8A+78MquXK/wBeLp9r/arWv20LSXnX6/Wj4J/XxRVLvm60/wCx6MWr/pEv/KYce53knSpvvjHiyO6aJYtujgbGKJGNFIcRQHYocDSKRtN0UPOObf8Afrsj41rRofbCLaQ1XbLzohyPP9xaaalGv3EI+/2V+WmT4Vy++xy5LIj86Mss4OP6SKSxN/8Akox3MclFU3fel9ylZE3UVOXMnFCjKrbLHlZ6p6p6yFkPWPWPWHkk/wDwNa2LyQKNo9H47oS9q7drMvD/AL3G+anBLn9pafXZXt/Vh+Wk/v4Y8dj0Q9bGedH/AFUVYoRPTienE9OJ6cT04/8AioypF9r1kxQbFhUFe9Icp5WQwxhzlzrxKZvZuZuNxZf/AIekcD4IeNJMvR3XdjXtRWlFG4nyz2lOxs2jX9ffxKVxZONfp1o+9+Oy+P1cXkfgn9dq1XwSfPZ9av8Ap0zamemRiJL/AMslfCSxIlK2eoxzlI5YsscaqWVvmT/8XS050Q/oXbN8d2OXtR57KMn0L7NzTNyENcCGv6BfrxlRjw+u1H5rL1taPsXnRkuz6+Sj6PrvxeCfgl8CXdQ+F3fetf06bRGaem1EPaSyMd2Wcf3i/UhBzdXHGSnYsbYoQRKhvRj/APFvXdZwULVLSa9r7sS9ullm4syfRH7JLk2MobN3kf76/ZwTSlU4/f7EfOj1lxGIvkTHwS74eCY/PchL4JPRdlm7V/09CnKJHImI50oa/wDGLVIc6VLDkmeljgeRjZZf/jr0rRC7EZPHdj8di0y+EWbmWxFcF7f7rdxS21+vQuxGTyRH5H8SH47/ALETfPwLuTG9bK/rkxKx4xTyQIZoy1r99RlrHFKR/Gkfx2eiONfqr9FeRdO487r49NsUIInkGy6Q5Nsol/5C9V3ZPHdh8Mvtyco+tUOX9K/6ytOqwwwwxQoeq4POn2Lz8KEPjvXnSXfH4Jav+uoohMRSJYBZMkCGWMv38CTNnBmXOmCHBsJLgkT/AFF2P5l5EqFkiOVljJMt6Mf9+h/oJarSitcndhV2NV2z8f1n1pwbJN04uLr+m6bEskzLPfJ931pEar4kx/ffHyfRLuXwX8T/AKiihwa5jNoTT0aTJYBZMkOP3emlzTkZncheTB+Ix8kqRNr+lUbFPacyZ4I/9tkp6PR/+ARL56oT51/6IrVsRm+u7C/PZZZL8SzyWPz/AFP/AGbTFkli5yT3zb/pky+9kR/HffAZLuj8EtEPvf8AUIQieL7jJxZDJu1r96Dpk8nCG+dMOWh5Js9w4olQ/wCkplFafROWtstnP/gEP5Vr50SQrsTHIb1yd2Ly9aKFAmuD2jHwV9lf1CfH9bRQtGJ/Gz674kh9qF3vjVMerX9apEXpPEpDUoMx5r/oXJvXEtJMbJv+jUGVq2Ikxsv/AMK/kWlD4L0iLz2JaZe7E6ZdlFay8EvKJMUzyUUx/wBL9f2b0XauxIfwIfdFfBJl9z/rk2RyEZonjjNE8coMhloTTX9FDJR648rPUG7/AHkhPHBJSys2C2RHPRdk2MX/AINfoc2XpS0QkbShssyd2P8ALRaVo/BLyhq0bGbRUkblZLlt/roor+9v4frVD71o/D7V8D7npf79foqRDKXGarJicCE3H/wFM2mwUUe1I3ljejF2Nkux/wDgV+gnp51+0JljeuTz3Yn7i0XrQ1wWhs5a0+yqG7/YXa9FpX96iuCQitL71pLx2pfA3oh6vSy/7GM2jepKpRp/3qNtFdtKiDitw3ZIUdkDz2uXbL/wK8fo38WTz3Y/yK0TL0b08H0Ncm6v2l3ov++QrJUIfwxGS7Ir4H31/bX/AHqZu78k00Iq5IlLdKuyT0f/AJdarun57o+eyyz6050cv212X/4JM3DLL+FDH57I/oP+hr/yakJ9tElT02qK7GxvTn/w31+ovPdPz3Q/I2932edGV/TL/wAPEfcpaV2SevjVi/pH/wCUUiyzc0XpfI3fY5D1f/g1o/nVdq7p+e6H5IsSKK0fg4sfB9HkSGv3H8K/8Oh/fepF6vVDfZZZf761Zf8A5Wy9VqiT7H/4Z/OkPV+Bd0vPdD8hdl6SPCN2lDux8/0n1/4iXwWJ6N3/AFKFo/8Ay9aWLsb05/8AKrssvRd0vPdD8tbL1kPko2iHJD5H+2/g+l2tdyKK/u5fFufwv+hXgXy3/wCOrsb/APFv5r7oiH2S890PJt7n57Wi/wB+tVpLua7kx/3b8/2n0If/APyl/oX2RLH2Pz3Q/Ivul51o4X9ItH57pd9l/wBuv0LL7LL/AKBof0Il/wCdYzn/AMOv149z7o+Su2yWrX7q7n8b/vlp9f2r0l3r/wAs+x/+CSsUUjJ/1+kl2rufdHz20UT8jP8A+x5H/Qv43/fLR+P0b/o151fzPWv/ABj7H/4KEqHI/wD7/pLTjWJfxrz3USLsopioY/8A1cv7SJ961/5uT0f/AIaKG+x/NxrWq7X4+Bd0vIvsbFI4H/QfX7Nllll/17/Ur+gXgQ9a/wDNSej/APC48TlzJrxolo/lv4aNukvHwJcFMp9kxWNCihUNnlEvP7S7Ppdj7H20P9m9LL/Wr5H+klrX9Ah9j/8AMSf/AIKuyGOc3XpY8RPLu7n899q1ssn4+CL41o2m0mWVq0bv3/okLR9iVm3SJRtJ/wBlf/gGL/zK7Hq/7CiMLZi6Lotp/wDp3SM//SsLH/8AIQ//AJMx/wDy86JdB1CJYMkTaynpBJuo9Jh4P4PSH8LozNh6OBuxofUTqtVE2o2o2ol+zLx8EXxouzIVpR4G/wCgTok7d9y8didjQ/I//HL+i+/gfxv/AMXJ9j/rq7ExTkj1siP5eYXXZ0f/AKj1CP8A9Szj6yciPVQsh1XRUZ59PkHAtm5lvtpsSS0vWX6iRXZPx8Ea2rsssnq7/f8ArsfxxdaS++xr+2rV/uV/QP8A8s3o/wC9vtWnJtKXe/mWnk4WiI+Cy9Z+Pgj47UzIXzpY/wB76/Qix6MrSv7TpenefKodTFRyuP8AQP8AWR9/pIf/AIlv+4s3M3MvTci4nGldvTw6THi3ZJ7pyZetFav5UUPsXdP4Mf4j7KJF6eRKiUf3V47X8q7F5Rl8/wBgo3r02R9PjnKUrd/2r0XwP43/AOJer/tK7ZP4tzIqDi2UV2vwP5r7b7p/BB8d0tNxwfQ3yef3F4/Qesdf9jP/AK6Ii8bY8HTOiPSznLbP/wCZljG5QlEor+p6XplLnq8qnKta/ar4a/QYxfA/j+v/ABL/AK9d6L4r4122Lul4/US7p/Bj7p6NFMRwSH+3HR/M9UI2H2Z+aYtYSlF2v/o5qrJ1qniUd0BZIm+B/jHDGz0YH8YeAlGtKPQns30RxOQ8UkbSiiiv1UiGFrnL1C27W+xlFFFFFFFfCv0UP9F/qv8A8O+y/wCmrRdi+G/jWj7E+6Xj9C+xd0/gx+Na0RPgstl6Mv8Ar/oWribX8Vitlr8fwjTk2em6RD/50Vj3L+FHGz1lt274HqxPWR6kT1Ym/GXhKwGzGelE9BnoSPRmelM2Morto2s9OY8U0LFMWLkh06c6g+l6abOp6qWaTf6VFFFfpL413ffwP/yr/q2LsX6ke9Ptk/0VqvPdLz3Vpj8djQierPA3+6vnfau3ambDayn37vqE1CBDHPNI2YMDknmHlnL5OS2bpHqTPWmevI9c9aDN+I/wM2YWeimehIljnjdRnKzfM9WZ6kj1ZF6V/TrR9y77L0+/1U//AA8v6dIo2PW+y/1Fq+xFm4ssf6i7n8EdLL0onrZf9a9fvRfHRRS0RFLy+olt2X+1HLJHrWL02dV0uGEIyrWiv6hfDetl/I//ACr0f9IlrvlpRRRSNqNosNi6SbP4GY//AE7Mf/p2YfQ50Po85/GyjxTRtZRRXfHuf7S+aPYmWZC/7D71Xn5340VEpbnet/o0V8FnqyE0zNCEZiSKWmPa5rSv7my+x/8Auq0vSy+29VJkc+SJHrs6F/8ARzn/AOp5D/8AU2f/AKlE/n4Wfy+kZ63QM/8A2DPR6Jj6TpmfwYH8AfRTH0eRH8fIfx8wuj6lj6fKhxhEbvur9ZfNHukcaNlDX7iQl+khfNLwbfanq3H99Svj8WKV99nn9K+6iiiu6/0X/wCcet/0KXevlsssss5OTktm6QsmQ9fKLqcyI9d1CJf/AEeoaJ5pyHz3Iej/AFF2vxqu6Pc/Olo40Z5/ar9REe+yyyyzcbhu/hooo5KZRtZtZtZtZsZsZs1Q/l8Ckee9r4kPS+5I2m0r4aK/QQ9H+m4/+Hf9ItH+svjrvQ9H899q7X4+GPc/OjWis4P9R/X7CRUNn6iEbjcbiy/l+yiv0H5+V919tl/DZZfyUUyu9/WnBRXyL9NdjX/hno/7pf1K7X4+FdtkvJel6P8AZWj/AKhfozWqH+jZZel9lm4sv5UMXbRRtKKNv+OxLtoor9uy/wDxT/o18a/bfc/1F2vRfLLyVqhy/XSK/Yf6Nlo/i5PR9Wzci18z8ar9ey9K+ZaIYvig/prVx1svWiitfr9iy/8Awz/o18a/tV2v4l2v9qiu11+mtH+nj6nLBbfUizZBnonpSNkz3FyNzN5vRvRuRZZestV/UrTZaKlEv4MSuaJ/k+2inrf/AKORf9Ih/wBM/wBa9V2Nl/Eu2X9mtH5/Wtm5m9nqyPVPUibsRWM2QPSPSkenMqRcjcyyyxMf9YzchKMj02V2RdP4KK1ssf6Nj/8AGMf9dXzXpf8ATrSy/kXbL/xKKKNptNptNrNpWnJbN00erM9Znqo3Yz/EbcbPSR6LPSmbJnPak2LFNk4bY6r9xaVo42coUzczcj2m1G0r4aK/dv8A8Iyv76ivkf7Vl/Mu197Xzr95/IuRrsUbNhsNhXZRRXZRtRtRsNhsZtZtZWvJukepI9Vnqo34y8Z7DdFEpl/vx7tpXbenBRXwV8T+F/8AjK0l5/vb1vsvWyy/17/UsvV60V+ku5di/oIkn41RZfbZfYyyyyyyyyy9JeP6yPn5KK1sstHBRWr+J/C//HSiNf8AtbL/AF13L+rj41b413M3m83CZRRRRRRRRRQ+z7/p4efnoorts4JL4X/5loa/rL+XabTabSv/AB6/rkUVotJ6X3Rd60bTabTabTaZVT/q4fqUVpY//QvVr+2Ql2btKRtNptf6lFf+SX6UfPZvRvQ/PwWRletll6WWZvr+pWkP1n8T/W//xAAC/9oADAMBAAIAAwAAABCoB/j6JbvosPE3tfecdP8Af5DxSyXfNzHJnKwV1KCHj/v9xxhI5FdfNThFPvcFBttMwNNEpNj/AB+T9vnkgo69/wCeueaIxlW2n8fba6yV2v8A3jei+Oaspb7r2r6quiH19hRxxpBQ8AstBNZtaOSTyCEgM8kN5tDrHHLD+xZzGaiBDcUCu3+KdpgEaVts8888b/R/6UY1zn3V5rbzDHbJFtXf8Ga8VZRF1LrJ9m9pFR5BhB5dJ284keOYf8ccEo0wM9Nddxh99FPHKeXHj/H3o+Se3J5xp1xVNZtVJF/D/wBzoomit6y1892x+rt4Y5/SVQbXfYCLNZaUQ10kgkvsdFnDeadaZ699ruMCw+lvUwzipp/loGIFPPPPPPPPPN2oMv8A2iCsNMtumm11XRCVAIPO4qBHtXFXN0rC/X3x+VVkHlknoLDLqJqagSiAwYSCWxB12XXHDNHhbsd/NiRTi73gwAiSjRhDU3nFX++yFvMdMdI5K9cOvpP9OX3e2WXE2V3jwhQAhwfu8IZL4Ft6gRwSGHLI7ogioLDIuFZ5LLqPMwzz0h3zzzzzzzzNuZYZn2IwV9pIlHVE0wT2ihWHfxiLzW0lOvJZ1ulzb3N0GmlnkpY5Lr67wyH8IJKHUlUmnlHmOPoqap8OujSyTHjCSkmBhDB/NP0W3ugCkt/G1l9afMt+esNetnba801N9HVRADzggBGd7q5pL77qY5ywk0MfY7xDy6r8OAraBBy7mmGV8/zzzzzzzzweubap7fwbBBTyoQHwSTTc/ksfkzBaiEGK+8PJOcGLYzxICAiTyTotwxBR5/EmxZC30GVLtVVO/uqb77OpLIzSfcTRziDCiwxoOsWXlxSxsM+8lWffNM0v+Z+s94pp6ZvfnGUBCQwxDRCCQbJYqr5656jHVesOBQyhr4f+Xe7JSYIPEmR/zzzzzzzzzzxt6bdXWmk103J3CYL5zssBP7nsTTxK7pREylkXEIKOJontWWUG7mrIIYMNcM8L5e4JyTLY6Z6fZ6n0KzBQKyAw1RQiABzQgzzBRmHVkgzw+vM0XijvtuH2U889etcYKLKBj2kUkVDDgTzAhj6NY5YYaOnmnpcrBzjzTNvWUgLvtv8Av455888888888888nkiKx5Rd1lsYDbOsII5xI/b/ADsDLPeGDbcKgUv+34FHUzwJx0jJe/t2p8Xd0xwcRbvpSX3oiezz8kpo9Tnn8noD967F4gnAgo25viFto7+kr7x82OMNHziSRYmvv57396bz56++6dFCZdbKHOsrsvGyzcQarggjIGPt0+cHC061WRPPPPPPPPPPPPPPPFkhvvgovYJaedRzUUezkCPZ6/sNMDNCBMBFZ2aadz8w4insiBOWz7abSYY774RUcdUe34596BFTjnp18+716bb3EFEHGJadeaZZEG8MmiTRs/gusv8Acg6iJi596BxTwH+y1z16RgRxS9sBAeb+s+gD6DgTDW6L4ijLL/mBggdu9lbzzzzzzzzzzzzzzzwKqJIY6XxTl3VUEG2hSI8tRPNISmFQwwGwq7BlHpqPraZrrYxCFXHEm3F1MMkW0mV1n0VSjlCTHPOsNd/9KZRF1PNFm2XVxFkWhTQsiYgQo7N/Nu4JFzZTiAxTzggQQWjThyJFA85c+TBgr79m3GDOg+Dr/u6bSB59ssSSSBscV05zzzzzzzzzzzzzzzypL/tdSFnWEXF0UG13mBpyDL5/0FHAhMtxBLgmXtvKZbJZQii9FSpiBvv++PE0HWV2mUBSTC3XsNNt898fJhYXWJ7O0HXFH3OnGDQHaPFyqOf+ctxl1R8H3By0U0mklnt+ZacxNO7k9901nGSxuYXB44+VBj+hixMvd6ASD3fHTzzzzzzzzzzzzzzzzTcLCEF1jgizyxxV2lH30e4BzrAEUCSoBlQDDzhxReY6rZgxiQAmFDDzBJ8e/wDBV7rx5xw0EY55DL/T7X7nvX0WhAC21FJhNNcZJvUaDuuWOW+n7Pq0F9sYVB19JdZ5Z9D7vrH2Zz19DT7V5NZAITWAMaSDRFdviM1HJsI5Hs5SO88888888884881ekbcc7zr31Awko8EjjD7nT9pMogkhNd+yW2qqdF5w4qe7D7rxNpjrHBJ99p1xdJRpFd5gMgUkMAl1o+aHzv7Lb3vwDBNZJVwRNhQEM+yDSCuiCeyKayiAdxxRB1EsEBNNkw5vrHMCxzn/AM2850wfe3d0wLsvtwLfd9qGy2WMb2+PPPPPPPPPPMfUCcwFKGHLHFMKJgMagotOT3+r75MrFJAO44a2RMWeU4zQ5tLKtvCPmps31Kkbgfcdmhsl4vkispDMDHntHyCYw3CDEtv2JUW4dJNs38SpDBbaYKKDlrzXcVeUdQefaYfGMNBSTQQa5z03Xb97z384z418YYaDNIGhkvi7T/sOzlOEx0w/PPPP8yqViVcHNAVNLIyEvSitJPpi5x0HSo+WJwmhCGAO8fJ6GAMHql1VO6qEnnaFg0datBGb5XaZk+/lnLerigZX4/wX5dovOGT4pBUj9Du/WNiHw7zprICyZ2TUT8XyPKStj33gGtoiAIa8l6pGG+aQbYEignqtMVYXSc5ytrnDAAtlXW2kW72L15m6TsXMXOTTYVZAxetYjmvrHN8SdZR774wMG9nUeRHlYHRwtZqioZcYxQxi3NaHJFSBB3Aotrmmag9Qw5585HdPK0e63wcSZCul0KiwSeFrVw5bjAri0w+okmkb6HQXV9rEOD3I30yorKOXPeX+ZQRorTEKnJRENpjk43+7/wDuvNeMPnnd+8wybXH0r0es7gySkV8XX4Z6Fo5KyzzjzzzwCcftOpWB5/8A5XzshvM/OazPXVL1M732aoHUPFjpvm9J10mRtYbdLr58UkSOyUKtRIldpJ9SoLWxXc/clXkXqEKWCK3FB5eKkcuDFagrcgEThbvh3E44FjT8L6FNm7a91BBx91wkWm+KL7rHvFdddRdJLbXdtEeD9gwdptaHlHu2moMJrU888888w6ztI7fYR99eHzF8191SS88ojhl/EUDlZo3I0H8zvSzvwc2QBopuoa8WtSI4kjsmQV1671a0ks6xNF1+hrWrK88lH2G0mKUxpNpE9lNBttSc+Nl4xO7rWGQDF0sqQzAMvFxLoLhOrbgIvGwsZwACuuC1Fquwgpnw0cHXDSH/AI2CbNrPPFPPPwtPMK7OGhPPig2wweT8mBNsY+eEhSwl1bpNA/hwIK5cFb8+2EGw7+6Hqcu20KsdsCMuGWkIaZVgqvKOTuN0qA/K8s/OfuBPWYTvjQTNFaeYxCJQZdbBEIqoa4b/AD7zyM5kkE1xK368i7dDgM490pQm5V44010LPG5023v57VI4kNsjT8zwTzyzzzDDvULEARADX3P9J5bvdvWFVmTi7cMvz2qe67L9vyQAARYuDp46QONu+nvHmVXd9bFIiNibbjSyKnWI3xDWzRLIrxe1zc/MM77zzDFmHEH1yJj1MMqXH1EDxSuPCZrYROBrUpcWe0GF18PQ3Sa5mmv7XtTmj/zjzzzC0qqrzwTzzO3MUlvwnzzzTzN8QqF3VxgidsoY9dMnGV+PpLLudjv3lm0hISTH674usBNl2SIDnoY0JlfN/Ge9j/8AYngaNdBoWIHVElfVMmNUV8BB1tHapR8VZX8a4h9Jd9Atg19NNB4aVBZNEc0k/wBWLEarsV9gntof3VIheAX7dY11w/79XZSgI/eEAogb6HRf5wSV6RsNZ/0d8ErUVUdWVacOMILxceYFBOZBFfTQYXHtlsScB+CkFPgNkf4XKsWi6tV1icjtt2wlgRAEQ5rJWA/+G+61sZvv6dTueea+0+RnF8jmtjV7o+2aUTbSrtBpJEnkLdrSTbAsGZ+PtkMqp+KoMEnP6y1kYMkeH36BdW8gikvtNZ7nzyNPNbYMu387iuGL49cArMSUaa5w/nNDcSeui6rlvg1RWfPPPneSlsrcwbHnjH1nX6B0joVU6UoibogUmI+4FvAKvToUo7+pRZwNw9wqdFktd3lfL/brnaqseBUuT9+aUVV6zsX1XzNsa3FadJH8Dp5K64ztAOFbKy7n9IUSlK6lJiLpN+7hAPLk6THS82EbQYXeZYy6Ehpi++u2Aoi0y9gnCYeR4/8A+Hl989c+rKbzzzz5mo4bIQmPw7ZX/GbRQ4k30V23+rPtaBDqHlycfBa7HqjGqZlcOBWG6o86ckQxd38W+V6YeRHmD5cCr0uKtB3rvYLCNRupzJhZbC9Zsq4+nBTpG4v+wt/4Pn03F2YhZsWN++Ou5HEFHjxjDAwx4uGF7Vyg7t5bmqapL4TltNrqzxU0iRaARTShCx7bzzzz5ZZqIj9kKxmbH2aSoWDTgyIboSiBtS6/0i9LKbIqgTrMA7B7txL+s9qSse5S41JgKbT5F2JmxJ54ZZBfuyr5xRAYbKYhNehUTt657DOxIy4998i+uixVlrvN+83iZ+cPeHmE4or7KCwBwYuOAK98QtvK5KjITXvHUOW3qZSioj0FBSQRzzSAixxX7zzzyJK66RcuvGA7EgfsAGWUnIsZqDTrzYL/AG0doCkVvWiSmUPMnUM/vfzjii7m5mgK9zSSS2WqCnSCmnO+JzgzvIgs6O69LXKdRj8FZZZ9MGrcRxbvZTZ55GKEXC/nfgvjRUgS/wAzqpAcTcPDSUXkgsfwkmgpiLuCEKtuPKhriivHAGFNBKEaNFilkoJffzezlbf0+KpryhSz03fbf4uzh4zxHbOGGNYT3gx13LzjhgDScyEUdpmtgjnlFSmtbjm0bHwbZfcSKwlkSbnMTD9yq3wnmgJoMvBYHfYh3RYUYRcE85CiQZbYRTouhgwYrks+ll2wmqCaTPANCRyA+wffyiORZLOqMstlihqvumkCCorrteEJZgt1wQvnv6vv+Qf79aI9k93z1QG/X/j4m2/bsoP00HFr18l1nb7+V2il+hGfPXVuGLh8GW/EP/kHfaqvuZ9LWrcRUJSrz/mMHKmHhyqlAhh8CS7khBhCAJTD/wDBa7Q+LXanfRxwKn1l3TgCOpp7xjTSGmxtH9NF0cYixhISK07YIAhC7O009ONABh2e5OORWAzGoq7qr9mHdWh4sQP4lW9UKvNRdJe4+tXu4k2BC6DzDBmUM7ondbNlyLhOO258ZHO/EjMpXJodppLj5t9a+eBNd5yij0BZ1CwOZjPhTa0dmZwm+moFI+9jqhFqvP2dJjUnMDz/AETZIwjDHrODL9T0sFznXHAaAIcQrenFL9sJbC+2sgTwcoIUCOD35dDsCULjnbvJBvCqHhe/J2XumBbCXFv25N0YcKaHeTmLowUdcODTGJ4rbr23fyoYRQTvDYHk1xQaplyFiRQLv3XbtPd16XRuqG4qJZe8HL8RpRtPoCTAbTu/kUFgPfYzWE9XextFGAFjWyV/ROENuBLt3KCIpoNqw5/mynQnT3hUPRJf1AqvZO70N/K2x1JIyoZEqAo+CUjbi+K27WfnIlTvVU3TlhqIZUHhYmmP2uIXKdHYyucJMEmHV1dksbeTOsI3gsgtuuKHI/WTowmhTGFgje7+68gkrPdyo0qBduV+C6rL+6wWz6K87cby8wM52MsnjAZqArrfoVrnDAnZTrWO6kE9vOspxvISuVPukpkDbHT/ABj1UsiqqQCLA+Q0MQCGEDKfw60buNUSL8FTJcg5dRQ9y5Wp/wB6vfra/dPP5Oy2Q+ELoxXwK2KsFIw1R2VwhfvoqmkADt7OIKAgatGprFQ5ufd4sdyuOdHlBtz4nMnzxx0U9SxdaKUSztzu7w7OZxhAnO9/tl1OXrQWKFuXmRHFfJV1p5jFC/gy1/8AAy7DKUSV7gFtl3RKXzPv3LeOM7jJtdEcAwF3kE6eN+WmBsrUs5MUpPLUVoLxuNFNxURHc/lZoKcWlhl0uCWwcsWRvcFmji/Ng7TJe5qmkcSiLSx2RYKEPmGCUv66D84lilkot4iKisKAPyqsBEcMpeCNMhTnpY1a9ttxx9m4MftOQnTb68pGXWoK64MCu+3S4AxrhdL6nCbk+wFoeSlXHHrJ5x0ewHKOtxuea0FMaW6x01xaQL/z1AoEtmd6PeIiLjYHEG7FiWc8iYb08B6TgTceqkV8oH+tTGo6bPhDNvgk5SwwU2EHrcE4rB9PSuiKs7HYG7gyi7CZXRpLCk6XT/JIRmKM5YVMsrEcPQSm5SSvmXxq6C8st8JWuSWBoZYbjBBFHNlAoDcP73ylLRdZhpw69lwp5KXLuYqfTOE3uUabARE4dFN0PQdqZcXykUK4gtKk7ukN4c3IonmHp8zUw+bMtu/xXElZpbena0z5mFpcctFpCnj2odGAvHhsUyvIqZf9e1q6fRv1Nl4fdSjZ/meFvuKXeZR1OJ2u71knInjS+Z0Gmn57PfNVWLbF55wryKdR+5Y5AUGxhJ2Wklz/AOLUjRz93Sv+oTz/APzt0OyjYG4rNnbVaXiNzpFwmYl51rBRZCdHY0UiQh2nLwPuHRHZ33AKQPAyTL4MG1VOtt1xza0FH4WxB6N3WkLKFBXgBX/yYHCb5ma/N68ti1A3ygCslU/SoccrWuzE0X1dTw3mMZdp8mRinWPBBH+CFP8ApYvrJ4WCKWxbviKSulyb8GKLrSemKfzoipEz0O9WaRtRfyQAu4hWMSZqwIVFyu9iqP0NTX5yPIXhVkpgakEbl88+NFmlKJ0fvPAbC7/PoPHhO6r0xUCZV8tfck34y9f88aqgeQBPCZTTq4+zmonGbq0oZw6qqtZpRJFA/YXN+DnM+XSb3jzQaukNkrebpPabofCkl0+hlAS+OZ7jvSnHrwkmI2HFZgKJN3SL8neSkh4brtxOgQFcMOP9SbGrP+5yAnwPwyh6z1Bn7iosex8pwwOTGsP2PHnqt/TX/Np86DOqSXtk1+9fZxk8vvO30i0olP2lZreZZvLKfEg94Kc1iEWSVl5dNRQFMipKdgUmW+L/AKr9oxhCtWJ6hH8rrQM34ky1u6v/AH9pHiFfIodDlATW6hnXDQmdr9NWbyxJuS4z8hSTj0Z83CwNrMaJds7+8/bLZRycO7Yco7mx4GLdT5CYsN9/26+vq9f/AMW51/eETemfEX3BswPzDLPpIAPyA6Umbas6dCqEinel9HwvPU1+ph5lVN51fcZWKveREQCTwRCXE9lFF1Qkqwyp6dn7kU1cBWc3zCDkss0FtNrFzoV5+dRG197xVy3Ow6ONiAleREmxuUdwTw2AoXGsyjpqfWD77JTNhH5sqo4cXAQInJoZUAnmvW3Hr8qY330656si+uXkab5qweQUMB8dGJw3cDdFeOZGgd3QM36xVcKAdlxdV9UoCIgx4h/EzF2sGY40RP8A5AvRa+vUc5Mlkh/6Po0AhLffKIJBGTrga3Wp3b7L1zSMlYAuJCQXPfZIizNRr0o+QWZNnzRt9+lrJf10G60Ycrp362MzL9FzxjVMYUrraEXghn4DU0ZCzAo/6YfnxX7ySAlGMR4Am+rGCnWi6SWVsga0fW5CY9583qreRedK5iwA/wD2LAMwq6Uy0/bncPYM4ljPX21Slj+0kxdu8PxW3G+6xo/kw0rnP/Oy3fnVm+Os/RgWi2c5MmpyYTTjAzjzw0E0euoMNiuWEdtt5ww421Fx192qD3YQ+Fkwc5KSsvChEPPgtnXFvuL48T4xDdqChUku9TxKWLloUOD82viVYak5skqg0EfD0kn2A0NRyia4EOX+nsOcL8cIUBgR1gpY7rxPYChSYL0X7HUqZhhHz51RukPzmogElUqMs58nnB834JDCBtqXbnd3CxiAgmWlVEbrwKDGXAT3azHhzlOVnarUZlU8uDDFM9AROoUbggmarGJU3wSPdrIFbSS8ZSJuM+J9FmNA6oHnWJ+fqdd/cIRJC3x7VWngkf8Ac8C4apYKB6piqsBFn9K4CscLfjuVLL0AjGX3HnTP0lPpZqK4AHkH5gWsPUE+rwlylK4pQUYcbreNf2F/J408g4NTUZL4wDewgo4Zdlpc0MU04tb5zptRVLOvofwPi6VX687jRz97aY2ghZX1yPNRX00BdmRKCOWVX89irEz4ZXSpyKpBv8/YtFtVsB4I5hBwzXq1XOcTLOwAOX+wfYoDB5wVFU/vlIaXX3X+7Sb6UZ53NCc4yXGGQnzifyTAp9O6xqL4k3drHLzXU5hxU4Atfg7gGCqygCWVdPF9UBoHUP8A8sFEGecxxa4kOKcZZZuvhKM9pj1VkwH+/VvStAeIyRnPiJEsk7gk4brJmQHHagWQ/wCHcle9nWgiI4LF/jT5O5tRV2+MawMXTb3aqFQ745VhXBh82HmkExHc+7cd8e2hlqFGwj4sOK5BPYXtPVt55izZG9Ec63jidJiTSYqsGVPH4nJkPM38+uQpbEUn5A1d/QhEqXxDYJRI9VY79ZKilquyXOTJefImtpC9dYzK0vS/tU2ALb0QmCk7Owqlvy2orznXyMIDD6cUrGvnd5XbpuLTzEVXze1NHc3zKYUk9ZGQ6h7mYK6OkBXVjyMZJdh3XfQnHwTvGrUh3++Na9aycoWogruFsw/Weg+gesuW8rXfO9A/sk2bEutfPmzkbjCsni/QndcBOJY5rCTjj7xxDijxmhrN/SYFEEJTpQmCHebyLuX6r0dDBj3gTF4OAm9uo0+NSzpV6uRk7QLSb9Iz0DBUMYdPL+zMrIxHl1siWk5z/Xc5FdUl4Sso2Rm4u4MSwtUj8jR03swzUKsBpn/45aQA+Z/Lup3u+4FtirGisuAtkUV0VzNPYRn5eq/l+wg+XayeJn464vGUQyjweMVuZbKyjli9KzgfQiD+aCiZiJTDHIbhCEw8377u+9pMgMEEMfPtUPfxriDh4/l0FMeble8RHlMOS4aVgGFGr5OklGHHG3pfvO+jxAgU2UGFHQhZed+cH10HgQxRy0kHQx3nHF1xzBKDQwS13YaJFURkNKxnT8YbFTf5t4n+qdyP0hj7nu+fTzWRJgFEc/f75JMslzA028y23UaHxbPYVz8I+dH7FhG8bfze+bnRTb6pPDTCa86pppzhRynhBUnEm/DHv+5kRFW+FPflwT7/AHfdZFnZHf8Ay/vPAlvPMPNKFXxf+5LxXfIBKGQXeABAEFQQEFLFNLDT13UqOiv0mpzB03kDrnq77BC5w578DpIRv+sEW4+eKqTBtcZnsgojjyjAABfffbWRebXaRdeyUEoYVsikv0aXGNHHLIAArGAFKNNLNr52z/8APKJoTXEknOtz96lgP3khkzTIpfZ9fvd+/lRaotsPf767zjT7y0tt0GaFfXHFAjjJdySYpAgAQxgQAiAF1/OaOhlniPKuXVSOAlXR7gfDOaPts/WrN4P+U8dhxbiOMTNO4WIIJoMfYIRUlXGl333hh3W1FYRkTba/8otxragCgQThjaAwgyzxBj6/q/kx9t4LSjiEG+Oud7bjrWGlC8hwssJns8XvN/8AV/CfzL3/AP74Q+vwo9n5lZU2VfVeiuhzS8q1aGMMMJCPLSOmxnOziYUNTv0016iuFfCqgWVUtsx3+0liP1Kp52x0JuBu/u5+Mghomu1opDaQTfdacQTOSRWL/wCfjclHWVtwdpYao6bCwxyyCwyyh4otQQ+w94QzinVHMN9v4dYRby0Y95uKk7tEnvsxW9M/AX6mX3+9u7ciWBpTOo/ojaWEM/n86mULq5W7o5za33ThvECrbv2yQDkz/V+rKr7xeOFEtvR6Aqv2CdjgCNOQeeGSxtOOMAIYYeskUyCEWF2UkUX30iHVFH7Ycc1l06KoI5rb5DqKwhyQTQjRBzvTqI/zMS+aUW34oau/vu9bbOR7iDd3AnnQ+F5xnO/OtwytnZhnG3ZAKfVU6Ohf1diDPBJVFRNWiWlzjTiukQjKd19+2d+42MKt8kZy+tvw/gOhHuJXR8PUjMoG2rSEgWZ+p9tMPcG0aI/f6mEWX+wlHEUnACBhn3DGeL3YorYQDygTBzBRewjxijElwFPwYZthPJDS1UYJqU4qW8/ODJNQChTDpAsqS0t61GKpCIIXezgNy+rJOA2Zs9Ta60yago8aHdcXzILORsE1UlOsWOBgrLPQQfdZf3to13NjdIiowHEtP9KMpwiu0G4TchanAcNKPdYZAp5RBefDkB1dwg+62V0jSQynf0vDNHmgNPA+KiQm5xHk0XOYHfP7fHlFh3zWbb77Im4676hQnOBsJEMpB2xaIe5AIsaeFDv5hSQyVNb7N+VDCIKqbEu0Jx37w4pqFTr4Sayt6uNwheBjA5kQI7ba2Whu0toCBCCTHemaWrdVmml52b4LUPfLM+vdfv08KDTKaKIIcc8qbCEZBjTriAARg7X+bnoghTxMfGF8SEdMtuMdsucfTFDDLhO2WKIS/OojkkOeMIpJSTFkktqsu6iJOod1qlTOu8tpIWOzd4bzho5A8tJPkgx/xl6205bhgy8aPh6495XRVZ3F58mn0lxt3ZbthUEHCsDqWuCYVHdRinOl2kWFIMv9/tsUcXu8LFd0fM+JYqdSmtXkFJI6IOt5TZ01zyfKjQNTsdc5fusd9c+PsDMP8uRv6o3lsvcVaKxprt4yrZo5vre6nBSnmUl3I4/j/cb7XpJsheQPEMNfyDsaE9zJG2tqUENkJW/9Bs7mVaHW3G2FUUGUWGgQGtVqiVLJex6kFofzm+IuzlRVzdGE5pc9veC9vpENQ2/AMpyvOjF3GoPfTJbaJuZZWQzyTrs+Y0m1UUT1c6MoNmn8XH6BcTc2s1Vf8suc6Jl+0rqV2i7MWURnbfAS9cG3GjEifcbnWDAcw/w46HxSE0XtMyJLmHboamd/H1heaIF02EnElFGK6emBAyR+5SnDGfCWUH7R3GDTWutSrnPn+XxjVeP/AL/7Rvu6U2BAmA/CxdcKZrTDH98l+CpanHh8w6Sxjb9kxyj+0yeakec/L2/yhuFG9UMtVz/zLi/3CEtCwJh1bkM0RnY2QUyW0dfsrKzDY4WZYihrMEQK7YG/fCRzxKJh4sT0ND3RCev9ddddp5JBOWb1MsI8Q55F/dMPN0Gpcjqoe1X9jRNe0H+NzLvbvXPjgH//AHw39bVcA5xy1lYbrqHOt0NBkBEJ3upOECHxD38z08R6WTd6hTKTcZs5dBYLgmar+/8A8A+Xsi9JlL44FvDJkM3dG1nziyyYUJo6CaoXApIURnXBm/YkV57/AE5+PbKkJsMD1p40dNJdRhBla2nB7hwoFJ7zDHCFgaYqxE8wwyLOJ99IR3fPbv2Oz3brfR/bvfbNo1YzvbPvLmXUMkwWg8IQC76HviChwkMRKforVGBkEc1H5VYImjsiDRd0M1EXrDWcX0Irj8j+bBE528wlV8Sz8OAnbLWJqZHKYFyYsUomTC4ycyUXi3Rzj7e2N/eTIaqeE0AhNl9dwghh1lIEcovTTjj855A95BgJmOWEQf1mOE/XzbfXLue34YrxyMkOVxIoXTXyqrZuX9VxMC3B6qc58jDzxVfr1aQtZTMwZ9MWJemyDuOGm9LABraNO8085iDKAcUVWCsgDOEEEMsAIdCUTO1+9MClGOo8sdYjZnjO7iwmlC1fNgVVqfyyZSpd2/SoIQsFJVdkUo0FtBZfz9EE3iaRhj5WeIMJSO6lONAfnnZxR2CLHIeL0Q8+1ZCEnBRNTtI2YMAhMf8AMMf3GXmpVcQ6p6XtpqCCSW7/AOpg7popXpjlMp7qzOCfgjgkUBKnxrP+38VPxtvtQgiLiBpEVdu8PCGIhRL4sS5O492521PhQV1X/iceNK4+P8DymvX5A5bmVUzgARXHlHEk3RkhVoTJUu6S/eA47VYgfVfO+mm3OdXj78DALAhnTmPDH30ehxecBqo1yYl1iqZcDoVMobes4WBd8Qu++d/2xidGGzdv8IucwiDgvAFrMzjuitbjj7Z4G2Ru5LJZhinlQoVXvrdFJwp3Bs6a/wBTIos9BhAu4Kmi2OPg/wBYokl4dCv0hHKCKHEABJANCYfWCU/xfzThbC5yVG3SPIJf524y17xNNT9eqUZfOQiszg7GGALFKZaah8UM4yhtIe7k7V1ftPG7Qi9Ek2s/W13NjBx2eR++1/yMJnoFGhrDMNvBKEOFslmAFQUvFOBOsOWp0VStTTx2nS/g2+WHnwMWuQYfWzOzY6yB6iFXcHbG9MiQqL/IDEENDBGLEebUEH9ABB9KJQ66e0D9qDpz8+083VeOOFSJ9qUmgDSNe8MmYFDIFzf9R6JyljTmvJ7czYKdWVcTCYjhmPora20Lvt1xPNg817rKigoQSObGrPgT+OEKPFNEhl8vBgrOEDkw6naoOZre/fPghb0Ah+wT7SedVUu6wpbfktlMO6udEB9xFDiOOIPKAMABUYcTCTqkubML4zUxxb66cBJNMQa27XdFFPAtN5Eu/wCS0uayFoEwytxgLXOmJ5itqLYZnuxuiECXNr34OlMHmr1aEmjCTiZtrL86y4axHmWkxnB1sikWzBYtZ2tE6WCzzsYaIPobx2QD7i2yyKiMBr+e21Qyyp6cmthBZPYrXqFZoi2WVGKpQwhXzgyghXUk2F/PlrGwVqyHHs87UgFjQlmD4ZcFXH3zfB/rXKAunipSTanygG3ZJAKvcb4dMQlGFWrpanHjCs6SXkm+nI6WBQbkXV5hDxwgRTTzyHD3kfrQnMhENBBKK1zvS5t5YHuBIeZ58ywbMyEVLKemmXJztBI2uIhX4+Te3towyNK2cS3kUHv/APjM404wZZBVRpN9XTsZLAOp55/IcF/qc81JA0c5plp40A05sUm2e9L31wIVsmdYu2ztDCuWGTMBFEtbH5Wd8iMCxc5dO/PAOpIRw7iOCECExc1JEc0EY7JcdzXxNigUUfk0CwdGgv7CSuE2q3O9sqShUa20fCKnb8pRjrdBhT8wB0HcTtyWgrVo48sT8QwEEoQA1IZNBpgTYRYX7h7cSRGUTQlrigQQsEqx33fhMgDFflno9sdSgDWUob4yAn5R2vRddU/pxwG3l/IkwCryNDhuNCJkxIHQAx1IqiHS3sZ7XhPcYO8GZvPnLjAXlo92swWXqWPPyioHPHeb8u3QnuWVumfiDUSPsfnIre9qtqEZMEuMfrjQ0UExRE8gAIwAQgMdJQ64eEDdpfAQFx4PdSuICU44EAFZzv7dVYNPvNXn0/tUgehCsi8UNb1jvx1kKzmlEEFgYHaXsbXSBVi4Kk+4kahzwVZlZbDiqcdDBnRIUi++FNL22Lr1Ud0uGr+S4vyTT62LUMeduk+jyR1UV6sZYvX9WQw99galkbTp1+l8nHfumyK42nY0k84IwMYt5kIvqe3zIf6aiEFiL0mDYUAaDLlh14kBdps+9ZFnXa1QrElZcHYQI4RHrxqYvFgS33esO34X+OqJVkkFL9mU0Xu7TPkdIDYs0UnjNg28cs+CdBT6z6jVFg9tM/oEZDf3CXZgC1NpGO+D8WqfUMd5JhI9nnuhuPsB/QWlxyZFqY852S+yVb0EU4A4YkYoxFJsyAHFVbFXCwAJRKzGOKIEaAot8kg9w9qp9/EpIVMPZcCevNta8AlV5wKjx3JqpHe8jgJq1VqblZzArQQGq1p1b/wV2DFHQFi3H/2vsgGK14g8nnsBt4BUD8cgi+CSWOMyW9lSruB8Khmrok/zvS9RSKuVJ6sdVF8IWNeenbx7LlZbQusA8y2BUecYwpRIGO7bnfbf+aiCWG6q88cMfuEpBpZtVdSnZ+GrcfpjJq9RHYZExh99gwpSqBMN5fFIhgAOu5RkxCQb1VbfUbFmru2CDNhoxqN5YEpw93TqZNEFCOFRhB+mgidFSSYCChQivRuCu9s01eBnxG+dmQoHlyrwV8oRFLvbSKRzX2E4titrcxLLtWi+TRS+SOIyiyk6e+20wQ26w2WeiSMgMI4A1MAwx/3fNqfXEjCtT9FK+FNuwUB5I87ggyjGAOw4NSwnY9musqXDnxatvCjNqQV5SrROYnyftmOWoEZgIrJpjwh88M3smmprXejyXoL5Y5cqnEWTcItpNlJantvY9qEsk1JtlWCMTQsBngna75auZ0wdf2GOj6SaO8KiC2wgEs0S1fiKmC//AEsoEHMNGKTI6EVUehWZzaxGmckNFDT6nJ4YMZB4Mioy9JdnrkHvZ2Khz93HCOwpE8Nw1M2zB7X7gp8/CiFxPxVVDiaxwuoXcWcrh5TMPWk4jiZWmYKilXoSHPeeIBzzfRkJRfGWfOPFIRs2D0ARYFsAuegLawVWateo78b5ynrBJPILOMPGvuw/ZEoqokmjmrmizzpRLu29tnB4e9Kjl3rEWVW2xd80W0mL3WN+BFLwB8IQKKLw/aDdVn1qcbavTRD7X5waqHY1SJHYqyRZqUCwlA7lDSK1q7bIUA25l0T6tkyAt4PyHA0lRvstX3UUAZLSeLADCDFRY/fZbX90DtEO8kngrLJDntnPyrlPCOgiPJGlutkJDOtphtjrhnirdtwvJcnGdvNh3rHvM+467RR20OD+r/6VAKPfexkwINpr+UnEVZHVReF5ldFRv+VeqZUJg0Z7xnhMacS+5OBHwhMyIea9CRFOEEea/VryIqCHgyB6m0GOKYi9lvLaCIAMAEHfRbNeRNOKK4bo3VFDWq9ZB8aTunTLFvigKNjpIOAStB1ItljksrqinHP1u7dmR8ldgGwUy/zjQw1RXeQw9LFok9ioHXiH94OgW02yhghkE+EWdSg6Wn0wh4xvNUAE/XHddjDB0uYtqMVOTZU8ADLABPpGncoIQvHx2KjpPbeY78vF0/hhABGESQeOAAMDDSQf7v3jXB8weCc8kbhbXd6mnvYtxvOBLCjliDJR3odv7nvjlgihmIp3XvkCyIEAwgd6/uYIGXVbRabHAINlsr8vRart53miVQJYuompxBCKYOGrRXugvHPF+29hUinquqVZ/wAC3L+vOWDnIDmAjdyn6e+lcKcNOpBv+pCbfX4oWAemTkRHV3k1BQRykKe8AeYZ0SZJjwF9bq8C9mv68RGOXuo4PmjoJKSW28+9zllZ6rLY4opoMfyjww9HIsqpv2upKBFlUGBBDwz5MZz6iF6oaX84FnyTZJGDCQCRxDiBi6+9UdrrI7XKGuaR33ptKTjiEA0JNHz2PKQ+caIqqPcj+8kOgmnmyYWLlpALHinFxWEoKszlBqtf+Uir3QJsYhMhxdsIp4/feqAAnRTdheu+vu+ILLpVXf8AliVo/OS6bzz3u2vnEBpr836CGLXe4o4txw4kgdpZyRY0tDNpZjAHkN+BFLiHtIp8gCGSeyuev38TD/8Av0kskHh3q6lPMFmHFHw23609+9P/ANPsxc4TcH3L+VMQ5iQjNUOxyA3nXJdRqNGtP86jAkAx6VONtRotfuPpNMqZodze5RSj0YO/sPP8ZP6WXJPX+SYMKbYId+uqPbEAYHQLokAzLQG1kDACCjAyEnxbyPB2lPJXvKQl6mi4T1cLOKwy7raZveon5oPsMNOv9PFfAmdNxySgiCgZqYKcevpfSU0CG3asbM5S9aoeEspy3z0WnDQaZRZ28/8ARNBa6zzYVrDHPPPrPnK+WrzmS2vmN0JOnv0q/wD+9y020hsR9rzvBjsljphtwrkGefY2mgZuUdeJFfeCJIAEEKQRYMjdT8nrJkqbrKwlh3lWC0X6UWIlrndkTzVXd9x26935uv3Sg7bAJFIHaTopriy+14r5OkRfT1OtL+Dx0rXM4dV8WVxmsResKRMNKFHpkl37HaZ280qsjx63pnu2vjmD/Rf92G7x/pPDP8yx4zvqXxycASkhsuqurhj8oKOq35VCPYbJLWRpDBAjsjtCYhgPKXqnyrtn+YLFMt3khqxfZUPBgREGK50ByWGRRyfAA1fpIr8BGqOK/foohm1449dL61EYMzKF8KninOQ5UMe85/uJH8p+zpdIB90/feftFAMz6nrhos7qgunuojuTc+/ekyxpDvYJ64lvfYYUQ8sQHDQYYntotjiy3Df5FXR4cBw3hKEhxT0hvjoceg3pB9suUqjgOE7CoPo7gil9eQAHWo5kR7QJ5wCLYXTlK/wBJjpsmtvBy48hk7/02z5WTKq6YaA3MlCJEbIaRDtn04Ichlgjt9j9w4ZKNickBEL35qhYLLoMLD5nrh69/wDGukdCpRO4imKpA/7rKPU2WXfGUgado7zyDoiaXSNusPknesCiLN4hBZJZBghqaw1Zarpst5Dau4WY7jujVLnACPNHB6a0ZD/ekFhVIyu0Mq6paBGCX+vrvf8A7nT3LJOgcGOMiGvf5CQNLDCnnbnoiqKaaqvPK3fPLHIjYBBbx67DCc62OqH7jHXX77fnElMeJsP65cduoMB58N8w9FDGYtR5D++3xg6NC4YvW2K5NnbLSS2irIM40AkK8FYVhLHeKTTYwWiOcH0FqiAIIQmT/wBPsg/69YmfQQR8A0zlugojKGJk63Hzyw7p+6taRVyYpCksWaKJ0+cDIBMLT8olskvvrtw1UVw52csmbrit/wD+frLZ/c9ON/8A/Hrx4d2L7VKPCgrDKgQybGyumO6kaE4xre+/DI17dpkyKeKi5aozX26fbHO4k6CmHDwphnGqrL//AMmBLBd8JTGh1sjjmjrcPBWOMntbXTMLumRYrm0mMPHotxFEVd6qpz5/cNV6N2LCP27ImAYCNIssshjmtttlotznk81pMSARkxvjw17sg2+/0519roj/AMmnIZG6xNEngNNM9prr4YY7LJyvjST7q48o8CRAE2Y6pY443gQ85W0k8rLDTYpc9ZlVYLYATgMyDg1maY8a3sIBXsJZ1ePZCcx6zngLm6ku/LbbdPwRb5SfWH2V+eeMOYPsT+sTiXVGSOb1V4Koc6p7LbuNZr79TQ1Dz47ZG4nI774P+afMPuvPu7Jt8/8A/Prb/GVNH5brzDLuL3P+Syy0lZo0iCGnwr15ROcQOn7y+iV/NcH+ybW548qOvLnctHC7WiEh4woZ6hmaHBTpMGZ4EBdh4eBYxVNkdQ91MPCuu7L6G+S07HHx1Au+ufRLHb9PsEtpNHIilNuKOrn0EuHH7rWvNQ4VLl8GMRMRVIiiCnrffPzL7/7v3jXSvz/jSvJjz7/XPf7O/wC+97sspkMZc478w6DGuFy1eEwtrjmggTydhhY7hBOJiqh01MaUlmi38BqOIWc+uy0hsQGIY9GuX4U5e1MFWWxq1Kw6gjuvnsjrMFy+82bEsmqtwRKQrb9AXbMw4FXRtgn/AHEbuvGE0+7glLh0uO0+EqX1LP7PP9/uv8MeI7+dvNOe+7Jaa+vNPfte92G9/nRmX+sYJofQ3b8HMwEwFfYJaJKJ7Lfd8Wa1uI6DSbUELCQWk+I/f+3kfSoczPOyojzL1PcGxPj7ba58/MdkUt6Na78b64I6oq4/+sIstLOGJv229rGntjBQmAwUj66ZYc64uO8lU3Ckd6Pzg8e+X9L7NAinGcPv7b+9frbNfs8Mc6Jorud/f0mg/TT1hYaj6Wvtp/slF/2Wo3dRGmtXliYD0cLuLHZnevFOe/vXKvSzKrp/BLnU9bUiy2WRLkLNGEgt08RM5zucUK4J/wDzjuCaUsjuuq6C+aiiGOEaBM6Sy7jlRCOq6Q8MNGyOG+HiPz7DNZgLM5FkEMQu4obmS76jdbr731C/2quGGOfbzyWT7P3rjFB6BES3DLZBsku0Buyfn7f0WhW48XirxukPrfB0wRDTtrM/PqxxRnTjl+ekqkABNBaViRcglXJHL9cC1JGFFjV6laKiq+O2ySOOY43O2STjCmskslKdMRtuuqOFdQ/6+Mc4xyS2O+OuS7zDQpO9+g0AQQfmLyfDX5wuFEnDL7bb32u6iSW+ieanyuL/AE6S8cJH2+dPyh4psjkQtx6v59YE0v12bgcpfddzNn1qQT+MBMHtqLL46GTi31kiWyyT/wA71zA2dt/u8t+dZ7KBv5ZBY4Y6Ip46I7Y5rq474bTMJIR0P3wi3DYLaqs4bc5YAj2Fb6Laqr48vflQQ3pBfgUqjzLHOXGeGQV0MMb4qfJqqao8d4o455PMN/MehE6XfsMpDPx19GBom9PtO+OtOGwX6SmhKeNA69lN8JI6TtcmRJYrOLdmq/m7bNtPVt8Oi1IUkUPea020CQGaAMDE8+4YNKpY5pI74pY75gT84GQN0qzxRCDZM6rp/PPSCHXarpbO4Nfeev8Adwp9nGwdG0N8Ng4QbaheLXmyuKaqOSuHb7mCiur3f3j/AN2GzpRm2DhCUlKL8cCx7z8/zx8jiyAfQF3440sqnjojsrhFZ/KFqrmLQQCxuFgwz875DlvE9hVZVewLEQfGRq/I9JY7T9loygplAPFGhklqPG7AT8QTwiBPDJoshhw6xCHbALnturrgr05674UPdDjfUheluZe71k3BYk5qthngiulquq/Qiin4xnmk90ZGa6XvSTP/AJBEUW5CkNPuV0/sOFGxvvOYKk5oIKpIZpt/KJACq647w3zMtZZs1K/+FAO0jKQWeG/4978W2uJcb2kt8NsqIZLb6SghzDwft/0Kk5nHMPrQyja5qONtcRCxXr5qKr476YZ//wDj8N2amYIgzrR1MEl/3FbzTy++iyyKuiG6mKqS377SOG3HNqypd/vPwfMLJM37tBDfrLHLHbdOARHzyyAwOSCWuqay3yi+Ky+uSeu6DXO++WvzGYku8cEAdxNOgHWiLGl2hSBtLPCCCCHXWyy6sw4SvXSnd+RrC+qn7D2eGKHPbdYVp7O6Gii66CKSnFPOonVt8Kxecgt99J4O2X3zaqCGKCm6TvP6+KOK3X6Syu6/pIFtMi/YgniEN8HIC13DXPTDXvygEoV62Y0cM6ecc8wUE++y+SqCQCmizzC2IEDf59NUQ0ulBNQeEXpFkJLcXCtfXhWO6Oy7PM+mei4x7DSwxoieqbvz7H6Wu3DXNM5NRm+yKKeSqCSzN9+8FRUr3ztQwsBkK28jfHr6aiGKjPuq/HTqSW6aOCyiOC6ntcdJ74/TQZ/4MNPWV5vrymqC2X/btkwuqWuIICYg4IAUUf3jmLzH/lGSSy+mcKnDLdKqg62X0Ruga3336RXAwJjTrSLP6qqkmC22I6y+EC6fserTu2CT/jHinD/4Mo3nM4a2K6B1pn3zhD2EiuLLaWqH68WDROOS2PfKiLT+2TD7D33zeyq+Sy6mOXDvQXqJzo0cCTGFBZbEIfXiG2KiD3TvrZMsf5wwgMw0gANlgP8A0261d1915vonlqeW4zeEtsPyqyEVsSHNwWimRltVgv3x0857qghilqICvmPRXRvinilhhgg8x2XeOCeZ77WaQRZVXTIMDCRgogKsHpVZpc5yw65sqinimjk4x0216w4142rqhjjsvnux+ZE6gypPcaDFJJatzoU54v69548qg2pCd2VEbPAEKOOENMJA4x+b0x8s3lw5x5TBfrK4y3H50TVYizPmCjM4rLqCgm87z39qgsiuk1EkmqHQ/OGCuytrh21/cffelm6KEeJGR8aEbRJTOPKsgiMAXvdrzb9/x26sh18gpgjqxi6vumu+39nu+zo4x1lxzealO26zIMAMd+4oSzwct4x065rrr+utvNEHRfIOBUZVKLGNJdTZfcSSx3IZJd5GTWfwtyPHAeYM5Q77cOPV7rZotsphlrghktzgom8pnmO4uJps18uhz63dSUcVNJdhOVECK1/zWAWXRKskrg9BUDvYt21mpnirs99yyjthsjtvokkhw8hn+5hRe084VfQ2jcRtLot6S6uaLtrbdYSQafxol3rdZDNnrBbACTfYPOGNGcdcbTMdRV1iUYnoCc3q9tQXQZIemaz3S/6KlXcmsotoqnijmtnwxYbvusSZ+BP2237wx/VFVdeFH+TeExSGr632+GZSUQt4mfVH5rMpRyqnugrtpw8xy4ztqhvhhslo7Qss653Zf3/8QUItQV0En+r0cbOuEsJRUeMHfa+38/H7XnFslk3NIUcaPIPIUffZfTeQay+oMVSdKnQC2rfAHBItrpPW7WmQ8R4ynigpuvpnjgEk1VQ0o8Xcj0P5598x/SSIYRUeKw/0ow41lnwyJYbb5GKTLYLGFQLiVvknjmhukgut++ydQSYNinrz8MunjxxbUR8/2bbTNWztFIsgOJgvE4Mff/nmbW7140M4b4JrgLcHeUfaaYfeQfccYRVY17+yRHKLKhh00PGNUdTb3w4n+0KMwNmsttovsgghvpQMujtrmreRbVjhphizyURTbEBGjybfszu5zIAFDfec3wMRGq5J7KmTczgplvrJntvti+963eDDmjmuptjrIDdNbTbSBAWg0QFoiykmqezIkDqQRMlmtfIEk8MCNUUscXMKRReRaXQVSYYRXfdSz+dUReTXXbI7/GOXZUObw3ZE6MWEepxtrjKAshtvusvqkssssgm8TIBNmskm8dHBAAFvuydb+w+06jHBNTYfj5pJARvSApyJMvw7vvLCHHmhjhjhzsmgnmrvnmpvMPcsergDHDRFhXAoj9so2GxPF8+/bVshg8BgkhxXTVQdTACLxXVaeZGZQSdfXY1w79PKeRUfdXGZRPFPWSaguk83CjnXVjlnvjkuggh7sivphpqmtlvtrkPMQpjixiCFOQwgs13waRXVW32qFReUdu3anPnhUtb/ALp664zkBDArKuMYK7764qbr6q45YARU5UqZbLy1k53WKsV8EJv6b69LGgA77oLDor4be77ugXTCCU0PGkUWUUnk0H/3k1ut0k1FEXjQnHTQCyDG/uz21+IOiab57777pYquP5qZfLbb6vOqZCIkUprbq99QwgEWMYb2WHmES89KMWznF3hQActTKxn03s6KYnnkW8QZLK8PP/uK4YKJL4DBJkSQbF4rJL1F46rqeGidOU1mIUXuF0Trbra9cbIaoYsDSnThyjUHUWnHmkW00GmXXCMM2k9tX0hDgGBw0F1HfO/QAR7X4oJzIaIqZIIIJq4pZa5778b3lxwr/uYxrpUkTywwS6dmwvkOPJ4Yb958nwRgO3kBQK3wVHFIY/kf+/e7rLMsOMvZZqL67DGlPqd2pUYYAxymnoCzexR7Mk38XRtH303LZypLKw57/lgSyQWX2AguUGUVWlVHFUkEWUONDhf9lEm1rHn1HEkWNNt8E2GFr5ITLYsuZLarAxU4bq4L6OJJrBg6fvvc4b49c7p403OjB7NP74+Ne/bKeEnjsQGKeCGGk1iLZ6nuuv8AzbDDfPvqyq00yW+jz6+xwgJiauF5UAGE4fIeuObDP4VPouVpyq8sGO2GT3do+myZNbi6WUcVtNRBD/3EcgVhFYM5dl1tRaLvdRRhBzvTFNBUGV184AeWPPHq+QNxIAMW2Rl7CuUiW33nXCyz7HW+MJX34c8yS+CDHvbjIZFRNQzbrKBdNNF7ieqO+mC62DfD26GP/lU8iuOzJK5wJWOKmOAFhGG6xF8PSqs8wyqvANAee6uia6maP7RIOiKxh2/b/K3fJFJFfvuoEQAc9YVFFx5xFmfzBBhRJVrTB9/XD5Efwe3bjX/KqMckO2+SnBdBqMcsWfWLDbrXb+mgUEExZBxzWiW2m/PYpRpx9dqM/wAwQYWUdjurglhjksrjuoqsQSO9vcsp5zMnQYJjrsvvHfUOhzfWostmyN3N182EqzjhrlprpgxyaDqoixSn9omo+xwRTWRPEJMARXUfeWQBBBPFmIyWXfW6yzQbpQ62HYdwyy8yyTXSItmqkmkKQehFPL5+2059+s8sKKCDWYcb+xhq438xOLbXYcXd3SHXVfeXdjgtjhovtskkENScCDDrNJ31OOETcIg9qkghIZkyO63lYnooogroNieVjhtkjrgnkAQ9dVEkrmfIGZXOIX2MMCJPPNPcSRcYSAHMBOLknNTYRTPvvgNNzfe0supRSZV2ReWbTkmAOt8RfIpldP8APfdF2lBbdxzABGUxT3/tONDQwwFFVlI0hsMdHW32Flk7qZQ7pMc9nEnQNOb2ZTace+V1wkKLKYarZiGqyEFCjMLqPVjBNiuB0GTzbLwxzAIjGWSc/fNYEX1UjHshtTjfkug+Ws9+hBwhpRRxLJWyj558fabpM1Fwh202wXE1+1EGkluuyiqp98UCcU2eNrzG/UEWa2iQlxTQSxwCTcCBwjDEERrd0SJF1aIkUEqb67zw758nwQj96EwOooo++d45O5HXk+oC1FXSyssBGDeSP50zBxX033XmJ5alWQZNuBdATHOaX0FUSTHNq7UFlCvEH8/cca4pLs833HE2KPx22Q3SQ1QTzQZwloEWETwyz0us6KboLNG0kVdcpCJIc2fPfoZnGqQSRSCjlUWkTDyjwipO7MLn3Lad9P5JrZBB/eiOtLs/c3+fouoi85qaT+7J70kUE1yujvBO5XRnoCjekyUOHBDF758mkG/Pfjh9qjB+zRhkEBDTxilxJu+mnOOoSgEVCSB5acvMLwEsfVTi+O2jA8I9tX3AAV2jhlm/aJ6oYrWGwxm56aJqN+fMdMrqauKJSSwkXwb0nDTjQRQ/e2Q01PPPv+P/AG2tpbQfs/jXz/fLs79YbVIlEQf7XSYhFtR9a4LQXV1onsdiSZ6bsHIY1v8A15dTQ53GLN06jACzzhhmtrpqgiltaaSV3ijzKTKRz1D8mms36HQfRBx8x09GSw015VGEGICCEVWWykggiFy7KPvHGEMwx840w2Ou9v2vWfNRJOXKOFBCOMqHwZTY72/6x/zfcQbxB+/nmBIv7RrjVhz7xzjK/wC/96Th23mlyMzAD5MZTpVKkBN8FHH23m1XGlSMtCegB0uf9QURQiZYwzUuF68eW3lTT4B3EuYvgTTWE2T+cl2b598StLxiDRL/AHb3bY44Muwpv6SC0lAsmuqECbr8zqOM2v8Aznrq9TSWZSLNOpEBOQeJmRbR/wBMG2V200xQ1FSUnVjQ89NPPJgvsoIZxluZNyX+cVWkxoisbG9xyh12qrk3HV2XVkXFL+OctdgCiijcfaw1sfs+Si5vlaKdaAB+vmmMFjd8A1kqKxjhr6KqHb8FFp7mTBDjyw5M0RDtMEa8w46bygiY6I7iChRzzgjSpPOrrLKBFV3jA66QF0r3sh1E1fvohXEVHXTVnnNpSU1yf8vNNp3EF3X1VrXq+Q1e8HG7CuAvS1JON5V57KBEf00W3uFQtThEH3txAh+Pdwi5tvfakuMQ8HXkkVIocxpoYFItkT0ZDhwQSDyB5XdAkBAa5LihTVk5kzJBLk/UEZKvyzAKb975nTQRTwgCJPe9qjhQCFUiBpYmFZ73Jys9wo9whUUV5K774S560n3z+93tu9IXwYoL91wi9RzEmH3UqLZ6JPgvvZDLHqydrWVnSIwNHOBGGCdzRzP/ALAIsi/bQD2STTHO01d5D/3qDfcwgOfb2MowBN9FcOiUXqFtJ99XvPF6icAb0KNbU1L73QAeRXbyg1Fo0INcIe2j5ia0VQVgwMU6jRz7+L0ZUwgRVZ8IQIAOCeaqUtfLGiTAIOgCqbMjet5XpjI0os8g4tJNNhbk7r3bMsJe74QExkAsIr70phQngEZnKyVZSy2uVre93/GokksYDDHVYYiLzzDDjxgpF9Vxxy2d4Z0Vvi9F9A0YUQUnSkKr49x2+VRg/8QAMxEAAgIBAwQBAwQCAgIDAQEBAAECEQMQEiEEIDAxQRNAUSIyUGEUUkJgcHEjM4EFQxX/2gAIAQIBAT8AGn8Cf5+wvz32P/we5pDmbn4Ghf8AjCT48voTv7F/+DXfnbJS83oUr/8AFUp0OTZb+wov/wAPtX4Wx+/tFxpZenImyyx5KYpcG4scjcWWWJ2bjcbhyNxuJP4LlB++DeORuNxZuLNxaLRZuRuRuRaHJI3JlossstFo3ItFllll/wA+v45yX5HNDn99NEHZWleSXomriY+YlDiVpRRRQkUUUVpRRXZRRRRRRRRQyu/nXk5Oey9XItjZuYpP5Ru/o3Flm4UtL0bd0hSd0y9G6LRZZuRaLRa0tatpF/zE3/AtWhcS+w/KMfEmvsH/AAD3XwJ3pWleNfuJf/ataKK0ooooplO9KHGyKpdnJzpz22WWTlSISLLLLLNxuLN2lllosdp3YpI3JCaf2tk3f8FNUyLtedrkfE0+y3f9eR+v4Bez/m/PH9zH/wDb/wDnnf2GT3RBUu6iihRGjaUUUT9pIUfRtFHSitK8zn+ByZb/AINqxJLz1Zsdr+F48a9n/wDp54+2K/qt+d+dnuYvPDmTf2r9fZpP+GZx/Gx9s/8A9PPJyi7RBO3J+fm/PL0yEeb8zJOomONR+z3Icxzflo2sUTail97WtFd1jK/jXd2hJt2/45iVeZo2Sb59fZz9ePazazajail5n4l3If2Hx9yyyyyyyy+6u3ejejci13UUVrZaLX5LRaLX/QMnbTKYom1G1FeC0bkbjcWy+6++9V3IfvvvV93x5168T714n2rWu6hxfdHsortytpqmJsstlsT1ooorWiXBuZuZbNxuNxuNxuNxaLRaLRuRuRaLRaLRaLRaLXhtFossskrNrNptXhs3I3I3Mtl63rWi1vusssvXcIZZaFJWPWxyNzN16oY/BY50fUZuTRZej7VrY5G5m7kvV967HMcn+SMm+x9qTK8TimPH+Da1rHufZm/cheuyPin6++tlvy2jcjcbmW9H5GJ6sXrx0K1o9Eu6xPRCGXzq9Fpej0T7Jeh7kyElIl7LF60bL5ObLZbIsWj9HPY2WJ6WWN86RbsUi9JaRRtRS87SHBidM3I3IU0PJ+BZGXaNyL0y8yWi5HHSOtlr8m5fktfktaz9fZV9nZaN6N5uZbL7Vo/BRRtLJJtEY1rJkfXdWi7rWrGy+xIQtGNrcXo9Fo5LR+9VokMkhQ28pns+dHp8ktEJi1fY0R9jSL1knY7IrRIoo2r7RpMcCSa7NzLExMkm3wVIgP1pHRstjd62xNkSfo51nKkKdm5m5ib8URrsvx70bmW9K8S7aNptK+wSWjE9GhRf5NsvybJfk+mxRaEmSGi3ZH0SiRiJEuCMr0k2ir5ZRRJOhKSYhk293BjdolG0bXYo0NURknoy0OSPqOz6iE7WkuCLtko2jbL0RhRN0yDvRkpr8kZ3pyN0iM7ktZycUY5ty5Gja7Ej9Kf3U5K60eiEihLW/wBRufdRRtRSFESMnZl/aY0tq4NsfwOKr0R1opFFG026RHo0bSiiihFaNas+RLx0bRLSvtF2Wilo/BtMiSZB8dk5OzHo++jJFJmKtGtJukL2JEijajajavwJaZI2iC5KKKMkFuMSp6S9H00KCXYsaTtFsSMiVGKPOlc6ZPZjk2ufuJukN8kFZOP4FFiiiXAno5pH1ETnzwhZGvaFl/ohOx6taJaJlmR8G93Ws03FmNpRSN0fyOUa9kWvybl+S13uVMhKy/Aver1Y1+rtooo2lIpfdJ6t2V4lpkXJB1rKSRdshGtH3LTInZB0xFjMjv5IQ50l2rSfoixayVsh70l4EZUyHvWXpjbsx98pxgrbon1sFxFMfW5H8I/y8ousyL4R/mz/AAhda/lC62HymR6rFIjOMvTT8DjZOKizHW0orTJL4MasomlZSKRSKRBKxoyWiDbY0UUStIi3ZRNG1dm1G1GxGxGxG1FFf2V/ZX9lP8lP8mwUDa/yU/yfqP1H6j9R+ouRyXItlvscSiivuK8DEyyyu+xPVaSVod2KbRvY22Qi7FpLuWklaJOmQyNH1SUtx8kFS0etli0atDVMi1pKSWkVpLuooRNWhOmJ2tJzsUbIxruy5o41/ZlzSyS5fGqTfpG2X4Ztl+H2Y8koO0zDnWRc++6N3pki9xidat0OpMhDbpNOyuyHvSStCjUuyRGKu9J/9GoS8a0WrgmPGbWRg0VrLtSFrPGmbGURTFBavVssjrkuxOj6o3bF7FpLtWqGrVEotMjNoeS0OzGn3ZsqhGzJNzlbFGUnwjH0s5eyHSQj75FigvUUbIf6n04f6jw43/xRLpsbMnRtftY4Sj7TIycWmmYMu9U/fZes0mhumRyVHk+qyU93ognerH2LSXCLZD1oze2xetJD1WtaUUUUUikUUUUitKKKKKKNptK7q/j1ovFLtj2s2oSS7Hq9IetWkyUaL5EhRWr7VqtJRTJKmJWxRXY9GzLLc5GPFLJKkYsEIL0NpDmb2b2fUZ9RimJpk8cZrlGXp3B2vRie3axO1o3YhayxWyUGUyEGJV2Psjo1aPpkXXBvRKSoUBKlpIeq++Xgsv7d+NrtWi8Uu2PbXc9GPSHrsZsQlpej8CZaLQ0mKKXZY9Mn7Jf+iKcnRixxgiUh96IyGlJGSDiQ/ZEbvVPtpd19kOyarSCsWskVx4rL+zfay/Cy39m+9aWixu+1aLvvS0S7VrfjekPXifgXjmrizBjrlknq/BGVGWO6Inwl2LyvSJbLZbHbR9NkY1rejH/HLw0UUV9jz2UKvJFko2NV3VpbL0bdCfY0NPRSaN7NzE6NxZd+FaossssssWla+kPSiitaNrNuq9D7I62hvxx8L0frtabFaflo4XyL7laUUUUV9rRT7mRu9GV4KEKya7UXpQhooquyyrHAoortVidL0Px0bSitFp8ay7miu5D0QhKhjKfhrX5LGWXrRQ1pJj7ENW/NJC7n46ZRRRRRRS+8THJdyV+VbTgnq+6y/Kyr8CRsFFFIparTjWh+yyj5JdlaMvVoT0Q4s2sSFo0NCK0rtXvShIoop6LkrRaPR9lFCRRtNpRRRRRRRViiNFMplFFCRQ/BRQlpYpeNif2t+VIoetFaN62X3PRIrSiiu74Ivcz0WX2rtelaIoouhcjQlo3Q3etllj0TLGxsiN0RlejLE9JIXZWjF2/IkbRqiha3q4tm02oS0a0T76KEivFRSKRRXdasbGrRFUX2V3P7evBa7I6PRaWX3KLGqLLLL0ssT0er7Gembi+5dr96MoRFKRtpDoS7J++2+29YkjE+dHohMm+ytGhISrVDE+RMRK71Wlc9jTKK0qyUa5N7uheta72J6X2rRukXxZF2tX2Md+7Fql2PtYj0hd78t+BrRaQTbJQoelDRRQ0VqtJKyhooooojKKLTL51vtskxKzaNV2x7HqyzaRtDloihoRP35Y+hkFo9UyTsrtYhPsekRvsRQ0UVqy9LJu0VyJ961npZFnHYlo6Y3ztI6sWrGhehi0Yu6yhLvk2pfaJaXpWsW0OSaGxLtfapMux6rSXopkEPjvb0pUejczdfZQuxlc6MS1fvRLR6SXGj7aRQ0uxehK2JUtH2oS8kPQ2JlarSuxjQnYxxKENi7UWJskUNCiJarVquRx5sSS1l4F4HovXgaT+wqytbFybRrVFaqQ2W+yWjFq1qtHpAasqitWtJJFD1rsj2vSJQkPsQxsssa8i9EF2P323QhiY3rYtGnonQ+SKd6UNFliKHo9KrRjK0T5L0eiGJloruXZNNoh6WvyPtb0jQ673omMvS9G/srL7IjY3qno9W6LQmKmUSRQ0LRl6UR0k9EbmbmxPW9HpJaLtXehetG2J9kh6LRrwvSHa/ei1YmNlnsWq1a5KIoWkmORvE7EtHrWiRtRNJD1XayzctwqG+ROx6LwP13KxrwNlj09Ddj9jPR70vT5Gvs0N6LVPsfvRC0Y9KLWjrRoSGNG0QxLnVKzZySRL2XpSKHqhdjGJcENL0ojrL3qtESVPW++C47X70sctLVl8jLExdy0WjZKQ3eiIu13bkRZZMfvR6LVjGrPpsXC0Wq8D0rSq7H3Ib5041TbnpbQuXo9LFC/kca+furE9JRKFFi0Yxssfsvsb7KFNJ8jlF+tORIakubN4x8EcylKkXo9Vq7vR62J32LSnZPVCKJrwxVsXbJaJKxpWfBGFn00SXI0KbRCTb1oSGLRaSZLWKIrjstDlpEky1RPsoorShprsS8bEWUmi9W9bWl86t89uzm9Ks+e1o2uimNdr+0RRQ1yJasY9GtVo9PRLJyKaaJJmO7su9W2JcjJRshg2yb0Q9ELWx6fJeidC0Tt9k1xqhaT9eGPsXbLSE1ZKvYpcikqFIaUijarEkO7EXoxaR0aJIpiixIQz4GMeiY9Hqjdz2sorz2RlZJaz5RHSlo9aXvtsZFtvs96UcutJLtryPssTNxZZY5Ib5LLJSou9Hd6PVa2MkuSER45V6E60bLYvRaH2vReNaKrHq1wVyJFav12UV2RIrtZJ0hyI8xRsWtjY+WfIhMoQkjaP3ono0UKJsIxoekhKyWiRVscXejWlliH7Wif6tESdiVeR6p0y3QnY1ovejaRaZYlXY+1ivWuRl8VQlZLK06SRFqad+xxGq7H4H3UV2Xo2IsTJO2Jkpino3qnrL3o0QdM+sttD9iY1Y1RYh6K70+RiFrN8EXwPtRY2yNMkR1aEIrSXe9EyLb7WNCx8i40ot3Q+1Mi09HJITtElyITL7NyT1sYh6+jcmWr0aHpEY+VpHsb8b0boivklfA3VaWJ2P0VZ6RQvQuTjSQmca2Wl2NO7JJpWmRlXtjwuTbTRjxqCbbJMk9L0fCFOxK/K34L1ZtEqZej13Tschi1sss3SN0jkTocrLNw5I3CaZEfvWXsXvSc6aQtVo2J0PkWrJSpimJj0a8CXIu1iQkU9WkNaUVaEiRF0LkljtCjtJLuvgsjKx+hLkkiinq3xWlWLgk9GRfOtCWlcaUJUOVMUu75rsSssbGvkekR+jclQk29PSPqbS3uWkpJMgub7GrKHq02i6XI18iZd2N8sbvRaNWhQSOO9iej0ssoorxUNUJ6VonQ3otH5UR7fksnBMiqXa9Frek/Y0R4Rd6NDTXfFVos0d21iafYyJaJCY2e+16Q/J9RF2Ma03ItafBRAbKQ9HIvR6RY5HvSQk77UNkdGNci7r5HqpIbN1lyLdFl0KRt3OzjSQ4JipaOKbI8OtGrLpCdobF/ZxqpcEZjkiE4mRpN9l6PwPRD0ei0b7GWhvR6WTYhPTa7HGRWiH5kLV9jkKaFKxsUkbkWi0KSFJG6P5N0fyb4r5MmeN8MxZIzZlTStGGV2tWrJRrtjHTJkUI2yWRubdmPPKPtkOo3UKaenBaOdw3pJieqKs2s2i9C9iZJNnwP1oi2Ky0JjYhlMZXcvAr0jpZViXchvV/B8H9kXo6GeiPoaRY9JRE0iMadtlc2TshLgotIjVj1Yqr0he/QpK2mjgmu1Oi++x6LtWlp6LRji7vS+5iejJ6RaJPyoT1vRm/kb8cpxj7ZPqor0PNKXyWQyOMk0zDljkgOOydr0+xolEp6Rjo2km2Z8rnL+tcMdvOm9oWRfJu/AhsvRdiL0ekXSExjNpVFHxpQxMbHoxlNDHoiihF9vwRGc2J+CxLRK3Y2jjaVRYkMUXvvS12cj9jTdUK6JN+hItofJFauhIjFNMUGhx+aESfJYvAta1Wj0ZCRkkJ0JoWj0ZYn3Jlovklopx/JuX5LQuRqvEhC7H6HaYvXhllhH2zJ1ftRJTlJ8vRMssw5njkvwWskLI3WtaNFLXqs1fpWvT490rY6U6WjOGiKdexTaY5m9PRCvcMkxU0VxrwxFll6SYtVIsui7HVaOSutLWj1srksbFq9EN86LvYmrJMVsqmSEiVbSKK7GudGr0soTGNWxMXLJSqaQvXbB1Fik3L2P9pHknFpvRFPVKxx7rLL/o3L8I3L8G7+hy49aJjZu/oTEy9W/DRRQ0fp/1Ra/1P/zXjts4OBbT9JcTg/8A03f2WWSSfgckvbNm6LpmaMoTab8HR56e1svRd2WahFsnJyk29Fy6IfoSLt2SqrF+C2iMqZu5bsyNpWKUlzZie+KYkyiStGxitNDVoXrRdtlaJjYtJMi0kJxG7GhlCHq7YmMSF3NaWRd9zKRSHpZT/J/XJX9s5/vsfckSVisSoSobTyC7U/0EJck1wm0QTTtGROxoiWPRDXHkY9HqtHoxDYn4G6Gy9b7qFq74PelnPJ86rmPZ8a5J7Y2Obb5ZgmnFI6vCpx3L2uyEJTfCIdPCKW7ljwYn8UT6Nf8ABjhPFJWjpsyyQr50sTvR69Vkt7UPTBD5aHLiqI8LnST5W05bJIUeLMs5ehS+DBHbBdnBX6htovtvRdj991vVsXs+e++5j0i67X2Si7TLoYmXyL3o0/Crsk0jdZHR4lusi/jtjN1QpOLseebQs00qHKTdtm5m5m5/k3P8ikxTR9Q3IUolxG4/ktFo3RFKB+j8n6Pyfo/JcPyNxLgfoP0H6S4lotDaP0n6S0cFo47b/sa/sfZXc3ZWlouLFtXyS2v5KivkbRa0fox0kMenxolZ1aqCGzBOOxPmyLUonV4fpztenpixPI/6McFHiCKjD3yyb3fDIsnFSTTRCbw5aviyElKKa0Wj0k6i2TdybGY8bmyKUYobt2Sl64KTIJckbtxGnZ8E3cmY4ylNURVRXc+29Frej09LW32ofvV9qddrHovfa+6QjnS2XI/V2WWhtFosq2bSOqWjdG5G9EB/zNFLzQR1avHphb2mKUn8cGfEskGicXGTR0juDRF06Nkbsk0uKNy3OiMrbZnf/wAjOi6jnZLRas6nJtjQxRcnSMUXjVUbldD49H4sVL2bnyhKubJcL2ZJVHTpI8t6ybNzNzN7NzNzNzNzNzNzLFI3CmbzcbhTPqL8F8m4bYpG83Flm43I3IbRZuNyNy0UjdE3ockWi9Lo3M3M3M3MtlllibNzJWyyyyyyyy2W+9MTL7JPnXE7Q/LQ19i9V98uxIoooRljuhIkknSOnbujcowsi7R1uH/mjp8uya/A36aIztEozlZ9KMY+yUtmOTJNttkZOLTR0uf6sFfvsZ1Et09MeOo7mKMquyrlfA+fwNO1/wCiStUmY4bvY4RUqJnUSqokXfB00duPV/dvwIf2bLL81lier9vXp+Yj1fisuyvPVj0oXhQ460U/sI+xRNqGhaNpCyNyoQ/TMqrJJf2YP3+yUlSRjmk6JRU4tMyweObRhzqtshTh8TQ8mNe8hLPiXNtmbqHPhLgcZv4Y1Je0dNmeOad8EZKSTWsnUWybuTZjhukONRoi6gyKTu/ZKLRK+BWQdS/odORLgySubMKcskV/ZFUkuxqn9zfhX2jLLLPjzJid6P3rgyxgknwcSGih6Wl7YqfqSK8Fl2SzOLraxZl/qy+2yO2S4Y4vWtyaIfVxyr2iTTESS0UbHDsk5qVr0JqS540XstMcWUTm4P0RywkvY3H48blt5ZFwmuBxaY0RXJLI4iyp/DLejjJp0z6cl7k2Ytr9a9XHbksxNb0KPPJtSfsi1S5Orw747l7Qy2WzD0s8nL4QsODEv1NCz9NdUiWLFlhwkZcf08jR0Ob/AIN69Tlr9KZBbmiMdqHbP1+hppo5Zd8Dk6oUXViMslsbJO2zoYXNvtkuPtqNrKf3zRtHESPjzplj1l0ykkY4zxqnyjf/AEWymbWThuVMWCvUmRhJfPZQ+35Ipfgl20pcM+i4O4s38c6rh6SSEPSHrSS1iNck20rIychwnuuMiLdKyUdy9nrhijj/AAOl60Ss2k5Sj6VoUoyRXaoqSpkcSi7Q27JC9jEo2MVEov4Ipt8oikvWvXR9SE6aZB3FP+ivkgnuPZ1eHZO/h6dLg+pJN+jPmjhhS9k8k5u29OgcnB2dZJPKyE3CSaMGVZIJ2ZZ7INkpucm2YIqrLSRl6uEPXsU5Tjv3JEP1t7shJrHBtZEyHWyUraIZo5PTFZ8UdTL9CQ0dHCsd9r9d1FPyqLFFdlIcSn95H2S0+Ox+VI2IcaFo4pjgxJ6ZFxoimP3p8d2wrSimUymRjJO3pL2UymTe34Mc2/aJK0U0XpH1o9G0vZCcRtSZtTjR9KcXwxKSY2OTQ+Raoae67YjZH8DXYhOhMl7GxRs2NMm5Rd0fU4ItuS7uqjuxP+tME7gKRj9WxS/VR1GJZINEoOMmmdFGoNnWxlvt64eoxwwtfJOW6TenR5tk1F+mZI74NDi4yaMMagjPmcnsiZMGRcjwzWJS3H0UoKVyb9kIQmncpDilJ16IScZJoxz3xT06lvfQuWkYlWOK/rufsRtZTKEOq8kfC4Jko19je2hrvkm37I8Evej1vnvRRRT7U++iiWNP0Qg46SimKBSHAcGbWbWRjrSKRSOBtIb+RZY3Qq1pG1fgopE8X4NsyN1rtQ8afslhlGVr0IXpaTTZG/klBSFjSKiPZ+R7V8ks8IkZRnymVo42ODFE2EpuL5RFb/kqUJe+B7eLNhGtJq4sknFK0YZXL0+7IrhJE+JNHTS5aOCORKJvTnaEdZhr9aOm6nY9r9EliyrlpnVYMUIXF64unnkfrg6np4Y8ap8kXTR02VTgkdTi53Igv/j4/BjqOZ7jPlgoOmfV/wDicOfZHLGK/wCV0Rn+mSrljMeOU2kjHDbFIbpNmSTcmzp4b8iEqXdKk+RUymtaKEhpFDVm02o2m1m02leOSs2M2vS16ZtGih8FXzpRSGkvbEov0zaUUtaRQ3TqmJI2koM2tfJyxRdjRaS5IzhL00NFFFFFFDTE9WUJDWiI9TUtskJ32zeVPghlyepRHOlZCakrRmyTh6Rh6jf796NpFp6zzQh7Y+rT/amY5uS5Xak37JRbVI+mhcePMpN2mR6jbSkRnGStaOCsy/UjTiY+oviXstMZLHN+pCWaPzZKOaXyLC/e4+mn7Hig1TRLp5R5gzFOfqS7GqemRfpfBjjUUZYya4Gp/KITdehMi29HFSFFL0u/qY7crMLqQnxXA3EVOSfpCe1+ycVOLRmg4TaFOa9SY5yfuTZDHKbpIw9FXMzL1OPCqjVmXNPLK2xHT5njmnYmpxTKrhGbCpc/JLpZvlMXTz/ERdLOX+osElKqiLpYN3YsccbSQzNOoM9nQw5cu+UVL2RxqLtN6OSStkckJen2SdKyElNeHdH8m+P5HJIvwNv4Rvl+Byl+CcZydox5H+2XvXLBzjSZjhkj7doy5JQmrXBGSkrRnjL9yb4FHNlirdGLC4e5eTg2lFEo3wT6aSdwdEcmTG/1+iE1NWtJ5tj5XBDJGatM5T1ywyOX6XSN08cb9mPqFL3wJp+n3Twxm7+SMXFJX3MZCkNJ+zJg5uJCT9MaUjbXpltEnOj/ABnN3JkcMI/Au96J6v1wL6l8l6vlH/yRf5WmTDGZFTxP+iOVSHkivbE1Ilig36NrXplvV6fOr/InYotiiibSFJCaerFGzbyVrff10PUhcNEWnFEdtMjkgk7aFlhfshJNcHWYd0dy9rTHjc5JIhCGGB1HWylcYcIbbfJg6WeR21SMmDDjxNOrPTOhzWtjejjZKo8fBwJr4JVxR9NURVv36HbOok7S06aNY14uoUnCon64S+UR6ucaTIdRCfzQmn6eiSXpdjkKaN6MvV02oLkvqJ/LPpZ/yz6Wf8sxrI4SjKzp3NXGRu7ZZIx5bJ9VCNfJ/lx/BDLvfCGrNo4JnUfWUlsIZciS3ITtXpOCmqZHFkhPh8E1+hkF+leZPtnjjNURhLFLj0ORKEZrkjjlin/QuxqyWGLJb8T4IdSpexNPw2Uym/gaaE6esoWRTQykXqmX3MekXpet6t6XpsiZMDfKZhbjw9HopC1rkckvbE09KIzVF2iabY998Ign8r7DqY3jY2b5fk3y/LG2I6eck/ZSlHk6jF9Ob/B0W23+Tq1J4uBY5ylSRg6JRqUzL1OPEqj7MuaeR22KEmroxScJJpmKanBMk6RlzyTHnmLJL8izTQupmfXmvg/yJXyZZ75WY4OU0iK2xS78l7XReVfkxxy5LdtGODjGmTxQkuUZOjT5ix9POJjnOPBHJ+RNM3IuzlMvSXKI4ow5q2WJ34Zwi/Z9OH+oscP9URSXpdlInsX7qE0/WjdKyGWM26MslsZD9i7M3WKDqKsfWZWLrMq+ER61/KIdTjkJp+n2vg+vGxZIv0SlyRfGu3wyS+R4oMj+nwynLdUUL6zXuhfUSqza/mTGR9DaR9RfCZvZufayxPulo8sI/IupxvhJkZJ9iYuSaafYroscRMZTG0vZ9ZfBzJ8SMcWl+p2SkkiX6nyzG0lV6SdCdM3cfZyVpozdNkUnStH0Mv8AqyPTZH8C6Kb+ULoZfkj00oEJu9rR1OJTg/yiEnjnZDqcU1y6Hl6eHKaM3WSlajwjlswdJKbuXCJ48cMTVKqJVudHR5drpkluRmi1Ipv0hYsn+jNk/wDVm2X4ZT0o6SFyvwPSLUX2UPHF/A8S+BLaWJM2m02I2IlFlHoXgk9LIy7N6Orjku74Omz7XUnwJpj5I44wtpGSO6L5MSmkZ5ZkkoIXVZ4OpRP8pTi0k7IdG5/qkz/BX5P8H+yXRtLhjxTi/TMeWUSGRS7ZYYyOj6XGsUpe2ZIRTdC4E78ctYsscl3STUrRfZE22TaiuO96WRfbKie+TohDGlyrY1D4iiNIu9UhIdNcjqzg3t8RRU37kKVOmWKRaY2k/ZJW7KRSLf5OZH00x4WuYshdck+fQ218EHwX9y606vDT3IemPFPI6SMPSQgrl7FVcejrM+57U9E2mdLm3x2v2hwi/aFjgvUUIpGyP4Ppw/1Q8WN/8Uf42MhjjBceFj9kXa7KKHE297SZJNEfAncm+yMhzHJvRpSVMzY/pzZ0mVtbXoo2LFEUIr4HCLMuCEvaIYMUGJxKHEcRwMnTRfKEnBmOe5dqnKMXUmhS5bbNykW0zf8AkfV406H1eMh1UZMUk/Xc0PRD0kxPskrRbQnelCWmXI1OqPqz/wBT60l7ifXiRyQfzpfYmJ6uVEnNv0KbvldieiLNzHJvSVMjGSd6TVoxZb4ergmTUoP+tdsvwQT0daWPkVpUJ/cyToj7MkFOLRlg4TaZ02CGV8scsWCPwQyTzz44idTmWKG1exu2I2y/Bim4STMc1OKetaT+qnaI5+akqfjkMxP475cPwNWJU+1aORJqNmKTaG0vbPfdkxxyRIxeORjluSJS2ohkvXJOhtstox5L4fY0Zcd8mK9w1el6/IuNHByTQ+hk3e4fSTj6Nk4v0zHNohlv2Jp9rSHESob7EyyxvReyKsqtXGLdtGyP4NkfwSwQZ/jL4PpTSdM+rkhOmRdpPstL2z62Ne2PqMP9kZRfOkoKRe2VPsTY5yj7RGalq7JfV+EhZX6lwJ3pNOOTgxu0JCJbaG/gjRbL1favuWlenW4bW5EMkoO0yO/NNJtsx4vpQqPsl0mTJNykyPQ4/lsj0+KP/EyrFGDTpDq3R0eWv0t6IbSHPkUyeOORf2YZSjJwl4p+tMWKuWbF3SdvxZpxxwpcyYm1G5Ec/Tr9zY+q6a/k/wArp/7JdXhaqKdjnEbtjzLHHj2SyzyP2zBcY/rkQakyU92RU+ELVGXH8oxT2snLcRbTIytDfBkdy7Mcrj2NWfTqV6PSUkkJ2rGIrscV+CWKD+KHia9C3RYsv5E77miu96QnTou/DlxKfJHjjRKzJOfqCFjyS5kz6ET6MSK2idrTNC+UQuudYPkcU0ZMbg90SE1JaonjjJejnHKmWmLZfKsTS9RRJiGJDEPV6LtbF1GNy239s5W6RHcpEkpJo6jG8eRoxZHjmpD6+PwmQ6jPldRiQi4q5SM3VxhxHlk8s5u2yMJS9IjJxZgyb4Jlj5FBscWkK1RkT+rFrxT9GNXNaJkvfZN0tE/A3SsTUnuY8cZv9UmPosL9TP8A/nw/3P8AAh/uY+iwx5lJsz4oyrYhwaJJynRi6aEIp+2fQcnbfBKKjHbH5FjjCP8AYuz2OFPREZNMvgkrb0SKRjdPtlo9JJeyNscRRafgaTJY0xRlEUn897Xfkk4q0iGTdJfpYvWljn/QnfdPFJytMnjmo2mY8rupd0ZL1pL0xaT+pfCIQyXbYlSGrR9FqVodL4dif9Cd6ZMamh/Ug9tGOLXL1WiGIfifKZlTjkZi6qcPfKIZ4TXsTT+ynJou2VxdkXwdXh3x3L2iqZ0vTRyfqbJTxYImbqp5OFwhJydIw9G3Tl6JPFhjzRNpzbR0uXbKtV6GJWyl48fM9Ze+xuy0Jovvl6fZH12TiSxKRig4rl2XpN6LsdMfvSyDuI2mSqyJ+kb54IvhdsvetFeWlpKSim2zFOc8tIap0xistnHc0RjFfGjaofUXLakLw5cSfMfZjm7p9qXPocmLc18Dg7K2r0huxa3Q3b0Wsq7/AJF68CTJJrXPgWSNr2Txzhw0zCKTXpsjkkj6rIzvztWVy7ESm4KyElONnV4ds9yXDMWaWO6J5JTdtmLp55H64MXT48Stmbq1HiPsnOU3bYkJ00YMinAaOTkivG/RjajI+B8IfLNk/wDUpsaaXKG9dxbIPtk1XZH12NiXyXqyihdj9643+lj963pB/pXb1E1BmPNGQmn2SnTE0/J1EG1wdHg+lHfL2ZlfIhC6lXyKal6fgTMzag6MKuYvAxyROL3XGJF2tEmzeo/A52XeiG9I6vRdjdvtQ9H2JFUJWN0xNOJKWtkoxl7R/jw+D6LHjkjbL8EI19hkaEZ3+k6fLToyQWSDRlg4SaOlx45y/Ux1jg2l6Rl6ieR/hdvT5dk0J2k/O3yzE248m4l1OHEuI7pGXquqzcQjS/o3dVi5e4/zssltaQnaT7V25f2SMUm1rH1q2kXb8K0k0j2PSEaiS4b7Yel25ccZrknheKe5eiMvTRF2tcnsTaIzv34/TszdbkvavSF1WSTSYmRlZPp4y9cH0p4yGS/fglzFox4WpXXg4Gor2OvwWb6lRuj+RSpDtvRafGq1eiG0kfW55JZY7SPrtiSFpQkUUWRdMnG/RDgnFe+2yy/sZy/Bafs9HUPhCfJ0+TdA6zDuW5EZOEk0YciywOpxbJt/D7uly7o7fnzybUuURyNcCkmZseRze3gw74L2QzKS2zVoydL09b48PtTE+e1q1Q1syawerfOr7bJTjH2z/JuSSIu0mSSbEUmQx/qEjPDmyuyPrtbMkd8WiKlB7WY5Uy9JpNFCdCl48uBudiwRWl6UZcVW0Y8l8PtpIaV/IkbmX3Wjckx3L41yY2/SIYX7kPharR6rR6oy7hukJ3JEfXdyytGhMkqYh+xkXaGib+PCvPO7ZGl7RKnR1L/Vpiy7GRayQ/8AZ1GJwm/wdNm+nNJ+jqs2OUaXL7FGT9IWHJV0Yp7JpkXuSfmk69oStkItGX92iFco0PtRHt6niSIttLSLpl3o6vS0kNrssnNRRKUpP2Y8PpsTSiuyD50lHcqJwcHrGN890pO9M643EXZH0ixjrTehTdid+GWjkl7YpxfzqzLj2u0Y52uSWWKFOc3S9FRUUvnwpXo9olTN7GLWeqEPVaPVaZlBeyOOLdoS41oUShDPkWj5QnQyXCIS5Js9slGkvAvPKKkh8cDZnf69em/+tHUYt8GSVNrSOLJL1FkOjm+WR6XHHmRH6V1GjJKMYOyXttHS5bW1+aStaRdxsyTV22PNFMjNP0yDJRdldsZEYSl8Eo7PbQmn606iKcCOalQ8s36QoZZL5MKnFVI9oUHFtvSUdyojia9s2IcVROSRLIoxtk5ucvZixRSsqtIyL0xr5G0hJtWZeXQ8aFjWkmkrZk6iV8GPqW/dURyYpLh8lpjimhRonHcmhTUJ7BelpaJrnsjKi78OXJNScUiOKc/ZLppLldjSaHilu4Fgj8iil6XgYmIl2x96y96LRD0Wr7GZITk7McaQtK0TrVeqGmIZFnyWic00Q9k7SIcyRJWvAvO2kSbbGmZv3vWNwwxdmOanFHV4aluRjajJNj6rFFcIw9RHK2jqI5LVN0Ysaxx3S9mfK5y/rSEnGSZCW6Kfma5G2uDNCc5JIj0nHLJ4ZY/VmJ8LSSRJaxhKb4QoYcKubVmTr7/TjRPJkcrcmzD+xaNJqmfQx/gWOK+NaJK9YvTPncZ0SyOTtkpOcibS4+TppS31fYiUmlJ/0dP1NQk5HTwlnlud7TNljCO1F27E1pwlb9GfNudJ8DkWYJVMUmRyaMlhhKak+yUSl2Ql2xg5eiUXH3rsjd0V4H4MmVR4vkxuTdsbfclpJ0tY9sdXolrwUUrHGkIatFCJae1p7QiXqyUlWkXTJtNEXRHISab715mTYrGZXc3ouWZP/oiYJ1InFTi0ZsbhJrTFNwmmiLUops6jNue1PjVxkuWjpsq/a/NLRaMSpm5Dd6bLZHAkrk6Rm62GK44/ZPLPJK5NmDpcuR/pi6MfR4MVPJK2ZJ43KoKl4ZaSlTRGVo6h3Mf6mkiUJQaZKH1Ha9nTYNnL9jtv+imJaSVpo+jGkhdRKCSiqSN7lbbJTolkcUjFNu3L0Zszm9sfRHElyx44/g+lH8H0Y2mtYy75Q57F77MeHd79DnhwLlkuqhmnx5H3XRknJqomPC7uRQ+5aTese1diWqRJVT1fMdIvX2hp2RZNUxMZJuu5NeBeeSLaG6TJq5s2i/cjNxhiXR0+XcqZ1OHfG17Q1R02HfK36R1GXatsSmxQk3SRh6WuZHUxuCSiRxZVJPayF7VfvRm4TvwyEtZyoViWkYuTpGSWLp4XJ8nUdbkytpcIx4p5XUU2YOjxYVvzSVmTruNmKNIc5v3JssjO/AxkpXIxStMyy/WzBjd2z6andk+nnGX6SCkoq9K0ZT1lxFkLbG90jqJ7IKC9sxwqKK0fvtUr7mrJWnokyMa0UW/SIwUVumZ+vUf04yWSc23J2YoTc04Ipr377G+99zViilq/BJ86rsS7UrGmtXyi2iyLJcMTGbkRlZKky0SkmtX68687i7GnT4JYMjk3R/i5SPSZLTtGTFvgo2f4n9mPp4wd29H0+Nu6IY4wVIcIN24o2Q/1QoxXx9jL0LRulZKdvgXojcuV6MWGUzNnxdNFqLTkZsk807bbbOn/AP57a35XUSWeGK4YY/8A6NZckrnI2pFpDzQTqzHOMvTIt+DNKuNMUXtbFibzOyMeKIx5HRWlE1QuWKKSJxqQ2oq2TlupI/aqMT5bfwRTyZHJ+hIUWbZfgaa9n1I/kTT0Qi+yxyo3ObFBawg5MyZ8WCP5Zm6meV+6Qk2+EYejcqcnSIfRwqkic9z1b8D8T7Vox6JCRRTNpWjVap0ySuOsWTVSLE+Sf50i7VDVMjKmTkmu6uTaVrWj7kLu3x/Jui/n+GevUz24zBC0if6pLHH2/ZDDGKV8RSOq/wD6NXjxeiOPLmnxbZjw4elip5eZmTPl6iVeoiilwieSMPbJdTJ8IjjzZPyR6L/ZjwPFzH0Y8iaE7Xc3SslcpWRg3JCSSocVdlER+9UNJiS0yLlGSG6JCNEuTZWKvlmOFKkbHuTsTRaJKMkZMLUntFOcGRz/AJIyUla1vsyN+kYlS5KeixpK5Mz9Yo/pxkpSm7btmHpZ5PapG3Dgj+WZepnL9rpH1cn+zI5cifuzF1G51IsfgfnWjGhREiuxcoapi5GqesJXwSVPROmT5Seq5WkZUyTt+RK2RSJpD992HFu5ZmlhjUbVljZPqccPmyfWt/tQ8+SX/I3Sb9mO7QvS/iOog5ONfkX/AMcKXMmdNhjBPJL38s63rXN7Iejpujnmab4iZM2HpIbYK5EXPPLdNuhJRVIzZtvC9kcU8sjH0kIJXyxJL1o0mTxvHLdH0yExSvtkrVCxpCSWr37v6EX3tIn6ekI3ITc8ja9Lgiq0tClwbtHjhJeifTfKIuWOVCdrTitW6Ql/yZLJyiFtIWzGnKTOo6uWRtR4RCE5vhGLpIQSlkZm6tRW2A5ZJ8sWKbFgkRwJD6f5TMbmntlo+5+J96JMpsjEoXskqesfZNEXyTXFl6RdMn+dYu1Q1T0TofvzR9kWkTkn3QVvk6jrFFbMbFJ71KTPqRUE2zNmlPhPga0sRjfJH0vvnJIn1UIn+avwLrY/gXV4mLLB/wDJG5fkTT9PWrYl+tym6rg6rqW6x43wdN0l1PL6Oo6uOOO3GqFuyz5IxUYpIUG2f42Pdb5FGMfSrtaTJ43CW6PojK+URd62cayywj8keojKVItFr8m5fk3R/JuX5Ny7GTcWnzpX6JNGGG2N612WbiUYvmhPs4irZG5vfLiKMmbc6RgwSnzL0ZM+PAqjyzJmyZZezF0kpcy4RvwYlUWrMn1MnuXBHFFFLuT734n20UNG1CQn8Ce0+bJF6p2j5E7iPVO0PSLpknb8r7W9Xr6M/VP9sBOTZjhFczZObk/6GPVWzHCd+mR9L77NIl71SEmbpfk6Zvc9c2dYY/lm7Pnl7dGDpYYnvnyzPmpE25SbMUKVkZOU9q3EU0kvA1aocXjbfwY3avRjLFI3GWLWR/2Yse1XrJ1FjyyMKnN+xJULXqsyxxpe2QyP5ZHkiuO19u4k2naL4ExRpbpDk82Sl6M86rHAwYFFb8noz9Y3+nHwjHhyZZChgwLlqUjN1k5SqLpDySjbdHSTyTk7drWivG/E+xafAiS0R7JIXqiSp6okRdMmtUx/byypOiLUkNFozym1URdPNmPBGCNkW7My2zKskhRb9GLo3KnIhgxw9IpL76XpmV2S1ihIZ0z/AFsTslLarFglmnulxEioY1UUN2dTK56RpYuPZ00Go7mufFKKkqIR2qtWSk79CkhUdQv1RYvS0olC0yeOjBHbBaplo6me7K+fQmdK33SVrtetmSUpxoxRUIt/JjxRheSbM/USySpejB0qpTyOkPNGtsFSJ4FJt27Y+jlfs/wpt/qkY8cccaXdLLBD6mJ/k/0Yszm67mvNEceLIq7PTJK0mL3WiYxDVirRntHpntfZvtQ/Zke2InbFJoeaK9kuohY+oTfojmixZIP5Qq+GdQuEyMiONzfCMWCMfa7H5680/TMibY4y/DHGX4ekVo/ZCdGJ8CrI/wCkN65Xc5EISm0kYsCiuX9hSZsibI1wZcLnHgT2JKQ5etpFUrZZKFkeEtMuZt1E6ffXJkdQl/6JW5MhHdJIxwUIpd7TvV9805xpswYIRblN+jLmllntj+0jGlRXa2lyz68SeZv0KWST4bPo5BdNNi6b8sjg2StPufe2xMfaiDtUXUia+URdppjtO+ytPRaHKyLJEWS9/Yob5G0iWaCPrxI5Is+CKR1Uv1Vpupcezbkk/TI9JkkPpsiHiml6ZUvwQckrslJ5I0Y+mk+WzHFQ7GPy2OUm+BTLvytWKEfwbI/hGyH+qHhxv/ij6ED6ET6ECUEpcEVJqkRVJLWTpMf6sj/9mLGoxVfYsrSuLMsE+WR2r0XeqZllfCMeFLl6dRPbjY3Z0kLm34aKGiu9q1Rjwxi778u6TpIjhYun55ZGEY+vG+9D7k6HzyLlUepElasRx2ZFx2Nl/ZIk6tmTI5dmHI2qZvMr3TbMWFz5foWKC+BRivjWhwg/hGXBf7RQcfZCX5ZZF8aNpEpNsj5Gyc2XN/g/WQm2J+VdrfI3SFFydkVS7Jq4sj0896bEqXjet918UONoainotGiMEnb16t8JDidLDbDyNG1m1m02DTKYlpP0Rm17IyT+zfmTE6ZNfJB/BJUxOiyzehPciXt+Oy/EjNOnRy/g2y/BT0g9rFzCxR3ZCKpJeCcU7Y/ZF8ENJvSPj+D2+RxV2KC9jSZBC9+VdvyMSrSc1GNjzTm/ZjjUV9g2l7ZHRsvXihyq0hexCKK7OohuoeNmH9i8kVyNU/BP9rN5f4IZJXQvuaNtRTI+yap9jFyhRp2TVrW7WibQ3fhvy806FhV3IUIr4NsfwbI/hDxQfwfRgOH6aRDGoLwtWTg0zGRJMfssg+fJL2S+BehoXBHxsu+16PXqJeomKNzX2EmkmyWWc8vBC1FWWN6LSTdaKPbku+BZJIWRDqSHBmNST8F9i9EvBldQeikzFKLfP2lFd0ZP0O0xO/YyyxCfJL8kZJ8E/eiH9wvssnoUkmJiZL3om0KaL8TQ3SPqP8H1GKTfsj436IfPc+zqP3o6Zr6n2E47otGHFGL59j0yZVGVEXaT1l6Eu+UEx43ZGDSK8DdF29Vo/B1MuK1j+5EfS8MnS8iVskq7E6ZL9SsTolqmMu0XTG71v7dfZzTcXQ/Zil8aN89ibRuZuE78G02GwUV5aolI3Mi77+o/eYXtyL7BoUVdj06uFyTOn/8ArWs/Quxd77nY237ELSLrRyafg6iVy1wxua8TV+SPsku2D+CUafanaE6ZNfcQwuSs+iiWNoS+0zRp2YUPvoj4LLLetl+KUtY++/qIqkxcNMg7ivsmSxyndmGEoJp6y9peNeyXvvlGxRZWtuj5726RPmTevTr9Tf21idoktbEx8oQ9U6G+Rv7ZKzFiv2iTUeBybG/tZq0RVLRrvX3E/ese/MrgWdPO+PMxO12Psu56PssvtfBvTVeSaftCbvuyuoCZSY4swRqP2rLIS+Bqx8dkJL0S9ntD+6xQG1GI3b0bv7V6ta12Ly1rXgl7ese+auLHCVswpwlYnavytWhevBD23pOSS5IyUvXhlQvfisvnSl3dRL0tLE22kRVJfavROmXasmvnW9LuImS/P3MMdtEVRk0z5dipezC7X2s50zexyZB2ia0svRL7hukfOryqDQmmr78sdrs9mKdcfZPWXpkFS06ibcqOn3fPruWrF772zcbtU+5mR7pPXBC3b+2esCXbeidqh/bwiIj7J8so6rG7swPivtGSxzk7PpyHibIR2okrWlFC+wQlY1XdZOViWvVfB0uf/hLvnHcqNjTFCRFui/sITbm18atayxXLkUUlS8MmLssssb7k+3I6iyhooxRqP2z1sfK70yS+2jG2LjSPslpkipRaZDGoevunHVL7FOmSnfdJ2yuzqyLppmGanBPvaQ6HkR9XkTtaX5GRgo90k32SfDMeW5V2yF6LHIcxzNzfgXbm9FMUbIwV/bvsXgv7VKxKtcfslox/d0vunE4G9eqfOnSZtstr9Mvvfol+5nyR9LRd8nSI+vPLlMiqmLsfslNI3sbeiTFErRsbNzF3tJjgURVfbN/wKIpIsssxpUZC0OaHJfyLaRvRvPqIcy9K06r9y09HS59y2yfPgnhlbY4tEPSF4Gr+wldjg/gj67ZJWKLYsYoooa03KxopkV2rtpfbNj/gKEqL1Rja2mRjKK1ssv720OaRvRYzeb2KXgaTNiHAcWKJWuSahG2ZJubswKDnUj/Cg/lkekjF2mxceBxT9o29t9jfbuXaxeSl3Tn8IsuiMr7F/OUV3qTXyOTH4F95N8l6R9Il61TV+ac6PqNMajlgTg4SaZDiaYpVFMeUeZn1pD6iSP8AK/oXVL5Quph+GfXgLLB/Jvj+T35lzker+0nKkWWMiqWq/m1QqOCkUUiikVra8DdEXf3bJyuRZfJH0iXpm4c2KTsi+FqvFP2yfswyqaR1OHfG17FaZD9WJf8AocZfg2S/A4T/AAOE69MeOf8AqzZL8M2te1oiKtkI0vKyEab1+ftMsresLcuxIX87FdrZuL0vvr7p6S9MfvSP7lpL9rHoiL4Wq8WeDq0SMf74/wDvTqcH/KJ00rh3Uhwi/g+nD/VH0YEccYu/M5UxaruflnKk9WY12L+dirfbJ/w7JemPSCuS0l+1j96xfCEJeTqMFfqiY1/8kRDSaohjUG6+4q+xeCTpELrxZpfHZFUtEV/PQVLscv4e9J/teuJfq0l6Y+JPSyH7UIUvJVjwVkUl6v8AgU+6StCVJeBjJO29YK3ov5+Mexv+HeuR1HXD+7R+mS/cyhLkh+1ax/jJehevsMsqVdkFS1X86lYlXY/fhr79rTL6K0we9H6JL9T1j6WiX8a/GxaPWcrlqlbEL+fiq7JS1T7KKK/gHpl9a4dZXvesPS0X2D+9b8b7cjpdkIr393f8KvfY2kN8jkkXKRGKX8Rl9CWmH09Z/veuN3FaWJ/y77Zu2PRK2JV2L+dixslNIlkQ5Sk+CMPyKNfxOXXD+3Wa/Wyh+zF+3VLn71fasj4Jul2QXZRX8M3RGdslJo3sjJv7SUieRsSbZCO0S/iHpl1xft1yfvejMXrRL+JTpolV8dlrtaIqu9knb7EtF/EyVojGifrSHv7TJO3wJNsjChISr+HeuX2LTF+3XJ+/RmJ8aJ/xzjb8s3S7IrVfxclaNjFH7PJO+FpjjSvRfxeX3rj/AG65v3aMw6Nib8y/gr0Xvvbok7fYlXYvub/hck64WkI2xC/iXrk9iWkP2rXP+7RmLVeZfwLE3u8M5fHZH/oTdIk7Z7IRpC/i3pk96x9LXP8AuWjMWi/kaK8E4fOq5Yuxfz2R/AzHHm9F/FPWfvWPpa5/3LRmL3qv5qUL9DTRFfw7+7k6JO2JWxIS/i3rP3rH0tc37lri96pfzbSY12L+eyPSC0X8E/Cx6T96x9LXN+7XH70X89X/AEBknb0gqRQv4J+SXvRC9a5vesHzqn/32TpaRVsX8Y9WP3pH2uzNrD9wtF/33I9IRpfdJNlPup/jysYx+9I/uXZn9aw96pf98ZL2QVv7tNo3M3G7+lrZuf587H70j+5dmb0VpBfq0j/KV/0mT0iq/g21XjesvT1gv1dmb9usPeqf8mnQ/wDpE3ovQv456S9PWHvsy/t1j+7VL7yzdpRXZZbLLL0sv/qM9I/x70fp64/fZk9aw5lohfwd/wDWZeyKF9ykmbf7Rtf5RtZT/BT/AB9nL1rDsn60oiv1aL7B/wAJXN/9JaIr7yy2bn+S3+S3onQ3fnl61h2S9ax96pi8z8191FFFFFFL/qdC/kpetYdj9ax96rzv7t+O/wDvUtErEq7Ze9I+9F9g/u3/AOBZKxQEku6S0XvVf+Fn/AtDiNUxevE/uF/HP+Kf8HRRX8O/4N/yP//EAC4RAAICAQQCAQQDAAIDAQEBAAABAhEQAxIgITAxQTJAUFEEEyJgYRRCcFIjM//aAAgBAwEBPwBiaGv/AJkoNiiV4LH/APDn+CS78vsar/5bQl5rsa/+VKBSK+xa/wDj6fhQvtH4VC1ZRRRRXBoo2lCibShns2m0orFFG0ooooplPEYOTocWmU80UUUUVijvFf8ALKYosUfvoP4Jqnwt+NiGWWXiyyyy8WWXiy8dY6xZZZZZZY3wrD5dHXDrNG0pFFFG0ooo2lYrNZSKKKKKZTK4pNjTX5iK/Ap0yXcb+wQ/X5K2WWXxvx2WWWWyy8JnVlkJ1Kycrd8eudDRRCKbNRK8UUUUUUUUUUUyisUUyvtaI/goO1RJU/sFli/O/HnX2Gl6Ju5Pw2J0biyy8WKQ2WWWX51ApfhE2hyb/wCI/H366gP3539qvs7/AOaWtvnj7RqOlX2b86Vm1mwUfNaHI3FvjRRRXJl+Cvur/wCKJ0Nt+e/s4eO0Wiyy398+V8V4r51isPxIoooooofjocSn5axTO/8AgMeNotG43FvxUUUV5ln55PwVhi5PnWVxl4lzfiXnT5PxIorLzeGy3wRRRRSKKKKKKKKxXCmUymV5KKZRRQi0WWX4KZTNrNpS534qKZWWLDxRXGmRgbE0bEnhjFlZeaZHTs/qQ4NMorCxeXmhQNiP61RTyub4RgqNiJwSVooork/HZZeZeJcZeJe/vKKxXlplM2m1FLzLi8ULjY8Xj5EWN9ZSEJoUbZKFYYxcFiWEsR9YasaaGMi+zcsRKH7wkI+CkJEkrHheyuUiihJWUuqxJKhxGij5xJlv7CxMaso2s2SsWn+x6SHGmbWU8LD6E8SKeaZtZTKKxH8NTNrNptRS5Px2WULofisbHzeVlCqic0xjGLlL2ISxH1h9E2hyHITwhHwMWYPrD6QyWExPhZL0WLMNriKMSbXrDZeLf2qYqeFhxVlDJIi1XZcSQvZRLCQksXwkQ4IpG1G1DXibLzXkooryPjZZZfnQ3lrh0dYsYi8NkJdk9T4Q2LsccJcnheiZCdG5VdkptsTslGXwUJYoQqol7wnZK0yE6Zvj7J6iIrciarC9iquL9PCIdsnFUKbTHqKuhyZcmvuop4TtYk+yTNw3lehJDHmyy2bmWxzok7Rp8I+yTdlv9ibtdkhvDzZZY8LFll+Rvx2WX93eFzZZF2iXCKJ4XJ4g7RPF4grK6H7FxliLJlm5lkJuibvC98rGsQbTJvrF9Yj6JJJ/cKrKJOiE6Y5KiUhdkl3iihehUdEqFwoeJRtlEeC9j9lMS7H6Nrw+dG3wfHlsssv7t8L8TxBklhiVnpEnhcniDVEuEESlSxHjLC9jV8EyTwvfhgS9ZXsVE/fNJsUP2bImxGxGxGxD0zYxprwWRk2T94beIInhcZFiGReJUhMaxHnZbLfisvHR1xvlZZZf3F+BDzfjeF7xtRtPRJ9DwuTxF9iVkopn9Yo1ib7ws0USymSWEsN4iV4IvsatDVPCiN0N3yUbKpeFqyUa5PEGqJ5QukSleFxlhZUhiLxH/g1/YqTQpm5DkXleGM6Nyw2OZeFhFFEveYVWNmXiI3yeE6YnY42KOJvlFWxKsOQ5stlstls3NCleZKuLwm7Ehx7NiIxok/BLCKHmlleCuPfhr8uub8S4vluY3wWELE/eU2hSvDY3lc3lOhOxuhy5pVQ3Q5WJNi02f1o/rR/Wj+tD0xxaE2hSseaGMeFMTLJSG/BLO7FCXY5LK/4aucvFHi+Nl8VhZl7472N8FlcXlOhtvisL3htsjEQuTJwv0dpidj98Hwst81mXBYk64Jl9/wDCqGs3xlihIa5R4sad42+Be8rE/ea5rwSXhWF7JMivHONi6Z88JPjZfBZWJcEzcN3yX/CFh8bG2bi+DxWGhDojLk0sUUhrHRSKKxuSYppvEo2bER06JadjgbSsIaKwsrMvZTNuKKFEkqxee2xCLE+Lki8MfvjPNMSsrivXGXjXGzp+Wzv8HWOvsLG1wVDL7JNVhMcqFK8Mvix1ZF8WV1hNDeUVlxsSaYniy1Xscl8Mea8fzm0dG5Fok1xWEUNPCZY3ihvsbHwbG7EUhnrDpCaOi1m8WWUIcSstjkJ4XJeWxMf5Rii8PkimU2iKp4fFjvEcoUW2NUyyyyiisXxWezs7G3Fl3zbN45M3P9lv94tjLLGWxyN3Qyz4FiOHLCHmxq1hukKSNyLGIT7F7JFjG00Nl9EEIdVhOhssvFkuhvEixS7wuG4sbZZfOy8Ni8tl8LErKGuTViVFcGstM+PNeavg82NiYsVTsc3ZuFhsTLwlxi0ibw8LF9l4ssvMaGkV2NE47UiXYkxJUNVwY3wWLKGNjkhKyVpikOQiMLRt2iw1ZtKEsNFCihIn7IwUvZraeysRNtjVCIsbzVm3scRI+Rxsaw8WKRdljGyxpiRbFNI3m9lvCdlWNcbGNljY3yStZZbNzOyyy8LNMjG1YmSdlFZTwh5SxX2rY8vgvYuiy7J4XCiuUppClZQom0SxsNq/Y1lDERRZ84bb6HEqsN8G+KEsNkkycnFm5uRFMmJPHZpfSMWa40VjU9mmuj+V9McRIsaGiJ1Q8J1hFl4l0N2JWOK2lOxsiPDw30KhrCWLWLNOVuhacNtkvbHKixOxY6seUNVwsYx4RVElWV7xRQlaJ6GzTUl8j9kUmsSasfbHiKLRY2WRToarDG+V/YseEbe7w20IlJIjOyOGIssTGyyCT9kkiVWyDosTZZZfYnbJaOq//UlCcfaZ1WEOCq8JrgiUqNxd8XwRFDpC7GqN6s1KkzT07laGqJoUuhOxmk+vLP6iH0n8idusIi8NEVSssaVYVYSH7KRY+1iPs7JumJd4eHeFixFofoUbxRpRp2bnVWSTQ14YYokjsTG8N4VoS6slmKwot4TYtWTVWSfZD0SdD7Yh++FjVlCk0OV57vgq+zorFFF5l2JNMSG+DEISFQ2qJQTEqFhElTLNCv7FYtaHSP5c4sSs9MSN0WqsaRRYkMbYlZtRtrg2N98EJjE2mOTYxmjSiS9EpN2sRxCVMvCFlyaZuE3wl7HOkSlbbwhZvokxyYnl5V4Z3ZZNdixazJU+DeI9sTXolGiJCaLJehIkLjQ6Il4bG8vKfwJ9USbbysQXQ13le8S9crxFm3ofgv7C6LwyiTpm9ik2sssQmMXBkFeESyhFsd4TafQpvqzVluE6G7LPTtMUrFKiyMmMinJi0mkT/wAscuEuKF7JCqybTw12R6Ru69khexLFCZYuNcZfUjVnbpcEdHzhm3saIRsnFL0xRsfsYlY1WE0WNXh4chSGUMvK6eLvCIscrESVorCw8MrjWG8og0n2TVSeEIQpUN28MisTuhXyohD5xNU+Dwlf2KNtjjXCaEhIti7JQVYWUrKGjssiy0KRLC7ZSotG4l6EnYo1hojpqTHBImsRNrq8LGk1Y018movb4v3ySYx+z2UNFWMfoghYeF7FmxctZ8V6G+yxDWGrIQJQ7PRIZFEkqKZVCY2SY2WJWKNmwaHwsTzuZBt4i8Pg3muhiXQ7TLpl2MeHixtvEfYsWWWhtEWWMrNWihJCXYvWJNNlCFdns6XCvsHmiSFHEiEcOKEOsLDHxtm14W7HpjlZAa6L7KshLbI1JpxJXYxNm/oQkKNHpm+f7HNtULLHwRH2OXZPFYtE8wy8wfWUhUXwZqyt8Y+hi9ieGiqRpdolpslHsfRXRdIuy6Y2hssY33iMRKsNEl3hop4XbNjVDRRAWF2S6JYvrK9m4pbho1Eqy8vF5RZeL4LDWKLGR9CdMcmb3iSSgsJJkulhYo3NF352MSKEuyUKxViQ8UNFCdFocsVwojT0xq2UPCi2JEnSPYpEotroqa94VHSFtY41hG0aGhYY3lVtKEuNDw8X0aeZYs034ZukN98YsooToU/gnqOI9Zs09RpdC15Euxrg+EsRRDMiT7IoSGqVm1tkYd3iRGI4u7ojiJJ/JvLLPjER+8LtIm1ZVDw75IR6xZRRQll8UnXHe6rCdFprimWX5E8N8I+yrJRp5eWXm8XlYjNpVhjwnQpkmRXRXYmidNUVWV7JNNYTocxWSVlYY8I25+OLGurxXVjIPsvEnhK0Qa3V4GT9Ek0/XGPsVEodFFdDi2x6dkpamnJfqxO0mWWy+hiRJ4axLMWWhyQ2NEey3eU8UIYhLEl0bXV8KYnhMUmkO7w2WN80V1iSE8NuyCobLL420PhWGlyp5WbLL8KGh2RLZJ3mUSsUxo2lG1jTRGLZVYVYWGNlliTyxSRNiIqzahop4rCw8N5WHm80MalQlYxi9l9DZeExJbuFllieNT0akr4r2QSbKH7wkrOicU2JC6PgY+hN0MuhzYn1hrsoRY5G4bsjaGhIYsMcqQpqj/sUiOGkMi1TKtko3FFDI9Psbw/FHLK4PG1sSaKH4GIfTFhukQqxSGmbb7tjbi0ex8ENc4IkhDbRuLLLL4pFYaENEYEtP5KIrrHVDFiC6GuxMascafscrVCFJoUrKJZaVClRaobvDvOnA1Iv2kLn0yaaIdkspjQxNiI+xcliUbNSKT4oi0qHqClbxuKVWPtiTvoel1d5askmsKLkSTTIsbGJWKLRJY2Nqxey0P0RpkhPL7dDg0VKsKQsTXYkLplmoVmhsfhSy2R+RK1eKGhey0hu2WP3jvEUNFYZRWWhUbKHb6GnH2SdsiikVmKtpGrobYpj6zYnhSSG7G6JF+dSN3WLLw1hISokIskrNjNrFFCUS0SdiWaKHY2e1Q1TxB0hyW0+SELt0NcLIokrQo0TWYiVjgNUIRF3worM3SJd8UWNm5ITtWS9m50JmnF+x9pofTJPro038snUhi1GmSluZHMRM9scf9CXVE4UxPsclRGQ2P2LCXd4bpkqZBYirJxdCQxSJSvHyMuhuxIceSXV8JNdHvFiZY3bIrsaG0WLtn9djX+WdkItqyb+MVhOi+CpMdpnvs1WqWF64qW12T/kTmqfFCeIolEdiGkV2PFieK4JcLE8p4asgMbxflYy2h4R8DRCVE3bfCkRzOhrMRMl2xKsJ0RknmssnO+sPRe3chxa4Il7KIsnZGDkfSyL6Q2e2ULE38Gxsargousd2L2hySNVpoS+S2LFHWFiSQkrPWIOmSkqFhoY8PxVSFlqxIopFKxoSHEbSRTxBWVJIlhTaRLtWITo9sZFEmm+uHQukPtk7IO48WLwRxOKEuSViHlNCQ80IY8JikhMbGJ+ZseUJ4ZGkiSsaEijbwmrNrNr/Rtf6NPRkamnKCs0nFySZrxqmsptEZJ8Zzt0sQg5sUUklRPQUvRP+PtfZLTkijspsSW0jF2NWiEaROHyhOo1lypDkmyx+xvoaItI63FYZRasdtjViQxCn3QsWfImifoXsTvDI9tEoN+hqsdWSw83yXsYlhC9s+SySEIVDJO2W8QdMlqJIu2UNlkfZNd47Y2ynlDlUhy6E2S9EPXlojhvCKGh0exRaLJZUG5WIa5tCxHDQvskmJG3rh8lc1Fsjot+xacUUiUVJUzVg4SIy36dP2uCdENRP2Jp+nic76WEm3SNKGxYqjWmpdYcEzY7KGRSKw5MtVl9lCxZLtjQumX2bixsrvFoQ0JEUhYR7w8RLLNJIUldGsqZfBjFJJNVzReGxElQkd2XeLExyuPFlqheiLSfY6voiurGykxIllDZKr9EpKjSqbonGNXESKH4HncJ/wDYpIlhYROJpQ7tjSY1TJPMRYa7PgaEhrDViWI4ay3QmnhrKyo2MY+Gm1RSw/fhjCUiGh+xRSzWNXSU4s705k6vN4TaNz/ef4+n/wCzwjXntiW2r4P2URjYlWJjcdovZCLr0StMsi+yUYuPQ7TPZS+SrZSorsihnyIcUUe8K08JYp5SxQmKTXoU3ZqSdovPwNlXb8KHZFD6N1qmRok6ZG9w/ZfC+sJ0N43MYhSpDH0iKW2yWLLxImltujSltlZqay29Ii7WHVcFw64Ubf8AscX+za/2V/2KP/Z0kMiiv+xjXBL/AL8Nl4uyn+ymUyhJFNcLzbHZ2d5UW0VTG2J/5PnPzwSbLpmm1KKaXg/kaKa3Ip2UPlpwcpUJUksXSsm99lC9jKskrRXVEKZSNR7ZUOdiZCVMhrRfTROSaaoUkmN9sUmS7eUsSiWhttjEPvER22NMTdiYmWSEmfGFIbExyJO8JjY3i+qGQg5MlDa8VxtlivxL3ziNobG7EmtMeHWX7JLojDv2TSXtkKrEhorworisxHh5RH2NFD8CXgeb9eD5L/zltrC4xVsSo1U7s0NTa6frhKSirbJ/yG3UfR/5Gp8NM0/5nxNEZw1F0a+m4Ty1x0IUrzqT6orux9vC9dnSExy7ohFexo1HcnlOizd//IjBO22Vmhez4xLgvQx++CimNUxiH6PgXKh5eUrZGKiTjfNLEXSYkIaGuh5+C65uqIxchwomlhaj20PDy0rs9igkyWnGTtiiksUUikOJTKZtZTKZTKKKY1IuZ/r9H+hbhJlMVneHZ2UJCsTbw7fB5oXNHvKVZplMditHbK4Tv4Fy0Xcsaidj6Zoam6ONTUUEak93cmNyl66RpLb+ia6s0ptNSTJRWpp2STjJrD4RVySIqksTmoobbZVISO0Sb6JU6YqPkj0kSdJkvbwnwSGisIURDGPjVsqsUhOmN3l+hej5Hl+803ix4RBFk3S4rF4eEx8mxZoorC1FFUj+xv2TfeXijazYyQvwV/hmaTqWJE4pfJpzcJEXaTP5PUkzUhatMX00aWhCt0ppImo+l6HFJxS+WaSqCP5Ola3LijQhcrw3SNR737KdWJ3j2Uuj31QvZCNyxrullJFFFFFYooXRaG1hxNptKKNpSopEXFDSvooo2sUZG1oqR/oV4oplMSJRNjHFm1lCLH2bUbUbTaililhpMoSrFFFFIo2opeB8G8L1mQv+APjZZYyDqSOqJeim5D6Z/H1P/VmtDfFlfBL/ACxTS/bFqTbNOO/UiLpDVn8jS2SteuCNBVDE9RuW1Daui6VC6F8kXTJyr0KTaImmvnGrK5feWWXfgQ/wbKHhe1wmLz397f2djLLLylZtSWF7F9KH6EnZKHyJuLTISUopmto33H2f1Tv6WLS1m/pRD+PqfNGnoqBuj+y0/TNWCnFolFxdPMVckRVJE57UX3Y+5DsTFQyStC6QiPpEnSY3bb4L7l+FD9fhWhqhCzOLO0J4WX46K5u0blmKslEqhieLFLgztPDO7LRZVjiLxs7TLWGKKY4Z9V1iTedFpxJVTG+sNOzQ1KdZo1NaMB6mrqPpH9Ot7sU9TTl7Zpz3xTP5Wn/7LOhp32xukSlbx174UrssZFd41nUeK+2tDaLXitIbv7Rssv7CihZ/tJOMhQ7NqHSZaLG2X4qVEhcX0brNvZWE8SQxYeI4XskIVMaoY0ISTQ7Fhssop836KQsu87mbkxvOi+msMuiVVjQ1N0axramyJpab1JWyMFFUsfylG0fx1WmiUVJNGrBwk0acd0kiKUUkasndFdlF10W1VItt+hpMrMEI1n3XFc78rZfBG4v7tjF9m2bmKWVJoWpH5Q2niA0MsWL5bqLxeLRaG7whstC7OkPFYeFmSYrRfZvR01iiLodPLElXks3pouzaP1y03UsTXY0TGujSm4SE7Vo/lP8A0kfx2tmdTRlPUT+CKpJY19NSi2QlskKVpM1ZJyF0rFNNl9l9jbWaxD1ibuT52bi0WMXsvxWh14dzFK/DT4pKh5vjTxtRJCwsqKrmyy+TXNMs3v5JSvCdDkWbjci0WN5tlst4SbPQ0Xm2KTQ5WWxTLXDcbmKaaw8RYxNocjs7E2UW0brLQ5G5Flnsbo6aGmJjvC9ipkllZj7RH0ieHF2VURn8fUvpmtpb1a9i/s030maOrqSlTWdTVUEaOtOc/wDoaNeG2VmjP4ZP6mS7iRi20V2NWNZvC6RN1Fj5I7TLXKxtNCaRZbLLNxY/GnRuLLxZZeN1dFlliZuZfG2WJjk2bjci1WVh2hTaG7ebLLw+FliwzamuuS2jivZtH0KmVyo2jXH1hdjXjQ4jVY3MTT9jjm0dHQh9FlsrgnaxH2ibtkJJey79C0rP61VEkkUW0brylXDTdxRIa7KY+kNWiMnGSZpz3RTHGL9opL0hyjH2zV/kfESGlPUdyshCMFSxqwU40NOEi7E/hZbrF/8AQu0xEV3jWfSXgbvCXY4tfHBDVCXgplMSfhSRtj+zbEaSQ1lOhzViSaGqI+6GoRJSv48nZuZZZFoUkxpMeNo1XBFJjjzT2sbvlCIoqjUjTwpDR6ItfJsTGoobw+a94krQ1miuHWGdNDibWNNCbLNo8LFcKG6G2Qi2Si0PMJbWT1UkqJal8KKd8tF/GJXbHutDi20bZEotM/j6lOsTkopslKWrI0v46VOQqRq66gQ1dSWonj+Tp/8AssJ0Lst4jfZv7GxUiGNV3LxR6fZaaNiY4NDXJQs2M2MWkVFfA2n6R69oe20TS9orjTFA/rGhOjdiKiNLDSE6Y5Joh9SJv/T8zXFNouxR6Lou/fKzpm0rw0JEXRGSZqLd0VhSGxexSY7y0Vzi7xJYSHjaVhLFDSosUiSsaIiQ4JjVPKkq4MaxCSSJTsb+w0nUs0szSaLpmlqb4n8m6P47Sn2OUUrs1f5DfUSGhPUdyIacYLotJ1ZNJqjVhtkyKtigjYikbUPTibEzYiMaRLpMbtt80f5G6G7NzI6lCmmSSY4FM2lNCporCGxUKj2ayimq5xTZt/7HGl75Rs7xQ1Rpp70TX+3wjp2f1xQ4RHpfoem0Vy2s2MhFUTVPO514UUxxGvBuE+ztkU0WTq8UbbFFcV6KGh8YDaG2ymJiKxJDItMWGOrGsSQvYpIsatjTXwSYrE8sa+0TpkdSLXs3x/aHqxQ9eJ/ej+1MnFe0zR1HCRJKcSWjOL6Qoa0unZpaCj2+2dI1f5Cj0vZGc5aidsXpGvp7lZF0xO0Nm6P7N0f2Wspms6Xiq1xUmKZ7K6G4m83s3sWoKSeItY1vazRWYvDRKHyh522yFE1eUt3VkIOLRq1ZHbfY4Rfpm2mPUrpD1WLVFqITTHFMlFrim0as5Riq/ZCbpEnuY1XjhmSKsUXyjVFZslhe+adF4kkPhdF3iv8AvCZZY5DZ3fREuhybEfUjaTi66KYu1m7KQ6LLwqKJLsr7nvGhqWqYsTnGPtmp/IlJ1Edt9mhpbVueGa+nTtejdJfJul+8Wy3+zdL9inL9n90iU3L34kuhqnyUqN7obvkpNEJJiNXCHwhwnD5RtKynZJYc69D15jnJv2Rm0yMx7mNS+VmxSIzZ00SjWaxttroaKKTQ9P8AR/VI/rkPTGmuUXTFhkfeIrskuC4t4SLL5xxKPhTLLxRQ3i41iLpksNYsTWNyskOLqyGjKSFpvdQ9CqoemoxIQV2ThufRKNfcIfohNxlZBqSTNbUlBdIS1NVkoR0Y99yNHTc5bnm1+ycVJNE4uMq4wek+ndj0uri78dEPRqL55rtD5ptM05biatcHijQ0nNmtBQaSKbGWSpvgnR0xqiMd0jV067WErZCAlWJw+VwRCVGo0kKafC8LDmkf3I/sTE0NWOA01x3MUxu2KNLFVhooorMnRd8rNwpI6eUxMbTGmUxp+XopZi049jaTHIcJe6NPSlNk9NQZGLlKiWjGKNPTudk4ql0KkiC7bGajtC9CXZqK39zeP4+pT2scVJdj26cWyc987foj/IhCNJD/AJU/hIlrTfyabm5KrYro/kQtWsMbNsvbNr9mnqSizVinFSXigrZ6Vmtrv1E/vafYnaT4x6XhhKiWo5Pr1hqXwKMxxmKMvkirpIgtkEvkmnOQlFGrKN9DfQhrgmSVkIUSSa7JxpkF/ogqXCcafGUrjQupEJ26xGLZLp5viptCmmdMcecZjfhlGyvCnWb5NeBPgyz3hac5+mf+NL22aOlt7fZqJUQSS9Gv9RoR+TW9Giuh9yJdIgusanseZRw4NfbVQ6aIummaU90UTjui0L+K/lj0dKHbZJqTqKNP+O5dv0RhGK6Q5JfI0mjWhtkxidNDkKQ6bNNr+tp+KLpmq3/Wz5JJGk7iuEVbEvgkqfhoto3z/R/Y/wBH9jJTkzTk4yTI/wAiMl2NqrJ60m6Xovs7vsj2yrJRrgmRYycFKLaEv9EfWGWTVri8RtNFikxssvwWKRaY48kyLLw82JWSjSHmud9G7m+PQ82KE5ekLQfyyUdrq8JkezSi12P0Lok/SH6JtuTNFf5NZ90QVRWJ+hesS7Y3lvC9Dihxf2cVi+/RL2fx57ZVjX1XDpEYz1WaehGH/bG0jU10ukLfORFVFWfyIbo3hl2WsJvx6rrSZeNNVHgkbZfscWUU/NFm5pe2L/QoxRSZGNNionG1xiuihE41qCTQiVi3Cja7JKpPik76+yePS7z0JHaL5NvCVsWiqtkvb8KfJvFDtL0QhvI6EUaySXrOnDcyMNqrGo/9POlBykJZatkuos9zIqokneoLD9jJSSRZ7Y5pCmpZtplpnwUhxTNiHGvE+KZYyEFN0Ti4SNDU3Rp+yenGfsjCMV0ierGBPVnM09BvtkYqKpYas14bJY6HQvJNNxaGmmQSchKkWsLsjHvKiUqNSPFcPngkJWxKj5EIsclQ/Y8Ij6zqpb4nws0Uai/0+MIuRKDXGMbGmvLJ2QddZvws063qybqI/fhovNkP40pq7IfxK9j0YJejbFfBqq3RpxpY186MesTdIk7bzow2xwn3izVl/lmmrkP0zTVyY2kWqNxPUolOyU2jS05aq6ZPScJ1I2bc0ehTZuRuRaJP7CNjNBf6bNbT3KyEnCVkJKSTNaU4roVzl2yGjGK46sFOLGqdedGtS9G3uyEJyo2Rj7Q9rEknYuMvQ+C4MeEhEVhLg2PDIxb9EaUaedSdzIu4rKGzU+rjGTRGW5DQ1nT9DSZLTrx9MhoadJj0IJNpDQ0X4o9NMlqJr34VCUvSIaLfs/pih+8RipTRCKjFJYkNUe5iWNZpvCXZBVFY1nURK2f0ohovchKlhZ1mjQROdJog6tj1O+yer8H9jro3uz/skrR/H1/632a+rvpi1HKk+FFFFFP7CKzoL5Ga0KlZ/H1Ke1jVqjUg4SNGe6PL+RCnu88VaJ6KZKDizQcFBNo1ZKb9EofKI3uQuMl0PisvKEmxNpkWmViiVISNkpMWiqGqbRC0hl0ampURvs0J30KC/Y1WGyXt8UJ0x01Y1nTeGmyUB+KGslEesx8b49iTFpti0oolGiuKQ0ac4pU5Cafofyxu28fxoJu8zZL0yHbwzV+rGmrkhY12ae0StiVIuxvDZKVIbUvYpRivZLV3McnQptskvkhLol7I9oRNUxPr2Qj8+GXvzxH76YjQX+Rk4qUaGnCRpT3xNWG6Jo6c074Npe2f2RurNSKnFokqbXmj6G6VmrOMl0aLvTz6YnfKXvisvseIiH7IumLMluZGLbIpJEp10im5MVJHRRqK4vEJ7XaNLWU4jYyc665JYg/gY/YxOiN42Ox6aaGmn4V49OMrt+hJNehxWWNZbwoaj+BaP7P6IkelRPqLz/GjSzKrNV9GksSdJk3csaK7vOq7ljSczc6aZDVp0xyJTpH9zNTXfoU7H2i6Iu0S6PaPTJK1YpUQlbNWNo0kj0iE9zfgl51Kj2JGkqjnX+s0dTbITvDnFe2iX8mK9D/kTl6H/Z7dkE5SVC9I/kadPcvNH2PtEo1OiMdkRvEiElRuL4SiNpcFm8wxNWhWhajFqSIpsUW2JKJOd+ixEineNaVdCi2xwZpR29i1GPUeEJH9bfolCUX3mxOh/wCux5g+uE4KQ014UxsvjYxEFSw8MZJnySXyM0VGu12dDxE1/pxH2jRVRWG6Q+yZFUsa8qjnRXWG6RN3J4hKEUkOSJPuzfL9k5sU7JK0f9CJL5IPsZFE40U2hJtkNOUWmajqJptNmp1BkHUj2ucvOlYuhGn9CHjqWqycXGRoalqmTTadH9E5e2aui4I0JQp2jUm9SVI0tNQX/eJJSTROO2TXmT6Ek3dEmWX2PCbISxY5xRPUlL0KL+RUPNvjGWH6HjThYkkqEqRNtsTFlke5JGvobpRont01XyRjbvDzFGnoX2xacUa8OsVlTaXCE10sIss1FxsTvyQ7khYoZJ4kRg32NKjTgnIpYeEasndY0IqUxLpYm+sP2LGveIq2QVIbNTUVDy5DsjJ2NWepG4YmU2epEEpI9MatEenQo92liStGnFqROKkqJaKXogmlh8X50joXsh9KzD//AFZrQuJGThIhNSV4nFSTTGqk0jQ06Vv3ncn6Zr6f/svNF4k++FZ30iWo30hQb9m1JEpJexyk/SIp134UX0QhaZKNM01SF1bY5tjQxNFlnYnTs/ufY4qTbYkKFigpNmpCMRLC1JL5P7Z/setJqnlrkiMk0XmXrg2dtiVeTSSvgx4UV7ZOddLGl75av1Y/jQbdixqMbKTYhuibtjiRTsXonqX0sy9EG28+pY1F2LMZxSXRqK3aNB2qJRIq0bEnfFjTEPk/PF4Stoj9KwzT71ZY14Jdo0NTbKizW1NsaNGFvcy0OUUvZq699RNCVSbbJamm0+yVW6zQ14Y+yUsxQ6y2kdyZGCSG6G5ydRQv46Xc3bHXwhjXhXbIxqNGrH0QXSNVqhyoWomhu2WKWESpZj3JE6SIrbEf+pWPzJ0J2sNolK8MbIw+WNIbXzxjHnpRrvLGMbocm86UeLdKyTtlH8eDjHMn2SZFlk5u6HI3m+mOcmSk0iMrwy9sirViXZqR+TT7RKLYouxaUicHFkLY4zaqjShNSNtiiOHXJ+Bj86aItWuxasK9j14D/kQI6m2bZ/5BPWclWFrTSolNy9inJemOc/8A9M3Sfz9jH2SfeUqWLJTSFFydkUkhz+EQ0vmbHOEV/lDlZ2behorwaEL7xrS7SN+3TslJt2SkdieLIUx9IbsTPk0opdi/0zVdRPSxaNyLXjSspRQ5svDYk5CiliUjbKQlWUhckaf05YybovET5IKlxm+hmnHdJIiqSRROaRKaHNN+zdBEtb9H9lsbFLMo2hdNYo1I/Jou1QoUTimjS6bRRqR2yshK0akNxpQcZd4SKrD9EnRuLeXJIu37IlFcGPltl+jbL9P8NeYeyUqL+RyZDT+WWkhKWo6XoUIaS/bHJvtnspDkkPUQpJ9MaHyiraRFKMaJTSQ227FN1V4kLLIyaHJv5xEQrSSIqjWlc/8ApDY3aGn+za/2K0+dCWYUuyb3PO4jG+3hyRGM5sjowXtWbI//AJQ9OL+CelXrCfNEekssZMeIkfYuOpeNJ1KyErRLUq0T1BzZeZLsi7RLpkO1ijUhTs0+4mzslpppmj1NrMv8zsXaNSG5GnFpFWbGbBKuGo/9PCxJ0ibZBuyPrFcJzojufeKbI6M5Ef40flkdOC+EdE/TH7f4iDSJO2TlfSIQrtkppGnpS1Hb9Eq040huxItIeoxu8qVqh8ova7HqNjk3n/G3/sZXggrkhEnSGNns2P5JQaaocLpjWL4d3wSbdEdJU7Jra2dy9EYJYbbdIh/Hb7kxKEVVjnFfI9aI9Z/AtX9omovtYT4ogk3ljxJuysIgrYsvD7JRo0dNVbQ5wj8o1ta5exyv5GxSzJOiHsnB0ab7NjFAnBtGj06KxqJxlaIO0sakbIKkjooRZebxqL/RWZq0STZCDsXGToULdsrojBydIhoqPv2Xwl6Je399GLkL+NJ+2f8Air9j/jP9j/jzSHpzXwza/wBDi17XD4IR+WSl8I0tLc7Z1CJKVttjkqN7Lb5RdqmNDzTO8x05P4HotRs2v9G1m1/o2S/Rtl+isrEE011jUfdEnixal+xtWJEosr9jhybEm+kaemoo1dVR6Q05MSSHL9Ci5e2QcIfHZLVlIbb8sFljxts2lY011wk+hzN9I3u7P75V0xyb9skvkqxeqIiHGiKTJLbIi7iSW2ZB3FYZNOMrIvrGpFyRpxcVxssvFllm4m05cH2hQSKwmuCWFCUiEVFcpTh+0Src/vUaSSLLLLxUf0fyEtqzVs6RKbfSNPTcn0RjtSRqy+B37vxWpEliyNsocf0do03cESllK2UjUlGC9Enbvhoae52/Q4pkqRN2+KVs7iKbLT94cO7Q0yhrFUaMK/0zV1viIl8sbSP9MjCkUSrN+NEVS4MssbzD0LDNSXWG+xsi8u0Rdkl8kGWWS7Rps1I2rNKb9F4krRAvlZZeby3R0+cdPonHa+hPCLLN8jTk2sUejV11HpeyWrOXyWL72PtEOev3FEotYtI940VUMajuZN+JOmSd5T/7EzcO7s0GqaPnFkZ9l2a0rlwd/BpRqCx/Iqlyg0mdNDh2U0bmLDSGjYbe0amo2tsRItt0h6SirfvG43D8izCV9Zkyy+C9iayzVFN3RqX0xM9SaF2sSIIa9oXTzG7K2su0VtkJ39jKTRbbzeHdi6RBbmMaVOxx/RtZs6HBlMdmk+xMlOMF2auu5Pr1wXlsci/ND2iNUWv2dcZRujVXY1RWYfQiUkk2Snb8r4Oy38mnqqD7PrdoS/Y3bKI6lE3cmUaekl3I1tl9EFc1huk2Tm5S5xkqWUkIvi4ocZekQgtONv2Slb8Vlll8oumKnhpFL9FR/RtiRhFs1IxXogrEkszkkSdk13aF/qJG06ZP4ZBrhbH7F2KEm/RDTUTUjfZAnE0/RRSKNpTKK8U/QsLSkz+klBofTJzkfxk9tvE2bo/sepFC1YsUov5LKTIra7JayXo1JOfFeRslP9FJ/Uxbl2nYtRfIn5E6ZLUk37N8v2zfP/8ATFrTXyf+RM/vmz++RGTcezUaHlK2hdRRqTcn5nlMvHs0pNdIkmysMcbNONdsnqt9LGgrmM15VGvCpdFkXiy8WXi6ZqarfRfC82bi/HCbTLRZZYpClTNRkMzlSHJyw+yNpk1TsjTVC/y2hRtWNUNZ0pVJCWKI6fY4FUUKJtXJ4vFll4n6EiEVw1NNXY9KLohFRikaurTpDnJ/Jbyjc/2Q1P2WmSWJe8JNkYJIn42yTfpEYdFQP8E4JEW0LyPil0JW6HJRROVvhF/6Q9WNPzMcJJXzTaZHc/eGxidEtRvrP8de3jXf+vJGQ5I3o3m8Ukbl+yUyxcb+whJl8GxibEWTlbHn5JJSRB0zUjdSRpy+Bws2MWm2xaBOGxmjNuIll57wxs3M3M3MstllssbLLJM00KkWv2XhxsfU6JSUYEnbb8EW8NEsaaovsmvHIYn1RHsmtrTsk7YvaF5HxvoTobvEYuToWnGK9E3cn9hGrVmrJONLCTZQ8xVtDXQxssvhoSroU0a31/axVtD0uuiqfY0P7FOhO+K7YhySJaknOrHK0RleKGlQnRJVI3dURdSViaasaQ7UrF2OCl7IRUfXOsNl+RtWPVfpG+X7N0v2b5fsWrNfJ/bP9in/AKtk9RzfijK0SGRTsu0RRqLrxs+WmL5IqkSV+2OnIXcl40VT4r3x0Ivts1HUX9jSSG+yjSUK/wCyXtjwiPTRLUv0NjZeIoooi6Ypo1Gn4K4vwaUbksOKZPTa9fZps3G5FjYui8TSFtH0RVm0cJfokmhxbVkF3RqQqmaLuOJRNN/HgRKSQ5Mfll9lB9jVrOmsPslBjXimvkUdz9m3/s2r9jjFdogvnxr2T4r3x0vpNX6PsETYsRQ8rLfGyzciy+aVsqlxu/BoLu8v6WSfb+0aG2iMreWNWL3RVo033WdSNoj8oknGRFbkiMEiiiMKd85Socx+Zv7OLV4mvnEF1wlFMcEOA1XNpMp/BUip/sUPLdkYjjElGuej9JqK4v7FvOmydXleJ0fHNVfYkl6HwdHz0xPnoqoZ1XUH9qmSE0mLtYaGiS+TTdo9SsWZxqVklaNKXVeJ6iG7fln/ACFF0j+9kdVMk7f2kJWibF7R64MtFk34KKKWa8cYixIfLQftD7TRNVJ+d8FKibTyvBfjjOhyXCVUIT75JW0R6ilnX+n7VKxxGkmacvgooUESgqF/mVDVohL4zONkY9EYU+VjlQ9Qcm/K5JGtr/CZFOXYopCVi+0j7G8Rk2i8spYnX3EPWZc9GVTGa8P/AG874LhXWUiSSw0Vy20/G6GqwuOirkMsTNeVy+1h7KNSAnTIu1w1I/JB2h9SsTtF8LxeLHIb8zNfVd0iNykJJLCi4+/uIyoXeLLy/f3EfSwyXOD/ANLE1ujQ1T8z4R7HiPslhF0SaeafFePbL9Gx1ZJWKPLQj859Jsk7b+1g+zcS7GqZpyaLLLGJNTJdog6LNxuZZZuZuNzLv7DV1atIm2+zSWNDS3St+jWXf2sY9G1FIl0acsNFYlL7iKtoWdm5D56Utyo9M1Y32vsor/LeYksQROspWSVRGPK8CjYoI2JiVDRNU+SILbHOtKlX20czRGnxrD6dif2l51tT4Q+ya6NMs/jTTjRrJ39ruSN6N6JOyD7w2WSb+xbojK+STZCFcNNGtp/K5wntdm9Mc4kkrtFfYPqPJPoeUOXVcUPjRRGPRSyx9klT46auQ8WaruX2yy1YunXNkX9tqTpEnbxIg8acnGSaJajn9zdMU01h9EpfYtWQhXzyhFJF8NIaNSLUnzTaFdigz+voap+du+S4L2SXXFDKFFigxaYoJFL9cX3iXHR92WNkpdD+2S4PwV39rOSiiUm3mbpEMIT+7UmNt/cqZbZWdMZrQ3K/AvZH6UV0S9vxPzofofBEdNs2ISWNyNxuPjoSb94UUX2TVclJojqFk5X9tFcWIv7pukTk2yimNM1JNs0hJiixR/Ixg5H9L/Z/T/2f0sWlXspIsss0/WdbT+V4IasaSFJNE/qf2j4osfBEW6Q5JD1H8G9/ssTLtiXWZy+EMcrXgt/v7ZL8C5JEpWUVhq0aie40lzr75JsUGzY2NCVi0z+tEoIrnGTif3MWsLUQ5Icsxi5MikkajaVo/wDIl+h/yG/gbvwJtfJfGuTzT+y3Plpw+XirJKhyLGN/d1+Aboc0OTfNwi/g2pFfhILorEvbI/UsyXQ/EhMTIxNiaO9ORFpqyStMa/00bDajajajajabWbWUyvO/pyvE/Fpxt5RqSt5f5t7hqRTO/kvjRRtZRRT5P7teyEKihopUS9sj9SNoooaVEvby/FD0iJqpOLNKe108S6my0Wi0Wi0WsvDfmfryvxaapYRqSUYl4sbHX53Un8F8FFsWkOI2zaVWH+Aj9SF6QyX0MZD6llkl28vxaM16eNT6XjS1fhmsv9c7LZbLfnfjQx+GCuSyjWl3WLw/xK+0nKhu3wjD9iSLGvvH4YL/AEj4GajqDxH6lwn9T82lq30yf0PMpuS7/CIl4tFfObom7b/4DqSt8IQEU/DY/vdP6lnW+nEfqQvpWZ/U8V5Vq3Bp/h0x+FK2JJJZ1HUcP8/qzpdcIxbEqQnQ3zbG/v8ASVyz/IvasR9oX0rM/qeX+Nf2GnG3eUajt/8AAJSpDdvKIqlwvF5cqQ3+A0fqLGa7e1YXsj9KxZP6nhv89BVHN0h9sf3L/Ct0Tlb4Qg27whjZZZuRvQ5v8Foe8fJr+lmP0LCNT6nh/ndONvKNRv19zZY/wsvTGsxi5CVKhQbHtiSk2X+H0PbHjXzD6FhGqqllr7xK/sX5kQVLLdDdvg/zupH5KIabbIwpFRS7Jan6HK/xOgPGv9SzD6FhGt9eW/vX9g+T8EI2+E5fHCy/t7+waF9qyMe+iMKHSROe4b/FaOdf6s6X0LETXX+sP8dXJ80RVLhJ/i0P7btshCkNpdsnO2N/i9H0x41vrzp/RiJrr/Sw1+TfgguEmXh/ctfhLLO2QhXbxqSt1h/i9H1nW+rOh9OI+zXy/M/wj5pWxdLPxY3bw/zTLLfDTj84nJRQ3f43R9DeNT6s6H04Rr5fmf4uEfnhJ8H+ZY+CVsiqWNSW5j/G6XrM/qedD6cRNf0sP81GXxl9DfB/m6zpx+cakvjD/G6X05n9TzofThGt6y1+ZsU69iaZOV8G/wA8o2yKpEnSG7Zf4R+LS+nM/qedH6XnW+nLf5tNl8H+e007xqP8csab6G8S+p50fpzq/Thj+yY/+VxVLE3cvwbF40QrbmX1POj6zq9xy/8AnsVbxN0h/jFlexesS+ljzo51Ppy/+A1+cgWTlb+76/ZX2kT4xL6Xw0PbzP6Xlv8A56vROVL7ykUiiiiivOvYvWJfS+Gh7LxP6cPD/wCdxWJu3+D7vzR9rM3/AJ4aP1Z1K25a+5eKKxRX/HY4ftj/AAF/YR9rM/p4aX1Zm/8AOWx/dLFeCiiivsK/Br8DEY/f5GP1LOp6zRp+86n0/f2WXwrlRRRRRRX/AA5Emx/c20XZaOjrkvND3nU4Q95m/wDOGP8AIV9lZZf5hMkx/kYe86nCPvM/pzQ/IsLy0UVwssss3G43MUn9vZfC/sK6v7OvtX98+d+WHvOp74L3mf05fm7I/ZvwRfir/hLf3z+0h7w3RKVvjF9LEvX4R+FeFf8ACWP8Q/FGVMlMcm+UWqw/T8iX3DZZfi7xZeV/wlj/AAdFcH9kmKYmmS95fB5X3D8a+/oa4LL/ABT++bLLL8D+0t82PK+3fkX5H//EADgQAAIBAQYGAAQGAwEAAQUBAAABERACEiAwQEEhMVBRYGEDcIGREyIyQnGAYqGxUsEUcpKgsNH/2gAIAQEACD8Cp8W1+U+HbVpf145oS/rzxVr+vL/rzasyixw/ry7cP+nyXHd9baRH9eLfGyfCf9OGvAF/TeZffKXDh1l/DQv6fT1r4qPhuOp2izI/6nQQQQQQRRFwun4bLhdLpcZdZdZddWccEkkjYrRJJJeLxJKJpNZJWQscYYy1kx8648E4nGkslkskvPQTks4nE/MfmJtE2xN0fxLQrdovMvn4h+IfiH4qF8ZH4iL6L5eRfsl+x9yUcOJwPyiSkuoujFZLh+EfhH4I/hOn4LLp+Ez8Nl0ul0hkHHDJe/0SK0Xi8WWN8RWh2i8qT4ArLLSj57d9DJNZJJzpdJdJZLpFIyJJrNbqLlk/DsiLXw0/qfhL7i+HH1pa5F219xTRWrQrVoTdLxJNZ54YIIRFLpBdLhdIILrLrIohskkkvF4vCtIvITReRKpNHletD2w98pL5q9qduiTinSxWCMidOiWXmTXh9qTSaSTmzgVtWv4xqvAhcSEQuBd5l3mXFwLpd5l0u8hWeZBdfAh0jkNcBC5jpIqTxJ4Cw96djvTt1HklpZ+QPfyJlxFnl1eROkHDR7ZV5QKJo4LqLvAunfgRyIIlDss3O1Nz7m1dif4J4if8k8Dc7ipvTtXsRzr6ol8nrr849+A+pyO2dxvE2hW2Xi/9S8SXj6uvekEEcyORFEhm9PsfuNj7ayPKu2Rb+lLHB/8AfN/dPXX/AKa7v8mNmTkTPgX4iX89W909de7a5HZfJmfIvXj3fXf+flA/iWV6Oa8b9ePdlrv/AFx+UD5eOete+vPbXd30mKMjXTo40k4JyZ8/9ed9iRePRp5z5wzmQQQKzhgikEY4III0k0nrKY/PJH1mfJIIII001kmsk5s0kkmkk4opOZBFYI0k4JyJ/qXFII0cEU4kkk0kknKnHJJeL1IpBBGCCCPkRNII/oTJJJI8Mkkkl4vEkkkkkkk0gggjDBHg00jUxlxSfmEyfDIIpBBGVJJJJJJNJyIpBBBBBBBGonTRScmMEauOhST0CCNZHQpLxPSZLQnRfJeMuKN0jNuos6SfIo6m2LUyPgJ/JCKTSMcUbpHVLpdLjHZaxQyGNPzti19tXkWLcPs/kPFZpGKCCSevsVmUOw6sWY+mQRRdHul3Se8C6JJbs/Ys2uPR4rHikUnJhkE9BgjpS63BdH5IhnLVSSTlQRSCPDIo3SMd2rfic+Qz4CmW1oOxeZLJZtPkkMijdIwe9FPV5IIxznPoCHrZrGj9Y+IqKj6w8/3imsIha60i4i4i4i4iyoePY40lksVo9l8vl8vitjydjgQQQWlxEi6XS4y4xqNFBHk7xMQ+kzgnLnMgjUofJ79Tf6FzFyz/AHkwR1b3hgivrOks8/Go6zJOSh456cxLJtLgz9uz6iuW7LK4LKeL38634Ch4540fUEWcxOc5dFggisHvSe/mCsl9Wu0lEqkF0usjTb0kkVd6b4JHz009CRFYrBGOKwRR4JENkkkki8xnFIiMUdAXiVlFtis5UF1F2iY1nvnhXRJJ+XS1TqqJDWrnCxauMT4aG1yEtFZHmWufRZ+fc4XxEPXxSc5D55Mkk5bynjYsazZJ0MfNVeApDyljRvjSJwySTRoTxPPgZAqctXGpn5Cz199AjXMWcsT5uvsbETnPiJ4N8b5dC9aP1/RWc18lgWKCMMEYrQqrfC/09D9Y1/TFVSHwpGWsCx/tEuh+shD+W8EEEZfEWbJeLxeLxeLxeLxeJLxJJwwQNeEKrEtAh0VfdNtxLQTpPWY/lzJNJ1U4JJJ0cEIul1F1F1F1F1F1EF0ukEF0ukEEZMZCXGnA4Eo4HCkF44EF0uulxl15Cq9NtVC6L60jF45ZI64yzy6nBBBFII1XAhEKkIgjXycCCCD/ACIx/wCWB6jdC5vKll5l4vl4vl8vl8vl4kkklZ/ogggghkEPAkQJEEEEEeOvq7XQJJJxPRz4HBBFIwf5ZHvWf4m+bJJJJNJ5Ek4HoI+VfIvFnjq9x8pFy0M5btF9ipNZ080nWQRj99DWN5MEEEUggu9SdoT1S5F5Erqcki8XitrVss8qNGz6lOJ98n3k9+kqjyZJJJ6W9tZ6ET8kFaaG9HuLFtSTbVtwy8SPV2iSz1mMD1s4ZwPQPVToPXnMrURkvOegdJFp/Xgck0eCML6Wyelez/DVTnT4HGpebPS2xPDOg9Y28U4oGhdVQ11JseXJOCdR/jr5J63HVl4dsToVofeheBUWGYJosCWU11pWmXnnetQvA58FjA+mxtS0IXUEh6yeOBCyp1PcgXRWLB2eg7vKemXmEiJq2J9N9dcg2xIdU8CxPqs9VfylnVTpfXR1gVZHo0h44wvxe7R+LvoLqxap9CnwNYZ6NBGQtFOiYsn1oPeUt9cxLh5AtYscD0y7ZbxsXQe2snw14/8AGi6FHQNtVJBHV5JJJz3o4IzPeUtS9+Gs9aydG9cs1LT+smcfrWr5N+9BPRZ090SxRScq7jWKOi74EOlmnbSvQe6vFvrFoHz8IeW9MqvIedOY3jnRvfoaH0N9EeYtFvJ/GQ8pnvoL8ZgSwsWgdoWJoSy7+g9aCNOi1z6bsLNQ10KNH3FgfRPfyhtYZzZwe8uOOttD06HmSTVPAiB5KRdp26azfPeB5S0fvyWekx0d5vvBGqfHokiyJq8ta+ctD1yp7PfSY0KWSyNa1Wcc+OestKSNxDpGr76/ZZe2NF3qTwLCtEsHY/nRevkIyMi9SarKZOokepa0iyIpGkk2NsC5iaOGBZq60h6H+dOyMh/LSNJ76g0LIvYIz1rn0XtjnL9M9ZG+i31ceRPr66fItPOtjE1l7rGiBiHkTkLpTfQlV+PvoLpA6QQXWXWXGNOm2B5HfP7rqu3XHzz/AH0efOXonbFaF0OSSSR126y+eBskegfHyp6Nat6aS94LHULUMXDXe9f7OBBNHplzGunobJq9AtZFVSMa0k4FqFSCPEZ6UsE9RWb7xPHPAujsoSh+APJYsXrR+tK6z0B4l1ide8uMhvVPonrRd833oO3VLI0TBvieh+2k79FkmkDz2LCiC0o8FknKkT0XAeKY0sYO6y30v2brM94ppFEPC+qzqfqLSesC0OxGSqMWB6OS8XiNSvCFhknQPAh5XqlnLeZ66V7pFGLLjGzfC1gfQXnrM9i7Hs96P1gnC8MdNnVw+srU8RZc5U4PXgfvRXRUYl0OScMiyEMSh5L59x5XrI9ZnvpLEsSzHRF4eknAscdegikEF0ul0gukF0gggggul0ukEUWGcbIHV1e/QFoXo1m7036LPQmezeD3ovdPWNizULfpD6UyMDz4yIFkvJVEPn0Gcud9H7z14g9C9R6p/jp5zn2FhnWc6SLC8M9NfRIxLp8aj3hZ7xLmPMWHZDXAWelxIq8cUeTOujGsDFpNlX1ot8ciyWbaFZjwuk9UZHiK6J7oxCynlLF3omPcgnRMWqjA1mTgjQx4Mu1O+KclZEF1/Yusdl0vI4efxgkkkvF8bnDJJNJwcDgcMEVeF5LHkI3yWJkkjFgnKeNaJ5MCGbdK96X1kuq6R3ynNX5s8uems2xI3zd6LYtaF9AWheWjbN/xPel9Kio9c6LVvTyTq0vDZwz0BZbZHAknA+eZZGTgvG2inWLXPereRI9PsrOfAxZU4I1sEEUaeCC6XRLyV4X1RZO+CSRllD55kU5WqtwiTYTGxPiPCicpiI0nrE9UxZrdPel9Yp6xPF6eKwQQQQXWQy6yC6yCCCGQyGQQyCCOmxlzinwPceTb55lomFI/ox7M271QxUikZ842xaJ0VbPLRqiHV4mb4PR70vrSPWT1FnCisl3iXS6QQQRmwQQOkEEVisUikEDIILpdLpdLpdLonRriXUXEJUghDsououl3AlgTJHbH8TgK06ukukF0ul0hnEUibLwxSSyTjPS7OZa55C5C5Oj57DG1wEWLU90WPsI3qy9zruNdATxtZE5KJJyXm+s50kkTpNJJJyILK4UlD+Ii+X2XmO8Qy6XD8NDsIjV+8l4YdH0KeovR+9J7r70aYqPnpW81Dx7GxsmP6UtH7rX/AAsMXC1/05dyy+KFubstr6lrkTV8ULitiCOKIRBGKNBCLqzJxTWazSRkk4ZJJpeRKo2SXjgTWEcMicn3j7DypJJJwRsQQJEEHrL95UDx+s6NTHgyo8PvL9191919190ei3qspF0gnVsb4FkiEcy0v4Rb/SdyzucWz/ZHEfc7oak/cb4ZJ0G5vm+uhesU6t4feL1X0e6+j2ej3T3qVpW/HvWv96R2eNXkscMiqY+dN9O+Q1esHwn9Duc7Rb+w7SRKakX6rLFY/MP9THyJGxC493nOnrTe9He4i7aP3g9U7Za0vqvqvs9V919VegeJYPeTNZpJJJJeL1JL5fZeJJwxgkmsk0vEl4vF4vF8vF4vF4ll8vDZJNJJpJJJJeJJLxeJHaJJJJJJpNJpOGMKpKJRwJRwJRKJRKLyLyrwrGNDWWh6izgj8xvk2RllD42h4bVFpeSFyLsoscO6JLf6qPkxOZpZ/cPuXURyG+BZUWRZXqjoj2esv1p0LPazvZ61D95Xqvomvo90jcgususdlrQwQXXk++hzi3pBBBBBdLhcLhdILpBBBBBBBBBBdIIIIIJEiCCCCCCCCCCKRSGcSGcR0RDIZxGmI4nE4nE404nGnE4nHBLwurpIxsbpOUqe89YXze49q7YUMSLHPuN6xchG6LUp7D5xxpzbGuPqlntyo/pSJH+p0mFkq1xXMvF4mkkkk0nVvQwQRgggikVjD71KFTctZD5kF1F1DsoVlF1fYjMgjHBGBcx02XyNggggjWquwmNNlq3LNhYt9Eq2T9VodG/4LVniMX7i0jtyNmWR2uJ6NsqC6XS6XS6XS6QXWNMghkF1wXXSCGQyCCHiRxxyPFtkrTxpXkwQRjvF8vl4vEk4I0O41x8RkkkknxPs8ruWB2+PZF2Kd8pZu5xEh7osL+WXSHSC1xQuKJ5C4ImSRcS5x6fBFYIwXSMmCCCNBPgz6cvHpJZLJZLyZLxeJpeLxNe6r6zfZZ4plpxqPdLLYyxa+gxOl0litSPuJknqkvD36xBBBBHXeOu2+THvO9UeB88SUkFr4lkfxH9Czj3zkMe1PoqfEs/Umns5IsfcW/PA+Z/s9TgXzqjST02axiSHh9V/yp9Rc8W46STVIeNZsCrA/oWpHzvU9lu3ElrfkPk8ED/aesv2Lwp+Drwp6R5sEUnVwQQQRWcXvBGY1JZ7cR8sW9ZG8U6CRH7nTZFrh2pJa42jc/a+Y/iFn6FnY+9Zhict4O+Htgf0+SSzJH0CcMk6RizJ0ypNY000eQ62UWnLp7J4jYyyqdsiyN7loXLuftWaqSSSWs1chUdmZOxvaY/ubbD57FsdjgWOW5Y+qNyzHs2tIfc32p+54O2ShfJJZUYZJxJDs1gjRNF0gjNijykK1onSyWsEcMM03FS0LG9GsVsTL4tq+xYJPeNss7Fr+aIsrgOry3aFaHTtXvkIYuREpism8m47CLX0Ra5GwrEpFnk9j4X2Fwtdi4kMfcewx4PeV9eluioxPSPxeS0LBJI8MDsl2ixMTpOXJPVHyFg3NqzlvNQ6WmK08nvhjJ919FoVFsPnOTvRG+dvvVUfI2LPFMXB+y1a4jtDtit8BWkxWZ7iXMvJMiLY/wBSGMb4G2f66TIicUjE/InqGTiSLutuiWS3wrGeh889ZMkCJz+2NEUu8qzS8WrJZeR6r+5Fo9n0ZsstZaq8V3gWuQkTHE3/AOno/dBdcwNcIo0JlrmmWeZZ5rnSzyLOf/6XRmLNkYn4CyOkzo++XJObOBazYWGScSIpaYrIsTtCecxVjE6osr6k6FCJLJa3xPSPB7I54UWrUF8dovCqxi5MXNm70HZ5nHHOiWknocjz4109Bk46F6ichk505iypJL9Iz5JylR86Tndx8qbPhTvg7Z248XbG+YxI3LK4Lmex8iGmM+H9RYH/AAftZ20XqitwPl3pFJE68Miyx88+SSy+OVHS5E9HPQJyVmwQQRSScpk5E4pxTiYic1lmjeSstYGRiYmKro6snBJNFWBYZxKnrO94VzskV7rJfEjIWT7p2N6ej2WrPHuWOZ2WP3R2eGh7OkyqLh/A1w71ktcSSCMM1dZwTiWvQ8h1eXIuVJwsWGScCzZyZwKq4E4pylrZo6yTkzjaoy8LQvN30trhRZT54HyELHJPAYrVZpuPmLN9YExEfUYkPni3IyGKj5ZKEJD5jLJasyKzRKMHO0fEYuR7w9s1b0tr8wiaJYXScG1ZFjeGdVI8Hesjoqqu43zVdxkm2bOC0qSN51kXEfPRLInAyaMWbJNYwWrasos25Gs+Bl3JtVb1LpZyLT4CxtzwOQmSTWDfA8q2+WwsmB4UMYqrQ9yGQXS7RtnEVNsEEYUMRa55SwcTicTjO5xIG0Lici1zHT2Nfp0b5ll4LP26lvikawyTXc3kZMIdXyETwpAlpZzHRcMpPjjYmIjPWcqpjbYmWs1IdojPnVNtIWS8tMdqiLXJYUx5trDJEkccpMjN717MmC0QWRFnnvn7Cy4p+YsjJL5eHa4F5kzTctSXmX6d9RsuLYuP8ZVn9Ly3+t/6zLP6lpUSiRDWRNNh9sKG+iIdNsEECzOGcqSSRmrAi1hfRENrJZZq8x5q6I9EzuyMHK0PZZKraw2R5CFwtFrhXj/Ba4IXI7o3k5s9FrnsOidXpnztcXRosOS0oxzoHxZBFIRAkd2Week94tiyJ8kRweFi5dPVXRamPuRrHWehLRQR0V47XPMee6dqNMdln4bTkjbI3psJY+SyUfEs/Wr78B2uPYe1VV8x9sPZaTYeBnJ5zr3ILI6xhdGuJA2TiWBQWkXUQQQLGho9dU20j17wrrk41kPSQWsc6rsRRkPSWaItZUFpD2JJ3OJLReJIEiOBcgfM9aSCBiQtlWaJ4FkPF6HVDZOh2qtAh4Hnqyy6cKOyRp+/XF4Eic18MaWG3bhFiyQPoPfP75XJCwLSrSyWXksnKeH/AAy/eWhj0T5jwsTHl2/sLE0LQx1OaIbzYpPgaRatVVXRYtulLk8/ei51vURa6emTR76eT1l+81c1oVzyow2vyiaY7LwTSRMknCsyCCODcC8fQxkEEatZC4EkkipapHUXyOJDOJBBJeZJJOQiC6WmLBuOm2DfHeLxfReROt7Y0se+cxUSHodizmIYqb0XPMZNIG8M1kZOg7Wn1Kc7bX7YpzIosCG6KzkKtt8ewshclW0WXgnwNiyVRF4vZEsll5jcjRxFpPWuRa06xpFpiWFDLP1w3RukUaFR6x74X0NPKjpq0+1IymJZW+RBFJ40tcOvKro+myd8/wB9LtLIfVIOReInqKww9bGm3LP1znlqyy6Wvy2e5eZYTj2NS9qc4RNLThb9VX1Nsc1RvTbI7ZCUjhD+IxPkczlqHnvXbvUPoUaGSelrKaHXgJWaJiGtJbf2FZzWstv8z0qLVuBWppb+iORe5k0ZwXWkL65Nv7VWgt8uxyLFjh7LXxkhfF4jStfwbi4rT9yNB70Lz1o1i9dOkmjon1FUkkkmjwO0WVoFzeF5MZsEZissuwu7J4LdiQrKJpHF71bclleBLGqKm7pNEqSbPItc9ixz/wCFpy+7LP3HxpzRv/st/Ri0u2GUPL2lSbc9I+VLKLTxrEi1Riq+S6T3zVlzRi6OuSXE4axUkl5LzFlrISY+BZU/zS8T/OFvj4Ose9IpOJ8FjfJC5vkc7TLWFcx8x81pvWDhmWv1219h8+T07GQRWCCwvyvjg2QsS3ouVHmzqe1XiXWVuLVI+I/oKk6Z88t4pdr/AEL4a+pKRPGj8NfDLujZaciVEPi8jc+iHzrIh1+mmXOvL2XWyIyrX7Vw/mi56W3+n/tJGycE1jjjtCpa+gqIedOXJOjfUV0RIS499W8xYJJ6JffI5rpe5Mkn2x3SKWa2uCFgnCj3RchndnvB/lpngkk95i0k1kkmkkj40Q8So9yxyVHzemTxznrthXh65jtpF/TxRvE3SzZ+pbtoVmT8OyThYuj+62PsNdIXM3Ev5L0EvLRvmdsCHTvTuy89Ih7Ks1942QJUggWn95G9WJcS2xWVgXHIfLE8hDwQPRLol4nBOihHDCrH5e74DaRef2OOckcqPT/hkZLm6Kzkvoisx/JatSRTtVos9HfMTRP2osarb+2GzW1yEsiScP8A503vQPYggjT+8lURvnLDGTv1uPyqtnlktaGJew+JYsKf4ktWyegwRV86fDspf9ZOTZ4d+nWv11dVjnob57M5OSS4J5CN8G9Ub5XHC+Y+b1T4CeVsslaL3lI30s+BMQxHrElSepobHaJpdRdskIRM2v8AXVkhosLg8SE+Jb4PpW5aEoHltirb+2gtfpRa5bIWpSkbFyXPIfJUWNi5Qd8v0PI941o2Kr6AspameQh9Hek+Ja/ix/8A6KEhUknraX5txbj+mNcqJjRPSH+r/ol/seJ4EOmwsyJGoP8A5p8P4f1LbllnVRxtc2Ih15D4kC4MTLVngPbIQ8z1j95Cz9sidfvVZSHqHyyEjk+kQyKKyy1iVltUnrK5KtlfyLk6bHbJs4Z6Kh8S79mcS9k7UefaSkhEWTmclqk4HyQqNwjcusiiEMW+RAs1Llkd8D0G2XA1kRpn0xkx0b4v0snw/h8fRbtceyFZFjaNuvM3Wa0JkdG2LK4G59zbCupKkD71ngRhZZ0yJyPeDbSKro+Z9jsdyyNVQ3p2Lp0m+hgu0h6Hd5LJ6ulwGqKzwgim6r/6Ve5uuoPkfYjiWKWmLG6rptrnaq6ziS4LnqF9cfvKWh3LX0r9z/8AFD5sXOi5FkfPW3hItWGukvNustwcKol59+yi273ohY2chdVagdOx2p+5US54Htywd+owXCc7bpkPM96iMT1SojssK5vmxfpxzrG/uWLKXeBkVjp2xYsWbPuONJZeeiVh/Y4D+LZ/6WZtFz/Y8KXUlhfNYNnXvyr2r36mx7C+w+fo5rOfASyJ6Duh86bSJ4ngfbTezvgWONC6oZZFi5IiiQ30FvoSY1jeJItFmzMc8iMuypZbdhfU+Im3/J8P4SRatYIH1di3Ese6ruhcnh3R3p36i+ZEF7j2quWikS6O3y6DaFVul3D6wtkl4nIdN8T085NnKt2Z7SWXwnXMik5SIo1WzA+QlobC/wDufcs/cszaf/pitTSerrnuWcXau6q8Dq1LHTt1S1z2Zw+otA3RIbrA3R8ugPligZxk20qRO2JipPAWlfOiHjeORZiGKqy1hs2moHz1vYYqSPLkWmkXW3yxd9C+qIv/AOiUflIynVPCxKu3QmPFeJFweit8EWbNPWg95j5UfPA1VLH3N6ssrL2EtB38IW4/i2EWrStPb11i1DLokv5qjsdtBOCMH/envghcFTZnvI943aIxrozLJNXzzlS1wEqo7rQP6ZTq/pV9855u2qdH1xkVnqi3Gx1WF6RvmsPL+OnOlnbnSOBIsXs94NsS5rrTLPHIbLJ2z7ORusP7Vgea+5sIahHw1wRb55K8YfXXhWaxUeFvjHU5EpeX7wvEqPnifS5wokQi3gks1YuWn3qsl5yxrKnoqLXSH1S1yI4ZawvMQ+s7jOTIyveVvR4rNO3UeSEqsskj5Cra5arfBNHqHzdJxRp4853wo71nSvgLpr5iNx4nX3i2w7YtqogjFa+FL/k/+nsi+FY+xds/bV+8lFv7YFxqxci8ca/6LP20/aiwrRdqLBa6Yh4d/FEi68W+Zs8PbUz07vk+sEl5E1ZBFESST0tEcieVEb74LKP3d6urpaOQrRuxirvpfeN6Pd4e4h65IeXaFhQ/FN8ffM3WF4ET4FsQcaQXSDhR2utLm+B2Rd503HzwLBZoxHE3L356P6ISm0y1wJfET5a5aBHo2xfaq54uDJJ5IeVZtIuPE2RmLDIvIO2gkWlnzP8A8netrmfatv7VtG2GzSHxLVo3rInRcukqno943uLksvvRMayZOZcX0LMxkI+IuLWJiwLDFEyPBrJA6d6PE87tlTqmtXBHie9riz6KjpsJcR8bVVxYx1fIREsbq2WEN1dVplmvF6wOqF/GFDwodXpLSI2ggtJqiHzz1y8GR96dqL66l8nr3plRukeK+sElk370ZZ5U3P3Vs/xg5smMb51XT3js8y0sKE8Kw2jbZ5Cqy9Mi/UPthYsuabeC79P96lDosXIfEjxmdqOllV3ojfB+7mbEcBss8sp1XSeyw74mxWuGJi5ZdpTwxPE+dNhYniknCxayegtDxo707U79SWifKi8d74Podhc2Lm6LmPBu+LPoPm+VNxcBvNT4UXPpj2Ftn3iRqjy3hRvR0ZIvCYwpEY91g7aVapYkTnWvthYvCoIrBdRInSKxkWOcCHzPRY+9EsFsf6VrYxJDyIIIwbjwd8pZ6znhVHwQqqkEeA2rTdt7LkhYn+oXPB2o+rwRheejfAv1FrxeMiyi1xdHyFyrvXdl1ERAtVOBUnQLIRtqFlvCqPnhnBBPgMYthD+J9FTvk9sHbOQ9Y3jjHOOzVjLChZ0keGe8izxY3V88DO4vromKnvE7Lh4nqN9C8M41i2wqiVGISHYGxGw3pV020p4llKBLDuutRoYwo33rZ4j4kZj4DI8N94mzbKWrg5QP/QmRV6ft0hD5CpuN0ZNLtGxctBFIqyyxrpEirGF79ZWBZrJwv9RcFwWFk5C5EeK7jyWPuLXJkkCI066Q+VVTfFOe6RkMXRIr2r3ot8UVVNyRukY+/R++W8adL6OYkb0jhRG+Vb5dEuuOpLmPF7wpR0F0uflHwOeLfKWtYs5qtnTRgdGTkQLoO5HHAqxywvceB+DWVI0iWcyFXiTR41yOb6HsfqtEcBq6yw00PXzn75aG+iPsKFbngMtC42e9dx5W9LOPvpHonoXgYiKRSemqr5rPXUew8vtj2I4ZTQqe6SLoaPiPj2FwWCyz4tn6nw3eWrQ7bLzJZAry+pZ+K/qcGfhsdl4IIr2O2R6ouhLk8X7k/uqWqLLfPK7dXXV3XvTvXtheiT6J70kkiJo1SScKpNFy3yGxahFnjaHjss/TbH0OMa3yPfRXyxP/AM1s7r/lZ6W1x1rE+vvMXgNt8ewiSclMeR2eKyN6hFj9VVgg5Vt/r2Y+oPpn8lvlt/IolnZ6L109eDvfAsvddbeH9w3pe+Gz9dV+5jwWUO1ArVFgfPx5cxLtx6zeJJ8ClZvaj5rVzPQXz6L2eBc9Ux1dFVvD76LGN8FSyun2uVyioxZ7Fq4O+msj8DddhbnfK7dP7dH7Veq91e9O9HXc9dOf06i93lwWbXHsz4vwiwxry+1+iRfCX/RLgbkZHfFusx9N90sjeCSaRSKrU96Llr1ydWKvd17LUwQQh2RPqL5Z3s95ew/zWezPh2rvoaOQuI1r0/Dfsb1SV6OJZynXbrP26R2Fv0DtRcxD5HB9DtcTk+no30rxPBaRZY1rV4aiK7HfI7kYEzt1hdIZ2p71mz6Y+HXfWcmMkijLPPxp2ZolJBGZuR+Ysqj55far5F7ULweaPIWl/cqvngjAvr0KxbvK0pxrwVDXClr8tqOZYd5ei0XoZz0+widhNDXXpJkTgdHZgeTtaO9e+Qt/MZJpGhs8nk2/pqe9YF4smfD4fFjiu9Pipcdz4PB/6Y1pt68yz9vAG6b2RZPY3Flbqu68l7621+ksfERElwuEDtJFr4hYsD8e7I9aN0sviix240s2h83peM0tc9sHfwHZmzynvmd/Jttxa+8y8y+y8/Iu9rRPC+3Ct53p+mnnnReCb2crdZnbqdvgJJLsvlv/AC9P7j7i/wDRaW8U/wDVnTevAmhKnemzytnnPp1km9b7k/Lj6aj0v9jHtwnS8/B0dzdchZO6638VxZ2XcsR9vG48PWT6xe9V6pel6SSfB39DsLlayn1pWrP0wL5FLpnayetQlzRP5tVvVcvAULlaH9PA44e6ui+W3e1qVsNi0iHha4+CfVUXK14AkWuNoTeQ/ln6n76n2LvoIpNWuPhSFytFr6ZcdUQufel3z59d7cPtnTlojRIfhvbl4Bu6TgQvMd8lZ76b7nVP/wAOP50U+Id+vP6dWWGcHfrCzNn1vtY/755267thnzLYXg/e1/z5cIXyF79a9T9/Pe3Wkb7v52z8iv3Pzx+Ce/lva57edxnrq/ZfLZ/TzWCMMdBeJ9A99NfyI2+RLVLxJPzp5eNz0x5C1tu3dSs/cmkeEz56lJaYl8iHkQQQQQQQRq3sR8weQ+PyM30EEEEUkmsEfM6zZLdr7CVZJJJJJJJJJJJJJJ8gdN/6B3mXmXmSyWThhkZN6RUnPbPxLJeQvCnV6vbKisl4vEr50ryR6x6GScEfNZ83l7EYEPGvE1R6h5D5/PXfGvHVqHkb/Ol834zGjhEat8/nfsvMFqt/nuxYH4U9Lv8A0KfjC08Vgf8AQ27x7/1v3yNzfOnxhYV/QN+Zvq68OXn75IWVshvA8Twr5IvxSeib+KLI2o6Pgu4hrFGGfkoyzxXzTgtPiQvqItc/D50j6/M8POb3i/7nhsj8lRy65YcP353CrPiKo+BHlKpPW24XEXzMYjkc35aqb9b383Qx9Cjp3xHHpFmyWnRfMJfqj838vx90ZZH0CCOnWnAvk4lI+ju1EcfIFRVsstdFbF0XYsr6j+Tq7fIldISgdp9Hfmj+Wu9H4XHmTwT8tnR8heCxZX8FlQNkePzqG/luzbwa7506P5bPwXcamu7/AK6/6XnMf0An+uy85X9elXf+u00X/wDCefUn/UXku4uX9dbKkt2pfZG3U1/TGR/GvP7Ctf7FbYviv7H4i+xNkhfcdkirPxUP4yPxl9yzakui4L1/WiS8X2X2XqOyh/CRcgsx1if7xIXJfNq3Fu3/AMI6quqR1Pd/Nxvj26mus2kWPi/cs0a6XbfDcs/pX9EJ6qsKZI7JFOBwOFJLxNbru99c+CLP9EH4HZU2i1b+1O58T4qXDYabtGxBBFLpdIpeL5KpBBGTBBAyeHc/U+/9E34FHESLX53H0ETmTSSa3UXEXaXhWlRjtQSTSf6rWnwLPBauR0+Fa/lP5lTSREU4F0uMuWi6/kI+hWHwwW/07/MeRW2fiMvEI/Dsn4Q/hF1n/wAEr7Ct2RfEX3FbX3oqQQXRjfnK17+bMsvsvsvl4kb/ALlTx/q8/kZ2/pbBZ/T4V3/pdPAaonhgj+u0F0il4vdYn+oU0gukUvF5E0jEiCejxSf6iyTWCP8A9jr/xAArEAADAAICAgICAgMAAgMBAAAAAREQITFBIFEwYXGBQJFQobHB0eHw8WD/2gAIAQEAAT8hxPf2T2LfqntC2J4sQ1hD8ITymGI5C7wwsvCHloO8ryeO8oY8w0eCeTHlHsQfCw/FneF4QmUX4Eas4fE/BiINDELxXA8oYvF/IxfAeORdHeV4ofgkPCGteKOvGEHgv4DXwvK8efw6IYhr5EMXwXynzLbLiZniuxt/wH8kIQmxfuZ9sImCWJiCJlEILKIIhCCQkLBa6FLGlQkl8dH3r2I1YEDw3vEDHtEmC48W8pYbye9+NxBGiZLGcCfIsTWHlaceBrKwgvheVheDyheE8E2ai8p5vJjXmXHh3gvJ+cyhrF8aPK5Oh85LyPw6HlCYXms8UIXy956+ZfwefGvgWGLwQ/nP4tA8r+WkQEevK8ZlLzmIJCJhIgg8JOmIXztHAtsWzJbG6TwYsEyly1MMWUj9kWIIg1jgeE8LMEJ2LGzZvEHhC8E/EmclCYmXxqE0mIXm3heaGMhILyPCi5Fx8D+E/NMeezkLxY8z4EQk8FvzchYRMPCG8LHQ8o5GsrDyvChfGvFCeC8+sLPH5rWL4PxXGF5L+exaaqeS+FfwEIRu7yszyRMTEyhCIJCWCrRE/gPwmF4Bt31mHQyXKRCDGMmV5IXDx0NCfk9scMXGF3ijeUQeFh+TIJia8UNVDQkQn34smFmeEGszeMJhPCVombN4/AQbw2XFxUJlXlS4YZfCvBMfn35ta8F4rHLwHh4Q8I2XQ/BDRMIfgh/MLDyxHPlfHrxWg/NeS4HhfB1heS+dfwrl5onlfgXw2HEi5nj+RE8kImIQSEhZBcfw59k8P0IzVX4eDLghYpR+KJ4ofHg+S4oncPCFjzTyxiwh4ng/B8YaGhfJy8Tw2L4ELDzBYWZiaHz5YQeEieC8YQaNYXjxF5PE8UTEwsNZXjyxyeSy8IYsqMWFjlZWi+CKLFYfwLxQ8Ia+d0P5UPggvNc/EfxUmF/AUQtC+K+ZfBCGp94VJNjZ4WJhCysQWYJEEiEIJCQv4gA+sQng1SEh7M9JbTT+0McnDHs4+BiwieCEJmDWGhaE6PPETILD8ELwd+CTEId+fLC+Zi8GJ+b8GXwguBc58E+KEHhDFngdi+GD80MZPNCOQsIvncQfihry0awsUviQaH5p6Hz8rkcB/O8rx5DFl5Xkv4D481lNjayv4K8ll2s9+x4SsdIQfjPBLC+BCxMC8IiDX8JZaJ4qD88c1pkSEwfLGnlYYlhD8UJUcYWHzhheL0xqvFeD82ISxyzBizdG47F4PxgyC8Z4zQ0JiyuTkbfEvFcZaF4MXi+MLKHhYWH5d+a8UcmLCH4Lxg8rPI0NfA5MWH5pYfk8LB5vguTkLEOeLIdDyuPifmuMLyXI3vwXwzzQ83wmV/grleaylKXHI3Q18CwsQWJmCxMRiQkJD3WMlWJAn8JYyZeJ4X2KIrB1NxfVqOasSkhRsYsLEIPE8VwPwaJPC5Txr4Z4PJtlIaXhuhoTfgoxfH35IYgn4uXxIngkPxfwdYWKUuJhDw/geH5IRzFhZeF4wfkhMNDLhDFyjkJCH5ryQ/BbH58h7fh2OfkviQ159fAh+CQ/hQYssTE+Hj5D+BeTGSSrfCQ5QNdFJhImoeEVBExMQXgllCWEsCtn/IRKTL81o5cMa9lw3l+MxCeSY8rDxcp4TQucPzIhCYXA1iYMa8DQ0NYfCRiYsN/xDwwr4S5F5QeTIQeDXhRk8bhYXgxLKHhi8ULDzPBY5iIIeGIXivAvBbJ5DEPkWH4PCWWPweVhqqnHku/FIOfl18jXk/gmh/Kh8eXXxcv4ueL0vLcItKF/9IY0fIsQtv0WYQifFkjv2PmYnlMSiRBLCQsKS/zNPF5n3isalzBVb6iYpCHQxIhDjz784MQ1c8o0eLhLMwgx+Dz2JaGh4RBEPC0J4oQ8QmEssSzPgWXlMfH8Ateb81gvNEy/NeTyhHMWTwxHAfh0PK8mPKwh8ixPLjLHheKwhryXLxX8KTw/BDnmh8eC+Q1PkmU7GxfJPJeEw9Gr78Fs/aY2YMSPH0c43lYmZiYSEsCGq/yE4bLw3fF4pKSCjqyfFK1z1anhMpLR9Q1mgauhOS6GtDcQr0a4Qoaa6EeG+DboSeGgTosbjbFtZJCTZYhQ2RRDMKKEGIyMmsGJz56Nm1EGEEtcYGWmsITRBaQ0QhBbw0QmYQ4eJiYg1mDGhY7F4whMJEJ4TEysJiaHlYLDF4rL81meSFgXjBIQ8o6H8C8ILCHyJh+EJlDyiecq+Nh+CH8qGsvB5Q8oPwfk/GnK8F8PeOF/GjOCdnLKxCyFBiFlLCyhYghCQtiCCwHHD/IZD0LPhZBIbxWuzb2LqXXouxKdEqjcMzjQ2pBtwWkiPoC3sjrbgSFwGrS0EiYYCpbLZpA3FYelZnLQHpaFdOhum5CbPwQITcnoGglpuJoRlqnZaE3eieiR2bqHTTY9or7zVCrCTB7kRsgnopKCSwZ3Si0iC0ZE4TWnJdWa2IkSr3dYk3KFc0kFJ/3EVdaIjVC9ahKbyH44mro3YtYJIE5ycWL8CHRpCQYnJwcmaINaHXg5/Q5ME6nJrJj36YtAiQJm4PL9DtsfRzQP1D6AhEGLkXFaJ2G8RuiE+DHnA131jiapexPbUHRURHDqBNWXME3Q7awbExrhC2aHAniHCdlDNsGhHIRcwSIIhMPCGsNYWJiEw1hY5kzCEwuBkwh+L8ENYngsmPE+GC+E0TwZCYXA4DJlfMsHlcDfwHnhfKhrxnwL5L8PHmhM93kvkhIzyJfBMQRMQQf4HojmLcTNIkX8hiUHx8DzRvDpDZsorKLwVlZWC/RX6K9FehMNcEqd3E/O6JC2l/Y3aSHdsbclSSkziBs3Z0kHedHIk2OnSYxAmQ39i+5+Rp2aOR32fmbdiYGz7H9j8hfc+ps3esXkXa0z/wDcNe/9x75/sjbv/Uf/AOOU/wDiEOf+TmItT8I9NfaOn+5Drav4E457+idOH4G2sz3RVv8AcmSZ7P0zeRy/Zw9BHZP/ACbrzDUF/sbt9A0H+8S5c/gR/wDnUfh32jZg32mKlHt+0xXov5Qk1EY1utG6kU9JdB7Q23szV0vtHvB9Fy9xjXTb0JJwu4xtG1fpjyn2MSDS1Nrk3xW5tlzVC66Yk5bIabf1oceexJ21O9H1gTz3/A3zAwohX0E2URJQFKgTSgYZu6Jgn7BZo0I1OehBFAQ21V/Y9LiT2M/AbsDkvZwZjQoJzyIja5EzcSETpcDcgm9jYDWm9Fbw3L7E7RsbEG6g2tFR4UnwJaFwmMW7WDfVHsg1rnB9hDGS2aLpSS0NT4K2y5RNZiaK9DUEEsJiDQkQmxLZJ8GmaJiEwyEIQhCE8ITwQnhCEF3iyDEv4CE+JHWUP+GsTKysGTE8V5rxXxJWiUXpheMwvKCKMqwXGX85rCYnwQUyeEJMwZCE8q80mfiBynDxcPxeF4sQsT6WIvRoi9EXo/AiNDxkEfAj3qF0VQv2IN/Ykd52mt4zG5LhXsYauz7BNbRIemJw1j7D7hJCRUi13o+8/HSvke/JSeoeksZUxHnGUBk02gco/wDLIfuFf/aNi/8AKyy7E3JhBNkOR6TIPhmmOjzTQgYJfedlqU9jAMJ7TohVBmUV/wDOyF/92csT6NFNPdC75Tix5tgIlxwJHd90nB2iFCgt/wBhSE+Kb1/ZgnP+AOgrTTpQnQ5QhBoM0fB22xUqBjYXr6H3cf6NJS2ba5yedC2iatBobaNIQm9xV90bSvyPfmNbcPyanu/YkrR0FHbgNofZpc8kbVFNcw236E9dvwJvVI4A2caW6EtrOvUIF8mhNVQtxB/3+INlyJmh/Ypq1CrFp6OIPsYa2EzUHp+y2ITD1oZUhK1cKXpbSEq0NEmMnA1DFhumz8xGCNcjH4GwdR7FE5SE6TZu5yIP0EjhqouxpFbGdfCGyVGriGl44NqaQ5KIxoQ9EIO6DCtBblYhCDRCDQkNeEzPBoeHheK8Jr4ZiEyhMr4IcLxnhPGCxPBHXwry3Q1YhLCyhLCWETCQhpE/4CeGiTn4GMeIIeZ5T4Nn4Z+vKJBYZMJgwsS/AmZl+C6K/Z8fYfA8JWPRMv8AicqE1S6bK9n2BqXIwNCn2Uuz7w/Yb9lxWXwvh+vClwSoRcQm2IkbfJlRMURDYj2NbU2MP2Q7L9lez7i+x9p9/lE1l+j8cKEGnlleiZ2jO6T+iqPRd9nuZ+RL7miX/SEtGl/Bvyv6MaYjJdPRCvYioNNuBLvY77NaprezXyM0V7Gey4tnEMt8jbXYtGxzjKEiryx63hwRyEFexMUexLdJ8nMFabHu43ycLxfQ1bWg+69w9HDT8SGsVDRZfsJyINLppCf2v+hpHRdivopBFOfYstueRtnA4F3WOEpS0oxjifgVO01VHyT9jYLpoa/gnm3YtOpe1jYnv4EHPsxafoK3tc8HDq2RWmtH+gUMXBQx+ITxGhgJ6Rs0PNCUumNl2FoeuToNDU0psaZTg1UqL7GDGJbXIxtCavQjLcDkoepf2yweSciVY0yE0UR7JgnbkGoXKMIVKQohyQmZiEIQsPgJ/ZcmmiEGIPT5EMRMcnr4kqaBy8LKEiEwkIRBISEF0Fif4FoXwOMPRtiREQhCExPB435MQxa37Q5mXLwkPQ2Evg6xCfCuSL0WY+0kQXp5eEsEvFeUJ5QngyG5SZg4vwzwnwrwcTLyfh34QSJ5XDyhiNilE0ImmF/d8YCuFxfGYmLi5/YvycrH7eGgzn3LWOb8Dv2MooGyixKKCTkEo+oXoG4Yi/sY9jLaXIwJDtYrVNk2szeQbqrt8ilg1/YxcafWNRpoYmznFB+eOgQ/M/MbEqNmxK7KnI1vkXu2auTWmeg1ui4T55K109DLp7XAnSe2N/oGOfWHyIZ+k2xVlJdvTIxKXaFEnsptCzbU/R3qPkayO77P6MEa7JJ+CPbbo+7foO4Dj6JwdnyJIl9izbJdEg7MeuguQwuxvfQ6pXfYzN6cn/6dG+5XwLrX2KaaQhLa+USHqqavIRDeqFD3NUhI7vZtsrVHHqGx7tnCdsb9QinciH0uR6JCPW7fkSqyuEIbbwiJg9EG3TSwMJnS5SbOxHLCEISY6ODh8VHfXgrMxMQhBBBYrPRBr/CMa8Fm8LwvjSlZcqaKvRo0VGvRveMFMRoqNGhQ44UEkaNCCDXsi9k9iL2RE+z8j8ifZ+R+WDH6H5EIs+GfZiotY+tPZCMYlRjGJs0vcEIysIyMj9FFEJiEJieMHgcnZmj2xEIQg/hnwoeReB85SzMzfhPhRETCykf6bwgkPFM9/wABvAQt/Bx/qm35yCXnsvwUrKUrHDKVhthyLPxD1sIZrFzfs/ed+ysrE37K/ZX7K/ZXsrH6NNjUhYDWUNtT99AztyN+T0uBDE3BBG3B4k8aFoj/AAOZORqLSE/+ISQ6ITo3JmtIqrml0OzJc/6KKUo9Cdp/Zob4T/OGFtdjd2irkT/Qbpdn/SuyvXoYJumuGPcfCwXV7JdVsUd0obSHCJuNj0D7Dz/pDiHI5tb7ZqsnI6KNTRo8bm+VElsg7EIX5GhQmU5aDUYmP45+Q5ZMLCxBISFjiERpntiVbuASeiL1/gHGTyTCGxsJfx4oJp/4N54JD0N3CX8G+LbJa70ePwPL2LSGfai5dM00IYXK0N+FZXsrClK8E2FZRMbLi4bX8CRn68Cf1hv6wzWNejXo1hrDQ4I0aNERoi9mjWJgWqLtjIIhMQhGTCEZCEITEJ5Igh/0Y/1xMn8q+FbQ9YR/rcNGfY5fzh/B18tHvY/AtRGz+BqILEyvinlyhqYuEWDftdiv1Ic5o9FFbzSvxpcUuDDG0F9wp9jrtl+y/bL9iYp2Vfl4v1jUWJT5H7RL7yLZsrJ1LKaE6GFuNe6PYszyWKIdYsTwWFhIlvYr1b/xDWXsazMXsXjCE8oPn4uBamLA8pRD4SxP4D8n+/kKlYKViIbFvHCt9iXan4G678L+XVBUcscvyfxz4UMWmh1J3wl5a0dyCabq6a8qzZvGylKUuLhMY/78f6eBjxrEIiI0REIQj2QhPshCEIQmDymM0NyYfjCZhDv40IMXOEoaMc/NfwEIPKx+MD8fVjgN/DPigw15chDcX7Er+ICPpMpP4p5r4UL+Rj2xLwWEiEEsgLhf4ljw1hIbHcSsWWUqNEEREaIsQ0QhCbIvZPshD8iDWiZDTCCWCYoooor0VhGQojGmRkN+sJMhHla6OEYaxyPWF8EyvFeSENYTooh4nivBfxGxj80TrkRpd3CX8DrDl83pL+Ht+Z4afhwPNLm/AvgRysqFjoXjRrwmYQmITxhCZaw87N3puxfnPimeDnwQjeOEuK98jV/DCfEuPBeC1janhBLCRMLIJFFx53+XV7I94KteFxMNHQ94gkQnhMT5JPJDEcDkIQS86V+8VmysrKKyleKzeGLsohDsQ3spMreOTPRexCKaNejXo/AuDXiEEEEEREaIaIvZF78kIQmJlooooojKKGxCiiiEeITwZKLya/h9YQ2cuQb+SeXom/hU0xNNChN7eHlF+KfChB4crEiLD/jofBw8Uas7Yi/Rnel89GvDRCfCaxMJsWjswei2rx8s8mIT8J4abGoRBIQhIRBYr2egNSC4/mVIXez2h+iGbf3hcKNY19DxTeGskEJmeM+WeZDiQgkQWllHXwPEJiZngsO8qNtwhutMLJY/kmVlfAxnWUjgmZ5UuF5PNZfBixc0rKXZSl+in6xUVejXo16NY0axoiNGhQQvyZptjXsnghCEwhCMjIRkKIRkeIyZQ1GMQ0IaSmp4Q3h4nhCE+KeUo1g1DaMfyvE+JC5hw+xdSe2VPCfxNvB6boQtZwlBH1xd+3/GTH4oNiQkIglhDVJLbNOwJ5o9sHDhI4Q1V/GbSy+2P0D6BkrClL43EGzrAfqz7VhYNPcafrF+in4Ffo/R+sVLouQt4t9z8z8z88X2n2H2kB+w+wj2ReyPZF7NifYrCVd5RkZCsEZRCiyiEIQjxCFFEZGUR4PDYrEtH+RIswnhMQnxwg/B8jYhLExPGeEwuM78ITweH4d4mZ8S+FCG+iYlI/yIVWNnxSJifFv2b8N4WKPaFzilKPF8tGs6NEWNfAheyHRyMhCEITEIQhCZhv4OGcnDw0dKoav5V8TQw1hD09hZ7EUn/BXkiVeKXisLAtTufxb4PtCPB9ENH3D9xRS+FL5X4oPpxtgkJvCIJYTBUbD8WNQYsicj6RQ8Ol2In7hL6PpPo/3jl7Gn7I/Yl9s37E9ie5PY/Ihfnn/NH5FDYT+mFMUSgQfyiTuB9KH6RnobvFND9g39FBCo/Rfoc9GvRV6KgkFWA+k/E/A/YnoyejGYIjR+R+Z+Q57KMvZPcT7I9mho26H5CN+0UX9Fl4UJisGxYmKKGKpRWEZCCMSeIQhBqkJmCxMTCxPCYTNGxdZRut4hCbFyJohCEIQSIdEIQmsTZCE8Fl5eITznz9HfyPGxMuKUvxCCFGhrzhMQhCEJ4Ty2GsXRTE8HtbM/hzCfgl4LCEIQTT8fw5chD7KTox+8be8Llf4c+LXBYbgwYZWTxIE8+wUEwucLlZUJhohCIiIiIRYkYjbBYg2ly8P4kCf2b9oaRMExYKnhvTCKJBoSI8BN9MSaIVpiYpWJ4pTUgSlKVjZWRQNfY+4gjAbrkX3wajhaJXAmKiiio/JmvZr2a9k+zXsft4UUflkq21GfQyvR9GVO8m8e2jph8hC+omb6n0i9Rfo/Ar0WGCf0T6IED6D6T6GX1PoPpwovMrk/IqXYoJCI+T7Ce+F9pq5JkpIn2QhCUmzg2MThHhRMIVhCEJ4bIJEIQnhCExPnc8YQnwT5WcMotM4tnLK8F88GIfgKMXF+TXnMrwWELKFgu180hyznrGTbpH4TtCylKXwvzQr0I/s/muRBjBs8TD8abhoaw0dfOTy7CciQmIFIZ7eFwmGxOiHYsBBBXggmIMQaIPx5DsIWEof0GaGylKE+Vs2LHEJEwgYgQmHMTpfCio9FwpfAUuabflEs84oxkQfSPoPpH1hLKJDcKwr4ZtYvxI9H0H0D64usuR+0faGW8RRsbs3iL0yY2vsJIi+zRF9kXtjJ2H6sa+yhMPQ12xHsJCmK/YxfSfePsCM/CfYhq6TOQwFD8T8T8SPRfrFKVFWNFRSmjRrDRo17xV7NYq9n7xCEITEJiExCEGiE8JiYYnk8LWIQmZ8qGiZTGhB5nlPhnwIYsJCWUIQhyQ/mcmz6Ql3R9AZPjd94UuKX+D9R9In7YvcfUaEDxT5V4hsP1I8vGszAx4Gjp+flXTF28OBFBjPx7jzwBEoQ2Z0H0HhYNDXlyCkwx3xKvChY4BeDIQmO5tSeGzfn4iXz1CEEtiHIpRvBspSiiyhOJt+FER+k0TKEIRCoOQs0cEhv7GOyvFeaJ/ZDkaOL9+T60NIJMEk+j6jhRoyFjvDIVEEehdxWNEGNiCIKiRqPzYfuZ9jG7snI26DU9ngv/wC7PuZs5Z9saY85yNTZ+gL6RLi4LR0H1x4P2cViT+saYNK4pGuWP2P0Joo0aKjRo/I0aNEREREeYFjYjxziEZCEwhMQnjMzxmboRPFCTEw3EjXO92xeodJQeUsopS/wk7sJ/Qn7YvcJHRE6Kh5d9BO7CYfcS7bzNfi7TllEGwi/CEKibt43LLJtfk/0MLCOwxX7E/LsJkIIa8kJe0Nd+BjG0McsWulhkOYnrKSF4aNDXhz+KDsaOsvwaxRkg0cYsQZV49jtmfFCwg1lP7xLj5UcDnmUb+KwlRFKeX+vi+VOI5sxyIQ5jb+Ojipms3PWn9ijVWHx8Fyi7iwyRKH6IbslKJ40jY5EI6P9wQQiIREYQgwvH4LBBYJ8ADTGgmnlzimGxNTmTnWYQTeCcH0H0D9B9I+gfWfQPq4n1DZ0P1H5D7iPbPsH5j7GT7DL8o8TM0AvZgL2oeN/CT6PrPrxvoH5LJcS7EfsfQyP0V6IfgTwJz6xekr0IkEhIIoy4Zl+xu5w1hflXhBGThP2F3NiV0aELw1L9sbaUVtISOE8qnNR7iRI/gwblNk8XfA+mN/RFUxNlkFyycCcfjCGILNqFIcx9ZudjO8rkSFi4dT8lm0fSMiyeFh+EhiWFyRoxoQmeYTLQmC7YEz4WC+ZghpEjWYM4xZRIdwRbE89vAo1Thk4YL0ov2sO3T2JCHh5vfzubKINDGIRbKXthz3NsmmMuyE8KLlH+tilG14I4I5MSPUMdj/gJRwjGqJ+xfpEiLtIe54fhFwotSFPgkRsfho0Gz/e+AmehBLDaQ0Qx78JS4J/YlYhDbB9Br4DnmYmITwhCEIQiJhBGSLCCMI8FOM+Hkgn0SSRkgk/Ej0fVgn0RRITkhPCeN+FeUfoT+x9BfZIhRSB+A2PzL6ElujYiKPZPgResoV084fKOWJpmRjlpk8jQlgcvBYTp6Ico46KDapEIQhuwahBVUaN5W5Cdg1Y+94UxWEI3PJBLZNiEY5hBrI3FphYhSkHAvqLbHUz6sXiFDLF5wg0IIa0Ss4BHUS3DWJ85HhiEm9EZaYpext5Y9FC46ZtfBCVBGy1Hqlhx0Mr0FckgvK9+KXw8UcsrDQpciumXRTsRWLGyg8rh+TUKXBgdDE088agMbG38WifZz39h+hcJvD89PBHDk5LxTsW4aW3giEGf7uB5f5Nk8erPsmHrZXwrFwhTRYT48Vzk5k+GeE/jTyhCfwl/BTPoTAmHsC7BL6FUkYdlGxbwJu6sX87J8GL0PaYv9nwKH8PBir9mIPLGchjmXCRB4K+RUHMQmEUrwoLjgHZpLbIbf8AZ9wj2P8AtYKNWIXAwezpAv8A4M/8mI5vKRNoQsM+B30mPnDZi+hRYQYmG2KCc4UhNPwuEEhHMQ3YmIMIJDWmIbFtjIf2Nliswy0Q0B01R0KB9y2bt4M/Zs5DmzkSEhBf9DYLog04Q5Y8ZWCMEGhrNZp+ETDOA/EVC+5+ZOYEwSEiDHyKOMWWUixN04RkY0Vgl/cPcvR9Q2HC17GtsNPSnZQaPY3ZfnvxWDWpj5Ex/wD6X2N11jkFyfKEUJgNOnFI/ANb4Ea0aYtwmZh/vi48FuGbhsUlXj2WUNbGy48p4PeLmHScHwnL+VP8EsLM81sTewndHtoSdhesXSFQalvgqn7HfYsL7cjVMptCYgkf8/w6pYpWUrD5YkPUTfg8Hwxd5WHjUELoTqGKEY2MZywuvyJyeDekc7/QctdYJHAG2cbb8I6A4uieB2LYhBc43R9IlVQNPk0vSHuSw0Jg8h8khSKZGsLTlzg9BLO0QkIlwWhZIKQ4iVbeI0uHgLtGHQo+TvMo52wiY5vwcBaNQkNDSCQ7YeGMf+wYggxq1CL0TZwysGtiQiqtMNXNqCKzgOCYXJtCPoneC08AqZHgUzJVGXLNCqBja4LLHv8AhT5e9I2+h9r+0Uepw3sSmJGv2cG+xfc1NsSBFrRIqIQxz8h5GSFE10fhw+iUgcDq1gqKLx+D0j6h+g+pn0DavR1jNgE/vMyrCyJ7hhvRwBPLMnLwnzT4GRDaLafJryn8CYQlRO4YY6F2FK5bF0BJOEiMbNjf2Kvhhb1/I0MEqPbEjohwvGDeEvnWXY5cmpZQ2ydsJ7DYjTbYkSok8vCOsYTMGisU3BGGi3CIQMawltDo5c+SVCzNKYPReKKix0NomPS2bzYbML1OQqFjwh8oVHpMRyF4V85uC3OJYSFEh4VU2TmEhImLhmGUPuQ8hlPK0ysPPwz8S/QvcLB0Yp9sC7FW21Rq+l+juJciWIIWth94/YccPDZtYbyu4WBi4eJDHwI0Ohf6cUSTnAcuLkfkIQ2PfLG83DQYB8Me4THuGdkcozf+DmG1Y0Lv5E29hThslHBLXDwtTxT06KexzaiR+njoagcNnJ6EEQajQY0chQpTYhLASqPwIXJh9Qk9H0nANi9OEyUW0h7pcR+gUXAnlIQUp97FDNlPyKqFeH5H5Fez7BshqDaJEuCVEH0n1n1n0n1n1H1n1n0n0jXoMZ0S2h9Qtoq8p/FmEmzgGG/SGCny2xdIadLwJ/Yt8Vib2Od6GC5GE+j6MqmH9x5rG8zrzcMWUs17GWX4gpcxC0d1HoGvyW0JkviXJoV4Rp2xw+RTCDHjkhp5aEiAaJX7D/1DmxzgQ7EEKmIpoJPnYhDxn6FEb2McMaHrBMUXv6x757BheE0EBecIK3MRsiiNXOHMuEwZmEIL2iSXC8FrsSkTCclhRqyF5EtiEw6ZtYE9MiTTGi7OhGxiUoTWB+Rc4+JaxSWM1pj6XwhEv9lGYhtGWsXciBDwhMxiRkIcgxXgZ0NY2Zflf85n2GuwiIfkQU4ZLEmxwsE4GgcsPqGg0olomhxJ14JzbHrpsl+R44IQTex7OP4YrkOJoEWPpGGJMEEpoiSveS3T7EJD8VQ2chD8j8iBqIGDxaFe8QxqGlYsSTkj0NRrE2zHPJa17G+z8xN7zxhcNFyIZ64UDYShhuWXjYvDYWHBk6QgRZZXCL6n8iONybWfgSPbIdBJLSWV5hIj789wpNnewp94IGw29jF+EeRSlwpS+MzCEIMpTwWwmY00hIsYVtEXD5GexrsZbEfmOMbKckJFUa3ZfZDoP1inlH4hveynOCnehP2LdHycB2LF0fHDiNilWLU0M0MSRWGQF+RqKhyFHijRumScaH9sn2S3yJPeB1lUkbKmoOTxDhLo6B9GTo+Rh74mQVeQdRL5KuGDHhvFbRuV2E2zoGxOnY5CEsgaMejYl3hcjZuDv2Df0aBB5y0ozceYG5HA7D7En54JQlQgfFQ3SY5CEr9jaL7HtP6HMaHsEMHjZqbfQ01pDZ9jf+R4HH/r+MFNGG2hcCAnBwN0Q8WcCxk8C7v0O2bEl2EobKd5Ebx/QmJRDkIiEFihI8xNYrM/Q/UwP/sccPwJs2D9Q0lw8yiwCWkTsWKKzfpk9GV6ZWbhwVYkdf2H9htZMbcqzs9y4Ps/0R7f0Kz/APA/+0LXJ+Btad4/LxtnIr9lYn9iYVhKuKJf/wAh4loHj4KJtH3RJW2EaxlHN94zxVFFm1EEIQhdinop/kS26JHUSHUuUOvo08js+/j+wauxHgu/C0UX4xSjZSlKUpc0pCecGsTywT4LMrcZRS6W2M3i3OjiMSk8jYPgsN+UECURcQ1osn2PA2RG8bPQGIvTVNKuxCWmMePQdtp9RHWX+ibmnAyiUYaEwllsYUOmdxCE894O/BzHLCGzEV08Qo3s5xgu7UNK9POLsoSQozDsow+x7RsbEVA1acnhcY6AtFLYUiMS4FCvDGkjCNo9Ggat9HfL/cLNI7IJMelOBCRD7EglBWgRns3j08PjLNf0JDgQcjs4YtV5R1IobN4DmxRSm8SfwJ8D/lIb2v8At9Gilnpl6OoUZ9goE/xodQXOHDF+Sf8Acgt/gIMMaEjbyxy/6HDikJDWhQsF4sYx3IM9vP8A+pxw/AtQh/Rr+fyn9QJqN0WNexyI/o8qL+n5JVoJbHo9BoWND6RfUKiaUIz2xarhIvGW9oQPpeP08W19m26SFV1Ya0Y2cQ0ILJdoU9FX/XlYQU+OpDT2a37wbjd9jf3ixcUpS4UpSlKUpSlxcUgnGEJiExPLvlso2HCm8XDMtQ1xbHBUdYXKJohhsfwIo53ER4tfkY4Du3EhiRsTLL0NrYxvH4YQmmyC2Kuhm4XDCEMeVoombByiLgY1yOEZgsqjWTEHbQvY2bwSZiijtM06sjXGg9rCP2eKCXJyZdjGoyJtFcG2RrZqdgq3ssH2V2KAizUNrH+9ikU51mKwc/JuWY1hKVcNE/2xAg2DeQ3s0b4EzR3u3gtYqb5FUmjg9wf/AAQ/n4O/0kQxK0KJ1mxjfI7bDAhMK8Fj7Y+wX2CdWSzsVK+CGyJiJuPCjfybT8YNhMb0I4E80qwxdFiCCiB/9iaw14dUUX4GDYfjGs230Pk/315f6Xly/ZQt/EUYbdexr0PRPYf7ouF48P5FwvHVPyf7BwDEHzMBo4R4LwCl6Met/XyT7EqiX0T6G429jbzQpcUpSlKXNKXNKvCsMWWfl4LEIQhCDzaxK8SLiwbw8I5YiDJKrwkLlHFjfl7lDCbspijZijZL0OUfONHsbQmhnRMTP9U4CwsMeFltMbbKNixJCp2ENaLMOojfRpUjixYhKNaHrsr4CmG/PpnNjo3iWLobczeGXM0NhMOznGzub2OmngnLj/c8l1wWU5gng2cjiUNo0hhqGp4Jx0urGt7ZcU09I1exFtTHMf8AgEJ8MJmEzCfJzdt/0Kq/L9s6Y1rY22yhEFtv9GzkoOlK2zd01fyLp+EPuxinZ7xPsk/UaYmFA2PhjHQk9DfCCjXoX+gYcT0JREGsFvyJ1YsoeCPZxpUDZLlo4lwM16Gkthkaex/zXje2hNibRANe4+g/Al8iQen4m0kNbvJDL85T5C0xRqP/AEBbS8Z/Z5RONVIxw0N6GcY/EXAkRPjDln3jSz6BsNvY29l4M3ko2UpS+NxcXFKR4y/t4K5vingEQhBrDZfAls4RyJ4s0ziijUcsoXAcT+y5Xwch2HiMGukI7hPZULhaaKKlIrgXOG/rOOeGGMYsvh4tjFVMQSMxdtjxEsw+OZHSRsiCmc8IGXD8/Zz8Crja7NDC0NNM4ZdEcrUuxmkaLk/A8vkchF8EJ+ARovs0SKNHeKH2L4bO67IpIno0DZ39nfwzEEsxvSQu4/Y16WUxp9DC+0GnkPvkfr4X8aVcXJcduWNkzSe4adh8mjLi6DoOCvYtGLRBHf6HFSC4O/ZUsfseClH4TEn+h15FOx6FGexvbGqh9k28nsC+2Ithkupi09jRct+uTChBMhBjW6P3CfZ92JsN0aE4wQVGC+oXqKDoQaBNgLfgn0y3AarjZDNHo+nEowk6JSu4/Se941SrhjKh9AfrH0D6hxmKbpRXsr2P2DoVoM0LkwIa5HHoroa7H7hvg/F1KUpSlKUubmlKXwT8L/IpS4eb8EwglhCEGsOxRoeUw879M4FMRbFlt4ghNo3Gp+RHsj2fkfmU+y/Z9h9x9heF7DeGjL2G+krOSEa5XglRCLuS4QgPBsWGn4BSL6FWPrDGNjREeiPRDsX4FIZwhV0Q88uLaIbGoSc2sRcfOP8AkMryJr2R7KirxWL2PHFlhLbF3GiQ1GdjJgYTcXbyh8uTauOhyF4rDZpZfZskccjMPkYnCjY39IsKp+h5SXfxQmKwv7F6dPpCfyRHkgmaGhjw0L8oMBsDvFR/7GbbT7XgyfE/S/8AQioMI36F1wav9OWVB00+4vbC4E6+sF5KsTGcn8fJfgWC7mLobg6SsTrsSEOzoYSRTXQXJMNA9OUmVhYI5G/C/wAGl84QS8KXFzR+EIINEkWEEiCQwtjfWNeGpSlKXFLilzc3FKR7E8UYbl/GpfCZmEJiYaIQhMNUUaGsJUUw9hpkLt8CXoP1CqGjwxYWDk87FWViqM/iezgqQSooXqUT7pILhvk4D0MNvCEz/XGJH3jybOKGMedkyZZ28GQri4PYiHodzKnA/gdsEdhYee8kwkWCRD7xr2fYfYOdNmg+R42rE3I09Rc8OBvCym0QbVCVadHmSZXCP94k4jHol7KZ0MsND8CfRJSo3eHoY0mceaxeXDyfCUI6OZpsjbF0XfClhs/rCwkJCWDyGphYg152CL6LOh+iaSPL+GZJ+i9EGOR1ipC/3F2xicJLMuj+uN97FExg2yC7fyUdAtjUU+2OoTwMN4RvRDFjGTgm4Zz/AI8lgjl/i78i8BhS4vhfOlKXBmfCMNy8GI4leEXwbxCMmSEINCbYlliEIQhBoeTGgw29EE0ajQwKIRNHLLyjkjk/FPBLBFjdhPBYXqFFThzEGqiRuHS8Cux+D7zfHDiarohuFuTmPF38KQESsJewo4RZNCUVthj6xXP/ACOQfZsojGaExDk5/gcmcn4EC8n4KHU4Ih4MS0EOzEPQicHLCmFj8o2lwhceKGOOD7Re8+8bRD7CEJxdnA5EHiHhfvmI9IbdFGtB6xo3DVRFIGmvJYIgrO8/+DpYuh2OHn6h9IrdDXsawmLII1Dm8K98/GYWUrXCOMLvFjujXCp3FRPxZz0h+gDJA1jw2jnMX3H3H2H2H3Zk+w+8/wDA6GuN4MfBQmELl6UOTCIbXY3TU5E/18lijn/gr8T+Y9B+F8Lkny4xZZWF+C5LmEJhCYQhPMmovghBoaJgyFEnJEP7jTHcNBR6S2X4c1ixRDlhEFE1hwY68e8uY7kV0JtW+zYSGtDSh1UY3HWLl53Bjt0hLlTFmtMeBxeFmUR7BPA7w7ibNIUhoa5Rzfg5M5PK6EhIRhdnMcxyyhGxIlJBG+Bno22zUVGinPw/3sbl8MHN+MXMNEwWiSGgazRJD1XkUy7Taxz/AJFxjQW0r5AkSEpVWxD77PFb/Y2sFrlpFjdHdCO8j9zwfYfaz74kdxKHYjOaF+CO0s2Qmx4rAwg/Ou2NBPVvNcE55H/CCLaC8C+1+QjrVXtDUJE/A3Q5HYxPjFQnxUIOCxPm/wCihnLDoIWWjtCpennYeHNs5CGwjZGlfTHPZfsaOAhYopqn5l+yhfs27K94fpmjGSRevx0/vPtPtw/efefefafafYfcfcfcfcfcR7PuI9keyCr2UqNY1i/ChDeKSQRmv2P7F4XkpTeL8O8RleaEJifJPjaHhiH2G+kMRyKMbNCX2xt0FeiMmGiExzRz8UTCYLJ1Cck8RMjsMqOySaz75Mv04XE4oaMajjDucihRxY+cwQl2LJtti5hMJ2bxr83N+MXLPETQphunN4nLEETgfaYtRZ4KB92HIEDENReP/cxmricjzOC8d95R/vCTE5CcdRDrZsg0QSOEJo0MWeh3scSrOJ0PXhMv9QWk97XhAw+iFyieJFHZknVqMq2GHyX42lTNHqEXZ9jGJHSacMZSemh8vxiadfscEFzglHhtDiYhQLhrYkxmyQjcKnJXFrYxD4yhIo3iYJtC/wBE4DwqorGdiGl+B4bwtKJIZo8I4nEOTy8PCuMVWJii8qr2Q78APuLyX3lllHoEVeyi/ZReVeavX5FRfkLDXs+wYxCzRqZYzRZRWV+F+GPxBeAQhCE+a/woNDQ1oaY0kNAsZsIRr1jJCfZfT2IcIfhBdBBiDwJYWV4U2zvC8lKK/JCYl0QTQ4rDY8vISOc7DFh5ThQljOrjsxcwhDk/BzHJkxzEJYSSbOYfLHlMbyOYyGOGhwY6I4UGo1lf7TlOZiYpych8ePyfg2zmfQuRNDQxEl3ZurJiU1STRjA55YrH+mcDZltf2ayFS0cKLS/7G29lLjb4Qn9hNCZk2joj2PsHHPhwB3AhZSo5FUJO1yObwg/X/YmaWkujlhco1GNY0ZwMz7TgLhGwYgv9w8jGtEMEPnBc5WTyhDYsCw8bYSJSOTK1DmafgkGbeJtnf9HILHisScK1j/Y8IJYQhMITJRCZIJeFH5N5hPlWFhNIXg2Nthi8r4QXmAhMQmIQhCEH8V+G/KxjHggchBdiJ6HIpU0Qzkb64RwRy8eSGPwXwchdhreX8tKI4hDiOGH4XMRzG1PYhvwRB4K2csLw0f8AM3MTZMJsTCxyZyD5eVhiiFg3eOTSRxMkIQQT+4XcSxzj7Y8Wrs+zDn4ZNoW/SwemYeAFl2PMF/2EQUP+h+szwT2VKxKWpWzl4/Y9jEmRjPTh01ODQj0RYiNEWJt6GeUPcaPbh1aagsIDbXoRpr+hIP6FH+5netLyxHkS4OUujeOn4GhMvGhPBWzk3Eg5Ki5LadD5jOgsHHEzlleE8OSxze8rQzEkdj/cE87iLShLMSp7NBRmCGSL/WJtkyfQ7T6GVaFxhQSZQ04JMhCE+OeFxMQhMJYmIQmJiE8YLFKcReD4H3LhYj8CsEIQhPkpVieE/ntDRBoaGUaboaEGjIXREfWQQ2Lgl0U6Q29LMQKBteC8Vnkc6zZyz72b9q/kc+EHkEmzo3cs/MS94/yH5/7Pyn5D859oWhdM3EcFhjxQ5iEuObvkT74JP3c3Qdwi+J6I6Sn1T7Bo6H9J9Swq7QJG/A5+LsLsPnyJm8Q2C+qLj+w2xeCZ/sHMcmO2DeMJ4ExyEiBphIGmKbzcJntlE+C5crH/AFEh4HIQ2HWPsH/wJRB0kJdboZvsfomcPoRaBLD8X5rNoYi6xIxMRHCc0cov9zEm/ITDJYXcu2CKbX4HkhI4R0FUTpc4Ddi5R/0OWQ6i7KKzCEITBbLzBMToT2K5GmMxVfJjoT+wYuIJaZ/oob2fbxKzo5TZs2KlZWVlxfkvjoQphDPTBMk0a8KUuH4Uo2cAvBnOISEJEIQhPmbKExUU+hpoS8H8d/jPLGsMY8zekSKlOkS5EfvLK9DUfgvFZ5eGGKhYygxr2zQoh9mhElN02V7FlAnIzhOOGPHschCaiIQdn54FEH9yHY9uRCa7B9AnsUbNovYknInIPHIQhY7lOkU6Cr/xE+VKX/ATQesSML/8jAfWHGyfQwtnEQVjTSmYZ+muBui7wuZyG4wIZ6Qag+347gUyAvoPbDxM+8T7DX0n+yr6GvgMz9D+yAQ3AnZMH/8ABDq00c8FJCiMdL9gnVJV35HUZu0a1zPgkgneGPxhPJDR96HAaGTH7272UP0Nv+xX/e/Qgr1/0WHD5xBJPwdZcxDaH2Io9IccH5O1+ceOTyE0IMQiEFhIS35pBQWwVl0MbOZ7Fs3gsdDRggV0SfpimwsfZZ8b8Kn+OQKxrCivRZRZRZRRYmwrCMobllFl4VhCEIQmEsF4M5CCRBIn8MncRzmtezuEIx7eysNTwfzXzTF8byxjHkxAtqvgdMTZKhLKw1p7G9cmx+4fb68ly1FnsRz8NNiCcZsh61H2YF3eBKRPBMjlxwxjkbOQhfCdxxD2QoMRBVeBoQfp4oTwJtnMPC5OAhY75Qj0QQ4PyQ9+izoc4DfpGiaXakTfEp0fWJVxh4UwtfBsfbw8eeKN+HKVsQu0+jKF9sYYT+hx5F9RR29Byb7FNCRSJv8AIY8e/oBtO+hrjZEXcCaOMHg8UfmsJDGj9oamYpEyMb0s03WHZj7YuBFH0PnC2i+xK5WIWlKvDmlsOO/9HpDbv/Qrx/oaP/0Kf/wFLkotOxDQdbxk69NDPoTe4OawfghMLB6CH3D7p98+z/WO+3jHG04bfR9QvFgqbTsTSYHgsoJHLifYVWxTL28bVnDisujnGiEJmExBkRCEyTCQjxCfAAgggggjPGL8gIIJNBeLllC/hp2hbg0iKCSWO4bNG/4ehqsJ/ExjKMNjEhSjY09nK7OnscchpQ1Q16HLBWrsa7LGvFwcsoYSjFkXIw2xYlPuEDCgkWJuT7xYg+gJ6J4K32O+CE/0bpqVFTSeo2aHa2FoUbQwq7G9iFtmeyhe4+wQu8VHY+w17NYUQn9jIjlWMd+LkxIHi+kNcLHEQs9YqjwvqPqJxRghkrHNs4Z5RYDOI5DO+HkUohHNDGtFhDPoI8IoT7jOgvUhNd4Oj5YkRHwokngHs2ZDR30ZaVpL/o9GvY28EpD4GLJ/JRiKIquEmzT6Nj7WJcdFlhvQ47eP9k4hiXR32aofEcaoP+tZpuoKWwmdwTaIOHbZPrtio/cgD9iISCbPB4QsTCEI/AG+iQhodPsaeD6CenYhSLYvwI56FcQqvQnAqnAbsRTf5GybORdRNCFh0c4xkiaIIKL/AAUGPxXgheDHLKF/CRqiu3ghqxmlKX4m0T7JGiIaxsdlbg2KRRMYvnSjwx54oZHBh7EKsLsPdibKM4FbkI1W2/Agr0L+2HRo0UZmiHjoGJ0xaFxbFD0GDZitvATFFicYUl7exs/tGvr6TCvsTILAqFuhpc5Y6FBKxCZHDkTizkaDkKwjYn9lDf2WVMkcq4Q+kfxshaf7LhRkfcz7D7QzkzZkxREShCxxcK+hHokQxTzFrk+jw43I+BAaFzhHv7FtlbGljQosXNO4tGxs1Y1GMXY8oRItdjuTg3SlMpXg+0NPYnyQRY6glyiv/mcFiwYln9+I7bY6SFUQoEIMTohwbXlPG4WhJQRMqXEfq0JpDXEx8H4QHyzoYnTVENWvXglqymhq9x68igpepMXp0EdnQe/aOYhLKObB4QikwhG34xkIPTKs01hJLZUhDYL6G2DWJrEbeK+B98PsTKI9kxu2xiAG0L+MzsqapXgfd476FZfN+BKxC8SF4HzhCEv6fwkzTkmuiLcGviNC5+ywb8o9jCczgmNFMZhVGLESnWNClKJiZSlKUpS4oxsby24MXSEw9JGikE8RiQxwX7Y8tvK0NkzRjRCSBr7ysWlZB78JjRAgGDD0iufwxJUc322NI+4SwcEDGqeLYLY2ss0TY7WkWhbLLnDNmO0bVWhUjWmphJpZv0+5FGhLB+Dua8FjTQsMdjMTGIkJuhsQmhWUJxNfy/BuLkhrBMjgVjbQ+xHY/wCDG2Nt5Pk5j5wii2dIxm0UqIlpDsr2IyhwTG6Rey/Z9jGCUffUhGtjFvY7Y8Vi5RBA2vk6DQhOjWDU0KdjwIrEzIhZCsT0ZLUNGwmJkT9UfFZCxy/I3T/A+SaKkxJE+hN9n5j7RUjMtH3Uc0T9kfIy4CBQgj3j5AvcIleh9YXrCm7WDxYN7RREEcCHfrN0OJWdcFKsfgQk2T00JoelKqI4fETxqjCMZwwsOjkwgp4n/Q3Mi7i/DFz22KJfxpRBVpII6gWjoaH9UkF5seaj0nheCELDwfOFhzLta/iaH5n5COzeIGPUJmh4nFQpWNlKPooi8SLCehyhe5oNG0UowmUpSlKUpSjwxjKXWDDYxHsCUvsR5DQY2NiKRd4URY0bFtiVnpzw20O4URND0sS4Tez3MemhMbGMSxZ+TZuZQ7E+iYYdDaGNsZRXSkyhOOiViCAvYoVX2oxwu/LiYzQW+op7qEkeG4cF8GIouY17xtvR91E7oqZALGxKWhalUVGwgnGhIRkei3QkpOTmiEAvQ/se4tmzwPKI4g0KJjkdM5MkNtnJnHD5H2MWVv4lxj5FQpdFDElvnDw62xirreEho0MPTfkQzliwtKHSaorWuoJqJYZMarPpCki2MHuyGAzAsbDNBmbxYeCJuuRBHDhvspn48GZ/tCbnILs+jRhTgkImt6HSM06t9wYg1g5t0eyQLDRsLE6LHhtg8Js5KJGxPLe4auBfY30ezQIaui9yPsPpH3GnPY5w3qijyfWH7xozg3HBspPBRbCOAulmsHwcmaf74QQQjSOb1GIb/jWMQlOB2/QyNOMZycrYm/2JDw/FiesLiS2u9x8sXgvHgPLZ0M0T8L5aiUfZks8MXuMxITsZSg0RsL4hRsTvk0y1It4S4wokbMQhcGGyiZSlKUpSlKNjZdMbFDYxPY5EpTlsbYauxvCWhoTg2bwlJholGrXODsWzeaEpb7LGWD1toZZ4JwoRiNI5IPBE1CqnZSDHDgX9h8gatDU5RVcrC57IuhA3I4LnC4bKGpsH9lEtYq7iZLYUeBsew3DMkEOTgNMm4e0RuaTGsNqzYpRvQoHsEvkQbCyjFoKyhpMjtHFDXYyl2W5DVVFx+ZJipJDObH4XZe/HNvG8tjfyHrVH8hyQWdE4nfYoG+8FaFchQlN0IpFxxg45RthyomxodOH70LsRQaRid/aNIHDTY3I4IQ2S8QWZ0YtpPsZb9C+j7i74jYY/94kYaUKFKNQnB0mQNMiQSNsfMYZGh1FUhe/FLjEVbKvZV7E4Z66JQw4JWKhC48SHM7AwhwhpOzkrSO9jnrexnH9l0Jixs5KdiWx67HHY39jXYqO06WRRioiqhdYUWD4eJ4Nx6YmUOzEm1qbJmv4yCZReLmibLofPxHsH9RqMRB2LwXkeESX7OobxobIxQNB+uImpd5KLFe/AcfAKqBIGmjLKN4o8ciSF9CiZrHA4gjNJ0jxXDYYbEUpSlKUpRsoxRsW8bEIajJWwJOnyJbDDZwFGGiDQ3i4QYocjR8Fo1gQxCtYUwoS1ibDKqoTxuKOJcEfsTywikGD2cQOXYn2M5m5jA6DMZRMjmD7GtHBEtlSi4L8PRsiHlEWiSiGLkahcGymyCgxOjJxjEUTeDcYrweBJWxP9ilEQbaY4RlvSLd52xHJDvZ94U1YuzvE8wyHRAxCSR/QTdpfs5Il3TYJ7ROAt8BhVh+WXNDR7OHzjLDcYlsRwJVooSuhXSdiXvATC6l7KEhNJiYEfiF1lMSW8FhkwobBoawoJISboaiKbPTET+nA1R9GraGO4UlBFw/3iPXbFUMTrzwpvv6HomatChGtehW/2e/GJuB4ChL+ISsJuNsbRA3YI2bLKkl+2ijbGaUYIdnBsVi/YyaxPQ21Ht2VY2Ouyl+x0ywjbm5yfkJbFa2VlOTgUaFIxkh3EE41QsNxQ3DUWz1CST/RzojQtnKQijfHhsvefbh+/F9mVPsPuJ94n2Eexq7N8I9iG7KMcQlR2hCCG0P7ZcwcYnVmK1gWflKjaf9M5PxLC8LwtUWQcT7NAJ3sbbg9zNjIv2NUEm4KHhSAtt8zjhclKUYnRsMwptmi8NhSFoUpoihONBQTaosJcF3jlhMSHxlSlKUpSlKNlKUuL64ko+TZM4No5obTjGw3eLeitjTEcvKmhfYulDjehhCxR9HAaEMNEKSIfGGtk0PoOUsK4fDHI0dFY6pAtDaOR9jTWKBHeAnKzfVsdLhjxLYaiohDbg0TlkwMMQvByWVqIZ6DR4CMjIIGmXgt0UJWMibG0jWRiJULHWQQgPljDuCqW1xf9gatlCcH5FPddMSj6R0hQR9+HOLYdNjXox7+xwasQlPj2YlomaF2OlYsNGKcJxkOnHZzJkf8A6QSDVk8j1hwsoQgVVgkLGMc4lMBRiGhV3pcaQqSY8GLMp+U6KjblEGXoarC1dx/8Eh1PZqKxajxGPWBAuqPNosodOrsO5gl2zlw0ijcY/D2X8QS4NusN/wABS4KrE+dlFQ6NpoSRslH4GI+TEJeyBpi4QkyxFrDLKsiPAij2SChFhcOKEdDLKRA6EbQ1Q2bfmJi9EtfcLHoTQT+yxYnhoTbw0FeysV4K9jb2U3yJJqsb9h3spsVHRbEl+TtBdyX7K9n2Fi32Nl2X7L9jhGMV+8LR7zC7wuVhPDYw8I6vV4rEk2DoJxoi7FdYSxuhaKIi216YqTaHhMhPBrxMITEwIDwW4olWaHIUQ1wMXT8HQZdD5vJQROR0UuUhNNC5G4sKXRSlGylKMNlKNj1D4YxH4DBsJkGso67GTIoyi2aDOcKkxYGxsWRbpZiUUEDpobGQ2JwsJ02CSCSIMSNjFbGII44eODfRWKZzGpJzRqoVPcL4jAnselEwsFhlUG8ELKuUIsDiVhRCKqimyPYF7iR4gqcFmpNktSHDGhDIOBabgg3orZHKtwdOKPQj2HQuxNH+gNDRxj7FbD0cW2YQmEwnMm2F4O0awfTjdoJC2mdwk1Q4k5GywE0LfF9YcEx7MQ5HG1piNCSFnSw/YyNUa2PT6H3g1cHEaJs5BBB9y7gdLgfrHJ7G7g5QUapplaTEjQ9QaFW29YTH+B1f7E6n+xrNH1EEeEpuRygTQyUFjHIRbfAnRHNcWyr0WEb6N5dJHULaK2LTdnBvIsDOrNu9iBwoezEy4HZFPsjSpyzmDGtm3ZpatNXRr5GOCPk9MIarFphUsJXhB8FKxWhCVEQkaI6DgxTN4LSYTXAXH6FIe+zkA37BRYnivgudNlCyNYQcnZoJiEDpitMUqFQhyNpsPTKXELliqHwLn0HKTEtjUnY0RsX8imzXoTKUlciY8NlKLiDc00K/6xjUCwWM2EzcQt0zdNApFHA2KJoeEQmEmVEnotiTaOI6LoLXk9xJWHpbXwQSmiexCtFJteUjbhVjXohPeDXECuDMVKXQ2Uo2UWOWWyjG5o5inCFiaIo20EmjrGswWvhKW4hihdDGQQgxjFoWJBstQnoZZZJTs7BRjlGxDm+43eCg9ilVCpiJELTOJywnGVkTGhcKTNCrCK9LfZXs50zv7RuikUNCBDZtl3pnLYrY2jNsJvOR0/In5jwxt3BVbZEqarjcEJzRh9Tsjs+x1ONYvJBF3RPRQj8EbTZJskINJGSIKR09ooJDYWHYbQeY6DYSExHq43/Q1dsj6nEniiiSGkd4y7wtirxICWs8FopURgkJBuJokxw6SKOXT0OtlFonGQD7ozS6HEdGobhYKXYnUoiidkQ06B7QYbXQtgNjNPZuHaa2LY+GLQ36KHuQ+94RyNQ8JqNYqIHHKHU76G7hYMNtbh6m4tHETIe8doVsUaQpFiENRu0PA9MG+A/cOXI1scgwmsNokMPFHKNkjYSZs3hj7EdhFoFwO0THJs11NmQim2hcwghiJPsTgnHRNjbHZhTdDuQoKXYxzT2cx6iGnuozmKsE8ITQk7r4ErRMfQ2/QDX8+IQsNDbpRiIxBY0JlwbO2LlnA3C2qHNFKaFJzs6BNBo2iooo77G7HwKDdSFwbA/9hKHSOjtjS5w9kuOI14KR8jmFpI5CNEmUIKg8i4pfEY2h4eY/aLUeo2rlnJcVE3EazR7xMUfSGnTwvWZ4LC4a1j7SsNYmWMsUnsT9h4WfsbFicWR0dy86jRldEAnTs3KwUNsS8AvCwzPQnoOPoZNH7GjQysbCOCiHWE0hyIfJXo1G8cCsNVitGEWSbCgPYorhlynJhwCXDyK3+RlH4OZEJCeULGtG/TOtPooaopG4sRJBauCD2PE3shCRmxwHN8iQQjkg22qU4UOZ6cVKPTZxHAg8MbKlcuZPCiFM9I3ESdZO1exrR9nB9FDdX3j9knZ2JjD84lQ6WuBkr/oj5Ie0RjlIbNiy3WUS7dsTafQo9ckBTYw+ENdhKqf5NcZmOGJnDEfAyprSen9CD0a+jaYh0QjFUpEhX5CfHUxmtiLse0hDV+BqwlxIStkSExBDTsVKHpwg1SCw0NDWxNRoaLVBPaNFBj3RM9imErGLrhlZMRsdoZOSKfY1UMXORK38FnOFEH9HA02fvCbgk0KPjKhsY8Meuuz9+FCZwEjg2Wht35XBKX2JCfsg2ytTwYtlyNBDlBjsEb5MexukmJKC2PwFTQiEoEjnrOex/uCViFXCYwdwL3JDckdZs08CkbNmmxHWNUJGsExos0TIM7B9IZ7NCiwGw8leAo2sMc5BeDcNW/wc/wALkW+DqzORjQvoseDotIpFDwsMCF3Sui/aJDnpCwWIKKhj8VAhwxsgtdkyC0yVYCo+h8jpQQb2GINlji2oSuJrPkh+BU4OHI4EoNWI72beATMdCJHaYrkZYnCsWajkEt4bXoYZth8TSkM6VnLBFaL0wuRqTc5EiDRxXWRHJDpscs+xHkNJCwlhLNj6Gv4yqbYQBfZCQixZ6LNiaENmx1E+xDELn5+Hogz6RumaGTXZsjkCWzQMeCQS+EKIiJhIQlGvPoiKrZq+x6KKND1fURyI2w50xXvfWEm2CT4Qlk1wcZwxttE1yOXYwJy1MYavHYbwdKiZSFsNnqkwfXJb2MsNB3oanEZ9Zy6OWKVo0qraL0OBujewgJRjuhMpA2seRu4LLCbKhN+yGy7KGKPoIyKKRJohIoxS8CSIYYX9jQIkQE6NBFfY5w20NhEVKXWCrCxzqJaGYyxGaCdcfZMyC2hHIpQ7FwMWl/YuZw4F3fdEthIbohu6+mPWeg9fuilPwY0Kp+dCFXao66F4LBTmEQ4KvY+pbDNTkW0uC1ycD9pDLyrRnYSmaI1v2Nso6CwfZEbWOUpqGOgTpjUac6FZIXSY2XCVaF6CTwSJ4G4HwI7TYuRBFG3g3gjgNlw5HGOgc5yfvcl4nLDSKwmKhY8KPwLgtFaZ7CHxjow3sdNFFUJBEFUPY3GmuUISslDRBoUghoEj2QotKYGsiH9kmkOhE2fQLZBAjbJoZYUfDA9qikRmzRbJVKixi8AoZJ+YtnHk11Em2QaFFskNiBNkNmi/6LGJTQnvAui2PWIdDg2a2I6CbwzLCCrSJpyvrHWCWLBdJ09no/2B4zfE8WLaPsoaWGydKbIMS0oiCC9DQSqRPFL0FnI1oRIolmINFh6GwXj9USjfkcyoGs+ibLGLUVjWaVgo7k2cMQSxMNEHFyXRUR+iERpDaGR+x7s5RXS6JAm5yHdHdDo5jQ6IyDeC0xpvUqNDpzG2NccQqyP1hIhT4GnzMLk0L0R3Ieu8A5pD2EjcSg+LDo57Ckc5C0hOiCbKxCYXdmjHGPTHJzk2hVlMdNkzZtj3YglB62UTGSnYXxE05O2/BsUbY+0cIH4K5JWjRRBCRrADjCfRaHLGwcVEBmKuxzu9BW/0S22+yiKOI0ZnaJbJwuaJrMyn7pVwkbTGQrTNiFIQKDXUY47TQZRpmkTHstrktKfNFPbgSR9BqFvkSI5giHjfskxbRB2G2XDkQ4UfJBLY9YqNEOBlRCmOSkOew9iVa+8XEJ2zNBF3hJXxqUTKXKy+BNKmLHYUmg1uMci7MPKLcaxD9hfsZMzkIj2xPQx9i0ojHscwQVEqgaiCibFwPCHZAahNMgxiEYnllG3iwZR7UGxicFiiYzUzmIzka6ynJa4n0FLbHpYbYkfoKyNXCAraE1RHZUShpD1CmY4SCZY9W7l0a9nKti3s0i1t2Q0WEQbUj0LwanCAlm5MFK/hGh4e5uQv7OAVCXAoyhYY/wCpcieToSGtKmQiGuBE4Q0HK3vIgK8NlEOZqx2F2Naxsl0tn7GN6jcyCb7NY+dNU5eHUEnI2qEkMaT4GQRYuFtjOM0oVXcMPZ039TD8CH0NmyQ7qNBEKmM1G3k9wXSI7QxBUxNI2iVOyaHobDd9m4uxEEUoajmuS0Q1JfeHWxrVO8QmjR9dGy+yohtC0Km+CKpcEVoYin2M6QaNCEwpCqo22ND0Kh946YX19DGWOBcjsmQao+GMUim2Ia+xiBuiNii9FogghIpDeDTYzeFBdMvHA4RikTeJ0J0RwUoY5J2EOBZvvZ/VlxehowIIB9COzemhsc14dexdGilwpzhc3ubGjGanv0NKtDOXwXvCtiLkbaE2KUkbDls4A1d+xM4j2xiso4eANUOfoPcIe80EZWhrqcDDtujRthCHQkaWsUZRuCxiYua+z7qHTptKYljFzODKPrLwmNobzTllUZA85Ex7SsatmmGw1hrDfY9Cl0PDYQcipBp8lZXzg2zhD0bCIMoqU2I2+BcpeA8CQk3hWD5KlpY1RicS2JcCZCLD+SExTEWhDpmLWxii0XkGXwhUuM7KIWsI6EyOjvQ7kYnSsfGCf2CX0NxMcwFRSV/ZIsKSSHsPrBE1BqhgtmjgRpBGRi7M5hLYr6R6B19+Ni+bT82hePwcRD0xq4VBE1gK3o4MQ5RA+hTo0IKxhNiR0aXg9d2o/wAoUIG8XWCHibA9j8gTfJBn6MWXI9mFNgmU4mjQIbqk0IukUYbyWn+yEdcoVDcUNbQvwXYxqNEchl97MuoxMiiGhC9xVYo+l9ju638DJFXSNtwUWU6vA6stTZUNv0Ib0RbTYe4po7CbIn7JfsW7rHp8irHuh7Eykh/YaD9w5oVoscmW00mKQdYGzQQ9bmaFo20JyI9CF/Vjpbn7NG4FajGiFpoXGF69DwC2jFXJ9CoCIVsUhEDLdjSNobI0GwaTo9w+BjosUY2JuIVxsyvfTQo+pNDSE5RrkgmgsDdg1NmzPVx6xKU1KFbbNMJ+1IvjujOew5r6GD2NAUVaCwbBvZoDRDR2RVlNk8fvExSk+OecRGvOvIzscCJPoPqIbQJHBNN8sUUdnAZosNJFwkUpWnA6gcx1EK0MaMUacwbQn4VnQ2XL7GqGqQGqJVtyazhNjG94ooUebG+iLghos9Ij3gSaG0WBV1Ghwcg4HNjJFhko4fJv0djQiduDdyS8Ag8CWQGNC1eJVcCeAvrXiQJbpfQ4dHKNhZf6yNMSUwgmsVYWuCbmjTo2HGg9KaORGNBMyYa4ORgFVGloIujXR6eKdibG5s3UGwLnPstqhyNvRzJpUXQ1BIdKDdlZCj9hgmQXEIghCY2RFi2Kl8vRwfs2YtDLoUofJQI7FEI6G3QvzikNBFPZMLYaMPUFqhiTOMaaRwDdvA44mow0xZRsymiri0ITKLBwCaP6Ei6YlJ9CDoyDQi1uv+DErjxDR7JQ0b/0UR6oz3F9nZ2OmIbLGthaE1iiMjIyMSimV4hNiQrSYkJoumvokZEHHB9AlSkL/iWCrhoPMYCy4HobEbG/AkVHgmxMTY+w1bZsGiD4C0Psl7GaaEvH+RtXsVvwLkZC0euTpORguzXs/wBwpF3OMR3mUDlgXYu1iavY6ELKBu8bGqiuj0LaqL/MOD3BFxiHmkEMjdMW12jti4YVOH3xPZ9AUbERfYU1SdzRHJQWXBEp8ZI3+hbTJ6iHLh3MrWU2TB2aGrojL0RRozfCbbNDVHQyvPYsSBV8mwpezbJ9U5ksbyng5HRkJhXIX5ia5h78VuRRiBwywrRDaGylKPsfQclHlpWr+yAJDFDQ+EP0DZCHY008EdsawYpdntYvjlUpYvmNuPFOBfVH1miZVH2yfZDGhYR4GtmrdsSdGUhF2aRQcCwo2MSkdYmnfCutDoiEYXo6hlnCLEFJsmLT0aMZsdyOgvVDqA1ZtSbIlBu0U1gVtCcvwIh0bho4D5TpBjXB3RfYhcY63sfJR1/0IfoJ5GpbfIabRdeqcUO0ghMIWIekqeyMRNb8npDmSYhskhhQotqxpMISh6FQts6GcUKmLa4JdE5ZUqHDottPlHIsn9CYbwMbEBoZq8Y8yRJKRFhFHGgJW/BBYg0TGUWX0PV1PuxtRWCAj2TtiW7+iCkNl9ia4jTomJ+B1xtD3EusIhA0PogxSlmCpcEnRt4bE2K0FirYmwltYNCbEGsIhMEwmYYlGhoT1D0p2zSPDYmStuhnZsWkUYyINrRzjKf2IFPQxAN26GjEhTCuWCoRPsJ5zGlySHNHbEYVsOIxN1PHEbQ00MSditXhoWf0Ef1E/wBhPHhSGw2PnDVte0UJ95pSR+zZIvoUpfQhoOEIHWDaQQT0ewKzuIPTaLTbLKK30MI+4GtCyNcjOWLTIWJnKNQNfQkdj32N2OUxGNB3D9jKVSV0NRwQepIYpsl2MFpBvZxHpwWViknyQ7bL2nLDHDY8MQsHilEODkaC6pnNncJBzHXIWxrQmKuRvknVhsbZE5HXmN444LE+icF4CgiYhRAo8FJwkaIjgPWLgObhiR7B0yiDTyOF2PWDzI9CpIU0Q4OREzXD7iI/2OTQgVQjS0MNMfAMusmPbWxxDMMuxG5rG+B+ZUQdn0GMJkBBbXCG9kOCGhImvJCiXs5HJl+D+sJu6pt2P5E9EiOQvbEVC0RtpIbwG9BWuTZsmhrQmijE0QhMSiQ9bR7i6Y5wUV6E2PwNRcU5YYmKOvBHAaNHyO9h5R+xr7QjGOzhepcY5vMKplrNMInYH7x6KWjzd9jJs5D7svBPsNhUn9FvA/o9odHs45KcnsX2bS2Rpin/ALFEMWnwKb1g2ZrP0xp7FfZw5ETxNEFEGTFmQ0JzAkNaGKmM02NMNkqUbGXGmkeqb020JSIr6KPox8jH8ChKCbUdYpA1REAokxFf1B9vFETPC7o0BZxIbwjNNNGimiPaaE9CrkRRLkQ0ahqfQPbutJm39tI5ZzBHhqCm7Qd7GcjwVNt5n3h7NWCNHriR/wACQ5qzcxF/ZMIIQiTmwl42a2RSIJkXLsmNmJB45m2QRzigJyznCmKbN+BNmtHOGThsuTNHI1KI95DNCUTw3ymM1HhekRTGoWEYhQKylKUT87bObPxCRQ1YWwtTw54qplgwiGgYYoN42Pooy3grNmkQ+KFCCEeVyb+KTIw8JI8G0S8DaIEwes6rFQWtEBtJhHbZH28cOA55bqlsT+Y2jYK+hAanBUiKko0F39haJIXFiKXeFr+Q4Cup2NmOB43rkhYaIaHDYzeHAR98KbnRdT2OiKUTxBIQmUsey2z/AAab6JpfZtGjJjcE5ZqZlEemJMXsTDgJi39BjaCRIWB4bEINcok+yDUmndehcjWEQTNDWNO0egP64qxUUbExRokkb6KhmxCwg0I/ezc5pXZva6Lh8jgFrEyspsHCIzuK0o6tBxzWK3I9lIwMzY1/mbkg1KJUkwpUwmaF6/5QjUNcIb0PyLY6Qy9lNmjKMMotG2LMU/ovF4O3wI60iZN6E9EXbOWEJ6YtYanBp4VGhSE+rsbWcJjWxNDgSOCTN2KpuRFCFIoIUE53Y0zQbRE0coch8koSkun6ZdjKfdH4GOQ12NJD8Bi9Q4DTvN2/bIhd0a/rIIknI4QOkhXsbE04c4jRp7JKJbFgahR720aZ7GvtiWsa9UYYmoKSF05ns+wX3G+jE3YpcjQ+wmN1zSITLhGYgjIjNeytl2TQlUPYhyJFtjqRcMQkzv6E7noVRURM/ZDpmmNINhxD5gn2P6EhG9BN0NDsZfJvRoOLwRyEXWD/ADi4IQ5fHmbCb2c0e4hLhJirpgmyH2IcBaPyGWyHYzFuAyHYy0cwQw4KsEfIzkJH2Mcj1lKRp/siCymEYvPFGnSvQqiysbYTTQkE79iaMajGtjKLHtKQzVF9iShBhiex0jymsLunFiQO/YksbwqcEivs9ByGOdlEdqHjgFn4CVaGsE94ML/Y4sDDeht43Qhh8/8AuOwjEYgkTw3kn0VaqfIsYM/TY09kbsmJjGmcMalwhWpI3EKcoSFMVpJDkckIJeCCLDQ1pk51aKOTF2QNRjHgUaZtdFFlRxIYjYi6vQsQmXCCdvRTYV2JPwkG4qMzK0aqiSN9j8iUBOA7cZv2JlB+8PgfM3njRZtjZ6FHyRtyolwWIRmmixsJlJgm8Vw6DaIyPMdKO8csMcI2NseOcG2XoSMraaFaukTG4SOJ8/nwk9dEAO2N1sft0bDXI7QrF7ITCV+yaio5EdD9jlDUcgKhXNsbWdilXvGx64CpuGg+77N1DBzBis4zrDFyNH84JZaP2Sf7OJ6EpDZrguYjOt7G2NE4NY2Ew6YtBLYsZDq40GTW8FF6KnI7kNsTWyW7jS/Z9AkErrEPcTqOWw0RtU9ElE3JAtAU0JxyVYnNnJCKzQkadHYjYNe3AzG2chjykceBcEqkLnBaN4zkPvG3I/8AwYjsNIPGgsOA4p0lwXgmJMiH8nhtYJCHHsebbOATKIXyExMSlEh6NiLjFAwvgIlCd4kTfZSRDkT6o6+h0tBGrIA6fAlKb0OswdyqNBBs5cwL8GyGaOJ1RNoRJPY01bRS0MaaNDaNUuSdYwYTC0KCsS2ohRxAxkzwohv6H1MIrDkSINDcWfgZ/wBsNo5LQdcdDhOHAWxXiNI5EppBJwJPG4gmj+z/AHhReHAW46GwdBOU6K70vERjNrBJ2cIGvQiG/Q0fgNXscmgnrCEpX0PbP7FghCENFTJJRo2joMWMOcKO4IgrCFNP0cnCe2TWxahzy16FVtNDpiEnZzsZKwVobRC2yzZozkYhMKegxDHuLtCEtiRIKB1C9R6whBaY4YL5Cggm8EGqyR8jD0W4fBWSsTnJ9YYsDF7fA37nNG6GmmW162dBxEmSRbPor+onSvBYRDweGK1EZUL19DXokE2JSTFGXWzZn6Q5m8dIelfY4pBH7ZNsasMl/YokMrKeKNtC2UOxaifATwhB09eIOYFM+g3OwgH0xR4SGclKoTp4ohMSa67G0Fss8KFWhIJraJ4o/MHITEMXoTNm5R7xAtHIo5diexvJqUrQY6NbvMNJG54guR3Q2x4cyFWBrC0Qta6Q3WcjmUojWGxvwStEhFoX6NiJPtnUkjXX6G0vwJsbBsJwPB/cnsRN5JomUSGNaF2IQnCskcxxrExDa8V0JnodKNYfIxm6JvRqz1hcgQ6XRp0IdaE1IhuKqQ4VG7BKsa4O2Oso5p0idRoYuDQ/Q2R4o1HobjOREjbRCdDh4Tw1RI0bFycguyV9imMcBUO0OyUps/rB7YUqxHITiCiezWBUevyj62PaM7DvVD33FwkcipULoTsmym2xsomV6K4Y1oOT9PyMeG2LB2PlbRFsGxhWREg3iYsTyPUciEUX94lF4Rhh6NA9ibDWv7ELiXTWCWvpFA2wbMjrf2Je6j7Cv0/ZzEjPoWbMZE1ouDoQ2aHclsQ62hSeixpD0kaliXv8HDaEgr8wv9o1XC1XghMTGRt8ATyEXgZXjlHA8GjhVXBuXQcqpZSxeBFJeikyfJxD0HHg5/Yc5EhmiiY1xXLJsGgeXT/UdqZUnuw1IPZDI6U5ihmyHqYh94Vh6ZEohVLt72NIcIdx7NS+sHsPUQ/biK3JMQZET6JjQyzXiR2gcJzoZb0mSZAQezQODYmG6JdsqMTwigHlcnsVNCn7IWXTeDYt3MW0KbEdY0jHLAo8rUlseM2zm8JRTtjOB7l3SFMr2FoNzjCsD1iOIfnD0Jp5ffjyMUDWJN7NmcAqV56XBxYLnA6fJrElQz8ij2D1iq0WxK5hwBN+yo9Y2KJlKMyq6OImMyKfgxtjUaGNDGsUxxwaI4OohkxUxtpiIWBl7xsfkb6csaG4kPWMkDCs0NWzRpiWxmwwKxOu8GKKmtsbS7JUh4oWIOmNWJXwQcUQ+sICYlCPEkhdiclVxBLxiiIL0W4e2MdYRkZThxhIXh3Wd8K960kNU6EBiXkmRuY2qu3H+yUe8WNCyIhdjYgmVEyoIY0zrJYoJ+yMT6Us5BB9QXv22JDBqAzBtIaOfJ0NKLQkTH5ht17FLCVCZPQ4JHSRJ8BTFIqSIhI5Z6H4ULBCvg2NibD4KIEls2OEObGPCwYNgzqCpCbGzM0psnsVCJBDQMLCZsW33kS2X2N/ahP5DCo0g79jS+mWOtDp6dFKj4ES9HIlex1umKGjboQjYtiXhp2OkKH8Ev1siGv4DYSWtGgISRCeC8GIZ/Yx/wADaJIM02N7YX7GyFNlDwVxbYxt4ngFroQ1RT9AUchlwYwsVZwbxJEJfgaQcEaC0EnD9i5Wx7Gg1TQrWwkNVRAIXQaVEb40jmkdoO6ytCdBL4Gx0Jg9Kln4xOqLsdQbQcYwTX2xt4jTaLGa+x9xiIdIgtzGLh9mUcpFSoPK7PYFzCCoKhnRMcuRWN5AxDH+jQqHsaGh0tFxIMSjNEJYUznmP4qjlUlOk/MrKUhPQVobm0H4wmeUxOYdxGiF9imB03yTQ0GbJjkyExKGJCEjVpGiORitjdDgesCNqkLobNt0hZkQYxFN7D2qPYF/WjKm0NTRt1uiH/gDmuT8Fv8A4TScqcV2cew2YtxM0GrpnAbQi7IuWCdeJ6nncbAwpquS16Q8TIJZ3JGTT1kmGQQZT8C4aIsoS2mb39Eke0JvsMZRYv6E0KTPsWnRkBw8QXQTCozjBm3o/Rz4XxcnN79sJOjw0KHGvbKYttki1ggguJV8E5WysU+hBU7RXp4N+z8xFBuUuN0RNEF7p0DuPwN/aahWPA3RwfZgtV2FCxtlI5k2SDG0X7g2LsRu3+ByclVbFppjkm208U1FkJ3Cm3dbFCWkxJCD3bX9Y5G/OMvJF8Nn0RsFfzhrb85FVnRsghEQgmasHOjm/wDQ0GxGw36RieSRqjFdKJUtDTNiDLs5F0oOGLlD/rDQBoWEmDeE6wHGhsQlXjY19i3hX0DT3GFo0ypNmq0au/omxGcQp3bGTQ9i0NBDkQh219D5xcLEng1M5iSX4CmbLoRJG6RR0TpxYqVjYVlRpNjkVG8JbbN+yg9DEWaZF6xa0HOQ7Q0JvJWKggjtHg7vBTZggIIRBxk2N6HY2yBxhXJRKMQ3sXdVH6Ct0JbbLhe1ndRoVjEhRF0hQYa2hTcGmE5AI1ZaCallKXszQRUORRUoQJc+jY8EsIob6IQFUV6FUkxktG8bnlbzcuWMTaYx/YhDUZYPQ7MWCEQian40aD7UP2h+sNEMQuBSKiCFrORoCMFE/gyjs1PFH11DcWPFwiDGPOhlIczcC3X1tG4i4EKFRrDFoqNvyCsyNmaqGL8jP0wguHS4g564Y5FTWhrbTQhOMC5WNpjxppse+Ja3ZBaOxjpqhONiDlI4ZR0WkNBVC25EzTfJ2I5Y9xIUFBxYzjeD8KGNYZLG0jYYZqx0XDuD0xDUE3Atz3CQcnyJ12zhUvsLZA/6dE4z74amkL2ZuW6PUxjNsqQTJJgJ6pDYZ2N0i63jQx/vj2/0J2Seyyc5ohFfYpCYhBrzasDNr2hpr7xSDP0NNcp4WKB2nrAi2hmQrbNWaYNCCySWGzV7PoJfgbBKsocoK+xSbo0GkV62MV7LeCOQy1w5X1SUFVhtoRDUnJtow+Bg27iVUUm+A2INw5zAWC0WxrDZIb4eYIePFTZGUJsFuAlvTTFaGkySCo0c4cHKFQtMabsZoWG2IMQgSHAREDxYon94GH5mgbjeLUYeRtjuKJNvQ5z1X2bNsVH0CWxpPHtFHNGJbEQlYmzW+wvoNoaLzQ0ULsSR0NIVGL8UYaxu4WC44bGe0g3cKQ6Z2ULcG5B2xsukjh3ESMYI0VQW48ZiSCOmM5BNDcKPRMtwNqK6ToaWUF+vy3VbFchcn6MkPqQmi7EZJP7Ltj0IuHsJ5YbJLgc2KFvU/wCjlgRrF8BbH5GLf4HT+j/SHdRLxKGhjWHVemxiHYueH5FLSbzWg9M2Yl/8HANTbExCaQalCtxqEqGlNBook2xCMJpXAmCGyCtyNHKGdLJHF0ChbYyor2FGorUxfOAqzWzjg9z8xaUQhM+hOp7EWejQ44KOaqRozY0GPUXsQkrY0poETdEVQ3AdMbaTXZfwLoYhKWMRLQidE2+B6eM8EhpptPJJ94il+ySROzgZr6Y+h3HZjVci5Ir7G4MgyiM307OAo2VlGL4aFo/NxLhcLaGU5G3JKErUs5PRyVnff5Em6DuN0Xg7fo3oOZafJd1iPAn0iv0ylzSnslomxZx6Nmh48EjFO2bWTZwLfTY1MbiwzXQa/QWI5CZd0XVOcIjZAdRWFawjbSNFG1uMQa0PshvsmFoiROBKXG75DSNYicsMazCDWhlRDR4yjBJTGgcrWC+Stigo4CM0yoHpUmiFZ2UZ2Q/IlYmMnvBITEJsH0G2zdgw3gxkIQjt55iw1Gw6jUO2QQ0bDgcxmOVaErEfuG4Ug0OoXMSxJrsgGe8LSXMzqQoUpBXIjSVWPoOyafRlDSOlCrB8ZNGIog14T1IyiZdlsbGf+gUYaUpT2WSjNqO1NXgRCYyA6YWjZFCzRDXKPRro8Q/tIJ7Hwaw0GbDjjch8lGVTZcT8HMY37wPWDLLLyEKOA61h9dBgpwJRXhoqE0VDIX/wVZhrj75PyFfIPfSA/TYfFLQtDT6NjaHRIWbC8iayzbEvUEqX1XRE4WhiKmU+7CPiJRCN9lXBuKRbY9hajV2PtiN17FjwcMaCYw2CPAeKl9jUTTQ2SG54ttkRJ7GnV6I35JofUhH3ciRzX0a7GwqoNytjbQiEi3SmyRoXNdPRwB7EjSN0UponqCNT0LGz6EkQipoQsMoazZFGa4FNIjD7OsaaEn7BRxMJEtmiQsPaQfkQYZtroRbM1pZ7mpyDrMctouQTdNS0OKv0FNPsoeqPd2h2/tYB0nMFYynAnNitD3CfuwHYW2c5x2XjQhtcDdYmGwa22PCCko6cxBBCUOBriLMfsxSNUjgRsTXYJZGuLljqiwaMZCYnQ/oJA1EExNDZ0K0kKQkQbLHQDXYhPZaNUhFCFQtpmSE0JwemBNBORCCZo2qS1oboTJYrAaj9DPZlYUQYbFiDZTQm7/QaJtj4Ji7Qo8ESGIGsJeD3uEMIjkCgyHB2NSsuiGjhRwbg2gkUMkG0o77KIaYezo1d33hLE0ETQscp0cMN/oW4Cq6NS22adCzkLnFN+hsbkGmK6NgwrKH4GhrCQhtkq7z0ULe6LyNlY+CrpsQzzQIZSwJ8sA1eRbBAbUNkKFp8D1+z/YmMMf3gyl6LPQ6th4mxvDYlGUEf0jmMYxaOoYYbFKUWUwgn+Bae4LJfvCCw1o3myRNPyFMWlsdMYxMbZW1i3sdDEp+9nSK26XQo/sUOsx9WhnRRXnRAI172adnLBtC2J4fTG3iiJBDIgWFYF4+OBow8MVQaomiVjnovjHxkhroVXBrH6KQl7ZA5KMIN2GyaGZ6Bsp6iMbCRrQsNBIbTIRcdYuTOB7G6xjaHQsxXiiCyuHHyN1OivQsU/IoN+jcTsuzlksK4Yx4Ql4XP0Hn6F2jmxCCTF0zQWIchDVVykISn+SH3jVnBOL8E09DFwsH0yn2xgcX7O4N+gVJnI5Ib6Mhd0sxGwIk2qEgdbjAQCQUTVFhlpk6hdKsGIWE4EOdiM0I2PXqap/ubM+hxEUhWxtexRggtrGsMQKUWocMaQ9IS9CQZcyzYmWmjIKN4TJYOJNkkJTQucNkpKwkhth0vBj7PFUN0pUNKxpwDhikQomPjAhsjvFdYVWhvQ5YJJaxWq4NJueKgLqsQYpFwQpqnUQ2+mO0FDVo7ThSqkQ2iGoRFBvkFXAbrZ6EJMY/Itk/kLXthMQt6G7rEJ7KLdZGyQUGaOKxibY24EtFcEJWyPRJ1ENtsL3kGxDqHdCjP7ZHJNHfZdhw25c7Fo5xWmTE/sYhdD6x3YoGm+hutnuFGVEGGN4lG9P8A8my03sbEHgbS7ow2MaTbESpf2NseGJ4BcIgkJEwifsUJ4CEINYRUcjEvRdtimh9kuWbB+So5+jqjkcBB8ZoY6D5Ee3tIl9lg5Jf2N3wniDEx+BrZoMQhY4sXeOSIXZwIJhYGLacRqMUY8M4x0hwbkwWibmaxJvoQCpIMLkSw+qv0cmPdHbKik9jTIKQQ3gmmylwJspcrBxla9EwYWkILQdao9kt0fkWzlnWx1wbogpDsJl4IRSjY1ZrEb/3kCU2IvaOoODnFQfJd84ELuCZcQa4HCQ56Y0MXWNmjXoEkJdjuWKZRWx4ze9DE7Nlt+RXZD/8AQqSLqcSjP1oSGsNDSliiEdguKOYY02mc08GdQ4ISIZ1tDaJQmdf6J6QTk2FIfbw9MtDVMVyT2FoNt5XRTFhzHuMYmGUGxg3NjewT/cfoFOx+hwxww8MvDsmhGjB8kCa5KMVUeEY07glCjFvBbbEh/vHPAoPQ2zVWJCG3CvGSK3hNXAhgenMzRk+Qpc4XpH7t/oezYIanNsgMbDGbSEJsqnpGlQUD2WMa1p2HE8ioJnDaItFhurs4/sUikNVNDsqVcjcGEQsXqDQ3AbIggtFZTE2jjb4RIwhiJrDfSfItI1X2Lp/QmJ0XY1THA6hY9DUbyPqSFwQSYUxwNGG2JiCHUqVSLaE0FngbGGyt4ZZtlxwNJYpcMQTExBCQmFjgd3KbM092KEn4Qg1jZTsv2exp3bXs+qOO39kjjZoW1yV+ykbzyREL/YbVmo74eE2dWLaGhtdc4Z6Hv2OBv1EFhxzOxGaM4ITRCnSCbehVDBJT7EekK6FRBwb7KL7Y3M1poZ2OMVyEvZoN2zeHuxocoSCnDOgoV6JbWK4KHZ2QzTGoxw+CzOWRTTdEbX6NMaL9EQGmE+RU9hKo2TTVOGLH9irRZHyMhbY6Hs2F/lH9DVvSNl/c4NUNRBJhN3LZSEEy2Q/2fU+BNvwHKoYrRSkottCUvtCyhlFWhoZB/TiJKI29DHDENjbk6xoscx2BWhrfgUBin2MGrI04mnsUUlpF3SE3QOnOAVLY17F1BpXbHTkbOWXDuF3oemqcNiJdsDVD2T2byBS7KHYGFTO8E3LFvfWHpsqsqkdN0bw8ib2O7DyhsokxmkcYtsOc7wcqKQmh3CGgx+BKaLB6Yyi5GHgTCZEFGE8rbEy5a7E5LH+5g7CwxILJFiEMMWm/DdGdDckgg0/Q9TezhR2GehldllODF2aCNiL2cHiGrRskyYsigWBkRRTYvIbQNPbE6GNTfkXTKaEgYgVL2xKFItgbtdjC3Bi0KezgpyRhTBU26EfhHAT0KF/I3BAV3HkYl/Y2j7KAhdhIMrMbYfKEdiGrVGyGhWglkHafbjOcoLc1hPR1X2O0UN1D0IaEzCEo/PId8PlD8GIJkhIWVi+hEvL5NT2RCYXgxGQtsdtw/tCGCj6S21wn4K8MKf2Y6TfjFUVJeiH0GGl6YujW+h/Ww5DFKOCVCdIDwUbaxB9GNK1ZRm9BnBmXRuxYFjYHdJbLEPsXa6Gp2PYtkaJaCprRuL7CDmaL2GNhJbE4c2e4d1BKexC6bY+zaK0GzYVJsQl07EdlnA3YkUhLY91YmaRa7Yu+MBFyIxIXM0mM1YlXfQqTQpRDmdiRFfdWJ3VH7SKfkZoKxRPQbQiyNEEaNDGJVEcwo6jRfsQX6HIxWxWCyubwvL0NaM7QSoKTY5oKkUJ2biJY6ZoN2EomonQbto1SjhxMdIYiTQtgt9+yDEYpFLB9we2OR1hHsEHBpQpOjqK+xketGismaQ3jmNCdmNT0HPvEulogmatox704iBXs5w7QTo1gfAzxiHLKKiDpPYHUPvns1QrsMncWxSaM/RijbnI94Nhs7x7EbRjtiRv0Nhox6DvobBtBzAgmUT0MPS4Wj+4FYdESNsRp7FBAoxIuJcbaDaNaIb2GdhvbH4j1NFwIm6VoPeBIJM4NBzY6oXIhoUJLgXUiB9eM+Qp9AS+h9Y+ufWPpn1stpagfp4r4B9E+kcBhvpFexHsqVwKYeqQk1OBCDw9IjddwbxxtKesXj9YKtt9E8GCPYQgbcjUQ6HyUT5NiY72U/WFtrFExD4wWChJwaBIr+Bz/AFlX3CdX2PwQQR3CEsUWIIZC0uBBJ9PhZq2hna+xuQSWtEcjULlaeOxaSFybg4aFvI22LRAdldJUtl2aDnKILO3pCSxbGJAS6aIyh8CezgmLN952GoEylNRv6x8DuFD/AGhyIaDPg0WDaEx6I+T0BnTFaohCAZBUKrgUhFRl7Fduig0LeOFZTb5Kjdji9DZaORiZHFjqA7Ic0O/2h2llo8aG7hHQS7NWe90gs/AH5eWC1eFsf4IuZWv1jZH4whwPsW4qzF/Q2jYorozTBRM2+pF1yKy1EdD7GVKYtGxjRs3pdpMZ0fkeN8L2oUQ402cCnMqZU6S2cA5Ettvoq5BatnCfkQ9RKoSxSO9D0dFEhOFelHKxLCGg4HGsJiIdj5h+sJXJQoXoOzk2i9GLUPQxOxjUQU5Ewc3EowvLj0L6RdR4cdTooXkjZn9NlQ3gglhaEo3XBzjsGFjViQbAprWsVhSbWFDKhrZ3HCMWmhs1wtBJ+YeUaF1CmjtBhOMbWEihGPiElGrNQ/ZiXgKmRRQvQ/EatE2jhgpRwN7RdsQbH9jMYpGwpvILgQN/GYbIwOTE46N6g9TYlTkSII95EhwGZj8Jo095qFqCURpIVEPHYN3I0YxQhDmxikxtFKftKDZBz2QpD9h7NMKqJtsYuyc77wYz8+KtNRjzww7YgvBuD4ddk5YhqDHvbBTxmHhB4F2VNmNIEPHsdahkhzSli3Z0J4ojikO0eKQOQNomJxInJ3yWk5WS0y1eEU8PB9p4GxPYfIzQvWawMSF2ashBlEuRD2wKSpINQitLRHOZuje8ILkfRaSNa5xa4j8xk/1SzMaJXF9rCz36JkN95xi00voSiE/s3MCWwnZS+1TG5/ZoRRotkUqJMzfRP4DN/qRR33Rrs+hdT/BPVHMhWjgg0ld4F1igmYr0GJodrhGKtxDu2p7Nq2lBwuA7rRM7EZWrEY8Efi0alOhkwtxLemNze+SMkyqDZraVQijUsZaBO+SINaJ8BJWjkESNnVK26U6htAwfCuBNcmKbIA1MJUWiPtOYxvDZplN6Qptos2Pw5PCbDR2MbTwRf0NEGwdBXg3yEwejvFkFwDhoFawhiOA2jxS9FHfYk2y6WrgsVkQYnKEw5YclC3+fF5kMPgT3hcXjI5O4yuFPFoQmjYabexJGjUCCFJHTHSexjiP8lBO3mN7wJ/xXGK2D4VYnYtFY2RfZBLbRwuds3hJi0whr9XhD1EHrgk3s0GJIGhyqXRTYyiDgpp2KrNlM/oDtFRBqCQ3l0UH4h0whC4weGI6gcBjLh4MgheCCKBCG2K/+oZFbvDFdYpSlyODJDl2bbrs3mNO8ShToqG7kTJafI33AkokQpRPXRNVQ2ThCSGiHObJDpyQbj0Yjt0KOwfIjll8i9iEFQ2hIcMpBciYmw2EO0RQ0NNcoXEOHB9IzhNlWmIv2NsOlsPiSHRIaYQxOCvWwS5GtrBto9R2Q/Yh63c1+TdTESOyNAorCDTG1yQbJo1D2UITUdDHUPdh6sPbY/IsRCUwGzO14Kg2NWIhBi5eFosV1Lk6Rc3FhsUp92cjt19mu4XQTZpoiMO3cC67E3ORtLRb0jcTsaS3E1/vE6apE3ITn/YUs4G9mbDVghqQXQxjeBRBUYXbWxK5D3hBcid9kK2/RTEPgkNYdskokK+CF2I0NQt3Y4GsJp8G6Ci0PTQ0FRtvwT+zg39hMNFM3JezUCkCijGtyfAlpybLBe9lFaZfawaCtyiQRltG/R7BqxVbEzcEjqCWhml7If9xljyv7LjVGo9jU5N4DQT0cnehtS1kgkM9V+jUFhGyQqbF14JMjNxbekJPLZRtjP3+BdWw9IenA8KJRDi8JdmzRsIqNwouWIXGDjRIU2YWjyL7SsauISixfI4/8RvB9eBQZWyD6A9bFtaOTYcCuh0xJezgLSv7xI5giep8C9V79iOyHJJOWMVCxqSPywhzxRxHYhJRbaOWBMcm2QOKNKf8AkRDRD3bsWv7E9DZYlNK5GZVDHGyiYskluYRs57JMI/CCnfbViFOrCVRDedeF2PfX9M4vb08KUqorQY09+xMkiYJdj7Jcsa39mm37N/6HVveCadAnP0S5Y9BLC9Y1jNtMqohlUZsn+6TaIFBMdJiEGjYyWcc1De0xaEusVAsDGfeCJwRUZGS56G5YoqVI9w3GhJ6C5EpsWAmxFqYjX6wlkNdClHRjJiPaET2zfwrVoSNwW9uEXWC9BaFlE3cddHEYhVBj7jsDGXWOQaLs0sveiXe20R+V0fWiPyc4ls+h/kSoaPrA3YxKYhCDEHTYHq/pDUf8sTAxUSOFf3mYtGgg394Ocwm0N3b2K1A/Y4jcmXeVG0Cfe/BDbvFqkQSie8a4qAyH0Unw/wDgSy0hdpcFlLKRUb6EM6tC3eyjfRaF1jR9B3Dk56TkaxV0h3LBWKpBbMJsqbOHMnjogfYv5hwgJb23RHA6oTIYNcU2bochnob2K1irxTQ4w74sJFYJ/YQwbORyLCj8ouKjLAqSiQ8Gq2NoQzrH5HVIITRMHDH2RlP7TgLQWE8GGGwSJSIjIbBTQmkN2FKih1qWC90hl2sb/oEolCNDIUroSw+CYwn/AA2GFqpF34JiIeguSSg1Oxhxoq54LEVCLWlF7sl4vvP6wIgehUuTlDVLwLc+IlRUMvgL2o/EMOj7AwQH4C3o+hf2L9P7OPSwrMu6L6UFCPp/2JlsB+NPJoZUh1I6YqyQSJiNNm08uWN4WNNLhC60esPk1z+H6OQGpGRztJId4QW7U4GUNNTgJaRbQ2MN6mS12aa0VxsZsh297KGiBiHVIKyrFqK4Y5MqVwloePQ2qUa/PJ+pLqJg04KXMZtwaa0xPZTciYuElmCkRC6a9lsEJUuhxNMZrTt4rnOvs0yVi+2ooc2r2U0cp7LM8Vu2Um9EGMXGzdNRjYxBlkTVs2iHI2n7xD8mljfQ2loovtESWw00HXZL0GtYQisZPkSog6U0uRJyUUXoSowZQKIQ0Ung/CeDIg7XEf6Ra7GCSIxsyeSxcrZF/Wh7eKhfYPWxbgW2PqOCdtDDGungW3sirrMPoeCyqUVSb4xUIqQGNkHt15aOlGSb16J5jbhb0WVqGyOXRGuvkfX0XlhwuF6CdT2V2h/dnCQMklf6JKS2VxENpUU2cyaEwTeHIQSxqelG0o+nExjqEtB4Kkj8S4NUU09j35HCC/Jt2JJd4vVlJjGWCV2zgBrOJsGcRpbYz5CWx85idIf7xwD2iLFHQxt5ZFuNhQ2GHezaLBemVN1knIns1iIJFpiFjcJJhj4IYYT/AIPQkNekNFvRCRjz+RdHCJNCim0k1uLkb0iTZJB5BKYhzKDLdYpEIQhMREIiERCGnLErgt4FvXfQtE+UKdo1T5RdvX4H7gPd34ZsPwSJFbLx8uWN4dKf5EJnEm8OFNVPwRHEYe0ooxo2HNl/dH0evY43RjfoeJs2JmiyTvI64Ugu6Kvgj7OZJR66Gj2F/wChJ+bLkMRG032cAUXqkF/aJtvRaZRCGn4FjY2K8CE+xquSPY8VBMl+Ed0pfomh8wWkN3y1sYdlRWmExZEQe6LTKbYiWFpsX9hJHPR9sHIQcC5LsZi4xOynDIlEVQS+rRCV1n/TEwe2UonJFyFbpDq0+Sz3AcILuKaG/wDrRv240Uog7Q3n93mmXwlcITQu/aENF+A0BEGrK0hLFtOmK0vs2cm+Bt7GzGjEtJEi9tbI3WU2cR8kV0Q4aG0aoU1I7DKuCQkIEpOBpUMggvBsGEdHFDQOnYtBGiE0SEnKiDTRvxsCIg9MUm/gXZdbijQYkdvKGoxdGnEfZQKBG4d0E7RzvzpHAVItopOuxNxJh048ihPYs+Q2jlyP1PqPoNmD7wm0xfxaUPpFyoYc6UkRoT1RsKQ7Nseu8G2N9kaKPqdDw0ZxIlEuhI3GKHC3AtYf2x/qDjH7G9iSguFLsYTUa8B4OWION/sLBDwZqWnvCti5mE2zRsn0PYl2FxhsbwCY38It0b7Daw0ts1jQmj0RcMadSLsEyShZ0iWiv/IZMHaGol4jzoT4e2PSOxi+FIexc4YtiZ3rs+/PQkUN32OvP7K6VlEaKKtpLbYnsI3gvRy8JTHDC0PJobnk+PZy1f0+SFNmr6BbXA+iaembR1V2fcUWZD12cG8YpNGyiMVfaGil5ZZNiobB1XQ9y2NVXNjAoyb2KYRtk2xjhZsV2OJCYiUnaRN6PsODgOJicNT2LiMnzwNcf2W/xijJOSLMKN4zskUTRoWBHrE4CnGF2DWFoVN7OgJ1VORlIVobKuCYo1Y0EW5sSIXTg0Qsf2Oi8oeh7NWwSqhFjxNycleMmBlHBbpykcrPh6EnsdbKaFeAB+dLillOobY4THpvwLa5AabYtIkTyjwiu6eyex7LfByYnCYg9RUDeDcxMcdNuxYb3hAdoQlFZgTg5KJljbTg2RmjEwa9ZZTmTgXoMm9no4gJA4oRTkQb7H6CRL6FNn2R0tiRn2IFKiOhq3/5Cr40Qoib+jkCets5BbI5sTbFFsFIF4QgUwQ0JIYRHI5WBSx+0MGY2ydujfo0twd+sL0KYJaJt8noHgVibQjIyY2PC3gQbEygxAVjbOAXWKM2j+yP9bwi2OAw8LWyEyKcvGkwlgUGi5uyJTk5hLQ1cmqH9xOgsUJkLDY2PJYK8zeBRQTuWauT6AKW4ZywxyQ+zqPU1FRRtI6Tc2NRuGjka3ejiEhQhheZMHhPFMe+xvS4vn9F7xbHwz84teMGP/QtmxtlZLhhu7CLrr6OJE/bN1TwpQ21civjgJPbLZTZlCLpGj/6MjkfK5PW5UFZNAHst39Cn1vpCtcsnsTW9GOYLQgwLuqLuMTcWx6HoajEREhJ+Zz2hDXqCtPYirHvkiGi0IIp9QHRFQjVfQ4EvTFTGxoWKE6OcPYxhmuUVpSG2bIRbW/eJnhH7FWbKhW10Us56J31T/s6TNgMrroYGRdKNiCm0Gy6ISuzlMsFZRpVaLV2hMyf2RI6E6JFwugfbkGDlV2PXGKSc7Gm4zWvsXuNj0L7DIVNujk/FH1HbISz+xOe4bhCYH0UvhPBZCtj6n5ov+kcoXBXsQE94ibQJTaEp6YlRfZH8QhchpcES9lTjLMy2hKhlFohaxIc32ILUJUOLYu8KiMt4okweIQ6R+hPfAiWxXaYnrGJHBCMHsZLYQoZzS0bjhc4W/IdaZT/AAKtuZR5NNl9waxERQmAPPYiaRVBDpbHcg1ps5j4fk6fgmwsbNMERjYbjmKbKGmO1qjZwxehlT2GXIbQVuQf7j/+AP8A8o//ACD7v9Db/wDAJQ9t/Q/bP/whJ/8AUJCgrQ0q1/UNvYTa0OCIKRp6DO4sHAf1PSHqtlzQjEY0aprs/wBM1COzQh45ixIS0QNQ54LjCaOQx8YNJCmdC2mOU2Ig+Q0HuRYINBB4IE7CT2IWiHg70cVieJQ7JuMbGxH7hbIuHC3kWIZwFyMeuIoWid0qNXX7LCl0bezXkupWkxymqEtYobzJZY0QhxyKDH3g38FzaTK6/opw/a8XWbD42H57XBrs+jGSDsoLDy0TY5rH4JsjE1yhIP0g5naCNJlcunt3YGULrTQya8PYznd5HHoJofs2BydmjTdL2h2i4/JpeQ/S4NLTVNYqGXR00ddCxoyEFu1yschDqEhZ9hWXkmoLn6Ne8EzxIcbUerhzGOI3yR7uGivvBp+x0mfQmqjcFs7FyhGpuoJvesMK0xDjey0FdHAMUj+w8rNHX6FZyblOX0x6tDSpAXKIQL9o3cjd16Y/QlZ2KtKL7JGyKD76Gp3N0vY9B5ezg0K7FsTLWLLhulByG5FOhDa3sRD1/wCRDLpESFJesOkhtoXpi4GIKXxFxCYafkR/qIpLtof3hbZURsxuhaSvJxhBTlc0ccxiTXRWRjtfWJqU5GKhoQygwmDOCiiKci+RoKQjEdQpQbuyLTge8hwFQJbYeVUIrskbRWo29H7g4QS/2U924PCDVsff1Tbf0PhnN+zaTSEsLu/oaDp/uLNBRH0brWcX4KYdVNxj1BjoHwYGsZZwWxqyKMPaJKCppU90b7I25Yq6KcCUxZabdjTMvBPoJOIWoCpgcrh6LxP0NMkoKkkP22UsBNTNBzdD1cEYSESijfxFDlkJ8I49HAxEEtnIhEGkRLH1If2SCwxtTRaFsL9Ds4kFtoI4OUtHHgq+AqZeMGXoOuCGzobZBW4GlcSii0WyNA3whOrZijWbr6jEbj4KaCRZGkTZvwIVHyPOfyGv/wBJHf8ApEFoX6Ihs5Ubfd+DQf08VM3u0FtbX9FSq0cZo3WVHPRgGWGMPZRFtVRq6av0IW7H0O2X8lnE2Leyiq0b+D/s5aYj6mMKX0KdD1f8H/7A2/T8j7yCabf2NdbGw2b/AGbJk/Y7czHEsRHf3nJfwKX7F8GmJj+JeLV9m6EmM7DbyT87hLl30I2aZ94kNUeGmzZQ/sKBvEH5M5UjTfo/ZUlh84LgfIqqRxyQn/rmf6yjlkXkdO7/ANjHwG/5H84e2IISQTc0u/QY6NlNnD/Y1GxNv4Ql3eUxryPQ5Hi0WE3um3RtsNT/AKND9jO7TE2GfJR+QV/ouFIRCfsTYsSOIiBq9lzYgUbwbZ4RrsTeyI1BP+0YSaEzfU3sap9o2h7AhIe4GgBhyyibcGqRrCjBkkHv7HiL2fgw3/Q0KI7uUNcsWvEPWGyy3WX7G9sFkzeEdG/H9C7fIbbZc6GaTWA+i7HtRsZYhPsbkG9sHB9bf9H/AJ4Wk58ZEj6E+ipJYYwqeQ2NAUHtkA2hv7Q3QYiS4JUuwr5ZWuOoNbZZJB3PsbsaGOGj7UOmjSDFHWCpvTkRuNLjSkKf9ATRKX1yVJakgwVm/Ylf+47D/wBiR1/tn3n5IFpfWhH544IJnJt+B/cCF+4lC2b9jcfvDzC4Go0dByti5HQt49CCHKGahISbvsYUKSwukJFEb2vo1M/8hcBvj9jaIJ9h5QjvOIf+kV/+AOw7O/Yiy4+i/wCpoG6ObIczSOhBcFZZdjaaNyNgip/1KfjOQyiaL6xjHZbaLgzoMsY2zlyRC0/Br7cm2WdgX2HexidR7N9ldJRumwXQXA5DgTYYM4jZKwIj8jLNX4G/4RagzhiF6+RwbDNrZpbOQ3Awach/c0tkz/Xn+2XSj/gZ/uND9Yxp59kzGWgS6eg1T9jwm0VQyrImWwf5G2qRaxfqsah0MjFL+xtCGwv0Kas4BUgTfoOa19CHo6FopJzmD5ROPsgkNSGMJcC3etlUY4DEqNdiLTSHr6GivbIm3+hlhAs4QzaflhOMRl3ITQfGV2UffwHEqxDpFhaDCs9BPG+b8V6P2NQXc6UL6pzgUGdJ+My/mJPZyGPyqxwOQmyaG4uRClXY+8vBxrsjPS/LHsd6Yhevpexf338BPzB/Itq3/EUXeuBPd7IxCTgLdKu803UuvQbenejNTarpDVtD5Unj0NFdShozWDb4NMgNF/QLUuiak9hFjYqOjHW5f6BDVdGghLUHFOHaE/ci/an0bwSwzhwa5IDN94+wif8AjOLD8I2C7O2J2fo5Lob0OWXK6OIzEjiex803DTQihbExPof3E9iUwltR3g7rFOxyhPENRKNHMNr4CdntCLya8Fc3dD0TSHdBTTFLtD0wMSfsK4tYoua0ypO2N24Eu0WJt8l5OX/3FLyuiAQaKVY2DTINkoNAo2DGzY4fwL/k/wBDU0XRZmWiLV/Y5A+98ahXFL/4IIh916cF+yyrC2y6l7HLcf1B/ZNJCNY6MV2lGNbCV20oltU2R2JdXzo9CSfrGBEcU7I00Ogb/kIX4joVafeC5QubHtGP/adsJaQTh9GkNnEdhGPPZU0N1jMiaBbDP7DCzbkFHNVyFoE0p/sYlfgPn9j/AOhds0bi0+BdC7IWE/QotQVRsx3wDOgzocfqcmWUIaKsEsFkYUpRdCG2NJCR5fwcQ1yRAbJRFKkv9z/qKriJQSbNFOc/0MOP4HAfn2cyA6NEQkNBj0f/AHG0UswHSRS5BVJ+TmP+Y50tylzvY+zixv8AQHbZdkoLDKBAp7h/V4eElOMpDk69Cnj/ACJtfgU1/tEULtjLhKI7Sd5NTpPyU42H0Wf8mr8BvbMbfYhnUNmfR/3OH4DGCmSm1voWr9Dkg3P8Gl+cdaH+yU/Kf1olIzc/1Mb+rF4/TIwqPf4xQL/TIP8Aya4YaCFzZNZw8CZyDl8VNZ+NGoqtbwS0F9w8F4pa2bdaexxdjI4NcqRpjm/6HDK/Ygvs+gSesQx5jekMe2JQg3We7DvDnEXTOOx+x7lOV7Qpmvs6iPTGSQkg/BOF7LXtIhTcHB/olP8AEHu1n7IqsaafsZJXobs1FC2GrWiZR/egdYRoHiDuOB6gbU+hT85a+7CXoOHTD/7Al/UekbHvQQqb+h+GIDGpDfHv2JvUxo35H3OJ9Fa2J2ldKuDy7l6F/sG0XF21fY7YflHyOynYEMSoaLJLSfrFMp1JmxtoaM5dBvC+zb/Jbo3Q0DfDb7RlEG5q+x6aX0cCIOdhunsVhVHAG4voh+ZipuBAjTR12cUDaQz/ADRI0l9jo3y8BtZwIcOjubQiw2+BlpGmrCp/pg+HqipD0I0L3+xFx5olt7hb34Lt7xVAuOv6Il/g6HdCp9zBdTfQqD/uCvgFqfo5h3+yO2gfvwhsk+xDdjaA9/FxzrDApy9DklO/6NJ6GwdFT9iWx/4jWxpJIfK+hLTi/wCh4BT0zRkqISdPlCgvc5gjbkkQkujkVv1IqpnSlNobX9in9EbX9YDXAm0czGmQiLg9k3MenwXV2agW8KK1qwVCG6KHVEaByY+RqENjUQ2bkx8s2M02XeA9NDLw2J8jILB0FcXRqg0a/AmHIQn+whUpf7iT9Bzzfk5r8YjbFtsTAukcT78BRZdMv3IgX+jOOqS/c5YyaRSw5ob2PxmRFSN/sShl+nHonP8AgTQn+ho/k039n/BCULrIMWvzlnf8JKH9ebB8H2cz+twDJBuhyZSQuEEJj/VFpGKn+Q5REhLBY2JaFnRqoo6Ir7Fz4FhASR94Hdf0afeKIsona3scq0er0IQEqFkKExw8CxNGIJ4RwqUZwNiNjisV2RzgZ6qfispfb9HK4eh/+UBhco9P/wAH2EdkL0PpoELuuHBf7HMcy/YuJ4YBr8vHuFpYQhO7wxz3hr5zBxdv/Qoch2Kn7xdqn+mCJhfqD3U3pDYMbT7PuKaX0WG8PQvLOiWu/wDA9JrR8P8A9koPSRbHc99CvKIGuCCIgfQnGhQP1bGMt7OT8MaDP9glJoMm77IX6FxM9wu2PiEoiFFHS9Fz+RVxtqrpClZIyMqRljo/1nT8ilr/AIQe30Nxm8UEqB7y4tgvQ7sQu5T4R1C4RYPpkCTQNLPQvTxsjli02JM+yKgpw6UQ7J/VHRnYLAFwexOOM/uiCF6RzfpipQgKJ+Ddr8jWn9D/AHyy9NhY97GTfYv+g7OI4K5FL8jqxdiqjdO8jd32NqJ9vQtaNVPsfET+sSfP2cbGDf8AKz/ZFe/0f3ZMvzg1I4vN/wDof7w6fccvxEpTV5sTX8mp9H9uHWcUP/s4fwhaBbU4j3mBabvYqDYFvob2OCNVLsJ0GdfwchcM6HMMuQ9GI2xNDQ00jlsdQ9otj6Ttl16uT+6K9m7/ABEnUQtGq/J0kPTQtwYnx+cOUJixtx19QdAU/IcoWBnFtaIWYa6Xob6z8xIL7yPch3GTtIaQd0JklFVg6fBptXzhDt94WJseub/KkX0h7WIMYmiopI7OiK65HnAMrxhcpyW9nSO6OjkNUIWxiadvBdvQ9LF3JEgly05resQxQZ4MlPcrmNjZZOtNdGgV+hK5hYgKR1+xbdpRB09R91Rw7RD+CHUaIri3gs1jkNXyM8DYWuD0dCT+Y3zGUzePRBejiYenBR0QTK3FrsiD2+DVGEnwYGQ3uQrroGpTUzcbp2Jpta+xiGo3rYh7S9idtclP7Gpo4IySFCZysbVm5mrjiVYk9o1PaE1VwZcVOCptYbxZa0EqryLKLLoXBGydyt52cg04To0OovwcDkPL7HIuClHE+Ltj0tHDEhkf/wAAhS9zVxj0zluVi4RT837wRb2tgVCW9eikG4fRV/A4+hf5HKpCRDWGnyRB7X94EdM4brKD1E1hwUYuMM4MMkKG9og4I4lvSzmS2QVioS8jcL0NI/sTEFVz6EFXI3+Bv5Ozk84fRpRpPkIk7O2hjiNNrpiqJ2lQkNUe32UhDQ+l7EVT3i6GBbj2yHqP94f7hKTolr32Ki3IsHsJUTIbd/Y3saL9DwNh9j1/gzgCz9jkwSakJVDbYgY0XY6+g6hCXD7JJiVhzfRDRPspmx0exFKF8IalRtdE3Z9FEmjr0KstcDeDUTE6xkoY1C3fA+3+RtC5II2/s1/YoroG73oQf+YvQSr7CP7Ckm+TkZ/TIkPouL7ICVQst4BdTaO79f6N2dfyLn+SHEJfYY44SIe4vQ62UaQoUPrFhP6CNPyIEKgDifspf2K/SNp+xE2U+0JDdhqz7NnfQn94JUKZNYCT8pK/IbkXTitAKnH0e82XORaZ9t/RDmxdIZU720TY3GdI0lBkkejgZ2xcpwRK9nCfeARuPZ0CTZPdHDMd4tHHpnCUbf8AJwr89H77ytHEz6FPoQpKJEfshGXgPnJxxYvhglnaimz8j3p+Qx9jTDUiTiRGht4PTF6RxyHQX+8Q6YSAh/8A1sTX/wCZ0/8AZLj/AGE+W/sc2dfst0Kzbf2WLsQkLXYNBq4D68rG/wADXs+od0T8I09GauRDuX7jP90SlzJ7j2BPcP2hP7CXsPfFThnTD6RcGjgOu8Nj8RlWAW7lBVa/2V3F9SFvlL+h16Q5AMD8g3oL6cuhK3v8FrQW0/0IcaDPso626Nn2x9QI8tkvZfeyiJsTRWx52W7ZKq2L2FKgUFcj1EGkTs1Wo4IVDaXIncM9TQ8lRyQj0EOZFtCjLRjXY7ihE6XtkCV6OHl+eOQjs9dlO2xqT0JNhNUJOlGg1N+ghWjkatv8hNNXxUorNN3AvbP9oHhfJyhS9psv2Xpvgb7FUPn6FXZpbuzUKcw57iQrv+hcCgUp94bw780SDehvBMbFwzVG6MXC4clUKjSOXAV7SAhp4o2k8q++jSr7BhX9oviJN+2Eet2Jad0Yn4A3W6/6IT2tQdUSdCF+gWGaYxPZm9eYDFFPiv8A8HbR2WjuiSyxDR9Di6mpiaW8iGLsJ7IncNraMgtNKtIY7bh6Nrj2W0WSHc+kJOBWMYOsQ5ujVX6HqoyCDlhWrfYrb10O7YuhaYfJo/rBLittC2VJo4B7Q9v0ezgAnO4JGnQnAKLoUG6S7jIUQmP0Ci3SKTr2Oc0J1VsW2TJKnWh8olIOginE2L0ZsdRM0EZyJwhoWj4KSNo+sE9ipQseOUPQUk+Z/wBHtpiUJOM5FNRLW9s5fzgK9iYLN2Mbg9RQ6cRsJCup/YBzPkVfcbVgQiCGu3Rb/Y1w7+YZoK/fgrA/Yjpj5RE6hpsqom59DdpP8ISLV/Y9T/RJpIVkJRLmb95Qt37pAhcDlF0Mat9jT4WcjQnOQk/I54MVnI0bNibgj0cqjE+EEqEp0kJHrLqmM0n2aEb2j/YxwBN/2KLFGsVJBwH0ZWcx4voYYvjaEcm0XJVhDwUsUIREIiCCCCCSCCEEIIQgmEEEkEkkkEEIQSSQRngggggkmEkk4QhJJBBJJBBJBJJqQg+rMQST6I9E4PqPoPqPqI9EehJ6JeSD6hLF9htuWTCT6j6x9A2EC9YfqnCI55HVuYz5OPk+eE9nvroa7DQvtjlIQ6HMqKDom32yk39Eae1GNJo0V+soE7uyr2Q0/QQslfZ+UMWxMW9B6cP0VOPj36GtPfAtOgsSxtVwHdINNcoRUS9uhzbEPHdPwdghcMc1h7TubIz7FFfmQSTi5/8AaVRN/wCsVR6pp+w1lNPcQvT9rs3869G/7Wvwbx8X9Uax+TjYiVxFbP8AvJorP+Bfwxqi4IuWueCdHQ1e+hj+yJum39iPb+y+0JriYRe3PZCPcT6D/wCBM1Xgy2mxxFIMx9G019HVQglzl+Uc3R7CfrY0naJIrR6zE6afIrQkfBdGoG9Cns1XDGdjH0ivkQkSvZFt9HhUQtiSDGdinZc6qZuNjNmx1gSUGq/eJaHBdscvZt0Zxp9CDWhNPora9l3gMUOUIo1s3TbHqPoaruEDkkOwu9ira2UpdEO1hLWKp6IJcYespPjQ3LLfIqabyBshqNInt9iDjqDLeE0A/u0Mexci5RHKS2bnoQZcAylg0F6HwTMIShlDacKG/ItGqrcotsPsk5RrsXNSBq2KlgSuj6ifRJBBCinmzTErGWXHuNHMGiE0vy+D/ZGNEPXIk1wOEI3gRBYXJ08qbY/IvgawNNYomJkPSLkiX/gbMT6h9U+iW4DKQT/y/oRuIWVl8+cc8LkYmdt4dv1J3FU/JMeoPQ4iWaXo0tnsrHaEIeEMT7EsDaPoUPX/AEbgaa5/Aq1fQ2L0Q++RVE24M7qiK9m2NPuGy1zSlsLEoL8kNmw/spXAJiHnkP1lyeHim3bgT021XY0aTkaP/koiuGD4uuW9n+4zd+5sf+pGRteGNlbqvyxloTSp8Bx9nvL8Bxps02K4dxCZ9SJISPDRn9GzZQ+RizpnsciMJGgkcIgggkggkgkggkgjBOCSfQ/QfQJfQ2dH0YvoPqPoPpPrH0RHo6ZHvQSeh6kR6G00+x+gJXVC9J9Q5PRAotbY/uGWOOyjg0np4PCbsNhGJIoD+4smk/yUWtDCvkl7PzEDqE0YHYCPY2WiOGRDZiPOxGxCEIiZiIQhEQghBJBBBBGKCSIgiIIIIIIhUFMQmJ/BWmJajw6D4ezY69Dv5DsEYIcbYTdwjvK5OmOw2hsG3hPxXxNGO6wVYUvCGMQZ2Kv51OAmNl//AFEFOQ4cJ/4lF/BR3Z7r+xRxC/8A0CZf7DmY0MWHzjY0dA3XZH5RreWh/J0OMY9eYbEJYzDSkYkQn2HphfYz7NiISfIqGzcPJqj1ya1vngSn5OY57Kzzw/AlZ2BV/wCwXhIuB4TkWyoWz9CCwpyfY9rfolHYIXA8/lQVrL4w5Nwiw9BKglEufstWkJftUVuuciqtZOpztHL+WOOnflMbHwmranag2TxCGbItVC/EOBgO/wDoQSpLIv74hQnehHeD74HiY5Ysnflf4WExPgY8XNhbxXUH/n8sw3+5Bt+zoakaxcJC9z8Yn8qlKI5ZNfabkE3pM2iFyMZTC/irR0MbKa4DchfQmUTLo/8AHKYmU7y7DDDD+ZfC0mJgGraNrLqsJY0Fy/4HBLaOf+MtaD+IMhCE2jhFyc0LHLIiaNTZpfga24gzTgle3sSP9xGjozgOQdM2srI7jZzBTRhXWIpFi2RXJpeAYtifDGOfrgokejcr9nefshtTRfbg+AP9nc34C8R/sikfP/SauWIWeA4DE0w2aCYxYZZfR1mFX6P+ntYhZ29DfTs+hES0kCnaqb4G/wD8jKkdpvT9403lx0Lj7Hax/wBq+w+yaiBuiRe2LVOEhkPxmcRpXobL9n6wdTN8AhroPC4w8fluh/4/gxLQ0Sps4LavWHP+PK4Xz4vyNjkxrBuDgksp/Fvk2XDcEbwooTFKYSG8F/i+w4sMa1wNCYiD4OHgsaM65sPscT2i+SF8IXjjhSwoEjwgopf8hXM4Z5TQ0/TN+iP0R+idg5nP4ZoJnflNRT0acpjk/wCe8c3j2vzgXJyF7EfRG9nAkaTNjnNhTFxP9o4sI1/4WFj7OUgtnR7J+7BL8o0nnkI6dysUyJ/sW1cI+odIuiPQSDkJjl3/AEKvLG5yPi1ibpVpQ4CWHizqfI3R+QXl++DzWEDU6JBJuslXtC6OWSa2IShRCwrJ/wBDEv3ESfsboq9EW5Lp0XeaTZDpbkRD2nQtT6OT2co0Lz+xFyPZMkvSqQ3RTQrHwkNLf2csNs1+wmPpkcRT/wAexJORmTVGvcYkc00cnixlExeCjQojZj0auHvg5SbzP5bgZoscliZ4Yeg2Hh/40cEYzfDHARwIFKUpRP1EU4p4OYmMUbRRDwhC+CIF4tUQmsHaHIWxIyU9An5CV/xr1Rw2n2L7CqpiIQhBIU5fFwUEhxF1T8d1GLL9nHLtLSEc8MrcHDfwHVebcRulE0xbL9Dgilzju6BQ+bfJ9zOTk3/eOImZAlZWKaMyew8T2fsXhqF1o5gdkoMsHNe2kzuM3F+jRQnwDskvX2NsXcoq6wxLQ4HwmaOSvockCVdigkSEjSPrFO1hiXsOY49Mlvx4g8QQ4bbfgfA10ipqfY/Q3veDdP2EW0uw7V46aOAnY3NK8L0fvFEiFXgdpnLEXUIm0tCP9z9mn88D9SEdF+UVqNl7Zv0freGb55HeUfbtso3t/wB/5X9+TGITFhsYhxSzZ6C3+RY1if4CuBGyEJP0T0I/Q/QeiRrfIh/IUce9/K8ME6kk0xZi+KizGoA8hMpcPrDDSkCaEL4G6CQ358ohT2jqSkIBzKxOuR12h15xF39viYg02xcqxrjyezG7RdYg0c4ESmnMQlwPK6Toi5jCafnEOcJyARqxVhnxhY1GJl8CmPkNeykO/JFZHr+K5MANJWf+ci2pkKighDmGu2mOGmMuOYfz0T0+joSLAUbZhbY2v7Fcq1KSii4uE8dS7SdJPTGIb2h5bas9TR/Y9tji2mh96+zD5+AU9eDXQxZ0IUnhMLCpLbNS1Y9w4ck7xErhiZtXsTVE8aZyhsuoxqPw2jl/8wbheBf9ihfZLSLQjkzWuGqGxQlP39sbPuq9ib9+BRe/hexL4BW9eo/+NITPhpfQkLVCVHsw5BNv9HKcFW9m7DVf/hFFw5L34xeD8fY1EfYscriO/wCX+/8AMsY8JiZE2w2UfejREQXwhJpE/wABzysbeGSx7GgujmjgIbwNuryYuCfNAsTE8A01obQ+vK5dm2Wg2ThwcqKSjUFxFG8NkNsTOWl+jtwQQJoJniVz4OIJ/fwc2ie0Nm2UG/0/o6QUaDSNCChfgjBkxYqyEO/E74cmM07Q7cK+Bb/aTqmjZy8XmQ+8jjka7OyEj8GSYY5BpsCdHTQb1yUkwmhCcRXTk5Gm0fKsb+x6Yhqe6OAxdtC24L9LXoSkkXk0MXCP5YvyKhLE0XQ1P7HW3o37eF9htNjj/sMM6paVnA2k/YziyorsbAMrTvDjKT8sVy8HoLvR3wtATR3tyNL8AM2P2NTmHyQmmn+ycRpm1p8nKPVjH4QSE87OeZtnTT84BqBlFw1rvkM4G2XAYWrLldFtkJBj03YYzgxpo5hq3sS9G1ffsbpXqH6KV1I2D79miCrThjEXVa+kST2MQj7QKt2+y2f5zcMe03vwOB+jQX1foWVpEvIktXekephW49EpV9D/AHzeJ4HMd44FTuP8W5FDi9jOwlVYtrU4NF8LGylwdCeHIJpxciW9mJF/gWcvB2IRtiUzKM4Y+GUPcOOJ/HTLBJVyUtPMJ+DOuyzA/em00USux60dLBieckP3bwxSt/6Ca40KqOPkrBPybPxkbS/AxOKS0Q4HZH3jG6FtYFyBL8mjm1NPqlh2MRTpiFXkTuexo4sKd6ZxTE0zn4Ggahu5YBDYghRhdmxIz7FYnIjlDooQSimJQ91EHtoTortjtW0EYCs08Du2LjMT81v4jSU4MaHGsvxOHYYQ/UVPQ2xnSRAYL1lyD4ZzwYL2COv5HAgWxCYQpu8Uuy+iKr5G8aLH0kNDfOEdYgo3VwI7oKPUQk1xKqVofEJSLuDQZo3ysTK/tDmtkgn7Fnv2zRZMenDi31kt6Gmq3RwLGJNtJbbF/ewtE2NggzRraJ+4M37cnPxAmH2B3N7/AEJTDKU660SxKTIq7GpKd4OknqDdsHa7E/1My5qcGIWQRtmpN7uBFdLo5Kc0RsbekMXj3DE4bL8mx+nxwn8334dxrhjd34dwMeRxXx8mGMN+f3Eq6IQn+AZyzwFyLHF4jw+sMxPL6ewV6BK41/IQ4FWnglDQWDIkIoyxL7F7BcxG45um+a0JSqSGP3MBDk+kTCFGIhY1XRxIpMAmcPK5kznjVMf4J7svz8HidCaKvAnIimuXjSDVG64GLkVZauRh9iGmJk9MXcxYK5RNUP7YmKlEM6ydizvouiEiE4WHg+h/FbiiNCbJnwR3OdWGK7LW5q2PSotqhIUbxdDGcCwzGujGY0ccn4QOJSmyyxti2oiYTf2O1CFtAvmHnZClOf2Ma38LbIFYaZJNcBknWfYNhNyLjh/Ub9wOHO/SE3mUYLqLzgdBdKnp7Rr/ANyFwH/GOQ3hDxMnypsiiZV0Z/Y+a0v9j/cExFYok/U6Cr/Y7hdEp9dipJ5QjbGPDlr35AE0vobpP3Hh4/8ANYojc6ODgMM6S9lQ0KztwMtaU4N7Tx7FMdTP/s7EftJZsRue/wD1F+c3GFox05n/AIGG9MnM5X4xwwx82k/R1DrM0uByavpA9E3ggev7DPq5HAQnR86sLxfDP/qHpn4gY2Jmn3n3EMv8dBWhe5M09Y62y34E2uzuBdoJVwOLGMY2Ng14NYnBfwkmxgSPjL4Oxs4B/EzllcCko74TuGcgwPHAfZw4ZwqnSBo7OoPr/krDX04TKU2Dtt4IC/Il1BK9Dr8mdLar2PFyMMWlvnDg1BjiL45jk0aK2EvgmkVSZPrYj1RFy2xd6FFGNbKPbmRToqgkyIIl3o7xZY4rxQ1s3dCE0GncKHiIqzwG8btYSCG4Yr43P+zWUJCfYsoZt5HsL2XxB65PVk9iRiuEOSRPoQyhneofW/S5OAB8tjIjnxVboalkS1KKbNh/TGl9ZifklOBInggfa+xgiDiiexoPIDVoUSRGxmjE++zEh0KuZ0o0s5YrHpfpQnbOGVlz2cMhj6DQk37i9UYm6XJ+pDH+TcGRgh6ZC6/ozDGvnoxCcsQt6yxokZSdD0I+wNTBuP8AZw0/AZtUoLqWxcfkQVkzSob7KNJI2xvFJn1xaZU+8Uc/7fRP3h9otIzQqfR6P/pcD+he3i1VlXZjfy/FY7DzsTa7+H5mwnvCDj/JDv8AqfexnNsbpjBVhqhhM4f8FSFaQ7Vjc38yV2PeRvYg3ou0ol4FQhb/AI20MSo53waN+o7TTBNJU9fDyyuDoYnrP2jt9GyDqk/MB44CuDVR50L5Gp6DnJ3xwifGhuhYLjBCbL5MQk8m9T1DwmVUY0VE/W2Q5/qNh9xxePETEtY02yisPfg10Mh0mNn2xjLoltMaKNhDs+0b287SWNCqKjaYvg94pwFvJg2LT6Qi7aEvpw/MNgX1yNCANqMcSPszXCop52G2C1hpVHNFf4xwwHkbsooLEbDtloE2W5CITGNIyKMNwtx92hLssNGmgniUcGVqtMbLsb35NJQZZ14twktTG4tyU/8AUhq/s+wXiieMFz4g8bKm+xCpdBh2sfK0JrdPuLZ7WObiVmpL0cGzgys7fqH6sFodJDaHsER6TOCcdNkfI+z9dzhzS3DguRRP0JWYbawqL7FilKI/XsM1LfQtZWNH5FE2qOZe1gk0+htREWyENBcRhrOPQci7I1O3RiWCvuJqsjV38lIPscCSxcRf+RsLvC/s5LjkOa2UY+tIUBiR9SKjnHy340TOjrLRj611Gipr0P20Hjat+jg7on8pjqiq1M5nGOe/7EX1/Zx8HJ5If+g2a3XrsUtfnPnKPhCp/eL38W2TeaYvcJfY9L+xsVZ7BLKaer8FXvCDox62L3m+D4xpNRCUsaSrNyjpJPmopHQmxTp4vjrpcsptFI/aGcDdG+ipox1SMV96iFwbc4sMV43s44J7QU3W38n+qV+4S+2dsL+xnZ1B2EFwk80xTGMdtBMvxJ0U1sOlgfsv9CT3R0Wy0IJE3AyulYnQ8b0xaRi5BxxCXVH52ODFXvzbaQb+yj7j7hladbYZ4bH3bZ6tDXeH7x9hfYbqn5n2z0CBafM5gYfI2ZWU7IoL3G+6ODQXUduQbM7rZyeP2b49nmql20eiO0JvYrsN6KmouyJwzcM3lEhWGprX+2Owq6KpxjZ0BQ2JkJ12KapXki8TY3ZFwM9wgofYScsCC0K0HHYSY0HzEQmdRztHa2/BVxm2tI2DQao/0ikjuCXgxQ04ZscHbsZRs0+Vi7Y799h+sU7PQ1bZSBOGVn8eiIKgu35TO/8AR7Av9Ek4Kzxs1wFyPwUuR7NpemIuoezTEJYo+2an7wsXLibiEp2TCp6Z0Nm3pjHY+ohp6Ggz0hREX2X0V/tYtRSw9Q/PEOjdOOhjew3d54w8IXNcSbZa29YKfsRsSVCf3hTZxN523DlfFs5Cfjc9n/YpjJF2+xRE9+mMWn8xvaejgTez7BmHQgaRL9GauB9IoqRrRc49kRaUQ3+gjdlPIRrCfaF9YZDLZXhob6ZaOWJsuSr2LabPAeZ3UUNslv4UyQ/O4rT7OV0aNE8P38Cv2O28nd1afs4rV7GFmRdMakEr7JGPbxzWhMfIptie+YMLkdm4YRfaJPAtyxnQaDCjEPgIaRPYkaQqSKNci02K2wRrYIb4F2oTURUUY5zjOt1jYLFLDfJ75C9DUaEISP0Qc7whsamVRsv92Faqg+bZhe3DHlWJHbO4HMM5JHYjqz0OX9C/nDhHHfJd8jLvK17PvEns1Sjd5ZS4YglGVxS4Zxo50eDX7I8LGv3OJGz8UzoTyCKT2IGoa8EjkxC2CRq0Y25tCBi+S5yN+DHk9xjnBYeZrCK/ZY3RsDOSGnsqg0bPsP0JBOYUrQxRx0fiNsFOxTqTYjOJG2SuxtOP9s0uw3bhhO7EW+fsX3Ezk2OHDM0bdPyA9WzYfbeNZSse9lWdeQks2janrsVe9McIbT1B5sftC6JU25Bn0n9H/sh0B+s4SG7ppi8fk2JFXseqc8Oxba/J+bDV5WFjdPKjWy2DUfZso+hdgl/seTRISTSX9kCD3o7Xfheiw2xlaELffYhG2Hrri1ysVS+x+FYx1IjkaP0DEFP9nDxyPKN1GaInTp2tDG1+BjcL/RR53+hHAmhipGcMDcKTGiRqo4+FT4eZZfQhHvVfXsn9EahQfQYV7uvwKY5OB+Jr5rL5wiWYL00tMmGaVPo3eh3wh5Wza1fa4IJmNR3pHTaI3QlqcCdGN5TEsjK15ZHadJUmozcw2afU7Cs7krZWhAkoxQ1N1IaEtSn3DbbFFBm5T/gUTOIGJyJQaBIEzh4WtKVdBDFrBK5J9bmivJWNqSjNq+xyaZqQv6g9feOi5NJCvqxg8DdcMSfY32JK2xdLr4E37PtH2M+4XsFUdPosU4+hEyqXAc0kNnyxpu6xlRWbMgJPYh2d0aNj3M3w+4yOYN64mLWKvZZT8hxWdgL9jZlexp1Thno4Tk3jEe0IPhSYhMps4Jh1RbsZaejhQ4UdZ7LBJeRuprxTg/FWmA4Yoa2ho00L2CJynn0WpctiK/0BjgTLilx3pyDGy+C4DMTUWkQa/Yc8DcvIJKCs2ZJaQgi0PeB/MB4ib0RvX7EqLXTHE8k/FKQiypDjC9wk+JborH7TxCM2h/Yw/OKL9sZr4nIIRPoVh/EauHL8mhuGdA95lrrntiBJNeh6FuaMUdAplbNNXDh8NkOdwaaJHITG7IEVnFxa9mLraCYamNrvRficsI1rwdtC5g/JYGtBF+AMbqwzfFFxw62/9nuTOto1Ngzry2kSb9i1pFvGsfjTOGIalDlUfg31ltQfPV/Oi22t9iI/oo75OtnuP3j8s5GuGl6PoH1/6FB50ezH1YnCskbMmQujh84et9dj+vGEKeyfJ3kfpkTWH9OcDu3Ci95ob2tbIP6mv6Zq21IXIueT/wAIi/2eiK39EN+wIm0muztuwl+RORCVCPz98FEPnCHmxiSVkYtty3sSr0enhKH6Pa9M/wByBKBsMJAtJsiieiY4rH9Lf94GuRDTnOsJzeXhODxB3wMpfCEJ808X6r8AFGciXbF7hjaob3+xp9e8QUGA+NzZxGcrNBUrjGISw8n7pP2eilo5M0LfHS4NQHQvEqDFJnHCG786csZgJ6Ep6CgU0IU9Y29jJ8pM7k0UFHvgerih63SbGSQ1jzSir4RcGRSewOyYm9ipm4T9igMuNNlyg+tfwMI2T+Cl+xryLWzYOElr7FLVDofCnBwTyR2hlLIb5YzT/Y1olCfKf0PddELpoyVyD2RYoiHqHV0frDbME5ja/pIVlW/sf1zRW+KeG4boQ8OAYbuWXTlEaxiGph5XglThYvFRMVDyGPIH+ykvb5fsSdm2hFI82MTNcKk7GbJlZsaG4Jw95HvBV5OQPbGIzRf0DVSoFW4WjGuBH9gc72fYSGPqE6YmXVDZPBah3rhFTHMohSTLIMclzr6i2qJG8DWruYT5EOORXbPx/oc5/aL8jkVg8Vj2xvFE/B6QT/hRixaO8kRzkqJzgdl0cIv2NuhKz8j9oP0KDR/Y7foajxvHKE8LP2O42adDbZsVr2JRN+FIJe3Y4tjSsgS4DhfdL7HnEf7Yw2vQyR8UJ66XhG3YsC/7yw7tEstX+xVU1yE5iMv0Dz1RUdHO4bPu/wCCqKFWfiGL9jdfxPCOjZX7LghaNlxYLWih2u4fhRFqkH+tjl+w10e4Y/wcTsYsaKLbUOykCnkkfQ8qiRxL2/Y002mtr4r4yk/Anqj8Q0ehS9CaXZkyGbldiI3yEXUUXAm0JnyMZ8ll7MmGWuw9jtj8CU1gx8g5L8DAP6pz8K+RNnYDO9i25zTRYY6KI9KosclEPFLVrVKsySs1OOJR0sK1h4Sw/U5ENMle+DY2zbFnAXyjll8EDQ/M1exBYdzkQ1SJD2yjkvgNEPsyxM00bbdg1yaR0I20YiBN85yHoTh1Awj4LBd0W/JUOBch6Eq6I4ehj3ka+TfySuMTKlNMglpIblu/k3kDza/hEUh+OrFQoDUPg4hIt/SJmIDEHA5mbTE3YlE088G2Nq7YlL7GLfAgTwW1QtIcl6GcD3DDDeEw5IuVpGL0IaaORIMRshiWyS0ewUeEWQ2cpU7qIkWSzZsxs2MtMX4mkehF0/wXibHkfmfkCf2bL0JFNdhw8xohJ7Naf5Lc7Le1lctM/wDvdnKFCWv7w5L/ALFoa7zcX/7jbY5olWL1tfoSjWGNpK2f+4GMf+DoaNf5WHBE6WlC45tj/RL7Paj2PLuuTQuv6Y+rgxe/e/k0lxSafQxrzajSehDBOn9CtzlbEr0dhf2YktnFFokNDEL0hKkJvwPrLfHmvB4Qjl5TGmz/ANR3Z/0Ls1EPT5J5oQ/BvUxt6BD6E6+RhveLhIoaprlHPvKRx6hdO2HHKIdB9dI/+DD3U46MvXEB4VP+x6+aXeD8wmxvpirZPsIKU1jFC+0NOmfd7ZKaaFO0DGz/AEWXCEh7FoIc0pkk9jGorxSfYpT4JlCEIQhPhTDar5ExqENIJUffgaGW3oQuRlo/ZS4Y9a4YYpNTCTFwNyxhsViY/ZMf2xANgx4clmZSiPVP2IcBkvYQ+So55oUXA2CX2TIzQogjQ27g1XE4I/Q40atBlwZX6o2tBg57owy8GqHhlEMCRqDZSieQ6S/JMOGBfIc1Pe2N2SI9hyKxqeLQRy6Hk0WjLUOXBr29COnZDUfeG6o7CEMZ2YTZoKbLoi/CSKhDCL1g42MUQU3HQNoptkMURASsObI4hDbrkRKicFIHjQxJvhFrnFGOQrBPVJiuuijw2XPYSwTNTLcKIfki4bu6NkN2EuHTFfp6LT2EZyM9F9NI3EJLtckkQehyJWIUTtHiW36LhsSxJ7DY36XJ/vx4I9vY351hMIuBicnFcPC0WUsCSu1+ikX4wUj4b0x4j8kUWQhu1Bt3/hycnbkbZy6HOW20JCoSn6zJs+B+g0bQ9TgmfHHxhCwmURo58nMhfZbzGSp7LC+hhtiGWr9Q0eqNJymvJMi+xR4JOCQu5Bi0XUq6pN69qJ6Ki02LSqsWq4KSOiVwESSEz9Fl1aKYEKF+V+TjUdnCBN8sW7bToONO8Qh0BqYVDUImk/Z2NRhL7NDf1ERU21H0VIbp8jBg24tDfsUdtHQPsRuiUPCHSeZFRs3TSg7R8eh9k3iVdIjF/uPSRry5ICQm/N4nw6oxns+0+0iJhIvRMbRE+z2KmjRthkcB5Hb6BYWF0uhJQm2NkpfFMTLlyQkNRHqjHQ1Mpc0bKbPDZSlwT2TzERcNkNmOjYDWESRjVvgJ+xoJ9CPoVBvpT2hvY2cliTDtrKXBV2NBpX5VjWLo1Dtst5VqYRMWr0LeHYRGsoQtMr/aHfBP9kzkxqx5TRluS9ew3oVH60UFPM1aK2aMOYcxyHimsIoMTKEjtjIyMjF2RSbw6UK+uCeFgk2UP3RHW/wPe78CJBrtlQx0dA9zgGQ3ZRfi5OeXm5Q8e+W/6JnYVG/OU9RPsaG4hXsQ0NSeJuxo2J8MJ2ScoiCkFRjDxUexYqS29Cv+ge7YxiVkTa/QlMUYpy76NjT5GMaCttqs0csrij8W3o9HfRUVF23/ACNTYgmG6fWzoof/AFsdwfZAquRF09GMao4Q/H1Qtz7GlN8LZT+2Pj4nhCJbZ+RsVYhLQqcn7Fka9H3ghwy74Gpf+ipxYzG0c6hAcvCxicGnBEd45hLcil+Yrj9mO3Q0ognLzwFqDG2TNUN2o4fsi8y4ObCCc9AaE3om0pyJFrXsc06K05cDQaOUTqvQ47wUxvOwKHsayowCWvtixepdDKPCiLRMy+joY+R1JwvsZM8ldnJg/wDfCuLYa+k/3jXlH8Xl/BWXg+we3f2NtQrRmzCbEezVyLIoTHRWhlgdDJ4Xyn2dkdgRajDXhMm/gZeBOVLRHsSTRRbCXLja7CJsExI1se9perEpElkLTOlNGzgEVesI7okhlHjK+AWFhWxKPINWDNg1FP7ZBcEPIPchrRkUFwsRG6Ns1cbHdTHyzdR7FRTQqQLxdFhFMqdSE95YsMWmloctM7QkUTH+xTuEw8Z/eGJ3uS7LFxziwT6FtmvZPsfskKYtY3/C5nLLzPGGo9IfZjZehIn5Nm/AkbE9k0EEQlY7HiGTZDxvPGDmIc9PDVnGsI98na6GzZT7BBE/eW0uRwG1lDT95USNA+C1rEU5NcQRMg7EuJ7RbSRnI4HM9vWGvgQh4QhFHwP2i7TrLYWSZumx5sEns5Z38jh8BJVIPsSiBqJsUfoJM3obrgeBNGtEU/aGQsZehFofNmjMUNH0YqJ6KpmX4x0OL7JJJ2N/TCglPgiISv7Fuu8Zc/Qxj5kxLRsnaEXBobkHhPDwY+yKf0DYI2JLkngXnqQz6CHYlfYz0iKfYZZMR+xs+8Ia8GhqI+lDXGAqXJQQ6Q4xYz2RxmyJymP4019DR9DcYr2iNYH2OGeyPGidG3Pi/jYsVRI7EhbQYWMfg1KqSH8CJhsCriI+7le03+xd9C3kKeESWmhKb0W0PgzkeCVLkXDSjQ0FhDWovsfaestik/IbpRYGcb6FgfYUdt8ZM+BD7XhDjaKIzNarNN4Gpts3eBsVhhVHBDeLE0pwLocJUWJ8CcQguyDExGgffCnyP9hD8Ai7SHyrljVImImP3kcF3yP3RFPYqZDkLUfoUO2fwIOhhWV4uZ47+VaDFh5bCzR63p0TcAKacGbYuw1fFyCjNpsddMpP2OaH2N3Ys6t8OcaE0xs1JUPkMiis7Jfo4UWboxs0uBS/uIT7YWxMa0U2DjaGxtfkbCGxobYpRtCezjG3o3V/sZwKIUPj4nlCSdjtB6z1to+t18F4oiJMw0c69G62yaaqQ9ccCVDXs+45TSVexLR71J9wrQzlHOHH2O7gZ2PEPwhoE0n0LX9bH7JY0kYa/wCTdYJBAlSDVQUExUbhG9JDmZHCeHhKk+Bv9glcsSTAXKb6Y57LawxBqmjkB22JImktlGXsWxKJc/RSkeuyu8YyZ+QqzlmkUNo/eIk6kMjYsMXDJR6Idwbcvi4aQ8R0E86qD9WTFVGwoxfDSlxCeK8ORxRTbeLUPgV+CHlQxv4OQ1tL7Yw6Z1GMEzk9gbeyryP2Zq5E9ITQaxGezvGp8nDF+0aG5fBrFGbno6NFBbs5hqH8L7wYd62Z20NsjYk+JqtKLUJ07OIT0Nl8dKngL3ND7y1QloUaMUf2Tc0o0mtFaIYlb2RLdGyfAw2E4j6RCrVrFe0PU40diKmDJ/0MfIfYVJ6RU3aMPkT5TEMh2RQZBUtmvY0M3zPOlLlsvw6JeFIPSH5knP1+hBBsJ7HDsehB9bo//YLbbH2iDm/yRyQ9NiXQQ5PTsaqo6GD0Mb03/BXueuL6JBcsXxbDutiSnw5OphDZLhn9oZpHPRByl+zuq39H436EBbgr6hm/RTE9LKtOmg9q9Zs686LxQyrPoop3xy/0LnXPFO/BjgfS8WLsTLquHcBcDFDJlqgndccHbEuRtUkNOjDr2NsZANcNk7Apm2NnoE9D5YafnOM2X9G7/oSkbDXLhShdw0/GNiC2RxKuUyQSJ9FHAgXFg1q7FVsJBvCZzhwpwhy0+/o5bbFHcgk8e5ZpPUaaeUKI0fI0FBrTBnOtoSPUhvkQ73+j8EgYpwV84p9sa0o+3H3ArwPvH2MIoQxjfChMop3b/eLbHbOI1S6Jlk8eW/OlzCE8ETRoh7GoxRrZC3wMgRBlXwu0seXMbl40Js2JGByEJEI2HSuxD0XI4v8AssmkhvZS4vg0PEiuBWxLY+hLDnjS4paBnHr/AKHqcDbkrH6kvyNXZRbehB0DMVVmvZbWJjeDYZV7GA2tEcghD0JDOi7G29LWdAnbbZB2+yf2N4yQS6JbLEJdjyYWOG20khfKT4ND7ln3kjZWzrscikFRqcAdDR7dURpT9lghlyxwFUPUaHIRLMJ8FL8SWx9+CeD8kGPCHhYmXhOFPvOmnxwIUTE8XCusNrhHt14RtpLliELvvwdHoJ437QSew+8G7bbY2eKzYgXsP/0iP/uI8BefsDXP+sRzNKfLNYfwLwQsPwDRRmdi7+Rzzp4T8oTFGIktitD5L+fY56wt9/ZRRXClNylBbwzrQ14t9nLRILfvWOGiVnaRGcMtr2ch/wC4SxQVR+TpYww3t0VcnOzgQu+Dcng5acUNHBCDqPZfcvpGkJYcR6jwMWydwsU0JZw9PCmFWMb0/J0f9HtqfQPoFrgxlcPod6Y/ZE/su+hh/AldjI/IECwx/gRRMTd01KKpMh4OBFwx0tHUUanONZ29pXw35Upc8Y2xYhDh2N2HocKJ4q2girBjbH57Mcuhy8JlG48Ih8sv2OSGPtkMNijF4GVlGxMWmO4uYGgcN8EN5u+H9C1W4Njtji+BCDuDpFDFxQh42Kxi3SEHRAYiX4Tli1Vo4IcXs1D4Hb2LhIYgWmiFKMWvqaxKX0KM94zcJsTxSZEa23+hqgsuDVbGz09ieh7RxNVsvyfUvZAwbkTqm3VXuEOmzl8c+NOWPLxfBYS+Fd4fi78PY1OLh60FJTsQsv2zQ7DytiXXLHptv1iSW3x49C3MMa2JiEJ4K+mO+nhRoaZXiDfwrwWTS/sToqVw3s3shN+AXGIbU4e3ZwOiD2+1Feyu+aKJlijBLHx6E7IVfVYZ+K6GrYE1xWvzD2osI/E9lHhqmwOQJFDD5xaBCpGnjNVDlwVHQiXgYpHRjPXQq3pnoYhBlJdZV2TcR0PBuPCYRyEhe+hzwUGD6ylzmExMJhi4ZFiQSP4EO9C7xztQcK/0e8Q0/YiuGh4K27bNuqOXKCr3Qgi5LuDiMVl8KUpcJnMQ0Q8HIr8i0JcCYORbUmqNPNPY/Rxmmc+sLGylGBytiGmGtyOR9DvRD/8AKJ9Mcw2XFHhiYk2UwsryyjBM2OH5I/GFREsGyd7KbYhVhRsg5PGyxllCemBNkJxNlXyVaS23Q6VJexxDrLNj5EhOMgrlGoxt5IQxxNrFxrr0jrFMmdMcFOXJopPB3aFbG9a/Qn91+RbfZK7f0ay/2flAOQ7qV/Bfkc+kLaNpZ3pF8/8AQT/6OHLv2GXRlHH/AETxhCfMtYvL80MeF4rDGPKb6T0GajsbEsjqEb7w8UsUVyNetIo7017F3b2HNY374eLLjSufI8NI5/o5J/tNH+iVedpTtJCOHW++BG2/Bv4l4LNi+0OTW0bmzQpPY33lv4adCeLaKhL2F2QJvM81h9jU9mpfDLo/3BnO3ujVhVOltYJid2ZsH/wCeHiY02+CCPkWtUTQQSDQEIVC2iBIzsnLJ4/Nov4Rsraw/lRqYgVXRejO4YTw4rS36JBE/wAiUSK9DN1x8DwTqjpBo3CSuxvYWnEQJD6hq8HCOwbYq5HQkLX5hqMowqbJJEOAkF0C0OEI1PkiKY9fG1tHsJ7Cw2kijexYmB7iTo1DnD6EXiQjww9Gy2qJaBGEylE6PGxrNnY2lT0Ww5J3H6wr4ENVJ+Cgnmya+GBM+FT2H5QqU0Xca4JUg0ExrwUkVbGS5fX/ALC1lpD9SFfvjNC1kmKLTU0gw+hFLVpE8TdHYxUcC9D+aNHQi4ntMaSmhjCbJiViV+jlhwnRJLka+0NdsJmxseagNY1/fAppCMzc4O39mvlR60Qhvak1uS4Y1qjpvmzYJI6SOQhRcPkdIgPHQ3e+sNYrKUpR/LCOPQ/B+SEMfmsvNKpjV4bp6Of/AEszfa5E9GyqKjaYq3Eqx7AtAokP+kW+4S08W/sZVHhmicPKHAtuGRNARuvoj1n2Mjf4BE40z7XI+CP9hblTsnoUf1PQk+VeKw2hrOPN/wDI3+z2J74Equn4sXIzsQzoTjNOvYrfe1KWJ+cJliPvHHW/Y2B6b2dkEQ2F1Q1Y2b4RuOOCeQ+yN7HWIkNzaNkpbD6L6KEcwk8F+yLOI8w/88NU0LQxsqjvGpO5jgZwIui37Y9Zy2aLgg0MWRVV8NHltsSUaERrTGEp+cpieDRIqlxtSWhmjdWyMirTOgG4dsKBTs0ZO/oZYWxuhr4rB65ErHkVMRxLaEq2Ma2iyNNCM+sFhcY4QmIVyNQo4aDDy2+h72x9gfcF72DWUqCiM4NHYo7PwMwo6GRNbNITL9ieCwVYGiMacEfuTNRW+8NKh7dgt0nSAmQJkbLwWOJG8N+iPJSvCLhIY+FT9Yz2/RyTHBRDmGboQHYIp9nMh46ief6SjW1Kr/8ApyJodBJ+jvaomkhSKOWNz6LednaZ95NJE6SVFPt/bKMe1pQxQXw5iGN2sND7/h8Q2/jWXhZXgx+CGFRQGvXopST6fJoORmnZ7OKY778i2Jq/uNI5JRL7P/njsjlGKtBOqjQloem088snI24ejXt7voVTpTSxew97pvsq7R3b9DOf/boL/wCfgXrb7+yA1h/AvFZafkKvoOm59I2wuaFqsTCQVNfXgjhhDFiw/wDhD8Vh1vZy8VmYQ1sYhaeM+cV9L/YuzoXrPt4LXWMoUM2EEEgXQenCrxIvsW7Gz8mPIlEuPcU6gheidn4YQGwuoP4EILQ2KUciO+sujOSghzEa/wChQGOTUWCyiZKks4KMSGnS+XAQdCTcGUEOA0f3GuvI2Yw1hBHuxs0RiEw6nqN9jnB+W7YYHuDEFsan8acLRoNCtiOTViQkEJJ4O/GkNCXAm0bdFqjQ5UotKpmO22X0NqPJe8/vxWE67F7hSRkq4n2I3OSFoJs2ViKMQuxtolPWn5HGzJbB2NjV1avsUqR8FDNnVnpGpIKdCwUQODUe81iSEoNSioksJiRtDY5IKNIii4ZyLmb9j5jZbcHyF+ijJr25wNuSe+TGjiIepNmJsW2rHT9DzgbY/rJENSc9lwzDV4NNlPHeHx5JV0gxFymL89FpN4b+B/O/J7aJS8f+EIbT0IfAhE1yG2zbEVV6HuIjlXK32Tw3YEqThZb0v7zE+wxnK+CL7B/bKAr9ejbLBngqDAza/wDhj4/SMpTh7QtkH8KHlZfJ1U5ycEKbDlRvY29c/wDSatfsxHD/AGequsLJK/BbaRJ+0+nSPQxC3WOflqZ7w8E4x8piDHO8Lkdm9bNc4pAuxk3bhFxGblWch+stomIq7OPY9NGz98FblIcDm2x3waYF8vgsM1IfWa+zebZ3HCqvXLO6IKwOC7xo4ExDWxDTkRE+ViKouXsQLQnsOjmUa/of6hhtl8DRf4D4Nlo0EuR2E0C6S3CP3iDbFSsrmaCwG20HFLrwpSl8EuxN2J5ENBT4Gy+OiMnJxDYKIThcNEGoQhv0J3LwIIRBpCTvuPkS8vFKJijfyUSYlLo/IQ2T2Qoi00EVvpHEb0hPpBxyXDUe4YpQwigWVFafglNEOejaaM5xR+Rqc3h5UzUhsEMfguRFFGNKIgoSCk9Fwsdm+TZ3duBVf9g6AfRtdn/pLFpsd6PcOiA1z4A+CGIY2heJYee8XJUVEFWKX4XhIb8X5r435qVaBdx/bhrJP94ckFIkzRFX5wleE2ca370M8K/2IK1vQ+9aWJ5b4GjYxq5Pse1hiDWg7uunWxlbsVPkp4uF6FpX+QubR4+8bJulaE5RK3vYr9QnvDH5rLwvCg+55OWNG2OzvvDbdfSKcEkkKHvISkgxs4eDKu8D7Cs6fUD+x6ZPnLknipS4eEyiDpaX7H0uiWk6BGlYlwh1yjUGKNUq5R9iN22uCDaDc5GK9LoTPMoIpJ2PkP3h3PglocVdCP8Ayxqm7GttkWyOP7DZ3pKj3R60ITWXuE9xKiVkXA1qQDYyj9jHzEbYSqmKcigdj730Qm+23idFIEOxDCMFXyfAxwHjN+iYc1g0e0To9hsS6HPsRp1ciVdIv0W7H/TkX4b4Jl2ewQEWBv8AGm1wJ+xDFSKJiwWxtjPQGiiIMQsIOwlE9MbLwRfOLxYxMaCCdmzEojV7HpiXvs2mfuOYdkNnZRX7P2b9i+xyNQjXh9AEFXZ7Zq42JM7w5qFaHkLgWMT2Jkn4llWnki6OdBR77WGzi4GQfaD/ADRG3C0oeTZww+MOmGLNeHEWGLCHg0GmChyx0d39hGbKyii81l4oo7b8Fh/C/NYZfBJtxIQjba/LhC2yJ7RAej7Uo8xdr9CYx7TQjuH+Th0Q0K2Rv9gxrZyf0aCKMQ8P7ZWewk3hRT0IoTZzPzF9jLu7QjcQWmDPm0xZV+xiW4VOhYw7FyD4fmsvCyxyp0zUmmhdGsJbRzr0eyP0K3Hvmw2PwPCJlwOtlQ5E7GpzneaXN836DF7CdFaPS7orvbEoK8icn0D7EegK8lXLMIaKDHvRjcQ1KK/LAUThTcaKDZRs4aIy+IhQMfxX9CQ1w/DH0KGfWF7e3iUEWUkCZQsnDe0NsfOJ8my/gRGt4Q448FuDkGfkS+GdILFfwS4EUe8emBNPuIbSPcbFbnrB9vFeIw2X5K8BVHuJKhbGo/O+FJFRS4KNjHiNi9yGILCHj4Y81O0N4uvQ3fBZQ/C5RR42w+6EtIX+qqexfjHtsKXw2KiTLyZN422i6OjXDZrFR6JClbCSCnLGqGE6uS+2tLnov2Jbd6WyUF9qv2qIcd/g5PCEydP/AG4gYWoWvZIez6YYkLwY+FxwOXmxFG2Lz9iHxkuODg0cojmfQU9o09NVPEZ6TkP4VH5PyXivFeRjcXJZa27MfC8rsbpvTWi4LtP0Y1UcyzDtZyhSU8OxrHPOvQx9pr30fd+z8EG2a26E2nRNe+8WqP8AVGKHzsjYQg75/QokLK9igrrQrqOFPszRH3FBtRd4fg/iYhZfA5fSFf7HVl2UaLW/qEM6BSfphsTCwyUmiBM0Gp+N3fJt4f8AQtwZW0GG6PoaKQ2b8kQee8QlfsvZoo1/sCk9G7+jdvyGn2shMJwlYuFx4JEvnsavJWnvsmXI7Qhb/SiD/e2NspnIIerRMR6opsiEIGGIP9m18A/Hj4LnDKo+oOBUSbtYtUPenR/ojdq8EtS/wONDXM9jgKZ03VE1xF87hjosb7EMbicjTaMojEFwi4Dd4hP41E6EWPDeNP1Dnh7IQqyNldRw4mFcKs2XDPYaDeUyiEPkGnHEQmsMsXtKJP8AZ/5HX/hV/wDAJHL/AOTsr/ZwTVFODVKXNzccqINWqvwGa2tQ7GotptcDEQmU0J5HtEoWEPTyuVlWKqSVFXQkj1N/I80NGi5SGjXAiuu4RrP7Brsa9jsuSwnGbSeo1Sjexu47EXBCHguc2OYsd+CHl84YsPEbcRGlW9vRsTwPoj1pDhJL6Qmd3oxcj0wqmXttPplfV/A01yvPg/G4fwv5fv5UES1dcMZk2hrg3JSGxl7GU/Jnf+GXCbOPcGwqcSrHMCJIlEPCUrORf2Glbx0b6GqBDYxrXKxYcTOCfdGTPbf0MfX8H/OK2Des5ZIXGzK+nlMY/CeDwsLHsWuvaPswOLTdPkpisHRFZ+xlFx4IW1HRT/wc8BgpZ4BcB10L0jT+Cjytb8Eqnfpi7rIJ+mJupjbLp8ClupjtfqYnVcdDHBQpbVvssfslcg4KvsWHtivsnZccZG5RZjKNiY6O2KPQUZojcyIbQz2YqJ6LbAY0RcXJHA1twPUIbMdQRKK+TQ6NnsXyzVCzJRsWW7hkRnZQs2bE2jg9hs/ZSZW+N/jU1rMoqrQqR7Y1W5xMfAvdi6kMEobOCmEc4R0AUJO8LlIgkJIiFoRWma42N3FMRHbhDct2F/2DYOVEcnt2MPaLeRvztq4KClSm2WEujjtiW4VywpRXEFhTVyMbdG6JnDH2BeorBqle+gxxwvZH1Hb5/YNdm+xgexofgjbElQ/7CnC2by3noN4ptcCC3KLhiKhh/GKIeWLwby/BNSCGpNufr8E0Q2CBNkWoOe0IryXK9YOORx8jf0PoD9xPo+or0JA/478lqf8A/Zpn1cG2fUr2uxsUmu+xB/62O5TRuhrGkfKKN1MvpdMUHL2fhreQ829YZafs2HPsUo3jkLnp8YeMUbZ9Qv8A+o4diRikqJC7cI+6Y/ExbH8dE8tP0JGLljaa+hbY0gvsKD2V4ZcUorbH1zv2NroswUxzJKZHQUi/Qqi48jxfDJ6VvlCaS4omXwbcGl/B9fQ73C1kNGPJyqLSuNF7+RR1jEm39eCAZaJEbEGRtpLkdfebwbXFL7exRjaY9/JTsqJlcXYckaX7RFINOAV4CBt6Pqw1RyZeFhsSgtjoN3BvWhVjFy2h4rQaa5/ku1aqNoVcFTcUdXKWRhbYYeSVoHjRuaxEVDZSlEyieaDkiGVKqk+CFRcs0S0OQZnvD81jZcTNKbc9M5vsTmYRUhNGzDxpw/sSlaf1/wC8Hux01foaf+hQY0yvfQ0Rs/kINaeWnGDxcPsTLl+LrKeb8ZBDGxQyYfAvBvFzzczTXvk/uucnJiLGp+Gf/RXiQj/+KENVMfB+UNB+C+FeK8Eh+b1tzq/f0znLXv8ARsWulp+yVvPpHOZtH2clCHyfsUhrvKwisC7pQ22JiJVnABQiWijZRvHKPyKyprYl9n2ED9gjof7GKK9CXH+zxQ/lTw8d9iagyYPWxtfaWIeUdo5oR+2zkhXWJqVjnsjNj0bel+2Rrl8fsRcFS2/bLgZyGwFW+/Y14Re8Yh7A1li4fhoPVGt7di9QcHUbFSOiIUn5x7UH/Vk89CaRh3OkVPHbyUWDbLi0MXBWfljswVom1dmk2IQIuDliRjgOPBiNtP7GzYkPDzGJo2jUEIsc8txhDYjbEQ0bDPtUSkOyEbViDYh4gwu0dmLM/jM2bB28aj2+BC73Dhoaa5zJ7xLycYUuITHHhSkRqHg/6Y9coozdvD8YIocJhofobKXPDJE3RXzgYsUoo2Erd3R/5DbQD1B9bGoKBv3hnC42PxPwUXifnJE+RWD5EwxYZSlG8c6FJ+z7CE8ac/aYj0A1M+NhquUUgjVQ9sDUafQk/wDDOh/cc6eJ48h+C+ZeF+GBqk79PsX2P+w9zXZLF0IQwDmx6AfAiFiEb5sc18NPXsLdP3hlG/CjNG4ePSD5QuMt6ehk2Lj/AGcSf2Wib/8AAELVt9sbbe/FYei/GhDFUN6E+n0N9H/2keiGG9iaXsQ0bPhVi6JHWT9kt7BF8IJzTBfgY0ZZzUnRsw2U3UIRV0iva7GuetK/pcCDzS+EI0uZOM6ch0fo+wyvyGvLJjGrsPyRXLENpKt6KegYzpLXbeDFDToaZO3m4ZYaj2sdYRyEYBTuxt9rO2g5JBe8e5wxofoWg97KUdhbdG8QeyGcVG0ON43Y8JEEosNBm0EdrSCL9RDt0gRLCVkE1j/bEoiLkL25mlSfx2CJ8kdYgiwsXeD7IDEUsSo2nI6RZ1UP14bKUQpBs3lU2aDbJCpo5vD8YIubilwij0SCntxQYf6NMiT/ADRFOQiopACPb6E5ai+bYKRaOQ8Md7xfgrC+Jj8VHu+NhKxMi5weBMpyQZR7S7Ru9OaEDbFQqjSBA9hOR2/tw/Ba73GPye1s5n/QYnHmkJAXdD3I/P4ZeHij+VfIxiViPKu/SOYK9hSk/wC9IjU/shGqehoqmTH5hciHbL2bevo8SH6kSXjBeDFNYoaeEfT6dEopNum2SP6NEn+hp34PNCfmfksMWpX0dqcZAZHqst26PyJU6QRDZ3YMXRP+h9AIS3KPYrTD2n2iFq4FehKo+yjw8J6DzlPsUVMP4CKLqvR3o2E9NTopwPUdCKmz/sZKfsQ9XpMPCFs0OkWjb/EW3DV6l4psuIUNGw+XTkXMPbIKhtIraXAq4I6IJ7K7kj/9lGx2xDuGca5Y2nQ+haGgcChbTWRhvDYvKWaXGorExqntIM06KWqFz1hLLP8AYFxhoLto3y2v4ycY9h6w0Qrb9HWRzCqvfYhp/uF7GfVsY8YQ8J4NYaNELDkf0O3iZsWwY8XKxrO3iENjt3ic/bYupVwtn/so/vPH7I9F+9siG1KzqxGQxYovZGuml6XGAIuHx8AmH4kJ5WyU+grEJHIfkyYumP4HEWsHRLhlNtxDIbrlDL6E9cM7Kh54KSFOj8kHIpq30xR2ofk2e4PeI9gGk5TzMpbGP+EvJ+P0PsLPHs+xoDW132X3L6+h3ovwYz+iOJKbCa9iG06fIhE0J6xIyTE2to/Irn5IuP3isfuK+JD8n8LyeDrjoW5p+RG3SwuxjZZ9EdJBa+weHMaExKPMgaHgYxsSnWOo4Nt1k+EWHJdiiJs0J3o394oWjs/bOUVYfYSNG5PDY5UG9scByb2xak5Rt1vNw0LKUpodIo2z8SNQ1GxZhRQqEa/+Rf3USWm/+h6aXLgS7OE2zmF9KWV1foVriZH6Nk+LrJJsYhHEGwtg6GG8H3ysXDbFijXFRU2hbvzQnwIuRYgvBYfZXk4kCganY/lEnP8AFr9Q2lyxfgoesngzODwhBRqEXUNQ2JmlxcbIJOzQuIwu+F7K0Hnp34TEZteSfwNBJ+NimHFRz16OgtmzrZCEhSWExoqQNA0UBci8OA8tgs3B+CUXgx8N5G1heoirnxrCPRlosNRMYbIh5OnszkNbdmiJjJPfFNsBwfse0voc02mJUb6MKXdMadez8jF/rH1pm08BWt/QyyfQy+LYxjGqM9DBV2OOyhOnf4BFyvJvwR/9VNPxrQdoitr2hq8y9dobSxP7EktHKEr23DXsmFKNOGNVvxn3gucNQ+nyVImnr4UQQxMpnzvyXmmPXR5NnK3HpFLoYhyGr3yi0dUY1In2PeKlwP8AcQGD5Hhht5IF9fHVFF69dEt/ih6oRNDESGy3yf0ZFA9T8DNR9C3e6bNLTFZN7FHIaMTtJGnhHOEsLUEiYX2femdjSEfAjUujj8HgSuGl/wDbHv8ARFlf6R+gtjVtl9BPvdgwdHDLT6nI1qaex0WzlbD0PxT7D6Gq5yKQ2WeN5ohSCMN7DHNUbW9j5R9Bqmxw5FpEd6FCpn/HYhqBQaqHuLU0ETH85jReOsHLsrExp8j8ChRIeEyJf95sbUGWcDYpSn7HifYn0jif6BJdn5JN4RThI0cV+jgi9X4ApcUpSjU7n2ymmnSav5LUlr6H4MghdOojq0hTOCGPFeD+DsS8WniosUbHwMXuMkoiRUS9nE0ZePrxgbqwQaGWCEIRv9rilJEYkqmLnddL8Cz7HE1aWy0j63Y6mkTtiE/oiR2q2CJ3qM0J8l8Mg24Ri9oexsvg2N4mERERG7AiaJGNl+ZeC+Ldbkmh7o33eaMeC++Tt4pp7GNqmqENopSxrvY6ICcoURR7Wz8s4w1G3XBCYhCYmKUop6+ZD834LC5K5r+xldlGe2hPPkcLTmOj9qKS9ENVIXAy6KCa1E77GJQ2UYYYbEJGgTAo/g7OAbtLlPeQ4NX9DL9ir8hG4CyH+iWEKSvtjdk0ZTRFxBz+xYWiiceD7IgizI2SXIjZyIT2I5sx6z9savouxDslTR3ZX0NzP9QhPqNfk4iP6iF+WMJKL0HMUsHgNnWPNKI00Th3s6+ZA4KTRqhyZZNGiP6Fb6voeADHZDqDorxhlXGOy2hrfWL8mg/DkJGxQdUZMIfg9Lb0WE+xvQhrLw2c967MUGBfc/7GDl/Yl8q/A5yXhPgLFKXOznyFCWn7GpaX0qOF+ghoVIl9ohhI/WWIQhAuwK2xCi8OQ8N6ELx3GXCwXklzi7iL0TRLc9j2aJGWFy3l4RI14GmcdPUEdL0Ylq2Ou+0UctXTOUlo0NmIYHT0xTq9JRJfaOR+TFiWnaC3QmpqCFEG/Gtmo/TLULsYo3h4o/H7j+TfCEJ8Kyh+Sj3cP0xopWK0ub56DguE3S6gXp9iGh6Fxh4Qy2JcPeNqemUTLnboZ9RGEn5vlBNrbOBT0IgafY9hi/I/B+KysR2JH+BcrjF9ItS+fYb8IQUf5pDPpoSOmN7mztGKg66MDVabVNtGNhhlm4XBPBteaEtl84QWGttB8T8Ghfks2eptnT6ENlwbGv4RkiEdrbEtGp6FA2a32JaZrTKcMe7I4cxcUUhm10kdYxN3MSrN4H2i/wAA1JTd2+/yKl9EdkCdK/8Ak4T/ANjE/BLhHO7eMLAvuJRwha0NDWGQlDdYhHhkEilw3exCR0AsjLk9zbhup+Rl3NDexyF6hPZqFmWfs2Ejosolj8UT435vpDWGTUFC0p7z94pfBrVH2hDmi9i4cxkfI/Q/UJWsSQm4U+nR+RDZHrvoZDy8LwfXbwkPmL63YxaTvwX+j/d+f+WKVQc6nYtj1xpfTKH/AGy08C4uCYL4BC8H4uYl5XhMh6ElFyIqEpQYnhuCopSl9GzgiHhRVRtjS5L0MKj+AwcvemL+pkGQ8H9kYgyr9jt7bGesERf0Jz6Ys0Qck3aKnrwtHbByG52OTLZ3wPTyeGxsfg8fJnIfQfPwUvxL44dP5djKQoOkvgJ6s5+hWXcRtwaCWh5XQlCymlfKELycY+gO9g2cvDNDH+wGUjyv4yzCYctpiufvG5Du4wjRbxRrZB6Wjlfo5KJhHDkKRvoR4ATAteApy4NE8Usmkb9CxVa4EjSV3RPp/YxHRb/oVWuOC6abFui4JRxb2aI/iUe0MOQ5YCobOKHlofYNPLOgN+kL/Z+Ye2f3iHv9DRZN/ZydexItCZJLWP8A5gsijjwJOP8AlOe/9jaCCw0dj/VCHmMNjbJijzQnofcCStEbHIvcXsEjs3bGjOVsWFOviiP6w5nXgSJOaacCjq8/9CmpTgWsdjUbGxKDPjn4XPQcajYmEqJBWp8sUEbgvNCaLdOMUlDrpjlDkUf2IpZ0mcaRd/Y5P717Nz0ebHl5vCppGnq/l/8Aga5Jvv0V47bef0b0fsdtEd8GzJhZfx7ieL8Cy8PxKL4S1BEE8CjRHT9E6N7glSLK4rcROg1damXfaHU2ng52f4ElTQNWcjkAy0cE2+4iTGaFnDTQ7uEho8cNW9vo4CKCfHwX3nZDVB72IWnA+n7G1Tr7pvFrwY/F4+4uTj+JMITzXi/NMEPsR99kIZ8Hb9ij9KL9/XghC1R6RoYyM/7ENJoTHh8YO6ucWUW+D19fZowvrH0t/spRLSyuuifI/gS8zkpthUdCGLypToWKn9akHd9iu6BV89GLHNTQuRJm5bweiiEbEhjehlB9xmexO+NiUv7SA1csNiDDJ79dCUdVzwI0aHt6kGeOkHvkiKkHOiuxq0ISoYh9wRYUERdGP3n2FexnsbqNqJRNj+WTS7ej/wCjwSD4Js+6jWzEd17JI3zNj0GhuCqnL2Q7f2Jh0ljSnLYve+AbuLWdoeocUbKPTGqsZlsgE17EmCBAqS2Xb49Dm9xtV5ozYmE32NjSfBwU3x8cnqRIe3lDNJwg3urOsWPrsavBkXhbWGIQvLzWWvgZr2HdW0N0j17OAYTcvwMOdEYtbEvuBe+Rxz16E7kr+V45CR4YxXr+x1M32z2hLsh5L9w54nhCEF4MN57F48R5Rp4sfh3iG9IbGmVUeE8QCasZRBd2yhN/IpEveyMcPYxuDpsUzXSUYl7Ln7IWR8MagPkY4R9fGfrsWaIghIm9B3Y0NLgbJJ+RTfpRuhKf/Izu/mRfo2ZwLDwZcXEE2/xh2Lgj8ksYUb+BfBcLDL/Z+hk2DexpOuRKWd9EHnkyj+Cf/AkbTx3H4xSasDZy8JRY5h3XPoV6ELewxjDt/DkiUOB4pXnKw/hhIT5L4L7haFV9BLVehm0xdER6HTZpaouQSFb4GdUPRah9aGdLouLJ7DpqiIRBjIc+aBaRGxKtiNfguyZ/a9sQkq5UEVzA8Mp/SD+YiVBftj/Y2+8Ni6ieuofuUaUn7EYNweii9PKY5SDHho5oJ6P24jZ29PohRf8Aon14G9BR9Sl9FdOcVLg8HfFNRzHYst7GkdaZ0C9UJ7JjUKMgY3PAz1DuxcokjVE2GkveCX5R0xwcCUtRRpJ9kjGk0Ri+VL9D2bNAj2NDYy+ED9jU+Keemdo2tK3zmeL8OdVHfgN33li/O0eC4q2iF+EfZo88RrX2LapNviKDfF+B8rBNeRvPfneVyJ4sNlxzEiaHBLDQs35HTuxshCDtEYl2NpppGhj5D8sGqaKe32Vl2OcDW5IrCEemIUhuSfsZcEman6sWM7NjYyvoWcYkpFQsxs2KfoYSbCqV8D1iX9HFNFuX7V/0NUfrwYx4eFiI8ntx8kGiYMRicEx/EvJ+NFX/AKMui/oKaZt1cp8FWoGjdzRtr7wyiZ2ZYP8AjDtvDMTXKEowrJi/+Ie9fkbmjQxwPWgzs1BteuhLQTwvhTWuH/CWLlvxkfeiYu1hCYxmiRypBvtj7BGR8MVWPJ6ZywQ3MJhGx8CEhIbFFZzL+4oPLZs9X+zRK++yyUaTQn0jP/t/XiXsTTy2PMmNf0OReibqrp7ZfOX2JRBIxarsaayj+ksOyGt/W9FFJ9sUxOjhEoyenSSP2oauPlT+8URpiQncQuuEOKv4M0lsdbOehs3Q64Rw2hhnXimP2ZPVpDRDWMYw2EybXvh9DSbHOHcMtUQ28obyxiMg2vXAzs2IYMh+DN9+JdASlz8KxcX5E8r8S221/wBF9Sh2tNNbRSdH22LtLfwvxE8nLLF412ch5UXhcHlawoKGMCYzvWNapv2cyWF9Z+AB7ifsc+sFN/Q/qmyaPZNw48HYld3iJieiQnb9kW16GSNmm8d4Z69ne46D7w1sSYhE0S/IchEtu2PXf6D6GWGUYx4uVzr9j4EI5cUpckejY+gj+FfEhatdL2PfZJsjaI20QrNt/RSuCtZadYuJPyLB7EsDUkgaC2lwU2rkIWH4YF8mhiEuWazy+WPFy0VkT4b5rKRob8k4x616NBm5DvCtwjTvKfgbaPzg0it6mfmkVNeF3IEadjytj/Si9m4lfsURSBBLf9B6Qi7btIfhqFF7D8sw/MhoQtts3ZQlia2IaX1DTTafIh9CGm0UF/8AKzVKC4IJnrUT2Ji3vQxmfNosyFwJjpIRBjY3kJpj4KpB3t/YjpOhNTKc+kOQ5zehzUtborYT0afkehiCcDWUTD9vBhXJjbOBLtnsH2D7FvJNVS2OiT2js+g+MK1vCL47xjTPDPbDw2LBy+D3ESHNDQsoYs0VIX38E8UL5Xj8MIk0EVCFsxcnyMeEsq+AxeCK7g/M2sG/ByNpGrg3xr2K8GN9KxA+0V/sYQU1C/yiEyJLWNHnJH1+xe2kNpcnIObb6ZZFLzmniLP+hENoX7hQfNG12O3TZ2EuDuXsTRwIy8cEajkSA0IqJ/6PdsSpV4qM4D4dH0PCHUTwjLxhCHWIQnivhRNaUV1wI/8A+NGlXsbG+El+BNNaV3SW9NkIMgsD/bJM3IlcGsRdyy8o4CeyDY8wnpsbDGlc8+S8nlYhovlM7rjwFNyfTLrCcY9pOxosUVON4C52X2N3FldJFY6gkiRtsSux+hPDEmdos+6LWlDrbYyjV2Cjs7/Xg38KcGG0y3E4PnQ/oUfsusFpK15+xCvqSGb93b9CUouCYnJrXsfanRJhvR14KHIpleLGX4WTOOFwKU/boVPprCUVE8hmvrdFXT0UGEf/ANBE6v2JT7HOxw+2x9m8OAo0djRaQfY+cEc6H4PjwXnrC+wl22LYSeFscnLyTM0HkStkNP0hZkkNSfvCwh+E2X+r4ZmYXyyiGoWleNrdwfxbHg8IQgl4NF4kXwfDGQghawTGx+DTIKar6EckEUvZB+gycEZWeUW9Lg4cxdW7EXZlTiuyY1JuUf0sJKHIQheiGu4UfaJMUXEJjvchs5nEFFHAaFlyWHydmsd9DZMi2vZRYGPDoWmcoYUbFwaNDZEyI0i4N4hMXzXw09Ln/YytKG+9Q/oTr2X0Rn2QmUf6xkN4TE9xzY6bZAetFhmpHtCUp4HB8hs3WWfV1hfBK1y9jCtm9ciCXA5ifxvxb8JiEIQaOR9lhQFsPsTRwwYjuF/tlXA7+0qSt81CRok+DY9CnoabP0TRt7ImP9sRDP2dsbEOmtEdX9x3tmP6P2HOISaan2Jl+voXvnDY16fHWF8SYwuGXY9SEcwlLDrCK1CvW2yTfLksx7ZEb7gMrTHxARdnQpRNsRYhBPA9OAxYd9RD/culQlyKfQi37ekOdD0byCWNNAmB7Z+eE7ZXI1RrsZEaNwQ+T2NiNN7wXoRyHsNPx68+plVpj1CZMY6fJJ4HLaE8Ee0UvUZyiVPCEGIShH2fAvBCF8j/AMMIhtCSZXHjPK4YeEhNi+Lj+BuDevDdkkGMoiFwzr7s/AIhqHOmNYO0J40xumzcMWvoXzQXsqvDg1tF2UuOhwBf0JRaNvtD5OQ98xLrXDReQxbg14ZohzOT8Y6DopcFspKOyGiBZS9MYsLBvwfI/GBvHDAJC+UhSiWJ5L4qcX9xyPP+i9Mw9W1SXsiOttqpCtwc0K9k+xNnLNVYevwM5DQitsQSjGPxyvIWK4c2PxrkSiiymIts0nAjFT3pHLDfbPuHsRWpCexBFg8fmqQlcf2M9T/sPeTnSrL8H8lCWjHycs7YlRexbptaJjfaw/Ofs4n2cneIejOrF0QEVvhC17xpLRGyIqrYPts2vC+xO9k7YmU/sWo/6IsP9jZ3SEmad2jUOOxZ0b7DTZpqP408M7nMHpHKPYlFn3L6QkQkKr7H2AT7GPtjIYxz4VvKRAebZwjrEIbuWbG06T/YgabgtIRw0H+stlPoLohRbgmtpVoo6RCFa0V9hQJqiGJ0qHsQkZa7IyDVjM8aUYtyhbGxlYn2Mfki3iG82Yn0Hn7HRs0CpFsczF8ttD+Cl8F5TxjYpbZA8SixRfIwxYILx5j8mMUZctopbbZJNkZvENaF+MIIQSM356D+35Q7wx62NMTIH2Hve0oxKxR9jksRpfYWRFR9oje0NduSmV9H2Ma+x6dnS5SpFh+CMeE0WFij5Y0Yw3hJRYf7hj2PwZwDbyuB8MRZWEiZnwrK+BOOj9l00Ip2522InXHRUfSKafgk+sUiWjT8jCHT9sTR8jT0wjidiY1JcCq4kV4kX7ntD7RXsorK8L8CcxNqP+GesLw0aw/NQ3AzR3irGR9z0hJn/wCo6R9A3RSRWxOH9g9kgmL0mVzV7D/eIc6r9GuWl6Qwv+zb8hR/qGuaV8IlZ/RR+hNJr/Y9YvpNClyU2SdHAdjttd7Rqf0foek8rJJDDaymOCbRSIVd5kE06dRoiE/cKb+hOs1IUldmwChwZyyaIXLPmDFYOBjRwQdEvYZJXwfhlwLaor9wz8+ztZpNCG63uVOFaOYFIkjR6EfciZwuCnybm9/6NwcDNlmdjlYty1DTRVKxMbKxig4PEYtTD6CPcHQ3fPktRVpIuCeINnJdddm8bT+hHwobAdCZWIONrRqoN8S+ZoMUbFwsIXzFggsfQTD+JNiviSPoIKMJ4SgzS2FGvDForh8CVY02LTf+BFEL/wB7Gk4ZPGQNMezeoOqGwTJ0qO01vIP/AHCUXDQPhjLn0xnoDuMflBtqCF0hyGUsmi4UeGPnDOREODXrFEPTJrD8eA5lwuDhBrQ0QSIQY8UpS+S+TV8+hyj/ANiREQpT2JuR/wDQx9SjI/chq0PQwkcNo+4orKy/yVyjv4IpRNPK+H/WKYpERVRcDIqc9mxVkfsXZf8AxD37BUm9iVaKv0O29y/KpuUVDynsj0T2sXtkb5fLNAuw9cn/AL06Gs3CjUSMDelhrUjvns7fQ822/wC0yWrv8xNPsJ+hxegoBNryq0uuvZobV9+DdDQ/htA0lMx+/kT2JpeyU9DfobK9k/8AJ134OdYtDGxdY5HFCcEk0eP90VG6InXvHffkekb5Mu/sKbfCN1fAl0LD63uzhlqBugbJCWhT736Rxt38D9rGrscXQ0U1s+zbNEisloDUc9iFp6ORE2+yG4utkZzgSFb+no7s/Gx8jQ0OipBhBAKbvQxiuwxrlFGISJJP2IPb8OZDOA+W2NpFeNKOnoifxr4UpR+KF8b8VcaIYxtDKU2JilGw0M1Dsj+hmCDRRONAgb2iH6sQNOJsQkvTPpEc4cjfbHziH5AETi97EnHMtPhkHQtEU5UUt30xx09MdTJCEEiEw0RnKGQrFRAYhL2xQIg0OXIv+mF8KclmhcHIuJiZeEeZ5Lw0aNGiouFFKX+Bf5D/AICZyR4TL4TDgOYan6FqEaEuWf2qxi7HH/ZDaW0TY1pe+xxrs+6v9I4j8CxBV6bbLv8ATCdEtYCjb/5HUvLgkHDN4hVW4nLLxLnoitL7a2Ilpj9OhHoekcyqnAtcIZJbcHW+4xtcY2uNMZ7pjWhbITFEXGTzhtnLG8Ox+hlniiTIH3bOQqGSw0f7G9E59R7Z0IWhoiGxWlPYzxoZ/sQJMkXYpi/6jTvexeUTpPydEQog3hDfxPwfrrHt/RDw+cGcj/yHcwucsaPsj9nrY2V/sbjPYSaNHcrHnBBjY26bDV7wkgm7Py2Lzo+9BQvRujmE2XC27LMNUTbcQmQqFHRZQh1ChTEyhK2R0GvJ3EQlcts+vFrxf7Fv/Kct4IsapC18q/iJC+PgPC5zIuRqNjZS4MUUlErQre/oekRoT9mO70lQ9oo32Ii2sGWxBCtBFvN5eiEwls0kXq+STZ2LG9cVg/ojXkLVcsSPvy0zZcMvthHOlzPNqjORJQ0P6Gngbo0ibGyvQ2IgYOE+hDNYb7HijxyXjNhonhc7xCIp8IT++M+QilL/AJtZmENMrF8Oz0+zb9BdNjaX3wb/AIDPbz+oaHi/0CTd32aD0uEabzNjt76C5cw+cDz/AOh2LtjUkXUzfoUo936HbYmvYxjteTsGl6FN/ka9JlZuXSQiYlBHCp/5gx+dYw02aT9jJL6YpkWi909E9YhDgWxry/ClGiIKKP34MYQ2p9h03150ITBPQRouHhsth9RWwopaLsZi4FzSgw+SKT7HbSxg8HeyCU6tQO2HUhNoarYja2N1AaLQ1EA9eXsd2xl0fWjnb5E0jYoCUnaGxNavJV7yZw5Uh6Z6BOhR7G75fhuyUr0i6Lga2K7YEt+Cf0EAb0npqYRwdo+D83hjAXsz6FeAIQDmZJOsIq3wVNF+Tb5aUYheJ/AkIvY48KcxMpCPWN0o3m50JCi6YiWymhrnQhqcg3wxBDfM4EFyJoRERZfZC/8AYk0xdyJY2YyjvySftCcXeKUbJu/DHJtYuI+rhQORcwrCeMzYjZZoNBFgesSnReSW+xvZwfoJGRYUxB+FwRRhDbli1UdlL4LhGznlPyLFRWViXAU1eyCKMf8A/ApmkIQSxSPR7M0RCZCdF9nLX5HNHsLbBy7wuTTV+CQfkxNXtiN33EppyX3xDq1ewok230JWv9yVcv8ARpb7S/op3n2O1CVvyNPv2+icLb77GWsB1qH0I3ZIQSE2VonsQpKX1KX8DZo0PGhjhi2PwQpD7R3jXi1xjfQ3Ga9ntCdyhVHRB8+HCFybSlpIa6TaF2PkPEtT4RCQ94130NIY13S0h+Y5I8NepiWYqMVDXKxK0aX0Ien84oRe9jDUY8kxpRfZ6LzYaqKdR/6EC7f9gghreI8OhvSEr0EpFN9m1HNVi9w9PsW8B7F920iNSWvYoiWVNYY9Fu2z8ASH2FGFs4FNciryIQcM0zZaQZgjueKNGusXw0+OH1Feht5F8t5LsdxJwbJi0bJH7EnkTa+hVr0Ft+xyV9jm+xcU+VUf38jY7lwGK7SoMe12Dt2bCnNR5RRJ68WixEkSxGJuqK8smRBJhCYnk/6AlobRIhusfiRdMRPxlZMobq4JsU/Y9ynOB4eLhMRKyHu/Q+R/FohO77ObKI2zklAkuw40I6GSKGWwf/8ACILNHibEP8gxM3C6T6FyfYGNEVfS+x++/wDWW1NP/SEO5mnLfb9kiFO99Eb09ej/AGtFmttyxbWM/qtDZue3/wBEU7Zpn6+jetK6x7xIk4G9wG70BgrOEUpRE2UJpjdDf/RuoaXsuoyNc+ytFKMpyiZTsrxCYeCCQ2BHpFDUG/RMJwbysXsS1se84VvH4uBC3djZoJbbFw64lyxPtND2LilZ2gk7DdW7Jn0Y3zotttodOJwnAuE5YTaw/tGiGp9izNTR6HfUy4uIM/8AABCyJNieCT+xpfTg9qBZugpqDKfesY7YraG8hIPuDJ9SGdYDIb9vC0h3Uy65UV+jGpiDQ2lmY5NIvgifGt8n1HsH5DRuhLC+RC7yaxIkw+8XOrybKiQh/VteREj0I1xNH1EIVAJscPaNkuAsCYxj+bkS69m49+GyOmUfRBliEwj0oq2iEIQhEKZvxLVjfrga2XQyOT8krb0bCBFRlepoBNYvKGvCEzk9eHhtjz6JIigbwfp7FvpLoWoOTGhG3lfs0NIg0NYMNCYLt/8AwEfojzcXxcJrxV9v/B7wgEDVwv7M9fB8PZoRpfZ7E9NiNtv/ACObKxWRRCYl/Y8vRIcDZvId7bIv/kartuf0KXL7Hpb6OWGbxRuiRMInInDQg9LNoyhO2fsU+xpopcKC3wKXwizS6KhvO0bz1hKj1C5HsYnhCfiDZkJiHsNEiGUdnDYRwRf+m+NFHo2DY7gncSoUYsoTZNN2lPWnsQmmaRjfwNhB45Ho/wDCTRLnwWE+4Pk5YhEqxTd2bahWoazY0miHeR+AFB0sa2wmFb8FpCpGkYuDTWHuRIkyvihfIuD7CvYy43RflXBoSREKIauxXQ5d8nNsNTLYk/WFPeKL5ARw/iY1WhwzgoW9aNHsiBoe9ltGxTdNX3sj74tohCMssvprvSLIhomGgxvp9CYUpR5tC3JSieaUpcKXNKXLQLtHIVeh9DY9im3wEy5dYzba6Oxpe0+h7VYv3MQtyxxkxSlK7Q2GoJnI6KFkRo/rFRDfXBsT8jvUse14CsUQSsuH4Hkcv+ZuVtleSLdHrBL6R7UNnXGDXEEkP2hzBjXKEqxclwsdOqSDyn/0dG0bmf2yEHt8i3mTr6FRdJDdwuxXc/bFtFu9iU6FPXpLaG6pJ0TUubp7L4xJnM+ysjIi+iuzgpS4IiITFIiyaYlkdJ/ke9niyj9kFafUMjyNNCEiY3Gj2dsdYaCuh+k+krpCBpN+C+6JV0RjnsqYZxJDYaYNS2mwl2fY4lVYVEHvB4OWp/3QWEZH4CPHb2QTFumQcoto/wDNEODcfeiwhg7DTKx9mapwh/8ApoWxiX5ZqBMZ7EG9ktgQxCDiEfeb/s5Fk7bjf3ouHQpRIOOhphQiORINWaIOCEwfTHTbGp1iE8EIvx0r9lZS+C+RcEbcXI105Xo+gi9vR9AwN2UZ6Bkv1EONNVUKJM02cDFlJe9nMYmNWQgkRjL3oSm2uHsvThkh/S0/wJTq4FONFWVh6fQkf0WzKKyvC2fZwPGYTCLzpcUpcUpSRcgiW2N16Cr5kfAj6ZX2aE8Ji/Yz1im6IRlEySmg7EYta1fYeCMIVPkYFu3+h5r+GNJwPuYVi1ihBiDWDn/wN/lqLXhThwwuKOUsoTbSLCfsJdiRH2/E2RG/4WJ/+AKlpCWZp9ixGgr6BtaSX6Efa5E0lZFn9G6qr3+B17dUuvYkd+CLRqro17KVid8iSWDfhyynEpD2cb7h2O05LTkvtEJhG3EVU3B6fI7UEOtIoC5JochaEx9GhSHbIIiEIEhorCIkXVpDpokO6SYmF60Lk4xwi6HwKl1KOh05EJJCzhCd4s2qNiCRMvLVOk5CC1aG67GIJuTIxp2Cm+K8CkOT6PePUE7xoW/QiEh2j2SfYmG5yEYlWybtEGIHXWfgjmlS+yK+WXNMbZYbtt7GlLtkY10U5JXI5RQaRcfg2yywDwMSRwPyLwMQXxrZ+ZQ4IQmV8LKbC/BfqPsYtGmcNMyYE+xQO2NMSrXLaHVI49jXRttWHH5FInDJjcDdU138MQiOUEjRBaPyAo+8LshvsUV9eVQhq8eS25jubbHvzvz0bKNXpwcYU2T7R6izo/sYcm0P0hmw0PFHrhFF3GhHiMbE2NUqi5qv2Nag42OFD+9j2IjLaxPYbPsNwkI5xSCEekLcN8FP8oslAhvKw4zyLHFGiRp+QXwaSykhCRVX5A8oK8wnGjif0+hPaaQ5Ls4T3EOQ9ooRZkrLw0i+ahDOg+iik1wqrE7DQ14FMPvzPTwmxjexCGjUEN1cjW+2cDZaFTNexlgvGHIlqYVTPQ+gYvhxG+PhLvoppTtxjqtZcmENnilE8PLLpXRpCSRU3ohzglwG+QQbw+p/Q32aS5QSqcnoPlDeH7gqRJGs8tDWvgsKBfW+2Lp+7F0w7Q7P9hzk/voY4vpSHMNTn0SS5+3Zq5BCNiwOVg+BJg/Y7E6hD0YivPsO1MRDpKNJppp4pS5QxwLgdXWqMn8K1sood5uEL4WJVji0jiNwZR1C2iLZPaYrebUSFcwclKbWjVtezd//AIjHIbfsfdbJB0xVDrFdDT6KE3b4di34Yr6Diw2HAunoqZRXlLWE8NZpc0pfmo2U5G5zvZrbQ9qticJHJ0WQiFfgMMJbF2fbFuG0uEL1bikW5wQ2xv6H1hGRW+jft8mKb+imxbNhV3YLuK5obfL2uz8qLRYJjCKIaTl+kehf9i2qf5FFpMZUk/zLxzxqkUXk4xsOj6wuxh+8rUFr3d4eVE1krR3+kOb0UVyxNr8IVZe2oIZbf/oezfbzbZvzW2QaORxCZyJtDEiEPhji5c9RdodhR/sNM3r98IWUE+zk/wCgnII9CN26NUlP+BsbL0QSL2ZLQUNaf340RyIS9sq1ccBLTrSPUPCgkYa8lhvMgiYthMU1droSjeOgEdHIlExPMtk9B0dNPQhSQ5UO3dkqRZwMuApSYQ1K3h47GLlX9D3H9zkEmOTYStcexJoGHQ3FBkbbHBcn2wI2xaQiHBMqNlhMTjDCJbJ8uaHCZxETHt/oHUYvBYOA9fF2PgfkhfAttsaS7wxRtBMSqPBs6FUJa+2hYB7E+iM7421oa4KUGKbNwybb6OFaeFzwSGS+jXqDXfQiWzk552eVjNkmPwuYyE/hNlx/ZD6HUipUXsGrgbqb3rE2QyRIqnLR3EEuKh2Vo+kccls29IpptQfN7v8A6Hw0vyN9iHZBV6KsptuJN+zh1fo9D9o1fsdENlFhIIK2cxoVWsGbIQXb/wCb5Y8RHF+L0hvEaZs6+/CRRoTr/RbIxBM8V2XY/UctnUq6Fr2q5DffhR5dERA1hvBEuNhIzZZ5whua6EmEm2L+xzEyCVtK7R0mdCmqD3zR7D9jatA0ye3A3/UcNo0YgoWaHtCxtE4hq/FVFyNPlih/RjBtt5e3jvwWWzdmPyQ3iYcGw+hhfcj+iGwmcqlVGN1bfHQlrkaQ8UosIbKl29/gdwOlf+hCSSRHRNP/AGLQiSjVwLxrauzsNnBou5HBXDbawOCmIYZoca/sXvWNOQfG6JUFQNgSonBONT2aTYc5RnQX8DWKMS1fguOXwEL4vcitxhhtCtMrL2EoTlDPvTaAjk0toURRineHR+/LTNhr8i9iZsdvbKv6jE06ZGHRK4KSq0LYd3suaZYQ5DES9DhFJtFKVg2JkbEFxcqlxSlKXFKUuKXFKUYpRsdJ7FnaQJvgZIbXI9TodRRRP8SHloGPBDqo7X9R0xH6YtjV9mzfhoafNpf7YqhXI21ImO7TC7rpovMpOWNEV+UItnvRoP6LJoRsTE8OCtv0Lap0QtUlljw/2fnvzRp9iYvlf5FwQkJRMnh0lGEheBAkXXrHscCBtf8A0JNm+RoeBJfbNRuxCDWoQjS2uBq7aE6Hijcr9ixR0MYltYqw2Wjwh8lE9FwsOsGbVD1TOYY3pTXNpMonXstnHyvse5w+h3y6N7HGsnh2i7G2EInWz2cZrwxXIIfsvTkg/I33zEpCwjAx6cIbwsQeLryRkDOj0BmkKVEk/om/QbIPsiUHdXCjfgmURRMbqaWJKWsSb/Yz6N7weqdNgxrmCDp4uQ9CwuEPzGB29HYxTlpGwhNciqsLjVMMIgsaeF+MODc0HaRj3ODDaEMJHi+D8DYhB+g3hLDb4sT9Z2h9Na8Mu7Q526fI9KH/AFR6HMSp9DntbDvZAcCuJsRehDV+ISQi1hzM5N7XstKCc9IXk8bEchQKP9juxF7YJN4mHiE8EvCE/gUueWkPj6oVCDh/QmwthFDg/sIAmR7M0lLhIScnHKS1rhdi6OIyE9uLtiHJl+z6f8DT0oR8v8heL+ojdI5tP9HSbMrSFPF/BouX5Farkg0/Adn6Aop6+zP98WJeDHimPt4PC/i8Yp7PCJD2v0P97ERgTCJH/JeWpxF7DRwF7EUohI2bHn0EpCQRX28UriFq/P8AInaNNGi4Gsb0N1sfkOxOyoWk5FcAxWGQnwzWCwYS0PKwim4sN7wnspoWL+rKV47SvMFKkZRwzcBR8DIZe+0P7Vf/ANsm0MPZLLYqGEJfBuaMovFEmhLbYvd+xdjEq/2Co4E09C9MLkvpc6DMeU8aY1BvFjVyKY1gg3ei2BqiV2NisTb6xMXKzSjF2Rx7w4igkT2bZa0bQyhoVMSg60JD9sZy1gw+hBdxLhIo0igkS8DXqNPgJPhHSQZ7GZsVulZuGJmsrGCkqMJnAsXiD6iRLXhvQN27/Y7t4G7XmxGhQaEoX0xkK0+RmnySmAph6Gufplh64Eoj4aHN4uhOcj4SHkLV9qMW2p9BDHWvZyaq/wBkNIXQxWha12bwnHSqYLyh6GJGLNa+EIQhCE/hTF8WVLzEiIkSFXF2Ja2U0ifY6jTbEuOSjibHQ8cfY4r19shpP+hLBhl0/dinQNNzoftioB4hu36IgqIkbc9D/kLWn/Q94uT8SGlvDCW2h7xWmQXi0UQhd/HflVkVs2TdDpPw0INVmhp2WVqF/o50f/KKjj+S8exp0XsoBM8j2v7SPb/2e9+AbH8XYXtFzz+ganqfo+w9ksMaHoKEXwW2bV9KalMPGKTYTMaS+2JOkPSID6FwD4ZyYwmX4VlrQ3jomH4M1OQ2WqOmTH/4WI9CBNIQZfQp9tW+jsb5Rscj59mhfPoe/RDbC7H0Lm1Ytlcjb/QpK+B19ZI/EEJtTLUhDfNKISMTRSlzSH40dhBltyN1wS5dEz6g4wqKJlKJiYnlMujjgatNlx47pRtjEN0hYqa2h7SHoc5tB1CtncPsVjrnRfg5eKHi5oYe/iuE9iY3xqLDRBbYF0xdFfiJS6CUJiIMs6u/wSF4aFrVvkLk5IbGq9hbTHJeoeBsYls3JqT2OnXxiHONFhso9kQgbMOUNu0IvnMQmJiYhPCE8aNl8iQijnCOo3W2Ni4VFAl0bsLJMWu1N8w2uiUU0JNEjin9HQwZ0jlIXAWtCdEH+Ui+8XDLdC02Jt2GqShSNoU+BhfJwFoXhj8WPzgI6v5H+xvogn2s5TWR9CSn2OEpU1wMRE0f0xEtpR/TGRca/kNmtCaCKJ4ZCkRckSEkNtB8iE0w31i10fYhzyIulhDCexyhWOk0RwHiYsSW4Qh4hMQmKbGpzhfAx5RywSw0QVTHpFfoi9cG+JwPRxEW0M/Yap+TcyQ2PqLXMF9HgaCSJMHb4EUbHP8AWViLPbEbFRRuI+znjh4vC5uXh21Q2fOROMStDHCL0PacD9BV4EIWCKZSlGHoxMT5yxRIVZDYtdju6Q2hB10Kp/QeosfcxtvvM8Flc+bWGG1MJ4k+Bvxe538FwXI/rJNOhSH1sgEaXKZE9o+5LaGY2GbQtstNDH/TxmwTUHUI90t40exqRK+5UZwNl8YaB1hqiYnhCEIT4J4VFKazfgZRe3RleJRt2yRhvExcrjhlHoWwNc+BdXCTbSXLKP8AADvqh8pxgr7fnWc0nNNsWg0TpdjtltCcIaKVCQ38KeS03vfsd1jE0x/xl3uO7zlkN9sSHTd0XQ/sTduSnwzmboaTeA1DsWmji4n7BpXGv4yFTFgF158B6MSuyJtL2SEMiVXhtmOfkIdjcWhmiiP9MXYkxohzGxN4pDaNY0aIhkIOBtvwfDGd5IISwYghHI1kUJFh6d0f7QlKuiLsPpp1eBD0uG9ybe2ymgsrKx8Jtrg2rHOITFE9MEKa6Fv9vSy2H4Tyuvh5JkW94JRJGhNF9h+5FTwQbEyiT/Aaosr0atiDjQ8bG1hQrj7Db86P5thQNaGITFXI9eNLm4TGoufgYWDeZMpjNSEpfDNkaG76ZAe9ou7V2faCGpFXPOIlhoKs+VKbLBKo/eAhCYaF5kFgmX8MIQnhSlzMTwJNehOnkcnLE8GhDRPorTjCBlxi3y6L0PDZ8dxwaa1E7lWxqjOSmbD/AIDHvwo82Kj3T+RpGhjThyf8XlxC2Cpt8jFQm4U/u/6XyBGv6DYtG+D7Eae/s3nNcspaNhOj2hp71v8AH4TdDRc3LE0auvYmtnDCJ0IobDbWHScWEVfY3BdUfpwTBonyJCqjb+BSnY+xvDVQtFFKUuaiBhvx5FzyOWOAifCRQc+iY4Q+Dxn2cWuE2/2QWNdH6G2t60ikSJbFWjHh72N8CQv72NbCNTDQtV9iMTHrsabmMLFD8LiZXxNaoobpC0lgqRY/afcWPQvG90NQlGwk9x4iw8vuGiEk2KlTNDhrEZxhfP0XCxS5YqGx84og9opSl86XBxkuWKNfb/8AAhd3B+LnhYl4eFYr6YhDzD7iOGisR/YKNjWD1FRozW6McTsQeDcoxaPyaavz+i6XKEzMITCF4v8AgPBcLhRfYzed53iZaI/AUUXjWBmimxt3r/6NBTZBjExcDFG0OwbqYlMbNgymUpfFfF21N8KREtsurqH21CA13ndO/wDosI3+A0H+1/Gh6icCJbY2PIXQ62CbrPwJdNfcHsxMukppk/piENx2JbJPg4DX7H/ka7LgmKixBiWD6egyKzY2kQUob+i1yQ2nlN3DpEUG8KnLw3PMGxDwmKUvyIpSiyoQhPK7KPKaGNWNCX9g0cev74EsJAk/8HYSquFN7oQZQpGwrbiTf42Rroo5nvEHofUjOqDbtRJof/TCeVjXnA4sr4FbNEIij/A7zfBDiMUuxd7Fha8wUtibx7Bopv8AoNiSDY2Xyvkh/HSlG/BMY7vC+a5ENC2J4Vg2UXhBimNyto5B9h9fA0XtwN9Sxr/ZiXOIaRwJjEka2Pub5Rbu8wGh0dp/ocecong/kuUjjjyvzwgo5G261w/IoLNiHZ9g09nJo0mxBjrSy/sSIXNxvzh18PIQcjZR86NTQ37VP6Qwj+kG3+Zse1F2MvoWRMRu/wAdWEi+yRvoeOQmscNjuexbUmh7YiLBvwP+xaTawf75/H/4Ei4WF4MUd7nQnZI4cbG/oc0xiptIe0FuL6w518LZZmPwFxhspcNYmYN4uZlPBcj0h4wV69HHIhCcFsgtmlhA5TljQcayV/ZN9DX400WQbHi2FwlsqIpS1NaNzILFE2u5H/Y7XwdNxjiNX5JliNETtUynyqNjUewnvMJ4UsXgvGZfsuWXNT1f4K0mlhGGhsHpNIWPE+Gea+O+LFqg1H8DELya+rTQ2j/ax7f7OJzGvcfo+z0hqPwQhZehTicB4xUhX2iSJ2RHwLuOKm1wQmISXTZensWijbJY4h85ml834zCZmmJiZnyTy4sas7CT3wh7qHJpv2Ur9n2BI7CIi/A5C0S0+kTdgzbwl4oWH5sfY1okohtM0Fi9CJ/wQjfRreEgMauBvc7jy/xtP65EPTTQuvAqEWl339Cqaae6WqSdfkt2PKHpx8jc0ci4f/wQkL8G8e2Ol8uZ8EuZrs6rluFwfhuX4Nfv9PkQyiXsZa3y2N1tlt0fEH7irBaaZsM/CGITt6weJhcIbL4tTFErG3mEILwC+D0xwDTgY039lWITYmEQ3rCmRKni2x9r4SELeg0Kz/RcFY2IOm8EzCut9PQwi1+5Rtc3uOEDX3s4pUb94HEYs8yE8KBJonwIQS2PwnlCK9it8R/gtHzBwQGhr8M8llHf8BMaq+C4it9+Wmv7/Ih3hplEuUO/2mi6QbqEn2vDgBe5G4vvXA4c016FPe1wIShLUNW3sKT1wyxOH46TtCfFS5uUsxtiVc7G/KEJiEIQhPOYmOLG4XC/sPGrrNy8L43Wuxu8kRFi5XxvH4QeDj9jZoR/sLa4KDh+TG+CDYWP/G2HraK47Q1b+hdHbf6ZQO+CHk7XouZ4e2X996fo47Vf0NcV0uDtJwNsk/Wz8qfxeIqHjY2/JPOvDG0fgYhDb9lwNnd49gWhIZK2cnhKT7E0xt+q+Ast78uc6rMITwgPw0SiyNZwR9YtFrEazjHDEHE1jdY3EPsteqWjY4Uf9mw2GsQ9BB4oqZzNwRcpmxp2df8ACESObiemPY8Yh9wn2Om7liKslxRh85StISeVNrq6JPYdFu/wKcjINE/w+2hhN5uKURR74wnjT0fgj8EPQjaGI5G+pz0WAt+3IkXoV8uYkFu6N9JyOpdA+ADmBE4vD2Ju21sdR8Ahb7G59eRwbGt+NL4wmDWEJU15PwPwmJ4NeTZfi2FpQUuZi+SxS+KYvw9eHFYTdI3ob42+xph9oN4OQEYhz0Q0yX7Hkf8AFobp6f7KT+1C0x8nTwmdGvoq9jetWk+DFyPQxK34Q/4vAInsf+Q9XiuMN+akX0+Ps+r3B78kqHSAz6GOWeojLg1L6E01BrZwPQmCy+BsvjcPCSxcXCEDeF4IvnNEqWcDHN4vvKVYk5rNDSVYhhnJ9lCsfgeGIurwQvhNHYdbBH3NSRm1M2EtKdO/T/0Ue19Y/MZRjTQtlDZeS1XhqDea17MtTtnQ+KfA/OdeJLZFiqvzuLi/AsV8V80SAbb1Dm/8DkcJZC0KOcHwPNZWUUNfoKTO++xinnrF/gFCEKEQYwtzfm1wa2RKtoR7Re32hqX2bCDgf4NWWYcM/Tj+NFfg9/SNJQN/HSlKMvmsLwUtB7ZDRUUvwIuH4LKH8KHhtHY4FtRLaJOREtv9MCkXYuk2XKJp+HIoV5U5BfMvPFPp8iTaf0NIi9GR9f0Ne1R/kaboqxycLaEbJeWKfOFfy/jLlHWJPQxHlDw+ETF4uZszAohqKjJ/SkrSC9ByUjNNJZ5aKLkbzZSlL41IYvlcNgf7BibFyarO6GxPZo6w88ONiUEhMS1Uv6R1/eIM5I1IisCb8E7EmGccOidBRHCtEC1nAfvwiR/A/EAOMwKPZIKHo8nkexwH5KlxoSDqkbdCrYxthvGL50qI1UPwRJh8/wAOhrr+CiA4xz1QaZx+9iZFvsaNclymadS+kjUe0qqySNnAZPFixTVJCI1rDBr1ENTwFIReLlMS30JSKb4ZIrT0LpeyqiD0JnLwng4SF5zzSbEksl8Li+VG/noMbso34QhCLxXhMpfGs3C00PIowRyU3BxHwDRjQV8lE8QUzE2LRxGNXLE+d6+vYlfkAmVXg10IqvjZWg3aSY/ZjT7ZCUfRjnnL/j8T6EkieuSLxs9I+kJ5HA2JsbGufJC5I9Yys/OZhbgIlzx1Gj9BvKIiSo3vK8G/ClKUvx9IJvRQ2ckLFIEoc/2MN3DOWl9nI9FfusvA/AZCC4KLNYhejUeKJXDE+Rz/AE/ZN3ZExsmmnGKOpcGXAzx5YDCiacaeKXzW1D6zZs0wY/JXhiJZ+QiaJtopJR6emLfgH8Unyhp54TM+HmeH/DIekVrgtzp+xt9EmO+xYCuNX5whB+DRpk+c7IR0Lkk9BIUWf48S4WmUG9iLu+hh9UAsvonlCL5YRFL8t8b5wjETNWN+Ezz4rHWVlfw+Ed2NWESkt7G0/c5xWE8Uo2PGlOVRI2nr511zv9Dt/CD4iYD7B9FYe9z/AAe6P2x1vr1/Ib2WHATD4EMag2Idj2xjjYmOh0wW3fYoP/Fw+hT0Mm2DfgscIb+WeDwi5EPopR4jNHcPcPgYlU5v0f3omvCTxDZWC8BNY5F/J4JU7xOE2jCijuUGzQ9VZ6Pv6PLfwQ0ypkDQ0PxSfOC22KszXQLWPDE0XG3y7DHh6E7hMsuHieU/i3zQhyII2GIuTgkN/cJfoKh7wpUUfjSnLXER9Dw45Yp6cMTZPBj0BU9eNiNNonV6ZGoSP5p4JGg/K5fjfC+U8FW9bINrEHBv4tHhZfm34v46uuRKjRYOVs/d78BBdKG6NDnwNcwh9iQuSsm4cGck+dVcCfH9mWBv5/uPY/khH83JBCzwQUi9nDKKkL9D2T0NOSa/AuxL+KIfsKkLTLN2jhx57G/G/PfB+DCEN1js6U9aL+gbw2sq2/oX9bHjlskRAH0J+ITWEflMCuwl6RNYbAX3t2XK3s2IdRBfgPb8pwvxOREMY3h+7jVKRLWGLrB6f2aW59jpiWPXytSvLwmaLN4Un+CQvQ1jRjvQjmq3z++xTvwvwU0/ZWEIQaw0GS7AIVyuchYf9eFMQehT354C7o3Np/eIF7zCfIlhwNlL/J54Eev4dn4EIiGdjtDTBQx5ky2cnGXheJeF+JDfkzQ0LUxFN3j8zRtuiwhoa2h9wU8mw1Go8adDl/ChCihIahQ4M4jUNEhOMEglKcnhOWP5VSiWG88fGzg6yAq2RwG6Ns0EbHQaLJn3H7IRq/iJ5MgscsENMOGU2exM2PpPaHVcw2NfpCv6/wBhKDZsUshriQ4SGqcpEZRmROIMoM/d9+Bf3VI6k25XY96CqTob/PyIHY28Uv7hn+85I9nXAriQzSosu0LEfHwC0CFWHzhacesx+Fyy/wA5DC7BMeozo3//APY9acGxNpqFqi4uIIpRLIvgf+MxG/FT04Y1H4Ug3Q0bQ6jhsEZUpSlL4XK9zgvyX+AkJ37fCP1DMol+EOm2+fs45ZDgdcsdGyQ35PK+EwvAst/w2pMMNKNjzdg33gSxZNJimOOGyfbPpwpHRPhEXYl88YQomK2GUk2RUXLQpRLgcODmTdPYuGdS4cN94XLNtl3BaDe0WVlTjojao/l2UIODXJj68Wg3xX4dDPB2V9j2bNxXBtfxpm+S8DVYbOl+GPLxx+bJP6T/AEOnPazYxM1NXIuOEvjGigsPDIqyfofOvs+xvAcvqOtHCYncsu/4kmuafY+jFuD2dBc/TJwg+xyJ+wunsvjodZEEyGyUg6wPxWYT/BMN6MQk6b/JLZdw1QI/BazyEocotV6ORhNHIpoqGhA2UIPFaKX4oJZUvx8fwFCue6P/AOJGCz1y/vFIkyfZ+R6KNvE8XheFxBFHneZ89zxHAcxrjERdFBBKLIxcG1gYaJFfglsLgTCFwxRB8MTZDgOEjTaZpyGOC2Sf0OGqQK8aG7mki7TU17KkpX7K/wCFevQxRH4OQmiousryTD8wQii1aWi43Q1/BmV5pSgyEEIWH0UYuf6jfjTojt9ulw8lil1hVHE8jMCKRKIqkhtDDwNR7S/0PzObEvsahtV34L8nGClcJr/QmRPoYW/cnm/DkDQ0KQXcH9oREw/5c8p5IQ8THuvv8h005YVJWqovrLzSkRLfCZOB8sjs7F2NbIQi/gTC0XzuL8F+VW/hcib6vXheqznBKfkncaDvDGzgfJti4g8L4mTyvml8XLFRNjQzZMQkDxCxMvIZZqtDPxkcUUlciNiVJ+xQs1or2Jv/AAKw+2dDIuD8GPDkvjXOJob9sShGirsVLqMpfnnxI5PwcmELwGG9YeXg53s/3o/1imLEq0LjC2PHMCCf2UZFksOoekbZMN1/b0JvaKP7PpxCi/j1olXr/s05EbRcdsc6QnwpWTRt4aJxhIti/JZmJ/MQiCz0DM6DF/fZ2dWz3+ilGKU2Qg9hez8UCkOGan1gn8i/wYTMxMwam19nwEsg06LmHSkJ6DPZydj0N9n6HsZLS8XhfFcX4bhfHovBcOa4ChVEBgjM80JE1Ob/ACDk36HwMbNQxjRz+Rvs2cm+0cyn0R2AtWmNcn534V8aF8ELC4Ll4YzjLekL+tkJ9uDVvzhlg78R8KQtg1RsCwU/LBhiCOTA8voF/wCHKT2PhtNFP4EENjvATyC3dcg0+nw8Jxlo7jScL6wvhknGJlIZA86+ClN/PPkohEzMPfci7V8piThG/wAjDjK8BRCFAH7HAxTOxdjafkQjKKKJhsK4jwhv+ZCEwjBEqbGeX+hC3Kf3wau/7Ht6Ubn2fmekf4xK2X1wjepRr9D8WT+Ol8bGiGzTo1LFCFq3oqxGB9CZbC66WxO5YtCEJA2kda/yC1P2JFi8HkcjGsr38tlMGSV0NW0S5EiEq5/gL4HhcnisLxeHhefoRX2LenpMczNQhKIpHpGrmKILLpfgWDcbeKMNpadPGPyENE+FBeHAjtjWh+Y/eOiIFqNMLWh59fNVtjhZosXeT8H5v5kT5FleEGZboi3BUTQ17exG/K8aXww4WB7Gj8Y8d8IRfx4QhMILAkRC8knmZ++b2FkW/oelgrHaFTnQy6lZ+A5CCESR/wBP4Gl/kp2JDh8i0U6voUPDYQQapAQYZano/hL5p/BfP0zoYbCi6wruJoYORfInBstoqwhjdCUX4fFPFfE/EXwKDGLX3aFtXov6il/1/WaLs7Y0Ft7Ht+FGXXyGaZuFGRsG89jImuTNiRSLX0Mc+Ixr8t7VvBGEXkQ9hPzlNo62U7hZY7fhfgkJPGlGUiiq/hX+CQiExBl652CUItz8DY03wOWEyE0QnxX4oQhCE8aUqKXBLMDRcLkpuX/6izOfT7NexjRDdQfsfsq7YhV2UTfOfFS5S/k6yKqo1saDUZV/gfeWvoMUJz8x4mE4G2/8Eg/lSbaSWzevkNFhbwJdiEbyaI2uRr5N2NIWuhgaREREdPhS0cvmb0l4IXjdLlMfFfOXiv5x+tipvyZx55I1EJRjb+B8j9CY4XOFtlxTZR63rfkP7Ri/hplH+FOekViUipDc+hmzY+qEzORBBNwP6YGrHv8AHBNOheE0P/LJ86zwKXFZQ9T7Nb4SiJPFL4wS8GN+n+M1ioqKUpSlKUuaJlhkaDFKUp1/4F7hvRV6GxrvGmI5FFEomJRCRv8AxGjFAD4B+BSredR1hUGXOGxsO/wNG2KO/JLIIb37LiYgI29nCEQaC2LaV/7PloTLZFi8DomE8aXx5J8q8ig178bX1xfnQePPwbshsQSkFNKfAt4pHkOPDx3HIXX8Cfls2bH4Qr0J2ewtFZ1Cs1B03Q5WZoYJ6wRBavj5GMYmUQifGC+a/wABIngvCj2PTRbedkd/lrzeEUf8Gjf8SvLk+PLE6f0Ot44FBjDRcejnOCmbHrP5p/hHo+yIQyPQkJdDKSEPX+AuGTNE/G89ewpgT4YWvA8iHF+/QjZr18yceLwSwsvFMNPzXwrkangheLWXY/DZD9Cf0g2kPW8L6HMHz5paQ1YQcYYhjOLZT/c9CKrwgnYiwUCwSNuyiskNxIzSItn5OItidRBl/kF4ebUN/wCTUnj+hqofzfkVhfmf8xE//ISTiX+yjLEuEF2hYzsx4eT2l8D/AMW9KCR4pRqTGP8Awlextv4ltoR9INFS0MMOmSJDWKbEhFkQUWuQq6/gIWooFRBhFIRodE2OG0PxL4eQkniheDeXju9H7Y/tG9N+kUuHiLsS7+A2yICcPDDfgzQ7qIu3inIiWD5KPzxggoEpBFsjcTEXkSI0DX9nSQ03LNN0hx7KIzgO+IT4V2hBIllwXFvK/wAu+c8UJieDxunPzLLBrmEITxZcKX+WsrrZONgtmDNhYcxIk0evBo7IfwQhP56XxIrE3Y23/Gv8tK97w/YMJghPK6O/AuQ57dfwXwNBENIaoJhqDSB0254sLj4LKiYn34r4GMTT9vR3XGv60N7fY5hc5uE/JohQ1HvyGMJtv6wokqJhT+iBIhvK1jSSEOxobqmuxOvWI+wVokn1jd8n6YUHORBb8D02GGvJMQWNsSEJD+K/wqUqeIQngLBCYYhZuG/BO+YY2cIJt5pcUpS/z0m0S2ygf2Mcw2LwRLF0IcUhspRExpJjfDfjv89fBf8AAIfyKmrkorGa4iEFpH0DVDGNsqycfBqvKw187/0DrNmHd/6HWcoiBohu/GPKbbfryLN8XheT7P8AQ9WPEeZCLm4XImc4xvHtHA1Z+2aN+BKgkcjFKzeYXYwfsdu9FELoODrsWi4RUNpiIdMX9q4GK4aY6KXY+dfASCZUPX4OfBTfwv4Uyl8Ji4pfkGtHAvmJGIJf4iQjfgXcuUhLwMTQyZTSL6WGtPypf8Av8onsZfBGfQ8pMWuAU52aKkNCuFuBqjUwnsaoUu6Hhonyunp6wscKjamCv2O4vgyid83SDrhx4L49K+j+yVjXzKITxcJWciiVRqPxXOCwXhU4M0hdjSV0i3ZS4KQ7kOOGhGsbss8jg9gXJWnTWPlYAnBbNCm0Q8L5IP8AjOvkpfAUpS4pZknxmnzJ80+e/Ip6dLgXpvmMoaUfRg29ZabtD5JiYIQbD/nJhMQn+ZvhiDbbOiH0hX4J9DZ0P0iLQSQaCSgw5LZApjUJp6GphtTFUGj8IND+VTOhPQVcDASPZSVR0Uw+CUmUTCfm3rxXwsS/kP8Ad/yIY6wuPJPwgx0qMKWcIh+PI5eOCNkGoYzfnYfcVCZsJm0xD0ElH7JdYFa2ccob9DAamCZG3JEbKH2T4F8l+Hog/wCJSiUSfDcPCaQZSl/yLxdexwJcLSQ0J8EcBojZSiw0Gy0/nX4L4rC/mQ2RlFlD+duBHuH5n5H5YUIJGftHiMUrwnDlBCcDxonfbQ9pINHUeE1hCbjqHsnzJwYbHA209EG/eXvxeE/FD4XisLKb8Gcn+BcP1f7NGzyTp+SF4UQxvNuohV2NekNfJ2PEIP4C7kX7HR9Ax0NRASbD08VzP5aw/ivyCT47k4/5N/k8hp9nX1+38XNhR9eCD++NZseaG49NMahr6Y2RR9GZ8U/jMQ/4SZlFHESIrPGiZTXgy/LRKEPtwvTA2bG34wQa2v8A0Syr+kNEZw+hVHlEBmWvKYhPgXuE6hj8jSsz+26SFTqmNsxcjJ9LWI43PMnT4W1UbU/q5eOD+zt/R6ZWhTyIvjw/IfLH5dsXLBr5L7H4JD4GXLQ87E0ofPY9hIj3hrxv8xFH/EQWb8bQhfEs3/Bchhr6PpfM4xN6Pw5FRUMV4aBfofpxoPsPfgRdDy/imYTC/gL+F+84cPJcvGZXDX8JMhX4RnswuwYnu10chrCx/RYdJNMUd03wPsn3sD759w+0faPoZv5SDXlspSn2DtB6MUtRXpYXhXl3h4t8vLwln7wrZ8LGreS8m2Nj8lwJyLVG+FcueI0TxSHmsJpQWoiGjjYzxms9fBCf4lBL+EwnjCEJ/Hny8up+zY2/2QRa+GBoUuWwTgb5X4FwXLWV7L9jYPwn+Nhxm4JENQeOb4ZdHvLqNuP4TTGibogsJRi2j/QUt8Be8PkcmQ0IQiE8Ctyj6UM8qehGzqNwbe2PocgfsWJrDWODibN5LxfgmV3ltNfAjYgmEmy+Kf6Df9J1zp5ovm/LpCh8D3CEJ8E1RkJghYPeyIMVLg5LNmm6Q2/y6RP4TGHwF/nX4uRGvfR/6AcZr77HF6PxD9A+kP1D6B9E+ufRH6J9Q+oP1T65XofQPrD9yPWyPY4ODwfnRRRWUUUNv/IJCSXI2Q2O3GgooahKIv8AezxnAgmExBoIrex+nA2QnYXKQn0Bsuf4mwSFiCv3HqToQpOzTCxf2NoWF8G0L47YQ4Cw3cIutFxPG+yefMX3leEHs4ztnJli5QlZ/Y0c55XHmnhDy/Nc44IfXjS+TEnRBDNhIfSgj9k5PCUORHsfDFtn938Jr/BQSEvmvhfDh4X+RSlL8Fa2joUh/wDyWGvij7B+TFwkx+hi9TxH3j6WfVgQfafafcMdive+hHwLvYzUKK8RhroazZcUXBBOhONR+XBmaC9MetMT5F5svhCEJ/DWMJcj/I/EW2xzQiGjPCTGkTY+XngKEtiRNjPZyGiIdlQIn2hnI042D58p8vESEEhIRt9i2at8/wDQ9rCFcfefmPpPrZ9bPtH2RAiF6wndBsKH34psQtCy+bRCeMvHwIXjBocj+8N45GoPpBvbH8NKJ1eFH5uWG+EiEJbz3haZ1SxiTqKjo7aVfkNPFwSjbf8AHXyP+AkcF/il8S/x78cxBqEioqtDexLEb6H5aTZj429ehJy0If0NYIDrROdjJfYnvRfopvAQhryTIo5JPN5mV/FXypj7UT4THG5Bz2KGSlERxYghwzQeDRhW0JYgxDf7kgvtwR72SpEk2cD/AENC0zhHJ/w1JExNEym5wJibb8DRBGP4rmsSewk9xK7F9I28pFBr+aESjDWvHT5Gp5oWEJ2xR5Bqo/8ARZ5F+Z+ZK8cPCvMJlG2JEkd5US0OA3W3jgbIsE+KL/FwX/8AD/qAX0PsQsnlIVgERaErsYceY5tBR6ELb8Be2DTtjWQOGx0NTz4+B4WXl+L8J8D838KZfgukx+hGfYzH0ayrWKb4cIzghsWH0Nb0wCNWVvOBpza/8lhufQxuv438HY3wWn92UhSYseuP+x7+j+dRSDWXh9PGrK2l7GtiFS4eS6fZxH5fyC4eD4G8JkSJT8/DMQ+Mm0aaOR4VvAjYTv8AycEv/wCHmLrs61lDZcXFY0muRqjnGMfBbwJElSR0NY0+Tid4YIi8O8V4WG/hPC+e4ni8rxfxMQq3hI3L8lKN4roZzfD/AGjQR+CRMoBVCs+hjSdkk5ey/FPkTLpcnlNGjTXJDDqPQ/4L+KOJodya8K35TCey1iu02UY+fBYyccfWEL4kLCp2jlniixcdYGOfgnBE4EhZXxmxh/4HDQlBtSlYPwyIhJ/CnlPK+KxPlSFr478M/wAmiv2Dd+DZSjGL7G59EOBNVsiKkmzbgi90ZtBhbPszQ+htjQ4j6BtUYx4mJ8L+F/Dc0v8AFSEhabQm6WWJCcLLwcH5FRQtj2TFPQr0TE/VfsZfx/H6i5xGn4cngYYjkyfzXgYwy5vwQRdjdaKvxRzs2V78JcfKsrNAfk+ka4DbfghLFEIUOMMYsaJktfZyD1I8Ji4Nf8LcrE80hYXwxk/i3/Cw/bhm/wAG4h4RPbPwewO0GNySsNryUGzlyjQehD7NCFLtEMODGzbIMf8AgL8CyvjlNBP2N60f7CO5Yqa9jJoXhwMRODdiESJUKv8AJtpCa2vtjSuuxLXL9E/iQ1i9ZKrgVBhix5XQfhP5ScFaHZfGYmbhGwp5cz3GrQ9bCRol8ugp5uTDr+MrHUw2clmNVHwbIPM9CY9jxT6H/hGLnD4J8hPkvkv8jPBiE7Imv7/JR5WdOqNVyOhSdY98iXQWg9Rbl4MFuJ3yVRrRUjbGNvojH2GNjfkv8O/hSGXCIcOhUIhQ6N4VhpfYrEi+C5QxrSF74NxBncapIaK/8DUb37Gykv0Ls3fo+gY01z/DTQat47wyiEIrnvweL8F+d/wL5L4F3jb5/Gd2iSdz4lnSEPyXaN6xsfxNtCRF4PLCaRjeGM5H/Bv8RIY8JE+BPO/Hryv85fw5RfgtpCzR7hYHrLVEXgt0hG/Y3Di7rJRId9Gi2xdCLNjeuRae2amxEucGILmjyh/45BTvCjchp94pLkVu520hyaIat4ehlByEIcSGxyY9gapsadaKKf8AD8QR8OvYs4/haMx5ci4f+Mnz8B9ZLoNr+J2xTY9/vKYmceEEdby8MQ5g1HoJ4FobGUo/4uv4B/GkJf56E+GCuuyKg6ELDY2JmiTbFtpXbr8DXR7Y3QU2bE/Ar2NsQmJnWNeFhtxXwQQg5ORmirZZ64/wD+RfInBNfkbB1r7NCJwaBqqIDQpRPycvi2v4NiZYqNnYaTSI7BNy3D8gS3BwS2LIv4Tee5yI88P4lKUv8m+awuVjgs+5db+/4i4E0cJnX4fX5EiFWZhHoR1FSH3CbWmREGp5L+VCeKyvgSEsV/xb8i8p/PSbcXLOR5clmFhsbGNE5/6Qmd/odxIcFxsSKWbKUVEZuKk22MPgcDjgRQopExwQLKf4Rfx58jP9CTmuTYdq9DEYoGYC35vG4/BxyMUpWMON7ITt7EzFyVr7ItpcMqn12NEp/GUF9E2VZa+L/g68KXF/mvA55eC0/idIQNC+CFhDWGyl+sPRRPEKVWc1oeL7J6xL+O/yl8a/xEJ/gdHn6XorpDbeWxsbELGMs69jRo60l6E0xsegoWGHxEQez7R/mShteii5Goqz1jfjfFfyoT+QmQkP2fkcS4NiHRzeP9AVkmIK4ZumhJWOH/o7W/Qk/wCUZ5EL+A+6O8LjHPyfwwhMQmITCN5yZCYRkZCYn8Xke43satm/ChPiR2hIh1D5eVlDITPbIPFKIm/IkmLhOQ2kQ4aG9liZE9if4SuHx4x5gv8A+J1ICQGPwfA8UZnoaOUcVEOmN9LZKaNG8dAjaDdzyJNFNmmW2CesbSHvo9Q5t4uKV/Ov4jH/ABkF9DbQnWOGQ1QjTycvFxYDysX6NN7IdDdV/wA1+KGvmhPFNrgSwbb5NeO6vls2L+J2NEf8IYucLj4F8iNk/IlBtv8AHgsvCiijHhEQs9REPZip6D0fQpYp/gOg/wCYsvfg27VYf8e+M/wl+C/C+S/b9HW9DG8IMZxMv27Gs+F+NHPSr0Wt/pC/syObtkSAifidFCb0ctocQq16GiGg36OdF/jL+Hf46Dpof00KwmhGFsakEjbHz4ukN6JhJiecYfX4OOe8RdfG/wCE/K/LPOEFNeAvMfa2TEIQhx5TxhMvxU6HyY/4ohi5FqYfX5eCEejU/JpQSMLwcB4Q4QkKTp+RBP8ACLNcykNco+s+o+o+gh14rzn+e1A6yhDRYu0Ocv8ARt030SSXrzP0J28HoNq2/wCD29/0QihVjw1ZKOfOf4W/CvlREuRVo2R2E36GcQabFWUqbg/FrYJCIkUDgVI6E1jsG2mP4FEvPoQNT+W/JE18NxcKjXmtMh2vyJdTYj/smJ4QhCExCEIQmEOXghKI6OJZRt8BePQ/FiORmjMbzPQlxWJ4eEWCfgie1iB/x181FXZEieUxicf9kVg0QhGT+Fr5VifFf4U+ZYQkNwYxknLHex93MX0biiVHdrh+sIk2cEGfsqsdKPD8r5X/AAl+NfKkkkPsw0Yy7o2g1RRvCcNsfjJQgsIkVUTt9j3AXrTexHt2jNUmVPaO3zfzrHv4EiGP56UpSlGP9doQoG1+kQ9MpS5uLilKXJUVYGxt+HAWsTQ+58heFSkcD4D8k2/I0c5eKFiC8ENYbgtrZ7hwheBxjE/lb+TjRJ6YlRMH6PY72fhQ5wvdCb/In8RfDf4hj+VYRBizwXbNzWjmZs2j/ZzV/kZvoStI/L+Heb//AACa4YjELTrejZwKXobtp04YYgibgpO8lO6NzgTYpix+RA6QXpEt/wDAilyJP2Nef4yeX5IV4f8AGoFDb8inGdb+GlL8L58Fgb2htvCE/I2dx/HwYPTzWKPwjm8UMUINCWExMig+wqhohtNlG/spY1Dd7J/w6HNbR3xshxwPfQ1vz7/xqQkMfzkc8EdphHmNB7YbceD2+RolRu/4L/y98U2hUOt7I9Em2M2cB4ppyN8GamSQwpJdbOok/oRchs1XdI4b9htutvxX8leDOx+czPgmbBkZtX+GeUhNG+sOmx4StI/06/okQKk9fE2ydvQ/JbQ4LzCQktCRYuHm1DVexVXBhEGtZv8AiOo7R7UY1iaJC0ZRqtj+LfknwtdxprHDo9jPazTvHfw7+NMtfJcI2iSrfAgSf2qx0gS6SPWV6Qu41/0QlOAxvZFMQ32N8syv8eh/KspNXEfZFOiEOPgGWz2NBsQsLEa0R6HtMV82Itxx/KfkvFMInhP8O3nJbkg+ksQakz2E4XQbkx/BN2LuwdbPyRxiH0/JCbvhRibFRui3WOWORI4Gv8UbInoMmWUQ7Hn0PZf7NbwyeUytdX4kP4knZlLqIOLnBgSgg/8AETxPxvnRaiI04Ps35GsN4NWR0h9goxnYN/Bvz3/IHayL0fo5IQsT1jgvhwIWED/I0Owb84T+EuflaEl+VE4RxKGmfCQwaGv8PoAiV+EUXV0NxD8EsNtG8/hsHs2Sea4OK8FhK0Ja8GQhohOkSZxzhuC5KVMn+Bb+BBK1tYwe72hbWFwJI1RXMPo0g5/OWmEUVMDqFLoSLFvQHGw/gXxJeL+OY5jc9hXte3JLnppNHsFEOOS3HY2qMvnf4K/w/l434lySs7A2KsSYpMNzAtI0XlBhukLgjbeCZpifJ8I/+kQ4Y018Df8ABXytUSElAm2/Q1fK4LClv1/h2LhiYex5W3hdmjHU2P4HsTiZsn+PNOx9HPxQnYnC+KQzsRoa0dGki0ZSlOH+DvgnmQr/AMT/AMGFfkLDRra/nTyWws2OLGzghPsab/i0W8CIuDn4v5F5v459FIV9BaHY9QRRyNxD9x9w3+X8W+K/w594fxo2JpOIVY0uAvs5CGYwWBjz18loNNZIoGIuGK3xwMwr9A0pNj/kF8yWniLIT0Pn/GODxREZBjer8K2afBXR0N2/FMGvFIaB7EofQI3ss5xo/wAYme8SxQ3qG46aOA8YmWfz0i3hcnEaEmwUN+F+SC83leCT9DTWOTUEqJRLWDQmqObrwrdH80/yaEjl8iViV/BJCTY/VGxnDn/JcQjtiSOS8qP4Kw6YTKoMKEvsZ2r+S0mL2+xU4EX48H/CnmxeKH4Lhf4deEEpj1wy78Z3fBUNfg1R3/HlppwJj8EywvEsGv5s/gJE+Rkgk/ZvXHTHa7iybX+Caag4+cNr+AvhhM0s1U2v6KEE293+2NNpaccEPYNx0/sucmiG8XBsVh/Nf4FL/Cv8BK8d/InGJ9oQdvoST5URfgJRciNOspgkQoQeteKECUwg3EbvgcRyL8JKC1plk+v5OUIwg0MQvBDOvK/4xBvvySolou+IOkobtvz5C4H8RaxaGxMuUaoV7Iqb8SbgfA18s+dO8jE+dMmNXLK3YOf+hrrDET+Xf46XwzFYl7E+i1N79IdcIJuyQm2/J1DHAh4X/F3+NfzofPI4b/AmtM4KwmvCQTTygWCTOxsFrFwOaqeAndcuj2+iNv6jQv5Z+DMIIfg+Mr/GPzpPXI3fDZokhNnLZfQ9PPmPg4PGS8lizEzk2RMXCsrBu/zKJsf8BCcGgiziHrM+G/4lfAjbhKbdIJlD6Afs/SL6ZfwLsTRhtr4NxFhs5EX/ABi/xx/wF0YsQXKEtYuEbeXgHBcKRiLJklJyIuH6LaDhFyN3C/l4PnDYUouB+Dyn/Dn+A2HROlP/AGPDnUX4E2jiPwsTG+nBExrMENo+yQTHsvsiOA+f8Bf4dK/Zut+d/wAOsLyXlRaZDNMhCYQmcL6IkML/AGw6DhZuNUO8Gd/5afN0x/wKGaG2J6HlIXy8ZyTCCDG7ycOEcB3HX8tt4mNPBZ6zCE8F/i35sQn5H1g/jXN4MoMhCYg9Fu0d4YlMIXBv/gEivGf/AMIs0pSEwqsjcxtM9xKKm/Rwvt6KXtlyhI3jfodDX/8ABIXJ2P8AgZFsTG8Jy+R4CEqh4hGJsTepeB1ojkbfzaPKFno5f5N+Vzat4fwesG2/ofhWuCgvAi2haOxrL6YWGmP+chCEQ1MLGied+C+E/iT/AAK8GjawIoLYaM57Evs+/g7BRYsy2K//AMJXAn8ClSAyfZV6GashMr4EbLDAoEjmHCN8iRp+xVbDbdQQuze5/KTEfXxWXwdvwLwfgv8AOIRwG1+XnLRInSDwdtKcGzpKi4pF9iQb/ncsJDbwb8KUi+el+CfyLifwpheUNosX3LS6Y7bbGJ4THssxA1r/APg1jl8qXZKhiPwNiQig5IuGU5Ofy4zQTENzBtQaovabcoqk0FSV6HqxF0gn8hCHRrwQsMS2fi+fBFw1/h3/AA1jh8CZY7qlGIVoauyTEGp/gVy5+U8OeP47+O+S/j35Yiivs4MVjQhuIq8PbQ4fsb/zk8UMXGH8rdFaUE2M+h+Bpj7WIMWOX4C4sXDJUhEV6K7cNexwOx9By/kIWEI8rwanxkxsMT+Uv5y6KdfhpqFs4zPDb/Ars8GPl/BCeSC878czP5s/jx47Oht5fzL/ABiRryR3/BKBQYkQmxN5GxY5sXx+FuLhImmMlA36E2V9iEcj9P5XQhDI8EtY5DOSX14wh5ayGP8Ay6y9wXwpwTpx1hmsWGmP+XPFcMNF4ryhMU1/ir/grhsY2hj/AMTf4UxSj8l/DILPLBvDm8uA4eCNiCbEcD0G/wCWtoni+BYLk3fyXXwHlf8AJo5Zfy2fQbGX/ACRMHD8BDh5Jix14Nfy5jX89F+O/FcsP/8Ag+SPJ8j/AIE9/D6OT8uM0IspioikO4MnI0/5554YXAuRvb8KJjEj/wA93x2+ZsoiJjU/nrFO0bMRy+BfJ+FZz9G/lnnf8dvKGQa0OPDE/wAlP4D2iwzbQghj+fQNF+jdO8YPLejl5cJFOczBMK0KUno1V/Y9+ihJ/LXOXt4Q2/gosL//AADgysr4HhYPf89Lwnzjn5rCHlZclHGLCfAilxf8Cv48WXwNs2MuC/y0+OgSlSOVyxjcQkP5UqcG2Gwm8cB+B8D8uIV8EUavAtxs0Iq4oqaEn8teEcoxLD8H4tE+ClWIQhCExCEIT/DLDdfLR/4JLw7fjBjNPO4eIIaHnnyn+TXwXxQsxHsZlvxT/BT4Z80xTfBFniVnXzehjQ194JY4+E+CXKG1i4RWI+R/0Ng3h8C9GK4hLX+g/wCUmLDOux8iw+MXDwi4aH8aFeGpSo0azMTMJiE8d/PB+aOzllC8U/F+CIMT+Ul46P5KE8IU1i+dLf8APzyWKUKbf5SEIT4Z41G08/8AofUWGSG9/NQ52mIeUmLggrIQ0c3muS6MZSxRM5CUxDfJ7AtPRMbglz/MCWfpGLxJ5Lg0TBJ/Dubi4XJSlLjRry1mE8JhCD+Bfxgw1H/HnkzpZp4n4NZSwuH/APxdEzrKPkf+bhCEwhMVRYa1/wBXDNFr08L943fzJzwwRwuLkrzLkZBcNGRhaaGyhyq7GmtpiaaFRbiQ0Sn9/wCWufD1Qm15nIy25GrwST/A3NKUuKUpSlKUuFKPxQhi4Y8r5kvCjJ/FXwuA3vCxPjQ+f4E8L/Av+FNYbgxP8iSxQpaDqQ9g/wDXS+N/2mf+QEOqDugU8w5JPvH1PCeyU5Sr/oguV+RM9AUxr/kTerG/17Qbb5wzXs+rOaP+AlhHYn4v8FkHPgSOQ9kdwY132Mf8xc4uGMn9jXNy9i4GPw4s2ElHt6FkYIaa/wAk+fBeD4H/AAU8Xh/wl5zE0GdE8eRPiTX8Nf5VCY/C2cP8alRYoQ1dnCBcRhJwEIX7Ux7X/wBEonNs39jp6v1CT0Q7PsZ9zNkJhE/KZXDVv54JjYtiLLBoeGD87BSlwoetU/ZfQ1/zkPhoSwsevJcZaKhOo5Z0ao/8tostv+EvCjw87G/mhCYgvBcsfP8ACLag+fO+O/4K+BfzJ5pjeiz8N/xiQmkVezT7ITEJieEKIbXDHhKKJOrZG6E3sSMUpUUjOfzJ3iLApzI5DwMXwnFm5XbjG2gotf2cKJ2v5z4G8aHyPyTy8/f7EIJHyWa6Ja0TK/xkIQh+XFv0j0LOX4X5V4zyXAxF18q+Hg2INiIQmX4Xzcv51+Cf4F5mzY/8YkRLyrKyj7RYbcXB9J+Yr9kXscK+CTT0Vu6rP+BS1FXwlEXCs2yySD4OXyobM4G8LFcYbwh9T4ETX2J4LU0IfHIqtjb0E9js/mm0Gy/CWXl8LBKt51KVwqmiEIQjI/hn+Ade+FRohDOqJjHNy3h8edzMPzXjMPKehr5VheUOB0vhLvLxM3PBP4Uv8HP5Kw8MNCv+LTC8dYSE41MJiZfK8FhM+w0rX9ibxWTw+3zEctFZSoTFsUfyo8oTY4nyfgVlg6A0k+/5oid4TG/JceRiODGqLksR/Y6a9pjV0iIL2j246FGpv8j/AHXDTNRXor0T4X43zn8GnI3UiMKCZoSIJDQ/AxE+NZvjCCC8kqOPhWZ4vQ4fA6fxp8MT57/NhPjnys68DQ/51+FKjWGIPyYaJE/seGUeUXDOBHhicOVGvlyD+WimNtkxs8V8FCaITKcNhLkbdLFXYbMRTk5/y47GMnEh/An5Hyezicx1tEi0ZdJMcBrFWEbMV5G+2bOor20J63/oR+v6nTF9bNuBHoVzYjx1t456EjeKfs51DdDcvJCfwEiRb7w1kxf2MQTWhr5wkQQrzYpExPGfMhCeFPhXGZl8jC4F4tl+X2F/jKX5KUpS+cxwHl/4Yg9YzzTKKW/B+a6wmUScL48n8FU3nkIeUcvgujkmWwyj2dachtodCVkLgf8ALXGJ8KF4PbHydC4HfDSZcaehP4KUUaNCbdyyvQ+57DDT0JzVv/g2B1dhkvQnR8C5fFEkJXBqh9R7EEWxp2y5vwh6CfRGM79wn2L9FEZHjRtwJ3CxOU/oMCiKkKzS7FNiuG/9HARZSy8QhMrDW8QmWSSZnyvFj7H4rOnl7D5ws7EcB/K9rNL/AAl/HXlfFci8Z8EOOGP/AAsEIT4qfKjvJ7Q1MM+y3g2av4KeEh+HP4QghDVi4SyEqGrhBOP+Bj/nUMfwrLaFj0I6+DH0h+hM+sj9F8KKFA0JbOWcsPb6RYK4U4MYuEOYcbfxR+z8h95MJXY+wSPsXuHYK/IvQ0dCRc5Dtr+z/ngYRAanhuyn2hs3W8phecymc5n8K5aOI+Dh8qBhLWHS1mnOG4szwpcUuUD5zCf4hfGvnbQx/wAp/G0eC6iiFKUXyoTwQjjlc9jxkDQbj/giQmNi9m5dD8H2/i6CHOKbxx0OBs3/ADkLD+FMuOawhcMcl4PyiI9Eehy4widbHHwAl3UdcvExo0aNEQyEITEJ8EE2uzswvvn/AMUbE2tijghBBOSHvGojofhPGnJJ5dD+SZZwGx+SwpRHbLOiizM8PluG0xYv8S/4/nlf8KapojdLeUNCPRAgQo9juKf2O5sxO4di/wDvT6R7z+xEmnn+o5D+g+gsoohMrHDLaHzlRYox/Oljk0vgt7wvhp5b7THDw4+Rqfy5lc+D+FPDwWRfLzYk09kuvYxsJXrNmF8dlLil8ZkiIQhMpkJyjesNzpdJ7HxKHOhFNfRzBkRu98EEhoanhPB+SIP4Hieaw+fkpcPjC4wQpfgUq+Cf5hfK+B84hPGfxn5JNigs8BMNsrKXClghwxwT/ZohX6/0Ltee1x7l/sXOF+xc/wD7ncT/AGo/Xh//AB1jCb//AAA36f8Aw9g/0bCYiJ/8xHGkOw36QptKLEwsVh/MjkRcTyvgfOF5aFzSmzH2N10RwhN/NaCR+c8bl8CF5FrF3m/E252K25Pwf8yokk32/wCGto4Z3h8+MxcRdCDD4LiiaKOBPhpz4N4b5wpcU0LQjGhrwYmw/mXiTKUvlSk8Y/QhizBfyb/JXivi4Dw/8CoRIfkfx3CsqbLcKPCv2Jcf2Ef/AHnbCJ/4EFK/Ryyxm3g8cM+Hz9lLCspzzBYH8w4Wm8U5IV/ZrCLpv+UqEvNr4EzljxxOQs3xIJJ9kDFxyTDxCCTKK9FeiD6i/WD6D6saxVrd8KDw/GnI08cqM2x7RNaUZS4SEIfHjPBobJil8EPDTvCqFRVmEQ19jYon8ES8S8m8omFyQh2eCW83+RCfyF8b8dG/8RIgx+D+K4J5eYQg0NieTjfwC8U888Ly5eKVOY7NhGe4fsNKhdfyFCSNfgxV5TDRCEINYSGdHA1TOHHgKK/ZWb8XhZQggiIiLERCEWJ4U6FjYWtmmiecE4Q9jWHvCbQjViifiXwpfB0mVhC5w8N8VEZspXijqfgaHR+Y3IyfGfIvGl8dXeVnl4W/I01zi/wr/kX/AMITgmPwXkvO+COBS+d8YNR4aFiD/gp+WiZuHhfGUE7HErPQR1OF7Df8aCCI6y/neENxfKxYQ8PrxSIT4Jju8Cby/JOjw8QmEFiuVHmZsbZvKL4rHTwH4JwnHb7A0bNj0URoedPLoXPxUvjc0IVPvDj6Gp4Xx38U+O/xKL+Ax/4M8MPxb+BfhT1/BPNOH8BYpsXDOSHAYnmhZWEo4EGhj0Df8fYWhFf8F4nH8AlhCjoryFGq1x2OOVhT+xNeF+FaxN4aD2swnk/KEJlNlFGxiEIQhCeF8T4MsPnE8Ujn/EScxpnoI8V7FhERi8mwvhT6zCE+CnDxPzfkv8hMsf8AhHIZSlKUpS/MWFlP43rDWXx86xMv48Dv4W8eeW9Df8cgi4Uokc7878nLHL+AuMxb8R66ddofqDVwyJFIYi8IafZBBobQmyEG0d/CuMrkaITxhCec+FLwaHsf3kJH5TE8N/YPFw0ZAonhcMfjPNlLhGh4Ys35FvX8WfBfkX8GjzBv/B6sb4UL5FhDH8ieL+aeDedzEdC+Lc3ClGNJ8D/iJZQ8L+GsFyNt8jPXi80Suz7xe/B9kKcihr7KDfhB9cJdDT7JH1DvrCMDfY8Mvk8ve/gvjPiYvCC4KJ6F2I4iR9WxsuUQjwy6G7iE8GlGaJiwcsMWGy+VLheRUUuYQn86f4Rohr/iJhnRCEC+ZcKXwvwdD5w8P5kXGjXhaoea+HmTKE1hjcEqNUaH/ASEvBY1hTt/wWIRZ8rz2PvKIaIJGhA/uUfQNvWEZ+WHqMLsPoFOVKcmP7R1j6C9KMaOho7E7ong3iNs/wDYGRW0vrwL+Oso3WUeNAt2feU5Q25o76DgomHiZiYyzGImViExPhjH50ov8q+O/wDCNWcRqf4mEJlufMskEsTD8mLlrD+dIfhoPyr4VyjiPFXZT26I7PnTyXgu9D/gMQvlIw1ZRFWThAoIQhRRRcaI9H0YmjPzGEuj6B/TH7E04YRJ9nvR7FLcleuH5HPT2W4Gz78X/K5kyhqkCEIbKyiojY2QmXiDyXIvCfAp6KL8bJieVL53xn8CfyIaHWQIT+QQ/nSzMP44QWEINouFZWV5Uggkvi/inkm8my/AvgQoFRccDka0WaYqPf8ABz4HbL6KXNLi+TFh/I0LeAnQl8Y9ke83CyyvI8GhUxCedLi+K4+V/GuBeXCEITEIPDB0rMnsMNvRH4H8DeSRBCfHrxny3+EsP+Q22JeFNjF80+J/NVioqL4PzXjPjhPJYa/lr5KwT0PkbFYXEnI3f4DfmmFN6G7hqk+KlEMXyPCKLCx0ezMqxGJXJRQ2LPYl8/aKwSNrPZ/0TD+FfwWLyWUoRMLxWITEIGaIzs4KxbjsR0P4G80N6KXXyIfnS/Cvknxz+FCeFwxD/wAMovmuV8CVYhGLFE/gP+UvmpcssG7/ABivguHnryhBoiITwXjSlKXxT8OWeNdCMg/WKKIaWESbITFZaz5rWHhl4eH8TxP4yxy/gXLSHiawYuJ4tjfg/K/woQ9YmH/JQ/huX/A2w8L/AMEhEHyLEHheE8kbIZY0FiajfBB+N8n5T+IL+FRvF+dPYmXNEUpUKb+SE8jFiEIQhPCYXWVqeDW5S49ZjIRZmFOyDF8Bcm9eCLBD+JfynL+NqijeEyifg38b/8QAKhABAQEBAAMAAgMBAAMAAgIDAQARIRAxQVFhIHGBkTChscHRQOHx8FD/2gAIAQEAAT8Qfeti953iRhKjEtEp9w45/RAG/wDSDLcEyB3ZG15Dbndso9z6NlN/JZBJY7ZCfc8IOwQfp8Eh9tfnZeiWayy4aMshEcb7K2VjGSG9T7Jc0R08G2O2fZ5fJzYmrN8e17Qfdm2WExhaFxi2l9kWG9nwznoFuyeByE+ofY8myl2BeqR5dRiQyRHZhGofP5vkPC+yiJdh8917dty1tPBISyO5esva9J5t8hKfOfye2LfB+71snYIfB9z4HCXxmrffH2MbmeMplsJNwyGWXBM0iNT7QW3M7I2s+/FcmPRYr4D+PLYN0ekvjspci9yzxnSeJnI8epPfB6s6eHLZXY8N37Pu+xmZYR4J8/PHEEhDNZxYIzx0ZT7iRs8BLmyungrlsrTDxkb6yHL3E3ybrFW97iXyEwxM2/N+Cb3KDY29Q+dtjOzb/AHo2cW/WPA6xM3CyLbQL6tl4Y8hY/A8EZv8Q74YsGWwWZfYgsJg++AfAf8ASS34raqhggzCYbZ2P0gIF9HiQRuoH5gwWRMlPxhb+RqCZyTJLa+uXUmQpbavq9nek/8ACm/Zwcx25zQS4ooYs86p3Lbn2Hu9OZxkU+CMasAclLpdQF96WTyy7BnJZ65tgQ4twnwjHNh6RD129c2DN2D8ZLZSzRnTE3GTXufDlhSez2MgeWQEn4J7Odl7HZOyQW+2rAYGb4DcDchEdQjanxYyXv4MdlEPbXhJzxsTy7gs8EhyeWDlh4PZeybonxlrw+4ekGhJYT326PCCvLLIO+GQB7lNJiyEIzE/MILhKWHxvWGxEfH2Cjs0j1Odt1ss3x1gvUGzMLfdjZe3izI/Zn8lvc8CjCZT4L/Ww6b3Q42RJZ4T3t9sMbPAQe0++Nxn8WwWfcrYy0n3429ps2WYMISckssmbOSRbHsm/tc8INy2H+DHuW0lj0y9l4G33wYttPxOXdbGDWyYbdMmbq+CcfHLTsvnkWffn5412xy9p8BPh8evHHvjfBFpnhu3SWwD+fDPUPg/qYfC+AI2vC8ZP25/EiyWIL9njn3wA2Xuzng8Fwhgk639ia/5Noflk5AWL3G3rsWmyDkGqWMBYQWR7I1A7HgDngCnhC8mXLouBcq7BcGwb1Yf+R45meAjYzLbMoPpHRkUI+J9uj1Zl6LNinucMYziWWA7MZYt2bkbG98Z24Df3HDrYfme9/UBjA47YOrJvdkVYz3Glw7LdMCyT7N9W5j3lseP+WLAe9sRyPy27a1baLKtqRnqTyGMhky5PG1Lgf6iFT1J4/i2fBzYw99vcNuXWenuLSe/e+OZHgXVL0ssPAWQcvaw+HXgA+w88+7O+B7vp4jsfBMcCXtt6WO+Mvk74OSRc2Rgy2GG029mSHvk2GCHk7EBnhr3vkjyZ7EmG+CAjvuY1/sPjtZyeOTtvJK9gMduIeeThZNIWXO3KVLq13rYw2NlvZAXRuR7hBknb32yLss2MDO+HpI2PjfUzbe3xkMGYNWzx73XSTIZy9HxmMyWeNy/lhBZF0y7GbZPIx8+7MJk2CG4DZngeU5HuH55RDr4J5zx7GyT78bbxjrPLfBhO7b2Ib3d8bbcZj145/EtsdtUsh8l8PjPD9xK+DbbbGDMmwfuyDzj4yYI2C0lvIkXF4TPTox2fRe3uCN7sagdI3O32IGHIEEKDfbA952CCHYQxgb5ZEsGfmIWd/8A4HXGSZ6RhhYadtn2/hvcB/RvYtlxYKhiYWBZjDpY+BmTqb4dQ1ukbep5ztnPHN0G2AjJ+LRqEmdZD3DYSJB9YlswuuI3Tr78hxLnqXr4MOCQ3pHuA3xJ2bIvvk/gSj6me5THkyn4lPxHdwmys1Psf7j92V+UafWYT83ot7xtP26QfrJ67Y/khfcsfmQPgTdG7JxtET3Y0QmVaNkfG0epAT5zrMA/G1+koc1A/mCHi+DG2ljbblm9jmtGZzLfcuQfrkH8kv3YJmbzsRfVoJP1/cu7DPjl2Rk+NIZv7t6gLNJLIs/DaR/ce5NL38JOZJcsemHcuZ49vHeWsn3/AH4YCW4LE7G+jvgWRd2fZ6bpPXwfdjnj28DrZMuvDPvyenwb4YS4+QbDkn7GB7Z7J5di2erY8M8F6Ii2F9rZ2JNvs54HfDPl7hhPvw/HhPGvh9zwkHhv8R7Z5ObO2WQYTYWWKyaQde25e7jWfHMs/dzL2y3Vu+M5vjNgkgdiOz1WX2yWOuTz1aztq+wWblnh8HxlsHjHtJY8Za7GvJML7YQEeCcPANsuvkBkBFjt31B3vgEBkWR68BsQz8RqLvkOQfBp+oDv/wDB/wBu/UnHsTM7EKWkP6L5Eq/rTpH7LPezFCOP7hly3Ukr1I/MoI/2yLfRM8ifC2O1Mb5PPvI5w7+50O2eBfV7XxHl+HjFokyWXq6lfCQ9/wBhyPIDwzxiLHmxdvUdhv5t+kqIi+GZuWAxy9vgyCHNg+3JtNllhMHIJl+YePiS7kzh0tly3n8Dpxye07kFvl1lqdktWI+7sjasLJLNnv1Y8IL4Ql1JhYbuT69eBM70j+rD8Tm3PCJS1serO3LOwPrPHGz9+GfWHlDvgIwstjJ7lh2MbdDDxyySeSD23W2j0ny9fId7DgQlJ1knq9L2y5bLs+0u3Ze8DLlmwdtsmJuljhk54f4DL7k2RMW+XWPqxjwapJuW9mPIe592QE+MJ8bIDHDcFtyYsmHE1YIPDb+vB2OGfxHZkg8ZEVY+G4FtvglggrMfxHxq6QiJ+51uX+R4Q54Z9txvZBm22/vxjemLkjfIR5xiL2sOMN8YF82OSdJy5CD8z+DEE1hakdvSM5ahZBAxg2MFtA/ECPG0tvA1wf8A8HiZpev7ZfNfU58LNtTIp6Bc/EYAvM7pfoQHofDnpMAAjOwXeF87PucnIOfvYIO/qx4y++fux+fGeFLYiDL6Dfdh3OeOklWSFmR7/wBioT5ZMrPA7LJZO2cj9n2wxnjeoIcYx42kkdkY3pesbdyw8blxkkkyA7PHW+RdvY3rxE3vy2iTlnYnLIWeE7esZhcj3ZrK7bUSa+AeCeWyTXwcbJZ4IHw29gm8RPfh3RDyaGaloT6mPCtjsHqCIJ8HrwFk88B5D2H1427kO+Gd+XvoyiVSfl6O2bZHL/FowGEZKfiLnZ4+opybYSe2fViuZDvh9reT3yWTxzx18CQZggfx4djZnLBMTDcZ5MPYh7PpEW8sYl6b4jJ3YYePgk8bdbLkHeQxssutmzLPGGLrdXL1ngbB4MtrPgYev4E+r7CJ4yznhI8fbjUMFjZ4WTszaCAxvcifV9WeAl8DO7ffBbHVbM8vkd8qkrIbJQN97X0f0W9ZQCZiWse/P217YPxHL2+DIY+Agsggsb0gQQ88Jb65fpkfkhzJSZ//AAUxZR7k2w2EfJLNkdj2LzI15zDER9fpHblsjkWg+rFbHB3Jbh+YnyR7JHIjvgQx8M4c8bZPCWFkWKu+/BD7BEQC9b6FyfwBRjrJ4Hnv8SyEDZLORyGuydgZLWemMQELjIHIHUY4LbJaWhz7JPdsMCZj1Hp4/cz+XxjcmDwELb9vD4Pc4mzx8ulKNjxlEssgxT/1Et8mJ8ZHuXGTbPDyw9MieQdk5Pub2ZdLOXCfvjLQx8fnlubp9+BJy42YdZPHq+osEmSSx8Cwtg6RMuShyewewvlnPHVmPZ8ZHHgZskPVnL1DjLJlnYWHngLGHZ/9pds24ss8epNfDtmcmryfT2z9xA+PSJdh9hFueR4HEuvDPAbF+ZbOi7OPBcRCTIPGOeDbejcSHbsXcw9xvZ++B0zu+W98FsNFkpYt3wbe3uyZb3aE/XjfzZB3w+pjP0Rb4b7Y11mBPLL2N0+Pr46z43wQDP3wWx6mE8vb3fL2bHggIGWfZmA4Yg1HBazmXd9RzLIW5f0jyZwhEEBkQEEagihPEq8LM6n4uEEK2eYEJ67YPR//AAtzLQ+ozItLwchJHuSwZ99jvj+oFGccekRyO71W5Qx+Del5MOGly218ZCCGOzENfbhLZWcgYk6Q7daj7mI1hfAvjfA7HJTGXyCcxLO7dME+49QWSQzERwbAiDsjesO7HFyC25O9yBbbYjkyEXg9Tgh3Yb/F8ByyYjgnU99nb3JkXQxH5YOh4h8fYc3J4YZvfjJICfNwT4bY3w7fbDdyzkeyWY2ZC5erYJ977K2YRgq2Aj3KHN8g7t818MvXYYOR2yHvGL1BqeG9/HOxkZ5skpYzPk4jZ2+Qdk9SSx24bBdIJClux248Ra7p4CD8zy7PrwkcJ7JIhHjYN0+Bjtwxh3yHgvTHqZ6I9eT1S6JCJs8DmvrZmG7vhuuv8Gw5Z+fK+GzLkHkWLIe2+mCCyyFfIk8diwl7GcQhslnhws7Ykg8byY22I9t7fBN86Qd3ZHPIw/m9v14yPfgyHWW/KPVyPDNGVgNV/ASYuZXs/u/C18sOWjkgtZpre8Rtm44QwimQD4wGQt2/B8BB4A5AQ/XbRgTwpxywVzm8J7fb/wDxzG52cbBJFDtl0ssnWZPx7vcJvLmEzufY4Xy2H92QdILCcbI4uWnuwjxhnhBvrZMVV+WeTj3IaPYMbqzZMcSwdYxtvadM8GGawcksvRd+5xPXgl11fs2MJ2bY2EGbYOwXta9tNhL1d8nwHbsr9sz6h32RYRa+GyJbWPAn2Twm2I3tD3N20mISfe3epYb0nwfYsLG+BceCn74C9bgt7s8CzwYnfHbfDeS3T9T4L4INgvj3E8Eh7kRuTpKc/cw8Mg9mDuzDR7DrMVRIj3C4h4Pq14jZ8O7Z2fOw1s8DWTksfZYSEMMFk334PnlHS9njlqz+A8D4wGy92dINgw/cLJIcungSdcnyTPBWd8c8diWxh8Fl+EvjvZ8L4ciI74GNs8B3Z4R3+BnguIO+Ag7PrP4ZeiXxsu6R3RH4hy1674TYw79tsMh44eDydEzQPkWdvXjvfGzf5GeM0L14yyyPU92MR4PnjNHENcP9Yu4GAc19zYo9P9wNjbgy73pF6PPkkIQUWTj2OrDFNzkJ7BkGweA2PSAlY6mO+AuewHh2tfcLH2//AMhKI2Zpa2jyVmvbD2fiznJ8Lxy3uk1HnuN9ya7Yy316Xb2N66WsvyiBmIawxxngnWzZNmY5Zskcj0J7JCwki/fEJ4JECH1EdmlpPbHUlDLsCziy6EIWeAI/qC3l6n4N7c+RR9RkLg8g21bnY/QvyjpuWMvd6R+TY2nb9WPh6IJ8Asg5ZZBJLGeyELLbQhrJMbeeUg5YSSQROz2zlk49snxuN78HjBfJvb4+4OsbJtYOePl7Sj0+SQQkyX274u3y3IsYRox5t318alO9vU8BDu+NiycNvZL3JsfApa4LdbCz7dm5e73hqjZM2Y7MHI4l2N8BGsPD4zYZ4ec+WSydsd8sMggsj9xDWfLOuRZ4OMZjP6Z8tkE2Wdhy6SPuzF78b2UC9XuS6Mw1vUT3YuXB0l/i+rJP1ZflceNqnbYeeFcmBLPAeXb38bMV+LR8kvR4DyngIcZHXIJLLPyz4c8As4e3LET2PINVUfbV6vYI5B0bD55GyQsQhhrfcHjdWr1sYMRED2wcYhBBgiBf95vHqhY/Lz/+Rp3ZC88EkgGerpw93R7fbDIfZiGkD2ekMkmP0GIULu8aY41S9j0qmvTK6D03sFaczsuRW3VDu2DUlfRdMVKjxL/EpORHxgRgQ9bII2/AYbzsirMv0Mx9dicSCfuI/aFeYymHm+MYQLT54xtwgG5K2YNOly2Yu3qPxTvWQ3SDeDAQy/vrJS/plmTq8evxnOkHqHpvpI7whGnU22Q2cRVkGWPyNE9wR4bsV0sG/Ky1+JMspuSCXbjPMM8DzmWiSdZekWLYkGm2slX3Z20cl3tJZ65ALeljmzMksZZdvUR2WNmPgdl1vfyH1tjbIITYRg2CbPUll6TZPVjEyXT2eHoROpJzL2RyWCeLKHGHhjKQG+4M8BPC2xstdJ5skkzeTHsGOwZ4PZOwMwxb5e0wNr5a++DrZBJ4fQkx8Z4G+WMHjOhcEt6x7s8DxJXZeeNbWGb118ZHu6LstjsN8QhqseES8Y3QvVsggV8H3JG4mQQErZe54zPB/wBTxlzIKyxHg8FvJ+vHpH7cVgzwSRKZFk7HLduEPItti08jR10nWP1Y1kWQs1hX6ce4lg/qBuwIWZZ77dMJLGQMQL6gjqEPAZ3LvfrtIwcZHs//AJJg/RH1bDJ4Q7yTnhV5DnLVj23kfX5gvFj83lqMx/l6iQ/ZtxYjDv2NzD+7tMxe0P8Alwg7+pf3XuBz4/r3Hnbh0mBv+pwdn89v+1EMcb7yYUBv4+RjM9j5OPTJXgc957vbAOGbZ2hPoMsEKNpn9PezmzE57hIXUVgHewv9AJ5ch9OWGD+4qjj2vqTd4PCQUD/ZI1g6GYVB9nsNp+LU9h79RD1+mWm3XjyEuRwydAB6LnPqD+rRmfVuXd6bFhDk57v92vvMukLPuw+asLAva4QSMw1IJli4E3ZINL8r5yetFr76Z73ZT2Y6aQcOx+bYD+1tN4h9wYbU/MhElMPUVvrU9OzNFrYSdlrUX7tsyaWhnbEHu7bqhqXixGaI1Otm4LTY3XHHZ8g/iLG0nFggsSRY7EI9oAw9fpIV3boUchmvBOOnbbs7aIMmgLr3kAR6zCFcL2JDCvg2RcSCCs3GS8nZsftuU4yPvk0aiXgevcM3JWnIOFQnHxKTQ5BychAdkZVpMm12e4CctQD1GPrkpZ8UIObHPa3t1smwMeCw9t7krbIZEDwZ4M8MnFnhok7cLrDpAAZEYQPMj1Z+oTrwfb/cL0kYLIIWTb+o25sTMRfG+AK2gl3wyJknqfVnuCybLAwySSDtlkyZft9nGR/AYRDjwV/suJoYnLPcc1mzPCeA9yeA5s+STpATfv2GE+o9lwm0Y9TBKWRDiy1vsWYc7LN3+Oe2y2Sf6n+YCMl6x6fHV6JXYMt8Y3DlozNiJ8MAk6Rnh85Cx7JZdzxkCQcDtoOGqX62Iy3YMdjw4d18GLJkWnSDkcbYIIUEURAiK/Ig1dtRuLtO5EderR5YIzbgf/yAW7YqrPbYeyY3fVnjCF6g3e3AkO+uy/ZrLXOwZuZ/xjX1ceHZHp4N4ynV5JfJ+83oXPaTfyg/G0CnxjMO80Y27/1aXWnvs/8AyIJ6wPmwKew/c5ex9wP0IDKAcSdIg0iHp3+WWqgcPRPgdh9luvttPTsMdckPVsg8xGPaYS3cCCkqYivaMOD9j4wq7dHzDvZ11epwvO34FI4iXZExxyP8HzK7jo/gysJH62k95v8Ac16dXpsXerT8z3XB7J25x+LRIJ6OMw/5wktWB6ZGMo+CsxNB03z/AG94N/VyIAfVCX+gvVpPui2gY7wkXsJ6AT63LsXT/nI64TgPYcpM97NgH7p4/C4I7shmoIJVfsayPL76CnIB+nDIz6a4QsWT+6/42E/WhAJmH5H/AOWJSc1yxbu/QL10+ukFL9egLSd30NhwXfekQVYZYqTlh5BfAs73eMQLzAzsA5ikVj/ZE87+ic2an6kwcfQ4x0Ue+RKBntyLW3xzsdJpdgR6E16gQCMTHkvZpq2M9647hbh/TK78jBn+sT8MeHSzbFzskj/KQiBnNk1+AsAI6SwA/NsGyE2BZi7AkgP29dvf0bD02RhHGwphie8GOSVPYI2UPhchqkGZRNiVn457wZYh/G30fWxYNxrH7FyQAIl9A1jLa2M0WAI6mct5uWAMHqEWAbJArO1rnu3yAIZv2VCBviDV6g4Hu0h9JNaPuHKtTbFQYAcG58cZBHtY2eSW0depndlNp3bvqcLJ7baTlpEFOkckEirP3OSyIeQeb5FOwo6idEmWbYxotDZZZpjdZXg95Jtu9LVvpvwhA8E2eMt18Z2eeH2FjPjL9xBYeWFkS4QDFyYxfA2BD+5e2R1zZ98ON3ZYnw6tlkt/cN7L3tlmFor4e5+vGQ8Ybtg38F7XpJaly+9smTMTBbbKZ8B4A5octxl2CIgsj12cQe2QH0J73zLIse4IZ78ByDIIIh/Vmc9sLvNbKev/APPESTMsOl/Xj62Mr4QTlqA7rPNu7t+nuwtPswkHMyB+IBzPBg+H7kfDlkx9G7bkAZHoe8N0Qfss0nWOPDPh4PsaMHOz9/ZdYGSEO3sgbX21+vDR+EggBzkfiQfjP4l39JNQx9SD4w4bJiCh2KL02BZcl4dufqT8svOuQmR6Yx9mEMWnVgiJB9Qw1dkGrlV63O1k/kw/ZbonGMHdkI9lldS+wJFPds/1uYhmMzHJM3rdUMUx+Z1OMfccKCxDo/Yyfj+JDBIsKYstHMg7oZYsvwHkQVm7/wBvx4PW/UM1Q/kcvpWfvYZqfs/9SSf4GyIxKjT/ABkxs7hsKWwfbVjloXXt2HbP7mZDOqgtRW1PpCtwueW4WEsE30+oYNz9N39jM9f/ALTQf8v/ANtuIh8Hog9mus1/sItKfVEb016NCVR+3LlyPpP+9jz1QY3/ALkkdu+kIFi676SHEg+8N/zI7wfs1/8AYDEd9Ma84xyp+9mmrXdZmVr0MCKnpZks/KxBfXB25QauvJoXjOckm4/YCNPvy0C9uqHZGoN8A9zbtkz1bkOxrH9zMnw59i6X8FkwpH2DhYMBu+3Ypmzno3WchSOYMj3kFcdcsue68e2QUYxuo72euQA4FEDPj7YG0CPo26+gunpthZH2Mr3N0g+qH4sZ3UWgpbSz99gQXPU11u1rhVd+ktueccWhNzg2wLrmkJeu7jKAHLTcDGL0GUpD872AkWxg9hNlx9ifQloLw9geyUX1SyCBc/edh0diN6Bqs8BremJ4w4p7hj7Ywz05DUL9EE8AX6hWGY2CzvrDh0LJT45e2d9Wwx2YqfiKo7ifgruRovps5y5BHXGkJVo1ghemInh8sf2fiDdkc5OkJWAuiSQ6YfZcjHub7lntfBcTkeB+vgV/u6ZIxZKSyzwC9R7InsPXj0hxurtlmWOeLPgBEkjnjC4T2z3HVngiDtksfdh09ROws8hZBZE9JZ3fD4YbZJAmLL+59IW3RY3Y57hrbiNtiC9+C2IT0AchgLfsguLkQ3wB4AhzIWwR+5YE38wAHwz/AP4AtxtCdM9pD82HfCaWHfAaT+dJatwZ98Cbg9zYHOwZanMs8ZZOpLJCf1MBYS6Pxg2+zIZx9M0dsSFixLHssFmYLBniMeN6d5Nz1n+3v1FrXsbBM/LBkJ3vgO7I4LTn/wDBfHAmpIDB2feQ7NkfiYIWwXqXgk/iae22PG+HYtjiXZXd2Z3Z2Fr1t/JsfSh+f+yYdf8AZLFZAY3qKX9sK4oT3/2lnVL+S1vuVsIjlvG03w0fZGZ6I/q0PiW0tB9QPxGfZB/Erqt/uE8jLZsHEWn7n2j+zheoMw7G6j+7S99tuxgVCS8Be2dfuPQc/eOow9l2+IL0JYz0s72dINgmVzS9bkuXUGEA6FhQE332GBl+t5A92++e5JbOfesxyn2sZSv698SqqGYQZO39EJiE/DQr4dMh13/tO/qP6MiJCA1+ZA8prnfYTehbUTn5sAMmwgPiFjuZZ7O4etLXpOT6bmQ+rnnp777ma4ZPF1C8RH9jJlY2fbj777sL0AbInRjsGF+AiY/phauDws4CM2GID7Egtz1YLGE1NuznXeJWV+ohl54Octni+E0/yN20uvO3tY7UwyhjPM5v7Gy+TBj/AFatWAbyMePRHsVYPuO7+m6l1enO/dvafPa4JcOPT9syT7n2bvjjPpfMhftgbwb+wnN3kHV+b34QKdijIDS/mKFsPy7p6vxzI4TuGajnP3HNkhyGAa6/S3Bp93qD1u+Je7Lg12xdbZvdyZEG8d95Cs93KKBWO99WF5zUojnLExxARg9Cu2+lpiyivflgLs3J7D12fTacGbK18gynCv6ydmXJLQ9NtWhsEf1YTg6WROubDEae7DZ+4MI7kyeevcexnywxfwZH3Qn/AIfb1SPJ41YFvFl4c93YMu3HCNGsXBly0M48e5RzJOxqitA9ttwt+/mwYS4tJzeQZZCWC3kXUZzY/lWj7BetY5cOZ27+Ow9kibkh2e2TOSx2yCyyxgvUTMhIN52/ZX/BdL74CzsZ/BkGTBGCHZxGMObDwwgjEL3c8AIETfxqzkZ59/zN/wD5CY+ARWTjBbfd7sJs2STBK92emdNW19kESmGPp/gsv2JH8WZYtwk9k1sDj4TxjmxP9jam3g2CHB2eNYXduwbLRLE1PcXaDbAlsWwss0Y5jYVcgeB6ki2XwwXOrQnPAC8bqSvmKEc8HSzWIJ67IZIZLdvsMm+eAuawJgcOxfvWyxydTRh2RWJ1AX+rZaTETEtNWCON8tzLW92dsnVmTY+KQXzx7smy0PZxnCe2Okx1+zxtvaCGW98HRvl7hv5mTbR9m3toG3LWyBNm1e5ZC/uXZ/IIsHjHA9bephUsOFM9RiSwhptnzR/sn85G56n9ofpCS/LZ03yf6gLNdkYe8sH8/wDb2+2AaSn62/3a71s57YU9LdfaJvvSbC5/SVFNZ1r/AFn/AAjsmAoLwsf9o3end7O9pU9yXpJF63qkn6uyHy195Pl4BZyEb0Yx+PX5HJ77Dr2SQGEx3PxFOg9P2CiF9v5gwAdxuMY/J4GDnB0vZRKOZ1+4QYejlZW2a7phbpe/6n0+vogzr2RoLB2/bvuw9+2AdjDtRkEBgSF29c9+Mqde73saX0gK7V93s6gYPs+MM5+A/JvTU9MY0nf9p6y4d/CBpwxfSdWOS/kl9Hb0sYqgw/RaJpdHfzZDIzIyHkYcAf0yinz2NF+/1DvOCoTbgormmj9XtD1fgzUucfgsF+0Rmn7q+TE31pf2w8Y9wthBAwJO/To16yKwj/pAZpOI7r5D9Wdjpl21EHPms9ZZl3Lon9IOFPcz3APqJ1KzfXLaU3+id2aj+WD7ifpQbUx7epccDuPuLUcJft/EaLuoHwfRAvLQR5ktc1T+8nz6ABfej1/Uipgy/L8JMp6bSYpDE6X931s48xsayskdOcEK1Z58/dth9+/JffzZjBlEHCzLOMNJCT4y91xaXMhr/U6lrpblm4jHv2VwerY74IPGfmO82I9Zp1Frntg7v1g8Mg2OYAiHqIcxA9+9vvNGyM6mQnpj0f8A8/MuS7vI93Q3dtT2eM9wgLvh+bj7OsWxgbpau/7tvXxs/hK+zt3vLf4sbiSj3Lj2W/hMB+if0sfksF19ehAOZAG9gEAOnu2rqONkcXFhwZAMvX1ZPobLdYPVnT8Ihu7OzjBT1sbMHYF3Y/qkfhdfS/fa/M/DEZfZN3w2Mf0czlxxktbJXJ434H4uW7c1N+uSHL9DfS3GU6PG/ay3+MAdJmrH8Wrf4hds7ueASdkdsb022X77c2z5dM52CcEYAXRpMYQMQ442wSWeM8M8Zvb14YsfARZrhj1lzH1HWDxm+DgRqkjUQe5LqwGTknosiTTz7MoeBnOR7sgl6MC2yPfPCCp6NvhfZ3We3qesR5a7AdRj4zp4dyyzt7gss63cs7BeiQxtO2NhHGUD9/8Ar4WJ+90vypuHZeys7rO3rLXw1Dtr21tYu5MItIQ98WxfYa2crRCgjmF/SPF7Bal+rGYP5u3b6s9suT1bxtwtflavtXc9sLvFt9NR+ZlvawfSvdFPasfXglSyNQ9Fm9wsKGa/u1H6MZTiQzAZ/Z+yOG82BExHewaxukYCPofiaHP2DNk3+bMOv6IR03Uuq8ZXtnszpByhRnTkFU9LtsW+m6WHrsXCDvewAGYO3eTh6tkesOoNHV33Ltjl17jJMOBvtfRi5i9soccjrrV7Fn68tURzpzsc57E+j8JHNJncdUQgx8T1nSyLvPXGIDs920/tzwQr2gTT2r7gJad0iV2mDsEjeCpzKD117/u1SAwPxYcFu4QiAzGtrQfwsBLSKs0b4n725L0SHZNOuTEuDs1Z5BbB+Pt2/VuJIgsjd74cgj5Ay+vc4n9xo2IQRyNY68CQglOrK0MZIPF1HFlc29HeWYz/AP4AhjD/ALafb22Jh7bG2RmSdmwiy22J53wueAnmWzpIX9yb739WZJf7di2X4pir3uiRP2n3fJ+m2ibMHHuTKA5NYB4x8LEtvjp3LXC1tYcn7BkwbsperIfpul6kJzLYPtY2vA9twjqxD7a0HqXpJiRESCMxHwBGHra+Nfilh9YH6v2QndYmy7e5X5lbtr4F/Vbz0WL0LX4XA4dhj4uj6J192EnLTYYbOB9xHvVpsHyCSLcerDwZHrmN18Z/vZ+1huHLC92z8p+NbPq/bZv34GflJ8PjEsHYN787Edul+Gx+LDkabj74dnGGMsrCtWrpb/Fv93sT1oNrPVjl03tAyYWeAuyLlls/r8Dp/vZ7/czelnfC7twxhi5kvjPd+JHwOBK743nh935tyfBiJsjDTz34QW+Q9f8AaztiXs9sg8ZZIaj34bL1D7my/JfITfAjsMz6JOSmyo3WAv7Nh8BhPXfBNLMhMFkyerGy9nj9myCQ3wKIkMMkhS48lL3e15l/oXyVz+kkccAHtmzk2Tw5hrWYYX3CC6LcdyOvUmwfLS+pkvxba6S+5E57ajuo61vnfL42EguyT/67XAvwElSRNUU6geYT+WSK9fcb7t9FlukL0fHyMkNGW9iVh6V/Nob2WRM7Gec8AL+kdvcPEgwR2fEIdjMzwt8dZZbuLAPX/wDxdyHTEthyxPdw+XDLBTfGQiWS4gb1vmEHbkhr78PTZmYN7sPH5v8A2gkbBnh4elllkkb1EiIemVWQ7Cx1tR8R1iesAfJ1GF2Cz7413NvcF+d8BZ2T3+rvgWdJLM8HJ9z4sANjbaFSHWY92XJ5HS3TosQA/Ts+azGAy8Gk3NltiJdm1y31be4/Mvh98OQMw6R7b0bMmwx3zW7GdzwW2wjjGZYWeE8Z6nNN8ejByQ253zlnb1soXa/cXV26VPq3vXLDxl9luv3rXm8yzgb2tGeWukLawt8NvblvfbXO2xcKMy53nrbYGdIcC0PV+Yn7vAbPG2zrAy4wfhYNn8xz3b+2cc8GfzI/MDM2wuPzB/Mif28Avpv7l/e5fEI8YjtkGWn4cvjQ/taS/cnGHbLGyz5j3w4n3Z4YumLJIDx2bIM8seWLs5ZFfAM+t6unEwnpsks3jDjZ+pE8ZZ1mCfHu9PjCTHY6zy0C4fC8257t7hUHMy3l9f6GVh+t7H+DYQB4y05Zk/i6WXrwsdnfD5N035PC7djdgje04fuDDxR3OYpmH2v8ATAdnLN8bEY7tlmWZe7PyRP82GbZb3IfG+D1aWF2Hs7fggYiEHgIdbO+Ijl9L/0P/wDjI2w5AYO9YYOtnb7NkTUEP9EPyQB8Ln0l6uPZKtngYcFY/ZZ+862GneyPzsg4SPjYs+1s67afFmB/JO/pPvwxl622hmiUl1X5Zvdi/bD3byrB4yGNs5yfyvGoZL2W3wH4ox6svZbdws+pj4TjLT5I7tn33bHtb2Afwybq+A03KVly3boxu2fw4JM8flLbephZluW8t6z2GWvATwnRmW3Fm9s2yyFnLLPDAmW+l23x8Jn8xs/LmlnhLphFnZMzeeDxyOG+c8Z3Y38C0maB6ZPy6EGeQ7PuP3PqXWyHw7zxp6ZeWOLB7kza39+Mf7LpP7h7lXxrsXc8NspI9+/G8t75Xxrr4XJt99u+EnS4f4Tx/cI1Xftvsy5C72IMvhsttv3CP6lPxcflg9ly5s5nrxy53Dw8ZyGQ3W0+MSv0JY62F5GB2VWfl4zxjvbD82HgeDPLjZJBKlZase28yJ/MCsIGdsEO77YN9qHjWyx2duwTGrM8f3J5yyzYB9smNWxwyWWbCztnBv8A3314IjoTIvjJ8hOfCD8k/XgHjllkE88ENXZM8+mLB4SUQhAHhyCIiJvqD9W8QIqzM/pj/sz0P8wO/wD8pQ9smdEgfa/SzFpJJM8lJPs8do4p9RydN+VvntssSySPwsJW8kzmbZ4Sxy9T7y5Nn7kfW34J2GbS39yyPvvLWzjE9Vlq/Y16LH7ApZlrvtjbGFPrCF6zt7Wt+6UZ33CHuw+2n25ddtHNnS6/W4ass1k3RN5d+5z9z8ZcCtuneSWPKDuD/uEuLpcNs38Mj3hfsFuPRaeZv6pf0MfgnXcs/Gz8GfwFv6u2P8z7ex+y0PbP52H7rJPuRGawD7B+V00j22Zpm3EgwXHm39r9WP2sEE/sWl9kLepZa8/7MOcnHnwD2XRzlv6W3oY/Azw5b3hEZaJSkDszajSEGE+rLPCWOhZrHFn15zw+vGd8Z5w3x8kwR7Lhv+w+P/cSKJHw+y+sGbbK6SwWTB4epyDwydiIL23Q7Poi+Q8JDNnRzbjeawhHRiTevqTT9yueDs3p4P8AA9z4f4sfG9L06ePxLw5ly08dBy7skY/Lbbd8b7Lb7frJ8D47Z3+K2tuxK4S62s9xfakFmD0Y/vI03XWYsvPVuNuzkZMCMBOLZj1Ysb4wgCwssJnjHu2WINgx/cwzu/x6J4VkP2eD7mxu7ZZBJ5DwyC+Q+Pi+mx9yabetjscWMeAbf4k4dIe/DA3wxY9S18hyM5IcJj7z+jmxwH/8xBql+C3U9PiHfQJz1eHM/tP5M1oDe4q/STOoRbslk0W1DLL+yz78Zu88M09yKQEkKywkibcGSz3Z4DwiyTtnj5EBs4rlroTbq3LWxlLDhnZfeF9gfbAXhssM2LOd9xCI9pQblnbqSDfBGY7PHIb3bMqATey/m/8A80GSU/BPZ/UoKQ9/qzPHXkjd/Mb3wv4hh5etmG283b9r0bNjAnNv3bs+o4Tu5D2PLhy9Q7e3wGT4k7Z2MaycjlsLs/tYweHV988B027nW7+W6vtld9snJUOrawL7tfm1bFN2fDiJRKwyvMB7Fv8AV/W/qnWaEO/EJ+CwPVrPbs2H30sJ4uoCyH5W+bYvy7bI98Vn9y4H7k6hr7Pp2Q33cyMTXq3anEJeTS1q/RCVn8Fo9k6evFj+JjVjBfQ+MdhE9XKtII7ntbH3DoEwGPGonBJ3xkk/YWJOeSWFlngwS99xxuaB2X9Vlnw274O+N+eGOXs8gsWWSZNu+MmOTHj7sOxF7YaRPYOtsfkzbPV6I8clifUHj3Z42PZ5ZLC4M+08HGODUz/WLfBj+jkz3MUmi9G152XbY2yLYmY8BZN7sss2yMtjMh2OW88ZbJvywMgetg2ITdDWAC67PqeAF80MXoLbz2/IxwX8t6dI8WPR/wDxUDfJXe4f0zt9S6jUpqspt2322bXZ2+Wzxy/+SW9sJPoydh19hGvshfhuuwD2i1PllN6tfSF2EfjNR95d9DewqIfqRL89yv3IX6nDAUTqdvYfev7cNDd4g/MfQz8TLPTfe4kGGFvre3MDdXFiw/0jts75beoDNmmxDKZx7flunSUQg9NrfVt+WPxsfvhvPU4er8pbfG/IM9nIL4scbkHts6l18Znw1hfLm4/NifuSyYI+MyEFrLI3lgk+76g3bgT498vz+m4TyPhf8wNuNcu3qcyAK3brwBB3pYWNVn3y9ZOfHbFXsLxkkTG4XZAJsTfHID7IngR3d8HoPBveHmQWeAN6bOkdvZks54+2R718dldkqzHqYJm1j2WO+G6cx6WzFHBcPNRb6TPq5Zt7J45B4dtU3b5Y7trY5sLm7Lf1a9FW+2zt2F7L+VrJnSGQ6R62VuBbcT+kufI8AN9WTc/ETfxZS0vb7Z+Vh9sJ/a5+YzPdn7sJLD82fufO+y14+w9tQQul/gNW5xCsYduYLfUKVkbJasEeMfH4sschdLgkcGCwx6nXr6yRFvm2MSlm2frwX48ZfryJLPVjds54zwZORcZcsPuZg9sIRmk5/u27J4yyx74yNt3yfw1ffCYbb4aXsQQeN31ZEusQQerg2IWnD62NOwD/APxQPp/hznqC9ltjsmY4WXpS/blvbtuVL223nu4lWtsLe5b9JOv8PsHuMkuJ6t/haHTYvpDy7DB4BK8KZJvqz3UhWPqH8SN3SKk+XcCzCQ2GKrTM1gzoM67tHrWU9N+yTciT3buDLhAlPn99nXjf2T08bF6olFcjbdyn2/2SDj75Yelm3XffxKOkH1dM/wBL+5/yO8whHsX7iT7SFH4ZfVks+EvQk/OXXdH9kn1AL/o5anQmfGXIcXskfuFILMhPGu2XSagkvkO9mNzNpPW9uu33qB6UGOqV+4w97V7dv5rF8n7m6R6THb8ZH7INdW53aqOR69YfMwWnkG9xPSn1Nh+I/BIG+EnHlZF47IOsdtEv2/8AV+RN/udPhL/X/YrUz4Ci47i2h5J+jxJphHsEdcJ/BK/EQNlf7AdvwIGKdsTXDHJFsd2osmCw+zM8Mhmu2c9XHq92btlrLqcLEPHWHDVgzpaQz8C2j72e+719/Z6I6R47rd7W243YjFCbbs5GDY7zyHSz1MGJ49WrHfHyZk8bdurItbJo+BM7H2b3lkG7PEnb75bLOz0Y+SWX9njMt3DZk9hrcJYTz3sjA2Rb2NtGnhdPu3w+Hw3Y3LH8cn3bbbPtieX3y+LvsUVfJuWBcjPVhlmzkFjfKT9nwyT8WW+wSXqzZMZIx8IfuyKfG/p1JuhZ2NmA+MnzlmeDx+LPGRZxLCJkuZJkPjpahHWDkOymye7J2O2qe/dlq8B//DdmBaOP+IbBuzvXLMS+8cp6tttZVu21ty238zbq+H9vhi7mWDmvjLLJxJB5YJIOx4tEwECTmwdN8WEq+7WrYO72GnVsPeMg6R/uUfS0NG021HvS3Ncv/aj2/RYWLBJcWIDxfbL9V8M5I3/EKJ7l3slYzjdgQD3JObndvVkk8LB8Zag4R3cR7dL4mKXr4XrZzLK5sCHIWJPhBcEIeStmF/L6on6iWMxHrf8AhPxjNvxssyFP5pZ2Eb21+cnDrtuenb83I/FlZyAlBP6LbYT8lPtsUOSXKSPfYH2/+p3UVj3WS/RkQ5/5PPLv21LEvSJCCPXi0PACe2/Pofu380VvxEfXZidzlbnpEs+yNelDD3t/lC5sBy9mQZxZOXVZ5xtXLtoCX0H/AJP9aXQC/wBTGOP7Ja9P+2HgWXxaHaLdM/i2r+rB/MafFmqwn+9GHtP5pHu3cvtNzfs6eww9btm81Iy4vaxs9xbWvbmvcBlGsFPrnq0PuOu1bL1EgFNmFniEPzcwzpZPhZ59lknf2/8AVc8Ys4ZCYjbKAW+Olgw8Q++fT1a7pbmr/EM2fUsrpAoW3o0kx3ejayTEY9JBxHwfWUPhDJY7EHMskgxskmzuNjfC+kU8l4TqTB3yk+2NmQT2ZNyMWb4zu2eH5HZOZZI6NmMQ2PfIRG9FsjJa5YdtbZMn2/azwQMT43+B59GDnh0yRvQSGwFYRsWnhs3rxn68YWWFngInZueMsiPj2k24Q3BLrDsAtIixh2bQN76Y5/5d0okGD6QPWsDoEl6NXMivt858sweW/uIm2z2XIeeS18e2eeBPovgcn4EOftnj7YtkTklh5VPTEWQM7e4nsm3lqRzxkKfbc0QeXJ07de8Ya2YucX7D/nZ4yyT3EIJGBss/5yDxAuZAFxtHC2cDZetaZ3K5ybHfUo8ZrdYk+lMv8lvfm54VF6tIf6UnJnXSZtLh2Dxl3YiSx8jGbaIH1GvlsrKhx+SFzYc8eAQyWdmmcHLPdgTBYkFpCFmwyH+tifO43tbbvhdThPU1Tt19j9/BZ7hSWZu/ZZxN0fJzMC6ss1iHJJnc7MyV7J23p/RP4eP6vl/6o3/+hZ5jPk6SPzWpT22stw/z4ah6y7fHJcxJZ6Cx9Nt7F+nBUfsf6iU6D1IdCvyR8i/5FoOf/scmFx/yC3f/AFtCbss4e5sIHexL3ZP1Ez7dt+7F6Doj3f22v0y/dhu7DGt7ELlzUtuncP8AUKwH/GfWJqNh6tt7xs+3/O9TMDUG/uUORu4T9Nx3IWBvVKz3iCGod0iv4uM4xT8TP4mU+Q/RN4/2At6dtn979lsqfnZ04nL9K1Wi+4BxnPwsH7A/Nj8m3Ww5wyXZEzszeerGI+LSIwLLPFLfvxvJYfX1tYCuW2RQYa8dG+B7XYPTMBsss18JZZZZZZ5CjpZGlyRtGWH+rtsstSMeMyyREbd8MD4yxZ7syLPCWT+RfZPcIeWkAWm3WPgde2kDCI/N/M0CNPze3aD5BwIw9CDwc/qUdTPg3asQu9bbYlhttZtnc422tj4NYf02EO+DfrUD8sHqCQhnwdss85fmzll6746VvWJEn2m96kOJPgMpOjTJ+3Xbc2ax6xMZkL1/UngH4t7n5gvlz8z4zxr5D/lbdow7bEdtKnuDOpGuzzzhBDfGzgD39lIa7kl8k9pDE2Rk9xeljDT1PhvJZYeMht7bGFxhhpdCFqN/vh8ZFl/UY1nqfYxJzLmsc/rz2K+vvgeAJfhA677nDtloFsBv0h5MsQ2z3x1kHpPLLI/9oHP6vVnkODJBepxkrYvblyQBv6bl3Gs7sYQy7bj97p4H8k+BdCSdy1hSTtyOetkwSCSNYiPlnYrBZ8ZY/BE9xh7sSHtj+OtuiCayU9t6sLbUhMWNwtiDXLjLU1Eml+SWd9dmvDHeu2RpYNsu5JMws1wX6M4k+o+IZAkMSP6hBrJ+2fmTpPoZHMJZHTcBCNp4AzWL8ohCF7t89j2631j3x1N2HNWe9SherrGo0AUH3Ys3/d1lvt/yOH2/uX9Mn5UDcf8Ay9uf+sL7f/IT6z+rj7f8jHHIehd8lvqWvt+GLXc6/q0IHzRG6Pdr2PXi7I9q4cOqpFPS1AcHyWYR/GWd5/wsDq7r5Y+9t7423rkn5ttONjcJu2Lokl9Ij9xfsv739px9iv7zk/J+o6eAlGibLibeR+K11l/i3+IUq1Be0cNlnjvgjBcHZjbLPDH1Ix+CGPY06MOcWWPUW9t1uEHwcU7IGuj4bGkI+SI4tlquz+FEKe2m62nNl+jviTbbVll2PXWG23kPjYt8brY76vRR8YS/TA9p8YPXBIX4ZuoT0m9BHsOR/wD0b31Et6Z/FlRHXkljZJ5YM9xgOrBshsBiHm2kk8lGR/D4G+QDmXujliwJZjxliMfmdN108Pg6XD3H4GkaESa7bG7c9xnn0JLs0urUe9LW6W4qP4bCT5KT6n6hllhNaIQwgAsMK4mgyT/lDmWkiRuQ7MeUTljJB/uh7ssssMfp7vdxMnwGCBfQt7QQj4C0+2erEmQc/DN3wQG2+Y3IPCXeH0bip1smukgD8sPc5OWTZ4CxHHgzLNhQ3syfAmxjcn1Z4ZIvl7Xp58Yd7JZngA8sk8Es0ZdkWSb1lXhySyDU7EP1CXwWV/NrnjYi2cZRyHSYNNt4wHtlWtvne+dg8GPsXWJ9LCEP59MYf4o9QJOXKhpYMgwjkg2Flh/rv+jCCI1j4Jkj3D2Val22chvp5P2bcOkp1lwxU9WZF/wXIyLlZln0X4CxYyz7yDsYv5mdEGfTwhIwhe2OwizfylwOEe5yE0d8bnduqN+Eq2hn1nOLP5IPEAiFyG9xPbwv1F10PgJ9m0//AET/AP0Ufh3ZfZ+okfwG0e83oM30K/ZP3J+JwDFU/kn/APkIJhM4713RvhqXqLwjqOr4b9Mf8j/aDmJZ+8n8cVen97frN39f+2fEXf1IUIv1ct9EF9X7V71NhFt7X/JL7v6tr6px8bOXGV82+MY4ZO53yFcOpvXJc6+EL3C0PXhAEs7PblJ8Sf0Wrqytn8lpl2raHuHluFo+rcLc62sPPOy8MELJXpWJwL4z/kHqL4+z1BMubTa/Mtc6x6MDHwtw1fuRgTo/L2APR/HtEn7ID8rZ6N1SQbCTwkuWDiNvATwjjkjER6nUHJGbqw/FL1mY3cQiLC/pb2wXwMtbp9vdgE8BMcu4N7Y+3OxlzGluWMh8FsemzFDkdLKCwb0urO7ifs/LTrOredhhOOQYRA5Hse4wJcvQW2/qhHUiHbJ67CtJReeBjMsgoWwmRc2C1YU7DiLPZfFZToorWLEe+ADCMWSTZm/D9i9W5DcSUjn9wNnk61u32eMT4Pdo/VF2S6S5+Wabh/sC6cQ/bADH8RhAh4HMsZMdpffJ0k8BzZss8B24B/VqMkhYY/eRUdiiRdmz+iELZ6QIiPhseCbJMTP+xc/0rfIbNTt8t8g8t9S6MH2UOmVVi27/ABPfrwksS2k4xdvSsjxZ/pbgb+l1ffxsEqhJodtAWWzfDPHH9F2v33erdmLVQ0ten8CyZwH322Ley2vCSHCNvUAHg7P3Dwb6JMbJJLIupDGS9v6S5nsfuA19R/NWQVD/AD7tpdM6hkP4pcmzi7AxiKOSB92nP83AZ9eMsPB768AaZsuLLFliBYWWWdgSN9WZufviTA8DACx4kTtAWL3WGxZn8ECPh78MNj8T/tcsS+OL9Vy9Tt67IfkDhl9Mj8Uj2+04eniP4Ce/EF6F+FGFmwOhByMXYIL2IeQuWsMLYZW2FfARfHLUZvZ/uze2PgTg24RREL2CC9sXt8AsnqfwnxIW3bt5plIpd6TIPXOhBC6/2LAXQHkNWf8APRcE/dq7n9Gf/JDxfHowOHp8HjbPCSb4tZFlw98NjBlwZFjuzZQl4RaumWDqwXPtyFPA38snhYT1HMM7T8wI/Qle4X9dqAbFiO+5DmELkDvqzzJFp9hcG6NWPwsjs2eWY8udjxAxWNnq0OJNHpp6mswWhIb4s0xtGXX3kPqHLq+QxZgXwTtr5DeFaoSX8l/ZM4SQmXZfkWLLbOW28tmKv9NsX6lPZY9zwdIsu2Wz2kvjJEPQ3MxhdJbGyGsftaR/6mGD6c2T3YrHLrIgpbpqw3NsvUMx7qdjQkZjuTpngySMw0/3B/63D+GhJffD68EljDSfwx7sueAdtSC7ywhvJ9kORqOGX0+PiHp2TwOTkBPPwY2z+wX4XBJNiPeDamkJ7hIzifo6wH6vcn7IdlmHnnPHfL4HxngMnwQj03p3c1k/Hpf79/ZHrk+8ewRnnfA/5TLm7Zl1dWgjEXq2n5I8LHIev0W5UYOCG6MnZ49sOMNP9b0QLLJA9jnKK2R05Nlk5ei9pMk+oy6lH3KtnTxyzwHhYwyfH1cQJvA62QLTAs8ZYIYf8jq8Mvdmec8+nbLIJ8Ms9WfwDxlk/uyBsssPL4Jlnfdnh8mrMtskiZyeeE5ZYROyQQeHNvUMRZHjfP7vdj4zYbib6i9whfkv8g/T/t6ePhCfmR/ktqjKkOyI2z22sj/e7CA1/oIBNf7GOcv7YDgCGD8lzH8yCYw6f+HBs+y4D8rJ4j314TydR93bjw6TiHGVunjGBP77IvZ+I5seUREu3PYLkg4/S2pT0HtWQcB+xH5P+kiPUfrs12l+JQzk/hnsJ1hmyTXn6Fmp6/0rVwn5Qn3y+r+XwnIQkOj4aAzHBPBonsLsXuTj0WM5PrsOuQkHbcgx4U3qEnaZchsBx8E1sWtufYsbAILvxBrz3ITVy+UeeC2XmdkSWf1MDIB+jkd+63Qn7jvIGG+uWUnjE/vhRDku0wvuT+nboHIdDaPCCvsvc7dpPtBDAvqHePcG/wCojf8Aqi2dF2JVPcFOjLgndg6AsEnwpOeMOT8T+a9KsF9gIy2DbIu1joFg9JWmz3kP6FhN5s+SC2wNWIBkIIkXO2wb6m7TbjkU07Na2cJ+kggLzI+3B4jLHMTZcYYI7UDH1hLCnf3Z/WfybbfD5f475x/BWHzp+bYS02NPE+jjBTYZjxh8Dm+n/k7CpI1sks54GeSHS5bgF8N/tj7H/VgH/ZHmMiYIjJTwMi4I7+nV658LhAHCTqIUnuHl+dk7ep/U5HmMljhNKt8DsB+bH83tsEGlkazItGA2EdYEF6OsOn7bOWTB2yOXYQzyZZLs+PsH8SyyAs8Y2eTxkxL0PggnnkLLOWeEsM8Z4RsnLLLDPCEsvk8Z2/J8CCCJmRZ5Biz1j2ZjP7vpK+ujHdf3ekj4oBbOIbG3vrMfSQXTP7eQTEJpELLdsnSEa/r/ADnH+9/8j7DJmbPr+/IyHN/Nqk5PQskksx74WUeRcT2RD3pfflkGoicud7PXW0XLNj227ZoSfa5PH9xYIN/gRVE9MM7bjj1Gr7C5sHlztk9dd/BHDDgI9d/1ClOfxbNHZ0Wx8J9YEyzi/IH4bWA/W2uBCZPB83L4F3JR7DLp2PdpnC9s2nZiGgthneey93Syfg9yQvpJV8/Yb9ccluk33FsOwyd1iKQWJmwklek59wqz1He+dlMCBq39b+mSH/uk21kAxMdlFr7Jev6mgOCnW691RnvL62DscIgTD+xb0/DITADYmA/EyFt/ExY3vb4Mk5TBZIgCWJx9xluLngjgn7499IbYuxLVN1x2B9r/ALZ+6yRtAcZELG2E+Im08uL8zECl93VLP7BbO53x6HsjwOGJNN4uMThKgX/Ffeg+5SKLTSVrB/Ak8q2sPn14P4GF8rHfO6RZlkY8/D0m8Yeh7P8AjCBZ60lgjpmQsTOw/dSC5sxVDGdW/pufKetZPSIT7IANuLlzHOy+B74CfVLpITXeWWGu3tY69Ih8I23A+opostK6dufbl7sb7leDdhHYG8Vn99udDHvJTb2X4x85GGoP1veR+CW4qT8kUH1Y/nX85dtPJRs4T+lkOdnMmYGyNMMxvSPUHlgeM5F9ss8erv2zxnh8ssvtl8tlbrG5DG2b0i2/v+B4yyz6s8ficssRzwts9kssgs8ZBBkeQl6vcq/Cv7Z3qL3ivmX+706/yfjY3AnbLX9IA6oWhsw4+qNwg+iXUcjtd/3HoJ/BOMiz8s2wCHdOq5/5VD7YPTYqzq36JPzlfs7eyteylhehjdcmIMIz0tgjY/xldGySEn29pNTDHfDcH5vmSfHlyU9t8I0Ptmaws5sNRtlsv+lHrujCNw339/iCl+2UI4eWJteOfqOQDGYQEBguFui95aF/VlxLjwL8Qjom9JFM3ZH4XeXYhBKPvI3qwgja2t2fU+AY78LHCTXt6u35rpbng7HsSA/q0trl8tPk8N09xx7tSJtutsjDPpcY8Zy2Yc0kbdsmGPjIIaBkA6dS3pwtsv5ctv6t92ywP57l6bJTQhHrZ2YOeuC9e/y3ZeAL0lxN/pYHW9BfUiZoWN42Yk3ev1nbpN0Zc3Z/95nVzku27soB+bCbDSGk2dhJYJQJB1CFnzYQ8nSQP4ZPx4Gawt2Y4xh9yzuGVOlldXX1bdeyW5s4vZFq5+BWNDnOdLYOEw5FnWf2j07/AByz+D5fGZ/4Mksssj+BOWrp6irRPux8KSHsqf6XtY/Yh1P3cGf8pDPTYiN/ImlY5U6EMuv+1h3HG7zSIHvHsh3dkLGzUWCOwYY9erUPb9qBKYevPUwl0yQ8iZcvFg1jXz/tzXTHh9CWGDEuOoXxG6n02RhgyH1MegGQ+Y7+p2hf5dEP8sj14s6pkmgL5yHqLtnn2tR6f1a17Y4d1hFliMPTBfdkF7yL7gv2F8mqjEvhhvcCyFvez4kFtEr0Q3qfpX6UnOccqnUa+7clvcL2rQdG3b+JNg+4IfdIHr2/ZGZhJ4BgfxC/DZ3MZH8Nkn5LILLLPDwX3LPqXw+574IJ/Cy9QMpin+rMU/sb4T/C6f8ArX3j++wekv8AJL1lj5l36fCfUf0F6P8A1gxQc3Nvm3Vy53H9R6+j9zlmfIE95Yfr/mLwgRAAP1/MvfYM1kZB6JH7PrqPh1+y/wA2vratW/PC0fROAPYwfEz08MnJGEPfLC3bnxvUObAO27c+yEOy0bAzk0+xbBpazQY0bY0t0yxxLWQ8f+1DvfpHfOn1LT8zTW6B4SH8E3yT0usnqAMXvCyR/Umoj1WBhy/5l2Mnq7hGzv8ASIgp88J7EW4ICzKBk8iLx+ksRBsMnWQxcunjNG9llDYdsnQWRNyh1GfdhQQJ4Y48BEGIRiWjWCIQFgtj2SEN08e54LRYzAD9eEfnjhG7D05Chl3eWDDuxmg77bpv92H+rhGnG4eDzw/M2AsR6bsDdBEQwTo2nZL3AcHZO3DMf+9yje5d5HP770TztoBu3JyCIORjb/gQfKz8xiJge9ITj22B6h8NSTOQSTmtmg+102GKWiSocBxL86/d3iCS6rewW0Sr3YP/AAq9j+bOzZ/H7PvzvjPXZ8aP8N8EyxmMjyLsAI6c3dUNJtYTdhGT+S5JriQcfmI+nLMT7C/LDiZbnL4hb27ij2scbWte9reSj/rUvbdYe29oiAS1H8YabPpEhpuwHcg75BkveZL+PCXnLV9WhuRxc5ThDQ/AyBnVkQ4HDlg/xE6+4eXRvaS4MfUe3/oSED3Fm6bBz02PyE/mLs7Y3WdrvjsK/V8EUwe+MWd2A+to9w5184BgDflEP4SHyZ9TLiVJDUOQQQ16rT6vTrffli7D/C2fpJ/TC/hlj+E5Ghd9xP4CCcyL0ZBz3Znr+ALVp8LZxhgg5CwSUZ7B8KGYEj8vyse4K3sF/kfRH7Xoxe4jG14Inon7YJyhwAeGIB8/kTRJ35P56R72I2TIZ+l92pHcNkPQS/s2afZ+TCn95fgK6+y/OqK822yyCRyeoOWTqRk6juBlDFLJAZttyzt+uulImGbZhL2xb33qtP8ABPbw3VIMMYOdkRT03afu5okXol6hvl+gE9JOf7R4wWjV2Tkmr1vlAWQB/vLTaaaeUkZafpFYdy7eC690Z0u5N7rNIvMDh4BE80xmyK+v3sC0L3SONxjXkM03rgAwmusu2AmGz+k4yP20lGcI0DSWf2xHEjH9yFgsRq9w8b4Iy+5y3ET7i8yHqWevxDSP2K+YJq0hivgrYj+Cr+bD2si/q9ofLLZ5sbd5s6Eh1/u3Gv3d5HpaEIISHU62aP0inoGf0y3tMYfCT6/uG0Q/JL+rVb874j1WSI7/AJlMX/sgemXKfuOF6t5Y74IcrgthVDk338vg0GHhzdLSceyEUHu6huXeYq9A7FXfQXVY5HLD8Q7dBl89TI0akJ6kSgf4QnuzX3KzH83w2223f5kkEl2yCzLC5LZ43znfAc8k+4bfUZkKtJHeq/vcol7CCC+RsN1OwPPsjg/IRSaI1LedtjF1sFD7g/wko9oyVcLs7PD5mTHJ8MuDps/np/Vmn/wnrLNDO7auZBgJEywUU0XuC2ei39PBr47ka/mUU9b7k/A9stXWS2okvdIdWSzt72xvm/FiVSBzZ9f/AKpSTkLRjV1AkX+gsKntYH9p7b/zj2whauu7GS5VJzOeu2eiE82U6UrAXcY6F+B7gpPxl0HHxik9+R67A4MxaCZR+N7mX97ZNf3Pdr0kkxQX24QRFeqxJuu1m5e7V/UPF0bnEhn0/wCl6ZsdYy9Wxrc2R9nttDL6y9n/AKIgwfBjaXto7NNtv1uOOL3h4CdFhMR/1ciR9fwW2Tfmt9i/vsnFf0eeY9oAfy/x/wDjY+zfnMUntbTb3hyHb/Mfmv3Z4lP219Zntk3u/ZPnuo6xnuN7LayrfkyCzLLLJ8DJ8PZ/vxswPVLEnBJoW5/BnYbKB+m2upTVkuiGe0BAxIx6k0jyQbLHj+4f7CXHwdJfBln4ud23OkE+iN8LJuWRI2JH2NTcWZ0tMXM93Vu7B7JEbq9XAI+bEscsayg6Mt7sV09dxyBYn6ZcQX9x+1nY+7YdvcCLS0XvGBD+IXyz8kOLcTDAtp77OZBnLpT9vaWy8Xf2jJrI4T+7iHhxLNAZd8sYSWLP8w5ZYHsD1OZEfYvuEA4QunSPXTtzXBfVkK9kZ7gPTZFr7PEK7tBmST10jO4/5M6tf62d92YEtgGXqk9lv+ZPqsvaOksHhDW27jG9EHIMlnuPZBp322Oy+cfyvcWSb2otqJkpZ2kG46iJbucBu+EI9WCCwbUHXOS8mBSYTCPpsCdhrf1LkScNZygvqLXjsd/3gj1sdmBS2wDAIS7w9XNhJvpf0TP/AEDf0wvjtkQzPj55zwlrsHlIkjwB/kT4TwP8Sz+XPCbDaGX+f4zhUOA+EyaWR7BDNPshJE/Gzvbum+9n+xDZxPq3my92d20NuH8LRh9E8NwL6sAfG3oKk7CmZ3KYT5L8SDYVDGqyI+Xbf4fBb7WuHaB1yLp/O3Yf0hzZtkm93zPDQZ+Fj858h8Yxfowcz5heXcZP3H5bLJdHYCv7sn04/kIIafyHxGo2xDLh3PJNdOwqta52P/66fq1j97aTfHAg/AR/h/HiA2b+olcB/jxPrS6v6UAeiftBSAUPXrrCI4QXS4WGxj8wtY+P8l9rEL/b+Q7LvMYj+D/x/Ql7S5/8Es+F19vvLd2Kft0239t8HwjPb5Xxvi/tMK+Fm+GyJD7PTsj8+B4M8ieCSQSWQ7qST7YuZBT1ayQjFx20Vli/vwVbtHM3mKnF5GeAW/3dnnb23VvluWzsrYjxnlRghjA1tGry18bmOs0gJWxKLOA+m9rT2S6vXrLM8+F2TCyYrmutnWftbQOycniBfcdk3fPl63ORcO3pAjnhey1bm3Gw6/Lr1dfd7Q3fj8ax8ATQ9slV0mcW+wm1vyV5C5EFszWHto9ZvuQOq/RiW7u+5wrluT3cmN8LmvtM9uX9be7bZtlhz+ksOTq4YXbv2zkb2tkjRcl0XXr27Cexg+MQNenIzhkaOhnGbJHlGL/BCdhhpZr1YiBf1h7usuGULB7serlhRwa4yFQmV9WLD7ZNHsCIPX0nRZzi8tuvS22HLueKJ9/xKohSfM3rdD+W5S16sTrFWU63/wDrbbfGeHc93f4l7s8fn+K+MsmJwt8e7Hxmw8clibbbf4e7PBzQO48o3OQP/wAv7bceQyV/eeLG/wCm+Egz27EZV2xn97IgcQ6aWYjx+ybi2cmay5Nk6X/DcE1TCRHt+m7P7uLLsOz46iavtNykGkPiDV6EJ5PfzPcMT2PhNz3r6sU/L2QDul+qwYPfiTIh6to9X9XT/f8AEOjbE/okAf0nZb6P+x+b/uLX7YEe24Q/F/Jqm5nv/JKDPnxLo/KxSfb0qc+bT12D3kTBj24X9b/0j+KAvyb/ANT+Odj1i3t9SzL3sm5rPyS+I50uBc6rdtfGPJb4747ZKVP8p3ZwP/j0Pt7SbYb09Wr9T85+UE30pP2e+s7Pc1/dmurfy7hNnycXrELtvg4mbbNyPdmTOvd+GXPbNK+2XvYLbcsWQJ8DGEG2Q13wMvpEeyIskhr34nwz59sR3WLyRfhg11mG/sX5H0kAbPASknwMeci23l25dmw2RO2vyaOX0WHSw8HEXIR0/psaDfd3pttphIIG3Zi/TbNj2SJ+Y3wb29CTkLfy3G6jYYs/0zYMu2Zs1pdbMWrPbPU5hKvgy0DR99yJCGS9T1tENjQ5kRogU1KnWV+b+w7ccW3+2zOXLng9Ra8PeWtbtskrHYCKZlGwwisjHjK7swbNeHk6qzCpPmDskS2BTP1e3WYPbdsKhoWWX3Y6zlnby2fVp8tv29Eg1fsy+43kNh4K/bnQ5zJIa19x1mLUi769yN4+gtG5gqvT1YDpDJ/9Y/kvn48fGZd88u+M8jZ4a3k5tFmyWWXMuvgnR4Z2B8PqySYr+J7n+O37Ah8H1b9xR/b+1smC3qhSZltbRbIZim4kc+u2QlQ6wrYPlp067YJuQEE538brmf4x/T+rfpPqiymwtjCPTCS+iMWYl7u+lupnJ1P7EWOo93NPWMh+NsEHVs43rGHg9w/CEWCfb9t2bZvuMPucdTPsdD3l9X0WzpdCs30/DAAfey5vqE5pbett/ShI4wYnLBY3TT31az3b8ATIjdLM4TGB9Vz/APwvrqQjqjoP+FndUPnT8+GCtyBwx/kZD2ZsQ/qb3vwtjw/fVu9YijICBCj8fxQH7mPR/EoLX7tbXJD5g36jcW9jn9dqOxH4j0gyw0cxshPh3+PwN1xNyXZDcnwYT/q+6KfbV7e2V37Wf2v7w7Pk6tttvUwZ6t+s+BE9NgLM1is6ybsVsu3j2fbtuypdf3bLL+7+kd+pH4gSoT4HwHkBJWG7yTkh229rRVkqldvUl9kldLAFq6em2xdRnkC3/rYJ2PPSxaWn1kQ7vgTxp4GOwsRP3MwherYXcOxOydyYDdHZ12ez0fhsEe4N0hKQKzhn4u/FxHj1TfUofZdPBZ3/AEyxW6MlksOzuQSA5PsPG/tzDxldLZPNc+fmGZE4W3ts04yPDDf6uCwy8bZZj4TIeDfl9FjsmSwTh94+wrk4HuXCQuhZezJxnRPAcn4H4sLyT61m++Ab/wBiXuvSfV6JcZvLepWOttsMrMvy/qy9mTEV9Mxk5ZTds1PeGyIiXnZPr+k3Wy9sjwOqNH/a9Z51YxK7BsrnkkBHg8Jk+48dtR2INl6h+tfwGxxnf8MgNf8AtC05teo3C7h/29490P8Aik/Y/wCNj7Z/ZZYH2LfDckzwfDBJH8AlAFTgW39x/wD0FwCnUtio9Sxf/bABoSWCNG7Lz0fyXA6q+pPfns/tmD/bN+ys4I2C3/8AP7g6zk+RkfvLcFt53Lft/aW+GTwHGbh+EAuojFWMPf12B9XE1HbvH93bi8dybLxbw3uerFgyZ13Zg99nbo+vzZ3+V6yDVufjULCDjIw103WejG226ll3JMly0x1k/dxdvgH5JfuIYhOn8EjPUfcj8MQLsZ9Bb/MV7uJPhlsm9vuIYqOOqy0uIgYENut7Kl1j9m+jHwZLU3PzcdZEeOiemQbAzYU4ymQ9+LHoJnOGljYP0Yf1RkCMjtHwsv8A30sJL7OnI/cQfRsU3YgL4eCgb29WHyNkQUWzujP6NxK/gEJGffgL7rLvtndo+yo8P7s+fvfHfm3q2xNh4yixMbj8zj7OL9s1cJ+22a21MG9rbZ792yku/ZXwDBZiL/HhfAx8IwTs2KwfxGjezsG7JCRL92L1/wAoOjGNbOXqFsZwtp7tR5I9/sguxuisX+5HZ3c+lHWbg1Pzr9uy7uPz4VItHd0jqm7Sy8XGFNTIGs57ZytMniD+7UYV8OW9XIjoX5Y9MIyVmTjJJ2W5Gkx8nIU9IBEC0j58r2JvY/O8YwCSFb3SciNXBjknA0w9n5j15hPuWbnfbdOpA9H3jLHBtEFnfZ6o0beX8O3xBL+Z68Q30v2kP7l2/d7he/8AafevzdNllP8AcqAfLe5hi3uD74OgbQw63oP4bV3y4nYxH8QV9g3ln/fB6e9t518Cx9n3sups6vSVh7EeGyvT42qo/wASJjB0z5cC8Etach0+CBxtvvwAAnuEQiYOdOpCCXqPPOWXctj1YxA56vUO/LfguvH95ER3tsHjgZkEDvIECzn6kPSRIn/JfVP8u+i18f0sjor+JoIR76EeMha18jJBMWx1AvoL6Pw8KXrrI9UH2zGP97GesfY6LPtZdLqYw0eGpB/XAl1W9V/pljtuL6dJVFtH3amlbb4c8M+Ey3snh+E24KyoH3cs5NTDdprikBu7IN1s7hJTqmG74NlZokGaT1jbD6y6nv6i9PH9+A8h2+b1LQ8l/K3C1htWts2R4C5bb423JbZYHhts2eMmph31YWQ2pVvhulubEXzfCyFiwWyw/ifZ9sixm3v4iIzuk4m2x1zxPyW37K/N39tsr43Fjbfhtrw3LDMHXtpM3lueG3HikzX7s4SQm+X1Skq9xDvjey25bbI8NfzF2V4cjfqH4tybngYxjNDjZ9Fqs++DMdvumj6ZTB2P1JV1Q4smYsm4vbsfRdtQ7Nv028QYfcjfTsPpOfvlqI+tqdhfGWF2+/JYS62P5tjv2CkxACDhNmOgO2EP7W5wT+VhKu9rQ5ZwksJLvu1jK9XbQZD2MB9xFG9vxenucpTiKbDfctHPTIyb138zGTB/zN1C7ma26mInEr0Y8xkqDtsPZhywPq0ul7s2yen4ZTP5lM2I74rIAK3nuH7uMt3n9zhiv+2b6yet7bOv78gT0MBazOB+pHn1njVOSM+7Dw3rOZn2Fib+0I2mTVhjFf0X+mxhiEN3Eg+fGXTt9zuifdJWIQfdOuTc9KwX0KT1R+tml0ckVHLW9Wn1n7pe6z5BfQs1lT2yDUJ+rRzwe85djfs2e2fZ7k/S+vGfw++4IILu5YlTRnqtnOHohDZCZIM92xmfuBniWxueCzwgqchBDzJ45/zMicHyZPB88/ge72vuvOWk6vZ/MUfYjD7mBZF7JOsSu+A8QBD2NS55j8GEx7kK0+2M6N/djOnbLPzZe+WeM929fCdP6PDIA2WrmJ+Lj9zVR31JDIwtrpLZxlO8vh5Oj8jN+wwCy9Y6f4mGeM5DdDPLnPf8tfOXP4njfB/Dvrydny+VC3xttrbLbb+7Qmbh40t8tm2WPY988SzvZALdzkUgvgq/YYf3attlbWGXPD+9myfbPgcPckklmT5I+yn26+zMl4v2X72QL9k7kGRy08btr4Y+thb68S/eR4AxxHONkNgDEFlhBb29fFrHwBYbDNsPsmT/ACE9hkmckFb7bIpBEN6ASXMlG38SNsur4Fk7s8uq2Qms+PaxAbNj0MM57mz7stNjh35dX++MPb23rkYN/Nj4+H3D0dsIyztQyPzjY8V76mj3tsdT1bHIMt6f3LuPly8IJfK/LlR4p2APF7t1+Fi6UfW7qxIx1ME+/YNnUfJ8ngwnMA/ETpNEJn0xMMbB9ui72dMeDrP2bX9jLuH7aGVM6rYB3yqxOX2Pn3djSTkk6PZ/Hf61YP7/AEEibLvuRA+CdmBxfsTv/oC9CmGzwh3RyeZKef32iwvsjW6SPa3o79n6b6tHZXBmgPyweO+tx+VKhesiL+YiXRICenvPAWYz3+pGI8MkAadIKE/ywERk9rH42KnBNLfA2DhEyncYs8DBsjlohSEeBD8fmfIgD8I6J9ogzRvfv5se5aFn70f3bfl/uyaL342a4PCK4LCw35bKCcj+ZJLjD6SQB/T+b3JLZ5xjfCvD0xvYLgjaCE/pcU2NhtNmO8edAD0TwjDI9mJ9WMrqQ9y6u47s5Y6TCa5LWHLg7e7usd+se2aRwfuFryPEP4cpre/rLT9ZxtdP4JU74ykf5c7Xr5Ks1zJ+rMdZ2Qfs2x2yEg312wsh33Bh0ZMnrNYve2I2If7iAXFn3BEPA8vf4wjxmmWWHjJGy+6+M8ZZ4xlu3vxnh8be45P8Db5W0tlfCtt/gQ+cNjIvzmInYhbfuxq2224+kh+2fzftkFuU/bJ7t74V529y/wBteCtr5LJOwjwfeXMDatw2PCU6XxPBlkmlgepuzPEen/gQz5knYQOzH5EkcdlzpF8xCsHsorOoeLkAJWb2LPJ74b/tHVkGYJ+2JHgzu7IOJaQxAaz1fgN6v2wFZ9uSL1szijLNmwN+xHVq+uwk6V42s4Q33NrWWNN7LNT+7GL+GHAm/wDfnuLe6lgIjZuF6RMZoJCWr+oe1+MOrCf1LkDRZQcZLnuWQ0fbObkQc+/Fa0WL3B9b8yRvXhwmQ622Kwki+rgQL31czC1aRChHnv2HXn7iEHD1siFWfXb1QrFUV7tRGw1k4fiwzJIpY92ToHh72DvZw7Hdn5yEnCOXZ5Pt72dvrHuHuQzb82H9kt2AXcfRNt50nrvhTuINzhLi1+4KgNrcLMckD9G3JHdW728gcbcz9WZvhO+vCgBGeW4NX56SAGW36c2BNkBDqR+2Axr+ren7j3bWkfrkx7/srKvtn8yw/wD3QHD/AKRgZ2drgPMOf7HVpER6vvLB7Akyej/T+GGr+n8kTJE8sWlvy58nuy1gy3v5PDmXsa9CVh89iEajORR616Wd+7b6/gJ/1iS92C3Ve/rAMschOjYXl068e4t4Rbhx8MTbbMlNdeuyDVZD14S2de8mrd7XA3sixNqxQbqnWQDNiUO6ZN1ZYPANkjlEPwdybcbGK2RkN6NJq1eTrbzZqPJ3DDb0htVY2/gg3swluWdvRbX3Ll/C/wAwP1fqLPeBH4yPqdke5j+fERr9b2Q7urr1f8j89vDbs2g5X5Q/Dv1592Y+AleZj4EvzifwJ+4n8KfzkP6iT7y/db+VpD+Up+SxaXIyzw+C6nkzObB+ti9ZEwd8ST0FplXNSj7Xols/khyu+Grf4GgeTzjZMbaEhu4QvHMTHmx8A98nkNu3Dx23xsmnbJGH/jhJGfeRjs4Q10t6WfSxZQ6mQv2Hi5Rofrb6NP1JexPDEP4Ah1SX/aOqWWWG7JccbBseDs9yLBXTNrdxg8C69u7M6NmCn9zMzU5D9wdCdqu2XZdZg8byIsZn72dX/tXVAYF2KeA31ek0uWZzwvsg54epJGTpBeoH8Sx52/8ASiFnyaxTJ0+7WSNs5F1t9nugabQlmTMdn+Uuakq6yX+m4b92Ff3ZPgDY+4nRADs6rnftyggZHYlxmTzFs97OG4SFZBf8sgbf/vT5P5uB+44AlHNNtCgafvw7Mvd6tnuyJosen6Ti/LMFsxTToyRy+703j9gCnD7B5kT/APpMYaPtY5kfwzY2H5u4PHogRjM7FyfWJ2A/e4TtSETYWw/nC04bs70EawLIP5KmHIfodZcE/d6zZa0DptL2fBNj+YMsm+xAECfiwGf23FBn1BG0cifOBYeKoxH2eM+E8OUhJvPA4P7mmH6LI3D4x1fseLPRHWJPvz+4popkhxE/ywzwfllDzNG6ZNjvCzfE95mkhFhBDnk7THiTN/JBnnYcHexk133kg+A2n+kIPT4Gx762AMJ8z7HXwOXbLQn4U1aTuM+N6nwWeOeJz+6/cyeKwP3J9uw97fuvjPykvHq1nbjH1UH4uvY26pz+y7I+3t81lk6x+dE/uWn1v2yzqz+L4NjzltY/K7fpGLr8z7tjfez++QL+96e2/u8sfmBvVlbx22mam2vW/wDuPy4m+sT7xgl1mp4kMz3mYUu+je/sp9hvth6bvvWN8tlwjLfDBY+ITajcXre/qJg8SsMezwQsss35PjX+Gn8H7TxrdlZ/8SaSTDbD5MwDt6127Nl12YMYbZC9I16Lfvyw9q14GrNcFIZpJPjqT/S1VvyHiEHbIL2dhyyM3wMbDIZsG87rb3kuXN7bAvttu/OstOxHZ2DwOUsFv75cL+7W3bd9kLX6XO6LN6sXfJkdh7PzIC9L4MtYjJ1BHtkDHJ1S9SOrI792oYxtX97b0sBP5Qf07H2fnwyzgfUPCX9Ucfa/bDtvthen34Qdjw6bKNh+JiIQgIj657ky52yTakTJG6Q7dmc2FRZkhD6fV7YzcyNzuR7NngsC9zS4F9EPS33KSK7AIX633s9z7ekkkYfoEzin9SjjHfcGTCf3DSY99pEbdPDF+pf/AO9kwjC6N7I76/TOmZb7Zi3TEW9HXq3ALgfpb2+pP0bHC3orFx/4S64zfze7PCmpkjX1b9IKJPSQh7j5Gc3L+8n/AHY74WAsH6/n+CxzMADAL2/3ZD/pFRv4IXZ0gli/uH/hMB1wXYGQR8/LGFvIv8UjJxZ6LPBscfb227NnIIlgdtfglvfBHxht+49/uZtyDBINHBEZNsFVg/bexAc8hsSpGWl1YCwY9k5whMfmM6v/APOGf2Q9M9WzXzb2LsYFet8UuhgEljLgyPq7Z8aN5Pj1KmD847tfCURftBc/FsC4OS7utkWOsDb6XZG1bnTlm2Tv5jkbZBY7d11bXIf0wWBhhe7ZHx5424SP6m37LZcfBem22PAbNhSxAWYpj0R1Zih4GICNeJ774B8i/wAG5O+PlxvjTx7uzby2dWf+NIWvACQu4ynSdTnZR27Luvnpk1iJGP2wcT1bF/dp9Zz+4iz9LGp/Rc73+CWr4ZJ4NkGcHwcYi7Z6/UksLYxLgdYvvFPzfX17l9Qb88E3Gx5Zsc5dhG/Em+hBeA5nev8Aq3xXLDZxkV97ep/2JO9/sy54F2zLY6Tjb2UZPs+y/E5F1DZyIuxgYj6/cU9s4smw3OCEhAjkP2yIe7PvwQS0NjrYQvT34Th2P3g9yjSbb67e2Zj3tlY/bFTfMsWczksdlfZ7hpjAxy97iV9RiaOkdmuuxvwQ/svwA3OySp17ZKOLds+pNOSQHB9TM7HskFrIcnM6jhjIg9Hy98nNEeh7iWS4foRY3en9tpke4c2AEp9RDdsWyT+i6JjM3/S9EM/UmYCCNwLDPRPyLIgeiU+ZIYi9WJ/UFu1+rYeMX1KVmtqg+vhnR6e9dixmQd9qGa/lbP212k/3/ogNHAEP6MuV+3wNG9y/TZF2WOEdZ+y9OxS0Zzs4HxgxxbijIOvn1ZIj2SoH6ydY7Qij6uKscmkuyMGwI8nf7rY3zNuv7k2BG0tIdwx9/G3/ANt9wTJNX9CY4/uTEdPj8bKZuCVlvJU/nC9b2Yc/c8Zn0kLb7BM9vto7qT1XY6Eh8Xvv2WC83x91r8SI09XUyF8bebj4ngQLJ8J/3xlnjLGsHP1HJ4THszLPkywyC9oN3weLNnuxZtotWXbLI6LAEZ9sZzxel8Tx9js/706h2GRqxQnzDYOZGflnxPDkFkFlngzwsEg8WsAsMndeydtfX+Gl9tttnwmXLvjZh/8AONKk8Azwa7N2jkd6u3sglWYlahXpf8gQAhQzZ62dz/h42VeDH772xYVAZD78PkG3rx6jHC3b0FsqdltMf/5+eNSN4/qFocWzkC4+96D/ANof4Ix+v7b7H/uV9j/2fyZ/uy+/2jlo/wDVv6Z+7/LdKZxf2kJ5HvfdZh5ONbYfEWJRfdjVzv4Lq2j4f8LDxVn7VgbGv3/yHHHlLwP9IK/9Rk7vY/FsZIvEYLXSPaP+4Ho/6tP/AN0/uf7MiGJdUMUnlXCDsejx8Zv9maLbW0uHxt/d8blkzekfrEmzkKV2ZddXR7Zv23lrtxYLMDvOGYQaXML31vVH3NmyD7uL36gL212MLsjguWtg44x062cUPG+RDAQ/2TEfYtfGUyPgfmOTz+sC9IkH0/mR6uY9pj+Atf66gB+pzqHJnI339yrs64dbRKfj9sFBc+FkepwnZ5ee/Le378cycyUh7banfw2wwPj4kVCez4yt+y7jHvv0khG4O/hI2g8IbRLUSoB+7BqfhayLKF25bM5GBiEDBibIVLvf+8HG/Job8swbqHPACG5y6erMYI8PTBhrb2bLPtoHnrHtu9jslm92TSG8Y9MgQ6sActMTkSbdMPxP9K9U6x7CAnXrxWETuQQ39y4TIuQ0JFsrsZ1Lcdr/AEfAZv5TuP1tzN5Yctb/AHK2rq+ueMZ274N3vjpZDh4bvvxn6gL+kCEz8I9uR9l/2MPTfDs/snThZU1yUtt8jNkZD3wNix8kb/0fEjlwnx7duEPywHoh2P5B/gz9ILPAFh4yM8ndsPGY42GWnucb2CQxM7s2WY2mT4LNsvhvn8NcmHbZS2551tP/ACGZ8pbXgstTp9RPskbDr6kPsbenYM5HJY8XYL1Z+IkZnRloxss3rHgfB5DAe7jV6WRz5IdYCwkdhtvN/qB976mg61meY/7J69WrFdvpQAON/Fy7DhBciVyAOINz+1nzsw9+AjzqO9njhBEgWI9Oyn7y5YuRSAq5hbpt9AtvBKsFWHwPUs+l0lslDU8EIcIxM+2Hj98MvXMwvYtTHWZtWZZq/wDhCsbXMiLBv9EV6R+Yrj+7hF6/+Ej1b+oQQ0/EPal/kCbRDoGHOhP4v/uMmNZkQh+0Dp/7xw7saqtHWQRHrYNvkySi/u4CF5l1UGZqt/kPFykh7GsnhrD1ZVBZuOZPqPyYZuhI+6fQSe/9aIwj9lhNFk9aP7jvG/qfe/8AE8KQ16wZZPj/AFB4/wDXewN+kc/tZ+yNfZljdvoSJO/Iz8jHMI1RNOn0H4iAEHEbI6v5vxkzcmSdTxY2z7ttfDherYfTMlcbERts4REBedWn5jv7Ik9CwEj2/V+WGHPzFgw7Z1IZszYB3Iznfxk7CEEbKJNrrKeSwtBc2fUv1D/7P1gY/d8dluYEWJDkkvcu5w+GWseP7sH6TfbRie2ZJZs5BxtXZycJ2cg8kD/WLXxPRe0NjhDjf3CJbAw4KRA8PwlA17c4fAep9Tp/zfjyfkR+cc8nX2Bf7um2ezl1/ce/JLLzkrfXjp8Ls9eATPyPCM/Uy3germx+GPwR+K0eoe+rT0Mua/XfaX6ZD5Gng5JrXhvw3C/HgEq+o4HiPl+yO/2eSaucCA8Z3zpFyMtj14LfG8fA0nSs3OSaz5cbR/fcUM57NQcNsXqeS9mZMtvnbYttuN6vtifDLkN8fAt/8TKZ8otFm3Xgw9kCXDLsOoAjARPuxDAx7Vjww67lo8fo+4CcmzsGXMgvnkhLgJH58L87CeE/MdI2e83tqiMPRvxhYgxOvssP3GxwsyxlngtlDRf3aHuz2Psh2PXx2y/FwZIGnm8F6R4UQEb2WOGzr2IaZxDD7nA2M6cec2ye7EP/AO6y73/e+HtZ5MUYE2sXoDw9Iz7f/S9CMsS3xH4JhuLddnXG7jTk5jf9YzcYes3CBev+l/8AsGBhD9j2RAxYBvq2EZ8vnl7rszwbIxRiUtg8xDKQySE2YReMpw9pawiFrpn4iSaGy6MMlriTeoZBjiTObiW7oTCh2sX4/pnI2YL0j4w9nQw+6seN19MMHCH4g/1WtzLmwae7eRwFf75AuzWk6rzesD1rZeh+WY5z5smpbIT1J2bLEwxMz4W9nx28VYw5mLIid8AGekKw+ET8H7mQ+P725i5YDdgWjpjDqfWQ/fC34bPjOeXmjbc2v/CF6BfXIjqB+ZkPf/JOvAovDf6ji3CxDzj9RUWe+stCXbbinc0s5D7Ye1qkwH5/3f8A5j3Cqn4h3w3Z97E9bEL6h02ZEXN//g4P/wDXDev68vd7z5Onf+V//jZ9/wD6pEi/pB6lH5csU+QcgnpsVgMtQW3EKQyXs/8Ajar3P4hnEQJu9MumTveFnBj2XJPFHX/bBkYkxiwg8DqCzsC2mYgyLFm1B+PBmwNhkWbFgkvb29QZMGfxX6p80LfLEmGZMNiYCDAXMuUBAfIanauRN6MAeWEPh6x23P4E5kNnk8Hj3ZZbjPuR3cO4/WUw+o0w8EDHdll8SZYXwxL4UPD5zlub4HZZRtHVuNsPgP8AwqxKfEHyGZ/eOZ7hwc2zViTiARxe2GwoHWQ3WRwYuB31IEHTwtW/DsQSfW3t2HLaQcu5PcWe4gHYMLAMA6yfpIGz0yAkO265L4uErQY/Hkdxezi+8dglhHMW1wCA7P8AUNzr8baxtfuRSNlOsmb7W4fbYUzSMNd2PPln2mer8Y2Rkz/3XVzDejML9Sj1ySAH/YU9Yd8E79JIR9qWqBWB4gqD4IRPGeBfEO31OBC3oxggL08DFv5s5/BhxBE2MH0CB7idNg5iQXolR5HsCepGF6EQBy1hd3tLfbZO/ZikMJfLslOkPTqz/JPuvsQ8RinxKXbWxm7E2NPu3uRe1L8l+K77u25u3uD9hJ+SUcpgAD8kMfff5gg+AWATR/8AInFhHqyf2sj2OwcAtD0uP5n/AAMmTg/96tiazQON8TwZPl0qsr0mFmzk+cZJJPcGMJGD1LxEH7KTrLobB7EGOybK77X8Fp/TO2dPqwnZLm35nch/sYD/AEEDpOL6GVrMaYZ8gGW6e/u9yie5Z8ZwD8h2Buk4gVz7AgK+Q5yO/uGBD7XtkUEw/WWHHE+MsF5u5bUDSIoe2WnMZml29mOT1nz3BExIns4XuFwHTMXA/MD71+rVvb5COhT7BlPogdOcsYH6fISTdT6xZFcuoen2yiY5icHs4nNLOsO5LPL6JG4m4SABlV2H1WOoc8OwyeN/ULEsNb8LKmj7sBkKxc8BJ2yz+H3ydvt8/hkHguWaSbIZcs5JHk/a4IWSGwdjx5lkke+Jnh/doXCj1F02Y8bEvhifJz+A2wmY79jD+Df4CENmax8Cl3TPz2Xwtrlty0hdUL9aet6iUH0+rnZ64zDiwZ0xkPVlB3+NOj/HZiGUspS+DqRRkgwHst6Vsx6trSAD2xDx9+SkcQ2dWhZhEfH7OTz2PpG9y+kxH9WUTk3IV6uS+RYdRUgGnZ9Vflscy2Db/NsM8IhetnaH58Bw/r7DMyYWTO33YH1jBRMb2Yv71gf1YpLl+4bE4uB+DPAyj55ctY/wraPUS2QQIPDJflvtnRbuaTVi5m8tnEMdUuHMja9vqXC2fPbZTjdwD7bP1Zv5u8B/N8eiEkcAfCNm/h694f04xnFA9P8Atfvx7cLoK2NL2sJ7bPRwkPN+QXH0RqcRr2sa+5tuJrtlk49il+OEbolntZx3++XuLbB77dMg/JO9+QiV7Ohb7j4RAHEGoQHH6vjeke1mo+F63vNrS45d5De1r2HsgIZvP0QXBuxA7GN+O2gOl+Q7jo/q9tHdjGw9pGEgQcM3YZTfA9n/ANrP+UhJHsWDUt99QE77ex/fycN9dgjOi8hr4dlxBjPUgVW9A9Q4dJjbBKWmGeMJsSB7sJyHN7D9bHS69vYMMmfphP8AcGL7cP8AfBcHIAuC04PsuCDiHZ/MpqU/LTMpxDISNhbAUR217BNx33sSFwyGOv7tJP7sV0/tBYZr6gFBT/ht9B09twk8EvV2IXVni8jV0cJGN7khH9IdjuMSMktoToX52xbBHmQBi9M9y0fWN1kC+0DEgYhZPJ+clFgN38MFB4RBsMJG/wCr2EtgH6jLNuUB6wnA3v4khJ7xgfGb7vRZ5eW/wYnPGecjkuMxQcfo96n6LU2Tu/K0WcuPeJ+fG6ic8ZHheC62SCHkPCw6TIXoyb1b3XOXsXEDT8GfyJtt8nvweDyBBrmwDoyGIL93sa/7OvuOzqky22v53xp+ZB6NhHWTtnJH4iD6fZWOt29yfdkmPLee4f2Zu9vyesJfgnIvuwvcnbvuQP4AJrxf4Ysx+QWfXvwoDGaJ9WdkL92TH33e+ZZbfjfjLS2lke5RdY10/wClp9q373pK+5UB7tCY4cnWvqNL8yQqy5g7DAtoJHVj82A95Pa9nYsvS4QNfzfU23BlTuxD24XPcD4MoA/QSPILrej9Rfrpu+yAMSrh1I8UiEYIyjyRO2j/AFPR+I9d3IXn6zdYLch98Mcj9ciI+3Vjk+bFwhnUH1sCwQC1gcsW210LH4gxkqP32Y3tOGjDgYkmDGTWP3s972c6wvV4lL1sDZoyu+EsSAzBOrJX/tIdHJsLwgJNwDCADyKVMuwuEfYEiizT+/iet2xMXPcgTetPlbL37bgXRJyEyqLr+7XwMdZRjHx9tg+GxpOltkiFe9z95MTmPIynDR/F3YxEZe1vsNNvVzPvrf8ALlgw97aS6+YS0ecGA2ZOhjb9G9s29zbPr1/Tbcc7sOIIt7IgHfeWTg2im2FikZTOwu4312/bdPdk+2ayHjADgT3Aw2EO6X6gT+kti2D4wYZzCT43GW/tIKEMJ19yO34Wf8e90pye7DV9MNm4D3e8BDG7BkN976uZM3F6/wBREUFvXgZIuL/iEiA7clt14Jkdf8sHBZR1v+TwQ2P1tXGs2jnf+l28FsutxYL7nYw1u6JsaduwmB2Xj8rECx9G0YPWQ+0b6cIZZ2o2B3nfAB7yA+4NJ6NhMK05crkDoOSxMie5QeFiyV33tnFvT/ezOPfWesj3e3sMFjaIYXtTH+9kg3CReQH5hFEzDe5APb2XbtxqLEsrpcssbPGSWZZMXvfDZerlnl9RYLgoZRh8PwsZ7Izjn2/Lx7853x1GyWQY4q3ueJnnGyM8l4Pr3f3KH3e+MH+JjsfwPHImL3FyUEfMYurVY0XwhGwwXv7KNWUUXtpbWC9y7Owv9u3tgS9ezCUJ2HQO2RKlyDRGm8SUj5N0W/xjF1aLYx5JX+QCljsElnhiZfseOy+mH2zQdT3bII3Qn2OjS2ern1M2zaxS0WwgPhBdS2O3EUewxI1uAEDZ62iamzSYkDXbXqNHWEpQmnCRJRhfmFewTNRxqZMa1l6MsMJgEfiNKX9uy6m9gd2NJ6rL332TBsMVd0z05BXPE7eM+nbFNGWPhZj7mnTnUrpzkQxNgbvJm7ZaPuYbsonS1oW9wCZTOOQhIpyxWl9iW16yryLfsGCiO9iOcN8UeC37C3vsidxIIcbY9ZGjhL+zZ/RYNrFuKOnq59zdGok4j5sB3YSLL76YXUf3HZkcCT3msjHX9w58fllwPyy7Hjt0owhUh1+jHvPV8S8nD2F7vgBBdhOdQmzkBqT2x6+XUdMuZfnXuRmP3Ba04sFwddsfmMvdhj2nTH3fvspaODcHWSwEVhww0kH0SwI9RgPSPX6I8I9GMY4KyzJIsD0uSvG27jYusr7bvuDNnP3lyZj7JqVzY1BOu2lk148yH++MZDB+2x+2MbQnrUBL9XoSYMp6H6SCw4fuJUesDHG/m29QrFbB1iJDjcd9jP75DH1/sz+5DB7Jq8Y/7KQF9Mie7fbJhIKzlxvRLDSCG9YeTQmMNbI0rZXXSc59lzI7BcIPnZz8We7D23Q5yzngH1a1V4iT4+OzPzf3fozQi8CQgHRetiLK5zbUdg5uf7iD0iVW0Y1X3+PA0ahZSl+o7ZE+8uYvb/fD3/nIUyxSJD3cyd+46T4UYgSIC4iKTFL3HhbPL4zwknIJ54Yli+wAU9O2DVjTfpHc4+jM/bs83Smrg76UHh6tePV3Jjp6Th32TSmFXvuYseljseQrBbDMDTIViLRB0w/suD9p9/w92XsvUWx7hJL2z7zaGkM/zJ3mWn0JwnchetZSL3rZj3y19mi7L3WSGmsC3b0Ozv3Y2frbT0ISx/lsyDHoz9SMyDex0Ifb0C+E0soz1kpk0qz2QPx4d9GOPKkwnz82ZM11Jk5FvPBsherM7Xr+rL9TLSnyA87+bh8l9yvzbSzFdsViOrty2X1uoWEMonbQD02Zmu2sHIHZTWwkVXY2z0oAiF7wZA6ZjYcwtnybBjIXS9+P8hHwN1LbSfY/ab1cIz8/uYl4WmrPNC0OyAvDIuD+mRiB/uIv1ugpNiGxqO76sChSjAu5Y6gwNXojMaEQgnYNPrK/AxGPGS9Y/tsnqWJ1JIoMyuXDfSyafZnrOmHq1RrKHhLV3sqRjMTKa5kNB1g2IBvb7wngF5K12PZ3PpAfuLnDPxAaj+pYGrE2FD7ba1kg2c7a42/fArSuxQeD6waeJ9zq7/7Mfe2ILS4y6Qj8k8W48YYH3tq/eeG8p8c9GPHPrLPZ7mZyX5PG2Wa3dsD6g5BrbBrdH9pZHkRqmunsk2NLFz3cCKt3s1BcyOsYl9YwK+9gIaXJ/FWUaOHYTTuBdx/2sttJa2DYX0JCAu5H8GPdw9jYN2wQYhdvh1LAfvp/t60CNp49m8l+LEEbZmWoSS3vglteS5GD1bPceg92Hpvg+33wXf6mx+LgT2YfR9j/AMLIl5PLkfc21mDndZHKxe28/Lb3vfCCECrsDrbUMcsYJLQXM7HgH5b/AKw/0jHTcOMa4MRcSfkYKljuMH9BkUPkPU64T2NzvIDeyikEYz377FCAllT+Tb4hCI/coVBYToQaWCNYP9ujdrl7Y9wslvD2/wAsOCHztxSH2JoilGKce/zcBU/tMisVWbe+jcEnx2aOdcVlX0fIyFAYjsYTz+qPUNtjnnJh2zUJb+9ZsWB5sLENAlgYTI8ds8N3wn8Pnl8ZBb4Ft7kP53P7DsAGTgIwdIb0v7hl8cjbNuzlsAfYP7mUGPA/vm3wd7TmoXZ9eFaw74ZZs+sOS1DIUzp6f3Mmnc5dIRlgfmC+ngTgyPOmfwP1kXO7Ot1OHvt6pcHZjbW2pSC/tHs/b39R76Se5kHjKb233sqvbuaMDsi0y6oZ1iciT1OsOMsPdybyDQuCswSU0TS+6tj5Dt0tPe+Q34qyWW5o/wAzMT4K3wJfs59uiRQ7MZs6gQ4er2ttcEyCBIse3StXkmPnYa5dIVhEh++N4JJ1oP6vyh+oS6MOYEp1jntmmsFPTeoGTrewPRElxe2yLa6S/jAb+rYk5PBbVCz178BwioEOJT0fqUMWByeEloSfsuOuI4mWVP8ArLAe43GYMrVgesOwJ9vxpMt9rGhjT03uRSHCw+gbGFHfliSGC31cn1S2jLTt9Hmer907IFY0F9w6y5YmrYvWOJM69wemallWAszTcL3zd92n7NIfcb85lm9sUrDfZR9uB2bPdqFwS14qCXDGTMLUa6ffyHdLwhk/QW9H425+rY9vSHeU26/zKvr7vTQCDJddbPE+tqx/Nm9zg9mZ26yvsIA4EL2PXowYM/CLS98bLSdnol69pQm5syNB05sT2v0gRN4/st0hest0wOKklx1yCwVtT22lqwGn1c7LB9UbIVX+pNxhmkpTVPYMvp1U/Mf6kWHuw1nJYe33IS8yy/n24sOK2IPl2QNcPHScm6veZYbBDRfZcBgTmwxsmuZDaTr/AIj2eHdpYuOLIfwCDCyfJc1+dtKAh1/VzG6y9GEwlkdHeQOlF3i0sSLXYOpC25818twfIzF4fs3hEZo1UuL757yBX6SLfljKv6OQwrW+5fxln+8xCNcDbXjmdsH9gZZd92bpvPCAg7JgzDRrnyTBliiuSNxNLXW/NsVo97ljyNndPc4/lah3gl2nJ7hZ97+ts4wJ952ERjPVtJCTl2PpcknGf1OuJFHaH5TkYZIQBgZoQaF75esTEfjWBgovM/uwaRJxv10t3XWzJjedyf3rxPpPgtcZQmvZ1ZU27fzP8I7c4J3zFjyn1EfhWPsW/rUb+kcqOQh6P3C9xJJ1jKn9w3PTenfacLZBmnLQ2AYuxKTrGMGh6l/Hje12J1v2OAdeWf8Avr+dbbveTwCea2zf746Z4b7tlyeLDLnbrhCM6GE8I86tHWxMeBXveMtmy99wjxYaIKZegvW+/uz4c543p4esLc0cnbyU/ZH58SGbLtJJOatjagXCNOp68Y5sWmA7JbT27aBfn5uaLrGUvNY/ddiaQmmwIQAzIxPuccxuurd5F2E8iBsoJ7SnVJyZ4vEx8hpMZ4VTfZ7JtYnyRr62V7sWzc9xk5r/APb8v77Ox6C0qsIJKCT7oOHId3iEYdY/sfDIRJk4is2mFsIDlhwgGAO3ROmq8tN2DZVzsWvJi7ein3YDi8mn1PuR1dlT+vtocZA67Hd7nez12fVtYZVxYXetn9MZvOXuJTqeAT1/2WwJ0QYU7ELlpNS4sWaj8duMMHubThvy4Gyz1eowasni222MvG2CALsg/wB9gFCyMyXdtyWeMDj8vbuBLH8LjepbgIxu6ydUs7U3PGb+PruO5YfLFoo/CwhkL7/cjw6esOBPUzZDpvbY5qbf3RSz1l7nwtlJ3Cf7fZNa3uQCedsma+tNiAPxa3E/Vgt5fYwvphX7bZDYRINBuwyoQ7jBrKgue8EANH3HIcWbZPdlIFhus47YEu9uMbRwIHtnuVDe2wOZM4SqfAsYunJ3q7j+REBi+4jH6XoAzkiCk0ZkkeoJ8zSfdbWPpLbVb2Dh4keMiFwO2BcYpTps5i5PUs3RnS+gF139J8v1PJ9b4fCevolX0WDz2S5QOnkWxw21vGzA9yLqyII1zujjvqRVy+Dvh+IQ7ANcnYO5vbQEP/WE8VzP7tkJvsyTqJ+4XrQ979lFmJpD9AeNyGsdsUI3qcWTmlNJz2ELTudjU3u2MYr+mrLxQaovciA9j3aiibri2dFMWpJL9MnmAODctl+i9WmSO1wIFw+zyYMt0z7YTq3xHHEmBOjAIBw6wQD5GzYZ7tPzIhgsN59TyOyAM+28dvzTQFwvyzX2xgdI42/1M/vHqJnYmfazs/kuXtvgsOJnU9r2ORWSfbHL0WJc2ffcIevqS3204sZ28utOPxtfcyPe37rt1Z250gH2tftJW6BkSZy4EUYqTDd7AgLAFT2agnd/srC/+2EC+oo4+3f7nU6dgg3+r19ZOZijA276RPiIehXD+rJLwEQpfrYsZLbc2xZaMJ9hRi7PLPcyOeLun/2+UNh6fcRfgOvghrXoJUzIfdFhCh/ehKk52AJ2mtArvLS8LW9RsbGt7WzXrbz3aiETwFPYmc0keo1rE4fVh6Jx1Ml0S0dhVdgOaZPpf2ZPEbDDT7bclvZr5uJEVk2bOmsp0XzaY4D9u+tbDE0liy/tmeobMNfHxinjDwv4TOvjRuF7xgLmG3fx35C6JIZgmnGR9YM4ZJdMeuX+o1jncYI8SBGYffibaMjRsCeFNhn5g/Uk7fSsdHFzfHUvhAmfD1Fpgh4sFmfZ3Za/PsyApEd5LmDJk6zx7BubI0FI+pe641OMN92YD1NPBbWIllpDXJHoWRTmdiFRfqS2djSY2/qLJbeyLC2NhBsJIiPc/Sue8Nyfq/I8la7Nuxh7mH49Fngg3by1bC6zeInBOEKXPDInCF9UjLFHgkUoGXNb8ybbrhuScbc2uwxw+yE1cY/Q0xCvhoHp6sMMZb7ZXP8AbbwuV/yXHjS16/GR03J9wdjFhIx9biHscwCMnVHYC9ivcNyxUCiU0o3IGZr0xrpEwCYcYzufW2vYOnPsemIZsycP1DvftoMjMFgmFnUroIE4EC3BpuMAzTBGMtb+Pt6D8IE16WX0cmiBkXT9EaFH1tlnG8me7LbArdo/u2XPdyf5LU3O31tNitnEqntFfe0BlFKFma0JcNiFaMjs4X4vyMB/oZnAMB62dFMlbEAjMIbdmMeyxpurHeN19MyJwf2zHbce7CPbOclB2SJzOMqQ93kVc2GfGJ73Q8y67vcb4LNpmOrRcK+BbrIYnse2nrSZbgf+S1p1PcSPuhuchgAPn1iciZ1ZdDG76NY9SyMfDLX8xDBbbj4dldPcT634/u9Z9rsMbEwMM8Vnpu77lmuvqad7JQHcEhVOWfusYLnVsI5a2ynNs3wM5NlGMw2dzw0dX4bmv9Qf2QZZmLjuWMPBZv2wyIV8w3L4huWi8ub8234P625G00v9H58DThAwQwyRp6YW4+xPtE3bNsL1y9nZ2MsK/wCJUfrPyPG+nyI1zX1O2M+wtcg1zZqx03STAxmdWRXGmM9hxCO7ojMtHYxbJDqsAPYbCGem/Zafvh37lM7nrP8AkWR6If8AtatscJS+2Mw1kDkTD2y5ee0htZlj6DTrJLfrejQ76sgT7QNb1J9QfzcG0kTeOvxJ+WthiE7jf7nQQtjj0i0nOp4QYPHr9xhoM+Qn6d9yezYqD0zBLOdb2m2H592Xj2dJXINpJPYwCH2QBxjR9/DFt6WWBzkB7BCjyR8PDwXhsWeWlq9tjclH+8DezYSHULVPrCMvViJPTrLdsdBlfCN4McP7hT7Ku4C5Mw5D8GO7b2arexkMdvb3Yib72asGS7Ngvb8LYg7J22BwTQGQ++J8wcWpfZ+zhtc53bSZDNEH9wjE7P0Voj9h79zdiS1qrdCarZbej0WMnt5N3hpJ0ts+luYvLRsd3ZHtgwZdSWG6GWbL95PJnfzEH/8AK09qPpF+G3K4k0HRguknkn9W6abCYne5JxjsWKE/Ixjidm6yyycTnYYzJ1tm+pLgPu5nPc/QaZACpo7DrBAvYh6Lizsf4Xab+4FAaHWyOXfkQO32KD/WXgzU/GwRr3otUfi41+7JfbYI6To8iM+2eC1/9UZzCnHvHC/W6xcFdluXZetDLDcYOHZbXqWcz/kC77kY5HgwEeu2DfjHX6FhbvCD1Z+kSoPyFdOR9YBZ+SHQHVLD2bSFuGHuYRkz3fFFuCVoPVg8IQ4eAy7D99sp9N0M5JD4Qr1ieFGQfCDq4IW7+x3U/i20mE0Gyt+yXfHt9oMQk9De3GUjy2+2udlgvoQcFGMPLfQgfZpC57YJJH8TdWBG4H8bZkboM+BLQVD7AeRvSZIRGJvq2qvXxFMsjHhfDB3PvMbGEb9y77tMrcA+eoOtgPdo7cknZ7ONxfqItlKVMGzbiBiY1nAPA8niOt6Zg+tvOrcINl9v343xnMsjIfSEHV9WmtJKaMP75kOOOT0qZycjVpR9TKtTraplx+aIdkzwIo7tvp8vaTE5/kZeX3SD0Q76SrfDFoHQnQtJqCxwEjeR3wMBviTJPYZHDtsat6XPiDd4l5ya4QiAgvZdXwNzkXEbF1pvhheKMq7jHNQ83DXFmN0sD0+r2D6YrdeXR7kzm59sXTuw8JfBD4yAy8XtuR7kD9Zb/OpGflWeVjUD0WscPwQcL2IQnuXq+TOqE812a9P2kSNtz38uiG3nGFaGw/xBO4ZBpy04+m/uZ3B8y7F0+J/FZb9YoLNcg6G2ZA5n9WrQpF9kVJ9bOvqFJuWjcg+DsABJsCQ881uXGU9bKIvWzy+o6DZrjMvY2k5pdCOyDPF6W7Wx6jNtLLk5LkTs9x7bacJ2OFe3Ccdey3ReyZ2+v9Ex07OrkxjiP1CUGLjdSfJnNwOscVWEhrso7BMDIOWFqDmvi9+XuWM2a/1Iluq6zeyPTHcY9MRI7Y32x1WEHjptn34J+WX6VoT+YADZ8tnH0yApZLOX1S6t7O2jmofi9I8k8HPzPb7nNkH9wvrL9Xhw+pP5BXkH4WL1BrowPshx68GpmLabPZ1HH8r4MihD1Koj6lEFk30Fnh5e8XKPjN1xsD2m+w9k3WGrZccjJT4SOJLeg2ZgZjkgskIEHZplok9SlWI/6Z5pbyKiOcjko33dP+5gdcXsd387g5jjZRhlOZbsXTLJYtxoC21Pt9WzO5vAfpvZ2D1+x9YQ6hcQ8zpPJ8y7IfXtkClvUQw0k9xTG/ZExR6jgRs14ikwyG3Gvgv+2FfzseC7Rz03btg/F3ZcPEibodufzBzkY0IzzkcjBHG29kBKaxNt9vitAXPzMZdZxR6S030Lu36QnQA4tMO/JN/CXDj7XYRd5DoDSTlen9Lc0/tOQYfo3yPqCxfsaSj9ugHbrHH8zUfXqMW3L7PTJOQWjFC9n2X+4Mn+epTC7Fqa9ZD3mk6y4x8uqGWafjZDt317k2JBDfzaaS+ARN/cSGPd9oBlexfYdP77Lgelpzn4yThOjKwdfzyfdHHs2KFH9zkOWwR7lu/E2ei8kZ7/AJWlOli5YA/b85kiPRIk7ff234nGU9ykhIJjhFT8GPqyXvvcRyTGRBZYySeXv76fAoUepiPVHLQXsst71DH7s8Id/wBh5NPQCrmy3tmMSQHH2y1+XL1Jx9z7l6+7lX7AnGs9slrOCE6W9Pc7mvLh1dAo7KH5WH6/KYbMdtGodH99luL8iDtigDPlvLFe3wYpOBf+i/biBgYPolrt2W6bYRbwhT8biKTNralxP5MoBxEAeDUFlv8AJNQjuxfLR9JuzqcswIHoWX7kgTYx49S9y2EACzE0bEr2WGcl2zeMgzQ3uyOAiZCvD7C77XH7Y5FoOcfzYIYUsEbjDrlnMmAIdGRrT7tnZuP4G91AGvyx2h8HrtqOZrL0fdlbKskQ5DPns7bbekJYafmLcdPxalmcmekFtYvYzdIxG34G4Jy9I/W6TiFLm3LIeSGce+HKO4TJxyQbjmTAfyj0/KUi456LKtTsAyztPcsCQsxiCx5XbBaJ4Te+Fist4wHYeDAfX2+iSfb+p3yO/Ea5FXJ/u12JNhXDbdsDyRx+WNxjhmc/Fp3IZNGVibagetrY48hcPtu0Z0UFhh0EP3kFuCXd2a0929rh2yPhbdQsCn4G2D/Y7ISR9QEDqwuU3dDqV6MvWR29GWQwL09WB9XUzCMB+zylyxBBc92ItsrL9PPJH2ZBKuT1X2tsYGp+8MjMcBKhaBHSfrIM6ZA4yNu5YRn4yxvq+mQi29v6OwnTr9mRiH78taH9zorDPd7jSF5Zn+i9735EUt0CejZkhZ4syH4PYGw4zkAg8IgHZ23ZZAQnGrgdZKSf41Id0ZPMcIjMcDbmYJEwvjMmJ+chMfzKzC7NBbLVsJ6TMccLflAZd5SF5xuTnaum31FNgMhtXYD0SozYd46RDi+GYz62y6+vEmyA6zo+O2tnjhLJN6vLAEbG5vUZzP6G2Brsqe2wwnBdMpDq9ldb3bXIGQ6IY6iDFLjUPtlxrDIEbmw/YCIdfhfxaOrYKFB0ml3cOMz6z1veXRLob07KZBWpnN+ccmieo92+WdCP0pBN+zJw6tHQTSstAvIX22ftWbsd3HCOLPWMCOiuyxiGnTpKQBGsjUd9zLrH7cTAnsj073LNlH7YPyydLOYXTYc/tjA/frKhIgb5CyxrKCjYANBm1mewinRlel3f6ggH42WltdFNsch6jVPrCZzR7h7s+gSEgRdIKnPZst0OWo+j/wBJF6i4b0H2Rd8Bm4afZl1vfrtvfX68JHph8cl3fdvQbiXrBaL7YEYm2TCeN9dnUb204YEFz8xCCcFOGf5yf0UgVu+H6nY4RzJP2An92A9S9LmH+3BeiWuDiwUFFq+xX3ZZywg97JkkbsCZz3otv8mQw2NPT0skegIOGxsGTDsQvR8loRok/uTv8DBrLf8ALYmB+Sy3KhdiMJte7I0GD0sH8LcLHUIag5COz3cE7NvRe358H3jzm2aclxEF8bQJcxrbpxUn1sAdG9JSgeJnLB5y3+bWYXvsPMV+Fss0clFnAn4kzeBL65FYUVzYhICEjViZOvjxL7b4MNRA51mU32kNCKA96i9LEq2wOAJq+iWCmWYgQzZ2WKzPoiDuaXs2dZR2Z1Oybjw0OFj6S07DZb3bSWqR9jZsgQYOtZUgaZYbnLbhgPkLFsLTpa2Ve4ZKE6sSFT2ljDX4C26hhZIm+p6bBcRI1LvCBAAQF6tjoSK/MpP3Eac5O4Ue7DOGzWoMhQLaGQB9yszB+TwReo8vzWEX3bGtb7Eqe4C7GMLbtJhYLyHVgALn4IY1IoWcxrvSl6rCa93peJMBkHQmAtGvQt9LIQVvuzG65HvXI6Nr8oxYLPfkLon5CDoA3sjTBG7YCA4iAIeu3V2JY1Lssv4yIgWGm9Q+mzLh7jsLDtmQjZA+98D1npJJXfSSgWy/XLYerhjtcJBLmykEWXDdXYps9+M9XHPRG4R/U6+2NmgzZ6KsOhY4DIuCD+o+xo2HnLBWjnv/AOORM3NusejrfleHv/FtUtMZbFzPBnjJcF6nqy6dnp24XwcYYSdlwk4wrEh1wH+ZyPtd/piD2z96GyE1lPl+rwkAJ7MmJoPYMRwPbI+x+F+Q3fPhPFn5kHmpNcNg9av7h6ifn3c2BY5O7ZLIuxrlsMGP6NMHllBwId6vyJnZ9G0Qp7MuXb1cdgmCOaWXvs9iUJ+b6js5CaRA51+RB1lJtISE3EmT88GcwOPS6UnMWGtvsmFBtpgWG/sQvzKSKt1B6JmHgY/whDPYdtdb7kgkof7b0sVMnqfGPb9sXbAHHEv7mmkP9jHiFOsJt+j8xmF6ne3f7mSwv7tkDGNu/l3tzn82R/wmvYXYO1uEYwX5GzKe+Ev3E6f54znuf8pxE/pD0ZA3Pd3b7PxC9e/W3BTs9oaOXtNgX9D/ADLbjImJhzq9tnBuHG8nC2PUYXkWpwv6gJ9Pm7YWl17kJyMWBun/AGxp4wHHjxtH7shvfUR9AZCAXuWJ7ILjvsuuF/btvXiGMRujhO8Wa5XQDnIegi2wTZkZNTvoFu87cacdZdzweQHWbORh9xoB5ANpEh6DTsa35thy/cJuvWW4YY1JWm2mYD+LCV1inkp3kNLns+G9GWDQksZoIziDWcP4WbE/uR0zJcyKJApvDwjLY0n38CIOz0hzwYPh9Y8nJrm2c+nIAItDSv7gr2/s7ZEP+TKMe3NhoYsDgo7LFTha0c93oZ6Lllj8T/dnJp5G1y936ue7Vfb5bXqEQz5B3eDGYM27OuTO6iwGz1DJa5Nt0t3/ADJnd2SG2h8R0Dwt9Mab1GzNFkgjHjkin02tLbmxR/osEYF9jITRCMGsuDuflgGEITLspfgXToqW7sxzkhj2w/RhtPLUSWPgvu2JVhW67GARZW5M5ak13G52ZZvPTEXc7aA5e/2LNEKz3YT9ENEk49ks+5FcYDsHPtDyGe79st8rPnTvID1bHdv8ogbjkH4tjqGUPsofID/t6d6l3c7rK6zr3scnsH8+PMhyJY6Cv9tQ4Lg69sVj2F85DpyRQI5PG+fm98P+zaB4lLyVl14hVLEWPbSdIYC0afSQerFsztlqQ7+43WbL+ozz29yAXDfeI39wtUbPWzuN66CRyXLFzbcIPbvbd03I6y7shq7E2jLqXPGIMyOIao9Oz5fmZ8UQHnpiej0BDTEJyeki6dIt9BILInpk5Duf++we35YDltEBE5jEpaHTLCutdg4f8mdM4nftom6bxmtRoJPwt11NvdMPhl7hS1tykkYsY6K6ZZaRzgM9w92VwA9YZDEm3Nfw7Dv7vYHL1mJbggF3EINoAlvv/SQ3EQ9/ccD7Pdwejkaa8MnB6BHkHFy1yTsAR3vNnUzhDYFj7sFxZYf5k7zc9lvDj3wMQem67DvSw56uZlhDo8/UCmDxZo/ovVvUc9X2OhEMLN69yCmwye8t3fVl8BGxS7v4hcp+T0OIbLA0JWI6WIBuBKeRBDdtbaQ9UvCzgxfwRihCezLi70s+QBK3sMzvJb/ZAGxuxn7mP3PayTl+IBMOw99ZPywiR+23wXcDc/NvJAj73IQfgi6AXJHCrekS4WAWn2V1rHg2i+1wz+v1+pC4zno8TDM9I9P7hZ3pwt/VuZdgzZIJ7nzxnFNlGNqEmlYhpvctivez39yFL0WFi+wBtgn9zDK92zq/e6A+9lAx7YBWXcIB4ztm23ptw5jYXkOKd2aZPyWan+pB+pEHnd8QPCUO+7175JcAVsbiOCS3243QPbBYQPDH4LJ5HNyT5kixKw2UYAMFieaLTRyIJuBbpbKb+7Gi4bNS3sUH9Sj0WijrerDASHq+q6W25dXZsVtcv0PMBmE49g9u3dOwQyN6nk6Qt72z6F9CRjQR+N0S8Zlupszfc+4dLw+yPpOderszRe4kTh234+5YXreie4UFLX3xPA676s+uEz0IJDS+iyOJGgbdsalIuJ4RM9ziJwxrlOa2eyOvCx7jNgR2QJlDuWs7MsDuzb7LluM7290ZD2DwRHXHYn7sC011tK7eaw16M8zlm2dde5audkopmbObZGFHdS++EhrgjqQcxuk9RjoNJ2JyQMWJNuo9wlxS/TsEDtk52/Og2Zns+kAxlENn0WUPcuy5HXZCfg8SXbFl1DuAVgHDvee9ZCsh9z4XEBAZV5HvdiIbjbTnA7EozmJDd023GDqRsP7WAfdfpZXNYvT1cYfWWQ520ml2F9QB2HoZ9vSvoX7PulmFPzybt+FKpli+nitCm9t7lP6eOgOMkx6RoN9zKD7BFHjPJURvaxsy0Ov2xUc/KLpOiMuveSjXYAHtKA6iG/LYrnuV3Y53ZyU/bY10lX6kXyGILl6Z4f1Dvyl7TkwtjL7zTpvsiMMavbPqNURjwdw0srn3W+UGbe9LOlyXps60kp0dp731NWPbbCtzSfa2ng47Azqbstuwy6nR7Qn0X4R5PXT5tkZP6GeJEBtiI+3b8cttjBIdEtNOn3Yk9BWAQb9S4JqYcGbGh31c9/S3dMXu5YYQGDWMul6Z5APH7a3nqNWXSbiTdFWqAcw2uOubbPAq5+42dl09mf1CT13bBy2KLrIIQb/d2Ho8ywv2iH9ScDu3297IGHTUyAXVh+W81XOgTqekiwBz1E9OwjBpL6sdNcUfePxnumH4ZPqTq/cewbusEJt8+kafgyKVY4oWjrl68oznXlkrYGmSWmp6HnswTGo5uSSmOLYGXsMcevbFR74j9fqn7u6H/srdccH+yVgTizzak724JVywL6fUCfZsdPW9yQ14HCet3vlV8Tp2cfAxz3luB7w2CdfgsARsAeTeIR77PgX8toBKsj0Xjktd9/bjbbaYP5Jy2BAtuUvqHJ7m23r3P6S622cMdLX4ZXfcKXmbBhNwq2Qm77tHmb0m7pyVYbEduajY5o5+5CxslVgbfxjcwkk0YLXhAtkY57ZGDao22F+Nm7zYlwuW/wC8UzIMaKQyxuz5KbFL6LnZBNz8c9ttp9tdbdm1LvqGA0wA2FjnqSI9clBw9PbFfpyLr0k08RPoPdr9h/CNCxkmRGOhs4QG7ci4216iddjABmZF3uTgd8aq7s1QxrL6JM9wb9MBb4JfcBJFzTce2D6v1elZKHS+rF2fwJ2b1k7GHtsuDDjAvqI578TOWTpLAaM5GEEz4WAi+6v/AIS5uN3WCFrwwfuc+2oItGTpnX8X/oCe7PV2UWDnI7C7CcJIODBzzZDHVZbMLXpqfUE+8ZOnLm2GyuWifneZ8n8jEcJNOEiLkt30xuvq9tGe8Xw+TcplnghEB6+rMJV/ElQBMNhrsLWwTNXRWABBvXk5WdvW/C0AS8Pu1c8KMRkKfQq3vMA38E4r7kw+N26CGuWyNwWchHjQg6uGWEUizNvUbBI+fTJSCBtAgd8EkYux0wThcgsewB7RkEO4LCAbrK21h/mjWX697C31JPXs5PokX6sP2w1c3R/JZNHyOocXkuL522rPawZIXuwZb8JzuB3ba+3FeE0iz6LRzJc2eJY+42S+Baz1nbD81RRT9sHtexj2d8SCAP8Ay16jb1iNZbLCf6JggzGMf2zewV9uT7kMPuMcfsJGcsen92Ar9szRulpjuRvrmevAGLI7J2NfUwb5jO/psOkdg5ZNWWnUiOFLkoH2DGRpRMe1SkE+zO7rIZ9NhgjwDsQsYCGA7BejaZW73fU+PnxvSzniOJnWWYPxF17PoXhdLH2yo8ZtSwPvYrvqf9BxsVYJekITTk23OzkzrbKL7JUVjHY/vaAly/5c/wBuz02Dp/UjDia0P7/mLmER92l0PTGAe3jKfZCVDDqcLpD3HYl8IV+59uRFSDPvuTUbsRuLrsdg6yE/4CDiFazL0PL6l3Z5xJEz3IY32yBf+Afkbb6nafAL8iDk/QYz12Ka/T4xA9tqD7rLEfbH8LwX+rBHgmso/k5Zj1/7AlqX/wAZksTi/wBHZs0jyP21QZk7nvwA6WB1SEuNWmZIXZiB01JkEkyBXfGKavcjDQ5spK5nZvpPGHbfSxr33EJUJrxc632yylugeEgD0RUPzBIOS7sTBhhMMNdNgxvrLMk31mQAH9p2TsdEWQG5elBoYSzls+uxjiOhOwmSQO/XJpPu2bmt+NrBhl1BbfAqwmJFu4MvSDH97LzxJ/pfDDR1uXw69MpjZfYzrVi91gQwVe2+/wBauAPfss3+4LazQzLfW9GWHDs48OBw+zze34k8wRmWk2DnCOyGfmH9yhq4u9su7ZPG/OQAOT6rE3SRsHuRgFLHoWcRuQWV6l+uwKgP6iQlIZOWBbam/wBX2jO7MYdyaFC7hNeZf3Npa4XXzl7+k234f1ZezAGRHVk7+bsJ2LQu1lonr2S/cjXO/LTIymi/uHjv02zUO352Swje84Sk1yDlUv8AsvYbhr2EnKI5BYNFAM9ROhrPr0n+U2icb+U9chwON1n22yfQ6F666SIGGH/W4A2Fr6t2BszvJ2EQuge220dHkfWFy3Lg0dsoA/twisyujRtmzRnf3H4/JaYxslLi2XS7bPAmHAXdJOOtS/O+Eu55HZmme8vcQbN3iPJ+C2Bs6t9kMsyfOt1E3LeU5OJINmwpLgniO8GQXAW56mNzpAdzLqDn2B7Acc+2GXT/AKfmDlt/WijqTftgtITYRr24STB0vWp3vORjGXTUh5yCL3AjsepRA7etfMuu/LW45sAs37Kmz3PtATvT0y9RTXf11hH36Z7Rh9MRgPXloEkzd0+xg76Z9l9QrHH4lBy5ZkhHWfAkqpiAv+8teM9g2F30/Xbh0dhky++fjwe+pKk/EsXxQb4iafSLbPtlVEgdiPMiYc7k2u27cgvk+hPXJ9ShqLA+NllAsuQM5YXB5YDnS9vJcWzj1d6MSuQ9+8lu5GrGWVO4CdX6tu5YDIIHpe5bDfduOMQ/5skH1fZEDYtY393I/fl7WA3NbkJCGf8An6bB/Xp/TIM8zEZyKAIVh51LKGGXWOZDL22SYkYQnu0s0fuLDJ9fuGoN6VjttX9pnLvLe/XYmfjGdQNi0Nu2vBKA9zsDD0Q2UcAP8IF/EAL6DVheetMvDxEQXXY9v16Z4glXsUB6Gw4t5GbYefbWxH+02fsRW1/Rja9kXpnSlrbgvsI7cq+13eh4eyWfPbH9IttY5mSly3vkcdyJrPbpOQPfDwjFu+ADwtTpP7xcgOtgT9Pci/ZIo6fsju++/trulvfFdj4wP4hGNv3O2/Pn0QQ/dtaZA66fysP5y6++5Q17P2llYG1j2yh3L0NhulYuj/PDjDjGXeRuanNwfIQtbKVexue/Z/2RuJW2sn6Zbd1vXw3wI+7YCRdgsuJ3JvyyyEfmTvrl/wCkUUT2irvX7bRZYSMNu1nrloMs+tjXYceRjxBoeBTlwuaO9T0sk5HUhsUtbu++xT+07fSMKdnDhOI9JvwvgMZB7k80idMu8ZdsdjihmSH0Nji+G+pAlbUc+s5k6MlyVdXiFHSNI6e24nG76ko/VXSIuOk2N3sceRTbDI62WQSLaI3ScFwn7e9C0kJjAPcGiVkip6tJuMVw99PzbMu9D6Sp1NFGDvyB33GkeM/Eql002cD+LuJju3oRQMRoa2vD8Qvc7tiYzkgCc6JSrAxIj1bXb3u+VtWIJBwsMa+C6WDMGRsHdySerOpncyuGBdYQxjDGyDNgMmQlseiMGSdUez7exhZIeuTAcwmj3MfW7SQZ53Z8cbIEhAF6xyytsmOXLb9CMF5GckOMX/3+yP8AMJBj+bWOzDVgpyA0kcctbetvRnuDL65ZzMuCwBg5gDf7gfIiT+SIalidx+L8TbKO8x/s/wATwNbrdWFUnRIJkIeEHLfcNrEH3kO51ZQK5tuqc4r/AOjGLhyEbmNgfGizhA+rpK9n2Z+0mMxHbmwtF9/EIAIiEf0F15w2H7cz9yRgGArID3CT14XCkuyh/ctPVwZd77yzPSAeM3CDbzOa3lu3TYsVslWdWpsniFh6YSTnhHJ2JA/EfEtiXs5JNi09xjw7d3K+3PIdKS4ls05XdfGrcTK+4kPe7YQtPL6tbD8bbE9D8JScP+gbnP2QmdHt9W/qN5fnrlq04/J9fkerO9cn63tji6521382bl7BhK05kxpFPRO4sXf3GwdxjLO5zXJOsPYz51x9zO7ZFx15HYXdrhYOpiem9PXY5dJGMRY/WthW45/XxK2kOPL3A2v1cjOFfpBw7aD05DShLSYQgqIR6XnjHYYj4ZqieNuXpf8ADIYeA7OM1fyzpBDJMD4pAXXVZGDYzOrgzQZj2+r8xeMTb869i4s5LO5BDhaC91Oi5sLlbDd+R9UZ5MHQnssYNs32GNk3PxICWcxXcsu6QGnc9QAE5M0PntYLu9l1i3iwwbEC8kxbZDk6XQgiFYCENnzLkuhP72Hq49bc45BGnez1OcSPGSLhLFwhx+z9XWQcncwexP2yeTPjYuE/LLh+5hU1wXOd7P8A1WWiYA9E2zsMcvuO963YOHSP9srAbciWIO9YT7GLRZe2zGDfvZY6yuhyPjIcQ1gnMbfDEldnmgT2W2cbmWWAd2PkBmFnLGw+IpGe9uy+iaPnUcxxbixJ6j8zDhHusDj35cZdHb7Wyz1f/wAxhNYQst/fRfnIJ6J7fS1rkhATBqUWG6vbYCSI71HXSBMTveTI/DHBmrI9Il2aohdHyQeDxFfl0/GGT9v4iuJvIBai3u0H9jvu0NeShbq0r1GSrvoiIDmbrFz3INuBDrt+fzZlQzP94RXQLsNjFmu4XtCtI9QpoMjMAQa9rlpszGHh6cQSu7B6YHiXbA9sCwCwZs8EbPAwvAZQcv8AIvx25ERt4Q9259rtn5hFYw57XvPxZA/BkT52w8ACP5fRjjwtCepgMHA7kriYAw1ZTnZHxI2MHYh9y++kw51n8FbrYPMg2aXsbP5LtnR0jpagxJjMBZyG3u37I8GrFkTJOlqT8tjvlj71e8ePY521cetvoU/Cy44Tl7t628fbn7bPAPsQ7Yue4A4ImuA93vB+4RmYc35JgOLBMO7J9zid4YT2mwpeQImB+5dszDeQTrgQYAjek2KH6/u4QtXobenj2VoyRU/GIBZjnYDvH6gCHuTwHqEwCbagmBuctO7ctyP7v9WCOXS0XTUjAVLqPUQ5OWMs7C/PHb3CvSkGveyCJ4lyWtY27E7Kmdzg5Z5WBvW0jXMft/M1yh4SYjLl1ChwtQU5rhB02SgiG1dOMhxnQLje3sQGJjmK8ZC+4GQxIDDHkp+IzE+zgw8nB7Kz9TX9dIKexyymgGL+rXdUbv4lCvTNYkwxMZtxGDNL6jLHFh3cq/oJfXgS7nDb+b1lz/8ATJPj2I6CY6Jkk+4HL7lwYWZvjofsgzLB/UjFTuSYuGsnIFfnCR/hCbbQ56QLw33kK8P9m5emCQDvSRn3OpaonvcX5De4fb5Dwz8KIs92M2xqSMUwk5BIgX9hFn3Ky0nqCs72D2RcI1/NpWyemzDsKLuamSu/aWdFkLCNczAf1CHMBjkOgPD1toidjt3dtCprDlj1nDky0Ri1+RRab5AI1A39TD1Y4dcnq/W9aEfiavIHAlg/m/wl/dokyPz7iN3w8d3xkbzLAXY7U+wfU9Jfsvp/tJqB+mJDH3yIX9QgrJXUbZAhPtbMabK2HGKQ33I4qh1zmxodT/ha3MZDYOQC5eMD4FEgOEPgfdlaSQ7UjSOuFvmXvWH8Fv64WYG99xYT551YMQl8Zdsdm+HiBhxRXfW2P2W7rNj3xjGsj01s1+TltPQeAu9IoXGQkB9Fs0evyCuxH2B7miVk6ZBHl9WuushHey7hcd5aIKfolrErJItZ6DcJAdfuEIkWfmTE+XrLJCny110c927lctt/7t6u/ZnG4DNgrtdhxjAk6vkJFmt38lny4A92wHwZTggpmdb7V/shm+gkXpDzbuDOllqMaILmoe4VxZnPcbb6n7Ixe3+u3dTflJeI2HOO9gxY9wjMwRHr8SdLOfSDgu/CERrCXYBM49mecigQjp37JC/ku/3uSjkzBh559uqcfB2mP4Yv476n0/mQrN2WOoYj0e3U3lo4dZR6OSExuTBn7Kz6bHqS0dIIs8MuWjfdLHnnEf3e7b9hn2BD3CfXlwwZ3FEBOI8MXaRwD2ckg2Qt9E3Lm7lkXw+oAPyhEAAC+Xjx9L0xnqgWaJ3TVZJ9yUrbDtsX4YqPQWd1eHZc41K3LX5l2jJ3Bef5OKfubYAgJ0DexnxGfqWedpcdeyHNm+yd7CftvS7EUHAtNtOpYTkc8ChDE7ywWD2+MzfctrqTs14yKvtLQuSPe3OO7tvYPb5INNuyQp7bCIFuW2UvSQVfpE9Ie5gCwD58XycjkeC6qbZHn7e5cwL7LNbEIgjnmJ2cGp+r2LtuR4LgnUlA+02ufX1Nhu2g929T9xprUmm7Boh7brnNljO8uUBNC9GzWZO6ajXbBg9YSydml/pC9BL7XxyU1k9lrfgii/ljSY+7BHvbm/V3bDn065dkA7CanjZx+8h+xj+6Bj7Tt3j2dhRbvb3IkxyZeNvMMADaPdtPcNkWnuaxug2+Bh7XITSa2HpGRP1izsPo6wMXDrbA0ds6R7oWL+Rt8D2zwFba7mRPJ9MSvkjzETrbaGdqd26hQMvc3p6kRi7BEm5+xODpmw44434hlzT2DCprBBICR5c/vPtrRe2IfshGDs/CyQDd4sBXkq+k8/bK3fz8lcy7Hx9pOQC2zDlB27O2+7Yvt67EghgUt33kTIwAG3BvqPY5/pshvjdj9zADCELT1YYSeBG9bOc23oests0V2V20jrfD9sxnFZMUk5wh7u3GaE++E4xxscjxAHW25E6ue/xw9evC/UsnsYY383Y5c2AIUnli7Mstop+5x7X2A2c8GLc9NuIW4pHQP6jIJB6G/sgz1PvIGEEt1YOk9YJXTPtovi2acdqbcpQnaubdCRVrFdI/yUe/9+bs5CM/EB3LNg7tE7+qNOruix8jGxIdsx+pW66BIXyHVTuzhkFunsutZajthoDCzHDZBTu23d9XQN9sntD1l6qnV6masvcPZlMsvcYWHgEHwG6vcerc5zO7P23+zKnVvZ0To+SKdnPf5kBDPWPpO7X5IQPrLPgGsSnubax430WZI/uCPPN4hhh/AkeKCZw22D6RUoYf5djA2OLsyctY22Jdf8RPdSAwJhDoBt8wlx6kJyq6DZXeq4knvv1A+iDl8K2drrpj/OxTEF2x9ZHxZR9nBm2nv/2/UKMnuz28iGq9QKPUDPduJqFraPCWgxr0Q3WnsDssUNHqMhrpbKuvc00FOmEkf1PGoNDNO/uJ+iwPfk8a3Zh71XZ5uQdJHPb4/wAPL3dhfsa1g+mwb9EdIGEzqzIM/iyZ9MNdlvIhODJHvgHzuHX+IXbBb6YEPWQALt1uer4MRLl8J0snE9wPDAKt/BOhd9NkU9yZcNkNNY6mFU3gWuHkcN0f9Fv/AHkv5MmQfU/sZfqmkyjyAJcMXOgk0b70hFE5kEqEPfYzCXkM5ModGdzmk2MbAxYQGz4+4NU0EQLg30JFxx1H8JLbHPsrovsH/qyx9uFF4t6x9+X4DbnY6gHuYndjCI4nIIH55CligRn3wOWB+1juhAD/ACXB+mdBDpsN0bH2N+IqEdPcwwnjjazNhBNc5BkJLjAemmksbFOW2ODsaY1tmGRXKIYL29nPUc/ZIvV1t+GK7HYds3ZqGXpIGzqx8AWT2j2Uk5VmZvLfgnCrs2t1ZbvwuY6kCYHEhFw4ZA5ett26kgxYZhrjZLXstfbdDnW+1LidS0g7GwYn7uA56LeighqZipH2T4jkYW7em3b7YL92QFto/Vh2b6F3r0gb+xAj+Yfmn0gdP2hWk25trnLBxhFyLMXLATNm9kDvVjMID7XB72XHiQiX7bcNfH7iPWMcG1LrGy+3TdWKerZAWgifsyJ/iJyTgy223bZ/cq3NjR3GXTBbnSJjGuy+PGZF7ny5/qMAufGSc8Q/BZR2RtW8JT63RAn2jOzq2WEOB6T6Xxoj7uvy2dPbsT0uxPc86vYHwYBdTds7IfSxTIM5tyM/2QAob4BAYNcGk/8AazgFBC5rHROdiimjf1FgT5LT9LXAcZ4xtD3knb2y0g3+4ltVhtCd9OyCPrUVHYexi2l7IBVn9x+7GMGyL7x+z8SEwMIQ/CmgtF7bQakJE1hvIlGI9til7jqbQgRt0Ta2VHo3eDlra51AAEACI6d/WQZ/BIcP4kTIYy9xJlmpz8sgHN0Plh09NgUIsbcb7oRyTqz2Y3kuerbIklGiDXPEXPAaJGZ7vuQCJCXLjmNxgZ/jN95M715h/wDIyIk5Ur9bfAOXqMiS4OGz8hHfe2uvNWAPy5BYYczD26S19y3BLyPZ+6LeX7mSkxcsCxtnz3YqX7a87i/If+fzNwnGQOgaEQBhFYQ9t8a1zZuzIw68ZoQz6nGHsJhn7gBH6NsoM30clsXY43P2DbbIF/7jb1vPHw/ifcfdpe1kYzdZzW9OsZSt+cMt1203wCGOrMMqTifGdbKr2c262wM2ZG+5esHH5dnCsNpjwDZQQOJa6P27wInH4WgXoI37bR/0+3Vjc92umZ+r8+o/cC91fcDH/u3KvIrPAto1WIyB3O2DezezT6BiINBH6psXZ8ZAfUa9Fsd97elb5hPRAQ13IGnM/wBCQzxI2voxGP7y4q96j6JtdssffJBz/wBY9mrH0XC1YMLTedvUzHokPxKGTD+FB/yHUOIiF7wDWHdlwZRZ2RZN9+Q8OWJz+U3T3EF01lw20brCQ1TIM33dOQTsdZ8NtxsM1xAMezzyOZBx36oUP+LfWY2mvdewtLlqt3FIQJHh4T+jv9zn52VtcZ5sN6bLDanZ3bGw6G6s+/5JSctdp9yxCn/Upw4RqnaIydKiCjb1OvJrn/tO6udIOfs/+kAexxLoZ6yB1lM3s+oXe2f7bb9ZS2W303CwBybgcNsDX4TD6hGU/d7P6LLF4dYwD8Iubfk+9Z8spm+KYG2zsq68knCdGEENtd1dHG1EgqfhDq/6bfG5s87DbFuGR9h234W/UzOxh4kMeGx90wl3tmGasDkj1v2xv8DBkQO4zjfmgO8jgZbDJ1iwro9yO+eokKRsQOXpUdpZhICeW0ybre5LPaxM20Gn+LdN9F22XstclC1Cn5WsAM5rACv2sQ/KJSU2tEZAj2C97APW9OrS9WJT8yaKofiGsCb+oTTGxtN9wuPkMboy3j9eRp6s9cuAyc0tYp5l3W0Y8uer8wAHiQh09kMYFiS1NNAhX+6D72NO2Pa3SGYz/l3z6W9D+b16WDL13jKUhT7JrLOwcz3Hllq/bXdW+xY3TscYYEVMbU7amzUw/wDq1CAeev5do+5HexwPf6uwwP8ARA+bB1l7tnbQkgICWxz1b8ET4x168AIckTPYMy95g5y4A8OED0i2/pAW5Ivfhs1N4JlE/B/88QBueftv/lKUJ26n7rWzucLSHRskH2xLO5b++wAfV6xaFuba+0L7bQ0ALS59tz8p4wPptwV5+bW80eystolj+ZFD07cAE6VA2xJiWyLR1wDrGAwC1XO/mxNVPGDxXt0erMO298xuPDYOfyF2Dt7Oz22LLWdkXuFysPhCiMjI9T9xYJ0fL2Pra1d+x5A2YPkqvuQ0Pd0WvWxznHuB9LZQc5aE3VsjE0fyWERodJ/BdYXoHqCGuFyyOzTpcWaeyB0GQRpakjCRLB7a3ZoB7YzA4cTjd7ZH2SnsE3spdBaNlOhjL25Dweu3fy9t2S/jtnb9ocJF177YegRRt3SY8tH9Fv8AezQyhA/uLFY7I2MLOs2IywfnZCBmO+szfcCtkyfB/wDIB+ZauuJkuuWF+dhi71sjFuWDyeSusqfA9V2ENIaLWSPBdssBgZGJLwX2/YFhnxDNiPz3T22dMbRLDctYs3SU95NYkPv4lHuESE9wfMgebC+Myimx1unPEywdfIxzv4kM/u58s03ckX5SvZ92WMmC3oFwY81Xt1OI95llEvZEPhtwz9vegfs8ul+jkgt6DZhHwBoCLbzyoJvtY9n2yMCB6Mrw2Uf9lYEX8mhAWvpYCy/0QmCe+snu7taXox4ZLTODIbwgc/cm/tOvfJ9RmDtmPvyH9bj7YRu2y5av8QRSbDlLI+uw9aanbe9hYLP37g9/WPWcet+3xosftpd92B7JfVv3ZBXSdHsEWPu5v7s3IHItfJVmeAgR7CTLacByYBtvQRYgzl61jdBKWB21ccWR2AUGVn3bTb3IGfE/RMOs0/pI7tP7RLAWP7PgTpUd5H3dus7bPcbtBr6lO3ONj1CdC21fc2j6bYfuxCcnc7EA5nvI0hhQ/FuPnqRODej1abP+OGOMvf8AaLZObZGGx+2H0QV0ip2FM2DCUDWXCfeTOBP9MGYY3R9W4Rp8YC/wdLBUMDCzSn9RmX52Ofx/030S7p+Jvp5/7LNWm9JajJFuSSgxnGNL2QHW9sLtgBZbb30b8V5P+WsrNo7fuf8AJ3t1vfZbrIGfWAdH8Suugf8ASUXl7+GPZ09T2YY/C5D9CSxieO9lgO2J15HICp/y6PZx6jccF7YLHrc/FueiWwn4rYKOe3+EzGfBiAVIe2O7/YsxzSFj7XLliJBmQEM49BskMevuxh+PcT7ERsmPcwfS079XF9bEF+T8lhWnoR2AE2x5cd/ZKPq5D7sWZG4AQ4McRmfkWDIH8Mu9u8u3AhI2I9fxYF7+3DEhfJAPbMUKy0M7cDblfQeoY7hfskO9Re5GnIY7HZjbYWjSxn92mRcJptwEXKxxH0TRd9RDdi0ZibIB2LqORpXpnQ9u2g1y/IsDO9ZA6I4T0/LCc+n6bCnqGGQW6P8A4bU6ZOwN9W20CxyVyfcdTp7J397fc2GSvR7b71Z/gh/pq+a2JL1WDGSNfzEFgop7fqF6nxtrryURbbdj5u/SWv1otqn5/wDiKd3FdcYX4h6o71lRt2ToxuGcLITEh4lhk/uxgjvNnQJBjGw+vX8R9SPml7Dv6n5HLg2KRCIxpASEAIwu6XGNgpYA/wCSt356vd2CkG9jz30LioEkPH/Jfv4q7d0mPzZNldzkZg2wOv8AyGPoMJCqzPqBOOmxMfJnAN3kCA87kJqAHtSAFe5sJsZ21bSdn9wkHtEc7uyCP4tdHJGsWJfHbYfDk9VuXpDPg9fbgQXD7bOF69ja7Fow0vG3pn0mXXuVz7kuoRFM2lTAH8wJm6zatxDk4YHML2n349b7JfhADNMt/IROs/S72P5Szjd/wdtA/Uva+xB+suRjsEWdt021lLcFn41YXXGTjlvQSd+wjFwg29+GaK2HeWIBkd26dmc6UELtN3wTtzk2htr+hPUZuMtga1s7Fa+kG0bVnVmuTyxpPsnGvqBogem9hAAy2DhDGwbhPAwDKNX6WHTX+lkjdM6ru35ULQtlv0sG2aQnfpOWGqMTv8OEe6OG2VCsJZ63K4G5KR5cJ7hz+0WTgoL+LlhZ2Y2DZJB063+dzNk538X1bp9u0GbGAt7J7ZVGTyMIzmvA0mju/Vb3l/cY3OOTQVm6YF4/4WldDrcMgsVyBtaeSbpwWMLXu49kCS6D38gJvbpA9/fFMAfu2AOHCNz3czZBPx/kt8WEpWfb6E+58L8g7v8AG9gyJv4u7BtiN63Iyeyew2losTMQHpj1+5tUwRpBjTaG6wkCZ1lnTwQpI26tXTbogbHpS9oC7gmZPxMp+wFqM78GfOumB+LvWaNga+xYxhsiOhmloG6ZrAI2pz5O/wAQUwD09WmxmCyO/tZQSD7yNBtywhIzCUMxa922LHQ3B6tSKAwZYOpp7GVgCRDIQk3JV74uf8FhN3tmRdjXWXEmLsZp7jjdhDG6y3s8Oz63YCJZB1trhHB2uZHLC0l6HudGTfSEMuz2vnFhL3FDMe4/mdP2xu/mAP7k0jTvW2d56bI3cbk1eZDBOj4aAL7GQqGhD7P6aRk09WwhHLrcRaOOrOBos5sg3ToSmTo3BbwCZEOloP1sMgdIS6HqIB6yxyTvgjLA86DsB+WiTzth5m+v9sqesn+s68GZ/MMHWASLwSz/AAf3bto9XF244ESwPtgce9Ye9Oe2CxpiW5305YCR9R11ZiJ9sgGwWc6yB9N1e1PbUzX/AKWyW1AdhW77wmmdHuAAzPdr1bl3fZ+4t3WWMUz/AExLa7scqYPTYBgN/cbv99JmikHy1sYwLMfUeTjGYq+PIDQ3MukLjd0cl5Nh2wHJmV77ZEG1hctA7vYic+SeMvizS4glcS3eytYZ9863t7Q5In8QCQkGJ/fYB5It4bbU78DMhx9Q6n3CHvxLfZDAC0fXuWorlEWBGWzwOITJAkIEDDnbX1MGeoTi9nnT3Mj+7AQkBrGfuJLVYBextyceRbEd0gbz0fU7T8yca3r82LV2f4yraObfmTfetq2/TEid69G9limGCxgozdMlFfTt2b6gkO2DuXTJi4OA33QXXrDoO/1bar2xXsel7AwkPc6vVgLwfgnEYliX8y4hvZ24Dt1Cj7hMM2eearX5KKzT1dMsbhA3PfjPTmwH9U2v47e6xuNm6QamPrMGWHfsNNJOErZeFol7vC1+U2d3OpHj+iRuDewgB08RRH5dgvL15/vtjCnDGYTj1sOhsvffUTXrY4fEh8YcLs8H189WTDR2zkKPYvFxZRvuew0z3Ex/cDB7LGOdbbZNarB2/nh/FwDoPJ63MPR95LMgvhTxbbEGMZmR079digJIn9sH0Gd/U4mBj7vcluOw9jMcdbbewn29vZz98TbMOqvqInXj3IQcHos+v4jNVlqwwLSePu0vyrdQ5Z9Xlo8u1d1MQG+d/qdpA671lqf2Pratb8X2WshkbQUB3uJ971aeHfe8tgsPQl3j1cu+koo3sJbT6TZB5NvPPzZA1YSj2TSnp9kJoftOeW3cD3u2KgZRpn6OXBfdzlxv9yPGnidg8H0bM/S1+jnAj8TLHZHEPfUdZe5flPDdmEsI2TlIPDuQ3edLWJnYtH7y0O9Eva+TGfbZ6wifc4VCen1Yi5695B3qwuM1TvgXM9toDbnXoa3bp29QdOwnethZ6vTwfyGXBJxEI6mjB49kEjPBB/8Av5aYOQfgSiIPaGWIWBVz4Roe7sUrYfYcMSzWBLhdYLUAlA8DZ19uKX5hfbA3in/qcOfCOA3gX5Q9fnlt9E1N33tm9+S0tn1PRlsriuYCzHg3I+Az7lycISzfdiPZ5fssbv7kUtwWR1yZqk06sefYvHWQ2oRtoSD6GKzkgUvp9T3/AHjA8sPgh/bMD0TM6eWafli45dcwkwCc92Zfo3L2B5M5EA/HbYd6XsP6yDxR7WWmcIOljkmBOhv9WdUvRFV7Cmgm3x/0CQDuyZUnZyUUNXUHfykjz2h+r5a47IH7bci+7Vow6+BjGXbOchuz/cTPaxHnbMDn3GAACe2CcIJ/BMOl7Ys+nuycT1fW3mGuYzfXPICA+gew5e8mrY9utLJcB9S4f77EBHZifc4mWM2yM9pbwlthydNWVySnfUvlVtyR/EgdgcGEZCROR+Ut1KTico4SMJuBiHPdgdhellMVnhvZL3Vl2JPfZ+AU/bCMt+byb9JUnFl1j3RmZnbh7n0vv5P0XM7Yz0kzbA/VzY65nbSb9nybZQJqGH8Qhftv4269WJnpbx9E7tNgMY8459bLCMpqt6lW7rsTUQr8hPthCGjPsnDY2vbpx8b6ePhKD3LWd92UYfIQTWxwlu6z83TEhpZUmMctwlJnctFFIdEhn4G212fMkot4RF6wvgeH2U8YrNXZq74Gf8Yh8wHM22+ud21LoLcY7IUH9EJJ0NH0PcI57PF1Y3Zl61uTs7JXzmsd20rNu2M1N+4hkkB64ErC42CduabCp6SRBjWyp8TqGphD2ymkYh2Q0cNXvjowpnZYOnp8SvzfkYy/bbXf22MnyIRw2ExwZdmkbxv6NiJ2we6dgmLde7p7XLK6sJZdnMoR9xynMxtvYgtgx17vkysY5XWTsbBD+05hwQqHJuHwkvbahmGicR9kvGN11ZGp16jpk/LV/W+mC+HzI0/BEAe4waN+CbXrDg6uQPkDqI0A96ziP6TMf+TvgGzON9TkMvfS71gvcuiwfh2br6/McP2WuWUd3Ccl8Lvm2c5Izq98bJmcb2QCL2Yi3PTaJ9EbXe5Kge5kuBhjJZmk7OqwGzo1M1Mh4dvJaNWyp9YKtvnffW05OPd0r6ex23By00OxzhK1eljxm6I+Yxf0Mv6bjOa7Itntjgq+v3DwOM3IBF9PyYVQcQ26bGFpyxgYj9yP7wx7HBtBLWmCl2syLkNZ3N0tzX2H/qHTp7i097eo8O3uOxPTNLIZ78YGF+J9rpTtvYEsu/ZDjJyKDfUFl6pKezJWLXez7TcNkjY4XrLL6fnJHszfe/6LLRtzXizfQwMcx3TNsQ9iOfhv2ArddckheQABu92COusCf4WIbOSXqNzJv3p6svoPL9tOszIa/Zb1awPcGm3UwAJyY+q5ybk8g23P+xyEyw3X3ZDhZd5ILMe4EmhyDp7nCb28Pc7l/wB7dzwWxthBnu07rC929os4ObDOTM+uDLjO6ZGpkbsFif7bhnu7Dty7m97dDOfcm4N0mHoP9jB1gMT4FHSIh36vcBwuHCz2D1e4fLQPiWS28YiZDhn7tfEjbvuZeHZ0UzsvEfdi4gFy23CLRflizsz+0ZYiGURxT3dA5Ct4K6cnWsNYZy+8NYhr2UbPcgHq35ntuwkLP28sPUQ1Z9DU2FPzbJm/bddyEkNldyDdKgwpIr7+509Qjt2ZrMYX7fkhHSWcRtPULocvexC1U277QLF3mJJyLay+TdmG9l8LUVGyPGytZcXtAPw22/ZKA2+lGs4ay3IvyNrGemcgCL2P7gQuCyGzl9PxaicgHqcAv6L1SU9sRE67mGZkgc/a327af2sgOonT/Yk8jOLwLJw6EF0M/wBW7Inl7m/P1dGEzl2BYmsHHoJODXB+CINeklQgqQjYe9tpncninwzfxsSHNy55D9DJV9GENXpYRmGPRcMwFrkRGCINJxM+9fYOl+2V+9l6fhcJ1Tz9QkF38WNhINzY3zY4frc6xG2bH3bMTMfV/sOxv2j4j19jHs7Nub4CmFFbyD7Y1iDpGaBAfhpHGcsN0xiXH0FvfIYwKm+lIkcf4bKf3t8QDvwX7wSLn7tnu5C7DIibjLYSL7zYAfsTnZr/ALKL6XU7B+XZKJHITID1G39f6IDDMup8QLlTD4NnxCtuQ99y8nuyo1gCN/LlXp2IPWJHDDvjP2j3dswz7m2r4bJj2xqc/UjHLWWvTlkzicl7PTCWAdUL1Ebo6Web20ha9Pk01MwRur/t6tzQWNaEYDDvz8WgF7hARZ3ObNbow09ybys682erNSfenVnOA17Z9Xrvu5nPU40FjF1TNUgPcbmtSoxPxaDtiR9gDXpNmePyTH2Pphnon+uTblhe5B+g3ditQ+ljLTB+VH1+L/WAqutv121/zBshlm3TY8gWw7DSWRrexB78KxFhGsf5uw557B/3twxepbI7Gt7LJjf2/Mure7YL7ulBHnu0vGBfzJgcQb+SB35LNkfWLpd1FkRhwxMAHbVWHhJrZIIkYHaxaraDs+ls0ZMDwBl3C7st/wAxjCcY59R9PlnJEdwBZejJtOJ+Nl30/wCWGGr6LFyl8Cm37LFqc/Ydu2okHdkOLMmHTpbMNh4w0ucm6Tv7uWJ6feQHmZ7Zgu2cddYjGZ5ZBXvy97H9DbrSfZ9NyDbQZwe0908IRCszRZaTwGbrHxt+Xur+/GM63Kkgq1IFjPqMkAwh4dL6vcfWwhzdvedt03bFcutWD59jp1ZQKyQMIuxvuOSRclx5yKAZPugTk1xYdNtedhU8Sbe31PWYQuIWSWOMxiXRZpfdvcyYu3WROnSPj48rMiFCCdH2R67BBbVn6v8A6IY+nmy0ajMg59tAjYY7nLMODJtWUCiRw+ev6t0E+2ZDdQRz4TeiwL9SSDuscD0zMPH29HW02xzjtg/J92NMW3oZCk3sttyFK1YsoaWqHX4ZEAz7GtsoOuM9dhqnfPylLP6JdL7uQAQdVbaBlkbqySctnwX1YYr0yfPo9XtWe5xvxZxK9gOlgPsu4IMcPZDmeBrjqcx0tkVh5KJ9vz67IxbkZzWf3EHBi412EfXt/tv+svwywk5mS6PqAh5nJ9LBKERMCFcf/IhK/YuZPzbE2b75XEd7xnVCA/4IxjY+rlTd+a+P29nuGM2Tv6id7YuxQpcAL8My4+rdGeDt7WBsL3Ny9mbDYO+PaMd8K13CC1v7X7IILBzI41jqc+H0M89t+yHWD7mC6gMTDg9LdntI9f4Ezvj07ajkRYHGY9xGuv6lCW/USm3R/ubdRH73bSA9rCFAmTBiUccnzL8oa/25BkydeS7Oi4tgsbzEXSdnOr3zxAWWf7oOm3ligPcAdPkJxkL8XHxPjsc+77nWA/b7B3r42ozovf3FdsRl1Z7s/wBS8zbEZ/yekYN3dYfMoflOu7ZzX2yAl11n5hMfmQMzlsdZaO8g6zRf2TNNmQIr9WmrpnuUzBN7gWoPAEnO/g8b+/A7mEr6FjMnDjYR0g/OWznM+2/zdDWeISZpYA9QBSTMyzGPbZ1ofRD9t6801Bxr7ZBurHbZ1jTR6i+p/MDGHeTZZF9/BgF1jNZGGdArN/MXJa5MXcthxlHgSD7frIZGYctCLUTHc+LX3q/iHbA2wN7SsgE/6WIXv0YlEz931F6gCfrb55GEYMaQpSElY8UgU3j6tYj302uyJkA4z7ZvKe4+shHs1mfu2n9mMMiLt6gVetnztkdLmJAlNQIFgW9dkrO+7A6SYLCHZzLOPi3fciWxwLxjjHcvmZYdMhls3mdhqbrCiZHyQ3d/agzVsiY0/GwRg6+CBKt8/wBMvY+5pMUXNgSjIdWwOxg5a6sIbySwxkXszr93qxl7lOyJyuhneosfU9wmlw9rX6APrqwfUZNPEDFhImpKFnP0c/cBnffhxEa6RpcQ9SgGa20QW9jM3LLWx377skqC/tMvfhnEoexLs/jbo25aa5luckN5rPjt7W7c/RiE1xJMupMKQvyCzCbU2RdtFfmtAV3NZWf3fcOYWIQwYb0b2QYj6LrhvreZG6Wizz8Xv4iAJFzwOoWKNxIUV35IdtfcWYP39Zh1uSZdFEzlG+VRntf3IcSa2dTW4ZSdgsfDSbRdhTt6SeSMRfcAa45cdaIA4DWepGodjnefb0qHLnWHN0sJX7GBbDTAkWCf7DhzsgS7L6Hy39+7cZns7JMTYIafJPew5HtovpNbqHVdWMJ7qwD7/VneLrIResMsk9yUpnq4ZXi5vLoHqZcgfT+2GY/BDhYNR3lpp/NyINzWcNtLdet262WdjCt5+bsb6B/xvQBILurrAf8A7YNZDl+3sAC4s8vyZCq37S9mYzjpYSV2HrabyzdPAZ4uFmEj62w6lZ9C4lzbJFgoa6cuyLLH6yE9zWzZ3IdcWwQGjT/JoUZBs7PBdLTcZCo9RfDk831Jznycx1ds1DPd+Ij2aItCSGcr66Q/ifgINyE3szMQz027HD6/icCH2A9CNTL2dXodrBYeBcT7eq+4Lc/fZG58t3okWh1n+lgkIFXkMV0e7mOsT69feQ8Rm2PB99x3jRun+5Vjxjbpfdo8m0M7iLc+NocZ4ra3fE35lmf/AE3JFGh6MuX9SUNoTiMTPrPciYSFHfsqiJ+ttwOH3ratiHCZ6O6xgPgTg8w59DCp9KTqDZz+Z38Pb9sJ5P0nqeMR93bVt9rQzCz6GkM9KDmL7CMFA9I0ekVwDGXgidPzbr3720Gs3NCMSOPdbjFzB26gzXstQPbB49wkNQsW+Bj5hQf7fKsH+mxg6/mT6nzGCKBdq+rNoWbKYL4syYwlu2Dvskzgwetov3K+kEH9+Ayuj5nqcHStssIQvytrDt8IZYCX+4+rwb4qLIF/V7wT4DoZI41Yt1s9NZVYczWD6xyWCT7si8EnQ94pd99mAwTEVmwYMON97vJjvo8tB1236+/ZUje+k4XsFwgelU0Izal7Lptfl/ZAyOOmyp70vW4gjSrYNX1wkwAhmFgNFg3WLgt3Vy2gPuL12rwSQ1bYBmN9fGE8OngXH87FIsEe76WXRsZpH42bCxy6ZjiBP9sId3YDARz7K0A9QUAe50jZjlwl1byPF0Y6++QvyfuOSnlX8Rk6T4xnoXvKE++N6M2wsfg/M8JA1djXpAPdsJ9k1u4RLae5dD7vjI4b9heP1PjbY2SOpwNunZG8d9QkSmS9n4R6WyTo5yM2WPS/uayYMZnuGsGd8TGeeyweIkO27jjbAgur2IkxO6K2fOQnD3dJHPtmxTJw2MerrP3dj0gO0Ig9TBXQPcjhQJ/Aif5QOIOSvRPI/E6LMUYNJHEv9z+yOhIkHxk6v32TR6yQvVbns/LE6d1ap93wC6LLp+LIY+2LrWKOdhBCwhN99ugOtkHz+Ru7mRqDjdXWsfJJo8xHrKhAzL2Iw2Y+TrHuJ0rn32iwG92XU62hYba9Yg9GGFhwY3pLjIxSze7n5bZULadWYL+fzaS4/V9CwkB119wlnbVW6h+Mlx17rJ6t9Y2OawI7JhMk+W+4z0j4/as3qQ2BuxbOumH52BvwtPHG0YYnnJvaX3bL7kN7vAe3NgMVxdy0fDkmevclwvtOMOFv9kYzY8BZYEm+SLsFMP8AbAHU/wDxtDnpQYwT8fubKArt8jgS0hkvUIbet9+5dMDn6n3bse4vZojwnuOzI5NATiBlN1OdEfk22AwWfS7x3/bJyx/yxjNHHl3h8jQx2fcv0/IedtOjyyb+WeRejBjHLYzs3hvyN3pf8RzSO7YmS3tyn8SgT87HvXPs7lbl7CM9eXLXsDRtUGdMsdBTfvIguV+4M5YNTPACU9g3GM/Re0XvDL729WHjvqcwxEBrn+SlW5/8vVVs5+Zn/E2ELvYl6921AP4LGX8zFnRI6wIwx1RAB+45KeoByDDI3lpCf29TakBEfEsupw1Z/jC5AjdAMaD2P7iKOTkQTyLTww79d5eoSPzfMduuy1vg/ML30pC73WfoezvfU2ymKZMGF6U2BPSv4unva3GL851lp+eTmWjAgeBMrDjbp+YgMLQzPV0zxULSDOdf7JYM9tofcRpvXckCNPuwJXu9RP5DNiHZNDy7N7iO+R46ublqPTpt9dU+8flovv5h2/qDrZQ89c/cn1xHrI5GDb4hwt819yg1kQPvkgH5jT73ZVSN9pVwErPyQ3u7XvLrLWT8RCRyyBcue0VwpJVD8oB3CCiDPt6E9l7MXpixD97bR7Y95LCUY2vphlyR56duA/JAxmNwx7LbNkXJ9uH6n7cN452Q6KPwWgCvqw5XVVduwDIEwfgtTbQtYCO3QWeN6y1XyJgsRy/CkdVNEO6cbDVDOq6uRoZyG0Z17+o2wAJGSuN75N27MJdwuvWT/ZUEwfWxR037csetqZvIAkXqJNxiOl2N5iGd0E5jebad7Bkv2X6TL6nwwTNU2RsgwgfaS9Y0l7BIe0mYgWBAlXpC22gdn9ICTs9itTQ8LobBPrBinsd0WBuoUzkcn3OrjLwZrX/IFnP+RAvyHPUvWWYMg62PRkoNLdj1xkxqF2v+71Dv9TUum/iIYAIIwM/hXuBP/wDR3xn/ACW8NZ+oV/8A1weRr7M+vNgJyYdg9eZZoTY/VrBM7MyYu6/7MGRbBxhDIMmZDpD07tyuPoPdmd1ertz7Z4y+lL6NZ6a7aJIm8NuIhI9dMHLIWeoJWbm6w43CAM+XW0DbkKZDYSQd92+dEWV+6wercIjnG6/2u+h4gNmf1cjrbPC6VjB6qyvh1Cx1nOZmCRkCJz+53cvXRHxnb8iJb6nxORcLvdk2OGNh0Hs8NlZLYkkJbHYWkIE+DMv7dhXZbMBZV7ff6ZkfzBdLt27j2SODFe7E7j3JF/ZmbqXuj0g+PVhr0R/Bruett7DxHc/iO8e2YHMac3Webd77mAurBavVr0gh2S6AH2zQT0q7sbJ3nLRi9NzjGmPRnIe7XWNQ+8bKFotg4jPdxwAs2W0YxSgaiYQ3kJUanwcZmyNzfB+cbNJ26wnSJPU2y9SzMLRuhpbEtCCh/fZDSB9bdlRr7OxKmz4SH2J0xLfmj9ZBwXdb1Je68b1r2FSerFAwgDSEYvbL5ZffnYuglBtUTfUj+62Y8sSrmMoSvMR+Bd62AvcW2YfSUweTN1QdkwrIfucIx7X8S/8AezVs5grKejEzAP6uLHt6GOH+/cPGw3QcMWNxyw90S6nu3f8AE7JNyREfYN/239zqIC2IByUSEhC/G/aEX0XNtQ3P/wBFvndYCX4GGG39yHbsM3IAZBFnyvZkt7bWrDdLp/6dsFPeQwN7aMRCNcyO/RsKkneoWZCfz9ve3Qv6iSwXOLJ73JRzCfs+xKHPykYsxu2d+DeyZom47nqV0uc2lXYgQukdr2LfSOiSU3rb299S8Al02VlKZn1fmRUd0bIuqHbDzJ+UYPVknTnGAfTAGkQWIZ3eZZXQ9QifoPGcQsBzfsE4H8Rd2g7fjIkzywE+5sewmF200ZGwb3Zf1cG25NRc4TydTD6wEbJnvcCeGbkQOmDxu0PUEIvNlD0k7yXurdR6meHLMQo9u4zvvEa5myDK20fbcR1i7+SxmTaGZKKnZbN+zuTXBvyGx6sAdexD/cx+inqcy/xhd8Ube5G4Rni12x5jBqw7pgsmPLkfNB9BGdB37GHMJ8NbXt8hLszSbCNDZrDE+T7xjIjsj7H7JcNdmA2yH9TBuyvhyUeoYR9jggAVjQRdpYvGGhj70xFqQ4FFkeBkw3bl+48H8ueN5b22223+CljB37Nqe1n+b3FmhOswuk9LvxJdEHEFh7sBet0QfnlmJ7mw+8T/ACMl9vtgXDjG9/ZN9owIyDAH+SI+kAvR2yIfShYJ+oD2XPT2/bYj7WOGzm7LE2LXPcwBjaDGfGFRR4H3E93vD3OL+BkLy1f1W/qQIGWptoxOmL/LUHUapZfcB5bqOfR+bYo/A2htLWGwIMewIu7kxyxWXekEgwAhmt9ExJMPSGSskiTc8M8AZdP62L/Qs2qwnTxzJQ/2zoN2E8+iQaP3C1KG+8SIAsQ/UZL83vj6myOljnFp4URzc72zG9EvV/LaHsLPh7Z3vy0iFkZ+M/8ADp+oW4Mdk8PjJSQsyR7i3UlkWxdOcy5DsOe7b+iYjLI35MhdP5Fxh4Fh1yz+wbPmxN9T4+rN9B8n0tjdDIZkBu6+oOO8Xs7zb2NkANgxgVn/ACQUjkSufj29Sif8/ZKl9uMDgDABM3r+CRc6/rHWMMSekflkqr6L0yHnotXSVj4mkxnE+fuSMF25r9Ldfhlj3BG7dduJY5fhIm/Ib1hHeIf22ZsAbGS05yZN5C+6m/Fg2++RyA7l7aFTyYd44MrZ/RJLmS+CMhIy9LAR3AiHe3y2PbkG2QECP5Du8IBckeEpFo+2B2QAvqdRhff6YLOb6YRDc+TeHbAW+yPnsDn+2Tf4kn+mxgVZXgEDOjosSBONkwY/MdT8exlBsUD0TJWw46TLxtm87Op7HWLQ82DEHDbULDAnuG30M07u3r322ZscSc7j7tDTq+5rHGc5Oz9i0TZaIUZaPX1LmdWPwRk5O9sPzesFn25QeufgmE0Bvb2ox1+tmBV7JNd9s2AhmSW/9bG02u5B0wjTBXAO892rYOz/AHvzDF235DFg/SGaNOCBw9SIfuXn72H3+/CM/wBQGQtbzf1W1AxSRq+opneWFoPwsDX5lWj/AAgOwgMvWeGDWOSOInfyWpzs77m6F23xtntuEB9GzRdLGgvstYLpbpRFkWSjzfW3dGPEm0Icfs2nxtpjgcbt15H0S1vxe82JeSzTciW3HXiHnNb0gWADPJtBDCGQyMZSDX3YQGntzt9qwg+htqhGTTm2Q/uLHdTPA7A915WB6NijI07zI7qTSu6xBD2xYXB4OYWhb/Df4P8ALS2222UbRZn1hbI1UltHNbWtQTnYqiOQ57sH25npbOZNCNk3PSUcDIUj9gJQHMPcM0zmB/bIipVbN5iZwq93LKSjm3vMTn2+5HKQjbtrJBfLH5QM6Qc/Ebdh3dIBZ7VmZ5PLvp6WTvyd4ULem5QO/icdWf8A2/5Dwx5JTqSy4Q9kA8L0y3/8wgPhb9nE6WC9pWDZk4G2EEMA77W4lYGbmObn5d24711qc1PpevqH9J/WXbkMl7fA94RsVD14mQA+iIrNfW/qdbuIaSdn4Fscw6d9M7w4cSAjmvcuIfV92iD3X6Zwg77fU9XrZVGqy5K4Yq+i+2zr8uIKsNHT4TiVQzIqx+QMCIYvuw0ywmTi/GeUP+fmJ/T8wu/oyGDCe7FX27hDpE9Mc9s0/elgmv5kADXc/u3NDJuxYquP39SH3ZJd7JP7p0j+IyIVqzqRx9b8LR971kWt1ixqbj62T3xZ1m9jEb/R21kX/UQ0sLvpIzEZsXJ/p/ESh+SPUGLmGdr6RFDUchnW5LVPQe7aMyRry0+xHHiMzJIHtfb9wBLR85nuAGfPRLB2ou6TIfMiMBjL9LKP0HYi0sxD3KLRLQjCR7o6f2zg9CP7+R7gNmE7EBGeHuz4YHZz3Rlv1+bp6uHqXlrW3fsjXbCyESnh7ZyD3H/RyVp+9vZdYx7gOuFvSEZH0beAwB+WoHr1l2xn1IoeVgjAAgT48fuaeqj9CUaXO2Sxvsv1p5L0FP8AiY1/SarII9o3pXIQoEGL9ZrhdYohjImZBNM6pA447Naei3LJANhPU6f3H6IrDPVshHrkUR31fsy3pZlY270z3NQh9AGet7OA1RnYknp/MtA/6LCK8XfsYV4EjGl2M+Y/M+IcZckdPseHzb7lti++JHXuYnuxWPXbnWUVNPCWmnr6/VoOrsgkxt12OE9LyIFSZoyPSD7lPrAce7RgFMVcF9knSI0S5aEtsTjHYEzA/Cwb2mq/tZH0fgxDjbOzIjERPYih9+mzNekLGQouDGB0IiJi7wPCh7yHu2q0/HNlgUW7CP5tfHLeAWhQ8FQ7NsSM5WahPtu1bAe44fD6j8JhNfYXA7GvsZGDJBhuABFjke5PCMSzyYmnkDM8xTRJOwNj2NzYhSSqHZbcRmBjjLSEJMNZGDB0G3QHZU0fwQzl6UZEQXrL3sbWE87bP8t/lstkTkFIwskBqTkU77z5dlVxDfaCwT0CXoWnrEHfhKNiDW/PU1O4pXI/LA60EB4W8kMY5v18M77b3J3d6XQfckbBZCj1PVvXMWkNd2TeyGeOs4A+xv8A2lDCLunqUx6WJjuha/2XLRv2MebOp/6Ytnuf3XTal2/XYl7ke4vwht/AfCgE4eMONtmj8fzZNGY9JC7M+YFJhQ6mGez6n7AmD4Gr/p+2R667+xhxAFp8R6DaIdN9SR6vfff/AI3s4TmGNsO3ZLhMElSAEsw59Q2LCQY2RY4duJOByADgmTWkOoP6sQ7w4n80TbcHes4el3EYpJWpiKtgvGxG+jN3FSNxD+2xiexH7sj0oYJXZaBmkl6fTk+DsUH05bGo/hi/S4zUYGAeoPxlkPydPO2Eh/Ztux4WIJi+vs20MJ9S7nlnwY9wWM26X2X1CaLU4fbP7I2ICdJy1Y379EbDrCe97kh6JlqPPhEtfDVMCmLN/wD4xuPVlvO72N43W6fuddVfnqQzjMRnchCDfMQ0f6vofnYGmu2RDxc5dmE3GAYyPn6kLX88bEA8khXWUHwi7vZsX4BmjSPHLdYuSA7xt/N0WCq+v2UHJl6T6dGV9BIfD+RY/DpP+RGBv/zGE1H0e51P3wLpyf8AUgC5PqPaEwbwThuN1O3oS6LLqcWbhHezFnV3s+jp3/5AvaCvVoxEPuHk/JiWOth+tIwQ0YTZ6bHE3RT7Z8qwelh5w0MPhxUJUafd2onCBr/H9z913PtowIjmF7dgoaB7gD4+8W+zadyWex73S1aYXcQ/qMsCXpC7GHTtt2YtiB+PX5GZTntL1vDY59lvptAhq92co0fhbb75J6HvMZJX+h8tC3UZG3q3r17t7PYCy/swnWfBqv6Jv+X5w2JSzWYI19GQ8952SB+IDbUxb+FKb/3Mlgn5waBnS/3Df5pCzk4g7H1LgY2T1KzTkF0MlA5ydJs562Dve/1MOHSQ1G20xIrSPIkdG5NTbATcDm2g5u+4b1QYfdNk2DcLqPqdHJa62eDv4vS5haXYyVhq5CR7YAkHL4EDZdYy+wuCGxFcRdWSOSmyZuxIjCLbwunfx4N9x3t0P0ln9F6zcgnuHLH0ZLzrHasQbZB24sb2dlmyZ7gdxsm7It+SnpMN3keaRiGX522AqfaM49y0GurBzfUQasOI66sbItb4RhOZ25S7u9mMnwiSP4b/AOF/j2h7rgXtmfW03fvkDbYX+rJzObCEGI0t6aohqcKSaX8SZpr6IIDckCbxPxaDNM2eGfIbOLMBJUh6m/qDlcL7cyQA4z3wXdw5/UMdOxA1x8hMNC+Ovn5knTsULPf/AFGZH/qf3f8AZ5V/7vwWA7L2v7uyK1BhOz0yFoX9CTYr37PG/r8iQfcYMD8Y80937MEuz4ZtC75fiexvZVv9kA0b2XYXUY2JcIE5bbwD2jZ2d8NA1t/sX/WLaaT9xnDSDv2UqUaSgJCfZ+PYwwr8e+9LTCJTazawVguAWQchKNbDnOfvLiQ4mbYjgWIfu3SU1xZgabjkkP2cPgXA+4B7b3VHEbPSAMtzbTvGCntZSEn1mGTCrjkJWpuei7ISevSBL9JuB7sXxI22a0Pc2ZuvGRfZ+JDGw2CCGuu3r7Euetl9245G8I4pI7sd7oMxslL8nHsCWox934EiEAh5jD+bqYJfyZ7vsaMWA8Hdk4A79gPwOxhrADr2DZWHGEe3ZW9WaSjS7b6+yeEgrhOTtmt98v1eaZohIG1BsqR2JADR7aPMY7FmLFrfowGEVNzZHY/buMFk42weluSHWPhsOvCB2RgffvgjnIg1KwtBs49sW/OyD+uWPzu8/o5CH3Iv82j2d/gg9R7SbBZ18iDb2syxd5ZG99bu5nxnPwHgTh7VsFlbOD7sNDXtr2nb9JCz5Ybec5+ZQ6jzT3NIfsWdeEQPaKheTVciwve7JhT5vvCKgNX3nwsXsfSAY+5Yoxbu9PUiKuoGuDwvtjC7Cd4X4hjCBG3pAV1KndhkLz1epvfxFZzOSMnp9t4XWVs1lzTj2DZADJphou63XbSA+4MFOtzn0nmIe6+mBu/j/RaYfbVzl7G7+ts58kO20sHo9MkUCvI9dc7xkuC/smv6fTiX1kDPX+4LmWEj8Q3X7s7bQPAYi/cTBsKSXqeerast7GNzYO4EO4ei4eo7Ao3A+fm25I+s8wg5jjTZypPAfburA4OqbQB/ZMuy9t2AHepHGIODdhs9k4bbh2BkZ9w/ze5wh923QbTC95AdgEQZyw1fAsgTmw3OyTIxjmP+QjqfqyJ4kNlF8nqKQnVqe/U9h1JHAYBldNmD2RLUp+Yevv8AN0KXdbXeyaQ/BDbFwLvNhGn3MjGGbtwBpEnIsFVspDkvdpJ2fDbh4dD/AMe+G0l8LitHruW4rehq0/LKgsDckh7DV3BJMHey7YJLNC2OASGH/wBkzAHse5aV0+S5rU4xntuITvuwfljseouf1F1OMt6249kPbOerMAPJh4gfi/RY8AIM+yNsEi/M72UiapnspDeNIhHR0v8A/OMWte3p/TNvjPcnhyNvUZFkdGeCOnghkeK4WRNo2cPUyW4T4/rL83XYjUh1LfAzajP37uDdJ2VJNGT9YxJIavYUTcp50FehYnTgxQe+ti8fee7XZW05yKPvthgvJAx2R5qQcenwixNt83jFsKs9cYzwWFMvaovDp7sPrIYt+vA3fcWnzYsPxOVrEf4RJgJ9glGH2Ew+Z/iNnasWKXtewlgvvFklD9QyQ/8Axe4cfL3oP3sM8D/TOgzeJHm72432tkLVd/fq/P8AEggWqyD7uT4GZww3tvge2yRNkA7rEx6SSCQZf1A7kMZfW9l/5YQ1kRyy6969ShAkCAYcP02UG/UskDexlhjm2rjnbIPbaD6+Wd7cJ8b6FFkDX4Z9GMvFtubPn7cZzKsbppYLgmvvy4Zs7RQOImwNAPQsS/h6/tJyjg+E3I72xmvrkpgWYP6Tx9WlszbnhOtt0u+DAPsh3cLk3/8AsjN9H3JH8GSMd9dknPbn5/Vv8AOBPt17P9hXMSH95Cf8Ge5BnG6XMh3SfPmDusuvsq/bJ0MDckmaWnVgQMDCNwN9GydXe2R6d1i9DObAdrp7lKXN0hXvgweEzBAZ6tgfWwG2XWGPdje2Qj/UIzow/Et1bXHGxmL3hBxz1Oi/Mr9hhfFnWNoTEKcuLvgSs69/PhYfkJ5jO2qIyeDDAi9Th+JCrUmTfrt7D5sQ3qzG6mLZDx+S97Ar+WWOhmziw0UPVso/cMbFGdlt+wl1/DaN5cGe5X2N6yOX2Y1KfLDPHqHsPlsIwJrZTodkWDOeknaWi7fdDWJ0P+Sag8jA+CfE95iggrDdWxj276vbqQuEEo5e2s/s2cT3JaxTODM7Ufb9rQ/CBmhzwxuWddlZWPueAPSD2/tbX9rI9ZSF6AfiMLS5a9b2R78Rdf1r1pLmBGOp5Cxm2JOWdtUgYmtjSziOvyMMUbgpc2yPNmTRdloWRmYSFbMnmHVOO/WzU/C2Khr+529cvQEh6mn1z36jmC3DxZS1nI+P8Zzz2PGXz+D5eGRogbHf5gCfWQa5+YMHxvayUdu/c03sv+k+7M9zviyMK2APbwiBy57CyDJcphuwELMFk8B74tmxJZnPhr+BD4PHsdP6uPzPrWVfDW27atE/xPyXqEbmMLoHP6NxAfwftm7Is/EJrGvtWR1bfntPumRUiSYjajALBA+39WvPJkYNkAvuAWy7usiFFzO96z17s7M4LQn9/wBK1GO8b3h+rkXem+8bMI39csIvPHqZ5weiSlHv4jpGTcZhg1Q+ZkGeJ+iNNLglw1tUG6BBDrcAPfuytPdmx17Et8iD9UW1xIEde/zO9NgYSBMH6WBkNxcHVy/dlgUdbD/EwP13shA60z428A6bJmE/qHFLmZi32kemsAVJHot6J38vpfpGsiauWSLh7tW+jZmqQKue8kagTB5mY9ElGL9Rs+yMx4+v7JwsM/C1X6RAntgesXJcHo7KnkoOEOX3m2B9CB4/c+F0hrH2Qqfhn0WcrhcnDQ2S1liX3fIO4xP0SVwdyE6SFAew/f5LonBWDqc6Xi/d7jR7Cj+8gjBscyaRBARir2zx0/mBAW4RpTB9WPW2R+ULcvuV/ccYM8rhU62mKbFrYwbZfRJs8zZW2xtzz7khi3+vcnPtk4h0P9pKq/doRmF0dn7i2cBrbAvv3IHtjv7JqoOTaMa3K1+VgReHpFan8pt/A+833dAN7uQxr+c3IKBgmYuzjGA2Y5+rtkGSfDvI0Xcyf6gYhVTQfb8MaPbbMI3h09Z3Jehg+2vCCXu2oVoV2YfY7NtUWH+1j5EcWMCY43IlLgL7S7KJ+JUBnP8A5AcNmDuf4pTbPNDd18IFs5v+QVCMa/yQIe5oG+Kf/wBRZ8b775hnZP6jEADBYwIl1hbYBX35AmMXdyPxhOAz9xXMbcqGnclqGMngGzuvbngR/b75hIcuOLkfI1ySY3Y1e3Nlgsy4abqxDU2yek8fYjkP323QyOIOHOu9tFP9XK2AsyfniNH1cdSY48LtZjDYzwSFjn7uPuQXh6J/i7UJ9a+INECCj3wd/JfBfSXUPmWA76Y6haRQQ5tgmmku5CQw1swQl9G9r4TpJbvLEA7aVEk3nIuUfcEPU1dyXIdhP3rGE0cPbHb82IyA6RNqrRupzHWyh8CKe2WLG21kb7veHIi6eokh3ysO+FseZaj3fsI8LIX2epw/Y5Cy8fD9y6H8wz5OT82Jf3YwPUxMRX63Xs5m7jJpc/wlp8DsOE1bhzRloBxMwgkdSyPCEnt7eD4YNkszCyZkHj0atog6238SPa22xNtbseE22pdvJ8huixiC71T5zw3R3PI4W9cPh4B+aPQEKa2fntjDv+DDu+9rrPgfUfhk3vjfUzbH9vj9ENTuW6+70bL2PWp+iC2XId3NtbobiWm6D/hcUP4jO5MbIkmoz1qyn6fnIWgBh+I4E5r8z9WlslV3lzt+N9L+NlIRYQrhIGGJn7fuD2IqwWH1rI14ceXAAXqqZ1Fe/wBQOGlx/TO9aetJH+n5EPF0+T4IcuipF0/yyBLS3Sc29XjLf8r6ez5mGZpLAM6/qVeQiD6yy3WGX+qBlTZGQ0/DAmgerCa3eP5gcO8k4nzs7GH49yF/H5fv/pMvDGo/qQazk3GlqBRG/snyAFi6D8DSN/eJg/D3MGFYyH6/MceP1MENyED73JSbZwtvC4SdlMTuk7sfUt7lbA5CyrBApvqxqiQdfvIQ9Ig9xyYqX18+wr++z1r6gxoZzsO74bnuYDzFT++zIGzYH23nU7iP7iqjlH6WrOtydkTPo9yyrVCc8VFPSiOHrNteOZgwO9SU7IuqNB82wkAjT9sKtbAyNfH7snjJMvu2yYIg7jq/JB0xxkHvSr+tIHhucYdBzZ9R83pJ8SPVZ/UxPSui9YwNiSZw/UpBuzKKD9ZEV+IG6NgDEZGFgs8BzpOH4my4ts5H4k22JDZP2jtgZpNAj9m5aRWXJZvxiLTv4iAcvpkr6VhiggO7cmLbP+jDvfZbzitiuLBs+5Kq3etys2D9k8Dq82ThPTufuHR6WKxy/thnmBqByQRr9Rc17blPr9ygMYF3q/VsBby6iZMtniOmnwJi/oX9BT92YUTFhVPTJDbXWb9/LPueasK/cz+3b0jfBc9i23A7aMItD2Ey/MSESP2R2sX9SiXL+r2eX9Wm+n4ly9f1fUf8Z3H+nGLcU/ptOn5faSzf++eS9f2k/X/VYY9n5XpVeg/4qb/+lhnn/RIfY/aYY6f03Qd/1dwu/laH/wA2/fEcghkw+HZtKXvdivf+c7q/fDJT5DMZ1t91dvWP/WMcOSDNPLq0bq5Nrx5+oqNenySe3cbIHN1ZVyaJ33M4TdJPcEOE+o7bd3s02JJnu+ex4dhkQWHXJI3O+Bz0kPwkHCQ73H22B9z4v5Y3AgO7sgJgM9vyGTzoYQhJuMUlo4xDqRaDWHAbYBZZExRmdNPbM9TbQ8KwfnsszdvkhkcbEKvNPgG6JYJmch7Hq/QgXBPN7Fhw7Kkb4UaoQYh34SZflgGOk7DILsYdO7A1wr6sNfiUQ4jGi1ikHyIH9s3TO4dXwfmZasv4K+RDwN3+JD2BBoIvhz1L59+CbYm/S2IEInZnNDdX5IyxIb8n+y/fgg7HqJT66wyQSZvpJskLasfekr/Bn+2LYfLx5qs8j3syXE9TuPX/AJaBOFqsS3j+H5PUNip919P2wcsQB33sPpEPi/uGex940sft277p8mNIHMX/ALJzuBTpspNSw9i4jT0uwPFPDX2TG1OYSx9PLkBl1n2WL7e4ci9+cLd1s2evSSMQRWGSVnHf4lqWkFkRh2uGkchEvSfY8iLuZekEGM02E+e1s6+g6wYE4bs0hf3IdwuDvHs2aNHWM478i6T4Rg1w9kPQNZ2z5+kGBw9TvXm7tuxdkOd7Y2/CWAhBh/BIdf445Gzjrv7JX48COL183OTF/WvkjmEJOGOLCdT30dCm2jX22YoaXF04M6Luba+7l7/n0kGMtXHdxLMMBWbKhT7hFZGGn4SagN+705YW1u5+LDn1GIKj/kYHjMyRgDUzCvr8iYK9QA0wTPsgHsIgLfHJ1jwBpvWwz39ErQy6GfbupY/SbIZv/sjCI4oz0PcZ/pEC/hbM6g92NHIei6JN5aCyDZz3IJMDI39s3TJOfiR2eT9HPV/kwXdwmHUOWfq2z5rgbIeu3yImyPzMzdHSULG3OuI2mrpGL97tro97OG9zLbFTO/qO499ZIC9w5DatftuytPth+/zklvH1BmNTSNs4vCOkHkg8i7oGxbcY/IUUVcIkKW/0wOnFzZ5wpzp+3AfnWD+kYD195JjkfkvQWTRFYiWjvouJ0fvIGY/tMX6EAEBOtuenJ9TfmGdzf0aso89T8L4lmnTqOymbJ0TbA5m2AviLIXqvxmRhe5q3JhLcT1Y/XHA3AjhBxnlah7smhmu30kx7uw6P1fM28v3yaNtHjLdj3XxlJPo9Frnxk1ANqc4G4Bw2bWA24wYaEH0ZNTnuEHD1tmaNM9vhsHpQhF9ss2jDgNTsRQ1eEzMQf6ZD9p7jAIvtyZ1Z+QwgOn23KrOfLNYe9IfvrjWDYtPOy/AV9T0cgFAsw7WIg+tjfEL8LZWWj6nWQIMBfytpENbs4aQGvfISFT1w2wgE37c4nN9BIDcTh+ISHz0A7Iyv3m22BO5tgMN2B7G25IO94b6swAIB48snfRvLIdttt9EG0dJ4RY5WZcA9EghYpHSi/Du2mKxcZ0qxTH9NZwZ62Si/6x/Y5nWWYy95PE0bFvtz224Xu/Wepp/WLY36BfqLaWv9EjHJNFo/YstQG5I5ubKydP3wtSJm8UAEP1tO42OADzXdkmgH5baxMPat2YrYJicF/P6vTucugycDexjPJTux5vtUSXzR1/dnpSd7kc4/3AKGPpbfP/tJMS/63pWn3qMR/sSMfbT80HP8ptwaRDa3b1RZhhP4wEc5b2GpOMfpO86/ljc2etXY8Hqf979jeguAJ8hjPvxd7Vl5b2lcifBriI+Wj0fUOyH3e9tPu3u6+TXwdm12GPDMmjq/cJXRhOuG13D2bCRWAPyx69fsbOW6EwZJJemPU5vgEGkdm5spvM+vIOoBIY5Y2O56p8D4j3Flffkdr7bMvUFvv6h9ieF+TiRvodYXwCfo383D3P7Jf7ck7FqL7jK6Dd+RyPsYvRiGsX6FwenYdY9GaNtxYCP67tybEbvWn39JugYY/MhHO76jPN9puQffU4IZ+mSvWQ876jy9usHd7McDLofWxSd5+zamEJ1Dton0lkRq4Y/OXrpE4J0GekdYrBH0RYM5kag4idfaH4BEhBDr93rZsgTh9ZhSsYyYh9Pv92xrULJ+i2/i6fZn+7hNFqf6ctX2mfLZuJxNNrj7kSj8viADeHLQHvsnffwuaybjRkHswXPzFcXB7mj8YBg9EhnB4z4VSOkMbNhj1aS6ByF6Zmfj6ys2LqDM5uP2VVh2H1PexOq/pZoFfxHowzp8R+r8ZmnRk7HidLIT5kfS1tE16XJlD67LkfrdYfJ/l6XJj0E4rzw/YT7XXisizpslnwNi6WWuPbKdwpmzInU/OWsDY6PrHMWFBKY7UPuSwIYuxsGolQ68uHeT+XqDs+5Bv77SX6fxb2ZPqMZCtCGzIZ+a+2Zt/ub5gmRr9pWhPIF9LySpH2zYxF+qau/NNT2kneEXuYgfe3vH+tcmh/buCf7wAc/a02XFrpqFHhFB+pX9D22fcAVjQ7wMno9xkmA99Rx+hjFncQAfvqGY/KbDeXAbrv4kYOepTqcy/wCe0S9T+La002Ao38GRynpsKJ0l2PejC36I10frekHxrPtlw+2Y3wgW35QWz05AdO6Q/G5p9OX46+stN0EQvQON2hvXsU6+8IVNinMk96ugO8fxPoNTH4y2cKfa5AvezQu/bsfkuBJ8Py9TmZdN27L5ZGQuIy/2ohE9WhPpgqc2fRuke75aN23z2y9jgJwDZcFeEcXbWnrYAD8E9U5v3YK8BtH9lsHcgcuaG7RpDtbDnZ2VdeyWN7sd9vRb0epS1uIVCs4gE+Sp7Y/1dluf5k4RwypgpqepRfxMifY2SHX6g9fs/t9i62povZPqV/8AYyI79n1nsRwk3L7uN+E+TMbe+7UX6PEVFI8Ye2GH1Lov222Y/B8gZdetlV7DYOBMOvqZJvqzKHZ7Z8ITdSTT8kRKg4sWcSOuj7NkssE7Z3zbXoKEijkyfliqVi+wk53VI3WYJqibkvbmm1E7OzvpAt0WR/nAZr8yD0OeXwDguD6jZe7OjhJZzjuy83sTf14WAm4lhG2RZwCX6zuF8hQVtnIQM379hWYdEkd5hMnPk/Awv1mL18v8qiPq5of/ALNVeqSUohkzcdH3+Y+scZsEDaKeP8DwS0GEIOf2Z7i53uctrK7vbpzPbTwc8DvgyWHyHdhy2WJj48rgdho6Kfzk5SDeXJgo7rEPXIQ0T3JPufD1PuW3QWc6l7EljpMGLXgaTUd078ljQ6IeAX2b1/46kgbA/t36xuTzjMz8djLM/wCqfYPyPfuoHQxGDud9DdwWOhHf/hAwVWCd/stBLdFil6zrf9knK6D32PzGF9We49y9hHzvBsxCNdZP0WdD56vaP4iLxsA5sB4GqzilmDLQcOCDsnpp5k+Zc38+rkvtJLkHm3taZlgzcbRRpudsqAY1ZY8V0gTfdvcWKwGhJGEt2EY3TRufDEH+batBxtON2MgejZshzS9prIHZY7hh+5/Ztav2smKPglmouEaYYl+FyxA1Mz8y8D1zLIc7vd/MDXL0mZY3G+v6mYItQ1jBY9tkINgPokA+w+w/MojH5L9WwosO1TA8Hu25swkumUi9MPR+vUPvswYtI8w5/sjjyX2T7gwiINu7uShPdZCxQ3DD8fucwj9w3GVRgBglKUG/mQ9kze/9gwHn4mIi+6QIIikhTHTG0dn9+pzOkHqJt0EQPoNjD6nn5SLdnv8Aw6Snhfy2FDN5jDjyHgidWSunsf8AuBT8kdeDZ9md1t1y7I/RtQ/iB45qP8dTxn26IfcnB4SR3gLMQ3vhwR0TG1O//k0w+rUH/uTdW7xTBdjWFELtD6LHDmp/wBxn132Y3a4C2Bs22eudoNNY6yVxgk6rrzkcHpuNlzV2yJe0Y+SI8dfZ5DsuVzDPEUvvVyv3thv4W5Gn1zS3HX6Mgh7xiCus0g+XufkWa74Ns/5mIDxNsfoRiP2e7CAe2wu+4dPuSCeiFhkuI/ESFgHP3IsdWGl/KT8MLPJ1XbnDWVGOlqn5WAtMIO+4MAfF7Pw3oHviy7vud7XTO3TNR7kTqnEZaDpjndgEa09ZPgfoOEoDJvoJfLxHXIaNe/xBjXuEN4Yr83DPZL7B3dgVp29qRMTopAG65nu5mx5d2A/vVqV02ZNSP9FgH3OzdD7ex/LAQadXtuSfpKavwtzGPPvvb/BMf3DP/tJ6fJjhPzkzD955+xnNbxqb3Gy5h1sHnCfrkDETdmw7mTJfkHcdh8sp7ZJT4RckZAnvTuRX56N/3t6L9JBT8FvU65B2bHsjF6zbX9T2Lt9FFefbY5lr8HiRP+5HLrHM/d0KmafWJGsPst1M7ZX7k431s7Jrs/7Mcrlz+JmNX/Exj+G4hzbhTu+5l587dsthPf0W8a/GKR9m2CYIZE5usVofcoL8vtp6C3Tuv/MluxkflId2/Jv0zTvRtqD6GQ9bzKr9hsR2vpmUm7/ZP/SmcfiHp9MNc+ucWRSLALag45k/wrj65E1bDT1WH6yiiX3cZ3sxbN//ALyj+Qnk73ZV3fLeF7JdZWfd2nw/V2iD4PCpD9Eyhz4C0auy0Fa8PhCyNvGSLQb5fAueMkAwITGL8yJ7n6mpXlf5tj1p6t2MrR2/uWX5JaS9LjpYdzPbK71LOnux6LlgMZttGCsgD3YOBAIf7NkqN12+5KQdQZ1sXqnF+x6ietcYbSJA/wBL0hKhSJiGnB2DI+j+fyxUrn6ON6MGfwk7u3Q+fU5WTmr7FUxz8f33sDoY+lkK7uG5PKRivxmqtjDpr9lFoOZ9D93T9xq/bA9/ZmrmbDr9XW54t9JqpcP8n4ObdZTb6UKhTBJSfeMl9j6l2/i5G/Cbh+5tH6TMe9hletkJl5exT5GV35IN+Vm3fWl6EHn0C50GRvcPqX/IkcX53aPxKEkNACfudF7gZ9eoiHpN0q7Nf2hcv6gk3Uhb03u2vsM0b12NcHq4D8ljfrqXC+LCBDsCdb8lah7fljDd1fkVlcGBNfI9s6bIcXpI2PIyWxBfTDkAUch0OKl7x3Qtsv8A8U6F9JGx+WNE1LzDa7OasoV4o3R7dIwUeS+I9tIWP4bHmnQ5L75uRbU03lkdX12NkPYPp9Qvui8/yHqeOW2lV0ZF0OpgO/8A0RrfsLEPyNh8JYoAN5CJ6ke893LIB3PYSPsSI5CJNoMNPxbMmYOf5YE4nn7iZI+z90822Mer/di6/DI2ywf93w1sYlnjo/s29bUr/TUlhEFf8bG3Yysq77Zf2BLVyDkx9m7/AMv3ahAeiCMscqS/0jYPDwFEDfQEzHVZNXwd0bcRf0CN0Xi9yPX0rJd6pPCXX6PiBXXttF32XS77Jcd7qxq9E6v3mogPyX6JmEbfu3J+vwmg78C0l7sschsLEavaFo2mfmLVP9F6TS9ug65rBC0XU66MI9nh9RW49SaWIwOinUc/xbg/s9sG6JA/3dE14SgP3OUc12yBUv2xCtXsmmPnaFay822Ht5DtOctJD9G2gxg6bMGRfdNFMe5Uhxs3tIyDYPyNtN6E/uEpVxk/nsQj2Gzh7JlRsct7knZ9tkJIYBtO/wDfYen5iXy09N3k9z/dkT9u2qv4hooJv5wI38weEzih62KFoklFvjPqn5kOk2BPZb6skZ9sj+i7aW9PCK39aZep9Hs3p+LtP0R3+qNb9yMR5n9Ea00e2/ZhksDLo/uzOu5Nnn2IWnvrH2EJAkflog7EK33tuW82P7L2f3G/vqLv2MAOe1jZL8er4KYwbo7ZrO0He/ZGrIjd5e9bgd/cs+PGSAi/BmwypX9uxy/aHYfWIU9LMA9NjmHHbUH6QD1M1djZ+mN5Nwvhy28M+8fmwoeCRYF+/K5w+NiF/LAekaH4ZaJ3N2fKxw+lP4Ib8UYF9F7QHc77eQ9PossPDcQqR6IWEevIBc9mz7y3N9ZZLr+vMGtvgoieBbxvGS2qnwlhV7rnY2Oh4wunY/P02ns8HgbLN8IvqPvH4D1F8p+D8oh1C9EcjQwfe+1fgr+vV2Py6sZVhx2zDnVS9EwOJAG67/pFiOHIWI2TBeW+5hY+gVuOjr1j2EQj2ZMNllsJVje5/SwZvpfqnkD0fbjMm/fZ7IMXru4kfoU/wt28c/I2KE4ncgqGC+Ib6PgDZjPtxH0sIVKj0il0P+P7EBM/1L+v2j/IcHeRz996wWq/Yb6/i2awztqZyxRmbzJlWtpxgaJ8WQH5bYcA/wBlx/MATZ5b9ycGqhn7nyBjmPy+AQliH6M1s0SBCHTNjhWfeWoflkyPyWQ4RWge90WEn5ma/olGdk/yMQDnvdglIPT89kr+sjqO+iHzZjlk5a4hIo8+Vu3n/odjfRxf/sW16HlkZ6uyO23Rf6WOx+W65YH9P7gT32Op/HGSqiD1LiKy/tJwy2h6c9ibHx69E6DHQ2LBZpt7YHH3AS9+XvXxuW0dJDpejkgB+7kH3K+J2xB9Jgz+9C0gDZCwscOIf82eT12hNlfSLDfq/MjX9GX9Rp/7iK/FJ+mGTZf2tOOmJc/m3/u6w9PpP9A/+hcOxKd/bBNJjn/VOn+ZaZ9Wdl0JM/qAR3uf4SH+ZkGb3LjaLz6zwSmcz6Ov9nLvvCC34f8A4STR+TGz73/1lAjg+/1Lhim/VbWE1KbDu4P17g2HmpxF9jch/amlM9HYTP4Iv0Dbb/nVLSuSw5awBPs7HzkPNg1kHT7tkHUdts943/SbkT9Z+YR/ro/2DLh/G9u5uFD9Tameu3LXmAhfTBnHp0q9wz+PvW1+zdf0Sq369sa5pBc/0rPT/d6LuEBRJBuyZ4RftzJC4o9SBgZcpjc8yxYyePVrG/2pfufHfrYCN2Mzb0slGep7uruY7OAvhyf9ljrRvZ4qsKd90so8PpsR8X8WEWVNyy//AE293ce2+gW2er4ZIbv/AJdj/wCZ6s+RKCH+WAvj3MKv/Ejdk23/AAwgPf8AxgONYOawejufqAsOxA4f7bvEe51Xv8mHFAVkxst/qGsj8Wihw2w3eHuRut3Zp7wsEXHN/MEWWK4gPc+iL8pdcmx9E5nUsE3IW9rue2HdAf8AYX5M3lt9Rz2QDh70IA9n5IOMIWNMfbe7L0EZaggnCd/UFY7KK9dbfqp4BZFPtg5ODrLLMFhL7n+XfWgd6vDNYmoELtn0bt9FOw+oj36QxSGQXA09Zs/AA+xd0h927muFuOzjckf0EZVIWUH9zFQj9y80ckMOCgE/FnL3C6drIJ9/ZAsnVoY9t9xxOAasZZhk4ge+duAGKzt8IDvuyg9n7G5dgfdhr8mWTpPvZS3o+xlXmjq23/THU0/mWUzEyHD3C1X025Vo8bjU4Zostc5jDs9GoHqhMTi9/h0kfTNXM7tzgcfdVZm9TdB9Sdhv42wa1O92CBDNf3fHAfSX9p0nn0JyPNsjjl3NC6c0wDMHfBmuO55y61snOud2dKDYWcxJwmDgyQXA8PjC5rlE2n94BGfoObIQ9ZnHw+Rf8qR/xGW7RxABVDJQN/7P6huQppc+ZQy2yQYd5DWOlr+YC+0cYer5ZOvk/wAC5skHW2Xp9Ton8r9g06fw63MqfsV3Jx/BaStz06N8Dp6b+IZIg+/cjOP5CRbbUBYKjM8AOmW6ubn9LUHbYzY6W4Pr1/pg3yIWenYgCACIOSZXIIcLa3HK+rahbZEUP6L1xOFx2nsOW/tq9KfssIuvAPbA2OxexKFzWX961i7VoWgyYW/WPiNhDoaPWoPFIWfmxxsBs39yw94fp/JejPg6JYDD7fRLkQuP55KnhZx9cOwu1TWL7y9I2nUPVzfV+bmDPYTOn2a/qhthtNa/qNfNGJSQUIzonHp6bdb6xIw+BdU9RIm/mSOeyKrfrOq/CV5T394l5enwWz18t9v7af8Apae70toPXvse6TkHAdgPPZ7te3d3P+8IAA+XPbiw/SR9pdFsj6SoyUrckQu3Bzrs36tHCGb3bMuoCD7LhEbLfe+oCaF6GP8AAdv4YRHq7BPYPUYv2C7biOGZIoBVi5hqvq+tt2+7Cl+Pt4vYX3GEl+vun22enFrPpxsPb7Nq9d0uQ8atoAchX6JoB9lNfcAL3p/9xxD6mO/wsGnxJBPaD/7eyKh1/rE7A9/UAX0ev66Yfy2zMfq2en+kjunY8j3CA97tiDm6R9MkendkHeLYPbGjN5IiA+l7Ke9Tiz0v5G2F/GwP0K2Lb9y2S/ls0fbqT3l/7aPPwmx+3UV/mc8ox+cSYD7Bsn/bi33b/FBYz9AnxvTG3X4ZFI3TmNrlj0XNTNyDHKjp6ffco64CVKfis+ENXE25OOGp95eE9qseGnshAWrAqAyP27pck+37AO/nYat6Nvq9szPr6nn9MBCk+xn2Z2Tjvy6DHX9SdhTAjC0fnLjvfgHhMqmh7GYYaZep6n6w0/3F03vq3Kh7YiJf1sqENZ/bsLj4fIyB1tfRPx3+p3XT+oanvrH7r6tYQ9rPgylmEzL0lP8AA85sl9lv8hNjg7/sJRHtpdXTuxAx3vTL8McQzFi/S+If9trtzYwqtrEffdgSOlPaze/+y+D/AOwfZ3+534d2DdD35eJphDce78z/AOXrusH6i2e0XQX/ABa9V7/M/wBf8bPDBn936Rao9VqM+P8AcYxZzdU/l2t/+U/jwB1/9n8Hf7mOijOm9/OSg2hxNyOEfllEO1++f3tq77vzYNW/7KPYCjp/c+rlC7v/ALOds9N/tpDlAB3b8f7Z0YzJ1slxp9SvabNmkkkC4NrKFibFuo+i+0/6hyHwCNTqp9MumHfxIxT/AHqPchKmV/RsGqD+zLP5mfXaLiT9CH1hziL4a33ln/6zU+naeuN1x7iwHsOP7vWJeyDPQdXsAW5GU/dMmrhP6thmu/iWixHtxARdOQrMfpk3SfT7L1C+iMlgx+dvWy/SE9MJqwg9F/2e5q/uy/aAzGxi65DdBl/jkpgjIgzjmzXu4JnTglvHs+n1bIB01hWE5jZ9XOyl7hvd/VnVnUtkfJjcp9/zHEmEpjqRuhesTA+kPQQ16/zH8VvWvQd/MmF+2oQuQUPXglwez98Fxs9rfrbMxH79BZ3VRjHX+p+ai0PcHYn7cyWX+ob/ANTjBDdPhDNnFKwGc9yN9AdtCRw6JfKR5+yFm2MTodWps63QOr1HgZAPSR/3wDI6sM7vtkYQnv8AZa5LmrJwJOn1JDmQLPqwsdE/1sHxo7mv4y2ThwetMuTHLP1Bjwh6IVn44WZe7wOJ6Zvaq/BGT2env0Wf23a++RuFHEms269R+Ed2eyWerA5u+pvxIXu4pgJzL3L3OsFvyYnnZZ25z+37+llG7PbPU2GghgfZ87pbrVrvPcAwBsY2CfVjI0NWM++7EOph8lEQ62iB12ECkJEaNquyj7llMGaAE33IxgPrZewC7IMZoEUBNJZH25eix2CIx3HC1t9OIJIxjFJury1djnb1lrq9Em9/27Eejlvdevs3LOd7DVz+7BQ9f+1wsibYoPiwWDv2fP8AJ0nzDCSp0/6id/tb88Hq99cmNFuLEUmhMbdDHS7MdHSVFbe/rL/JhbD8k1cc9XhBqfglqhKfiHBDoU9wAtuBzlqhZc3ORyWGuEVYx9EQiO+slp7G8zJfoPoTUhQ9cfqRIHCnZjNvH3FBHfn/ACEQtwT8922tfsZgMwAm0PpyBdPrA5/SaeEscOaSMvrfUk65Pq9bchkJ3LMbrth2lA/q9TJ+bsq7e5pC7bnMIZEeQX/6ipQLVnX7rZk0z6x9ZA21MTP2X4SCzT4YSxe3W/7PfVedsM9sZWhk9PuAz7ApQ41btE5s+42jo4QHRntTWMop6dQmZzQSJHl4AMPVfX8bSBfOBKIgXPSZITxhm7AWXlujA9OEOfct8XVltGMpPC0I+pJcuynOzlurEsA4cGymRwzJANfgJw5I3i/12d/SYFz9l1wQkKBYmhsanD78ZZo8RkAPvbOAPx5+bSvXe4oywQZ391AD+bMkNCzrZEhdE2HVnSAfQuFxvQhxuI+MvVlPcW5+R8H8Dwb8tCDtlbniOuwkAwLyVfks7SC9QJaD/KAP1z5az4Ml+izZ8GbH8SZ/HEfploKxZfA+EKaw2P4RfqvtngzI8h+iAWJLKfJv9JfpID5P4vB+mcvRfXPF+qAuFl9yvwv0r9F+qB+XX0X60e3Fz9F+olD0sfmPxrL0IH4vbBunUwVfRfoSBm8szpBvHG9G2dNuuz9jWUOmX9/8CfX/AOuGB2/V8gf5K6r/AJJGJ3ZU4lJ5e2G8RdXS89WeMl1LV/VvWwmUdxk1B1Xs9MPrrB0nAIYe/lY0QzDo0VntjoB9bttmcb298/QYDaa9T/08OPGflj9/qerA79vy4Cdhj5n+f3DhszjYcAVw8Q0N11wfxlgs9BzqBt4BD218t/QE6SF1wPf+/JrgMd9fjIVn4jcmw/uQOvdqDPREB7+lzzBs8bflvjrahHxjM+9Wn7FusjUD1HgCtbfe1f0PkPAL7ZAlpC/VohEGnAD6rF/bDonAv09hAA/SsugV+P4mg/JOQWDveLMLabn/AKR9A2BzZxecDjp/A/UBguEyDocdk7z9OCFs/wAwm9jq/wAtPuNgnAenLeW5e/sAR/ywB5+rR7p/ZOQH/QjonecTnf8AkuicWbJn9kNap+Mh2Rt9nkB2g9Xr9MY0v9TupSKGb3nckn4kAvo/539QBdkNS89hsMw/F6bJ/wAGQBOv+WQDcNMb5/2Mb26JgNEn6i9n2Orx/YyQOwJTAS8sT9wS5om+vXyHuoJwk5punuMjXuT9dspm+yT5d9n5LWOtuC6sMNnftKSBc/qcR6EEwdun2P1cR/OfqUKCtl2EDW9QQ4WGcHZbTLXcEI7gOyzWazjMSIzmRR7DwkYHH7JQHMJxyMRUDmM4DW2y863ftl+kOvfUbxcYf1DMAHmvqQuFquSHD7HZ7M26sKK8awyacdsAThIXkyHQMLtxui5Hc4fl8PUMXWU+mMvcl9xJ7Sf7z93ze3Cxa5Ik3An7eys9sx/t1R4FrF+YaQMVgciMBc9YNsa4ITnFwIpjZ2P/ALuE1/sE97/djcB67Ymf7S65jv8Aez7/ALJU2d4d8ObTuD/WM6DpU5mf9uA//Y9pft21sp05sR0hbC3/AKjsDkbem2b6Tn6LI8gERyAC42bZYXLfHq+kJ6DL0ZqvoEOdhBKvtbAE64IP+2f+ycxWIzg2hkCM9byCArZ2HfclzfWfm92XGcuW2RlzJdtEti2X80GFvoeUEeEGy+7uokMEbDv/AJc/8L/4kDVyR9iy8Sct5QjBWM9SOL2B/nvnP574f4bb/HP4P/hP/HsC+hYA1FLUj7mYdtPzZDp/cWXq/q9Fn7bdu+OX+cl3L1v2fYgvMWV2PVveWjuix/dx+jCXZH3sUtkXonX5L3931e/3LKUvr9QemPYWHMjHnqe3QIGSfNu/2RgBw/8Adj83gdPUIh/wen9j9QF4nNCLSIXsHtBAF6kc09T2xGjN/Wd0vcHXj/IvcJWAexdhEXqDwHx/MAw9mAnFwQItJrdL0n5bGfuEDuXH07dCSsUN2brvIzTSdy4WyawHbMT/AOESvOfi1lL1pj0kWB6Jy9X8yn0F2c9mfuBh7oL1iGlIB3N+NwrFmaifLrQzdeAW9nHUN5J4PuTbX98uwliBotG9NJ/wFhLa9NiZ6Nvlszbhn7vedAezen935yzu+FJ0G28CPxSxcuEh7Nj8VtfHCC+S/cL9Nl6PF+ov0l+qX5hBPqcsvz6kDMO4tY4veCAeCdvRfgj3nHMy/Uyn/wCmV/8A0Q+AkOt/ZLDr/wAvRF/kGOEHkHgThJTv/EuUQH8WPqCb2yEZeyzwwXYYI41JeF4BZoPs+9Do3wgniP6Yy7/7NwS3+5TSf62Bx/7BBrhJ1WZKr7IUPO8D5dFfsRq7/wBXox1Ke1sUVN7sIer1Hd3jN3ZpnLfrJ9mn4n9Hjt+Qsekd/N0AKAGBYTyCEDu2Px4sQT4sNkkzWL6WfItMfqnP1fPL9RZwLuTlmR+KaUndj8XmwrYjgsGBAyyJyPK3vwy+TLGJj0ydi0T2Uc1+M9462J+YcjjnNdj0/XudsMyMRpFGgVheyRrDq+Fz4C95gpdlySrdr5tvYbZR/wCDB8JiVTCMe7b87Ge4dval11kNw4xiH+B//I2YlE7tq/Fn/LLr4A3qQDrcgtuf+R/8m/8Am23wTRkP56eInFG0P/ogUYb+5J/+TwoXBfuKAT7j2dMf4P0ZBI52estKXtZCINF5vK5MR+y1+ZGzi3+oEUwd35bK2UsVApE+mHf3dUZNbrCej0ZW6tbgu3RTAwNvLXSP6uizB3iZJ+CEneBQdsLO+o+Pyem7+W5RJKPiMQD+OFuRbMQerP4N5/kTl8w7+fcW7of/ALGGZaJc1vRcMZklPa/JAlvV0ZZ3ZbF2O25MFwwP9NhpLxfDfSPevgZBA4n/AMvdLEdaJ/wY6Tzs+kvw3ZbIL+R4sOKHGm4XHT3/APC3qHY4tyadu902/PYJgIrFQwNznuYrNSOmkoesXr3p6vQh2/uJ0/eMDi7ffN/BYon3/wBrfsAer5Hv3aWwSMLXw/UOJsE3Pu1dvKbS3+O2+fTL5fG+dP5fPJ/B8ZY/Fj8WWNLIAsg/h6P9SZsIb/Q31A+4DXcpw57JB8d95YX/AFj8vjO2SHLD8QFyLLJDIEAfLDB9EH2oY1InGj/6b8tobZ/MZ4v6FwMBZrEDLLJPCW+Esu5d/hvjvvzyXxpKTMTB9fZ9ys/kZf2DbcT4T2DIzsRpOGPhn1iC1i22ZiXlvn753ysl6ROSLAdPcGaSOWuT7ZPSYEgZ4VivffAQesOqsO2Jc/3P1EZwhHYWyHfsuw9ht62w+B5P4i9fYRnUZiWhKP07Mfb0DGLjCSunqwdewG2P/wCRk+OgmyQsRDfucfM9+y5/4H/wZn/8khjLf5rlviA2D+OyNsHyBtn27rcb/p5r/wBb1bpETsN1KwBw+QffXiN91jNg7kwPdp+BjfHjPqF1/wAm63AmExDGxUsNnA944Hx397NhAGH9sMDLC/H/AHL4AzbTshujHpbMa2gkHPssD8Ar/s8HoGD4jbVE3cNg3AeJRI/F+9R/xLjsgBw3q1gFy6SavuNl9lyzZMi5PoN6P5IRX2YpuQbekrZctfemJnokkSn2F39zGzKxuJBCOs6PsM5cdZ7d9t+ovvsfWD4Pf7OWzZvXgvh+2Ul079YwVO4h1od37OHmCJItXW/T6S+kQngwW4P1wkJ0Zb8z2j9sN+lit4gw9cb3YY6pJ9Is5vN/9Q/N8/8AAf8Al+S/zyM7/AfBOed/kn/KFMw/A2704v8AkQ+ig3/pLLnl9bIL25F237bJPPA39dEMs4Fx295MlzAorT1+Yjh3826wbAILmWwz4e3L+71blsvgnwErbKbZ8LLhDBtxuVwbrb3237mw7s53Zo972RYfswyTY5ByN2/wdm3+J/E8NqOzHPSQaEh3Vv8AywsAu2AF87678ybLObJ7DfD+ZwhxZunkmTfuOIewz78H/iOv4DNhXnZ5TctONj9kGLCaNxJHrkO70vuw/wD8dfBN5Gj6fDM//oUH5796/ajNkB4SOmHC9Rj+WDc29SN/EI+n+ILi18x20qG+zYH/AMO/+bub/wCJ1rL/AMh5JutgfZ/t4vSwSoy6QDpf7dsFf7ieGHtNiQ9/C2QIPvOSp1v9le9ZyxVusDv4yFORjm7b/gEJcBLZhxBJItmNXqfqha/VlM+7V+cr+7CHPCuHEsjNgf8AGMMOibZawM9DGOoDH9X9s9d425fM4zZ1dPa0sXRfyf8A6beGD8cGbpzfNvf430QlEDG+EOQknf3f+WEW6L/dEO3s92y8bb7Dn/bOeMtcdcjRh9fzGDPpO7kJH5MFQe31cjMgfS2ZggXuNlBxDDVsImYA+w2AOv8A/kRiImDY9ABCaI3zs2JEMde3tJG8zhZWgN/bAsbH0HfduhQP35Gh7hJ1dJI3inszb73Dvwvs/Jg/owOLMbfyZuRHSzx9/m+PkeN/i74549eOefX8hf4Z/wCD1XbO4l4HS6AfgYcUp9tv5F2o7gfyO3r54742RsD29uZaHPzBidH2z6gvBEzQPRfbImB5+Wcjxzwfx3LYy3b742/uW22fGX0y2fuHWHH9QIeGTPVNF/c+593qh54jMkXy3+eeMmx/izt6kyPqdDjsUS/j+LM3xBYm5ji4LOWoz4rfXXdnAof7B8bLHmJDttCHrah3wekI8M/+EsT5b5AIzyO+nLffYbN74BA6Siteykf+Rw6sI+mz/wAAj7pGuEZhRfVYYEmz+LEMOreud6R/JBI0XG3Eusj8eeVgyI+sl9wAXF2Wjvlc6P4tz/6x33/2k9YgDKEfT/5HxjaEH+RIsPwj+7qCMAIk+5/wtwFf6ndwsfmCcbn6gG5C/wD2Nh6gLFVZJ21zT1kIY4/hsIfjkzOHYLZfvYecU7qBvC2sd2MdGqVPvV4Hm2yHpCq53DAD3WJuQN7+WJLn9pLvMmL6yGKaw6L3ET9lbVkQ1Oi6+n9eMEKd+cts1P2G2m3X+Rt1f0LpS9Ap0024Y7aOMfZCC9/9o9RP6b3HsOvESMn1uP5LofZHx9NqemW2Jv4ODOPW20wUe+47jDgXLSH9T8Fp/QKbHP6rnAUwrHdfhNsHTwPcg5oqOm5btsFBdv8A3RZdE8F1n4nW8AoErnuPtAD9M/w2XecB/wBvzGykNBZo2rI2fEPuwx6B2fDGMPf+iNxn5mZT+wmIeSwtf7YT/wCfP5ZfbbX+R/E7H/hfkmxy2DvSOXQbAX6f4bLHsJeJOW/qIFWd4XXuI62Co4WOi6y6XTSzSz4PALPV3PDfbJ8e3y/w3+T78bPll3JTxgnvFbGTw7vlu+erV72ZNzhjGW43Z0hzxcvWC2Hn88g7uP6fwUt8ev4Jsyh2SBIHiPtPkJ+i1cYnifDbXtsIwtzfd1NSWMWHyL8GOIP9MLZW23JbcomFj4pO+ljko8H8dd7BJ7gn8w8JjGUnqPU5egZO9je3RnSgZx2MFBv6k9XB/wDDhRlBHIGBFD4z+ApvLqxOCS3SVtzVzmxh6YbLS39uERvj2ZgvRaMcjhBDcSfHryuEpPaA6Y7sJ1cbGQYCMytXqVhHsxxh2aPSQsh1GF9qfme5N3ESIjYAQgKZ+T1H/k23+ff9FsEY+obinAxv4QnUNzH2YOtgvjpIhOiu9kohHTtxmMcbi+RC/DHgtw/Vyz6uZM7mbzS3C/7CNOvg0R703AnpjjKHXt/tkq17PqPUs1/QFuaTkvoZDiw6SB4cu/DZfk/vIYEDrLsbfHkBwJez0yZ4rZnPZLpbYeGEOTxtvJBGMLUT/pIb/sXvVToiz8M1+A/lBtwmlwXWVx56SCka+CRC+W2yIPHn6mFgHWGnoeo7suDtDgbh+hYexh13FjOqH9e9hhZgH8FowfszG0/JbXTkunyJXUW/eYXX9cxz9MS6v+0JoHPj7UwbS/2e2IIReNVfeyoAI/AJYpmkfzO1D9dC/A76yJK1zf1AH8JwZPj3smpwT28Y+DD/AEX65RYklxxxJx9O36+ifO/xLLCzwf8Ak3yfw+T52fG2k2c8JHt72TztyzZOeFnPI0W27XM7Fo+22i3MhBjF6OWnJcw/ew72/V92oO2RyMfD/N5PnfG2Pjf4Hbnjkze23WyHIOhGBBs/iOGcj0GhbrKvhLQ3pYYeDyYxhxe+Pc+sPcHDwdMvRIb14fO/xZmd+4+wWp6PtoYxsBvUZ3v2xbxt5ZDMhPcivddJEjE9kDC0EueyGfmxNEae7fcuSC9gU/M3wP0bJZ/ZIvmR3uTVxPzOY4/2H+HtXDIwOZcoO2n8xE6TzwJZXIC/iI439C2HA38S7nm/COT3H+mIfhgP81AV5kVhrbBwlrAE+MqE5FBjYRx8vpiuAysdihVJ4Hb+bhj9XwLaIz4y9Lsp8vrzEA9F6ZWmGxUooYG6hb5VH8ctcdIkEd924TT+Jzq9vgiksbSTL59vtHYyIOIH+hirnbtN/RlBsnCEbjX8wrTMe/TdqNiGOfT+AMaUPQEHP4ZK+m3cofmG0Xxkyn8d/gJh7mQodX6ycln1QQo0VjdP0nMb68ZRqj0OwIvWz1K05rOowvXoLKh0H/2iYzzv8ltINwQjp6xnqSvtt69EBfh4sbf4Cv2/iwwPFQ6t08MxHqxbQdhGsF81CzCL2afcmD+5dZHV/wByPdBTmrXketsy9Ih6XSu/P0wux7sjMEq9vxm1dPx6LF9a7Zy4sydt/RBrbfwlyZ30/Gy3Uej+o+5YrLLO39MJ2PUOlj9lyxN9n4FgAwCRt74Lhe3vuLsz/wA/6YTfyh6r+jCr1JYOxf0ttCzfgX+GGliwHoEqvPWfmF1iAfIV/hMW7RX5b9LeZpPuH5bMIZoW3/jYXOag/lFoozNbskWqmnvXvP2sC/B8SuwA3ZwuqNkb5yNf4be35BtS7D2lNcgJs8bH8Qssszxkn/h0/i/y9W+HzkNo8fW3Ram6Y/1Nx7rMAxnsfuwmjpZ4392z5WfLZkHtjuVnGde7Jmtk61K1ZsWiIPzYeOb4+eF8Mtnlny/w0/gxba7bN6M/rz0Q8ZehC7j8iCvC5gbueN4LGYb2uEQTPDQ5bb4fP9xvd8dvf8u3bPCTOjAHXsWGT8Osh2IiQ7eotGGkBxfm/mWRLfoBsfmAAWR5TTrRl9o+5WUvb0hrvJgHTZPS2X/KatBMwHPLD+DaP39S3nZqVDDS8dyBA2PRCP8APPNN7azAb3CMsYBol+/feJ6mUHs4yvtCGMP8lH0gDYwIwQIr6YFk7Di4jG+GPVNH67dMqWiAob+YckLj4j1fc29es/MjVbLtsRwSDek8IJZRz3IqN1P0F8nRq3JiJ9k1ln5ZC+It9dmtmFc/bbxa+pvrS+ukL1PEQwx+vcyWyzfokoJk0r6RIeSyO2Rgc3gnzgWC3f3xiTHfxYdx/wDE5o/ERbo2TGg9yv0Z8ha0zeZHPSs524p5t6x2eKkcvzNYftQHr7T2W23rIbvsQ2Ndc23Fh+cueJA8w4/u2m+8/EmG+1X/ALe0eBZivYMD8jg3q6rZIdIgcOlbdPu5hbU64H+xKvBPuyAtxjHntabY7D6PSzV+bBH1DDYoeHCZqVYHyfccIw5+x424gV9GkV/wg1yM7LF9k/Tvsf3Ih6sS3SfG2oG1GB+Vjw97L9/ixm22cD2y3Vl6lp3Iw9/y/JGH/r0tAX0vbNnodnEx0fUhyZwXuIBb7D8mC4L31ghC6P8ApyD9wb2RXuHpzGGEX6k9V9PQSBeIu32P25Z+kikcc/tk7H4L7ZVqz3PwsRmPH9SwM/JAIijzItWfbbeXdvstP0Ze4y8NwvsHLT8en+W+SPAnh9Wz3/w8/h6/kd85GHXn7YpUr9XcGJpVT/Z7s7al6lRgSsEL+yDMe/my3JBmPkdplYiJ1cPcNzP+RGAjJenhvLfHLVfOn8tuT5W2Hxrn83uSy5ZmzYnongR63buwf43GyzT6P0gP1C3esjOWinE2W081ZvU2R3bP/Bsvjk/x7/BhV7s0MH6emc5PeNl7hHIC/I/y01bjft3B31q9HK+0YAmlg76Jj1CQnhz3lh8Nn60x7vsC74hO0qAO/mZmNqZU88XuXD0TAWJDezCaLbv2fSRZhgtW99RpIDoLDzH2iTnf5rNfsl1ZPudn8Sb/AJZkVvwxd/RFgLIIR27V4AiHhcuDosCSni3foNhxGUZ06vwlsv70WOYD1nLAHnRYSPhx8VJe+7P90fksMPhe/mwnNTPjC9D37ttthhPuLU8myy+DXPZAoq2F2P8A1alegnmw3PfitoCM+txeFn++HOzMIkb6lfom6y2qTsRNahh04TCVOpjn5bfukE1AXwto57+bUrrfMvq3gScH+/sXrB4w4lE3F0YGc7/4CwUK7+Z0bazD37LLRgYt+YE/E62njSO29vYbFRzFklxr7sjCtw6LFTcNZclyegS0EgZoRS3V/wAn/hsE4FLKl/Tx7LwfuYfHo8G+Qc/shmBnRMZhL7IXlYNcxfXonfaSr3MyEU7B9/DMcHYicj1F7+vjJiKvfIQDonuHT3bKVmdtA83kdvV39EVC9+VmLDq0LJk+gP8ALboyNGfnw9Selpn35Dk95P7iBX7dov4Fr+oBnFdW9TQP9bOv0hrs60E0QswFnqrHoUf1iyp67Xp6e9tdjvOfdYnQBwAdPm2d5pwdR6bC2D69fQyD+I//AKBI+x7Omy0D/bBF4TLJLFdq780aX9TcoecsxHP9WEH4DM4fiTvymB9Ov9sw8bEfuOvNgDdNf3P22z/J8P8AD1OPtuzK8hUs1jJ4lQwR6DrBftp/PfO/+BI75QhB+WOCPyPqZeC1ySvZs5Z/FO3plerfLdUB8b2YMGJH6YELIleEflEE+5Cy9v6vTHfzJDXsn8ec/i/w23nggvr6JPNyAFb4XlvRsPc4/P24w75f4p4TjNmW5OfKuxgaL1ZPW/cH+ctZfB0/XLD4GqkmY49XejaDCxw+92NB6i23/wAHM8t6PHXxnhu+NS54k+5KRNXp8J+0fvIQSQP34JUs0dSWAfekIHj6JCmf9SQ/C9nH7a/ltfmeim9MIHXPcPe7O/76Ls+75+LH1hzzlqsT3duwGGAh+p+cDt9bnVjNCAP5++/dg3PmwfBwpw9W7T+WXCyOIp5kdb6MFgJMTnq+LBHJcmrovWSHGVnYmC9tm3jn58ZLgWrJWwdEi4m2S/HICGwPYKXvjV9Bm93NvV+t7cfCTY2Ovq4hXsPf9mzFh6wxvobVB9XuCNSox81sMxO2c0FkCpkGx9PFzI7P+cpOmfH3BzReGvphWw6cf3sour0p6xRdgZyXwN/qkJNb+Lut9vL3/wDxW3exNga/FgeUouOtZTJZ/M+itjQBsW9SWfvpRDC2LC6l9XQns4Xu2XZdX4XCJrkLl+4S0ZjzhJqAa5/y/BF33u67sN7M7Hij3t33PV2mRLCTC8MP2yb/AGd24ck+59Zj3ab8R/UXdnIqp17eEOiJ2j4jQN7AQc69w1uAYDL476bZfcT+pq6slrr7tIPs9zt424nT/wBIbS13OmS9Y3N0AI8bf7dtFP8At0lTC+IDr44bBfUpLRGUg/I/knwkIIdcX5EeerplEz2r/SXaua/xM0zMCyzff9ER69XyUBVh9WxTNzR2SEQ3FCJQAS3Mtxu/KFsLnkATj6Htfkn4Nc/FPSQxN+PzvxlvAZ+OrQ8RLV/CCi6L/kOzBAL86W4L+oYVwwT7ttjwLdD8d8Nujo4y8M9+3JuIJ6fPT5ISwvyJ03+QaYvJf6TqDb+k7h/rmSNf6CSG/YHtigkkyJ726ovn5/PXwePXnsYQLdy2CjnjLeRPjf4C23p1FsUUBi/uGdqzju+QyBIbJvQkddYCyyeFlvnbbbIf3OeNtl8rlp/Xe4Pcnbw4MvjNucE4Fhv0Y0Y2Kbl9szy+Ntn7czbSeiwn3Lfuzv6JNDeyGDxtLikpNoJq2PgfWPd6pO/jOMHZaHLxn8d/i43wuT6Z3bhbG9mvGeDfvj+r5/DhjKge5QC3rOSfSfbJm9i25LerWMzqUA5+MvuhPekEcS72JBciGuIWr8w/Op/w/bbUZ/PzKA7Pukeh5sV/HsgSaa8aIkBzs7JfxD/MROUT9xoew9BFqNgy3AMIPV78X0z6jj9kMZHAcGLVWPFbswdsh21e8lJZfw7C6cEhIfNWEb97lgi9j+OtpFG+EoFMEK+sEe7/AHPQJ79RdFH2JMMYn1RGjEv3R8mxAGl+ybN3bNMidwjeAMOTGj0P22CLJi+4d7tPu2OzdV7sIYIapD4ySUgoei7gDX8zq19rd2NsfbPNhCPVjZdPsZzN2PrBbCOUcJuy/uXQmZF6fm0oOfMk0Hu9dmnTKtpoY6j5H3APZYByfCC5/HyboNsg7Jh6Vj+Q3lvj+8aNH9p5DxIgA7B7GR+bQ9wZ9D1torV+3XXMQEADNbo87dXvSvsgCYZXddYtHejCLuq3u7baAmKPTv8AccY9XlqmfUN3zizn/wBS6AgB/dlgChTt0/0iWO5LE60r65HKo4L+mfNfTf7M9gwffUOhtdb2fuUF6pW/ZayxR9Ztz85ugyTlr0XtM7Hh6ihvwUPBO8YcsxuSVhiwZmduFoYTL2Of6b81E34SkAELuH87t+L51w+fKX0/nNgjJ9o/FHTe4M8DOIi0GcRXITkMCZ6iZ1iqEGV/yUTPlX+2fLjNryA9o9p4VgGJfs5/4kz1CtpHYbYun2N0fqTq2yTf48Z17IL+y9tS9Ppluz6M0vz4qrCfn/Zc2ifeS9z/ACSfbm5757v/APKLHHP9oukPr47KhdurIWo7vdtIyxfSHsw5sO/fGbZyybPHuy9eHcbv2MYbejFOCb68yIonb7b/ABzwNqHehznn5Ztttg+2B6V0K410RflhwC+v/MBws37BJI6PePnvjn2L1DqAX8WkmACK6UgIA99mC/acuSzdRDX4plv7mO7MlyVS4BB7PH34aKOPmH4Z39cGJ1D8MUQ2eEzv3z9hwtpP/pQE+7sukjLMfbAg03n9Q7Bc+LaFKHo8HbI22+/g5Dr208oZCMYE1+x/I7NhjqzueN8BsueN8bsKWUP3sD30709Le0r7X+x8Nt7rwa98P9kvXA/ggPhZRz6fq6RDIt8fJj340PGZKCJy6I/5suav+49v+Rtxjf2QGbPrvv8AbOgn9OyGU9kYM6s/31+G5SGTk5KPpPc34BLBmNbnYP0fV6u2EOBs8ZZYWag8JiMCf7S/t8XTs92KIhaQ5/h2zB+85+GPVv8AY8EfcOS/v/pflbfuXe9l+/I5uK+/b/J5IyeYR/dgA199T1TtVqa6+FT7ZTj/AOx7Dfkr6+mS7sBhdTpPGPIGNj+Wxpov32QbU/lmwj/I9MnjNnjNltTsRRNkev2em97GmcLPH7ZCCx+8bTfTD7GJyewHjbHYfD7sPX8SsSJ89n5W7yLeoAuB37swBP5EBcAl9Mh9NZ3Nu7xn5YHOuxD/AJiQg4fmbq4ddiYdtvAgwLo37acNK8ycV9EOEV2B8Sbwx9kWYMKe/AJxv/eYy2Dv9wtCEffUT4y/SRfQwPrYAOu42+hM3PoW4O/0jiOQTN7BbpaBwyFBa/GaT7QFWW4LLwsn6BsT94sRqqhfpYd3bDCy9iL2ftaxqr7mY/i5B6JfH15TQ9bf08kEL93/ALagZjZ0/wCCHNnqMyA1zn5XuFf1p6k1ubDlkXqBgEq6j8ZY+cbnk7dtzfzd+4vqfIOkRuHfpDeUZv24kcAw0ZYjP4yA+BOBq4XBCPbJcYJ4lxJcwiaW6PG49O+5S+8ZeppBgcBwtbfRz/8AM6FpVPw+2AHprRaTU8J8vxSMG/UmAMCmczv/ALASd/oH/wBfC8Dt0XpP8tkvopQgTmzbq/pS3Ru71+4DYYJlOcSWr9rSyLfBp9vHyYciZ/2T/OpCOkQM7mukxCL3G/m/0b+yS/Q+8HmK/C7dClsQ/fGJhv8AQ3ULTpuUDHEltvM2BhFuPi/+wEG6e1RaY4bxI36oARFH2SsIJTjhY0aQsO49suAkYmkZEKIWoAlqcH/bOf8A8pzncfw8vYnZ307YE7PjNy23+HuUBJbfB4IijtiKOntg6IfdE8A2yJ0kFyjDidINx9TMtgJb2fwiAcMOTOwr6jU/1Ze6EDsscJPzbH2Mj3B/rHsycDz+YkCL71sHeh3ctAmCWHUqsgZR3dkaSPNpFdY20hrrH9x+7eI096z6sJxlH1u2/SDKz0Pc7dEmOOmNsj4jD6Xdjmv6Ib4dLoj765FI/bMSBqlj4kA+/nbvhFF2S116aFwv20Fn5y9v1+5+iT2ciwMArl+FZPYWj5enjyoGCEEL6Z2HyTGgygnHohjHtpL6S3hgqc/7IbIjZlh6b1Netj3E+KsMCMCHBKJ9WM4BvuzaD3bvQMdGPA4+wtTf4Et0tYfGfic2R9ap/s/kf+yv1/2C7uy8Wxo1tEfv8B7QRBtJuTn+2m20ak4a/wC2ThjA4bZs9sQsvRJRgtq6ezaraxZArYOJks4f3ey089EfUnzJe4JR6SW9w9rBatzg+iXHqwoD9gotuv6kD+J2+3xv8H+xaNQiU7rMwpa/m6dGOZxPDdYQv7g34g2bB67Y7JMgTSH1Vg9mIqGRMLjr8h4jsaTOwftNrQAXT6hcM60lONqNt+5Oe3ztb/BviCP1x920Ah9lDnYJNTAPcpx9+majf5c2E8GMtA1jDxJAxZHEj+7lvxznqbrrnbvKf1YoUP3A3xgvxYHqGCk7e7WcH9w0tWD62s6F4fiVBQFX+2bjfVoktzX4b59bJ/TLlmiwmovY+WLTlgaAzH2GaKC9mSXC/ni+D/oWYmv2Th0BZmp6f9lrsursLBzqITb7d5NyZvA8bC/mpYvyIVZ3g/RGk+pZPfAdkfZ7JffNH93fOt7b2khzhMCvHshjzff0uNr7gc19Jgjqz1OJzPej+y28dT8f2Z0SW4baP23PxyASLPM8YuyDm5YXs/TYbxslbx98t3mXpkgQtfWXUuypsfQy08QkHBpYoPscbO8cvavk2fVCQ+yQH+TccEcT64zA7M3UxnzwDuI8HmcikCa672BOd62S/f8APTLxH7EoEvc4bYtBuwGSpROD3P7lOC7pxmA8II/ywWM3FHvV2R73PRaRPV6e2onTR/bPN8HjZi+43Y8CQ7epAm/2SN/eKz8T+j69R+fEBNIgJHsfLEsPuNUcbfQ8CmY8InVqhXrNZzxaSV0Ps0bU9zZxuWrCgfg2e9/kRsI2G/xy2npCWWdUu1dY7hlt2GAsUBj83zltsFxulYIe7eAPwN+VhMsttchZjD+S+NfGeC2HyWbFMvBhKHXuTAtZvTiwOgl+31O965iHjeg/uxhU8A1ThJY1nHHLuW3Bl0FltPHTNicvFac9Oz4hrOzzNwVafpDTekm3DH17mVpqM/NdObGl9hAYvP57Ie91hJEiPevuLf4jzEXPqQfaPu7b2AkIM2yfMfLW5ten1Pa+HCBdxHa2Zbs7RiWyzPXILt+sz682CUbE7Nz5ZIq99E1RgHG+skhjGOgEVk/PvBBdhOjC+1jLr219t39lByKY8LCx3JXO9eMezlsQ+kmH5mWUYYiKf1NM0j6wRxOz+Xg7dIX2S2G49tvr3aRv0jRMfwYw48c77venr3Isz7PQyu3r7ljEvuIYt+T4GcyINToCBaFu12XE7AK+ZW9xmOOHuJK05/OZUJhakpkGUiah7ep/zL/H8Wq9lRG+Hs/qCEfhr6xgD+06tizIfqS+2VnbdvivhIOtt5fbC4HTm9s3cTjFAMK6fqUkvTb7i7uiediPoJRY+NmLpk+p23yMh6nTtgeuFjDXWQ+pS2TSwc372+Sn6Zf3RAiJ9WSnxG2wsETJo27GHD2/gsEqZRHwvfGMh6rDsL24kNfbYGdGvSi0cQ+sSUzVjoBIvbP0Rka9UTC1w+LFbn2kfDL+/Vq0A+/U9C11iej8N2YD8DZ7Y1N0tQb+yzDozGKwuovaQjmyPll6bEwah7puZ68sfG2sA1dYwYBI3fdsbLdEJlnxYzEGyGDNfVuJqzcrmNN+s5SeQ9Pqz1BD78is6f8AIUf4eJ1HFCCgMzSxjGdRlbPnlfqD0jMnzy1be2ZOJoxHitv/AK7/ALO+mJhegwbLJG8RpawTRJP3V97hP9R0GDAEuhcW58Lco30nHNX6exKMw+e8+pA1+MHD8b1rNO6jBFv8s3e5OGHh7x2H6uQ7j+acKWIrT5ZTPmfC56CeEvmT3II/CPq+tHB+rZnsuf1Lu/u+33LcU6MYDCh58g7dNOo4V3WAlRyIPrGKcSxvOdItQMg7/diOK/Z0SGWhLr/fYA7NGn7D6lfPmJbxd10vqku1pniOfAsTsOOZko9fb1s+LeD+9kE8LEDvqEn0vP6sPG22+DhHklla+NlAQcnHwvtQtm/hiSZfkG38H9+ps5c1BPj+oSz5AuSbYyPGMNhCJ3Few+wMQPoG/wBwGHEN+Y/F6UbPdWM46A9XvXjtqB7MOMnVz7bMRc1kE/jbb4EwYmWh418P8mPXksWwZDjmepT6Wg4MFa4UqEhBfNn9DM2CYJ9PiKMXfPB0SSeijEPaKLqE6p+HYbBhPlPP/NniTH38nvj/AA0pdyDitkCj1oFRswiy2Lb7N8cjF9X3+MiClM5C0V+jws/j2LLkXbu22p0Wx+3wHYMo6pYtvkzY9BNuGdO3HZ1BHRw/SJMYC+0tzl1Mte9TV6dP9lPayEWLz1Px9PgYzzWxbXR/yNSifgl3Lg23KG4j6vkk5o+EQFdYTW42f7csHMzIjEXd3siMwvvtk3H/AKZUIfEmZ34QeCGKA77QJ1z034G8uhxsLvP3A3vDA9kWRm5ck8+2Uy2LctmWlj4HLn37iD+7fm+8n9yP1DrYPIpBb7e2ckv6EqNfBflxUfv8NqDF5M23rE5G4yHYPc4V+pGZ0kS9wppCxH2QYj9vV2tD/eWuApm88dktTHYlIpd5OnG1HW9WIVhT0I35IcLbE06Tex5A/mVn22SbZmwmBKC/EWpcv5sl1JaF1/yCYRz64pwTp7jDfv5dUDewfb17b3wCYLEk4w2AjjBdBX6XHjs4fZtzWEaduAUtzEyjYMQmnCwPgL0Znsa33s/3N0ORj6gqBdoCIk6dBMjcGKxZhl2CFscke6yAjanSbdxuke/bJ2TLkQKAZfWIT6srw3OIc9WJ+mW92fu0T/yCYeHG7zWwzk3jt+cFv9s29zgkp07chPUM/uQcTr7xCfG/Iiuv7HZehcf3YPy44vhhGrM+NW1s5S3h9v8A2HAJyZ+VsH9yMGBs3X9mfuXbjNT7sX0MM1U1Mawk3EksG6E4T9/ew3izoRbryybN6SWOyw3guFh/AtZMPuWos1h+V/f6v7ci9WV+22yF5ekS3Bl83/T+pkPT2ZDdcf1Y/WzsriD/ALDGKK31t5TPRztMsK6yYEKcL2A7IIXj+LUc9I/4jurzIpAz2D20BJ8Isgx3bAMxzOmSTn9gg/Cag++QBsx0NzWMzJ6tMc4joe9vrFyIh7/0zQZPD43sXMiPHb2vaLQusGcVv62pYo23zUbn4LPgXV9s/qJIInsS5P1YtnLYKJUZcHijPtOtnEjn2hPFjA4c1fo7BumPOX7SHgntoWlXCUiOh9w/Jmuyvg/fgf6kfl+D/k2J7Ejd+zi+2Z1zbK8qahMR+Jd8547/ABGMlnIltvcTWq/3f/6Sc/8A1kvf/EcY3CA3hm++2HUZ+MkkTByyYDO291JW5FdLK8fU7sGlkhEYEIC/ph9Izh8SzV3l+nJL0r6PhlLhEf2hsn2ekbqf1sA+iVWrs55eb4eRMJLHxlnnWU31bha/mBc7WRX5WB9LdIdsZ0gXwkGOR3Sx0KA7ywBDBzeyigW4r/UoFuI7KGO+F7fdc8ay9vUZJH1/M9CoSg+6fifkvi6XVWTvVy6ZaY5ewkzkaiyd3ZKLX2sr91oVRtk4H2T9tuPh8awtudhLdBnbmJLYifh1sr0hMp9En277F4yfgZVEujPqyLLL3aHuG/bXqMMmSnqQ9sDE79SEwd9QC8dUZ+bDYY2/+uDFUD9h+7FAP3LDm/csPJkOt9vRG8H9oYynCwHuenHC2Gkipk/wmPSTGyyyZOAVhfYD67NGPuT7G3LOeDplsoNx1txif9edvcWdW+Gw/vfgnehkk6OGv6gOJJW220hn949IThibkoXqfTD4L+iJp+j+5W2WYAxWYFJYByTd6hcjfbfUMjIUOMtu7fzYLENdMbBp1KOM+PrdFJR7JNvV+JxI79YcN6+2EZIjuQRrN782wCi12En7J9gc9L9sc2h6bL7tPjtu2ejjP6bf1NMYJHk5pPZfxFFtMLh+bVWOnvYHgk3fA3dnb4M0ljYOvGnT3+i3Zrxy9UP9tsur7YlX+SeLXOMmAJYKalfE/K7aGl4bPVlipLYOyXZ4l7h9kvwflf1xNnUUmM6B/cZyfnOjMn7we0ITetPyyAEj7dNxuT1XW62B7PMMI0ThD7KXu1/2v9nkd/W4PyTFcEscgZanWAL+nsTVd2GuR9EDH+D5jAAELKcCA+sJq/qbEX3uAfA4Tz/6Qlw7JNVtcMH+7BxwJYgB18KPcGMfTSMQcD4CX/QH9R+AdOB1/u0bs8fYL+HwlTB0v2QBP+RT1h2HsR8C9/8AwteG63nBjwwgQI9PnLDtp+c7DPNEf7IEp3OxToD1JMc1zZ85BkPAdi7t8oxfxDd7c/Xbf8M9U9raIa/Dz/qflz311Ii/ZdM8myYoq1Rcel0j8RLv12/NDrDuyh7uttWZbK9qRp+m1NuztmngfBA/WP3NRgWOf6pUrtFzrkr1o/cR3c/6uQB6ZZhxdLUJ0KFojtv8vklkcnbbPUs9pX65HTX/AKl/WS47/U3dgOrCDIofhn3nW9GAu72/q2gkU4nv9EmF3vIviJt+CX2BvyYjj2+zyyRV/bYHM+4b7BnPw3EkHT9yhBJDJE5j+lO5WPJ5E/IR7kzw2k5bqxOfsqNPdvke+cnBGbBw+m2Hvu1InWwheRvtCDYd/ckQ7a4OrgD16mxDqN7UwIZ0T/iFahJgsRpi56sEnehK2kwZYNsGD6kftoK+Fs2MoYGWBGWUj++m2UEfySLzSd6Xdl0Zs2BG57lSZOvPtyf/AEZ/RYeWv1lO6H+X0OfcqXTwh8SeNtht3w1djxbjv6Zz3t7mNiNxr0TYMV8MgF3bB0OSJj7qEO9gSIP5sdBmFXOiydKM3XTkoyqdijrw7JyFv8ZZuzxJdjn3KU7wvz5/P5tznL9lr8x178Ob15Ze2e3vtZ+hIFmMBzS1uLkme5SG2ID2WpiIAmq4Eh+4d/lhDyT2n3J4LcJ7Lvh9Ml1OjcNuQXnyC5Iqu2Do/aH6msK8JNR0hHBH+pCiT1sqViF5a3ctzEuN8T2SL+RfFvkepsidGT6/dz23EfsDQ+ORDLDb6bDDcsEnz9yKqsj8izHTCHchwC7t29O5sC9EJFnwHrhIedTU/Fzq/u5lJ0PBvEWV4I8wKJ87ZrR/ZY74Mz3tsR/GGT+mR6NmbDlurJ8ie4cO9sAcH4LHxtAx/IxE6hafBckskg6MSmI97LmOnZQYxE+Uiq14ETaYDN9yIc4Gn3jAQmp6NmcKILnGZjDA6OeYg8y5BTgu59ydBvykM42F0J+4DsolhY5Ay1dlxuexCgx++yw8mVy3234Tfcb4E96sltFEfr/VxOotCTP+2XuetY0gkOasQezybJG8x9Ssax+CXJPeYjLMj6wwAjRWQfsHSbJr5OX2FyHycVU+8hrowLBtzekOXDZxVSfF9D/JISXru9LPHhD/AGz68Z5PC+D55lPMg6uOfm1LDBUjNesPxHVQ4Tuf7nkw+hGsVPrmBU/YbZZk0fVmgzncc/Z4ZbYWQ0b1TXo4xfp2RoGZ+RKzCYgGMIeLs+wnC8j/AIW9xE3PXS3adjcN+s1p5+Tyxv4BDhSHrLql8EVoB8gT8a3b1N2a6P7IMW2oZ7iAKhHS/skkXy9rZKll6c9kTPkNubP0dOLHlztZ19nLpvcx9STA/mTMfQoWKp+pUCkfWB9ijYX0/fUj6Ay9BA4at/pet1hyp3/xlhYjEglhg9BYZcH0Yt7I6vUEEPsxddgTEQR3vf8ALe59Qur7KMbc/gwaJL9WMhbz1e2TyAZxuLHwExb4zliPgXtEXfb+lNknNb8G7O//AAkg9c/JGNYzpMdCfKVbsSderrG3J1RzsehzfCxthmma+5YZi4M/vIT+A3sgv2Sjo9jxT6DHnRNHj+7UTqxyNxGvdlqRm49jXue2LlmffI3D/MXfE+GeQYPUuF1z7n6INSfjj6hz1ZE4M+Ad+NoG63IHgxnB9H264cWPcEDxlcdyMG4tgMVbMEbem1dk9X6gGRctIG5cYUb8LQ4snmzpba74GGCiPft/zb5mRe2AdmN0k2XWnkceP6Y2Ho/Luj0fz8i1N8eDG9SdhvZI5vvljn0HUuZHwbq/eQFiIe7jJrOOW+uRzL3Fi9/iTlls6TD5aY21XxnrLYRwLP7E4v7lm34ZFwuskUt72XsDdYdlJsFsI9y5EjsJ9b8TFaMss/HL9rnZxN5CcGflY9d/ccRANWAA9+r0dP8AHTdpl609gkOpzXbRQ7AL0IE9250ypUlpdPbr/wBQ5e3WK6ks8ltvjXYNB+WZM2DkvDOoe+r3JyTjYvyQvukP1Eg4X5T/ACVI3Cg52wnoOLceuk66SQ19KEj6B8gur2wj+XxCPH6n2zU4mxB/Tsu0Y0X2ycHvvCFnQAFtdHuxIor12OtT4XIfvPkg9S21Hl8zexQrA9sEeqem/GUibhzWyYOfbY3AD0/LhYN9BEDUdQx/ppNUjjl1aBWIz02TwP8AQjdAEO+9tqPVa738XV5Bf2k1oD1Ap/8A20hnIAMGRy+Cv8n9udul/DNiYiL1nsb2gMb6m4onMDK0g+7kdI4/tEC2iflN3NhmpC0vzHpD3FfsUnM4b2zON2QDgkTXj/5B+v4GI57gyQmMrXIzgv0dtAMHSxkMDiFqZ6A/FnSfomYyypPXpnYUja5P6I51P7ZcHGxBJbA2BPzrcG/BJAvoQgRuGnp9MCCF2JEsyai1U5/1RMzX7Inntr/UiMYH2EKcB7LYV+tk/kdfxG5qFztML7dhrZZHw3e2u33Dh/L/AMbKaTXIRPJmmY8ukfcrDLEdvgTzr7l5DLJ7/wDURwdYjckj9svig9x24bIfViX9kzYF35KfYckOZ79BLDYezb1n9aGumfp208/+TpNvgY+C6/lsbnLG5yzuy/Ieyj9TERfmBLjzAbAxFlB3KYX++wFG+UyjW3wCzG7CKMyde24FmeDw0bLFI5DC+Kx8cTB/9uB6XwUN42PonntvdkNjx6PZfI5awpbcY+a9ZS7rYPVe4zf3dDlkhx3uy2nINDf6s7WOxkyecObJwIIdT+GT1md7uIfi69SarFjqPH5vUj+g2MAT1JGyZNSFxwiatzfAk/MdXwlk5L5YyYzfsgYzz0Qm8IHkJt0clb6nIkc08S5h2H9o/wBidVjRZflk2eAsm4djh9mwyLPfLHF61o6wBMQkBfDICnny0xBhyXbJY+ynX7ZSRn2EsCj1+EeuL6nqLXb4HYDHuERXNc26WZ9YbqEEwVb1O4123k2ErMX9yD8NDqjpqbzZAwbBjthrOCGKScnurgSzi6fi01vUWMC76b8ijFWysZ947P6GOIOGHMnFVlVYX6+M9ngZO+V85YfwCG7/ABPdPg3HzbfuIhvbfoTkvSKergC2Gc+v3Cz8COV9MwWZ2cm8+J6mQThkeL8SQL2J9t62Fop05+mFWAPNHt7OySwuXz9jGZu23W/hMI4+AtVV9ypp9XD+v79MPgDVge2CG+2+QJs/1QZOx8wj0zsVrIB+ECXosdJIAxgSPB8nPQR2P7sgCCgxd9thsT42EK5/sh2ObbKxDhz/ALB2wJ8cY5bY2XseHp4Un7+Y1toxkfVlEH4Zw5wwIy0d1nn6uFrsL98a6Gb4v+wgYP8AViFX5Oltig4PUEX7DbqDsNBjq5AOPASQPSK91HdJ3rZrrnxlDwRmZfFnq9L2H/ryx8dX7OsLPGWKjwNs7gev9QyZA8DT1GR6mdbJ497hc/VWKt+Sxe5cQcHoeDsTZJgjWX4wYGASbesb/efsxh0TuP8A8kJ/AiQTIkQKJfbB63qCKMQXs92XQ8COVvD7b/1ldMxxQnIqYd895sJBEZkaPl7DAefYcD+5tAx7+ohuHw3bw7sWTg+4XFazULzYPu07k/jYjHUIAEnEmPgC9BlyhOQdYLx37KsHlqBBnpfq2OmXXnLUE/s8mXx78Z4y5T9z+4vUTVmJEGupimm7Chv2Lg0vuPHXm2MI+30LZxMoxwlYdfBWG51tmzwZ9Jhu0PsXAM4cmQ6Pxcm3LTBEL8u0Y6vlkuQ+4h9y2923Xs2QdSohb1txi3+gIgO53Zkcf6WSdPy5hPE/tvoLcwJx6vx+56GUvzZcbcM7sgEpyltMiDkkzVojb6siC658CQ+38lgxOh3wzh2P1Ex49g2299w71IE6twCGM9dskljDlzwXzxQwZFnyRjYbvjKxz+9+EA2czLnWTWRP92ScM8Zi1dL8t/G/RZkj+BIrG5tTPcrZYzSU8YW/hFwPcEwfCRz+Nk/be5bOMI+oxow9sc53IT32mLqL0bRZgbJ7XojREfwObCzz3N2U1ct15H4w+Wxrv7Yahr7GFmZGB9hD1dM7uhsv7tTQZGY9VirPmI3H7hj1aGCCOGS32/ZK+GyMTM8FmlntkS3b1H8Xw3a/Vnut1by9JYLThbk9s93qItnSiAaAf7ZGO5rM1f5aBLC/mOpPx9Q/iMOB+m3szr43YGQuNh1p/U6OMb7PexCnHIGyf/tCWddI+jSCLiHrb3Ox5cMn6v4IwOBLBeiqbDPxursPT8kJtwDJpFPomSuODx/UX12+W+5t/wBx3SDsJ2d4yuXvMkDbAyxr2/IiT37PkfqUP0em9J7+P3A6T6W51/tkfbp3rwe/BbMRdWxdEQeigtj0UH0L6ETJHcTEMpJyZbbU7eqUL0Xp+73HIR9YwJOCdaglpk4HPUnzNNg9S/tHBzZJcgLiDZAYxz8lGbkinGHeMobVCGpMUHq9tkMmQdnIA2avGjxI45njYP8A/sz7fdT/ALf0ARaPlnOzqdtSPbXOFkuZOi9psnbkgnP1P5PxOD3hGM9fSZdV7e5L3tndXWq/mFveLIdl8XE9x7fJ381rY4fmd0M+2lsft33YySLibC6hMbbHuZckqxHZxUXE5EbpbjC0iK7jWM6I2TX8hPedMbBwj8PJ1zfvNh1E7HmaGT9EOuJzdhnCT5euqyD3PI9se8S3CdkllhepYhdWGM4e2+HOxMM746dHtmDDe+vjBskloD6QI1jtwsVQK52BnimW+N8bFsoh2NnGKx3wbO2M2fcMy5gfwMjIYAH5sQb3bauErZaY2IG+J4YbHZyCUtsjSWDZocfaephjhO0A/qcuLe0R3D1tVV/2e5ioeQSHHFp+9cfky6Rme5w81ZHx/RLnL7ZdPSzjQNfYZ1lWnsm7OHhJMji/GB5OekkEpsYj/koNPcdqYMkbZm3xsNsDPixOszyf0S4cX4IZYP5bYFoErnwJxoEjDL1Lafjb92M6+2Htg+R+w8U5EELHACUQomXby5PHrws/X3BjpOPq3gbPTSW1+4Wzb9kPYQNGdRwOrdF4L31YmyZv+3uxpo91i30eg+5r2iA6TNPnO9YDHhnYM+895bQMNvSl9qrZmb65A9BJHdYISN7+bbAaS9b+3Z7TQT3bF+WhoTZasth7baSngZuonJNuotPGXPI9uEyxPqNGW5eRw2+5YLpEjS39oTFd6HT9pDeDbi9fzl+C/wBm3Q6H45e4cvxFHS/tnTen52MxB+OrUbj+rHB3dd5JXo+GwtXP6Qgmj6Yx6lx33fws+Gf5RD8A/ak9E/xdMNKc6+1sOwWA1mjkL0vhtprt4Aeg8aRuH1/sg96XpEt4e56mwq6m5bq67iyn5DlYb7/sp/SsfX/sJ6X+mDlg+pB6gfUsSAI4lpKffZ+Y6B0df1L8Jef1ZdjxjwduSnhps8ObF6zzEg/Nmxn+RG6f+UMm3/0Nmbek9N68f7yVIF/qL5bY/mBusKNB8qH0FPf1FIk6zh9LPZUfWOlJdw5Js28JyH0xsfmkSw7nd+2mWTD/AJektrXsKH+CNzecP7IaFvtVPUqRmyQLfQZi2+29/wAcZe3+qg7wtFaBvu2ehwYR1tvUcefNksI+IJpKAuX0cH0DMuN7Z7dWTk+7DHsNtADYXB6eWWTo3ZLg8a4NT/W2T6XP2t0zB6/MtCSsV0JgTN7R/pOhERkszu3PGEYjBcPCZIH2975+oWqf5YKLGKbkgDDAghNre2ztxf3hn4Omb95b4z4JD7tPawnhf7aflPwcB9svID1FjOEXzi3udJehAN3xyRs8Zc2fA+CetZ/P1smDnf51sgz8W3p3llDthf125Ti95bNvjHNsmN3+CptqIgwB6bDN5LLLEkN6gZ+oa7qbb4CW248u0/cL1A9mwjo3rZ29LRuZL7h2Swi0fC1gx1ga5QljTdCE/YC+hjRuy/tjM2Bj1bCHwgx+TbGYJdHwlmPuo5GyYPxApuPBcgNwnJSHHsewI3yQjd7Cd2wAhRaODYwsHloPUPJYlfEm7sMeTF9votyZuL9X4I3IAnmoSsAWcImYYzHgsYB6uB72HC+s/CEOzex2IsbcLRuyRXREOLJpAwac6fJvSRB6ydGerVZHWD+pPu3+2SbH3xbtMjDCFsljEPviJcAcnidG5EP4nSOe2RJaxH7oDuWwGfyl7rI/5DmO/wC4zY8lf8AfL1BMs4gewbczBjDgf3AGcfrFwvFCbydpD4XTPLmT2v8ACnuPRuWvvIa4cxtmnph8M1ZZO32CbcDw4tWx2HxsPh++Nh/cz0+OycsGxk17Pb0y9lvjGXfgOevBEWtm1u+HxZY8yvLRGxHUD3IAl1nwV4CY4fzkonV7LkKatgEf/jX+3xtkf4dvzhd/XhFQoLK99/3yV1H7Zj22rCfZfyjfWFjv/s58/wCyOT/3Lfv/AFX9ukGxOD59S5ruFR9w9suo78uL23PB4cguL2ePd7eGMLGrvUQMKIwBsGAgRvb4gx/AxdbPBrxbi0E00iQqcOxe7D0Pyga1Oj3bGN5Hf3H5mKDt/izyQEuvPc8YglXpUgKEZ7Es5CPE69fAjvwjPUGz/sZn2yZPxZqo/bZdtgle8nQbII9oI4H4CSNo9Tbd2z2l1Ldpknb2BqggegPuLF70JAP3YkwMzpDj/wBzd+PARix9s6L9X2dF1idi69xceekiSaA8+eKA8G+Fay2p9kVCegNWRD/awuHP+tLehFvqsotGvqf5CQl22/f0WzcjT/VJ82P+L8Irr5Y2DJkL47Gnp8QIG6fSwTQ55DDbEoE5+b15ySCZ54L6mQe9vcfcxU9ej5BVUU/PVvntPUrVsVcQlWDIO5l6ZkzASkfkPPfDtqW2w2oX3w0bCUX7S/WHDTKHiloSOhHpepFT2xpjhrCQIP7lxB2OfbSPG22dr37g6mfq17kh7jwYhhJbOcgMJEYQTp/63JJjTXsphimv57IxfWkseQObAWeB+7JY1l1bNst7B+YdH5K5nC0LA9lrotfmT4Ztt2PfgI4fRPn0yoYOS6CsLFzZe722xsPPU86ysrcTdY0DfCbfc+dtP62R72T3WE+t8JHYMR9x6z1FAGf9bYPvZ+Mi8gHz2snR7/W0gf8AnJfRuxKv/UXu57L12WDgchuPFgQvNlZy+N6gZo/JESpDLJdMjCY2RLuZEeLmFkU/pibYc38Jjr26/uWVfdqEdHtki43vkTp1mik+IWEx8Rk2bwdFwivhHweQbM4gZPUvTlvDk/P2ALPX8Hw2WNlixMDznnng20to7dldYvTJO+C6JJLe8QMuEt3bPOclmbdK+eDPhLZdA+1ZuMH2X8M2HR29Go29N2PLfCAUwnXNfm17mUGpawhE1X3PxQc/gjbW23k9h86JfJF43vJGeDX2Me5/CDLbZ5437xSQ9h/ke1l0hXl8V8dusb62ByXfbPLYu8mS3wyXI8D3YVAfhsRb+WRtAmLE1e+2aHBj/c+oxbeRNkueI+zMnDiG2IhTL0898ydXS6F6Rkgfdr+2UO+nqGjZ3xtkEvBDSVYmj3Ek37//AEgNvfZxfXPtvaE2+wv8Zf04bn6yY760lel/klgYv0ss5s51/wAu7sZNWKW2Hb0CYb9vPAX/AOUL8eQ73vsjHsh9W1B+kwsYIxmD8sJnqYdsjsTQI+++DhbD6rpzp2T3uuMyElASfqCFZC6Z/sijIbE/IZBsgoCdnrxw9YvQbA7ucWE8ZMTZ2Q+Gj3MvsJgvS18OrDL5YkYEuiCX1CrHu5n+ZIfwSUHXkV+ubuF8AoIWD8QIH7tKhkp/anZpH+qM9t+h26b/AALsKIPwHC0kxPaNI09k+y0/b2yZ/A9514L0szZvzS2xkyyvbXf3KezGv2Z6fWwI929dkWHxYPsPuNIXqTLuxMIuXqyEAHyJ3/Z6ZnG/uRFGaPtt2ULbs1TS4mTIrI7QTbUv5bbDTq1vwTpT7+C57/7Ms3f9BLY9WHXUYxxira31LYZ9sX3eyG5C9thHWIrBr+pO8QgQQOj4c31bPYs8GDeUBAPMCKIIboutZoaQCLBZnudSmcyzd9zo+3bV8lQY4LPqCy/VQvcTwx/mKDqyIPok6r3HFPU9oifrZaF+Rt8M3od8PeGJX/Eyy9vwNgGFAcuxHHtT3KfQPXAvgaSc42Kq/J+5fRht0Nhj07YjsuDY48fZIAFh0F+RW5vBu8ThY/8Ax42E+30zs1cBm3X/ACzZUfjfUfWzHpP3UQuHIQZwA4A5wJyi4E7+GoGrPQH7kAEf7ndPI4gY/wD1KG292WeLCZ5f4Z5CJZIfuW6Y/u3S9/cPYmSGO3H8DiPUqW8jwC1LwL3fbtsPYNhbwY+P7IJbXjLZwTW5+mW82TJANZNND4W+sqXV7ZHL7folGdPr2s2j1uH9+/tuAGepL8y2oxL1uJ8v+kPs8B7iwywRq4Gt+iCnn+tloX/cFj+gsL887H3HP23Cd1Bcw7/1ZwZbslwJ1/gXrwtv8D5BZoiSCsep/EmFDpDcgxhX2ME45/yYPA89XtmVXLQgym2xfADAnJmhNjnrJPYxuRsvMhJ50ulvfXh8b4N6lkF0u95QXh0SGF+ES+3s34b/AGMBi7gfY5t1z87YK2KSY+vD8TWfUW6PXqCs/dFqfiIG3PhA+TmEw7m9mPeEbv323exRHBlmFj8mXb/g3E9SW/tJsD5zoMZRxUA8Vy2WFk9PUiRMbYOT3raYG7DBelggFw75PNsrWAbKreHkRHWL2Fgfovy4yx3RF4rrpErtvPBJ4+gwdyYD8tMMZZ7Cdw2J1jl60G+ohT0jCLeobRBnvtuaeFsZ9vgO+5txK2kPtEyXZlh0+x6g3qx1j+9j8H8u2zODffti4ENq9ei5TkRPLV5dMNLHe+DLLJ8BbpblpFjDnMejMPVkNnS+CM2c/NhiwPJK012foMYe/LgOHB+25wksT2W5e/DgROfZYNj1QX/ewTiSli1bgJdJp95OrHV7GC7YANGzoevwL+p/c793/YXKA/0erPy0+1fETvbSAC43+hbDoymzeIv1bewQm+/ybpTR5kbNSbt1zYF07GnqNUj9SW22vZwSsA6z0iPffH8KgwWw57/1vRT/ADkcHH+fticAZ3EliIOwRx0csl7xZY3Hj+8lq4ImnsYAQ/VjZYgvYZUNnd3rK4fQsSkG+t5NX7J1sAk27Lkl79s2SpKNJOPkNmxI6+1u+4HejsAZkNCG+xOZIkFz3sRPwEIbya/CweyajJPp7Yg5+Y/f/E4wGcAQi0I6AYfV/EwDcwODn0mMYJao1DNt0gAHgByWpmCTHB9y3JtYwjnNnGLBGf7WQIsmdulqPBiQnv8Ag/y7bOwlssHxngxepLETYJfey3+G2I9TFnhspcfwCsif8ZFyoG/bwGgDmHMsyzfTjdc98mwSGIhR6WzHFs5yfAnjgfJhwF6L9S+r2GLrB/6Ov5fLs8gN0Fxg49ySGW8Pe9haTBYokATXOdV/BF6fdn2/2wDg+F1s39Vy2eFk9Q0IZzH+0Fv1Lz/wyqv0D1KEP0fv+km8H3KzthJP8D+pB/iXwbyUSB/nS1KuF08kP8EpIy8hO/0ZMvouQrFvhWnwj4AQe1kt/QCNAw/q57YA+w7Phtg2x8Q5sQQLhl5NM/JPNZOTVv2x2XDuT/GUX/cIZliNzcsyYn4WWa6wftNsanyG6Y2BapHM+2Yb6H6uDbde1tDfbO9MsTy2HrY/pLRMvcRg9gBOr6nWoHo82r2W+OhPzHqXTatGI8YyvX3aX4mXbcuF+jc/esUynck3Jw7G/bsuZ+PgHwWb1YOXE5hto233O58+njLLLDygnY6RuceRmR3phdbg9kgPT6sdwInuCb9t0me5O7Ol/LDG/U2yer9flsxMBhqnpliMvzGUVIBiZLiqWO7B7Y8HJR6F7gbC+X5ZDmjfupB8Dcl8/wC+Ro7cJcht3v4lMcoYM8ifEDqyawN9NswZWdleiS+yc9F09XH9+E0ZO9y26ww9ftYUDS5MJXBMkuHNsSz1e/zGD20tubPK6faSwj39t3AP9kfbf7C9VmdVmvUfS1tMuMmcMbkk7d0W+lhGWCcHKfmeeyyumAnMML0X5z6jPm2L0tSsOviw+QwFcZqH9Z+CwU9yrbdDFMFemFaTH6Ng4lg2/pj0IxkdG20I5puW97W/+3wrm2fcaushgRsyHJfWX6uXr/rbRxP2Ilyf5Jk2Ut31sIx+SB/SAcJtQljXH7Ea5JAHXSEvwCGwD2pWyCwz9OP+j6oajT8zUA83p7+22PUG87cof2uRfQmn9ET8b2zUwhgvRsgJwfarOHoaXU+p+W0XeSMIcyU3fBBhK9ssNubJc3MvdnR5sWDZNIWWWTy3+OfyTwd/V2ZTt6J8azN8hmz8yhJuvLeT5FvkX3diELdHOn5uoH37ME924Jmv4oSUeMnW92Fvv6PpI70w69b93v4vstLM1WIloavx+peikapP9uOL/WbP/bNDguoj/ZtXeD+n8w5HnuRPcxvecf3b96HG22xwh5eb+HZp+P4l+sHwrqb/AML9IzG0sv72Whw/wzJsAv6dP6vc8Ho8WK9Fc+P9/wAMImycEZ/kTjIwcfJvd6t5dlhbbcSbu6Q2k3MMWiej/f1fqiYOXolG7Iw03rJOf6iWWD+XgssQNZ/+0cvXvuxPeW/gkKroR8bjNIAkg9Gcwsa+irnBZ4yzG9pLLWNiMbBEDb0z3cPWZaNvUCubkXU+R9Uzr3tz/wBCLq9DuHAkwTPo8t98Nn30YECc9EwzESpV8D4TR1D3/bLVZoXAOfW2H6MLVVb1tVaPny10Az0Fqzh6cjUJRGR6ZV1U/wCtg99otydSEbS3ylX/ACkwE9uXXONr1GzO06ds/gMS175YDxb4vzsmm/N/7aCKbrHEGEQk8cHPExEmRnF5E9rbeeEb5Dd2/H5Bkm7tVgniDCPokIfTsOOJ4mVd2DmfZBzRAwjpKtZKuL7Pl6Z5kgJMHhz83cbYdln33bPYhT6wQmsuFpLll20N0v1T+sC4Y3TEhnqYuWEmX7nfA3sXq1JFWJe9bZDM37I0nTlr7e8ZY+49bObJEH4ThXC5ISaM6QhsQkHuILgSrx95fbgLbEWx+pZSPyT+27t/bNot+kl73Kay9JG5CJEbKCT8e4Q9/wAt1ux+SGnTZynI7N2dpqdqgQuY/wBGxovY9r397bUv8kJATp2eOT7uzEixYzflscGPpmdf9sbI5iPD8z+9uSsG+2bdbHCZbLnVgF6mAjafk9TDWM8PVMZCrn2i6Kb7SLXtPILYw7LjfrnDOf8ADLfevvIS957FFRF66x9ctCjPxp+cOE0jP9E6bXAXnYRHmnifl9SdYuWg6rezwXtgIB2qNDLfoOz6Sl2GPeW0yPbtk8THbOT6mVyR/gmO9YnXL1oziHHwGzfCsbsHjN8BN69trL4N/Lcl96+HYn1N7j+AYeS8nwESERHqGXwJ9NvuGW0XQ8T4kZFv4Hv9JQxufV7/APMh2Kzgka/AJyur2y2YcPoYRP8AAXvpOvVtw+XbM3/97O84YbIRxZAPjynqRI1jof8A4yNP1APX5ZQd3J9T62/u3PiaqYufCTgff/ybcNfwR7EgTCff5/u//P8AIfSb7K9Hv8MAh/6J+kgT4Mkj368ereeCGwJctmQ+HhdnsAfV7d97YguCnjDqw7Yn5+pSZ0uYa4/ENiP9TAUR+D2J+ICXl3+r22At8lpew8Ow5aAFVwA1V+WHsxH39o+SZL8syF+yh00jjNnI/P0h6SkODBxBdMOn9eM3keRZ3iSLsRmjs7pZNf5MaZlZr3PJXqQ+8L3rb3W/1ukf/R2VXWfobKdX3tqMtc1moDtg9jOmZZ/D8T3v6DLiJX3w/RBnx7f2sEAD9WZ5i2XAkdEPwTwZX3iAcGbZqYTFTjfzMbmDBrmz5c09yhgfpJ1dj0gmzFyfrZwmjHRt5QraHsGNe1TEKs98jJuByFz8wzUByNjegtXHrBJkz7WPPN6+LbQ6dtxSy9W22y8lXo9psV1bN0Gf7YEsgex2yH1kO3OHjLszEFnfT8/J5Y58iXaW51ky69n6srjXyw8AbZnTpeoVlDoL7+SnRkey0Edm2x/i+C2wLVn7bk42NEPbVVZEyYvENWbDdsY1QlfPd8LGWytOvZXTDZvJS+0S4xWPz6n/AGsb1WZr8wmW/E+GWXptbbdtyUg5ZsEdt74E6Tr06z4r78PCZMDJSfxbolYQn2jvtf7cgwXSs/1jf+Be2UyPpWWhvSbYMbBnF6jwjnNg2OPtDv8AUdCN9GThsOWh7RDD1Cux15lpZakEV/OGyEUEAheWbcMbPcXu41smWAI3vucsVO5OURm93FWvZ6IYXDwI/wA3WE1X8pxMsYHoBJx77+h/9WLHsG3SXwjMb262ebNi8XPwTen2dGbLyLb02DPC2t6Qa2VsuXuQCzt54nojw33bx2Ru2Yb7futPBpIiaPg3wEE4XGLUtV7bsMNr4bFsttvizGXr7HTwQQ2+DOkd8F75Zh2Pvtjjnp7dNt8Sad6IwZGsz3+yX3RILOo3yTepl4U/RtnIj8w3z/1s/uYjLCfFfnwMavr8J/h8d9Hj1YXe3qGF77xhYK67/ZGx4ZPhLy+yv/kfQF839H5SJd+mba7A65727IR6Hjtgoh9n/wCY5zbiX4df94uDqMbKKJpHuwv22ed/iHkBbDgwIGqZbRvq0+eFdfuXHJx8j5+5jR/Yv3/rCZS/F2b5SH/PCBqXG27c+De4pAdT16BtgttTP8H4WyGDifuKu3RgJsnH24SztovbYLpb0tXvtvxnDjbQH5gIPWr8t3XmPhtwfVA0kwPgSU5iTjfeMuIEebeu/wC0NynuZVcWcXiPztou39Qn3DMXAlOs2B93e2FPwg/YlX92v4X/ALk0HAijwcMnnPM2be6c35dPOvCD96LoDQg80kU1mMVT/pYCoZOXVfgY3D6rI89fmHiXH+EBEYu2hCOCcThF043YPcpDN6Hf7hx+woTZtvxSVQbFzjD4P2QCovaCV9GDeiWH+LpdCW254cyRhRGcXo3dsQHjE7qN/Y3JaPgE9/PRB4f0y48X9/iXLAg63Ko96HoxnCat3vlvhLJ8DKwrbM5aknyYPA2T3JXIWJ0nj3y2m+dPK2qDmo/WXS97G1YUA1gNbLTKa63fWWws3IjJq7andtndsyvFhMIpq8fszZNsDLRL4Hly292A92WHWEj1KwW8uBvJ9AGOwkI+JrI+gH3L++Aur9s/UPue9vW2wyT/AFSsK9cbBbEx2GxhzJLHwDCjAb6pYIs1IG4kd2MeiSCtscfHu8JbEVdHZbbWSLCjcvT+rMXrkHNnHpSYifnOS12ZpmeyVjxebdOkWCS58kRnGqWSngXKrP1r8ybxn83hhvZwJWP2TrMtzAvZe6weLDOeHc7J9R5OeEl0TyXb3Li+X1PDYclnqF+bF79iujik5p+AbDR92+Afk8X5G0+pZHwYL3GyxX8Wq8OxsPzeyPg8+o9w75bkNvLS7kQvkvB7bngkhV4X763HKY336WH84Lg5e4QHdcx/Hj5Nq/7mXuXuIh0fYzjob+0Fn9QZIxh+WL/JVNVK2KAFX4Thp/0thyH4lFgNwnqTWHjHJZZd9/6lrclBz/IYXO6f3euh4jybx9mjOWMB6d/LvotbOgn4CQT1ovpDi/I+pNLNz+WR7395/c6vBCf9yHt/iXo/N7Rk2OKTsng/i3suQeO+PSLFi2QCDciM7+hAo95x/FyAnrrnXV/bKKiV+Rh8/Ruc/wCWgvn/ANlwO+BaR0Kx78dPLGC9xxbsXNksLt27DFCQmOMgwOWTGd8HVy5kCHknuzL1KIMWP6sNM86wbs57GA/RaQTx9Md490nxwgxoN2dVb/8A8mwPzevbPpZvsDZ39kIRHOr8f8ZcSIdGcVZ9fxbDGB6jL8yfTfTAT2brAEATqtXdxksa91+BFuAJZN+qvC/PCj8LY29RzGbQzGzsmfUeqMnyy1enu2c9NxF54MEpv2fhJYEsIeH25rkTR3lyXfd0vzMzDjzZZqJtiG9N21LvrhvqNnYE62/YQflczw+XoEJ65IaMBZOnJ5PuaPGIXpYD7bjTMhuqTfcTMvpjJ4/WRXbXfBp3b2KyQmb14b5422Y92N0rOv4ttmScZjk0tty19P8AZWH+LsXFvkZ6j4UhJGe47nGWXrsmqyrDeFt2HIFhF2W8s7Yr6EfU7LcdvSrCpH6bclueOzN74a2M8JjsGS7E7zIW1L65KgV5xvu26uvsVLhKeep1DU/MjiWv5nrqt/S7CxAogxJC2yBpFmHr7H35FJDJxtu4ud2fDbY1xlNSb34M4Lv6MjbOknsPA5DE6W4rqTi2QrEM/uXI3+eamWxPwXCWH/Dv/vsLQO89Jmh+ZZxIQ6L/AE50Av6s5kPajfejH8sx2ZyXcuXg32PBlyzpABdnil43zbxl2QTWaeePvhdyxuZfV7QyGEvRb9E4TWbQ29psgvsDvNtXpoZ/yDc3sDEym+9TB0ftr7ffCRb4W2239EDZLIiPD1bFsm2hhd8L4E+ojyXwx8hwVOAW+weD3P0XG4Mnosrh2D2kgdW7an/Like56gDNx+xLHiaSncSOyR+2LdH4Sd6j5F1ZPmev0sxx+9Ly9M9G0J78PswjHyEAL3d2E/DkTB/cQX7I563YrKg1D+seyxn5ILfRP7QCnmDzqErkA367Zmg1j3rdAIhj/Vxhq/8AI9EnYLMugXPfetgebBBGyFIdIDPtnw+NYtf4jfAhF6kD+Yf3DZh+AOyNP6sAFjwQP8yPaN/ci0JtvfGk8uVp3Z8FugAHl/1CccgbXN70x7Af3/8Ao24YMeby6OH9z6cbdI5D3HkL6yn7YPts2w8FyU8XFu2ycaeFrudWSBB+Mn2G93n1nE06JhZD79TppvdP6CZ+nRl/LsDIFmXT+40JOPsiPP2LZvNYIaevokCp5FYdgtYS2Z/vAWb9jUjuy413P/VtuT+SejHf3y6105/t+AxbNOQOwofmdG/uYl9N6P2y6bw8jrMh0fbv7B8OSNwZB5lvc40Rh17Aessprs7T9htLl5jSXRf0CHKm18Reol/okJq4n7vkfHbeK9tU/V6U/cr+bd87stx4XFOJxIE/KRabt1l4Ilgeh5b4DMlQIe5sp0ZZ1mIg9yzbHh8H3wx+53wb433NnhvVr8yHuTIkwx+93ZiDUDYq2TbRhZc0W7e2ALkwEdP6mkRz3Ej13L9WU/dhz7cfJ3baZcFQSNuvssfzIe4XyYden2WCZO6EOnv/AJHCf7EwB+bOcLgVZ3+QkX6q/P33H/J94P23tg/tIXhH7aE7P07aHdoCHZfXdZduwljwMpv1IDQu7wjUCz1UvEYoRFtBEIZFelt7vhz7aF+AQHyDGPl6zydR4w7W4vYaeGfb9yUR7Ms/fWTRt9H5nYvHVCMdL9one5F9Mv8AFj8rmQdiwLNOiOv2zMKfhP2EL7n89zL+T6LAKslqfG5CdtSsugs+V3fV0wDhMx0si2W/LxBLlrYaXI3ux0o/dhYZZQ1rHnj3Nm9rcWPjLOpeyw8hdEthAqvMku00h0Gvkq5p/fYA5A7gQpaI08PyZkNz7bpv/CX1lvtbKYgze/B4CGJ+WZmHkeCtlss8j/AN7CyIIZZZjfDzJhQP7bhgfgb/ALYijlHpL2gf1Tl7uxlH6PelnUzdZ+LPcN3n8f6Y9MeRdBcbn2mPVgFieg+2B+fcR4wfCK4xx6zdwCDBdjbUxqgGr6CydOXPtjIg+Hj7bJgSP5hvSFP+l214A2+YhMNYMrAYH6JJ9LnWW0Bp1565cNQz9fi0O4f6Qt+qX+zGG+qvn1w9vivjG1BD44thy248fJ00BIx/RK7u4ZKIOh8L2ax6/EaA9PsekyPUfYOti/lFfQ3I7PYYbA6zzCRKOg3fSPkB2gctIRm2wof7itHCUhfSfnRsBzF9+rWfOeDkQdt5D2wPyY8RohaDowXs3UR9/uFkPfbiPm/TfcDrFZCPDeal63JIh9PGri9ZvRl9pwpYzcPn8R2Zw4/eXb2cVjdzfXcgeqz9DyX1AEfqFT9MEMsnn3M6EmWMzAMT2gmIYky7mydGUY4Mqa+D+hcLcHP2wjjcmstLbh+oV/Oe7CYs/grzs3CzfX+T5B2EMcAn/OZjW3ZOgy6ANQjKwn9XN+lt1uTMSWlltsA/N6wts8sWA/tueIZAS2r+LSAOsdRPRGJpu+NiLb49+N8P92zB43xn8NtZfBCoFKe4UZDPUH4EttFBj/UCBWfuH8FyU6zrxru355bpjP52NNRmM6RGbM32Mt+oB12Mi8svBmx23uIX7YJg+w20WWSsPkr1ttk69Op+c+tudB9r1kneOuAf6nJGrR631OlP9s542GbW+Bs2XY7BOY4QzNbCXIsv1eO+xjT23pYnqi88sUyDve03KNht9l7Z+77GDkgLu2zW6yP6LT/9cF1R/fJF8ZbcIaD0f3D+tO49SMfwGI/K4vDK9Hl2nYK13fErYXLS62h+vbeopq+v9skZ07brrPfssf8Ac3wjrerfCIpGc9X/ALcImBE2RMPcVydtH3G9ZXOTvtcyMhg2eWnpDh5S3wrt6jX1qzALfxC4DV7/AKxiS+yze1/knAaRRVGiPpPwy9f+jOQfqRqxrLFsjgf7vxN/V94XzBn3ql7Ue9V7D8+OyRZLK/w3w8IPOsdyP4HqSTv8DSyjAxPsd5MfQAiOTPBPF/ohmOO74/fLXd0z0RGXHY0oWO7D9HEhBvmwbJZ7Jpj3Rg4Ovu3w8LTH9ROV/wBLrZDn9fAjz++//wAWvQ88F33P4S4fhMbH2KTYhPrJOy5Hdw/OME+nPxiC9C77wuoGdkCvy5P2fwStf/X76JlHe3LlsscY5vb75Fnd9xy2fUGy54H6fJYrmomP+Sbouq7bbPcfQvuw6qzmvuxDhMswmEZchW+JGPNM/wDlqDBR+1dB9+2SeHZ3SSdt8Epj3Y4xwgyE1xumFjb+vAnG4kn4wSW6k0sZP+E/q3/BLJcPS/1GLh7m/qfd8DdPTs7a6PH6/MuKH2plmLzoaWo/UuQpcW6Ydvbsh8GXTx4D9wd6PVtZJa20yYZ0sR3LNdZRr3JRq/GlJKu/HDOp5Kwejt7T7bAFL0n2W2fVqylyhaBBxsSnpmquBlbsnJQm+mAy8YQ2OBkWDqHv32sqC+m6YU3JTWA/FjMDkI18sfOJ7DIZvRBhfd2JPHjexN5hvqLpfeTkymBHQ+ofc6dg2MC0ZsO2ptu47ekZbk9LLf4J4WLLbT+C+PdnlIxuLRgIvgDLR2AsS7emwmOAsOAi/wCxhlwwl210S4pvUGF+WdWhamTUyPqG2e7fEY12VafsmervnTwafu26ZvaA9ya2g6zc+bIYBAw7kY4l957YOD82dr8Lw+N8jlyWK+wjvgcbSVvu172+oq5vYLW2Yo2kQ0+zIJ8lG5HqAetzk33/APyE8P51EkXfn/5wNURP8yIcw/n1Af8AlFn5gB6AioHslBbBMXuD8BkMQa9NvcZvZBgCcpiazx89wva27epGSm9d2NfbGQTLdbODyeCHYMj8yOy63C5lhaLC9PAxevtnyP8AdvjdmFyaRU+FvEcivhbgzovWieAO67JrrAer2ZYPJhy1nf1G7eolxL+X6n4ETiN7pKuvg2zZYfSzAizwsQl4TaeDs4eUfwJT1iLh4q2tu+NizrxxzlEIABQcw+CS2GNPS+prq/8A1sB+b1+CbY0elqA5Hdjfq9D8kveghLS4icmBBf2X6y6rEHJ8Lih/OP8A8xGYHrPAfWz4Asmka4fYumja7dCSz4aJTcQzjj2C/X6Oyjv34+/kE3oDv8/bPf8A0oPr7i1huWO9nxn8Ft2LXwcl0LTbXPnUB+aAvve3USZPN/8A2EcQfQ+Fhs+8wbww+kutW3Ld6loEtnOOXf1Z6ZI9c7+e3/CIa6Ifz6XVz+1XVsZ4Fqsx06ZCmHB2EHoMwWgvRAT71ofzTwJ4w8eO9jfuL2SiZpf2sL6FdRwTwdP6vseBI6+d247XUdf2MYiqYv6L+4U6qcFffnjl62ayJDmlwyO5oObabh3f7l6o2EQZuFne2a0tThOutkU/NxySWMB7YM38P0Wo3krGNs78JPCpeJ9USTT8634FxBY6+6NwIZ7LSP2+Zw/8LivVqOTEQSDibiwc9g6PEAIRcd+/KnEcLqyOXBr7nXT0MSHphkQ7mNgZ37w6Eas4uEva6C4zPgnux5GDxBjm88HEc9TjmlvaXvlnjkO22sNt7jx08Z1t8LDseMiihxYQ/SYfzi1dxTgT3Dshg8EHJsmSO5wYyPkHsi9xTiCH8LYiyQfpCW+glNkycdOZKBY3gT3fJZ/NjwkEOMH0/EF6MsScgbHq7ACWXXjCM0mNd9J0VG1y1Le+2whfi2bs89dfSH2MsQ85gSqgM9MZZvWSFq/7avamPJLVb/Ul1VfCW8n1u/DB4TZnhuCU+d8I9zx6mWLdi3vngt1hzwXLu8i9eP8AbzBlgnxFjUD2s9HYo4u+ouR8dInaB45af7bpfslTGD4UlE2tx7Jz3b/pIkXtfzdLkf7RXw/ri0XBN+SWJJssJFxvhh8F3wngwl8MeG2zw9+DraCZs8+2IceMhoDg/Xoz9pA7p6EAs6vXfsDaQnGe02JhJ2PO+OlP/rsroksrgGrCTt+1/BvCYo5+dWLPfq6vhBPkZtsDLO7PhXkyCMYps9m96GiVmZ/1BBIejbPkfxzCwwn3v/rIXRZk6pKx59TjEyOpm+SZvnhi9ri9tt4MQt3j0Tt0gx7YzX6YcIh9QvNYboYeRHNEyIRSvwNWN1P5Pf8Awu+Pvszhk8vqhTOjIosf5dI26POzwjo/s+o15kpHK27IQxksOm+pT0XzEkSvTfgTkH5zGHj1CtEongNvSexrkLfcNp+SAcsV3+o+PTVJbz3iEhr3Ovcm2+72ZL7xE/xBxky9XwSYh7bW84mjR5MM4pbSm353uGFwT2jCdIisk5f00Wb4CDr2B+m8/dmuGETGwAzsjL9jbHRnuY/ZE0z1cgdp7sf1MlXs5V0kW0dQmr6ISv0FJAH6TGj2eidhOMjUn+iYw3d9X50QmH4s9l297Hjwt7UtMIUuMpfAE4B6nqnE7O9hYWWOONh++C95CS6EJN2MEMknZ5r9jiP4kidEU8/bJ9QjySa3qd8IweH+aeDxswDDAwI737GOBlsyHwDlmEOecvyf9znSEwm5mHZTJ0MJ4QydXIsg2OPUY8Akslnhq5Z6i5Wo6zXwcZ1lP5S7qEHnPdn+7JAI8APUgxesllYXw0nM68dMYzP8ugSZ3B+gVsBH3pmPsWYH/wCIq/fYEyT+SwofmU4hAe/w23cwcRGeu3HqSDF0nM74JPCBjeOXbgtllMZe+22uzr8y0vI5hALbZ8FKyeQMQkTo1jC1ln3cyGXx8vl84IUNy9TDFh1BCRl0jZu6t+LyQgefb3v4JLAT7B22bHze5YOgNlKYDuTkL6xaeHqvuoH3v+5vi2w+PUBgaPx7dPTrIOnjvxvgUvsP97DeUQ+Cn9N+mf2W8tVhr5bAly18Pgst8Hh5DelkRfLZnY8ZsQFqQbgP5Z/cygYfaHIzr04RmC6aEBYNxuW4jI49lo4kKPHEsvc9cGe2Bg0CN7QJfAGHn/GxgBksr2fDOp78s7yCF9jjjJ7UOQ9tTg4E1T7a/wCGeaBbmI+6m30L8UB/oT1l1V+3vxseEeAz2yY8m3+IhMIhz29cusT0f0X08mYGe1u0egzmhh0E7eXUswHvNly/wdh9UA+7H1TT05JoW72HDLd7NHdjHnQFolnlEluwP2Pdhy2/tsWPcv3ew5926qxgfCTxtv8AB8SgM1OyDH+Q6FswTz0WL7fj9ZCL7RiErzGHwlv3VJ6zRW+CcbOgJM4M6MOiSHorJEfyxj5OwAkPv3cIHW6c23d7aTSfnLnXsmb5o3X5/UIxMMJsr9mQ/fqLXeE/qRn3xsghEYjNQ4XH519BN5FP8W4in6kGIfuQDLJBaL6Dh+C2r7/7C8JyyBuNO+7rCLM6jPDkpy03t8ctPlqifA2DwGkRvlgjvduw2FoDRnVBGhGdj0s6zgTqGW98HCemZHG4b9ZGD9WhI0ssUIi/+2zkeCbbPCeTw2Hht/gwMbeRFhsiIMxB3oncnbJDJsCki2T6gyEzSII3D8z6hr6sEvJzc2QXTLN92CRYQisQ/lHlcU79ZIG9hWlJ6LE1yyjMkC+O3VpCrb3thAhR3Gy3PkkJA8PUqLr3/wBIgBNdimftRm7Y6DP0fphwUPrjHiz+polnFPr7EkePW3tLcPB6Ra4apkAiNUPNS5PS6spiksU2PP0OxZvlyMvY+M8Hp4AguTLPEJcNbnsQPDl/nt7QMNlbyW+weFy2Gv3w5LLVb6L0tnGTAWi7bGAygkOY1l4i96Xuw/ssGdXE/uIV66l0V6Bwx1zpkGR7OKGjiwac5/psLn3RsAn9yV8ct8KB7muwT8D3Za/5s57j9dnOL+yyYTtjvjYZLnfJ2zx3ye5jxvlPAfm9Lew7HPDngweCcXcPakjPk9X92aj0lkFB0MHoqTHFG/qYxB7hy2D+i0JGNL4iGpe2fZzX4qlWiaMBAZO/H9yw8TjKiYjo2Ev4hJL/AAeX2SPDmyYPPUd9wTosjFSlr9tX2z53z69+XZ/DC2V3bAPDuxDGXyHpmubDvs4nM93z/wCzXbDMUl1n9W9eWxn5LNgvE/nOw85+H9/m0x12zm67ZNg3pYgJKOyLn9OyxlkJ4S8JEOE0XKil1YweCt8MM+HsdsliQAgHqwDGJ/o2JMAaTBLm7+5RN+TJJn65rI39o8TMGR8E6Yx6QRKPAViNfSS7+j+ZUP62emeAr+MZt/TtrgiC3LaY2b5QMLH22faXIP7gwi2Cc9HHuAnrDhauybLYE99zxHq5B4A7uQsw3HD8sN9LXY40N/sP3BDHZ+/8QrB+Ae4WY/4GTgfsbRVePdrs9fX8EZOI7kcQ03IU1tK3Se9x3CXp7i8P234QKD9tlvbWLJMPbvkIsDmcCTtkWTZuYapZcMPsb4jt6XtlCy9L9FGDDxsa1t7pOGTAVDPUJXIxli3snh2/PjZ8fibklnn7BuzbWmaASuHbfcyVe+2V9lmkeX6X2y1Bku7Pwxtv9X5PX1jbgTMs9WcO2B49PXbT4CQwLPHpVKXjFCrfXITqfmchg0V/EhyNzVEoGHfsvjPBfkzy98KFvgths5mV7we8vZGAuinU+hgruWIUr46eFr2ImDi+i7czbBP/AEJCBv0e2ZmD6x1k/d6xJZOPssvLRtXVw3+5mLkxfCw/u2bGPDLkkzgJA9eyf0GTsVYc7+Z9+Fh4WuNg41Pyx4GF2OIM92fr3O/22ya36+HMaMCyZQ0+WXoJ+z98FYHZi99IyuKwt6OBmIb0/o+7/tKqjWoxzfrGyP3C+4GDU5Y32aQo33oZdvbLZPsyzdkj/cjs4uE2LxM545MuG+xrIEIXzyTw+G23+G+MyXJ8ujyXy26XXy03zfo9wlIEf9sxR0O/+q6bT+iWJzexYyzUngLkG7kdeydDMhkndmo+89zpextG7Og7Ry0Ycf8A+0ku5fUf1GiiN2SdvXu9lnhL1ftM+7E/xT4yPO3vxzwxsMer3hlhll8HwZfIjbg2mjSMsigoffsC+dm0I/uRC89a/IY8/NlmNP8A0wfUkx+QbQQ17+n7g4Q+EB379sxvn02SO5Hw78mBr7J4pdsuzdzKSTZTUlOhsfZMRCzsvjPIzsbPF9TEmsd7cFu919tjQ/mxNKD757i94P8A6ke8yZ7Jsz0hlhsn8oiYBz0knTkFJ7TGWIp1iDvXNjzScAb9JbF/WQcgkANs9xJuyNjDxJNQZFES9pbahe/z63BdfX2xg0VwpvpjOetT/TefynuJhvv/AIM8H3/zIUN9tPyzqLf/APMsKV6Puf8A4JDZ0/WkENb7T7+o4WXte2VTT/77DptD/CG7r3H4avsnqqwfRb6puIOyfsI6th/cWascux7EuDpyz+JB7cOsKtsCfq9NgsswsHNsmmhufqwaejM/2hcMf32QoJHPTPuzdH9EBp2bq8/7OEdhY+h0jgbrZYK3bA1D7nZh8H8O9vvg/ht2Xe2xG2zw3cdJ/YEff+zcJazth+W3sjrxPnqZgR9QiKM5oUm2waS+kJPWX1GC6gzrMbmwNg9zj7HeWH7n5R/7bUg/ghZyoPXRSLyzaBv+BbKu9fQs73ytsJDsTqWPzkz+0dTvM3jaB9clBeO53/P0EchW99lum54FHR7LesuUOwRGLv7kDZXC/QQvGSusTDyRGEh8NmjxBPLbNskvksLktLiD5PqSt0FR3RZ1o7bedWg6toA19TXyw54cCXtvJAbctslgeDhv23gg+uEQY3WuKMzAEb5BHPzNDAvL1ACdb3G/SbNGPjtk3+Ei0dNLDD29JLnV6bZ+9mXMWbq9P7JUxFwo6R1/0z7A5cFP5Y31BH3DsS75FdlLJ97e6fwXT1AvCDWUWit1mKM+Ek/hvjPG+CRvbb0tjIdZkk8pA7Ir0Re9MESP6qLwH/DkgbYd6+7AYJ9frZCe3ZsmTx2b24+ztkicTHq2AE2ED1O/3cWmOh2dsPrHC+BbVenZmCyojU8NyYl2IS77f1fNn+H+/wAD+Cw93uPjImYl4J8NsoFzZLxF4C64AhZ8e/j2ROYPwkZjsji1hP4TH/SHJXW8sBZ+duDh+7jERNXdgJetg8uqP9mcZ6tlndwzb2zLjHslfdtZel7uRax656uX+GeDNtIdFo/YWXiMr70sINDqkIHjuK/gjDPY7/0hvwM9e+WY8cw/dyVPrcgydF0Z9P1vR+Xeln45ToQjWXbCPoOMPmvIxMYMz3zE5zbWmA+mWEo8jPzCFZU7AJVPIg5fze5HmnY99YfmbYYN+1hhXjLV+4HcALHkd7+FZIi+/c4l/CfxanTs/ClNHHr8p/vKSoD++L49+1es/vb2m2zUyFgn3HYxaHhF+x+jLewRk64sMuuQU79nUse5x6Zl/FcT6+5CAZWD6flzXrNg5m8OasHzfVvx7PnbjuRg/wCHot2oq4WwnonCJcR+Rl0P5bP+y3xcxQ2ur7p85V9x/IS8j+Alg3XYLsFxOJcGWgzPfWOn5Yuty2iGnnGS1vRQMHASPucfJLxkAXGAzyU9Mq1wYJ+Xet/avUS/Yz7h9AtQSDXix3r8vV3PFHxjq2QtyIRTafmW9pf3/wBEH/WQT+npuZL3FLUaX4UuBb3bn46Py0iZ8jSvIGUz6uxD0ttK3wR4Q54IZE9mC7J675tnZ29w3DenjWwwJTbZLCXG0YNLfoG22B0kPMMqjX9cTsP6ZSEabdLDEJdbON7vbZd1eWH2T4KGsGat7I/uC2V7B7a1A5vvLpBwtjmzsWhAvZq/1Mn43Z+8N9wQqJ7UvYw7/q/sY7vgQ9kOMBa1LC+vcD7E+aH/AKjbbuhAQfS48AnBl2Bs5jMWk8tlkuNibULvH7lNe2mz4RawiSE6ZULxvs22YbY8c7YbbK9JltbW+W+c1Ryd4B9K/mEYAb7hCj4SnTbNfPc9wV9Iip3F3eFwOy88XLqPW9nA3m/USH2f/GXAnIfiexI6Fz9sfIfv63xs302wlk6T+WK5Eo1+ojdDUb9g9KF/mlbEcf5bbLEOeHr+LXJewbDs/wADOglP8r7FazQ/KV55v4jQCTv9RZ/dDs8J4a9mWZ1wQLNzPXzY9fJ/u0Ae4BXQ9/ltOXBPds30+pADGEioOg/fgcGyPd7HZ2+7FtXt1jjx26fIusGs+dPGW0jAsRTh0/U9wHmXr8FS/ue84GP7ZAE8EsUOhxgM3xC3rITcIasODrmHWHo2KJunOYwdYT2gO7bktpN+pW+WiR49j8Ym9hIoj02c5LhSPyv/ANBJX4P9bdQxKg7cS5cPwTx2C3t0zlt8vXZfVjNfQWaxWL/MIX0hgOxODogB6m+/Z/yfadvf20e8Tv8A/WMdIPtmM/3jr0b6qW0bsA/qQx7+zjfrYpw+yiFTezI302a7uWoUPv8AUm1aPtxEydz6g5kir2OeNjftrCNk6erZr66mjPiUTMQDNNmITe8dYfqWl7u7EELpEBibOri7+WB8lw4yPmr9NjxmyZZPvxjevAXBm3d2E8MQaloCkfslDmdkOjyWze9NiBd+Nvif37IZK8Hr3LFUR/JGAvzd9zkT1yVJubbH6MrJboPzmEIK/AephHTD+7sTifRwSV7IPgGW+G064P8A6Er0BPZCDyPuSR8eiP763M9j3/8AHL9DO/8Aow4P/a4ROH8XX/AkfD+5fH9AkteT6pPG9+szRjvw4eeScO2r3yaMc8H34XBnquz/AFbO1KG2G9GWs+Fuo1mW2loS/ctk8RwtvZS1QHYTD0YHvYW7zk43veE5J2xNPOm2JobodWKP2Rsy6+n1JojgHpfi9BiWQHv0u1tyxyYOHr0/pke+M57iajvBGWAa7i3oEWRv+Dgzt0f6+7hP1jMRPg25Un3jAZ40f1OnPB/t9xwL7nj/AHvx8m+6J2Av9AipPWHkpZPAoZdtn7kMW4fmWTpEtTPv3bbNtu2+GpX+J/D1li23hMl3IljkTks4PGfwsx+y/mFHuWEzTVwtwxAMHcr9ksk+09I2E9IbJGv2Ht0SxMmFD0tz3ZIbe1kBbluynSxzo0+DrB3Zbhcv1L6rOsIeI7bZ7Ati5R8GQ8+/O+e/e3u2Js8bhPbPD4BJGpRbJUvfsmF+MqUuyAWE+eGxd7+SW6O6kfgdzX7lyPS9fxhA9Q56P5+bActQ1ww7Aj7nY2+jEuSJ97HTMCGQvutx92rdSvduhEQs97mT6uRct9thSxdt/Vs6z4BPcGkAYR9l9Pdjou9fEjwLCH85MS0sBYDjZvZHgMgh1B33e9vxTy5Pxnxn4hBTAzbABjeiMM16f1GbV6PX6snJLohhN5YwCGYmwkSd7kJjZFKxdsfmxHSOOVZVgcNHUAB+U/G2iMVXAjyO/PwShc5J8xXol6e9gLFHq0E4+37kcsDqfm3X+7Db6crHkrWW7cGzI/kSudadPftGnSbDzQgrAHyW6NuK4B7WW5Pd6N75nrZH1gkra9rYYv7bUn/RerSPlhDMzt+R20YwVw/L8xlEBIjheEuF8AXo6h+89xRbxnduwHhf2h2yIszkYCbx7cseP/X3v/EFPY2GGxpsEzfSLG+lp95IhmgnPH5mY9z6nkW9PGO2m/wba7fRGdf7Y9p38HjmOPv7vUXAu5kSGgueN/V8nS9scnK6Rn84P3O+yNoiOz4LP17YfqX5aS94BL/HzbAIXcHV+WPUutHk2QBrhrKeHwRLrIl8lu9IEkhn1uh3v6/435eu46PD9bKNPyD/ACfBOmC5xYfohl1PIcr7Fjf4P8uGSWx7uI8eQe2s+mfWZ8DBHkuM8ZbPTB+7ptwQ+DxhnwzkJIEj9DGiuQdt6XGSfXpB7QUj5b92aRs524WBU+TUHewxuEzDo4wps/fevyQF+5c/1CpLA7LHtHP8kGnAccGW59y/BHSYqVbKyIUvYlpvBIAANQ0HwCWiXrmZl7dmsf6twK3+D7gc65/pJzgGB+iQB9BKcKcM9n9zD3mMVW+FOs5e5Z8ZCef9TMiyKBi2eGfGRZF1ni48ZET4d7+wMTay3xlgTb2CQB4n39NzQ/HHX9T7v36NTY33HvpX8IFCQs9w8T95MUmKCa/3e7ZHqev6TJaPS0swRWg59bYDf9TdyP2z+o/1wlvthrAr+CxEX5OJgHP0C2FJO/D8rmS/IAPjPndOwnq4W7cnyWWRK3bcPD5yDZE8Eu+O3wYbFB7vf1v2fQRGMYwBO5Gmu97IJX0W1B1xeZM2n2Ylm/03Rlqd+F6kW94e82Ly5swD6mnk0L3935ksLI5YW8mUJdyhndSZHvdfxFiABTIZNfcwSSFYFi8bS0L7nkSd7RZ+BYq9nEwSW6C0d9DLgNB+yadpGKGXqLAzw3ZMHT2duGgzP0Qz7CgsvQwfbDAYnxjc3yX9qB7q1gqXCLp+HLYCah/0WVGrh+Tb/ej/ACCD82ibn2G5M1rT9udgdzGr/dhHvSi9Pdruxeu7en5+u7BMiccinA7O99wONiWPw/wRm4TgB5GLtOZJQrnwdJ3dZ+7SF22mJJvuH2V2Cff4A1vXYiAscIfI5fhJ9CyMH9oAnApopfqwb5ljl3fad0JKHbYd9f0nl9Sa6/bMgbjNvc8esy3BEn5WxDcmxuDgw6Mh7sdAko7OWjlik8wbKeC+QbAtkRsSd8ZBZClobWKwPzJOifbdH1upwWnOrbYZnj55v9hNsejLkjja8A+9jYa+rwuUp+DhP6r5Rt2zxvlctGXrNsrjekJ02fcKpwgyZr+DHsn/APuCQuv/ALb9BZEnvgno94/EHhdI9l1NtveJnLgR5/DEtmVtnsF6h8YSyu5baWAC7B4D9xz7d3bXLVbls62BYA5h2R6PBDJtNo9Q2xV1zpcUj9kUtdnGmDunDiHUwgbBWPBY+2687ChODKs4cnE+nOeHSLX+DY95rk3hgPobIv7Ibt3E2LgP235F6HIn3A6OT1N2KqXE7nAz4UsVdXL8b1uDcdcMOuuf7MXSP0f5oiP5k1Ll7fIp+JcgbfJ1tkv4nWxEU/hhu+DJ9SbHIdgbD9gE/hdJs86Hg/gPcszbngPfBLMgw76AQ8XAwXj/AKxvpT3pAp232RmJ59uRmwWRkzZ7NxehAkfI5iz7ar+xq3PTOvbMRccQlXSbQLD25y6/LaNHRuDZb+sLtg/CanVbUaG6/P6IOHBwCD3wTjn4L1z7Lzlk2+AgMmPl29+M2CC9W282dNy21mr6c7I1ZZ/tIBFb4jN7AAHEOjBpf1K0EyO6BobGM12BOpWpGm0nvqFkM6PZS1yHjpkIcN6xj37vSc/TDa9fxav9AQI9HA6s6T/so+Bw7Qm8GGxCHMQR8S6Pdx/daJMCQcD05Gh2c0YzHV7t2UfC3H5Nu71D1Q2D03LdJfRDDWApTPetmxyUd2OZV/FgP9ha8sHc+t3mbm2XWHB8M4cyPUwcPyZGJDABFieMjPwd/Iy7c0hn9Riiiw9B7ZZxO/Z47DY7uuR9Xr6tIxgvrgWO397+CR6ASko49Tm+QkxnU+EIc/2DqBPFWfVthdSME6ttl8uz02wjC5BBY/WciWeiwuKc/Z+YX/nX/YsJkEt+gkIEYtQR1COljjGbVxshYYnh4W7dm52/vHuC94Rwdm9kbJNmLbvg3Z+kiRmG18Hjlnh8s5IkWWbfMruFadTZ2Nv0skk+7b4Hh97sZlucc+Qm2KvtssuZ4bt0tw7LG+Nltu+GXwgsL3P9FD9th0vY6SRSzQv5uvbDcnyGP2sXqWs+WPg8Zy7z2NgWOWAhvmx4xJa3ovcPHLPV/s/njj73x2LezzlieYxGkgbk47gEwXsD7cn81s7OAgGjpskXYC3PqAvDVTbzXTnUfCenZ/vs/ZAH9iF3vYgZHX39kqBIRk+9bPp3aWvibEne+TqJegb9mAg0hwJC/EmWCPc9SLE72QrvOH7tSIhru9NmGJo+K+zo72RltoEdXGaWVYDm/wDFHq6g9epxFh8ej+fM3UKJdEmEh3e4S45H525b+JohYjqz+SD+fAh8mRsMh+zybJzIks8bKfBP8CWEN1d//qYQj+vPyfy35MLNc+/vbTuP4kL11kWqc3+oWcxWHW31cN6HL/sE0YzK3iaQdep3+4U3sPQaR7qZvoWB7/z3YUCMy3qw9P5L24jGMvpv5/FtnBwX0ber8L1Fnhm92S7IyBg+/ktt2YPGQ4SkvhbfB2Ep4OvYENbXh49xMn4na9lb2hrGyFqEGu2P/SnS737bL6mXboWMBjFftlT6R6P3d+JhbVl9eE9dvoP0mPpue75JygHuP2vxMc30vqtkt+kmAN+vYz/aQCXrUwvXz/3R8nsuRFOIwH3IXC7XVj4YLnR77SQ//wChDlI39pH1ddf/AOCV8k90nKWt+NBpP9E3pbDaMGsA4YP5jVYBH/8AY+IKYWD/AKoQOnS5GgBHHH8eyW8dyxLH98XH6mKr9YlJyxgkfhhalslZ68N/uEmM9N/Mq8o2Fr3OCXdtfcjN19zhBF0ZC4e20BrPd8a3V5BAYEpeMHhNbA7sOuyxDUcmGTf4QbNfcRx311u7NSlv4ZgnGIzJNkbrZ/ceU+7bYCzsnsjPf921EgEHC+2Y+rW7b4YoeWP3ZAvnZ7nH5tG6Z4pDvjPBN6lra6kC21bbL423fvjIPuRn58gZ/Ac8VmXwtsstuSVyPwNYOIwntnjUiHyR/wDZNZ8OJWH21f7Z97/HYic+vbu7lvImW6XoQssFkurd8cDCLbCBZDgyeIlb6vtsxD7/AAUTWC2PhM7+Zgg8nLjbZfgS0xpAn1W5i9PKFl/mON9A3qza6aX1ysE0l+oN/sTPkgjWBAn+MTfvOkjlJ9N7f5sf02o+80gwYjZMwTock/JIZO/g3GwB1Xd/D6mj02Dc14/0Xw57do87aniZs37DZa7EL2PvJ+oNfg3/AK2OP/ZvP22JMYfY1nfBje/hG3BLcGxcCPZ9Sz68OC2SOSrUP82jw/NB+DA+oVmW8jxvjYf4Dw+MiYE3f9C7xV6mn6IwBQ+ZPp+mR3sdh2pXvfn7LBM1+jkXIO/tBteAgwuRP4tf+0ei6HBMZyHXScMuga/8YD6ufIufb6P2To3eFp3IU9ThGwb2geDiW93L3M57+M4UTo55bPAwWz4ZZPL3d2EuStp249rOxPjfCE/hmNWsB68lyUK/NZBWt6cJ6CyYyR0UbhLs/wCRzwzLkDd2EF74DFcJH0/dOSR+Vvob9fRaSdD8vUx8I1t9XwJ89D1+42j3sy7zdIQHMmie/g9kWfbr9tZfpfu1bPcsjjcujMENOS2z421Cbj0hkTz3/fkRRr9k9dVg424I5JmKyckk9pJTJ/sfiJJA4je0ZSm4QTV/2BnROtF9ETMu9mGm/GRyz8/jCAEZ5PRu0aWv3LtOOv8Alr3ekbEEY04FifgYr3HWQJY0Ixj20URuhnBLIGX4gOZn66/duActadtVXesjz2Y/uhce4xkd9ZR9SOLGeJ/wI+HAtBgRSB9DH6E78fccxax0Dn32K4P5J6jgDUAgDe/qOMf9h3oeWuHRId5KYLD7nTbeiLkkEc9z1uxMpo4kyXudnDhKXjsKuSTUwu/YFt7LdPuXC8cg8D49uEC9EBwkoDN78CWBLLWylmHh+YQJtlv3LbZa8A+NhGGfDB4ZZb5vjbiWx1EXq69vyyIf7YlA/uxtT3x+fD45EweHyNy0sQ7t6ed/cz9+GV9+eyy0Sr6lrvgWMMFY8iJTbQcl6w920rB7jYwatH29yiXtC0l6bOR6f6e4Rj2ZC47t0RRNj0csX+m19ki/rRkfnZZf14iwDtsisrn1tK9f+DZw9nf7g4DoQlko2CD2Z/Ym1jQZ+5/9Hy6DD24EfAfoMUJwTG9oHxD/AOWqY32e5qw9d66c1ma+E+BiGvUthLgfmGEdavw+ouujHufUsNmerhjw2LkdYYfgPkr1v7LGeWWN+QY9mXp1gkcwTw74InySPJjZZbPHIZ9Lfj0/xNDj9vD+pWib6Xv9Sj2fwmK3I72K64AnYd+aFxPY6jA2Pw7e9v3BfkoCP1OuPlku+7Lr/Lj+SEPLkPMiZ++p8Gx3nuxTy/4QSmCY+CKwqf3OEL4v/ZY/bJ8PgcPHu7Hgx4KBGnclMn5LPbHxkKyybBI23GzpvDhZ7dluu3yTrX2BTZcCKBvcQrVW94Qk9l9ycR6R7rBixjBo2ihiSDIxxznu+cVjtm5fh+iMAAWs5vEuGr7hf64rZK1+zQ4OTf8AfY36SzqOB9+Z7k9WD4yHw+2022RaMnt26Iy/cB69CSIbgSFxvr/U+M1YrozI/wAxmJyNkbXpb+VmdMX+CO8wS9xBcc7tzkLSPWen8SZqg/7b89dXY0hFg14Fo65/Un4xWDLiLHV2Pztz8IO5N/wvkxBc9XQPULOidSZrmTfvbY3Hf/kMHFj+l6TZgnNn6Nhw9+/gQkxX2/LKfr9EHL1sIN+iJCuD0fm2u5kRpQ/WLdFuao/n5CrrP7kY17nqXd/Ufvy5p+nkwp0tvhJbC92Xj0+DPc+BjfJVEc+aGJGRgYD2dl8ABW6b8WCyUINsjNfUH8diTEfPKymoI51PhmkElBHvWexrD9v7+2W0ui+Du2RLC9sH6nWOiMGU2eSZcnw+ss8aeBOslPRai3nz0SKg+uFsDeu7KHy8O+DyWCVrJ9ZWffDhNNvkFrL4zpNPPfGhCH7Zji6QlgIzK+BqwcsSLRaidfVemzAJ4ZZg4Q+mTOra65Ydt/6e/wDL816Z1FujkNMhdgcMgZhf6+kIy5A9y2X6mSddP6ZnHU3X5IiOIGGfmRs2r29xqIn/ANiNeauyUn7vUHuHy1/7PHqe6yKOqlge0sdaZs39A7EcE27s8NzBju2VcH2FHPk4TU3EtJ9RPsgZaeb0G9zQ3IwUx/1P2io/Nr4RGeCqXZWFnjvu02nnf5BR2Xn78bN6hCJLea3p9EVkY9M3sai+gOv7/ECGD29QkaouCfzkTZczzwGtdhOX+KZ6v5WPo+1Q1sXNk/8ARcsbyaX+uBfBZ3LIXF+CRpqtznjhkQtueHDVQLV7fUQuVsv1eP8AXiZHEga6LM+Cedh08ZyDvjeHgGPGnpZ8ZECRHkevkDo9HZhZ3qYTsZ7TfcMEtUmIxwD6nyED/wBLi0Z1kncgB9rt6ZHNtIejlwjxB9nMLs7X9IPkMYf7YeHX3Pf9X+jS7AbwwivZQUPtkPI9P22h2Pyw+X5H6mtRn4hbCDgvxMQuvuLaQA3Ptm6OiW31/DmWzFlshfSJ6WtqX8u2KkawBlxwJhr85GV8UnMC+5y67h+VtPe9H+7k3Fi6u99QWKw4B8ZGiV9k/aBx/cB30epQ9SrcEP757HiwfC2Nu8QyfOyjCk42tVVlIxdOEQG6RNkyAgnM7M9WN7HY4WJZsF6P6INdOvhKvwPkA/6jtmvH37jDp5O/B+PwWqa79Zlo+WT2/T3FzN29n24bPqe2ebMqTzrotno9bGVkbIOwfCeTey+SPe2ODASwi+1OPs54PCMZ3Re/4oTk4PzdPn8fzLnu/N3gT8CCw503pbi97HYYLDsA8F2QQPtpfr2z477vdlp4HbmSyy6N1/BlljJ4fDfZcXkK0mCLpGH4JF2zeSnEPfB7sMtW222w9jFv5uUtfCbbCwA/h/tkSWW23ViyLkPhnpBkmtpv8SnWD9YA5KZPV1cErc2NLSmYkI1HfiO3ogC04Evo2Wh2cSDfbEkCHX/sbBh7YItaD48hc73/ALF1J01CTozsnGTu6cf6mGDXRuV9QXZJ2FbBDkj4QA/jD+yY+hEXz95ACzR7mlHvsng8fxbSlgrfiv3DT+5AyLR6kzLdWLUI6j7jhaT8kGH/APBnb6nfejB4PSY2b6f7J45Lj4FZXsccIZO4lk/BKssF/kWj3E1lZbrArAGsxVp7k6yIJf4HvgY7PhtZbYhI2yc/MPjPH/zFWU65X6N/gwDbQNWDkMJy5bpt7fCrUEKaiyFhXSf3ad+1Mtkw8nYgzm8tRlIfXv6ZiDvuNy4FuDOT/RLonfqAAwDkytwzbSEvwLXG/gJ9mWaLR6+8sd6zh1n4yv1/0g4C9PbLPEJD8GMul+k/ogfd/ayWK5+P/wAywxmqL5/oeNjpEQWtu2MDBevH1iW1vk8M3FbZb/RP6rvf4JAMxUfxbT/mVt2chDNM7Z/J3W1cf3PUgfkaX0PZcUPJY5EYA+0IW7A7s4DvsH0f3OIAAYX9CMtfntuK/wD0zPV/AerGR09xoNDX0EDD3uvNy32TD1n/AJsBCU/Leycyv1+jGXIfg5FVCU0NGJtqHP8A8TPGFxGLV8L4XkWzdmOw7DGMcxfU8gjcbo7CQW2xpaAfULBhmT/r2wI51smtROR09i6HFmMkYcnn4WXVANf7Zw4v7nh2cmebb1hDM6gyiw/C1ddfsIh/V6JXsJT0M/8Actg/TyP9vP6gkDh9biGrAmp31GgAKurfyHws5JrnH8Q7AvwiajfhdmZzj+bJrvo2MsZti/NteImwiaPEYecPqQm3bIszrybRdwvRyWJm/ZTipRu3qA+QGmT/ACc2WWO9mPA5x8BDF4BnsfcXL35P6jWfekS1/uz5y5g/n/CIDxbJK2eabduffbSIMPS08YZs3Hz5bDNvvjYW1/EbBONma2bEYLscN8Y+CbmTyfAzCx+jBGaXsJ9zbt8B7aX+DUlfBJMbdZ8S1fA5t2ImHl2J9bLshJEJDKXHl0yIm5L2y9OvhnIOBy91A4E437DxDDmXp6h3bQzJBMjiQnabh0vdsNsfEC/NOMpmp/8AfW9erP8Ao4wO2zG0NxZKHQx/sOQ5PWMQ+s+t0TsTbex/T7nIXX4zryghkWQq9/4D7/42bo0cYbJe5HJbScJ+mR7BDIsvW5eH1cya3Lkyq2jMEA/Nt1dt4N5qQOyB78Gfd6bslngKx1vRPGnClnuXwzfARsJh6mbW3fHw8e1lmeD4PCWtlhB6OzOzgv8A+l8dieHP0WkIH0jh/MiXjuIY6dn6QfSIV0+AQkOb3oTExI9P/S6N/q26Jv6yR/Ni3UWPTshw/wC22Dg2qGgu8lC4Lvq+iFUp7/6sr9f9Z7+Lt7lfmVb+58c8D4RaMF9k7N0fsyPD1Qa3BcnPxYQi1Q/Ehzyf3Lv3wzlcr8Nf7fAH5ZyUheNxFcNZHN/tiDM4QOD7MIRmQHrh2J84S3lR2Ncq/wDwki305MZG7n+B+WxE9TfP0WHD1rJR7iU/S7YbfY2rQfqMEWBAd7gP1tT7T2UPlrtHAQMiepPH2fpZrYtq8BiUOCkKSMa4zYXWKRGW8/hP/pHmMzn1V7Ez8en+rcZbpuiRPcXqyP4vmAltnGaPCdIwe03dHzCRYcOywztup+kDa9BGtYhZMdZg/sBkIWmu7FkPXLCbBuosPzZDeXvRdq2yxtP3Rqp7vokAdJDTbBwe2EOty3Z0MbPcoQAdbtB8hZ0HSIb7P+0XN99xfc+rs/RssJ9kjo3Vpj9v1kxp31IPHWwPRLIA5IacHfUCfRcJ1FXN1bAQcN9WgHJAtntsCo9jvHyZQefiwAWS33aDlloj7txmxgNJGwxGAl923ob2h/cZ0U/G9j4epl9y92mz9PgFgttNs6lmymHwI0EJMlVbj3WQUYBwWoIZL1W9A/MlFjsMolfhjehCCD1CYWSJGXLSMtm+Xt4ECD5L8d8Lj7lclmM2YNvws/XhKfbDsPGNhH8OeNltzIbT23avkVtE5ADliyHvF+0uWivhvkkfB/PZZjkt+nWcPecSvbt7CcSxArbOQF9ZGGnmfpiy7bDRn7KOw3EbR8hPT/ZcJxY/psKETk/ydHPV8VtuXEUxn4kkP5iPWwYej7ajcOh+mVrDSfULvBOmN073i/3Cthv+THn1bacfsns5sHBjxsQSMbefr3KvyNSXfUCAx/8AWuCbpZ5HrcKb2uiQRHGF3jpe3b4t3jHHbXwZy2XZ/T7Pu0wW4s6HbRS75obewtWu+GZHlhIO+fbxsWyeN8Z4yB9fyPn9Xs7+i5z/ALBkgRnLMd8nr3FvGftW7MP+Lrwn+pKCzHBB3lzQPwMt7V+V8X7Lb9tfy3X22eFsLcL3evG2/wAT+B52Yf3Sd/ozm+HUuPc8RPoTzwoYZLlnJE8Fz+WaCW/xWsqfD2YVAxr/AGwdY4/vi51639+y/wCsaAGVR2wQdKwtEw/BbAc3/P0T3+2B2daLRfMIPjr87FCXGAHp+dnXA8L3LN3fPtM4TsCakOf6oKgNMQ6+stDuPx8WKQPsDT9CAnQuoGn9zhoWfk/m2QHgfP4Il+896uwfoMiepD9DJ03bnwzgq9gB9mLu5bsMaajWKW275MtthR2ab/sYAYHqIuEejYIXNxscMdJuxnNpF97P1XqYK8wQAC/H6Z9tNWVFe/JCfy2tmx1hOD/RAu3tRp8vwyf6lYTr1YwOTbHOS0Z+5q9vpu35uWOE3LpOEuo4j0mJ+XtwDTrP4LYejJ+20jqbow7u/wBgAd27vC+Ct78H7IYo9R/Tbo6lg6Nzc2eIvVPT+yO4tu9YZvo6WMAXBh1DgPGOSO7Ivb3cCnOow6SGIDBtF0+8t/v8m7Q39g4/6SmFX7MshebDUQsJt8h+iNSbz8xEBg3MlvcR7bLUsb+Jgjuc8Otgxncvmp7+CN8/KvhWOwulwuoUnl/0M491nZ9+rfrbs3YBEO17s/2hOo+N3w3zwNtvb8+BgNgh/hvJZizGTdT7dldYjw/f8G+d8/Ihxl1jrBDA5KBB4DN9XtZqZIJuB2RcPF79+UFGAT3X9sXKK/mSXRy9yI/3KEoXsIzYDrmmw6oBrN9CsHS5NCLI957tHtJiO9kP8se6mP8AU7NTD5L84yRfMjG3xCT/AKtpPbspLsaN9CW9HP8A6Pq2f4ySWAOM62dP6EtXANr2JbjZ+PGMgFlhIhHCX8Uk+iHvwVJyzGe2+5z0vRk6Z72+kXffSB5rASRVdi53F1n/AFFHk/lMk+C3KxrYZ4L12aH+pTJsCw8MztsRZMlY/ix8MkssYGCPq7Z+YDnbfptW98NHy39FjdnHgXvuG/bX5t778Zbd8H8FjJ3fG+G74PJyY54bfDnljwxt3zk6aBe3fKl1ssh+wHpJbblp4ELJvkHt0f5IOPRn/Sdf8s56nLf87r/luizp8aC+hTl394B6I94Pef8A5JPv8Jjhpb2HSXNy/P7vn2OjaQFXzqs4333/APbFgAGAcy+rg8v/AO6xSPgOI4gwfrHPwdfrI5PP18hvXM0z7DkSjYfepquLDSB18/vaosO/mkwzgT6IYzAtsAPremuPRszAbuyz+4HqZ9hv8t4MOv8Ak4ezvcsR9Qjtw62HZzcmT9zzwbabVy//AA+IWNF4Nk7TDvohQfQZHUActlgX2G2vmMEsYuOmEaqn2Tgh0ts383AvZKPUILtHOsk8D9culXHrWTgX7NQ59Mmp6Z0u6JLY/ooKQmAf5MWG+x/d6fe+45jIYei0R7eES+PKfkL9NQo5p9WME9NZ8IcOO6rFpOeouT1+5TO6/uV6rQEOL6fe5Y9dEnD1X/LCK7N7S+Mkbhub7GH295PxBH34BBDmLsP6ML3n429cyG4yGhBf71IsteXTjxjpxsD0QPspcsB717M7gvonY22gX7FvRgFFISOQ9l6sLcCVD27n2DkCfU+pJiI9D/s23iR1wPVuMlYvW/7KHcT8D/UI3Y/E118/J0nlv7hyw+xYmwG12PDnkiyzC2IwnjTwS74cf4Nq2TDbDbviHJf3aS2xjZE+7Vuypdg7t3BqQ4Fg8GIL8rxo+4hmz+ZXwLe2DvH+2L1gxJyuj7JUZpxtvPOb/P0s/wDERSwuN+9lHJV6k3sYaHZ35EzGX050honVKTLSH7DDKLH6EMLHxwlhzisld1lCwySPww+4rqvZZJkCu42Pdnt+vjJx9j2YOOQeGsI4NIfuUdvfDdjvgGQ+BhNZyM36eA9LKMMvZk/tLMbKHkYuJt39oy7uzpG5cEOflyMaH7GGL2QHn02zsseDuyz+6eueMkhH49YMfAjQpb2JyY2O2QdZEwOx2A2+W7ukhK8en3ba2uy2yfwb15X+e+VsXvnW2zxsPhy3kMw7MTZ/DbfGT4Lb15fpCwbAkPqHJftk4dyH8x4D4PSO6PEwE+AsMf3C5IaMVtma2Qvmz/C9E0vv/p420g5r/ZB/J6N2x6/Qnb78JGTMCx/Tavn6hLJGb0LXyDi/C7fXAWmD2fgSEgQP8GV0c3O9f3OeGxvd/UG8BQqOYAaB6iJ//Ls6xvy1vYRyJ8HW33DS5R1jX2wzEwd78MGDpdHuShp0Fo+/ZHycdnGfELMCzfG5bbGTBvq63ABCdi02MHs27srEn2fhujT9ThCDpLHeMaudl3bAmrOCbe2NrtplvNeATrlD9nOW313fWRnTPq0e5r1cHWdgB+82jRN6BPqWe2mBJ9UzyyKzze+n8fluOIIfgJzdeTMMbs1DwfVjYIT1+m4epJ/Sb02fl1fUlje/2gY3HIHjkKewlZJDN6UrfhbMvQJToJDiRuxqHX5MgDMHjIH8z/FJyN/tsMCZcvs6pryHb4t3fA9zi+CzR7iEb/1jNS978fXZ+C2G4Xu5Y/pjBrClLC8P/hZnpnxqG7+E0xwgWCsd7W4muasPNgyodY/WwjoO3UT9D1LSMbiwhQAT0yrbYfAfWzWCct8DFVnbMmPf8GfG2+7BNTsoFlnfDfDtvgIbbSJQXIahv92AEv8AsN7J5f3xEvWTMiqZ7+z26SvBmxr4zOzIOcbNzE7F7NBlx2P6/sYBnSPDJE5EnNzw3DZT+nDBO3TIxUtSm0eTYSxkWLkF3vu/skwXr22Y1Gdlzyd0qPZWyie7cRhC7znvPlgWeGwtp6RQMORi39TZG2rCxtCv5Yfw5GPZA62B4WhzLY57gvtzdsN9nkdxXUnuwFGEeknn7GbP4PcxfXduGTH9eG5Lstwj+GyungmwHJV25YkP7P2dEeHb7nwMjjv4DZbj99SUF2V/6Hb0IR8GCcOJKT7l7tjHPGXpjLC3+OxPj1btv8tsi3k98JG2x/HQ23YP4Y+HwX23+HexHh9SeDwQZpBHI2Y2X7N14Hk9baYGG277LovxJj1S63sWwF+QN2icn6M5aO4OFhBOkNocMNqJit7WP+B+2Pc290Fx0IQJgn21n+aAJ3cE3EV7/D9F7sen9L81P8hvV0sVcJbEYP5DEWabPlCv1+r2y0ucCTdn6PQzIT05EVdaxRuIK+59x8IRr1NOYTP7ucPTyIn84bRh7IS2HCBSbdhHvDGzxkNbK/XrLvI69s8Sbrdy2Nu/Jbommr+C3Qrh3PAIsTCdgYMOyBD1DBOrMZjAZGuAWei2FyOCz70SOTeswBpzJia9vqCA6c8DJ+mfY6ZAZ6JavbIRXou+MHNTp0/2xSt+iNIPBeAu5+4UZ9ksNDkKOkdqWcdXsurh+D7cVD8xRRFBqI4bpaj4vpbmvXRgmZvuGFMGJCxNhs09/tPWu0fU06l6cJurXZ03boMYSDPi9wVubObwHLVamPZicb9GUOjEkVvfsP7JRylX9WJy2b8F7CvrLI5ukjEEAth+ftokrO/iekIZ2GNyG4M7MIiEdhPojI1DpKll/wDqc96XqTsp9Ljs3fA1n85fSYnW14z82PyKN20SW7421tvs+NPq2+pwDd7GWeF88BueP43xnbLPPPG3v7HvgOwAbZovmNmK9yY3Z3KQkhWENI92HxjLcI2/SuQ/cOQb+kmTMRA153Ktn/s/kj/dP9CCD2Ge7dk/UhcmvTF0LM/29Msf+4pC6PZMN+2AJ9Wzqf2j6Tu+OWyhuYx6Op23aTs4W1UY/MLawnIUl+xBJJekB9kQBYRnx7ATmwP/APoDc72DpxfblwLW71qf3Cc53sHY/dg1jK/df+xm+jLo/JjwCD/Tt6D0WidivGPqUfXhsPBvk+vcBZCYo/4rHoF/YWfQWg1uY9XH90okwqAKvoI8S/Z7u4gfrOGRnPV7AxyPf3BMI/HKlo3pv6ni2n8tnkfwTjBb/PnlfG+fRbb4Ftt8pB4HfL43we5Lf15+347D4LZbFgCzwNgticylhH7OJD9lhJz8zBmOd/y6mQ+GrZAPNZehsU5CYPVtfgOfmgk790PcLhj6eoTQiH/7WzJLz86juWbjMMluuF4HAgp6r34LT/k2S6aGr+CdD682Y9W5+WP0uw+wGwiAfW9FDgiNYNVksfXv1k7X7K6LGowjdF3s7zbJCemD4i/5iwI16xyHgLj7hx0Ro+MoREYL9jXVu4xIVsn7Nhin8l18AeBsK+jDuy4517IEV2b3sfnqJ1CQvGCZk5vhY+5Z7saNiF/zDw5wNPCAZLQ4T5dS8QFlpvwLSvavfDWWCVAD+4SIGOv2+4u3424ra2U9W88F8O33kOBbnAwzsH06bgRrwhjl+R1ZGg1wYOoqSnHJgR2btwBSG/mlLZIuXdgN7ixgV7wPyhz3sfjKxsUJZNk+HSJf9ckr+bcLdGfEvsS/lozuKPZkrNxbr1WPNfVZacAnftFIJWr/AMpgAqy0PC+GMPvioD6/5KXW/BEscV7pydUZd3vJv2WEoJ8E/dJL+dn4mSRztsrZI8CbcLvoQ6E6tPGbHsceT1NnjZy22GVT6v8A2tfaL7HamBOe9sIbbBl/v8HY8MFl22ihMd2s9tIHckMYtG2kuVjkM40IFuynxeyohII3xfVnECOiZDsdRAAL4NJyHr5AwaEJjcth92AmOZdBIBIhmDAwo9A2RMZMkjZYzjjbo9vFmR4EmU69Z+pkYgSYgGKGPGzNls8aers25LsbDphybeOfszYYL6RbV6n5AWMmgCQSkw76+zv8QD8TR12zIO8nxhZXE9EpkmwLT2JQ2dFkzEbsHPpbVx/a+2f9HuG6+g+pmcPgEMXqTt8bYIDm9Yozx3UYMmHIz25eFHg5MWR5llGJ5zxsx3ztvjfPqf2+NHzp4PdvjbbY9e/Lb5LZg8bd8h4PI+EtzwHht7Fl7vtr/k/gYIw+k/h23LTblhl2D0RDT9wJM9Qyqb+f9C3Qfrw04bu7+m9EmZfvRvqj4XXDF+gQgNLr9zDDAcSL/h3PUTyjJQT2pDDr9Xtb0Ema71w/B8LrjHg//NgmI30fNTLhZ/Q4irOtmoZo2uh+WFeP1LggCNSZZjCl9w5ZNMcuHZJ98HrfVmPfHZ0vDnGRVE7C3wbkgzGzi1mGnweyywdtseGQEVEfZvxtuQfTO3qX8W67Owd74Z4SDiZHxn4tBp7vkQfIsrMwS3X6txL6jJBjOks4+HMiZvw/WSz2X+4956ywiaPVsx4vYU/M598mHXi88Is+jtkhPTf11xhoh+xCATd1PwHqRsJHmhDjPN/Ue4m2SJie47wYM9s4OSYiC58hgeM/4Tvde9YItEb71+Ug/YLbxJDP6/4TQHMhdu5NgZPP/wCfkuabp5g6qRV0WLo/+2x1yy9bsyAPPc8YTyXPsB+zdmVzSSRTzs49/snUTx+ifTK5Y1vWdXv3OBBhbv8AB2zw8ar4W+WTMFk8BshuKXOwUV9MHVjwbedIs8DNh5Gb6bExvBwLOXJTZccCsLw/bb4BmpAZ+d3PxKdgGtqTC92/d6h3Xu3DbXUIBk60KTkHEiB10LnsnHNYjrN7arRL/BuQNSDHyF+I+UJ7lvs4BV21n14MSmdHwSI72QbL30kJvUajwB9xlsT4FC6TNLZq629/jCa8S4seDbp2xLtTMb2Oc9lT1O46J+7X+2D90b5bv1eF6Q0+eizKYb2ERGpx/NggGQjk46/i4i8vtGw/ucW5aj8YgfkWro2btkKlWgw3G+v/AC2T4uQ/8ILC8QBwH2/BbG0TGMcvx/MSBMy9TO7yC+menuH1gKzMIsYG2wH8y974HxoyeM7b/IsnxlmeNstY8Pg/fjkGyWf+DPBfnw8Le+C5Yfx9JbYITdTEej8xMcz+rHnCdgFy5q/+Fwn/ACJTW/S1G9ngItUy1dB/c+AbcPCNXI/Ndl0RAnvu+kwlcwTdjYm78R72VBba4zm7MeiHdmsr6Nt2sQn0h4WntPRbwG4vt6j3f+xhFgdMajegfcPQRd+/T2n0Sg8DA9AfJDt3Un+2320gfbO+H/bhqsxwuMMhRF0Jqdlhfe5tjtr+Ym8gw+Izo533MXM+oQeH3+/4JfAPpZaOpsq53DB70+WyZ+4tp7bAxG6H8khHnZef7YV8prch715OILHrc4LbTok3N7If/ogko59PEwg6uFt434n60kRvhep+fdsYckB/sh+Ows9pHocjAPLJHOje4fi3YeLLLNz1GBbgD+113fBooH0ujE6Qe0HqAWS73k+wCe4FWm9kEm0PTeCMJFCcKtP9jlkX9NoF9ykjHqESHJdE2MdhVwch6fudA57hGdfhJN1VCQCcLBe3HudT9WU/1ntISEZDEdXCfTD+UoWp+bB9Gf1BKp+yMLzEF9kuxb2Hmf8AtsfnY7fTYb9iW2RvNWw6x9oes9wAfSe5RMhW8nn12x7t52I6ZpO6zlI6Y2JmXCq6Sj+mGzndexPfHcO2vzOXL6lh4fAdtMzI92j7Pzmnu0e5TEkb6uTz254djysvfAGCqbcdhjR617W+Fr3rcnGegZ72zAX7JnRMBfyEWA1Jzf0z/Mm8/qH0ZAT87Fm9OXpfDJ2qMf1Dpk69EYNyZuUbxO7gckSva0hrfxBgXox/M+xBv+NzHi6TiazfseHiGriT/PRtkmdL90p9hfzfJNyI/wBZw23xkUhMMBcvfjnhSJuWEWvDfKmL8RG1uvfqRPoJuWn5tDp+DFeNvYbfxPrHftwDuwlehO/FIvGtOJ2dbhl9SCEPcsQiDyXLSFiueqeiMOz1V+b2xZ1kAN9/1NucynSqQsefS1cTp1bdIPo6Suby3y4kuTOE4ubB1iFPbL14Lbf5JD7u22QeFt2dhc/hnh8jOo/gp4747b/DvnPO62WTbL4E7k5hFhseAJJq6d/Mn8wi7vh0JeRawxZqSbQ8eOxFx7EuJei/928D5anG3bYQHFrevw/tsW/z/H9SuOBHHw6qRk19fmCn5+/mMYHzF0Z02bj4EIPUSH5lGtBj4JpIvXrVEb/JxNTHCZ93DJPRLPG9giJB9tvVjtsNsKxJc/3ahfbsADIFREYXoJ9GyrLVpPXMJD4JHwVfROT5kYLj2s76WPsuXuA1D/ZAKR+hPSMGrB0IOlWKLDVlocZIyviI7+sg/CQhafL2skL9Jb4S70v/AFrr/wBBBG0n/IxRwDAezu+AZRLtw3pYE+79WIhRHXV+WxuWl5kcj5dMHG6yJJ/ya9fbDHkjYuHn2/uGvo7D/sox7dkWYD6/lCMewGL2VwTxX/smS97t6tjQD+pMEA5Iio7uZO99IsHtkRTaMnxEw2tZ9AXtZHAWeuahFCIo3HsgikfLjn3Z8JBfpCgj8J7Nz8SEOi9xMdD62WGJAaG93thBPkcvYzmk+JMDrL2O3WrrOGAdun8XTpsEXGy+tubOhomNHbUP1ccem9YcWAHOsm8tdkPzw3JD3Kezhxsj1sMuEZPB33/BfG+DrITMPTJHVjPD7Z4/LLfD3weFhaWGttc9oZpv/pI+v+04II/We2B+QkH6Qn18YG9jCf0l6kP8GcaXGG+41F1oX+FKjX5Pu/VLhmfps2NxIA6xnzIjhGQxUeIkXbpbcWcHJdWEPt6X+4X9SL9KVG254bO7Z5Kc/eR0U+eNtl5K2z8p/QTqyerILkWx4/fdsPhDw2Wd8bbbLPgsbz9Uflf1AP0fljeR/XqLRH9EqoIff1/cXpf7Fvu1wCfiHT+whj3ZsL1MQQKshfbvE95+JqkyBxmPZkzlg6Z/y+v4lb91fWCQLe4i2uoP37Zh+7+rBRzX8sQ07sH08fTDmvChnUOMo+5PO2dTPobYdAhemk0pP6nvYin0/hpngmHj7b4JzIbbbbfBJZZetu/yyyBPB4z+GfwOe2XfGzMWcj+J1I/LX/kTIm74xJ1chnhNywGa2MWPtz/1CKND8JX43W/cOA9+2PsfWW6gB1v/AMLAWzC76vecb2DHjOAWc3rofiMkvZCMRGhffzh8I3lE9D0RrXE/5bX06iSDkwfrb6iKuy74fC4bOGyJui4P2I4te+o7/myvMs+oqf3j+v4bWauZDfvqPbZlnc3HJUqWWXO2yFinJ1oAMTqxGDjzt2ICguWw2chDwZchbESMcYNy13T1OpwGrOlc+CdzfBbMNh0v/dvUPrAtYvrI9Bcv9fbijga/uYmR8/EipY6Ntotfm198dMOR8E5Lku7IDVueg/3GnxsCOs5N2cFuP9QyWHG0LXtx9gxe8P54hOG/xsETq6/UZ2Vdwhv+JZ+ptTCQyIvoe/uFrAl2PYbJ3HqdseZOhzTFsWaF1bEg5iur4aFAtDmb7+yajN9uExfu2aJ4I3oZ2msDrfBc1g8NGmHdN96dNn4wC7XwUIBT8sCeZOLO9kw0DAhh1Px7y6JLNSPK0C3dg5ry1HW2OpBRWbi9ltQMej59leoek8c+HEBh7m329Z/nlg9LEsG8b1BPhzzvkImP2D+ze1r4OL3cWJf5bDetjHo+v4l+IPUmdD4/mIgOxR2LARHg/ZGaXQgEjLBxmMW4CQG+R2oz1o+vyrSLoa59Lq9mLUCddJ/EHNJPyZilqp1Ix6+3RW2Vs/rMRarDV3/G2/o9lwKWSn5Mwk5qTdvN5b4GZGcbbhZV2DWwuPfgYxYLYcvbY6sQ7bbKwy5a28u7bPhcl+BnVhKHmOsYKs/AG2ls/HLmBesf27ybmW36t8nu0O2d8b72WWUCfmEQcM2MiTdPz7nDQ8k5tti9ZYMe/CY4DhGGAuWuK8B9WMHT/rnk51wi7GB7fkvw9O/CVmN/S+pnrD87ORw2r1mBM5x6iCkPd8X5bp1nJMPu40c+dLRf1A7i6oe+lpDMX+WI5ZWey3Jf4fSYLnjLPOfwybvHY8bye+eF8u+N5MMe3+W+d8E3uW3+Gx5dgs3YEIu8Xb2+M8Dlqsue5Bcle9C7xzWFpfDcbEBr8JgXU6oUkYet62qf1yg9Fbq6zfqA2fqRJjq9rXt2FzOANi3mAf71uNLrv6HJidRV/bKD2SfJXYPaC2zNs8LLDfjt0bli9hpua4TnEzyWCuTuv7oNy+9jiO+Bqo/qDaT+V7ZFfg/JvwUzsIF6n1hk+7n9oHv/ANwptwSfAwWP2rdMgDmzX4ENXPzfks7Bsg7e3sB92EE+zk/SZ48G/fYz6tPBrjcs83MT7wld9cX5hp4f9Jv/AMowfmVvJh/uxfcmeCGGHPGXqXfBKPpswAsJ+PzaSA7+05L28IxM9xuMRq8ls7/dnZzwqzLG2B8l9520UMbOA1Fv6tseFp11f8CYzOEyt/sG1L2/WxjCVnuKWIHqKvAlZ46xwRw7xJYf9VIP0+jcEhM5He741uSFAH7tfhBjqYzxa2B0Ra+uv2E5pXv5O6QzCAuJUWQ9E2yR6jgS4mfiWGh9CKoUw7CH5hxjr9IcdM+zwM/d61P5zZR+7JgJfd8CHv7D1ll5455ZPA6D93Hg221bZLENvR4zYJh8ZHC3MHJBJCWzHT7CjI9Z3S407WL6DGTnqhx0nP7I/sUjfqtntafWEthZCgH8b+GTgm9MkWOtbsNt9h7mcdelt+E92zez0mRM1YUNTjfE6oHLfXogC3U42Bz0cfHISZyMyS7hc9lG3LZmsb4NwrI93fAR4bbY8sHZezBMYiJp1PoR1twwnbsV6I/GU/Jwncl6+oAh6/MNnx298l71lL8529ySO30WCQj/APl+ycYEOkDgwy1qugB392+nnvutpH8h3+l0kGLq9z6L2H20TG5MdrP9IHOearC0hUD6+f8AJGTm+uwwcD4x5C9ZI8emGfba7YsAb8uHBAPYcXOsXCP39ZieyItnvZ6OwW+Hd8B/Ht3xjswds87zPA/mdbJ8Z/LfGWeMg8985/DWzfOeWI6rnb1sulxB78Z674Ymxq5YDbrB3Jr/AIuEsOCQ42baSNX1cUFcHyLku/m3QCP0uQe/zBxN7l+uAEM7CeWuuBs6FRzfu3cBJ+HOz8Y33w024A+B4AiWyn6YgXvwAS+luAkxt+xy57hUkjs+5qMvmtskRnn+rSmXY8+nsm5aH7CbHGw8VgP69RKGPzLFC/BG6aP+QV2w3vDywsfZyAQfTcgQc2Gw9ziaWYps/tg9uJnR7+kzN4AWylwmBSBrY2MYT2T7fcv+8kHoXVtJ6f8A2vd3z6YTfPgkCHFl6lEf1N2OQ3p2wnrA+thE49L4ioklHkYRH8HLhPj9hek4QT9MLjLUm/22IrB7hHkuQ4j2AnjCdQHZxkd9xjogcuWvxPszaAcCegOROk/RNAKvt8eQvrBfWti65/Y3T0sZLh6Zwv8AY29VHvm/7IfdtE5HQR6Tg3soHVg9p+Bi2S7a+eoE4msTBh9Re/NZcWND/nsugvssYD32chPnyUFu9xz33Y6K48f2kF/+Fe7y/PVg9jSFGOuxyDt98Zd8rk7tWGDkvZKd8mWWQ7Y8HnbfAvxtdu+G7yMCh9YbYrB/fL0rsJftNnhLE3BpEq8uf9ouMvSWgZ089xOQgGAHEzCA54cX23Ne4gE3DLE7SGMScW7ZkbX3z9S25pZOK/lkAP6OeAs9TgzyAGFr6bWXn/ssvwOlonsZUZ8Qvra2ti/dqQdLV18FjX4+RtseWvEmLbjw/rM7ChW2oc1J1I8TOA7r9w9Ez6Z4B/vJT6h7PQhcCEagQk9wwc/R4nGfmcC56vbk4B7vz4H7/KxPR8u9gzioD7N5A174O/mysAHPQgS4PstvTrYrrFUg+j82gspjjrAoAcH1GTEC6nAlaMXdLDSa9vdhBht1+lms4wPhqEi9d3UDH0vaANh1scRsBq/qPyF2TpADhLlul6tvt6MBb7rwtnkm23wWz4fAJf4b/JeSSSvWmeW2+Nt8O/w0uWHg8b4fcNvvxvl54MeHIUl7l4B+WRksHDezaObdC3VYa/Pg95Y2HGcEWAPRmxeYO16N9lsnwWOEhmdZLwyj/uYCgTNH+RlodxfyjqFcktVXv5mwbfBtu9U1i2PiK9fVt/ZABICyr2MI6RnMuHb6Ex+Cfyk8cMivRsF1xta4IPLPNP23EBGv7i5JGP0zL/yd+GjPQ5+YlHo0erAAnRjFa9LZS2rDwe5/Quj85PRVZE142fSxgVyF2/dvhsMGpiW9ftg+P6QgR9yGPyWDNzIT+AEMOy9UszcvYroSMqTFRuxq4htY7ZsHbIPzbiSve4EX2h0efzAEgcwe+NkMXX2dcYWmMOH0IL82I8vdmRMMekomdlSEX4wYnGZOTyEV31HOj+UXoBh1m8PtbdR84lj7wl+dI2vBtzulrsdFeWdGuMwZnWx9r/VpuZ7nAH0u4b29dIew0nAuaDSkLMPGWMJOh1bMR3afSfmddebAePL2Qo3VMslznglxmdk9ntn/AO0XRB/hdLDNbC5YxRsRttnb2I712JbN4MTb6IPtwfV9toIGaWJHnbPGWR/c/R7ondgjoHDJ1GGOTCw4VnYCaWwL05SS9Fu+Sm2WdpziLbMy3OQ2ONov0GswNvVW0nRyEILScOk76fQWDvQRkuGKpZgNnDGezpnqb9sH9O3uEhkJc/OPgQXXyYZ7vuUSHtsuFsgeHcYiXbHfBh4yJiyw8n8e/wAVCY68JAAe1D+9sIZgIH9QdZZm5MZmr7Fob77ewfspicXDTbCOYHeWZ3ewg/BHrswSA/kr724kVsZiX7kWFut2C7wTY5DxvySEH/YQZ/rJ4uf69Lnbvzi0a/3ZbyBfqsfYOAsZhn3qSdg/HUyPn4M9YXC/Ow+nsFLeHzD/AJdYjjm+0k9tsj0xpHRw7XqcvnkaXvAHt+MCPuyPflib34PKvk3lvg9y2Rk2TCyo9TtH6z/0LUrVVIz/ANF/kFPZE0PiY+CTwBYHlsjzmdt/h6s87kMrIa5ABelie4e+X+3/APaoHsSwztXstlyLZ2B3nueZ+sMwzlyfuzcLJ9RcP7vZENf5V2zudbH4YlnIlz23VcJMfRNBeg1ka9uhEj9/+2LNTtm26tPv9TUlIAdtfV37KG9bEYW5L2Uvsmrdthlyej3I+oGCGSRlLtwTRyvrweBN4a9xv/ZMpMcQ/ZC2AmOf8jNcQSlqY5T7pdqLa5rZWYyEIGuf/kYzehlqfyudMOE32K+4ZjVkgZjE9OPhwJP22YcarALTgV7ifgf3ZgO8aqVnuv3EP+FszfZcLTptx/JIdW58JnSF9+7ZywJZ7Bsg5EygwTyLNZ/XZepBIXVvTm/MuMsdBHfZ9X2kjPXY5AfBniMb4Ea4r54nGxjffY7mCPLwWTTu2IN62NsH3YFZ5t3sg0bJ5rMdTH8WgPpYPb2Kh9pa7+rnHIpW1FOKOIi3ZMHATuR/bbzp+b/8MpBgP2Fq9GzPSnCk2CIsGPpvIC14LlOnuG+51oSd+5LNuOSDj5eZB6gvu5cEbMHBJYO2Z91Ja6av1S3R43kQwccnrr5yyPD4bPaVj0jb7uAh/wAYx2GQ2CEdG6IBjfVx5FLihCl73By1QxzfR3qbHYfYJ+Bd2cSBHcv0scxfjJVp6W87Aq+pPgtxAwunUfhPrbUmwOn2zNWktEhVj6wUjEycLu+o8bLmyTu5m6jwEzweN8bME54A8vg8GeLd9s6tnluIU6/1k3X45vUgcUMhmfT8uE/97X8PWy/VG7u7YHRP6hh6VrT1sLSGOftlbEnQ/wDkaeB98Mj36b0WDEYEef7BixmUaD/Z/BOUgGH9xfNz8sF3wz+y0x3Lp74xmvqf4kP/ANrMOMIkIeIf2gqB+J02w4BxIj8ms6m2aMz8yl8+thudz/ZO1hm7bck2zwatht8Sfbwp43+OXPAf34Cf47zIPKo1cCOl94X9TZQsT3DsvH3J3QS9rPoeMMBT4XYuge9zI1SMtpF7ss/lo+Pfjly08ZcuSRFquEsCA5q7Zn4X/wCV0Lq6PCj9uczgfllMI/AV3Aj6cbHub9tsN/Z4iwdXq9vrmSxVf7jxIPt26TFWEHoxu/yerU1HF777DADSC3bjprBJ99tlD8GEzR04TwSar36wdG+Hw5kaJAfUvu+W3WxmVjzY5kBw9zAq9t3lvY6Zj7h9vl6hhsMAWIuT49m4N8DZT59b2J35hPgIxu+rBNejvzS4Y5tc9MWQMI//ACV1H90fuH13PYlD/VewW49kNPxMWl73Y3126J0kZvRBc/SZO4nWKeuS663tJNlVOgujd71psOL9kG+AP9bV3SHNiWCGxIZhxbYklhPDt8jKNLT1ZTY2vbO4xQ17YAdDaiJht8zI2W+z14D82z+Yb8MDbbJO+o6WDvQXQ+ei4F6x2RXv2VNWfM2KpkBCeuto6voig/sZ7IuT3ajHXk5cSIXkBDYN29jOgPhJAx8EtdXW3z6Dvjnj0MM9k2CXRIbcIEAkfDLGGBvS2ltpaaS9t8b5ZC4bDtmwMJ3tsPjNfBL+5jcj3Ikc7coiJl7stEPwNTI9fYAHpI+YXhwDn8wVugRvkpJxHpfu4PUkY9O3JAef3Br+aMZ47aW3fmJYGDY96e1q8W2TJka7M+BlsRP0xiNTy/G+zHoe5LRZ523YPBG14ZdQP8QDZB+vJnhPHH3wOvG5bseBLPuqWlXuGuWljVsCerO8uGJI33KN6KctFFFl+NO9jzD85CtdHVZ656I4FvZON6WumbEgYPLToPy2cEH5EqF+/wBmPdf3c5cfGPvUbNtNiSUMM2wVYeseyfYd2Ao9w17PdZZkuuo/Yx/ockzyfzCuFtp3A/LKMoffcMsfH18DjGSGfWfNL3cuWecvnnfDZ/HeP8NLd8GC79+BYcKdfkrnp+Ybggvd74fi6RpcV633Zu500x2ewckyD8/D/ZZ8Aekq59osti2V/hngP454J8M6G7DP6Izb6m3uGwRx4B2XJKQSTYT/AH2yaoOoXQ8kVWuwyfn9uEE7HHAIN8xn9JCPa7Bx9D21WaBssAvyQEXswkEYQP7YD/Tk7j2C2nd9vVsmPzGkQY/7KaXL6Z62rQ2WrElrOQ/vaBjFbGy52WyrDkzsuXUGF9J9XT1aiRyzRXFXWe65K9rA4ZMMmr3dHgvA1Oj2Wv8ATZb2EY7qzrJHL6YH9sX0GDAPxYtykr3bBcjjY7dFJk557cUglIOTfGtJx9tmrvP+i3sY/LMfYIF30F2bdWXNIbrwhsR7l+If0nban2HwGCTr3wITvhCc6Tr0yg/uDK9ztoYPvkRMYH8sYXoAnjsm8eEIT5rc+oUXYXu+JmKIaw4QlY98LNNiOzWHuy9ISS+jJQ8MAMK9vbE0fu9IrNNxPoKT3P8A3T6qfGQC+Hh9EvCGsfyiGfXgvZ4DjsvJj29eDbCz9epsbIG08HgUhjECP5lpYNEOWjZfLs+EkllomAalw5GWKlw3QYuZPb2Zq4k+RC9mFn82Qm/Rj3edDavd7ZHI/DekKPAM4TugQk/GT1fV+iRRGLgI/YVcFl6IwXQHG0fbUrDNw7anRsOZO5LCWhxsYMg1vazEDlmCwsPlnbLIDw5c/NyNpHj19vVuTVlfGQ9uR4v+RFK40Houpy3hMHhXc8dI3Y/qD7B9GhgC57lEM30XAHbBWwIamB+29kI4/wD9Z5MFwD8T7/7c8RV01LVlfBB2FL993wTgXbou8SnB3WDyPoNjjOdPwk/7nH/Z/R7iWpuD/hvdwt8O9bJAffyW+T+233/EMXxnjvjvuVjznjfG2Tb4diM3vs/A/MKHQ/ruhK9FbXsRaMdb8I5+iy/XnqhsCfjp0/EHGG/21XqdG/K39kjiqhGNIB//AFmXRLLXwfw3yT4d8ZZ52XTwyz8sWFckH9x7h8b7nbngm0zMtL+i7JpuJ67CcnVk+T6LIEy/Rw/d3f3sAHrAYzUzbt+HyEv0JW7YL+4AfWv/AC9X7WhfbyRsvX3fc5abtlrONpsusjiwTSyB1PgddgQD3O+7u+/A2k+Cj0yHY9zR6W0+BqOeGMZ4XsPfgPa0TNn7YsbPvdxgC7Ang5t67ivdNeKN7IuOjbgvR1g/YSUQKQsIfZbdc8t94W6Xnw/EGwLBbk6m+AB6kZjIOhtBYP8A0t63Vso7A8DGSCS7axbNYxKQ98YRlqRroZ2Wy7+VvwtezC+EY9+GF7EQWO/G07sA++UI+8z6Wxd8Ldb1iz9mMonKHfQkaRODjP7LPC6fZ9F33AbiIU6vhPBx8OZFVrPYMixg742HyWLZHkXW+GcRyDSQyw8t8m+EW7ZtyN+q425bvhbWzwCGbsXjWex+TaWyGJ/wEfvhhILDYVY440ZMsX4ENuC45AxJbUyZDXsKALTv9fpuhGXGIgIrDvUP1Z+fkWp5sWefBYWeGyNXXrYseDfAfGWRx9bab1lICfA8e/DLJJjFeE8M8Esn8tx0hmHFq5fczxYzrY74J5s7Fv8A9OP4YSNuscmZapuDEdt0lZ5++nyP5ZijXVX3BzWEbO2GWE+MjJAPc+GzI1/CwVLGhe5KehsqjE6S8H8yzc9JuN/9hPDCMy5IZX+C3Y+tnt+tzLP7vBZ/Du+D+e+/LHfcCGirhY7xPhaoVdWZaoBJhMXk5p0Od9s5aWL+8gwHBzBsQQ34NrDPT4YxLoBkqXZkfkAYOtnmDuNm5h3+QeOeXwJ4Y8/fD/APDHuGoP3YLYQGXtDDyJpZZdm4T2wzPaJVA+Q9N+MRy+pMd2AHqfdk9s8/ayD3cQjAskn37g6Bx4Qw6LXgBMf3cow/CzEBjoT5F8CZFk3VLf7EIFsfIbT8yJ4MJF3YXzs8FqWYaLnMCxMaeCAusAymYuw4F6ecanbUs1Lp3Id71UPTdT7XMELcDqfpHG+QArnVveCUK1jftmYRijewMkBzwZYxM3/9MwVvcOw+60Rf3YFtR7BE5+sJi0sjfEDbCavgdGM+NS1CTxxsfHUpbD2H+A22yEbWHds9yEsNxYOPdrO9R/IjHNfHeuuQE92jwEP/AGNhgP4HqD9JseJ5R/Gst99pYJ9t6rspdsOrZ1OR9mUD2zXfBMI8bP2Tw5kO+AkxgiXX+YMvJWxCDrbkP1mCzNk67emJkkOx7yPc8UZ7jUrttsvPGzi34fkRpTYmmNgSJATjyX+h1m8O/tzCBIJRhYeQoxhfXsuxo27gzLOhsswjqMyQO7ciXCHJUD4xpT4y5RVYcU1y0ewrzDp/dwSM465/ez9CTB4w3rTMftW9Dnsie41ZuFs5ZHdjPc9TMzwwzdnXMX4ZTaupmC2+hknIst16gY54I2szFhWTsniF9tWvAVpamE85vbQSsAAsL+t5z9Zjrmz1wYWu+EzBt/nxDxphzUJ4T9F81icq+2SsF0zGby0rFjsrlkbL4HCMxPsw1cJYy+KY+5wN3PXgLBAy4BH9MnLN62wRHF/C0C+/azpgcnP8+mFP09gGH5WQW5b43+Lbbd8ZZNsHPcUQ03n9wJ6cj9RH/ItV56/XqcADwfltPZN6voPeLOxlX17MpI81rUIPRneWQocOel/MoqfaHpJlk6V+And8J6fQlrL82WL75G+M8Z4zxy3ltr5JY8PfHbH4QBQzwMMl7tv3suoY2SCkfSYrkRSC4DSJ1Z/d7XMvqLDrDlxtW+2HofdnJf2y4Vxl1ZUZS+7ttrTzTC3dg/ZAe5D5fWzw5jU74ZZwl229eMYLlGYxEH3dOwHsd8OS5GyEuRO5wu8nIw4QA1ew9XS70ubnLj3iv/3Tt4KLYGLlD1MjiB5j6mAxgC5h2WAHXhHsPYCFH2lpzI8D6feX3vf2SNv1FmR1XuESuG+n4uQsGrV/R8nEbAq9j2y5esh0YP8AELYRO20eB5G2eD3eo8rAkOrFbd7j5OqX2xPGAz4LDlpxvJN9w4RDc/RM9xEOT0eCbP8AWQXu/iR5IIksjzfepgaPzD+b3eA80sYDutyU8FusOtge75L3t7e2CG9j2xG54MtLYfAx6bae4MWF3+F3yz5Pdw8Zk+Gd92eGYTWWzm35EUw8LzY+di7izhOofPHq4zlI4ISmh4l2Jy9yIAB6hJhbnBk6piYs3LSQDytwOEFzkipdbf3BLLp4ST5JJRu9X51ByHVjSwQyCbYC29eN+Ftt7tlfG9sS3W3NWEGD/Ydl8js4tuPjO2WSQeMssggnUTBN+F7sbX9GpoFlRXLGw99/qPxX/b8fc+pAwcPyQtgTyM9OPq6L1Epj7hED9w7wliYZYNmhmL1Lkutvk9zgF1j9zgz1AnoFx1GuxlGPV6hH9wfk97PwTVeh/pnR3Q7YI1USMwe1u2r9bgJduP7nxrPrznbPCHl8berfJZYF8F+H7Yeof/5YCTOb6kHwO8/qYNjI/kt+5qv5ZZlr26UfxyAocyP2qbxm8uVf3HV/s54C542HwTJb59eN8dtlt2Ydxrh9R7WYiw9QYeBDk5PEmK4a/wDCJXyi+8e32rJV7vh+Cy97/cpguys5rkvUycg9Pz9Z62RepV/lpT1V8CW26yPxg+74VMQRPd9oDwBLbg7awzp8BGomEmCXwOYgMu3B2xS69H7YpBj5Hm1hDmOrByIgPYp3Oy0GF1AQf0sZljyHP/lxAQeybd+FtSWMj67aBGGd3stNercfd8D1OhsWkrH2RpYY0bH/ABZS0ADx/wBD3DbXHNC9kfBloejG7Cyllr09RxGz3UcMYBJalo/ZieyTZ8WTFice8W3dt8Lu275xzwzJb1KxsSumR6ibLPA+/GzHjX+BAb0JxqXJtgjOrQggTHkax+TAZxttltJL7IMYjLfAKz4XJ+ngksYhmHJeeGxKQ3Y1jQu7N4VO2HgthlCOxObbaT7i2LUNT9XI6Trqf7PSrQWyR4egT6SAvDvAkQT7G+RMOrN+Rf8ARjS8LkD36kZPstLcLZOs9Fg91xjKfkIsx74nWDYSJQsGwmXRxOv4leIlf+CWXVYYduJ3dgvS7LF7/gyTxS08Iw/LYyrLUngibJyCz+Ybbsg8by2Tl+rs0gBYXnuz6/WREBvt6zqo/wBlTuoZfuWXoP6b7VLd7CHf/e99zZExdgQ/Ef5oyN27Ov4nau2StgS2x4dusWCbHz2C1ADE9f8A7I5HU2RIuLb70e3785/dUKA6v4JNN9JDv7Us1OS3Pb7m8s21jc3sZ47dzxvjvj0R2yz+Gnj3d9j0sezAI/SQA3Tt0gg2/cj8i/sfk8AAI/susJGft7bIJ+mGHofgmQii60fu/qyZ96P6ggDuhWPD7AyJnoi3xnjr/J8smHwsZOR0Lo5Df8Tz3g+zYsP/AGzE6R+s/K0mQO/0RD6b0go/qcp3MJcPyfVjQ1O7Oo+2foMu4N7ADjny2P1suvY7aDN+3Gs9n/YNZivT/wC0uz3wafXjgP1tkT7W+CMS0WxEjXA+vDtuIUPsCKw8GFtkQQdifdw/diM09mQvscfDZT8YM33cH1CxyaRllxq++xtI6S7/ANLAmUufrbV/T/gScfoE5NYWabZIJR17k0vftH2XVS3t+/2G+iMAP+kJmvvsP9Tv1CGJ7d74Nvm9/JOg/CSxJ2h7CEoLUqcMSS5ZJJshYuZMck718N7uOx3xkR2YKK9BpYySfeMpBMw8bbvjfGe/H9t8fJ/AGPwsfx4WsYJe9/Egi2jG3PVu+BLZsifIliWefYn2/u3xv8tJIiYLcuwH2Lp7nknhI5e754MftcyPCW2Ehff4v3gfqmIXGM1feFm5kbZnJLeCvV6WTuZ4Pd1cZNxZXlttnp243nSfA/UaDDZ1iTUt1GZAGHmylGnp/TI0ZOvhbURsldnayIybY8bbET9fGvhvjpBYRgBrJi9fg9Wv6Ph4fGFnvx3FzwzNTPi7BlyCG+2PckasyXf9Wiw7CfQvsCFN26+G2ySYhLN7Z43sLyoyTfs+PhLhyepiBpPeXotzsuvhZbL1sdlHbp/XsiQnqHR0kySCJz79SpvFSWjQgY/G+m6t9x680awvWbcHCbUdbLPP+2bJ/BdPfgbfL/FffBtgV7EYvcL3+36hK/w/3/8AobIDuNfBj9AvC6pOnDS9XYGjA11/9JyDGxzf7fptNSGD8FuowAGTQ/5l+OXr/Ox7PHJ/nn5592M+TwT4LngzPC/73VPTOw95kjhe+M+2sL3rJ1bajDPt/TCNFOfb+m0NfsDPr2k0oB2Gq6HP1HvrA6Ix7QPcBD2Ovp+7O2Eek7/RO4QdyYH80ia6wg1hgaybffEYey98DknWyYy2mz2wx1i9wIMuwQR67b4Cxe49Q35OOf0WfUrC9OKwZSL1XdtLhYhZSBvWF/NcmLGISgbR/vxWswD2OSVdOLcpflvvVUtdefiD7btwl4XfhELl7GPbc2NJE+DGYsb5U9k8FfuXOOvX4FvG095jba9ehNnXoPjp4YB7ZGzVuJCJCyOSzxITO+Pdvh0ul4zwIIAj3PhUhsWz7posUVTk+8A+WG3+PqEY8E32JGpkpqeCQGJjdfNJ6wScsu25e/DkGeMs8B41iHO2ayeNy21uhbOPgtjfDt+JRbjZ6zkseGxHwCb6Pcq1ZC6sA/SEMCGuv/KBlYvk20jHuS5kHoJljq7dMziP7uLdJ/7ILMG+eN0erNZzr1+QJXFx+okghoyz0LZJzu5+SfwJgf0xoHxaFlbpewxBOme1t54SYBeLdx6en+2bueE8EZ8ttsj0t+Qe+zkWHWD03+iU9AC6s8c2BYQJ9XfeWeELJv0zhBYlucct9xG3Wx+2WaSQmxP1BgS3r4axv0sWh9nVzwOWr49i3k5lyrZbIm4RNl6w+PY/wOKLLuyVoeTlOsMXsGggPqcrqwZ6TbJ/sbaq1S0bj5YvxD0zMcfHJi9TPfHu9W+d/h7gnJ+C/wCFMx/ISwU9Nro4b/Y3fbZPQ5j8h9RB/mQPNf5r/wDIVG/9GQPMdXJtiL8flsZqnC+4cZWu/fv8A/hvhsy9W27/AATwf3LF/ZOvwh0EJi5gvCN8kM/Zn3IgPAT/ACHnVjHilIcMH+TZekfcjD0MBu77uUe7hLHVyvVdfeTAZyxX2Js3GwIOrJ3/AIBO9IQiJ4JN8Dd8bbHtL4ZfVOHCINxarDkIw9yLK2I8DexGoBH3voulsG5Jn9jsvSHOW7YB+XLADbPTd+Jt2EqS7c0nLA+tZba/Nf8AWIw/he392/uXyJZBcimHEXWCbzxowROOwJF3eNmh/Z9Qd0CbG99aJs4+RYn351tX/wD0P2N/E9Raw3sxe9kXL37a3aXcZ542XwP7HC1hmx1tNdnjb4cgDwOUYe4dfKSK7r7fJM20n+BYtxh2IDPAWWr226+Ej6YME5kDL825b47kMb+ZusXfHb3seEYst2+s8f4HnfnjiGMjwbDNG4RJ+rlgCHzW1OQd9sLQndgXvAt303u5z8Scwhm59yG1vxR7Nt6WVvTaANb3zsFxdJPT7traHH+r206Wy34MCO7Bjg2B5xjZWe3NDRl0G52c+3q/qU5aYoA47NPpT6siI42WRPQ7Yp7Y+vjbboQtttod8dtEpDPjrrG5jLpbendibCy0tLbciOpEVNol8+yL8vgMi39SsRqnfsNGRZMpbat8djy6x6zNIMkTdWTezKPDLbtmdvbLDw9zZLfvA93BANJfPOmSYFz0PzMPO4XIej6ZGBiDO2abEbsmX9wBFxooCcxiDzn72zJtjx98ZZyHL7MSeDo3eo2+8D7J33lP6yKG/wBkYd331ElMl6zMheIiF6AXfd6CjNnoe80bsu+F/wC0pEM/F98sIW3WPGl9JP4b/Dbn+ybn6ZBzhzfwtnogP4OAIdbRSD6MNT2Ezly9RRk7IaPJMw6zyQ+9i0/vk27vBt2Hkt7F2XcyNN2HP5BN+8DZpYdIK3wYjt0yUtt8Z4XZ8BNXYdtSH8s0XOPg6wcjwuTPtmp+ENj0d/qxR+46IY3PxbEL/cavoY/yGF8bhz8SJ+7u43Bs89qWET/4tcu/cXY8GDaV5GsWNwlJypfZPsdH5y6nbPqmP8h72wfuLe6esGBfqxdKzR09sx5+YVWHpnuXco/XuA9jdNrEQ/piVI9kd87dB/dnj9KuZbcHCYzY86OG9m0A9hTIKDmRFtoX1vZ9/aC3wgPJP4oyRsNvj2T1h+mJbGzZ4bQnqZbYbGzJbfI+R98/gxZo1nhm+zxm9kfzseMfGeT+CZYekMUj6OQbnfnS3JPQeax86nF2y5jWexYGjnFqMmQC9MHbUnnNnn4OwM5OW1QJMvDdL1IbkCxy3/ZhywOly2ZGP/xNP1e1WROTe2RTHUPeMHdpqb4fyNBowDpEKHg8gLoWvtm2Ww3LfA8b47a7f/vPDt6ZFpCMoeGtq3bX8wt7GVPEbe+MZvj5Rh5HPB61tjL88fL2Lqs5lt22yIUMwkttu28WV1i3TwSzfA2dvnjbZb340Y9nkM68bAjAHuNLS+yWIfQ6/wCWgedumbw5MfXoBsgv2/A3rKR7jYRkEtQP7t65cWnUdqj/AOCOyt7Nng/8By3weu+h/JMB0tx82JOPJYuM/EbR2zjaJ/hlkj6fcmC5L6jdhp6/M66B8js+fTbbbbdf4Hqyy542fB3+IS5F7NyKfCz4N/8AMYnzK+/+EYxx/Fm+6eDQXTLX0WpjejNvai+IyiOsWntev1ZIf3OAL0NZUj+7qes3LcULYP0lPia4clTkKQlNNW7fYa+DsyfwZjPD026tt8FnPBJyS4Hb2PzyI9sJg9bhJ88tintmN6RxvgLD7MtWHjNdsPyAIOu87/zsTH61/wBsAfCSQvW3RY72HWUQk2L2c9RD7LsNuFnDvgTifFCxBbnpban9t5CwKvWMTmjA8RIs/BpbJ5HmC7CKncBEtmqc2Xlvh8BZBeK71lxzslO+D4PGGTEdP25FfplweH09bOnkZien2WwnDqvZ/V22MYn8Ekt/F3wNnvwawGGS2yWRonob78Nngm69zmwg8Mz2WQX3I1ggkPz2NNPo38QzkWwep3zjYwfy2Xb1vYy2ast/X4B/+ZO6nQzzXsL97ITiWMI/pb0BPViJOxajsoj6YRLuYRTdD/o92YXZpXt+Df7S+z2Mtsvga2gT3ajh5D2pgBePfvqNLHAwA+4k+WWXbvh1BSEWWExZdyPGawML8SHgth8ZbbLDbbMWzN3ww+Gy77fGxtlvwF+xMhC1vwXKWyC47BKF7ZtnJlm6gj3nPInIeHZbfGZ2fL4DCd/guv5tfW7ZAsBjws/sGQQ+3oXCwzikH6PVux9ZF7enGxOsI/Y/a2Pg51hem9vdkb89/kl0YSeVPjD53x3fBfvwP0cXezmieitxE/TI+1Fmgb/aSOGBe8j/ABAiUew4nQ+rSfcZIMGefXk854c/gTt/vhnVy7VmT1bZZ0CbWli6+pdZC7HR+Cfs9EDMyUa5PuDyAakoJvIqL30yJx6+oDS/HwcwfshR1Z/Q+H8LRkYOsWZP8B1tP2TMx5b5Z/I48hekXN6ZvL7vTy6fz4L+EbcaMs/GmQ6vc81MjP8AuenOqP74QMHwES19PjsNs19HCIWIQYza8PAOQRc/i9aNt9nWE7if4XzJXgNG+yKIKc/ROM9NOxLwO65KCctH7v3+AY9Zzw9PHqGY+wjtPssa9iBgj420s7a6oMPjsya7dZJuHE/dgZnZ/Ll98gPqsXu3LdnmXq+2cfO+/B4yr2ymaPW5Ye5gfgnYbHLT9tS9+cEnwzYlh++BdzPG27G2Nlp5y2LZ8CeeC7KySQ4SIA8mlF6ev6kqoY/shoTluPz3c/piA9N7e5rLH23ds8Kf930IUx+4NJcrMZz+TAnHefm6vLCPAbPNx/ZO/EBJB6e5bvERr4/LWM+3pt8BE+e+MsueG2wdteBZHWQTtssW9Jmw+BDhbb4bbD4PjbYmBDFyAr9G3D20RjafRafe2+y7YwbZl7lCXsPss6g+PdgiPXwNvLdhyWC7Nn3fCjyTmT7ljt2CDQ49XDZWpIw8esfd0vNafgRYuGH6CZRtwuIfejZ7J9D4cSOgyz3Ii6rX1AJB5Z/C2x8Z43wBPu6Wx6hl8JNTsDgz17QHD/tae/8ApAp/0pbqv+7e3x/TFyfDF7g21uZe4y3zvPC+Anbbfz4bFYGrYW+4xMvbQG2fd0UuR9LYhr4FbOIW+mz11vjCv6tfPMt3+ahgpE//ANFl0PlAkfhOdYf/AIGNT2D2wwZt2Es+CG0Fr+bZvfhbfLb5yPDLZWx5nyV3YhsdhjtxewdUMPTIru72bWG2Xga3fRs6fv8AjDVp9zjaNoje0cCQMGHbUGzS23nyMVsFsPkOTV9XZ6fkTt7LiUYhgZDPSEpB6SYDi2DvbQxhl/g6gp/fyJDz1KY/wbcmbWT9waDFkG3Xlu+D8zCM01JwhOH6WKn9yHCjoeyDBIFoGsFsDaa99keH34dg8MkRl9skdSeo23Zbm31bQLD2+psGeMcN1BngYfPqbCyCfDluW+O2WzZZZf3c/gW+DxfOpd9WMmjg5rYI58j8PSTauj+T9WEHpyOzs+HdnwJOBEJwyflJWxD0/wDdhmdfdqOjCu6dijsepIFngNTnctvL9EP18EIKb9n3FhAfmJiS7B72fO+GWO+EGdYcSynwXxtvY/jvjDy544Ww2WWXfAKAKrgHVbdo85v6/MZ+DRFn6JL0N+rwvQbfzG0DcAysgYXR4eFpsCo4CXfnmyxvcOXt49r1ab4Rmdvfn3eizw5GeRzPAdg8MF0YZs7luEsy0X3GW/yStLDAiXCMfyX1TDxyyR75bI/N7I28jMnrjPufHPPfBPgdk85tngJ4Fo+rfeepU3J8dlKjGl10kYftwzczWMvjbj7IG/YhxZjAO/bH9hjezZ4LLkeG3yTh9x8jwE6wBT6zkq/dtd9QgQUHhFwcs6kAk6YWVykVz7lDe/cU191Ytf5KsHtq9nfzh0iObbe2Qep0LY9z6ifG+cJ8e7sSR4MQ98jfAYeETrwyWHSF0jH9CKwdNRgCjfG0RwX1+IdumeA/gp1M9M/3hH/WkwDLCHL+jO3I2B6TR0b7iFucSqZgFcghEFKTjNZH+XsbMvzcf8ZnP9f9JnHH5g4RwEXs39S/Yfq4MfDevCmz4NzwEE60ZR6kGbPcth/Pj/JRxPxS/wC16jhG7EPStv7jMexHJw29PLhnp8bD5bP4HQ/cLTkf50huj4PTEgX7AZHIk8DjYuWJrFvj5D65fjw5k75PG+c/hlhB40PHY5KQzYeauwz/AEwSf6etoqMZ4OfoT9PWJMd//bsJxzXJi8PDZS2p3wdk9HH+o0OhpZDf2p1H3OX3psoJx3/bdLN8DYti7t9R44L9+SU7H6hLcw42L4B9bMixPg222BbBty1Wg4TEfOWW2ls7bb4E/wANJbbbLch8ffB8VdeA/VgkvqH/ALve6ma1LrEPyP1PvEkBowHpkx9fBseGJ+OOyItk2Vvjts75KWMg8bdfGsytvJjb5Pgg+2PjS1xz2XNVmN8eAgZwTBwSXzYLdYuZl8+FKI/Gw3uAvalXgk6KWwcCGMBkRLnz+AP4hOch7674NjlptMDsAaXehs+8uUbJDkAoX/8AJPFAF+VxT+rOHgIJnvsiL4L6kneHE0FHsgjh92HX2bIPB7YMGwNv6N7eM7/DfB/HQH82RsftD8Qywk1NGFs5suGxKjAyVvZ2Ynb2JZT7LvbXd6UXTYXSQvo6SJa2y+R73y7Z43zseN8A+Gdt7Ech1yx220PB47GsM4ssO9sXJ9r/AM8FtwmLPB2BPPeVwPok/wBdWSXO7zVsvchZMmXHt2PdsHDbA/EPPEXfXhXvSGuZeqRfUZnIQbly0LpY9csBcUI/hJmmVjOgMk2Xexav0snN/wAsjJZKvhsuT0fHcst8Z4Vjzrfo9k6PV+UQ911cne+ZYC79Bnv2B0ZlT0y6N4PloI9W/wBkyMeCyfLdZIHiEvs7ewy5m9nTRh5MO9fCu3ZPDjnbNsEKDxnjlp27L8vRL5MnfjevHq382x4LYZssfB7hgM3ZyN+Mu9Z8sWO26T/1T7mSnv8A5PpIAAnvJ+xCb/2gEE544EarAJ+y7QINnFEx0vgR6vvaD3Z/fJETko2J26IG2fQLdq7DMWbJ4ViIs4Hrwai254W3xvhvcbPf8dds2yyJsgzwXrd89L8/oy7Pveb/AGepYrx3ke47nXZHp1ODkPXeQnm2j7wnIS3CXyvA54GfJ1DPD2kjSNXq9vhls+Pc2wwSz4I8FiaYT3DDVhDiFD/KlusOgmDrMx25T17t06wjnuDdwO2tgPb3m7Pw8Pgmcv8AbZ3Z9Md6y3XY6AyQsRTM0ftgX+uwHhCOfUnoD8soO2IXX4wPg72dHrH4P+rH8n+50ZxnxuJQe8+z86Og57QOCyWdVv5vyL43xvknznjlkx4LP4sImYF7LofC+HA8JwsaLCyHgs8Ddn72F1yZa/i/yZP9xmZuyiNEWZMUli+HPAWeNl8P8M8F02cvV1Z5CfUEYE0+x9THPAeCt8VV+TFmviP+3KbOTyTYPugv9HWLn7b/ALZmzfbYltEuj29ntkLPy3Kvq4nj0dgdjdnaLb4iFE/JFFDNnrHFdh4lSbgFAb8hDrz9X3qX9mcJJhl87K/ilnnOQSwPqI0L27Er9Oq3R0RtOun822LcA4Oc2ywss8ceHxj+Vkw08SAwrvkFzf8AqSG+9bHsuwxL4IYbkvjv8dy9vbfJb474DZ8CZ2Iib4y+wSDwEDDt5kLz81+G1VOj+rpmP6H6SvHNjI8lyQWb130mM8GjPr9mk0Bvx1vbq+rqfXeSo+4wgPA2XLfI29tmF8gfcEurMu/wWHwXZ9u2xbk7Hh8B3zgXs8ZZPg8AeHtpwf1POoGNAPRC5a1bFnNR+1BfD8yIfpaGS4WypiFDgT4M59TDW9HjpOs7trb5Fqy4eDw+OWXqX+Ix4MyWXfH1k3kxj2f3BX2Olsd7FCu5bHPVn97fltgZt+d8MkD9kXl6BK4r413yvRcLGAddvQaJ+l/UVP8AS52Tp9QzYc4l3XXfcLcUtf4bv8GL34zwL23vhPD/AC292Zbbvgi/blnNWW+qROdGnh2SPA7hY7P8MgkmE9k4uiXjm7Y9QUMeMtbcey2Z78bDcs8M+d8nGsc8+vCWNtvjjZPXvLU3622t1tMb+Ye+4M54fzoZePkroH7kpTcx/bzb3/yn6vb3akAe1uTli720nTgyonj6m+ty9+Mj14cIMgbtlvX9Rls7s0gFYuMeosD4SBhdng/UPpXBX8WaXgzZZxvdn8Dtnhh8PgnyTaWlmlPhvxIGDH0jeiHt8C0Lx5+38xrbImfcM4yZ4MCA5g5aL3C3BZK28sSZ6JfAv9lm2Vp46ge2rM8H9y2bHOW2y+DwdbLvbvjCbPGyxb4+W/t7e/AWSZNtibCMO9+vQQrs2d/JbCR32nDY8DVfmBRzDmK9aZivoGQN0H8MSffRYbg7e07ZsFgTcbILI8Z78NmwR78E+d8Nth8bPYnwkGeEZGDC9xHwCf2szwzYPA4K9tAd/rIiIh6S7qS8x7v2T4HDOGxm8ZbfWJ1n2uQhfX2vRCY8LfG+PbwfG9mGeztlqS+Hv1P8G/nwTDM2G+GSYmNnxkul718Bxbe9lhQjB22i4Ey9N7DclvTJkBBD0HJDrOmfUxfwvnW18Z/BPOE+/djevAzF2yzxnbtmxJZM7Z/DDyPZdss8er3jR5G9fCP4C11uEB/zGy6BhckSfByO3qUmd4zMItvU9Nv9NmVpkvK5Le6GkGETkPuAmHwfOWWeB8Gz+GzO22nbHn6ZfYCH1LOS4PjImXe7ZerjLCcdhADT/POo8nso6e+0CwCIV+S2HD7Z+cCe33aBum3sFxBYDOwn9/mP2tfmCvp4nB4THA/Ju+2SwS+MiDF4f2i14Bz73NiudLUfd1L7X3PWd8B/B4Qx2bIPHu1ihuSdD8xHE7HAVW6q5vO2yggfUf8AY8JoQMEj3A4/pj7NuCVVi3weF8Zp9e1gBxtG1BJBsp168unfGZ4Pyd8Zaj68CxFQ/lLs3/3+DseSG4WbPlvkfcpcgfDguOm+8yE4KuXtdSrHYtQIyP6NT9ny1x64WvZHwi0zj6mj8UOJv8X5mMzhttaey0a+M03dze2xrzogRcH+Zoy9zBGidtHJr2MD4NTMgMH7ufw2bPD/AHBnjOeCS5O+eXuz1BFi2/xDh/ixcOFhkaesEoQRz/8ADYCj94wf0T4hT8NnCf0Ol7uXuCkisOG/pItMIZ2yz/8AzQEEjwZD6PgOBLfG393b6jqDxnf4Ztlk32cDxmd8b42fDN+TxvhSYnzkBLq2sxgz39t8bCXA23jz2IsJsZelndRPIzceExDRjgf+7i1Vjsx8xLIx1fJ4207Lb4P4rD4YvsT4212LhfJ54Dw+NuS+cnztvjSDib3uzAjPEvjctw3qyYODR/g+OeNvflugjvBmC99LZRleak/ZyJgsxd8Z5eeFcfLltvg8Ft/kvGR8DwHfASx9tz08jvXx6nay5IWH6lOrx1/6w/8AREIeK/7yS3vbc8MZ6XrAfVGY9+iHU9LYxlpliR+Un8zrH7imvrcu5cCwN2ZM7jbSebp/bFbIC/okQrnJ/RexfrmyBX8OwzAeTu2PksnMti9xf22bWWKeE+QPO/kNqElMr2HPZDB3PcbHD92zdM4WVRfBbYe7bL5YPD43P8cvUeBcnDLt6lCPj23PB4TDy74NghCwW2z422U3xnjseo7CYkmeAJzx/fgeeTj78Cy07IQWTMXQLDOcf9P0kiRapeodimzZZyLkj82JzLIdjg9D6SK5P26s4w20nXoh98EJEd8Z4fqs8CTllvjvk8Nl68sEFkB/B78o+8n8Ifs/IgRlh+bJCGNTY5kV/erHnT/r9cngHXo5n6sPmQAnb2SMQ3SPb3P7jA4+38EDWAT0O/VwtvnW2YMtttbfGy+XrevBMWdnSy22Yt8Ph8vgJZw3xshGeD0IDhNz+zMNfHUfc5n9P9kH5vyMQlGw9vsMeNk3bji7b4DwOeV/hvg3fDbCeeD72zwWXPPu+EeHJ6TPhuZberfG+CciHhpo3Cd3Yt9y7s7bO+9hF6FX7jQRMSLLk+Dw+e2iGxz+YCfAL824CT6GfzJbLvjbf4CkzxnPGtJ5Z/BWNnwg/szyMPiZPIYZ9bb1tlFJtKN1Ayfb3Of8J/i6D+puvu9eB6v1SrvRni9zhNR3VVbYYyMyBwt+p/yQ9ke/WcmReo2q9tJ0tWZ6T9xcOIbEzac2GjPUJRwCM+r82wieX1Hh8Zt24dyKNFMP0gOZL+Mt4oz3wH/kMhz8GwEQLgRrjECcdIPTZt8j/AeNm0QvTO3WyPnqzdmxhtFyb99b4bYm0fRZezsxHjW3bPJvjtv7my5sEEMyfqSx2fBfGc8YxHvxiO+ArvfDRJ3H91+yY7f5GPTDvuU+Wy75X9yg5eqWJrYXCwd9PJd3OPZY9uwAJy23+Dtvl/vjPB4yxsseZhu5IIAbS2R48ofiBmiE6SFxA33J/NmwyNtT13f0fk3CDGP/AOFOPy8P2EpchO/u0GD8nxBLo35SXZacfV75ZMYb742XxvbTwZqy2jPOFu2efj4bb3Z4YfHz+QTBrO8OZ250MFCymghUTeDvpLZsb3uEW7E+2PU/de3vxYvcz67Lavnbbngs8d8ZPg8Z23+A+M8MTBhbF1IXvWcdYdkDxlnvz23wN8mfgpwC3P3HiNlLks25bo85Z2WK9gWhwXGeywdJ/Ox6klt/hnkGCsTCIN1JvJs0oYwNrn8CSyLlt24D1kLSLez2OW6W2xL4bZv6mbs+PUvE2P3YH5if5GEmCUbyfCz7aP2Jv0/4O3/y0Z66/wC9n7Pvf+3SNx7A7fkh6zLdXX5PlW2xb5eT3Y/JxEZlt7vaR3ZvqZs/v4wz9X9WgaXtuqko22mssmJ85ZLST9ljdsnacJ3rX5mGCPxJXOX5bgYxwMZe4xx9xKm4zAzXrEvLEp52E8bzfPyZAWzj/Twpci+Hgf3+/Gzsj+bMiTxyJ54Hv3w6W/qO32X+AWD3wPOHgR4XylzD3tngJiCHq+X29NiLra8CzZDOkyD9ZIxnnRky73ZPbPBvx4ck4yzWXLYcW23w2TE2xMDZ4JdICQssNsmngyJ/Ehy29ffn1dPhsM30tqdnD32D7O3VS/WFEEbKpxD2+v5laXVZdYDo2d+KK1dfC9QGPl7jZzmhL1l0fCvU74yP4LN23zm2hPjvjbTx8f4b4PG/xw/NsywU5vZEbuSTrD99k/SdeJfsuLiJZqrDsSbfRj/duMWf7mXNgHWX8h7olo9bK30+N85DOeN8M2/x5/DfGwy+CJQ8HolbGTohLZxPHbf4550Hfy/CIY37iCbcPG4chC+fizDC7jot52WLnd7M9H8Sd8PjbZhR49lvbIAeydXt9dg/Mntt7J2I82SNjB60sHolp4JIYnpZZFzwswdLf4h7YfAvjP8Ax7WV/wDR+ifdstnSIX7f3IYh+mgvVN5G+tiUCbexYe7oL19hLbTbZYbYidJBwOwNCbZD2brNj3elth/VKcFgMAZxpav34be/Aoz3XiCHYeh9lFSZgNxqcgvrMLAo/YoA76Lcc4xreTHuzl3z6uxZMIU/W+FhYbYZYZm3vs7DHj4Sj9k03HPRPjcl8HG9+E8FmIw2Vu743bm+eeATHgP3Hp8JyRsmyTy9g8As5mwSMsuQkxYzIS21r+/qfSwWZIWeMsnLl/sttuXZLkvLT/YJsFrf7bPLb34xgfCxyelrCkvZW1ttfO2zffBLHlshhzpaSr98bbDJgE6//islzhgPk9G2ctagOE57oy/GYZwOyazoL6zZLqUaf0fbLPS7429+MIny3fAeGz3Yt8b/AAUzz8g/h+Gw8Mfx3xkD5PdzxmvwMLu9nLXqGMzLFemAt2sHkOPu4fw2zPGeTweGfGfvy+MsC743wT5DOOw/lfYn+B4XwW27xD3D4gIg8cu7Zux0ze0kwumfC9Ztkv8AB/ZOUxSPjfDb/HL7ZZPsS2V+27ciNxv6nO072EQMgw5losjJ8Pj8b8xl2zy+Bsxf7erfIRHIRj3CNb8k92ZmGL9yMZ0f7av/AKzpj9V8J2HFbpW4/Rb6fiwIPGtvnbG9zI62HR62yjmf4DBDP8Vkn5BIMH4m3fix7Ozs7CbM2P8AV37Yc3bqdGhNuMBarfxM6HsBtC2zPs1dGQAxBarhaGqvtF+oEB/X4sbYuK7P9+N7bHfG+dskz3eshYCcW5CaK22+U8DZ21jwm2ePnjb6TIc8btvgjIxyMbhZ2cs8OwxiyQQQQWRux7I2FCM254y9DPpf3dNDeAhm2z8jfC7H58vnNkx3bDGSjswZYfGn48kDZh4Bd5Z4bPfKxZNr5JPGd8Z455F8L4Y9RJ9fb8H1YI89n5X5ZP1nyzL5G4kMfsDBM/Pe343SFFDPC2OTdHeW3fjjM+EbLs74a+Q25Ktn8cnnh8Bzy+Es854PBtllngnMti+x5HpmOsG+iN6g6W5Y4Xvqdu+XM8b4Hw9+x/EzPDD/AAP4ct8FyC+w50g+z3jbbLEwyePkMh9cilgEVviXPYnTY3rF+qATLAtGHGy8blgw+xYoGf2IR138QTy2C+7D4YfHq74bL3LcufCydOzKDim2MvV2UsD1IjZTYI9Tz9W26eBrY/w2JuXZtAPWW+T3KXnZGWB8F2HX4Fk/TU/3p/8ACF+KU3bLyIv7NlqX2txNR1qwr2222HbQiUPEgGZyzQ+2xgyePk+HJFfnR2Qr+7JfDCDbVk/D1stciG6LbeeyHvYE+2CV+X3RUvN6xGP/AB9wpGJMKpdiC3uQucOoBgm/burIjba9CJU9Nl4ZvCt70Zs8a2lzyDt+YS5yfpkveF+JtbDxiWHyfPPDCYYx84XuSPJ40/P8PvgYj9N2+E4SLRssiOwWLIJlt+smwD3EY38ysFI0bGw+T+o47ktttsu7HPHz+Im1GQbJBy1FYDbCzzgjHy+puG3xvn5G+HIfGdvljZNts+QfJlybS7AnLi/7P4P1PjLewduDxQf3aETL2t+UiScX5mftzN22v/Qh4fG2lybHjgtJ8bL52543zvy3zzx2zxv8DyLItmT5LYm1bUGe7KEmdWOW+OePccn+Ru2/wyyy48b4WfD422Y8pkzZ/A/gcRn54GNwT5dZjczI8xIfQswsjVnuxBHIn9mLhnRX2z+H3/wN8fBaJ+hC92zNLYd7kJ5uQiHp/bb8XXZUcOS4cJyTvhkG6nbJLJY81PIzkXx+I8Dzm7bMPgJ3P2gh4cEP9GZfsWQuR72Ck8kG9Bvn54W2V+2YV+MqGJmbe2y+HIP1f16D0/PcUq+1YjjGXYHV3bD3iPs3Y24IeFY+lrr0GS7MVZop9/IbDZ5utzbVmw/UO1TDJg/RPva5oyIc68WpWRFE2XpLy5sMYCxHYdZBvl275wlfshbz3KkT7uLCWz52ZIjx1/AmJDP4OWRb5EPse3YMQw/NpnnwzjE99gDyYzwrt9XFrbpE+srmvghPo9blyWbl/tj27DdtbXZYiHIRhYBe0i18GbnmcXVvZ8MkeRtl555/LbTxllh43yjBHKYBOy0P6D8E4+Bbnudtrd3fBoxRx0g/qWnd8ddvarEs93ZtM8sW/uyMnErbvkm3yti5B4TwT5N8pZ4PGQMESz42LIl8lnd3zvnUT5297Z4GXttvjPGtj/Df/Frt1HHw223fIwzbMPFJ5FSNzWqb95uxrCX+b0t7cly+z1aMIhs2y/qkeHp9/ZHTpZ7bb423y+duefSPceE2FbeTWbgP/E310bHNOwwHc+scj1T5P/SyW2bCb1dsnwvJ5H1JVsYPB5DngLPgLiYH5tf1dyo/Xf8AvZoF2cL2Y2Xw5RBtibbAy/ZbChZfGykGl+7ePADSz5FYnPUZ7NhwIXzw7+VrGy7s1Oa2dZmep/e/wgrsOcj2fdn8++4CUfq5YWXlosulidlVuqWx9exQVQgf2S700lS26QUEH3n7tMtgd86widAkkWp3kw+EswyC9yRMX2xluvdsN8lhck6+A8B2cmZIuW+AgS0T3AWQDtyQNv2V3t+BM95tkfwPGQeNlbofxF+6GeAJfLGXPHLJ3PfhPtgfwTxjY2WeGHzj43wFnhXwbe7J27MCeTvjPB4YdeDr8H6zuPrx7w/EAeRmBdLaq/BkTtz97LellfnGu7tlTvj1byXI9vBe2y+B/j8fKRb43+AWSeDzllkeTyXziseAnPGS8Zzzh43sfyG3+OQ22+dicz+R4bvjLkN+zj33zseBLtt8bLF/5SJ8S7e0DOTh+br9rAZh4wznhINsQMNS+E2Q8CTp8YUL836Zx4yD4ZfbDwZ+LDyxlnh045nJFg92OcL3fcnp7y0h+MNdnkRzwbCMJGF8MslnILu/czXyzxtvgXq4+D1fnys2vzsX98R7H1tc9By+Le4xMMRXC3Ii3OjEDrnrYE/ZJSM/c+Gbs3wWC/W29+WyRv3dPWxHoQRXHZXcCfcVvYe7kIzTlyyP5l+Iwcc7EA+izhxJ5XR+Qookwmg7IHFkhObPZZ2fW0IsBguy+nqy4y7LhBPxe9mJ7J36XLLXjgS8uQ2EqZNxsu+Ns8pHLLpDJA+Miz4lkiJi4P8ABuWX2G2/aBe/gTM9XMwZ4mBXkATd8Z4GVgfBxY1j9hsw2eMs/h3w7EzPJMXL5vjlywsPDPBP8DfD50Lb8Nh/hkaRv58csIJI3pjfU+yCOlgfEZKqMl6GE9q33jfCr26yAMopy3vwTCG/IUJ7iPRNGSTu+Flt8Z4J/jkvLsvlPO+Qgs8CMzwI2Hjudl8HgIPKweGfGQ8sbJmJbPIeGLPJ/BCP5cy7a+dt8CT5IOs2xn/QjsGsPQH9XUxa/OXtzO6ZY6eInCIdjcL8y/ZarZr6kGHu7/y5e/Il1rKsfHvGHUlWgSTl7+m1IZNyXLRuHnf4DGA6OZNOgwe8ghueLBgQr719XT31YZKzDAmaPd9Jx4zwRkmMgkk8nJs8aHT7Lb51Hg8b4y9SP6s1+lut/wD4oM7+O2yv7jNFuXqvc+DCGSGLZgRxvcOwmjLzspYftrPd7iWb6SYB79Q4ASQP1sCtHW/YNxDluOvgD+HyEtG/dgBzbtuWsYjcIfRN+N6cxb+uM0WAA/PUK4d9NtFn6bfd5mSyVEleqH22eNdbK4tXSzY8sFj07k5Z2Anwb42djgWxF8Z423xkAzG6zMCzryVjJ8Mfm21jcs7NsNsJlvLbSc+CrsYkss8FhHgGSxEtRjPI5HkbMZj40tY/uwjNnweOeSy6eS25YWWSZ4J8bLls+ML7b4PHv5ZYwWJMGduu5gwz4gvwiAScmzllws64T3HySsPeYWck2NfZ/afLf3yFbz2UDtkc+y2yYdPGT4J3+G2+DyfyPAv8hL/B4n+AZfBUz+DPj3Zz+R/PCPO5HT3ashz5Fi+BA85bjZLb/DPGWzkWw9ajGcLGg0QFyFvuLnbbwe7sHtEfeW8r7fDaIxGEcH0WxgwfdvNGWk/2SKFf9uU/95exWY6HGGJxbMFttv7mPIxzb4yLRgXCQYe1LXVgqz+4WDF1KZCBjPRZ68HgWJNnll8Dgv2yTsRexOZ4F1fVkg7hCwz4F1/CY7/YoNm3ybNBaA+/kT5HyFsPbmem/vJ9vjL/AAfA/wCjZ9ga4AyDx/7b6sDZn8eFz+GRlIXt4L6rbH/Gcz/7Q+htr8eGBcJBzJE2O1IdeWJbLKhGzbHez/IbbfHPG/ySN8fmDbL5Z3rOfT5Iscmy9W3ry3+G2tsM2NqwQ9eVAtthnwti3wH1LbPJNtvbY7sQWWSRs7+b/YwltIeT4214XwNt7fBlvlLAssjweO+CLNQBV9Bdcn+xYM2RwMltdmV7nhuduF1WxexqCe5t7KGX5Kqb2lfbJ+J9sXUY7fMbbnN/q/8A0VeyGF+Ny3U2eCcgmJs8k8WRZNsP8E8bbLb4fGQbH8ERbLPgt8bvg9+HkeMW/UeM6dsG1X4ltfkLzJhnrIZcR5dEBZ6ZLj2T/Ittu+Wy0elvwDOfGH5Tfba62W94ZH2G26+izHpdIH1k4C9G7PYAzwsdsZO7q5BuPq9iGnjnSY4J+oR6zxltZZZZYc8M21MMssZsm2VxeSY7c3Dh/DIsILOG+rL/AAt5t7jO+HYIQqP22U0OuKv/AOIBJpm8kT3JDSetiQDoT4I+WT4IbjmjKNnWv1vgnk6zT8+C9/1wf5L1rx2xn7mEfh5778HWWRNPA+PQ+rn/ANHxX+Pov1db/BZRaPv2wfVpaXH3ZHDzlmW27b9ejto5dsbGKAasOvVxggb27tX9jF68hQL3JfbsFJZhDHe7F7nLj43x2wssnP4H8OfbJj+BYe/A8bYc2W1ljC7dbZYzciYCfGWA+MfLdiDfGAttfDXxvjfLtmZ4JLY2E8NtttuW740JW258mKW5ax/A2W3tmnjll274PGWWfxx8lkWkjn7oOf8AbOf+7f8AWE5D+fb/AN8rbfbs/mxnwjH7LZTdtKd5ln8MteSvqSPrMp34JT2yvjNYTSD9bJB0kl97OegkED0CwKD/AC9mLvkwN7vs+C2Z6iePA4WJLky298bb5yIJcl3wd8EfZZZS222LbfGwc7AQMHvXexe0lAR9RnwlHwfXxkL5bxsfzOMjv1k/mx/PWNtmJd3vrcG0hvRbmzJmF8RMa7yVnY63/wCQHb3ZLvgX/wBieLm58nd/+DiG6HByHPRt3f6eW5tP587QjTJ+b/jf/wCIg40g5CMseN8tvgoRrKRBvjGLQaLb2VFyM1Y+Qhw7z5A2Wb+S33e5J033k+AZJsPjI20un5PvS1zpdz8BLE9m0f2LkX72JP1LLPKCovuy7bhGrHvwB7kPjY2UDe6X2Yt8+2937Po/CBHhjyLDLEUmMhvewDOSO+S5k+NSjAgvV/8AkIBoOWgckTvJ1I3u39twS22UmXTweEsiMS6L5LP34RSzJsfO2NlkLc8jkv222+fwS5Z4xjm+O2QG3MwLpGQZYRlpnnZjd8bDLb4ZM2PCAdPTMHl1Zsb6v7QW+O2e+2Cyed8MFlv8ssjiybPL/DOeDVwNX1ZSK/biJ/gH/LIAB6DhISTJswXLQ9wG8vwJ3nJJMSHyFHNtbyYdIjKJ5atZZk5FkFvMv8znq3UfKfzJghm21gzxnhkFk2Phhns+4bdgm3IdL1e5543yT4BvRL3wTHj5Ph/mNuQ7Yf7e01H+5bG2ew8NJb4tvXJyzxkDdEeod12xfRraAy4aJ0UsifGeAs8d/kWjZ44W2zLgRwvaSEb3o7CLu9d/Vo3h/wBI8B6ZlpPpEuCT6xCwuI2JFkGTxFBl9G2//VdRL/UTc/5+MPwC9IVph8X/AKyfpo65i2tsa6rq7YP3sXVjhy6Olwj3wluTjDDxr4Lx7GNlyIv31e98DHjPCqHw1YFc3ITB075Zm9Pmf+8iR/EHVvvs5LcNjwnjYROlqFf0swwyp9nxfGylvb1WA/bPKSZ62yJ7T+dmX78bEFgMDfbLWAl7EllGcmRt9Ivwxz1B06jepTB/tgsH9zx72PeHZ0uzYeNtNsLh42Lng9eGCeW2wsJMXJPBaeSSy9eGxsmPbLbLt6+W6+N/L4G2Ngt4uJdt8b5JgetvlyPD7lGSDpV9RqG2Ln8fXjbbbbbvbfG3+xNlyM8ZZ4fLfBPg8JZ9IzB/rM9/FBYPffZS9zH8n/Uhf/pP/wDdwPf/AEJ//uyS/wD2k/U/9sf/ANtp/wDy3/8Akrju3+2Ln/S/JD637u3tx/8AZRzp/d0j/ZtpwOyCmJUr0we2QLBd/gHhH7M8/fj/AG+N+vhNsEnh8J4OSeD+BfPCR43L38k/iEEkuWx5J5L4dsf46QWv/LTPl7J6YTyHYsPeduLLSB6mbH7MFZso63f4NWRCM/VvZfbR2yGHf1yQji0ygebCb/gfmYIDV+fJNPpm/GZQWdnzngs/kx/AcRmkzRxIOSExNup84nn6tll4Ik6kyD6VpjwPHs+CRzZHxiBJRZEh2zwcP6sxuG5Zjr3toXwvze7UM+wb9jATmWGzHGwmRZ06eTwNokYB9/V9YtRDMDA4lxBhhb6exT+A7/dAh9/9TtiT7Jar44B4XkM4+rGeyZHe2N7frEMtWfUv78s3U6oZcF+oNWqv9+d8m+OX27GD6O3AAGZKO3YlqYofpEUQOpNqp1Z1ePbh17POvsj6q+27DjKinpZkxvjJ/jtnLUttuJ40g8ZFt78ben+B43d8b4zwTb4y5MEmQa+/ORDbFZYs/gZ5yCQP4BLTwek6bHYZ4bGFj+RLMS+F8Enjn8Dlpb5ANi3xyydLL1b+O2QAD9z1Xd/aU9p/s+w3+3/+SuOF663hue+MTi16Fl35f+Mv8oT6luY36H/Zxh9z/wBiSuA/tcJPAB7fSGEqzjQIO8LBk2fqtt3W1Y4Dsp7hGvPVp9w7XwZ+kv8ABD9Ibdu+sWEXieoIsh6FW5QAR7wgHZ8bbsTFnht8MbOx78IR4Ebb3ZkeJc8LJvgtnIfGTDM+A8H0b7unje4qL6TL4Atp0ca9hCkneTPs7M9X6mTX+7yFxuHq4nwcf6vSfUAH9tindj1FDl9s9lk4ien7CX43VJrMH0/i4Rvp8sN7YiWWT4f4B29x7kc/uSZsS6bZP4x6m2uvf2/NjT2Zo2IsgT+mBdeMD7h/a/qxM1yNo38UYum/6nuan+Xus/tJps//ALFvWt/t8Rf9tC6+iCxs7v5LheyKmbL1a22FgQYW5zZ4SHNk9KdPfh87D4Yu+BjdI8DcTs9/ITb4Nbtfok3/AEthu9rbViBUs54blv6vftsyMPh7DyzEz41iWPY7/uAIVfsS6Q823zy3wGOo6h0pLDI5mw7DKOwDD3PE2QD27Y4WTqn5/mcmuzpDhjbRVGBYJizklmQXL2+7LJYN8HqyTH3b5Hxj3yy75B2OE9nPH2WZDsvIn3JcstzwX4uweAtyDwcfG+Xpa3bbbbYd3nps8Nlnh2WXMjlmxc/hvkSnhY8Gefcn4ZhueM/hzNgvXhr42Xbb97KkdssPxAsPD3BrBNYP+v5bZsHvxi303IH0j9RGbJndtPtuaQg0m9mQ0NksI6EvexwD22U0dthAD8zi0nowd5IfcQ6/5G3hensPO5awue7eNZ+zy6oAu+cgi5iImT4cmLMiyfV6bdJIbcuMBes8JZPhTZHhmxPOefkwGdB9M5p1YJfW5pGsxt7CE2XEsixLHxBuUIT3ltvhv3lkZDZA2fIPV9QcHyI1zVIZ4j8sI6L9PVhQRw+2lXDej7LhhwHtlqW+XwTZev4bbb/BLA2DqIGeN/yiR17jO2NwPu//ACTtkf08HwrjHg8DLatfz4w9Lep/7Q2EfIwve/8ALuy4Yj/G3zwt84WWG3DwtsATZMQJs8KeH/Zn+vGfwH35F8DRT1Dp9TjL4Zln5OZDJ+gj9GH3Lbxel3xn5nyZHsYbWJfc+CeDz7t2Z4PuWYfzLr4WPxXYIhAzNs2E4nWMAlSDcYwEIHomUn/LPbeH5bvP2EHJToZHXs6axsvbZs3xvJXxpMW22Tp5PGePngl8D3xnjfG+H5LkGzPgbnnfO5bbl8iH7kFh9k/fjYtPDpFvJgs8AWg9Jf4HuLGS3PCw+M8LZejlnf4h3z6tLfO+GHw22eMPONnhI54Pztlk2IL/AMKFozyDDDPFiRuWqv4LX+n4QsMbA9YDs2vJTMG/JU0P4gIaM/FrNNX7cH8IB2I3gF7IXMH9rI6sbp9kU8y3vks2X4YVb54+W+G+Lnhr8b3CIgXq3YjwYUjG5khiffl/kGy15f7ht8LEQi+3SAB6Z7JXhzf+2D77GDr3e9v0vTesldw8ezvrOe9sJLZ/9YQvbduWngXZR4m4hdatiFZnsIKxYUJeNGB8NiZEC63n4f3Ko5IWPk8Jbm2+Xx8HjC54aKPkYT35DPHCyo4bLG3AbEfA5+thH1dfGxduePtvj1DblttsMvhnxvjbbYey4XQ5dfZKQmyG+XuYpf5erYueDkaWMXs2CL2LfnWepYdlnwF/ImOnNt38zng7/JybI5Cvg8K43yXyZ4Xpct+Y8WJS4Wn5t8G/UoyYH7jAD7cZs0eot6S5euy0ulLqRwAsyBqsCFPl+Q+uS77hujcE8QCItJ+z52LL0zE4eXx2Es7PjjzPG2+EICfA22+N8b42QmBCezc/h2z+IER1gy3LVhd87bDPbA8ZnvzrD4CfBEHh8H8Bt/jlln8c8ZGcss8MWwWSeDweN8Z78F2LYUz23+hPrwAwD4Rq6sELDwd8NzbcQcsI9PcRV9vou9GmHnyAwZv69F0gv1itYCNY1/Poh7ojcKxANQn8ev4loNBvzljm5rNe+rR8g6kOskPALPAGsM29+GIZ8B8ObZJzwPnRty2VnwMB8MxI374WUu2+D5Odl53yeDwrySAMT2X33K6qbN/gYpzMwd2/ej/kLPgsjv4Wff4nsgpvJVLcYdi0YunqsnuzIIBJ38i9+Ruv4JQ6/f8A+JLfbb4222L747OrJ8ZYeCfJrIPu2n+jHGJN+lvqPyZ0GB0YC2fD8/skLMkOvntnjNf4a2/wy20FtnfB/DLZIt9lUtYIe7B7MsMww+3LXwHJcSARh9nqwuW5uXOuIfZis9bHhhsOX4HYNj6LUb9V8cXrvnZvfltyW2Ne+M2Pk7L6+TyVsu2+CLYhI4X6s/qfdsaN22THLDyvrtl7j2wd/P5gSUBk7eyHLNLnRB9tDPiTvXuwd/EPJPUFfks11Ov2QRP7lVwfc2TE5/F9sEmeB8is8fm7BMTwfdnYb08blstnvhjYweMI8Y2cssjwGE9gszwG2NnbbZg7bH9T24T4Dww8EyyseNie2WSQeM/irHgzxhZbbb4Txvjtlyx8e7PBMcibOxX0Wj6fqetmRsblj7jTZQsS+HWw6oesz8mAp42ALUvVx9WsuA/c+uAmunLBe2uy7fTIR65+Z2Z/28tbBXZgxcmG+p/Itx3jIXRjxvbthE74YQYeG262eQZCxvheSQRaXx78ZZpPIhibbY8FJYz7MZPgNnwz454PG2xJuwfMW09lPLhG5C+Ae5eCYDMeH/zQwcciT4kJy99ndtGPaw8jd+sYE1/2x+SYGmL6S+A8YWfy08Nts2wwz4zF+q22CiI4jxg4A+/kvVx/jdCWWZD6b6zp0bSznX5P8G/w5YeSfGy233+Ged/hx/jc2E9P3Mebr277yxLrZcgI8eo3wkHrdn1NpMWvfDdLFf65Go/Sfp+vBAPHN8Pht8MRhHYCi6z4/wBPjnn42z/5G2QJ5P8AsR4D6kDdnjniw2VgGwdZGJDIXpZsh36sdj1Bp6q8tAZJOljKYywz7DOe5c78kIny9/g3d5bOeMjxt9lt8F7ksi++PkTEe4CUCf28evsLOz/DyDftnb7ZDnkhbl7/AIaXuYRsEkSwXyDybtn8NmJj1b6j+DfJPgjx68dsk7ZJHuY9eVt/kfwIgCjt0/L6LsB6vkuBl2z9tQ3uH6PcmuCdi6bmnhCV42Fx0PzcFyVUayLku+47Jn9Qci4rcKgb8sG4d/Nv0L+bPz3+AunhY6N24SfC592YQW+S9zpfjyxKeDwTdtyG5J3xywmXvf4t8azv8wn+GHn7JBCWHuB7dbBga0/3dGjGDT5Zz1kuSbV9yH5ImcwbHy8/aLLUf1JRPWySYmYQxdnZx/dQ1l1cCKAie30P4I1IOsHz/JeiD39ExPDFttpBZ5Szxnju+PcQmP47LHvhNq6em3Xg9zCPyxW4Xz9z/Tb3szZPhnjvjct3x22fCWNyzlng9Evh8ZGZaBL6nfviKbZc1+7Ltn7iZ4BbnhrP22OpMR423wgn1+atkf3f6Gd22SJi8b5Xw+SIYu8gpfJfINT+7Nf7jGEsx8E26rYQWRSAP7Jcf8vRkOLQU/JL+9YBv2vIQwzrsOREGPzgMGHpEXliFhPXZTNRx8e/GeM8MLtk/wAc8jLH8NyJg8Mx50ld4nT3eq6vUbBErHjngO2nWABOed2yPPzx6uvO/wAGWWWeD+W4Mdzxnk8ZZYeXySG+d8BI7ZIeWyxssk8h4ZZEQmqwj5o9vyrvx+/A5ssliPHOhgfguXJc/VnYleL2Vn6l9YCUbWL1y01rdxMdQJfb6RzYtieooRnFOrXZ7iAYoJdm5b46n3L/AA20vcS/xfBLlv8AB/gfwW3wRcs8aJfO+dtlevqM/DZWO9V5b9Q/y2zN2HpOzCW5a2TwA11HqbuwD7CU8rP7CBaRhh7fQmYYnvIhgdN2eoD05pGSgeibxD4J3pD2+hLcxPX4ZhBjbPjW6+DfDk2+N8LbD42jZfmPc9GHyH8wZ8Rv6GCXSQl7Lwa9+G2XfGwh4NkWxZ4zwWR4CVlnlmM87l/v8NmCZbatkX1GD2HW3IbfOy8jlgvPSld3wEV+kI+Hlvl9eGUN8t6nZdmJstctv7obr3t7SyD3hmx2PZCws95JZjsS8yK8QkfC3SV2GwT70s026D0cH8zolpXU9x2we4IqWn1DkkeBbbbPDD/ALvj+k9gzwc7a5bDct84z4zx3fP2l4Z+N3YPsDv8AD14TIvpkHJtj749XT42/Hjvb3Z5OeGWR/Bsw+Hx68Gec75PGW+fng/jk+rX2zykH8gss84T42uhE3E9rjxlokUe72tOEwJa0D6QfBtpfWa0j/wDDOvTf36LsiVgyHSB/+ZZUgLYiE1A0/wApI4BIWra/qT8Mnm7923ZMXbTwTbD4a2Vh5MDJPg8Z4yzyT2zlmsGTJ5ff8NifJ5Jn+Tlor+CCF9oaHk7oZ/yGuFYHY9E1K+2AR9txsuth4E738/wEFfhJ/bOSf6T3pE2cHdLej82Rz51WzJZ+uQiPfDrX3v7WkdAMLg0X6HsjZrR9WyxmeRn1LL/DZiDxn7C4eBdLLH5al4zu+VjcOy2222lv8jyHL875fC/y3+G+Dnjv574DZ68Z42zsvg5EeC9wcP2wwlg/14W62Scp2OHzwTnhs8J5IUyWfTybY8Mg1+BhrtwWxc9zM8drRjQ9tjODZMc/88scvR7l1uy2O7M5mx60nxPCHsj7rv7hT3JLED3tjW3wOXsOWT4JO2RJDL53wSz1zbPD4PJmbNvjJ09bGy+Pivg9Xplt8b0i7c/Mm/xC74GyzzkeNh5455yyYdvV+YzJvz3wZJ4yJjxnD+JZZPhiw8P8c3wMb4C5b42PDpCl3+kWb4YH4tm2r/2lTfBswRQ9AaypUTMN/pqA0/badmIqWLFz0XBwH6vs0/ie8tfWQNSXInCyf3suzTO3tLstxdLFbPVAd+2Ps1ibGqno+ekvuXwvnSLb341ttmew3y+zbzwM3yIZjyPL2D1ZMnIf4CY3+JP8EWl+iiac1JAF2L0HWcC6b4lH8vq2jOsPT4HsTXhaz0oPf3s545B0m134hT7cvQ37Jb2wwCa72JtTDCd2PVmwCziLj27kw66f5L6RO8iAOp7ssI8EeHxyJ2LP4agfCWGWsa0hMkhi/gTy3dmz+GXfLtsLbbteBFizzklnLLD8+eWnhtjew22w2ltq3wT42Uqx4t6Jfb33wF8L8x/bK399tlfAz492RDy93JZXzs3t/c/Xvk4v9MtR+rYghMOW8X9wXu7y9g+zHn4CU97BpOLIckuB/u9Qvu3D8WUp0SnTssaNttjLkvlfJ9+DLL1Hh9QLOjfH+PbvjbbsNp5a8c8D3w9vuTrD1evD/DP1a+4LYhV8Ej42XYPOecbCyz+LNmGen8OyWd6eBME3fIPLH8NiztllmWllh4yfB3xnjLsXPAYFTAubl7M+fq3P7s8AIiTvJd2RulxfX9DLlUHi9WkmhYeigF+DBIocI9wwx1jfQj7AEupYbhYMmfQH+i6Bf76kAjf125AvesuTXdnPD3Ezk76y2vhsnyZZL43xsu+d55SYn+G32Y8JJC7DLra+SyPJLLe2553+HpRJz2+kQINP2dOvPskIYEujn5uXvtjPc3Te23IU2/7fw2DfGGHRDHe7dl+K2qE8yHsMaTZP+Z7bhM/R+0IJHJz6QhXmtUoLD6/WZ8kb49Fv8N8b43+GEDbuuy/GMNfe+r8iOgLfJ7h/A8hZJZ78cy0uXLlk08bHg21bba+N/gHbLPG+TwtsW7tsPv8Agez+72eNGD8EEZYxkZwW+Gy4Hl8AWx4c8ZZJ43h+7NQJ+3Il4XPI3R/vbgscTXwfrnhqF7y+Bn2XZvTB+oIc195OqJHWTiG5JfXSRnPGngchmbYXj1bLfY6zmeRn37s/hnkLIl/hmC+N7Xl6uxk9b5NjsYL3FnhgZWzbGCfsdg8JFvnc+3Ju+DweU/kSMHkDxhciy9eUYPG2b4yzy2+EPBy08B42GLjfRv4FvfRIQMHdsjx7x1IMIxPrNcLIm9jmvZJOA+GLcj7fmQTIfqhtEtbL3PswM3ZXhwfCHgszerFH/WDiOy/62Ki7Lbb4XJmr4Ty2bLHvnYLPJZJZZHjPGx4LL0iIT78c854PHInxvh/ll6Jnfk32Zs45rD+rfgZBNj7hGzZg3X2TJOu8sP8Ae3yx3xnbkPyPRG6W2EBCC8UgLWO3acDr+UF1OAhAj+vpm/wfA+Wzl7kzZPIkmySeW7/DPGePqLElVP5tbeuxp6bbHyMI/wAmeMs8HNr3lg+HpY2rVnhsHo+ShR93VqfxeLdqx/DasYLPCWMnYPGWWWeM8njbqZ38vdoDbdRemOkPJ8743+JnS4TMw+Ow7ZpkYtu349Z6ngiy5HMlukNtTf2h8u9jCwm9Bbgk7n2GEewp+pkEN8NP0ZsSJQzyGce+ySzJ8j5ci3LZsfG2/wDh0mGPB7nxjZsi2AB9xwefdkI4avy7qPuznu67cXLI9Oz40h87bc8qwO3LlvjvbtnjI8e5tJVgj+ByOsEXLfmXyfGbbPd8cb8w2weefwSSx8vbLcX+CWH2Wv7bjDWR1di2Hsxjl5cJOsD2xBz1LQ/KOb/RMbyB1438skZtppdnvzIWEsTgb+ZzRHPOFgtYfmxyjEKg/gZB6bR4Zdj1k8Tt/wBiNP8Adtmhz7M1nwN8Z5yDP4MFhIeD/fjPL/V+Zm22LPOR78dl/Jv8nw23PIeAm03uFkzFgOv7LEMJDq0s9yN1n0g2p9fIa/7nnhjlqQBLZh39wiCBcj7lv/f7ktExaJf38lRHW+2TevDZHL2SSkzz+HuJb/bfJbGQmH9xPV7PhiWJcN8Z4fBFl3yB4/KZnqDnuzwgKxiwAE/paOAnX435O778dlY2WMDt68ZL4SAskg5aQSSZbbEw3Osj0+x7v5L6WftbrD3zy7/DfDcttvczNvg2Y9h+lizZL7/WY8CzvcBnbT6jUPzN0OFotQ0b2t74JdTMTDhAJH5ZBTqwxWLYmd2DNJKdNLTxZ7D/AAM8Z43xmR4OyBJdvvjbYnzn5s8ZCPUs/wAA34QWRu2/QYHtuIkzgeO2djyQIeNulq3zxlh+Zu+Mj+DfJAnIPBMXPOTG+DxvgM74Nu/rwMMoW/iXWJPAs7EMwgsYn3L4IvnJPBHu9Vg78BDcsMP/AMrLHYzLjB6nFz/V1OoWXvx+ko8PwQB+gkYP/wAgsfRhz4a/YFR079P6PbLYt+56Appv2HZlzjqS4BkXqGQ7BIeZtYr8s9x2W7mxTCbchMlPtnxv8M7eo8LOeH+O5bMrdjweN22cxllh8b/DkpIlls/if+f7Nj79QrN0f1KLsC3mmaMjdL2ETzfshcLuPi91s9jwUj8y6peaDnhF8nCGP6zT+4YHD7ehaKmd7Ld9vxepbll6svUecW2+cvlvgnPBcssYMwty1qxPjfHp/IbYbfIeHSdvlnjNvX3dSmDhzezgY4DEbhku/wCAw8OE+MuD+GbvkySF88bFoH7Yx/02T8pj7yIOyHe42wzbHhI8ZBtyfD3yPcst+kD15GA2qb7hb4WEtOR7pgH1Zv4tQfN9y/tfcPLU9IPZl6Rl1jRu3HXu2QlyuWh3Q2xsFvj42TZs8EsQDJb4L1KeGz+IfuD+DB4V3ypYgMrL4G6eNMo9sjh2tc3/AO/jPD4b4YgsNkeTvgPIWTzxw8rHkPJYR4yC2z+G+PfkyXwc8J4LYbfCwy+MjPG/wzvu1PtdjfuGNsR9Qab2VYGT3X0Xw0DnpkeYC4s92rX7p4fibCz6Jc/yMRTznBDCn632WdZgcIdwnfb67GvVlPqV72U9sr7Nr+WYLLLPA8GeMsyLNlievjXZ8djkI2eNukerbZbdJ9x5LbfHJmy2w/wfEmD+eXPGljr6fxdaRuBINYfpI8goWFkvshse7bXQmJdIhXvL3fJbCx4kZz2yAyz67e9kg4TAsQ9lOJHMZTra0B+NDrdR9ehNFefuX2mLbfBf2z4f5Z/Evf2E8Htl29vL49QX14M8PgyzweAxmBLQ4uZ/vnJ8NJHEhyTMUQqY0TmPx4ZK8PI1uI9vJiyBYmk7i/3nMc8N8dN0n2F6H9Sxn3tp4VvGf4PjfDlzw7Z7/uKYvpvs+mI5dX2x0nwkIfCTA/tiyIsGj9vmt1Y71+WoQUuxere1lhbJsjp+J6bmk/cLcBIjgxtsA5sUbb3Jzy5/DHw+/HY3wWzJz+B8evLF231OvjLMico8fpCgxPrLbD1M/wCi5zScc3b8xJiV+xA+NiD92fw2W9+TkjHNkhPfI3uPOhbd8sWRZc853xti3zrdvt6J874yyPUPjeSBMfw7DpfYyXyDPfnownN7JYuVTAJ4PA56vZDRaLdW5CPofiV7pj7DC6sfSvoLuO/X9Ypsv3w/QTsr4HIOWWNqWvgJPhtyB4+27B5dzx3L7b4Yks8kMtvjZf45cttht8GEl/k+ByJ8b5f45fsH2xkz+7TOJO/KfqfuMdvqO0/MsSVNfYgZ7l/XLX+BIJa1jJwhhurCvYvI9Nz9E2XH6exnnufYt+EoijqRElr1S7RPyn4sDHSzyeV/HfJ4fPot/XiNvP2lnseN8B2OCEAZ8Z/4tt5a8N2mEeLjgrifSI7TLxBsVh9nIreiwy3PUQfHd8cRAyNyBF/mYwhW2XjPA3+y/wC1k3+YUD4YyRZzY7o/2f1/DLLPB9eCd+OE5B8Fn7Dv8Gz18ZInWL+1yfq/DLLIt5KGmN6u1so+o8PQ24TjZaLPF2wc+1mxsG09eocenIzMCP8AeWxko9223f475fA+TnnbnlYvf8GZZBZ+5OfxWNc+nyJGn4GLtvgXY/2IvEmZoKwR5+RIM+n6sXOvw29vdzyjh4RYLGz92j353+DET52O2WQefq2z+PbWfBI8E2wwnjfOxu22+4jeku2+MM8bl7gTxllkS7mwRg5P3Hj6a+gsCGnBzZweskbj/Y0f6FshoAjPw+/3PXRyQemWp46zzwGyQduw+AzNjayrET/dv8DwePVpPnPGedt7b/Dtnj5b3x9l/mWxbzNt855zwHud8bZj0WLR0ggQNID1+7GDzcBe4KDIafHV9FiDh+bXHfkseN8Bl6MXBgPVuT1OLvOiWuPy3QI8+SeuCMO9okfWx6O8gEUAkfeS955In14f4Eng8bbD4ZC3yYPGRt9EtJPzFg5zxpcsvV88Ly9+T0z7f4b43vgFxmJ3Rzf1Fa3Of3axEtsNtvk68d87CxLy9kx44RlobQPnu2a29rBZ9L/bWB9Nws/w2IjseOn4Zjcgkaa+d/vwkExPok0fZM/dLV/bDbEELHdtm5yAchG4TYwM6IhHSEfOyE8R49NqZ7Wz3AzEhnbEel6Hd0lIdkT74zyc8Fnhi1t8b41htPIz5yzk2z0gj1ZBkPyT1tk9SXzD9GRGrUp+Lh2dZP8AS4/H+yT9wHJ8ieNvds+AlC+d/htre/B/Ef3ZZ6ttX7G+PVst3b1aXbfOfxCzxtpHttHlgXq+Bt88Hk9dttvb56yG9LowL/V1dn4T1Ly9+oTI/wB1gTT++enIS539y3Y3Xttntsuswz3weEk5PgtLlngRmQhLZtnhljx2yzxlh5Zvd3zlnh8Zb/Hnh/kHZwfPM8sJcI8NfB29a2HnuxSHqMfuf2XwvbfUs5sDL208IAV/1OrvLbZ74CTAX34i7HwY6PBbOQHQOeoF04f1Lgi/t9vQ3Hie0u0Vcb8L08/T4P6kEFZTySlmfC+d8BOQTyLv8PRM+o9T4HYOEc8YyeLWH4jxued29TYMbB8PVnbLJCCQbG2BfY1p5lppOA+iY27Z/DJPKTfPBDNpd8s5Ky4HN/KxwW3Fe/l0+FM+oTFZ64f1xDTs5jdNsX0IPgXyRHnEb9Z+t0S118HkgB37cF+CT69E+3yeNJyI40Jn7lDYOLOK0HWs9y6Xd00kvGerXWeBmPZIP4J5bYfOW3fDZIwTZb4Lbe+HwwQQWOyPg90+/sYccjXf/kXVr/of6YjFn/jIz0J+bcZz4X6Jh8bKZ5/21LTa225Zu22+A8evDDbfCxb4BW9Cp/UqiN74N3uX5YM47ZGw/g/7Msch+GSyyyzxl2YE+Ah/hkFws8Fuzn8Dtllh4wltQTQlYD2r8voBkJ/2nCTFLgM/7KxYvUbIJr+3+zI0wfCRKltpnq+oyx29Qej14Xltmw432bbnlJmSytk2y2HwMrBPgLI295NsPnWfU3yIssnxjZZZervkn+OeDrAzwec/hvj3PryHJj/7ZOcP/d0XFh0/Y2dS9gmq69sY/bOeC3x+mJ8ErFVil6v6Q3v31g7rufn7ewdM/rLVrN7bGhzwdjyeeBL7/g/wzyS2w+FEh49wMMfC54931t5DZ/ImHweGlpaTl62GfOeQu/xzzvjfL/AYcbSSCA2JzNfgSqApe70z+i7a+gsPsetgzD/CSunOp0jY4L2ZP4D53JOr80RgouT1cttg8DttL8N67+rNfu5fiIjxykKFbnq1ZOe5edl+LRYWufCbejHZMc0gaw5PctA/kke5OBHmkW6THhtjLP4bL4PGy+ftueR3wL4fdtu2wt+d8Ot2Fi5e9nVgct/ZPjYCPGU9h+GLO18XqzVj8TF0fgZ78Z5yxLEha/iy4Wl78LsB4CXyEmwWkeDNsgsmgGyc9V1Z0bWcuZeGRhr0nh7YRbdZdk854C39PgCz7JBZBl3xtsGax4wh3kL14y9Rx42++DpYDEYTdX0Gsqv7A9o3Dn36rFdf6ITNl7RlTtu1KQTbnPU2vhfA8bI86Xzys7JF6RLsnjlsP8Ni++rcmZenz7vXjLGyDxnnfL43p/A8PgZ8CnnfGfwfGT53kr8T8fbMc7/G2n3F/wCzDhMmtk7kddtVudvr5bFgsfeZH9bd2OTOQErocBhx/B9JL7ctejZ1746Szvj3C54Iz/HPGXzwfxfV3Fh8ZAeB622ngJsYLf0n9TruJH6LIsfA6sRfpI/wTz2553kNv8l9ngGfGck8lnfPvxvkTbbsDDr66yCKnGvcX77t1mZbkl7ZajZB4F8mxY74WzIHqyVvzy3LfG+72xDllBm32fW3xkMslBsJzYJBZyFphD6lI2zGQcO5y6kXb398QYkd2MfJ077iaHxtuzF3y74fG/xPGXqWJi757H48der36YIbS2IGJsbHUNLNGSZEbOLDIfdIb3f+JEUvqbhb+o3wsZb5LjPjLbIZ6th4dsjlkEw+pEXb/TkKf3ej1mxEa4AIE3N/BDSEBZPwbG2khjb477skuy2G9W2+S23zg3rL/I82LkwQeMsufb4yYfzPv9WmZL30UgPEcAzI6vw9QBxjSdwXs3PrsYBxsNDD9/Z6rGp2YCYt8NtbZ8Nk8i3zk/yZbL4+3pmGPCXP5bfZ8Ntv83xnkT0W/wAW+XwPkFQO2PXNw+FvtdZgXSX9tk47AE2YZd1qwezcfg3xkvuLZcH0mrTBkZ8DUiq++MgTz/2MrDU76xbHu/N7085ZBEvgbLfO3IyfPohl8bPuz7jyTB3wWRbAveAXyi6HUwkB+o1J1NOgyAhRwcP4PgybDwFnjLLPGd8fZtnfO/x4SWXuzx8iLX0N95aO2tNx7m2HCAzlhqaCe1mZgxzd8hHjfBx2ZB75P4DrxnjPA3ZhHf2W5+B4Plh4U+KO+F+VsSdshyZo59jOOTNJJcl4JAyCLDPsDbs52Qj6j4yzJ8bbd9+Hxvn1/DS292W98i+Vh8Bt2HwLI8CYaW3E0sD7fqub071R/wCPoZ82cbnBEl8pfP4H8WyNnyHguSQeMs8IofsjBPJ2P1jrYgPzOEOH5Y9f+Eu7N7kF+n9zji6VjZEeHPBb5POxDY59tvbK2ze3Jtjvg8GN688Yuv1DUv6D1l0AFlrYNxILUbg9bXrb0b2N6cpvUrdXr827fZ/h9y25Zbc8bPb1NnjUj8rZu73y223+O+H+B42Pfh8b5Un+b4J8HuHSR1c8DxlkW+MsslOH+xj6c21J0C7nv9Ic7yMe7X3GRzD3EGwZyUh72PXu0+Hyb1bswD8Ru5e52xua2PRnB66WsI6+/wAWeH9QgQ+nxm2qa/1kpgw9Nl06TyWGLQ+zk+H/AMDBPnvj08ZFnjmQnY/gDbg/uBSF33aB9tKu/wC4ORyyzP475y1/gM+rtnksgnPG+dt8b/AiG2QZ/BnCvsDI93wKhOVv2nHyY+DwsdQwg92c/sza+Qksp0xCt/jq34wvbMthYtLZdgdu9tG76uKxzHqF6IxxInR7kbf3a9nE8FyfHzwNn8Mj+eG/wP4JevA+DH+HYbH1ej8L7RsVAOJ+ViCu4wY/dfkD9jt/N2C5lyJMssktnN2GMjJ8ZyY8+/ApaB6GF1vVEifWbkc+siHs2BXb0rZZ5bbnj7Ji1vr51iPVkfhDPBsPh9TnhkyfHb/q/q0ZrfxnZTokDpNBAn2/b2PW6YRitBCWtt1PZGlg9dsHCT7k2wy3zYttvn8DwV9+CZ/gRly4sltu+DJPGXzzkHhPJ68bb523zlnjlvh8lkO+JGvD4++c8JZO2EbE89D5DOvrfU9TU4OBK+rc75a0+TeTsaYIKsAkT4cibHBgWHspO3qb42T/AIR6ZZs38IDw/wClgXo9DCICseby4ft+GzLij2MxGeTyfHPB4PL+fG+c2Beo2x8Ns+8Zdjxzwe+Bmv7jxol6ys3+L45l8ZP4lnjlsxerfD/E/g98Z4G4TwrGzs7epCS9akjaByerFxi44Sc3H3lssrZ7grF1tm54y9R7giS6t9fxHCLS92aLSzngbfAqzeQnHZPkmdIEEnuiRgnq+3h75GbvlLM8+7n8GP4HkbJQbn8AmLkE720h8939Q3U25iZbst2c59FljvyfZ0J/9hCNqnv2W7+PHLbLGzDGzxqy/uHZXxkecttYbmfdsfB4M8MKRZ35OztrN2/s6XjYki3xjvj5Zf3B42UeD+DZO5BPbc8S7kGg9H42UuiScH4v0/UjmnXsn5YYal95Aaf5epjqy65Ewfe3Cx2VlqIss8gHG4Dfc+OsWmT429+Tuwp4c8tkWWZ41thlLnhhN86Z45PP5HNtLS22f5nyb/Ec8R01nXU2/wAd8e/OA3DX56muHNY0DdR3S00I9nh92DADMAzWxWJbcsWFjavf4ZCZyfSSJzs6tmlsuB+pGH4bujfjJCadett+f8Z+jU+t6/g919s8AQbNiCbZ87/Df/AFnjRiEPjhe97eCeW7Odz/AHaWy4M+49xFt8Z5fKxb4P472L+7LP4vjPG+Cy7EMSwy8mwe2y+RHhNZ3JDf7ng1263tfmAO/wB2v2E+D+A+jb62K/nlsW2WNsceRZtvI7k+x7it/JsKpW3b+4d0YXDILrozMZMPvw+U/fkLcl89PjPG2+N/jlkbCMMOKSj3diYg8ZyCxi3vvwW4+4fz2TPUY4NDbglI5ereTSrm98DwZ18bHjfASF6sPC98dl4wvgLPG2xuW2xN8ba/m2ZfHOw2keSS+Tdh8Z4CfCwxZZafVp8h77V2MQr+k9z+1t+AD0Jv+yHhL8+4J2CJDTsIdlsTbKArrYqz9vnGKL4bbMfx3xst23+a/wANt8+/BbDb4G3xuW22zNtt8NzztllnjIlPDA7ZHiz4kr2J/ingfOQpMHpGea5+LVz0JQuuN0/u+jCRk1He2mwGA7fNlt8PgiX8N8Uoi5I9DsxqPphh0x9uOx9D5cT1S37YPaDVlzQ2Lbvz/wDJmPwfDwCefZ743znJPGb5PHzyQ2+HDnhzJdZCnjDtllTPvxfQR5Hx6eOeFvfjG9zZzxn5/k+CfG5GTZ4PG77sPz5LY8/L3nl4QWYW3wMSCwiX9kD7j1lRycdP3PtqB/Z8Z4DZgjpkD/q4Bfe7ZBZHUCXt7tcliE8hAvtsLhvbtX5l9OxzsB3b9Xlg8Y0886eRlPBbdPO+GGzbLPG+GF8L2G2PAYeyGWX2zwtrba/YyfZDFrO2pVo+KOOonSNui9WHyQY8Mm7b/AxL41uWNjBYWeD7dt8HjkhZ49R29W23uzx6vfjr52zzyO+BnJILtnMiyBCNzT/wtvRGZCL2J+h9+13f0Eus7Q4zCaANZDo+Xx/6/o/Fmg/5HLvg1WRvsIlJFcuOLa/XuR6ss8k/+HGNtiX/AMGeNP4JZBbb5bctmG/w3zvjIJ855zz2OTqTr55NmW7L53yd8ah0IAPeNoDh/ka6tl+2NwSs5h2WS6fokj+A07B7hb7seNidkH2MJvps8zqMZ56fT9QgP7InRHw39MG9v0yJV7cIWksz5c/ifwzTwlsWeF3L5LLOiOI8OPhudWItmyS9Lf4B475Hz7s8BZ455Jnljkn8M8HhI8ZEXPB4WZfOtsMf9DMH5c/qSbh31NAWxJtvEtthlt5asem6DLPW7fgPBrLvZXU4Waj6G/b4BlZCxf5sGG6kptv1h8FyUOPG16RRD7nwvbeeNt/hvhuTCT2y2Y8N6t2Ys87CtL3bZtngycjL2+ekXy+eN7ED9R9LC/mWPGzE2E25Pr+TC+fcBZ4yDbM8FtpbJsE+Ty2fwHhW7JZEeG6eMPGhYIExjW4c+x9bI2MRzEvbppYhewPrkIH0Gv8AI0kbhbH7eDOnuUWsxGfJXTaz4Y8vnhP8RnfA/wACfb/DfHY3xtvhP4bb5yz+AeDsgxPXh8F8sPCw7BHvL4DYaS1Z8B/PPHy3923dhj8bcQwOfAXuXWC3gF3+Jkwe1ijqWyDOmLLVn4bdjO2fbN/Mbvo/pmuDI298Dy1nxkv8985b5CAsm4LdPB/u+p7+S74L0s8HIPf9k7f3tzsmyCUD43yHjLJsg5/HGGf4p/F3P5lnI9+cSU8GfJ4R0tCnXMsP7dhnqb/1MXYfJzYYu3eDJfAc8c0sc8Djr3zPws62Wz0HMjTAclPOcd0hlxPqHSfD7svX89PBNsWz56eQ875y0Jy0hR6T3ti28vym0+2Wu2rYe5I8NvgtjxnL7ZtnPGHJ9wQfwbWG7B61ueEjzsNv8OwT512D/wAXPB/AHuEuZu+CfDT2AWFq5OcYfrBbTxljVzcIY6O/PtoiSPWhCrntxbhd7N1bsZsyVhUs76Q9ll78b5bnhL3ZnhPOQSeN875JLPKWeN5b/DZ8ZOR/PILI8bLv8XfLBa8Dum4Rvtnxk7epYnzr5yDfVnT2/Hhw7Z0T1KbffUOE9gjlu7N4854MjpvrZYQnvPckOCBywJkhs7rb4n24Jxhx19/1bAjjGNOn898559zFv8DybbLDjCZLMeslnhx4Seb2HMdhyVy97/UvjdhSHnhiz/wFszF9mzx6bj4553+JbEfyXyyyyYxAWpAwhgs7bbbj4PB7GXstiv4S1Y8jdhZ334PG74yWQe+OIRQey3bHvxhSdXHW3uRC3x3xu+PZwm75+PnI8PjbfHzwHSLlnjphhepvhflSN3yc8M/JM87lm2Z7Li362FhJnlYmkTa9+pyxtyPO8t2yw8Hg8PPB4x4Mn17jxvgkg8Z47HnLP5e4422wXqfAss92QMfJl21gbp/9FrSmJVUxtZ6OT4F6vbI7OESgMAkOazw2Q4nhm208EsOWzbZv/g3+Gz4zwHjPJ/F8+v45B4zw/f4+vOn8D3Y15PUPHq223zn8kUNM7MfnLnsG5Mh156jgN63Fl7sB2etPx4WPAXP90PKD2s5QqLM5IA5keUfla/bd28voiIYfC5PXx/C2f+nJEbZfAz5WO/x+/wAM8k+VyY+5i8T7l8HiTHiJrPng0mfXh2J8A2yzt2f4e52O+O75f4ZcueAiyJ5Fln8AsEsz7HhdmZuseMPzJ41hlt2PJZscle7ny2RhvqbYHSwyzxrsyF20Pd0Rr0wTsxGzhHPouuieSeKwjjLmKx+o3nzfKPnkJNl6vfjZz+TYeCzz27ZFTkA8Ljq2aJKfYH5DL+7YQ+rr3Pwss9w8Ld9thEsM+N87fXhv8AJ75B31e7ILM8tzx9gZYuXLbFs8BPuHwWNX5t8P8tP4EFlnhksLbbYkbDfgdgPc6CrbPtkgQtpfZZaMjLIhFXfdpsY9YIzbBbJ4Q/i+A0s8DlvjP5dt/h25mz455YkLILP4ZJ/BwuPjbfG+d/iEwQEmE+ZDjNV4fJ43yZ531ei3oYGzXZ56jNn8QNPyQ6FrPHEdXfq5wblyfOmUB1vUeHubd/ZitJfzIJAOEkh9vku1P/RkGsPYPsgmkIL0dD0zhbPGeMs8H8Xx3yeN874BiuFhZ59pT1jtl+UhGX26zuXPj/syyPSzTwbe48C+B3y+4Xznhb3/AAbLISe+d8ngfGv8T4XxyYs8ZZ3yb/A8T0Scn5bMiFITwkOSHuP0wIdR+MHJWcj7oK0vVgxzMkbPGQ/xTySeM2ywvnjPGfbv8d/j2W1uT2Wv+OQmxJbfWkBrX+We9EbPO+FYebZcss8GZOF9/gfwD4Ji9vjbS03y2fdnJUhLB4yfGXbLLtlnjJS0mOeR8B23lrHk8HPJKFh6bH0nVGPEMbvbMytp+Y4cBIHU3LpriDPdsjNrHjfO54fBE+Pf8N8ct87DPq3xnjJiyyzxnnC5tuW3JbfD5JgsiJ4yCGuQ9WAeHHZyyfG2+TyGKuQOTpbnY9T/AKnKGFt9n/LQhMutovWFuTX+IXIfwQwTAlSPttQq/fxEB97FLuhH51z0JjvQmDjU+/xAyuma3s7vkZthXzrZerfD/LfAze0r3J7lvlmR6jB7jqSYWQ/PWLIGSRN8emfA+rrj6sizU8MyYn3Fnnc8fm92X2JLcti23zvgHjnkPB7/AIPqzs+OT/HvjT+G9iCAH9PBYj9eDwHdjxiW6Qh3YDGxNv2x6t2eozgcjekHYHNlqZsfPGSCyY8nuGfGwS5/DNszweDw/WOWUP63At0jc2fU+4szx7keGown3297jInG92vrng/ssh5bLL214LLPGbB4yCwQeFeCesnjIP4DJ5PG/wADj5553w/wHk9e7ORzj49fbf4bEx408bWBLpbkHqZu7KCRnntnscuotfG8vdnhjy+vX8D4yyz/AMJ4LfG+Tn8ltt8b475zw+Ng3wYCcJf4DOy76zZhcHjLP/A+Mk4eklbeFlwkDuQ9v6sfAsLTwzkuXlsT6jpGUfBl6YV7uFgS1g3XtuIQz2SzN7IflYTB9W3TnLhgw/hnn1bH8tsuJZ/Pkc1+5Q3sDJrWWGohOpOL4diCPtnZCJbY7b+/BDkBPaPdh+T4Hn89z54218aWXPsxyTwNhenPAt3xkZ/HZs/Ph/m22WeQsggrBm9j2Ww/lmxsp82IOawTwLcdL2eNGl0Cz1OZuXBKvsMsX4fdn2T3w+M/8mMc8err4+fwPLLJ5XvshdvbJ4bYwkkDIl2brwc96WeG3t93Mm33D4PGW3Y8+rbTJhvUvhyN/PjILILLD83q5LkdvXgnngG+NZxsk8Z/At8eo6+4Eh8G753ngS212xs8MbDdfJecZLOuyIKXsz/FfJM3bbfO98MW2T/4N8MZ418Lb4Ydtttnxvnvgf5EDLhtSiyws7HC9+zyfRdJ5Xxk+D+BHJhyX72UdZZHt2wHJHsRy5l237ksjy8WUYlg/MM5Ecu9Cfd9hO0S8On8yr2+GyPD43f47/E8ZI3f4kGxG+G9pFBjau9uhKGwwyxabDpE2+Ny3kMPcCW9nZUef1Z49/xzyWXqYJPfkDzlnktssmZyw/O+H+G+B8PnbF2JeW92xr4CCDHwNn5t/E7YsRoyD3pOgipkU78fUIlRBMfDv80/jl68bb4yU2TxnjM8BawZB5DB++0gbLLsvnZd2WkM51fZNzWwy+pYkwyDucnnu3wWeMfhDbbhEWbYl2zNvnqCxLuwWeAHjzw/w3ztpMTPLfBD5JHwcP5LIh2zwxfbO2QZGzN8j3wp44JaORi7xl2++H6X4t8JFnlzxvYmy3xnhtJ8sfxffjbfJ4z+QWNnlLPB5yDxlhJ427AzH45ejsm+m3x+C3E+d/8ACxGewwJA7vbd2C62XYG9l9R3S9Xu9eC0ifWWIh5K6zliciXurY52PyMjJ1Aey+Hz3+G/+EfDG+N8s3E8EAXY/O+HwZbzxPm0b8sQw5L3wE9bDwf47El/Tb5PD/DHY8M75IZ751j+J4Y8Z+7fDJPl8GPyTxkGr5wsgS+Se/1hfJQf68kvURYedgtG3wuSQh4yGdBbMmyFPHzzk8t8L4POzEWvgfJOeM8yMZeyz7KeS7mPnLtlsXtjLeZ+/GxAP+wJMn22wX7kITXp8b4JLCzwA5jZnjDPdiyGbi2yv8G2/u3+CMeH+7O22sTFh/AGLY87LHkj+GeNI8blt0+D9spQlL4Jn63HYddYjAax7nltv/gdjwfwP4Z/4Tyx5JfG/wAMsjYG9rLJPAWR5zw+Msif+jCGGsCD5GCx7WQr4P8ADPGW2eE8FmwGl7fXVjPuOxG4Aidio2O+AF/Uur3/AAL836W2i5jHZMavzr9My1H6EI0ar1ehPMSGD7lXZ8H83yxP/iIlniMnR8AInwDDwQRPPA88K9kw29+7lyYtYuwc8JdtWHLfO2y+OT1g8b5++4mPG+C92ectmZvjFzwcl8Zt6/httxCOXy5rX75H7z+JeeDJYjzwkhfZYze2fxzxs+Cz+B4fOee2+Pdln5gspDPA0Xx/d8u022/y5sALG+vG3eWrck/ozGaxYONr+nhn8SWedk5MF8NbfJ/cx49+DyeB2bXx274N8ZBngHs7HkeHweWIvtj42743w+dh1jDtkFymfWWK0H7tB3J7CW3+DbC+EnY8Hl/gE+Pty5Z4cshks/jvnPGWQcg/hvPOa+RZZ/DJYbAlIe5yUL9eS8Bt1ijJ73+Gz45L/BFcmh7nT7y/F1lOR7iB2IMJ7bkR7f1dL4OXuDwv+9oGer1bDsOxhEVTXPVjXM57sdCNtdZZgCPa2k/P2V4yfwc/mlttzwTeoez5zC2Huy0gs778GjHPze1o+OBYbpDPlsXufSXsJnfDevA+4jENaN14f1s+CLNvefAwRNjZ4DwPgduW8h87b4X+L49fyz+AbZnpvl6FsHPwJLIjsXy33b/DWYlttlh7Jzc/gSx/Hf4d85MeM8YeMLHnbbB222X7YV/ie4sNhuy4kHvxlkci7uSyEZ1ct7Pz5K2HtZmz6iyPfgpDp4ATYzOM74H34P4Z4b3Z527f7Jer3ASRKXbsTh4LfPNJ5secgsjxkjPBcd7423yPGy+TngAkvbYb7lezK9N8d8P8nCJZs8bDezw2Nr4fG+c8PjO+S3w2WWfwFkFkZJ4ZZcL3JBZ47NngLUKPL27ITa+3EFk4ZfLbbDPvykWIM+wGCEOOPZlVmvrAQBjvbXTMrDsKaLJ8D4GW979kOJvaGUfBsmbH66m0+ox7I0Jyfj7s4bg2mR30oIon3xlvh85/Is/h6tt3y+PlOwX/ACBPD698/ETwLp4hxgPh+u30gpce7bhpDy54Y8OeNSQ+3aFf0gJrBgm+p/dbB9tkMe3LNhYsssTc9+CskbHNsZGCK+O+Hbtlzwm2WJYyNryDwMWDDAg0XaWdkuP4O+5b2cm93q5/EdbGcitHjmXGy/fh8Fv8ti5y23xz+VllyIo5rkDdwuD3dnspefbY3qx67549R+Xq1cmNW9JTPfMs9yWO+C4HYPHZHNbIL0Rv58PjnbYY7uk22sX1sjw2WwlozbFs+cJyzwsP8Pf8B/jseQ8b3zhvWdh85yds4FtLskOWk3qbux/dyfGMdn7Hl/hngfGQ+N/k+Mkt/lkHg23yDEWbf18G4kgjlh4fGT9Nu+Ce2yD2L/5+TbTh6JLjD8wDWb+rFfKec8Z/As+PSwENBN3Z19t69MhO2gF/Rs3W6r8BAG/Xk8nYYJdzOTuDPyWI47aGfSWjO8hbHvtqMSRVv6k4en1g+Y+i13LRhd543w+V/wDBv8N/n7eL1fdnpGOP+/tjjHXwpI09Nte0fJ8SKT+J39lU3uf5Fv8AHfGu239rW1hfm1yMWm1cQvEpm7PBN/K43q54AjwzyJBMBmJlPidu74Ij2WlvXyGHbIZ23+KQYbIZZdPvhA750JPJnntnn1Y+Ft8BMSEdsYiBbDbGeC4V9XqQGB2Tu5AwQ/gIyP3s8uNgzdcvOeASG25+YCXwWbZA+N8jevHfGx+dnO+U8J4POd2zwwT4Hw+C54yY89tnbDLIehaR7POdh8NnjYzdt5P4WkGYkL1iqbZK25/DfGwyx4d8PjfJ4fL53+eXrxlkTEvfCedj3Bsbds/XjJn0wMwi7cKf1ZAfYIz+gD1+2zG/sT+zcLy9CybOln8bT874GeHyS+Oedtn9GNGRi2Qrlh7rTd2XC9stlvMz4xi9H9xI/eMT3eyIWQei9d9jEb6PuUDoek57lyX32StfoL9s3Z+Yn8HweCb1/A874zyWSReqMC9jdI6A+9ZAERhL4c8HHSxTEGASHg7CcOxj23MGYJLP4HjLG3yT5yNk8DPhs86Pj17tQ7bEf2tQrYj4zxE5nUEiZkvqPfORGHYZcNv9XvMQt/Pj5/HZnfHbI1g5PjR9trrM9W29/hvjbXxkmeCG/wAnGLL28D5Bsk9bf0+QwWkL6skI8kuZYRy1tXxhaljPOXPhrDy5qxkpe7PHq2DZuXW9vAkI9ldvcBawT4F84+PcZ9k8EY/hjZ5zyR4zLlzwePvjIIcttuWfw3J7cPXz4bRbHZYcZ9+GP4pe/GT4fGJ52Js8Z4D+OQ+M8ZZ43wFllt7l2NfZ5nSCvotBx7S3BuX7n/11Vze5Qfuf2rYz/tJUv9YWnk/0Z9L/AMbP3/yssjRBv4ko/MN4gPb+mSX5/QqTEOu2SvG815OHH9j1/bMqtgyR69sjr3vyT6EySNl8J/E8r4C7epZ38y+MLkJMutmHgSPZLb/EgQr1PzoawEevVuOfIMWPujbLh38Se7X4/CT1W2X+D422f4dt8v8ALYt8NwxoCQg/uzmxk3gf+XWl1MQ9vBd/hkwLJtrR7ZP1LFe37aCdz7I0l4Dbcmzz6t/jnjPGeTjbbdhnwS+Qk8HnYkbEt87d8+7L3fwEbD9huAT18FnJNueHxl6t8OW2+MPOtu2SJ9bNk/lnjS25Y2m2+RtmRIwQQR+1kBCa7/cftPXgY7Y4sEuIs2dt/DyRccuzDD3fkLqJgsXq+Mu+V853xkt18Lx6jxvf4ZdLb3Zlng888bMN7svX3wuW7F88bZ4S557EZMedh9+OweOII92x4Qk+pNdvyJc/h9XybbbbE/8Ah3+W/wAx/hvgty21ngFmQ8fRq98XfL/th/D92AFdIc99oxQbO2h9zkb1v0cuFvxuZ2uz8l648nvv/aH/AGfu6OrPg5OesPy3czfyZQnXt8HcZtXx8ZrJ/wCHHwdYwbl7RuHLI1sbpMEkPfh4iTj5/FngvaD1JHIPEbIR2bevDkSBGPBSNwF/Fg0T/LVezZJ/4U8Hg/gHZj+D4bhJGJjDv7kWxL2xva9Rb7LyPkHbOLZ8CezkGxPsfFg0WzpI3H1A4cfxc3w+M8HYP5u2+Mm7Gfm/+eD+O+Hzs+XYss8Kx47dtwZ6yRZAShWyDxOzEeRs8vb14zZL1AbemTtnjj5Pc29HLpjwdcyQOPvzzxungEPBZZBBAuo7ssQLILCRXRy4kWDcjdh93V2I8Ja2NlkP5uycYnLEt8d93PDCzb5fLfj+BlhZ47Y/myD8/wANCW9vUhngnxswfDBB4Xje7LkeN543+Jer3BHhttfDPBJ4fARtYPpHWaYTp9nwfCxN6tnyW+CeeH+G+TyeHztseDxmW7L4C69gA2/Rg9wsfki4wj5azhY70tT6SbC4uAWHWH3paXsn5tRl1I+hOxMSPYJzftoTEfma2+rXfc+/BPjf/D9Ubj+L3hxj+xgJ7LGiYKo/k8MtYWP5jdkuX4nYcvq10bEkCYgArhgXYE06pw/Y3IX6k+HT2/8AjfDHjbZjwfy6xPnfvbPwbY9N3YrxfN6HwZ4L1eG1EIost3+Sx9D9bBQYA0wt+0dx/wCXHux2dl4J5/BY8p/DPP3+Gd3xh5zxkwWeAm5njLng8IeG728Oen1+hvfaZfyFl6Nt+C9QLZI8ps8y3S+7vh9wQ7HjYyZ9n1ZEQDaeGoRZnh8B4bIs1sLGMecWCOHh33B0fW9T88XZ4txkf1Idgal68Lkwfuz0nxk8ctl25N3wEhMNy++M8dskvUemGwyW2JPAWZ5e4HPIHg8OW3P4Hj88vfg5LbbN2JiG3Z/jvgtvsoc7PmQvLdX7yz/Dn8Ntu3Y8afm29yWT4f454bH+eeViZ18QksbHYX8x8GPzQH1sODPEW8wYBUn9X5H/ANjbpM3Ef5fjNgt92+dhCmtNmnHBGQv/AMKCTnvw2soT3Ae5Fwm93818b/DXrDjgGdlz2xWGat77mdtAlkZtQJHnv8SpyYc3we7Nl6iPpsgU5iO6s8H3haG7U6fIUfl7PxdJ7/4e2Tds8e/Ox4PC+R8RxyemGEXx7B5Pd77Dvkk6CjPbB73pPXp4zzbqcZejesLF692/pf0k8b38g88OXr1HnH+B/Vj4ztng88fOwswSw+G2Jz+P5gGwIDVa5w8Itz2sTCXHW1Cvh51LMEvhX4t1FnPd6XIWRzwnlcmC9d2e3FzIJ4LYC+B5PSybPLHnXw3wzwfYIsXDxvXayqsmsch9+H74zWx14GRCMQfYE6fbGX7LXfeR4Lbe9YePjYTL7Jfknwe+M+oDz3PAWdtn3FuF2Y8evBk+SbODsPnLLF2MeH+CxKePj/DkeGLgeNti54PPUreN07Nu3CXJPB4W3xlllkt9/iP8Q/n6vked8b42PAmzNnMObcQtPDf1cZBueAEke9vQPA9seBe2zXxgwIIxIg4nPudYPrfswfiyDwAso9n+R5z+COPy54Wn9wD36/8As/A8BYGODyLC5wDy2fd8ZEgcku75XbJk2m2Q382BR0fScJ45G4PSe5O95mTBOfhYnubnhZ/h6bfCfyy3+ATH78cCxqpLxncbt2Bbc++N8F+qL+72SXpk/RYNYP8ApfEdvzE5Y9RbBIG5l0gqXe9Etpj0vFI2hOGC1ZHWSwu77L29WPdf8lPsSwss7Z4yyzw3xts+W+c2cRmfyfB/APALzIMsg3VgaskTWXwCCiTN+CfA4epvc+fSDEBLsLN7snws9h2PV/sDJYnw+Bm0emV7LezxxtTJ4B4PJZcoNkQONtll6gPtkh1HA3VgnxyCUNhIn9WHnffhInIXb5BijZesmfw0LfDkeS3wzsbATASBfTwF88ZO3qJujDs+N87/AAWHm+DsSWdsg9+CXwQMmWPOlx88vdq9alrG7jOZniX8OWeW3+A+HXwfwT+J53l1blv89RAcIDwSDtnjuweNAJUdc7Mp67CMrV7eGWcSOIZaBdz9TB2Ur0+yjD1AeMXLZfCpb42fJvjc/iI+zT3k4S9Lenqy0LsHJzwR2PTyvgLbq9GcT1PI3ZxLi7DGW9GN+8/uA9Dd29fmXs+p+X/zN8kkec8HP5sevJ5zzsK0w4fmfvsMB4eD7mDbfGRu3LIeeMn0w9f3dgsMUEP7iZX522bdyG4+mU9jxB2Di6X+sAeHeMZORMZCBzYPRKez+jNh/oNuiL+xKdf+CXeDK4IzOvPXfV65X6hobOuDIfE2RiduRT+Fkpn/AB7LdEhMQr8MKWfG3ZyyRnbt27anyF8Ink2Bvo3G8Y5Lfpf2yqPszzT9E+eJjkjsOsNi4ztDv7b4MERqfYPBJxBJ2fDxDsFwtsnpHINZPD5z4pzZI9Y8JM8Z9+NiDux6n1d+2wWWMv7uT02Tr9bgz3+CzJM3f1Z4OS/x54P/ALE5FLvgGfGRsQE+4ueGyJlthy3Z5DbbPn3Znjtn8thtt8ay4Je23fG/qeMrbFsLal2luIu5Me/G26xqcJY8JdtjPyRG46z43xmfwSfI3PGfxJ/ied/hj/BU7AWQXs6dksxjySbPBMjJZKD3ILX8wN88T3J2WGCfdkIOWfc8+iLMyhJds8vKfCTB/wCIhBEG89+PR4G2PBTu2/wzxoh8YH2uZ4vsCegfpLwLqe71F7Pf2b7bEPek6o4HtsGe31/g23w/wbfOGeD+J5HwTMEGzj3OSeAss8vkt8bDL+i6U+/7sn9EOqOBaOljQf6J3ryz48YbI54OTkkI+37Z4F66sOOjU6j+vwWt6h95/TZNpqGbfwe/7TNeBBstgdSGeNonqlfVvjf/AKnqOXNf+jZ2xBLej3Y+ovxGPXQSw9n88Zb4v23zv9IXum60+x/xkzqP7LPb9Vh8jXJPpj3YS5+saHffseIOm6tkOoP2TKR/OXM/CjcPzhY9N5tx/UZC+kPGPIdgvyvh+8gyY6sk5ELBLFEk0vtYjldLIepyOzDyTdsgs7EzGPImZYPA2eBnvjCRAstv78Lq/CA3ZWtrcfXw9nIQeObZZyOT42zx/sdY6R9hXplv8O9t5e3x2NF8YeEs92fuU7JJN2TIs8ajGWW2xPuDnjbu28vbaXuyUkNhORlsvh7uFt8gqhkh4yxjyw8djkfux+YYpLl4yf4ktsWy/wAO/wAH+b/Bt8ZBBL4IcxvS6QxmbIcZfz4M8KgyASfJM+E+3yN24I76XpHqwgzJPDtOTDEysZy1zsznjPGfyf469ZORBf023nmRyWwlngm/BmeT8tk8Bd+Qwsi4ozuPfTN7fe4TaJ/U9r6/E3uzxnH/AMGfwyGYm3f5ayRzxOkGSCb+7jZZD08NtIzR4b1nX+74cf2fC+MXsIPdXxSZ24fVrOkEkuWm4Bm+38xzx9+qfCWbbTXm/wCWS6WPUmUwh+ozGH42Rrvhtthksss8DTAf3HqL/G63/ugk7vfBFzs/yzQPid/FyD+0T/6EbrFfuCQGPMPIt+ARWiMwYPNTSc63wHdXctzKTIXfdkKAHhWXdb3NlkDPODs57e54yHj08uljm7J1ujbtnbGzyXLnji3fNj6n0y/gzZvaPXgcSMQbbQ9s6XBy0SvuPy+W6CDPv5gnwD/FkyNpu+HqVibRftaduHvhuxsXRii7A2F6Hh68Fpbvjc923P4DN3wWtmyR/fggnxvnfD6jtl27HjlxLbbvjLO2X07ZZcR2wszwxLkeT3GTb3VhZ1HJiZJ2OSbZ/DPO+D/wEPAz/D5/BXU5BuFmDmw5pjasPA8XDLd8HgJIOSScyyCezNSWZZK9tvXHfGhttlww3KZP23Vgy5F9y3w2nl8E/wAWI3FXLV/FgcvTUtDmXMcT7h51tm8Z2wgCPLctiDfDoGIzvSx38yCXl/Je9nctg+Em3+Jafz18/Tw3qPO9vXjhinZ0Yc3LLLJ8vh1I8E4RuQGAhFxr8G3xrJi0++UtPhfrT+NETj1b1gEZnoufgevWzP6JD7O1TrrZvhgHbbsyfjGUPENqXInvw1Z7gsLLDPVhZa/LemR/TLRgDjA0077XJJbpqu/SfXOT5RUterD/AI5emfR9/YfSFuS7ZY8PgI/KTErww87OMHZjbbW2O2TbtlnjkHgMjMeHj34yR8BWfFAy/M3L62MlQ4x1vgSbe2sJ4YdeAmM8M+psbsxsfnb6yMF9wJyIsY3r02+MyJLLcPLtnj151uTM8B4Yzw+CXwYXuIJP3cPsdmHzly9x4XHybtkH8Tje2GfPSWVJas/My09eGy9t8bD43yt78L/DP5b2Qyy9XvzkeA1uupE6Ce7Q8D1yX6lhnpCMHVJPu/HP93Y/48Gxb8JM4ge3HL6v/kx9L/uXoh/Q3sb/APzG2nl/tyZ1n+SWaMhvJ9uS/wASvDzwPnZGbclLFLNF7vhuuy08JyR4vn/fG/yHxl9U5GYEgs9Nn123lsbd8bOx6bZTD7Hgt8adultnF9k4FgT6WBAhq6vyx/P7ur742bP/AA/n+Db/ADX+IqD93RyfW3Msb4STvhs8C+LeS3WW4MvcNb+odg+mF8ay2h4LbnjYkDr8bLKGo1TPwW44H9XMgkxb6Mive+e2jwLsTdu+NsH2yJx8iOyMGTKi5PJzj2GKR62ZBDqbOBDB9hTpe5XYB5ZcUpg1qWYfhkOgc1z+oZOUAflcwba26MkuZfU2xYyHLVJ37FpDbBIkO2QWWNkQd42WoePgZLJ9kcGQ2cyyyGyCM5Pt8bDm59lW4Wb/AMRLPB07ZibMifGeEW+6Pr58YbdnM9bMJngM9tizJ3Zwt5aln23sWWA6fyzwTkeDwepttif4mzseNZb3Ex47vhYlt7ZFjBHP4Cyc87dXw3YdM+rkjF2ep8fLP4n+G2Wc/jn8P7t/8B3Ix+7at/iV33aPsxyB98RDxdQ1xtTB/Tl2/wCrdn6P7dgOr/Zb/wDHqNTCtc/5a2H7ovAB/hHeaPqiL82fm+lP/Z9y/pkV/wCi0nd3P24yg7Qp/wDiyO5WGhz+8j9OPymwxftvJ2p2JfA/EdL0sDSWW76kDfHqzJcmzm+Cbv8ADIYdncXHZWuFivqFnDsMbNkx8nuxG95N7HnJ6Z14Igd/Mvc8uGXcIUnpIhgb6vanhtmfHfJ/J/geWPHfCUWJAPs2SSTvj2LJ9eEjGQ6X3yMNfuwbf16YW3vhpMPLH54G3yQC+yMsLcfQfVouHB6I2D1Me/O+s2RfYb7BPl2L3HJ/gw//AHZCGrLicmGMbEmRiAaf0z/UfTHhP2AQxDidm+w+slOfixAzs4e3tyx7Nly3t1OzGPchHnIIc9X5G2EPybXiJtDYDbCYtazkhIfLf14Xx9BY7Dq+MbHlhlzPHbs+OeMjrKN0ngXSxjXgqfDsShN7b6YCHsvJHfTZe14LJgW26s9QPOEb/DbQiP4medJYbN8bnhtu+O28vfhbfHLu2+Bt/mBMOSRzf4F/ly3ksse+C+4Jer/J8Z/F8be/A+HyeC11tsgss8IJ4ttyTSPdk2W2M+QtfzDDD/Ph+69bUn0tg9NosvzfsbYv9JPRn/UKE4fteq3kllz8iasn6EiuxdYwcjjfPcfBMMcCYZG2zwT4UyPB4E249O2vxemQlfaPz+zu8vcz2j1e74HNfB52ytgHjYgmMZEm9BO/kgRUW9n7T4D3I/Af+jO+H+X2Z8HjL14z+GaWWRLMwJ4Tt88EngyYmySSyE3sLHwR9Z7TrZ8vnjFspYsnNvyJ4HwkfxMIerVkCyT6LH6S7fwZXxnT0351Zz9Vy1ULyabxj8qF7xbc5J+lm+9kWozM1LsJe5DdkOlm/wAGYUtECQqtp8nTkryZywfknnCL0QLA92wXcR6LORcl8MC5cmPUX2WxrZuS1bd7sbL2E6tQwEG3bsfNlJSRaXTgkPO3DpaJCzy+Cyc5FkHGzx7XUWwdM+TYtib2U985Z3wLZ3dg2s8BwQDOSGTUJel0tNjpF72+5cjXkJgDxkl68Hli33e4ueCSzrEwTy1tkcu+Mki74Y/hk75zyJz+B43yQi92bID3MbttvnfdvbfOz5J/j98Z/DPDZHgnk+Wz5dfBEYGe/Beu+FwjrekNsMW222tvg+b4G26uesssMmDHnDwjq+WQs24otk5bvu27JJ/mE/wUflbpyCzngPLDPpeeXr5ImyVzyT8EQDRSQ/5sIfC9Ai/PPXuKz7+WLL19nnLOf+DbbfGR4y7d8Bbu22C349RdMl2zxlkzLSBN3bkgc8AdnSeiWj9NxjtlWumWp+bfVns7b+T4CTwzLIzO5HjWMDkfhgvkfjgnhYT+Cx4mUFiyzyzYYvHTEOudCb6smDI202fBltowZs3snkfb7Z7uqMO9hD2Q+Bnu9rBsonu74cLes2CTJyRagp6nesmeMXO2LmZpbzLFck37b9s/We9V2EWW9tfzGU7LXPfVvvBFOTr14FnX0ZO+Ndjx2PGlvfV70tuLL18BJyMTB3pPnces+5Ptx5Z4PqwiBs3IMnPSQ4d/aVybkdQ5ZvbLNJ9wZO7afnwPuWCYtuTfFuxtnkctJlccjZGPdzI7J33aXb/fIWEkFzw2fyGyPG9b34YtPGmPgk+yLfYnvztt7/j6/i+DwXLbZ8B/Mmf0tD+PUqy6zM3vLY7/AA21bDLxtbAzAJL4Qtthhsfm2X8zll3J+jxl3JR2+rkt2fK2RMM+d8nuRjwjW3ZlQBPwA2GH8O+OUjye7BgWGz84SHSb2TcZeiP9iHd38RUUmStXySXf4Z/DPONnj5555LS7CH5b531cTDkSdsGYxZevGze7PAZ5yTJdJ+F6FkGw+dhlbkeNtmxnYeBr/A2HkfwIvz5WGOwWBYsLPCS+GuyG8kxi/O3fK28vUf4AG2ZzYnqQPsXpuvUGBL92XKyRreS9wlPsi1fm7E0C/WYOWptt1Hy6J9R1fDLSCQzWWS8TMB3B/plPULnYNtudLKy/MbzkC6Sw5atfi5JYHkU/SWzcJth8f5ZDn3kpk+08N7fHxhvq/wBYiFzGzLBOxDGe9r4G3w2C27Zp5ZJFv7u+O/wc/EFhNtxuiePRb2PD343zjGeCYeW+O/m7bbbK8M74Oy5e7PG+dYbZiXIzk+5N2Dh4yyz1ZY+TPs/wXmR43+Iza2+AWzx7RfGVtkRxunG+ktr4ys2vhr43LfB4M29Xww28uS/wYsuW5dnjoYQhZm/TzvnXwW/wx2+eBHqxEyVvUoHqAEe+3s3sss/i5ctnXy6HzJDjI9S5u/CY0+flsDB2RdWWyyf4lvgt/gHn1Zt6FvcBFxBkzBeQuyqQL7/g7i3d9zE+N8cZ0ul8GmEdyPHITx25MPlk75PtvsDHIcoCyMOnPrLysJ9xvQFkPGEt717aTN2I9xBOdfOelC3wivaJNPDx2x+fGeTjsFJLMjvhsTcWM7CkvkpKvsn2GJ2dzkHyM0MPPVss+Cfhvz8cPfZdY2i2D9jsQ2BZ1smyVNPl2b0Iio9NmWBjC94kJT6wPqC+4B7LeyfxyGxesiNjYTtWfT463q5IWzYBM37JxGNPvkiWA+5fGx6hnd8b2XolZ2TSCAYB9gY8AeOeBJ+rLJ5/AhblvhIvtvNmBsjwjg2WYWnjvvPHMnWBsIP35yTPAbBk74Jt8MeHMjPGTAnPsTrI2U3Xw+NTxstlhbPnD3/Hbbbf5Dbb4fV2Z5YnxiZUZt2G291bezHu23ztvju+/F5D2yS3GHWwLkn8EuyGQ1J4NvcY88Pnc/keTth6LQ2RwtJ3Jt4af2QzNt7mN22YuTG7bFlv6jt8uHGThj9sprwm3z3xv8PVseR8HkI1mxErEJskELtG5lvITHvZbvjHhfOP587kPJ8eq31e3+jy+S1uQT5UibjxZy7fH5S34Sk3N/sT2SXB/wBl3p/xt/Rn5GT9zH3BvYx6dh+bHvzHyYT7b+UD7e+WvD1JMY+mTJk87ZZZ0SZszAb6sFD7M48ZZ+Zz8Rz4ubJHbmeM3bL08Ec25YTZ4yieMuwXCTvZPtNGwTcLPGWcmLg4/I3+Y7bf2IbDj4rtvT8OkfkRnpj84DZDkTw7AyKSrPcrdyPb426y0Fle+Pbs6HGCMS/FvP7jxh9DZ2d67I2/mxzxj3kFseNMHtZ9tkHPP9tyE2V8fuN/hl0s55xaeH1EsFvIE+yeeOTeomFnWxhkxYw+GGdt/htvZedtzZ1yRGSnV8mAT4x8EHgfD4EuTZPjbf5MSR/BsaNoze7Lt1LLnkEG3LeeC4WmRGb5M25nM8npeiNi3LW23S2Hy3vPCc8DPj/E/lkeDnY/qcPbPwQ6JMDfvi+DFwPZONu71sP8G2GXGPh8b2OLhhAwnVkNxF2COP8AB/jrbsF6/wDB618aeA77sjnfLrBZ45ZZfZ5bLHd/gw1lm2MXSPW2y+NJ8D4Z8cE+/A9k4Ft6aMNvC1+W9c79iC+8Fx6XXtRxnegolbiI9USIR/T/AGevX7xuNkFuiWntT43GSYcg2L2Cyg/m3ybHkcfd7vvJPCweHdnxkW+D4bLq/UbbKZCZKeAnwUcIjloxyeC3Zqi0FcQPx2DujH4Z7oWjeTp2zSce7E20bJqn4vvweeMOypl0tB0kOjkudnWZewh5AkepbpAuWH5g9yT98Hw9JfVqSxYaRlnbG+4D9lPrCSvfhi1PBby+wONh3vuYfPC1s7FuWmx2yJ8nG9vb1b3xpPHHwflnw+eXf4mS+QtyfV27+bctj1aeS254G+Ww7PudivjNt54Twvgny23uy/2L1b5f/Dn8NthZ1twWo0xajuIAfJ9Tp/DbtrbbbHgO/T/vjnZ7DkPfB/Vvj5BrJPPdo9Pg3YY7vhcnxv8ADLP4kze2RcmzwGOa32zniEZVdstFj9i3xseMnGZMyB1OB23vPWXB+Z9MYsfBf4HjPHrx6/hkjCWXph29rJYMUvDCfCR5A8bLL4W1guS8TAWtu93vhTN8745bbbbLwQTejfV7m9hsHkJ8h/B4+78E/DI+5wRZ+YD62DumPkts3FfQ0j6t/Z4x/HWy6azkMrfbMEB/+LdDb/JJdYX4s8bcjxuBMuAz3wkarfV1CfU3AkMtljw+CXx/s29/gl7nnth55b28qx092CZbPs/hgGh214aZITUMHzr++yE6s9hZ6gtkB30+p0/bC5V354HLPwXG+AkkZp4UZTpsvvh7mObLWTpKr7lsmNg2Tt+p/cPfbLLC3TwtxYPiJkt8j9+DF/tvl78Z4z+Gl9izzt2221MTHq1P6svd8ubfIsLcvfjIL15zwO2Hn1OsWxPgfG+PXh4KyNaU5bPJ2fL/AAPDbbD4Xw/wyxPOQbJ4zxv8ByDXXyBngh4xZfNssTwWN7gPdkHksPIW+pRd+HL08un2G6xb0uGr7tP18b4GUz5fn8NnwFsO8Zd5AD1ZsgJd2AZ37arPjchdup54zw2+Fn2AnnEDeQcxZUI24s6J0s4+t9En0jkHoyeVjyeD+OmMAfIiSPATyzB0/PAkib1bNnjLMmMtlsQ20EuMFsxJB4/+eHT7bLYWHp7Y7tt7jACZfgWz9XYD8xjCzJfB0v2QN+HhF8tfY8L6m/42Vik8co9OMyP2ch7mXe5Or/0Q3ihPvDHJ/wAjTV/vL2xG+RQG6CNeKKnaTPU35kjk9dl49eN8bbcbZsbmhJ55NvjskeC0J/naLWf0SjSsy44s5mKHbBfZcutu9L5Gd+nbE3jL/HjmXe9uoyd2DO5MN1ABtvze8sPX3+Z5LCe+NPGkG3VQexaJEMhZbPnPAWFZM9W22w+TTPcMuzFoRrZY9MjY3Hh8ZBJAW+HY87YeD4G2Ccti9fwzuz45BPj74cI22lofy7D2vIKIG5tgp9Wfxf4c8ZZ5YJPG+RD+A4y/yYiCDjkljEz8siDVk/hlllllrwElobb22bdszj1Onu2M1zwCtIp4pw5KbXtrvheNzP8APLvgSR42FGvbaB4NWz42XwXr5+eTtspYHgGxe65erCtn2jAeyzOapbPDH8GIkkiFk+nYMJPA4x4L0A+/dhJcnHhjtsvkXexNlh8J5D1P142YifGGXqXxr2B4/EWQ9xIPqd43wybntC88N8PTdjXN8BW/txEP0vybSGcP7GQWOyeA0X8e7tl6vS38b71kZMT3xrh93MsJ/gngIJLnhvliQ8pJOdWRwyjOWRoZPhq02J4Zus+7bLB0YP7fsFqdJT1FPSPgj8F7PzJs8Dew2XE9Rxt0ld8gzFlsyjxTknhIbb3PI8ay6QPGy3uVj592Fhl38eMssk2DPD54Hss742G/MmeO3F87dh98LzlwjPAeM/gtvj2+U8blqwh+7Q+EEnLLOcjeDv24DL4Twfw3zvfD5b/EuS8n8gnLbchCMAhM92f2YXhy3ZiWRZ43xkPzbHXweGfqDJ8CTlllliNvweRZ2TwN8iEmWx/Bvkr43+Tvlh8Nkl0+dsfGbAechSIHC4uOJV9yX17hb17dZ9iy9Qkz/wADH8C9onZXxmwM7Zt6e7Z5Sn8SLbbANssu2IuyW2zbbGPFb4e5PqW3kLfm9eBm2fAvSVuvwvYtvRvc9xJSz3PLb+vlr+ZV24a2XfRKy/rFivcB3dj9p/exumz1b/Np6NkxC0SZTw3QEOY+CceBZ49wvjPDLu3piU8ZHgCfPbNs/mb4b3g8YLcaQpZbMTjKfiG2Ysj2kmwB/En6W3/ZT1P4pDdJGdW63L3MdAjYdzGJnseH57EPL35c5A8Ge2WSRZK1xsZWdCfA77bngzs3yJ/XgeGwlvkzw6bSDwMnLb3Z5HuTdJGD1YTzwxMeGeEt8fIJy++AWW9t8ZN8li2PHLYLPAmHjfLnLaZfYckmf45Fvnbf55dyY8bZENm2fwIyUxew74MljE7YyXw0uW5bfI59hnxIg7L/AGf2mPRIfLVkx542TjsFsxbjM5b7Lbv8t/gEnjsTd/kTF2P/AAHnbYR9mOeyPXPUVQ+z6tl9nxsx/EjfB7m7F7x6sk8YfiGB+WNnO7tkX3eA7scVsw+M8GA/IhHhkGEt7zmSY+NPBUI8MQyyy99WDfl2IvRGhcjXxjF1fgtu9FcCfzTc/Wy8ZLWiR4exFDkKVgtxwzwZ33Yz3H9gW+GdL01+MBIffhrPXYeeC02Zy2Ggh4YRemPH3fG+MbLLk99wWSQT68ep+NQt8Db7h8JduxsuWzFonwj5E+mUWD6gFuE9N7hJEcXbd8ZG2jbFyG+Ni5jZfhDrxm22e+S/Hffg29ZJ7d2yB1j7d2FK/E9IXtGZL9+N8gzf7bDcZY1sjweFtP4ukOd9yxjxvhzPGXqx5G/wO2Rlzytvn0w3AZMui07DPZZd8Azv8dP4r5JZfGwT4zweN/iMCEHPLnwPJGnrIT6vvhZzAj/v4CQGt6EBNlL4lhflkNQlD0g3q6y2+C2yw8mGyWec21CZRZZZEx4XL/fH3+B/Dt9/iWfwbPGeNwmdPB4Nn8TxnjfHqY1vlbDe16HfAjCxq58JcIt8ZZbPfCE+RvlheiyQgPWwbG7YswvHd0mBnwfYRy9Q9DYWFn1kC6Id7v7Yu5DHu259sLFgR8oP3Q8h7FKO/vfs3E9FfZn1emP0jpLTd8GSC2HZN2fR4S729bttm2puX3xttvgfDFk+c3w2WbezYWNsJLD49RKzbe7sinjkL3f4PhNnrL22M1mST+f4B0ZG0bN8aeHl7I5zZT4+HLnpPD4x3xvZeDD6vd//2Q==" class="fr-dib" style="width: 451px;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tentu di balik prestasi yang dicapai Ricky, tak bisa ditampik mesti ada perjuangan yang harus dilakukan demi meraih puncak perolehan akademiknya selama ini. Mahasiswa angkatan tahun 2020 itu mengatakan bahwa waktu bersosialisasinya tidak seintens seperti saat SMA dahulu. Ricky juga merasa persoalan waktu memang menjadi hal yang paling terdampak dalam proses yang ia lalui tersebut.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang perkuliahan itu melelahkan, karena untuk saya mendapat gelar tersebut pula sempat mendapatkan tantangan yang cukup besar pula. Saya sempat turun berat badan 7 kilo karena mengejar target kuliah, tugas dan lain-lain.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="font-weight: bold; text-align: justify;"><span>Waktu yang Dikorbankan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sama cerita dengan Salsabila, mahasiswa yang juga lulus dengan predikat <em>cum&nbsp;</em><em>laude&nbsp;</em>tersebut mengatakan, bahwa yang paling dikorbankan dalam titik pencapaiannya saat ini adalah waktu. Salsabila mesti mempertimbangan prioritasnya dalam mengatur waktu antara kehidupan akademik dan di luar akademiknya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin waktu kali ya. Waktu saya jalan sama teman-teman. Karena, kalau saya sendiri biasanya, kalau ada tugas atau laporan, saya selesaiin dulu. Terus tuh baru saya bisa bebas jalan-jalan tanpa khawatir. Itu sih. Paling waktu aja sih.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/b2317c75bc7263cf55a6797db5befd92ac65a420.jpg" style="width: 464px;"></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Untuk menjajaki predikat yang dipegangnya saat ini, Salsabila mengakui pada awal perkuliahan ia cukup kesulitan dalam komunikasi dengan teman kelompok. Ketika mendapatkan tugas kelompok Salsabila sering mendapati dirinya mengalami miskomunikasi hingga ada sedikit perselisihan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, lambat laun dan seiring dengan bertambahnya semester yang ditempuh, mahasiswi angkatan 2019 itu mengakui hubungan pertemanan yang dilalui semakin membaik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Dukungan di Balik&nbsp;</span><span>Cum Laude</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, terlepas dari kesuksesan keduanya dalam meraih predikat&nbsp;</span><span><em>cum&nbsp;</em><em>laude</em></span><span>, ada orang-orang yang mendukung mereka berdua hingga berada di titik tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ricky, yang beruntung mendapatkan dosen pembimbing yang cukup berpengalaman dan tegas membuatnya terpacu untuk memahami teori yang ia teliti, hingga bisa lulus dalam waktu yang terhitung cepat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak lupa ia menyebutkan dukungan dari orang tua juga mengantarkan hingga bisa menjadi wisudawan Unmul di gelombang pertama saat itu. Meski tidak pernah dituntut untuk lulus dengan cepat, Ricky tetap dengan kesungguhan hati berusaha menjalankan studi dengan cara terbaiknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan mungkin yang paling utama tidak lupa pula dukungan dari orang tua dan pacar saya, yang hari ini juga wisuda. Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman dan panitia Unmul,&rdquo; ucap Ricky, bersemangat ketika diwawancarai langsung di GOR 27 September.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudahan juga dirasakan oleh Salsabila. Prodi yang ia pilih sebagai tempat menekuni ilmu memberi keleluasaan dalam menyelesaikan gelar sarjananya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau saya, dosen-dosennya (Prodi Teknik Lingkungan) itu baik-baik. Trus juga kalau kasih nilai itu yang rasional. Bukan subjektif gitu. Yang misalnya dia sebel sama siswa lain, dia kasihnya (nilai) C, atau kasih (nilai) C ke satu kelas,&rdquo; tutur Salsabila yang juga diwawancarai pada satu lokasi yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orang tua Salsabila pun tak menaruh tekanan pada anak perempuannya itu. Rasa bangga menyelimuti perasaan orang tuanya ketika mengetahui Salsabila mendapatkan predikat&nbsp;</span><span><em>cum</em>&nbsp;<em>laude</em></span><span>. Salsabila pun kemudian berbagi rencana yang ia lakukan selanjutnya setelah kelulusannya tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya penginnya mau coba CPNS. Tapi, ada juga kepengin S2. Jadi masih cari-cari info juga sih. Mau S2 kemana, dan apa syaratnya,&rdquo; Pungkasnya saat itu.&nbsp;</span><span><strong><em>(ali/ysn/tha/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Gelombang Pertama Unmul 2024: Pertama Kalinya Dihadiri Pimpinan KPK </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-pertama-unmul-2024-pertama-kalinya-dihadiri-pimpinan-kpk/baca </link>
<guid> wisuda-gelombang-pertama-unmul-2024-pertama-kalinya-dihadiri-pimpinan-kpk </guid>
<pubDate> Tue, 05 Mar 2024 12:22:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wisuda  Gelombang Pertama Unmul 2024  luluskan 1.599 wisudawan dan wisudawati </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-pertama-unmul-2024-pertama-kalinya-dihadiri-pimpinan-kpk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uN1UQTzdVN.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Gelombang Pertama Unmul 2024: Pertama Kalinya Dihadiri Pimpinan KPK</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unmul sukses menggelar Wisuda Gelombang I tahun 2024 pada Sabtu (2/3) di GOR 27 September Unmul. Sebanyak 1.599 wisudawan dan wisudawati dari program Diploma, S1, Program Profesi, S2, dan S3 telah resmi dinyatakan sebagai lulusan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Lambang Subagiyo selaku Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik Unmul mengungkapkan, bahwa mahasiswa yang diwisuda terdiri atas 37,2 persen laki-laki dan 62,9 persen perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Lulusan terbanyak berasal dari FKIP Unmul dengan jumlah 265 mahasiswa. Diikuti oleh FEB di urutan kedua, yaitu sebanyak 262 orang. Serta disusul oleh FISIP di urutan ketiga dengan jumlah 241 mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dengan banyaknya jumlah mahasiswa yang diwisuda serta tamu undangan yang tidak sedikit, Lambang meminta maaf atas keterbatasan tempat yang dimiliki sehingga kuota undangan yang diberikan hanya untuk satu orang saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu kami mohon maaf bapak dan ibu para orang tua, para pendamping karena keterbatasan kecil yang kami miliki, yang hanya cukup untuk mengundang 1 orang. Sehingga para undangan hanya 1 orang saja,&rdquo; tutur Lambang melalui sambutannya pada saat pelaksanaan wisuda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Demikian kami berharap bahwa keberadaan ini tidak mengurangi kebahagiaan para keluarga wisudawan dan wisudawati,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Melalui sambutannya tersebut, Lambang menyebutkan nama-nama mahasiswa dengan gelar lulusan terbaik. Di antaranya ialah Rusmiati Indrayani, lulusan program Doktor, program studi (Prodi) Manajemen dan Pendidikan FKIP dengan Indeks Prestasi (IP) 3,83. Diikuti oleh Sumarlina, lulusan program Pascasarjana prodi Ilmu Ekonomi, FEB dengan IP 4,0.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian dilanjut oleh Ervini, lulusan program Sarjana prodi Kesehatan Masyarakat, FKM dengan IP 3,98. Pada program Profesi, lulusan terbaik diraih oleh Sofia Apriyanti, prodi Profesi Dokter, FK dengan IP 3,90. Selanjutnya pada program Diploma diraih oleh Fitri Diah Pratiwi, prodi Keperawatan, FK dengan IP 3,65.</p><p style="text-align: justify;">Lambang mengungkap, selain tercantum dalam buku dan CD<em>&nbsp;player</em>, nama-nama lulusan Wisuda Gelombang I tersebut juga akan tercantum di dalam laman yang bisa diakses, dan digunakan sebagai bukti otentik untuk memvalidasi bahwa mereka adalah benar lulusan Unmul. Data tersebut kemudian juga dapat digunakan jika para lulusan ingin melamar pekerjaan.</p><p style="text-align: justify;">Hal menarik lain yang tidak ada pada pelaksanaan wisuda sebelumnya ialah kehadiran dari Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), Johanis Tanak. Melalui kehadirannya, ia menyampaikan materi terkait korupsi serta mengajak kepada wisudawan dan wisudawati untuk dengan tegas menyuarakan penolakan terhadap korupsi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut disambut dengan positif oleh para wisudawan dan wisudawati Unmul Gelombang I tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Ricky Octama Roby, salah satu lulusan yang menyandang predikat <em>cum laude</em>, prodi Manajemen FEB 2020 mengaku senang dan antusias pada pelaksanaan wisuda hari itu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita kedatangan salah satu pimpinan KPK RI yang memberikan sosialisasi pencegahan korupsi dan harapan saya mudah mudahan nanti para wisudawan dapat menjadi pemimpin-pemimpin di Kalimantan Timur, khususnya memberi sumbangsih terhadap IKN semakin baik, dan unmul kedepannya semakin dicintai dan semakin maju,&rdquo; ucap Ricky ketika diwawancarai secara langsung oleh <em>Sketsa</em> pada Sabtu (2/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa dirasakan oleh Salsabila, salah satu wisudawati yang meraih predikat <em>cum laude</em> dari prodi Teknik Lingkungan, FT angkatan 2019.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sambutannya kan tadi ada dari ketua KPK, ya. Jadi, beda dari yang gelombang-gelombang sebelumnya. Itu juga cukup menarik,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ditengah-tengah hiruk pikuk kebahagiaan pelaksanaan wisuda tersebut, terselip perasaan haru. Saat perwakilan dari ketiga lulusan Unmul yang telah berpulang dipanggil ke atas podium untuk menerima ijazah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak lupa, Abdunnur selaku Rektor Unmul menyampaikan selamat serta mendoakan dan memberi penghormatan kepada para almarhum dan almarhumah. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada 3 orang yang seharusnya pada hari ini ikut bersama-sama kita dalam prosesi wisuda. Namun Tuhan telah memanggil duluan kepada almarhum dan almarhumah saudari Lesda Harisma, S.TP, Muhammad Ihsan sarjana Sosial dan Helsa Robim Murdani, S.T. Semoga almarhum dan almarhumah husnul khat<span style="background-color: transparent;">imah,&rdquo; tuturnya. <strong><em>(ysn/tha/ali/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sehubungan dengan Prodi Baru, Daya Tampung Unmul Tahun 2024 Alami Peningkatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sehubungan-dengan-prodi-baru-daya-tampung-unmul-tahun-2024-alami-peningkatan/baca </link>
<guid> sehubungan-dengan-prodi-baru-daya-tampung-unmul-tahun-2024-alami-peningkatan </guid>
<pubDate> Wed, 06 Mar 2024 07:50:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hadirnya Prodi S1 Keperawatan menambah kuota untuk Maba Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sehubungan-dengan-prodi-baru-daya-tampung-unmul-tahun-2024-alami-peningkatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nA41EemuFs.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Sehubungan dengan Prodi Baru, Daya Tampung Unmul Tahun 2024 Alami Peningkatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kuota penerimaan mahasiswa baru Unmul di tahun 2024 meningkat. Tahun sebelumnya, Unmul membuka sebanyak 6.098 kuota, dan tahun ini bertambah menjadi 6.289. Peningkatan kuota yang mencapai angka 200 diperuntukkan ke beberapa program studi (Prodi) yang sudah ada, serta prodi yang sebelumnya belum membuka penerimaan, seperti Prodi S1 Keperawatan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Lambang Subagiyo selaku Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik menyampaikan, bahwa peningkatan kuota tersebut berhubungan dengan adanya prodi baru Unmul yang dibuka. Hal tersebut menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan angka daya tampung penerimaan calon mahasiswa baru (Maba) Unmul tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya meningkat sekitar 200 saja. Kenapa? Karena ada prodi baru,&rdquo; ujar Lambang ketika diwawancarai secara langsung oleh <em>Sketsa</em> pada Rabu (28/2) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, meski tergolong sebagai prodi yang baru saja dibuka, Lambang mengungkap bahwa antusiasme dan minat yang dimiliki oleh para calon Maba pada salah satu prodi baru yaitu Keperawatan justru tinggi, hingga berada di urutan ke 11.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah banyak, justru peminatnya cukup banyak prodi baru. Seperti keperawatan saat ini menduduki peringkat 11, tinggi kan?&rdquo; terang Lambang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Daya tampung kita SNPMB tuh 1665, dan menjelang penutupan &nbsp;pendaftar sudah cukup banyak juga, sudah mendekati 15000,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Lambang juga menyoroti prodi-prodi yang ramai peminat. Di antaranya ialah prodi-prodi di bidang sosial dan kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri jika masih terdapat beberapa prodi tertentu yang juga masih sepi peminat. Lambang menyebutkan di antaranya ada Ilmu Psikologi, Akuakultur, Teknologi Hasil Pangan, Geofisika, dan Pendidikan Kimia.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menyikapi hal tersebut, Unmul telah membuat film serta video promosi yang diunggah ke berbagai <em>platform</em>. Meskipun prodi-prodi ini memiliki prospek yang baik, Lambang Subagiyo menyadari bahwa beberapa prodi memiliki daya tarik lebih rendah dibandingkan prodi yang populer di kalangan calon Maba.</p><p style="text-align: justify;">Strategi untuk meningkatkan minat ini melibatkan sosialisasi intensif ke berbagai wilayah dan mengundang perwakilan siswa dan guru untuk meningkatkan minat di prodi-prodi tersebut. Lambang menyebut Unmul telah melakukan sosialisasi secara luring dan daring yang bertempat di Ruang Lecture Theatre, Gedung Integrated Laboratory UNMUL (I-Lab) pada Senin (19/2) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap dengan informasi yang lebih baik, siswa SMA akan lebih menyadari prospek prodi-prodi yang kurang populer namun memiliki potensi karir yang b<span style="background-color: transparent;">aik. <strong><em>(xel/ara/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Terkendala Perizinan, FT Unmul Wacanakan Kembali Pembukaan Prodi Teknik Mesin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-terkendala-perizinan-ft-unmul-wacanakan-kembali-pembukaan-prodi-teknik-mesin/baca </link>
<guid> sempat-terkendala-perizinan-ft-unmul-wacanakan-kembali-pembukaan-prodi-teknik-mesin </guid>
<pubDate> Wed, 06 Mar 2024 08:59:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FT Unmul hadirkan dua prodi baru untuk menyongsong IKN Nusantara </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-terkendala-perizinan-ft-unmul-wacanakan-kembali-pembukaan-prodi-teknik-mesin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x955dgIKDZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Terkendala Perizinan, FT Unmul Wacanakan Kembali Pembukaan Prodi Teknik Mesin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Sketsa - &nbsp;</strong>FT Unmul yang telah mengalami perkembangan yang cukup pesat beberapa tahun terakhir, kembali melebarkan sayapnya dengan wacana pembukaan Prodi Teknik Mesin dan Teknik Elektro Instrumentasi. Kedua Prodi tersebut direncanakan akan dibuka pada tahun 2024.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa tahun &nbsp;silam, Prodi Teknik Mesin telah mengantongi izin. Namun terhambat akibat belum pernah terakreditasi dan fasilitas yang belum memadai. Menanggapi isu tersebut, <em>Sketsa</em> menemui Tamrin selaku Dekan FT pada Kamis (22/2).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekitar 6 tahun sampai 7 tahun yang lalu izin prodinya sudah ada cuman memang belum pernah menerima mahasiswa,&rdquo; jelas Tamrin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kendati begitu, Tamrin masih harus melakukan administrasi ke pihak rektorat. Ia juga mengharapkan dukungan dari rektor untuk penerimaan mahasiswa pada Prodi Teknik Mesin tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Terkait Prodi Teknik Elektro, Tamrin mengatakan bahwa Prodi tersebut memiliki dua konsentrasi, yaitu arus kuat dan arus lemah. Hal ini menjadi pertimbangan dalam rangka menyongsong Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan dipecah tapi yang benar itu mungkin memberikan peluang untuk dibukanya (Prodi) Elektro Instrumentasi, jadi Prodi Instrumentasi Elektro itu akan belajar misalnya bagaimana elektro itu kemudian bergerak di bidang tertentu,&rdquo; ungkap Tamrin.</p><p style="text-align: justify;">Dekan FT yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu tersebut juga berharap, baik Prodi Teknik Mesin maupun Teknik Elektro ini bisa membuka peluang bagi anak muda di Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti ke depan <em>insyallah</em> bisa kita perbanyak prodinya dulu baru pecah supaya anak anak Kalimantan Timur kami pikirkan, karena saya yakin banget bahwa kalau modelnya tidak diperbanyak, anak-anak yang belajar di sini akan masuk (prodi) itu-itu saja. Kalau bisa tahun ini (2 Prodi baru) bisa dibuka.&rdquo; Ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Yusuf, selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT menyambut setuju dengan adanya wacana tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sepakat jika Prodi ini dibuka kembali. Dengan catatan seperti penunjang laboratorium dan kelas di Fakultas Teknik sendiri harus terus ditingkatkan, agar IKU Perguruan tinggi dapat tercapai dan dari sudut pandang mahasiswa juga, mahasiswa dapat pelayanan pendidikan yg cukup baik ke depannya&rdquo;, ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yusuf juga berharap, dari adanya pembukaan dua prodi baru tersebut, bisa menjadi suatu perubahan yang baik untuk FT Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan untuk prodi S1 Teknik Mesin nantinya semoga bisa menjadi wajah baru dan semangat baru untuk Fakultas Teknik,&rdquo; tutur Yusuf yang diwawancarai lewat pesan WhatsApp oleh <em>Skets</em><span style="background-color: transparent;"><em>a</em>. <strong><em>(amg/opi/ara/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 8 Akun Media Sosial Sebagai Rekan Pengembangan Dirimu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/8-akun-media-sosial-sebagai-rekan-pengembangan-dirimu/baca </link>
<guid> 8-akun-media-sosial-sebagai-rekan-pengembangan-dirimu </guid>
<pubDate> Thu, 07 Mar 2024 13:03:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi buat kamu yang ingin mengembangkan kemampuan diri melalui media sosial </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/8-akun-media-sosial-sebagai-rekan-pengembangan-dirimu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AGK3Nvywqg.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>8 Akun Media Sosial Sebagai Rekan Pengembangan Dirimu!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Dalam era perkembangan teknologi dan informasi seperti sekarang, minat terhadap pengembangan diri semakin meningkat. Jika dulu banyak sumber mengenai <em>self-improvement</em> ditemukan di dalam buku, saat ini fokusnya telah meluas ke dunia digital. Banyak orang yang lebih memilih mengembangkan dirinya melalui media sosial, baik dengan menonton konten visual maupun mendengarkan audio seperti <em>podcast.&nbsp;</em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut adalah beberapa rekomendasi akun sosial media yang&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;rangkum untukmu dan dapat menjadi panduan bagi pengembangan diri kamu. Yuk, disimak!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>1. Aldila Anisa</strong></span><br><span>Melalui akun TikTok-nya&nbsp;</span><span><em>@aldila.aap</em></span><span>, Aldila, atau yang kerap disapa Kak Dila ini seringkali membagikan video yang membahas topik&nbsp;</span><span><em>self-love</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan&nbsp;</span><span><em>self</em>-<em>healing</em></span><span>. Dalam gaya yang mirip dengan curhat bersama sahabat, Kak Dila menyuguhkan pembicaraan yang menyejukkan para pendengarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan pembawaan yang menenangkan, video-videonya sangat direkomendasikan untuk kamu yang mencari konten pengembangan diri setelah menjalani rutinitas yang panjang dan melelahkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fakta menariknya, Kak Dila telah berhasil mengumpulkan pengikut sebanyak 1,9 juta (data Feb. 2024) di platform TikTok, jelas menunjukkan bahwa banyak orang tertarik dan merasa relevan dengan konten-kontennya. Tak hanya melalui akun TikTok, Kak Dila juga aktif di platform YouTube, di mana ia menyajikan video dengan durasi yang lebih panjang dibandingkan dengan cuplikan singkat di TikTok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>2. Ananza Prili</strong></span><br><span>Jika kamu menyukai konten kreator yang mengikuti tren terkini, akun TikTok Ananza Prili dengan nama akun @</span><span><em>ananzaprili</em></span><span>&nbsp;bisa menjadi pilihan yang cocok untuk kamu tonton. Dengan 874,9 ribu pengikut (data Feb. 2024), Ananza akan membantumu menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Dengan menghadirkan konten&nbsp;</span><span><em>self</em>-<em>development</em></span><span>&nbsp;yang tak hanya informatif, tetapi juga dihadirkan dengan sentuhan tren terkini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kombinasi dengan psikologi dan&nbsp;</span><span><em>lifestyle</em></span><span>&nbsp;membuat akun ini memberikan informasi relevan yang tidak membosankan, dengan&nbsp;</span><span><em>editing</em>&nbsp;</span><span>yang sesuai dengan selera masa kini. Ananza juga seringkali membagikan konten kehidupan pribadinya, yang dapat menjadi sumber motivasi bagi kehidupan kamu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>3.Dear Aya</strong></span><br><span>Jika kamu tengah mencari akun media sosial pengembangan diri yang menciptakan nuansa santai seakan-akan kamu sedang berbincang dengan teman dekat, maka akun TikTok @</span><span><em>dearaya725</em></span><span>&nbsp;dapat menjadi salah satu solusinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan jumlah 217 ribu pengikut (data Feb. 2024), Dear Aya memberikan konten dengan fokus pembicaraan pada afirmasi positif dan konsep permainan otak&nbsp;</span><span><em>(neuroscience)</em></span><span>. Melalui&nbsp;</span><span><em>tagline</em>&nbsp;</span><span>uniknya &ldquo;One Percent Up level Each Day&rdquo; ia berusaha menciptakan rasa cinta pada diri dan pemrograman pikiran yang positif setiap harinya, sehingga dapat membantumu menjadi versi yang lebih baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aya percaya bahwa kehidupanmu adalah refleksi dari pemikiran kamu, dan dengan menjaga mindset untuk selalu berpikir positif, kamu dapat menciptakan perubahan positif dalam hidupmu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>4.Raihan Yosa Zimly</strong></span><br><span>Konsisten dalam membagikan konten terkait pengembangan diri, akun TikTok @</span><span><em>raihanyosa</em></span><span>&nbsp;berhasil menarik perhatian sebanyak 344,4 ribu pengikut di TikTok (data Feb. 2024). Dengan kepekaannya terhadap estetika, setiap video yang diunggahnya tidak hanya memberikan wawasan informatif, tetapi juga menciptakan pengalaman visual yang memikat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keunikan dari akun ini tidak hanya terletak pada kontennya yang informatif dan estetik, melainkan juga dalam cara Raihan membuka diri untuk berbagi pemikiran pribadi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berhenti di TikTok, Raihan juga terus menginspirasi hingga ke ranah&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>&nbsp;dengan nama &quot;Small Steps&quot; di platform Spotify. Selain itu, Raihan juga telah menerbitkan sebuah novel yang berjudul &quot;The Proud Pursuit&quot;, sebuah karya yang membahas tentang bagaimana mengubah rasa&nbsp;</span><span><em>insecurity</em>&nbsp;</span><span>menjadi kepercayaan diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>5. Satu Persen</strong></span><br><span>Satu Persen, sebuah&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>&nbsp;pengembangan diri yang dapat kamu temukan di Spotify.&nbsp;</span><span><em>Podcast</em></span><span>&nbsp;ini lebih dari sekadar pembicaraan, namun menjadi tempat yang tepat untuk mendalami kesehatan mental, pengembangan diri, dan edukasi&nbsp;</span><span><em>life skills</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan mengundang narasumber yang handal di bidangnya, setiap episode membahas topik-topik yang relevan dan bermanfaat. Tak hanya memberikan wawasan berupa audio, Satu Persen juga mengelola kanal YouTube yang mengulas kemampuan dasar kehidupan, keuangan pribadi, pemahaman diri, hubungan sosial, produktivitas dan karier, serta makna hidup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>6. Sudut Pandang</strong></span><br><span>Sudut Pandang adalah salah satu&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>&nbsp;menarik yang bisa kamu temui di Spotify.&nbsp;</span><span><em>Podcast</em></span><span>&nbsp;ini merupakan hasil dari pemrosesan informasi terkait dinamika manusia beserta masalahnya yang pernah terjadi baik yang ada di masa lalu maupun yang akan datang. Dimulai dengan pembahasan fenomena-fenomena sekitar yang relevan,&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>&nbsp;ini kemudian memasuki tahap bermonolog dan berdialog untuk menemukan sudut pandang baru yang dapat menambah wawasan terkait topik utama yang dibahas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>7. Thirty Days Of Lunch</strong></span><br><span>Jika kamu butuh teman saat sedang makan, sekaligus dapat memberikan nutrisi untuk pikiranmu,&nbsp;</span><em><span>podcast</span><span>&nbsp;</span><span>Thirty Days of Lunch</span></em><span><em>&nbsp;</em>di Spotify ini dapat menjadi salah satu solusinya. Diinisiasi oleh&nbsp;</span><span>@<em>fellexandro</em></span><span>&nbsp;dan @</span><span><em>sheggario</em></span><span>&nbsp;yang hidupnya terus&nbsp;</span><span>improve <em>from one lunch to another</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keunikan&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>&nbsp;ini terletak pada kehadiran bintang tamu yang menginspirasi di setiap episode, memberikan wawasan baru tentang produktivitas, karier, bisnis, dan pengembangan diri. Di tengah kesibukan sehari-hari,&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>&nbsp;dengan pembawaan santai ini, dapat dijadikan sebagai opsi tepat untuk didengarkan oleh para pendengar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>8. Self Dev</strong></span><br><em><span>Podcast</span><span>&nbsp;</span><span>Self Dev</span></em><span><em>&nbsp;</em>milik Andreas Bordes dan Box2BoxID merupakan wadah buat kamu yang ingin belajar berbagai hal tentang pengembangan diri, kehidupan, dan karier. Dengan moto &quot;Never Stop Learning, Because Life Never Stops Teaching!&quot;,&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>&nbsp;ini mengajak untuk terus-menerus belajar dan mengembangkan diri dalam berbagai aspek kehidupan.</span></p><div style="text-align: justify;">Itulah beberapa akun sosial media yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam proses pengembangan diri. Temukan wawasan dan pengetahuan baru untuk terus berkembang, karena setiap langkah kecil dapat membawa perubahan besar. Selamat mengeksplorasi dan mengembangkan diri!<strong><em>&nbsp;(opi/mar)</em></strong></div><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Perempuan Internasional 2024: Semarakkan Dunia yang Inklusif dan Setara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-perempuan-internasional-2024-semarakkan-dunia-yang-inklusif-dan-setara/baca </link>
<guid> hari-perempuan-internasional-2024-semarakkan-dunia-yang-inklusif-dan-setara </guid>
<pubDate> Fri, 08 Mar 2024 08:33:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selamat Hari Perempuan Internasional, Wujudkan Kesetaraan Untuk Mimpi Para Perempuan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-perempuan-internasional-2024-semarakkan-dunia-yang-inklusif-dan-setara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Jieyyy8ha9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Perempuan Internasional 2024: Semarakkan Dunia yang Inklusif dan Setara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Perempuan memegang peran penting dalam segala aspek kehidupan. Mereka tidak hanya menjadi guru pertama dalam mendidik generasi penerus bangsa, tetapi juga menjadi pilar utama dalam membentuk lingkungan domestik yang sehat dan harmonis.</p><p style="text-align: justify;">Peran perempuan tidak hanya terbatas pada ranah domestik. Mereka juga berkontribusi secara signifikan di berbagai bidang seperti pendidikan, bisnis, ilmu pengetahuan, dan politik. Pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesetaraan gender adalah langkah krusial menuju masyarakat yang adil dan berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan hari ini (8/3), International Women&apos;s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang pencapaian perempuan, melainkan juga menjadi panggilan tindakan kolektif untuk mengatasi ketidaksetaraan yang masih ada; serta meningkatkan kesadaran akan tantangan yang masih dihadapi oleh perempuan di berbagai belahan dunia.</p><p style="text-align: justify;">Perayaan Hari Perempuan Internasional selalu menghadirkan tema yang berbeda di tiap tahunnya. Pada tahun ini, tema yang diusung ialah &ldquo;<em>Inspire</em>&nbsp;<em>Inclusion</em>&rdquo;. Tema ini memiliki makna bahwa dunia yang lebih baik akan terbentuk, apabila kita dapat menginspirasi orang lain untuk bisa memahami dan menghargai inklusi perempuan. Hal ini menjadi langkah awal agar setiap individu dapat merasakan hak yang setara.</p><p style="text-align: justify;">Sejalan dengan semangat IWD, United Nations (UN) Women menghadirkan tema &quot;<em>Invest in women: Accelerate progress</em>.&quot; Tema ini menggarisbawahi pentingnya berinvestasi pada perempuan untuk mempercepat kemajuan menuju kesetaraan gender. Investasi yang dimaksud ialah investasi dalam pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan terhadap perempuan di berbagai sektor. Hal ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dan mendorong kemajuan secara keseluruhan.</p><p style="text-align: justify;">Meski berbeda, kedua tema tersebut memiliki kesamaan dalam fokus utamanya, yaitu untuk memajukan perempuan dan mendorong inklusi gender. Keduanya menekankan tekad untuk mencapai keadilan gender dan merangkul keberagaman, mendorong tindakan optimal dalam menciptakan dunia yang mendukung hak-hak perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Untuk merayakan dan berpartisipasi dalam menyemarakkan momentum Hari Perempuan Sedunia hari ini, berikut telah Sketsa rangkum 3 cara yang dapat kamu lakukan, yaitu:</p><p style="text-align: justify;"><strong style="">Unggah Foto di Sosial Media</strong></p><p style="text-align: justify;">Dengan mengunggah foto atau gambar sambil menggunakan tagar #InspireInclusion, kamu dapat berbagi pesan positif tentang pentingnya inklusi perempuan. &nbsp;Dengan begitu, kamu telah turut menyuarakan pentingnya dukungan terhadap hak-hak perempuan dan membangun kesadaran di kalangan teman-teman dan pengikutmu di sosial media.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagikan Kutipan Inspiratif</strong></p><p style="text-align: justify;">Kutipan ini dapat menjadi sumber motivasi dan dukungan bagi perempuan, membangkitkan semangat untuk terus berjuang dan memperjuangkan hak-hak mereka. Kutipan inspiratif juga dapat menjadi alat untuk merayakan pencapaian perempuan, membangun rasa kebanggaan dalam identitas perempuan, dan menciptakan ruang untuk refleksi, dialog, serta tindakan positif dalam mendukung perempuan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ikuti Diskusi yang Membahas Isu Perempuan</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengikuti diskusi yang membahas isu-isu perempuan memberikan wawasan mendalam terkait tantangan, serta solusi terhadap permasalahan yang masih dihadapi perempuan di berbagai belahan dunia. Suasana diskusi mendorong pemikiran kritis dan memicu ide-ide kreatif yang dapat diimplementasikan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan perempuan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Cara-cara di atas tidak hanya dapat dilakukan oleh perempuan. Berbagai agenda berbeda yang diinisiasi oleh perempuan menunjukkan kekuatan dan keberanian mereka dalam memperjuangkan hak-hak mereka, membangun &nbsp;dunia yang lebih adil dan setara. Mari, terus mendukung perempuan, tanpa terikat pada momentum te<span style="background-color: transparent;">rtentu. &nbsp;<strong><em>(xel/lla/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan 5 Tahun Wacana Tertib Lalu Lintas Unmul, Bagaimana Kenyataan di Lapangan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-5-tahun-wacana-tertib-lalu-lintas-unmul-bagaimana-kenyataan-di-lapangan/baca </link>
<guid> jalan-5-tahun-wacana-tertib-lalu-lintas-unmul-bagaimana-kenyataan-di-lapangan </guid>
<pubDate> Fri, 08 Mar 2024 12:52:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penerapan tertib lalu lintas di Unmul masih sering dilanggar oleh Mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-5-tahun-wacana-tertib-lalu-lintas-unmul-bagaimana-kenyataan-di-lapangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/77fBMhcv6y.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan 5 Tahun Wacana Tertib Lalu Lintas Unmul, Bagaimana Kenyataan di Lapangan?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Setelah renovasi gerbang utama pada 2019 lalu, Unmul menerapkan kampus tertib lalu lintas. Penerapan tertib lalu lintas ini disinyalir akan memudahkan pihak keamanan melaksanakan tugas karena jalur masuk dan keluarnya jelas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gerbang-utama-usai-dibangun-unmul-siapkan-rencana-tertib-lalu-lintas/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gerbang-utama-usai-dibangun-unmul-siapkan-rencana-tertib-lalu-lintas/baca">Gerbang Utama Usai Dibangun, Unmul Siapkan Rencana Tertib Lalu Lintas</a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nyatanya, tidak semua mahasiswa menerapkan tertib lalu lintas tersebut. Salah satu petugas keamanan Unmul, Try Mulyanto menyebutkan lebih dari 20 pelanggaran lalu lintas terjadi di lingkungan Unmul setiap harinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada 20 sampai 30 kali (pelanggaran) sehari,&rdquo; ungkap Try Mulyanto saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;Rabu (28/2) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Try Mulyanto menyebut lokasi tempat terjadi pelanggaran paling sering di area persimpangan BNI dan persimpangan FISIP.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Regia Grandia, Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP 2022, juga mengatakan dirinya sering melihat pelanggaran lalu lintas di area FISIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di FISIP sih, jalan keluar dijadiin jalan masuk dan jalan masuk dijadiin jalan keluar,&rdquo; kata Regia saat diwawancarai <em>Sketsa</em> via&nbsp;</span><span><em>WhatsApp</em>&nbsp;</span><span>(27/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Regia menganggap lalu lintas di Unmul masih kurang tertib karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas menjaga ketertiban lalu lintas. Selain itu, masih kurangnya kepedulian terhadap tertib lalu lintas dan sosialisasi mengenai ketertiban lalu lintas untuk mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kadang ada yang kelihatannya melanggar, tapi kita tidak tahu bagaimana tertib lalu lintas di area tersebut karena nggak ada plang tandanya. (Plang) itu harus diperbanyak setelah itu disosialisasikan lagi bagaimana peraturan lalu lintas di Unmul,&rdquo; jelas Regia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Regia, salah satu mahasiswi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 2022, Melisa mengaku belum pernah melihat terjadinya pelanggaran lalu lintas di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sepenglihatanku (lalu lintas) sudah cukup tertib,&rdquo; kata Melisa saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Rabu (6/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melisa mengungkapkan mahasiswa sudah seharusnya memiliki kesadaran mengenai ketertiban lalu lintas, sebab menurut Melisa mahasiswa sudah cukup cerdas untuk memahami rambu-rambu dan plang lalu lintas yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejauh ini, pihak keamanan diberikan arahan menertibkan dengan memberikan teguran bagi pelanggar lalu lintas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Disuruh menertibkan yang melanggar arus untuk dikembalikan ke jalan yang benar,&rdquo; kata Try Mulyano</span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Try Mulyono menyebut pelanggar tidak hanya cukup untuk sekadar ditegur. Ia rasa, masih perlu adanya sanksi tambahan agar mencegah terjadinya pelanggaran yang berulang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya perlu adanya sanksi dari melalui denda saat pembayaran UKT,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</span><strong><span><em>(ner/lav/una/fby/mar)</em></span></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Peringatan Hari Perempuan Internasional, Angkat Isu HAM dan Demokrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-peringatan-hari-perempuan-internasional-angkat-isu-ham-dan-demokrasi/baca </link>
<guid> aksi-peringatan-hari-perempuan-internasional-angkat-isu-ham-dan-demokrasi </guid>
<pubDate> Mon, 11 Mar 2024 05:23:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rayakan Hari Perempuan Internasional, Koalisi Masyarakat Sipil Setara lakukan Aksi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-peringatan-hari-perempuan-internasional-angkat-isu-ham-dan-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZuCqLhXp21.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Peringatan Hari Perempuan Internasional, Angkat Isu HAM dan Demokrasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women&rsquo;s Day (IWD), Koalisi Masyarakat Sipil Setara menggelar aksi di Taman Samarendah. Dengan mengusung tema &ldquo;Perempuan Selamatkan Demokrasi, Nyaringkan Suaramu!&rdquo;, aksi tersebut diselenggarakan pada Jumat (8/3) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Koalisi Masyarakat Sipil Setara merupakan gabungan atas beberapa organisasi, di antaranya Perempuan Mahardhika (Daralead), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Himpunan Mahasiswa (Hima) Pembangunan Sosial, BEM FISIP Unmul, BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul, serta beberapa organisasi dan lembaga lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tema gerakan yang dilakukan oleh koalisi ini, diangkat berdasarkan kesadaran atas usaha pembungkaman yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat sipil. Koalisi tersebut bermaksud menjadi wadah bagi perempuan dalam bersuara dan mengekspresikan dirinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi dilakukan dengan mengelilingi Taman Samarendah sebanyak dua kali serta mengadakan mimbar aksi. Hal tersebut dipilih agar masyarakat dapat melihat secara langsung, serta sebagai upaya dalam membangun kesadaran publik mengenai isu perempuan dan isu demokrasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam pelaksanaannya, Koalisi Masyarakat Sipil Setara membawa tiga poin tuntutan. Di antaranya yaitu, tegakkan demokrasi dan supremasi hukum, wujudkan kebijakan yang mendukung penghapusan kekerasan dan melindungi perempuan. Tuntutan lain yaitu tuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, dan berbagai pelanggaran HAM saat ini secara berkeadilan, dan berpusat pada pemenuhan, serta pemulihan hak-hak korban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Refinaya selaku ketua Perempuan Mahardhika Samarinda mengatakan, aksi ini akan berlanjut sebagai gerakan untuk mewujudkan dan mengawal tuntutan-tuntutan yang telah dilayangkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Refinaya mengajak seluruh perempuan untuk bersatu dalam gerakan yang didasarkan pada solidaritas yang kuat, sebab ia percaya bahwa solidaritas yang kuat dari sesama perempuan dapat mengubah kebijakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari Koalisi Masyarakat Sipil Setara mengajak kawan-kawan untuk ikut bergabung dalam gerakan perempuan yang kita bangun bersama di Kalimantan Timur,&rdquo; ajak Refinaya saat ditemui di tengah aksi pada Jumat (8/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disisi lain, Devi sebagai Menteri Gender BEM KM Unmul beranggapan, perempuan memiliki hak untuk menyuarakan isu demokrasi, sebab isu tersebut merupakan kepentingan bersama, bukan hanya milik perempuan saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami coba membawa (tema) &lsquo;Perempuan Selamatkan Demokrasi, Nyaringkan Suaramu&rsquo;, karena kami ingin seluruh perempuan bisa&nbsp;</span><span><em>speak</em>&nbsp;<em>up</em></span><span>&nbsp;dan bersuara,&rdquo; ungkap Devi di tengah riuhnya suara aksi pada Jumat (8/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Devi berharap perempuan Indonesia dapat menyuarakan hak-hak diri mereka sendiri dan terbebas dari hal-hal yang membelenggu kebebasan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Aku mau minta teman-teman perempuan untuk semangat karena kami ada sama kalian. Koalisi kami bersama kalian dan akan membersamai terus menerus sampai tuntas,&rdquo; pungkas Devi.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(mlt/nav/izz/ali)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertukaran Mahasiswa Fahutan Unmul dan Jepang: Membangun Jembatan Akademik dan Budaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertukaran-mahasiswa-fahutan-unmul-dan-jepang-membangun-jembatan-akademik-dan-budaya/baca </link>
<guid> pertukaran-mahasiswa-fahutan-unmul-dan-jepang-membangun-jembatan-akademik-dan-budaya </guid>
<pubDate> Mon, 11 Mar 2024 12:08:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fahutan Unmul lakukan inisiatif keberlanjutan dengan Universitas mitra di Jepang adakan program pertukaran pelajar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertukaran-mahasiswa-fahutan-unmul-dan-jepang-membangun-jembatan-akademik-dan-budaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ljDJU1yOGS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pertukaran Mahasiswa Fahutan Unmul dan Jepang: Membangun Jembatan Akademik dan Budaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sebuah inisiatif berkelanjutan antara Fahutan Unmul dan universitas mitra di Jepang telah melahirkan program pertukaran mahasiswa. Erwin, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mengungkapkan, bahwa program ini telah berlangsung selama empat tahun dimulai pada periode 2020/2021 secara daring, sebelum kembali diadakan secara luring pada tahun 2023.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dalam program ini, dua belas mahasiswa Jepang dan sejumlah mahasiswa Fahutan terlibat dalam kegiatan akademik, budaya, dan pengembangan diri,&quot; Ungkap Erwin saat diwawancarai <em>Sketsa</em> pada Senin (4/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Proses seleksi ketat dilakukan untuk memilih mahasiswa yang berpartisipasi. Mulai dengan pemenuhan serta penilaian berbagai syarat yang sudah ditentukan. Tak hanya melibatkan mahasiswa jenjang S1, program pertukaran tersebut juga mengundang mahasiswa hingga jenjang S3.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Persyaratan minimal termasuk mahasiswa yang sudah mencapai semester 4, dengan penilaian berdasarkan esai, <em>motivation</em>&nbsp;<em>letter</em>, dan keterlibatan dalam organisasi serta bakat yang dimiliki,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Erwin juga menyampaikan pentingnya dukungan dari pihak kampus dalam memfasilitasi program ini. Mahasiswa yang nantinya akan mengikuti program tersebut sudah dijamin dari segi biaya keberangkatan, tempat tinggal, hingga uang konsumsi.</p><p style="text-align: justify;">Erwin menerangkan bahwa mahasiswa Jepang mengikuti serangkaian kuliah dan kegiatan lapangan, mempelajari topik seperti hutan tropis, konservasi, dan manajemen kehutanan. Sesuai dengan tahun sebelumnya, mereka juga berpartisipasi dalam kuliah selama satu setengah jam, diikuti dengan kunjungan lapangan dan kegiatan budaya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, dua mahasiswa Fahutan Unmul yang akan berangkat ke Jepang, Rieffal Rendra Nugraha dan Khairana Makina Dinningrum, menyampaikan persiapan serta harapan mereka terhadap program ini melalui kanal WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Persiapan saya tentunya menguasai bahasa Inggris secara komunikatif. Jadi tidak hanya memahami bahasa Inggris, namun bisa menyampaikan pesan secara verbal,&quot; ungkap Rieffal Rendra Nugraha yang diwawancarai Sabtu (2/4) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan Khairana Makina Dinningrum menambahkan, &quot;Bantuan dari kampus untuk pertukaran ini cukup banyak, mulai dari latihan menjadi tuan rumah <em>(host)</em> hingga mentor dari <em>awardee&nbsp;</em> program sebelumnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, para mahasiswa juga memberikan gambaran tentang harapan mereka terhadap program ini. Rieffal Rendra Nugraha berharap program ini akan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas dan memahami perkembangan akademik global. Sementara Khairana Makina Dinningrum, menekankan pentingnya program ini untuk memperkaya pengalaman lintas budaya dan meningkatkan kualitas pendidikan di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, Erwin juga menyoroti harapan dan tujuan dari program pertukaran ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Harapan saya semoga bisa memberikan kesempatan kepada mahasiswa Fahutan ini agar lebih memiliki wadah untuk mereka kembangkan. Ternyata begitu ada orang asing datang, potensi mereka itu kuat,&quot; u<span style="background-color: transparent;">ngkapnya. <strong><em>(mar/ysn/srf)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sederet Kreator Konten sebagai Referensi Penunjang Karir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/sederet-kreator-konten-sebagai-referensi-penunjang-karir/baca </link>
<guid> sederet-kreator-konten-sebagai-referensi-penunjang-karir </guid>
<pubDate> Tue, 12 Mar 2024 10:29:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi konten kreator untuk membangun karir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/sederet-kreator-konten-sebagai-referensi-penunjang-karir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wWl3oEDkvn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sederet Kreator Konten sebagai Referensi Penunjang Karir</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pernahkah kamu penasaran dengan cara orang lain meraih kesuksesan dalam karir mereka? Bagaimana mereka mewujudkan minat dan bakat mereka ke dalam karir yang bertahan lama? Apa rahasia tersembunyi di balik portofolio mereka yang keren dan CV mereka yang menarik?</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mari simak berbagai tips dan trik dari tiga kreator konten inspiratif yang telah&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>rangkum untukmu. Tak hanya membagikan proses perjalanan karir mereka, namun mereka juga menyingkap berbagai strategi jitu untuk menyusun CV yang keren dan portofolio yang berkesan. Siapkan dirimu untuk meraih inspirasi dari pengalaman mereka, menggali wawasan berharga, dan menggali tips-tips untuk membangun karir yang gemilang!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Eza</strong>&nbsp;<strong>Hazami</strong></span><br><span>Lewat kontennya di TikTok, Eza memberikan langkah-langkah yang diperlukan untuk sukses dalam menghadapi wawancara kerja. Terlepas dari profesinya sebagai praktisi Human Resource</span><span>&nbsp;</span><span>(HR), Eza juga secara konsisten memberikan tips menyusun CV yang matang. Bukan hanya itu, ia bahkan membeberkan sederet tips untuk menjadi lebih produktif dan meraih kesuksesan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Yova</strong>&nbsp;<strong>Beltz</strong></span><br><span>Melalui TikTok, ia membagikan pengalamannya sebagai perekrut. Sepanjang perjalanan karirnya, ia menyajikan beragam pengetahuan mengenai wawancara kerja, konflik di tempat kerja, dan kiat penyelesaian konflik tersebut. Yova turut membagikan saran untuk mempersiapkan CV dan karir bagi para lulusan baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Vina Muliana</strong></span><br><span>Vina membuat berbagai macam konten edukatif di akun Tiktok-nya. Selain membimbing para pengikutnya mengenai karir dan BUMN, Vina juga sering membahas cara menyusun CV dan portofolio yang profesional. Ia menjelaskan tips-tips penting tentang di mana kamu harus memulai pencarian kerja, dan menyediakan template CV yang dapat digunakan oleh orang lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demikian beberapa kreator konten yang dapat membantu kamu dalam mencapai karirmu. Kini, giliranmu untuk mengambil langkah berikutnya! Yuk, gunakan inspirasi dari para kreator konten ini dan temukan jalanmu menuju karir impian.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><strong><em><span>(</span><span>jhr/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Standar Kehidupan yang Terbawa dari Bacaan AU </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/standar-kehidupan-yang-terbawa-dari-bacaan-au/baca </link>
<guid> standar-kehidupan-yang-terbawa-dari-bacaan-au </guid>
<pubDate> Wed, 13 Mar 2024 10:19:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengaruh tren bacaan genre fiksi dalam kehidupan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/standar-kehidupan-yang-terbawa-dari-bacaan-au/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ddaztaaoSj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Standar Kehidupan yang Terbawa dari Bacaan AU</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Genre fiksi saat ini sangat digemari oleh pembaca di Indonesia. Berdasarkan data yang diambil dari <em>databoks</em>, sebanyak 75 persen pembaca di Indonesia memilih genre fiksi. Angka ini tentu sangat besar dibanding genre nonfiksi yang hanya mencapai 41 persen. Hal ini didukung dengan jumlah jenis bacaan fiksi yang semakin banyak dan kian berkembang.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini terdapat jenis bacaan fiksi, yaitu Alternate Universe (AU) yang tengah digemari anak muda, dari anak sekolah hingga mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Bacaan AU merupakan semacam cerita bersambung atau cerita pendek yang lebih banyak dituangkan melalui bubble chat. Cerita ini dibuat dengan dimensi yang berbeda dari yang seharusnya. Misalnya, seorang personel <em>boy</em>&nbsp;<em>group</em> asal Korea Selatan menjadi mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Mengonsumsi bacaan fiksi semacam ini bukanlah suatu tindakan yang salah, sebab bacaan fiksi melatih imajinasi seseorang untuk membayangkan kejadian di cerita dalam bentuk nyata di kepala. Sekali lagi, hanya dalam kepala.</p><p style="text-align: justify;">Nyatanya, sepanjang yang penulis amati, pembaca fiksi saat ini mulai menerapkan hasil bacaan fiksi mereka di kehidupan nyata. Tindakan seorang tokoh di dalam cerita menjadi standarisasi dalam menilai seseorang.</p><p style="text-align: justify;">Katakanlah, saat ini terdapat standar &ldquo;<em>typing</em> ganteng&rdquo;, mengirim pesan dengan huruf awal tidak kapital, tidak terlalu menyingkat kata, dan lain lain. <em>Typing</em> ganteng ini, terbentuk setelah AU ramai diperbincangkan.</p><p style="text-align: justify;">Standar semacam ini seharusnya dihindari. Memang, fenomena terbawa suasana saat membaca tidak dapat dihindari. Apabila membaca cerita cinta, misalnya tentang seorang kakak tingkat dengan adik tingkat yang jatuh cinta saat masa orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek). Apalagi jika kakak tingkat itu adalah personil BTS. Kita jadi ingin memiliki hubungan seperti itu.</p><p style="text-align: justify;">Namun, membentuk sebuah standar bahwa seseorang di kehidupan nyata harus sama seperti yang ada di dunia fiksi merupakan hal yang keliru. Pembentukan standar ini akan mengakibatkan hidup kita menjadi tidak realistis.</p><p style="text-align: justify;">Bayangkan saja, jika ada seorang perempuan dewasa yang membentuk standar lelaki impiannya adalah laki-laki anak motor yang mengirim pesan tanpa memakai huruf kapital dan kemana-mana memakai jaket kulit hitam. Hal ini akan sangat merepotkan karena tidak semua lelaki di Indonesia selalu berpenampilan seperti anak geng motor, dan tidak semua lelaki bisa menulis pesan tanpa huruf kapital.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini bukan sebagai diskriminasi terhadap pembaca setia AU. Hanya saja, perlu bijak memilih dan realistis dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga tidak terlalu membentuk standar kehidupan yang sama dengan dunia fiksi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, Mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia,&nbsp;</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>FIB 2022.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Pengalaman Mereka yang Lolos Program MSIB Gelombang Enam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-pengalaman-mereka-yang-lolos-program-msib-gelombang-enam/baca </link>
<guid> menilik-pengalaman-mereka-yang-lolos-program-msib-gelombang-enam </guid>
<pubDate> Wed, 13 Mar 2024 14:09:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program MSIB berikan kesempatan mahasiswa belajar di luar kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-pengalaman-mereka-yang-lolos-program-msib-gelombang-enam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6f1RjVk7TC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Pengalaman Mereka yang Lolos Program MSIB Gelombang Enam</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Tahun ini, sebanyak 207 mahasiswa mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) <em>batch</em> 6. Acara pembekalan serta pelepasan peserta MSIB ini telah diselenggarakan pada hari Rabu (21/2) yang lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jumlah partisipan menunjukkan kenaikan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya. Dilansir melalui unmul.ac.id, PIC MSIB Unmul, Masayu Widiastuti, menjelaskan bahwa program magang MSIB telah menyerap sebanyak 86 mahasiswa dan 121 mahasiswa tercatat mengikuti program studi independen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>MSIB kloter 6 berjalan mulai dari bulan Februari hingga Juni mendatang. Kepada Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa,&nbsp;</em></span><span>dua peserta MSIB berbagi pengalaman serta kendala mereka selama mengikuti program ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka adalah Fitri Raisyah Sari, mahasiswa semester 6 dari prodi Administrasi Bisnis FISIP, yang mengikuti program magang. Ada pula Aura Nur Kholifah, mahasiswa prodi Biologi FMIPA sebagai peserta studi independen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fitri Raisyah Sari atau kerap disapa Raisya, menceritakan bahwa keikutsertaannya pada MSIB ini adalah program wajib dari prodinya untuk magang ketika mencapai semester 5. Di MSIB sendiri, Raisya telah mengikuti program magang tersebut selama dua semester di dua perusahaan yang berbeda. Sebelumnya, Ia diterima di PT Pegadaian cabang Temanggung. Semester 6 ini, Raisya melanjutkan kegiatan di bagian Marketing Nutrifood Samarinda yang sudah dijalankannya selama 3-4 minggu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Raisya menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan <em>job desk&nbsp;</em>yang signifikan dari dua perusahaan yang ia tempati.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi aku di Pegadaian itu divisi&nbsp;</span><span><em>marketing</em> and <em>sales</em>,&nbsp;</span><span>kerjaannya itu keluar, terus kita literasi. Isitilahnya kita memperkenalkan pengadaian. Nah, kalau untuk di Nutrifood hampir sama, mengenalkan produk Nutrifood,&rdquo; terang Raisya ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Jumat (1/3) lalu melalui platform WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika masa pendaftaraan, Raisya mengaku tidak mengalami kendala selama pengurusan berkas. Hal ini karena pihak prodi yang mendorong para mahasiswanya untuk mengikuti program ini. Selain menyiapkan berkas seperti Curriculum Vitae (CV), ia perlu memilih mitra.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau mau milih mitra, jangan asal pilih, kalau bisa dikotak-kotakin. Misalnya ada sepuluh perusahaan besar, lima perusahaan yang diingkan, terus lima perusahaan lainnya yang masih berkembang.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun kesan yang didapatkannya setelah mengikuti program magang ini adalah pengalaman dan juga bertemu orang-orang baru. Selain itu, melalui agenda MSIB ini ia dapat meningkatan banyak kemampuan</span><span>, salah satunya&nbsp;</span><span><em>public</em>&nbsp;<em>speaking</em>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke program studi independen, Aura bercerita bahwa seminar pengenalan MSIB di prodinya menjadi awal dari keikutsertaannya dalam kegiatan ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, program yang saya ikuti sendiri di PT Amati, itu sebenarnya saya mengetahuinya H-3 sebelum penutupan pendaftaran. Jadi ketika saya tahu, oh&hellip; bahwa kita bisa daftar studi independen juga. Kemudiain ada teman yang merekomendasikan untuk masuk ke program ini,&rdquo; terang Aura saat diwawancarai via telepon pada (3/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aura selanjutnya menjelaskan alasannya memilih studi indpenden dibanding program Merdeka Belajar lainnya. Ia berkata program tersebut dapat membuka wawasan lebih luas mengenai subjek yang tidak dipelajari di kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dibandingkan PMM yang lebih belajar di kampus, menurutnya studi indpenden memberikan kesempatan untuk terlibat&nbsp;</span><span><em>problem</em>&nbsp;<em>solving</em>&nbsp;</span><span>secara langsung di lapangan. Studi independen yang bisa dilakukan secara daring turut menjadi kelebihan bagi Aura, karena ia dapat mengulang kembali materi sebelumnya melalui rekaman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak ada kendala yang dialami Aura selama proses pendaftaran. Berkas yang diperlukan pun tidak banyak. Pihak administrasi prodinya juga dianggap cepat dalam membantunya menyelesaikan pendaftaran MSIB ini. Terlebih lagi, Aura mendapatkan&nbsp;</span><span><em>golden</em>&nbsp;<em>ticket</em>&nbsp;</span><span>yang membuatnya bisa lolos tanpa mengikuti seleksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aura lalu menambahkan bahwa Kepala Jurusannya sangat mendukung program ini, sehingga nantinya program ini akan dikonversi ke KKN dan PKL. Hal ini sebagai bentuk dukungan dari pihak prodi dalam mendorong kegiatan para mahasiswanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bahkan waktu itu, waktu kita ada&nbsp;</span><span><em>talkshow</em></span><span>, Dia (Kepala Jurusan prodi Biologi) bilang gini, saya tidak keberatan kalau kalian semua pergi dari kampus ini dan tidak belajar di sini bahkan saya lebih senang kalau kalian bisa eksplor di luar dan enggak hanya di kampus, begitu,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini Aura pun tengah menjalani program studi independen tersebut. Ia juga mengatakan bahwa sudah mendapatkan arahan mengenai SOP dan pembagian kelompok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pelajari&nbsp;</span><span><em>bener</em>-<em>bener</em>&nbsp;</span><span>studi independen yang mau kamu ikutin. Jangan sampai ketika kamu masuk studi independen itu merasa enggak cocok dan akhirnya tidak aktif. Untuk persiapan sendiri, jangan sampai ada yang berbeda format yang diharapkan oleh Kampus Merdeka. Semangat dan jangan dengarin hal negatif soal studi independen, karena program ini memiliki&nbsp;</span><span><em>value</em>&nbsp;</span><span>dan manfaatnya sendiri,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span><span><em><strong>(zrt/ali/jpg)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemandi Jenazah: Pekerjaan yang Didasarkan atas Panggilan Hati Nurani </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/pemandi-jenazah-pekerjaan-yang-didasarkan-atas-panggilan-hati-nurani/baca </link>
<guid> pemandi-jenazah-pekerjaan-yang-didasarkan-atas-panggilan-hati-nurani </guid>
<pubDate> Thu, 14 Mar 2024 09:47:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah misteri dari pemandi jenazah dengan pengalaman mengerikannya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/pemandi-jenazah-pekerjaan-yang-didasarkan-atas-panggilan-hati-nurani/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JpIQEm1cOD.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pemandi Jenazah: Pekerjaan yang Didasarkan atas Panggilan Hati Nurani</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Ketika ada seseorang yang meninggal dunia, tidak semua dari kita mengikuti proses memandikan jenazah. Tetapi bagi sebagian orang, memandikan jenazah menjadi pekerjaan yang dilakukan atas panggilan hati nurani.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diangkat dari kisah nyata, Hadrah Daeng Ratu berhasil menggarap film Pemandi Jenazah dengan ciamik. Tayang di Bioskop pada Kamis (22/2) lalu, jumlah penonton Pemandi Jenazah saat ini telah tembus hingga satu juta penonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengisahkan tentang Lela, diperankan oleh Aghniny Haque, seorang anak pemandi jenazah yang enggan melanjutkan pekerjaan ibunya, Siti yang diperankan oleh Djenar Maesa Ayu. Lela merasa tidak cocok dengan pekerjaan tersebut dan memiliki pilihannya sendiri. Akan tetapi ia dihadapkan dengan situasi yang membuatnya harus mewarisi pekerjaan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diawali dengan meninggalnya sang ibu secara tidak wajar, Lela dihantui rasa penasaran untuk mengetahui apa sebenarnya yang telah menimpa sang ibu. Terlebih, satu persatu teman dekat sang ibu ikut meninggal secara tidak wajar dan Lela selalu diminta untuk memandikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kisah ini berlanjut dengan fokus terhadap Lela yang berusaha mengungkap misteri dan ketegarannya dalam memandikan jenazah dengan kematian yang tidak wajar. Menghadapi jenazah yang tidak mau memejamkan mata, jenazah yang bisa duduk sendiri, hingga jenazah yang berbisik meminta tolong.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu adegan yang membuat meringis ialah ketika ada potongan kawat pagar yang harus ditarik dari mulut dan perut jenazah, juga saat mengenai kaki pemain. Adegan dengan tampilan yang begitu realistis tersebut membuat tangan tidak bisa lepas dari menutup mata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Momen lain yang membuat penonton meringis serta haru secara bersamaan adalah ketika Lela harus memandikan jenazah ibunya seorang diri. Lela harus menghadapi mayat sang ibu yang bersimbah darah dan menyaksikan langsung kejanggalan saat memandikannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ikhlas ya bu, izinkan Lela mandiin ibu,&rdquo; kurang kebih begitu kalimat yang Lela bisikkan ke telinga jasad ibunya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu, adegan yang haru dan membuat merinding ini akan terasa lebih&nbsp;</span><span><em>relate</em>&nbsp;</span><span>bagi mereka yang pernah memandikan anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Film bergenre horor ini berhasil menyelipkan adegan sedih yang sampai ke hati penonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Momen-momen memandikan jenazah memiliki misterinya tersendiri. Tidak menyebar aib sang mayat sudah menjadi peraturan tidak tertulis yang harus dipatuhi bagi mereka yang menekuni pekerjaan ini. Apapun yang dilihat dan dialami ketika sedang memandikan jenazah harus disimpan seorang diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membayangkan hampir setiap hari menghadapi mayat dengan ceritanya masing-masing merupakan keadaan yang sangat berat menurut penulis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlepas dari kehororan cerita ini, Pemandi Jenazah memiliki adegan yang menjurus pada diskriminasi gender. Hal ini tampak saat Lela tidak diperkenankan sang ibu untuk mengikuti pilihannya sendiri. Berbeda dengan adik laki-lakinya, Arif yang diperankan oleh Ibrahim Risyad, yang boleh berjalan di atas pilihannya sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, adegan yang juga menampilkan kesan diskriminasi gender ialah sikap sang ibu yang terkesan selalu membela Arif ketika Lela mengomentari pekerjaan Arif sebagai tukang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Lewat berbagai peristiwa dalam film Pemandi Jenazah, kita dapat mengetahui bahwa pekerjaan sebagai pemandi jenazah bukanlah pekerjaan yang mudah dan memerlukan mental yang kuat. <strong><em>(mlt/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pulang: Gejolak Eksil Politik Pasca Tahun 1965 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/pulang-gejolak-eksil-politik-pasca-tahun-1965/baca </link>
<guid> pulang-gejolak-eksil-politik-pasca-tahun-1965 </guid>
<pubDate> Fri, 15 Mar 2024 13:13:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Membungkus sejarah kelam Indonesia melalui sebuah karya tulis novel </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/pulang-gejolak-eksil-politik-pasca-tahun-1965/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yc4orbIkHM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pulang: Gejolak Eksil Politik Pasca Tahun 1965</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong>&nbsp;<em>Pulang</em>, karya sastra yang terbit pada 2017, membawa kita ke dalam perjalanan yang melintasi waktu dan ruang. Menggambarkan kompleksitas eksil politik dan perjuangan para tokoh yang terpisah oleh peristiwa tragis di Indonesia.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan latar belakang pasca kejadian mencengkam di Indonesia pada tahun 1965, gerakan mahasiswa di Paris pada Mei 1968 dan kerusuhan politik di Indonesia pada Mei 1998, Leila S. Chudori mempersembahkan cerita yang menggugah dan mendalam mengenai lanskap sosial dan politik Indonesia pada masa tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dimas Suryo, seorang eksil politik Indonesia di Paris, secara kebetulan bertemu dengan Vivienne Deveraux, mahasiswa Prancis yang aktif dalam demonstrasi menentang pemerintahan Prancis. Namun di tengah pertemuan yang penuh gejolak ini, kabar tentang sahabatnya, Hananto Prawiro, yang ditangkap dan dinyatakan tewas oleh tentara, menghantui pikiran Dimas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, di Paris, Dimas dan tiga temannya, Nugroho, Tjai, dan Risjaf, terus dihantui oleh rasa bersalah karena teman-teman mereka di Indonesia menjadi korban dalam peristiwa 30 September. Di antara mereka, Surti Anandari, istri Hananto, dan ketiga anaknya mengalami penderitaan yang mendalam karena interogasi tentara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lintang Utara, putri dari Dimas, dan juga Alam, Putra Hananto mendatangi Jakarta untuk mendokumentasikan pengalaman keluarga korban tragedi 30 September tersebut pada Mei 1998.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, apa yang mereka temui bukan sekadar kisah masa lalu ayah mereka, tetapi juga keterkaitannya dengan sejarah kelam Indonesia, termasuk kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya presiden yang telah berkuasa selama 32 tahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulis menghadirkan sudut pandang yang beragam, dari Dimas, Bimo, Alam, Lintang, hingga Vivienne. Meskipun terkadang sulit dipahami karena perubahan sudut pandang yang cepat, penulis mengemasnya dengan baik, menarik minat pembaca terhadap konflik-konflik yang kompleks.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penggambaran keadaan politik dan sosial Indonesia pada tahun 1965, pasca peristiwa 30 September, memberikan latar belakang yang kuat bagi cerita ini. Dimas, sebagai seorang wartawan yang terdampar di Paris, menjadi cermin dari keadaan politik yang tidak menentu di Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembaca dihadapkan pada perjuangan tokoh-tokoh ini dalam menghadapi dilema dan konflik internal, termasuk pilihan politik dan moral. Perjalanan hidup Dimas yang dipenuhi dengan tantangan dan keputusan sulit memberikan dimensi yang mendalam pada karakter ini, dan penulis dengan mahir menggambarkan perasaan dan pikirannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun memiliki sudut pandang yang beragam, hal ini dapat menjadi tantangan bagi pembaca yang baru mengenal cerita ini. Terkadang, cerita sulit dipahami karena pergantian sudut pandang yang cepat.</span></p><p>Namun demikian, Pulang merupakan kisah yang menggugah, memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah kelam Indonesia dan kekuatan manusia untuk bertahan dalam menghadapinya. Dengan alur yang menarik dan karakter-karakter yang kuat, Leila S. Chudori memberikan karya yang memukau dan berkesan.<strong><em>(tha/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pilihan Situs AI untuk Kemudahan Penulisan Literature Review </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/pilihan-situs-ai-untuk-kemudahan-penulisan-literature-review/baca </link>
<guid> pilihan-situs-ai-untuk-kemudahan-penulisan-literature-review </guid>
<pubDate> Mon, 18 Mar 2024 13:21:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi AI untuk bantu maksimalkan penulisan tinjauan pustakamu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/pilihan-situs-ai-untuk-kemudahan-penulisan-literature-review/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i9zA9ViBaY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pilihan Situs AI untuk Kemudahan Penulisan Literature Review</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Dalam konteks penelitian, <em>literature</em>&nbsp;<em>review</em> atau tinjauan pustaka, merupakan suatu proses yang melibatkan analisis dan kritikan mendalam terhadap berbagai penelitian yang relevan dalam bidang keilmuan tertentu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fokusnya adalah pada pembahasan teori-teori yang menjadi landasan untuk penelitian yang sedang dilakukan, baik sebagai pengembangan dari studi sebelumnya maupun sebagai penelitian baru yang menjelajahi topik khusus dalam bidang tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Proses penulisan&nbsp;</span><span><em>literature</em>&nbsp;<em>review</em>&nbsp;</span><span>dalam skripsi acapkali dianggap sebagai tantangan tersendiri bagi para mahasiswa. Namun tidak perlu khawatir, karena saat ini berbagai&nbsp;</span><span><em>tools</em>&nbsp;</span><span>berbasis&nbsp;</span><span>Artificial Intelligence&nbsp;</span><span>(AI)</span><span>&nbsp;</span><span>yang dirancang untuk menyelesaikan bagian penting tersebut mulai bermunculan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut telah&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>rangkum beberapa rekomendasi AI terbaik yang bisa kamu coba untuk memaksimalkan proses&nbsp;</span><span><em>literature</em>&nbsp;<em>review</em>.&nbsp;</span><span>Yuk, catat!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SciSpace</strong></span><span>&nbsp;<strong>(</strong></span><span><strong>typeset.io)</strong></span><br><span>SciSpace memfasilitasi kemudahan dalam menganalisis artikel jurnal melalui fitur ekstrak data dari PDF dan AI chat. Terdapat alat yang juga membantu memparafrasa tulisan kamu ke dalam beberapa gaya termasuk akademis, formal, informal, dan lain sebagainya. Terakhir, SciSpace juga dibekali dengan fitur <em>generator</em> kutipan dalam pembuatan daftar pustaka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Humata</strong></span><span>&nbsp;<span><span><strong>(</strong></span><span><strong>humata.ai)</strong></span></span></span><br><span>Kehadiran Humata sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa dalam membantu memahami materi. Ada pun cara kerja Humata adalah mengunggah dokumen PDF yang ingin dikaji, dan kamu dapat melayangkan pertanyaan mengenai dokumen tersebut. Selain itu, Humata meningkatkan pemahamanmu terhadap sebuah artikel dengan meringkas ulang rangkuman agar lebih fokus terhadap sebuah topik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>ChatPDF <span><span>(chatpdf.com)</span></span></strong></span><br><span>Sesuai dengan namanya, asisten AI sederhana ini memudahkan kamu dalam menggali pemahaman terhadap dokumen. Tampilan lamannya sangat simpel dan mudah digunakan tanpa perlu masuk menggunakan akun</span><span>. ChatPDF mendukung banyak bahasa sehingga menjadikannya mudah diakses untuk banyak pengguna.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jenni.ai</strong></span><span>&nbsp;<strong>(jenni.ai)</strong></span><strong><br></strong><span>Segala pertanyaan seputar dokumen yang kamu unggah akan terjawab oleh <em>Jenni.ai.</em> Dilengkapi dengan fitur sitasi</span><span>, AI ini memberimu kemudahan dalam melengkapi sumber jurnal atau website untuk mendukung tulisanmu. Tidak kalah penting, kamu bisa menentukan format referensi dalam tulisanmu dengan sejumlah opsi seperti APA, MLA, Harvard, juga IEEE.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itulah deretan kawan digital yang bisa kamu coba dalam penyusunan&nbsp;</span><span><em>literature</em>&nbsp;<em>review</em></span><span>-mu. Kira-kira, AI mana yang paling bikin penasaran? Yuk, terapkan teknologi ini dalam tahapan pembuatan skripsimu! (</span><span><strong><em>jhr/ali</em></strong></span><span>)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangan Mempertahankan Tanah Adat lewat Mimbar Bebas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-mempertahankan-tanah-adat-lewat-mimbar-bebas/baca </link>
<guid> perjuangan-mempertahankan-tanah-adat-lewat-mimbar-bebas </guid>
<pubDate> Fri, 22 Mar 2024 08:19:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Aliansi Masyarakat Adat Lawan Penggusuran Rumah di Tanah Adat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-mempertahankan-tanah-adat-lewat-mimbar-bebas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TRUfsIhksc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangan Mempertahankan Tanah Adat lewat Mimbar Bebas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Segenap mahasiswa, warga sekitar dan para masyarakat adat berkumpul dalam pelaksanaan aksi panggung rakyat. Aksi yang bertajuk &ldquo;Perkuat Kampung dan Solidaritas, Teguhkan Resiliensi Masyarakat Adat Nusantara&rdquo; ini diselenggarakan di depan Gerbang Universitas Mulawarman pada Minggu (17/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Gerakan yang memberikan mimbar bebas kepada masyarakat adat bersuara ini bertujuan agar seluruh elemen masyarakat dapat bertindak, dan tidak apatis terkait isu sosial yang menjerat masyarakat adat di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).</p><p style="text-align: justify;">Aksi ini dibuka dengan menampilkan prosesi adat suku Balik. Prosesi adat yang dilakukan oleh Frans Jiu Luay selaku pelaku ritual tersebut menarik mata banyak orang yang hadir. Setelah prosesi adat usai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan buka bersama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Acara disambung dengan orasi yang disampaikan oleh 15 masyarakat adat suku Balik. Mereka menegaskan bahwa mereka resah dengan adanya IKN yang membawa kehancuran bagi masyarakat adat yang tinggal disana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saudara kami yang ada di Pemaluan, sudah disuruh mengosongkan rumah selama 7 hari. Apakah itu keadilan bagi kami masyarakat adat?&rdquo; seru Jakiyah, salah satu masyarakat adat yang berorasi pada aksi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Adanya prosesi ritual adat yang dilakukan oleh Frans melalui karya seni ukir dan seni tari sebagai pembuka dalam aksi tersebut, bertujuan untuk mempertahankan kehidupan budaya dan juga untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita (masyarakat adat) sekarang lagi digusur dan diterpa dari modernisasi dan globalisasi, bentuk ritual adalah original dari bentuk aslinya suku Dayak lokal sebagaimana pada tema hari ini masyarakat adat nusantara,&rdquo; ujar Frans, selaku budayawan juga seniman yang diwawancarai langsung di lokasi aksi.</p><p style="text-align: justify;">Adapun dari aksi ini, Frans berharap agar Rancangan Undang-Undang (RUU) masyarakat adat segera disahkan, agar budaya dan tanah adat yang dimiliki oleh komunitas masyarakat adat memiliki payung hukumnya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;...Berdirinya negara kita ini dasarnya ketika masyarakat itu dikesampingkan artinya ada pengkhianatan terhadap masyarakat&hellip;,&rdquo; pungkas Frans pada (17/3) lalu. <strong><em>(npl/</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>emf/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menggugat Reforma Agraria, Aliansi Mahakam: Sahkan RUU Masyarakat Hukum Adat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menggugat-reforma-agraria-aliansi-mahakam-sahkan-ruu-masyarakat-hukum-adat/baca </link>
<guid> menggugat-reforma-agraria-aliansi-mahakam-sahkan-ruu-masyarakat-hukum-adat </guid>
<pubDate> Fri, 22 Mar 2024 13:46:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tuntut perlindungan hukum Masyarakat Adat, Aliansi Mahakam gelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menggugat-reforma-agraria-aliansi-mahakam-sahkan-ruu-masyarakat-hukum-adat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jMS8F4oHdQ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Menggugat Reforma Agraria, Aliansi Mahakam: Sahkan RUU Masyarakat Hukum Adat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada Kamis (21/3) kemarin, Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur (Mahakam) kembali menggelar aksi demonstrasi di halaman gedung DPRD Provinsi Kaltim. Aksi kali ini berangkat dari isu penggusuran masyarakat adat di daerah proyek IKN dengan tajuk &ldquo;Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat Reforma Agraria&rdquo;.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada upaya-upaya pemerintah dalam pengusiran masyarakat adat, sehingga membuat mahasiswa terpanggil lewat hati nurani terkait aksi problematik ini, untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat,&rdquo; terang Saduani Nyuk, Ketua BPH Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltim pada (21/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi ini dihadiri sekitar 200 massa dari berbagai lapisan, didominasi oleh mahasiswa Unmul dari berbagai fakultas: BEM KM, BEM FISIP, BEM FH, LEM Sylva Mulawarman, HMPS FKIP, BEM FKIP, BEM FPIK, Hima Penjas, HMPKn, Sambaliung Corner, serta Forestry Magazine Kehutanan. Adapun organisasi eksternal kampus yang turut membersamai aksi, yakni HMI Unmul, GMNI Unmul, dan HMI Cabang Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekitar pukul 15.00 WITA, massa aksi mulai memadati Islamic Center, titik kumpul aliansi. Setelahnya mereka pun ramai-ramai menggunakan kendaraan menuju gedung DPRD Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam demonstrasi tersebut, Naufal Banu Tirta Satria, Humas Aliansi Mahakam yang kerap disapa Banu, menyampaikan tuntutan utama. Salah satunya adalah mendesak pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat serta memberikan perlindungan kepada Masyarakat Adat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka juga menuntut perbaikan syarat dan standarisasi pengakuan serta perlindungan masyarakat hukum adat. Selain itu, mereka meminta kejelasan mengenai rencana pembangunan IKN serta pendirian dan pengembangan sekolah adat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuntutan tersebut dipicu oleh penggusuran paksa di beberapa wilayah seperti Pemaluan, Sepaku, dan Saoloan. Banu menjelaskan bahwa keputusan aksi ini diambil sebagai respons terhadap penggusuran tersebut yang telah memantik kegelisahan masyarakat adat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena telah 25 tahun rancangan undang-undang ini berada di Prolegnas tapi sampai saat ini belum ada kejelasannya,&rdquo; ungkap Banu saat diwawancarai langsung pada (21/3) kemarin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aliansi Mahakam menekankan urgensi RUU Masyarakat Hukum Adat karena memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat adat. Saat ini, hanya ada tiga masyarakat adat di Kalimantan yang diakui secara hukum. Namun, dengan disahkannya RUU tersebut, masyarakat adat lainnya diharapkan dapat mendapatkan pengakuan dan perlindungan yang jelas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saduani Nyuk menegaskan agar pemerintah segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat dan Reforma Agraria agar hak-hak masyarakat adat dapat tercapai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam upaya mencapai tuntutan mereka, Aliansi Mahakam mencoba bernegosiasi dengan pihak di balik pagar gedung DPRD Kaltim untuk meminta izin masuk ke dalam gedung. Namun, permintaan tersebut tidak diindahkan, sehingga memicu kegiatan demonstratif, seperti pembakaran ban, menggoyangkan pagar, hingga memblokade jalan raya di depan gedung tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya&nbsp;</span><span><em>goals</em>&nbsp;</span><span>kita adalah mencoba untuk berembuk dengan anggota DPRD Kalimantan Timur ataupun pimpinannya langsung, tetapi ternyata seluruh anggota (DPRD) itu tidak ada di gedung saat ini. Jadi akhirnya kita meminta masuk ke dalam tapi gak dibolehin,&rdquo; jelas Banu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aliansi Mahakam bertekad untuk terus mengawal perjuangan mereka dalam mendapatkan pengakuan dan perlindungan bagi masyarakat adat di Kalimantan. Mereka berencana untuk melanjutkan aksi dengan melibatkan massa yang lebih besar, termasuk mahasiswa, lapisan masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan adat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi demonstrasi berakhir sekitar pukul 17.30 Wita, ditutup cuaca hujan menjelang berbuka puasa.</span><span>&nbsp;(<strong><em>xel/npl/emf/mar</em></strong>)</span></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semarakkan Dies Natalis yang Ke-35, KMK Unmul Gelar Aksi Peduli Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/semarakkan-dies-natalis-yang-ke-35-kmk-unmul-gelar-aksi-peduli-lingkungan/baca </link>
<guid> semarakkan-dies-natalis-yang-ke-35-kmk-unmul-gelar-aksi-peduli-lingkungan </guid>
<pubDate> Mon, 25 Mar 2024 13:45:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sukseskan Rangkaian Acara Dies Natalis KMK yang ke-35, Sejumlah Mahasiswa Hadiri Aksi Peduli Lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/semarakkan-dies-natalis-yang-ke-35-kmk-unmul-gelar-aksi-peduli-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GrHoDFo43c.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Semarakkan Dies Natalis yang Ke-35, KMK Unmul Gelar Aksi Peduli Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong>&nbsp; Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Unmul menggelar aksi peduli lingkungan dengan tajuk &ldquo;KMK Go Green&rdquo;. Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis KMK yang ke-35, yang dilakukan di Taman Tepian Islamic Center dan Taman Slamet Riyadi pada Sabtu petang (23/3) lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tajuk &ldquo;KMK Go Green&rdquo; diangkat dengan harapan agar mahasiswa dapat peduli dan memberi manfaat langsung kepada lingkungan. Pada pelaksanaannya, jumlah peserta yang terdiri atas sekitar 40 mahasiswa Katolik tersebut dibagi menjadi 2 tim. Tim 1 bergerak membersihkan area timur, dan tim 2 bergerak untuk membersihkan area barat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para mahasiswa yang ikut serta kegiatan ini tampak sangat antusias, hingga tidak terasa area lingkungan sudah tampak cukup bersih hanya dalam kurun waktu 2 jam. Mereka bergerak memakai alat-alat kebersihan yang sudah disiapkan. Terdapat mahasiswa yang memungut sampah, menyapu lingkungan, hingga ada yang mengepel pendopo yang terlihat kotor.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini termasuk rangkaian dari Dies Natalis. Kita mengusung konsep kepedulian terhadap sesama, bukan hanya sesama manusia tetapi sesama lingkungan. Mengapa kita melakukannya di Taman Tepian? Karena memang ini merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kota Samarinda,&rdquo; ujar Berto kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em> saat</span><span>&nbsp;diwawancarai secara langsung pada Sabtu (23/3) lalu.&nbsp;</span><br><span><br></span><span>Berto, selaku ketua dari organisasi tersebut juga menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perayaan ulang tahun KMK yang jatuh pada 14 Februari lalu. Akan tetapi pelaksanaannya harus diundur sebab bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu). Ia merasa tidak akan memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan Dies Natalis pada pelaksanaan pemilu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Persiapan mungkin ada beberapa hari. Kendala sendiri tidak ada karena kita sama-sama (dalam menyiapkan kegiatan ini),&rdquo; lanjutnya.</span></p><div style="text-align: justify;">Berto berharap, pelaksanaan kegiatan positif seperti ini dapat menjadi contoh teladan bagi mahasiswa lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. (<strong><em>npl/emf/ali</em></strong>)</div><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tertawa Bersama Komedi yang Agak Lain dengan Film “Agak Laen” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/tertawa-bersama-komedi-yang-agak-lain-dengan-film-agak-laen/baca </link>
<guid> tertawa-bersama-komedi-yang-agak-lain-dengan-film-agak-laen </guid>
<pubDate> Mon, 25 Mar 2024 21:32:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sajikan komedi tiada henti, Agak Laen sukses gaet hingga jutaan penonton </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/tertawa-bersama-komedi-yang-agak-lain-dengan-film-agak-laen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MLPe0eVz0m.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tertawa Bersama Komedi yang Agak Lain dengan Film “Agak Laen”</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tahun ini, dunia sinema Indonesia disambut dengan sebuah film komedi dengan formula yang agak lain dari film komedi kebanyakan. <em>Agak Laen</em>, film gubahan sutradara Muhadkly Acho tayang pada 1 Februari lalu, menggaet banyak komika lokal yang berhasil membawakan komedi segar yang telah mengisi seluruh ruang bioskop Indonesia dengan gelak tawa para penonton.</p><p style="text-align: justify;">Film ini berhasil menggaet hingga hampir 9.000.000 penonton, menjadikannya film dengan jumlah penonton terbanyak nomor 2 di Indonesia. Setelah menjadi film yang laris di Indonesia, Agak Laen kemudian berkesempatan untuk tayang di bioskop Amerika Serikat. Dilansir melalui cnnindonesia.com, penayangan film Agak Laen akan ikut meramaikan bioskop Malaysia, Brunei, dan Singapura.</p><p style="text-align: justify;">Film ini mengisahkan 4 sahabat yang bergabung menjalankan bisnis rumah hantu di sebuah pasar malam. Rumah hantu mereka awalnya tidak dapat menarik pelanggan baru hingga terancam untuk bubar dan diganti dengan wahana lainnya. Namun, sejak Oki (Oki Rangga Winata) datang dan memberikan gebrakan baru untuk wahana mereka, akhirnya rumah hantu menjadi laris dan menarik banyak pengunjung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam menjalankan bisnis mereka, keempatnya memiliki motivasi masing-masing. Bene (Bene Dion) yang ingin mengumpulkan uang untuk meminang sang kekasih, Jegel (Indra Jegel) demi melunasi hutang judinya, Boris (Boris Bokir) mengumpulkan uang agar bisa masuk TNI lewat jalur orang dalam, dan Oki untuk menebus obat ibunya yang sakit parah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kejadian tidak terduga kemudian menimpa mereka. Seorang caleg meninggal di dalam rumah hantu mereka setelah mengalami serangan jantung akibat ketakutan. Alih-alih melaporkannya ke pihak berwajib, empat sahabat itu justru mengubur mayat sang caleg di dalam rumah hantu mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kuburan caleg tersebut menambah keangkeran dari wahana mereka yang akhirnya membuat bisnis mereka sukses besar. Namun, karena tindakan yang mereka lakukan, keempatnya harus berurusan dengan banyak masalah yang tidak sengaja mereka buat.</p><p style="text-align: justify;">Film ini berhasil mengocok perut para penontonnya dengan banyaknya humor yang disampaikan dengan cepat, jelas, dan tepat. Hampir semua candaan dibawakan secara <em>to the point</em>, tidak ada pengantar yang bertele-tele sebelum jatuh ke titik lucunya. Hal ini juga didukung oleh banyak komika yang bermain di film ini, mereka paham bagaimana mengantarkan <em>jokes</em> di waktu yang tepat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Agak Laen memiliki kandungan satir yang cukup banyak dan dikemas dalam komedi gelap. Salah satunya seperti banyak orang yang akan menggunakan segala cara demi keberhasilan usaha mereka, meskipun menggunakan cara yang tidak bermoral sekali pun. Hal ini ditunjukkan dengan cara mereka untuk menggaet pengunjung dengan mengencingi kuburan caleg yang meninggal di wahana mereka demi memunculkan aura mistis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, mereka mampu membawakan candaan yang menyenggol ke segala aspek seperti politik, agama, ras, bahkan ke disabilitas. Hanya saja, disabilitas yang mereka tampilkan di film ini agaknya menjadi nilai minus dari film ini, yang akan dibahas nanti.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai film yang bermuara di latar rumah hantu, pastinya akan ada satu-dua adegan yang melibatkan suasana horor. Film ini berhasil untuk menampilkan kesan horor yang baik dengan cara yang sederhana. Meskipun esensi horornya berkurang ketika mencapai pertengahan hingga akhir film.</p><p style="text-align: justify;">Film ini tau bagaimana menempatkan mana adegan lucu-lucuan, dengan adegan yang serius dan haru. Seperti bagian ketika Oki menemui ibunya yang sedang sakit. Tentu masih ada bumbu-bumbu komedi, tetapi porsinya sengaja dikurangi agar tidak kehilangan esensi haru dari bagian yang memang sedih dan serius.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari pembawaan komedinya yang luar biasa, ada banyak hal yang kurang dari film ini. Seperti yang sudah penulis singgung, masalah representasi disabilitas film ini rasanya kurang hingga ke titik yang cukup buruk. Obed, seorang tuna wicara yang di film ini bergerak menjadi seorang saksi dari kelakuan empat serangkai itu, kesannya tidak natural. Hal ini pun dipengaruhi oleh aktor aslinya yang bukan seorang tuna wicara. Kesannya seperti meniru-niru orang bisu yang terlalu berlebihan, seperti olok-olokkan ke tuna wicara yang sebenarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kekurangan lainnya yang cukup banyak diprotes oleh penonton adalah <em>product placement&nbsp;</em>yang mengganggu di film ini. Penempatan iklan produk di film ini cukup buruk, levelnya seperti iklan di dalam sebuah episode sinetron. <em>Product placement</em> yang buruk ini sepertinya sudah menjadi penyakit dari film-film Indonesia yang masih belum bisa meletakkan iklan sponsor mereka secara tepat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai film yang dari awal hingga akhir menyajikan komedi tiada henti, pastinya ada beberapa <em>jokes</em> yang tidak tersampaikan dengan baik ke para penonton. Beberapa <em>jokes</em> memang membuat tertawa, tapi pesan yang sebenarnya jadi sulit untuk ditangkap oleh banyak orang yang awam terhadap <em>inside jokes</em> dari komika.</p><p style="text-align: justify;">Tahun 2024 berhasil dibuka dengan film komedi yang membuat ngakak dengan muatan <em>jokes</em> satir yang membuat penontonnya tertawa dalam ironi. Agak Laen telah membentuk sebuah standar film komedi Indonesia yang baru. Harapannya dengan kemunculan film yang &ldquo;agak lain&rdquo; ini, para pembuat film komedi di Indonesia bisa membenahi cara mereka membawakan sebuah candaan yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Film ini memang, Agak <span style="background-color: transparent;">Laen. <em><strong>(zrt/mar)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bukan Solusi, RUU Masyarakat Adat Justru Bukti Keterputusan Negara Dengan Rakyat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bukan-solusi-ruu-masyarakat-adat-justru-bukti-keterputusan-negara-dengan-rakyat/baca </link>
<guid> bukan-solusi-ruu-masyarakat-adat-justru-bukti-keterputusan-negara-dengan-rakyat </guid>
<pubDate> Tue, 26 Mar 2024 10:19:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengesahan RUU Masyarakat Adat, antara penghubung atau pemisah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bukan-solusi-ruu-masyarakat-adat-justru-bukti-keterputusan-negara-dengan-rakyat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vik4hLih7L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bukan Solusi, RUU Masyarakat Adat Justru Bukti Keterputusan Negara Dengan Rakyat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Beberapa waktu ini layar media sosial saya sering dilewati dengan berita demonstrasi menuntut segera disahkannya RUU Masyarakat Adat. Ketika melihat itu saya langsung berpikir, <em>lha</em>, kok perlu undang-undang kayak gitu? Udah kayak zaman kolonial aja perlu diadakan legislasi yang mengatur hubungan antara para menir dengan pribumi!&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengapa saya berpikir demikian? Karena seingat saya, dan saya yakin teman-teman pembaca juga ingat, dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan semasa sekolah kita selalu diajarkan untuk menjunjung Bineka Tunggal Ika. Menjunjung perbedaan sekaligus persatuan. Bahwa kita bersatu karena kita berbeda dan karena berbeda maka kita bersatu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu kita juga diajarkan tentang demokrasi, bahwa kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. Istilah kerennya sekarang ini <em>vox</em>&nbsp;<em>populi</em>, <em>vox</em>&nbsp;<em>dei</em> (suara rakyat ialah kehendak ilahi).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, seharusnya fakta bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam kepercayaan dan pemahaman kebudayaan tercermin dalam pemerintahan yang demokratis sebagai representasi dari rakyat Indonesia itu sendiri. Seharusnya, pemangku kebijakan juga memangku kebajikan dari nilai-nilai kebudayaan masyarakat yang ada sebagai pertimbangan serta haluan kebijakan dan pembangunan negara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika semua itu diterapkan, lantas mengapa usulan pengesahan RUU Masyarakat itu muncul? Bahkan, RUU itu seharusnya tidak ada sama sekali! Tapi saya sadar negara kita ini seakan hobi untuk melakukan hal yang sebenarnya tidak perlu. Begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya, saya melakukan &ldquo;riset&rdquo; untuk membantah argumen-argumen saya sendiri yang saya tulis di paragraf ini.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melakukan riset kecil-kecilan, saya menemukan argumentasi diusulkannya RUU Masyarakat Adat ini adalah untuk melindungi, mengakui, dan menghormati masyarakat adat yang ada di Indonesia. Menurut Sandrayati Moniaga, salah satu komisioner Komnas HAM, dalam berita yang dilansir dari <em>Tirto.id</em> menyatakan, RUU tersebut berfungsi &ldquo;menjembatani&rdquo; negara dengan masyarakat adat yang ada di Indonesia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Argumentasi ini, yang saya sebut pro RUU, justru menambah pertanyaan di kepala saya, apakah negara sudah tidak melindungi, mengakui dan menghormati masyarakat adat? Apakah negara dan masyarakat adat sudah terpisah sejauh itu sehingga perlu &lsquo;jembatan&rsquo; yang menghubungkan mereka? Lalu, apakah selama ini negara tidak hadir dalam hidup masyarakat adat yang juga merupakan warga negara Indonesia itu sendiri?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari ketiga pertanyaan tersebut, saya hanya mendapat jawaban untuk pertanyaan yang terakhir. Situs berita VOA Indonesia melansir pendapat seorang pakar Hukum Agraria dan Hukum Adat, Dr. Aartje Tehupeiory, yang menyatakan bahwa regulasi pengakuan eksistensi masyarakat adat memang sudah ada. Namun berbenturan dengan investasi, terutama pasca disahkannya UU Ciptaker (lagi-lagi kita kembali ke UU ini tapi tidak akan saya bahas lebih jauh).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jawaban ini membuat saya menggelengkan kepala. Lagi-lagi negara berpihak pada investor dan sekelompok pemegang modal dengan mengesampingkan kehadiran masyarakat yang justru merupakan tonggak berdirinya negara ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika berbicara lebih jauh lagi, jawaban tersebut seakan memperkuat kecurigaan saya selama ini bahwa negara menggunakan keanekaragaman tradisi dan kebudayaan hanya sebagai ajang pamer dan hura-hura. Praktik kebudayaan hanya dilestarikan demi sekadar menjadi hiburan orang-orang kaya yang ingin menghamburkan uang dan diperlakukan layaknya pelacur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kembali ke dua pertanyaan saya yang belum terjawab sebelumnya, mungkin bisa saya jawab dengan &ldquo;ya&rdquo; dan &ldquo;ya.&rdquo; Ya, negara sudah tidak tahu dan tidak mau tahu dengan masyarakat adat. Ya, negara perlu &ldquo;jembatan&rdquo; dengan masyarakat adat karena ia telah tumbuh menjadi entitas yang seutuhnya berbeda dari asalnya.</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, saya tetap menolak RUU Masyarakat Adat ini. Saya menolak masyarakat adat dan segala keluhuran tradisinya dijadikan entitas terpisah dari negara, sehingga perlu diregulasi sedemikian rupa. Saya menolak RUU berbau neo-kolonialis yang mengatur relasi antar pemerintahan dan masyarakat lokal. Apalagi disusul dengan wacana <em>absurd</em> seperti pendirian sekolah masyarakat adat, seakan kita hidup di zaman kolonial Hindia-Belanda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saya juga menolak RUU ini karena hanya menyelesaikan permasalahan negara-masyarakat adat secara dangkal tanpa melihat akar rumput dari permasalahan itu sendiri, yaitu absennya masyarakat adat maupun nilai-nilai yang mereka pegang dalam penentuan arah suatu kebijakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika RUU ini disahkan, apa sekiranya halangan untuk mengesahkan RUU yang diperuntukkan pemeluk agama-agama tertentu dengan dasar ajaran masing-masing? Apa halangan untuk mengesahkan RUU yang diperuntukkan untuk ras-ras tertentu dengan alasan historis masing-masing? Dengan demikian, apalah makna sejati dari NKRI jika masing-masing kelompok mempunyai otonomi tersendiri untuk mengatur dirinya masing-masing?</p><p style="text-align: justify;">Solusi yang saya tawarkan ialah perlunya partisipasi masyarakat adat secara resmi dan inklusif pada tiap-tiap pembentukan regulasi, baik itu regulasi yang menyangkut hukum, sosial, pengelolaan sumber daya alam, dan sebagainya. Sehingga nilai-nilai luhur universal yang ada di dalam kebudayaan masyarakat Indonesia dapat terimplementasi secara nyata. Bukan hanya sebagai semboyan-semboyan yang menempel di logo-logo dan acara-acara resmi pemerintahan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut juga berlaku untuk lembaga atau organisasi nonpemerintah yang saya perhatikan sering menggunakan diksi-diksi bahasa asing, seperti bahasa Inggris atau Sansekerta. Tindakan tersebut semata hanya supaya terlihat keren tanpa pemaknaan yang mendalam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perlunya kesadaran dari pemangku kebijakan bahwa pembangunan di atas penggusuran dan eksploitasi kebudayaan bukanlah sebuah kebajikan. Perlunya pergerakan dari seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk kesadaran dan eksistensi bahwa sejatinya rakyat adalah pemegang kedaulatan negara yang tertinggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, orientasi kebijakan negara mesti kembali ke haluannya seperti yang termaktub pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu &ldquo;memajukan kesejahteraan umum&rdquo;, bukan kesejahteraan segelintir kelompok.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, Koordinator Laboratorium Intelektual Humanawa, Mahasiswa Program St</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>udi Sastra Inggris, FIB Unmul 2018</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aussi Banget Corner Buka Kembali, Kini Tawarkan Program Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aussi-banget-corner-buka-kembali-kini-tawarkan-program-baru/baca </link>
<guid> aussi-banget-corner-buka-kembali-kini-tawarkan-program-baru </guid>
<pubDate> Tue, 26 Mar 2024 14:28:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Latih kemampuan berbahasa Inggris, Aussi Banget Corner hadirkan program baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aussi-banget-corner-buka-kembali-kini-tawarkan-program-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jYBg7qSYq7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aussi Banget Corner Buka Kembali, Kini Tawarkan Program Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Aussie Banget Corner (ABC) Unmul dibuka kembali tahun ini bertempat yang sama di perpustakaan Unmul lantai 2. ABC merupakan program yang sejak tahun lalu memberikan beberapa penawaran yang menjembatani mahasiswa untuk mendapatkan informasi mengenai negara Australia, baik dari segi budaya maupun beasiswa.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/aussie-banget-corner-mengejar-impian-ke-australia-dari-unmul/baca">Aussie Banget Corner: Mengejar Impian ke Australia dari Unmul</a> )</p><p style="text-align: justify;">Nadya selaku penanggung jawab ABC menyatakan, bahwa kali ini program tersebut dijalankan oleh International Student Buddy (ISB) Unmul, dengan program baru &nbsp;yang siap diikuti oleh &nbsp;para mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengingat anggota dari organisasi yang mengurus ABC sudah tidak aktif menjalankan piket dan program lainnya, agar tetap ada kegiatan dan produktivitas yang tercipta di ruang tersebut, dimulailah dari piket yang diisi oleh anak-anak <em>Intern</em> student buddy,&rdquo; papar Nadya ketika dihubungi <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp pada Jumat (22/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Saat dibuka kembali, ABC akan menawarkan program baru dalam bentuk English Speaking Class (ESC). Program ini merupakan bagian dari program baru dan menjadi bagian dari ABC.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Nadya menerangkan program ESC, di mana keseluruhan program ini memiliki 16 total pertemuan <em>mates</em> dan <em>mentees</em> yang berdiskusi menggunakan bahasa Inggris dan topik setiap pertemuannya sudah ditentukan sebelumnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, dicanangkan akan ada ABC Festival yang masih didiskusikan. Pengadaan kegiatan tersebut masih mempertimbangkan terkait aktivitas dan waktu pelaksanaannya, agar tidak bentrok dengan program Student Buddy yang lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan harapannya semoga program ABC tahun ini bisa melanjutkan program-program di tahun selanjutnya yang berkaitan ataupun bekerjasama dengan scholarship yang berasal dari negara <em>Aussie</em> itu sendiri. Dengan begitu keaktifan yang tercipta di ruang ABC corner entah itu minat literasi maupun minat berdiskusi/belajar bahasa inggris pun bisa menyebar luas ke seluruh Mahasiswa Unmul,&rdquo; harap Nadya.</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah mahasiswa yang mengikuti program ABC turut menyambut dengan antusias program ESC yang baru. Nabilah Nailah, mahasiswi Pendidikan Kimia 2021 salah satunya. Ia mengaku turut merasakan manfaat dengan adanya program ESC yang baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahasa kalo kita pelajari, kita ga <em>practice</em>, ga latihan pasti kaku kan? jadi <em>in</em>&nbsp;<em>case</em> kalo misalnya ada wadah (ABC) kayak gini pasti temen-temen yang mau belajar bahasa Inggris, terutama aku juga ada lah wadah buat ibarat kata terlatih kembali, seperti itu,&rdquo; sebutnya saat diwawancarai lewat Google Meet Jumat (22/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sejalan dengan Syachidah Riskha Aisyah, mahasiswi hubungan Internasional 2021. Ia mengaku dengan adanya ESC ini, bisa membantu mahasiswa Unmul melatih <em>speaking</em> skill &nbsp;agar lebih lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan aku sih simpel aja, semoga bisa semakin bermanfaat kedepannya buat mahasiswa Unmul apalagi buat teman-teman yang punya interest untuk lanjutin studinya di Australia,&rdquo; tutur Syachidah yang diwawancarai Kamis (21/3) lalu. <em><strong>(a</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em><strong>ra/fiy/mar)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perubahan Jam Operasional Perpustakaan Unmul Selama Ramadan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perubahan-jam-operasional-perpustakaan-unmul-selama-ramadan/baca </link>
<guid> perubahan-jam-operasional-perpustakaan-unmul-selama-ramadan </guid>
<pubDate> Wed, 27 Mar 2024 11:02:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jam operasional Perpustakaan Unmul saat Ramadan hanya sampai pukul 17.00 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perubahan-jam-operasional-perpustakaan-unmul-selama-ramadan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mLQrVon5nH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perubahan Jam Operasional Perpustakaan Unmul Selama Ramadan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sejak memasuki bulan Ramadan pada Selasa (12/3) lalu, jam operasional Perpustakaan Unmul mengalami perubahan. Semula waktu tambahan pelayanan perpustakaan dibuka hingga 21.00 Wita, namun dipangkas menjadi pukul 17.00 Wita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keputusan perubahan jam operasional perpustakaan tersebut didasari oleh Surat Edaran Rektor Universitas Mulawarman Nomor 1220/UNI7/KP/2024 Tentang Penetapan Hari Kerja dan Jam Kerja bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Universitas Mulawarman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Informasi terkait perubahan jam operasional perpustakaan tidak disampaikan melalui surat edaran dari pihak perpustakaan. Alhasil, memasuki minggu kedua Ramadan masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui perubahan jam operasional. Bahkan banyak mahasiswa yang menetap hingga waktunya perpus ditutup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin masih banyak yang melebihi batas waktu. Tapi karena banyak yang belum tahu, jadi ditegur lewat omongan saja,&rdquo; jelas Rusdiyanto, salah satu anggota keamanan yang berjaga di Perpustakaan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Rusdiyanto menambahkan, bahwa perpustakaan memiliki jam layanan tambahan di luar daripada jam operasional kerja yang ditetapkan. Dalam surat edaran, pemberitahuan menyatakan jam operasional bagi ASN selama bulan Ramadan dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan 15.00 Wita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun karena perpustakaan memiliki jam layanan tambahan tersendiri, maka waktu operasional perpustakaan dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan 17.00 dari yang semula pukul 08.00 hingga 21.00 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Rusdiyanto yang diwawancarai langsung pada Senin (25/3) lalu, juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan <em>job desk</em> walaupun terjadi pemangkasan jam operasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Risky Hermawan, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2022 mengaku kalau awalnya ia tidak mengetahui perihal adanya perubahan jam operasional perpustakaan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh, awalnya tidak ada (pemberitahuan). Jadi pas udah sore kemarin ditegur lewat omongan saja,&rdquo; ujar Risky ketika diwawancarai oleh awak <em>Sketsa</em> pada hari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Risky juga mengaku kalau ia mengalami hambatan dengan perubahan jam operasional Perpustakaan Unmul. Ia sebelumnya rutin mengunjungi perpustakaan untuk memanfaatkan layanan internet demi menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perubahan jam operasional ini membuatnya kesulitan untuk mengerjakan tugas karena ia baru bisa mengunjungi perpustakaan pada sore hari, ketika kelasnya sele<span style="background-color: transparent;">sai. <strong><em>(tha/lap/tkh/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Exhuma: Menggali Rahasia Kelam di Bawah Makam Tua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/exhuma-menggali-rahasia-kelam-di-bawah-makam-tua/baca </link>
<guid> exhuma-menggali-rahasia-kelam-di-bawah-makam-tua </guid>
<pubDate> Wed, 27 Mar 2024 21:41:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berangkat dari genre horor, Exhuma membawakan kisah menyeramkan penuh misteri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/exhuma-menggali-rahasia-kelam-di-bawah-makam-tua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r1gSYgFmzP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Exhuma: Menggali Rahasia Kelam di Bawah Makam Tua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&mdash;</strong> Ada banyak peristiwa bersejarah yang hingga kini meninggalkan misteri. Mungkin saja, ada kisah di masa lalu yang hilang dari catatan sejarah karena sengaja dikubur agar menjadi rahasia. Exhuma pun juga demikian. Ada sejarah kelam dan mistis yang terkubur di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Nuansa kelabu nan muram mendominasi layar kala film Exhuma ditayangkan. Rasa tegang dan mencekam bercampur padu ketika mengikuti film bergulir. Ada sebuah rahasia yang terpendam dalam sebuah kuburan tua yang sudah lama tak diziarahi sanak familinya.</p><p style="text-align: justify;">Mari saya ceritakan sedikit premis dari film ini. Singkatnya, terdapat dua dukun, yakni Lee Hwa-rim (Kim Go Eun) dan Yoon Bong Gil (Lee Do Hyun) serta dua ahli fengshui, yakni Kim Sang-duk (Choi Minsik) dan Ko Young-geun (Yoo Hai-jin) yang disewa jasanya oleh seorang konglomerat. Ia mengaku bahwa keluarganya kerap diganggu oleh makhluk astral yang diyakini sebagai arwah dari buyut mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Singkat cerita, sang dukun dan ahli fengshui pun melakukan ritual penggalian kubur untuk memindahkan mayat. Hal ini dilakukan karena katanya, sang arwah merasa tersiksa ketika dikubur di tempat tersebut. Ditambah lagi dengan keturunannya yang tak pernah berziarah ke sana. Marahlah arwah itu hingga meneror keluarganya sendiri. Meskipun ritual penggalian kubur hingga pembakaran mayat atau kremasi telah dilakukan, rupanya hal mistis masih terus berlanjut.</p><p style="text-align: justify;">Exhuma tak hanya mengandalkan <em>jumpscare</em> layaknya film horor kebanyakan. Exhuma bukan tipikal film seperti itu. Meskipun demikian, Jang Jae-hyun mampu menyajikan pengalaman menonton film horor yang berbeda. Pada setiap babaknya, Exhuma akan merasuki kita dengan teror dan kejutan dari permasalahan yang semakin kompleks hingga memasuki babak keenam.</p><p style="text-align: justify;">Tak ingin buru-buru menuju klimaks, Exhuma membangun kisah misteri secara perlahan agar penonton tenggelam dalam rasa merinding dan tegang. Jang Jae-hyun pun tak ingin cepat-cepat memunculkan sosok seram di cerita ini. Meskipun secara gamblang ditampilkan, makhluk itu sengaja dimunculkan di paruh terakhir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal menarik yang tersaji dalam Exhuma adalah kisah sejarah yang disisipkan di dalam film ini. Ketika urusan dengan arwah dari keluarga kaya itu usai, terdapat transisi menuju polemik yang lebih kompleks. Hanya saja, mungkin masih banyak masyarakat awam yang kurang familier dengan sejarah Jepang - Korea ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lewat film ini, Jang Jae-hyun seakan ingin mengingatkan masyarakat Korea agar tidak melupakan sejarah kelam dari penjajahan Jepang. Nama-nama tokoh seperti Lee Hwa-rim, Yoon Bong-gil, Kim Sang-duk, dan Ko Young-geun pun rupanya juga diambil dari nama aktivis Korea.</p><p style="text-align: justify;">Selain memasukkan unsur sejarah, Jang Jae-hyun turut mencampurkan budaya tradisi dan kepercayaan menjadi satu, hingga menciptakan sebuah kisah misteri yang epik. Unsur agama atau kepercayaan memang bukan hal baru di dalam sinema bergenre horor. Namun, Exhuma berhasil mengemasnya dengan memadukan ketiga unsur yang saling berkaitan hingga membuatnya menjadi semakin apik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kita mungkin sering melihat adegan yang menampilkan sang tokoh utama sedang diganggu oleh makhluk gaib ketika beribadah dalam film horor, bukan? Agama atau kepercayaan yang seharusnya menjadi tameng malah justru terlihat lemah di sana. Tetapi, Exhuma menunjukkan bahwa dengan adanya kepercayaan kuat yang diyakini, justru mampu menjadi penyelamat untuk mengusir roh jahat yang mengganggu.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hal yang belum dijelaskan hingga film berakhir. Selain itu, ada pula sejumlah adegan yang menyisipkan makna simbolis yang tak dijelaskan secara gamblang. Sehingga, sebagian dari penonton mungkin tidak paham dengan maksud yang ingin disampaikan.</p><p style="text-align: justify;">Hadirnya Exhuma ke sinema bak angin segar bagi film bergenre horor yang saat ini tengah gencar diminati oleh masyarakat Tanah Air. Jang Jae-hyun seolah ingin menunjukkan bahwa tak perlu muluk-muluk harus menampilkan <em>jumpscare</em> atau makhluk seram di sepanjang film.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seiring dengan berjalannya waktu, tentu para sineas perlu memikirkan formula baru dalam meracik sebuah film agar tak terkesan monoton. Lewat Exhuma, Jang Jae-hyun berhasil menciptakan sensasi pengalaman menonton film horor yang berb<span style="background-color: transparent;">eda dari biasanya. <strong><em>(dre)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FIB Unmul Mantap Buka Dua Prodi Baru, Salah Satunya Akan Jadi Prodi Pertama di Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fib-unmul-mantap-buka-dua-prodi-baru-salah-satunya-akan-jadi-prodi-pertama-di-kaltim/baca </link>
<guid> fib-unmul-mantap-buka-dua-prodi-baru-salah-satunya-akan-jadi-prodi-pertama-di-kaltim </guid>
<pubDate> Fri, 29 Mar 2024 05:06:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Siap hadirkan dua Prodi baru, FIB Unmul tinggal menunggu  proses administrasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fib-unmul-mantap-buka-dua-prodi-baru-salah-satunya-akan-jadi-prodi-pertama-di-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W1kTpCM2fV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FIB Unmul Mantap Buka Dua Prodi Baru, Salah Satunya Akan Jadi Prodi Pertama di Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Sebagai anak bungsu di Unmul, FIB terus melakukan pengembangan agar eksistensinya semakin dikenal luas oleh publik. Usai melahirkan prodi Etnomusikologi pada 2015 silam, FIB Unmul kini tengah bersiap melebarkan sayapnya dengan menghadirkan dua prodi terbaru mereka, yakni S1 Seni Tari dan S2 Kajian Budaya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guna menggali informasi mengenai isu tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menemui M. Bahri Arifin selaku Dekan FIB di kantornya pada Kamis (29/2) lalu. Tak sendirian, ia turut ditemani oleh Mardliya Pratiwi Z. selaku Wakil Dekan I, Famala Eka S. R. selaku Koordinator Program Studi Sastra Inggris, serta Zamrud Whidas P. yang merupakan dosen Etnomusikologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Bahri Arifin membenarkan wacana pembukaan dua prodi baru tersebut. Ia menuturkan, langkah yang diambil FIB ini guna menjawab kebutuhan program studi di kalangan masyarakat Kalimantan Timur berdasarkan survei awal yang dilakukan pihak fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Lebih kepada hasil kajian, kajian untuk menjawab kebutuhan. Singkatnya, 2 prodi itu dibutuhkan,&quot; tutur pria yang akrab disapa Bahri itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbicara mengenai progres, Bahri mengaku kedua program studi tersebut masing-masing sudah memiliki lima dosen&nbsp;</span><span><em>non-homebase</em></span><span>. Fasilitas sarana prasarana dan anggaran juga telah dipersiapkan dengan matang. Dokumen administrasi awal untuk mengajukan pembukaan prodi pun sudah rampung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tinggal itu tadi, proses dari sisi administrasi. Jadi saat ini (dokumennya) ada di LP3M (Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu) untuk di-</span><span>review</span><span>,&rdquo; urainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, proses review tersebut saat ini masih menunggu pembentukan Komisi I Senat Universitas yang menangani bidang akademik. Pasalnya, struktur senat universitas periode 2024/2029 baru saja terbentuk sehingga pembentukan komisi belum dilakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berdasarkan pembahasan pembahasan komisi I akan dibawa ke pleno senat. Dari pleno senat direkomendasi ke rektor untuk diajukan permohonan pembukaan program studi baru,&rdquo; jelas Bahri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nantinya, jika S1 Seni Tari sudah diresmikan, maka Unmul akan menjadi perguruan tinggi pertama yang memiliki prodi tersebut di Kalimantan Timur. Terlebih, FIB Unmul kini menjadi satu-satunya tempat mahasiswa menimba ilmu budaya di Kaltim sejak Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tenggarong tidak lagi membuka penerimaan mahasiswa baru pada tahun ajaran 2019/2020 silam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Unmul harus mengambil tanggung jawab (studi budaya) itu untuk memberi layanan ke masyarakat,&quot; terang Bahri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembukaan program studi baru ini melalui proses yang cukup panjang sejak dua tahun lalu. Kala itu, pihak FIB menjajaki survei untuk mengetahui jurusan kuliah apa saja yang dibutuhkan di masyarakat. Dari hasil survei tersebut, muncul lima rekomendasi program studi, yakni Media Rekam, Desain Grafis, Kuliner Nusantara,&nbsp;</span><span><em>Indigenous Culture</em></span><span>, Seni Tari, dan Kajian Budaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Semua itu penting tetapi lihat apa yang kita mampu lakukan. Pada saatnya akan ke sana (membuka prodi lainnya),&quot; ucap Bahri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahri pun berharap dua program studi anyar FIB itu sudah bisa melakukan penerimaan mahasiswa baru di tahun 2025 mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Mahasiswa</strong></span><br><span>Isu wacana pembukaan kedua prodi baru FIB itu rupanya belum sampai ke telinga Kevin Syaida, seorang mahasiswa prodi Sastra Inggris FIB 2022. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Kevin mengaku menyambut baik rencana pembukaan S2 Kajian Budaya. Menurutnya, prodi magister pertama di FIB itu akan semakin meningkatkan kualitas kampus di mata masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena di FIB ini belum ada prodi S2. Jadi itu bisa menjadi terobosan yang sangat luar biasa. Cukup menarik sih,&rdquo; ujarnya melalui pesan teks WhatsApp pada Selasa (12/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ia menilai pembukaan S1 Seni Tari belum tepat. Sebab, prodi-prodi S1 lainnya yang sudah ada di FIB saat ini masih perlu dibenahi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk S1 Seni Tari menurut saya kurang setuju ya. Karena mungkin prodi-prodi S1 di FIB (masih) lebih banyak yang membutuhkan perhatian,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Muhammad Waldiamar P, seorang mahasiswa Sastra Indonesia 2022, juga mengaku belum pernah mendengar isu wacana pembukaan S1 Seni Tari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau (Prodi Kajian Budaya) itu saya pernah denger dosen FIB sempat bilang seperti itu, kalau di FIB nanti bakal ada S2. Jadi yang lulus dari FIB nggak jauh-jauh lagi nyari S2, katanya begitu,&rdquo; ujar Waldiamar melalui pesan teks WhatsApp pada Jumat (15/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, pembukaan kedua prodi baru tersebut akan memberi peluang baru bagi FIB. Hanya saja, ia memiliki kekhawatiran akan adanya penambahan prodi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika dilihat dari kondisi FIB itu masih belum memungkinkan jika harus menerima prodi baru. Karena selain fasilitas yang kurang, lahan FIB itu cukup sempit, takutnya terkendala disitu aja sih,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><span>(</span><span><em><strong>ord</strong></em>/<em><strong>lza</strong></em>/<em><strong>kya</strong></em>/<em><strong>ali</strong></em></span><span>)</span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sayang Ribang Sang Pemenang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/sayang-ribang-sang-pemenang/baca </link>
<guid> sayang-ribang-sang-pemenang </guid>
<pubDate> Sat, 30 Mar 2024 05:13:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Disaat kita tak lagi bersama </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/sayang-ribang-sang-pemenang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HwwFrjR21q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sayang Ribang Sang Pemenang</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="">Pergi untuk tinggal <br><span>Demi baik berdua</span><br><span>Harus rela berat&nbsp;</span><br><span>Agar kau di sana</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Namun bekasnya</span><br><span>Mengukir di relung&nbsp;</span><br><span>Kita dulu pernah&nbsp;</span><br><span>Tak terhapus, terlepas&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Kini ada sang lain</span><br><span>Berusaha di hati&nbsp;</span><br><span>Kusayang-kan, dia tak dirimu</span><br><span>Yang telah lama bertahta</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Kasih padamu</span><br><span>Menambah pedih</span><br><span>Biar ini beku</span><br><span>Sampai jumpa, jika Mereka mengizinkan.</span></p><p><span><strong><em>Puisi ditulis oleh <span>Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswi Sastra Indonesia, FIB Unmul 2021</span></em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kiprah Pemuda dalam Upaya Meningkatkan Budaya Literasi di Daerah 3T </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kiprah-pemuda-dalam-upaya-meningkatkan-budaya-literasi-di-daerah-3t/baca </link>
<guid> kiprah-pemuda-dalam-upaya-meningkatkan-budaya-literasi-di-daerah-3t </guid>
<pubDate> Tue, 02 Apr 2024 11:52:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pentingnya peran Pemuda tingkatkan edukasi di daerah 3T Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kiprah-pemuda-dalam-upaya-meningkatkan-budaya-literasi-di-daerah-3t/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VMUmyP0TaG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kiprah Pemuda dalam Upaya Meningkatkan Budaya Literasi di Daerah 3T</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di era ini, tidak bisa dimungkiri bahwa budaya literasi peserta didik yang ada disuatu negara menentukan kemajuan pendidikan bangsa. Karena kemampuan berliterasi adalah modal awal untuk meraih kesuksesan dalam belajar bagi peserta didik.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu indikatornya adalah semakin baiknya tingkat literasi siswa yang ditandai dengan semakin baiknya pemahaman dan daya serap dalam proses pembelajaran (Ilma &amp; Ibrohim, 2020).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tahun 2016 organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNESCO melakukan penelitian terhadap 61 negara didunia, yang di mana negara Indonesia tergolong sangat rendah dalam kebiasaan membaca.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasil riset yang diterbitkan dengan nama &ldquo;</span><span><em>The World&rsquo;s Most Literate Nations</em></span><span>&rdquo;, menampilkan posisi Indonesia yang terletak di peringkat ke-60, berada satu tingkat diatas negara Botswana (Hutapea, 2019).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, UNESCO juga menginformasikan bahwa budaya literasi di Indonesia hanya mencapai 1 % yang menggemari aktivitas membaca serta 99 % tidak menggemari aktivitas membaca.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mirisnya, anak-anak menjadi salah satu kalangan yang masih minim dalam budaya literasi. Hal ini disebabkan karena banyak di antara anak-anak yang hanya membaca satu buku bahkan tidak sama sekali dalam satu bulan maupun satu tahun (Mulasih &amp; Hudhana, 2020).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lukman Solihin mengatakan, ada empat dimensi indeks literasi yang menjadi subjek kajian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yaitu dimensi kecakapan, akses, alternatif, dan budaya. Hasil survei dari keempat dimensi tersebut adalah dimensi kecakapan 75,92%, dimensi akses 23,09%, dimensi alternatif 40,49%, dan dimensi budaya 28,50% (Hutapea, 2019).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa kesenjangan ditemukan. Pertama, kesadaran yang sangat rendah tentang pentingnya membaca. Masyarakat berpikir membaca hanyalah menyia-nyiakan waktu saja. Kedua, mahalnya harga buku dan tidak adanya perpustakaan, terutama di daerah yang terpencil.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Biaya buku mahal, sehingga relatif sedikit orang yang mampu membeli buku. Dan juga, membeli buku tidak dipandang sebagai kebutuhan. Membeli buku hanya di sekolah, dan anehnya saat itu, tidak semua siswa melakukannya. Sebagian kecil saja, orang-orang yang mampu dan suka membaca (Wahyuni &amp; Pramudiyanto, 2015).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rendahnya kemampuan literasi peserta didik Indonesia menunjukkan bahwa interaksi pembelajaran yang terjadi selama ini belum sampai pada tahap mengembangkan motivasi keinginan untuk memperoleh ilmu pengetahuan (Ilma &amp; Ibrohim, 2020).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Khususnya di daerah 3T yang merupakan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia. Sebagian besar daerah 3T merupakan jalur tapal batas Indonesia. Antusias dan semangat mereka dalam belajar juga sangat rendah mengingat tidak adanya motivasi dari masyarakat daerah sekitarnya, terutama orang tua mereka yang kurang mendukung pentingnya pendidikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudah saatnya para pemuda berkiprah dengan adanya masalah ini karena pemuda adalah penopang kehidupan negara dimana serah terima kemerdekaan Indonesia akan silih berganti dalam genggamannya. Banyak pemikiran dan perkembangan kreatif muncul karena bagian dari pemuda (Novembry &amp; Zahroh, 2020).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Budaya literasi membutuhkan penyesuaian dan perhatian di lingkungan sekitar. Orang tua seharusnya mengarahkan anak-anak mereka sejak dini untuk suka membaca.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usia dini adalah usia yang cemerlang (</span><span><em>golden</em>&nbsp;<em>age</em></span><span>), di mana anak-anak memiliki ingatan yang panjang dan juga merupakan kesempatan cemerlang seorang anak muda untuk mempelajari sesuatu untuk mengembangkan motivasi keinginan untuk memperoleh ilmu pengetahuan (Mulasih &amp; Hudhana, 2020).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat permasalahan pendidikan di daerah 3T, khususnya dalam budaya literasi, banyak pemuda tergerak untuk membantu dalam aspek pendidikan ini. Kontribusi yang dilakukan oleh para pemuda ini tidak secara langsung memberikan dampak yang nyata pada pembangunan pendidikan di Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, adanya kontribusi yang dilakukan oleh pemuda ini akan memberikan efek positif yang akan dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat yang tinggal di daerah 3T.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemuda mempunyai tugas atau tanggung jawab yang sangat besar dalam peningkatan literasi di daerah 3T, untuk memberikan contoh bagi masyarakat agar dapat ikut berkontribusi meningkatkan budaya literasi di Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan. Pertama, memberikan pemahaman tentang akses internet untuk memperoleh informasi terbaru yang sedang diperbincangkan, baik skala nasional maupun internasional di beberapa daerah yang memang memungkinkan untuk bisa mengakses internet.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, bagi daerah yang tidak memungkinkan untuk mengakses internet, bisa dengan cara menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kondisi lingkungan di sana.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, membuat rumah baca sederhana bagi anak-anak dengan mengisi buku-buku bacaan menarik yang tentu saja dapat mengedukasi serta menambah wawasan mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, menarik simpati masyarakat dan pemuda lainnya untuk ikut berpartisipasi. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan gerakan literasi masyarakat dengan mengenalkan buku-buku kepada masyarakat setempat, berkumpul dengan membaca buku bersama saat memulai pertemuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bacaan yang diberikan meliputi buku-buku dongeng, cara menanam tanaman, dan majalah sekolah yang berisi karya-karya dari anak-anak peserta didik, sehingga para orang tua dapat merasa senang dengan karya-karya anak-anak mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah mempelajari dan memahami terkait budaya literasi di Indonesia khususnya di daerah 3T, didapatkan hasil bahwa faktor yang mempengaruhi budaya literasi pada diri seseorang ada dua yaitu faktor internal dan eksternal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Faktor internal berupa kemauan dan niat diri sendiri, sedangkan faktor eksternal berupa stimulasi dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, upaya pemerintah juga diperlukan dalam mendukung budaya literasi ini dengan cara mempersiapkan dana anggaran subsidi buku untuk didistribusikan kepada masyarakat serta mengoptimalkan peran perpustakaan daerah yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui upaya kontribusi dari para pemuda, masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk membaca sehingga menjadi inspirasi bagi anak dan lingkungan menuju pendidikan Indonesia yang maju.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Shidiq Umar Widodo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP 2020.</em></strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Referensi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hutapea, E. (Erwin Hutapea). &ldquo;Literasi Baca Indonesia Rendah, Akses Baca Diduga</span><span>Jadi</span><span>Penyebab&rdquo;.</span><span>Kompas.com. <a href="https://edukasi.kompas.com/read/2019/06/23/07015701/literasi-baca-">https://edukasi.kompas.com/read/2019/06/23/07015701/literasi-baca-</a> indonesia-rendah-akses-baca-diduga-jadi-penyebab</span><span>(diakses</span><span>20 Maret 2024).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ilma, T., &amp; Ibrohim, B. (2020). &quot;BERBAGAI KEGIATAN MEMBACA UNTUK MEMICU BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH DASAR&quot;. Primary</span><span> </span><span>: Jurnal</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keilmuan</span><span>Dan</span><span>Kependidikan</span><span>Dasar,</span><span>12(1). <a href="https://doi.org/10.32678/primary.v12i01.2708">https://doi.org/10.32678/primary.v12i01.2708</a> (diakses 20 Maret 2024).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mulasih, M., &amp; Hudhana, W. D. (2020). &quot;URGENSI BUDAYA LITERASI DAN</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA&quot;. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(2). <a href="https://doi.org/10.31000/lgrm.v9i2.2894">https://doi.org/10.31000/lgrm.v9i2.2894</a> (diakses 20 Maret 2024).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novembry, D., &amp; Zahroh, S. A. (2020). &quot;Peran Pemuda Memajukan Literasi di Daerah 3T&quot;. KSE UIN JAKARTA.&nbsp;</span><span><a href="https://www.kseuinjkt.or.id/2020/01/peran-pemuda-memajukan-literasi-">https://www.kseuinjkt.or.id/2020/01/peran-pemuda-memajukan-literasi-</a> di.html (diakses 19 Maret 2024).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wahyuni, S., &amp; Pramudiyanto, A. (2015). &quot;Optimalisasi Budaya Literasi Melalui Program Journaling-Feedback&quot;. The 1st International Conference on Languange, Literature and Teaching, 938&ndash;944. <a href="https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/8949/i51.pdf?seque">https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/8949/i51.pdf?seque</a> nce=1&amp;isAllowed=y (diakses 18 Juni 2021).</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fahutan Unmul akan Hadirkan Lima Prodi Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fahutan-unmul-akan-hadirkan-lima-prodi-baru/baca </link>
<guid> fahutan-unmul-akan-hadirkan-lima-prodi-baru </guid>
<pubDate> Wed, 03 Apr 2024 09:08:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fahutan siap membuka lima prodi baru pada dua jenjang pendidikan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fahutan-unmul-akan-hadirkan-lima-prodi-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/21x2zvoGED.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fahutan Unmul akan Hadirkan Lima Prodi Baru</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Fahutan Unmul saat ini memiliki 3 program studi (Prodi) Kehutanan di level yang berbeda, yaitu Sarjana, Magister, dan Doktor. Pada Program Sarjana, Fakultas Kehutanan berencana untuk mengembangkan empat peminatan yang telah ada pada Prodi tersebut menjadi beberapa Prodi terpisah. Peminatan tersebut meliputi Manajemen Hutan, Teknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, serta Silvikultur.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk meminta informasi lebih lanjut,&nbsp;</span><span><em>awak</em></span><span>&nbsp;Sketsa menghubungi Harlinda Kuspradini, selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik Fahutan, di kantornya pada Kamis (21/3) lalu. Ia menjelaskan bahwa telah ada pembahasan mengenai pengembangan prodi yang ada di Fahutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk saat ini, fokus dari pengembangan tersebut adalah pada empat peminatan studi di Program Sarjana yang telah memiliki kurikulum secara umum, serta Prodi Profesi Keteknikan Hayati yang telah mendapatkan mandat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun demikian, masih ada peluang untuk membuka Prodi lainnya berdasarkan pengembangan bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat di bidang kehutanan. Sejumlah peminatan diharapkan dapat dikembangkan dan dikuatkan hingga menjadi Prodi tersendiri di masa yang akan datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Fahutan sudah memiliki 2 Jurusan yaitu Manajemen Hutan dan Teknologi Hasil Hutan. Namun sejak tahun 2010, fakultas tersebut tidak memiliki jurusan sebab adanya Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 2447/D/T/2009 tanggal 30 Desember 2009 mengenai penggabungan program studi bidang Pertanian termasuk di dalamnya Kehutanan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun dengan terbitnya Peraturan Rektor No 5 tahun 2021 yang menyatakan bahwa setiap Fakultas wajib memiliki jurusan dalam kedudukannya sebagai organ Fakultas, maka Fahutan segera menyusun Dokumen Kelayakan Pembentukan Jurusan agar dapat memiliki jurusan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berdasarkan analisis melalui instrumen pembukaan jurusan, Fakultas Kehutanan dapat membuka 3 jurusan. Setelah melalui pertimbangan Senat Fakultas Kehutanan, disepakati hanya 2 jurusan yang diajukan ke Universitas dengan nama Jurusan Kehutanan dan Jurusan Lingkungan Tropis,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Usulan Fakultas tersebut dikirimkan ke tingkat Universitas pada tanggal 25 Januari 2022, dan di tahun yang sama pada bulan September, hasil penilaian usulan untuk pembentukan 2 jurusan di lingkungan Fakultas Kehutanan tersebut disetujui oleh Senat di tingkat Universitas. Jurusan-jurusan tersebut akan menaungi Prodi-prodi yang akan dikembangkan. Program studi profesi akan masuk di Jurusan Lingkungan Tropis karena bersifat multidisiplin,&quot; lanjut Harlinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seiring dengan adanya jurusan yang akan ada di Fakultas Kehutanan, perubahan nama Fakultas juga telah dimasukkan dalam dokumen Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Unmul yang saat ini masih menunggu pengesahan. Di mana Fakultas Kehutanan akan berganti nama menjadi Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanyakan mengenai pro dan kontra yang ada di lingkungan Fahutan, dijelaskan bahwa secara umum tidak ada kontra terkait pengusulan prodi-prodi baru ini. Hal ini dibuktikan bahwa kelompok dosen di setiap minat, saling berkoordinasi untuk percepatan penyelesaian dokumen yang diperlukan. Kekhawatiran mungkin saja ada karena harus siap menghadapi hal-hal baru yang akan muncul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perencanaan pengembangan program studi baru di Fahutan ini juga merupakan salah satu upaya untuk memberikan pilihan studi yang lebih bervariasi. Pengembangan ini juga diharapkan dapat memfasilitasi pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan bertambahnya pilihan di Fahutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sehingga dengan adanya pengembangan ini, kita dapat menonjolkan berbagai bidang di Kehutanan, serta meningkatkan dampaknya karena spesifikasi bidang atau minat ditampilkan dengan lebih jelas,&quot; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait dengan tahapan yang ditempuh, proses pengembangan prodi baru ini sudah sampai pada persiapan pembuatan instrumen, sebagai persyaratan minimum pembukaan Prodi baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun syarat untuk pembukaan program studi baru mencakup profil yang menonjolkan keunikan, keunggulan, dan perbedaan dengan Prodi sejenis lainnya serta sepuluh mata kuliah dengan penciri khas masing-masing program studi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan Fahutan sendiri sudah pada tahap penyusunan Instrumen yang akan diusulkan ke tingkat Universitas, sehingga dengan pertimbangan Senat Unmul, maka Rektor akan mengajukan usul Pembukaan Prodi Baru yang memuat pemenuhan persyaratan akreditasi tersebut kepada Kemdikbudristek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Mahasiswa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sketsa juga berbincang dengan Jamhari, Wakil Ketua dari LEM Sylva beberapa hari yang lalu. Dia mengungkapkan bahwa rencana tersebut belum begitu dikenal di kalangan mahasiswa Fahutan. Hanya sedikit informasi yang disampaikan oleh dosen-dosen yang masuk ke dalam kelas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sebenarnya rancangan pengembangan ini sudah ada sejak kami, mahasiswa angkatan 2022, pertama kali masuk ke Fahutan karena perbedaan antara angkatan kami dan angkatan 2021 agak besar, terutama saat angkatan 2021 masih dalam masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan pembelajaran daring,&quot; ungkap Jamhari kepada&nbsp;</span><span><em>awak</em></span><span>&nbsp;Sketsa saat diwawancarai pada Rabu (27/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia menyatakan bahwa rencana tersebut diyakini akan meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi para mahasiswa. Saat ini, satu kelas di fakultas tersebut dapat menampung hingga 150 mahasiswa dengan hanya satu dosen pengajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Menurut saya, Fakultas Kehutanan pasti tidak membuat pengembangan program studi ini tanpa pertimbangan matang. Saya sangat mendukung adanya pengembangan ini,&quot; kata Jamhari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jamhari juga berharap agar pembukaan program studi baru ini tidak mengganggu posisi akreditasi unggul yang telah dimiliki oleh Fahutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Harapannya Fakultas Kehutanan semakin memiliki daya tarik dengan adanya prodi baru, dan semoga peminat yang masuk ke Fakultas Kehutanan semakin meningkat,&quot; tambahnya.&nbsp;</span><span><em><strong>(mlt/mou/may)</strong></em></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Total Pendaftar Unmul Jalur SNBP Capai Angka 10 Ribu, Prodi Manajemen Masih Jadi Favorit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/total-pendaftar-unmul-jalur-snbp-capai-angka-10-ribu-prodi-manajemen-masih-jadi-favorit/baca </link>
<guid> total-pendaftar-unmul-jalur-snbp-capai-angka-10-ribu-prodi-manajemen-masih-jadi-favorit </guid>
<pubDate> Sat, 06 Apr 2024 21:02:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengulik lebih dalam pengalaman mahasiswa lolos jalur SNBP Unmul 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/total-pendaftar-unmul-jalur-snbp-capai-angka-10-ribu-prodi-manajemen-masih-jadi-favorit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cEVckGfSPO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Total Pendaftar Unmul Jalur SNBP Capai Angka 10 Ribu, Prodi Manajemen Masih Jadi Favorit</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Sehubungan dengan penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada periode Februari - Maret 2024 lalu, Unmul melalui laman resmi Instagramnya mengumumkan 10 program studi (Prodi) yang paling banyak diminati melalui jalur SNBP 2024, Selasa (26/3).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari informasi tersebut, 10 prodi yang termasuk dalam daftar ini antara lain Manajemen, Administrasi Bisnis, Akuntansi, Hukum, Pendidikan Dokter, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Informatika, hingga PGSD.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun total pendaftar Unmul melalui jalur SNBP tahun ini sebanyak 10.216 orang. Prodi Manajemen menduduki peringkat pertama sebagai prodi dengan peminat terbanyak, yaitu sebanyak 1.478 orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun Suci, salah satu mahasiswa baru (Maba) yang berhasil diterima pada prodi dengan peminat terbanyak melalui jalur ini, menyebutkan beberapa pertimbangannya memilih prodi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...saya melihat peluang besar untuk diterima SNBP 2024 dan prospek kerja (Prodi Manajemen) yang luas,&rdquo; ucapnya mantap saat diwawancarai terkait jurusan incarannya melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu (3/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Suci mengaku menerapkan strategi khusus agar dapat lolos jalur SNBP di prodi pilihannya tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya secara berkala memastikan bersama BK (Bimbingan Konseling) sekolah bahwa pilihan saya dapat diterima. Mulai dengan melakukan<em>&nbsp;</em></span><em><span>screening</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>track record</em></span><span>&nbsp;alumni, sampai memastikan bahwa tidak ada siswa lain yang mengambil jurusan yang sama,&rdquo; lanjutnya dalam wawancara tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suci menyebutkan merasa sangat senang saat mengetahui hasil dari SNBP 2024 sesuai dengan harapannya. Ia bersyukur dapat lolos di prodi pilihan pertamanya tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...itu saya bener-bener nggak nyangka Kak karena lolosnya di pilihan pertama, karena tahu banyak banget peminatnya Manajemen Unmul,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di lain sisi, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;juga berbincang dengan Denis Devita Noviyanto, sebagai maba yang lolos SNBP 2024 Unmul pada Prodi Administrasi Bisnis. Berbeda dengan Suci, Denis mengaku tidak memiliki kIat-kIat khusus dalam mendaftar SNBP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya tidak begitu memiliki strategi yang menjamin bahwa saya akan lolos dalam seleksi SNBP, karena saya hanya memiliki dan mencantumkan nilai pelajaran yang telah saya dapatkan selama 3 tahun di sekolah,&rdquo; paparnya pada awak<em>&nbsp;</em></span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>via WhatsApp, Rabu (3/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ketika mendapati dirinya berhasil lolos dalam seleksi tersebut, Denis merasa sangat senang dan bersyukur meski lolos di pilihan kedua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk perasaan pastinya sangat bersyukur, bahagIa dan bangga sekali. Mulai dari masuk&nbsp;</span><span><em>eligible</em></span><span>, serta lolos SNBP pada jurusan yang awalnya saya tidak menyangka bahwa saya akan lolos pada pilihan kedua, yaitu jurusan Administrasi Bisnis. Apalagi, jurusan ini termasuk dalam Prodi dengan peminat yang banyak,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun pilihan pertama yang Ia pilih, masih tidak jauh dari prodi pilihan kedua yang meloloskannya pada jalur SNBP tahun ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya memilih Jurusan Administrasi Bisnis karena saya ingin mempelajari tentang dasar-dasar bisnis serta cara mengaplikasikannya. Kemudian, saya berpikir bahwa Jurusan Administrasi Bisnis ini sedikit berkaitan dengan pilihan pertama saya, yaitu Manajemen,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Senada dengan Denis, Dea AmalIa, lalu salah satu maba yang lolos pada Prodi Kesehatan Masyarakat mengungkapkan kebahagIaannya sebagai mahasiswa yang lolos melalui jalur prestasi ini, lewat pesan WhatsApp pada Rabu (3/4) lalu.</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold;"><span><span><img src="https://lh7-us.googleusercontent.com/uLMAL1214AycX4nkJatGDh7O02fRVa31tFhOMKxBo89-cGwdGrUYf-mSRBrNtEf1oiMWAZmU1cWtFm4fUXayeKZ9Z3nrjnJwIQNRjZQWQagrIRtjMx0b3uHJJ5B1uBSWPdvm0uTxBCsqpJMQkdmkz5s" class="fr-dii" style="width: 429px;"></span></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perasaan saya yang pasti senang dan bersyukur banget!&nbsp;</span><span><em>Alhamdulillah</em>&nbsp;</span><span>nggak nyangka bakal lolos SNBP di pilihan pertama yang di mana jurusan yang saya pilih ini masuk ke 10 Prodi peminat terbanyak,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perempuan yang merupakan lulusan dari SMAN 6 Samarinda itu juga menyebutkan berbagai survei, riset, hingga strategi tersendiri yang Ia lakukan dalam menghadapi jalur SNBP Unmul di tahun ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya memiliki pertimbangan saat memilih jurusan, seperti saya mempertimbangkan jurusan dengan prospek kerja yang luas, mempertimbangkan sesuai minat, bakat dan kemampuan, mempertimbangkan menurut pendapat orang lain juga, terhadap jurusan tersebut,&rdquo; tuturnya lebih lanjut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lolos pada pilihan pertamanya, Dea mengaku memilih Prodi Kesehatan Masyarakat sebab sesuai dengan minat dan pengalamannya menjadi anggota ekstrakurikuler Pusat Informasi dan Konseling (PIK) semasa SMA. Selain itu, Dea juga merasa jurusan yang Ia pilih memiliki peluang kerja yang luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...karena di jurusan tersebut (Kesehatan Masyarakat) kita belajar tentang ilmu kesehatan dan tentang ilmu sosIal. Sehingga kita menjadi tahu tentang permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat dan juga adanya peluang kerja yang sangat luas di jurusan tersebut,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(nav/lap/emf/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serba-serbi Mahasiswa Perantau: Jauh dari Sanak Saudara di Hari Raya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-mahasiswa-perantau-jauh-dari-sanak-saudara-di-hari-raya/baca </link>
<guid> serba-serbi-mahasiswa-perantau-jauh-dari-sanak-saudara-di-hari-raya </guid>
<pubDate> Mon, 08 Apr 2024 11:03:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah mahasiswa Unmul yang tidak mudik di hari raya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serba-serbi-mahasiswa-perantau-jauh-dari-sanak-saudara-di-hari-raya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dn6r9wMiSR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serba-serbi Mahasiswa Perantau: Jauh dari Sanak Saudara di Hari Raya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Memasuki minggu terakhir bulan Ramadan, para pekerja dan mahasiswa perantau tunjukkan antusiasme. hal tersebut disebabkan oleh libur hari raya Idulfitri yang sudah berada di depan mata. Akhirnya para perantau bisa pulang untuk melepas rasa rindu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta di kampung halaman.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, sayangnya hal tersebut tidak bisa dirasakan oleh semua perantau. Muhammad Rafly Pratama yang berasal dari Pare-Pare, Sulawesi Selatan mengaku tidak pulang ke kampung halaman untuk merayakan libur hari raya Idulfitri sejak 2 tahun lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semenjak saya menempuh pendidikan S1, saya tidak pernah pulang ke kampung halaman saya,&rdquo; ucapnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>ketika diwawancarai pada Kamis (4/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi FISIP 2022 yang akrab disapa Tama tersebut memiliki keluarga yang tinggal di Samarinda. Namun, ia memilih untuk tinggal sendiri di salah satu indekos yang ada di Samarinda, karena merasa lebih nyaman hidup sendiri dan beberapa alasan lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Tama mengungkap alasannya tidak pulang kampung ialah karena ia memiliki prinsip untuk membawa sebuah pencapaian jika ia kembali pulang ke rumahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya harus membuktikan bahwa saya bersungguh-sungguh belajar di kota orang, dan mengasah diri saya untuk mengangkat kualitas hidup diri saya,&rdquo; tutur Tama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Target yang saya tentukan adalah setelah saya merasa mampu memberi kedua adik dan 12 keponakan saya Tunjangan Hari Raya,&nbsp;</span><span><em>hehehe</em></span><span>,&rdquo; lanjut Tama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tama juga membagikan pengalaman yang ia lakukan untuk mengisi hari raya Idulfitrinya. Ia menghabiskan waktu dengan bercengkrama dan berkunjung ke kediaman kawannya untuk bersilaturahmi. Selain itu, ia juga menyibukkan diri dengan menonton serial&nbsp;</span><span><em>anime</em></span><span>, bermain gim, atau hanya sekadar berdiam diri dan tidur di kamarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal serupa dirasakan oleh Ruqy Tami Ahmad, mahasiswa prodi Kehutanan Fahutan 2022. Perantau asal Majene, Sulawesi Barat ini juga tidak pulang untuk menikmati libur Hari Raya sejak menjadi mahasiswa baru (maba). Jarak yang lumayan jauh serta padatnya jadwal praktikum yang ia miliki, membuatnya harus menetap di Samarinda agar tidak ketinggalan informasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama halnya dengan Tama, Ruqy mengisi libur Hari Raya dengan menghabiskan waktu bersama teman-teman perantau yang juga tidak pulang ke kampung halaman. Meski tidak merasakan kehangatan berada di tengah-tengah keluarga, Ruqy dan temannya berusaha untuk tetap menyambut Idulfitri dengan riang gembira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ruqy berharap, kondisi yang mengharuskan ia untuk jauh dari keluarga tersebut mampu menjadi pemicu baginya untuk tetap semangat belajar, hingga meraih kesuksesan di masa yang akan datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Tama dan Ruqy yang sudah pernah melewatkan libur Hari Raya di tanah rantau, Titis Nurvitasari, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2022 mengaku bahwa tahun ini akan menjadi tahun pertamanya jauh dari keluarga tercinta pada perayaan Idulfitri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perantau asal Ngawi, Jawa Timur tersebut terpaksa menetap di Samarinda karena jarak yang cukup jauh untuk pulang ke kampung halaman, serta biaya yang besar dan waktu libur yang begitu sebentar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekitar satu bulan lagi sudah libur semester, jadi lebih baik pulang di waktu libur semester, yang waktunya lama,&rdquo; ujar Titis ketika diwawancarai melalui pesan Whatsapp pada Kamis (4/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untungnya, Titis memiliki keluarga dekat yang juga tinggal di Samarinda, sehingga ia bisa menghabiskan waktu dengan berkunjung ke rumah keluarganya tersebut.&nbsp;</span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga, dalam kondisi apapun bisa merayakan momen lebaran dengan mengambil setitik makna, bahwa pertemuan dan menyambung silaturahmi menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga hubungan dan kepercayaan setiap orang,&rdquo; harap Titis.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>ysn/ali/mar</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut NUDC 2024, Unmul Siapkan Bekal bagi Perwakilan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-nudc-2024-unmul-siapkan-bekal-bagi-perwakilan-mahasiswa/baca </link>
<guid> sambut-nudc-2024-unmul-siapkan-bekal-bagi-perwakilan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 15 Apr 2024 13:38:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sukses lakukan seleksi NUDC tingkat universitas, Unmul melaju ke tingkat wilayah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-nudc-2024-unmul-siapkan-bekal-bagi-perwakilan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0mESQp2Juy.JPEG" />
					</figure>
			                <h1>Sambut NUDC 2024, Unmul Siapkan Bekal bagi Perwakilan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- <span>National University Debating Championship (</span><span>NUDC) merupakan sebuah ajang debat berskala nasional pada perguruan tinggi. Dimulai sejak 2008 hingga saat ini, Unmul turut andil dalam mengerahkan perwakilannya untuk bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tahun ini, Unmul kembali fokus siapkan kontestan sebagai perwakilan menuju NUDC 2024. Pemberian fasilitas hingga bimbingan merupakan salah satu upaya untuk mendukung mahasiswa yang menjadi perwakilan Unmul tahun ini .&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah melakukan seleksi tingkat universitas pada Selasa 26 Maret hingga Kamis 28 Maret lalu, kini Unmul siap melaju membawa perwakilannya ke tingkat wilayah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun upaya yang dilakukan oleh Unmul untuk mempersiapkan mahasiswanya yaitu berupa pemberian fasilitas dan bimbingan profesional dari alumni dan dosen senior yang mahir dalam seleksi Debat Bahasa Inggris. Hal ini sejalan dengan penyampaian dari Wasono, penanggung jawab atau <em>person in charge</em> (PIC) NUDC 2024.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pertama kami menyiapkan dari tim <em>coaching</em>-nya, pembinaannya, yaitu dari beberapa alumni dan juga dosen senior yang memang secara <em>passion</em> mereka memang berada di seleksi debat bahasa Inggris. Kami juga menyiapkan untuk <em>link</em> (aplikasi) Zoom-nya, dan pembinaan untuk adik-adiknya,&quot; ujar Wasono kepada awak <em>Sketsa</em> melalui telepon WhatsApp, Selasa (9/4) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Naiara Dameris, mahasiswi Fakultas Kedokteran yang lolos seleksi NUDC tingkat universitas juga mengaku mendapatkan fasilitas yang diberikan oleh pihak universitas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada. Mereka (pihak universitas) sediakan fasilitas supaya kami bisa berlatih dengan nyaman dan tenaga ahli untuk membimbing kami kedepannya,&quot; ungkap Naiara kepada Sketsa melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/4) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menambahkan, Naiara menjelaskan bahwa timnya sedang sibuk melakukan persiapan menuju seleksi NUDC 2024 tingkat wilayah yang akan diselenggarakan pada awal bulan Mei mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sekarang kami lagi menjalankan minggu-minggu pelatihan untuk persiapan. 2 kali seminggu. <em>Trus</em> bentuk latihannya sparing dengan orang lain, bisa jadi anak fakultas lain, atau bahkan anak di luar pulau Kalimantan,&quot; terang Naiara.</p><p style="text-align: justify;">Namun, di tengah persiapan dan fasilitas yang diberikan tersebut, Wasono mengungkap beberapa kendala yang sempat mereka hadapi. Kendala yang dialami berupa sulitnya mencari tim untuk berlatih bersama yang sesuai untuk persiapan menuju seleksi wilayah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, persiapan yang dilakukan secara daring juga menjadi salah satu kendala, sebab adanya perbedaan suasana ketika debat dilaksanakan secara daring dengan debat yang dilaksanakan secara luring atau tatap muka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tapi pasti rasanya akan beda, auranya berbeda, gregetnya berbeda ketika kita &nbsp;bisa sparing secara <em>offline</em> dibandingkan kita sparing secara <em>online</em> atau daring.&quot; jelas Wasono.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, meski menghadapi beberapa kendala selama persiapan, Wasono mengungkap bahwa mereka tetap semangat dan tidak merasa terbebani untuk menjadi lebih baik ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah, kami berharap kami bisa menjadi terbaik pertama di pulau Kalimantan dan untuk <em>debaters</em>-nya itu bisa menjadi terbaik satu dan terbaik dua di wilayah Kalimantan. Sehingga bisa melaju ke nasional. Dan di nasional harapan kami bisa masuk finalis lah untuk tim dari Universitas Mulawarman,&rdquo; pungka<span style="background-color: transparent;">snya. <strong><em>(tkh/yra/myy/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masifnya Penggunaan Bacaan Bajakan dalam Pendidikan Tinggi, Akademisi Unmul: Harusnya Ada Program Bagi-bagi Buku Gratis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masifnya-penggunaan-bacaan-bajakan-dalam-pendidikan-tinggi-akademisi-unmul-harusnya-ada-program-bagi-bagi-buku-gratis/baca </link>
<guid> masifnya-penggunaan-bacaan-bajakan-dalam-pendidikan-tinggi-akademisi-unmul-harusnya-ada-program-bagi-bagi-buku-gratis </guid>
<pubDate> Tue, 16 Apr 2024 13:49:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kurangnya fasilitas penunjang referensi belajar jadi alasan maraknya pembajakan buku </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masifnya-penggunaan-bacaan-bajakan-dalam-pendidikan-tinggi-akademisi-unmul-harusnya-ada-program-bagi-bagi-buku-gratis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x9jpqE5eSw.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Masifnya Penggunaan Bacaan Bajakan dalam Pendidikan Tinggi, Akademisi Unmul: Harusnya Ada Program Bagi-bagi Buku Gratis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong>&nbsp; Buku, salah satu hal krusial yang menjadi sumber pembelajaran, tidak dimungkiri selalu digunakan di dalam proses penyerapan ilmu. Bentuknya pun kini sudah tak lagi dalam bentuk fisik atau cetak. Di zaman yang serba digital, buku kini lebih mudah diakses lewat internet dalam bentuk Portable Document Format (PDF).</p><p style="text-align: justify;">Namun, meski sering dianggap sebagai sumber penting dalam menyertakan informasi pada dunia pendidikan, tak jarang para mahasiswa bahkan akademisi sekalipun menggunakan sumber buku yang tidak asli alias bajakan.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini dapat dilihat dari masih banyaknya proses pembelajaran yang menggunakan buku dari percetakan abal-abal yang memproduksi buku secara tidak resmi. Ada pula buku dalam bentuk PDF tadi yang diakses melalui situs-situs bertegah.</p><p style="text-align: justify;">Dahri Dahlan, salah satu dosen di FIB Unmul menyebutkan bahwa buku merupakan salah satu bacaan wajib yang menjadi sumber pembelajaran. Kehadiran buku bacaan pun dianggap menjadi sebuah kebutuhan primer yang dipakai sebagai rujukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sama dengan banyaknya informasi di internet pasti rujukannya ke buku. Jadi buku itu penting,&rdquo; sebut Dahri Dahlan, yang diwawancarai langsung di FIB Unmul pada Kamis (28/2).</p><p style="text-align: justify;">Adapun fenomena masifnya penggunaan buku bajakan yang terjadi di Indonesia, Dahri menyebutkan bahwa hal tersebut tidak bisa hanya dilihat dari sang pembajak saja, namun secara holistik atau menyeluruh. Isu ini pun sebut Dahri merupakan sebagian kecil yang menunjukkan kebobrokan pada suatu negara.</p><p style="text-align: justify;">Dahri mengatakan bahwa banyaknya penggunaan bacaan ilegal tersebut merupakan masalah yang berhubungan dengan relasi kuasa. Sehingga mudah atau tidaknya mengakses sebuah bacaan juga dipengaruhi oleh kondisi kesejahteraan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi pusat pembangunan itu terfokus di (pulau) Jawa, pusat buku ada di Jawa, pabrik kertas ada di Jawa, pengetahuan ada di Jawa, jadi apa-apa yang ada di luar Jawa pasti bermasalah,&rdquo; jelas Dahri.</p><p style="text-align: justify;">Isu buku bajakan yang banyak digunakan pun sebut Dahri merupakan salah satu PR yang mesti diperbaiki oleh negara. Sehingga fokus dalam bantuan hidup tidak hanya pada aspek Bantuan Langsung Tunai (BLT), makan gratis dan semacamnya, akan tetapi juga pada kebutuhan pendidikan seperti buku gratis.</p><p style="text-align: justify;">Sebab masih banyak pengguna buku bajakan menggunakan bacaan ilegal tersebut adalah dengan alasan harganya yang lebih ramah dikantong. Di mana buku yang orisinal kerap dipatok dengan harga yang cukup tinggi, terlebih untuk mahasiswa yang berasal dari keluarga menengah ke bawah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mana ada program bagi bagi buku gratis, bagi-bagi buku teori sastra gratis, harusnya kan ada itu supaya kalian (mahasiswa) cerdas, supaya kalian bagus, supaya generasi berikutnya nggak lagi mengharap makan siang gratis. Itu sebenarnya,&rdquo; sebut Dahri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Problem</em>-nya bukan sekadar, (buku) bajakan dosa apa nggak. Jangan dulu (mempermasalahkan) itu, kita harus cari secara kualitatif kenapa orang pakai buku bajakan, padahal kualitas tulisannya buram, kertasnya gak jelas, tapi orang pakai buku bajakan kenapa? Kan itu yang harus dijawab secara holistik,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Dahri yang juga berprofesi sebagai penulis ini, tidak menampik bahwa dirinya kurang setuju dengan adanya pembajakan buku tersebut. Sehingga ia berharap adanya penyelesaian yang melibatkan pemerintah untuk fenomena buku ilegal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Iya, dasarnya dulu yang paling penting. Kendaraan dinas dosen bisa diganti kalau rusak, bensinnya dijamin. tapi kalau buku-buku siapa yang (jamin)?. Baru ada buku kalau kita minta,&rdquo; bebernya yang diwawancarai langsung oleh <em>Sketsa</em> pada (28/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun penggunaan buku bajakan dalam kelas perkuliahan kurang disetujui bagi segelintir mahasiswa. Salah satunya, Mayada Asmarani mahasiswa Administrasi Publik 2020.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebutkan buku bajakan yang tersebar merupakan sebuah bentuk kerugian bagi sejumlah pihak. Sehingga Mayada menyarankan untuk lebih memilih referensi dari laman yang resmi, baik secara daring maupun luring.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang merasa repot ke perpustakaan buat menghindari beli buku bajakan, sekarang ada alternatif lain kok, contohnya perpustakaan digital, macam iPusnas atau iJakarta. Atau kalau memang mau beli ada di Google Play Store. Terus contoh lainnya, di FISIP kan ada juga kan perpustakaan digitalnya, bisa pinjam buku gitu kita sama kayak sistemnya iPusnas,&rdquo; ujarnya yang diwawancarai lewat aplikasi WhatsApp pada Selasa (20/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Mengingat harga buku orisinal yang cukup merogoh kocek, tak jarang mahasiswa memilih untuk mengakses buku-buku yang lebih terjangkau, terlebih buku-buku yang sudah lama tidak diterbitkan. Buku-buku tersebut cenderung akan dibandrol dengan harga yang tak murah, sehingga mau tidak mau buku yang tersebar bebas menjadi pilihan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Seperti contoh pengalaman Aina, mahasiswa Sastra Indonesia 2021. Ia mengaku pernah menggunakan rujukan dari toko yang ia temukan secara online dan juga memfotokopi buku asli dari dosennya di kelas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apalagi dalam lingkungan sastra sendiri, yang mana banyak sekali buku-buku rujukan yang sudah lama tidak terbit. Kalau pun masih diterbitkan, akan sangat terbatas dan harganya pun akan sangat mahal,&rdquo; sebutnya pada via chat WhatsApp pada Ra<span style="background-color: transparent;">bu (28/2) lalu. <em><strong>(mlt/ner/tha/dre/mar)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transformasi Kebun Raya Unmul: Aset yang Digadang sebagai Sumber Dana Unmul ketika Berstatus PTN-BH </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transformasi-kebun-raya-unmul-aset-yang-digadang-sebagai-sumber-dana-unmul-ketika-berstatus-ptn-bh/baca </link>
<guid> transformasi-kebun-raya-unmul-aset-yang-digadang-sebagai-sumber-dana-unmul-ketika-berstatus-ptn-bh </guid>
<pubDate> Thu, 18 Apr 2024 13:58:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebun Raya Unmul yang tak lagi dikelola sebagai tempat wisata umum, beralih fungsi sebagai fasilitas pendidikan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transformasi-kebun-raya-unmul-aset-yang-digadang-sebagai-sumber-dana-unmul-ketika-berstatus-ptn-bh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hExp2DcpVn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Transformasi Kebun Raya Unmul: Aset yang Digadang sebagai Sumber Dana Unmul ketika Berstatus PTN-BH</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Dalam rangka perencanaan Unmul menuju PTN-BH, sejumlah aset pun disebutkan akan menjadi sumber pendapatan Unmul, salah satunya Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS) (baca: <a href="https://kaltimtoday.co/proses-unmul-alih-status-jadi-ptn-bh-terus-berjalan-abdunnur-kami-bakal-maksimalkan-aset-yang-ada">Proses Unmul Alih Status Jadi PTN-BH Terus Berjalan, Abdunnur: Kami Bakal Maksimalkan Aset yang Ada</a>). &nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">KRUS sendiri sudah lama tidak beroperasi untuk umum sejak 1 Maret &nbsp;2017 lalu (baca: <a href="https://www.sketsaunmul.co/reportase/polemik-kebun-raya-unmul-dan-angan-wisata-alam-samarinda/baca">Polemik Kebun Raya Unmul dan Angan Wisata Alam Samarinda</a>). Tempat tersebut dulunya merupakan objek wisata yang memadukan rekreasi dengan pendidikan seputar alam dan lingkungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dan saat ini, KRUS telah berubah menjadi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), yang mana hanya dipergunakan untuk pendidikan dan pelatihan kehutanan bagi Fahutan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Diwawancarai oleh <em>Sketsa</em> pada Rabu (3/4) lalu, Rustam selaku Dosen Fakultas Kehutanan Unmul sekaligus Kepala Pengelola KHDTK mengungkapkan, bahwa KHDTK dahulu benar bernama Kebun Raya Unmul Samarinda. Hal ini dikarenakan saat itu masih dikelola oleh pemerintah kota dan bekerja sama dengan Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah terjadi peralihan, lokasi yang dulunya tempat wisata tersebut selanjutnya dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang mana segala bentuk perizinan beralih pada lembaga tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan lagi Kebun Raya, tetapi KHDTK. Kawasan hutan bertujuan khusus pendidikan dan pelatihan Kehutanan Fakultas Kehutanan Unmul berdasarkan Surat Keputusan (SK) menteri. Jadi, tidak dibuka untuk wisata, dulu salah satu yang menghasilkan uang adalah wisata. Nah, kalo saat ini tidak boleh, kenapa? Karena itu kawasan hutan. Jika ingin membuat wisata seperti itu harus atas izin KLHK,&rdquo; jelas Rustam.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini Unmul juga tengah mengidentifikasi aset yang bisa dikelola untuk menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) PTN-BH. KHDTK merupakan salah satu aset yang diidentifikasi untuk dikelola agar dapat menghasilkan dana ketika Unmul berubah statusnya. Dalam hal ini, tentu juga harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari KLHK.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Salah satu yang bisa kita buat dalam perencanaan adalah misalnya usaha-usaha yang ingin dibuat Unmul untuk mendapatkan dana,&rdquo; papar Rustam.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa usaha tersebut ungkap Rustam, dapat berupa tempat wisata terbatas, membuka peluang untuk peminjaman berbagai gedung yang ada di KHDTK dengan tujuan pendidikan dan pelatihan, atau penyewaan gedung untuk kegiatan-kegiatan lain, baik untuk penginapan, atau membangun hotel dan berbagai usaha lain yang dimungkinkan dan dimuat dalam rencana pengelolaan (RP) yang disetujui oleh KLHK.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi Kebun Raya yang telah menjadi KHDTK tidak dapat dikatakan benar-benar terbengkalai, karena aktivitas mahasiswa seperti kegiatan praktikum, pelatihan, serta kegiatan-kegiatan kemahasiswaan masih berlangsung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hanya kita melapornya bukan ke media, kita melapornya ke Unmul dan KLHK. Misalnya tahun lalu ada kegiatan pelatihan untuk kebakaran hutan, itu (yang bergabung) se-Kaltim, 300-an orang. jadi di sana itu ada banyak kegiatan, cuman dalam bentuk pelatihan dan pendidikan, karena fungsinya bukan untuk wisata saat ini,&rdquo; beber Rustam.</p><p style="text-align: justify;">Rustam kembali menekankan bahwa KHDTK jangan disebut-sebut KRUS maupun Kebun Raya lagi, sebab hal ini telah berbeda kewenangannya. Unmul mempunyai dua KHDTK, yang pertama di Bukit Soeharto dan yang kedua di Lempake, yakni KHDTK Fahutan Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Walau ke depan KHDTK bisa berpeluang untuk pengembangan wisata, tujuannya hanya bisa untuk wisata terbatas. Rencana tersebut juga harus dimuat dalam RP yang diizinkan oleh KLHK.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebun raya itu beda kewenangannya. KHDTK kewenangannya &nbsp;di bawah Kementrian Lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK). kalau kebun raya kewenangannya di bawah BRIN/LIPI&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setiap tahunnya Unmul perlu untuk melapor kepada KLHK terkait dengan pengelolaannya. Istilah Kebun Raya Unmul Samarinda, ada kebun binatang ataupun ada penarikan karcis, dan seterusnya dapat dikatakan bahwa hal tersebut adalah ilegal, karena tidak ada kewenangan kota Samarinda dalam kawasan hutan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita terbantu pada saat Covid, Unmul tutup semua sarana pendidikan. pada saat Covid itulah kita pelan-pelan mengembalikan fungsi kawasan itu seperti sebenarnya. Saat itu saya ditunjuk sebagai kepala pengelola. Saat ini kita mengembalikan fungsinya. jangan sampai kita kebablasan seperti yang lalu itu.&rdquo; pungkasnya saat diwawancarai via telepon W<span style="background-color: transparent;">hatsApp. <strong><em>(ahn/sya/snk/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekuan BEM hingga Keluhan Dosen Pembimbing: Ada Apa dengan Fakultas Farmasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekuan-bem-hingga-keluhan-dosen-pembimbing-ada-apa-dengan-fakultas-farmasi/baca </link>
<guid> pembekuan-bem-hingga-keluhan-dosen-pembimbing-ada-apa-dengan-fakultas-farmasi </guid>
<pubDate> Sat, 20 Apr 2024 23:35:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Munculnya akun Instagram anonim, beberkan keluhan mahasiswa Farmasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekuan-bem-hingga-keluhan-dosen-pembimbing-ada-apa-dengan-fakultas-farmasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a6SYzu4Asp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembekuan BEM hingga Keluhan Dosen Pembimbing: Ada Apa dengan Fakultas Farmasi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sebuah cuitan yang menyatakan pembekuan BEM Farmasi muncul dari unggahan akun Instagram @famulundercover pada 29 Maret 2024 lalu. Akun tersebut semula menyebutkan ketidakhadirannya BEM Farmasi dalam menyambut mahasiswa SNBP yang lolos pada tahun ini. Hal ini diketahui disebabkan oleh adanya pembekuan pada lembaga eksekutif di fakultas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selamat datang mahasiswa baru SNBP 2024! Kasian ga ada yang ucapin soalnya BEMnya dibekuin oleh fakultas,&quot; begitu pernyataan dari salah satu unggahan akun tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Akun Instagram tersebut menyuarakan kekecewaannya kepada pihak Fakultas Farmasi yang melakukan pembekuan terhadap organisasi eksekutif fakultas itu. Hal ini diketahui melalui beberapa unggahan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, situasi ini menimbulkan pertanyaan terkait pengambilalihan tugas BEM Farmasi. Dikabarkan bahwa saat mahasiswa baru angkatan 2024 membutuhkan bantuan dari lembaga eksekutif untuk mendapatkan informasi dan bimbingan, justru peran ini diambil alih oleh pihak lembaga legislatif mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mungkin menurut Fakultas Farmasi, lembaga eksekutif ini sudah tidak penting lagi? Kegiatannya hanya merugikan fakultas saja? Kita semua mahasiswa tidak tahu. Apapun alasannya dibekukan lembaga ini, kita sebagai mahasiswa merasa sangat dirugikan sekali. Bagaimana menurut teman-teman?&quot; tulis unggahan tersebut pada Jumat (29/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak sampai hanya pada permasalahan BEM Fakultas yang dibekukan. Akun tersebut juga sempat membeberkan sejumlah keluhan lain mengenai fakultas tersebut. Seperti pernyataan yang menunjukkan bahwa mahasiswa Farmasi angkatan 2021 yang belum juga mendapatkan dosen pembimbing untuk pengerjaan tugas akhir alias skripsi.</p><p style="text-align: justify;">Akun tersebut menunjukkan sebuah tuntutan kepada pihak fakultas agar segera memberikan solusi terhadap keterlambatan pembagian dosen pembimbing tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Atau mungkin angkatan 2021 akan jadi angkatan yang menjadi korban telat dalam menyelesaikan studinya akibat dari lambatnya pembagian dosen pembimbing?&rdquo; beber akun @famulundercover dalam unggahannya 29 Maret lalu.</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> telah mencoba menghubungi beberapa pihak terkait dalam isu tersebut. Namun sayangnya, kronologi dan alasan di balik pembekuan BEM Farmasi ini belum terungkap dengan jelas. Hal ini dikarenakan hingga saat ini, pihak narasumber yang dihubungi belum berkenan memberikan keterangan terhadap isu tersebut. <strong><em>(x<span style="background-color: transparent;">el/cok/myy/mar)</span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Kartini: Mengenang Warisan Emansipasi Lewat Busana Tradisional Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-kartini-mengenang-warisan-emansipasi-lewat-busana-tradisional-indonesia/baca </link>
<guid> hari-kartini-mengenang-warisan-emansipasi-lewat-busana-tradisional-indonesia </guid>
<pubDate> Mon, 22 Apr 2024 13:27:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perayaan Hari Kartini bisa jadi momentum bangsa Indonesia menghargai warisan budaya Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-kartini-mengenang-warisan-emansipasi-lewat-busana-tradisional-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YVgh4EZMdF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Kartini: Mengenang Warisan Emansipasi Lewat Busana Tradisional Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Setiap tanggal 21 April, Indonesia merayakan Hari Kartini untuk mengenang jasa seorang tokoh perempuan yang berani, Raden Ajeng Kartini. Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih dari sekadar peringatan, Hari Kartini adalah momen untuk merenungkan perjalanan panjang perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia. Perayaan ini mengajak kita untuk merenungkan bagaimana Kartini dan wanita-wanita lainnya telah berjuang untuk hak-hak perempuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain menjadi momen refleksi, Hari Kartini juga menjadi kesempatan untuk menghargai keindahan busana tradisional Indonesia yang telah menjadi ikon perjuangan Kartini. Dari kebaya yang anggun hingga kain sarung yang indah, busana tradisional ini memancarkan pesona budaya dan identitas Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari Kartini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan keindahan tradisi Indonesia kepada generasi muda dan menginspirasi mereka untuk terus menjaga warisan budaya yang berharga ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk para perempuan yang mencari inspirasi busana dalam rangka menyemarakkan Hari Kartini, berikut rekomendasi&nbsp;</span><span>awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em> yang bisa kamu coba!</span></p><p><span><strong>Kebaya dan Kain Batik</strong></span><br><span>Kamu bisa mengenakan kebaya dengan kain batik sebagai bawahannya. Pilih kebaya yang sederhana dan padukan dengan kain batik bermotif yang senada. Busana ini memberikan kesan yang anggun dan memperlihatkan keindahan budaya Tradisional Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dress Batik Modern</strong></span><br><span>Pilih&nbsp;</span><span>dress&nbsp;</span><span>dengan motif batik yang modern dan potongan yang feminin.&nbsp;</span><span>Dress&nbsp;</span><span>batik dapat menjadi pilihan untuk kamu yang suka sederhana namun tetap terlihat elegan dan nyaman sepanjang hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kain Batik dengan Atasan Modern</strong></span><br><span>Gunakan kain batik sebagai bawahan dan padukan dengan atasan yang memiliki potongan modern. Jangan lupa pilih atasan dengan warna yang selaras dengan motif kain batik. Bussana ini membuat kamu tetap modis dengan balutan kain batik khas Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Blazer Batik dan Celana Panjang</strong></span><br><span>Padukan blazer batik dengan celana panjang yang memiliki potongan yang rapi. Pilih blazer dengan motif batik yang dominan. Kesannya elegan dan berkelas, sementara motif batik yang dominan tetap memperlihatkan kebanggaan akan budaya Indonesia. Rekomendasi terakhir merupakan pilihan yang serbaguna dan cocok dipakai untuk berbagai kesempatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penggunaan busana tradisional bukan sekadar formalitas, hal itu juga mencerminkan semangat perjuangan Kartini dalam mempertahankan identitas budaya Indonesia. Kartini, sebagai pahlawan perempuan yang gigih memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan, mengajarkan kita pentingnya menghargai dan melestarikan warisan budaya kita.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan begitu, kita tidak hanya menghormati warisan perjuangan Kartini, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mempromosikan keindahan budaya Indonesia yang kaya akan nilai-nilai tradisional. <strong><em>(xel/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruang UKM Unmul Masih Rawan Pencurian, Pos Keamanan Student Center Belum Ada Kepastian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruang-ukm-unmul-masih-rawan-pencurian-pos-keamanan-student-center-belum-ada-kepastian/baca </link>
<guid> ruang-ukm-unmul-masih-rawan-pencurian-pos-keamanan-student-center-belum-ada-kepastian </guid>
<pubDate> Mon, 29 Apr 2024 13:15:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menjadi keresahan beberapa UKM Unmul, pencurian di SC masih marak terjadi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruang-ukm-unmul-masih-rawan-pencurian-pos-keamanan-student-center-belum-ada-kepastian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hljidjPaZC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ruang UKM Unmul Masih Rawan Pencurian, Pos Keamanan Student Center Belum Ada Kepastian</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Kasus pencurian di Student Center (SC) Unmul masih terus terjadi. Salah satunya, yang baru saja dialami oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Catur Unmul. Raibnya fasilitas dalam ruang sekretariat UKM tersebut menjadi bukti bahwa keamanan SC yang masih kurang ketat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Said selaku Ketua UKM Catur mengungkap bahwa hingga saat ini kasus pencurian barang di ruang UKM tersebut telah terjadi sebanyak tiga kali. Kasus pertama ialah pencurian kipas. Dilanjut dengan kehilangan stop kontak yang terjadi pada kepengurusan periode sebelumnya, dan yang terakhir ialah kasus pencurian yang belakangan ini baru saja terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang ketiga itu kipas juga kak, ini terjadi di kepengurusan saya. Jendela yang sebelumnya kami paku mati dibobol sampai kayu buat memaku yang di dalam itu rusak. Saya baru sadar barangnya hilang itu di tanggal sebelas Maret pas saya kebetulan lagi ke sekre,&rdquo; beber Said saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada (12/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga saat dilakukannya liputan ini, Said mengaku pihaknya belum melakukan pelaporan secara resmi kepada pihak berwenang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi beberapa kali kami coba tanyakan kepada BEM maupun pihak rektorat terkait keamanan di Sekretariat. Tapi dari pihak (tersebut) tidak terlalu menggubris,&rdquo; imbuhnya dalam wawancara via pesan WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Said juga memaparkan bahwa melalui rapat bersama BEM, para UKM di Unmul telah menyampaikan sejumlah keresahan yang ada. Termasuk mengenai keamanan dan kenyamanan Student Center</span><span>. Keresahan-</span><span>keresahan tersebut juga telah disampaikan kepada pihak Rektorat, namun jawabannya masih nihil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut,&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>mencoba menemui Abdul Khadir selaku Koordinator Kemahasiswaan, untuk menanyakan perihal kasus pencurian yang terjadi di SC. Abdul menyampaikan bahwa hingga saat ini, ia belum juga menerima laporannya secara resmi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...hanya desas-desus (yang) saya terima. Tapi kan saya nggak bisa nerima (berita) yang angin, harus ada laporan dari (pihak) sana. Ada bukti foto, ada berapa buah yang hilang, nanti baru kami akan memanggil pihak keamanan kampus,&rdquo; jelas Abdul ketika diwawancarai langsung oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Senin (18/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdul berharap mahasiswa dapat lebih komunikatif dengan pihak mereka, dan segera memberikan laporan tertulis serta melampirkan bukti yang ada. Agar setelahnya akan segera diberikan solusi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Abdul mengungkap bahwa pihak rektorat telah merencanakan pemindahan kantor ke Student Center</span><span>.&nbsp;</span><span>Sehingga ruangan pos keamanan juga akan disediakan. Namun hal tersebut belum bisa dipastikan waktunya dikarenakan masih menunggu perbaikan dari bidang perlengkapan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah (pemindahan) itu rencana, tapi kita minta supaya dibaikin dulu ruangannya. Dari Wakil Rektor III sudah&nbsp;</span><span><em>acc</em></span><span>,&rdquo; pungkas Abdul.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>mgf/opi/may/sya/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Presiden BEM FISIP Unmul Terpilih Sebagai Presidium Nasional Wilayah III ILMISPI Kalimantan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/presiden-bem-fisip-unmul-terpilih-sebagai-presidium-nasional-wilayah-iii-ilmispi-kalimantan/baca </link>
<guid> presiden-bem-fisip-unmul-terpilih-sebagai-presidium-nasional-wilayah-iii-ilmispi-kalimantan </guid>
<pubDate> Tue, 30 Apr 2024 12:04:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ungguli hasil pemungutan suara, Presiden BEM FISIP Unmul terpilih menjadi Presidium Nasional Wilayah III ILMISPI Kalimantan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/presiden-bem-fisip-unmul-terpilih-sebagai-presidium-nasional-wilayah-iii-ilmispi-kalimantan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AegFudutYZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Presiden BEM FISIP Unmul Terpilih Sebagai Presidium Nasional Wilayah III ILMISPI Kalimantan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong>&nbsp; Dalam rangkaian agenda Temu Wilayah III Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Indonesia &nbsp;(ILMISPI) Kalimantan 2024, BEM FISIP Unmul ditunjuk sebagai tuan rumah.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertajuk &ldquo;Membangun Negeri bersama ILMISPI Kalimantan menuju Indonesia Emas 2045,&rdquo; agenda utamanya ialah pemilihan pengganti Presidium Nasional Wilayah III ILMISPI Kalimantan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut dipicu oleh presidium nasional sebelumnya, Sahril Novian Pratama dari Universitas Tanjungpura Pontianak mengundurkan diri dari posisinya, karena beberapa alasan yang sempat diutarakan via</span><span>&nbsp;</span><span>Google Meet</span><span>&nbsp;</span><span>dalam Musyawarah Wilayah (Muswil). Muswil ini sebelumnya sukses digelar di Aula Student Center lantai 3 pada (26/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden BEM FISIP Unmul periode 2023/3024, yakni M. Ilham Maulana berhasil memenangkan suara mayoritas sebagai Presidium Nasional Wilayah III ILMISPI Kalimantan. M. Ikhsan Al-Bajri, Presidium Tetap 1 kala itu &nbsp;mengungkapkan situasi musyawarah berjalan dengan lancar tanpa ada ketegangan yang berarti. Dinamika dari kedua calon mampu diredakan oleh presidium, sehingga suasana tetap kondusif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>M. Ilham Maulana, yang kerap disapa Maulana berhasil mengungguli pesaingnya, Bagus Setiawan perwakilan BEM FISIP Universitas Palangkaraya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hasilnya untuk saudara Maulana memenangkan 5 suara dan saudara Bagus 2 suara. Total suara ada 7 suara dari perwakilan lembaga.&rdquo; terang Ikhsan pada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada&nbsp;</span><span>(27/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diketahui, peserta Muswil ini berasal dari tiga provinsi di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Sedang dua provinsi lainnya tidak dapat hadir dikarenakan beberapa kendala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam wawancara langsung, Maulana menggambarkan visinya untuk ILMISPI Wilayah III sebagai organisasi yang berperan sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Pulau Kalimantan. Dia berkomitmen untuk melakukan perombakan maksimal demi kemajuan wilayah tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalimantan ini adalah bonus demografi, yang di mana Kalimantan adalah paru-paru dunia. Kita ingin teman-teman lembaga bagian daripada sosial dan politik mampu menjadi ujung tombak dari kawan-kawan yang ada di pusat sana karena Kalimantan merupakan pulau yang cukup besar. Maka dari itu, saya nanti akan berkomitmen dengan kawan-kawan semua itu menjadi bagian daripada wilayah III yang begitu peduli terhadap lingkungan dan sekitarnya,&rdquo; jelas Maulana pada (27/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam persiapan menuju pemilihan pengganti Presidium Nasional ini, Maulana, calon terpilih menunjukkan komitmen yang tinggi meskipun persiapannya tergolong minim. Ia mengungkapkan dirinya merupakan tipikal orang yang suka langsung terjun ke lapangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Bukannya tidak siap ketika kita tidak ada visi misi, melainkan kita akan berembuk secara bersama apa yang akan kita akan lakukan nanti,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah terpilih, Maulana berencana membuat gebrakan baru dan melakukan pembenahan secara menyeluruh. Ia juga berharap dapat meningkatkan&nbsp;</span><span>bargaining&nbsp;</span><span>&nbsp;ILMISPI di wilayah Kalimantan, sehingga dapat memperkuat posisi dan pengaruh organisasi ini secara keseluruhan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana juga membocorkan agenda yang lebih luas dalam&nbsp;</span><span>Temu Wilayah III ILMISPI Kalimantan</span><span>, meliputi seminar nasional, dialog kebangsaan, Muswil, serta agenda kolaborasi dengan Pemprov Kalimantan Timur &nbsp;sekaligus&nbsp;</span><span><em>closing ceremony</em></span><span>.<em>&nbsp;</em></span><span><strong><em>(xel/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN 50 Segera Diselenggarakan, Mahasiswa Keluhkan Website Down saat Pendaftaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-50-segera-diselenggarakan-mahasiswa-keluhkan-website-down-saat-pendaftaran/baca </link>
<guid> kkn-50-segera-diselenggarakan-mahasiswa-keluhkan-website-down-saat-pendaftaran </guid>
<pubDate> Wed, 01 May 2024 13:09:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keluh kesah mahasiswa saat mendaftar KKN 50 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-50-segera-diselenggarakan-mahasiswa-keluhkan-website-down-saat-pendaftaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XFMGeaUIIL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN 50 Segera Diselenggarakan, Mahasiswa Keluhkan Website Down saat Pendaftaran</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Giat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul Angkatan 50 Tahun 2024 akhirnya kembali dibuka mulai tanggal 25 April lalu hingga 4 Mei 2024 mendatang. Namun, akibat lonjakan <em>traffic</em>&nbsp;<em>website</em> pada hari pertama, pembukaan pendaftaran diundur yang awalnya 16.00 menjadi pukul 16.30 WITA.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini memengaruhi proses pendaftaran ribuan mahasiswa yang berujung pada ramainya pengaduan, baik lewat akun media sosial KKN Unmul maupun kunjungan langsung ke Kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unmul bagian KKN.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Herlis Theresa Assa, mahasiswa program studi Hubungan Internasional angkatan 2021 mengaku mengalami kendala dalam proses pendaftaran. Herlis menceritakan bahwa laman AIS yang menghimpun ribuan pendaftar dinilai belum memadai. Mulai dari laman yang sulit diakses hingga tidak bersifat&nbsp;</span><span><em>real time.&nbsp;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena pas aku pilih tempatnya, desanya itu masih ada&nbsp;</span><span><em>list</em>-</span><span>nya. Tapi pas aku klik udah, desa sudah penuh. Jadi pas di-</span><span><em>refresh</em>&nbsp;</span><span>sudah hilang (desanya) dan akhirnya dapat yang tinggal beberapa sisanya,&rdquo; keluh Herlis ketika diwawancarai oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Sabtu (27/4) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Herlis mengaku telah mencoba mendatangi kantor LP2M untuk menanyakan terkait pemindahan dan pertukaran desa tujuan KKN. Namun hal tersebut tidak dapat dilakukan karena pendaftaran KKN tahun ini menggunakan sistem otomatis dan sulit untuk dilakukannya perombakan tim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena dapat info dari kakak tingkat tahun lalu kan bisa ya, bisa minta pindah atau tukeran. Tapi ternyata pas aku sudah ke LP2M, informasi dari tim KKN nya bilang kalau sudah nggak bisa sama sekali,&rdquo; ucap Herlis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya agak sedih karena penempatan (KKN) tidak sesuai dengan pilihan dan lumayan jauh. Tapi harus bisa diterima supaya nanti kegiatannya dapat berjalan lancar,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Putri Romadona mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan FISIP angkatan 2021, mengaku berhasil mendapatkan tempat atau desa tujuan yang sesuai dengan pilihannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Dona turut merasakan keresahan yang dialami oleh para pendaftar KKN akibat laman pendaftaran KKN yang sempat terkendala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku juga sempat menunggu&nbsp;</span><span><em>loading</em>&nbsp;</span><span>yang cukup lama sih itu, pokoknya lama banget deh kita menunggu, kita me-</span><span><em>refresh</em></span><span>&nbsp;lama banget,&rdquo; ujar Dona ketika diwawancarai pada Sabtu (27/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya kendala dalam pelaksanaan pendaftaran KKN ini, Dona berharap pihak penyelenggara KKN dapat melakukan persiapan yang lebih baik ke depannya, sehingga masalah yang terjadi pada tahun ini tidak terulang kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya kasihan dengan teman-teman yang ditempatkan di lokasi yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Terutama untuk teman-teman yang belum siap secara mental dan biaya. Besar harapan hal ini dapat menjadi pertimbangan kedepannya bagi operator untuk persiapan yang lebih matang,&rdquo; pungkas Dona.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di hari berikutnya (26/4), melalui cerita Instagram LP2M Unmul, diumumkan bahwa terdapat tambahan kuota untuk beberapa tempat, dikarenakan masih banyak mahasiswa yang belum mendapatkan tempat untuk melaksanakan KKN.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>LP2M Unmul juga melakukan audiensi di hari yang sama untuk menegaskan bahwa tidak dapat dilakukan penukaran atau pemindahan tempat, kecuali mahasiswa memberikan surat pengunduran diri KKN dan mendaftar kembali tahun depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;<span>Jadi (audiensi) sudah mau selesai dan aku dapat info dari teman-teman yang masih <em>stay</em> di situ, (mahasiswa) yang ada di situ dari awal, m</span>emang (audiensi) itu mendadak gitu karena ramai pengunjung, akhirnya dibikin, baru dikasih tahu info-info tadi seputar KKN itu, termasuk buat teman-teman yang telat daftar di hari pertama itu ada perpanjangan, masih bisa daftar di hari kedua gitu, itu, sih.&quot;<strong>&nbsp;</strong><span><strong><em>(ali/zwg/lap)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menghentikan Puisi ‘Ibu’ Chairil Anwar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menghentikan-puisi-ibu-chairil-anwar/baca </link>
<guid> menghentikan-puisi-ibu-chairil-anwar </guid>
<pubDate> Thu, 02 May 2024 11:47:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Luput dari perhatian masyarakat, dua puisi ini bukan ciptaan Chairil Anwar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menghentikan-puisi-ibu-chairil-anwar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/G4mekvopxg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menghentikan Puisi ‘Ibu’ Chairil Anwar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Puisi berjudul &lsquo;Ibu&rsquo; yang digadang-gadang milik Chairil Anwar banyak dibahas dan dilombakan. Di berbagai kanal media sosial, puisi ini masih eksis terutama pada peringatan hari ibu. Namun, apakah benar puisi itu milik Chairil Anwar?&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulis mengira begitu, sampai pada Minggu (28/4) malam. Pada acara &ldquo;Menyala Dalam Karya: Perayaan 75 Tahun Chairil Anwar&rdquo;, yang dihadiri Dahri Dahlan dan Dadang Ari Murtono sebagai sastrawan Kaltim untuk memantik diskusi, penulis mendapat fakta bahwa puisi Ibu bukanlah milik Chairil Anwar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi pembaca setia puisi-puisi Chairil Anwar, pasti dapat mengetahui secara gamblang bahwa puisi tersebut bukanlah puisi yang dihasilkan dari pemikiran Chairil yang individualistik dan keras. Diksi dalam puisi Ibu terlalu menasehati, sangat bukan Chairil. Kita bandingkan saja penggalan puisi &lsquo;Doa&rsquo; dengan puisi &lsquo;Ibu&rsquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>Doa</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Tuhanku dalam termangu aku masih menyebut namaMu</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>cahayaMu panas suci tinggal kerdip lilin di kelam sunyi</em></span></p><p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span>Ibu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Pernah aku ditegur</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Katanya untuk kebaikan</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Pernah aku dimarah</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Katanya memperbaiki kelemahan</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apakah anda bisa merasakan perbedaannya? Apakah puisi dengan wajah pertama mirip dengan puisi yang kedua? Saya rasa kedua puisi ini jelas berbeda. Tampak pada pemilihan kata, penggabungan makna kata satu dengan yang lainnya. Kedua puisi ini tidak ditulis oleh orang yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Siapa penulis puisi Ibu, barangkali Chairil tapi Chairil yang lain, bukan Chairil Anwar si pelopor puisi modern. Apa yang ada di dalam pikiran Chairil sampai menulis puisi yang bukan dirinya banget. Ini aneh sekali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Puisi Ibu, barangkali juga ditulis oleh seseorang yang ingin menaikkan jumlah pengikutnya di situs pribadi dan menggunakan nama Chairil agar puisinya dikenang. Terutama pada saat peringatan hari ibu. Sekarang, orang itu berhasil mengecoh kita semua. Berapa banyak dari kita yang sudah menggunakan puisi ini pada tanggal 22 Desember?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mirisnya lagi, dikatakan dalam diskusi bahwa sekelas pemerintahan Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, masih menganggap puisi Ibu diciptakan oleh Chairil Anwar. Puisi ini masih masuk di buku-buku sekolah sebagai pembelajaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Betapa lucunya, sekelas pemerintah saja belum dapat melakukan cek dan ricek yang mendalam terhadap satu puisi. Padahal informasi dari pemerintah dianggap sebagai salah satu kebenaran oleh masyarakat. Jika tidak ada klarifikasi, maka pemerintah telah melakukan kebenaran yang gagal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya difitnah dengan satu puisi, Chairil juga difitnah atas puisi &lsquo;Benci dan Cinta&rsquo; yang diksinya lagi-lagi tidak menunjukkan Chairil banget. Sayangnya lagi, puisi ini masih beredar luas di internet yang dapat diakses semua orang dan menjadi sumber rujukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Aku tidak pernah mengerti</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Banyak orang menghembuskan cinta dan benci</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Dalam satu tarikan napas</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana bisa seorang Chairil yang mampu merangkai kalimat&nbsp;</span><em><span>Aku ini binatang jalang</span><span>,&nbsp;</span></em><span><em>Tuhan aku hilang ramuk</em></span><span>&nbsp;justru memilih diksi&nbsp;</span><span><em>Aku tidak pernah mengerti</em></span><span>. Ini kan sangat aneh. Sungguh keji tuduhan atas Chairil Anwar yang menjadi pencipta atas puisi-puisi yang tidak puitis dan tidak pemberani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuduhan atas nama Chairil terhadap puisi antah berantah perlu dihentikan. Sebagai pemegang kebenaran atas informasi ini, penulis berharap kepada pembaca untuk menyebarluaskan kebenaran bahwa puisi berjudul Ibu serta Benci dan Cinta bukanlah puisi ciptaan Chairil Anwar sang penggagas puisi modern Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ditulis oleh&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia, FIB 2022</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Refleksi Peringatan Hardiknas: Tantangan dan Harapan Peningkatan Pendidikan di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/refleksi-peringatan-hardiknas-tantangan-dan-harapan-peningkatan-pendidikan-di-unmul/baca </link>
<guid> refleksi-peringatan-hardiknas-tantangan-dan-harapan-peningkatan-pendidikan-di-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 03 May 2024 14:19:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bukan hanya fasilitas yang kurang, Sarana Pendidikan Unmul masih minim akan dukungan kepada penyandang disabilitas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/refleksi-peringatan-hardiknas-tantangan-dan-harapan-peningkatan-pendidikan-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/V8zhQwi9vT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Refleksi Peringatan Hardiknas: Tantangan dan Harapan Peningkatan Pendidikan di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei di Indonesia merupakan penghormatan terhadap Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi rakyat Indonesia.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, Hardiknas juga menjadi momentum menghargai peran pendidikan dalam pembangunan negara, serta mengingat betapa berharganya aksesibilitas terhadap pendidikan tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyikapi peringatan Hardiknas, Naufal Banu Tirta Satria selaku&nbsp;</span><span>Presiden BEM KM Unmul menjelaskan beberapa hal terkait rencana BEM KM dalam merayakan Hardiknas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa yang kerap disapa Banu itu menyatakan bahwa BEM KM dan organisasi mahasiswa (Ormawa) lainnya merencanakan aksi dan mimbar bebas yang akan diisi oleh mahasiswa Universitas Mulawarman. Agenda tersebut sukses terlaksana di Karang Temu Unmul pada Kamis (2/5) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banu juga menjelaskan bahwa BEM KM telah melakukan berbagai upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM), seperti persiapan dan pembekalan magang untuk Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),&nbsp;</span><span>Indonesian International Student Mobility Awards&nbsp;</span><span>(IISMA), dan Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, mereka juga menyelenggarakan latihan keterampilan manajemen mahasiswa serta melakukan pengabdian masyarakat dengan mengajar di daerah-daerah yang memiliki fasilitas pendidikan rendah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Banu menyatakan bahwa akses pendidikan di Unmul masih membutuhkan peningkatan dan pembaruan untuk meningkatkan fasilitas, sarana, dan prasarana di kampus tersebut. Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya akses pendidikan yang merata dan berkualitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan pernyataan Banu, Akbar Thunjung selaku mahasiswa FISIP juga menyoroti tantangan yang masih &nbsp;dialami dalam memperbaiki aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya akses kampus Unmul sendiri masih cukup jauh dari sempurna dikarenakan masih banyak gedung kampus yang hanya memiliki tangga tanpa ada area untuk teman-teman yg menggunakan kursi roda. Selanjutnya untuk area jalan pejalan kaki itu sangat minim hanya beberapa daerah di kampus yg memiliki fasilitas tersebut, sisanya? Nihil tidak ada,&rdquo; ujar Akbar dalam wawancara daring pada Senin (29/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menghadapi tantangan ini, Unmul perlu terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi semua mahasiswa dan stafnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, M. Khuzaifah Al-Amin, mahasiswa FISIP, mengaku bahwa akses di Unmul relatif baik. Namun ia turut menyoroti beberapa kekurangan, seperti kondisi jalanan yang tidak selalu optimal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk saya pribadi akses di kampus Unmul ini lumayan baguslah. Kalau dalam hal lalu lintasnya itu bagus, tapi mungkin ada beberapa jalan yang kurang baik lah. Ada yang berlubang seperti itu,&rdquo; tutur Khuzaifah dalam wawancara daring pada Senin (29/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, terdapat keprihatinan terkait perbandingan antara biaya UKT yang tinggi dengan fasilitas yang tidak selalu sebanding, khususnya di FISIP.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin khususnya untuk saya yang berkuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, UKT yang saya dapatkan itu termasuk UKT yang cukup mahal lah karena seperti yang kita tahu mahasiswa FISIP, Fakultas Ilmu Politik belum mendapatkan sarana dan prasarana yang cukup layak lah. Karena UKT yang lumayan tinggi tetapi apa yang kita dapatkan tidak sesuai fasilitasnya mungkin,&rdquo; terang Khuzaifah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Akbar dan Khuzaifah, para mahasiswa, khususnya mahasiswa FISIP tidak mendapat fasilitas yang memadai sesuai dengan UKT yang dikeluarkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seperti parkiran dan bangunan yang sempat terdampak longsor beberapa waktu lalu. Belum lagi ruang kelas yang kurang nyaman karena<em>&nbsp;</em></span><span><em>air conditioner</em></span><span>&nbsp;(AC) yang tidak berfungsi dengan baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peningkatan aksesibilitas bukan hanya tentang memperbaiki infrastruktur fisik, melainkan juga tentang mengubah budaya dan sikap terhadap kebutuhan orang-orang yang menyandang disabilitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan memperhatikan dan mengatasi tantangan ini, Unmul dapat menjadi contoh yang lebih baik dalam menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua mahasiswa dan stafnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Banu berharap agar Universitas Mulawarman terus melakukan perkembangan agar dapat bersaing dengan universitas lain di Indonesia menuju status&nbsp;</span><span>International World Class University</span><span>. Hal ini diharapkan juga akan berdampak positif pada kesejahteraan mahasiswa.</span><span>&nbsp;<strong><em>(xel/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Pimnas 2024, Sebanyak 16 Tim PKM Unmul Lolos Seleksi Pendanaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pimnas-2024-sebanyak-16-tim-pkm-unmul-lolos-seleksi-pendanaan/baca </link>
<guid> menuju-pimnas-2024-sebanyak-16-tim-pkm-unmul-lolos-seleksi-pendanaan </guid>
<pubDate> Sat, 04 May 2024 11:42:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah perjuangan mahasiswa lulus PKM Unmul menuju Pimnas 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menuju-pimnas-2024-sebanyak-16-tim-pkm-unmul-lolos-seleksi-pendanaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A6i0lvrff0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Pimnas 2024, Sebanyak 16 Tim PKM Unmul Lolos Seleksi Pendanaan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tahun ini mahasiswa Unmul kembali diberikan kesempatan untuk berinovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Program tahunan tersebut meloloskan setidaknya 16 tim Unmul pada tahap seleksi pendanaan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span>Sk</span><span>etsa</span><span>, Jefri Firnando selaku ketua tim bidang Riset Sosial dan Humaniora (PKM-RSH) menyatakan rasa syukurnya setelah mengetahui timnya menjadi salah satu tim yang lolos tahap pendanaan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua tim dengan judul proposal &ldquo;Financial Quotient: Analisis Lifestyle Exposure dan Risk Management pada Generasi Z Pengguna Pinjaman Online&rdquo; tersebut juga turut membeberkan rencana tim selanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka akan segera melaksanakan riset penelitian terkait fenomena pinjaman <em>online</em> (Pinjol) ini. Menurutnya, fenomena pinjol merupakan suatu hal menarik yang terjadi di kalangan mahasiswa belakangan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin kalau akhir-akhir ini tuh bahkan (pinjol) itu marak sekali kita temuin, salah satunya mungkin di mahasiswa pakai pinjol,&rdquo; terang Jefri ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Selasa (30/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau di ITB itu malahan kampus menganjurkan mahasiswa untuk pinjol biar bisa bayar UKT gitu. Nah itu kayak, oh baru banget fenomenanya gitu dan kalau Riset Sosial Humaniora itu dia fenomenanya baru dan kita ingin lihat itu dari sudut pandang keilmuan, khususnya saat ini tuh ilmu psikologi dan ilmu hukum,&rdquo; tambahnya ketika ditemui langsung di Perpustakaan Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain pernyataan syukurnya, Jefri juga menceritakan lika liku dibalik persiapan PKM. Dimulai dari pembentukan tim hingga mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan oleh Unmul. Ia menegaskan bahwa PKM merupakan kegiatan yang tidak mudah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun kendala yang dirasakan tim PKM-RSH ini dimulai dari ide yang sempat buntu, sampai pada perubahan keputusan yang diambil pada saat persiapan proposal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya awalnya kita mau PKM-PM, mau bikin teknologi gitu untuk&nbsp;</span><span><em>output</em>-</span><span>nya. Tapi karena kita gak ketemu orang yang bisa bikin aplikasi tersebut, oh sehingga kita bikin keputusan kayaknya kita bakal fokus ke riset sosial humaniora aja,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping kendala yang ada, Ia turut menceritakan dukungan-dukungan untuk para peserta PKM yang diberikan oleh fakultas khususnya FISIP selaku tempatnya menimba ilmu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya sebulan sebelum kita pengumpulan proposal tuh kita ada Bimtek gitu. Bimtek itu sebenarnya sebelumnya udah ada juga Bimtek dari Universitas. Kemarin itu ada didatangkan Dosen dari UGM yang isi materinya gitu. Nah kalau fakultas lain mungkin dia bakal langsung,&nbsp;</span><span><em>direct</em>&nbsp;</span><span>bikin proposal, tapi kita ada lagi bimteknya,&rdquo; bebernya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jefri menambahkan bahwa timnya akan menerbitkan jurnal, artikel sampai Instagram untuk promosi jika mereka lolos ke Pimnas. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa telah memiliki target untuk promosi ke Universitas lain yang ada di Samarinda seperti Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Universitas 17 Agustus (Untag), serta Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Hal tersebut diperkirakan akan terealisasikan paling lambat di bulan Agustus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesempatan yang sama didapatkan oleh Misbah Nur Aulia selaku mahasiswi Statistika dari FMIPA yang turut berpartisipasi dalam PKM Riset Eksakta (PKM-RE).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Misbah bersama timnya lolos dengan mengusung judul &ldquo;Identifikasi Desa Tertinggal di Kalimantan Timur Guna Memantapkan Kesiapan Masyarakat Ibu Kota Nusantara Menggunakan Time Series Clustering&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persiapan yang ia lakukan pun sama seperti yang lainnya, dimulai dari pembentukan sampai diskusi tim, penentuan judul, bimbingan hingga pada tahap proposal disepakati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dari prodi kami itu lumayan juga ya yang ikut 20-an lebih hampir 30 kalau nggak salah. Alhamdulillah menyediakan fasilitas, pertama kami dibentuk timnya, dan dosen pembimbingnya itu juga dari prodi jadi kami gak cari sendiri,&rdquo; ujar Misbah saat ditemui oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Selasa (30/4) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi sudah difasilitasi kemudian dibuatkan grup untuk memberikan informasi-informasi tentang lomba ini. Terus juga diingatkan terus&nbsp;</span><span><em>deadline</em>-</span><span>nya</span><span>&nbsp;</span><span>setiap tim untuk mengumpul ini, mengumpul ini. Itu dukungan sih bagi kami,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswi Statistika itu juga tidak segan membeberkan kendala yang ia dan timnya alami. Waktu pengerjaan yang sempit menjadi salah satu hal yang cukup mendebarkan bagi mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi kami baru ikut meskipun semesternya tua, tapi kami baru mencoba proposal di tahun ini. Jadi masih banyak menggali informasi sedangkan waktunya terbatas. itu sih kendalanya, di keterbatasan waktu,&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, Misbah juga turut menyampaikan persiapan yang akan timnya lakukan setelah pengumuman. Sesuai dengan syarat dan ketentuan, tahap selanjutnya mereka akan mengikuti buku panduan, promosi di Instagram sampai mengumpulkan data-data terkait topik yang mereka tetapkan.&nbsp;</span><span><strong><em>(fiy/mou/mlt/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangan Hak Buruh Lewat Aksi May Day dan Hardiknas: Tuntut Pertemuan dengan Pj Gubernur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-hak-buruh-lewat-aksi-may-day-dan-hardiknas-tuntut-pertemuan-dengan-pj-gubernur/baca </link>
<guid> perjuangan-hak-buruh-lewat-aksi-may-day-dan-hardiknas-tuntut-pertemuan-dengan-pj-gubernur </guid>
<pubDate> Sat, 04 May 2024 13:37:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasiona, Unmul dan Polnes lakukan unjuk rasa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-hak-buruh-lewat-aksi-may-day-dan-hardiknas-tuntut-pertemuan-dengan-pj-gubernur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RHZnwIWZoV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangan Hak Buruh Lewat Aksi May Day dan Hardiknas: Tuntut Pertemuan dengan Pj Gubernur</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kamis (2/5) Lembaga Kemahasiswaan Unmul dan Politeknik Negeri Samarinda bergabung dalam aksi peringatan Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional. Tidak hanya mahasiswa, sejumlah kelompok buruh juga ikut berpartisipasi dalam aksi yang digelar pada pagi hari itu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari gerakan yang mereka langsungkan di Taman Samarendah sehari sebelumnya. Muhammad Nasir, seorang mahasiswa yang menjadi Koordinator Lapangan (Korlap), mengaku rencana awal aksi dilaksanakan di Kantor Gubernur pada tanggal 1 Mei. Namun karena kantor gubernur sedang tutup pada hari tersebut, rencana diubah menjadi pada keesokan harinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nasir juga mengungkapkan kesedihannya melihat hak buruh yang sampai saat ini masih banyak terabaikan dan tertindas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hari ini kami membela dalam memperingati hari May Day dan Hari Pendidikan yang di mana sampai saat ini masih banyak ketertindasan dari teman-teman buruh yang dilakukan oleh negara ataupun oleh perusahaan. Jadi kami di sini berdiri untuk memperjuangkan hak-hak buruh lah, yang di mana hak upah masih banyak sekali ketertindasan dalam perusahaan.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Nasir mengungkap massa aksi menuntut pertemuan dengan Penjabat (Pj) Gubernur untuk menyepakati perjanjian yang dibuat oleh satuan masyarakat tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi kami datang ke sini ingin membuat perjanjian kepada Pj gubernur ataupun gubernurnya langsung untuk menandatangani perjanjian kita yang kami buat sama-sama gitu,&rdquo; ungkap Nasir saat diwawancara oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>di lokasi aksi,</span><span>&nbsp;</span><span>Kamis (2/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Isi pers rilis tersebut di antaranya perjanjian untuk:</span></p><p dir="ltr" style=""><span>1. Mencabut UU Cipta kerja.</span><br><span>2. Menghapus sistem kerja&nbsp;</span><span><em>outsourcing</em>.</span><br><span>3. Tolak upah murah dan mewujudkan upah layak nasional.</span><br><span>4. Hapus kekerasan dan pelecehan dalam dunia kerja (Konvensi ILO 190).</span><br><span>5. Sahkan RUU PPRT.</span><br><span>6. Hentikan tindakan represifitas aparat terhadap gerakan rakyat.</span><br><span>7. Realisasi perjanjian bersama Tripartite PT. SLJ Tbk tanpa syarat.</span><br><span>8. Bebaskan aktivis dan petani sawit Kubar PT. London Sumatera Kutai Barat.</span><br><span>9. Tolak PHK sepihak terhadap buruh sawit PT. Citra Palma Pertiwi (CPP1) Mahakam Ulu.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Para mahasiswa dan satuan masyarakat tersebut telah mengitari kantor gubernur Kaltim sejak pukul 10.00 pagi untuk mempersiapkan aksi. Kemudian aksi baru dimulai pada pukul 13.00 siang.</span></p><p>Aksi terpaksa diakhiri pada pukul 16.00 disebabkan tidak adanya respons yang jelas dari pihak pemerintah. Meski belum mendapatkan hasil sesuai rencana aksi, massa menegaskan akan kembali mendesak jika tuntutan terus diabaikan oleh pihak gubernur. <strong><em>(srf/byk/npl/mar)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Panjang Persma dari Ambang Payung Hukum hingga Akhirnya Dinaungi Dewan Pers </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-persma-dari-ambang-payung-hukum-hingga-akhirnya-dinaungi-dewan-pers/baca </link>
<guid> jalan-panjang-persma-dari-ambang-payung-hukum-hingga-akhirnya-dinaungi-dewan-pers </guid>
<pubDate> Mon, 06 May 2024 13:31:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerja Persma kini dinaungi Dewan Pers dan Kemdikbudristek </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-panjang-persma-dari-ambang-payung-hukum-hingga-akhirnya-dinaungi-dewan-pers/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ly5NsgnntX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Panjang Persma dari Ambang Payung Hukum hingga Akhirnya Dinaungi Dewan Pers</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tak jarang ketika melaksanakan fungsinya sebagai wadah informasi, pers mahasiswa (persma) kerap mendapatkan kecaman, intervensi, pencabutan berita secara paksa, hingga pembredelan. Dalam Catatan Kasus Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) terdapat 185 kasus represi terhadap mahasiswa dari kurun waktu 2020 hingga 2021.</p><p style="text-align: justify;">Bentuk-bentuk represi yang dialami pun bermacam-macam mulai dari ancaman, teror, pelarangan aktivitas jam malam, makian, penurunan dana, hingga yang terbanyak adalah teguran yaitu sebanyak 81 kali dan bentuk represi lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, persma tidak disebutkan sebagai pihak yang dilindungi Dewan Pers berdasarkan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Hal ini disebabkan status persma yang tidak berbadan hukum, serta posisinya yang gamang antara sebagai pers atau unit kegiatan di naungan universitas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sehingga secara legalitas, ketika persma mengalami represifitas penyelesaiannya masih belum memiliki payung hukum dan perlindungan yang jelas.</p><p style="text-align: justify;">Akhirnya, pada Senin (18/3) lalu, Dewan Pers telah meneken perjanjian kerja sama mengenai Perlindungan dan Penguatan Pers Mahasiswa dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), tentang Penguatan dan Perlindungan Aktivitas Jurnalistik Mahasiswa di Lingkungan Perguruan Tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Kabar bahagia ini pun diumumkan secara resmi melalui Instagram<em>&nbsp;@officialdewanpers</em> pada Selasa (2/4). Perjanjian ini membenarkan bahwa sama halnya dengan pers umum, sengketa yang terkait dengan pemberitaan dari pers mahasiswa akan ikut ditangani melalui Dewan Pers.</p><p style="text-align: justify;">Dari keputusan tersebut, Dewan Pers dan Kemendikbud Ristek akan menjadi landasan hukum bagi persma dalam melakukan kegiatan penguatan dan perlindungan aktivitas jurnalistik di lingkungan perguruan tinggi. Tulis Dewan Pers dalam unggahannya.</p><p style="text-align: justify;">Dewan Pers juga menyebutkan bahwa ruang lingkup perjanjiannya meliputi beberapa hal. Pertama, peningkatan kompetensi mahasiswa dalam kegiatan jurnalistik di lingkungan perguruan tinggi. Kedua, menyelesaikan sengketa yang timbul dari aktivitas jurnalistik mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yang ketiga, pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka bagi mahasiswa yang dilaksanakan secara mandiri oleh Dewan Pers di lingkungan Dewan Pers. Keempat, pertukaran data serta informasi yang relevan dengan tujuan perjanjian ini.</p><p style="text-align: justify;">Sehubung adanya perjanjian kerja sama ini, diharapkan pada masa yang akan datang, sengketa yang muncul dari aktivis jurnalistik mahasiswa akan diselesaikan oleh dewan pers, seperti yang berlaku untuk pers umum.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Dewan Pers juga akan bertanggung jawab saat melakukan peningkatan kompetensi mahasiswa yang melakukan kegiatan jurnalistik di lingkungan perguruan tinggi. Selain dengan Kemendikbud Ristek, Dewan Pers saat ini juga sedang melakukan penjajakan dengan kementrian agama, dan kementerian lainnya yang membawahi perguruan tinggi untuk mengadakan perjanjian kerja sama yang serupa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perjanjian kerja sama antara Dewan Pers dan Kemendikbudristek ini berlaku selama tiga tahun. Dilansir dari Bandung Bergerak, Cindy Setiana Pimpinan Redaksi Langlang Buana Bandung, berharap perjanjian ini dapat berlaku lebih lama lagi. Mari kita dukung bersama sama rencana tersebut. <span style="background-color: transparent;"><em><strong>(ary/ara/mlt/tha/mar)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Baru IISMA-E 2024: Kesempatan Belajar Bisnis di Universitas Mancanegara, Salah Satunya MIT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-baru-iisma-e-2024-kesempatan-belajar-bisnis-di-universitas-mancanegara-salah-satunya-mit/baca </link>
<guid> program-baru-iisma-e-2024-kesempatan-belajar-bisnis-di-universitas-mancanegara-salah-satunya-mit </guid>
<pubDate> Tue, 07 May 2024 09:03:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> IISMA buka program baru bagi mahasiswa yang ingin belajar kewirausahaan di luar negeri. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-baru-iisma-e-2024-kesempatan-belajar-bisnis-di-universitas-mancanegara-salah-satunya-mit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZWCF2bUmnh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Baru IISMA-E 2024: Kesempatan Belajar Bisnis di Universitas Mancanegara, Salah Satunya MIT</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Setelah adanya tiga jalur pendaftaran Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) tawarkan mulai dari jalur reguler, afirmasi, dan co-funding atau pendanaan secara parsial, kini IISMA membuka program baru yaitu IISMA Professional Program (Entrepreneur) atau IISMA-E 2024. Lewat program tersebut, mahasiswa yang pernah atau ingin belajar membangun bisnis diberi kesempatan untuk menekuni bidang tersebut di universitas pilihan di luar Indonesia.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sosialisasinya pada 30 April lalu, Rachmat Sriwijaya selaku ketua program unggulan tersebut membeberkan perbedaan antara program IISMA reguler dengan IISMA-E. Di mana IISMA reguler lebih mengedepankan prestasi akademik dan kemampuan bahasa Inggris.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pada program IISMA-E ini tujuannya adalah untuk menyiapkan para entrepreneur muda setelah nanti menyelesaikan pendidikan,&rdquo; sebut Rachmat lewat sosialisasi saat itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski kedua program tersebut sama-sama dilaksanakan selama satu semester, teknis pelaksanaannya agak sedikit berbeda. Mahasiswa yang akan mengikuti IISMA-E memiliki kesempatan belajar selama enam minggu sampai satu bulan saja. Untuk sisa periodenya, mahasiswa akan kembali ke tanah air guna mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan serta perencanaan usaha yang sudah disusun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak jauh berbeda untuk pilihan universitas, IISMA-E juga menawarkan sederet universitas dari berbagai negara di dunia yang memiliki pengajaran tentang kewirausahaan, salah satunya Massachussets Institute of Technology (MIT).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin teman-teman akan melihat nama-nama (universitas) yang kurang familiar di akademik gitu ya, tapi dia mempunyai program kewirausahan yang bagus,&rdquo; papar Andi Rahadiyan Wijaya, selaku manajer bidang Administrasi dan Umum IISMA ketika membagikan daftar universitas tujuan IISMA-E. &nbsp;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini utamanya ditujukan kepada mahasiswa akhir yang sekarang menempuh minimal semester 6, atau ketika IISMA-E berjalan mahasiswa berada di semester 7.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persyaratan yang diminta pun kurang lebih sama dengan program reguler IISMA sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut persyaratannya:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa aktif dan terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti)&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa program sarjana atau sarjana terapan minimal di semester 6 pada perguruan tinggi dalam koordinasi Kemendikbud Ristek saat periode pendaftaran</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak pernah mengambil cuti semester selama berkuliah</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Merupakan WNI yang berdomisili di Indonesia dan tidak memiliki kewarganegaraan ganda</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berumur maksimal 24 tahun pada tanggal 1 Juli 2024</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memiliki IPK minimal 3.0 dari 4.0 dibuktikan dengan transkrip terakhir</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak terlibat dalam program MBKM lain saat mengikuti IISMA-E</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum pernah menerima beasiswa IISMA&nbsp;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memiliki sertifikat profisiensi bahasa Inggris dengan ketentuan minimal skor 78 untuk TOEFL iBT, 6.0 untuk IELTS, Duolingo English Test 100, dan terakhir TOEIC listening dan reading dengan skor minimal 785.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sosialisasinya, linimasa pendaftaran IISMA-E akan mulai dibuka pada minggu pertama bulan Mei, dan diumumkan pada akhir bulan Mei. Untuk tanggal pastinya, hingga saat ini pihak IISMA belum secara resmi mengumumkannya. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini membuka kesempatan yang sangat besar bagi mahasiswa yang ingin belajar kewirausahaan di mancanegara serta dibiayai secara penuh oleh pemerintah. Jadi, bagi kamu yang pernah punya bisnis atau tertarik ingin membuka usaha, jangan lupa mendaftarkan dirimu, ya!</span><span>&nbsp;<strong><em>(tha/ali).</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Linglung Mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 7: Bantuan Biaya Hidup Tak Sesuai Janji </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/linglung-mahasiswa-program-kampus-mengajar-angkatan-7-bantuan-biaya-hidup-tak-sesuai-janji/baca </link>
<guid> linglung-mahasiswa-program-kampus-mengajar-angkatan-7-bantuan-biaya-hidup-tak-sesuai-janji </guid>
<pubDate> Fri, 10 May 2024 13:08:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa peserta Kampus Mengajar sayangkan bantuan biaya hidup yang tidak sesuai dengan perjanjian awal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/linglung-mahasiswa-program-kampus-mengajar-angkatan-7-bantuan-biaya-hidup-tak-sesuai-janji/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AtIo0Lusvm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Linglung Mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 7: Bantuan Biaya Hidup Tak Sesuai Janji</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Pelaksanaan Kampus Mengajar gelombang 7 tahun 2024 mengalami permasalahan pada bantuan biaya hidup (BBH). Hal ini menjadi perbincangan antara mahasiswa peserta program Kemdikbud tersebut, yang menyebutkan adanya ketidaksesuaian BBH yang diterima peserta dengan perjanjian awal.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai salah satu program yang ditawarkan Kampus Merdeka, Kampus Mengajar (KM) menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin mengambil kesempatan belajar di luar kampus selama satu semester. Dengan mengikuti program ini, mahasiswa dapat menjadi mitra guru dalam menyusun dan melaksanakan pembelajaran di berbagai sekolah yang tersebar di Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun pelayanan yang diberikan dalam program Kampus Mengajar berupa BBH dan juga tunjangan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang mengikutinya. Namun rupanya, pada program KM ke-7 ini, terdapat perbedaan di mana mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta mendapatkan kenaikan BBH dan tidak lagi mendapatkan tunjangan UKT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut disebabkan adanya penambahan kuota peserta Kampus Mengajar yang semula hanya mencapai angka 24 ribu menjadi lebih dari 32 ribu peserta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hanya saja, terdapat permasalahan di mana konsistensi naiknya nominal BBH tidak sesuai dengan yang disebutkan di awal. Mulanya, nominal BBH pada Kampus Mengajar angkatan sebelumnya adalah 1,2 juta rupiah dan tahun ini dijanjikan menjadi 1,8 juta rupiah. Namun ternyata jumlah BBH yang didapatkan oleh para peserta hanya mencapai 1,5 juta rupiah saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut membuat mahasiswa peserta KM merasa tidak adil dengan adanya penurunan nominal BBH yang dilakukan secara sepihak. Keluhan ini disampaikan oleh salah satu peserta bernama Abi (bukan nama sebenarnya) yang menyebutkan bahwa dalam penurunan BBH sendiri pihak penyelenggara tidak memberitahu terlebih dahulu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Yang dipermasalahkan adalah diturunkan (nominal) BBH dengan sepihak tanpa ada sosialisasi dan komunikasi dengan pihak peserta KM 7 se-Indonesia,&quot; ungkap Abi ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>melalui pesan WhatsApp, Jumat (9/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa FKIP tersebut menyebutkan bahwa dirinya dan peserta yang lain telah berusaha untuk meminta kejelasan BBH pada pihak penyelenggara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami sudah menanyakan kepada pihak Kampus Mengajar berapa ketentuan yang BBH kami dapatkan. Awalnya kami dijanjikan 1,8 juta dan tiba-tiba di dekat pencairan di termin pertama ada Gmail penurunan BBH menjadi 1,5 juta,&quot; jelas Abi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal serupa juga dialami oleh peserta KM lainnya, Apri Prananda Saputra. Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>mahasiswa prodi Pendidikan Biologi itu menyampaikan harapannya agar pihak penyelenggara lebih menyadari lagi dampak yang terjadi atas ketidaksesuaian tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jika sudah membuat suatu janji maka harus ditepati dan tidak menyalahi janji tersebut dengan mengubah-ubah kebijakan awal karena terkait BBH itu sangat dibutuhkan oleh mahasiswa KM, bukan semata-mata untuk kebutuhan pribadi tetapi beberapa program kerja juga membutuhkan dana,&quot; keluh Apri melalui pesan WhatsApp, Jumat (9/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diketahui bahwa penurunan nominal BBH bagi peserta KM sendiri terjadi akibat adanya miskomunikasi antara pihak penyelenggara Kampus Mengajar dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal tersebut disampaikan langsung oleh pihak Caraka yang merupakan koordinator antara peserta dengan penyelenggara KM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acce Rahmawati, salah satu anggota Caraka wilayah Kalimantan Timur, menyebutkan bahwa pihaknya beserta peserta KM telah melakukan diskusi dengan pihak penyelenggara melalui aplikasi Zoom pada Jumat, 9 Mei lalu. Pada diskusi tersebut, pihak penyelenggara menyebutkan bahwa penurunan nominal BBH terjadi akibat dari miskomunikasi yang telah disebutkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Nah, masalahnya itu, teman-teman peserta ini merasa &lsquo;masa sekelas program nasional bisa ada sih melakukan kesalahan seperti miskomunikasi seperti itu.&rsquo; Padahal (pihak penyelenggara) yang menjawab 1,8 (juta rupiah) itu tidak hanya satu orang,&quot; tutur mahasiswi yang kerap disapa Rahma itu melalui telepon WhatsApp, Sabtu (10/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Caraka sendiri baru diinisiasi pada Kampus Mengajar tahun ini yang ditujukan untuk menjadi jembatan komunikasi bagi para peserta KM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita sebagai Caraka itu tidak diam saja gitu pastinya. Karena kita bertugas, berkewajiban, bertanggung jawab, untuk menyampaikan aspirasi teman-teman gitu. Jadi sebenarnya teman-teman itu kadang salah menyalahgunakan (fungsi Caraka), maksudnya salah kaprah gitu. Caraka itu harus serba bisa dan lain sebagainya,&rdquo; ujar Rahma.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rahma berharap agar pihak penyelenggara Kampus Mengajar dapat memperbaiki kesalahannya setelah ini. Karena hal tersebut berpengaruh terhadap pandangan mahasiswa dengan program KM itu sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Tidak ada namanya staf terjadi miskomunikasi yang akhirnya bisa berakibat fatal gitu. Jadi mungkin komunikasinya benar-benar lebih interaktif lagi. Lebih terjalin lagi biar tidak ada miskomunikasi lagi. Kalau kayak gini kan kasian teman-teman pesertanya gitu yang merasa dipermainkan lah kalau bahasanya,&quot; pungkas Rahma. <strong><em>(mdn/lzy/myy/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KIP-K Tak Tepat Sasaran, Mahasiswa: Evaluasi Mesti dari Berbagai Pihak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kip-k-tak-tepat-sasaran-mahasiswa-evaluasi-mesti-dari-berbagai-pihak/baca </link>
<guid> kip-k-tak-tepat-sasaran-mahasiswa-evaluasi-mesti-dari-berbagai-pihak </guid>
<pubDate> Fri, 10 May 2024 13:12:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya penerima bantuan KIP-K yang tidak tepat sasaran  jadi permasalahan tahunan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kip-k-tak-tepat-sasaran-mahasiswa-evaluasi-mesti-dari-berbagai-pihak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5CGeYEdjKR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KIP-K Tak Tepat Sasaran, Mahasiswa: Evaluasi Mesti dari Berbagai Pihak</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Lagi lagi beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) yang tidak tepat sasaran kembali mewarnai jagat media sosial. Bukan tak tanpa alasan kasus tersebut masih saja terus menjamur di kalangan penerimanya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baru-baru ini diketahui kasus tersebut terjadi pada salah satu oknum mahasiswa yang juga seorang seleb Instagram (selebgram). Mahasiswa yang diketahui berasal dari Universitas Diponegoro (Undip) tersebut diduga memiliki kehidupan yang berkecukupan, dan menampilkan gaya hidup mewah lewat media sosialnya namun masih terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini tentunya mengundang amarah dari berbagai pihak, salah satunya Dimas Putra Erkandy. Mahasiswa Kehutanan angkatan 2022 itu menyebutkan bahwa masih banyak mahasiswa Unmul yang ia ketahui melakukan penyalahgunaan bantuan dari pemerintah tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, sudah seharusnya penerima bantuan KIP-K menggunakan sejumlah uang yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pendidikan mereka. Bantuan tersebut menurutnya mesti digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup semasa mahasiswa berkuliah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau misal mereka merasa mampu dan berada silahkan mengundurkan diri dari beasiswa KIP-K karena memberikan kesempatan mahasiswa lain yang kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa KIP-K,&quot; tutur Dimas saat diwawancarai langsung oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Minggu (6/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga mengeluhkan pihak pengelola KIP-K yang dianggap kurang memperhatikan sasaran penerima bantuan tersebut. Hal ini didasari dengan banyaknya pendaftar KIP-K yang memanipulasi data-data saat pendaftaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saran saya untuk pemerintah, meningkatkan kembali tahap-tahap verifikasi berkas kalau bisa ada survei langsung terjun ke lapangan, melihat langsung bagaimana kehidupan mahasiswa tersebut apakah layak mendapatkan beasiswa KIP-K ataupun tidak,&quot; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penyalahgunaan bantuan KIP-K ini juga dikeluhkan oleh salah satu mahasiswi dari prodi Sastra Inggris angkatan 2022, Yuniar Retnowati. Dirinya berpendapat penyalahgunaan KIP-K bukan hanya serta merta kesalahan satu pihak saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Menurut aku kasus seperti ini nggak semerta-merta salah (dari) satu pihak, Kemendikbud, tapi juga salah sang pengaju. Jika dirasa mampu secara ekonomi lebih baik tidak mengajukan agar dapat menyisakan kuota untuk yang lebih membutuhkan,&quot; ungkap Yuniar melalui pesan WhatsApp, Selasa (7/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>Yuniar menyampaikan perlu ada evaluasi dalam penyeleksian penerima yang dilakukan oleh pihak penyelenggara KIP-K. Dengan begitu, mereka dapat memastikan kepantasan penerimaan KIP-K itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Semoga KIP-K dapat lebih tepat sasaran, karena jujur masih banyak orang yang sebenarnya lebih membutuhkan tapi malah nggak keterima pengajuan KIP kuliahnya, lalu diperketat kembali seleksi penerimanya agar tidak terjadi kasus yang sama,&quot; harap Yuniar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Keluarga Mahasiswa KIP-K (Gamakipka) Arifin Asrol menyebutkan bahwa penyalahgunaan bantuan KIP-K memerlukan tindakan lebih lanjut. Mahasiswa perlu melaporkan penerima yang dianggap tidak pantas untuk menerima bantuan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai lembaga Mahasiswa yang menjembatani penerima KIP-K dengan pihak akademik Unmul, Gamakipka siap menampung jika terdapat laporan-laporan terkait penyalahgunaan bantuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Namun dengan memberikan bukti setelah laporan diterima, kami akan menindaklanjuti hal tersebut ke bagian kesejahteraan mahasiswa terkait apakah laporan kami ditindaklanjuti oleh rektorat,&quot; kata Arifin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat banyaknya kasus penyalahgunaan bantuan KIP-K yang masih menjadi isu berulang, tentunya hal ini menjadi bahan refleksi diri bagi mahasiswa. Terutama penerima KIP-K yang tentunya perlu menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan fungsinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Uang KIP-K itu uang bantuan pendidikan, bukan buat nopang gaya hidup tinggi,&quot; sebut Yuniar pada saat diwawancarai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pesan yang serupa juga disampaikan oleh Dimas yang menyarankan agar bagi penerima KIP-K yang merasa mampu untuk segera mengundurkan diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jangan menunjukkan gaya hidup yang tinggi dari pemerintah di depan mahasiswa yang tidak mampu, yang benar-benar harus mendapatkan biaya pendidikan dari pemerintah,&quot; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(mlt/myy/mar)</em></strong></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sebagian Gedung FISIP Direnovasi, Pembelajaran Dialihkan Lewat Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sebagian-gedung-fisip-direnovasi-pembelajaran-dialihkan-lewat-daring/baca </link>
<guid> sebagian-gedung-fisip-direnovasi-pembelajaran-dialihkan-lewat-daring </guid>
<pubDate> Mon, 13 May 2024 12:09:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aktivitas perkuliahan FISIP  dilakukan daring sebab adanya renovasi gedung </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sebagian-gedung-fisip-direnovasi-pembelajaran-dialihkan-lewat-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/z0ANsHFkl8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sebagian Gedung FISIP Direnovasi, Pembelajaran Dialihkan Lewat Daring</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Mahasiswa FISIP Unmul akan menghadapi tantangan baru akibat proses renovasi gedung yang akan dilakukan di kampus. Keputusan untuk mengalihkan sebagian perkuliahan menjadi daring telah diumumkan melalui surat edaran Nomor 7303/UN.17.2/PK.01.07/2024.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi surat edaran terkait renovasi gedung, Puteri Najwani Rusyadah mahasiswi Ilmu Pemerintahan angkatan 2022 menyatakan, bahwa langkah ini adalah hal yang tepat untuk menjaga kelancaran perkuliahan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Terkait surat edaran sudah benar sebagai penginformasian perkuliahan yang dialihkan secara daring karena ada proyek di lokasi perkuliahan,&quot; ungkapnya ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Desty Wulandari, mahasiswa Psikologi angkatan 2023, merespons keputusan ini dengan berbagai kekhawatiran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saat melihat surat edaran tersebut tentunya saya kaget karena tiba-tiba mendapat kabar bahwa ada beberapa mata kuliah yang harus dialihkan menjadi daring,&quot; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, kendala teknis juga menjadi kegalauan bagi Desty terhadap adanya perkuliahan yang dialihkan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ketidakstabilan jaringan juga sering menjadi masalah dalam perkuliahan daring dan interaksi antara mahasiswa dengan dosen akan sangat terbatas,&quot; tambahnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun menurut Rina Juwita selaku Wakil Dekan I FISIP Unmul, renovasi gedung yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana pembelajaran dalam kelas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami mau memastikan bahwa mahasiswa itu, dalam proses belajar mengajar itu mereka mendapatkan fasilitas yang bagus, yang baik begitu,&quot; ujarnya ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (8/5).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentang urgensi sendiri, Rina menjelaskan beberapa fasilitas di FISIP memang sudah perlu direnovasi dalam rangka menunjang kebutuhan belajar mengajar. Ia juga menegaskan bahwa pihak fakultas berperan mengarahkan setiap prodi untuk menyiapkan aplikasi Zoom premium agar kegiatan perkuliahan nantinya berjalan sesuai dengan jadwal yang tertera.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait estimasi, Rina menuturkan bahwa renovasi gedung FISIP Unmul diperkirakan akan selesai pada bulan Juni mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, kita harus bikin strategi sendiri dengan beberapa perkuliahan yang memungkinkan untuk tetap dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>offline</em></span><span>&nbsp;(harus) dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>offline</em></span><span>, tapi di mana ketika jadwal ruangan atau gedung tersebut sedang diperbaiki, maka mahasiswa yang kuliah di ruangan tersebut, di gedung tersebut, dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>.&rdquo;&nbsp;</span><span><strong><em>(srf/nav/lap/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rina Juwita: Rona Peran Ganda, Bingkai Perempuan dalam Dunia Kerja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/rina-juwita-rona-peran-ganda-bingkai-perempuan-dalam-dunia-kerja/baca </link>
<guid> rina-juwita-rona-peran-ganda-bingkai-perempuan-dalam-dunia-kerja </guid>
<pubDate> Tue, 14 May 2024 14:23:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah Rina Juwita sebagai akademisi juga seorang ibu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/rina-juwita-rona-peran-ganda-bingkai-perempuan-dalam-dunia-kerja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kO2hLavz5o.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rina Juwita: Rona Peran Ganda, Bingkai Perempuan dalam Dunia Kerja</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Bukanlah hal yang mudah ketika perempuan memangku peran ganda tatkala sudah bekerja dan berkeluarga. Sebab tanggung jawab yang diemban kini menjadi dua kali lipat. Meski begitu, di balik kisah perempuan berperan ganda ini, dalam prosesnya bertumbuh menyimpan sejumlah cerita tersirat yang menginspirasi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satunya dapat dilihat melalui kisah Rina Juwita, sosok ibu yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unmul. Tidak hanya itu, ia juga merupakan salah satu dosen yang aktif mengajar, khususnya di program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rina mengungkap bahwa menjadi seorang dosen bukanlah tujuan pekerjaannya. Awalnya, ia hanya mencoba-coba untuk mendaftar sebagai dosen ketika ia ditawari oleh temannya setelah kembali dari perantauan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pas pulang di sini (Samarinda) ada penerimaan dosen, saya&nbsp;</span><span><em>iseng</em></span><span>&nbsp;ikutlah tes gitu karena diajakin temen waktu itu. Ada temen, waktu itu dia mahasiswa FKIP. Memang temen saya dari zaman SMA, teman baik ngajak,&nbsp;</span><span><em>Ada penerimaan dosen di Unmul, ada juga bidangnya kamu, Ilmu Komunikasi</em></span><span>,&rdquo; ucap Rina kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Selasa (7/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kan memang waktu itu (Prodi Ilmu) Komunikasi di sini, baru banget ya. Jadi waktu saya daftar itu juga angkatan pertama untuk penerimaan dosennya. Akhirnya&nbsp;</span><span><em>iseng</em>&nbsp;</span><span>lah saya ikut tes dosennya, eh ternyata lolos ya. Udah, sejak itu ya sudah karena sudah masuk di sini (Unmul) akhirnya, harus komit lah dengan pilihan yang sudah ditentukan gitu,&rdquo; lanjut Rina.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski menjadi dosen bukanlah tujuan akhir yang diinginkan oleh Rina, ia tetap mencintai pekerjaannya saat ini dan memiliki prinsip untuk menyelesaikan setiap hal yang telah dimulai dengan penuh tanggung jawab dan komitmen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rasa cinta terhadap pekerjaan, tanggung jawab, juga dukungan dari orang-orang di sekitar Rina tidak serta merta membuat ia merasa ringan dan mudah. Terdapat tantangan yang turut hadir menyertai perjalanan karirnya. Mulai dari lingkungan hingga sistem yang masih memberi porsi tak seimbang terhadap kehadiran perempuan di dunia pekerjaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalo perbedaan antara laki dan perempuan,&nbsp;</span><span><em>well let&apos;s say&nbsp;</em></span><span><em>.</em>.. ada sih ya pasti ada, nggak mungkin nggak walaupun kita di ranah bidang pendidikan,&rdquo; ujar Rina.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... misalnya nih yang kemudian terasa bahwa banyak&nbsp;</span><span><em>public service</em></span><span><em>&nbsp;</em>di Indonesia itu nggak ramah ibu dan anak, misalnya gitu, termasuk di Unmul kalo menurut saya,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kurangnya fasilitas ramah ibu dan anak menjadi salah satu tantangan yang turut dirasakan oleh Rina. Tempat khusus untuk ibu menyusui ataupun penitipan anak masih sangat minim ketersediaannya di ruang publik, khususnya di kantor atau tempat kerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perempuan lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini sempat membagikan kisahnya di mana ia memomong anaknya yang masih berusia 3 bulan ke kantor tempatnya bekerja. Dengan ruang seadanya yang tersedia, ia tetap bisa menjalankan perannya sebagai pengajar juga sebagai seorang ibu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah itu yang jadi sangat&nbsp;</span><span><em>challenging</em>&nbsp;</span><span>buat kita, mamak-mamak ini ya. Saya menyadari dengan hal itu. Dan saya itu tipe orang yang juga agak sulit untuk menemukan orang yang saya percaya untuk jaga anak saya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sementara tidak semua atasan cukup<em>&nbsp;</em></span><span><em>child friendly</em></span><span><em>,</em> nggak semua yang kemudian bisa ketika kamu kerja ya, kamu harus profesional, banyak yang menuntut seperti itu, begitu pun di dunia pendidikan,&rdquo; lanjut perempuan yang juga sempat menjabat sebagai koordinator Prodi S1 Ilkom tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski jabatan pekerjaan sekarang sudah banyak diisi oleh perempuan, Rina tak menampik masih adanya anggapan remeh temeh terhadap perempuan di lingkungannya bekerja. Khususnya ketika perempuan menempati posisi strategis, Rina mengungkapkan masih banyak pihak yang sering meragukan kinerja yang dipegang oleh perempuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi ya kita masih melihat banyak laki-laki yang masih sangat misoginis seperti itu, yang berpikiran bahwa, ya perempuan itu&nbsp;</span><span><em>second class</em></span><span>&nbsp;gitu loh, nggak bisa kalo berada pada posisi-posisi kunci. Nah itu yang menurut saya masih kerasa sampai sekarang ada,&rdquo; bebernya ketika disambangi langsung di kantornya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Sehingga menurut Rina, nilai-nilai patriarki dalam lingkungan kerja, khususnya Unmul masih jelas terjadi dan tak jarang menempatkan posisi perempuan dalam status yang diragukan. Padahal pada kenyataannya, ia memandang bahwa perempuan dalam pekerjaan lebih memiliki jiwa humanis yang tinggi. <strong><em>(ysn/mou/ryn/ali)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Peristiwa Nakba, Unmul SJP Gelar Aksi Bela Palestina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/peringati-peristiwa-nakba-unmul-sjp-gelar-aksi-bela-palestina/baca </link>
<guid> peringati-peristiwa-nakba-unmul-sjp-gelar-aksi-bela-palestina </guid>
<pubDate> Fri, 17 May 2024 11:21:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul SJP lakukan aksi peringatan peristiwa Nakba, jadi pengingat seluruh pihak atas perjuangan Palestina </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/peringati-peristiwa-nakba-unmul-sjp-gelar-aksi-bela-palestina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2WJPPAGXyz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Peristiwa Nakba, Unmul SJP Gelar Aksi Bela Palestina</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Unmul Student for Justice in Palestine (Unmul SJP) menggelar aksi untuk memperingati 76 tahun peristiwa Nakba. Aksi tersebut digelar oleh gerakan yang terdiri atas puluhan mahasiswa Unmul tersebut dilaksanakan di depan gerbang utama Unmul, Jalan M. Yamin pada Rabu (15/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Peringatan Nakba (malapetaka) diperingati setiap 15 Mei. Sejarah ini diawali pada tahun 1948, bahkan jauh sebelumnya di mana imigran Yahudi (kemudian disebut zionis Israel) membentuk kekuatan militer dan melakukan perampasan, pembunuhan, serta pengusiran kepada rakyat Palestina.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rumah-rumah mereka dirampas dan diambil alih. Tindakan tersebut menyebabkan 840 ribu rakyat Palestina mengungsi ke daerah yang aman di dalam Palestina maupun ke negara tetangga, seperti Lebanon, Turki bagian selatan, Yordania, dan Suriah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akibat pengusiran itu pula hampir 78% wilayah Palestina dikuasai oleh zionis Israel. Terakhir wilayah yang tersisa hanya Yerusalem Timur, Gaza dan Tepi Barat. Namun wilayah tersebut juga hari ini terus dijajah dengan Impian seluruh wilayah Palestina menjadi milik penjajah zionis Israel. Akibat lainnya, Al-Quds juga terbagi menjadi dua, di wilayah barat di bawah kendali Yahudi, dan di wilayah timur di bawah kendali Arab.</p><p style="text-align: justify;">Setelah berhasil melakukan upaya penghancuran desa-desa dan pengusiran massal rakyat Palestina pada 14 Mei, imigran Yahudi mendeklarasikan berdirinya negara Israel dan sampai hari ini terus mengupayakan merebut seluruh wilayah Palestina.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pasca deklarasi pendirian negara Israel tersebut, terjadi perang Arab-Israel dan berbagai perlawanan lainnya dari rakyat Palestina sendiri hingga hari ini. Tanggal 15 Mei kemudian ditetapkan sebagai peringatan Nakba oleh Yasser Arafat selaku pemimpin palestina pada tahun 1998 tepat 50 tahun peristiwa Nakba.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aksi Unmul SJP ini merupakan bagian dari aksi global di seluruh kampus-kampus yang ada di dunia. Aksi ini menuntut penghentian penjajahan Israel terhadap Palestina dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, mengedukasi civitas akademika dan masyarakat sekitar untuk melakukan pemboikotan terhadap produk-produk yang jelas berafiliasi terhadap Israel, dan menolak terjalinnya hubungan diplomatik antara Indonesia-Israel.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aksi ini merupakan aksi kedua yang diadakan oleh Unmul SJP. Sebelumnya, aksi pertama digelar pada Rabu (8/5) lalu di depan Fakultas Kedokteran, arah pintu keluar menuju Jalan Pramuka dan Jalan Perjuangan.</p><p style="text-align: justify;">Aksi kedua ini diramaikan dengan orasi dari sejumlah mahasiswa dan dosen, pembagian stiker dan pin Palestina, serta diakhiri pembacaan pernyataan sikap oleh Panji Prasetyo selaku koordinator lapangan (Korlap) aksi, dan diikuti oleh seluruh peserta aksi.</p><p style="text-align: justify;">Kami berharap dengan diselenggarakan aksi ini, bisa membangkitkan jiwa kemanusiaan dan kepedulian civitas akademika Unmul, serta masyarakat sekitar tentang penjajahan dan genosida yang terjadi di Palestina.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Panji Prasetyo, Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian 2019 selaku Koo</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>rdinator Unmul SJP.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wajah Baru dari Kantin FIB </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-dari-kantin-fib/baca </link>
<guid> wajah-baru-dari-kantin-fib </guid>
<pubDate> Sat, 18 May 2024 13:57:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam upaya berikan fasilitas yang layak, FIB dirikan kantin baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wajah-baru-dari-kantin-fib/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1Gck4VEEft.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wajah Baru dari Kantin FIB</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> FIB semakin menunjang fasilitas bagi mahasiswa dan civitas akademika melalui pembangunan kantin baru. Kantin yang ada di fakultas ini sebelumnya berdiri tepat di belakang ruang kelas dengan pemandangan langsung ke arah jurang yang penuh dengan pepohonan. Kemudian kini bertambah dengan didirikannya kantin berlantai 2 yang berlokasi di dekat parkiran mahasiswa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terhitung sudah lebih tiga minggu lamanya kantin baru di wilayah FIB mulai beroperasi. Inisiasi pembangunan kantin baru ini digadang-gadang sebagai pemenuhan fasilitas kantin yang layak dan bersih bagi mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini diungkapkan oleh Singgih Daru Kencana selaku Wakil Dekan II FIB &nbsp;dan Muhammad Sidik selaku Koordinator Tata Usaha FIB, dalam wawancara langsung bersama awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Kamis (20/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tiap tahun ada tuh dari Rektorat biasanya pelaksanaannya (pengecekan kebersihan) dari Fakultas Kedokteran kemudian meninjau fakultas-fakultas di Unmul nanti diperingkat tuh, FIB ini selalu masalah kebersihan, pas mereka (peninjau) datang, pasti datang tuh sampah-sampah tu, kita sudah berapa kali sampai kita bersihkan sendiri tetap aja masih ini sampah-sampahnya (muncul),&rdquo; beber Sidik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, mereka mengaku terdapat beberapa kendala selama masa pembangunan kantin baru tersebut. Hal ini berhubungan dengan masalah sumber air yang belum memadai sehingga sebagai cadangan, masih memanfaatkan air sumur bor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>juga sempat bertemu langsung dengan salah satu vendor kantin baru FIB, Ida yang sudah memulai dagangannya pada tanggal Senin (29/04) lalu. Ia mengungkapkan permasalahan yang sama terkait terkendalanya sumber air.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya, memang waktu kita komunikasi di FIB itu, FIB kan kekurangan air, maksudnya nggak lancar. Jadi kita ini sambung airnya dari Rusunawa, itu juga arahan dari BPU,&rdquo; ungkapnya pada Selasa (7/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pedagang kantin &ldquo;My Cafe&rdquo; tersebut menambahkan pihaknya sudah meraup pelanggan tidak hanya dari kalangan mahasiswa namun juga para pekerja yang ada di FIB hingga dari luar fakultas tersebut . &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya kita belum bisa ini ya (memperkirakan), tapi sementara ini ya Alhamdulillah, ya artinya anak-anak di sini, mahasiswa mungkin juga pekerja di sini ya, di bagian dekanat itu sudah mencoba beberapa menu dan Alhamdulillah mereka suka.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak seperti kantin di lingkungan Unmul pada umumnya, tempat makan tersebut buka mulai pukul 8 pagi hingga pukul 10 malam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara kantin baru mulai beroperasi, Singgih mengatakan bangunan kantin lama diwacanakan akan menjadi ruang terbuka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu (kantin lama) nanti kita bersihkan dulu, jadi kita bersihkan semua. Karena di situ kan kotor tuh, ada bekas sampah-sampah itu kita bersihkan. Sehingga nanti kemungkinan akan kita mantapkan untuk ruang terbuka. Ruang terbuka untuk staf, dosen, atau mahasiswa mungkin kalau berkegiatan, kadang-kadang kan di sini banyak tuh mahasiswa yang masih ada kegiatan di sini jadi bisa dimanfaatkan untuk ruang terbukanya,&rdquo; tutup Singgih.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><strong><span><em>(ila/tkh/wsd/mar)</em></span></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Isu Remunerasi Unmul Belum Temui Titik Terang, Hasil Rapat Dinilai Belum Memuaskan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-remunerasi-unmul-belum-temui-titik-terang-hasil-rapat-dinilai-belum-memuaskan/baca </link>
<guid> isu-remunerasi-unmul-belum-temui-titik-terang-hasil-rapat-dinilai-belum-memuaskan </guid>
<pubDate> Mon, 20 May 2024 13:45:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sistem remunerasi Unmul bermasalah, 58 Dosen tuntut transparansi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/isu-remunerasi-unmul-belum-temui-titik-terang-hasil-rapat-dinilai-belum-memuaskan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bbOdozKqf4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Isu Remunerasi Unmul Belum Temui Titik Terang, Hasil Rapat Dinilai Belum Memuaskan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> <strong>&mdash;</strong> Beberapa waktu lalu, sebanyak 58 dosen Unmul mengajukan tuntutan terhadap transparansi dari sistem remunerasi. Tuntutan yang diterbitkan melalui pernyataan tertulis pada Selasa (26/3) tersebut ditujukan kepada Rektorat Unmul, dengan harapan dapat memberikan keterbukaan dari sistem remunerasi yang ada. Namun, kasus tersebut tak kunjung menemui titik terang hingga saat ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi isu hangat tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mencoba menghubungi Purwadi Purwoharsojo, selaku perwakilan dari Koalisi Dosen Unmul. Dirinya yang juga merupakan pengamat ekonomi Unmul turut buka suara terhadap carut marut remunerasi di Kampus Tropical Studies itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, sebenarnya koalisi dosen bikin rilis karena ingin melihat evaluasi kebijakan remunerasi yang lalu-lalu sampai 2023,&rdquo; beber Purwadi kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;melalui sambungan telepon, Selasa (30/4) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dirinya menyatakan bahwa tim remunerasi tahun 2024 yang terbentuk saat pergantian Rektor rupanya belum bekerja, dan masih mempersiapkan beberapa kebijakan untuk remunerasi tahun ini. Perhitungan poin masih dihitung oleh tim lama, sementara proses eksekusinya akan dilakukan oleh tim yang baru dibentuk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya menyoal tindak lanjut dari tuntutan koalisi dosen, Purwadi mengungkap bahwa hasil rapat pertama bersama Wakil Rektor II yang dilaksanakan sebelum Hari Raya Idulfitri belum membuahkan hasil yang memuaskan. Koalisi dosen menuntut adanya evaluasi kebijakan remunerasi yang dinilai belum jelas. Akan tetapi, rapat tersebut rupanya hanya membahas mengenai kebijakan yang akan datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tim remunerasi dosen Unmul yang baru terbentuk akan memformulasikan remunerasi tahun 2024 yang dikabarkan akan berbeda dengan pola remunerasi sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Salah satunya, jika remunerasi dosen Unmul yang lalu-lalu 70 persen dibayarkan per tahun, maka, oleh tim remunerasi dosen Unmul yang baru, katanya, remunerasi dosen Unmul yang 70 persen tersebut akan dibayarkan per semester mulai tahun 2024. Remunerasi dosen Unmul dibayarkan dua kali untuk yang 30 persen dibayar per bulan, sedangkan yang 70 persen dibayarkan per tahun untuk kebijakan yang lalu-lalu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Purwadi mengungkap bahwa tim koalisi dosen telah mengirim surat kepada Humas Unmul untuk menuntut adanya tindak lanjut. Namun, hingga kini belum mendapat jawaban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berkaca dari adanya kasus kesenjangan nominal gaji antara dosen yang masih langgeng hingga kini, Dosen FEB Unmul itu menilai bahwa diperlukan adanya transparansi data yang akuntabel dalam proses pemberian upah bagi dosen ataupun tenaga kependidikan (tendik).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Katakanlah Dosen A seorang doktor, dapat 200 poin, tetapi, rupiahnya lebih kecil dengan dosen yang belum S3. Ada juga dosen yang sudah bergelar profesor dan doktor, sudah menulis berbagai macam jurnal dan buku, tetapi remunerasinya beda tipis dengan dosen yang belum doktor,&rdquo; terang Purwadi ketika diminta memberi contoh kasus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Isu remunerasi ini tentunya menjadi perhatian serius bagi sejumlah pihak. Dikhawatirkan, kasus ini dapat mempengaruhi kualitas dosen maupun tendik dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Purwadi belum bisa memastikan apakah anggapan tersebut sepenuhnya benar. Meskipun begitu, ia berharap agar segenap dosen Unmul tetap bersemangat dalam menjalankan tanggung jawab mereka sebagai pengajar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untungnya, nggak ada (dosen) yang sampai mogok ngajar. Jangan sampai pengajar jenjang S2 S3 itu itu tidak termotivasi dengan baik. Karena dikhawatirkan kualitas pembelajaran di kelas akan menurun,&rdquo; harapnya.</span><span>&nbsp;</span></p><div style="text-align: justify;">Sementara itu, <em>Sketsa</em> mencoba menghubungi Abdunnur, selaku rektor Unmul untuk dimintai keterangan lanjutan dari hasil audiensi bersama para koalisi dosen tempo lalu, namun hingga berita ini diterbitkan, Abdunnur masih belum bisa ditemui. <strong><em>(dre/ord/xel/ali)</em></strong></div><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fasilitas Dinilai Kurang Memadai, Jamaah Masjid Al Fatihah Usulkan Pembenahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fasilitas-dinilai-kurang-memadai-jamaah-masjid-al-fatihah-usulkan-pembenahan/baca </link>
<guid> fasilitas-dinilai-kurang-memadai-jamaah-masjid-al-fatihah-usulkan-pembenahan </guid>
<pubDate> Mon, 20 May 2024 14:39:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kurangnya kualitas fasislitas Masjid terbesar di Unmul tuai protes </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fasilitas-dinilai-kurang-memadai-jamaah-masjid-al-fatihah-usulkan-pembenahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XoIYG05JGU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fasilitas Dinilai Kurang Memadai, Jamaah Masjid Al Fatihah Usulkan Pembenahan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Masjid Al Fatihah (MAF) adalah tempat ibadah terbesar di Unmul. Namun, meskipun memiliki bangunan yang luas, masjid ini masih menghadapi sejumlah keluhan dari jamaah terkait fasilitas yang dianggap kurang memadai dan kurang nyaman untuk beribadah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ani (bukan nama sebenarnya) seorang jamaah yang sering mengunjungi MAF, mengungkapkan bahwa Himpunan Mahasiswa Aktivis Masjid (Hamas) sering menerima keluhan dari jamaah, terutama terkait area di lantai satu. Selain itu, Ani juga merasakan adanya ketimpangan kebersihan antara lantai satu dan lantai dua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akan lebih bagus, kalau lebih dibersihkan lantai dua (karena) disewakan. Plafonnya (juga) diperbaiki, &ldquo; ucap Ani kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (8/5).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswi itu juga menyebutkan ada beberapa jamaah lain yang mengkritik soal kondisi dari tempat ibadah tersebut, mulai dari plafon yang kotor, toilet yang kurang bersih, serta tempat sampah yang kerap bertumpukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di bagian perempuannya panas apalagi pas (bulan) Ramadan kan banyak yang datang &nbsp;keluhannya panas. Mungkin bisa ditambahkan kipas atau AC (</span><span><em>air</em>&nbsp;<em>conditioner</em></span><span>).&rdquo; papar Ani saat diwawancarai langsung di MAF.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Ani, Ahmad Alfi Ramadhani mahasiswa Teknik 2022 mengatakan perlu adanya peningkatan fasilitas terkhusus pada kipas yang tidak berfungsi juga kondisi lantai yang sudah rusak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sama kalau bisa dipasangkan AC,&rdquo; tambah Ahmad saat ditemui selepas melaksanakan solat Jumat (10/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai penerangan sendiri, Ahmad merasa masjid tersebut sudah memiliki pencahayaan yang baik pada malam hari, serta menyediakan jaringan nirkabel berupa&nbsp;</span><span><em>wireless</em>&nbsp;<em>fidelity</em></span><span>&nbsp;(WiFi) yang sinyalnya cukup cepat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Hamdan Ferdi Maulana selaku Bendahara Hamas menjelaskan, pihaknya terus melakukan pembenahan. Terbaru, pihaknya telah melakukan penambahan kloset di toilet, hingga pengadaan tempat wudu yang baru di sisi kanan masjid.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah rencana juga ke depan ini mau buat kanopi di atas</span><span>&nbsp;</span><span>(halaman) sini biar nggak kehujanan kalau hujan.&rdquo; papar Hamdan pada Jumat (10/5) saat ditemui langsung di Masjid Unmul tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun terletak di lingkungan kampus, pendanaan untuk Masjid Al Fatihah ini masih mengandalkan infak dari para jamaah serta dukungan dari kerja sama dan sponsor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dari kampus biasa bantuan (berupa) fasilitas sih, kayak pengadaan barang dan lain sebagainya.&rdquo; tutup Hamdan.&nbsp;</span><span><strong><em>(mlt/kar/lav/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lika-Liku KKN 50 Tahun 2024: Samarinda Tidak Masuk Daftar Lokasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-kkn-50-tahun-2024-samarinda-tidak-masuk-daftar-lokasi/baca </link>
<guid> lika-liku-kkn-50-tahun-2024-samarinda-tidak-masuk-daftar-lokasi </guid>
<pubDate> Tue, 21 May 2024 13:07:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KKN 50 segera dimulai, pihak penyelenggara berikan penjelasan dari berbagai kendala </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-kkn-50-tahun-2024-samarinda-tidak-masuk-daftar-lokasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T4faF5fdrm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lika-Liku KKN 50 Tahun 2024: Samarinda Tidak Masuk Daftar Lokasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Usai masa pendaftaran kuliah kerja nyata (KKN) 50 Tahun 2024, berbagai pertanyaan yang muncul di benak mahasiswa sempat menjadi pembicaraan hangat di lingkungan kampus. Mulai dari jenis KKN yang tersedia, laman yang sulit diakses ketika ingin mendaftar, penambahan kuota, hingga permohonan untuk mengganti desa tujuan KKN.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Panitia KKN 50 juga secara aktif mengunggah informasi seputar giat KKN melalui akun Instagram @kkn_unmul. Melalui postingan yang diunggah pada Kamis (18/4) lalu, dapat diketahui bahwa terdapat tiga jenis KKN yang akan dilaksanakan, di antaranya KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Penyetaraan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, pada pelaksanaan KKN 49 Tahun 2023 tersedia pilihan KKN Internasional. Rupanya pilihan tersebut juga masih tersedia tahun ini, namun sayangnya sepi peminat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sama saja. Jadi, tahun lalu ada KKN reguler, tematik, penyetaraan, dan internasional. Namun, (tahun ini untuk KKN internasional) tetap ditawarkan tetapi tidak ada pemilih,&rdquo; ucap Arifin selaku Ketua Panitia KKN sekaligus Kepala Pusat Pengembangan Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat (PK2-PM) ketika diwawancarai pada Kamis (16/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Arifin mengungkapkan bahwa minimnya peminat pada KKN Internasional disebabkan masalah biaya, seperti keberatan dalam mengurus visa hingga kurangnya tabungan biaya pribadi mahasiswa. Masalah biaya bahkan juga menjadi alasan kurangnya minat mahasiswa untuk mengikuti KKN Kebangsaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Buntut dari tidak adanya pemilih pada jenis KKN Internasional, KKN Tematik mengalami masalah minimnya kuota mahasiswa karena kurangnya desa yang berpartisipasi dalam KKN tahun ini. Hal ini disebabkan adanya keterlambatan konfirmasi oleh panitia KKN terhadap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu perubahan lain yang terjadi adalah Kota Samarinda tidak lagi masuk dalam daftar wilayah untuk KKN. Terdapat banyak alasan yang melatarbelakangi perubahan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berdasarkan pengalaman di tahun lalu, banyak mahasiswa yang KKN di Samarinda namun tidak menetap di posko, mereka malah pulang ke rumah masing-masing. Kemudian, ada yang tidak fokus pada kewajiban KKN. Sebenarnya, ada pertimbangan khusus untuk menempatkan mahasiswa di Samarinda, seperti riwayat penyakit, mahasiswa yang bekerja, hingga atlet yang melakukan persiapan untuk lomba olahraga,&rdquo; jelas Arifin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bersumber dari pernyataan sebelumnya, Arifin melanjutkan bahwa terdapat banyak alasan yang menyebabkan mahasiswa mau tidak mau ditempatkan di wilayah tertentu. Nilai humanis masih menjadi faktor pertimbangan dari pihak panitia untuk memudahkan tiap persoalan yang dihadapi mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk KKN 50 kali ini, jumlah seluruh pendaftar yang awalnya berjumlah sekitar 3.400 orang, menurun menjadi sekitar 3.200 orang. Hal ini akibat beberapa mahasiswa yang mundur dengan alasan finansial dan kesehatan. Banyak mahasiswa menyayangkan penempatan KKN yang jauh dengan biaya transportasi yang besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut dilandasi oleh besarnya jumlah pendaftar yang melampaui kuota dari kampus. Pemerataan mahasiswa yang dibagi oleh sistem menyebabkan ketimpangan antara data yang sudah diinput pada laman AIS.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami membagi mahasiswa dalam kelompok KKN dengan memastikan bauran fakultas dan jenis kelamin mahasiswa. Sehingga setiap desa memiliki 12 mahasiswa yang terdiri atas kuota yang telah ditentukan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penyebab utama laman pendaftaran mengalami gangguan adalah banyaknya akses dari mahasiswa sebelum pendaftaran dibuka. Bahkan, sudah ada mahasiswa yang mendaftarkan diri di masa percobaan. Alhasil ketika data diatur ulang, mahasiswa protes karena datanya tidak terdaftar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Panitia KKN meyakini bahwa mereka sudah maksimal membantu keluhan mahasiswa yang didominasi oleh permintaan untuk mengganti lokasi KKN. Panitia juga secara aktif mendorong mahasiswa untuk segera mengkonfirmasi masalah yang dialami, bahkan mempersilakan mahasiswa untuk langsung datang ke Sekretariat KKN Unmul di LP2M Unmul Lantai 3.&nbsp;</span><span><strong><em>(zwg/lap/ali)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dosen Era Pendidikan Kontemporer: Harus Siap Menanggung Kerja di Luar Ranah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dosen-era-pendidikan-kontemporer-harus-siap-menanggung-kerja-di-luar-ranah/baca </link>
<guid> dosen-era-pendidikan-kontemporer-harus-siap-menanggung-kerja-di-luar-ranah </guid>
<pubDate> Tue, 21 May 2024 13:35:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tidak hanya memiliki tanggung jawab mengajar,  dosen masa kini dibebani pekerjaan tambahan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dosen-era-pendidikan-kontemporer-harus-siap-menanggung-kerja-di-luar-ranah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4PsHbsZNUz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dosen Era Pendidikan Kontemporer: Harus Siap Menanggung Kerja di Luar Ranah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Menjadi tenaga pengajar di masa sekarang, tidak menjamin seseorang terbebas dari tanggung jawab di luar pekerjaan utama. Seorang dosen misalnya, ternyata tetap dibebankan mengurus administrasi kampus yang tidak berbau pendidikan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tulisan ini dirangkai setelah penulis berdiskusi dengan seorang dosen Sastra Indonesia Dahri Dahlan sebagai perwakilan dari kaum dosen, penulis mengambil inti sari keresahan menjadi pengajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertanggung jawab atas ilmu yang diperoleh mahasiswa, seorang dosen memerlukan fokus lebih dalam pekerjaannya. Akan tetapi, kenyataan di lapangan, dosen terlibat kegiatan administrasi kampus yang seharusnya tidak dibebankan kepada pendidik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pencarian solusi terhadap helm yang hilang, misalnya. Dosen dilibatkan untuk rapat dan mencari jalan keluar agar tidak ada mahasiswa yang kehilangan barang di parkiran. Belum lagi beban memikirkan kenyamanan kampus agar mahasiswa betah berlama-lama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal-hal semacam ini, rasanya perlu tim khusus yang bukan berasal dari dosen. Akankah dosen mumpuni menangani masalah ini? Katakanlah bagi dosen sastra, ilmu mengenai kesusastraan tidak dapat menangani masalah maling helm.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka penanganan masalah di luar dari pendidikan, memerlukan sumber daya yang lebih kredibel untuk mencari solusi, kemudian barulah dosen dilibatkan untuk diminta pandangannya, sehingga beban mengenai masalah keamanan semacam ini tidak serta merta berada di pundak dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum lagi kewajiban melakukan penelitian dan menerbitkan jurnal serta pengabdian kepada masyarakat. Hal-hal semacam ini seharusnya dikedepankan karena lebih relevan dengan lingkup kajian seorang penatar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beban kerja dosen era kontemporer juga akan bertambah ketika kurikulum dari pemerintah selalu berganti tiap semester. Meskipun, tidak semua dosen keberatan, akan tetapi perlu adanya niat untuk berbenah dalam hal ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seorang dosen bukan budak zaman jahiliyah yang dapat diperas tenaganya secara tega. Mengenai upah, penulis rasa pemerintah juga perlu menata kembali anggaran dan pembagian. Kendati begitu, Dahri merasa yang perlu dilakukan adalah mengurangi beban kerja daripada kenaikan gaji.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlepas daripada itu, pemerintah perlu memerhatikan kesejahteraan dosen sebagai tenaga pendidik agar dapat mewariskan ilmu yang segar kepada mahasiswa, sebab yang terdampak dari beban kerja tidak <em>ngotak</em> adalah mahasiswa itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia, FIB 2022</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sastra: Bukan Sekadar Puisi, Senja, atau Cerita Romansa! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sastra-bukan-sekadar-puisi-senja-atau-cerita-romansa/baca </link>
<guid> sastra-bukan-sekadar-puisi-senja-atau-cerita-romansa </guid>
<pubDate> Wed, 22 May 2024 12:52:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Luruskan presepsi tentang sastra sebagai ekspresi penulis dalam tulisan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sastra-bukan-sekadar-puisi-senja-atau-cerita-romansa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/abejw2HYtC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sastra: Bukan Sekadar Puisi, Senja, atau Cerita Romansa!</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya harap dapat mewakili mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, khususnya program studi (Prodi) Sastra Indonesia atau Inggris, dalam menghadapi lelahnya hunjaman pertanyaan orang-orang setelah mereka mendengar &ldquo;Aku ambil kuliah jurusan sastra.&rdquo; Mulai dari tentang apa saja yang dipelajari, prospek kerjanya apa, bahkan pertanyaan (baca: dakwaan) tentang jurusan sastra yang hanya mengkaji puisi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Awalnya saya pikir pertanyaan semacam itu adalah hal yang biasa. Maklum, Fakultas Ilmu Budaya, dan seperangkat program studinya, adalah fakultas paling muda di Universitas Mulawarman. Usianya kurang lebih baru 15 tahun. Namun, sepanjang 12 semester saya berkuliah di sini, pertanyaan-pertanyaan yang kurang lebih sama seperti yang saya sebutkan sebelumnya, selalu terulang dan pada akhirnya berhasil membuat saya naik pitam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam suatu kejadian, saya ditanya (untuk kesekian kalinya) tentang prospek kerja. Di dalam hati ingin sekali menjawab &ldquo;Aku mau jadi astronaut! Kenapa? Suka-sukaku, lah. Ada masalah?&rdquo; Walaupun kenyataannya saya hanya menjawab &ldquo;Belum tahu, bro. Hehehe.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Tapi, yang menjadi kecemasan tersendiri bagi saya adalah ketika ada kesalahan persepsi mengenai apa itu sastra dan apa saja yang dipelajari mahasiswa yang mengambil jurusan sastra. Banyak yang menganggap sastra hanya berkutat di puisi, novel, dan hal-hal sejenisnya. Di satu sisi, anggapan seperti itu tidak salah. Namun, dari apa yang saya pelajari, sastra jauh lebih luas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika berbicara tentang sastra, kita berbicara tentang karya sekaligus proses ekspresi seorang manusia yang dituangkan melalui tulisan. Tulisan bukan hanya sekadar bunyi yang diwakilkan oleh simbol dan disusun sedemikian rupa agar dapat dipahami oleh pembacanya. Melainkan ada nilai yang mendasari terciptanya tulisan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nah, proses terbentuknya nilai ini juga dibahas dalam perkuliahan para mahasiswa jurusan sastra. Proses-proses pembentukan nilai yang melibatkan aspek budaya, masyarakat, lingkungan, serta ekonomi dibahas dengan teori analisisnya masing-masing. Singkatnya, materi kebahasaan (linguistik dan sebagainya), sosiologi, gender, hingga ideologi adalah &ldquo;makanan&rdquo; sehari-hari teman-teman jurusan sastra. Objek pembahasannya juga sama beragamnya. Mulai dari puisi, novel, lagu, fenomena sosial, politik, bahkan sampai iklan dan film.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contohnya, jika ada yang mau berbicara tentang kekerasan seksual dengan mahasiswa jurusan sastra, obrolannya tidak bakal cukup hanya dengan sekali duduk. Bagaimana tidak? Kajian gender saja jadi mata kuliah tersendiri. <span style="background-color: transparent;">Bahkan, pelakunya adalah mahasiswa sastra itu sendiri! Ironi, oh, ironi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Begitulah sedikit dari banyak hal mahasiswa jurusan Sastra di Universitas Mulawarman. Tentu saja banyak sekali rincian yang saya rangkum. Karena kalau saya jelaskan serinci-rincinya, bisa jadi silabus tersendiri, <em>hehehe</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kalau pembaca masih kepo seluk beluk jurusan sastra dan isinya, termasuk mahasiswanya, bisa tanya langsung ke mahasiswanya, ya. Tenang, walaupun mereka kadang berwarna-warni, mereka <em>nggak</em> menggigit, kok!</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB 2018 sekaligus Koordinator Komunitas Laboratorium Int</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em><strong>elektual Humanawa.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serbu Gedung Rektorat, Keluarga Mahasiswa Unmul Mantap Tolak Penerapan IPI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serbu-gedung-rektorat-keluarga-mahasiswa-unmul-mantap-tolak-penerapan-ipi/baca </link>
<guid> serbu-gedung-rektorat-keluarga-mahasiswa-unmul-mantap-tolak-penerapan-ipi </guid>
<pubDate> Mon, 27 May 2024 21:57:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahasiswa berkumpul di depan gedung rektorat Unmul, suarakan aspirasi tolak penerapan IPI </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/serbu-gedung-rektorat-keluarga-mahasiswa-unmul-mantap-tolak-penerapan-ipi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PeDuOV1Jhu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serbu Gedung Rektorat, Keluarga Mahasiswa Unmul Mantap Tolak Penerapan IPI</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Penolakan penerapan iuran pengembangan institusi (IPI) datang dari para mahasiswa Unmul. Dengan berkumpul di depan Gedung Rektorat Unmul pada Senin siang (27/5) tadi, aliansi keluarga mahasiswa Unmul tersebut membawa sejumlah tuntutan terhadap pihak rektorat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mulanya, massa beramai-ramai berkumpul di taman Unmul. Kemudian aksi dilanjutkan dengan berjalan dari taman Unmul menuju gedung rektorat sambil menyerukan sebuah yel-yel yang menyinggung masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan juga IPI.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam aksi tersebut, Muhammad Ilham Maulana selaku koordinator lapangan (Korlap) menyebut kembali poin utama dari rilis pers Aliansi Keluarga Mahasiswa Unmul yang berjudul &ldquo;Meninjau Kelayakan Penerapan Iuran Pengembangan Institusi di PTN-BLU.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Unmul adalah Perguruan Tinggi Negeri (yang) masih berbentuk PTN BLU. Di mana sesuai dengan peraturan, PTN-BLU berhak mencari pendanaan melalui pembangunan dengan berbagai mitra dan berbagai&nbsp;</span><span><em>stakeholder</em>,</span><span>&quot; seru Maulana dalam aksi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana juga menyebutkan bahwa penetapan IPI ini terlalu tergesa-gesa tanpa adanya peninjauan perekonomian terlebih dahulu kepada mahasiswa-mahasiswa baru yang akan menerima pemberlakuan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi itu juga diwarnai dengan orasi bergantian dari perwakilan fakultas baik dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) juga mahasiswa lainnya. Massa sempat ingin merangsek masuk ke gedung rektorat sebagai bentuk ekspresi agar pihak rektorat Unmul mendengar aspirasi mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah hiruk-pikuk penolakan IPI tersebut, Wakil Rektor II Unmul Sukartiningsih turun menghadapi kumpulan mahasiswa serta mencoba memberi penjelasan. Namun, mahasiswa merasa tidak puas dengan pernyataan yang diberikan oleh Sukartiningsih.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini disampaikan langsung oleh Maulana ketika diwawancarai selepas aksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami tidak puas, kita hampir 1 jam mendengar respons kepada WR II dan respons bersifat normatif. kita akan melakukan aksi dengan eskalasi yang lebih besar,&quot; sebut Maulana ketika diwawancarai tepat di depan gedung rektorat Unmul Senin (27/5).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana berharap penerapan IPI tidak dilakukan secara merata di seluruh fakultas Unmul. Belum lagi, penerapan IPI sendiri ia anggap tidak dibarengi dengan peninjauan terlebih dahulu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Penetapan IPI itu tidak berlandaskan kajian ilmiah, komprehensif dan tidak ada peninjauan mahasiswa baru. Dan SK (Surat Keputusan) diterbitkan di tanggal 20 April dan itu ditindaklanjuti dari tebusan Kemendikbud seperti itu,&quot; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kenapa kita masih menolak? Karena penetapan IPI ini tidak berlandaskan kondisi ekonomi mahasiswa baru,&quot; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Wakil Rektor II&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sukartiningsih yang sebelumnya sempat mendatangi massa, kembali menegaskan bahwa penerapan IPI di seluruh fakultas hanya berlaku untuk mahasiswa baru yang diterima pada jalur mandiri tahun 2024.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penerapan IPI di masing-masing fakultas tidak serta-merta dipukul rata. Dirinya menyebutkan setiap fakultas memiliki urgensi sarana dan prasarana yang berbeda-beda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;IPI digunakan untuk sarana dan prasarana seperti pembangunan gedung yang tidak bisa ditutupi dengan uang kuliah (UKT) tadi. Uang kuliah semuanya maunya rendah. Itu (UKT) untuk satu semester. Jadi berapa itu yang harus diinikan (ditutupi). Kalau nggak subsidi silang, nggak mungkin,&quot; ungkap Sukartiningsih yang diwawancarai langsung usai aksi di ruang kerjanya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sukartiningsih juga menyebutkan bahwa tahun ini tidak terjadi kenaikan UKT di Unmul. Sebaliknya, ia menyatakan justru terdapat penurunan nominal UKT tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Jadi (IPI) itu subsidi silang ya. Yang mampu dapat menutup yang kurang &nbsp;mampu. (golongan) itu wajib ada, tidak boleh ditiadakan,&quot; ungkap Sukartiningsih pada (27/5).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun proses pembayaran IPI, Sukartiningsih juga menegaskan jika terdapat mahasiswa yang merasa keberatan maka pembayaran dapat diangsur dengan melewati prosedur yang ditentukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Regulasinya IPI memang hanya boleh di jalur mandiri, itu &nbsp;dari pusat.&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Sukartiningsih juga menegaskan bahwa IPI bukanlah syarat kelulusan bagi mahasiswa di Unmul.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(lav/npl/cok/myy/mar)&nbsp;</em></strong></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 17 Tahun Berkiprah, LPM Sketsa Unmul Gelar Perayaan Milad Bertajuk “REW17D” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/17-tahun-berkiprah-lpm-sketsa-unmul-gelar-perayaan-milad-bertajuk-rew17d/baca </link>
<guid> 17-tahun-berkiprah-lpm-sketsa-unmul-gelar-perayaan-milad-bertajuk-rew17d </guid>
<pubDate> Tue, 28 May 2024 10:42:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rayakan ulang tahun ke-17, LPM Sketsa Unmul kembali kenang perjalanan Persma </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/17-tahun-berkiprah-lpm-sketsa-unmul-gelar-perayaan-milad-bertajuk-rew17d/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LDn2L1ppd4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>17 Tahun Berkiprah, LPM Sketsa Unmul Gelar Perayaan Milad Bertajuk “REW17D”</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul gelar kegiatan Literasyik dan Milad sebagai bentuk perayaan ulang tahun yang ke-17. Tidak hanya anggota internal saja, para alumni dan seluruh LPM yang ada di Samarinda turut hadir meramaikan acara tersebut. Dengan mengangkat tema &ldquo;REW17D,&rdquo; acara tersebut diselenggarakan di Aula Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur pada Sabtu (25/5) lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda Literasyik diisi dengan sesi</span><span>&nbsp;</span><span>diskusi bersama alumni Sketsa yang mengangkat topik &ldquo;Eksistensi Persma dari Masa ke Masa&rdquo;. Dipandu oleh Siti Nurmasyitah, Sketsa menghadirkan 3 alumni sebagai pengisi diskusi tersebut. Pertama, Ibrahim Yusuf yang menjabat sebagai ketua umum pada tahun 2013, kemudian Wahid Tawaqal selaku ketua umum pada tahun 2017, dan yang terakhir Khoirun Nisa selaku ketua umum LPM Sketsa pada tahun 2022.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbagai pengalaman selama bergelut di dunia jurnalistik diceritakan oleh para pemateri. Antusiasme dari para peserta pun tak dapat dibendung begitu masuk dalam sesi tanya jawab. Jawaban memuaskan diutarakan para pemateri untuk menjawab rasa ingin tahu dari teman-teman LPM di Samarinda dan awak&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>. Literasyik pun ditutup dengan pemberian hadiah kepada penanya terbaik serta pemberian sertifikat kepada para pemateri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berhenti sampai di situ, acara berlanjut ke perayaan Milad Sketsa yang dimulai dengan penampilan spesial dari setiap divisi yang ada di Sketsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah melihat berbagai penampilan dari masing-masing bidang, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pemotongan kue yang dilakukan oleh Nindiani Kharimah selaku Ketua Umum LPM Sketsa Unmul periode 2023/2024. Diikuti dengan ucapan dan harapan yang tulus dari para alumni serta perwakilan anggota Sketsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya pribadi itu menyadari kalau selama berjalannya (Sketsa), teman-teman anggota bahkan alumni, pembina juga, itu selalu kayak ngasih</span><span>&nbsp;<em>support</em></span><span>,&rdquo; ujar Nindi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;17 tahun juga kalau nggak ada alumni, kalau nggak ada teman-teman itu kayaknya mustahil untuk sampai di titik ini. Jadi aku harap itu bisa terus terjaga gitu sampai tahun-tahun berikutnya dan aku harap ini nggak sampai di angka 17 aja, karena Sketsa itu marwahnya memang selalu bisa bermanfaat gitu untuk ke depan,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ucapan dan harapan kedua disampaikan oleh Wahid Tawaqal yang mengatakan bahwa Sketsa masih dikelilingi orang-orang yang menyayanginya dan berharap agar awak Sketsa merasakan Sketsa sebagai tempat untuk bernaung. Dilanjutkan dengan Khoirunnisa yang memberikan harapan agar Sketsa terus berproses bersama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Muhammad Razil Fauzan selaku Alumni sekaligus Ketua Umum Sketsa Periode 2021/2022, turut menyampaikan harapannya agar teman-teman Sketsa banyak belajar dan terus menghadirkan produk-produk jurnalistik yang berkualitas. Tidak tertinggal, Ketua Redaksi Sketsa tahun 2014, Ahmad Agus Arifin juga turut serta menyampaikan harapannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya berharap teman-teman tidak melepaskan jati dirinya Sketsa sebagai Lembaga Pers Mahasiswa, jadi penguatan produknya yang pertama tetap harus berita,&rdquo; tutur Ahmad yang akrab disapa &lsquo;Tebe&rsquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan harapan paling atasnya adalah saya berharap teman-teman nanti yang lulus ada yang berakhir jadi wartawan,&rdquo; mantapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harapan terakhir dari alumni disampaikan oleh Siti Rahmi selaku Alumni Sketsa 14. Kemudian dilanjutkan dengan ucapan dan harapan dari Sari Dewi Handayani (Perwakilan anggota Sketsa 14), Lutfi Orfakha dan Luthfi Ahmadani (Perwakilan anggota Sketsa 15), Yaasiina Nur Laila Aprilia (Perwakilan anggota Sketsa 16), dan Naufal Helmy (Perwakilan anggota Sketsa 17).</span></p><div style="text-align: justify;">Sebelum acara resmi ditutup, diadakan sesi permainan yang diikuti oleh seluruh awak Sketsa. Sesi tersebut berjalan dengan penuh antusias dari para peserta. Acara Milad pun ditutup dengan sesi foto bersama seluruh awak Sketsa untuk mengenang hari baik di mana Sketsa melanjutkan langkahnya dalam lembaran jurnalistik. <strong><em>(nav/ryn/ali)</em></strong></div><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Papan Nama Apotek Unmul Tertutup, Masihkah Beroperasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/papan-nama-apotek-unmul-tertutup-masihkah-beroperasi/baca </link>
<guid> papan-nama-apotek-unmul-tertutup-masihkah-beroperasi </guid>
<pubDate> Wed, 29 May 2024 16:11:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Regulasi baru, klinik dan apotek Unmul kini mesti terpisah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/papan-nama-apotek-unmul-tertutup-masihkah-beroperasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WtKQ58CW8D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Papan Nama Apotek Unmul Tertutup, Masihkah Beroperasi?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash; &nbsp;</strong>Apotek Unmul merupakan salah satu fasilitas kesehatan universitas yang letaknya strategis di pusat kampus. Apotek ini sebelumnya berada dalam satu bangunan bersama Klinik Unmul. Namun tempo lalu <em>Sketsa</em> mendapati plang apotek tersebut terlihat ditutupi. Kemudian muncul sebuah tanda tanya, apakah apotek tersebut masih beroperasi?</p><p style="text-align: justify;">Guna menjawab pertanyaan tersebut, awak <em>Sketsa</em> mencoba menemui Evi Fitriany selaku Kepala Klinik Unmul pada Rabu (22/5) lalu. Menurut penjelasan Evi, apotek dan klinik yang berada dalam satu bangunan tersebut menjadi alasan ditutupnya tulisan Apotek Unmul tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cef774116fc89ba27d40ac6a64a7fb61396cab5c.jpg" style="width: 839px;" alt="Sumber Gambar: Widya/Sketsa"><br></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena dalam peraturan dan regulasi terbaru itu, apotek dan klinik tidak boleh satu bangunan. Begitu peraturan dari perizinan Online Single Submission (OSS),&rdquo; ucap Evi yang ditemui langsung di ruang kerjanya.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga akibat adanya peraturan baru tersebut, apotek Unmul kemudian beralih menjadi Instalasi Farmasi agar tetap dapat beroperasi. Hal tersebut disebabkan oleh perizinannya yang tergabung dengan perizinan klinik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau apotek kan perizinannya sendiri. Jadi kita itu kalau di kesehatan untuk izin usaha atau membuka layanan itu kan banyak regulasi yang harus diikutin ya, nggak bisa sembarangan macam-macam. Peraturan-peraturannya dari Permenkes, dari peraturan OSS dari macam-macam lainnya,&rdquo; jelas Evi.</p><p style="text-align: justify;">Tindakan penggabungan apotek dengan klinik tersebut membawa dampak pada jam operasional apotek yang harus mengikuti jam kerja klinik. Di mana klinik Unmul beroperasi untuk menerima pasien mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam, dan pukul 10 malam untuk menyelesaikan pelayanan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, saat ini Evi juga menyebutkan adanya program baru di klinik Unmul yaitu layanan konseling oleh psikolog. Layanan ini diharapkan dapat berkembang mandiri menjadi biro konseling sehingga dapat membantu mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik), hingga dosen, yang membutuhkan bantuan profesional dalam menyelesaikan masalah secara psikologis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gratis dibiayai oleh universitas. Sayang kalau nggak dimanfaatkan. Kan banyak teman-teman yang butuh karena lebih penting juga,&rdquo; jelas Evi mengenai biaya untuk layanan baru tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Mahasiswa</strong></p><p style="text-align: justify;">Keberadaan Apotek Unmul sudah diketahui oleh Yasmin Sabila, mahasiswi Prodi Administrasi Bisnis FISIP 2022. Ia mengaku sudah pernah mengunjungi Apotek Unmul ketika masa pendaftaran dan sudah melakukan beberapa tes di sana.</p><p style="text-align: justify;">Kesan baik menjadi jawaban Yasmin ketika ditanya mengenai pengalamannya saat pertama kali berkunjung ke apotek tersebut. Mulai dari fasilitas, pelayanan, hingga alat-alat kesehatannya yang terlihat cukup lengkap, bersih, juga rapi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya keberadaan Apotek Unmul sangat membantu mahasiswa, khususnya mahasiswa rantau yang tinggal tak jauh dari kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya untuk apotek unmul sendiri semoga fasilitas yang ditambah itu bisa dari ambulans ya. Karena seperti kita tahu bersama kalau ambulans itu di unmul belum ada,&rdquo; harap Yasmin kepada <em>Sketsa</em> ketika diwawancarai pada Kamis (23/5) <span style="background-color: transparent;">lalu. <strong><em>(mlt/may/ria/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> RUU Penyiaran Mengancam Kebebasan Pers, Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim Turun Aksi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruu-penyiaran-mengancam-kebebasan-pers-koalisi-kemerdekaan-pers-kaltim-turun-aksi/baca </link>
<guid> ruu-penyiaran-mengancam-kebebasan-pers-koalisi-kemerdekaan-pers-kaltim-turun-aksi </guid>
<pubDate> Wed, 29 May 2024 20:40:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim lakukan aksi  di depan Gedung DPRD </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruu-penyiaran-mengancam-kebebasan-pers-koalisi-kemerdekaan-pers-kaltim-turun-aksi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qPl0KZxWU6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>RUU Penyiaran Mengancam Kebebasan Pers, Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim Turun Aksi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Gelombang kecaman terhadap Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran datang dari Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim. Koalisi ini melangsungkan aksi penolakan draf yang dianggap membatasi kebebasan pers tersebut di depan Gedung DPRD Provinsi Kaltim pada Rabu (29/5).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim sendiri terdiri atas: Koalisi Wartawan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Samarinda, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, BEM FISIP Unmul, Perempuan Mahardika, serta pers mahasiswa seperti UKM Jurnalistik Politeknik Negeri Samarinda (Ujur Polnes) dan LPM Sketsa Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami aksi solidaritas, kami menyampaikan kalau Kaltim ini tidak diam dan bersuara untuk menolak RUU Penyiaran,&rdquo; kata Ibrahim selaku Koordinator Lapangan pada aksi (29/5).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ibrahim menyebut, RUU ini terlalu banyak mengatur tentang pers tanpa melibatkan komunitas pers. Bahkan Dewan Pers tidak mengetahui mengenai pasal 50 B ayat 2, yakni terkait pelarangan peliputan investigasi jurnalistik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Menurutnya, pasal tersebut mencederai undang-undang pers dan mengatur berbagai produk jurnalistik yang harus diselesaikan di Komisi Penyiaran Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Padahal selama ini, itu (karya-karya jurnalistik) menjadi domain Dewan Pers Indonesia.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Eka Ramadan, selaku Ketua Umum Ujur Polnes yang turut hadir dalam aksi menyebut bahwa perlunya penolakan terhadap RUU Penyiaran yang mengancam kebebasan pers.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Meskipun Persma tidak terdampak langsung terhadap RUU ini karena memang tidak ada UU yang mengatur kerja Persma, tapi acuan Persma sama seperti pers arus utama yang bersandar pada UU Pers,&rdquo; ungkap Eka&nbsp;</span><span>pada (29/5).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Eka juga menyebut jika pasal-pasal yang terkandung di dalam RUU Penyiaran tersebut menyimpang dari kebebasan pers, maka proses kerja Persma juga akan ikut terdampak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam aksi yang dilaksanakan pada siang hari itu, beberapa perwakilan komunitas turut menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD, salah satunya perwakilan Perempuan Mahardika yang menyebut pelarangan penayangan berita investigasi akan sangat merugikan. Sebab p</span><span>ihaknya menganggap berita investigasi merupakan salah satu jalan bagi para korban pelecehan untuk mendapatkan keadilan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain menyampaikan orasi, para wartawan dan Persma yang turun aksi mengumpulkan kartu pers di depan gerbang gedung DPRD Provinsi Kaltim sebagai bentuk protes.&nbsp;</span></p><p><img src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAABQAAAAPACAIAAADlvkMuAAAgAElEQVR4AXy7B1RTW+PtGwXSe+8QAumBUELvvSSUhITee5FepIgNEBQVLBQBUQTE7rEey9Fjb8djOfbejhUbIEXAfUfM9/d979773hhz7LE32SNjE8Ja6zfnXCA4FIGEo1AINBKOQsCQKAQajyVQSFQinsSgMZl0FgFHhEHgECMoDAJHwJAGc6FgIwQchkEicEgEDg7DwKBoOAwDh2EgYCTYCAGFoJAIHBpFQCHxutvgGAQMjYChUQgsDkMkEahkIo1MpNEoTBKBisMQsWgCAUcmEagEHBmHwRNwRCwag8fiaBQqk86gU2lMOoNjbGLONTNmsU1NOBKRWCqWGLPYOAwWBYMycBg+k6oJ8rv4x5E/9m7f09c90La6t6Vpe3tLb3P9H9s2HdjU/uj8sT2dq472tz/769TLmxf/vfv3m3s3Dg9tPrZz4I/dW/f3965ZWpufGBMfEhjm6ab28UxWheYnxpVlpFblZi0rKV5RUb66uqp96ZKOhro1i2r717RcPHQAmJ4ERj7/deKYv6NdsKtTYUpiYnjI/JzM8pycRaWl5Tk585KTizMyUiMj9w8NDj9/Ovnx3dSn99Nfhs8dPdS5qrG1YVFZTlpuUkKQu6+nnZu3g4fImCsxMSlMT750/BAwMwZ8G75++khebERFRuKOzvWn9+7c0FC/pCC3vjSnZVHJlvXNe/o6d/Z29neuXdNUN78gp2FBeUF63LykqLLMuD09ra9vn3tz48zn+1f+Ofn7+kXVe3s6H1+58O7u7QdXLg52tDdVVy0pLWqurR5oa92ybuWSopzy9NhVVUUbmxf1tTTs7Go9sHnDtrbV29paNq6obywv7Vy+bOfGnp61rXXVNb6eHiKBEIvHkSk0JBaHQmORKAwcgYLCEBCwTggwHAlBkJAYMAiEMTJsWDD/0onf1zYtrCnIyEqIaFvRtHLpEoWXpymVIuOZ8VkMsSkrJToiJjwo2Ms50MM+MsQ3QRscFeYbGeqTFBmSERuZGKGqyMspy8mKV4VVF+Y31dZogwNDfbyCPdwC3VyCPdz0JwGuzoFuLj52Ngo3584VjReOHFq9uDZGERjk4mjFNbETmDuKBQFO9kWpSdmxUQlhyuK05BhF4OKC3N3dHWf37wSmvs4Ovzqzb2j/lrbb536/fe73G6cOPLz85+2zR49t31KWFt+6sPr84b0r66qry7JfP7sF/Bh58/Tm9YvHjh4Y+v23rV3tqwxAIGcnBwqVjsQQGcYCmb1ndn5pVWVFmNLP28M5TBmQmZokNDc1mgOCGICQMEMKEcWiE7o3rEqIC7WWcVychTm58aVl89SasMjoqCBFsDpCW1xSVlBYVlm1sLCgLDenMDEhNSoqJiUpNTM9IzwsxMrKMkwTqlQp1BGh8XFRmSmJORmpBblZRcXzUrLSskrmpRXkxmelJWdkJySmRkfExqu0sQrf6AC3ipxk4PvotSsXeTweaI6h3NUjr6TSTGq9aWjH1/Gpz6Mjd+/fmhgfOXb88Kv3bz9PTrx48/7dp69D23Y/e/66eUUrFkMSiyzZbBMikYzHY7FYNBIFRWNgRBIGi0GhUQipRORgL/f39//x48fYt4mnz148fv7q1r2Hf924ffzUuS07dm/oG+joHVjb0R2p0RqCQBQU0s9BXhgbVRwdUaoJywv2SXKWR1gKFUJzSzRMhseyjebwUUgTqKEpzFBMRMrZVFsO3ZJF49EILDyWhIJTMEgSFolFgZEwEA5lSMZD8Oi5UDAIbAAyMgQhIIY4FJxBwPKNme621ip/X187G29bKzcxX27KdjXnBlnLwuzkCltrpYO90tEhxtcnRalIUQZlqcOyI8LjAn1V7o5BzrZtTYtfPbz54OYFYParKsSLa0y0EQucbaxiwlXRmghlcIhCGerm7mPj4OLg6mnr4m7l6GJh5yi2kfMtrczFYq5QKLO1gaGQXD6PwaITSVgxny00Jvy5p+fLg9PA28vA68vA+7+A8SeXjm7xsDUrzkvwdrE7fng/8OP780f3Xj17DMxMvXz6BJidAYDZ27du7t2798KFC1evXh0dHR0dG3/37kPbyhYSErOkpnbTxl57e3u/oMCAEAWGSsouLVzRtsYzyJ8vkxLp1MBQ5cXLl5pWNi+ub2xuXVdcXtGzue/o0eONjcu72juuXfkrVBmCw+HIZCLdmGEpt0rOy/g6M/bx+9cv098+To68G/syCQBfv0/8++nDp5HRdx8/TU1N37p1BwnHYFB4M2NzLAJHQpOIGBIOg0ejsQgECgZDQKFwGAwBhyORSDQcjvy/CgZD/BIcjkQgUEgkGoXCkEgUBoNlamrG5wslEgup1NLMjEejMRBINByBgsGRcARKfwKFIcAQmIEh2AgMNQJDQaC5YAhMaiELCQ0PV0W4enpx+QI0ngBDoSEIpCEUhsQS6GyOjZ2zrb2L3MFV7uBq5+hhY+fKE8ooDJ6tc7CNc4hUHmAu9eDLPC0dAi3sA3iWHjRTK5qpFZtvx5U4m4jsKBwpyVhMN5NhGEKauQ1bYMswtzKT2Fs5eVvJPcwEVmgcFYEm/JwuUUg4Co3E4NEYHAaPhGNMjM3RKIKhAQyHJeunVCKBRsBTDeZCiQQaDkuGQlB4HAWJwEEhGDiciEJRCAQGiUzH4LAQqAEEAsIgQLmJocDk6y8Pzr2+sO90z/LWDHVHtqYy2Lk4wCXZWVYa6HGsden3v05+PrUPePdoUZQiSGgqwqPxYKiVzM7WVWHlo3GLKhAEJFpp5llF5ltp5knDs4XBafzAFFFQqkSRLgpI4/sm8/1SxEEZ4qAMrlcC3SWS5hjCcvT11iSmpFZ8+xd4d+Yt8M8P4OI0cGocODYydeDD6PYXwKFP04PPZ3sfAoMvn5bv3hlY1ueVeSZ9+ZnM5gZxBLD9xrnCDUez1zS7Zaz0zNqsXXC2pu9IUdu21GWNXmnrAvIuFXUdj2/ao6ga8CrcE1C22SlzBSd0k11apyy2Uxa7wSah1yltwDtnu6JoT3j5Ds38TkXeEteYUktFJt9LjZd5gU0jGfaVbjHzPeIL7CPCqHIbENUBxFLirdMFgZVO0SuDctvDCoHjL4E/Xo90Xuj1Ky2iBB3NaB/Zdmvi8KNnQ1c+Hr//57pdAhA+213dkl19YfDw8PWna+cv8xQ7WLD4DDSFQ2VJBRIxT2RqwmXR6KZsYx6LLeGaudnKXaytfF2dnGykDAJWwuf6e7lXlZe0tqzav/+3wcHBvsGBvsGtmwYHu/sHu7YMbOgf6NzS37Nly39rY3//psHBTYODm7du7R0Y2Njfr1fPli0bNm1q7+lpWbd+UV1976a+7Tt2Hf/j5N17D0pLy11d3eVye6nU0lIqs5bZWEgsZRZW1lIrAZcvEUktJJYSkZRvLuCZ8YV8kZAv4pnxrWU2IoHYhM2hkmkkAplMpFDJNDqVQSJRyGQqhUKj0RgMBovFMmazTYyNOTQag8024XLNTU3NTExMjY05ejGYJhKplUAo5ZoJLCxtLCxtrKzt/PyDw8I1Gm2MOiIqWBEWrAhTqSMjNNEhoWqlUhMSovX3D7W3dzflCogkOp5AJZEZaAwBgyVicQQcnognkH6JRKIQCCQ8nojDEXA4AgaD0w8mUCgciUSj0VgUCgOHIyEQGAQCg8EQRkZGCAQCjcbqb0MgdKtcKBiGQeFhECQChv45e+CM5sKwKCLPTOhs7+Asl3vY2fvIHVwkUhuumZNI7OfklB4bU5qXE+juakIiSGl0DgROBoG8sLS1wdqVniHljgHznIJT7ZRqrmsk263AVjXPPjzXI6IqaV6KKt7b0UfhHqZ1VcdZKefbRy9xjav0js33jSwMT6pKKaxJK82PzdcqkyLC0yIiM7SqpCxF7Jq4vDO5i2/k1e4PjTykjfkro/RkSumJwoYc2+BYn6jggFifoCRFRG5S/PyctNqshMqYyLxwbbY6OlsdkhIVmqYKSAr2iwv0j3f31Lp7aUJVqRp1cqI6OTMgcnlkxrW6jvH2HdPLNg7XbzhTv2ZFSs4iTVyCrV2MVNQUp91UmLa9MufQknnHluadqp93qSn/+qrSO2vnP2lb8HxD7bO26hcd1S+6FrzqWfiqZ+GbTUve9dcPb238ONT0efuKjztWvB9q/HfL0ue9C19sWvRy8+I3fUtf9NQ+7ah61ln9omvhs67aB+uqb6yuuNpaeWXdwr0LcmrVXmnulsmethEOEicey4JnJhGJRQIhm8nCojFQMAQBg+MwWAqJTCGRyUQSiUAkEYhEPIGAw+PxRArDDDQHsWp978QPoH3jIIFuCpoDcfL0v/342ZfJ6a9T08Nj41MAMDL9fffhQ/mlpZ4+gc4unhKptYWlrblASmeZ8kWWUpnc2cPnycs3UwAwCQCfxqcmAGAKAL5OTX+d/j4B/PgGzHya+vZpcuIb8GMc+PFlavLC1asfvn6dmAG+jk9NzgDfpmY+fh0bn5j+9mVi7PPo95mp2alPwPePw3/s+rRhNdDVDHQ1AV1LJjrmv1mb/2p9/ueu8ukNleMdtXdXVb/e0XO5bcWf61dd2jk4++ENMDU18/MxvgHAZ+DHVx1pTE8Dk1PA6OdvHyZngZEp4NO36W8zuif8MDLZubHfNyjMxd3P1t5NKLHh8qRmZhIuV2xszGcwOXye2NAQbG1t+/bt+02b+uzsHEQiCZ8vJBBIhoZgMpmamJjs7Oy6ePHShw8fAwBw+eKVEEWoWCihUxlIOMqYZULEk0gEsm4oIOgADYvG4bEEIp6kIzUsnkJl4khUNIaAxhCwOAIag4PD4YaGhoYGc2BQMAoJRSIgSJghCY+Sirh+Xo4RwT7RoX6JqqAUjTJNE5IaoczQhGRqQ9NVwZkRyhxtaFaEMkMVmKEKzI1Q5EWFpoT7Z0QpM6PDkiOCE8IDVYEeDpYiKgHFpBAMDUAwGMTT26NheVP/0NaWtrbi8orqmtrW1rVdXT0tLWvq65ctXry0rKwiLS0jNDTc19ffycnF3t7R0dHZ0dHZyspGJJKAEDCkXnAoAgaB6ykXhUATcEQqmUaj0PFYwq+XYBA4FIKEQdEIOBYOw0AhKAgYCYWg9Bisv9S/qsdjBBz73wCsZ10inkLEU8hE2k/i1QEwDkPEY0l4rG619AuAqWQKg0anUagMGt2EbaznYTaTxaQz9GBMIhCxSAQdixawaOoAn8snj534bce27ra+tc3961ft6Gjd1rb6wKb2beubX149fX7vwPZ1y64f/+3ZtXPPbl56dfvvozv6d/a09axa9hMCV3cur6/ISo1TBsUpg7KitQVJ8eWZabUFeXlRkRWpKdWZGXWFBV1Ny/rXtHQ01K2qqbp55s+f38zJNXWLg12d1L5eufExKRHhhWlppVlZNYWFJZmZuYmJsaGhjQuqH17/e+TNy7eP7wNjX57dvjHU097VsnxZTXlheqrC09/d1sXd1knCMRcwmbFhil2bNnz/+C8wOvzp2d3m6tKSlNiupvqLh/bt7e5aVV2xsqa4oSx3XcOCnb1te7f09LW3tixbUltWWF9Tlp8WOy8pqiBZu6Gx5s7ZQ8N3Lk69vPPy2vm+lY3dy+ouHNj78eH9D4/uHxgcWFxSPD8nc+XCmrZlS9Y3LGyrr22aX1ibl7K0KH1D08Kh9pUH+7p+foAtPcvrFhfMa6ws37N500BX54olS3083Bk0OodrSqUx8GQKAolGINFIFEYnBBYGRcEMoZC5YEMQCDHXgMdkHN69bfj5w0snD7UvXzwvNWZheVF9dVW4vx+PSbfim9sI+fYWwqRIVWqMWh3kHeTpoAr0iFMHxUUExqj8Y1WBWfHR8aqwwvTU+fNyM+Ni5s/LXb5wQWl2psLT3dvBztPONtjDLSLQXx3gF+rjFerj5WIh9rK1yo2P2dvXe/bQ/uU1leHeHoHODg4ivo25qb2QFxnolxMXnaZVx4cqQtxdEhQBA2tXXztx+M2dv4HxT3fOHdvV0/Lg8h+vbl24e+HovQt/XDtx4PBgb3VO6ubVK97ev/nH/u193S2jH58DP0bHPz2/d/3Msf1D504cOLRna2lBLh6HodEYcwxhLFMBFEkJj4jNn5ebk5ni7GDj4eqQlZZsK5MazQEZgHQi4uAlhZnTUx8BYPTsmd+SEpXuHrLMrKSEpNjQ8JD0zIy09MzklLRFi+uLiitSU7Kys/LT07IjI6NDlWGqsPBIbYRWGxERrY6M00ZFR0RqVclx0dnpKdnpKQmJMdkFuen52QnZ6cl5WXnFxdlZ85LjUrLik7Nj1BUZcWsban8b2rKpuxMEAqFwRBrbTO7iZengWrV42TQAfPj86ePn4cmJ0X9uXRv+8vntp09/3bj1983bi5cs69sydOjgsZ8LdIp+CUIg4AgEHBaHRGNgaAyMRMQTCTgmgyYS8vl8/osXL0bHxt+++/B2+POTF//ee/z873/uHj19bu/vx4b2HOzePNDU1MQz5VDRKBGTpvFySwv2mxcWVBDin+PvGSO31Fhb+HDZnmYmZlAjU5iRMcTAGDrXHA0WU7AWDJKIQeaS8FQ0Egs1ImIQRAwCi4IiYXOxSAMSDoxDzYWDQVAjEAQ8FwExxCJhFAzShEqSiwR+zo6BTvYeVhbOAjNngZmbkOctFgZaWijlNpFenhpPj/gA/9QQZYoyKFMVmhaq0Hi5KRxtnCXmtUXZD29cvPXXKeDHyNKFJXwu1UEm9XCwS4mOSYyNUQaHBAUrXVy9ZHJHGwcXWxd3e3cvG2c3ia2dmcSCw+eb8HgSmaUx19RcKDDn85gsKt+UqfCy+/jo8vcXlz/ePDh+/xjw+hIwfOvbv3+vqS+1NKcJjMnrVtYDMxPvXz7+8u7lm6ePXj68B/yYfnzv9tGD+7ra237btfPy+XPAj9kfM7Ovnj2/fOqshbnAjG3i4ebu5OTk4uZKM2bB8JjWDe3rejbYubtwhXwyk+7m5Xniz5Pbd+7Yvvu3pLTM3fv2r1zVsmFD99DgtiA//6uXLjvZ2etGYAaNQiOzzUzUcZEjs9/GganPk6Mfxj5/HP/6aWJsdGri2etXkzPTY98mAADYvXuvSCCFGMExcCzUAEZEEdEwDBqJQaEwSCRat/REoOBwpJ5v/6/0++tVKBT+37SMQmGIRLIegAUCkVRq+QuAoTAEFIaAwZF6QWEIIzDUwBA818BoroERCDQXBJpLIJI9vXwio2ICgxSWNrYsjikSizOCwY1gcBgKTWGweSKp3MHV3snd3sndztHNztHDWu7CF1nR2UIrhwArR4XYxo8rdjO3cJfI/cS2vmZSNzbfjs2344gcuRJnFt+GwBLiGHwiW0QwlpJNZXQzGZNnzbd0srD3EEodGMYCFJYCR+kcYbjOC0ajkRgcCo1BYZEI3UyKROBIRDoOS9aby2gUAQQywuMoeh8ZhyX/j8uMg8EIUCgegdDhAQqDhkANDA1BUENQ15qlwMw7YPI18Ok+8Pjytf7WHTU5PQWJK9OjMz3toq3MK5Tup9oa7u/e+OHkvoGFpc50giWFwMDguKYiobWnY3Cid3wp00UtVKaLw7MsVDkWqhxJSKZIkS5RpEuVGRaKLIFfCs83WRyUYaHMFgWmc70SOB4agU+Yk0IbHpr2/Q0wfv0bcH0GOPkV+HN8+uAH4PCn2X3vf+x5C+z4F9j9dnb99T80y9vkSSeS6r6uP3q7uneHunqk+8zBlObNYZUr3TPX+udv1i44Vd5zIK91c+zCMsvwPFPf31Obz2StPZ64YotP4ZB/8b7Q6s1uOUPeBWstotrlCVs8c/aEVByMrNkbUbklcN56z9RF8oh0E1cVVhKOk6iJVhqaPF3kV+kWk2ERHGfmGYizcDPgBKCk6YLAhV6pK5UFS9yTjhSvA06+BnbcOp7a2uE+bx7R51r1zh8Hn30/+vTZ0JW3h2+159bxQPh0p5Chxetu7jlz+9DFJ6f+iXRXclA0Do4h4Qi9XDyc5I5WltYCM3OhOc/X3d3L0cnLwdHDTu7j4ujn7ig1NxWZc5zk1pVlxTt3bNuyZXN/f//mgf5N/QO9AwM9A1t7BrZ2D27tGhj8b8rd2N/fO6C7YdPgYN/Q0OatOlrevHWrHoa7+/o6e3uXrWju6O5Z39Zx4ODh348cO3HyVGBgsIODk42NXCzWsa7MwkoPvTKxJd+Upydecy7PmGXCZhpzOWY8Mz7PjG8plQn5Io6xKYPGpJJpeumCECKZRKJQKDQqlU6nM5lMNpttwmabMJlsY2OOnn5ZLGMmk/0fsTg8vtjYxIzOMOYLJFILa7mdU7AiTB0RFRkVFxkVp9HGRGiio6Ljo2MSoqLj1erYsLCogIAwe3t3M3MRhcoikugkMgOHJ2NxJAwWj0JjUWgsGoPTwzCZrHskPJ6oFxaL1xMvDIZAIFAolG600dttegb+PwEYCUfBIHA0EqcXEo6BgVEoOI5KYnI5PDtrGydbWw87ezdLazse34kvVLi4JqrVeSnJOSlJnvZyExKBTyCyDMDGIMNQFm+5W3Czm6LCKTDDzi/e2k/N94jleRXYR2RZB5X4xTRklM2LTFV5hER5R8S6arKcoxp8M+u9kqsCE0sUCXlhCVlhCZlhSamqtJTovChNlkqTplUl5auS25OL/kivPhUz73RC1pnEzEupRX8kFu3LrMmxU0T7RIYoE0O02eqE4vT0hQXZS3NSqmIi85QRaSHaVFVIYnRYqlaZolImh4ek+vlEu3uogoNi1MrYOEV0TlD0yqisc/OXD6/onV628evy3se9OxdFJipMebGWskJvj2VRYTuqC44trz62rPjPxqLzy4v/ai662VJ+d13lk7YFzzoXPG+vedlZ86pn4b8bF73uXfx289L3Aw16+v2yo/nTzuYP25pe99e92LRID8DPuxc86ax6uK78wdqyh+vmP1g///aaiustFZdWlp1prthelbEk0i/VzSLClq+QmXlIuFZCnoDH5xib0ChUAg6Pw2DxWBwRT6CSKXoG/n9hMJEMR1PwNO75q3dXre+V2buDUSRjnuToqQsTADA8NvHu6+jYzI9vP2ZfDn948PLFvx8+NDW3qiOiZVZ2AqGFCVfAMRMKxDILKzu5k9u1W/fGflKlnn71GDz2Y3YSAD5/H38+/PbVp4/jP8H4y9Tkk1evvoyPT84Ck7PADAB8/6Fj4Mmp2anx2bGRidHRr8DM2Pentx7t6Lm/rHqiZTHQuhDoWDi7sXakZ/6H7rLPPRXfOsqH11e+37L63saW6xvXvjt15OPNKzqm+DE7DQBfvs98A4AxABienvww/mXix/gMMDn1Y2J08j/oOwUAtx4+X93WHZec6a9Q2di5SiztuDypsamQwxGamAjYbB6DyWExOQgEysvL58uXkdOnz/r4+HG55sbGHDQaSyCQ6HRmRITWzc1Dq416+PDxyMjYrZu3gwKCGTQmiUAm4IgcY1M99Op9MTyWgEXjsGgcDoPX/RyLxxMoSCwBicKh0Hj9fygajYbBYFgMCotBIBEQCHgOEmbIYdPcnG014QFapV9MmH+SOjhFo0yN0Cn9JwOnq4Iz1IpsTcgvAM5RB+dGhmRFKrNjVRlRofFhAVEhvsFeziIuCzJXt362tpKWlZX09Hav7+yYX1OdkpWVmJqWlp5ZW7tozZp1a9asW7FiZVPTiqamFQ0NjfPnV+XmzouNjQ8LUwUHKwMCgnx8/NzdPXUA/Itv4VDEr0scBq83An+61DrbDA5FQIygKCQOicAi4BgoBGlkCDMyhEEhSDgMDQEj9CdwGBoGRcFhaARcR0R6AIZDUQgYGo3E4TDEX9JDLxZNwKDwaCTuJwnjf37EugSYTCTRKFQqmUKn0lgMpgnbWCwUiQRCBo2Ox+L0JhAWiWDgMGITpjrA5+aFM+eP7B/oWNO3tnl3b8fWdSuH1q8aaG3c1Lz43T8XP9//e1f78ksHtz+4dPLOxZN3L/15Yu/WgbbVDRWFa+sW9K9fNdS5rrGytCAptiwjeWlpUWNl+bL5ZY2V5ZlqVUliQmlK0vyMtBWVFe31S1sW166srW5e8JOBJ8bePby3sWVlqKdbRpSmKi87LykpKy6uNCurJDMzLykpNTIyIzb67JHDbx7du3PlwsTw208vn/42uKlzVWPz4uqSrIzoEJWXvbunnYutSCw2NvZ1slu5qOrNg5vAzNin5/dX1JSVZST2rmw6sXNoT0/XplXL1y2trslNXlqWN9jZ8lv/xs1tLa2NSxsXVi2rKc9O1GZEh2dGh9SXZJ7d1//un3Mf717+eOfvY1s3tdZU7OnueHP7n9FXzy8d+72xqqIwJXFN3eK1dQtXL6rcsmZFe0NtdXZiVVbC4sKstUuqtrat6mtt2rJmxcaVDUsK82sL8nb0dP++a8eG1jURYaFIOMKMZ06mUtimHCKJgifoJiokCoOAY34BMBaOpKAxbCKhtXHpto0dR/du7V2/orooKzzAuzAjLSpEYWnOtZOIvJ3k/m6OMeGKrMSo6LDAYC/nYC9HrdInQaOIUwdFBPukRWsiFUFJGnVBWkp2QlxOYnx1YX5DdWVsWIi/i5ObjVWwh5s2OFDl7+vv4uRpZ+tpIwtwsg9wss+OjdqzeeOZg/vqK0q9bK2cJEInidBBxLflcZXuLumREWla9byE2BAXh7KUhDN7tz+7eh74Pjr6/O7ejWsO9Xec2rPlUH/HiZ19J3dt2d21vjIjqaux7vOz+6d/37Nnazfw/TMwOwp8e/fg+tnTv+++deX0vRuXDuzZ4WRnMxc0BwxBQBF4QwhWILSI1GiryktsZVKBGUerCvdyc0VCjcBzQTDwHDaDeP/O1ZnvHye+vQaAz8+eXlGpveV2FvMKcjKzMxKTk5KSUxOTUoqLytPTsrMy5yXEp0aoo1SqiOjo2MTExKSkhLiE2IhoTXRCjFYboQgO1IaFZaenzcvOSEyK1QNwUm56en5uXmFBammcMOQAACAASURBVHJanDYmKy4hKtBnb1/nwuK87MR4DxdnJBJNoRsbwjAwLJVmIrCyc7l1//GXsW+j38Y+ffzw/PnTGQD4+PXLDAAMbNteXlF9+syFEyfPSi1sIGAECoXBE0hEss6RJ5CwWIKOgeeAQEgEjEwiONjLra2tHz58+AMAJqem3w5/fvTs5d1HT/+59/D8lWtHT57Zvu/ght6+lata7O1s4XNBUBBIxmYqbGUJnq4FIYF5gd5xjjZxjjZauSzMSiLBIk0gc1lgkDF0rgnSyAyHEFCwPBqBTcCQEDA02JCARuDQMAwSgoIbYBFGBAwYizRAQHRJOwJiiIQaoeEQPBxCwSD5TLpcJAjzdPORW/vILIPs5Ap7W39ry1B7eay3Z1JwUIyfb0JQYGpoSFqoIksdlhaqULk7+1iJZRx6oirwr9O/6xPgi2d/D/R1suBx7SwkCRptYmxMcKAiKFjp7RNo7+JhZedk6+Ju5+Zp5egikFmbiiTmYrHAwkJqZW3v7MIX64osLBaDTsLFqQKAsVffHp/7dvcY8PI88Or85JNzwOiT0RfXi9Ii/B0t6ivnTbx7Nvz0ztibJ9dOH3107RIw/uXxtb/+uXj27JHDV0//+fjGDWB8fPjZi2O/7QPGJquLy1zsHOQ2tubm5hQalUynSaxlD5492XvogIObi1AqEYiEAoGgsrJy/vz5UdHxmVl5sXEJCkVIiCLU2c5JIhAG+fiZsU24xiYsJh2Hw6CxKE8/ry8TX6aA6dHvo9PA9NfJrx9HP49PT/wAZn8AsyMjIzt37tRoND5evhgUFmqgCyYxcDTcCIaE/yfC1YczCAQKCoVDILD/LwDWM7B+8QqFwvVxMRqNxeOJdDqTyzUXCsWWllYWFjJ9AgyGwCBQuD4BhsGR+ux3zlxDQyOInn5hcKRILI3QREZGxdg7OLE4pkQqDYpEzQVDIAgkiUbniy1s7J3sHN0cXTydXL3sndzlDu5Wts4CsTWLI7G087O0DxJa+XCELqZiF5GNj8DKy0ToxOLJ2Xw7E5FOdDMZninA0nkElpBqakE2kVA4UmOhXCBz5sscmSZiDIGJQJNgSBwCrps60cifvsDP1hUeRwaBjCBgJA5LhoCRcBiGgKciETiwEUIosEAh8Sgknk4zNjSAQcBIBByPQlFgMAIMhkNjdPkYAgGDgOdADUGVBalX/9g1+fzG2N1zwLu7Y1eOHGmuPNxU2V6QOs/fJVzI8mOi62OCDjfXHF9T9+z43pbinHAXR5m5MDhYHR6faxMQKw/PlGvyzQOThcp0aXi2joHDsiUhmZKfDGwdliMKSDH3juf7Jgr9k8284oxdI9lOYebuCteQKGVQ4rfnsxNXR4Erk8AfX4A/RoDDH4EDH37s+vdT5/XZLfeBva/fLDq8O6Bqp7Ls+bLtwKH7z1fsvlDc+VfVpo3K8ma3jCaXjA3KioGYxWfm9x4r6dibtXKBfXQCxTHPxK9HWXqupOt4ZsvBxIaD8fVbAoq2BBTtVM3fq605HL/0aErjgYTFm5UF9baaAlOvGIJVAJTrOYcZghGlmXvlW4fkWSnTpQFKkrUXnO8N5QVjLWLZ7pWOsatDi9aEl9R5przqOQn8+ebWwqGVtil14uh6Sdzn7svA4Rcj++7e6z09fvZ5mX8yF4QONbXvKWr8dP7Jub6jw1eetVetktHEHAzLhicL9VV6OLu7O7lZSS34XLNYjUYVGBTi450QoU6MjFAF+4rN2KYsSqCPR0FeZv+W3m3btvb19fVu6dMD8MbBoY2DQz1bhzYObdNT7qZBHQn/kj4E1tNv39DQlm3bdLlxX1/Hxo2VC2r7Bre2d2w4cvT4mbPn16xdb2Vl4+bmYWVlIxSKJSKppVQmFkqkYgtLkQWPYy4RScVCiZmpOYvBZjHYZqbmIoHuNpFArKdiPQBTSFT9CphAIP1i4P8OgZlMtj4N1tOvPhw2NuawjbkcUx6NziZTGGbmQitrO3cPH3VEVFR0fGRUXHRMQmxcUlR0vEYbExUdn5CYGhmZGB4e7eurtLNz4/ElDCaHQmWRKUwKlUki03F4IlrnFGExWLw+CiaRKP8NwDgcQV8w+e+2iD7vhULhhoZgQ0MwHI785cHpCBmBhkMR+qojBoWHGMERYCSVQOOyzcxNzBxtbDwc7NzltvZCodyc52cjTwgJLUxJyU9L1SiDrfjmxkQ8EwojgUACKCpOaL3eW9UbFL/UR5Nk6x1m4R4scAkzc47je8bzXCt8NE2J8wpCohM9QtN9InM9YpeG5C0Pzlnqn1oTmlYVk50fkRzjp4ryVsWHJiXH5EVH5Wijs6IiUrKVcSsjM3+LLjgclnopOe9Sct5JbfrhqLz+6Pw857AoP22YOkWbURabW51TUF9c2JCTWRUbkxOsSVRoEiI1KYmRGbGq1Kjw5GhVWoh/tI9HuNJPG+yuVLsG5fpGtGqzThUu/bJyM7B+1+SqvhMLl+d6+NvDMTlu7i2pSauTovYsLDmwuPBM8/zzzeWXV5XfaC2/vbbyflv10/baZ50LXnQs+Ler9t+Ni95sWqKj3y31HwaXfdq2/NO25Z+3rxjevvztYMOrviXPNtY+7Vmg04bKJ53zH7WXP1hfen9d2b215XfWzr+1rvJic+nJxpLtVRmNico0D5nCkhNoaRpoL7XgcdlMFg6DRcIRGBRaXwDAY3FUMkWvXxisI2Ey1QiGd3APvH73qbtfCAiMngPFRiWmTwHAgxf/Tv2E1bdfRj6MjX6enBiZ/j4NAK/eDBcUltk7uJrzxGwOT2JpqwdgiZV89/7D04AOaKcAYGwGGPk+OwEAX6e/j/74/m505MGrl8/fvxubnRkHfrwfHfk4Ovr206fPYxNTP4CpWWByRncc/z47/QOYmJwZH/kKzIy/PH3kn57WW0vKR1Yt/LasfLalcmbDgm/dVZ+6K95vKHvfVvxyXfn9rrqzrbVPD/QDX3Whlw6AgdmRycmvMz9GAeAbAEz8TIOngdnvwNS37+Nfvk1OAcDod+DEuStVC+v9FSqZ3FlkKReIrbk8KdOYR2NymUwzFsucyTSjM0zYLFMsFu/q6v7o0ZMvX0ZKSspkMmsymQqBwJBINJlMTUlJU6s1VCr9ypWrAADs2bXXXu6gbwHTKHQWg63zajF4MpFCIpCJ+J+Vrp/zFwaFxercCRICg/8FwLoQGI1GIBAYNBKNgsHBBkZzQUQMwkrCU/h7xkYookMCEsIDkyMUegBOUSvS1MHpEf85ZqgVOqmCM1TBWRHKbG1oboxKFxRrQ1I0oQpPZ6mZMYOIppNw4cqgBTVVO3Zs2/Pb3rrGpqi4+KBQlToyJid3Xn5+YXFxaVlZRXn5/NLS8qKikoKCooULFy9atGTJkrq6uoa6uoZFi5ZUVlaXlJTpAFiX64JhCBgSg8LiMHidLa3vaGEJP/NYnH7CRsCQYEOIjmn/B4DBRnCwkS4ThsPQYCM4DIpCwHUONxSChIAROqsbifsFwHAoCoXA/jLeUAgsBoXXV6BRCOz/4PFPX+FnBZqIJ5CJJAqJrGdgvjlPZmFpLbPim/NoFCoei8NhsAQMmoHDyMw56gCfh9f/unH2RH97a9/a5gMDG3dtWNvX0tDTtGjzyiX3z/wOfHp5fLDzxPbep3+ffXj17M2zx84c3Nm/flVtQVZtQVZdWX7L4pqmqrLGytJ19Yu2dqzfu3njtg3tPatWLC6YNz8tdV5sdElyYk1O1vyMtIWF8zqXL1u9aEFvy8pb588A05Pfh9/V5OeGe3skacLzU1IK09IyYmKK0tOL0tPzU1LiwkO7W1ffu3rpzpULH549evfkwckDu9ubG5ZUFFUVzEuNivN18nC3dXC0lEk5HBsBryg16daFU8DM2OcXD9obF1dkJa9ZVNPX0rx1/drd3R3rllZXZCfU5Kd3r162bWNHX3trx+rlrY1Lm2rnZ8aoksKD0rTBlZnx+zate3jx6J0/97+9ceneqWPdy5b0rW66c+bkxycPn16/2t+2tiwzrWXJwu6VjZ3L6zeubOhavqSltnR5ZUFpauySouyOZQvXLa3uWLaoq6m+rriwMiezuabm4Pahdc3L87IykXCErn1CJoktLXh8obGJKYlMRSD/83eHQXQVaBQEhgSD0WDDRI26rrLsxP5du7ZsyE7U8tk0jcJfqwywEnBFHKaDpcjFxsLV1jJWFaxV+im8Xfxc7ZQ+rlGhAZEh/iG+btpg/xBvT6WXR6QiKF4VFqUMTtZGlOdmZyfEKb08nGUW3g52oT5egW4uzjILa755kItjkItjgJO9q6UkVhm0q7f78LbBrJhIN5nUWSrytbcV0ClCBjVWGVSSnrKiprIgPtrHSlpfnHfv3ElgamTm/bNTewaWFqV3NFS11BZvaKztb13e2bAoP1bTVF788eHdPX0b1jYtHHv/bGbk7bd3j5/cunjt9JETB3b8++j2roG+9jWrOSw2FIwAgYyYTDMcluzq7JKZmuTp6sRhMeVWspCgQBqJiIZDcGhYYpxm9vvXT8NPpybeDn+4O/L10Y2bf/oFuAYp/CsqS7Nzs0LCQmPjEqKjYxPiUzLSc4ODQuW2ji4ubmq1OjU1NT09NTk1KSYxNjohRq1WBwX6hwUFJcREZ2akZWamxybHp83LSi/MycjLys7NSk1MSIqMyomLTQwLfnPvRnl2anSokmfKYTLZYBgahiaSaKZYIsvEXLyhp+8HAIyPj8/o5ovZLyOfxycnxicn3r0ffv3m3ZGjJ3bv2R8VHQ+Do7E4ApFEweJxaCwKR0DjCGgUBo7FookEHAoJN2YzuVzu9u3bZ2aB8Ymp4S+jT178e//xszsPn1y+9s/JsxcPHj2xdeeeoW07CgoKxObmEBCIDDHk4zEuJswYZ7tMP880T+d0L5ckdweNvaUbhyEjoQUYKBtuYIw04uIR5mScCQlHRSPxcCgGDsGh4FgkDA2HoOBGWAQEhwRj4IZIyBwU3AgJ1QkNA2MghjgYmKnbNEFXuDkr3ZxVHm6R3l5R3h5R3h5JAX4Z4SEpIcpYf7/4wICUEGVGeEheZESWOkzj5eZuwXcQmga72h7ZM/Dp9cPxL68mRt+sWFajy3ZMTcKDg2Mjtb7efn7+gT6+QU7u3vYuHjbObhZ2jgKZjZnEgmchk9nZ2bm4yGzljq4e5kKJCcccj8ejoIbucvHz63++v3YUeHcV+HobeHwKePs38OoaMPFq9Nm1U7t7z+3bAnx+9uPDI+Dry3e3L489uwuMfAAmvgBTY8DIR+D9m9m3b4DPn4bv3Ltw4BAwPQvMAr1d3YG+fna2ciaT6ebhPrBtaAYAjp08IbO2YhmzBTw+Agbn/nTZYVCUlUzOoDHJRIopi8Mk04UmXDMGm4En8TlcJpWiWyazGH5+Pu+H38wA02PjX38A01PT4z+AaQCYnp6eOnv29IoVTfZ2tlg0xtnRiYDDG4DmQg0g4DlGaKQujdF3mH+tQfUA/Kvn/L+d/AJgMBiqLzHqm41YLJ5GY3C55mKxVCaztrCQcbnmZDLV0AgCgcL1JRQ4AgWGwHTB7xwDPQCDITAzc76Pr79GG+XrF2DKNccSSfr41xAKwxJJZgKhldzB1sFZ7uDq6OLp6OIpd3C1lrtYWjvyRVZsU6nU1kcqDxDIvE0EzhyRs8DKi2fpweLJKSaWdK41k6cT1dSCyBYR2SIKR0rhSIlsEdXUgiOWm0sdGKYSDIEJQRBhSAIcjtdVov4zCWL0My8Kiddzr8FcqMFcKAqpuweNIgQFhtraOOJxFDyOQqOy4TCMoQEMDsMhkWQ4nIxAkDAYCgZLRCAQUIgBAgzyd7XpXFF7cV///o5lfw11XB9sO7Ki+o81S1py4muiguYFOMTamqc7i5sSw9vyU0ZvXBi5e/3M3p3tq1orqpYW1DRH5C4ISKuyCs8RKzPEoZkWYdmW4ToAliozxMFp4sBkS2WmJCBJ4BMn8InjecWYumlN3bR8r0iBmyIuqzwlvmT0weTHU/8C50d0APzba+DAh+n+hzNb7n9puwxsvg1svvVP7sY/YhrfrPxtvO8MsOfG89X7D6Q1bQwpW+2ZvdIza5Vn7taYuu2JDeer+05X9f5RtmGtsiDX3N8RRIkhOqwNLtyT2XyiuO1kSfvhzObTxe3H81Yfzly+O2FxT1hxo2tcEc83jmClBJv5GBoHIXiRVJt0oXeJvbrIThVn5u6PEfmiRO6GpgqcZSrPt8RGU+edvlKR3+CdMZi0BPj94czOfzYryhqksUVUv0MJq4D9z4HDL15svnSifgi4/D7FKsQMhI6T+GytXDt+6fXrY/dPd/1+e/9fsW4RUrLASWRvJ7K1l8qd5Y4SgZCEw2vDwjRhyniNetmC6srivOyUOHcHayoOEaUOraksXbd29d7fdvb3920Z6N88oKs3/z8APKiD219h7y8A7h0Y6O7r69mypXdg4FcC3Nnbu76rq6p2YWfPxm3bdx45evz8hUsxsfHW1rbOzq5WVjYCgUgslFhILP8bgMVCyS/WNWaZ8M0FUrGFhcSSby4wNeEy6Sw9+uorjrqcB0fA44lEog42foXALJYxg8Gi0Rj/jcSmpmY8nsCEY25sYsZgmrDYpmKJzMXVU6EMj4lNjIyKC1dpw8I14SptsCLMy9vf1y9IdxkeHRgY7urqa2XlyONLjE3M6QwTKo3NYJrQ6GwKlU6m0Ehk6s9lII1CpRN/Gq768hEOR9AnwPpBRs/AKBQGi9Vtu4BC4QYGRgYGRjCYzqvVl1BQKJ33hISjMCisbnSCoeFQFAFNNGFwROZiC6HUWS53sbV2sJA6isVBTs4Zak1JalpJenpaTLSLrbUZnWpCIlCMjIggkC2JnmXr0RsUv0OV1RAYHWPl7i9x9hO7+JvYBFAkORLPxsC41qjMEo/QXBdFsXdkuUdMa3T5Ao/E+V5xJYrEIk1qSki02lOp9g6LDUlUBcdHarPikwpiIlJi3JSV3uqhsIzjqozjqqRTken7A2IOaLI3aXJKvaNig2LU0Zmx8yrjC2tzi+uKiuvysirjYrJCNInKiJgoTVxyZFJcWFyUIiYuJF4bEB3iEa7xVmvcQqIc/PPdw1vDU84WLQW69gLte27nL17oEZhk56QVShaEhnbnZW0pyd63uGRPVc655soLKyuurp7/z9r5d9uqHnYseNq58PmG2lcbFr7u/tl87qt711enB+CPQ03vBxre9dfrs9+nPQsedlY+6Jh/v73iYVvZ446Kxx26k7trSm62FF5fXXS1pfRk/byjDYWDFalLov3jXcTBPwHYx1og5LCpZAocCjMyMETA4Pr4V88CZCJJTwS/GJhMpuLITAu5e0RsqgEcDzJEQtDkdV2bP4/PTAHA1dv3Hr789+WHj4dPnrr8z01dpXl86gcAlJRWOjl78AVSE65A7uAqEMsklrZcgaR6Ud00AAx//TYFAB9/cubI95mv09+/TE8Mj397O/L1/ejIp4nxTxPjH8ZGv4yPP3758u3HL98BHfd+m5qZAXQMPA0AM7MA8H0a+Pzx4b6dD7vXvu9o/t7ZNLm6ZmZN1XRH9beuyk/dFa+7Sp+3F99rKz24MPXqpqbvt08Dk2+B6c/A9NjM7OT4zMwEAHye1UkfR499/z6hq1rr3n94dOrg8dOFFQv8FSoXT39re1dTvpRjJmaZ8KkMUzLNhEbj0OmmdLopjW5MpTBRKAyVSq+oqNy//2BUVIyZGU9fmoDDkVgsPj09s6SkTC63P3Pm3Lt3HxLiEpl0FplIMWaZ0Ch0ComKQWH16EsikEkEMh5LQCHQ+t2yGAwOhyejcMSfFWiczqvC6OgXCgUbGYJgUEMkzBCLgvJNmT7ujhGhgZoQvzhV4H/iX21IilqRrAr+BcC6E5VOvwA4SxOSFRkWFxqYoglNiVQ7WUkwRgZcBjVGo9o5tHVoaKivr6+ldW1ZZVVcUmpQqMo3UJGYlBIRodVnvN7evs7Ors7Orp6e3uHh6ri4hPz8wtraRcuXN69e3draura1dS1I/8voLTEcRh/A4vRbgvVtb/1IgUFhUQg0FKzLe/8bdPWX/xsAQ8AIPQ/rE2A4FAWDIOFQFBKOQSGwqJ+xsJ6H9fGvHpJRCCwWjfsJ4TpjQR+o67/xZCJJvxlYj8HmXDPdBmAEkkYiUlAIaz5X6eX24NqVe1fO9a3XbQD+ra/r94GNGxpru5bV9rfUH+xdN/bknwu/9Q+ta3p05dS7hzfvXT514cjentUNlbkp87NTilPjGioK2xsX97as2NTavLt3w5kDe84e3HdwcEtfy6oVlRVFifHzYqOLkxKytBFpGlVJWnJjVcWS0qJrp058H343O/Lp9uXzrQ1L3GwsE9XqyoL8lKjIstycosyM9NiY6FBlTlLCsX27nt658fLB7Rf3bz3656+B7vWVhdmLykvTYxJ8nTwcLaxtRWIph8Nn0jVBfod3Dn57+wyYGTv3+97i9Pji1ISWxTV7NnXt7+9dtahifk5ydV76mvoFvetWbelYs7mtpXNVY1NNeUFKTGZUeHZsWG506Lol5X8f23X/zKF//z7/7uZfe7vaepbXndm7892D219fPD352+6G+WULCvLWNy4Z6FjT0bRkY8uyrW3NrYvKl5Xn15cXtNXXti6qbKmtaq9fXF9SND87Iz8hoatlVXVRYW1luZjPMzCYgycSuOZmUksLgUhowuGSKTQ0Cq8L/6EoJARBxRPhhoZIw7lO1paNC6te3L/55snttcsXa4J8ynPTK/IyQrxdrXgmtkKuo4XAms/xsrcJcncO9nDxdrD1drBVeLqG+ngEuTv7OTv6uzh5yG087WxDfbzCfL1DfbxiQpVp0ZGBbi62Qr69ROTtYOfr5OBiZWkr5Pva23pYWwa7Ovk72jmI+LHKoK6Vy4/v3pEbH+MoFrhYiC1MWCZ4jJ+DPFkdVpya1FxZpvFwDXWS7+pY++LvCzNvn94/d3xpQcbmlXXrFlW01JStri6tK8jJVCkXZKV/fHBne9e6qnnpT25cfPj3uX/OHX/497lnNy5v61534+yJ3wb7f9+9q2npUiqBMgdkiEOTiHiKmC/wdndLjI1xlNuZMFlaVbjQ3AwFA6MR4K6O1QAwOjs9DACfHz44/3H4LgB8PHBom72DdbDCr7KqLC5OR7aRkdGxsfHBQaEe7j62Ng4SiYVEInFwcAgPD83ISo9PToqKidZqo6K0kdowVbgyRBuhSU5N0sRGpuSlJeemJqTH583LLCvMK0hLyY2LLkmJ/fH57eHt/dGhymi1eg4IBAIZYgl0KsOUQGZJZfYJiWkvnr/+MTML/AB0ZuTXj4+f3N+zZ9fBgwefPn36+PHTU6fPpmfk6PxZHB5HImOJBCwJhyVh0AQUEg3Tbc3B4rBYLJlMlkgkZWVlFy5ePn3m3MDg0LqOzjVtna3rOxqWr1xc37i4rmnBovoFi+sKCovtrG3QP/drokAgY4iBv5if6OFcFBZcHB6U4esWZS/T2FsGScycjMlshCELDTEhoIyJaCoGjgYbICGGeLSuS4qGw1C6qigEoxMYq4NeIxQMjIAYoqBGGDgECwVjIEZkBIxNwHnaWEf4+CSHKmMD/WP8fFNDQ7IjwjPCQzJU4fHBgYnBQamhIemqkLxoTbZWFenj4W0tVrja+TlY9q5fAXz//ODWxalv7y6ePaLw8bTkmwf5+ERrIrw8vN3cPd3cfWwdXZ09fGyc3cQ2dgKZjcTKViZ3sLF3sHVwFFlYmZqLWKY8LIGKQKCwCCgVYdDVWPnl1kng+UXg/bXpO8eA8SfA6xsTjy4BEy+BqVfAv38Dw3eBD3eA17eA9w+Aj0+Bjy+AT69mntwZvnrx7aXz0/fvAc+eAi9e/nj+EpicBmaBidGxu//c2jowuHPnzg8fPgAAMDMzc+TIETcXV3OumaON3NyYI+KYcVnGXLYZHIpiUhhMMl1syhcYm6Hmgm2FUjMaS8DiUNAYUyaTQSIxqZTFi2rWrlm1fNmS6vklaclxWelJ88sKlYF+dtaWphwWHo0gEnAMOhVsZDAHBMKiMXNAICKeoC8l6lef+tT3fyPe//NST8i/AFjfbESjsVQq/RcAS6WWJiameDzRCAyFwZH6niQcgTICQ+caGM2ZawiaYwACzaXSGL5+AdrIaP+AIKmFjESmwtEYCAIJhiOQWJwx10xmK7exd5Ja2VrLnfQbgK3lTjIbJwsrB55QxjQRS228pbZ+AktPjsDJVOgssPQ0l7gwuTYkpoTGsWBwZTSOBYklIDL5ZLaQaiImMARktphpZskR2jJNLTBkEyiSBIYToAj8fwMwCoHVN6pAICMUEo9BEw3mQpEIHAhkNAcEVgSHr2ltF/ClJCKdRKRjMSQqhWVoAEPA8UZGOAiEAENQEGgKFIY2MDAyNNB1zBxlwuU1JVtbGzbXV67IjC4LcW9OUvcUpTVnRDemaeuSwhpT1Qn2giRHUXVk4NVdfcDkV2Di2/iXscNHz6zp3RNXUu+TVG6typaFZUrDMixC0vWyVKZbKtOtlKnSwGTLwCRZULIsIEniEyfxipEHp3pqcx0Co/PLlqVEFX69NTp2+i1w7itwZBgYfATsfD684tS3dZd+9FwHNl57tXjvyahlN4s2TG+9NLP374ntlx+v2b/INqrOIWGtf36Lb35XWOVvGauH4htOV2w8VtJxIK+1U1VaIgsPI9h6QPgqin2SuW+FQ+Ty4JxG34zmwJylbvELHCILxUHxdEcFnOczl+1twPaDmIYRLVJ4HkXy0AJ5SJrQV8Ny8MeInA3YWoajluGYKQpc4p2yOqRwtaJghW92nVvKrZV7gD+enS/vWS5PWGGdVMMNf9JwCDj4Ejj+5vaaY7uK1n/6/V4A2cYEBOvOqf/8x4OPRx4Dd2f+2nj668W3LflNjixbG7YVn8yz5EqlXDGLwoDONQz09k5L/FTH8AAAIABJREFUjMtJSWptaqgtK6wqylu2qMpFbhkW7N++bvXQ1i1b+nsHB/sHtvb3DQ5s3jqwcetgz+BAd79uM/D/DwB39/Vt7O//BcAbNm1q6+5ubmnt7Nl4+Pej5y9c2rR5i9zOwcZGLpFY6AH4VwKs60L/rECbc3k8M76ZqbkJm2PC5ui3AQt4QpFAbGZqrl/7EvEk/cY/EoGMxeoYmEAgkUiU/wZgNtuERmNQqXR9F9rYmKNvZ7DYpkwWx4RjLhBKrW3svX0C1BFRMbGJYeEaP/9gD09fVzcvW7mjUGQhFFlY29h7eQU5O3tbWzuJRNZm5iKOKZ9tbMZgcqg0Fo3OZjDZTJYxk2XMYLJpdCaVxiAQSHru1aVPWDwGg9N3nvVH/ViBweDQaCwMhjA0BBsYGMHhSH0mrLfS9AEPHoWDGULhRjAqgcJlcXgmZlK+2NFGbieT2YiF1jyet1yeoY1cWlhcnZuXHhnp7+rCZdCoaJQxgUCHwNhGME9TQYHz/6LrLaCqShvobxS43d3dHVy4xKU7L93dLSUgIRiIKAqIoqCA3Z1j64wx6lhj68zoOOOEE3br+dbhvC//d/2/73M9iwWKLNdSL2c/e+/fDlnmnTDsm1pjDYtQuvkZPILMPiFSSxRD0+2bsD6pfEtm9cKApE7fhNlBGW22lEVxVU2+mTWB6fmBCbG20GBX32CPwNgAe0pUZnhwcow9Lym1JD4qPcEa0uRj3xJbfDKpYl9oyon4/ENRucezG7blTp9pL8hLyE/KKk2vbkqvnlFU2VZZ1lKaU5MenxMTkxwTHR8fHpVtT8yNSiqMSa9OLqyKzysISS0KSqkOzyjxiqp0DZvnn3CmqhNYteffloE+ta1Eacp1cWsMC2uPjV5WmLOno2F/R+03C1u+6Zl+fmH9d4unf7+k6c5Qy4MV7Q+HO34emfnrSMfvoxPJ57Vz/5jQwL+vnfPn+q7f1sx+snrWo7GZP65sfTA84+5Q4+2lDTeX1F3vq7oxUH1rsObmkmlXesu/nVf89ayC452F+1py9nWUDFemVIa42I38cIMwQMMz8KlyPodJZ+AwWCQcMdn+ZTGYFBIZOlQyZVIJg+10lpBMFzhMQcHRFDSBhibQyqobyqobNEaL2eolkqtpbF58Svo33176CACvP3y+d/9hUmK60eSmVOllco2Hp69Ka9IaLDyhLDgs+vL3t8FrXVAqf4A6wCDq4uOHFx8/vAG+/Pvu7eO/nv757BloEX/48Oi33/5+/mJC93558+EjpE7fAmAmCvjw8eW1q4+2bPx1bAjYvvbLWC8w1g2MzAKGZwKj7a9Xt/22avrNZZVnB8oOLCh98/1+4N8bbx9fBF7+DHz89/0nUIG/nbB/3wDAi8/As7efX7779AUAn8h+fPzbqvWbsvKL/UMirDY/tQFsMivUBr5IzuGDli+DyYMOk8FjMnhcDthTIJOpPJ4gODiUSqVDNA0qlc5icQgEUkRE1OzZcwcGBrdv39nUNEMmkZOJFA6Ly2XzyEQKRIOChCH0mkAmUqArJBwGjweLCdQJAQyq34mQFxaDQqOQcNhUBwzCmUbESvhsbzdjUkxYZpI9OToEbP8mRBQkReUnRuYlROTGh0MC+D8mMCSA4yOLE6JKEqJKEmPyE2Jy4mKyY6OjA/xUAh6PQo4ODlzY1TUytHz16rWbNm1Zu25T3+DQ9Ob21Ky8kIjosPDIgIAgP78AX19/i8UNTMFodFarh6ur1dPTFhAQFB1tz8zMrq6u6eycvXDhIgdI2YJBtf8eKO2MQqD/LwEMfSYchp4UwEgEdlIAQxFoMAE78ZOTiWgMCg8JYCQcMymAJ779g3oYMoQhSfxffxhPxBOIeAJY+8ATQAACmUImkhg0OoVEFvIFLiazVq0hE0lIOIJKJJAQMKNM5ONi+O708ZvnT48v6V3Z27VpxcCOkcG+9vr+tvqxBR0jc2fc/frQjeO71/d3Hd26+tH3F65/c+T84d3Lezo768r6Omcs7mhe2du1ZWRw04rBoe7Zy+fP2bV65cndO47v3PbVxvWHNqxbtWB+U1FBUUJcVkxktj2qOCWxPDMtIzriyqnjr3/75eHNa8Dbly9//6UyLyvI070kKzM3OWl6RXlVQX5GXGxOUkJCeGh/9+y7Vy/ev/7djzevvvjj5692bW6pLZ9RU1GYnhHm7W/VGo1yhUEikbPZAVbXoYXdwMu/gU+vvj97vLO+Yvb0aUu6OnavWbVv/ejijubpxTn1xdk9bQ0rFnWvXta3Zqh/pK+np62xo668qSy3tiA9M9J/Wlbcia3jf9+9/NeNC89uXz27c/NYz9w9YyN/3rnx/s/fLh0/snbpQEVWemtV+frlA+P9PRuG+raNLJnXPG3ZvI55TTWDs1sHZ7cu6WwbmT+3r7117vS66SXFPTPb2uvrFvfMy0hJRqPAeCIcieALBVK5TKXWyhUqLkdIItKg6ww2jUUjkJgEIp9OTY2N3r9j07PfHj66c2X3xtHNY8tWLO6qLckOdDe7aWQeeqVZIdIIuV5GbbCnm5+rydOg8zYbA93doJBzgNXVZjJ4GnShNk+IfRXh652TGB8bHGgzGcwKmVWr9rWYvc1GN43KU6sK87T6GHU+Rl2oh5tVJU8KDdq6avjg5g3ZsdGuCqlBxJczaSaJMNhqSQwOmJ6fPa+2Oi3If1Fz/e2vjwKv/3l85eyq+R3r+7tXze9YNqult7m2rSQ/Lyo0MzTo7N6dg3PbawszH9+8dP7w7u1jy77auubXG999e3j/tlXDe9evGRscOHlgf25KOmyKs6ODExFDkAiEGoV8WkVlSkKiTCROjI3z9nBHOE1hM8jnvjkCfHkBfP7nhwcXLl088OzZnX/+vvvmzZ/DI0u0WmlQsO+Mluk5OVmxsbF2e5y/X3BkhD02Nj4wMNhgMMhkMp1OY/VwDwwK8Q8IiomJzcvJz8/KS7DH2qNj0jLSc4vzc8vzE7OTEtNjy8ryGqeVVOWmFyZERdssX/5+/OaPR7lJ9oTIMKTzVCqZgsHgSGQ6eG3P5YvF0sULFgJfPgMf3506eujnn+7duHbp7OkTDTXTSooLr127dvny5dq6BhSOiCEQyXQa+LQjE7EFnIlSP4lGA0kVFAoFfHWc+KHW6HR6I43OnOhq4rBECgKDR2DweBKdRGWxeEKD0cJgsGgkMmbqFJSDA8HBQUXCRRo0lfbwusSosjD/JIsm19ctyaIJUPAlRBQHD2fiEAywaeoMm+KAcHIkYkEUEgaBxCCQIJEPicTAnXAwJzwKjkU4o2COWIQzAY0gIuF4uDMJAWNg0Ra5LCE4qDglMTcmKjsivCwpsSo1qSA2qiItpSDOXhgLnnx7ZHGCvSA2KtHfO8LDnBTiG+Xj2tlYCXx5efzQtsc/XHv44FpzTZWrUedn80pJTgwJCfMPCPINCPXwCXD19jN52AxWT5OHzc3Lx8XdS603iOUqnlCGIzJobCGJyiERaXwmE+3gkBHm+er2mXc3jgI/nXlzaS9w+zjw6NsvP1wAfeCn14HH5788OPXl3unX174CfjwP/HwVeHj1n7OHL65dcXBR9zcjQ++/uwTcvAHcvgP89HBV76IVS5Z2z5k7b/aczpkd+bl5CXHxyYlJ0yoqM1JShWwuAYXhkGkUJJaGxjNxJA6VwyAycAgMFUNk4igoB2eEgwPawZGOxlORWLTDFAYOj3OGwRwcKHgMm0ZmkwlEJCwxKnxmY/3xA3stBo2YxxawGUwqSSUTI5wcYc6OaBTC3eo6dYoDFg0+ek7aL5C7C8lgqOX7/34LhZ8nI9AQNAt6rqXTmWKxVKPRGQwmtVrL4fAwGBwMjkShsVBOEoFEOznDpzo6OzrBIPaV3mBKS89MTEqxuFo5XD6B+B/2FRpPYPH4ar3B7GbVmSxytU5vcjOYrXqTm97kZnTxNJg9pAo9gyNVG/005iC5zlcgdxfI3WVam0jpzhQYGAItR2LkSIw0nprIlBCZEhJLSmbLCAwpna/iSg1soZbIECHwTDiagkBTUCgSEgkyI9Go/1wBI+EYGNghQiHgWAQcO8UBBglgHld8/NjXwyvGSEQ6mcSgUdkoJJ7Pk8BhGByWCoORkAgaBsfG4tlIJNHRCQmDIQgYtIBGKUlPXD6n7eGZo6taahL1ojJvc324d2N8UI3dryHWb3F5er63Lskgro8L3tTT8fT6d+///A34DNy882hs++GInDpzTIFPVp0+Ol8bmasOz9ZE5Bgi80zRBS7RhS4xBZZo8LhFFbiEZen9UjVe8S6BmX72Qhef2LT0an9T1NNv/wQuvQK+fg7sfwJs/gHYcO+n5q33Gzb+OWfvvcb1h5JmHopve9Cx/t6ibR/2X/986Pbtvl1ZNM/FIRWrEtt6/cvXpc7akb9wRXTj0Zrhr2qGthf2jCW3zvbPCyMZg6mmFFlAOMPijZQG4zWejgKDA9nsQLE4UF0daBYHqtWB5g8T2Gn6DJFnqT50mjW22s2eKfUOxiltzoJAjDyaZizWhNe4xLfaMhZHV42mtw9G1/b4Fw9F1f676cIfY6f7/Ur6PAvmGzI2xbT9s+wssP0+cODR0eY1RzvWXV1+xDpVJHXAXV1xCHgAfDj5x5evn3868+/n715+v+VSmCyQPZURYgpylZnFDAGTQMUhEN7urs3102rLilvqq7ramkqy0/ZsXT+8pDc3I2Wgd/6BPTvXrF61adOGDZvWr90IorDGN/xHAI+sBQ1eKPD8v/Yv6BJP9IGhMvDazWBSGuJgrVg1un7zloOHDt+4ebusvNLdw8vDw8toNBsMpv91gHUavVFjUIhB6SuXKuRShUQklYikCplSKVdBPrBcquBx+JDtQ6cymHQWk86aFMCQAwxFnXk8gUQi43B4EApLKBRDZCypVM7mCOgMjkgsV2sMeoOLr18Q1P6NjIoNDArz9PJ1sbirNQahSMbmCNgcgcFg1WotCvDZRyMSKwRCGV8g5fElVBprgoLKhQQwi82lM1hUGuN/BTCkhCFxO3nRNvkOEomGw5HOznA0GgvpZEgAQ4/vBDQeqmlIBRKDSqeRKfRKrZer1axTm1QKd6021s+/Mi2jLicvOSTUqlIJaFQ83Bnn5EhDoZgwhBhLCJCpi1x85xpDOzQBqTKLr8zoZXT31llDhIY0tm6Zd8LuqMKTmbUbwrMHg9IGI/PmBeUsiC2bm1hZH52f6BPpoXU1K43ebj724NgUe3ZMZGZYeEZYZHp4YFyqLXJ2ePrOpIpjsSWHo3IuZU67nNt0uWLuifr581LKKjJKU3PK0ivq00trCwtqK3JrKpJL8mPSUyMT06LjssMi65LS2jLyuwuqRmo7VlTN7MmsmZ1Q0hKeXWEJzxO7tpqDT5W1vVi89lxadaEzuUiuz9Tr2+xRXcmx41WFB2Y1bKsvPL+49ez8+gsLG672Nd5c0nxvqPWH4ZkPhzserZz5ZGXn76OdkPT9bXzWr6Mdv4yB58nqWY9HQfX7w0jLg+EZ95Y33Vk2/eaSmut9Vdf7Kq/3VV5bXPHdgtIzcwqOz8w5MCNrV1PmzraCgZK4fG91mIYVZhJ5q7kSGpZDBwFXWDQGMVFuwaIxUAEY8sP+g0Sb0MBQBJrK4GMITCKVJ1OZsSQGdBymwOEYAp0jkGsMVXWNtx/89P4L8OLth08A0DlrnsnoJpGqFEqdUqV3s9p0RleD2SoQK6QKbVNb50cAePsJeP8FeP7+05svYBz63/fv/n7z+u83r39++ufthz89+esvMCn95cufz5798+Llhy9gAfjNh4/vP38BNfaXjx8/vAP++ffx3r2/rh59OjIA7Bj/tGo+sLobWNkJjLQDq9pejjb/uKzqTH/e/sU5D44uAT7eBF5cuX5m/fOn33/6/PT1x3/fAx///fgeyj8/ew9+2U8A8Or1hzNnLzbMaE/KyvX0DdQYLTK1XiBVcvgSrkDKFUg5fAmHO+H6TmjgCQHMFQllKpWGxxMQiWSFQkWh0Ph8IZvNpdOZbDaXSCT7+vpXV9fMn78gLS2Dy+XzuQI2k8Oks6DwL4vBZtCYCBiSNBEHngyGgPlnHBFE0GGJaPx/i/o4HBYLMlDxaBQK5ohHwdg0klElCfXzTLVHZCbEZMRGgPbv/wjgvAQw/1yUGFWcFF2YEAk5wMUT4WcQiJUYkx8fX5yenhAaqpOI5VxOmK9fTXn5nI7OGU0tCxcuWj2+fsvWnes2blu2YnR298Lpze0trR2lpeWZmdlFRSXV1TWFhcVRUTEeHl4mk4vJ5OLi4mq1evj5BcTExEKf4zDZR5rMQkNcaCQcRcARKSQqAUf830Q0lDaBMAMwGAIGQ0BNLQjyCYcjIXjJ5IdQyGTSAZ6MQENoaEgS47EkqAY88SEOKliDFwxYAplIgf4MUDWFzxVo1TqIUYbD4AkYLAWFMCskJrn42J4dV04fHV/Su2rRvDVLFo73dg3NbemZXrl8TvNod9vF/VseXTx+YM3Q2KI53x7ZdXzX+kvH924a7l/e07l5ZGDTcP+6pYvWLV20srert71xXlNdX2frmiWLdowN7x4b+Xr39sNbNyybN6uhKDc/IaYwKba2MLumICsjJmzH2lVv/3ry9OG9+1cvvHr6y8Edm9NjY+zBQWn2mKKM9PLc7IK0lJKsjITw0Maq0m9PHvn+wpm7Vy/+8+uPXx/eO7+juSI/qyAtPSYw1NPgopNIXRQKFY9nlElqivIe37n++cVfD65dXL2sb/XQooHumRuHB3atHVk2v7MyJ60wJa6ruW5VX8/YwMLR/gWr+noG57b3z2ppn1bcVJabHR2YFuazYbDnj5sX/r558fmda48ufLNxoHdsYffDyxdeP3l86/yZbw7sry3OL0lLXrEQVP7rli4aH5jfN6t5eMGctmllC1obl3Z1Ds7tWD5/zqKZrd3N05vLQQ7z2hXLh5cOzGpv4XGZU6c6TJ3qgMFhOTyuVqs3GEwyqYrF5EGgb9gUZwaFqhSLXfQai0FTnJexZmTpve8vXj5zdHSwp6u1trEyPzrQ06wU6MRcKYsiZdHMComPi8nbbHRVqVwUCpvRGOwB1np9LWbIAQ6wugZ7uofaPEO8PPKSE3OTEmKDAz30Whel3Nts9LWYrVq1q0Ia4+/lqVPohOxQT0uAq8FdI0uJCNq3cfXG4cGK7FQ/F51FIdKLODaDKtbflhkW2lVT1VZSuGB6zc1ThyEBvGlwwfI5LcNdbUs7Z/RMr24uyM4OD/FVq1b1dLWU5TeW5D699/25Azt3j69YuQD01W+fOQWWw9tbe9vatoyObly1MsTbh0Omwac4qmRyjUKZMQH9sLpYwoKCUxMT8GiEr8367vVfb1//AQDPAeDvWzdPfvXV6r+e3nr7+ncAeN1YX67TyQoLcooK88NDw8JCQiPDozLSMgsLi3Ny8uLi4vz9/bVaNYvDVijVGq3R2+aflJBakF2Yk56dkpSamJxUUFqYVZiZmBmXmhGblxWfkxRZkhzTVppVlRH96pebwOvfxwe7bS5qKY/GY5JxaJhQwLG4GMR8DpNGjAry//n+zS+vn63om79h1bKf715/8tPdS+e+rquuiAgPHR0dXbZ8iEwHzTQsmciXiuVaJU8ioHFpTB4LzMZTaI6OztBzCZPJVirV5eWVnp42tUanN5hs3r6+fkH+ASHBIRH+wWFePoH+wWE8vlgqllFwOBSovhxwDg46OjHV2608OnhaXHi6hzE/wJrkqo4yyow8Oo+IJMGnkJBOBIQzwhEUwCBtYYLtiYahcCg0HolGOztjnZwJKBQGBkPBnLFwOAGFIqEQOJgTzsmRDIdLaNQAi0t2DPgKmx8bU5KUUJGSXJaUWJ2ZXpySWJKUUBgfmxMVlm+PzI0OT/Cz2X2sEV6WxBDvoow44O1fB3atu37p5P0bFzauGQ3w9vSyuqWlJkdH20NCwwNDIn2DwgxWT6O7l6unj7u3v4e3n8nVHbwh4onAG2san86WyJQGvkAqF0sYKLiFT7l3ZPOnW6fefrfv96Orr6xf+NPB0Q83T3+59w1w9yhw7whw/+i7K3s/f3/45be7P1899u7C4Qc7xo70dmydUXd4/pw3X598duzoL7v23N65K8cey6BQaSSyTCSmEIgsGl0lk/PZHBqBJGBx2CQqFYWjIDC4qTDsFGeiMxLu4ESE44UMLsLBEe4wVUBmUZxRxKlwlIMDeBkxxYmOxjKxeAoCRYKB6XGS0xT8FIdAd0tVfvbG0RUGuYhPJUs4TBaVKOQxMQhnEg7N5TCyMlMJRAwSCUej0f9XBBp6MP1/S1/oZ5yd4ZPe7/86xlBhCRLAer1RqVQzGCw4HAkJYCyOgMaAGYIpU52mTHVydILB4Ei+QBQeEZWRmR0YFCKVKaCaBgqHR+HwFAYTfEJ3sWiNJoVGr9QatAaLRu+i1pm1BouLm7eLm7dMaaAyRQqdt9LgL9V4cSUuPKlFrPLgy1ypXBVbbODLXbhSA4Ujx1IFOJoQTxfhaEIiXczkq1kCDYkmROGYaDwLS2AiMVQ0GoxA/5dlNVEUgqFhTkiId+XkjHJwcHaGoR2dkEaT27cXrmTnFKLQBBKZwWDyCEQak8WHI7B4PB2DZoIHx8YTuRg8Y0JUg4wgPNw50NXcO6MeePf8xOjSpvjwaUFeue7aeL0wSstL91A2JQSWBbtme2prYgLWz29fs2Duz99fBT586ukdLKxpiy1oCMqq1YRm6sOztaGZmpAMXViWMTLXFJVnDM8xhmS4Rea6BGcYfJN1tjitm13pEq53tbt6JSiU3hkJFUG6iGfnnwIXXwJH/wR2PQTW3/q45JsH01Zfyhu4Ubn8RNqcbeHTvs7vvtAw+O2c8VeHrr89dPN051ipLGxLcc94amePf9mGzO7VKbO7PAuO1Y6cmbF6T0nvppy5S+Lq3eESG1FTYI0v8UhKkHjbee6BJK03Uqp3IBtADczwgYuiqLp0sVeBJqjUGF5ujizUh2TIvGOYxmCCKpSkSRXbKlxi6t2Tu8JKZgXkzQ8uHk1p7Q+p6PUr3ley6NmGixszZ821ZCzxLh5wL7wzc+uHtVc/bb31YeedQXvj9cGvVpcscHMQhuINf2y/Apz6Hfjm1bv9fwKXPj879Oub8//2lfS4sy1xHnYvlYeMKZbzxFIOVybktTXVN0yrqCjMntMyvSgzaVlv16UzxwYXz585o3581fJNG9dCDjAkgCHRC/nA/38QrEk9PMnBGl23bmT16lWr1+zcu+/QV0dOnDwdEhruZfPx8vK2WNx0OoNMplDKVVq1Dmr5Qh3gSctXKpZJxSATS6VQy6WKyVw09Pg7CcH6XwHMZLIhCBafL5RIZCwWh8FgQSgsqAksEkm4PBGNzhYIpXKFRiJVulm94uKTk1My4uKT7bGJ4RExfv7BkAxWKLUcrlAsVotEKpFIJRQq+QLp5KEzOAwml8FkQ8Yvjc6kUOmg8IGYEyQKmUyFDhR4BrPNOAJ03TZ50YaeiISgMTjoc/7zQgR+s0Ch4Qg8GsNjsPRKtbvBbNFoXdQ6V63OqJTbzMb4oMDCxMSCuLgoT089X8DB4UgIOA2HoeEwFASCg8RqqGw/sTpJYZ6u9SsVWsKEGh+NydPk5ipShzJkNSK37T4pX4fk38lqPBxVMOSdsDQypz++bFFm3cyUytzg5CCLr9VodbN4eLn7hvpHxkelg+iJkNTgsJTwwLg076g5ERk748sOReZ/nVR6o2DGTzU916fNv9A6MC+huDarLCOjKLuoKju/qjyzYnp6RWty6YyE/KbkvLa03K7M/KGSqrGKhs017UfaFx1uW7ylvGM8p6krNLtKH5jBVLeaAo6Xtt5s6tkUkFiCY2WLpVXeHnOT7ENF2btaa/a0Ve9oKDg9t/bCwoYri6ffGGi6u6wVyj//tGLmT8NtT1Z2/jEGtn9/Xz3719GOn0fafhpu+Wm4BUQ9D7fcW940eW4vbbgxMO3GYM3VvopLPcUXugvPdxeemVNwrCN3f2v2nta8zc15C/NjCv314XpegJbvJqVL6DgiBgnln52mOsKdYRgUGhqF+Q9hacIPo1GoDBodJAQxWHQGl0hhMzliKoMPQxJoTAESQxRKlEKJMjgseu+BI2/ef3nxGpS+T/74p3HGTC+bv0SsFAnlKqVerTGazFaLq6fJbFWoDTKlzmK1fXPu0ttPwIeJLPQ7AHj58fPLj5//efPu17///fHxk0dP/vj75UuwXfz5y7NXr3/5/Y/f//r73Yf3Hz59fPPu7fsvHz4A7z69/OvV5Ys/r1/z18jQm5X9n1YvAtXvaCcw3AIsnf5hSe3vfWXfLyo4M1x8emPtx9/2AcA14NW5m1c3vXp5482HRy8//fHi0/On756/Ar68BQAQu/UF/MNv3ba7orLWNyA0MCzK0zdQqTNJ5Bq1zqxQGyDpy+GK2Bwhiy1gMflMBo/NEnDYAhaDSyXT6FQGl82TSeR8rkAkEKMQaAqJyqAxSQSym8Ua6B9kMbvSKHQKicrj8HkcPo1ChxQvncqgUxkoBJpMpJAIZOhACRGQ1jTBqAO934mDxWIxGAyIVkeBDgQJBZdwmH5Wc3x4UHJkcEoUaP/mxofnJYQVJoQXJoDeb0F8RFFiVElyTGmKvSgxqiA+sjAhqiTZXpYaV5YcW5wYW5icnJWQGOjhKeNwDXJFcmx8SV5BRnJ6RVnltOr66Q0t7TPnLFw8ODK6dmzN5uFVa/bsPbhy5WhPz8IlS5auX79xbGx1a2t7WlpGREQU6E/4B9psPlAu2tPT5uXlDXaAoRkk6Alygo+HJxHICBgS4mARcEQo8A0Z4hB6Ho3GwmAIqGIBEU0gugn0+AJd2yMQKPD6DYlDwjEIGBrKPENaF48F5x8gbTyRfAZB0DgMEY0E15ggAQyhMslECplIge4boCo2j8OXiKRioYTFYJPxBAbgf2AvAAAgAElEQVQO46ZRqAWcvZvWXTx+aM3SxasHFqweWLC2b/6OlQOLW2qHZjdtH1p4Zue6ny+dOLl9bGzxrOO71u9cvez7M4eP7dyweWRg66rB0b55g3PbF7ZN72mp721v7Gqsbasq7WqsXT5/ztLZM1ctmLdx+ZJdq1euHVw8o7wo0x6emxBdkp5YlpncWlP++M514NObY3u23b587uWfvw72dEf6+yVFRiRGhJdmZ1YX5hdlpNmDA6dXlpw6tPfqudO3L3/76M61s8cODPf3FGYkZ8TFRweEWHV6OZdnBG9Q2QIKJTY4sL9r1tu/ngCf3hzZtWWkv7u7vWH9yMDmsWWj/QsKkmOTwwPnNtWuHlw0sqh7qGfOysXzx/rmD3V3NpfnzajIL0+LSwry7GubfuXInt+unHl558qnxw/2rRpaPKPhyrGv/v3h/k/XLj+4/F13W0tRSuLizvbtoytW9nYt7QI19qq+nhmVxd3N9Uu7Ovs6W3vbm2dOq2wsKcyyxySEhZzYv294oG/R/C6tUubsNJVGozg5OVHpNKVSrdMZpBIllyPkc0VSsULA5ksFEiGXF+jtbVArokIDy4vyvj6678KpQ12ttbUlWTMbygvT4wLcDa5qqZLHkLHpeonAQ68Fk8wKhVEq9dDpgj08gj3dbSaDv5sFcoPddRo/V5dgT/eM2JjijLSs+Fg/VxdXtTLA6hrm7eVrMVrkEptBFWQ1eRvVrkqxzaAKdDPaDKrClLi7l84e2ro+NyE62N0M/ZLdz6sw1p4REtxVU9VVU3V887oXP95+eOnMhoH5K+a2jsxrX9xS31aSX5WalBsZ5qdRj/bMbysvbqkofHDxm6/3bL15+uiqnjkDM1u2rVg62DGzLCmxp6lpZMGCfZs37t64PtzXBznFwazVuprMXlb36PCIAB9fTzdrVVkpj0Wvr6kAPr0EPj9/9eLxm9ePPn188uOPZ3ftHAY+//Pl07OfH96oKs/Ta+Qx0eEJ8bHRkVGR4RFZGeC1VnZ2dkpKSnJycmRkuJe3TSiVKVU6F7M1KCA0NSFt4solPSIqMiE1MTEjITM/tbg0Izs1yu7vVpsVv2ek99n983/fPwO8+eXNk1uFqWF0HEifYpHgEi45xNc1wMMo41I4JMT81rrnv94d6+86c3DHrW9P/Xjt4t4t64cHFmemJpWWFI2OjnJ4XBgK7QBzIjFoHBGPzKQSaCQWn43FEVgsjoPDVCaT7eAwFY8nTp3qVFhY3NExq7q6pr5+evf8Bf19Sxf3DfYu7J8zd/7g0MqqukYWT0ggkKY4ODg5OGCmgAKYjZgaYlAVhge0ZicXhthKw7zT3bVp3iabWiiiYvFODgT4VAoGiUfB0XAYDgXS+xAwEOwL6hskGuUEwzrBSSAWCRTAGBiMgEIRkXCM01T0FAes41TsVAcVhx3p5ZUVHZ1nj86JjiyMj61IS6nITCtOSSxNTixKiMuODM2NDs+NDk8K8LH7WG0aaWqEf1pU4Lt/fjm6b/P1CyeunD9+5cLZBHuUl6d7Rkaa3R7nFxTs5RPo5uWrcXHTu3lYPLxdPX1crJ5ao4tCqZZIlWy2WKowcgRKD1uwUmmUCiQKFpOLdNgzMBu4f/bBzuW3Ni063te0v7vmxtahX49u+HJ9//vL2z5f3f3b4ZEvVw/c3brk5z0rb60fPLqgdW1twWB28kBm8plFC47MnrWvtW3zzI608AgxX8CeeH5k0xkCFoeMxZNRWAoax8ASWXgyBYEhToWTHBFUGJqJJUoZQnedq4ov1YoUAjIL7eDMI9FocAwPTxEQaRIqg+wEJ0xxYiAxKAcHOhzORMGlNCId4QwB1T0NGhGdKuOw+HQKCYtk0cgEDJJMwuXmZTKYFCIRjwTxrFgcDgRmgBfGGBwcjnRygv3/CWBHR2dnZzh0qTpJjUYgUGg0lkZjQAJYpzPI5Uoqle40IXSRKAwGi0eiMJDx6zDF0dEJRiRR3KweGZnZySlpZhdXDpdPIlOdYQg0noAhENl8gd7sYrS4ylRqqVKjM1m0BotKa1JqjFqDxdXd183DT64yUhhCmcZDrvMVqzzYIhNHbBYqrFypicxWsER6vtyFI9GTWFIMhY+jCQkMMZ4qJDOlHIGazpYhsQwYikog8YgULhJDxWAmTGAEDgEHc/pIBA7hDFIkEUicg4MznkB1hqFhcAyJzODyxMUllSKxAoen0OgcLk/MYguIJDoMjsHj6VgMCwGnwxBUFIaJxjIRaApiYmWQiMZqBIKqjLTn926MtDa2psWW+LuHiRkeTJQ3D5/iJisIMFWFe+T6GgsD3Lb3d43Pn31w/drDu/dEhNv9wxM9I9I8YnJMYenm0HRTSJoxONUcmu4SlmEOTdf7JaptsTqfeKUlQqIPUhvDzJZoN7dYT2u8j2eCXuo7r76vIWk6cOM9cPopsOdHYPPt98vO/FC39k7lyI3SpY9a1l4sXXwqf+7VxqWbUqffHdn37PD1nzd+vaVy4eyAwmMtY8sTWhaFVO8o7FuVMLPVmHa8buWlzi27i3rXZczqi6mp9c30xKt8KfokVVCaJjhDE5wo9UlTBGTI/ZKEnvFct1SxrUAXXG6JKjaG5aoDshS+sVyXSIY+jmfJkPsVGsJrPBNbg3M6gvKXpTbNDS7s9M4eiW9aHFC6JKjiu86Nv46crBCFLA2qWOCavS6i8eXwWWDPT8DOe8C+H2p1ibeWHZnmkmJ1EDS65wCn/3yx8/67nU+AywBw9MXFvpN/H/rl1fm/ZmW3Geham8Jdw1d6Gd1ctToM3KmmoqSxtmJaaW5VYda89sbyvPR9W9cd3LVlzszmnnmzxkZXgATodWvWgUtI/6n1jm/eNL550/9uIK1au3ZyBml0HbiQBDWBoSWklWvWDI+Pr9mwcd+hr06d/mb5ihE3q4dSpdFq9dB/E4lEppAp1UoN9Fan1EoFErFQIhXLxEIJnyvgcwWTH4qFEiFfxGXzWAw2ZAJDwBsQ9DrRAabTmawJCjSfLxQIRAKBCAIy83gCUPdy+VB6SCSWM5hcgVAqlig4XKHR5BqfkJKekZORmZudU5CRmZuYlBYXnxwVHedl85MrNByOhMeTCQQKkFvLl3B5Yh5fwhdIOVzhRA2YA9WAKVQ6JIBpNAbEwYLCnNAqEpEIVi3w+AlLCoObxOzhcAQYHIn5byt4UgCjEEjYVEcGiaKSyCwarbvB6GUyu2l1eqlEJeAFeljLMtJbSksL7LHeKrWSxpAzmTwKWS+XaiQiHoUsozGtQnmgTBctMxbI3eNZahtf6WN283F1d+NJkhjyAUPI/aSG3+LrXpbMvWAv7XcJ6w1KXZxRvbC4uTA4JUBn08n17labf0CIh6evp9Uv2N/u6xMTFJoaHZsTE5ac6B7a7Bu7KTL/UGT+mZTKGwUzfm1YdKVk9sXmvllhGdPTSnKSsguzS4syiuuTS+emVPanVQ9lTFuRX7emrHFbdeP++tY9FY27S5pP1s07Xd+zt7hzS07zivjyFteIAr5prlfUkcq2g/l1i83+dQJVvlw+kJu2tCBztCJ3R3P5rsaicz2NF3ubrvY1ft/feHtwxg9D7T8ub/9pxcwfl7f/MAQKYCgC/dv4rMcrwX2jB0NN95c1gqjnZY23ButvDdbfXtowoX5rry2uvNZfdaGn6OvOrBMzM052ZJ7oyD7clrOnJXNnS/54bfrszND8QFOojm8RUTQcvJhJwKPgcGeY45Spzo5OIGtmgiz8/6l+WQzwHySBSOPwZRQ6j8YUiGVaOktIpDB9A0I7Znc//eflJwD45/mbp/+8PHj4REp6jlZnFgpkKqVeLtNoNeASkt5gcbPajBPxH4vVxhVIK6rr330GXn/4ApZ7PwL/vn0PwbSevnz9xz/g7tFHAHjz6dP7z19evHn74OGjBw9/+vDp4xcAeP/xw0R6+hXw76Nf9m//a/3Y65EBYO2S10PtwNaFwNpZwKpmYGndy4WlP83Lvdaff2t36+Ory4B3Jz++OQEAl169OQcAPzx/d/sN8PvLL38/ffv07w8v3wHAq8+fzl683Dm3OykxLSLSHhgSKdcY6BwBTywXy9QsrojGBCURk8UHpS90mHwWk89hC3lckUKmpFMZUNufRCDjMHiRQAxKJyJFLlVQyTQGjcnnCvBYAp3KEPCERDyJTmXQKHQWg02j0KECMNQBntxAolHoUDQaenEgkihEEgVPJGAwGHBGCOaMcp5KQDiD7VSlJCkipCA1Pis2IjUyODcuIicurCD+/wjgwoTI4qTo0hR7WWrshAkMriKVpsSWp8WXpcYVJScUpqZHBYa4aQx6mdLDxTXYLyjYL8jLwxYSFB4VGZuQmJaVXVBd2zi3u3fxwIrFA0Nr12zcuHHzli3bNm/eunHj5nXrNoyOjg8NrRgYGOzsnF1SUhYXlxAQEOTt7Wuz+dhsPg4Q/mqCBwAyrpwdYSgEGo8FG0qTE8EQHOs/FwAkCh7cesI4O8Ohh5XJisXk8w0CgYJib6A/DEND6ndC3P6nAwxtAkNBaOhXJ+PQzo4wHAYPiV4sGgdJX3BLA42D8AxMOkur1rmYLCIBaHHwKCQXpdRm0m0dX3nu8L4tq4a6m2u3jw6tnD9r81Dv+MLZi2ZUL51Zv23ZgrO71t49e2jjUM9Y/5zNI33Hdq777sS+0b65Y/3dY/3d65b1Lu/p7G6unTmtdFZdxez6yhnlBZVZyZ21lXOn1yzuaBle0LViYdeizpZZDdVt08qq8jNTokJ6ZjZf+eb405/vP7pzbWRgwaWvj9+6fHFmY0NyTFSIjy0uPKSiIDc7OSHFHpWeEH1w15bHD26dO3n48N6td69fWNzdkWqPiA8LDff29bO4meVKKZOt5HKNcplOIirNzjx/4jDw+c396xeX9HQunD2jr7tt1eCC9cPLutuaA90tqdHhKxZ2jfYvGF4wB7R/O5r7Zjb1NNfOrCouSbYnB3s3FmXvHVv+z61LL25ffvPDre8O7Fra0bJ5aMnja1dePXn8+OaNS6dO1BTldTTU7Fg9cnTnxvElC+a31vfPaV/a0zWveXpLZdnc6XVdjfWVWelxAb5JoSHBnu6L584+eWj/0r6FIYE+CLgjnoBGTkTbWSyWVqs3m9xUSp1cqtKo9Eq5xmx0cbNYfb1s3h7uKpnY5mFpqqtctaSnriizvaakt6OxNCPBz0XjoZW7a2RaPkdIJmj5vACLS4i7u7tabZHL/V1cIv18gj3dfVzAXLSnQWczGXxcTL4Wsz0oICcxvjgjLSkizMuoNytkNpMhwtfLRSbWClgR3lZXpdjXrIVOsLvZz0XXUlUCvH9549yphpK8otR4V6U43NM13se70B6TExHaVlK4b2z4j5uXn1y/ONjRvLilvmd6dWtx3syywsqUxERfW7DR0DO9YWZlabY97PSubef2775wcO++sZVrehf2NjXWZKRnhIZUpqbcOfvNphXLju7YenDbJi+TQcxjhwUF6tWqAB/v2KjIyNCQID/faRWlr57/tWn9yuXLerZtGZnVWX371ikA+PPqlcMnj20Dc9Ef/7166VRcVEiQv62uuiIqLDQsJDQ+Nq6goCAiIiItLa20tNg/0C81PS0sKtrdw8ugd7F5+sZFxackpSfGJ8XE2hNSE6PiIpNS7aXF6UmRvhHu2nPbxz8+vAK8uPfptwuvH50HPv3y6/fH+jsqRhY2n9w7fvarTZdO7Lh4fPvXe9d+vXftnXMHX/9yA3j9BPjw75c/HwHPfgde/3PhxJHasmIXg3Z4xRCXz8MQQAeYSKdiSAQGj8WTCLAkMJKKBWm3eCdHMB4C9ccwGFxQUAhUxrBaPYx6k83m4+8b4Ocb5OUT6OEToNQa8ASSo6Mj0hnsjSMmTGAuyinMpKpPtTel2csjfPP9LJk+LlHuBotCwMYhMFMcME5TiBgkAYNGw8HlLQwcTUDj8Sgc2hmJmOqEcYThYUiUEwyHQBHRaBIGQ0KiCHAECQGnoJDYKVOIzs46AT85LLQsLS03NjY9Miwv3l6cklicmlSUnJAXb8+JDs+OCssMD04PDQxzNYS46qN93QJctX8/vvvN0d2rVyx6/c8vJw4fOHxgr83LIzk5MS+vwN3m7WHzh3Svq6eP2eqlNrhIFGqxRKFQqDRaowZsHLlrjR4KtQufL6cR6URnZ7KDQ1Gw++mV84/3z7i9se/cUMdYTdqaprzd86rPj7Tf2tz9487++9sW3dvaf3/r4OWRrsPzpo+WZfRn2luCvZsCbIvTklYWFQxl5/Tk5CYEBnFYbBqJzKLRqXgiHonGOMK4JBoZgSHBUAwMQcrkargiJYuvYPLUfLFJqtNLNEaZRsEV0zEkGprIJlDoaDyHQHFRaELdvXwMZhWLy8HgaTA43dmZh0HhHByYcGdfoy4tMizM20Mt4LEIOAGDSsahhFwWlYhDwB11epXZRT/F0QEEQk48mJLJVDBhxRdOftf4X4N3Ug9DqaL/KwINsaBJJAqXy1cq1SqVRiAA4ZbgJawTzMkZjkRhIAfYwWGqoxMMhyf6+QdGRsXE2OO8ffyEIgkag0OiMCCsnkBkcnlKrU5vdtEYjAqNVqk1aAxmjd5FZ3TVGixqnVlvcjdNzCDRWGK10Uei8uCKzVyxWSi3iBSuHJGBxlExeOChcRRkppTIEBHoQjJLQuXIWDwlmSpEY5lwFHlC94LAKgSChMWCJjASQUDA8Qg4HtLASATOYQqMRuc4ODhrtCaxRCmRqtgcoVZnVqr0bI6QTGFCUFwcnoLBkohEJhJJRaMYKAwTiWY4IylOcIKzMx4ERMNQDBw+PSJi8+Di42tGd/R2LZ1W3JwYludv9hGRDIQpGZ6a0iC3PD9ThJJrNylml+XXZqd7m0wCNl9rcDdYA+QWf6OfXWuLUntGQG+JQqPYHECXuHHkngyBxWyNlst9JAJ3H9dYo9xfQjcHm2O9xAFlEZV3dn0P3PoEnP4L2PvTP0tP/T5v363qYWD8W2Dj5cez1h/Lm325edmunJZNeTOA84+ujR365+CN4byZy1JnHGsbXxrbNBjVuK982aKAqgZV4tmWdftKB3YX9a7PnL0soakttMgLpwrnWFPkgUky32pbSrl7QoYqKFPhn68LLTFFlpqjqt3sdZ4JVa4xRbqQHE1AljYgWxeYbwqttMY1BWTOiS5ZkFg9K6SwMzB/QXjZ8rj65dF1yyNrd+Z2X+nctDFj9lyP3Jm65A514oW60U9rrwD7HwI779xasK+QF/z7+stBTppkmvfnw7++3HHv+cY7n3b8Dux/Dpz98vnY84ebbv9++NGrK8/SbclqmtIk0ieExci4PBIWFR7kt6CrozArqTgreeGs5uqi7HntjbevXhjonTetsmTxovkrR4Y2bQZrwCPjK8c3rFu7GZz5nYw6Q+9PsqCh6u/I6tXD4+OQFTw8Pr5ibGxs/fqtO3cdPHL00ndXklPSNFq9q5u7TKZQqTRqtValAnlXUMJZJpHLRTKZUKpWatRKjUwih6weqVgGxaEhB5jFYEMjn1DgDjQ/Jm6vwMHVicwkFHUWCERcLl8gEEEzSFCiEpoLFopkKrVepzfz+GIyhaHRGu2xiekZOdk5BWnp2SmpmRmZuRmZufEJKYFBYe4e3iKRCpps4XLB5DOkgTlckUSq5PJAuOZ/4M8THCwKlY7DEYhEMoVCo9OZdDqT9t9Q9CQOGmIKQCYwqIQRGAyWCH0RPJ6IRKJhTs6wqY4wBwc3o9HDaFLyeR4GvbtWK6LRBDRqdmL84Py5BzauW941Jz/GHuPplRMdXVdYkBoTbTXoXA0GT6PJU2XwVho8+IogoTZaZLTLLW4yjavWEB8YFinXlzLU19Ma/k2Y/jKq5klUxdmg3LGAlF57TltKaWF0VoRriL+Ln9Xi5ephc/X0tnh427wC/X2jQkOSPWzRZteg6NCkvID4JlvMjrjSM6nT7pR3fJdZdy552uWimRdqe8ayamsj00tjs4rjs1tzqoZKWndWzztV13usbM6+otaj1Z3HK1tPVbedLJ1xvLD5bMXc75uXXGlednLagoOVXf2RuXF4YZXSc0t+3bLw5DqxoUamrXEzd9gDR8uydzSX72+p/Kq94puumquLmq4varzd33RvsOXBstYfhtoeDnc8XjXnyXjXH2Nz/hwH4c9/TnSAfx3tgIaO7g423Oqvvd437eaSurtDjfeWN91cUnd1UcWFnuJz8wvOdxdeXFByaUH5113FB1uyt9Qmb23OW1mdVhPpYTeLQ41io5DCxjlzyBgMwhkJRyBgcBQCiUVj8BMTWHgsDkTeEkl0Kg3UvQwmg0ankiemsMh0NIYI/bMhU5hmF/e+/mVQXfbfZ68vXLje27vU1zcUaqCIRCqD3qKQavg8iVik0OtcPNx9PL38rO7eKrXBy+ZPY/LUOvOO3QfAJd6PwKv3n0Hk8scvT5+9+vfVu/dfgJfvPr54A+70vv/85d2nzx8+fXz+8sXvf/7x4tXzjx/fv331N/D57wcntt8bH3yzcfj9igUflnYC47PerGgE1rW/Gqx4tajk7dJpT5aUX19a9NPxbuDFwS/vTwDAtwBw8eWHc8/eX34L/PgeePIS+OMF8M87cNj99w07t5RWV0bERAcEBHjZfFQ6o6ePv1iuYvNFCo2eJwKviqQyMFwGHo6QzeIzGVwmg8th8bmgA8xmMzk8Dpht5nH4HBaXQWPSKHQahU4mUmgUOlT3hQQt9JY2sQFOpzIg15dCotIodCKeBHWAoXsxaLCWOvH/Efwrmgg/oxBIOMwJDYfhJxY3dBJRmLdHYkhgenRoXnx0Tmx4aqhvrj04Pz64ICEEPPGQGIY0cGxxUkxRYnRRYnRJUlxJUlxxYmxeQmxucopJY2ARaQqRzObm6Wp0U4iVAp6YzxWJhDK9wRIcEpmZlV9VXd/SPrtr/qJlS4fXrl2/efPW1avXrlw5Ojo6vmrV2IoVI0NDK5YtW97XNzB79ty6uobi4tK8vIK8vAIHmBMcNQGFx0zMoyFgSGgKGKoEY9H/GS0EV52wYOwbisQQCCTIBIbu8rFYPAyGmCxdwOFIqIkBxqHhGCj/DC0hYVB4KPYM+b3/aw5DfCws+v9EoAk44uQUEx5LgHx5GoWuVetcXdzkUgWLRlfwOBaVTCvibV8zeuHYwT3rx/o6Z4z394wumLNuoHu4q21BY8WSttqN/V2nt43dP3/40KaRvlkNwws7z3214+SejQNzmofmdyyZ27p26cK1SxcOdXfOqqtoKMpuKs3rqCmbO726KjutIjOlJi9z5rTynrbG/jnty+bPHu6d115XGR/qn5MYs2ao/+nP95/99nD54u5ZzfVb147/fO9OTWmxSaVIjY2ODg6whwYVZKRGBHov7p71053rP9y6evnciROHdi2aN7M0LyMzNjbc29dmNLuqNEap3CRTqAR8Jh6XFBlx6uB+4PO7V09/Wb188ZLezpWD81cu6Vkwq62joS42ODAuJKCruW7N0sUbl/evX7Z46Zy2/o7mnubaedOrm0ty82LDi5Niehqn/Xvj4otbF98++P7RhdObBnvX9vXcPff1s59/enzzxvfnzy7vnZ+bFNc/u2P/pjVLu2fNbqptramc3z5jydxZs+pr6gvzStOS0yPDcmKjC5OT8hMTWmuqd6xbs6J/UW1lqZjPcXJ0QKEQSCScQqHI5XKD3kWjNqiVOr3WpJCpTQaLm8XD5unt5eGpUsrNek1aYkxxZsKapQtLM+L7Zs9Y0tU+e3qVzaAK8XBxU8pseo1ZKkkJD4sLDDSKxUFubu5qNbhsNHF8LWZIBlu1aotK4e9mSQwPLUpPzU6IC7C66iUiaN/VS6dW8xjeRrVVLfU2qoPdzZAGthlUmfbwY7u2AJ/e3Dh3qrmiKCc+KtrHK9HPPz0kND86akZx/vLZ7ZeP7P/12oWxhXMH2hsXNte2lxa0luYXxUZHWt1scmVrSfG03IzU8ICvNq49tXPrwXXjG/oXLWlv66qZVpaYEGV1S/L3O7xp3cPLF77Zv2P3upWzmmv1KhmLRg4N9ANrognxkaEh/t62hpqqd6+fze5otrqqYqJ8szIjdu4YfvniB+DLH1cvHH7x149vnv388e3Twwe2B/t5lhflFeZmZaSnRoZHBAQEqFQqb2+vwsL8pJTEmNjopLTUhMTkyMjokKDwmHB7cmIaOBRsjwsMDbEnxmRkJuZlxeclhS+cXvr0u9Nvbp9598NJ4K/vgBc3gI8/AO9/AP69Cbx6ADy/C7y4B3z4Ffj4BDxvHgGvHwLPfwCe3rt9ZOdf184DT34CXv8DfHzz4Np31cUFczrahEI+mUoh0agkBg1LJtI4LAaPBUejMFgijcri88RcDmjqOk5ssTpNdDIdHKZCeZMpYHbecYrD1ImhGieHqc5wNI5IoiDRqCkTC8moqQ7ICQ2sZZLi3E2lUf4NieG19uDcAGu8zWTTSMQULBnmQHCeQkTCwMYvDIFwcoYEMA6JRTsjkY7wSQGMhSNB+xeNJiFRRASSjERR0SjslClgphfcH2YHWFzSIiNyYqNTI0KhfSxQ/cZG50SHZ0aEJAf6xvl42m1udptbSohPoKv2xrnj54/v6+mY/u75bwf37Dh54khxUUFq6sTQjqeXu7e/yc0TOkZXD4PZajBaDEaLxeLmbrVFRcYFBESYLN4CsYZEYmHgWFCKOzhYWfj1HVXnR7pO9jVvaso7vLDhyKKW1Y25S4uj1jSkbGnL2TQjZ930rNV1GSvKUhZlx8xLDmuL8it21WfrlDW+XnPiYgeycoaqp8UFBjJodLAbQiBScAQyCoudCmNMFK8RDg7YKc4SBkfFE3EIFAaGIKaDK6auGpeECHtlQWl5XnFmQmqEf5CbzqjgCoVUpoBC0/FF3nqTj96k5/BYCAQHhSBM9LQFRJySzRAzKEIaRcJi0OaP6SMAACAASURBVPEYAhrOplMIeLSzk4NMLvK0WZVqhaOjIwSkcXCY6ulpYzLZaDSWQqFBz6mTuney+jspgCerNJBOhh582WwuGOxUqnk8AR5PBC9hnWDOMLAvBtm/jk4wLk9gdfeMjUuIsccFBYcaTS5MFgeFxqLQWDyBxOLxpUqVwcVicnXTGIwylVqm0io0eplSp9KaoKM3uZtdbQq1ic6WaPTeUrUnX2rhSVwEMvBwRAYGT8Pkq+lcJZkpJdBEeJqAQBcSGSIKQ0yhifBELgpFQSLJaDQVi6VPcJtB+xeBIMBhOJgzFozkw3BwGAYOwzg5oxydkCy2IDIqLi4+xc8/xOLqKZYo5Qotiy2gUMGMH53BxROo4CYIkUkm83EEDgbHRmOZGAIbjWehsDQUkgibAkdNcTKKxTMrSuaUFy2oKurISuzISphmD0jxVHvz8LEGYbqbsjzEPc2qSTCrPLhUGQ7FRsJFDKZRY3J397O4+2tM3mqzr1TjBY4/uQYLFVaV0U+s8NTo/bW6AD7bZA/JqyvobC6aMzxrzaGxE9/tuHp/750/jz4Gbn/+cPqPPzdfe77hyv3uPZdqhj+vPAOsOX+mqPtU0bzzDf27CtoPTOu+sWz7u2/u39/69S97vhvMbF2ROfNIy/hIcsfy2Jb9ZUt7/SubtClnWzbsL1uyq6QPEsAL4moj6RZ/gjZR7JupCCwxx9TaUhv9sxr9M2YEgUDdGs/ESkt0pSW6whRRqA2usMZU2eIbAtNawnM6IgpnR5fMjSntspf1Jdb12qsHYmtWxDcsj65bGlY9am/cljV3oV/JPK/8VnXCisCqPwaOAVtvAdtvA/t+2FvSP8+35GL37nC46cys7cDh319tvft51y/Ageeftv0BfPMJOPHq46nnwPUPwL1PO/q2mDkGP6N3XEiUUaHEIpzNOlXfgrnTSnNrSrK72xuaq0o6m2oO7th8YOfmmTOmz2xtXNQ7f83a0Y2bN6xZtxpCYUGQ58mu7+T0ERSKHh4fh+xfyAeefH/txk3HTp3etn2nq5u7u4eXSCyFBpBA9ftfAayQKeVShUIMamDwHZlSKpZBECwoCC3ki2QSuZAvYtCY0KMtg8akkKjQhhkeTySTqZAAhqaP+HzhpAAWiSR8PrgmwGZzORyeXKFxsbh7+wRodSZoCSk8IiYnt3AyBZ2YlJaalpWUnB4ZFRsQGCqRaIRCJY8n43KlkP37Xx9YzOEKmSwOhUonksDFL0jEQvxnaAQYmmiCVppIJAqBQJrcG5+k7mFxJDwB/O3YCS60syMM7uiEdIYpwNS1yCCThnrbIn19pUymViicVpi/YlFPy7SKaB8vKZkowuAi3Ky9LS1Hd2yfVlQY7O3l5epqc7F4aoyeMq2VK/OX6Hz5Kh+JVidWuqh1sV5+kSxpB89yM7rieVjlq+Dy3yIrLkYWr47MnRuXXxiTEeQRGmwN8bH4Wlw9DVYPg4enwerpbvX19gqzuoWEhqWHR2VEhyYlW0Nb/eKP5zVfK2w9k1J5Mb3mZs6Mu+VzzpV2DscUzAhJmZlatLCsaXVD16GmvkutQ3dbV1yqmn80r+V4Ues35W3nKtrOlLR8U9R+rW7Rz3PXPO7dcqd77ZnWoY1FrUVKzzyppc0nskzhks+WT3extgZ5L0iLXD8tb39bxZGOqtOzay711N/s/3/Y+g+oJs/HjxtGGQnZeydkkEBICGRCCGFvCHuEvffee8geMgQFURFQVHDhnnWPOlu12tbZWtu6W0fr1rzn5v49nr7/58m5Tk7gxCMOSD73d9XdGKz6eaj61nDtneX190Yb769e8udU15OZ3odT/38A/HCq9beJpl9XN/y4rOz6YMnVweIflpX+uLzi+nDZ5b78sx2ZF3qzz3Smn2xNPr4k5URr+tElGfub0nc1ZGyqTh3OjcrxUvjbctzEHFsLEgVlSsUhEFAI1Aw4IACDTUDgPR6LI+IJ4C4MmUgi4ICRGhQSJ7ASczlWRkamLlrPU6fPf3hveP7X6/GVa9PSc6yt7NBoMgFPp9N5TIYlk2HJonP5XKFYJLWTKCS2cjuJQiFXq51cVQ7OYluZXKURSeQe3gGHj576ZDC8ef/l9TugUPqjATBFL2jCX/559/H9wvbv+89fQNJ+8+7fl69fvH377+c3f715cO272ZHLAw2/j7Q+7K541lv6erTy0UDus+UFhtkmw5aO16sr768sfryn++3tuS+vjxi+nH3/5eyLt6ee/XPqzZcbnwwPPhoePXlz773h9TffHsyryPcM8PQN8tOFB2u0ThYcto3EjkRj2koVNhKp0NbeSiRBYwhW1sCohAXbksXkArZnKotGZYEATCXTQAZm0JhguuGrjgi2OlPJNPCbHeRhUN2lkKjg00Do/eqI/poBxqCwQDqVQEIgUMBUMwYDhwPdV0DFBRyKNF3MIROdpbbRft6Jwf5JIQHpYYC9OTXYNyc6KDcmMEcfmBXtnx7ulxrqkxrqlxbmnxLilxmpy9WH5cSEZoQHp4UGpYbr0qMi3RycuAw2EY23tODZ2dhzmTwchohB4akUJplEBy8W+/rpMjLzWtq6x1aumZyc3rRpbtu2+dnZzVNT69asWTs+vnp0dOWyZSNjY+OrV0+sWrVmZGTF0qUD3d29XV09RiDugn5jsB4AnAUGs8Ff70ESBp6GQuFwOCKRiMVi4XC4mZkZZGGtwtTU1MzMzNTU1MTEBAKBAF5wBMLcHP7V6vyVhEEGBpuxoGZwcwhgGgd7sODmKPCPBz4HiyZQSHQykYbHkrBoAolAxaDweCwJhCtrgYjNYPLpVFeFvdJGcOrAnlP7dmwcH1nZ07puZOnMst6Z4e6V7fV91QVLq/JHWyp3rRn84fiuK8d3D7SUL2urunXp2LlD29Yt75oa7hrva9kwNjA/vXLzmpHh9vqGwqyq7JTqnNTKrOTagqyStOTceH1+YlxZRmpdQe6SqrLuxtr22srKvKzSnPSBjpar50799N35idGh1LjIJbVVJw8d2Ld9a2ZivK+r1tdV6+OiyUiIDQvwykzSH9m34/rlb3+6cu6bvdumVw2X5WcCZU7e3r4arcZOKmZzbTk8pUisFNlo5NJ1q8YM718b3r+cnR7r7awbXtrS3lg+0NHSVludGh2plUnig/1WdC7Zunr53pmJqf7OFa313dUlfXXlPXWV5RnJaRHB+fqw6wd3PL969vm1889+uHRyy4aVHc0nd2x9cufm/R+u/XTpwvmj38SHBtUW5e3cOLWyv6u/tSE/JaE4M31lf9/k8uHh9rba/LxoH5+k4OC2yorWivLcpITJFSOTY8t72lukEuEiIyMkEhCB0Wg0m80Wi+xtxVKxSCqxlQutJTKpSqlQOzk5a7VaiURsJbCU24uaygt76spH2hv3bFg70Fw3t2rFL1cujvd2qG2sRAyqlGsR4+cd5e3tKZcHajRaO4mz1M5VIfNwUHo6qlwVMic7W5VIqBBaqURCP60mLSaqIDU5KsBPaWNtz+e5KmTeDgqZJcdVKgnUOmntxP4aR1+1yl/j6CQWusvts/RRf9+/Z/j4bu+mmaHW5tq87Bhv7wBHxzgf78r05JrM5PHuJce2bphY2t5bXdJVVdSUn1mXm5Yc5OctlyrYnDx9dE1uRoLOZ/ualad2btu/ft3uybXLm1raCouzw8NCnNQ+cruK9IR/f7/7+4+XD8+vn5tcUVNeaMlhyO1FSqkkTBeg8/dx1TjGRUd8e/pYfU2pn7dzWkpkemp4WmrI2Gi74dPjv5/8dOHUzvevfjMYXn55+3ywr9XP07W0MC8jPTUiPDQgwM/Dw83d0y0yOiI+MS48MkwXHhyfmBAXFxfgF+jn6R8ZHhMXmxQRGe3q6REQ5BsZGZQQBfy42bt26Mm5b27vm7lzaO2DM+vf3zps+O2U4dn3AAO/+tHw6mfDi4Xz9EfDw2tA99KvF/+9fuLJ+QOXNq+9d3S34eHdz7/dNHx4bXjzcseG6cKcTLYFc8GVRiJQyDgSkUynEakUMygEhcbj8BQuRyC1V9oIJVgM0WSxqZkJBIPCmiw2xaHQcAjU2MgIDUeg4QhQYQD3WgGSgZgZGRkB5UnmZuaLAG82xsjImoAMVYqrY0MaE8MzvZ2iXRTeUmt7JskCBSFBTLBmJmhTE5SpGeB5hgD+Z5Q5EmZqDjWGwEzMEGZQ8B5tDsfAEDhgiwZOgCOICCQZiSDCYRgTE7SxMYdE0Mrsw708I/19E8J0scEBsYF+8UH+SUF+iYG+cb6egAVa6xDm4qj3ddXaCWZXD184vi8nKfLT6yf798xfvHB2w8y6rKyMqGi9k4urk6unvVItkTvYylQSqcpO5qBUOakdtRo10E8jtLZlWVhi8DQoHAeBoKFmcJSJKWGRkQBqVBHiOlufs6u9cHWBfltT3lRZWm9yUEe899K0gGXZIYOZIR0JPvXhLpWBmnJ/TbratsTbuSLQu0rnXxcWUubvm+fmnuPnH+zhQSIQ4RAoCgbHIVAkJAa52Ay/EPrFQ+DIxWaIRaaWVKaHg8ZVpbZicUpyS4pzimvLq5tqGgqy8+OiYnW+/q5qjYNEyibTsBAoBYES0pgyLl/F46sF1lwMhgaDEU1NSWZmZHMoCW5OQ6FYBDwFg6LgMTQSEY1CLF5kRCTiNRp1UFAQBAJYoMEu1traejabC743BdH3/3AvmP79r/wLpmlgMARQOInBgT1YAoE1nc5EIFCLF5tAoDBTM6iJKcQMYo5CY9kcntbFLSpaHxkV4+sXIJMrGUwLFBoLFmXhCSQrkdhOrlCqneQOjiI7e77Qhi8UW4vtOJZCgVBiLbK3sZXZy50UDi5CsRwowZJoBWJnrrWKLVBY8OUsSxmdY0u1EDG4EhLDGk1iI/BMJIGFJrHRJBaGwESjqXA40RyCg0HxSDgJjaQgEQQ4kP7FgPIvCMCmJgjwgZGRKZXBKa+qLyiuSEzJ9A0ICQ6LFtspuHwbCp2NJ9FJVBaJykLjyHAUfsGnxkFhaVAYCQInITB0FI4JGKGhOBgEBVtkQoHBUnVByX4elXFhFREBffkpNfG6sijfEDu2OxvrzkTneKlyvBwTnOwTneUqKl6ER8vYLCHTQsK3dpQ7yOxUCpnWVuTo6hro7Ozn6RHq4R7iognydAn3cgovSqm7fe5Pw1PDvzc+GH4zGH4zfLj8xvCjwXDl04cjD1/uvvPh4P3bY9+crZv6MHvpl56t97rmPm04c6Vl4lLb2vmizmF9keHy/ccHv3904MqPM8d6wktXJy/ZVTY2Edu6JqJpT85on0tBsyzpTN2GffnLd+QMzSS0jkXUjMfWZwj93SBWsWy3HGlwitCnUBXR4J3WpsvuCsvv0OU0eCVXOUdVaiJrnKNrXGLqvBKaAlI7w3N7owt7o4q7Iwq7wvI7Q/MGIkoHwkqWhZaMhpatDK1cFVwx6le8zDu/zi66zy27xir0UOYggL5bf3w/c9mw916va86Qf+nmrMEB/0rDgT/fbrtn2Pfo7cZ7hl3Pv2x/ajj9+fncnd/nfvp4/m/DnY9/X33sa++RGBgTGxTho3VhkAnWPIuRge6Vy3qqCtIby/M66suaqwr7WuvPnzy0dnyktbmmdUnDmomVm+Y2btg0s37TxukNM2vWTU1uAIaOQPkXbHv+KgKvWbdu/dzchi1bgMas9evBNqzpTZtmt247c/5CeUUVX2Dt4OhEZ7BkMoVQKLK2trG2thFa2VgLhOARWloLLa15HEvLhQQZx4LL41gK/p9GaD5PwLHg0ih0UHKgkmlEPGnh/R4QXiAQSBQKDURc0O0MfggKwiwWGwRgOp0ptJFoXTxCw6Lc3L3BKSM3d++U1MzwiJjgkIggXVhIaGRUdFx0THxIaKSfv47Pt+VybZhMPp3OYzC5oP/Zgs2n0lgMJofJYlNpDByeCNa8Yxb6qMEUHhj6xWLxYD01gUACReCvYWDw5wwOT8biSAgk1tQMtvDashgOgeLRGJlYLLUWujuoVCKhBRbjqVQ0lRQvbapPjQ730yjVNvwgJ1VFctJ4R/u+mZkz+/flJCVq5FKlnZ1WoXS2lakFYhXDyluodOUDY9/2VmIniSxc4RyMZU8rdT/5ZD7Upv7tlfMkqvxCdOHywKRC3+ggt2B7icbDyV+jdJUq1GKVg0ipEslVSoWzk6O31jnI20fv5hnu7x6aoNV165LP5i25kl53Oan0SkLptbjyqwlVJ2LLpv2Th8PT1xU2bq9feqh55ELD6I36sbt141fye75JqjmUWn0sq+5kbuOpvJazBR3X60Z/Wzr3YPnOn4e3Hm0Z31rZm+/oH8oUR7NtA7C0eAa/0dWjJ8J/eWrobEny3obco0uKznYUX+4pu9FfeXOw6tZQ5d2Rmrujdb+MNf22pvXhdPezjUtBAAYHkB5Nt/05uQQE4Nuj1TeXA7XPoAv6h2Wll3rzzrRnfNuZdboj4/iSlG8akw7WJu6tTdxVl7q9LmOmMrUrJSTBSeLGpzlYMq1oBCICgkPC4BDgciYIwCgEEgvQFbArAR6wE5eIJxDxQFfWAp5R0Cg83BxFo7KaG9p+uPbz0p4hHJZMwjNoVI4Fg89kWNLIXCqZy2ZaC3hiBpVtZSmSSpRyeweJSCaysbe3UzqonO3slUqVRuviaWevpLN4Pv7B87v2A9VT7w3/fjC8fvfln/ef/333+cnzV3+9+vfTQiHzm7fvDcDt86dPH169evH23WvDp9cvr5+8s330l7W9z9Z2P1ve8O+apk8b215O1Lyaqnm8qvyvqbq38z1Pd/bd27P05a3tBsMPn75c/mT44ZPhxjvDTx8Md98bHvz15t69h9eqm0sSMmI8Azyc3Z3ULo5Slb2tnVgssRXYiDh8gVSp4vAFdAZLKlPY2ctsJfaWlgIej8+x4Fow2QvDhcB8IYthQSNSaUQqnUSjEalUAoWCJ5NxJBKWyKQwqAtv3cAP8SgcHoUjYYFgMGiBJhMp/8VgMBIMasJfvdB4PBEOhwM98VgsDAaDmUNwKCQeBUdDTBQ21oFuzqnhIRnhwck6/7QQ/6wIHdBuFROYpw/I0wflRAdkhPulLQBwaqhfcrBvaqh/WkRwZnRYVkxkemRYUkiQPsDfTiBk0zkWNLZIILbhiygkOhqJA3hwYXqEQmWKxPbePgEpqZn1DS2DQ8vXr9+wYcOm2dnNGzZsWrVqzdKlA52d3V1dPV1dPf39g8uXj46Nja9YMTYysmJ4ePnIyAqgBOurzAsIvChg9RdMBX+F3v8+QC3EufALNwwGsH1DIBATExMoFAqBQEAGBpHY3NwcAoGAZAsqvV9x97/V0KA1GgFDm0MQwCj5QqIJlIvBPyqIxGgkjkSggrvBFkyuFd+Gz7O2tuRzyCQvtVJjL/7h3OnT+3eCJViTQz2bx4Y2rxxYP9i5sr12uKF0uKF0x6r+2+cO3bl0bP2K7qHWyluXjt28ePTI/Lp1y3tGOuo2rhycWz08PdK7rK2uB2DI8pbSvNK0+MKUuOzYaECLjwhNjwrPjddX5GYuqSqrKcytKcxNj4sqykw5e+TA09/u/nTlQnVJXn56amVh/ulvDs1NT4b4ejsrZO5qVZQuIDY8SB8WOD689NiBXedOHLxw6vDpI3uHetoy4/ThPj7eao2TxF7ItBAyLRxsJW4qIErUVFUBzF8b3lw4e3jD9IoN60ZWLu/uWdJUX1pSnJ7u7eQY4eU+2FI/PdQzOza0YbhvRWt9S2F2Q35GS2lBaVpifJCv3tt1Y1/rX9fOPrp04s/vTt86dXi8s2VubOTRrZ9+uXrl+9Mnb1/5rrW6sig9ed3YyMbVYxPDA0uqK/NSkvpamkb7egaXtLRXVVZkZCxbsmS0u6uvsSE5Mny4u3PbhnXdbc3uzo4ouBkGDbqgEXQ63UYosRVLbYR21la2Elu5TOqgVKjVjlqt1lWlUllaWtJI+MTw4N76qrWDvYMt9e2VJav6Ol/+dtfw4d+fz5/trK4YaV/S31TfUlpUnZPpKBRIeWx3ucxdpfBwULqrFC5yqbPUTiuzd5FLpQJLR1tRmI9XXnJiRmyMl9rBns+TCiy9VHJw7zcuyF8tsvZUyvw1jhHeHt4OCn+NY6iH69Km+vdPH3158Xx21djyzraqrKwwd/cAR8f0yLDa7PTO6pLhJXWtFfl1ual1BekN+Rm1eZkJAX7eKrk9ixXj591aWRyn817V13l8++YjW+bO790z3tZRn5mdERKcEugX4+XmIbW5cHCn4dPLZ79e279teu/OjblZiSQ8Qm4v8nJ39vNy1zgotGrV388e9nW3BQd6ZaTqy0rSoyK84mMDts6t/PfF3Utndv35y+X3r377+PrRkwc3c9IT05PiivNz8nKzExPjwfnf4FBdRFR4YnKCl79nRFS4Xh8dHKQL8PYP0YVHRcZGREaHRIS7eWh9fV2TooIywv02D7QeWz14YKDpp/kVvx1da/j9W8OdY2+v7H5/df+zb7d+uXnMcOfMpx9PvLly+PXlQ+++P/Lh6rG3l4+8Onfg4vSKHd1NhtvXDH/ceXHju0+PH1w9ddzVQUEnE4jAqxCBSCaRqRQ6k0EgESFQQAGGQJFYDNFGKNE4ucqkKhqFDjUzByVf4wWB19zUjEokoWBwiLEJ8FIHg5mZmRktMjJaZGQOB8xrpqbGIAPDjIzQRkZyBiEvxKchKTLDxznORa6TCZ15DBEZw4SZ4YyN0CaLsRAzpIkpEmKOMkcioQiYqbm5qRncFPIVgFFQGNocDkZhSUgUGYW2IBKIcKDYiYJAUFEIOgZly2V7qR3CfT3DfT2jfL30Ab56fy+9j0esj0e8n1eEm1OYi2Okp0Zjw22vKvzuxIEoP1fD+xc7ts3uP7D76NFvsnOzgsMj5A6O9kq1ta1U5qCxUziCDZOODs5qR62D0lEuVbAYgEOJRGYQKRZUKge4qGcGQRoZyYjIxtjA9li/ZRkhfUmBPQn+7bH+XYm6zuTg9uSgztSQ7vSwJQlBlWGehf7afH/XqsjAutjw0tDAFHeXKJXCx4rvybMMkMl8tS5ArTfUHNC9ITA8DIlYZIo2gaIWm5ERGII5EAbWyJSZyamxUdESG5FcqvLzCWyoazyw7+C9e7/eu/frlrnNeTm53u4eQh4fCFEvNoYbLUIZLebi8M5iW5VAIGIymGgUEWJGRsAYOCwdiyEgYCQsikEhk3BYDBppamwCg8EcHBz0ej2bzQVdAHZ20o0bZ8ViCQaD+z8ZYJB4/6v9/h/5F0zZIJFoIpHM5Vry+VZkMhUKBd7RgnNHxiZmVBrDwdEpMCgY1H5d3TykMgXLgoNCY81hCBQaSyJTmSzgCrqdXCFTOdjJFdZiW77QxkokEdnJ2DxrgVAiFEtFErlM6ax0dAUAmG5pY+ssEDvzhA5sgYJlKWNw7WlsMY0tZvLsSAxrJIEFw9IReCaaxEYSGEgsDdB+ITgQgBEwIhJOAukXBlRAY80XRGBTE8T/ANgMZQZBRMYkbJ3fk5Ke4+Ed4BcYGhmT4KhxY/OsKXQ2gcwAARhLoCLQBASaQCCz0DgqFEEEtoWRFDiaBkdSYTACBkkwMzIhQKHhbi6pOp/iyMCScL+u7ITmtMie3IQcX0cfLsEeYRSvtC70dS4Lcq+JCIiQWjszKR5CfrBapffxyk9MaK2qaa9tLkjLT4lNVUnUGrmbVOgoYktFLJmYJvtmwwnDH4YPP34w3PhsuPbl3elXb795Zjjw5MuePwzHX7zecfv6yOFfJk/+NnnybPPk9+3rDWceGE7/dm3p7OaCjp6IvJ/njhiefL6389yL4z9/O7y9wTtjVVLLpsy+1ZFNq0Lq9mSv6HHO63LKOlm9bl/+6I6cofUJ7Ssja8f1dU0uKQFISSLXo9JJnyr0SbXxTRP5VbrGNvqmtumyW4OymnySG72T2vzTOoMyW4My2kOzO8JyOsJy2kNyO0LzeiOL+mNKu3X5/aHFy0JLhnRFo8Hlq0Irh30K2h2TGmWx3dqMOmH4zfbthh23vmy6+n7m8j8zF7PoHpMxzZP61gerz7+f//X9ll8M2x58mrv/cfMfhgOvDCc/3Ft1+UzvvpfH/jDcen9x2xlnvkOQk4+znUphI+LSKEQMIiU+asvMmsbyvKrc1O6myva60tKc1J2b1x07sGt6zWhXe/Oa1aMbNk5Pr5+aBgaBZybWT09tnAGFX5B+vzLw1EZgHunrAZ3S62Zn5+bnvzl+Yv/hb1zdPOQKFV9gLRJLrK1tbGzEAoG1ldX/0BcEYJuFiz1f6ZdjweWygepBMBIMBoCpZBooAYGaDxIO1EfhcAQQMkEAZjBYDAYLBGAw1AACMI3GoFLpAiuR1sVDH5sYEhopsBJRaSy1k0tcfDIY/Q0JjQwNi4qI1EdGxQYGhbq5e/P5thyOkMGwBMZL6WyQgVnAoIsFk8W1YHOZLDaFSsfhiWgMDr3wxfx3+xeNxoIbxQQCCbeQzgMDF1/nkYCdUhTODAI3MjJZZLTY1NiMhMPzmEyFSKyVyxxtRWKORaDWeWlT/drBpTW5GSkRuvwkfVdl6eyKZce3bD41v/3gpk3bJteG+/lKBJYKicRD7eRqr1RyreVUS2+RysvWwcVGrrCSuNnKdVaycBTziC7zunf6L5rEh3459+MrDkbk1GgCIxRenk6BGqcAT22gs8rNTuFoo1AK5QqRvUIuc3JSeXl7RGicgmQKT513ZJZvTLt//OHkqu9Sa26kVl2NKbisy7oeVfJjasPxhIotSWXzxS0HG5Yeqx86W7b0ckn/jbLBC3mdh9LqD+U07Uit2pVZuze78UBe6/GKgTPN4ydbJ/Y1jU0Wd4zmNyWrfLxogkCmdTDdMsfOsd0/cEVyxERu5NbylP2NuSfaCs53FV/tKb3RV3Z7sPLecM1vow0PxpserG59MNH251TXo3Xdj6Y7nkwBDVgPs8dPugAAIABJREFUp1p/n2i+v6rh7sra/2aAb4yUXx8uuzpYfLkv/1xX9sm2jFPtmafaM4+0pO+vS5ovj91UrJ8uip0uT6+P9gmTChzYFFs6mUXA4QBNDAr6n6FmELg5DI1Efd0BXsBdYGMRfAAy8MJIKoWIpwitxLYiez5XSKdYYJAENtOSiKNbMPiWHBsLBp9G5jKollwLG0uOWCiwEwpsrflia77YxkoiEcmk9iqFXG0rlrm5+9hLVXKFWu3sjkAT5CrN6W8vgeNGz1+9e/js1ccvQBvzJ4Ph3/efPn768s+bfz98eGcwfP7w4d2Hj28Anfjjq8endz3as/b5/KpXW0dezPS+3dL3ZX7g5YYlf21s+Wd3//Od/Xc2ddzZs+zNzf2GNzcMhjtfDLfffbn15vPtj4YH7w1//Hz327HVvQlpkUEhPp5+7s7uGqWTSmQv5lrxeFYCkZ2EL7SRKlV4MkWtdUlITI6IjI6NS5ArVNbWNgIBcHmLzeKA8X4Ww4JJZ9FJtP83/ZKwRJB+SVgiCUskYgggABPQ+P8Kv2ATHlhC/LUEC6RfDAoLVDVh8YDOiUKiUCgEArh4gYSaUjBILoXk7aSK8vVKCw1KCwlM0fmmB/tnh+tyo4Izw3yyIn2yo/yzo/yzIgOAs1CClR0dkhrqnxjsnxEVCvawRPl4uikUFlQ6ncTgMLg21rY21rZsFo/F4AgshRQy8NOGzeFLZQpPL78YfVxBYWlDY/Pg4LL+/sHBwWVDQ8NdXT01NXVVVTVNTS3t7Z3t7Z2tre1NTS11dQ01NXV1dQ0NDU1GGBSw+guqvmDZFaj6ws2BYtWvRmjwk4ARGo0Gqq5RKCwWkMBxOBwcqFw1BUZxIBBQB4Yu3CALNyQcA/ZgQUxhEFPY18QvqAx/pV8YFAkxhZkshpgshkBMYWAzFhqJA/kZhcDCoEgingJKwdSFDLi1QKSSya2YDGeprVTAvXLmxO3vzh3cunH75Mo1/Z27p8YPz01+Mzu5d3p0bqR73dIlxzdP/H3nuxe/Xr11+cj2qZHbl4+/f3rv8e3vdm9YtXaoY8vE8Mxo32h389KmysElNeN9rav721d0NpdmJBUmJ2TpoxJDgsJ8PMJ8PFKiwkoyU1trK5b3ddaXFRZmJG9eP3Hju3PXL39bkJmcEq+vrypvqq1aN7Gqp32JRiV3kEm0jgp/L5ewIJ+2pppzp45cOHvk5o1Ld29euXTmWE9TQ0p4mKscGHhVCkUKaxupwMaGzXGQ2IX6+Rg+vDF8ev3m1cNLF458e2bfhbOHdm3e1N3UXJ6d7e3k6CG3byzKnR7q2TU5Pr96+YbhvqHG6ray/NbyoprcjIzoiNSQwKb0uL+unX36/em7Zw4/u3F5bnRotL3l3pXLj27dPHfk8PljR3bPbcpKiKsvK9y4emx6dLixvDQ7Mb6roW6ku7O9qrKppLivvn73+vWr+3t7G2qz4mNqS/L3zc+NLuvLTIlj0UlwAF5MzM3NKRSK0NpWYiuzEQJdEnKZo0zqIFeoHRydNc4uzi5ascSWSMBxSIT2yrKeuuru2qq6/Jyeuuq2ilLDx3eGl8/W9HcPtzX1N9WO93asXtoV7uniobQDBo0UAAN7OqpADAYd0TIrvoTH0dhLYoODcpMSYoODNPYSAZ2qtRM7S0TOElG4l7ujjZWLva2nUhbgrA5204Z5uiWHBScEBx7aOmf4+O7KyWMrutrH+3obigqjfXyC3bR1+VnL2huaS3JL0uMLEqNLMxLq8rMainMTdAH+GicJy8JTqSjPTAtyVfc3N+zduH7/hg0n5ucH6xtKEhLTdEE5EaFLivLSwwMGGss/PPvF8Pn5o1+unD6+Z2L1oINCJBayndUyD1cnlVwSEuRr+PKxprJE4yjVBbgX5Kbk5SToowMS4wIvnt71572LZ49sfXT/6uunvxre/XX9+/PZaUkFOZk11eUJgNarLyopBJZ+YyKTUuIjokMiY0L1sZFxsTFREdGhwWHBuvDQsIiY+DgPL3d/H/ekqKAEP9cV1YWbmqs31Rbs7iy+s2OF4e6Zl6e23Nk++uSbDfd3rn64f/3NuRW35lbe3Trx6/z0L9unftq48tKaobOjvRur8opcldvb6i7PTp5Yv/rS3vkda1cJ6FQKHkMmEcALYTQag05ngplMCBRhBkGYw9B0BsfRwdnHO0ClUDNoFsZGiy1orBD/wPTE5JK8vLyMDK2DA4/JNDYyMjM1RiBgUJi5KcTMBAoxhpgZLTZCoRAYhDnKFCiFZsGMw9Wysihdvs4zUSsLk1t7C1kqJkmAgpGMjbCLFuEhELQZBAmBIKDmcAgUZgYxNzWDmUHgwFcDRZjB0GbmWCgAwEQEGgRgChqDhZoTYOYsAt6CSKCgkMDGIxHvJBW7O8qDPV1jA/1i/DzDAPOzOsrDJUXnG+PlEuXl7CmzKUqJOb1/e4iH2vDu74P7dk5Nrzl69JvyyrLUzCyfgEAP30A3b3+pykksVf4PqKQqmVRlK5JY8a2FVtaWlpZsDp/DteLyrFkMDhGBRBkZKeiE63s2TdZkl3jLSn2UtcHagYzotsTQpTkJben61rSYjuyE7ryUlvT4mvio8piIFF+PWHetp0RoT6cIcFimOZSNQtlxOCp7e2Aj3RwGMzEzNzJGmUKhRosQi0wxpubmRovJKKxargwN0gX4+Ws0GqVSmRCfsm5645Onzz99Njx/+eqvV6+f/v3Xz7dulpWVubu6kfE4JAQCXNJYZIxZvJgKhwM71FwuHY02NwJs6ngYnIbFUXA4DAxGxhOQ5jAMCrh+ikZi1GpNSEiYm5sHGI3JycnbtWuPXK4EY3v/nwFgUBb+7zIw+DQwAwyDIfB4IofD4/H4RCIZiPMtrP5CzeEUKl2hdAgNi4iNSwjShThptJZ8Kws2l0SmojE4FBpLIJIt2FyBldBGYie2l4LpX56VNYcv4AvFQlt7SyuxUCwV2yls7ZVylRYEYDKNJ7RVW9moLa1UHEs5iythsMU0lg2NZcPi2pJofBSOuSDD0jEEJgpHR6ApMHMsHPq/gzDHwaFYKARtZoqEmmHNITioGWBZMFmMNDVGQc2wMBiOLxDlF5U3NLfb2MpEEnlYZKzWzVsiVVlwragMDpHCBA+WQEViiHAUnkBm4Ig0NIGGwJKhaOAgMFQ0DphKMjFajDeHasTC4vjIvHC/8pjAusSQ/sKUicaSjvSYVK1UhTEOsqTkuMja44J7k6PrI/xTNPLmpJgzs+u+2731xOz6O9+e3jw23l5eGxsQRjBBkcyweGMMYTGOBWXmhuQYHhgMdw3Pjz4yfP/584l/DGfeG858Mux4bDj2zz8zP90cPnpn7anvl+853rH+4tBWw5lfDT+9uj/9zdaS3jU5zXt71xpeGf6+9Ou9XedfHL91uHOm0jlhdVLLdGL7qK5mLLB2T/aKbnXOoEfJ0fK1+/JH57MH1ye0r45pGI+uXRFemcxyS2C4VGliC5Xh6WJ/HUWh52lTxT5F6ohqj4R678R678RG76QWv9QOXVZnaE5XWG57cFZrUFZ7cE5vZNFQXMVAROlobM2YvnpIVzTgVzDgk9+hSam2DV+iSmy0j+t3znwzfdEw98PHme8+bbpyuXEmEafeU7B8R+6IYd/vb7fcMRx+8XLNDcM3bw3zjw2HXxoOPHk699Ph1i23t155curXkohcCdlKwrLmEOgsAlEisKRiUdYc+raZiYmR3saS7ObKgo76ssqCzPbGyrPHDu6ZnxsZ6pueWj29bmLVmrHJman1szNTM+u/FmKtm539ekAMntm8eXxycnxyEsRgUBDec+jQybPfNre1C23EGmcXNocHZoCFQhGfb8XnWwksgQPuHoEKsLVAaMnlg2+RQREYjAGD2i8OgwcrSMEWGKAJdUF0JZEoVCr9vwAMBoB5PD6fb2VpKeBweEymBY3G4HAFjmqtPjZRH5uoctBYWYu1Lh4RkfromPjomPio6LjIqNjomPiISL23T4BS5WRpKbawsKLRuBQKMGFKZ3AYTO6CF5q3EGtkW7ABDGYwLYgkCmCExuLBmV8wZLewtQfMFIPzSF/pF+yjgQHVABhTc4TRIlMjI5PFRsYYFNaSzZGJxc5yhczaSiqwbCwuunLi6La14xVpSW0VxUuba9et6N83M7Vv/eTeqcnDGzcc2bJl/9xslC7QQSp112j9XD3UYrmExpMQOF7WKm+h0plrK2MKXHhiTyI7kcC/kFjxXUDaveDcG4EZR4JTRzzCUuzdAqRege6xgb5JXpogZ5WbRO4glCusZXIREMbQuDj6OKsDPNwjfPxi4sJTwQzw7riSH9LrzwSmXApMvRma93dW67va0XtFXfsSS2eTig+Udxyt6j1d1nOpov+H2hVnSvt25bXMl7RNpFWsSi0bSyodSShdkVo9nts8VtgxVNjWkl7ZlF4R6eTrzhEH8iRxImWzb/jKxNT1RSlzlYl7G7OOtxdc6C290l/+80AlQL/Lqh+M1j1aveTJ2vbHk52/r23/bU0boANPtT9auwTsf743VntrpPLGUOkPA8W3VlT9NFx+ZaDocl/+pd68iz25F3tyL/Tkn2zNOt6Wdaw181Bj6u7KpLni2PUF+rX5+vGipKIAFx9rtj2dxMPjSUiguhKosQQSdQAGwxdeSkDbM7j9+1X4BT8EvdA0IhUNQzEpDD7b0oprzWFwsQg8BU/jMa0sqDwKjkVA0WgEtoAtFvHlQp6diG9nwxdb82ysuEIBz8bGSiKVKJUKJxetp0qpkcoc1E6uTho3sa3Mzl7p5Ru0ZnLj42eA5PvJYHj5D5D+/fzF8PeLfz5++vLx86cvXz59+vTh46e3AP1++fDit5u3tk8/ml/z197pp7tXPZ0feblnxZs9y59t6Xu6ffDJ/pV39439sG/l71f2Gt7cMXx59OHf++8//vnF8PyL4e8bN8+NrOhOSo7x8XX38HL18fFxcXWXyhQCK6CmUWQnE9rac/jWwGsW11JgJZxYO/Xg9z+XDS8PCQlzdHSyFUmEVjaWXEAE5rG4XCaHTbdgUZlMCoNBpn9lYFDvJWGJOCSWgMaDAAzeE9B44JM4Ilj29NURDVZn/Vf7BYVScAYJjUZDzIF/MxQKAaj3xkYsEh7oUfcDJISkIL8UnX9GSEBeeHB+ZHBeRGBaiHtmuGd2pE9OlG9OdEBujC4vNqwgHqi8yokJXZB/w9OjwvUBvj6ODkqhUMAGjCpiG1snR42Hm6dW66pWa9RqzcIUokhoI7aT2jtptEHBuozM7OoF3C0vr6yqqqmvb6yqqikuLi0vr2xuXtLU1PL1Mzk5eRkZWenpmRkZWUZIOAosUDUFFhzNIKZQuDkChUCDJVggA381SKORQNwZaLoGqk3QgAecRCIQCBgMAMYwGAzcRAIfQCAQKBT6dQYJbMMC88D/9TyDbme4OQpqBjc1hposhkDN4BgUnoinYNEE8JejEFiIKQyHIYJqMIVEZ7N4tiJ7D627NQvYj/V0VFw/f+bN4wdXTx89u3/H8Z2bz++bv3Hq4M+nD39/eMfR2YntK/uPza15cOXki1+vvn1y68z+zVdO7jW8fWL48PzmxeNHd2w4vG3dwS1T+2Yn56dXzoz2r1raNt7XunYQ6Fjub26oL8xLjwr306o19mIPB3mIl1uIj3tNcV59WWF1Ue7MxNj9W9dfP/tz/ZrRRH1UVmpSUmx0S33NzOSausoyraNCaMl20yg9tA6J+vCLZ4+//vvP9/8+e/rw3ovH94/s2tHbUB8fEuLn7Kyxk2rspH5a93DfwCBPL0+N+t7NG6///tNg+OfnH7/97tKRmz9d+OPXu7vmNg92dCZFhGntJJkRIStaG9YN9swM9WxduWzdYM+yltqldVVLyorLMzPKUhJydF5Xd88+vHj85on9T69fOrBhsq+28pvtW/7584/r5789snvn1W/PVObnpkRHruzvWbtiqLmyPC8lqbogb1ln+0BL89KmxnXDw3Pj45vGR8f7upvKi9PjojZPr9m+abqjpc6CQTYzXWRsvAgCgRCJRL6lUGILuEoEfJFCrraTKOQKtaPaRe3k4uLqrnJQsy2YfCrV1c5uSWnpqt7e+vz8ltKi0rTkI9u3APnSy+dWdC4ZbKmdHu4baW8sStarxQInsdBZaufhoPTTagLdXPy0GjelHCyLVomEKpHQ38U5OyGuNCsjKsBPKrB0loi8VHIHocBLJfd2UHip5F4quatU4qmUucvto3y9smOjm0uL7n5/yfDx3fFd84NLlqwaGOisqQ71do/08SzOSCrLTKwqSC9IjinOTGgsyWssK0gKDdF5uIlZLDtLblJEiJdavmag78DmTTunp+cnJnoqq8qTU7LCQrMiQiaXdm5YvrQqJ3HXhhXP7n9vMDz76+md/XtnqyqyiXiI3N7K1VmpkIoL8zLv3vwxPiYy0M8zOiIoOSGqKD8tLzspPNhjbKjx2P513x7b+v3ZvX/9efP9yz8NX96smxjTBXiXlRaWl5UkJMTl5ueUVZSmZ6alpifFJkRExgTHRIclJ8WlJCXHxMSGh0VHRsUGBIf4B/rpArwj/DyiXBz78lJ3dDStLUpbkREx35D94/qhX7aO3964/Of1y66t6rs5PXxjYuj6msHrq4eujA2cWdqxp75iQ1HuVG5ak59LjkJY7eeyNCNhRVlBS0ZKgr+3rQWDhsMwKGQ8FodGo8HGFHMIzHiRmZGRKdQchcGSyBSmnUQeFBgaH5sUExWXkZw+M7n+78dPDZ8Nhs+f/378eM+WraMDS2vKS1w1jkgE1NTUGIGCm8HMF5uZmsHMcQQsHociIMyRRkaERUYaS1ZWoFdFdFCamyrWQRQs4XnwmXYkLN1sEWGxEQkKwULM0GYLkq8ZBAYcU5iZKdDHYA5HQuBos//JoSQkhoREkZAoLNQcIGEkgopGCS1YjhJbEYeNhZjSsWg+g+xkJ9J5uER4uepc1KFadbSna2Z4UIyXS7i72t/RPiHYe3V/e4BW8fz325cvnFk23D+3ZbaqpjK/uESfkKhPTNUnpnr569y8/V3cfTw8/Xy8A/x8Ar3dvNy1LhonR3s7Wy4XkDjIFCaRAOSesMZGGkuG4d8nP+6cXp4f252sK/dX14X7ZLo5hCvEAbZW7nyOC5/tZsXV8jkyJs2aiCUaL6LCIHQkgkMi8Ok0MhqJNDHFI5FWPEtgD9kMCl1sAjFaBNSAGRnDjUygRotQplAWhSaxEUnEtmKx2NlFGx4d1dU3sOfA4T8ePwGTTu8Nhn8+vDt94dyW+e0VVZUaJ0c2g05GoVEmpqjFiwlQKBOP41DJHDKJAEeYGy2CLFqEgcEoOAIejaESSeC+AgFHtGCyfX39XV3dAwN1LBZbpXKcnl5/4sQpFxc3UM79SrZfcff/0O/XJ3x9AIXCsFg8WEILNtAuWC7FKgdgDTswKDggUOfh6S2TK/kCazKFRqHSKVQ6GZjKoDGYFqA+BtKv0FZiaS1kcXkMNodtaWVpLbKysQPp19ZeKVM6KxxcgAzwAgALhI4cS7kFV8rk2NItRBSGNYkmINMFeDIXiWXA0TQEhorE0uBoCgwJ6L0Ic+DAoVgYBGNuBtAvIPkaoyCmGIgpxswEDQxUQ/FYNI1M5tjJ1OFRcSKJ3BSKZHEEWjdvC66VRKriWAIDjyQqi0Bm4El0EIDNEVgMgYwlUtAECgJLNkMSTRHAojMSQ0bAscZGi0kIuA2DWp4SW6IPbsnQN6dFjpRnrW+rGq/MbYwJ8rXA+zAwejGnQefZpQ9uCveNsxM0x+juHpi/uX/bTFvd5v6uJdlZqYHBznwRysiIYAQlGMFoi3EuXMcLc6cNvxo+X35tuPjOcOHzm50PDQdf/jN127DuF8Pkz9/XbLnYOn999PCmsqETg5sNzw2G54Yfpw7sblwxVz10anzecP+N4aXhyNSe3w9de7Tv6u6G1eVOcROJrdOJ7cv8KscCavbnjHU6ZI35VR8uWrMnd/n27GXTie1r45onYhqmElvK7SOiSY4FdsGN3mll2li9wN0VKXBFW/lR7KMFLhly/zx1SLEmvMw5ss4jvsUvtTM4uzM0p02XvSQws02X3R2a3x9esjymakV0ZX9QQZdXdodreqMyrsImpMY2ul6i353WZ9hzzzB77fPs1bfrLs5E1tfZRY8Elv/Qu9dw8OFfU9cN3/xj2PWXYedzw55nhv1P3+349eWO26NJHcvS2rd1TvuJ3GV0kRWZY0lmiThcTyeNvbWAjEasWtZ7bO/Wkc7G+tKcttqS9vqKosyk7Zumd23btHLF0Pp1E9NTa8ZXrZhaN7l+FhCBQQBeNzv7VexdPze3bnZ2etOm9XNz45OTq6amNmzZMjc/v3Hr1i07d+4/cmRiep27t4+txN5eKhfb2snkSvGCCMzj8Xk8YOkX1HgByuUCx8ZaxONYgvZICyabzeLwOJZWfGsqmQbW24AMDIoiMCj8/wAw6H9mMi24XEsu1xL4LRa8lxYWHCqVTiCQmCyuQqkGg76eXn4aZzc/fx24gQQ6n6Nj4vWxiVHRcd4+AVKZiscTWVhY0ek8UAEGAXhBB+bRGWwanclksdkcHpvDozNYJDIVZF0cjgCGgb/e4/FEMAb8taQGudAMD4EiFgHT5sCqDhqJsWCy7G3EarlcaiVwlkk7a6ovHT18cvf2FZ1LBhpqVvd0jPe2zU+NH9myaf/M1IGpqRNbt5yYn9+7aWNsaJjWwcHD2cVF6Si2EFiRWBISz0/o6Mmx09KFciLHnSl0gZGrxJrvcxovR+TcTig97KNf7uRTrnCNVXhHu0XFBGSF+qR6OwU6KVxs7ZVWUpmVVCaWKh2VLu4af3dtcFRkVlRMVkxIUrpXZE9o6tHM+tOReSc89T8GpT+Jq/yU3/25Yvhe1pIjCSV70iv25Dccqeg6W91/uX74UtPo3pKO8fTyZZkVvRmlzYn5FeFphUGJxaFpVfFFjTn1S0paq3LryrMrQ90CPUTKIGtZmsJ1WWzW1tLKudK0+drkQy05p7uLLveVXh+ouL2s6pfhmt+X1z5a2fh0bfvz6a6n090gAP+6quWPta1/rG4ChN/RmpvDFTcGSq70FXzXk/fTcPn1wZLvlhZc7Mk935V9visbYODeglNt2UdaMvbVJu4oi91cqN9YoJ8piJ8sSu5PjUx2kjpbUMVkAh2JxELhaBhmwfiJgEEBDAYHkL56nkkEImnBcwbS74L2S6KQyIyF8BWHwSbjSDQiXWhpw2PxLS0EeCSZTbO0tZLbCZVWHFsuw9qKYyexVgh5tjJbhaPcSWar4HOFXAuBWGjvoNA4a9wBDHb1cnH1ksoctC6eHp5+Qhs7kcShuq7t3MVr/74DGPj9J8O795+BzucPnz4bvhgMnz9+fA8C8N9/Pb56/OC1dSv/2DLxcP/6Pw5O/Xlo4vnRqdeHp14cmHh3dsuvh6fufLv1n+c/GAzPgPHLjy8+v3/x7PnDE6eP9PR1pmWkRkZGBgeHenv5a5zcuBYCG6FUYqsUieQiiVIidRSIpDQLHsuCJ5Up1kxMvv7nzReD4fjCS6q7u6e9RCoSivk8AZfNAwHYgsZikOlMCgM84F8UBU8GJV80DAV6nklYIhlHouDJRAwBi8CA179wGNBeTgLXgJFwFPjDAayCAtug0EjMwkUopCkE6DpGoRAoGAQDh0oEvAg/n6RQXYIuICnQN00H0G9xTERxdFh+eGB2mFd2pHdutF9utF9OdEBOdECePjg/LjwzUleUGF2alpgbFxXj7+OvcfRxdPDVOmelpaenZmRn5pSVlNfVNVRV1WRn58bGxnp6enp4eHh6e/kF+OtCgqNiotMzM0rLyyoqqioqqqqqaiorq0tKygoKikpKympq6goLiwsKivLzC7Ozc1NT0+PiEiIiokJCwoxgUGBB5CsDg51YoAsalH//z/3CriMCNELjcDgymcxkMrkLNxqNRly4gbIwCMAg94Lm56/0Cwq/INyCMAwqvcA3ABQNg6CQMCweQ8ahSQhzDAyCAu8xSALCHAOHokl4GovOFQpstY7ONmwLrUyi1/l/d+qY4d2r29+du3bqm/vXLt4+d+LhjYuPb1y6e/7o5f1bD6wb2z+9/NzeTfevnnx0++Lp/Zv2zY3//uP5fx/eenbv6qWjO0/umTu9b8v3Jw78eO7Y6X3bNo0PrRnoWL+8f8PK4VVLe7rrqiuy0hPCdAGuGm9nBz9Xp4gA74z46KSYsILM5InRoRePH/z96Ld1q1fER0e4qFUZyQlFuVntzQ1rxpYnxUappLYqqchJaadR2a8dHwH2bwxvXj7//d+//rxz9fv56am26ur0mBgPlaOTRBYVEFyRW1hZUJgeH7tnfsubV48Nhn8uXTh86PCW0yf3nj1x9MD8jp2bZkf7epJCQ3JjIsY7WwbqytcPdu9bt3rn2pVjnc0d5cVV2Rm58XF5+sgMf5fRmsLbx/b8ceHEg0unz+2dH2qqW97Z9vuPN+7/eP3c0SPXzn07Nbo8OzG+o7521dDAxjWrl9RWJ0aEl2Rk1BXkD7e3XTh06Oj27VvXrp5cNjDS3Z6dFDvU1bpry4ahvg5HpT3M3NQcaE4zx2KxLCbXSiCytrK15Ant7R2FQqlcoXbSuClVTk4arVrrIhLaCGgMKzIlKTikNDV1qKWlr76+uaRwaWPdX7/cMrx4un1yZVdN6WhXy1hPS099mc7N0VMJdD6DK0fBnu5B7q4eDkq1ROymlHupHbQye429JC5E11BaXJSe6qNRK60so/28A5zVHgpphLcHaIH2c3LwcVRG+3lnxkS2VZaVpCWv6Gr/9NfTfx/+vmpgYKC9bWJ4qLoo19fZMdBDkxKtK89LLc5MKMlOaijNb6woTAwPjfD3lXC5AgYtWufnoZbNTowf3rZ5/6ZNM8PDXeWVxfEJ6SHBBbFRw826/1TgAAAgAElEQVS12ydGlrVVjfbU7plb8ee98wbD3z9cPblxZszJUSwWsiUiS5VcUlqU++j3+xEhQW7Oag9Xp4jQwNKi7OaGyqK8pIaK1FWD9ScObjy8a/r3O9//+/y3189+/+PXWwmxkclJcR3trZWV5cmpSaXlJUXlhUXlBclpMUmp0UmJ+sQEfXJiUnJyakJ8Sow+wS9IFxwaEuTnrXNzinFRNydE7+9tH0nVD8bqVqVF7aopuDez8o+5tef7W7/tabrU3/5NY9WeyqKthTkbszJWJSYMhIV2+Qd0BwYUymwavdSVnk7t+pAlCZExTgprPMqShCcjEQwSCQfIfXAGmU4lUKDGEBCAzcxQCCQOT6DyLW28vQLyc4valnROrFxz7fLVBfo1GD59/vvPh7s2z44OLD2wY1t6UhwRhzRebITGorAkHByLhmPRdAsWDodBw6EoUyAJbENC610dq/Shhf7adK1ML7fRiXlqBokDMyEuNiKaAdO+aIgp3NTU3NQEZrbwfxJqBoeY4RAoLBSJNoNjIAg8DGAFEhJDRKAJcAQVgwV2HREwAYvhrnbwclIrRUIuhWRBwgroZKWNwEMu8VLa65xUMV5uiQFeYS6OwVqlzlmhc1VlROt8naQ/Xj595+b1ru62jq72xOSEoNAwDz8/36BQN2//yNjE8Jj4sMjYyKg4fUxCnD4xLioWcP5FhQcF+jo7O9tKZBZcKyKBCvi0jYzSg3wM/zx+eGr3ydW9e/ob2hJ02e6KMDuB1oKpYtCFWCzN1IRiYkw3NyeamsIXRnqBSSdTUzwaRaOSgUQUHs/hcFgMJsTYBJB/jU3RZuZMHIkIQ2FMzc2MjMgoYBYYqNbEYiQyaXRCXGF56YbN2w4fP3X7/v3Hr14+/ef187dvHjx7fP7a9yun19a1NEVGR8hl9lQ8Hr7YGG8O5VLIRASSisdzKFQWhYZHos2NTWEmZhg4moDG00k0FALLoFmwWTwXZ/eSonJdYKharWGzuVqt68DA0KlTZ8LDIxctMjY2Nv0/3Asul4CLel+J978PwJk9NBrLYLBArUkgsHZycvb1CwgOCQsOCfP08lEoHWxEthZsLjidsjAVCWAwg2nB5fGBhRiJva1U9lX+ZXK4DDbHgifgAnuodiKJXCSR29jKvpZgARZoiZOllYrJtmNYSJgcWwZbTKZb4UhcNJ61IP9SAe5Fkc2RJCiCCIUT4FAsyhyDMMeB9As1RUFNUQAGm6AByReKh5sTUAgymcjm8exsbR0kUkcHZzczONpokSkKT2Zw+AwOX6py4lmLmVwBiW6BJdEwRCqaQIFjCBAEBo0noXBEOIYAQxOhaDIERYLACRAYFmjJgiLISASPiMsICyiND27OjG7L0g8Wp61tKl9dnd+fnZCoFIZbM8ItyZlKYV2AS6W3OtGOWxPk+s1Qx96+5s6k8LakqCp9dLijWkIgW5qjOBAM0xhlT+B1ZzcYHnx5e/HZ53OvDKdff9z3zHD4H8ORD4YdfxlW/PBb7Z4/+o7dHjo8nrjk+OBWwwuD4f5bwx/vz6zaPpRed2326F8X77+78+rzo4/HNh5+cvznnzYc31IxUqGOnYhfsiGpc8CjZKV/zYHc8Q5V1hpdw/68lbuyh7dlDa1L6phObF2rb5yIa+zwyNRTnFL4nm1BuY2BWSVucYEspQbFlyymysyYbnjrAKYsjOMQzdekWLvnSwOASLBbbJVLbKVWX+0aV++Z1K3L7wnK7wvK7/XP7fbOaXdJq5fry2xCyqxCBz0K7g8dBAB48/XPs1f/XHao1yl12Kew2i7m740/GI4+f7TysmHbn4YjHz+t+8Ww/c/Pu3//uO/Bi123lye1dsXVrijty9Ol2lGsuTiGkMFzVQI9SXKRkEHAJkaGHN45O7dmZGlzdXtdaWdjRUV+Rm9b476dW5YN9ExPrd4wM7V2ctW6memZjesnZwAvNCj8rp+bm9m8eWbzZhCA183OTm7YAH5y/dzc3Pz8/N69W3ftmtm8OTYxyVYqk8oUYls7hdIBBGChUPQ/QOUAu0fgsbTgWVrwrPjWbBaHQWOCxbAMGpNJZ4H+Z7ADlognEXBE4N0tHAUYHf+jAIPfeiwWm8VigyQMZoDBEiwikYxGYylUplSmCgmNBHuefXwDwyNiIiL1Qbqw8IiYyKhYUA0GAdhequTxRGy2NZPJZzD+t4HEZPGYLB6Zwlg4NCqNQWewGEwLJovNYFrQ6UwqlU4mU8ExJLAH6+tj3P+zD4zDEVAL2+BQc+QiE/PFxhA4AsOks0RCG6WdVGVvL+ZyynNzvj14YP/cxtq8zGXN9Uc2z2waHTy0ZebQlpn9Gyd3TY7vn5w4vHHDwU2b5qenwv0D1HK5k8rB3kbMp1iIaFwpVeDJk/nQxV4UoRPWwpdu7WyMW+oVfjKj6kR01uGQpLUu/i1q90IXnySPsAT/5HjfvBCXJE9VgINUY2MrE0jsreyA0TVnlZu3NigkMEEfkxsSlhIeEJvtp1+mzz2W1XDYP+WniLzHsWVvEms/pS95m9N5N6n2TGLFycKWvfkNR6q6T1T1Havq3VPeNZZWVheZWhqXVpSYnRadEquLjQ7Qx4emZCQWFhc0Vtd2V1a3p6UVaZVuziJlpMK11Cd0Ir10S1H55rL0XQ1pxzoKz/eVXekv/3EAcD4/GK17ONbwZFXz07XtTyc7Hk92/jHZ8fvajj8mO34db7w/Vnd3tObWSOVPQ2XX+4uv9BV835t/rb/oWn/R9/2Fl3rzzndlf9uR+W1H5tmO7JOt2Qfr03aWx20tipnNj16fFzORox/L0jeEegcLOVIizgpPwEPM4abmGCQBicAh4SgEMGoIQ8IRYPMz6HkG7786n0EeJhGIBDSeiCFYcQXWPCuxla3M9v9H2HsARXUG/N6olGV772zvhe196b333mHpvQiCoiBiARErqAiKSBcbdo3RWGJJNDGJRmOJRhONqcbezjeHzeuXeWfuvWeeyaxtJszA7vmdf9MIOWIJX6aS6rhgsphFJ3JYVBGHLhFzVRq5KSwgKjIkOjQg3KL3EPFlbAZfxJepFXq5TG21+FgtPiajp9XDV6M1abSmkNAoD+8QmcLo6RPatbr33oMnbz8Ar998eP8BePfuw5s3b96/f/vu3Zt3b19+eP/6tyc/Xz/36f29O58d3f3b6b0/n9v96xd7/rq879UX08DVY8DNM8CzuwDw699vHj5++ejR8yfffPPN1OSugvzS+IRUf78wT48AH88QL0uIVukpFeqDvKNVcivTTcpiysVSo7vSQyg1MLkyscQ9MirmwcNfPgDAy5ev79z5sbS0PCgoRK3UyCTy/wIwg+JGJVDcSDQGmW4/dCKVgiMR0Xg8EotDYMhYIgVHIqBwBBSOjCWSMAQMOOyBxqJx9iIAuxoMKr0ItB2APxqB7VFZGAzh6uoKhbvaq3CxSJiQw/S3mlKjIrJjo7KiI3IiQ/Ojw0rjosrjoytiI0tjw4rjAkviA0uSQkqSQooTQmciwSAA2+LCi1JiS9OTbAmxKWGhKWGhecmJFba8NV2rli1bsXjxkuXLO9avX9/b29vZ2Tl//vysnOycvOz8QlthcUFefm5mdkZWTmZ+YUFlZXVDQ+P8+c0NDY01NXU1NXV2JK6rq6+uri0rq7DZCtLSMmJi4oKDQ319/cESLPs7HRKOcnWB2leR7F+ePR5sB2CYK9yuCUMgECQSicPhsFhQ/CEQCDweT6VS6fV6mUwGuvtYLAqFgkAgnGcupzmgQ9YOwPZk78eUr70WCwRgKAbcB4bjUAgsBkkAw8COMCQcg0ESEDC0qzPC1QWORuBRCKzzHKjTHAgWRaSS3VhuPIXEXe8uA/PWPl77J0eAd68e3vz28qkjN744c/uLM4+//+rJjSsPrp774fMTFw5MnJjYembv0Mufr/3141ffnz98eHLzV6enH1y78O6Pe999fvzozsHp4S0n9oxeP3fi+rkTZ6YnT+0avfzJgQMjW8e39GzuWta5cF5dcV5adGigRWdRywVu5EAPY1JkSF564tyKoi/PfnbvxrVTRw4mxkSmJyfERoZlpibZstKrSosWNzelJsSw6WQfq9GsU5TkZ/1099rfv95/9vvDt89++/G7r/eNDne1ttaXlCSEhFmUWk+NIdjLu6m6pqLA1jyv7tefb7979fvUeP/mjSu2bFy5fXPvyJb+7Rt7OxY1xwf61eVmfvXJoSvHD1w7ffzxtSt3Lp2d3t7X3TK/saSwJD2lOCmuNDqoOMznm0M7X93+9t7Fz26e+3Rw1fKW6pIzB/b89N3Va5cunDt25OyxI42V5fVlJetWLNvUvWrl4taC1NS5xcW1+bYV85tuXLhw8ejRgdVdqxcv6l2xdF558cK5VZPb+3u6V5TkZhGxGAwaiYQjUCgMiUhjMXlsloDB5MlkWh5fotYYrR4+Gq1RbzBZPbyUSqVKKFKw2V5KTWtt7YKKit2D2wbXra0vyr9+4Rzw7sXdq18sa6pZ2958dGrH4PrOBZWFsf4+YR7WQKMh2GyK8vGO9PMJspq9dRqTuyzYw+KlVcs5rCCruaGspL60OCbQX0Am5MXH5MXHBBl1CYF+ehE/1GJMDA7IiYvesHzx4LrVg+tXLWuqK8lIGt28/vWTR99dPD+vrKxrccuOTb1V+TkpkcHpceHZSdHVRTlVhdmNVcXza8rTY6OTI8M1YpGATo0PCzQqRNs2rNk1tPXQ+MiWlSubS0vTg0OS/Hzn5mbW52V0NFYfnxw8OtE/vGHp/tHe+zcu/v7LjfOfHdywpl0pY2NRzgatvCA/+8rlC0GBvgE+nsH+PjGRIVmpiXOrypY0z60uSd073tPTteDkoZGfbnz56M63fzy8Bbz5Z2Trppjw4KrK0nmNdfGJMSWVxfXN9U2tjVW1RfWNFVXVxdlZaelpKbm5uZlZOVFx8amZWQlJ8SGBPlH+nrlhATVRIfvaF3WmRCexSa1hXmtTIieqC3bXl+8ozR0uy18RHbImKaEzJqozKmp1fPyahKSOyOi2oJDWoMB5PmabWuiNdg5hkDzIaE8mVY5HcdFwvPMcOhqNdoHAnFzsDxchzq7OTlA4AuswB+Iwy9EZirDfDKWlZrUsWtLfN3Dk0NELZ84fO3T402PHp8YnSvPzwUYvi0EhEdDIODQGjifiiDQSmoiHIOFCqQSLRcNcHBHODggHBxbCOcygrE6MqIv2L/LVZZjksWqhJ5vChYMAjHdywEGc7QAMdQQBGOYC0i/c2RmHQKGhyP8C8Az9gjFgHBSGcXXBw6F0PFbG44R4eeYmJ0b4euskAjYRyyVgZW5ULYfh4y6JtBiS/L0jzNpID32svyXEovbTy8O99JfPHn/76p/NfT2LWhcmJMWbPb10FovF21+q1IIBYI1BodQplFqNSq9V6/QqnV6tMWo1Br3WZLIYTR5KrYHHFxKxGMRsh67GKuDn728eGTve2/7JxqWTS+sXZ8ZmemiNdLKB6SYh4ClOjnhHJzYOJ6DSmUQSnQhKnEQimUpzozEZGAIeRcBxeFwW3Q06azZ8jjPayZWGxsvYfA6JRkSg0S5Ql1lznB2dcDgcT8DXm01xScml1dX1CxaUVddVNNQ3tCyqmd9UXFuTW1qUmJUeGhcdHBnuFxRotZrFQhEZj8PC4QQUSioU0MkkDAKOhsLBjaUZhzkainSd44JHYpGuKA6LL5crsrNzt27bXlVVw+XyXV1haDTW29t3YmJnZma2qysMgUS7gAslM8fF1cXF1R4AdnaG/Bd6//vaPiCMQKA+tu9otfromZUjs8VDqdIIhGIuT8AXiJgsjj2YjsMTMVgwpO7GYAmEYplc4a4Azc9ShVIolXGFohki4HEEYr5YZg8Ai2UqkVQ5IwKbRVI1hc6XuJs5fC2NIacyJHSWjM6SEakCFI4BgZOgSJKdfl1geCdXrLMr2PMMPr2FoOzy77/0C0FDIbgZwzMRgaCg0XQikcPiuKs03lbvMJNHoFJncXCCOcxycYahiDSmUmcSSBU8sZzJA2PAGDwFhSWhsCQ4Cg+BoQlkNzQBtEMjsGQMkY4hMOBoigsU4+gCRyFxcGcIGQkPNqtsMX4lcX51KcEd5RlbFlRuaijtrS6oDfMp8dQki5kpYrcMGSNXzSsySpqjvNflJy9Jjij3NRX4Wxqz0/zc5VgHBzdHKG0WXIyg5/ulvbj6B3Dj9V8nfwZ+AD4c/+317gfA6bcvt94Adtx93n7yQ8+li/NGPm0b/enwt8DdZyAA33n6x+c3N89ddqJ/z9Prj4DfPgAvgU/Gjl07cuX3T29cXLdntGxljS5xc/LCkcylnZ5lvcENR0o2t+sLBqIW7i/csLdgzZSte3tm+1DW0o3xjT1x9d0R1VlMn3Smd1toSWt4SUtkcX1gdjzPqphF4zjABQ5ouQNONYuin0ULQkniSJoMtkeuwDdX6FcgDarQxMw1J3dFVy4LLV4aVNARUtwRVLLImlUjiy5mB9WJYycylgF7f/gw+R0w8c2b4cvftI63qpI7PfJ7Qmrf77kDHHn8fuLHDyM/vuy7Cez78/XInddTt4Djjz589uCboU9uHTh/eNPY2ualSiZfRGdpJdKkiEiDu0InlypFAqWAt21D9/TIwPYNXZ0L6xfNLWtrrJpblv/5iUMrFi/Y1rdhcmxoeGRwZGTH0DAoB28dHvoo/34EYDsDbxwYGNu1a3z37s3btg3s2DE1PT04Otq+ooMvllisnjK5SqszKJRqk9nK5wulUtBjAh4Wl8PispkcuzGSywD9hPaxXzsA21d/aRQ6nepGwBHtVTcYFBYORcBcwZJCeyk0iQBaoEHdmMFiMtn2Fmh7IzSLxWGzuQwGi0SigLSMJ7srNKFhUWHh0V7e/sEhEYlJafbEb0xsYlx8cnRMgh2J/fyDFUrwJsG+hMRk8VlsAYstYLL4DCYXjQGlPiKJQiRR7D/OdDcme+aLYjLZ9uElAoFEJIJ7SBTKTGktgQQW2xJI9nFgMCoMx0BgWEcXpLMLDIcjCLk8rUJmUMi0UkGgxTTZv3mkd31TadFA98qd/Rs3dy7dPzywe/umHb2rBlcvn+hdc3Bwy7GRoU+nJk9NT8eGhFp0OqvRpJLKJW48DVPkTmJrsaxAkjCAwDeh3PypApUDYlVk5nhi0UR4eo8xsNPouyQoqjE6OSckKSkgLdEvL8qa7qsJNsotEqmSJ1MI3FUylc5s8A30jgwLTomJzo2Jzs6KzbP5xi7wiNyfUPpVYvnjtOoX6XUfMpuAomVA1eoHRUtOZdXvLWiably+f1H3nsaVI9Xtm4rmL0guKIhJtaXkJEUnx0QmRUckx8VkJqcWZufVFFU1V81rr1+4IiY+Q8AUGriyfP+wFam5w8XV27Jz9s3NO95ScLGr+tu1826sa7zd0/Rw06InA4tB+u1rebxl8aMti3/e0vbzQPuj7ct/3dFxd8O8Oxvm3l5f98Pamu+7K7/tqvxmZcXXK8svLMm/tLT4i2UlF5YWn12cf2phzidNGUcbM04szDvUmL2vLmN3TcZEZcZgcfK6rJj2xPDyAA9vN4oUheShMag5Tq5zXLAztUYz0AHmSe0NWPbQLw6D/e8U8EcvNB6LYzHYVDINfKZDovFZAo27luPGJWEpUoGcy+Bz6AI+U8yhi1huIq3KGhkW31jfXFRQGhMeZzJY5RKVWCAXC+QSobtcptbrLO5yjUyqsnr4enr56w1Wk8nHyyvIxz9MLNNR6Fz/oMh1PX1Xv/n+z7+eAQDw5s27N2/e2HuwQFfbuzcvHj0EHvwE/PoA+O0e8Psd4Nl94Nk94NkD0Gr6+jfg1ZPnL3+99fjuzk8OVDY3h0UmeHkEBwZG+/hEeFpDzMYAvdZX7e6hkJoVUrNcbBTyNe4ys9EQoNX7ShVmozUoJiHTJzDU2z/o8PFP3wHAm7fAq9dvx8an/AOCVCqNVCr/rwXaXnNF+w8D2wGYgMJh4WgylkgjUCg4Eg6BwcLRRDSeiMZj4Wg0DEVA4+3VWXbonXkTwOOxJAwKj4SDgVm7AjwznQt1dJyNRiNRSKiTowMBi7Do1YkRwckRQRnRoTnRIbaYsMK48KKYsMLIkMLIkOLokMIY/+I4UAEuSQwDT3JkWWp0eXp8UUpsVmw4WLwSEZafklJfVto+v6lrSXtdTW1xcWlWVo7NVtDY2NjV1bVmzZqOjo72ZUsXtjTXzq0rKilMy0iPT4xLSUvNteWlpKQVF5fOndswd25DQ0PjokWtbW3tra1t69f3dHZ2zZ/fXFpanp6eGR0dGxQU8i8Af3Q7f6RcVxfoR9b/iMH2P7U/m7H3kuOxOCqZwmVzJCJxaHBIXExsYnxCRFi4t6eXSqGkkMizHWbZF1BmzZoDgUCRCCwSAb4rIRFYOAxjP2BvNhQLdUXN1ISgnBzBmyGICxy8+3FFgkKBC3wGy0GrNhqGmYlr4wlo/EwzmITDYHpZzH6eluqyYuDDq6dPfjp7fPr8pwcvnzp89ezxW5fP3v/682unj5/dN3l6z/iXR3b9cev8w28++fPOReDNL5/uG/xk9/Z731346vTRqYHeTR1t09v7zu7beWbP+FdHpq8e2Xf12PTXJw9eOX3o3NFdu7b3dC9urCpIT44MCPYwKHgsKcdNJxX7GvXVhfnnT3zy4/fXRgYHosNDwsOCEuJjk5MSosJC46IiSwsLFtTXB/n4iNlMH5PeqlNsWLX0+yvnTx/d+8n+yX2jQ4sb5pZmZcUEBQZ5eAoZTIVAqBCLY8PDbVnpEQG+h/eOv3/x24u/HowMrBnqW711/drW2tqWmpryrMy08JAIT9NA19Jfb1x99cuPwMu/Xv3y472rl+5/88XFYwc7FzRkhAUVx4aXxYQOtC345tje37/98ucrn+8b2NBeWzy4atnP312++9Wlk9NTV86cXLusPTE8dFvPho0dK+aVFOcnJdbm27qam/u7uiY2bz4wPLxv+/bxTZv6u7qWNc7LiYsdXLd217atNYX5EjbHZdYcsH0XjsJiiFyOiEJl0pk8qbtGqTFqDGad3mgwGS0Wk9ls1Ou1Eh5PL3fn0RhJkVF1pWXdy9rXLl/WVFWxdvlS4MXfwIunA+u6WuurRvvX7x7e0r92ZVFKYmJgYGFSUqSnZ1pYWHJoSKjV4qfTeqiVBpnEW681K91VQn58aHBjZXl1gU3L5wRoVL3tbemhwbHeVqtcFG7Wxwd4L22o2bB00YGRwSMTQ3uG+jqa59YWZE6PbLv/zVfbVq2aX1palZ29enHrcO/68tzM6ACf9LjIsrzMuvLCktys5OiIQE+LSixgU4gBVkOIt2l4y4aRvg19qzs2dS5vLCnMi4kqiItaXFk6uKpjUUl+17zaw0MDN86e2DfQO7215+qpQ89+vv3J9HhMqDeLjqPTsW1LFlz56rzFqjebtCGBPvFR4bmpyaU52fVlJY01RfdvXT60e/uFT6fvXD13/9rFl49//Ofn2+//+TU7KToxJqypqaa2vjIhPaF0bnllY/W8hXUNTdX1DdXVNeU2W25iYmJ8YkJKRnpyZmpccmxaWlxSZEBKgDXTW7+punBpclgkAx3HJZRY5fkGSZW/pT01bkFMWFdO5qK4+IWxcQujY5vDo+oDgktN1iypPJ7H8SSgPEhIDdKZ5+DAcHDgzXHgO89iznEgOziQHecQnZ0xLhA8ElxRRyKwDrOdnOHwWS4uDk5OTjAYlkgSSmW+gUHJ6RnpGVnNC1sGt+/49rvrf/719Nbtu/v2Hpw/vzkkOFAs4hFAVMGgsSgsHoclElAYdERU+NJli6kkLArq6OLgwMJBk0N90oM95iYEVwRbcrw0SSb3UIVAzSAwkS44Zwek42yksyPc2Rnm5AR3hqBdwNwvwtEFj/w3EAt3hqBcYRgYAodA4JFIpJMzaIFGIYhIUDejYdBaiSg1KiIjKjItIjzKx9skEQrwWB4apWOzgnUqP6Us3KRL9PcOs+p8dXIfg3uoj/Halc9fPP9r59RYdm5WUkqit3+At3+A1ScgMCzKNyjM0y/Iy9vf2yfAy8PXoDOq5SqlVKGSKlQytUqp4/HFWCKFTKWQyWjXWQ5ttXnvf7n6y/npYxsXnxtaPd29qKe6qDzcL1ojNbOpEiKKh0FQoVAWnijl8JlUcOeASmMxOGD0CU+lQtFwAo3krpCw8Hi8oxNmliPeCcKn0DRiCYdCx8AQkDkusx3mQJxdyWSqQCCSydzd5aBwRHJz01gtCZkZ1U2N67b0Te6fubHu7IxPTTV5eMrkCqlcxucL6XQ6mUzG4XACIYfuRqZRiWQ8Dmwdc4LgIEiUIxwHQZMQBBKGgEZiuHxeYHho7YIGBo+VlpZBwBExKDSdTu/v729rX+IwywGBQbvAoM6gewTMa888rADn4sFHoq6w/8uxl76SSBSxWGo2g63aJrOnVmeSu6t5fDHdjU0k0XB4MgZLxOHJeAIFT6Dg8GQCkUqjs/gCidwdTFKJZAqOQExncd3YPL5YJnFXSdxV9pCVSKaQKtQag1ljMAvE7kQKiyfS0NhyMkNCZUspLAmOykPhGKDhGUmCIoiucIILFOPsinaCoJxnGq1gEBTcBeEKtoHAZ7aOkC4uGCcXnJMLDoVjIjEsMkOmMYVoLWFipa/SECRVedBZ0llOSAcH11mOMKobR6U1sfkiibuKzRfR3dhUGvi4A4UmQCBoZ2ckiSZA45lwFBmJJCIQBHBdCYaFoggOc+BOULQrFOk0y0Er5aWGeyV4K6qS/BbmRqwsT1lXk9ddmrUiJ2VJUkx9kJdNK7FpBQUGYbFF2hjpWRVoLvDUN8ZGzE2Ojwn0xiGhZAQG7uCEcYCHygK/3nUFuAu8/uIlcPndu1N/v5x+AOx/AOy7DwxdAzZeANaeuVCy/t7E58BTAHgNAK8A4NdXwIPnF4cONiYX//Xjk1xiBAoAACAASURBVFf/vPnwCnj+y7PDvRP/nLv9cOr8td6DQ3ntS/zyR7OXD2e0r/Qq3xTetCdvzbrAulU+lafqtu8rXLvTtnKnbeXmuPn9aa2rI2tWhlcv9s2PQqmrtYkro2uWR1UuDMjPk4X4I2QqB5LagWxxYvrCRAEIib+LIAIpTyDq0uiWbLZ3sSSkTpvY7JG1OXXB6qjqdv+CBab0WmVcuSTCxvYvYAVUCqN+334JOHTv6Y4vgOmbr8e/Gk2Yv8pqW67LOmRbDRx9BOz96a9NXwFTv4Dy7+gDYNej95O3Xuy+/v7sHeD+E+Dp38A/T179cf/qxU+3bOhKi4nSSsTeeoNaJDYrVXQspqmqYt/o0OGJ0c1dyxZVFbc3VMwrydm5tWfr2o7aotw940Njw9s2beodGh2Z3Lt3yyBYgrV9ZHTH2Pjw+MTIxOTo5E772bJtcHxql/137C/aV3R4+vpptEaN2uAu19gbKO3d+6AViy+yFzuDe78UNyYV1E/BVmUGG+yGJdNIBDKItSSqXQ3msnkUEhWDwtpdjkg4yq4F4ZBYEpYIeilpDNBUSXWzH/vfJ5OpPJ7AXko3046KJVPcBEKp3mDx9gkIDomIiU1MTEpLSk4Pj4hJTEpLTctKTEqzN0J7+wQolFqhQMbliJgMHpPBZTHBHRcyiW53ONvlXAKBQPyfi0AgkChkCo3qNtO+xXRj0KhkcBEHh3GjUHEYLObf2iQwx4hG4pAI3GxHNAJFo1FZAg5bIxOYFAKtgCajYfb096xvnb+kunz94paxzb1T2wdG+jdu37R6bNu6/ZNb9g71HB7tPzE5/OnOsbPTew+Mjob7+Zu1egW4PCOTM/g8NEWGdfNliILJvEim2ELlShEkM4Vn0wW0WmNaFQHdxrBOc1hbUFxTdKotPCXCKzrYFB3hkRSoCTGIzQKegiNW8ORqsVJvsQSFhSRFhKfHxuTExWRlhqcWWkI3BKfeKF70KHPu64waIL0ayJz3OrnhZeHyX+rWTect3Fi4oLtmSXtVa0tx84K8efOyaqrSSnKScpPjUrOT85Kj05JjM7MySjKyyhLSitNt1eW1iyqrmzXuOnc3bqqHT314xOqM1Inykp3F2cfn5V1qL/1+7bzbGxbc6Z1/r3fB/Y3N9zbMB4Xf/rZf+lp/3tL6aKDt8dYl9vTv9ZVlt9dV3V1fd7O78vrKsuurKr5ZUXZpScHVzsqvlld+saTsQlvJ+dbSc4uKTy8o+HS+bX8NqP1OVabursudrM7blJfUnhDWGBkczGGqcRgBEs5EILDOzkgIBI1CIOEIhCsUCYWh4QgcCk3AYMl4AnnGyWNvw7J/M5BmLvs3BZlMpVBoVCrdjcYQcgQyoVTCE3FoHBFbRMaQKXiqQqIU8iUyqXL3rulfH/8BfADu33+wYtlKjUanVumVCi2dBs6XiIRyMLKnNirctUqFwaD3NJt8DAYvtdpsNHl6egZ6evlrdWalSu/p5R8bl9y8cPHo2M4bN++8fPUOdEJ/AN6DQeH3wNv3wNu3wPu3wAcwFfzh9fNnvz7+9ce7Jw8d3tzTW11Tl5Ca4R0Q5q62qFQWiyXAYPDRaDw0Gg+rNZDBEOj1nmKxisORqHVmL98gNl9EpDG0JuuCJUtfA8DPf/x19dYdW0VVfcvix/88f/4eePzH3xcuXw2JiFaqdFKZUiAQsVgc+94vjUil4Mn/djvjSPb+ZwIaRCd769WMaRyshiaCj89xYAMWhmC3yOEQKBCMERgcEg8mT1FELIaEw4LFL+AvETg0DAMWjrpC0XAYEuqCgjpT8EiVhBPma0mLCc6JD7MlRuREB2ZF+OVGBhTFh5UlRBXHhtsiAkoTQmszogvjgm3RATXZiRVp8ba48IqsVFtKQnZivC01paqwqKGiujS/MCUuKTQgxGQwh4aGx8TEhYVFxMbGl5aW2yusEhOTQ0NBCdcHvPy8vb0DAoLCwyOjo2NTUtIKCoqqq0HL9JIlS7u71/T2bhoaGt66dbC3d1NXV/eiRa1lZRXx8YkgAP8vh/PHX9qbn+0YbH9t/yO7Ox8Bg9tXqnEYLI1CZTGYHhZrfGxcdmZWcmJSVERkWEioh8UqEYmhULiLiysEAoXBEDAoyhWCgLoiEfCP9IuFQcFjL8mEuqKcnaD2v///F4FCYK4uUHsxNR6Fo+DJ9l5vHoMjF8k8LFYPi1UuFiXERD7788m7V39evXT6h6sXvr985rvzn16/cPL+1xd+unrx21NHj44Ojm9YeWK858yejY+unQTePfrq5J7J/tXXzn/y5Pa3J3aPjfWsPTKy/bOpsROjg2cmR85PjXy5f+rKp/uunjt87eLxr88eOnVgfHtPR0O5LTkywEev5FEIbBJBzmV7aNTzKsoP795z4fTpkuL8kNAAL09rcFBAgJ+/n49vbGRUdmp6Xmqaj8nAd6NxaITqorxTh/funxg8vGv41MF9GzqWZyXEB3t6GBVKd76Ax2BIeDxPkz40wCfIy7pxzYrXfz0GXv1+dM/Itp6Voxs3rGtb0tHU1FBYmBYeEqDXNJUWfDa985fvv37728OXj+79+PXFa5+fvHLyyLGdoxOb1rYU5xVEBC8ptX0xvfPOueOPvjp36cBEd2NFR335l8f23rp05vyRfdcvnBsf2JwRF1OWnb24rrYiM7M8I2NZQ8Pmjo6+zs6t3d07t2zZvXXr8IYN21avXlpfnxcXt66tbdfAwLLGRqtaA3NyQULgM5+XBDZHyGIL2DwxmyeWumu0RovR6uHh5enhYTEYNQqF3F0ipRCI7iKJiMMryM5ua24e6FnfNr+xzJZz+tjhD8//enL/dufi+Tv61u8c2ry6fVFNXnZZampLRUV1VlZ1Ts68oqK8hPgoH+8As1EnEXnrteG+3kZ3mU4qTomJbK6pivP3kZFJZclJFakpBfHRmeHBZhEvKcCnu6VxuKd7bNPabWs6Do5tPTy5fWD1sm1rOr797OSFA/tzoqICtdoldXXb1q7pW72qvWmer1Ef6e+bk5JYnp+bnZwQ4GEGnxbyOUIGxaqRTW7v2zm0Zf2KtvamurKM5KzosPy4qOVzq3sXL+qsr20rLW4rLb59+jPgyS83Th47vXPH1ycO/fTdF6uXLZQIaFCoQ15+6t79kx7eBqtF72U1JMZEZiUlpEZGl+XmFOemDvavff77/fMn9p/YN3L363NvHt99+fjOy8c/fnn6iJdRWVqUtWDRvOp5VfFZKbUL6+c111dUFxUV5xWX5JeWFhcUFGTlZKdmZ2baslOyU1LT4mJCvSOt6hQP9dH1Kx5/sm9xUlCWlputF5QHmGrC/WojAwv8vLI9LFkWS4bJlKY1JMjdI3mCYLqbH4HgiUVZyFgvNiWQzwgSMAO5bt5uJA0aynNyYDvNcnOahZ3x4iKdICQCGYshgmkrJycHe9ez8xwIEk7nsCw+PvGpqQsXtw2Njp3/4so/L9+8A4D7Pz8+d+HyjrHJoqIiPz8fgYhPZ9DwRAKOAD7ux+CwBoPu7LlTPp4mV0cHpIsDGe1kUQmzo/2q4wOrwj1t/oZkqzJULTDyaFwCHAeZjXKehQT9IbMhs2e7OsyBzXZBzIYgZoNwjoLBYS4QmMu/AIyFw7FwOMrZhYgAHSYEBIyMRFDRKAWfGxPonxMXm5+QkBsbmxAQ4K9UaJgMKYkoJuCNfLa3uyTGyxLuZfI3KDx1smAv/Xdfn3/75vmJT4/m5+dl5WTGJSVHxcWHxySExyQER8T4BoX5BAQHBIYGBoT6+fj7efoGePt7mryUcnCBUKU14ck0OBLGpOMgsxxKUgKAv2+8u3Pu8IZFxzYu2b+6ZUtT1aLMhEi1IEDCDFFLGK6OOMdZbAIBA0EoJEqN2qhU6XlCGYlGR+NB5Zwn5qhVMuzs2TgHBzmFGqjVeigUYjfmTEkVHhzMdXSBQuFoNBaHJdFpLKUCrE9c0d09vGvq7OUvbz188Pzt27cA8PDJk1Off3785KnNA1urqmvDI6KUKg2NziAQyW5MhkguZHHpFCoBDnN1dHBwdnBAznFFzIbiXTFEGAYDQ7GZLBwB68Zzq1lQpzZqS0pK1EoNFo0Ti8W9mzYObB+c5eQIRcGc4VDwQGFOrlAXZxhkZi7+/wLAdo80EonG4cDbYD5fqNcb9XqjTm9WqnRiiTuLDU6n4AkU+/CJnXuJJBqJTKdQGQwmly+QSGUg/fJEUgaHT2Ny2HyRVKGWq7RiudI+qyiSKWRKjR2A+WIZnuLG5oO1z2SmmMwUE92E4O4RGrQ92wEY3LKCYkD3PdjCBu76gume/wAwSMXOaCcXnCMET6AJ3bgqvsyq84xSW8LF2kC9V7RS74/Gs+a4YB3mwB1mQYkUhkJtUOtNQpGMzRG4MTg0OotMcsOgiXAYOCwMR9OhSCocScViqUQcHY0iwGA4FzjWwQUzC4J2gWOdnFxEXLdof2OMpzw/XF8V79mSE95ZkrKyKL0jN3V5WsL88MBSi6rSS1XhrSy2SMv9NPkemjyrrj4upiw2RsR1I5Cwjg6zqVASy5m5qqwLuAW8+eLN89PPXpx8+vLIr6/3/wTsvwfsuwOMfQP0n/+5cejKvL4P3z4Cnn94+Ptfz1+9B/7+8OLrn7bWLT/UMwq8Av58+vL1O+DGl9cvDh18PH3p7tCnF5aP9MTVL/GxjWUvH0prW+ldsSWqeV/+ug3B9V3eFccr+3bbuifzOnfaVvYnLhxIX9yfsXhleHVnWFUeNziXE9QZWdUZWdUSkF+hiUugmv0gIg8nji9UGIpVRBM0CQRDEtGYQjZn0D0LBcFztYnt/gVromtWRVQOZi9u982vU8XXqeLjMdoKaWQm2WNdWC1w8O77PTeBg7cf9p74oWt/f1j1jtimdmXq/ZVHgL33gPFbwOhtYHSGfkd+erPle2D81otd3/5x6IvX310Hfr8PvHgAvH0IAL8/++M+OGdw+cvkyCiTu1rM4Ggl0qgA/42rVp7YM7VnqH/5zLRea1XBxmXNuwc3NpTkjg70To5s375929Do2PDE1MDI2I6xyY/0OzIxOTIxOTw+MTw+MbFr9/jUruHxicnde8ando3tnFrRtcrs6WUyeuh1FoW7ViSUi4QyqUTB54npNNZH4ZfFYLPpLBaNyaTRmTQ6l81jM8FbZBqFbh8IBXVdOpPpxiLiSWDJy8wsiP1mDwlHEVA4Cg5MWjKpIAAzKP8CMJvJAcmZwbLXz1IotH/Loin/LiGFhkXFxiUlJafbE7/RMQnxCSlJyekJiakxsYkhoZEWq7dCqZVJVTOZKRGHLeCwBQw3DpFItud4ZwAYHBqwX/bCRQQKicLMlEHj8SQieCgEPBmPo5NJBAwWi0TNSIX4mW5XUFlBIekQCF4ikgs5TItKZJIyZDTYhsV1Y2uXragpa6so3bF29eGJ8cltW7ZtWje6rWdqpOfgrr7p4Y2f7Nz+6c7hY+PDn+yanOzvjwoMsuqNSom7QiCV0DgcJEmKoXq6CQLIzEAaR0d2E6LJWio/SeU91xzdrAldaYxaG5DUEZE+NywhMzAuxi86zCsu0BwZaAg3yj1EIi1Hqua6q4XuWoPBL9A/NjQwKTI0LT4kJT80Za5X1EhU7pPKZa/zm99lVH9IKgVSal+nNr2rXvt4Qd+4rWVpdkNdYWNZcVN5flO5rbEyt74kqzI7owjUwNKLsxPy0hNtmeklaZnlieklqdkV+cV1yUlZaqHcSyyrjAhfmhLfZ8s4MLfs6NyCMwtsV5eX314378cekH4fbF70sK/lweZFv21f9uu29sdblzzeuuTXbe3217/0t/zYU/tgY939nrqbq8uvdZZe6yr/rrPiyvKyC61Fny8qPLew6OzCojPNxaeaCo7PzTtYk3W4IWdfXcZYaXJ/bnRvVmxXWnRTWECuSRfAZStwWA4C7oZA4FwhGLgrDgVHwcDPaDQUjkEgPwKwvezq3/7nmdYhO/ra45Z2m4C9oY3H5IJV5zwRn8ml4skygUQmlOKxhMT4JAAAfrz30wcA+Ouvpy9fvp6a2m02WzUzgfkA/5CZHxylwl2rUurVKoNWA44zW8y+FrOvTm8xGD3MFm+zxVujNdnLsYwmTyqN5a7QBgSGpaRmVVXXd61aNzG559jxk7t2Tw+PjPVu3LKiY1XT/EWFRWVx8SmBQeFxcWmBgZFWa6DR6KvReMlkRpnMqFZb5XKDUKiQybRCoUKp0nO4IqPVS6HRq/QmLJnM4PECwkJW9a7/593r18D7VwDw+6s3TwHgyYs3vz5//c978Hnjzbs/ZeQW2D/FBAIRm81l2peQyHQakUrGkT7OINmDvnbWxSGxH0uw8CgcDokFcReBoqBxFBSajMIS0VgiikhAE3FoEg5NQiIICDgeAcUgoBg0DAMqXhA4wsUVA2aTHHFwZz6D6G1Qxod6Z8WGZMcH58YH5cQF2mID8+OCCuNCi+LDimPDi2NDi+OCq9MiixNCC2JDqjOTytLiwLnWzOTUqIjU2KjspOTc9PTUhJQg30C1UicWykgkilQqtxdfmc1Wb29fT09v8HNfZ1Aq1e7uSpVKo1ZrlUq1Vqs3m60BAUFRUTEZGVnFxaU1NXXNzYuWL+9YvXptX1//4OCQHYM3b96yZs26xYuX1NbOBUuw7HaXjzqwHTX/FwnbGXimMQsKh8I+HhQCicNgSQSiTCINCwnNzc7Jzc7JTM/Izc7JSEuPjY6RydzpdIbdwAbquq5IGBRlB+AZ7RcNg6L/h34xUFcUxAUE5o9TkBAI9GNKGQFDEtB4Oolmf6IpZPPdxXKLyazT6eQySUxE6OULZ5/+8fD4gamLpw7f/Orclc+OnJqeODE1/NnusRMTQyNrVq5urO6ozRlft+DhlaPAn3e+P3uwv3PRsYltP175/Mz0zuH1XWMbuic2rB5b0zm9ecPJ4YGrR8Dd4KtnDl2/cPz2lc9ufXXm4ol9O3q72+orKm2ZccH+FpWCSyFR0ahwX59N3atOHNyfnZ4S4O8dGhKUmZGWEBPrZbEGevsmx8YXZGTmpiaLWAwCEmLVuPet7dw1vGX3yNZTB/ftHNxanJUZFeCvlcq0UhmDTFaIxRa9RiUTmdWK6pLc3366BXz45+LJg31rlg33rNuxfv3qlpbW6uqMyDAftSLO32vD0tbhnu4DI1tP7p04OLpt19aNJ3aPXTl55PInB/uXtizIy1xSart56ujts8cef/35vUsnh7oWt1UW7O5fd/HIvmM7h09N7zm0c6yhvDQ6wC8tIrzOZtvQ3j7Z12eXfDcuX97X2blrYGDH+vWTfX2rW1rqCwo6mpr2bNu2ff36+NAwDAzhMstp5hsJRaEy2BwhkyN0Y/GFEoVabzJYrFZPD6unRW9Qu7vLxHwBCoqkkyl0MsWoVi9ZuLBrefuKJa2FWen1FaUv/nwMfHi1a3igua581/CW7iUL55cV19ts7bW1nY2NbbW1G5cvX1I/tzgtNT4kSC8VG91lcSFBwZ5WEYNuVrpX5OXMLysWEnBecml1VkZNdnrPkhYVk2aLjVwxr/rTXaOn9ozt7Fs3sWnNZP/63QM9U1s2nJveDfz26PDIjuRAf1+N0pYYt35F+/oV7fOrK9Njo+PDQ0vzcgpzs7wtRo4blUUjuxHRSjG7b23n5jUdLXMr60vzS9ISS9OTChNiNi9fsq1rxbauFU35uYEq9929G4Dnf/9989vPpyd2rOn45uzxi6cOJ8UFQ5wc0jJiezat9vG3+Pl6WIya5LjonJSkKL+A7MSEvPT43My4ezcuXz5z9ODEwM/ff/nh959ePr7z7OfbwLun86qLDVppc0tjVUNlXllhYXXx/JbG2vrKsvKistLC8tKy4uLS3Lz89Nzs5Mz01Oz09Iyk9ISIlECvBKNy14oW4OblHw8Mry9OztBwM/TCeHduMJcWIuAYCTgPKtmDSvYkka14vAWD9cbjgmjUcC4z3aRJ1MkStdI0kzLboknWy6PkvFAxx4NFNTKpPAwCNcsB6ehExhPwWMIcR2cHZ8ePZ46rC4FGMXh4JKSlFZdXbNsxfPnqd09fgFWKf/7z4tqNOzv3TLe3tycnJyrVCjcmHYvHEUjEGZMdi0wm7pve5e9jRcOcmGQ0DQfRiJn5CcFl0b5VUd75weYEi3uwmu8hZUvd8GSECwYy5yMAQxxmQxxmw2a7IJ2geCQag0AiXKHgMpArFAWDY2AwNBSKgbgS4AhwrRXmSkYiKCikiEH3NxkSg4PSIyPyExIKk5JyIsKjLGazgC8lEd1pJD2PFWbShXkafXVyo0Lgb1F//+2l1y/+vPTF5ykpSTFx0bGJSSERkaFRcb5BYf4hER6+gSarj8XqbbV4m81Wi8nqafXy9vRTKsBmC63BymTxKGSimEOFOThkh+pe3ToD3Dl7fsfK0wOd092LhlobNs2rbMtPNdLRFhbJG1wlQoopFAmTSydS+SyeQq7UavVKpVKhkCtVUi6Pjke70CCOZAcHHYuZ7O8XbDRK3egMPI6AQiGhMCgEfF+FwhAUKsPq4VNRWbehZ/OGvr7hXVP7Pzl+4vNzX1+/fufBg6+vXz984sS5i5fGdk7Na5yfmZWTlp7p6xfA5vCodJobk87mMoRCvhudam/bwsBQCEdXiIMjAY6BObnyWGBDllIlW9+zJjwyxGKyussUTnOcBQJR0/zm8amdrgi4w2wHFwQMPDC4MxRmf9Zp/wD6P8m/zs4QJycXOBzcZcFgcGw2V6lUK5VqlVovd1fzBRI3BodEptslXzsG4wkUIolGprjZJ1U4XKFAKBVI5KCyOiP/CiRypdag0OhFMoVdBxbLlXKVVmMwq/UmOwAzOKDwS2KISAwRjsSBoagQOAEKyr94VzjOLv+6QBBg/9oMAEMhCHDO438UYDsAOzpjnaFEJl+lNgYavSNMvjEaa5jaEu4VmCiUW2Aomlxl1Zl8eUKl1F0jU2h1JqtAKOZw+XZNjEph4nEUHJZKJLIQKLorggJHUnE42kcAhiBwrmjqLAgaCvIwgkHC+GrFkRZZglWUH6JpSPJdlhfXmZ+6Ki+9MzN5UXRolbd+boChIcRU4a0s8VbmWJQ2L0NVRFiypxcOCYXBYC4OThwEI8EQ8+Haa+Crd+/OvwI+f/X04OOn0/df77/3buomMPENsOPS200nr1dv+nJBP/AH8OHZ+58e/fbyxTvgzw+3pz9fb2v6cOMJ8Br45+mrd2+BY7sO39h39t7k6ZsDR481bWz3zV8eUDSR2zGY0trpVd4fs2i6YP2m8KaVXuWHSnqmcrtmALgDLMFKax0p6OyOqlsb29BkzopCaRf52joiKpeGlCzwyi5VRqezfeLI+liSLpFhyeT62ITB+fygAkFwuTyqyZy+IqS0J3Fef8ai7siqgYxFCywZJeKwfF5gGtVawA2sFEfeWHMEOPfn87Grr6e+/b5j74mq3l3pS87W9q225AMHfwJGr78e/BbY/+vLgWvA+M/A9h9f9HwDTN59MXn18e6z7767CTx9BLz8GXj3GHj/+/uXT0AT07u331y4aFXpPHVGKgbrzuPWlRTt2tZ/9vC+LZ1LmstsTcVZS+eWHp4YnFeR37t6+fjI4Pj46NDo2LbhsR07dw2P77Rz70f63TE2PjQ6tnPP3h1j4yMTk7v2TY9MTO7Zf2Dr0I7QyCh3uVouU4mEMi5HyOMIRQKpkC/icfh2rAXplwlWwrLpLJBdSbR/x1Fm6JdCon48NArdvndiZ2B7LwwChiSi8f8LgN1o4MQoi8FmMdg8nkAoFLPZXHspHZUKBnclUoWPb2BUdPzHviv79m9cfLJ9ACkqOt7HN1CnNyuUWqkEFN94XBCA2Sy+G51tzxJjMDgsFhwZsV8YDAY9c4GZQ/CCwOHgTM7HmCgRT7DL1zMtPnioK9LFGbRguLpg3ahcFo1pUrkbpRwB0aUsJfTSgdH1C2q66qs2trXs7d+yf3j70Mb123pXTw5t3D3Ws2+id+9Qz/HJwSMjW/du7du3fXtfd3dMMLiOrpTJpXwhn+LGQuCEaLKFzvMlMTwJNAWeIsRT1W6CcImxQhvaaorq9ojbFJXdlZBbFhSV6B0eGxgb5pvgZQz10Acr3S1cmY6r1AvVeqnaaDX5R/jGRvnGJwal5oRnNMTmLQ9OORBf9E/lsje581+lVbxKKQcy5r3MbH5W0X2rdm1f2tymlIqC1Iq83LpiW1NFflNVXkNZTo0tuyInq6QwpzIvrSQ9uSA1pTAlrSQ5rSQxtSA+KduoMctYvEidsSUjbX1+1lBJzvHGqtMLKy61lV5bWX13Q9O9XnDx6NFAmx13/9ix4veh5b9tX/bb9mW/Dy1/Mrj00UDbw76FDzc3Peybd3d93fWVZd8sL/6mo+SbFWVXlpedasw+2ZRzqsk2cwqONdj2V2XsLks5ODfrQEP2aEnSutSQlYmhK5IiK32tEQK2P4clx6BZMKgbAkGAQXFIGAGDBKMjMAQWjsQiUXg0hoDBknB4e9/VRwC2cy+BQLA/FiGRqTQ66MxnMFg8JlfEFUp4IiGbj0di5UIpCUuMiYq9/t33L168Gtg6uLmv/88//wYAYPHiJf7+gVarp9FoZjK4UonCXa6RSpQyqWpmFcmi01p1WqtB76k3WHV6i9Hk6eHpZ/Xw1RusKrVBqdL7+AZ5+wSazF4KpU4qUylVeq3OrNObLVZvg9Gs1Zm0OpPeYDEYrVqdWa0xqlQmrdZqMPgYjb46nZdSaZbLTVKpTiBQyuU6sVjF5Uo9PP0EQpnZw1eu0kqVmqz8/LiUlICwsL/fgIvDj5/++eT5sz/fvHsGAE/fA78+f/3wz7+fPH954OgJndlTLFfyxTIOhwfGE2gMGoVOIVFJBLIbmc6guNl/9v8LwAQ03k7C9hC1XRPGwpEUNI6KxlDQOBIGR0QR8SgCBklAIfFoFAGJwCGgGCQMi0OC/xaHkUDHeAAAIABJREFUwNhDZEjnOVQcwqAUxYb4ZsSFZMeFZscHg/SbGFKcFFaUGFoYB+JucUJkaRI4g1SeAr4oTgivSIsvSYnJT4wpyUjKT03OTk7IiE+IDQ/3NHkI+SIahUEh0UkkCovFEQhEPJ7g31jHzNdo758Xi6VSqVwkktg7/4RCsVKpNpksgYHBsbHxmZnZJSVl9hmk9vZlPT0bBweH7Bg8NjaxY8fIxo2bQQUYCgH7x12cIC5OkJkicpj9Nz+Spx2J7a4YJBw0KoBeBRgcTH7OeE5wGCzTjaHX6mKiorMzs/LzbPl5tryc3OzMrJSUNJPJQiSSnZ0hLs4wO/0i4Jj/0K/d/AxuJLpCkK4QhP1hvz0VBkrHM2tMri4gCaNhKBKWSCNS3ch0HoMjFUgYdDexWGzQa0OC/TvaW49OTy2ZX9e3ZvmhicEDowOTm9f2d7Rtal+4bUXb1qWLe5rrF9oS9vUu+e3qqT+uf37r3OGBjkWD3e2HdvSf2jXWt3xx57yaxeVFy6pKeluadnQuOT7cf3Rsy4k9QxeO7bp2/tjdr8/dvPzZ2cN79u7YsmJBfV1xXlZ8tIcGdDpJ2ayshPjWxgY/L6tWo/D380lLTY6LivYEnx1ZwwODI/wDym35MSFBEg6TgoaV2zKO7BndNTywe8e2I7t2dra25KUkB1g9dDI5m0YzaTRRoUFahcxdwI0O8btw8gjw/tl3l071drVt7lw+tnFj96JF7XPn5sXHBJv03ir3xpL8tW0L1yye37eyvWdZy4qm2vXtC/tWtq+cX9fbtqB3YeOaebVPrl56cfva63vX3z68ef3Uwcn1Kw8MbgTN4Qd379y6aedgf2vDXD+jPismuqu5ebKvb2t3d0dTk90FPbZx484tWwbXrNmzbdvmjo7O+fMX19SM9PRMbd1aYctnkKlODnNmHo4gcXgymyOkMbgsrkgoUbirdSqd3mAE7//tFmg+m4OBo5FQGNuNwaTQCnNy5tXUtLc0l9lyIgP9Pj28780/v/9w9dLCuRWbVi/b3L1iaUNdbU5OXW7uutbW1S0tU/39g+vWrlzYXGnLDfP2VIsEPgZdTFCAt16rlYh8DbqFVeWBBq2SzYj19syKCLl05ICvUlabkzG0tvPTXaO7B3r2DvTu6e/ZsmLx9u7lW1Ys3rlp3ZUTh4C3z25fvrCgsrgoNSk1KizSz6urrbW1YW5VUUF+RlpGckJUSIhOoWBQiGIOXcyhLlvY0NHatKC6tKGsoCgtoSAptjorbXhd99Tmnu3dnfPysr0kwiWVZS/v/gD89vObn2/vHegd71v7w9ULG9YsxaKco6ICulYtNZpUAf5enhZ9VGhQTkpSfGhYTFBgdkpMenJE19IFN69+fvnM0R+unH78w1f/PLz54vGPr/54cOf6l/4+xvikyNzC7JaOxVnFORW15bVzq+bWVVVVlhfmF+Xk5OXZCgpLy5IyMtJyslJSE7JS44uTY9J9zMtsmd9NDQH3vr6xc1NTlGesiOpDQalgs60kjALurEJCtRiEGY+xEnE+FFI4n5WpUxX7WpqSo4qDPDIs6jxPXZGfucjPXBJgLQ/zzfW35of6xXmaVBwmFYkkz6zNODk5OUJcnGCuTjDX2RDnWS5OGBJBYzLFpaTUzWsc2zl15vyl72/dff76nX1X4NzFLzs7O7OzMy0eZpFESHOjg/Y2JoNKp+FwmOAQfw6DxqTiaXg4k4jQSlhpYZ5FkT5V0T62YHO0XuzvzvZ252n4dBYRgYPOQUFmw11AFzR8jjNsthPC0RXlCjqpcCg0Go4AaQ3iCtqroFAkBIKDwvAwOBrijIVCKCgkGYlgEfF6mSTMwxrt65MSEpIdHZ0fE50VFhrv7RVuNOi5TJOQG2LQBJm1FneBUsjwNSlv3/jqw9tnd+/cSEtNjIqKiE9M8A8OCY2K9QkM9QsO9/ANNHv4Wr38vbz9PT18vT19fLwDvDz9jCZPnc5DJHYXC2UKsZiBgaEcHJaVJD/7+hhw5/Or4+v2ds7b29V8qLdjqG3e5qbyJYUpaR6aNG+TBIukQ1wiPDwxTi4UNM6NRGFRqWw6hcekcVkUCgGOdHQgz3IQQJ3jzPqFxba8mAg1j83AY0H3s4PD7NmzyRSaWqMLDolIy8qtrGlYsGjJ4Mj44VMnr/5w88Hvv7149+41ANx/9OjMxYvvAOD7W7eXLlsRGRUTFByq1uioNDcun4fBoWl0klDIZzLd4FAYxNHJ1RHi6DDb2cERA0MgHF0YZDKLRtYpZQU5GXq1AuYKFwllSCSayxNk5dmGxye4YrHDnFkQUCgFARjs0JixPdvvuf+fAIxCYVAoDIPBksncJWCvlVoscedwhXQ3NolMt0u+ZIobFkfC4cl2IzSJTKfRWSw2n8sT8URSrlDC5os4ArFYrrQDsF3+tRuh3dU6jcGs0hl5Iime4kZngdoviSEi0EHvsQuM6AzFga1XcBwEhv3X/DxDvx8BGMzsOIHH2QkBHme0owsaAifxRFqLT5R3cILVL07vFWn0ifYNSaEx5GS6KLegurC0zi8wwjcgdOY90yiWyPgCEZcjZDK4FDIDj6OQiAwGQ0SmCjE4FhJJRaNIYEcGHItAEBBoEo7EmQPFIjFkMIcJd9YKaJEWWZjSrShEOy/BZ1lu7KqC9DW2zK7M5NbokFo/U7WPZn6ER12IsTLAUOijL/T3tPn6GJkcMgo9x2G2mqcSIrnf7/0KuAW8Pf3X25N/AWde/rn73t9Tt95M3302+vWf/af/3Hjscde+7xq2HK1cBTx59+7p2+cv3gKvgQ+3/zixaseJjkHgL+DF/T+AV8Afj/+aHtp19/ClR/su/rD12HTdmnmGlDWR1TvzuwYSF3Z6lQ/Etuy1re2PXrjSq3y6aN2UrXsqv2vCtmJrWktfyqL+jMU9ifPXxNQvDy6PQKgLJeErwiu6Y2s7IipaAvLrLWmV2thydXS5LrZaH99gTptvyWj1yVsZXrExuWlrVutAZktfWvOm5KYmU1qZNCKX7ZeA188zpCThDcNZbcCnj4ATj/4e/uJ+zyc/rj0yFNe0K33JZErrEdsq4OTvr7Z99XLrVWDfo6ebvgZG77/ZcvPD5u+B0VtPBy/+vvsccOch8Opv4NlD4OUDMOP38o93//zx5enPfr//8+fHT9rSMt35IgmLnRwZ0bFg/ukD+46O7WgsyilJiVlSX7p7cGNbY9WGVUuHt/ePjg7vGBvfNjw2uhukXLvk+18AtqPv0OjY+NSu8aldmwe27tl/YHh8ws8/kM8T2w+PKxLwxCKBVCyUiIUSO6Da079sOsteCUsjgvfE9nnP//6XRCB/nEHCYfAYlL2LCIGEo4hoPBUP3kbbFWAmFaRfBp1pr4/mcvksFodEomCxeBKJwmSyOVyhRmsMDAqzm59TUjOTktNj45LS0rPj4pPtMeDwiBiL1Vup0rkrNFyOiMMWspg8FhN0QdOoTDyeaH/INdPwjLGjLxKJRCAQ4OjovxdYlPRRhoFDYeD/MwIF6jTgvSXKyRE6ZzbE2QmGdEVLeVIJi+mtU0hpyAir7Oyerbt6V6ysKxnpWr5/y+bxDes3dy7f0r1ix+Y1E9vW7xvfOD3au2f7hsOj/bu39ExsXL9n27aejo7IgGCLwSgXS4RsLodIZSBwYizV4sb3pbGMeLIET5LQWDq2JFCkLVYHLfGKX+OfvCk6Z0VcdnFgRKxnSKhvRIBPrNUUrlJ686UGprtGoDO6myw6o0egNSjRPz4rOL00Kr8xtWxVbu3GqNxD0fl/5i/8J6X6WUbVy+xaoKDl78z593PbzuQs7IgsrEsqzUstz7PVV5S21Ja21BbOL82tteVW5WaX52VV5KaVJifaYmOyYuP/P77eO6rJ8+H/RwVCdgJZhAAhZAAhAxJCEhJWCJCwEggr7L333nvvJVuQjeDWalu11o/du9a2ttbuXW3VLq31/p2bu/X7Oc95nh/nOsrJHx4PepL7db1XRlRsRmi4UR0QymM6i5msFJX/UHbaUlHm0bLsK81lr3dVXOst+2i06rODDV/MNH093/rj4e6f1/ufnCcY/P1S51dzLZ8drPtiuubTqfIbw8XX+vPe7sl5syfvje78VzvzL9enXa7LuFiXfqk+62Jd9vmq9NOlSceK4jdyo7YKYg5nGyYTw/pjNC0R6nRPocqO4m1v64RB28JBACajUUQcmmyJxSIRe+ZbrBUWBwEwydIKqn3+pwrrXzvAk9+pNrb2eyl00BRPtXPYu9pk0OgMGp25FxC68cFHwGPAaEx05QkC1EEAALz44sutre1nz55LSkoJCtL4+gRIPRXubp6uXDeui9BNKPEQK9zdZO5uMg+xAtJ+ld4qP/8gP/8gpbdK4qlwF0nZHFeB0AN0R/sEqAI06sAQP/8gL4VfUHCov0qtUPpJZUoPiVwkBo1aPL7Iw0Mpl/vL5QFubl7OziI2W8hkCh0cuC4u7mKxwsHB2c6Ozea4url7uollgZrwhcNrd39/cP7SJe+AgMuvvPztL7f/BB7f/v23jqGRzVNPPfX8C69/8PH1Tz8fmZ7zCQjmuIILSfZ0Jo1mZ21tY02mUkjWUJsdBMC2/6rBEPcScYQnzmcijkDZM0iT8EQrNBZcFMBgyRg8EQv6n7F7YVUkAmdlScFiQAUYgwL3k8h4KzIGBGCMuakV0sKZQdP6yVOiQ1NjQlMNwRmxIRnRwVnRwdDeb64hBFSAo8PzYyKy9MEFseGFcRG5MaF5cbo8Y1ReYkx+SkJZTlZqXIw2IEAq9nBmOu25uME2TahugEqlEYlkPN4Kh7MkEEgUCpVKpdnbO4BLb3uiN21vnNzOjm5jY0unMyAS9vJSBgdro6Njk5NTMzKyamvru7t7u7t7BweHFxYOra6uHzq0bAIle8ECG1OYuSkMAuAnYeAnsvCT6DNkfn5Cv3gsDjrWZIodzdZDJI4xRGemZ6QkJScaE9JT03JycnQ6nVgssbW1x2BwUL4XepNCIrB70V/w1z30/f8DYBQCDRqhYUg8Cgf9+znY2IPNby48qVSqDvAPUPkYo/UzYwP1ZfljPc1TPc0rY31bk0MrA12HutpW+ro2B/o3+jpGyjOvrI799uHL995/+cd3rh4Z751trz+zPP3auRObE4P91SUVKXHVKfHNOWk1qXEdhZkDdUWHhtvObSy88uyJ6y9duPHa5esvPvfm80+vz4x31lU0lhU1lhVFBQeybawlXOdMY5w+NNjDncd34ShlEo1KFR4cHB6sVfv4qeRehpDQrKQErb+PHRGnkovOH984d2zzyNL8+aPbh6en8lOT43Th7i5ObDpdzOfHG/SRYVo3Z7bIlT3W2wY8uv/TFx9O9rdNdLatTU4ONjZ2VlbmG41RAX5+7oI8Y+xsf8/BnvbD40PLY4MjrXWDTdU9tWUV6QmNOelTzbXNOWmvndkF7nwL/HYHePAz8PDnDy6ff/Wpo79/efPuFx9fOrlzdOXQQFuLPjCgJC21q6pqprd3pre3r66uvbx8qKlpfmDgxPLy8ujo2uTkeHv7QENDWVraQEPDyuRke22diMeD7QMBGAt2/1KYLBc7BzYEwDw3MQTAXkqFQiGXSiV8Fy5080TEW/KcXVydOOWFhW2NdflZaakJsZVFOaAI/ODu1YtnKwsyF8YGRttbytLS0iMjJzo6Do+NndurZNyYmR7t6qgvKQrx9RayHNVeMqMuXO0lY9lY6wP9C5MT/ERCvj1NwXP64tqbhcaYupyM1dH+nZnxuZ7WIwdHjhwcGW2smmqrH22smmivzzXqz24eenT7m29uvLM2PRatDfQSukYGB3bU1cyOjTRXVaclJERH6D3c3NEwGAmDJGIs6ssK+1ob2msqaovy0qJ0xlBNd03ldG/X4ZGh3urK9PAwLw47xt/v5ktXf7l5/c5H77x05ujiSPcLz556/YVnY6K06elxk1NDTJatn6+XytfLR+6ZHGPIiDcGeyt1GlVuZnxeetwLF0/d/vLGtRcvvnj+6HcfvXX7sw8e3vsW+PPOyWPrEk9BtDGquqm6rLYsOSMpOzejuKigML+gIDs/P7eopLiirKo2u6A4r6QkNj4mWheaGa3LjdA2JcZeWZi4feXU329fPNJSnKPkxQmZQQ6kAHuSkoIDrc40UoCDTaCjbSjHIVrolKmUFGt8qw3avCCvbD9pica7WqeuCPMv1fqUhapKIwJb0o2NGclxah8+3ZYM7n1boJCw/aYH9pubHYCZ7zMz3WdmirWyFIjEYfrInILCyZnZrd3jO8dPrW3tLB5em1043NLRXVhYqNEECdyEHGcnO3sHG5od1caWQCKyWI5IFIxCwNtSLJGmJjQrBMsGH+bjnqtXFUcGpAd7hXpw/Ph0fzeOgs/iM22IKDOsxX6k+QGwchcO7gAhzUAAxqMxBBzeam8aFwmzgAAYDYMRkCgrBBILM7NEWIAwgUbRLHF8JiPMx1vn72cICIhWq+MCVHEBKmOgOjE4KFTmoZWKI5Qyfw+BiG3HY9qoFaIvP33/4R+/fP7Zx+lpSTExhjhj/L8ArJH7qDwVvlIvX2+/QFVAsJ9/oL9foMo/yF8VpPT29/ULdKCzeByuK51uaWJikPKuLA49eOtp4Ju3Pj01P11s3Ooqf23n0GpX/UR5xnBRcoaf5zML45/952K6Ru2IQTvi8UQzc9z+/QRzMxscytYSRUQdwJmbWJmZEExMvGytxioLv3jlypnlWX+RqyUMHKeCm+3HYtHWNlRHjpNEroyMTaiobe4fmVja3D7x9PnLr7z82nvXPvjkkxuffvri668fO3Nma/fo0ZOnhoZHc/MK4uITlN6+QjdRsFbj4uLE5oDjKhQK6cCBA/tMTGBmFmYHzA+YmJiBq0swBzIpQOaZFBEaLPf0k4jN9x+g2dCxoKON4KMKbOvukyp9TQ4csMBgYGj0vwAM7l6g4QgkHPF/ATDkCUKjsTicJdQF7ezMZbOd2Bwuw5FjZ+9oTbWDmmMhyZdMoRFJVEsrsqUVmUS2odmCj+ZsDki/kN7r5CqAEr/gdbvAHXrRVSgSiCQiT7lQ7OnIcbGi0GzsQe2XQuMQrZkYSxtzhBUMYYXEkP9b+zUzR5qZI/ea11Cg/LsHwDBT8BVwA8kMawrDwdEUOwZPJFPL/ELFCo3EO0QRoFeqI/FEBxdXWWV1e3Javkii9PEP8pDIJZ4yrisfFIEZTFuaA4loY4knkwm2djQOleZkRXTA4ah4HMUSS8JhiVgsGWdFxRPp++F4NI5MIJAw5gcEDpQ4fw+dB7MgRFJn8OtO0Y1kJkxkJg8nxbXrtbWBXmV+oha9X22YslQjzwvwylX7xcvkjmBhOJKCsbaDU5ebp4FbwMPnfwBe+uPx+R8envnu3u6t34/dfHTm5r2N12+NnX637fDrtbPnsntW0puAL399eGdvJ+Qh8O3lawvZzV9sPQ988+j3j38AHgCvXHzpuZ1zn5x+6btTr34wf+5o8UAJXzcXW7+bNbRgaBzyK1mKajuaOrwc1TboW3wye+xEzvjxnJHNtG5IAR4Nr1xJ7R4JqxgOr0ixD4ghyXqDCyZja8ejq4ejKoYiy4ciS4ciSwf1JQO64tHoqomYmtnEppWs7u3CoY28/sWklvHIyn5tYTTRM9nWJ9FGmUTzLuSGVblHf3XoCvDsV49PfPTz4VdujZ5/t+1Ivyy9yz2xwSny3sIrwMlbf61ee7xxA9j85I+F68DaZw9m3wdmPng8/+7Pc1fvHn0ReP8W8ON3wM9fAQ9/AP64/fuPX7/+/HNnt3cOTUy/dOGKSq4MVPq6MhzDA1Qlaanr05NvXXx6tretNCW2q6Z4aax3brRndWFyY/XQysryxpGdwxvbG8dOrGyAavATFzQUAN44sgPlfjeO7CyvrR+cmz9++szo5JQVgQTOYjsw2UyOM8fFxQmkX2j1F8oAOzowodAvZHi2JlNJBDIU/YWKr2j/ZnqhCuj/UYKFQWEpliQIgCHbHeiC3vNL29vSHewZ9vYO5L1pIiqVxmY78flCqUwZoNZE6AyQ4TkxKS0lNTM5JSMpOd0QHa/TR0P+Z6lMyeO7u/LcHOjsvfOP2cGaYmtlRYTixDicJaT6QvSL3PtCIeFoFAKz50hEIpFwOFgZY2YGQyKwFnC0BbgEjzE1Q5iYWBw4gETBcU72TGdbW7XU3d2BrHSlnT40cOuls9NNxev9LSemR48dHJ/v7hhvbVwc7tlemDiyPHl2d/70JqgAn12b25wc3p2ZPru+PtrZ6a/w9nBzd2KywIt7AsUeR+SSbLzoLH87hgeR4kK25jHYUmdhgItHtiiwwz9mQps0FpbYFmHMCQ6P8NH4KwJ9FGFKb52r2I8hkNoJxWypXChXeIq9NB5+Rq+w8ois5pjigdTKuYzqhZDks8FJ99IbHiZXP8ip/zm96m5y7Rexle+ntFxMbeqKyCmNLUxLLM3IrisubKso7izLbSpIr0pLKUpOKkiIy4s1ZOnCkrWaeG1ofEhYvFoVrpQofYQinZe8Olo3W5R5rCr/UmPxG13VHwzWfThc9clE7RczTV/ONn+72H5nre/e1tC9raG7m4M/r/dDIvD3S51fz7d+OlX/0WjFR2NlHwwXvTdQcK0//93egje6c19pz36hJetKY8al+oxnatPPVac/VZV2piLtREnSblHCbErIZELQWHzwQExwU4hvttxN58zwd6BJqVRHJJJmAadhMCQUGnwXw+OxSNCxBZ49+ZdkaQUBMNR6RbQiWFn9P0s8JAVDCjCNZgd2oREoNLINnWpnb21Lp9oRsVb1VXXAY2BsZNzRkcVxcpmdW3j48NHp02e/+OIrAAAuXbqs10cFqIKVCj93N08BXyzgi8UiGSj8eig9Jd4yqa+Pr9pfFawK0Pj4qmVyH5FYJhB68PgisYdcofT38w/y8VV7KfzkXr5SGSgXC4RivkAkEIqFbh4iMZjQ8ZB4eUi8nJz5rjx3LlfEYvEYDBc2m8/leri6SmQyPy5XxOdLWCwem+PqLpLGxCefOXfhL3BZGHjwGBifmckoLLj9+28PAOD2b39snz4bYoj39FV7B4XSmBwqg8Vzl9AcwESPDY0OFaRTSHudcFbgiJE1gQKFRqEBJEjvhdK/ZEsS9CgOzSCBSWAMjozBkzEgBhMwOEu0FWYvrIpE4PA4EgZthUJgkXAMFoHBI/eWq8xhOHMzOomgFAviw4PT4yKSojQpUUE58eG5cSGZhqAMfVBWlCY/JqIwTp9niMiODMmOCs2NDs+P1eXEhGcZwvITDEWpxpzEuPS4GI2fD4/DcbAFbzEYdEcmg8NmOjOZbOhAd222tvYQ61pb29DpDOa/G2x7nQAODAbT2tqGQqGSSBQy2drGxtbREazkFIslnp4yrTY0NjbeaEzMzs5tbm4dHR2fnDwIKsAQ7sJhCEhlhRTX//EiCgFeB+IweGikC0oCY9EYLBpsAEYjUUQrAg6Dtbe18/f1i4+NM8bFJ8Qb01PTYmNjjUZjTEycSqVmMJgWFgjTAxYoJA4Bx+ydJ/SLgVvgLGDgW9j/aoHGYfDgXwyGfDJgZUehMe0d3YUiT0+Zt0KpVMgjtEEHR/r62+rbq4oOjfRuTAxuTQ5tDvdt9PeAp7d3vbtjob70/HTvty898/DmO/c/eP3EVP90S9Wb545/fPXSCyePbE8Nd5cXdJfkdZfkFRhCM3VBpcmRLSXpoy1Vh4Y6ji6MXzy+9ublcx+8/Pxbl5/dXZqd7uue7OvqaazNToiPCwtJjTHoQ4M9xQJXDtOd56KQgAwM7rH6B+iCgqUCoS44ME4XJhPwXBxoU4NdF88cPX9088z2+vLByYK0lJTYaLGrC5tOZ9rZhQYF5KSnKMRuDlRCWlzUna9vAY/ur86OTvd2HRoeHmpqai8vL0tLSwwN1chkcZrA7prKic62jenJ7bmpuYHOsfaG8Y7Gsda62qyUjuI8o9q3uyTvzvU3gR++BH75Bnjw84fPnT+3Ovf5my/99tXN6y8+9/YLz71y6Zmd5UOLI8PNxcV1eXmTnZ1z/f0dFRWtpaUHu7vPb21tTk/P9vUNNTV1VVXlxsVVZWXNDw2O9XSHBgYiTM0P7NsPMjCOYE9n2dJZNnaOLCeeQCTxkCm8FN5KH2+5XC4Wi92FIg6DjTCDU4nWjvZ0ayLJaDB0NDX1dbb1d4FG6AtnjwOP/7z9za3mquLBjsbR9raanJzk8PCemprN6eljhw7tLC5sz89tLc6vTE9VF+R5i9w8uM7RIZroEI3ImcOl0yrzslL04SIWw9WW8tblZ1fHhhryskYaqw92NE201M62N860NUw21cy2NgzWljUWpLVX5jUUpb94/vjju9+9c/XCxuzEWHe7t8gtUCEvysicH5+YnZhKT0x2cuRgEEi2nY0ry35+fOjk1ur2obm12anl8ZGjSwuXju8ePTR/bGnhYGd7Xmy0J8uRjkJOtjXdePG5MyszT28tb86Ozo50v3Ll/PLiZG9v88rKHM2W6K2UaoP8vSSieIO+KDMrUhsc4CPThwXkpRvb60rvfXfrwU9fvvTs8fdevvDR2y8Cj+7e/ubmo4d3yisKfPxlUXH6surS7NyMnJys3OycwvyimvLaxrrW2pqm4rLqwrKqitqGrJxsY0xUUkR4nkFfFWd4enLw2vbsry+deXq4qSzIM1PuGu/GCuPQtGyqyoEczKaFcR30AlaM2CXJyy07QF6o9S4N9y8I8sr19ywKkleE+FSG+laE+JSH+uWovWqNurbslLzocCWfY4NDEJDmJCuMqel+E9MD+8xMoTlfKzLJVejmHxiUlpUdEKwRS71KKqqfeubiR7c+v3P39+9v/7K5uVlTUxWs1fAEfKqNLYlsTbWxtabSHB0dbW1tXJ1YeJQFfL+JjSWcgjHTq6S5keoCfUBKsDxcyg1wcwyHXIImAAAgAElEQVQUO/mLnRUCtq0VAm+xD77PBAUzxSEQKHNwBwhhChIvAYcn4PBoOAJhDoMs0BAAE5AoCIBt8Li9HiysK4MeLJeF+Xjr/fx0vr56pUKvVET7+RoD1QnBAXGB/tEqH6XQhUenCNi2Gl/Pr2+999cfd96/9npBbkZ6WlJycmKEXhceGRUUGuGr1ij9A8Ed4ECNKiBY6e0vkyo9PWVeCm93kYeX3IfLduE7chywWCmN8ur6ws1jSy/PdP72n13grfMne8qmy1POzvSeme57arz9WF9de3JkSZjq9PjAublJvVRMM92PMzHB7B0qfD8NecBynwnWxIRiZqJiUY1y3qHWKuC3H/74/P2kUH+8qYnFPlABRqORbCeOu6fcV62JSkgurmpo6xucWlyaOrQ4MjPdPzE+PjNzaA2s4Zk5dGj84PTs4qH+gaGS0vKU1HSNNlTp7asNDfEQu7NZDnS6na2tDQaDMTU323u7hu2D8sCmBxAmJgmhmud2t7pKi2IC/PFItImJ6b795nhLEt/dIyouwVsVaIZAw9BoCxTkTEfCYRbgB8re/CPC4v8swQJrFDE4HM4Sg8FRqTQWi8NgMO3sHaGmKIq1LZlCo1jbWlPtIM+zNdWOSKISSVSqjT3DkePkzHPluUHC7z+JKRceh8uHAsAcLp8rcOe7ewjFniJPuUAkYbCdCWSatS2bYMOyIjMsSQ5oPBUCYASa8ET7hegXAmBzs70er38B2MwUAZ49BkagSVZkBtNJxHaVOnBErmIfqW+YWB5ojiBJ5YEFxTUBQeEsJ4Hc289TqhCJJU7OXEcmm05n2Nrag7VAeDIBTyWT7LB4WzTWBoejkkk0KsWWRLDG4ygYPAWOpphagJ23eLwVxvwAz56UFuKd7OeWHySqCJO3RAf1JuqHEmP74vTtOk2j1qc2WN4WpaoO8SoMkGb5StN9vQ1iTzszJMEUS0PahggCgU/++us/PwD/+Rm4fBe4+POjE58D57/9+8yn9468/e3i5ZdbFo9ltuxmNB9OqFkr7AJ+fPjHD78++uUhcB94c/Vcvy7v5uL5v1/6FPjxEfDDH1sHV94698L1I5c+XHnmrYnjW3ndeU7a5ZS27fT+uaiGkcCKZUP7TvLgSkznkF/JbsbwydyJ47mj6ymdSwmtK6ndQyFl6xl947rqMX11vTwlmiht9c2YiKmZjK09GF8/k9Q0n9q8mN66mN66kNayktOznNW1nNF5OLPrcGbXbGLTSERZlzonh6MJQfLiKfIEqqLcLSqaILlYvwg89+XjUzcen/jwq4OXPh17ei2qsUeSUsMMX9M3AJdvP1y7Bmx9BBz97MHSdWDlBrDx6aOZ94GJ94CD7zxceu233Vd+e/4N4NZN4LcfgUc///njl1efPnvhxAngL+DT9z46s3OiMCM7PFjLpTODvX0Kk5PbKspffurUS08dH2+ray3PG2mrPbGxeHp3bXd7bXn50ObOEXDoaOfo4fX/vQRr98TJ9e0jS6trKxubG0d2zl+4ODg6ZkUAe5stcXjww9SByWX/w8DOHBdXF56LE2iHdnRg2tvSaVRbiIGt8ASCJZFEIFNI1tZkKpViAx1I+MVh8HvpWQy4bLi3D2JtRQaLZP81UoI68N56MNiJZUunUmkEAolKpfF4AoXC298/QB2oDQuPfOJ2NiakpKRmpqZlGRNSIAAODdMHqDUSTy+ws4fDZbOg48J0dLK3cySTbHA4SxQKg8XiIQDGYrFPABiBQMDMQY8RAg5DIixAJ7SFhbm5xQFTc5gFyswcYWqGOGAKNzGx2LcPjkBYUok2bo6OvnwXT5aNl5N1Z4nx5ovHP7l6Yr6t9PL63Ppg11Rj7VxX6/r44Nb0yJGFsZPr06c3Z4+tTO7Ojx2dm1gd7juxMH98aaksK0smdOM5uzja022tqbaWJAdLIt/aTuHA9rd3FJOtnahUAdtZyhOp+dJ0kbrJWz+qSejXxjWExmQFh4X5anwUah/vcF+VQeyt5Xh4090lbLEH391DxpeECJSpEm17ZH63oag/vngmoWg6IOZ0YPxvOS1AQdsfxa2fJhbf0OW/qy+5kdt9tWSwN6akMDbfGF+QkFqRlV1fkNtUlNGQlVRujM8zxGTpdekh2kR1gCFAFRUUaAgMiPBXBviKpZHePvnhIb1pxuXSzLP1hS+2lb3bU/nBQOXN8Too+vvNQtuPh7vvbQ39vjv2287o/e3hXzYGbq/2fr/U+c1C2+fTjR+PVb8/WPL+UNG7fXnv9Oa+O1D07kDRa915V5szn2tMh+j3TEXK8dLko8WJR4oSNvPjVnKiFzJ0o/Hqzgifeo1XgcI9hssMYdODndlCgpWdBcLGAkHDYIhIFAGJIuFwOBTyfwAwZIF+sgAMAfCTKiwKhUKmgENZEPjZUmiOdgwnBpvjwGLQ6Cx7x+tvv/fNV9+qVYFCofvwyNifD/765pvvHoGtVWCHMwAAR48eDwoM0UUYeK7uIneph1gucpeK3OUQ/YJJYIWfr1+gvyrYS+En9pCLxDIPiZfEU6H0VqkDQ4KCw3z9Aj2lSomnQioD7Z58gQi62eG6Cp1d+GwOF+w5d3RydhG4cIUuLiADu7qK+XyJSOQlkXhzuSIrKxtf32ChUApeizM4/UPjj/bo96vvf/oLAD796tve0fGLL77wJwD8AQAfffVNUnaBFc2BbMfkeUi5IgmZRidT7UH6pdpRKFSwFWwv2kAmUsBSdBwBWvp90nRFwhOfFGLtNQpbQnlg0NWMxYHOZxwOlH+xOBwGbJLDYYk4LBGPI+GwoCCMRWCwcCQWDreEIwgIOBWHETkxdWqflOjQZIM2SReUFhWca4zIiw/NNASlRagzI4MLYnXFxqj8aF2WLiQ3OiLLEJoXp8+O1aVFhuQmROcmxcdHhPnJPAXOzgyaHZPuwHV2FfLdBDx3HlcoELi5u4uhI5XK1eqg8HCdThcZHKwNCQnTaEL8/FQymZenp8zTUyaRSMViCZ8vZLE44OcmhUomW0NyMYlEsbd3cHbmCoXu3t6+0dGxhYXFtbX14A7w/3ogMIaoGA4DfciQCIyEg5tPEABDXmgkHGFhDoNImGBpxWayvBXKSJ0+Id4IxoAjI41GY2pqqtFo9PcPcHRk4XCWUMMzxMBwC/Se/IvZo1/0/1WC9QSAcUjsXjuZJWWvnJBgSSSTrW1taI4MulLq0VZf2V5XHh3sO9JaN9vdujHcf2RsaL2ve76pYa6+Yam1aaW1+khv46tbC7ffuHLnjatX1uZmGytfO7H5xStXPnvl+ZdPbs91NEy21s10NjXmppSnxpQmR5Yk6YsS9KUp0e1lOYuD7adX5p49uvb8qZ1zR1YWR/v7m2pG2htn+ntm+nsm+7qKc9I0Ad4SPlfEdeYyHF0cGBKe0Eci0wVpfSSeCrG7XhMY4ufj6miXGqs7s7P23JljT+2sr80f7KirSYuP9RK5cRwcHGxsvGWSeINeIXZzcrCJi9Ce2VkD/v71xQunl0aHZvq6x9raWktLa3JyU3X6SH9VkKdnbW7ucEvj0iioAE/3tvXUlrVXFgw11/TWlFZnJEX5yvVKyfnDsx9cOvfTOy//fuu9Z1dn+8rzF3rbnju28fbzz/zy9afAH/eBX3/58NVXDo2O1ObntZaXddfWNJeWDDQ1HlmY3z20uD0/N9XTPd3XO9jcVJaRXpSSvDA2sr10qKwwj4zH7zMBL1PgCAyJTKPaMmj2TJYTDxwUkcikMi8vpUImk4lEIh6XL+C5mx0wtyZTLTFYhp290JVbUpA/MzE6OzlaX1VWkp/53ecf/3r726dPHWmuKu6tr+usrkqLisxLMM70980PDW7OzmzPz+0sLqxOTY73dOWnJPmI3VVSSUyIJjJIzWPax0VocxLjooIDGETscEv9S2dPVmemHpkeG6qtaC/I6ijMnm1t2J0Ynm6oqU2LH2oqvfnm85+8deW7j94CHt0F7n73y+c3P3v3rYGmRnBVmOtaU1yysbzS3doZEhjKd+ES0QiqFbqntX7x4OjUYM/kQPfcyMDprbX/nD11dnNtfXpyYai/pbQoJijAFglXiwRnV+Y3Jvu3pkeunN3dWJg4trl47MjhseGuw4dn7exIUg9hoMrbWwa6oDMTErOSEkKDVJ4il9R4fbwu6NKZI8Df97+79e5bLzz97ssXfvnuk++/+PDBHz++884rMbERqkAfXWRYWkZyVlZGbnZOUW5hdVlNQ21LZUVDXl5ZXmFFQWllfkFRXm52qsGQF23IDQ1Za2u4cWr1wljzdGFCvp8gjm+XIGZF8mzDXWhBLGutEy1CwIiROCcphVlqaUGId0m4T2mEb0mIMk8lyfDm5/i6VWi86iL8anUB2f7ifK2yLBpsNQiRCVgULBltSgPDpigY3OKAmakZzByBQloSrBwYTL7ADY23DAjWjEwc/Oyrbx8BwN3f/nz4N/AIAD7//Mvt7e2ikmL/AJUjk02mUMkUKhHsQcEJhXyJu8CeSrIhYEhoUzsCUuMlTAv3TdMo41USnZwX7MFRubH83Vm+7hwBw9oaa47YZ4Iy3YdFwJBmZub7D8AOmKIs4NB18hMAtkSh0DDYEwu0FRIOATCkAPuJ3AOlnqEKRbi3t07hpVN4RXorDb4+0f7esWq/KD+lhxODQ7UUcuyCvD1uvPsyAPz+0tWLWelJCcaYqCh9pCEqIsqgM0THGJMiY+Kh6ctIfYxWGxrgr/b19ZXJZB4eHu5CN4VILKQ78IjE/pwM4Nb1T7bn5zIijtek3joyfnG0brQgbqYh7+xM74Xpns3WsuO9da3GsMIg7wajXstlu6BhPgw7NyKeATe1g5mwcWZiO6sAvkOUzLUnO7bZqK03hrz71NYnL55PDfcnwU2Q+01o1pY2NDJo6WU5eSh9Y1OzKps62wdGe0fHR2amDy4dml05vLK1tb6zs7i6OjI11dHT2zc0PDF5cG5+cX7hUG/fQF5+YaQhytdH6cigW1uT6XQ7AolocmC/yT4Tk30mcAtzhNl+uIkJ0sQk2EPw/sXzl1YOFcfHMKypJib7WWyn4pKy2IRkb3+1l6/K2s4BhsTAkBgLOBKEX3MYOJQHMwf/EAv4/yUCQwCMxeLRaCyZbA3Srx3dhvb/Ds3WYa/plmFn72hrx6Da2EMNWPZ0JsfJ1ZXnxheIHFhObBeek6uA5ezKdAIjwRwun+XsCgEw2D7iAXbXC0QSB5YTgUwj0xh4Ilj7jMZTUViKBRJEX6j4yhyG+od+TeHgeIEZwhx8MkdZgGow+P1/ATAahsDD0SSiNQMKEtswXAUefs5COQpnExIWn5Sa5yn3Ewg8fXwDZHJvHl/IZrMdHR2ZDNaelOdEo9oTLa0t8dZYrA0SQ8ZgSEQClUKyIViSQfsCjmyBAjeZzOE4DAqPMT3ApVqlhXhnBnlm+wmKVaIqjaIpPKA1Qtscqm4M8qtRy+u1itZI/wqNrEAtTfORJCrlEUIPu/0YOpImZ0hvnH3n96vfAm89AM58CVy8A5z99u+dj4Hnfrq/9c7bvUdf614/Uz60nlZ/rmbkzcnd5ye3gduPwFaW738Fvrp/vmdx1lj1ztju59tXgNvA1698eGR8+cbF119bPvPy+JE3xo8dLR4o5IZt5fRtpvbORtZPaGsWolp3UoY2jL2DvsWbyX3Hs8cgAF5J7ljP6JuOblgwts7GNo3rqgc0JekMdYkgclRXPhFTM5PQOJPQOBlbPR5dORFXPWWsnU5unkxomIirHTFU9oYVNasyysTRudxQPV5kIEiM1l5ZzMAacWxPQM6vJ98DLn7+1/Hr91deu9F78u2WrUGvzD5pWpsw4fbCS8DFH//efB/YvAFs3/xj8drjwx8C658+mr4GTFwHJt4GVt/5bful22evAF98Cfx59+dProGVkwvzwO8P/vr5Pqjd/AW8ePFyUmy8l1AscnItTErNNRrXxkc/eOH5E0szLWW5zSW5p7eXzxxdP3F0a219eXPnyNzy8urO0dXNLbAQa68C+r/DwEeOHQdV4vWNI8eO7xw/ceLM2cPrG5lZOeAUKg5LsSQw6Q4CZ66A68p34fJduDxnF54zyMNObGeoDhpKBkIATLAEKxsIlkTwEXnvWOHB4iioAhoJR8HMLKApEDAAvJc4g5KEEACD2q8t3d4WVJxIJAqLxfH29oWeR4M1YTp9dHSM8cnkb7wxOd6YDCFxhM4QGBTi7aPykMidXfhgNR3Thc3icthcpqMT2IBFpGKxYLEOlHTA7n098T8jkUiQfs0PgGk9mBkMBgPjchYoMzjKzAJ9wBx5wBS+bz/MxMTM1AxBJFBdmGwRnRYsZPtxqI0ZEVePTHz8/JGPL+8cm2g/vzi+1N0y29qwPTlydmXhxNL08aXxs5tzpzZmdpbGtqaHdmbGjkyNXtja3Dp4MEAqdXNydgJH5mxoJBLN0goCYC8HptKW7kamsKytXdgcT74o0E2e5OZf7hHU7Rc1GGpsCo9LC9BolYGB6rCgwBhflUHhr+NJfBg8NxZPKOa7B7rJM71CGoOTe3V5PRG5vVE5MwlFcxrjSW3C95l1P6dXfZpe+WZ07tuR+W/FVrxX0HexpK/VUJATkxcTnx+dXJKYXJGeWpWVVJkUV6iLTAsOMWpCU3z9ohXKiACVPkgdqfYNUst9w+SKBH/v5oToueKMnerci81Fb3SWXesq+aCv/POphq/mWqDo78/r/X8cHX94YurPYxO/747d2xq6vdr73aGOL2ebb03WfThccX2g9L2hkje6c1/tyHqjt+DNvsKrbdkX6lLOVyefq049XZV6rCxxuyRhoyB+JSd2MT1yJiX8YHLYQFxQg1aRrxAkuTtH8zmhXHaAE4uNwVDNYVQEkorBWVmAc1UEDA4qHybs9TMRcQRImYTqyqH/pQQCaa8GiwJRDej4pdKsqWBSlESi0G3snZlOPA6Xy3IWuvA1qiDg4eMfvvtxZXm1q6vn9p1fHu/1NN/69PONze1f7t6/e+/XxwCwsbljiI73kHhBTmZPqVIolEok3lKpr7s7qN96KfyU3iqZ3MdTqlQo/X181T6+arGHXOmtUgVofP0C5V6+nlKlh8RLJAb3CHh8d4FQDInA7iJPKAwsdJM4OfNZbC7X1Y0vEENlWhKJt1Kp9vYO1Ggj+AKxVOZNd2CfPX/xEQD8+Muvvz18/BcA/PDz/Ztffbt98vQDALj/1+PtE08pVBoOXywQywnWtlgChUy1d2A6Q/e/ZLI1hHwg+/0XAJPwRCjlCxVfQWHgJy9a/lP4bAmGrvcAGByPBIOueBzGCo8jWoGfMgRLPIlgSbbCWOIQKEs4AjLN8Rh0jZc0JTI0zRCapAtKidRkxYZmx4XkxoVkx2iyDdqc6JD8WF1BXGRBTFRutD4nWg9yb7whNyE6NSosI86QYohUyaQCDovv5CTmCxVSmY/S11vh4+Ot8vcL9Pb2DQwM1mhCNJqQuDhjeXlle3tnR0dXe3tne3tnY2NzaWl5bm5+dnZuenpmYmJySkpaXJwxPFynUqmlUrlA4Obk5MJksv8xh1vb2NraOzqyuFyeXK7QaEJAAxsU/YVY90kY+AkAQ3eBCAskGglO3WBQaCh6AbVAY1BohAXc3NTMwhwGeaGxaAzLkakJCjbGxUdHGVJSUuLi4mJjY5OTkxMSkgICAh0cHOFw5L8KMBj6hVv8Q78WMJSZGQy0SVuAXjgEFA/bWydGIzEgh5sjsAiMJRoPYjAKZ4WxBCebSRSiFYFCJrrzXCoL8/paG8L9vGKCfKszklb6u585vHhyanyusX6yunqxuXG3v+14f9vT00M3zh396j/P3Hz21FJb3fHx/m9ff+H2e2+888ypmba6kYbK2e6Wroq89tLsspTo/LjQzMjg/LjwpoK00Zaqqc7G0ZaaxcGuvVbhyaXxwYnu1qne9peeOQM8+vPaqy90NtUE+SikQp7Qie3iwHB3dlWKPX0ksnhdlLeHJNBbEabykwpcvNx56wtT549uPnviyMmt1fWF6XRjrL9c6sRgcFkshafYWyYRu7p4iYRZibEN5QV/3/vpu08+WJ0cG+9onezsbCkpaSwsSo+MigvWKFx5qTp9XV5eb23tZFf78tjgZFdzb33ZZFfzcEt9oTEmNSLYn+c0Vl95em7i48vnvnrl8pGR7qLY0MK4iMmOhqtnj/324xfAg/vAn/cvnz19ZmN9ffogqO52tPfW13XX1vQ11E/1dB+eGJ/o6lw7ODXd19tUUlyYnLQ4PvrSxQsHx4a5LNY+ExM81hKJwhBJNjR7JoPl8mRaUyAUSzxl4GaJzMuZ40q3c7Sj2e8z2e9Ao9uQKdZEUrhWU1VSMtLfU1VamBwffXxrBXj85/df3GyoLO6sq5ns7spLMEYGqPoa6sc62o8uHTqzsb48PjbY3HRwoG+suzMmROPp6hKu8suMj1VJxWIuO0EXmp+SQLTYH6LwfOvi00XGmDNLc1OtDUu97VONNQMlBUNlRa2Zqb0luR+9fOH7m68Dj34Gfv0WuPst8Nd90Ch+/w7w692Lx4+lREVJ+YIMY9JI31B+VgGdZktAIYgYi7b6ytnxwbHejs6G6tqivM66qoLUxMrsjMgAv/iQ4Jz4mKKURA+2I9F8n1HjtzDQNtnd9Nm1V3/55pMXLpx+9szuxsrs5Fi/jY2VqzNT6iFUSj185J7h6sCirIy4qAgfuTjBEJ6VHFNZkH77yxuPf/3h5rsvvvf6czeuvXDvp89++enzh3/cWVyc8lcphSJX/wCfyEhdWkpqdlpWTnpuUW5JSWFNYWF1flFlYlpWUlpmYX5BRkJ8UVJSdnj4UmvDR2fXm6NVpWpxocotzo2eoeAmSNgRLtQIrk04z04vdIiRcJKU/AyVODvQMydImhPoWaxVFGtkuSpRob+4OtS7Nty3PERRqlVmBXhkBnplh/tH+Yh59gQq2pSKR5CtcAgEYv/+/fsO7Dc1N7NAwDFYvBWBFBoW0dDSur69+/rb1z75/KvrN25eev7Fiem5isrqyMhImZfcTeTOcXJxYDBt7ehEEgUORzo5OQlduT5yCY9NR+43cbYnudIJ8UFesX7iKKVQ78UP9uD48uyVXHsfAcNPyHYkodH7TVAHTPBwGMrcHHbA1MLUDGEOI+DwJEsrCIDBfQU0+gkAQzvANqCIhra1wrtxWNDidIiXV5hSqVN4hctloVLPEE9JkFgYrpCGyiU8OpVBRPNZNH+Z8PUXngWA39cPz/gqJUKeE9PR3s1NIJZ4KJQ+IaHhwZoQrTY0IkKvj9CFh4aFaYLDtZoglW94SKDMja9VeInsbFUsx5eXZh+/eeXr3fnN/NgWFbdJzR9KCZ6vSp2py1loKdrqKHtmtPVkf8NaU/FCdcFAdlJLkqEzPb42VteYYKhPjKxPjuorSl9orVzqqp1pKJgoTZosScoKcOstiF9orwgSs4kwE5iJCZkAfsqRbahSX//S2oa51a3lnZOTS6tjs/OTiwtThxanDi0urKwc3txcXF2dnJubXTw0MjE5NDza1z/Y1d07PDI2Mzs/dXCmsbExJETD57u68rk0O1tTC9D0DoOZYZEW5nuV4FI2Q+vmempq5MdX//Pxc88yKKR9JiYxMTHvvPNOW3unkyuPzuQQrWkwJMYcgQangGEwC3MY9Fz7/wPAT1qgoedjIpFMpzNANxS47cKwpzMdGGyGI8eR6QSdJ45oGxodkn+5rkLuXlaKwXYGE1OObEeOC4fLZ7vwGGxntguPK3AXiCTuEpnIU85394AAmEilYyxtLFBEOJqExJAtkJZmFlhw9Ggv92tmjjQFQfd/AeC9F0EGNjVFgSKwBdYUhkHjyOYIKxMTONaK5uTqCQrCTuKk1LxwvdHZVSR0kyi9/RVKH3eRB4vFYjKZLk5cN4G7m0DMYblQyXagEZrsgMfboFHgZTxkUcOgrXA4KhprQ6A4wuFWSDgGfWA/i4BOUEvT1R5Z3rw8b36Jn7gyQF4doKzwk5crPcqU7jWB0qYInwqNrFSrzFYpExTyEFd3GxO0lQnm9Phx4MZD4LV7wIXvgMt3H2/dAI5+em/hNeCpz2+MnNnM7DpZNniqcuiphrHPti8B3/x16+nXHn/z6+Of/gR+evDgw++3qwZPlg99MH3qnekTwKf339i9+Pz6mU8uvPHCzNGrwxvXZs6crZuqEEWfKBlbTwMBeDKkdk7ffDRtZDtpoM+3aNXYtZs1cixnZC21ayO9Zy29dyW1ezS8cjGhbSyiaji0vJivT7H3HwwtnjRUzyQ0jkdXdwXnNPmmNKvSOjU5HcG57Zq8juDcVnVWjSIxlxcWT1PqcO6RluIkmneijbJcEJnP0d6auQA89+WfJ67fW3vtetfuex27l4oOTgeWtAnjG7kxf26++/eRD4ETn/+1+v7D5fceLFx7OH8NWL31cPwtYPQ9YOg1YPH1u8vP3zn5PHD7LnD39oXNlfWJMeDPP4A///79+1+Aew9+v30PeAQc3dw2aCJoeHJOXFKKXt9RVvba02ef2V7pqikuTok7sjx9ZHXxxNGtre21jSPb04uLG8dO/HcAGKqAhkqwtnaP7hw/sXP8xPHTZxaWD48fnN45fuLUmdNSsUjg7OzCZLpxuRKhUMQT8J1cXJ2cXdgcVydnVxceJAWzHNmQDkyl/BMRJBMpJAL5ySHujQDjsZY4DB6FQO8NT6LwWEsqgfK/AjC0MEyl0igUKpfLU6uDwsIi1OogbUiEITo+ITE1ITEVQl+oBTosPBJaP/JXBUHTZU7OPLCe3daRbs+CGrBoNnQiwRqLxaNQGAwGh8HgIAB+IgKjUGALLRZpgYCD7xhgTQwMbo5AW6Cw5nCMOQx1wBS+Hwx8mFrAUHY0e0+eayCf6WRh0poWdmGx9/q5xZ/fe/r1U/NXNg8utFVvDHWfnp8+t7L41OrCmZWZMzdYKaQAACAASURBVGvTT21MP3Ns+eTqzNGFydPLc0+vHX7j6fMbk5NcW1sBi82m0+2trW0JRBrOkmFpJSTbeNkxZDa2fBLJ0ZrCcWRKeCDQGvk++TyfFnnoSERSe1RSok9AkFwVHmLQhSX7++l9fcLc3JQsFs+Z46rgucfLAloiUhYz6vrDc7pDM3sMOQsZlYdiMnd1Ke8lFL4WmnQlIvU/kZnXU2reS2t+NadzO6W+PCQ1MzYvLrk4KqXEmFSanFiWYiyNNeQEaxKUqqggbZJcqZPJQwMDIkMDdcFKdYiXIt7PJyvAZygrYae+8JmWold7Kt8fqPyov+KTocovp5u+XWz/Ybnr9mrv/e3hhyemHp2afnhi6sHxyV+PjNxZ6/t2sf2LmaZPJmohAL42WPpKZ84LrRkvduS+0J5zoT71TLnxZKnxVGXKiYrU3fLk7dKkjaLEQ9nRB5MjRozatnBli863TCVJcGMZeOwYEU/r6uJhQ7VHoohm5mQkmorDQ5uFVmjsHgPjrdBgyvQJAFNI1lCiFQy1EsCd573lZxvaXvcVmUIl/JsOBX0Qdgw2ncmg0e0oNI0q6Ocf7jx+BNy/C872PvobgBj4zNlzOn3U6TNP/fngr8cAMDe/xHFy1YboEpPSE5PSA9RaicTby0vl5aVyc5NJQXepP1R/JfH8JxIMfePtE+DrF+il8JPKvKUyb0+pUuwh95QqJJ5ee9FfMOLOF4iEbh7uIk+RWMZicx0YHB5f5ClVyuTe/qrgCF30wemF06efzcoukMl9XLjCsPCoe789/O3Pv1949c1X3nz3HyP03rrcN3fujs7M+wSGugg8nHgiqj3Lngn27GAtyVYkGyKJCs7+7f18SCTKHhOBFuh/LhEsQSkY0nuh0C+kA0NJYKgCGgqWErF4SwwaHM6Ag4sGaCQOQl+4BWgBtsJY4pFojJk5xtyUhELYWWEVfG50sH9WnC4lUpsQrs6MCck1hmXGaHJitXnxoQXxEQVx+rwYXV6MrjDWUGSMyYzWJetDco2xuUnxKQZdaowhOkTr5swB51Hd3YJUAREhocGBmgB/tVYTHhuTkJSUUl5e2dra3tnZPT4+ubGxtbm5PTe3MDl5cGpqemxsoq9voKenr69voKurp7m5tbm5tb6+sby8Mjc3PzExOSJCr1KpFQpvuVzh6sp3dGQ5ODhSqeDQGolEYTCYJqb7zWBmFpDAu1fki4ZA94kdGvSk/euO3jNCg4ZnNBLcqkaBTQRgcAuShZFwBAaFtsThKSSyE5uj8vM3xsVHRemTkhKMxrjw8FC9Xm80GjUaDZfLRSLRcDi4fgEzR5qZwk0PgBVZKCQYEv4fB0J0swPmFuZwiH5BsR5jaYnCgXI8GtST0UiUJR5rZ01KNOj7WhuS9SGhSkm0v6IlP2t1oOfs/Nzp6YPLHV0bvd27A93HBjtOj/W+urV06+KZN3ZXN/taJmoKv371+Q+eO/vrrWuvntnuqyqcaKuZ722b72vpKMupTo/PidKmRaizDdrK9LjequKZnpaJ9vrhpqrmouyx9obtuYndxYPzg133v/ns73s/AQ/vN1eVil2clCJ3V4ajqwOLbWPv6Sr09ZApRWKVTAqOyrowVQpJd1P16a2V7aWDz5w8snloNiMhTuUllYqEthQil8XiObE49rYJUbr+tsb2uvJP33sT+PXOzsLsysRoT03NaGtrU1FxvjEpWOoVLPXS+wVUZGR2VFT01dcc7Gmf6Gzqb6wYa28YaW2oyc3IMoQFingNmclXtleeXZ5+aXf1yuah/Mjg9BDVicWDX7//1jc3r3354bs/fH7z8tnTrVUV4z1dy1MTl8+evnT65LHVw/Ojw0dXlpcmx3ubGtbnZuZHh9uqK/NTksa6O1+6+OzBsWF9SAhooLdA4i0J+/bD6I5OdEcnJseV4yJwdnVzc9/rwZIrQIuCSMphc8lEKuSoJxNJDrZ2LAd6VlpqTUVpR3N9bkZKbGT4H+CP8dfjWysDrc3tNVUdtdWp0VFpMYaDA32bszMbM9MXjh3tra+rLyzoqasdaGosz8zQq/wNmqAEXaiHCztQ6lGWkRosE7PJluc3VspTEpb6u47NTi71th/u7VhobRyrKuvITv/k6sXfvrz+6KebwB/ffXv9la+vvQI8vH/n4+vA7/ce//A98PDhm5cvJ+mjlGJPQ7guNCjEW+5FwWFIGCTYPlFbNTs23FxdUZqdmRSllwv5AibD09VFwGSo5dIEXbgHh22HQ6vFro0FaSdWZq+9ePGXbz65ee3Vk0dWTh5dKynMcqRbC1w5PBeWWMiTebhHhYWlGGOT4gxatU9IgHecXlOQHn9m9zDw1y+Pf//xg7euHN2cffPlC3dvf/Hr3e9+/fWH5uZqD4lQ6ObK43EVci8fuXd6QnpdeX1yQnZJUW12XnlWfmleYVllZXVpfn6yTpcXbahNjOvJiK6P8o/j2+X6CePc6AkSZpKUHcWnhTqT9EL7OE92stI11U+QqRblaOVFYd6VUQHl4b6lIV7lYcq6CJ8GvV9NmLJMK8sLEGerJcV6Va5eFezB4dpgbLGmeAsTCgEPh1mAlhAsFg6Hm5iY4HCWfIGbPtKQkZmdkJKu8FUxwHSlDcaKTLSmIZBoGAxmZm5hAUciUTgM1opIotra0R0cHLFYrA2ZJBUJZO6uVDwCDzNhkjEaKT/CSxgq4/rx6UoO1dfFVi1gqARMHy5d6cpwJIAMbGlhjoKZmu0zwaDQSJgFHo3BozGgw/ZfCzQWDsfBLEhoDAGFIKAQ1lgMZIF2odtpvOTgkcmCpdIIL3mUD6gDayUe4V6eoXKJ3sfLkYRjENF+UkFmQuRz54/9+su3U2O9EpGrp1igCQ7Y2dkODAwgk8l4PB4JR1AIVng0imFLpeAwdBLBGod0plvTSWgPtr2c48Aw36+iU092NQLvv/zN9vTN+a4LzVnVCmaq0LrVqO7KNkxUpi/WZj892nyqt/Z4V82x7voj7bW73Q1rzVW7Pc3bnQ3rHXWbXXWbPfVrnVWLraXzjfmDOYa+DF2Kwjld5Rar5CucqVZmJihTE2sSFm+JVvr5tvb2r+4c2zr51PzGbufI1PTS4YmF+fH5uenlJXCDdGtr/vDhidnZiemZ0ckpCIB7evt7+wb6+gcHBoeXl5cHBwdzc3PdRO72DnSana2ZGZgERsFMrSzMnUiW4TJxQ3JcY0LkWnst8PuduBCVqYlJoL/PsSObpSVF/v7+JLK1BRyJQuPhCAwajTU3N4eZmWPQSDTcHGzr3lOALSwQEPE+mcSDweAoFAYJ/m+Bo9FYKpVmYwPGBaGCKwcGm8V2YbFdGI4csAvE1gFvSaLa2NvTQY+0nb0jw5EDRYUdWFBRKJfpxGWwnelMDp3JgWRhnpvYXSKDDpQBJpBpeIKNORzcOkJiiBD6IhCW/1X7/ETs/adEA/osO7Aftn+f+YH9MNMD4CUMaJDeSyfCLEApGIbAm+yzMIdbOjB56mB9YWG1VmvgcARiD7mvn9rPT+Xp6SnkC5w5Ti5OzlKJp1atUfsGuLC4aAQehQLnf1FIPBKOwSHx4JW8JQWFIlkgSDAkCYkkEvAU1P4DdAwizldSGOpTpvWqDVM2hvs1halawgI7woNbgv1qVJKqAI+euOCmSP/KUP9UpSzaQxLGlxBMzKoNJcCnAPDun7+f/xy49BNw6eeHh98BNq8DJz9+sXbpZP7giZIh4NUvgfd+/Hjjmd+ufvDnO1/+9MYnj7/5Fbj9ELjz9xfPvrlW3P1819If56+9MnYE+Pjnc1Mbr24/88bWM28snr46vHHj0DNruZ1VHrHna2aXEzsWopsmtDXzkS3zkS3HssaH1eWTIdUn8ia20vrWUrtWkjsOJ3VupPcdTuqcMYA68OGUrt7A/AwHdYlAPxxeOhxeWidLKBNHFQrCc7nacs/oAqEulxeW4RSc6OAXYy3XEzzCMcJQFD+OLEu19S3mhg8G5s8ZaoH/fAc8+9nPq698c/DZW4OnPuw+dqlwspFrKHfQvlC5BJz+HDj15YP19x+tfQBsfPRo6b2/l94DDn8EzH0IjFz7rfkSsHr9ztyF77YvAD/cfergdE95CXD//q9ffQ08BIB7f9396jbw59/AHw+Bh4+2FldVUu9QpX91Tn5hfMJEW8uVE7srE4PNJbkddaXPnT+1ujy/vnH4+OlT6zs7C+tra1vbUAAY4t6Vjc3D6xvLa2BL1ubO7s7xE5s7uwvLh6dm5+aXlre3t1cXF8vzc2VuAjdnjlTId2Wz3bhcgbMzl+MEqsGuAqgQC0QIgjWZBNIvwRKcySUTKU+qYslECg6Dh+gXg8LuPfv+4/ijEig2RGuodhQqGYKape1t6UwGi0KhEolkgcBNowkJD9eFhoZH6AwROoM+MgbC4NS0rJTUTKgBKzwiKjAoJFgTFqwJcxd52tOZDEeODZW+d+ytKbZEgrUlHmzAwuHARqs9BsZAX1ADFhIJR8JMURZmkGsRvucfOQBD7DdDmOwzN9lnvn+fORyGIOIt6TRb8JGaw1Da4oqDPdbb8l7bHr558fDfn75weW14oa10sq746OTQc5ur51cPHZufPLk09czW3KVjS+d3D63PDp1dW7hyfPulU8d/fP96amgYz9bOxY7O3NuCo+LwtmgMC28lJtMUtgwfe4YLDm9vZcVzdpEJPbzYgiimpNQtoM/fMBKW0KiNzlRpk0JjoiPiQ4LiNP4GhcBPwVd6cj08nQRagSTXN6RFE9+rTZmILR2MKepNLBpKKRyNSZ/Rxh4LjrmsT7san/dqStnLcaVX48qvZrcdzWlriS9O1KdpIpI00RmR0dmGqKwYfZZBnxkSmuyjjvZWxfiqYgLV0dpAg9ZXEyRVhsukiT6yVqN+oTD5XEvx1e6yVzuK3u0uvjVY+eV4zVczzT8sd93dHPzj6Pjfp2eAcwt/n5754+j4n8cm7m8PQxZoKAD8/mDZ290Fb/UWvtye+3xD2jM1SU9VGk9XGI+XGY+WJuyWJ26XJq4Wxi3mxhzKi1/KNx5MN/THa1t1/kU+7gU+4lgBK9nLozAsWOXs5EywopjBSDAECYUmY/AULIGMsfr/CHsPsKbuB96bqoyQHRLIJAkhYYZN2IQRIIQsIBD23ntP2Xsoe+8pw721ts5Wq9ZWrdZZq3XvvfW893D+f2/f+957X57fwxPW86hIOJ/zXdpIHAGBxaNwhBX6hYy7YHIVr0NYibOCngU8KHdB8i+FQqOuNIYQtIk4HB6P19Yl0fTpLA5Dn01nWRibUQik5fml/9GAdeXS1d279z5+8gwa7H31+m37uo4PHz9/+Pj5wA8HbWwd1lbUXLt+6+Kf10R+cksrOz7fJyAgzN7ezc8vkO/mJfASBSpC3T18zMxtRH5ylr4Rz86Z7+YllgS4uXtbWtm5uXvz3bygamg7e2dnFzDGAs0T2PIc+W4CcwsbG1sHU64lFqfNdxNwDEwsLK07Ont/P3vhKwC8fvMxMyvfwpJHpem1tnU+fvb2MwC8/gA8efn+z2u3/r7z6PUn4ODPp8PjUvSMzM2sHYy5NiwOl6LL1ibpautQdYg0IvgAHPyDLNCQ9RfEYDy4gYRHa2HgaIh7CRg8doWbSHjit0IsPFoLi8BgERjIBY1DobEIDAaFxWEIWAwBjdJCIrAELW3w+QGBxMLhWJi6FkydqY0312eE+gnDxT5RMmG8QpIcKk8LlSUGCWP9BUnBvqmh4sxw/8ywwPSQgJQgWbJCnqQIiAmQJYQGxSmDFCKhL9/FzZ5nZ841YbNd7R39JVKFLFAqlkVFxBbmlzTUt3R29I6Oji8vb1pa2tjV1VNcXJqYmCyXBzg6Ont7C0UicUCAIjw8Mjo6NiIiSqEIlkrl0GvwiUjmL5cHiMVSoVDk4+Pr6goucdjZOdja2llaWhsaGlMoNCxWSwVqvYKgd6VZAJR5/+M31kT+uyMaQuJ/0++/ARh6P9QLjUVjKCSypbmFl6dALpcGBvorFAEKRUBoaGh4eLhcLnd3d4e80Ku+U1NdA1vprAevJDRhqDVr1FRV1f9fOrAGWPj3H08ODImBg98etCYKqQ7XVIWhEFhNGLjkpIXGULW1g6V+TRXl8SEKP2c7H555rFRYmhDdlp/bXVayLr9grKZ6z2Df7r71u3rX/Tw3+vfB3Rf2bNra3dxbknli0/Q/pw7f/OXgXycPzne3TK6vn+luHW6q7q4sbMhNKYwNSQuWJPoLU4LFBbFh1ZlJdTmpjYWZDQUZffVrB5uqO2tLa/MzTv+wG/jyGvjy9u7VP2tLC2yMjcz0WVaGRtaGpsZ0lpWBiZWhkZOllZeLk5O1hbONpVIumhvp3jQzvH1xem60Lzs5QeDsYG9tYaBHN2GzWTSajamxUiYpTE8tyU7bu2kR+PBq1/xMV21Va1lZf2NTY1FpQUJyqFCq8PT1snFMCg6tyMxaX1k53dM50dnSUVOyrrK4piCrLCM1LTzYjWtQkRTz4PdTD389fnbnxh+nhrqLs0piQ3/euQS8fvTi9rV/rpy/cPqnU4cOFKWnZsbFlGZlLI6P/nrk0N8Xzl/57dcHf127e/XyhZMn/jp/9ti+PdMDfZlxMTHBiuWpiaHezvSkeBwWDYdpIpBodQ2EDplOY7BZHBNDE3DYw9rGwd7BxcHexdbWztbGwdDAlKhNQcIxSDgKjyPQKVR9BlPk7ZWZmlJVVhwfFaYMkO7Zvhn48u7ujcvdzY3VhfnVhfkpkeHpMVHDHesWR4ane3vGOtZP9/YMt7dlRkelhIV21tbU5OcF+XiHiX0FPGtbA32l0CtCIjSnkaoyUhrzs/uqy2fbm4eqy+fXNS+ua2nLTu8uzL1z+ifg2c3rpw8AT24AH589+vPM3d+O/33iGPD8MfDw3m/f7wc+fLr75xVfF76tqbnYW+jMszeg05Cqq0Z6Otc11FaXFFYW5Qsc7cUebiZMOptC0kHCHS3MchLj40OVtsaGFAxCwue1V+ZfOX30/aNbwKeXD25cnBrsWtdY2VBdxtajmJlwbK24XCOOiYG+VCiMDg1NiI4IVchdeBYyoVuwxLu6OOvBzYvA+yefXt3dsWni6MEdh3/YduTQTuDL6yt//i6XC215FgYcPVNDA5HA28nSwcPJMz+zOFgRHZ+UXby2tqyqLi+/MCMlNS0mGpx3DvKPdbdRWukpzOlxLiZhtqwoB4MwW1YAlxLKY4Xbs6OdTKJdudGu3Cg+N8bNMtbdKtzRJMSGE2jOlJtQ5EZkfwMdOUdbzMYHWzLlplSZlZ6vOYNLhlMRKhSkig5yDY1IwKBAnwgOg0UhkBoaGtraRC7X3NLKxsTUDEsgqny35r9HVWWVqiZ4Iwzc5kFjcGgMHuyl0gAXi8DfZ7q6hvosQxaDo0thkQlULFwb9p25Lp6nT3TkUBxY2o76Oh7Gur5mLPBYsv3sTO3ZumS4Gkb1OyxMHQkDt38RGrBvAAyVYGHh/0mwENEYbRRCG4WAFGAqDmOqx/Cy4/k6OUpcXCQuLoF811AvQaSvMELoE8B3Unq5e1pydbFwD1tuoMg9Psz//OkjL57czkiJNjdlW5oZ+Hq7jwz3JyXGUik6FB08S5cCXw2qr+g1KnQcgoRQo2M1kCoqhgR1NnoNXkXFFg9vjgk+1Fn7a1/9ud6qsx3FlwYrdpZERRhjU/hGef6ujclBHWkhU+Upo4UJWxuLfpsbuL5jw+0DW6/vWtzSVLGhpmC+unCxoXhDXeFgcVJrakhDnKxM4V4b4Rthx5Zb0n25dHczui7qO7SqCgau6u3j0bp+3dzSpqGp2Z7RqZHZ5bH5TZ2Dw51Dg13DQ33jY8OTk8OTkwNjYxAAQwpwc0tbY1NLU3NrS2t7a9u6zu6urp7utnXtcQnxTk5OVDJljYqKFgqOh6nTMUiZo22kwCVL7p0r8+rOigPePGwvzzVi6CBWqxgyKcN9XUV5uVQyBQaDIxAoyOOjqamJRiEwaDh4aQtXh2yN//0QQkNDEyq50dDQ/DcAE4lkaHpUW4dCptB16SymHoepx6Ez9Gm6elQaUwtPhN4P+aLpDH06eAXLgPqf9Q1BAGYZGLMMjCH/s6EpWFkPyb//zgD/bwAYjvkGwJDVecXt/P8DwGtUNaGvgqa4VqvBEQg8i2WSmpofEZFkYGDO0jdy9/B25bs7ODg4Ozubc80MOQYGbI61pZWnq4eHi7uFiSWVxEAiCZqaOJgaEnSorvw2RMFxCIQ2HEnS0NSGwQhaGB2MmroxER/n61Gg8M0VOZXLPOoUoialpDXEv10pa/L3qRQ6rw8T5wts8nzsCsQe8S6OBf5KjppWuL30+fF7wK+vXuy5ARx89HnTtS9zFz5N/w5sufJy8sSezM5NGa1/zx8EHgLA328+nrpxadMh4O8XT87dfH35PvDwA/Dg49VtP+2o6Ds/tP3jkat/TO75+Pvtfb3zvy//cGJ8+6nhrSe6l24v/jQeV1kvSNpVODAZVT8eVtMvKx/2rxwJqNqU0NXtW9QjLlpOWD8T3TgTXT8X2wgB8HRUw1DQ2iFlxWhY9XpxTgkvLIbh0eST2inPK+KFJBh4JxkJEw19YlgeoVSXYIpTINE+gMDzx9sGatlCy8Cxuu5ZhuIm98R2Qer1nr3A7qvAzisPR4/e6dn3V8vWKw2bh4U5zXYx6WQvYPO1z0uXgG23Psxd/DRzEZi/8nXyAjD+BzB1CRi6ALSdAVpPvu8+9mbqp/f7zmyvW7cuM+f26dPAk2dv7z4AXn5+ffvp4xv3v7769PXNR+AT8PrBi7LsYks9o5TQqJzI6LVpKTumxo7v3VZXkFmanbRlYXpybHBicmRh0yJ472l25v8CwPNLywsbN80vLU/MzA6PT0zOzm3evPn3UyemBweEri72FmY8M1NzA7b1StbQ1tzS2tzCnGthasw15Bjp67HpuiywUA2vAzVdkYkUGkWXTKRo43XwOAJkfkYh0NAlHxyGQCHQkAJMIZDA/SQS7RsAM3TBqRU9BgvaX+Xx7CUSmUQi8/X18xGKRX4yuX+QMiQiIjI2LDxaJldAwWCxxN/LW+Th6ePu4W1haQv9SNKoejSqHoVM19Gm4LWIWAwBarlDItErDAzyL3LlBYFA/BuAwSQeDK6mDlutDkZ/v1ulDnoJ1TU11qiSsGhLA7ajOdden5bhYzuZH3FysunmgYm7P80//nXbckdpb1nqaH3ZlsHu/XPTOyZHNw33bp/s37dhaP/SyObp3k2TA/sWpk7u2XHp0KFftu7wMLMwo9BMaQwOmcrAa+ui0HQ40hCFtSWQ+RS6A0GHraFJQ6O5+gaOXBt3A6sII+cSO782N8Wgf2xbUFyBTBknDlH6KSUCpdQ9yM/a141tb0fnepvaxbr45AlkFR6KGs+QVnlSZ2xhT1ZVc0JOnkCWZ8MfFQadTCvZE5RwPCb/dEzxqfi1J3Nat6TXlipTFL5Kvpe/pyTUTxopl8UGyROC5AliSbS7j9JLFCnwCfH2VAhcRW7WzgILq2BHuwwffn9y5GJBwg/Vmaeaci605v/VVXy7p+R2T8k/AxUPJxteLqz7NwC/3dj1blP3y4V1j6YavwWAzzVn/lKbdLox46falB/LY/cWRe0sCN+WH7E5N2I5N3IhO3whN3I6M3woKag7St4eLm5QeK0Vu1b5CxKdzEMsOEEWhjHuzglCAd/YSB+HI8NRRASKgEATEGg8HAMdCIBBBv5vchUCYG28DpRr/QZ4JBKFTKaSyVSaLoO44sMnEsl6NKaBHsdY39BY3xClgXCxczJmG/nLAtJS0q9cufbu/cfevoG79x5cvfbXVwC4c/f+u/cfi4pL13f0PH326v2HrydP/e4rktXVt2zcuLO9vdfLSyKTKYOVEd4+Yj+xv5u7t7OLh4Mj31PgK5MH+QcoTblW7h4+EmmgoxPYleXtI/bwFHp5i6BdensHF5GfDKo6t7N3tndwMbewCVaG2/Ls5f6BR4/9/O79RwjIHz56npGZJ/ASiSUB+/Yf/PgFeP3u6+MX7zr7RnKL1rZ19heU17gLpQZmPAbbhGNkweJw6XQDMllPW4eqrUMlknRJZPq/ARgyQoMiMOE/AAw1B0M9WDgkFrtinv2f0IvCoWBgJwdaE6WN09LC4rBoHA4Dmp8xaDwKLIIGeRimroGGwYgYFF5TA6Wqoqej5WFrHiERRki8Y2TChEC/1BBpaog0WSmKD/ROUPgkKkTJCsnKkSYFypIC/JMUisSwEB++s5OlhQ/fReLl6eni4uvpGRYcVJCTW15cUlNV293ZMzu9YX52cXRkcnhofP36zu7u3oaGpoSEJC8vH1tbOzMzC0NDYzbbwMzMwtra1szMgsVi6+npc7nmDg5OJiZcFoutq8tgMPRYLLa+PofDMTQ2NoW+CnrTxIRrZGRCpzPxeG3QAg2ZnMHnDjCEBdPUAGeQIBhe2bZBQL5o6NO+Vc//W/sFOzz/pQlrasDQSJQulWZmyvX19REKvSUSP6UyKDw8VKkMClh58fAQMJksqO8KhcSBJX7qCGgDCfI/Q0kwTU1Ii0dAm0xoTRQGjgbpVwOBUNOErdGAw1BwGAq1sndCxOHEAvea4sKs+GgfZ56DKceLZxno7hInlWSGhmSFhtSmpSyua9k50PX96MDJjbP//PT99cO7dw2t6y3J2D7Y9uzPUz9tmrr80/7Nw11DTRWzPW0betf11ZSsL86uy0gojQvLDpGnBUtyIgJLkyNLkiLKUqJqc5I6qwrXrS1oLc2uz0/fNNH/7NaVzy8ePf37+tG9OzeMjCSHh7N0SBb6HHN9QzOWgTGDaURnmHH0bbnG9hZcR2tuXWnOtg3jm+fGZ4Z7qooLhG4uPEszriHbWF+fpKXFMzP1cLQXubnGKAPqSws/PX/8x0+HmkoKO6qq+hubmorLCuJTo6XBcr6Ps4m10luc86/v8AAAIABJREFUGxvXVl4+198zP9DZ11TZXlVUmpVWkZdVmBTrbKIf7uP22+5tr/88e+/E0VOb5o7MjdWnJ+yY6P/08NbjGxdvXz138defb1++0LS2LDEsJCrQvyw7c8Po8Jmjh8/+fOzOlUuvH9z79Pwp8ObVo7//unzm9Ejn+phgxbaFmeNHflyYmbSyNAdLXDURSBQOhdUmUhgMlrGhiZWpuY2Vtb2dvbMdz8nays6O52xsZE7UoWrCUBrqCBQKQ9IhMnTpBiy9yNCQ5vqa4vycrNTEnPTkW9cvA18+Hti+FWTgooK0mKj4kOD60uKx7s7ZoYGxjvUzfb0zPT3fOqIHm5sLEhKi5ZJ4hb+jiSGfa5IWopA42cldHMZaG0ebahc620dqK5a71+0ZH2rJSf9+YgR4cAt48xB4c+/pld9ObN8wUlu+e6x/39jwTFN9d0nxnomJe2fPAx8+/XPhgtJPYqLHcrCwNOPoq6mofL9j27ED+4MkfmlxMQqxiEUhMcFMMwa++rvYUOX86EhWUoId15SqheIZMTpqiu78eeblnWvAu6fA+2e7Ns4VZCZ2NNdyDfVMDViuDrYWpkb6DJq7i3OQvzw+Kjw5LsremisW8sVeLoFij6M/bHvz7J+n969sXRqtrcxbW5JRU5G3e/sGAHjb3dHsxne0tjJj0qj2VjY8UxsTprHYWy72C1SGxWYXlBWWVWbl5WemZxRnZ+YnJhTGRcT7OPPpmGBbjpLHjnDgxLqahNowQ22YSit6kJVuoAXN34IuN9eVcHVFxjShIcWNoeVGx/ApSFcSzI2k6aWLlnAIASZkiSHRg4lxY2k562kZ49UYKBUmdg0Zo0bXIeho4XEoNBJ00YCb4VpaBAqFtnqN2hpVdQh94RgtY3MrZURMfXNbc0tbXl6Bf0Cwja0DlcbUhKPBYR1VmKqqOolEMtRnsXQpLArRkE6m41Go71TIiNX6OA0zMprH0PIwoEqtOAqeCXjsTUNdrcX25iZkLexqFQJcUxuD0VizGqEBA29bIlEoTTjYELoyg4SGwbQ04SQMlohB6aCRNC0cGYPWxePM9PU8bW38XJwDPDwCPDz+R493hNAnTipJ9JeHeLknBEidjTn6Otis2NDclOi4UPm5U4cvnD3h4mBhZsSy4hrIRN7dHa0d7U16NBKHTtIlYLThqhYsio4aWFiFVlFhwlWM0SpWhNXM71QcSZrjpamXNo0daCnqixDuLIr8YW3Mg8V1T7b1ZTowo23pSZ4Wef5uVRG+3Znhg/mxR0ZaX53+AfjnD+DZTeDR9dv7N3/f2zCUm9iRFtaVEdGSFFgT5VcR5pMjsssR2QVb0oN4+iIzhq0eHqWiglFT0SVpFeRn79i1c+O2nYOTM33jMwOTG/rGZ9p6+tYP9HePDPeOjQ6MjfWPjkKnq69/fXdPW/v6pubWhsbmhsZmiIFrG5vqm1u6e/paWtpysrIFrm5EFJqCRttz9E118OEeLolCt8qYoOaU8IoIv2sHt7y4dio7Wq6lqsLEww/t2VpVXKCxatXKfw+UFha/IjeBna4IuDpMYw0SoaGqCrZqaWoiEAgUBMmqquqrV6tC79HUBCsSEQgU5PLCYHDQ0i9khKbSmFAkmEpjgu5KOovBZEM8DOnANF09CIAh9GUZGHOMucZmlmZWtqYW1lD9lY29k429E2SBJhBpKwCMUYNhNJF4iGA14ZiVxSPwjq36ylFbGVCAXoOS72qNfyvA4KetpII11BFqqpoa6ggkAqsBQyLgWCpNz93d19zcAYUkcNgmUkmAQOBtZ8uzsbI245oYgouubDNjE3trOyeeo60Fz8TQXEdbF4kCfc7gRQwSi4IhwWFGHBkO11mjhlu1CoXUQKNWqZkSdZIk3kXBfmUKn/oQv9Zw/3URQZ1Ryu7IoHVKSYPMs17ukeViVuzrXODrEcXjhdm62KAZp2Z+AP4BPhy8/3rbta+7br2cPPNh5venA4efjR39u3fvztzO2dSGn7sXgacA8Bx4/cv1Rz9fAp5+efbnnbsnLwMPPgA3Xp6e2nWid/nRnjPA+Qf/7D5179D57/sXzm88+EP3/Ine5d8Gtj7d8VtnUG6vsmRLdtdEJCjwDgVUDsjXjilqluM6eiWlXaKCmQiQe2ei6+fjmmaiGzfENM9EN46GVA0qygcCy3oDirpk+aFEx0xTaZ1nYr0gqZAXlGMpzzKXJhh4h+vyQ6kuIRTnMLJzJI2fwPJKN/TLNZEVWwY1uyX2irKnQyqAYw8/bDr/au7049Gjtzt232rf8X1Sx3rnhGxdn43hjcDR58B2UAF+P3vx4/QFYO4yCMATF4CJP4HBc1/qj3+sO/qh56fPC6dvTO7qjMs8tbwVePfxzd933t978unBm4dX7jy9+ejrq08fX7wFdeCPwOlDJ2V83xBfeX5MQllKylxP10+7tw0015RkJc6ODcxNj01Ojc4tzc8tL08ugv3P/1sFeH5pGfrQ7MIipAlvWN64Y8eOy2d/27286GZrbW9mamtiZGNqbAf28HBtzS0tTMEeLGNDE1Njc2NDcGtXl6aHw2hhUFgtLJ5CojJ0mRQSFTI/Q9d7cBgCsvvBYQgMCovHEUD61SZDAMyg0MFFpZUSLCqZBmWAmUyWq6ubXB7g5yfx8vLhuwkEXr5SWWCwMjxYGS7yk9nZOxsZmwm8fMUSf28fP2cXd0cnvqUVj6VvCCYXGBxdGotM0oXkX7AufmXn7H8B4BX6BVufoYUxTZg6DDQaaaqpg78swLDLSi4YDYORsGgDKtHOkCWwNJbaGAznhJ0cqbq7b/jVyaVXv2258v34eG3GWF3BfEfT5qHe7eNjm0aGNo70bp8a2jM3sHO2b360c9fy1IFN86f37bpy5EhPWYUFmebANrBhss10mcY6JDZWywCBNUfjXQg0AYXpSda1wGhxtAjmLANHI0sBxyrGyLWSJ+7iB00GJo5GZ9UqYxOEwQoPuZSvCHAODLb289Wz82JZhzt6ZfvI8zykZe4BdcKI9pCsSmVatjIxQRoW5eqb4ijoFIfuTcjfGZJ8PKHo94TyU/Frf0qvX0xcmy+N9uP7uQlk7n5BvpJQqV9EoDgqQBotFIW6ChTevmFCUajIO8jHRehuwRNZWCZ6ONco/ZaKUnaXpx6tSf+tKftaZ8n9waoHgxW3e0tvD1Y+mmp8tbj+w5ZeYNcwsGf08/aB10sdr5c6ns213h+vg/zPF9tzf61LObY2/ue61EOVSftLYkD6zQnbnBO+lBO2kB0+nhw4mR46kRHelxDUHilpDPGtCRSUyzzyhfxIOzOJISPWzSHTX6LkOzkYGJARCBpWi4QBVV8sHI1VB4+WBkpLE62F0MIj8QSMtg6OSNQikfBkHQJ4mHR9Ok2PSmGQSbpEHSp0SEQaVJwJKcN0si6boW/EMjBiGRjqcXgWNjo4bbnU/8zp3wAAuHDxkrePb1Ze/oMnT99+/PQZAMampqfnN0CLjFf/+icoJHJmfvkzALz9ACSmZMsCQtdWNTa3rK+orEvPyA2PiPUVyTw8hVKZwsTU0kcocXJ29/L2c3bx8PAU+gcooTpoKDPsK5K5e/j4BwS7uHoIfSWhYVGpaRlrK6r6B4asbXi1dQ1gGvnrl9dv3n34+PX+g6epadm2PKeAwJALF69+BoA7959V1bULhP4WNi4OLt4cri2VZcLh2hma2urqcqhUfRKRoaOtq02g6GhTSURdCplB1KHqaFO+oe9/XND/AmBtLIGEJ35rfoYwCgJjAgaP1kQh1OEIdTjUN6aFxYMr3Fiw+Aqa7EGCg0eqGE1NGkELnPxQ/c6MSQkVC2LlvrFy33i5KDHALyVYnBYihbZ/kxSihABhPPgh38QAcbJCnqIITAwKUkrEft6ekYqguoqKwe7uvo6u4d7+jQuL7U1tw4Mj87OLG+aWpibnujr7srPy5TJFfHyiv38gmJ00MmGzDaAWKxsbnr29o5OTi5ubBxi7EIklEplUKpdK5WFhEQEBCrFY6ucn8fOTiERiPz+JTOZvaWnN4RhSKDQajc7hGJqYcKGiLFABhg60ZqG2Rh2qvIK6oP+/CvD/wr3fSqHBHJeaOtTnCT3A47SYdIazs6O7O9/X10cmk8jlUplMIpPJwBqvAIWjozO0jYREYFFIHBJs3AZLPtFoLAqFQSBQ/0sGGJSmV+Rf6JuH0kAg1eFwNaSmBhKhvrJ3gkI529kUZaUXZiQL+fY8EzbfylToZKvw8gjx9Q5wc42R+BZHh/etLd7cvf7owtSNY9//fWzfvrGunuL00drCO2cOndqx4fyh7fvmhtvLcnrryjcOdffVlPSsLVhfnN2cm1qVElMSG1oaF1aZFluXnVSUEFaaHNlUmN5aktVRWdBRWdDfUH7ywI53D2911lW0V5bfPH9ubmhI5ullZ8K1MeKaMtnGDCabQmXoEI2YdCtjQzMDZrDYc/Ps8I6lqbnRvvaGKn9fb56lmQmHZcRiMchkU309IyadQ6WIPdySI8Iunzn56vaNhqLctvLy1rLy6pz83JiU+IAwkYO7k7GV2Mk9QaGszskZbmue7Grtb65qryqqKMjOTozPiAr3sjYXmBt3FOX+tDD9594dt3/+8f6po0PVpetKc84e2nv99+Nnfjrw24lDty7/MdnXU5admRgWEi6XZifEdTbU9be1bJyaOLhz+6VfT925cunWnxfuXbtyaNeOivzcM8cPA1/f3715PT4uCozwIeBIFA6GxOB1dGkMA30DM0MTKzNzG7A9D2zYs7O3czE1sSSTdFfG+mAwDSRBS1uXSiNgcd4e7rWV5c31NTVrSwKloq3LG4CvH+9cv7I4MVZXWpyXkhQbrEiOCGsoK5ns69k4PjbWsX6io6MqOzs9PLy1rGywuXldRUW0xC9VGeRja21KJvryrEK9PVxNDLrWlvZVlM60NXUW53UW50011xVFhvzx/W7g+YOnV34DPj47tWtpsqn62OL05xtXH5w8sX9k6MfJyd3DQ5t7+xZ7+oAPHx5eu2ZlaGBtYsRls3TQyP717V/fvq4qLhS6uQZLxdooBBWPQ6mtMdXX61vXtn/71vSkeHMDti4BwyZipnqaL506cvGXQ49uXgK+vL5/41JtaV5xTpoLz8JAT9fOyszFgcc14lhyTYUCz9iI0KzUJD9vD7mfl8Tb1cPJsrm26ND+zcO9jVWl6REhYic7k+AAn40LYwDw9uPbJxUVhc5OPCO2nrG+vouVvaOFPZPKcnXx8vASi2SB0uCQuJSUrKyskvyc7MT47uq1GzoaRGaMUGczuQUz2pWb4mUVYcdO9jAPsWYEWdD8TclSMA9M8zOm+LBJHnoEgb6ON4ck5JD9DEhyY1qELSfDi1cc4BZhbwiisjXL387Qx5LlZEQxp+MoKFVdbTyFoKOFRMNU1WCqaivGEBR4S0sToaKySmWVqhHXIqewZH5588nfzt99+OTqtb+PH/9lYXFTc8u6hMRUF1cPXToLhdYCEWLVGhwKbchiWBpxODQiEamOV/+OpLmaiVI3JaId9Yi+XL1ge2403yre3Tbe0z6SbxvCt+cbs0ma6niYOgmLhquqIiHFDYkCSx004RAAYzQ1/w3AVBz2GwB729tJ3fgKgUAhECg9PcD+Zx/vUC9BkIdrnFxsz9EzpulU5KTUleXGhshmRrtHBzuM2FQLE7a9NTfY36+/q21pZsyYRTNj66JXqZBhKlYMPF5FxZ6JrUpULLeXnJht31ifPpgdemSo4fO5A08OLW4si60XW45Ge2zNld9baHmzf3Q4WVwqtsvxtU/1ssuWujQlBQ4XJ/y60A9cOQk8vAq8ugM8vwW8+OfS5smejMhyhVdFiPdapVdhAD9P5pzibpEttIt3NQtzNPE0opoQNZEqKvDvVNycbNtaG7ds2zoxMz82PT+5YVPf6Gxr10DHwFDn0GD3yHDf+NjQxMTw5OTQxMTA2Bjof+7qbm1b19jUUt/QVN/Q1NjU0tja1tbVVd3YWNPQWFVVU5pfqJRImVi89qrVrhyOj5lxXpCsKERaGiHND/bOV7gdnFl/escY8O7W8mCTxIm7Zaq/o75SXUUFownW5XFNTFlMPYQmXE11tZrqd0iEBhq1EgkG610RcDgSDgc34SEAht4ETY/qMDgcqaVFgOZSIAAmU+hkCp1IohHBPkQGhLtQKpipx2Ew2d8SwnocIygDDJEwx5hramFtaWtvYWNnxXOwsXfiObrYOjhzLW2grDIWTwETvysADOV+YZorAeCVmiuwkWfNf7Xf1eDf4xv9frNAfwNgmAYSNEivUYNroqH4Dw6rveo7GJHIwGuRmAy2s5Obu7sn38XVwszcxNgQAmBDfTZYGG7ENTe24JpY0Kh6GDQBCQe3AAloLEIdjoKhtQk0GIywRk1r9Xco2Bq4hoqKIV4rwU9QFOzXGBPYFhvYFh3cFqFYF67oDA9cHyJtDvTK51tWSflFQqd0V/skZ1dPCmcwtx64DTzZde3T/jvAjw/fLl74vHzx6/KFv9q3P5059kfX1vGEigNtUxtr+p78fBl4Djz++Spw/xPw9MvTi7ev/3gGePjp87m7BzpmrywdAs7dA26+eX7q+h/bjx4YXj63/OPOptGfOjZcHN/zbOfv1V6xUwkN80nNwyGVEAD3SkqnQhoWotv7pGXrfXKHg6umoxqmY+pnYhsWYlvmokAengivHQ6u6PMvGQgqHQuvKrAOCiM5ZXJl/cElAyHFDd6JVW7Ra10iSh3Ci+1C862D8q0URbbKCsfIBn58m2dKtyh7JrSywzP199pF4NA9YMvFh4OHXo3/dK9r97myyQnfnDozZT5DBGy+9nXLX8CPT4Btt97NXPgw9Qcwc2lFAb4AjF8A+n//3HD8ZeUPrzuPPB7+8XjL5KmxJeDVR+Deo0cXr3+69/zt7eePLt8Dy8Bef3n/5NWX1x8+Pfvw9eXX3voOiatXfkxCeWpqV1XF9pnxzRPDdSV5E4Pdm5bmpqbHpjfMzC0vTy8v/Z8AeMPyxpkNC5Ozc1BNNLQJvGPHjqPf710cH+bq6dqZGvNMjJytLGy5JhYGhlwD0AVtwgHroKE+VQ7bmEHXh8qucBgtkg4ZUoAhR/S3zhdIEQEtdVg8UZsEATC0A8ykMiAAhuLENArYOquvz/HwEMhk/kKhyMND4OLq4eHp4yeWQ8KvlbUdg8nWIVIdnfh+YrmvSOroxF/pObc3NOLqsQz0WUYMOhtcP1op2kEhwY536PJvhYEh9RdcAIbD4Zorfa2aMLBrDux/Voepqq0ska8Bf/RWq6jgEZrWbD07jq45BeNnbVAZKT7YVXp3R++zw5NvTy2+Pbf1xGJ7/9rE+Y6q+e6Wxf7uxYGBxYGBzaODO2dGdk73bx7v2DQzsH/r/NGdm37avvnH+fkkscxF39DXmudiyHXQN7KmMSwIZGstojOe6ktl+esZB+obu5PplkSqDdPA1cBSamyfbSlscwka9Ayb9U+cjMxqCIyOdpH4O/gGOAYE2smDjL2CjVzDrL2S3CRpbqJ0Z+8yQUBbcEp9aEayMMzPSejr4hvqJc8Rh6xXxC+EZ+6Jzv4lqeRkVNEBReau0LxRZUaGMFjo7O0nVfoGhEvlETJJeIBfuMwvzFuodHWXu7rLfYXBAeIQf4FE5uAc7uxYFiAaSA7dXZFxuDrjl9qMc83Z1zoK7w1UQgB8f7QW6r6C/M/A3jEIgJ/Ptz2aavxnqPJ6T8nljoJzzZknqxOPlMUeXBu3tyR6e17oxizlUoZyMSN0LiNkJiNkKCFgNDVkKCW0KzawJVxcpxRV+AsK/fjRDhbhPDN/C6PCkIDCiBBPC1NTKhWrrgHSLwaHX0ky4jQwEADjYCi8Jg6PxOPRBB0ckYQnkwkUIujbp+ox2Ew6uAn3vwAwVJkJATBkgQYX3lkGZoamelQGjUjVIRCnJ2cAAPgKAAd+OPjr2XP3Hj3ee+CHR8+e37xz99W7958B4PL1v0PCY9rW93z8Anz4DFz9605e4drFjTs+r3zVocM/t6/rrqis8xT4WlnbS6SBxSUVoWHR4RGxIaFRbu7eQl9pUHC4yE8eGRUvlSnMLWx5ds4WlrzomITWto7DR36+cPHS6zfvVvLGYwJvrz379n4FgA+fQAX4KwCcOn02NCw6Kjph0+YdXwHg6Yv3vQPjdk4CiX+YE1/IMrAwtXYxtXYhMYzJukZEoh5Rh65NoBHwVAIe3AIgEXXJJHApAAJgSPglEHQgBibhiXi0Fg6J/Vb+DHnLoXdqoXA6OG0dnDZUqwTysBYeVICxWuBZUYBBAIYjwZJjTZgWCk7GoUkYOB2PcrM2SVLKEwPECf6iBH9RYqBvcpBfqlKSFiJOD5WkKiXJQX6JAX6JAeKUIP+04KC0YGWyMiTcP6A0P3+gq2dqbHzD1MzmpeXNS8vz0zNbN2+bmZodHhxrbV6XlJjmJfC1t1vRzKxtLS2tnZxcAgIUiYnJWVk5+fmFpaXlKSlpUVExCkVwYGBQaGh4VFRMZGR0WFhEdnZuWlpGSkpaamp6cnJqfHxibGx8QkJSbGx8YGCQu7snj2dvbW1rbm5pYGBEpzPB5t5vN/+gOmgkHIVBYb91X33LAEM5YZi6BnS+oS/04BsAgzLgSggQg0KTiSRjY0NHJ57Ay81TwBcIPPz8fKVSsUgkFIvFIpHI3t6RTKZCjjgo+IHD4aG9428MDP0BECt+bPCG98pBaiBQKwe2Bo5QR2qqwkGjIxxuaqCfEB1ekJks8XZ1tDR2s7MQ8u0DfDwDfDw97XliVyeJk12KQlKTljDZUnNu/9YHZ47+smV6urm8Pi388NLoo/PHb545dPX4gf76spqclJHmmrHG6pHaisGqst7yotbctMrk6NK4sNLEiJbCjLUp0VXpcU2F6Y0FKTXZ8Y0FKaUpUT9u3XDv0tmO6nKpm0uiMnh9dXV/a3uAt9DKwIRDoXModC5L35Slb8JiGtBpNG2MBYc20dd2YMfSxpnR3nVNcWFKZzsbQxaDTaebGxnpU6h6ZKIuXsvTwS4xLGR2qO/rs4c99VUNhYWVWdlVWQUlydm5MWlBAqmTsY2HpUOYr6wkJXV91dr+puqOmpLawoyy3IzwQHmQyNvP2U5sZ1UYoZxprP5+dODj5XPAP1dPbd2wrjhj38L41d+O7tw4dWDX8i+Hvp8bGaosyMuMj40OCkyLiaopLmytrhxY1zbUsW5pcnzTzNTm2emdSwvzo8MlWRn7d2wCvr5/8fh+a0sDqOSgkBowpJomcuUWMzjNwOJwjYwszS1sV/rl7W15TqZcK10aC4XUUl0DU1eD4zBaFBJZG08wMuREhSlLC/MqSotiIkLrqstfPnkAvHv9487tdaXFJVkZOUkJMcGK7IS4lsq10709C8NDC4ODJSkpGWFhQ01N052dbaWlxfFxsRJxiMBTYGFuQSEq+M4iW6vazLTWvKyZtqaetUW16Ynri3PzI4IfnDsNPL0PvH/+9safu4Z7rh868OTMqQPDg91ZWd1ZWZURkfONTTeOHjkwO7t3dub9/ftb52YIcBiXzbIw5Hi7Or99+vjerRuBUj8mlaRPp2IRMNia7xKiI3Zv2zw1OhQaFKBHI+vqYC0NdE8d3HH38u83/zh1888z967/8fzOjcGO5mCZb4Cflx6NxKQSBW4uLg48A46+u4tzfGRkZkpiYkyETCTw9XL25NuIhc4lBSl52TFpySGj/c0iAY/vwD1yYOvJo/s+vn3y119/hIb6W5kbW5oamTLZDuZ2FkaWBvomZpY8cxt7czsHkVwaERVemJuVmRi3Ybj3+bWzUT4OgQ6mvlx6ordNocI90cM8X+qc7ctL97JK4pvFu5rFu1jEOFtE2JkF2xiHOVtG8C2j+VZRLmbRTtwUT+sif/eaCHGO2DnWwyJaYB3n5xTl56wQ2Dqa0kloVTIGTcZr41EYmKoamL9FY1AI9HffrV61WlULr21pa5+cnjUxu2H/wSPHTv928epfJ375df/+AxsWNvb1D1dW1UdFJ/DdvLhmVlgMQUVl1WoVFV2StrmBvh4Jr4NQo6A0dNEa+lhNcyLGRY8kNtOPcLRI83bMl7iVK/2SvZzivFyCXezNKDraGuqEFc74BsA41EqxoSbofwZzLBowcO8OhSAg4WQMmohCQhZokbOTzN0tyMtL6eMT6SuM9BUGubuJ7UEfQZAn34pB1SOgE0Pk9eV5KdHBKbHKqDB/c2N9CxO2nZVpoNh7arh718Y5J0tDCxbZhIJi41brqKgE2Onv6K0Gbv8GPDoL3DsFXPoeuPQD8Mfee/smfp9q2FWf0BvN71baHqiOuLPYdHmy9pf+8sHUoKZISUmAV6rQoTjEuzpaumV9xYNjO4HLJ4Hrv34+d+TL+aOnprr6siIrld5F/vxMIS/ejRvrapLEt8iXuKUI7IWGNBOMqrE2HKOiwqEQEiPDRgcHtm/fPjW3MDoxOzwx1z88Mzgx1zs63jk0CInAI1NT47Ozw5OTvcPD/ycAbuhYX93aUtfUXFZSXp5XmBkZ42lq5UBl8JnMMCf7bKlPS2pUX0lKW074cG3agdnW6aaMJ2f3AW//vnJ024bexuyoYB1NsD8DoaYm8xN7unsQtXXADLj6KiwOCUeoa4IvCMj+A8WAIQs0HI6E5F81NQ04HPktKEjQJkPDvyQymIOCHNFQ9PdbMxYUANZnG4Gjwf8FYCj6yzYyhQDY1sHZ1sGZ5+hi78znObqYWljTWRwCiYrDkdXV0RowFByBhQAYCuz8W/vVWK2uvgosXVNdvWb1atXVq1VXrVqzahX4GNSz1WEaGpqrV6vCYPA1q1S/U4FiRyszM0i0hjqSpWdMITNwWG0KmW5ubinw8HR2cjDUZxmx9Q31WWwmQ4+qy6TQWDSmPp1NJtFRSFABBp1scKT6KjVNVTgOS0IiSXAkGQ4Q9YD4AAAgAElEQVTTRqpjNVRUDLRwSSLvQoVfVbikIUrWGh3cGhW0LiKoIyygVSGqlfArhI7tIaIknnGCjUW2h0+ZNPLruQfAn+9e7Lj2futfwOFnXzZf/brp4vuF3/4Z3Pd25+/f1wyvi8x/9+vNO0f/+HFs6/3jV4Bb74A7Hz/ffn33zLXrB34FHn559fPVPU1j9384C9x6Azz+8vLinV+W9h+e3PbrzJ5tNQOH22b+mv3h3sYT5W4RixnrpuPqh5QVU5H1w4FVfdKyuajW6fCmfll5q2dmr7x0LrZ5OqZ+IrJmKb5tNrJhOrxuJgJk4BURuGREuXYkbG2ivne0rluzT+pweNlgaElfcOF6GdiM1e2fv16S3SbKWCfK7JHkDvkXjStKN4TXLEfWzwSWfVo8C2y9DCz/8XToyKO+A3fX79wVWdftHJ+h4/ZT3iiw/z6w9Qaw5x6w9fabqQvvxv8AZq6A8u/4BWDsD6D3DLD+t3eNxx407b/UvOlk+9zHM1eBBy9eXr354vrdL4/fPv/r8eMr9788eQ+8/PT5xTvg7WfgNQC8AU7sPSrj++ZExudFx5YkJU11r9uzMNPbUjc51LN108Lk1Oj4zMT47Oz4hvn/EwAvbNw0Pb9hYmZ2cnYO2gpe2Lhp27ZtR/ftmehu5zLIjuYmEACbG7ANGboGTKYxx8Dc2AwsUbOw5ZpaGhlyOWxjHQIRyvoStLShvVCoDhq69oNsgNAAEh5HIBMp4AbSiv8ZHOekMfVoTDqNoUulQ53SOjokDsfQw0MgEok9PcH4Ot9N4OHp4yMUe/v48eycGEw2TksHgyWYmFoIvHyFvhIHR1dbnqOVtZ2xiTn4I8k2YdDZOtoUKG0ICiFINOT+QCD+p/n5GwAj4DC4ppomDMxKrNCvOugtWqO2RkUFvvo7BgFtx9G10cXyqMgMGX93Z/ndHYOff5p/fWTq1fHZV6eXd/WXdhbGzK6vnmhvGO9on+rqnu8f2DwxumNudPt039Jox97Ns/u2zJ/8fve++em+igqZrX2QI9/PwtbT2ILPMXVisB3IDFdtXR8SK4hhHMWxDGGbepGZVgSyFYXlaWAdZS2odwudFCfNi+I3SBMmlWkN4vAYO1+lvSjCNURpKw8ycI+2EMTY+YTx3CJsnBOdBSVCRbUiPsVbGe4dJPNVSkUhgT6Bid7BrUGpW5LKdoZnHovNP6TI2OYdsyxJHA5IyvYNFvO9/QOU0qDwwMDIAGmEUhYVEhAT4B8tkoZ5egVIxaEh0tBgL0mIKz/Nx7MtWrFYkHCgIv1Efea51tw/23KvdRTe7i19OFxzf6Tm2UzLm+XOz9sHQPl37xiwbxwC4CczzffGam/0lV3uKLjQlvN7Y/qJyvjDpTG78sO3ZocupQbOJQfMJPlPJQdOJivGk4LG08OGU8O64gObIsTVwcJimWeaBy/SzlRuwgqxNVfaW+eGBMb4CQ1J2lQMBqsBwyFADwsOqYVDaoGqryZOawWDwQcIrW8ATFkZeyMTaXSani6VSSHTySRdEpEGar8kXfBQaMSV6VdwGJZC5zDZJmwjroEJm85ysnWw4loasA3d+R6nT5/5+OnLu/cf33z4WNfU/PLtu9fvP1y+/tfHr8CNf+5OzMxv27kPkoLffvhaVlE/ODL98s3nj1+Ad++/fAWAJ09fBSsj7B1cOzr7Dh85fuKXM9u276morEtJzYqOSZT7B+fmFU9Mzs3NLyckpllZ26ekZu3Yue/lKxB6P38Bnr94BbFuXUN9RVXlpSuXP335+OzF07fv3335Cvz2+x9bt+1+9PjFVwB4/uLt4Mh0YHCki7vI3UtqZuViaGpnbutO1TPTxFB19bgkHT2SNp2kTScSdIkEKnh0aCsHBGCIfqEqLIiBIQDWQuEg7oW85SQ8kailA40Aa2MJ2liCFgocQ9LGEjAoUH38TwUdBo9CayGRaDgciUWDgWA8GoGFqZGxCBsjlr/AOU4BIm5yoHjliJIDRalBorQQcUaYNFUJMnBKkDQ1WJ6mDExXBqcrQ5KVITUl5RMjoxs3LI8MjQ73DS0tLG9c2jQ8ODI+OpWRlh0bk5ifVxweFs2zdXTjC+Jik9ra1rW1revs7O7o6CorWxsWFiEUioRCkUQii4qKyc8vrK6ubWhoampqaW9f39XVU1VVU15eUVa2tqKiCurEqq2tb25ubW9fX1/fWFxcmpSUEhCgcHZ2hWLAKt/KrqDhX8j/jAIHMv+nNfq/6V8UGomBQBfSeP9Nwt96sBCacE0NmLqqGuh+xGEoFJK5hYmzi72Tsx2f7yISCaVSsVDo7ebmJhaLvb2FxsamWKwWHI78r+nlP//60PcAzIGA1dPo/zw1r9GA/ffAVWFwVZjGak24GlJjNQyUhWFwGpHgL/ZNT4oLkouc7MxceGYeTtZiL75M6OHpZC8R8MV8hwB3R4W7Y2FsyIH5kUfnj9869cOJzVPdJamTLaUPz/909cT+u+eOLw+tq89P76osHqwp71tb3Fte1FNWuL4wqy4tviw+vDQurCgudG1KdGtRZldFQWtJRl6MoioztjgxPDcm5NIvR/4+e3ptZorM3U3k7ORj75STkOTr4m5nasEm67KIVFOWvjnHgKNLpRNxeiRMeW7i3i3z2xYm+jta8tITBXxnUwN9mo6OuZERk0hikSl0At7ejJsYFpKTGPvh4b19S3Pta9dWZec0FJRVZxeXpRRES0JduXaORpZyvldBQmLb2tLehsq2ioLClOiMxOiYkCClWOjraOttaZbmL15sb76we9vX6xeBBzefnj85UFO0MLDu1sWTxw5sO3Vs/88/7N21vFiSlZESFZEWE1Wcmd5QXtrX1jLS1dHZWN/V1NBUUd5eW91cubahvDQrMaYgM/nU8R9/P3V8aLCXra8HRyLWqMJWqcEQaG1tEoOuZ8TicA0NLbhcWytLO/BY25tyrfSYBlo4IuQMRCMxK7+JtYnaOk52vJSE2Mqy4pKC3Kjw4MXZSeDLx/t/XetpacpOjM9JSogOCowPCS7JTB9qa10aHZnv7y9JSSlOTBxtbR1paelcW9FTWRHjJ4oRCpP85bYMGt/YQGxnkx2mrEiMnWiqm25r6CjJ6yjJq8tIevf3FeDxXeD5w7N7d5zavAQ8e3z7yKHvB/v/2LT53qHDL07+utzSGmhts3t05Pv5mf766qd/X1+aGLHjmtAIWnpk4s6NS/du3ejtaLc0NSITcAj1NcZsvcGezj3bt1SUFnl78GkkbT2ajo0x8/Kvh9/cv/HyzrVzJw5OD3bs2Tg/3NHi7WIfHxHMYdKIWmgXB54b38nYyMDF2TFcGZwYE5mXmaaQ+cpEgkCZwM3ZMipMmpqkLCtO2bRhaHywVeBqFaYQluYkj/a1AcCr7dsXfAQuZhx9rh7HQJfFM+fpMw1ZHBOurZ2BuSWXZ+3g6piSHJeaELNzcQb4+Dw9SCi00Bea0ROF9s2pyqJAt0K5a3mQR7Gcny92yRY6ZAgcUzzsEvm8GFebeC/HBKFzktAl0cs+wYOXIuDl+rmWKAQ5Mtc4D+tId+tooX2kyDlE6OBuzWFoIzBqqlqa4Eg6bLUqUh1GwOJQCPQqcIZ2lSnXPDYxpbaxpat/aGRyZu+ho7fuPbp3//HZs+d37Nw7OjbV0NiWlp4j9w929/DhsI3xeG21Vas1VqvooJFMohaDgKWiYWxttAkRx6OTvAwZgVZGca5WhRL3unBZR3Jkkb8wXeSe4OshMDelo9E4NTUtEHdXVF8E2BGAQ6FBEVhDAwsHc5z/LsHSRsDJGJQxQxccAfb0CPb2Dvfzi5NK4mXSMG8vqaNDsCc/WOBmSacQ4apivl1dWW5hRryfwNHOypRnacI11ONZmki8XedG+w7v2Sx1t7fSI9iztQ1RKq56yLPbRoGbv3y9fPDL2Z3Arxs/HxoHTi9/+nn+7GT1ka6c/a1JE+neo8n8ixMld5YbDzamXJprnSuMHc6I7EyJKAzyzlUIYjyta+P9j4yvv3t426NjO/7cNDZVnNyTGlodKszzc0zxtIx34yYKLLP9nPIlbsEWbB89Ep+pY4rVYCLXkOFr0qJD69eWjg0NLi4uzs4tTkzODY5MDwzPjE5t6Bub6BgcaOvt6RgcGJqYGJ2e7h8d7ezv/98CcENbW3lTQ1ljfV1LS211XVtVXUVKpq+ppQVSy4fFzhL61EYqfxzvenB6/90zu+//se/CoZkCpcPh6QbgyfmPf//y/PIvLYVp2qoqMBUVIgqZEhcX5B+gr8fC4TAIhCaegFFV+27lSnelHxEsiIZ9K0SE6Bfqhvi2koJEosH6fyIVkn/BGkwCiUTWheK+kBQM0S+doc9gsvXZYP8zk20IdV9B5c9Q9xU4wOvkaufkCj0wMbeiMfW1yTScFlFNDaWugYQjsNDokSYMBUZ/QeH3P9ovSL8rALxm1epv9PtvAIbB4KtXqyIQKA21lcHkNapQkgiNxOjSWFQKSxOGRiFxBDyJTqfb8+wc7Hl6ujR9Bp3NZDBpVApBRwerpQN52LSpK3uMGPCevSZCc40G6H7CEBEIIhJB1tQgINQwMJXvjLUJib5e2VKvXAm/PNi7KTqoIz6sNz6iO0bZrPCtEDpWCO1rpW4pPJNUe5twU6vNVR3AP1+e7r3yZe/tt4t/AoeevN9w7p+e/U+mfnq+fOJY89R0buPJqR3Ak6/Ac+DU5kObOmff/fkUuP/1xeUHN46dv3XoLHD/89Mf/zjUs/DmzE3g3nvg+ddHF279vLz/xOK+I4Mbd9YNHW6Zvrnh0F8zB+t9EzfldM0kNY2F10xFNwwHVg0HVs1FtY4r60YU1W2CrPWi/NmYpsmo2rHwKkgBno1smI9umo5qGA2pGggs6Q8onoqpLXeMiKS6Ruu6Fdsr+5VFMwl1w+FlUzG1E1HVYxGVY2EVk2GVM+HVC1F1y9ENy5H1CyFVZ6s2AHv+BrZcfjN+4tXoz5drFs+VjG9WlJQyfTudEoCdf31ZvgwcePR503Vgyz+vJ/94O3YeXACevAgy8Mj5r12ngPZfn9cefNf/y+X2rd9XDQI3nwOP372+fgd4/O7Lo3cPL919dv3Jp0fvPzx+A7wF/c9vHrz5/Pzr27uvcmLS0pSR1ZnZRQkJuXHRO2YnlieHF6ZGdmxdnp2bnFmYHZuZ+b9YoL8pwBD9zmxYWAHgLaeO/NBcXmipr+tkZmhtqO9kYWamzzJhgUuK+gy6MdvIxMjUxNjcyJBrwDHhsI0pJCqU+MWicXgcQQuL18LiCVraEABDYgMchkAjMdp4HQqJStUm6xKpdLKuHo3J0tXTozEh+qWSaeCAMJlqamomEHh7efm4uPD5fHdXvqcr39PD08fLW+Tg6KrHMsDitJEoHIXKsLN39hQIHZ34tjxHcwsbjoEJmwNuINF19bUJZEhuAht3Vi64/8vACOhlRf5duTcGArDGyvwvmKlZvUZtFXjLabX66lUMHZw5g2Sig7AiwmI9zBYacm/sGn17eBo4Pv/qx9FnRyef/Dy32JrZV5Y43VEz2FQ92Noytr5rbmAFgGfHdsz0b57sObB9YefS1LFdW+e61xdGRIutbCPdvDzYxu4crivL2JnGciEy3LXpUop+JMs8yZgXa2gpprF5WmQbbYY3xzrJzrfNI3LSJ36LOGXRL35DSGZXQHy6szzJLShDmBDjoIgw944w9/Q3sfc1NPe35MXxvTI8xIl8cYiLONBLIZdFygOiZT7B4W6BNeKkpZjSJf/EH0LS9onjN3mGbZGnzIZnlfpHBHgKxX5ySUCwIjA8TBETE5KYEJURHZ0eEpYU4B8dHBil9AsKdBOEubrkS72HUiN3lqcdqUk/25Z3o6f0b/AU3x+seD7Z9HKu7e1S58etfV93DgG7R4A9o8Ce0U/b+qH07+3hqmvdxRfacs42ZZyqSTpWFv1DYcTmDMViSsB0gmw8VjweKx2Jk43EBwzG+w8nhfQmBrVFSmuUvuWBPvkSt0S+VZAlW6BHknIN5dbmAY48B7Y+QV0NpwEjoLGQnIZF4LRQeDwSD0IvDAvqwDAsDo6DAJhMoFB1aBSSLpVMhw6FTKdSGP8+RBIFnE5cmXulEalMKsOAyYZiwNZcSyaVYWvNM+daJCYm37x1+3+gbGZu3uXrf30GgB179h48euzl23fT84tHfv7lMwD8cvrs0xdv/7p5NyO76Mr12x8+A1t37H/+4u3nL8DfN+/6CCWDQ+MvXoJM+xUAwfjXM+djYpM8PIVNzesuX7nx7v2XQ4d/tuU5JSSmnTz1+5evwIePX1+8fHvn7n2QbF++ePHq5b0H9999ePsV+PIV+PL46aPnL198/AQC9lcAePP20569P5SVVwcERfiKA534QgrdkMY0NTS106YaEigGTANrGtOUTGRRiEyyDoOswyBp/z90vXdcWvff92/iYMsUUEAFxIGgoggiKu69xY177z2i4t57xr33zGjSzCZpmrZJm6Yjq02anTQ7aZo9z+8+0ivX97p/98Xj8ziP45G/AOU8P+/XoGkSaSQilUQENeEkIkVDg0QgEPF4DQUDE4lksAxpM/8ZVAxtnhDQeEUPsCL8WZEorHAFa+CJ6kjQe7+594RWR+P/E4BJeBxeHYGFKrO0CB42fJmvi8zLKTHAMyXIO1XqlSr1SglyT5V6pIV6ZYT7pIZ4g9PgUDACOlUalBYszQqPyIqKbq9rHO4fWpxfWl/dWF/dmJ9d6OnqrSiT52Tl29s5sY1MeGaWNmL72JjEttau4aHxjo6ujIwsd3dPW1uJu7tndHRsaWlZe3tnbW19Y2Nze3tnR0dXc3NrRUVlTk5eSkpaQUFRVlZOamp6SkpacnJqSkpaTk5eaWlZZWV1bW19fX2jXF6VkZEVGChVGIaVlLeoqCqrKXBXoYVW4O7/cwK8CcZgaOf/H4MVg184FKY4gaiqIWBwLEadQMDp0qmmZsYia0uJxNbJycHV1dnNzUUikTg5Obm6utrZ2RkYGGEwOBgM8Xnv4T9PPnfTge4UFajaFlVVJRVVJRXIFlXoVjXYVjhCBQlRgmARaHUoHIuEScRWMbLQ6EipxMbSyoJrZWniKLHycJU42Im83RykHk5+jtZOlhypk6irPPfk7vnrpw7dOXPk9O7ZkbqCE+uT3+9ZuPz94e/2LE12NnbLi7tL8jvyslrzMjsKczqLshuzkuXJ0aVx4WlB7sWxwTVZ8W0lmd0VebmygPrcpNrc5PgAj4RAr4d/XgRe/p0cEmJE0fKVOLqIxEnhUWlRcR52jvoUHT0KlU1nGDJ1zYyYRrokT3v+xED7+txoT2v9tvxMVwc7SzMuk0ajUygsKk2XRCahkAY0amxwUIzU/+LJby/9+N1AQ0NDUXHrtqq6/LKy1MJkaayXyEXAMnXkCdMjIpu3FQ+31vXUlRUkRyVGhaYlxsaGBvo72LiYccMk1jN11Q9OnXjy03fAzUv/nP9polneX7ftwg9Hrl08ff7MiTPfHjv3w8n6stK0mKiMuJishLjc5MSOupqBtpauhrqOupqqooL+1ubW6sq6bSWFGcnuDuL25qp9uzcmxod9vD1VIWoQKHKLKhQCxxJI2gwWB7QBc/impkKemcDUhM/lWnI4fJa+MXlTBQ1RQ6BQaAKBqAgPp9OowQH+NfKyGnlZWLB/fFT4vetXgI/vThzcX5abnZOUEBcanBwZvi07c7itdWlkeKq7uzo3t6moqKeqqrm4eLyltbO4uCgqKtLBMdnX182Uy9XAi5l0Lwtekr9XXXbaUL28R15cn5tWl5P66PdfP9y78ffF334/fOD+j6eAWzd+WFi4um8/cO8+8Ndd4Nk/wOPHe3p7isJDmnMzhxurv9mzA/jwKiUqUhOLplM1s1KTOpobRrf3JcbINDAoFEwtLSl+fXlhqL8nLiqCb8bVJBN0KRochuZPX+99cffque+P7J4fryvOrsjLaJaXuNgIk2PCrSxMTdn6FqYcK6EFz8zEkm/u4+EeGxmWn5WeHBcZGRYgDXT18ZJEy/xiZD7pKWH5mdEbSyPlBakGOoRAD/uCzPiffvr6yZObHc211uamViambB2mobY+25DL1Dc24lnoGrLpbANdFt3P3zM6MuTXk18Db/8uS5W58fRcTenhtqbbS5JaU6SFfra5HlZ5bsJsZ0GKPS/e2izaihslNIkUmUXaWkQ7ChJcrFPcrFNdrdPcRTletgV+DskuApnEVGZvHuFkEezID3Liu1oZcxhkdRVlLBSBhSJQEBgGjsSjMQgYcovSVipV20okDgwJz84v6h8e23Pg8I9nL9y8+/D1mw93bt8/8/PZQ4ePzcwuySvrQkJltnZOFuZCQ0M2AYNVUVJCqmzV1sAwyQQaBs6mEHnaZIk+3dvUIIRvHCc2K/a2b47270mJrI3wz/JyjHeRBNgITXVpGjCYBhKFhiFQMDgGidLA4vBoDFhUDYXikEi0GkQDifqcAv2fACx1dYnw9IzyAek30d8v1tsLFEK7O8f7e/MZ2gTIFg8bfnVJdn5arMTKhM3SMTak8zj6TnZWof7uixMDF04fD/Wws+No6yKUDFFK7VlhwNUTwLVvH59YAs7tAU4tfDo48Pbg4OujY3d2dn47kLMuD57OdTvYJLu9o+GXoYKN0pDT2yuWiuIncxKGcpMbUiPq0sKSPEVp3jb9BfF7uqoO9tXOVmRkOJplOJol2XFjRYbxtsZprhYZnsJMd6sEW3MhDs5DqzmxaHZMKo9GZBGxVYW5nY313e1tYyOj0zMLE5NzExMLY2ML3X0jAyPjXUODHdsHuoYGB0ZHt4+N9Q0Pdw0M/KcHuL6hSeEBbmhrq+3uLmlokNfVVZSUV+UWZYXIPAxN3en6NaHhX7Q2Xz+wG7h+DvjnGvD8EvDuCvDi3IX927uzvRYakt/9eRx4dnW+s5oC3YJSUrJkG+ampDpJ7DVJZCKRgEDAsHh1VYiKYgIMhyMVc2AIBHSDq6iowWAIhRZaMQH+/AWBwWoohsBEEgWLI2JxRCKJogi+olB1dXT19FhGTD1DRTMwnaGvzWDpMPUV+meWEYdtwuNZWlmKbOwcXUS29lY2ErHEUSi2Y5vwqLrMfwEYglQAsJoqQk0VAYOCZfWfARj89lRWUdyJq2xV3rpVZctWFVDy8N8TYAgMBlNHorTImngsTmUrKJVGIeFoBByNUqdS6CgkQUlJFYMmkIkUIkGDxdRj0HW0iHhtLZIulULTJBMxOBxSHb8pY9PAaRLwZBBd0BgMHJRBoeEYtDoYfwVRIyhvUUcoq2O3wix16Gk+nuke9nn+DvIw96aY4M6EiP6kyL64kLZQcAJcKDHd5iIscBBkioWBukbDqeXAb09fHL72ad8tYNd1YOPPG90H/mjZuNK35+7i8dXCtu9GN0CX773XwL03b679M9c8cXLlOPAAeHrx7u9fnX544iJw682jw79dWD4CXPsbuPsKePr+2k9/fL/ryJndX+/pmDrQPHGsefrm0tfnhvf2hxdt5PUuZ3ZMRtVNRtVt9ysflVZPRzSOSqvnolo63fKanDInZLUTsurJqJpZWf1ibPNKQtu/WuiI2pGQ8u2BJaNh5b1++Tkm/v5oXihZWGgpbfPOGAwrGY2oGI+QT8qqZqNq5qJrF2PqV2IbVmMa5qTlO6IaXk3/AOy6/GH+50f9R+52Hfi5cHx/dP20W0Y20e5qy27gwC1g93Vg31/A7pvAjlvPJ86/HPsNBODJfwH4Y/epl7XfPKw69Gbk9PmW9V+2bwD3XwMvgTe3HgD/fHx56+lf525+ePDu05P3/9x5Crz89PGfdzcv3H55/zXwFji89mV6aFRdbn51dnawq9NUT/vBHcs7lmZ2bSwvLs2u7FidnJ+f31j/3ybAilDo2cUlRTfS/PLKysaOPXt2nzp2KDU8UGDEtDE14huxbHimpiw9npEB2JFNpShqe5kMA30WiJp6TEMaRVsDT0SjMFg0Do8lYNH/Bt4oMlYUOjsUQh2LxoERsmSKAoB1KTr/FwBrkrRAF7Euw9JS6OHhpWjdtLWVWIlsLQXWtnaOvn5Bvn5BAqFYU0sbBldHYwhcE3OJvbPE3tlaLDExtWDpsw0MOXpMIxqVoUHQxG5GzmIxGurqGIUDYpOB/wcAw2AwsITzvwD4v+hXVWWrMgGNNNLW4ulo8LSQUiFrojzp0u7hZycWXx0Zf3tk7J8jw38fn7hzZHyyOmG0NnOyvXKosXaotXWye2BuaGR1fGzHzMieheEvV8b275xfnxtdHRusyU6Pc/MMElhLLcUu+hw7XUNbbX1bLbodUceFqCulGiTqmedwRalsy0AdQzGeKiTSfYyE2WLfNknksE34mkv8qlvcFzHFc3EFFe7RhZ6x2/yzk+3C4/heYVw7b2O+tyk/0FIkFYpDLKz9zcRhzv6ejgFOrsFunpF+ruFRDmFy16TxwNwV34SDQcl7XaKWbKQ7fVOWo/MrpbHBzp7enj5+QSER4THxsuTU2Iy0hJyYmLTgsLiwkIQIaWyYlzTUySXJ1bkuMmg+L2F/ZfrJxuyLXcW3B+V/DcvvjlQ/mW56udj9erXv7Y5+UPy8d+TjF0OK9Xq99+l8q0L/fKm76L/ptyBsb5Z0JTVwPtF/Ms57NNpjNNprONZnOM5/e4J/h8ynLcqnIcJTHuRS5OOQ5WYdb8MLNjOwJmGtKUR7PV0TIo4KhxIRYP8CAQzIRIPORwQOi8TjEHgsHEeAYUH6hWJxCDwBTSThNLU0qDSyDlVTl6ZFpyhOqAwdbXBjUEdbT5u2GepG0tTYTHvS0CBpEshUEoVO0WHpMOkUHcvNVncWU5/D5uro0DMys4NDwiZn5569fr24vr6wtvbkxYsbd+/euvfw+Zv3N+8+vHD52nsAaGzrOnDkxHsAOPbtj919I+/eA0+evmhobBPbOJz64edPAPD8xRwxxZQAACAASURBVNvnL95+/ARSa3xCqp9/8O9/gKlanwBgdW2Xj2+Q4se79x539wwkJKY6Obuurm0onvDqzcs/Lv/+6MnDj8C7C7+f/ecFOPW9d//x/gNHCgq3+fgGubn72EhceXyxuUBiyLE0NrVm6PPUCbpUhgndwFIZgtckMahEXQqZvonB2ppEGlmDSiJQPgOwwhwEFiZvqqAVAKyolQJLjMCpO1bhBFacK8BYUQUMBl+h/7Wggt+wmwCM2PSiYtEYPFqdgEbqELEiE8NQT8fYQA+Zl0Oiv0dqAEi/CgBOCXJPC/bMCAXpd7MDCcx/TgrwTw8JLoyPL8/MqZPXtDS1Dw6MjAyN19U0RkXG2kuchQKxHtPQ0IDj7uadEJ+Sk11QV9tUUlzu4uyho0Pnck19fPxKSrYNDAwODg7X1TXk5OSVlGyLj0/09PR2dHT28fGTyaITE5OTklIKCopyc/Ozs3MzM7NTUtLi4xMTE5PT0jJycvLy8wuLi0tLS8sKCoqSk1NDQsK8vHxAAP5P368iAf9zEqBiLPyf4VjgtpvqfzPwZ0W0moqq6mbQjeIKVA0CToCxOAIB1Jjr6TFEIqG9vZ1IJLS2tnJ2dnRxcRGLxQ4ODj4+Pra2EjJZCwqFY7F4xXvw79uARCvk2Ug4Co0CQ4PBgk8VmKqS2ucF2wpDqCDUlNSwCDQKAt4lCXgmYcH+SbEyZ4lIxDcTmnPsbQWuTja21pbuTmDBjI+zraOVqYMFO9bPpUeef2Jj+sG5797ePDfXUbXQXQsC8KlDN3/7dt/CWHNJVo+8uK0gpykno7kgu60wuyYruTg+MidSmhnmlxMZmBHuV5wY0VGelxUZUJOTVJ2VHO3jkhcb3lJW9NORA2vjI2CWrItLTEBAhiymv7m1urDY0UpkTGfo07T1tal8jpG5EUNPC1tXVjA/NthaW1Wam+Vib2sj5FuamlLxBBOWvo4GUV1FWRuHi5dKM6Mjl0b7rv56qqeuuqGkpKOyrqGoqjKzNDc6PdIjWMAyFbCMo3x86wsLJ7vbRtsbyrNTU2JkSVERYb7eMVL/eH/fIDuxPDHm+PzkuX073vz565OzJ1f6m1rLso7sXrh64cdDe1a+O7T33pU/hjtbSzJTMxOiY0MDo6R+LdXlPU0N29tbB9paGivKlibGR3u6W6oqizMzvJ3stuVn7tu9sTAzmZOduWXLFiQKvVUNpqyGwBMpLEMu10zI44nMza3NeAIO15xtbGbM4RkYcilUXXUUDgoB027AP1osDoyHVVUTWpiXFhZUlZflZ2eEBPh2NNcDH9+9fPxgor+3trQ4KyEuOzG+uqigu6Fuz8L80shweVZmfWFhZ2VldW7ucFNTR2nJYldHTmhwip9Pqr+3xIBpb6hnb6iXEuRdlhwzVC8fbapuKshsK817cvkc8Ppv4PFff/108uGp74ErVy4uL++prRtNSx/LzHz+/XfAk0dvL54fqtiWExJYlZK02NVx9/zZ+dFhWys+GY9xd5JEhgTFhoVEBgXwOWx1mNrIQO/qwmxxXra/lztTh4pHIwlohJUx8+cje97cvbY00rO9qbqzqjQ9KrQ8O9XdVhgXFuTjLAnwcDUzNjA3ZQstzNj6TFcHu4ToyPz0lG2FufFRoU4SgY+HndTfubO1MjE6MDU+JC8jZufSeFVJptjcKCc1eny44+qln29ePpsWLzOm64rNLQzoLG0qnWXEoTFYBC0tPbahFlVTKDCX+nk9u3cDePmoQ57ra23qasb04jFG5FnbixIL/CRJdqbJErNkiVm8tYmMbxhuYRhpyY4UmQYLOeG2vFhHYbKrONXdNs1NrFjRdrwoe/N4d3Gsu02Io1DqKPAW84RshqY6UguDpWBxmhisJgargUajYHDlLVt1dXUdHJwiIqOy8vLbenoWVjf2fnX0m5M/fnXk+PzCSmtbV3lFdV5+cWJSWnBIhJe3v1AoMjY21tIkYZAwDAJCwsBpBLSuBtqAjDWjESX6Op5clr+JXpiZfro9vzLQpSnSvyEiINPNLsKGHyaxlnAMdTAoEgpsbEfBoBgkQgOLI2CwnwH48wRYAwHWIJFRCCoWbaxL9bWXhHq4Rvv6xvh4xXh5xvl4J/j5xvv6hDg6pIUGmzN1cSpbfBxttuWmxYT5m3GYhnoUmibGim8cHuiZnhC+PDX44M9fw91E7jwmQ1Up2cn0wYn1Vz/tentm4/2ZdeD0yv2lWuD48IdDA9fnqs6Plx7vTNlbE3G0M+ncVOnNjcYv5OHzuf776tMWiuMnsmP702VdObEjVdnyWP8Ud0Gut408zL0u2jvfyzrNkZcsMYkVGcbZcHK8xMWBjjF2XHsdjClK2ZqMdtPXEdM0HPS0Y92c7IwNIjw9a0tLWurqpienlpZXh4bHh0cmp6aW+raP9g+P9Y6O9I6O9IwM9w0P9w4NKVb3djAEq6Wjs6Glta6pua6puaGltbG9vaajo6yxvrqxsbS4pCAlrSI1fb6p5e9TPwB/XAQunQPuXgWu/wLc+wX4cAV4fhb4+wzwz083Dw9luxm2pficWR959PPXNiwaSU0pyMU5OznRkMFQVVbBojEQNRUsRh2JgEGhYLirYv6j8AArK6tu2aIMhcJVVNS2blVRVYUo5EIKBkap43B4EpEEFiFisBrqaDxBQ1OLoqNLZyl6VgyNuPoGxto6TCqNDiYw6DC0GSw6y1DP0FiR/GwpshHZ2ts7u1nbOYhs7W3snaxsJEZcMwUAY3EkMPJqcwL8vwEwaP3dqqy2RVVl67/iZwUAq2wFJdCKXAyKppahvoE2laZoMEXAoajNiLjN8RcFooZEIjAwKFi7QKNQwe9NPFZTg0Ala2pqEPFoDBaBJmz6tdBwDAGtQUDj1WEouCoMtP/A0JtbOmSIKk5ZCYZRUddF4d24ZqUhwbleLrWygMbowJbo4NbooI5oaU+MtCvSpyXYDRwCe4jz7YWJFqbJluJ8iT9w4Snw02Pg9Evg6MObvQd+a1h+NPv1V/KBU72Ll3ccA+48B568A+69BJ68B14B36we2jO4/M/5u8/++OvC4VOPfrgE3PznwdFf7hw9Azx8A9z5G3j08tJ3P/+09/j5L7/d0Th0uGP6WOv09aWvf+zbGEusWs3tXMvpnoiuGQ2v6vIqHAmqGguuGQmqWkvq6fYuqrZLHAqpGIuoBFXQYdUrCW07UruX41tnZfUzspqJiKrhkG3T0TXziY0t7umxdHtftIkH3Chax67BNanbJ3fAr2AosHg8uGwytGIqvHw6tGImpGzYO/dQRvfH1V8/Lf9yr/fA/b6D5yrmTheO7ZDKqwz8mswigF2XgT3XgEObEugDD4D1m6/Gz74e+XVz/KsA4N/edp98VnP4Q8+psxXL+4u2AzdeA3df3vj+N+DxK+DRmyeX/vrr3E3gDQC8Ap7feAw8ffv85qMnVx7f/eMe8BK8mBkVnxAkrcjMLEiMa6koPrRzZX1ucmV+enZ2emVjfWR2Zm5tY3Z5eXZ5eX4ZNAPPLi59rkGaWVicWVicX15ZWltfWltfXF1b27lr/769Px47HO7u4MLnugrNJGZGDuZcHkPHXI9ubsAyoFGpRCKVrKnHYHHYphxjnqEBl0bRVlj+FFnQ4I0WCox4VQAw6GFCgn4/AgZLJuCpYMCuFo2srUvRYWoz9HSYDG0dXSpNh0LV1CBSNLX09Vg2NjY+Pn6Ojs58S6G12FbR/mItloSGyeITUjw8fXV09VRUYQgkxohtYu/g4uLqvlkMY87SZxtzzJgMAypFF8x/xuLB3B0cYROA4QgE4l/2RcLByk2FwhAGUQAwDKqmqqq6VRlcysogADMpZFAcpAF1Y5ObErzOzDQ8Pz7z7sTM26+G3x0ZeXN84p9v5y5/OdxTENkvz+qtLh5qqR/taJ/uHVgYGloeHVqbHNyzNPbVrvm9qzOrE0PdNZWx3l7BNpIQsb0L29Tf0kasayCmsaw1GXZEHVcyI1iXncwW5PDsYpimPposEZYqIjODTe22uYb2ucdM2IWvWAfttg//Pq7kaIq8xzuuzjuhJigrRRIezXeXmtpLBfbh9q4B1vb2Rqb2+qbu5naBroGerlI3z3APrwg/p9BISUild9qMrHRnaMbh0LQdjuFTfO8V1+jV8JwG/9hoe+8wr+CI0NiE2IzUxPzUxPyEuGxpaKybZ1BoQJTMXxbjHZjo6VUa7Lc9PWrXttTDlSlnmnMud5XcHpQ/GKl5NNnwz0Lnm7X+Nxt9b3dv/7B38MPe4be7+9/s6nu3s+/FSsfj2eZHM023R6p+7yz6qSHzW3niV0VRe7OC11IDllKCphMDxmK8h6I9h6I2ATjedzDevyXMrVXmXR/hXezrmOIkDBdyfThMJz0dDgZpgEbxqJokVWWcijKDrImGgSG74AdPHa+OxCLhaHUYBg0FZ78EOA4Dw2CROAKaqIEna2lQKZraNC06jaJL1dTVptIVldFMhiFdF2RghSVYS4uqqQn2e21+VqlMGl1fV8+YZWTENDBg6PNNLThsLp8v0NKiGhiyS8or6ltbQyNlN+/dA9uG3r17/f7TewB48Pif9wBw8sdfhsan330E/n759gMAvHkPrsNfHWexuL19Q58A4PadB+UVNTdv3Xv56v3/ES1XVtV/ue/Q5vz23ZOnzyen5hQ/Xrl6s6GxdTMEy96YY/LX3ftv3r5/9PhpT29/dk6eon/4mxPfXb124/BXXxcVl3t4+jm7ePr5B9s7uLK5fI6pgK7HtRBImPqmeA06Q5/H0OdhNegaJCaJCEKvFkmbQtahkHW0yJsArKH1nwCMwxHAIfAmAJOJmqDHAQ2CFQ6FBfe2kBjQ9o/ColFg7xGYsE0gK34LborhNXA4gsJhhMYQUOo4BBIDgyFwGCwGiQDz1fUZvg6iOH/3JKlnQoBboo9baoBXhtQ7Ldg7JcgzOdADFEKH+mSGB2bJpJkRIUkhAfFB/ukREeUZmU3l8oHu/pGh8f7ewYK8YndXL7650NHBNTIiJixUxjOzdHZyz0jPCQuVCQVijrEZXZcVGxtfWVk9NDTS29tfXFwaExMXGRkVF5cQEhIWFRWTmppeUFBUXi6vr29UKKUbGppaWtp6evoGB4f7NqM66+oa6uoa6usbKyoqi4pK8vML8/MLc3Pz09Iy4uMTQT+SYuQLhyL+cwKs0EIrmoEV8mNFMr6aCkSRFK14vqKkF6oGisEUTUWK/6T/5RyGbta4IbW0tLhcrqWlpYWFBZ/PF4vFdnZ2Tk5Ojo6OdnZ2tra2QqFQW1tbZasyWO0LB98kiCpUWWkrRBWKRuGgagh1JBYszoFjEXAMHKIOVUWqKcNVt8KgyhBlpa1qSipINfAWCQWBGDGZXq5OGQlx7va2NnxzeytLsYWZvZWlt7ODh4Odh7Ods73Q2dbS1Zbv5yhKDfUbbpKf3LN69eRX33+xNNpUsTrc9vNXO86d2Htk13TTtsyS1LjytKSWkoKu6vLm4vzKnPSyjOT8hOj4IN8IL9cYf6/cOFlpWmJ+QnRunAxs3A3ySwz0zZaFTbQ3V2Sl+9nblqamlmdlVubm1hYWtpSXF6ametjamugx2bo6RjraAjbblMn0dXaa6B/oaW7ZlpsXHRbm7ujIYepZ88wtjNha6hicshoDT/STOJZnpa/NDQJv72/Mj9WUFFUXlNUUVpakFCaHJATaezvyREIDtofIuiQldaITDIhqrSivyMsJ9/NJiZLlpCTJC/LzkhPjAn0W+lvPH9194/Shh+dOHF4eKkoKGe6qu3Hpl++O7lsa6Tm4PL1veSorNjQ3WZadJEuNCSnJTW2prWitrWqqqmisKG+skDdskzeUVrXIaxJCQwvTUnYvLSxOjleWlpqwjbds2aKiClGDIxBonC7L0MxSZMITsLnmxiaWbGMzsCLcFOyHotOZBAIRDINRg6kj0Yb6RmoqENCKgMaEBklr5JWF2bnhQUHpSfFX/zgPfHp3/OC+2rKSnJTE3NSkstzs/tbm1amJ9Zmp9poqUMvU1VmanlaVl91UWrC9oTI9PLCveltjYXpelNSSThQwSKlSj2hPSWNh6lBjRWVmfE1u8s1fT336+y7w8sHdsydf/3b64+mTTzY2Lg8MHC4unImP3VVVCjy+A7x+euPbr8/u+7IjJ68mOqmncNvhXTu+PX6IxzEU8Iyl3h72Aj4Nh9HVwMdIA3cvzq9MTRakpdrwzUloFBVPoGDREW4OZw/v+X7nyr7ZsbHmmsqMxLSwgJQQPy8bS3sLblFqfLCnq7+bo8icw2UxbC3NhaacQE+33OTE0tysrOTY6NCAYF/XIG/n7paatNjQJFlQXJhfo7zwyN614e6m6GDv9dmR0Z7mjnp5a53cRsin62qz2WwdXYaCAsiaFAMDIyOWvqm+gdTd8/G1P4EPz5fHu8TG2q4WrCCxaZKHbX9hSpaXJEJgKBMYKVakpWEYXy+YRw8wo4eLOH48fX8zVrqnJMrWPNPXOdPXOSfALdpBFOtikxvqnxseEOPuGOZs6y2yMKGSiVCIFgZNw+NwcKg2kUAlEZSVlGBQNT7f3Nra2i/APyMnO7swPyg8XBoRUVRefuCrY+u79nT09Hb09FZV14aGRbh5uJuYmZqacjkctoEhU0dbUwOHUkeo4DEwXU2sgSbGQofoyNb14emH8NlRQk6SyCRdzCvzcij1dkhzsgq1NA605PqLeEI9GkFVCQ+DYJEwNPgvAywEBlP+0RiwGwmBwsMReASMAIeRUQhtDIqOx+iRsN621rEB3klBATJP0AAc7ekhc3eL8/GWebrLPD31ySRdDbyFkUGIr5e7k8SQSdPEQCRCjiWXUZKTuGdt+vLP31w+9VW8u9iXoytAKu2oznx3cte771eA3/e9+m7q5bGh+0vVL3c2vdnb9nij4fpM+bmhgh/7sr/rzry6VH+qP3+jXDaa7t0d59Yd7zWYHjxRENuVHtabHd2XE9OSKC30kyTZm6U4mud6idNdLGVCgzALZrqrVa63nbcx1QSlZIreas8gubK1vU30jKBbcrzdgSeP75461VcmL0xMaq6qnhyfWFvfMTY13T80Ojm7MDIx3T8yopgAK2zAAxPjAxPj/eNjoCh6YKBrYKCtp6exvb2upQWUPbe11ra3tW8fyMjLKS0ryctO27syB7x7Djy6/eLMN4+/3vP+9EHgzhng77PAo1Mfbxz++7e1j+d3ATeOHe7KT7KiN0R4HBpo7spLcecZd1ZV+Do7ETBoqBpEA4sj4wg4GBKlAgF3YDftvp8LkNTUoFAoHIVCK6bBcDgYHa+ujkGh0Gg0FqWOwROImlpUTS2qBpGMJxA1iGRNLaq2Dl3fwMiIzdFjGTCYLAaTpUtnalFoNLoe6KVl6uuzuaYWAkuRjUL57ODibmPvxLcSK67os7ngnT9VB4sjIhEYRUOBYvarSC5QVYEp1r+xz+BdOERlK8jAnxeoi1aFItTgKChSMUBjajMoRC2YClRZSQmhBqdq0UhkKhpDgECRahCwBxu8KVTHKDTem02MeAJOg0ggkXBkvDoBiwBbQ4goDEEdhwHrGXEQCHqLCkpJCYlAkLYowQhQHEppa3ls0tGxqfoIWbG7e2tUaEd0SGdMaGdMcEeUX3ukd2u4Z0uYR72/Y42/Y5IFJ8yAGUhnDSXnARfvAKdvA0eu3+r64nLX+rnuxQtjqyuldf/88Bvw4G/gFQA8/wC8BoA3wLNLt//85tRPO/c++Pncmxt3r/3w8+Nzl178cfXGiVPArXvPL1wC7twH/nl97fj3178+dWxsaaOh74umoZ+ndv82sWdfzfDO0r7FzNaphPrxqOrR8Krh4MohqXwooHwsuGomuqnPr7TSJr7TO38mvmEkrGIlsWU2smY1oWV3evd8TP1ocNlYmHw8Qj4aUTEZXdkXmF9oKY2kigM0eEEki2CiRam5tFoU2eac3OedPeifP+ifqzhOhZT80bnj9crpu4MHr7bvvNK241TR8M6Iqn5JagbR/mTRNLD7CvDlrfdrfwCH7gNf3AEWLr0f+vnj0C/A+Hlg7Bwwef79+G/Pe04APd/frd5xsmLq+4EN4PaLZ1fu/f3n3Q/3nn/66/mdny4Bj98Ab4F7F2+AL9Tjty8v3Ln3640Pj96C/cDvgdbqGlmgf0VeVk5idFlWykR3x/rM1OLk+OL8wuLajunV9bHF5amlFTAKa2Vldnl5enFxamFhenFxZmlpdnFpYmZ2anp2bn5xYXF5YXF5fWPnwS/3fnfgC0+BqaMJy51n5Gdl5s4zsmZSxHpUK5Y2l0JikQiG2jRjloGRHluPbshiGNGpuhQNkgYaDwogNxOhMRgcgUBEIBBQKBSipgKHqeLUEWQ8WksDramB09SkaGmCulNtqg6dpk2nUelUTV0KmULEM7UpAnOep4ebt7e3rZ29uUBoIbS2BLserIQCscTOKT0tOykxjUbTUbSaaWvrSiQOfn5+zs6uIpHI3Jyvr2+oaFTadCZjUCiUuro6Go1WV0fCEFAECr65oJttRyoQ0PymjIKrouFqW7cogY8tykoqEDUIjIDHWrBZ2ihlsS66Ic7th7Gyt8dHgRNDT9eqnm3Uv/iy692Jmdc/7tzRVba9Iqu9LLe3rqK7Tj7c3jjd3zk/1LsyPrBjfmz30uSuxYmNybHGwvykgMCM0HBfa5sAO0c3vpWDCV+kZyxiGIp1Dexoes5UlpeuUbC+mYxtGW1sLUZSTeBkMcXQl2tV4hY0Hpyw6BxywC7wSnDGq+z6vzKqF5zCWiVBbSHpibb+QeZOQXxnXwtHZ461iMWzZJlZm1hLhM4ioaOLW5Cnd5ine7CvfUCg0DPFNqg9IKXT1n/MNmDBPmTOJmjJMWJPRMFyTGmtd+K20NycqKLEmOKo6IKImPzIuJzgyJSgoKhIv6gYj+AEd588f6+WmKDp7MgvtsUdlSf82pR9uaP4dl/l3e01D8ebXi73fNo9Auwfe7d3O3BkDPhq4uXOrgfz9Xenqu9OVd+ZqL4/03htsPLXlrxvK1MPlybsK4jdlR25lhE+Gu83HOc/GOvdH+XRH+neF+HaG+7SE+HaGelZH+K6zc8px9MhyVkSKhK6cTnW+gZUdXUSSp2AQBIQSDwKDRqRNtFLoev8r+O/k0kcCswnx2MJBByJRNKkaunQaDrgJ46qTaPSaTQdHW0mk8li6RkxmSwalU4mUTXwZKqWDhgQTaJRiFQdLV0GjUmnMnQpdJauPptlbKzPMdJjG+obc43NLHgCPZaRibnlyVM/fQBAIfKLN+/P/Hz2xp17T54+B3XRe/b/ceX6JwB48wH0/T7+++XoxLyLu5+tvcef1/76AABdvcNWYvtfzv7+AQC+PPjVwsr6BwC4fvvOBwB49wlYWFn+68H9D8DHQ0ePRMZEO7q6cMx4cUnJT5+/ev7q/a2/HgutnUYnwNzpq9cfZWRti47N9A+K8PINdnL1Edu5WFpJTHhWbLa5vr6JoaGZgYGpnh6HTjem0Qy0tPRIJDqRqE0m0RQ6cIUXmgIqhGgaGiQNDfAV09AgKb4c8XgNIpGs0ELjcKDQA4PZbDbCgjNeDAY0pqmrgzIQLBYPvuZ4DVBVtBktCUqgUVg8gUzQ0FJH4+EwddADjALNCcZ0HT9Hm6RAr3hflwQfx0ypZ4qvW3qAd25oYF6ENC3YN8HPPSnQOyMiKEMWmhgakCKLSImKjPD3jQkNlhcV9LZ3drb3REclZGbkBUsjBJbi+LiUpsb2zo6+gvzSwIBQocCGyzGn6+pTKXQ7W6eszLyS0rLSbeUV8qr6hqa29s7Wto7auoaycnlhUUlNbX17R1dnV49iNbe0VVXX1tU19PT0TU3NLC4uz88vzszMzc0tLC+vLiwsTU3N9Pdvb2pqqa6uLSuryM3NT0pK+bcGScGrn2kWBoF/9gAr4FYhk4ZDEf8bAH/2EitUNJ+PYKwzDkehUIyMjCwsLAQCgVAotLa2dth82NraKmoPxWKxoaEhFo1BQUFfEwqKVJT94tVx6kjsFiUVNBKPRuLVUeBCIQlIBB6JwCPgmE0AVlJT2gpXUYNs2QLdupWhqeVgJUqNjfZzc5FY8m3MebYWPGdrsEzITWLj4Sqxt7eys+bZCkxszTledoLcmND+mrJ75368+M3ByY6asdbKr9YnTu5f/mrn5GhXTUZ0SHJYcF5CbFVednV+Tk1BblVednFqUkZURHJYcHJYcGZ0ZLosPDbQT+brFRPgmxIWFOPjkREePNHV2lRa5GZlGeLmnJ8YlxUTXZSSXFdUJM/LiwsOdrex4Rsa6hIIHF0G35BtwtAvz8ufHRqrKyuvLCq2s7JysBI5WYuFXBMmSZMERVCRaBdzQVFyws7lYQB4fPzgjor83KzYlILk3JKUwm0pBcmBUa4WIo4mzcbIODsyarC+eaSpo6W4IkcWnRMTO9zaMb19ZKirtygjM8jFsaU09+jq1K3TR97c+PW3r9YaC1N76svPn/7+4plTvx478PWO+f2Lk7WFGcWZ8VFSL6mPS1q8LD4qtLQgp7wgt7q0eKi9c6Clo7Gkoq2iKiU8PCU8bMfs7O6lxd6WVn9vL5WtyggUEgKFw9XROnoGPIHI1FzIMeWb8KyMTSxMTSw4HBMjI2Mmk0UkkkFlo7IaVA2mMCYp8r25hpys1Ex5SXluemZYkP9Ad/u7l8+Ad69G+7qzkuIriwuKszN6mxvXZqa+XFsZ7ekabG9tr6nKTogDpZ415dsyE5NCfXPjw5eHOg8ujZWlhLNJsOxIn5LEkJHmisrM2MaijOqcpH3LU8Dbxx/++evptV8u7FkFLp39e235weTY2eaGI+VFhxorgSu/AQ+vX/nuyK1TJ0/Mr6zWdW4Li3t26+aH189qygrNjJhic64hTZNB0sCoKg+2t549+d3KxITM319iydfT0sTD4DpYTE5o0C/719OP1gAAIABJREFUdn67tvj1ytxcR1OuLDhQIpI6iKuyU1hE9J7F6e46eXJksIs1315ozjNkWhgZeEhsE8JD81KScpLjkmShsiDfUF+PnOSYgvSEtNjwmBC/nOSowc6G1ZnhwY76tsritsrixPCg9ISo4EAfMx6HrEViGRlSdekMJotK1TZi6bPpelw6M9Td68Gfl4F3f+/bmHQWGLkKjBw5OqESi5wA10RnUaSIGyXiRltzokTGEQJ9EID59GA+M8bO1N+MGWhuEGFt6svVS/NyKJNJM/3c4l0kUpG5r6WZ1FYY4WgXKhHbGrK0IMoMPIaGwzDJRCoOo6OB1yERMAgohUTQZzHd3V29fb0EVpZiiZ0sPraitrq9t7tvcKitqzszNy8pLTVCFuni5uzh5S5xsOGZc405BnosHZo2mUhUx2CgeDyCSkZztPGWdKLEgOLBpQfxDGQC40QrbrqYl+dolessSrQBfUeBfHagtYkTl2FAROKhKhioKhYGwaHgBHV1UDiKRKFgcDCEA4HAwxEaCDgZhaChkXQciklAO5hzwz1dEgN9Y3w8Yr29ojzcw5ydIlxdQpydI728jGk0Gh6nQ9IQ8XlCCzMjPV09LayNub7U025ysPW7wztPfLl89tju6vhQX32tDBvOhck24IddwMll4OIX77+ffLq/6+6S/OlazdO12r/m5VfGSy6NlVwcLfltZNtvoxWHm1Ln80MHkr1bZc41wTb1ofZtcV49qSH9WbLB3Jie9PDGuIDyENd8H9ssd6tsT5tSqWuBn0OMmOvCJJljVIQaMH8zZoCQ7cymBfLZvsastqR44NFD4MHDN5evVGdmjfX29PZ0dff2LK9vzK2s9G4f7B8ZGZ2e7hkZbu7pbujsaO7pbuvva+vva+ntaejsqGpuKqurlTc21LW3NXR2VDY1llRXldXV1rW3FJYVVzdU5eWlXTn3I/D+KfDXJeD2ReDsN8+/2fHqxCpwbi/w5/6XZ9fvfzf100zV7S8Hzk435jkYFzjz68K9mpOjfPhcUE/ONkTBoBBVNbDcDoJEb4WhVUBW/H8CMJggpaKmrAyWJCmeoChGQiDV0RgcQYMEOsHIWpqbzZC6dKaOLkPfwIhtzDUE03DZbGMu25irb2CkaADWZ3O5PD7fSmxt52Bj72Rj72Tv7CaWOIJ38CIbKxuJgbEJUYtG1KJhMWCYGkQNAYUgoRAkGOOsDFUU//4PAN4KUd5cKltV1bb8uyBb1cCiPjU4EoLQ1qSxdPWY2gwNDEGBxGAvBQmcWsNQGDUIQg2CgCNA2xVog0RicVgiHkci4Eg4jAYWTcCiN5NRsRpkFJaMwuJRWDQSj0DgVWG4rTC8MgS3dSsSjyLhVNUlbN50bdOcvLoqQFri5lYX6Nsc6t8ZFdIdK+2M8muL8GoJc2sJc6sPcil0FCaYGyea88INOXIv6fMTZ4DLjw7ktF5omvtzcOXHrtGv2nu/Hhl/e/nyx7v3n129effC1Ze3nwAvPgIP/v50++6L3y8+/PUX0Cry8iXw6PHbO7dv/nT69ukfLhw+9OL3i8Djxze+PvHw5JnTizt2NPUuV7WdnFj7ffnQoYbxg7Xju0sG5tKaxqOqh8MrtgeWd3sXjQTJR4Lk4+G1Q1J5k0tGk0vGYGjZfELTckLzjpSOLzJ6VuKbJ8LkUxFVU1HVQ8GlPf65I+HbRiLLWr3S8ywD4lgOYVSrULJlppFnkWlAtbWsxSmpyzOt1yezzzdrwDd7PKT458a5J7PHH08du9C0eDijfUekfNw9p8wgoIQVdGf7Nx83LgMH7n5YvwTsuA5s3ACmLnwYOA0M/AyMbQLw1IX3E2ef9377qfPY3erVY+Ujf+4+CbwAHt94+PzWE+DZp3fXH7+4dBd4A3y49+zJpVvA3X+APx88+PbC7VOXPj16Bzz/+Onlu93LK/ZiYU5qfJIsOCde1lNXvTg2sjI9s7SwPLu0Nr60NrayPrm8Mr2yPLO6MrW8NLWwMDk/r2Dgqbn5ydm52bmFxaWVpeXVpeXVjR27Du/ft395zkdk7m3J9RVwgq1NAwTGHlyGG4cuMaDxdTVNKCQjihZYPKGlzdRmGeobG9BZdAqNoqFJwhEVg19FSBscjgSdtRBVEIDRcDIeRdVAaZFAANbcNF5+BmAmRZOhRcIjoDQyQWBu6uvj5e/vb2cv4fL4RlwzsY2DwFJsLbITW0tCQyIjwqOZTJZC0ozDEczMzLy9vb28vGxtbXk8noGBgQ5Nm6oFKv/BuETwgVRXR6JQCDgShgCTTsEjDKEGRahA4MpQmDJMbQscAm4yqampQaDwLVtVUCgUx5Cli0cI9YgFUsne9uzbG81vDnS831v7dLHo1e6GF192vTw2dXv/5HJraZ88t7emrK+xurdBPtLRMNPftjjcvTa5fWNudH1ufHlipKeqqiw5JSM0PDko2ENk42ghsOGamzMNTWhMMxrTnEIXUBg2FIaLrqGvvkmIsWUAg2+F0rXEM11Y5n7Glulipz7P4DVX6e/BKc+i84C0ypcp8oMeUcPOoZ1hqUkOfoECFx9LJzdTicTQSqDH5xsKrMztxWI3Kxs3e7cARxdfe1t3F0tHN45tON+1wiVCbuLUZe42buM/5xCy4Z1wJFG+N6WmIyCr0Cc9I7QgMbosNn5bTGJpTHxBeFiy1Ds81DEgxskvw927LMi7K9Z/ITfscGXS6cbMPzqKbvbLHww33h9tejTV8ny5++2O/re7+z8eGgaOjr0/MPh4teX2lPzGeNnN0fLrw9tujVX/0VN6ujHraHny/qL4XbnRq2nhc8mh/TF+PdE+neFubSHObVL79iBJh9S+PdihSepU4SvJcbNNdBCHi0VePHMRU5+tRcMi/rtZGvlfgbtIOEqR7PP5qCBhcMtvc3qpoUEik7VA7qXpUKnaWpszXhpNh8HQYzJZdDqTRtP59yJFl6Wrr083oFMZ2po6dCqDQWPqUuh0KoOlq2+kx2azjBUYbMo245nyBZbWJqYWNbWN+w98deDgkdq6Jidn95zcwjdvPz5/8ebtu0+fAGBjB5jG/AkAvtx3WBaTrGdgVt/U/eot8OzF+7DI+HBZ3L2Hfz948uzytZvPX7958OTp/sOH/n7x/MGTx79dOP8B+PgB+PjloX15xfk1DfVLa+vfnjr94PE/HwDg+x/OCkUu0pCEto6RzGy5nb2fwMrF1sFTZOdsaSUxs7DmmgnZXL6hoRmLBebmGBiY6rO4TAZbR1ufSmFqadI1yWBbGLgnpUUlkTSJRDJ50/+sAF3FFYWMQoHEWCwedBf+V64wBgPirmK6q+BkxRXFa66gXyx204SPxIBtpmgCcrOhFnzjYHAqnmDFNQ51d0oO9Er0dUr2dc6ReqUHeGZJ/TKDfEEhdJBvZnhQVmRoWkRwakRofkpSRlxsiK/3/zEJDnR3DPb1pianWFvZsvTYxmyzjPTc0ZGpxoa25KSMKFm8h7sv30LEZBiy9NgiK7uw0KjysurtAyNt7d2NTS3VNXXlFZXbyiq2lVWUlcvLKyoVSNzS2t7W3tnV3Ts0PDo+MTU+MTU7O7+ysrZz5+6dO3evrq4vLa2srq5vbOycm1uYm1uYnp4dH58cGRnbvn2otbW9srL6f/QAQ1ShCr6FQeCKia7iCthSoaym+NX/BsAK7bQiSuGzjhqFAPfz8Hg8mUzW0dExNjYWCAQikUggEDg4OEgkEisrKz6fb21tbWdnZ2FhwaQzCGg8dDNTBGz6BTseUOpILAyChEPUwQVDw2FoBBynAGAkAotQg0PAGjhVuBoEskVZVWkLGYcz53Biw0LCA/ycbawFJhw7vrmLWOQiFrnaiV0cxXZ2AlsrcxtLrjWP7WjJjfBwyI8LP7F76bdjX+4Y75nva/rmi7nTh9e/3b90ZOdsWVZSSnhIvDQgNSI0IyoiJy46Jy46JTwkMSRIcSVdFp4QHBjp4xns5ix1dfKwtvSzF1dkpZ49cfTx1csT3R1hnm6Bzg5gt4qHW3JERE5CQlpUVGxIsLejA4/FoqDRDCJRj6wV7OU5ObC9vryiuqQ0OjhEFiT1cXaxNrXg0lk6GA28CkzAMs6Nje1p2AZ8fHzj7A8dcnlmZFyWLDk/Oq08JT87PN7T0tpCh+4lFJUnZwxUN7UWVhdFpVfEZ7Tkl64NTs33jHRXNWXJ4v3EtmXxsUdnJx+cPgHcuHjz26/G6iqbC3IPr63/eebMtZ9+/P2742eOHu6slmfGRSVFhseESn09XDOSExpr5NWlRaW5WR211U0VpcWpSdV52YWJidH+fqNdXbuXFsf6ezNSklWVVeBIxGcANhdam1tam1lYmVtam/AEXA6PwzExNuYqQtiQSHXFpwsGgWuRKUgIQtFIFi4Na6iqqywtS0+KT4iOOPnNUeDTux+OHy3MTMtJSSzMTGuSl3fU1fQ2Nw51tu9ZXlybntyWnZkeE1mSmZyTJCtMiU6XBQ01yX89+sXGaIedMS3AzqwwLmi4qXznRO+X86P7FsaWRnqe3roIAM8+Prvx8xdLwJVzz7/cdXl7z5mW+h0FGUvbcoCnt4C3jw8sjp87ehh4/e7NxauJLl6dFWWPblyeGujRp5CsTY05dBoVi85JSrh2/uzN3y90NzZYGrPN9PSYJBJMScmCyZxpbfzj2KFjizP7pkaGasrDnG2tDejulqbdVaWFSdHZcZGv7t/qrJMHujnwDJk2FiY8A5a9gB/q45URF1OQnpSdFJsQERwZ6BMR4JmbEhsl9YkPD0yOkmbEh08PdR3cudhcXlCakeBkZS71cQsL9re1E1G1KUwWQx2D1iARCQQCi84w1TcSGnNz4xI/PHkMvH50/8Y5Mz2iwJDiYq7nYKwdKGBH2ppHWHFk1iaxNibR1hwFAIcLmGFCfamFXoilvr8JozjEY99guzxGaoaDcrFqehAlPZiStiq49NEwExLWmqHtKbQgQVX1KSR7SwsOQ5eEQlAJWBwKjoSqGhowLfimlkK+SGzl4unq5u1u42gvktgacTnmQgu2qbEh14hloMfQ0zExAz8dZjyOEVuPyaDpaGtqaeEIBCSBgKSQ1I1pODMqFiwB1tfyN9GTCYyTxKZptuapNrw0iUWMkBtowvA10w8Ucjz5RlYGNCICoq6mjIaoEtBIEhYLJvpvFiPhUWgcEtyW1kDASUg4BQXXwSB0sUgRmxXoZBft7R7p4RLl4S5zd4twBU8iPTwivbwMtbRAWTUcytKlGTB1GTRNG3Mjf1eb7saKC2e+uX/t7Hf7V386uFYU5unJJCyWJr86ugKcXAe+WwJ+Xnn37ehfO+tvzpbemy+/P195a6bs+lTZlemKPybLzo6WfduZs14WOZEZMJoZ2B3vKfcXlXoJqqQO/Rnhg7kxw/lx23Oi+3NiOtPC5WHuac78dFerHC/bMKGhWAshIiHcWJohfMN4R8tYVzDiWyrguOlp18sigIcPgRevgKfP9kxND7a1DfR0j4yNDo2NL6ytLa9vdPb3y+vqyuvr6trbBqcmvzh86OffL9569PDxq5fnr1755vSPM6srVc1NKbk5yTnZRZXyhs6O7WMjje2tFTXy9s6W5OToS7+eBP7+C/xLufwzcP7bu3umf5/rfHZ8Afh9/4szK3e/Hr+w3PzzRPXZ6eYsW4MMG060OasiIsDeQJfP0NbCqEOUt0IhqkgoDLpVBaGkhoGAre8KA/D/NQGGQGDKm+nKipZgUDkChYMkjEAhUWgMFk/QIJE1KRSqtrYOXUeXoUWh6dKZeiwDlr6hgSHbmGNiYsozMeUZm5pzzCxMzC35VmKRrb2do4vEyVXi5KrwAPMsrfhWYisbiSHHVEOTqqEJJk4pUq8gagiIGkLRcvR5/KvgYcXFzwD8eQL8n6ooPJagTdWhaFLBKlM1mAaeqEWmYLF4CBQJCpmhSCgMBUeAW+/qKFAcSMCTCXgyHktEo3BIOBqFAJXPWgQyGY0jqWNBMRsSB0XgIAiCGoqkhiKpQDBwCAaipBLm5LnY3DlTXr3NO6DQ1b3Ezakm0LM9KrgrTtou820Kc28OdW0Nd68PcqnwlCSYcZxx2Ggubyq75PnXp09vn/sip/Hy9tVfeqe/7x35bX7p7cXzf188e3hp8cyRozd/vfjx0Qvg4YuH5/68cvz7x7/+8v7GdeDhA+Ddu7d3794/f+7JpT9e3bh6/eR3z34/B9y9/c38/PGZ2b2925fqWqdKa3Y29+1tGZrOqlsv6l7P755IqBkKKx+JkA8HV/b4FI9KK4cDK4akIAP3B5bWSBJaPDJXUttno2q/yOhZT2nv9c5rdkwZDCgeDSvv8s7p8s0ekBaORVWMRVW0+WUUWkkTDZ2jGXYJ+i7pXO8iQXClbVSdY3yzS3K7a2qnW9qwT96h7O5fqmdvdH3xXf72WZ/8Bf+ifrskGUw44l4K7L39bv0yGP68+8bHhT+A1esfR3592/sDsP0MOP4dOwtMnv8w8ds/3d+8aj5ws3p5d07nq9Og2vnprcfv7r0AXgCvLv4FPHgLvAKu/XD28e83np2/8fTU79f2/3Dvpz/Bp918BLz9dOrY13xT4/jI4Iz4qHhpQEV2xkhXx+rM7PLiyuTc0ujCyuTK2vjiEoi+y0uTS+D49zMAT8zMTs7OzS8sKeh3eWVt1+49Rw4e6K2vcTYz8uKbePLY/pYcf0u2P9/Qz8LQ1Zhhb0S3YmpzaFo6eLwmBqtNphow9LXJWhQNDS0CkQwyJw4OBT/VUNjm2mwWQsChOHUEiYCmEDEUMl5Li6pF0aVRwfBnOg30FTO0yHRNkiYBw6Bp8s24Ls6Obm5uIrE1x8yCbcITWtkKBTZurl6eHr6hIZGxMYkCgRUcjkSh0KqqECqV6uTk5O/v7+rqKhAIjIyMaDQdMlkLj9fAYDCbs18w+Rm5KXsGj+DwCQpHQkAGhqtCYCpblJRUVbZu2aKkrKyMRCIxaBSFiDcz0GViVdP9JV/2l9/6cvDZoYHHG7UPFoqerZa929f65mDf8yMTP0w1z9TldZdlDTfX9DZUDbbWjnU1zQ60Lw53r04MrEwNTg/1DHe2lqelFcbG5UXHhrq5S8wsTJksHsuIRdbR19Q1ImtzSFRTIpVPooq16M50A289rhfVxAqhI8AyHLU5btqceI5o2j/mQkb565y6T2lVHxPKnyWUH/FOGHYObw6Mj7Xx9LVwdDG1sdUXCOhm5nSehaHAkicRWDlbWDuL7D2tbV2thY4ulo7ePEeZtVe1V0yL0GdEHLDiEbUrMHl/VM6xnNrV9Mpq/+QUr/h4aUZMZH60LD82Kj8hIiMhMD7aPTjKwT/FLbDEP6ghQro9KWS1QPZNXfr5jsKrvWV3h2ufTrQ9ne54Nt/5crX31Y6+Fzu6H600P1lrfbLcfG+29q/JqjsTlXfGKm4MlV7qK/mtNe/bquSDxXG7c2Sr6WEzCYEjMX6fAbg12Kk1SNISaAceg+3rAh22edmkO1pFiy2DLC2cjI1NKTRt9P9H2VtHN3k3fv9FKpGmFmnjSWNtPGlc2tQldXd3d6HuTqm7G+46Z4MB29hggzGHDbeNwRgMtjzn6nXfnJ3neb4/ybkOpycp/0Caq6/P26wRZsCyNOgzBYuvQFcpmG188ycCbgFa8UGWQ6NtsVg8IP9ugC6Idng8EQRgIpEM0i8WiycRqPYUBo3KJBPtSQQqmWhPIdHIRHvwC3sKg27PYtIdHZgctgOP48h3EsudJAq5QuPp5RcaFuXgyCNT6HX1zf8YDHfuPvzrleGLS1empuf/MRie/fFy/4GjKq1HdFzq0+d///W3Yd/BE2WV9RcvXX1tMHx//Zebdx+8Nhge//70yR/PXhsMvz17+tMvP794/erZiz+f/PHs0ZPffnv2B9gs/dpgOHv+i47uIR99uFzpqQ+IEYpdlGofscTVSa4TyTR8kYIrkHH4UjZPwmaLHRyEAP0yeHQax57qSCYxiQQ6HmePw5JRSDtbW6ydHVD4/G8ABiVfUAQG+59RKAyg7m5Ymt9wL0i8VlaAz8jCwuoNAIPYDH4bwMAISwgUuCXB4JbmgPcWWJFk21N8nTUJgb6pQT4gAOcFe+eG+BWEB+WEBGQE+GaHBRYnRBXGR6eGBaeGhwV7uidHRvS0NM2MjXU2Nwf763F2WE93nx0Do0uL61OT89lZBXSaI9aOZG2FwaDxTmJFRHhseVnN4I6xleVdM9OLXZ19ZeXVFZXVVdXbKqtqqmtqGxqbe3r7h0fGurp7+/oHBnYMDewYGhkdn5tfXN+5e8/e/QcOHNq//+Du3XtXV9cXFpYWFpaWllZWV9dnZ+fn5xcXFpbAPxcWliYnp3fsGAIAGBRvwbcpKPz+18AMBZ/8tzX6fwJg8K+YmUDeyMigFxoCgQBOtY3/CjKZLBKJZDKZSCRSqVRqtVqhUEgkEplMplKpZDKZgMfHobFwEyjMBGoJs4BsNTPbYoqAW9lYoc2MgQl0UxO4mam5makFxMwSCgHs0AAvmUHgZhAEFAYzNoVsMcZYWbHp9BBf76SoiABPdxmfqxYJdDKJi9TJ20Xj4arRaWUuKokO0NwEbnJRuKdzRrj/tqzkg3MjJ9dm3t4z99Pnp3/6/P0zJ9Y/PLprrLu1MjsjJSw4PlAf5esV7ecd6+8b6eMZ6eOZHhlWlJJYkBSfHhkWF+AX7uUeqNMmhwWkRQbX5Gac2rtmePXi+d1bzWXFWjFfJeA5O4n8dbpwP9+YoMCUmKiUqMggTw8OkWi1ZTMNjRbS6dWFBd2NDTnJKb0treV5+eF6fyVfLGQ4UtFYhNFWDoGaH59QlBj+x61rf925sdjfV56UXhyXWhKbWpuemxYQ7MEXykgkfydZcVRcfVp+aXRGhm/UVF3HUlvfavdoT3HttrSC7JC4aK1HVWz8Z7t3Prv02T/ffPnw/Jnj46Md+QULvTsuvXv6648//umLz8AF4/zUtPy09OKs3CBffVxERG5qckZCXFSgb3SAd2ZMcE1ecm99eWt5SWZ0VH1R0c652dnR4ZKCXBtrS2NTEwgUDrOwJNGYIpnSSaYWSZRiqUookgr4Tny+kM8Xcrl8CsXe2hoJ2g1gEDgGZWuyydjcDG662UQtU9WUVZUVFNVWlmUkx3e1Nt67ed3w+uXy9ER0cEBGQmxJVkZH3bbBzvYdHW0T/b0DbS0lmekZsdGFaUn9LXXbm2uG2uvKUqMPLYydPbRWkxkd6iLqrsxuLcl49vPV9/ctX3zn8Jkje379+Zs/n916fOfrXz557+lnHxkunv9hfuq72YkDNUWnx3sNv94wvLj/yakDT2/8YHj54ub5i8Vh0aFazUcH936wf2+ouw4LhxBtLFAwyKNbP7988vjQrrXk6EjgsA6DwcLhNlu2Rnt5vbU098XJw7uG+sZaajvL8pP8PeN83MrT4geaaj5//2RVbvr5t4/d+/FagJtGwKTK+Y5CJl0jFob5eucmJ1YWZJdkp2UmRCdGBCdHBceF6r2d5UmRQQXpcXGhvhX5aUvA6fVYfXG2XqeKCPRyc1G5u2mlUicUBokj4CkUChFPcKDThCwHMZNZlpHx288//fX7HYPhSXyYh7WJkYpN9Fdy3DnkICdWmBMzRs5J1vCTNfx4hUO0hB4ttY+RMvQsWzeqjQCxOVzMPDrUVRrqzTQxEqNgpE1GIpS5EG1BMdtka2RkbWQksLNJD/KTO9BUXMf0mKjshDhnidjeDgMUTVnA+WwWDotGo5ECEV/roqE7MrBEAkfEk6okOk8XjatKIOExHKhUOpFKJ+KIGJaDPYNJYdDJdBqJRMJgMBZIJByLNrdHQVlICM8WpqaiAvm0RAUv21mcr5PmaMVZWlGClBPMpfiwKXohw9fJwVXAoNtaW5kaQ42MbGAQO8sNADaFWMLN/wPAcCgSDkXDAREYZw4lICByB1qAszLK0zXERR2uc4lyd4v38U4LCQI23H28iZaWSCgEZQ6zJ+JIgA/QmkXAxIf6nH338I9XP7nw/pE9szsuHF9vSAmJ4OC/XNpuOHfw1XtLho+WX30w9fvbAz/vrP12quT6XOXNpW03l+tvrjb9tNRwebLy7EDBW+2Z6+VRi6WRe+rTlioS2+Pca4KUjZFuLfG+nclBXSnBXSnB/dnRwxte6MoQ13SdOMqJobSDSlEm0TJ2ZbhPWYhnmpci0UMe7yYNl3HlaPMUpfzRmTOG69efX7t27cPTrdWV/d0d+w/uA9ZE19YmZ+dKKipziorqO9rn1tfePvPRhS8vn7v0xdtnPjr01ql3Pz574oP31w7s7xjYnpaf5xsaovP1cff1TUxP3dZQ397TUd+4LSoq6POz7xhePH5+7eKzT0//89l7l6Z7D9ZkXJ7v+PPcnmef7P79/M6/Ptn77XrfR4PV2VJKkbMgXsjYFhEQqZZwsGikuanpFiNTU6ASGWZqZr4VYg1BAEeoGw1YbwDYFOiQgpmYmG3dagJEaiEw4BADAgOjwlAYkFu0sLS2QaIxtlggtIixA+JPGDssjkAkUShUGo3OdHDkcHkCgVAscJK9oVyVs6tG56519dDo3MHuK4GTDARjFoePtMUhbXEWCBtQ+AWKr4yhWzabbt4EjP2+YeD/WKD/qwBv2bR1y6atQPr3v0fGQHejKbBgCtZbgGfKFuaW1pbA9sHmLaZbTKEQKAJoZ4MAG3JwmCXC3BosxbVE2FiYW4MXUJdqgUIirAH519wabm4NNUeamKOMERgTc5QZDLnJyJSCJm7LKhiradjT2VvirS9y9yj11DWE+vYkhvUnhXZE+jSHurWFefTE+LWEuBdqRJlOglgWs0Dl0hoafXpg6lB9z/7y1ovDi5+Nz19aWX308UeG57+9uvnjmcP7b125cvvqN0fmd64NTh2dWv5o577v333XcPeO4fEjw6sX//z68NT68ukDewyP7jz98ZtXN3/87vQ7vUVHsimLAAAgAElEQVR57VkZ7ZnpbSkZlWFRdVGJ9WEJ3RF5c5mNq7kd4/HbhsMqpmLrZ2OahoOqJ0PrpsLqh4OqpyLrZ2Ib2t2zGpxTZuMaF+Oa9mf2zUbV1Upjy/lhHbqMHQHFg4ElE1FVw6GlIxHls4n1k7FVrd5pJdKQHL5fBs8vWxRYJA+vVEZvU8fWq+KaVfFtqoQ+l7TlsOqV0OoTaZ0H41qWA8p3h9e28KIiNos/rd1vOHH/7/03/jnws+HYbcPuHw27fvpr7OKrwU8MY18AADx12TDz5avJzx/1vP2w+cD3dStzCbUvLt02PHr55OZjIBp9/+WLq7cNTw3//Pz43L6Tv5z/6v6n126cOHf95CfPv7tveGH4+cpPhleGA2vrCidhqJ93cVZqTKBfVkx0V13d+tw8AMBLq9Mru+Z3751eXZtdW51bXwOulZXZ5eW5FeCndWZhcX55ZWV1fWV1fXllbX3n7kOHj77/9lu58TEqFtVbzHPn0n1FLH8RM0LJC1dwA8UsvZDlzmXKaESWHZpgZYW3tiGh7TBWVmhLS4yNtR0KbW1pA4UC3nsIFLHhQQB+0MxhcBsLBMbGEoe2BlZW8EQ8jkwiUEEApuBwQAOPHYaMw9ApRCcBX6dzBvpc1FqBk4wnklApTCaD4+HuExkRm5iQWlhQ6u8fCMYWNm/eikAgBAKBt7d3cHCwh4cHn88nEskYjB0oUm38Xo4Ao78b+7/gARdghIYCljJjU4jJpi2bTSFmgP3ZyAhlhWDbk9lkrKOdRaias9xaeP3E7K/vzjw+PnBrvfb2ctmfR9teHO979d7k0/cXTvRXzNQV9JTnTHY1D7QA8u/sjq7l0b61iYH1qcGliYGR3rbOuurq7OzqzMzS1DQ3iURIZ1IxOJ69A8WWwMBRGHZkFobgiMJykbYCFFZuR3TG2+tQDLEJVgDBKdE0FzQtmsSd9o2+Udbxe07jnylVT2NLHiRVng7JmvSKbQlIStIGuLEVCqZYSOLy8I48Ml/IcOJzlVy+ii91cdJ4Osl1cqnOU+4RKPNK1AY26ZPG3WN3+cSfiMx5O7H4nYyKk4X106kl+V4Ryb5xccEpkSEZUUHpiUHpuSHp5UEp5fqEyuCkmrDE1pi4geTYuZyYI5Up59pyr/aXgwD821zv78sDf+wc/HP/6PODw0/3bb8+VfPzTO2t+Yb7Sy2PVtsfrrTdnWu4MVZzuafwQmvOOzVJR0ri9uRGLqWFTMUHDEZ7b4/1743V90Z790S4d4bq2kM0rUGq5kB1faBzqZcyTSuJkgn0Aq6STmMh0RgzcwuIOVgkBCYoLRFWlgggffqm3AeUhRFwC0uEFZhBRSLRGIwdDkcA5V9bWyw484vF4olEMplMJZOpQMUbnojHE8GOaCKeAl4g94IMvPGmpVLJdJCBWRst6BQy3d3DRypTsTkCmVxNZzg6svlx8cn924euXP32wcPfEhJTtw8Mv/zrn6fPXuzavd/SBju3uPO1wfDg8R9Xrv302mD48y/D55e/vnELiBBvcO8ff7x8ce/Rwz9f/fXFV1/+8fKvZy+A/PBrg+HRk9/Pffr51OxScVl1Snqem6e/t1+YSKLVuPhweEql2lum8JAoXUQyDSj/cvhSR66To6OIxRLQaBx7e7Y91ZFCZpGIDAKeBgIwBg3Iv6ACjMHYgQcBaLTtm+kjoP5q43qDvv+G2zfEa2Fh9QaAraxs/k3IgGhsg4LCzE3NgGaKjai2BRmLVTuJIvx8EoP8kvw90/w9MgM90v3dsoP8ckL988ODcyOCc6NCsiND0yNCU8KCC9NSgLKeqorGqopAHx8uk+nn5bmtuubjMxf6+4Yy0nMT4lN5XLEFAsl2FPC4Yo3aNS01u7tr++jI1NDgeEd7b35eSXBQuN4/OCY2Pjsnr7SsoqKyurauoaOze8fg8ODQyOjYxOTUzPTM3PTM3Mzs/OzcwuzcwvLy6tzcwvj45NDQyODg8PDw6NjYxMTE1Pj45Pj45MjI2I4dQ8PDo+PjkxMTUyMjY+AmIQx8j/77qObNM2/u36C6+z8BMPj9/wZg8K5vbGwM9hmYm5vb2dlxOBwwCSwWi+Vy+RsGlkgkgDtaInWgsZAIa3Mz+Jt6bgtza6iZOQJm/Z8AMCACW23QrzUcZmUJszI3g4OqDtwMAjM1w1hZMchknUoVFxERGeivkYhlfK5cwNOIRb6uzr4eOk83rZtWrlM6aZz4zk48P7Uk3Esb5CzrqipY3NFxdGX80Q9f/HHn23On9h5dm54Z6K4rzMuOjUqLCI0L8APRN9TDNcRdlxoeUpyaVJickBoeEuHt4atWuDoJawuzmyuLS9ITK/Myrlw4a3j9YnFsiE0lKPhcpYDnoVLq3V393HTBep/Y0OBIf32Yp4fInmwHg1qbGrvKpa01VeX5uTMjQ53NzUkxMRonmZMDl4ohQI222qMJKSGhedGhNy6cNjz59dDkZE1yWllsYkV8UmNWVlF0aIhKrKRgNTRSsEya7htYHpPakl643NR5bGji8ODUUHlDU0ZhUXhCsqt3aVDYe2Njv318xnD18usrX3yxb29/UcnwtqaPDx2/cubMxQ/f++6Li5+e/rC5cltSZFxOUlZmfLqfq5e7Shvo4e6llnOothohJTXCIzchoDY/qzg1JSEocHZ4cHFyvLQwT+Ik2moCuKDhllZkGhOM1TnJVVKZWiiSOonlIpGTUCjm84U0GgOFwsCh5m+OYEw2GZtuNjHbYmptbhUfGVucm5+bkVqUm5mTnry+NGd4/fLGN1fL83N8XZ0TwkIq8nK2FRduKy7sqq8d6+0e6+3ubqjraa47uDq/b2HqzIkDOxqrZvtabl06+8HexeQAl/f2zHZX5Bqe3rny4cldE9tPrM198u7RP5/devH7z4bfbz44/97fF88+OLL32sLkwabKux+dMLx4YHh8/dqF9wyvnhkeP1zo6Y/VuSe7e3bl5xke3HtvzzoGYoK3QciFbIPhxfOnj0sKc2QiHo9hT7S0tNmyVUymdhSXXji079KpI/vHB7dvK+urKq3OSKrPTR9oqBrtaAY8Aj9931ZZ9tX5Mz2NtSoBh03Gc6hkKcfR302XlRBXnpdZnJWanRSbFhuRHhce5OXi46II9HTOTAjPSoyICfauKco8vDo7u6MrOyEqJtTPTav013u5uGgxGBQOh6NQKGQSwZFGk3C4EgeHlvLy327dePXHvbu3rl6+8A6baiOiYXR8ir/M0ZNDChTRImWOSc6CDFendBdBspqToHCIlTGDOHiZzRYFytTBzEiKNNMQLAP5NAkGLrSBaKkYLcVORcYoSbYOlhBHK6gbn5UaFiimUwN12rLs9KgAPQWDgm42ouCBxgaJk0ChlLAc6YCtiULginjuPm7efu6ePi5anZzFpuJJaCLFFodHYmwtKRQ7Gg3v6EBjO9IZ9kTcxm4dHmVOQ8McUFAhDqFjYkPFrBStKNdNVuAuz9dJMzXCeAkbAGAWyYtN9hEyfSQcGYuCtYBBjIwsjLfYWiJsEP/ZAbaGwwEFeAOAUTAIBg7FwiFYOERMI/mpZaHuznqNPECtDNKqQ3XOsT5eqaGhwW6uOHNzoDHLEkG0Q+MwSBIeAxyiKQRdTRWD3Q2zw53rUz3v7ZrI1ivrw90enVr5+8Pdf56aMXww++Rw78ODbTdWa66OF343Vf7DTOUPc4D8++38touj5R905x5tTl2riNpZk3C8q3B/c25/mr42RF0frstw4eZ4iPO8JAU+sqpQt46UkN6sqK708LIg1yx3aaSUmaITNcQHd6RHV0b65ga4xOqcop1F4TKuDo/0oZD2trXdOPWW4caNYwvzzWWlnS2Nu3fvPHDkaEtXV1BYZExCcklVVVV9fUNbW2t3d2d//9DExNLOnfuPHu0dHASjv+29ve29vZV1ddGJiTovLwqdpnHWpmWkdnS2FBdk97XW/f7TNcPdHx9/eOrhqf2HavIbPCVTaYHnx+qvHxp/enbnrWOTP+4ZOtKYU6h2KNDwkyWO5UHevcU5Hk5cGgEDNdliYroZYQ6zRgDTWXAT4DT2zQgwuIEEAjBYAW1sbAraKc3MoGZmUDgcAYHC4eYW1jYoUP7F4ghIFMbSysYOi8cTSCQylUZnMpgOLAc2CMDAB5FSo9C4qJxd1S5uKmdX8JIo1E5ylcBJBlqgGY5cGwwWaYsDi/re2J43bzLZvMlky2bT/1cABuVfUPp446iCmEJhEEASAV+FQuGbt5huNQPMz1CYBZgENjOFw6AWwK8d5kDQF2mNscPg7TB4tBXG2tzGEmYBhIMQNnALJNQCZYyw2QK32QS1MgKSwMZ+Op+zh0/OtnRuzyvKd/fOcdFV6j2bIwN6k8J74oOaQ9xr/TXNwa49kT5twe6FSlEyzzGGySjVuffFpRxq7JkpqNrX0PbDgcP/XP3quxOHPj+8fvuLDw2Pbvx57/rpIwdf3L13YmX3yeW9Dy9/Z3j64tHnlx58fvHrMx/+fvOG4dWLXVOjK8N9QK3gr7cMD3/59sO3hreVTTVWT9VX9RXmV0SGt6akDuWWDsQXreS37y3pn01tGousno5r2ADgyrGgmpmIxuGgytGQ6vmE5sGgskaXlE6v7NWUjl1pXYP64gpBeAkvdJssrsc7dympZT6xYTC4uN8/fyKmei6pbiisuMElvkgSnCMJzpGHFygii+VR5ZLISqfIbeKoBnF0q1PspEfBoCZjyjN/Z1jd7oiGEZfssE3cGmasYf+d5+vfG47ee7b2neHoXcOhO4aV7/8a+ez10KeGicuGqa8M45/9M3nxxej5u+3H77UeuFw1OxhR8vjcD4+/v/v83lPD74bX3z00XP/d8MTwwzsX3p3f89Wx07c+vPTNvvcefXTVcO+F4fFfj3+8Z/jz75He7VIhz00ljwnWxwbpYwL9a4uKlqdm11d3Lqysz63vnd25e2pl9d8A/G8FGFgAXlqZXwCSwGvruw4fOfb+2+/E+ut1PMdApcRHxAmU8gPErFhncYxaGKXkRwCOaK63kK1xpPHJBCrSxhYOJ6Bs7JBAwZUt0gYonzOFbN5iunmLqbEJFDDhQxAIuIUNwhpjg8ShUAQ7LBEPBCzJRHsgxE4gUXA4EhZDtEOjrRBELEbI5eh0zn5+fl7evs5unmoXN0cHPovJVatcAvxDIiNiC/JLYmLiLCyAcdENywbMzs5OKpVGbDyUSiWVSrPFAD4LsAQLDMADxZgIgIRhwAMCCsIQiKmxqYkZ3NwECtu8xdgcDqUTbQX2OBkN7cXFT1SnXNq5/cE703cO99/Z23Z7Z93d9do/jnb9eqDjxfszv723cKCjeLIuv78qf7qndbijabKndW6ga3UEBOChhbH+gY7GpoqS6uzsmpyc3Ph4MZPpSKGSsXgHeybRFk/Fk2k4Mt2OwEDbMZFoNspWZIuT25EkcCx/K4oHwWowDHdbpr8luZws3uMcctk36V54/u8JFc8K2i9n1C2GZrQEJSe6BCoZIhGVyyOy2QRHHlXAY4gdWRIaS8yRaIVKN5HUWSLWukpdvQQuIWK3Ik3QiFv0ulfskYisU4kFx9KKDuZWjKTk5nmHRLkHRelj4oJTUoJTS0IymyNzByLyBsIz++Lzu2LTe2LiR5Ji1vLi3t6W/ml7/tXe4htDtQ+mWn9b7H+6OvjnnpGXB8efHxz+bXfvveW223NNN2fq7s413F9oujNbf2Os5oehis/ac840pB8vj92XH7mSFTqdEjAc69sX7t4e4t4W5tER5tYRpmsJ0jToFdWe4jI3UamHNNNZHCvl+vMcnOk0Pg5PNreyMoYA3bQwBEi5YPc4eA4ItEBvPP+/vQSCnK0t9n8DYNDra2uLJRBINBqDwWBRqTQCgYSzI2Jtgakkwn+OaYD3KvB2JdMpJBqFRLOnMBg0BxaDDQKwPZWpUGo5XCHLgSt2kgtFUjZHgEJjqfZMuULj7eNvg7St2dbw9bXvv772fWJSmq9/GEizf/0NMO0vtx8MjU5dvvLta4Ph6rc/DI6OlVZWnXj7nT9fvX5tMLR1dXf2bv/0CyBUvO/Q0drGlqTUrIDgCC/fQGdXL7Wzu5unP1cgk8idhU4aNk8mVbgIJCquSMrmiVlsAdORT2dx6Qy2Pc2BQmVSqEyw75qAp+KwZKwdCWtHQqMA+feNAvxvO7SNDerfKGttjUQi0W+I18rKBoRe0BcNGqHBV/9TebXxQ4pAIGyABwos3YCawRBwC2uEhcDR0UujjvL1ifP1TNR7ZgX7AAHgQI+88MDMEP/ciOCi+MjcqLCUIH1GZFhZRmpWfGx77bbGyiofF52Qzc1MTZubml6cXwoPjbKzBZLMLCZXJJQFBoTl5RZ3dfbX17W0tXa3tnRVVtSmpWZHhMf660O8vfQZmbkFhUASuLKqpqy8sqKyuqGxubOrZ2h49A0AT07NjI5NDA2PDg2PzszMgWQ7PDwKtkaD6Ds2NjE2NgEC8ODgMEjFY2MT/2MJFgjDJltN3/i4QLj9nwAYfDf/n0ZoU1NTKJjWQiDQaDSdThcIBBKJhMfjSSQSlUqlVCqlUqlYLJZIJAqZ3FWjsydQ4KYwMD1lbW5lZYE0NYZamiMRMGsY1BJihjAztQBFYIgZAgZBwEygwIe3qRlsw0mGsrAiY7EyoTBEr48JCfLQqCRctpjtoBGLfHTOblqlm4vKTavUKsQqJ57Gie+jloa6a4J0ytyYkOqspP660u8+O214/eutry+cO7V/Ybi/uay4JC25ODUpMzoiRu8T7ObirZT5qORhnm5JIYEpYcHRft7+zmoPmZObRJQZF9FaXVpTmJ2fErdnYcbw/Mm3lz5NjQmXcdl8Jk0h5Hu4aNy0KleN0svV2UenjQvwy4uJ4hJxREtzK5OtwV4e4wP9q7PTE0NDJXl5fq4eMp6QZkeCGZngECi92jnF3/etxVnDs6efHjrckV9QHh9bHBNWHBtUmuAf7yVy59mp6TbePEqSh3ZbYsL24uKR0uLjI0PHxkbGa2qa0jJyA4KSXV0K/f0GslOu7lt9eeljw/eXvjt1eEdZUV95+du71s+9dejzM29d+/zclU/OdzY0p8YkZidmpcWkRgVEeqp0Eb761KiwYHeVr5bn78LVCEiJQT65sbF6raaroW5+fLSytCgiPBQO2BhhUIQ5kWovlimlSo1UqZErtCKxTCKRicUSkchJIBAxmQ62tlhzGAK0GJgam6EskQiIuQUUscVos5tG17StLjstOS8zNTEmIis18dCutYc3bxzfvyfI2yPE2zMtJqo4M320t/v9o4evfnL+8sdn9i8vjvV3Hdq5/PHbJy599O6pPUudlfk3L5+98+W50qSQbz8+OVhfemJ54uWdH6a7G4dbtg221d6/c81geGJ49euTL8/fOnX413ePnx/fcaSzAVhzeXrr+sXTp/YsAAD826PR5pYEd694lTpepf7zm28+O3pYyWbZY1GpCVEvXvxmMPyVk51GpxIYRBzCyAiz1SQ9MOT47MLZfbs+OX7g3V1Lc71tSwPdgw3VPTWlfbXlvXVVM/1dj376/tj6Sl5y/KG1pSAPnVbMdyQTeTSqi9QpNjgwPy2xID0pNyU+NyU+LlQf4e8ZE+yrlfD0bsrCjPiU6KDspMj22tJD63PVBVkRgT4x4cGxUaFSiZjNdrBEbBQpIm2oBKyEy1YKeNP9fYY/fn322807t67u3zl18/vPeVSkiIrSsgkhSl6gmBkud0zUCLPcpTme8mx3pzRnfrKaEym296YhfegYFQYittgiRZq5ktFc881CG4gEYy6xtVQR0ToGSUPFSQlopT0hxtudTyGysBgOEcehkJgEnA3E1NLMmGCLctWqfH08hCIulUq2p1PZXEehVAB07rqIXD3lCg1fquQoNSKegM7lMchkWyoVy2JSOWyGA4NCwmPs0FYEtCWXhHYio9QMOx8+NUrOTXNxyvdQFHup8nXSdBU/RsQK4VF9HcheDiRfPiNAxveU8Fg4lNUWI8SWTWg4FI2A20BhllAoeAElWHAoCgZBw6EYuJkdzIxhZ+MuEYS6Owfp1EFatZ9C5iUR+8ql4R4e3koFFoEgo1Eoc5glHIJCWnIcaGoxT69TLU8NLkz0l2THRPmpajMj6hJ8D3SUPju9+8V7yy9OTr5+e/zBnpa7uxuur1RfnSq9Oll+ebT44mDBxeHCz8fKLgyVfdhfuL8+aaksarkibm9T1mJVUnuCR5mfpNhPmqhkJqsdk9WOKRp2uosg31teFebeFO/fkRpeFeldHKRrSgoeKk5vT4sqCNBl+WmidOJIF5EPi8Q1MxLDTccK8s4tLnz71smu4sKavOzFmcn5+dmislK/4GAvv4Cq2obG9vbewcGJubmZpaXx2dnB8fEdY2NDExOL6+sjU1MdfX2t3d3dAwP9w8NAG1Z3T2t7m9bF2Rpp5e3jXl1R3Fhe+OV7J759+8g7gz0nO+r7w32zeeQanWA6K/RYe+GFyZaTXSWnB6oH4r2LNJw8FTdbKUhzlm0vyUvw95TzWTaWMBPTzeZwM0sLc4QZ1Gzz1v8TgM3MgBvIpk1bNm3aAirA4CSSiYkZEFyEwBAWVmiMHYFIBqO/ODwRhGEcnkgiU+kMFoPpQGewWA5sDpcP0q/axQ1UfRUaF7AEiy+WiqQKkVQBflhRGQ7WaDuUHR4EYOOtkP+PCvBmoy3gsiB4owQ/2cBb59bNxhudjpYW5kDFo8lWoM4aAA8oYH4GAdjYBGpqAiwtmcOtLBA2NlZoOwyeCBhQgYQbDo23ggOdvRaWSIQVGmKJ3mpubQS1NDKBbTKBbzIyodqSr5755NjMQo6vf6k+MNPZuSbEtzkmoDsppCM2oD5IV+WtbPDTtId4tAZ5VOgUISSch7VVqc79zPDkpcVd8xU1D89/bLh73fDi0RfH1vZNtH934YTh958fX79yaGnW8NuTd9b3j9S3f7T7oOHW/UefX3p7ceHbcx9d//Kzhz9901iauzDUbXj1xPDioeH53S/e2d9dltlfkTNYWdBVkFkWGVyXFNeVnjmUWrqS376nuG8urXEypnY6rn4utnkivHY8eNtUWP1QYMVQYMVMbMNkVG2nd06tKn4+rmkhtrHLLatKFFkpjioThDdqkpaTW6dianYEFQEAHFW1kNIwFVfd6ZNRpogsUETmq6KKVNGlGwBc4xTVIIlpkcR1SOIn3POnPIsmvYvWIhomfUrSMc7ORoSTWfOGs4aHM1cNxx89Wf7WcOi24eDdv2a+ejn8qWHoM8Pkl4aJy/8Mnf979JPnwx/fbD1yv+vI+wWDAzFld85+c+/rX/55/NLw1PDyq9uGWy8N3//27vjaezO7L+459c3RD7/d994/XwKy8POfH//96M+ndx8vTkzzHBgqsUAh4sQE6yP1vrVFRasz86vLawsr64t79k2trv9bAZ5fXQUDwEs7dwKujZXVhcXlmdn5+YWlXbv3Hj5y7NSJkyFeHp5OoiCNwl8qCFdLAkTMOK04Ts1PcZUk6qSxzk6RanGISuwl4jpRCGQrBAlthbYyt0bAkJYWVpYIGAwGrG2bwrZshZiAJy/m4AorGo/GkuwIVAIF7G+jEcngNCMJiyHYouyQVlg0ikwicDgctVrr46sPiYiOjklIiE8NDAhzc/Xy8vTz8w1MTkpPSEgiEEhg5hCc86VSqYGBgYmJiT4+fiwmB2tHBADYEqifNTe3AH9bNDc3B9gXAtn47REoggabn7eawYw2bYVAIAwKUUjDM5EmXhy7jnT9xZWuX44O3T+24+fdrbd3tzza3/54f+vDfW13drf/8d7ML0fG93WWTjUUj7XUzPS2TfZ1jHU2zW7vXB3p2zk+sDo2MDfY29dc31BWkp+YUJqeFhsYKGAwHezpTHsajWRvh8HisQRgDNkOb4/B0dF2jhg7Po4gw1OkKLIAjmUao4RwgjOS7gHFx0Px7XjBSXnA7aiilwVtr+uHr5V3z0XllHhG+go0MqZISOfzqDwelcenibhMMZMpptAFNK7U0UnDdVKLxRoXqc5LpAuWuBc5h0z6Je3ySzwenXsqIf9AfOae1LzxxKwq/4hYjVeyX2RhVFZ9YnF/csVMStVaQslybMGOyIzu8MS+8Ijx+PA9+XEf1GVc6ir6pq/0zkTzo7mupys7/lgf/nP/2ItD47/vH3y4q/v+Utv1iW3Xthde7cu/2pd/pTfv676iaztKz7dmvlebfLg4ei07ZDYtaDxRPxDl1RXm3hKoaw52bQt2aw12aQrQVHvLSl3F+c78TA0/SckPEzt6OTJkJAILjcabW6KgCMv/AjC45AIqwKAIjIAD8WAQgC0RQP0VygZQL8E+JywWD2q8trZYFAqDxeLRG3NHOByBTmeCJTJ4PNGewiARqAQcGdR+gc/JjU9Luj2Lbs9i0ByYdKABi8VgOzA5Diwujy8GRwGo9kwSmcZgsp0kCgdHHnjxBU6ubl5sjoBEpkllKkc238XNe2xyYe+B4wePvLW8ticnv6Srd8drg+GDM+ciYxPkag1XKKpvbrl05eqREycDQsIVal1IeJyrh14kUfroQwNDIrU6T63OU6HWuXvptTpPkUSpUOvUzu5snliq0HKEEgeeiOnIZzjwGA48OovLYHJodEcyhUGmMMC1JzyOgrUjbXAjHmkDOJ/BgisbGxQ4gAz+i1lbI0HEBc+bLC2tUSjMf923wA8X+LyVlQ0KhQGh9w0wgy9tLADDN7rogI5J4Oa11djKHEHAYJxlEr2rS6SPZ6yPR3KAd+5G+2lBZGBhTHh2RFB2RFBeTEReTERWdERhckJNYX5NUWGApzubai/h83Mzs2YmJrf39EaGR+GwJByWjEHjkTZ2CfGp2/uHC/JLqyrrWlu6cnOKAvxDXXVe3l7+CfGp9XUtoyNTVdV1FZXVxSVlefmFefmF5RVVbe2dg26pp/gAACAASURBVEMjAzuGgDqTweGR0fGR0fHhkbHRsYnpmTnQ5PzG57ywsDQ3tzA9PTsyMjYxMTU9PQtes7Pz09OzAAC/Oaj+d9kVeG5tsvU/tZagL9rU2OyNrQtUg/+t975pvQK/eCMgQ6FQCAQCpDUsLW1sbOzs7BgMhkgkEggEIpFIIpHI5XKFQiHfeCjlCi9XT7VUKWDzSVgiAmJuCbNA2dhaWSCBBiyYNTD5YGpuagIw8IYL2gIOtQA9tICXeyvAwNYICywa48TjuWk0IXq9r7u7lMdx4jg6yyRuKoVcLNAqZW5alYtKppWKdXIxYB/10YV7u8T6uyeH+mbFBO5fGH39+JcX93+6993l9w/vHu9pqy/O3VaQVZqRlBYZHOHj5qOWusuEblKBl9JJ76zwUUvdpAJvlSTEwzk9JqwwIzEzITI1JrQ8L/PimfcNf7/45vKn4f6+Iq6DA40sE/GUEpFMLFDLJe5qha9akRkeHObh4quRwYyMyBjr2dGhgzvXZsfHm7ZtiwkO00rkjiS6jRkCA7WRMTjhzrqBinLDkyc/Xzg3XFtVm5VYmx1VnRlYX+BfnKhI0NPCXPEJvg6FMZraVP+GtODtpfH7BmvXequ3V2U15cYXRPlmB7qUhLvVxnl9ON99/9z+P79+/9q7a+PN+f11+bvn+98+Mnfx3KELHx789KOTA+2tVQWFZdnFSWEJwR6BrhKtl8q5rrDw0NLs6nhfVVZUvL821tctNy46wturNCtjtLe7qba6KC+XSMQDg8AQMxyJLJRIFUqtSu2i1uikMpVEInNykkqlcplMweMJgFsj3AJ8g1kirMg4EhlHItoR4KYwNt2hvqqmqbY6ITpc7+UW6OvZXFN5/dqVx7d/mRkZzE6Mb62pWpuZ+vGry49+vv7t5599ee7sWwf29TY3jm/vPr5nfXViaGm4rygxcr6/9aNDq53lmWcPr6wOdkR7KK98eHL/zNBIS/XM9tadSyO3r19+ff/HP765+OTCh7+efvvm0f1Xdi29+ubz02vTcz2NB+fHDa+evb5/e7G/r6egqDokPMfVbXdX56HRIVcBx8LEqKw4696D69d/+bakNJeAx6DMobZQiBtfsNDZc+Wttw9OTxycHT+2NLO8o+fAzNhUd8tgY+1gY21zaUFVdtrcjv6ja8vZCTE1hbm5SQlJ4aFSjiOXThWzWXp3XVp8ZF56Ym5aQl56Yly4f0JkYGyY3k3tpJFyYsN889Jjc5KjEsP1cyO91QVZ8RFBCdHhUeFBSqlEo1YCY3kUMt4Wg0PbOFLJHCp5oqfz2b1fXv354PT7h+dn+m/9dOnY3lkO0SrSQ6aXOgRKWMESZqTMMVHLz3KX5nopstzEqVpevJwVI6G74GA+dFSiihsmprkQraMVnAAB3ZdD8eFSPR1JLnS8hyPFh8d0cbD3lvB9lBIVx8FqixHazFjEtLe3w1hBTCh4W4Y9kULGE4h2VHsinUkViLhuns46D5nKWeAX6OLlp9a5SZRqPpmKotLsWCwilWpLJdkyaQRHJpVhTyRiMQS0pZiOVzJwOjbRV2AfJmUnO4sLvFXl/roCd3makhctZIby7f3ZVA8mwZttrxdzfGUCCYNCtoKjTLciIaZoOAwJg1uZQRBmZhYQiCXMzAoOQcIBAEabm2HgZgRLqEbgGOyqAS5njb9K4SOT+KsUoW5uLiKhtakxAWWNtIBbwMzQKCsR3zHExz1S77lrYfzkwdW22vwYf3WMh6gs3OXicv+9ozO/H5t8emTo0d6u22v1t3fWfTtXenW67MpUxcXR4rP9uad7c0735b/bk3eyM2elImYqP3Q0J3gkN7Qv1a8mWFXgIcz1EOR6irPchDke4nxvaaabOFHFTnMRFOnVNdG+ZaHuxUG6hsSg7YUpDYkh6R7yOGdhuFYQIHWUIGFUIyMJ3GwoJ2t/R9tCQ112YEBpWvKuxfnabdVKtSoqLr6xrXN2aXVgdHTH2Njg+Pjw5OT47OzcysrO/fv3Hz06OT8/OT8/NjPTPzzc0tVV09hYVV9fU9/Q2to6PDxcXl7q7ubMYdp7qaUTrQ3Hx4daY8MbA7zKVKJCsUOFWtDip+6L8RpK9Z/MCetP8M1TMHLlzBwFO1/rlCDn5/h7ZIb5e6hEZAIaYW4GhZnAoCZwExMIsDAPMTMDRGDQAm2yUQENAvDmzVvBEWDAt2liBn4NgcJBvReM/pLIVDLFHqh/I5DwBBKFSmM5sB0cOSAGszk8J7lKptKqnF2VWp1MpRXLlEKJXCiRvxkElqudneQqkj3DCmVriydZIGwgZuZg8zNogd6y2fT/wQK9ycgY9EibGAMo++YC+dnMFG4OtwLarWxsLRA2wKtmcBPoxjgXBLCcmZrBIWbmQPHmhgiMsrFFI+0wKCzWlkAj0dkMDmojG2xpYwu3QpkikFvgVkZQhJEpfLOpOWDGNtq8f37p02MnyyKicrx9slx1lcHejVH6zoSg9hj/ukCXSi9Fjaeizkdd7+ucJeYG4DB5SkVHRPT5yfkfDhz/9dx5w+/3DE+uG578cPHdtV3TzX8/+cbw9/2bV8+fPrzn6Y0b3565sHt4+ovj7/x+5dsnX15pSE+79N5bbx1crypI04oY++aHXv/606sH3xleP/zqw8NdFZk95Znbq3L6K3Ia02PacpI70tMGU4pm0usXMpqnkmonordNxtTOxTbPxTZPh9cN+5cPBpSPhdaMR9RMxdQOhZa3uKZ1e+aOBFe0u2ZWS2LqlPHFvOAifvBAYPFIWNlwaOlQSMlIWNlUTNVMXM1waHGbd2aNW0qNW2qtS0qdJqlemdikSOxUp/ap0weds4dccpZC6qaDKqeCqsu54XpjbrMq8/nadcPRX58u//j3gbt/7vrZcOCOYffPL6e/fL7j/D+DnxrGLxtGPn+9/ew/o5+8GD57q+3w7Z4j6/H1I+l1j774+clPDwy/vjI8/sdw5Z7h+yc39n64q2Hg7Pz+q4fe/3jhwO1TnxhuvzT8ajDce37zqx8fXL997MAhPpslYDN5DPsIvW9UgL5tW82+lfWVpdXFpbXlPfsnllZmVgDzMxgDXlhbAyugl3ftWlhZBSaRFpfn5hdXVtf3Hzh0+MixwwcPeavVrgKet0Sol/DjdMpAMSvJRZzsIszykmd5ydM95Mlu8kR3RYxO6efEk9NJVIwV0gJY0LKAmVlZAhUtcDjwZgPC+CZwc6gVYDqwQGGsAQCm2hFpRCqNSKaTKAwCkY4n2GNxRFtbAgZDwmEJdlicHZZMJvN4AmcXV71/cGhYVFRkfIB/qEKu0WpcvTz9YqITUlLSRCInsLZ9g7dNUSiUs7NzXFxcVFQMjysi4KngCLC1FdC4DnplEXCLjZ0RYEUMDoUB678mplu2GBsZGW8yNkNa23BpJDkD68pE1kRoP56uvXN08M6h7gcHOu/vabm7q+m3Q13PjvXd29f++Mj25x8tfbXet7e7Yra5Yml750RHy0R320Rn08JA19pw38pw73Rf+0BLXX1pcVFGelZcXFFaWpCnl5DlQCNTWAwm4Di1A3zgRDwwAbXBwHZMOzs2Di8kkCRYe4E1EW+EIG+ylFtT3BHEUBPbMiv6Esf1SljOrYxtP+Y3vZNR2e0fl6jxUzDFUkcngYOQTxew7XmOVD6TxqfRBCSGgOwoZolUHLFKLNboZK4+Mo9orX+tf+JCWMaB0PSTsbknYrL2hybsj05bjc/YEZpQ4RnSEJ7am1o+mlk9n1mzM63yQHzx7pjcHp/I7oCIwfCw+aTIw0WJZxuyr/aW/jRYdX+67deFnqerg893j748PPnX8ennR8d+29d/Z775p5Gqr3sLv+zMvdiaeaEx9Xxz2sWO7I+b09+qSdhXEL6YETCRpB+K8+6NBITf5mDXpiBdQ4BzrZ+6ykte6u5UqBPlaIWxYodICdtfwHJmUDm2GLKlFRZhibVCWptvTP7CEEAf0Mbg1pu+qzdGaATcwsrCGmmNAkZrNwqNwXQrDkcAG7BsbbFvTL84HIFCsafRGGQyFYcj0OxZRAIVjyNTyHR7KpNEtCcSqCSiPZXCoNMcmAw2k8Gm0xxo9iwmg+3owGM5cFkOXKlMJVdoOFyhPY1FZziKxDKBUOLm7q1QahVKLY3uwOYI1BqdUuXMFUjs8BSBWO7lGyhXubDYgsTUjMTUDJ2Ht0iqyMjJT0zN0Lp6OMlVWleP8Kh4/6BIv4BIV48Ad68AL99QJ5mWw5e6eugduSKhkwKIAW7UTIBJHBaHzxFKHPn/kX+ZjnymI5/lwGMwOVR7FqgAEwn2IADbYggYNA4EYBQKAxqbQQAGkRi0MYPOZ9DejESigarn/yaBwUMoa2skGg2sjv3f6BcY/4WaQaBmwHA93AwCMd6KRSKdAE+ia5iPV1yAX0qQPj1Enx0eUBATWhQXnhsVkhsdnhURkhEZVpqWXFeYV5KWGhcUpODziCi0u0rb39k9umMkJjyaQWPaou0oZLqHu29yUkZTY/vkxFx6Wg6TwZFJ1fZUlkKujY1JqqyobWpsr6qsy8rMj49LiY5JiIqOj4qOj09Iyc4pqKqua+/o6d8+tH1guK9/cGDHyMjo5Nj49OjY1NT0/NLy+sL8yvLS+urKrvW1PWuru5eXgGfmZpemp+bn55YXF1bn55ZnZxZnZxanp+bHx6aN3qSVQNx9c3oNtCMYm4GvgjwMEvL/pAC/cUq/Qd//HnID9fpQKBQsObCwsMDj8Vwu18nJSSAA1k4kEolardZqtWq1WqVQCjmCYL/A3IycmPBoLouDsUajkXbAXd/K1toCbYFAmsOtzeFIhDnK0gJjZQl0hIC1IiAAw01h1ggLWyRKwhcqxGJ/L68Ab2+5gCflcVyVcrXMSSrkaZUyDxeNTq1QO4nUTkIPtczfVR3gpon0dU2LDIz2c22tyL967p1HP331+83vbl374sDSTHddZUtFUUNJXmVOWl5idFKov7+L0kXMVXKZGoGjmu+g4DA8FeJIvWdCqH+Ah9ZXp4wP89e7aXtb6g3/vPjr6aOe9mZ/b3cmlchmUAUcBxGPrZI5eTmrvRRSAQWfFh6UFRvOItgRkBZdTfX715anx4Y7mppSY+LdVVoB3QFnibaFWbOx5DhP79q0FMODu79cPD/UVNlenjrZW7w4WnRiT+36TPpAq3drubK/wXuuL3a+J2GoPnS4LnjncPZ0V/JQS+JET1b3tphtWV5lSZr+ssDTOxt/+GDi7qW1a2dmVsdLR/qyZycrPz49/dbxwd3LHV99enT3wkh9aWFJRlZ5VnGgs6+LQMUnM7flFjz95ZcH33892dXUVJRVlBBTlZ1RlJSUFR/b39rc19laX1MpcRJt3rx5i/FWLI4gcJIolFqN1tXZxV2h1EqlcqlUrlJptFoXqVRub0+3srAGc+NIaxTBFs9mOLIZjgwKHWVhk5GU0tvRqvdyk4l4yXFRi5Nj9278CM4CTw8ODLS3Tg8O3PruG8OL53d/+O7qJ+eP7t7Z29rUXFPZXluTn5JQnJaQnxgRqpM1FaamBXlMddbc+Ox0sr/r3omB88f3jrVt2zcz1NVUdvXT9w2/3vr7+jXDkwc/Ht7754Uz3xzYdaivbbSqaKKxenmg6597Nw0vn5/eu6csKrI6OCRO5NSemPT6+g+Jem8kbGt7S82Jtw709LclpcbYYqwxFnBXJ3FzQeHFI8e/++D0F2+deGfX8lvri3P9HQsDXQ0FmSVJcaVpiQ1FuQNNtfmJcXWFeY3lxZlxUdEB+uqCPG+tWsxmcelUd7UiKTo0Lz0RZOCc1Nik6OAAL+fwAE93jVinFOSmxeQkR0UFeNSX5pfnZRakJwV6uft7u/t5urlqNRQCnoSzRVma28DMaFhbNpWwMDrw6vd7D+//8O57B0eGWuem+769fOb94+tSFs5LwvSTsPyENL2AGiF1SHYRZnvIMt0kqVpenIyZ6SpKVDomqtjeNHSYmBbAIQfyqb4cis7e1tOR5C9k+IscYl1k0VqZkoJ35TsEqOWBGpXInszAIPEIGGLLJgYeaw01ZVKJPEcmnUamUgj2NBKHy1I7Sz191QoNx1uvcvWUaJyFaq2Ay6dqXcRCIZNKtcViLMkEtCOTymbZU4k4AtpSRMMp6FhnB7wXlxwkYiZqhEW+mm2hXsU+mjS1IFrMChfSAzj2HjScO4PozWX4SHjOPCaPgMbBTZEmW1BQMxQMamUGMTcFhpEsoKYgAKPMAQBGm5vZIcyUXKa/VuGvVQQ7a0JctOFuujh/3/jAACWfa2pkhEbAsChrYCDEFslns7w0Kr1OM9rXfmB9pr+tojovNjdC15MXeWlt+9fLXff3DT7Y0/PjbM3Pi7W31muvTBZdniz/cqb60lT1+eGSD3rzTnVkHWxMWa+Ony2KGMkO6k7ybo1zqwvTlvpLC7zFeV5O+d7SbHdRkZ+iLsqzMtQt002crhMW+KsTtfyiQJeaGL/GpODGpNB8f5dYFS9KzQtR8mQkG7b5Fg+ybagjrTkidDg3c7FhW4CIX5eb2batWqOWx8TFru/ZO7u0Or2wPDI1NTA62js42D88PDo9PbO0BOpOi+vroCY8NjMzNjOzY2ysvbe3rqm5rq6uoa6+s6Otu6stOixIyqarWNSOnLRtIQE5CqcMvmOhE6dA4lio5JToBKXuoroAdZrEPpFHypY7pAoZGTJupk6e5CrPCPHx08m4DmQ0GgGDGpuabIabmJhDzMxMTP+vALxly8amLgSGQFjC4QjwezYGGwD/sx0Wj8MTsTgCFkcAbc/g9BGT5QjkfoViDpfP4fKFIicw5StTaaVKjVAiB5t7HHlChiNXKJHLVFqFxkUsU+LJ9pZIjB2B/P+3BMvIaOv/FYA3oovmZqZwUxMY0saWQqZj0DijTcZmEHOwBAvswYJAARoBe6cR5tZIa4wlwgYGQVhZIBkUpkQsx9oRMbZ4K6Qd1BplYm6zGWYJADAUbrTJGGljS8bgl4bHfv7085Gq2jChJNvTvTTAozbSqz0uoC1aDyjAXopKN2mlm7zSVVmslvpjMdky6VB6puHqN4avv/v9i89f3//+9ZPvDIabv925MDda/eutC4ZnP97/4bOT6wvfnDlr+PWPSyfefX9lz76h8X9u/LK2vY+NR+ld5TgrYx8N/+/frhue37r/3TnDH9c/ODDbWZk+3FS0oza3MSeuINKnITO2vzBvKrd6LqthPqNhOrluMrZmPAqYNZqLbV6Iae73KhzQl05H1Y2EVYxHVk/G1PYHFFXLYgcDSnu98xvVyW2u6eWi8GyWb4M2aSSsbDK6eiyiYntAwY6ggsnoytn4bZPR1d3+BV36gm7vvA63rE6XjG7njO267EH3vGm/ii5V+lxY3VhQVadnXpStJtBKfmP+E8N5w72xK//sv/ds9brh8APDwXv/rP349/zXT/vPvR64YBj9wjD0yav+M/+Mnv9r9NytzqPXew7tCMgfz2t5/t3Dl/eeGR69NNx5Ybj2yPDJz+92zC6Wtn2yeOjGO5+cGl1+du4bwxOD4ecnhueGYyt7b3/304lDRyRCgT0JL+Swgrw9Y4ICt7e1H92zd2VpdW4eGAEeX1wC/c8Lu3YCXdDr68AA0s6dK7t3A/7n1bWl5dWl5VVQ/j185Ni+PXt1EomG7eDGY+sl/FRv50gFP8dbne+jyAOK4pU5Psp0D3mapyrdRxvvqgiUC4Q0PMnW0hJmjICZWJlD4TCgtAXob9tkYmYMR8CsbRBIlCXa1hpNRGGpdngmnswiklhEEgjAVDss0dYWj0ajrW3wWByTzhAKhQqFSqEE8k0OjjxLC5QthmBjjeGwBR7uPtFR8ZmZ2Tqdm4WF1Ua2H5BDLC0tRSJRRERESkqaWCQjEWn/GwCDaLQhbADObOB8CAqDGJts2bTVyGgrCm3LoBAd8EhXNq4kRHWsO//RW+NPjm+/s6v+0b6WXw+03V6rf3yg48+3hx8d7n9xev7VhT3nFzr39FTNtlTtHOkfaqobbKmf6mpbGuxZG+5b6O8caqprLCnMT05OCAstSEutyMv1c3XjOzjg7LA0GgOJsiORaSQyjQy0K1EoOAIFY0tD2TIxtmxbLMMCxbKyw5lYkEyRSizT2ZKsMYIFGkFasbzDrmEnfeP3+saN6mOrPEPi3YKcxRonrkTAFrHpfAbZkUZ0pBAdSBQukc5nCpU8uY4v1YpEarVI4yrQhim8K/3ixgIS1/Txh0OTjwYlHPAKPxYUfzI2e2901kxY+lxi0UJGzWJa9XJy6Xp88Z7InPWI9A6dvk8fMhUTsTsz7lRp8rnGrG/6Sn8Zrb072fJwvuvJ6o4/9o69OjpteHfx1dszz4+OPN3T/3i54+5M482J2mv9xecbUt6tjH63Ou7DxvSTlfF7csPnUvxH4322x3p2h3u0h7o2BLjU+mkqPeXFOnG+hp+t4mUouakqfoADWc+mubNoYiKOYmGBMoEgIea2FtYoS2CD5w30Ahs8Gxlg8AvQCA0WIqCRGFs0MOQDXmDAFUj54gh2djiw+QmUhcFyLJCNySQaOAgELCRRmRQynUyiUSkMIoFqT2Uy6I502v9i7K2jo7rXtv8A8cxMRmOTZNzdXSITd3d3d/dAAnEn7glJcC+FtlCD0tJSL6c9deqlWEvR/a6dfR5Wf89Zv3e9rHvNmsya8E8y2fvzve7ruljQixQyg8ngEohUGp3N44vpDI5EqpQrNDQ6WypTeXr5urmTZXK1VucBSTVBweFiiUJr8Db5BctVer2Hj0bvJZGDoMsXyzQGT2+/QIlCrTV6qfUeAonc08dfqtCqtCatPkBvDFJqvGVKD4NnoKcpSK4yGr38ZEqd1uglU6l5IjGRSjN4eVMYTJ4YBOD/LD8zedRt+ZdMYVKoLDKFSSYxtuuOyc8V4OfBV5DRF1qBdnbGQ5FXaDQWCgyDFp6hTebnWdD/dwAGD8Ls4DgM1sYKvAqjEXAkzA5hY0l3d/XTa+OCwY6b7JjwgrionOiQrPDA3KjgksTojLCggkRQ+M2OjWoqKezvaCtISREx6GqRODo0tLG6tq6iymT0ppNocqkiIiy6tKSqv2+ksaEtJjqRSmE5Obr5mAKDgyKyswpqa5paW3aXllTFxSYHB0UEBYYHB0XExCYmJqXl5hXVN7Ts6xkYGh4fGBzd1zMwPDIxPDIxsX9mbn55fmFlemZhemZhYXF1YX5lZfnAxoFDmxuHIQBeXlpfXlo/uHX04NbRA+sH5+eWpybnZqYX5maXZmcWzaB+IwhfIWSFNGFo+fm/H60srJ83/UIKMORrgsAY+n+g16G64O1MP8jLYQeHwyEdGIfDEYlEKpXKZrP5fL5QKIQaktRKlVQgMar1JqP38UPH3n/nemxEjIuTG4lA5TAFFCIDDkM7OrjCYdgdZtYopJOZmQUchgLvGGzAXWhrSxvznRY25tb2djAqkaSUyoJ8fIJ9fQ0qlZTPlwkEWrlcLhTKBAK1VAoCsEKqFPKMSlm4n1eAhzrS35gQbIoN8EgM9m4py3395MGnf/zw4Jdvf/7ikwPTYw3Fuc1lBfuaajpryjJjwtIig0M8NF5yoUHMNUp4QQZVhMngp1NImGQZl+alloT6GKKDfCvys86fOgI8+/u9q2+21Ff7eurJbs5kdzyPRSe5uSgEXBWHaRBywj11Mf5eGbGRUg5dzGZcffWVydGhssK84qzsIC9vpjuB6uTqbo8lo3GBKsXe6tIfPn738S9ff3zlhRvvnbr/2+Unf73+9ME54OmpZw837v46ffvmxN3vp37/YuLr9/Z99tbu919ve/eN3R9c7bv25uDLZ9uOrpduzGXP9IYdXcj88FLnz5/P3nh/9NiRyv2TqSPjKWdONl15Y+jyxZFzx/vee2OrqSytqTS/r6UlLzY1QOVl4CtbS2qm9w1O7u0tTExMCQ2a7dk73tXeWJRfkZs5uKdzZmKkqa46PCzI3h5uttPMHoUUikV6g4fB6KnXeapVeqVSrVSq1WqtWq2VSuV0OhOHcXgeDEPEE7gMDo/JpZNoNAKFQaLUVpSODvQM9+3NzUg5tLr09Wcf3//tZ+DRg+tvvn54ZWlhfPSV0yevvHT+5Mb60sRYeW52SU5WSU5WQVpKdUFOW2Vxblx4jJc2O9K3Ki16rKXyu2uvVqREfnTx9IWNuaMzI4PNlYPtdQemBj5++Qzw8zfAz989ePvKndcv/fHaxe8unD3W3z1eUz7VXP/a1jrw5x3g9h9nJic7E5MKjJ6lfv73P/t4orPZyd4yIzUmJz+FzSP7B3nodDI+g7S2f+zS4UNvHjr6wvzC6nD/8cWpk8szaxODE90dzSX5+QnR2THhLeBRWXpeQnxicFBldlZcgH+4l2d0gF9LVYWUy+LRyGqxICMxOiU2PDctoaGyOC89PiMxMjkmBAJgnZwbGeRZWZCemxRTkBqfER+VEh2WFBUeBCZhKb0NWiGH6YBC2Owww9hZEx3RAjpha2Hqwa2bAHDv8JHF9dX9UxPdI30tX3125a2Xjsrpjr4yhjefGCSmJOiF6R7SZC0vRcfPNyniZbQMPT9dJ4iV0OKkzDS9OFkjCuFTohW8eI0IbNyVcRMMyjid3F/I8uYxfMU8k0TgIeBoeUwPMc9TJpAwqURHtBsOTXF3YdKIJCLe2QnrTnDh8VkyOV8gosqUDJWWo1CzpDKGREpXq/keHjKZmMWkuRLdHByxcCoBz2fRiHgnLsVdySbp2QRvPslfTI2Qs5N1wnyTojxQn6MXp6t48RJmJI8cyiYHsUn+TJKJSfRiU8K0sjCdgumAtjUzQ1tZEB1wcItdGDgcJC5rCxwSjrW3g1ntQljtcETY4GzNRXSir1rqp5EF6zXxAb4JgX4hBm2svx/NxckB9AzboOG2TliUsxOWTafopWIvpbQkO+Xc8fXxvuaa/LjuiuSljuJr6qPrOAAAIABJREFUa32frfd+sdL1+WzzZ1M1/5qt/dds9SezVe9MVFwer3h1qPTFffnH29LWauJmSyP2F4YNZvrtS/XpSPCoi9BUBCmK/MQFJnGeSVQeoinylzfF+/QXxHamhlaGGgr8ldnekiQNN0HNKQjQ1MT4FoV6ZPmqsv3Umb4qby6RjtjpamYWK2YXGtWtUSG1IX4DhdlBQm5VZlKgpy4uKvzYieOTs3ND45Mzi2C0bO8gWEa1vH5gam5+YnpmdWNz68jR9a2DS2vrs4tLU3Pz41PTAyOje/b1tLV37uve29zYVFdb3dfbPdjXnRQZoqSTTVxGnqchRyVN57PzRNwKjbRQwc2S0osNwhwNO1PJyJTQsmWsAjW/UCvO0Eri1MIkP0OMv1Et4bg4ItH2tvYwK+tdZhZmZjvNdkCqL9T6a2FhZbkt9pqZ7bSwsAJNvzbg0qYdeDEBxSvIA/y8CtjB0Rnv6k6m0ChUOrTzzOMLRWKpXKFSKNVSmUIoVSg0ei24eQ8Wt9BYXBqLy+QKmFyBSKaESoBFMiWeQLbHODi5EpwcXS0tbM13WUM68K6dVpCoC+U/Q5lYkDEY8gbv3AEmW5vvsrEwt4UiG22swfICayu4PQJrZ4u0s0W6uZLJJAYG7WRuYWttA7e0hcPgKMiHCYODlzMSkYaAox0d8K4uBCza0dYaDrO1d3V0o1NZIrECkn+RTngY1tHCHmVmbWsOszczs0DA0bY7LKd7+m+89mZVbGKOT2CcVFoT4dMUa9qTGLgnIaAlxLPaS1lpkFYbZBUaaTTRpcHfdKGv5+a5F88ODgFffAV8+yXw4Cbw+Ovff7r61533t5Y6Pn3n2LM/Prv7zfs/fXTtzSNHHn79PXD7wW/vf9ZfWfPN5SvZwf5GMUvKccVYmc0Mtj6+9W/g6S+/fHkFePL9mQMjPfXZ/U15PXVZzQXxZYkBoBpcVjieXblS1LlWuHsqpWE8pnpbAW6biW2ajmwc9CsbDa3q9S2aiK5dTu8cCC2ZTmiqlsT2+BXt9Sno8s4bCC5tUCXmMfzrlQlDoaVDoaVj4RUTkVWjYaUjoSVTMdWr6R0L8c0zkXWTIZWTIZXzEXXLMU0LkQ3TIdUrce2nisbe6z11IGcgkWAKd9a/PXb+ySs/A2f/AI7++vTIT8CxX4CTvwFHfni08q+/9r93r/dNkH6H3waDoPe/+3j0zSeTV38dOv9242K9Lv69zZeBXx8Dtx8DfwN3r38DfPPg1om35zMaX+yevrpw7EDn8E+vfwB89hPwxzPgj8e/fPzl2fUjd27+PNI34G00KCRiZxxaxGTVlZYdWV07vrE5Mbb/8JFj04uLs2urywfBHmAIgFc2N5/P3NLy6sbm5tahxaWVQ4ePHj5y7OKl13q6uhUspreIF6FTJnvrsvx0ub7aAh9lka+iNsxQHqAqD1KXBKizvRR5frrCYM90f4NRzGKRXRyRtva2lggbS1tLC6tdYGybnSXMepeNjbkt2g7thHJyx7mQnNxoLu4MPJ5HIrHd3RlurmwSmezs4oTGujk6O2OdHHHgEAgkiVjh6eGjUKqpNBbehbj9q46hUVkSsSIoMCw5OTUqKgZqKLW1tbW2tkYgEAwGIzAwMDMzW6HUEohUHNYZi3GCPtFQEyzC1s4Z52BnZW21Y5cDCOwW5mZmKDu4s6ML0RUvohNpGKs0b8FbS90/nRm9fWbg9vGuO0fabx1s+eVA0w8Hmn4+uPvWif475ybuXVq8+8bGhYnW9e7q1b6O0baG/Xvax/a0LfTvW+zvnu/pHGtv7CgrKs9ILU5Pr8jL76yv6+1slwuFJDdXKplCpzMxWCck1pFApJJAWymZ4IwnOzkznV3ZLni2ozMd40hAYF3s0ASEAwdDVOEo3gjXIAtcrj2hxok+IPaYD0kci8uqCIoN0fmqJDohT8rliJg0PpXEJhPYRHeWO5HrRuXTBUq6UCWQ63U6Xx+tb4DSJ0YTUGgI6zNFz/tEbZkiD+mCjyl8XvYI/zSl/Jea3pfjSg5F5m8mlB3LbjiaU38sp/ZYaslSZFq/T8hAQOB0dNjx/OQ3mvLf7y7510DV16P1vy50317tf3Bo/6OTc49fmH9yfuHRS/NPX557dHoSOD39+PjEnQN93083f7iv6HxV3GaW76H8kHP1KYdL46ZS/afTgwcSTG2Bmo5QfWOAFqLfUoOk2CDO14nTlPx4KSeERw/gMbRUIgOHcYHBHOEIBzgSZWePsIHD7UBj+XMDMPTzRSMxaOR2Ay3Y+ovDYRwcsI4OWLDMFlI1Ieh13O62hUKwHB2dnZ3xkDfY3Z1IIJAIBJKLM1gRDP5oiDSCOwXSfuk0NpXCpJAZFDID0n5ZTB6LyWMyuHQGh8nicbhCgVAqliikMpVMrpYrNFKZCnquUGqhjUWd3lNv8IIcfGq9h97TZPT2NXr7QpUB0HOjl5/Ry8/g6aszmrQGb43eZPQM8fAK9fAKNXgEaw1+So23Qu2hUHtI5BqxDNw2EkikfLGEJxJuj5jK4lK3r0FUJodMZxGpDCKJBu1mu7qBRcd4F4K7Gxks+8U647DOUFnR88grHM7xeeqVg4OTo6Mz5Pt9vvn8fLcZDgeLf5+/jsU6QB83KH8Oyt0A3wyDw2G2SJgdEmaHhsHcHbAyDivIQxcT6JseFZKfEA3qvbFh0OREhxSlxmdEhVdmZ3U3NVTkZvvqtEo+z6hQ9nV2NdXU5WXkSAUSDALr5+XfUNecn1NcW9Pk6xPkgMOjkA4KuTY3p6i9ratrT29RYXliQprJO0CtMhj03iHBkSnJmbk5RfUNrV3dfSOjk8Mj+7v39nd07u3q7hsYHNs/OTc1vTA3v7K0fGBxaX12bnlmdml2bnl97eDC/OrM9OLC/OrmxpHDh05sHDi8uLC2ceDw4UMnoC9XljcWF9Zmphcnxmf+swL9vxy/z3ebIWnun4/PFWBo8fi5Q/ifAAxhMFT29T9JBmCaAVR0jkQiUSiUs7MzgUCg0+lcLpfP54tEIqkUPJDRKjRSvjjYL0in1J48cuLZw6fZmXlsJs/NhcRhCug0DhbjjEY5I+A4C3MYGuW4fW8Bs7a0s7EC6yUsza2gAC1XJ2cBh2syeAR4e3tqtUqxWCESgQu4IpFcKFRLpQaVSi2VinlshVjgo9eE+HpEB5mSwgOTw/ySgn0KkiIHW2qOL079+sWn33783rlD64uj/X2t9dV5Gc1lBd0NVbkJUYkhfgnB4K9FdlxEQTLY+xxhMhikfCmHKqAThAyimEUN8NDua2u8cun8lYsv7e1s3d3aWJSbSSO64VAINp3Co5GlLJqUQVKw6BImNdTHw6iSiFj0ob17VuZn2upqakqKogMDRDQG3dHFyQaGt7OL8TO0lmdde+XEkztfAQ+/BZ59CQAfAc/eeHD/8F/3lx49mAaezALAIvBsEXiyBDxeAYB14NEK8GgdAI4BwFngyelnD44DD44Cj449ubXy4JfZR3dW7/2x9sWXo6+91Xn2pdpPPhm6dqXr1QsdL53e/eHlpa665N7Gwul97fuqa0ri0wpjUvOj02ozS3zlejmNJ6ezuqsrV4b7F4cHmitK+jrajm2sTQwP5GSnOzs5WFqa26OQPAFfrdGBo9Ir5Bpo+Rk8M1ZpIADGonHQLxgCZu/m5Ao2dW4rwHQilUmmhvj7vHDy6JMH93745t/zE6Mzo0Nnjx4Cnj4CnjyaHRmqKsjrqKtpq67srKspz8lqq6kuyc4pycvLT08tycqoK8jNjgmN9tamBHnWZ8YVRPn//OGVhqz4syuT77904vVjBw6M9ox1NvY3VB4a7btx4cxvb4GpYMB33wIffwDc+PTn1y5ePbAy01TflZ/90tI88ON3wP27wGc3rm9sFgcGfHzuTG9DpQvKmuCKEYoZZJqLiyvqwoVTH7975cqLZ19YXVnvH5rp7OxvqBnuaJzq6Rzvau2uq2wsyq3JzajKTsuKiYzy8QrS60KMhtTwsAhvL1+V0lMh62lriQ8PEbHoXhqlXiHKSo4tzctIi48sy0/Pz0jITIqKjwjwNco1UravUZ4SHVSQGp+bFBMd5OtnUAd6GQO9jF4alUGtUAh4DIIrysYSbmmGR9vh0TYXzxx+fO+nP+/cPHt6Y2tjZnF2aG6698qrp144uliZGy8konyk9HANL0hMCZPS07xkmV7SOAUzSQNGQ2fohclaXqKKl6DmJagFcWphjJIfr5XGaMQxGmmCQRmuFHmxaTo60cCm+clEYTpVlKc+0d+UFOwX7mU0ykR4lL0rFsWhg8vMaISdK95RJOQyWSSZgi1TsKRyplhKF0toEglDoeCo1UKJkMFhEqgkFxzajoh35NDJJFdnHpWg5dM8BBQfISVAQguTMmPVXHDfz1uepRelKblxYkYkjxzGoYSwSAEMkg+T6Mkg+olYAXKBj4Qno5McrMFEaDcMGmNrh7C2RtpZO2GQzlgkBgHeEWJgls5IGwHVHXI3BGpVEV7GSG+PYIM20uRNdsRhba1RMGsU3BaHRTo5Y7lMml4q9lXJ85Jj1+ZGdjcWVeXG9Nakz7UXXpxsvTrT/v5Uy/Xx2vdGKt8fr7w+UX5tvOzVodKLg6Uv9haf2pO71Zg8Xx41mhvUm+63J9GzPd5YH6mtDFWUBEgL/cQFvpJ8H3GRv7zQTwYBcE9OTEtyUEW4MctLHK9ih/AJUVJanp+qKta/ITm0LNIUpxUaWK40+A7iTjMJwrLYU3N+YO9YfmZ7UlSWr0eYThHp5z0+PDA6PjK/vDK3vNY7NNrdO9A/PDI1Nz89vzA+NT2/vHL05KnT515c29yaW1oem5waGhsfGBntHx7pGxruHxjq3tO1trQ8NTlRXVVWUV7cUF0aH+TDRiNSdZpcvTZfJSvSyKu8tMV6ebqMna7gJEio8QJSPI+YKqTnKfkFelmOUZZmlCX5aKJ9tTo5l+SGRdpZWO00s9lhhrS1tbKwtLS0hiKvdu40t7CwgnpKd+zYZbMt/0L7z5AxGLxsb4dgQQDsgndzcsa7uROh9iM2h8fjCwVCsUQqV6m1Wp1BrQFVXzCPQGsQy1UsnpBMB//eMLkCgUQOyb9KrUEoVbi4k+AorCPe/f8dgEEZDRzr/wZgG2uElSXMzhZpaWFnZQlzwOGdHN1gdigLS7AS+DkAW1rZwRFoWxuEuxvZxdkdvJkj0vDO7kgEBmZrj4ZjcBgniVTlSqDC0Q5WMKQlAmWJQJlZ2e6wBG2cFrssbcx2ju3u/u7a9dXuvmxTQJ63d1NMYEdiwL7U0N7kkN0Rvo2+2loPRY1Bmc1nxVEIm3VVnx3aHMrLu7K2Avz7i1sfX7//26ePH30BAN8BwFcnNvduzrT8efPdB998eOPi+avHjh8e2f/5xcsvr2xUJ6YAP/5Yl5kSpBcFGgTZ8f6fvH3uyR9fPLr12Y+fv/bg1w9XxppbSuP6GnMHW4r2VKRXpoXvq8zuys+eyKteLd4NAnBq3URszXRiw0JS62xc81xMy1BA6Xh4TZ9/0WBI2UJKy2hU5URszWBIWbUktkWbNhRS0emZ1aJLbdWnlfBCOzzSB4KLJyKrRkLLBoMKJyIrZuJq5+PrzhYOni0YOJPffzyzZzOxYyOp44Xisau7N4HXfgF+AC51boU76iLxxsO1M48v/w58DgAv3gFO3gIO//Ts8I/A8Z+B4z8BB756OP3Bg6ErYAT04GVg9G1g/K3H45eB+Wu/jb08H1U7ldl874ObwF3g8a2/gb+Bhx/c/OvVG290L86n1Z9oHn51/8bV9VOPb/wI3LwH3APufvT1qwdPH51fv/39T11tHTKpmEGnujg70onEgT1dZw8fObi8try4tLl1aHZ5eXZtFULfpa3NxU1Q/n0+UAr01sHDBza2jh0/efzEqWPHT2ampvmrVP5SEZiAJeUk6iR5PuqKYF1NqL7AQ1DkJaoL0TdEepYEaPN81NleqhiNMFQvVwkZDHdHPBaBhdnYWuy0NDMzN9tha26NtEVg4CiMrb2Dnb07xpHu4sp0dWW6OPOJBBbehe7iIqDRBXSGm6MzwtYOcmzicI54vBufJzYavD08vRVKNY3KRtrjkPZYgjuFyxH6mAKSk1MTE5MFAhEMhrC1tUUgEDt37sTj8Z6eniaTSSyRuboRcFiw1BSJRCMQYDo6EmEPt7F1xKCxCCQGDnfGYOytLCzNzJDWlji4nVrEdYfv8uHiTwzU/HBu+v7Lkz8fartzpP3O4ZZbW42/bTb9utX2+9G9t08N3n5x4tZLC79e2jg71jbbWjrVWTfYUjvS2TLQVDfX07XQ17XQu3u8rbG9pKAiI6MqL6+1umZmZLS7o1XM57m7uoHB1ySKo5OrC57g6kZycyW5OxPAowGcM8vZle2Ip2NwVKyjKxLtYGfvAsfSsO4iHEmDcvO0dQyzxaViCNVcRbdf+O7o1PzAaJPKSyhQcHliNkcI9rsSWSR3FgTA7mQeW6LlyvQKjbenZ1CgR1CINiBWG1igD54ISZr3DF1T+Z/WBr/nF/9DbOG9zKZ7BbvfCs5/ISjnaHjhVlzJVmrl6eLGEwU1czEpvd5+4yFB68kxL5Smvd1WeGOw6puJ+u8nW35d6P5jtf/+wcnHp+afXVgFXll58sri05fnHp+Zenxq8sGxsTtbA7+vdH012XC1M/d0WeRKms9GXuhqTuh0WtB4kn9vpGdHsG53GKgANwRoq02qMg9FoUGaqRHFSzlhArqJSTbQyUJXPMHeHmdjh7VDoGFgRQuU9vw85BmCXiwah0FhoTSs/4Q/o7CQAvycfqGsY2dnPCRpQgz8PBwLAmAikQyhL7T/TKexmdtGXxaTB2m/NCqLTmOzmDw2i89m8UEMZvPZHAGPLxYIpSKxXCxRQAPRr0yufg7AWp2HTg86ZXQe3kZvX2+/QJN/kMk/yNsv0MsXjHwDSdjD53/Q10uj91LrvNVaP40uQKPzB0Oe1V5ShVEi10kVepB+pSqBRM4TiblCEVco4Aj4HIGQxuHQ2Dw6m0djcSkMNonGJJHpRBKNSmNBAOzs5Obi7O6AcwGXn3FgIDY0z9EXQmIMBgdR8XajGPg5QiLR/3QFP499hoKv/tmkABnv7ezgCATCxgo8bUXY2thZgqGhYiY9wKCJ8ffKTYhKjwhODw3MiQorSowqToouTYktS09KCA3c29LU29YSFxKk5PMMCllKdExjdXVDVU1KXIJMKPXUeTTXtfR29WWl5wX4hkjEShaTz+WIAvxDS0uq6mqbU5IzjQaTv1+IjynQ5B0Q4B8aG5OUm1NUXdXQ1Ni+p6u3r39kdGxqfGJmdGxqZHRyfGJmcmp+emZxdm55YXENAuD5hdW5+ZWFRRBrp6cWpibnZ2eWlhbX11a3DqwfOrB+aOPA4fW1g6srmxsHDh89curY0dPLSweGhyb+0wMMEe8/I68giP3vx/8/zzBkD36OyjZWtpDr3Xb73/MgaEgQhsFgKBTKycmJSCTS6XQWi8XlckUikUIm16t0eqWWSWF46T1zM3KuvHYZeAZ0tnfx2CKZWCWVqGysETA7jCueYmZmBfYA2yKhvTIb6/8smNnZwMCPGQJNJZJUMrnJw9Nk8NAr1WqpFAwg5gslPIFSLNUpFAqJWMBhinhsjVzsa9AGeekj/TwTgn2Tgv1SQv0KEyJrc1LfeemFP7758tuP3r9w5ODono6avOza/JyavOysmMjk0KCcuOiavOz2yrK+lsaBtubO6oq06FB/vVLKorDcnShOWD6NGBcasKep9tDy4u6m+rK8nLbGusKcTBGXhXfAEJ0clDyOksdSC3hcMtGkUYX7+/h76JtqKw8szPbv6WgsL00KD/WUSoVEkisM7gq39lUz9vdXfHfjIvD4KwD4BgC+AIDrwLNLz54cf3Bv+sG9IeDpOPBkDLjXA9zeBzwYBp5OAI8mgEczwNNl4Okm8HgTeLwFPD0MAAeBx+vA3yvAgyXg0fqzp1tPgRPPgJMP/9r869bawz+2bt6Y++KdmYX+3LXhmtXBpp6a4ua83Na8krbCqvH2vnjfSK4L3dkaaZJIeuurz22tDXY0jXR3Xr744tGt9ZbmeiLBDSw4gcHYbLZSqYaIV6FQScCwM4VCoVIq1c8VYCgqBmYLd8E500k0No3FINMZJBqbSmdRSV3tzd99+a8vb3zcUlNZmJnWVFV+eG356b07pw9uVuTlVBfmZ8bFFKal5CYldNTVFmTlFOXkZSclZ8bHlaanFCTGJAeZEvz0ZQmhpfEh375zaWOku7M44/M3Xvzu2qvvvHB0vL2hKS99vKn2wuLsJ6dOPP30I+D334Ev/vXLxUt/X7/+9wfvf3jsyFJH60B58VRz/XpP19nx0VfmZlrSk394762vrr8VGeCBgu+k0ZzpdFd/fwMA/AU8urs0OjTe2T7R3pYfFRnjbQwyqHLiI7vqK7sbqtoqi+sKcvMSYv3UKimdxnV385RK/DWaCG9vX5VKzefHBgfODA9K2UwpmxngoY0J9msoL8pJjqsuyi7NSc1Pi0+NCQ0xafUyrk7K8dFJs+IjS7NS0uMiAz11/gZdoIfBW63SySQ+WrWcy3aE28HNzehuDmyS09efvPPo7o8P7v147vTW9ETPwszgqWOrF85sLM/0Tg21+2m5XhKqUUDwE1NDlcxIFTtKyY5Vc1N1omSNIN0gyTYpMzwVCVpRskGWG2iM10rj9Yo4nTxKIw9TiH2FbAODoqYR1TSiv1wYZzKkhfrlxUQUp8TnxEfGh/gpBWyCE5pFcmfTSKADDWbFopMYDIJMwRVJ6Hw+mccjCYVUiYQlE7OkIrZYwOSyyHSSGxpu44JDMSkEsosjh+zmqxIGKLnBCnawnBkqY0YpWEkaboZemKkTpig5cWJGFJ8SzqaEssnBTLIfg+jNIAQKWX4CZpy3LicqTMVmwHea4VH2WJgtCmaDhNlg7GFY5Ha6LswKYbMLj7ZjuTtpBSwflcRPrfBRyvzUiiC9JtTDSMCiMTbWYBg93BaLsXdyBlegDVKxn1qRHBHUt7u+qjCpqTRlYnfJXHvhqYHaiyMNV0bqrgxWXR4of2uo4q3R8teGy05355zsyj3WmbPZnLZQGTOUG7gn0bM5WlsfrqwOVZYFSYv8JQW+4BT6SfP9pUX+8uIARV2sd2dG6J6syO6c6OakwDx/RZ6fKstblmGSJRuFMSpOnIYXLqWr3dGeXILcHavCowhmZpV+HjfPHTvQUFUT6hevkXjyGQWp8esr87PzM/PLK0Pjk8MTUwsr66trB5ZX1lbXDmxuHVpb31hZXT946MjS8urs3ALYK7B2YG19Y25+cXRsYnBwuKeru6ujc8/uju69nb193T3dHQXpSUY+O0IuyffxLvfzKfbQl3rr843qJDkvWshI04tT1NxkGStdxs1VCvO0kiy9JNUgTfJWBuuECh6F5o7FYxEYmKW9xS64xS6YLej+NTe33LnTfOdO8127LCwtraEaJEj1hZ5D0dA2Nna22z3AGKyDC97tn75fNofHF4iEIolILJXJlVqdwejhZTB6ytU6hUYvVWog+ZdMZ9HZPI5ADMnCkDIskMidXAkwJMbBxe3/AsD/SwT+DwCb2+wytzG3sAXh1gpmZQ0H/eb/M1DUEBLlAIOjLSztbGzt/wnA1jZwJApna4NwdnIjEqjgCh+VRSHRnR1dkQgM3Bphaw0nEmjOrhRrOGaHJczWHgND4cxtYLusbG1twOBAJzjqyPzSO2fOffvG1eakzIqQkIYo/84Ev56k4J6EoD3hPs2+uhqDskIjT2GQo0hua9Xlx7o762OiHnz28YPPP3t484s7v3x65/ZHwKN/P7n30Ydvro925Nz94vLdz97+6tWXge9uTta3Xlze+vGd988trtz+/F/jHY0x/qr4INWRpYE/f/7w1y8uf/vhhVtfXXn8+4ezfdWNhVF9jbnDbSXdVdnVGVHdVTmdORlThXUQAE+n1e+Pq51JalxIap1LaF5KbBsKKJ2IqB0ILOky5U7H188mN41FV80kNldKYspFUV0++Xt9Cvb5Fu7xzinmhlQIwvaacsbCKwYCiwYD8qejq+biaveHlc2HlJ/O7L7WvPj+7o1Xa6YvVO+/MXHu6UtfAR/9dW3stAkuDHVUv7RnC/gWAK7fv33ic+Dsb8DJ34EjN59ufQ0c/g44+j2w9vmDiXeejF8DJt8Hhq4AY1cg+RdY+eCn0QtdXllXp08A9wDgAfDwt7+Au8Cfb3/12eK52YTqjZz2M+3jb0wfvH3938CvD4Bbj4Ef7n384mur/eOvHj9769sfSvML+VwehUR2d3VzRGF6dnddOHlmdX7xyNbB9fX1+eWlxfXV/xQgbdcgPadfcBH6wMbc0vLWwcNbBw8fPXbi3IsX1tY3vAx6LZsZKOYnGJTpJnW2SZ1vUpT5K+tDdOU+shIvYXWQujpEV+CtyPOW5/tq0k3qeB+Dn0ai4tLZBLwryt7ewtzazMxqxw57Sxu0DQxtbYO1tSPhcEIqVUQh0x0ceO54Nt6J5+YmJJMpzi4YWzsM3J7iTobbIdFIHAbt6OToymLyPIymoKCQwMBgiVjpiiehkDgc1tndjayQa6KiYlJT04ODQ7cXMuFYLNbMzAyFQimVSj6f7+TibGVjbWllg0SjUCgUGo12cnB0dMA6oFEOKAQOBkfZWMEtdtmamdlbmOORMK6bg8ANJcbbzTXnPbx+6tdzE99ttv9+uP32oeY7BxtubzbePtR671jX/VMDf54duf0iGET/7YW1owON4/WF4+11k91tcwP7pvfunuvpWuztWurZPdpS31acX52d3VpZPdTVfXB5paasjE1nkAig6dcVT3TBg85fN1eyqwsBj8W7oZ3oODzf2Z3n4Eq3x9FwDq5INA5m7wBHu6FdGA5EEcZNYe9ktMMFY/FZHHGDf2hLfHpBZHKgR4BkcUvZAAAgAElEQVRUouFwRUwWn0rhEAkMgiuD4MYkErkEEo8pUHElOoXG28sjKEAfEKz0DZebMqXe+/1j1wzBp3Rh1/2SbsUXA1n1QEbTg5SGd02ZlwJyzkQUbcUUr6eWHylpWskt7/IP6fL0mosKOZ6f/EpN9rudRV+O1f8w23pzpu3Xpb2/rfbdOzT5+Owi8OomcHkLeGPl6aWFR2enH56cun905O7hofuHh29t9n2xv+Gt3bkHsgLmkr3n0/wXssNH4n26QnS7Qw17wr3aQj0aAvTVJjB1MlcrSVbww3gMHwZZSyFI3PEUDAZnY4OytgFbBuEouB0SAbOH5F8IdJ8DMBaNQyMx9vD/vAGNxPwTgF1cXPF4NzzeDar5gXKwoO1fFxcwHOu5AkyhMiHJlEJlsth8Hl/M4QpZbNDry2CCei+DyWWx+RyukM0RsNh8Lk/E44v5AolAKH0+fIFEIgX7gSE1WKnSqdR6tcag0RrVeoPGYNR7ehm9TR4mH6M32BsPNucZTdvE66nUGBVqD6XGU6nxVGm9pHJPmcJLoTKB3c5yg1imF0k1YplWKFEKxGBPGFco4giEbL4AGjqXS+dyGRwujcWmMllkOoNMoZHIVBKZ6rpdkQ3xP8S3Tk4uUBLY/6JfyA8MkTAajYUOkiAbMIS7/+34hUoEt8+kwMRaONx+G4NtbayskTA7uLWFrcVOsoujn0GdEh6YHOKbHROaER6QHRVckhwD3tTFRoDr0EnxpdmZTVUVSRHhCgEv0NMrPy29OCs3PzM7OTZRp9SmxKd2NHfmZBbERiUG+IbhnUhsliAwIKystLqxoa0gvzQ0JEqr8ZDLNGqVweQdEBuTVJBf2lDfumd3T1/v8NDg+OAQOEPDE2Pj05NT8zOzS1PTC/sn52Zml+bmVyDunZldmp5ZhBTgmenFudnlhfnVudnl6akFCIMhAF5b3VpaXF9Z3tjaPHr40InlpQNjo/+TAv1czn0u8EJM8t+PEOJCrz/HXWj32GKXpcUuS/OdFpCR2NrSBnTnbp/VQ/IvpAbb2NhYW1vDYDDwj52Tk6urK4FAoFKpPB5PJpEKOQKtXC0XyTRytVFjKMkvvvb2deAp8Oorb+o1nkQCjc0SQDVIWAze1gaFgGPsbO1tbRAwO6StDQKMHtle0kbYwPEOLgIO16DR+hg9vXQGaP+Zz2QLWBwpX6iWyhUSqZjPE/N5ConQQ6vy0ih99apQb32Mv1dSsF9edGh5amJXbdW5gxuvnjp++sDqgamJyZ7unqb60vSUjCjwx99ZXTHVu3d+qH95bHhzZnJjev9gR1N1QVZqRFCAQaXgMjlEVwWXGeSl72lrqSsp8larkqIiulubs9OSZTyO3a4dzvYIirOTSsBXCLg6mVivkulVsuy0pImB3v7O9qr87PhAvyCdWstm0tEoMtpCK0K9/tIoyL2PPvnz9tWH968CT68Cj18GgNPAg+Vn98dB6H0wBNzbB9zvBR4Ng0/+6gceTQJPFkBB+MEq8OcKOLemgIcrALAJPFkD/loC/l4DnhwEnh0GgDPA0+PAg2P3b64C918Efnvxh+ubs7vzFnuqe6sLkk0eJXEJ7SVVrSV1fkovHVfuamtbEBd1ZnVxfG/HnoaajaWZnj3tWelJVAphuwrTkkajqVQarVav1erVaq1IJBGLpTKZQi4HjyPodKYD1tHW2s7S3MrW2s4R7UAjUrkMDpvGYlHAGEYBm6FXyXq7OvbtbqsvL6kvLxns3t1aW/XOqxe//uSjqoK8/s729pqqgtTksuzMspzsgqyc3IyclOi4hLDQvOTEquy0gviIBF9jrFHZmp/y/vljb53cqEqJXBvc/dMHl7+6cnFlcG9vbdloa93WcN+r68tfvnLhznvXgC///eiDD4BvvwW++frRpx//cf3a9VPHNgZ79rc1NKUlDVeXdxblvH586+Fv3ydHBWJgO91dkdER/nXVRZdeOgU8/fPW1/+uyc1KDw0OUitldJIzzNIo4XXWlIFJG+WF+YlxoR56FYdNdcC52SO0fJ6Gx4v29Q338vJWKr2U8uXJifrSYjGTHuip81LLtjuQYsty00qyUwozErMSo2JDTL56mU7KUQkZgUZ1blJMbkp8qI8HVHatl0oMMqmcy9aKhVIO3Q0Lx8F2scmO718+/9etbx7d/+n0kdWp0e6N1cnzZw8ePjAzuK9xcri9qjApyk+p57t7ikiBclqAhBIsocZqePEqbryKm6wTp3rI0zwVqV7gnVaWvzFaLQmWCkJkwkCJwINF09BJehZdz6Jq6CRfMbiSF2cyZIQG5sVEpEcER/l6JIYFiZgUkrMDi+TugkNZmZuh7W05TIpAwODyaDweTSBgSCQcmYynkPLkEq6AS2PS3Il4R4SNhRPGnkF2Jzhiaa64UL00RCsMUXKCZIxgCT1cxkhQc9IMwjQtP1nBhgA4gkMFGZhJCWCAi9DBQqYPhxog4eRGhRQkxugEXPiuHY72cAcUAouEI2E2YB4M3BaDtMPa2zgj7Yg4eymD5KuWBurUXjKxt1wSbNAGeRjcsWgwMhoJZqiiUXBHJ4yQy9JLRD5KWZS/V0tNYW1J6vje2kPTu+d3F2/uKT69t/yl3oqX95a81F18YV/R+Z6iM935Wy3p683pK7VJ0+XRQznBu5M8GyJUlSHS8kBpSYC40E+c7yPMM4lyfcX5/tKCAFlpkKo8RFMd5VEVaayO8mpPC21LDy0J1SVpedkmeaaPPJDvLnGwVrvZm5guWjJOTXU0Mt19mO50M7PmsIB3F/bPFmfXhflFSdgmPn2gvbF/7+61tZXpxcWZxZXVzcOrGwf3T063tLaXlVemZ2SFR0TVNzS9dfWdG//6YnPrUFl5ZUhouI+vf0RkdGlZRW9v/3D/wOjg0PjYyJ49nRVVpY0N1ZUlBeFexkC5pCwirD4mKseoS1RKkzTSOLU4WsXP8dOBLkSjNFsnyddJ83TSTJ04RS9KMim8RBS2O5rkjOBSXOU8Js3FycrMzM4KTLeCZtcuix07dpmbW0LQC+KuLQzKx4Ku32BpCgwBRyAxWAco85lIotAZLKjxSCKVS6RysUQmkys1Wj3owjB4aAyeSq1BJFOyeEIqk0NjcTkCsVCqUOmMUC60XK3jCiUOLm529uj/CwBbWtg+B+D/oO92OBZEv/8NwGD0uB3SyhpuB0Oh0I5W1vCdu6wR9lgIgO1gyF3m1jA4CufgYmuDwKAd8S4EEpHGYnDZTB7RnYJBOSDtUPYwjJ0tGoPBW1jbW4HHvE6WNoid29lh5jvBHVE+mfr+y6+emln468aXU3WtRSa/ujCf9hjTvvjAfXEBeyP8OgM8GozaSpUsm8/xQNgdam06tLvjUG8X8PvPtz754Mtrr/3w1TvAs5uP7n364Lfrt796bbgx89d3LwC/fv33xx/+/ObV0Yr611YPAb/f/fOrb17e2jy9Ovvi1vSx1YFnf/wL+OurHz69+PHlwz/eeOXhz9fXJ1o7ypMHmgv7m4o6yzKq02N6a0v2FuTNlTatlXSuFnTMpDdMJfwHgOcTW5YS2wb9S8bCqwaDSlv1KaMRFStZ7WPRVaOR1X1BpcW8sEJOyGBw+Wh4dZMmuUGVWMj0b1Il9Prl9wcUDgcVToSXTYSXjQcWzQYXH0xoPJO/71zp0Pma8Te71z9ffPmXkx/M53drLGgmuPDdiXPA1dvA5VtPzn/39My3T9dvgNx7/Hvg6LfAkW+AQ189Xvro7vCbwNR1YPo6MP4WMHH10cgbz2avAWsffL7v+HJmx8Nr3wN/Ac9uP338x8OH393+5eJHb/at9ftlna0eujZ56IvjrwI//wn8/gC48+Tm25+8deTsyr6RXz7998///iYsIIjFYDIYDBqNhrC1S4yOPXP42IGllSNbB9fW1mYW5pc3wA4kaBY2wASs5zlYG4cOzy4ubWwe3Ng8uLl16JWLr66srhvVal+pMEIhTNDJ0j3kOZ7SIpO8OkDVFKqtD1KVegpKvMSlJlmuUZTjKS301WSaNBF6hZ9KbBRxJXQiGYtCWZrb7TCD79qJMN+FMN+FsjR3gdlRcGg23oHthKVjkXIqke2EZeAwkAhMdHRxxjiiYEg7G4T9dls1DuvMoHP0Os+AgCB//0CD3pvF5DvgXJD2WAzakU5j+/j4paSkJSenslgcR0dHHA5nbm6ORCIFAoFEIqEx6GgsCoG0x+DQSCQSDrezR8AQtlaujlgcEuaMsne0h8F37UBYmLlhUEw8RkZA02zN+otjfn59894bqz+d6PtiqfbO8U4Qfbfq72w13T/W+ffp3r9fGPn7xfE756ceXjvx3sHxhbaS0fqi2X0dqyMDm9P7j8xOLg/2LvTsme5sHqiv6iwraisr62/vnB/dvzI9ExseTnJzp5NoRHfKtv4G1s8QXClEZxIB60pBu/KcSHJXmtyJyEE6sh2cSCisg509zg7jbO9EwroxsW48tLMc4eDp5BrPFZX5hzQkZZUkZEb6R2lV3iyWiMrgkkksgivNHU8nuDJIBC6ZzGdw5HyxTqnx9jQE+Gn9AuWmUIlnGk8/qg465x17I7rgTmrV08QKILbkWWz5w6Taj/xz3ggpOJ9UdTyrbim9fCylsD0spkCu7PQ0riREni/Peq0h953dhf+eqPthtvXrqeZflvf9tjZ45/Dk0/NrwOUjwDtHgSvrz15dfPjizIMz0/eOjd4+PHT36Mi9I8O/rO39YqrllebM5Qz/hfSgjcK48ST/7lD9vnDvzmCPRn99jY+61CjP10nTVaJYMTuARdWT3eXurixHHB4OR1vbIG3BElM0ErddYw6m1v83/UIADDmBwfrf/1GAoT1eyNr6XAR+3oEErUBD4VhQRrSbO9nVjeTqRoLMvVDGFYPJ/V8ADNEvk8Xj8cXQ8AWSfw6kBv8Tg+UKjUKplanUcrVGqdWpdJA2BxaayFRaldZDqTHKlDqJXANpvDKlQaH2EMv0ErlBpvCSKT2kCuP2l6AC/A8AlnAE4ucADCrAHDD3hsZiUxhMEo1OIlOhOgM3dyKUfQ3lWjk4OEFJYBADY7EO0OsQ/T5nYGilGQp5ft6BhEZjoTdDbAyDIeztURBFQ9ZfJBJtb4+ytrZGwuAIWxu4tYUTEi7l0CP9PNMjApOCfZKDTLkxoWWpcWWpcblxkZlRoQWJcRVZme21NZ5qJc0NH+Lj3VBeUV1aGhse6aUzmIzeNeXVu1v3JMUmc1lCRyyeRuZ46H1LiiuLiypysgtjY5JM3gEatVGtMui0nmGh0Wmp2TXVjV17evv7Rgb6R/v7Rvr7Rnp6h/b1DO7rGewfGB0e2T88sr+vf2TvvoHhkf1j49Nj49NDwxMDg2NDwxOjY1OgRDy8f3xsev/E7NjoFMjPA2OjI5P7J2YXF9aWlw4szK/un5iF3gOh8n9qkKAV6Odwu52/Z/Pf9AulYUFvfv78+fo09O0Wu8Csgl07zCGWBjfYbGwgBRgG1uOAJhBLS0s7Ozt7e3s0Go3BYLBYLB6PZzAYYqGIz+IxSDRPnQeLylTLVFmpmWUlle9cfe/x38B3X/+YkZ7r7OTOZokcHdytLBHubjQ4Aqw1gdmBJAyHoaytYBa7rC3NbWyt7bBoHJ1MUUik4CqD3qBVqhQiCZ/JFTF5Ep5IKZaCACwSCAU8MZ/jbdR5GzT+Rk2wpz7cWx/r55UbFVaZnlyckliRlV6ZnTHVu/eFrQMb0/uHOlobivJz4qJbyoo3ZyYvnTx2+sDq2v6xlfEREINnJ2YH9w22NbaUF6ZHhnlIhBIaWcamJ4WHpsdE+ajVSj7PV6dtrCwf3LPbqJS74xxw9vZ0IlGrAG3JfBadiHeUi3gtteXDeztr8jNjfD1jvAw+Ij7fAU1FmWXHcb7/fBkA3nty/40n964Aj68DwIfAkzcB4BLw9ARwe+7RN91/32h69kUjcKPh8YeVwKfVwJcNwPfdwA+DwM8TwC+zwC8LwM8LwG9LwK3F7VkA7q0Df20Bdw88+Hnxz+9ngdsbAHABeHAKuHUCeHgJeHrtj0+OLO3N769OTvXXFMeHdVVVLAyOtJXXVecUFsTFDLfVv3Hy6IHpsdaqsta6isKcjLjoMImYb2tjsWOHGZlM1Gg0BoNBrzWoFGo+XygQiLYjwKV8vpBKpTvinGC2cKgjBIfE0ohU6HCMAzIwTchhUtxd8jJTWxtqWmurmqrKp0cG58ZH1mamvvn049riwtbqyqby0qz42IzY6IK01OLcwuy0rKTImNjgkKy4uPqC3Mr05DiT3k/ESvTWHh7vvf7CkeWetubsxPNr019evXR+Y2mub8++uvK91aWbY4MvLM6+srL416cfAze/B+7eBb775q+PPgBufgP89N3vn7//y433brz5yuvHt7amhq+9cgZ4dGd0X6uIScBjbdMTwrrbavLS49+4cBp4cKexJM9LKhIQ3ViuDmirHT4axdCe9oHO1rzk+HAfb0+FTEqnkbGgW0bGYIgolFAPjwhv7wC9Pj4kqCAt5ezhgzFBAWySa1SgT3JUaEF6UmFGYnFWcnFWcl5qXGpMcGSAh5dapODTPJSipMiQ7ISY+JCAMJOXr1ZtlEo9ZDIVnyuiU9kEPM0FK6S7tVYXfv/Fe8CzO3/8+MWJzcUTm4uvvHDk6Obc9Njent01PburqktTKwrjkyOMRglZw3YJUDAjdNxAKTVcxorXCBO0IMwkGqQZvvpkT02wVKCnEWVuzgYGxYvPUZAJYgJeRaMqqEQVleDBZQTIhOF6ZZK/V2qIb5iHVitgmdRypYDt5oAkOKH5LBreAW1lbubsgCIS8DQqkcOmCQVsiZAjFXFlYp5cwufQyQQXByeMPdza3N0Rxaa4uWDgBAd7A5+q5xINLFcD08Wb7RYsoiRquJmekhQ1N0nOihXRo3mUKA4tgkUJY1CCGKQAJsHEcPPlUnRUtwCZsLU4vyY3i+rsiIPb4ZBwHAqBQyFQSBgKCcNiEE44hCPS1gVly6e4BRhU0b7egTp1gFYVafIMNOrdsWgnJALvgMGBN2x2GKy9gMPUigTeMnGkj7GrqWKwq/bkxsQrRycX95ZN1WesNWcdask91JC5WZu2UZe+Vpu6VJ2wUJ00XRE3VhDek+HXHm+siwTptzRQUhoog7TfHB9Rjkmc4yvJ85flB8jz/WRlodqaaM/SEE2er7wq0rM2zifXT57jryqN8CwOM4ZLqUpXhIGC8+cRdBQHiRtSTsRJHWAiu50D6Yn789Iag7zL/Q1pBrkHhzgz0NWzp3VycmL90KHDJ870j0xU1zdFRcdqdYbklLTRsYmDh468/c67zwDgGQC8/8FHU9OzlVU1UdGxMrmSRmfSaIzw4JDs9LTu7j2j4yMtnc21DZWlJfkJkcEBGnllYmxNQmyETKQnu3uxKSEKQaxRmeApT/aQZRjleZ6qYk9ViZe6wFuVbVIme8m9hGQWHumGAXfOI7w9/FUqnI3NLjMzM7Od5uaWkAfYzGznrl0W/+Te7Sgd8NAauorD4PZwBBKNweFd3UlkKo3O5HD5YolMrlApVRqFUg1hsEKpVqm14ON2xhVHIIY8V3Q2jyeSShRq8J5muxJJolCz+SKcs+v/IwCb79rOENqmXzCH2cLWwgJuYQG3tERYWdlbWdlbWyOhsbPD2NqiEQgHFMrZ0hKxY4fNPwHY3MIGicLhXYkwO7Dm19nJjUyiC/kSkUBKIdHBHgRbJNreAWaHwWDcLC0RcKSjHQxlZmZhZQ1DIJCWOywQu6x47qQ3j5/5/OLl68fP7csuTZIpm8J8u2J9+5NCBhNDhmJDBiIDO/28a3WqAomQa2Z2au+eV6Ym5toa/vzyE+Dxve8+ffvqpWOP7335ydUTv3x2EXj4zWZ/3dnRPW/M7z+8Z09rXPJyaxfw9U/A73eBP25dO3/2vUtn/vj62s+fXwKefv/41w/+/um97z86f/PjCw9/fO/gVOfemoyR1rKBxuLdZbn12SmjjbUDZRUL5S2rxR3LeW3PAXg+sWU+sWUhvmXAr3ggsGQouKxFl9wbULCa3TEZXzcSXTOV1FKtTIh31VdJY/f6gQrwXt/8Mh4oAreqEgf8CkZDigf88wZ8c8eCC+ciyjZSmw7mdGzkdR4s7zlQ0bcvvjxLHsY2c5KZky71bAH/enL34IdXWze+G37lRueJm/tevLf/CrB5Azj5HTgHP380/969kTeAqXeB6XeBqWvA7HVw/3nhvadL11+vmb/ctwVGW90F7ty8A/wJPL5594fz7x2vHRoMyLnUOv3D8Tf+/uAb4Pbjxz/eBu4//eClN989eWG9fxT4/d73n32hU6gIbu4cDk+l0jhjnQjObivTcycPH91cW19fX5+amVw6sPa/APi5CAxZEja3DkFb0BcvvTaxf8pDowmUi8IlnDgFP9dLURVqqA81VPpI8tX0llBNmZewzCStDtQU+ygyDaIEOdufQ/IXc71FHA8+W04lkjFI1C4zmJkZfKcZ0mIX1nKXO8qO5YJjO6NZTkgVnRCikdLQMJG7i5pJ57q6ElAohiuR7Eq03GEFt4XuuNBIexyRQJVKlBqVViaR63VefJ7ExdndHoGxR2CcHF1lMkVMTFxycqqfXwCTycThcGg0yLokEsnDw4PDYzs4YZBoe6wDCoWyR6JgOCzSAYOAW5vDrHY42sPcsPZYGwuM9U5XFJyOs2PamRX7C354aen+5fWPllt/Oz1w9/S+n9bqftuov73ZeP9w+4MTex+/MPDw3CgEwLdeP3h0sGGwImO6o2ZjfGBtYnh5dOjQ9MTKUN/+juaB2vLeytKB+rrxjt0LQ+MHZhf3Dwx6arXuLniyG9g95uSAxzsRXB3dyXgKxZFExbgx0e4SR4rOjalzpohRLmKcCwPp4AZDO9lhnRCOeJQLAY2nohzpdkgp1jGAwUkzmkoiEwqi0iJNUXq5F5MppNA5JCLTHU8lONNIeAaFwKOSBWyuUiw16nS+JkNggNY/VO0fpfTNE3iu6SM/CMq6l14HZNY/jS76KyT7UVzZk7y2T2PLLkTkH0+p2CpoHEjILfUOydR4ZcmVvUG+W1lxlxryLrfnXdtb+PlE7bczzV9ONf223v/bxvD9YzPASweAt44B7x4Hrm4Ary8/vDD3+PzCgzPTfxwZ+e1g/62DA7cODv260f/ZRNOxstjVnPBDpUnzmeFDsT79kb4dQcZak7rCU1molWaphMlyQaSQ7cukaSkEjqMDwd4eY2Vjb2mDhMFR9mgUEtyEB59szz8dvxD9Yv6/7l+HbQ8wDucIKb3O2223EPpC7Adpwv+UhUFF1BEPllW7kdwJFHcChUiiUahMSPul0lhUGotGZ0MiMITEbI6AwxVyuML/loKFItlzDJZIldBqtFytUWjUSq1me3RytQZqjJcpdVKFdlvaVQslapH0PxgsEKtEUo1UYZQq9BK5TizTQngskqogBuYJZVyBlCMQQ0Nhsf4PY+8BFdXBbv2PCkzvBQYYhum996H3Xofee+8gHeldmjQVxAYIKvbYTUzUaLoxMSYmUaOJJca8lliiMef7D+d9uVn3/r+7PtezZh2OM7AAwfM7+9l7swQCNl8A0i+dxaY7MsFGAwc6w97eAWw8IpOtwShs8AtCJlv/k35XtqBBoXiFjf8JwCAYY7F4NBqLRKLxeCKoLYOhkmCCNAxm7tBBWFnikDAxmxHgaowL8kkK8U0L88sMDyhJjCpNic2NCcuKDi/PSK0vKqwrKUo0RQg5THejsbywMDM5NdDXLyrMlBAdn5OeW11eExURx6RzWY4CN2efGFNKXnZJYkIaqPrKpGqJWKnXufj7hZgi40pLqurrmnu6BwYHRvv7hjs7+tpau1tbupqaOltbezs7B3p7R3p7R7q6Btva+pqbuzs7B/r6NvT3j3Z3D/X0DA8NTY6OTo2OTk1t3rF50/ZNG7dt2rht4+TWifEtoxs2jwxvXN8/OjQ4MTgw3t012NHev75/dHJiZmbLnNkDDKZVIWDIf5Ltirr73w7++TQwDQt8FRyK+Gc41sqm9P8CwJjlRXWw8ZxAINDpdJFAKBNKnTQGEVfoZnR1Nbg4aY15OYXFhWWXP/saeAv8/ujZ+NhmoUCBRpFEQiXUCoPFkc031+FYFBKPRuHNi9BWyGVLMAKLxtGotmK+wKDRuhqdXAxGg0arFsnVIrlKotDIzeqAUq6QiIVCAc9Jp3Z30gd4uIZ5u4d5uEZ4uqSFBJQkxZWmJWfHRoW6u+Qnxm3q71nYPLl1ZLC7rjo7NmptbtZkb9fi1Mbpwf7htuaJns4tQ+u3bxiYGerbNrJ+63D/wLqGsozUlPCQhOCA3Pi4xvLSjJgYnUgkZ7OjgwJbqtd2NDSmJybr1RoqmcKiO+hUSj6bQcahbMn4gszk+anx4faG/LiIXFNwlIvOiUlT2lvOjic9fzgLvDoJounbx+eBN58Df30CPDsFPDn4163JBxdqbh3L/uVYxu39Sd/tDLl3MPbekfi7R1J/OpRx60jhL8erHpyoeXC8+sGRikfHq56eqfvj3LoXn3T//e0k8GARePEO8ObE6zvbgN92A/fngTuzwO+HgaengEengbtnzsy112UG+aqY+XGhw+1NJ/fufWfXrpMLs2d2z57dt3t+02h9aWFtacFgV3tfd1t4cIA1hQCBQGg0O4PB4Obm5mRwVspVQqFYIBCBw+MJ6HQGmUhBIdDgCj0BjWfTWQqxXClRyAQSEYcnFXCpJJyHs359d3tHY11tWXFBRupgV3tmfOz7x945fehAU2V5sIdbdkJcRmx0dVFhaX5xdlpOSlxSfFh4Unh4WXpKeWpirLeLyVnrxncsigp8+NVHH+zednRmrKss+84XH549tDgz0tvXtLalsnB6qHt2fHC8rfHDpcWvjx55cuXyn9ev/fnDt8DvD4CnD/+4+/3Tu9fv/fjVDwQUPCgAACAASURBVFcunT954OWjO8DbZ19cOOWk4GMsIUqB42hfa39bQ15qXH1pfmlWSoinqy0WCYNAmNb48pyM3VunhjpaYoL8nBUyvUQkdaQzSUQaFit2cFBzuX4GQ4CTk4dGk5+SNLt54+5tM601a80ds16uKdHh2Umx+WnxpTmpZblphRmJ2UmmlOjgEG8nZ5XQIBf5uxnjQgJyEmNzkxKCPdwUHI6EwXBWyBLDg/tb6k8dXPj28/PA2yePH3z3w9cXn96/sX9u+sD8llOHFue2jm6Z7O/rri0vSc3PNJUVJJTlxqSYPAKNQk8Fw1fDCjeKo42yVC99qpc+zkWd5KHPCPA0GTVGFo2PQznALdR0e2+FRMdiyh3s1UxHsY21mm7vIeAEaRWxni4ZYQFZEUFhLgYNl0GwWAWGnNvgkVqpSKuQUPBoCwgEjUIQCTg7Wxu6gz3TgcZ0sGPR7dmONIY9lYRFEjEIMg7FpVP5DDsyBkanYM3XQBSE1AaptMe4sCiBUsdYozDDU5VsECVo+XFyboyUHS3mmoTsCD47lMcMFbPcGNbhKlGAXODMZ1RmJI51tmXERjtQSESMuc6XQsCSSTgcFolBw4g4uB0JY4tHiBl2Qe7G5LDg+CD/GH+fxJBAP2ejPQFnS8A52FpbE3FoDByHR4kFbCeJ2F0hjgvymhrp3rtz7NKZPRePbdvaWzFYEjtZnrClLHFzYexErmk8z7QhL3IwO2wkP3x9VmBnsndDjPPacG1ZsLIkUFkcpCwJ0hQEqvL8VTm+imzf/wLgbG9FcbChNta7MtItz09bEKDP9dfG6DjNGZGj1TlbWsqaMyKj9MJAqWOYiuMvZfiqOEY2VYK1dCKj9rbU9MZFZKmFaRpxAI8WohENNtduHB1YXNy1uH9/WW1DTGKqm5dvVnZuV3fv6NjEyIaxoeENO2fnz1+4+PMv9/bs3VdRuTYuPtHH118ildMdmQwGAw1HoGBQkUiQkZvZub6zZ6B7bW15Zlqip06VExWeHhygo9vZQ1czMFAlg+ou44Q5yWNclelehsIAt/Ig94pA99IA1wJ/53gXha+cpWZbM8hwrjUu3MM52xTho9Oh4YjVqy1A7rW0hK5ebWFhYQXuaIHoC0Z3gEiMWpZ/QQC2p9HZHJ5AKJYrVCDuOjm7GozOao1OqdKAUrBMbhZ7QeuvA5PjyObxRFKpUqPUmt1Z4JUNKA6DAPy/eIDBWiNQBDZz738GRF8rK8x/A2ALCxQCQUAgCEgkEYOhWFlhVq9GIFF4S9i/PcCWVggyxZbJ4uGwJDQKb0t14LAFWrXBoHPmcYRYNAFhicQgCRg0GYulrloFRyAIq1ZDLS3gcrlSIVNa44kUBIaGxu0angCev51u6EjUuMdIFE2hvt0xfoMJIUPxIaNx4SMx4R0BPlVGfQKT4UcmzTXWHx0fHqwsevHz9Sd3rn/y/juj3TV3v7t08/OTwK9XgT9/PjKyrsHkl2VQVQcGHe3f8NPp86+/u/XDuYs/fnTpx88/OrZny/uHtlz5YOG3Hz64d+0M8OKHl/c++9ePF/769evtQw3tZakbmstHmip6qorX5WeNNzUMlFTuqGjbWdS6LWfd5rTaTQk1mxJqtiQ0bUlomolrGgkq6/bOHQoubfNIb3VPm06un05u3J7VuSG6piugMEcQFIKWF0vCN0RU9gUUNhoSyqVha2URPZ5Zw0EFvd6ZfV6Zo8EFg4GZ89lNSxU9o8lVJW6mMLZeYkWlQqAMCLbSM/XH2fMfd+05kLF+Kart3eThBe/qC5ljn5dM3+k58nb2MrDv+t9zX/4x+eGTobNvJz8CJj8Bpr4Atn/9euISsOPLlzOfHsxe/92O94CnAPAYePTTI+BP4O29P67vP7cxqXpbQvWV4T0vzn0D3P0DePrX87uPXv765Or5j7999+L+sSng6Z+3vv7WzeDEYDB0OkNoaLiQL1oDWd1W13jyyNHFufldu3Ztmto4M7tt2/x/KcBgBDSYg7V15+zWnbN7l/bvP3Bo79L+U6ffbWxqNiy7fxMM8jxvfbGfsdxPVxPs1BXrNZwesqs2azg9pD3GqyHCo8BLnaDlm6QcHx7NV8L3EPOceWyFgy0djcRAzACMWw2hQC2wEAhhDYRNRKqZNm4ixyCdONZLXxwTbmDT+WS8hEazx2BQqyyJaLwNxc5cS4kmIuBYBBxrTbETCqQKmVIikmrURoVcy2RwrSl2eBwZjcI7OjK9vX3j4hKSk1OdnZ3t7e2pVCoWi7W2tnZ3d2VxHDE4JBRugcLAkSgoGgOzJmFtyBgqCWNPxtJIWBoJ7UA0D8+eYuTaJejpVxd6n5zbcffIyE+LHd9vq32wu/mnmcrfFhqeLLW8PNz159H+V8cGXh0benls5OnJTTeOTG1tKZqoL1oc7dk/Mzk/uWGyp3PbYN+Wvq6RurU9pQVDNZUzvT27xiYWNs3Mbd7W09zmrNWbu39JNnZUB6q1Pd2WwbBlMimOHLIjj+ggJtB11mwPO6GHDddIoOnJ9nKCLQdDoaEoVLQ1FWtDxVrbYYn2cKSIQHZn8aJ0Thl+4RmBsSbXMFelu2AZgB3pPJoty9GGw7Ljcx2lPJZCKNSqVG7ORh8PJz9/o1+kU1Cic3C5yv8jU/G9iKI/YkpfRRW9jsh7E53/d0bN6/LOKynli6Fpk5FZw4mFFf5RsSqXJCfPquCQTcnRh0tSL7YUfd5T8tVg6Q+T1Xdmmm9taXm0e/hfS+Mvj2wH3lsELu03K8Af7TJvQZ/d/vf7s29ObX1ycPy3PQOP9g4+XtrweGnDzzv6zrUWHixLOlyVubckdSotcsjk3xXiWefnXOFlKHBSpWtl8UpJqITvxWHpHR2YOJwNAoG1gKGhcAwcjUJhUGg8GkPA481hV/+NfkkE8j9VX6q1rQ2FSiFZm6OwlpOcwMznFdgjkSgr9AsC8AoYk8hUqq0DSL80BybNgclk8bg8EYvNZ7J4DCaXxeaDwVcgAK9U/gpFMrFEAe5CK5Ra8ECu0IDcq1Bq5QqNTK7UGIwag/4/Y1TrDSqd0dwYD3p6lQapQi9V6GVKA4jBYplWqtDLVWYqlikNK+f/83wdCMBmBpaapWCWQMDk81k8PpPLc2RzHJgsBzqD5uDoQGc40Bl2djRQ7/3nF4RCsVlBXFDaXXkTBGDwJaAZ+H8uP5u/NSgMGo0FVV/wzZWabiwSgbBaQyMTPPSqOLMb1Dc11Dc3JjQ/JqwoPrI4IaooMao8I7UyKz0rJjrM29OgkLkatHkZGRVFRSEBgaGBQVmpmfFRcSnxqa4GN63K6Ork6eMZlJ6SW5hXGRoUJeDLpRKVSqnXqI1Gg1tgQFhmRl5NdWN7W09vzyAo/PZ0D7S39bS1dne099bXt7W09HR3D/X1bejtHenuHurqGuzuHuruHhocnBge3jgwMD44OLFx47bp6dmpqZ07ti9OT+0cH5seGd44NDjR37ehva2vsaG9vq61rraltqa5saG9t2d4cmJmavOOyYkZcwo0uKuMRmKQcBS4Cw21hP1P9y94BhSHV7KvEMvYDEIyAoYEW63B9/NvARkGA9vMzSlYy3/AZmA4HI7BYMw3/bBYxPL9fAqF4uhAZ9IYfh4+KqlSyBH8f1nQCrFcKlasrazdsnn7+fcvmYWJv4HFhQMuzt4ONA6LKbS2oWFxZBgcY3ZbQVHmFWgrJAKOAT8vIobgaEeXicQgA7uZkUGmEijkQqlCLFfLFWbNWSIS8LkyEV+nlHk56YPcnYNcjEHOhjhvr6zI8LgA33RTuI9O7SqXpJvCB5obl7ZOL05t7KiuBP3AjSWFa3Oz1uZmtVWV9zfVd6wt66ws7autGu1oHuts62uoba0oXVdWPNTa8t7BA0tbt+YnJ4d5eelEIgWHU5CeUVVamZGWKRXL8FgzBlBtSBikFdJqta+b4cDc1qWZyaairLXpcan+7iFKkZ+M+OnJWuD5zrf/mgdeHAdenv/jzjHgXxeA++8+vrrw9MrWZ5+OPLvQ/epc69sP1v39Xv3fp6reHi/460Teq6NFTw4VPzpY+fvB2ge7197ZXvzdaOqPG9Pv7Sj8dbH8l8XKO/tqn5wbAm7sAn7Z++r77cBvB97c2PH9meYrR2q/PbnuxXfbgUenr703emRLQ21WQH6CX2Vu/IbOprqinO3DvfOjA0NNdQ1FuSnhIeV5mQcX5+d2bCnKy2az6BAIhEIhadUad1c3o94gl8o4HB6LxWEwWI6OTAcHRyrVDo8lrNRKYxEY8/dLKFXLVCqJQiGSOGlVTBqVy6DlZ6UNdLb1tDTFR4SW5mZF+vtODvQ/vvvz2aNHwn28TP6++SlJpdlZWamZaYnpmcnpSaaYCB+ftIjQwvjopADPZF/3ILXYlWt/48PT7+3acv/yhyN1pZ8c2/fl+VNLs1NHlnZOjfX1dzRODHR111eNrKufG+g9vnXq8pED97/4+K9fb739189/Pb0LAE9ev7wPAE+ePfoJAJ4Bfz15cPNqqLeTjGNPIyLyU2Mm+juz4k16Gd9Dr9BJzVkjcAgk3M9z88j6ha2bm6vKQr3cFFw2z96WR7VhkUlsCkXs4BDi5hbh5RXo5OqiULSsrQRev3rvncMzYxtKstOUAra3kzbC3ysrMaokO6U8L70oM6kgPS4vNSYhwj/AXSfjMmRcM+7GBAUkhod6G3TeWm26yXR639Kjmz+8efzry0c/P71/48Vvt5799sPrJ7ef37+1f8f05uHuqQ29E8MdE8MdjXUFaSlh+TnRmckheelhFflx2Qn+fkaBm5wWbBCGaAQxTspEd12yp1Oyp1OMi95bxFVQyQIS3g5moXSg+aqVei5XyWTqeDyJnZ2OSfeRCCIMmnhvt8zwwNyo0AR/b1+dkmAJwVlCrDFwezKW42CjVYiUEgEZj1kunUMu/+pAmv/DxKDxaHPLLhmHXo5hQLPtqTI+k02zxiMsOPZkGmo1C28psUZo6HgPnm2QjBGt5ye7SBN1gngNbwWAo0QcE48dxmVGSjg+bLsIlShCK/MQslODfXvqqjvqaiL8fEVcFugBtqYQcFgkCmlFxMHpNgRbPIJnT/E2qJJCg9Iiw1LCQ1IjQt3USgoKYYPDONpTbUj45Ws1uIjPMoiEHjJRZkzo4cUtZ48tfHJ239mD01Pdpa0ZIT1ZoevTQ3uTAjrifTsS/VoT/dcleDfHezbGutREGCtCtSWByiJ/eaGfosBPURSgyQ9Q5/ops3zkWT6KHD9VTqBZAS4M1BUF6atM7lUm9/xAfY6fJsVNEiyxyw92bs+J2dxU3F+Skh3glOAqz/I35gS7xXhpfOXmK103Ku7TLeMHW2vK3LXpWokPixquF3fXlU1PjiwszBdVVGhc3P3DTaWV1fkFRckpad4+fnyBCFwh5vGF/esHg0PCyBQbFBpLIluTyNZUW3sej2dvQ2XRHRAIGGQ1hCPmZBdlV9VVZKQnuemVCSF+ke7OAgoBB4GgIRAiHEInwPU8mq+cFeskz/VzLgt2Lw9yLwl0zfdzitAIDCyKikEW0QgcEtpHJSuIic40mfRKtY2N7apVa8DYZ6vlQCwoFL5SfQRam0DzEgqFwWDxIADTHBzB5We1Rgem7jm7uDk5u2q0eqVKo1SZr2ZEYilfLGNyBfaOLDs6k8HhC6UKuVqn0hlBHRisBf5/UYChVsiVLej/ol8LuJUVxgJqHksYFhwrOM4KjltlgURiyDAkYbUlCjxjAcXA/wHAUBjK1o7OF0iIBGuwK9iBxlTKNS5O7nKpyppsi4KiUXAcDIrFoKxXr4LDYbjVq6A8rqgwvygqzCTjCuhEayaWeGZ2N/DHX8OltQEsaZxUuS7UuzfGZzA+aCgmaCQmdCQqrM3Hs0SpiKbZZyrk+zrbz81uPTA5DDx/ODPW01SZ27o29/aVc8DrB8C9b+58sH8wN64vJbo5LGi2uhb49ubddy/u7h3eOzq5b3rzl+dPz23qP7Yw8vW5XXevnvjjzkXg2bXHNy88+fHCsxsfbelZ21qYPNJQNlRb1lmc35iVMVxb25lTNFvVsaOwZUtmw6ZUM/1ujK+eimuYjm+ciWscD6tsc8sYCi7t9s2p0cYMhhVtSWmaSW8bjakdjamtd0kNx6liKIZGp+RO75wur6xaTUyFOLRBE9vjkd7vnbXeJ3vAP3sirrQ/MrvcNcyHKrSDWJAhFjYQuBTLiBC5t5uKp1Nbiph+OWhDNyNiQVd8JX3ypKntQFjj2cyh+wPH/56//GLm0sPBU7/1nfhz9Nyb0fPA1KfA9it/jl8Edl55PvPJbHzL3YOfAc+ANw9ePn/4AngF3Lh09XDPdE9wzvl1m18d/RK4fAd4+Cfw/O+Ht+5+fuHjby5+evnoe+/PLwEv3n505n0XnUGn04WEhHl4eCnlKjQMFRUUemjvvgN7l+bn53fMbp/eMbNtfh60AW9bNBcgze7ePbt799wecyT7/O49e/bu23/g0KHD7xw7fjI7J08vl6b6uuX6OOV56nLc5BV+2rHcqHNjLfeP7/hq58DR7sotZcldScG57opoBStGwY9Wi4JkIg8BR+9oLyTj7GAWeAiEtBpii7TCQSBiO1Kkh6GpMH3/9OCtj0+/uv31m1++ff7D1dJYE4eA0bKZMgYDb4WAr4GaSzdgWBSSCIViLSwRBDxFLJJ7uHn6+fh7ewUE+Ie6u3mrVXo+T0zAm5FGrzeCTuCwsDCpVGpra0sgEOzs7ORyqUanpDHtrG2JVHsymYIjkdH2VIKdDZ5uSxKx7XkO1nw6RSVwlLLtRA4UDxHt6GDVqw933t7X++Ncy8ODvV9PFH8zWfTzbO3Dhaan+zteH1v/5vjgi3cGnh3qe35k8OnJTVcWhnZ2lC0ONC9Nrp8bG5gd37Cpr3vrQO/mzrbh2qrBtWXTHS17Jyf2TW3ZMbp5vG+4ID1LLZWLuEIyjsSwZ5rHlsm25TBJDD6FKaWw1GS2sw3Xx17sayvwpLDcyHQdyU6Ks2WhqXYYG2s0hYIiUZB4ayiCSyAaGewAqSrO6J3gGhyhDXCTuIj4ChbXbAAGAZhtL+Az5QKOSsjXqBSuRp2nq9bLX+8T7Rqa4WVqMoTfSKx/FlryPCjvZWj2X6a8t0klf+RU3yuuPx6TOexrqveOKA+ISnTyjdS55waY2pNS5woyjlVlXmgtujxQ8c1Y1febqm9vW3dvrvPx0uizg5veHJ8Dzu4GLuwFLu0GLs4BH84CF+aADxfent354sT0syPjTw+PPTkw9mjv8N3Z9d9OtFzoKHu3ueREQ9GO3PiBCN/ecJ91wR5VPk75RmWSQhgu4viw6To7G7E1yQGFIsFgOCgCZ95hxyPgGDgCg8ESzYSGNw+JQF4ZMpGyYgY2Jz8vx4mDCvB/W34GU6CJRDJIgOBSNGgMBmOibag0G3u6rQPDjs60d2TRGGw6i8vg8OksrgOT48DkMDh8Nl/EE0l5IilXKAF3oUEMXmHgZdZVg/SrUutVaj0IwFKZQqHRKjTq/4xWrtbI1eYqAalCuzxm+pUqjFKFUaZ0kikNIqlGItfIlDqZ0sy64EgV2n+vQCv0YplWJNUIJerlUbL4ov9fBRjMs6BS7cD0L/BTJhLJK1+QlZ1nUDMHBV6w8hcEYDABC6RcsIUbvHcM2n3N7iEkGozVAEOwll1FKDQcZk3EKYW8MF+PFFNIhik4JzqkODGiOD48NyqkMC6yOjulLD0lPtDPQ6VUCwX+np5JcbHZ6WkpCfHpySk5GZmR4SadRu9gz/D1CvR08w/0Cy8prI4MS+Bz5G7OPga9u1ymkUnV3l4B2VkFTY1tLc2ddbXreroH+nqH+vuGe3sGuzr7Ozv6urvW9/UOdXSs7+4e6u0d6e8fBWf9+rHBwYn+/lFQ8u3vH+3tHRkamhwe3tjfP9rW2ttQ31ZZUV9aUg1OUWFlfl5ZY0N7Q31bfV1rU2NHT/fQ+Nj0po3bJsa3mHuAYVbwfyc2I9ArZmCQSf7nIxyKsLKAgnoduAUNtYRZrrFaDVkD2jhRCPQKAEMtYbD/AcAgBoNp+EQiEY/Hg0iMw+FsKNZMGsOOYiviChViuZAj0MjV3p5+EWFRG4bHF+b33Lzx899vzQx85ctrsTFJ9nYMFpNPptjC4Jg1FjCwjsLSAg6HoVdBVq9ZZYGAISkkax6LrVIo3ZycvVw9xVwhOBK+WC6VqZUqhVwqFpmLeXVKmbte6+Nk8NJrPdWKQCd9tK9XcmRoYmSIu0ahE/P1EvMmZ1NFyd7tW04d2Du5vqe5qqy+KL8sIzUvIRaMxSpLT8mNi86NNpWlp9Tl59cXFNTm5dXk5+UnJrx76NCfDx8uTE8nhoXFhYaEeHj4u7pFhYZ2tLQW5xfoVGoeg0G3tSZhkUgriB0FN79l4+G52fby0uqMxPQAlxgnYawT6ebHDcDziec/9b+9Nw08Pw48exd4funx59tffjn77OLGlxcngC82AZcngQ8HgA+6gYvdwHvVwLla4MI64HwbcL4bONv14mD9vW1Fj2ZLb2/K+mU6/+XBdcDZgZdnBh6fXP/72aFf3hv8/mT33QsbfjjVdeVg47WjLWemc96byT+3s+KrIz3X3518d64rJ9JYmRHZ31TR11jZUJA51t5Yk5OaExsZ7uVSnpNx9sThmU3jjbVrRULuKggEh8OoFEp3Vzdno5NSqWQwWA4OjivdbuY0diQGagnDonFwKAINQ9lb24l5IrVMpVVotEqVTCQU8dgyEV8lFTXXVLXV1xRlpFUV5oz2dJTnZFy+8D7w16v22mqBg31ieGhUYEBsRHS8KTY3JTMtJjbIxcXk5ZUXE5UVERTppo/20Bs49qNNFSdnN310cO7S0o7NHXUvH9z6/MLp+z9dO7RvZ3F+WkfT2oG2xtaK4nWFue0l+VPtzcdnt7x/YOG9g/Nff/zu80e3gD8fAsAT4PXvv9/9Hvjz8Z3vLod6uUhZNDoJoxPzvYwanVRAp+AZNkQ+w07Iovm7GUd62g/vnhvoaE6LjvBzNiq4bDqJwCKTONbWIhpNxeHkJyZmRcdF+fh7aTQta8t/vPIp8PLJnm2bm6tKwrxd/Zz1BelJqTFhhRmJZblpRZlJxVmJZbkpOSmm6GBzfZdRIdaJ+f4uhjBvd5O/94bu9oe3rr95/Cvw9o8b33zyxcWTLx/fevzg2qtnt25//8ntbz8/uGtmvL+ts7FyXW1RdVlWRmp4blZ0QW5cYXZ0blp4ZlJwflpYfnJImKdCwSDo2VQXrkOAUhjtqo9w0bqLuDJbMo+EMfBYLDxayXL01ig1HI6ay/FQKA08npuQF6SSmZx0Ma7GJD/P7EhzbXpysI+LlIeAQDBrIFyaDR5hwbCn+Lg7GzRKGxIZi8Yt30GzwiybGcxlsBarUFALq1UQexJeZu4V4zFsiDjoahnTlk2ASW3QBgbZQ0ALkrHCVZxoDT9OxzcDsIprXoGWsaNlXJOEHSlghfLpIXx6IN/BT0D3FpgrkSLd9EXJcQ1lRUOd7REBfmanGR5Do1IoZDyZhKXbWzNsiLZYpCMZb5SJYvx90iLDUiPCE8ND9RIRzsqCgkExlgEYDbdCIaEiLlMn4HrKxYUpMedO7L/03oELJxaP7hqb6CgrjfKoifGqjfasCnMpDzZWhjpXhruUhxorwwwVodrSEHVx0IrjV5btI83zV4H0m+ktAwE4N0hbEKSrifEqCTGWhBhLQ51y/bUZPqpEV3GgzCHZU5Hmq8sPc88LdUv10af4GdJ9naKc5QEqvpeInuSqNpCQ3y3N/nRoYSAlqjbUsz4u1MikjHU1bd04vLa6nEy19Q835ZZWOLt5E4jWUBiK7sg2GJ2TU9La2jsHBod/e/Svbdt3xsYlOLu4KVUauiOTSKJYW1M5LLZIIKTRaBgcGoVHk+xIbt6uLa2Nvh4uCeGhoV5uIpotCW6JtoDAV0OQqyEECwibAHPhOkQalJm+rnlBXnlBXjlBnn4KLptgxaOg1Cyq2I7oJuZkhgbkRUfkJiXoZXKMpZUFBIK0tMTAYDALS8tVq2FWUMs1FlAoHIvFE4lkkHtxeOI/AZjHF8rkaq3OydnFw2B0dXbxcHJ2XdmClsmVQpE5bJPO4to6MOwdWRyBWKrUqPXmrTYQgNV6J6XWIJIp/60A29j/30Kw/icAW1qYq4+srP4Lff8JwBZQDJZAhSEJEAh0jRUagSbAUUQkhmgBQ8Lg5hokGBxNc2CKJQoK2RaNwkOtkAQ8RciXuDp7GHTOTEcOAUvBoUkIKI5MsEPBcWgUAWqF9PLwXd83EG+KddUYhXaOOibvj+9ufXf8vfnW3kSFU5JM2RkdMJwcOJESNpYQOpEQPhYb2e7rVayQlxuM3gTi3o6O93ds3dbfBfzx6OjS7Kahrg/3L35xaO/VI0vTNaWDmUkd0WEne7o35xVOF5ZPl9TONXUdm9hy7/Mvv//o4t9PHlw+f/TIwoYvzy3+9OXxP+9//uiHD65/uPT4h/O/f3d+Zn1tc1FyX3VhR1l+bWZKeVJib1lla1r+bGXXzvy26YyGTcl1mxJqJuNqNsXVmwE4cd1kVE2zc+pgSGl/YFGZLKzDJ2tLSlN/aOm2zM5NSes6ffJKZZFhGLkJp2pzS+v3z292Ti6XhpWKg5qM8esD8tYH5bf5pnWY8kKYKjoEZgNZTV+FtIXAbSFophU5URMcSnMKQspNFooEiLjNOqgD671XV3g+vnvRt+JQRONPbfuAnV+83vLxo/6Tj/pOvBj+4MXwB8CmT4FtV56PXzAD8NZPt8Y2PXv/B+DGkyc/PASeA8Djv45P7+lLrugIzr4z+x5w6xXw4xPg1z+Bl8DP124tTM1efu/iia0Ll4++B/wJ7J7ZIeeJQ4JCk5NTHR2ZUrGMTnOU8MWz27a/c/jozrnZ3Xv3zOzYvn3Xrq27zA3Ay/S7MLdncW7P+siMEwAAIABJREFU4vzevbuWlvYcPDi7sGf3nqUjR46eOHY8PTnJS6OM18sSFZw8o2QoLfz8WMuDo9ufnNn169Ft1xdGzo02HWov31yaWhngEiPnREo4kQphqFzqwWer7ax5OIS9JcRmFYSOhAgpyNKk0NPzG1/dufLm56+fXL8E3P8aeHEbeP4z8PLhp0f3bOpclx8XwbUmwSAQtAUUaQmHroahoBiYpdlxRsGT9WpNUkxcSV5eTkZqeXFBQW5GckJ0gK8Hl+VAtyc7O6tjTMGJcRHJCSZPN609lWBrjRFw6Wy2rVzNdeCQmVxrpYbt7CLx99NER3rFx/iVFyYP9TZsHuta3LHh9Ds7Z6f6Oupyhxoy770789P+vnsH+z8bL7syUf77gd6fdtTd39X0cKHpj4Ndb08OvT4x9OxI/7/29z49NPj4xOaPtvUt9NQdnuyfXd820lizdaB3+1D/rvGRTV1to+vqxlsa5jYMHto2s3t6erx3oL12XaCHr4ApkIoVRII129wiK3SwYztSGDwyS2nNNVD5rjY8b6ow0EES4iD1txe4WTvqKDQ5wZ6Hs3XA2NggyWQEgQxH41dZMDE4pT3djSsMkOnDNO5+MhcDTyXhyzjmFWiu+d3aslk0noAlE3OVCpHOSeXurff213qb9H5ZnqaqgKQBz/jr0VVPQotfhBW+MRW/jS19llByO7nkcnr5VEB0o3tgnntAiru/yeie4OFTGRXfnZK0tyz7WGXaB+tyLw9UXBtf+/2mutvbWh4u9D/ZP/7iyPRfp+aA9xeA8wvAhV1m+v1wFri0CHy4G3h/7u27W/86M/P61OZnh8YeLPTd39X/68Lgd5Otn/TVnu9eO1+Y3Bvm1RPp2xLqU+XjlqVTRol4PkxHHdVagMfT0Wh7DIaMRJFReAqORMSQUMtl5nicOe15hXvBAzKRQiZSQCpeEYfN2u8yCa/4e0Gld4X3KBSbldXolYgs85NpDPOezjIG0x3ZYI2QvaN5F5rGYDsyzABstgSLZUKReVbSsMA4aJFYDmZirdCvRmtUawwqtR6kYqVWp9Rqlh91/3k0KLWGFbIFZV5QB5bIdWKZGsRduUovVWglco1UoQV5WKrQgsKvUKIWiBUCsUogViz38AnBBCw2x5yABRqAwVp7CsWGQCBRKDZ2djQbG1ssFr+i7pql9WVnL5ls7o4CQReLxRMIJLBIGY8notHYlRokEHeRKPN+OhpDIJGpqOUeQdAVbGUFs7BYTmVEQAUMBx9nXUyQT2pkYG5MaHFiRGli5Nr0uJzIgBxTcGlKbGKwn1EscJLJYkKDs1JSKkvLUhOT4qKii/MLQoPD+FyBQefMZQsMWpdAv9Cw0Jiw4Ggf72CD3l2tclLIzS6JyIjYrMz88rLqhvqWttbu7q71ba3d7W09oPDb2tLV2tLV3tbT2dEHary9vSM9PcN9fRvWrx8bGBgfGBjv7h4aGBjv69vQ1NS5dm1TTU1zZWVD4TLr5mQXZmcV5eYUlZZU19c1d7T39/YM9nQPre8f6e/b0Nbava6ps6uzf2x0asv0DgjcAga3gCEs4WgYCovAYOBohPm3mxUKikRaIeAWMNgaKGwNFG4BQ1ohzCfhiGXRBg6HwsDGZJgVFGYFhVpagQf/PA+1tLJcY2FlYQmzgiJgcBQCiUaiVgY8ScDhcRgs+FosGkPAEc3lcjRHHocvEUllErlULJOIpInxSfOzu44cOnb35wfA38DbN8Cdn+52dvTa2dJJy5GBYFYKHI6EQFZjMDiwQNLSEgqDIeyo9kql2tXZzcXJVcgX8dkcIZcnk0jN9CuTSwR8EY8r4nBUUpHZiGvQuWs17lq1t1Hv72YMC/QODfL08zLq1SK5mOVikCeYgsry02fGB/fNzSxs3djdWF2YlpAeE27y9/RUKyK9vcI9PaN9fFPCwzOjo9MiI5NCQ+OCg91UqqbKql9v3Prl+x9qS0r93dyjAoMi/f2CvVyTTKENpaV961pyE5MlTEcsDELEWqyBQHIzs6ZGNnfVtTXk5lQnhfhwoSXhpIdfVQKP24Cn/W9/aH57rQv4fgz4ehL4eAz4ePL5qX7gkyngy23Pz/T9vL/h252lX23NvLU76/6B7N+O5D86XPCvd4qevFP6+1L+vZ0Z92ezf99d/MfhuhfHWh8dbL69u+7O/pZfTw3cOT7w49H+bw52f3Wg5/qxoe+PD38233R8JO9AV9L7k6UHe3M+3tU7UZtWGu3dUpS+oaW6a21xaUpMaqhvXIBngLM6PtR/cdtUZ1N9ZUmhq1EHtbJAIeEajcbb21er1YtEEgcHRxsK9d8lCss3AsGSdPBGDBqJIRMpLAZbLlWoFGqZRK5Wa11d3YV8gZjPy0hOWN/WMtjePNzeNLCubnqgp7u+6tGt619/dCEmyE8l4HnotN5OzgVp6dnxiYlBwQFafVZ4ZHpYWG60KS0i2OTt4quXRHiof/jo1O7Rzjc3Lk80ln587MD7R/YeXdx56+oXE/3d61ubOurWtlSUjrQ1t5QXNRbk9NaWT3Q2bR/qPLx98uKx3Wf27njv4Pz961/+6/b17z79cP/sNg+dxkOnsScR6BRrgSPDgUyxJeDgqyBWEEigp9vEYP/+XbMbhwc6GutCvDwUPK4jhcyj2dtiMByqHYdC9VLrGovLWsqrE4Mjwj09BlpqPnnv4B/3r//y3WfTQ12lGQleWnlUgPlGTF5yfHlOWmVeRmVBekVBakFGdGpscGSAp4+zTsKmqYQMF43wzDsLZkr/67ff7n39+4Ord25c+vqLE99dO/vkX9++fvXTsyc//Hb327mto/2ddfVVedmppqKchOLcxOxUU15GTFZSWFpcUHp8cE5SeG5yRE5CaEZMoNiBTMNa2SBW0TBQG/hqwhoI15rgo1d6qORUJMyRgPXRqb21GrWAZxSLPFXyQI0yRKMwOWsTvV3TArwyQv2yIwJzo0JMnkYWGQWDQIgoC5oNgUxAUsg4AZ/tpNOr5Qouk0XGE2AWllarVyERMBIRa03E8ZgOGolQynG0x6OJsNWORLSSYSun4vU0gjub6idyDJEwI2ScaDkvRsmNU/KW6ZcZJWdGKzhRcna4zDFETDPJGJEKZqDQTMu+ImawXlaSHFORnVqek9HeUBsfFW5PJRFxSFtrApmAtiFibdBIFpnEIBIEdrYBTsZ0U2R6dHSqySSg0ZCrINZoFI1MJJnbgBEsO6qMw9ILeTo+qzwrZfNA5zsLWxe3jOyeHtrYU5cd6ZUR5JQT7JTqrcr0VWf5qBKcBMXBhoJATX6AMs9fkesnz/aRZ3nLMr2k6Z6SDC9plo88119VYOZebX6gJi9AnWOOg1ZXhrkVBhqqor1yA43pvpoghWOsuzwv2jvH5J0a7Jrob8w1+aeFekd7GOO8naKW3drROkmWp/7q/tmv9mw90NMI/HINeHpve2/TVF9bW12FI93Oxt5OaXS2ROMgaxACgcJkSkxLz4k0xTq7eIjEUhab6+LmKlcqHOgMJotjZ+9IJNlY29hDYSgS0Vw2uBxHScETCdZUG5lM5ufrHRES7OHiLOFzHCgkEhaFR8ExcEus5RoqEoaBQEiWq/m21kaxyM/Z6GPUqwQ8ChpGRllSsVYca4yWbeuvFiT7GApNAcUx4XnhwX5KiT3cEg0xb2aSoVZQCASxGgK3tPh3SZIVzFwdhCcRrG2xRBIKh0fjSRRbGpcnkiu0SoVOJlVrNU46rbPR4OpkNLcfabR6iUzKFwoYTLadvaM9jcHji1cuerQ6J3cPH2cXD6OTm0ZrrjPFEygoNN78WVPsUEicpQXcyhIBh6GhVshl0IWDqu+aZesv+LdQKyQMil7ecybB4cTlwZsjUZc9wAgkDonCI1F4OAILhaGhMBRsWSSxsIRjMDhrayocjuRy+XQ6w86WjkRgSUQq1AqFgGOZDJ5cpuGwhSSiHRqBh62BoyxRKCh6FcQCDkUF+AVXV9WV5Bf7u3mzybYiku3jr7798fh70+X1bjibEmeX5lCXiayQ6eyI8aSgqbTI6eSo9SH+jW6uJVqdN4FcFRzyydL+/praX2/c+O3ez0fm57fXN4+l523MLBxKyNhT2Viqc3+/d+z84NQnm+a+3Lnv9NiW3z658vrWnZsff/TmwS9NZbmZCQGDXZW/fHvh+4+P/nr17OVT8zc/fueXr85MdJY3lSRWZEfXFaaVp8WXJMQ3ZuZUR6Ys1W6YTGjYltmxNbV1JKJyMrZuMrZ+MrpuU2zDWGR1j29Bj39hX2BxhTKqWBI2EFK6MbFxOrVlLLZ2JKKy1zc/m+llQstyHD0H/PL7/XMbneILpIEVOlNPeH6vqbDKL8VoI7eBEEgQuPlfHWS19RpLPATiZC9NUkX0RjdWSFNjrJxaWAnj0swBeviUJGm/b/lxU/ORsAZg6mOz6jt+8deOo682nH8xdP5h96m/Nn8GbP/yzdbP385/dav/nYnwqs93nAJ+/evJlZ+B3wDg7pstlb0NQZljWY2Pzl4DHvwFPAP+vvMUeAmc33fq0PTi21+e7R3b/vCbm8DDP04vHdGKVF7OXgqZ2vxDRLHT6Z1Dw0zRMXF79h9aOnho36HDI+MbZxeXdi7snV3Ys3PX/M6F2dnFnTsX53bsWZjdt396ftfCgcO79uw7e/rM+8eO+hu0kTp5obNyPDHkdHvF15u6by9s+P3Q5t8Pbf5594Yf5wbv7N14pq9uqjA5Sy8r83HzdbAP5vMDxWIN1YaHhLHhq+0hECEW0pod9vDyO8D9T4BnV4EHn/xx7QRw+0Pg8TfAk2uPvjx149LB53e+AJ79/OTmV6UpMfjVEB7VhgiFWyOxRCiSCEXaoHB0Ilns6Oij0yWE+KXG+GQl+WSn+qXGe0SH6YJ9pUE+kpAAeVlBZE15fHNdemdzdn970dhA5Y7J1l07e46d2X7u831ffnv0xs0zvz348PdfLz579Bnw180XT68Bf//y5s9bAPDT32+uA8B14M3Xn50avXqo78rcuh92d1+fbftuZt2PM03XN1c/WGh59U4fcHro2eHO16eG3pyZeLDU++ToxPP3Fy/MDJ3YOLTY37qlpXamc93ihvW7x4fnNqzf0NI4PdAzt3HD3OaJreOjG/q669dW5KRluMiNco6KQRfas0QOAgmNL3ZkCQV0oYYmcrUWBtlKEtm6RK42gi7yp/H82CI11VFqTRMS7XgEKgdHZWFtGCgiHYG1t0TSoAgekazn8LzkajeZ0mDmHgmfwWea+4TZjjQ2zd4cLs1h8eUihZwjcRZpQhRuqcagtd6xXcEZfQHpG5yj3zHG/BJT8Thh7cuEmudxa2+F5F+OLDhqyhsJTmkIT8jwCw0xOocatLnBPj0Z8TPFqUcqMj5oyP2ip+Kb4ZrvRutvbFx3d2fP73uGH+8ffX5405tT24D354ELC8CFeeCDncDZ7cCxGeDENuDd7cB7W9++O/X8xPjjQwOPlvru7Gx5sNDz6+LA7R29X2xoOtKUP5Ye2hDkUhvgVeTmnK7XRivlHiwWH4ezhcKpCDQJjiYhcUQ0noQmUdAEMsrcp4VDYEhYImm55ncl9YqAM59ZaUICGZhEIIMADN7fBP2uYAcSiHNg94+1NRUEY/CkjY0t3YFlQ6VRyLbWNvZ0BxaDyXWgMW2oNBbTvP/sSGebjcF0NpPF43H/3QAMkvB/A2CZXC2WKMD7pwajq1pjUCi1KrVeb3DR6Y0arXHFFQxKxOCmtFKlUyj/PXKFVq7QgvAMCsgrjmK1xiCVqUCPsVyhkcrMH0ssUYolCr5AxOML/z08AYfDc3Rk0mj0f4aBgevfoAgMNv3i8USw1gjEXRsbWzQai8cTwV1oLBaPQmGQSPMiujWZQiaSQDXY3LGHNg8SQ7SEoZFYAhZHQiDRyznFCDOdwSyZVJKLUhwb6JkS7pcR4ZcfG1SSEFYYG5wfHVgYH1aZkZAXHxnoZghwdyrMTO9ubU2OT0iMSUhNTktPzQgODJGI5ExHDp8n9vMNMkXGxsUmhYZF+foEubn7aLROQpE8IDAsLT2nprZpXXPHuuYOsNe3p3ews6u/obG1vqGlvaO3o7OvsamtaV17d89A//qR8YmpsfHNnV3965o7Orv6e3oH2zt61w9saG7pLK+oKSgsy8svyS8oLa+oqW9oaV7X0dLc0dba3dO9fnBgdGhwtK93qKuzr6uzv3lde0tzZ1/v4NDg2MB6c8T0xslpCGwNFGEJR0GRKCgSxF3wTaQVAmmFQFjCVwY8A/LtPyn3fwdgKwtLkI0RMHNpo7m3EYFEIZA4DHZlMCg0eB6LxiBgSAwKSyZSaHYOHBZXJBDLJHK5VGHUOzU3tcztnN+3d/+9X+6Du9CvX705dOgIny+0tIQSCCSQfqFQOASyGgJZvWrVmtWrLaysYGSytVgsBbOIBTw+l83hc3nmQHRzAJbUXBAmFAjZbKVY7KRVuRl17nqtq1btrtd4OGv9fVz9/Fy8vAxGo1ynFrkYFcH+bnFRQQ1VRQNd6zaP9G3obWutLivPScuMi4wPDQx2dfXRGlxlShepwlOl9dM7eeuNHhqdl8GYFGman95yYH5XdlKyh97g6+LqolL4uagTQ32LU1Nr8wobi4oLkuK1ErYFBAKDrvbz8R/oHJvomazJzC6N8opSIxuSyY+u5AMPq4DfmoAb1cD1JuBaN/BpF3ChB7i0ATg3+urU+tu7Gz6eyDnYGr53Xcj5yZRPt8RfnYu/sZT+01L6zV1JN+biftmV8uvezDuzqfd25T7cX/nr/pqbc5Vfz5R+s6Pyhz0tNw73XjvQ/dWe7qv7+78/Nnrj+NiXi10XNlV/s9h2ciBnpix0qSNnX19FfXJQXXr0hpbqjV2NjYXpldlJDcVZuQmR8WG+OzeObR4dqCsv9XQxwi0trCzXSKVyd3dPlVorEIjsqPYkAhlMBcRjCWgkBvSQW66xAhfvsWicvS1NyBfJJHKxWKqQm7va5FKVTCQO8PJaV1WxcaB3pGNdV03Zpp7W+sKstrWl7x5YivTz8jLofJ2Nbhp1qKdnkItLvK9/ol9AdUZWYWx8ckhIRlREsikw2FPvLGeemN+4qa3i+dVLH8xuaivJ/vTUkTN7dp1/58C1Sxd66msaS4rbatb21Nf0NtS2VZbV5me1FOeOttTNDnfvGe+b6Wvd0t/aW13aWV0a5ePeXFXm5+Ls7+5qRyZj4Ug8Ek3G4mEQCB4Grykt/uDk8fmZqcGu9srCvLS4aA+dVsJi2hPwjhQyh2ondHAU2NL8Dc7rSqtayqtTw6NjA/z3zox8dnb/0rbh219fPL1vZ0NxVrS/Z7S/Z2J4cE5ibGlWSmV+2tqizOqSzLK8xLw0U2yoX2pMmFLA9HVV7do++ver+29f/fL00Xc3f/zw59sf3fzx/LWrp2/evPj8+Y9v3tx59vTHn3+6MrN5sKejdl19SV5GTHaqKSMpPCUuODMxPC0uJCUmKDU2ODM+LDsxIishPCMuNC7Ux0nBp2Kt4BAIAbpKSKd66ZURvu7eBo0NGk6CW6oFHDe10kUpd1Mr3ZWyUIM22sWQ7OOREeSTFeKTHeqbExlQEBOSFenvKufZ4qAYKASLsMBjoCQixs6WwnSgibl8jUJp0Gg1CrlcLBIKOEIBRyrimkuD6VQHMs4Oh2Bb4zVcho9SHKDg+YsZ3nyaF8cuQOAQJmHFKgWJGmG8ih+rYMcozROr4kSpmBFyeqjEPkruGK1ghIjooXKOn5gRqpOVJkVXZCcXpSfXlxe11K4NC/QlYhAkPIrPcbQlYDlUqtiexqZQONbWrnK5yccnxMPDU6uVs9kIiDku1YFEpGIxFBSSTibxaXYCOxstj2nydd/Y375ttH/rht6PTx/85tKpTJNvQoAhKcAY76lM9VGn+agTnAQFQbpsX2W22eX7X7O88ywHz+T4KXP8lLn+qrwAdX6gpiBQUxJoLAk0FgYaKkweOQGGVB91hFHYW529d6p/y8C6qf51O0a6x9obytPiRLbElCDvwnC/LF+nDE9dUaDrJ7s2vbt5/Z7OWuDRDeDxbeDp3ameVrWARaNSiGQSxNKSymD7+EeoVC729lwMlmRhiVi9BorG4Oxp9MDgoAhTpKubh1giI1NsLa0QRBLVhuqwjHnm1gTw9rO1NZXFYIK/S3kcrp01BY82r1FhEHAcEkZAwKhIBG71KuyaNTiYFcrKiojF2dpQbSlkJNQCi7CiIC0dCXAFnRyg4qb66AvDvFI9dIUhPiURAXEuWhkFj4VAMOCsWYWFWmKR5vArGBxpAYOvhiLWwJBI81UWFoXDU6ztGEwejy/h82RcjkQm1SrkWo3aaNCbS8i1OoNULuMJ+HRHpp29I82ByRdIlCqdVudkdHJzdfPy8PR1cfV0cnZfAWDwNjmFbPu/ADCIwf8E4GXcJcBgBBCAQd+v+XE5BRqBxMERWBgcBGA0HGFO4wTv1eLxRBcXNx5PQCRYo5BmgReNMicMOdBYSoXB2clcIupIY1OwFAqO5ECl4TDmlhFbG5q7q1d4UISH3gUBgbBQpPsfffHq8re9SZnpcm2OStkW5rwxK3hrnmlTWshMZvR0iqk7yKvGWZ8hFJW6ejw4e/6bo6dmB0eA12/PHDmxrX/D+fGtByqa9xQ3bkktGY7IqND47MitOzewBfjixpvPrj++9BVw+8HdT7/47Pixpzd+rMpNLc5O6G4t/+jM0rnDO29/dvqL4/NXzuy+em6ppy6rPCcyNyUkNzEsIcg7JTCgMDI6yz14sWJoLKpma2rbTErrhsi1G+MaNsU3bk5o2hTfOBZV0+Gd2+GdOxBSVm9MLhKHNbmkbUxs3JLWOhFTOxpZNRpe3qiNy6F75DG9a1WRHR5pHT4ZlfqoIm1oqWtUjiE0XOiGg2CsragkCywSsooKhZIgq8iQNb4s3Y8Hvnx64u6xsoUWWcG4sXJcmdfLiFx0K55zzT8SUn8pfRjY+jkw+cnroXO/NB161n/25fDFxwPngJkvgdmrL2c+/Wvu8qXKLWOhFVcXPwBuPQN+egH8Dtzcf3F9QmW9f/q5yX3Pv/gZ+O1v4HdzPtYvn/24Z3j7F4fO37l0bWl8x2/f3vn58vcTXcNShpBH43AczdfoAf4h7h4+GoMzVyRt7+nfPr+4//DRXbv371zYt3Nh39z87rld83O7dswu7pzdPb9jaXHH3qXte5bmlg7s23/w2MGDh+d2BCgkRYEeu9fmnu+s+m5j1+3tA78ujj47vPnZ4c0Pl8bu79v4/Y7BI82lR9rXxvKZ0QKupw3Vl8nU2th4cJh6O7I1BKIird7VXQLcPAf8dBa498HTy3uAex8ADz68cWoKuHH27gcL+4arNrZn3b16DHh7B/jjx839tXw7JIuM4NnijRKemsdQcuhaMctDJzEFuJVmxnbW5W8eXjs33XR4d/+7xzde+mDH15/vu/3jmUf3Lz37/fM//vXFiydfvnl+FXh9Hfj7BvD3TQC4+co8t/4Evn399goAfAMA18ysC9wEgFuv/rwOmOuqfnr95qvXLz8FgC+A5+e/O97/5dy6a7vav93ZfntX7+/7h3/d3f38yPpX7/S9PTnw7HDnqxMDT48NPTi4/vm72347PXdksH3vYNdif/vi+o6lDf1LYwOzw71TPW3DrY1Tgz07N4/vnJ7YODrU0dqYl50WGRzsIjcquWomU0rjSuxFcnuhhMEWiRz4rjSpP1USbStNY6hTOeoopjTAke/O4MmpdDGVziebAZiLt+FgKEwkng7D2K6B26yB0VEYqQNdLxRqBAIpmylkOkrYAgFTwGPyuWwBk8Fl0Nl8Fk8llKk5Yn+FU6pLUJVPbHtg8kBA2oBX0rA+4pB38s30ul+Sqm9HlFz3y/rINfHDsMKTSVWDYWm14YkpfiFhLk5xbvq1poDJ3Pg9ZWmna7MvtRRc6av6bqThh/HmnzZ33Jvt+33PyOP9o38cnnx9cgY4OwucnwPOz/39/g7g3W3A4SngyGbg+PRfJze+PDH2+J2BR/t7ft3dcXe29eFi92+L63+e7f16Y8vprpLpopiOGN/qAO88V7dEtSZULNE70BloLAWKoCCxWCskBobCI/BEFJGCJtigieCQcSRQ3SUTKSD0gjwMKsAr29H/VIBXXL4gBNra2tNodHBnEDy2t3cAD5hMNsOR40Bj2ts50h1Y5t44jpDN4jMcOUyGmX7pDiwHGtNcqM7g/rsleLkHGAzBWqZQhViiEInlMrkaBOP/QK+zWmNQawzLAOys1TmBZLtMvFqF8t8jV2hAoXilUQk88x8LsblpCeRe8AB8uVSmAj+0RKoULmfi8HgC7nLGJIPBsrd3sLGxBQfMqfonDIMGYLDrCGz6BXeksVg8uP9MJJJBPAbXnkkEIhFPwOEIaAwOtUy/cAwJjvk/fL13VJN34/8dBUL2DgkQIIEASUgICSvsHfbeAcLee8+w995TtixRcY9atdqqde9tra3Wtta9J9fzhOv+8vTcz+/7O+dzcq6EyD8gJ6/rvUgILFFOwiicXJREouVEhkISMUiBHt3DykTq7RLrJ473d00L8cwK80wN9kgN9kgK8ojycva2FwW6OWcnJ+Snpwb7+sZERCfGJMXFJPr7BlmYWxuwDQ15QguRjYe7T2BAqH9AiJ29swHXSJ/FFZpZ2DmJs7ILiktkNbVNDY1tLa1drW3d9Q2t5RU1jU3tVdUNIBLX1jVXyGorZLW1dc0Dg2Nt7T3VNY1V1Q21dc119S3VNY0Vstryipr6hlaQnMGLxqb26prG1pbOjvae3p7B/r7hgf6Rvt6hnu6B7q7+vt6hrs6+jvaerk45Fa8BcH9/3zAEFHsxcDQSioBuUFKEKCCU4DgkFqEEB4kXZON1HlZWgq6Lvf9/yfd/w2P50NuaYgyqxwgYnEwkqa5NjKtSqAQcHo2Up+ZxGCxYpoUZ20NoAAAgAElEQVRBYYl4kroqjamty+XwBHyhpcjKw82zq6N7eWnrzpVdfzx8DDLw+/cfjxz5gcPhQiAbGQwdFApDJJJBBt6wQUFBQUlJSRmHIzAYOgKBsaWlNZdjwNZncVhsPs/QyJDP5xkKeFwTI75cAebxwCpmJysLe5GZnbmJjUhoZ21qZ2dqb29mZ2dqYymwNDe0Mje0sTAKD/BIi49olBWN9rSO9ba111VUF2aX52TEBPiHuru7mJub6OkJdHTM2WwTFstAS0tHlWpqwCnOzBjt7kqLi3G0FIltrd3sbZythL4u1kFiscTTpyApqbG8ODUuTGTCJhLQ6qq09Pi82YGZptz8kgjPeEdKfYL6i6tJwMMU4FEOcL8AuCcDLlZ8Olb88XsZcGEIODf2aEvFkWbJ1lKPwRTz/hSLHU2+P4+HX5yV3FiIvr0gvbNZcm9z+IP5qD+WYm+Nhd2bjPl1NvnubNrlkaST3bEne+NPD2eemy46MZH/83TZ9ZXWXw8NPTw88sventvbmm9vbdjfGj9TEDBVHHprz+hsU15WqHtxYnhJUmRhgqQyJ7mpNCcvMSrEy6m/pWFyuLemtNjL1RmHQiopbmSzDWxt7Y2NTfX12VQVVZB7QeEXAUMqrU1nKSvBwNA46FoHf+4GBjxDnrH8P4+RKY/N4TCZsaHBg21NA821ldkpvXUVzaUFAS52TaVFEl/P7MT49NhoTwd7exMTKx4v0N5R6uFVFJeQGyWN9fcPdHEM9xUHuNmasNQGags2NRSe2zp5ced8dpjfQL3st4tnf9yz8suFsyvTE2UZ6a0V5S3lZR1VFS1lxbKs1IrU+PrctM6y3N7Kwu6K/E2t1S1F2a3lBTH+XgubhluqKt0d7HS1tPBIpPKGDXAFBSgEYqCt8/DubeDbF1lhnrfY3sPJRmigy6FrcrXpdBWSGg7DpFL11dV5WloBzs41eYWlaZkhrh7edrbHds//dffMgeWxg8sTK9ODtQXpyZIgT1tRsIdYGuibEhWanRiZnxZbnJ1QmBmTmyqNDvEN9XF1EAn62qrl3uzV5x/fPAC+/Pn548Ovnx++e/fLP/9cff7s1udPj75+efzm9f3ff7003N/cVFfcWFuUkyaNj/KXBLmFBYgjg9zBExXsERPiFRfmEx/umyDxS40OifB3sxKwGBQMR0vVw84iws8jzNvVxdJMFYOAQSAaBIwph+VobupiKbIX8v2sRBJH2zgPcZKve7KfW4q/e0awd5bEPy86LNLHxZyjTYDLtXEUfCNenhaST66r4Aiaaqramhp0LQ1NDXUNGlVTQ1VDjUwhYMgYmCYZZ6ijZcPnOpnwnY25XmYGnka6HoY6XobMAKF+qKmBxIwjMZMDcJhQN0yoG27ClJjqhhrrBBnRA/i0YAEjRKjtw6X7Gem6GtC9THlZEUH5CVEFSfEp0ZK68pLGGpm7sz2FgKEQMAxVFTpJbk2nEwiaOJyQyfSytfVxdHQyN9dXV4dBIHAIxIBB1yQRcVAlNQKOq0234XMdjQ2dzQVbJ4eO7Fw6eXDH0wfXXvx2LTs6INLTKtLdUuJkHOUkjHY2DrdkJbkaxzoaxjnJT4KLHHpB3E12M052M076TwBY/nqym3Gqh2mGl3mej22a2CzTyybN2ybO1Szc0cjLXG/nRMcPK5O7Z/v3L206sX/rjpmRzupiJARiwlDLDnTL9LTL8LAt8HM8NNA8W5k1lBP78dpJ4M87wLsn7SW59sY8Bk0ViUZBFKD6XKEqTVdZGb9xI0qdxnB0csvJLVzasvXmrTtPnv7zdfXbvV9+3bf/YHtHj49vIJ2hJ5+uhaEVFWAbNyrCYAgMBofHE1VIZDWq3BpN19RSp6iQ8Th5GyEaRcKiKFg0FY0kKini5c3ICooQiNzYrAwFLe4EpBIVqaCJVjCi4T2N9aOdzOPFohh702R3u7wgj9wgrwh7CxFDXQOmgIVAtPAYVSwaj4IjoEqKCmt/2aEwZSRCGQ6DIeAoNJZIJKupaq593GFqaugwdQx0mRwOmy8wkjdCm5qJuIY8pp7uWraKwdDW4xkKzUXWNraOjk6uYldPRydXWzunfwMwBktUoaj/bwC8Xn8FCsLgfQE4TN59BYXilJXxMNh/Kq9QKBIKRUKi8Gv0i4HB0eCBI+QxORCAFRSUGAwdiSTS1taeTFJFre0aEAlUAp6Cx6mw9Plurr5enoHWFvZEDAkLRxMxpA0QRTyOTMCrMOi66qqaipCN2ipqHDJtrLIOeP2pKTI+gmOULjKv9rQaifecSg0aT/CfTgobiw5u9HQpsbWO4XDub9sB/P749cXr2/uGJ1u7KjIL3tz+/WTvxM482Za0kqX0snJr73Jbn3b/+FM908++Owtcvg88+Af49fGj0xceXbgEPH/RXlWalRjZ31n98/fb980P3f15/50Tu64eWT69f7YyV5oR65sW65ck8QkW20W4ipO9/ZLsvRdzO3sDCsejqkEAHgotGw4rBwF4MKS01jGx0ja20ye33jk5y9A/k+fX7pszJCkHAXg0tKTfJ6fCLCyb7ZnH86qyjaxxic23Ckkz844TunnSTbhwDaqCClmZioAo4iAKoPzrzbP8cWQFOPcSuA08Grs6H9y95NOyIK4YNUvZ7la86JB1MKDqr8rtwNQlYPTCy4aDvxVtfdl8+H3XyY/9Z4DZG8D8rS+TF4At13dGNm6OrPnn8M0P1/4C/l4FHn6ezW0tc4ttDct99dPdf366/e3eiw93ngKvgD0jW5Y6Jz//8uLkloMHprYBz97/cvpKc2k1j65PRuH5HEMnJ5eAgCAjgTFDVw9HIucXl8wuLG5eXFratmN2cfvMwjYQgOcX5+a2bJ5bXpjdvmVqy9Lstu2bt27fvWff3q3bxtpbvE343elxl8Y67k93/THf/9eWgZe7xj5+N/3+wOTTHYN/LA/8vWv8h46KTRnSQD26F11DrKHuoa9rqUHRQ0I0NkBSvSyfnNkNfLwHPPjhxdmFh4eHX5+Z/3R5+9vzW1+f3bqtOX2lNacqxunSd33Al0vAh0vfXpz57dqu6cGiycHS7/eOnDu5/cq5PQ/uHXvx/Mqnj3c+f7r7+dOd1S/33j2//PnNDeDTPeDzvc8fbr1/c+39uxsfP91eBX79+On2m7fX3r659uH9zXdvrz97cvbXh8cfv738DLj9Hrj3YfX6t9UbAHAb+HLr09trAPDo7dtbX+UA/Gh19c7Xz1e/fToHfDr7y/c9V+Yqr85W3Zyp/nt755fvx97v6fl2sPfz3rZP+5ve7K57t6/1yUrT8309q6eWft81tlhfMtMgW2itX+nv2Dncs9zfPtXeMNpUM9rWONnbPj3YO9rT3lpblZuREuznZWdhYcE1M9IT6OoYauvz6GxDui5bl65vRNN3ohn604wiaAKphiBKRxiqK3DVZlvQGEJ1Bk+NzqFosMjqekRVJlaFjsTRlFFUJTh5I5SiDNOlUIRMpomengFdU1dVlU3X1dPS06fr6zH0dTSZ2uraLC2mUJdrzRL4mTmkOAcUuktk4oha54ha2+BGc++dPvHX4kqvhmZf8ko45xR1zC78p4D0g1F5o5K0mpCYZA+fSEeHNHfH5sjAhczYA4WJJ6vSzzdkX2svutsnezBa83iq6clCx/Plnre7hz7sG/16aFIOwMdngWMzXw9PfD246dvuUWD3yJc9wx/29r3Z2/18d9uzlean2+qfLNW9WG5+udz+53zrnYn6k90ly+WJgylhsgCvVAeHICMjRyaTRyarKcNJSjAKBo9WRq55SHEEJIGEIVAwRFUMiSrv9v6PtAt2XK0rvSD6rnMvGAOWez+1GFpaDA0NLXDyh0JRBVkXzM2BI8DgABKDocNicRh0XRB3dbT1dZlsfT25m5Olz2XQdUH61aAxNDW0GXRd8KssNu/fa8Dru8GGfGNwQgkUgde5V2Rhs35tYmohF2PkEu5/zwgb8o15awNLBvJgpVzsNRKYgt+cZyjkG5mAjyAtg6+DZdTr6Mtk6uno6NLp2iAAq6nRwPVjsOEZ9DmDkeD1yqv1GDBJXqFOBA+BQALfAHqb8VgcDoOVVz2jsf8DwAQ4hoAnqcJReGWYXPeVy8VwBBGL0VQli61MQ1zt4/zd4/xdEwLcUkM9M8K8U4Lc86ND4nzdpN7i+BC/9BhpQUZaQXpGgjSmOK8oITrRxsqeqqKOwxBZegZiF4+w0EhXsaeTo6uFpS3PUKirJ48mefkFpmRk19W3NLd0guNGjU3tDY1t1TWN5RU1sso6EGsrZLWVVfUgIYNib35BaUZmXnGJrKq6AVSGGxrbhkcmxidm+/pHqmsaq2saB4c2bZ7bMrt5aWhwbGJ8ZvPs4vzcltmZhempuZnp+c2zi2Ojk5MTs5MTs6MjE0ODY6MjExPjM5MTs3ILNGh+RsNQoAKMhCKwCAwIwKi1X2s0DAU6ohFKcKiiEijqghi8TrzrMLxukF5/5b/kYvApVYWiSdPgsNhGhnwdhjYGhYYrwwg4PAFHxGHw4HY2qAPrMfW5HJ6ZibnQyDhSErWybcfOlV17d+/78O7juzfvv3z5NjU1MzExFR0di0ZjKRRVKBRGpaopKCgpKkKhUJiyMhyJRKuoUFksjrm5hYBvZMjl8dZ+TwV8IyNDvqnAyNLM1JDFMjE0tBGZOtlaiW2tna0t7UWm1ubGViKBtbXQ0VHk7GzpYGtqbmJgYqRvYqTvbGPq62afLA1tqCjc1Nc+Pdwz2tXS3VBTk59XnZebFRMT6OLsbGYmT4qzWExVCk9H20iPGejuVpKVEerrzdHWMuUZiO0s7ERGDiKBh619iIdPbECwfLo2M76yIttEwEUqw0zY5rLMssqkpEwfS3/+xmop6e2ttM/3Y77cSQLuZgK3ij+cyHq6J/XlnsLPR5ue7a452Rk9nWHfITUaSLOZr/afLHP5aTzy0mLctaWEyzORdxZj/9yZ+tti7Pl+71PtHud7Aq4OR14dizs7GPdjV/TR9qgjnTFH+pK+608+PpZ3ebn+zv6e27s7r21rvLZYc26y6NJs2amRwm31Cc9Or1zZN50X4Z0V6Rfr6yLLiGsuyy1MliaE+oZ6OPa3NOxYmKktKwnx91GnqCCgSiw9tp2dg6mpua6uvgqJsqZdYEARGIVAKyvBoIrK4I0PuDICCUeRCGRtug5bn8NmG/C4Qj19Aw6Lp6NFpxIIVsaCksz00faWsszkktSEyuy02CAfBzNhUkRoZUFeRlxMVGCAi4WFrZGRl4WVr5WN1MMrOTg4MSTQy9bK00HkJ7Y2YallRfp8NzswKss+t322pywvysP5/tlTf1y9uHvz9M8H9y2Njdbk57XJKuqLCtvKy4eaG3qryqsykqozErsr8gdqSnqqCttKcsvSE7KiJZP93cvTk9YmQg6TqYLDIRQVFSEQGpEk8Q/4+PL5sz9+Dw/wMmDSxHYW2upkdQKapUmjq5AIMKg2hUwnkTg0mq+DQ15CQnJ4uJuFtb2Qf+7I7vd/3375+/WOqrze+vLWivys2AgfBysfJ7sgd5eoAK+kiODMhIj89JjCzLjCzLi81LgAd8dgL6drZ48DwJt//rj57sWv3z7+8fHd7x/f/f7m9f3nz26/ef3g29cnAPB89euzx7/f6O+ur6vKb2+uKC9MTY0PjQzxkAS5SQJcIwLd/oPBAW5Rge7RwZ5xYT4SP9fEiIDoYC9XGxNrgYG7rSjUSyzxdbcRGtLwaHkkbCOEqUqxMOQ6mps6mgj8rK0kjvbRrk4gA2cEe+dKAnIiAwtiJZmRQb6OlnrqZKQiBK4IwSCUsUiYCo6ggiOQ5fX8KDQKgUEj8Tj5EgYRhyTikOoqBD5L29XWIsTTNdzTLVRsF2hnFmwjCLbkB1sYhoh44RaGERa8KAteuLFeuLFemLFOuAkzwkQ33EQ7RKAVaEgLNqKHCJl+XLovn+nC1vQQcNLD/HNiJdmx0sw4aXZifHO1rK2u2tXRFg+HqhNxNByOQSRqk0gaWKwOmWxtaOhhayu2tCTD4TAIhIpBu9vZsrU0URs3aFHIjiIzD2sLHzvLjOjwC8cOvXx499vLP4Fvr4A3f9TmJcb7O0k9rSNdTCMdBVInYbglK8aBH+PAi3Hgxjry1rK+/x8DJ7nKleF1NRgE4DRP81w/u1Q382xf+zgX02gXk1B7I6EWZry94qc9cz/tW7p4bN+1k4eunvj++qkjntammogN8S6WOV62ZUGusjC3vZ1VY7nxLdH+J6f6gN9vfPrlSkdpXlJ4oAoeo6SkBENhNyqjIRA4Hq9ub++RkZnX0NjWPzCyddvKjz+d/OvJ35++fL50+erKjl2zmxcrq+qipPHePoE62vokIhUKhYG3F2EwBB6LU6VQ6Zpa8kNT11ClqqmQ1VTIGlQyQ5XCVKUQYVDUxg1IhQ0IpY14NEKFgMUioCQUnIKCqiIU6BhFEV0l2IIXY28cYcGLthEkulgmOFtEO5ineDpl+Hv4WRhzKHiiIoSMUFTDYTTIBDUygYRDo5BwefAGqqisrIRAIEAPGJmkSqVoqKlqUSlaFBWamqqmNkOPzeFyeXL5l6Ejl3/pDF0DrpG5yNrO3tnJ2U3s6unm7u3s4m5n72xlbW9iaqHDZOEJKlgciUKl/V8AGETfdfkXDpMr32vTR3L6XVeAkUii/KyZn/+NviAAQ6EwNBpLIqlYW9vm5OQFBASBEzIEPIWiQsNiSEqKCDKJZm5m6+UZ6OXup0vXU1dR09LQxqAJZBU1CEQRgcTicWRFiCIJjrViGfYWV7y9fLM9PjXFwi6aayBzsxyMcp9IDBhPCJxOjtgUG97q5yVzc/ZUVWuWRG6vb/568/5cY+eV/T8Azz99vftoPrd8KjZjRJK4ki2rcQqocgxo84s7WNd3dngJePga+O35nUM/3jl68uSO3Stj42FubkGezl0tsqO7F6Z76o9unTi7b+77hcHFgXpZTlSixC0nOawgJTLazz3CzTnOzTPbPWi5oKcvsGg8qnoyurY3oLA/qLgvsGgguGQotGwkvKLOKanMMqrdK7vNM6vAJDTdwKfUIqLDO3sopKQ/sHA0qGg8tLTbI6PCQlLvEFPnHFtqK8kw80sx9442cXOgGKhBUAQIjgQj4SAIbSyRBIFQIZCupKLVC48/Hf0DuAQA+1+cLtw579206Fm76Fo2Yp60x0f2c2wnMHIamLgIDJ19VLrtQeHyy+bDb9t+/Dp8QQ7AizeBzVeBHfe2BMpOVE4B156+vfAQuP/uxdGb9b6p5eKYfTVjH8789u7CQ+Cf1S/3X36492ywvP3MtqPAo/cjsvYflw8AH4GHF2+Ntffxtdl0Cs3Dxf3//RjD5wtIZAqNzqDSNEoqZFt37BydmJzfsg1UgGcXtswvLswvzs0vz81vXdy8TQ7A4wuLi9t27Ny589DOHXU5GVIn662N5Udby851VVwfqr0/1fLXlp4n2/vvzzSf7y+9OFR9cbjuxmxvbYCzp5aKnz4jkMMywSP5RKVIJ/7JrQPA61vAn2c/39j37sK2e3u6ryzUPzm66eP55ac/zu3pyNnZnjuQG/7k/Arw5jQAXP7y8vjqm5MAcOvLm3Ovn50CvtwAgF9WV+98+XbrM3DzE3DzI3D9w+q1D1+vAcBD4Ovvz/6+cOvmocuX99755Yfnb66vAo+fv7vx5NWVv19efvb+5ifgt1Xg8Rfg4etvv/z99d5r4NFH4NEH4P7rtxc/fLj69dOdN6+vXbq078y5PYePLZ69uOfhoxMf3l6WK8OvTt7c13Z5c/mN+eo7c3VPVrq+fD/2dlfXpz1tX/a3ftzT8HZX7avd9Y+Wat4cGgbObb861zlfXzLTVDnf0bitv2Opt3WqvWGirWGmp3XLcP/mge6xjtbWqvLizPTY0GAPRztrobGxHp/HMNCjy9O/TB02U0vXQI1ppqLjqcaT0ASxGsJommEEwyiMbeymwzGlaljQ9Yw1dQ3VGQZUTV2SGh1LVkdiVJQRFBiSqKhMgkIZRKJcCNFnCRgMlpoaS0NHj8bUozH1NXT11HX01HX4dH0rfSNvM/sIG/cU54Bs5+Aip5AypzCZY0iNtf+Eq+RgSNpB9+ijbtJzPkmnvBOOh2RuD05dTi3uikkr9A/O8nSvCvIZTZDszk44Uph0ri7nUnPe9Y7iXwaqHk00/DPX/ny559X2/i8Hxr99PwUcnQWOzQHHZr4dmfz03djHvcPAvnFgz+jXvUMgAL/a3f5yV8urXS1vVlrfrLS/2NL25+amXyYbLw1XHWrJWyxPaY2PzPLw8DHkm6mq0xEo/IaNeCVlKpaAR+HWDoGAJhLQeCIaT0bJjwqeDFIuCMDrxAtmg1VIFKqKqipFDTxUFXm4Zp14aTTN/zRdrSmiYAwYnEdSVVXX0NBiMvVA7VeboaejrQ8+6uly2Cweg64r9z9raGvQGKACrMtks/S560ngf8u/YBsWSKSGfGOhsbmJqYW5yNrC0hYEYJCBTc0swb5onqHw38Lv+p4wz1AITg2DAMzlCcDUsSHfeH14Sa76GvBB2GZzDHV0dOU6NkNHW5sJXq/zv6qqOpj4JZFUwKYrCkUV5GHQEA5egxi8rvricASwCxqPJ2IwOCwag0XL93bkgjBG3jqBwpKQOJIcgBFYqDISpF8EVEmVTBCw9cK9xDEB7olBXgmB7klBcttzZrhfSohXrjQ0IdArLSKkODUlNzExPS4+Nz27OLcwKkxqZ2lPU9MiE6kcFs/JQSx28bCzdbK3c+ZxBVp0JptjaGPrGBQcnp6dV1XX2NjU3tHZ19HZV1PblJtXnJGZV1hUXl3TWFpWVVXdUFPbVFlVX15RU1JamZdfkpaeEx2TGBuXnJGZV1ZeLausq6yqb23r3jQ+MzQ8PjG5eWZ2cXpmYWZ2cWZ2cXBoU1NzB0i201Nz01Nz45umR0cmRobHR4bH21q7hgbHNo1NDQ6MDvSPgJA8O7MAQcNQIADjkFg8CodDYtEw1Lr2i4ahMHA0Bo5eZ+B/0++/dV3wel3gRcDkIWEYVBnMDP87LbwOwBrqNFNjE093D0uRBQGHV1JQJOIJKiQKAUfEonFopJyRwDwwU1uXpce2trTh84zSUtJ3ruzasrj8/XeHnz998ezZi+Hh0eHhUQAA2to6MBicqqo6KAKD1jIYDAGDyT8eMRg6ZmYiE6Exn2fIM+CCCvC/AVjI5VqYCOyt5Nqs2Nba0dLcRmRiJRLYWZu6Otu4i+0crM1MjTjGhiwLE0NLY56tucDFVhQR5FNbWjAz0j+3aWi4o6W9snygqb6nrnZtKzhU4uXuam1pwtbl6+rwmFrWQqP8tMSCjFQHSxMhR99Qn2FqqCcSGHjYOUX6h4Z5+Xg52ocHuOXnJmSkJpgbmxgwuBK3oOKoyBQ3Y28WZLZK8Olu6sdfJB9uSoE7KcCtvLfHU5/sTX73fenn402/LhT80B45kmqVakvsybC/srN+pUu63OJ1fjHh1s6ss1ORV2aj/9ybc28h9mCt3cEqu+NtnheHIm9MJl+bTL84ln6qP/Fod9yPw+nHN2Wfnim9tKXuwnLDicmyQ/2ZB9oTry1U/nNk4P7O1u96s2/uGb55aK4k1r+1JO27xU2Xju49vnOpTVaQLg1xszLOTYqbGemXFeZHhATqaGnClRQZWtrWljYgAJOJKlg0DoVAY9E4PJaAQWHBIvF1BkbCUUQ8SZOmpaujx2TqcQ3kBhUtDW0KkUTGYtUIOHc7m6766v7GuvLMtKyYqOxYqbWAl5ccnyqNDPJwC/PxcpZLkQJ3c/MwZ7HUwyva2zvE1dnLwcbe3NBPbG1txHQ0Yl46uFybGHpt3/JQdUlGeODWkYG7p08cWdl6YHHx9tmz9UVFlTk5ZRnpzSUlE13tE21NTQVZNRnJHaV5nWW5tTlJpUnRKeEBPnaWCeHBHXU11iZClrY2CgoFAdjX1aW2rOTy6VO/37kZFxGoSUEbc5k0MloNj2BQidqqJDZdnaFCYKpSTPX1QtxcM6RRUj9fF3NzKx7n4PLUsweXnj+4Otpe1SYr6K4tLU5LiA7w8nGy8XOxC/USxwT7JkuDs5LkDFycnVBdnJOXGhcb5nvl9A/vXjxc/fhk9eNf//xxffXLE+DrP9++Pvn6+Z/Vry+A1VfA6uvVry///uN2d3t1RUlGS0NpdVlWbno0aIGODHKPCvaICvaICHST+IklfuIIf9eoQPdwP9d4iX+8xN/P1VbEZxlzdJwsjUO8xQKWjrYqCaMkF0VVUAh9DXUzLsfZzDjYwT7S2THKxUEqdkzydssJDciLCMwM98uVhmZLQ+ICvVxEQjqFgNgIgSlA8Cg4WhmOR6KpBII6RUWVqkJRIZGIWAIejcehCFgEEYNQJ+LYWhqWfJ6XrU2Iq2NCgFuCn0ucl12ksyjM2ijUwlBqbZToYBppxo4w1g8X6oQLdSIEjHAhI4SvGcSjBRpqBgt0/Lh0H0MdB101F65u8lqRQ0JwQGlWWnZCXHpsdEd9VUtthY+LvRaZqEkgaOHxelQqg0gkQKE0HI7HYHDpdBxUCaOooE2lxIeHWQj4eLiythrVxcrCX+yYFRN15cTRL8//Aj48B979A3x6Bnx70VWVlxDgHOFmEeliGm5nKHUSRlhxo2y5sY6GayIwP86JH+8sL3wGD3gNDiAluRonu5kku5mkuJtmeFuleVhl+TtEOQqkrubhTqZqcEisv2NrWXp7Ze5gs6y3sWyqr3Xv4mRmdAgWAkkSW1RJPNoSgltj/L7vqVmuzulNDp0sSf158/DbG+cqk2MtOLpIhQ1YLF4BioRsUKbrcB0dvaTSlMSk9OSUzOKSiq7u3qnp2Tv37r549fL0mXMzs3Nt7d1x8ckenn6ubt5WlnYGHD6YWd24UVFBQQmNRFFVKAQcnkQgUklENRWyOkVFQ5WqraGmr6XB1+anYTIAACAASURBVNXRIOKJcGW00kaYAoSAhmtQSRoqOCpamYLYqAqF6OOhYo5WjL1prJ1xiJAZLNCJsTaKsxWGm/PCrYySPOxSvJ0jnK3NdWh8TRUmGaeGhaugYRQcgkrEqlEIGHlThRIcpghTVoIrI1AINA5DJODIWAwJhcQjkFgsjkRVVZcvKzLomnQtmgaDxeaZi6wdnVxd3bxc3bzErp7OLu4uYg87e2dLKzuhsTlDWw+HJ6/9Qw0VsjoKiZe3Wykh5XwLRSkpIsCnUCUkeJShKHn6d20SBg7H/08AmLh2LY8Bw+Hr6V+UMgwFR2CQcu8ZFo7AgEI6k6knlcaUlJS5urpjMcS1jChNhaxOwFPW5v1I6mraQoGFk6ObpcgGCUcpbFTG4kjqmjqQjcoblRAoNB6HxEMhG421WUvd/c/OX9na0CrhCVPNRTVuNoNRXuPxwWOxwROJkYPRYU0BPlU+Hi1hEU5k6va61ts7DuzpHAGefvx849Gu5v6ByMTxiMQOz9DFlKJ2n6gCc9fO4KSRhILl8jbg+Tfg9uMruw6/vvlgqXe4NCG1JCX1yN4dNy+c+vj378/uXgZePQbePH7z4PJfN0/NDjbUFCUMtMvGu5tqclIzQoPS/YNaE7K35HX1+OZvklROSWv7/Av7/At7/QoGg0oGAovHI6paXNPLRJEtrukdntmV1jHF5pI0jle1fdxAUNFgcPGAb+5YcPFoaEmPT3avf3ZXYHaNe0KmVVCMsVsg28YMq02EQGEQZQpaRROrQtmoTIJAMl0D3p+4A9x6D1z4AJx4D5wG3k3eWwntmfduOBjdt+QpOxBQeyNjEzB9FRg7Dwyc/iVn4WHJjqd1h163HFsdvQRMXQU2XwPmrwNL15cCKv4YOwLcfPn50iPg2t8nB5YrxNIm35S/9px9fuQacOMJ8AZ4d+PxT4v7hyvagIdv3l591FdQf+XACeDN1zsnL+6YXDDnCBxENlGhEWJnVxpNk0hS0Tfgsri88qrqld17Nk1Nb9+1dz0DvHlxYWFpfh2AZ7dtHZyY2rZz19bFpcMrW9ODfLL9XXc1l/3UXn6pr/LeZOvf2wbe7B9/tXfk1/m2C4PlF0dqJtKCjnbKWiO9bQnKvvpaTmoqjnSVpc7SV7cPA6+uAo9OAH/9DNza/+ue3utLjeemZFfm6s9O1o7mh5SHWOf4mL6+chh4cwt4dQb4dPbb+zNr/uRbaxblewBw78u3Gx+/XXv/7eq71csfgOtfgTtfgDurwC9v3tz8/PE3APgLAP7+uPro+Yd7j15df/DiyuN3t+4/v3z14clTd74/dnnPgZ+Xd/wwu/D9+OSB0d7ljtbxqvKWlOyCoMKS8MrKuLw8SVyCb3JGmIevVVJ6UH1TxvBQyY0r257+su/nhYoL0yUPtrc83NbydEfnxwMDr7e3fNrZsrq/7eOeutc7ql/srH20pfb9D5tWT2/5aah6c1PpXGfjcn/7Yn/bZFv9UL1soq1hYbBr6+jgVE97b111TX5OZrQ0zMPdxcLCii/g0/V5GvocTZYBncXW1ONSGaZkuhNZO0LTKJVhmqltnsIwjtM1iTIw8WRxLWh0W10DEYMt1GByVLWYZDUajkRGonDKMCICiYMq45WUNLBYvhbdisWx0NUz0tDi0plsTSabpsPT1DXU0DXWYtnqCzwF1pG2HvEOvqkugdnikGLPSJlPTJl7ZJmdf7nQZco9ctElfI971DG/hB/8E45F5OyJytqeVtwnTZL5BZb7+nRHBC6lRh3OjT9ZmHC5MfdKa8Gt7pJfh6oeTzU9X+x6u73/3a6hrwcnVg9NAUengR9mgB9mVg9Pfvlu9POBYWDfGLB39PPewXe7e17v6Xq9p+PNnra3u1s+7el4t9L2fKHp0Uztvcm6q2PVx7sLVxqyh/PTs/19xRw2G4+nKMlrGrBKUDIWj0fhsGgCFk2Q//lF40kYAhmLJ2Px6xlg0AIN+p8pZCp4QVVRVaOqq6vS1s+/JV/Q+QzWYoGqJjiHS6WqqahQVVXVNTXpoOtHm6EHep5BpZfN4skzwGsMrKUpzwDraMszwGwWD7QfryMoiL4glPKNTARCM76RCSjhmplbWVnb/28ADJqc/8sCbcg35hjwQTwGheJ1q/N629a65szmGP4bgEEG1tZmgvMoYOv1Ov+DXmhw/hek33UGBid8QdyVzyKs2bLADST51hEGj8PgwekELI6M/p+DwZLkJRQwNBqJQUCVUVCojqa6s5VZbJBXUrBn8tpJDfVemz4KzAgPTAzwSQ0NTo+IiA0OjQuNyE3JTIpOdrEV24hsdTSZFLIanyf08vD19Q6wtrLncQVmppZsFo/F5tk7uEij43Pzikpl1dX1TW3tPS2tXTW1TXn5JQmJabFxyZlZ+eUVNaC9WVZZl5tXnJCYFhEZ6+sX7CL2lEYnZGblV1U3NLd0tnf09vYNj0/Mbp7bsrRlZWh4vK29p7Orv6d3qL2jt76htaa2qb2tu7Wls7mpvamxrbGhta62qVJWW1oiKymuaKhvaW/rBr/U3dU/0D8it0CDxVdYBIaAxpNxJBKWiEXIP1Ssa7/rAAwy8Dr0rmu/65IvXBn2XwAMX5PYQQZeF4TBMDBonDM1Ngn0D/Bwc9emM1AIJB6Lw6JxGBQWCUch4Sg0Ut6JRVVRVVelsfU5a/VilnY29o31TQf2HZyamD7506nnz1/ev/+gqanll19+BQBgbm5BS4uBwxGQSLSSkrKiIhQGQ0ChMBgMQaNpmpqam5ua8XmG8lIljoGRIV/uV+AbmhjxDVksPpst5HEsTAROVhaudjYuNpZOViKRMc/S3MjRTuTiaGUjEhoZ6PI5THMh18bMyNqULxIY2ImE8ZLgzobq6eG+iYHulsqygeba0XZ5TrWhuKAsMzlVKonw87AwMnC2MhHbiCryM9obqkJ8XUUCA3061ZDD4HP0zHhCe1MrDzsnX1dnHw87Lw+bpPjIkIBAJ3MnqUdgY1pymcQp1gpxbiH0053Ez/fDv96RAvdSgbt5n35Of304c/XnWuBS78MdpWdG0zblODlrQFLdNC7sbNo1mDxa7nhmMfX+ofLz84lnJ6UPdmTdWUj8vsllt8zmWJv35dHYO/OZ95eL7iwWX5jI+bE/6exU/qUt5de3113ZVndmoeqnieJD/el7W2Muby57sLvl1nLt8dGiYxPVx+c7yxMCxprL/rl9/sPje3/dvHhk29xMX3uQq1yoHO5qba2uykpKMOJwlBU2kghkoZGxsbEpi8UhEchg7hf8+SLhKLBLXGGDIjhJDYPCsWicKkWNoaWtTdcx4PC5BkbqqjQCjkjGE5Q3bGDS1LIS4obaWye6O+oK81IjwiS+nnGhgW42Vt5ODi42lvZmJrZGfDeRqDI9sym/MEcq9bWzsxbwTLm6fmKbALElTx17bHmiNiH88ORAV1F2W1Hud3MzM11tf1y9fPbQoZP79u+YmSlKSSlNT6/Ny2stK+uRVXRVlLQW5tXnpNbnJLeVZlZlxjeWZDubGoqtzOPCQsL9fY15PBQUilRSwiEQOSlJjZUVm/p7X/39eGlm1E5kqEXF0MhIDRIaC4VgoRBDuY5DsRbwEkNDmstKO6oq8xLiPW2sjXQ0ilOlf9+9cPf8D0d2zBWnxsi95WV5iWEBwR7OQe5OoV7i6CCfxMjAtNiw3JTo4qzEwozEqqLs9Ljwa2ePr358CgBvnv15G/j8BPj6bPXLU+Dbc/lcE/AWWH0HfHsPAO8fPbje0SIrzk+ury6QFafnZ8YmRgdGh3vHhvtEh3qBABzh7yrxE4f7uoT7usSF+0mDvaKCPMP9XNcapzmWAo6zlQlXR5NNV6diEWhFCAEGVcWiddVVbfiGgXa2US5Ose6uMW7OSd5u2SH+OeH+aYGeOZHB2ZEhmRGhET5uIp4BCQGDb4BgYDAoBAKDbEQqyeOdoAiMgCvBlBWUFCHys1FumoVCIAgIRB2H4dBUHU0MfG0EUe62yf7OGf7iVG+HVFebFGdRnDU/RsSNMtaNEMgBWGJEDzfSDDPUDORqBAt0/Qy0vbk6dtpqjmztBD/3jIig7JioFEloTlxsTmJ8QWpiT3NdW60s1MtNh6pCUFSkwOGaOBxm40a8kpIWkShftEQiiHCYGg6bJI20NhESEDAyGsnW0rA15qdFhr95/AD4/Bb48hp49xR48wT49qqnrijSyybQXhDqYBxizYtxMZE6CKR2vFhHozgnOf3+14l3Nop3NgIBGKRf8DHRTZTqZZ3qYxPlZBLlahHsaIKDQPgMko+9sasVz89Z5O9iEeHjkhoZmCLxdxHolYS6dSaH9KdJuhKCfuit/b6zcqY4uSsxtCUx/LtNvRInGxoagVKQ1+NDIEo4srrIUuztHRoWFhcZFVdaVrVv/6EXL1+vype+5I/fVoE3b9/fvfdg0/h0YlK6i9jTwd7F3MyKw+HSaJpYLB4Klf/Nx2NxRDxBzsA4LAmHJeNxVBJRXYVIo5D0tWhcbbqZoYGQo69BJpDQylQ8koqFURAbVZQgWjCIOY0YbMpJcDSLtzGSCPUiTHSDjehhQt0oC4MwkUGACTvS3jQzwDUjyEMitnHks7jqRE0sTBWlSEUrU7EwNSKaiEFg4EoIqAJCHrRBrHUKyGEVqoRUVIIrQRFIFIZAJFNV1dVpmnSGrpHA1NHJ1cPT18PT183d20Xs4eAodhF72No5iSxsjASmWnQmFkfCYIlr9Sr/ZwBWhqLWD0wZTD1jkQgcAkECD6gAgw1YMJi8AQsGxyhBEVBlJAKJRaHxSBQOBkeD92q1tZkZGVmpqekGBjwIRHFNQVcnEeVqNk2dIa+/QpHUVBlGfFORuTWHw9XV49DoOsry6LMakUqDQJTgyigShmDLN5lu7X5y9vLDIydyxd559g6N3uKRqICJhPCxuPCRuIjOyOBqX88KL69QNjdIn/vs6Ondzb2nx7dcmd87kVe3Q9beEyjdFBHf5OI/HJ7Q4SvNE7luii/ojsraUdMHPFv9cPXXX4+eeXb1XmVqTr40cWVy5u2Tv04dOXjlxyNvf7sLfH4FvPnr3e/Xvjy5c+bw1qmhxn3bJnbNbWory8+XRuWGSkYLauYyW9vcM4dDyqaktf0BRf0BRX3+haNhFX3+hROR1R2e2RWW0iaX1HaPrDqHxAan5Gy+f7F5eIdX1khIaa9vzkBA/mSkbCJK1huYMxZTMRhTViSW+ulZmuF1mBuJZAicilJBQGBoiBIBosBFkibyaoBzjz7tuwkcfwbseAScBoCTwM2qQwsBbcuhbVuDGg8ENT4s3QKMnAWGz33rPnU7Y/ZpzcHHsr1vWo8Dm67Id4CnLgFz1/7pPbIloOLV3Gng3GPg6l/AhUeLea2V4uiplBrg+rOXP9wAfn8PPPlydc9PfcWN2zongNfATzO7x2XtL2/89vXPlzeOnfluaWe4V2BsWJQ0LFJfl0Wlqunps0UWVlZ29jUNjTv27J3aPLe0bcf88srclu1zS1vnlhYXlub/Y4HeujS3sn1wbGL7ys6t8/PbxoYi7C1qIgNXavKujTU/2Nz+YvcY8OMScGEXcGk3cHr7x+Pzrw7PnRqoHEkLqw9x9aKTvZhqfNiG74fbgQ/3vv5+DHh0HPj1+z+OTf5+cOSPAyPnp2q21SSM5gYX+ZvF2umVRIqfXz/66dFl4NtjAPjt27fba6HcX1+8OP/mzWUA+OXtu6vv3l979+nGy/dXHj09cfX+vp8uLuw5OrS0o3NpuW92prO3v6q6ITtflphVEZ9dk5zflBFfER1XER0vi4mtjEmojE2qjk9vSMloyawYrU6qS06SxWaUS5Oyg3ILJWUVSWmZYbmFCZkFCZHxgeW1OXUN2ZmZ/jPjVfcvLe8fzDw7UfDXvp6n+3qf7+r+eGDg3UobcKBzdX/Ll/2NL7dXPl2pfbqr9ePxiVdHpve0Fkw3lc31tSyPdG3ubR5tqh5uqhpvlyvAU52tg/XVrSVFsvTU9PDwYCcn+YoBm2tCZxtrcUzoBubaBuYaLEtVphtVL0zdIEfXspxtV2XgWGJgk8G1lHJNvdk8ex19O6YcgI3UtfVVaFpEiiqGgEci0fK6PGV5ib2iAhWB4FBULXT0rLR1hTQtrjqDpa7NVdcxoukaa+pbaHHELJMAoV2oqVO0lXuSo1+WW2ihr7TILzpDHJwicks3sB71jl4OSNgTmHTIP3G/X+yJ5OJThXUz0tT2QEmFh2etv/dozNr2b1Hi+fKkGy2FN7tKfxmQPRyr+2um5fli1/sdg1/2jn3YM/J5/6Zv343Lc79Hp4Gj06uHx78dGvu2e/jLzv73O3tf7+h4uaP15c7m1zub3u5s+rK74/325udz9Y8mq+9O1FwerfihK3e5Jr0/Py3R00NEp2vAEQRFRbSCovwWNgqHQmDlB4nDoAl4LEEFT1YlklXJKuDeL9j8DHZfgWVX4CMIwDQ1DQ11TQ11TU2a1vpAJo2mqa6uoalJZzL1WCwOaAkGLdBgJTIIwKC9manD0mWydbT1mTosfT0DDtsQFITBGDCDrrv+OuhM5hjw9VlcfRYXtEODCi3YegWCq9DYXGRhY2llBwKwueg/MeB1CzQYA/4vAAatzmCt9L9lYdAdDcaAwfeAarMB14jF4ujpsf69DAqmnSkUVQpFdV3uBpmfTKb8F/2C60c4nDzlCxY+y1VfLH79KQjAOBwBjyPj8Co4vArIwPJOCjhGvv6DQKKVlSlYtAmXHeTuFBckp9+UEK/UUO+0UL+M8ED59q8kJCkoICEoKFUSlRIZIw2KDPENdbR0YdL0ObpcHU0mh8VzsHN2dfGwMLfmGxobC835hsaWFrY+voEpqZmlZZXVNQ21jS2NrR119S2FReWpadkpqVmZWfl5+SWFReUlpZWyyrqs7IKwcKmrm7ezi4ePb1BMbFJmVn5NbVNzS2d3z+Dg0KZN4zNT0/Njm6Z7+4Ybm9oLCstycouqaxqbmjtKSivT0nOSUzLLy6pKS2SlJTJZRU19XXNTY1t9XXN1VX1NdUNjQ2tzU3tDfUtdbVNjQ2tLc0drSycEA0djERg8CkdAy+/i4JBYLAIDUjEo/IIS8boUDBZZrXdBrxPvOv2Cb1inYjQShUIgQUEYrgxDwhFg3JeAw1NVKFyOgYuTs5eHp4W5SJOmgUbKuRc84DITaJQl4kl0TQYChrS1tnN2dImLid+7e9+hg9/v33vg6tXrq6vA8PBoZ2f3ly/fXr9+29raDpbFgRiMweAQCJSyMpxKVVvrgrYRGgkM1n7xTYTGJkJjY748BizkcvlsttF/1oAtPJ0cvF0cvZwdrMyMrMyMnGxFnmJ7F3tLM4EBn8M0NmTZiITW5gKrNSlYbGcRKwmqqyga6+3ob6nrb6rqbajqa6zsbarpbpS1VpXWl+UWZyVXFWVKg31kBel97fWJ0iBXe5GBviaXTedxdDlMFofOEvFNPJ0cfD3t3F0tzYy59tZW1kaWPlYORZKQmmhxlpj482zAh1vxq79HAQ/igAfpwL2cj2fSXh/N+Ppz1Zsfam4v5pwaSVmuDfHlbvQVIrb0pE63RCx3hJ5czLi8s+DMfMqlhdT7u/JvLiQfbvPaV+f8Y1fg5fGE2/PZd5aLby4VnxnL/K4z9sxUzvWV6tu7ms4vVv40XXx6c9mpqeIfBtJPjWWdncy7vLn86HDu8cmqn7f1TrcVTbRVHN02ffPEoavHvzu8dfOPe7bJclJyk+IO71nZv23rcHent6srCib/VMrSYxsLTAy5fKqKKg6DX9+UBv3PykowxY1K4Jq0kgIUCUdRyFSGlraujh5Ln6vLZDO0tGlqGgQMFrZxozqBaGtiXJieOjXQ11lXkygJiwrwCfN2d7OxcBAZWxrznG3MRTwDc339zoqK+d6+luLiuKBAJ0tTCyHHQcSX+DgaaRI2NZZuqsxvz0oYry0frCp9effGYF3ViZ07Hl6+vDI5dfbQ93119Q2FRSUpKaWpqQ25OR1lRd3lJZ2lBfU5yY0FKcWJEYXJUjsjNltTzVpolBglsTAR0CgkDBxKIWAzEuLK8nKKstLvXb/47f3TqdHOUH+XIB9HLydLEV+Pq6PmZCkfGS9KT5wa6NmzNLcwMthUWiT187YyZAU4W+2YGTp5YNvehU1ZMaFRvuL64uyM6FBpoLfE113i6x4d5BMvCUyKCslMiCrMSMyIj0yPi+huqn7/7BHw9eVvdy+eOrb3j18vP7h36fb109eunLx94/yv964/fnjv7aunAPDx7s1zHS2yipKM+uqC0vzk3PTopJig2AjfhEj/mDDvyCD3iEC5/zkq0F3iJw71dooIcA/xdg7zFceE+kSH+Pq7OTiIBCI+CwRgCgaOVoSQEDC8shIBBmWpqdoZcAJsLOM93eM9XRO8XdMCvTND/NICvbMlwZmSoPTw4OgAL7GVBUuTRkTC0YpK8jvlyjCkkhJsrVBIGaooz4LDlRUVIMrQjSiYEkpZEb4BAuZv0RsheEWIJk7JTFc90M4kLUCcH+6V6y9Oc7NOdTJLtBHEmrMjhcxIASNSwIgSMiKF2kFceohQz5+r48Nj2jJUHViMRB+3TElQfmx0hLdHakRYSWZqZpy0MC2ps07W11wf6e9LJxOREAgZAcNDFVWQcAaFrI7HqqAQagSsGgGbJI0w4bKV1xRsFQxSk4g10dNpr5Ht3zp//MDKzfM//XX/GvD+yVBLhcTDyteaF2IvDLbixrqYx7mYRtrxpA58qSMv2skQPDHOfPDEuwrjxIJYF6NYF6M4sSDBTb4DnOxpluAuSvS0jHYxk7qaB9oLnIVM/AaIBlaRRcNpkeFaZDiDgqSTYPrqWCMmtTozujk5rDdd0psS1pcSery//mhPzaIsszHSRxbu3Z6VEGprwSTg0AqKG+Q3FpSYbL63b0RsQmZxWV1Ta9fkzMLxk6d/++Px6/cfvgLAVwB4+/HThy9fHzz6c25pa2GJLCAwzMHexcrSzsTEjMs11NJiEAgkeYoIiVJXVVMhkQkYNA6FJGDQcgzGoUlYFBWH1tNStTEzsrcwZmvT1PAIFZQCEQrRQClqojYKVLE+Qv14B/NEO5M4ETfWnJ1gyQk21AjkakSa68dYG4aL2OEW3Bgn03hXqwQv+2R/cYKfS5jY2lGgz6JgSVCINhVLI6IoGLgKBkkhyNkbi8YhYPKRXvlOL1R+oMrIdQbW0zcQWdi4uXt7evm5e/iACrCjk6uzi7uNraO5yNqQb6yhqY3GENAYAlVVg6yijkThFeXfCgmDY6DKKEUlhKISQhmGlt83V0atVTqj4Qgs2PMMg603YP1HAQZ7sP4LgNEYeQEJDI4mkylQKIxG0wwJCXNwcNLR0YXD0HgcmUxSIxKoVIqGpoYOlaKFQZPJJJouk2NtZR8Tm1gmq41NSoNsVIJA4RgVVSgSi8UQFSAbUyJjtg2Pr/QO/fHDqbu7DmRY2dZ7iIcjgyYTpOPx0aOJsW2SkHJPzyIPz2ih+XxpNXDv8aGO4R3VnTsruzYll0frWXT4SoZDozu9wvqCops8wlv9Y+ayqyayKnc2DH69+vDVxV/e33r0+89Xp9p6H1++9fXpi4c3b0709SxvGnl89SLw8m/g40vgw9/A12dHds2M9lQvz/R11pclBHrFeHqkevn1p5duzmhpcU0fDCoBARhUgEdCy/v8C8cjqjq9cqpsYltc01vdMuocEltc0+udEnP4/hUWkf3+8hKsXt+csbDS8ciKvtD8iaSawQRZtpPETo2rvYGgBkFTN2JVkEQoZCMGosDBUgPY5nU+cQOB2b3ijFsNu79uvgkc/yxn4G1//ZizOOhaOSouO58+8bXnxMf2H751n3pVf+ha8tTH9pN/VR142/YjsOnKt5HzcgCev361bH57SPXr+TPA2cffzj98f/x2ryS/zj3u0uAKcP8DcOkx8BIA7jzd2z83WNx0c9+pDzf+bIormKnuBv758O7Bn7+du7preqEqp1DiG+hkY0dTU1dTUxOaGBsa8c0tROWyipWdO5aWt0zPzS9u27mwdcfC8nYQgP9TgrW8OLt1eWx6enlpy4Ht23plJVF2pn3p0Xvr8y8OVN2fanqxewT4cQE4twJc2Alc3ANc3gtc2Pv5zO6V6oxSHxs/Pao7g1IS4A68+O3LvR+Axz+9vrz910Mjfx2b+WXP8N6WrOGs4LJgq6IQOxc2KdxZcO/8d1/ePPj05uGD3y7euX/+5PnDJ859d+zEnp17Ny8uD/f115ZVJGekh+ZkR6RnhsUn+sbGeyenBmblSHLyouITApJTwtKyojIK4zJKE9NkySnVKUm1qQkNaYlNGUmtWUkdOeld+Zk9hTn9JXmDFZldxVGypOyWnLL2vOT8iKwiaXuPrH+4qamjJjo5Mj49prQmr7uvulyWmJLgPtGTvb0z8fRE/rNDgy8ODrzY3fVpf//H3e3A993f9jcCh1r/WS5/ulL74fDQxx+nf98xsFCTMdtRtXmwbaq3pa+hore+fLKzcaandVNr43BjfVtpcUVaWm6UNMbLx9vCyp5raK3PtdXn2+sJnPSN3fSFngyevwYnTssoX0/UyHNq47l0CNwajV3zDG0kunwPhr4Tk22ppSdU12Gr0Oh4FTUsUQUtb0BAoxAIqBJKvgmuQFZWZuIIpjS6laa2iaqmgYo6m6pppK5tpqVvqcmx0TIQM4X+PCt/npXEzDne1jfRKTDZNSRRHCy185GYOGUZu2wKTFoOS9sXkXk0MutwRNqJ9OLjebKhoIhGT99yN5eWIK+Z5PCDhXHnK5Kv1mXc6ym7P1z1x2Tjn9PNf8+2PF/sfL9j8Nv+8U97hr7sG/l2YOzbd+Or32/6dmjsy8GRr/uHP+zof7/S83al+9VK+4uVlhc7ml6uNLzZ0fB+e+Ob5YZnm+v+mKq6O1F1Yah0f2PKRGF0TKLQ3QAAIABJREFUdXyEn5WlLh5HVFAgQKEEOAItr7ZFgbtHa+19eDyWQCLI6VdN7gySdz6DG7/r/mdViprc7bxmflajqtPUNDRpWnRNBkNLG8zE6ujoamkxNDXpdLq2nh7LwICnp8cC1VFQIFVX19DQ0NLWZoLoC0Z/wfQvm8XjsA3lBWP/EwMGFWDQGr3On2yOIZgHXjcng0VWhnxjYxORlbW9tY3Df9EvWAQNou966xWoGK9ngEHABiumQSX53/5n8M0GXCNQ/pUL0SyOrq4+g6EDOp9B+gXN3v9+BHkYHIUCMZhIJK+bn9fTv2A5Flh/hcHg5BiMxskZGEvC48jYtYPGEFFoAnJtp0r+g4PBwVv5YmtLqb9nnL97YqBraqh3erhvWqhfaohfamhgqiQ0JSw82i8wJSIuIzbVT+xvqGfMpLF1NNhEDNlAj+vu6hUSFO7q4sHnCfX1DHhcgbWVfVBgWHZOQWVVXXVNQ1V1fUV1XXlVbXZOYWJSOuhqLimtLC2ryssvyczKj4lN8g8IFbt6uXv4BgVLkpIzamqbhkcm+vpHuroHenqHhobH+wdGm1s6ZZV15RU1VdUNmVn50TGJMbFJySmZWdkFJaWVtXXN5WVVsooaEHfb27q7u/p7ewZ7ewbb27obG1qrq+orZbWyippKWe3/w9d7QKV1MP7fJm624N4DBZXtwi2ogIAKgihOEFHce++9956JSdRo4sjee882SZu2afuke2U1o0najPu+eJ+fb8/v/56/5x4OcDE5SdTwud/V3NTe1dmntkAbwFAYBBoFRYK1z8iN7nKQhEHVF1SDkRCE2iC9sWMENjn/G4P/7wC8+UoYBAqWXSHhCFNjE6y9gzvNjcNi87k8EoG4MZWkFuX/+8+GMAC90DAIHGNgCH7DOGFxIczQ4sKSmanZXTvmjx8/ee/e5wAATE5O/+c/3wEAsGPHrt7efiKRbG1tC7alIxAoXV19IyMTEokSwgz28vAkEYg0CtXbi+5D9/akUWkkoheV6kYkUgnOdDcKK8BPGMaODudGh3M5wf6hQT7hHKZUHBErCmcz/bzdSV40grc7ydud5O9J8XEjqqdKSfikGGFPc9381OBoR0N7VVFnTclge91YT/N4b8tYT3N9WW5/W215XtrhlV1/Pf3p+oVjDZX57hRHvKMliejs7eZFp9I9CFQvMpEZQIsMD/D3oQb4eLvhKd5OhOQQ/9bUsAap05W5iNdfpAA/yYBfMoEfcoAHua8upz0+rvzzTNHPB4rvL+bd3lHwxb7m8fLIikTPw7PlR7aXXtpbem5X5rGp5LOz8s/XCr47UvHJnOJgc8jR1rALA5LbU6n35rLv7iq8NZd/djh9rTnmyrbc++sN99ebzk3nHxpUnZ0qOD+Vf7wv9faOkltzxfeX6tY7Uq7Ot/x0bfU/Vw+sTnXfOLbyy2fXb584ONXZuDoz2lKaV1+Yd/XUsV+++fr88aMZCoUxCqW7Vcfe1sGd5uFO87C2tDFEG8Eg8E3ns7amOsenrwuB6EH1dPS1NXUgelBTYzOwAxzrgLeytHPBu+Ic8eqvQ32Itam5GcogX5U21tPV1VBXX1KkiBU3V5SUZau8SM6eZGdeSAAN52gJg1VnZu7o7x9sbKzMzspJTY7kBBGxFmGBblQ7w7qMhDM7xwvF3L0DndvbGj/++v35ld01KuXNo0dunzx5cNf8qZXVvrr6fJmsXKVqLS5sKcjvryrf1dfZnJ9enZnUVpJVnikvViZRnWwpOHsBJ5Tk7IR3sIXraaPhkMRoUVledpZCtr60E/j72bdf3Jge7Zyb6tsx0b88N75zcmB5bnzH2MD+xbnzRw4c3rM42d3RVlFaqlImCXkZ8VE8f9pUT3NfQ3l3bUmYLy0vJa6+KEsRG5UYxY+LDEsShctiBCnSKFVybIFKXpabniKNOntkHfjw+vcfvrx6/vD68mxTTUFpYVpyvCCU6e3pRiATcO5UAieEkRgXff/ulYGehpaGkramstL81FxVQro8WpEoVCZGyWLD40WceBEnOZonk/ATojixESECdkAky1/ADhDzmFJBWEwEmx/sx6BTCQ7WjpYmSJ0tkC1qCzRsq4auhgZGT8fJEM2iUpK5bEUET8ZjpQu4ORJBVowgJ1aUFRuVJhbE8cP4jEAfCtnO1AyupY3Q1kFoq/uB1S5SfT2Ivq6urra2tloB1tLU0N6ioaupAdHeCtPaCtmyVV9D/bvoaWhANTSwGH0WDafgBeaLw4pEnFxuQEawp9ybmOTulEjFJtLsk92xSe5YMcku1h0vJDtGkhwD7S0ZeAdleFhOnETKDs2XJ+UkJyhjxNnyxCxZXEWuam60/9DygpAVYgzVN9TXRWlrGkL0LAyQSG1NIzgEb2vlbGddkJFGcnbU0lDHmG1MDOlEZ4K1BcHOKjIkKJhOS40TjnQ1nD28vH2wLSmCIQykxjLdxf5EOZuewvZMCCQnBBITGYREBgHEYFkIGSReZZi7gk2ThfwXj1NY1HSeZ0aEb3q4XwrPOzqAlMj2ZnvgqHaGqK0aligtgr0p0cHE1hhiDNOAb9EwhqhF8pHm4v58+UC2GoCni+RXZ7pPDtTvrslpiOMl+ZC6c9MSQ4Lgajld09jQzNoGK01KLSyur6huaWzpbe/q7x8aX1he+eTeZy/fvH3z7p+/P7x/+/7D2/cfrt36tLN3oKi0KkWZyQxm+/kGeXrSqVQ3Z2dXtZPTAI1CII0whggYXA2dOmoxXy0CY1AmaAQaqm0A0TI3gFkZwo1g2kbQrRYIbXN9DZwRlGgCY7nYKEN9crkBKT4kmbtzmg8xjmyT4o1T+ODj3R3iPBxSAkgKJjUpgCwP8ZSFeKawfNL4gSpBSLowRBHOTOAE4k2QdoYwWwzc3kytNjvaWlmaqlfW1AN4ujDQZgy6jlEGGGMTMxdXsq9fUBg3gsuLZLF57A0XdCiLCwKwp5cvkUSzsLQFxxJNTC3/LwAMoq+uHnxj0GgDgKEYsAHr3yVYUChG3YMFR+vqwbW09TdoHLUJwDAYAg5HWlhYeXh4WVpak8lUrANeTxdmbKRWgDFoUyNDc0OMhSHGwsLc3hFLCA4Js3PEe/gE5JZWmNs7Qo1MtOEoPfWMMAKDMCzLLJhp71kdGD0zvePVjTtjGdk1wcwhiWhGLptJU0ymp3XFx1fyI8q44Z8v7wPuP/x8cf98SdP+mr71it7yAEl/dEafMGksVj6ZkD6eoKpnibdllG3Pqd1d0bG/Y+LrI5ceHL9y9+DZnqLaamXeo/vf7hwabS4vj+ZyylTKfbOT1w+tP//2M+DJ92/+eHBgcWykt3bnVG9Jlpzv4ykPCyuOSZgtaVrK7e4KyxmLrphLbhqOKu2PKOzl54+IyoajSqfjant4eQ2Bim5ubgc7qz4gpZ2VOSIuzXTmZTvze3m5w8LC/vDcYVHRiKRkJqV2Oq2+Q1qQ5MV3x2BtNNGWWmgLiCFEQxutC7eFGdltQYiw9BpGfCkhstdb0UWWPeo5D+z9EVj9DbgFAGu/ny1ZuVi89EfbKWDPwz9bTrxqO/1T2fqtlElg9NNnrWdedl8Epu6oZ5B23gP2PLiSO7k/vkUNwPee/X3pm9/Wr7XwUtv5af+c/Qr45i/g25fA93/dWz07kN+gln8fvX97/9eO1NK762eB3149uf+fPz7/ZnvfSGdVvbsz0cLIxMLE1MHO3tPTE2NkaGJmKlekzC8uHDpyeHl1bWl1/8LqvsU9qwvLS4tLC7uW5ncuLc4tL84uLszNLyzu3HHl2OG6tORMls9CecbF/qpvtrc/Wh38eG7+v/LvzVXgxhrwyf5Hx7b/cHD6yenlvlSRO0QjyBT28sa5N5+eA3658ffnh958uu/vu4e+Ozq7v7OgPSU8j0/P4Pv44038CFbZyui6+sLc0nSRLDIpVy5VycWKBGFSDEsYxhWGcQWsQIZnUJA7w58mCmfI4wTKBJEiTpgiFSRLwqVRHFlSVGqaNDM/JbciI7smK60mI7EyNaZCntKeJ+vKl/cUpg2WZY5WZY/XZI9VZ45UVmzrzOquKO6vlJUm4z1tsERTuUrSM9SSUaQyxZo7EB2pvpS61tLde0YTEpjlOeF7+9Kvbyt5cmrs2bGRp/t73x4eer2vHTjeqwbg0z1/LFf+sd747vLs64s7P1/smavOWBptm5/oGWmvayzJ7qgqnBvsWhobmupoGWtpai0uLExKTomIFPkHhZJpgc6EYBcKh+jJJ3gJid4xrvR4R7dUO1qZk3cHkTlEZg+TWMO0sC7PsCKCn9gSxzSzYdg5eZjbEY2tsQYmlnC0MRSJgSPRCLgBHAbV1UHo6aF1dIy0dexhSHcTS18LW08TK4qJFcXCnm7nzMRRWE5uoQ5UrpO70NVHQglM8uGkBAmSgyLjAvixQeExjPBEf36hb8RYpGI6XLYuzbysKr+YVnwiNWcxNmlEFNPC49bzQvvjInbnxJ+sTLndqLrfkfNwrPbnba2P5rsfL/T8savz8UL3X2sjH49Nq9H36NTHY9Mfj02quffQyOt9g6/W+t+sD24AcK9aAd7X/ue+1pfrra/WWp4vNTxfbFQD8M6mb+aaboyWrdQr+rMl2SK+H4FgpKsD1dAwhECNkAZICELt2kNgEHA0eKAQBmiUgTEaY4IxBAcvNzuuTIxMzUzMLcwsN3O/5hsWaLX2u+H4w2KdnJzwIAZjsU729lgwHEsiUZydXbFYJzs7B7AQC2Tj/4W+zngiePw7A/zvEiwiST0+BDY/g3lg8BYkWNARTff2Dw7hqEvaPX3o3v5edL//cwbpfwm8m4limpsXgUh1wrni8ATQC00iu/0btkHx2Qnn6ujk4oT7//5EYLMXCMCbeu8m5W6WYG2mgsFT/6v7ysjIBI02VFdewdT1iupgMFx9RRiJwKCQhkiEoToGDDOAQpDqnkooArqhPVgYIOlE5yh2sEIcLo8MTYtiZ8VE5MSJMmOESlFkanRUujQ2nh8pE8fKohPZ/iwXe6KTtaudhTNS34jkTAkNYgkjxcEMFolAJbiQfX0CuWERkui4zIzcyqq66pqGsvLqgsLSVFVWTHySMi0rLT0b5FVQtk1ITImJTQxl8bg8gUyeVlff0tU90NjUXlPb1NjU3tHZ19Tc0dnVPzA4VlffIk9JT0pOzcsvSUxSZGblV1TWga1aHZ194HhSW2tXV2dfT/dAV2cfKP+2NHe0tXY1NrQWF5VnZuRmZebl5hTm5xVXlNf8v0isVoDBASRw6XdT74XrwVBQJBpugFbni/4bDP53CRbohQb1XhgECrZD62rrgDIvDAKF6kP0dfX+XRkNFmiB878YA7QhGuPogKWSKTQKNcDPn+7pZWyoHsjZqqG5RWMrEo4yRBtB9WEQPagh2gh8CE7IWphZclhhleVV/b0DU1Mza2v7Xr16/fDh9yMjYwAAPH3654cPwJ0799zcPFxdiXi8C1iMtmWLJplMZYWE+vv6hQaHsENZvt4+gf4BnJBgP7qXv5eXF5XqQSH6eNBC/X0jWCFSYYQiPlYWGx0dzo0VhGenyouyVIr4WD47OCTQl8diiiK4UrFAHMljMwOY/t4CHluZFNvdWDHYUt1dV9pcltteWzze2zzR19LXUtVYmddeX9JQkdvfXvPPq98A4OXh9V18jj/dg+CItcVa2zs74JxtHUhODv7exDA2nRPqF+DjRXJwdTa2DMbbVEn9h7K8fjyV+foLBfB9MvCdEvi9DPi2+PkF5Ysz2U9O5j86VnlvV/aVmax93clLHbKV4eyVscLTu+senO25vlJydk51bCLpzFTiF2sF9xZVy9UB++pDL43FX59S3NmpxuYrMzmXZ/IOdiUe7k08M5F5YkR1YjTz0o7yU+O5+7tk50azbmwrvLtQcXuu7NRo3p3V3gdndh2Z694z3nF+defnF459een0hf3Lu8f6u2vUSubqzm1f3/n0zJFDqpQUGzMz3a06thY2QQEMby8fW2s7NAqjo6WrrakDmp/B8mewBRpUhhEwpImRKdbekUQgu+CJWHucjZW9taWNuamFCcbQBGNoYWTECw3ta2sZbG9rq6mqzMtSJUpH2hsvHN3vQXKiuTrYm2CskbAiuXx9dra3trazrqYkO70wS8H0peKtDUlWmBiG+/3jazImfe9A+8Gp4TtH931z6cyOnva24vzvP7l1eu/es+vrRxYXGwsL85KTi1NkFenKwbqq/pqyqbbqEkVMfW5qVU6qUhKZKhXZGBuQcVghP8zCGGOEghsbIAhYu6IslUqWWJyj/Pb+TQB4ub48Oz3aubJr6tj64vlj60fXFtbnty3Njh/Zu3vP9unR9pYChYzn75Mcxc+TSZUxEUKmb2a8uKU0LymSExXq311XlpEsyZSpZ5DkEkGuUpYgikiRipUJMelJUlVy3FefXlvaPhEv5kaw/UMCaJ4UrJcb3snexNwEYWWOsbUyNTfGmBkZWpkbHVjbtbBjtL25vL+7vq4ipyhHHh8dlpkaq4gXKOIFKXGRcmmETMJPEnMTotRh4EiWfwTbnx/qyw/1FXKZkki2kMsMY/p40wjmGDhUS8MAooXS00boaCJ0NOFbNYx0NO0R8EACXh7BzYqNSo3kKgW8goSYNCFfFsmJDPL1JbrQia6+VArBAYuBQOFa2nAtbai2tv5Gp5COtqaafrU1tbS2ampu0dywQGtpaOhu2aK3VQuquUVHQwOhqwHXUvOeHUJX4E0tkISXxwkKBayCcEZWsFeKLyGF7pLq4yL3wsVS7cUUbKwnQezmwnGx5RCdaBZGcj47Nz4mIyZaIRYqY8R58qTSDEVxurxQmVycLv/605tf3b4u5rEoOHuyk521EcrOFGNrhiHh7MwxcCGfpVIkamloYBB6hkh9ExTEEKLnRXDxoxLd8FgvEk7EZXiTHaN5gRVZsoqMBIUwWORPljJp8QxafCBVyfVOZJKTginJIVQ5yy2F7Z7Cdpez3OQsN1koLTmEKgulpbDdlVyvdL53Ot87lecl59JjQtyimW5RDCqT5uhkCsfoa6D0NJysDDPkkiQJT8wPDAt0iwj1jArzqc5OaM2K68mOb5UL+7Okh3prTg01LVTnjhcqCwWsekV8HDPARE9bX0OTQnITR8clp2Rk5JTnFlaVVDQ2d/SMTW9f2LN6+ebNZ3/99ebDu5d/v/nr3btX//zz+YNvZ3bMF5RWyhQqTli4j3cAgUBydnYFJxzwTjico5Odja2JkbrxTr3krKsD19ezszQL8fMmOdqidDVQ2hrWhlAzmKaRroY5RMNYS8NcS4OBM08J9coM88kI9sxiuKn8yDIPR5kHNsXbUeHjlOztFO9hH+fhIPN1Tg2ipAbT0tn0TK6/iuefxg1Q8YNyo1iFcREqcVgin2moqeFqbWxjbOBDI/M5bA6LHRwcSqaoURZjaIoyMEJjTCzMbbAO+CBGaGBQiJ8/A7zGHxAYHMQIZTBZAYHBPr6B3j4BBCLVyNgcgcQYbmgYKANjKFSt5UKhGAgErRZ1tGDa2nA9PZS+vgEEggafB/d+dXWR+voYPT30vwEYAkGrXwlF6ekjNuZ/4aAFGo5AqzF7Y7/R0tIajTbEYIyoVDdPDx8DlBFYAW2IMUPAMTracATcyBBjAYWgiSQ3L59AJ1eyE4lq70zeCkVp6COQJubaOlBNDa1cRcbFfYd29wzeP3zi89UDF4Yny4OCd6SpmjjcnTk5UxnZVdyIRpH0xaWbTy/cfHPts30NfQfqB443je4r68l3Dx+NzZmR5/QI4+dUBV2ipCll0emuyemcmoWq7tW2ia+OXAEev/304NmmjMK8WFl3Wa0sXJgrk8mihPlJCROt9evTI79/fvPXL67/cP/y1GBDVXFqTCST5UcrU8o7CgpurR6cr+yaktW2MtOHIot3yVqGBSUD4YUT0ZV9vPxxccVAeOFsXF0LI62UFtPFzu4Izezm5LSHqnq4OSp7lsKKMSYumY2vbg1VDoiL+mIK+xJLy/kKjqO3E8TMUgdjCTE2gWDgW/UMtWEWWogAM5fFwu67fevbI8vnOKU7mSXtuIT3s/eAo0+BSx+Bw8+AI8/+WvgWWP4OmL33pPnki7Yzt1Omvy9Ze9d3A5i4C0zceTN07cP0J8Der4HFz+9WLZxOH/hh7OiTfTeAWz/dGtrTI8zcpWoArnwHfPkM+PyP749eH8yvHy1rvbV6Cnj87vT03qni1qfXHgCP33598ea905fWpne0V9QS7BztzSwNUQa21jZYLNbCytLOwd7BEZudm3P46JH1g4f2rB+cW9o7NjW7fdfO7fNzcws7ltZWxmen5xYXl/fuOXX00LaejiSmV2uyYLks9cZA1f2Jmt/29L47PQdcWQKuLgPX9wI31j5cX/lwY//PR7Y9v7D3s8VhhrEO1xZ9frwb+P4O8OunwA/XgAcXvjsyt1Cf06oQFIhDRH4ktpdLeKhPhCCUJQj1jwz2FrG8Y8PoEm6QNDpYGsOUiHnxsRJ5fLg4PIjhzQzwCPZx8yPj/F1xDJILx40WFxqi5EfGskJiBNxAhqcyK7m8uTS1QqWozUptyZd3FKT2l6WPVGVO1mfNNGZON6RP1CpHqtKGqkumO/L668oG65KKZOY4Iy24RiCbXt9epSrOpAV6mmGtgyNDm7pqJ2d7mlryClS8w5NF58bynp6bfHp85PXxUeDMFHBm9Ply7YcjrY93l/22XPHqRO+L02P/3Fg5PVy92Fq0radusr+1sTy3pihjdqBj11jfcEv9SFNdU0FeY25OUWJyXAibS/Vgk2hcqhefSue5ekoo/vHkAKmDW5wJXmVGaML5TXnwhl0YU1TOCDWs3tkv3ZYisXZlWzr6mNm6W9gRTKztDUxMoEgDHQhSRx+pr4+GwWAb6qihjo6lHsQVZURGGbsbmARaO9KtsN62TkGOBLYzNQzvxsFSeDgPAcEnwYsj9WJLvFgib5bQlyPw4/D92CKv0BxP3jA/ZSEmc0WSfiQx40hi+q5IySCLW+3j28Jl9cVFTaVL9xYln2tW3Rso+Hq4+Ledrb/v7PhjV+cfuzofzXf9udz/9sAocHwGOLENOD4NHFX3Xf29f/iv9b6Xe7tf7Ol6s9r7aqXn+Urnk72tj1ean6w2PV9tfrna8nJPyx9ztT/P1v68q/WL2YajrVkTeZKWNGGYJ9nZ2tIQoo/W0zeCIRF6MIi2vr4uTF8PjoCjkQgMFIJEwJCGaPU6AMZAbYcGGRgUgf8NwBZmllYW1rbWdva2Dva2DnY29nY26glcOzsHR0ccqIuC952dXZ2dXUFZ2M7Owc7OwcrKxsbGzskJ7+JMwuMIzngikUAlEqjq3CmO4OJMwjrgsQ54B3scWIVlZ+sIKpObUu0mBrsSKC6uZDLFHZz2BV9Ac/PyovuBPVigERpcRQL3kEAhF5z5pVA9wLIrApG6ScVqb7Mz0cWVvLmBRCBSQfbGOxMdsHg7eycHLN7RyQU0P1tb24KNX5tZXzDtbGJiBiIuuIQELh6BCvDmM0ikgb4+FJwFVlud/6cOGvRFmxqbbcyOYpAIjAHKeGNWwAiJwOhoqY3rGDjcGAEjY+3FrOCU6MhEfmhGND87Njw7NjJDEpkZI8yJj8mKj0+XSsUcfkRwWIgPk+pCsza2w8DNLIwcnB3I3FA+i8H2oftTye7uNK/QYI4kOk4uU9bVNlWU1xSXVBQUlqoycuITZKKYuGhpQly8LL+gtLauOS+/JFIQHRgUGh4hSlGoxNFxBYVlDY1tZeU1BYVl9Q2tff0jg0PjLa1dYCpYmZaVqsxMlikzs/Kraxrr6lu6ewa7ewZbWrta27obm9rLK2pLy6oL8ktKiivKSqvKy6pBNbiyora4qLymuqGivKaosCw3pzAnu6CwoLSyora+rlkDoq2vp6mrp6mrr6UH04WC/mfwFqzFUqfbIYhNKRiM8m5WXm06ov/tcwYNz7raOtrqsJl6/neThzdd0OApOxtbd5qbr7cPO5QV4OdvaW6hq15oRsChCNAcC4OoBWE9HX0UwgBjYAh+F5mZmLvgXUVCcVVF9fDw6Pz84srK2tu3/8zPL3733Q/ffffD/PziL7/89vDh9wkJSVAo3NLSGvQYYDBGEnE0lxMWxubwwrihwSGMwKBQRlBIUGCQjw+dRnMjubqTCX7utBA/HwEnNC4qUiqMEPPDYiL5aUnxuWkKZWKcKILLCQ7khjL47GBxJC9JGi1PiE2Ok6jvxIn7W2vWd06eP7R3bcdEV0NZVUF6Q1lOd2N5Z2NZdXFGRUFac3XBo5+/At49e/DZ1Y6WyrxshSwxls0IJjjg7UzN8LZWbmQHLw8nHicwONCP6kRyRJtSjeEJPtY10Xbfn8j850EW8H0a8G068EsZ8KD46RnFs5NZvx/JvbNNdntb+pkRxXy9qDXNv1rhO9GUdHxX1bW16usrJZcWck5MyS5sk99fzb+9Q7FSx1iqCrw0nnh3PvvOQsG5MeW58cx7K/VXdpQc7kk+NaY6PqQ6PZF3fbHm4raSowOq82M5n+4q+2x31d356ms7qr49PvnZsdnZ9qLWotSxpvKFwY71mdGl0b6pzqae2jKZMGK0veXelStnDh0szsp2dXSE60ItTSzUHmSKG9be0djQBNz+Bb3uED0oqP2CDAzVhxkg0WYm5g52WGeci6szCefogrXH2ds6WppbgdERa3MLDypNkZjYWlPbUVdbV1yYLU9sLiu4euoI8P5Ve0OFu7NjqkS0Oju7f8eO4ebmqvxcVXKcSi6NjmBRna298da+OMt7h1dV3KC2LNl3l47fWF+8c3TfvZOH24tyVyZHv71xbf/O7afX9k51dZVnpFWq0orkifmJ0qb8jJ6K3J6qnNZiVWd1QVmGLDNZ6u9OxtlYRgvChfwwhL6O7lYNF3ubLIUsXhwRHcFqrSv58u7l+59erC0u79TaAAAgAElEQVTPnuhv2zbaMznQvm/33NLs+GRfR19zfXVBTlVOZlpsdBCNHB7oV5SanJ0oKUiJL02XFaTEJ0Vy5GJ+b0NFR11pdopUGScWcZgJogh5rChOEJEoEqbESrIVSfPTYww61ZPs6El2JDiZB/tTXXGWFIKdOxVPIWIJztiwUGZfV/ud29eAjy/n50ZqKnLGh9tBBTgzNVYeHwnSLzgFDKJvbESIJCJYxGWI+EwhN0gQFhjFC5ZEskX8kHBWgJ8H2dIICdPWQOlrggCM1NWCa27BaG811tXCmxmHebnJIrjKKH5KZFhKZJgqOlLKDvYnE3CW5lhzM2c7G6yFpSkStakAQ3V1IDra6gtmOlo6OlpaWlvVDKy+GLZVe8tWna2aelu19DU1NTU0oDoaSD0N6Fb1QqwTBhZJp+SJeeVxghJRWD4/KDPES0YnSGkOiZ44ZRAljk6IpRPFngS2i72vvQXFDJMqDM9NiE2LEctFghSxMCNBkpeSkCuX5sqlecqE3qYa4P3bt8/+KMlOT0+SluaoZkb7r184dfrIvvKCLD8vapCvh52lsZaGhrkR0ggFsTU21NPQINrb+lIIdLKLvzsx2JsS4kMpy0qW8gKigz0UAqYiPDCZQ08O9hB74xOZ1E0GloXSNjE4he0uC6UlBVOSgilylltqmKeS65XK80oKo0tC3URMWrg/ie5iY4XSRaj/zjWMkdq8EJ/EGJ4kgiHi+yVFh8QJg3Llgrhgj3pFdHd2cldm/LaqrOWWkm0V2aOFaTnhzBpZrIzHIlpZOZhbBfgxxNFx0gRFelZpTkElCMCjU9t2Le29cO3a4xcv3gHAmw/v/gaA1+/ff/HNw9mdC/klFYkyJZvD9/UJJJEoLi4EV1eiqyuR4OJKIhCdcXgbK2skFKKnpQnqwOZGaDqFyAvy8yY4URwsSHameBO4nYGWI1oLj9aiWxsI3BzTQj2z2F4qBi0jkJrhS1J64VO98el+zukBLqm+uEQvbLyHfZKXk9zPJTWQnB7slsFRA3M6m67ieOeEB+WLQmvSYguTRPLIUMxWDWdL4wAvKo8dEhsTHRMTIxJLROJYcbQ0IlIUyuIGM9msUC6PL+DyItkcfnAIB9w98vEN9PULCg7h+AcwfXwDQQCGwQ2QKEM4Ao1CmUKhGD09FOhk1tVFamvDdXQQYLXV/wnAIP2CAAxqvyA/b9Cvev5XH4IAARgGN1AngTcWCkxNza2sbFAotLW1etByIwZsgUGbmplaW5jbGqBMkQhjQ4wFCmliamZtY49Dm1hgLKzRZjZboSgdpKEuwlBtyd6iW5CWPT84vr2l+8fz1x7sP/72xqen23qauIIdGXlT6VlVnPDeRMWzs1evTu767filt9e/+HT7+lx27cWeHcfrR5u5KeOJBYOxabuyy4aTssYUeb8cvvjNyqleRfGRge3Hx3ff2X/uw/dPzsyvliSlFScq947NVqZnlarSa/Nz2ksLx5prji/MPLh68pMz6w9unx4fqMtQiKTCkPy0xMWRgfmu3tsrh7cVNY/FVbQFq0ajyublrUORxT1huePiiqHI4jFR+UB44YxUjcfl7tKO0Mz2kIwudvawsHgqtqqUIk42828Kkk9KKwaiCoZiS1siM2oj0lJ8BT4WRGsdQ1MdtCnUyFDfwFAXYaWPdtI1LmInPVy4/PHwf+5WLy2ElS+ElM345p6M7wfWfgTWfgFOvnx/4BGw74+P2z9/03/lt7oj35fvuy6ffNR44t3gLWD8HjDz+T9jt95O3v64487zyUvXimfOZg3+NHH88crVH/acP1o9MijJO1EzCvz0Afjqz58PXz8+sLNFUXR62yrw43Pg19dDBQ2rbRN/3nzw5JOvLq8dubb/eE9lfWVWPtHeyZfmYbqxHKarq2tubm5jZ2vnYB8hiGzv7FhaWd25e+/C6r6F5ZXV/fsW9yzPLexYPbh/cWXP/J49y8vLF08eby/JU7H8+uTC1RL5rb7Sb6brH+3teXdyBriwC7i8G7i5Any6D7hz8J+rK3+eXXp5afXR6aUsf2IizX5XedYPB+eBry69vXrw/tLojnJVYURQcrBXAidQxApgBtJDwpghQo5/VBhdwvdJivJXSPwVsfQYYUS6XJiWzJEKeTHh3HCmrzeBhrf0cDT1xVnGBnnWyOKGigtW+3q+PXHy3fc/XD51tLAoS5aWkFudl9dcktddqWgtjGvOTR+uUY7VKifrUyfqwCNjqjF3qjVzoE7RXFTcV9sw2lRQm6PMTy6pya/rqB2YHm4d6m4f6x/bNTWyfbChs6yoPKWiWHJ4uuzmfPW7T5afnBh9vK/vr0MDwKnR1/tbni2VP1upera/6fW5kdeXd7y+vnJ8uG5Pb+1ER3VlYXpRRnJzZf54V9NMf/tIa0NrWWGZIqVEnpIVHRsfyhHS/SI8vPlUOpfgHoZ3iyH5JRJ94+0oMhOXQitKpytj2p03SWFPUDndxOASe88kC0KEOY5pau9hbE00tnZAm5pDUYZ6MEN9uBEEYQiBovX0EVraJnpQCz2IIwzlZmzhjjH3QJsGWtqzcMRgR2KIE4njTOU6u6uN1s5ekWS/SHIAnxLApQXyPBhcekiYH4vjx4ryYhX4RI4L0pbjc5dj0/aIkue4UQOBwe0B/k3MgG5h2HiKZC43fq0i+Uyr6tPBnC/Gir6bqf9le+uj+a6nu3v/XO5/uTL098ExNQCf2gacmPl4ZOKfAyNv1vtfrfS83Nv9ak/XX3u7X650vVjt+HOt7ela89O15j9Xmv7c0/zn7sbnu9t+29n8zXT97fHaYz3Fw/mxeWIG1d7CHI2Ca2kj9aGGG75RhD4SCUdD9RGIjQYs0L+pBmAjDAatLjr9XwAMep43Q782Vrag+dne1sHBDuvoiMPjXVxcCE5O+E3QtbfHgvKv2vP8P3NBdnYOane0C/nfAOziTHLGEwmuFCdHF6eNTWCwHMvBHueMJ5JJ6oZnsOlqs4wK70zE4dXt0BSqBzj2C87/gtdDQRe0p5cv+Ilu7nQqzROk2c1ML8jDYIcWuJAEtmq5EiggAG8+BOVfByze3gHngMU74VzBCmhQ0zYzs9gEYFNTc1ANNjQ0RqMNQegFG5431482nwT1XpB4QQAGM8BIpIERxnijVFjdT4ZEqEVgBBwNgyDV0Vd9qAkC6WJrzfb2TAjnKCUb0CviZUt4OZKIjOgIVbRQJZUoY2KSosRRbB6Pyfb39Mc7uBghzYyQFkScG5vBC/JlBvkyfL0D6J6+jMCQWEl8fl5xbU1jVWVdZUVteUVNSWllZlZeQqJcEpcYlyTPzimUydOiRLE8vlAglMjkaQWFZdU1jZNT22tqm9JVOTm5RY1N7X39I/0Doz29Q+mqnLh4mUgslcYlpyozC4vK2zt6Z2Z3VlbVN7d01je0lpXXlJXXgFNJOblFpSWVFeU1VZV1VZV1tTWNjQ2tDfUt1VX1oA4M5n472nvAiqyW5g41AOtr6YHyL5gHBjXhfyeBwR4s8Oxm6Bck200A3ojvQjbP6uvq6Whpa23VBOkXTAKDRuhNHoZDYVYWlkRXgqe7R4Cfv4ebu4WZ+SbrgultEyNT8BoGAoY0QKLBXmhLcytTYzMfum9leVVeXsHU1MzExNS1azc+//yLY8dOvHjx6v79Lx89egIAwNWr1/38AgwMMDY2dnp6EENDY0ZgkL+vH93TC5R/6eqNSPdQRlCgt7cnhUJydiLgsGScozvBJcDTjRPkz/b34wYFhgczozhsqTAyQRwVxeWoR5J86Qw/b24oMy46KlWWqEhOSIqLiZdENZTm754aunPx5MO71z85f/zw0tyuyYFtI90j3U1DnQ1jvS3dTZVffHoZ+PDy+R/fDXU3lhWpaisLClQZIg6fTiI7WpvaWSMJLhbsEN9QRoAvha5u2EfpB9lpK4NgP5zK+/vLPOC7HOCbXOCnKuBBxYsLWW8vlf51ofqn/UWneiUT+X69GX4FQrzAHZ7Esm/KZp6dz79/pPbzQ5XXFjPvreR9vb/46nTiaj1zTx3zRK/o+jbVF6uVN+aLbyyWfba/5dhY5pGBlJOj6SeGM85OFVzZVX1uqvhwX9rJgfTLE3kXRrMvT+Tf2Fn38/ldnx+bG6vPrc1KbMxVtBVlDjdUDtVXdFUWtZblx3BC5SLB0b17D+1ZriosotNoBlCkEcqQRqRSXMk4R7yZiTlUHwYuHoFGaFD4BS95gDNIluZWdjb2DnZYF7zrRv+ZK9YeZ2FuY4gxNTYyt7a0ccG7+nv7FGdlt1ZXNZWXZskSlLFRKzumgffPf/nhi6XtEwcWtp9a3TPU3NBTU9NVX6tMio2PiUiKifT3cInwdyOZI784vr9WJpEH03+7efq7y8funVh78sXNveN9LYXZD29dO7Y8f3B++1R3R6EiSSmKLJBJG/MyxltqFwbbLh9c2D3auXd2aKKrsb4kLyc12Y3gxGYGdLY0ONlZaWlooPS0mb4eIj4rKSaSH+rb11778MvbdeW5yoToutK8qsKsqcGensbaxrKijPg4AZMh4bA5Pt5EG2umOzWez5awmYWKpK7qsv6GypykmOSosKXpoYvH93U3VijjxGEBdB8qgccI9HejBXm60/BOYh7r6c/f3bp46ualE1/dvfrDN58+/OrWZ59enJ8bqasp6GqvO3po7/f/+eLln49ev3wMfHhx+/rpwd7GxtrCsgJlRVF6ujw6WRquiBfIpRFJEp46BrxRgqXuwRKyJOEhMQJWdESIkBsk5DLF4aEifoggjBHk7WZtYgDXUQMwUlcLoaO+hWtvRWlrQjU0MNpbibbmQqa/ShKVKuJL2EExnGCmB9nZwtQMATOBw8xQBmYYIxMDA5SuHkpPB66nDdPThurq6Ovp6G0cWmotWEtT/aGtuUVLHRHfqqOrqX5ac6uGvs4WpK4WREMDrqHhiIKGu5MrEiSVCeKSaG42N0AVQk8P9lAy3JL8SQl+VJGHq9TPnUfB0Swwbjam6eof6+K02GhZtDBJFJ4SI1TGidMSRBnJkuwUaVp89Nd3bwEf3p45vC9eHCHis/bvmQc+vgU+vn30y3dKWZw/nQbR1TDGwOAQTRRU28HMxBQBc7I0pzljAzwoBAdLL5JjoSrpzIHF/JToOI5PhoSTxPFJZNHTuH5RXk4JDEoCgxQfRExgkBKZ5OQQagrbXcHxSA3zlIXSEpnkBAYJZGAFx0PB9YwNdReH0iIYlGAvnLMNBqWnAdmiYQDZCtXSwNqaxIrDwtneUTxflTwyNSFMLgmxQ26Rcf1bcuTtufKhUtVsbUFPjqwshp8ZEVwcL07isX0Irh4EcgiTHRkVI5Ymp2WWZOdXFJc3NLZ1DY1Pb5/ffebSpd+fPXsHAH8DH/4BgLcfPz54+MPO3XuKyqsTZUoWm+frE0ih0Fxdic7Orni8C8HFlbpx/dwF72yCQYMXMnQ1tyIhuk7WFmJWcAwnWBBID3FzDSZjmWS7MBpW4keM9SfIGGRViHsWyz0rxC2LQc0NUh/ZDEpuMCU3lJrJIG4wsH2iFzaJ7qjwc1UGkTJCaBmhHqoQd1WIewbHO4vnlyMMrk2XtuYrmBQnewyMy/DhsZgR4TyxWBwTGxefnJIgU8TEJkYKooUCSYwkAURikTg2IlLEYvOCGKH+AcyAwGD/ACa4coHDEwyNzJAoQ1A6RhiY6kHROvooPShaH4bR0Udp6yHBh+Az+jCMHhStCzEAT20CsL6+ev1IvQC8IR1r60B1dGF6+nCwAhqkX3V7MwpNIlEIBBKHw7W3x6oFEFtHczNrtIEJEmFoZmptbeWAQZvDoBgkwhgBN9LTRxgYmmFMrc1sneCGlluhaISRlS4MrVaYNfXrCitmO/rP7dzz9MbdxdrWtcaOF2cuvzl/fUaVvyOv9MLA5B9HL3y5sO/ZmRt35tb+uvT596tnhmRFx5unbozsbRWk98RmT6tK9td3dSeoFspbgPs//XTixqGBbe++/uPFvR9+v/U18POf5/ccGKltnW3reXL/mxOLu3vrKndPDB7aNb06PfjZ2UOfXThw4fD8wy8uHlidSpBymH6ktATRSFPDYHnVue1Li5W9g9HF7SEZY6JyEIC72NmjUWVjovIxUflgRNFUTHUnK6vSM76FkQYC8Ehk0Vx8XRtDmWrNzCdGDAjyRyQlbfzMdlFOCSdZRGSS0VgLXYyRHhqtZ4DUgqG36DtCTUNt3Ndqp4ArT4Erf73fdf+ItGuVX7MeUdflGv905BKw/gNw+i/g6J/A4Wdvxj991Hr6t4ZjdzJ2XZNPvxu6/X74kw/jd18PXX8xcPnZ0OW32249n758r2Hps+alF7uvAeceANcejsYXzCSXvj/9OfD18+/3nr06vTKcWzNc3PDs3kPgxcfb6yez+dL7+88C3z76+cqdK+uH7xw/211R01hY4oZz5gYxDBEIc2MjIyOMiwve0dHBxMSIQHCRSMRHjx/buXvv4tr+HQtLi3uWdy4uTM/N7F7du7B3eX5pee/ynhPrq9nRkflc/3Gl+FhV6r3+kp93Nj1f63t3fPLjmdmPF3YC1/YAn+wD7h3++8redzcO/nl+zz83jmwvSM5n0uqEzOXK7LPdtcfaKyazk/O5gTG+lHBfKtvPMzQkMCgsJCAyzDuK7yHme0gjvZPFdFk0PUnISIzwEQZ6hnmGRgVEiPy9vW2oOBiDalKXGXl8tlXdFP3zXeC3r4FnvwKPfv7wn6+A9697ettjEqJT89MKWiryuqoTGvJim/JSBqvlI7Upo3WKsXrFWH3aWEPmZHPuVGv2QL28Pj+npaRxpLFtuKlzqLF/vKtvond4bryyozGntrSqu7FnqrtztLG6OaeyVLo0kHNxruLtreUnpyaeHBp8tq/7xb6O3xeq/txb8/F079uzA28uTry9ufTb2YWVzrKF7prxzrocZVxZrnKyv237UM/ccO9sX3dLaVFhUnJWTGxyGF8cwIjyDozyCuBT6WxnKhtHk1D8k0h+cbZkhTmxEufd78YZ8+SOeoT1UIIrHekKc9dII2ywkb0XxsYVZYY1MDGHotA6ELQOxASKtIAZmOrDDLV0jbbq2EJReCSGZmTua25HN7L0NFADcDTNm+9KYzuR2XgKB0dh42hsZ48woncQ3oPh6sUg+4a4B7LooRw/TlggV+QbVhQQNS5IW0zM3R2rnA0X9/gGNnu6dwT6dfNCxxOi5nNky6XyAzXy0+1pNwez740VPhir/HGm6fFC98uVob/Wh94eGP1weBI4ttF9dWIGODz693r/65WeV3u6wOPFUvuLve0vVjte7Ov4c1/r07XmZ3uanyw1PppverGiHgG+OVR+urdsvbOoWSngezlZoCBwXV19TU0kFLZhDjVAQgwwCCO4HhIJw6DhGLBOyHhjEcAYrZ413dz+Bd/Mm5taWFlYg5KvjZWttaWNjZUt+GbP0cHJ1tbewcHR0REHjuKCMWAHB0cczhmLVc+CODnhwdYoBwfHTQDG4whgW6qLM8nVhUzaSKI6ObqAzVgO9jgnRxeCK4VCVvc8gzVXoGwLmpPxzkQnnCuJ7Obp5Qt2X/kHMMHroZ5evl50P3cPb3D3iErzBC3Nm55nEtkNbM8CE8IgAG/mfsHPcnElg6lgZxcSDk/AOjqDAIx1dN4s/QJx998AbG5uaW5uCXqejY1NDQ2NQYEXhFsUCr2ZAf43+oKl0GAhFhyORKOMUAgMWNCNhGEQUPWlCj0dtdIJ1da2RBsEutPieKzkCLZCwM2OFWZF8XIl/NyYyEy1AixSSSXy6GhppEDMi/Bxp9tb2JsbWTpYO1KIngG+IZwN+TckMJQZFMrlhCclyMtKKsHqqfa27uKicplcGRefnJSskKekyVLTZanpsdIkSYxaB05Lzy4praqpbaqorCsqroiWxCckphQWlXf3DA6PTDY0tqWrcmKlSZGC6ITElLz8ErDsqqm5o6KyrqCwrLSsurauGbxfUlpVUlpVVFxRUVkHNl11tPe0t3V3dfYN9I8M9I/0dA+AeeDRkcnJidnJidmR4YnensGO9p7/tkCDcAt2X0F1IHqauqDqC6aCoToQsAQLCUGA6V9Q0d1M9m6OHv3bFw36nzcVYBgEujmGBOrAUH2IEcYQ5+jk7+snjBTEREuEkQIzE3Ndbb0tGlsRMCTGwBAkJXAvxwhjDDZjmZtaYAwMSQRyQV7hkSPHKiqqOju7FxZ2Hz58tLW1/e7dzwAA+OOPxwAAvHjx6tatT8rLK01NzTEYI2trWysLSzKRRHBxxTk6gZvABDzOx9PD282NRiC4ONrj7G2crC2drC0JWDt3grMnwZXh5RnsTQ9wd2P60CPZobxghp87jUpw9qAQ/ekeIUH+LGYgixnIY4eII3mRIQHKWEFfY+X5Qyvff3bzu3s3rp05fGRl1/z00I6J/tmR7u1jvZfPHAI+vgLePV9dnKmvzG2rL22pqqwpKs5TKPjBAZ4Ue18fvLeXa6AvPcDdj44jUk0NPI01JDSNH04XAt9WA79WAz9VA7+3AQ/qXl7IA27UA590/Xaw/PyAdKmWVyl2jCBu9bHSoBhrCOiw9cGEu/vLvjxc8ene3IdHKr49WHxuRLKnJvBYj+BIj/DKbNqPJ9ru76+/vFB2fU/dwSHVuanc89N5F6aLLsyUnp0pOzqYs78r9UhX6ole5YHWxCOdivOTZQ9Pbr9zaNtMa+lAbX5HSWZLgWqorry7orClMLupMEvCDvEhOA+1tW0fHakpKmZ6+6BhKKQ+nIgnuJFozjgXc1MLqD4M1Hv1dPR1tHR1tHRBnR8MABthjG2sbMEfkThHPN7JGe/k6mCPMzO12jAHqt2MJAKVTKRERworCvK6GurKslWpMcKm8sJPbpwFgFc/PrjX31Qz1t7SVl6SnyKvLSoozFLGRUdKItnsAI9YLsPHyerLU4d3tVaHU+z3DTc/uXPhwdkDd4+v3jmx3pCTNtPZfO3ovjPrS6fXlg8tbBttqZ3pbj6xe27nQNvZvXMPb505u7rj1Nqutbnxka7G7qbqKF6oF43U1doo5HNQUF0dDQ0TFCTI2y1RohaBk2Mjzh7bd+Xs0fgoXoYsPj89RZUclxgVkSyOCg8M8CeT/MkkvLkZzsxMyuMKGAEChp9CHNlRWXLz1OGTKwtlmfKxzoavPrm8tG1UGScOZwY4mJlgzc2w5mZ2Jsa2xkaudjY/f/0V8OHtX09/+fBaXQT998tf3799/P7tY3AA6f0/T9/+9fjju1cA8Pqf14+A939+fufS1FhXRVF6mkwcHx2WJhODAJwcw08QqxuwwB3g5Bh+dERIrJAdI2AJuUER7EBBGCOKFyzkMpm+HrZmGITuFhCA4dpbQQyGaW3R36KWZy0N4EFuxEQBNzmKKwzxo7s6OlkYmSOhZki4mQESA4ejYOrMkBqAdbSRutrwfwGwrq62ls7GoaWjpaWjtVVba6u2zhb1rZ6enoaGxhYNDYS+joGuDkRDrQNb6WnyaMScKF6dIrZYwsvmMwqEIVm8gBgfQrw/TeDunMCgR3iRCaYGfs4OKqlYLo5Ii49JkYqToiOSoiOSJeEKaWR6oihTJsmUx20fG/zn+WPgw9vDa0t4O4vygqzfvv9azcDvX3/12W2yC9bQAIKC6xihoTDdLRionqudrZ2JkYuttburU5AXJUUadfHEfuD9y72zQ3nJUcqokAQWPZFFT+X6xgVQ4oPIcYEEaYCrNMA1LpCQyCSDtmcFxwNUgEF9WBZKU/Mwy10cTBUE07gBJDrZ1soIoruRgkZBtaE6GnB9jWghK8ifxPB1TYnnqGQ8qTAAoqHhgbOO5zJzpILmXMVoVX57TkquiKMSsDJF4cJAXze8E8WF4OsTGMYXSuLl6VnF2fkVBSW11Q0tXf3DE7NzJ86d+/XJk7+BD6/f//P248e3Hz/+58df9qwfqKxrkqdmhLK4IAA7O7uCb1PwTjgykeTr7ePh5m5vbWUAh8H0dHW2btHdqg6HB5AJcWxGAoch8HOLYXjGBXskh3rmR4fkRvqr2O4ZIbQ8jlcJz7eE51vG96uMDCjhepfxvUv49AKOO8jASXTHRC+s3MdZGUBUMSgZITRVsFs6U32rCnFPDiLlR4dUykRVqjgPrKUfzVkqFgQzAyIiIqJE0dHShGhpgkgsjRREi6JiYyQJwiiJOFoaE5sQLYlT/7e+IQjz+IKAwGCam5crgWJr54ja2EAyNDJDY0wR6je0au4FcVcXYqALMdCHYTYPPSh6E4B19FG6ugb/4382hMEM4XAjUAHW1NLfqNFS+5+hMBSYMUYgMU5OeF9ffzzeJS4uwdvb19WVCNa6QPSRCDjGzNTazNQaiTA2QJmaGFtj0OZwBMbI2AKLI7nRA0xtcFuhaJSJDQRhoqkJNTeyXJ1b3tk7cmJm8cbutVNDM7e2Lf148PSRlv6vlw4Cz/55f/3+05NXgS9+enP+7rnu2ecnb9/bfmBcWb5Q0vnLoettsdlDqaW7SlrGsytGsyt/PH4VeAn8/cWvD89+8tWpG/+5eOeXT74CXr3/+OuTv3/47f7ZC29/+Pn86sqZ1YVPzh1+/vDe719cAx5/+/Nn5x/ePQO8/fHqhbXCvKTMVEl/a81sd2dfccXBodmp3MYBcVEnK2tEWDqX2DgiLO0Jyx0WlIyJykejyoYiiyeiK3u5eTXeSfV+chCAe9hZk+LyUUFxLT2h1E3cGZbRL8wvD0psjspS+goDrCgOUAtTPYwhBIOEGCC1EUgNLQ8Mtj46/z+7rwNnHgHHHwP7fvpP/cGDUU1r4dXd5PjTygHgyG/A0cfAyVfA+u9vJu/93nrqUfu5y4rpW6odwNyDv0c/eT9x92n3pce9F/7ov/B+/u673Xd/Gz/zZPvFN+uf/rDr1KN9V0q8Iq517QB+evdw/sTxtsn9beOdacWXFg8Ar4HfP3/kOVgAACAASURBVHnQrCqujEt/cfsb4LeXf9y8f+/42a/OXz28c3G2d8CXTA308DSAQnU1t2Id7MzNTe3sbBiMQCzW3sbGqr6x4eCxU4dOnd2xuLxjYX5pZe/ulaXVg/uXV1d27Jw/ceTwdG9Xcoh/Cc9/Nl10vT3/wVDZ08W2N/sHPpyY+Hhq5v2Z7cDFXWoGvrbyz9WV97cOPD29+9XltduznRUcr1x/UrMopCLUq1nMKgrzT/ChSJk+4cE+fr6edIafDy/UK4LjHsX1jA6nSwVeseFuIg6F788QB/mwSFRvOzdPCy93I5afWVdF9HdXdwG/XgDefgk8u/vx/ingi4vAb18C3917euvi1zevVFWWSBOiU3JTVdX5qfUFsTVZKT0V8V0lCf0VKaN1yonG9PHG9LGGjNGGrJGGopGWrLby7KaC9PI0QTyXyfNJVEoauupruxo9WAEaKF1jF2tFcerQjp624cr8gqjVybLz26ueX1t4cXEHcG3x71MTrw72PlttfnWwFbg2+ebc0PPz4+/u7v/qyOy2uvyJhpKavNTsVGllgWqoo364raG3oaq1rLgoVV4skyuFUeIARpibJ9/NO9LdVw3ABA8W3l1EDZQS/SS2JLk1uZLo3+nB6aAFN1OCSvF0hSUhwtA+CG3jYWDlDDezgWBMoEhDfThaB4LRhZrqI6wgKEtdmJUWxE4HTsVYeJvb+prb+Zra0JDGNKRRsLVjgldgFNGD60RhO5FZODLDiejvRPLDU73xND+CZwDNj+EVFOrLYgWEcYJ44gBepje/lRUzHB4/wo/uC+E0eno2ersN8kMmJBG70uLXSpUHq9KP1KWebU+/MZB1ZyT/q7GyH2eaniz2vFodfrN/5J9D48DRaeDEBgAfn35/YOj1Ss+LpY7nu9tf7u54tdTxarnt5Z6WFyutf661PVtVW6Cf7G1+utzy+66mJ8s93+3ouNRbsdZcMF6Wmsr1djGHGsLVVR0wPf0NWEBCdWBQHTgKikboo1BQ9QgwRj2ApE7/mmDQJpj/yr8g+oIlPmDlFdbe0cEOC9qe/60AW1pag9ALll2pHTE2dnZ2Dg4Ojg4OjpsA7OiIA3nYxZkEgi6oA/9364hI+zf9Yh3weBwBBGDQhwzansH0L1iC5YRzJVPcQc+zr18QeEnUxzdwE4BBmRfsuALHfkGsJRCpFKoHSL+gHRo0UYO/LLi6hMMTwNrnfwOwnb2Tnb0a+DeHf01NzUEABnEXNDmbmKi3kcFT4AwS2HS1Cb2bGLxpft6kXxgMgUJgNg8kDAPTR6n96lp6MB2IIRRGsrcXBgcphOGycJY8nJUl5ueJeYUxEYVScV5cdF5CbHZCQopEEhMRGeTjh3fAmWJMbKzsPd29gxksZlCon09gOCcinBMhiBAp5Gk1VfXdnX3NTe0lxRVymVIamxglipHExIMAHJckj5YmxMQmZucUNja1t7R2lZZVp6Vny+RpitSMVGVmU3PHyOhUU3NHWnp2rDQpWhIvEkvLymvAfeDqmsZytaRcW1BYlq7KKSquqKpuqKisK6+obWhsa2ntamvvGRgcGx2ZHBudGhmeGNq4PzW5bXpq+8T4zMjwBHgKnAUeH5seHhof6B/RAJufUVDkv3eAIdrqr2+QhHW36oDu6P/Gg///SrDASaTNoSNQFgZxd6PXSl0TCnqk9XR0wbQwCM+gCOzh5s4OZUUJhAlx8exQDtbeEbTIwiBwHS1dra3qgUcEDGlhZomAIfV09MFIsLmpRWgw68qVa2/e/H3gwKHW1vaZmW0nTpyanJx+/fotsPHxzz/vAQB4/PhpU1OLoyNOfdUEZUCjUN2oNKy9gzMOTyIQCXgclUjwIJMpLi5EvKOagW2sHP4fst4Cqq37gfsOEnfFPQESkhAIEIK7S0IEd3d3l+LuFNpCgUKddvWWytausq7bOqlsXVdZnboL930vd6fP/31ezu/k5AToOdBDzv3cr+losfS0LUwMRTyur6Ojr7OTg8DSydoqyMM9yMvDVWQLacU8tqkVj2Mj4NnaCBwd7HzcnYM9XBR+HjnxkQMtdd9smT53dP/PZ078fuH0xe+OLS1M97TUbp4Y3LJpDPjwAlh9e+v6z9vmRmcn+4faW9uqq9urKqsLsuIj/X19bBzsuW5OYkcrB5G5pVCXIaDAgixgd05VArfagCddwIMO4GE/8Efj0+WCz+fqgZ97Vw5WX5pMOdkfHydE2FNhClucUAPmZATb1iG7sCXj1515v+3MuX248vqu3MPdgVsqHE4Oh58cjfp9V+mbnyf/PNyxbyT91FzVT7tbv58p/X66+MJs1dmZqsOjBXu707/pTj3ck3Z8IONgZ+KR7oyTY+W/LY2eXhwaaygabSrvLM5eV5gxWFfeXprXWpzbWpqXHqFwtuSWZGQMtLXWl5YFenjSCBS0GpLDYtsLRXyupb6uAQFHhP6LkXAUXA0BV0NA1dAQADNoGob6RiZGTGNDk/8A2IzLNDHX1jJY61bQ1NLW53GtBHwrAYcbH67obmroba5fV1GUnRA1s2Hw7ct7D/+50tdU015Z1lldkaJUFGem15TmpyZESYI8pX6ugc42HnzWtwvTl5a2eJoyGlJCD23o/PnA/PGFsZ8Ob9/U1ZATJfn5xME3d/+6/evF6xe/+3bP1sWxnuXtM4ujnQdmR07s3HR8x/T+ham9c5PToz3dzTXZKXEia35MuKwgO11gYUZCq2HVYRZM3QBPx4zEyChZ4Pqhni9vn4/3dQZ7uiuDAmw45iIuR8zjWZmY2HM4DlyumZaWt524q7a2qaioKjujoTCnp67yj7MngU+vvz+8lJ8UOTvRPzXYERXqHxkSwDHUx6up6pApVDSGhsEiYbCKvJwPzx9/ePkI+PTiw6v7APDiy8fHn94//PTh0X9LSKsvvnx69vnj0+dP/nny4C9wG2n15ZbpYbD+Kl6WHCtNi5OlxEghERgC4Dg5OAscIfWNVASEy/ykwR4hAe7gLzDYSxLk6eZoq69FxSFVCGg1PEodi1DFo9RxSDWkKgyHVCOiVClYOEuX7iLk+TrZudsJmFpULRK44KpHp+hpgnXBGBSagEETEUgiXJ2AUMchwa1VFBIOtmAhwbnx/3PU1iqiVZHqqkh1OBqmAofBVFHqcDIKS16bIiTAYGQYzMOCVRQZVpcWUxoVmiXxTA92Sw92S/F3CXPgK91sPS1NjYkoTxteepQ8WhKQFBmWECmNVYZEyQKjZP5xysCkKLAKWxns01hReP+fq9d//eHL26eeTjZslm53e/3j+3+vfnwBfH6Vl52ko0lEwWEUIoJGRGtTiBp4nMCU6evsmJEYPTXS8+DmVeDtCvD51fmjS7W5CUmh7tkK33SJR7S7TaSrIMKFF+7MVTpZKJ0swp25UW6WsZ7W8d42cV7CWE/rOC9hvLdNgo9tvLdNrKd1hLulxJ0f5G7pbm/GY2nScWoIGAyhAiPikBQiBqkOU4b5e7oKRVZGSqlzWkKAIsSJiIJRcQgTbaqTpVm4j0tBnLw+I6EuPT7W3y02wMvX3pbPNOGYmtkI7b39giNik9PzyrIKK3OKq4ur6xrau/rH1+8/vnx35cmb1U+vPn94C6y+BVZv3n+4++Dhmpa2hNRMTy8/B7GLQGANudSYTFO2mbkljw8VClqYmWrSqCQcFg1Xh8NgBHVVtgY11ME2xttV6WIT424X6WypFLMTPfjFYa55gaI8f7vSUKdauUet3KMmDHyslLhUSZ0rJS5lwY75PjaZbvxkB/NEe9MUR3aKi0W6m2WGuyDDXZDuZgkeD0GxxDnJ06o0MrA0TpIVGWrDMfT3cpFKAgMC/KRh8oiY+Oj4pOiYRIUyOiRY5ucb7B8QEhIqC5OFyxWRYbJwiVQhkSqkYcrAIImTs7vAytbI2JRApGKwRBKZTiDSSFRtDJ6BxFBRWBoaR0dhaSgsDYNnYAkaGDwDegWJoSIxVASagkBTvrZAY7F0PB48kINaVQ2FQIL+ZyyOBAEwkUQjUxgikZjHs0ShMK6u7kKhLZttQSbRGXRtJAJHJjG0tQxoVC0SUcPYiC2wFJmZ8nW0jYlgQ4KBpY2DHpMLx9GIVF00jo7FUAy1jA4u7Fnf3PXN0MZ9fWMPls9e33EAuHH/9OjM6dEZ4NHblSPnXy7/eG/p5J6KrqcHLwAXb/05f2wyq366cN3tgxcG0qsnS1oXmwb29EyC6uVzYPXm0ytHL9w5d+Xc0vLxxX03L/z64e5j4MVb4N2H41sXzy0tHdy84du988tL0y9v/fL2319X/jp3cXnxjwv7Xjy8fPvG+dbmguLc+KKMeLmHR4J30FxD78a8lhFFea9f7mBQ4caI2klF1VBw0VBw0aikdExaNiopHQ8rHwktaXZOqhXFdHpldvtk9/nmDAcVbgqvmZCVt3untfumdwRlV3nEF3lEBZs6sjG62mpUBppKwVLxOAoNQ9VTIco5bqeH9nz+9tGn/feB/U+A3feBxRsHw9vmvAun3DL77RMej58G9t0FFeC9j1+N/3K36ej9dSe/TZi8WrIEzN38OP7r6qYrr8cuvRj74X7fqQ+zP3/cevnZzLkPO395unD29tzycvPEUlEHcOUpcPr6gZrB7VU9o7m1W9tGPtx4CLwDjs7tSvVX7OybfHz+CvDg1cMffv/54PK32/dcO33+wJatbjZ2HEMjfU1NuApMW0sDhUIIBPwLF865u7tiMChjpsn4huk9h49t3bVnduvC1t07F3dt27F3aXHH9vmFLT+c/b46JzM9wKNG6j6bqbgyUP73UMnT2eZ3u3pWD46BkzbHN62e2vzp2/l3p+Y/nt3x+cKe92eWXp/e9fLEjvogx3IvYZmHTZm3XY3EM8XNJlDACnASenk5iD0dnYK9hQEeVkHethJ/+zB/cYi3rY+TwFkosGebmlMdRfouIp0AJ4PGvOCzuzveXF0CHh4Hbnzz/Pzm2wdHVk7Nvb+0/+b+Td9OtB2b6uuurQANcSnxqfnpySVZcRXZ4ZWZKT3VCT2ViYO1qaONGWPNmaNNWSNN2cNN+cPNlePtJd01ReuKsspTvUMc9VlUazE7PT+psbfFSxFINNHU5BpKkiUVnUWlLelpWf7bx8uXN1U/+n7uxel54IftLw+OPNvT/fHo4Ov9HcCZsWdHep9/N7V67dj5bSP9JRmtRZmFyVGdDeWD7fU9zVXgMmVFUWFSfG5cNBg69PENshP7CkAADrZxCBCIPbk2rhyhL88+0EwYqMeJNODl88TlApcijl0mSxCtZ+5H13ck6wgouiySlg6WQUWBd/bJWDwDS2RgCFoInI46zgSOZ6PIQqKWp565n4mFuy7TjqzFRuAtcRRvY/MEe7dwS1GwucDf3NLT3NKJZWFjwrZiWtiwrews7ZxsnV0d3N0cvDxBBg6UOvvHCb2KxH6Vzt41Lu6Nbi71TnZtng6T4UGz8cpdOQmHKrOO1mQdb0g/057500DOb8MFNyar70w3ryx2vdzZ/2Zpzf98aP2a/3kjcHDs4+7+V4sdz+Zans21vNzS+nKh7c321lfbm59ta3y8reHxtoZH2xuebG9e2d7+ZFvn/YXuqxvbT/bXTFdnlkYGuvIMaBgYlYAh4gkEHBGHwWMROJQaBgfHkzEU6FBxVAaJpk1maFJomhSKJu0/+VdLQ1tbUwfqu9LT0YfkDcjzzDRmMY1ZkNphqG8EYS2UjNXTM9DW1oWmgCAqhgqx/vdrzEwtoKwvi8mGPM+mLA40gwT1YEEbSJBEzOdZQ+gL2Z6hGSSOhSVUy2xlbQfhrr3Y2dHJzdHJTezgAr1ia+cALR59VYAhVzMU9P1f1Req0YL+Qeg5x8KSZcqBqBjaH2aZcoxNzAwMmXr6xhDn6+rqQztP/wvAUOL3K/1+LYWGMBhSeiEdmEqlf6VfSB+GerCwWDyJQCUTadAh4qh4DBmPIoCtT2pIlq6ej6M4Ktg3OSwwXR6cpQzODf8PgIujFIUx4QVxUdmxMXFymdTPn6lvaGbC5HN59nYiZ0cnJwdHVxcnLw9PXw8fpTQ8Iy27srymubG1oa45P684Pi45wD9EEipXKKOgEx2TkJqZk1dUWlvXXFffUlJaFRefEhAoCQySJiVnVFbVT23Y3NM7lJtXHBQc5uMbFB2TWFhUXlXdUFffUt+wrrSsOj0jNyMzr6y8pqGxFXI+Q58CrWvdAz29Q719w+MTGyfXb5pcv2l8bGpkeGJsdPIrAG+YmpmanJ5cv2nD1Mz0prnpTXMbN2yempwGW6Ch83+NIUGl0KDtUBWBgaNxSCwOiQWfYLD/l/wL0S8EtNBzyAgNZYD/t/YZEoEhACaspawoJLKutg5owOfxhVbWnu4e8bEJ/r4BpkwzDAoLV0MQcOCUMwaFRcJRDBpYqo7HEuhUBpVMo5CoJkbM5OTUN2/eff68unfvvrKyioGBoZGRsenpzQAA3L17DwCAV6/ePHny9MOHT/X1jXp6Bhp0BpdjwbPgGuobGBsa8bk8G8HaFDCfb83lWvM4Vlw235RpbqjPNtLnm5q4CoUhHh4hXp4uNkIIgCV+Pr6uziJrS64Zk2Wkz+eYOYhtXV0cnBxFDiJrVxuBi5WFuw1f6uWSFRveUl443NE8NdC1c27D3q2be9fVdTRU1pblvV75F1h9++75vXOn9vx89tClk8t752aners2jXT3d1WkJkmjokIiwmXuDh7WLK5Ah8GnwIJ5sCc/tL79tR640QxcawL+7gJ+aX6xXAKcbwV+GXh3ovXcUOypvrgSPy0PXZinMcxWE5YjMfxxW8Gf+8v+OVxx+3D5rf0ll2YS9rR4zpbZHukNPT4c8cu2QuDGwpcbOy7sql/eXH5ue+PyeM6RoYxvJ0u+21CxtzdrV3vKvu6Mg11pR3vTl/szvxspPj1Z/fOOwaObOnvLM3ur8ptzUlpyU7srChtz09pK8taV5JanJgc6OyTJ5Z11da01teEhoVpUDQRM3dSIJbaxtxXaMY1ZVDINfANdM0JDCjA0XgIlwKEAMMvElGnM4kAWaDOuKYujq2dMpWlRaVqaWvpcCytLSysGhSriW+YkJXbWVw8210VJfBOjQ3du3QB8ef3bhVPlWSn5iXElaalVBXkluenZaQkR8kBZkIetqYGDmeFQReH98yeCeDpdOeHV8QFnto3dvXD40uHFa98fGltXeXDLFPDpxbNbVy+d3P/zif1zQx0TbbXfzIx8Mz24Y7Lr9N65fVsmDixumFs/0FRZVJCZ7CK2FVnzK4rz/b3ciChVjBqMZ6qfn5FQlJ2aGheRl5546si+gzu3W7JMhGwzrrGhpYkJW0/PTEvLw8Ym0MnV196xMiv3m7mFo9t3jLe3757ecGJp+4GF6ee3rn9+dm+0oyElSlqemyL1cYsNC/FxcgQveJFYDExNl0JFwmD+ri7Ah9efXj99vXLnyb3rr1ZuAsCz/87qkw/v771/e//LpycA8OLj20fvQEJ+9ff1S1OjnQlRIXERQXERQZmJyvR4UAcGReC1+quIEK/wUK8YRWBMRHCUMlAh9ZFLfMNlAcowf1moj4tYqKtBxiJgEADjkP9hMEINhsfACVh1DBxM6upScaZ6DDN9DSNNshYFo0nCa9PJmjQqkYDDYNYW0eCI/wVg8PYYAgFHIuAI1P856mhwI0kVqaqChKkg4Gu9u6rgTrAqQQ1JQyDIKiokGExDHeZgapAdHtKcm1SeKM+S++aG+2cr/JRutr5CDlebRIPDglxFSeHS6LDAKFlgrDIkRhEcIfVVSrwiZb6xCr9YRUBeakxuSuyJQ0u3rl9+vfLv8YO79bRIQkvT0cEO4POrzx+e3/r7dys+S4OGJeHVKXikoSZdm0R0shbEyqTXLl/88PIJuLf84Tnw5dWF43urMuNjAlxyIgPTpZ4RLlaxnjbhznylk4XCkaNw5EAMHOnKj3KzhE6Mh1WclzDBxzbOSxjlZil35QY78zwdzW35+sa6BCIKBofBkOrgb5hGxmFRKpIgz7AQDwcbpiRQlBLnJw91IpPRKqowHFrdRJfBMdCyNtH1teMrPZ3cBeZBznae9jZWYKKAbS209fQNiIhNTsstzSyoyCqsLKiorm5u7RwcXjp86J+HD96D6Pv5PQC8B4C7T57uXz7R0N4Vn5LxFYC5XD7kgoYs0BZsjp2NrYBroaelSSeT8GgUeCtEFaaLhruZGYe7iOM8HeI97aOcLRV2TKWdUV6gqDBYVCZxrFa41Su96pVe1VL3ihCQe8uCxaVBDsUB9vk+NlnulqlOnCSxWYojO9WJk+LMTXXhpbny/wNgN8vCIIdUL6s8qXuu0q+5MDUnXklCq/j7eYaEBIXJZbLwKKkiQhoWHipRBAZIfLwD/fxBBg4MkgSHhAWHhAUFS/0DQvz8g339gpyc3YU29ixTDpnCIBCpdIY2naFDoeviiJoQ/X4FYCxBA0fUhBgYhaVBAAw9QiPAa/SrQSAwcDgaGk0Gq7PWlpMg+RfKAJMpDIaGDotlBi0q8/kCAwMjsP+Trh3gH4LFkIgEGpWiSSTQSEQNM1O+vchVaO2gr8fCYigwGJJC12VomyDwdBxJSx1JwmGpBpqG8yObRura949MHxrc8OfSkfmqlktzSze+OXF5y37gyv2N2TUP9575fOr3J3vOfjr5x7P9P1ye+qYjIneusvvGgXMXtx29vOfba4fOv7tyb/XmM+DOy5unfz2/58TTq/+uPnp756frH++vPPzj+tPrf10//X1XWfFsV8fh+Y1/Xzpx7cJB4O1t4OOdZzfP3bh08NHf3395+9e9Wz8M9tV0NJdWFaR7WQnjPINm63uGkitHlRUDgQX9AfmTiqqNEbXDIcV9/nkjoSUQA4+ElqyXV7a6pVZYh3d4ZnT7ZA8FFvT55kxIyzaEV/f5Zze4xtd7JNZ4J+W7hnsb2JggNHWRDE0cA4siIlHghbiDFqdRmvlo31Xg9Avg4BPgyGtg213g4ONz2evn/Ys2++U0cSR74tqBb24D3zwCTn16PnLpSsXSL0U7jsdPPGg9Bczf/LLxKrDwz4dNv7/d+Mvt7uVnU+eezZx/NnseOPr3063nnu/94WzP7Ltjl4Gf/j25bnI+r3k0tWJf1+TTS38Cb4F/f77WW9mUFhR+ed/Ju9/+DLwGnv589dcjJxf7Rq58e/b0voN+Ti6GDA0Ok0kjEPBoFIVMdHFxAoAvYrGISiUj0ShZRPTU3JYDR4/v2rdv6+6ds1vnt+7euXXnjp27d5399kRuXGRZhKQrNmRbbsSVnqJ/BooeTFW9WGj5uKf/y6GxL8emVk9t/nhq9u3x2Q/fbf1yfg/w0xHgpyPvz+xtCnZcJ3ErcuXXhrpWhrkne9r52pi6ii1cvcXOoZ4uikCbUB/rYC9hgJuVhz3XjmfBM7bmm7gKzUKceRlhzu0FEcub24C/TwCPz945NvRNR/zKybGbe7uOD+bvbk5bas2dLE3oSpOPlOekR8jAUFhyfEJ6QmxucmRxWlBOrLQqI3u0OWOsOWusOWOkMWOoIWuoMX+0pXSsrW59V1FHZXZNVmljbnF1WlR8YExCaE1L6bqh1vKO2vTqgoTy9JSq1PTqhIRCaXSi60hbyonNDS9/2v3s9NzHs4sr+4dXdnV9ODr46fjAx1PDK0f6nn8//fKnb+Y7SqqSlCWJUe2VRbvmJnfOrp/oa93Q39nbWF2allyWkhTi5ORvK/KzEgXZOkrtXYKEYh+urStHKGYL7ViWIj1zF21mqCEn1tw6wUwQZWQu0TP2ZOgISQwOmW5C0dQiggWIODRYt0siEDWJFA0sUUsda6CO56Gp9iQdby1TCdMqlMn30DS2wdFNVdAcDNHLyCxJ7B5lJZZYCP05Andzvj2Lbck055mxLdh8S77QztbRQeTiZOfmbOvmIfIOFHlGizxzXfwKXTyLnR3rvF1aA9wGw3zmEhTb02P2FSQvV2SerM4+05h1qSvvj8H8ayNFt6cb7s+1Pd3a/WJH36tdA2/3DH85MA7WXx0Y/bR38O327ufzrSubm1Y2Nz2bbX4x3/x6G1j4vLJY/2Ch9v6WmgdbGx5tbX68vf3J9p5bs52XJ1sPd1V3ZkZJHHhMTRwZo0rG/wfAWDQBA8dh4DgiikTD0ylYKhVNoWOp2mSGLlVTm0zTJlO0aTQNCgMa+9XR0tXR0v26eASpvmDod+0yD1KDDfQMIaUXSsZC6qi+viEUkf2qDBsZmXxNApuyOMZGpsZGplDrFfScxWRDC8B6ukYG+iYmxmZfPdJQ9NeczWOZcpgsNpPFhtqYuTwra6HITuRoa+cAlT+LHVzsxc5fARhaP4IywJC6+1VGhtTdrz5nyFwN0TVUNw3Jy19Tx5AL2tCIpaf/n/wLNWD9rwKsqalNp2tA5c8MhibU+Uyl0iEMhhgYEoGhil9o+xd65X8VYCI4y0yjkOhkIg0CYCKGRMYSSUiMrQVX4esD+p+DfLLDQ4qiZfnhwblh/gWKkMIIWX6UAqxKiQhXBAZ4OjuzWaZcjoWdnZ2bm4uXp7unh4svGDXylwSGZqZk1VY31FTVZ2fmgZukUqUkVJ4Qn5KYkJqYlJaalpWbV1RWXl1SUZ1fXFZUXBGfkBoQKPH1C1aGx+TllzQ2tXV29VdW1cvkkQ6Obn7+IckpmUXFFVXVDY1NbUnJGbl5xSWlVWXlNVXVDQ2NrXX1LeUVtW3tPd09g51d/d09gwODY909gx2dfUPDE+vXGHhifAOk905NTkMK8Po15/OGqZnZzQuLCzsWF3bMzS5u2jgLwyGxX33OBDSejCNBh4InE9B4KB6MQ2K/lkV/Tfl+nfaFoPf/b2+GLNAQAK/dNMJj0RgUAhR34GrqCHU4hUTW0tA0NzVzcnCEmpkT4uIVMqU8TOHt6WPGMifgiF+NsigEGofBQ5F6KhlsV9dkaBnqG9nZ2e/cJELB6QAAIABJREFUuRsAgE+fvty8eau2tr64uHRiYvLPP298+QLJwMC//96HNOHa2npXZxc+l2diZGygp6+vq2duamZnbWVnDW4gWXO5Qr6FkG9hxTbjMo0tzZh2fAsfBwe5n5/C39/X0dHDXhTi5akIDgwL8HN3EttYci3MmFY8joPY1sVZ7Oxk7yS2cbezdhcKXAQ8b5FNnCS4Ojertbq8pbK0MCO5d11Dd3NdcVZqdkrcd8cOfHn7fPXNk1OHFpb3zFw+c+KPs6eXd209sXfr0X2bh/pr6+qKKsqLwwJltuZWAj0tSzpMYqX65reBJ+eqnv1Q/uS7wo8/Naxeanlzsgo43w6c67q9rfDCSPy50dQdDdI0Z7KAAIsQ449OZt051vjXN4X/HCy9c6jkx+nYA61e26vFWyrtdzd7HeoNOzwY/eB0P/Do6K3vJ47MVOwbLzg0lLmrLebwYPapybL9A7n7erMO9uUstSQe7k49MZh9dqL8u/U1P24dODzV2VWcvq4woyY1tik7uaUgsyIltquiqKU4pyYrQ+nnLfHwaCwt7ahvSAiPMNDSU4epmugZ2Qps7O3EZixzGoUOlrCjcZAFGq6GgGLAOAwe8j+bMs1MmWYmRkyeOdfc9L97e7p6xjS6NomqTaFr8/hCtjlPg8KgEQgOAsui9OTmkvyYMP/0REVrU9m9m78/uX2traokJVxalpGaGCFLjYtIjFFGh4f4e9hbm+g6mhulB3n/e3a5WO62NFjVUxi9vLnn8+1f/j5/6OmfF88f3DrWVvXnD8eB1w9Xbl5+dvPyH98f3tDTsH2ia9dk99bx9uXtG+bHOrdO9o90NVUWZKbEhruIbflsVnyUUhYSgFEDu5FZ+ox1dWU1pfmxijAfF8c4payrscHPxdnCCLQVOFsJ3W1FwS7uWdFxaeExWdEJm/pHDi5uP7p9x4aenm2T4z+dPLplrH9+tO/m5fPf7t8hD3ALD/YK8XQOdHOKV8htLTgomApOBU5BodEwmJEG48ql888e3F659xew+vLz2wcf39379P7fTx/vAauPAGBlDYaffv70EABe/Hvr96nxbl9Pkber0FlkEeLnlBwrzUhQpMfLIRE4QRkUKwOTwJFSn1hlUHR4ECQCRyqCosNDIuSBYSHeDraW2nQiBg4CMAENhwAYjVBBIlTQKDUUUhUFh6HUwcZmKk6dQUTq0vE6NJwmlahBI1IpJCIRj8fjwUU0JIqMRHy1QK8FgFHI/4r5UOoorDoKCzbcqqMh+oWpoNSRBCSSqKqCVIOpY1WRFASKhkDo4ND4NR1YxNJJDvUqTgjLighICHGL9XcJsufZGGvqYGAaKJWYUN+EcEmULFAR4rP24wSFy/wUUu9wmW+0wjcizCcpWhro5VRblrf67tmVn88BH16kJIRr0rBBfq6Lc5PAl9ef3j9bmJtkGmnq69M0aHh9BtXWguMqsu1orIOiwl9er7x6dAv48urg9k15sbL4YPcUqWe8v1OMh22cl63SiQfRLwTAkBQMkXC4MzfcmRvpyo92F0S7g1qxzMXC14HtKDRkG1M0yGo4OAylBkPBwYVkMgmLx8MdRPwIuZ+jLSvYzyYtISBS6cnQpMLUVbF4jJGhrh6DREOraeHUtbHqegSkiMN0tOZxWMYmxoYcvqWrl688OjEpsxASgQsqqqua1rX29m/f9831O7ffA6vvgC8fwCQw8PDFq+UzZ9v6BlMyc/38g52d3K2shHy+gMezBGPApmbmpmZaGpp8sBuEa6iro0GlkHBYDFyVqK7KUIHxyPhgK16il1OSlzjJQ5jsYRnnaBbvZJoXYF2tcKlWuFXK3KoVHuUS1wJ/+2xv6ywvq0xPQaanIMPDMtWVm+TETnAwSxazk8XsJHvzFAdOmhM3w4Wf6QqKwAmO5rkBohRvYVWCNDsiYPNopxYFY2ig7ePnHSyVhCkjQ2XKkFB5mCwiXBkXER4bEioLDJJAxAs9unv4ODm7Q/f4LQU2pmYWNLoWiUzX1NLT1NKnaejjSFooHB06a1ZHGhrPwJO1sURNNJ6BxNIQGCocveaCxFBxOAZ0CARNCICRSKK6OrgYjMaA5mcsjoTBEvEECo2upaNrCCW7oMEP6FKGz7MeGhzT0zXGYcloFIGApxLwdAZdj8XkcthWOppGJsYcKlWPTNOjMAzQeAbI5yiKCgzpLHQ6um3fpnX9o6UNyyPTvy/svXv4u3+OnP3nyFng2qMPF/66tevUna0ngJ/uXZvc92Pf4rft03uqB5vlGRuK2x6duwbeMXsFAA/eAQ/evb726N3NZ/+98uzL27vPPz9+s7ry6taly58fPPztxPHNPZ1HNm9cmhj4+8ejr/+9BLz5682dH/6+tP/RX98+vHn689u/Pn24PTJU11idm5cSLTJhZQUpd3WsH89oGJaXjYSWDAUXTSqqNoTX9Afkd3lnjUpKIfl3OKR4Q3hNh2dGCV8GAXC/X26/T/ZgQP5wSFGPb2aNY3SpfXiZa0yqfairFt8EoWmA19Eha6NRBDUEloanxzkFL7fPvT129+OhB8CBp8DS4y/zt4B9j2617t0RVjEfmNdmJe8WJTzfeBHYfRc49fn1xOWfirYfjBo6Fj/+afIqMPcPMP83sPX26tx1YNuNlYkL77b88mz2wvMtPwDfP1jZfvZC78IPAwv/bjv5x+SeqcTysaSyhYrOtz+D0V/gHbB7ci4/OqUiMfvWmV/e/nEHeA2s/HTl2snTEw0tR7Ys/nbqu5iQEK6xkYWpCRmHVoPBiAQMn8fePLuRRieRiFg0GmnANOsaGjly4ts9Bw/u2Lu0dffOHXv3bt25a+fuXTNTEyVJcZXR0qnc2L0lsT80JN/sy3s0WfVivvn97t5P+4Y/H1kPnJz5dHLzm+XN704tABf3ARcPAle/+326t9Jd0CF1K3ThFXhbZ/kKk/xEIe4CB0cLsY+tWOLGD3DiBTlzfcQWzlZsK1OuuZ6LwCwlxLM9K+HM9Pif32z/+PNp4N/fgMtHz47XzBZIF0rlm3KDDrambSyUlwfblktdKuRe2f6uGcE+STJJVJgkPi4qJjE6LjtJmZfoFi/xyAzPGKjPHG3Km2jNX9+WP9qSM9CQ3VOb01Wd11qWU5eXVBiXV57S1l3R0lFa11TYPtBQ1FBY2lZZ0llb1FGe31aY1ZgaWyBRxDhM9mZ/t7X9+uH1B3ryf5luWjk48unEJPDtJHB28tXywL393feOjv+0c7AiNqAwVt5SnDPV0zo31rd5pGe8q3mopb61vKg4MT5ZGurK47ly+d4C20A7xwCho4eFELIi21oI2QZm5hoG9nrMQFO+zNwyjMUJNmG56epbM+hMCkWPStOkahCIVDSBhiHS8WQKiUSi4ol0NF4PQWCjaWKyro8mS2FsFc4UBumau5J17XAMDhzPwRBddIySRG7RAnEox9rHjCc2Nrc0NOEwTblcrokZh8O3srIRi+xcRDauDtaurjYevrbuCpF7jl9Qob9/oZdrTZBbl9JvPDZ0ITV8b07C4cLUE6UZZyqzf2zKvdZX8s9I6T9jZfc3Nz9a6Hy2o+/FroGXO3tf7ep7tzT4ad/oxz0DoPl5of3pbMuT6YYn0w0rM43PZhufb6l/ulD7eEvNg8Wa+1tq7i3U3dvScG9L879z7TdmOi6OrdtSnZ0Z6GZlQKfj1ChEsLAUXG7DkrBoAg5JAOkXQ2fgNGgYKhVJZmCpehRNA5q2DommTSLr0eiaVA1NhhaEvrraepD8a2RgDAEwNH0EtUBDIrCOjp6Ojt5XIzQ0g2RszNTS0oEAGDJFQyIwuITE4pgYm0EpXxaTDam+xkamBvomerpGujpgpyDTxJxtzrPgWIJnbYMXrF9eq2I2NjGDGNiCK4AA2E7kuFYQ5OLg6Aqlf6ENJKjOCrI6fy21gpLA/2ulhvqxoLIrNocP9UJbcAWQFxr6SkgHZrLYhkYsMJWpZ/B1/eirAgxlNv+3/opMptLB1hQqlUqn0RhUKv1/AZhAIBEIJKgL+isA4/FEAo4MBrMJdIh+cWgSGUehESjmBsZeDuLo4KDoIN+4QO8sZXBBpDRb5p8vDy5UhhZGyAoi5FkR8nipJMDN1dbS0s5aaC2wsrGxdnVz9A/wCgn1lckCw5XS7PSMkvzS4sKylKR0mVQZHCgBhV95ZGpKZklxRXNLe3tHT3NLe3FJRXh0nLu3n59/iI9vUEioPDUtu6GxtbOrv6GxtbCoPDUtW66ICpNFpKXnlJRWFRaVF5dU1tQ2lZZVl1fUVlbVV1U3QOXPjU1tUEf0wOBYb99wb9/wwOBYZ1d/a1t3/8Do8ND46Mj6keGJ4aHxsdHJrwA8PDQOvbJp4+yW+W1bF3fOz22dmZ6HEdDEtRkkzFoPFqQGg53PdBKDhCXikOBIEhFDWltCIoA8jATHjf7/R11VTV1VDa6mDjq91sZ+Idvz19pnHAaLQiDhauqqMBVVmApCHU4lUzToDBMjY1uhjY210MXJOTE+ITU5LTszp6igOC0l3cHeEYvGqcBUKSQqlUxDIzEQA0NtSXQqw9gQ7EP39fU/ePAwAADv3398/frt/PxCdnbu8vKJ/1f1BQDgyxcwCfzw4ePVVeD585c1NXW+vr4WFhZcLpdpbMI0NhHwLW2tBAIOR8DhWFlYWHHZlmYsHstEaMF2srEK8fCICgmJkUgkXl4Bbq7yAP8YeVisQubj4uQithNZW1rzLfgcMz6P7WAn9PVwFVvyPERCdzsbRwHX38UpJzG2s752uGPdWE9XQ3lRZ0NddVFuRlxMdFjwlqn1j25d3zTUFh3qmR2jWJwYPrAwd3jX4sE9s8ODze2dtS3r6qMU0SKutUBPi0+DBVvCXv7S+erX1pWLtXeOFb462/DlQsfrY/XvjjU921v9cGf5H5syN+c7bKv2XajxH84R7+2O3t8T+dNs2nJ/8JlxxcVNMUsNLhM5FptL7LbVuS/WeS0Px2xbJz0xmX3vzPivBzqXZyq/21J3fLxwqSPhyHDu97O1J6eqTkxWLo+Wbm9OODFcdHqi/MxU3fJI9fezfQcmOjrykuszEkpiw2tS42vSk4rjIgfrqzsrStYVF6YoFe5CYXl2dntdfUpUNFNHXx0GM9TWt+ZZ2duJTZlmX9PdCHWkmoo61HIE9Z/paOkyjVkg9DLNjA1N2GYclgm4aW4I1gYbUmlaRBKdRGZwedaGBmCGBK6iqkulpUZHVuRmFmeBQ0eB3uKNI93Al9d//3K+MictNUquDPaJUYTKQn0ipP7ONjwXS3MfITfUzurK0aUNjTlnFvou7Brfv37dvYtH7/988rfjSyd2bFwY6Rhrrfn48Oazv3/7/fSRN3evH981MzfYOlhfONZStqGrvrEwpa0yrzInuTA9Thbg6W4vtOIw7a0sIsOCtEhYpg4DCYNJA7yaqyv83JxtuGx7AS9KEtJaU+VoZWlrwQ50dU2JiGgqKRlpa6vKyanKydk+tWlx/fqp3p7F9RNNxQWbBnp3bpzoa6panByaH++PVwR5OVgFuTsKzZlZCXHKoEA0DAbJvwIzDhIGW1dbBay+f/f83uN/rz19cPXNy1ufP9xbQ981+l198unjg4/vHmzeOBTs48Q302Mba4oEps523NQYWWpsWEo0eMDnMbLU6LCUKGlypCQxIjRGFhAtB43Q4RKfaHlQXHhoZFhASIC72JqrScWj1WEENHwNgEEPM0pdBYuBI+DghC8aoULAqpNwamQcgkKAU7BwOgmjSSdp0Ih0Gvj3TCKRQBsICk1BIcEZUxQK2gFGr31A8i8CCe6mwhEYdTWUqgpCBYaAqaFgoA4Kh6uj8SgCAYXDqSHQa+PAVBSCAgfnkXQJcH9HQWyol8LXwduG48gxZGngqHCYIRWbGa9MCJdESP3lwd5RyuDEKEl0eFCU3C9GGRCjDIiU+cYoAnNSY9MTIo58s/3H748/vvvX+xcPh/vb/NzFbk5Wy4d3rX58Bnx6rgzzJeJVXB2tHYWCYG/POKX88Z1/Xj95CKy+//T6KSgCf3wx0l4fL/XJi5Gky31ifR0SfMQKR67MiSNz4sidQQs0JAXLHdgyMWcNjLlSB06Yo4XMhSd35ctd+RJX0Pws5OkZauMIGBgaDv5WUergOhSZhCPi4EwjzbAQD5GVSYC3dUZiSFJ8iBmbicBhsHiMvoG2ga6GPoOqSyUQ4OB+somWBs+cBSq0dLohk+Xo5imPiY9Ny07JLckqriisrq1qWdfS27dlafdvf994s/rlzep/APz07fszP/7UN7Y+u6A4JFTm7u4pFNry+QILCx6LZaavq6etqYXDYM1Ypjwux0BfV5NGpRDwOBRobqfAYLrqqq6mxjHuDlEuwjh3YaqPTYyTmZSvmenNq1Q4l8ucSyQOFTK38jC3PH9RsjMnyYmd6Gie5MSGToKDWZw9K8nePFFklmBnmigyS3HgpDvzMlxAHTjDwzLTyyrTz7ZA5ql0tZobbC1JjwN/WH1te5GtJCRUqYyQyyJkYRGysCipJEKuiAqSyLz9gr38An0CwEcnN09bsROUDRNY2ZqZcyhUDQwWTyCSsUQKXduQQNFB4xloPAOFoyMwVASGCgEwjqQFAjCOgsCS4RgSAktGYMlYggYer7FGvyAAY8FlYIKqGgqJwmOwYPR3DYBJeAKVoaGrb8DU0zVSUVFjMDQRCPDKUldXX2gt2jA1I7S2JxHpCDh2zQINPiHg6Xq6xgyqrr+fxNs7mMu10dQxxuBpBLImmaSJhRMjgpSnlo7MtA325JT/vuPIgfaRlVM/A/ffXd194vHJX4DrT+4sfffX/BHg1ydvj/x6ZXLfX/NHDjZPbCxc1xKbf/PEpY9/P3l9/f7nWy8/3HoBvAXA8/AD8PgT8AYAnn4G3gBPLv95Ysu2F9eu/bj/m5+P7X918+rJnZt+P70EfLoNPLvy54Wl309ve3f/x4c3vgM+/g0A9+c2dW3bPHJ4x1xHcenO3tHz00u9scUD0uIxadl4WPmUsnpKWd3lndXukT4hqxgJLRkPKx8MKtwQWdfplVnAlUIA3O2TPRxUOBJcNBxUOBiU1+SeWGgnz3eQBxjamSI1KDCsNoauS9ImosAIoinDpFFR8PzgdeD4w1c7b33Z/fDlxuvA/G1g3+MXQ2e2BVcuBhV3CpQtXOXl6sXVhevA0t0P89cuFC/OBTcdSR4Hdv0LLN4Ett8Gtt0E9t4DTr0EheJj917vuLyycB44fefWzLHLwzv/mNxzdcM374//NpvT2CZP/3PpFHBz5dPNx8CTt2PN3bmRSaP1HU8v/w2sfFj9++GVY6d+PbLcXVY52dZx8+KlgqQkNztbLtOYQSbgUHA0XNXCjGltxTM20qMScSowGAymnldUOrlpc//o6Mjk5OTMpvXTG/sG+hcX5msKc+szkioV/osVKQcrE46Vht8YKFyZqX+1tfX97t4Pewc/Hhr/cmzjx+Xpt0c2fjixAFw6+PbENuCPUztKkjOEJo1BTnnO3AJvmzRPQbK/vcTT2sbaRODIE3qLTMRcEzHX2MaUxTPksrVdeQa5Ere9PdVPTu0BrvwA3PgF+O3758s7fppqm8lV1ARYlniYFbiz1kW6VYQ55gaIypS+6YFuEpFA6ekcKwtTyMNik+LiMpMTi7JkuUmO0SFeWdEx60pT+uoK17dXzPSVT3Xl9TckNRXHVmYFJoWllKamFCbEZ0XmlafkliUnZEbEZkUmFiXFFCYpc2MVedHx5Ynp9akJpUpFgtvMaNnO0bKunGA3LViJp8kPI8Uflsc/nhgDTq//d6n16mLTL4vtO3vKYt2FTdmpu6fGd2+Y6G+s6mmqGe5qWVdTWlOck5+SEObh4crlu3H5Xjyhj6XIlWMlNOYImRYirrWdpR1Ln8Vi6ImM2cF8u1CudZA5N8DMwknfkMvQNKRQdCjgtSgOT0YTKASqBoVKpxCIZBSWro4xQpKsSFpumib+epxItkjOtPZiGIkJmnYkHT6ewcGSbRm6UXZuMkuxH9vKyYRtqWtsqq1vbszk8SyZLDM2TyAEAdjJ3tbFwdrZ1dbNV+TuwxOmevvlBwXkeDlV+jt3KrzHowJnE6UHi5KOliQdL005U5X+y7q8m4MV9yaq705UPdzcsrLY9WrXwJuloVe7+l5u73m1o/fNLrD46tW2zufzrU9mmh5tqn+0qR7E4M31TzZXr8xVr8zXPl6se7xYd39L3d25htuzTVcn669saj891NSfFRsi5BgQkESUKo2ERyNROAweCgATUUQSmkRFg/1zdCyVgiLRsVQ9mpYBQ0ubTNMikXXoGlo0TWj4V1db738BGMJdAz1D6EAlWExjEAh1dfUhDIYetbR0NDW1tbV1DQyMDA3BnSR9fUMm05TFMjM2ZkIWaBaTbb5mEjQyZBnom0CPXwGYxWRz2HyuhYBrITAztYCasQyNWMZG4BaRqZmFOZtnzuYJrGxF9k72Ymexg4vT2k6evdjZWiiCoBfqfP4KwOZsHoS1kK4LuZ2hei2oAQtyR3+dQfpqvf7qkYZ04K8/79cKaEjjpdEYEM1CuAtxr5aWDg5PJBDJZAqNTKERSRTiWhUWna6BxxNB3P3/MjCBQMJjSQQcmYinEHCg+RmPwlFwBE0iyc/JKSLAP1kemhoWlBYWmBcemh8Zki3zL44ILY2SFUcp8qMUmeGymJBALwexpakZ19zM1sba08PNz9/L28vVx9tNqQzJzEiurazKzsyTh4X7ePkHBYTGxSRmZuTm5hRWVtQODY5NrN9YXFLh6ubF5vDFDq4SqdLHNyg8IjYvv6S2rrmmtim/oDQuPkUmj/T08ofiwWXlNZVV9dU1jVXVDWXlNTW1TTW1TQ2Nra1t3Z1d/ZDbuX9gtL2jt7OrH9pA6uoeWNfa1bKuc3BgrKO9t7urv7drsKd7YLBvdGx0cmx0EqLiocGxocGx8bGpmen5xYUdWxd3Li7sgGGQ4O0c8PYAloRG4BHqaIQaBgnHqMGQcDUUGoHHYYh4DBmHIWKQBDQSh0WAkAzVZaEQaLgaAqEOB3VdBAKJRKJQCDQaicWicdB+EQFHIpHIZDIej0eufWCxWBQKpaKiogKDoZEoKpmipaGpp6VtamwitrUL9PWLi4mPi4nPTM+qLK8qKSoNCQrV09FXganisWDwgEyk0Ch0KplGxJMoJKoGHRSQTZmshLj4A/v2f3/6zJ/Xrj99srJ5eqa/t+/SxR+/fPoMrAKrn79cv3oNWAVWVp69fPXmu9PfO7u42diKrK1tmEwmx5wNerAtuFzwb8iUa2pqYWzCMTa0NGOJLHneYnFEUFB4YGCgq2uIl2d4cFCUBOyCjlPKAzzc7AV8ax7HxpIrtOTaCngia0sHa4E9n7sWGBY4CCw97O0SlIqGspLm8vLynKzM2NiG0uKqvLzijLSFycnzR4/MDPVHBnjHhviWpSfV5OW11da11Ne0tdX3DbVk5MTFxcT6OrkFiW0djVBlEZrvrrY+/73l/Z99wN3p1993fj498PpAG3By8MPhrjcHW25vKTjdI18otR9PYw8nm09k8DflWs/l8Tfnsjfn8+eLbWYKhetzradLXXY0B+/pjljqjtnaEr6tLfbYROHp2aqz8/U/7Wg9O1d3ZnPV6ZnqM7O1Z+ebvp2pOzJWvqe/8PBo1YkNTSemWk/P9O4daNpYVzxRkV+XGF0WG1kYE1mRnFCTnlKVllqbnVmWkhIvlTjyePnJyZMDg3UlpXY8PkZFlUYg2VpZ2wrtzM05Wlo6eDwRiUQjkWgUCoNCYdTU4CgURldXHxoXhRZWoCgIVHigq6sPvjXQtWlUTSKBCg67mbEpFNrahBJSaCmoKCmuKC5Ii1YEONsUJEcd2r4Z+PJq40h3ZkJ4VXFmekJEUrTM302sCPAK83Rx4Zl68tlH5iZ2jTQenWn/98f9u0cbfjq05eOdX+/8ePK7nZsPzU3215Se27cTeP7w3q8Xzx/YvXfTeENuWo4iuDxRWZ4QkRclLU2Kbi7IrMlOSY+QKn09XKwsXK25sZIAobmxPhXPwCJN9TSTIpSOVpYWxnoWxnpuIuuuptr8lIQAV8ecxNieprqJ7taW8sK8xOic+Mi2itLZkcHJns71fV0zQ/0jna1jHa19LXXlOWlV+ZlxsuAwX3dfJ3snK56fs7gsO9OWY46EwfBqWJQKmoTE+bq7f3zz4q+rP/19/dLDe78/eXj12ZNrH9/dBVZXPn949Pn9kx/OHktNjPBysLfhmNtxOcZatCBPlzB/jyB3x5ykyNykmKz4yOSIsNQoJVipHRURJ5MmRyhjpIHxiqA4RVCsPDAhXJIUGRYpCQzydhXxLLTIBIwqjIBQJ6EQEMEiYDA0XBWNUEEjVDBIVSxKDYdWJWARRBycjEOR8CgyAU0hYihEDImIJRIwZDyGhEQREUgCHIVXR2LhSAwCPFjwjQQJ9gUgkQgECjxrTWlwOFJFRU1VXQ0Oh6uDS0lwuBoChwTBAq0GR6upYVRhYAWXOig7G2gSOEaaZnpUKhqGgsG0SUg/F9tYeWCkxDciFNw3lga4RUn9EqMkCeEhkRLf8BDvGFmAxNdtrRYrNCFcMta77sKpQzd++wH49OLSmWNxEUGl+clP7l0HgFcXTh+yEzD1NfBCrqmXq+NAd/u7l08/v3sFrH689ddVYPX9xxePGkty/B0FGcqArHB/pZtQ6WSpdLUMEZtKHM1lLhZyZ4swRwuJmC0VmUtFnBARW+bElzkLghy4fvYWPvYW3mILVxFHaMk0NmCQ8AgUHAZXganDYAhVFTRcVV9bg0bE0ohod2drC5aWNNA5XOoeofARi610dDVU1WDaWnRTlgmDQqYSSUQsjojFIdThLBNTLpdPJFHgCBTTnB2XnqZITEwuLEorKc0sL69ua2sdHJzZufOnP/98DwCvV8HzDgCef/x06errUu/XAAAgAElEQVS10emZ7OJS/4Agb29ve3t7Dodjbm7OZrP19fXxeDz0Jm9kZMTlculUGgqBBHcBkAgqGkWAwQxIeB8hL9LDIcyBLxebJ3tZRzmwYh2YiS7m2X7WJVLHMplzbrB9upcgzd0yyZETa8eKsWUmiM1TXXhQ7jdOZAqdBLF5ogMbLIVe80LHiphFQeJ0D0Gqu1VOoFOx0m9585gRRtUQjzShkUUWFtESeVJMQrQyNio8ISRY4eMvCZTIQ2SR/iFh7j4Bzh4+9s5uNmInrsDK2k5kZWtnyDTBkykoHJZAIdM0tWhaBgSKHgqngcCAIjCGoIElMTBEOnTQBBqaQEHhyUgcSR2NV0FgUDg6Ek3H4BlEig6OyFBDYFVUkWu3hbFoDJh5R6MIeByNQdfT0zHV02VSyBokIo1CZhAJVCQCy6Brh4bIurv6pRIFg64NV0cTCVQdbQNVFYQGQ5dIoMLVMVYCu5BQubXQHo7AqqqhqBRNOkVLHQbPjEmdah/aPTSzt3/j5a2H93esf3T0R+CPR1cWjz06fAm4/uzH9Tv/3rr855YjwA83gWtP/t1/Zn127XheTaUs4c63P37+6/67P+9/uvMCePL5893Xz67cX73z8uOfj++d/v3z7/eBmyv3l8+vnL7449btv+zf8+LG5Tf3r//07Z6LRxeAp388+/O7Oz/uf3Pz7NvbZ9/++8PjG9+9vP/Ltk1dG/qarp45samp5eSGufMbdgzGFG9OblqvrB6RlvUHFc4ntnZ4Z61zTxuRlg2FlozLK/sCC4akpROKqkpRdCEvbCK8uss/d0RW3u2T3e+XOxxS0OGXUeudkGwXKCAaGmIYWjgGGU5kIMgUGEYfwUhxj/xj45m3++4CR5+/337n+aZrq1tuA9vuAXM3gc3XdgXUzboWDlsn9lvF7gyperf+LLB0A1h+cHfD+S7Pwj2ZY8Chhx92/wMcuA9c/AL8DADn3gAX396cPPn+4LWb0yduTh/9fWzpQufmw9WDf04fePTNuZGU8smCRuD2c+D5Z+AtcO30j5ny2NKEzBvf//zuxgPg5eqTX65f/Obg93uWBmvqemtqfj9zprWi3NHKUhboZ6jJwMBVUaqqcBhMl8HgMJng2yAKA2bzTMxl8ojo+ITwhPjolMTIuKiY6PDMuKiypOhSRUBzhN+GTPmx5owr45WX+wsez7U8mV/3fGvH6939H/ePfjw0/uHQ+rcH1r/aPwX8ehS4eOjKdHetn31XuH8czyDX2TLbWZDjZV8o9Ynzc7bhGBkbaJpxWQKRJYtnbMLSZOrh3fjabZnSq7uHgN8OAH8cBH458PLk/M8b182XxbSGOxf78tOdmXFiA4Wtfqw7NzHAPsrXPsCB52Zt5m7DdXeyc/Px8pRKpSlJ0YV5YbkZHonRbilRvvkpkU0laX2NZVM9xWMdOd21OV01ibV5fglhATGSiLTI2Oy46MyY+Ny49IqM9MrM2KJEZW5sYmVmQmVaYk1mfEVySk1aZmOmItG/syVr76bGBE/WYHbAmeHiJ/v6Vr+bBM5uuL2j4fae9j+Xei8udK9LkQ5X5O6fGN01PLK+qam9rGi4q3V4oLO4JKe+qVImCbS1YHsJrIOtRXI7F6nIzdPaQcgVWlhaWwrtmHpMUy1Dvh7L2dzKl2vrzRK4G7LdDMxFWkZ8qq4RjqqFItBRRPqasAZ2PqHJWjiqPp5uQqDzKDoOOiYe+uae+qZeuix3LWN7ih4fzzBHUVkYqhle04yi48y2cbMU25kKLHRYXANTC0NTcwMmh2nOM+fy2TxrnpXI2k5kbSfkW9taCh0FNj4CYYKHV0WYtFEe2hrqN6Twm02S7M5WHimPPV6dcKY+9cf27D/6iv8ZrX4wWf9oU9O9qcaVLZ0vt/c9Xeh6Mt/2crHr9bael4tdzxfanm1pXZlrfry58dFMw8NpkIEfTdc+39L4dLbm0XT1g+mqB9NV/87U3J1rvLOl7eJw5dXFgYW6HKkV05SI1MWjaBg0CYMhorEkDI6EwRHReBISR0ETaASKBpmuQaZr0zR1GdpaVDqdTKGTKdoMDUNdEHohOdfAwMjAwAgSPP9X4IVqkKHPGhoaQ6BrYsIyNmZCL4I1E2wLPT0DPT2Drx3R0Eqwvr4htPprwbHksPlma1WphgZM6OjrGX+1QJuZWkAF0VyOJZdjabG2lsReY2aoLgsaTxJY2ULyLxgAdnazd3K1tXOwFoqgBixIzoWIV2BlCwm5XB64gQC9aMEV8PjW0IFWkb42TkNfAzmioW80YZobGrF0dfUh4Ic6n6HA81f/MzR0BPmfSSTwTgueTMGTKQQKlUilkekMCkODztCkMzQhGP7vkUgG0RdPxOEINKomVPsMtnPjcBQU0oBGEZoaRvq5xwV6pUj8M+SB2fKgbEVAjjIwLyK4NF6eHxmSGxlSECfPjlFEh/h5Odjb8blioVBsa+PiIPb28pBLQpPiovOy0ksK8tNT0wICgjw8vKKiYoqLSysqqqDNofGxDdVVDXJZpNjeRWTn5OHuG+AvDfAPDZOGZ2bktq7r7OzozcrM8/EO8FqbDs7PKy4pBi/hCwtKi4vKoSkjaMu3vq65ualtXUsH1PDc2zM4NDg2PDTe3dXf1toFtT13dfZ1dfb19gz1dg0O9I6M9q8fHhgf6ZsYGZyYHN+0aWp2cmLj1PpN05vm5ue2zs1tmZmZnZ2dX1zcBkOqY9EIPBa1xrdrcyRYFEi8GCQBiyLi0CQCloLHkLEoInrts3gUATSRr40Dr7EHGoVAYlBoiG9RKAQGg8Ji0eB6LxFDJGHJZFDqQaPBCU91dXUMBoPFYsGeGzV1JBwBXeZiEEgCBqtFZxjrG3A5PHdXD4VMmZyYkp9bkJWR7e3po6WhDa3F4rEEColKJlIgANZkaOnp6NIoVEexQ3dn1zd79h49fOTHHy7+cP7CtsWtu3fuuv3PrY/vP3z++On502fPnz4DAOC336/9c/f+2XMX7ERiXT0DK2sbc1MzPpfHY3PMmSwzo/+HrbcAavtu4P9pgbgnECBACBCDuBEsaAgQCBDc3d3d3b24t6Uuq3u72tZu7bRbu65dZbV10q26dcvvvnz343l+/+fPfS6X3KVwB9ckr+/baCxra3trG46NrciOJRfw3MTiIC+vYG9vlbOzn5siSOkd5u8XH6qNC9P6e7o7CvkSjp2YZy/iArdSAddZLJQLeI5CvotE5CISusukkYEBRRnpDSUlbVVVpenpRSkphcnJzaWll44effnoUWd1dbxGnRzqHx/sG6pSp0YlRIVG+vp5hUX5BQR7REeF+bt7RHt7hDtRh0u57+90PLle+/rWkO7B8qtLA+8vjL89NqQ7ven3/Z235gq+nk2/OhF7djDwQIv79grpcqFgMYezrYC3vYi7ks+dzeHO5YlWa7w+6A4/Mpx0brbw0GjG5uboHZ2JF5frPt/TdXVL06XF2tMz5ScmS45PFJ+YKj0zV3VqtvrQRPneodLDkw0nZjtPzHadnh/c3l03WVkwV1fenZNelRBfEB1VHBdbnpxUnZ7RmJ9fnp6eGBIst7ML9vYe7uxqrqxSuriSkCgCCsW3t5OKZWy2/ToAGxr+SzhQKByFwlCpNC6Xz+XyeTwBny9ksezAXTgwKQdeGzMyIhMIJNADY2xsAoXC9fQ2EggkrTasurysuawgPzGiLCP+6ulDujc/v/n14fRo90hvc39HXVN1YWKYJj7YP9zHw0vIVdgzZ7saPz4w/8F00x/fXzyzfeTQfN+zL8/r/nj858ObX5w4MFBZXJeW9PnJI998eGr72OCB+alNLbWx3oqMQJ+CyJDSuIiqtPiGnNTKtIS86ND4AKW/o0glF0f7K93FXLoJwQQNp5sZR2kCGspKooPVSheH+LCgrXOT549+0FCa31JZ3FVf2dtQkZ8UFR/sW5OfPtbeMDvYuWNhZtfS3O7l+cn+7pHO1u6Gmqz46KTwkHB/n5ggtbOAI7Nn+imcItSqCLVqrQYZhoeTEPoIOpX2zRfXfnv+4OEPX92/+9ntmx/9+ebhn28evX316O3Lp2dPHshKjRfbs3i2NlwaTeno6CGTeMklwUq3suzUxDBNekxYaVZKWXZ6RmxkckRYbmJiRkxMqEoVHeATF6SK0/rFh/onhQclRwSHB6h83ZzkPA4Fj0Xqb8BADLAQUMJFQDdsQADXzzaCZw2ADdYiwRAsCopFQUEGxmPg4MGh4HgYHA9D4qAILASOgsDQUDh44IYQuCFkbRXYEGIAHEN9A0N9gw0b9PTXDAPASrC+oYEBYJ4H7fRA5kLfwEBPT19Pz2CDHnQjIJmi9PXQBnoEuB6Pbq71c08ID4jUKCMCvbV+7lo/94hA74TwgMSIwFitX0yILyB3a9WxWnV8WGB0sF9rTfHEQPuOpclbn3+ke//i3LE9y9P9CxM9n1w4ovvnxY7l8RitavPceKCvZ3yU9tVvzx/e/e7nJw+/un71w+NHtsxOJEcEa9wd0kL90oKV8SqnaE+JWmIb4MQIcGJoHNeOAzNIztLK7UOcOBqZXZAjR+3I9ZGxPWV2Ho4cdznXUWrHoluakAkIuKGBvh6wirxRD6q/EQExJKAROCQUizCwZ5rbWhB9PSUBPnKVt1StUnDt6CgklGJmzKQzjElGRAIZjzMC+YpmzaAz7JAojN4GfRyJ6Ojmml1emlVVmVxYmF5aWt7a2tDTs2l5+dynn/7y55+v1gLAIAl/defu0vadlfX1UTHRKpXKyclJLpeLxWIajYZGo/X19bFYLBKJtLS0ZLFYJBIJBoMhkUigARECgerpEWEQMcMqyEUa5ekQ4y6O9+THODMjHawjJVaJLoxsP1FhkDxXLUtXCnJ9JICx2ZEVL6PHy+gg7oJIDAJwopyZ5MhKcf43D5zuYgdEhb1EeUpJSaBrcaDb0U09kY588w16VjADLoXiIZKqPVXR2pislLzE+KzgsPjgyES1NsbNJ0Di7CFycpU5uzm4uInlzjIXF6FURrWxxhDwcDQKSySQTEyNKTS8kSUSa4bAkFE4UwyBgiGaovBkFJ4Mx5AgSKwhAgNFYeEYPAJLgGMIUCQJgTHFEihYgqkhDA24FTYYgutHQPMzioCAY5EIAg5jiseaY9EmRIIJAW+MRGA36BnCoCh7O358XHJLc0dSYpqxkRkeZwSFIFFInMFaD5z+RiiJaGJCNqda2ZpRqAgkFgJFItYWgPFQ7HT/ptmOkemGvpXm4QfHP/lk4cDZ4S1/Xbn7+eKhOzvO6r795Wj75E9Hrz7Yd/7txW9/O/vZ1dld49lV47nVNWGJ3x87r3v4s+7+z2++ewpIvg9e/f7lg/vnvriy5fBX209eW9h/unf205nVK5NLh/sGZuoqT2yZvn39zNXTOz87s/PF3Y8ffHr44bXDb+5e/unGieffnnl++/zPdy7f+Pjw9TMf/PrtFxPVtbNl9Yc6xxayGqdja4YDS/p88zu9spbiW/p887u8s4cCintVeSOa0h7fvH514Zi2okYeV8gN6VcX9gUU9wUUD/jmjwYW9/pmD4UUdIXlBrGczfTQ5ihjc4KZNZlqizMn6BlKsbazud0/7br5/vBz3ZFf326//2rxu79XftAt3Xk//bVu5e7hoM4tivJpScYIP2GzR/69pp0/j5zQHbqtu/ryh6nzjxau6i6+0J37VXf1HXA+fqM7/+uDpcsnaudfHvvm3vYLl4ZWPxnfdbhq8P7mE3+dvXG0daI1MuuTrYd0L3W6396/u//8wPxqVmhcf1Xz489uvb79WPfo988Pn7m8Z/+eqcnRxoahhrpLhw/3NNZzrK2CfZXOYqGlMQkLgRLgCCuyCZ/BxBgYYvShUD19PAJfWlKZnJ4VkZgQmRSfkZtZkJsRoXLPUHt2JodN5UTNZ2o/qE64Plbxw1LLjyutT1banq92/b574O2Bsb8OT7w7PPXm8PT7k0u6j/bpLu3bX5NR4sot8RClS9kl3g7Vfq5lvq6lgd7pKjeVmCOwsWBQTa3MifZMcxszZKCL3a6R2j+/PKy7deyfjza/PTt3bap6d13CQKJXS4RzfahTSaA4zZsb42ancbT1llo7Ca0cxTYKJ56np8xL6aRQukqUbg4aX2VCVERxTkxVUUhRlldarEt8WHhFbnpHbfVUX/Vkd2FvfXFffVFXTUplVkiiVhOj8Y3wC4gLSinLKO+rK+utTqvPSajOiK9KDy2MTqxNL+ouqxtvqh6ujUzXdLfnrW6q2dZfeG2148H+Ad3FBd2lububa25vqbu5renmvqGv909MVecstNTs6OuZqKlry8kdqKme7O9ua66prinJyEz0V3l6yCR+YlmE3D3ORRXh7K2SucvFjnYSmZ1IwqTR7c1thFYsBVuktJd50IUKK47C0l5AsGSjTa1hRAoEawrDmSAJZAyRjCFSkEZWWFM63oyJM+HgzaRkqqOZlZMpcByMLYQEMzsUyQZOsoITaUgyDWcmsOVJuFIBg8+msjjWdhxrOzsqnWvL5toyOQyW0J4rW9McpUDkVOoqkQY6Oqf5+NRotW2hQb3B/pNRATvSww8XRh8pizxeFXWuMf5KV8bXA0V3xip/nGp8PNP841Tj8+XOF6t9v23tfbHa83rX4Otdg39s7/t5c9vzlf/QLwDAS00/LTU8nat+Mlv1eKbyyXz1k4W6H5ca7i8131lpvzRadWqoujVB40wlWsINyHAYHgojItBA8eR/HSICbYwjmBKNzIzJ5iamFqZmZsZkEoFIIhDNTEypFkC3E2hpBgkWDPSup3mtrKxpNBvwgIlfCsWCSgWqsMCJgfXmZ1D4pVJp4BQwmBmhUmk21kxQ/mUxOXRbNrj6CwaA/xuA1zPAfDsBj70GwEwOk25Ht2GBDmomw97ejs8XSKQyJ0cnwP8sd3FzcFZIpI7ru8EgAIMQyxdI1gF43d4MAjDoi+byROubwPYcwTokg1FhJosDerDXrwj8rwsabIFe/9ALYDDRCG9kjDM2xhoZYUgkDIEI8jAKh8fhiTg8EVSGCQTSekUWFkNEIrBoGHDNgoiEm2IQPBpFKeEkqL1TNMosrSo33B88ORHq3MiA4lhNfkxAYWxwYUJYZlRImJ+Xj7ODi0ToLBIr5HJfb2WENjQlIT4zNSUjKSk5Pi4oMDg8PDI1Nb2srKKpqaWjo6urs6+7qz89LcfPVyMRO8odXN0UPt5e6pDgqNSUrIry2qrKuuysfE2g1sNdGRgQkpiQmpWZl5NdUFhQWlxUXlRYVlZaBa741tY0VlfV19c1Nze1t7Z0tjR3tLV2dXf19/cNj49NDQ6MrkHvyODA6EA/IPkODoz294wO9YwN946P9G0a7Z/YNDQ9OT47M7kwMzU/MzW/ML+ysry6srJlcXF5eXnzGgAbImAQJFCNDUWBd4CVZBQeCccALn8EFoXAgvcRMDQcigJsh3AsuBL8f0dc/+OIRsCBN+R/FeC1+WDk2hcUCjUwAIgXdEejEEg8FodFYxAwOPA5Vk/PQG8DZKM+DPiYCyEbmdizOQoXt8jwqJSkVLVfAJPOWl+OxaCwWDQOjcTgMMDKs4kxGYfBWppbhAQFj4+OrW7ZunXzluufXrt88dLe3XvOnDoNcO+aCPzsyVOdTnf/weOzFy6/1+k2Tc8IhGIuTyAVS9hMFpdtR6dZ0ygUOpXKsbEVMFlSrr2TSODM5/u6uPi5uno5OHg5yr0c5WoP9zhtSHRIELiHJOUC9CvksIUctohr5yIRyQU8J5FAIZMoJGI3qUTt4R4THNRVVzfS0VGbn58ZHR0fFJQaHr5lYuL5nTvXz50ty0j1d5X4Oos9ZU4KqZMIuKRk5+DM8fF1SoiJDHD3jPFUJHsxFxvlr27UPbtW8/7usO7x0rurQ39eHH17avT1ieH7q7W3tpTe3Fb09Wru9eXky9PRH46EfTgQdr4/5HSX76Wh4AtDYUc7Aw51aE6NxJ+dTD82mravN/HQSNahsdwTU6UfbW66tNxwerLs9GTZsdGCA0M5+weyDo7knZgqOz1Xc2Ku9uhU3eHJumMzrUdnO4/O9M7UlwwUZSy11k7WVtalpRRER+VGRhTFxVampjXk5VVkZCRpQ9yEQi6N1lJV3VJVHeqvNieSMDCYPZMhkzjY23MpFAsMBgeBwAwMICADI5FoLBZvbW0rEIgEApFIJJFKHbhcvr09l8PhMZlsS0srsCSATDY1MiKDLQi2tgwcjqCnt1FPbyODwcrLyuysq+hrKO+qLjm2a/O31y7q/n558fTByeHO8YG21rqSlMiQMJVHsIeLj0TgxLSpSIm+d/XgdEvW869OXj+8OFGfd2Lz2Lt7X/9+67M3d745s22xKDq0ozD7/K6tR1ZmF/vapzsaq1PiiqJDc8M0xTFhJQmRBTGhedGhhXERSUG+4d6uwR4uwV6uQZ4uXCszczyaZkxIi4m6dun8/tUtw53t08N9Z498oHv/9uHNr5cnhrvqK4fb6iqyk7PjwiZ6WlanRxZHe+dHB+dHByf7uxtKC8uy03MSY/0UTh4yUYiPZ6CnwkMmktoxvOQSH2eH3KQ4V7EIuQFOxpnA9aEGenqDPR1//Prw+ZPbz5/eevTgiz/fPNLpXrz45e6WpU0ZKdFyMZeIhDlwOUpHxwAPtzA/ZU5ibG9TzdWzx7cvbKopyixIiwUZOCk8JCYoMDE0NCpQHe7vHRnoHROsAgEYEKL9vH1c5Y5CHoWIQxlsBAqcIRAMDIaFI+H6+mtzvgZIoNJZHwHRR0KB+yiYIRoOwSCgWCQMBzSH/OcQEcC+KsjAGBgCAwOuMQPf6v8FYJB+gQDFRj19A701+t0AAjAMAkfCUWt5cihU38Bww5pSuiaWGqyNBpExhnyGhb+HPClSEx+m1vq5h6k9wwO8tH7uof4e0cGquFB/8CRGBKZEa8PU3kmRwbFadVVhRlZiRHFW4txY791vPnn18/33Lx/v2zazMNHz/uXjdy8e/vj9F3/9/vTJvZsdjZXFOWnhwf7hwf7RYcEJEaGh/spgpVt8sG9iiG+Et1Oi2j0lyEMtZwe52Ac4M/0dGCqJjZ+Y7i9hBErZQQ72aqmdn9ROKWa7CRluIrZCZu8kZAk4NhQTIgYNNzQA0BeICuhvgBnoI6EQW6o53crcwoRApeBYNLKnC8/HXaRw5iichHZMawTc0IRMZDNZZiamRAIZgyZgMUQ4DE21srWk2sARKL0N+noG+gQT45DYmJTiguzy0vTiwqK6ms7hoa379l7+/LMXf/35di0ADMaAf3j6ZOf+/RV1dSlpqT4+PnK5XKFQSKVSMpkMvLBDoUgkEg6Hm5iYWFtbgwAMh8OBOQAoDKK35kvHo914zChvxzilQ4SzXYIbN0JGC+GZhYsskxV2OSpxnp80RyXO95VlewrXReB4GT3BgZEoZ4I8vP4QZOAUZ7tMD16awj5PCYwJF6mdMzwlm1sqhkuz6IgN1khDBonAplB4NmylwicyJDY0NF6tjQuMSPTTxipUGqlCKXbxkDh7iJ0VjgpPBxc3nkhMoVphcQQ0FgMkrUxMjcws8cbmKBwAvRiiKc6IgiWZofBknJEpAksEVV99GAqCxEJRgCICSMRYMwzeDI0jQxHYDcD6EQKM/mKwRBzWCI0ioJBEYAwbaYKAEfE4Y2MjMzQKr78RSjGjBmlCy8uqG+pbaqobiASyCdkcgybob4QaGsBJRBNfVUBebpHcwcXI2MyYTCGbmANbTTgjDBxrhjO5evrykaXdq71TYyUt3x+89NPpL+7uu/D28u1rcx/c2f3hq3PfHGmbePPhjfeXv3t9/sblsS3bqromcyrHssprQ+KvLO/W3X2mu/1U9/id7uGrB6c/+/PrR7r7L//5+rHuy8efzu7tj8mdzako9fAvVvlVhIZ8MDFw4/yhI1s3fX1+749fnvrhyoHnN07/8d35r85s/vjQ7Ofntl0+unTr2tFPT+15duPT/aOjm+vaPmgbXsxu2hRePuRf2OeT2+6WthDdMBpY0u9X0K3M6fHJHQsuHwooHgoongivbvfKrJBEtXlmjIZUdvnk9fsVjAaXtnml9oYWNIdlC7FW1igTEyQJomdoBCdao81pG0npzqGfThz58+ijvw/+9G7Po9erP7xZ/v7dwu03U1//MfyJbuXu6ejhLYryRae8CUnqjDzto/ThL8vm7/ce1h37UXfwru74E92l17qLL3Vf6nQX/9Bd+uPtwe/3F48db1zQfffq9cXvTvYvfbt6/Ej96K8Hr/xx7PpwQvFwesXbL+7pfvtb9+OLL49daM4pywmN371p8bcb9/64+fCvuz+d2bz7yv6DU22to40NE+2tR7dtm+jrYVMtwgP9PZ3kNHNTpKGhpYkJ05Iq5XAJMDjWAEaAY5g0+tmzH84uLnWPDNe0NnX1dLY31a2M9JZFBbbFBQ+nBE+lBB5tTPuoP//WTM29hcaHC01PVtp+2d7zcu/Q2wNjbw5OvD409fep5bcnN+su7RuN8y124aSKbIo9pFW+LrX+LqVe0jxPWY4PUErnL7OXMy24VILAhliaEnxq88Dtkyvf7h39bKHxs+mqL2frF4oimkIVuZ6cYrWsMsw9N8gpyc8hPsApWCn28eC5uQuUAS5hiUGphcnpFRmp5ZlReUlB6dGqRK06NSKyMCWqJN0/JdwhyDMsLzG9trBmqLVuqK2opaKwubSio7qspbSkoSi7PDM+Ny6pOLmiu6J7sa97qbdmtL5horlyqCa3Pa9qpLpnuWds11j/Sl9GWWxLQ+rycPlIZfRgluq77R1/n5t9trPl4Za6u5vrvllpuHNg9Nbh2R09tVu7m2dbmttyC9qLCud7umf7e1oqS7sa6oKVXh5CkSeH78+RRDm4Jyj8Ipy91Q6eHg5uYokcCIha0TkWtkIrljOD78YSudK4jhSmgymdhTC2gRItICnxOdgAACAASURBVDgzCNYUgTdBA68FwEEZ2RDM2UaWbBLFHm8mMDKXkS1kZAsR0VRIMOFiyQwkgQojWMDwFnCSOcqYSaELmQI+nWdPY/PpXJ4tB/iJNiy2FZ1lzeCxOBK+2EEkk4ikMomju4NTmLtHlp+qJiSoLVQzGBawlBi6Py/uRFnC4dKoE9XR55sTP+nJ+mao5O541cPJhkfTTQ8nG57Mt/680vFitefVzoF3e0fe7Bn4Y0fPs6XmZ0vNTxcb1w8IwD9OlT+eKn00U/ZotvLxfO2D+frbcw1fzTRcGqudKY6NkjCYqA1mUH0SBILRh+IQGBwUAQIw8K6NRJMwOFOikQXZlEoxtzK3oFLMKWQTY5IR2ciYYmpmZQmkWykUC1DepFAsLCyooJPZ2toWJF5Q1LW1ZdBoNmDZFbCFvlZzBVr/wGeCTwYnkUDxA7QH2tqwwOkjNosLFmJRLW0sLawtLazNKVYW5jQrqi1ogeZyhDyuSGAv5LH5dizuv/RL+zdeR7dls1lcHl8skTqCLmiZk6vU0UUkdgCnj8Bw77rhGVwDZrG5HK4Q9DyD3uZ1GAYfrq8ugd8EZGYmi7MeQrawoIIKMGiBXpd8jYzIIPqu3xoZkYkkQPJdB2A0noBaK7RCYLCg9ovHEwkEEnjAXmgEHINC4gDHLgxGRAKSjIeIG+mjSAnyzdD65Yb750cG5ESowZMbGVAYHVAQG1gcry1MCEsNCwzxcfd1dfR2cVRIZZ4uLoF+/rGRUamJSSkJiTFhYVpNoK+PX3p6ZkNDU1tbR0dHV3d3b0N9S25OoUTsyOWI+DyJm8I7JDgqPi4tJ7u4orw2KzM/IT5F7R/k6uLh76dJS80qLiovyC8BjdNFhWUlxRUV5TW1NY31dc11tU011Q0N9S0tzR0gALc0d7S3dYMM3N3V393VP9A/MjQ4tg7AQ/2bBnrH+ntGB/vGRwY3jY9MTYzNTIzNTE/NT03Ozc0uLS1uWV7eDALw1q3b9EDoRcDQQKvbGuLCIEgYBGmoDwPs0AZwqCECDkWBT1hrfkMiISiwOgsGga/FcQF95t9yrLWIMHytEQu21qClrw/4FaFQKBwORyNRWDQGi8agkShzM4q5GcWUbILDYFEwOBIKQ0CgMANDJBxlsNEQjcSwmXbuCg93hYeAJ7S2ssGgsEg4CgFDrrcHI+EoHAZPNjI2JhkZk4ysLKnZmVnTk1PtrW2jwyPHjx67dOHilpXNvzz/WfeP7q93f7578/bdu3f/6HT7Dh7ZvnvP9S+/io1LsKUDFVx2LLaAw6XTrKmmpraWlnwGU2LPceBznUQCN7HYz9XVX6HwcXJyl0kd+Tx3mTQiQB0ZFBio9HKXy0AXNAjAQg7bUcgHDANCvkImcZdJFRKxh4PMV+FakJJSmZtblJJSkJSUHBqqdHAoTk29fu7cm+fPuhtq3GUcZyHLiS8WsQRSgUTp7e6ndg0N80mKjfJ1clKLuKES8mKD7OXn5S9v1OmebtI9W/rr+tCrD/tfnRl+erDrs7mi60uF17cWfLYj77NtOZ9uzri2mP7lYvY3KzmfzSZ9tZz+1XLm5cmk44NRh/ujDw4kHhhIPj6RD1idl+vOzlefmak8PFKwryfj0GDunq7UHW2J21sTdvekHRsvPrdQd2Gl5cOVjkMTtYcnm04s9Byd6xsuz27LTlrpal7oaG7Pzy1LSiyKiy1NTqxMT6/Pz28oKChMTtL6+Fjg8bXFJV0NjQnhEdamZrCNG9l0W0cHJx5PYGlphcMRoFD4OgCj0Vg8nmhjQxcKxUKhWCKRyeVOIpGExxOspw2pVBr4YmpqSgEvBAqFYiqVRiQaIRAoBAKl8vKc6OvYOb9pdXpktLvp+P5t7357/PbF45XZkb722uqizJTIEK3SLdjDxc9B7GBrFeIqefrlyfb8kOPLXSdWeluyw3uKEk8uj189sHpu+8KjTy9d/WB3tjZgpLb87PalxqyU8YaqpZ625py0vPCgktjwipTY/GhtRmhgTrQ21t8r0tcj3NfT11kaq/F1sLO1MsKbYBEiFmNyqP/Y3t3Lk5umhnpHutue3rmle//28snDg20N88Pd0/3tQ621uxcndy1MbJkcmh3uB4Xf4oyU5AitxstNzLJ1EXKDvN1FTButystDJpJz2SoXeUJoUElWBhGBRRrCjbB4hOHGSG3Ave+/ePbo1ssX93W6X96+evTq9we7t88FB3i5OUmcZSIKERek9IoN1gR5u6fHhJ0+sPuHG5/+9eLJ218efnh0T1FGXJzWr74krzgjKcxPGRWoTosOB4aXgnxAAE4M08SFqINVniAAm5PwaEN9LNQQBYGgoVAsHIk0NFwbCTRcB+D/xWAsEvbfh4hAE+AokIH/G4CRUNh/jNBrUjDQHg8BfM8GhoAIvHYABRhqCBYTrHUTGEIgGwEAhujrAQ3ViA3mRISMaxvg5RSr9UuJDo4K8tEoXUAGDlN7hqk9IwK9IzXK6GBVfJg6BYg9hwSr3NNiw1KitQ3leclRQZEaZXZSZE9L5fkT+3T/vLhz4+MzR3a8eHr792ff//n7j29/+1H390vd3y/3bluMDPa1ohhJBRwemy7hMkP9lVnxkaE+Ckd7a39HfmKgR4S3LMSdp3G1BwHYV2S7dugqoa1SyPAWsdx4tk4cGznP1oFvy2WY0yxIBCwCDjNYo189Q4ON6wBsQsSZknAENBSPNuAxLZRu4hC1a2iwh4+no6OMT8CjjUg4Jp1hbkYh4I0xaAIKiUPAMZZUGzMKFQZHQqBwvY0bNsIgtjxuYnZWa39fZXNTUU1159Dg8s4de44cfqfT/bUGwG//+ecvne6Xly8PHz9R09CYlZMdFBTk5ubm4uJib2+PxWIhEAgejwcdQHg83szMjEQiweGAJwiJBAbw0HAYOA3NohADnIUx3g6hjnaJnoIYZ2a4hBYhpsbKbdM8uDkqcYGfLN9Hmu0pTHPlJMqZIPqCrAvKv/+LwWkK+3gH2zylJNXFPkcpTVHw+nIS9g53OFGN6RgYk0igk8k2JpY8Jk8udlIofBU+IR7qcM+ACE91mLufVqHSyN1UfJmLk5tS6qRgcfjGZhQMFo/FEYyMTcgmZkRjCoYI2J6ROGM0wQSUf+EYEgpvBEPjDeBoAzgagsTC1jKBMDQRiiRBgcEkIhJjhMQQYSgsFIYCcnNILAjAGDQRhyWTiBQjoiURbw6Dogl4YwLeGI8z4nKECfEp4Ht/d1e/maklFIJEIrBEAlnu4JKUmNbbM1hdVe/s5IbFkbA4EpFkgsESgXSSIZJqZHH5+PnT2w4em9s5mF//4dTO+4c+1t365Y8L3367evLdR99/t+PM3R2n/7x4869Lt77benRXZfdkesWW8tbZvJqG4PiDXeO6r+/rvv1R9/mDSxPbT/Yv3Npz5s1Ht3WfP7i57cRScXNTYFy+s8oNZ+JlarGpqPD5px/9/s21I0ujdz899tudj94/uq779Zu/Hlz9/OTSyW2D5w9MPf3u3J0vTlZlRcf7uftzODEip5647PnMhpmYmjFN6ZimtFeZsxDdMB5UNhJQ3Oae3uebPxFa9a8XOqJmIKCo3jmxRh43GVE3pCnp9s0ZDC7sUGfW+CYnOPib6KFMYAQznIkJhmyCIOP14A4ku+214399+OP7o4/f7v7x5erdV5vvvFn+/tXMty83ffHH2DXd4u0r6XPLirLNiqJ555xZx8xTMR1XMke/LFm4XbfjYedB3c5bumPPdAce6E4+0+2/82jmwvGKmTq3pMtDu3XPde+u3Ts6uPDt7tM7SrsO1Q7vrOgZT6u8PLtb99Ofuhf/6B7+dmxhR7Y2rrOo5tvTH7+//7Puwa+6n99dO3Dyi2Mnx5ubuirKJrrad83PTQ30iViMyKAAuVhgTibB9fVZ1tZMSyqfwcRBoFA9PYjexpCA4MePn978/s69Z0+fvPjlb937929ePPjiSn1yRI3WpztKNZOiudRTdLkn9/OR4u9nan+YqXu40PRsS8eLXf2v94+8PrDp1cHJ14dnXh1b0n1yeCzer0YpzXJgVfg4lXnLSt2EBU6cDBkLaJLzlsW7C8Kd7SLdea05ER/tmXh2Zf9HK10HOnMujlWcHyhYLtS2RqmqQ30qtN6lod7ZgW5xPvJoP6fYMO9Af+fwaN+k3Jis6sycxoLctuKC7qqS/prUmoyo/Bh1gto31jcmNzqnNje1OEUTF5SYm5hZmlndXt3Q01DSUFJQU1DaWFzaWNw+0twx3tIx3tI61tw+0zawdWBk1+jwzqHeLT2D2wf6tvaO7Rme2Dc69cH47IGJttGK7HTfzaPlPYUhc2VhL8/O6C4u3p+vfLa18enOju9XWx8dm/5y78SWrqqFttqJxvru8orpro7NI0MT7a1T7W1DNXWBYpkXw97Lmu1FZQfxHCJkHhqJm6/EzUvm5iBwYNvaMc2t7c1t+JYMKc1ORmVLzOh8IpWDM7cxxFsZ4CwgOAoUZ4YkmGJIpjgjYO8HSbImmLNNrOzIFnZECt/YXGpiITWx4GGNuDgjO6wxHUWwhBOAfwUnmiBJNGNLni1HwOBxbezBW6YFnWFly6AyGDS6PYMj5EskIgeJyEEmdfKQO4cqXLN8vKuC1B2hQZtigrdlRB0uSTxVkXSiKv5sfdJHHRlf9OfdGi3/YVP1w4n6H9cY+PFcy09LbS9We97sHnq3d+TVrr7fVjtBAH6y0PB4vn79PJmvfTpT/nSm/NFM2cPp8vuzVT/M130zXX91vPrDkdqGcC+5CZIK0aOikUZwOEofhoWjscDWOYIARxERaCIaa4wjmBubWJmZW1tSrS2pVuYWFqZmJsZkU7KJuRnFyhLAXRBrQXMvhWKx3mIFLgBZWVmD677W1rZgHdR/l2CtrwSBpmja2iAwnc5kMFgMBotOZ9rb8XlcEZ8n5nKELCbHmsawMKdRzKjmFCsQgGlWdAbdjmMvAJ/GY/M5TC6LYQ9ovzSG9Vq5jBXV1saayWTYc3kisUTuIHcB6q/kzmIHYP0IZFqw+RmUf8F2K7DRal0WBkkYBF0w8bvuiAa3gjlc4X+3T1vbMGnWDDDhDHZfAYhLNFonWDD9SyIZg1RMIhkTiEDpGooAHDQRcEFjiSQcyQhHMkKiMEA8eC0DjMMR1g8g/yIxqDUrlhkOK7VjhHi6Jgf7pgWrMkP/tT3nRQXmRQXmR2sKY4NL4oIK4zRFcaH5cQAAh/p6+7u5qtxcPR2dfNzdA3z9QgI1YWvLgZEhIZGhYYnxScXFpXV1DVVVNeXllYWFxeFh0TKpk401y1Gu8FGq1f7B8XFpFeX1lRUN6Wk5Pkq1q4uHt5dvfFxyYUFpQX5JZkZuRnpOQX5JcVF5WWlVRXlNVWVdTXVDTXVDdVU96H/u7Ojt7Ohtb+tub+vu7Ojt7urvaO9pb+vu6uwbHBgdGd40PDQ+NDg2OjIxMTY3OjQ11L9pqH/T2PDkptHpTaOAHXpqcm5yYnZ6TQReXFxeWFhaXFzesmVVD0RcBAyNRgKBaSQcAzVEGGwEAsAgA0P/r0QMMjCIxzAIfC3ti1hjYCAGDG4jIeBQwBINMYAY6hsaAF04653PYBsWBoUm4PBGRJKVJZXFAAY5rCypJAIRgwI6oqGGECIeSHViUFiGLdNJ7iyXObKZdpbmVBwGD5YGg15oOBQBAjART8CiMcYkIxQCKRVLCvMLMtMzkhISW5tbDh04uLK0/O2Nb1798fKf93+vZYB//kene/L814aW1qGx8bz8QhbbHihoE4okAiGbzrA2N2fSaCK2nQOPDzqZVc7OWh8frY9PgLu7l6PcgQvkewO9PMMD1UEqpY/CxUUikvCB/STwSDh2Eo6djMdxkYjcZVI3KaADKyTiBK02Pzm5KienNj8/Nz7eUyLRuLtP9fevzs3UlReqveQithXb0prP4vt4KDWBfhFR/iFaz7AAP0+RyJ1u6U3TX6mX/H2j8t231bonA7oHY39e731+qv3nU33f7Wr4cDLr0HDiucWcLw/W3jvX8eO5zvtHmr7bVfXNlpJvVws/X8n6YiX30+X802Mp+zqjDw+lfry55uml+VtHR87OVx8YLjgxUX5svHR3d/ruztTlusjFqrDFqrBtLfEHh/LOztde2tJ2cWvn8dmmo9Mt57YMnVoe7sxLLo8PnW6um2quby/Kr0xNKU9OqkxPrUxPbyws7K6u7qiqzIiJYVIoDWXlU4NDhRmZPDrDUE/P2tLCSe4sEIhoNBsCgQSDIQwMIBAIDAZDoFAYLBZPo9mA5mcQgMViKSgI8/lCLpfPYtmByZD1KAifLwRfQK2tbWEwhJU5pbWmfO/y7I65iabywoVNg9cuntb9/frKueNTQ901xTn5KXHxwf5Rft5qR6mEZiGxIt86t3OsJrG3OGpzT2l7TmR5rP9IVe7nh3d+sn/b16cOfHHsg6bMpKmm6qefXz44M9ZTmrt9pK8pOzVFo8qP1tZlplSlJuRGaTPCNVp3lwiVZ7jK21smjtb4u0uFTHMTAtyAjEb6e7rtWF5YnByfGx0e6erYtTKve/fy1bOHm6dGhzuaFsYGds5v2rM0NTfUNTfUNTXQ091Q015TUZGbGa/VOHBYFgSMhE33cXbgWluqXOShvt4SNt2RZ+cll9QUFTgKhHC9DbbmZmJ7VoDS9ZvPLj198M3aDNKLH259MrupJyzQK9BHEeLvzWPYMqkWkRo/jZdrblLM9FDn6+f3dW9+enr3y9+f3H77y/250c7izPja4szizIS06ND0mLDEME1qdHBCmDo2xDdO6xcXGhAeoFR7uno5SWU8ewoRh4Too2H/DwBjEHA0HALqwCD9rt8ioQbrOvA6A4MA/N8KMIjBaDgCDUeAi+LgxTWgeA8GWXNC623cCBxQAQbjwWu1A0gUDA4z2GC4QQ8B1SMTUDQLkpeTEJR5o4NVMSG+of4eGqVLmNozWKUIU3tGapRhak+Qh+NC/VOig5Mig0N8PRIjghIjgmpLsosyE6KDVRqlS3SIz8JEn+6fF7o3z148va3758Wz+19/+9n5K2cPfnXlNPCb/Pvl9zeuZafEwPT1qGYkBxEvKkSdHhfp7Si2IqIZpnilAy/MxznIlR/gbO8nZ6lkDF8pUyVhKIUMT56NG9dGwbVxtLeWMKlCpiXXlmJlisejAOs4YOzW3wCMZRsCd0ALtI0lxYpCNiGiTUhIPsvSUcx0d+IoPaQafw9fpcLUhITHoRi2dKqFJYlogsOSEMDoMgDAxmQKBAqHwZHgq7MeDCp0ckzNyy2tq61qbhqbnj56+vQnX3zxw6NHPzz88bu7P9y49d03392+cu36yuatVdW10dHRWq1WpVJJpVILCwsEAgGFQtFotMHa/2QkEkkkEkkkEgKBMDQ0RKFQGAwGi0XDDTdC9PRIcH25HS3EVRThJozzEMS5ceNd2LFyerTMJl7OSHPj5CpF+T7SXG9xlocgzZWT7MRet0AnypkgEq8zMKgGg2bpPKUkVmKT4SHM8BRVR6r3DLRqhGwruL41FmlPobAtaPY0No/JV6lCvAOiFf5Rcm+tzD3A0StI4RPi4qmROCtd3P1kzh4se4GJqQUWQ8TjjIxIpmRjCpFshiUaIzFEJIaIxhmhcWtYi8QZwrCGMCwUgQdZF4U1RmGNkRggJ4w3sjShWBONLWBI3AZDmL4BDApDIJBoNAa3diUCj8UYk40tzc3o5hQbKASFRuHBH8eg2/ko/dPTssvLqrs6++i2bD09AxOyuZenqrmpfdP4dEF+iVTiaGpiAa40EUkmQBkPFAXZALWzYm2dWt4+urBvbHmmuvvDqZ0XJnb+ceHb+wcuPjx0+f3VO9fn97888+XfH92+s3r8ZPvk7oruxZyaD+r7F3Nrm4Nid9R0/HPtlu7eb78c/eiD6r6biwc+Gd/29eLBf67ePtUzM5pa2haWEsdzDGUJHTCED3r7dHe/f/rR+QMTfbcvH/ztzke6X7/9+/H1h58cvLB37MBC27Htg/e+PPbix+sTnZUFMUGZfqoUZ/eG4NjVovbNyS3T2qrZsJpRdfFCZP14UNlESEWXZ2aPd/aYpnREUzqoLhrRlPb7FdQ6xufbB02GVc/HNHb4ZPUE5Q/Flqc6BkmM6GR9LAVvZoQxphpZmcKNqRuNm6JKfj3+7d9nHv5z+NFfex6+23Hvz+333m2+CwDw1Fd/zd7QLdy6Vblnxa18WVG06Jq34JJzLKLlo9TBq4lDxwIbjgc33Sxevle78+vyLV9VrV4onNqX1tOjyiqSBN/cclL3+C/dwz++P/HxN/tPL+Y3zaRVT6RVnhla/vnDL3VPXut+evvV0Quj1W3JKu3O4dlfvrjz+tajP28/0d3/5cquwzfPX1zq72vMzx1pbVoaHelrbnQS8AKVnnKxwNLUGA2F2lpaWpCMqMZkAhwBrHzrbaytqNm9e+/MwuLCti37jxw4eGjfoT3bDq/MZvm7t0T5T+dEbM4Lv9CVd7kn99ZU9XdT1Xemau7PNTxZaft1R++rfcOvPhh/dXDyjwOTf51Z1V09NJseUuEhLFTwi9wluc7cQidOqTMnS2qbJrXJdmFnuLIL1dL+7JB7ZzY/PLv15v6JD6fqD3Xm76xLGkn0LvSwy/dzLQsPLosMSfX30rrJNe4OgUonlcpZG+EbnxOd15hX2FGW1pwfVZ0WVpkcXZ0SnqeNytJok/xC4lVxaUEZuZHxSUEBgW7FhSnZ2fFlZVktbdX1rZVVTaU1LZWVLWWVHaVNI3W9c+19i509S519W7qGdvSP7B1ummvs3dbdv6N34uD4+L7hTftHlo5Pj21pzc5WbZ+u3jNc/Prazlenpn/e2fVyV8ez5bqnq20Pt3f/dm7LxaXuydrc4ZqS4Yaa0dbW+aH+ye6O0Yb6Q5PT7UmZISyBlikMt3dQmtv5scT+PCclT+7Jc1Tw5GIGn2FqzTC1AgFYYE4XmNrwSFQ21oyONKYZ4q0geABlEQQKirgOwBSciY0xlW1GY5Et7IzM+cbmQmOKwMiMizOyxxmxcca2aCIVSTJF4MkIIhlFopLMeTZsIYsL2J4ZXBaNRTOj0cyt6VZMW2smi87hccVCgUwokEklAAAHOUjTPRU1QX79Udq55Mh9eYlHy5JPVsSfrU+50Jx2pSvry4HCmyNld8Yq743V3BureTrf/HS++flS2x/bet/sGny9c+DF1s6fl1t/Xm75abHp6XzD49m6H2eqHk5XAmey7NlM2U+z5U+my+5Plt6bqf5hofGrmYbLo7XbajPi5SwbqJ4FTN+GSDTF4rAwLAaOxcAAuxYeiSagMKD8a2lGsbak2lrRbKhWVpZUSyD3C4hboNoLVlVZWlqtL/qCOrCtLQNstFo3PNNoQKMtlUoDR3FB7zTofLawoDIYLFD4BTNxbLY9m23PZLJBshXwJfy1WRAQgM1MLdcB2JrGYDE5XI6QzxML+BIOk2vP4DBs2SD90qi2NCs6zQooxAI4mStcB2Cxg5NI5vjf1uX19SMQgMGHfIEEfA6XJxKKAAM7XyABORl0QYMLwHyBxJ4jAIuvbGxZoP/ZikYnk03Bs670gneIRCMQgI3WxpD+VYZJxkgsDoUDksD/nQE2Jpv+LwDjsQQ8loDDrK35GEKwCCjTguLjKI4NUKaE+KUFqzK0KjD3mx+tKYgJKo7XliaGVSaHFcUHFcSE5MZo08I14f4+aneF0tXZ29nFz0sZpA4IUgcE+PoFBwTGR0ZnpqaVFJUWFZXk5uYnJ6eGhoZ7eSkFfImNNVMokPko1dqQyFBtVEJ8em5OSWJChtLb389X4++niYyIzcrMy87KT0xIjY9LTkvNKiosKy4qLy+rBtO/IP1WV9U3N7WDoNvd1d/Z0dvR3tPd1d/XO9TfNwyUXfWPjI1Ojo9NgQVXE5tmpqeWNo3PDQ9tGh7aNDI8MTY6NTK8aWhw7N9hpImp2dn5hYWl+fnFhYWFlZUVPf0NEIONUKghAgnHAEVhSBzwhmoAB1Xf/1WGQZUYDgWjvoDzEJw7AneAARUGagg3BAAYWCnR18OjgSdANurrr5WBIGBwY5IRjWrFYjClYomLk7NYKGLY0i0o5kQ8AQFIBRsRMCQRT6KYmvO5Ag83T7nM0cqSBi7HgtQNOh7RSMzaHxgLh8KMiCSwU1omkQYFahLi4hPi4nu6uvfs2n3k0OEvPvscdEG/fv32739073W6sxcudvb2VVRW8wUiLpfLtedIhSJ7JotOpdrZ2gLyL4/vwOfKBTx/hSIqICBGowlRKn0Vrq5ikSOf5+UoD/b1Cfb18fNwUwDzl1ygB2stCSyyY4nt2aB9GrRAgwPCEf7+BSkpbRUVVTk5OXFxEb6+alfXzNjYurLi5LgIJwmLz7Lk2jLtbOzcnBR+vt7BWm+VUubn7uwrEXvRLdwoeltq+X99Xvj6y3zdnYZ/bjS/u97+5GTj45Pd11crjm7K2NEXc2A67dLu8m9Otf1wpvvukbZvttVcmy+4MJ58bjTxykLejV01Hy+W7O2K39ebfH6u4rujI1990H9hufHEVMXZ2ZoTE+V7ejJ2daUt10UuVYev1Ebubk8+PlZ0can+yrb2j7d1n1vuODLTen7b6KmVkbq0qIwgVW9FcW9FaU1Gel5MVHZkeHZMZHZ0dGl6WntlRU9dbXF6uotAUF1YtG1+oamyytPRCaKnZ2pEcnRwEghE1ta2RKLROgCD+i0ajbWwoIKeZ6FQ7ODgKBZLxWKpUCgWiSSgGgzMrrDs7O25YFcWg8EyMzO3saHb2XGMjU3waIybVDzc0bR9fnJupK++LH9mpPfvlz/r/vxj9+a5suzUrNjw2ABVtMpLKeaLqBQWCbnaV3lmc3dzpmbXSO1cS359SkhlbOClXQt3Lxz74sie2xeOX/lgW2Nm/FhdyfOvrjz57NLJLQsjteUZWnWcr0dGK/gvWwAAIABJREFUSEB+TFhebFhOtFbj5hTl5x3m4+UtE2u83PwUTkKGNR6mT0BAzQjYxsqypqry3ubGyYG+muK8w7u36d6/vXb+VHdDVW9Tzb6VmR1z46MdDcNtDW3VpTWFuc0VJfUlBdkJMR4yEd3M2EXI9XF28HF24NAsYoLUIAw78uzC1D4VeblsGpVLt/Z2dYgKUd2+ceX353d0fz7/7dntyZG2rOTIsEBlVIha66+yt6HZ29DSYyJCVIpt8+N3vrry/vdHf/3+4OeHXz+5e+3ujcvff3Xx47P7B9urE8L802O1pdlJKVFBeSnR6bHapIjApIjAuNCAEF8Pb2eZi5QvYNHJWBQSoo+BQ1AQ4GDhSCDEC4eh4ZD/jwK8rgOvA/D/dUEj/38BGHBBr/U2gU3y68PjSAQMCjU0MATod8MGvY0bAewy1IcYbDSEQeAIGByLRBEwSBMSnm5NkYu5Sg95VIgqMSIwUqPUKF1CfN20fu4hvm6RGmWgt3OovwcYBgZhODpYFav1SwjXhPp7hQcoo4J8sxIjakuyk6OCNEqXyCDv/vYa3V+/gAz8z+unT+999eLp7btfXnz55NY3V8/8+dsj3d8vH37/Nd/Olm5l5uPhGhMekhARqnAQmuKQWIgey4Ls4ygIcOH7yVk+UrqPhOErY6mkbG8Rw4NPd2RZOrCtRHQLOysy3ZxINcERsUDxFRoOgUI2GhpsBK8q6m8ES7AMLMhkijERAzdEQICGZ2OcARmvT8TqW1sa8extEXBDBNzQjsWm29gSCWQEHING4RFwDMXcikAk6xtAAAUYlJU3bsQZGweGhrZ2d9c3t0TExDop3IBXRZ5A7ujs5u7p5OTC5fKpVBoORzA0hNrY2AgEArFYbGNjg8fj4XA4DAaDQqH6+vqgCIzBYIyMjBAIxMaNG1EoFAKFRABlWAb6enoIfT1rE6yXiBWldAhXCGLcePEKTqwTO0pqHSWmxcvoKS7sfB8peEAdONmJDaIvCMPrDBwntQUPGAnO8RLFSmzS3QU5PrJCtdt0TWGmvycDDbPForgWFjxrW76tHZ/FDw9NiEgs8A1Pd/AKZYjcbbkuHJmn1NXf0U3t4q6Wuyh5PJm5hTUeZ4zHGZOAvWoTE1MLvJEJCkdEYPAgBsNReCjiP/QLReA3GqL09BH6EDQETrCy5fJEzhIHBc2WDUGg9TYYQKBwAhG4Qo/G4FBIHByGRiJwRIKZiTHNhEw1NqKQiCZEAplIIJONKWwW199Pk5Ge097WbU1jwKCohPiUstKqyorakuIKP99AscgBiLqtqQckI1M0Zm3mEU0UMvnbZ7ccnN+xZ2Tx4Mjy9wcvfbV64v6By9/tPXv/8OUbq8fODa18tXRQd+2Hr+f3Xx3ZcqCmd3tR867StsnEoib/qK1FDb+d/Fh3+9nz3acPlXWdahheSa+51Lugu/n8k6kdNf4xxUqtjzkjmCUw09Pb0tz62yef3Dpy6NzKzKPrZ379/rLu6Rf3rh44vXVgz1TDtrHqAyvdP3xx9NcHn66MthbFhdQlxNWFx4ykFX63dORw0cictnomuHLEv2g+tGY8sHQuvLZfldfjnT3oVzASUDyoLhpUF/X7FTS6JhfaBw/6FSwntnSpc7q0eT0J5YEcNwsoyQJnZmFCJaLJVCIVrQfnIKz3NM3pLj3RnX4MVFgdeKb74Jlu7+P3q/ffLHz3bv7mP0u3/lm4+evAhW3K2kWXonmnvCVF/uHQ5gvxPRe07ec1LWc1zUf9a3d7lOxUlm3zK59wy97kk9ujTOsNyn70wUe6e7/rftfpfnn3+e5joynlh5rGLoxu/eHgxd8/vql7/Er38MVS62B5dHppZOqt01f+uvvTq28evPvu8c+f3jo+u/Xe1U8/mJ8baqgbam5YHhttr612FguU7i5SAdfMiICGQsl4PIVAtDQy5jOYFAJRYMc5vP/Q8sqWLdt37D104PpXn508dfTDYwdHGirz1J59SaGrZcm7SuJON6df6sy6MV5+e7rm7nTtvdn6x8utoAsaBOBXh6Z153e+/3DXWLxfhpBWqOAXKER5LrxShaBRJa/wEBYr7Kt9hNV+ouFUv3PjNa8+3nNz39ix/pLpgvDGEMccF3q6g1WmKzfbX5mjDU5S+wY4Sr2lApXCwd1FzBPQ3ZSObgHOHlp3z2ile5yPS7SXQ6S7Q6iTW5BEGSTxCRB5+/D8VIJQjVOs1iM+TFlbmJwWo8lICqutzm9uq27srGvoqq/pqq7pq2gYqW6brO9Zah9Y7Rnc3tez2tW+ua1rS0fPalfnltbhvf0ju/tGdvdNHxzum6vOy/Pdv1S/uSv17ac7ftrfd2tT8U8L9b9tbvlxof7Hbd2vL2w/NFjTX5zaV1U41FA30d01Odgz3tk209q6t28o21kZYmEXZSNOEriHsGT+dg5eHJknz0HBdXBgCDgUug3BnGlCtbOwFVCZfIqtvTHVjmhBx5jQECQalGAFJ1qhjCzRRuZokhnWyJwIdD7ZmNKY5rYsijXT2JxNonCMKFySCRtH4hLIHCKZTTCxwZHM0SQgM4wiGQMAbAYAMIPDsWHZ2djZWthamFAtKdbWVIY1lcGg23M5IgEwSyKTSZ295C5BMlGOl0trmGZTYtTWrPiDxcnHK5JPVSaca0i90Jz2cWfm5335NwaLbw+X/TBU+cNQ5fOF1mcLLc+X2n5f7Xm5HVj9fb7U8tNi8zoAP5qpfThdeX+y/N5E2b3x4ofjBU+mih5NlvywqfjudPXdxebPpxpOD1TVhLi5UrAmenqWSCiVSDTFEYkYElCXC0cDb9lr9GuMI5iRjKkUc1srGnhsaNbWVjTwWK19sdn2DAYLhFvQCA2SLY1mA4rDYKzXxoYO8jBoeAZFY1AKBm3PoN5LpzOZTLadHQf8+MdkskHrMtjwzGZxbayZoPkZlH/BEWDA28wVCfgSAV8CKsAgANOotlaWNsCYyBoD/y8AC6XydQD+bwV4vcmZyxMJhFKQeLk8kUjsAFqmQehdL81aX0tiMO1t6WwbW5a1DROMI5mYmIHaOHi7/isCA8Bksul67s94rewKhyeCDVg4EpAHxgPmVzLJiPy/FmgCjkjAARoxGgpHGhqakwiOPDut0i052C9N65sWrMxYCwDnRwb8q/0mhJYnR1SnRhXHa/Ojg7OjglNCNVqVl8rFyV0u83JyVStVoUHB4SHa0KBgIAkcl5CXlZ2bnZeamh4TE6dWB0qlDqAm7+zkpvYP9vPVBGnCYqITY6KTA9Sh7m4qF2cPTWBoUmJaVmZefFxyeFh0XGxSWmoWqAAX5JeA6d/6umYw/VtT3dDY0Arantvbuttau9rbunu6Bwb6R4aHxgcHRgcHRkH/c2/PIFD7PLxpcmJufGx2ZHhiaHB8aHB8eAigXxCAgW2ksU1TUzNzcwtzcwvz8/NLS0t64BArxAAKNYSB6V04FAGu74IqK2g5BvuuIAZQBAwNgyBB2yFY9oyEwuCGENCyiIRCkNC1D8QwKCANwQyJaGAPA2FggIAYgg5JMpFgQ7Xk29u5OTv5+6l8VUovT3cXZ0cux86CYg41hGHROHDvl2HLdHN19/LwloplFhRLkIFBIzRI4IC4j0AT8SQwD4zHEgg4opPcOSEuMScrt6mheXXLtuXFlcMHj9y7e//Nq7cvX77+5dc/Xr17//vrNxc++nh4ZEzh5iEQCJh0hoDDZdMZTBqNw2BIOVwZlwcCsLdcHhUQEBccHKpSBXp5+rg4u4pFrmKR2stD4+Ot9vJwc5CC9AvqwGJ7NqgAywU8Z6HgPwwsEPgrFLmJiQUpKcWpqeWZmcmhoamRkXWVpfExoXx7qphvKxdJmFZMCV+scHX09BIrXO1VLrIgJwcNz0Zto7e/Vfr6auqbzzP+uVn87rMK3Y3O52cbfzzZcWGx6MBYxnJf7FJ/zMpgzPaRhA/GUg4OJR3oiNvTGD5T6D5d5L65OmBvR8zu1ui5iqDpsqCV+uirq+2f7+69stp5frHp3ELd4bHiHV2pu3rSt7cmbG+O39WWdKg/+9xMxUebm65sa7+8tf30Qsu+8ZpTmweOLA4UxmmifdzaSwvbS4vrcrIyIsPiNeqEoIAEjSYrJro6N6e+pKgsK0vj6ZkUETk/Nt5YURms8sUYQkwIBJnEgccTgAowBALbuNHA0BCKQKBgMAQSiaZQLFgsOzbbXiAQgQAslztJJDKRSAKSMI8nEArFcrkT+BB4BQSay2xABqaYmlGIuPS4yD1bFk98sLumOK+6KPfg9hXd/2HrPKCavt++HSB775BASAiB7IQEAiEkEPbehL0CyN7IRpbiYMneILgnbmtdtVWrtcNqq9VqnXW0ah1t1ba2ec+PX/88//d93pzv4WAMnmOpwPX93Pf1efvq28/O1BcvS40MjjJ4xvvpfJxFWoG9sy2pMsHn4cW9K0wh+4ZbNq2pWleWnhPkMdJQ+uDCyctHdp2YHz23c0N3dX6pMeTs7rnnVz+/eurosS1z6xtrCuIikwK8M8MDl8VF5cZGGgN90iND4gP9ArRuepU8yt/gqVTQMCgbCsmGTokOC64oLmirrxnp7WqoLFtRW/HjzWvvXvy8aXywo65y9/zUlsnhgdVtnY3L60vz60vzV9ZXtS4va6ooKs5KiQv2zYyPNCVEp8eGqwT2Uf5eJabUuGBfg1rhInasKcmPDQsI8NLERwR0NFW+fnb37asHZvOrry4cy8uKzU2PK85Niwr2DfLWucmlGmd5flpCZ1Plzcvn3/1y/92Lu7/+fMP87vFvz25c/Hjfn6/umv/6+fypvaubK2pLshvKl1UXZtaUZpflpRaZkoqzk5elGeNC/QweLm4KkZjHIeNQaJglAMBIBBYJeOzQcOAdLBKBQcDRcBh4wK8JwD9/BByHQhIwaCIWQ8JhwUPF4KkYPIjBoF7yX8nkIgBj0RjwgFEwBo1EIuEwOCCRXwJgqCUMrNGCQ2EkHJ5ry1Qr5cEBXgkxYWlJUYnRQJVxfIRfmL82JtRgjPSPC/dNjA6MDNJHh3hHh3hHBuljw3wSowONkf6RQfr4iICYUN+YUF9TSmxqfGhLXWlepjErOaq61NRQnf/9t5+C9wu/v7h37+aXvz3/4drFY99/derJra+e3rv67eefmP95c+bUUZmQZ4yNyEhJTIqL1qqVtlQS2hJCx6JVAvtoX3WYp9Tf1dFHyQeOsxMY/Kr4Nkq+rYhDt6PhrQlIGh5JQENRcAsMAgpOPgMzNYsdcnBLKzQcZm9jI3Fy4LDobCaRirNKjguqKTeVF2f6G9wjw/xZTBoSYeXowHew55FJdCyGSCbRkQgslcYkEKkwOBKJBkagIVaWKBwWYgGBQK1oTGscAQ88aQm0sYBZrh0gLeHQKFQEDIifMSgAawkEAp1OJxKJyMUHOO0MhUKRSCSoOaTT6RgMxsLCAgOU6GGtEHAYAopCQlFQCAEOkXMZUXql0VsFaLE9JMkaUaq7IM0d0D6nqXj5BkWR3785cL4BMEKDAJyjk2R7irM8hOA+8H8DcIa7U45OAiijDc65wHFdk59WmxSpoBMkdJLcluXM46nFcjlfGhGWEJtaFJ5W4huVJfUIsRG42/BdHMRasbOXwsVb4eIlFrvZ2DiSCCxgSpnEolKY1kw2kcpA40lwNA6BJiyiL84KjoGjiCgsBYWlWcEJEAu0JQxPpNiyuaLgcKNfULRKrWOwOFAkxgqBxuIIJDIVBGDwGgKNIhDwdDLRhkhgcOz4tjZcBh3AYBqVybN30np4RUbEtqzo4HL4CrlLa8vK9DSTjyFA52kICY6Ii01UKd1s2fZ0hg0aQ4DCUBgUnoQl+3n4fH7q/NmFY9u6J46Nb7954OzrczfuHfj0xZlvb+49/c3mQ5c27L0wstX8+e17249/MbBp7/LVO8vbZ3KqhpILemJNuyrbvpnc8euHF8yfXn++/fhmU/WOguZvx3b8cfryr6cvdSbnFflHmQxBZVHxYTLFx/Mb3127+uTcmQefHP/zwTfgCPTNc3uObew6Mr/66OZ1F4/N/f3i6t+vbpzeP9tRbhptqBkoKu3JKLi77djVvn1bkttGQirW+xfPxNSPRyzfmNgyGFrRF1jSE1g8GF45Gl0zGFk9EFHVFVjcrElv98ycTG4YSFi+LrGiMixLzZZYY2hMMssKgmKQbFR8FxqEFMT13Fk3/nX/YfOpp+aDD80HfzIffGpeePzPjvv/bL37ftMPf83d+Gv2O/Om6/ujO+e9q2a1JVt8Kz+M6zib0vVNZv+Tqs0/1267mNJ1KLDmQFj9rtDqjcFlvbr0voDs4fiSe7tPmW/8ZH729v31+1tau7rTSk72bLi7/8yTE1/+efme+VfzH989nG7pqk3KnevoM7/62/z0rfnuc/Mvf7269MPpjbu/+/jMgdmZ/Rtm+ttbtk9O9HS0qWXi8CA/oAoYhwa/GArs7cV8fkxwiITnUJCde+zohzMbZnftXThw9MiN298fPrTvkw8O9tSUt2XErzfFby5P31ebdbIt98K6gi96Cm9PN9+dagYT4P8G4N8OTfx5auubE1s7I7UmqW2lQdka5dcS6dseYVifEr4m1ndVlL4/LbA32We+LO6bjasub1y1uzW7Ld6zUOdYoBdXBLpVhelKQg1GvUeYh4eXVKzkcZwd7d1kgJjAkcfk8mgse5K1PdHakWIns3ZQc/gajlBjJ1VZq9U23p68EB+xMcSlOCW4u75wy+CqrvqSvKSIdGNodUV+U3td4+rm+nWt9b0tnVOrOybbVk63rplf1bVtXdeOrtVbOjs2rxzY1z+wr79759rB/ev7dnd171gzsm9993R9SpJqY3/R9q7cx8dH35+efrap7ceR5c9nVzzbtPKnHb2/frx904qidaWm0Y6msbVA9+Rg75qxvjWTHR3NxpR0gWuOk1sm3y1D5Jns4hso9dCKXLQKdw+pWsERCalsJ7KNI50tWhyBFllzgV8SmTwcnY0kARYrLM0eR7cj0G0JdDbZmsuw5dlyhXZOQrajozXHkcoS0W3lDLaUznQkkBV0lpTOFNKY9iQqE0uhY0gULIWKJ9tRGHIHgbOjSMR1FHAFPBse25rDZTvZ2fDt2I4OPLFErHJWuKuUHh5u+kCdPlmnqQ7z6cuIn8tP212S9cHynBP1OacbTR+35Jxpy7mwOu9SV/HVvoofBmseDNU/HG54OtuxmAB3vNq65uWW1T9vaPtptvX5RqD6CIh/ZxofTtU/mKgF6Hes6v5Yxd2BgkdjZQAAjy2/Ndl4bbLlk77aHc2FURK2ExrCtIDYArXmOMC2RKCjEXigGm6RfmkEEp1MAVXPAP3yHBwd+E58R6AWXigUCASOjo4ODg4gADs4OHI49uC+K+g9Bm1YnEU1NLjfCz6zpMUC993AkWnwBzwHB0cw/gUBGPzZj+8gFAqkUomzTKoUCWV8ByHYAMy2tbdj85YWgMH5Z4XcxUXu6ixRigRSB3snrp2Dna09+EpwUlomV4E7wBoPvYu79n8D8NJOr0gsF4nlS01IIrFcKlMqVW4gDy9lv+B6sEgsB7d/nQQSRycx3xG4wbTjONjYcv+bfv/7fWtr1tJZGpCm0hhE0r+Tz0ACTKYCLVygHItEAaqSSFTwgKpgAIjwBAwMRkYjpTxusN4jOdw/Jza0ICE8LzaoID6kJCGsNDG8JCmiLCWqIiO+OjO+NssILACnxhYmRadFBId6exrULjpXlZ9WH+TjFx4UFhMeHRcZmxibkJGUkp2RmZqcFhMT5+cXoFa7CwQigUDkqfWOiTampZri45Lj45KTEtMjwuM9tb46T7/QkKiY6ISM9OxsU15qSmZqSuay3MKiwrL8vOKy0qrSksrqqjpwA6iutgkch25Z0dHWuqqjfTV4Olet6+nuHxwY7e0Z6FrXt3ZNz9o1PSAbd63rG+gfGRwaHxqeGBwaHxgc6x8YGRgcHRoeHxmdnJiYGh4eHRwcHhubmJmanpmanp2emd8wByHiSVg0Dg5FQC1hIAYjYEiYFdwCYmllAV2i4iUARsIxcCjYfoQAKRQF7N1ZgdKa/2wDokgYQB5NwWPwMDgGBiOgUDQCgUYgkDAYKh5vw6BLhQIvrUd4WEh8XExyUkJSojEo0F+lVKicXew5PDqVYctii4USjZtHcGBIQnyi0Elky2KTiRQcBo9CoMHYB3zLtbNfzH+A3BgJRznxBUEBwatXrRnsH1rf2z85PrV9646d23e9fvnr3bv3v/jy8nuz+d7DR99ev7F9x66k5FSxWCyXy6VCkcCBL7C3lwkEIACDwKBzdjaGhKRGRcUGBkYHBkT4+fpq3D2VzsEGr4gAv1Bfg5ebq4tcAh6l9F/6dVfIgA+Xy3QqpbcaWAYO1Gq1cnlmXFxNYWFzWVldYWFKeLgxLDQ+KiwvLyM8WKdxlSglMrGjROPiLpUIlCqeRs0P0rrGebonqkXpLrizI37/XMk3X8s13yx5f7nKfKf79fmVD091npgs2tOfuzBRsnU4b64vY747Zcu6lK3tiXPLI8aK/EYLDT0m944k51ajbG26drQsdFtr2v6uwj+uHn748fyZubaD/RXHxms+GKvcsS5ny8qMXZ1Zu1ZmLqzO/mB98cdTtefnm8/Nrzi9oeXIWOPW7opDU517J9cVGkON/rpVNVWddct7VjSWmzKyYiLTo8LToyLzk5Oq8pfVFBXUFhUlhIYGeOrWtbZVFhTGh4XTsDhbOt1F6SqVysFACQqFW1hYASJfFAaJRKPRWBbLViAQCYVihUIJArBO56VWu4OLweA4tLu7h6+vv0aj9fDwVCpdtFqdk5PQ1tZOo9FKxRIWjSx15PSvXrVxYri9vjonxZgRF3Vg27z5/Zu+9iZTbESsn1dSkCHAVRagkupFdmk+0rc3zxRFasab89dXZQ3W5eUG62qSIw6M9dw/f+LykV3H50Y+2TnbW1PYkB1/6cPdX584fPX08dO7tg601JelGnNiw9LDgqJ9dBlRodnGqLhg/2C9h9KJFxvi7+fhDhQFwSyZVBKfY1ucl1NbVtxWX7O2bUV5fu6G0QHz3+8+Pf7Bupb6nRsm5kf7B1a3tVSXlmanVeWbaouXFWYkVSzLrC/Nz0s15qUaV9YDBq8ofy9vV3lvR3PfyhVBOjcZz9ZTJclNNxaYkmvKco8d2m42//rip5vmP54eWpirLM5MigkK9vGICw+MCQmUO/HDfLyjA/XH9m1+dv/aLw+vmd88fPbj5Xcvf/jp3lc/37/069Prf72+98fLO7e+Obt1ur+ttmhFdWFLbXFdeW5NSU5d2bLyvMykmBCDh4urTODItSWg4SioBQH9L/TiUGgQgJeIF4Re4EZsEYmxSAQIwCD6kvE4Mh5HxxFpWALIwCQMDpytImPxeDQGv0i//6IvCg0MQi/KBUAAhkD+TYChljBLiNXiUgaCjCcI+fZ+3rr4mNCkuIj46KCYUENqfGhCVEB0iHdCVEBybHB8hF98hF9MqCEySB/q5xHmrzVG+qcZw+LCfQO8XEN8tVHBhviIgOWly9KMYe2NFYXZSVXFprbGsunRLvP7X8x/PTf/9fyv3x8/e3T93at73144evnswZc/Xrv97YVnP954/ui2+a/fV7U3pycnZGakRIeHqOQSOpkAhUCQVhAug5wUbojxcQ1QCxe5l6sR26sFdkq+rcyBJeGyeEwyDY/EIyxwSCgBDWjD4DArK0uASaFWFlYWAJvCLa0wCKQtnS4XObGtqTQiGgOFtDdWHD2w9eDeTZ+dO/HBoT0x0eEEPBpoSKAz6DQW29aeRmVCrZCLu6NkYByXgLcAd1QsIBBLCxwBj0AhIRYQGAyGx+MhEAioJ1zcSSEzKFQsEgV+kSfiCQQCAY/HgzL//7TfIWEwGBqNtrKyQiKRDAYDi8UCFI3DYghECBxuhYATCDg0AhiEZhFQBpUo0U8b56mIUYsS3ESZnrJsvSzDXZjizM3UCHL10iI/1dIgdLanGHQ+5+gkYCAMliQtJcApLrwUF16uXprrrQBYWiNuTosqjwlypuGVTJqUZa205+mVLjKe0McrSBcQH5xYFJNRbojI4DsbyHZyIlNIYYnZDkqek4rLUzAYDng8i4CzppLZDLodzZqNJ9HhKLwFFGUBRYFhL8QSBbFCQxFEBJoCQ5KQGCqL7aTRBkbFpGfnlfsEhtOs2YD/2QoOjKvhiRaWUHAEmoCnLN78kIkEGpHAwGGp1gw2i2lnzbClUZkspp1QIFUp3VxdNOVl1VKJc1BgWEy0kUG3Ubt6uKm1fr5BsTEJPHsnBBJLItNpdBbwCcWRSVhyVkLG3W9u7Zvc2lXWvGPN2ImhLS/PfHdufLf5+6fX95z6+6vbf3x24/Ghc+/PXb+z9YO5ZXV7KjoWKldOppfOmirncqo/aOw61T7w7eiWe7N7zaevzKWWXeqZ/Wr9xu3lbebbz77ZdWRPz8itjz99evW7KydPmB8/evf99Sv7Fi7u3vzo0seXP9px7/Mjlz6cP7ax68S2nk8Whr7/fOH3x1+8f3n93pWP5vvadq9fN1FVvTIh/f6OY692XtyX3TUUUNpjyJ+OrpuIWL45qXV4kYfX+eT3h5aPxdSCALw+rGKVT26tS/xgTPlYZuOa1Kp4dYADiW1DYmFRRAqRiYdTaJY0Wwh9trL/x51fb0hdda5+6987bwN1viD97rhv3v3QvO3e29nrb6evmhceHknq3eRbs0Fftieo7qPEtedTe67njf3SuOt1+95recOn4lr3h1XPGfLmg4pmQoqGQnJH4oue7vvE/PB385U7V3cdXpWSd7xn+qsN+59/fOXZx1fMN5+af3r7ydxCV1FdQbBxZ8+4+Xfzr1fvvbh0y/zTm4dnLn8wsemT3Qvz63vPHNq/rql+69TE4NrVEgduTHiwkG9PxKKsqRQqkQB8e5PJUmO+PSnOAAAgAElEQVTjuCzW/j0LH390euv2bTsX9mzdvfPa9asH9+7+8vSxvIjAluToAZNxV3X20aa8023LLvdXfDtYcX+m5f5My4PZVnAE+re9/WAC/GLv8Osjs29ObG0JcilSOzYEewznJg3kJAyYjNPF6f2Z0X2poZN5Mb3JPoOZ/qe6y+bK4joTdHWhLs1xPnWxvlmeqmi5Y4SzWESj2uHxdCSMgYKzcAg2GctnkSQO1s5iW4WU7SyzlUmtpRKGTMFUu9t7eTlFBjunRGqK04IaC+LbChPXlmXOdzYcnx/e2NNek5uSkxpdVVVQ31FXvaqxuqutpr+9ebilZbS5fXJF+1RLy9SKlpmWzs2renf3rNm6un/v+sF9fWOHh3q2rV67qWPq0PD07rWZqeq2Ir9zm1Y8/mDo2+HKmwNl73d3v5xve7d3/S8LQ7+c2DJcmra2xLSxd+3GwcGZoYGuztaRrlW91csDbPnZIk2bT3yZS1C6WJ/kFugldFU4ylwValeZq8jOyYlsI6LZ2ZOZ4BS0I9WWh2dwsTQ2imwNxdmhgfiXS2BwiAxbEsOOxuLZcgX2jgK2oyOLx6WweCSGmMFW2to7s9hCMk1ubSO1ZglpTA6RwsCSqRgiCUum4slsMl1m7yB3EAjs7Plsvr0tj81ycOCKWEx7GxbPniuUCJVKudpVqfHyMIR7eeUE6FviA8fykraWZOytyPxwee7phmVnVuSCCfCF1Xlfd5d81191d6T+p/EVTydbf5puezzd+nSu/eWW1c83rnw8veKn2ZYXm1c9nm5+NNUEDj/fH69ZPNUPxivvDhQ8mah4PFV3Z6Luxnjjl0NN+9uLh4tSPJh4OxjEBgllEwh4GBKLwBFxVLgVmoQlUnAEgH6JwPcFG4Y115bN49qD9CsSCKVSqUwmk0qlQqEQAFaByMlJCAqrwMgXBN3/3Y0ETjuDFmgwB7axYYMNwHZ2XHt7B1D7IhCIwPln8I8VCWUyqRJMdyVihSNfxLFzsLXh2rF5nMVCYNCA9e8CsEzlrtK4yF0lIjmfJ+CweWwbrg2LY8PiLAGw2k2r8dAvAfDSDjAowQKjXalMKRBKBUIpyL1iiUIglIolCvDFYA0SyMAyuUokloOvFAilSwBsz3Ni2/FYNhyQcpcQd0mC9d+j0eCToNsZGCNaHIHGkcig9plMoVGodHDpd2nsmYAjArZgDJaAAqRKTAIOGBgM8kmPDFoWG1aaGlUQH1K0SL+lieHFIAOnxVZkxFemRlemx1ZlJBYlxyYG+/m6q7VyuVap8vf08vHUGzy9/b39wgJDY8KjE6JjE2Lj4mON/v6BCoXS3t7B0VGgVruD37PSUk3ZpvzMjNyI8Fith4/G3TsoMNIYn7IstyjBmBIbA2Bwfl7xstzC3JyCgvySyooasAmpqbG1saGlqrK2tKSyrLTq/wHgNau71/cNjY5Mdq3rW9oKXrVy7erOrvV9Q5MTs/0Do0PDEyOjU8Mjk0PD48MjExOTszOzcxMTU0NDIwMDQ2Mjo9OTUzNT03PTM3OzGyC2LDaVTMOicSgEGg5FwKzgSDgKjyWAW77gyDFoewazYtBICf4uAoYECBmIfVAkDA4DQ+BhcAaewCSSALkrGmlNxDNweBaJbEuhgodJoZCxWDQUyqCQJQInvU4bEhwYHxeTkZ6algZ4xdxc3b31Bp1Wr5A5O8uV/r4BxriE5MSU3Oxlahc3YKIdSyDiSWAFMQ6DB8kcg8KC3Uh4LIFtY6dUqHJMuZ0rV89Ob9gwMzcyNNrXs35+w8YzZ859cub89Vt33pvNH5489en5z3r7+g0GA5/Pd5bKBA58F5kM3AF2lUj9dVoxj+ujVkf4+KRGRSVHRMQEBRrDQiP9/dykkgC9Z5C3Ptjg5efp4eGqVMnECrFAIRa4SEQuEhE4CO0mlXgo5HoXlbcacB97yGT+Gk1KZGRlTk65yWQMCnKTShJiIu7du/HFhRPpydEuMoVcpHCWKLgcG2c5RyZmKvm2Qc7CVHdBvo785Uzw35cy//k2zXwj13yzxvztip8/avx6W/knMxUn52oXxkq3DBZMr8sYb08ca4wdr4oYLQoazPVtihA1RooaIyXVwY7NMcotzWlXdnTfOzZl/uG0+d7Zx2c37+8r27e+5KP5pl29+dvWZG3vzNzWnnZ4fcGp8cqTYxVfbG2/snfdRzONJ6aaz27t2dJTu2u0M0gtidS7NZeVrl3RtK6pvrG8uCrXlJeamBkfW5yVUV9aXFNUUGzKyjTGB3t5Z8QbVzU1J0ZGMfAECg4nlyqUShcnJyE4UYlCYdBoLBQKR6OxKBSGSCTb2XFFIsnSkLO7u4d6sbEZZGAXF7Wbm0aj0RoMvl5eBk9PvUaj1Wi0Wq1Or/c2eHmLHXl0Ei46OHBNa3NBRlqEv7cpIbYkI/XF3Zt///JTR0VJlN4jzqBN8NPHentkR/oFSqwff364b3l6cbTnTEflWFNpU2ZccXRAsynp3M75qycP7h3r/erIzv0TvVmhuslVdbcufPz5kf0XDu+d6VrVWlLQXJSXFRka5+8dZdAnBAeYEuK9XVVyPk/vokyLjbalkvAoOMISYsugusglbkp5aIBvY1X55OD69obawwvbzX+/O3v8SHt99UR/99oVda3Ly4qzUvJSjRlxEanRQO1QflpCbnJcemz4spT4lfVVDWUFCr5dTVHu7W++rC7INiVE+2iUSVGB9298bX777M/Xj83//Pr9lXMvHn8/P9FXX7GssiDTGB6QEBEcGxwo5wNYnpMc/cnR3c8efPv8x2+e3r/87MfLf7y6fe/G2Vc/ffv373f/fH3H/O7xP7//+MvDaz/d+ebkwW0NlXkttcUraktqynIbq4vTEyKdRQ6ebs52TBoJi0RCgd6jxb1fQAWPRi5umgJrwOAs9P+8BV+z9DzQiLoYBYP0C3qwFtsFgTlqNBToQEL9pyYNKASGAaIBIIVclGABbxdrkCwtoZYQKwuIJRKOsoRYELE4hUQY4OMVEugdFeqfFB+WGB2YEBUQF+4bE2qICTXEhvnER/glRAUYI/1jQg1RwV7RId5x4b5gMhwTagj28QjwckuND89KjslKjqopy81Njzv1wZ5XT+/88uSW+c9n5n9e/v32p7/f/vTm5f3fnv/w6bGd31388N7V8y8fff/84feP7143m98t7NmekZ6clpbiY/BiMRkoJBy52GODR8FCdC6RBrXSwVojtveQOqglPAcmUcZn27PItjQCBQvHIqwIaDgJh8ah4DAgo108FpZWwAE80DAIFGZhaW9jI+Lbc1h0WwaJhLYUcOmm1ChTeuwyU1JJYbafrxeVQqBTaXyegw2LQyLSsBhgAZVC/bczEAqH/YeqLS0tLa3+8wDb6VAIJB4NTKGTcHgKgUjFE8lYPBGNBa8kwMgXtvgAARgchAa0zxgMbvEBSqERKCQUjbZCoawQSCgchoBDcUgosBiPtgz3UMV6uhi1igSNLMVDnOUpMWklWR7iFBdemppv0ooKfJxLA9UlAUArkkkryvOWL/OSgQyc5SEEd4NNWlGyKy/N3THDQ5CidohXcOIUnBQ3YYaXMk4t0fOYEipexbHxkkqVPEexHU/t7O6mj/AISfaLNnmHpys8w2yFGhJLgqPyqSwx01bCtJVQaDwM2hoBp2IxTAqFgyVYI7BkCzgWYolcPBiIFRY4UBwCQ5er9MbkXI6DXOrsGRmbkZlTlm4q4jpKIBCYFRyDwOCtEEgUGrvo5qQQSEA3Iw5LwuMoBDyVgKcT8HQ8jkKjMhfvgshMazaIwW5qbUhwhEyqtOc64nFkGxaHSrEWCWXOClcuh2/NsCWSaMCnhUBBYwiAvwOJ93H3vv75t7tG5jsL67avHt3c1PvZ9L77hz97cuLL06Obfzx87o/PblzduP/kmrHDzb37a9cerF19cHnnjqKm/pjs7oi03WUrptJLbkztPL9u3Hzl7pmVQ3tKV2zIqjzYuO7Kxn3mZ2/Nz1+b37wz//HO/OfbFz/c+OHcxyc2TB2dGvr+7JGTu0Y+Pzx3dGPX1r7aDzau+ezw5O1LB3579PmTW5+Yf71t/uPnH04f3djctKtl5f0dR19v/+z6mn0TwZXd+mXTkbV7TGsnIpbPxDZ0G/LXGvK6A4oARVZ0TV9oeVdgcXdwcZ2rsTcG2P7tzq1zsRZYY2g8Nh9qgaQRmFQk3caSkaAIvb9wxXzl/f2J803StG9XHDAfeGJeePhu/rr55BvzwWcvp7417/vZvP2OedsP1xoWZnSVW/xqt/tWnU3r/TJn6HLe8I2yyUdN256tXLjbuPFczrqF6OVzQfmTAbkzUYU7cpoebfnQfPnB08NnVkWn96QVzZSueH7qa/PNZ6/PXzd//7P57i+DFS1tWaXL400vv/7h7Y2HD85dfvvdj+an777ed/LS/uOHN8x31dee3r9waOumrtYVOzbMiOztXORiId+ehEPDLCC21gwMAm7QeSpEosN79144e+7EiRO79uzeuHXLmQtnL13+Yt+ubVtGB0yB3ivT46eK0rYWJ++rSj3emPHZ2oJbk/WgAevp1jWvdve+2t37clfPq4WB3w6OPd8z+Pb4pl8OzVZqndrDdVNFqdMlWVOlWcMFmcMF6UPLktZnRfekBfek+PWl+fVnBKyM07XFejZGeZUGa+KUQjWdxINb2UItSRAIyRLCwsAF1iRXBxu9lB/iLos1uKaF6lKDtWmBmsxQj5xIz8I4r9JE38qU4Pqc2BV5Sc3ZcWuK0zuyjQeHVn840Tff2dCzvKihIKM0P7VyeeHyVQ2V65rL+tqXD61qHWtfNdXeOd3RNt7SOt7UMd26em7l6k2d/Xv61m5Z3beja2h3X//2tcO7ezYcGtmyry/UhzXRlnhhY9M3GxofbW7/bfvqXzd1/L51zd9Hxn/ZN3Z9S39PfuJATdF8z5rd09Nj3d3j67s6ayuLwiNTFJqhlOJ1kdlVntGZqkB3G5GrQOmq1Cic1UInCc+G50hnO9HYQibXickVWHN4FJYdjmaDJrOxVC6BYYuhsPE0LsnajmRtS2KwqUwuy45vx+NZc22I1kwshU9hSpkcCd1GRKGLKHRnWzsR3ZpDIDNxBGsClU6kknEUPApnjScIbNgynpOjLceOYce1sbez4TPpHDbLwc6Gz+M4iR2lcoFcKVHoXDThWm11TMDalNDJZcZtJWkHq7KO1+Weqss5UZv+SWvupyvzvuwuvjZQBXQgjTe/mGp/PbvqxVzH87mOZxvan862/TSz4sl08+OppsdTTU+mGx9N1j8Yq7k7XHVnqPzOUPnd4Yp7o+WPxytv9xfeH6+5M9lwebj++Kryo12NWTpnHgxii7BkolB0NJaEAfpMcWgSUAqDwBCxOLDml81k2bPt+DwHgaMT4Hzmch0dHfmLD0eBE9/J0d4BaDn673lmsAzJ1tYO1D4vGaFBt8uS/srBwdHJScjj8cHCJCcnIZgMgyEwmJGAGAxKsJwVrhKxwoEnYC8mumAIbGvD5XL4YpHcWeGqdFaDF4tKqUomlAscxQ72TvYcPofNs2FxrBm2DLqNPddRJle5uXtqPPRqN63CxU2uUi8luqDXSiSWC0UyoUgGhrpLc9HgkLNE6rxYYqVRqtzArFjh7ApqsUD9Fbi6Ag4/29hygd4opg34t2YybcCCTwqFRqMxQJ/zkgt6yY8FiKApNGAQetHUSCRRwNeTiUD8SyZSiHgSCQv01OJRODQcQUDArPFYZyd+lL8hOy4S2P6NDQasVwlhxcbgosUQuCwlpirDWG1KrDYlgoFwaXJsfkJUcmhAgFajkQK7yzoXN0+1h5eHt793QLBfUGhASGRweHRYlI+3r6urm1gslckUbm4aX1//2JgEU9ay4qKKxIQ0H0Ogu5vOQ2MweAeFh8UZ41OyTflZmbkZ6dnpaaa01Ky01Kz0NFNGenZBfkl+XnFJcUV1VR3YBlyzvAEsQAJLg7vW9XWuWrdysRB47WLT0to1Pas7u0AnVk93PyjBGhwaA7l3ZHRyfGx6YnxmYmIKOGOT05NTs9Mzs5NTk6Njk6Mjc5OTW+bnICxrGyqZBhYLgZYpDApLwBFRCFBwBSDuEgwD2AlFwQEv9P/8LhqOwCCAAk8SBsckklgkMg2Lo6IxHBpVyrOX8x1VQpGLSOwsEMr4jkIOF/A9YLEkDIZra+OskOl12sAAv8iIsNjY6Li4mKCAQF+Dn06r93DXerhrfQ1+xriE/GUFZSXl6akZXjpvDptLxJOIeBIOg4dawgg4IqjFIuCIRDyJQqI68QU6rd7Pxz82Oq6yvGpibHL71h3DgyM9Xb0bNsx3da+/9M213979sXn7jl27F86c/bSgoECr8XBTuUgEQqVEopRIgM4rtZuAwwZMzq6u4QZDalRUalRUfGhIclRkbHCQp9LZx8PdX6cN0Hv6eLhrXJyVUpFc5CQTOoL0qxILVWKhWiIGpVk6ldJLpdIrlQZX1zBv76TQ0KTQ0FCdzkMmq68u//vPX83/vJ4a6/PSaMUOEjsmh04jMRlIJ3u8xI6msiUF8Yj5nvirW8Pff5n415V4861s8w/L//m6/vHRqsubS89NV3w0U7ejO39+TfZ4W8pAXWxfaejaLH17rGtTqLjK36EhTNybYegz+TZGOK+IcdvdtuzanoE3lw78efXo60t7v97bc3pj8wdT1du6c45OVe/tzT88WHJ4sGhvT+4n0zVPPpl68cXWa4fWfzjecGS8ZUtP7b7JnkidKsLLY3nesrri4pbqyqr8nIL05Iy4qMTw0GUpSXUlRfWlxZX5eakx0d5qtwg//7WtbRX5BS5iCQjAKpWrUCgmk6kwGAKJRCORaEtLKAKBQqOxFAqNy+WBl3zgPyq12t3V1c3FRQ2uAbu6urm5adzdPTw99f/P0Wp1nh5amUjIolMUYkFWalJVUUGmMc4UF1tXmLdjcsz815s9U2P5xpikAO8onVtuTFhjXmqoM+fsjuGFoZYkvXi0sWS4sbS7YllDhrE0NmRubcunC5uPzI2c2Dy+a2RtTWZMY37yobmJk9s3XTi89+iWDd0NNY0FuY3FebnG6BxjbISvV7iPt4+72l0mkdhzQny81DIxDgnDwK2gQNEXBIeEMcgED6W8ICu9OCero7Hu2P7dN698uX51e2ttZevysqLM5CxjVGp0aHyIX2yQT2J4YHpseEpUSGyQT2yQT31pflW+KSMuIssYtXPDRE1RbokpdXz9ag9nwZfnjpn/+fW3Z/fuf3/p5ZMfblw+u3Pj2P4ds/XlecnRQdFBhphgH5WIv7KxelVjxVfnjvx48+KzB1ce3/ni8Z0v7t04+/mZhecPv/7z9Q9vfrn5x6vbr5589+LRVfOfT18/ufX1hZM75keba4qzU2OKc9OykmPUzmKl1IlFIxHQcIQVBA23ImDQgOkXARwQdMHIF8x+cah/nwTfAdEXpF8iFuhAAkuACXCgARgLR6KsYAgLoBENCYUB5uf/nCUAhsEtABUWwMDwJQCGAnuyVng0hmdno3FVBvrpwgINoYH6iEBdeIBnRKAOnHmODfMBjzHSPz7CLzbMBwTjmFBDdIh3VLBXUkxIeIA+OsQnJS4sMymyuaa4a2XDrauf//bL/VdP77x7/eP7N0/+efez+Y+nf7/9yfz388vnDh9bmP3m4vGXT27+/ODGvR++NZvfTU6NxMfHRkdHKpUKAgG3aAS0tLSAwC0gYi7DoBLx6TgnJlHMZSiFHCc2XebEZdEINDKOgIaj4VY4FADAWCRQbfX/B2AIlEYgOXI4dky6DZ1MxsBsqFgfrbNBp/T2VAUHeAkFDjAohIDDO9gDbRBkEp2Ap+AX/YN0hg2dwSSQiAgMGo7+t54dCoXCYIDMH7F46YBe1PJjgesM4McdEgZHQGGAVSIEEoNaHEOHAz7ufz8KDv9PCfziFAcWeKDRiy9DIpB4PAKHg6MB7zTgu4NaYaEWeCuIysEuxE2R4qtJ1quSNJIsnTzXW5Gjk4GOqwx3p2xPcZ63vMDHOd+gyNVL8w2KZV6yXL0021O8JMcyaUUpaoc0d8d0jVOK2iFBaW905ia5OiV7SGNchN58GwWd5GJn4y2TqR2dxDZ2Er5EoNBJNMGuPjEeAUYX7yi+s4HKlqPIDmiSPZ7KJ1sLadYiCtUJi+PAEHSIJckSTrZAkqFIiiWKYoUgQ+BEiBUBYolHYBgEOvf6rScfnLpw4MjHLZ3rcwuWG5Nzg8Li6TYcAIARaDgaAwAwBo0j4AH6JeCxWOAstlJR8TigEmmxbulfALZm2IKlzQ48gVAgJRFpZBKdRmWChcCcxXU1pjWbSrEmUxhUGpNCtcbhyUCFIRSdGGH8/NT5ncNzEyu651r6NjZ0vzp73Xzj52+3f3hhdverT678fOziofb+7VUdh5t7T7QPbS9u2ppfv1DWerh2zea8monUolaf6IO1nd9ObjV/dvXmzO7JtOLNy2p3VrQe7hwy//jM/PI385s3Lx/fv3P967vffP78+2+OzU9fP3no1vkjnx6a++LI/AfzXbuHmz/cvO7M3uFr53c+un7y2d1Pza9uvb7ztfnR7ZNjw2NFpRf7N7zb89Vv859/mNc/GlC21diyOaFlR+rKeWMzOBTdG1A8FFE1Gl0zEFHVF1reF1HepE1q8EnpSasqDEqSMR3paCrbmsOksIkwijXMmgux3tUy8/vxB+YLv79fuDsf0T7uXfN92xHzzvvmXffNC4/Nh38x733yftvdPzbf/GPjdz+uOTXjXb3Vv25XQN2nqeu/yh05k7buQk7vtcqpB+3b77Vv+6pi+GBSw6bQgnG/rDUeMZ/Ur//7w6/MH1+ZNVXWe0eujjFtq1tj/uah+dbz95fv/3P14Xf7T/eXNC6Pzdqwovv9rZ9+/+7B0y9vvPv+0dMvb3yyed/981+PtHdUmzL3zE59tH9hw/Dg9PAAnYRjs2h0MoFGwqNgUDwaxaCQk43xCpFoZKB/aGBw06ZNe/YuLBzY/8n5M6c+OnZkYde2kYH8UP91GYkbCtN3l6cfb8w9v6rwSn/FvQ0rvh+pvTvV/Hjjymfb1j7fvg54u7P3xcLgo63dz/dPPNo92hLkMpYdu6O+cKbUNJiXOlqWO1CY2ZuT2JUZ1ZUasjY5YFW8V3uMtjVaV+qrSFBwvVh4PgxChUDIEAgTasUnYZxoOGcOQy+xD1QJIjWyJIPrshB9fohXVWxAgzGoLta3Id63PSVkZXJIQ7x/fUJ4Z27qQHnealPSlvaaTa3V21bWzbZU12XFNhWnNVQvq1ieV9ZcXtXVXD24srq/pXWwee14S/dU+9rJtrVTrd0bVvZtXN23cXX/ltW9G1cOblkzunXd8KZVY1vXTG5bN7WhJSvS6cPx8ocfDt7c0vrjXNObnWvfbFv9fL793cHRN8fmTvY27Fi1fHJFzdFNc3O969c3t3RWVrTlLSvwD+7NLNpe1TGT15Qm84kUeRrE7lpnD1e1VqpwdXQSc9g8e7otn2braM3hM+wA+iXQbbAUFoZsh6NxiAwmmmSDp3HITC7Nxo7GsqOx2Awbe2s2h2rLwgGv5JEYIqqNkGItJNPEVIbc2saJQrPDk6yxeAYeWMUk4gEApmNxjkymlOfgaMvhMNn2tjyOrQOLwWWzHLg2PEc7JylP7OwochNLfd00CT66luSQAVPEfFHCrrK0w1WZp+pyTtdnn6zL+LQt7/yq/C+7Sr/pK785sPz+SMOz8ZaX0x3PZ9uezrb9PNP603QLSL+PJhsfTTY+nmp4OFH3vwH40XjVg7HqO6M1t6ZWXOir/Wh901iFKUTIYUMhTBiUjkRSUTgShkDCAmMmJCyZiCGQ8QQaCYh/mTS6HcvGnsN14gPcK5VKFQqFRCJxEgrA4yhwArNccPgZdFyBOTBodebx+OABOdnW1g4EXXDX18HBEVRGOzoK/jcAg7tyS3pnqcQZjH9BBmbb2v83AIMRsdJZDZQAO0kdHYQ8riMIwLY2XBbTzobF4TsI5QoXEIDd3D1Vbh7Oru4gxy7VF4HBr0AolUid/79HJleBa8MgKoOEDEbEfEeRPc+Ja+/I4fLB+JdhbUujMRgMJuiCBrZ8F9uPrK1ZoAEL3AQGnwcF0UsA/O/SL5n6LzAvrn/+O/mMJRIxQFUtHokmoRAO1lQvF0VyeGCeMTIvLjw/LhSsOypNBCzQpYnh/w3Ay9ONy7MSa0wpJanxaRGhIV46L5WrRqHSu3p4qj083XTeWoOfl2+AwT/Q4B9g8HdVqSUSmUgkUavdAwKCoqNjkxLTMtKz4+OSAwPCtB7eHhovb6/AoMDI6KjEpMT0zIzctNSspMS0BGNKYkJqWmpWtikvb1kR6IIuLCgtL6uuqqytqqwFDVjtbZ2g+Grtmp5VK9eCVcCrO7tA9O1a1weqsPrXDwPzzwOjg0NjA4Oj6/uBvd+B/pGR4YmpienZ6Q2jg0OTo2PzUzNbNsxvm92waXJqZnhkon8AwqDRKSQyUPtAJJEIRDwWh8fiSAQiFo1BA9ZVxJLGGQGDAykxDI0AeoMBAAb9q8ACMAyBgyKsCWSeNZPPsnG0sZXZO6hFIq1c7qNWB3h4BGq1Pu5uOpXSVSoWcNhMKgmLgJJwaFsbhlQicHdT6XUaP3/vkJCgsJBQTw+dxs3Dz8c/0D8I5NiSotLG+qaW5tbiwhJfgx+P60CnMvBYgiXECo3EgSJrDAqPwxCJeAqHzXOWu4QGR+TlFuaY8mKi4gvzSwbWD48OT3S0rx4cGrv41eV37//+6so3e/cd+P3Nu6GhIWe5QiYSe2k9hTyeh4uLwV3jpXbj27K83dV6pTJYpwM9WMaw0OSoyLiQYC9XF4PGzV+nDfLW++u0WrXKRS6Ri5ykAj4IwEqRQCkSuIgABnaTSoBZaGegUlivUBhUqkCNJsrHJzksLCM2Njcz9UZ4CyUAACAASURBVMK5E2bzr1+cO5ken6hT60V8sUTAt7PFOdnjxWyq0obow0aY1NBvtwb/9WXcu68jzLezzLer3l+sfLBQdHm28OxwybH1pRub0sZrEruLwtoyvZri1bVhkmofpwo9b1WMW1ukS3ey10BmYEe0e1OYa39WyKaa9Ot7h15d3GO+e/rpxW1fH+w+ubFux8CyDzZUfzBZdWK65sBAwf7+/Ct7O198sfH5xY23T4ye39q5u69qe2/9wti6WG9NtI9XfVFRfUlZbUlRkSktKzE2JtgvUKeNCwnKT08tNmWW5eakREd5q93UEml9WXlDeUWEnz8DT5CKZSqVq0Qio1LpcDgSgUAhECgLCytwE5hGY9jbO4A3fFKpHFz9BVVYrq5urq5uarW7Wu3u5qZRq901Gq2np16v99brvcEo2M3NzdVFKRQ4WlMpeo26qbqyujA/Mya6rjCvrmDZs++vP7zy1UhHS4BK6i11KkyI6qzMS/CWjbUU3fpkf5DMblVRem9N4VhrTXuBKdXXszotfuv6NR9umdw32bsw1Tu5pqE8NXptddmpXds+Xth5cufW6a7VFRkpldmZJekppZkZxtBgP42bt9pF66zgWtO1Kucgbz0WDqcSCVYQCCABglmCo7AqmbgoO9MYEZocE/n9lUv9azpigv3K80yFWanJkaEJYUFR/oZwH310gE98SECkn3eA1s1P45qbbEyPjWyuLA3SafLTkhbbekO6OxpqSnKSogKf3Ln268/3jixs+uPVo5/uXTt+cPt3l852rqgqzkmqL88LMbiH+Xp8eurg1un+u99duH317LMHVx7cvPDz/Utffbr/1JH5q18efXDz00e3P3/5BHBivXrynfnvX8xvn5r/+fX+zct7t882VhcuMyVlpcUZPNUyIY9CxGCQgOgOADZAdQR2nyFwKPRSqxl4NQZyFHBHhkKDoSIZD3wTBWZDsTiQfvEwJDBnBUdiYAikJRQOsURYQRFWUBDJ/o1/oTAY1BIGswIBeJGB4VZWwAIwGALDoTAMAkkhYJ14HE+N0s9L46VV+mid/bTKQL1ruJ82LtQnMTIgIcIfbD9KiPAH348J9o4M0EUG6KIC9Wlx4fFh/hH++vgw/3A/bXF28v7tG4Cioz9fmP988f63x+a3P5v/+uWPVz+++unWmxd3ntz5atfGge+++ujti/svnt59cPe7P/98Xd9QHR0dGRgc4CQUAAqoxUtEwDkFgYjsrEO0LhwymoaxZBJR9iwynYRhUHFkAhqPQ2EQUAQcikYhcFigQRf43+bf7Pf/ToAhUBIGJ+Tx7G2ZLBqJQUQziEgRz1oh4Qr5Ns4yJxaTZmkBIeIJQieBA09AozJJRBrAXUSqNZPNtuOybNhkOo1AIQP/PRcPHA4FLjsRMMDvvxhZo2CL4oZFpwMGBkNDoUioFWA5RCBgMBgUCrWyslpi4KUoGL34+DclRsBRODwSR0RiCQBTI1DAJ9TCAgWBUOFWGgE3wds9xdst0UOernfONaiy9TJw6XdpvDlHJ1nmJVsiYTAEBhnYpBWZtKI0YH9YkOrmlKJ2THJxSFTxjEqHOKVjlILvJ7BVsyhudiwfmdRDJBIAd+xMOlvAcFDy5Dpnj2A370i5e6Ctoyue4USgCyksqQ3P1VGsF0i97exd0TguQAFQKgTBsEIxLZDWEBgN+CWMAkHSLBA0fUD03Ue/bdh24Nc/zJ9+dSO/tGF5U6eTRIkmUCCWCBgKC0OhoUhgxgWFQWLxGGAgHAjICYsATMFhyYszEEQigYrDkgh4CotpB3inyQwW045CZlhawKkUa7lMxaADXVZ0GgsUZQHbwnSWNZNNZ9hgsESoJaCbbKpsOLbnyFTnwOa1o2M1ndPVneYrj95cvPn60+/uHD7z9OTFSxv27KjtPNTS92Hb+u1lKzYuqzlQ07m9qGEyrXguu/LM6pGFqpau6LQ9DZ0P95/88/SlVQEJOwqaP+uZPbpq4Nahk+ZHT82vXl6//PnkaO+Ny5/+9ujmmT0bH18689udr55c++TuxcMXD818fnDq6ukt185sefTd0btXDl+9uPDy3sWvju98e/Pr8/OzEyXlZ9aNvdr8qfnAre87986ELt8c0zQbUbsvu2ve2DwTUz8cUtHjX7Q+pGwkavm/DBxRvja8oNrb2GYs8OLIuQQmHorFwfF2VA7ZgkSHENNV0a9P3DV//Mx87Ln56MurbR+sdErfEdb2dOC8+cCTv7f+AIxDH//175333225+Xr2yu9Tl+d8a3cGNx2KbPssY/CrvLEPE1YdS+28UDhwq2XTvc6dl2snDqU2zQTlzoTmNUr9Dxd3PN54+HTrULHc0BaQOGaqPDeyxfzTX+arj95+8cOzj6/M1nSuL6yvjc06t2m/+cnvL6/cfvrlDfO959dPXDi+Ydfts182FxTmxcdOdq+9eOLDY3v3jPZ1k3EoMgFNxKKY1lQ8DmMBgRAwaFdnhRUEYkpPW7WyfXp6cmHfnsPHjpw7f3b/vt0nDuwb6WgpDQ/qyUrcVJS5v8p0pr3wck/5jeHqR/NtP4w3gPPPP23ufLxxJXA2r3myrfuXhaEnu4evTnV2hLlvKss4tHL5trriDdUF6/PT15gS2pLCW+IDW+P9VkTrawJVJd7iYoPC5C6Ikdj5cOhKKl6Ix0mpVBWb5S3k+sm4YWphvM451dsl08etKFRfHx/YmRnbnWscKUybLEkfy0vqS49aExfQGuVXEx5YFx22Jiu5PTlmsChrRWJ4TYxfrr+6Lc84vLJytLd5RXNRae2yus7lDX0rqjqrOrqqe/rr+ocb1o80DIw1DU23jsy2Ds6sGJ/vmNrcObtl1dRc28T0ionJpvV95atbUravz7+8s/Xmzo7LY5X3Zur/2Nvzx57u55tX/bIw+ObUlu1NBYf6OzZ3th2emhxtW9lbVdeZndebW9AUHj9kKp0pauo3VUcKtGprcbguxKD1d3XViaRKnsNicsiw4VCtHehsDplpg6dZY8jWGDILR2XjaTZ4GgNNYhFoXJoNj2lnb822o7FYVGsbMsOWxLTBM9h4Go/EEJCZQhLgvpJbAzkwn0i2xRIYGBwdR6bgyQQcGY/C0TBoBwZDzLV3tOVwWXYgANtYc+yYXC6T68TmSbl8Fwe+XiKJ1nkWRAT25MRMF8VtL0/dV5X+QU3mR/XZZ5qWnW40nW/Pv9BZsAjAlTf7q+8P1j0daX4x0fZ0kXuXgt9F+q1/OFH3aBJ4e3+06u5wBZgA3xkuvTtSdn+s4sFk3fWh5VfHm0+tqT7a1ZTv6yEhophQCzocQUViKWgCGRh7JlHxwAg3jfQ/h0qmMBnWXDuOowNAvyqVykXtKlPIBSKhQCQUScQiiXgp6QVRlsvlgRu/S4VGoCZ6aUPY3t5hqQTY3t7B1taOzeaAFL30IeDPh0KhWCgE+o3Agl9wBxgMgUELtA2Lw+XwRUKZQu6ikLvIFz1YUoFMxBfzeQLQgMVZrAtmMe3s2DwnR7HC2dVdo9N6eoMj0Co3DzD4FYpkS+gLxr9LYAwuA4sliiXWBRXQ4IeAkCwSy50EEge+EKRfO46DLdueZcNhWNuCiAuarv4bgEESXhJELyXA1MU2YAqFRlpc+iWTqTQKnU5lAMEvgUwlUCh4Mhj/EgBtI84aj3UR8uMCfHPiowoSo4qSIosTw0sTw6vToytSIsqSgFOeGluZaazOSl6enbQ83VibnVxjSilIjI4P8PV1V3sqlO5ypafKXaPUuCnd3VUaTzedzl3vqfZwV7lJxYCPVql08fX1j4szJiWlxMclRUfFe+n93N10aletztMnwD88LDQ2JjopwZiamACgrzE+OcGYkpKckZmRk5tTANLvstzCgvyS0pJKsA+puakNJF6w+mh1Z9fKjjUgAIPDz2vX9IDiq5HhCVAEPTgwCpiuhsYBNfTQ+Ojw2MTY5OzEzNzUhg0TU1MjY5MDgzPDI1umpndv3LRn0+bdGzdBlugXbNMlE0lEPIFMBAbMgYZeNAYJRwDDhhaW4HQcmACDDcAwKziwJ2xhhbSE4qAIBp7Es2bK+Y4+avdo/8Awb2+9Uhnp6xsXFJQQGhofHBwTEBBq8NarXVRiIYtGxgPbgzAbFl0idlIpZW7uKk9PD72nTi5VyCRyvacXCMAhQaHJiSm1y+uaGpob65vylxX4+fhz2FwsGoeEo6CWCKglAgnH4LEkPJYEuqxpFGulwjUzPbt1RUdNdX1KUnp4aFSOKa+7a/3g0Njsxi33Hj56bzZ/ffmbf8zm27d+aGpoFDjwg/0DHNhsDxcXvavaTSb31Wpkjg5audzP3R38K8QEBcaHhkQF+OtUSj9Pj2CDV7i/b5ifj4/Ow12lcJYIlxJgEIBVQoFKCGCwq1jkJha7SyRaqVQrleoVinAvr8LU1Pba5XXlJVNjfeb3L/94/fP8+Ex2kinIEORv0Hu4C53scY5MnJbPCORjUpSQS5sM5m8T314KMd/OMP9Q/seZwvs78r4ZzT/dmbO7Nm2yKK4nK6gx2r3UX1isd6jwcWwOlK4MU62N1a6MUHeEu7YGu3REaoazQsfzojqNXmtSDWcmm823T5gfnPztxsLDLzd8MF81ucq4c33uzt5le/rzLu1d/fbarjff7Hhybub11zuvHhra3lV2cHzlzqFOo482XKstSs0oSMtorCgrzzPlpBijg3wNbq4h3vr0uBhTorEwMyMnOSnSP8DJlm0MCy82ZafGxHLoDEcHJ4VCKZXKGQwmEolGIFBIJNrKCrZYFI0hk6kcjj3oeQZ9V6AC2sVFvcS9YCbs6uoG5sBeXgYvL4NO56XRaBenozUqlbM1gyZycMjPyFxeUJAVG5ufmFibm93b1PD0+rcXPzgYoJJ6OHGLk2K660ryoryr00L/vHs5RivNi/TtLM8daqxuLcgqjA3PiQpcU110YG704IbhD7aMHdk00lpqKk9L+GDz3MG56Z3jw7snR2vzs5NCAovTU7ITjSWmzJigAE+lwkUi4tuy1DKJj85jsRcXiPKgEAgGboW0ghDQCEcuOzY0SOMsM2jUvzx68OXZj1JiwuNCA2KC/UAAjgn0jfTzjgn0jQ3yC/X29HJReMjFIV7aIJ2mxJQeoHULM+hCvLTBeo/c1PiWmpKYYO8Vy4sn+tdUFmSW56UfP7j97In9F04fXr+muauj7tiBLWF+bs3L858+uHZg+/TzH6/eu/7Z49tf3rh86umDr88c33ry8Nz1r4/fvX7m7vVzTx98/ePNi4AQ68+nf//+5J83T81/vfr9lx93bBwvyE1NSYjw1buLHTk4NAwFtwABGItB4bDAji5wRwaDg9yLQSCB9rnFLBE05OFQaCIWR8YTKAQihUAEGfjfAiQYEkyAcQgUGgoHGNjSCgRgkIGB+HdxBBoOh8IRlsBb4GYOAYUCX4L+nQ22giKhgHiPQSGKnDgaF5m3p0qjcNIonHQuYn9PFViAZAz3iwv1iQ0xGMP9QACODvKK8PeMDNBFB3klRgYlRgZFBnilxISG+XpkGMNPHNxp/vPV2xc/mt8+e/vivvnP54AI+p9X5j+emf949ulHe4d7V3x57uiT+9f+fPvL+/e//fX+TWVVaURUuF+AL9/JERjtX1xdBgTOFhCDWpEWFWRHxeBhEBLakoiBwSwhMCgEibBCIIGiIxjUEglHYNEYDAIJhQB7v/91/jMCvQjAAnt7DpNJwaOtSRhr0v+h6z2gmrwb/u9AyN57B0JCCFkkEAghCXvvvffee+8lICCgbBRx4p64d6tVq622Wke1WrdWa7Xz7s57Lq7ePH2f5/w9v5NeCfEcj2BPPtd3oaw5JEd7kdxWoJSJOGw6Am5OJpLsbCViGymFzCASqHgcmUSms9h8vqWAw+XT2Swai4lA/eMvBwEYQF8E4FWGmwN7SwDxwizQFhYoKBRpbg68CIMv0y/omwal4OUwMNiMBVZDw+BIczjKAomBAT8IOOAg0YC5HQpFQCA8ItooFUXpHZPcNcluqjSjMl0vy/VQZhtkYNNVqrNNuottll6abZCBUnCeuzLHKAcLsUAMTtMBDJzkZAOeRI0o2l4QKucFy6z8pJaulkytFdtbJXeTS0VUKnCThcjC0CypfIlA5iR39lBovUVKV47I0cpWJ5IZFRo/Z2OEi3uUTO1P46gt0FYQOMcMxYdirMzRPHM0D0kUUnlKnlhrZefS2juxePrjrqHpd7+ZDp/9OL2wOig6BU1iQGAoczgKiSXAUIDGjsVjkGgEGotCY1FLu1AA8S59OyhYDAmLAZ4S8BQCngJ2QZOINPCgkDiRUOLvFwwqw+BdDGuBGKg55Qm4PAGDycXhyQgYGmGOXLdm9vjuw4O1nes6hmfq++Zqep8c/nixZ9J088n9fWc+Wb9rf8fw1qrOsytnjrQOTSQXrc+s3FXWtqOkeWtB/WRiwYa8mpOdq06sGPlocsPrExdND77dklu3t7Dti9GtZ1eMH+wavnXk5P2PL81PjybHh9z69NztK6eObpn8+OCWb+9c/ObO+dvndn2wa/yzYxvufbTz3qUdz28ffXrr2IXjc6bfnph+eGx68+j1R2f3dnUfbl75dPKYac/dH9Ze3JPQNeNTti+ld19a3+bY1g0xzRNBlUOeBat8i8fDqqci60ZDKvsDisYSq7pjCgq9YoQoOh1OJCOJOCiWiWbQIUQp3OrC6KE/Tr/46/Dzv/a/MO37xrTt8fGkNXOGqlPpk79tuG3a+/z3bQ+ARugTP/y99+n3626adny9xb9lT1DHmbjBTzInPs+bPR7feyRxxYd5I180zN/v3Hq1as3u2NoJj9SZwKwVrpEbEkqO1vQ26cPqDWF9YekLld0/fnjL9OavHy/cfnDgw082HGiOyFxd0DCYW3Nn8QPTd39899lXL6/eMX37690zH3+4ffHcjgPlqan5CbGDrU1nFvedP350fGglh06mkrAopAWFDFR447BoBoVMIeChEMjK/t6dO7bt3b9n5+4dB48uXr5y6eCBPacXD9SkJ5WH+I1kJGwrzTpcnX2+veD6QOndsaoXm9pfb+19u33l2+0rX27qfrq+/en69mcbe55t7nu7Z83zHas/HWsdSfDZ01BwuKd2a23hfHVeR2JQU6xvXbhHbbC+OkBb6qXO0YlTHQQh1uRgES1IzA4Qc71Fll42Ak+JyFduG29QJxrtUz0dM32cs72dc721VWEe7fHBK9OjexJCRzJjNlbmritK7w73qfV0bvAz9ibGNIQHV/h71oX5xdsLG2N8xivT5loLJptytq9p2jbVtrKtoL4qpb2tcEV/bfeK8u7W7IHOnMGu3P7OnP7OnMHevFX9BYO9edNrqjaubdw4XT83VrFponbD6opVrSnthT4Pjo7eWmi5NlVxd7b69da2d9s632/r/WH/8LcHxl4fm9tQm7XQVbOtv3u6uXWmuXuqqmltXsXq6LShqLQV4amrMyvTnQP8xVoPO12EV6Sn3l+l1IlEcj5PyGXzOHQ2j8rgkZkg7oL0yyXQ2TgqHUNi4alsEp1PYwuYPCsGl0dlMcl0JoHKJTAtCSxrEktMYdmR2VIKy57OdmTzbfFkAY7AweDpaCwNSyLjgE+neBSOjEZa0ii2fEsR30rAsQQB2JJtxWdZWrP4thxLJd9SK7T2U0rTfD0aE8MmCqK3lMXsrkparEo5VpP6QVPOxba8C225H7XnXl5RdH2o/M6a2q/H659PNH072frdTOub2f+xPYPaL4i+z2fqn03XLQPwwzVlD8dKgDNeeXu07Oaauo9H6o+tqJkozXRhEFlmEDYSSUNhqCgCFUOkYUl0HJGBJzEJRBqBRCOR6WQKg0Jl0OgcFltgabUs/8qVCls7iVhiK5HaSeUyidROJAJE4OXCZxCAwXVfa2uReGnL18rKGpw+AiuvwDAw+B4Wi8Nmc8EiaGtrEWiBFoslywy8DMBKhYNcphLbSHlcAYPOYTF5LCaPz7MGAVi1tJOkstcoJEqpjQwEYDADzGLyGHQOjyuwEdnZqzQuOqPB6KlzdXNw1ikdnJaHf0HnMwi6YL5XrlAvK8NgIRb4ZjAnDK4Eg3lgqcweBGCBtdjSSrSsADNZPLD2mcXiMBgskHIpSwNIyxlgBoNFpzOpVDqoAC8DMJlMBQ+VTKNR6GD6F2iIxgP3WTBwNAGNpxPJNhyWv6smKzqsID4iPya0JCG8MjmiLCG0OjWiMjms/J8BpJjqzPjarOS67JSKlOiajPiK5LjUYH9/FyetTKaRSB2lCme5RqPQOCgcHRSOzmqtTuPqrNLYS5X2CpWjo5O7u2doaHhMTFxkZLSfb5DRAMidGked1tng7ubj7xcWFBgZEhwdHhYTHhYTHRWfmJCanpadlZmXlZkHOqLz84oL8kuKCsvKy6qrq+ob6ltaWzq7Ons7O1aAtuee7v7urr6e7v6+3sGBlcOgL3pkeGx8bHpqcu3U5NrJiVkQgyfHZ2am1q2bnZ+fXb9+Zm799Lr1E9M7N27ZPL1uZmR0cmBodnB4w+rxLRPTWydnICQCESReBo0OqsFkIolKpjDpDAaNDi70ImBw8EMYQMLmCJgFavmjpzkECoOYIcygaDMLKgYvYDBVInGAzpAUHJYYHBzm4ZEWEZEdG1uQlFSQklKYmlqQlpqZGJ8YGe5p0Al4bBTMHI2CsTl0iZ1IpZZrtU6OagepRGZtJQRISaHSOrm4OOu0Ti5xMfG52Xk1VbU1VbUpSalaJxc2k4NF49BI4GDRBCIeMJlg0QQMCo9FE2xtpC7O+qiI2Iqy6raWzqKC0ujIuKjIuPKKmq7elYtHj/1pMr397v3LV69Nf5tePHseGRrmoLR3kMu1arWr2kHv4Bju76uwEert7T2dnMK9vcEW6Ag/3xAvT71a5WvUB3t7RgUFRAb6+3u5G7QaB4VUaSdezgCr7QD6XT5amQwEYBep1Fki8XR0zIyObq2qKM3NykyKuvf55T9+eHPt/MclWcWRQZGRIYFREZ4ae46Ei3fg4vUsSIoj5O4ef9PtmF8/DzA9SDLdLfzPubxnW3JuDGceq46bS/IfifLoCtLVeMgKtVZFzvxad9vuYIfhGEODm6TNR9UT5Nzqpap3kw1Fe2wojFlXFN0TZ1hoTX90avq3Lw+avj1r+vXS26+23/xg5NTWxo/39315Zuznu3tN35z+/rPND06MfnN5/tPdKzd05pzZtGp9T32kzslNKotw943xDWquLK8ozM7PSIqPCAryco8PDynJyawqyq8szK8oyEuOjLLl8d2dnEuysstz8+zFtjwOXyZTKBT2bDYXzP2i0Vg4HInF4sE1YA6HJ5XK7e3VSqVKobBXKlUqlYODg2ZZ/tUsOaK1Wh2oABsMbkaju8HgptcbXV0NGietSqWythLw2SxXtUNGTExpenp2dHRtdmaUm3HnxJrnn33aX1vuo5aVp8SONFcVx/qn+uvef3m1LiM6SGPXmJvSU5rfmJvWX11WmRZfnZE4N9R1bGHdiZ1zxxZm51d1V2ckragq2zQ6vGNqYvfs9PiKrtzY2IyoyMSwkOaKsuzEhAA3o7NSbiewlImFWgd7pdQODUcAy7RwGBQC4bNZwX7e0WHBQb5ecluRt97l5tXLpt//M7N6OCbYL9wPkHyjA3wifD3DfTyi/L3BVi2DWiHhsRxshf4GlwCjLjbILzrAx12jSggNbCwriAn07m6oCnRzSQwLsLfhaqSCpaarhSO7N00Pdy3umPvi6qnGisxTi1tePLh2ZPeG394//u757SdfXv70o4NP7l06um/21KH5h7c/eHr/4t3PTn/xyfEPjm375tHnP71++Ov7p0/uXf/rl29//+XN1o2T6clRCTHBbnoNj01Bwc2QMAgcZoZEQDFL/wKBSVgYHGZmvkShwCIRAYMFm7GQS9rs/wLg/6sAgxbo/wXAyxZo4GKppg+BhCIQsKVYMBL4HxFgfgZmkMwhZnBzwD9MxKLoFKzcVuDr6eJiL9YqbVzsxUaNzNfgGOTpEuLtGuylC/XRg+tH0UGeEf5uIP0uUbFvXKhfiLchJTokKTIgLzXmwsmDv71/afrtO9Of3799fvf9q/u/fPf43ct733/z1eMvP1kz0Lqyu/bCuUMXLxx78+prk+nXp88epmUkB4cGeXi5C22sURgkbKnICgqBIMwhAUZtbkIUC4/EmENIWDgGCbWAQtBLLnkoDJh1gkKhcDgS+KeBQC+B/f9ov1AzOLAHDIHDIBYYGIJLp3NoNAIaTiegmCQUm4Kyl1nJbQUSGz6DTobDzDAotLWVQCSUkIg0UGOk0lhsjiWbw6MzWBQGncFhY/EY4E+4dCcBvvTXC9rLYRbmcBgUjC4vPyKg5sBth//Kv/8NDgP/hS/9Ar3Q4OPSC0gzczjUArVUE4FHoQkoYEQABfQmQiAoCMSaiPVR2SV5uSR5OCboFakGWYG3usBTlecOYDDY+Qy2QOe5K8EYMGiEXmbgDL0s1UWS5GST7CwGSTjaXhAs5QRJLQNlAndrtkHI91Mr3eRSSwIBAYFYILBQLAlJYhJZVkyB1FKiFsqcbRSuUkcvpTbAyRih84zTusconUMtpR50Kx2O4UDiODMEBrbIaCn1kDgGar3iPEMyfMIzC2tXzC4cKm/uO3DmUllzT3FDJ0MghSBwEDOYBRKDIZCRWBwKh8UTcWgsCoMDvqVYLJZAIJFJdDIJWFrC4yhEApVMolPIDByWhELiAJv60mgzmAqWy1RBgWF0GptGZYGmPnDqA3TQ0RkcEplOJTM4dO729QvnFk8N1HQMVbRN1/XO1/WfWb11ZVLJ1fm9i33j+7tG5kqbJ7LLd9V2763t2VrSPJ9bva20eXtZy4a8mvGkvMm0wv0N3bvqu2/vOnx5dtubg+ev9K6dCcvdmlR5tmnV2d6JE2tmT2zalB4V1F5f8u3TENzpsgAAIABJREFUL66c3r24ftWVxc1fXlh8cPXoxf1rj20avH50/sHlPU+uH3h268j7Jx9dO7/ttzefm/58ZXr11V93b+xobTtQv+LJmsN/bfnMtPvup3UbVxvyrjVv3Z/evzOlZ0NM82Rw1bB30Srf4onwmtmYxtWhVb1+BWOptWMFjUESZ0skmQIn8CkcDp7JsqCwIIT6wDzTlfe/H37y/Za7v+968ueuF6b93/42e+NY7OCUruyTqu2mfS9MB17+ufeJ6cNfTEff/LjhtmnXo72RvXuCOj5IHL6aPnY1Y/xQZMdiTMeZ9JWfVk7fbJw7XzK0I6Z63Ce9Sxs2Fpy+v7x7JqUsV+7e4B3bFJR0tHfG9PJ30903zxYvnh9f2Nc9Xh+SOpJXt7l16PkH101vf//x1uMfbj8x/fDn+b1HLx08uX9uc05UVElqUldN5ZaZiTOHDo4PrbRk03FoGAYNp5CXolxEPJNBQ8AtrPm8xYP7T544dvzksW07FvYfPnDx8vkTRw8e3rmQGehbEx44kZO6pzLvWG3O+Za8T1YU3h4pf7Gh7d3Owe93r/pux8Cz+Q5wEPj5phXPt/Q/XN/9ZGH4+kT7puL4g62lW2tyVyaGdsT61ofo60J1NcHaSj/HQjdZprMwWWUZp+CEiajBIlqANc1XQPMTscMUogStMs3NsTTYvTBAl++nzfd2yvV0zPPSVAZ7tMaH9KRErUiNHspJmizOGi/M6k+Na44IrA3yzjW4NEWGVgd7N8X4V4a4dqcHtiZ7rMwPnmtLn+/KmmnLGKyK6SmJGKhNmu0p3TJcd3CmeXGmYd9EzfbRsu2jZbsmKvZMVe2aqDg63/zh9u6zm9vObWq5cWD4s/0DJ2dqDqzMvbGp6Yu5mufbOn45vOr73SuezNU939zx/tDoD6fnHu6fHCmMW99Ssbmnc7KucW1T93x584H8himfuImQ1PH4/P6EAi+e0t1Wmx6WFqAPMajdZUKVgCXi0flcOptNY7EoNCaOAmq/HDyNRwbivkwchYIm8KgsNpUJqL40wEjCpjJZFAaLSGPj6AIiW0zmSChsOzJbSeOo6Rw1k2uDJVpjCTw0noXGARXQOBIRQwJEORSCRyGJeXwbS4E118qKY2nFEViyrawYXAGdbcdiO/B5bjZWkRp5aahXX0bkdEHk1tKoPZXxi5WJJ2tTzjdnX+4ouNxVeKEt5+Pe4puj1Q+mm5/PAvVX76bav5tp/XZt25t1ra/Xtrxe2/LNbOOrmYZXMw0vp+ufT1U/m6x6OlH5ZLzi0ZqSR2tKvl5d/GB16YPx6su9eZ+PNZ3urTzQWZ3n6cKFQDgIOAdLYGDJNCxp6RDoWBwTi2UCO+ZYMpFEp9JYDCaXzbHiW4pEIltbW8D8rJCLJbbWIqG12MZWJrWxkwiE1qACzOdbgf5nEIBBvRdUekGfM8iBYBoW3EkCfwubzV32RYMlWDY2tiAAg53DMqn9MgMvAzCdxgYPjyuwkyjUKifwOKidwQywWGRnbWXD5wo4LD7orGGz+NYCsdLeUefqZnTz0rm62Ts6S+T2/6ZcsMtKrlCDiCuTq8CCK/B1UAEGe6HB8ufljuh/A/C/RWAWmw/OIzOZbFD+BUGXRKIsA/C/Xwf0XhoDfA/Iw2TyP7XPoPZLwZPJOBIOgUFbICk4koDJcVHIYgO8CpOi8+PCltK/4dWpUeWJIZXJYRVJoRVJ4RUpkdXpcXU5SXW5qfU5qVVpgAJcmhAd6+1uVMrUNjZqG1uVrVRta+8od9TYOzupAPo1urjpNXoHhaNSbq/T6f39A8PCIkJCwnx9/ZfoV++qc3fRGl117p4efn6+of5+YYEBESHBkdFRCaDzOSM9JyszLzMjNy01KyU5o7CgtKS4oqK8prqqvr6uubmpvaW5o7mpvaO9p7NjBVgBDdLv0ODoyPDYwMrhwYERcA9pfGx6cmJ2cmJ2anLtmtGxydUT02NTsxMzc1NrN0yt2zA1u2FiZn58etPk9MLU7I7ZuV1r1+1eN7d37dye2XX/PwWYQaPTKFQahcqkMzgsNpfN4bDYdCoNh8HCLWAgA5ubwYE+Fws4qL2YQ6CAX9EMCodAKEisgMaw41k6ie18nXXxgYGZ0dEgAOcnJhalpJRlZdUUFFQV5JfmZudnpft6uvHZDBTSAoNFsDl0uUKi02mdNU6Oao1QIAJT3VZ8gVAgYjM5Mjt5oH9QVkZ2TlZuSlJqaHCYQqbEonGg6ouEY5Bw8HM4AY8lEXBkcwjMUe0cHRmXEJecnpqVk5WflpIZH5ccERnb3t3b1tW958DBv02m73/4yfS36c/f/1jYtFkisvE2Gl01GjcnZ383QKn21GnB4G6Ih0eEj0+wp0eot1eIl6e7k8Zbrwv29owJCYoLCwnx9/HQuzirlSqZRCOXggfYQ5LaOdpJwONkZ6eRSFykUp1MprWzc1Op4gICyrIzS7Iy4kL9Th7Ybvrlhz/f/TI7PN1W09raUFtSlJya4BPkplJzMfY4SIEn/NXZ2B+v+v/2RYDpfrzpdv7vZ3Ofb0j/pDN+f3bgTKixy6DqcHNocbNvcJfXu0kb3e3avKSdPvaDYfpOH/UKP6feQG2D3q5GZzsQaVybH765Jml1nt/iSPGjc1M/3t/z67MD7x5u/+XFwatHVr69vdv0zek/Hx96d3PLk/MTd44M3jk0dGFT+2xz2qkNg43pUUYbgbO1MMEntL6gtLa4qCg7NTMpJi48MDLQLzc1qb2+pretuaOhrr68NDE8wtFOanBw7Kxv6G5scnNyZtCYEolUqVTxeJZYLB7szUEi0Xg8EVCHUBgmkw3OICkU9lKpXC5XLjMw6IUGw8BgCzSQ+9UbDQa35eOs1Snt1TKZzJLD5VFpIR5eTSUlLUVFZUnJmaEhuRGhV48sfn7mWEqgd2FceFNBWnaEV5he8dG+TRtXdbmIOAUxoY056fU5aUON1TXZKYUJkd1VRfvnp07v3nR4y+yZPZtXdzTG+3gMtzTtm1s72dezaWy0s7rKV+ucEhleX1KUnZiQEhXp5epiJ7AUcFkqqdTDYMSh0BgEYISGm5up5LKi3Ky8zDQfd4Mlm6GS2HQ11X/34un1SxcKM5KTIkPCvN3DvN1DvdzCvN2j/L0j/bx8XZ21cokVjSSz4kb6eanF1iAhq8XW2Qkxh3duSY8Jy0+JS40KyUuOzU2KiQ7womOhU6u6Tx7YtnvT5J1rZ88c3nLiwIbvv7l99cMDV84dMv353vTL6xcPrt365OT9m+f2LoydObLxxpXDj+6ev3P91Eendm1bP/Lgi4+e3bv25undF1/fevrVjQ/PLDbXl6QlRWanxxl0DhQiCgmDAMITAoqAm/9j2cVgAHPsfwEYyI7i8AQMFoNAIi1gOBT6n0ApDk9aOkQsDiBkgEjgGHMY8AhDYGAIMAO8rAAj4QgkHLGkoQIb44CdGGWBXOrFQiCAO3FgFTwKgQYBmIBB4tEIDNLMikMz6lReS8fbVe2jd/A1OPq7OQV6aIM8XYI8XUAGjgr0AMeBwYtgL31siG+4n3uwlz7YS5cQ7nfh5EHTXz/9/sPLP3589fT+tecPPnv21fVXj27+8t3jaxeP56ZHtjaWnjm1f9eujR98cPyPP3+5/vknyakJ4ZFhXj6eQhtrDAaFRECBxmUzCAYOcdeoSrNS+BQCyhxCQMMBnEWYo7EIMygECjOHwizMoOZgHACDwiJgyP/Kv6DKvQzAcIQZjITBWbJYLCqRTSZwqFgqDibgka15DC6LTCbhYBYQGNTCkse3kyiYDC6oNNLo7CXnFZtMoZFoVAaHTaVT8EQc4E2GA17oJV0dCoWaAfca4IDnefmgYMArIACDDAziOojB/0bff10DnRFLG3k4JAqPROHhCCzMAmVhDsXAYAgIhAiFqCwZoVp5jNE+wQDMAud5qgu91EXeDgWeqhyjPEMnSdOKwaGjbIMMqHr+7wEZONMgB0Vg0Aud5GQDKsChMstghdDLhudha+3voDDY2fAwGAQEYg6FQRAoCBJjjiLAsGQsjcuwsrO01diq3KVO/ip9uIMxWqWPVOiAI3eNcTAmO3tnuwXme4QVeocXekUW+EUV+ccVe4ZluoWlRaaVeUQm59W0p5XXG4NjmDYKBJ4KsUBCEWgMgQj4IvA4IpmAI2CXARiPxwN7FWQGmcQgEYFsNgFPIZPooCwssLKxkyi4HCs0Ck8kUOUyld7VHQyzKRUOMqk9qG+QyHQiiUYk0cgUBp8rkNrINs9sPLbr0HjbQGdu9UBBw3R55/bmkdHM6j2do/PVHVvre9YWN07lVm6r7thZ07W/vvdgQ+/uqo657Mo2v+jJtMK9jd17G7tHUguOj6zd1tz/0cD6L0a2DLpErTbGf1A9eL5jzZG+kU1d3QY74Z2rZ/96/+iTkzsOzPa/+OTk3fMHH107cf3YwpVDc48u7//hwYemb6/98PTC45tHbl/d98HizM0P9vxw+4rp/s215WWHGnoejx74cfqCad/97yY+GDPk3+/d/2H5zMHMgc2xrbNhtav9Sof9SiYjatfFNU9E1vUFFY6l1w1mVakplnwUmQjF0jEUFoLCgODc6KrbGz40nfvGdPrbd/Nf/Lb9iWnx+7+2PzXtfv51y8Fp1/J1XnUvxy6ZTrwzLb40HX9rOvnuj12PTDu/vpC/bndgx8mogYuJoxeThvf4N+4KqD8c03m5cPXntbMXS0Z2x9dNBmTVK3zGIrJOtI60BybmOvkmKgwjObXvP7pt+s7047mbd7YcPbFy3fryzq64/Imi5uNjm/768qXp9X9+u//S9Py96fVPG1dNfnr8w4Mbt6WGhlZkpnXVVI6u6Dx1cP/UmmEOnYywgOBxKDaLBgybwy0oZCKNSo6Pjlo7Oz0zM7V3/56tOxcOHT989tzJMyePbJ0azwzwaYuPWleUva+64FhtzoXW/E97i26PlD+fb325qfPbbf2vt/Y+Xtf6YLrx2XzHq639LxcGnmzqe7V7/MJAzXhq4FhaWE+0T4WHpsLLscJbWekrr/RRFLvZZmoFiUpOjB09yo6RaG+Z5ChK1tikOImzjIrSAJe6SM/GGJ+WWL+aULdSX12hp1Oeh2Oeh1NZgLEuMqA9NXqoKLM3N6U6KrgiKqg5NbY8KiRWax8hs4m1F+tpaH8h5fyGgUdnNj06u/7Pe4cfnZm+dXDo021dn2zp+HRT1+db+x8vznx/YdvLU7PPT0w9XBy9tWflrb19Xy4O3T+06suDg18fG3l2Ys3dPd1f7ev95eL6Hz6Y+XJ7x93NzbfX1TzcUP92d8/73StebW75dnv3d/sHn+zs++XytmvbBloSfTd3103X1ezqH1pX17m5oOnDnJbr+R2740tGQ9PjJS6Rao9AjXeMX6xOblQJNRKGrYDE5xJYHCKdSaYzSEBjMwtL4eBpQNMVGTA5M/AUMpbIZ3I5NED1ZZBoTDIdoF8Kg0NmcDA0IYFtS+YA9EvlqRg8FY2tIDPEOJIQR7TCkbg4IgNLpuBIYICWhEJwyUQbLk8M7N4KLNl8PmvJC01nC2k0OwbNmc8OkAlT9fYNUb4jOZGzBaFbyyL2VsYuVsafrE250JJzpavo4+6iy10Fnw6U3xmvf7wOaH5+u67z/XTH+5m2t+vavp37h4FB9H0xVfdiqg6k32UA/np18cPRoq9GS76aqL3cV3xtTdNiW8na8ix3Lp0GgYhIFBaORMdSyRgyBU2gonA0FIqJRjGwaCIaTSIQ6VQah8W25PGFAmuxWGxnZ6d2dFCq7CVSO6GNyFpsA9CvjYhj+U/ZFdj8DFZegRZo8FogEIJKL7iNBEIyl8sHu6DBL1laCoRCG1D+FYnE/wZgsVhiJ1GAMWClwkFqpxRa24KrcnQam0Hn8HnWUjulg9oZQF+wB8veSSVTS8QyoUAMNGCx+DQqi0yis5g8gZWNXKHWuhgMRk8XnVGh1tjYAd3OEjsFuN8rsrET28pAsVcqs18uxAJN0csW6GXVF3ynnVS5PH20TL88vjWHa8Vi80Hhl0qlL3ueQb0X5N7/i7v/i35JJAqo/dKIVFD+BRRgJBaHwHDpbLXELtjDkB4RWJwUlRcbmhcVWJoYBpqfl+g3tDI5ogqY/02oy0mqyU6uyUyqTI2pTI3LCQ/yd1KrBHwJl2vHsxTzrKRWEgeZg06jd3UyuOncvd18vPReOo0rsNTj4urr6+/vH+jl5ePm5mE0eBoNnga9p6vOXe/q4enh5+sT4ucbGhgQERYanZKcmZSYlpiQmhCfkpSYBk4i5WQXFBeVg+nfmuqGhvqWluaOpsa22prGjvaejvae9rbujvae7q6+vt5BsO9qcGBkaHB0aHB01dDqkeGxNasnAQwen5mdmJkem5pcPTE5Oj4zOrFubHrj5OzWmbnNUzNbJqa3jE9tHh3fODy6aXh0y+iaravHIEw6g0ahUskUUAGmU2lMOoPL5rAYTD6XJ7C04nN5VDIFg0IDH32gFlBzhAUUEF7+56MnFIa2gKPNLEhwNIdAEjJYMq6lViILc3PPjo5JDQ3NiIjIiIrMionOT0mqyM2uBrTB3KrSwrzstCB/L6E1D42B4fBIayFP46RycdbqdQaVUs1isLFoHLgJDI792tlKPd29wkMjIsOj/H0D5FIFmUjBoPBIGNbCDAmFIBAWGAySgEURMUgCEUclYCl8jnWQf1hlWW1RfllMZEJ4WIyPb2BmbkFcUnJKRuaVq5/+bTKZ/jb98dvvb16+Sk9O0Tk66p2cPF10PnqDi0rp52bQ29sbVCo/V9dgd3d/oyHIwz3Ey9Nb5+Lh4hzk5REXFpIcHRkTHhLo4+nuqtVp1E4KmZNC5qyUA0cuc5bLnGRSJ5lUI5GoRCKNWAxaoN1UqhA3t7SI8PKcrPSYsM76sq+/+OznV+8ObN1XX1qXnZZcVZFZU55clhUTppe6W5k1RtN+upr+/rIXAMD3Yky3cv88m/d4Nul8TfD+ZL8tEb6T/h4zEf5ziSHrUkMmE/1WReh7A9Sd3sr5jLChUMNgoG4wRN/uYV+nFTd5yNsCVF0R2jJv4ca2hPunRr+6MH52b9O26cw9c4U7Z4qvnRx9d3f3i2sbrh3svr6/88GpkUenJ07N1m9sz764bSzbX6/ls3VCm7zIpPnRic76utKCrNSEqLBA7yBfz4zk+Nbaqp6WxsbK8oqCvAg/f3cnZ41UtqK5paep2dtVTyXTJBKpSuVgaSnA4QgoFAa1FA7E4QjIpSlgJpMtFktkMgVYBC2TKeRypUJhb2+vVqkc1GpH0BTt5KTVanU6nR4EYLAQy9XVoHM1qNSOKpWDVGxrSWdoZYrCxKS+2trG3Lym3Jyc8JA1rU03z50Y72yqTIsviAtJCXLzdbRd01Z9/sA2J2tOuMG5JjO5LiejvbSwMiOxJjulMjtpsr/96I71ezdMfLC488D82ryYqJqsjNn+3pGO1rnhwZHOjmCjITMupjIvJyUqMjsxwd/dqLazFXA4YisrtUIJZOktYHg0BmkBtebzPA06F0cVn0XHwKECFj0y0G/fti33blyvKsqP9PeNC/aPC/YHdeDoAJ8wb3c3R3ul0FLMYUgtOb6uziobgbeLxtfVWcJjpUWHv3rw5VBna01hbkVuZmpU2LnD+5Ijgpxk1kkRfns2z5w9vOPhrYvb1q/69KODv//wYOemkQc3L5l+/ubvn169+vqzbx5dv3P91Lb5oQundnz5+ZnHX1789MLi4d1r5yf7vn1y+8VXNx7evvrVrasnj+4eGewozk+pLs8ryktVykQkPAIFNwO6d1AwBNwcgYBhsWgsFgvYXy1gYC08WCNMwADVwWD6F9SEwVfAlSPgEYYEGRh4hAMxYFABRiz5mZd6B4By6X/OEgeDALzEwCg4HAl21y9hMFCdhUPBcSg4FmVOJ2GElnQvncrfzSnE2zXURx/k6RLooQ3xdg33MwZ76ZZ14OggT9AUHeHv5mtwivD3CPUx6h1k3q5qNyd5d1PlpTOH37386s+fvvnt+2emP757+/zus6+uP7h1ubejysdDk5kefWDf5vn5ieGRvrfvv7l150ZFbWV0QoyntwfPkotCgW1TFkgYhIiCygW8tupyR4kIDYUgLICOK6Al3GxJvEbAzeEIM3MLCygSvWRjQSMx/y8ABtKlUJiIz7fmsdhkAo+Op+HhbDqGQydSSWgyCQf8zEEt+FyeXKbicqxAvqJQmcBd5yUFmMpk0NksjhWXwiRjcEgYwhyGMIcjoXCEOQxuBvjMEeZwmNnyQcHM/w3AYAv0MgODzud/oS9i6RWgMAKYhF86cDjeAoaGmiOgZhZIcwsM1AxnDmEgzZRsQoCDKMHNPtlNnmkEEr+FXgAG57krl+O+6S62GToJaIf+NwNnGuTpelmazi7VRZLsLE7UiGLVgkiVIFwhCFYIfWwtfWTiIAelVmTFRiJREAgUCoXAYBALBMQCDoEhzZB4JImNpwsYVvZsG61A7iF2CJC7RKjdE3X+mcaQwqD4xuDElvCUtrDUltDkBv/4Sp+oEo+IfI/wrJDUUtegxODU/KTi2qTSGggCj+VY0S1FUCQWYoFA4fAoHBaFwxJIeAIJj8EBSWBg6u2/IjCFzCSTGAQ8BRR+KWQGjyvQuRg9PXwltnIMmgA2P4ttpGIbqdROqXF0sRHZgYFhDJaIJ1DIFAaDybURShyVmgPb9i3MbNo4ODVQ1tKWUrKmsHmuomdtSdu+7jWb63sWGlasLW7cWN682D60s6Zrc2nz0fahybTi9XmVq1PyNhTX9semDSfnXJza+OTER5fW7rw2uu3W4JaFiNJtoYWLqQ1bk8oPtfStzMoOc1L9/PTO8y8uHJwb2r6q6fbJ7Z8e2XL7wv7rxxZund3+9OriL48vmn6+8+ar0x8sTt67vvjZh9sfXz9p+v6p6d3L/T3d6zJK7q3c+c3wCdPCDdOuO/MB1Z82bHoxdvpU8fjm2NZ1EfWr/UoHvQtXB1fMxjRORTcMhZcNJFWk6vxtUDQ2nEBDkrAQJBWCVeKFm2tXmy6+/n77LdPii98WHv5n80PT4R9/3fS1accT09rPTySODKhyDmdO/Lj5tunwN38efG469d508r1p37Pn/acPhK04HNLzUeyqy4nDB/2bd3nXHAxpvpg98kXt3KXS0W1RlQOGuB73mOnEkv6orByNV7LaPdHJ+6Oth0w/mEwP3j3Z9+FHa7Ye7187mlndl1yys330q8Xzple/mF7+9NPdZ/959PrHhy9ne0cefnprw8hEXlxcZVZ6V01lV331if17p8dGKHg0Cg5skNHoJDjcgkDA8bhsW7Gou72tsqKspbVhYfvmhV3bjpw8euTowQsfnBrpbMsK9O3LSJ4rztpekrlYkX6po+jmUMXdNRWP1zY+nGl4tbnnzULf0/Xtj9e1vtrc883Cymeb+77dvfrtgZn9dRl17rJSF0mxq6xQp6j1cy51E5W6WZUYBUUG63xXYbZOmK4RpDgCJ9cgLfN1rAnWtUS6dcX7dMR5NEcYe+ICm4I9y71dSrycCz21+Z4uBd6uhQHu2X5uSZ6uAWo7B0umypLpbGulsGLzMRZyvIUVBOLCgHdkBP/4xbG/vjr5/ec7v7+25e2l2afHBr/a0/lge8ejLR1PNna+2bHy50PjL3b3PdnV83Bb293Njfe2Nn+9u/Px7o6HO1rvLzTd2Vh7YTDt6mjOm71dz7Y2XRvO+mKs8O3urmcb659vqH82X/dobc2bnT1vDwzd2tjy7sKmxeHqjvSQybri7syMdfVt62u6dhe03i3q+7V9/WdlfWsCU+PFusKgpGjPSHtrRxnXXsqQ2hKtrTEcSwyDg6XQcWQalsAm0LgEOpcEbB1xiHQWkcYiAsTLY3BYVCadRKMRqUwy/R81mAjIvxIyX86wUjIsNWyhjm/jxOTJiDRbPFlMpIgIVCsihYWnUgFpjkLCEsloJIdEsOHybIHeJ2s+iweWaVnTmdZkspRGNgjYkWpxgZdTe6zvmuzwuaLQ7eWRB6vijlQnnK5NudiS/XFn4cfdRZ8NVNwcrf1ysvHR2raXs22vZ9reTbe+m24FAfj12pZXM00vpuqeT9aC0Pt0onLpouzxWOk/8u9I4b3R0jtrqm+sqT/bV7G9Pq821NMODWNCIEIKnYYkkJFEPAJPgGOIcAQFgWCi4Ew0sG9KIhBpFCqgAHO5AoHA1tZWJgM+ptmrVUqVva2dxEokBI+l0NrGxlYotAGh18rK2nqp9QpM8woEQtAaDRZcgTBsbS0CG7PAiWCQnMHfJRTaLAOwWCwBj61YBhZBK+RqsY3Uki9ks/ig/5nN4gNMK1M5Omgd1M72SkeVvUbzXwAWWdta8YVctiW4wc7jCqwFYqnM3lHjonN107oYlA5OtjJg6Xc5wSsUSWzEUomdAlR0wVQw+BSkX7lCbSdVggAMisMgPC+XP/P4/6RX/qFfJnfZ+Uyl0ul05r+fUpa80MtW5//1FHidCNAvAUck4Ig0oGYccNpTCcD9GiqeLBVJfA3G1PCQnNiwwoSIgvhwwP+cGlWdGlGeGFKdHF6dHF4D0G9cfXZSTVZCRXp8aVJ0cXxEQUxonKfBWWQlIBO4RCKPRGESyJY0ntJW6epkMGjdjC5uXkZvT1dPVye9Sql2dTV4efm4u3uCH8KX6NfDoPfUu3oYDV5env4+3sG+PiEB/uFhodEJ8alxsUBOODoqPj4uOS01Ky+3qLiovLiovKy0qqK8pqK8pramsbmpvbGhtbqqvquzt72tu7Wls6W5o72tu6e7v79vaHBgZGDlMCgCgww8vGoN0Ho1Mj47MTM7Pj29ZnJ6ZHx8cHhN3+BoT/9wV+/6kTUTK/pX1jV1FFe0Fha3FRS3F5a0F5ZAuGwOyMDgaCRo67fiWzJodD6XJ7IWWlsJ2EwWEU8A6k9gSNACDXaBR885AAAgAElEQVQXgWIMGo7AIVBkFBYPRZAQSGs6015oo5Up/Fxcon198+PjCxIS8uPjc+PjilNTqgvyGstK6kuLS3OzGmsqykvyvT30FDIODoMwGWQgDKxSG/VubgZ3uVRBpzJQCDRYQ03AEbFYvLWV0NvbNzAwWKVy4HAAAz2o/SKAYmosDkPEY0koBBb0CpKJNDyWRCUz/H2D6moaS4srgoPCs7LzI2Lik9MznF316RlZd+58+ccff5j++tv0t2n39h0CDsdVo/FwdXVUKAI83HRqe2ep1FkqdXd09NXpvLVaf6M+2NPdx9XFw1kT5OWeGBmWkRCXHBcdGRLo7+XuZXRdQl+Z1l7hsrQD7KKQucjloPnZQSRSC4UuUqmrXK61szMolb46XXl2dn5KUrSP+9Xjh397/vLxtS/6GpqTI8PTkkOy0kNqSpPL0vzTPNi96fw/P8s33Yj56/MQ0504062Cvz4s+HI67ki559Y0j4X00P0l6YdrC0+3V5zqKjvUlLW9JGouw2cywX001DgZ5bs2MXgk1L3dqOjwVncFaGrcxCvjDR2xjgcGcz470H1uoXbXZOb8UMyWsdR9c+VndnU8+nju0eXZ43Nlu4bSzs1XXdvTs29V0Y6+4gdndpZH+/vKJa4icbxX4JrOvrWrRzuaa/MyU8OD/Hw9DAnR4VVF+Q0VpbmpyTkpSUEenr56g4jNqS8tqy8t83TRUckUOzuZg4NGIBDicATwBwmUvFAoDB5PZLE4YAk+mASWSuXLDAxKwer/MrBG47zsgtbrjTqd3lmr07jolA6OgHdabi+xFlmzuN5aXUNB4XBLS1VG2lBDfX5MxO6ZsVsXTg0315SnxSQHunurbasz47/48JiLDV8vEVRnJNVkpbWXFNTnZg421lZkprSVF+yaG9+wZuWe+clTOxcmutpSAwPqc7PXjwytGx6c6OupLsjLjIupyMtJCAsBFWCjk6PCRsih0XROGms+j4DBgoWfTCqFz2bwWXQrDpNKwDIIWDsBPz4i6Mzh/V2NNcVZqbkp8TnJcRnxUclRofFhgaE+7q72MlsuUy7gCZlUhTVfp5TqVXJ/g4ujRJQaFXbnk8vXzp+eHRmcGurNiI3cvXHtJx+c7GmqFDBwvS1VF07s/fTikY3TfQd3Tb94+PGqFVUPv7j8zde33jy+9ej2lZ+/fXDzyskNU70XT+9+dv/KjY+PzU/2tdXmNVfmPrt37cHNjy+fO3xk39bZsZWtjWVNdcUDva2ZafEsOoGARaDhUCwGQDs4DIqAWwBaFxaHXgr9Lud+/6dG+N+SLwoNFmXhli7wSDQOAfQ/4xAoAgrY/gViwHAE0gIGziCB6Lu8BgxU0qMQS6laoI1pGYDNIIA7F4NAomAWWCSMhEcRcUg0DOIoFxmcFP4eLsE+rkGergHuzsFeunA/I2iEBmE4OsgzJtgrMsA91Ecf7ufu7+Hio9cYnZUZ8WGujnbWLKKIRwnzNbTUFh/avfH7N1//592zv3/99tf3z/s66lITwwrykk4c3btx40xaeuKljy+cPH0iJS05OjZKp3ehUCgQCJDvBZKvUGAKmIFH9bU0eLs6YS3MLCCAmxmLAwZ4gdYvJACdZuYW0KVVMCyGiMHglhPOSxfLCrAFBo62gECs2GxLNoOAhrMpODoBwaJhmRSgT4tGwmPQQG6FxWBKbOVMBpdKYRIJVBKZzmTx+JYCLs+SxWEz2SyRWMjmsnAELBwJgyNhCBQcVNdBKRjMJIN2aPAbDZRF/+vXsh0aXEICo78IBEi/QAEUkFAFehOxCDgWaEuEYwBNGAqHQiAEFIoIt0BCIEQziIstL9LdMdZNleQqyzIq8jzVeZ5qsPIqVy/LNyrSnWwynMWZrnbZBlm2mzzbTZm1dNKM8jQjwMBLACxK1FgnOAriHKwj7YWhCmtfiZW/0i5Qo3YUWDIQSIyZORy+dJcBKFKDm8GQ5jC0OQIHRRDhWCaKaEVkSdm2rmKnIAevRH1orkdksU90lVdklUdkuWdUhU9spW9c1dKpCEmr8YkrisyqismpDEnN58k0OLY1T6IU2SkQGDwEYo7CoDE4LAqDxhMBERiNRSHRKCQS+DvB4Qig85lMAlaaUUgcBk0gEWmWfCF4+5zF5OFxZDqNLRJKaFSWxFZuJ1HIpPYEIvAdJFDoZDqLybXkWwpFQom9wsHgZLh+4ZMNo7N7p7es7xrtyqgYL22fKuuYLGpeX9W5pa57R3P/RG71TF7t3qa+reWt6/JqFkpbJtOKt1e09kenbilrns0tH4hNP9IzYnrz+/nxhYXizkNl/adL+3fGVo37pG5MKT+zcmwoJ3eosuj9g+u3zx/aMNhwcKb77MLohX2zn5/adv3k5vuX9j7+5MBPj8+b/vPl1zcOXju3+endU7+8uP7zo0//fnLb9PT+jYWtQxEpt7u2vBw4+vv8VdOJ5/uSek4XjZtOPP24YePmqOa5kNpRr6J+Q/agd8F4ZM1kbP1gdEVTeJYMw7REUOkwgoghoFqQhGhemkuk6ebPfx179tPWW99NXTPtfvXj3D3T3m//3P7MtO+5affjWw17VmsKx3Slt9oOmPY9Mi0+NZ15Z7r6u+nE698X7i7GDe4L6ToXP3IldfJkRO/+gOaDIS0Xs0duN8xdKB2ZDcqtlXlNxeRtKWqM4NqlqIxRcl1zcsH7Gw9Nr375/cq9BwvHD3eNHeuf7orL704qOjO97T83H5te/Wx6/v3bzx+8/PTu61sPd09v/PHJ646K6oqMjNK05Jay4prC/MUd28YGVyKhEDwagULCqVQyzMKcyaARCTgLCCQnI11kZdna1rhrz84du7YfPX7kwIF9n1y60FVRluHjMZSTsq4geVNO7J7i2Eud+XdGq+6OV96fqnk4Xfd6S9f7HSu/2dL9YmPXq639L7aufLh+xZMtq57vmtpSmliitclSW+dr7fIN8ho/52pPaaWbsMwgqPSS1Ac6NIW61Ac5Vfo5NkcYO+K9Ae6N9eqJ9+pL8u2J9WwJN3THBtQFuZd5aUs8XYq9DHme+gx31xQPQ6iLo5hKxEIgJLg5HYvGmgOJBjbSwhYB4UEgLfE+pvsfvL648PrSxt++2P7TtfnHh3se7W9/uLPpwaa6r9fXPVnX8M36tjebOr+cqb47W31npuL2dPndueqHm+u/3tJwb0PV9TW5F1emHKj2OdMR+WKh4emG6hvDmY/XVz9baL0zU/F6of33A8Mv55rurq68u7bls/n2r0/MT9Snj9blNqbE1IaGtQXH7K1oP1fc9bp65Glez8O6kdPFnQulbTURadH6QFua0IYiFJOsbfB8awyHj6YzkWQqikBBE4CeZwoXcNoTmXQslYanscgsHpPPoXOZFBadxKCTaGwqk0dlAfIvnial8dUMaw1b6My1MVjL3MVyLV8kIzNtiXRbMkNMYQnIDDaBRiVQCASgVYeCQXFIgAK8NPJjzWdyuXS2gM62obNEZKKcQnAXsBIdJRV+zj1xfhPZIZuKwndXRh+uSThWm3SmLvVSa87ljvzLHfl3Vtd/OV7/1VTTw6nmp5NNLyeb3042Awy8tv3NurZvZlteTjc+napfGj2qfLSm7Ml4xdOxiqdj/wDwV6uL7o8W3h0puz5UeW9d38Hm/PUVmTH2YisLCAMG4xAoeAssxgKLhmLQUDTOAkGEwygoBBWLAvZXAAfL0lYPi8mz5NvYimUKuZW1wE4hVzmobWVSvrWQJ7C2FtuKpTKx7T8xYHDIVyi0Ac/yyhG48QuSLfglHs+Sw+GBg0kcDg+8Br/0fwFYbCOVSe3tlY5ymUoklHA5Viwmj83ig13QQmtbpcLB0UELpH/laoVcrbbXKGQqififGDCfK2AxeXQa21ogFgklEjuFSu3krNUDLdCOQAW00t5RrlCDI0Y2Yim49ytXqEU2duDT5fTv8hKS0t5Rae8ISscgAIPRXzC3shRBsgS0XyaXRmeDW8eg0guqvmQyFYjJLEV8AYH3v2VX/wuAQe0XqBbHAu56KoEGdpUxSDQGnsSjMpwVqpigwNyEiPy4sPy4kOLE8Mp0AHcr0yJK44OqUyNq0iLrMmLrswH5tzozvjgpKj8urDAuIjsyNFSvk3O5LAyagcEwgKUBLAVHkggkLo46ncbVxVFn0OoNTgYnlUavM3h4eHl5+YAtPDqd3kVr0Di6GA1eBr2nm9Hb2yvAxzvQ2yvA1yckKBBg4PCwmMiIuNiYxOSk9KyM3IK84uLCsuLCsrKS8rKS8pKi0qqK6qaG5qaG1trqht7Ovq7WnrbGjuaG9pbmzvaOFd09K7t7B3v6hlasHFo5MDwwuGpoaHhoaGjV4NDowMB4f//M4MDcqlXrhobGejpX1FU35OWUpSQUxUcXxUZUJsZ2FeZMtzRsG+jZMbBioa8LwuNZstlAF9k/iWoqncFgsdlcPt/KeuluDbjixWJxqFQ6DkeAmsERMDQWjQPytzAUEopAweBgeI+ExFAxWDaRJObynOUKD2cnb602KSgoKzqiOCWxLD2lNC25JC25ND2lJDO1uiCnsiC7vqKopjQ/2M+DRcXjMRbWlmwnjYPWydlZ46SUK0QiEZfLJZFIMBgMuHeOx3G5XCets39ggI+fr71axbPkA9nRpT5qFAINbgIj4Sg0EmMGMcdjCWQihYAjctk8Hy/firLK/v6B2LgkjZMuMCgkv6AoJSWtrq7hypUrJpPp11/+Y/rbpFbI9VpnT6PBReOodbB3c9a4KlVgdbOPs1OAq85Pr/XROXloHQyOSj+jS5i/Z3RwQFxkaFJsVEx4SLCft9ZBqVVJnZUyF3upXqV0UymM9kqDUmFUKLS2ts5isVGh8HBQu6ns3RzV3lpdqFdAeUZ+WUJSrr/vtx9/9P76lW3DKxMDPBJiAgoK47OygspzvSpjhZsb1aYrJaYPY0yXoky3Mk1fFL89mnppIuTYYMSFteVf7B14dX77s7Nb7+6fvLS27eRA0dHO1CMt8Yfr4mdifMdD/ccj/CdjAkYjvbr8nVr91B1hjl2xzi2RysXhnCvbm87Ol52eLzw2m3N5b/OZbc0PLq2/d37m6Hz13tW5J9aWH58u3T+Sd3C09Phs66d7Z1oyovyVdnob23ivwO6qhlXdXbNrRrqbG+PCQvzcDFFBAamx0VlJCXlpKRkJcTEhQQEebhq5NCkqIjU2Oj0xUevkTKFQHB0dBQIBmUxGo9EEAgEOh4MfoHE4HJvNBlMlEolEKgWK/kD5V6Gwl8uVYB5YrXYE95BABdjV1QA2YDlqnB2cdVJgRc9BpXYSWtuymTwne8fkqNj22rr64uKOqvLWssLCpOg985M7poeLUiLjfN0CXdSRHi5fnD8e663VWNOrMuIqUuNr0tNWVFZVpKSWJidXpqc2l+RP9rcPNFbumlx9YtP69qL8suT4mYEV04Mr2mrLmqpLKwqzs5Jjc9MSMhJigzzcfPU6o4OKT6WoJGKVTEJAoVBQKINCJuNxVCKBRaNacpgIKASHtJAKeVIBe2xlx9E9mzPiQsMDPJKiQ/MzkhIig8MDvPw9XDUysataLhfyBUyKg51IaWOlsbPxdHZwtZcFexg+v3Dm7tXzu+dnVnU0tFaV7N408+75V5dOL7bVFbs5yy6fW/zw1N7qkpSPzu579OWlmtLUezc+enj76vMHN14/ufPLd4/npwb2bZu9d+OjFw8/v3T24Gh/c2VhSnZyxNd3Pjm2f+vqlW2rVjQ1VxeUF6SlJ0eVFWanJcdxmTQkAopCwi2gZmgUgoDDY/5pt8JhEHBwEgmDgKPhMCwSAR4MAv7/OkA50hIJg48YEI/RmH9aryxgSDgCpN+lG3Bw8BqLxgA1USg0+CLcAmYOMQPwG41BIZBYDIpCJuJxGKB4DAmV2lj6uOsCfPT+Hq7BPobwAI8wf/dgH0OIrzHM1xDqo1/iXiNYixXs4+rr6eznrg0P9kqNC0tJCI8K9vZycxLxaLZCNpuCk9sKokP8CnPSpkYHThze9/X9G+/ePn737dMPzhwtyM8qLSlYOzudm5sbExNDpQJDXygUysLCAuiIggO992hzSE5Sgo+rC4uAhy/1osHMIJilzSAzKMQMag6WUEGg5kgsjs3hWVjAIRBzCMTczAwKhcKAC2D0GFCNUTA4nUyy4nK4TBoZWGlEsqhELpVERMK4DCoBgzSDQOhUAKsEVjYUKhOLI+EJFAaTy+NZshhs0OnDYDAEAgGPx0Oj0WZmZkgkEoPBgH9gkHOXld7/ll0h4fCl6PVSCsbCAg5bcgMhlwrtgJ5nOPAG8MYWEokGn4LbAUtqMBaJBJbP4BYIqJk53BwK7ApYWBAxSJlYGOapT/FxTTWq0o3qfG+nIm9NvlGRp5cWGxVFBnmeXprlAiwAp7lKUwyKRIMy3lWeZFSkGGUpemmqq22KVpSkESSpLePV/CgFL97JzsuGF6CWBeu0IiYTD0MCdw1gCAgUKBcDIzxmEHMLCBSFwKJRBDicaIagoMgCuthJrAtS+sY7BqY5+adrAzNdQnJ14fm6sEKXiBJ9VKUxttIrvso1LD8ioz4ms8o7JBkCJWBwLHd3fwB9l/bA0IDeDEGj0RQKBYvFkslkCAQY7kIisAQilcHkUmksLI5EpjBJZAaBSMPhKSy2paNG56jR0Rlca6HE0spGKLJz0bnJFQ4kMnBrmkhh4uksJJFCZvMYXCtLKxuRQKJ10EUFRJ7ad3zz6rmF4XUzrUOT9X1zLat6sqpXF7VsbRxYX9Z2fOXMroaVA/EFG4qbd9b0jKWWdvgnDEVn7azs2FxYv6WosT8sZTgm62Bj/68f3f7x3M3h+JJbs/uPNg63useMJRQNxmefn54vCQg4Njdp+ub+i1vnzx2Y3b+p/9FnR97dP/fg470/Pvrw15cfm36+/ee766Y/7v/46vIf72+8e3zx91c3Xn527vevbpge3bu1e2eHX9TnLXMP23e9nThr2nv3UvOmLYldP2+/8cOWa0czh3dEtc56l037lc1F1q4OK+8LLxpMroxWe7IhOD6azsOxWUg2B8aWoW3fnn36+8lXP2+7//O626aNX5u2Pvtr8+Pftj7+a+9L08nvTP8fZW8B3cbZd/sqBtkWM0sWs2RJFsuyTDIzMzMzUxgNscPMDE7SMHODTZq0aZo4TG9SSrlp0zl3PO/n0/t+31n3XK1nzZqMFEXKWk7m9+z93/vwqx+WX98U3rVQXbw/dtofy64Bu+4DY+PApR+ALwHg9LsbfXvXhHVvCem5kLf8cPzsfTFTT2XPP5k758XA2K6MllqBeSgye3tVe7HSFEkTpKuMGb7+2+eMAs9/+PXWOHD94fWR9bs75y6pbOvNLJ1R2vjkwq1fHrwB3v3+94v3v9x/+fH5d1fHjm6YPzp+9dbU2vr63OyOspLeuuqWstK1o6Pz+qeSkBgCCoPy9KKSKW6wKXg0BoPwQrq7o+BwhUi0Yf3a9evXbtmy5crlT8+dOn3pxMnqtOQch2mwMGVxfuzehvRLM8uuzSq7MafsqyXNz9d2jy9r+H1szm97575eDwZifbNj+M3WhW92Lnu+Y/mTnSuXlqZVWBR5emGBSVIfYS73V9fale3B2v4Y68yUwNlpwXMynHOzw+bkhi8ojJ6XFz03N2peXvS8vNjZ2VFTk4I7Yv3rI6xFdk2OQVFo01cEBxQHBWbZ7Yl+/houD+3q5uXq7qvy8TeYdRIFAgbjwOESGCzPh/nrpbEfz299cWgR8NUY8MX2704Nfvh08TdHZo1va72/vnF8Q+vzzd3PNnSPr+38bLjm1qL6L1e0PNrQ82L71Ofbesc3tN5bVX9zUemFedlXhgpOTEv+6ej8Nzv7Ls7JvrO64dbWrttbuh+s7x5f0jq+oOHRYNutgc5D0+u3zmnNj3NEWnz8BJwkvngoNOFe86zb+c1/TFt2v6TzTnXfwxmLDtZ2N/iFhnIkFqZAQ+fJyBwulk73IpI9CRQvIgNNZeMYfLI3B8+ko6k0FIWOZTCJHBaFz6ILWXQ+k8ZjkFkgD5PoPAqLS6bzcBQ9hWOisC1MgY0vtQmVRp5UReeLCUwFlS8leQsIDA6eRiNQ8HgimIeP8EJ5uEEADFbcMjgcGotHYwuoTB6eoGEyrGx6AIecpRVNTQxaUpS4PD96Z03yvvrkg41px1uyTrflXuguuj6t4vbs6gcLWx8v7ny+tOfZ0s4XS7veLu99t7Tn9WjHt8v73iztfrGo48loy5PFrU+XtT1f3vpiWevLxY2vRhteLKx7NlL3aKT2wcLqu0PlNxdUfzHSd3F2596u2o5Yp4aIJsJgVCTYe+Th4uXlika6YxEeGC8P8B9tL7DnHYHEYuAILyQWQ2ez+GLRhNtZrtRoxXKFQquVKJRcsZgvkXMEYjZfJFGo+QKJUCAVCqQioUwklEHnAr4EAk6RUPbvVD8ml8Xkcth8AV/C44rYLB6T4Q2FOXPYfK63kOstFPAlYpFcIlaIRXLo3SBrDLQ5KJephQIpVOrLoHMYdI43RyAWydUqHdQADOnACrmPQu4jl6khuRiqXicRaTQqi88Tq5Rag95itfhbLf5ajUEsUYjEcsjALBBKwe8ikkEM/E8LNJSMBV2BMBs6KuQ+UolSLJILBVI+T8z1FnLYfIjMmf+lPEPmZyqVTqMxoCxoCIYnhd//AGA8+ACFXxyGOOEpIOKQBDyCQEASiV540K+OxDBweDnXO8zPWpgSV5QYXp4aXp0ZW5sdX5sdO7Hi67Liq9Kim/KSO0qyIfqty02uSI8tTIqOdwYHGA0KHp9FIJJRaCICSUSgcQgUEY2l4EgSnsjg42vSGmwGk8NiN+uMkc6IMGekMzg80BFis/gbfM16X7PJaPO3B4UEh4eFRztDQRUsINAZHhGbkJgWF5uakpydlVmYk12Yk5Wfn1VQkl9cWVJRXVZVX13T0tDY0dLa1dYOrtbO7tbOaS19s9pnzu2ZO7Nvbn/v3J7+ud3T5/fMGuifP9Q/b8HUeXNnD8wfWrhgdGRg4eDskTl9WwZnbJjRubClojs/uSElrDs/cWl31d5FU6/sXnb/2OZ31z755fbRX28d/e3GwY+3jgJ3T8IgEwIUwgZlkUHj11AUG4fD9fbmCYVioVDMZLKxWPy/d/TdPZFeKBKWSCfRWGCdM4OCI9CJZCaByCQQ+XSGRiK1+WoDjPrs6Oi8mKjStOSGwryGwrzK7Iy6gtyO2sruhpr+loa+1obWmvKCzORQh0Um5FAJGJVM6me1+ajUGrWP3W6n0WgwGIzFYoHb5wgvLB7HE/B9TUarv12j9xWKRXg8HuHpBSVUQ4OC0K0z0guBQiChSicahSoVSwIdAampqY0NrckpGWKJzBEQ1NLSlpubX19fPz4+/vHPv356/2NKQnx8dJRZ7+vro/ZRSC16rVEiN0mkFoUiQKcNsxgj/SyhNkOQSWv2kTr9DHHhQckxYclxUakJMUkxMbERoQE2k92ss+nVFo3C6qOwqeRWhdQil5hEIotE4lCpgnS6YF9ff40PCMYaTZhfSF582nBr24yi3LF5fa/PH3z16cmWopSYMEtmRlhGmn9rTeiCBuu5JTHAF73AmVzgWgFwtfDPiyXfnal8d7H7pztL/nw69vfrU8C3N4Af7wI/fgH86wpwZ//rg8MXB8v21MXvKc/eU5K3PjtlUUL4UELQSEboUJZzVpptpCRkqDxwc3/y/oH8o8tKrm5vvraj5crOjjObum8eGr4+NvfoquZPFlUdWlx5fEXd+Q0d59f3nt80++beFV15CeE+cptYlBIQNr2xfdng0NKhgYGZ07uaGvLSUgItJqfdVpydWZSVkZeWkhgZ7rTbdHJpamx0d3NjT3tLgL+DRqNptVqRSESlUiFPIBwOR048CAQCm80WCoWiiSY4OfgAA7E0Gp1SqYbSs6BwrEkjNCQCQwqwwWgGAdhHJ1fpFGpfgVDGZHClYoXD6l9fWV1fXtpYXtpYVtBaUbBx8bxju9aXZcQ6NIq4AFuwTn7j5Nis5lI2ElabGddWlF2WmNCaX9heVN5RUladkVWUnNBZXTS/s35hR8u+5YsHO5pTg+29dZVzetqKs5JXLxkcmNWfnZaQlRxbmJUS7u8XaDI49DpvEkEtFJh8VGQcGuHuQsCgMQhwD5VMIkgEXLVCLOAwzFpZuMM4q7vx65vnlg/NjI8IjA4LzM1IykqNT44JiwsPsvqq9CqJnMfypuAVfLacx/IRco0KiYzD0Ir5O1YvvXHmyKHt65cvmDG9o37zypG3T758+Pmnh/du6m6uaK0vPLxvY1tD0U/fPj59dHtdRcbDu1ce37v+8O6VN0++ePPki5Wjc/ZsWXn/9qXH966fPz42OKurvjwnPz3m86unt65d1NVUXlWQlpsalZkQnhQXWpKfmZmWyGEzUWDYOsbLywuDQoNZ8RPCL8bTEw6DTfYAozw9JhuAkR5wtJfn/7gmpd3/OIEGLuATAAzW0nqBKdOecI9/CsLQFTB5y9XNdYoL9DIImAk4PBaNAdOxpsAoRIxWKXYGWCOdjvBge2SwLSbU/58ADNmhQZt0qF9ksCUs2BweYouJCEiICYmPDo4I8Q+ymyJC/CNC/G1GnUYhwaM83WAwPMqLz6Y7A83lxRk7tq75+t6tbZvXGXU+RQWFaSmpGrUWg8JiMKCKC4OBY70eHh5YDAoOg9l9tTHBQRqp2HMiG9wNBnN3cwE3FNxc3ODuXkhwXxHm6uKG8CRQyF4IjMsUkIFdXMDUaxcXNxfYlIkWZFe4mzsRi+Ew6Gw6jYjFENAIGhFHx6J5dAqHQoKatygkMp8nlogVJDIdjQETuEEAZnLoVAZjYtSFRqFzOFwWi4PB4CY+JHib829qnUBZiG/dJ2KyJkD+/wXA0LNwuOf/BwD/A4khAPbw8HJ1dYfe0NXV3cXFjUAgqUSCeFDEr+sAACAASURBVD9DbpCpOMRS4PAt8ldXBmjqAnU1/upqu6rCpiiZqD7Ksymy/VTpfupUqzLdrszwk2fbpDlWcY5JmKPnZms5mVrvJCU7xVcSJGSFaeROg4FLoSLdwYFkNy8UDO45BdxXAfue4C4TFQYeSDgM7jbF080N4+5F9sRzcWwVXe7H9Q3xCUjUBKX6OrN04XnaiCLfmHJTfK01qcGWVOfMaIzObopOq5Kq/ae44jzheLPBT6tSQ3/zcJcpOAwWh8FOgYFJkzCYCwaDIxFpHnDwLpJIosGmuAtFMjyBisNTCETaRLIMQyiSC0VyLI5MINJsfoERkXFR0QnO0CibX6Cv3kKmsXEMFoUnkPjo+BIFiczAIAlSniw7PvP03mMbBlfsWrRhee/A0q55ww1Te3Nqhyq7llX3LCtvH+sf3to8c2Fu3cba/u3NM9ZVdo7m1KwoaNxa27O2pHlefF5PQPzOifPPlu18f+LWuqq+E7NX7u6cPzOlaGlF62hl40BpVbEz+OaBHcB3T/54c/f84dWHd4/cvzn29v7x949OAT/dAX778u/3n3334uyP//r0/ZvLH76/868HZ39+fPXrM/senzr47tKZ29u2TAtPvt6+/NmsvT8sPw8c+PrO/H3LEjp+2/XFz1tuXW5Ysy2ua42zYWVozeqk1tHkhoGM+raYAjNdykVQmF5koguB4cWSE5SDVfP//PT9Hwdf/bLp0e+rHgAbnwPbXgObX/y15flfu1992Pfq113jwN4XJ/MWDYizdgY0P2jZ+mH1VeDkq/c7Pv/r+HPgPvD7gSc7c4ZGLA174mZfLF5xIHHmqdwF93u33u5ZszSiaKZf3Lzw1KGknBgaN1XiU2QOrI1IuLH9wPc3HgDf/vnh7K3zsxbv7Ji5pLq9N7diw5yFb+8++fXZt8DPwB9Pv3tz/avv7zw+tWn33mXrHl252V1R1ZSX21KU11FW1lRSvG7homntHWQUGImE8kAyyHQPFziYkuDugYLDaVic0+H4ZGzv9m1bdu3Yfeb46cP7Dp4+cLAqKaEmOnhRadq6iuS9jSln+vJuza+8O1J3f3nrs3U9323pHV9c8/vYPODUyjeb5/z8ycrfT+24vmjm20PbD83o6IkLKrGpcvXiUoe6IdqabRBW21S9kfbRvIQ1Nbnr6nKXVaQsLI4byI+YXxA1Jzd8ZmbYtLTQnsSg5ghLpZ9Prl6arhenGKQ5Zp8CP2O6wTdULPHji6wieZQj2G6yWc02g6+xNL+4IruI7IagwGBaV9jnK2d9uLDjlzPrfzq94ofjo8CNNcCN1b+fX/ju0LTxba1fbWga39T2ZGv3ww3d91a331nacn9115NN/S+2TX+6pffButa7y2tuLa64u6L61pLyu6tq7qys/vXk8Ber6k7NzPx8fev17X23ds+8vbLtaHPK+absK+0lixICa+0+8UZZuNUnNtAyv6F+ID33TG3nvfKO9+3zXzTN/KK274u2mZeb+hfHpOeJVcE0bwudIyNS+AQyE0sEI46RRBqKwsKxvAksDp7JwtLpaDoNQ6fjJ+lXyKSBbb0MMotJYnqTGDwynUemi7FkO5kTTOOFeEuCxaD8axTIlEyBiOwtJnGFRDYPz2TjqDQChUAgILEYT7QX2tOdikbxqDQJBxyt5NM5fCpbQmNLSBRfJj3AmxElYpWaFbMSQ5YXxK8tjNtbk7K/LuVIY/qJ1uyzHfmXektuzqi4M7f2qwWN4wvbni3uAOXfpd1vV/S9Xd77anHnu6V9bxZ1Phtpe7yo5fGS1idLW58ubX66uAEC4Fcj9S9H6p+O1j0YrfliYfXNgbpLs1vPzOpaXVOUqpXRYTAkDEYA/6tFw10Rnu4YpCce6Yn18sTAEWg4CgXHYhA4jBcWjSLgKCwGR8jnS8VipVKu0UhUKqVOJ1aovYUSrkjK5osY3gKhRMnji/k8sYAPtvFBi88Dr0xe5HoLIdxlMblQ1bk3R8BiciEAZjK82Sweh83ncUVCgVQiVkALGgyRiBVymVomVUGLzxNDci6NyvonAPvqTHpfMwTAEJoqFRqpRMnjiiAQpZAZdBqbzxMrFRq9r9litlvMdp3WKJUohSKZUCSDPMzgdxFIxBIFNPQLFR1JZarJ+Cuw73fiE0olSqlEKRErREIZRPs8ruif3wv6nGChHZlKodAg8zMU+AzpwFDGFUS/eDwR4uGJiwTwHEcm4MhEDJmAJhEQZAKSiHXHkBAEMgJDQiD5VDJU/FuSFluaGlGZEVGbHVufG1+XEzexEupzE+tyEhrzkxvzU+tykmqyE6uzEkqSI7NiQ/30OrVUzqExiGgsDoHCI9EEFLhhh0OgCCiMkMM1anQ2gynIz9/pCLSbLM6A0GD/EIc9yM/qsJj8LCY/P1tAYIDTavEPDgqLjkmIjUuKio6PjIqLiktMTEpPTspKT8vLyS7OzynOyykszCkqKyytLqtqrm1srK1rqqlrrK1rrm9ob27p7eya3jN1dPbotObprVUdXS1Tp/XP75u+oGfGgr45A/3zFnROm9E3c/rwyMCS0QXzZ3ROa6+e01qe59CUBKg7U4K3z2p8dnon8Pw68PrmX+NngfGzwPOLwOtPgRcXgAcngLsHgM/3A3f2w7hcsJiLN9G+Be5JMcBqZiKRTKczaTQGg8ESCsW+vgar1U+r9QWDy4UyNpNLIVFpFLqIK1TLVFqV2keh1CpUerUG9J7KZL5yhb8BHJFNCHOmR0YUJMZVZKZVZWeUZaSWZ6bV5uc0lBZ21lV1NlR3NdZ0NlS31lVUFGbHhgXqfRQEDFosFDns/jaLVSqWyKUygUAA3pShUSgMGo3FUOk0uVplc/hb7H5qjQ+DwcBhsFBXCnSXDLWGYlBoD3c4wtOLRqFyOd48b65CJrdYLEGBoYlJaVarn8FgSk/PjI9PjImK7uvpBf4Gh4HXrVqpn+jMthoNOrVCq5TpBGItj68TCq1KhdOkj7CZg806u07pKxcEmDTRTkdCZEhiZFhydERidHRCdERooD3IbvE3+tq0Pha10qKQm6VSs1hs4PH9pLJgH3Wgj8qhUtiUMqtCapJJQ01Wm0JZGBlaHe/syo68d2TTt3fOdVVm1pak9ndU9LcXDPZmL2oOPDYQAVxqAs6VADdr/7xa88vlxt9uTQdebQE+XAD++gz48CXw/W3g/ZfA+6+A7+8Cr64At/e/Ghv8bKR1e0n6+qykZclRi5LDF2dGLsmLGsmPWJAXtLU7+8r6nhvbei9saLmwofnixqaLG5sOLi69fWDg5v6BS1v6T69uO7a0bu+Cwv1DZZc29lzfPvfK1gWfbl/cmBrpVEtNAn6MNaCntmn50PDo/LmDs2bM6e+tLS0OtlmsOk1qbHR+empOSlJcmNNhMqhEAqfdNjxn1oLZM6Ijo7hcrkKhkMvlkO4ETQ8ikUgsFkuj0fh8vkgE9qpLJBKlUqlS+UCsO5mJpVSq5XKlWq2BHNFGo9lms/v7B9hsdpPZqjNaVDqDXK2VKn2E4EyI0JvNF3D4KXEJ/W3tTRVl+SlxNfnp5dnxB7euOr57g9Oss2vkBgln9+rh49tXMjxhGU7rnOaamvS08sTkjuKK3srq+py84pTEhqLM5fP7R3raV83o37F4uCgxqjAptqexuigzaWz7+r3bNpTlZ6bEhhdkJkcG+AeaDEEmg4TFUPJ5fnodi0rydIWhPD1AjRSDwmHRfmZDVXlRXGRoekJEfVluS1XBm4e3bl8+mZ+REOxvTkuMLshOTY4JS4gMcZh1CiFHJfTm0YhiNk3CoasF3ga5WMXn+EqFA/2dN84cu3ry4LaVo7O6m4Zmdl87e/jR3avnju3du3XVzJ76TauG9u9aA3z45sDu1dWlqU/v33zy1Y17n1149vVn929fWjww7ei+LU/v33xw59Nzx/YOze5uqMgtzIy7dOrA6sXzqoszcpIiUmKCUmNCkuJC8zKTE2Ij2CyGp4c7FotFIBBQgDzkeUZ7eLjDYJOUi4VKTlFIDMIL5emBQyH/x4VGotBI1KSi++9Z34ktLTcXV2hjC5J2oZ/uyRcgPKF2oYk0aDd3NxdX6Cnopx4Kt/fyBK22cFcYg0qwGLWRTkdYkB+oBgfbQfk3zBEX7h8bZo8JsUFDwjGhfuGBpvAQS1SYX2SoLTTIEuRvCPDzDfDztRk1VoOPw2pMjosKDbTLRTxvBsXTFcaiYRUSVnpK9Po1S48d3q+QCFOSkkNDnFg0znWKG2Tyh8FcJvjQA+HlAYfB8B7u6fGxEYEOItILdEG7TAFB3c3FBYzUdwN7giYA2MUTjsbjCESqlyd6yhRXCIDd3UHhdAoMBm0QYBBeTCqFTadRCHgiBknBY1QCXnJ0hMlHBXeBuU8Bm5C8OQKRWE6js7E40iQAM2hMCIDBEwaLTmcSiWQUCgNJuP9buf1vDAyx8SQVu7tPuND//wOwpyfCbUJDhsM9XcB6bJDwcQiETcpP9tPlh1iybJpss7Ii0FDvNFTZVTUOn6oJNbjIT1FgV+Xa1Rl+yjSrPN2mSLfJsqySHKs41yzKNfByffnZvrw0DS9VL3VKvKP0aqevrzeZgvYA3dcwTwQMDoe5ucM8JlzQU1ynwFxcQR3YzXOKF9Id6+GKd5tC8IDT8AQxnaOTG8Jk5iiVX4I6IFUdlKVx5usjik3RZbrw/PjCzrDUKqszDYn3dnHDwWAe3mx+V1u7UaeFOpynwMAcMi8PhFKumj9/AIvFw2BuPL4YicLRGRxoiBdSgGl0Do3OIRBpVBqbxeaTyAxfvSUzKz8+ITU0LDolNSs3rzg9IzcgOFxrs1tCQsPjkwKcETK5D43MknIk9UU158ZOrJmzeGzZluW9A6v6h/qLm9rSyxdUdg4UNi0qadncOmtNbe/SsrYNdf0b6np3tc1eUtCwOK9uRUH9srzaVnt0V2D8p4OrRtLLVha3vR67+GDLsVf7Ll5ZsnVOeum01KK5BRVtSWlzqyp+fXQX+OHp76/vHN09enDn8PWzG8ev73n/6MzvLy9+/O7Gz68vfvPs9KvxE798c+3bZ5eefX70z1e3390+9/js4Rdnj9/evrXNEX66dvD5nH3frzgP7L//as2FeSEVH/Z+9ceuLx/OPbg5vnNtZPOy8JoVya2LMloWFrRl6EP5cBIfQ6fA8SRXIhvF0dA031z5F3Dj198OvPpty5O/1j0GtrwCdnwDbH3zcesrYOfrv3e8/GnNPeDoj096Do0qizbbGw8lznoyfT+w+/7vO78Ajj4Hbn4Arn/4duPdkzXr1kf27EuZsyO253L10l/WXthfMHWWNXlDZu28yPRWe6gTRyvS+1UFRMzILtk7f/GX+88A74Fn24/sbOjb3NQ3XNrYnV326Z7DPz96CwLwtx/+ePrd93cef3Pr4frZw+vnjVw/fGJOS1tnaUlzYW5DXl5jcdGaoZHmyioqhkjGEtGeKCaFgXAH/S+eLm4oOJxLoxTmZJ48emTH9q0H9n1y5MDhfTt3H965Mz88tD4udGFR0rbGzD0NyYdbU+8O1T5Y3vbV0rYn63perut4sar16erOH8eGfzq04vNl024sm/XrxUMnh6Y1hfkVW9VlDt8sX0l5oK7aaczSCmr9NdMTQ1ZWZm1vr9jaWrKyOn24KHZeTvj8gqhp6UEtkaZyuzJPL0yRM6K8CUEMTISMlWCQFQVZSp0BsT4qNZ7I9UBy0XgOkWrVG5MTk2orqwrSM+oLisP1RioMNicjArh35u3+pe+PrQSubvnj3PI/Ly79eHnZb6cHvz0449mOrvHNrU82dz3d0ju+vvv+6o7bIw0PVnU93zr9+dZpX69tu7Os9vOlVXeX19xeXglqxZva3u6b8dOxoXNzc0/PzPlyQ+eVtW2HFpQenZq7pzp6ZYK5XcNoMYuPD/QeWjm8fE7/5SMHruzac3rB6Pr0okfd87+bueR2/dRrTVPPNnSvSS2oUBnCaBwLhSHHk1hgrDGGjMIS0XgqmszA0TgEFpfEYeEYTByNgaMziEw2lcdhCjlMIZslpJE5DBKHSWJxSCwukcEn0gQEmgJHDiZxYumCBIEqRqoJFqkMHLGSxpNQOCISR0Bg8XAMDpbCwFMoBCIOh8NMTOgRPTxYOIKU463gCkUMjpDGkjPYKjrDwGQ4+ZxMnbwp2DQvxbmiIH5TWfLempQD9anHmjNPtYPy75Wp5bdnV3+5oOHunNqvB5ufLmp/vqTzzbKedyv7367oe72k6/Vox/ORtqcLWx+NNj9a3PxoceOjRaAF+uVI/cuFNS+Hap8P1z4ZqX0wWnN3uOrGYN2JvppjMzrnZCeZqRgsDIZxBSdTPNw94a4IDzgG4YFDeGDABAcvtAcS5YnBILEYDAGPIxGJVArTmyOSSeVqH5lKLVWqVFqdSKb0Foi5QgmLK6CzeFwB2HzL44omoZfPE/O4//sKRL+QYMtm8bw5AkgjhQCYyfCGFovJFfAlIqFMIlZAYAmdQAlYcpkaWqDjbyLUikphQgAsESsgC7Te16zTGjU+euVEb/D/CYAVch+d1mgy2ixmu6/OpJD7CEWyyf5eb66QxxdDUVgSqVIsUUAwLFeAYdFQXvTkB4OYfFKv5nFFHDafQefQqCwqhUmlMClkBokIou9k3hWZTJ3k4f8A4H8yMOiFxlOIeAoJSyFiyEQUiYgioV2R4FYOCk1Fo3yE3KTwoOLMhILkqLK0yKqMqNrsWAh9a7Pj63JAAG4tyWouyqjLTa7OSqjJTq7KTCyID090OuR8LofBJGJx/76p80JA0S1ELI6MJ0iFIpvJHOTviHCGRoaGBfjZHdYAu9nfbLQZfM0GX7PVbA9whIQ6I/3tQaHOyJjYxPiElLj45Ni4pLik1OSUzPS0vOyMwtys4rzsotzsgvzcotLiisryqtaGlsb6psaahvrahqaG5o62zr6e/ulTZ3W1982avmBoweLBgcWzZg1OnTp36oy5c+YOLFmybNnSxdvWrd65bsXC/vbq9JiKJGd/SfKFdcOPjm758MU54PkNYPzyH/dOffjqNDB+DnjxKfDiEvDsPPDwBHD34MebYx+v7/l4fRcM0nghAPb25jGZbAqFRiSSIR2YwWAJBCKdTg85vEHkUPuKBFIGjUmj0HksrkIs1yhVGqXK4KO1GUx+RqNZp7NqdUEWa3RIUFJEeHKoszons7WsuConszI7o62itKO2sqG0sK22or6ssKW6bGp7U1dzbVl+ZnZKXE56ckiAw8vDk8Nix8fGBQUEatQ+MpkMhUKh0WgsHocj4Ck0qlguszn87YEBeqMBFBLJFOhuGI1EYVBoyBiJmnBRIjy9GDS6VCxRK1W+Wp3ZaFIptQqlxmAwxccnpqVlGAwmg6++pKj4+NFjv/z08/fv3gq53jaT0W4xG3VgoatZqTZJpEap1F/jE2EzxwbYw/yMAQYfvUJo0ymcfqZopyMpKjwtLjotNi45NjbY3xZgM/kbff10GptGbVMoLBKJQSDwlyuC1D5BapVdJrVJxP5KuV0hM4uF/kq5U6+KsSqLoq0NGYH7V0y7e2bb3fN7b50/8Oj22YfXDj84t/H6js6vdtUAV3v+vNDw48XG329PA8aXAC83A+8OAj+cBb7/FHh7BfjuLvCvz4EnnwJfnwMeXgDGLwB3jwKfjt1ZOH13Re6S5PCVObFLciJnxlrmpTs2tmb8eWsM+O7q28trr27tubSp7dKmtnsHZ9/aPf3B0UW39wxeWNd7fnXHhdWth4cr9s0rOrGk8dKGaRc2zD69bkFlbFCoj8wqFjkN5uaSynn9UwdnzZja0VZbWlycnZkWFxMR6Aj19yvMTM9IiHPabXqlXMhiKAS82X09fZ1tqckpUqmUz+crlUqhUIhCoeBwOAIBGmxwOByLxRJNPAQCgVQq1YAPnV5v1OuNGo0OnOxVa3x8tJApGjrX643/BGAfX6OP3qTS6iUKtUisEAhl3mw+g0zXyNX9be31pcUp0c6cpEi7RrJwejvw108L+jqU3nS9mN1ZnXf33CdGISVAyVs2o2ewo70hK6etsKwxr6A+BzQv1INpWD3bRgf7KksOrV811NuWGOxfnpXSWFawZvHg0f27pnW15KTGp8ZFxIeGgCKwUQ/WhIsEAWYjh05xh8G83N1ALRSF8PRw16kVHa0NBdnppXlprTXFZTlJF4/ufj1+Z1pXU0SIf1pidGFOWmSwPSzA6m/Sir3pKqG3kEkRMMhCJkXJY5tVsmCzPiE0aEZbw/XTRz87d2zX2qVz+1q7Gso3rRi+fu7Irk3Lj+7bsnfripk99RdOjf32/vm2DSO15ZnPH9x6ePfKV7cufnb5xOXTn0zrrLt8+pPnD27d++zC6cO7FszoqCnJzE+PObpvy4qR2WV5ydmJ4enxzoz4sIyU6MyUuNBgfyaD5jIFBpbbeoD+ZwIOD7mX8Ugkws0N8jxjEF44FBKUJTFoyBT9P9IvDgV6NDAoNMTAk4jr5eEJiZwQA4OuZgQSQuVJoRjCXchu6gn6i90nAdjLwxOLxuAwYMemhyvMdcIILeSx/ExaZ4A1xGEJcViinfaYUP+YUL9o57/pNz7MPyEyINRhCAs2R4baIpzWkACTw6bzt2odNl1UaEBsRLDDaoyLDM3PSosKDdIoJBQ8UsSjEbFuFCIiOSFyx9YN4SGBNot1gtjR4Fgy3BPSOScy3jyxGBQdD5bxFGSkxYaGsGlklIebGwzm4eri5joFBgMNzmAQtLsbzGWKC9wdgUHTGRw8jjwRmQy6oEEl1gV8KVRNh4C7U4kENp1GJRJIWBQFjzYq5R2N1enxsSQcGgwkQyDoNLZILGexeQQiFYMlUqhMNpMDATCTzmDSwfkXCoVGozEIBJKHh5ebGxzKpZv0M0Oe50mx9z/od9LtDJ1AhDx5cVJMnrwCKcAQAEMF4JMM7DFlijcOaZNwEszaVKtPptWnOEBfHqAv9VNWB2orHeoyf2WxPzgDXDDhfM6wSqGVY5XkWiT5JlG+SZBvEObqhekaYYqvJEIhiDXqAtRqBgaHgoP5W24o7BQkGoZAuSLRHkiMxwSHg/PVMDcPF0+kK8ZrCsYNjOvG4DwYVIKYL7GKVAEyfbjSFq/2T9EEZWqdub5heSpHWlx+c1BiIU9lg7nj3TxAAJ4Ccw8JCr58/lxRXj7Sw5NKpkyBgfPdnp6I3t7+pqYWDJbo4urh5u7F5vBRaDyFyiSRGSQyg+Mt5PElJDKDSKJzeWKJVBUUHJ6QmBYQGJqalt3dM62uviUtPScyJjExOzc+MzsxMyc1Ky86JtGityl48o7q1osHTi+dOrhnyaYlXfM2zl7SlVfbklo6v6JjqLR1aVXnqvq+0eLmZRUdq2t6lpa1jPUsGMqumpdSMpxZviC1uMuZNDc+7+LAitHMigUp5TeW7AS+fAt8BzzYebw1PKUxPHlOUWVXevapdWuAX7/5+93DB1cPja2fd3D70M0zm7+6sP3F7QNfnNv0/O6Bfz089sOr84/vfvL9i0sv7524d3nPT4+u/PDl5ecXj7++cOqrsT3VJsfe/J7Hs/e+WXLit+23ft35eZdvxi877gAHxt+vu7Y1uXdNbMuiyLolKS0Ls1rm5TXZ6DKWG56JIBFdMVysNx1Ot3ItwBPgw8Xv/zz89q+dL4FNz4Gtr4Ftb4Etr0ES3vYG2Pn2r+X3ge2vPyy+vTWoe6OjZWd47+WKlS8HTgJ7HwDHXv994BFw7nvgKwA4/PJSx9ad6TMu1Cx7t+Tkr5s+XRReuiAke1tJ25zIjFKlOZEtqrY7qwMjB0pqp2WXPTpyEXjwryvDa1cVNW5tnj5U1tiXV/n6xle/Pf321yffAN9++OXBmx/uPnl78+uFbf0LO/u3jiyd1dQyo76uo6yoJienqaR4+cBQfmoaHUcmYQhYBIZFZaI9J0LyXdyQ7u4sEqGmvOTwgf0bN6w7eODQkQOHjx44eHDr1nizsSjIMj3Fua0xc3d90oGGhNtDNV8va789XP9wZdfL9b2v1/f9ODb8fMvc28v7fzi57bszY7umNWcZpFYKItMoLw8x55iURTafPIOsxKJsDDFMTQgeLkhYUpY2XBA3KyN0arJjarKjM95aHajOULOjuLhQJjKMiYnkEMP51BitKNGqLo4IqIqLSrGYNRQqzQ1OmkguhLuAmY6JMZFBJsOMxvo4k8HJZ70/u/vbgyve7V/8y8lVH86tBr7c/eHsol9PDf1+ZuiHQ3Ne7ux5vKn98abuJ5v6nm7oe7K+/+7i5vE1XU8393+9tu3acPnFefk3Rkq/Wt1wY3Hp0+2dz7Z3vz8y8GJn/9G+tEsLim+tbLq8tGF9Q0yjiVwkdO00scYaMz5c2gf8/OK3h7e/vnjm3b0vn1+6Ojs9fzgh+2r7rDtdcy+2zdhT3jSSlF1rskey+VYqU0mk0NzBVCe8pxceiYa8nSAAE5neJBabwGATGBwSy5vG5bEEXDYIwCw6l0Jk0QkMNpHJJ7OERLoQT5YQqEYiI5rAyaBLckS6FInWyZfp6Vw5mSUms6VUnojE4uPpXCyZhSPRcXgSBkNAoUgIL7y7Ox2BljDZar5YyuJKqWwVg6Ojs8wMWrRYUG439scFLkgLW5kfv70yfU91MgTAZzrzL/YUX5teeWdu7b2Bxrtzah8MtfwTgP+1vPfFoo4Xw61Ph5seDzeOjzSOL2oYX1wHdh0NVTwbrno2WPlsQdWzwepHw9X3h6o/H6y4tqDmUG/NtvbaimCr2GsKyRVGmPDJgJutbgg4GCiJ9YKjPeFIuAcSjkB6YjBgrD2JiAeHmglUJgMCYHDWV66Qq334YhmLK/AWiCEA9p7wM/+fAHiSfiendr05AsghzJpwRP/zKBSAhfaQsgod5TK1UqGBhnuVCo1C7iMSyqAIaCqFyWR4c72FUonSR+3rqzP56kxajcFH7QuhskyqYZmm0gAAIABJREFUEgllHDafRmWRSXQigQqlQEOlwQa9BRpkBYO1JAqBUAo1904CMGSKhth4MhYLskBD7z9ptIYs0CKhDPJ1Q8IvlFANFTVBqu9ktvNkFNY/ARiHI4DkMzEMDF0n4imQAvxfAAw2dZGQGCoaJaBTAww+OUmRxZnxeUlhEADXZMXUZsfXZMVVZ8bWZMXVZCc2F2U0FqTV5iRVZyXVZCeXpMUmB9v8tQoenUojkXEoNNLDEwH3QMA9kB6eSA9POpnCoFAVEqndYg12BIQFhzgDgywGo0VvteitBl+z1kfvqzVCABwUGBrqjAwPiw6PiAkLB49R0fHxyWnpGTkZ6blZ6QXZGfngysyDCnrKS6sa6pobGpqamlra2jq6unp6evt7+6b29E7r7psxc85A37S5jU3tba3dw4Oja5evXrFw0ZYVKxbNnNZbUVydFF0RFTCjOOXShhFg/Oofd8789eVZ4P454MH5j/fPfrx/GnhwFnh8Hnh6Hnh0Fnh4Erh/HPjqOPDlYeDuEeDzT/4NwN7ePCioDUpgYzLZ0CQwVM/F5fJlMoVK5aNQqLjeQgadQ8STMCgsFo2jkKh8jrdUKBLx+CqZXKdU+shkKolEp1RadRp/va/Tak4NDytOTanKya4ryG8sK2muKGssK+lpauisr+1papjW3jqRmZSZmRiXkZzQVFcbGhTszWQpJNKoiMjQEKdSrhAIBGg0GoPBQDowk83S+ursDn8/f7tKpWIzWWgkCuHpNXmLDPEwdD+NQaHZTJbWR2MxmY16g9nkZzHb5XKl2WyNi0sAZ0f1hurKqoyU1CUjoz98866ytCTYbjdqNAaNKsBsDDZZAnQ6f40m1GxKDAnMiApPjgiODbYHGjV2vSrApIsO9s+Mj81PT8lNSU1PTAz0szisJofJYPfV+Wl9bAqFSSTSc3lOjY9T4xOkUgYo5EEqeYhWFaCS2cS8ILUowV8TZ5e0lUaOzii6cHDR41sHgI8vgF9fAr+8Br5/COq6350Hnm0H7i54erDymyuz/3i4DvjuEPDTKeC7M8Db88DrS8DLK8Crm8DLW8Dj68BXF4AvzgF3TgFXD304vfv7sbUne+uWZkQuyggbyQobyQ0/NLvmzYm1wLtrwDeffvXJ8JUt/Q+PLnx8YtHzM8vujM27tLb30uq+4yONJxbWXVndeWV158mRusODtYeGGk+vnH5i9dzy6IAYoybQRxWoM5Rl5XU3Ns3t6+2oq82Mj0uKCM+Ii02LiU6OjCjPzUmOjDCplEo+T0CncSnk9tqa7ubG3OwcnU7HYDBUKpVMJiMQCB4eHkgkEg6HYzAYJpMJ+Z+FQqFcLtfr9Tqd3mg0m0wWX1+D7r/agH19DdAvdTq9wWCCJoEtFpvBaFZp9VqjBZoElkhVEqkK7Hxj8+hEanJUdGl2VmlOenpMWFpM8Iy22nePvvj2ydeZMWF+alFWTMD9y0eTg/QBSt5AR+OGgQWz6hunVjdUZ2SVJafW5mUXpca0VeRuGpo3raZ8x+LhLYsH0yNCgo2a6oKsZUNztq1fuW75aG1ZQWSwPTkyPM4Z7KfTBJmNWpnEYTLQSXg3GFgFjPbyRCI8XabA2HRKYV5maUFObVleQ3leW03RtlXDf//8duemVZkpcelJMXmZyf4mrU2vths1KjFXwqFLvRkiFlXqzVBwWXqZKCbIPy85vq+x+uiuLcd2b107smB+b2trRcHcvtbDuzcd37f14M71C+f2NlXlz+pt+Ondo972yuk9da8f3/3688sP7oAe6f071lYUpF6/cPTWpyevXzh6eO+mWb1N5fkpualROzcuWzI4/f/xQieG+ydE+CdFBqYmRsRGBJsNGg6b6eY6BQ6Hu7u7Y9EYIp4ARToT0Wi0Byhxozw9QKc3GgUWvGAxeDQK4uH/kYGxaMz/yMCTxmY3F1cPd3D0F9re+qdiDOnG0HHSHQ0hMXoiJxeLQYHZxW4wdxcYBgkXCzgOP1N4sD3Y3xzh9Itw+kWF+EUEWcMDTZHBFrAKOMIREWQOD7FEhtqiw+3R4fbIUFt4CCgFhwbammrLs1LjI0L8M5LjI52BIQ5belJMoF0fGmQKchgD7MbSotyEmEiN2gfh6YXD4F2nuEE8CTGwp6enVCIy+2rwXvD0+Fh/o57PZrCoJA9XF9A3jkJ4esJd3d1c3FzBOV+Qnt09kAg6AywqhHzUYIkP2FXkBgGwC2yKh6sLCYdlUik0EpGMQ1MJGC6FVFOaX56fK/BmwV1c3d3dKWSGXOHD5YlIZDoWRyJTGP8BwNAYErT16QVOI3ogECiIV/87A/8HDHt4eE0CLfRb/i8B2MsL6eYGh2Rt6E9xc4N7uLogYTAu1tMq4iZYdVn+xhy7Ls/mU+ynqQzQlfuDAFzmrywNUBX5K/P8QOE30yLNtEghAC4wiwuMogKjOM8gSlXzEzXiKKUk1qgzCoV4dw+MO8LLDeHm6uXmjpiI40J4eKI8PFHucE8XV/cpoBTsDqYnwtzdYB5wmBcShkW5ksgkIY2j5kmtcp3TxxqrcST7BmcaQjONYVnh6eW28HQ4jgXzwLt5gCVPMLDrCmbw1Tvs/lUVlTqNdgo4BoyaGOR2a2vv5gskXgiMKxyJQBPQODKJyiKT2WQym8uV8ngyPJ6OxVL5fLlWawkICA8OjtJozDExKQ0NHdnZxTExKSnpeTFpGeGJyaGxCSnpOclJGQ5zgDeRPb2p9/KB0yPdc7cMrhptn71l3nJQAc6qXFDdNVrTvbKhb0l155zsqtGy1pXV3SPFDXt6FywqbpybWjKYXT41JnMoq3xpQd3Wht7VZS0bqrv3ts//+OnXwLu/js5bURccP1zetLy1uyws8sa+PX+/fvzh9f1LBzce2T5y9uDK8c8+eXB51/PPPvn81MYnt/e//vrYN0/PfnF11+O7h96Nn7t9dtvd0zs+O7jl2t6ND44deHTkYHNg+Ib0pgezdz5deOjbdRf+3PdlrTDi6ZKTwCcPPu69t69o/or4loWxDYOpTbPT6hqic4WeFBacwECQKF5EJpKGh2GLwvLfX3734dz3wMn3wP5vgB1vgC1vgE1vgI2v/t78GtjyL2DdS2DNC2DJfWDT89NZS5eb6vfGzjiVv+h+1+7vRy983HLn446vgMPPgSu/AFd+Bk68/GHTNeDoE+DUsxvT1vebEjfkNq3JresPTkxmSfKUho6wxBpHxEBRzZHhlX/defr88KUj04ZXljSN9Q8uruscae798+k3vz/77s+X74FfgXe3Hz2/fOfhmeurpy8Y7Z3eXVFTlZU1v6NtekNNU1FRa3nZyKw5EY4ABp5CQOHwKByLysQiMGDUHxj4B47B11WV7xvbs3792rGx/QcPHDp/8vSedWujfH1ybNr2CMvGquR9DSkHm5JuDdZ+uaj55kDdgxXdbzfPubeo7fHaGW/Glr49tunV8W1rOit9sC5UGEyOccmwafIc+iK7vtSmS1NwawN8awO0LWHm7lj/7lj/1ghjvVPXEKZtjtQXW8SZPqwYPj6cjY7iEVOV3DyDrMDPN8Ygc/rK4v0MeZHOTGeIXSbn4vAkTwQVj3eFwWgkPBwGkzGIRXHheir+/Oph4O6JL1b1Ape2/Hpi6fvDQ8DVtX+fXwpcXPrH6YU/Hpzzclv3wzUtX69qG1/T9Wz91Oebpj/bOO31tpkvtky9s7j2zLSsY91JF+bm3FlW/WBDy/sj87/9ZO77IwOfLas7MjXz04WVp2cXbqmNWpJrnxoq3N0Yf2NR6y/nNgM/j7++sO/62Oavz50aP3/p1NrNfSl5Q5nFG4vrVmYUba1t649JztOZwnliLZEsQGOZSCTGDZxYwCJAXxIJg6NhCUwchY2jcvA0DpHOIdK9KUwunQs19LKoHDqJQcPTmXg6n8iQUVgyAk2OJenIjBA6P48mreaoqyTGPIk+wltmonGVZLaCxlEyBTIaV0JkCXAULpbMxuBpKAwFgaAj0CR3T7oXSkJl+HCEKhZfRWNrGGwjnWlnMpKUkmanfW5K+MKM8NX5sdurUvfWpHzSkAb6n7sKLveVXp9RdXde3b2BxvsDTY9GQPn3xdKu10u7/7W899WSrmcjbS+Gm58ON44vbBgfrQfpd3HN+EjV+GDZ86HK54MVL+ZXPB2oggD49kDl5QW1B2c0zclPDeRSKTAY0QuGRrjDYDA3dw9PD5SXJwbp+e8ZYDCoDwXKvwgMGkskTHTu4Ml0mkAilipVAolUIJGK5QpvgZjB4XGFEg5fxOQIeBMjvpNu539aoCFFlMnwptPYdBqbyfDmsPmTAMxh8/9j/QcAQ3O/KqUWEnUh7IQAGGpNZzK8oUo5MPl5wv8MobJMqoJc05MATCLSiAQqDcxUAIFZrdLpfc1mk59Bb1GrdDK5WiiSTQIwNAYsEssnTdECoRTSgSFH9OT7Q+gr4Eug0d9JAIbk3/99pNKh3iMo4+q/AzBEv5NHPI4MLgy4JmaACQQkAY/EUjF4nIcnDYMyKCWJ4Y7c5Mj81MiitIiqLJB463ISJq3ONdmJtTkplRkJldlJ4MpKLk2LT48KdmhkIgaJQSZQCEQ8GgMllULTbWBgAZFEJ1NkIrHVaLJbrAF+dn+rTaf20fsYzL4WkwFkYIvJL9AREhwUFhjgdIZEOEMigkPCnaGREZGxcfHJyelZmVl5Wel5uRD9ZuRnZxXk55UUF1WUlVbX1jTV1DbWN7S0tHZ2dvV19U3r6pvW3tPf1NPbOWPmzHmD8xcMjw6OLBtYuGTW7IVdPVVxsYWBflUh9hX1xU8Obgae3AQefvrTxT3AvdO/3jz43aXdP13bB9w7CTw8+/udI99+uhN4dhF4ch40Qj84DXx1CvjiyN+fHfxwbe+/LdCTLmgo+IrPFxKJZBqNQaczIXs6ny/08dEajWZoH0UmkXuzuVQyjUKiejNZYr5Ao1QZdWCHkMXX16TVWnx97QZfP70uMcwZ4e+XHhnRXFHWVV9bmZdTlp3ZUlneXls9vaNtRmd7d2N9T0tjX1tzeX6OM8Cen5lZX12TkZLKY3MIOLzFZI6Njgnwd9DpdCKRiEAh4Z4eaCyGJ+CbrZaIqEiTwSgSCAk4PCT8TraGurm4QgE5bi6uBBxepVD6WW1+VptcpvZR+9psdr3eKBSKjUZzcmJSRlp6cnyCXqNdNDy0Y8tmp8PhsFgsem2In9Xha7D7+Pip1SFGQ0JwQFZMZFZ8ZGZcRFJ4ULjdFGw1xDoDcpMTS7MzizIyc1NSw4MDnAH2IKvZYdA7tBo/pdImkVqEAodc5i8WOySiULUyQusT5qMIUUpDVKI4szQ3XNtTHXts97w7VzcCv34G/Pz5b6+uAm/uAa+/Al7eAV7fBF6dBcZ3/H59/svTvR+f7Qb+dQz47hzwzQXgm0vA28vAi8vAg3M/Xx774+qhj1cP/3X54IdzB345vvtfe9c/2jh6bbD7QGvRspyogeSAoSznluaca6unf3Nm892dA3d2zT+9suPcmu4b22de3th3fGnTrpnFu6cWH5xVuaevaGd37qmBmkuLW44PVI/NLNnUXXhqxbTT6wZLovxjrb7Beq1ZpowPDWsoK+1vbemsrytMT4sOCgwymxLCQmuKCqsK8pMiwvVyGVQEpRGL6kqKB2fNKCkudDgcFApFrVarVCo6nY5AICAARqPRNBqNx+Px+XyBQAABMBT1bLX6mUwWo9FssdjAriOLzWSymEwWs9kKLehZg9Gs1hm0RouvyarWGRRKrVyhUcp9FDI1i8qUC4VleTl9LU3hDnNrddGK4dk7Vi8G/vr1yM7NKWH+yaGWm6f2VmdGRxjktZlJA+1t89va57d2tRaVlKSkFqcm5SVGlGXEzm6uXb9g9oahuZsXDXSUFVkV4qLU+IM7No3Om7lj4+ppXS1x4UFJEWEJYU67rzbQZNDJpX56HQmLcoOBFmiUJzh66DIFhkV6OoPstRUlbfXltSXZMzrrR2d3/fn+9efXztdWFGWmxGWnJfibtGatwt+ktfqq5DyWr1ykkfANSolWzFcLvMPtlrTo8N6GqlVDc5cvmDWnq6W3oaI8K6mqIH3RvKkXj+/btWHZ8JyeedPaGitzPr96MiPJuWPTkh/ejL94ePvh3St7t67auHK4LC/5xsVjY9tWHxnbvHvzitl9zU1V+bWlWbs2LV82PDMzMSwhzJ4Q4R8f5p8Y6wywGWRiHpvFcHWBQcZ1Ag5PJpIwCCTK0wuHQCDd3aGwK5SnBxaJIGDQkAiMQyGxSMT/uCD6nRSBoWgr6Gd5snscUnchAJ6kZUg0nrzo5eEJjf1D215ILzCVGotBebpN8YJPcZsC6sAkPErnIw+ymwJsBnAYOBR0QceGOWJC/WJC/eJC7XHh/jER/lFhflFhfrGRjqS4kJSE0OT4sMRYZ0dz7Y1Pz926dvGTvdu3b1rX096cHBcVHRaYkRLdWFt06vj+Ny8frVq+SKuSQzOfnnAw6xiBQEH+XhjMBYvFhoWGpMTHYD3crDqNTiXnMmkqqcibyRByvek0ComIBwOo4O4TQVdTYG6u7h5wqKKQTKZCaVigCDwBwHA3d9AI7TKFiMXQySQKAU/GoekkHBnpFR8R3FJTZTX6gllPrq44LAkKsaTSWP8dgBk0JnnCecVggJUMUBsZAgGmnvx3BobgdlIBhsKuoCazydf/XwIwAoGC5HEQ6SditFxdwSQzOAyGdoEJSNhAtTTZZky3+WZZtYX+umJ/bYm/T6nfvwG4xKEs8JPlWMXZFnGORQbKvxZpgVlcaJJMALAkWy9P1SvifVXxZr0Pm41zg7NJdD6NS0PRWDgWg8Cm4Gl4DFiliyGQkXg8HIVy8/QCo6Fd4BMFVXB3mKcbzMvdFYdC0slUMUeoF6scKkO4zp5gCEoKSSjwj86Q6gNgLkgYHOXigcQQyK5ucDQaPQUG89Xqli9dVlxYFBcX5+WFBJV9F3hsXBKRRON4CzB4yhQ3LxKVNcXNi0xmU6neXK6UzRYhkUQkksjhiBUKX53O6u8fqlTqIRh2OMJiY1NzC8odEVHBMXHB4dHRcclBjlClSEX2Im5Zsv7S/lOLuudtnLN0tH32xtlL5tZ0d+fXLWycurRp6srG/pGKtv60kqGSplWN/YvKW7Z1zh4pbpidVjIrtbAzPHl9XdeG+u4VpY272mfu65q/qab/3oZPfj1/d7S4eWpa0c5Zg725RfnBzmv797y5e+3ju/GLhzaeO7Dm6qktD29+cvfM1uc3D7y5e/T9kwvfjJ95ce/w/Wt7Ht899O3ji/evjN08uuXinjVXdq//8siexyeOdEUnrkiu/mLWlodD+16tOPX3/i/LOcEXO9b9NXYPOPjwUteG5UltC5Nb5qY1dsaXxygdTFc8FY7zxtK5OCYK5inC8LfN3vDZxst/X/wROP0TcPhHYPe3wObXwPqXH9e/+LjhJbDx9d/D94F17z4uug/s+vZOy76Fxro9CXPOFC69WbX+1bRDf6+6AWy793HHl3/t+xo48xK4+i3wEADu/vrd1suDEaWthpi99dNX5NRMj0iLpvKqzIEzEnPKrSFLq1uBt7/++OmXx+av3Nk6a3VF69iMhcub+sdG1vz9+v0v42+B1z8D3//1rxsPvr89fvvQ6W1Dixf29KU7w3JiYhZ0tg92t/fU1HRWV83p7tXJ5AwSDeOFJmIILCoTj8JBcffgaAzCo7ez7cD+sV27duzYsWP/2L6Lp0+vGR6KN+kKA4ztEaZVxTFj9cknOjNvDdbeGWn+fKT10Zrpz9bNerFp/uPNQz+e3vHs6ObaGD8yDMZHwbAwmJ5DTLD4pFl8yoNt1YHWPI20yqYtNMpK/ZRVQZqaIG11oLoqQFUdqK4JVpVYJYUmcZ5emGeQFFvVpf76Un99vsPoUAlUXKpOwIqxmdJDQ4N0viI6k4LGoD08GBQih07EwWFSCsLbHTazKA344tzbT5b9eHjxX2dWvdox8+O5ZR9OjwJXVgHnFv92bOCHfbNebO6+v7zpyyVN95e1P10z9eWmWS82TX25ddrTjb13FtdemJVzfmb2zdGy8Q2tPxye98eZxb+dGv320MDpOQUnZuSdnVs81pJ0tDPrSEfmsb681/uGHu6c98WOeR/vn/76+PZbB3a+++zmrX2H+3LL1nbMmF9QNTM1vzchvTEyMVbta2Fx1WQa3R2OhMEwbq54lBce5UVAI0gYDA2LY+EIXDyJh6Pw8CQegepNpPLIdD6VzadzvGneDCKDjqVyiEwegS4jMXVUju//YuwtoKO6Hz7viUyScc+4Zlwy7hZ3d3d3dyGBQAgQ3IIHh+Du2qKFQl1oKU5b6k7L3ffm/jfb93l2z27P78yZDsMpoZC5n/s1MsOIp4YwBHlCdUeAcUBk7ZQ7KsSGBI7cyeAbmHwtR6jjSAKZfFANJvgLcWQBFs9FY5koNBuJZSOxXDReSKAoqRw1g6thsLVUhplKC+Ow83XK3tjg8ezYNfnxW0qS99ZkHG7KOtGWc6G78OpA2c3h6jtz6z9Y0PTx+DT9ru5/trb/yereZ6t6X6zpf7aq96tlbU+Wdzxa2vrFsqYHyxserKz/YmXdF8trv1xS/XRp3dMltc8WTSvAixs+Gq+/u6j26oKmgyPtVZEuARL8A0MCvwV6efh4ovEEFBqPQROxKCIOiUcjcaDcRcBPL+zgsEQCjkQkUMg0FpMvEopk8gCJVCCWiGRyNl9IZ/N4QgnoguYKA/7PADwj/zLonBn6hSzQM01RUPoXCgZDNVozGeCZ+V9I1IWMxzMATCbRWEwenyeSywK1GiPkfw6c3lFXyNWQXCwWySExDwJmaDQYskwbDVarxQkBsFwBuqA53AAWm8/hBkAADGm/EAND20jQJJJYAm4yQSVbMqlKLJIL+GKI6qEAMJ3GpvozaVQWZIQG/9PTH75ksv/MgV6ZUYDxeCIOR5g50wDsD35yYcgENBE8KBwBhfHHYIlIvwAGJdJlLkyPLcqIKcqMqilIaihIbi5MbynKaC5MbwDjvmkN+en1hRkVWYm1eekNhVnVeWkFydExQWadiMskYig4HAmHx6MxkPMZj8YQMFgSDu9PJDH8qSqZ3GGxQgAc7HRZjSatUmfRW20Wp93qCnaHxUYnxEQnhIVGuZwhQe6w0LCo2LiklFRQ+83KK8zJLczPKS7MKS7ILSnMKy0uqigrra6qrK+qbmhobKuta66saaxpaG5u7+rsHegZGOoeHBxeuKCpu6urr3/d6jVbV68dqm/IdTrjZJLexLiDg12PD0z+evHg7xen/nlrP3D7CHDv+HcXd/xx+xDw4Rng47Ov7x//8/4x4NNzwOO3wcePz4Lng9PA/ZOv3zny27V9P17eBZZgQfQ7g77QEzLZn05nQlIwjcYQiSQGg8nlCooIjwkLjXI63VqtXigQsZkcNpPF43CNWp3VaLKZjBYDiMFuqzXYYQ22mvNTkzPjY0sy07sb60d6uwfbW3uaGgbaWlqrKwfbWwc723paGmf3do3Pnd3VVJ8SH5MaH5+SkFhTUVlSUCgJEJJweINOnxAXr1KpBAIBlUrF4/EoDJpAIsqVioioyNDgEJ1Gy2ayoKEmuJe3jzcc4esHmSehDCEBhw/gC4x6Q5DLrVEbkAisTqPPSMuUSeRgQXRQcFxUdHZ6BpfJSoyOXjAykhAVFR8ZGRHsAhleo7OrVDalMkinjXXaMqLC85NiilLjC9MSkiOCol22xLCg3KSEovTUorSMgrT05NjY2PBwkJyNhiCdNkSni9Trog36iMDAILEoRCaK0wfG6QOjNYp0h7kyMXR+Y9ahiZ6vPz4KAB/+9fNbAPAe8M9Hr19cBx7eBh7fBx7dBz6+DNw/+OedLX+8PwE8OwD88Dbw3S3g5TUwzP3oMvDlxTf3jv56afcPpyd/Ornt5+Nbfz6+7bcTu346uvPJjrUfrB491lWxtzl3sjp9U3XyhtqUzc2ZO7oKpmaVX1jVc3p524U13XvnlK9tSd3YmbWxM2tTR9ZEVeK2hrSNVQkTZVHbGlL2dObs7srZ01+0vbf0zp4Vdw9urEuOSA2yRlpN6oAAl8FYlJHeUlXR1VBXXZgfHxpsVMhCLKbK/NyqgryshLgol6MgLaUgLSUxPLQkK2Pd8qUN9bUJCQlUKlWtVms0Gj6fj8Vip9dBEBgMhkKhgP33XC6fz5dKpVoteM8FWvoFC9YttpnVX7PZarc7nU633e40mSxQKbTFateZzFqjSWsE27C0OrNSpVPIAhWywACOgMdgJcfGdjc3ZMRHleelL5k3MNzV+OGtt355+Xhud1O0PfDY9lXLZ7dZJcycyKC2osKh+oZZtU29VTW1uXkFSfFlmQklGTE12SkbxuZMzBvasHBkQXd7vMtalpl8aMfmJSNDWydWrlo0WlOclxwdkRgZFul2WDQqjVRsVqtIWBR8GoB9PD2gORlvGEyvUYzM6lsyf2ikr3X+YPvi2Z1ffnDr528fzR7syM9OKshJjg6xuS0al1ntMquNSpHLGKiTCSxqqV4qUPKZkQ5TUri7qaSwu6ayq7qsoTCnLDM5PsgW4zTWF2WtWjh728TSw7s27tsKouy+7RMJEdbzx3d/8/STF48+vHn15ME9G5cuGOxsLr926diieb3LFs5as2zu6HDHyGDr/NmdJw5t37hmYVpccEZcSFpcMNiWHB2kU0kYVCKTQfOAgRZoBAIB7YdjkSiUrx8OgUB6gx5vpA+IwRiEHx6NImIx0Pnfyr949H+MzZCu++9HFAIJuXyhzifIBT1DvzPaLwTAOAwWyglD//q/GBiD8vP18vP1gk8v7qL8vBhUokzM16mlVkOg22aICrMnxoakxoUlx4RMt0M7E2OD4qIc0eHWmAhbQow7PTkiJyM2PzuhtbHi2pXTP3/34pfvXz5/9Pm1y2cXjQ6HB9lcNu2mdUsWhozsAAAgAElEQVQeP/zo0vkTedlpKQmxIUHB0ygObpjjcAQvLzgGg+NweFqttrioYGRoAIuAi3jsMLeDTiYopSKtSikXi6j+ZDKJACUCPL1BSzToivYCfdBMBlcgEOLxRA8PL1Ay9QJ7sCAjtI+nBxGLAf3PeJw/Acv0J7JJBINKMtTdmRwf4w3zgMPhKCSOLxBLZSo6g4PDk8kUOovBZtIZTCqNQaPTqQwo7UKl0ikUKh5PRKEwCAQK0nX/OwP/F/qdbgdF/RuY/x8BGIoZz3RrgdlmLxDp4R4whAcMD/cSkAkOmSjZZsh1mfLsumKnttgeWOpQlLuVVW5VlVtR6pQW2USFNmmhDayGLrFIZ+g33ygrtGqyjOoUozbeqBeRSDgvuEYiDza5ItTuOENYlD7ELDdIeFIeJ4DJFVC5fD8y0YeI98JhPFBITz+/aRL29gB/Ob5wTwzSj4LHsf1pEnaAVqR0KPWhjogUtTUUzwiAeSJgXj4ePgg4Atw9gsPhFBK5sbF5amq/0+nesmXrrME5FqszOSVjaHiuUKKEweBYgj8GT4F5+WHwFCKFRWMKBCIlmyfB4Kk4Ip3DlwaIVWQqRyLXylUGo8Vtd4XbXeFRsSmhUQmhsQmRyanusCinK1QaIKfjaBQ/4vuX71zZd3pieMnW0dVr+xeuHVg03jo8UNqyqmd0befI2tZZy+q6B7MrFpW1bO4E25tW13fPSiseySwbSModSs7f3T2ysaFnY13nRFXbzuahqY65VxdvenHy7cWlTYur27YOz08xWlf29j289fY3n9x9892X75zbd3Jq1buX9ty/vPv++e2fXNn7/WeXv3tw6ckHJz+4tufLe0cfvX/i4bsnnn5w9osbx98/t+/9k1PvHt713uF9XbFJ4/Glt2Zt+mR83/P154ATnzWLYg+VLoAA+MHKM6szu1fk983Lbq2LLpRiOGwEhepLYOFoAjyLCMPUJlZ8efqTra1rX1/8DjjzE3D8R+DA98DOr4HJF/9sfvbP5HNg83Ng6QNg4wtg/WNgzzev1rw3mThvW/zw6fxll3OXPes+CKy8AUzcerPlDrD/o9+PfvT1vjs/Hbr38epj28tnNeli50Tkbi7v3FzZsTS3Ko0r6wiNG0rMKTW4bm/cDbz87d0th3Z2jW5tGNhU17tn1vhEx/C9IxeAr38BAfjVXz9/8uzVvS+Bx99f3L7/0JqNq4bnRJssWVFRI63NK2cPzu3o6K2vG2hp41FpLH8G2hdFwhKZdBaJQAZT4nAfMMzvT9q0bs3Bg/tPnDq+c+fOQwcOXj1zdl53R4pVVx1uHUpyL88O3l0df74v752x+veWtX2yduDh5PwvNi/45dTO368eObGwN9MkEmFhfJwHC+tBhMOUHEqoWpwbZC0NtlQ5Tc1B1jKDvNAoKTCLi2yScoe80qWsciuqXeCpD9PVhWrrQ40NEbbGSGdtuKPUaciwao1SLodBELGowSZDYmioS2cIYDCpBAIejaCRMD4wmJpPNvJwWVbJq2tHP9q55NGe+cC1yW/3z/tm3xzgnW3A2xPA5VV/nh7/7cTCHw/Ofb5j4MH6jo9XtX26puvxxqHn2+Z9sbH3qy29j7f2f7m585N1LZ9uaP5qR8/L/cPfHRt7vGfw22MLXxwaO9yTfnpO0dGBnL1NSZtzgm7Mrn64de6nu+Z9fXkj8NXFl7cOnN608L3j+6/v2dOfV9qSnNeWWrC4qasmPqU5M8ctU8ooVA4Wx0Cj0TCYLwyG8/ElotH+BCydgGMS8DwiUUQkS8n+chJdQaFJyDSxP11CZUjpHCmLJ2HwhVROAJkppXIVZJaRynUxBcH+3FAyK50nb1U75iuDF8iC+qXOKqE+mS13MwQWttAoEOt5YjVLoPBny4g0Gd5fiiNJsMQADJ6LxInwFBGewkPhRViyjs41Mjk6sr/N3z8ugFtp0Q3Fh6zISdhUkrSrEpy8OtGad6ar4OpA2Y3ZIP3eH2v+eLz10yXtj1b1PV07+Gxt/+NVPU9XgjHg56v7nqzsfL6q+/GK9i+XN0MA/OWq+ocr6x8tr3mytPrxePWjhdUPF9Z8vLDu3ljNjdGac/Pql9UVRqjEFE8YwReGw/n6TN/DRuLx0wBMAIdFETiw9gqFxePxRDKJSCbhCOATOpPBE/AFwgChSCKVgXNHUpmCyxOy2HyoMJnDFQoCpP9O/EJJYOgVCAhn6BfqeYZUXzaLP5MBhoLBfJ4IygBD3VeQFxqa/9WoDVDZslwWKJUoIaal+jNZTB646/v/B2C5LHAGUCEA/l9lVGQ6m8WHANhktP0bgAOEUmi2l80RQD1YggDJTDU01AsNyb9iiQKK/sqkqv+iALOYvJkAMES/kPWaRKJA6PtvEobUYCKRTCCQIADGYsFrCRyWRCRQwQN+2oMKMHjQeCIaS8GgeDSKTSvPiA8ry0kqzY4vzYkFATg/tSk/oyk/oyEXDPrWZKfU5KbV5qVXZCbVFmTVFWYXpMbHBdvNgRIJi0bDYwgYNGTKgy7GoBZhMpFEJpIYNHqgUuWw2W0Wq9PuCAkKdtodBrXRYXY67UEOmzskKDwuJjE2JjEkOCI0JDI0JDIsPDo2Lik1LSs7pyArrzArOz8vp7Agu7Agt6S4oLystLayoqGqqqmiuqm2ob2qtqmyprG2saW1s6e7f6C7f6Crr7emsXZwsH9sZLixuMgm4Mn9fMutlgN9Xd8emfrx2J4/Tu0CLk0BNw4Cdw8BN3b/cWkSuHvgz9v7frm265dru36/ufevO4f+fvfIX/eOTNPvOeCT8+D58Dzw3pk375785+4JGIvFYbO5MxPVPJ6Aw+HNvMLl8iGTOofDk8kUoAhstBkNVo1GJ5HIOCyuP5kK/e4wqTQ2ncGm01g0agCbrRCJ1HKJSioyKGVRLkdqdGRmfGxdSdHoQN/oQF9rdWVPU0Nvc2NfW/OsrvY5fd1D3R2djXX15aVhLldZUXFdVXVjbV1tZZVerfHxhrOZLIvJrFAoBAIBi8XCYrHePnAqnWY0GhPjE5x2h1QsoVL80UgUBMCQYdIX7uML9wGFIAyWgMPzuTyjHrRD2KwuTaBWKVfZrQ6r2aaUyhQSKZNK06s1EL7mZWTER0YmREfYp5eKQgyGIJ0u1GiAALggObY0I6kkMzk9Jiw2yJEQ6k6NikiPicqOic9NTM5MSEyMiAy329x6faheH2s1pwe588JCcoLcyUZdol6dYTekWtSpFnVTetyqvtpfPz0HvLwKYu0v14DXt//59dqvzy/+/fStN59eBT54C3j/CnDvLGhb/+zInx9vB16cePP8GvDyLvDyDvD4OvD5ReDesd8vbHt1aPXvxzb8dnjdr/snfjuw4deDm1/uWHVn4azDrWV7mvLWFEVPlMUd7Cs7Na9haqBsd2/xkXl1NzbPOb+q7729S88s7945WH5sQcvmjvzFxdGjKbbxDPfCFMf8ZMuSLPeKgrBNtamHh2uPzG99enHfs7dPdBWlFcSGJYcG6aQSq1YdHxpcmZ/bXFlemp0ZHxps0wTaNIFxIUGl2ZlFGWlFGWkjvd3DXR3ludmp0ZFrly5ub2vJzs5mMBhgulenE4lEeDzex8cHinmTSCQGgwExsFgsDgwMtFhsDofL6XTbpreObDaH3e6EBGGHwxUUFOJ0uk0mi15vNJksNrvTanNoDEa13mSw2I0mu1KlA79pCmVsGodFZQaw2YU5mSP9PfERQSXZKcVZyWODvX//+M2RHRtMctaaBb1npzaAPVgR7tbCgp6KyprM3NbSstr8/PTIsLyUqPRoZ2aEu604d6yzecXsvqHG2rz4qIrMlHk9bRML569ZNH9y7YqRvk4IgFNjozRSkUoUYFQpyDg0VILlBYN5e3lg0EgCBhkW7Dh2cOqtSyevnD60d+uak1ObX3zxPvDml2XjI8X5aSUF6ekJERFus02vsBuUVo3MaVBJuTSVkK3gMaRsapTTnBLuzo6JzIgMy42LzI4JTwxx2FQSs1yYFRuanxqzde2SXRtXnNy/bfuGZfu2T0QF6U8cmPz8w5sPP71zcM/G/bvWz+ppmDPQcu7E3ubawvrK3Fk9DbP7m5eMDaxbOf/i6f2bJ8bjImxxIZbYUEuoTRsWZJYIWAQsgsWke3t5+E5vvUIAjEOh/60AI31ARx80iQSJwJARmoBB//czE+6doV+IctFIlJ8PmHeFYM/Px3fmnZBKDHU+Qy9CyX80EoXDYHEYLDSGBGYipufaIAZGo3wRPh5wTxge4xfAY/KYFIWYZzdposLsSdHBiVFBceHO6BBLXJQjJsIWEWIKdevDg03x0a7s9Jji/JTC3JS1Kxfeevvivdtvnz1x6PqVc6eO7i/OT7MalWa9NCM1ZtHY7Pqa8tLCvOFZQ1kZmVw2j8fh+/vTUChMYKAmNTU9Ly+vva3lwpmTXIa/XCQozsvGofyYVLJKJvUnEjBoJBoF7sRCa0Pe0wu8oBQM82YyuAqFisFgQZIppABDVVi+XmC1ONiAhcP6E7BsGplNItCJ6IGOtpyMVK/pGR4UEsfhBsgVagaTOw3A1H8DMM3/PwMMFAqVTPYnEslYLH7G1fxfdN3/rf8ZHMf4l2L8/wjAUP8zZH6GMBsO9/XwAKut/by9fKYvVUX+pFiLISfYkWoKzLODXuhih7LM+R8ALneIS6yiIpsEHAe2yiAALjJJC42yPIM8x6hK1siiVbIghZQCh/vBYCaVJjEsLsEcmeaIizNH6IRaOpGBQuLBXmgE0gOP8SSgPQloDwwC3GuGe3h6e4BzUB6gHRoOQ3l7oH18iFg8i8aScoQaudbOlWphvjgvJB7m4Q0Wa3nAfJDg9BHoWkpImjdvPgzmyWCwCovKXrx89dWjZ8kpGTBPXw9vBIFMxxGpvkgcBMAsrliq0AWIVf50HoMtFMs0QkmgXGVg8yRECksi1xrMLrsrPCE5KzIuJTo5LTIxRWO0ikUKHJKAhPmRvXHffPT44q7jW0dX71wwsWFoybLOueMdc/rLW9cNjW/oH5voGF7Z3D+UXz1W1ry5Z97K+q7RotqOuKz5+TX9KXlLSur39M1bWly/rq6jJSh2oqzl2ODi8/PXfn/hnYmmvqUN7Ss7+mK0hg8uXnjzzdPfnn72xzef3b18aP+W8Y9vHL1/ee+Xt468d277s/unHtw4+P6V3W+fmPj8nYMfvj11//Lulx9d+Or2qXdP7b5xYPLUhmUXtqxtjo4Zisi60L3y/fE9LzefB8590a9J25UzBBz9HDj62dc7bq3M6VlVNjQnr608PIcAQ/BxTAbG398Hz0XSJWjukaVTf9x+NRjV9Ovxp8DxV8DR74GD3wO7vwW2v3izdRqANz4FNn8DrHsMTD7/e8dT4Nj355t3ro8e3J82dilryYflG77rPQyseAvYdv/NrrsvJ69+MnFiW9WcRcm1zebEbnf62qLW0ZSibQ19GyrbssXqvuiU9tCEYp0D+OLrz6dOXlq66eTomm3Ns7a2Du0aXLShb963734O/Pga8j//9PHTV/ce/P3F17vHV17YsefAuvUxFkuU1TRYX71y7tBYX293Q11HXT0FjeHQWGhfFB5LYDM5/mQqGPHw8iZiMTIh/xyIvtvPnj+zc+fOI4cPXj59sqOyLNGkrggxzM8OX5Bs3VIUdrYn58bc6vtL2z/bMOfLyUX3145+d3pqXX2R3AfGgMGYCJjfdBjdzwPmj/aySvnlceG5Nn2+TtkfF1mslYCl0FZJrlGQaxQUmUVldlmFXVpml4HpeqeywqWrDrXURbrqIt3lobacYJtRGcDn02VCXojTFh8WblFreAwWnURCI7wpBD8KCiZj+PLgsPMTw89Ob3m8b+l3Rxf/emL8h8PzgRsbgCtrgLcmfjoyD7iy+vfjC38+PPbt3pHHWwYerut5uK7v6ebZ3+yY92hz/7OdA99MzX61f+SbqaEXewefT816sW/os8nOy6NFn27te7hr9q6WhOOzCva2px5oy7jcU/LuaMvX+5d9vn/R358e+/3B6Z2LW89vX3pz3/b6+KRiZ2RTYk5LWlF1Sl5NTr5FGShmsCgIFNoDjvbyRnt5k1FoKhaHg/uwiCQugSAgkiQkiopM01AYBirLSGNrqMxAGlND52pZfD1PrOWJ1RyxmsHX0fhGf46TxotmiuL8A5Ip/DKRZrYpYpk2fIk8ZEDsqOCqExgSF51v5ghNARINVzQDwEoCTUnwV+ApMjyZh8DJKQw5ic7zxQgQOB2VZWWyDUSCy5+cIuHXO4yz44NX5cZvK0+bqs7YV5t+prPoQl/JtaHK23Pr7s1ven9h6yeL2z5f1vl4df+ziVkzAPxy7cDLtQPP1/S8XNP7dBUEwHVfrKx7uLru0er6p6vqHy4qf7ig4vPRio9HK+/Pq7oxt/ri7IrDw7W1sUEyfxwGBiPhfFBYX0+EJwzhDfOE+SBRCD8M2heD8kEi4Qi0L3irGo/HU6j+EABzeFyhWAQBsFyhksmVcoWKLxDPADCLLeBN658Q3ELcCz2HlF6IcllMHo8rnFkJ4rAFM6wIWaOhGb8AATinBK0fQW1YEAAb9Bb19AhwoEoHRnbB3lMwSAwBMFRqBSnAKqX233QqDJCyWXyqP5NEpBIJ/iQilcXkScQKdaDeZLTZrC5IAZbJwSUnBpNLpbGYLB7Y6SUQ8/giqUwFjSRB/meZPBB65d91X5D5Gfpy6DQ2jcqC0r9QAxaJSCXgKUQimTS9qTzThvWflC8J/KF/AzAWi8diiCQijURkkPAgA5NxFBKWSMLgSBgMDY/VyoWJEe6C9LiynKSKvKTy3MSKnISa7OS67JS67NTqrOTKjMSy9ITyjOSK7NSi1Piy7NTijJT4MLdJJQ1g+dMJWALaj4gFdz2waAx0lQVdUxHx4IQ1zZ+qlCvMRpNOozXo9HarzWq2WA02sAfLHmQ1O1yOYHASKSzabnMnJqTGRCeEhkVBDJySmpmWlZuRmZuVkZubkZebVViUX1ZaUlNeXl9R0VBW2VBR3VRd09jQ2NbZ1Tc0NHt4eLi/r6e7vWX9iqWDbU3xNpMCh4qVCje11D/Ztwu4dBq4fAK4cACk36t7gItbfju95vWl9cDd3X/f3Pn65u6/b+355/bUP3f3/3Pn4N93D/599zBw/xjw3inw3Dvx+p1jf9468sfNI3/ems4AQz1YEPdyODxIEIZmkKCVYGilisXi8PkBMnmgUqXV6gx6g0mlUnO5fBKJBKY36QwqxZ9Fo0oCBGqFXCmVBHBZnOlBDo1UbNEEWrXqxMjw9vra0VkDwz1dI/298wb7Z/d297e3Dnd1js0anNvX29PSlBIXF+4OLi8sjgmLqC6vmD8yN1CuIODwJAKRiCe4na7o6Ggikejh4UGhUDAYjE6jjY2OcTmcDBoduvBF+PqRiSRIFILaoacjeTgmnSEWiiQieZArNMgVrJSrJAKxNEAi5PEFHC6PwZLwAwyBgSEOR1xoWGxIKKTihpqtbq3WqVaHGPTRdktSiDsnPrI0I6kqN704LSEtIjTKZo5x2NMjI3Ji4jOjYvOTUzNi4qLtdrdaE200ZYeFFkVF5IW6063GolBnaYQr120oDDXPrSu8cWAz8OQu8NN94KebwE9vAT9c/uu7839+c/6v5xeAR5f/vHcSuH8euH369yv7fr8+BXx6HPj6LPDNFeDZLeCr28AX14HPrgDvnf79/NZHW0bujtW/2jLvp+0Lft+97Nfdy77etPCDhb3nO6r21eVMVqVsa0g72FN0dn7D5SWd5xa3nxxrOT7WfHZZ9+klXUfmN092FS0qje1PsrZGaJuDFV1uxUCYZnaEfjBcPRiunp9s21SVuq+/8s7WJV+d3fPOvs0r+1v768pLMlNtOrVdr60uzN+9cWLt+FhVfnZcsFMt5Cl4LItK1tdcP9TRYlHJqgty+prrB9uaopzWlYvGZg/PSk8He7CgJSSpVIrH46HdUT8/Pzwez2Aw+Hw+lAHWaDQQ8drtzv9yHA4XhMQWi23mPVabY3oK2Kw3WDRaY6DaoFTpREI5+D2IxiYTKUgfX5fFUpiTUVdZnJ0SV1OaX1WYc+7w1KMPbkc5AkszIh6/d9Wt4sv8caWJCdXpGVXp2ZWZWRVZWZnREVEuQ2KoOS8+IjsqeKy7Zf2CObXZ6SMdzVuWLYqw6lvKilctmLd++fi6ZYvK83PCnba8zFSTVqWWiALFQi6DivLxAhuJPT1QSDAGLOSxtYGyyQ1rP//47q3Lp+7dOP/RrQt33zrzz2/f7t+zJS7KHRPhDHeZwl0mi1Zm1ckNCqFRKdLLA9RirpLPVAs5JoXIrVNGWU3RZmOwTu0MVCQFuyLMOiWXHmkzJIbY6ouypibX7ts6cWT3ppULhoqy4v8/HfjO9bMf33/76P7J1UtH+jtr5wy0bFm3uLm2sKmmoL4yt6uloqOpbOmCwfHRvtn9zQlRjkin3qoVO/Ryk04m4jECeEwWkw739kShUHA4HI1ECQUBCLgP6JlBgC5ocNZ1WgGGZpAg2/NMIRYBg/63FAzdbsRjcVBpM2SEhu5YoZEopB8CSgJDd7WglC8Bh8eiMUg/hM908/PMThKEvjOP//FUoxBosBzAG+HnjUb5opA+vj6eKD8vIg5JxCHFASyjRm7Rq4LsxsQYcPFomnidCbGO2Eh7qFtvNyucVlVMhD0jJTI/O6Gxtmiwt6Wvq7G5vqy1sWJsZHDLhhUVJdl6tdCglbrsBqtJazcb+np6+3v7crJyrWabyWRJT8+sqqqpq2tobGxsbmrYuml9cUE20sers7UpxGUn4zHgGo+fjwdok4V5wjw8PT3hcDgksPv6+np7gWNJFApVo9GJRJLpd8FQCCQEwF7TtgIqiciiURkUIhmH4lJILAouPz21qqyYSiIjEAgkAstk8eQKNZsjAB2/OII/mcqkM7hMFovBpFJodDqTxeIwGCwy2R+HI6DRWDQaC3muwA9dLB6DwUEvotFYJBKNQoGNhDM/hEJhIAD28fHz/p/FzhDZTs8go2Y80jM47euLmFGSoZ/i5QWHjq8vwsPDwxvmgfL0wnt7c3Bot1xUFBmU7zbn2jUlLk1NuLE6VFNqE5fbRXWh6nK3ssgqLTSKis2SUqui2CzL1UsyteIUjSTbYUo06VR0GmYap309vNBefkiYLxqG8AWrweGg3uyDBGeB/fxg3p4wbxjMC+bh4wn38fDxhPlMa9EoT184zMcbBvcCO64QnjAUAkHCEZkimY5A48DgCJB+vXw8/fzAd3nAyGT/sLAIMtk/L6+ATKFDQ1dx8ck6ow2JIXrCkXgSDU2goglUgj8LTaCicLQAiYYjUCCxVKnSqNRY9eYgsVwvlGr5okCeUCWS6TQGpyMoOjw6JTohLSop1R4aYbK6cFgyHkHwg8Gl/oJfv/x29/iGI6t3TM5duWNs7aresYnhJYvaZ68fXry4sW9l2+Dylv5FdZ0rmvomOoYXVjR3JGQ3R6fNzi6fX1C1Z3D+uqae+bkV2zpmLSmo3lzTdX3xxg8nDwA/vN47e+H63uFZ5TXxZuuLD9//7suPgZ+//uXZJ1dP7Lx1fu+3D65//PbBd8/s+PLG4a/eOfbgxqGrhyfO7Fly59zWm6c2vXt+x3uXdl89sP7U5LKTG5de2j5xdPXi/ozM/uiMC4OrP1y67/HESeDayyVB5UuCKv/e/wFw9LPv993b27Z8Y9PCmsh8J8/A9aNRvAh8AouHZbG8/KsjC4EvgJ/OP1mSOvh4wz3gwu+gBXr/K2D3S2DHszfbnrzZ+gwMA294DEy+AHuhD736+9irl1s/utC8fbWr7XTq2LWMhcDoeWDdnd+XnPl++cnrvevWZDR3OdKX5jTWGWMGInPWlrYuL6zb0zF7TVlTqdre7IzOlxmvLtsAvP/VzTXb9veOHRteuqqiY0v7nHXtc+7sPwN8/cevD77+6fMXwK9gAPj5rY8eXLi1vGvwzrFT60fnZ0REhJsNHZUl44M9Cwf6uxvqqgoKWSQyAYVD+SBJBDKHw0OjsSwW+NcQ7u2ZlhR/9MiBHbu2Hzp+ePPkloMH9l04cawyKzXToa8Nt4ymhyzJcB1uTj/TlXt5sOzBhuFHO8Y/2jj25Mj2+zvWWUlInifoYiV4w1DTf7h9vGBYX1ggl5YVbK+Ljah0WarMuka3sdKpLrRJ84zCArMYpF+notQmLTKLSizSQousNT6oLMhQ7DaVhtgTNYpoY2Co26TSSKQSgdWoiwkLC3cHqxVKDoOORfkwyUiSL4yNghWFSH++uf+LvQs/3zb09YF53x+e+9uJhcDFFcC1dcD19cCV1W/OLwMur/n9+PjL7bMeru/+an3vy20jP+1d/NuhZd/vG/vhwLwfD46+2j/7+a7+r7Z1PdrZ+3xq1sOdfdfHK54fGPt0cvBAd+aRvvxTc8ovzql5b6zz0+VDb65O/fz2TuDlW59e2bJnZdeJLQvzgyxpBnOxM7I5uaA4OiMzKjE2JJzHYoNTLn4oLByJ9vLBwv0oSCwDS2RjCSwERkKkqsg0I40dxJeEcMUuJj+MLwkXyUOFsmChzBUgtQXITFyRliHQUDgGMtdFCwinCiLw7CQiv4Kr7la7Rg1hS9URo2JnC1efx5DGMcTBHJFVIDUK5Tq+TM0RBtJ5CjIDAmA1kRpIoonQRAmeJsVS+X5Yvg9KgSUayBQLheSiEArUkllxwUuz49bmxm0pSTpQl32yrfBcd8nF/tJrQ5W3RmrvzK1/d7TxgwVNHy1qeby6/8magWdrQRc0lAH+dv3Q95uHv1038HKi++nazicTrU/WtTxa2/BwZe1Xy6q/Wlz52bzSLxbUfjiv+q1ZpdcXNF4crV9Vl2HlUHgkDNbXA0zeIDzBe38oXzgW5TU98I6EI7B+aDwSHNAj4glEIpFA+s+hUP2ZbBY/QABeU4ulcoVKKN5KxFkAACAASURBVJJAfMgXiKc9wwIOV8hkcKF9I2jFVyySQ7HYGSycGfuF5F/WdP0Vc7r/GVoG5nGFkAIMxYChkC0k5ELarzpQr1EboFkjSFiGWqChWSO9zmw0WLUao0qphVRiyfSSsDBAyuUEQK3RRIK/P4XBZHCFAVIIgKEMsFZjlMkD+QIxk8VjcwTQVzfjghaJ5WKJYsYOLRTJwNFgoQySqaGJYzaLD/VsQV8v1Z9JIdOJBP9pJzOY5oXsVzN3n2cMz1A1NJFIxuEIGAwO+pBFIrAkIg2LoeDQJDKB5k+gEqblX388nkUmOk2avNS4styUspzkqoK06sL06rzU0pTYitT4spSEkqS48tTEyqzU0rTknLjolMjQ4qzUgrQUl0kvYFBpJFBTxqH8kAhf8E7HNANDraJYNAZKmDJodJ1Ga7fajHqD2WiymMyBSlWwIyTMHR4aHOF2hkAzSC5nSHhYdGREbFRkXHRMQtz0ElJySkZyelZaenZeTmFuRl5Wel5OZkFBfnlxcXVZWV1lZWNjU3tHe297a1dPe/ecgYGR/t6hzvbRns6a9KRopTg5ULq2oeqj7Rtf7t/x88GdwIUjwLHtwMmtwJlJ4MIm4NLGN1c3/nN945ubk//c2vHm9u43t3cD70yB5/Y+kIRv7wfePQrcm2bg90+D8u/9U3+/e+KvO8dgQqFYKBQHBIj4/AAul8/h8GYOJAvzeAI2m8tksplMUJljcwQarTE0LCI6Ji44OFSvN8pkMnC0RiQWBQiVUonVaAh1u8KC3MFOW5DDajfp4yLDclKSspISspISyvNzu5sbR/p7+9pahro75/T1zOnrmdffNzZrcP7gwNy+/qbKmpiwiIqikvLC4pSExJ6Ozp6OzrCgYAwK7QGDQe3QoaGhJBIJjLfh8TOivFQsoflTkX4I8FIS5gFdJc9EgtFIFJXiL+DxFbJAh81ts9gVMqVaHqhVaqRCEY/FFrA4En6AWiaz6vWhNnuoze406q3qQLtaa5bJDGKxRS5zawMjraaUcHduQlR+Ukx+UgwEwOFGY4LLlR0dV5CQXJiYkhUVHW9zhGt1cWZTXlhIWWxkaWRoSbi7LMpZEmFrSovYPtb94u4Z4IfPgVfvAz/cBr67Cnx94c3zM6+fnPzrq5N/fX78n09OAe+f/vvmkZ/O7/rh/Pa/3jkIPDwPvLwEPL8MPLoBfHYd7Li6ffzN5T3f71v+2dKOG30F78+u+Gh25YcjNR+M1N0dqn2rp/J0c9GBuuy9zbl72nIO9BUfm111bHbN7p6iTc3ZEw3pG5qy1zVkLq9IHskKbY/QVduk5YaASkNAm1XS61IMhWnnRBrmxJjGkl0r8qNXV6beWLfgw0NbDiyes6Srob+uPD8lIT48xK7XtFSXHd+7873rVy+fODLc2WqUi/n+RDmXqeSzUyJDzUqpWSlNjQqLD3GFWY3zB/vHx+aXlZVB2q9IJJLJZFQqFY1Gg0tXKBSJROJwOGKxWCqVqlQqnU5nNJpNJovJZLFYbFAAGCJhlyvI4XBBz51Ot8sV5HIFOZ1ug9GsN1v0BkugWi9XaMQSJYcdQCbRUQisJwyO8kHSyJSc9JT6qrLmuqq8zOSa4rzOuooPrl+oKUhy6wQP3r2YHGxQMUgtBfntpaVlaZlpYeHZsbH5KQkpUa5otz7Sos0Id7UU58zvau6vrTywYe29y+eqc9JL05LH+rpXLZi3cuG8+vKS8CBHdFiQWReoloi0Mok0gEcl4hBwb2jzxtvLg4BBcpj+gz0dV88dO31o17G9W47v2bhtYsmPXz88d+pgRkp0VJg9zGkMsmotWpleKdRIeBoJTyVkS7k0MZMiYfmrBCyDhB+i10SZDC61Us1ju9RKZ6BCwaKGGNW5CVHpUUErxoZOH9x56sD2RbO789KiF8zuunHp+J3rZ3dNrtqybnF3a+XEitGJFaPdrZX1lbk1ZVn1lbkVRWltDSUNVXmN1fnRwabYYLPLpAgyB5r1ciGXzmPTWEy6r483yGbe3hgUOoAvQPn6YZEojK8vDgEuHs0sAOPRKAIYJAKTwNAhYkGPDfQ6pAZDW6nQ40whFqTi/m8BeEbghXaAoIwDtP0LqcE4DNj/PHPQaCQCCUci4DMAjEZ4E3FIEh4llwjsJo3dpHFZ9XGRwamJEYmxQQkxroRYR1yUIzzY6LIFOq2qULchNtIRH+3KyYgtK8rMz06Kjw4KD7bERQZnpsYM9bdUlmaFBVv0GplMzBcLuAV5+aNz57U2tyXEJTocrpiYuOzs3PLyyra2tlmzBo4eOTA82IP08crNTFu+eKHNpIdK0eDenqA3Hu6D8PVDIpF+fn4eHmAvtLeXnwcMjkZjeTyBRCKjUukzGWCkHwLyPzP8KXQKmUrEkXEoBh4rZFOtWnV7cwONTIHD4TCYN4vNF0sULDafRKYRSVQ6lcFmsrhMFoNGp/nTGQwWBMAUChUCYAhx/829/1cAhoqjIayFssEQ5UL0+9891f9HAPZDgutXHp5+3nCUpxfJz0fNZsaatLlue67TWOQylAdrK4PUFU5ZhVNWHaQsdcqLbaD8W2qVldtVxVZVvlmZZVKmmQKTjIEOiYCLQUF7y2g/BJlI8fFGIPwwBKI/kcr05/CZIgk9QMgUCXliMYvDZjJobAqJ4uuDgcH8PWASEhnr6eML1mKBI0lIOBrhg0EipqvfyExfNN7DBwGD+8G8vWHghpWHl6+P3mBis7l8fkBJSRnMA/zNxxMoTBaPwRZ4wpHevmgihYEmUJE4CpZE98OQSFQeR6DgBiiJ/lyt0WVzRQaFxSs1Vq3RpTE45YFmgVjNDVDKA80hEYnpOUWu8Fi5zkhlcH29QdJBwXzSguJeffD44Iqte8Y3rBscn1qyaf3QkoVtwwNV7etmL1nRMbyuZ2RV+6yFtR3jNR3LGnpGS+rbErKbolJ7UwvWNfWsqG4dSM2fX1C1rr5ze+vAmsKGtxetvzOx87fr772798iihja7QFSWknR6avcX798Cfv3mhycf3jq//8O3j7/8+O17F/Y+euf043dOvn9hz60Tm07vWnJu7/JPrh345Pr+T68fPLN7+dTqOUc2LjqzbdUXV05+dvHEWFXF4sLaqda5txZsfbD6CHDhy3v9W5Y6SoGDH/286+7rUw8uLti9oLCn0JVKhxEYcLKarcDDsDgY0s01Pz//+c8XngJv/zAe1XNz1jHgxA/A4VfA1NfAnpfg2fsCLMTa/QLY9z1w6EfgyHfA0VfA6R9eH3v5dM3tO51Tx1NGbxeteD3/3G9zj9+rXX62eM762NpZtrT+0OyRpJJ6S8zc5OIVhY1L8qp3tw+vKKrLEevqLGEdIQlPD517cfTS+bHVJ4aX7e8dW1vTs6F16MTyLQ8u3Pr70fc/ffr8z8ffA9/88e27Xzy8+u7Zjbv6S6pPb9neX12TFOxKCnFXZqWOdrctmzO7vaYqMTwC6+dHwZMJOHDME4FAEYnkkJAQConsA/dqb244dfLo3n17Dp84Mrlt68ED+04c2JefEJ1h17UnBY3nRuyuT99THX+hr/D+4rZ3FrV8vG7up9uX/3jtzKyCdDYMRoDBiNPQi/SF+fqBjgQkHCamkxLM2rLwoAqnudKia3AZqlyaEqcC/Ctjl1e5VTXB6uqgwEqnqinalmeSlQcbKyMdpeHOOK3czKEnB1njY4JNVo1CKbaY9XFR0XFR0RaDUcjj4tBwEsaDR/Lk+MG2zir7ZO/Yk6n5X23t+/7w3J+Ojf55ehy4vAqk3xsbgLfWAhdWApfW/nVq6Q9T815sG3q6efDF1jnf7Zz/w96xp1v6nm7reb6j7/mOvifbex5v6368o+fJ7sHPtnT/emblL2fX7m1PPdpfcHJ22anZldfHu15sXfH65K4fT29/dXXX+ydWbxmrmVrdt3PJwLZ5Q0uaWivCE/LdsWUJOcEmB53KIJPJGD80xheF8UZgvBEEHyQdiWOjiXw0Sc/g6agcLZFhZ/DjJOpIgTyYLojgiMN5kjC+JJgncfHFVo7IyBIY6AIjlW+l8ENowmhqQDyJn0eVtYjMc/Rh4+aYBeqwAbGjiqPOZMii2JIgvswqVBhESg1fGsgWBdIFCjJLSWSqiHQ1man2Z4lxVBmRIcVShQi8BIlTE0hmCtlOIkRzaBUm5Uhi6Ko80P+8uyrtSHPu6Y7Cy4PlV4cqb86peWde/b35TR8sanuwvOur1X1P1gw8XTv4Yh14vp4YBOl305yfJuf9PDny4+bhVxv7v97U9Xxj+5N1TY9W1n65pPKLhRWfzCv5eH7NnTmVlwbLL442TvWV92aESQkoMsLXxxMcggPp19cD5usFQ/jAffz8fBBoH+Q0AKMJ0KcqHk8igS5oEoVMY9DBmimJGNJ+ZXJlgBCURiGBlM0RsNggAM/keCGIhegXqnqGln5nKBcShxl0zsyByPnfHVqQCCyVKGf8z1BtlTpQLxErZqaG/CkM1vRyUqBKZzRYTUabXmeGMsAQnQqnvdkQnZJJNAKeMgPAgSqdyWgzm+wQNiuUGkgBZjC54Lfx6Uc2R8DlCWdon8sTQgXRAULQ8j3zCxbwxRy2gMng0qisGQUY6twiEanQ+S/OZyKRPHOg2meo/uo/M0igUk3DYf1xaBIeSyKgwf5RMhbPpFBUooBIt6MwI7ksN6MsO7UqP7O6IKsqN706M7U0KS4nKiIzPDQzKjw3Ljo/MS43KSEnKSE7OSEmxK2SiuhkAgkHBr7RKHBaElJ9oV5hhC/YfgapDkw6Q6fROmx2k8FoNVvsVptWrQHp93/uANutLofN7XQEu12hUZFxMdEJsXFJCYmpScnpqWlZqZk5GZm5pcUVleU1xQXlaanZqam5RUVV9fXtTY2dhXml7U0dnc3tfS2ta8bmr1s4vzojRUcnW8nolgjn8Tm9j/ds+e341Otju4Ej24HDm4FD64Bj64CT696cnfjr/No/Lq35462JP69veHNzK3BzB3BrN3B7D3BrCnhnH/DOfvDcOQTcPQrcO/4fHfi9k//cO/nXvWMwpTJQoVDJZAqJRCYSSSAYDggQMRgs6IOczw/gcHhQGxaZ7M9gclWBOqcryOUOtljtWp1BIpGwWCwBj88DQ+I8lVJu0mktBr3VqHNYjEatxm23JUZHZ6WkZKemFmRlNdXUjAwODnf3jPT1LxievXjuvPE5I2OzhhbNnrN8/lhnQ3NCeFRMWERVSVlseGRGUsrSReNdbe3hwSFsOsMDBmPSGRFh4QadHsrL+XjDeRxueGhYXEysTCKFBlSgrRSoDxaqwvLz8SXg8GwmK1Cmtuit+kCdSqo060w2o1UplnLpTBGXL+YJlAFCvVxh0+qcBqNdqzGrlAapPFAgkHM4KgHPKBE61coYpzk9KiTBbUsLD0oOcYcZdQ65PFitTnaFFMQm5kZGZ4SExputkWp1VKAqUa9JNWmSDcqauJDSCEtvUeLZLeP/PLkDvH4Mnl8+BIusnp8HvjoJPDgBfH4c+OTYm/eO/HPnIHD36Pfntj0+tObbC5PAhyeBZ28DL6ZnrD67Crx3Ebh5DLi87++TW37cOf5gSdu7gyW3O3OvtWRcqE08WRV/rDLpWE3q0bqMQ43Z+1rz97bn7+0s3NtdtK0ld0VZ/LzskOE052CSoy/e2hFprLPLy3X8IiWnNJBXpeG3mCWdNmmvSzkUphuJsSxICV6SFbm4IP7kWO+ZlaNzq/KHa0tbSvOSIkNSE2I0CkltUd6pvbu+/vyTr957d9mcIYtcIiAT5Cy6RS4R+pMkdH+TVKRgM1waVXJoUHxocGdrS2lpqd1uZ7FYGo1GrVZzOBwsFotEItFoNJlM5vF4UqlULperVCqtVhsYqFGrtVqtXq83Go1ms9kKYTBEv5D2+28Anr4zZdUbTEqVViRWcLhCMomO8MP6wdHenr5+PuD9EavRUF1e0tnWGBXqLsvNiA2xb127eO+mpXqx/42zUwMNxVIqLspkGO/r279xy4LevqKUlNggR0yQKSHMEqJXpoW7ihKjBhsqlwz0XNi3++Gdmwv6OlPDghuK8uf2di6aM9heX5MYE+G2mVxWo1GlMAUq1XIJl0HFIPzgHqDQ5+UJlmDR/Qk56cm7JycO7968e9PKg9vWrBmfc+fahSvnT+ZlJjstOqdJY9bIrTqlUsSV8ZhSLkPMpgUwKAIqSUinyDiMQB47wmRKDQ6Ot9v1fL5dJgnWqfVCfpBWGee2hhjV3XVlm5aNLR7p622uaqspnjfQvnnNogM7109OLD46tWW4p/HUoR2L5/V1NZXXlWXXlGSW56cUZsYVZMSmxQUXZyfEhJgTwmwhNnWYXWcxKHhMCotOZjHpILN5enp5eeEwWD6Xh0djMAiwAeu/AzARiyHjcRQCnozHkfE4qBMLouL/ZIP/Bav/1m8hBRjaN5pRgKGmK6Qfws/nP/O/cC8wEwu9AVoAxqDAEAsBhyfiCSQCEY0GcRKJ9AOfoHx8/byQCDgOiyQT0IEKcbDL6naYnRZdRLA9KTZ8moHdiXHOuGhbVLgpxKVz2QKhEx1uS0kIzc2My06PSYgJhhaS3HZdYW5Sc31JeIgVAmAmlWwxmft6emcNDBXmFwUFhUAe/rCwiKSkpLy8nK2TGw8e2GM0aPg81uZN6xLiozlsJhIBTgTDvUHHs5eHJ9IPZCxIFYd7I7w8fT09vbFYvEgkUanU0LiOjzccj8Wx6TQei8miUaESLH8Cho7DCNlULpXSVFetVijBcWGYN43OFgRI2BwBmECkMlkMNpfN4zJZdDAGDBY9/BuAoZvN/7nljEQjpw9qun8fjcZCT/6tAEMvQslhyMw8kx/28fH7vwLwTAwYkoLBXSK4L2iQ9ob7wGAIGIyJQmnY9BSrMcdpLnQZi9yaMre6MjiwOkhZ4ZSVOGSlTnmpQ1Fil5fYlUU2VZ5Nk21R57mt4YFSCYWA94T5gMouDIfBMrkcvdsptRhlVpPSYZcYjXKTSW93Gk0WEU9oVWkjtCYLWyCFo1wU5tzsoisbt5O9EHBQI/aEw+AIb6QvHAn3RnjDwSppMPoL94MjkOCQsIentx+CxmJrtEYYzFssUUTHJHjDEWgMgS+UwWBwDJ7i5YPyw5DwFCaaQMWRGSSGgEjn01giHySJzZdrja7I2DS7OyosKjkiJtXujnKHxoVGJoVEJLpD49yhcWFRydEJaTKNiURjwWBwuCfCBwbHwPy6ShrBxuXtR0+u3b1tZOXuRetBAO6YPdzQs25k6crO2et7567uGBqrbptX2rigsnVuUW1PWmFTVGp7fNbheUuXV7X0JuUsq2zujk2fn1nSao/aVN56oHf07papc2s2V8clM339Dm3dvG9y47vXzj99cP/+jdNXTux878qRL++c/ez6iS9vnvrg/NS5XStPTC46umns0r6VX9w8/Nm1A798efPxnVOfXzt6/cjk3hVz3ztz4NHNi/NrKheW1i7Kqb08b90Hi3f/uuNt4MD7C035wIEPft977/Xpzz/YfH5F9ZxcW6KKKOIhmGQY3i60iP14cwsHgDs/A1e+A9769VDJ2r05K4BD3wL7XwJ7n4Nn39fAwW+B/d8AUy//2f7V37se/7H38a97H74+/Bw4/S1w5OnrbR89Gzn50+LzwIbbz4enLhTO2RZfP9+aNmhLHInL7wpPawtOWlJQsySvellB7a62obkphRm8wEqte0tt9z/XPrg6vv5I/4Lzo6v2ds3b2Dg42T3/y9O3frj38PXD7397+Ap49frvJz9+c/fBk7fvb+gfbcso2LtsVWFsXKzTlhkTVpAY01VdtmhwoKGsxKhU+Xl60khU0Ps+fbNJJlMkJyerFEofuNfckaHDR/bvP3Lg4LFDk9u2HDo4tX/H1tQQe6ZdM5wbtzg3YkdN0t6ahHM9hV+sG/pk7awP14/+cuXw3X1blSQ0xQOGgsEIPp4YP28UEu4DhyF8PJBeMA4OGaoU57vN5W5TpV1X59RXBmkrpm8h1QRp6kN0DaH6xjBDQ5ihMcpaHW6uinJWxLgznCYDjy4iohNCnUlJEQ63KVAtMxo00eERyfEJwU6XSiYl4xBEJIyFgYVIcQ+Or767oeebfaM/HBj57cSCP84sfHNpBXBtAqTf6+uBy6v/Ob8cOL/q9ellvxxZ9O2eec+3znqyaeDp5sFnk4OPNnY+3tz+bGvXi11930zNerV/+Jv9w8+nhl/snwu8tennM2u21SdcGK05MVR5Y3nvt0c2vzl/+Jt9kyfmNG/qLKiJDRyqirmyd/mV3WveObhnTU9frjM8RmOPsYbKOEK4lw9YlOiDxHgjcN5Isi+WgcLzMCQhhiJGUzRElpnGczNFMUJ1itIcI1CFMyXxosAwriSMLw3hy51ciYkpNNAFJobYzpY4WZJQpjiWLkqlS8q42i6Fc0QXNt8Q2adw1fGNWQxZFE0YwpHaAhSGAIWKJ1NwJAqmSEEVKMgcOYkNYjCFrfLnyMhMOYktw9EkaJISRzKQKVZ/soOEy1KImlz6sfTI9cXJ26vSDzbmnmgvPN1VdHWo8u3Z1RAAgwHgJZ1fre57tn4IlH8nZr1cP+vrDUMz9Pvr9rHfd8z/ddvcHyeHvt3c92Jj56O1DV8srfx0UelHo8Xvzy25N7fy7dlVZ4drjs+pX1yRlG4U0+AeqOmGSE9vD5jfdPEf3BPm7YkA72Uj8L5Igh8Kj0SDDi9whgVLnP6HQqFATj2pVKpQqFQqtUymCAgQQXZlCETZLAGXI+RxhZDhGeqygvzJEPr+u/95xhoNFUTNDCPxuMKZ9K9IKBMGSCEdWC4LDFTptBoj9CRQpZNKlBBwQqIuk8ENEEhUSq1Bb4FQVqnQQOtHwgAp1E3FZHD9KQwSkYrHkaHlJGGAFGJms8lu0IONvxqtERoRZLJ4LDafxeZDUrAgQALVX81MIkFe6H9nnmeKviDzM9S2RSbRZg6FTIcCwP/9cab2GY8nQvQL3nUg0YgEOg7rj0URMSg8xg+LR2PYVLpcKAyxWVJioooy0ooz04sz0spzsipys8szM6ozM/OiIpNcrmS3OykoKNHtTgkLzYyNLcpIjw0NVsslDH8KAQM6ntFgdQp45x26FEehUFDRKQqFgv6/s1gsrVZrt9vNZjPounQ4TAZjeFBEsCPEZnHaLE6Hze1yBDsdwQ57UHRUfGxMIrQDnJqWlZ6Rk56dl5mVl5mRm5KckZyUkZWZX1ZWB9FvY11re0P7SM+sFSOji/v7y+NjNWS8hogstus2VBe8v2bRn6f2/Xp48tW2lX/sXQsc2vj31Erg4GrgyOo3J1b/fXr1H+dW/npx1S9X1vz21vo31yeBa9uA69uBGzuAm7uBW3uAW/uA2/unYfgg8O7haR34OPDe8b/fO/H6/WMwuVwplcolEplYLJVIZNARi6WQLMDl8qFUMNQRSib7c3lC8D6HQMjm8AQBIrlCJRaL6XQ6k86g+VPpNH8uhyUW8GUiYaBcYtCotCqlSiZVSMQapcKq1ztMJqcZnAtOi41LjYnNSU6pLChsLK9ora4ZbO8YnzOyYsH4QHtXfGR0eWFxc219TFhEcX7B0kXjna1t+dk5bCYL0oFjo/8HZe8B1eS9+P+HGUjI3nvvvcgiCQkhrBB22HtPFUFZCrhwoyLuLQ7c4h6to1bt7bbb29taW0drl/a2tXU8v//D08vpud/v//z/v5zP4RAMYi2SvJ73SnW73Xw+XyIS0yhUmURqt9oUMjmVDGaSUcgYKAAMMTAkFqFjUDQKVSqQaRU6tUyllqnssbY4s10plvIYLClfKOEJFHyBTiqzanUOoylOr7OCV5ZkKh5PxmLJOSydgGtVSJNsxhxffFqcOTvBmeN1J1tj4+Rym1SabLIGPd4chyvP4cizx2VbzH6tyivhuQUMt4CaoRd2Fadc3rMKeHQLePYl8O+PXjx8A/jhTeDhFeDri8C/zgGfnQE+Ogv+73njyLPX9j++sP3u8ZEvT6598uYBsOzqwQ3g3nXgznXg1kXgH2eAq0eAi/uen9zyZO/Kr0d6PlnU/OFAzc3ZRecaA4cqfOPlvgNVqQfrMw825Y415e5sztnZlLe9OW+02r8wz9mbZpqdom+JkzbbJQ1mca2eV63m1qq4TVphq0E00yKfaZHOssi6HKp+r3Fppme0InNzU/HentYts5pnFQS6KgvrC7L8CXFpPo9MyE2wGNcsGNyxZnh+Z3txeqqMQeXg0Fo+Z9uqFecPjQeTE41iQabH1dfWnGDSp8Y7V69YvnTp0tLSUjabbTQa1Wo1l8udHNCBQxZoFoslEokkEolMJlMqlQqFSqlUQ8O/UxgMycImk3kKiaFgsMViM5rMsWar3mCaTKRIqDQ2GkUID4uGhyPRSHwI6HQMQyOQZUWFrY11gZTE/MzU0tz0xvK8z967Mq06Z+/GJWf2beJho6wS0UBb29Htuw5s2TIyNNTV2pid6rJqBE6dzK4UpVr1jQVZi2e1H9268bXjhw9tWleTnZnnS+hqql+xoL97RltlSUGGPyk5Md5m0lt1GrVMzKFTYqLgYTCQfkEXNDwcGRUm5DDa6suXDnYt7J0xumTOwKyWDauXnDiyvzA3oBBzdXKhQsiO1cjEHJqQQebTiDwqgUcliOhkGZuu4rN1Aq5NLk+zWtOsVh2HYxYJkmONNoU0TiUvSEu0KsUBt3VJX8f+baO7N65aNtjVPa2ue0bd2uWDB3atnziwfbC77dXTBxfNnTm9obSpKr+1tqi2NLutrrimJCsrxVlZGMhKcfo9Fo9NkxhnMBvkLCqeTsGzmHQsGBqChYeH47E4DotNJZLAIujISHAKeNIC/V89WFMMPKUDT8nCULwEQt+/68BQkRUEwFCQISoSHg2Pgjwdfwfg8NCwsJDQsJBQaDAJmkOb0oGRyGjkpBEaAuCo6HAkIhIVE0XAPCWu4gAAIABJREFUIlVykdtpTYi3u+NifW57mi/en+zKDnimADjRbXI7dA6rym5WxFn+koKzAwnZgcT0lHifxxofZ9AqeTkZ3liDPNaglIl5bDpFIhKXlZTO6Z3b1NCclpZutdqhYwJvhmBe1rGjB+YNzkFER+TlZjodVolYGIOMppCJqBgEBPPQfyP0UysyAhEWCofBQsPDI+l0plKpFvIF6BhUVCQci8YwqRQ2nUYnk0g4LBmHphIwbCKeikPy6dSs9NRAahoGgwmBRaDQeC5PxOYI/soy0ZgcFpfHYoNVWDTmFACTyVQsFh8Tg4ao9e9JYMj5PKUD/xcAx8SgIZsW9ClTnw6Hg8aOqbv/qwV6SgoGe7DCIyPh0aFgdUNUZCRoKY6Ega/sqVFRcRJhRqyuNN5S7jJWOjR1bk2DR1PjVNQ4FXXxqhqHssKuKLMoSmxgWjjfpi+Mt1uFHGp0ZPSkCzkEBkOiYihclsnrkNj1AqNaZTXL9Dq5WmePjTPKNPFKU8AQZ6PxDdGE/syiz8cn3lyzucnh1TD5RAwhHBYWBmJuaFgI+AMkNCQyCh4TCoY3I0EADguHhYQSKFSdKZZMYcBg4a54b6zZ7or/f1aBk1yeJKXGSGfxCWQQfSMQ2JDIGHgMHk1i4ahcmSqWwhA63Kn+zMLsYLk3OcufWejPLITQNyU9WFBSW10/vbi8wZXglyiMOCo7FI4EiToKQ4zCY2GInqrpH527+d7xK28feXViZPfGOcvXdi/eMG94pH/ZaP+yFdN613UOrJ05d0nDzEVVbUtqZyytmbagrLE7q2SWv+DI/BUbWmevqGrZ2NbVYPNOd6aUCnTtFt+asuara7f3l1Sb6ByLWPzNZ588eXQP+PPn3x/fe+/mhdfOjF8/vffSkW1vn913980Ln145fmNi59tn93x46dAXb5z84dPXPr957J1zY/84tePd8/vePL3nyPolF3av/+DC8YPDyzqzCzpTgteWbflw1b6vVh0DTn82Yq8EDt76fsf1B3tvfnvy1kjDfHk0O5ah1lEVGrICB0MXGHIfnPnX4zN3gDf+AI5+c6Vl34HslcChb4HD3748/PDl4QfA0e+AY98BRx4C41893fPP54e+ennsm5fHvgFO3APOPgLOPwJOPwBOfgXs//DRyIWLdct2+FtXeUq6Nb5eS+rijLIOT2BeoHi0sm1lUf22ptm7p/W1WBLLpLF1Wudb68a+P33t5Nzlp/pXnF+w5vTg6tHGrmNLN/7y/lc/f3gXePgb8Ogp8P2ff3z5/YM3P3v8wb9Wz+gbqG7Yu2JVfoInO9GVl+qtysuoLcie0z59Wm21RiyJiYJT8OTIcDgOR1CrtU5nfHx8fElRMZfDGl659OChfYcnjuw7PL5p++ajRw7s274lPc5U5DQsrc5eV+XfWOy52F12qa/yk9Hexye2fD0++uLtS90luSgYjEtARcHA9C8SHo4C6yZgiIgQJBgJjrAL2UVxxoYEW1O8sSFOUx+va/QYWhMmj0cPMXCbN7ZQJ5qZldiQGh+IVZp4dC2HKmdRkuItyakuR7xJp1dqNQqP05HpT0/2Jsbq1EwSiooOxcBgwx2F313a/uDo8h8OLQAurP7zwvDzS6uAa+uBm5vBc23Di1dH/jg//Oe51X+cXfXryZU/HFp0b2ffnS3dX27u+mpr171dXQ/Gur/d2/vjwYFfTgz9dmbZ45OLHx6e//DQ0KMTK+8dXj7RW3JiTuX1NT33J7Z8d2r3jZULt9aXrq3Nm5Mbn6Eint4w952JLac3L50YHa5KTEo32pINcQI8kxKDJ2FwUeEREP2SojBsDFmEp4qwFCmaosLQ+KEor0BdaHLl6+IyZEYfV5HEU+eoLEkClU+k9IpUdq7ESBdoaTwTWxrHV7l4KjdLlkyX5DLktXzDTJmtV+7oksU1CExBpsJL5FpJHDNLbODLFVypkM4X0QQSCk9K5ErxbPAQmDISW07mSIksCZ4B6sBokhpHMpHIDgrZScLUmTVdSdZVBSnbqrPGW/InOkrPdpWfm11+eU71awN1b8xvhBTgj1d2Qgrw3XWgCPxg09xvtwx8v2Xwx23zH+9c9O/di3/dOfR4x/wftvU/3NLz9cb2f61t/mR5za2h8ncXlL4/VPPWUMPVhY3nFraO9dS0pFlU5Ch8GAwJC48ICQUX+KIiYdGRMHg4LDxsCoDxcCQ+OgYf85evCgJgIpFIo9G4XO6kWU8O6WegVDY5ZQSBHwTAPK4IisJCvzQV0IVWcMkkOo3KgkRgKLgLUTEEwFMKsFAg/bt7WSySS8Rg3ZRCrlEpdRq1Qa3Sy2VqkVDGnTRdU8gMGpXF5QihEizI/yyVKKEI8ZQKTaOyoCYq0Io8OR08xcyxJttf3dEag1Akg7RfqAiaxxdD5mepTCWTq6H0r0SqhO5CiC6YHEBms/h0GrhiSCRQIfoFiXcSgKcU4P+JvtBHpgLAU1Ej8B0UHoMmYzEUTAwBhcRikTgGma6RKeJttsyk5GB6oDgruygzqyQzuzKvsCpYVJmdX52ZnRvv9tts2fHxWW53ktXqtVjS3PE5aSlmnY5JpWAxKFQMIjoa7B9BIpHwyedsBAL8CHzyBvEwmUxmsVhardZut4NuTJvN6XRaLBYwAGxx2iwOqznObnU67PFOh8fp8EAKcHogOys7mJtXGMwvzissCRaVVlTW5uYV5gdL6htaGxtnlJfVVZU3dLR2Di9Yuryvf3pRSbpO6+YycpSigTz/yYGZX+0a+WF83e9Htj47thlUfSc2AxPrgWMjwMRa4NQocG79iwsbnl5c/9ulDb9d3fz02taX13cDr0+dvcCNfcCNceDmAfD84yAoBb83Adw68eLDk88/Ov38o5MwsVgK+Z95PIFAIIIUYD5fyOMJoMPnC6G7EAlTaSwai0thMPGglMBWKNWxFrPFZhWLxXw+n8/jSMRClVJu0Gvj7GZvgis5KdGXmBDvcjjibKm+xGB2Vrbf74mLy/Onp3kSkpwuf4I3OzklNzWtLDevpaq6f1Z317T2NE+izxE/o7m1KDeY4HAtGpjX3Tmrc0Y7NI8UAoNRyRSDTq+QyWUSKZvJMuj0qckpdqtNyBfgsThoJ3PqdTP0UjIGgSQTSSwqWyqQKSUKrUJjM1pMGoNMIALNz2KZWiTViCWxKrXTaIqPNdt1WpNCPqUAK7hsDY8dKxUlxuqyE5z5ie6SVF+ZPzXo9aSYYj1qTZLenB3nyrHail3OuuTkumRfvsXgE7ET+LQ0BbvAKjm5YR5Iv09vA9+/Bfz0FvDknT/vX3l5/zJw5xXgs4ugNP+PM8CVo8DZsV9PbL6zf8UXx4Yfvb7z5RdngW9fB755HbhzDfjyBnDzBHDpIHB69x9HNj7es/KbdQMfLGy70V11vavy4vSCozXpeyuSxiqTxmrSdtWk7ajxry9LXVuaPFKSvLIocUGmfVaCelqcrNUhq9Kwq7WcWi23XsNtUPMbNYJWnXiaUTzdJGm3SmfZFbMdml63YVHAtbYie1tbxYaWykVVwTmVwfayvKocf54/0euyGzUKh17dN62xMjeQ6jCXZ/sTLXqjhJfjiz8+tu3LW2/1t7cYJbw0p2Vs/eqlc2bPam24/fFH77777ooVK+RyuUwmg75tSCRSVFQUHA5HoVB0Ol0gEIjFYoiBFQrVFAOr1VpIENZodFqtXqvV63QGozEW2kOClpAmw+km0JgglbPYAhKZgYrBh4dFg5pJOAK0lE6Wzca7HLU1Fa1NtdlpiS3VJWW5qZdO73vr8rHl/dM+e+OimkUy8DjFKSlz22aMDg3tWLt29aJ5zdUFOSmOeINCQsdreXSzmFOTHRhbveLwpnVn9+5a3tOVEe9oKSuGFOCW+uraqtIUn9seazBrVGqZWMRlEbGYyNAQqAQrJioiKgJMHdqNyor8QEXQ31qZV5Kd3FxTsnHtysLcAJdBErGpfAZJI+VzaQQhg8yjErgUPJ9GlLJoSh5LxQe/Ia0SiUet8er1aiZTz+WmmM2JsYZUu6W1rNBjUOtFnNqC7N3rVo6tH17cO3NBz4zKwsCczqaJA9u3ji7tn91ybP/WxQOd0xtKGyuDMxrLGiuDiwc6u2fUFWQmluf70xNtyU6jM1bhsWpNOimDjKVT8FwOi0wihISAU8AEHJ5JZ/BYbBwK7PImoFAxUeAUMHSgImgCmFb8SwT+nwBMwOFxGCwEwDgMdioMDE15T4HuJBLBIR6Grm3BI0CRMCIs/O8ADP2TB13EUdHQQSKRMWhwa3hKCkYiIiEG5vNYFpPW47L5EpxpyQlpye4krz0n053ht6cmWZK8Jl+C0evWe5x6l10TZ1E6rCqP05Dstfon94ETXLFxFk2sXuJ26BVSjlEnZ9KIPBZoE0pJSu7p6p3d2VVcXOr1+lJT/RkZWUlJST6fVyjitk1rHNu93RyrZzIoUomAQaeiYhCQAgwPC8cgY/BoTExUdDgM9EBPKcAREfCYGDRYyC8QqpUqIp5AAqf5wEMlEihgOQaWSsBwSAQcIlzEYph06kx/uslkgkciQ0Ij2RwBhytkMLkkMp1CorIYbD6bw2aywEKsyXgLdIkTjyeiwDQ3SK0Qr05tHU1pvygU5u8APHV3qj7675/+fwXA4RHwCHhkGHzya8Lh8LDw8Mn4LgoG46NRLomgwBFbFh9batdUObV1bk0tOAisqI1X1bhUZTZ5iV1ZEW8oi48tcBg9aomIiEJOUkFkKAy8XhMFx5LxJpvR4jBrNCq7OdZpsljluniFUUPgFJoS9NGUJJp4x/S+23snzi1YOdeXka805CenG3RGIp4UHgq6N0JhYeGhEZGRUQhETFh4ZFh4ZDQiJioahUBimFyByRoH/oQJj8rIzJXJ1cHCssKSypxgcbCwLDk9Jz4xTW2wcoRyOk/G4Ms5YrVYZcotrk3NKq5p7kzJLErNKi4obwyW1ts9/pTMIndytsMbSAoUZOZX+tLzpRorisgMjcbAQiIiI5DoaCyPyCaHotuLGr65+clHJ19/7+jlU+v2jnYvXt+/YtOiNav7ly3u6F/cNGvNjL7RGXNWNHYurpq2tGbGyroZK2qnLyyuHwhWjTZ1rG2cOVrfvrq6rT+zaHV50/yUvPkpeXvb5761bf+OOfPlOGJtXt6F40evX7nw/bd3fvj2i5OHth/cvvr1U3uunxj79LWJTy5PfHDx0Jsnxz69cvTLm6e/evP03bfOXD+2+cbxLUc2zN+9svf9iwcfvP/a+xeOfPjqiS9uXGlOz2hPzbmyfMtno4fuj54CDr9/LLf3yaarP+964/b68w9PvD8zuVqHFmvwUjIMbWObyuzFb2x5DbgFvDj33Z/jXwEXnr5ev2ebZ/D5ri+BA/eAIw9fHr4HHL0HHL8HHP4a2Hf72fht4MgXwLGvgKN3gINfAofvAMfuAhN3gCuPft775tU5Wxb7qqZrk6dpE5uVjj5XYF5qfpc3c7iwblVR/XBh3cHOeesq2nLZyhmWpA576rfHLl1dsuHSotHLQ+tO9Cy5Nrx9uLrj5u6TT2599fCt28DPL4EnwLOvH//79oM7V97747NvFjfMHJnVu6F/XllqSllWWkEgsa4wpzzbP9A5s699uk4qA9sQ0PhoOAKLxXsSEt0eb3JqSkNDQ2Vl+b69u/bu27X/yIFtYzvWbhw9eGjfrk3r/XZjhce8siZ3/4ySIzPyrsytfnf5jPdWzvrh6KYXV4+9uX2NhoEnIiPJmOjocDC1HhUehoRHwkNCYkJDUDAYHR5i4VAL7brmFEerz1zv0DTF65vd/6Ffl7bFqWl0aBtdusaE2M6cpGQVX0FBM5HhBinfpBY7bDqXO9blMVusBp1W6bLbcgOZ2X6/O87Ko+MZmDApAfbPC7u+vbDp+dWtPx0Y/P3Yol9OLv73+eXProwA1zeAFdCvrX/+6ugfF9Y8Pbfq97PDv5xc9v3hBd/s7v1yW9ed7d3f7Oh+MNb93d7u7/b1fD/e9/j4wl9PL/3x+MKv9vZ9sWvOr69semd09p62zH0z8h+e3HL3yMbDfa3rGyrmBzNXVOcvKPWXWQT/Orf74Y2Tx0YWdhblWLhcr8bo0ZgI4UhsGIKMQCNDQonRKBICzcQSRUS6BE8TxBClKLIWz/TwVfW+rLb0ghy9I1Go8Ym0PqHeJ9Z5RSqPRO0UqowcsZLKk1G5KpbEKFDEcmQWujCeKgiw5eUiQ5M0tlVgrOPrcrmqBIbYOKnuKjliJV8uYos5VC6XzOMR2QIch49lggfP5BFZPCJLSGAJMVQhiiTFkDR4ciyZ4qKRvUxiq9M4x+9YU5SyvTZrvDVvoqP4bFf52Vklr/ZWvjZQ9+bC5neXTPtgWftHKzo+G+64varzztoesAh6Qx/IwBvn/uWC3jb/x00D32+Y+3B9z911s74cnX57dcOHy6reXVT65mDJO4vr3ljc8uqi1uPzW5Y15KZqOcRQGD48HB0WHRUGDw2LgEVEwKLgoVGR4ZERUfCImMhIbCQcHxVNQCAJKBQeh8HhMMTJG5lMZjAYXC5XKBSKxVLIOsrhgNVTEOhOmpxBBXgKgCEFmMcFVWI2iw8BMESqTAZ3qvl5qv8ZCg+zWXyoIksiVkBbR1KJEuqykkqUUolSqzGqJ+uvlAotJAKzmDzIRM3jihRyDajiaoxKhVYiVkA5ZAiAIWcyRKQEPAUC4KnY8BQAyxUaDlcIOaeoNBadwYHGkKYGgUVi+aQiKObxwTO1dQylkaEAMAFPmQJ+CLmhGDAWQ5zqvoK4F2rAwuOJUCElDkeAMsB/XXpGgttUk32XJCyaQMFTpQKJ2+7ISc/ITQsE0zODaRnBtKxCf05pZmFZVnFZoKDEn5ER50w2mQN2hz/O4THEugymRHucXW8Qc/lkPIGAw2PRGOi5PgaFgVRfiIeh96GZUgqFwmAwVCqVzWaDANjhcFitVrPeYjPZ7Van3eqEGNjlTPAmJPsSU5OT/Gn+TMj/nBcsyi0oBnuwikpLKqpr65pralrKyupqqpv7ewa3rNm0sn9BXWaOlcHwMGmDuYFzQ3PfGV360bqhhztXPNo+9GTvyhfH1gLH1vxxYNmzQyuAkyMvJ1YBp9a8PLvu5fn1f55f//TipqevbP3z0nbg2hhwdffLK7teXN4JXN754vLOl1fGgKt7gOv7gZvjL986+OLdIy/fP/bio4kXH5969skJ0AItlcqhJLBYLBWLpUKhGIJhKBU8OUkjgDCYyxPEoHAkGpPNFzC5PCqNwWJztXqdx5ug0WjEYjGXw+Jx2UIBTyoRqVUyo0FjjjV6E9xpqclpqckFuTktDfWd06ZNb2qa3Tattaa2uqi4NDevKDOrIJBRnJVdEcwvzMxJ9yYlxrkEdJZFb8wNZMZq9Z4450DfnJqKyuryipKCQqVcAU37ZgYyOCw2h8XWqNQ+b2JGeiDZl6RRqfFYHAoZM2V+hl4xI6MReCyOiCEJ2EKlRKFX6cw6k0qiEHP5KolML1PqZUqzWhNvtiQ7XYn2OJtWoxEJjVK5RiBQcrkKLlvNZekn/aXpTmtxSmJpWlJ5elphUmK61Zag0fp0sVmWuBKXu9bnnR5Ib0lNzjOqEnjUgJJb7zNd3Lrk5w8vAn9+Djx+9497l4GfbgC/vvXy+2tP71548fkF4NY54MYp4Nxh4PCuP/Zt/HHPmq8PrHh0acuft0+AxVffvQ7cuQLcvgx8chV4/Thwfu+fhzY82rrkX8O9b/c3X5xWfLwu61BNYF+Ff1dF6q6a9D2NWWNN2dvq0jdUpCzLdg0F7PPSzH2JujabqFpDL1NQK9WMciWjSsVq0PJa9MLpRtlMk7wjVtERq2jRC2fa5X0eY3+SZSDZOi/dtTSYMlyZu6wif15pbn9VUV12SrE/MT+Q5HGYE5yWLF98V3NtZW6go75y59qVs5tqshNdM2rKupprUx3mHF98QqzWZzUsm9t1aeLQ7LbGm9dee+ONN0ZGRqxWq1AolE3emEwmFANGo9E0Gk0gEPyHfhVKpfp/PRqNDrJGQwBsnRxJAneqDXqDyajR6gVCMZXGxhOoMUhcZAQyLDQKBgMnYWCwUHhEFIlAzMnOnD1zelkwpyTH39FUMaej9oev3l/U03T7rUvBRAcTEZVkNrdX1y3p7V3Y3d3RWNtWVzx3VmNdSU6WN86pkdKR4V6dat38/rHVK3auXLp79XBBiq84PXVed0dna1NrU+20lnpfgtNpjbXqNCatyqhRinhcDBIRHhYSBY9AI+CYGHhUGEzGpwfTvVUF4MZSUaYvL+Cb09VeVZovYFN5dCKbgpNw6RwqXsyi8mlEDhnHoxIkTKqcw5AwqWIqyaFQ2MQSl0qlYjCkZLJNKvWZjcX+lGkVxUVpvjiNzCTl97c3vXp8fPPKRR1NlXF6aU5a/M6NKzeuXrR5ZPHx8W0jywbam8qbqwtmtVU3VxdsWbtkQd+MYCAhL90Dar92nd0gdcWqDBoxk4Jj0ogCPpdGJYeHgzFgPBZHJpKkQhEJh8ciwFlFaPIXjYhGI6IxSAQOFQMu9OBx/28WaCKeACVMMCg0ZFrGojFT+RMIgKeI938C8BQD/90IDT0e/KWICAQCgcKgsVg0BMCgGoyEI6Ij4JGhJCJWIuSY9Cq30+pP8Wb4E/0p8VkBVyDNluIz+xKMiR4DeNwmb7wxwWXwOPUJLqPPY05JtKUk2hLdFrfDGGdRGbUiuYRt0MrYDLJUyPPEu51xjtbmtt7uvsrKapfLnZCQmJ6e4ff7s7IykpITrDbjvME5jQ01DDqZz2PRaRSlQsZmMYgEHDYGhUdjoBl6NAKJw2AjJy3QEIWCG0gRcKgSXyQQclhsJpUCMTAdvMKMpxIwDByGgkUwiXiFRGiLNefn5+OwJLBKmsnlcIUsNp9EppMIZCYdTGiBvwOdRacz6XQmjcagUulEIhmNxkK2ZyjWC7U6/8cYhYYuSP+vbyHpeEo3hnqw/v8AMPQlIiOjIiKjwPrrKQCOiISHhUdNGqHRMJiSQkzVKcFlYLu22KqqdKjq3JoKu7Q6XlkdrypzKMtd+iqvtTjenB6rFmARmFBw9QTcMgJ3o2Cw8FAEIsqiUgQ9CfESuUeizNJas5XWytikoNyeL7ZurJt9/8S1f19779TC1bUWV6ZAXuqIr8ovdjrjmUw22M412VM2+TuFhYaGh4aGh0fAoxExk9+5JBqLK5DIwS8TBk9JDXC4Qp3R6k3yBwvLcoLFhWU1+SVVaZnBxNTMpEDQm5bjTcvJLqxcsGy0qLK5vG56UqAgq6AqWFqfnluWll2SnlsWyCsP5JUnZxTaPX6J2oKnCcKRBFhkDCw8ConAIsKQXAKLAScsaZvz9LNvPzr5+o29Z86u3z+2eP3+VdvWzF26qGNg4Yy+5W09a2fOXdc+FwLgxVXTVtaBDLygqG64dsZIQ/vm6T0bmjrn5ZYvK6kb7xxcnV+9Jlh1pGfR2RXrHt5828ThddTVVhYGz5w8/OOP33z/3ReDva3V+SmblvaOrxs6tWP48vjmV/dtPLNj1eXxjVcObHh13+ir+0fGVnZ/fv34FzdPvH5s+8dXjj29++Evd97/8fa7P95+f3ZpWXtG3qHuxR+OjD/edhHY/+Ybzas+6t15d825f2648Pa6Uy6iJkXslEZx1DjRksbB764+AD4EXl5+DJz56ZfNnwCvvLjbf3m5rOnn0Vt/jH0JHLn/4ujXLw7fAY5+BRz6Etj32dM9HzzbcwvY8yGw+2Ng7FNg/z+BI18CJ758euzjt1cd39myqNEWSGdri+SWNlvSkpyK2R7/3JScdRWti7PLR8tbjnYvGkgtyGbK53hzVubVPJq4srup+911ey4tGj3eNXRzZPf2joWP3vjsyQd3H3/yDfAEAH4D/vjqp+9vfXn7wj8ev/95d1HV2NDyubUN1Zn+ytxASXZKRU56XWHO8sH+wdmdch4fLAVEYSeddPz0QGaC19fU0hwMBrdv33rm9MTmLet3j+/ZuGvr6KZ1+8fHNq0Z9tsN9SnO1Q3B8ZnFb65sPzkj+MXmgU/Xzf3X9qXAe5cWlQRoyFAKBRMCgyGiwfE5cLYrJAwfFY0JCcHDYEx4aCyDmG/VtPnjp/vjGj06EIBd+ha3rsWta3Vpmx3qeru6xqY+uLCnpyhDhAoT4OB0VESsRmLUyVVqsS1Ok5BocbnMsQa11+ksCRYU5uQkOuw8Ko6JDmkvSfr1g7M/XNzy+4V1j3b23N3Ydn9f73fH5v37/PLnV9cC1zaA5+pG4OrGZxdH/ji/+tfTK346NvTd+OCDvX3398x5sLfvu319Px2c+9Oh/p8O9T+ZWPT72eWPJ5Z8vX/g1wujwM09Bzvy9k7PvTrccffIhv2dVUuL/Guaa3b0dg4WZ/fmJmaISGdW9gF33vvy0kSGUaWkELVcnpBEpyFwpEgkEgZjxmBYOBITR+KRaGISQ4ghC6LxGiLLLVDNLWtcVDejxZ/vFWri2HKv1Ojkq3UUvp0nt/Akeo5IRufwSUwuhSliCORcqYwmUFK4Fqogla8qkZqqxaZqrq6Uq0nkyI0sgYLOlTD5UoFMLFIIuDIOTcAisNl4NhfL4mCYHAyTiaUz8Qwmng6OWseQ+CiyDEvW4MkmMtHLoWVIODMTLfOzE9aXB3Y25B5oC57oLDnXXXa+p/zy3Jrr8xvfXTLto+HOT1fN/nTV7NurOv+5etZXo71gEfR/SrAerO8Dq7A2zPlu3dyHa/u+XjP7izXtn69q+XRl/YdLq98fqnhzXvlbQ3VXFjScHGjY1lnZkGZVUMGBcnRoODoMGQUqBKCNBRYZCXZRRIQjIiPQEX8BMAkZQ0SD6794PJZMJlMoFBqNxmKx+Hy+SCSCAJjPF4KNuTQ2xMCTXVa8KQv0FP1CADzFqAw6h8XkQf5nqP95ioQhAJ6aQYIixGKRHBJ+lQoKG2E9AAAgAElEQVQtdCC4lcvUSoVWLlMLBdKpGWHIz2zQm6EAMKQAQy1cU9osBMAkIm0KgKHiaJPRCinASpWOL5DQ6GyIfukMDpPFg+xUXJ5IIJRC9MvhCqFLzBy2ACJ8FpPHoHOg4d8p+p1yQeNxZCyGiEETpjLAU+gLRX/xk2FgqAV6KgaMw5KQCCwGTcZjyHgsKOZpFZokd0JeRlZWclpmkj/L589Oygim5BSk5hekFhemBAuS0tNtcQlavVund+uMdo0uTquPN1v4TDZ90i1LJBKxWHxUNDIqGolCY/+OvtA6KQTAJBKJTCZLpVKLxWKevNlsttjYWKPGZDPZHXawCBoyQse7vNBWri8xNTUtIyMzNycXrL/KyS/KyS9Ky8guKa+pqG4qLKluamofWrBi2YLl3W2zAna3RyRLE4r6s9NPzZ19dVHv20v67m1b/nJi08vjI78fXPbjrnk/7Oz/9/4Fvx8c+nV84bPjy5+fWPXy1Nrnp0b/PLXuj9Mb/zi75dn5bcCl3c8v7Xj+yjbovHh1+8tXd724vBt4fd/LG/tfvHng+TuHXrx/5PmHx55/PPHs0wmYSqWRSuUikUQkkshkCsgRLRJJ+Hwhh8NjsThQHTT0Pp3BwhMoeDKNymQxOFwSmYrG4Kh0mlwJ5gA4HA4ej0WjYzDoGDQKiUEjcNgYHA5Do1F4XLaAzxUKeAq51GzQO23WQHJybiBQnJ1TlJUNoW9tYXFtcUlNcVl+IKuyoDjebLNo9LlpAbPOwKExUhJ9WqVKJhJ7nC5PvJvNBKcsE9yezECGyWCEalG1ak1+XjAtJVWtVFFIZMgoOKUd/ZXnjsFzGTyFWG5Q6yflX4mEzTPIVVqJ3KhQu0yxAW9ifnogOznFbY7VSyVGqVwnEqn5fBWfq+aytHxOnEqaYjPlekARuDjJF/S4Uwwml0zh05iCDnd9UnJrWurMzEBrqq8wVltoVCyoyD61dhD46Tbw04fAj+8CP/3j5aPXfrt37pd7Z3+9f+GHz07++uGp5zdPAGcPAPt3ATs2Abs2PR3fAFzbD3xyEnh4GfgeVImf/+vV5x+8AvzjNHBhL3B4w/ebFn461HGjq/58a+nR6py9ZRk7Sv3bS9O3V2XuagzuaSvc0pQzXOqbn2XrSdDMdqpmWKXNBn65nFogwBWJSJVKZp2O16jjtxnFMy3ybrt2jsPQH2eY4zDMtCpmuXX9SZb5AeeirIRF2d6Fub4FwZTllQWjMxtnF2UXJjpzE52BRCdoGU1y++ymusKcWY3V29csn9izfbCjrSwrDfJ9xRtUBjHXKOE1leb3tjUsmD2jqbJkTnfXmjVrenp6vF4vj8ebTPmqWSwWBoNBTnbvUKlUgUAg/U8M+H+lX8gUrVaDU0pGY6xlsh/LYgFLd3UGvd5oUKo0HC6fQKSh0IToaFxEBCo6Ch0aAkdEo2Gw0KgoBAwG02rVtTUVbY21hZkpM+pLqwpTD+1YtXRu24fXz83raOYTsDa5PDcxeXpV1WBnZ8+05qaq/IaKnNmtNYMdLfnJbqOI7VbLZ1WXj61esaa/d8vSxa1lxZkeV8+MlpWL5g/M6Rqc211VXpSZlpzosDutsfF2i06lJONxUN1RZCgsJjo8Bh5GwUYlu2JrijKLAp7yvLQ0b1xVaX5LfaVSwuMzSNARMMliFpVLwTMJaA4ZJ2ZQZGy6iE7mEbAKGk1OpiRotF6tziIWJ+h0lRnpK3q7t6xY2lZekuOLN0p4fdMaH9z+8PT4zvI8f6ySr5dzOlurRlfMO7pvyxQAT6sv6etobKkp3LN1zYK+GQGfPSMpzmPT+OL0doPUaVIatRIOnchlUUVCPo1KjoyMhMPhUGOzSianEIhYBIKAAvuuwG5nJAJiYKj/mYTDTmm//1WCRSIQpwCYgMNDPAxdvfovwzOEtX9HYjAm+p8z9atTDwBrosPDEQgEGovB4nExaBSUBEbGwKOiwyPCYUhEJAmPYtFJCqkgzmpM8bkDaR5/is2fYklNik3ygvTrdeu98UZvvBFKArvsWpdd67RpHFY1dLRKnkbBVcl5KrlAJuYpJMKUpGRPvDvgz5jVMbupqcXj8ULj1Waz2eVy5Bfk2Oym/IKc+oZqkZDL5TCEAp4jzpbgiY81GZRSGZ/NIWJxoCcNBouGR0WGR0eER4NwGAEaoUNDQdu5gMeXSaRCvoDDoDOpFAYFrN9nUUlMCoFFwPHoRCoWLeAwDRptXl6eWqUPj4gmkenQMzR4MZsILiHxQPplMGh/oS+YYqExIBc0JPYikShorffvIvAU+k4Jv1MfmYoBQwwM/Zn/PwEYol8oPBwJB69MhEWBKWA4HJxzR8KjkKER0TAYAgZjRUdZuMyAQRm0qPPN8mKbotqlKbVJqlyK6nhVuVNVEW8odhmSNCI1HYeFtF+oWzsU7EWEhcGiw0NaU9JP9i/Z0dC5rWbmmZ7l53qG31y2+80VY8DNLz7fc3a8e0lPZlFAZbSxOF6lMpjkddnjJFI5Dk+MiPyrlgxUk8FbaFhYRGQEIjwsKiISiUITiCQ6icyAXhV5EpJIZDqOSDOa43KCpXkF5QnJgeT0HE9Kli89L5BXmujPTcksqG3pWLh8XX1b14yueYG88uzCan9OqSclp7SmLbuwuqS6tbKhPaeoxhTno3Hl0Vh6RAwxJAoNj8FGR6GR4TG0GDIfTT+37fDP73/15oEL1/ecvrz92O6hdbuWbljcMbCgfe7QzLkjnYMbOgZGp/Utr5u5qKJ1cdW04fr2kcbO/pyKkfqOza1dW9q6NzZ2LsitGMgq3lAzvdOa2Bfv39Y060D/4rtXb7hkiiW9PXmZ/ps3L9+///nnt9/paKsoz0ncu27o4vimmxNjr+7f/Or+TWd2rDq/e+TUtuUntiy9tHfNkdHBywdG//n6sbfP7ru4b93VozvuvP3qswef//z5B0PtM2bmFKyv7/xgzf7vN54B9r/5TtvaS9VLX20bvbP18uaa+VIYRQSj+uWeQ8t3Pn772+sbr947ege4+AS48Bsw/vD5+n8+H729wdD5aMWbT3d/ARx7+OLo10/HP3s2/tnL/Z88G3v/2d73nu1+G9j2NrDtXWDrLWDzu39ueOPHDa+/Pn/fsuLOem+BV2Q0kDgZanObNzAvp3RmfMrizMKttdOXZpfuae05Mmt+m8nbakzoS8g90rno813Hx6fN/WTroWOzFl4YHL64ePSVNbuB+7/9+vF94Idnz+49AR49ff7Nk9uX3/78lbfuvf7etMyCK2Pj04KFtdmB3CR3QSCx0O9rrSha2j+nubKcisGS8TgsGkcgkLg8QVZ2bnogs76xoaKi4uTJicOH9u/ctXXnvt1b9+7cumvb/vGxVUvmJ5s1bZmJG1pLIAA+PbPgn6O993Yv+2bv6jv71mVKmSRkKBqHgIXAohER8MjwqNBwVDicAI/GhYSSQmCsiBAdGZNlkLamO2dmu9pSzM1uQ4tT1+LUtbr0M9ymaW5jo0NfbVWdG13SnO4hwmAaNplFRBq0Er1BwRcxTWZ5vNvgsOkMarnX6awsKCzIyIxVK+k4hIQWc273yjuv7Pzq6Mr7+we/GGm+u771q12z7h2e+/OZpX9cHnlxbeOLaxuBa5uAa5sgHfjXs8sfn1z807GF3x8efDg+9/7enkf7e/99bP5vEwt/OTb/t9NLX14aeXZx5McTy4D3D947vHRHY+r1VR3vbVlwqKtqKNe9rqF4XmXRhu5Z88uCPdm+DB5xZUXWg1eO/vb+zfb8TCkJx0SjiQgkNRrNRhHwsFAFhcYjUTgkMp9MFZGoAjRBjqMkKU0NqbnLWrt7SxtzzAlGusjAkJp5Ki1ToqTydGyhiskX07g8KotNYbMYXA4o6IgFTIGUwTdzpakKQ5HGWiI1FvM0uXyVhSNScIUiDigRgSwklHE4EhZdxCBw2XguF8OZpF8mHUuj4GlUHI2OInOQRAGaIsdRNHhiLIWUKuIUGxRdqY4lBUmb67P3tAYPzyg82VV2YW7Vpf7qa/Ma3ljUcmt5+yerZ/9zpOdfo31fre+7uwHcQHq4Zd53Wwe/3TLw7ca599f13hvtebCu9+Havnuru79Y0f7pstZPljV+uLT61uLKd4cq/7Gg6uaiurN9VWMdpQsr0hOUdHwEDB0BQ8BCwenzMGRoSCSY8IDDw6PAekt0VBQWHgXKv9EIEjKGgELhsOB1ZCKRSCKRKBQK2PvzNwDmcvkMBgsaLoIglsn4C4Ahvp2a/4WkV6jteYpvp+KyUP8ztA8MsTRUK8Xnifk8MRQAlklVSoVWrdJr1AaVUgct7splarlMLeBLIADmsAVikVyjNhgNlr8DMFR/xWRwoQEkyIpMJFAhAOZxRZBregqAoRIsKADM5gjYHAGXJ4IKNaAf9VODwAKhVCiSQV3W0N/A1PAvlDSGzM9TmjMOS8JiiBDo/v3t37uvptAXWksiEqiIaAwaRcKhSTgMkUlhqWWqeFtckjvB5/D4HJ5UZ3K6Oz3DnRmIz/I7stPjAmk2j89gdim1NrnKJldZlGqzQmOQqyg4Agkc1gF3hlExuGgEOhqBRoIrD3/Zof9Ov0gkEjd5EwgEsZM3k8kUGxur1+utRlucGUz/OiangB32eJczAdoB/jsA5wVB+s3JL6qobaxpbK1tmt7U2tHVNTBrZl92Wo6cwecjcQUW+9y8nDXlxefmzPxq66pH24e/Gp37aNvAk70Lfh1f+NuhoZcnVwAXR1+cWP5oZ8+zEysgAH55cv3LiQ0vJjYDJ7cDZ3Y+v7D9z/Pbnk2e5xe2A6/uAi7vAl4bA17fC9zY+/KNfS/eHn/+3sFnHx5+/vHxZ58eg4HJdQ6PyWRzODyRSALlgYVCsUgkmbJGQxZoFotDozGEIhmGQEYgUWQKjcFkE0kUAolIZ4LiOJvNxmAwMTEIMICHQWHQMVgMisFg4PF4Ag7PZjH4XB6bxRDxuDqVMlavS/V687Oy8vzp6d5Ef4LX70lIdrqSXZ60xKTyYGF5YXFTZU1bQ1NRbjAvIysvK7uxti6YnZOekloQzNdrdRFh4TgM1mQw5uXkej0JeCwuPDQMzMXRGVKxhM1kEXD4KREYelkcDY/Co3AcOlsmlOpVOpPWKBOIRByeSalR8EUGuSLBZi8IZNQWl1QE89ITPHF6nUmhNEhkOpFIKxJoeNxJAJYnWQxZLntegqvIl5jnjvdp9S6Zwh9rrU7xN6UlT09P6spJm52d2ub3LKgKvn1oM/D7XeC7W8CvnwK/fPj8/pXf7px7eu/C4y9Ofv322LdvHfj5jUO/XTrw68Suf49t/n3X5hdHdgIX9gN3Xwe+vwn88PrLe688/+I88M8LL9858+cr+38fH/lp08LbC2dcm1lxqiF4pCp7f0XWWGXW7sqcHVU5O+qDu5rztzcHV5Ul9abom828ZgO/UcupVbErZdQiEalAQCiX05tMoia9oEkvgAC4J043N9406DYPeMxzEkw9iaY5ySAAL81LWlGYtqQwbX5+6obpdROrFrXnB/LctmBSfJLTXJCTnp2eFKdTVQcz1ywYPLV/1661q+d1Tuusryn0++oKwJkom1ImouJNEuH8WdNX9Pc1lRc31tbMGxicMW16UlISmUhSTd44HA4Wi0VO3kgkEpQtmcwAgw1t0JkiYZVKo1Jp5HIwHqxWa/V6Y2ysBfI/G42xeqNBbzQolGomC1w9RSCxkfCYcPB1anQUPAY0QoL0CxY4kcnkwoJgd8eM5qrS3FT3jPrSAr9zxeDMW9fObR1exMOjNFyWQ6UKJifPbmyY097WVFlUkpOam5Iwd0ZzQYq3MDUhw2HN97kObxndvWbZqrk98zumZXmdc2dOO3lw786N67asHxleuqi+vDQnLcXrivM4bAaNmkokRMEjENFwHApBAdfc0KhIWJxBWV2YmeNzVBdmJjnNWanemS11JrVUyKKIOTQBnSTnMQV0EouIoeNiOGQcZIGWMKkCEl6Ix6rptOqMwJzmxtm11QNtLQc3jt7/5NbtN693t9Q1leaZ5XwZk9g3rX7n2uVnj+ypCKYbFfxAYtxg17Qd61duX798aG5nR0tle1P5YHdba23R+M51g91tKe5YMADstSbHmxxGhdOsMmulPCaZz6FLhTwqhRQFj4BHREJJXbVcQSWSMEiw3hnckYtBohF/1UGjEdHQB6fqr/5rBokyCcBQxwZpEoAJGCwKGYOER0H8A64fTVZeRU/OekNUDPmfIfr9O/pCmf+px0AKMAaHxRHwfwdgeFRYZEQIHLzYDXq+SHiURMxzxZn9KZ6kRJB+05KtKT5zosfgcWndDp3boUtKMCd7Lclea4LL6LKorSa5zSCzG+VWvdRlUYNXBxh4mZgn5LJSU5Jys3P0WkNHe2d//2BJSZnfH4iPj9fpdGazSSIV+NOT0/xJWdnpQgGHTiMJ+FyRkM9i0rkcllIhMxn1KpmURMQjIiMmf2qBbZyR4fBQWFhYSHhUJGjtjoZH8bk8HofLZYIvOkD6pVA4NJqAQePTKSIWnUkhUghYl93mdsWnp2cgY9A4HIHJ4vD4QjqdSSZTmXQWi8EEWxsmhd/Ja/qMKRd0TAyo9EKK7hSgRoM17SgMBgcR798BeGqqAXJS/UWzk6tI/7cADL78ioKHwSMj4JFgIUdUNCI8Egw3wmCEsDApCZegFGebtTlmZZ5ZWeLSFdkU5S5tpdtY4jQUOvSBWKWGQcRMPj4aBoOHwsLDJukXrBeDRcNCVpQ3/nrm2qODF+7sOPbdgQvvrNh5beGm073DTQZficrhIHH5YdEmJqcwKakwLdmm11CpVBQaGzGpTkdFRUVERISFhU1Wi4WCEncEmKqAwcLhUTE4PAWHJ6s1BqcrQaHUTn48QiRVxbm8eQXlqRl5mXnFKZkFqVmF6bklzsT0RH9ua0df/fTZ67bvPX7+SlZBhTMxPaeoKjWrMJBXWlLdXFHTWlze4EvNkali8WQOAk1BYsnh0Rg0jhwRjiAhiRQ4Xorlfn3t43+efeuV9Yfe2f/K9bFTw9MHhqbNmds0a/GsefPautd1LRjt6F/V0jVUPW1+efOS6ukjzbM2TusdzKtaXtG6pmbawvyqlRXNw5Utven5SwuqezwZC/yFEwPLPjx08uru/eUpaTfOnT00tvPxjw++/PKj9965unRB18CspuO71x3ZsvLkzpGLezdfGt9ybvfohT3rT25dcWrbyutHt17cM3JjYvvE1qXja+cf27py96p5x7atuvfBjcdffDI60N9VWL6uruOzDYfuDh8EDr71j5bV56sWv79g/zdj14ukiUlMsyZK8Mq643/e+mFxcd/7G28CV5/+cuAucOghOHq07Utg2529nnmPlt18uftz4MRD4Mid38duPd317tOdb/227eYvG648XnP+8fLTT5acfDRw5ONpW86WLNyWNXNP06IyQ5Kbr9PSBEYGr9yT1JVX0h3In5XgH86v2tXUOZxfM9EzdLB9sEZhW5pVMcsRuLZsy1urd18cHPl48+HtNbNuLtt8tGfpu3tPAz8BTz6+B/wK3H/n858+uff87k+vj5+5e/XdL159Y3pW/udXX2/JD9blZiZYtYHEuGBaYktlaff0Zr/XHRUG47PBlyVwOByJRKUHMvOCBW6Pd+HChceOHdu6dfP5i+d27tu96+DePQf2ju8fW9rfnayTzc5J3NlednZu3aX+6reXtr61pO3B+JpfLu7f2FCoQYUgQ2GhcBgai0QgwSk1ZEQEGYVGwkIIYWGUsFBWRIgch0hVCxr9zs6gtz0jrtWjb3Fqmh3qtnjdzETLjERLs9tUFaebX5mfrORhYDCDiEnDRht1cntcrFDEMuhEoMlFI1MK+R6rrTxYmOlLEjMo5GiYTUK+c+3Q9e0D72zo+NeWjltDpU/2zfl6rOvBkcEn51b+cXn02dX1z66uf34FPH9eHPn9/Mp/n1n2y+mlT04M/Xh0/v19vXd2dt7f0/vTkQW/TCx+fGzRb2dWAlc2vLiy5d/nR59e3XZlectEf9XHY8sOz6nv9VvW1edvnlm/rLV5fn3dsoaq5gRrAimy1x93enE3cPvtiztGFRQsE4Xgk8loWKgAT1WSGHISHeReIkVEAgFYhKca2KLS5Kyh9t6G7LI8V5pVpFXRRCqGREzmCSk8vUitZAmlNC6XwmRRmWAGlSvkgQu0MhlfruXKnRJdli6u0ODMk8Vm8VQpAvDxfK4AZDyeiMOXsLgSJlPIoAqYRB6bwGPjuSwci4FjUgl0Ep5GwVNpMQRODF6EJisJFB2BYKWQMqSCOptuTrprVWnq7qb8A9OLjrUXnusuuzxQ8/qChpvzGt5e2HJr6YxPVnV8vqb7zrpesPtq2+Cj7Qt/2LHgx50Lv98++GjzwIMNPffWdd0f7bq/puvrFR23l7R8PNRwa1HNe4sq311Y8ebCyjeG6q8saDg8u3x9U/70TLeSHI2AwYjISDgsNCYUiYpERYLdfnBw/heJgEdEYhEIfDSCiEASEUgCAomPiQGva6Mnnxgmu6BpNBqHwxEIBMLJHRkOh0cHL8YyIVEX4luoE2sKgLkc4RR5Qg+YskxDkizkiIZiwHQaGxKHoRIsaLtINNmDBenASoVWozYo5BqhQCrgSyBrNJ8nhiqm2Sy+UCBVKXV6XaxOa1IqtGKRHOpnhtaPoPJnHJYEjQBPAbBMqtJpTUaDBVKAoQpoEplOpbGgDDDEvdBdHl/81/rR5CSSWKLg88SQys1kcKf8z5Dei8OSCHgKkUCdYmACHpxdwGBw/wW6BAIJ+vjUxeW/HoYhTgIwAYsiYlB4CokuE0qNGgPY5mu02I12j8Xti0vy2VPcsT6X3usyuM1yQ5xKH6fSW5Raq0pnVmrVIjmfySVhiQQcuLGEiEZDER5kDBaBBPeWJkVgqA0rBkyQgc2XyMnnfXCKwmg0mkxmgwHMHmo0OocdND9D/c/OOHe80+10eOLinAmeJF9iKmSBzs0rhPzPOflFhWVVBcVVjS0z5g0OzW7vyvKl2uQKl0TSkOIbrquYGJh9c+W8j0fmf7Ky94s1vT/tWvzz2IIne+f9dmjo98OLn+wf/H6s7/G+gd+PDr08OQycHgHOrAfObADroE9uBU5tB87ufH56yx9nN/1xdtOzs5tfXtgG0u+1vcCN/cD1vwD4+Vv7n79z4PmtQ88/OvL846MwPl/I5fI5HB6Hw+PzQUs/pAZPeaGhKWAGg8Xh8AQCEdgITWeSSBQikUwmUykUGolEIRBI0KfT6UwEAhEeHgk6D1GoyVcMcMJfQ89kg8GUnZ3tiXdTSGSzKdZlj8sOpLc1NMyZPbtv1qzemTP6Znc01dQUBfOK8/ICqWBK22W3ZQfSk70JORmBwrzc2sqK/JzshprqloZ6rVIByk0YLJfNSfYlpSankIkk0As0+QIRKtdBRoO9MmEhoZHhEchoBAoZExkeQSaSFDK5UW9QyhVgMI7LU0kkQjbbbjL5fb6ctJSyYG59eWlBZsBhMkg5XLVQpJfKdBKxRiBQ8bl6oSBWKkqymHxmY6rFkm63+y3WFFOsP9aaZ7fNzEnuCfp6CpNnZrtXTiv9/PJB4OlXwJPPgO/eB+7949nda39+efXPL6/8fvviT7dOPrp54Nvz2+6f2HD30Nr7xzY8eXU/8O554IsbwP23gG/fBh6+AXx9FfjyFeDzC8BHp4HXx/84sfHR5gWfD7XfaC87XZt9sMw/Vpy6s8S/uypzf2PBnobgnqaCseaC9SWpcxI0DWp6hRhfzMcVC4glQkqJkFQqolZIGTVKToNW0KgTthglM6zK2Q5dnyd2wGeblxw3P8UxmGJb4LcvznQtC3rXlKavqw2O1uevrs8/N7Lo0vY1nUUZCRpxWUZyfiDJn+jKSvElWS1NxQU7Vq3aNrx8ZP78tQvnzWlt7WttWtjZ2VRckJOQwCdgSRERAVfc7pGRhtLijpamhYMDrY0NqSlJHAZdIZeKhSIBj08hkcHiX0QMjcb4TweWQq3WyuVKpVKt0ej0eqPRGAsdg8EE1WJptXpQ8J0siJ5M5sfZ7Q6dzsDnCykUGg5HAC9uRaEiJ7tbQ0LCwsIi4PDosLAIGCwUhcLwubyW6prO5qZAgrutujw70dFcmvvaxP5XDu3S82hiCtamECeY9FW5OTWF+TWF+RleT06iN9PjAhehExyLu9s76kqHutuunhy/PLFv1fye7pbqptK8bSPDN185t3XNqs2rh0vzctwWq0Wvt+j1MhGfz2bQqMSwUFhkKIyAiSHjUBRMjE4qKMxMqy0KBtOSgmmJJqWopbrEY9XzqDghg8jEIRlYBJeEYRNQLHwMm4ASUPEyNlUtYOlFHKtcoGGTe5uq/vXWta9v/eOjG6+e3Lv11rULn7xxeWLPlupgulklsKiFNq348ulDezavHl4wd6BzmlrAKs5M3TE6vHP9yt7pTf2dLQ1leTMbK6bXlfa1N87vnpbpi8tLc6clWBLjDD6X2WnWaGU8qYAlF/EkfDaHQUVEhoEkP9lXDOVRwX9xMSg0AomJBg86CoGOQuCQKDIWTyOQ6EQyFU8kY/FENBY6+Bg0DomiEUhkPIGMxZPxBBqBRCEQiWgsBhmDCI9EwqNQcLCLEhkBMnBMZBQqGnxuhsPBvjQ4HB4RAWq8ERERkZO36Oho6C5UYBgZGYnFYtFoNA43OWCIwxEIOCIRj0bHRESEgYJJFPgWhY5Go6LwBJRMKnC7rWkpjpQkS0qiNdlrSUowJ7pNSfGxKR6L12HwuUxeh8lt03us+oQ4o9uiizPIzSqh26wyKQVqCUctE8lEfKVCVl5WkpGR4fV6h4aGhoeH58+fn5WVVRDMN8caLZZYnU5jNpsSExNcLodYLKRQSDQaJSIyhEIl8PgsLo8plQg0WgWXwwgPg6GjEIgQUNjBRIMzxlBNNB6LIxGIHLcRoaEAACAASURBVBabx2JTCODfKu//MPYeUFGee9f3ANOZ3nvvwzADU+i9996bdKQrHUEQAUGKIoIV7L13Ymyxl+jR5KSYYoo9iWmmaaL3u+65cnj8cr73We+sa80aZgCdxj2/a+//3hy+UiAWs9gKAZdOwnPoFAGHKRPxw0KDk5MS9Ho9Ae/MZDJlMhlwW9DpdIFAwIZPXFA5CBiYzebSaAzQA0wkkvF4AnAyAxEYi4UNnGBRSLCWRSXDzjgqmUbAE4nOJLAIeCIe6wy4fVY9nrVVA0gGXP2PcxQa64R1dsI6I/F4FA4PC8IoFNLRCW2fBHZGILh4jFHIjbC4pgV5Zwb5pPpZU30sOcE++WH+yT5Wb6VERnamOSEICATB0QHrhEDbA9IcHJFwTpUT3FkUKtfVBkTVB8dW+UUkKAz+DFEIX6FAYCQItMaZonAmq+kMH70+2GI2yCQ8GsUBgfDx8RsbG09Ly6DRGAiE42xstYMDzNYODk4YDA5+oNDOSCSaRKbCWrEj0gmJdkTjsASyWK7y8A7wDQoLCo+OTspIyZ6TkJ4bFpscEp0YmZQem5F17Nz5uw8eja5eG5WSFhaXmJiZk5SenZyRE5+UHhoWbbZ4qVUuYpGCwxbSqGwOXyIQKxgkjpqv5jnRrRyXB2c+uL5x5uTojpubTl7ddHzDwmXTi1e0Fdc1l9UPL1g82tg53tS1srGrNbN40ZyqofKGrR1LNrf29maWjhTWjlfMHyurH5pTOZBXPjRn7vKi6sUphfODE48OTJxas7EyLnnPxGro5cs/f/oBev3H90/vP334GfTnT79++/WzLz/64s5l6KfHr55++cdXd3+59/6vX3349btn/3zyybcfXzu5Y/LwhuV71i798OLxA1PLzu3fvHfd2Gc3LtyYObx0XmNdfNrKwvobS6cfrzz40+qZT3s2r4+pert11XhuW6zU14CWjlcOQHdfvjNy6ET7Vuitn37cfO/l7sfQ8Z9e734E7Xzw86r3rlRs/nX8XWjP1y9WXYd2fPzzxPknIzN3F+26VDX2TmH/mbzuE+ltWyPKlnukrQjImkqr2lA0vzs+O1bmkmiweHBEERrXVKtPVXTSkrzy9tCkydzKnbUdG0obDzT3rciqzJVb+mLz5nvFPtx79tGes++ObbsyOH1gXv+pzhXnRzZBX/786qsfv3/vK+g59PT63Veff3fv1PWDy9Y+vXpnXfuiK7v375+cnJuRVpKRlBjhn5ManRwVnB4XWZybnpeWTMKh2DQym05xxmPJRJLJZMrMyhFLZA2NzYcOH92zd//Grds27d6xcdfWzVs3Hd63q7O6NEwtWJwZsbsx91x3yUxz+vWBig9WL/h46/Dz68eT3GQKCgrvhECiECg0AoOGd/TwaCcCBklCOxGRCJIDgolEqGi4ADU/1dswJ9RWHm6tCzXXBRvnhZibY7ybY31rIj3Lgm1FwR55gZ4SnIPAGSkg42QcVqCPp4fZJBfxLXqVzaAxa3UKrtCqM4V5B+pEIj4BxUUj+qtTvjo99fHOnif7Ft9bU/flRNVPOzvvbWh+sr//99MTry+uh65sgK5tgi5PQRfWQpfWQu9Mvji57OcjS3482Pvjwd6fD/c+Pzrw29vj97YufHVh+vfTq385teaHtyZeXd356/ktT06sWZoT9N620aODzYWeqvHqvLXzyxYVpA9U1S0qr1xUkBcl55R6qEcLYhrDjWcne85Oj5TG+PMxCB4WreeL1CyBnMzRs4RqKkNFoWsZXBWd6y7VFiRkzS+rz4zPSgxL8XYPUIn0IpZcylLI2EoZWylnyzV8hYItEXNgay5PLOeKZCKRSiPRuwp0IRqPJGNgks43QeuZZPCJ0Xv6Ko1qoUou0ykVLkqFi1ymE4tUfPvoEocmYFP5LBKXQWbRSXbJjsJiUhgCIk2Ac1aQqO4crgeH5cumpusVrZG+wxlRk3nRW0tTDtRmzjTlnGufc6mr9FpP2Z2+qg8H6z4Zabg31vTVyvYHqxY8Xrvwm6muH7cs+WFjzzfrOh+tan0w0fJwsuXRqtana1rvL6t5sLz2q5GqT5aUftBX9F5/ya2+kis9xecWlx9fWD5dV9AYH+Ir5tIQ8B9JLplCQGPhP7UoHAYF5w7Cx1Y0xhmDhfuTnYl0PJGGIzDJVD6TzWOwGHCxAoPJZHM4POAY4vOFEolMoVABiBCJJHy+kMPhcTi8v2tThWKRSAIMpLBEzIW3WcEFoLqJRBLQQSAQiEQiGBoBBgNxGAiqErECFCDNtuy+ORLsojcBI7RcpgbGY6FAKpUoZ+Vio6sZ5EWDTGmRUAbkX4C+9hgNOJuKyxECBdhktLi72czuHu5uNoPBKJMpwDbxbDAwkAbBWCg4l8uVYAkEotkFNpQBH4ER39lzYHiGxV67Dgzs0BQyYxaSyST4JjqNTaOyyCT4cyzBGdYOWEwemUTH40hkEl0klBn0JqvZ09Pm42H1tlm8bBYvD4uPl83P28Pf2+LvafZ2N5gtRqvFaHU3mA0aV7VMIxUrxEIZEw6Uhn8zHkfGYmCDJFyVgoGPYvC2M4YA71xjYQsYfCUGVo/odKZMqtLrDfDj6QZL68B6CfQnHx8/f98APx9ff1/YohsUFBIeHhkXn5iSmp6YmhGXlJqUlpmROycnv3TevLaOtu7y/MJgd3cPETfVom1PCd44L+9ge9HZxVXXB2pvD9V+PDrv69ULvtvU8+PW3uc7+n7dteTXXUue7+h7vqv/j71L/zw0+tfB0VeHxl4fXgEdXQkdmYCOTkJHV0NHV0FnNkJvr381s+bPt9ZAZ6ahdzZBFzZDFzZBl7ZBV+z1SLf2QLcPQHcOvH7vwKs7+xFSe9gVQF/VGzPA4DLAYKAAwx4PuRLUAoOZMZCewuXy2Ww4zlto90vDhnIs3u5mhbcTMGhnOo0NgFmj0YWEhAX4+asUSr1W52G1RYWFZqWlVpaVtjY2LGxr7mxtWrK4Z3Tp4OSKsckVY+3NTfHRUT4etoiQYBaNqpRK/Lw89WqVUiqJjYwAVwKrs9nNPS8nNyoiUsgXAAAmE0lgkhBEqoJEHCAIM2h0ECSjVWskIrFMJNQqFWqp1NdmiwkPSYiOyE1NLsvPzUqKD/S06mVyV6XKpNa4qTVGpcIol7sr5GalIthsCre4x3h5Jfr6xXv7RJmtEW7mOIupKNjcPSemNTOkryzp9tFp6Mkd6Ns70A8fvHp44+XXV19+cfGvry7DXb5fXX39yblX75+Ebh2Bruz9/dLu364fePnR29D9S9C3N2Gn9JPr0KOr0JfnoU9OQh+egP51CDqz8fne5Z8ONtxsLT5ZkbJ/TuzO3NituXHbipJ2VGTsq8/fU5+/syZnfWFCf4xXnbt4jpySLSamC0iZEnqugl2g5hVqBYB+q8yqaou6zkPX6GtsD7Z2R/r0xQUOJIYsTQ5bnhk1mh42khY6khm+oiB+TUXGVF3B+vlFd/ZN3T64pTUv2VPBj/Ryjwn2CfXzCPHxLElPq83PX9HTs6yrq7excbCtrb2ysqm0tL+5ebK/f9eaNYNtbXOzshZUVR3fvn2os6O5tnrlsuHBvt7igny9WmXU63QarVatEfD4FBIZxPzAwQoqjUbtYnCBa5BmF0i9MputFovNDXid7ZdBKDR4N3p7+xqNbhKJDEwzzto4USgMbFm0p9cANykeT+BzBbEh4bUlpXPzCooy0vISoyuyk07v3frL/buhZq2GTXRX8H1clBXZGeVZmbGBgSEeHiaZzN9kDPOw1BfnXX37yPTYQFdD+d6NK66e2r9v08RwV3Nxenx3Q82BTdOrlw72L2grzEgPsHm4abQmnU6nkmsUUj6P5eSIwKOd6GQCg+xMJWBVAl50oH9xZnp5bmZuUpyXqyYnMTo9JoxHxsnYVBcpX8IkA/RV8hg6MRf0AAfZTMXp8YsaKvsaK7dPDD3893XoxffffHbnzoWZK2/t//zOpc2TS6MCzEYlVyuma0S0lprC00d2fffVp+vHRjLjojwN2sa5xRNLe8cHehoqiupKc9vry+eV57fVlS1qqUkM902PDY4P9wnztYb52/xsrkaNxA7AYo1cLBXAAIxHO+EwWBKBSKfSmHQGjUInEciwDoyHFwBgCh4+fHJoDC6d+Q8AphPJdCKZQ2OwqTAAs6l0cJlGIJGweGcUTLwkLJ6IgQEYfPm/ADDGnl6IRCKdnOAESzQajUKhKBQKg8HgcOCqHwF8gi2/dDoVj8cCIzQWh8Q7o7E4JyIJq1CKff2sEWFeEWEwAAMGDg+2RQZ5RAV7hvlbwgOs4X62EG9ziLc5zNca7OXuZ9Enhvh4uchVArpOytPKBAadUqdShgQHzpkzx2w219TUDA8PNzc3d3R0lJYU5eVmh4aGWiwWo9Ho4eFhtZpVKoVYLJTLpRQqQSTmqTVyrU7p5u7i7WN1NxtkUiGTQKRinXEIJ5wTioR3xqHQwPnCYjDtf7vEbDqDSabCAMwTiVlsMY/NpBD4bIaAwxRwmP7eHkmJ8T7engw6lcthSaVSgUBAoVCYTCYAYA6H998ADDKuAABjsfhZEfi/AXiWgYnOYPaFTCKQZwHY/qEKCx8+sXggBf8v9Atbpu0A7IAjIHEEFI4AABie7nZA4FHwED+cCI3HuAg5QUZ9rI8lyd8zNcA7ydcj3Gy0ykQSEoFiHxjGIRA4JyeMkyPSEeXoiHRwRDs4ohGOGIwDiotAK1F4LgIhcUBLkVgOwkGCwVMQCCICwcZg+EQCl0TgkolkDBKDgC3TaqWqoKBw+fIVAQFBOByMuEQiGYlEI5HoWQBGoeBXHwoFt1VhsHiYt2HLtSPCAYlwQOJJVKFUYfX29wsOD49LiUvNjk3JiohPDYlODIyOLayundiy5dDp05ObN9e3L0jJy49JTIlLTvPw8bd6+bqZrLBwIVEq5Rq9ykWnMUgV2rj4FH/PYBlD6sbRZ3nFPz5798Pdl25vPvPe1jOX1h3aM7h2c//K3rrWjqqGofae0Zau0YaO0fr21szigfL5YzVtm9p6J6tbx0rnDxVUjxRVr6pu3tjUtaFx4eq6lonKxpHC2pqgxOnmRWVh8TmBYV9evwn98svPjx9+8eGdj+9cu/rOW+9eOHn51JFjOzce2zF9++yJd2cO3Ty+//z+bVeP7rpwYOvn109dPLJlzUDryZ1rT2xbdfP0wbMHNr9zcPu1mYO/Pvj8zycPdi0fr4tNaY9IP92x/Ncd7zxeceBczdBI8JzJ7OYcfZgrWppijPn6+N3X7/78dO+HT7d88MeOr39c9xm071voxM8v9zx8tfcBtOOrhwNnX697D1p3++WKSy/Hz/+87PTl8rGdic3rg8v6FBGrPdLX+GatDs7Zkz//SN3CPXVtW+e19mbk1kfEtKRklASF1cantGTk9pdW9+WVLU7IXTunbrqkYVtV+0znsuGk4jyZpS86tzss6/HecxcHp+5M7n67c+XB+YOnuyafHrsBffnT7589e/XVj9Bz6Jvrd3+89dm9mSt39hx/fOHmugXdl/cemOjuaqssrSnKDfVxD/F1T44JK8xObW+oKcnLIGCc8CgHOP4Q6UAmEdzc3Ly9fb19/FZOrNm2fffWnXt27Nu3bf++rbu3b9my6fCebW2l+RFKbm9ayO76zCu95Ze6Cz8Yb7i3beCz/ZPXdk54y5l0NAKLhKOL0CgYgLEYRxzWCZ6swSHJWEeSE4LqiBASkG5CWoSbItPfrTjEMj/KozHK1hzj3RDnPS/WuyrapzjMOy/YI1gvpyEQDBSCTcBKWAw/q9nDzU0lEmhFAneF3ChX8klMJU/mqXdXMBg8DEKKQaxoyPjunemfzoz/dHjJT7sXfr+p6f2B/C82tjza2/vziWUvzkxCF9dD1zZAVzfAaVjnJl6fHf/rNBwT/fuJoV+ODvx0aPH3h/o+3rjg0aFl3xwbf35m+kRP0cPD49BHb0G3j+7vrjg93nl2sndRdtRQedZkY8VkY+WupX1D8xrb8ouLAv01johFqUFDeWGtUcaB3JAdi2vmJQUHqIXuQp4rX6iicwEAW3liA41tYPA85bqkwMiK3LLinLLwkPjgwDiTq49IoOOylQKOSsLTyHhaJU+j5ilkbLGQIxIIYQCGy3TEGoPUYObro1TeGYagdH1Aks433sU3RGszSw1yoVoi0cmlLnKpi0ysE/FVfKaYSxdyaAIOTcCkcRlUDp0Cm73gJCQqU0CkSIkkHY1m4bC92MwQAbPArFsYFzCeFTM1J35XRerR+qzTLfkXFhRd6yq5uaj8/f7KjwdqPh+Z/9VY84OVbY9XdXyzrvO7qa4fNy3+fsOiZ9Nd36zreLKm/eFky4OJxgcr5z1YXv1wedWXw+V3lxT9u7fwTl/xuz2l73SXHGzO3za/YCA3IdvTaKRTWI5OdCc0A0ckwH2/8P7ybL0C3g7AswdfAhqGYSaZyiRTKXjCfwOwSCSRSuVvUh+gXKFQLJHIANaKxVLAxgCbAT6Am8D1gIqFQrgyF7TmAiUZRGoBmgUBy4CEQSCWVmMAzmeQEa2Qa4CVGpQAq5Q6jdpFp3U1uppNRotWY5CIFUAi/l8AWKuxA57JCqRjnc5FIpGx2Vw2m/smAAMmkkrls+QP8Idv7xQUCEQA8mcFQjqd+Sb9vgnAgIHJJPqbAEwi0mCDNJUF1GMSETYqk4hwdySRQKWQGVyOUKnQupmsNqu3p4evzepttXiB0mMPmw+ocXJ3s+l1JoOLu8loNbpadFqjQq4VixRCgYxKYZFJDGc8BYshYtAEHBbObMFhSTAAYwgwAGOJMADbL2PsqaYUMkMklGk1BlBAZXb3sFrgUlJPT28fH7/AwODgwKAAP39/X79A/4DAwMCQkJCoqJj4hKSExOSElPSMnPyi0sr6+tb8nJJwv2CbSu2nEOf6ug0UxO1pK5rpKrnYV3ZruPrDZXWfjNXfm2h8NNXx3ZaeH7Ys/nl7/y87B37ZOfDz9v7nO5b8vmfozwPLXh0a+xuAj4xDR8ZhDD42Yc+FXgPNrH41s+qvk6uh01PQuQ3QOxtfX9gEXdz6+up26PpOuB/4X/vBen17P0IikUmlsI1BrdYC/7NMphCJJHI5PN2u1eq19opghUL1dw6WXS4GT7ZQKAabNxwOD48nsNlckUjCYnGI/4kJhQNFsUR4J4POpFLpfL7QaHTz8vC0mi1qpcpmsYYGBgB1t7ggv6J4TmFuVmFe7tzSksK83OqK8p6FnTVzK7LSUmsr5ybGxqQnJzXU1VaVl3lazFFhoUX5eWq5TKfRouHwULTVbEmMT/D29OJxuERnAp1KIxNJwKI5S7/gTU4mkgQ8vkIml0tlIoFQIoBd2a4aTaC3d2xEaGJMZF5aSsWc/Pz0lKggf1eNBiyTWuOuUcNeaJnUVSK2qRV+em2kxZzi75fs5xtrsYQZDBF6dUGAaX6yX3dh7Mz6fujHj6CXX/15/xr07e0/7195+fVlmH4fXIOe2AXehzfgWqOvL0H3zkFfvAOj79Mb0LNb0LNbr7+98eejK68eXIK+OAd9fBL693Ho2p5fj696sqX/envxmeqMfQUx27PCtmRHbcmP316Sursqd++8wr0NRZvnZg4m+tVaZflyapaIkCkmZIgpWQpWvpZfZBCXGKWlJlmFWTnXoprn69rgb2oJtnRGei+OD1yaFrEsO3ZFXsJUafqawuSVBQmripI3VOfsbCs/tLjh6NL29/ZPX9u1vjknMcig8DEovI3aQA/3pIiwtqrKmry83sbGkc7OJS0tQwsWdFRXz83KmpOY2F5ZOT06unP16n1TU2/t2nXrzJntq1c1VldOrZ7YvnnTgpZmi8moVSq0ao1GpZZJpEw6HKLEZnOlUjnsxrcDsNlsdXMzu7qagAUaSMFWK1yABBbYfwL0C96NLi6uAoGIQqHh8fA+1uwneNBKSiCQ0PA4nxMWi2cx2DqFKiM+oWN+Q1Z87Nzc9PzEiPGeduj504rMGBXTWc2l6AXM4rTkusI54d7eoZ6ecQEBOXGxmdERvS3zPr5xYfua5c2V+Zsnl149dXDPhvHKvFRXKdfPpGurqhhc0F5fWlyclelvs6hEArmIr5KJ9WqFXCaiUgjOGCSFgKOT8DQiTkinWvXa9Jio6sK8spyM2CCf9JiwjnlVOjGXTUC7qSQyNlXJY0hZFBWfaZAJ9BKeRSsvzU6dHhucWta/e83YpvGlJ/du+f3plw8/uvXB1bPrRvv+df6tdaN9MUEeFp1ELaRbdJIAD5fLp49+eOPSysG+oe6OCF/PIJupc3716pEl88rmtNSU9LTWza/Ib6yc09VUBRTgxEi/MF9Y9vSxuLiqxRq5UK+SaBUSmZD7DwBm0OgAgKlEEpUI19OR8M5EHB5kGjOpsMDLotHhLWQy5c3FoFAZFOqb30C2+5+dMVg4XReHhxuGMVhwVAYADMIJ31SAQV4/DocD9lQMBp5iQiKRVCqVw+GIRCKZTCa3n6RSKZfLhjOxiFgsDgkWEoXA4pyEIo7V5hoabAsP9YiK8ImK8IkM9YoI8QQrPACWgsMDPEJ8LaE+lnA/W6iPJcBmCHDXuSsFieF+VUU5EYHePp5mjUKu06pj7CcPD4/6+vqhoaGOjo6+3p662ur09HR/f3+9/eTq6qrT6TQalYuLjsWm8fgsgZAjlvBVaqm72eDlbfHxtrnp9UaVlkWkoBAORBweiMBYLJbFYknFErlYAj+qJIqIw1PwRRI2R8BmcOhkiYAr4DAZFKLJRRsXGx0dFSGViERCvlgsFggEdDqdxWL9vwMwsDQDjp1VgMlEChCBAQPPXk8ikInOJGccAY91xmH+B55nfwmYDf6H9gu+hEOwgAKMdUZinWcBGO3oQMAgcQ5wqBUOgWDhnFRsmlUl9XPVeqpkbmK+kk5mYRwJIC4L6UTDY/9/ANgJjXZAcdF4LgJJRSCoCIQAC2fikeyLikI5O8CNwUh7lwwG7ejogMBh0RaLJSQkLCUlzWRyl8kUVCodbbdmI5FoRzvoOjg4IZFosL8G68N2+RcowACAEY4oPImqM5o9/YJCImMjYhMj4lMjE9L8w2KMXj4L+gcau7vb+/tH164dWDGeUVjkHRAcHBHtGxji7R9kMXuqVXqZRKlW6kz2eTaTxcPkZvW2+vJIHI4DtTlj7q83H54c3XFx8uDpsd0nRrbMjG+bWjjSW9PSOXf+iq6+ocaOJdVNS+Y2tGWVjNUvWNO0aGPr4uGi2p704qX5Vasrm6brF6yuaRkrqx8rq5usamqNzWpPzB2vaQ0Ua0qi4j84e/7WmTPfffXF798/hV7/9vXd9z65c/Wrj2796/xb71869fn1C/8+d+LuhZlbJw98fv3UB+eP3jy5Z9/64Z2rlixpKh9smTvR13p827rTe7d+cevKbw/vQb/8eO/S1dWtnX1phYca+18deffBykOHy3oHQwtbAnJ9iFo5gjNZNwp9Cf389kPo7DPo5A/fr/8EBuADz6DjP/6246s/d38NNx5tvgttvvtixRVo1fWniw8/7Dm4JbS2UxmzxJSyM676QNq87YlVe3Lnn20e3FPV1heX3h6VkG2yFPn4l4dGFoeEz0/O6J5TOlbf0paUPZZXOV3SsKagdltV+8muscHY/CyBa3dI2vr8hntbTsx0jn+47tBbXRNb5nbdWrUX+vwn6OFvP/z7IfTtS+jJHz/e/uLbax/dm7ny3eU70FffXti66+LufbVZmY2lc+pLCxIj/NMTwrJT4ioKcxZ3NGenxOGQCBQCgUM5oh0RVApJr9dLpfLyisrjJ0+vmdq4advOwzMzuw4f2r53544d247t3dFQkBmjFdoBOPud7pLLvSUfr2p7tG/F18eml9XnywgOWAQC/bcC7IDGOAJLCxxxj0dRcWgy2oHsiGCgEXIqxiZjx1g1OQFu1REeDXHeTfF+dTE+1TG+VTH+c0K9kr1NKhqOjEDwCRgpiybnsq0GvZterxTyZVyGUSExKRRsZ7KIynFTamU0Gh+HYCAQOwern5xe++3MyP2tbffX1z9aU3N3tOTBlrbHe3t+PDz4+1vLoXdWQ9enoRsboSvroHMrX58df3VmxZ+nR1+8PfzbzOAvx5f8dHTg93fWPT62Erp/fkm6tSveFfrqwvNLe25uGphuzJ9ZtmCgMLEuxqczJ2Fwbn5PUUaKxWhhc11IFJUDQu+AmChLniiL3VibsrujaNnc1LbMiAxfNx+52IXF0TK4WhpHQ2bqSXQLW+Av16X4h1VmFZZmFsWExHvZgjyswWq1mctVclhyIVct5mvlQq1KpFVyZDKmSMgSigRSkVghEivUEo27zOAp0EcrPdL1AWkav0S1V4zKw1/s6sJRyAQqkUgjFmvFYq1IqORxpRymiEnjM2lcFp3392JwmXQOg8ZmU5kCAllFo5s4HDOb4cWhxypFVQG2vtTwNQVJm0uTD9ZmvtWU/86CossLS9/tKf/X4rn/XlL1ydK6L5Y13h9vfTS54Mnqzm/XL3w23f39hkU/bOz5YeOi7zd0f7Ou4+Fky5dj9fdGq74erbw/Uvn5YOmHvQW3F815d1Hhxa6ik+0FmytTRgviKgItPjy6BOPEx+G4eCIF3mWEcxbAORy48J8Fjt1kZwIRh6cQiOAwDWc0UugMBovD4YHoRACuAoEIaMKzVwJ1V2afuAEpQkDpBVLqrHo8C43gB2Fo5PzP4vPEIAUaALBcpv7HJLBeZwQuaDAGrFLqlAotaCFWKrSAfsH3mIwWndYVzCEL+BIwlAsU4FlPMmhO0qhdAOC5maxwD4zeIJXKORze7JSQQCAChTgikQT8/wH8AzkQnM+GSrJYHAaDRafDBAQW+HI244pKYc6KwACAwf+KSKCSSfRZACaT6PYOJDrBmUKjsvg8sUqpczW4m909wJCzu5sNLBD6BZqfdFpXlVKv0xpdDWZXuNxMHQAAIABJREFUg1mrcZVJ1QK+lMsRUSksIoEG6BcowHgc2a4G/w/9vsnAaBSeSKCyWXxYBNYZTUYL+Ic8PLw8PLx8vf1CgkJDg0MC/PztIrCfXQQOCg8Pj4uLS0pKSk3LyMnNLymdm5aYEeQRYJTIvZWKwlD/ZVUFBxfXn1naeHlp/a2Rug/H5n+6svHLVc0P1rU/3dj1bOvi7zf3/LSt7/mOJc93LHkTgP86uPzPA8vA+uvg8leHxgAG/3Vk/K9jE6/fWv361NrXp9a+OrMOOrfh1fmNry9s+evyfxj45l7o1j7AwAhgfgYMrLIrwEDmBZZmWIjT6GarkoD8+9/0y2JxnJ2JTCabzxcC6ymFQiOTqQQCCY8jwdq9vSiSRmOIRBJXF4OH1aaUK0yuxgAf74iQ4PjoqJSE+NSE2MSYyOT4uNTEhCA/Xy+rJSkuNi8rMzk+DvQnxUVFFhfk9yzsTE9OCgnwr6uqLMjJTk1OsZotIIzH0+YRFxPrbnKjUahsJgtkQeOxODgOx9EJjYQdm/BgoT0OmsfhigTwIJxUKFBKJV5mc0RQUGJMZGpCbGFWRnVJUWledkpMpNle8u2iUhnUajet2k2tcpGKdTyejsNyFwmDDS7J3p5pfj7xFnOYXhemkeUFmgqDDRt7a3/77AL0xxfQs/dfPbn51+Prrx/BC3p4HXp8HbY3f3MLevwu9PAa7HN+fBV6fA365jr07Cb03Y2X31z77dGllw8v/3X/InTvLLwheufIq4s7vt+/4os1Xe805R8rT9qZE7EpM2xTVvTGvLjNxanbK7K2VeVtmpu9LCOy0VdfoGZly6h5SkaBmpWv5c7RC4tdJSVG6SwAV1rVLcGW1hBrR4TXolj/gZSwZdmxE3OS15SkrytOXVecuqEye09z2Uxf49nlC6+sGby+cfmnx7df3LqqLS851c/q56KI8LY0VJTs2Ti9Y83q3sbGnvnzRzo7Rzo7V/T0DLS21ubnl6allWdkzCssXNLSsm1i4ujWrfumpka7u+rKS1ePLz+4d8+SxT3eNqtCItZptBqVWiGTc1jwRASckGkfRwcV51Z43sBqMrmD0V+Q/Gw2W8GyWGw2m6eXlw+8le7t6+XlY7N56nQuPJ6ABCfa2e0cWPzsaCIOB7us0fbpRFhtZnElPIFF79paW1eak1VZkJUWGZgW4f/R5VMTfa0SipOEhhORsbEBXgtqqksyM1MjI71d9AVJ8QMLms4c2vPl+zc2rBjMiQ/LTQwd6KjfsmpocrC7JCPBqpF5G9TV+Tm9bS21RUXxoSFuWrVaLFRJRVqlTK2SyaRCHMoRh3KkErBcBkXIpKkEvCCbJS85sSwnIz8lLis+cmrFcEVehpBG0Im5Ci5dJ+a6SPkeLqpwH2tCqH9+Stzi1vm7plevH+nfMNo/3tu5arD72skj39374P6Ht5Yvbu9rrW+vKYkO9FAJaGwi0uYiU4uYfR0NDRVF/QtaNq8a75xfa1SIijOTFzXXt9aUt9aWDixsaqycM78iv6e1NjnSPyUqICHCN8zXGuJr8XLXGVQijVxo0Mj0KplcxIPlX5QjFo0hOhPgcHU4zJlGIpBppL8XYGA4yphIAojLpNLgKV87A9NIZHAlnUyZBWA4lYFEBpgH6BdQNOyCtvOwMw4P72FhsSCrEMi8wLgFFGAnJydQUOzg4ADXFNNogPQk9pPUfhIK+SwWAyjAGKwTFocEHkI2h+ZiUIYG26IifGKi/CLDvQH6RoZ6RYZ6hQdYI4M8IgI9Q/1gHTgywDPM1xro4eptUGoF9MKM+MaqEg+TDijABhedwWDIy8vz8vLy8/Nbu3Zte3v78NBgS3NjWVlZTEyMu7u7i4uLyWQyGo16vVajUanUMrGEz2LTqDQiherMYJKlMoHRVefn4RHo4S3i8OBCICcQZwxnYXE4HLh2TiKFmwyIZAGLo+CL4Fx+Fp3HpAIAppGclVJRcFBAbEyUq0Evk4pFIpFAIJhNMeFwOMC/A4ZZwKcTOp1JIlFIJAqo9n3zTYTF4u0Rh+RZ3H2TgcFlMpECRGDAwP8NuigUBkims0g8ewGNwSHt6GunX+e/URmJwjg5YpwcsU4IvCPC2QFBckLQMA5sAppPwTOxjnCaiwOckgXfhHSkYNFkPAaLdIKHX5z+RwF2cEQ7OaEYeGc+kUhCwHoyBgETLxqBwDrBZELEobEYFJwX/Z+FwiARCASbzdVodBqNzsXFlclkOzoiiUQy+Bvydxa0XRAGPOzohIIrNVEYNAbngMLCDOyERuOJDK5QpTe62bzdPXw8A8JCohN9Q6J07ta5DU2xmZlhSUkl9fX17QuiklIM7lYv/6CQiOjgkAhPD1+1Si/giYV8CTwqLte427xINKZMonSVuWgYkhNr90Kf/LBz4eT6+sGtrcveWrbl4yMXdy1ds6SmtWlO+VBzZ3910+LSuv6yeQvzKtY0LZpq6Z1u7B7Ir1yQkDsxt3nXgv4tTd2rqptXVTevrWtdU9uyMDW/P39ugU+YK5nZlF3QW1s/v6jo5IE9t6+ce/Dpe4PdLYvb6iYGurZOjuxctWz7yqXrlnTsGu/fNTlw7fiOs3unNgx3Lu+qu3hky52zh268tef6yX1PPrp5/70bX9y8dvX44YsHD1w7dGh7/9B4af2mipaf9l18NDVzon50SWRpiTHOn2qKkgR+euiD19ee/zbzGLr8J3Ty+evdT17vfgId+Qk69sOL3ffh0qMj30C7vng99f4vyy++WnXti7Zd79VNTQdXNfBDhqyZg5akNqVfp2voqvjCDXlVw8n5XbEpXckZi7Lz+gqLG1LSWzKyuwpKeorKl9U21UUkrq9sXl88f3NFy7rC+mOtSyfS5ybTVQt8E2baRm8u23pzxc4P1x8+2bdmoqjpp3PvQ49fQk9ePLv9NfTdX8/fu//n3acvPrj/4NytX25/8vmpS/86eGz78LKShPimssKaotzkqMDEqID8jCSgAAd4uuOQCALGiULAYZEONCqZzWa6upomJlefOX9p3YbN23btPX7q1K7Dh7bu3r5n746Th/bW5aSmumsGsqL2zMt5qzX3Sm/5x6s7vjm85ptzuwuC3VmOcPEv2gl29yNRCBiAMSgcDgPbW/BoIhZFRDkSHRFkRwQXi9BxSAF6SaKnS76/W1WEV02sX0WkT0V0QHlMYIqPm6eCz3JC8PFObgqRh4vGIJe6KGRqqVTEgnsH4Mo9qZSFJwipTDeZUkojC7AIL5Hz529vePjW5Nf7+p7sWvhgXf2TNfXQ4YFvd3Z+t2/RT4eX/D4zDJ1fBQPw9Wno0hp4vTPx8tTIrzODz48v+XVm8I+3h/84u+LnM2t+ubDl1sauan/hxVWt0INrXxxbv6Y++9iy9kPDbQl6fm9J2rGJpYNVhW5MvNgRoUAjeQiEFxW3OC18T1vRvvaCE73ln+5dvrw8qSc/Pj/Q5i3iGegMK19k5gjVeLIC5RxnspbFJFen5c3NnJMUGu9p8vH2CHZ18ZJKDWy2nMWS8bkqeHdaoFEI1HK2VMIUCpgCMU8iFsilArlGoLJIXAJExliZLVnpnSDziBa7hwqNnhy1hiaW82EAFok0QqFawJdzORIWU8ik8ekUNoPK+QcAc8gMvjNJz2RbeHwLi+HHY2WaNK1RASNZMdOlqTsqM47Ozz3TWnCxo+Rqd/nNxRW3eys/HKz5bHje1ytaAP3CdUdTXf+hXxiAn013PV274P7KpnvLaj8dqry3tOLzwdKP+4pvd+fd6Cq4urDwdHvBwcbsVcXxzZGeEXK2AoPgOCG4OBwLTyChsCQUTL9kNI6IgRc41DpjsGDnmkYiUwhEKpFEp8I5PhQSmUKh0enMWRoEpAcOIkD4BSgLAFgqlXO5/DeVXnCIAWrqm2Lp7O8BDcBcjpDN4nPYApFQBqgV0C8YJ5ZJVSqlDiQ/u7vZjK5m0IGkUuoUcg2YwlXIYQuhXmcEcVnAI62Qa8QiOZ8nBgAMJnJBNhWLyeNxRVKJchaAAU+6uZlVKg3Q+cDdBPA/6+UWCESzOcFgEPq/6Xc242oWg/8BwACDZ89pVBYAYHANoF8AwCwmD8iwbnaNGtx3vc4IuqBgy6TB3dXgrtcZQd61UqHTalxd9G4uejeVUi8SyjlsIYPOZTH5JCIdiyHO+p+BCDwr/+LhHg/SrAgMNGESkQYY2EVvcnezwZPSFpvZbPW0eQX4BQYFBPr5+Pp6+/j7+oWHhoUEBUeEhSfGJ6SnpqUmpyQkJCTFxeslCm+dIdU/sDEzbbKx6mB/68mlzad6a64srX13qOb90bqPx+Z9Mdn0YF37kw0Lv9286NmmRT9t65tVgH/ZOfDH3uG/Di5/uX/0xb6R3/cMgfVy/yiMwYdXvDi4/K9jE9Dba6HT66HT616fWff67DR0YdOr85v/uggz8CtYB94NAQa+tQ8GYCDkAsfCbBUwAGAwEiyXK2UyhcxugZ59vsFPzX5+Ah+hWCwOEPdpNFjNw+MJeBwJnsBEYXA4eJCaxeJIxRKdRisSCEUCoatOGx4clBQXm5IQn5uRWlVWXJiTU1pQUF9ZWV1WVpCVVTZnTtmcOYnR0VEhIT5Wq0mni4uICPDyEnO5cCZhXq7VbPGw2oR8ARaNkYjEwYFBwYFBJlcjg0ankMgkApFEIOIwWEeEg5ODIygIhYcccHg6lcbn8sRCkVouc9GoA729Y8LCUuJjMlMSS3Kza8tKygty05PirG4m2KarUuqVSqNaaVIp9RKRhsNRMWgGLsdXrYizuqV42xLMpkidJkwjiXEVLC5P+PSdndAvn0Lfvvfiq0uvn777+um70OMbMOs+ugYD8JN3oSc3IJiH7fT76Ar0+PLrx5f+enr1xdMrvz+58vvjy38+vvz6vl0c/mAGunnw5ZnNT3YMfTTWcno+XHq0NSdyY1bYhuzoDXlxG4tStlRkT5VmjmbFtARbigzCbCUzX8stMgiLXUWlJlmpSVZilBa7SopdJWVu8iqbps7bpS3UtiDcc2GUT29C0NK0iBV5CauL09aXZ60pSZ2em7WvteLC6MLbU8PvbVr+3pbxOztWPb149Oa+jY2ZseGuCpOQVVuQfe7wgT++efzoww+PbNky2NbW29g43NGxZnBwenR0aMGCBVVVrRUVrRUVi+bNW9revry7u6+paXFTY2FWxsK25k1T63u7uwJ9fRQSscnVaNC7KGRyLptDJlNpNIZQKFapNCDkALzBzGaru7vFzc1sstf/Gu0dSKAN2GKxeXn5+Pr6+/j4eXn5WCw2jUbH5fJn60zf9F6Cj9pACmYwWBKRVC6Ssan0srz8rqbGufnZeYmRYR6ux3asn9m5TkRykDMJEirerJK0V1f1trbmJiamR0akhAVX5KR1za9uqSzqqCvrbqhsrSrKjAke7Gg4sn36zKFdI93tcYHecQG+5bnZVQUF2YkJIT5eFhedi1qhkokVcrFOqyQSsGhH2NjJZVAlHJaUy7a56JMiwlJjwlOiw8L9PCeGl5zYvys2xN9NIzeqpG4aeWyIf2Vhbvu86u6W+f2draN93SsHF29YPjTU0bSyr3u8t3Pd6MCP9z998NGd1UOLI/08UqODInxtEhaRjnfSSTkucoGv2SU5ImT92MjBbZumx5clhPqH+1iLM5NbqssaKwuHe9paaoqbq4uGe1qzE8NTowMBAAd5u3uYNHqFQCMXGnUKg0ahlAicMUgAwM44PJVMsdf5/g3AQOClEklkZwLZmQAfPt+gXAaFCiCZQaHC8Ga/aVYfphCIQPKFZ4nhVC1YSf5/BGB7+gASoC8CgXBycqLBhXos+zEYNkCD5ga5XCqRiEgkArwZ9rcFGonBOtHoJKlMEBxgi47wj4sOigzzDQ3yDA/xjg73iwrzDQ30CA/2AgAc5m+LDPIK97MFeRpDbK5qHrUoM2FORqLVVWN0gdsJVUq50WgMCgqqqanR6XSVlZXj4+OLuhf29fbU1tZmZmYHBgaCNEV3d3e1WikQ8Gw2i6uri0otE4q4VBoRkDmVQpDy+QaFWszlw7ZwDBYJh0MjUCgUj8dTKBQKmZxFo1OdiTwGS8EXyXl8IYfJY1KB/5lFIwu5LHc3Y3BQgJenDY7aEgpFIhGHwwG1flwubOsCLmg2mwtmtxgMFki6IhLJ8A7mf2wUWPtGEgBg2Ov+/x0GplHgHRAKiUomUojOJAKeCNbsOw7QLKDf/xsAw/PGGGc0xhmFxqNRdvUYicEiUTjU3y5oIhZJsX+yd3ZE4B3gRUAhnJEIvBOCgHRwRjviUQ5wXBgCgbV3RAMAdnSALdAOjmhHewc4l8kwuRh0WrVeqzMY9CKRiEQhIhwQjhgnGH0dEQ4YFI7sjMCiYCMzwtHb2zcwMFgkkhDsWWJkMvXNwYrZe/Q3bDvYT45IuFcTGKEdUU4YPBpPZHIFHKGUxubzxHI3m7fNL8Rg9XT39ddbbTqL1Ts0LDw+0eYfqHV1M1k95WqdSq2XSpRMBpdMpJGJNJpdK+CIREqtjsvmacVqi9zw3onLlzYf7y9obIqaszB57oamwQ8PnT+5dteazsGF5XUjzQv7Khv6yueN1LT2ldStbVy0qrZjdW37kpyKjvicyYqmqbr25UU1K+c27Fo4sLmle3F2UWNsWmNCRpyL2ZMvGZrfXJWROTcr69kXnz24+/5XH93KjA9Ljw2uyk/bvnpk+8TQ1hX9yzvrdq7onYJbkfo2L1u4clH9ZF/Dh5eO/f7wo1++/vfr77+Cnj+Ffv723rtXr88cv3Lk8Nqenr7yue0JmUMZJXenDz/ZfeHs4g29cZWRPA9vknFZ6SD0MfTsyP0XR7+BbkDQqRfQ2dfQzG/Q0Z+ho99Dx55BMz/AALzt098n332+7ML3Ayc/bd1xo3LVuZKRXpfURaakPq+UerVPh0d0V0BCgdItX2+pDgjNsVjT3d3jDK7+Iumc4NCmNJiBx+tberKLN9Z0rC6af7BlYGXG3MMN/Yfn9eVxTYNhue8ObDrfs/bzzTN31h/cPK9/Y8MS6PEL6MkL6N4Pv3/8DfQT9OjSh68+/Rb67Jtvr3zw8sMvbx+YuXvqXGNOfn501Pzi/JbqssrCzIzE8KTo0MykmM7meqNGBvufMU5UIh6HciSTCEikY05O3sFDR3bvP7Rlx+7d+w8dPH58y949U1s27Nm74+3D+ypS43K9TUtzYnbPyzvZXnBzuP7T6Z7vZzb+cuOtaFcZB4Wg4eD3hZOTgxPKEYl2su+62KcNcBgU0hGLdHB2QhCcEAwMQkrHW+T8YFdliqchL8hWGOadH+JdEOGXFeztq5FysQ7OCISaxwixukf4elr1WqWQJ+FzuFQSj4oXs8gSFoOCxggoNBeRSIBH85CIsaY5jy/ufH9H78ODAz8e6v9pZ9cv2xY+37rg+x2dfxcanRiEzo5DV1ZDlyZfnV0OXZp8/c6KF6dGnr81+PPMwK9vD704u+zFhVU/n5+GPpppiNTMsbBvbh2APjpzeLhpc2fliZWL5iUGFAS4H1szcmrjRF6wlwSF0JOwwVKBlYQZyE24MN51qr/6wnDtlRUNH20fGJ+btLQ0pTY+JFKrsLBYVjbXxuKbKMwEV2tnfsmS6oaa9Pz0sLggi7/FxcPXK1SrtohEOiZbzmbL+VwFn6sQcBVirlzGkYoZAj6DL2KLJFyJjCPRceVWviZaaUtQeCTJbHEi9wieayBX78lS6elShUBtp18lny/ncqVsOHOaz2TwKGQmlcJi0NhMOgfIv0wKi02iiwkkI5tt43GtLHqomFvsaexJDl+RF7d5bvre2qwTTQXvLCi60lX+bs/c273V7/VXfzxUd2+04cHKtqdrFn67rvu79YueTXf/sLHn5y19P25aDOj3wUTzl2PzPxup/nSo8pMlpZ/0l3y4uPhf3YXXu4oudhWdaMnfXpsxlBudbVYYiI4CJwQfi2RiMGQUmozGkVAw/VLReCrWmYqFkztgDEbD9iuQTEnAOxPwzmQymUKhEIlEKpVOo/09BgxY9036ndU/gVsYDgzi8sEw8KxXlM3+2048KxeDC0BlZbP4PK6IyxGCaiIAwMC6DCqFQbCWUqGdzYI2GS1GV7NWYwD25jerg3VaVwCHJqMF5EWDtC1QxvsmAHPYAgFfIpOq3rT4mt09AAALhWI+H+4LBIdIcO8ACs3Sr0Qik0hk/zf6hcd97Q8dYOD/HYApZAbAXTAbTIQDyGBBmEphSiXK2ZguEO6l1RiAWXK2Ggo0QgEA1qgNOq1RrzNp1AaZVM3jipkMHo3KFgpkNCobqL7OeLhWAIshAgUYhyUC+n2TgeGsLPuEMMGZwmbxFXKNyWiBfddmm9nNYjXbfLzg6V8/H/8AP38YfUOCw4ICo8JCUxLiM5KS4iIifG02q17nqVJlBfh3zsmdbKjZ1jnvSG/j20vmne2ruTpQfWOg6s7S6g9Haj5dMf+LyeYH6xY8mup8E4Cf71jyy86BF/tGXh0aAwD8x97h3/cM/bF3+OV++0jwkfGXh5a/OjEBwcLvFHR26rX9wuvz03+em355fsPLi5v//JuB7V7oW3vgGWCRSAKeNiDuy+VKUIMERjFBJpZSqQZqsFgsldhd00ANBi8LEJHF4wnodCaFQgNPNiAQPI6EQuLg4SgMjkSi0OlMFoPJYbE5LDaJQOQyGe6uhmB/v4iQ4Pys9AXNDZ0tLQVZWSX5+TXl5XkZGcV5eY21tdVlZUW5uaUFBXEREbHh4UkxMb42W6C3d1ZaqotGa3I1uuj0bCYLj8Vx2RwvD8+EuHiRQAgaVhj2rmc8FodyQgIRGFimKSQyj8OVS2VGvc7TYg4LCEiIispITsjLTKuYk19XXlpekJuRHG8xuxlcdGqVQi2XaRVSF5lUJxZquVwXHsfE53jLRBGu2kSLKdFsiDfq4k3KeLPo+uHV0PNP/vY5f/uvFw+uQN/dfPXoyuuHV6CHV6GHV+Dh3kfXYAB+fB16dBl6fOnVo4svH1148ejSH08uv/zm6utvrr1+eBn6+gL0yWno9lHo8p7fjk/dn+q9PVB/vDZzT3HcxqywqazwqdzoqfyEjUVpmytyVxUkL4zyKTHJc9TcHJ0g3yCaY5QUG6Ul/6FfYIGea1HV+xiag8ytcNqzR1e0b39SyEhm9MSc5HVlmdNzc3bML9rTXHayr+n2uqG72yfe3zz27tTItenR7y4d//rc0WXzyvJDvGOtxkPTq3++f+/3Jw+f3r176dixkc7O/ubmqZGRPevWHdy4cePy5d319a0VFZ01NYNtbf3NzcMdHc1lZS1zK2JDgzNTEvsWdbc1NQb5+Yr5PDejyWhwlUtlAICBVR4AsMHFzc0+6zubfTVrhzYYjC4urq6uJrPZOgvAnp7eJpO7SqVhs7n/AOA3lSgsFk+h0AQCkVqpUctUZBwxNjxyUVtLXVlhe315bWHmzO4Nd9456iIgq7kkDY+q4tKL05L72lvzU5ISgwM8depoP4/i9MSkUN+F8+auHuppqSysLkifV5Iz2NF4YvfmSzOHl3a2pEeGFaclZ8XHpkRFwhU3eq1Rp9bIJUqpyOiq4/NYWAysV1KcsXw6zMBWvS4hLDTU29PH3aAR88rzs25dOte7oDnUx+ZvNWUmRLfUzl3Wv2i0r7u/s3XJwrbhxQuHF3WuHR5c3Fi3sq9n+aKOjtqq66dPnNy7a2BBU4inJcTTPdTL6iLlSzl0EZNkM2g0Yl6Er+fGibFzxw7tml7b29ZgVIjCfaw1RbnVRVnDPW2ttSUtNcUrl3YXZcanxwYnRfmH+lgCvdysriqdnK9ViEx6pVGnUkmFAIBBEDSFRKZR4DwkMpFCI5EBAIPN47/3j/9DufDAKpUGPNJ0uBQENkWzaHRwPY1EBpIv8F+BnwUuLALWvjmNwwOlF4T1YzAYEH+FxcIBHs7OzhgMBg46Q6FmARhOPIbTNeATSBe3u4+1PB6HQiHhndEEIjwPjMOjSGQ8m0Oz2VxDgzxjowIjw3zDgr0iw3yjw/0iQrxDAmxhQZ7hAR6hfvBQ9CwA+7ipTXJec3VxakxoiK/NzVULABhu6HJ3LyoqCgsLc3Nza29vHxleurinu6GhqaSkLCEhISAgwMvLy2q1arVaoZCvUMg0GpWrUWdygzGYxabBGjXGiYDGcmgMjUyhVaq4bA4B74xGo5FIpEAgUKlUSrmCQaOTnQlcOlPBFyn4AjGPzWfRuEyagMPksxlcJk0hl3p52vz9fFRKuVAolEgkPB6PxWLxeDw+fIIzS1gsDovFmQVgCoUGFGACnABJnGVgDAb35qzvLAPDz7sdgIH8+yYAAwEZJGnNsiJwEQOi/sc5GDfCoPBoJJx9jUZicDANw4ouDm6ndAKUi0MicEgEHgV3ieExjlgUjKtoeDmgkI5IJwe4Bfo/CrCjAxowsKMTxgmDZfN5blabXK3SuLqmZmdm5uf7hwanZmfHJCVo3EwokjPCyc7QSCckkVBUXFpfPz80NFwmU+BwzhQKvKky6yiZTQgDd83uhYaD2ZyQ6P+ZBHZEIZAYMp3FFUroHAEChUM4oEh0Nl+mESjUbLFUa7aYvH1cbZ4mT2+92SpVacVyFYlMhycDKEz4048zhUKiU0h0Z2eiAwYlUsjYbLZCJOM5024cOffekQu7e9ccHJxeVbNoWcWCI6MbZlZv29Q3NjSvfWX74qGalpGa1lXNi4YrGifrO0dK5o+Vzu/PLu9MyF1b3TZdv6A3q3hxZtFkVdOykprasLiFWYU5ngHpHn5RLqbdYytX9y5uLC26d+fGJzcvXTt7LCMupDAtqqk8d9+GlRtGe1f3t+9ZPXj50PS2FYuWdc4d7ajYvrJ7z9qBd9/edWL75PmDm7/816WPr5z9/rOP75w9/fSjj6Dvnt2emVmzoLMhJqU/s/j0wNrvjt+8tebIQEajFa8J5vrc3vIu9G/o+ZG5DUjDAAAgAElEQVTH3268C731AjryHHr7T+jYT6/3Pflr3yNo5kfo1HPowP0/Nr7/Yt2/no9d/Hrhwce9R75ctO/78TMHc3q6zSkLPRO7ghIHY3OqLQFRbEmZb2Bnekaqu1uWt2eYWukvkVXGxjen5yzMKezJK+3NLllf3b6urPnoguFV2dWnOpdf71/XZo7ZlNNwZ2T7pb6pj6aOXBzbOpBXf33LMegXCPruz2e3voS++Bl69vrrc3de/Pvhr3e+eHrp/defP/rtoy8eXLmRFRiSFRZalpG8oL6yqbo4Myki2MeamRSzYqjPVS3FoxyQCDj9Ad46xKCwWPTI6PIjR4+vmdq4a9/BfYeO7t5/YNOObavWr969a9tbB3flR4cUBliHcmP3zM8/1VH83vLmzzf0f3N846+3Tke6SJlIBA2PgV+qTg6OSMDAKLsZH05QhwvTnOAcOALSgYpGCMgYDZdmlvHC3PWxnsYEH0u8tznaw83foJLRSc726XoXqdDXzRDo4e6mVUk4TADAfAaBQ8ZySLBdUkynq7kcLtZBRkCc3jR8dduS97ct+v382u/29f68uwc6tvzhZN2zrW0/7Fn4/EDPb0f6X7w1BJ0de3V2+R9vD/91dvnLc8v/fGfs5fnxFxdW/nF+/I/z47+eXwXdPX5hbUekFJlt5d3avfz6jrHR2qzjqxYvyI9PsWl2DndP9bRkBXnwHBEBKrEUidChEGla0b+3rLi6cuHlZfPurG5/dnzVZ7uGezMD+gpiu3OSS0MD/AV8DRJtIVIi5OrhufXjjR2dRVXJfuE+OotNZzHrbUYXD6XcJBRqWRwFmyfn82HrMpcl5rFFIraYz+Dz6DwRWyTnSpUcqZGr9BZoknS+SSqveKk1WugWzrcDMEftylECAJ6lXxZLBAMwiw8AmE5l0akwBrOobCaFxSXRVDSGicW2spk+PGa8WlIb7DGQEbWqIH5HTdbB+TmnWgsvdZW9u6jyX33V7y+p+2Bw3mfDDV+NNT9e1fHtuu5nUz3fTy+2O59hALaHYAHz8/zPR+s+Ha76dKjybn/Z3f6yfy8uvbWo+Oqi0jMdRbvrs1eVJDVEeoaI6UIEgotCCIh4ChqFdXQkYfFkJJaCwtEwznQsgY4lULHOAIDhQzARjpglkUhEIhE0KVBosD4B7yozWLMzsYAdZr3QgAhmBVJwPbiSbQ9cBDuts98GvhNQNJPJZjK4PK6IxxUBAAa4C0KtAABLxArgiFar9FqNQa3S63VGg4ubWqUXCWUctgDER8ukKnDTrAgMVGIBXwLoerYAiUHn0GlsLkcIABjAJMjBcnezgRngWc82UK3B2POb079g6BfM/YLj6azVGdAQhUIDZAQewH8AMLA606is2XlgMgkujgQTv2Dol8ngcjlC8N8DGV1A/p2FfIOLG2Bgg4ubwcVNrzPaZ6SNOq1RozbIZRqhQMZmCZgMHoPOlUpUdBoHrtPDUwjOVOCFto8Bw6O//wBg4IVGo/BOjhgUEkci0gR8iYveBI8f27ysZpuH1dPX2y/ALxDowJGhYcH+fmEBAdGhoUlREXEhwQFWs1mrdpOJC8OC2jJTllcVr59Xsa2p/HBn1duLqk53ld1YWnt7qPr9YRiAPxqt/XTF/C9Xtdxf2/7txu4ftiyetUADBfjVobG/Di6fdUG/aYF+dXT89cwkdHotdHY9dHYKOrMeOrv+9dn1f56denl26sU7G19e3Ax7oa/tgG7sgm7uQSiVajDCDl6p4KkFeu+bg8Fq+4SwVqsHOjCIQQP7IkKhGFAxny9kMtk0GlysDFo0gAUai4FNp1gsnkAgwa8DEpmAd6aQyHCErDNeyOVolQqLyRgXGVZeVLBuYmJBU1NBVlZSTEx0aGh0aGh8ZGR8ZGRaQkJBVlZuenpKXFxpQUFNeXlhTs7/oewtoKM693f/yLi7+0zGJTIzsZm4e4gQdyfuHhJiREiABAjBXYNTvFCK1WhpS4XSlrbQUoMKp4LMf+15OXN7z+/c/7p3r3fNmhkSIMlM9v68z/N9nuqK8uqKysVp6Qlx8f6+fhwWm8Ni+/n4JsTFx8XEGnR6Jp1Bo1DZTBY0X4rDQznDdkc0Eo4g4glcNkcpV/iajOHBQbHh4WmJiXmZ6aUFufUVZc3VVVVF+ZmpSV6e7lqtGrrSFAllQp5CyFcJeBou14PPc+eyzHx2qEKa6KlO99HnWY2FYcb5/qonX162Pf3i76+uQgz86N1n96/aHr4B0e+DaxD93r9i+/p12zdXbPevQs88uPLiwevP7l9++s1rf35z6c9vLj27f9l2/3Xbvddsn5233Tr54ur+p2e3/bpv5vNVXW/0lh+tSt1ZGLMhI3QuPXR9ZuRcdtxcXtKGovSJlKhaH22mGydLxS1wl+XqhDlaQaGn5CUDu0tK3CWlHtJKk6LOX9cU6NEY4N4aYuyJ9h9eFDadk7CuJH1TVc7Wmvz9rRV7mkoPdiw5O9Lx6njPicGWw0sbDw02f33u4M9vXDi/cdWu5f3DNWW3L5378/69z99649orr7x65PBoZ8dAc9OudWsXtmzes35ubnxsrLursaS4taJ8vKd7eVfn2uWjtQX5OcmJEQGW0AD/9uamjpbmyNAQDoOu1+r0Wp1MIuWyOWQy1EsGtW3JoK04yI6idwe2Z6AAGwweWi3UjaTXu+t0BgDAfn4WiyXAz89iNvtotXqJREanM0GJC7i8RiLRMBgCvAjRaCweT4ScCGKpUqmWy1Q0IlUtk2ctShroaN40M75p5ei+Tavuf/RGpK9WxsACAA700DcUF9UXFRanLYr0M0ZbzIWpCQnBvl21ZZNL2xtLc5vL85c2LVk52L1hauTEnm3rxoeq8zM3rBjvqq+tyMsJMhvVEiglWO0mdhMLPHRqN5mISMBAXa9wFzIWyyCRNBJpiJ9PXEhQgMldKeSYtIrJwb7Jwb5QP1Owj1dH/ZLelvrelvrWmor68qKGiuLWmorOuiWDrU2DrU3D7W39TfU9dbUTvV29TQ1V+dlWT3cvpcysVcu4DD6VTMXAxWyGVirwVEgby4s3rJzcPDO9fd2q+BCLp0KcEhVSkB4/1NXYUJ7bUJ4LABhYoKFJVx93o85NJeGoZAIPrdxdo1BIBA4ABkHQDgCGKtAIRDKRRCIQiXgCeEiB0iOhoCzwfgQBdUS7sYpOpTFo0KYYhUQm4PBYNAaHweKxODDUQMQTHG9b8EeOejo0Gg0AGIRCIxAIHA4H4q+QSKSzs7OLiwuZTOZweGCkHESLA+Oxh4eHVqvmcFg4HAaLRePwKDQGjsUhSWSsTMbz9jZERARERgZGhQfEREIkHBJoDgkwhQV5hwaag63GMKtXZJA5PMAY7GOweCp9NJL22lJ3hSg6xGL0sJ983PUymQxovImJiX5+fgEBAd1dHd1dHT09fY2NzTk5eeHhkf7+Vn9/fx8fH09PTyLUGMdWq5Wenu6AgVlsGgGPhlR0NFYrV/qZvflcHrQfj8M5u7rwBHylEkpQp1GoeDSGQaGKuXwpny/msXlMKotG5rMZfDaDTibweRwfb1NQoBUAsFQq5XK5IBsMksV5AlD/6wBgOp0JxafbcxyACIyFqhGgaQIAwP+VgR0ADAaAsWgcFo3DYfCAn8HnOjahwDjxf6Dvy4cILBQu7ooECw17Of6NRkH+ZKi8ytUJBXOGSBgJQ6NcYXDI/+lYCKQLCoXAYKC+InsiGmSBfrmcES6uSCdnGIXLyS4uLa5ekl1cumxivHtwODFjcUhMXGpuTmpOntFqgeEITq4uUo2uoa1txdTK8vJKjUbn6WkUCETgm4NGY+FwpOPLgcORdvSFrN2OTHIYDBKBXSAjNsIVhiDRmEKpXOymJNGYTq5IJxcEHENAEMgMgUjp7qkzeWvcvTTuXhKFmsHhUxhs4JkACgAUn0PnUMkMLBbvioa7ouEMFt3s6SWksHdMz79/6tq1Xa+8u/DqnmWzY6Vtqxv6T8xu29g/OVzdMt7QuaK+c6quc6592URF8+qazuUFtSD+aqqwdmfb4O7u4VXlDcPZpWMFVSN5Ze1JGZ2Lc00MrpHJLYyMenL3ru3XXx5+9P4v33x2+8alK6cOza8Y2rxy+NjO9W+cOXh+/+YT22dP75p9/8LeM3tmFjYMH940+t6rez+5fvznu2+++Omu7ddvbE9/+f3rO7bfHz/86MO/vv3W9udfv9355MTcumUFJRMlNXM13Y8vffjBrotLArLdkYqh7L5fLz/69cwPvx785qf5T55t/MK2+Svb3m9tB797uu+bpwe+tp1+ZDv32Lbw1fOdH/81f/PniVcfDJ74fdWl39detu259f36V/cW9A5HZ4+nFbWGJCSKlIluqpqIyCXRUfF6bYRSbmLSQ90U9Ukp7WnZE+W1k6W129oHN1R37m5etrOub0dl1zuT268OzM0mlh+tHry1YvdbEzs+3npqd/vEprblv966Z3v0zPb9H/evfvzizqPH73xx+/iVX966e//SzU9PXf3j9hc/vv3hmS3b86Nj8+NjC1LiqwuzMxIj/LxUsWEBBZkpG9dMy4VsAMAomDMK5uzi7KRSKQ4fObb/wMLm7bsOHjl+8Mjx/YcO7zqwb93Guf37dp1e2JMR7F8W5jdVkHS4rfhsV9EHq9rvbh359tjGf928kGzWkJydCAgYzBXqNnCBQcvxNnj5qnOFCjCgwnmYMxUD55GxYgZJL+Z6yYTeSqnRTaTiMfgkDAkOyb8sPNpdLlMKeEoRXyHkCZk0uYDHo5ElXDKDCGeRsSwCTkynS+k0Pg7uLaZ+emHPxyfW3js29f2Jyb/Prnp6bNJ2YuXTgyM/7eh4fKDn98P9vx8deHJi5Nm5FbZLq15cWvXstZlnr88+vbLm6bV1T6/PgfXnjc2/XN+zsT03y8w7Pz/w9eUDDYsCDq1aunGgwSKhr2guX7e0OUgp8OSRpXgXAxNvZOAC6ej9nUueXjv69mz3lztH7u8be3Jh863NA51xpo7EwGW5i3ozU1J0Wo0rLIjBaohKmGvt6cguTvMP83PTGwRKL4WHp9okEWnEYh2bq2CwJWyeG48nZ7PFLKYQKlNn8uk0DpPOEbKEcq5Yy5V685XBYm2iyideZowRukcK9CF8vYWnMbIUYAaYx5Ox2WIGQ0ChQ9XfVPsCSAMAmE6iMcl0FoXBJ9MNbJ4ngw7k3yxPdXuMdUV2zHxR4oG6rBMtOZc6S270V747VPvh8saPxps/mWy5O9n81aq2h3O9P20ceLR5EFpbBkAC1o8b+76b6/x6puWL6YY7EzWfjFV+vLzi/WVFgH5v9JVc7Ck+0pK7riRxIDUsXsHREmA0Jye6qxMLj6Vi0VgkAgq4gqMpCAwNhaOh8TQ0lPn8UgRGoUkEIpSkQ4QaTYlUCoVBp9JpDoMnnc7kcHiOIVhgDAYc+E8kdmjCIA6KTod6B4AsDOzQDkcxcI9SKUxQAsygc5gMLsBdLkcIjNDgoUQsB91IYOgXBGLJ3dRg+pfHFfF5YplUCSRitUoPsrKUCq1MqgQtxP+hAFMpTFDgJBLK3GQqMHznbjC6G4wymZzHEzj+2w5KctDvP5VtBuPlSBHd3owDrmYB94KuIyAC/28MbPf1gLlfAMCOcV8Q/gy0XwadA5qNHY5uD3eTA4CBGxwkgamUOrAj8G8Mdlcp9TKpSsCXslkCJoPHZgm4HJFYJCeTGEgEDoMmOgDYLgW/pF8shojFEB0iMMwV5VgYNIHJ4CrkGi9Pb19vP2+Tj6+3X4AlMCgg2OofEGSxhgYGBfr6RgUGJUWExwUHBnrovZXSQHdNisXcmBS5PC9tXXXhptqCPU2Fx7vKz/WWn2nPe3O48r2x6o9W1H60ovb2ZM0n0/X31rV/t7nvu409P2ztfbRzAKxfdg8+2T/69+HJvw5N/HVo4u/Dk0+PrIBCoY9OPT82/fzYtO3U2hen1rw4s9Z2bg7SgS/MPz+//u+z656em/v7wvq/Lmz469Kmp5e3vLi+w3YDEoGdVCqNTCYHVcAOsz4YDJZK3RQKlerfOVgKhUqhUAEAlkhkQqEY7OIA7zSAYRaLQ6dDk5wYDA6URoIZYHAJhcXiIWEBi0MhkECMJeNxDApZxOO6azVhgZaUhNjO5ubNc3Mb1qwZ6e8fGxwcXrq0s7m5p62tpa6uICsrOy0tyA46EUFBRr3eYjaXF5dEhkeEBoeEhYT6+/rFx8bl5+YlJSQu7e1LiIvnc3kkApHFYPI4XBaDSafS0EiUQwHmcbhqpSrQ3y8+OmpRXFx2WlppQW5tZVl7fW1nY31tWXFuRqqHp06rVbvJJBIBdHHpxucqeTwdn+/O4xqYVA8WNUjKT/JU5gcaa2IDW9LD/v7q+h9fXbH9/J7t0bt/fHnp6TdXbD++8/Sry1Cq88Prtm+vQej71WWIb++9Bt356jXbV689//q1p/cu/vn5+b8+O/P3Z2de3Dlru3PedvuU7Y1DLy5s//vohsfbJj4ba7nWWni0KnVHQfT6jJC1qcFr08Nm0iJWZ8TMZCUMRAcV66SpInquRlTspcjWibK0/BKjvNhTWuYpK/dyA6vCKF/irarx1dT4apoCPbqj/EZSwlflJW2oyNpWW7CzoXhzVc5swaKVuYlri9PWlaRP5SWuyEtaXZp+Y/PKWwc2n183dXHbuomGqpOb5945ffzK0YVXDx+8fOJ4f1NjXWHBmtGR+cmJmeGhse6uvob6sozFjSXFK5b2TfT27J1fP9rZ0V6zZFFMVGRIYF9X5/BAf0piApfJ0Gt17nqDXObG5/LA7gmLxZFIZGCiA4z+6v+dBa3TGTQanVqt9fDwMhg8DAYPo9EMANjhfxYKxVQqHdgUgUQDEmtAWwm0m0mmcjg86J+QK+UyFYvBxiCQajfJ6onh4/u3Hd61Ybiz9l/f3SlYFC4gwSU0rIpHc2NRchPjRjpaB1rqyrNSk8MCsuIjw7wNZZnJnTWlfY1VJYsTlzYtmR1dOtbTcnj7xu1rpvOSYwda6l4/fWJ+ekVqdKRGLDQoZGo3sZjPUculCrmESiGgYM5ouAsOgcAjkTwqzaBwy0tdlBobEWBy51EJ/p665iVlniqZj0HdWlNRkp2elRxXlJm6pCi3NGdxZlJsclRoVmJ8W2VFeWZGYcqi7tqapJDg2KCAKKu/WaMyqpU+eq2YSedTyQIahY7H+Hu5+xk04X7mtJiIoc7WHXOrJ/q7wGhxWmxIT1NVRV5qRV7qisHOvNSYxHD/uDBfAMBeWplSzFbJBJ46hYdWqZQKAQAjYHA0Eqr0cAAwAFcykUQmkgAAk4kkAMDA+kGjUAHTEqBEDTKDRmfSGQCAofpfe1cZ4F4Az/+XAAyHw3E4qLYORGQ5AJjHE8hkcrW9NVqj0dlD1Dzt+at+UqkYGKExWARUBIGB4/AoOo2o18tDQ6zR0cGxUcFx0SFR4QGBFq9gqzE00PxfAdhPJ1vaWmM16qZGB+qqy4Ms/lwONKCr0Wh8fHzMZnNFRYVWqw0MsIwOj4yOjvX2Li0tLY+OjrVYAkJCwqLtB51OF4uFGo1Kq1VrtAqFUsrlMQl4aIIa5uQk5PKM9mgDKNqaQoYjEXyhQKFSyuXy/wnAfBYk/Ao4TAGHSSFguRyWxd8XALBAIJDJZDwej0KhMJlM+0jwfwFgCoX2HwCMweD+CcAOBnaIwBQSlUQg/3P69yUD2zVkNBrrEEuBKfq/0i80wAjHomEQACNdEEgXBABgaHTFnuAPKcIIFzQKsqwj4M6uMCdnVycXpDMC5YpAAdkVUsNcYM7/RwCGo+BEkjU8UuNlIrE4qTl5I1MrBydWFJVXpWbmxCWnxiWneph9YWgcEkc0+VqiomMjIqK0Wr3VGgg2+Pl8IQSirnAH9Lq6wh0PnZycwGvPxcXFQb+QHdoZxuDwte5eSq2BxuYjsERXFA5Kx2KwaWwejQ2CS9VsvohIZVCZHByeDOWpowlYDJFCZjDoHAqJDtlbiViosxPhyuOyeVSWlMblI2mBMq8QqZcfWx0mNVZEZxxeuWW+b3ykpn28oXOitn2ium1tU99YWePqms7xovrZJW2ryppWlTWtKKobzS0fzimbLK6ZKq8fyi1tSVqcYwkOlMjcGczyxMRT27dtWD703sXT104fvn7myOFta0/u2bhz7diFha1n92+6dmLvzXMHL+5f9/ap7ddPbnn/0v4rxzZePb7pxqkd339y5d67F+6+ef69iycvHNx16+K5s3t3H5ib3zu75uDs6rmezmWl5ROV9V1pRY+ufPLWtjNeGKUXRvvhnpu2N/+6v+vOw02f2I7++ufMp7aN955t/dy28J3t6Pe24w9tF361XXhsO/HAduybn1a+dm/w2I8TZ35fe/nJxmu/bb1mu/bDx2uODCcV9C3KjJeorDRWXWxsT15OVVxMY3pKQVhwssmzJCKqJ7egJWnxdEXDaF7V7q7RDbVdx5ZOrSmoP9wy8un84VeaxrbntrzSsPyD6b03V+65f+jqRH7T23tO2x7+8fzb3/786tHD63d+f+/+W7tP39hx8ucbn949fe3t/ae/vf7uj+/c3rhsuD4rJy00OC7QNy8tIS8triAzsSg7raIwe93KcQYRjYZBxdQEDBKJcHF2coqJibp46fKOnbsPHTsJ1uHjJxaOH924bdPhA3tPL+xLtXpXRQXMlKad7Kk811380WzXve1jD09sfvrB5aJICwPmREIhEC52AHZxcXZ1gUwHLq5OLnAoiw2Jht4Pzs7OTk4IZ2j2mIpDMEkYJgHNoxKgkwKNSIS7Qqlyzk50PEYp4pt0ahYJT8djhEyaiEXXSMUCBlXGp9IJMCYJxSJj+VQyF4/h42BhetFvH1169snZd7b17W9Lsl3Z8uzU6o8na57sHXm0B5J/nxwd+vXo4O/HR59eWGm7tt721mbbmxufX9/w19W53y+v+/3K3F9vbHlxc6ft/QXb3Yt/fHTR9tXbn5zfE2fgdxcmXV/YXJUS7i9lVqVG65g4LQMrw7kEyDkmDjFUyij3VT84svmTrWNXJuoeHZ/568KmT7cu29+ePZAS2Bzt25uROF5cWBUUHExj5ug9NtQ1DxdXpfgE+0q03lK9p0Rn0phNBn+ZRCcQqJlsNwDAfCi8CqJfNktAZXDJNDaDzhGxRWq+zCiUB0i1UQr3aKl7uFAbylcHCbRWgc7EVWoZUhlNKOLIOBwJkymkUrlkCpMIlYEzKVQWFK1kD76CnM9kOofM4FNYEgrdWyA20RneNEq0hFvi696bELQqN3ZTScLhxuxTrTmv95a+s6z6g9GGjyda7ky1fz7d8fmKlq9Xt3+/vu/nTcsebxmC1tZlj7cu+2FD7/fzPd+u63AA8Eej5bdHyt7pK3irr/B6b+GlrsITbQXbqzNGMqJqwn31eJgADiX/EZycaBg0nQgN96LhCDIcTYNDAEz/NwCTkBgcCo10hUHnYjweg4OagbFEAoFCJlCgiBYKhUYmQ1FYHA4PVBwJBCIH1gIoAK5mRzoU2GOl2pOQHdIxUH3/A4DJJDqHLQA5VSwmDxAviKcCDCwRywEASyUKqUQhh1oXoOXAYIlYLhRIFXINYEW1Sq+QaxRyDcjHAgAMVF8w/QvuM+gcNosv4EtApTBgSL3OUyaTc7l8Go0BGJhp928D1Rpw/kvntl3c/icAg0tZIPyCRKT/ysBkexHxfwVgh/wLUq8Ucg0wewMyB/cdw88gBkwKdVYrFXINQGKd1kOtMkCxRSI5hy1k0LlMBo/HFYtFcqFARsBTXV1QKCQeADC445B//wOAnZxgQP5FwDFoFJ5GZUklCoPey9vkYzZCGAzkXz8ff1+T2d/kHezjGx8akhodGWvx9XETe0t5KYE+HbmL2hLDp/KTN1bnba7K2lmdeaK9+FJ/xev9ZVeWFr89XPGhXQG+PVnz6cqG+xu6f945+GBDx8PN3T9u6/tp+9Kfti/9eUc/1IS0MP5k/+i/Diz/4+DYnwvjAIb/OjTx56EJ2+l1L06tefrKzPPTayAGPr/+2Zl1f56afXZu7um5ub/Oz//96kYoE+vqdtv1PbY390EWaKm9wwpElnO5fIFABBRgwLpgDBhCBblSoVAB/zP4FBCXBeLdJBIZz54FB5oksVg8DkeAXgT2bisMBgdKaIhESAsCo7lQODMCTsJh2XSam1hk9tCHBVqKMrNWDA3v37Z985q1K0eXr5ua3jgzu2ZyxezE5Nz0ynVT012NTRmJSenxCYkRkTqFIj46JiIsnEIiS0Rib5NZKVdY/PyNnl5ZGZntrW0VZeXBgUEmL6NKoQSX2jQKFQGDuzg5kwhEkUCo02jDggKzF6c3LFnS3tjY3dbc29E63Ns90tfTXF2Znb7I2+yp1siFAp6AwxZxOBIWU8ZiKVksLYvpzqJ58+iedHy0RpRqdCsJ9Ty7YcT2+APb43dtP7z1/OH15w+uPv/mCjTKe/9129d26P3yku2LC7bPz9vu2tfnF2yfnQP3X9w5++zjU88+PG778ITtw+O2W8ds1w/Yzm9/cXz+9+0r7q/o/KR3yc32knMNWUdq0ncWx89nhK9ND1uXGbMmI3YqJao33FLjrctXS3LU4nyDtNBLXmxSlnory0zyCqO80qSoMiurfdS1ftp6i74xwL3eoq/z17UEew0mhcyVLt7VWLKjvmhjZfbytKieaEtToGeDFZKI2yK8WyN8miO8h7Pie9NjxktzRspyu/MzNyztPrN14/41q/dvmBtoa6kpKkiJihhoa1k9OjzR37e0pamxvLQ8JysnObE4I72rvnZ6aNn00LKhro6CjPQAX/O2TRtXjC2vLC1hUil6rU6n0bpJZZBr3b5zxmJxRCIJSLEHuKtSaZRKtUqlAZ3A7u6eYCoYMLDZ7GO1BlosAWazj0ql4XL5YP7ccdkNSkqACIzF4kFlFzA48HliIV9CxMiDVIsAACAASURBVEMbcekJsavHlo0tbc1NDv/oxrn5yaV6EZ3o7KQTMA0ibpSf90Rv10hnc19jVVtVUXkWJAVH+ZtqC7M7qsuq8zPri3NbKooGWurWLO9fPznUWVOaEhG0emjg+vnTJ/fvbqku91DJOXSyQasQ8Vk6rZLNoqGQcJirMwaBJGCwDBKFz2RaTV4psVHx4SFWk6dSxM9MTkiMDBMwqPHhIYsT42JCAoN8TLGhQVFBVqvJM8zPJy4oKNrfPzE4OCsuLi06OtTb21en89PrVUKBr0FvcJPx6VQ+ncqhkDgUkkYqAgAc7mduqihZObx07cTw4rgIvZQfYfEqSI8vy1lUkpVUU5xZnJkIADjCajYbFHqFUOvG1yrEJne1p04l4jLxaAQBg8Sg0GCi3j4GTLO7oP9TAQYTwlQyBQAwg0YnE0nAi4FBoalkChhSIBGIAIABA+OxOADAeCwOtJehkSigf2KxWDweTyBA/exA1ofO0xgMGo3GYDCAgV1dXWEwGBqNptEYwNokFkEVbqDvDfqV5+YmFouZTDqBgMNi0ZDQDMnPcATShcWmenroIsKD4uMiY2JCIkItwQHeYcE+QVZjSIApMhQKxwoJ8Aq2ekYEmgKMarNKVJ6bOj2ytKu5trKsMCkuNsDqr1QqNRqNu7u71WpNSkqqqqqSiIW52TkdHV2rVq4pK62KjooPC4vw8jJZrYHBwcFGo5FGo1EoJLlcptNpPD3ddToNk0FDusIoOAKLRifjCZCThU53gbnSmQw/i7+3r49EIqFRqBgEkoTDKyUyIZst5rEFbLqAwxTx2BwGlUbC83kcg14bFxvtbtBJpVKFQiEQCEAQtH0kGJp/Aed1cNVCpzPBadvh4sHhCGAYGAIwJJSDRSG9DP3GYwkkAplGof8zAQsEQYMZYCgG4t9TxA4GhsOR4EkAw2g0FrxVkXColBJr76UE7ZQYOPQCAxumQFxFIuFIJByqTII2MmGQwgUZnF2gmCykqysSARakFyMRMBgUfAW5QV3hcFcoqxmFI8LxRAqTwxVJ2QKxSu8Rn5xavqR2+eR0Zm5BZlZeZFRcbExibEwimURHo/BisTQvr0CnM8TExIHNFDIZmuYCu2lOTi7g7wd3oFpge4SWk/0ArdSucJizqwuoR+KJpGY/q0ypwZGoGAIZhSOCrmAskUKg0BkcvkSqkEgVfIGERmeTyHRwDQTaL3BYEgqNfQnAaDgOh6HiyXgXFANB9hSoYzxDcoIXBUiNkVr/1e0j28fXDVZ3TDT2DJTUrmntn6nv7s+tXFHRsrygdmNT3+yStqlSiAAHMooGs0rGipaMFFV1puVURMWHypUharWWRlvZ3XHn6uUL+3d+cPncD5/e+vjaqxcP7Ty9Z9OFha2Xj+y88crey4e37V0zcnlh/sK+VddPbjq9e+rzt45/fHXhxultb53dfXDD2M3zh26+evT8gR2HN63fu3Z2dmCwMi29NjN1qrWxPTu3IjqxNa3g4eu3+zIbfUnuDeGVtpt//Xnh8fc7P/tz1zdP5j61Lfz698xt27bPbQe+si189eLAXdu5H21v/m07/e2juau3e/Z/2rf/24lXflh99qf5S88P33q898arg+ubw5Ii+OIwvqg4OKgpdVFHTkZb9uKKxJic0MD80KCWxZmNiSlLMwpml7SsqWg5OTq7p310d/PQ2oKmTzcf21OxdGdJ95pFS64OzD/YdfF456pjfbNnp7fb7v/r+Ve/PPvu9+9uffHlq7d+uPLppfUHH7959+HrH55Zs+Pc+j3fXn/38p5DPSXllWnpxanJ/nql1agry02tKs7MTU/KW5y8ae1KChYOc3IiYhBwZ8ioD3N1HhkZOnX67O49+/YcOLT/0NF9C0f2Hzq8/8ihrbu2XTx3+vjenXEmQ2WkdSQj6lRv1c3Jlrvrl36+aejPSweevHm2JjlCRsainZxezgBDc8AuL2fOXRFQ+pqr3YTv4uzi4gRzdUIjoPFjAhpOwiKpBAyVgMWjYAhniI3xKDidhDeoFW4iPodOoUHt9AQ2jQzi9NRyLouGZtGwLDKWRyHJuUyik1N7Uarthw8ubx1KU6OO9efYPjj056nZe+u7H24b+O3Q6Pf7eh8dHvzjzOSTUxP/Or/KdnX+2bWNttsLtlv7Xryz6/HlDV+/Mv3T5Y22j4/a7p579tnlh2+f2jXeLsM4+QpJVxa2LK3K9eCSRBgnCc5Zz8L7SVhWCVOJc4rVSQI4uNdnlz06tf3NVW0/H5v9+/ymr3aPnOwrnM4N6U20llsNK0rzt3Z0NEfG1AWHrS4sGc8pyvAOCFF6ePDc9HyFUeFh1Hq763x0GjNQgFksCZfrxudBJdtQZRGVhaeziEwOjc4WsUUGgdyLLQkUKdO9/GJkhjilZ4zaFKrwMvHVaoZYzhDLOTKFRCUWyXlcMYPJA9ovlcai0dlkEp1OZbFpLA6NxSUx+CSmlMZW0zlGJtdEpQSyGWlaeX2Y71Bq+Jr82K2l8Yfq0k+3Zl/rK7s1WgfR72Tb3amuu1Md38xAyc/fr+/7aePAr9tGnuwc+3X70PfzPT9v7n+4vtuefVV/Z6LmzkTNp+NVH40veae/+N3hymv95SdacvY15M5VLK4N8/Fnk3jOTiy4Mx0Jo6JRZBxkvYScVmgIfZkoPANDYGKJDCwRFP8SMFhoFgmLw0PuZwKBRMSTSWCBlBaQ+MO0x0aAwUnQZgTcv+BswrQzIdg0BPKvAyMdkdH/zMECgjCdxqbbNyBAGzCPKwJNSFKJQiSUQVdrAinAPJFQxuUIVUod0IHdZCowA8zniSViORgS1qgNDpQFQ8IMOodB5wAFGPhroJKafyvAYpGbg5xBmpRCoRIKxWA4CLAui8UBpAO+CuCOBqdODgeScMAGAZFI/udyqMHgSXCGJZMhkzNAJBKRBsp+iQQqlcIkk6Bf/gQ8hUphCvgSRzSX48sx6L30Ok8w7usIwXY0PwH/sz0H2+AmU0vECqlEKZUoQQeSUCDjsIVEAg2JwAER2F6ABN0HZxwsBqrv+WcgFh5HtjckwAAYw1xRZBJdqdAaPU0WHygBK8AS6GP2NRu9/c1+wf7WcH9LiNls1WssKrdId3VeqF9DalxvTtLy7ISZ/MRNZYt31WQdaMw73pp/tqvoYk/R5d7CK0sLbwwUvT1c9v5E9SerGj+HLNAdn880PNjQ9vOOvl/3LPtt7+Dv+4b+XFj+/NiKJ/uH/1xY/vTIxLOjk2A9P7bixclp28nVz06uenpi5fPTMy+N0OfXPz271p6GtcF2ceOL1zY9vwTlQtuubLdd2+mkUKjc3BTA0iwSSf4Z8C0UigEegwFgBwMDFAFMAqaFgR8AzIg7ABiLxUOdwEgcDksCqSoolD0NC4kCV7oYaK4P6mAmYjFQMIlGGRZoiQoMWlJUPDsxuXXd3Nz0yvlVq+dXrZ4aHlm1fGz12PjsxOTypf0NFZWVBYWNlVUtdXXF+QX1tXVREZHRkVHZmVnBgUEGnd5NKpOIxFZ/y6Kk5OjIKKu/JSIsPCEuPjI8wuLnLxIIYS6uzk5OaCRKLBSFBFhzMhY319YO9fXNTE2sWbliZmJspK+nuqQwKTbSbPJQq9zEfB50ccliS1hsOYulYrP1HLYXl2lkU0LknBgdf5GXcLal4Lu3j9oev2d79I7txzdt312H6PebyxD6Asn3y1dtgHg/OwdpvJ+dg9bHZ2wfnbF99Irtw5O290/Y3jtie2fB9uZB22vbX5ze8PfCzJPt4z/M9n6+rP6j9rKbbcXvDlZfXVZ5pjV/T1nShsyoNalhqxZFrEgKH4iwNPt7lrurSgyKUi9lmVld4adbYtXX2EG33qJvsBqaAj1agr3aQk0d4d6dET7AAr0yN3FjZfZsYcqyxOCWYK8Ko6LEXVqoExXpxeVecoiZrYaGYK/WKP+GSP/2RZFd6Qlt6YlDFUWrWhtH6mqGWpuGOtsH2lqSI8LKc7IGO9pGujtbqipqigoK0lIWRYanRkeW52R11tX0NNY3V1XkL06z+phmpqfWrl7VVFcrEwmVcoVSrpDL3IR8AUiNZ7O5UBC0TAVNcWh0Go0O2BDUaq0DgN3dPd3dPQ0GD3d3Tx8fv4CAIIslwGTyVirVHA4Pjyc6rqoRCKiJFNyCKT4WiyMWS6GZdoWWQefSqND0I4VMFPNY2alxS1ura4vSr7yy7/yhbRo+xWqQ8YkIrJNTjNV7cmnn0qYlAy01I52NfY1V2QlRkX7G7ISoJXkZZZkpFdlpdUU5vQ1LJpe2Ty5t76guKU5PyE2KmZ8cO3tw3+aZ6bzURVqFVCERyMQ8jVrOZtGQCJirCxTYg0dj7HXzdKVI4Ouht5qgQSw3Pic6OCAxMsxDJffSKC1GD6NW5aGSB/mYgn3Nvh76ILPRV6ez6PUhRmOs1RobGBjq7e2t0RjcZFI2SyMWyQU8LpVMx2PJaCQNhxGx6D4GtbdW6atXZybEDHe1HNqxaVl7o7dW7qUSJUVYC9Lj8tNiC9LjclOikyOtkYHGcIvJpJcblCK9QqhTSsweGi+9Wsxj4dEIPBrx/wTAwAINJvMBAKORKKAVA7nY7kd+aYF2ADAIsUPCEQCAsfYDOi8TiTgcDvifcTjc/wmAiQQqk8Hl88Q8rgjs7oHfcm5ubiKRiMFgYLGQmRpv1zSxWDSeAC0mg6LVKMJCA5OTYpPio6LCA8KC/QItXkEWr4gQ3+hwv7AgU6C/e7Cfu8GNuzgmuCA9vrIgc27VRHFBdlNdbVxstK+vr0Kh8PHxUSqVAQEBkZGRDfW1aqWqsnJJd9fSutomXx9rTEycv7/VbPYJCQmLjIyUyWQUCoXNZiqVcj8/H3d3PZGAA3DLotFpFCqfz6czGa5wGIfHTU5ZlJufFxAQwGQykXAElUhyADCfReOzGUIui8uk0ckEDpupUsrDw0JMRk+FQiGVSoVCIYPBoNPpfOgQAgAGO/EcDo/BYIGz9X8FYCQchUXjgPALOZzROAKOCOKvQALWf4wBY7EvXdAOEzV4M/7/ALADfe30+xKAHdZiyPcOwS0UtAxDuDrDYU4QA8OckXAXBPy/AjBQaOGuEA9DZ3EYUq33iElINpp8yRSGh7upob4lLTWztqYxOjIuKSElJTk9LCRy8aIMrdqAxxMjIqK8vEyFhcVqtZbHE2CxeCqVDojX2dmVSqUDGcQ+lKGjkilYDAoAMAgkh7RoBKTIweBIJleg8zDKlBoilYHCEdF4kgsCjcDgMVgiDk+m0dl8gUQoknF5IgqVSSTRcFgSFkOEahSwkBqMRGGgMWhoFMsVmilCYWFOMIwTSsaQJlhiYs3h3hIvH7FHYUzWaGPfdPfoVMfQZEPPXMfgVG1HX3b5iqrWofzquYbu1UtaB7PK+hYX9abnLy+smqlrG6+oKwmO9OOKvPkCb4kw3F13943Xbf96/PW7N76+9cav9z765PqFs/s37Vs/eWrXuk+unb5ybOfRzSsPb5zYv2bZofllCxsGr53Y+M65Ha8fXf/JjaMdFalL63J7qnOW1hdfPXHw4qE9R7dsKk1JSbZacqNCW3Izu4sKG1IzFhmDTszszPJKsJA8bsxdsr3z9KeD9/6EZn2fPNt017bjgW3DXdumj2w7P7Edumc78wNUjHTki29nLr7Xvetm+7bbfXvvT518NP/qj5svfTZ77HD9eEfI4ky9d4hAkKTX1ScndOdn9xTmtuZmVCTGZAZZWjLTu3NyuzNyBjKKxvIrtzb0He+fPj289mDn+IWR9TuW9C5PKDnWMnG8eeK1wfmj7dNblwxcW3fgh9dv2x7ZbA+e2H6zPXjns/uv3bZ9/tt3lz7469b9+xff+/DYpftXbv3y/p0tQxOVKWk5UdGLo8J9NG4+BmV+enxdRV5xTnpBZkp/ZzOThCHjUBBwohEUApbNYszPzx06fHTnrj17Dx7ec+DQmQuX9h48vPfQoV379r524fz+LRvize7tKTErC5KPtRa/M97w5fqlD3dP/npq27N3LkxU51OcnEj2GEUkAvbvbHyoOQyqvHaGXuROMLizK7T5A4O5IBEuGKQLFuWKRyOwGAQWCUO6Qo1fSFdIkaaTCWIeFCBPI+IoeAydhGdSiAwygU7CyURMpYxtNKig7ncnKHeai3G5sH/DvatHCoJliUrkx/tGH51e+/6att+Orvnt6Mwfp2d+PLL811emnl6a++u1+WfXNtve3vXsjZ3fn1v/7N2Dts/O/P3ekX/dXLB9A0kCD68dWN1WFCCjC+FOfLhTzeK42f7WUIOc6uQkwrnqGATI9szCG5noxd5KbwZyeX7ivYW5BwuzH8z3Pjq+5vJoxULL4hN9xWtLExpCvTqSI4dys5dmZPYkpY1l5g8lpRd5+Sa6+/i56fUcNx1f6Sn39FSbtCqjUukpkbnzhEou103AdxPwpTy2iMvgsZg8hkDMEIihoF2BzCSQBwgVcTJdutYcJ9PFKg3RGq8glYdJrFbz5WqBUivRKCQqiVDO54hBuC7FPlAK5F8WlcmlswVUtoDMkpDZSjrXnck3M9g+NFoYj5PrqemMCZjKid1SnrK/JvVkS+bFrry3Bso/GK39dKLl7lTHFyt7vlzV/e3a3h839D/eMvTL1uHfto/+vmP5463Lvp+HypC+m4PCn79c2fj5FMTAHy+v+GC04q1lxa/3l5ztKjjQnLuxJnNZZmyqp1JNRDGcnaiurmQkgoxCkzAYAsZeMYhEU1E4GgrHwBDo9kXF4EkYaOgGADCkVBH+FwATySSQAk2nM0F7PBicARzrYF3HHzGZbGCKBmIvwGYgnzpEVKCjOgiZyeA6FkiEBpZmYG8GACyTKkHCk1Ag/Sf7SSUKAV8CcrNAUrQSiqSEqoBBKrJQIAWATaexQb8u6NqFfl72CVuhQAos0MA/rNN6uLkpBALRP2VeJpP9T5UbcDsgZCaTDSziYJMUmJ/J9uwrxzMOTRg8A8KuwMQvCLvC2/OuwDMUMoPF5IHgK1DO5BhpBrHPDtBVyDUOJRx8vRq1Qa3S67SeKiVUhiR30wAjNJcjAk1I/xWAge0ZjcIjEVgohxKOAakcMFcUAGA4DA280DQqS63W+hp9rL6Q/BtgCfT3tfib/aze/iG+lmCTd6iXMczdEOOlywn0bkyO6s1ZNJiTtCovaV1B4qbSRdsr0/ZWZx5qyHqlLe9cZ8Gl3uLX+4qu9he9saz45mjF7am6OzPNX8y1fTHb+D8B+OmRiX8dGPmfAGw78RKAn51c9eKUHYAvzNvOr39+dt3T02ufnZt7fn495IU+u/6v81A9ku3K9pcWaLFY6pCCQXQbi8UB0VagEFguV7q5KWQyuYN+Vf/uBwYxWmKxVCgUCwQi8OlUe/Ev1KgBGpwJEANjsXhoDx6B/F8eSAKegEGj4TAyHqeRS0MD/C1exuig4Naa2vUrVwH63TS7ZvXY+Nz0ypnxCYDB/e0dxVnZFfkFI/39dUuqqyoqE+MTMtIXtza35OfmBVigEqq4mNiQoODMxRn5uXk+Zm+5zE2jUktE4kBrgFatoVGokIqAQFJIZAGHLRMJE6KiygsL+zrbRgb6Bjrbm5ZUZqckhQdZzJ4GjUIm5nJFTJaYyZIwWHIWS8vhGHgsk4Bl4lNTfdQJnvyiCP17x+ZsTz62/fyO7ee3bd+/8eJbO/1+Zbc637sEoe/d87Y7Z198eur5J688/+QV28evQNz7/gnbzaO2txcg7n37kO3N/bYrO2wXt/x5ZOXve8cebx58uLrzi6Ga223FHzYXftBR8tlUy+3p1jeHqk/WZW7Ljp5NCpqKDRiPtg6G+XdYvRrM+jqzrtpHV+mtrfTV1VgNTSHGphCv5lBja7i5PdKnM9qvO9bSGx/QGx/QlxC4PCN6dVHKWGZMY7Bnnk6QoWAtlrOylPxcjShPJyzUico83ap8NTVWwxKr+5JAY1WIT2NsWHdmSk/O4p687GVVZe2VZcvaW4c62xdFhmclxvc2NYz2dHXUVlfkZmcmxEUHWKIDLDnJibXFhQ1lJRV5OSU5WUH+Ph0tzevXzLY2Nhg0aiiI202uVWvcpJCJAOTmAwu0UgERLxCB1WotAGAwFazR6HT2GWBPTyOIabVYAoxGs5ubgsXigAHg/1CAkUg0DkeAJEGeQCKRQds6bmqpTEUiM9gsPqSkwZ0DvA2t1UX1JRlz470f3ThnENNWLG05t7CzriAzLzl2aqB7eXfzeG/LzEjf6uHe9iWl6dGhsVa/1IjQ7PiYvKT4iuy01sri/ubqZa21vQ0VHdUloUZDZU76rrnVx/ZsGx/oSYgOdRPx5FKBUiFlMakoJNzF2Qnh4opDoakECpsK6T5CJl0vl8l4HCmX7alWxoeHxoWFKIR8tUQk5UImfE+10kOlUImFOqlELxV7KeX+7vpIi19yRFhyRFik1d/q5aGXSTRSkada4aVRysV8AZvOZ9G4VJJSyPGQS2KDLC1VZXs2rp0dGyxanOyrV8p5VKuXenF8aM6iqLTYYCgBK9Ia7KsP9fMy6eXuKjG0NG7enlqjQSPhs3Eo+P8EYBKBDNCUaD+gcyeBAJ0zKRQymUylUul0OpVKJRKJWDt3olAoHA7aZgZJG1gsFki4OPsBkicJBAIY94Wu+P992OMoyUQiEfQhgafBBwAYhtsPFAqFx5GhDQ4mj8ngApsT8GXZf2sJaDQaBoMB/w0CAfpUIhFvT9SC0egknV4VGhYQHxeZkBAREWoJspqtfh4hgebocEgEDrZ6BPrqQnz0fjpZZX76W5fPZSTHLk5NXLVisqS40NfXNyIiQqVSeXl5SaVSq9W6pKoiKSFRo9GlpmRs3LA1Oys/IjwmJDgiLi4hNDR80aLUwMBAtVrNYDBoNJperw8KCvD1MdPJFCqRBGkKTJZYLKYx6HAkQqqQF5QUt3V1RsfGkEgkmIsrmUiSCkU8FlPC50A/aCZNwGHyWHQGhchk0IQCnq+P2Wrx02q1AoFALBZzuVwqFSJqMMIE9vLBtQiDwXLsYePtQdDgFrigUQi0A4BB2BUBRwRVwP8UgfFYwssoLLsFGmtP0gLQC4Eb9JOEOrr/QwFGIFAoBPp/LuDgADO3ED8j0RD9wpEwKPMK4QyHOcMRLgiIie3SMAr61W5fYDrXAcBwVwQKiYPD0FgM0U2m8vcL9PcLDA+NysspTE5MbW5ss/oExITHxkbE+Xj5ttS2lBaUues9AgKC3NwUsbHxNBoDBkMgkWgWi+Pu7mk2+5hM3rGx8VlZOfn5hQ0NTc3NzWajSSGXUSkkBNzVxZ7QC16KrjAECo0lU2gyN4XG4MkRiJFYAhJLgMGh4GsUEqpLIBFpIIyUwxZQKUygCYAdd3BdAgEwGg6HvgI4Eo1CwDHOTnCYE5JPEQV4BXspTH5aq0Xj76/2K00rWtE7PtE+2FVYPVRa319Y3V+wZEP74FRl61xT78olraXWqM7U/LHSmsHCiqZFmUWh0bFaDy82zywWeYl4Cf7eX968/tV7b9y+cv6Hj997dPf93+59dHFh26aJpXvXjH585ZV9a0dneuv3zizbv2bZpuXNJ3esuHZi850bxz547cA7F3a/++r+L2+ef3Vh05514xcP7Xzj9JGHH7+3dWp8pLm+rThnuK5yvKmhI78oUmWqS8g34hTd8XW2G788u/DTd5s/eLrvG9vRR3/NffzX7PvP131g2/TBH2uv/TH/xvNd7/88f+XN9m1H8kf2Z/Zdrlt9q3fb3YmDX84cfXds15aCzjJDRDjdLVokj5HLi4ODunOzlhbn9xRlN2enlidEFoYHTzXUjZaVD+UVD2WVjGeXH+2ZPNoz9frU1l0Ny25vPt4WlNYZlL65tGtv3cjhjum+2MLd7RP3z7xj+/GF7f6/bN/+y/bEduuV61+de+/RlTsPX33f9ulP9869/d6h87+89/nfXzzoLV2SFxObEhycFBxgdVf7uqsyEiOaa4prygpa6yqba8ppeCSNiIU5QcCJhrtERoQdO3Zkz979O3bu3n/o6M69B167emPXvoO7DhzYt3Dw4rmz89MT8UZDf07KXOniA7WZtyYaH2zo//3Qqh8OztjePXdxfpznDBUXQeXV9v5qqCfMXhEHgyMhL7R9LN5ufYCm0eEIZwTcCYlwRiFdEUj7vLArJETjsEgKGc+gk2kkPIWAJeHQFAKWTibQyQQqEUfEIQlYFxoZJRNyxTw2h0TEOTuZlcI/vvnw7M4VwVJkijvptbUtD0+te3B45l/ndtzZNvLna1u+P7nyx1Orf704//trm/+8tuvZOwf/eGO/7bOLUPPFD+/+69apdxdm9483NyT7uZOdPJgospOTkoIMUItLk2MsKgkH6SxAw7hIJ28B04OO8SDDkrS8ZC2nOyX4wlTXvYNrH5/afHvj0itj1XN5QVur4o71lQ8vDm1PCFnfVDtVUdkUl9yzKHsgKbPKZM1QeQRLNQaBXM2R6cQad6WXu9qoUnjK5e4iqZYrUHA4Mj5PJuJKBEyhgMbjswQsvpjFFyvFSqNI5cdxixXrMlWmxW7uSRJtvJs+XGHwl2kNIoVaqFCLVGqJTilWuQnkYo6ExxQw7dIig8Zm0jlsGgvQr5DKlJGZSipHxxCYWSJvGstKp8eJ+CU+hr6EwNm8mB1Vi440pL/anX+1v+jmUMXtsfo7k61fTnV+varvwezA9+v7f9k6/GTn2O87lv+6beTxlqEfN/Z9u67zu7muB2sh//O9VU1fTDd8Nll7e6Ts3aHSN4bKznblL7Rk7WjMnihMKgrwNLEoLFcnsrMLAQaHYp9RGJA0CfW9IhAg/goMANMxBADAEANjcWAPGpyFiWQSkUwikKDxMeBkptEYYAFvsGP/lMlkg/wn4AcGrAgAEgDwP4VTx/MOZzWbxWcxoZ0IsAADg1wrHlfE44qEAikAYCD5Am8zsECDliMAwEAokuzSEwAAIABJREFUdpOpgI6iVGilEgWfJ3bYnin2xCkg/wIeZtA5fJ7YYYEGgVIymZzPFzo0bUD+/0z2AgAMmB8YGCl2ERjcOr5X4CGAXnD78hkSHQjRJCLklgX5zzgsCY8jU+zXpSIhNAwIxpKhXmJ7sRPgc4f8Czzejoloh//ZXqRi1KihMWAwCczjQjs1YBHwVCQCkiAdKdD2h/bXBRzjAF2Au4B+nZxgLs4ImCt0WSUSyjw9jVYfS4Cff6BfQJB/YJB/cIBvYICPJdDsG+hlijSZkn2988OszSkxwwVpywvTRrNiZwuS5gri1+fHzxfGbylO2lWRfLAu/Xhz5tnOvPOduRe6c17vK7gxWHxzrPLDlbWfzjTeW9v83Yb2R9v7ftu97Lfdy37fM/jH/pG/F8b+PDD698LYs8MTz49MgvXi6ArbiekXJ6efvTL9EoDPrrWdXwcA+O9Ts8/OrH1xbv3fZ9b+8crMH6dmbRc22a7scJLaK47E/wZgRyg0ePkCOzRAX4lEBuJkgBdaqVQrFCqZTC4WS0UiiVgsBZZpiUQGtkxAsqhQIGWz+CQSBY2GrIvQpggRGgMGybF0MolCwONQSBIOKxcL/M1e4Rarr7tH9qKU0b6lK0eXr10xtW1u/Za16zasnlk3Nb1q+diayRUrhoZLc3JTYmKry8ram1uWVFYV5hcsSkrOz82rqqiMiohUuMkNOr1YKIqLiV0+Mrqsf2BxWnqAxerv62c2mjQqNZPOgEMbo640ClUhhYKgxVyuyWCIDgteFB+TGheTGBkebvWzGD289BqVTCxhcwD9yugsJYut5/EMPJYXjxGk5CV7y1P9pDMdeU+/fM32x23bj2/Zfrhhe3jtxQO77fmri7YvXoXWnXO2T05DxHv75IsPTzz/4PjzD4/a3j9qe+eQ7fp+25Xdtiu7bFd3Qbr8+Q22k7OPdwz8uLH7weqWu8NVt9rz3qxLf7ch+3Z3yRerWu+ubv9wvPH1jqIjFWk7smPmkkOnYwKWh1v6g316A81dQT7tgeYGq2ed1bMx2Ks13NwW4d0e6dMR5QvQtz8peCA5pC8hcCI7blXhov6k4DKTPE1GT5PRczT8QoOs1EtZYdaUm9QVRkWVWVXlq6n0UdcFerVEWGpD/doSI8fL8oaKcpZXFO+ZWL5pYmywo625sjwtJqogLWWku3N6aNny3u6q/NzspISE0ODU6Mjqwvy+5sbuhrqa4sLaspLosOCCnOy1q1c11tYY3Q0MGl2n0QIXtAOAoWJqqdJNpgIKsFqtVak0gIE1Gp1Wq1coVGq1VqczeHmZ/P2twcGhFkuAl5cJJGC9vFi3x/aAS2HgwAfxVw6Tv0jsJlNomRwhlydis9l0MsFDJ8tJjS7LSRrrrf/83csRPpqm0ozfH9x98fjbfRtnx3paVg/3TC/rXDe+bM3y/om+jubywuTQoEhfc2pEaG5iXMni5PKs1NrCzLaqwraqwoaS7MVRwUnBlq7airUTw3PT4231VUaDRi4VKOQSNouGQSNdnJ3gzi5YJIqMg1KROTQai0RQiYUCBk3KZfPp1MhAa1FWBtQTxWXzaBQJh6WWiBRCvojFELEYUjZTweOYNarYoICUqIjoAIufu96oVpr1GrVEaNZrQv19zB46nVIm5rFwMGejRu6jUxlVbknhwZtnVrRUlQSZDKE+ngY3nl7GjbR6ZSdHQgVI4f7xob5WkzrYB4qA9tRIvbQyT53Cx0sHABiLhOFQ0ACwwwJNIVGhChw7zf4TgAH6kslkCoVCpVIpFAqJRAKBVUC/hWDIfjgAGHJe2TVeMhmiXAwGCn8GfAtCsPB4PMV+4HA4RywWuAMmgUE+FtRbi6fQaWwWkwdcTxADs7lgk8Ue2kcH9mn7PwhROSQC47FQ8AcRT6NRpDKhr48xOio0ITYsPMQ/wN8z0OIVHmyODPUJCzKGWNxNGrEbi7hlzeRfjx8mRoWI+KyM1JT59esqKyvDw8P9/PxUKpXVapVKpdFREV0dnTExcWqVvrGhdWhweX1dc0tzR0dHV0hIGIhz8/T0lEqlVCqVyWSq1Uqz2aiQyrhMFhSbz2IJhUIShYzCYU2+PmVVlQ0tzWYfbxeYKwqBpJIpAg5XyOUAAOYwqCAEi0Uj06hkBp2q1ahCggM9PDy4XK5EIhEIBBQKhcfjgW17sIENvjMgjIRMphKJZPw/orDAewqKDLPbnkHoNxFPIhHIIAHLUYMEqpJeMrDdPo373zHY4Yv+nwD8ckL4HxgMnnHQ70sARqCgemB7vhS4hXjYDsDgIx0ADBgYBkNAFmhXBMwFiUUTUAgsCoFl0NhuUmWwJaQkv7QkvzQ2Is5T5+VvtoQGhBkNpsiQqI7mzoK8wtDQcIFA5O9vlcuVJpN3fHzi4sWZZWUVxcWlKSlp6ekZiYnJAQFBYWERISEhyUkJYaHB7gYdl8PCYlAwV2gM09XV1dnZFTIwY3A8vtDbP0DnYcSTadAEPQKiX3CLx5GBGQ+EoFIpTCKBCkTglxNZWDwKj0YTsUgsBoHBIpA4SMNzxnEYMpNHoF5pDjBFBJnCtWKPEO/I9iXdM4Mrp9oHVjX3jlY1j1W1bB+YnK5un6nvHC9vqAhLWJZfOV5RVxmVGCJVeXOEQVJFuE7nLRMZ3QT5CZEnd27cMjVycuf8H/fvfP/xW7ZHX7+yc+2qvobVSxuObVk51lY23lq6eaxjy3jneGvxoY3LLxxYc+fGsc/fOnnrtf225w9sjz978OHlr99/fefs6KndG99/7czOmcmOisKWouzB+sr+6sqmrNz84PgImSlREvjwxCfPL37/1/Gvbce+tR38xrbzc9u2z15s+NC24dbfM1fvDxz+sHXbG3Xrj+cNzUfXrY+q3pPeeb568kb7umvta0/Vjc1lNhSrrYFEYTRfHS9X5fh6NyUn9uZn9RRkteemN6QnlseFt2Skrutom66sXpaRP55dvrmm4/TA7Mme6RvT24/3TL8+uS1X7j+UVLI6r3E0tWo0s2Z5Tv1nx67YPv3J9sj2x+1vbfefPP/y19PrD/x09c7D8x/8ffNr28Pn31/+8O7ZG7Yvf3ry6b3atOycqOgEiyXa3yfUx9PipY0L968uza4uzR/t7+psqkE4QQPA0DguCo6GuywbWHr27Om9e/fv2r134eiJXfsOnjh9bs+BQ3sWFvYtHDx96uTkQG+Mh7ZncdxcSepCzeL3xmrvr+96tHP04Z6JZ9ePfn/pUIxOyHR1oiNhBAQM4wIVWbs6OUGB0JDfAAUxsF3+hQKiXaFpeSgky9UJgXSGwaHqYCTKhUjA0GkkFpPKYlIpBCwZjyHjMVQijkEhMihEKhFHwqHZDCIJj6ARcWwaWcHn0TGocLPB9svXuVFe3nyX6YZFn55c88ebC79e3vvrxb1fLqx9dGHLNydnf3x1y4v3jto+OWe7d9X29Ru2z64+vHLozNplw6WLcgO0/gKCgQLTkVwUWCc3vKuGSfAUMD0ELB83MRcFY8KgoloFCWPm0kIkzHAxNV3HzTFwLk53vrth+OdTW34+Ob+7Nnl5kuf2qvgTfcUHe8rWVmdv6WzY0NHWl1NUG53cHJVW6GFN5iqztGYjR6rkytQCpbvKw2Tw9dB7a7VmjcYkcdMLhSoB300sUEi4UiGdL6CyhXQ+k8UXCmTeCs9QN48IjipT6lGh8cuXGrJkHosU7pFynbdIqee7qYUKlVAtF6gUfLmc5yZlQwjNZfDYTB6XweMx+Vw6m09jCygMMYmhILH0VJ6RIfJlCQNZ3HAeJ10lqws0jaSEry2I3VWVdLQx/epgyVtD5e+PLvl4vOHuZOu96Z4Hs4MP1w39tHHwyc6xv/aueLJz7NHmwR839H831/XNbNu36zrvr2n/anUzUIA/Ha/+cLj05mDJteGyY525u5sz52szW5ODAyRMrqsTycmJ4IrEITA4JHA44SGNF4UiIpCg/YiKwlHQOCoGT8a+XCQcHtQgvYy0JEEHkQgBMIUCRWH9E4AB/gEGBg5QMpnKYLC4XD4wQtPpTActA4YESPn/MfYeUG2d6fY3xoB677333hBCSKJIovfeO6YZjA0Gm2aK6c02GPceV9x7ieM4fRKn98mkTTKTmfQ2SRzb+tbR6+j6y72z1l/rrBMtgTBSDjrn9+797A2eCIAZACHgXiACg/tMfyg0i8kD4VggEVoklAkFUpBZBQKxZFJVAIDBGDB4/FEAZrP4JCINbAEAJpPoVAoTsqz/kcQQKBBWq/QAgAMWaMDwwPAMTpcBhqdQaCADOEC5gTfqUTB+lH6ht5FEB8nPAMXBZz4KicOgCRQyg88TB34Zrcao15kBAKtVeiDwymVqoP0CJRy82AAAgxlguUwjk6pBEDSoQQLDwI8CsL8ACeN3RD8UfgEAQ14j/wZdZfipOCwUicOSBHyJ0QCF77ginc5IuyMCuhMTFRttj3FY7XajJUqjTwq3Fsc6m1I9Pflpo6Xp48UpG3Pi5ooT54sTwLZYmrizMvlQfcbx5uwzq3LPr8m/0ln4RG/pM0OVd8brXptufGu26dNta77Y1fXNgb4fDg8CAP7P8ZFfl8Z+XRr7/fTk/bPTD87NPArA9y/O3rs8d//yFt/VBd/1Rd+NbdAk8I3tvusQCftu7rp/fftvlxd+u7rVd2uf77kjQSD2WSyWisVSgLgAZUFQm786RAgeB+5osVgKeUflSkAjQAcGVdHAMg3CsUAaFokE9VYpFVqpVE4mU8FUMIlABMmxUHYOFkPCYQkYNBGL4dApCrEgwRUdrtYkuqJX1zds7O6ZGxndu7D18K7du7fM75lfmJ+YXJye2buwdWN3T11JaW1JaWVp2aqW1rGR0cryCq/b09a6qqaqmkIiK2RyMpGEQiA1KnV2Zla8xxtutrhj46BG5tQ0hz2Kz+Uh/L2aaDiMgEEzyWQhm62WiU1aVaRRH2U2Rug1RqVMC0UjcoR0hojGENFYEipDwWDqOByLkGtgkhMNEreSUZ2of/P6bt+vb/v+9Yzv38/7/vWc75/P+D6/7fv0li9ge373CkS/b170vXHu/utn7r9+5t5rpx+8etr3wpLvqSO+J/b7ntgLifI3d/guz987M/XVnvVfbOv4dLb1veHaV7pKXlid9+rakrcHav+xvfvzHd0fzXe+Nd72Yl/jk+1VZ2vz9+enbEmKmUmInkyInkiOHUmJGUhw9CVEbUhxdSfZu5PsvSmO/jTXQEbMcLZ7NC9+LD9hLD8BaL+NNmWOiFwgo1fqBZV6Ya1F0WDTNUfqmmzaVVE6MAxcb1W0xVj60j2dybG9WcnTdeUbinPHqysu79j66s0b+7bO96xeVZyZXpqdOTM8uH12em5keHV9XV1JUXludnNVxWhv97aZqZnhwe621jVNDbkZqdnpadsX5rva10RFWPFYnFatUcoVIgHUokbzhwRC0eJcEZ8nDhxmwAUd2AMzAgDgqChnTEyc3e4wGExcLj/QUwJ/BIBDQsJA+xGIBQZHO48vJlLYIqmGL5BSqVQ2ncJlkExKQUmWt7Es492Xbm5YXatgYduqiz5988Wf//FRV0PVYEfzQAdUfTQ/2j872DPR21lXkJvljsuMiy3LSC3PSslLjCtK9TSV5TaW5hSneWrz0hNsxoJkT1tdxebx4U0Tw+lJXp1aJpMKOWwmBoOBwnKCliNgSAKaSMaR+Ewmg0wQcVkMMoHHpBExSEeEZUVVuVmn5jFpVAKWy6CKeWwhhylgM4RMupBO1Qi5KTGOpoqSutKCWJtZzmNK2DS3w2rRyiMtuiSPKy0xLjcjKTUh1qSW0rAItYATqVOZ5OK8ZE+625nhcWV6o92RBhmHbFLwcpNjCtLcae7IBKfZZVU7LVqLVmrWSMJ1MpNWbjWqjRq/HS5s+Z8AmICDeoDRaDQWi8XhcED+9Z8yoUVjwKtgTyAQsFgswNqwsDCEf20MgCsKBaUcAwAG0jEejwf9RqAACUi+aDSa5L8BfRiwMYBk8FwQB/0HADNBtieRQAVmJ6hiwX+Y0Wg0UG+IwWAAkyNQSDwUOkSFSpKQcCwOKRRwTEZNZmZicnKcJ9YW7TBHO42x0ebYaFOMw5AcY5Uy8KXZSf/6+L1wnSIt2Zvk9TQ11m/btq2oqMhut9tsNr1er1AonA57QV7+4MBIhNWh11lmZ+bnt2wb2TjR1zvYUL8yMzM7Ls5jNBqlUimLxSIQCGw222w2hxtNMv94PJ1OZzAYGBwWTyYlpCQ3tqwsLi9jsllBwctAkjaLRhfzeUIOk8ugsOkUAMAMCpFExBPwWAGfGxPttFgsbDZbIBAAAGZCNzZYww6czsFFScAFHWDgh0GGfgAG3AskXyD/EnDER43QYAwYEoH/AOAAA6MeMUX/nwAcBkOAx/+PfRgKOLLAyRgsToM9pIqGICDLVihUMQO2/43By4KgPzc8lsDnCoh40rKgYAKO6I71ZKZnSURSkUBs1JuSE1OiIh08Dj8nK7epaWVWVo7d7khMTE5OTq2url29ur2mpi4rKyc/vzA3N7+6urasrCIpKSU9PTMtDaJfd7TDbjUrpSKgAy8PDgoJgQqFYTAI0ekMlj+x0cPm8EJCYVDMJhyDgKGRcAyoOwJmPCqFSSbR8TjIBY1EYB9mk6AwYUgEAoMORcBD4IhQOCZoGXzZchyRLIhyJkfZE20RCWZjtExklAj0BZmVe+cPQC7o1d191c19FY2LnYNjK1ZvWd093dzRV1rXVVhZERPvEsq0JLqZxbMLJREioZpJtanFM/1dty+cOLN38cLB7b6v//7RnSc/uXN7fmDNcEvlZMeK2XVN4+3Vh2f7D8/279jYvmt07ckd43978fKHL1354C+Xvv7bs5++fv2JUzuObB2+dWbf3Ia2LUNrtwx2Taxr3Tba391Y0VVbNtza3JydV+xIjGVpdzdP+F7/9ZdzH95d+sB3/Tvfqc/u7n7d99j7vgNv+/a+8svcE18On35zza7r5SPHsjoOZ7Wfqxx4ctXc0+2brjZt3JOzcjSuqNngicPzIrDMImNkrla3Mt7dV5w/WFnSX1HcWZTVnB5fFx87tbJxprlpuqZ+fWrOpvKmywOzl3vmrvZtfnnLsff3XdpR3ZUvDN9Ws36usmMor3G+qffFQ5d93/h8//zV96+7d9/58j9vffHaqdtnJ/d9dfvdn57/yPev+77Pfv385qs/v/GJ77v7b169VZOaned2x5lMsWZDfFS4K1wXazcU5yTVlhX0d63uamvym++DMPAQFCzEqFWdOX3y1KmlEydOHju+dO7S1VPnLh44fOzcpaunL1w+cfrMpQsXh9d1Jhs1neme7ZUZVzvL7wzWfraw9h871v90eu7uk4cfvHp1qiGPHBTEQYcysGgqGomDhcKWLVseFAQVIEEBcf5YLGjvP+L/AODQ0KCQkKCwsCAMJpRCxjHoJBqVQCZhSUQskYAhBP6kIbUPQ8AgKUQMAQ0nYVE4BIJDIuNCgguSPb573z62pX9dZfw7N/b6Prn9zQunPrm676vbS59eOeD76+17b13xvfP43beuv3th17GNrZ050alqVhQbI4EH8YODpIhlYkSwBBGqJKDVJJyUgFbRiaSgIBEBIyLgeBgUD4WUErAWNi2STc41SPLU7BQO4sia4qcmV391fpvvzeu3J1rXugQT2ZbnN6+9NdNxZXLtc/s2HR8daMvMytTbCi1xpaaYLKE+lSZxM0RahlDOlWplunBTpC0iOjw82mx2msJden2kSmVRSHVyoVrKlvBJbD6BziexRWyxWW5MNcYUaJxlIkujJKJVaq3na6vEhiKZPkmiieRJjVyZXqTWCrVKrlJME4ioPD6Fw/W3BzMpLDaVCW0kOptA4+EpYhxVhWcYiRwrlRdF48UyOKkCfpVRuz7BMVuUtLsmY6k1+/LaghdHVrw8uuKtiZXvTa3+cKbz75v7/704+u2uiZ8OTd49PntvadMvR6Yg+dcPwJ9v7QIY7K//bXl/svnd8UYIgEdqnxpZcbqndP+awoma9GK7WoQJxgQF4cNg6FA0GoZFI/AYJAGPwuGRaMgLDYMT4CgcAmoAxiFQQPgF6EvAYAnQ9fnDUkNQ6wDBsD8B4Q87Fw1Yh+h0JolEAafUgIEIAHAAfR8FZsCKf9oDwQzM6II9ncZm0DksJo/N4gMMBvlYHLbg4UwTkycSygR8CRj6DVigARuDOCgQjqWQayRiBZcj/G8ADIIGQRRhgDkDAAxOjsDIDUK8Hv62VHpAHAZ3ArO+wP8cYGASifKoCAzuQw8SqIHWXxCIhcOSUEgcCAOTiBVqlR5MI2s1Rp3WBKaaH6VfiVgBXumfFGCgYAsFMgFfKhLKJWIlnyeh0zhUCotB51IpLAyaCAtDI+BYNIqAQuJBE1Lg9Bo4wwIADizUolF4FpOn15ntkS4AwA5bZJTV7rQ5ou0xrshou8UWoTFEyFXJ1ojqePeq9IR1mZ7BHM9Irns0J2Yq3zOb791UmLC5OH6hJGF7ZdK+uoxDjVmHG9OWWrMudRY8saH8+bHaO5P1r840vTHb+Pft7f/c1fH1ge7vD/f/eHTg5+ND/zkx/MvSxt9Ojd47O/Hg/BTY7p+bhO5cmAYA/ODqZt+1Lb5rWyEGBjrwzZ3+YqRdvuvbfr+0cPfKVt/N3ZAFmsPhQXZTf8YVUIMlEplCoQJGQdD1DGac+P4JYRAkAzpF5HIl0IGlUjmXywcFwkBDBqHQ0PIPhWk0hMfExOn1RgaDBdkh8QSQ/koiQKsxUDAZncaiUbkMqpDDjI2wOUxmd6S9Ii+/r71jYsPA5rHx3Vvmj+3dd3TP3p2bNm8Zn9gxt2nL+ERHU3NRZlZ5cUl5adnghoHhwaH83LyKsvKe9d2V5RXu2LiUpORIaD7b2VjfUF+3IjLCJuDxqWQKj8OViiV8Lg/EcTEoZDEfirQWcThyEV+vkgMADteqdDKxlM0S0WhCKl1GZ8kZXDmdpWZwjFyeQy4JFzLSIpQp4YLpjkKIe++9++Aftx588dRD+v37k75PbkHOZyjS+brv7cu+Ny9Bku/rZx+8evreK6fuvXLqwZ0l33PHfbcP+R7f7bu+A/ofdnXLg/NTv58Z+/nIhu8PdH+zq/OLhTWfzDR/MN7w0VTLP+fXfrd/8JsDg//a1ff5Qs/Hs+vfHl37XFfT5YbSI0UZu7OT5tO8m9K802mesbS40bS40UzPYGbsYGbsUFbcSK53LD9hsih5pjRtrjxjvjpnpjSt02st03BLVOxGm7IhQlGsZFcZpQ02XUuUqdVh7HLbNqS4+pOda2MtbS5zf3pcT6qnNyNpoCBrVaJ7fVbG0fGRz9947amrl/cubGmpqcpLSZrdOLRr89zU4Ib2xvqWmqrmqop1rSs3jW7cu7Bl69TEUDfkLS8tyE1NTNi1bXFiZGOS10PA4ZVyhU6jlUtloFyaxxOIRBKxSC4WyQMKMBCBwSEnlytBRLlarQUKcHR0bGRklF5vZLEguwG48H0UgOFwJAaDo1BoPJ4ArOBABWBCKZ0llKmNBDIDgUAJBRwek8yhouPs2iSn/m+vPXV81yyPEOLUS8a7V//2778/cfboupWVrdX5W8c3zI/2D3a0TvSsW1u/oqG4KMXpyE9MyE/0ZsQ5ClPcLZUFq+uKVhSmlaV6UuzmVKetPCtlqKt9bnyotqLEaQ9XKmRCAY9EIoWGhi5fFgIAmIghsKlUJoXIpBBpRBybRibj0EaNsqwwL9kbJxPyaEQclwH9pbBpZB6TJmBQBXSSy6xvramYHuzram2Md9oUfJacx4y1W6IsuiirISHOUVNeODbUu3l6dGNfF0TIHEZMuDE+KkItYJkVovwUb4LDWpyZYJBx5VxyvMNUmO7J8EZ5o4xxdr3DrLFopeE6WYRBYdLKLXqlTinlMiiI0GAoCNqvAKORKP8oL9EPPA8tzQEAhopTyWTAq38SgUF/LwKBANALdOAAAAekYyDzPioCo1Ao8GOBPgzirwIAHKBrGAyBgGMIeKp/0hsa+yERaWT/mBY4jTEYDCKRCAzYAIDRGH/2FvjtsWg8HusXSYjuOGdiYkxKYrQ3LtLlMDjsOodd67BpkmOs0SZlgtNSW5JbXpAV73atXd3mckY1NDQsLCzExMTEx8dzOByr1WoxG+22yNKSysaGVos5sqG+pa93cHBgpLGhpamxtaOjs76+MTs72+126/V6qGmRSrVarRFmi1apkkmkbDabxqDjCHgGh51XVLiiqdGblIjF45BoFIvFwmNxZDxBwGGLuCwBm85jQRuHQYVysEgEAh7LYtJtEeFWqxXIv8ACTaPRHjWkARIGa/YgxBK0AYM9AGAkHOqNQiPB0DQOiL0gFivAwGAMGDAwwN3/vUf+Fwt0mN/hDPb/DYAD5+aQYFjocnjocjgsGB4GlSIhYP9/AAY/ISwMHtCBMShsSHAoAGA+1z+zw+YRiWSvNyE+PhHM+3jjE6McLo1WrzeYiotL8/IKcnPzAeIWFhaXl1empKQVFZVUV9fW1q5oaVmVn1+o1UJaAWQv57DlYoFKJpYIuBQyEYmAwaDfzN/L6i9GIpGptsioxKQUvcFEIlEwKDwSjkHCMWgkDoPCY1B4Ap5Cp7EBABPwFCj7yi8RI6DoDHwYDIHAYGEoKKQaTaCFwAlBIXgYhmWxJzriMi0RieZwT4Q1UcDXGw0x69YMrKtdNdLcMerfdvePj9WvGWtoW1dUVeLwJKpMRgpTjMAqCRQTh2/i8JR0qopNcxmVhxZnXnri0hNnDx/YNPrec9dvHN9zds/curqC7tr8ue7G/sbCxcG2y/tmjsxtWNo6duXA/J1rJ75+/4X/fPbqB3+5dGLn8IvXD33xzlPvv3DxtdunjyyOrq3Lb6/JX9dQcnRxemnnpu7Gqm0bB6oSUxwcZUdyue/lr3wvfe+79Y3v1Ce+819AIvDkbdIbAAAgAElEQVTSx77jH/gee9N38DXf/pd8+1/4ffHxjwcP31mz9YX2LX/pXHh27abHW8d3ZqxYZ4hvUNqLJZYYKt/FFOaZrCXhls701NHKsrHaypHass7CzMYU98oUz7a17YNlZcNFZeuTs3euaH9ybPF8x8TNDQuvz594f+/FFnPSGmfW3lXDq+OL5hq6f3j1Y99H3/l+8v3+/pf3P/j6lze/eP/CC4f752/OH//s8svvn3za986Xvrf+9fHVF79+8T3f3797/uSFquTMDKfTodE4TbpEZ4QnyuJ2mLJTYltWVK5tbaivLA4LCkKGQsW8WCSstan+5uPX9+3bc+zYiaWTpy9fv3nx6o1d+w5evPb42UtXT549d/H8hZ621qxwY3d24r76/Nv9ta8M1ny5s+vrvd2+J/b4njn64KXzz+waC2egqMuDqPBQGhpORSOJSDgaDoM+k+FwqAMMSl/zx6T7C5Ig/zMcQt+wsCAEIgiLDSOT0RQKhkhA47CIAADjsGgsBoUBEXZQ7fhyZGgwxT9twiVTCKGhyY7Iv1w9/fsX7/zy97/4fnr3tw+fvP/hbd/Hz3334pWvnrvw5J6xXesr12Y7csy8CEaoDh+kJ4Vq8aGMoCB6UBBnWRBrWRAzaJkUg1cRKewwOA+FjJCK5VSqls2mw+E8DIYNRyiJeDUena6VpIjpWSLSTJH7zvy6Tw6N+p47/uO1vYeasxfL3TdGGt8+OPbizuHndk2eHu9bnZ3hlqldAk2SPCKGrkxgqPIEphiKWM+WqKRqsyHCERXrcMRbI+PCbbGRDq/NFmfU25UyvZQnE1B4XCxdhKNLKbwIlSXdHl9mS260JPZakrsVrmaaup4iq2LKC7jKBI40giEwsaXhEp1ZbFBx5WIyT0Ti8ElsDpHJIjAYRAaDRGMRaSw8lY2j8rBkGZ6uJ7LDKXw7he+kcBwkSgqPXWPS9qXEbCpJ2VOXfnJVztWughdHal8bq397suWvM+2fbu7+YnH4211TP+2f/f3E/INTW+6f3PzLkanv949AIrDfAv3Pbes/W+gE07/vTTS9M9bw5saal0ZqbgxXn+gpm2/MbE2JcAhIlOAgRFAQHolFwrBIBAGFJGJRRDyKQERgiTAUEQ45ojEI5MM9EoVDofFoDEDfAP2ScHgSDk/E4qANDxVV+qeayIHmPDD7CqRdYGYmkShUKp3JZAPKDeAiUFADE78BWTjwowIzuqAG6X8DMCBh4JSmUVkCvoTHFYG6YB5XBEKzQGIWcEqDXKgAAP83CzSJSKNRWSAvEzQMg/4kkUgCIq8AA4MXAuS9P700AMBgeghgcEDs/RP9Bh4nEslgRBQYfIDzGUwC02lsLgcKgvXbmKG8K1DzCwBY4a8IBcQrFskfTcMOzDyD7+FyRDyuWCiQiUUKPg9KO2cyeDyumEJmolEEAMAYNPFPABzA4NAQxKMKMBKBpZAZErHCbIqwRTislginzeGwRUJGaD8AO20uu9FqVeuj9ab82JhV2endhRmDeclj+QmbSpLmK5Kn8j1Thd7ZooS54sQt5Unbq1L31mcfas4+1JRxojX7wrriJ4Yqnx+ve3mm8bW5xjfnGj7d1vaPne1f7lv33WN9Px0bBPT7y9LGu6fH7p2d8F2Y9l2YfnB+KgDA9y7M3Ls8B9Hv9XmIpwAD39gG0e/Nnb4b2+9f3fr7pYXfLy08uLrNd2NnEHAvAws00H7FYimY/AbjYQwGC8Sdg4sDIPMC1pX+MRgsFIpFIgkwqYJYLMDSXC60cqNS6mJi4rzeBIvFClE0l6eUK7RqjVqp0qtVFoPeYtAbtRqTVhVu0CY4XfmpaVkJiYXpGT2r14z3bxjp6Z2fmAQAfGjHzh1zm+YnJucnJvvaOwozMttXtVVVVNZW18xOz3St7UxKSGysbxgZ3picmBQXE2s2miIjbOWlZb3dPZ0da2uqqrVqjUImFwmEdCoNKMBUIkEtl0n5fAmPJxVwIRFYpTAoZGqxQM5l88lkAYkkItOUTI6KyVczOBom18Tju5SyeJMyP8Y02Jz7xs29vv+85vvpju/rp+//8/aDf9x+8NmTkPz7kT/16q/Xfe9d87190ffmBd/r53yvnvG9fPLey0v3Xl7y3VnyPXvEd/uA7/FdD64tQub1C1P3z03cOzvqOzf2+6nh344P3T0x/MuxjT8+NvDjoaFfjo7+emzs7ompX45OfL9v45fbh/45P/jRVN/bw12v9K+93lJ3qDhna1biTJp7IiVmLC12LNszkusdyY8fLUgYL0qaKk2drcjYXJ09X5s7V5nZnRJVGy4t1XKrzeIVEfJqs7hMy682KVpdli6vo9MT2ZvoHMmKH8uJH0qPXeu2AQBenxrfl526NjVxvLL83Ja5Vx6/fuH40X1b5/vaV+elJA10doz19fSsXlVbXFhXUlRfVtJaW93XvnpqcMPM8OBof097c2N5UX6s07Fpemph01xuZgadSpOKJSaDEXJB+/PYwBKMUqGFhvg1OrAFhoEV/kRooACr1VowA+x0Rttsdp3OQKczsVh8KFTICXsUgJFINA5HoNEYfL5Q5i+1BgAsVuhEci2OSMPiCBIxXypgcWkYlYiaGmN68YnT15b2KljYVJe5Ji/1qQsnffd+PLl/oa22cLKvY6q/s62mrKelqWNF3aqqyix3XEZsTEasKzchtjQjYUVR5uq6op6W6vr89NIUj9eqz3RHrawq6W5vaWmoTYqP1WpUcpmETqcjEIjQ5WFIOAoHXYrgSRgM4F46Cc+ikjh0ioTPSYiLrigu0KvkDDKBy6AyyAQGmSDkMCUcpkrIKc5IGuvvGu3rLM9Lt6glAiaRzyAohEwovVkpUMm4KQmudR3NEyO9YwPr9m7dlJ+SoOAyjTKRQcqPCdcnOKyxVkN7Y2VmvNOk4NkNspyk6JykaG+UMcamjTKpLVqpVS+3GZUmrdyklatlIiaFAA9ZBgAYZFP5V4gJ/t7XhxHNfwJgMP0LMNgfd0zEYDBAp0UgEIEx4AADY7FYAoEAvvNRAAYhz0gkEnwV6MNgBhjmv2EwGGCxhsOh8LOQ5XAshgQ8PzQqCywq06gsFosD8p8IBNKjsjMag0OiMHAEFGMPuXsJOCwOiUSFctg0s1mdkhidlhzribO6HHoAwJF6aaRGXJjubaktI6HDMMjQ9lWtRYX58fHxQ0NDvb290dHRiYmJYrHYbDLYrBHhlsi62qb0tJxolyctNWtsdGptx/q01KyMjKzy8sqamrrKyuqMjAyJRIJAIEgkklqu0KnURr1BIpFweFwKjSqQiEsrK6rqamO9Hi6fxxcKOBwOAganEIh8NkvEZYl5LBGPzWczOAwqi0amUaEELQadqtWorFarQqFgMpkgBItMJoNle3B2B26uwIkc1LljsXiwodFYJNSJ8XADTUgB1gW50AEXdOBxpD8FOrAPkPB/BWA4LATaECFwaNY3sIEVaAQMDfcXBYeFIEKDESHL4LBgBCwYAV8Ghy9HIIIRiBAk2B6KwH+IyWFhfiSArMjLEAiEQAC9aUQi0WINd7vdDBbT7fW0rGo1WcNZPK7JGh4RZY92x2kMeld0rNebkJmZ7XRG5+UVlJSU1dXV19TU5eUVVFZW19TUNTQ0paam8/mQe4XJZGIQcCIWRScTmFQShUzE4zBQ9Tw8LDQ0FJLmQkIwGIxYIotze92eeLVai0bi0DAIgDEoPBqJQ8IxOAyRRmEyGVwGnUMhM/A4MgoJ9TGiMQQcnkwiU2ksNoPD54pkEqWezpPBcMwwLEtpiDFFJmlNXpMt0RGdLVPaGUy1URvVVFQz0to529E32twxvbq7Oa2gIjYpXmEwU7kqDEUQhuKFIXkINA+FkRCIcgbVLOMlRYdP9LZvHd8w2bu6v6Xm8PzYtpH18wNr1tfkry5O3dzdtKGh8NB099LC0MGpnnO7Zq4eXHjh0pEXrxz5/qMX71w/kufVPXNxz60z21+7tfTKrZNn9s0tjnYemt946fDi0xeOPHH2cE9T9fxAb4Y1MpqrfmL+qO/9uw+ufeI79aHv2Ae+g+/6lj7ynfnYd+ytuwde+nn77QcLN30LN36du/j3wcde7Vy8vXLiQmXvkfxVWzyla5TOWr5phdJWIDUm8uVJSl1BhL3Z7d5YUjSzomqitny4snh1ZlJzsruvNG9bx5qNZeX9WfmzpXUnOzde6Zu+3DX9zMjOV2aPXOvZ4kULO2JzD66d2NzU+9T+s76ffL5//uf7tz775pVP/n77rXfOPvv07nOH1296/+TT391698U9F3947q8//eXD988/8+a5W/9+6d1nls6VJ6QlhIdHKpUOo9ZtM8VFmrwuS6o3qmVFZV9nW3aKNywoiICGw5cH6VTywwf2Xrxwbv/+vYcOHT595tzVx29dvHrj0NETx0+fO3ry7MmzFy6cO99WV5MXGT5RVbC0puLW+sp3xhp+2LP+l8c2QHa+px775sqez68c3LSqXMPAi6h4NhbFwKIZBByNiCNiMSgUwv/pB4OWXJZDnmcYPBiNCsPhYDjMMrARsKFEXBgJD8Pj4VhsGB6HJODRQAEGLXRQCDAayaaRKXgMj8Gg4AgSJpcQGsrFY+Isyk0bWt5//sxrN/Zv768Za87pyIuJ4eM8YlI4bbmGEGSmL3cKcHY+zs4jRAmoVjZJioHzYMv5cDgPgeIjcGoa18yTqmlcHZsbLhYraQw6HMFGYzRMtoRAlOEwNja9IFyTJqa2ONTv75v4YNeA78n9P57b/Oz06iuD9W/vG35914Y7Owcfn+3at66+0hXuEgj0FK5DoPdII6x4iQMvzuWbU4Umi1hr0Jkjba7oGK/dGW+OiLHY3HZHosMRbzJEKUQaIV3AI7IlZK6ZJ49RW/Jj0lamlbU4c/qceYezVy7ac1aTVG1kRQNdUcFVp3PkTrookqt0ys12qUXLlquZUhVTLKcLRVQej8xmE5lMApWBp7DwZC6OLMJT1URWOI0XRRe6aEIXmRNDpmWI+E2RlpEsz2J52v4V6adbs6+vK7wzUvf6eP270y0fbV77j6393+wc//nA5rtHFu6f3Hr/5OZfj07/cGD0W38PMADgzxY6P90CNQB/MA0pwO+MNbw+VPXCUOWlDWWH1hX2F0Unq+lCFNR7hFkejIZh4DAcAkZEwkkYJAmP8ANwGJIAg2PhSGgwA45A+ic0MCj0Q+EXgyNj8WQsnoIjUHAEMhZPwuCgjUDG44mQFdrfhESl0oG/l0SiBDDPn/UBicMMButRxH0Ug8ETgfkZpEM/ZGN/VAdQgAPnawadA4aBWUwei8kD9AsM0o92/wKhmMsRikVy4JQGIopErJBKlEKBlMXkBQD7TyFYoGudzeIL+BLw/SBTCnywB7gd/MIA9cHLARgc2IPXG3grAkovgN5AAlYgHwsAMAZNCDAwHkcmEWl8nhjkeKmUOqD9golfoP0q5Bow/AzoN2D2lkqUoPQYhGP75XGpgC8VixRSiUookHE5Ij5PIpOqySQGAGAkAodBEwNVwGGPBF+FhSJDlsOXB8OCl4UtD4Yh4BgqhSmVKA16i8Vss4bbofpfmyM6Mira7oqJiob8zxFOu8EWoTGlu2JrU1PXFxcMleWOF6fNliRvLU9erEiZKU6YLEqcKkyYLPBMF8VvKU/auSLz4MrcQy05R9uyz64tuNpb/ORg+XPjNS9N1b06VfvJ4qrPd6z5157Obw/1/nRs8Jeljb+eHPllaePvZ8bvn5v83wD8+/lpCICvz/sBeIufhBd9j2/33drju7HjwZWt9y7N37+09f6lrfcuLtw9vyVIJIBGdlkMNpPJ5nH4fkAVQNW+XAE0kEljQgs5dCiVVyaB5DiJRAYENOBNlcuVAIOFQrHcX1QDupFAkRKXy1cqtAK+RKfRJyWlpKWk26yRZqPJHRuX4I1P8ManJiZlpCSnJ6ckx3tT4+OzUlIK0jPaG5uqC0oK/AA81r9hsGvd5vGJ+cmpxZnZI3v2Htu3f+/WxYM7dm6f29TR2pqRklpXU5udmbWus2t6cqq6sqq+bsXKpua21lUuh1Or1oSHh5uNJrvdnuCNd7lcSUlJ8fHxif6b1RLOYTPpZJKQzdYrlVqJVCHgyThsMZPFI1FYOBwbi+VjCEIMWUZkaBl8A1Ooo3P1TLaZx41WiApirZUptmuHpny/f+D7/qX7/7zp+/75+58/cf/zJ31/DwDwDd/713zvXYYAGCo3Oud79bTv5ZMPXj7++51jD1465nvuMd/T+31P7Lp/df63C9O/nR3//dz4g/PjD86O3j05dPfkkM8v9N87M/Xb6YnfT0/6zm3yXVrwXdx67+TsT4cmfzw49eOB6e/2z/1yfMdfZweurKraV5K+kB0/nR47lRk3leMZzfOM5HvGCuMnihOny1I2VWTOV+dsrc0bznY329WlWm6lQVSuE+SIqUVKdnOUti5c3Rnv2JDh7UlyrYuP2pAWN5ztGciM25Dl6c/2rkvzdGV4NxRlTtSWnhgbfOPy+eM7tw6t7+htb93QubooM6W1pqKxvLipoiQrPq4wLaksO70iN7O+tLCzuX54XcfEQE/XqpVlhXkWvaZv/br5udnC3BwOiy0VS/RanUIBtUwDiwF0jPnHG3Q6qOwXbBqNTq3WggNPIpHJ5Uq1WmswmGw2u9MZHRERqdMZaDQGBoMLCfFXnjxigUYgUEAB5nL54BgWiSQ8vpjJEbKhQ1sjkcoZdCqVhOUzCFIOWSumT/Stfv/l2y6DNFItqM5N6W+r/9srz/78r78NdDT0tdVvWNNUW5C1uqaypaK0obioOjcnyx2XFu0oSIrPT3Knx0aWpHs7GytHOlpWlRc4tLIYs7ooPXFFWX5LQ3V6SrxJp1Yp5Rw2E1pkD4H5g4WIULguAsFn0cn+Kw8OhSThc7hUskWvqSkpUsvENByEx2wykcekGhQyi0ZZkJ40O9J/4sDO4e72eKdVyqNxaTg2BaMQMmMcZrNOwaLi9SpJRrInLzM5Oy2hLDdjaqivJDvNplU6jGqXWSvn0HIS40Z721fVlbojoaHWdI89Ly3OHWVwWJSRJoVFK40wKKwmpVEjM2oUSomARsLDQ5bDYdAM8P8LAFMoFJDtRCKRyGQygOGATotEIgOu6f8TgDEYDLieg8FgQKdFIpF4PJ5EIgHWBcPDYWFhMBgMAPAfT0EELwvDoAk0Khs4qYCvHmpW4AnAuQ2HIwAHNUj7QCDRKDQWg8VjcFh/tjQciQpDoWHLgoK4XKrH48jMjE9JcsbGhkc7jdFRhoRoi1nJj9BLrFqJQSmGBQcxqaS2VS0rm5rjPd7pyam+nl5PnNtui5RJxXqtTq3SO6Ji+noH8/OKqRRmdnbu5MTswMBQVVVNeXllYmJybKw7IyPD4/EoFAqI01hslUIZERGh0WjEUgmLw5Yp5GVVldW1NWkZ6RGRtohIm1AoRCKRHBZbIRGLuCypAJpsE3CYAIDpNAqNSqbTKDKpODzcrNWq6XQ6iUSg0Wj+YWMGmN1iMtn/LwAMJnsxKCwOgyfgiGD6F4wBB+6DOGggDiMQqAD9/unO/xmCFeYH4AD3Bu48rGR4FICXw0OCYX4AhhRg+HJIAf6DfpFhITCIgWGIwCoYZLVYvhyDwQQFBaHRaJFIxOKwIyJt3oR4Foet1esqa2s8iQkcAV9nMjpiou0up9UeGWl32KOcXm+C2RxeXFxaUFBUUFBUVFSSn19YWlqel1eQlZGt0+iDgyDQQCOh7C8MGonFoIgEHIUEGR8wKHRoaCgMBgsODg7zR3MRiORIuyMTij2LQSGwD/3PaALkYw1DoZE4EpHG44q4HCG4YgMpKQQilUJliiUypVanM4Vbo6KjPcl6q4vKVWAoQlNkktrkESrsQoVdpY+Ta6LJDDUsjCphSGINtkSTyy7WJmpskWx5nEhrInHdUr2JwhGjCHwkhhkGJwcFM0LDRAScWcYrSnW3VhaUprtz3ZEdtQXbRtZPr28eWVPbV19Uk+6c6KgZai46umXD7pH2w5s2XNwz99TJvcfnR24e3fHhC1eePX9gTWXq0Oqyd587/9qtpdefPHlix8jts3vPH5j720vX3njq/DOXj493r57p6UrUmwrM0W8cunKybfr0iqmLVVPv9538oGfpk/5T/xg9/+HQqbf7Dj9dP32nYfrF6pEnS/svF607ntO2K7F2xlk4bMuopGmzMPxyvqHZHJMt0SXw5XnWqNr4+N78nC2NNZsaqzdWFKzPz2zwRq9MiZ9b2bS4qm1uRVNfev5jbb2PD285uWrwVv/CS9MHnp8++FjLkDoIm8DQHOmZ/f3Nf/i+ffDVnQ9+fu+L92/e+fb1z15cunl6Zv+t3Wef2H7qh+c//PcTb7x74tbPL3346rHrp6d3X9155MUzV7f2b8yLi3dotGapJEKjsKrlETp5tFUfF2kqzkkb7e+JsYWHBQWRsCgyHlNWlP/C888eP3ZkaWlp/8EDp89fuHLj8dMXL546d3HH3gO7Dxw+eerchVOnmgpzC+2GHa3lF7tXXG7Lf3e88esdXT8c6P/h8Mjdi9v+unv4u6uHPr92bEVKTIrNaOAz+EQcm4hnQa42DPSZjEaD5UWo/gsWjEKGEvAoKglNI6OoJCSZACfi4HhMGAELw+OQRAIai0EQ8GgyiQDFzROgoBbI74pBQ5U5sFAelUaAI3hUBh2LE9AoQjqOhVvGQkPDpXxsEG1ZkJq4TIkNkmOCtIQgEzUkWcuu9prrEm21CZGVHluhw5igESswCD5suYZCUVHoEixZReWYuCITj89FIuRUKgOB1LI4Kjoz0WTpr65qjI9JlbBaHNrzPSs+2LPR9+yxz/f0vTrT8szMqncPT352ZtvNqY5bWzZM1uVkhSstAqZVJJbiaCo0y8lQeVm6WKLcS1EmiSxRcoPdaPVExiY442Mj4iL19iiDKzYiLsmZ5DTYDQK1iibUUPl2viLH4miKz+zJrpwrXjkek7/PW/Fu08Tt9OZJhmkjx9wtNK+Sh5dLDGl8VZLUmKKPitPYwvnqSKEuQqAy8eRqjljM4PGoLDaJysKT+XiSGENSY6kWAstF47sZIjdVEEdmZwnElXr1+gTXltLMAw15x1vyLnYU3uorg9pfJhrfn131yXzXv3cMfb9v+reji/eXdv52Yv6X43M/HBj/cufglzs3fL178MsdvZ/Pr/10EzT9+9Fc20dzbX+baX1rvOGVoeqnBipP91Ztby9qSbYaKDBcUBAuOAgPgzwyYaGYsDA8Ao5HInBYBA4LR+NDEdjQMAwCAmCokfRPAOxXfSH0xf8PABOxODKRAuIhgAgMwm5xuIf9wIDr/O6lh95ggt8yHXACB/iQRmNQqXTAk+Cr0EAsGYojDSRWAgwGUjCdxgYzwGAYOIDEoBsJfAk8yGELxCI5k8EFaVjAIC0SynhcEXDWQOxNhuKaoc9VHAEavvVbkSkUGpPBheyHQijuF2JLkQQkYAFED4z4kkiUwLkSeLwDxBugYvDSwLoAeJcA/f6pBgnvr4kNZF+ByBIWkxfodlLINQEABt5spUILJn4B/Qr9xcggMQdo1yqlTi5Ti0Vy/4y0UipRyWUahVwrESsFfKlErFSrDGQSA4XEgw6kRwE4MEkU9kcOVvAyaHojNASBw5LEIrk13G6PdFnD7RHWqBiX2z/6Gx3njI1zxsZGRUdbo6IM0ABwYZynMS11XUH2QGHmSEHyRF7CVI5nPDN6rjhxuih+LNe9Mcs1mhU9XejeXpW6rzHrcEvu0dacpVU5Z9tzr6wruNlf8szGqhdGaz5abPtsG5SD9c3Bnp+ODf56cgRs/wPAF2ceUYBnfz8/ff/KJt+1ed+NBd9VPwBf8wPwbTBeuvX+5QXflUXf1cX7F7b8cnY2SCqQSERSqUAiEohFXKGAJ5TwxVKxTClRyCRyCV/MYXFZVCaTzhJyBFKxTCgUy2QKhUIFlF4wEiyVytVqLdDopFI5MLKC+WG5VKGUq7QKjc0amRKfHB/rtYdDlnG3Ky41ISUvM7cwNy83Iyc7PSMvK7s4N78wI7uhorqjua2jta2rdXXP2q7BdT0b1vdMj45unZvbvbi4b8eOfbu279u1fdv8punxsay09OL8gjWtq9KTU6YnpzbNzmWkpZcWl/T39zc1NblcrjiPOz09PTk1JT8/3+31RDhsCq1So1NHOe0Wi4nNolGJOAmfo5NITTKFRaowCiVqBk9CpIuwFDGGpiHw9HiehSK2MaThdL6Zxori8xLU8jSTPM0s2jHQdP+LF333P7j/79u/fn7d980zvn886fvs9h8AfMP34XXfB9d8f73se+v8gzfOPHj9tO+1k77XTj547fiDl4/ee/Hg/Wf3+p7a5bu1w/fEou/mou/6Ft/lOd/F6Qdnxn1nxh+cHrsPaf3Qasf981P3z0/dOzP14BwU9u27MH//3Obfzsz9cnLu51Obf1ja/OXRmfe3bbi+vm5nSdJEqn0mI2ahJHkiP3a6PGGuImW2PHm+JmNnff6mstTBtOgGi6xUwc6T0Mq0wmqTrMIoqbbIG6N0bXHh3anRw3mJ0+UZaxNs42VpA3neocLEweKUerd5Y3X+oeHOp47sPDy5YU1x+t7pgR1zI22NFZUF6XWlOQ3leWvqytqqiguT4lKd1jizJisuqiY3bUVR1rrmmonejsHOtpHuzsaKsuS46Oqy4u0LmzvaWsQiAZlMVKlU/mpWkVgsVco1aqUObCqVRqvVG43QOKTZHG4wmNRqLTj8QA6WXm8EKdA2m12r1dPpTD/SIMG1L7jihPuDZ+l0JrD68/kQ/wBHg1Akk8rUEqmSx4NgQ8znyYQ8GY/NJmFLs1K++vS9guS4bLejva50ZUlOZ0PFx2/85ca5o50rqxsr8grTvbVFOWXZqUXpyeU5GStKCjI8cYnOqLLszAxPXFyEuTY/Zy+x2eMAACAASURBVKJ77fqmutq89FiLJt5hbq4uaqwsKs1LS/K4VHIRyABbFhQMKWYYIjwMRSOQcGEwMhLFIVNYBCKLSBLQqFwqOdHlcFnNKgGPhkNrRILm2vKtUxObJoZHertmxwY39nWV5WeaNTI+g8SlEXhMskLMVUn5aplIxGeJ+CxbuCEu2h5u0MiEbKfVUFWcW1WYYzeqtBJutEWX4LDumBsd6+tIionwRJk0EmZhdnySOyI6UhsVoYkMV5n1Mp1aYtQpjVqVmM8j4LFIOCIsJBQJhxpcw8LgWCwU9RzQcgMhWIEZYDDQGyBhAoEALtFAnS8KhQIMDLKvQGp0wDtNIEDh0uB67lFaxuFwAZwGSdGgFhhUJQEfYEhIGAKBwmEfRncEFqfBki2BQAJSJHD5wuF/xEz7/xsw+2KwCAIRE7w8CIOFh1sNWVlJiUmxTme402m2GCQJsWaVhOEIVws5NBaVqJFLlFLJQG/fzMSkzRyxY2F7V3uHXq2JcThVMrnZaPF44nNz8zs719XV1fP5fKvVtn///v7+/pKSktzc3MTERK/X63a7tVqtxWIB52BggjCZLGAlqL6hqbq6NiUlDbQoyWQK4LnicbhiPk/MY4v8m5DL4jJpVAqBSMCQSTg2iyaVCTVahVqtFEv4dDoVj8dSIfMZ069e/g8Ag5kucKED5F8MBgcs0BgMDvw1gUJIHNSMQQSn/8CFEZAIwFPAnyHA4ID8+9BN7ReHwYOAjR9Wl8GRwLQcGgqDcqHhSAQCBf5RcAcUKYWGwqBM5lCkP9oqFEq6DYGBBGnw9Eef61eAw4KDQ5YtWw6DIXA4ApvNpdEYKSlpGRlZINZx3fqe3LwCqUxhMoenZ2RptPoImz3O4471ejzxXrsjKicvNzs3p6ioqKCgoCAv326LLC4s4jJZdDIFBYPjUGgKgYjB4KDOYb/9JCQkLAyGgCrZkOjQMPjykLBlwWHBy2EYLFEsUUQ5YpJTMnBYEoXMCA1BEIhUqDIQQwgLRVJpLKFIplLrdXqzWKIgkel4AoXHF+sNFr3ZYnM4I50xOqNVrjIKpToyXbQMRpKqI3UWj9bk1Rg9hohkqToWS1aGwJhoJI1HE8oYci1D7hIZvZLwaK7WwVI5uSozlc8ICiMFBQuxeDYcSQ1eLieTEizaVWU5LSVZ2THW0uSYztrCjW110+ubu2rz63O99bnuvqaiue7Gme7Gzb2Nu0bbT8wPXz+09fyumT2j6w7PDtw4vO3Ewlh/c+nicMe/33n2pWuHP3/j8V8+v/Pucye/++CpF64e+OiNp7bPblwY6o8SiorDnbuae/qiC3vNWWvFCV1873qup5fr7Wa7u9hxPXzPkDx52pi5xZY7G541pEsc0qeM2rI3mNNWyaNLGfoijq5MHl5lcuRrw1Pk6lJHdHdJ4WRD+UxjyUR9yWhtcU9x1qr0pN6igsU1HYst7d0ZhTvq2/c3dR9vHXhiw8JfF08dbx5648DlxphsSRAuV+Waq1v/9O4zvk9+9H38/Q+vffrc0Su+f/z8t9uvvfPEnbdv3blx+PxXr33872fefvDW575//fLckQu7Nkwdml64eezMlqGRzFhPtNlslEpNcqnTZEiItCVF2RPtkeke90DXOimHGxYURMHhpELB2ZNLt24+cfTo0YOPHTp89Mipc2fPX728dPHckZMnHztx4vCJUydOnHzm2qVch2mgKHGhMvlUS/ZzG2peH63/aHP71/uGfzo68+2Rma8OT/+4tPXHq4+9fnL3cHOFhUt1aWUqDlMjEcnFEngYAsr4IVKhPYEErcUQsFQChkrAkPEYEhGa+CWToHg8qM6bCAWTUshEChmqZAet7EQ8Aepvh+YR4SwCjucvk2dRKFw6ncdgcBlUdMgyyFsbFsQjwaRUhIAQIsAtU5BCI+iIcGJwV457rDqzNlpTG61pTjCuy4tdlR6VpGJI4UFaAkJDwGgopEiJWEbEGZhELR2joOITraa6rOxVRSUjzSvnWprTxZx6q/xUe8W3p7f6bh7854GhF0dq78ysvDBSe3Nh3Z3d4+eGO1enup0ynlTI4AqY0OcbBu9gS+JpsjyeuVTm9DC1qSq7R2FJ0ttyLbEF4e5Co7vIEFdq9pZZE/NNMRnqiHiRxsOXZ8h0dbboDem5CyXVB8rrj2VVnXbkvJ7c8FPZwMu2wh0EzWa2eUrrXCXUlXNkJTJDgSY8UW6IkqiiJJooltTOlFjYQihXWiiS8Hh8OpWLxysJZD2GFIWlx5N4iQS2B0XzYhlpNE6OgLvKbhpOc28pTnmsKf9Me9HlzuLbGyrujK14e3rlB5s7Ptqy7vPtA98emPnp2Nb/nNj229K2305u/e3E/G/HNv/82NT3+4a+2dn75bauL7et/3C69a8Tze9NNL2+ccVrIw0vDtSc7yg5PtDaWZjmlnMEyGDy8iBMcBA6BIrYhIUigYsEjSFAcYZhCFhoGDIMWnkHXp5AeTtY3AQpDxQ8mUKiUgkUMo5EQOMxKKz/MIEOFv/hQw4Yf6BvI9PoVAaVTCMRoMcpJCqdCnHm/7mB82+AEgPOYUDIj+rGYMyYTIbOU2AwE6zVBlKKQH8NCN+FpDu+0D+Nwg+MdgoEIhaLA4Ks/D8ZCvEiEKAzl99HRqXRaH4PNp3NhioS/AExQg6HFxj6/RPl+oe6oBDswIkPnH9xOAL4zkdfFxCBA9pvAIDB0gDUEYslBSKgySQ6sGEDjVcmVfmrjAwatQG4uFVKnUSsAFQvFEi5HCGohgI52ED+Bd7Jh1KwUisSy2VytUqtl8nVcoVGJldzuMKA2x2FxiOQWBgcDYOj4QgMAo4B8VdhoVDbHkBfLIZIJtHFIrnZFGGPdDmiYlzOOKcj1h7piop0RTtjYqKi3c7oBKcr1mz2mEz5sa6V6amrM1PWZ6cM5KWPFqSN56eM5yaNZLnHc2JHs52jWdGT+bFbShIWK5K3lScvliburkg+UJd2rCnrVEvu2ba8q52lTw/W35lY+fb0yg/n277Ytf7r/b3fHur97rG+H470/3x88LdTI74LU75Ls/fOToA4aN+FOd/FTQ8uzN6/OAv2UCsSxMALvhtbfTcWfY8v+q4t+q4sQF3B5+funpn+9fRUEJ/FE7D5YAP3xTyRVCBRiOUyoVTMEwnYfC6Dw2VwoK/yIHIA4pvE34oEIAQAiVyuBI01crlSIpEBnU3IF0n4EFqrZSrgFI+02GKiohPdCelJaflZeUW5hUW5hYU5BSX5xWWFpeWFpY2VdZ1tHUO9A0O9/RvW94wODG2empkcHdk8M71tfsvOxa17dizu27tz785t2xc2b+jprSorz83Mqq2sKs4vGB4c6u/tKy0uWdve0d7eXlBQEBlllynkJou5urZmYGiws3t9UUWJJ8nr9sa5XA6VUkoj4nCwUJtG59KbnFqDiS+WYKlcGE6KpujJ/HhZeCxfH8vRukVar0QdK5bGioUeOT/NKN7UVfXJC6d9377q+/ovvq+f8X391N3PrkMA/PlT/wPAf/PT7/uXHrx97sEbZ+6/tnT/lRP3Xz12/86Ru385cPfZPQ+e2+N7eofv1uKDxxcg1f7K5vvQDPD47ydHfz8xcvf4xt9ODP96cuPd06O/nxu/d27Sd3Gz7/K87+pW39Wt9y5t/vXczM9nZ348O/vTuc0/X9j69cnNb2/rv7K+dld5ymxm7Fi6c6bYO1ORuLkqZUt16kJV+kxxQl+ircWmqjOIyhWcMiWvxiirtaiqTIp6m26NJ6IrybExP2G0MGljUdLqhIiJ6qzxqsyx6sxV6c7Bquxnju74/p3nv333Ly9dOrp9pOvpC0f2Low3VOdnJblqSjJ7V60Y71nT31JXnuatzEioy03tba4Z71o1sKZxsrd9y0jvcGdrU0VRRW5malxMQUbq/OzU6pYmPo+DRMK1Wq1cCYWKQ95mqQpiYJlGIVOrFGrQeKTTGTQanVKplkrlYNkFLMQAAHa5YqxWm0qlAVlrgHvBhTIMhgD+ZxaLAw5aYPsHRgbw6SCTqiAq5vBFAqFcKJQJeVwyyaZXvXvnhebKYq9VP9zRsq6+YmBN47bJwaevnRnoXNlSU5SbHBvvMGfFxxRnJGXFx1UX5BSlp2YneCtycgpSUuLt9rS4mFWVZT0r64faVxalemItmqKM+OqizKrCjBSPK9JisBi0LBp1WVBQWAgMicChEFgqBk9BoWkYLB2Lo2NxPApVQKPSsRgFj5MSGy2kUxFBQaU56XsW5vYtbj66d8e+7VtGN6wvL8iym7VyAUvIorBpBCoBpZQITFql1azTqWVapcwb68pKS46LtqtlUJtRQoy9MCsl1e2I0MmNMoFRJuhqqX3nztMLU0OxNn1inDXFG5nkjfTEWOxWdYRZYdRJdWqJQavQqeRcNgeDQiPhkHANiOVRAP5TCBZwMpNIJJAC/SgAB+KXAa8GSo/AUwKp0eC5AQAOMDb4h4CkTCAQQJsRAGAgI0Pe8tBQAMB+Poca6gEAg7VnEHcMnL0g6gmy+Ppvf3Dww4FXaOYVi0ChYXBECIGI0RtUaemJKanxVqvOGaWLtMqZVGRXe0NDbUlIUJA93CTicMRc/szYxMiG4cLs/L3bd8bHxJXkFYQbTRKRODk52eVypaamer3e9evXu1yu+Pj44eHhycnJvLy8qKiocv8tJibGZrPJ5UoOhycQiORypcFgslisLlcMcEonJCRZLFatVs/nC4EnTcgXiPk8CZ8TAGAei06jEklELI1KZLNoQhFXrhDL5CKhiMtkUclkot+pBhnCA2lYdDoUlB1Y2v8TAKPR2EcBODAPBmaGA2d3kCCNQmEAvvrfWKgQGPVHH1IAaMEhFEBc8Dj4+wV78Mij+0cBGJDt8uWhADvBl/4bAC9fDh0PISFhGAwO6P8JCUn5+YUeTzyfL9TrjcBdwuXyIyOjoqKc9iinMdwS6XTExXvtLmd2bk5KWmp6enpKSkpqcopRb0hNTCLjCUwqjU4kU3AEDAKJgGOgbGc4OgyGCloWGgZDQUwLQ4WGIUNCEcHLYcHLYSg0nscXR9gciUlpEqkSBkdjcSTwnRgscVlwGIlMZ3MEUplKozUqVTq+QMJk8bg8kUSqVOn0erPFGG7TmcJVWotIqiHRhCFwklwbZYzw6i0JKn2cxhwvlDtxFA0MzUdhOWQij0MUalgqjzwyVen0CkyxHG0MT2OhCURIvACJ56Ox2KAgStAyu1SSE22rTHVnOswulTAjylST4WnITWotSatMi86ONmRHG+qyY9srM9ZUpHdUZfY1FQ01l4yuLJtsq5lYXbdxZeVwS/XmnrYDM0O5sebLhxa+fO8Z3w8f/PDx848vzV19bOKp8zu++fzNvYtTfSvrHCKhlcjojM8+VNfdaUgeNGUMatKGlakj6vQJXdaUIWdLRPH26IoBTfxkRNYmZ8GMs3AmumjCWdClTaxgmks4xnJxeK0+utYaU2KyFYVHtKZnTK2s39bVNFKbM1iVvTYvuTTKtMIbM1ZTs6W5rdWbNl3euG9l34GmvoO16y+unbzdt/B4/9ZPL76QKo900pTNsXkzNV2He+a+vPXmry9/+uHlv3x8/c5Pb3z2+qVnfvrg37988s0Hz7/p++dPvo++9n36ne/jr145fe2FU5c/f/WdD156paW8KtkVkxwTm+B0uCNtcRZLnMXigbbwlNi4dG+iXqZEhcJwKPTu7TsO7j+wtLR05MiR/QcP7H/s0InTp85cunD8/JmDS8cOHD362LGlpeMnbp1dKok2T1QkHWzKuLau9M5I/XszbR/Pr//X3pGvD0x+tX/i6wOTPx/b9NP53f++dWZ7b5uejpWRMWIqCfKv8QUCgYhGZVP93W80GoNBodJIeAYBR4G6jiAn/Z82KEGASCIRoHyWQNwR1NOBxXCpJCGdKmExRCyGgMXiMhkkAhFqKgsNCQ0KQgQH0bAwMQ0rpqK4+OU8BDTouyLWeH6q+5m9U/8fZf8B1mSer//jSA0ppPfee09IAimQQAKEGnrvvUgRxY4iRZqKFLuoCCL2MuP03nfaOrtT3el9drpOcTS/68lnN1/PnD3nf/65nosrJI8YMfB5Xp/7ft/35dG1xzdUz63O316SMFCR1Jqiy1LRPTKGGg9TE1BGJtXMpSswEV6NsCbVuaW5bnTN2h2tHQP19b3ZacNFmefXNX2wMP7btUNfnxp7caTpsa1l1w9vvLKr+8r05sWtnV1prng2QwbF2NPCoyPIODQ9NMKDZeWh2EVwTivfUqd01plTG22pTTZPpy19ozN3KKV81Fs1klqxw13an1zY68hoMSQ2aOM7TQkD7sy5goqlisaVoqplV/aDsRmfZ7bdLVj/sjR9Fi7cTdMMy+M6eKoqlqRSrClTmjIkaodI5hDJEmhCO4UfS4W83DIWS8xmCmkUCYGoQ+PtaLIXy8wj8PJwrBw0PRvL8JGZRVxWt12/Mzt5riJjqb3w0prSB9aXPzNQ+9pY25u7O2/s7Xt/ZsOnBwa+PTH50+m5n1f2/XRqL3Sc3PXDifEfjg7/89DWb/Zv/Gpu3Rczve/v6nh/svPd8Y5XdzS+PND07Nbac2sqZrrqK5ITVCQcOTwEGxoSE7YKGRaOhEVHRcCioxEIZAwCGRMNR0YGZkNgMKjUHQQ6oBAxYLzlXgDGYfBB0AW+HhI0UgMdRDyJiCcFeRiHwRNwRPAU+CPg0/9Iv2BxCdqDg7gb5EygBgeVZDBzSwk0s9LpTCqVDhYpGo3BYLDAI4CHofDUgLcLFNZIAilFfL4QGsYMxD0Gs0hAqDUajcbhcOCyhEKhMBgMDofD5/O5XC4UukGGgp3B8V982mTqvaAL6P3epRDALaDie4Xf4DxRcKEE7h7Q+ovFEMkkOugiBqPLskCDMZB8QdqzQq4BHchA/oW2u1l8LkcoFsnlMnUg9lkFnhIJZZB9Wq2XSJVyhUap0onEcr5AwuEKiSQaDk/GYImoGBy0IYJAw6JREZHwsHDI2Be6KhJ4nkHpEQqJBYq0VmOMs9it8QlxFjs4zCarKTY+Ls5qM1sT4uI88fEugzbVoC1PcnTnpPdmp/Rlp2zOSdnuS9nh8+zweQZzkoZ9CTt99tFcx2Sha2+Je7Y8dV9F2r6KtLmS5MOVaYv1WSsteefbC6/2lD+6qeHZgea3JrtuTHV/un/9V0c2/fPY5h8W/0W/v50bun1h5PaFnb+dG4aMsRD97r17afedy5N/XJq4fXH89sXxPy5NQAx8LcDAD0z7H5iG7t8/5b/6/04LYdCYLAZkeAYHxKt8kUQkFQnEAh4kC/M4fC6bx2FxISmYymCzoQ0SACFgVhNAL3jDAb0OgIpYLBWJJFw2pCpTyTQ6lQGZqKUKlUIdZ46PNZggB7nV4UpMSnGnelPTM7yZ2d6sDI83MyW9rKBkdXN7Z0tHU01DV2v7UP/2HVu27BwYmBwZ2T06OrN74uDc9JH9s4f3zRyYnu3rXpOdlt7V3pGf4+vt6j68/0BNVXVpcUlbS2t3Z1diYiK4epbL5WUV5fXNTenZWTqDXqFSWq3W5CSnWacT0BkMDEbF4VgVSrNQLMVReAiskkCzciU5WmumypKhMKXJtW6xIkkk8KokPpNiY3X2e0+d9d/+0P/j67c+esz/3XP+75/95cNr/i+e9H/2FCQCf/iY/x8P3X3vgTtvX7371pV/AfCrK5Dw+5fF2y8s/PLskV+ePOB/5rD/yYN3Hp3546G9f9y/+/bliV/OjtxcHvx5cftPJ7f+uLDlhxPQ/zpkfz879Nv5kTuXd/vvm4USsx497H8MHEf8Txy9+/ChPx46/OOluXcPDz2yteVEnW9vvnvMlzhRnjpRkba3Nmu2wberzLsxxdSkF1aIqPVKTrWCVafhN5mkzSZFQ6ysw67bkO7YluvuS3f0plonavMn6womGgoHKjKHa3P7K7N3tpU9s3zQ/90H/u8+/O3jvz1xbv7N5x58+NLiuq767BRbbWn22JbehbnJU3O7Duzc1lbs66uvmNmx6fienftGtx3dM3Jsemxy2/qBvu7aorxkq8lljd01OtTR2sDlMDCYGLFYLBBA/mfIOMDi87kiEVcs4InlUqj+F7zHpFI5eOMBG0JQAY6PtzkciUajSSKRgcItYIEGETjA/EwmU4Hqyw00fv1rzFgGab9iCRQlz+MJuGweAGAJnyNmMmhY5COXzs2ND2l59A2tdR1Vha3leatrincNbnzk8uniLHduakJDWW5FbkaSRZ+dnFiRm1VTmF+Wk1Xuyy73ZeckJztNRp8rob2ieM/2jZ21pU6jMtURW5CRVJztyUlLys1Mi4vVCzhsNCpmVUhoVDgCDcegoxFUDJaGxREQSAICScPiSDFIeGgIk4izGXXxek2S1TKwae3S/IHZXTsHt/RNDPXXlhUYlGJI+KXgBEwyJ8DAapnIEReb4oIwW6+SpbgcOZmpiXaLXMThMkgCJtlqVGcm211xertemZ4YPzGw4fYPX7z2/COpibEZnvgku85p19njVBajzKSX6DVijVKkVoilwn8Nz/8vAAwGekGyFOgBDgIwEGwJBAIIggbDt6AGCRu4gclhDAbzJwC+tw0YpGQhENCwMUjVApPAQAQORmqBlGmgxaFQaODOAnu3YGwJuLDQaGhHPPDF0Cio9vZPDAyRNVSPhIzCYJGRUaEhq0LQGHhcvNGb7nY641yJBleijsvGPfn4lZLCTK1KiotBWM0mGols1OqOHz7WWNNQXlxydvm025nocTntVltsbKxKpTKZTNnZ2dXV1f39/bGxsXl5eUNDQ6tXr25tbXU6nQqForm52efzuVzJarWWTmfy+UKZTGEyWXJz80tLy0tLyxMTXQqFSiAQUal0FAqNwxEEPD6kALNYPBaTx2JymQwWjUomEQh4LIVMpNMoLBaDy2VzuWw2m0mnU6lUchCA/3RhAbJM0GjsnwAYUg8CkixQgIOqb3ALHGjCGAykhQZxN6j9Ar0d2JKBOBwkW/DTGnwK0G/wweBp4ATAvZDECg33Rv53AP4TPIMm4eD54eGRRCKZyWQXFBQ1NjYXFBSRSJSwsIioqGh+oBcQTFVotHqNQW+2W10et8VmzcjJdqelZmRlZmRlut1uq9WalZFJwOHJRBKNRCZicbDIqAgoGA4JR6DDI6JDQsIRSAwGSwwNg+QWwMBh4bAoGJJMYWi0RldSSrI7LSwcRiBSQ0LC0RgCKgYXvEMk0dgcgVAkE4nlIrFcKlNBmrA+VqrUiGRKiUItkmroLCEKy4hCkKRqmyEuRWdKg/zPaidTYEIT5SicCI3jIuFkMpKm52ozNM4cldMrMnt4+iSBVoVncKLRUgJViMXHhITgQkLiRcKarNTqTE+O3ZRqUha5rfW5qW0l2b21hWVpdl+CLs9pqMt1dVZmdVZmdVVlr28oXFfl6ypJX1eZu6mhuL0wvdRj767IPzCyyWtRNuZ7zhwce/+Vh/2/feq/+d67L1365oPnf/zn26++8EB1fqqEgNJicdlCxULrhuns+v0ZjQfSGo+mNZ9IbzuW0jRnrxgz5A1pM/e7a/al1E45y0csBTuMvs36zE6xs4KmL2fp62XWZkNSrdFRboirS3BuKime6moba63oyXOuK0xp9SZkKIR1zoTtFVWrUzJaElP3t66dru4+0bb1bPfQ/X0Tpxo3vzSxsLR2TBVGqjGmtthyhovaPr3vRf+3/r8vPfT0zPLtVz765KGXn5u/dPe9b+7+45+33vzM/73/rfOPXV++/9n5s0+fOPf5C9f9N+988/YNn8vtjDVnJbvzvWmpDrtVpTLLZFAglkZj0xu8zmQKjoCORmzduOnqxUtnTq/Mz8+fOnXq+MKJ+YUTy2fPnL96+ezliwtnTx9bWjp8bGH55OK5Q/vKHYbdtZlne0ue6K97eajp/el1H81u+vTg9s8PDX51dOTbE+M/n9r9/fn9H96/tLevXUFC8NAwFYcpoFGJWByXyyfgqQQiDTKRkigUAtQHTopB4mMQUOnGfwNgSOz9N/2CZ3EYLPTGxuPYZCKHQmKTiWwqlc9mCblQ2TgWhURERESEhMBXhVDRkSIKSkiEMREhjIiQ0jj5+ZH11ya3XBxZc3G46/xg+zMHtz8ys3FvR97GQkeRkZsqpWnxMDufpqXgHQJmnl6xodg30tww2tG+o6V1R2PzzpamjXlZK5u6b5ya/emBYx8ujjw11LjSmfnIYM2n1+buOzQw0FlZnGiK57HYCBQhAk6IwdBiMBosWRsSXhVF3U5RH5C57stsPJXdNGTLHnTl7MoqP1LYfNjXMOMum0oonPNUzfuaDuc1TXnLBxN82+0ZE8m5h7LLTxXVnytpXMwuPmx2P2TJ+bpgzT8zVt/PdIzDRSMM/VqBvpotL2ZKi4XafJk+VaS08qXxPEkCQ2Sn8I1ktorMlNMZcjpDTWcYSfQ4NCmNyC6mCSspokqysJwkKCJxckn0Ej5rrdO4qzDtUK3vdGfJlbXlj2yqemG48a8THW/t6QIA/PHBgX+e3AUA+NbK7M/L0z8uTH57bPifh7Z9uW/jFzPrPp9e8+lU9/u7Oj7Y0/3OxOpXdjQ/v73p8c01Sx0la3xum5RHCguBwp8jwlBhofDwcDQCCbljopDRUAcwFCgA/Q6Pgla26Ch4MNYBDkPAYQhosxeJhqaxAhV3YM4lSMJ/AuAgA6NRGKD6AjYGYEzEQxrpfzz+O/0C8/C9JwPmJJOhygYiMbBSUaFAIgDAgIFB0xIAZmiKk81ls6FoQzaby+MJgoIHjcYAu97gMgPUK4KLDZC1GXBCUeh0OpvN5vF4HA6HTqeTyf9qbwKKbhDUIRN1AIz/pPQGuRfcAegbBODgSgp228GnoO89BoVDx+AJeArwbwOHM5j+VSq0ErECjCVLJUqlQgsKn4SBiuN7/c8AgKUSJQjBlogVko8dpgAAIABJREFUGrVBqdIB+Veh1PIFEjZHQGdw0BjohxsVgwtqvxGR8NAwSO8FQ7/B9qNoGIpGZcmkqqD2G2exxxrjgAXaFBuv08bGxprNepPNZEq2WFwGbZpRV+Vx9uZl9OV6N+WkbMpO7s9O2p7jGsxJGspxDWfZd/rs4/mJk4WuPUVJe0vcc+Wp+yu9cyXJhyrTFhpyllsLzrUXXukpf3hD3VP9DX8fX/32ZMeNqe6P9vV+cWT9twubb57e/uvZQXDcWtlxa2UHBMBX9/gvT/12duyPSxO/Xxj79dzOX8/t/O386L8YOAC9UEvwlYA4fHkScPIflyb+HwADUuVzBUEAFvJFAp5QJBBDXmi+iMVgU8k0QBGCQGcSSOIFY8AikUQqlSsUUGqRQqGSSGTgHJFALBKIGTQmmUhh0JhMOovFYEtEUo1Kq1ZqtGqdyWh22BKSXW53ksed5HHZnY44uycxuSA7r7ywtKKorLm2fn1P7/ZNW4b6+8cGB/eM7JydHD80PXVsPzQJfHBqZv/emdb6xrKCos6WtvLikrHhkf5Nm8uLS+pqardt7a+pqlbKFUgkclVICJfLTXanOBKcMrmSTCYzaHS1HLqOYBGIDAxGzeUmKNVxEokUT2RHI2RYgpnFjWfxvSp9SXxCgSU+TSHzyMXFdn1HXvLr1xb837zh/+N9/zcv3f3qOf83z93+4vG7Xzzh/+JpCIA/fuLuh4/dvfHgnXev/QHR72X/Gxfv/hUa/b37l6W7L5784/kTvz11+JfHDtx54tDdR/fdfnD69v27f7u869cLozeXh39c3P7d/NZ/Ht349eH1Xxzq+/Lw+m+Ob/5hafvPpwd/P7/rzpW9/gcPQGmQTx73P73gf37J/9KK//Hj/sdO3Lrv8I1DQw9tajlWkzNblDpVnDJW6hktT5mqzt5bk7MjJ6E1VlQtZdTImI1qXoOK26gVtpnlHXFQ71F3gnF9qq0zybSjJH2oLHNnTe62Eu/WkrTZ7pqz45sn2is2lGcd3Nb9+8fX/d9+4P/p01ceOnv9qfsevrS4eV1rQaaruTJ/79DmiycOPHv17F+feOD03O6j44PLs7suHJ07vmfngfGB6aHNW7tb9o0NdtRWFqaneOyWwc0bykvyqUQciYhlBwbQWSwOlE5E5/A4QglfKvp3D3AwC1oqlYNdPXEgyEomU2i1eqvV7nAk6vVGgUAELJoAgIEQBPKfA+YWPri65fOFoMdLKpULhFLo+lIIxUrzOHweB5qoEPPYUi4bFx1+eGryL088pGCTS7xJLWW5JRlJ+SmOkmz3J++8vnJsX15aYlFmclN5YbkvvdyXWZyZVpnnq8jNKfCmQgyck+NNsHvMxnx34sCa9k2rG30pjlRHbIojNi3RXJid0lxT5oiLVUpFQi4vMhwKi0VEIiNDQnHRcCIShYVFoyOj4KtCYSEhqIgwDCwiPyNt3eq2tR2te0Z3nDp2cPfOgfaGqvRkR6xaymeQOFQ8P0C2Ii5dKeHpVTJ3oi0zNdli0Ih5LL1KZjFoJHw2CYvAx8CQESEULEIn5ellfJNClJVk//DNV77/7MbH77420t+b43UU5iR7XCabRWk2SE16iUEr0aklKrlIwGHisThgfv6fFOD/DsDA0hwcAAbRVmg0GoVCgfFdJBIJGpLAg0ANBisTgOfgwHCQb4ECDAAYeKSBCAyHw8ELAHFZgelLyAIQEwNc2JAITCBAzkAQZQFc0DAYHIFABYzQUB8SeFXR/7pFRUdD/YlIFDQPHBkVGh4RgsUhAzqwx6gX+7Jdhw/u+uLT9xLtJgwKxmdDs7gKiZTP5lhN8QdnD1SUlG7fsnXb5k1lpcVpKakikUin06WmphoMhsLCwszMzMHBwaSkJK1WOz09PTg4mJqamp2dbTKZkpKSiotLc3Pz4+NtBkMsgwFNKOXlFZSUlOXk5Fos8UKhmMlkE4lk0DDH43B5LDaPweAw6BwGVAvMpFLIJAIehyGTCFQKNMrCZEI/YAwosIlCpQLr13+xQIMLCwDAwMwMMBiJjAFqbcAoDn0/g8s80J/BrnYQgGNiMMj/2oH0J/r9jwAMiPc/fgQMDJ6KCPifQbn3/wTA98JzUDQODQ2HwSCLNZVKVyhUVVU1ubn5EoksJCRULJba7Qk2m0Or1UulcqVS7XQlW2zWuAR7vMOu1GpcHrfL4/bl5RYUFaalpRUWFtbU1LCZrEDPFBoTg0bCEWGhUcBLFrIqIiwcRqWx6AxOWDjUlg10YGiXPSI6Bo0XimRx8Y7SsioyhYFEYUPDosBmfEQkPPDTj0KisDg8mUxhMJhcgVCqVOn0BnNsnE0gkVOZHAZbQGXwURhyRDQhCkESyk2GuBRDHATAArmdytGj8FI0QYwn8+EwIh3DssnjcwzubJUjUxqfKTNnquIVWBotLFpGohg4XCEWx0ehjRx2aYqzKstTnubKc8UXux2NBel9DWXbOhsq0p3FqdZyr6O5OK2nOndNXf66+sKNzaXDXXUj3fVDnbWbmyt6KgvaS3M6ywvW1BaPbehsKvK2lHir85LWNBZs763prMuc29W3sjx96uRUvI7Px0bpCDgtDLkto3iuqPlY8eoj2S37U+sOpdbPe5uOpTefyG5byuvcn9ow5aoasRRs0qSvlaV0S1ytPFs1M7ZWYGnVODvM7vrYhLo4e7c3fXtl+WhzzUhT6ebyzHWFaS1pjjqXdWNx4faKqjpr0iZf2WxT796qrqXOgUvrxhabNs9Xr31tZrnFlKYOwSUTpBMl7bcef9P/6scfnH7ipdnTDw0e8r/xxfsrT7x65OJ3T/79s4f+4n/7a/+Xv3/+0Ivvnn/09aWr3//lLf93v/tv+T97/e8F7lSrRudNdOZ43C6LOVYmM0ml8XJ5nEJhkMkLM3PCQ0I6W9og+j21fOzo/NmzZ1dWVhZPLS2cWgIAfP7q5aULZxdOnzp0+NjSieP7R7bVJsfNNOVe3VT9/GDLXwYbb0z1fjC94aO5/s8PDX57Yvzm6b2/nJn55tz+F47v7S5Ml+LgYhJaxWFySEQ8GkMhUaGsewIFKn3BE4lYXMACHUPCxpBwWDwWmvK99wDyL2BgPBZHxBMoJOjqiMWAbKBQlysegmEmlSLkckQ8Lp9FR8Ei4KtCcLAQIRkpoSA4qBApPsIuIC70d54bXnt4Tc3hNVUn1lfPry2/MNR+aWT11Yk1J7c2DdVmrc60pSnZvlh5LJ3gEnHaPIkT9bV72tsnO1YPNbVsr6kfrK7u9iZdG9380flDbx4bvrqlcqkr6/TanFeObPj2xdNz21fnuOKkRIIYT+SgyVQYjo9jxNNF9nBcfQz7AC/+6fjCj0vWftE48Hhe6z5b1lxq4fGC2pWS1uMZNXvMmWPatDlH4WJ281JR+6Gs2t3uwj2eosNZlacK6s8WNJzNr51PyTtmTX8+reaLsvVvJtYtMeLHSJoBkaWBrSxky3wceZ5ImyM1JAuUFp7EzBXbGEIblR9L4WjITBWFrqVA9GslMJKwtEKqqJ6laGDI62jSWrq4kirIJzNqJILNnviZ8szjzQUXeiqubah+or/ulbGONyZWv7Wn58bevg9mN35+dPjH01O/nDv4y7mD/itHb1/Yf+vU1HfHR7452P/5bN9ne3s/3tv90RQUf/XuZOebE50vD7c/N9h6ra9yujo9Qy3kYeGIkBBESAg2KhK+KjQqLDwGif5XRdy/ba7RgeR5OAwBi4wOkjC4fy8AAxIGEQ//UnQh4/x/OEA5PB4bsEwH9GFgkwbQeC/WAvQFuPvfMfLeM+8VXcH5wA4NzMxBEZhCoUE2ByodyL9BAAZpMqCVBgz1BFgU2lsP+J+hWuPgiBaoXaDRaACAQVMgnU4PitJgqzco4QYV4D8xMHj94N9470ewkgYZOPh1AACjY/B4HJkeaHUSi+Rg1lep0KpVepVSBxRgiVghlSiDCjAAYH6gDxlIvkAElklV4CsoFVqdNlYklvP4YrB5CuRfJouHJ1DAWhMFQ4ZHRIeFw4IHyNqARSHh0THoGDyVwhSL5DptrNFgibPYwfRvrDHOYrbFxzni4xwQABvjzHqTNTY2yWx26jVpRl2lO3FtUfamwsxtBRkD+Sk7cpMHc1zDvqRRn2so07bTZ58ocO4qStpV4Nxd6Jop9eyv9O4v8xyqTDtWm7nQkHO6OfdiZ8lD62uf3NL42lDr9ZHmN8fbb0x1f3Jg3VfzG789sen7kxAG31qBKpFunh749cwIVAV8buLX5REQlgSJiCtDt84M/3Z+9M7lSf99e+78G3pvXxz//cJY8AihkKg0Ch2gKZPOYtJZbCaHy+aJBGJoNlggloplcqlCAuVD8ehUyHECaXSBKUogxAHDszKQ1ntvVK9YLIXM0iKpQqbkcwV0KoNJh1K18FgCmUgR8IRQC0VAfIZGjiVyuVQhFcsUMrVcqpKLFGqZxm6x5aRnV5VU1FdW96/bMLhp68SOwdnxiUNTe+dn5xYPHT49f2xh/+FLy2f2jIxVFhR31DflZWZ3trTNHzjUUtdQnF/Q2dbe0tDo9aTwubyosHA2k2M0WNzJaYkJyWwmJyIsEhYegYUhMJFRtJgYCY1m4PE0LIYYh5XgcRYuO02nydDrfBajL1bvUUnT1JKm7KQjw+tfuDTv/+Ed/613/V+9dPvzZ/0/vnr3q2dufvSg/5tn/J8/BRqA73zw6J33HvjjnfvvvHn5zt8u3f3r+TuvrkCpVy8u+p8/6X9u4c5TR/54/NAfD+/7/drML1enfrk8eevC5M0zO39aGv5+YfvXR7d+eXjjZwf6Pt2/7rMDfV8c2fjN8a3fntzxy7nJ25em/Ff3+R866H90HqpQen7Z//JZ/zNL/hfP+Z858/Xp6ScHuo7X+mYKPLvzPRNl3omqjKlq33hp+jqXsVrBqpWzOs3yDoO0RStq0Yo6zIpuu7Y7Ud+dqO9xGTdkJk42FvVlJ3V57TOray5ObH3syK7lnZs2VmS35yRPb2j3f/MP/8+f3fn87ecunnjt0Qsn5sZ6WqsKM1xdjeXze0cfOrvw8sNX3v/LMz/+480X7jv/6MrCc/ede+zc4tWlI5cWDi7t2zPc17Ols31Lz+ribG9fZ3tTfRWHQYVFhbHZzMAwuojL5YK3n0yilEmUUqkcHEAHlsuVYJNFLJYCC7RWq7fZHAkJTp3OwOXyAQCD6UFwlQwAGPhIBQIRGP2VyRRAT+YLJFyhhC+Q8PhCLpfPYbH5bJaIyxIy6VQMoqep7tuPbySZ1HatdPPqhp6G8qbS3MKMpJmx7f47P586PJfjTqgpzGmrLm2uKMlxO/PT3BW5WXmpnsL0tOqCvKIMb1q8OTlW215V0t/T3lCWm5ZgMqtFiWZ1fqa7o7HaabOo5RKdSk3EEKLDYeEhYREhq2ChobDQUGRkJCoqKjwkBIeCx8fq25vqvvr0w3+8/bedO/r3To7sGR/Kz06zmXUKAVfKZSkEXJ1MrJEIxWyGmM1QifgKAddq0CZZLWqxgIqNYZHwAgaVhEXFRIfRiGhiDIwYA5NxaWoRW8amaoTs9/76wj8/fuedvz737vXn2xpKcryO5ESjUSsECrBRJzVoZUqZkMOgolEx/wsAA2EWyL/31vkCUg0qwDgcDoPBgAFgoAD/XwAYFmCve6eFwRcEVUaAeO/1SAdc0P+aI0UgUIDTgBE6mOGBweDgcCQQigGwBXRL+L/pF9KVIQBGIWAwKA0rqAMTiBizRZuT5Xr37b9curAwM7Xz8oVlhVQgFwuoRAKfzdEptWQcqbKk4sTReZPesH9memJ81BZvLSsrY7FYiYmJDodDIpGYTKZ169bt3LmzoKBAr9dXVlb29/eXlZU5Arf09MzS0vL8/EKvN0MgEDGZ7Ly8gqqqmpSUNL3eCKabiEQy8HizGEwuEzJ7sWhUKDeTSqGTSSQiHkz6kYh4CoVEp1MB/VIoUDBZcGcdzDuBuEtgObvX1QxoNij/wuHQ/gMQgUFYdHCB//8JwIBFAc0G/c9BC/R/RN8/PQg2tgD3/i8K8L0AHBSWV60Ki4yEoVBolUpjMMTa7QkMBiskJFQqlbvdKVVVNUVFJS5XMrAyxUPlDtZYa5zOHMuXiq3OBEeyKyvXl1tYkJGVWVtfV1ZRzmAw/tWZFRODQCDCI6LBJQWQf6UylVSmQiAxsGgUYGBghI6CIWl0tkqtLyuvjrcmhIXDUDE4QMhoDAGOQGOwEIYQSbSAukynMzgCoVSh1Co0ejqbhyPSyDQ2gcyKgKFDViFXRWDYQq3WlGyM9yp0ToHcRmZpkHgRmiAmUoUoFFXClHstqTkGt1caly235WnsufoELYnNjERKiWSzSJSoVHl02lSjISPelJVgSTVrDUKWUcDMcMRWZXmKvU63UZlsUqTHa7OdxkJPXGGqtSTNVuq1+xIMJe74AqfJa1GnW3S+RIs3Tm+WcV1GhSdOW5adVFvorSlOK/UlZiTpi3IdxaXJjkSFlI93GWVqEk4Zjeh1Z0+XNM/kNR3wNR0raF8u7TlV0n0ku2nGU7nHVd4pcK6VpfQbfMPWksG44vWq9BauvYph7FQnr7F4ex0ZPYlp69OzRioqJ5vqdzZW7GyuGGoubUix5RrlXdneHTXVa30FbUnpW/Iqdtd1La/febRl077K7vGc+jMdA8+OHV1t9sZFkJt1Hv9L//C/f/O3R//67vx9j2yd/uv0iv/JN6/vO3f9wNmX9y5f2zb9zskHrh+58MaxS9dPXH7xyNmvnnjV/8HX/s++e3z5vFtvsqt17jhrqsPuspjtOp1VozHLpEou1yBXsKl0p9V+7dKVIwcOnl85c3z+2Llz51ZWVpZXTi+eXj51ZuXMpQtnL188feHcyZXlEwunzi4tja7rWpPnOd5T+ciO5pdHV7+2s/Xvo5039qz7ZP/2r46P3zq37+59R25fPvjV2X1PHJzMNqtEOISEhGOiYxh4gkIk4XMhYySDzqGQoR4aEg5PwqGpBCyNCI0FB93OOAwEw2DuFwi/99Ivh8XmcbhcNofH4bKZLAoJipNnUMgsqEqFTELBYsJCqIhQBS1GRo6WE8J9ZvFwS9HS9s5tRe6pxryjvZXTLb6ZVt94TepQeeL54fYnDw88d2Li3Fhfm9fq04lNVLSFgt1SkDdeU7ujvGqopmG4rmVHdf1ITXVfdsrjUwPXT0xc2Fx1oMmzvD7/ydmuD65N33hovjzJ5pArpQQmB07iIGgaisRKVzjgjOyQmBVjxgcZLT/mdv1WufGNlJozprTl1MKrtasXi+oPphbtS/QddBacSKs6ld10Kq/1TGXPfGHLbFb1/uzq40WNy6XNpwrqT2ZWzNrTV9xFrxWsfid/zaOmosM8x7DQ2qdyFHJVmQJVpkibJTWkSwwuvsrMlZo4EjNNYKZAAKynsPUkugFPi8fREtG0bBy7kiJpZanaWKpmurSOJq6iCIrI9DatfDjLeaAmZ7G9+Or66ke31D6zo+n1ya639vS8N7Puo32bPz+8/bulXbcvH/Tfd+Lu1eP+q/NBAP76wNbPZ/s+2dv7yXTPh1M9b423vTHa/tpYx4ujq58eWr3YVrA2xawgwNHhIVEhIRhYBAYOjwykgCMRGCjTCCpRR8KiUFAlUgCAA6H6EABHR8EDU8Gw6Cg4Eo4C8m+w4g4AMBFPIhMp/5F+8VgCQOWgCEwikO8F4D9RIg4HVSgBHTVIyAAX8f/uywUkCTapyYHELHB+cIUKYjCdzgS2ZxaLA4aEmUy2IDBMBxRgLpfPYLCIRHJgxxZ7bxcj8JoFyykoFAqLxeLxeMAFzWazg0ldQQAG+m3wZQeJ/V7c/Y/37zVJ/b/NYjQBxD7TqCweVyQWyYHVWanQymVqqUQplShB8jOIfZZKlKD6GErq4kt4XBGXAzWGghlgMDCsURu0GqNapYfkYolCIJTKFRqVWi8SQ3oPXyChMzhIFBaJwiKQmCgYMjQsalVoZEQkHPJCRyFhUUgEHI3DklhMnkyqAvQLeo/i4xwWs81ittmsiXab0xqfYDRYzCZrnNFiM1lcljiHVpOsU5U6bd156Rvy07cXpQ8Xpw/lu4d9zpFsx0i2YzDDCmVfFTgnC10QBhe4pkvcAQu0Z67Es7/UfbA85Xh1xunm/MvdZQ+tr35ua8PLAw1vjLW+O9X14b7eTw6t/fzw2i+OrPv+5BYIfc8O3Tw9cHPpX/04t5aGbp+f+O3s2C8rO2+dHvllZSekCV+YvHtpN+SOvrgLPPvrmdHgEUImQiHPQJhlMdgsBiTFcdk8AQ/iEbFQIhXLZBK5RCTlcwUcFhf0Z9LpTCCpgeRnkUiiVmtBQq9UKgdDmwCJhXyRXKoQ8IQsBpvH4bMYbPCDgYnBIqKR4aERoSFhoSFh4aERYavCQ0PCkHBoEjIQbQIj40hahcYJDVg768sqW6rrelvbtvWuG964eefmrVMDQ3NjE/PT+xYPHl0+cnxuck9jRXVLdV1jRfX05O61nd2VxaW15ZVNdfX5OT6FRIpGIGlEKpPOibM40jyZWrUBg8CGh4TGRMCpMThESAgjBqVhMUxCbiyfaRGw3WqpL95Yneasy3Q1+TxrKnKmN69++uzhn2+85L/9if/mO/6f/u7/+i9/fPGM/5sX7nz59C+fPHzn88dBB9LdDx+78/4jd9574Pbb9wXk30t3Xj0boN9TEP0+u+B/5oT/iSN3Hz346317f72y5+bFyZ/Pjf+8MvrDqeFvTwx8dXTrl4e2fHZw48f71n84uw469vV9fGDDx4c2fTU/8PXCyA+nJ3+5tNf/4BH/M4v+1y7733rQf/1+/ytX7jy8+M7+wYvd1fuK0/bmemZK0ndXZu+pzZ2q9g3mJXfb1HVqbqtetD7R0Buv6TYrO02KHpt2vcu0wW1Zm2zqdhp6vbZNhZ5NBamXd237/tXHX145enKwr7cwfXWup9oTt7Gu4PPXnvR/+8F3b7907fj0tcV9pw7t3tzbUuZL6WkoXz449dKDl9574clv333j/ZeevjK/f2nv+MUjc+cPzVyc3/fAqfnLC4f3jw7u2b51cN2avNTktR2tl8+dLi8uCA8LYTBoIpEgEATNYzGgaXMBT8zjCPl8oSDQyyUSScCbDZAwnw89Bd54QAFWq7VMJhuKnIlGgGtfAMDR0QgMBncvAAsEIsDPfIEI2hUTiHl8MT9gagBNnkIuC0oSYpDcNvOX/3irscQnomLXNlXuWNcxsqW3NCdl27qOj9561f/HrYO7RxtK8yvzMhtKC70J1jRHfIHXk5XkzEpyFmemF3g9HkusTSUt8iZ311e21RSnOmKlHHKcVlKel9HdWuvzJhs1CpNWK+TyUNHwsJAQNAIeA4+GhYZikAg6kUjEYowaZW9Xx4NXL/r9v9++9eMjD15dPHZweMfmkvysjBSnxaAxa5SxKrlJrdDJxBIoNRpPw6EZBKyIRVeLBQIGFQePIqLgHAqRScQho1aRsAgCKgoLD+fT8Aa5wCDlq/jMvo76P3788sO3X/Hf/enU8VmHRZlo0xo0ArNBGqsTG3VSvUYqE/PoZAIKgYQMnf/DDPB/qRRCQp3AYJM1CMCEwA3ouiDD+T9aoIEIHFyrACpDM0v/jssC5moAwHg8PnjCvRIxHA6PCBRiRUZCE1AoFBqKhMERwFIUdCghECiwYwK80AGhEuJfGAwGMBgOh4EjGh4Biw6PgoVFwcKi4REIZOSmTZ3f/fPDilJfWEjI/VfOJ1gtMfBoqLxXqqTgyTqllkNnN9TUblzX5/W4J8ZHd+/enZSU5PF4tFqtwWDQaDQ6nc7tdjc3N4+Pj/f09EgkEqVSuWHDhh07dmRlZVks0IxNfLwtLS09O9uXn19YV9dQWVmdnOwBOz50OpNEogCep1HoAIAB/YJ+dQDAOCyaACU/E6lUMo1GIZOJBAK05wAKGIO+MuA3AwAMJrWCDi4wLA3kX6DlBr+fQF0HQjHYZQCXCwFLecw92wpIALpB7fe/A3BkJOxecAX3gw8GP42IiAoLzP3+TwAMzrz3SwHkhsORISGhoaHhYrGUSqUDb7ZWqy8pKbNa7aWl5VVVNbGxZiaTbTbHabR6o8VsssXHJdiVeq0r1ZPoSU7Pzsr05aSkpRaXltgcdmQMCo3FkCjkmJiYiCjoMgLykq2KCFkVgcOTtbpYg9FCpjDgCDTg28goBJgERmMIHK4wNS2zoLAUFYPDYIlgGx5Kw4qGKn8xWCKZwqAzOEwWj8MVCoRSsURBZXKwRAqWQKXQOQQyKzwqJgRq+kQw+Wq1MdEQlwIAmMLWxhAlGLKYTBfj8UyTIq4gyZetT06VWPI1iYX6xFSpQYmjchExYjxRSac7lMri5KS67KwSrzvNZjIIWQx0FBsTHa8SuQxKCR0noxPUPKpRzIqVckxSjknONsu4sRKmUyt26SROrThBLbYrRQlqSaJOnmRUJZnUiQaFSSmI10tc8ZoUZ2x2mjXVbXQkaYQyAp+DNcm4CgJGg8LmiTQnV0N67ELVuuXq9YtlvTPeuo3atAaGsQyn7JF4NmmzJ5y1+zPbpzxNmw2+DnFyq8jZa0hfb81c78rZ7M0bLi6bbmrc29Y41lCxpSJ3W21RucOYa1RuKSvZWl5W63A1OtN2lDQAAB7Oqx9Ir5wpW31l/cRM2eq1Dt/KmuFHhw/4n3vni7NPfHPuqU+XHn5198kbhy59OH/fMzsOvLnv7Itj8y+NH/vw+P3PTxx7eGD2hdmlx3fPv3Ts/K9vfOC/6X9k4XRGnD1OrrJqdAmxRpfF7IyNNcnlMgadicUKGUyDSnNwZm755OKRAwfPrpw5d+bsiRMnlpaWlldOnz6zsnh6GcLgc2dOnTuzeHp5aWn5/OJSX31lf1Xu8oaGB7c1vDDU/NeR1teGWt+bWv/50eEfTk/fuW/e/8jS7StHPjk9uzK8MV7A0LGpRhH+HNpPAAAgAElEQVSXSyKIWWybyRK4WhOxWXzI+UmAFGA8OoaIgRKwiFgMMCygUTGBxnM0wGAo8zlghCYRiFQyhU6lMekMFgOKDgJuUjaTQ6NQ6WSopp6KjaFj4OToECYiREGCmTiYLAN/e33uA/sGp9qKO5N1k3WZQ2VJ7S75SEXy7kbvroa0gdLE+b7Kh2b6H57bsae9vC3N3uCOT2ARd5SVjdXWbSoq21pWNVTbPNrUPLO6baSq4OJAz9XBjrk6z+E276O7O25c2vXZk/NX9mx0C4Q6HFuBYWuIEjmGr0ELErHiXAR3jBP3lq/9x9yeX3ydPxb3PpOQv5KQfV9V60NrNi03dR7Iq9zjyZv2FB7JqV0s7zpd33eksnNvcdOYr3rMVz2VX7c3t3oyrXg0IWu7ynYiIe/R1NoHHWWLyvQJnr2LZ6oUG5LZModA7hKqnQKNnSU3UoVKMl9O5qgpPC2Zo6NwtSSmDk83Y6gODM2DZpRRxDUUaQtDsZqlbKZLK0ncMhKnjMFcb4/dXZBytCF3eXXpAxvrnhpoenG47W+7e27Mbvjo4OYvj+74fnHst4v7/Q8v+B895X9g8Zczcz8vT31/fPzrIzu+3L8FUoBn1n062/v+3p43xlpfHml9fqT9qeHV929pmShyZ0tp5PAQRFgIIjIUiu8OOJ/Dw2Dw6JgoGCoyChkZgYiMQERHQgwMKuWA6nsvAKMQMVh0oJAChblXAQYxV0FvM5gBDjqiQQn8vZPAkP8ZC22wBkVUALf3+oTvzX8GZ96LjsCrFdR+iUTIzhAcDAZLFYlEodOZQJADSVdUKp3BYAEABleJHA6PTmfi8cTAOgWldeLxeOBKCwIweBCyhTIY0Ax9YAyYzYbcVYDegy/sf9J4wQkxMZgg3Ab3gu/NiQyaqsBpKCQWgyYER39B9YlQIJXL1EGrM9B+QZOTSCgDzU8gB4vLEXI5Qj5PDFqCFXKNRm0w6M16nQmYpVVqvVyh0epidXqTRKoUieViiYLLE6ExhBg0Ho5AR0TCwWoFZnMiwqMRgRoCJoMrk6pijXFxFrvZZLWYbdb4BJs1EUz/WuMTrPEJYAY43mK3muIdlvikuHibWpWokuXZTE1eV3e2e1NeykC+ezDHtSPLNpgZN5QVP5RpG8pxjOUljOcnAh14qjgZEoHLUudKPPtKkg+UeY5VpZ9uzr/UVfrAuspH1pU/u7X2+s62d/Z03ZjueX+255MDvZ8fXvvV0b4fl/p/OTP486kdP57Y/tPCwM3FwZuLg7+eGQX0e+v0yK3TI7+eGf3t7Njv58b/uDD5+7nxX8+M3jo9cnN5+ObyMCDkECKRDNLVgG8e2Aaghph/e+hF/y77BW8mBoPFYnGYTDYgCpFIAg36cvkymQJIvn/yQgObNJvNpVBoIHwoeHUVE4OBweBhYRGhoeFhgeTMyEgYDktCIbHw6BhoEwJD5NC5WrnabrZ6ncmZLk+hN6sqr6guHzrayirX1Ddt6V67pXvtgcmpU4eP9bV3rWlury+p6GxsGd6yra97TVNNXVdre3NtfbIjUcoX4lBYKomplGld9uREq0vGl2PhWGQYDBsJpyPRChYzUa10G1XJOnlKrKIoydKY597RVXN0fOPTF+c//9sT/u/e89/+zP/L+/5vXvd/+7r/m5f9373q//qF3z56/I/PnvB/9czvnzz2xyeP//HRY3c+ePSPfzx8591rd96G8p/9b1z2v3LW/9IyZFd+5oT/qeP+x476Hzpw59rcr5enbp3f9ePK2HenRr49OfjVsW2fHtr00f71H86u/8dM77t71vx9V9cbE6uvj0MmmeuTXW+M9/x999r3Zjd9dHT7d8u7bl876H/ujP/1q/6Xzv/2wJF39g/c11u9vyR1d45zrtB7uCZvoixjV7VvoiyzPytxbYKh26pZZ9evTzCCj5tc5k3uuK2ptv50x+Z0+3qvdb3PtTyy/q8XFvyfvOn//O3pta3dBd62HHdtii3brMiNV5+eHv7pvVc+f+3J5anto+uajk/vHNzYVVuQ0ViSMzO85cHlY2888eBP77/15V//8sbjD7z28NXnrpy9cuzA/YtHnrhw6v7FoxePHhzu62kpL8x02fpWt3z7+YcTo4NQUC0Ow+GwRCIRi8UCaQcsBhvMnIO3TZCEwa4ei8VhsThcLl8uV1os8VarXS5XUig0OBwJJKZgHA4SGUMgkJhMNo8nAB1dwQhooUgiEEo5AjFfIIHuC0SQAYbFFPGgLGg+gyRh015/9vHdAxvpMZGpVn1XXWlXY0VtkW9l/sDuwa2fvH397Vee7++Fkr0qcrPSHPEOg8amU8VrFEkWY4bTnp5ogwBYrUjQKwtSXT3NVVUFGVox06QWbOppGR3Y2NfVmpJgsxn1Zp2OhMFFrArFoqAuihh4NB6HEfN5fB7HZold29v10fvv/PTjP+/8fvPVV17YsW1Dbq430W5SK4RGjUKvkqukQhGXKWBQuVQSBYNCR4UDjZdDxnHIODw8goCIFNBJcgGLjEMyKTgpjyHh0jlkjIhJ0om5Bik/TiO+cf3F2z994b/704fvvprhife4TC6HHvI/a4R6jVirEov4LBIOHag1jfr/F4CDm6xBAAYrEHBBIxCIP4Vg/QmA0Wg0AoGIjo4OOpwBWgNbNVCAwdBvVFQUUKFByjTYBIHigqOikcgYMAkMFiQAbFgsHvwiApAMkAzAUmDYFfobA9pyJGhFCg8PjYKFIVEwMA8cF6dpbi6/dOnUli1rH7h2WadVqpRyIp6gVmrYTA6FRFUrNQQcfuOGvswMb0F+7uzsbE9Pj8PhqK6uZjKZZrPZ6XQaAreCgoLW1tapqamKigqlUtna2trT0+N0JoF51PT0zPr6xpaWtuLi0pKSMo8n1WCI5fEEYLoJXElAWf0sNpfOZNHo4GBSaUC6AVIPSPsAlVTg+08JRECDjXOAwTSozxYSjv4EwMEgaJDhDLLlsFg8Hk8Eazmwdf0JgAFhBj/+SekNfp+DCm1kJCwykPwcfAo8EmRg8CmQf0NDw//vABwdKGRCIFCRkbCQkFA0GhsSEhoRESWXK3t712VmZrvdKU1NLXl5BQKBKCYGExdndSW5dbFGmyvRk+E1263J3lSrM8HjTUvPznK4nDn5eUqtBoZEoPE4PJkUjYBDGVsR0atCobTn8IhoPIGi1hhMZqtAKEUgMSBlJDIKUolDVkVEwZAEIlWtMZSWVckVGpCbBe0sRUMxWuBODBpPpbH4AglQksUSBZHKwJNpBDKDQGagcJRVkUgIgENRHJFOa3LpLR6Zxi6Qx9N5OjxNQWIqqUwphcKzx7pKvUVZhuQMha3MlFJgcDq4ci4sho1AqRksJZ1u4HGy4uMq0tPKs9OSLHqzXKgWsDR8pk2nsKqlTDycS4iRcch6EUsjYmoFDJ2EZRCztQK6Wc6LU/Atcp5RxNZwaVoeM14hdpt0ZrkwXiXxWGM9dqNFB/0OsZqVTpcxzq42mMUMWgwhOowJi+KGRHFCVk0Wtx6t3jCbt3qns2qjLrtdkNjCtfcoU7fFFe1NbZnxth3MWXPI1zOWWNcrT++UejYYc/pMWZscOf0p+TtyikaLyyaqqybqqkbrywfrSteX++o9jhave1tlRW9uXq09uSM1Z7SqbWd521Bhc48zf2NK6XRlz3h+Uwk/tsWYvMFTsLeiY6V3cL0rdyijYq6kbXdO3ULtugPF7WNpFXO5TbO+xkc37HpuYN/TA3PPjh19YXrx6va957bv+fKp1/zf/b5r7SYTT2yRKY1SuUWtshv0sQq5iEHnEPE8Ctlls+2ZmNy7a/fK0qn9M7NXL1+ZP3J0cXFxYWFh5eyZcxfOL62cPrG0eHL51PLZMytnz5w+tXLm+LGmvIyxltLzW5vv31j97La6N0bbXx9u+2B28z9PTtw8t89/bcH/yOLNiwfeO7F7R12xlkVJUMkStCqLSqGTyvRKdWDpZEFV0mQaGUrAIhAwaHwMAouC/08ATMQTSAQihUSGKJcKxiOgJhtowp3KoNJYUOAQDZqqgDZY0Qg2JlqAg4kwYRpSVI5BsLkibW5dzZH1DavdurWpsSOl7m15tq4k5RafZbzWM1GXssFn3pxvHanxznSV7u0oG6zOuX/v4JosT70zYUd1/WhL+1hb12Rn9+ya3kPrukYqfHNNBfMd+fsbPA/tbPrrwsAHV2f+fnF6a5EnhcrVrSLpYKxEus5CUpiR/GJm7JAu7dWS3o+Lej/ztnxf0vtuSef9meVnatuONLZNVtUOlVVsycrvtHuaDAkd1pT+nOrJuu6+vJrVWWXN3sJmb357emG7x9dkT2vRJqyVmPcaUg5rU48oU4/oc7aKE/IpMidDbORIjSKlRaiJZcm1ZIEcyxJgGBwMTURmicgMKYkhx1E0aIo5hpKMZWbjeXUcdTVZUk+RtHNVjUxZMZ5ZSGJV8fg70uyz5WnHGnNXOoof3tL43HDbX3Z2/H3Pmvf3bfrk8Lavjw39tDz5x5VDEAA/dPKPK0d+WNzz3cLEt/OjXx0e+GLf5s/m+j6dhQD43d2d18c7/jK2+smhjqtbmo92lHckaJWIEExYCCwqDB4dAY3zRkNG1mgYClJ9o7FRkTGRYciocBQAYHgEAuqNC8i/QQCGwxAxSDQOgwci8L1jwHgsAdDvvQwcBGAg+YJRYRKBTCZS/ncABvuqAIbvxeAgZ4IHCQQSkQjN6YAxYPAgcC0BWZgamAoGaxaNBhlUAaEArx83EPjCZnOpVDoWiwcuMLBZHPQ3BcNB8Hgi1PlKY4BrSyaTDdbWIAMHxV6oQgmDA3/wXp4H1xLBdfBeAAb/rqBPKmiBRiGxOCyJRmVx2AJQ5xvMcwYwDDRhiVgRZGMo5YPJA0XBAIAFfIlKqQMHkH81aoNCrpFKlGqNQa7QQPUBWiNQgMUSBV8gIVMYGCwRWKBBaAUcgY6Gx6CQWBqVJRLKAEubTVbAukH6NRosBr051hhnNFgg/7PBEme2AQB2WuIsSqVVJsky6WvdCe1e57os18bshC0Z1n6vZTDTMpJjHcmBAHgox7EzDxKBdxcnTxW79xQlz5alzJal7C9LPVyVsdCQs9JedKmr/GpP+cVW38Nry17Y3vDqSMvroy1/29X+/mzPF/MbPju07pvjm79f6P9+of+nhYFbS0O3lkZ+Whj8+dTQz6eGgogLMPjm8jAA45vLw8ETflnZ+euZ0RDgnQO6LnjrAAYO5okLBCLwNgKCmzAQ78zjCYDrABAFjcYQCsX8gIkUnCaRyAAPC4VisVhKozHweCKAELBPAyJYY2IwAcMhEogJRCKZL5DQ6GzQ4kWnsoh4iogrdFhsKY6kVLszw+nO9Xhzk1JzEpMKPWlVOXkVvoKy7LyextZ1rau3r9tYU1halV9c7ivY0tu3rqMrNyOrvLC4uba+JK8gxZlEwZNxKAKZwFRJNUkOtzMeYmBKDIkQjWLjiQoW0ywVOVTiNIu6tdh7eGzzU5fmf/n8Nf/P7/rvfOK//bH/lxv+W+/5f3rL/8N1/82///7ZM/4vX/B/8+KvHzz8+0eP+r953v/5U4B+77z/yN0bD99955r/rfuh+t/rl/2vnPO/uAwJtk8d9z8+73/o0J37Zn+7NPXrxT03z01+v7zzm5ODXxwb+PjQlhuzfW9Prf3bZPf18c7XxjqgTb7Blme2Nz69reGp/vrnB1uhY6jtpZ2rX9/Ve+NQ/1enJn+4OPvV6V1v7u9/or/tVHPhwbKMueK0g6VZB6ryhgtSRkvShwtSNqfbN3vit3kd/R5rn8PQ5zBsdccPZCTuyHRuz0zclu0c8CX153leO3PE/9UN/4dvfPDk/dfvXxnvatjaWF6X7nSrxW6NMFUv2bOx45u/Pffhiw8fGuxtyXN31RZ11pZU+lLLMpPXN1Xt2bLu3IG91x+79vzFlTceuf+DF5566f4L5w9OXzt55JlLK1dOHJwe2FTnyyzLSKnJz+ppqvvo3b+NDGwVC9goJIzJpItEEIKCcQ6Quwb2ZbhcPsBXHk8AGZU5PHCxzmSyJRJZbKzZYomXSGQEAgkM+IFraCA0odFYsI3ND8TbQO3WVKjXGvLnS+V8sYwrhDBYHGi05nA4HDZTIuAK2AwKHsXAxzz5wKVLp47yiCghBV2W5akrzu1urG4sK9jc3bZ3ZLv/5ncn9k3VFeeWZHkzXQ6TQsKnEER0cpxa7o43JVmMOa6EpFi9VsByxWq2960e3NjtsenjteIjM+Onjs4emZkszctMtMS67VY2iYyKigoLCcFh0UhENAaN4vOgFyMUcNK9ngvnT/v9v3/37Zc7Bra43XazWSOT8QR8Fgkbw6aROXQKGRdDQEaT0UgKBgXdwcAx0WFUDIJNwuLhEXh4hJBG0kkFaS5bQY63r6t1XWeLx24Ss8gqPtMoEyh41KFNPb9898n1lx7/+MbrhTnJZoMk3iQ3akU6FV+jFKjkAj6HjkcjYZFRsMj/KwAjkcjgmA2A1XsBOGhdDuq6AGvB42BmF2zWBgEYBoMqLlEoaFI3GIIFIrXgcHhkoAoYSMoAmAEAg2HRewEYqKbBQVawbxLEsyB9BTRhKBg6GsrQjEahEEgkHBYdHhYeEhYeEhEZwuWSt2xZ09BQcWZlMT8vm0jA8bk8qRhyIXJYUMG0WCiSiMQCPnfHwLZ0b6rNZpuZmenv7zebzQ6Hw26383i8xMREq9Vqs9lKS0vb2tq2b99eV1en1WobGxuLikrq6hrWr99YW1uflZVjtdrVam15eWVaWnpsrJnHE1Cp0JwSCPeiU6EMWD6TzWEw2XQGm85g0eg0ChUwMBHqYIaaaYHbHAAwdF0b2NME/jFwAQHmiv8jAAPzc3Q0ApjGAQDfu67/CYBBv1EQgINjwEBy/xPWBuV6kLMF/jsiI2HBkwH9Bv9P/+8ADOgXyL8kEgXsfYSHR/L5Qo8ndf36jRUVVbW19V5vBo8nSEtLz8nJdbtTVGqtWq9zJLvSs7NMtnhrgkOt19mdid6szHiHvaCk2Ggx48kkNB4Hj0GFhEN76GHhsJBVEeGBIGgsjiSTq2NN8QqlFonCBs3P0KZ7SDjoQ2KyePkFJZ6UdGCZhkWjwFMxaHw0PAYWjcLiSByuEGzec7hCFk9IZ/NIVBYSTYDod1VUSCgiHIYVKmJ15iSd2S1RWQXyeKbAQGapGAIthS2l0QSJlqSy9OJsY5JPl1hp8+YbHEkiDT0UxkagHEqlTS7Vc9kOuSzVZEwyafUSnk2nSHNYnCatXa+0qCQiOpGJQ8o5NKMMMowYZYJ4rcSmU8RpxGalONGkStAr9SKOUcR1GdRp8bHJsVq3SafhM93xxowkW4bbnpvlTnPbcnNTbQlGOfT7RGRSyFhRKCkMLw3BVEoT18cVbrWWDyfUDCfU9FtKNxry+uPKRpMaZrwdcxmdh3PXHsxZM2StbBN62oTJ602+fkfhgLtoZ07FWFHlaHHZYHHRzvKS8cbKkZaqOo8jP1ZbarUUxZqyFJoyk6MzLX9zbvUmX1WTNWNNcmGHLbvTlp1OltoRDJ9AuzmrbLysZbSk6cldR57ZPT9d0fHAlt2vTy8+M7R/uWXzgLOgS+k8VNQ+nVV3umHj3w6ce3pifqVv5/Lm8a+eft3/8bedheXxInmC1mBWqMwqZZxGreBxmXickEaxqFXHDx2a2TO1MH/s6MFDSycXDx04uLCwcDJwO3/+/OWrV86cOwsAeOX8ufMXL5w7c/78iRP1mSlzPfXXBjsf2Fz9/EDDu1Pdb4yu/vjg9u9P77l58cDt+4//8eDC92fm/nZ4vCPbbeCxErSqWInYbtBrJVIhm8uiMol4yGIaMPcxQBYAnYSnEPAkAlT0C9KesWhIDSbgoAeDki+byWIxmHQqRM4EAonG4pLobByJisURyEQSi0JhEXA0VAQHFamhobRkuJmOaPIYDq2vn+ooqrdKmu3y7fnOriR1nzd2c7alNVGyyWcZLHcNlCb2eHWNibKqOGGlRVRuFr28OLenrbbZmzre3TPc0bW6sLA1x7ezrWllZ//ChrbJipT5dt+FjWX/WB59/+zU35YmHp3Zmidh2mA4J4KTgJcYY/h6JLdY6tjlrTmb2/ZF18R7+T0fF3b/sHr4/ozqicTMmabV3UWlpc5kr9FkF4jjmDwXX/X/sXYeUE3e/duPMgIZJCFk7z1IQgghOyEhbAgQwt57CioOnAxBQRFwASIORBli1VpbtXbZrbW7dtcOa621WkddreN+z82vT47v87zP/z3vOW/ObU6MCcSg+d2f33V9r8sdEVXkTC9Pzc9OyHLHZ6TEpKXFpnri0jOjU9NN8dlK87Iwe394XK/Iuk2ZsC+urFWb7KSItRxpuDxcE6YzKHSRgrAwqlRG5AqIbA6RxSKzWBQGl0gX4sihaLIhiJ5I4ufQZXWSSDj+iiquE6jKeTI3keom0ytkkl63c7TMtb8m45mmnNfaqt/rafp4w4IvNi39fnjlxdG2q2Nrb031wwrwybGHz++Gm66mt96aHLixdwNQgC8PL7s0uPjHbYu/Gpj/Sf/C9wcWvdI9f7qluq88I1stCEEgsP6IQLR/QIC/ry8cdjBbMEtE+mPQqOAAJM7fB+PvgwrwwwQiMYG+KOTcABB8BQA4wD8QFYDGYfFEQsh/C8H6t0wsLxLTKHRAvGAMmEKigj4k0n9RgL1WZ68bC+yiAlAERi2g9wIAplLpILkjOPifsR0AwOBUEHwXOp0J4IXPF3oBBJAwWNFA2SFYof5tzfJ+L7AjDJqWgDroZW/vU7Cztran+dbrJvPe8LI9gHav/xm8Bm86Bsi+YtA5IMyZzxOLRXK5TAXGfVVKDeBYMBUcpooQCWUAgIHwC0KwREKZXKZShKoBAytC1eC2Okwrk6vEktBQhTpUoebxxTy+GGRBC4RSMoUBypDIFAabI2AwuSEkGo3KUoSqTUab0WDVRhgitUazKcpmjQb3AGFZEaoOU0XACVuK8IhwnUFnNutMUUZrtNFiUCgMUmlSpKYs1lGbZF/kim5xWVckG1uTdd3p5o1Z9u4M+9p0W1eatTvDDudg5cdtyYsbyHYOZDk25ziH8+MBAE/XZz3TkPNMQ85EWdKxxszTK0rfbq94t738g3XV321t/m1s9aUdLb/uWnZ194prY6vuTq59+EzvXzO9t/fBavCtic4/p2ASBrj759Ta25Nd4Pbtya7bk11/Tq0FSPz34Y0INBoLfjYkEgX094JdEAqFJpHAtTQsFkcmC9VotFKpHJwehYWFq9UaBoMVHBwCmBYEigClTqkMA/5SyWwKNMgpFc8KxWBPBWzGMJlsPl9IIlECA9FAcHA4nEajOUytjU1wRerMFCqLQmYE+KNRfmiLzhRtscdZox06iyPSaA6LsIfrUqzRMZGm9JiE4ozsnOS0zISU6oKSmsLSXJc7JyU91hKVl+5Jjo03aLSxUQ5XfGKU0Ryp1grYQhFfFkKgasJ0Wek5Ro1JxBCoBDIJg2XXhGslvI5F9WdfOvz31W+g+5egBz/DVud7X0P3Z6/vfAXdPg/d/BS68dGT396D6ffXM08uv/X4Z1j1ffjTq49+eOXJj68+ufDyo29PPf7mFPTNi9BXJ6EvXoA+PQa9fwg6Mw29NQFrvy/venJi5OFzW+4f7v/zwMabk+t/G++6vKfj4mjbhe0rv97Wcn7z0g82zD/T3fBmR82rq8pfXlH68orSV1aWvba66nRb3csrq44vKTm2KB8+lsJBgs8vLXqto/bEyorDCwr2VXtGi1KHClzb89OGCtP7i9L6itJ681O6PLHtSbZVcaZVcZbWBFuny9mVGtOVHtuTnbwhP7U9I3ZNZvyW2vyjmzqme1ePti3qX1S7trGirbZ0UUl2bWayy6jJjjbKSKhMW/jZ5/b/8eXZN6ZHlpV5FlfkLa0rTTRrqjJTFhbnLKss2rB0/qbli4ZWLxtZs2rn2rbR7vZ9Az1Hdg6emhp7ZWZfRXpSVUbKm0cPbe1qW7lg3tcfn9s1uEUVKsYFoUKIOA6HxeGwSCQSlUoVzJqfObOxfuBzDRAsh8NjMmGVmEqls9lchUJlMlkMBpNIJMHjg0HcK1DzgAgcFIQHxMvhwN4WPl8oFMIx5vC/UqmczRcxeUIWT8gRCPmwrVrA53F4LDqfRY9QSXH+c/rXtn77yRmlgE4KQERp5EsbqooyUvPTklMc1prC3OcPTPxw/uOy7Iyy7PTKPE9pVlqMMYJPIbCJWL1C7DRochLjkq0mrYQXow9fNb9maH3HmmVNi+pKejtaDu0fPTq9t72lOT0uxhqhCZeIYQYOhPMZsRgUAR9EDMaTSUQ2iyaVCEqK81469cKRwwdcKfE8Ho3LpXK5VKGATSXi2TQyi0oiBqGxfj5B/r44pG+Qv08AAhGC9mcFY8hoPyWfKWVROMGYyjzPubdevXPjtw/eOd21ukWvksh5dCmLogsVKfi0ZIehoSK3ub6kODclFtZ+JZHhIoWUFRbKDVeJFDI+nRIc4DvHZ85cdCAK6Rfg5wOn7wJxdTZBKgiHw4ExXVBEBK6BV9kLXU/fAOAKRoUB0IIHg5BGPB4PmJlIJOLxeKAV+/v7g/gr0FcEOgyIRCIOhwMuaK91GZixgbQIyAqIwAQCESQ8gc89sFDhcAQQ8uTrE4D0R6NRODQKBwAMhYJJOygoaDYcC8ZgDAYVGIj09YUToZ1O8717f+j1YQHIuYEBvgFIPxYDjruXSeQ8DmzmV8hDQ2VyMomojQhbvWpFUVGR3W7fuHFjZ2dnQkJCSkqKTCZTKBRGo9FsNttsNpfLNX/+/J6enuXLl+fm5trt0SDhXCYLRSIDEYi5CoUqOdnlcDh1OoNIJKHRGCGzhYTwEh5M4jCYXDqMvt6DxWCyGEx8EI5EDCGRSACAQebH7DX16XoJcFbhHdACDAxwEazcXkn5JOcAACAASURBVPcyYFSwpxASQvau6+DkwHuuEBiIxmDgn6o3FBo84GmL8tO3vUgM9iDAH/n7B4AdCiA7A/wGmxoAhn1ny418ff0BKnufBYAZiZzdvkBjwdzynDk+AQEo8HNXKsNyc/Pr6+dlZ+eCXmW327N6dVt5eaXNZk9KSpErQtM8GTFxsRF6XbIrRWvQxyUlxicnyZSKkopyjS6SwqAHYjEYPA5LwPujYPnXxzdgrg9MwmQKQx0eabbYDUYrlycCuSMYLAGB8EXM8QsIxM6Z68/mCMI1usqqOkIwGYwB+/oFwvWcqCAMlhCEI2KwBGxQcAiJxmLz+QIJhy8RShQkKmuObyBibgDCD43wwSB8MFxJeIQpxmBLkiiNVK6SylXSeCoiQ4whMhAIJI3IclmTyuOz802JubqYQku8jSsXYYIVVLojLMwerorVRWTYLalRpkSLLlzMNaqkWplAFyqyahS6UFGy3RRr0iXbLU6D1hVtM4WFxhgjnAa4AS7FaUuIMtgjw112U5rdHKfXuCyRqVZdXKTKZdMXpMZlpzizXXHJMZaq4uxsTwqbQxMIOShfX61IbhWoBQh8MkvfnT7/4vjb9577+kDZ+n7nvKHUpd1RVQMJCwbTFu9IXzLsat6bs2okbfHysIwFsuQ2Q+5qc053bGlnbP4Gd2lnel6T1dEcF9uZk7k6N2NJTlpFgqPYYV2cnVlsc6QpNA1xqUX66FpbSpMzszDM6WJrrEFcC5otQ6DTuOoaa2JvRdPJTaPQ7/egm4+gy38+/ui7z8aOHFmxYbhs4evrtv+474VdxQtXmFNHcuf1ppTsrmgZKlu0t6nt5MbRl4f23fz428pkt0OlsYVp9KFKnSJUymXzaBQZj0MNwqxrXbVpY+/azq6edd3Dg0O7d+7aNbpzfHz8yJEjExMT09PTR48999zzx545fOjZ544eOfrsvn37ZianZnaOFkSb++vzn11d+876xjOd1V/2N/0y2n59YuOtmW1/H98LvXrwytTmB8fHzg11pUeqNEJBhEiolUoFNCqbRGaSqZiAQBKRDPyoMNky6TQqmUmlcJkMcgiJHEKCZWESmUqmUMkUGoVKo1BZDCacf8Hj8zhcJp1BIc3mA5Ao2GAyiQ6XYJIp8D6agEET0ckCEkZOxsqCfTUkpEfDW1eRtndl9YYyV7mB3+q2tbpty9OMzQmaeru0xipqcMjmx6sWJqrrYuRlZmFBJDdfyyuMFJbpJYUmVU60dUV9fV5S/CsHD0A3foN+v/Tm3sFtDXkb850HFmZf2N998UD/l2O9109N9eQn23CBdjTRxZBEYugmqniRu6SvbMGW1Ipncxq/qu34qmj5N+Wr3ypctCUhb2lCVrm7IDHOpQuPVEpkYgZPSOOF8VQ2jT3RkZ6alBuXkBWXkhuXmheXkpuQlJMUlxlrSkqQGVu0seuUjiF92v6EsuH40kWGlDR1lFVni4lPtTjiTVqbThqpYipERB43hMtlwHlCFCqdTWXygilidEhYYIgdz0yjCPNYshyasIgjLxerspj8BEJIJpffbNX3Z8XsLE040JgF5z+vrHins+6zvkXfD63+dvPSC1uXXd7ZeWdm89/P7bh3eOiP6YGr+3tvT225tnfDlR2dl0dWXxlZeWVkxaXtS38aWvr1lsWfbFr8clfDs+31uxdXVkRFSFEIig8Cg/TxRyNnc/pRaAz8GYLFBAdhSVgUERMYjA3AYZBBaH8syg8+rw70DcCigzAoLGhCAtAL+pAIuGB8EOE/D3A/UIaB3huMJwIqJuCCSUQyg8akUxmgChieGZ5NgQZjR14IBKzrjeEAMAyWDO9jvH8KnguoFWBqyKwsDIKvQDAkENioVDpo9wCnjuB0kccTcDg8Op0ZEkL2+r/A93p6XQOYCvzV4NySRmM8vbZ6FWPvs4Db2SsFe9Hd+1cAE0Bg8xeFwuDxweDEA4vFgWGroCA8k8FlMXlcjlAokILwKjDrC0qMFKFqoP0qFeGgCpjF5PF5YpFQJhRIQQeSgC+RiENVSo06TKsJ10Vo9OHqSJAdLRRImSwemyPgCySgR0AeGiYPDZPJVVyeCBsUHBCIpdJYAqGUzRHQ6HCESKg8DIz7/lNxZLRF2ZwOe6xeZwbO6kitUa8zR2qNYaoIGMtlCl14pEVvNmkNelV4ZKhCL5MZxMJUnaYiwdGSlbw6N6Et09mVae/JjFqXYVnjMq9Js3W5bes89vWZ0RuynLAXOtOxNTduc3bMYG7srlLXvsoMcExWuWdqM56dl3VyScHp1eVnu2rgtrDN8y9sW3hx+5LLO5dfG2v9Y7z95t72W+Md9ya6HxzYcG+q5/70+ruT3Tf3rrk13nlvquevmd4HBzbc3LvmxljHzb1rbu/ruj+9/uEzfY8PDzw5sgnh4+MHfnJoNBYALXc24EouVzCZbAKBSKMxuFx+SAiZQqGFhYUbDCY6nRkcHALagIE9AOCEUCiWyxXC2QFLsViqVIbJZKEikQTsx8hkoUB8Y7E4TCabTKbyeILg4BCBQJSTk9fSsvydd86cOfvBIwj64eKvH3z42djeyeqq+kitMRhPYpCZOFSQSWtIiIpxmqKcBospLMKi1iZY7AaFOtHqSI5ypsUkAPk3LSYhyRFj15viHU6nNcpmMCXHxntcabFRDm1YhFoVUVxQHuNIyM0qHNk2unj+0iRnUn1ZdX1pWW9H28yeka8+fAt6cOXJnz88uf0d7Hb+8wvo7ufwcedzmH5vfQz98SF07RygX+jXt59cehO6ePrJj68+/uGVR9+/DH338uNvTj366uSTL09CXxyHPj8Offoc9NGz0JkZWP49PQ69uht6cfTJ88N/H9l0/5m+P/Z3X9m79ued7d+PrPpmcNn5zUs/7Ft4dn3TW90Np9fUvbS68sTy8ueXlhxbUvxCS+nxZWWHFhQcbMqbbsieqHPvq0mDjzr3/vqMQ4sKZhbkTzTkjFV5dpVn7CjN2FHs2V7q2VKcPlCctrHA1ZMZ3+GytyfZOpIdnS7nQEF6f37ahlxXd25qR1bSak/8mtyUnvKsDfVFXbWF7VX5bTVFnfMqOxqrm0tyy91JGQ5TqllrkrJzY4xfnX7+7rfvv//s+Lr5JSvrS1fMq0i1RubEWOflutc3z9vesXJm88bx9V3DrcvX1FUuKc7tWdiwt2/deH93/8rFCwqyV9WUn9g/tqt/fdvCphOHD+wZ3haukBKwqGAClsVicDgsEHgPPr+4XD44ALtyuXwv/QKsVSrDjEYzUMOCgvBe/zPQmgID0QQCkclkAwM/+GQUzg4Vw1ZqkeTfAJgvFMC5HxwGm06RCli0YMy8isLffvjCpg0NQSKUXGpmItz3O9DV3rZ4QYwxsr6k4MM3X2tfsjAj3lHscZXnuKvyM20RSpWARUL5lmWnL66uyEtOMKuk0ZFhNfkZa5ctGFi7cnt/18qFNft3bDp1dHpseNOCmvIkuy1MJGCGBKP8/ZD+vmikPy4IQyLgSSHBLBqZx2VGqEMXL2patXyxXhfOpAXz+XQWnchhUuhkIqwAwuYbNAkLH1i/uf4IBB45VyMThnLpSj5TLxfSsUinTv3c1F7oyYObv/9yeGpvrM1AxvrLuDQeGR8mZOsUAp1CYFCLovSKaIvablJp1cJQCSNcyVfJOaFSjojPoJLwKH8fPx9f1Gyv4P8VgL3zwKBtD4zZeIv4AAmDACGvovt/BWAkEukFYAwGM1tkD6ua3kzpgH9d/mVdRoE9ERAHjUZjgf8ZrFLe/VocjgCcvXCNjT86MAALm8cC0UA5xGCCwCucpW4YgFGoAH9/37k+CItZNz01HqkNI5MISH9fLBpDpzKEfJFKEcbnCph0lkgglEmkLCZdwGdbLYa2trbExMS8vLzR0dHq6moQ+KxSqcLDw00mk91udzgcSUlJ+fn55eXlpaWl7e1rWlqWFxWV2Gz2oCD83Lm+Op0hP7/Qbo/WanVCoRjkW/7jziKEkAjBZHzwbO7rP9cg7hWLxhAJwcD8/PS2AjiNYDBYoAaJMts5ATDY64L2Lvlg5Qairnd3AHiIwGOwWByYB/ZuK4B+KQDA4L8k0JCfht6nbwPuBe88uAb3/L8CMHh53q8McN2rP4PN+4AAVHBwiEqljo6OSUhISkxMjo9PzM7OLSoqKSurcLnS7Pbo+Ph4UFIVGx+n1cL74Vk52fYYp9uTsWzVSqvDzubzMHhcIBaDRKPm+PkC8zNgYKAAG002kznKbLEzWTwg6gKbNADdYCJFKlOmpnliYhMRc/zQGDwC4QvaKUBoFpgHBkPCISQaXyQnkhn+gUE+/miETyCsAMMzwIFUjkwebg7XO4VyHZUbSuWGUjgKPFUQgKMg5gQEBQQrufI4lTnHEF9sS843xcZKwsRYgoQYYgqVRqmViabI3LjoDKctyar3cm+kXGhUSSOk/HiLLsVhTY91ZCfHZ8Q73XHRSVHmeIsh2qiNt5ucFl1uWlKh29VYnFeSGl/siitOjvHYjXlxURUZSVU5qRXZqbmpscvnV+d7ktl0Co/F5lNYMhJXjmaJEeQDSweht3+D3r/758yXX2089WzF5k59VZu25K2V0zs9rYNJC4ddzTOla9eaS1uU6a3anHVRJT3O0k5HYV9a5VDRvP6CyrbUjDZPZk9JUXdZ8eIcd50rsTYlcUFGRq7B6uTLPEpDttrqFuuNQRwTlhdPV1XoE3oKGwcqFo80tfXWLNq5eu2Hh45D3/8KXbsHXb0L3X4Mffvr6S17Jpd2HVjcdXLNltd7RoYLmxbrE8erWoZKmscaW4drWo5v3PHKyMQPr5/LMDsiRVKdRM4MJqrEQiGTLmDQCIHIaINuXeuqLf19/Rv7tmzaPDK8fWR4++DWbSMjI+Pj41NTU9PT04eOHD505PDk9BSwQ0/unzg0dWBm52hdavzo0uoXOuad6Z3/ycbGX3e3/ji08tr+3tsHB/86sRd6debXA9tuH911cu1iPZsmpFJVfL5GKuNSqBQCgRocgg1E4dG42TSjIAqJzKBTmQwaj8WUCPhcNofH4XoPPpcHDkDF8MAwMQRowrDhmcNjcIVUFo/GggeOmFQKNQjDJWLV7JBIFlFHD0pRsJrTLGsKE1e4rS0ufXu2fVWaZWW6dUWaZXGStiFaURMlrrPL62ND62OUVVHSEiO/IJJbGMGDDw0/Wyt1242FntSvPnrv4R9Xbv34FfTX9W9enO7IcYzWpH04uOLH/RuuPLPtqz3958e2VuvDHaQQS3BIikzpMVgrXZ5lJVULEzOXRMaOxhU8n1JxMrn8aGrF9vj8Rbb0Ars7JjpdrYuWKDRMFp9MZAp5ihhbSo6nPDurKjm1xBabZUnItibm2BNzo2OzHbY0uz7JpbKvtqZu1CeNRufuT68dclcvicnJcqYlJrqTsgqiXR67LdGstoVz1aIQITuEw6BzcRQ6kcqgkhlsAlWMIYVjKQ4iN5kmTKbykijsNCYvncOPJZEsOIxbyFvkNG7Njx+vTH62Oe/lVWVvtle/19VwfuOib7euuDq29vq+nj8PbHp4dDt0cgw6Nf74xO4Hz438sa//6p6eX0fWXBpe+ev2FZeHl/00uOi7rc2fb1r47oamE50NM6vr1xSnR4sZdB8EJQA2P/ujkUj0LGFh8FgMDMA4DAkTGIxDEXAoQlAgLigQhw3AYJBotD/chAQOUP8L+BaM/gLKxQcRvKpvMJ4I2oCDMDiQjAUU4GA8HLMI7gE1SOD20wAMONZLnmCB8K7C3t966fF/BmAvqTKZbHBOCHQ7kBTDny1AkswWhYhEEjabC1w/YLvW+xqentwBUA0SMZ62VT+NteBFgnOGp+/3fsF/GwD2+pzBDa9lGqyG4MFMBhf4mZ8GYOCCDpWHAfkXqMEAhoFTWiiQgklgNosv4EukEgUgZEWoGqRAg6AsDlvA4Qq5PJEXgIEgzBdIgN5LItNnd73ETBaPyeLxBRJ1mNagt4BZX+/or8VsNxqsgHu1EQZAwppwXXiYVhceaYo0WvRmY4Rep9YY1RHmsHCzUhkfoSmMjVqYmbIiN2VVVky7x97htra7DGszHOs80d2Zjp4smH57s2P6smI2Zjk2euwDmdGDubGjxcm7S1y7ilPGytKmarMP1GYenpf9wsL8l5YVv9Va+X53/ef9Td9sa/5xeOmvu1Zc39v2x3j7H3ta/9jT+ud41/1J2AV9d7L7z/1rAe7enewGAHxvqufOxLpb4523xjvvTKz7a6b30aH+x4cHEHQGi0ZnEkPIaEwQNgg/uzlIDSaSGEz2bP6fIFShMposmohIgVDMm52iVCrDVCq1QCCCG2tmi6eBX1qhUBmNZoFAZDZbdTqDxWJTKFRhao0mIjJCqxOKJCQylcniiMRSFpsrkcqlslCpLHRN59ozZ8+98ebb9x/8fe/+w1t3/noIQY8g6Pbdv2/cvHvi+MsN9fN379xbW90QKlbIhNLM1Ix8d7YrJjEhKtquN6U647OT0zITXRmJKYWe7IKMLHdCcmpCks1gcpitsVEOq9Gk00SkJCQubGxat6bzyJGj75398N13zn3z9fe3b9z78duLH5796IN3zz24fefmlcuP71y/eeUC9OT647s/Qnd/gKBLj2+fh25/CnPvzY+gGx8+vv7+46vvPf7tDPTrGejy29Clt6Cf3oB+fA36/hXou5effPsS9PWpJ1+efHz++JNPZ4XfT45BHx6Bzs2mNL+xD3plDDo1+vj49kfPDT441H93pu/aePfl3Wt/Gmn/dnDlZ1uWftDX/HbPvNfXNpxsq3xhZcWRluKDiwqnF+RNzc+dnl8wPb9gb23WeF32vvqcsRrPzoq00YqUXVWpe2rS4aM6Y6zGM1aTubsqc7Qic0dp5vZSz7bSjC0lqQMFrg3ZCfAwerpzXUb8+qykdZnJ7elxXVnJ3YWe7pKsLfPKxlY2j7Uv6Z1f0VFXtLwie3lVfkdTzZqF9c0VxaXuFE9MlEUpjlIKkvWKs0cnrn365nuHx3oXlq9vaVy3bH5pWnyaJbLGkzLcvmLriiWHt/Qf3tK/oam+PjWpMTNtw6LG0e72gZWLV1SXLMjNbCkvWlFTNq8gM06vqS7IWrd6mVzEwWMDgrCBVCqZzWbSaDQGg8Hn82cj6YUAfb08DJrfwP4cl8tXqdQGg0mj0bLZXAwm6GkABiffJBKFzeaKZz0IYH4YuGJgNzVfyBGIWXwRiy8CCjBfKODzuTwuk0klsWlEMYdmiVTeuHyhLDctOABBDETEmnQ5KUk9q1fuGOjLSoqzalSH9+354ty71QVZSVHGsuz0eWUFtcVZdSXZSgFdrxA3lhQWpaWkOsyxBk1atGlxTcnwho7xwY1VBe41y5p2bd2wva97SX1lisOqkYikbBYWiUT6wCnQODSKQiDQSCFMSgiLRhZyGLHR1tKCnAh1KIOMFwuYlGBMCAFDxAXh0CiUr68fAoHxnUvBYTkkIodEFNJIVGwgKWCuVS3PjLW1Lah77dkDM7uGj87sf/bgRGFWGp9BkrApQkaIPTLMqJJGhvL1SqFJI7FoZRad3KSVatXCcCUvIkyokLKEPCqbEUIKxmIC/JB+/gH+SH9fpJ+PP1DegN4O3MtPK8BApAW86qVfYIEGXlyvcvs0AIPpX3D9NKoBBfjpEV8vAIeEhIDcadCEhJy9gIFhoAADGy0SGQimgJ7ezfWugiDiOACJQfqj/f1QoAkAjYI3a4GMCeqRvAbswECkv78vi00zmiL5AjadTp07dy7YbQGLGZcD91oLZy9SqVgiFbDYNIfD0dvbm5+f73Q6JyYm8vLySkpKdDqdUqnU6XRWq9Visej1erPZnJiYmJubW1VVs2BBc3Pz4traeovFxmJxQOy5xWILD4/g84WzHSUksB7D++5YAhFLCH7qALv4qAA0vEP/r0gPIO1isTjv8AuTCY/5UWcrJahUuD70PwHY22wE5lYAVXo7lv9tXx+c8XhPAtBoLPhZgGd50fTfbng3HQBme7ex/l8B2Mu6T399b4IXGo0FFieRSMJgsOh0ZnR0TGxsfGZm9vz5C12utMLC4vT0DKPRHBcTazIYc7NzIiMjtZoIq9VqMpmMZlNOTs6C5oUqdRiFRsUEYQPRKNi5EQj3SYAp3zlz/VFoHI8v1kYaLVZHisutVGmAERrMAyMQvv5INJgENpmjausacfgQfyQagfCF0zgDsSCcMyAQ6w3QCkQFMdgCH3/0HN9A/8AgBJz2ivRD4X0CgsgskVgZqYqMEoZG0gUKGj+UyBAHBjP8MCFzfNG+CH8sAiXFszIioqvjPPmmWJfGKCOSRUSiUS5xasPd0dby9JRCV1y60+w0quOtWrtOaVJLjGFig1KSFGV0x9lTHHDCX4rDWlecX19SsKi2siI/y5UQE2u3eJJi3XHRNbmedUuaGvMyypOdS0oyl1fktpRldzSWj65f/cqhses/nB8f7AsOQCp4EqtCJ0LRXHL75ZPnb574Bvr88e/7Pz6/7vif+89/uOrQFuei7YnLoDf//HPy0/sHP72+9+0ve4+sNRYtkbk69Pnroko2xlduy2jclFG3IiazyRK/yuXpLS7rLilpLcirToqrSIqrT3WVRse41foYgSJJGF4f42nPqq6xpFUYkgvUzsWJ+Sf7dp/dfeRwz/C+tQOTGwdvnL8A3fwLugdBl29C1+5DV/6ELt54f9/R7fNW9hU1Xjxy+vZLHw4VLRguXdSXWz9c0zLT2vfTyXfufPb96YnDyTpzpFim4gtpeIKIxeDQKVR8kJTL7lzesqln3eZN/UNDQ7tmLzt27BgZGdm1axes9M7MTE1NzczMTE9Pj42NTU5OHjp0aHpy6tD+ib2bNy/MTN23qvGFjoa319Z/uan57kzvtfHue4cH7x7dcee5nfdO7rt8YNu1wyN7F5QJMQEsYohSINTIFHwaE978whFgz0AQjoCFK39hAKbRQacRnKUmEArhZAkel81hMZgMGp1GoVLJFJAFDZtEiLDVmUGj8zhcoVDMFkioLB6FwYbjIZk0LokgIePUTIKWFuQUUxtTzDuWVOxdWbuuKLE5Xrs4XtuSYl6eal2ZHrXUZWxKiKhxhlY5QqscsnKbtNQiLjIKCnW8Ii0/P5yTq2SmKtmZcdZVLQuhBzfhGoLvPoXu/vrZsd1H1jbOtBReOrjpp4neC2N9P0ztmFq8wC0QpYUqU/TaeIshK8NVX1VelZOTpTUv0NrH0kpfzG96pbh5Mqu6My67IS43OzbXrE8NVUYz2aEMhkjIVTlMSWW5DfMqlxfmzUuML7Q5Mg3WdEtUhjM6M9qUZguPjVHF5oTHdTgytjgy9qSU7s+etzWrfklqaWF6YUZeWVJeaYw7z+lMi9LGhAs0ApKQQeJQGVwcjYGjwKVTDDxZjKNoiUwHRRDHEEaFMKJINAeNbiOTtRhUJCbAIxevTIkeLk6arHMdX1pwurXync66c2sbPt2w8OuBpVfHuv88sOnvZ4cfH9sBnRqHXp+GXhq/9+zw1T0bft259pfh9kvDKy8PL780uPTC5vlf9M37uG/Ba511z69p2N5ckmdWcwIQeASCjEGhUf6B6AAUBg3br9D4IAwBjw7Go2HtFxeAJ6CCCSgCHo3DwaM8aHQgHP4MnM8g+wqEPAfjiV4GBvTrHQAGoAvWlKcV4JBgEsBgoP0ScMFEQghcx/Uvd5IXgAEuelVfLxwCDfa/ATCgR6AAg2sAqwCA2WwuyL4SiSQgk0goFEulcoVCJZHIWCwOkUgCemwQNhiU7uKCiODA/yuHOYRIJZPoFDKDSmHS4AoF+PBukQP6BesseKngr+ClYu+JBPgbeVdD71fwcjLYfgXTQywmj8MWAFEXjPt6h34BAMtlKmBvBmQLtGKxSC4SykDfrzcFGoRCc9gCNovPZvE5bAGXIwxVqEF+hFKlUYdHgixoNkdAItNZbL5QJOMLJIB+QctAhEZvNkVF2ZwAekHms0FvAYIwmPsFY8aRWqNRb4oymm0Gk0mriwwL16m1Vq3eFmmwhkdECARxEWFFMVFN6XErshPacuPX5MR1ZDrWZjrXZjp7smJ6smLWZ8b0eBwbMhzr3fbejKj+rOhtefHDhUlDeXFbs52jhUn7qzyTVZ7pGs+hhqxjC/NOtRS+3V4BR+IPzP9+cPHl0ZUAgK/tar06uurG7va7+9fd3LPm9t6uW2Odf+xqv7lnzb2Jnr+mex9MbXj8zMBf07139q27vbfrzr51D6Y2PJzpe/zMAEIqCyWGkDFYXDCRFEwkwZMeVDqLzeXxhfJQpVgi43D5MrnCbLF5MrMb5jXl5uanp2ekpKS63Z709IyEhKTo6Jjo6Jj4+MScnLzy8sqEhKS2to6lS5fV18+Lj0+USOWhCpU6PEKpUitVarPFZrFGSaRyvkBUUFi8fsPGny9dvvD9jyM7dn719bePIOjeX08eQtC1G3eOv/jq2fc/2bV7n8FoXb5s9fnPvjr+wqnK8iqRQJwSn7x04ZKaisry4pKCjKzirNyizJzirNyK/KKKopLywuKKopKkmLhYR7TblepJS09LTmlZsvTt19+4dePmvQf3n0DQE2j21xMIegzfuHP7LvQEenDnFvTkwW+/fP3o3mUIuvr4/g9P7n/7+Pb5J7c+eXLj48d/fPAP/V45++TXd6Ff3oJ+fvMf+r3wCjSLvtDXp6AvX4TOn4A+fQH6+Hnoo6PQB89C7z0DvTsDvTHx5LWxx6d2PTqx/fGxob+ObLk703t7asNve7ou7lzz3dAq2Pbc1/xWT9PLnbUn2qoPtRRNLy7cvyB3T0PWzlrPaE3GzlrPzpqs0erMsYa8fU2Fextzd9Z6RqrSRmvcexo8ozXu0Rr3vx6TPVKZPVSaua3EPViavqUkZaAwcWNewoacuA3ZCRtzkzfmp22tyOvKTespytzcUL5lQfXoioUT1+8OWAAAIABJREFU3W371rXu39g+2NbcPq9scXnuksqipTXlTaVFFVkZFVkZCebIBH1YfIT00OD6+99+8MWLB4ZXN21c0bS5fdmquvL8uKjFRTmHtg1sXrJwqrf74EBvS0FOWaxjTXX5SPvKDYsaW2vK1jbV9iyYt35hY1NeZk5clEbA9iREb+hY5bDoCEGBgQE+eAKGTqdSqf80kjMYDN5sjAHwLYNx9KcVYB5PEBYWrtMZFAoVjcZAzfbZAK0vYLbZFY8PBgPAQqEYcK/XGMPjCbg8AQBg2AUtEHCFIgDAXB6TRSMzqAQZn0klBH7/+ftb1reTMXAlr5LPzoiPba6pWrmgqamiJNluWd+6Anr04M2Tz7nj7AuqSrpXLX1mfGRidEtf54oIKT9Wr01z2POSE5Kselu4rNST3L1iYfeKhe54a3ZKdE1RZktjZWN5YVqMzaSQRUjFVHwQxt8fOWcOFokk4/EMEokFozhZzGPpNarivCxDRBgB48+iBhODAnAofxwaRSIEM8lkekgIFYen4LAsIoFPJYsZlEi5uLmq5Mj4jrdeOHz38g/QvRvTo1tz0hOCAn0UIg6fQRKzyDIuTTUbdRMmYhpUsPxrjZRHKHlKCUMhZaoVXJWcIxcz+Bz43QjGodBIXwDAfj7+MAPP1rGCcVAw7gsAGKAvavYCIqkIhH/qB0izl/8jAAO2/J8BGARBe4EZ2KRJJBKwKMOdRUik/+wFiUTOisGwAuy1ws76mXFgTfIKmzgcAWibsMM2MAjpjwatiYEBWADA4N8SGvbQwnZocAE6cGAg0s9/DhwPQiIhkYEEAhHs0fK4Ig4bjgaUyWQMBkMg4KnDFRKpgMvlpqent7e3l5WVJSUlTUxM1NXVJSQkGAyGiIgIrVZrs9mio6OjoqLsdntsbGxiYnJqanpqarrb7TGZLHK5AmSeGwwmlUrN5fLBAPA/yzOeGIIjknDwtfcA5yXoQAx8UkIkgTMMcI3F4v4tBIs6O1kAcgrBuQvIc/a+V97hJUCY4P0E3x08BnjVwIkCaEjypmc9DcBA1/3P6/9fAPyfXxncA8LAkcjAkBCyRqPVanVSqVypDEtOdqWmphcUFPX0bMjPL8zJybPZ7BaT1aw3xNgdOZ7MiDC11WhKiIuPdcYY9Qabxep2u4lEIojWAgCMwsABV8gADJjy9fULpFCZqrAIs8UeE5toMkdRaSwf3wAMlhCICgKzvn5wVae/Qhmel19si3Ii5vjN9UEC6AWNSiCbZK4PErQHo4OIc3wDA9D4uX4oBAJJCGFIFBoilc0SKuThRrXeIQ0zsiVqKk8eROHORQf7ogk+/lgfhF8Awo+CwCTIdVWx6SX2hGS1XhocIiGRTKFSh1aV7rSWe1LKMpKzE+0ZCbasZEdarDnOEuE0qhNskTkpcZ6EaFe0JSPemetKbFu8oL+zbX3risbKktqKUldCTGlu1vKm2jS7MdNhSolUTm3seGGk/4OjE9+/cfzedx9B965Af1+7eeFDR5goQiAI54rJCHSZ3f3o0yt3T38Pnf391synv+187/bYx9BzP98Yee9C98kPls9Ar92E3rkDvX4FOvH1qcbNrZrshaLENbr8/piqramNg575O8taOl1FVRFRlXpbXZRzXmzcEk9GQZQlP9peHBMbL1fFilXxgrAYtnJlRvlU66bp1ZvGlvSMtawfamx7eeu+5zaOnto++dGx1944eAy6chu69wS68dffP/7214XfoKt3oDsQ9MPvF06801/Z3F+y8NvpF397/sylo2+MN6/pL1/43t4j0I/XoJ9+X5hTGskXK7h8MZMl4/LIhCBKMI6ERS+sqzm8f3xk80B/X++2bbDqu3379tHRUYC+Bw8enJmZmZycnJ6enpyc3LVr1969ew8cODAzOXXswMzWjrYFnuTJVU3H2+rfWFPz7balD5/dDB0fhV4af/D8rqsHBq8cGL44seW3Z4Y3lbm5aH8mkSzjCtQSuZDNpYeQKQQiNTjknwgAJovDYrMYTBAEQCGRZ8u/Yc8zlUz5x+c8K/nSqTQWgwlDLx+eBQJeaNg7yuJTmFwKlU6lkLhUsphGFBMxAjQigoJuLU57dceGlwe7hhoLVqZbm+O1C+MiFiXol7rMy9NtLW7bgmRDXZymwq4oiZIXmyXFZlGxWVJikpQYxYURvBwFI1nOyE90vHv6JPT4DvTnr9DD62/NjKzKd7R5DCfX1n61Z803Yz1nBlZ9Nbmrw+Mp1lvKElLyMtNtTktMalxeQXZ2SnJpVFyfu+i5yuZXqpe+3LBiS2ZZjTUx3+lJtGep5LECnpFOkynk+rjo9OKcmuqiBSXZDSnxBVGWNLvNY9SnmA3JTpPLGR5vFZoSpPbyyKRWW+qmGPdOV+mop6Y7vaLRVZidnu/KKbWmZlsSM2y2JEu4I4yn5pF4FDKTAsdgMfEkGpFAZuKoimCWgcK300UxTKGVxjLTqAYaJTwYqwj0MwZjiyPDenJTdpQnH6hzHV+cf3p1+bsdNR+snfd5b/M3m1p+HFp9Y2LjX0eGHjw7/OT4bujVib+fH/11b8/l3T2/7Oi8NNT289CKX4aW/bB10Vf9DR+tr/lgY9NLa2oOrq5uzU+KpBOCEAicny8eg8ZiUBj4wGBhAzQOjyYQUARiIAHnFxSEDMIH4gloeGcEj0Fj0LMfWgHw3C86EH4woFZAsP8WguUVgcGgr9f27NWEnw6FJhHJoDSYRoEHd8E6AgAYrDtA3fWyrhcIvZAM7gGc6b0TEOM/XiciCURhgbwYNpsL1Dj+rETHmR12k0hkCoVKLJbS6UzwvWAMxhCeZmBAvwQ8CY8LIeBJwQRyCJFKCqF5D7C0/ec1eIUAy8FiB17Y0yLw0+jrvR9sIgcF4YlEEjzEx+KDaV6RUAaEX5D5DNqP/k3XFQllHLZAKJACJJZJlXyemMXk0WlsJoMLDkDUwBctkyojtIYwtRbQL7gtEEppdHYwkcLji4EXmkZnc3kiVViETm+O0OhNRpvV4jCborzc65V81WFaQL/aCINeZzYZzA6z1a43GNUREcownVpr0ZksOpNRHaHkCXRicbwmrCDauiAjYXWhq70guS0rtjMzpssTvQ4cbkdXGlyM1JViHsiOHch2bsmJ3ZobtyUreiAjajA7Zldxyp7ilH3l6QeqPbAO3Jz7yoqSM51wINZXA/N/HF76+57V18Zaf9sBjwb8savtzr6113e23djdcWN3B7hxd3/30wB8d3/3nX3rABU/nOl7ONOHWLR4aVV1bX5BkSM6hsFkBxNJfIFIHqrUG0wmszUmNj4rO7ewqKS6pm7f/sl79/+6fv3G+fNf7N27r6lpQXFxaV1dQ1PTgurq2tTU9PLyykWLlqxa1Xr9+g0Igu7f/+vrr7/96eKlwaHtnsxsg9EslYVyeQJ5qDJSZ9iydfCtt9/99LPPb/959+SLLy1e0nLi5Klbdx88gqCbdx8+eAx9++Plny5ffenVN7V6CzGEFqE1dKxZd+mX395860xNbX1hUUl9Q2NDQ2NTfUNTbf2ixvlL5i9cCH5b39BYV19VVl6Qlz+/sWnjht7dO3e98cYbN67/AUHQ1Ru/P4Ie/3n/3u/Xr8H8+wj6+68nT55Ajx8+gqCHEPTg99++++7rMxB07eFfPz7+67vHt7+Abn/65MbHj65/+Oj3Dx79dvYJrP2+C118A6bfH16DLrwCffMS9PVJ6MsTsOf5ixfhRqKPnoc+PAa9/yz03hGYft+cevLq+OOXd/99Ysdfzw/C9Huw/9Zk97Xxtd8Prf5664qP+xad7W48vabuRGvF4WXF04sL987P3tWYvaM+c7AmfVtl+taKNPgod28tdw9XZ+1syN9Rnz1Unb61ImWwKnWkLmNnXeZorWe0Nmuk2rO9KnN7ZfZwRfZwRdZgaerWkqTNRQkD+Qn9BUkDBa7ZqWB3b0nmmvz0nor8bYvqd6xesrtzxfj6Nfv71o5v7NjWvqR1XnlDfkZFdnp5jqc0y52f5spLTUm1W52a0BiNtHt+xd/ff/zda0d2tjd3zq/cuHLR+qXzqzOSV1eXnp4a37u24+jg5vG1HS352VWJsatKC9fUVS7Mz1xeXri9Y+VU//rx9V1bVi9rKshymfUt9ZXbBzYU5rjJxCCk/5xAlF8ICU+hkOh0KovFolKpTCYbuAzARxuodPPqVHy+MDw8QqvVSSQykIDlMzuV6ueHBHODwcEhNBqDzeZyZmeJORwe91+eai6Xz+Hy2QIxQyBicAVMPp/NF/AEfNgCzWNymTQemyJiU1E+iGMze18/eYRHwQYgEAEIRJrTub51VU1hfll2ZmN5KRzl9eVn0N932hY31RZnDfauefX5g2NDfa+fONTbscweGW4JD0uwGmOMEeFCpi1cVlfo6VhSl5tiT7JpUh2G2oKMxTUlpR6XUxumEfJ4FHJwICoAgUDNmUtEoWl4AotE5FLhbOdQATfLlWTShGH8ECFYJJ2IpZMILBqVTqbQQ+B4EqVQFG0yFGakN1aUbV63Zv/Q1uNT468emf7l/Ad///bT9e/OQzd/29zTsWv7lgiF2B+BUInYMi4tUi6Uc2gWjcygEmnkHLWUpZazI5Q8rVqo04iFXJJEQBXyqHQKHodBBvjO8fOBGdgLwICB/f3hgiIwAwwGLlGof6p0QSSVt28AALB3GBWPh/voAdACvAQ1v/9NAQa67tOPnO3yIYMvAoKg/w2AvbloYBZ01s8MM7AX6v4DgDG+PoF+vv+IwIEBWKQ/sJT9bwA8i8FoHA5Lo1HIZPJsZFcIFovjsAUsJk8klLGYPJksVKFQ0OALRSzhiyV8uVzOZrMzMjJ27drldrubm5tHRkaam5szMzNtNptardbpdHa7PTo62ul0xsfHp6dnxMUlGAwmm81uNJqNRnNSUorTGavV6uRyBYvFAdEgYIGHT1P+iwIMsj0JBCLAUWBUxuEIwALtTYEG/7NA7MfTk9JgPxuHI4DhJaAAg9s4HAGkYnp3vr1eL/DGguFqL38Cafe/Aar3YYCEgZMZKLdAywXg7TdbgwSEfWBDANfgP743CABMLD8N1X5+SKAG+PkhgR2AzxfGxyempbnLyiqKi0vb2jpKSsry8wsjI/VWsy02ymE3WbLS3AnRMVqVOi05pXXFSmOkLiJMHR8bF4TBotFoPB6PRqP9Zi8AgIGQi5jjh8OHiCWheoPFaotOSHQpVZpAVBAY8QVlSACVKVRmpM5UVFxODKH6+AYEooJQaBwyAAP8z8gAjI9vABqDp9JYc/1QvkgMXP+LQM7xRVvt8cnp2UQqmytRKiKM4Qa7PNzIlqhIbBGKSEcE4BCBQQi/QB8EMgDhR0QEGBmSAnNceUyKXaQQ4QgyCsWilEdpFElWfVFqfFFqfG5ydJE7tjgjrsgdm5UQle40FabFVee5i9ITit2JRelJq+bXbe5s39nf21hSaNdr4qOjbGZdY1X5qoUNK+rKtqxctHfdyt8/PA3dvwpd/OzauVPXP3z57wvnoMuf3fn6nVq3k4RAhNGY0ULVd8ffhi7cgs5cuj5z7urutx7PfAEd+e7Rvk+gma+gYz9dH3rzYu/Jq4Ov3dz91q/bT67RZK0zFrSGe3qsxZviavoSarrjy9clVTRo43MkkRWG6Fp7Qrktuio2Lt8eVRgTk2tzWDhCO0/m5ISaScLmxILp1i2vDR442j365eHTp4cPvNA/tr5q0SdHX4VuPvz7lz+gaw9ufPPz56+de/LrLej3B9Ad6NKZL6Cr96Hb0Gczp1a4yvpLFl46dgb66vcbb3/20YHj9z/7Abrx97GR8XCmQEpjKgVCDpnCplKDAv1DcBin2Ti1Z9ehfXtHNg9s3tQ/sHlT30B/30D/8PAwHP48S78zMzMTExMzs5ex3XvGdu+Zmpg8MDF5+vnjnfOb6pKd48tqX2ite6O9+sLQsgeH+h8f2/7whdHbz+64uH/gh/GBC/sGLs0MdXhiOJgACoFEI1I4NBaPwWKSqRQCkUGiwMZHHn+23E/A43DZTBaNQiWHkLypV3QqDZ75myVekUDI5/IEPL5YKJKIxBKRWMDjs5mwM4LJFZDpLDqdzmFQ6fggoi+Ch/U180LWzys+NdJzdv+W0cUVC+Ij5znU82Miaq2KRmfE/AT9ohTz4jTr/BRjTVxEmV1ZaJUVmqVFVmmZLbQySlFpCy0ziPPD2GmhrIqUmBdn9v308ZlfPzuzeUV9lo4/L17ZV+o8O9Rybqjl3ODKN7d0PLu2dXGGuz4tt7agMj3DbUuMTcnxFJeWlLtzOvLKD89b8VL98pO1S6armpYmpqZGGhOjEqIsLpXILuGZhYJwvd6RlpKTn1nuSSqIs6ZbtfFGTUy02WXWxlk1zlhtXKzc6mBrMsTWefrkVaaEXmfaUEpRf3LhsoTcslhPcoLHmpQREZOidSSZjfFGlU3BVrJDOCQyg8TiBlMYwUQqNYgswNE1IVwrTeRgiKOYfAuTY2DSNGSiLAgZivJzMimNdvOmYs/emrRnGlOPL8l7bVXZmTW1n6xf8N2W5Re3t/28vePG/r67M1tvz2y5d3jw8Yldt49s+3lX1y+7ui+NrPl5sPXi4PJLgy3fb2n+fEP9+2urzq5vPN5ePdyYU2BWMAMQON+55GAiCoXBwe29KFwQBtb/0VgiChcSCB94PyzOH00IwOJRmNmqRSQa5Y9C+wdhsFh0kNf/DMgW2J69Y8AAhkEtsFfgBbQMOk1BBxKJSKaS4ZY9KpkGQrDgaOh/AbBXLwVYCIDQu1J4l2MvFQNIfvpZT+uuIPQRZFWA8GeQTwRO8EDNh2y2kFUoFFMoNLAtS6HQ/gcAxuNCgglkYjCFGEwJIVLBDYC1T9O7dyn0crs3ssubDu19jNcAFRiIBombQUF4MAQEnIle+VcskoNDKlHIZapQeVioPEypCA9TRaiUGplUKRLKgLEZtP6KRXIBX8Jm8ek0NoXMYNA53llimVQJnhiujgzX6JQqjTw0TKEMV6o0UpmSyeIRguGyMx5fLBLLmSwencGRypQ6vdlidegiTWZTFKg4itQageQLBozDVBFhqogIjd6gt5hNUXAslt4UbTTZdXqjOkKrUhs0OoveatSawhUas0YfGfpPIFZFknNRTkpLTsrSdGeHJ6YzwwmOLre9Mz1qjcvalWLelBO30RO90R01kBm9NTtmS5ZzW07scH7CjoKkPaVp0zVZR5ryjy8ufGU2Deu9zqpPemq/2bzgl5HlV3auujKy4rftMAD/Od51bbQVAPC/KcAPpjbcn1x/f3I90H4fHex/dLAfBuCHj548gaAHfz187tgLuXkFUfboDE9Wdk5eWXllbV1D0/yFixYvbV60pLKqpqq6duWq1nPnPoBmLydOvNjQ0FhUVFJVVVNWVlFVVdPYOL+ysrqlZfn16zf+/vvRt99eePfds79cvjI4tL2za93xEy+++trrA5u2rFzVurFv4IcfL752+o3pAwe//e77l195beWq1oFNW9499+Hl329cvXH39v3HP/7y+98Q9POVa0tXthVX1MxbsCjVk11QWtG9ceDNs2ePvfji/CVLVq1uq66sKskrKCsoqiwtKysqbqpv6Grv6F2/4dzZ9z764MOff7p49+7dR48egdf8BAbehw+hh4/g4/Gjf8nAf9y4dffu/Zs3//j0s3PHj8/sn9h65er5x49/hqCfHt/5Erp1/smNT2fp99yjX9+DLp+BLr0L/fgm9MPpf+gXTro6Dn3+AvTZ89D5F6FPjsP0e+4odPYw3FH05tST1ycevrTnr5M7HhwbunNk062ZjX/s7766p/2X0davNrUA+n29o/rF1TD9Tjbn756ftb0+Y6guY2u1e3Nl2kD5v44yd38p3Ou7rTp7W03m5sq0TRUpWypdgzVpw3UZQ7XuoeqMwerMoarsoZqckdr8HXX5g2Up20qTtpYkbitN3laWuqUsfVOZu68kY1lq9EB92dCSeZsWNQyuWrK9a/XIura9/d3Dncs2tTZ3NtcuriquL8opzcnITEpIjLLaddo4Q6RWxI5Wi6tcjktnTv3wxnP7upe3NZR2Laxf19xQ5U5qykp/fnRoqrf7yNaBHauXd1aXz0tLroh3NqQlr64s2dnZenzX9me3bRrrXjPUuqIqIyVOq15SW97X1VZdVsBlUQMDfHx8ETg8mkQiMhg0NpsNcwOFBkJ6wEcb8Lp4Bzb4fKFGo42IiBQIRHh8MGjVAolHfn5IFAoTEkIGn4zgmsXieGEYJmGegMUX0XgCOodP53KZXB6Lx+Vy2RwuQ8BhCnl0Dj0E44doW9r4wxcfRIbyAhEIFAIhpFKXNTa0L1m0oKpi87quZY11gxvW3f71p4/eerUiL31eeV5f54odm7pfPDLxxskj9SUFtohwtYhnVstD2VQWHplsi+zrWLJsXmmROzbZFpmVEFWT667IdKVYDXqZWMxkkDAwafsjEFhfP5iBCTg2OYSERUk4zAS71RUbrRBxuDSiSsJTiQViLpdFo3NoDJ1aU5SZ1bly+d7hoaNTE7s39Y1t7Tu4c3h049rjE7vOv/nSG0emPzr94sWvP33x+cNXf74wsXs7nxaM9UUo+cxwMTdcwo4M5RvUImO4WB8u0qmF+giJSSfnMPBCLonPIcMFwAE+SB+En4+vv6+f71w/f194lwGgyOy7jcLhcMhZygTaL5jG9XYXgUlg0NwbMttCSyAQAAADA/PTWPvfABhwtTc1OigoiEAgAP70VgH/JwADdgIADLDtaT8SIGFggUYF4gKQWD9flJ8vChihZ2skMOBZQPsF+jawfGMwKLlcGhISEhAQAMgKTPWIRXI4yp7NlcvlUqkU9tXzWVweUyIRaTQaNptdWFg4MTFhNBrXr1+/Y8eOJUuW5OfnWywWpVIZGhoaERERFxeXk5OTnOxKSEiKiYnzeLI8nqyUlFSXK02nM6jVGpCuD+zc/2w2B8Hm5/+jBRofRCAS4AJkMOoMfMt4/D89wE/PAIOziqe37Z9+r8D74AVgbwgWeA//cwbYmy729JsPXoMXcZ++8f8LgH1nA7EAAHvd1ACewUtFIgPnzvVFIOYGBKCYTLbZbC0uLi0sLC4vr8zMzC4rq3A6Yw06Y7zD6U5ITrA6DGEaQ5gmymiuKikLD1UqxNJ4Z0wInoAPgptU0Wi0r68v3C88G2EFY+0cP2Bm5nCFYWqtLcqZlp4Z7YxnMLne4V7QeBQQiPXxDWBzBO6MbIPR6uePQmPwgH7BMLCfPyoQFUQIJtPobF8kBmi/CASSL1KUVTZ4cov90QS2KFQaFqnUWsTKSBpfhqNykHjKHBQO4Y9GzPX3mxuIQiAJCD9VMDtDaytzJjvEoTIiKZzDidVFxBkjXHYTDMBpcZ54c4knvjA9piwrsTA9Jic5qrYgo7E0p74oq64wszLH3du6bOvaNSO9PZXZniitWirgykT8lvnz1q9a+vU7r13//Bz085dPvv8I+uGjT57Z8ckzI7+/cwy6cBa69BH04Odb598aXbM6kkp/Z98B6KuL0Ic/Xn3mzS/6Dj6YPvfn6Ju3h994tOssdPQCNPnprW2nL61//nL/cejIJxc2HlomSeizFfcYCrotRf0xVb1xVXtKVqxNLC9XOjJFkYUaW7HRkaez5Josubao4tgEj8EaLVSkKPQZKktuuHNd0fzBhraPJl58oXfPyc37X9yy/4ujbxzqHbn6/lfQnxB0H4JuPb7y6fdnnnv1yZU7977//fNX3vvp7c+gS39CV/+GLt75ZPLFdXmNY/O7fn7+DPTLXejmQ+ja/XvfXiqMdYVzxaEcnpTDZVEogT4+ZEJQmFyyqWfdM/vH9wxu3blty96x3UPbh/s3DQxs3gSmfycnJ6empp555pmpqalDhw4dPnx4395xAMAHJybeOXWqMTcr36jeVpc3s7Do+OL8T3vhGeAruzt/3dv929TmS5Obf9q/+cfJLb8cHF7msrLQgQQMPtAHifYLpAbD8m8wJohGJNHJFDad8U8aPIsNhn7Zs4IwGAPmc3mzqY9CAL1A8mUzWUw6A8TmwQZpBoPLE4SQKCwGUyUTs4k4LAKhZROXl2S8Mb712Y2rNlZlNjojqizyJqem1qrIUbIqrYpqR1h9bERDvL42XlcRoymyKfLNsgKLvNAqK7GFVjpUVXZVmVlaGMHLDOOsrS0tioky8xlRQpoMg9jbWv/urq5X+hd8vm/Nue3LXx1Ycnp47Yq89MUFxaXp+YXZ5cmpWWmZuUXl1RWFlTXJeQOFjS8t6Do9b9ULdYu25RUVR9uiDBq99X+x9h5QTaX/t3eUlt577z2kEFpC7713UJAOIoKKKDYsICqKCHbFXrB3HR0dy4yOo46jzljGsXfsDamed508M7ne+f3/d/3f971Zz8o6xBAirnjO59n7u7ev3iNALbMqxF46vRU2dVqCfC2hPh4hXqYAD4Ofh8HP1zPU2+hn1VuDXC2hcvcokTFH4zfWEjnFL7I5LHFhZPr04KQK39isgNiQoFhzYKQpONojIMrXO8Lq6q/l69gUDpHGpHB4JCqLTmQLCGwVie9Jk/iz5AFsmR9HZOEJTGy6koQRo4YaiagkjXRSdPiSvLTto9P3j0k5NiH7TH3B5dmVNxfWPl4x/eW6pjcbmt9vbnm3aUHX+rmvNzV/2LHo9baWp2sbH69qfLRs+sP2Kffbah8sGne7ZfTV2SU/z8z/cVbp1pqsCfFWC59Ic0QwCDgmgwv/L0HEUwhw7BUFh6Ni8FQUjoYk0JAEijOO7IIhuqDxSCQOBUfLojFOaIwziUAEY71gahcoungsAYAu4GGCrRDYzsmAhEkEMpVMY9CYYOGxBCqZ9i36ghg2MHTz7dkEIK79TPEvr9D/HIApNhEYhBOxbGVIdgYWiSRyuVKj0YEIXjqdCXgbDmv8byzQQP4F6EuF49L/Wf8J9zQBAAAgAElEQVQAvH1sCjAteNvg3drp3S7z2vfWcTgCWMB5BJ4JYiD/7oUVysDAFMi+kklVSoUWxDhr1HpXnclocAdxU2KRXCSUAecznyfmsAUsJo/N4n9rolYpdeBbTEYPsAxGd52rCaRAa7QGuULD5YlsyW1cMP3L44tFYrmr3s3b4ufrB6c9+1gDrBZ/gL4mo4fe1U2j1utd3YwGd9j2bCsE9rEGWLz9rB6WQE+vALPZYjCaXQ0eRk8PN4tJ76FWuHqbLTqFRsUTeCmVyX7epfER1WmxE9Kipib/Q7/JIY3JQQ1JgQ0JAQ0JAXOTAhtjfRqjvZsT/dvSQtrSQtrTQ5dkhi/Pil6Tl9hZkr5ndPbhmtzv6/J+nFr488zCXxuK/mgeea9t7ONlE14sq3u5YvLrVVPfrYGF33drZrxfOxN4ob9sntPX2dyzZW73pqbuTU3gy8EdLV93Lhzc0QID8Ofevs+9fX1foYu/Xamoqrb4+QeFhUfGxiWnZ+QVFmUNz03NzBo5umrK9BnVNeNz8/ITEpKmT595/fpNCIJ+++3qqFGjw8IicnKGjxkzbsqUaRUVlQsXLurrG+jvH/zll4vwunBpRceazp273n36DE/2dn958fpNzwAMnzf/unPpytV3nz4fP3V6bO2E1MysWU3zvjtx+vWHnk+90L3HXU9fvt+8fW94TEJCRvaY2rqEjKyS0dUpOcPd/XyDY6Jzigpbly5d27FmaVv7utUdu7Zt37dr9/lzP7959Xqwf+Dzx0//QC/UPzjw8fOnt+/ffez51A/1PXn7tHuwux8afPb69at37/u+QsdPnW5obJrZMKO2bmzd5NFN8yac/HHnp+67X7r/HPx4E3r7x9fX1/q7fu1/drH/6fnBx2ehh2ehu6ehOz9At7+Hbh6Ftd/fD0JXD0BX9kNXDkO/HoDp9+fd0Nnt0JnOgZMb+46v+3J45af9iz/sXPimc27XhoYnHfX3l9b+2VZzZV71habKM9PLjk4u2Fubu2VcJlx/NzJ5UWlCa0n8wuKEBQUJ8/MTwVpQkNxSmLKwCKyk1pLE1pL49pIEsNqK49uLEttLUpaUpC8pzVxWmrOiLGtpQeyy/KilBbHLixJWlKQsK0lrK0xpzktuHJ5ycdvai7s2L64bO6uqrLGmcuro8pnjRs2fVN1cV9lUO2r6uIpJVRWVhflpcTGB3p7hvtZIP4u3Whbmps0MdD+zZfnbqyfPbl8xq7KgflRxfUVRUWJUTrDf6lnTNs1p2NA4Y3ldbX1BbmF48LBA39rs9FUzpx5YueToulU7FjYvr5/UVFVRGB8VbNKMSImbPXXi+OqRGqUEh3UZMhSBxSGpVDKXyxaJBDYRmM1mc8GQuUgk4fOF9tQfGo0BANhkMguFYtDmCuy4wPWKweDodCYIXQMa178AWCAUc0VSplDM5AmZfD6bL+AKBQIBjy9gi/kcsYAp5NCoOKe02JAX929EB3vhnRAcIh6JQJjk8uk1NUvmzdm+tmP+jKkTK8t//G4/1P2uo31ebmpMcU7S8paGVYua1i9rqa+pTggNNikkFr3KTS5kYoYapZyxJdmzJlRUFWakRfhH+5qTQ3xzYsOSgv38DDoVj8cmknAOjmjEEJyDI8kFycBhuWSSiEGTc9lmtXJ0UUFlUV6QtznE6mF1M4i5fINGHxcVPbps5PQJEyeNra4qLirLHVYxPLs0O7VuZHFhalykl6G2cFjn0vkbFjfv61w/qjR/xqSaz2+eX790Ni89QS/lK3kMg5znrhF7G+UWk8JdL3FVchUShlRIFfHIYj6FwyQQcc5IJwTKaahN/nUEAAyktqG2Hm8UCoXH4+0ADNzIwIf8dwgvDkey2ZiA/xnQL7j/FwADEfi/TIEGU75oNAzbQPUlkUgMBgMER4PuXzADjEQiUfANA5y3gIHBACoajbWfugA62kOwUEg80gXn4ox1dsI4OiCdHFFgGBhuQcLAzIvF4gHeg9lmZ2dnPp9PJJLhJ9ga5Bl0rlikAAmNtqx7saurq0ajkkgFMrnIaNTTaDSDwWA2m1NTU+vr6+Pi4hoaGlpbWydOnJienu7l5aVWq/V6fWBgYFJSUpzN/xwRERUbGx8SEhYQEBQbGx8YGKzT6UEClt2iDO8644gUPJWKo1Lw/2uRCFQSgUrAkSkkOmhZx6AJYA4Kj4OngoEIzGJxgPBL+6a4wm4/+xuwiWT7GR0wsH2m2v42/rVzD1qCweYC+B2Cb/wWev/z+F/ICqLI/j8owPZ/bvAjkEg0gUACI+tgE41AIDk4OCEQQ5lMtslkTkpKyc0dkZSUUlBQlJmZ7WH29HHziPIP9jGYNUJpbFCYp6tRI5apJDKFSBIVFs6k0nCwlxANyrHh+X1HJLAu2yd4WWy+Qqn18LQGBYdHxyR4W/wYTK6zCwaJwqHQeLg6CYl1dsGQKQyzu3dCYiqVxkKicKCbEWi/SBSOSmOB5kYnJA7hgHZwxvGEisiY5OEjSi3+oQ5IvEjpqjZ6urpbpRojhStyIdKGYsgwALtghzijXZzQLghHAsLBSBOlegbmBUVFurq5MtkmsTjC4hnj750c5pebEJkdGxIfaM5NDMmM9stPCR+RHJYTF1iVnz56RFpNyfDKvPTq/Ow5dWPbZk2bU1czanhmVnx0iL/P8Kz07/bu6rpz48P960fWtl/Y3vH5yqmH33ceWjjp+s6lb37a/fXmqb7rJ6AnF6F3d6Avr/v/+rPv2vXei9fOL1zzfMuxtxt+uDKlo3/Nj93LjkNrz31sPfJu4aE3Cw58XfsTtPUCtO3igbzp0zQxY8VB9cbEOT457ZHlK1PGzQrJLdWGZkq90hSeUUKtD0PgzRRY+eIYN490v8AQlWuAWJ1k8i0JTmwfNe3Usm1Nw8dcWHfw3Nr9W6e3/7LhIPT4M3TvNfSmr+/+64HHHwYefxh88vH1jcdvbz19dOHW/pWd735/9PXeW+jeO+ju++4L9zont87PGXO98/ifB84M3nn+7Py1jlnzjVyJh0IrYbEpaAybSsW4OAs4zLzsjF2bN65sa123dPGm1Su3bN64YtXK9iWLl69c0bF2zdr168C47969e7dv37539559e/ZuXL9hbceazi1b92zb9vPRoxnBAVEq4azMyOUjojbkh52ZPPz6/FGPV0y7t3zas80Lu3Yue7Zz+fPdq94d3tCQGSMlk+lUFtIB5YAYSsQQ8CgcysGJiidS8XgGiUQlEuAQJCKJy+aIbDc4i0CukEtlUjGsDAODNJx39Y9Tms1kAQbmsjksFosHT1eyhFyOSsTnkbEcNCJUL54yInlCesSElJCaON+KINNwszRVw8k2iop9XHPc5TmeilyLeoSvPtffkO3nmm5Rp3gq0i3qLKtqmI9mhJ+mwE87wqIa7i5JN4h8meQohSxKIbKyCIFc7P3DG54dW/vb+um/rpp0ZtGYs6unL59YmBsRMDwpKSo8KTgoKT4iIzVmWE78iJzQzHLflIXxJQeHjT+YU7kmeViZp4e3RqgwiTl6OVkqZbIVDLpcqneTm806T2+Du7fe5O3q6qHXexoMXkaDh0nv4a41eil0QVJtktqtxD1gvF/krNDY+VHJc8OSx3tH5HuEpvpGhQTFmvzDTQGRnv5RfpYIH32ATuBqB2Aygc4hcBQkvokitjJkgUy5H1NiYQs8uDwtgyzEOgldEFY2pcjHY256yuqCjN3VGYfHp/0wZdjPDaW/N4+9s3jys1UNL9fO+dy56OOWhTADb134YVvr286W55vmPlnT8Ghlw4Ml0+611v3VMvbOgtE35pVdnlX4U33u0Sl5bbnhSVqWBIVgohyZZDKRRIchlESgEbF0PJaOxdAwWBoKw0Di6C5YFppAR+PhajWUMxbliME4YLCOWJwLAOBvk65IBDIBRwTpVt9iMBCE7bIwAGDQA0yj0Ak4Ip3KYNJZdv8zg8a0DQYxAAMDLdcupdo1Uvv5FzzyPwRgYIcG8jKNxgCDPACARSIJ6GRVKtUajU4uV4LCmr9Ny/DEL42Ap9oXHkfB4ygkIp1EpJNJDAqZ+c2C+wXtrPvtNYP9+F+sax8RwsLBmX/TL6B98CWBQKJS6XbnNmBaEPUsk6pkUhXQb3VaIwBgkOqskGvAFQWY++VxRWCf3T48DEzR/6JfGJ4NZle9m87VpNUZ1Rq9XKERCKVsjoDF5vMFEolUKVdo1Bq9weju6eVjscK2Z5B3BfgZiMAgVtrd7A06gd3N3iBx2tvsZTUarHq9h1anU6i0Cp1WZVAq9GKRSi7T8VkCLoWu5HL9dZpkP++ShIi6nMRJ8UH18QHTEwJnJgUDI/TspKDZSUGNcb4NMdamWN/mxMD5SQFz433nJ/gtTA6E+1yHxa0vSNpWlr53dObhmuxTk0b8VD/icmPxtbnlt1tGP1hc8zcAr5j8avmktx3TP65vsM/69m6d179tfs+WucAI3bNlbl9n88D2BV93Lvy6c+HA9gWIfgi6cfuvp10vX759t3x1R2BomN7NbPHzt/j5B4dHRMbGATU4b0RBQWHx2HHjZ81qzMrKKS4uPXToyIMHj/bu3V9aWh4SEjZy5Kj6+hk1NbWdndshCBoY+HrixMmLly7/fvPWuQsXL1/7/dnLV919sM8YrN5BeNa37yv0pf/ry7cfBiDo1p37v167/tsft/689+jd596eQejpy7fnf7167MxPP126vGRNR3JOdmJ21vDSkrKxY3LLi5OH5SxdvfL9+/evul5+HRiEvkIDff09PT2AewcGBmBlu6/33aeP9p/4pb+vG+r5MPCx69Ornq99Xwb733z69OjZ89NnfkrPzMjLG14xqqSqqnhiXcXClilvXt+CJ4Hf3/j65vf+l1d6n1/se/JL/6Nzgw9/gh78CN05Bd0+Ad06Bt04Ckc9X7PR728HoV8PQr/sg87thn7aCZ3uhE5uGvh+bd93q7v3L/mwe9HbbfO6NjU+XlN/b1ndrUXjri2o/mlm2Yn6siN1Bbtrhm2pzuyoSF5SHN9aEAPot6Uofn4hzMALCpJaCpPhVZyyoCi5uSBxfmHCwqKkRaVgJbSWJC4qTVpcmtpWmrq4JH1RSXpbUVp7UerSorhlhTErihNWlaWsqchcMTKzvTitOT9l5rCkd7/99O7ahSXTaqeOLGyaOGbm+KrGiWMnlubVlQ6fVJ4/rWrkjNqxdVWVuempob6WuJCgEG93N6nAU8oL1UvbJle+vnrqxvFd9ZWFUyoKp1UUVWanpAf7LJk2cfui+R0N9Usn1VYmxSV5mAqiQuePG715ftPGeY3Lpk9aPLl2wfgx08qLJhTlpoT6ZUSHNk6ZMGl8lVmvoRCwQ4cgMBgUjUbh87kSCazGAv+zSCQBQ7xCoZjF4oBRRgqFJhJJ3NzcQQIWDkcAqAN0HhcXFBhx5PPhF+Hz4RxLu/z7t1VGKOaJpCy+iMEVMDhcFo9vM1zz4TBqPpvHpkmELAYFHeCtf37/j6ykcKILAjMEQcdiXBCIzPi4ZfPn7duyoaOtZXL1yFUtc57d+f3P385NHF2cFhNcnJNcOjy1MDtlTElBXmpimNUzwF0faNYq2GQxFRPopqzKz6wuyCrOiE+PDMiIDBqeGJkY4uelU6mFfB6NQkEhCc4uJBckGYVm4PAcColPpVCxaAYOO612XEf7osykmITwIH9Ps0Ik8vHyzkhKGZE9LCkyympy89BqfN2MFr3OU6vU8jlB7np/g8Yk4aaH+ecmRUUGWEvystx16vSEqD8unut+/bx9XuP8WVNGFw5PjPA3a8QGBd/XQxtkNRq0Ig4DKxfDVnAaGePiPMR5KAJOzHBBOg51cBji6OwI066Tk8v/AYBBMa/dt/wt0wJk/U8ABp1D/50CjMFgwJgxeAIOhyMSiQwGg0wmg6okQMh28fm/BGAUCmNHOzDe87+ESlsENAqJc3ZCOwx1cXBwgluRMDg7ANuOUWAUGWRWU6mwzZ5KpTs5opgMLh5HFgllPK5IqzEARoXLpWETIlOhkPH5fJ0O3pkWCyW+Vr+qyurCwuLo6Og169Y2L5g/anRlfHysv5+Pr7eXv8UzwGIJCwqOj41LiItPiIu3elsMrvoAP3+LxaLRaMRiMYPBAnO28NUDnkLAkYkYEli2+BMSHvv3wmGIFJu/y9YMSQb5H1gM0R6naQ+++u9Ma3YGBqd820YALIyD/exvf58gpARc8TAYLDKZapd8wWcTcOl/ci8AXdAbAa4k7B0S/29DsOzmZ/tPBJtiBAJpyBAHEIJFJJJBJxYSiUYghiIQQ8PCIsaOrcnNHZGbO6KwsNjPzTNCpTcMxQ6TmUYa/ccFxGQaLR5CiatYalRqUuKThRwBAY13cnB2cYI/F/BHwxGuQXJ0QoEgaBcklkZniyUKpUqnczVFxySkpGZqdUY0huDkjHFyRsO9wQhHBpPrgsRKpMrklAylSgdc0FgcyQWJHerggidQwFULnIzlhEU4oKkMfmhEfEHxqMiYZL5IiSUx1Hp3k6fV7O0r1+iJTM5QNA7hjEW44IagsM4YAsoF64xwxCCGegrVOYFRuSHRkQazmsrQcTjBZmOkj0diiE9mTFhiiE9soPvwpJC0KL8RqZH5aVHDk8LGFWePHpExcWR+dUFWY21VS/3EZXNmjc7LHh4flRDkH+RrOXPi2MCn91D36wMblh/fsvzA8qZ9rVM31pcvKIs/s3LG5U3NL37Y8vnC/vfndvddOQ7dugw9vA11PYYe3oPuPniydc/ZaS1dq/Z1te1/MHPLhbKFqzxz79Wt/9iyH1p7Gtp89kvHiTa/YSvDSys41iZr9qLIktao8iWpY9szxiSwTeFM7aKSCX8eOPP83NWjKzbV5RSGak3xHj5GOs9IF4QrzKUR6UcXb3559ubm6W1nOvZ0/Xzr3vFfoQcfoK5+6GUf1NUDvR18cP7GvXN/wMcfoYfnrnf/+eLFL3/+0nn06p5TPdcef73xAurqH7jycENt08rqaSdXbf3r+E8/bzsQ5271ECndJHIll8/AEwgolIDD5rMZM6ZOWtK6YEHjrM41q7esX7N69cpF7W1tbW0dHR3r165bs7pj88ZNB/cfOHTo0M7du/babhs2bFi7dv32zh0Hd+/9+fixBKtHiJw7LTlsUWboykz/4+Ozrs4uf7+l+enaxtfb2z4cWPNqX8e7gxugH/ctHTncwOfKRTISlujk4IzHElyckEMQQ4lYHI1AoBEIeCTSGYFAOjqRiSTYz8z9WwoWCWw+J75AyLft9/L4XDYHYDAIyhILRRwWm0aBey5lMpmIxyUinchOCDWL4Kvg+suYfnxCnJqd46kYYdEM81Bkm2WZJkmGUZxmFKUZRelusnQPRYaXKsNLleKpSHKXpXsq0z2VmV6KYd6qXKtmuLcix12aYZCGC1lxKomVijOiEJF83NvT26Erhw7NLDzRPHLvjMLre5eUxVjyEyODfX0DgmMM5gBfn6hAr8gI94hMj5ha/4y26IKVkbktgYnTgiKDhVwpnywzStiuMqpcLpTqBSIdWyxTmk1eISHeoaE6L4tUq5erXHWubkpbb6pOo9XL5D5yVarBs9IaMsk/ck5UcnNs2vTghDK3wEyDX4pPZFhwjKdfmMESbLaG+niHWAxWrVDNoXLIdAaTy6PiqHw8S0sWeNBlAQxFIEPmzxB7M2EAVtOIPNRQMRoRImHXRAUvzc/ZUJKztzrjyPi0k1PyLs4uv76g5s7iyY+Xz3i2qqF7e/vnbW19u5dB362Djq7r3rPkxYY5D1fNeLhi+r3Fk/9qqbnVXHVz3qhrTWXnZxUdry/YNSlvUqLVRHOgIBBsAoaKx6NcsPD8KonIJOKZeBwTi2ehcQwkhu2CYzlj+TgKB0uioTBEpDMO6YhBO2FxTngC6lsAtidgEfEke8Gv/QBM+TJoTHvfL3i+HZhZDDabyQGmaCadxWFxYR7+ZjvV7mcG51x7QoRdDbY/DmD1XzPAdgs0eBpwQYN9TGAStI8Bg8YZsViqUmmUSrVQCJ8ogYRrG/el2RkY0K+tKYpCwMNsTCTQSEQ6OIAnhIlkcJoAPxS4nclkKjg9Aaa1C79EIvnvVG001pYYgrel0VHwBAqFysTiSEgUBk8gsTk8sVgqEsF1nrbiX41KqVMqtDKpSipTqVQaV1eDTqfXqnUGV6OnycNd76aWKmVckZgr5LIF3yY/24uCtRqDTmsEXmWjwR3gq5vJE1ipNWqDSqmTyzQisRx2Tf8DwAqlVm8wG00eBqO7m9nLy9PHzWh2d/NwM5rdXE2eJg8/b98Aq7+/xU+n1FrcvQP9g3wsvhqNTiKRqFQadzezu1bnrlG7yuQygUjMk4j4MgFfzuVIeFwxg8ZmkGh8Gl3D41k0yqQAn4rkmLGxQXUx/pPj/KclwBgMh0In+jcm+TbGW+ck+DYnByxIDmyKtdaHuk0P85gd47MoPXxxVsSKYVFr82O3FCfsqUw5Wptzekre5abya3PLb86vvN9W83z5pJcrJj9fWvekffz7tTM/bWiwzfo2dG9q6uuEAbh3KxyC1dcJp2H1bIE14YHtcALW4I4FiFv37q1av/7qzZv9EHTz7t0d+/ZZ/QO8fHw9PL39A4JCQsODg0MjIqLS0zOLC0sqykdVVVVNnzmjbGR5TFzs0uXLzvz046Ejh1vbFlVUjho1unLFqpUPHj381P350ZPHV3+/dvDwoWcvX33o6bn94MHdx4+73r373N/fD0FvP325ff/Rg6cvHjztuvvo2aPnrx4+e3nv8XN4Bvfr114I+jTY9+rzh14I6oUNSoPverufvn316NWLHy/9MnHGtITMtOiU+LIxo3+6cL6758vg4CAEQR8+ffwKQb39fV8h6FNPb+/g176vMGz3Q9CXAejOwyeHv/9hxYb1bR0rnn14de3uzU+DPe+/fH7/5fOtO3+9+/C2bdHCkoK8vJzMqpElE6pHtjROO3Vkb//7J9Cnuz1dl6HPN3uene9/eg56fv797wegx2eg+yehOyegW9/B5uerB79eOfD1ygHo8iHowgHo7F7o9Hbo5Bbo+IbBo2v6Dy3v3dfes7f1447mV5saHnVMu7Ns4u+t4y7NHXW2ceShycW7JxRurR62tiJ9VVnKstIkeLK3EF42h3Pc/ILYBSNi5ufFzs+LnZcXO3dELIy+JcmtpSkLS5JbipNsx0ntI9PbytPay9IWlcEM3FqatqgEtkkvK01aPTJl3eiMtVVZKysy2oqTFxQkNRelTM6IurRnPfT+6Z4VLbOqy+dOGrdw5qQZYytmVJdPKs2vzs0eNTy7uiB/bGnx6ML84pysEG/PuGB/f5NWzaUo6egVsyc++PWHOxeOTx9bXlU8rH7syNry/MQg69xJ4y4eO7B41pTxBTkJvh7ZEYEzR5e2TBq3cnb9xoWzl86cPKW8cGpF6fjCvEkVJelRIalRYfNnTRszqszq4YZHuwxBIIYOHUqj0VwNer3RYHJzNxhMWq2rLUxII5XKORzet6YauVxpsfgYjW48noBIJDvbHLn2y2sCgcRksoECzOMJ/svF5Qk4XD6Hy+fxhQKhWCgW8YUCHo8jk4vQKEcRn8FhYDk01PlTB5a11FMwcM8ej8V0RCCYRPzMibVLm5uWNzfOqBlVMSztxN7O1/dvts2pD/I0+nsYg7zNkUE+KdEhiRGBCaH+YT5uAW6acC9jpJfRWyn008lTQ3wLUmKHx0ekRQamx4YkRvgHW9zctHK5iMck4jDODkQXJJ1I5FKoTDKZgSewqVQOmWLUqrKS4lPio806hZjHknK4MoFALRJrJVKtRKoRS7QSqatc6qHVuEolSj7PIJcZ5DIRg6bkccJ8LCEWr1Crt7+72axWDk9LXtrSvGJRS/v82RtXLqkbOyorOdZVIQjwNhpUIiYJpZELZSI+mUSAQ59dnFBI56FDhw4ZMsTFxcXR0RHALQidcrIljyGRSCACOzk5Aeh1dnZ2cnICOAp8y2AY2J6JZVdugaxqfw4QeEHLEY1GI5PJOBwOhUI5Ozuj0WggEQPdmPBPRSAAYPAcJycnuxEaCMIoFAoOxgTRVUh4Yplou4EHSbab7UfA1Ud20dj2/l3sfx3wJu1v1SYKw+PENBqDTmcSiWQsFk+l0oW2JjkwtS4WS227LUKpVKpUKvkCkVyulIoVWoVOzJN4mrxKi0dmZuVEx8fNmtu0en3HuJqq8BD/yABrnL/FKBaEensHW6xJURERAX5yEc+gUQT5W4wGrUIu5vM4tt8MFaZ3DBGLIcG72jgysKjBVxVYuJQIXEx8e20BCBacvCkUGiiQAGHIdhH4v9v5/naH236MweDs0AsuF+h0Jp3OJJOpdgAG3mYg7QLQtauy4EuwZf5fUvG/pGOAsvZJB3Dg7Iy0dwh/S78Aoe0gbftFEfE4Mpj4gpM/6UwwJGbTgZk+Pj7+/v55eXlFRUVeAsmCsKTNHjE/eaT84p56f3jdd2nlERSOVaa0GD2sXv5yvgrnREQjcc7OyCEIBBrl4uDgAN4P7IZ2ciESyTy+WK7QcLgioUju7uUbn5QeFhknlqkxeBqWQAVRWAiEIxKFE0sUrnq3hMRUIP8CHRhPoLA5AqlMJRLL2RwBAuFCoXCio5OLiytjYpM0WiOFykIgnBRqvc5oVmhcKQy2MxqHxBJQOKIjEuOIwg51Rg1BOCGHIJEIBzmNlxUaMywsxk+p0dCYBi4vxGSItHiGW8xRPt7RARZ/L9fIIK/EqICU6KC0uOCcpIjC9LjizMSSjMRJFUVj8nIW1U9e1jgrNThwQnFhdmxM84zpXQ/v/X7h7LXzJ3/78ciNc4cfX/7+9+83lsebkwy0NCN9aWXSjqnFF1c1PNi5tOfMXujX09D1n6FnN6B7F6G3f0HP//yjY+Wh2vrDFTPb/UZsCKlcqM58Vr8d6jgDrTjyeu7mfenj57qnjazetDoAACAASURBVJeFTtRFz7RktCWOWpRWNTE4O03u15BZdaZjD/SiD3r4EfoE9fz18uvD912//nVq0/6V0+Y3lNWOTS/a2rzy68P30Kuvx9bufX/9GWx4ftL9+c7r/kcfoZf90Eeo++GbP89effrbne7bXdCLfuj+J+g9NHDlybWtx97+eOPGjuNnOzoH/7gLfey7e+zU3JJRG6fNPrq0Y9WkWSYa240rduXw3BUKorMTi0oiYlFGnXphy7xpkya0L5zfsXzJxrWrt+/c1rl925rVHUsWtW1ds3bXps2dGzb8cOzovn37tu3auX3v3n1Hjuw5cHBr587t23YfOXDwh4P7U4Kt3lxqTbT/urKsbSUpR0alPVs58+mK+hfrmp5umDNwbNPLncueb1/e9/3OnVOqNQy8VMAi4NE4HA4xxNHBBY1AOMK+DAyahEXRMGi4G49AoJNoIN2Hx+Gz4EgrlkggBIO+ICMatj3x+Hwu79+LD7Mxi0ZlEnF8Ck4noPsoBaE6kZ+YHiSmRSm5qWZZtqcqzSRN1YszTLIMsxymXzdZmkmabJIkGcVJRnGiQZRoEKW4STPdFRlmeapRkqwXpBqEaSZpnFYSpRRESRmxEkoEy2ltZeqPzdWbRyfumJjz09Ip13YvL4yyhnq6quUSsVzFkatZGp3O09tX65Gss0wPy1gUn9cQnjI1OinZaArSa3QysYDPFUjkMq1ZpvEUSFw9zVZ/3wCfsHBTaLDSYpGa3BVak1pldNW5y+QasUYtlko0AkGGt9/0yJSpPhGzw1OnhyeP84spcA/K8AhJC4iJCoi0eAda/UI9fYIC/EN9LP5ykYxFobFoVDaVysKTpRSWgSp0p4h8KCJ/msRKFhqJLJELWsekiXCOIhQi2SibmRm9ojhz26jsg2Ozj0/IhgtdZo28Nm/MrdYJ95ZOfbRyRtf6Od27FkPfrYWOruvZs/TVxnlPVs96tKr+wYq6J6sm3Vs07lZz1d2FE6/NG3tsSmnnxIKWigwPAY7ihBCzCVwagYJCMrFEiguGhMRQMVgGDs9CE5g29OU544UokghNFmEpQhyFjcHTMFgSBkPCweXlNOLfXiEqgUbBU+HQLCyZTmJQCTQqgUYnMRhk5v+2aEwykQIakuyjv2wmBxQjUUhUGoUOmpAACduVZDtdg1BG+z14EXvhsJ0z/3Vgl46/JVLAwMDExGSygawqkcgUChW4V6ngi0Ymk43DEcCZxW6BBqlXJCLcNUki0mhUFplEJ+ApWAwRgyZgMfA5goCnfPvj7PRLJsPn3G//CBzDZnIMPH1NxJPweCIGS0RiiCg8GU2gYCh0NJmGJVEJNBqNxebwuAIRXyQSqZSuOq1ZpzUplFq5QiNXa+RKhVAsMBr1eo3SrFV763RuErmaxjZxJAF6d7OryVVnAvowiIkG3KuQa8CArtHgDuRZINuqFa4KqUYiVIkFcrFAKRLKbYwqBcZpmVQF2621rkqlGg7NVuu0SpVGpjAqNV46o4dWZ1KqrHpjpK9/sLdXdGBAiI/FoFWplFK9Qe2qV4slfIVcqpTK5GKJmCfisnksBpdBY9OpLDqVRSVQCGg81hmJc3RhE0lmtSbR37c8Nnx8YkRVlH91uHdDenjriNjmrOA5ydaZ0eamBM95yT6z4yzTwtymhrk3xvkvSAttiPNuTrEuzw1fX5qwuTyhsyLhwLiMH6bmXWgs+2Vm0W+NZX+2jLnfVvuoffzzZVPer535eWNj9+aGni1zerbO7t40Gxz3djZ92dzUv30utGvh113z+zrn9XY2De5YAO1diMgtLckfWQ4AuB+C7jx6NGlavdUfHmw2msxaraurq8HPxz85MaV4RFFF+agxY8aUV4wsLi3Jyx+RmJy0YtXKh48fnTx96tSZ02vXrzvz048AQV+9eX35ym8//nyu683bfgjqHhh4/fHj/adPr968eeG3a8dOnpm/aElFdU3m8PwpMxovXb35+kPP89cfr964fe2vW+96P/VCg5+/9r758uF19/u/ntx/8eE1eKQXGuyBBrbt3xUaFxkQGbLn0D44OLrnS29/3+v374DS+6H7S6+Ne/vhEeKX3/94tn1Vx4T6GaNqJoysGV8/d84vf1x5/vHt6+6P77o/DECDDx8/ePjw/sMHd7LSkvOHZZWNyJ1QWTG5enTLrBkv716HBp99fnax/9Xl/q6L3Q9ODzz6cfDuD9Bf30N3v4eTn28esZmfDw7+tn/g0v6vF/dD5/ZCZ3ZBJ7Z+/X7j4NE1A4dXwPS7u+XdlsauDTMfrZp8e0nt1ZYxv8wZdWp60XdTCnZPKNhak7+uMntVWdrSkuQlxUl/R14VJiwqiF9YENeSDwA4esGImOb8mOaC+AVFia2lKYvKUltLU8CCobc8ra0cpl94lcCPLypJaStOXFKcsLIsqWNk2upR6cvKUhcWJc0vTJpbBFuYDi6bC719tKm1sXVqbUv9xDmTxzXWjqmvLJ9YnF+ZkzUyJ3NsQcHEkeW1FeXjykoi/SyeWrlezPVQCf10kjUtM+5cOH797HfzZ9YlRwWPSI+rLMyODvRaPG/G4xuXl8yZnhkVPDwhvH50yermWetbmja2zl0zb9ac8aNnjhk5oaywODO5Ijczyt8aFegzq25C7ZjKYD8rhYB1GDLUxcWFw+G4uZvN7p4ent5eXhY3Gwbr9UalUg0s0ExbWQudzlQoVJ6e3jqdnsOBA+uRSLSjo7Pd90gkkkEC1r/Q164GgwOejYF5/L9no3gCPofHFYuFWJyLgEvjMnEsisv+Hav2bFnGIDg6IBAYFFy2R0C7RAcHTBhVtnXl4qVN0yvz0hODLacO7Dh5aGdskA+fRrSY9IHeHjGhvpFBXhF+7kFe+mgf99LMpCkVReMLhoW56Xw00vzkmIrc9CB3XZiveVhKtJ+nzt2g1ipEIi6TSSHAaQnOzhQcgcdgcelMDo1BxmL5LHqIv09qQozFXc+kEOBkTh5fI5ZoxBK1SKzgC0RMFpcCo7KQwRQymGIWW8rh8qg0AZ1hUCi99a5mtcpdozbIZYHensnRkfHhITkpiXVjRkcE+KYnRMWGBWhlAimPoRRxpAIOn8fB4/F2vgUA7Ozs7OjoCB4EiAuAEwAwEol0dnb+FoCBERrALUBfUAJMJpP/SwAG9GsnWzAwjMfD3mPwymD+FnQI25/2LQAD+rUjOjBmA9YFU8TARA2+BWfzZhOJROCgRqFggReJRNrZHgCwzVCNsjPwPyVPeDsAg4gpKpUOjAYikUQikYlEEhsAi0Exg0KphfdipSqTzk0r0wnYwuDAsOox43yCAmKT49uXt23fsXnWlJr4IEu4m3b22Iows8HfoAv39vA1aVVCjrdJGx0RaPE2y2UiLpcNABgG738AGD7B44l289V/ArB9YAk8h0ym2gH4Wxf0fwfA9hf/VqEFHfJg0AtYoMGOgB2AsVi8/VMJJFk7CYPrEpALYr9M+U8MthMsCoX5/wPAGDS8U/AtAIO3Cgv4Ti44HE4ul3t6egYEBPj7+0eoXH+pqHsYX/bWPecOO+S5b+7FqPx4LC3Vy0fJk2jkOh5ZiBqCRznjXFxQjg4ILAbeGAKxcACASSSKSCzXuZpMbl4KpU6ucvULDEvPGhGXmCFW6BBDnJAoPJnCcEFiQf2vVKZKTsmgMzhYHAnkYOHwZKFIptUZhSIZCo0nk9nu7r4ZGXlJSVkarZFApCFReAdHlN5gVmv0fIEITyA5u6BckGgkCuPsgoIZ2AkGYJehSGfEUAmdlx4WkxMZ66NUuzI5ZqEowsMjIdAvOTQoOSIkNsTf213rZ9H7W02+Hlp/D110oFd2XFhBWlxRWnxCoKWmILc6N7tx3Jjc2Ogwszk1NPT3n3+GBvqgwZ4X965vX9M2v77qzZ3z0MDj3ntnl9XlhUtQw9w4o/yVayrSO4pTzy+cBl0+03/mAHTnHPTkl+5Le6F756CrP+4aN7bGNWBt/Oj5xqzFpryetuO9bUdeNW08UzB1sjx4tlf6ZGP8dGv6soyxs6IKRnknzEgtv7bjFPQGggn21surB89//vP1/Z9uvv39CdQ1cOXgjx+uP4E+Q7d/+PWnbd9Bjz/3P/p499wNeKD3HfQF5uFB6Av0/t7bi0d/fn/v5e1z145t2Nv95wvoeT/UBUH3PvZfeHBj6/fPv7vw6uTlnTPnn1uz5fWFi89/Pt9QVLx15ty9ze2r66YrUQQthaHn8GQMBodEZJOJJBza4uG2ZHHrzBlT29taVi5tX71q2aqO1R1r1yxdvKR9wcLNq1bv3LBxx4aNxw4f2n/wwMFj3x04/v2uI4e37d63Zfuuzm27dnZuO/P9ocRgi7+YXexnbkmP2pAXf7q28Pb88c9Wznyzcc6Djlkf9i1/vWPZ886lHw9u3jt9rBQ/RCliOCAQiCEIRxQWiSNhCGQCkYxDIcloJB2LZhHwHDKFTWMxGTwWky8SiAU8vkQk1qjUGpVaIhJzWGwmnSGTSCUiuCXYPgbM5/KEfAGNRqPTKAwKmU0miBkUHZ/hreAFqHmBck6gjBWp4iaZZOnuqmSjLFkvSTFIU42SVKMkxSBO1osSdYIELZx0Fa/hRStYcWpukqswWS9KchWCg2SjLEYrSjErQgSE4W7CQBIiV0XYODJubVn0kYbyrhObzm9uCzeIzQoBn83Akah4FockkyhNxkC1aZjOuzE4ZUFU5oSA6JFBYcEajUkqUfEECq5YwpELeGqRws3V4BvlFxUdGBkQGmkMCJZ5WoV6s1RuUsgMKrlRJtWK5Cq5XOml0uZZg2eFJM0OSJgenjYhIq0qLKU4JGlEeEpmZEpkYAwAYA9roI9/iMXqL5cqWDQ6i0JhE0lcHFFBZhhofC+qEACwN8UGwEiMnITnoRBK/JAsb/XsnJhVJek7RmUfHZ97um7ELzPKrsyputEy/s7iyQ9XTH8Ch13N6lo/5+2WBe+2tnStn/No5Yw7iyf/2VbzYOXE24tG32yuuDG38mrj6DPTKvZNLF1TU1SRFCymOyMdEQwGjkbEUtEoAYHMRuOoKHj0l4ElMlF4ljOW5YjhOuFELkQlniEnMMQ4KgdNpCKxRBc0AYWBnQJEOhlHIeMogHgBANOIdBjUiHQ6ifEvBqaSaUQ8CYRmgdlgEoFMpzKAiRoAMNCKgRca3AMYthuqyUTKv8AY4DH8hH8sx/95YN/DtUuygIrBMDDo8xPY9pfVaq1crpTJFCKRhMcTgPMaw5YmAzOtrffIjr42TRiOv7Iv8AgwScHWqn/Wt8T7fwBgIhYHx4YRSHgCFUugYoh0FJHugqciiTAGw/NaHC5fyBOJBGKxWMSXKWWuGqUe9jBrXQ0Gg16vU2vkeq3CXaf20KhMYrFZKA5QaGJN3gnWIPd/YrFAQLT9XqXU6V3dwMguQGKd1qhS6rRyg0qikwvVUr5SLICXiC8T8qQctgDOKLHVCIvFUh5PAE8acrgKvkDO5ah4AneFws9gCDG7R1ms8f4BGVGRKZHhYT4Wo1apVojVGolSJRGKeRKJRCSSCPkiAU/I4/DZTA6wvlMJFBKWiENi0U4otCOSgiOppcpgT+/C6PBxyVHV8aFVUb7TUkKaMkNnJVlnxro1xJrnJLjPSfSaFeM+LcxtSqi5Ptp3dlJAU5KlOc2yNDdkXWnslpHx2yuTDtZknpxWcLGx4mJD2ZXZFX8uGHe/rfbh4okvlk99v35W96bZPVtn93Y29XY29Wz9+7h/+9wvWxr7ts0Z3Nk8sGNe37Y5vZ1NAzvmQbsXIEZWV4+rq/v1999fvH3bO/j13afPO/fuc/P0Cg4JCwgMDgoKiYyMTkpIzkzPyhs+oqSodOrUqSVlpfPmN/9w6mTVmOoJdROv/fE7UF/ff/zwFYI+fv50/+GDN+/ePu96ce/Rw76vsAbbD0FPX7168vLl/adPN2/fNW7i5JTMYWnZudl5hYVlo2Y3L1q2esOzVx+6+2HJ982XT6cv/Hzk1ImLf1zthaCHL59/6O952/O5F4I+9Pe86+3uhaBt+/fEpCaNrhn7qefLAAR96e/rh74OQNDbzx+fvHzZPTBw9OTJrXv3LFy2YsKMmeXjakqqx4ysqR09sW58/bRVm9b3wnL3X/2wVvylt7/n1q0bENQ/pnJkclz0iMz0isIR48pLq0uKzn6/H/raNfj2996uS9C7qz0PTvffPw29utR/8wh0+yj051HoxhHoGtx4NHBpb//5Xf0/7/x6etvX41v6j63vO9LRc3DFl32LP+1sedc5p2vDzKdrpt1bMelGe+2vC8acaSw/NjV/34S8LWOHrx+ds6Icpt/FRYntNu5tzY9r+98B+G/6zY+ZX5jQUpz0N+jaGBj2PJent9nMz4tKYO6F87GKk9uKk9uLEpcUxK0oTlhZmrysNKm9KLGlMBEAcHViUGtNCfT5xf417W0z6uZNrmmYMGbF/NktUybOqh41vjCvakTOuKL8CeUl40eW1ZSXlg7LDHDX68Vco5RjVQtXz69/cPnUlVMH5k6pifTzKh2WPm1cZVygtX329FsXz1YVDMtPjps5btTalqaO+Y1LZ01dMXv6yqYZbfV17TOmzqmrGV9WUFOaHxvkF+jlNq1mbGtzU1xkGJNKchzqgMFgxGKxt9Xi5W21+vj5+vrbGdgOwOD/MgaDpVSqQZEJk8kGc5iOjs4gbgdclHO5fIFAxOcLuVw+1+ZvttuhBbZcaL7NIM3hwvkgfIGILxBxeQI2l8PncylUPJ9DFXJJTLJzS9OEq+ePSjhEpyGIoQgHss3zxqWSM+Oitq5cvLx5VvmwlGAP3dwpNff+uDgiLUHGZXga1HqlOMDb6O/l6mNSmdWiEHfXqhFZC6aMb6qtmlCSF+/nmRBoSQzxcZPzAzxdsxIjQnzdvM2uKimfQyfTiFgCCoV1dqYRSBKegEtn8hgsBolEwWOUEmFUaGCQryeLSmSRCFwqmUMh0fFYJhEvsJVVgEckHBaHQiK4OBGRzlQsmkMhyflcCYsp53KMCplJKfczm4K9PY0quZdBFxMSKOdz/DyNYf7efAZJxKa6qiQapYROo6DhmmHY7oxEIh0cHIYMGeLk5GRTuv5WWZ2cnOyCMIFAACZkgIsAj52dnYFvGWRWUWw3YH4G96DjF4OB2wsB3AIGtlumyWQyyLj6FoDtzwGjxSQSCajE3zYhAfn3WwDGYDCAge0UDRCaQCDY/wgwsP11gIgN/kYA7NFoNABgMAQLNqHBvCuVSrf79u0ADHIplUq1Sg3X+qkUWp3S1U3rxmPyxUJZcUlZRk62zk1fUlG0evXihbOnxgd6ZQVb3938dc+KljHDU73kXJoLgoZEeBqUIYEWpQIuKmFzORQafMUAe8lsVmcingIiOgDc2ukXQKn9AgIowABlAQDbird5/xMABlcD4HuxWDwY6EWjsUQi3LEEIqnJZCqgSgqFBhRg0DIFlF6AvvZvBA8CvgV50f9Jv/8XFWAAwDgs7BgnEWlw6gmVTqMxOBz4r49Go6lUqsFgkEqldDo9UKw4VVD9OnvMR4+cu+ygLp9hv8UURA5Fp7p7BRg9PA1eEoYM70hAOmGdnZEODkPgTiz4BjvnhwyBPyJ4PFEglOpcTXKFVqM16gzuXtaA+KTMjOx8L99gHJk+ZKgLCo2HGXWoswsSy+YIYuOSjCYPkCYNsq+EIhlI70Sh8Wq1KTo6OT0919c3lM0RIoY4IxBOiCHOVp8ApUpHodLRGJwLEg0YGIWG5V9HJ9TQIc52AM4Ij82JjPWUyNwEIotcEajXB5uNCUH+OYmxWYlR8RF+ybGBSdGBUUGeQRZ9mI8pIdiaGhEQaXErSosfFheZHRO+uHFmckigr04X7+//w/79z27f/vrx/dvHd/vfPNm+csHZg5seXPwO+vII6nl8ecfyHDdRVZDb3MzopqSwjSPz3h3e8eX0gd7z+9+d3np+dX3XiQ3Qi5u/L1/cGBDd4p9Rww/cmTgB2nEF2nbxSm3rXI+4GV7JixMqGsPyRrvFjDRHl3nFrq+dB937AGu5z/uglwNQV9+vB39+8dujV9eefvrrVf/ddwN3XkP330FdvR+uP+m6fBd6Mwh9huD1erD/6WfoHWwq63n66Y8zV84eOA29//r5Tte+pZtfXPoLegtB9z/0X3kycOVJ78X7t3effHvm6qa6WUdbl/918Ah0937rqNEbpjZsmTVvWe1UiTNGQ6abhWIODifncthkIhmPCQvyX71q2by5jUuXLFrcvnDJ0kVtS5csX71qyZIly9oXb+lYt3Pjlt2d2w8fPLR7756jJ098d/qHbQf3bujs3LJ9x/btOzs3bbzy86kEf/d4o6I63LowI3rd8NgbzRMftk95sbqhe0frwzUNr3e2fz7Q8W7vms+Ht15Y0SxwQYhYeEcbAJNodGcMnkRj0hksGonMJhPhQng2S87jy4RSiVAhFinEQonQln4DhoHFQhGXzWEzWWKhSMDjs5ksOpVGJVNoFCqTzmAzWXC4PYnApFKETJqSxzKI2J4yjq+CHa4VhSi5EUpOnKso2ShLMkgTdaIErTBBy/8vV4ySHa/hJbkKUwxiAMmwaGyWxWgF8a6CCAkpVc0IICJGuFI2VyafaKo4t3gydP3ElsYaNdVFyoL/n3NAYohsLl0oMqhdY1XuFfrAZr+UZv/EsW6BuQYvX75Ex+JoWQKjUK3iKAUMuUrjFRaanBGVnRyaEuwfa/YKVhl9JBoPhdyskpm1crOr3E0r1njKDalm/yprdJNvUmtEzszkgur43NKYrJLE4SOS81Ljs0NDE739o70Cos2+YZbASG+/EIVSx2byWGQWA0vm40kqCt2NxvOi8n2pYj+axIvK15MZEhxBgEVyXBDuHHx5iOfCEYkbyjP3j8n7YUL+T1MKLzVU/N489lbrhDuLJz9YXv9o5Yzna2c/Xzv7xbqmF+uanq+d/XjVzHtLp/61uPb5mql/NJddh92eVeenlpyYVLqvrmxpVW6kSczGIzAuCAoFRcC6ULFoIYnKwZLoOCIDT2JgiUAB5jjjBEiiBEVWklgyIkOEp7LQBLJNKIYzoglEMpEGD87gKfCADIlOxFPsxxQSnUpmgEWjMMGikKiAe4FmC9xGoBAYQCw892sTgcF4sH1IGDAwSNWy9y3ZudfeM/wv4df+5X+nAAP7F5VKZzLZtsQN2PbsajMQqtVaqVQuFIrB5R/o9gPc+y/WJRKoOCyJSKBSyAxQgEQhMwh4Cg4L9yMChzY4mdph+L8EYPjEisXh/wFgIomOJ9GxJAaaQHNCw1Iwgcqks+FSEpFIIBELZSKhTCjXyrR6JSypmrRas15r0qkMSplaxPXSqaxalUnIt8gViVbfzICQKE+rmw7OhTbo4ToivS0gGjCwVmMAzmdXnQm+wFDqFHKNFKZUmH4lPIWYKxdwJQKuhMeG+7yZdA74B2UxuCBVBw6pxuFZBLyCxTRJpT5abbinZ2pw8PCYmNz4eLhzOzIy0NPDoFGq5RK5QiSVCcVSG8MLxHyugAdrJTAAU0hUPJaAw+AxKCzWBYN2QiEdXHBILJ/Fc1OpMwN9RydG1iRHjY0NmJwYOD0pYFqM5/Rot9nxHk1xHo0xHjMiYQCeGuY+NdI6PcYyJ9k6L9mrLct/dWHkprLYbaMSD4zLPD4572JjxaWGimtzKv9cMO7eovFPFte9Wln/cT2s/fZ2wmJv//a5AIP7t88F0Nu3bY59gSf0b5+LyMrLG11Tc/7y5f5/pnMfPXs+uX661ccvKDg0MTE5J2f48Jzc4Tm5ZSXltbUTx0+oHVsz7rtjR79C0NPnz7bv3HH0+2NfIThoCvTrvn775u79e30D/V//ecH3X758GRz80NPTC0HX//prTG1dSGTM8IKSovLK0lHV2XmFBaWVhWWjb919/O5z74+XLl784+oPP5/77vQPOw8dvH7vr91HDp+9fLEXgj5/7e+FoKdvX129/eeN+3dOnDs7r7Xl3KUL/RD07GXX7Qf3rt68vnzN6iWrVo2fNnXSrJnVk+pKqscUVo4uHTO2sq5u7JRpY6dMra2f1tg8996TR3cfP/z4pfstDO2Dz7uevXr9/NjRQ+nJCRnJCVmpiWMry8eUlyyaU//8znmo/wH07jr08rf+R+e6bx+HXvzSd+MwTL+w//kI9Psh6PKBrxf29J3b0ffjtv7jGweOru89vPrLgeVf9i3+uKvlzZY5XRsaHq+pf7Bqyq0lE6+01vw8b/SJGaX7J47YMW7Y+srM1eXpdvoFALxwROy3ANySH9uSHzu/wLZsAGzXfltLUwAAA+5tL0lZXAyv9qLk9iKYqJcWxK0sjF9RnLi4KB6WlIuSWopSmwpTxqdFFkX6frx95eKR3XMmVC+cOWXOpAmrW5qXNkyfN2HclJEl40vya0uLxpcWjS0tHltaPKakID0mLNLHw1XENAqZq+ZN77p58dLxPUvmTE+NCslLja8sGBbl69kwYczJ/TtLs1NH52WvbW0+s3fnD7u27O1YsW5B09JZ9YtnTlvb2ry2tXlx04z59XXZCTFWk25sWcnGNSszkhPYdIrDkKE4HE6hUPj4+XpbfKw+fhaLj9ns4epqUKk0IpGETmeC+AFwka1Uqk0ms1Qqp9EYBAIJKMAAgHE4Ao3GENga4fh8IZvN/TYuH2jCfD48Fcy1WaBBQCaPL+Rw+SwOm8NhsTk0HpsiEVDZVGRpXnLXg6tWNyUBgx6KcCJhiWQsnuDi5OtmnDKmYtqY8uLMxDFFOVmxobs3rVq3rNXHTeuhV2hlPH8vQ7DFGOjp6qmThnjqK3MzmmqrplQUtdZPbBg/uiAlNsRTbzUqrUaln7s2NswvLNBq0inYNBIO6YhHImkEAptK59KZdCKZQ2NIeDwWFWZgnVLqbXYVcmhcKtyTxCDg8M6OOCcHMhpJQrmgh8Ih0kSkMxmNBPRLXyPr3QAAIABJREFUQrngnR2pWLRJqTCrlVqxkIpGStlMP7NJL5NIuSyFgKsU8pQiDhwurRAZ1VKZkK1WiPE4jLOzs4ODA1BTAQA7ODjAgbc2ERjQr10Q/peO6uICIwHgZxQKBbRWqu1GJpNBLjSRSAQtvnYABg5nMOVLJpMpFAp4MhaLBSxtT4EGNuZvAfg/m5DsFmgQY4XFYsEgsd1uDV4EADYQeO0AbGdgwP8gWOtbCzQajcXj4UlacH4lEslUKp3L5dtOchLbqA+c3AYAWKGAh3wkYoVWrRdxxa4KV3eDh4AnNJvNo8dVxSRGh0cFFuVnLm9pWNvSsHLmxBvHdnddOn7lwMbtrTPGF6TG+LmF+riFBlnN7gahWMRic0FzOxxMgiEQMQQyjgTMVwCD7QBs926Bz44dYvF4IvgcgRRNFotDpzPBiIF9A96OzX+7vGwzUQCh7QAMOh7ATjz4RrusSqczwb6AfWbYniNtZ2BAv3aNFxDyv+7tf/p/RQEGAPx374WN21ksjlgsJZFIWCxWbruRyWS5C3aJd8jztJEP5ZFPhSGfQgvPBqZFIJzDZfLCxNRIvzAFS05wILgMBUXT8JiA7ebi6Og8dKjjkCEOLi4oOoMjk6upNLZKrXf38nX3gsuVIqKTwmOSfALD6QwuGANGofHA8+zhaY2MinNyRjs5o/EECosNt9XYWlqFEqnKag0OCYlxd/fl8+UkMgOmX4QTkUQPj4hRqnR4AgmNwWGweCQK44JEY3EEBNxZBk+zOw9xgRVgBicjPDYrPNqVzbXIlTFe3jEWCzwG7GdJjQpLjAiMC7NmJYUXZCfkZ8TlJEVkxodmxoSkRwWlhQcUpMTmJcZMqSybPKrcqlWVpKf76l0njhzZuXLl7Uu/PLl5Fer/9PHhzZ6nf/Y8/OPZpZMf/jgHdXdBz+5UBfvGcOiTwoIWZCbvmTjm86kD707u+HVt4y+rp97atqD/3D7o8k9b8kuGEcWT5MEnyuaeKJ93smr+sqjC2YGZ82ILM0ReCWxjXeTwfQ3LX57+HfY8vx6Ee3pfDnRdffjxr1fv/3z14Je/Tmz57sOfXVcPnoMeffz0x5NnP9+EnnYD9O258wrq6ut9+KH7AQzGvc8+37t0+8+fr39+8Prr04/Q4w8/dR65fvgc9BF69cvtT5cffP71PnT37dWth+4fOLN71oJTS9b8tmlH98XfNtRNXTpm4o45C+dXjlNhSSYWz0sql9LpMg4bvu4j4lISYteuWbmwZd6ypW2LWue3Lpq/ePmyVevXLl26dMWy5RtWr9mybsO+Xbv37t3buXPH7iMH9xw7vGnPjnVbtmzq3LZr156De3bu27LOxKdEa4RVIZ5zE4Ja43z/mFtzd+HEro5G6OCK19taPuxbDp3aPnhiB3Rm7/uTey1CCt4RQcE6Il0cCEQywsEZT6bBm7lszv/D21tAR3X27d5DZNzd3WcycZm4u7u7C4EokgQSAiFACBAIQYIlEFwKpZRSgbYUd3drcYcgCexz9tx95s155Jz3rO+sL+tes3YnM5MJZdj7d1/X/7qkAq5aKNDJJHqZXCNXK6QamVQtFsLDvWwmC/AtyLsSCYQ8Dhf0JNEocJ4SjUIFGEyDt7WofDZLKeTZSIUOMr6LnOup5ETYKUJ0olA1L1wriLGRxBqkMTpRlEYQpeFFa/kxOkGcjciMu8kO8jgbUYKtJNlBbjZI/y0UO8i8+Lh4G64jFhErxe5pK/ljYf2dbYse7Ol/8fuuhuQQMX6ciEkhEYgoPJktUihVeg+9Y5qNd61D8GxjTLtzeIXOI1ll684T2/OETiKli8LWQW5vUDp7eIUnJRZmJxQmBKf6GiMcHfz1tr4avZfWxtvW4O1g8PKw83ZXOIVp3Kq949r8UhZ4paxIqJidV1eVWpIbk5MVn5uamB8Rle4bmuQTluQWGO/kG+kRFOMZEKXXuwh4Sg5NwMLTZUSGHY3twhAaGSIPhtSdKXViCLQUhpJK42IspPhxoXrh1MSgFaUpW8fn/NBYeHBq/h/TiuFr97k1l+bXX1nQeG3R5Os9Ux6vnf1scO6rjd2vNy14saHr8drZD1bOuLu86c+VU893Fl+aW3FhTtWhpoJf2qp2tVRNz4iw5xHYRAsqCUmhYnFYJAWH45PpLBwJpl8TAHNxZB6WLMZR5QSGksRSEJlSAl2Io7DQcBw0FU9k0eg8FptOZZmhl05lgcTEseg79phBg3OtgGkZSLggQZpCopqVXnA/k84yB0SPdUSbAfi/PM8kKnhBYIoeS5hjj/8TAJsNR2MB2MbGVqezAQu4oEEOFh5PBOhLo7LAgVnsxWKIZgamUVkUMoNIoOKw/0W/YwEYuKjGCsLg2HRaJJqqIkhEEoVIZRDIDCyBjsJSkBgyjkhjMOGJPJlILBeL5CK+XMR30OidNDbOWoOTWuuoUjkpFQ5yib1U4CIXBznaRrg5hTo5xni4p4WExHn5uGn0Djb2oIn375BnEwbb6O0B/QLbM0BfqSk1WiJUiblyIVvKZ4q5LCGHKWDReQwqh0Fjw3nhBCqVzADONTjOA4OlIpF2YnGY0Rjv65sUEJAbHV2RlgaX/cTFhXl5Oeu0NmqFTqWUy+FLG4VKLpVKxUKJgCfkcwV8roDFYJMIZDQSg8PgsWgcHgUvjBUaa41hUhgqgTDcwa4kNKAuPqwuOmByjF9LjM+0SOPMaGNHjNusSJcZYY5toU5tIa5toe6tYZ6tYW6zY40dMU5dica+TP+1BeGbyqJ3VSftb8z6Y1rxibay8x1V17pq7yyo/6t36stVM4bXz4ZHfDd3Ar4FSi8A4NGtc0e2zAEAPLp1LvjPT5tmI6rr6xPS0qa3z3z49Nn7T59BM9Bvv/+RnJKWkpqenp6Znp6ZkpKWlpZRWFg8YULN5KlTZs/p/PPhX6/evP4KQWfOnd26fduVa1c/fv708vWrl69fAQx+9eb16Ncvj549HYGgZ2/eABF4eHR01eBgUHhUYlpmRm5hUnp2Unp2alZe7aSW+inTr9/56/6jZ3f+fHTpxo093x9Yv2VLX/+ayzdvHjl55sylSwcPHz34xx/Xbt/7DEHXbt9bNTi489t9bz5+fPNx+Pnw230/HUjLz8ksys+vKG2eNbN4QvWEKZNrpzVPbG4urqlJLSxMzM/Pqxw/fsqUuilT2mZ1LOtf+f7Tx7v37719/+7j5w9foNHr16++e/t60cKu8OCAxNio4vyc4rzs8SU5OwYXQe9vQe9vfHxw/OuDo+8v/zBy9cfRK/tg+r0CBoB3Q6e+gY5uGz28eeTQ0Jcf1o7s6wfa79vtC19smvNooP3+qtZLPQ1nF9Qdm1N9cGbFvpbiHY3ZGyakrq5IWlWRvKws6W/ns2n0d1FBzML86EVFf88ALyiAx4DhSeDC6PmF0fMKYuYVx3UXx8PTv0XwgmOfy+BxX4C+vUWJ5tVXFL+8ILq/OG5FSXxvQfTiwtglJSndpWmzC5OnZsR6iBn7B1b8ee5Ea3XF0s5Z3a0tC9qmzW+aNGNC+eSSgsbSgsnlJQ2lRXVlsAiclxyfFh2aFRvu66j1tVX1zpz64Nzhs7/s7Zk1PTbIz9/JviApviApvr6kcNmcjmkTqnraW3euXXVk756j3+3+YdPQ0JKF63sW7h1cs7W/b/OK3tWL5i2bN2ticX6wl1tRRtqqZUtKC3LFfI7lOAsymazX6719fVzd3I3ung4OTjqdjVyuFIkkLBaHSCQDyQiNxlIoNADAUqmcTmcSCCQkEg6hQaEwcCGeaQBYKoU/qcAGw+HwwIW+mYRBbCA8/QhXP8AiMCz/8gRsLofLZQtFcA6WXMwSsYlBXnaPbp/JTorEIlFWFiisNYaEwRGsrIV0mp+LQ0Vueml2UklWYpCHQ2F63LmjvxSkxzkb5G72GketzNWgctUrDTKBq1aeER1aW5hTlp5UmZXa29G2bM7M+tL8uGBfZ63cQSONCPQM8ff083QxaBQsKpGCw7EoFBaFRkRj6UQyBUfgM5k8Jg1rbUHGoQRsKpOCQyIQKAQC9DPhxiHwFnBTMQqB4JAIDByGaGVBRlqxiXg2ES9hMdwMelu51N/VEbY7+ntnxEYWpCf5G51s5CIGEa2R8vUKka1a6myn1SpEPCaZQsSgUTC+AoEXkLCF6WucSeEC37I0fYHHkEgkcx2RyUcM26HNAjKYvKWbkpfodDqwQwMX9Ngq4LEiMIBbc8aVWUwG8VdgdpdMJo+1SQP3MuBe8zGIrQI9RgQCAaAsHo8HM8nmLmIzAJsZ+J/c1GYGBgowSIECUieDAYdGAjlRKBSLxVKpVA52oM0ArFTpOGyhQecgEyqkPKmXm7dea8Nms13cnCfWVWVkxQf4OOUlhXVNqdy/atHvg0t+Xz3n99Wzd/e0zK7KTAsx+rsZnO30MpmEL5YwOHwSjUmhMuGrCgKRhsXRCAT4ioQEDyCZT9jAMAa41Eyz5sdQKDQGgwU+FyAHC4Rg/ScANiM0kUg2AzAwMIPfHSSdgGwtIK4CWRieicIRAP2CJwKmHXtsRuJ/ol8zM5vz7cC0/9gx4P/mDDAOSzaJwH+PeMHtFybTHY3GEAhEbDYbi8XyeDw/Pz+j0ShEWLQqbf9KLDlNd7zH93kfmLdTZUzGkELEkvTAECeVHRvNwCIwyHFoPJaEx+NNxgjgjYAbwkxj8mg6g6NQwtMJMrlGptSptLYOzp4+/mHhMUkxiemRUfFanR0GC8+OIcYhLSzRWp1ddEyiSKzA4shIFJ7FhmvO8AQqk8W3d3A1Gv10Okc8nm76lP9Nv17eAcEhEUqVDk8gYXEEApEM/M84PBFhiRwLwEquMCU4MtEvSEGhOYmlEUZjcnBwcmhQekxEYliQt7PBw14V4mWfGO6dEReUnxpdnps8oThrYkl2ZU7ahIKsmsK8aRPHT64o9bLVR/l4N42vGliyeNmcjt++/ebUz/vPHdwPjbyFRl4f272lMSdpaE7b15uXoBuXy7w8HaysevIKGwOCGvy8jvTOvb9nzak1sx79sPLRd0uvreuErh8d3bunwyOo2eD3Y3Xn1oKWDXnN4+1CUqQuTVF5PaVTj6/b8/7MXejua+iNSct9BjPw2xvPhu+++vPM7YNbf3wMm59Hvv41/PzUnTdn70F3XkOvoa+3X76/+ujz7RdXfjzx8PRN6OnHr0+G/zx78+7p669vPx15Ogy9HHl4/OqHyw9+Hfjmp1XboHuvX525PXzhwfPj19+evHF772+Xtu7f0T5/45T2b2bM/aNv1aamGb0TJ+1etKwhJUtHZthy+AaewFGhENCoAgaNQSHmZaUPrFvVs7i7b9ni+d1zurrnLOrrXbZu9aLFPUuXLl22pHdV3/I9O3dt3rx5684dG3ZsXb9z64Zd29Zv2bR+aMOuHTt/O/D94o5p/nrR+Ejf2elRa4tT91TnvN3Y82JN56OV7dA+eFf9475+6PBO6OAO6Lfd0MU/2opTcQgEDWuJR1tbWlpboXFkGlssUUiF8BW2RiTUSERqERz2KOCJOWyBkC/icbhA5mXSGVzTzgpc+cvmgGFg0IEEMrFgKuZw2CyGkMtRiwU2UqFBxHYQM40yZritPMxGEqrmhai4ERpBlE4UrRVGqvmAfmP1QkC8QO81A3CSvcwMwIl20niDOMVFESAmxOgYTjhEU7TLn7uX39jcfW3LwuGj3+zpbgrRCTRMkpBJg8cT6FyuROPm6hXo6JHtEFDnHNpkHzzJxq9IZ0xQ2xuFMjeFxqi2M2qcPGy9gnyiImMzE9JK0lPKI4IzvZwjHe2CDLYBGoOfxiHA4Bzk5BLg5xIcrPHKMATMDMpZGlG0KrxwMHfy1OwJuaklibE5iQl5sQn5gREZXmEpPlHp7iEprkHxvmGpvsGJNraeQr6Wx5Bx8RwdmeNC43owxB4MsZEhcWFKDAyegkKT0shsFELHwGZ62nZkRq4tS90zMe+XxsLDLcXH2spOd4w/N2fi+bk1F+bVXuyquzS//k7ftCfrOt9t7RnevuTFhq4HK2fc6m2+2Tvp2sIJZzsKL3SWHW0r/r4x5+eZE9fVFqS6qoVYBJtoxaDiiCQsBoUmYYksPJWGhnuP4OojDIGNIcIATKDJSUwFmSUjMsQEGg9LZmAINDSeTiRzmXC7FYfFB8IvjcJk0NhwUwCZQaeygDxIp7KAMgwwGAAwIFXgcx4LwGMZGIjAgIH/VQQ2YzBA3//llkIzq75jD/4TAAPbEZPJNpdlKpVqrVYvFktBExIQTthsLp3OhP+p/w9WZ9APbDZIk0l0EpEG5onMHG7eAgaVB/8WgAlEMoEIm6BxJDKWSMEQyEgMEYnC4wlUGpXF5wpkIrFKKFEJhGo+Xy3guajVziqVq1zprlR5qpQ+KoW/RhGkVyd6uKZ4u2cF+eVHhefHRqeGBQe7uTrrtE62sM/Z0cHVydHN0cHVwd4FSMFOjm7gWKe1Vcg1YpFcKJCKhDIBV8ZjSzhMAZvBB+gL/ncz6RwykYbHEsDCoEx/izAYCY3qpdMkB/rnRUUWx8dVpqZUpKUVJibG+PkZbe3gOTulQqNSS6VSkUQslcv4fBh9eRw+j8PnsnnADI9F4wg44tgXRyMxJAJZyGB6qRXZfl7jo4InRgZMjgmA07AiPUwR0MYZYc4zgh3bQpzbw4wzI7xmRvjMjPCaFWWcFenUFWdcmuG3Jj9sqCR65/jEffUZPzdmH51WfG5W5dV5NXcW1D/ua363pn1kaO6HDbD5GbAuUIA/b+4c3Tr36/auL9vmATAGAAzwGJFbXBwaHd00vfXVu/cPHj0+dPiP7gWL0jOyMrNyck3tvqWl5ZWV48ePn1BSUpadnTulaer0ttYv0Nf3H4YfPn60fmjD1u3bTp05/cuhgxcuXXz+8sVXCHrx6iU4GIWg958+j0DQoxcvDhw6tHZoqKGpKS45rbhifGRcUlJ6dn5JRX5JRWlVbWlV7ZmL10cg6DnsgzZZpp++GNy0dWjrjhmz50bFJzU2TUvPya+cWDe/p7evf83VW3dHIOjAwd9+O3niwO+Hrty9NbltWtH4itZ5s6saGyoa64smVpfW1ZQ3NBTV1uZVV2dXVuZUjS+orq6cWFc5YeLk5qajJ08AsfoDHDg9+vjxwxcvnl26fC4xKTY7Ky02JiIuNrKqLLd1UsmtcwegV1e/PjkHPTs/cvPXDxf2QbcOQpe+h7Xfc7uh0zuhYzugP7Z++W3Tl4PrR79fNbJ3Gej7fbl57qOB9tsrp13tnXp8zvjfOioOTC/eMyV/W332hur0VeVJfUWxY83PIPsK1mnzosYCMEDf7qKY+UUxcwr/BuD5Jj9zd6Gp96gsGdDv0uKkpcVJy4qTlpckLy9JXlGcuLwgenVpQn9Z4tLCuMVFCb0VGd0lGTPyknL93fQ0fG/LFOjl084pjR2TGxbOal85f+68KQ2t40snFec3lhZMKiuuLcqfWFxYX15aXZgLe+SiQvydbSI9HGfVV5z9+dsbxw+uXTw/JzHWTatKCglMDg3yc7SrLczbs37d1v7l63t7hpYs2di7ePns2QunNQ8tWfL77l37Ng1u7e9bOqe9t3PGnGlTCzOSy3KyVi7taWqs06nkKGsksCB6envZOzjZOzip1VqJRMbjCUDIEAaDAy0m1tYoKpWu1ert7R3FYinI5bO2hq870WgsDkegUGg8nkAuV0qlchhxTQrwv73lcHhsWPMVAACGFWD4wVyhiMtj08Q8hlxA08s5xw9+O7OpFmVphUESsNY4IoaAtrDCIMbxKKTSrLSq/MyCtNishPCshPBlCzr279oYHeLlaqfUy/g6KU8jZIsZJCmD5OOgTwsPSgsPyomNqCnKWTZvVm/njJzE6FAv19gQ34hAT1c7raervauDQS7i0UwzkUQ0Fo9EM8lU1DhL1LhxJCwKaw0XmFojEBgLBIuAI1lb4i0QBMtxYDHxWCmbKYCDo6kKHsfTwS4tJqosJ2t6Q93a3kUPb1x5/dc96N2rZ3dvHtz7TUtttateLecxhQwym4IzqCS2aqmEz7RGIDh0oiUCYW0FK71msRdov2ASGIjA5nvAhT+Yy8XhcEAyBXZoAMCAXQkEAp1OZ5m+ALUCFzRItDJjMABpYE4GA8NAKAZCtFlMNn/r3wIwgFUzCZt1YyKRCOAcTAJTKBTw0/83IjAYcga/FHBBmy3QBAKJQqEB7RQ4ioECLBZL4fEYkwVLKBRLpXKlUq23cWCxBVqNrY3WXsQW6RV6J1tHlUJJoZDiE6ISEsKy0qIive19NLxVrbVPD++5tr3n50W1cwvCsrzU0UZ1jJ+bv5fRYDBwhRIqi0eisgAAU/HwGBiDgCMT4T8z8zKPSwEuBZcRYAMbMDCIQWabEkSAiG3ubPwnZjaf/sHTx7qgAcqC3x1cZwAAHhsBCnK2AcqCNilzkKZ5nNgMuuAF//X2/zsAYzEkAMDgigeOQjFdcv1jhExEJpPZbHZCQkJWVpYDg1VKZP3uEf47UX9H4DUSXjzA1WYRaSECoadMycfRSAgMGUHAWxOIcKwMDgFn+MHCr7U1CkSpYbGwq9lg66jR2gpFchZXxBfJJXKdSmvv4uEXHBGXkZmXlJzhZvRWawxcnlint3dx9fQPCPXxDSJTmPDnzxpLIjOsrLEoNIHDFTEYAjyePm4c5m8AHocUiuRh4THOLu58gQSLI2BxBDyBhERhLK2QSBQGKMAW45DIcSg0wkorlCYFhke4eUoIJD4Gp6DRXJTKSG+PvNSE/LTEqECv5HDvlAj4NinMKzM+tDI/ddL4ouba8klVJW311Y1lxUPLeqfXVEd6e7TVTbx67I93926d+XnfrjXLtq1c8vs3W6DPb3/ctC7Vz5jma3RiUdZNb3l9/FioUFzlGwBduLZvVmexs/2MuODd7TW/LJh8ZXPno71Lbg52wMEZ5//4sG3ryoTMpbG5HaFZcxMrtjX3HF/77bNj12Cx9x0EPR+BhiFoGPry8B38nx/g9ezyXz9s+PbUd0eHb79+eeXJyL33sDX6LQTnNl9/dnHv4V/W7rp16Oyby39BL0bhpz/58OLaXx8fvILefP367OPwnWfQvVfQjaf7Fq/bNnfF6R0/QX+9h/58B915+eHi/ZHL989v3rd+6swlJRN3t87ZPb1jbc2Udc3tGzq6Uj18behsPZMjI1NdNRo2kSBk0plUUnVF6cahgeUrelesXDq/e86c7s75Sxf1rV3V3bOor69v8YKFS3sWf7t7z+CG9bu++3b9zq2DO7Zs2rNz887tGzYM7ty65dD3e0qSI5M8DNMzo9sTg9eXpJ7qqH+7YdGtBZP/XDbt047FH79d/un7VdDBLZ9+2PBp/0bo/KFLe4fUbBzcGw/P5oxjsnh8ARzkrJBIlWIxTL9ioVIgFMOIK2AxeSKBGERAg7ArsVDE5/JYDCZoPxKZGoOlsEMTjomG54H5fA6bKeCw1WKBXiLQcGl6LtlJSAnSikL14nCtIFjJCVFwIjSCaK0wSgMLv+YFZn3BbZK9LNkBDsHKdNPmeNjkeNhkumnTnBUxBl6ivcBfiM4zivfPr7++bcmf3646tabz5OCCsiBnHdlay6GKmPCQvEhp0NobfQNC/Z090xx9yxyCSlUeRUrXbIN7jMHZqFQbbWw9DM5edu6hnuEJMVnxqYWRyfkxiSX+ASlGpwgnWxiAlTY+UgcfjXugg1ugn0tgvG1ApXNkT1jhxqSJW9NqB4umlETmpETnwAAclx8dmxMYnu4TnOwTmuIdkuwdlBQSlRUcmmKw8RJw1Dy6XEQUOlIF3nShH0vmyZS4MiUOLKGaxhaRyAIijoNGGCWMygjP+TkxA6XJ+2sKfp1UdLKt4tSsqrOdE87PrTk/t+ZiV93l7gYQhfVkXef7bYvfbe15sq7zVm/z1YWTri5quDC3/PycknNzK36dXvDd5Pxvmiva08NdOUTaOHjXg0KE2wYxKCwJS6RgKVQ0mWSFJVmhKdYYBhLHxZBEeKoYBy8ZkSEhmjzSWCINS2CQKHBTNDzmLWMzeVQyAwAwMDwz6RwWg2vCXRaVzADfBVQMioJBqzywQ5MIZFCJBLRf8wDwvx6AB/zTLXBBmzOxaDTGv13/CYDBHiuYiQMhWFKpXKXSgA4koJ1wODzwdDqd+U8DwGbQHSsImx8Dx2L9rydT8/n031qgYQMOEUZfHImMIRBROCKoc8diiEw6R8gRqIQSnURqI5QYhCJbkchRInKWSZylQk+5NESnjnEwJDs5ZHu4Fvp5lYUG5Pn75Af7F8dF5kaHR3i5eznae7g4Oju6ODm6mRdgYIDEtgZHvc5OrdJLJUoeV8Qz5UULuJJ/AmBgemfQ2CQCnFkN13pYIK0srPFoDItI8tBrQpzsEn19CmKix6enjU9Py4qICHf38Hd0cdRotRJT5JVcIRLBBjSuKZKWxWBzWFwOi8tmcph0lnnSG1jliXgSFg3HdhDxJB6V5iwRJ7o5Fwb5loV410cFNMf4N0V4tUZ6toW5tYW4zghyaQ92nRnu2RHpPSvSdxZ86zY72m1BgveKrOCB/MhNJTG7qpIPNGT9WJt+tLnoUmf1rfn1D3omPVsx/cNAx8hGOOT531qgv2ybBwaAzWwMJoQR2fkFdZMm7zvw48mz52Z3zk1KTo2OiUtOSYuLT6yta1i8ZOng+qFt23fu3rN3y9bt/avW9CzuXdq3/P3wx68QdOfu/f5Va27euvMVgo4dP3nt+s2vEHT4j6OD64fOX7h09dqN85evvHjz9jMEDW3bFpeSEpeSUlRRkV9SnpyRnZ5TkJSenZCaGZuUFp+SlZZduH7zzg+j0Mt3H999+vJ6GMbmNx9GPn2FDh8/bedsFCs0GoODRKl1dvc2evs7u3s3tc48eupsS8esRf3Ljl448+OR32qaJ1dPbUzOzy2aWF1SOzG3ujKnqqpdXelOAAAgAElEQVS4rm58U1P5lMnp5eXR6el5xWXZOXnVE2pa29pv3b575drVV29ef/j08cOn4XsP7j559nhF//Ki4jwfX4/IqNDigsyKwsT+Bc2PLv8KvbsNvbgM3T8+cvlH6Pav0Pm90JlvoJPboaNbvv6+8euhDV8Orod+Hhj9bvnn3UuGdyx8s6Xr6YaOO6taLvdOOt1d+1tHxU9tpd9OLdpan7t+YuaaqtRlZUlLSxKWlsLs2lMYv6ggDqzu/Jiu3KhFRfELC+NMBUhwDVJ3YRxMvMXx84rjukpg+RdehXELiuDqo6XlKb0lSb0lSX0m7l1ZkgJWf2ny8oKYNWWJq8qTlhQmLC5OXlKR1VWS2ZKV6CsTaGmE8qT4r8+e7Fq3empVZVfb9FULunraps6qrZxaXjClonBqZUlDWUFjZem0ugmtDTUlmamxAV72cn5KsHdXU83JH3ZdPfLLke/3tDfUuut1jgq5h04X7u7e39X1+u7dDb29i9vbl3XO6e/qmlnfMLmsbPakyYvb2zcu6+2f3zlzUk1r3fiOpkmVBdlVBXkbB1bP75zlbG/AojFwBLTB4OzqIleopDL4k8Zmc0HsHhaLB5oPGo3FYvEsFsdgsAMR0ODyGpQAm/UoU4WDSiqVg38ZBQIRvF/FF5p5GEZfNhtmMVjz5YMsaCACcziwCMxhULkMkkrM5lExA8u6h1YtZZAoBDQJjyJQ8GQrBAJnYYmzHBfm41VZkF1Tll9fWVBZkJ4aG3TmyI8d0+qMdipHrcxWKbJTiLQijoxNddLIov08ksMCKrJT0yKDq3LT2yfX1pcXFqTGF2YkFmYlhQd4uTna6JRSuYjHodFw1taocZZENJaAwiARMPcixyFwSEsrBAJlgeDRiSImhYK0IFoimDgUA4ukoixlbLqPk11pVtqcaVN3bxy8cfbk55dPR149e3H/9rO7N7++ev7y3o3rp45sXb1sSlVJkLsTj4yXsGmwzQw5Ti5g2WvlgT4eVggECYtEWcIADNjPysoKKL2AeE3X+hbgHsDDlpaWVlZWoB0XADAKhQJTtSAuC9hDsVgsjUYz/fFy2Ww2IFggApvbgPF4PABg0DMEXNDgMcCTjEaj8Xj8WHGYYUqKNovPYx3L5qeYARgMKoPBYPAjwOwxmUz+h66LBQqwWUAGb96M3+YZYIJpRgg4nwE6slgcYLA3A7DA1MIFAFip0ssVWplUbdA5aGVaKU9qqzXYmXIvZHK+RiOoLE6d1VDSkBO3fmbDxR3Ljyxt/HXh+JXVsSUBulCDwFMncbbR2tk5sAUSEpNPoLJJ8CY9lUrAMnAYFgFHI8HxG+Zlln/BVYUZgM0M/K8AbH7kvwVg8ysDkRn8+mB2l0KhgRBpEM4JgqDHisDABW2uUx7blAi+ZZ71/Vf0Bff8Pwdgc84neOc8HhysTaPRnJ2d/f39nbi8dDRxFVd1Vux5W+oLxVcM8nSx46wCWEwdhUpDIBnjCBwME29NwKDwGAwOMQ6BRKItTLXYoCEMg8EJhFIXVw+lCjaiiqQqvkjO5IiZHLFcY+vs7uvrF5yckhkXnxIeEevp5R8ZFW9093Fydo+JTRJLlMDhbI3EWVphEAhrC0tg70AhkUQMhoJE4SlUlkyu0ersBEIplcYC/mc8gYRCY62sUaaFQaJw4xDWyHEovCXaIFUmBIb52jnKKTSWFZJpZSUgEbUiXoC7c0pseFpsWHVBSmVOTHFqRH5yeHFm/MSSrNryvImlOa2TJmYnRPUvmvf83o0Yf8//qQa/uX/r0eUz0IuH0Iv7v2xdu7F3zr1Tv0JP7/S2NW5f2p0b4luXEteQkrhq6mQxAnFn7z7ozyfXtm7PttFk6qVTwtz7SuN2teScWznl5Tc90E/roAMboZMH763qf7B+25ejF+Hh3jcQ9ByCiXQY+nzv5ZMLd6BnH6HH71/ffAy9Gn1/68WvWw/8NPTdyb2HH52+B72G4Mf/9Qm69x4++HP4xclbT0/cuP/bhedn74zefQW9/go9/Tjy52vo2QfoPfTl2fC7+8+hh++gpx8/nLx+ZPW2bZ1Lv1syAN/zCoKejYzeevL23M1jg7uGmjsW5FfuaJr5TfPMwZqpG2fOnZpb5K3QGGVKZ4lMwWDaSiRCOg2eQ6GRmybV79yxZXD9mrXr+ru658zu6pi7uLtvoH/+4gXLVvR1d82fP69rx45di/uWbdmza+ib7Rt2bdm4a+vmHVu2bN6wdWhw14Y1NTlxU7KieiqzlpWm/D6r/tHarqerZz9c1navt+nR2plvdiyGFeCfN3z6YcO7bwdG//gWunO6Li+egEAQrREUEpnHF0ukKh5XJBFJ5UKhUshXCvkKvkACJzzD3aFioUQmkcokcBSWWCgCo79sJmus/CvkC/5LBzYBsIjH1SoktnKxhkvTson2PKKPnBOiE0XqRSEqbpCMFabixehEMTo49SrORhBvECbYihLhnGdpiqMsxVGW46HL8dDledkU+tqVBDgW+zvkedlkGTXROlaqsyhQjG5J8rn9bf+1bb1396w+sXb+9IwwJzpKT8OLyAQhm0ulse3d/H1CYzyCQpwdXcJs3VIMnvEiQ5zEJt7eLczZ1dPB0dXe0cvBLdQzODE8KTk+NyYpLywpzyssxdE93ME20NHgb7DzkRvcxU4eGu8AOw8/P2efPJewZs/43uCcbWkTt+XWLU4pKwxIzonMyYnOTQxJC/eLD/aJC/KLD/CNC/CPh62BkVnhwUm2ajc+XSagShVEoQdVHMSQBLIVXiypC0tkw+TLaEweAc8loMQk6yhH5bT08CX5cZvLUg41FB+ZUnyyreLkzMozs6uBAny5u+F6z5TbS1uA//nN5oUvNnT92d8OJ2AtmnytpxEG4K6KU53lh9qKd08tXFKcmOmmlaERVEsEnYAi4OGNXDyeCIf/Y8gULIWCxFOsMXRrLAtN4OMoAjyVjyHBNUg4Ch9HYePJTByJgSexqXQBhysRiZUKLZ8nBpZgOo0NFpPBZTK4DDoHmIHB3CwclwBLxHTgXgZTu0C8ZdBgFxK4B3CveeLXjLtmHv63s8HgdchECjjp/NtbsFM5VncFxUjgFANEYLjoy9QDbGtrb2trr9cbFAoVny+E0dc0vGNWeoHYC5KuiCZ5FvwhAFM0YGB4Nvj/ZgaYSKKgcHgMiYQnUzAEIhzEgMIQcEQGhSrl8NVCkZ1E7iiTO0tkrhKZp1IdoNOE2utCbdVxToZsL5cSX49SH48qP++a4IDKAJ9iX6+CQL/88OD4AG8vJ1tnO7270dnV2c3V2d3Fyejs6DZ22ds66TQGlUKrkKlFAimbyWMzefBHngM7n4H8CyczU1lUAo2EJZNxJJBQhbZEocZZYqyRbCpdIxJHeRjjvdwyggOK46JLEuIzQoLD3dy8bG3dDXaOWp1eqVbLVDKJXMCHp3IYTC5sH2NxTfnP3L/t8RR4bILBMOXVmGxisGplKiXl0Bg6DidYr0s2Oud4G2sjg1riw1oi/aaHe08Pdm8NdmsPNrYHG9tCjDNCPNtDvWaGe84MdemMNC5OCujPCR/IjxwqitpZmXSgIeunuoyTrWU3uuvv90x52Dv11cq2jwMdnzbM/rRxzuctc0a2zh3ZOvfzlr+Pv2zv+rhpNrj/0+bO9xtmvh2c8W59+/DQLMTMzjnL+ledPn9hw+YtU6Y2w6pvcWl2Tt66gfWXLl8FfuaPn0Y+j3z5CkFfvkJv3r7/CkHDHz6NfoGePntx5OhxuHzo8+j2Hbtmzpr9/f4D87sXruxf/ebt+3PnL166dn3UVGW0qK8vIy+vuLIyr6Qkt6g0K78oI7cwITUzPiUjJTM3Lbswu6Csc/7i+49ePHr++u3H0bcfR0cg6MnLtx9GobcfR5MzcjLziprbZmUXlEQnpCSlZweGRTm7e0uUGplel1Gc39Da/Pjdq4X9yyoaaysnNRROGJ9ZUZpdVZ5TVZVTVZVZWZFeXpZRUZFTXpmckV1ROT4mNr64pGzdwPqPn0YuX70y+vXLF+jr2/dvbt25+fzls9z8LCcX++jYiLAwv9zUiLzkwKP7h6CPD6CHZ7/eOTJ65Sfo8g9fT++GTuyAjmz+8tvQl4Prv/wyMPrzAPTzwMie3pFvFr3b1vVy4+yH62bcWNYEhn5/nlG2t6VoW0Pe4ISM/qq0vjKYV2FJ1nS7MD8WrAV5MP3OzY5YWAgHVo0FYAC9XSXx80v/7kBaUBS/sDihtyx5WWXa0tLkpaXJfSXJK0pTVpSm9Jem9pemripLWZYfvao8qb88ZXFR0qLitJ6KvM6S7Enp8c58lhiHtOGwrxw9fPP0qdlTJs+aOnl6TfXC6ZNnTCibUpbfPL6ktaaqrb66s2XKkjmwXbk0Ky3K113NY1SkJ+xY1Xvtj1+O7tu5e3B1y4QqH3s7Xwf72oKCPYODj65ceXTlytHv92/sW9bfNX9+y7SytPSSlNS2mtqOxkkz6ia21Y6vzs8sTIkry05PigzJT03esXnD0kXd7i6OWDSGRqNptVobWwObw2OYGkooFBroER17cUmh0AQCkb29o52dA5fLB5oSEIfBFTaNxhAKxSAJkM3misVSsamcRghSr3gCgMFM8MXisDk8MwDDIjA8D8lk0chMCkEj5dOwlrOaavfv2qoQSTBWWOQ4FBlHskJYUHAEKwSCQyGV5+fkpyXWlhekx4WWZCfNmDph3871Ef5GKbyBTVILWFoRR8qiaEUcX2fbSD+PvMTozLiIlMjghoqihbOml2WnJkUGzWpuaJtaHxrgJeGzpQKOlM8noFBWCATWCmmFQOCRaIylpTUCBmCMFYJNI3i52KlFXBupMDrAp6W2undux/LuuTvXrz17+NCL+7ehT++h0Y8fnj16eOPK0Z/2r1mycNbk2pkNE2fUVdUW5oS4OzmrpQYJj2ZtgUUgCFYIKsZKxKb6eziv6F0k4cNVTwQM0trKAlCflZWVhcXfxGtpaYodNbmgwVSw2RENIBOHgyeHUSgUCF42v4KlpSUGg6FSqVxTKyWPxwPzvWNFYPCU/yYAA+GXTCYDAAZBVoBagcYLOHbs5DCY+DVr1MBuDQCYSqWOBWDwXCAgAw38XwEYCKEkEnzmBujIYnHA3zEwfy4SScYCMJsjcHQyCrgShVhldDBqZVqtQqOQSxVKiUotVql4GhkjPsh51ewpxzavOLpmzrG+xp/nFi4o8M/3ksW7KsONtq62Nmq1lsWXkphCMwDTiDgmDsUiYmgkOLbGjKn/FoDNNuaxCSLmBKz/IwCbB4zHHoCRhP8EwMAcDqKw8Hh4zwHQr5mi/38GYFB08ffFkKnQArwl4IfHYDBg6J1vZTVBretmSe57JV2Ser2PKlzN0/ggEH5sutQaRUQgmAgCF820hnelrLE4AhKNwuEIoBnbAt6tsrC0tObyRC6uHnb2Ljq9vUypE0lVErlOobZVaO3kGlt7B9eAwLCg4IjIqHhvn0D/gFCFUmdjcIxPSHVx9aQzuJZWGCtrLNrko7OwRFtbExAItKUlDt4Bs0RLpCqd3p5MYRKIVDyBgsMTgQcPRGFZI9HWSCwKibMwATDRGmsnV8f5h3joDFoWR8vlOcnl9jKpgE4SMMl2OoWv0TYlwiczxqcgKbQqL2nS+MLm+vL6yoLSnOTMhMjxRdmXTxz+ff+eIDe7bzes/mXX5ufXz0LvHg7fPXPiuw1H9wx8fXzl66NrO5fPg57deXzq17LIwLa8dGcqMUQkmFeQd2LN2tUTJwbSiJlaUa6tsCPJe1Nd0sHO4je7F3w9sBw6tg06MASd/v3Zt99c374bevQWegm9ufniza0nf5698fL6Xx8fvHxy6e6fp68/u3T/8fk7T87dO7PvyLnvjtw8dH709lvo/oeX5/56f/HJ6PUXN344dX3/8ZFrT7/efgk9G4XeQ38evXLim5+fXbg7cv/V25uPX19/+PHBc+g1rAnf/f6335cO3tpzaN+i1b8P7Bq+dB8eEr75+NYvJ45s3H2wf2j7rO7WhOz2+KzB6snbp3WsbeuIMXra84Rhzq5BDk6OMrmKw1HyeXzYLUqe2dry3d5vtm7buH5o3fwFczvmzZq1cO7i1cvmLuxauqx31qxZ06dPX7dusHXmrDWbNm7YtW3om62DWwY3bV6/c9vGbQNrBxZ3tVfltOXFdmRGDFZnXVoy487S9hMtpX/1td5dMvXW0qnPN3d/3r8aOrQJOrj5w/eDn3/dAT04992aBRKStYhOlImETCZbIJTRaWw2Ey4OEDFZYjZTxOHAXX98uAhQJIClXT6Xx6TDYVkigVAqlsDDP6YOJAGPD2dfmNbfLmgej81mSoUCWy0cHmUjZOk4JAc+yUPMCNYKo2zEISpuoJQZquTG6GDtN0rDi9Hx4g3CJHtJmrMiy6jJ9dTnexsKfGzBKvKzL/Z3KPCxzTJqUp2lKU7ieFtOoh27IdZ4e++ahz9tPLV+4e+rumJ0AjUW4auWM5EoIYPLYYudjYHBUUkuvn7whJTGLkrjGMBRBAs1UQ6uwS6uge4eRjvHAAf39OC44rjczOisuKiM+OR8B7dAnY27rdLVTeflbOOp0TurnN0cfH3djd7hjh41xvD5Pkn9fqm7kio3Z1a2BybWBqfXxBRURuSmukWF2viG2gdEG8OjPSOjPCOjfKLTw9Li/eIcJPZCIk9MFGoIfD+qNJwpC+EovVhSJ6ZQx+KIqVQWHs0nILVMXJavQ1dBwsrChB2VaUebyk+3lB1vLT3WVnZyZiVwQV/ubrjV23xveeuHHb1vtyx6OjDn7/irxVMBAJ+eXXpydslvM4p+aCsZasyri/J0YROoCAQHh2bTyCQCEYvFw8xGpOHQJAqWwsRR4PxnLIlPoIpJDBGRzsWQmNY4eKHwsDsaT4LzRFhssVCklCt0WluR6S8M1dQSD7qyWEwei8kzAzBoDAIADCQ+GoUOOJZOZTDpMAJRSFSQ7WwGYDiZgkgZm4w11hcN/NJALQQ+agKOCIdLj9m9HXv8nxRgEG9h1oEBACuVarlcqVSq1WqtVqtXq7VSqZzN5sJXkqaKo7EYDBh4bCsSmUQnEuBiBfjBeKLZqWROwwLjRWNRHBwTSRQrNAZLJBEoVDyRgEKhsEgUnUgUMVk6gcBOLHGVyY0yhadU5idXhup1sQ52hSE+RYEelbAcGtQYHjjBz6PSw6XK063cy60i0KcyIrggIiTG18PDyeBgr3dxcTK6uru5eAAAdnJwdXZ0g+9zdjfo7VUKrUyilIjkfK6IQWMz6Rw+VwSGfpk0LoMK0y+FRCdhyTgkFmOFRluiMPCyxlhaU3AEhUjiZW8f6+mREexXlhhXmZaUHhzkb2fnodP7Ozk56/ROOoNBY6OQKYG/mssTs5h8Hkdo+idFwuPwKSQqHHyFh3sx/iv88h+hjHgCiUlnCMlkN5k0xKBNcnOqjgxtTY5tjQ1riw5oCXJvDfGYEeLZFuwxPdA4LcBteiBMwtMD7DvCXWEAzo5cmxs5kBexrSxxf23WL/XZ52aNv7t4ysOlLU+WtbxZBQPwh8FZ8MTvtnlftnd92d41um3eyNa5X7Z3fd0x//2GmZ82d45snftx0+w3A20vVre8Xtf6bn07Yu68+SOjXwHo/vXw8bXrN2Fd9Or198MfR79An0e+PH/x6t5fDx88evz4+YsnL15++jz67v2H4Q+fvkLQ4yfP7ty9/xWCPn4aefP2/dlzF3448NPQxs1AEz5x8vSpc+eBBbpuypSkjIzS8eNzi4uz8otyCksycguzC0rScwriktMzcouzC8pqGpu//+m3ka/Qk+dvPnyGPnyG/jh2+ptv9588c7GotCokPCYpNau4bHx2XnF4VHxJeXVgSKSjm4ebn29kSoJbgM+qTetvPv6zorG2uGZCRklRWmlRbE5mZnl5Znl5REZ6amlJQW1tdFpGdEJyenZeXFJqQUl5bmHRxavXhj98unDpIhzZ9fXLnXu33394t2fvbr8AX29fL3ejU2y4d0F6xOTKjFM/bIZe3xi9c2z0yi8fTu6Bzn83cmTL51/XQ4c3Qke2QIcGRn5YPbJvxei3Sz7thGOfHw/OvNM//crSqacW1h+ZV3OgvWpnU/FQXc7aiVkrq9KWlCb1FCUtKUnpKYw3r0VF8ebVU2pqMyqGm37nF8HyL1gLShJACTCIv1pclry0PMWsAC8rTVlZkb56fNba8Vn95WnLS5L7iuIHavLWTMxbWJy8qDy7r7Z8ckZClL2NikRgW1nqOKy2mppnt64vnjWjubqyc0r9otbJ85tq2msrZjVOWNDaNKe5sX1yfVdbS01JQU1JQVKov1bASgzwHOqdD718dP/cse2rl0+fWBnl7ZEQ6Hfj5LGRZ4+hDx++PH9+/fiJxe0zt6xYNWdKc1l6Vl58UlV23pTKSgDAU8eXTijIqsjN9Dc6Bbq7LerqbG2aHBLgi0GhKRSKQqEQiuFTNplCA95mECpj6prFgJBVBoOl0egcHJwUChWDwSIS4c4gK1MHEmglFQrFSqVapdJIpXKg+oIUaKFQPHbBlMtisU0u6H+MQcE/msvlw2xGJPBZdIWQzSFj0qJDLxw/7GxrTyVQLBEWIOAOi0RxmQwC2trP01hRkFuYlVKYleRvtAv1cVk0Z1pzXYVOzIWdY0KuiE7Wy4RCBtnDwSbE25gWHV6elxkXGhAb4t/aUDOtbkJiWFCYr8eiuTOnTanzcnOik3Bw5BWNZoVAYCytCSgMTKQoFAWPIePQTApBqxBlJEYnhQfWl+Yv7mjdM7T2wI5NOwf6dw70982dCW5nTqppmVgxPi8jxt/TRSMzSHiuSlGws42HVsYnIG2ELB4RKaYRiJYIIYNMQVsySZjayuLB1SsiQwIsEQikBQJpbQnEz7HjvmYp+F8PrKysQJYVoFDAk0CDNadhEQgEBoPB4/GEQiGbzQbDwOZ+YKDiAhEYqL4gC5pGo4GELXOGM1CAwWMYDAaAYcDAILEZcLhZxQXuayqVisFgQOwWQFwcDmf2WgMSxmAw4LcGFG12gJvbnmAHgimwGsAkyEBmsTgmTwGXyWSLRBIwAyyTKeRypVyulMkUcHCEVCmVqRQytVqm0cq0OrlOq9CoFEqVSiGR8u3slHZ6saed1E5APLtnw8Udy4/2TTq0oGJgUmqBjypQy4twd3CzMyjkGipLQGIKyQweFd6VpzIpRA4ZxyHjKAQYL8cOAI89T5vfrfnaYmyIiPnN/z0uRYXtweDpZuvXv/qfwfUBGPElEsnAS8xicf5pDJhMpoJtLDA1/Z803v/N/UD+BREAWCweSKygEgkMACORaHMDMBqNBY8c+4LwK6CJOCwZjvfEU3BYEhYDB1mDliYUCgO2b5BIJAKBQKFQKhq9QKWaSuPfDEz7hWn3LKZwCUfen5QcpZTwxlmwLdGccSSGJYVgTUYh4bxlhJW1NRwHbW1lhYStG+MskUi0RKr09QsCAKzS2uoMjnaO7vZOHgZHo97eVadztLc3+viExMamJiZmhobGOjl5qtV2rq4+KSk5EokGgUBhMBQLC6ylJc7CAotGk03mZxSXK/XyDggIDFOpbdAYIp5AMS0SGANGobHwO7FCWlqh4QQsKwzGAoNCWIZ6+oZ7+LqpdWo2x0Wp8nN0KEhNzkmNV0p4TBpep+LHBro1lqcXpYSXZ8fPmFzdOql6euOEouzk7tltrx7egT68jg32Ovf7gSc3zv+8ffDtnXNfHp57e/3X03vXXD64eeTPU9DjC+u7p7y/fgx6fefEjrV18cGuVIwD3jLVTt2WEru8omBHc93mhrKBCVmryuNXFoVsro46v2TC6A9LoINrhnf3Qed+hk79uqGl5dnpC18ev3/34PXLm4+hp8PQ69Evj999fvAKejwMPf0MPfrw/sqTWwfPX/n++P3fLr099xC6/e7LjddPj92GReD7wyPXnkN34XJg6B305tKDqz8ev/bLSejFyJ/HL0FP3n356xX0chj6CH2+8Vdf5eShxhkXN+3d1DrvQN/gzgUrPl1/CD1+f+/wues//vHi5KXeiZPn5lVsaGxdXjpxxYTG1sJSP4Odq1wZ6emVHBziYWPDJ5N1ErGQSaeR8M2TG4788euWrUNrB1b1r16+YOmCjoWd3csWNs+YtrBnQWNjY3f3wvYZs7t7Fu/cu3fn93t37Nu9afvGTRsH9u3asmdobX/n9DlVWaUBdn1lKXuby4/MrDk8tfjKnLob8xufrGp/MtDxbvdS6NDQ11+G3uxd9eH7QejYXuj6H3d/2xNir4zwdHW3d1ApTFWfYgWXzROwOCImS8RiCFgsPpvDZfPgoCB4YA/OuwI5WKAT2Cz/8jhcFoPJpDN4HO7fMMyDVWOVTKpXyVz1ak8bpYucq2OgjUKap5juL2UEKzmRWmGsQZpkD9f/pjopkx2kyQ7SdBdlnpdNSYBjWZBzaaAT4N5if4ciP/t8b0O2uzbdRZnqLM32UMQaGCUBNjvn1P+xdt6xwYVH1y3sLEjWoBAuHJojjyckUkR0vpPBzd092NbBgy+W6BQKd4nKgykMYEvT7dwzvAP8bGzthdIYN9+pGaWNsfkz0qpmF01O8Y7zt/dz0RldNS5uYjs3vs5L4RDo6OHt5u7uYBfh7Fbi5ttk8N4QkLo3PP9USdOu9PJlMdlLUyvmxZe2RxVOD89rCEov94rLdw3NdgvJdA9NcQ3M849L8QizZ8ikaJotQ+pClwZRJUEkQTBT6sUW6ylMFZ0pZzI5ODTNAhHuoJ6cFAL8z3trsn5vLDjVUnJyRvnxGeWnO8Zf7KoD07+3l7Y8HZjzbmvPu609LzZ03V/RdmPx1Os9U673TLm6qOFIa8Gx2aX7W/I3N2QvLE2MNog4lgguzoqOxVBwBFMIM4WIpxCwFByGSEATGWgSBw1P/wL5F1aAcRQenkKzwtDRMABTMQCOsdkAACAASURBVHgKjsCi0WUSqcEAVxIoFVo2i08m0dksPoctYDK4PK4IyMJEAhVE5QOrMAWOjCYDrB3b92uuNTLLvP+qAJulYHBgHg9m0JgAg4EIDE49YMgW2IwB4pp3dc3waZZ/Af2CwkuJ5O/gSZFIIpXCidA6nY1EIjMXNFApsAva3AYM6BecDszJiGb5l0yi43AEc1Qk2MY1n+nM78S8y0yl0nEEPBaPg3fViXgSDkvFovkUkprL0bNZrlJJgEYdZWub7Oqc7+tTGhxUHhJQFepTFeI+Idh9QqCxxt+txtd1oo8bvPy8JoQEFAX7xRmdfR1t3J3t3YxOLm7OLi7/pQA72rvY2zrZ2jgY9PYalV4Kf+oFsMb7D0M7bGVn8tgsPoi8IhNp8DYdkYpH4YhoPGqcJRKOj7GkoHFCBtNRqwv19MyLiiyIjsiLDEsO8Al1cfKysXHT6422BlulSi2VSwUSIV8iFMgEfCmHLWbQuTKJUsiBs6/YTA6HxWUx4BBNJpPNF4jIFBoOTyRSaSQa3WQIh3e+2USCjsfz1mqine2zfTwnhgdNjgyZGubfEuLbEuTZ7O/e4u82LcDYGuQxPdjDJAu7tIe5dsf7rsgMX5cXM1QYt2dCxq9NxUdbSi7MnnBrYeO9RZP/XDz52YqW92tnDq/v+Lxlzset8Pq0be6nbXM/bp3zYUvnhy2dn7bNHd48+82G9leDba8G216vn/FqsO3lQCvi6LETb96+f/7i1YePnz99hpOcP498+Tzy5cPHz5evXPvt9z9Onjpz8uy5nw79euCXg0dPnvrl4K/f7t135OjxFy9fnzh5euOmLecvXHo//PHylWu379z7PPLl4yc4//nV67ff7dt/9eatUQh69/lzSVVVVkFBY3MznLmVmhEYFpmSmZuZV5SeUxCTmJqaVZCaVZBbVNG7Yu3b4ZFXbz9+HIEePHy2ZfvussqJk6ZO9/EPEcvUKq2tWKZWagyOLh5evkFOrp5e/kH27kYyj6VzcfAOCzp44sjSgdWxmenlDXUltROTi/KTCwuTCgrCU1MjMzPi8vJCE5ISMrKiE5ILSsqj45MKS8sWLum9eevOnbv3X7x6+Wnk870H98+cO/3qzcsFi7rVWpXR3cnHwy4x0ictymd+c9Xw3VPQx7vDF36A7hz+enbPyJEto79ugA6t//LT6uHv+t5+s3h4z+LRb5d82Lng1aZOePp3VdvFvqaTCxsPz6/f21a5bUrR+vq8tTXZK6sze8uSFxQlLixOWlzyd2Iz7II22Z6B83lhccJCE/2OBWA4+KoEln9BD/DisuQl5SlLylP6KlJXVmcur0pfVp7aV5bSV5ayrDx1RXnaisr0ZeXp/dW5feNze6pyl9dX9tRXlUeHu4oEXKQ108pKyWSWZaS//fPeN4NrG8oKOiZNXNLetLht0ryptfNa6nvamzubGlpqq2dMqptYnF+ckRLq7moj5sZ6u3c0VN8+cfjxpTPHvv9mVmNNWnhQU1U59Or5x8d/vbx9+/OTJ4+uXJ3X1Nw9ra25akJJakZqWGR+QmpT1YSplWUT87MmFmbXFOVMr59Ykp0WGxzY2T59Xkd7fHQEiUDE4/FsNptMpVCodAxMGXCDqJUVElxWgmtcJBItFIptbGxBBDSNxgDiEhKJBrU0QIUDyGFOwALZV3yTCxrc8ngCEMjENCnAYwBYDOKmqUSSkM2W8dgiJiXSz+vC8cPRoaEEDNZ6nAUBjcdYoZEWlnQyBY9G0UjEuMiwkvzs3LSEjPiIxAj/styUnjmtkX4eIjpZI+RqxDwbucigEDtqFQGeLulxkflpiZkJ0YkRwUXpyVMnVFYX5sYE+5XmZTRPqinOy/JwcVBLpXQi0RoxDo9E4+HOPwQeCfcPw3IfhaBTikvzMnKTYiqyU1PDAoONjmHuzv7OtoHOdtF+Hn4ONu42Kle1zFEpthXDmZVyBlnBJHmoJXyMhS2fwcNakBEIDtaShkQoOTQsAuFio85LT1ze09Uzf46rg8FqHIIIS8D/dwBsbW0NXNBg+hfAMJBbAQBbW1tjsVgKhcJms+EBMw6HyWQCBdicxgyCmgGUgixomukLWJTN1AprnVQqmA2mm75AW5K5h8ncGwxPSpn82CA0C9A1aP0F4VjACA2KlECXEgBg8LPMGWAgEAuMFoNfDSjA5jFgrmnUHFjuzTlYf6OvBG7Mk8pUcplaKddo5DD96pR6tVKjUmlUGqVYKtDbKPRaobud3FsvPjS08syOVdd29Rxf07K2KSfNXeEipnrbqh30cJMwjSmgMPkUOo9iskAzyAQWGcsmE8AM8D9RKzCPjbWQmQEYaNcMBovN5oJ6bXMK9NjHg2NQuQSGh8fO8QJRF1wrMJlskCb9nwAYGDTGcul/8/j/CQBjMSQ8DqZfPI6MQRNQSHg8CaQGmAzYOCKRCADYyspKQCCk6XRlVPYenc8PItcXmdWDdh7d0ZFBUj7fyopjheFYkphWVCKSgkYRLFFYCyQKiYJ36Kyt4SBoBMJi3DhLFpvv4OgKAFihtlGobTR6R72ti97e1cbBTa93Mhhc3Nx8Q0Njo6OTg4KiXFy89XonoVAZHh7v6OhhIl40AGCAvkQi087OLSQkJiw8xtXNSyCUYbAkFBpvWnD9L4iARqIwcA+wNcbKEo2yxqLHoQlWmGj/4EgvfxelxtfO3lWj8bAzZMbHFmQmJ8VHREcHG531MQGuqeFeuYmhNaXZ/zPyoGP6pLL89M0D/dDoMDTybtHsaXOa626c+vXq0QPQ89vQ82uf7x17fHrPl/tHnl/8AXp46tPtI2tmVf95fM/T0/uhB2egG0d/W93VnhU5KzPy9NpF0KMr0M3T0PHvH3+75nz/zP0zinbUxR9oSj3TXfZ62+wvB1ZCf2wbOfLdjtmtx7fvhD5C0MtR6OUI9HT4470Xzy7du3X4/MUfjlz8/sj1Ayeu/XDy+v6THy49hid+n0LQjTfQ/U/QG2jkxovnp+5c3X/i6oFTT0/ceH72zrMzt95ffQi9/AI9ef/oxBXoxQd4GPjhq68Pnv+ydtNA/fSh+ta9s3t2zlp0oHftjvnLfl2/6/Tun6Fn77/cfvz7hu2tuSVtWUVz8sr6qup2zlswNb84yNnF184+OTQ0LyEhxMNDweFoxSI+7P8jzpjW9Pvhg1u2bVw9uGrZqr75S+Z39sxdsHzR9JmtixYvbGpqWbqkr3t+z8o1Axu3b9++55tNsF969ZYNa/ZuGti+Ysnazmk9NXkd2eGbGgq+nVpysLn8dHv19a7GWwsmP+6f8WJo7ufv++Hd9sObP/80OPrTEHRkD3Tx5+GLhwpCvSLcHb0cHZxsHdUqG6lExWUL+GwOXAX/DwVYJICz6AU8Pt9UccBlcwD9gvgrMP0LmpC4bA4oAYaVYZFILpNoFHKdUuqkUXgZVF46iZuU4a/iB6r5YRp+pF4Ua5AmwPSrSnVSpzop05wVmW7qXE89cDsDw3NpoFOhr12upz7bXZvtrs0yajJcVWkusgQ7bqZR1lOddmBp+8/LO3bNa5qWFukvoEsRCAOZqKXQ+RiCiiXxdvJxd/KX8pU2UqWTUOzPlfqTeREMaYLEJoAnd+eIg+Q2VUGxnYnFSzNrlmfWd0QVT/BNzTZGhGnconTGeJVbnMIpWeua5eyd5eWba/TMt3Gc7hKwJ7rgWnHzs7qu62XTf8qdsDGxcF/FtC15k9akjl+eVN4bX9Idkzs3OrszLrslPKUuMHZSVEq5b6QvW6ZHUpzIXCOJF0IRhZKEwUypJ0ukIzOkJIqIRGL9D+LeA6jJtG/7jgiB9N57r4SQhNB7B+m9996bSLH3DqJIU0EQFey9rauuZV1de29r17Wtda27+ebi3DvD7X2/87zPN/PNl7kmc5ENWWRIzut3Hsf/OGzGCjDwBGe76Ulhy7Kj1hcn7q1OPVafdXoUAJvjr35bPunZ6rlv1rcA/zOIv7q1tOl664RLi2rPzC09OCl75+S8gfrM8jAXHQtDsYaRkFYkJGok+R+iXxwSjxmRKzE2aCoSawZggL5MFJ6GwpGsUeb2IyqRxGayxGKxSqWy1zrYafQCvoRGZTEZXBqVRSRQgfwLeoCgmMARaCTgKWQS/T+VXjAVDIZ4v+sBHh2L9X8CYHNGNGBms/9o9Jpl3oc1L1tg3xY8GSw0LBYHtC2AXg+BQCQWS5VKtUajlckUIEQGkiX/HYDNM8BmTXg0/UK/AQxuNOia177RP8noLWYcDodGIdA21jikNQWFYGNRSjrZKGB7SoXj7FSJRkOai1Ouh2uxn3eZv2+pr3tlgEtVgLHaz6Hax1Dtra/xNFR66MvdjcXujgVerikeTiEOWnedxsVR5+zs6OjsZDQ4muVfndbBzlZnq9KqlXZioYzPFTHpHCoZSngG89tQgNmIcd2c9U3EU/AoHMLSxgo2BrIWjrGkYQkiJstOInXXG0I8PFJDghL9vSM93AKdHLz1OletxtFWbVCpVRKZQiKViCCFmcMWsph8FlPIZkBNwCwqk0qmAQCmkqFaQSqVTiRRoCxGNAaFw2OJJBQOOkegkAwSScJg2AsE7gp5lIMh39e7OjhwfIBPvZ9Xg49rg5dzg4exyctpoq/TJD/nyf7OUwOcZoa4tET7dqWF9mZFrs2P3VGV/tPkwpNTSy7Pr76zpPH+sobH7U2vVkz5MDDr4+Ccrxsg7v26eSE4vmxaYMbgD+tnm7n3j/6pL/smv+idBLt9+7dr126cOHFyYGBw4cLFa9eu37hpC+De6zduQZLvX1C/7jeT6d3nzy/fvH33/tO795/+eP3+92evjp84tWXrzuMnTp05e/HosZNbt+06d/7y/QdPbtz8bWh488pV/Y+fvXz19t2f376Nb25OysgIi4lJzsxMzsjOyi+KS05PzcpLy86Pik9OSs9NzsiLTcqomTDpzr3HHz99u/Pbg1u37+3ec2DW7PnNE6c2T5zK5gj4AgmBSMXiSFKZii+Q2Gp03v5BIZGRLr5eGYV58Rmpc1oXHTp1IjwxITYzPbO0ODYzPSwpaVxycmhSUkhiYmhSckRyanh8on9YRG5R6bio2My8wtSs3N37D7x+/+GXM2dfvnn9+euXK9eu3rx58+HDh6GhwXKF2MlBHRbomhLlnxLusaFzzrcHv769sP+vywe+/rr928kNfx9b99eh/k97u95ubX23tfXjzmWftra+27Dgxdo5D3qn3+yecqG9+eTihp8W1G+fUrK+IW91Tcaq6oye8vS2wgSQ4bysIGFZQcLS/Pi2vLjWnJiW7OiF2VELs6MW58YsyotZnB+7OD92YUHsosK4RYVxLQVxS4ri2grjzOjbXpK4vDRpeWlSR1lyZ3mK+eiuTFtZk9lbl9tRnt5ZlddZV9ReV7qkprwpOz3S1UlOJVPhcAYKycXjfAz6G6dPXjn5U11+xtSa4sWTatum1i1srp7bVL1g4vhpdRW1RXn1pYVV+bl5yfF+Rr2dkB3l6Vqbk7p1ZcfJXVtO7dt+fOemwWWLFk9seHD+13tnT506sPfozm3XT57smjdv8dSpBUlJEV6+Ia4e3g6OPgZDlI9nXIB3TX5mU3nhjIa62pL8UG/PiRNq21sXpSbGkYkkOByOQqGsrOEoNBay8I1cTY4da2VhYWlhYWlGXKVSrdc76HQGgUAEPNJIJNrGBonB4IhEMtgOBO5TJpMNrsjNSQkgDhrcj8yXEig0KjQFPJIFzWLzWWw+sHBQiSQBi8WnU6Vspl4u/vnHfU01VYixY20sx6JtEDZw6zEwGAoBBeiNgcEUEnFJXl5+Vnp6fExUkK+3k37+lMZZTfW2Qq6ETbMV84y28uhQf6OdwtPFEB7oHRnsm5EYHRXi5+NsKM1Jn9FQlxw1ztvFUJSb3lhXlRQbqZHL6UQiDgH9OlBW1khLOBoOx9hY0YExW8wdX1GUlxi9eEpDy+QJlVnJxUnRaeGBbiqxp1Yhp+EFRBQTYUGwgBFg0MgQ1QpGsYSJCUgsDMZCwAR4OA0Oc1TwI31d06OCmyqL505paJk7vbezrbm+RikRwC1gNtZjAQAD+ff/RgQGAAykWgCKwGNsTsMC5lIgxkKCKYtFo9GAugt6fcEkMFBlAdzicDgAwObZXfP4rtk7DZ4wGoDB/x0Oh4N5XaDlguxooDZjsVggJiORSAwGUk5BFjQGg0Eikd8BMDBCm+/Bi4+8MgZEN4EyJAaDBYwGIGAcMLBgBH35IyZ8oAbLJEqlRKWWqFVStUKmlsmVcrVKpJDIbaVSKVur4LmoRVPLcjuaK/d3z9i6uLa9MTcjyOhrL/E2atVSKYfFJ1OYRAqbSGSOhGBBFSwUPJqCxxBGLNDmqwfzMJX5EbBam9dvswsavDuAhxkkZoFvMa/u4KXAlwD7zfYw4GcGAAwaoUAkGGBpMplKIlHweKJ5Bvi75Of/LwAYlAn/l1QtJB4AMAqJs7FGW1kiLC3hlpZwBAIatwdWeUtLqFcVBoNhLcc6MelpLF4Ly3ar1PVyZFa/s2+Rna3YegzDypIKR9AtsJSxOAwcyvkcA0fAIIs8qESCPrhgMAsYzIJApEplKp3eSWNnkMhtBWKFQKwSyzRSlb3cVq9U6mQyO7Xa4OTk5eUV5Obmp9O5qNUGPl/u7Ozt7x/G58th/yS7W48di8JgKC4uPrm5pXl5ZYFBYTK5LZ5AhVujbRCYkRYlpLXNPwcgYUvos8rGaqyNFcyKiiFGB4SEefjqRdI4/4AoX9/kiLCclMRgP4+QQK+ioqyM1JiynKSagpTGyvya4qxJ9RWFOWkNteWf3r00/f3p4c1LdSVZn5/fNb2+d3jTije3TppeXTP9ccn0+KTpxdlHpzf9fma76fO9HR1TbhwYMD05Z7p36u9rP329cODvSwdMV340nd3z+cSWbz9ve7Wn97f1rVdXzTqzbMKxecUn5uSdXVT4bHCq6df1pqODf53ccXzl0r5pU6CYq1dfTC8/fbz38v2t3z/def7h+pPX5+9+vPbU9Pjjt5uvvl1/+eXq87dnH0AK8N0PHy79fn7r8Ycnrj/65ebzc/e+3n1jevLnu6uPX57/7a97f3y8+eTxL1c+3XhsevXp2ekre7pW7+3uX1o1YXpcxsKU/Jbs0r2LOn7uHT7YNbBhwfIT67dDkPz4j7VzWydl5ZdHxM0vqeyfPivT1z8vOtZLp/MxGOKCg7Pi4sJ9fORstpBOo+OxTCpp8fw5x44f3rx1w5qhge7V3a3dbQvaFy5btXxB68K+/t4lS5auXzu0um9w46Zta4c3bNqxbc3agb7e7h3DA7vWrBxcPHtgVtOkpID56YE9hdGrcyM2FcRcmVt3e0H9o2WTnvZMe7ehxfRjP+QVP7nRdHTIdGT938c3fzixxXT316aMGHeF0KhUOto7SEVK6AqVwYXSw6k0LoXKodE4kKLL5bIh8/NokzOHxQbDwCKBUCISg9lgHocrForAl0KhUCoRKSRipZCnEfEc5QJPW5GfRhCsEYXaiSLshFH24lidNG6EfpMcFMlGebqLOsfTPt/HkO9jyPPWgyPXS5flbpfuok53UWe42qa7qFMcFYkGcYqrtDLSdWh2zbqZ1R21udPSIz2ZBA4MprC2kiORcgxRQ+O5ynTe9h72Er0Qz5aORTpb45OZ8iy6okLqWK5wjWHICvSey7MqBoualofmbUqasDN9UotnxkTHmHS+Y77Ks9Tet1rvV2XvXaP3bnL2n+oZPMczZJHeZ61b5L3siX8Uz/xQs/BEZP6B6Pytsfl7M8evjyntCcroCkjrDknrGpfaGZHeFZvRnZC7ODKlNS5jcmB0FEfhhqT4ELm+BE4wjhuE43qTuM5ktgpP4aEwTBsbBtzChcss8nNdlB69Mjd+c3nyD3VpxxqyTk3OOzOj5PSMkrOzy0EC1rWWepD//GJg/ss1C56tnnu/ayqg38sLa8/MKf91ftWW8elDjbmLiuL9lCyqDYyCtsKjbPBoDB5FwKMg+sUj8DgkFLqLRaIYSBwHiecgoQ4kFnKkDRiBpYxEQxNsUFgbJBGLY1JpQr5AJpMpFAq9wcnB6KJQarg8EZsjIFMYODyZQmXi8GQsjoTDkwlEKp5AAedgBhg0/QK4BfQLZGHQ7vtdD/Dopt/R56MngUefA6Y135udz6MZ2GxHAv8VVDCwWBweT8Dl8lksDhh5EwhE5iBo0CEC9RHgKWYF2Gx7Bj3AWAzxuxRokBCBw0FtwGYjtDn+CiyFZml6ZEnFkfE4LAKOsbIgI6x4eJSaQXIVc4NspdEGdbqbvsjHtdTXvczPo9Lfs8LHvcTTWOVrqPLRQYeXfaWnttLTvtxDV+JpyHN3SHNziDbq/OxtXe3tnB10jo6OBgdHg87RaO/ooDXqNQZ7tU6jsFPLbFVSNZ8l4DJ4LCqbSWExyEw6iUHBUwnQjwMFX5MI0DkwpWMg7ddqpD1kDAmBlLI5RrWtj9EpxMMryt8/NsA/1M3ZQ2vnrFG72tu56u0NIz4BmUQql8qkUrlAIGIzeUw6h8MUCLgSDp1LJ9FoRCqTAinAAIAhqRyqEqfiyRQsmYynUgk0GppIhCNRJAKRQSLxKFQFg+khkcc7ORX7+tUGBTYE+TUE+DT6ejT5uDb5OE/0c50S6DY12G1KgNPMca6LY/0gAM6JWlsYv7s26+iUolMzIA/Fb8uaH3Q0Pema9Lpv+p9r53xaD+m9nzbM+7Jpwbcti75tWfRl0wIgAv85NOfd2plv1kz/o38qoN9nK5uf9jTCTP+6PX78dNeuPdu37/zx0JHjJ07evHXn6e/PX7x+8+j3Zw+f/v7i9Ztnr1/fe/Lk0eNnX76agGX6y1fT5y//2Kf/NpkuXLz65OmLJ09fHD12cuOmbZcuX3//6es3k+noL7/4BAVl5ucXlpfnFBWFRcel5+RHJ6QkpmWlZuVFxiUlpuWkZhVExCanZObu3LXvr79Np06fO/3r2YE161f1rm5qnrKqd7W9zsjh8kViuQ0ChULjLcZaYbBEGovNk4jc/H1ikxNT87K9QwL7htZ29PUGRUeNi4+LSEkKjosLjIkJT04OS0kJS0yOSc/0C48IjYsPT0xKzs6NSEgKj4mfNGPGpWvX7z9+8vPpX6F55q9fTpw48fTp08HBAblM5O3tbDTIg3yMPkZ5SXLIo7P7TB/vv/x508dTWz6dWP/pcP/HAz1/7m5/v73tw/a2P3csfT1spt/JF5dP/KVlwpH54w/MqdkypXTthNyVVend5SntJcmt+TEtedFQee8I+rblxS3JjV2SG9uaEwOhb070wtxoAMAtBXGLi+JbihNaihOWFEF677LiBDP3Li9P7qhI6ahIWVqS0F6Z0l2XuaI+u7sus7MmvaM6raMms6M2v7O+rKOxckFVcXVSXKS7s1EqlbPZAgpFQKOSkTZCGql97vQXv12dWV/eWJQxZ3zxwqaKmbXFTWXZzWX544uyyrLTK/OyCtNSitJTg1wcNXxOmKtjaXL8jKqSxc3jB9rmP7ly5u7ZE3MnVK1tX3x48/CONb39S1uHezqXTJvWMm1qWUZGsIu7vVDCIZBENJpBItQK2CHujjEBXqlRYflpiX4uTg21lR1tLRkpiWQiacyYMZBj1sYag8Vb/StRZuxYqzFjxoJeTRKJwmZzjUYnJycXe3s9l8sH/mdwGY3DEchkKtgOZI84mRkMFpPJBoG01JGhYqB00WgMGo02wkI4MpVCZzKg+kSegMMVQgw8kjvNpDDEXD6bRFbwuEwcZuPAqqHVqzA2ltZjYShrOMIGbgEbYzUWDre0xqJxY2CwmIjIiqKiuLDQEB9PP2fH4oyUdSs602MiZFyGmEX1dTPWV5eGBnh5uhicDRoPZ31sWGCwj5tBJU0ID26qLM1NiXc1aEIDvHLSk1Pio531eimfzyBRwBgwHonGIRBYBJzHpNGIWBGXXlee31Ccs2lF+9HtG7b2dva1zN2yqmPp9OaWyRMq0hNSQnz9DbbuaomrUuQg5mg4VBWd4CRmlSZGTCrOWjyxpm1Kw4oFM97cv/nn7/c+PHt4cOemuVOapjePz0pN5DIoY2GwMTCYFZRs9V9u/2l+Bo9YWlqCaGVQNQTSqgDHAh0YvBYSiSQSiXQ6ncPhMBgMCoVizsEy50gD7RdwKXHkBgAYWJqBjZlIJIJvBE8Aec4AtkEOFjSHM2JXBiIwAoHA4XDfRUYjQPiSuSLpXwAMh8OBldrKygrwM/Byg0ngf8Vco0FnDxh9oVLpI9PNkIV+dBa0YCQOGpiixUKJTPiPBVopUcmlKolUKVYqJRqVUquWyAUKKU8vF3rbqeK8nYJ1Qn8tJ8hB6qriumvlge6udgoVjwm5j8gkBolIJxIg/ZwIrXUYIgEHANhMrcA/9l8vIwADY7GQjg52bWk0BpVKN5vQzNccZosXiQR1BoIlH6SDmC8LANOC7ScQfwXoF1zKAOnY3Jz0f0m83z3tf6UAj/Y/gx/yn1f7bwBsZQXtqIwdawV2Z6ysrAAAwy3GMFA2ESJxFY67wd7/TGLhD5mFWVo1GQajwMeSLK2pFhiiBQZphba0QsCsbGBwuOXIhp2NDRL4Viwt4XgChS+QGBxcdHonlUY/MgYMMbBAqhZI1UqlTiRSCQQKhcJeq3XSaiFNWKnUsVgiCoXj5zcuNDRGpdLTaDwsliqXa/39w9LT84uLq2NjU3V6JyaLj8NTbBBYHJ6MwRJRaCwCiQYKsBmAx8CsrGBwS5glj8qKDggJcfWyF4jTwsJjAwL8nB2DvT1C/D3j48PH11dMmFBenpdalBE3raFyztSGKU11JYU5F8+d+vj+j0/vXvZ1LO5bNvfxlRNXj243/XHj24NfL+/t+3zz8NtLe95d3nv1QN+7y/t/P7V9WX3God7ZD4+s/3Rhv+nRadPv50x3j5vO7nj9Q+/DTUvurJlzQz4cCQAAIABJREFUqXvSueXNV1ZMuz0w9/bqGTe6G6911N7rbTQd6vp8YIXp5Oan+4YXlRS8uXTd9PQtpAA/+9P09IPp+SfT0z9N916b7r01Pf38/JfbF7cdu33g7N+3X5t+e//s13sPjt94fOrOg1M3/7j29Mv9t6bfP//9+P3LC/cenbz6+tJ90/1XF3f++Onag/eXb+9Z3rt21sLWyvopKdmLsgqX5ZdPj8tYVlzTU93cUdm0rGriibXbTI/+eHjyQm1S5szSyiUNE7ODx/nYqkOMDqHu7lqpxKhWBbi4RPn7+zs78yhkyojXkcugdrW3Hfxx38bNQ/1D/e29HS1dS+YvW7B8ZXtnd8fGjRsHB9bu3L5r4/CWbVt3DW3avGXH9r6+VQOrug9uHd62cvny5pqexvKWgpj+mtTB8oShopitRTF3Whqvz61+snzKi95Zn7a3m35aazq5wXQCEoFNR9Z//nHtm8NDpru/zi1KVRCRtjyuRq5m0XkMOlfAg/yKfCabT6ND5Xk0KnBBmz3PAH2FfAFgXYlILJNIpWIJiMj653pXLBGLxXIZlFIg47ElTKqaQ3WWcfw0glCtZJxWHKkVReskowE4zVmV5W4H6DfXS5ftoc3xtM/10qW7qLPc7fK89YCKs9zt0pxVyUZpaajTtKzwrvrcuXlxdVG+8fZyWxsLLQblxeU50tieQlmU0TPc6Oso0CjIIj1Z5GVDyWZKZ9p7N4scZ2t9ZzkElciMS2JzBnJr+1MqFjpGd7okrg8q6nBPne4QUSJyrdf4NGh9m/V+Ex18pxj9ZzsHtjgHdxqD1hlCj/tn/ZE/41nW5MvxVZvc4jYEpGyKydsQW7wqJKvdO7HDN3FFUMqq0JRVYSm9kWn9cdkdEcndcZkLguKyBHYRBG48Qx7DkIWRhAF4riuGrsfTbIk0PhqaLOPBLWK06qbwoK6sxMGCxB2VaQcnZPzUnHl6Wt6Z2SUgAevywtprLfW3lzU/7Jn+bPXcp72zn/bOftA97WZb45VFdZcW1JybU3FiRvHR6WVbG/M6ypLzAx0kJCso6gwPuVRGhF8CHgElPxNsMHgkGoNC45FIJgqiXw4Sz0RAXmiaDYZsgybZoIkINA6BwiKhmgAahcrj8WQymVqtttcZHZ3c7HVGqUwlEEppdDaRRGMwuQQilUSmU6hMMoWBJ1DQGAIGS8QTKCDpyiznkggQVoFjdA4WYFpgbx7NveZzM0UDK7W5N9hsbAYXbGAr1ky8o9c1sD8Lng+WXaAAczg8FosDma1GaheUSrVSqRaJJGAG2KwA47AkIG5DC+hI6+9oADaHYwEz9ncADFZV8waxWRbGojFkHBoPtyRajuFgERoWxUPCDdVI4xyU6U52+R6Gch/nch/nCi8n6PBwLHG1L3fXVLorKzxsKzxsyz1ty720pd72Rd4O2V7GBBddiN7Ww07torVzMuj1egetnUGnddBrDDpbvVZlr1HYQQ4ykUImlHPoXBaVDdCXTmLQiPR/AHjknwnarfBYAhqJQY7IvwjYWBwcwSGRtVKZj9EpzNs3OiAoNigoxMPDy+gAqb5qpdFeY9Db22nUcrlUJBGLJFClKJfLZ9JZkMGEyROwhQwynUqgfA/AVDoU38Nik5lMLJmMo1BIbBaWRoWj0QgkGouGQsg5BJItk+2v0mR6eFaHhE4ICWkM9m8O9G3y82z0dWv0c5kc4Do1yH1yoMuscR6LYgPaU0J7sqLWFifsqc85Oq30l1kVlxfX3Wmf+KCz+feVU98MzPqwfu6H9XPfrZ35ft0s4HkG2u+fQ3Per5tlBmDgfH7ZN/nZyuYn3Q2wD+/+/Pzxy4tnL79+/vb27fu7d+8DuH3x+s3Wnbvqm5ozcnJjk5NDIiPDY2PTcnImT5kxY+bcjZu2PXn64tUf7/bt/3H3ngOfv/z9+s2HU6fPge+9fef+pctQgNbHr3+/+fDnwaNHI+LiYpKSEtPTS6urU7NyI+MSo+KTo+KTE1IzQyJixkUlxCSm+4dEBo6LLCgsfvDo4YOHj48ePza4dv2qvt6Zs+asHuivn9AolkoMDo4CkRCKR6JRSWQqhUaFIxF0LpvJ5WBIBJ5EFBwRtu/QoYzCAp/QkIikxLCExIDIqNC4+LCkpOCYOP/IaK/QsKjUdO9x4cm5+f4RkUGR0UFhkTPmLvhmMv3409Hbv9359u3bty9fjxw6fPnipeysDL1Bo9PJPVzsPJ3kRil1WlnihyuHTbePfTy15c9ja9/u73m9c9m7HW3vt7e93bLo5fD8p4OzHvbNuNUz5XJH8+kljccX1f8wt3bXrOrNU0oH6nO7y9KWFSctLYhtzY1akhcNGaGzo1tzYlpzYpbkxgJTdGt+3JKCeEC/kOpbnNBakrikNGlJaVJbMaT3dv5L7+2oSOmsTO2qSuuoTlteldpRm945PrOrPqt9fEZbTWprVXJrZVpnU+Xi6uLJ+RlFsRFhLkatUCBlc6BWSi5PymWTUDY8Km6cj/OT62fWdcyvzY6dN6G4ZVL1jJqiqpzE8ozE8qykkszUitzMzLiYrPjYYFcnvUToaauI9fHIjgidWJx7bPv6V7cuPLt2pmvOpM45U/qXzJ/bWDOxvGhqbXlZRuqE4qJZE+pTIiK4RKKQSq3Izd64sru5rDA5LDAuyCc5IrQ8LzPIw60oN7NzaWtORiqNQrWwsICABIPGE0jQDNvIQJ3ZAo3B4LhcvlKpdnV1d3JysbW1Y7E4I21BKCBAgVJTzkjgM6h1ATMJZDIVzIqAq/N/3VNHfLYQALM4bIFQLBLLBUIptBvK4lMoNCaFIWRzmQSiWiggwC3nTW3+9fghHpNsOQaGtLaAJGBra/ATYjC4MTALhVienZqen5aZFBmVEBqaGBYK0sUcbVVcMjHQ0625viY1IcbH08VOLXN10gf6eAR5ufs6OwZ5uKVEhhdnpIX4urs42I0L9E1Pigv199fb2nLpTDAGTMLgSBgMAY0Qcph0Eo5FxWenxKxuW7C+o2Vjz9J96/uGu5Yc37nx8JZ1P2wYOLZjw9bejv4l8/pa5nTNnbpoYt3C5tqOmZNWzZ/y/u5l05c/3t+/cv/c8YG2uddPHTG9f/H45uWDOzfNntRQlp/p4+6MsoFyrqws/9cAPHbsWJB9BXRUwJ9YLBZgKhjKtbS0tLGxwePxNBqNw+GYRWBz8BXQZgH6fgfAwLcMXtasDAP6NUMyCoUCkAzuAQCbg6nBBPJorRgAMAjfAvgNvNNAPQbzwN8BMPBCj9iqMYCsgA0Y1OrS6SDki2t2QQuFYqADC3h8qKWEL5YJJHKBXCaUi0UKgVjBkciEaluZvVaikqlt5e4OOr1EHOBokHHIVIwlFQOnYRFKIc/DwaiSyHhMLrTFS6JDsRYE0r8M5NAvefQA8Oi9arBam5nWrABjMNA7AMQ2AtnWTLnmHe7/CsBm7zcgYTBJi8HgwDi0+aXMYrIZm8068Hd8+z9++f8OgAH9mhnYXIP0nxZoGxukedMERL5ZWlqMGQuTYrGeMNhKQ9CJ9LK9hRUxSinJAkZGWJEQSIolljQWi4Jj4NYoC2ukhQ00dgua2EBhGxxug8ESqTSWxs6gNzhr9U4Ktb1YppHI7cQKO6HMVqNxkkq1AoFKLNYoFHqFQq9UGtRqIx7PhMPx/v4RBQVVaWkF8fGZYWEJqan5BQUVJSU1mZmFPj4hEqmKRucQSXQcnvIdANsgUAgkdLVhDYcioG3GIqxgViqhLMI3MMDRzShTjvPwKM/Ojgr012uUnm4OgYGecfHh2dnJ1SU58WEBWcnRU5rqGsZXrVrZBZUS/vXp8b2bGfFhT26evXFy787e+R9uH3txfterc7veX/rh9g+DN/atubB95Z9XDmf72GZ5qx8cGvpy6Ye/r/xguvKD6fJ+08Wdf58cerGz/Wb/tOsrmi4ur7uwvOFG34xHG1qfDC++2z/jZk/D+ZbiK+2VLzbO+3pkjenikTWNNafXDZlevH9z9f6H355//O3F+xtP3lx+8OLcnQdHL13ZfeLM5sNPfr7x9c7rL7+9/nz3nemV6d2tV8e3Hvlp0493T916d+vFx7uv/3ry/q9H777cffnt7ivTsz9/GdppevT6h87+trIJS8rqZmYWzsksnJGUubZx8uGl3b/0DF7buHvLrJbOquaBKfPObt7X0TijLjV7VnVttKe3QSpx1igjAry9nR1tJSJ7hcxJY+uu1zmolFQ0CmdlSUTaiHnswdWrtu/YvHptX09/z8Lli+ctXbC4fVF799LOzuXrBteu61+7Y/POjUNbt2zesW37zq3bt/X19gwPrDyydWiodd68oszWkvSlBZG95TFry+L21mcca8x71jnjQWvTx7UtH4ZbTPtWQNw7YoE2HV3314+Dnw4MfPl5q+nq0WVVOXwrmIxGk3L4ZAKdwxaKBFIxTyTi8AQsFo/B4DIZXCYL5Fr9U3n/r8YjIR/KhRZDyQRSGeRyFEtEYgVkSgHZBDKlQqaSSWU8toBKFFOwOj7VW8UNsROP04qj7MUxemm8QZ5oVKY6qVOdIHU320ML0BfUHWV7aPO89ZlumjxvfXGAU5G/I1CDc710hX7G+nj/+cVJzSnjmpLCCgPcHIhoDcraj8+PttMnO3vl+4fn+IaHaFx0VLGayPOkiOKx7CkSY7s+cL7EdYVb5GBEdktwwrrC8dN9YxYFJvUEZCywC5mvCZ3vEFkudStXuY9XedXI3SpULrU6j4nOAXNdgzscQ1Zrg/c6xT9IbX5XuuBR4ay9ofkbw/P7I3MHk8pWRed3jstsD07rHpfRF5nVG57WE5LYHZywOjytMzBuZWT60sCEcrFDOkWex7HP4moTubahNLEDkmyHJmmpDAEKwxgzRoG0KfLymB8f2ZedNFSQsLsm/XBT1uHJGb/MzD03t+zi/Oqri8ffWNIAXb53T3vaO/vZ6rm/9815vHLmnfaJlxfWnp9beX5u5ZlZZcenlexuLNgxtXJyYrATl0DDjMHjbZBoBAKDxaCJOCSBYI0nWuOI1igiAolHI0goBBuN4yLwUPKzDZZujaFao0ebnwkYLB6LI+IJTCZTKpXa2WsNDs7uHj7OLh5aewelyo7DFY40aQmIJBqVxqIzOFQaC4jAeAIFypoYCbsys+5oEgbn5hAsM+v+1xPwCqODowEzA6AFl2oUCu07AB5NnmBFA/YiMplKozFAApZIJBGJJHK5EgwAazRaOzt7pVLN4wmgFyTSzDnPYLzZDMDmNCyzLxqLIYJF0LxcmpdUsKcMFjWzHwqHgsoISVYWLISVmkb0kvHDtdI4vSLFQZ7loCxy1ZS6aUpc1CXOmnI3+0oPfaWbXbmzosJVWuGmKPdQlnnZlvhoi/x0+QGOyV76cCdbH3ulu53GTW9wNkCZz/9JvzKhXMKXirhiNo3DIDOpBBqEm3gqBU8l4ygEHBmLxgEXNzS6jEDDLa2B+Zlgg2KTyLYisYfOEOruHunjEz5iQHI3ODjpdA52dno7qJxCrbGVKeQCiZgvFrH5PAYLKgYfGZpgc+hsFpUJ5F86icamsYACTKFApSqQAkyjY8lkGywWQSTgmQwsnWaNx1nY2CAwWDKRwiJShCSqjs2LsNfn+/hV+AfU+fvW+3nX+7jVejrWeBrGexkafB2bA1xmhnktjAtqSwrtyAgfKErYOT738JTin2eVn19Uc3NZ093Opqcrp75eM+vdujlv185+s3bG23UzPwzP+XPD3I8b5/25Ye6H4Tnvh2Z/GJ7zbv2s14PTXw1MfTUw9cXqyc96Jz5d2QT7+OHT5YtXVvf279m1d//+H+bOnb95y7aDPx6+dffeyV/P7Nizd3BoeFl398z58yfNmDFl1qzK2vrUtKz6Cc0Hf/zpt7sPh4Y396zoe/f+05mzF6uqx69c1f/23cd79x9v3bbry1fTq7cfrt++8/jFi0PHjy9fsSI1OzsiLi4+JT0qPikxLcsMwD6BYf4hkS6e/q5efkZH54HBNa/fvjl7/tyLVy+vXLt67sL5/T8cuHbjenpmRnBoSGx8XFJKclJKckxcbHxiQnh0VEJKsrO7m0yl1DsadU7GSTNmrFqzJiQyMjAyIiA80i88AjBwUHSsR1CIa3BIQGycV3iEX0TUuMRE37BwFx+/cVGxew788PzFq127dj148ODLp8/Hjx7bt2v3zh3bpAqhnU4m5JMd7UWOSqargjIwp/rvWz99Ob/z08nh9z+uerOr/c3Otvc7l/yxcf6j/qkPeqffWTH1SufEs20NP7c0HJ5Xt3dWzbbpFRsml66uy15emtJWGNeWH9OSE74kL7K9KHZxVtTirKh/MHgEfdsKEyCDdEFca2F8a0liW1ny0vKUpeUpbWXJy0ohn3N3eUpPRWp3ZVpXVVp3dXpXbUZnXUbX+MzltelLa9OWjk9f3pC1vCmnozm3vSl/XkVueUJUlJujl0apl4hlHDafyRZwuDwWFJFOx2NUQpaERdi3YdVP21bX5ca2TKrsmtO4oLmiOjepND2uLDOxNCutIjczKz42OtA/wMnBQ2trz+N42ioyxgX1t8z7+8X9z09uPr/+6/rl81e3zt6+umtKdVGsv0ddYXZDaX5TWfGcxoa0qCiNUDjOy2vPxmHTpw9XThzpbVu4pmNJ66xp86Y2J0eG56Qnr+hYVlqYJxIIwTUoAoXE4ggwmAUQZ4Ceg8Hg6HSmXK50cHB0cXEzGIwymYJOZ5rTZXE4Amsk3hnYYED2PUACYOAEtelgc3EEickjc6R4Kp3G5fOkMpVcYSuRKgVCKYPOwWFJZByJTaWziBRbkZiBweSlJty+csbdWTsWBkOhxlpZwtBopJU13NoGibDBUClMPJbk6+HTUFNfnJWbOC480s8vxM21qbJ8nLenkElz0dmlJcYmxkX6ebvp7JTuLg7ebk7hwf4pUREBbi7+jsacxPiEyBBPF0NYkF9+VlpidLSLwSBkc7E2SKQlnIDCUHA4IgbJZ9FZVCKVgPJ3c7j68+FjOzb0Lp59fOfG/UOrj2xdv39o9d51vXvWrtq1ZsXOgZ6NPUu7501rmVzfM3/6tt72rhkN23oWv7r2693Th1/ePL9rTXfrlAn3Lp06f/TgmWMHly+aGx8VKhfxEPAxNpZjxlrAxo7cRkvAwBsMHv+v94BvAUmCGVow9IvH44EsDFqRsFgshULhcKCqSSaTCSaBzSosEok0e5IBPwN19zsAJpPJ5vgr0sgNzPECERhQKwIBRROavxGNRpNIEDRisVCL4uiBXjC9DFK4gMwLPNJAATbLv4B+//UENGA/gFhYLB4UC42YuzkcDo8/0gYsFEK7p5AOzOUJuTwJTyTli2V8mVQgEwnlPLGcp1AJ7LRirZankCts1S5GBzedPtjTy93NRSjks6A/a7ZWbevsYBSy+TQChU6k0ohUCp4MmdDweBxh5MATwV87GFsCy/Z3u+bfrehQhcZIhLX5TWFe2s0ADC47wHsHXHaY97wB/ZrfgODL0a3I3+H06Dbg/5F4v3vC/wqAgSxvxnLzFj4IwUKj8ACAbayhuQmQmGVjg4TD4QB9gQIMsxhjRcbRcXhPGKbLM2qFd2SpRCWDj6GgLKhYFAWNoVkTyNZQLxoCiYWjsHA02nJETB5h6X/M1XBryLLE40tUanuNvVGu0kL+Z4VWqrIXyTVqtVEmsxeLNRKJHTgUCr2dnbOzs6+rq39iYnZGRlFaWkFNzcSmpplVVU01NU1VVQ35+eVhYXEaOwONzsFgSRgsyTwDbG2DBPT7TyUSCm8xBo62xqAsUQ5qe38XDy97o7fOwdPefuHUqVUFefZqua1SpFKLFWqRTq8K8fesKc2PDgtMjIusqS5f0dPR3FR/9/a1/bu2NFUX/Xb+6P51y19dO/zo1JafBmZ/ufnj15vHb+1fVxrqUjbONdlZzobBojQs062TphvHv57f/+rg2tvDLVdXT7/aN/n6yuYrXeOPTEv9aXrGiflFF5Y3/DY4/+nmpS+3Lvtjy+JrHbWn5+c9H5799WCf6c4v51Yu2zx9hunl+4t7j9w6fuHeqat3f7786NS1Z2du3T168cy2w2d3HNvRObS9e/j0zmOXf7p49fiV387ceXz50dmDZ/64/fKv55+/PHpvev7R9PovSDp+9ObTtUdH+jZ8vHi7Pjq5OTat2Dt4UlzarLScmSkZ7UXlm6fN7att+rG1p7du8qq6qT21kxvjs+eX1ZcnpHlo7LwMhohAPxdHbWJipL+3h71aYVAr7RUyrVQi53LISAQNg2aRCHqNau/ObZu3DPcN9nYN9CxoX7Rw+eIVAz0r+7p6ujv7V/Wu7VuzbXjbzi27d+/ct2/vwe3bt29aP7hv8/ChjYN9M5rn5aV1VmQtygxenhu4qzHz13mVV+bV/N4x/VnHtK/DS//a3mE6sAoC4F82mk4Mfzs08GVf35/7er8c3/T1zN71M2oFcJiYiOdS6CQsBYqooXJADhaXTufS6RwGHQCwkC8wHwIe3xz+DABYLpVJRGKpWKKUK5RyhVwqU6lUKqVcJZPK+RwhjSSmYPUCmp9GEKaTRehlsQZZvFGR7KROddFkummz3O0z3TTgAD5nMw8X+hnN9AseLAl0rovynZETPbcwKc/XscDfNUar5MFgOiw2WqNNd/VuiMtojM+O0bk7UIQOFKEzQ+qOYcVYEOaIHPqMIVsD047nTThY3LgiJW9uZNLMsMTFUZnDmbVdQemdIRldMXmFdh7ZaudKlUeJ1ClH5VTq7DPRP3xxcOxq34TtHkn3Myb/PaHz9/KFpzKbl3kmrkgs60gp68qqbosvXBKd0x6TtzKhqC8hf1VUxopxKStCk/ojMnqCEgciM3uCUxokbkU0TSlHn8fSZYr0kXy1I4ZmiybZ05gCBII31sKTzZwaFdGVkbIuL21LYfKBuqxDEzMPT00/MTv37LyyK4vqbrY1Avr9vW/O8/55v/fNebZ67qMVM24tbbowr+rs7HIAwMemFm+py+uvyUtztWNaw8iYsUQKFoaAj7VBodFkHIJEhOOJVlgiHElC2BDQNhQMkoXCcmxwLBssDY6mWqHM9Iu1QRIwWKgwDw/lYNDpdJFErNHaOTq5efsEeHr5AR1YJJbTGRwWm08gUilUJpXGIpHpQAqm0lgUKhPaDP13BjYTrzkBa3TCs5mQvzsxA/BoBoYU43/vATZ7l8D1G8BjcA42cwEkk0gUKpUOhF+JBDJ3y2QKpVKtVmvUao2trZ1KZQuCoM3R1kD+NVcfjaZfMwBDsVgjHQHm7WOzAQo88p8ATLGGM63HSgloVyErwl6R4KBK0cvS7MV5DrJiZ2W5i7rMSV7mpKxyt6vz0tV56aqc5VUu0ko3WbmHvMTLttBXm+tvnxVoDHVS+NjLXDVyV3s7DwcnNwc3Z4Ork95FZ6u3V+vslFpbuUYhVkr4UiFHxGcJWFQ2sD2TsGRwEDEkAhqKZTYvcNZWNmPHWFqPGYuysmaTyGqhyFPvEOLhFe7lFeru7mMwOKk1OrVGq7Gzt9fb2dkp1SqxXMaXirliIUckoHPZFAadxqCzmSwei82hMZhkOpvKZFIYLCqTQ2cz6SxgsWSyOHgyBUcio6AtGhyKQiawmEQ2C0unjcVgEQQSmcJgUhhsPFlKonkKpfF6xyJvnwpfn/H+3vV+XrU+rtVeDnXexgl+jo0BztPDvOfFBS6KD2xLGddXGLe1Nmtfc96xmaW/Lqi80jbhdkfDwxWTX62Z+XrNzFf909+tnwVwFwDwx43zwPFheM7bdTMB+r5YPRkcz/smwUxfTY/uPty/98DmjVuGhjZkZ+cmJCanpmXs2rf/wZOnX6HtX9PTV69uP3hw7d7dyzdvvnzz/s5vD8+dv3LjJlT/++Tpy0OHj794+fZvk6m7p6+jc+XjJy/evP24YmX/zVv3Xr39UD2+Pj03d9KMGRu3b1+1Zk1aTk58SnpGbkFSenZ4TEJ8SkZIRIyLp7+jm4/WwdXo6unk4lxcWnT0+E9Xrl3+2/TXl2+f//z04dezpz9//bRz9460jNTc/JyqmsryyrKauuqKqvKikuKSstLA4KCouFiDk6NfUGBg6Ljte/eW19YGjBvn6uUbGBEVFBkdGBEVEB7lFhDkHBjkEhLiER6u8/L2j4pyDwzyDAx29/EPDgs/d/7iwYOHTp745fTPJx/evbdry7ZrVy/XN9SGx4YYDMqM1LDl85tWLJiwsa354vau1yc3vD+29t3BlS92tD3fvPDFxnlPB2fcXdl8o7PpSnvjmda64wurD82r3juzYsuU0g0TSwYnFK6ozmovSYQ8zIVxrbkRrTnj2nIjR9A3djEk/8a15MW15se35Me3FiQsKUxcWpy8tCy1vSIdHEvLUpeVJvdUpK6oTFtRmdZTld5Tk7GiNrO7LrO7PqtzfObS2rQltalt9RlLG7Na69Nnlcc25UWm+Lv42as0bKaYShExmEI2hL4gBJLDoDPIeAWfwSFYlWZEHNuxenJpypz6gs7ZDa1Ta+uL0iuyEitzUkoyU0syUzPjYvycHV1t1Y4KqYiAC3TQ12alHVjf//rW+efXfnlx4/Rw58KueRMvHtmzY3BFQ0n2vIl1g51tLTOnTp9QmxwR5q7TxgQHbVzdO9TT2b1gdnNF0d4Ng5sHeruXLKwpKigvylvZ2T6+ukKrsUOj0VCzzlgLJAoDg1lYWyOQSLTZ2CyRyLRanZOTi9HoZGtrJxCIqFQ6yOUD6hNQfYHlcrToZP4gM3+SjnyEQYsBiUSgMxlCsUil1mrs9EqVnUSqZDK4KCQOh8RS8UQ2iarkC8R0uqfR/ualX9KTw+FjYUQicgwMAmAECkkgkklkulSiIhPoapltZnJ6UWZOamRsqKe3u53dOG/P6EB/BTQwwXRz1AcHeHt6OKtVUju1zNmgjQ4Lzk6MD/X29DHoY4IC0uI5EXdLAAAgAElEQVQjQ/w9w4P9UxNi4iIivF1dbWUKHoOFsrLGWCNIGAwWAaeT8FwGhUpAqYSsXw5s//zk9nDn4s0r2oY6Fm1dtWxbb/uewZ7NK9r2rVu5a6Br1cLpLZNqO2Y1Dy6dt6GrZUP7/EUTSvb2t98+efCP2xfvnz8xpaJg/6Y1D6+ev33p17lTmpz0tlwGBYu0hluNGQP7B4BBx+/oMOT/ir7gaRYWFtbW1iC62QyZYL4X5EuB10Gj0UQikc1mc0ZuDAaDRCKBcGY0Gv1/AmCg7gKVDYvFkkgkMpkM0BfAMIlEGh0EbSZw8Mo2IxXSQDIFPwwYJwaJVmASGAAwGPdFjtzMxAuHwwH/m13Q4O8TDMGCe8CTdDoTzAObx4D5IzPAfC5PxOObAVgmVAiFSp5YyVfZCe0NYp0DV6GSKG1VKlsvFw9PFw+eWG6Np2AodDZPbK91cHRwEbL5HDKDSSDTCCTKyAUN9HeOJ6KJRAyBiP1XjcRofP1u/QbvC4DHZuEabLoD//NoSB4t/5rd0fh/kTYgXiwWj0CgzL8EHI4AHBbmDXvzuw9MAgPL+Xd8+z9++b8F4NH0awZgEIIFKi7MM8AgsXnsiAV6DPRXD7OwgNq/LFA2RJWMKxSFM2VTtb5lLIUjDMaDw9gUFGkkcJtsjSfC8UhrLByJGYvCjEWjgAIMsqlHhoptrG3QCCQWT6ByeWKRVAV6gBlsEZMnobGFHI6MzZZyODIuV85kihkMEY+nkMt1cXEZhYXVhYXV6emFSUk5RUU1DQ3T8/IqiourMzML4+PTQ0Nj9AZnKo1tbYOxtoEkaGsbyPyMQKKRKIz5wKAJMJgl2hqDtcY62Rkc1VqjTB3s4p4dGzuhtDTM11urkgUFeUVFh/gGuOsNahIekRQbmRAbERMdXltTUVlZrlDIykoLSwuyzv38w5uHl4Y7Z146sPrEhsVXdy03vTj34cKPd/ZtilQJQ6UcEQyW46mvDHHf0zrt5pbeUyvn755ZvrExY9fkrJ/mFB6dmX2gOf7XBdkXWosuLau+1Nl0ZcW039YsfLGl/f3urpcb5z5Y3fzHxnnvd7abLhx8tWfDqtIS0+MX0CzuRyjM2fTmL6jg9x1U0vvXo3ffHn0wvfrr6+8fr/18+eC2Qxd/vvL66YdPL79Cz/lk+vbi86OL9347dfXeqWvPz9/5dOvp2wu/nd+yf/PcpZlO3gtzyqbEpS/KKZ2WkL68rKp3fOOhZT175i85snRVV2n9ktyqyXFZMzOKYwxu4Y7uYZ6e0WEhIaH+XgFu/qHenh4uKplYLRMrhXwJi8klkygopJjJ4FBILg66n348MDQ82DfY2zu0ur23o2dw5cD61f2Dq9YMrF6/ZnDr8ObdW3bv3/XDvj0/7Nm1f9OGjbs3bzy2e8fOlR0t1cWLCjOGJ5b3ViZtbkh7sr7lzfCSx13THy6d+KJrxh+r5nzevPTzjuX/zACfGP5z38o3W9tf7+h690P/l9M7f1mzTEfBSMlEPo3JpLDZLAGFyKCSaWwqRL9AAeaMFNsLeHxgQhHyBQIeVIkEWn8BACtkcmB+VimUKoVSLpUplUqZVCwR8MVshpBGktEJLnJuuJMqwqCIclDEGxWJTqpUF026mzbbQ5fjqU93Uac5q8CgL/A/53jaZ3toC/2M+T6GbA9tlrtdjqd9oZ+xNMilItS9ITG4PNwz0UkVqhQYSFg2BMD4VCe32oiE+qjUHPcQd4ZEg6Q6UwQeTKkXmlFCk/Z7hO+LyLpaOf3nsualQbHjPf3DRLLq4LD6kKiZoQlL4rP7i+o6iqpKxkWluHrl2LllqJwSDK5ZPoFV4dEzohJXh2XuCy98W9/+vLrtWHpTR3DGeM/o+qjMxpTiiWmlE6NzpkdmzYnJWZJY0JFYuCI+f01i4aa00vXxhf3hWZviS9dGFExX+VXRDTVMp3y6LpFlGyFQOxOYtliyHZUhQCA0WFyOq2t7Zub64rzNRVk7SlIP1kMAfHBy6tFZWb/OKbmyqO72suZ7nVMer5z5YmD+8/55j1fOfLRixr3OKdda6s/NqTgzq+zMrLKTUwsPNuevr8iqD/VwZuFpcBgeA0cRMBZo1BgouB4CYIIVjmyFJlvZkG1syBhrKhrJRmDY1limNQZUHwEABv5nIhZHJpKoVCqDweBwOEKxSKaQ2+mNTm6eTm6eekcXrcFRJFNSmRwai0ukMsh0FpHKwBIpOBKVwmBTGGwyhQEhKAE6zAQLyBY8ONrYPFoQHs3GZmD+r08wj8yMXrPAOgLo1/wEsIqZgRkowHy+ECjAQqEYMLBCoVIoVEqlWiKRcbl8KBJ5pN+YSKCCA4q2xpJGT/9+B8Cj5V/zuXkNBTvO/+z8olB0BFyIhNvTSYFKYaLRNtWoSrMXZ2j5BUZJpaui1k1V7aKoclZWu9uO97CrdbOt91CNd1fUeCrLvRRFXuocX026rybZX+erF7tohI4amZtB5+7o6qJ3cdK6Otu76dUGnUqnVWhtpbYKoULClQhZQj6DzyAy6AQ6FUcFBxlDxiPwaGsMGokBu7GQhmSDQFjbENFYFoWmlck9HYwhHl5Bbh5+RqOnvb2b2tYgV2pVdrYarcpOp9TYSdVqoUrJV8j5CjldwGXyuSweFxoT5LL57BFfCZ3JZ3J5DA6XweExuQCAofwdnoDKZOHJFAyJhKPTCCwmnsnAMGhYJt2KQIDjCWg8CRKB8WQhkWJk8YMVmkxntyJPrzp/3wmBPuP9Per8nev9XRqDXcf7O04N85od4z831m9xQtCK3KgN1ek7G7IOTy08Oaf0wuLa60vr7ndP/H31tBf9037vnfx+aLb5ADrwp03zP29e8H5o9uvB6c/7Jj1d2fT7qubnfZNerJ78sn8K7Nunz29fv3n04OHPP//89u37l69eX7t+8+LVa7fv3b9y69bZy5cPnzixZni4rbNz7caNv5w79+NPx89fuHL12q1r129DJudP386eu/Thzy8f/vzy19+mT5//AlPBx0+c+vT5r3cfv5y7dPng0aMHjhxZOTDQ3dc3d/HiSTNm+AQFRcYl+gaFhsfE+4eEaR2clHY6qUpj72DUOtj7Bvm1LFl88+6tG7euf/rr81+mb39+/fj85bNvJlNd/fiUjPTc/Lzk9LTyyork1BRffz86k2EJt8LgsBZwKzafJ1WqcgoKV/T3R8bHO7l7RcQmhEbGuPsHevgGGNw8PEJC3ENDjX5+Wjc3tdFR6+JscPNw8vCwdzDm5RfevHl7+/adp3859fD+gzs3bp4+dfL5y6c/Htl/6fKvd+9cuHPl5NObv5zZO7i7Z/a1XSvu71n1cGfn3eEFN1fPuN079daK5qsdDeeWNJxaXH90Xu3BWRW7p5dtnVQ01Ji/ZnxuX21WV0UqSKvqKElckhe5OHPcoqxxwPkM6Hf0/bLi5PbS1I7y9I6qzI6qzPaqjKUVaUvLUrsqM7srM7qrM3tqsrrrsrvqcrrqczvqczsb85fW5y2pz22dkDu3Jr0uMzTRV+Ot4SlpBAmFwicS2Xgii0hhU+mQdQF0/THpNCKWRUazCDYqHmn3UNes8QX1BYmLJ1cvmFQzoTijMielIje9KD05PyUpPjTYyVZly+MKSESqpUVqSMDM6vKNXW2Pzh+/d+bQx0dX9wx2za4v/nHr4LHdm4ZXtq/vad+5bnXbnBnL5s0qyUzVy6V6uXT+lOac2IhIbzcNj9k2a8pQT+fKtsVNVRV5acnd7W1N9bUuRgc8FgfJL2NgCCQkp4DUKzKZymZzJRKZra2dwWB0dnbV6QwKhYrD4VEoNCArAfENnAPFGDwCLtbNPhBwLW7+/CISiWQymcFiiiUyaOdLZ7TV6GRyNY8rgmQiJIaIITDJVDGLreALxGzGpTNH6iqyUNYwBhUzBgZDIm1QaCyVyeEKpFQam8MWCnlSrco+KzGtuqAk3M8/ITRUzKCFensphTwaDmMrF3u4GkeM5BwWnaRRSGJCg9JioqIC/IJdXfxdnDIToFgsf3eXQE+3MH/fEG8fV53eVizBwaEhRTwSibS0JGCQPDaNSsIyyNjitDjTlzeHtg71tc3rbZ23cVX7+o6WNUsXDHW27h5cOdy1ZNHEurZpjTsHen7cNLipZ8ngktk9s5rWts15c/vCzZM/Prp0umVaw/qepdfP/HzswM78jCQJn81hUK3hFmNgMATSCtqLGLkBERjgn5UVNC35X28QNozAA5FIpNFooHMIDocDcRUowICTkUgkHo+HtE0Oh8vlslgsMpkM4BNgJ0jPAlAK0puBNdra2trS0hIYrUcyzCD+BfRLpVLJZEjVBwgNXsecmAVoHIwoQ2mNaLR5nBgy0I/cgOxs9kuPBmDzvx2UIQGrAmjeMrMfcBQTieR/tkKZbA6Hx+VC+avgEPD44hELtFQATQJLRHKRWMGXKFhihUijUxiMYo1WobEXS2T+Xn6ODi4KrZHIElLYQo5QrhzJe4S2TqlMOvHfABiLI2AIZAwBImGAr+AC4t+3e0j/aYH+DoDNgu3olX60AmzWh4EIbBaczQAMYthHAzB4rwGQJhCgXM3/XwAYMDDogUSjoNY0uBXSwsJyzEi4AOjsBRsc4M8VchZwmDAyAWY5lgaDqWAwR5i1vaW1js+2sYFhsAg0EoWzwqAs0daWKAs4Aligx1hYAtOKtTXkrEdjcCA/xtoGQ6KyGGwBhki3ssFZo4kIDBWOIiCRZAyGQiSySSQWFktHoSgkEofLlev17gnJObkFlfWN02vGT84tqCwqrYtNyIyJSXF181bb6uy0DkqVlkZngwhoFBo/MqeHBz3A5mFgFBI3BmaJtEJhrFGOGr2SJ1LxBMHu7ktmz5xQVhIT4p8YFZqaFB0ZGZSSEpObmxoREsBn0WMixuVkpycnJVRWlP1wYE9UeHDbghn9nQsPbV71+eHZRye3/rx+wfvz2z9e2G3645bp1ukvl4+9PLHv04VjpuunT6xqqw/zXJwV3VOWsrY2Y31NylB1ws7G1CMz808uLDrfVnqps+pSZ/3ptroTi2rOLGu8s3rW802trzbNf7tl4aM10x4OzPl0cOjL4V1deVmmew/eX79/6+eL5/f/fPGHk1cOnr687+TlfSdvHDn34PSt60cv3jl948Wt3989+fDxxZfnD15fPX3j1A+nfztz58WNpx/u/vH5weuPt55//e2l6dXXn1YNPzt6dl52yaS4tMmxaY0R8YtzS1ZPaO4d3zjYPOVET/+xrr6d89oW5ZQtzCmbk1PSnJJdFB4T5+3rodMlxUYGBHq7+TgZXQ06jYrLoAqZdAGNyiEQaCgUBYHQCIUkhI1BrTy0f09fb8+qvp7+9Wu6B1YNbFzX09fd27ty/dp1W4Y379+xf++Ofbu279u6ecfQ0Ia+3pU7Nqw/sn1T/7zpk9NiF2Un7ZheN8lf15ka+PvGtpcbl9zvmXa/Y+LXTUs/Dbe+W7vwj6GFH3d3QwlYJza82tn1ZGjR7xvbXu/pM1069PL47iCVSMtlq0VSmUTJ50nYLEjdFfN5MoFAJhBIoEBILmg2AtO/ZgwGgrBYKJJLZQqZHNyrlSq1UgXxsEwm4HO5TBqPRuZTcAoW0dNWEO+lj3JQxBjlAIBTnG3TXO2AApzqpExxVJgngQt8HXK9dJlummwPLUjAyvPWlwW7VoS6F/k7ZrnbxellIUpOvJOth4AhQ1lLkQglBhfr4DqnqCrbe5w7Q6bDsh0IPCOR60gVBFGF1WLD2pDULXEFJ2qmL49KjWaK0l08IhyM8W6eeQGhGY5eE8ITG+PSog1u3joHJ5ltpMotQukabHSL8PVNDwmuDg5rD07aFl54IXPq/rDKvnEljV5J1XEF6dGZmWmFKXEZIQ5+MQa/NGNQgVtYlXdUU0D8gpjsFRnlgxlVA3GFO5JrtsaULbQNmsAy1nCM2UytP54fwJU5klkaHFlHockQ1p5s+oyE6P7Sgm3V/w9vbwEd1Rl2/0bH3d3dNZPJxN3d3V2IJ0g8wYITNGiA4FaslCKlhVIKVKlQirYUa5EKbWlz75m3nY8/n6zvrnvXPeus6WQiE9JMzvt79372rjnSWHqkIf9UV+mZnrK3ewrODpVdHK77fEH79bFZt1b3398w8tPW0ccT875bO3BjbObXS7s/G239cKT+wkj9+8N1p2aVHWwvHq8vjpZxuV5ubBwMg4Z5o+EYKgWOJ2KwTgs0DEf0RlK8ETQEgoZGMrBoJhLDgmPpMAwVhibBUE53NNR7BIVm4aAsSRaLBShRJJYKhGKJVK41mgxGK7gVyxV0BofKZDFZPBoLkn/ReAKeQCHTGRQqE4cnQkYhMs3VcgTCnyEXEo74X4ZgvRpw9b+579pjBRcg1/aryxoNPM+uPgJwgQPJixwOD1xkuVw+6EAC2q9Go9PrjVqtXqFQMRlcOo1NIUPZGeAEuPtq+DN4BOpGck70/B8hWBgiQGWImfH/DBxBF0EMVHtERKM5KJgMj7RxqPE6WY5NW2BV5huFhXp+rU3W7K/qDNK1B2haHZo2f22Ln7bJppgeauwM07WE6hpDdFUhupJgbV6wPjPEEGoS+2kldp0i0GIKsvr46k1WqDbAatUYLWqdSanRy5RqkVTGFYhZXCGDzcCTGHgSk0Bmk6gsIoWGJRDgKLSHNxGLwzpjIZyXBwwZj+MxWGqpPNzhHx8WHhcaEWi2mZUqk0Lpq9H56k1Q6JXerNQaFBq9QqdT6vUyvU6q0zJ4HK5YKJJJJTKpSCAUcNhCNlfM5Yt5IgGbL2DzeRw+m8kBJYgCoZjF5uLJFAyJRGYySWwWkkT0xKC9cFg4keSORHvCobRaJpkupbHNPHGoXJNsMOf7+taEBDVHhDaHB04Ld7RFOLqi/TvC7f0JobPTIkdSwkbTI9aWpuyclv9Ge+Gp3srzw3VXRpu/WNp+Y82MexsHftjU//26Wc92zHm6ffaTrcNPtg0+nRx6vmPk192zX+yd+2z74I9ben9Y3/3d2o5767oebJzxaPOsxxM9bivGlmzdsnH75NaNG9dfu/7Nzy9+B6rvnR8enjp/Yc3mLXMWL+2fPbu7t3d6X0//8NDg7Dm9g0PjGzeNb9y0ffeeC5cunzr77rETb3/+1ddPf/n186++/v7Bwz+npr649s3X39548fIvkCD9y+9//PE3FCX9+18vb3//3a3v7k5s39Iz2BuXHK82aNQGjW+A3cdhVRtUWpMmIj4iKj7y2Klj3z34/qsb1x7+9OPPf7w4cvzNZy9evHfhA0dISGllVWZ+vn9wmNHqa/KxieUKJpfHF0tMPraQiMiwqOjA0LDhufMWLx+zBwQ6goJTMjJtAQGpmVmh0dGB4eGBUZE+QYFKvV6u1Zp8fXwDA61237SszJaO9ifPnj549PDm7Vsv//7rr6m/f/v916mpP3/59eme3ZNbNq0ZndO7cGRGfnJ4RVpEV0nKW+Pz7ry9/dNti84tnfnZ+OCX4wPvzW0+M9Jxcqjjzf6Wg7MadndXbusonWgr3tRSuLYxZ01D7sr6nLHarOU12ctrsldUO8+6XKcsnDNWm7OyJmfVv+ea+oJ1TcVrm0tWTita0Vy0qr10dVfVmu7qpY3FSxuLl0wrgc7m0kUt5QtbKhe0Vi7vbpzfWtNemJkV5hdhVDkUQh2bwsUhpTQml0BnYsgcIl1AZUOd8mQqjUBi0eigwJZBxislPL1CUF9RcPzA9s6GspnTypcOz2yrLWksK6ouzG8sL81JSkwICQn39bUpFSoO018la8jPWDirY7S75cbF04+/uvzgyw/fnFw3t2va2tHhwY5p40vmv/vm4TNHDi4a6tuwfHF3XXW4zZgQ7DfUPm3HmmURPnoqzC02wLp8dv+qBbObKksKs1IWDA8M983y97Uy6FSYtyccDiEWAoEA4bp8vlChUKnVkDJmNlsDA4PNZqtCoWKxOCClACyywTAGiIOG5oidEfYufyb4YwoeBH5O6LMIJCaLI5bIlCqNRgvtfimUaqFIQqbQ8M7mUgwGx2CwpGKJSCBkUkmbVs7/8PRBhJsbxtsNCXPHYFBEKo3G5jO4kKQjVxkVSp1UrIgKjWyqqetqmtZcXVNdXBho9aFi0RQ0RinkO8zGiACHmM2Q8dhCOjU+NLgqPzsvOT47NirQoA23WzMTooN8jGalPDUqIikszCCT6qUSMZOB9fL2grp53aGcfSyCSMZxeUwhh7F9w5or752d3ly/de3q2T3d65YuXDjYu2X1sgPbNk6Or1i1YPbWVYuP7tx8ZMem/ZvWrF8wPDp92sqRmd9eeu+nW19ePHlk75a1vR1N+yc3rlg0NyM5XiUXqeUSFpPq6QEBMBSE5Tw9vT2cvSowyPnt7lKGvT09vb08/uN0c3NDIpEoFDROSSQS+Xw+g8EAeikGgwEuaCQS6dJUyWQym83m8/lsNptGo7lGc1+VZIF6/KqGDBRgLBYLAJhEIlGdB8154PF48D0AOzToInYZqgHTUqlUEokEfNHgg0GvL/gmcTgcMDyDB10TxQgEwiUCgzlkkK0F4rJAxDSIkiYSiRQKBaR8CZzhV2LXIRQBHUYmkatUGplMweMLRTK5VKlSanUag9FgNJvNZh+L1Wazi8RyrlDCYHI5XKFKqZNK5Uw6i0GD5B2wEHEtBQD5OOkX9En9H7ekfw+wleB632sb7a43X902Ap0TYKnhWpcAzHZ5oZ0bCFBUpisLGrQmujxj4NVHIJBcr0dgGv9f3rrmrNBoKHYb7HCBVzocjnSdr9b/gq8M9ubBfTQaC0egoHJCPBGNxXjDEO6eHh5ent5w6Lca1Pc6G3xhCBTSia4kBBGHwmEpKDQLheZjcFw8jkrEEQg4qO8RhUHAkN5eSE8PuLsHzM0TOmHOHmBvbzgE2HA0DI5mMHlag5VM42JJDDpHJNVYhFKdN4bi5o72QhC9vKBqYiyGgsWQEAgCDIaD8BhFZHLEFntQdkFZQ0tXbXN3YUVDak5JUnpuQnKGj83BYvN1enN8QopKrXX3gKHQWCh9Go7kcPkSqRyHJ3rDEBgsHlKDkTh3Ny8GmU4lkiQ8nlWr1kpFM1oalszpb6+vqMhNL8tNK8lOKc9LryzILMpM6evq6Js+3WG1mvW6nIzU3hldZ04c++Ti2aVzeqpy4s8f3PTr9QtTty9+8cbqx+/tmrp+ZuqHi1P3Ppj64dLU0y+mHl2dun350uZFWSr6jHj/ZaUpb8/rvLt/7fO3t947sPLTtX3vLpr23tLWd5e0nF3YeGZe3bvzGz4aa789MfR474IHO+b+tHfx0wNjP72x9sfDm+8f2jZWlvvy04+fffbt1+9+/O25q9+e/eTPm0+fX/3h+dUf7pz78q2NB05uO/L+gTPfnL/68+0nLx/9fv+r7z86fenyiQ+nHryEhOLvfr3/wddXD7039Wzq5ad3Jrpn7+yZ3xaT1p9ZtLSqcXZBycaO6aOllcsq6+YVlK9ubF9c1bCorml5c2drek59akZ5YnJrSUlldlZCWEhceGBCbFhokK/FqPHRaeRcnozFUkIVtTgWCqWg0QwCAQuDFtIoe7ZOHDm4b9OmDTt27dy5f//eQ4d27du/d9+BvXsO7ttz8OC+Iwf2H9m6befY6vG5C0bXjq/cu3PTe0f3zq4rHilM3dJSNVFVMC8sYHli+J7Woh8Or3p0dOzp0aX3Jvoebx68trDlj/0rp97d8fe5XT+f2XZpTe+NbfO/Wjd8dd28qUun/r76YX6Q3SYVK6F0X2iAVyQRCwQ8HpfJZzOEHKaIA809QQzMZAg4bDGfJxUK/j1FcrFEJZPrVGqT1mjSGnVKrUqqVEoUCpmSz+eKRTyxgC1gksU0nElIDzOIknxVmXZ1lk2RZVPk+akL/Q2F/oZcX12GWZ5uEBXYlUUOdWda2PJpxTOyogrsyoYYe6GfKt9XUeRQ10RYWxIDp8X7lwXpM02STIuqLMIRpuArKGgNm0LydKN4eaeGRFUk5ziEOi2Oa6VJTWSRlS4OEutjhfp6uf/mrMZ9jQN9CfkZRkeCj3+4r79JqTErdL5KQ7jOL8kWnuwXFWYONijMaoHBxLaGaCMNWt+QkJCE0MBCf8fG3Iq3izovl887XTh7ZXJXQ3h5TlJVZum0mIJKW2xKWFRaTHBKsiMxzS8hNyi5JDKjMjFvWnJBV0zO0qSSk+Wz7s5atUgZMpNvKqaJE2l8O5lnZQl9mDwLjWEg4sw4WLZWsrAgaaImb3dD/uHmwrfaik+0F52eXnKur+r94brLs1s/md95fXn/w43zf96+5Pnkoscb5twfH7i5fPrdNb1X5ja9N1hzeXHnWwNVk02ZO2dUFQb7apkMCsybjsdQCFgUCoHCoDE4LJSpgcZgveB4bxgdgWahsGwEigaD01C4f8p+nZnPOAQKi8BgERgCjojHEqhUOpQRxeJTyAw2i69UaOVypUan9fHx9fN3+Pn5myxmpVIN5ewwWFQ6FJsCmdsoNDKVAi40IEvFpbu6clXAsK5rv9U1awY+HuSwgGAIV82e62Ncs76unVbX1wd3wCybS7Rw+YlcmjD4NhgMFkg/FQhEruUiUICBF1qpVMulCj5XQCXTwA+EgCP+85P5l+pBVDIe+w/TYtE4HLR3AOG9E4wpGCwJjYE2INAYAh5HhnaE8SQ8GoNDoalYNBvpraMTozTSDLsux67JMcsKLZIKm7wxQNPsr2nyUzlPTbND3xpgbg2C8p/boiwtUT6N4ZbaCGtNhK0w0JxsUSZadRkhftkRQWkhAQnBfjGBvsFWo1khses0NqXCJBHrBHwtn6fisKV0mpBMYmMxPAJeRCFLaFQRhcwnErh4HAuPFVDJfCpZxKAJmTQ2mcilks0qdWx4eHRoeJDD36I3q5UalUKrVRuMeovFZLNa7FqtXipTSGUKtUanN5i0OoNSpeHxhQKoxBGarxYIRHyv8lwAACAASURBVDwO19koDtmeWQw2hwVNe7l2H1gsDlTOQqJgsHiwuubxhVQag0iiYHEEEpnKcBaSCzkCBV9kkCjsSk2AXBWmVCUaDPl+9srggNqwwKbI4I6YsN746IGEqMH4iKG40LkJoWNZsZPVWUfbSo62Fp4fqv18UfvVxR2fL279ZuX0uxsG7m8eebhl5NHW2U8mZz+ZHPlp2+BPk/1Ptvc92znwfGf/j1tnPpqYDt1umv7dmtY7q5rvjbe7zZ0zOHfO4MBgT2v7tJE5s3fu33vs7dOfX7/xYmrq55d/P//zr2d/vLz74MHFjz8+/e7Z0++ePXH61Lvvn7/y6ScnTp86dOzo2fPn3jp1cufePcdOvDW+ccO6TRv3vXHwzbdP7D/0xoHDh77+9jroEH77zDsXLl3+6LPPv7r+zQ+PHj777fnLqb9++ePnK59dXrNhVW1TdVxyjD3QZrDqAsL9/ULsapO6oLxg2eqx8c3rT5979+LHV/YfOXLg6NFrN+8UlFbI1Dp7YIjW5CNWqIVSGV8sYfMFMpU6Oj6hflpza2dXVV19YmrayLz5xeUVVruf2eZrc/gHh0cYLNagsFCj1WK2+cQlJRaXlzW3ty1dMXb4zWNffnPt+wf3f37x229//vHs119ufXf3BycJz5s3p6a6PDsrLTUlIS46LDLEUVOcs3hwel9j+ar+1jeWDZ1ZO+e9FUNnF00/M7fl1FDLkZ7mgzNb9nU37Oyo3tJavmla0fqmvHWNueNNuWsbobIiJ+7mjtXmrqzJH6vNXVSZvrgqbVl1xlht1uq6vDX1+eMNBeP1hWsbCte3VGzqrFnXVb22s2plV+XS9orR5uIlbZUTw9O3jMxYPat569ye/WPz5rVUJ/ka0vx9UgN8o61GE5/Nw6CYcG8+Hi+l04leaAaWyiYwyAgc0s0L7uaG9YCRkCgqBsuh0agELJtGZlGJSpmwq33ay9+eTq4fm9/fuXLBUHdj9f898lqQllKYnhYTFBgbGKjgcLh4XLiPuaepduVI7+iM1t7G8s9OH334xYd3Pj5/cNPK7uqSGY2VVTmZNYW5B7ZtuXDyxGj/rFktjS0VRXWF2V01pUsHZ+7fsGr+9NYAndyhkS4b6du6ZnlTeXFpTvqy+XPmDfcHO3w5DAiAEXBv4KTFYvE0GkMoFIO/aHq90cfH1+EIMBhMMpnCBcCvLsRfHf8DK3KwXAZ/N0HsLZh4JDlfkHQGSySWKlUanR5iD41WL5MrKVQ6KPLG4ghMFkcilYvEUhaTOjK98cuLb4loKLSHG8zTzdvbE0Mgk+hsGldM5YiEMo1CbZBJVSaDMSstva2xsWPatIaqqpToGJ1URkah0R6eci4nLSY6JijAR6NS8blqAS/K37c0K60gKT4u2D/YaowPCbDrVDoxP9rPnhIWGuJjCbKYFDwuFYuGubl5erjB4d5wJAyJQxHJBCoRZ9KqOpobWxvrkqMji7MzKwpy5/b3LJkzuGTO4Lz+mWOjs4/u3nb22MF9W9aPL5p9YPPadaND82a2vr1v24+3vrrz1UdbVi8Ld1jCA2ypCVEx4cFWk1avU/G4TC9vCH09vd08vNw8vNw9vNy9YP+kknl4udTfVwEY7uUBhXWDTCmQ0sxgMNhsNpVKxWKxQAQGdOrh4eHt7Q2IkcFg8Hg8DofDYDCoVCoo+30NgF3ABnzLrwEwsEADMR/IyECeBXPIaDQa5GCBgiUA5xQKxTUt/BoAg7yu/yUAuxKnkUgkkKyB1xqPx5NIJBqNxmKxQBaW0HnweDxwB1CxTCaTSqUikUgqlSoUCmhoSafT6/VGo9FqtdpsNplMIRJJmM52JYVCJRZLwTLCtRBxATAQY10/qNfukP49XgNgwLH/5S1gTvB6ca1sXvtI8DEupgV0isXiXRtM/18B8Gsc67JDgwGn/wcAjPxnBYnCQF1r0G+yt5cXzNvd08ML5g1DgFZgJAqDxuJxBBLR2X8B/bPQWJST7qGRBxgC7ura9fKGQ1273kiAu57OwjYYDAHhMRKLJ1DUGmNUbJLFFiiUadh8hdLga/YLVxkdXImOwZeTyWwCnopC4uEwjJc3yhuGhsFwXnAcAk3CU1hCmcYeHJmYkZeQWeAIj1MZbfaA4PCIqIDAYD9HgI/NjsUR3Nw8sDgCGoMjEMkcLp/F5qLQWMiJ7URiLJrg6e6FhqGYVAqPwRCw6QmRwUvnD3Y0lBdlJpRkJbbVlnTVVTSW5NXkZlRkpTdXVdaUFCVERaUlxgX4WvksWmZSzLJ5/RMr5+fHBxxcN/r7txenXtzZPdK0q7/m2sEVTz/Y8fj8xNMPdkzdPDN154OpL09fXD+3xMKv8VN0Rfmsqcm+sGLw/pFN949uvLp53tklXXt6Kyba8zY0Jm9pTj0+UPLxirbbEwP3d859tGvBw12Lvt+59Nb25bd3rr42uXo0P/nJ+bNTz/+euvfb7fNfPvr49rPP7009gZp+H374LWSK/nlq6snUH7efPf/m0Ys7z6Ye/Tn1FHpk6ocX105+dHH3ia+PXXj+4bdTN598uHn/aHHDypq26fGZI3mlY3VNQ3lFg3n5jZFRs1JzllY1bpnRv7V/eKSyJi8wOFKnC1Qp0yNCy3MyirNSowLtRpVEyKLQiGg2mSBhMXkkEh9P4GKxfCxWxWBoGHQOCsHDYOhIxMjMGUcO7N25fceuPbv3HDh48OjxPXsP7tq9f9fO/Tt37Ns+uWfjpm3LV62dv2TJ8Py5a9evPLBny/Hdm2aVZHSnhs3Pih2O8N+emz0WG7E0J/KDtbNefLh16tOdP+6ee2tFx72VM59OLnx2aN2Pxzf/dHrbivK4zbUplxbPeHpscurrSy8+OlccFuCnVqgkErlcLlHIIbOIRq5UiJUyoVIiVEjEMpFYKhRJhQK5WKCSSdVymUomdZ5ytVyhksk1CqVOqdUptWqZSi6SSfhSAU8okYgkUoFYwOYzCBI6zixiROhFyT7KTLs6x67Ksaty7aocmzrXV5Nn1xc49DFSelmQvj0lZEVL6ck183YMt7cmBeX7Kgr9VCUB2ooQY22kT320b1WYucihzrTKkg3SDF+Dn5gtpWCENALa0w0Pgwfb/I1CtZIqFKOZQhhViKTpaGIzT24g8ZodqbOTqwZy6ooj04J8HBarzehj1xgtDv8Qf3twmD080i8y2BphVNvFQj2fo1cKHBZ1ZGhoYnRkTE5UxPTU1ImC6vcaht8pnzOROmNmRENZbG1GVmN0Xq1vRoE+NsUvMjUkLDUmOC01LDMnvqAwraQ4u6w6u6w1qWB2bP7xgq4PSmfNFfrWkcUFfEkMX2hhC018qZbOUuGwOiwigIqtcejW1+Rsb8zd35L3ZmfJ6e6yM9PL351ZeaG/7tJQ8yfzu68u7b2zZvZPWxb9vH3Jsy0Lflw//MPa/msL275c2PrpgtZzI3UnBmqPD9Xvnl4yWpEeoBBzCCQSAknH4QkYNAoJuVrxOAyJiMejUXgYnAhHMJAYHhrPRWCZMBQFiSWioT4kLBIFTjQS2jCnkKgkAplOYwsFUpFQxueJJWKlQW/R6QwmE1Sx4+fnZ7fbLRao9UapVLLZbCaTSaPRwM4ylUolk8lOVxfUFOBCVmAIgsbIyFTXNcKl1kJ5SFDXBnSC6g3XxQs8wnCWz4Nb8GGvoa/rTfDFXVcTl0HJ9QHguVwALJMpVM78Z5CGpdXqtVo9tN0skQt4QiadBVRrQLZEPMkla7sAGI8lQPVOGEg8B/dxWDIOS8ZgKBgMBYsjQyI8jgx5v3EkHAqNRyJpGBQfA7OwKXEGebafIddXk2ORFFmlVXZlU6B2GsTAupYAfYu/oTXA2BZoaQm2Vgdoq0J0lUG6skBdeaC5ItiWbzcnGzVFoYGlMeHl8dHFCVH5cWEZ0UFxIbYwuz7Uqg82avy1Cj+1zKGR+6llvkqJj1zkq5T4KiV2lRSc4EGLXKjk0JQcmpRFEzMoUjbTIJMGWKyRwcG+FquPxQYFaxl9tDqzWmNUq6FbpUILtgzArVyuFIsh+4jQmaotkcgAAHOdKbMcDo/tzNwBhRd8Zw0ViwXpwBKJjE5nkslUFovDh5L4uOD/uMt+IhGJlRKFXqn10Rr8DRaTSOqQK6N1xnQfn6IA/6rw0MbI8Nao8M7I0J6YiIG4yOH4iHmJ4RAAV2S8Ma1gX13myc6SC4O1F4frLs1u+Gxh27WxGTdW995a03NnvO/exoH7mwcebu5/tKXnx209T3b0PtvR93hL98PNnQ83d95f33F7ZdPNscY7q5rdPvro/evffPH9vdvf3bt9+aMrt3/4/usbtyH6/Xvq+V9///r31K9/Tz148uSL69cvf/LxlU8/uXHnNhB1X729+8O9l1NTPz57+ujJT7/+8fsff/9167u7p989e/b8uSuffrZ7/xurxjeMLl7SNXPWzL7+eQsXDc+ds2p87YEjBz+++sm9R9//+Pzxg5/uX7/9zSdffLxlx8TYmuWjS+YPzO7fc3Dv/sMHTp1958TpUx9//tmq8bWfffnVvjcOpWRkB4ZGmHzsjqBQR1BwZGxcRExsQEhoZGxcRk5uXFKyyceWmpk1ra29sLTMavfzCwyKiouPjk/Iystv6+qcu2B0647tb506eenjj765eeP7B/cf/Pj4+q2bt7//7sTpU3sO7B9dvCivqDAiJjo1Pa26urK+vnbZsiVbtm5cv2717h1bzp44cmjnph2rFi+Z0bi8s+bYsv7zq+e+0dews7XoSE/DnraanW2121sqt0wr3dhUvKGxYF1jLnROyxtvgiKsVkE6cD501hWurM9f0ZA31pS/qqlgTXPRupbSDW3lG9srNrVXb+6qnext3TnUuXWofWKwbfPsjs1zuteNdO1dNufEphXH1i09tHrh58cPvLjx5Y1zp7YunFMWH5ke5Bdm0NgkAjWTLibiuTg0j4AXUpksLIXkjaEgMDwSTUCjU9EYuLNZkkHA8WgUMY8NcpUSYyLu3fz618d3Tx3e9cHpo7s2rulurM1PSUoMDXXo9Uax2CKTBRkNFVnpC3unz5vRNqu+fKS97tKb+x9cvXjtwqnDW9Z0VhZV56VV52ZlxEa2VFWcOLBvxfzZHXVV9UU5VbnpHVXFi/q6Vwz3HNm6fnzByOL+6W/t3X5ox0RPa1NVYc7qJQsXzRsJC3TwWHQ4zAsB9wZ9SCgUhsFgSSQyaKtSo7NabXa7w8fHV63WisVSJpPtAgAsFo9GQwMPrvJP1yoZKEUg7wePh8Z+wZYhiUQBCrBEKleptXqDyWiyaHUGmVzp2q8Cy0oZVAOu4PNYZZkJ969dTgixYjyhIGgvLw88mUJl8QAAc0UKpfOPCI/D9TGZy4uLqkpKmmpqinJy/CwWDpmCh8H5dGqgjyUlKiLMbgvz9RHRqToxPy85Pik8ODbIEWDShflZA0w6o0zkq1VHBzjiggPDfH10ErGAQcMhoMJhaEbRy90D7ukN98KjEV5ublIBNyzQIWTS/S0mf4sxNzUpLzWhNCe9qjCnubqsr71pZEb7sjkDuzes3Lhk3rpFI8MdTcuHe47u3LxnYs20iiIRk+SjVwb4mvysRrVCLBHzJGIeg072hrnDEJ7ecA8vmKeHl7ubh5u7pxuwH3v+c0AA/M/pAQVie3pCKUBAdEWj0cDkLJVKuVwugUAAeVQ4HA5oqqCAl0ajgUlgNpvNYDDIZDIWiwVfwcXMoLnXpQ+/CsCuGWAXAOPxeBBtBQAb5FGDoWJgovby8iKRSECORqPRAIABcmMwmFcBGPii/wcFGHz6awgNDNWvMjDYIBUIBBwORywWy2QykUjE5/MB+sqch0KhUKvVGo1Gq9UaDAZIBPbx0Wr1crmSw+FxuXy5XCkSSYC7GDjBXCGZYEHghNXXyPefN//lX6g16t/UaOhdrpXEa3f+SwXYpQ+7FiIuYdb1ogNeaLAGAq81sHP//1IBfk3OBS9tQKtgxukfckWiX9v/ep2cnZllkH6LQSPRKDgSAUNApWvecEj1hWbrcFjwXhQGjcKgcQTIOv3vUC30WXAkwhsO1R15esE8PCHt190DuuPphYDKkNw8PN09YDBo2ByBQJHIVLPFNy0rNy4xzeYfrNRZtCZfe0CkPTha7xOo0JqFAhmdykIisO5u3h7uMC9vJByB9UZg3b2Q7jCUNwqHpTIYArFArhVBqdFqmyMwNCzCbPGRSOUyuZLF5uLwRAaTLRJLdXqjUqVhMNl4Agnl1LqRKAzMC0mnMrzcPAkYNA6B4LNoXc11YwtH6kpzMhPCy3KSB7qa5sxo766vbC0vaq0oLc/Nbqmtaq6vKSvMzU5LyklPjg5x8GnY7MTwsrTIlf2tL65/+MdX53bPbssz8foyA7fMKrw8OfLovW3PLu794eTW796aOLuivzZANSsxcHqcvSPK2hZuaAnVdMeYFuZHbGjK3jGj7NBI/ekl7e8saT05u/pIT8GxGfnHZxV+srTjo2WdV8Z6Px2fc23bis8mxpaUZP343tnvzl0+teWNnQvXff7m+zfPfHzn3c8+3n/mm7c+/PHSt399++PUo5dTD//4+86zFzd/fHn32dT93x59fPPp53d//eLe1Hc/Q4VJX99/f8Oe/qyy2XnVoyV1vekF0yLi68OiWuIS55WVb+3pvbJt99V9h06uWX94bFV/WYWfQGiXiO1yaZjVlBIZmpkQHR3i0Ej5OLg7FuYm5bL8DHopk8nD4SUUiobFMvN5ajqN5uUhIuCInh6p0VGH9u0+sG8/AOD9R47s3Xdg5649u3bu27Vz36aN25YsXTl3weLRpUtnL5i/cMm8yYk1B7esHqktnJ4a2RMbMDsmcH9F8eac1JWFcfv6Sm8fWXL7wJxv1nTeWtH5YteSX/euuL118fsret9d0VOgpbX5SS6Mdv/81s6/L526vH1Dqo/JV+FMq1IpZRqVUqdSqmUKpVillOhUcr1apVdrNCoo0UqrUei0ao1aCYVcyaD2I7lUBtqPJCKpVCyTSeQSkVTIl0C9wdDBYjPILCpexiH7acQJdl1WsCnRJMm0qwsD9YWB+hybOtUgSdaJkrRCaPrXTxUvp2eZRAtrcjbPauhKD0/V8fJ9FSUB2qowM4S+gdpsmyzDIk63SGPUwhAlX8ch8UkoKg4B93TDo1FauZpNYFC98SQ3jADDkJC5XCxdwZYk2MO7c6rr4/MyQxNCHaEGq6/YaBSYjXKbj39ktH9IRGBAhJ8tWK/1E4v1HIGaIzLIlYFGfXheWnFhXEpHUvqWupY3Kjsuz1x6uHbOvKSmqsiK0uzm/LKOiIxyW3SqX3SKf3hSSFhybFhaekxObmpJUVZ5YWZJWWp+R0LB3Oj8E0XTj6U09vGsmQhaEkdoZ7PVNK6OK1WQGSIEUotDx0k5nTH+E42Fu5oLjrQXnZ5Zda635v2+6g/7a68MNX08p/3zhTOvrx55uHnRs8mlz7ZB8u+DNf3frer5cn7zRyN1ny5uPz+vcX9X0eH+mi1thRXBBjEOTYYjaRgsA0/AI5FYJIKMxxGxkJeViEYT4QgKAsVCYXloPA+JYzsbjwgoSI10ATAGBQ2C0ih0MpHCoHPEIjkEOQqtVmOymH2tVpuPD1QpabfbfX19fXx8LBaLyWQSCARcZ0Mh3XkAEqZQKPR/q/LApcd1RfgfAPg1ygUMDL4OuO/Sh0EL/avt8YB7nWNqUD6Wa7HnGr0BHwD2W0EZEpg5kkhkCoVKpdK8BsDOX2wRh8WlUeiAdYl4EhhdBnsErwEwEYsjYnHA4YzFkKDTGTqIJ1CxzslhyASOJUL9UigUA4uWETGBQnaaVZvvb8yzqXNM4hIfWa1DPS1A0xKgbQ3UtQcb2oNNHcFQynFrqKU+xFAVoisP0JT4a8oCTCVB1ly7KdGoroqLKo+PrkiOq8xILE2Lz44LS4pwJIb7xQbYoh3WKD9LlJ8l2mGN8feJ8feJ8rMkhjhi/H3CbcYQiy7IpHHoFD5KsUnKlzGoYgZFQCWL6FStWORvMob42v19fPRqjVFvspp9zSabTm9RqQ1KpVGlNijkUGuUWq0Fu+08noDL5QNLuVgslUhkIpEEgC4Y7OLxBOB0utwkQqEY1FDJZArAveBNGo3BZLJFIolCJpfLoJg9hUyuU2otOpPdYHYYLFqe0E+ujNQa4vS6NIupNCigLiK0PiyoPTx4VnT4QFz4SEL4vMSwpekRGwoSdlSm7a/PerO98OzMynN9VeeHai/Nm/bp4o4vlnR9ubjzm7Hu22tnfb+h9/5E/4Ot/wDwb3uHn+/s/2nbrMdbZjzY0Hl3dfPtldMgAB4amnno0O4bN6/9PfXniz8g//OLv6a+//HJkrXjPXPmNrR3VjQ0ldXUFJaX5xcX5RcXtXV1Llu5Ymz1qgOHD1249OGnX1z96fmzx0+ffP7VlwCJn/36C7jz0Wefji5e8vCnZ1e/vn7o2FvLV60dnjs6Mm/+rP6B6vqG0sqqorLSgpLi4oqS5o6WhcsW7Tm49/R7Z27c/fbG3W9//fOXx88evZz66+XUX7//9RJ8wWs3vr1w6fKdez/sPXi4obktJiE5MjbBaveTKlUUBlMgkeYVFU/u2v3FtW/u3Pvh2a+/ff3tjfGNm/qGhjdu2frm2yfPX/zw9vf3vrl54/lvv/459fcPjx5e/uTjN98+sX7zpsHZIzP7eqvqanMLCxJSklMzM5auGNu5d8/Dn3786emT58+ffvXVF5cvfzh37uzFi+Z3t01rrCjOig6JMCqyAgyLGovemNu9q6due3v5wd7G7S2V21qqtjaXb24udZ6Q/3lza9GGloL1zVB+1Zqm/DVNRdDZWLK6qWRDV9X6rop1neXrOirWd1Zu7K7dPKN+88ymjdMbJgc7Nw90LmmtHqjO66/NH2mtmN9Vu2newMqezqUzWidGh87t2/H9lQuPv/rk/mdXzuyeXDtnqD4nI8pi0LAYPAyKh8comUwFiyVjcZQsrpjOpKFQaDc3vKcni4BHu7vRsRgGDsunU4lIuIjLYhJxC0b6pl789NaByVOHd58+vG/j2JKRGd3V+fmJoaESGm2grfXdI4c/eufUheOHJ5YvGGiuHWypfWf/tmvnT7z3xo79G8bayvJjA6z5iXFR/r4FqcmHdkxuWrF0ZEZnd31lclhAdkxoX3Ptgpnt60aHD06Mnz924PQbew7tmNi9ad3C4b6Vi0YXzBkKDfBzDqB6wWFe7u7uMOhA0OlMsVgqlco1Gp2vr5/dDvG4TKYQCCCjDgSxzqZyNBqLRKLB6B1YH8NgCCDFgJQsMBLs2p4Ef0xpdCZfIFKqNFqdwWA0G4xmlVorlshodCaJTMXhiWQKjccXOrfIlRIxP9Ciun/tcmddEdoDAmBvb08SjU7n8OkcAVek4IvkcrVOrdLTaAwukxUeHFSan19XUVFWUBATFqaVSCHhnULyNegy4mLyU5OL0lPtOo1awAm2GkNt5kiHzd+sC7aZogPsASadXiIKMBniggNDbVY/g14rFdOJRADAzoped3dPNxTMk0EmeLm5qWXijsb6UD9fu1FnVMoUfJaYRZXzmKF2S25STFZ8ZGZcRFV+Zntl0VBHQ2d1SW1BRm1BRkZcqL9ZY1aJA21Gi1auEPPZDDKZgKbTiHQaCQH39PRy84JB2i8EwMAL7Sw6AiPBXl6w/zg9EV5eMDgcCUKeMRgMgFg6nS6XQ2miXC4X6LfAHoxGo92gFDEMlUrlOLcQuc5KJCAXu3AUyKpQ1S2JBAKuQEcRHA4HFmiK8wBXaBqNRqfTyWQyeHYcDkcikUB7sEuhRaFQnp6ewFAN1FoQ9ex6RgDAAHrBBPL/DMDAUw1ugdrsEpxBEhidTmez2Twej8+HFpSggFEul/Odh1QqVSqVUHKlUqlSqQAD63Q6k8lktVotFoiBwSXnVQAGO9+uDXgAmU6Pwz/E+9p//jsAdq0kXrvjGnwCc1DAnOZa7rwKwMBk4bJAo1AYoACTyVQX9LpMay4LNODS/3wLQPc/37oSrQByg60uGAyBRKIBaoJb4PVAo6FuqteY+R97NgGPxeMwOCwGBw1DYPGQmRmJRgH0Be9ygTEckovBM8CRaEg6RmHQCBQShoADAIacz25e/5zu3lApuLuXl4cnpCl7w728YBgMTixROPyDY2KTImMSQyPiHcGRjuDIoPDYkIjEkPA4s8lXKdfQaWw0Cu/tBRmqYXAMyLWCo/AINMEbhfOAoz1QWBSeTKSxbI5AP0eAWCKj0hgqtdbu56/R6nl8oa/dERUda7Ha6AwWmUIjkigIJBqNgfzPfK4A6YXwdHNDeXlFBPuvWDS3q7mmJDupPC91+rSqkZmtnbXldYXZMxuqF/RNHx3sqS0raK6vnN7eVFGcn5kSl5MaW1GYblbytXxKoJp76/yxqd9+uLxrVRgHXWjlz8q0T0+zTPaVvfjoyB8fHTs3PnJySc87y4eOzOlaUpbWGKSv8JG0hOl7U/z6Uh2zknyXlCdMzih9Z/n0i+N97y5pO9ZfdqAr92Bnzt6W7D2teUd7as+MTr+yftGF1QvGKgsfvnN66sdf71++/sOH1+6+9/mDi9fenzz28f4zN09euXnyyu3TH99559Pvzl19cPHak8/u/PL1/RfXH03dfjp168nUg9+n7jy9dvjdCxv3rmzoXl7b1pNeWB8WVxca3RQZu6y+ac/c+eunT5/oH/j+7Pl3NkwsaW2f3zitLT8/xd+RGx1ZmZ0R6bDFhwVmJsUU56RlJcf6mbV2kyYzPrY8O9umVMpoNJtcbpdK5GSSEIuREPASEoGOhOmlkv27th/Yt3/7zh279x+Y3LNn56492yZ3TG7bNblt18oV40PD8wZnz1u6atXY2tUDQ72rls+fGJu3uK26Py9xZlzA+tKs3WUFe6oKtjbmrG9KObuy5fhI0ZUFdc+2z586vnnq+Lar43PWTXoH6gAAIABJREFU1mU0h+tDSW5NVuF7czo+X7fw04mx0apCK4euYDFlIrFSpVHq9VKlArIxykUKuUirlGk1Kp1Gq1VrtBqVVqPQalQqpVwmFYuEfDAMDGJBOCyuSCBWyJRqpUYp10glSjaHx+KwGXTIJqbgMwKNypQga264Lc4oSTRJUiyyVJM4RQ+daUZpllkaK6UW+anqo2wDBQm7Rjr2z58xUJCQaRJlmcV5NnmhnyrXrkg3ixK1nAQNO07Hi1DyzByKlIJh4mEobzeYtzuZRBByeRwSi4GlEjyxLCxdyZMpeDJ/q39zVVNlZnFiSKzZ6KMwmMRmE9dsEPiYFf5+hsAgk1+A2ezQaa0SiY7DU/FlBrnRobZE+AcmlKcWtyXmjeVUnGofeLdj5L2Zi8Yrpren1+QnlxcUt+aUNocm5vsFxweFJQaHJoWFJUWFpSTFZKQm5WYm52YkZuZHpnbH5q9Jr3+/ZvbpvO5OvjUaRjHhCHwslo7Gi6gcAYHMh8OtNHKOWdWTHDZelbWrueBoR/E7PVUXB+uuDDV8PNL0+Zy2L0Y7v1wy6/b6+U8mlz+bXPpo49x7a/ruLp9xc1n3Vwug4t/Loy3n5k070le9vat0ICM4jE9keXtQYUgWjsDEE4gIJJQ8TyQSUCgKGkNGoiA2hkPBVzwkjgfHshEYEhyNR/4H/UIkjMZh0TgAwDQqSyiQqpQ6jdqg05qhVEWb3Waz2f89AANbrVapVCoUCsGWNBgsgjIRoLzJ/0Lpdc3lungVECnw2QG+fRWDGQyWSwp+lWBdJOzqkAfvBYrFqwDs2q599RmpVDpwQXO5fADASqVaoVAB86BKpZHLlUK+SMgX8Th8Bo0JWZexBADArqnm1wCYjCeQcHjgiMZiSJAIjKfgCVQCkYbHUQg4MtSBjMXhkUgSCsHGovQ0YrRckGc3FPkZc02yPL2o3CKr81M3+atbArRtQfr2YENHiLkjxNwebGoJMTWGmapDDGWBulJ/fYm/Od/PmGzURKvlmQH2FLs1NcieEx2SHhUU6W8OsmpCbLoQiy7Uqo+0m2P8fWIDbIB+w23GaIc11Kp36BS+aqmPUmyU8JQcmoCK55JwTByKQ8Qr+Vy7XhfoY3FYrb4mi1lnMuiMep1ZpzVpnKdWa9XqoF8J0Bolkcj4zuASUKcsEknEYqnI2WQBqBikewqc0Z5CoVgikclkCplMASRisdMsDRRjIP8660uhaD25TAK6x9UylV6lM6u0ZoXGIJQEqDShGl2wTB6jVOX62ipCg6tD/Lujw/riIgaTwocSQ4fjguYmBi5LDxvPizrQmHe0tfBEV8npmRVne6vfH2r4cE7rpbktVxd3fDPWfWe874dN/Q+3Dj6eHHyyfeDpjv4Xe2f/snvw6fbeRxPT76/vAAB8e+U0t/T0+NHRoeNvHfnu3u1ffvv1p1+e/zk1dfD4ibyKyqSc3LC4BEdYhG9goMHHR6nVSJ0VHTaHn85kjEtKLK2saGiedvDI4cdPnxx96/i1G9/++sfvb506uX33rhcv/7z/+FFbV3dFdUPf4JzWjhk5+SWVNY3t3TObWjvqmlpqG5u7Z/XMGV0wd8Fo7+DAjN6e4blzlq4YW7d5/eTu7e9eeO+DKxfPnHvn/UsXDr957JubNz65+vkff//10/OfX05N/fzi92s3bk5M7uya2VtVV5+Zm1dQUrp81eqvv73xcmrq2a+/Xbtx88adu7//9fcX1765cefuy6mpP/6eunHn7vGTp44cf3PT1i0Lliye2ddbWlkRHR8XHR+XW1jQ0DytflrT/EULN26Z2Lpj+72HD+7c+/7TL64+/+XnRz8+fuvtE7v27M7Kyebzue5ublwGhUNEazmURF9td17ymo7qrT0N27pqNreWbWmpgs7Wii2t5dDZXra1o3RbZ9nm1qKNrYUbWoo2tBSNN5eMN5esay4fbylf11W5rqtyvLNiXVf1+u6ajTMbJ3qbJ/rb9y4cPLZm8f6x0QXtdZWpMZnhflmR/rkxQXXZqdkRQdkRQW0leaPdrUt6usYGZm5cMPf45MSZfXvOHTp4dOvEwpnTK9NTc6MjS1KTgg0Gs1Si4/F0Ar6MQafAvHFubiS4NxWFYOIwWHd3jIc7ys3NqJTTMOjC9NQn927u3LRqaEbb8vlDy+cOD3S2lqanxTj8lg4N3vr0k6lffnl+99Z3Vz++cvrNI5Mbj25bf/+LS1OPbz/6+qM7n7y/c/XS/KSoqpzMzLio1urKk28c2LF+zaKhvgV903MTorJjQtsriyaWzl87b3D1vMGDE+M7161cOTqyYKCnKDNl0eyhkf5ZgXYfFo0MzQD/C8Cent4UCk0gEEkkMq1WD+RfpVItEkm4XD6dzgSxOoB+XYtgBAIFFqAIBIpAIIG/tmAXisPhcTg8JpMN/siyOTyJVK7R6g1Gs9FkAQAsEktBlRmeQKLSGAKhWCZXQqdUKGbiL546sHxeD9LDzdvDzcvLA+qjZnFpbL5YoRHL1GK5SqM2cLl8CoEo4HCrSkpqy8urS0sLs7OD/fyg2lY00qCQlWRl1BYXZsTFhNltBqlQyWOF2szRAXa7QW0zqCIDfEN8zRoh31erzoiNzoqPTYoID/b1kfL5SAQMhIS5QXZjN293N4JTBA7wtR7esysxMtyolEm5LKWAzaMSKGgYm4SVMMlcEkbKogRZdM2lef0tdY0lOZF2o00l0Ym5YhZZK+FyqHg6AcWi4vkcKodJYTPIDDoJj0O6ubt5OJ3eUCeqE749PaFJx/8OgFEoKMTb09MTjUaDRCsgAkskErVaLZVKQdQzMCq7ubmBVl4XH3K5XBqNBrzKQH11ATBIugIGaRDRDHKkgUfLZdai0+muMC0sFpqVAlZnYMwG+VheXl4ubRnow69KuEAcfhWAwaAvwnm8NgOMQqEA5wOKRv57APc11LFLJFKpVCaTCSAfALBWq1UoFAKBgM/nA0FYoVAoncWFGueh0+mMRmgU2GLx0Wh0YBsVXJPA2uL/TwAGQu6r9PsqAINwKVC8hMMRgM8COLTBpwA4d8Ew8Ev/Z/QFj/xn9AWP/A8A7GJgJBL9vwdgZz4ABMMAgAESg/twJMKJvpALGojD3nAYaDuDI1DeMKjs1xuG8vJG/qsAw9094B6eCE8vhLcnzMvD0/NfWwTEwGgCmcJgsfliuUqlNSk1RoXaoDfZrL5BNr8gX5u/2egjl6oYNDYKifPyRHh5IrxhKBgc7Q1DecNQcDQOhSPCMXh3b4Sbu5fRZAkOCfNzBIDMAl+7w2iyiMRSq49vcEiYUqWB/Ho4KAoL8nMjUO5uXkQ8CYvAeLq5yQSCrtam1UtHywsyshIjmioL5vS097TVlWUml2elDLY1rZg7ODZvqK2hYnpHQ/+sto7W+pamypqK/LL89Pa60uLUmKqMuHXD3X/fvrqyoypaRI0UYCO4XokSdKGFvagi4chox/nxuZ9uX3l21Zz7J/eeXDa4oCi5Pco2Pd5/QXHCxtbinX21I/mRA9mhw9khi0tjN0/L2t1duLsjd7Ipfbw8YVVJ/PrajC3Nxfv7Wia7GucXZd568+jUrftT3//8y9Xv3lyz49SGvZ+/cfbZpW9vvvXh9WMXPtt3+tL2Ny/vPvHlkXO3znz0/fmr9z/46u47H328/633t+x/e+WWfXNXnFi+YSC7vCsxO11trgmNWt3SuaqtY3z6jImhgZVdHYdWrHhzfH1fZU1VYkpFUkpjfn59fn5RSnJTeWlpdmZeWnJJTuaM1mlDM7uriwvSY6PzU5NzEhKscrmKxbLJ5QYOm4OA85AwJY0kwGGEJLyYTt+5eePunbsmd2zfc+Dgxm3btk5u2zyxdfOmbevGN82ds7Cjc+as/qFlK1dt3rZ1/oI5K5bO7W4omVGSPlyUOjM+eKKmcG9tyd7aoo31meNNyZc2zLi0uuXu5r6p4xumTkz+cWTiysqRBYXxVpRbAM6tK0h3ZEbdOwt6314yVBRgkePRHAKBz4byLIRyuVguE0mEAiFHKGCLhFyJWCgVSyQSiVwmUcjFCrkUWoaKhWKRACxGuWxI6OVzBVKxTKvWmQxmk8Gq10FxODKVWiwWi3hstYTnMKji/EzJ/uYUuzbWIA6V0oPF1FgVO9tXWRVpa04IWtNavml6zarm4oG82PoIS65VnGHg5dokmWZBmomfYuAmGTiJena8lhmrpkeomGEKvoZBFBBRVIw3zNMNhYYxmXQ2k0VAEmQcCZfEoqBIVoNPVkZuVnZ+alqWzceh1Zm4UjlFJCLLZUy9VmAxy3x81Ba7Ru+jVplkYg2PAyWrS5Umgz1UHxAdG59dEpoyklC4L3/a2dqe813zt9V01Sfm5qTkJ2SVxOSWR6QUBIYmBtmjQv2iQoLiQ0LiwkMTIiMSoqOT42OSU6KS80OTemMLD1T0ftgw/1z1YCVDF4yBki0IGCQWjmbgaDQ4iunlaecwSgMsgxnRq8vT90wrONZR/F5P9ZWhhk9nT7s6r+Xags7rS2fdWDX0YNuyX/eseb59yYP1I9+t6rm7fMaNpR3XFrV/Ntp6drD29Mi00wu6xirTMzQsM9FbgEYxUVg2Bk9HY8lwJAOHZxGIOC9vKhJNQaBocBQdjmLB0WwYmu2FYngjiTAUNPf7r/8Zmk115jPRqQwqmUansQV8iUqp02qMWo1JqzGazVar1err6+vnPOx2OxCBlUqlRCLhcrlgLgnQLwDgVxnYBbqvPujSGIBTGpiTWc48SD5fCJCJzeayWBwXCQP0pTvN0sDi9BoDv7rVCy4lLjYGVxmgEoM1HpvNFYulzi1ltVyulMkUCoUKDBPxOHw+V8Bl8xg0JolAxmHwBBwRVDGBaGsAwGA2mIAjUgkUCh6K+IIYGEuGoJdII5LoJCIdj6Pgsc7qBQyOiEBSMCg+AevHpqWoxEV2Q6GPJk8vKTSIK63yel/VNIe62V/TEqBuC4IwuC1I3xyobQrUVzpUpQ5VsUNd5NDm+urSTMpotTRUJgqUiewSvkMpDTVDiq5RzlMJ6GoRU8VnGqRCu04FJJNgq9Fh0PhqlXadyqqSGWUig1RokAq1Ip6ESeWSoDFgKhoppNP8DPpwP4e/2WIzmgNsdh+j1aiHfgF0WpPB6GN06sBqjdFi9tXrjQqFSiqVS6Vy8KNTKFTAAi0SSaABYKcsDADYBboymQL8qIFEzOcLpVIo4gQaKXfKwhKJTK/XQ9YTuUwulkC5A1KlRq7Wy9Q6sdwgkdmVKn+F0i4UBotEKSZDSVBAbUTQjPjIvkQIgAcSggai/YZj/RYlB63KCttamrS9Mnlvfeahlvw3O0venlHxTm/9+cHGq04F2AnAgw+3DD3aNvDTZP/THf3Ptvc/2db7cNP079a23VrRdGN5w7dLG79ZXO/W0dG4du2y8++f/f6HO7/9/uLx86dPfnnR2dsflZIam54Rl5YRGhtv8fNT6HQylVKp1dgcfmFRkWFRkWlZmRk52cnpaSvXrvlz6u+bd+/sPXjg5dTU0beOp2VlXrj04fVbN1s6OiOiE2rqWytrGgNDIiVyDY3Jw5PoZDqLL5IrNHp7QHBCSnpxeVVrZ9e8hUvGN27atW/v0RPHLlz+4OOrn+w/fGDnvl1jq1ed++DCidOnTr5z5stvrl+88tG2nbs++/KrT7/4+otr337/4OGX31z/8pvrj58+ezk19esff37/4OH1W7d/fvH7H39PvXPu/LETbx9+83j/8EhVXX12fkFeUWFeUWFRWWlVXW1ze1v/8NCq8bW79u0998GFi1cu7z14YMee3TN6obiv3fv39Qz0j8yeO2/hos4ZM0srKwpKSoNCgu12W35eVmNlWW9L/UBTdXdJVm9J5rLmivUdtaubSja1Vm5uqdzUXLappXRza9lEW+mW9pKtHdAtlIbVVrKprWRDWzlkdW6r2tBetaajck139bqZdRt6mjb1NW/sa13X17K2t3XnoqFTk+vO7t6yfv5Qc3FOWmRglJ8pxKIJ1GtMYoFFKooP8KvMSm8qLqjNzixLSWrMz51ZW724Z+aGBfN3rBx7e9eObz/84M/79+59+enudatKUhMMQo6URlSyGRoeW8lmUeEwBhZN8PJCO+3QCh6XiccFWkxXzp06f/LwrLaG5uqS4owUh0Hjr9OmRYRvWrb03SOHv/rg/PXLF7/64L3ju7atHR1ePafv9kfnpn6+P/Xsh78f3/ns7Inm8vzyzLSs+OiWqoprH12+982X77/95plDe5fP7l8xu2/t6PDCWR0HNq5ePtyzbGjWxIrFS0b6ZrU0FqQnDc+a3tPdbrcYGRSit5cHAGBn2rA3Hk/kcHgymcJoNPv6+plMFpBoz2ZzQQT0a/T7j2Tj7E8iEEhMJpvPF4pEEpFIAl6TCoUK8DPkLOUJZHKlTm80ma1mi4/JbNVo9RKpnMFkE50GaSARO8sRIfMGiwDfsmr06J4JNgUF93JDIGAUKp3JFdDZPJFcLZaphRKlSqmTyRRUMg0Fg4cFBFSVlDRUVeWmp2elpKTExanFQpibW2p0ZGJ4qFYs9NGoLEqpjE0PshgcJkhn0CtEfkYNlIOlkAVZTCWZ6S1VFSVZmYmR4SaNhkmlOP3hkBvZw8sdg4CSsYgYpITPiQ8PNauVHAoR4+WO9XKjoGFklDcFDRPSCDaNrDIvY9WC2ctGetYtnjPU2RRgUAhpBIOUL6ATCHA3k1oq5TFIWDgB7c1hUmRinpDHpFEJHu5unl5u3l6Q2dvT093DA2qIgRb4/xxwb+9/Ty+ktzcciUR7OA8Qtuzs38Xg8XgCgaDRaOx2u0wmA0QK1GDQygv4UOA8WCwWkG3xeDzASNy/c6igvxeDwbwKwK79aSAR02g0YKIGTAs0WCKRCBRap+n3PwzS4ClAtRIgZKAqEwgEgLvgG/gfABg8CxB+Xa3C4N/+XzIwk8kUiUQKhUImk0HLSpEI3EKXaJVKq9Xq9XowBmwwGIxGo15vlMuVTCabwWAJhWIOhwemcF073y7IBI+/Jvy63vx/qgC7vM0AaF3PArbe/30ukmv2Hmi8QDcmEEhg7//Vz3oNgF8TnF1v/ncA/Jqc67JAA+h13bqc2P+dAuwSfl1WZ6geAoV89USiURgclkQh0xh0IpmEJxJwBDx04olYHAG4i728kZ5eCEgBdodOFwBD6Ovu4ekcLPbygnl6eru7eb+iEsM8YWgUlkQgM3BEGgpNoFFZDBqbRmHisSSYN8rTAw7zRqGQOIilnRgMRGYPGJxIZfDFEl+7IzgkzOEfqFRpJFK50WTxcwRYfXwVSrVCqaYzWDA4EgR9IZBoGByJx5Lc3TxQ3kgyHhcbHr5w7vBIb3dlUVZNcVZDeV5bbUlbbcmMxupFAzOXD/f1ttQPTW9evXTO55ffnXr5/PNPLgz2dZaXZDfVlXY2VnXVleVEBwepRYvb62cUpM3MTe5MDa0P06erSIEUtywdA+qxDNIOZEWtqM8fzI5eVJGxuqF4YXl6e6xfsY+swk/ZEmOblR7aFmevC9bW+MubgpQd4doZUcaZ0ab5WaGDif7DqSF9SSGzsxP7M+KHc9O+e/utz944MfULNO575+xHc6s6F9V1H5g3/u3h924cef/O8Q8enf3858vXf/no1uMLX9w6deX6WxfWTx/56o2Tf31x+9NdhzZ29S+ra2uMTGqOSRkqLh8qLl/W3DKvtm5Ze+uGwb5lnW1b58/bNH9Bd0VlW2lpaWpqYVpKSVZGdHBAZmJcfXlJcXZGbmpSXVlx17SGwsw0PwNkyTFJJGouR8PhQHNGeJwYj1NSiBIilg2HCUl4PoW0afXKXTu3b9s+uefAwU1bt0zu2rl9546tWydXrljb1zvc1to9MDh71fi6tRvWr1oztmHt0oRgW3aw5f9i7T2g3Cjv919tUe9lJI16L6PRqHettL333rt3vc3b+67X6957771gbMAQmqmBUAIBAgkEAiFgMMS0kIQQfhD2ntFLdB1Ifvfe8786c3RmtSpw1pLez/s83+fZ2Fm9pir30tCyB8b67h5uPztUe+dC6xuX1n1w95av7t2z9MSFpYcv3Lp48KXDW7d3VDgphCwReTEncNdY1ysndv36wpHmFK9HJZXzBWIhLJIquEIYj2Dl4qV5bBZNwOfCsCi2YFUplXKNWq7VqMCh12mMegNiMv8rC1pvMphRxGqz2u1AHbK7LHaXGc/qM1iMuoATzQ64CkOukpC92IsUOvWlLn1NEG2J2tvTXZ2pzga3vsYqr7TKqm2KEpMoR8MpNELVLlWVW11il+VbRAWouAiTFNgkORZhulEY1kmsYr6axxTSyXRSIo/LxNN1YAnMgVRChVGmS3GF2lo6+weG80vKdSiGt6frTWKNliYWEyGIJpFwFEqBXGO1+6yoGzXYTSqLWqpXyQ0Ws9sbzAhlF1ZXNHaFCvcXdjxcP/5Q/cjd3TNzZQ054fS0ktLU2vpgeXUwsyglJS87mJsTyI34MyOR7LS0vNSM3NSM3KzMvPKs4s7Msk3F7Q/1rXu8feGe2rESusrHleEjuGKIxeTxmVw2IUmYmBDVKAZyIluby07119871v7YzLJfru59bcPg7zaPvr198r098x8cXPzT6e1fXT387b3H/nZp96fHN/zp6Oo/HVp5Y//MmzvGXts2+sjKZdfXDj6wfnyiMOzjJTr4VLOAL2OwpXQWTGMKyTQpgy1lsNmEJDGFDg4JmS4h0uBkqjiJIkwic4hUJpmKxw9QafhgKp0B5leFApEIEktghVqlj/mfcQC2IDa73elyuXyxGWAwBuz1el0uF4ZhwKMEABjYrGKxjhJgVP6R6vvfADhOvwqFCizAjEazyYQATxOQIoAdGnxlAPqN68PgVUA3Afg2Addxxo5/EwGPEhCBwZIPaJJxkNPpDLH0JqVcqpDCMrEQFvCgOO7+R/rFc61Z+BHjYZx+8YMDsTkQlyNkMXl48jOTxafReTSKmMXQ89mZamkdZuzwYS0uUyOmbnfqlvvM/X5kOIyHYI2kWEZScBIeDOOacF8YafMZmwPm1qC1NWyv89tKnUiBzZLnsAZ0Sp9OhQ/3WvQeRGfTKRC1BFFL9BKhVaMIYEi6z5UZ8KR5nWGHNYAhITvqQ00Og8aqUZgVEh0Mybg4+opZDJjLRlTKiNed5g94bDaX1Rb0+mI7XC6nw+txBzzekNPlR614+wlixsD0r8WCL0YsFqvBYFKrtcDhDERgwMBgLwNAL9B+gfyrUKikUrlKpTEazRhmBzNcOp0BQVCn3eHEbHbUgiEWqxkBiQOYCcX0iE1rdGoNXo3Oq9KE1JpcBKkL+nuy0ycL0ueL8C+FxaLoYl5wbYF/R3nqgdrsA9XpR+szz3UUXe2rvXeo6YGJzifm+59fP/ra1onf7ZzES7aPrvzw+MqPTi18cnrhs3MLX5xb9cW5lbdOTt84NPLe/kH82Df87p5BwrZt6w4c2PHmW7/97vtvvvv+n98uLf3mzbfbevoKqqqLa+sKKqoi2bkOnw/BG1KdnoDfhFocHndqZkZ+cVFRWWlGTnZ3X++zL/zym39+d+fdd/31679//OknvSsG1m/e9PJrr97zs/sjadnpWYXNbcsbmpeZLE6uQCqR60QSpVShZ/NEVAaXw8crLg2IFXN43f5QQ1Njb3/P/MLK1WvXjI6PtXW01zXUT05PHTh0cPfePb96+aV33/vj1bvvunT5jsNHju3Zu398emZ2YdXq9RsW162fmpsfmZicmptfs2HjzMqFzuU9OQWFdU3Nq9dvmJqb7+rtm1m5cPDokXsfuP+ZXz7/1LPPPPmLp5969pn7Hnzg6MkTu/fv27Jje31zU3p2FiyXEamUprbW0cmJ0cmpc5fuePaFF5989tmnn3/x0Sd/fujY8cHBgcnRoanhvv6Wusa89Pa89JXtNQcn+k/NDh0fW35qtOvkCA7AMQZuOz3acmas9QcGnug4Pd5+aqILPyZ7Tkz1HJ3tPbEwhE/5rps8ujC8Y7R7dXfjZEvVVFvd3sWZ8/u27123cqy7rb4sPy81FHJaDRKJisdT83kuva4gJVxXkF+Xl1eRkVGWllaVlVVfkNtWXjLY1DDb0704OLBqRe+L1+/72423v7757vU7z033dlRlp0XtFpNEhCqkJolIJ4QUfC6DQOASiQIKTSHgTw32vvzcE6unR4a6WxvLikxyuDQ9enDT+pO7tu9dt3r7wtz2hbmFkf6+5tqB1vo1YwOP3HHy24/eXvr6s28+/sPN3760eX68r6m+taqssazk96+8tPTdP77986d/+fDdFx578Pcv/uL1Z59445nH/vnpBy8/8dBdJw8d27l5YWzFRF93VWHOyonR6bEhrwMTC7hAASbESmiJRDKDwYJhKYKgPl/A7w8C/zP46OTzISaTTaHQSLGhO6D/gGtQRiqXK7VaPdidMhrNFovV6XQ7HHjUoU5nwEcatHrEYnU43W6Pz+3xOV0exGLVaPW3AzBIwFNrdHqdBuaQ54eXvfXKMz67iUFOoNNIfD5frtbAchUsVyk1Ro0e0evwHna5VEEmkphUSnF+Xld7W0VJcUdT06qZmd5l7X6XvaetuSwv22U2IiqFSSkxKmCbQe22GLKjAbtF78FM2dFATkooOxysKy7sb2tprqzIT091oqhaLuOwmbgYm4DrzwwKkUZMZOMwTiARCDwa2YkY+XQKM5mggDgOk7a2JH/vpjWP3Xvl2Ufuf+b6zy4d3b93w+LcYE9exF+UHp4f6R/t7agqzBrpW7ZmbqKzpc6FmbQKsUouFPIZHCaFRSPTqEQKHpGbmJyUgB8xECYlE0nJuNn5/z5iAEwkkpOSkpKTkykUSjxXGbQKSSQS4OzV6XSAUTkcvNeJzWZDEBSrZ1DpdDqVSgXDMI+HT6vGGRhIqeDGnwKwSCQCqc58Pt5zCEEQmPWl0WhAYYaNFGDPAAAgAElEQVQgiMFgUKlUTizRmMlkghYlwMO3AzBwTYNx5VgIOQukdoFUrZ+mQMdrhG9Pw6LT6eC/HPA/EKIhCBLHLgqFApdiYrZwq9WKIIhWqzXFBoBtNpvT6XQ4HHa73Waz2e12FMWTn4F/DOzaxFcA8U1xcMu/lgJx5v23k/8GwHEv2Y9OgJYLMBLALVB9cd8wC58c/tfL4Qwcp2IAwKC1G0R3xrXi/0MAvl0fBlFbcb03Tr9x+Re4nX/EzD9YoNlcLk/A40McLh/kJOOBVwwWBdigY/IpK3YfSCgWw1KpUgXLFWKZPFZ2iL/HhRK5QCxlciA6i0+msZPJrIRkOiGRSkigEBJI+Bzvv/zPSYnkRJyNSYQEIpnC+AFlk8gUKpNMYSQmkQEYJ/zLRI0/Ngmf2qBQaElJRPD/RSAk4kdigtGE5BcUgQ8oMJFhRlCfP5iRmZ2WnqnTG0ViCV4HHQt/ZrI4bA6PQqVzWPzkRCIliQxxOUU5ObMTI0M9Hcuaq0d6WnvbageXNa4c68PDCA/uPrJ1w+yKrpP7t37+8VtL//zyn998/u03n/3li5uvvvzM5g2r9mxd31ReyCQQZNSkfAda6XO0pAVGy3JW1eUeHGxYqE6vc6ny1exCvaDFo691aFo8xipMWYkoauzqZreh0WNodOrqXbpqm6rVa+oKo50BU5Nd3miVLnNrhyPW8XTHihRsLNPbn+Iaygz1RHzrG6o+ffrpf7zxh09ffOPm068u3fzL0u9v/c+v3715/cW/PPf60pu3/vnae9+89O53r/7xu9dufP3S23/+5ZtfPP/60js3v33t7TfvefjU9OLhkZk9faMr61onK2vXdnbvHhk/unLl9pHh1cu7ZzvaZjvats9ObpqeXhwfn+rvb6mqLMrKyMtMy06PFuRklhXl52Wm+Zw2j9USjU2gWJRKPQw7dVqLXGYSi7VctpJOMwu4qEigZFAUdLKETpHzOId377x29crp0ycv3nHp1Lmzl67cefXuuy5evGPPnn0r5xZnpldu37Hn7LkLew7s37t/18mje/wWTZZVPVmVN1WY9sDi+DMb5x+c6Ts7UnffhuXPH5n++NrO/3ng6NKTl/9x96k/nNzz/KFt3VGXn5NcIOdsr8x7YHb4/Wvnbz39UG9RToHfrZXgFS88SJJEZxHp9CQyKTGRkEzEu/r4fC4skSlUShgWSaRCqTRWCgyLYFgEnCnSWB0dWNSqVBpc8FEbtDqT2oDoEavejGp1Br1OY7cYwy4sw4tleyyFfmtl2F6f6qqP2KsDlhKbKt8sqbQpM+WsVJhWqBdW2pS1Lm21Q11khssdqiJMloeIs82iXAucbRGnGwUpWoFHwndKxCaIK2VQRUy6QijQwBKVSGKWaTV8SZo7Zbx3ZHJkuqS0CrG5ZGqdXIELULBEweYLKXQOhc7jcmGJSGMzum06J6bBMA1mVVvtBlvQmZKdlltSXNlaUrcmv+li5YrH6ibvrhzYXNTUlJ6XkpHhKysO1lQFS8qDaXnRQFa2Pyc/nOd3hlPC6WmZedHMnFBqRjQltTyS05VatKu06562uUulKzb6KyJkiYkL0yEBVSZmcnkcGoOdkKBm0crc2Fx1wYHuusuj7U8s9D2/uv+1jcNvbR1/Z8fU+7unPz64+Kdj67+4uPeba8e/u+/4Xy/t/PTEus+Pr/ns2OoPD879Ye/0rzYPPbVh8OH1w7u7q8ssCpSRgPEZFpFYweIqWFwdF1IyOEoGR8XkwiTc9iynsfCDwpSS6OIkiiiRzE8isZMpDBJeCM6gUPHB1FiAE4fF5XH4QoEIALDRYMGbVywOC2JzOFxOp9vj8fljw2V+f9DnC3g8PpfLg6KYRqOTSGRxKAX6qlj8bwwMvEj/OwBLpXIgQuj1+KyPCQ9rw+OUgFoYx+C4ZfqnJz9yPAHcxafY2PgBqol4XKGAL8a3FEUyWCxXyDUatQH/Z6wxGvSITmtSKXVA/pXCMlgkAao4j8NnMzk/BWDc28zGEZfFYLOZPDYz5n9m4tlXDCaeCM1icNk0FpfO5NOpEJ0q5bDMQk6RSdXqMC/zYm0OY4tNu9xnHgxhAwHLaKptJIoNRyyDYfOKkGkgaBwIGntD5s4g0hZG2yP2lhRHpRcttBmL3LaKSCCKmlIwS8CCM61dr3YhWrdF50K0NoPaZ7Wket1ZoUBm0B/1uEIOW8Bm9VktTpMBUSk0YqGEw4LoVC6ZyCElywQ8s1brw2xeu92N2b12p9fudGI2p93ldfsC/hQvPl3nsSB2M54SYNfrcCOa1WrDMHztAUKw1GqtWq0FC2m93ggmgYEmbNSbjHo8Lt5sRBCTxWQw67UGMEaBIlY75sBQm8WMWswohtrsmM1hxZyY1WXDnJjNhmBWE2qNicB2vdmq1rrV2oDeENJqQ2pVnhVpTvGP5aXOF0VXl2euKc9YUxxZVxzcUhrZXZW+tzrtSH32uc7SqwMN9ww13zPS9thc/4ubpl7aMPzq5mEwCfzuwZn3j858fGLukzPzX5xb9efzi5+env/g8PiNA6M3D098dGT6g4MThMuXzxw8uPOjj298v/Ttnz659e3S0oU77yqqqimqqc0pK49k57pTwk6/3+ZxoXab0YJYHXYDYra5nC6fN7ewoKistKah/uzFC199849fvvSr648/9t3S0oEjh51ez9Vr99z46OPFtZvKKhum59bs2X8sK7dEpjRo9GgSicniirkCqUiiFsIqBluYTGbQmAKRVIELbmqV1YZpdFoUswqEkEKlNJpNhcVFPX29y7q7pmamBwZX1NbXNTQ12h2uSHpGcXlF27KuobHx+cXVq9auG5mYbG7vSM3MMiAWkVSm0uk3bdv+3oc3X3zl1y+9+trNW3/6w/vvvfH7t154+aVzly72Da4Ip0aNFkRj0JNoVCqTwRHwHR632++bXVj5xu/feuD6I2++84ebtz778NZnew4e2bH3QM/gYF5RsdNpd1gRn9WSE3Q3F2SNN1Zt7Fu2b6zv+EQvLu2OdZ4a7TiJi8A/APD5SdwLfW6i88xEx+nJbvyY6j0x03tsfsXJNeNn1s0cXz2xfXT5WGNpQ1Ywz4NWpgXHO5u2rJxaNzM21tfV1VJXXVyQlRKy6Q0Gicwkk/kslhSbzW0wOHW6MGb1GY2Zbnd+yJ/ldWW7naWRcG12Zl1ORrYHu+fkwa8+ePv1Xzx68dDus/u2H9u+afXoisbignS3A3dHq5QCCoVCIMi5fDmfF/bYnn70Z2N9neP9yxbGhgpSgitaGu87d/rU7h07F1dumZvePDs11t3WXlXSWVPW31S9eqjr1cfu/fj1F5+9/86nrl2e7G0vSYtkh3wRl+PU/r2vv/Ds6y88+95vXnrmoXvfe/WFt154+ul7L//6iQffeO7Jv9x4+/Xnn3ro6sVrF8501FfNjQ1PjQ56HRgM8cgkfAYYLwNOSAChVmKxBMPsoVCK3x/EMDuIBQIDwHQ6k0SiEIlkcE+wCGYy2RAkArtQ8Tg7g8FksVjdbq/b7QU7W/hnsdlid7i8voDXF3B7fDa702A0yxUqMSzlcPksNlcoguUKlVyhUijVOq1ayExuqSq49d7vclL9NCKBTEpkMGgyhVwmV7L5QolcYzCiao1Bp8XDe1kMdgKBYLMg9dVVna0tbQ0N/V1dJ48cfOd3v3342l1b1qzqrK81K+U8arJazDfIxekhT1VpfshrD7mxisLshrKSvGhKZsBXkplelpOd4nJadXqdQiHkcfGWXgIOwEkEAjU5IZlA4DFpMJfFoRC7WxoLM9NWT48d37fzzjPH773j3HOPPvDqs0/+/IF7rp45dv7QnuaKotwUX01h9om92//+yYdff/7R7199Yf+OTV//+dbS9/+4eulMY00ZolcK2FQxxBJDHB6LTiMR8aV9YgKOwf8rACck4OIwUGjB2C3wM9PpdBKJBEGQy+UKBoNarRbUBcXrfMVisVqtNhqNer1eqVSCzEkOhwMeDkRgMAn8UwAGYAm80GKxWCQScbnc+BAyGAwGgjObjXchcrlcEokEMrqApxqEZgHbNsBsIOeC8iQQHP0fLdAgjgsowMA1DYK+wP8d8EWD/C3Q1QTDMABgi8Xidrv9fr/T6TTFLiiKOhwOt9vtcrli2q/NZrOhKO4mkEhkUqkc7MUCb9iPDGCAM2NQ+m/cG//h/wSAgQAPiBcPifoJA4PELKAGg2JhsF4B3un/aIGOS74/OvlvCnBckY7TLwi7AtdxBgYK8P8CwDw+JBTBYlgKCcV4zxmDxWCyATeyOTweH+ILhDw+BE4EkEiqVEkUSqlSJVfrlFqDSmdUag0KtUGjRxRqg1iq4QqkNKaASGHjGJxEIyQQgXIb59tYrhVeiQT80sA4TSAkJySSqDQWMZmamPDDIHFSIjkpEVBxYmKsoBjQL5FIhCDIbEH8wQCbwxNAItRqi6amh8IRry/gD4R8/qDRhHC4fFAyQaMzmSwOh8tPJpKJSRQBD6IRqVRist/pbKmvbm+oqq8oqC/L7e+o37p6ev/WNZvmJtZMDO1cnDuwefWZQ9s+++iNLz955+u/fvQ///j0s8/eW1r6+osvPsrNSCnIjITsKItAUFCTpYmEztzM0fKC4YLIdHnaUJ5/ujJ9vDhaZVeVIdJqu7YtYG3yWBrdSIvP2hawtfiszV60xWetxnTVmK4W09Tbdc1OfafX2BOw9IWsPX6kJ2Adzw73p/r6UgMtbmyhuvzmY489f/7Kla37Hj9y4a37Hl/63c1bT7z4wYPPvn33ow9sPHhxbtP5mU3Xdxx9/Y6H3n/w6fcffOYP9z957+bdJyfnty8bmC6vWdfc0ZWePVVVd3hm/vDcyo0rBvsqytqL8kdaGqaWtY20Ng80N2xZXHXq0IENqxeG+pZXlBRGI8HCgpxgwON22RxWBP8ySiQIGDSLWpXicBREo+WZGU6NRsNhaTgsNYOqpJHBtYHPFhAJUg7jwI6tD9x797FjR46fPHHizOnTF85cuPPi6bNntmzZNjUxOz+3uG/voUt33Hnw6JGNm9cd3LfVi2oiJnmVx1Rn0z68cf6dMwceWDmwoyX34mzz47uGvnrsxNJTl5Z+fs/N0/t+d3zPIzvXmZIJFhIhC+Ycbq5+bPXM+/de+vLlX6yoKq3OTNcrtWJYwRPJE6gMWKHmi4RMNoNKI9JoFBaHzROKIFgMiQRCEU8g4HE4LAYD37UDgQXAKQNQRyAQCgS4XRaWKFR6sx7B9GZUqdJIpVK1XGbWqWwGdcRhznCashyGTFSVYZZlI7JCm7rSrS+xyEsQSbVdW2VX5eqEuTpBkVmaaxQWWRV5qCQHkWSaceE3oueG1JyAkmfjsXwSGSYUqpksLV9gEEm0ApGODxt50qAeW1G/bMPkYnNlE2ZxKjVGmUorgiQxUU4g4sFCjkTIkejliM8WNitQs9xiUVrsOrsXcYedofzU3Nqiqo7Kut68ylNNI/c3TT/SMHO5dqQ3VFCUlhUpLnKVF/rKikNFJdFoTtCZkuJIyfRneuy+cCgtPSc/NSvXH04Jur1FrnCnJ2tvcdfZysEjuZ3LNUE/UyFliaiwmADxaCw2nkSVnOySipbnpG7rqDnZ33zXWPsvN468tmX09zsm39018/7u6Q/3zX1yZO1npzZ9ecfeb64d/eaeQ38+u/XWsTVfnFj7+fE1Hx6ce//w4gubhl/cO//wpqnB3IBbQDWziDo2zQLDSjZPzxNaJQojT6Rj8o0coZ4lUFHZahpHzeAqaWwZmSEmUoVJZF4S3qLGIFHoZJyBAQCDoGMGsJ2IZAq5Rqc1mU1WC2JHzJjT4XW58KQJr9cPBAa/P+j3B71e3Aqr0xlkMgUg3h/5k+PzuiDd978BsEAgjI+eAQYGwoM1FsuMorjeCL7XgHII0klvB+A4fgNDNdj2jW+/AvoFAMzlQHyeSAhJQNOvBFYoFVqVUgcA2KBHcB5WaUFjLejvEQthPlfAZnJAoXFcEI6nQ9OpDAaNibNuDICZDB6NzqHSWBy2gElnsal0HpUmoFGEdLKcx0JFvApU3+lCu33WNoexzaHvD9qGoo7+EDqW4R5Jsw9FsYEUc1/ICI6esHlZxArotz5oK8AMaSZ1tgMtTw2nYJYUG+oy6fQykV4mshnUXqvJbTH4MTTstKf5PGk+T9hp96KI02SwG3RGuVQLi+R8LkBfHoUkYtIlPI5BpYoGAlnRqMtqsyNoNBRODafYLKjX7QsHU0LBqMPu0WpMKqXejNi8vpDJhFituC8ARTGgmWu1emCZ1OuNJhNiNuOucr3eqI1N+YLMPGAbsWMOh81ps9qtFixmIXHYMYfVgqGIFUNtNqvdZsVQk9GOWlw2zGFFrSbUrDOZtUZEZ3IhVkxjcGoNKQga1BkcMOxXyIttyFhh+kJZ+vravA21uevK09YUh9cXBTeVhPbVZh1pyj27rOLOgYbL/Q2X+ut/NtH9izWjL6wdennD4G+2jr25e+Kd/VPvHZ75+MTKT8+sunUSb/3904mZ9w6MvLdv+ObhqR8A+OrV8y+++PSzzz31T3xOdumLr/66sHZDXllFdmlZWkGhL5qGuJw6BNGajXqzSW82KbUa3ELhsLt83lA0UlBS3Lasc3h87I8f3PhuaenSlTv/+MGNb5e+r6ytKS4ve/fGB08988LcwvrhsdkHr//86InzDneIB8kEIgWDLYZler5QSaRwaUwhD5LxIAVfKOXyYs1jwh+GAmCpRKFSqrWavIL8uob60vKy2vq6krLStIz0SGpUBOM7cISkZDqbI5LKJAqlJxBMy8rWmxG8xVskFojhJDJFodHuPXjold/89ujJUwtrVrd2dmTl5XqDAY1Bz+RyeELIgJhzCvLblnXOrVpYs2H97MLKqbnZdZs27j144MGHru/at394fCq/pNxid/lT04ura7MKCkpKywdX9Pd3d66bnd6xar6/rmKqtXHf1NCh8Z4zcwMnJ7oOrWg6OdJ+Zqz91Ejz+Yn2qyt7z463He6rOz7cfGGu//Rk95HhjhPT/YdnBq7sWndq3czanuaespxUs9qhhMrTAqVpwZbywtaqktmRgXWz042VZdmRcE40xY/Z9FIZolDZdQadWKIViVCVyiSTufQ6u0bt0mqDCBJG0SCCpGCWTI89BdVHrPoNEyseOH983cRge0XhcHvT2LLWA5vWb5yZHO5or8jKdBmNMg6HT6byqRSNRLR3x6a185Mt1WWzQ71zgz0bpkZPbNu0b83CjvnpdaODq4b7Zwd6u+uqG0oLexqrh1uqnrxy+jc/f/ClR+99+NLp/paaMGYpSA2H7Nja6cnnHn3o4rFDB7esmx/qnRvo2rk4c/HAjntPH77v3PGXHn/w3VdffPHJ6+ePHBhe3jE+0PvKC8/WVpQatSoqhZSUSCASiVQqNSmJyGCwpFI5UIADgRCG2dVqrVKphmEpCNqJMzCVSgeLddB3p4kN7oPwOkusQ9jhcPl8AbfbC6aIdToD6Dpzub0er9/rC7jcXpPZAtpEQBC0ABJptHorZregGD40JRO4EdVvX3xqpK+DyyCRiAlsNlOpVml1BoVSLZOrlfhQlVGp0sESBQSJGDR6AoGQGg5VlBS3NNQX5+eVF+UP9/f89fNbVy+dG+ntXjc/kx7ycKhJqFZRX1E0MtDd09VSkp+ZHQ2UZmdmh4MexBTA0IK01NxIisNk1srlOpWSy2ElJBCYDBqVmMggJ4v5HCaFaDfp7zx76uYffv/g3Vfuu3z+6ev3v/SLJ5559MGHrl6889SRIzs3b1s911Zdnh8NeS1GD2qsLMjetXHN09fvf/X5p3dsXHX9vju/+cutv3xy4/mfPzw93p+W4qYRCVwGxW4xQWw2k0ymJeMpPRCXl0QgkIkkoAAnx3KwiLEyGGIsdSw5GW9JAoQZb98FKiuBgP9ZDQZDVlZWMBiEYRhMCwMRWBFz6anVarPZDEEQYEgAvUABBgFXt4daAaoUCoUKhQKYn0UiEZgiJpPJRCIRPBA4uED6NJPJFAqFoJoYMDCbzQYEG5eLWSwW+OcXp2VAyP+a8KUC1iWRSHELNODtuA4MlO24esxg4D5wFovFjV1MJpM7tugoLS2tqKgwm82AgTEMA9qvN3aJxWXFun9hKejWE4slbDYXLAXim+L/LgWDV/gP13EGBoQP1G8eTwAi4phMNmizADlVIFMdTBOAXCswZBXXe390wuMJQA4Wi8UBb0OhUAwC6oD2CxA9HmH1I+796Y+3S74AaOmxaKu4+Rlse8VvBCT8I+czYHUgWf8gU3P5QNoVw1K+QMhic8HQLLA3g+lZQMKAk3lCmC+WCmCZUIoH3UmUWoXWqDFaNUarweIwWtwag02hsUgURoFYzeDAdBZEZXCTyQwCPhJMJVKYiUQagUDEr3HQJXL44h9+TCTTGdyERDKFyqLS2Ak4+hITEknAWZ2QkIQHSuOZ6niqnEgkCgaDpaWliMVqxewpkVR/IGQyW4QiWCpTFBQWg0RodqzYHIjbJDI1KZnEZvLwHhQSjcdiqiQSFpWYEfbWluXNjfYuTAysmhhYMz20bmpkw8zYI1cubpobe+6xa19/+d7St599/dePbn389nff/fm9994sLc1VKSUyEZ+ZlMAkEMSkZAGBICcmpeuVZTZ9FGb4ecRGP5KjFpRjqkpMXYwoqu36Bg9a6zTXuy1tQVejB6u2mepdaJvf2eiy1mGmOszYZEfaXZYun60n6MRXjX5nT8BThxp7I6E2j3tff+87P7v/uTN3PH749PV9J589cfE3d9z/uysP/PbCfa+cvvKbs9fuWbP92tpdT+w7cXX1joMrpg4PzR0dmdvbN7yzu29tU/tsZc1CQ9Pm5T0bevrmW9ujegMqEipoVDmdquFzzBKRS68L2qw56dGGmurxsZGFlXMrVvRXVJTl5GTl5eW43U69TiPi8/hMJszhKiGhUSpHVari1GjAbDYIeGo2E4F4qEhgYNGkpAQDny0iJkDk5MXJ8at3XDh16sSJUyfPXDh/+uLZs5fOXbp8x759++ZnV27Zsu3kibOHDh/dsmP7zx64tm3zGo9FbZNyomphR4rzoS0rf7l346WxztWVKXuXF71yYvGVA3N/uXroiwuHXti48Nuje7Ysq1cQCC4updlhuXOw99aVi397/on3n364KSstYrelhtIUahMhmUZk8BRaozcYksolhAQCk41v61NYLIlKJRRDEqlQpVLAsIhKJZNIyTQajUgkgj0+kCoH3mIMOofNEfAgiVSFb/3I5GqZTKFVa9RyiYTHVov5VpU4bNFmO815LkOuQ5tjVeVY5KWYphxTFaOqQosszyjNMYrzzLJcizTTCOeg0nxMFVSxIzoo3QI7JDSvlJNrMGZpTH5Y4YUVPoUGhaRqCktH5fglurHq9v0zG4frurwGh4wnFQllElgh5sNKWK4UK0UcsYQnN6msTiTgsgRRg9ukt6Nmp9sR9HvCkUC0IDu/vaK2O7voYPvQ5dbJy1VDd9ZNbsxtrQvmFRaUevJy3CX5/twcdzga9ISjvvT0cHY0nBXwpoRDaWnZedkFxenpmWmeQLUzMhTM35HTtELlr+ch+VydJplDI9KJIlGyWEijUVQ8rlnIqwl7Do/3n5tcfqav/hcbRl7dMv7Wzsk/7p69sWfmvb0zHx5c+dnJ9V9e2L704On/uffY13cd+Medu7+6uPXPp9Z8dnzVZyfXvndo1funNz23a/7y/EC+QWJhkTBYoOGwlGyOli80QbCRJ9IyeBoqW0fnGlkCA5Ovo3NVVJx+YRINIlL4yWQukcwiUlgUvIGNGtuHY9MZQMlk0lkCHgSL5RJYIZOq1Cq9VmNSq/SgCclmczidbi+eBh30eHzg3G53Go1mXG+PDeBIJLhXIM69gEvBbux/o1+hUCyVysWxriO1WmuxWIF6oVCozGYLgqCxEia30+lGUUyt1orFErlcGX85oVAMvi/AFxywPQM2FgiE4EVjCjDEYf/4gMUKCayU4Ts2GqVCp1LqY4cu3l4LFGChQATxhRBfiLcZcQU8TizUio17noF1/IdMLBYfNzwz+UwGj0HnMOgcDgsfDOYzmQIGjUsmCqhEDcT2qSSNbrTBol7msdSaFI2oZjjN0xOwjqS7e4PoYKp9ON0+EEG7/bpuv64npOtNQZp9hqaApdaLlLlMBXZjjt2UYUciNsRj1LnMRkyn0clgrVSM6tQeK+LFLB4r4rKY7SYDqtOYVAqtFFaJhQqhAOay5RBfDvH5dCqFQKAlEsQclkml8DkcIZ8/5PN77HjwFa76+oI+jz81khHztbhtmMuGuawoHojldODKkMViRWINUkhsghcISHa7E/RIgYxovFAqVtCoVmp0Gj1istisdqfdBQAYQ20uh9tpd6GI1ag3oYjV7fS4nR6rBbVZEAdqtoPHa40mrdFqQp2o3W2x+1C7z2J16nSoRIIIIZsEDiokvZmBVVVZG+sL1tfkbKzJXl+Ruq44uLUiurs283hb8eGmggP1uac7qy4Ptd4z2vXQTM+T873PL/a9snHojR0T7+yfuXF07tapVZ+fW/352cVPTy98fHz2wyNTNw6M3zgweePA5AcHpwjHju17//23bnzw7vdL3/7lb3/98uuvhsanCiurc8rKw9k5mNevQVC10ag26tV6nVKrUet1BsQMADgYScnOz6uqq23t7Hjkicf/5/t/PvbzJ5/8xdPfLn2/c++ejJzsg0eP/eG9m4ePnS0sqV67YfsLL/12/aadiNXN4oo5fBkkVgtEKq5AzhcquQI5kwOzeTAOwHyIDwn4ENgMEsJSSawERJGTl1vXUF/XUN/a3paRlSlXyhDUjANwQmICkUSmM/AGCiKJSKUREhJJNDo+vJiQmEyhCsSw3oxYbHYTauUJIQgWq3Ram8sZSU8rq6ocGB7asGXz8dOnTqsw2/QAACAASURBVJ8/d+zUyfWbNy3rWV5YWpKVl5tbWBBOiTqc7vyCkvWbt52748qeI8d2HDh0+e57V6/fMDwy1tHeWpSbFXE5CsKB7qqydSu6dg51HJ/uOT7ZdWys/dTEspOjrccHG86Nt50bb7s0vezyXO/F2eUXZ/ruWDV05+qx0yuHLm5edWz19FhdaYHTkoHqohadVy/3GJT5Kb6CiD875MP7bGqrK/NzC9Kifszq0Ou9CJLq9kacTrvOgCgUZrlcJxabpRJEJrWrVB693qnRWKRSRCKxqeRevUJEItiV4qZiPIYqzWkNoUavSZ9iQ2vysoc72gfaWytyclxGo5zL51MpcoiXlxnZt31jfVnhzGDPTF/X1pmJXQuzW6fHd62c2Tw1tjDUN7l8WVdtVUNp4bLa8tmelkcuHnv96Ydffuy+p65dXhzrjzqwqNsedth6W5qefeTBE3t3bpgZ62uuba8ojKVAj+1dM7s40rd6tH/74uzOdQurJ0drS/KHe7pe/uUzy1qb3HYrTnexsp+YyIknqcpkCgyz+/1Bt9trMiFgCl8oFHO5fLB8J8UaPMFqmMcTSKVy4NkAYYCxyUoHKEPHMPzdp4s5cHBTNIrZHS63x+fx+n3+oNvjMyOoXKESimAQpioSSwxGs8vtdbm9VhRB9XLMIH3y4bu3rpsX8RgMajKLSZVKYaUSb+CEJQqZXK1S65UqnUSqFIpgOp2emIBHVbU1NVaUFFeVldaUl+SkRwd7u5a+/5/Z0aH89OiRvduXNdfCHHpJbvrCzFh3Z1N6is+G6NIC3rKcrMK0aLrPU5CWmp8a9aBWo0Jp0mikIiGdRuGwmTDE4zFpXAbVpFVdOHH04z++8+LTT+7ZsvHapbPXLp29fPrYkd3bNsxNDC1rqSnMzgy4AhiCZ26ppMB0XZgRaa+rbK0pXz07Wl2Sc/bYvjdeee76fXeumRs7vH/bzi3rVnR19HW0tdfVqySSZAKBSca91lQi6f8NAMebh5hMJpFIpMcICYRIQRDkdruLioqys7P5fD6VStXpdCaTSalUKhQKiUSCIEgcUzkcTix+A+8hjAdBA3kZALBIhBv5QFehKHYBQ79UKhWMH8cBGDwKgiAAtAwGI+6CBvIvBEFCoZDD4QBvMwjEAv7nOP0CcRgUBYMbwYAx0HvB7cB9TafTiUQiiUQC7UocDkcmk7HZbDAJrNfrMzIyKioqgsGgIXZxOp2BWBmjy+VyOp24G8li1ekM8L8DsFAoBvQbX3kAF3Ts+j+gL7jpPwJw/B0UB2CQKnc7kcZs4wLwcfwj7o3/GAdgNptLozFYLA4AYLBVHzdpA480QGWAuD+6jr/ujwD4dmU4LgJTKLS49gtOaLRYzRGDFb8/eJ7403JiAAxLZBKpHLzH+QKhABJxeQIOF0R+ctkcHpcnwKVgISwQS/GSsxj9iuVqqUqn0JpvB2C92ak3O40Wt97sVuvtErVZpDAIJVq+WEHnCJMoLBKdy+SJKUw+jckjEMiAh/FznHhjRyKVkERLSKYnEhm4Ewr3LXI5XAjsPoBgPxiG/X5/YWGh3eFSa3RmBPUHQlnZueGUKGZz5OTmyxUqASQCAM9ic+kMFplCI5GpVDLeAsog02FIYFSrEb06Ny0UcqPpAfuKZY27NqycG+lZOzm8e93C7jUrN82N3XjzV99+9eHS0pcf3nj973+/9eFHb/f1dyqUMJmSSCEnUpIIzKQEXnISm0AQJhAsPFZNwPH8hWOv3XPh7Oqp7f3tTSFbukpYatGUW3XVDnON3VzrQBs99hqbtRJFGlyOcrOx1KivNBnrrGiT3dpow6+bHVilTlNvRfojkemCgr5oaqvbs7m17dDg8LZlA+ubuzY2L9/bN3p6cvHS7LpL0+suTq/Z0dK3pbHrQM/YibH546Pzl1ZtvHv9zlPTi6em5g4Oj+3pH8TDrubmFzs6ci1WEYFg4HKkVKogOVlIIQvpVIhKFdCoEJOOa+6k5NhHE15wlURMpDHokEgQM6FwY1ZSMp/GFDJZci6kEYpz/f4QasZkEhPENQu4Jj7LwKJpaCQTnyOhJEPk5LbainMnjx09dvDCpfNnLp49fen0pasXr9595cyZM/v3Hjh25PiF85fPnrtw7MTx+x+8d2Rwud2ocCihVJ24wqbdtaz+zHDX+qocfEA6A9nXkX91rPm17Svf3rvxdwd3PL93e6XTDBEIHhFzf1/nK3t2fnTn+bfvu/OFuy90V5Y2lZXVVjU6PRGBVCtWmyQavT8S0Ri1uIOemMDkc5OZjAQyGRIJUKvJ7/eiKCISQTQahU6ng22+WPkcnp1OozHw3aVkKpnCSCLTGBw+my9ksngsNhf/HOZxGBQih06W8phmmdBtkEdQTZbDUOg1lwXRTJMsz6IqtutLncYSh6EQ0+ZZ1XlWdSYiz0TkOVaVX80PaqGwXoSJqGG1eLSkYnX9srHS+ip3SlRlsnNhhMqz0aG1zX2bOobm67obwwVeBaoTKNUSjVZlVCt1WrVOrzLqFCaz1uayBnyuNK833RfIcvszbN6Iwxv0h6OZmdlFBYVN+YXrKxqvdI7/rGPmQs3I/rKB4cy6/GBOJKsgtbIipawkkp0bCkZTvJG0QGY4mOX2pUYj2anRrLTMvMysvNxoZkU4czSrfGfFsj0Fbb0afyFbHeIqNSwRnyeiwbJEDkfAprMIBIRLm6wuumPVyOWp7vsmO3+zc/b3O6ff3TP9wd7ZD/fNfXBg/uOjq7+8sPXvV/ctPXr2nw8c/8fdB76+vOvPZzbcOjL/4f6pGwfxCtM/nNz08uGNW9srgzDHxKWruCwtBGkFIqNIgoikJr5Yx+TrqBw9jWtiCixMyMjga2kcOYUpItMgEpVHonBIZC6FDgA4PgPMYXHBsCsskijkGqVCq1Ro1SocCGVStdmE0w6KYna7M26EDgRC4XDE5wvY7U6g/iljgcBKpRrQ7I9KjCBI9CNHUnxGVyKRAYlYqVSbTAgw1uJfa7GiHX0saQnoikBaBGM+wI8vlcqFQjFuRohlncafM06/OBhzhP/xEAllYpEcFiukEhXAYLlMI5epJWI5LJLgo/KQGNAvyH/+bwD8rwIkLpPB/SEFGidhPD6aw2AK6AyITuVTksV0okHECelktU5zi90wlObr8lnbvdaBNG+n39oXdfZGHH2p9p6ItStk6gwYOoO67qC+K2Sqd+law/a2qKcmYMvBjGGT2hdLsXKaDA6zAdEoVVKRGhYalTJUp7Zo1YhGZVIpdFKZSiyU8QUSHkfM5og5LA6ZwqGQWEQSNYFAwUfhKDqpzImiXqfL7w0EPQG30+NxeYP+UCgQDviCQX9KKBBxOX1mk9VkRG2Yy25zI2bMEgNgsFS2xlR6DLODA0Xx3wI2Bn8s3FNpRm8TeO0YakMRq8WM2qx2AMMgUMDlcDtsTtRkxkwmG2K0mc1Wo9FiQFCjxW6xuW0ur93tt7m9FptDb8QUSkwmcylVIY1ieUZwoSpnfX3R+tq8jXU566rS1pVGtlalba2IHmopONhUcKAx/3R3zaUVzZeHWq+Ndzw20/3cQv+vN42+tXvm3YNz7x2e+/Do3M1jc1+cXftZTAf+6NjMzcMzHxycAgdhfn78o4/e/evfvvh+6dtPPvv026WlybkFPPw5K9vq8ysMJrFKI9dqNSaT1mhQ63VxAHb7feHUaGZuTlFZaUVN9bZdO7/65h83Prp56tzZP3326Uef3Gpb1hnNyPzF8y/+6pXfLu8bqqhuuP7YU/fefz07r5TBFtJZEI0pYHJgvlApEKnYPCmbJxWIFBwu9KO1Hb7yEgrlcnkoFOrsbK+vr21paWpvb83MTK+pq7a53BKFks0X8EVinlBEY7EpDCadzWFyeXyRmESj01hsgRhOIJLUesPswqo1G9av2bB+++5dR0+eOHz82IYtm2dWzk/P4xlXrZ0dtY0NeUWFoWjEGwykpKXm5OVOT0/v2bPnxMnT9z98/devv/ngo09s23dg274Ddc1tSi2e/A1DAmZSotOor8nLXhzo2jbUfmSy+9hU14nprnMzPSdHW48O1J0bb7tnZd+p4aYLU12XV/YdG2w9Mtx2aWH4wprJoysn2rKjDjEXE3EjiDbXY0tB9WYJ36lXOnQKH6JL9dh8qCnssKa57BCZZITFeaFgbX5+cWo00+uN2G1ugx5TKWE6TcFhG8QiVCFHZFItJFDxuGo+D5VLDCKe36yrL8iuyk4zS8UwnWJTqyxyGaZVB6zWgmi0qaysqiDfpteRCARYwJGLBV0tdZ0N1SWZkZm+rkMbFw+uW5jrbt8wtmLtyIqJ7va+xrqGovyy7MzagqyR1upL+za/+eyjL16/57Er5zfPj4cxiw81ZQX91QV5b738wrnD+xdG+tsqi4sivqG2+m1z4/vWzq+bGJztX9bXXFuVn5kfDdmNmqKs9CsXz9ZXlTsxC4+LO4eBBTo5mUSnMxUKlcvlCQbDQP6VxiIEBQIhWE/TaAzQAgrsl2KxBIwrALONxWJ1OFzgkxe8vUGdDIh3t2J2h9MN5N/bAVgAiYAZEpbITGaLx+v3eP24h8OoVgqZR/dtu+viSZUUYjPIdBpJJIJiib5quUKjVOm0OrNOjyg1RrlCw2KxkhLx/iDEbCzIyU6PpDTVVVeXl5i0ygO7t7/47FPD/cvPHN1/35ULvR1NLGpSXnY0IzXgc6J6lcSkkqcHfZX5uYXpuPxbkJYasDtMSpVRrdaplEKIz2EzxQKuiMfm0ClWk/7zmx/cev+PR/fu2rS4cvPi3MLE8FB3e1ttRWlWNOrGPIjOaVTbDGpMp7HptYhKYVTAPsycmeJLDbhCbtSgFDVVF0+P9K5fGK8uyVqcGTp/4sA9F84d3rljz6bNVYVFWomUlpycTCCw6YzbATgpmZT87wpwcnIyiUQC5rp4mHNcdE1KSiIQCAKBwO12V1dXt7a2ulyu5ORkCIIsFovRaDQYDLLYBRQjCQQC8CSg6ReYlgFhgoxlkUgkkUhAUqVIJIJhWCAQsNlsEPUM+BmCIDByzGQy4z1JoCgYKMBgcBcAMI/HA0wLLMS3oy84Bwrw/yMYk0gkIIaDMeB/ia48aazxWCaTpaWlVVRUBAIBUAuMYVg4HI7V/1qtVqvFgm+Ta7V6sVgCFGAYlnK5fFAx//+LAhwHYAaDBUCXy+UDiAWYCuRTwLHAzByH3ttPAACDO9NoDDCBD5rGboNz/JlBajTg0p9ex0kV/CrOsXHrNbhD/LdkMhUcAIZpNPxvDuTrHz0WPITDhSChRCJVSmUqiVQphvFNK3w5ActFYhkklPAFYh5fxOOL8BMhDInlQqlaJNOI5VqxXCtR6uVqRKlFtUa7AXEZEI/OhF9bbEGrI8VsC9kD6XrMp7G4TY6gyRaQaS08WM0Vq8gsISRRMTgwiw8zuCKxXCuSabQmDDc2CpVcSCGW6SUKo1CqhmVapcaIObxGEz5MoVJrQU5BIBTMzs3xB0I6vVFvMFkxu8frN5oQvkBoNCEgswCo2QwmGyRgkSk0GoVJpzKIhGSxgG9HkN5lbbs2r50bHyjKDMkFdDeiXt5cdXTHpk1zEw2FOc9dv/cfn3/w6c3fffnJu3/98oPr1++qqSuGhJxk0g8VaJTkBCYxiU4giKgUVCLxqOQ5qP6xU4eW3v/du08+8NDBHdVeS7ZelqmBKxymCsxUhZlr7Vit3V6JotUo1uBwNdqcDZij0eZscXqaHe56q70Bc7S6vH0pqQ2Yo95qH8nK7QlHDw8MvXru4r2btp2fXX18fPbI0PTJ0ZmTI3PHVkwc7Bk92DX4s/U7r63ZctfilrPTq46Ozp5fWHtx1ca9Q2Mnp+d2r1gxV1/XW5BXGw4FNSo9h20Q8GQMBkyni+h0mM0SshgcnO2SackkiA8+KFj4JwyLw2SzOHjzHd7ghX8CEPEwIQGdAzHYEqZAyYdCFovPpHeplSgMGXlsI5tuZNNNXLqJz9JyGFIGtTwv88LpE2dOH7927e6zl84dOnno1MVT5y+eO3/+/MXzl86ePnfq1JnzFy6dv3jhoYceqK0pD9iNXr00ohWnKgQdIUerw1hpgIt0vEINo8HI21WZfq23+fHp4XeOH3py5xa3kCVJJjiF9Iurpn69d8czW9Y9dmDn+W0b++pqJlcMjgxP5xXV6jEfB9YQSAw9YnX7fVKVLIlMSiATSRw2XcAnEBOMZl04EoqmRSKpKQaTnhUrBhMIITYXDw8HMW/JRLzgOimZQkgggj4tCpVOjb2vcR8NiUxKTKCTEgVMsoLPRKQCj1GRZjfk+SxFPrTYixS4jDk2bYZFmY4o0hFFJqrKsqpTTbIMizKkF4f0Yp9aYJcw8zFk//D0K+fve+PqIzt6xtKkBozC7whknRpffWpk9cqSlhpLOE2CeoQGq0jn1DlS/FF/IMXp9Xl94fT0/OLi2srq9qqG7urW3ozKxkhZjS+vyJudnVFUXFlb19RY31tacaV75Om++Z+vWH9H58rNtcOD5ctrKztK69pLm9sKqmtzcwozUzKzw1lZ0bxgSrbdF83JKcvNKcnJLsxLz8Onf9OLN5a0nmke3pHT0KnzhJgSI5UP0XBtnM4REolkITlRmUxoDDvOLww9uGHqgbne5zcMv7N79sb+uY8OzH18cP7mofmPj636/OyGv9+15/sHjy89dva7+4/9/eq+v13a+tnJ1TcPTL23e+zdvZPvHlp498yWXx3e0BawmuhEHZcpotOVQlgjFOuFsFEkMfJEBibfyOCjLKGNC9s4YpQl1DN4ShpbTMETobkUKodMwTuQyLj5GYpt6YEUaIgvFPAguVSh05oMesQQiynRqI0yqVqpwIe9DXoEMWOY1el0eH3eUCgYDcUC6t0uP2Z1moyoVmNUKrRymRosvX6U3gw2ZONGJPBlAT72gZwL2onwGlgTgqKY1YqP9oBJYJCMZTZbUBT3P4HMCzBfCmAYPAMA7B+hAT4JzMUDmX96CPgwJJDEMVgCK2OHQiyUiiAxoN84+vI4/P8GwHQaHnbGoHOYDC7egYQHQeMH7oumUcH0r4iWLGOSrDIo3axpCTrqrLpaq67MIK+xGZen+7pSPb2ZgeXpvmVRZ3sIaQuZOoKGjqCuM6jrCBrq3Lq2qKsjw1/hQyNGpUMltmlkmF6FGbRmnVojl8jEkAIWauQStQyWiyGZUAjz+RCby6XjfVcsCi74sygUJhl3S5IIieSEBC6dqZXLvXZnRkrU6/b5vCGfJ+hxB/y+cDiUGg6lBvwpfl84Gsnw+8JGg8WgRxx2j8Puwf8ZxLRfi8UK/hw2m8Nud9rtTsDA4A8H7gPu4LS7XJjTaXU4ULvdgo/1ggMzW51Wh9v2w29dmNOGYIjBiBoMdpPBZsZFYBuCOVC72+bxOf0eu9dldThMVkxrxDQ6h1brNRijRn1Hmn+mPHtNXdGamvyNdXnrqzLXlUa2VadvKk/Z35R3qLXwUGvhmd6aCysaLqxouGuk9elVAy+uGXpty/ibu6bf2Tf3x0PzHx6d++j4/Bdn135+Zs2npxb/dHzlx0fmPzw488GB6Rv7pwg9PW1vvvnrv3315++Xvv3b37/6dmnp+JnzqNtrD4a0VkykVAtkCliplKrVcrVKoVHjy3uTEcGsLp83JS01Oz+vqKy0rKqyc3n3m++8/d3S0rlLFx954vHvlpau3HO3TKWcWbnw3ocf3//wo6WVNQND46fP3bG8b4jFFVMZfAqdx+JKuAI5gy0GJCyEVRy2AOz0xN9OYNVLoVB4PF51dWVPT3djY/3ExFhv73K315Wbn2d1OFk8PolG5wlFAjHMhYQiqYyQmCSUSDkCiESjUxhMQmKSUqvrHxp+6tlnzl68sGvf3l379i6uW1vb2BCMpLj9PgSz+kLB3MKCqrraxtaW9q5lvSsGRsfHBgdW7N29Z9euXVPTs/OLq9du2to3Ol5aW19eU88RCpksjlKukItEapEwZMeGW+t2T/Qemek5Oo0D8Pn5vtPj7ccHG85PtJ8Zajo2UHd1vv/KqoEjQ63nZvvOzq9Y1Vha6kANTKqGRvKopCGDOttlzQ84fSZ1ANFHbEhhir8iM5oX9PTXV2+aHK3JSqtMT10cHNg+N7NysH9xZHD16NB4V8dAS3NXbU1FVmbAguiEkJTJkLNZBrHYqlTiG94UsozBSHM5W8pKU2yYlMlAlHIdLNJLxHoYRlTKkMOeGQ56UYtMwGMzyDw2zaCWd9RXZQZco51Ndx87cGj9qvXD/ZvHh9aPDi4M9U0sX9ZSWVqem91QWthSnL1vceLtXz7x4vV7rp06vGluLGK3huxoTjhYmpXx148/uP/yhcWxFd31lTl+R1t5wcKK7m1z47tWzx7Zum7d1EhrVUljWVF9WaHHimxZv7ogO8OoVQEFOCEhIWamJdLpTJVK4/MFgsGw2WyRyRRxAAZRPVQqHSTHMJlsEJZrMiFGo1mnM+j1xvh2o8ViBe/n+HC/RqMD+c9eX8DnD/oDIY/XDxRgSCgWQCI84Vki0xtMdocLw/N49VqFmEUkDC5vfe7JhzCzlkVNopETxSI+3i6HX3RqjQEHYCOq0SNytY7Hw0eaWUzcCO11OnIzMwpzs1b0dgc9jqbayo9vvHvPnRfHBroP7Nx8aPfWzGgA4tEhiGnQysw6hV4uCTiwspysooy0zGAgLxoJu9wmpUqnUJi1WqVUwqbTOHQKl0HlMWlKieijd9959vFHx/p7poYGqgpzCjMimSFvitvmMKg0Iq5GxEXVcrUIUgkFWlikEPCkPKZVpwx7bEGX1WpQaKR8r82IGZUVhek2k6IoO7yiu6W3tbm5sqI4M6u+tCw/NY2Et4mS+Ew29TYL9O0AHMvEwhOigT0YlOsymUwxXhuBFzgBziQSiQkJCWQyWSqVut3u5cuXd3V1mUwmPp8PtFCHw6FSqVgsFpVKZbFYEATFlF284giESAM9GQCwWCwGSInPG4nFMAwLhUJwN+DB5vP5EARx8W8NOhBjQQMwIGTQhATUYPAqcUIGdcF0Ov12pfd2Bo5rv/EaJMq/LqAsClipmUwmsEBTKBSVSmU2m4HqEolEqqqqUlJSTCaTRCLRaDQejwdMBcfkXwvw6segXqpWawEAi8WSny4F/sWZ/98UYDC+C1gRjOyC5/kRPQLsvD37Ko7E4CQOwBwOj05n/giA4/pAHIBvf/7bz/8XAI4zMABvcM+f0i+A8J+iNbiFzREIIFgiVcrkaolUCegXT9ZRauUKDaBiWKIQw3IciaUKSKIC9AsrdGK5FlbopEqTXI0AADZa/i/azjq8rfve/4ptMescMTMe6YhZliyZWWZmO47ZMduJnTjgMDXQNGmYoYFCiius69Z22I63ru3WO97u1rUrzr/n6Nvp5nbb77+r5/ucR5YVS46so/M67/fn/fZoDE6t0WVEfEbErzV7EW9c78zW2sN6V9jiiZrd2Xp7UIN45Aa7xuyW61Ad4kZcIYvT7/BkF1bUF5Q3eCKFVk/ME853BXN1iFtltFvsXqcvYnf5zVYnFj7p9CJWVG8wmcxIWXmlzx90ON0utzccifoDIcSK5uYVCEUSmMtPlVayKVR6Fp6YmUUgEMkwh8+gMTNxGWw6TSESTYwMnD959Mzxg7s2z86P97dUFSFqUVHYu3VmvKWs8ODWDT9/4xvv/eKN1U/+tG/PJgRRqzUS3BpcJh5HJBMystZQyHgyHus+1olEZZFIbSInatBUBZxjteXDVUXN2V4zPbPIoiq1qGsclkKdqlitTJpMlUZThc5UqUOSWkuVDilTGkrkuhK5rlCiLpSoq/XWLk+41x9ttftaUG+T1V1vdtzesuO1hy9cWVi+vrjt8vzmy7Obrs4vX5nbfGly44X1CxcnNtxc3H5uasPpyYULC5vPzi8dm5jZPzS2e93A+sqKWq/bJxJEVPJSt9Ov1SiZdBUMSdlsEZsj4HD4bAhmYN2eXCbE5/AYNCbwDQG3PJlCy8ITcbgMaqpVnkqmsWksiM7m0TliFk/NxzxWTqXcIRebBbCBRTOy6WaYYeEyNUyKHmaIacSextpb1y49cvPqjRvXzl0+e/7a+Wt3rl65dvGRR248+/Qzj9169Orla0888eT1mzeee+6ZZGVJYU4gatNGDZKwlFNpVpQoRUUyboVOkC+h5rHXPFCb/+hA5+tbF5/fuunk6ICSgFPQMg2srKNja984cuA7h/fd2rV16+hAS3nZ2s7u3t7hyvpOX7SYAkvZAplIpQlmR/KK81UGXQaVhGeyGAK+J+gNRfxqrUoiE3t8brsT5cAQjUFnQxwGi0mjY1HnVBqDQCRn4ckEIvbBCva0FCqdQqWDSQEyGTO2EAlZZHwGg7gGpmZJOGSdkGWRcfPc5ny3Oc9lSqD6GKLJNquiFnUM0eRYtX6tJGxUhLTSgFrslMCokF3j99zYfvDO9mNnZlb29E3s7Vm/s31woaJlKq96Jl7Tbg4X8E0RSOOBtQ6RIYwEihMlPn8YcTpRpy+WKK6oaq6q66xq6q3uHChp643Xt0STtUU1dY1Nbf3tXTM9/Xu71j3TM/lS+8TjnXNHG8ZHCjtbijvq6/or6ntqW/oqa5tLiyuKEgVF8eL8RGk0UR6IFZeU1JeX1lcW1yRzy9tipROJ5L6ilpPJ3o3ewlqZ2URmQVlEMpFCpTBZVA6XQIVxuFqH5txs/1f2b3x2y9jXto78+MDs24dmf3N04XcPLvz+xMY/nNr0p/Pb/3pj78ePP7j63NnPnjz10Z0H37928K+Xdv73meXfHp//r6Oz7x3f8O6Jzf915YHbSyNBPlVBzBBRKCKYx2NzRWxYxoGVbFjDhPUM2MLgOSCxhy+3c0QIE0NiGZWJHUyTKUwymUEhp3CIwmVzlFKZXCyBmCwGjQlzuFyIp5Bhei9ovrEiDqPBqlYZ0gCs15kNeovFX0q0wgAAIABJREFUjDrsHp83hIUDu/wup89h9yAWu0FvUSl1cplaJlOAzCqgzQJH9JdyodOBFOBcrUAgAg4miUQG+ixTjQcWYKY1pyTH9GSp3e4Epie1WqvR6JRKtUgkAUZrIPz+L9MTi/uv6AtugSEhDAl5XMw5L+BL04vPxbKvvqT9/n8AOCX8slP+Zw5IgWYxYTaTQyNS6UQiRMamf4UUvJJFciqEBaiu2mGos+uaPUij29Los7YEHY0+W5Pf1h5xtYbQjrCtM9vSGTa1B7Rtfk1H0NDiN3dku5sC9jyzyiHjW+UCh17tshjVcolUIhDxIBEPkgp5ihT9YjNFDBaHxmBRaHQimYonkjPxpIwsUkYWnUimZBHImXg2la4USx0Wa8QXyAnHfJ6gxx3wuANeT9DvCwf8EfDihkOxSDjH5w0hllQWGupGbS6jAQHWdPDSgFMVIBArNZv1BQmD24FP3m5BwXIgdgdid1odTqvDZXNajUgKbjEAtltQm8lqNSKI3ojqDXaj3mkyOxHEaXW4UZfH7vU5/Q7EiRisBpXOqNAiKp1Tb/QZLWGjoTnomiiLb6gpXqwp3FpXsKUmd0tldGdNfEdN9Ehb0fGO0oc6y84P1F0Ybrg40nRrqvObKzPf2zHz5q6ZH+yd+cnBubcf3PC708t/vrjtD2c2/+HMpt+fXvrtwxt/fXzhV0dn3z08/fahSdzate2vvvrix5988I/VTz/+9JMPPv34uz/4sScStXi8KgsiUml4MgUsErF4PA6PyxeLFBq1SqfVm01Wh90XCubk5RaXl1VUV5VXJc9cOP/JPz7/wU9+fOT4g2+9+87v//ynqrraUDR27ZFbb//qvS0rO/KKSnfvP3T4wRM2h5fGhCl0Tmr0V0KiYlIwV6Cks7ByLTDLDnEwW0VqLA2CYZjFYvF4vHg8trAwt31l+dz5U195/ukDh/bPb1joHxrOjidEMjnEFwgkUqlSpdLpDRZEpdPDAiGZzqCx2FyhCEwFt3Z2JGtrcvJyfaGgLxTMjucUlpZU1lSvHRyY3bCwa9/ePQf2b9i01NXXW5asTOTlSiUitVwWDgWSyWSytq65s7NnaKSlp69naCReWMiBuGKxWKtUsEgEi0rZXllyaHbw5MbBE7O9D011nZ/vvzTXd26i/fJM95Wprhsb+q/Pr9vfVXGwr+67l46+89S1C8vTTh5HTSY5RAK3QqqgkuwyUUUkUBbylQRdpSF3VU6wt6p080j/K3du/O3nP3zl1tWdk6OXD++7cuTgyZ3brh49dOf0iYsP7D+xZ+eFw4cPLS/PrFvXUVVVHo9HXS6rSqOAeTa11qJQKTlch85QV1xcFIlYFApUp0XUKpNCblYqfKi1LC9RVVYcdjvEPA4Zj+UqSQVwPODua6ye7G27e/r4ocWZg/OT28YHFvq7FkcH5ofWtSQrSnJiDWVF3VXFO6cGvv/Sk99+7tFHz504uHVDcTgQdlhDdltZPPbXX//yxSfubptdP9LZXBhwlkf9GwZ7tk0OLwz1bl4/uDw1ujgxvLJhduPkaEkitmdlS7K0yKRTc2FOZsYXHuiMjCwGg6XR6Lxev8fj0+kMAIDBOEoagIlErMWGwWClY5/BDhTUoGs0OhBth6IOm80OhhlANZwNdThdnjQApy3QXJ6AyxPwBSKxRAZ6krAZYI1KJoSoWbiS3PB3X32xIB6mEnAkPI7HZSvkUgDAUplKKlPLlDqJXMcXyblczGaWymzGMejU5qaGZFlxc31NWXHewuzEo49c++zv729ZnC3Oiy7OjC/NTzpRI5dLh9kUtUxgVisCDltxLLsgEop5PfnhUI7Pj2i0aqnUhMUly5lUCodOIWbgeGyGWib+yfe+87M3v7dt4/za9pYcv8tp0pqUEkQjt+sUiEpiVoisarlJITMq5Wa1Qi+XaCRCh0kf8dp9dnPQYZbzmMnCaFOysCDbI+fRSxL+5qqiHK8b2OPtekNFXj5EoVLxX7ig0zPA9wNwKgIXo1+g96a7hYAkSyaTgQWaRCKBuV8SiSQSifh8PoqifX19HR0dBoOBTqdLpVKZTCYWi0GpL4PBgCBIIBDAMAxKkkDAMovF4qbSlSUSiUgkEgqFAID5fD6HwwGuZhB8la5HAuO4QB8GPAz4FijDEokEZFADzRkowCBA60usC0Rg8DTSVcDp+4Bfk0gkAqUa/DQGg6FSqSwWi8lkgmGYSqUajcaioqLq6upIJKJWq+VyOYqiDofDlLqYzf/nAJxOrgLuCSACQ6n5EzDBCziTxeKAG7/Evekv2WwoXZgExGRggQY4nQbg+3n7fu5NX/9PAJz2NqfHesE90xZooP2m9er71en7rzOY0P0ADEBXKJIBAJbKVNis4z+XSKYUyjRChU6sMqWXRI3ItDalwaFDvCY0ZEJDiDPb7o3bvbmIO0fvjNmzSxzRUp0rpkSCRncMDRXYg7nu7EJPpNARyLW4I/6c4pziZHGyuaSmtbF7NLe8KZCoiBXWBuMVRntIbcEI2R1K+MJxm8vn9AYiObluf0hjMGuNppx4rt5g4gtEfIHIarODSWDU7pRI5VyeAOT2Uah0PIGEJ5CwaGsSHXO5EihiPk8hErU11m6am9i3srQ8N3Zwx9KFhw4e3rW5PCdkVYoDZt2xXctP3br463e+Pzu+1myQCwQs3Boci0PPIGYSaSQ8MYtGoxAJmAdELRbmhwLFIb9FyHXJRUG1PKJXJv2Ocpe53GGqdJrrPPaoVBgTCku1ulKVsUxpKFOY8vjKfIEqDssSXHm+QJXHUxUINE2IbzxRXq1DO5zh/kAij6+s1trubtl9aWbzpZmlE0OTxwfGTg6Onx6ZPD0yeXJw/MTA2KnhiZPDEw8Ojh0eHD06un7v4NB4sqra4ykwmWJqpVvIM7GYCZuls6w0x4lyKSSISoYYVA4Dy/imUbD/ECwTiA5xWFw2jcOgsalkBolIo5AZTAbEgfgwV0gm0ckkOo3CZFJYDCKDRWCImHydSOZUqz0alUMuNvEhE4eBcNk2HtsMM7QsqoZNhbJwyzMTt65dun3r+qlTJy9dv3j19tWrt6+cvXTm6tXLT9178tFH7l69fO3JJ59+4sl7Tz/9ZFFhIhF2h226XJsmRyMqMyrKtPJSlbhQyY1y8SV88tnuhq8vzv727Ok3jh7Z2lDLxeF4eJxdSN/SWvXVlaVXdm87NLquv7YimZdXkl+cW1BZkmytbOjV2vyQSIHDEwUScW5RXkVtdWl9dXFdXbSoEHFY9UYNkUyg0MiBkD8nEVNp1DCPez8A0+jMlH+eSqHQyEQSlYItbLIj1bBFJNGy8GRgMcAwOBNHzsJRCTgmCccmrZFCFL2I7dLLsu2GhAfBltMcd5gSdpNfJw+b1EG9wqeRWkWQTcCpDgSX2wZWOtZv6xjf1jm6ubl/MF7ZbA122iJVUqRaipZLbAmBMSwwBRW2sNkfdmKmTbPFakWcIX9Obk5pPF6ek5fMLW0sru9IlNUVlNe1NrQP1ndMVDXvauq71T/7et/sV1vGLzeMbC7pbgrXlcYaSos7CotaK8pbSktriovKCwqK8nKL8/LKCgtrikoaykqbkhWtVcX1jYnKoZyqlcLm48UdDxW2DRuDCa6cl4knkwhYSB6LK8hiKXFECwF3oLvyxYMbn90y+rWtIz/YO/XWgek/nlj87QPTvz8296eTi385v+3963v//tjhj585+fnz5z659/Dfbx/74NrBv13Z/f75bX9+eOmPDy/+8ezW985u//WNo8vVCW0mTkkjs7IIKoWWRmVzmWwhkyWhY+HPWhrHwuDZOSIPV4ayhQgTmwqWUhhcMpVFodBp2GLR6DwWRy1XoBYEMZrkYglW/8sViIUSnUZvszqdDq/L6cPqXq0uo8Fq0FvMJpvFjJpNNox/DAjQge2o22H3uJw+t8vvdHhtVqfZZNPrzHK5UiqVg2howKWAge+PhgZ7e7CFIC6PJxCl5oelUnk6C1qnMwDVFxyMgYFSuVwJxAnQN6tKZbhIpfL7HddfAuDU9C+fxfzygiExF5bwuFI+Tybgy/+5pGkATjNwWgf+9zPAWOMRtsCwMdYDnJr+/ScAE3lUvJiG10BUr1Zc7DZVuU0NfqzON98o94lYDi49ppGUooakG6nxWlrCaHfc1R2ztvp1LX51R8jYHrK2RpxJlylbI3bKBS6tzGXWIQaNXCYSCHg8LiTgcyVioVQoEEIQjJVbUMGikcgUApGYmYVfgx2xZ+HW4Ndk0EhkEY9v1hsw57MLG7v1eoLu1PL6wl5f2OUO2FEPanPHorke7Lrb6fDaUbfZZDMZrTarE5if/+3WakXBwXMagL1ev9WI2ExWIPa6UZcbdQHVNw3GqNmGoa/BgmnCFqvbgrgRs9uCuKzWFP26XQ4vWKjZbtQYDCodotE7DEan0eTT6Wq9jrGi+EJ1yWJ18Zb64i21+VuqcnbV5+6qy3mgvehoR+GxzqJT/ZWnB6vPjzY+Nt/32rap765Mf3/37I/2z/3sgYV3jm/8zcOb/nBu+TcnN/7m5MZfn9jwXw8t/Oro/LuHZ98+NP2Lg1O4zs7GJ5545B9YAhYGwO/9/rf//cFHUxuXNFabSKPlSuVcqRwAME8kVGB96hq1Xqc3m8w2q93tCkTCiYJ8wMDD42M//OlPPltdPXPh/InTp/78/l9vPXoXdTnrmppf+/Z3Xv7Gq62dXZOzcxev3lhYWhaIFVlEGpHCZnKEZBqXBUn4IjWZhnVtAQCGIex8B4g7hyCISCTyeDw6nRqLZY+ODU7PrL90+dzr33rt4uVLZy5c3LpjZ0V1jd5sUen0qMvtD0dcPj8L5mYQiJlEEi4Lz+BAXKEok0jSmYwtHe0bNi2NrB/vG1g3szC/cfOm0Yn1awcH1g0P9fSvra6vC0TCCo2aBUNUOkUhEcJMmtfpaGlpamppbu3sGpuaHZqcTjY2N7a3SxRyGo0m5MIQnW436kuy/Rv7Go7OrT21ceChqa6zs31XFvovTnddnOq8tWHdmeGmh4eaL8+vffn4zk/ffGn1b++t/vrnD87PZmt1MgLBLhEbYUjLYSQc1rbSwppEuDYeKvbZhxoqHj919MOf/2D11++8ce/2hd1bz+/ZfnRpbu/c+uNbl07v2X5keXHX7OTW9WNbJye3zczsXFhYWVhYGB3trK0viuQUhKIFwZyI3Re2u6vyi7saGuvLyhOBYEddfbKooDw/t7OlcW5yfGywPx4JcDl0Po+TlYnjcxhaCb88J/TA8sLx7Utn92KPuH394Gxv++y6nun+3qbK8qKcaHVh7lBz9Xxf872LJ15/+vaz1y+c3L/SUFxg16lcRn1ZPPba88+8/NTj+5c3TPR1VMQCCbd1aWTt1omh3rqK5tK8ib6O/VsXd2/a0FhZ0lZXvX/X9taGWtRiFIsE+KyMjAwMgrOyCDyewGKxut3edCyhKBWKC8M8AMDY5zSZSqMxOBxYKpWD/aZCoVKrtaaUo0Ot1qaD3XU6A5CFvzizZbOnAdjrC6RDsGAun8cXisRShVJtMiMOpxu1O00mg0YuFnIobqvulefvDa3tpJMySHgczKZp1Eoj1u1qSEVhqTAAVur5IjnEhTNSFmiIw1qDw9lR67bNi93tLYP93TXJ0pXlxTe+9epLz92rS5a01lX2djS1NlW7XBaJkCPis6Rcjlos8FktBZFQxOWM+325wZDbguikMpNGY9RqeBw2k0IkrMEpxALUbHju8UdXP//0688/e2Tvrn3bNvW3N0W9DlSv8pi1Ubct4Xfm+F0xvyfsdoZcdpfF6DQbCqLh1rrK9oaqgc6mwqg/x48W5/gHuxpnR/v2bps/sLJYmYdlpOlEEhouI1lQGPP6iDgsdBoowIQsYlYW4V8BGKRAg4RkQICgXojBYGRlYS8tlUpNj6SCAFI8Hk8ikeLxeE9PT0FBgVqtBk25fD4fqLXgbmAYmMVi0el0gLIwDAuFQnHqIhQK+Xy+IHWBIAhoF+ChQVUS+FHA+ZyaecMEYYCvLBaLz+erVCqRSARc1unMKhC7RaFQ0qALxoBBTxJ4JuBbYEuj0TARPJXilo4BA6zudDpB0rXRaJTJZBAEGY3G8tQFRVGdTud0Oj0ej91ut1qtKQr+v7VA3w/AdDozDbpgrIvJZAM0ZTBYbDYEw7x/6szQv15Jm6jBODEY0Qc78LSpBwAwEGP/7fb/A8D3MzD4tzQaA8h394t4QKYGTy/N52kGpjM4MFcIwuqkMpVQJOMLJDy+WCxRpNf/ALBUJVMbZVqz0oCqjHalAU1dcapNLpXRaUQDqCfHHcwP5ZQlimrzShoTxU2Jyo68+t78ur54VSe2Klvd8QoNGtLaw4FERXFNhz2Ya/PmFFe3jM0trx1fKGtcGy6sc8fKg4kqT3aZ3h7WWf02X8yXXRjMKULdQYc3mFdcHsstsLt9vlB2OBINBMM+f9CC2Hz+YCI33+3x+fxBmVzJ5QnoDBaVxqDSGGQKDWRBAwBm01h8iGNQqUry4/WVxUO9rRMDnTMjvSsbJ88fP3By/87zRw88f/v6m6+8cOXUkabqIgGbzKITBHwONryRgaNzGLgMrOOJQiOTSARCBg4bAWUzeVSijg/TcTiXUuqUCdU0QlAlrgu5hyoKWsO+mEySK5PXIfZag6PW4Kw3uIrF+gqFtVxurtY4Gozeao0jqUJ7PHmLla39wYLBSOFQuLDTETk1Mv+zG088srTz8S37zq+fPTM8eXpo4uzI1OmhieN9w0d7B4/0DZ2ZmD0zPb+js2eosLgjllPpdLqFAgUBHzNoogaNUybORowVsYhNo+JQSAaVKsWy2J83ncamUVkMKpacQCbQyVkUKoFGJdDwmSR8JgkwMGZwpTDpqehXFpVNw9OYeLqUI0KU2jCCRCwmj1pu5mEAbONDDiFs4TKdYr4Oogsp+NOH9928cuGRm1dOnTp567FHzl87d/rSqYdOHz979vT1q9euXbx68fylmzdvPfXUUzdvXi8siDvMartaFLUos9WCXLWoUCUtVklypdwqvWRbReKVlcX3Hjq+eu/Jvzzx+PqiAiYOx87EVUfs+wbaHmqv31qUaAo4Ew5rsqCwtKAsO1YaLagqb+hxhPJ4ck0mlZ5FIqaQCBKo5RyZDJeVgb2OmbhMfIZAxI9Ew7F4VKlWMVhMvlDAgbHWA2CBJhCxECUymUonk2gkPJWI9TLg8fjMLMIaPGkNnoQnY+PBWMw4Hk8iZpJJmVRSJpWAoxNwbApOwCTIeXS9FLZqxD6zOmIzJNzWCKKLo6Zsiy5sULsVYpdEUBMMzdT3jJa1dSeqOqNlLf78QoU1V6hrMfkLIXW50FjCN2dDmqgYyTMHspGwTW1zIS4v6o17Y6XZJclETTK3rrKoubqys6K0tby4oaW8dbS6a76oZWus9nRJ94utU290zHytefxUZd9UoqUxp7kyv7OyuC9Z1pOXUxWPlUTjBbG8wlheUTyvtKyooTbZVVnRnqxorSloaI1VbSxoO1UzeK1y4FR+24DRG4SFlAxcFoPAk4g4NBYPhzfh8Cv1Zc/vnnpl38xzS30/PDD91oHJn60MfnB6+bcHJ35/ZPrPDy+9f3nl73cOfPzUg58+f/YfL11YffbcZ4+f+PiRBz66tu/DSzv+emb5L2eX/3pp5Y9X9//o4Z21BqECh9OyWbRMglplolA4XBYsYLJEDJaUzlJR2UYqZKFzbQy+lck30bAsaAGJysECn1NpxXTM+ayWyh1WW8DjddsdZr1BIVNKRFK1UmMxIU6HF0i7bpffjnosZjti+WKZjFbghtVpTXqdORUTbbMiDtTmsqNukJNkNtlA/mi6uAgU9oL2XYCpaZ0WeJRYLA4M80QiiVyuVKu12n/WIAF9AswAq1N9SGnJFzxEKhBTBRp30slY4OHSDMxh8/4TAP87+pXzeRIeLOTB/HT2FczhgvWfLNAcNo/D5gEAZjJgzAKdGgBmkqlsEhmmkIQ0goRO0HOpAZ20zIc0RJzFNrWdR/XLuLmIOt+qL3ZZokZlIWossmkq3caWKNoZQ1sC+ma/tj1sag5Ym4OOCocpopV5NTKfWWvVKyVCWC6TpI5luFhvmZDPhbE0PjbmS6GARSORqUQSGU8gpdw++DUZVCJJAHP1ao0LtfvdHq8Ti6FyOf0ud8DrC/sD2W5P0GpzpV50RygYRSx2owFx2D3A/KzTmlCbC00ZnsHWZrPbbHZragb4fmUYVASjqMPlcKNmm92CAtU3LfYiBovL5rSZrBa9GSs6Si3UbHPb7H7U7rMiHsTqslo9mPyLAbDT7gkFsj0uv93iwO6sN1u1BkSls8pkVR7HcGF8rqpkY23Z1qby7Q1FW2vzdjcX7KqPH2orfKA173Bb/kN95Sf7Ky+MNTy1eeClpZFvbZ34wZ6Fnx9e/MXRxV8c3fj2kfm3j8z+6sG5Xz0498tjs+8cmX7ngRlAvxgAt7fXX716dnX1008//+jz1X/87r//9NO3f3nz8Xt6u0OgUjP5QpZABIuwJVHI9WaTQqPWGg0mK4LYUdAMHE3EgXM4WVtz4vSpz1ZXv/v9N/cePPCVl1784U9/0r22z4hYtqxs/8Y3X9+8bWtTW+uWlR0379xtbO0QSORrsshsGMu+YnKEPKECC8Fi8SCOAIawxWZxwfEZGNKTSEQQxNZoVAWFifyCeLKqdGHj7PLWLXMbF9dPz1TV1Su1Og6PL1OpFRqtSqeH+AKRTK4zmaVKFSwQQnwsMprNhWsbG3bv37dz756pudnB0ZHG1pZoIm6wmBUaNSzgk+k0PJlEpFLobBaXD9PJBBaVKBcL3C5HUVFRW1fnyOTkyMx058C6tcPDhaUlGo0GhtgSHs+kUliV4oYc1+6Rlkvb1p9aWHtqqvvSXN+Fqc6z463HepJnhptePLD0t5fvrr73/dVf/2D159/65EffeverX+0pLlORaV6VMmI0oBJx3I70VJWvrSkfbamtiXimWqu/+/iNj376xm+//sI3rp372rWzF3ZvPTg7fnB+/cH5yd0zY8uj66Z7OoaaGtY1NvbU1fXU1Y129y5Pz+5d3r5/647pwYnOuraaomRdSXJ5ZuN3Xv7GT779xvEDB+fH12+cmVlZXlpZXhpZ11uUn+OyW+xWo1olEwm5hDU4IYemE0LHti8dWpq9dGj3qZXNJ3ds3js/uXFw7dTanrWtzU1VlY2VJe3l+X1VBSd3bXrtqVsv3r56fM/W7toqRCVzmwwF4eCOjXNP37p+dOeW8Z62mrzsHKdlsKl6pLWupSy/v7Fqx8LUg3tXts1Pl+VGq0sKlzfOtTfVO20WuUyC1e1kYZ+4ZDJVqVS7XB6HwwVmd8EZQdCBlBaOaDQGmw0JBCKJRAbi2pVKtUKh0ukMYNRErzeaTBa93ghu1+uNaQB2ON1gBtjj9Tucbr3BJBJLIZjHF4ikMoVGq7fa7KAkyWq1GHVKrVIgF3OuXz51aO8Kl0VhkPEsOkmv01gRbI5FpdbKFVq1zqzUWSRyDQeGMjJwLBYDj88EOvDIwNrJseHtWxZ7Olt6O1oifvedG5ceOrK/MBFpa66pr68oKsrxuhDEpLbpNSaV3KpRhRyo12wOWK1xf8CP2rUSqV6ptBj0MpGQmIFjUohqmdhq1O3YtLj6+ac/+s43b1489/IzT1w4cXS8vzsR9Ng0MlQr91p0ftScE/BGg7540O9DrXajLi8S7GquHehubawsKomHvFbt8tzYX3771vu/f3vn0lRZImgUi4RUKkQks/HEpanpzvoGFpHCIFH+FYAzCNjeOBNrQfqiBgnowACAQRgVnU7HSk5T9byp7i2cSCSCIAj0BotSJ4oRBKmrq+vu7s7JyeHz+RkZGTQaTZq6sNlYCgtwQQOUZTAYAIDB6K8AO2uKuaDBSDAoIqbT6RwOh59KhwZ7EhqNBkEQEIHT2iyXy5VKpUajUSwWg9JgIB1DEASGh9MADCKj0z1JAKTT2i9gYPDXm44BYzAYfD5frVbb7XadTqfRaBAE0ev1jNTFbDbn5ORYLBaQDu31et1ut91uN2DlwP+3IVgAOMFcLpBwwTn7dGgzgExgP77fI/2fABiCuICW7wdgcDAERoJBsOe/pd/71d004oL3OEBc8DT+7beoVCy/J/0TvoS+/8PVDA6XJ5YrtBqtSaU2yOQakVghFMnFEqVYopRIVWCBL4USpUxtlOusKqNdY8a4V21yacxuHeLVmr1me9jujacAuCKvpLEk2V5U1VnTM1neOVbdM902utQ2utTQP9O4brZ3YlNhXXeooLqssTdYUGnzx3NKaqeWdo7ObYuXt/lya5zRCle0zBoo0NrDBkfEHszVIB6zK5h6aFswnucNRXVmm8PjV6o0/kAov6AI7LUKCotjOYncvAK1RodF7qUKjckUGgBgGp3J54qwIFMqE78G57bZSgsS2T5HftRXGPW21Zb2t9U2VRZMr+u+cuLId1989tVnn8gPeaQ8BgGHYzOIWBDDGhxPzMd6iEkEMp1GomC5wTQSnpSJtY4TUzxGxeEWh/q7q0qyzZoyr627MGckWdIeCeWqFJUmc1841mYPttmCa92JVnOgyeBv0LmbjYF2JFKn99Zo3cPhir2tw8tVXQsljUsVrfdWHvjH6z/66ZXHTg/P7WnoOd43fLi991Br95GOviMdfftbOnc3te1sbusLhLuCoSKdLiwWFVlM5U60ELWUeRwVPlfUrNOw6W6dsq26Ijcc4NApDDoVC5PHyp+5dAbEYMIctpBB55LwDAqexiBjMm9qWJpBo7JIRFrGGgKWgcyAYA4fZnKZJCabyFTx5W4jEjSbIxaDWyXTc5gaGsnKZbnEPLsI9ipEGjbVKhfduXTmsRtXr10+d/nShdt3b167c/XC9fPXbl199NE7d2/feeLuo088du/27bu3b9++devm5MRITsTUYF1yAAAgAElEQVTt1EkDOnFQDudpJQO5OX3RYIlW1h92vbh787tnHvrg2tXVZ7/yx8ce7wkHGTgcMxPXk0xcX1nYU1Uw5rM1hd1+k7ayoLC8NJkoqHIE8oO5lVZfDizVcERSDo9PpFNxhMxMJpXI5eIoJIyHsR5TBhNm8SUCiVLKEwmZEEcgEXN4XDob6/UhUmmZRFIWCVOAWTQyk0KgkTDlE4jAeDKNQGXiKYwMImUNgZxBwPI3sDAtCoFMymRQMxjUDCY1g0XLhGhZAjZZwWfpxFy3TulSyUJGrV+nChu0QZ3ar5RXBcJJT6IxUtoYKanz55YigQBP5aULCwS6CrG5Qmwu5BmzIU1c6Sh2xgq8+SFrMGzxVIUL+0qahio615V2rSvrWZdcN1g71FPeO9U4tq11ak/V4PH8rluFfa9XTPyoduaNurGvNo4eyG9dG6huz+9uKFlXldvbWNpfkF2dHS7wRHN8eXnZRSW5hcmawpam8p7qyu7aqu7m0vbBwpaD1UO3W+dulq074K1olpg8EJ9KI2TBFBqXQ8Hh7QThqCfx6oFt3z684Ru7xr+5c+QXh2bf2b/+3V0j7x9f+OMDE384NvXnUxv/emn7h48e/OS5E5+9fHH1lSurL1z8x72HP7tz9NOb+z++uuvDi1s/uLj9w2u737915OlNQyEGTpOJU7PZTDKdx1OwIAmHBXGZTAGDKaWz1DQOFn9Fgy1U2ESFdCSWlEDj4kkM7FwFkUIj0xhUAcy16Ax+t8fncjttKGpBDDqjQqbUqnWIOVV65PACDHY5/ajNbUc9NqvLijgRi8NitpuMNr3OotWYtBqTTms26BGT0WYx2/+5UACrCgXWxiwWS4VCMeBesAWacHo8B5AqDPOEQrFMplCrtfpUCbDBYAIZpaBU9otCnVTLDpCIVSqNPBW7Bb4ll2MJ5CBQGlivv3gIDj+VgCVgs7687leA+TwZnyfjcaU8rhh7R/9v6AXo+58AGJifwfTvF1sam0Fjput/RXSi7D4ALrRrw1qhTchoyg0sj/RuHu4bbqrOc1py7YawXhLViipcutaIrTVsagnoWoOGRp+lKWAvRQ1BlditkniMapNayoWZIhHWWMbl8zBTG4/PZrLYVCpEp7NomNJPIVHJROw9R6cyQMkzxIYlIqlRb3LaXT6P3+8NYGnPXr8NdaPOgM8XDQbjLnfAbLGbzKgNdbucPosZNegtwBKPxV8ZrajVCaD3fgxGUYcd034sRiPmRwNR3uBGuw0zPDsRu8OC2s02mxGxpvDVojN5UBeiNxvVekRvRk1W1GR1WFC3zR502v02TAd2WCxum9Pr8LidPrfTFwxEvZ6gA3Vj2KwzGdVavUxpEolLbUh/PDpVXjRXWbxcX761rmhLTe7Oxrw9jbmHOooOdxQe6yk6NVh5eih5earp+ZWxV7dPfW/HzA/3bvjJwYWfHpr/ycHZnx2c/vmhqXePzrxzZPrtw1NvHZr4xcGptw9Nv31o9p0H5nADg73Xrl9Myb8ffba6+sHHH127ffuJ578SSuRprQgkEKfMz3w2l4dlqCsVUqVCazRYHU4M3T1ebzCUk5dfXF5RUV1TUFLaNzD4nTe//7ePPj536fLu/Qe++vVvXL/1iMag94dDJ8+cPnL8oer6hrqm5svXbzz25DP5xWVMDl8sU3MFUgqdw4bFMFfEYfNT8+tCiMNnMWEalQUyP2EYptFoIpGIRCLx+dyyspKm5rr29tb+gXXlVdXV9Q3J2jqT1cYVirhCEZnOYHAgGotNpjPYXJ5UqRLLFRwe9lvQWEypUuH2evzhkBW1CaUSOJULzeXzGBw21nDJYfMEfJ5IyOXzWBwmDDH5MJNOI6nUstLykpqG+urGxnXrx6cWN9a3tja2ttmdDiKRCHMgPg9W8rk+jXBTT9313YtnN42fmOw9M913Zn33yeHWCxM9b914+NNXn/nbS4999Oqzq298/Vf3HnnqwK6njh3ZMzLSnohnazWogBcx6uoS0Y6ygoH6yvm+9lKPtb0g8sL5E798+elfPPfYr7/xlZ+9cO/KoZUji9Mnt208sGFqeWTtQn/XWGt9f13VcHPjYHNzb21tb339SEfHZP/A9MDI8tSG2cH1E33DNUUVLZU1L917ZvWTT3/4rW9v37i4NDO1NDO1MD3R1doY9Dh0SqlWJZUIuCqZmILPgKgkh1453tV89cGDO6dHd8+On9y5vHd+cqC5rqOqoqO2ur6stCyeXRJ0NhZEDm+e/94LT7549/oDW5eG21sCNrPHbAw70GR+7vUzpw7v3La2sa4yHg2jpomu5qHmmv7Gqr2LM6cP7dm1cWb92u6GiuLiWPbCxFh3W7Pf7VDLZZkZuKyMTCKeQKczjUZzIBCy2ezAGCORyGDsNeMzmdgZMSoVzFeyeTyBVCqXyRRg1hdU2IGZE5VKg1U4pE5AqlQalUqj1xtBAR1iRcGhJIi5sjtcOr0RDNQJRRKZXKnVGaw2u9vjw1KgEcSgURo1MiYl68jBHVcvnpQImDATO0TQqeQWs9FstCgVWqlMpdKaVFqTRKFOKZbsTAx+cQR8JpvFIGTgmuqq56cnjh3e31BdEQ16k6WFz967M9DbHvE7S4vilWX5BfHs8vxEf0drV0NdyIHqpWKbRmXXaiMuZwC1qcVClVSEGLQauYSCz+BzmEKYrVVI+9paPvzT729ePLdxcnRioHdxYnRqoK8yL2pVitU8BqIQuE2a9trqga722ZGh4e7O+rKShvLSnsba7oaahbGhupK8wbaGV555/PHr58b6Wi1yvknK55HwCg6bkZFRGou99sLzHQ11bBI5pQBjyVd4PP5LCnBmioCBApyeBP7iFWKzORwOnU4H0VAUCgW4lNMlRlQqdpzK4/GYTKbf76+uru7o6MjPz5dKpUAfBvQLXND3A7BIJIJhGIzvph3RQDoGfMvhcASpfmAg7VKpVJCJBfgTVCWBImIEQcRiMSgFASZtMH9xP/3eD8BA/gUDwCBZGtzzn6dvyOAODAZDIpFYrVZn6qJWq0HRMYBwDocDBGGNRuNwONypC0Bli8Wi1WpTM1SiVFGEIFWDBJICsdHmlJCOzUWniPQ/DgCDNqm06s5ms0Ei178F4HTIFrCxARgGIuq/cm/6FnASCvgyOBz43wIwSNhKY2qaS//1ypcoN42+X3rCYA+Q7gQGGAxIHjzh9P3BD6QzOLxU/JTRZNMbEMDAEqlKJtdI5BqwFcvUIqlKKFELJWqxQidRm1U6G8bABqfKiGGwxuw22oIWRwRxZiPObIcvLxgrj+XXRItqMQW4rq9+7UzL0IaC+r7ChrWHz93646erN558pai2059bGSuuixXX+OOlVS194fyqaEmjP6/WlVNuDxcb3TGNNaBDA1ZPTKZHLc6gymg32dyJwlJ/JKbSmy2o0+5wZUdzQuFsiVSu0eqDoYhOb4RgnsmMiMRSML1JJFHAIpEoWLENkcKkMxgUcn9P5/Yti32dzU21FcWJUGtdeX9nY3NVyeM3Lr/1/e/sXJznkLMYRMzfATFIhExM/SVTCbg1OK6IxxMJ+WIRiULMyMAx6GTMEJ2B49IpjMw1lfHo0zcvu3XyPLd1bXVpc272cLKsxueKyWVVNvtATlGbPdSCBAf9Rb3OvLXO/G5bvAdNrHUX9DrzBgKl+1rH7m0/frhnck/L0P724d889tXVH793eWrzlcnN16aXr00tnVo3frCtd2dd62JJ1Ugkp83hrbVYWz3eEoMhKBEVmo2NkWDCrHdLhcVOW8JiKHBavVpl1GFrqqoIuB00KpnLxc5hMRgsIoGasYZAwFPAsSwJT2PTOEwKi5xFWYPLImSRwfEu9v+Gp9BoDIgNw0yIQaKxSXQVX+oxWZxKuU+rdEhFaipRTshA2HS/VOhXiK08jpiUkY2an7h++ck718+eOn712sWz509duHru9IWHb9+9+dRT9+7cufXEE0889dRTV65dvXTl8gsvPffo3ZtD/e35AUfQKA+qhVUe67Hp8cWG2hCXUSYXPrYw+dyG2Td373n39JnVN9/c1t6iYRHZOFwyZL+4ZW6xIDadG3lww2x5IqcgJxHNzo3kFBvQoDOc74kW8uQ6EgvKItMoLBaVzc6kUXEUahaDiadSCTQaM9UTKFIotGazCUXVeoNAImVzeVQmi0xnECjULBKZQKFjAwVUTAGmEDLJJAI29EGiEKkMMoNNZnDwFPoaAhnr3SCQiGQS1jpHWJO1Bsei4uUi2KiRGdRShRCC6UR6Fo5PI4loZB0fNvBgu1TiVSldclmpyztU2jie7OiKJ0vN/lwlkicxlMuRTmOg3xTu0wXalZ56qb1a7am1xWoDBQ3h4nV5yZXWwdNjW08ObT3QNrezYWpb/eSW2vEt1cPnBrY8NrL9kbrRZ0vWvdO08FH7tr80bvjLwLZ3xnZcqhnYEG/aWDs6UTvel9c1WtbfFqmq9OTmesL5sdySovJkaXV9SWNzeXtDVVtnbfdYsntr5dpLTbNPti89HO8cUfr9REjPhiEekyFg0il4Dg7X54z++Njpr++Ye2FT77dWhn+8b/xHOwZ+uX/8L8cX/nxk6s8Pzvzx+NwfH17870vbP7h76LOvnF39+rXV1x9Zff78P5546LPbD3z6yL7Pru/6+MrKx1d3fXLr8IePPnx6bR1KwGlJGVI6ncuEyCSWSKwAUcN8Kl3GYGtZXBObjzCxpSezlSSGkEBhZRGwWVAiiUSjkuk0LgQjRpPf7bEhVrPegJgtJoNZLlUo5SpjinZsVqcddXvcQZ837HEH/b6IB5v4Dbg9Qa8n5PYEHXavBXGYjDajyWY2oWZMInZYba4ULbu1GqwDFgizgEsBA6fRF3xkAMsPOJfK4wn4fKFYLAWmPMC0CoVKq9UDLREoE2k1GIytKZXYvLFCoVIoVBKJLD17nJ43hmEe5hL9IgFLmLryP1sYEqc4QsLjigH6cmEJFxZBbB6o/E1vQU3UfwJgKhmbjPhnFBbIgsYakrAQARqdT6eK6RQ5g2iA6SGttMxri9t0QaNcB9GiNn1TUby7qmR2XddEV1Ouy+JScO1Ceq5R2hS0dERtrUFDi8/Q7LU2+RzFFr1TxLUIuQ6N0qJRikU8rKk71UXAF2Ln9FkMJofB5EPY7ohNY9FJWLA/g0yH2LBIIJZLFSqF2mQwuxxun8fvdfvcTo/P4w/6IxbEYbf7/f5YOJzr9gRNZtRkRp0uvxUB7UcOk9FqMdsxx7vNY0Mc5lT8FTA5pxOw0iGyFovVZrM7nW632+t0ujGF2epwWFCbEbHoTGat0aIzWQ0WmxFx25xmrVGv1CJ6sxOxA0h2WdGg0+61IXaL0W42O22o1+nyun1et8/l8DpQN2q1W42IWavXK9U6qcIoFidMxvZIaLg4f7Isf2NVyaaqvE0VOSs1iX3N+Ue6S4/3lj08UHF5vPHyeP2tuc6v7Z76yZHlnx7c9MO982/unnpzx/iP9k5iYezHNv7yyBwY+n3rwPq3Dky+fWj63cPzvzq6Abd+ZuLKzaufrX7+/t8//Gx19bPV1Ze/8fVd+/b2DQyK5TK+WMITCYlkEszjiiRitVajN5gQK+Yy9gdCwVA0HMmJ5eQlcgtLSivzC0qKSyo3L698/MnqW7/4VV/fyO49B+/cfaJ/3aBMrhwcGnn0sSeXt6zkF5QcPnL82ede3L3ngAWxK5RatcbAYnOVKj2bwyMSqDQqi8PmcWEhDAmwvmkaG/v7S3FOekRNoVCFQpHa2vqautrh0ZGmlubC4qKyinK90bAmM4Mn4INcB4gLM9ksBgsrtmCl+JZEIVPpNKFQqNZqJBIJNiRFwn477HgUhiAIS4DEjqSFAswzyYc5MJPL50ACDl/CQ5y20qryhs62uvaWmU1LPcNDyfr6htYOOoeLyySIFWoezDXyuQ1h/wPT62/v33V+0/zx9YOnJobOTAz/+bknVn//q9V33/r+6RPXJtdfn5q4u2HDzYX5lbaGufry0fKCCocpqpXl2Yy5dlNF2NNfWz7eVt9SmNOUCB2cG331kYu/fu35z9/98T9+987TV08fWJo5sWv5/KFdezdMbR5bt2dhcnGof3Gof8NA/1R351hb20Rn59Lw8I7Z2R2zcxtGRsa6ugba2gZaWib7+5+8cWP1s09fevLexonxxcn15fmJsry4TibWSIQmlUIjlmjEMg6ZApFJQhZ1qLP54NYNOxYmVubHt0wN7d80t3PDdHdtVXksmkwkyqLZcYe5uTi+Z2Hy2WuXXrx786HdO/qb6ksiYYNE4rNYCiLho3t237l8qTlZ6TQaEn6v16DurSnbtTB5eNvisV1bj+3aOjcyUFWUG/O6B7o6eppbvHa7QaXJwoxaOAaFKhKI7Xan2+0FZw0lEhlQ+CCIC/pawJExhwMD+VepVP/bBXzR4PylUqlWqTQajU6vx2pmHA6X2+0Fb3KzGVGrtSKRBIZ5UqlcrzeChgCn022z2Y1Gs0Imd9qsDCphXV/ryy88HvSaSVk4Nj3LoJbr1Vglmkqpk8nVAomUKxRAWCUtj0ahErLwGC6uwWXhcCwaVSkV1VSU1laWDXZ3JkL+gmh449T6Azu2hVz2iMtRkhOtys9P+Hxrm5sXRkenB9c1VZRZNSo5FyqKRmJet1bC1ytEeoUINap5bAYwKRg1ipDL/t+/ee97X//a3Njg1EBfT32yOOKrK4iVR7xRm76xMNZUmhjuahnp7RjsaJkfWtddW9VUUrgyNbF7bmawsb6jvLQunnNgcUNtIicbMVvlEqzshIQX0ymISvbw4f3ffuWr81Pj+DU4KoVAIeNTPbsYAwOlF4/H7NDY16kLuBGQMLAKAxEYtPum9VIQT5WmU1CfKxQKsU88hQJF0YqKinXr1nV3d2dnZwM0ZbPZ9/uZORwOsEDL5XKpVMpNXcBcMcidAt5pYI0G3JueDQZyMXA4S6VSv98vl8t5PB6FgsVdUygUbI8AQdjoTcr/nJaUAVeDL9MNwGlfNImEJccQCISMjAw8Hs9isWQymS7lRkiJuma5XJ7quM5ks9lCoRA8K6FQqNFobDab3+8Ph8MejwebFjYYlQqZWCiSiIUyiVSMTQbxeVyIC8Gp4kIIwroLORxM5mOzmdj1f7tgDgSxOWwmi8VgMukMFoPJYjCxL1NmcgDwQK+GIIjH4wHBHBjOQQIZSBED6eigNIgDcbk8AQTzWGyIxYbYHJjNgUGJLl8g+qJIjI2Zpf81PjpNvF8C3fTtX7qSptm0WA3e+P9a/wv+Ibg/qCAGjw7GJUhkukZrtNqcWh2mAGMArNTJVXqxTCtW6OQqo1xjkmtMMrVRojCKFTqF1qzQmpUabKvW2dR6VGOwY71HVp/B5jehIQyD3VGrJ2bz5ti8OeH8qkhRbay4Lphb6cspyy6sqWjsbV83VVzTEcwtRwMJd7ggVlidV9aQW1ofK66x+BIaNCQ1OSU6VKCycOUGscasMTtVRpvLH3b5wxKFWmdCnF6fWm8ymiwer99kMsViscrKyuzs7GQyGY/HS0tLPR6PVqtls9kkzKOMiXWg8YtKJVMomEDHYdONBk2ysnTzpoVzZ08uLc5dv3Zx09J8dsgbDfsCXgfMppEJawh4HAGPIxEzCPgvkp+5XMhut6GotaKizGw20yhUDpuJz8IGz5gUokoIJ/Njdp2ivaq4Nj/aU10619cx0lhTYEXiWn0F4pwqa+jxF4zGqtb5y9a6isaCyfXh6olIzWR27bCvvNdRsLm88+7SoaPdk09uO/q9UzdfPXzh8c37LoxtfKB1cHNJYzcaarO4m4yOFqunyxPuCUV7c/J6cvMaQ6FypyPp83YWFTTn5+Si5oBWEbPogypZqdteGQnkh3y9HS2IxUAiYSn92N88jc6i0EBKEINCZlIpDBoWkU0hM7BJcgqNSmPQ6FhuLpWOXcf2AyQyjwMxyVQpzM8PRxC5XA+zHCKelk5WUwgGGllPJjpgjplO9cmwCI+EG7104titaxeuXb1w8vSDF69duHLl0pUrl+7de/zuY3du3rpx487Ns5fOXX7k8kOnjz/7/JP37t26cflsV33SqRL71LKuotwN7Y17BnvyZYI2q7HPbDqUrPjlmbM/PfXw+y99ZVNbrYqIkxFxJXbTzV3br26cf/+119755reakjU54VgsmuvyhnIKy13ZccQXUlsdkFROY3NZkACChXQah0pi0+l8Mp1HgSQitcUdyS+sqM8rrbH7okqdhc0T0dhYhTWZzqJQmUQSjUjCGsVAQCDYjQNbAYmM4XEmkZJJJGUSSQQi+YvZYDKJTCLQ8ZlMfKaSzw2gVo/VLIZYdHwGm0zgMai0DByHiJVic/F4OZ0up9KqfOGR3Kqp/Loub15SYy+XI8VcdZKjXit3rpd75xSBKaFrvdg1bcwes0Z7LMG1aPhCz/pj1V1Hy3uud254aerI85NHbnRuOlk59MTajV8d2PB0dc8zufXv1A592jr7aXLkw8qx1dE9bzSMP5Xsf6Rx6ELr6JX+uSu9M4dKWo8WtR4tad9X1LyQqOzOzq+LJSoLiqtKS7vr69uiedOBktutc48mZ25XzSx6qiuVXhVDSFyDZ1EocjaDi8N1+7zfO3b0ydnRF+Z6X9vU/c3NXW+urH334Ngv94++s2fgNw+M/+bw5O8eWvjDmc1/urTrw7sPrr54ZfX1x1a/9djq8+f+8djhj67v/uTqjs+vbP/08sonV/d9ePPY+49dXB/3oxSigoDX8wVsEpXLgoUQl0Mii2g0BQvScng6Nk9Dh5QUjoLMlpKYYhKDR6RxiFR66pWi0hgUBpPPF+o0eqyR1e5EzFhvDah4NegtRoPVbEIRi8NmddmsHpvVY0Wcbk/Q6Q24PQGHx+90+Rwev9cX8gYjLrff7vahdrfZ5jBbUCOCmi3Y0mqMOq3JoLeYjFajAVGr9GKRHIYEAr5EwJfwuKIUlGK2YYjD58JCHlfE44r4PLFQIJVJVWqVHkwdA+s1mDcGUVsWM6rXmcEwqkFvAVHVGG+nlkiIRVirVXo+T8xiwlxYKBRIsYfDFF0+zBZAbB7E4nNYXA6Tx2FxIRZ2Ow8SCXhiAVeChT/DYqwul8WFOHwYEoAnBigDgAaY9U1P/GJpz3QWi8EGncDYxwrmncCC4rDPIBKZy2TyU3GzImKmnkktRC2lLtStVsIEPKqSi5hUZhYuP+QZ7mjYvzzXX1+Rg2rMEDGi4jUGbO0htMVtbPdZmxyWOtRchhjieo1HqTCKRTIujwdzsWY+Lo8Fc1kwlwNheIKJwHQGlwoJ6FwBgydk8sWwWCFWKmRKuVThcLicTrcn1efpdbo8Dqff7Qn7Qj5vOBSMR8K5AX/M6QhYEbcVcdusHrMJE/wRi8tktBn0NoMeQSwuO+pBzKgNQTEQTRUaWUwIarWDUl8H6sQyn+0ut9PjcmD0i93TZHWabE6TzW5AUL0F1VucJpvbYkc0RkRjtGpNNp3ZbkDAjS4r6nHYnTaLw2p2oQjmfva4vE6HC7WFfN6g1+O2o4heb9JoLGqNXiZXcCGbWFQd9PbkxYcKcpaqyjYnCxaLoztrCw62lRxoLTzaU3ZupO7WdNdTG9a+uDz2+o6pb+6Y+OG+WUz73Tfz4z2TP983884BbP1i39Tb+yffOzz3u+OLvzo6Dxj4Nw8t4kanJjYsb/p49fO/fYIpwJ+trj734gv9Q4P1jQ0ujxtEI4AyTBBSKpHKtTqT3eHx+cOBYHYoHIvG8uKJwlhOfnFJZVFRsr6+/StfeeWDDz4/d+5aV9fAhYtXz52/7A9E+ALJ0qatjz3+1OjYZFFx+cFDR89fuJKbV8SB+IjVIZWpOBBfb7BIJUouLKRRWVgERcqGRKexwXUqhUkm0bMySWtweAqZoVLqAoFQcWlJW0d7S1trRbKysipZUFSoNxooNCqdyQCGODbEARH/WQQ8dk4bhwPZsyaTSafT8Xg8MOl3/wHffeIMhcVhsnksFhfbSlQyXyRQ3Vjf1d83v2nT9IYNA6PrGzq6fNE4SyBm8kVcLl9EoQYUyoGyikOTk8emJg+PDz9/7Mg/vvft1f96d/Uvf1z9w+9Xv/OdN0+cPNHRs6WwdF9Dw96u5i1ttdM1JUUWlYPPCmmluQ5LfepIoitZ3F5e0FqcO95ad/XQrvdef3n1t++s/v3Pv/vZGy/cvXrh6N5zD+y58fDR26cfvP7QAxcO7bt85ODVo4fOH9jz0PZtRzZvOrZl+fjKtrMHDx5Z2b59dmZpfGxheGhhbOTiQw+++8Pvr37w/oHtWxsryopj2W6zUSXgoQYtl06VwwI5LOAQqRwSEaaQGiuLNk2NLs+Obp4ZXhjv3za7ftvs+vHuju7amprcvKDZHLcjJUHXcHP9+YN7v/rYnUcvnF0YHiqJhBGl0mexRP8fa+8BFdd5b32PRJl+pvfe25k503thZmCAGXrvvQgQogkQAiEhEKggCVWr916QVd3tuCSOfeM4LolTnMQlvk5ipzhv7Hvz3SR868wjz9X1TbLe9a3vrGcdDwwCLE05v2fv/95O1+TQ8FO3Hp8YGHTAiEmpsKukPTWlB+Y2ndg9/9jOuT0zk0NdbSU54aDdur63Z3Rtv9diVUvlIN2OhMMrZEq73Wm3O9VqrVQqB9VwHA4P2CnB1TAEURkM1r8GYAC9YPcRSMFarR5sQIINLavVDiqC5XIl2NSUSuUgOstisaUAWMATy6UyiICN5wa/991nC+M+GnkVl4kXcZkiHlfCFwv4Ei6Xz+KwGVwmm8sQi8U0ChW9TEBzRVAGxqWn0cikaNBXVhhvqCirLEwgGmXU517avq2zvtZjNNYXFvpNprLs7Mr8/IaSkp6mhh3TU/u2z3rMBjo+PctltekVHAjrgFUKIVsu4hEy08i4dBGXqZEIv/+dlz/76OcbBnp3bhrvrCnzwaqYy5b3ASkAACAASURBVFyTG2otyl1bV1IR9WW7kESWtzDLm+93hhFjGDEWez3ZiCmo0wa1+rDBWOT2RkyIXSojYzBqDpO2GtNZU3Zs747XX3z6hSfvDK3rZlCJFAiPJ2RgcUm789cAjM3AZaRlpieP/83AQAQGqmPKMwwqKPl8vlKpVKlUQqEQKJgcDken00mlUkCzSqUyKyursbFxcHCwtrbW7XbT6fT09HQIgkDqFTW5McblcoXJvWJJskw4GRlABqQNpoWB/plyPhOJxHQ00AcDQZBarTaZTBqNhsvl0ul0ENZFJpPZbDaLxfoXAAxBaIEKiNHCJQ88Hk8goNtqAEXweDyHw9Hr9Var1WKxmM1mpVIJQVDqhUilUsnlclC/hG7MKRQ2my0QCLhcLhSAdRoUgPlcNAlDyOfzOBw2ul+H0i+DhtLvI4tOo/xD+kXZ9BEATtEvjUJN7UcA+RrUNQHu5fF4IpEIRIIBqRyV0ShoSwybw2OyOCAwFmADRKGBBCYSmUKh0tkcHpcnYCWbulNqAMh0ABboFN8+FGbJlNSwcequR2+AWRjwfE/ZoUFn6Tdmg8GfSgEw8EKD9Gn0Z0F0rc5osaIlQ0qVXqnSSxVauUqPKr0yjVihk6oMErUptRRqY2qptBZ1svJXCzsMVj9sC5jsWYgDRV+zOwoWuG3xZINl9+d6I4XBWGkwVmrxZGvNPpMz7AkXBGOl/uxid6TAm10EeyJCNcIQqUUaM+IOOfwRxOnXmay+rOzsvIQBsRpN5nAk2+cPen0BlUoVDofj8bjVapVKpaFQSK1Wi0QihUKRmpYHj0lS8mCxGAwmhUojEUlYIglLZ0BiCV+nVx04uPfI0YMNjTU8PguiEAhJpReLS0vPQG3PmFUYHD6dRiejF2AMGotJ53JYPC7bbrWJBMLkXPAqXCaWDpEDdqQ4O9jbUv3Sk7eGOxvHelr7Gyr76yoq/P4CxFZmcY8U1vRmFY3n1Y1EaoaDlaOBqvFQzWigajRUPewv77HF1wcr9zUNvbT77DPzR870bRqPlFXLrXG2IhsSBrCsagVSrTLX6u3NFl+bJ9QWjDSHIo1ZkWKHPWaC82zmmmhWTU4o22JAhGwdk+IScN1iUdQMl8YiLQ21Wq0aopLTMzPQBy4ZQruY8QQ6Hg3PpxDRkCu0bBlLwuII6EgdkYQjkbFEApZISM/MIBAIYj6PTaXyqLTqwqLu+no1m62iQ36lVEXCBZRSHZmgxmXa2Wwbi6WFyFIiLs/jfPLWtcsXTp48dfj0hZMXrp6/fu3Kzes3nn7yqZu3li9dv3z11vVTV86cv3nx7pO37z3x+LVr5x6/fjHX7wwi+pgNCeqUdWHv1o6GuExUyOdsCofvDA+/c/jQ7x7c/d1Lz7RlucSrMCwMxiPkHl4//Na16396+4cv33myvbG1vrapob6lpKK6urk1VlKWU1JmD4WFGh2RziWj0998GsSh4lhkPIdEF3PlJp0tZA/mubMS9kDMaA9qTE6+REXniEA0KQBgcNEFnuM4PBHUIOEJ6N8ViFgD5/8GYBwBj8VRMjIZWKyczbbrdRadhs+iQ+gQGY6YmQbhM0npqykZ6ZRVqyAMxiaVd+QXDccrq3XOArGhUGSIQIJsAq+Ope0VWEZ4to1C5yaRZ5PMOyx2dAmQCU/+5e7RJwenLtasuVTd/8rQ7u9vPP5M9/brNWO3aoe/0zP1atPAd4ubflLS8ufGwZWG9St161dapz6oHH6loPuF8t7nmofutKy71zXyZNf66+XtV+INNxLNVxItx/LrtuVXDidKWoqKGgrj7dnhIW/oWLTqmbLBb1dPXczp7Tcl7Aw1m8TC4QgCCoWJwdSb9fc2jd0d739tYfzliZa3Zzvf3db17mznL3b1fbC778M9a399ZPzTIxOfndryh4vb/3Rt31/un1p56cbKd++uvHp75YUzK08c/PutPSvLiys3d/zt2s6vru7+443HPrh0rMVmVKen8dMzlWw2Ol8KQVwKlYPHC0lkOYWhpLGUFKacTJcS6RISXUik8QgUFo5Cw5FJWCL6MMaTcXgyh8MDiScgXAoV9Axm2GAGluavGdgOKAglYbMjWcLqMtvRZXV6HB6/2x+yu31Wp8dkdeiMZpUOVmj0MpVWrtCoVXqdFv2eJqMVeGgVco1UouRxRTyuKMXAADJZTB5YAIBFQhmoXAIMrNeZkvKjGTGhaiRsMIPvDH5hQMIAs3Vao0ZtUCq0UolSLJIL+BIOW/CQrpk8FoPLpHOS0i4aTkZDU5qZDBqbSeewGNzk0C8vdQYzveDXA4OWqXHLFPpSKUzQdUSh0JgUBpNKo1PRPVx0IxWVfmloTWASgFlEkhAiC3FYLRWKmwx5JqNHpxfT6TgM2pfe19Z4dGlHR215X1PlcGttedhl5kJeMaM97OoKu2stmlaPpdlprTIb8zUqn0SICPhqLlfAYrEYTDqDhZZv05gkKg2i0NAkETJEI5J5EJtLZHJITA6ZxadyxTyJXqVD0fQRAHbbHW67I+DyZPlCVsTpsPs97iy3K2SzesHGhxlxpUjYZHQYYfTxYDG7bVZUiXXYnA6b02axm00WxGhGZV4rmqdls9jBArfNJgvae6QzWnUmsAAAW3Umu8GMqA2I2mDWwIB+7Qaz02h1IBYbYrKYYZvV5HJafV6nz+t021EkdlpMdgQ2alUKsUDG40i5bAGDxiLitWxmkdPaEcseLsifrSqdryicLc7eXZt4rKP8UFvhkc6S8wO1j4+1PbVxzctbBv5tYf2b24d/uHfsZ/s2/HjP6E92rX9/z/iH+zZ8vG/ioyX0jGazH9v8yZGpX+4f+/Dghk+PTWP6R4Zauzvf/+iDr/76/7zz3o9+8O475y5dbO/uKigqLKso53K5wHiMRj3xeDKZzGCEbXanPxAKZUWCoXBWOJqXX1hcUpEfL6qorC0sKvf6skbWT3zw4b+/+8OfdnT2Nrd0PP3Mc2fOngdu0j17912+cq2tvbO9o+v6jeW5bQs2u1NvMCqUahabq9PDHA6PyWQDHwVwuoIPUwoAkUhOzhji2WyuRqPz+n2R7Gh5ZUVFVWVhcVFldVVObown4BPJpPTMjNXpaVg82hCZnvTpoA5nCNJoNNFoNB6Pu91uqVQK6lIA5FOpVOAVBAxMo1EYdCqTQUHLAqlECoWsUMjiBYl1gwOtbR19a9f1DQwmiktqGprlGj1mdQaJBHFwRIQnaM7NPb55+sqOhaWB3mcPH1j5P39Y+ejnK2+9sfLm91Z++fOVN7737Ny2LXn5I1mh0aL88drSDfWVcYse5tDtCqEX1uUHvfUlBWW50daqsraK0spoaOtAz9vPPfnVxz//y68/+MtnH334zutPXT934/iBp6+efe7GxcdPH3lw4cxTl88/c/Xi/fOnbx49cnHf0vm9e87v23v5scdOLe1d2jqzfdPk9k2TsxvGlrbN3jh3ZuWrPy9fOFcYDeeHg3q5hEUmaCRCGY/DpdB5VAYDR2LgcXRcZo7fMdTVMj81snPL+LbJ4Z2bxucnRka7O7pra8qys10ajV+vzXNauypKDsxsevLqpQeXLyxMjFXnx6walV2n8ZqRlqrKF+4/WJpfsGi0fAjyGtSDzTXHF7ed3b9r39z01tGB7oaaomjIZTRsWNe/bWpTwO7QyGRkLJaMxVOIJFhvdDrdZrMVWGJAJj5wV6YuaikUGoPB4vEEIGcf2Ga+cZZIZCkGBtovsHMgiMVudzqdboC4YORSKBQLhWKlUg0GHiwW9PXFZDKjwdFKnVQs4TCoKjnv1Zef6GgtI+MxEAFDI+FYNCqXgW4uopIXnUbnMHgCtlwuZ9IZ6OUVngARiLj0jGRkH4ZDp5QVxksL8ovyYyGX3WHU97Q2PXXrZpbd7jEaS7KziyKRztrairy8htLiynjexqG1MxtGHLDGAWsMcgGsECr4DI2Ur1fJgALMopK4VPLhPbv+60+/mxzuX9w8sXl4bU9d+ZrasnWNlRNrWuZH1g42V8f8NrtOoeTQmNhVYhJOw6IpKSQTj+2SSzR0mksuc8llWibDyOMq6dSE37M0M/X6c0+8/sJTty6d3j4zWVEaZzMgAj79GwCMSgQZuGQmFkBg9PxQC07+BxQOpUKVU5FRdDpdJpNZrVaXy6XX6wF/slgsmUym0WgMBgMAYx6PB/KTc3NzW1tbx8bG+vr6YrEYuFcmk0kkEtB+BJReVHlPWgUYXx/AGg2AObXbBbLl9Xq92+3W6XSPDirjcDgqlQqGilNFwd9QgAHVA5EE9QdisbjkhDOJRAIiMNCEORwODMNWq9VgMJhMJi6Xuzp5sNlsnU6HIIjBgGrCHA4HiNswDPv9fo/HYzKZtBqVTCoG9CsS8nlcNkjteJR7AQw/ROJ/ogCjKjH6Ro6qxED7pVGodCr6zgoGnsEvD0qqaDQamKMGwdqc5CEUCmUyGRiPB32hNDoThKUDERjIvyQyhUpjsDk8Hl+IcnJyWoHD4YEhMbTHAaKCxOkU3z7KwKlPfuMG+JpvpF4BAE7xcMpZDd4sQBpWSv4F3wHst9odHp3epNHCGi2sUBtUWqNQphHKNCK5VqzQiZSwRG0CwVcqLQKWWmfW6G062KEzOvUml97iM9qDFlfU6c/zRgpDuWWReGU0URWMlXrCBTZfDAAw4ororWiulcWTrTZ5pFqbBvGa3VGbL2Z2R0FPksEdVps9QjWiRpyurFy7LyzXIUar0x0I5yaKjBa7WCJD0GhwK4IgMpnMbrc7HA6z2azRaNxut16v9/v9IFAtlcEGdmSSD79MIhFPpUIMBg29sEIz1B8+CFgsBplMxOEyIYhEIODS01eTSATMKgyekEGG8JnY1avTMFQaCTbowlnBgN9r0GuNsD5tNSZz9Soei5mxajWi07XXVVo1sqHupl0zGypyQyNdTftnNnZXFDXH86v8oVp3aChRNZBTPlnQtCG3cTxatzHSuCmnZSJcNxGum441j4WqBtzF60Plo8HydjhUwNKGcIIsvDDOVFaJTLUKS73G1gS7Wq3+Fkew2R2od/trvP5qrz9uRopdjppoVmM8VhnxRxCdWcTRMSleqcTC43g0qqqCeGFBHpfPEUnEdAaLRqEzIDqbTGeTqSwSGidDIRJIaLsZSg5gahoAMIGE3gFGrth0GoTDGRVKr8nMweN1PJ4MIuRajToaWU8jB2RiJS7DzuWEVUoTkyUnkypj0Zeeunfm5JHDj+27cPXc8TPHrly+eOPa9Qf37168fOHc5fPL9x6/sHzp3I0LV5cv37m/fPXq2afuLYecFodG6dOpQnqVU8RtzwmU6lURGnmt1bI8PPxv+/b+4dkn7+2YtVAyhRgMHYPRknCjVRW/+tZL3712Y358qr6qYU332r61g11963rXj9Z1drcNDrWsGyisqXOHcmCLS6mE+TyZgCUT8jVq2G1yZ1v9MbSgC/HqbX6TI2S0+9UGi0CqpjF5RIiBJ0BYHCqMQ2T0ih/EYoG/omTyzr8CYHJ6BgNPEDNZajRRXchh0ClEAhmPS8NgaEQiHrOKRSQRMBgiBlPgD/VW1tUEsv0CZZ7cWKQ02zAUfxqzQ+rokTh7+bZpODquyVojsg6ZsrYXNR7pGDrfv/F85+CFtsFb3ZNPrNtxs2Pr4eL+g0W9F+uHn+3eeLeo6eV4/Yc1vZ9Vrf11QdvnJWs+q19/11d1LbvhXnXvg7bhq429F+vXXK3vuVjediHReDG/6WJ+09miluMVHXur22aqGreU1xysqr9Y0fhSzdqnc1q+VTSw25jfInM66WIGFi9mM2gYTFDKvTTe/92l2aem131rc8+rk60/3bH2J9t739rS9t5cxy8X1/7q4MjvTk59fnL69+fnvri2+NXjh//69JmVl2+ufOf2ysvXVl44vfLEwZU7+1buLK08vvj367u+vLL4h+uHf3B4Z4lCJE9bJcThlVwuB6Kw6TQOjcYhEkVkSE5hKKgo/cpINAmJLiUzhEQah0hh4ikU/H8DMJ4AJb3tEoUC7RBSqTQaDSrYKhVamVStkGtVSr1Oa4INNgDAZsShN5hho8WE2BCz3Wxx2Oxup8vn8QY93qDL7bfZ3YjZboDNGi2sUuuVKp0RtlgtTlCrY7e5QX+s1eJ82BLMlwAGTqEv0IE5bAGfJxaL5DKpSqnQqpQ6vQ4NoAbdSwCDQRI1iKQGg6kmo9UIW8DnzYhdLlOLhDKlQqtUaLkcIY3KYjF5HBafnWTgFACjIjCVBZRhVBZOknAKhgEAp84pEkZLZ9BILRR90Yc9xEBjn6n0fwbAJAKRCaFPFSFEFuFxejo1D9ZFtBpWWhotI4OJw8k5rMnBtXevnJtY21WRG9w+PtCciBhZRBuH1BS0tQcdFSZVk8vc5HMVm40BmdjMZas5TBma04UqwOhLFp0J9pST/mcyE4I4EEVC53HRbS2Ggi8xKnWIHs1S9nn8QMVxOt0OB0qwTrvL5/T6XQG9xoSYnHabz2H326xeM+IyIy6L2f21BcBhRlxWi8dm9SaX2+30uZ0et9MDGNiCWAEAO+0uoPoCHdhsshgNJhBYZdE+ZGCzBk5BL0BiIA7bDWYHbAEAbIYNiAm22yw+rzsrFAgGfB6H3WpCQ6EtBgPa7snjCRlMPo3OJkN0HFZCJuYYde050bGSwm015fMVhfNluXvqCo51Vx3qLD6+pvzScMPdjV3Pbel/dW7k+zvH39w+/O6e0Z/sHfvR4sh7O4Z/tnvso/0THx/Y+MmByX8/OPWbo9OfHd/yyZEpNATr4Pivjk5hSqoqiirKTpw78+V//eXbr3339v17swvznT1r8hPxyuoqGIbpdDowVjEYDJFIZLXbnG6Xx+d1edx2h8vj9cdy80vLquKJ4pxYPCuMGs2zwrH9B4784K0fXbt+q7qmbnJq+oknn17T00dnsOKJwluP39k2vz2aHRsd23D5yrX1o+NyhQqUzfCTU/VoVjpa/8UnkaA09EDjYZMXloTkVRGExeJXoSWxmUQiUSKTyhRyq93mDwasdpvJjMAmo1ypwCc3cTNxWCKZlIHNxKxeRaFRNTptTk5OS0vL+vXru7q6IpGIQoFOaQLdCchTIGgHmADRtDgGnU2D2HQKk0om43FMBs3v9XV3drU2t3V39wwNjVTX1HV09gRD0UwskUahc4hkGUT1qNQD1dXzvd39RYkjo0MrP//xyh9+u/LB+//xnZd++8TdXy3feGXP4uGmxtGc6GBh/lhd1WhDTY7ZoGJQdAKuTiKy6DT52eF4TqShoqyxvDSRFWwtLzm9tPuNZ5744K3XP3j7tfde+9a3n1i+f+HE8slDt5Ii8P3zp5+7fvk79x7/7oM7L9688eDc2ZtHj1w5fPDm6VNXTh4/uX/pscWdR3bvWpqfW9y65fDizn978YV3v/daf2ebWizQSIQGhZRPp7AhEptM5UA0JoFIw2ZSMtKMSkljWcHsxODS/KY9c5NLs5vmJ0b6mxuq82PlOdnV+XkhszHutjfEY5v6ui8c2n/n/JmlrZvbK8s8JhiWSTyIqaogcf/6jZ1bZhCVGpZJ6hKxuZG15w/uPn9w9/5tm2fHBgc6WhrLipywfn3vmqXt8zn+gFmvB9XeHAbTBCM2m0Or1QsEIoFABACYw+E96quk0RgsFieZBCwC2Qn/8CyVoj29wAutVmv1ethoRIxGxGy22mwOm81hNltTPewymSIVlAVmIWDYpFZrDTqTTCLlMmkUUtrjN84szI3iM1BjMxmXTofIbBqLTkOzqSEqhcljiaVolw+DRgcATMaj2VEZqzDAC23SqatKi0oL8ssTeRUF+VluxyvPPrV87pwbhmNer0WlSoRCbVVVzRVlWQ5b1OuY3Th69sgBRC2zG5QaMUfCpihFHJVUyGXSOHSIARGETFpdWfFnH/384K759T3ti5snTi/tOLln4dDcptN75m+eOHh2/64zh3eP9Xe1VhTleu1+vVrLpstI+Ibc7KpwsMTnDmhVVeHgeHvbsYXZHzz/7KtP3n3p7vLTNy+fPbz02J6F+c0TpUW5HCYlIx0ViDKxaFBZeno6sFz+bwAG94IzCL4CAAygC1ys0+l0pVLp8XhCoRCCIHw+HzwBBQKBVCpVq9UqlUosFjOZTAKBkJGRASKp+Hy+x+NpaGjo6+traWkpLi6ORCIgYFmhUAAlGYQ/p0KeyWQyUMaAPAuoj8FgaLVaBEFUKpVAIODz+UDOTb7goEVNAJXB5HCKfoEcClzQydlC1CCNJsRkomNywF+dkZEBIASLxbJYLBiGLRaLRqMBO25EIpHH4xkMBrPZDFqR9Hq9RCJhJg+lUulwONxuNzoGrFJIJSIAwEIBj8NOOp+TbmZU703Kv0CjewjG/wSAAf2mGBjQ7zcAGPhmwVaFSCQCvnShUCiVSsViMZfLZbFYAqEY9M0CzzO4PiZDVBqdyWCywds2aM/m8YUsNsrRYIHZLVCtREZLkdF99BTlphj4G59PJWal0PfRcV+Avqm5XwDAKfpN3QA/BfwIFpuPmO1Ol88Am7U6o06P5k1q9AjKvXKtUKYRSNV8mU6oQHVgmdas1j1cGr1FBzsMJpcBccNmDwBgmyfHE0qEcstyCmvySxsS5U0lNe15JfXBWKk7K+EKxZ3B/Iesaw8pYZdEY1XCLr01oLP41SaPHHZyZAY54tbZ/DKDXaJFFLBNoTcL5Fo9YlMbkFA05vL5FUq10WT2er2RSMTn8+n1eo1G4/V61Wq10Wi0Wq25ubk2m00ul9NoNDwe/9CwiseTSCjZ4pN5KWQykU6nAgBGjX00Ch6PBXeBhALQO0ckYXF41N+8ajWGDOE5XAYFIq3CYNgshsVsyo6GxSIBhUjIWIVJw2CigUB+ls9t1OxbmD6yZ1s84CiOeEc7GnOscEdxQWtuXnduwXhZ3caSpqmS1o2J5sncpi157QsFa2ZibdOx5h3Fa7YVdm3Mqh3xl/cgudVSRzHLUC5EGhWeRqWrXu6oU9rbLYEuV7jbE211hhoc3nq3vz4Qqg1l5VuQhtzsNZWl9XnZIVgN8xh6Dg3hs2A6zS4U2pXKysJETnYkA48jQBQ0/gO9LGawKWzUVkih0SEK6n9Ga9AgEhmNPkYxD6IQIApahZtMeyMTSUqxmEelSRgstw5GLWoZGRomNaRX2QSckEbhEHKrg94CM+IQ8AMqlZREHGpveXDr6tlTR48cPXDh6rn9j+27cvnizes37t27c+nKxRu3b7746ssPnntw/c71Y6ePPHjqzpXL5568e3N0bXdhyO9WK0uD3nwrXGo3lRv1MR67iMs9UF/3yp7FJ+a37ulsNpIypBkYSeYqOT4jW6s6PjnVGI2V5SYK4sWNTW11Ta0NHV0tvX2lzS0t6wY6hkea1vbXtHbll1S5fRGTyemwBrKyCrJiZf5YmdmbLTM4ZHqbwR5AnEGd2Y3YvTI1zGALvgHAwBMOhF8wWA4k35QI/KgCjL5srk6n4fBsMsSiUBgUiA6RIQIel56WuXoVCYclpKdDGZl4DEbJ4lbnJWryC5wavVkky1LB2WKdPZ2eQxI1Say1LHgEiU36S9ehE+PhTUVNh/omtjf3D+WWnx2eemHH4df3nr09tnikafxIy8SFddvujC7c7Rq7U9r2bm3/l70zf2oZ/6x28Det4z9tnzjmKz0Rb7lS33+5aeBoZcf+osZDRU2PFTYdL2g+klt3JKf6dEHTxaqeC/VrT9f3XqjpvJpf+UZj/2eD237bN/9+99ZFJDuXyFGnYaUQQUBOt7CJe9bUP7MwcWe88+UdQ/fW1765teuXe4be39H31nTLj7d1frJ/+LfHJv54dssfzqPZzn++uferu0f+9ty5le/cXHn11spLV//2zPG/3duHKsC3dq/c3PHXqztQBXj5yCuLm8NsiixtlYRIUnLRzhvURkyl8iFIQqHKKQwZRJcSqWIiRUKii8kMVP7Fkxk4iIInAws0iUglkdEXVSaTjY7wcfkCgQgdnRVIOWyBUCATCeVSiUqp0GnUJr3OAhvQ4CuNGtbqkiqx0WIyWhGzHY3IcnrR9iO722Z1mS3JCGjTQxY1I3aH3eNxBzzuAGhIcjl9Pm/IoEfUKr1UouTzxBy24FGDMZvF53FFQoFUKlHKZWqFXKNUaHVao1YDJ43ZRiAFA8k3FUANGBi01Op1JovZodXAKqUOdDUBzZnLESZrjfgpETgl/AIA/t+CMADdr2uNmCmrNnBuUylMiIwGxUNkOtr3S2PQyehrBYWMJgigW7dfW6DJRBIay4zFCcgkCZEAM+m5Bm1AIdewWGwclpmZoRXxBlqb9sxMtlcVlWcHzi/tKA85VaQMj5BZ7TTWe5A6B1zrMlW67Tmw1iria9lMFYetEPDEfB6Pg77Vgk189AY630zh06kiBl3FFsjoHL1YHnEFSnIL8iIxr8OD2pIdLpfL43J50NFcC5os5bR7HDY38DZbLR6H3W+3+awWj8XstqJBVE4jbIcNNsTktFm9X+OxIxlJhTqcge3ZgljBelQTNsGI0WDSaw06pRZW680aGOCuRWtE1AZge7bqUGu03WAG9OuALQ7YYjMiJr3BCOutFsTtcvh9Hq/H5bCYTXqdWa+H1WqVRCLmctHCdgoVfQ0hEriZ6T6FpDUa3lhROlddNldeMFeWu6s6/1BH+cGOopO9lTc2tD07O/CdHWNvLk6+s3cKAPB7e8d+uGv4hzuG3t8z/quDk/9+eNO/H5z69eHp3xxF18eHN35wYPwXB8Z+eXAcU9fUmF9YkJOfd+bC+RuP35rYNNXds6alrbWiqjJRWJBIJLRaLQiDEfD4RqMRNhnMVsThsjtcdrvT4fZ6ojnZBYXFxSVloayI1xeIZue53P68/MLHjpx46+0fbZzcFI5kb5mZPXDwcDiSzWRx2to7t8zM5ubFbXbnhonJ/QcORaI5HC5fIpUL8sOUFQAAIABJREFURegAHp+PWhm5XHby4pLEZDIFAh6TyWSxGEl5h518m0fFFtRCyWIqVEotOh5lsDnsJjOi0qi1ep1IIubyeVK5zOawh8JZObmxiqrKNb09fX19/f397e3t8XjcYrEoFAqxWAzKP0FT6P/IiaGQ+TQ6h0ziUiE+nUonkWhEokGlKsjL7e/p7WhrH+gf7Ovrr6qqKSgoQnsvqQw6nsQnQkomK9dmrw0F/RJBjlKy0Nbw5oVTv3/xmd8/9+Qbxw8+Mbfl2vjIgaa6DYnY1vaWsaa6juICRCSgpK/mUMgcGk3M52nVGrfTFfC4g253xOMN2m1lsdimgbWXj+w7v3/nuX07LhzYdXJx7uDs5KG5Tad2zx9dmL14YO/986dfuHn1hZvXn7h4fvnEsctHDl0+cezyyeMnD+w7uHP7gR0L26entoytn5ua2Lpx/KOfvvfL994tL4qLuEy5iCdg02VCnoTNEbPQhyAVhwIwj0qMem39HY27tmxcmBrbtnH91vGh/uaGkkioIpYz2NbaUBgvDHoiNlNVbmTHxvGrxx7bN7ulq6Yyx+vWigROg64iP3dpftv63p54Vqi/rWV+fPj4zq3o/8XB3Ud2bVua3TQzNjyypiPLaR/s6ji6b29JXizk8ZCxWNzqdCGXp1WjY7pSqZzN5vJ4AmBOFghEqawFOp3JZKJqHwBgkUjyD5dEIpNK5SACGpAwCIsGsYQGg9FoRGDYpNXqFQoV0IqBR9qQLGpP3SUSSLlsDkTAErCYhdnx28unBRwiPgMD4TNoZBITfdNnoKNTFIjFZ0vlEoFAwGCwyES0UBGbkZmRlo5LTyNkZkAEfBoGk5MV6GptiudE6irLQi5HZ2P9j7/3vbHeXiWX6zIYLCpVX3NzS2V5e01VY1lRZTy2c/PkjumNfosBUYpFdJKQAYm4TKVMyGVQKIRMhQCtDn7+/uPP3l3uqq9c39N+YH7L+cN77pw/8drTd19/5t4zNy4+uXzx0smDty+cWD579PqxA0cWthyemfrxy89/+cHPVr764lvXL13at/jRm//21998/PfPf/27X/zk2vHDe2Ymd26eOLS4bXp8yGU3UkhYcvIq+RsAjMvEYzNwj0Lvo7dxOBzwIadc0MCiSafTFQqFy+Xy+/0wDHM4HCqVmnzKCwCR8vl89NbXR8rGDICTwWAYjcZIJNLY2FhXV9fa2trf3z8wMNDZ2dnY2NjU1NSYPJqampqTR319fUVFRXFxcVNTU1lZWW5urt/vV6vVEATh8Xg6nQ7gHLiXSST0xSc1NgwAGNBvioEfBeAUQFIolNWrVwMvNB6PZ7PZBoPBZrMZjUYwvSyRSBAEsdlsBoMBCN0Igmi1WrFYzOFwRCKRVqs1mUxGo1Ehl4pFgm8AMFqK8LXzOUW/bBYDjTL4vwDglBr8DQAGGxng1wY7gGKxWKFQSKVSNht91WUwGMnx4YcuaDqDBQzPXJ4gxcBMFofLEwhFEoFQzObwhEIxny8Evh6waZXyJANABRcWKdD9h9RKJqMZECANMTX0C7j3X8i/KcBO0TWZTGGyeIjZ7nL7YaNFb0D0BkStM2kNZoXWJFPDEqVeJNcK5HqhwiBWGaUaJAXAWoNVBzvgJP2arD7EmWVxR2yeHFcg352V8EYK/dnF/uziSEFVVrwikFvqiRa6wglXOOGJFvpyik3uiNrslertctgph50SnU2gQvhKE0em58j0PAUsUJmEKliqM8M2jyuY7Q/nKHVGTyArKxw1GIxyuVyn0/n9/ry8PARBAPSq1epAIFBYWAiePjqdjsVipbRf4GZnMGhkMjETHU1YnZmZDqAXi82g0Sg4NNYoMz0dbZvDYjPodCqZTAQYvGoVGlxvNBqi0XDA79Vp1XKxSCoUgHkt7KpVhPR0n8NRnJsTdtsKwr7uhqo3X3l+pKtpdE1LZXYgZjPW5UTa8+ODpVUbq5vmG/u2VnVvKW2fK+maK+jeXdq/Lb9zOtq8kOjeXtS9JbtpKlI/YCts1YQaZd4OfdZac/5aS+6APT7iL24xeTucWZ3eaLMzWOvw1HkDdYFQdSAYNehKfO6KcCAEa5U0ogC3WkkjmgVch0hU5Pbleb19nZ3r1q1T6HSYVelYEoWarDNh07hsGodFZdMoqLCZvJylQRR0gh1s5ZCSJjF0MJ5IEnC4DAKRSSCaZUqTQMJNzxRgcXaZCOYxXHJRX3mxkkQ4PD3Vnp8nJ+AMbJYAj31sx/YrZ05eOn/qsWMHTp47fvj4oeXlG7duLj94cO/mrRtPPf/0mz986/lvP3/j7o1rt67eunP97LkTN65euH/z2uFdO9Y2NISMhtaC3JqQO0cpiYl4pTLJaDRyam1fb8D7/NEDnbkhwWqMnJihIGJZGIyNzeWsSitMyg/l1XW5BcXxiqqC6tpwcUm8rs6Tl/DHC7MSpVn5JcFIIpCVn5NTnCisjSaqooXVYBzd6AyZPRGTI6A2OqyugFxjpLP4eDIVhydnJl21JBIE+DbZioQ2S6N5V0m7+D8F4PQMCIejEggkHJaEw0JkIomIz0hfTSYR0jEYCh6ficHQ8YTcQLAoku2AjRKpgM9jCUkUHYHuhwRRgiCfKC3nmrYkmtdFyrvCZcNVHRua+ppi5SXuWFusbLqxa7F7YEfj2sFodaevdCjRMlXXN1vdtaeg7nK84b36kS86N3/etOG3XdO/GNj6QsfoUmHT/trexxrWHaztWyrv3FXUsljcfKiq+0jNmkNl7UfL2i7W9N6q61+u7LlR2H4vt+mlYPnHlX1/bJn4y8iuN+sHZw0eX1qmk0HR0rEqCLOru/rBwujVgfr74013x2pf3NLy0139H+8d+dl8zztb2j7cM/j745v+eHrmT+fnUPq9vuvLx/f9x4Njf3/x4sprt1Zeu73yypW/3Dv0n8u7/vPKwl8uzf3l4syXF+e+ur7ny7snn9u+0U5Kl6WtEhIIwiT6Uklou6+QSpVSaQCAxURKCoA5ODIDR6JiSaRMAjGTgLoccWTUZEYggX1A0GmH2idpbBKRmkyE4nPYQj5PIhIqpWhiiV6p0CkVqESsQyeEjfpkDzCsR1DdFU3AQr5x1utMRhgNTLLbUDYG1mWb1eV2+d0uvxmxq5Q6kVAGvNAonbIFwPws4EuA/AvoV6XUgSli2GBOabyAbMGAsSH5OwAFGICxEbaABmOT0QpUYp3WKJOqeBx0vheIwMDwzGGhc78AiVMAjE4FJ6Xg/78AGCKR0UzmTCyfRJSSiEYWAwCwic/T8TlEDIaZmZbvdZkkfAkVP93fdWxhi13KkeNXlzjgKre51o20h91FZm2OUedSKfQCrorDVgl4SolQKhSguc9sJpg64bHoPBqFRyELqJCERtUJBA61Lh7Maiyraiivyotku20uFIDt6PC20+Wz2d12h9frCSVzlf0mo81idtptHqfD53T47DaP1eKyWlyp9G+L2emwe8FdFrPTgthT0AvEXvAhmPhFp8p1sEGHJqtp1TqNXA2r9YjOaDEgIAUaVuvBQnRGs95kMSAgAevrHCwTYoBhg84I682I0WY1W8wmo06rUcgVIpEUtEvT6SzSw0EVJgHPw2Y4xfyWSNZ0TeVsDQrA28rztlfElpqL9rUmjvVWLE91vrh9/WuLE28sbnxz14bvLwy9u2f0vaQC/KOdwz/fu+GTQ1O/PrL5kwOTvz48/esjm/798OSHBzf8cv/Y+/vW/2xpBPP9t9965oXnDx557MKVy2+89YOxjROTm6bmty9sW5gfGBrcvHlzZ2dnfn5+UVFRaXHJ0NAQ+oJ+e/nW7eUr1y6fPH1i/8F9u3Yv7ti1c3B4qKm5tbyiqrikzOcPisRyh9O7aXrL5NR0JJoTyooMDA53r+klkiAyRO3q7unq7tEbjAbYNDwyOjq2QaXWpqVnKlRKHo8jkYh0Oo3dbvX7vcGg3+t1O532/PzcWCw7Jyeam5uTkxONRLJycqLxeJ7D5ayqqa5rqK+qqV4/Nrp9546R0fX1jQ2bNk+3dbQXFBUWlRTX1tfVNzbU1NVWVlfV1dWFQiGJRALyZmUymTp5oMb7ZN8JsEE+xGAqjQOheXwsIoFPR/ckqASCgMWCtZrayqqyktLW5pbRkbHy0oqqqhqHw6WQKXUKldtoibm81Tk5TbHskEJiIGR4mKQ2r3W2uuhIT+vxvtYTfR3722q2FOUO52Z1x2MVIX+u3axg0hi4TB6NQiESqBAFm5GJpuMwmCwaVSWR8OlUJgFvUcsdaknUqi8KOCqz/Q2JaFNhTlVOMOG1FXidJUFvTSzSXlo41Nw4M9C/b/OmY7u2H9q5/fDizqX5ud2zM4tbt8yMj04MrZuZGBvu7T5+eP/KX//z7Tdea6gu1ymlZqM2EvRZYdii1cEKpYBBEzPpLCLerJGX5Ue2bxqfmxiZHunfvH7daHdHRSya5/XUF8aH25s6KktKwv6CgLutvGRjH1qS1F5ZVpwdMUjFRrk0HgrUlRQNdLZvm9x47fTxIzu2ntq97dTe7Sd2zx9dnD+4MLNt49j42jV5Qf9AZ/uZI4crCuL50SiVgL5fcpksqRitjxMIREDj5fEEXC5fIpGxWBywQMYgl8tPJuWiQ6D/cAEABvH9ICwaBPGDxCyFQqXV6kFJklgsFYlQDwIgZLVaq1ZrNRqdUqlGfy6DS6fSCJlo30N1ee6rr9x3WtUQAQVgCpFAIUAgUoVMgdgCjkQpFYlEHA6PQoZwmdj01Wlpq1Zj09LxGekpI3R5UaKhuqKsMJ4fDulkks76unOHDxdkZenFYpfBUByNjvauaaksry8piId8eQHPzXOnpob6Yj6HnEMT0IlCDkOtELOoJFwaRsxmsCHi3OTY6y8+u76nvbOuYkNf567pDRcOLT23fPnJqxdunTt2+/Kpo0sL+7dtOro4d+/8iaeunL20b/H8nh2/eO2V//zVz//8y58+dfHUjaMH3n/tpR++8uwvf/DarTPH92/bvLRt8+axgfKCGIOKJ2BXE8EAcOYqgLhA+QQAnPQ7Pzw9CsBYLJZAIABpBUAjiEem0WgpGlSr1YA2mUwmmUwWCAR6vd5oNCqVSi6XC+KaaDQaGFsFOAoCrtCYxOQYsEAg0Gq1luTQts1ms9vtXq/X5/MFAoFQKBQMBj0ej9VqhWFYJBLJ5XKhUAhGggHoAqwFBubMzEyQU50qTEoBMCV5gC9+dIYW2FSALxr1ViYPPB4PZpXRREu5XCwWAy+3zWYzmUwqlQr8wsbkodFoRCIRn88Hv55cLpeIhUIBT8DnioR8AZ8Lpn9TM8DA9vywypCJ1jv8MwAGki+4F8wDg9uP/v6p3DIQWsZiscTJg8vlikQiv9/f2NhYVl5pttioNAaeQEJnkyg0PIGUicVTaQy0tIHD43D5fIFILJGJxFKUhIViHk/AYnFoNAZg3UeDqb7BwBCE/jOmTMuAilNVZym9N9V4BMAYfMGj8i/4DgCAU6FZAIPpDI4Jsbk9ARNig40W2GjR6BGtwaw12jSwValD5BqjRG2SahBggdboLRq9JUm/NoPJZTR7TFaf2R4wu8IAgJ3+PFco7s5KeMIFnnCBI5TvzS4K5ZcHcktd4YTVH7P4cqz+mC2Qq7cHU+jLluqZYi1bqmeI1BBXxpJo9Q5fIFYYSZTECsvjZZWxRLEWRqw2hz8QslqtoJ4aQZC8vDyQo1ZVVQVsApFIRKvVqtVqHo8H3PggpZxAIJDQg5BMxUrHYjNIJAKqZSRj0DIy0nC4TBKJgMVmJOvW0dcmDAZDQmODIWCTZjBoAgFPLpOolPKqstKAxy3m87hMBp1EUohE8ezs/HCoPC87P+hW8ZlTQ30DbXWLm8fbKwqLg664w1od8HflxfvjJQvNvTPVnTOVHfOVvQvFvXtKB+fyOiZD9ZujzdORpkl/7WSodj63bWOwZr2jZMBW0GvKa1OHWlWhDmOk1RLo8ETaPOEas7vIgCQMpmyNziOTWYQ8s4hn5LN1bDpKpEpxBNHlOSwNsbyu0qrSHHSHenZuPlFeicnAYSl0iMZGGZiSTMqhoF5HMF9HJFEBAINhV3zy74wKUUQ8PjEDi8NgQAUrE5OuhGhhg9EqEcA8hkMudMlFhW7HWGtTwmkzclkQBmNVSG9funDhxNErl88dOrLv6KnHzl85t7x84+b1G3fv3r5+89qDJ++//N1Xbj24debymVv3lk+fPXH12oXrV84/dXv55aeeuHX2jEurCuiVFQFXQCr0cZkVBl1cLGixW0p0yp8+cfvklo0KUiYvHaOiQ1QMhorBuLW6hur6+ua2suq63OLSgura4sameF1dor7em19gDWcbvVnWQNQXiQcjCbcv22QNBGOl+eWNZQ1dxbVtkUSFzR812v1Guxe2uERyNURnYYmo/zkTS0zGqBFXp2WgZb8P20Yz0zOwmVg8nkD6JwBMSIaJ4cl4dCCYSMCBeAQsNoNKIa9CUy1RAFaIRBWJAg9i5jDoBBaZxIYYBKKKQLNl0I0YbB5ZMVvYMVXe2Vfc1FhY01TR3FzdVpZXXppT3l3dNtbe05RbXGwOVThymnJq2osa20sbB4rr1tkjJ6KVr5f0/LBgzZv5Hf9Wve7x2t5tuRUTxfVTdWumyts3Jhq3FLZsLmjeWtyyp2ndUtvAUsvaEx1D13vG7zQOLsfbln01TzvKfluy9s8V6z7Ia32nqH1JbW+msuyrMGEJS0fGjFREHuwYuz+15mZ/xRPra5/f1PjWYt8vdg9+uDj4k7nu9xd6Pz86+adkr++fr2z/8tquL5eXvrp7+K/PnFz59pWVNx5fef3W3168+OXj+/7P1fkvzm754tTUFycn/nhm85fXdn91//QrS1tt5HQNESeFIB4F4jEYdDRziSSmUmU0uoLKlEF0CYkqIEICAlWA5pWR0fgrLJGQge47o/arDEImlgimS1IvjOiYWDJDh0yik0l0tMYWQjvAmAwBhy3mckQSoUImUSrlGqVcI5eqwFLI1CgSP7K0aoNaqVMrdQb9w3JgM2JHTDYzYrfb3C6nLxiIOB1egx55dFKXxxXxeWgqikgok4gVMqlKIdeAGC2N2gBwOkW5hiRyA7gFwV0AsE1Gq8lo1WpgAMAGPaLTGkEvsUKukYjkIoGUzxUBDAb0y+MIUxZo4IgGAIzapP/n+v9sgX4UgCVEgpHFQC3QaoUQm67jMBQ0Cjsdw0rDSCBsSch9bGGmszTOT8NoKbjm7ECVx1ZqM9S6LW4R2yoVaoR8GYcl4TClAq5UyBNy0ZBLVPVlULkMKodCYpMIPIggY1A1XJZHpyuNRtfU1bXV1MbDEafZ6jDb/f6gze5G08vcAbvD6/YEw+H8SCQeDOQAuHU5/WA57F67zWOzuh12r82KDv2C206HL3mX22p2pIjXbnWkjNCI0Qzrjajqq9GDpVXrdEqtSQsD0DXrTSYtDOgXLfJNZkEDALabrHbQlmS02BAzWhdq0Bn0WoNeq9WolFIJKnozGBwaanlAA5dIZCoWR8Wi2CUkEyxCTmMosLm2arambFtF4Y7qgvnK2O6GxO7G3MNdJdc2tD43N/jKwvpvzw2/MrPutW3r3l4c+dGe0Xd2Df9o5/D7Sxs+Pjz16WPTnxyY/PSx6U8fm3pYAnxw/P1963+8exDzyW9+/dvf/+7Nd96+9+QT9x7c3zo329ndNTG5cXJycnBwsKOtvbmxqbG+ITcnlhfLHR0dvXv39lPPPPjOd19+7yfvfvqbX/35qy/+tvLXv6/87e8rf/vDF3/83R9+/+Of/uTFl186dfrspuktJ0+defW7rx8/eSKWl9vU0nz1+rWFHdtzcmODw0MXLl3cvnNHorBg88yWV77z7Z2Luyqrq5pamscnxrbObd6ztGvfgT17lnbt2r19cc+Opf2716FS65qevq7etd2d3W2NzXW19VV1DbU9fb1T05v2LO3dd2D/qTOnn3jqyes3b2ye2dLS1lpSVhrNyc5PxGvr61rb2+oa6otKinU6HY1GQwsOV62CIIjL5QKnJbiwRmfNKRQ6nc5ioVnQPA4XNfoTiEwiiQNROBCFTiKxqVQhl5OXHa2uqljX37dz586ZmZnR0dG+vr6ysrKSRHFtSXlLRVVnZVVfVeX6msrNTbW7uppmakvHE5HBsGu6JLrUWj1bmTcQcnQGbHk6pUsicKtkiEgAi0UGmZTHpHHYTDKJQKWQqSQiGZ9JI+HpBCyHTFSw6DzcKjkFp2GSNUyyScB0KoQmEVsCYWUUoppJNUn4QURfnh3ub6qfGx3eN7tl3/zc3m2zu2dn9i1s279zYXZyw8TQutnJDZs3juVFQwtbp9/6/mvzs9OVZYW52SGryeB3On0Oh9tqVUqEZq2KT6cohGyXWT8x2De/acPcxMjUUN/6ns664kTEZcv2ONa11o90tQy2N7ZWFFXmRSpyw9X5sdpEXnE4aFPJFVym32KEZaLZDetffHDvzoWze7dM7J+ZODi/6eiurcf3zB9c2Lx5/br+toaQ09LdWH/6sUPxSFZeNItDp6QnU6AFPLRCHVTAgYtpLpcPcqqAIPyNM3BK/++zWCwFvmjUFCQUi0QSoAODQH8AwGq1FvwsYTJ2H5ilASGDBiaBQMRh8ZOBongalGHSi1995X55cZRGXk0hZJLxOGImAZuJ1ifSGHS+RCBTy5OpwlwwuJ6ZjoZmZqZnpK1CM1RZNGoaBqOQiDtbGksSeYV5Odl+L6JSLmyaOry4i0MmKXgco0J2aNeOvtbmkpxwaSxSGY9VJXLvXT1fGc+OOs1iBlkp5EkFHDaNTMKmoQ8SCikv7Dtz9MDi7HRLdVlbdTkIfN4+ObpleGBh4/odm8d6WqtqEpHx3taLBxefunLm/tlj+6fHnzh/4rX7Nz7/8Vuv3r022lZ/88T+7z939/3vf/vcgcXZscH5ydGBrua8sI/NIDGoxFUYDJqA9T8BGI8loAycPABKAQ5OQfKjAAy4C4hUgFphGFYoFCwW2usDcpjBJLBSqQT+W/T5yOMBKTJ5ZU8CT1XwzJXL5VKplMfjgQ9TQnFqPws8o0GUMZB5wdeQyWQw60uj0VavXg0gFszuggLhlCwMTNSUr4+UCJxKgQZJ0Y96rfHJA/yd0Gg00DMMJoFNJpNer9fpdCaTyW63G41Gs9lsMpnUarVEIhEKhSDIWsDn8rhoB00KgEEiERoEnSTe1PlfzwCDuV+QhsWkoyEbAICBIJ8aAwYiMBaLBVsVIFdMIBCo1ep4PD4wMHD9xvL05pmKyup4orC4pCwvP2F3uFRqrUar12j1CqUaoK9EKheJpTy+kMvls9lcBoNFpdJTYu+joPsNBv4XAJxyQYP8Z7SjhUJL0W8KgFPfAWQEgC8AfwRVRWgso8nq8QYtVifq7jPbdbBFb7QCAFYbLCq9WaG3KvRWpcGmgu062KaDbXqj3WBywGYPYvNbHEGrM4Q4s8yusM2b7QrmecIFvmhRIKckkFPiCid8OcWh/PJgXpk7UmAP5tkCufZgnidaiHiiKsQj1lq5cpgh0jDFWp7CSBeqhGrE7MnKKaqsbOiobekqrWqIJYpd3pBSa9DpYbvDFUseLqc9OxqORqNOp1OhUOTl5TmdTjA6zmAw+Hw+lUoF1v2U9x7sOqVM0ZlACF6NSr7gHxqEwKWlpREIBLCFlInDZuKwTCYThuGsrGBWVtBqQZQKmV6tyvL7IgGvWiaWcFgiFkPCYXkQU47XmetxlseyahI5TaX5XbWlRVmuiEUXd5hL3M5qr7/a5Z9p6NhS0761pmtb1ZrFioE9pYOzsc7pcMtsdvtUoG7UXrbBUzVkLhqyFo9YS0bsxYP2krXmeB+S6LHm9/jyOnzRasQVESmdbJ6DwzMxWUoSSU2DpGS8nEJERLyIRV+a5anPizQlcpsThYXeYI43WFle1dLRXVRThyGQ8HQOicYhUzlUCocCMakUFoXKhOhozAzqGqWikTNUGoNIgvCogIZ+isdip2MwiEptksh5mYShhtbd4xsjsEnLZmpYNIdCkuewLKwfdCmliIBvlYoFROJEX+/tyxcvnjlx4/rlk6ePnb105uata8vLN25cv3r37u1rN65eu3F1+e6tUxfOnDh36uylM2fOnVy+de3W8rVLZ089d//uK08/NdrdFbObI0ZtzKgLykSFBp2bRQuL+UUGzYH1A6/dvDrW2qBj05V0qoxGk1KptcUllZXVRVW1saLS3NLywpq6kqbmkua27KqawubWWGWNL6/IHc33RPLdoVyzK6wxuUP55VmFVfGKxqKa1nC8HHb40Qe52anQmlh8MY5ESccRH8ZcZWAzMrBpyfQUoACnpWeCD3F44j8EYCwO3T9AH4SZ6Hbno+mAeDxqrM9IS+cyWU6rLej2ygQidOachsVxIQmPp4NYBgwxghVsDFVe3bB7oKSlr7G3qrIxkl9aXNXS0rauoaarLF5dWVSZ5fL7DM64J78yXlNeWFteVNleVLkxVrZcu/YHNSNvxnteLeh5orxvsaixM5xoyCvvqGhuz6tuDhT1hMq7A6WdWaXrK1oHKhqHq5u2Nncdblt3vqL7arT+qWD92+G2r4oG/lIy8Elpz5OB4mGOODcz3ZSGUaZjyq2y29vHlsfbHx+of3my/fnhmh/t7n9vce3Pd679+XzvT7et+WRp5M9n5r44M/v70zP/cWP3l9f3/MedA//19ImVly+svHFr5Qd3//7q1S+fPvGnm4tfXJz9w+np3x+f+PzY6GcnJv94acef75588/huFw2HMKhKOp1HgUQcDodB5zEYYipVQaUraSw5hSGGaAIixCNQuCQqHUuk4YgQjoQ24hDIEIlCgRhoxDGDxWZzwYYjqG0HRSokIi21UKcaxKZR0Q4hNoMvYAtFXLGYJxFyRAK2UMgRCTkitUyjlmk0cq1GrlXLNCqpWiFWSsUKtUoPXMqwAQ2vslobhU02AAAgAElEQVScdpvb6fD6vCGH3QOyrAx6RKM2ADu0UIB6sIUCaYqBwQywUqEFDJziXpPRajGjdmuwzGjx0n8vxGQDsVsgfwsx2Qx6BFWS1QaVQisVo95hMA8M8q4AALMY3JQ7+iEJJwE4xb2pHCwalQUWOvr7fxGCBZHQoVwaFscnEcUEPMykJxA416ANaRRyCl7LoqnoJF4mpioa2LVhuKMk38RnKEiZAaWkJuQuthtjOkVILtTSiFIWjc+icxlUNp3CSZ6ZVDIdIjIgIhsiskkEDgknhIg6Psdr0MZc9tr8/DV1tX2NDeX5eT6rzWoyOlHB1293eFy+oNMTtNh9DncoFEmEIgmPJ+r1hD3OgNvhd9l9bocf3HDavC67z2X3OW1eh9VjM7tsZpfD6nE5vA6z047YbCaUq11Wp8uKfmiBzYgenfg1qPV6lQ7WGEw6o0lnNGphiwGxwmYrjMZBgxJggL7gnOz+tTnNdpfF4TTb7YgNrae2WBGjCdYbdBqtUq4Q8fhsOoNNpTMhKptK59KZHIhGxRKoWAKbRBZBRB2TUuG0b6gs3VxRtK2icFdt0Vx59q66/O110aWW+Pmhugebe5+fG3xpZuDlLf3fnun9/vaBd3YNv71z6Ec7h3+2d/yDAxNo49HB/wHAHx6e+MWBsfd2D2Le/fF7r73xvcWlvd19veFoZPvOHXUN9dt37ti3b9/Ro0fXdHWvHx7ZvWuxoa6+oa5+39KeP/7x97/9/NOPP/ngw49/8fEnH3z6m1/95rNf//bz33zy6a++/4M3PvrVx2++9YNvvfTi43dub5resnV228vffuXW7cdzcmNOt2tqetORY0dr6mpLy8vGJzbsP3igsLiovrHh+s0b12/emJvfVlFVvnZd39T0xPz22anpicHh/uktk9duXH773Tf/8MXnn//+N7/9/NNPPv3oRz9+54UXn7124/LpsydmZreOjo8dPHzo7Plz2xbmdy7u2rtvqbtnTW19Xdea7vVjoxs2TgyNDDc2NwWzQkq1KgNtLk0HmV4cDgdc48pkMoFAwOVyQfwpWoaUPIAAy4Sghyv55EDn69nMgN/b1tYyPT118OD+K1cuzc7ObJ2bXbNmTX11TU9L+/TA8ML/S9lbgLd13m//jkHMOmJmZma0ZMkgWzIzx0xx7Dhghzlp0zA0ScPMSdukW5kH3bqt7bautHL729oOunar/9fRk2m5+q6///ue61zq6ZFMimSfz3N/7/uenFo3Nrpn6fT5zetubFt/ZsXUmeXjV9dMPb9/60uH7js60TMcMFdrhXV2XUAuCCjFLrnQqZI6tEq1WGDUKIwapYjHVoj5cj6HjkcpuMyI3RgwqoYaMjVhj0cpMnBpBi7NKeNHLdoKnz1k0NREAuOdLdvnlh65f9uJ3Q8c3bH9wNZNm2aXr5mZnp2cWLdsZu3ymaHujsZ0qqOhtjQW9rtsVoNmqL/bZtYFfc54NKBWiK0Grd1otJv0UgHXYdByqCQWmSDm0FprKtcum9o8t2x6qHesp6OzLlNZHKqI+DqqKwZa6hb1ti/qbR9srW+tKk1HQ0mvK+a0OVRyPpVoUUohdNH+7Zvf+c0v92xas2HJ+NZli3atX3H0gU3H92zfu3n18vHBhc21BrmopTq1f8d2r9Uc9rl5TBqyIL+oMJ9JZwBJlsPh8XgCoAADTfheymWzueCue0/eewxUXz5fCD4bny8ECrBGowNT0FqtHm45ygZN83gCDge2E+cUY4FABL46jcpEFiGoRBwBm8+ioZ958tpwfwuLhiFhkfCydxEahYRnkOhMWP6VqeVcPjytjUCgCgqKsGgcEU9CI1HZtXBsQR4cJ0PG46IBb1k82liTbm+qz5QmEgH/j29cb6xMcchEj8mwdfXK1UumpgYXdjfUeE26iNPaWVe1Y/3KoEWn4NJVYi6DQuAyqHQyHpMPi8ACJmWwu/XgA9syyeKI05qKBjvrMv2tjbUlxQ0VJVUlgZjfUuq3zQx1zY30TnQ0bJkeWz2y8OZD+157+vaZXVuO79iwrL/twOYVj5499Myt89eOH1ozNbZsbKChMmFUSYry8yhETGHBXQAuKCgozHqAUSi4bhSFQIMsKDCfjED8pxWpqKgIaKHAbw8KigAAg/oftVotFovhv/tU2OnAzm4cDofP54tEIqFQyGazQSYzeJMCcgMFvzwej0Qi5QiZxWIBhgQ9w9hsmweZTAYMDGy9PB4PpN8BYAYiNoVCKSgoAJPMIA4KdA4D3v4eAIMfAdwFxF7YUYiDL6BB1zHoQMrhMYvFAlPNsJFEqwXittlstlgsJpNJr9ebs5tWq5XL5SKRCMQvs5h0MAoFABhEQIMRKTDzDAD4Lv1mK5EA2X7v9l4Ahn+twXFI2WKkrKJ+LwCDxQvg1maxWIrsxuXC2RxsNlsokqg1ulA4Wt/Q1NTcWlaeikRjxbGSUDgKa5UWm1yhEookAICZLHj+P1tWDPupgCQLOBZg6r1SbU4f/q8KcE7IvZd+7wVg8OG54CvwSXKp0f/5KBKk05vdnoDVBpvczBaHRm/R6C1SlSG35+hXprXeRV+DXWd0APq1OII2V9jijlo9xVZPsc0bs3rjVm/c4olZPDFbIAF2ezDpipT7S9LFqYZkdau/JG31lyjNXqHayhRrIb6SKdbylWaByuwMl5ZWNyXSDSWpmvLqxvJ0baSkzOHx680WhVItlkq8Xm8oFJJKRBKxUKFQ1NfXW61Wo9Ho9XpjsZjH47FarQqFgs1m59aVsu5fTE4KzvVUw+/Tfy/KgKhzdNYqDEgYXqtCFFEg2BhvtVqzyzFSi9kYK47oVEoOjVYaiziNegYR7zWbom5XsdvZUFri0ambKkrWTo8vGezasHQi5jQ0l0Ya46H6oLfa6agwmle1dq9p7d3QNrCpcei+urHtVWPrShauK1m4tXRwVbB9sTU946ydtmambJlJS9WIoWxIB9PvgD7ZrS/uc8ebLJ4IX6ZG4sWFCC2RbGQyNXSahISTkHBaNt2nUcTthqTLnPLaa8L+cpfHIlZmSiq6Oroz9c217Z1ENp/Gl2DILByRicczCHgagQAnYRGoDBKNiSNRKVQGaPMiEMnwSD+RCFGoRCxOLZUL6QxqIfL0rn2/efK5iM5oE4kVNCppQZ5DKfn9T1/YumKJQcixySVMNCLucj5+49qJQ/tPPfTg5Uvnzp4/deHq+QuXYPS9cuXSY4/dvnr9yplzp0+dP33kxNHTF88eOXH4yrWLRx86dOXy+SsXzt66eunRK1d/dP3aga2b/FpllddVYTdX2ExVNlOZQePiMr1C7p9ee/WDV39e5nZyCXgxkyGgQR6HMxxLuCLFtkDIV5L0lZb5Ssu8pRVKtzeYri6urotW1bnj5dZAsT0QC8ar4pUN0Yp6g7dYafbonSG9w89X6Ok8CQuOQJcRIUYhCguajYqyf7Dy8wsRSDTIf0aiMAWFiPyCIjAF/UMAjMFhC4oKCwoK0FgMjoBHolFF2czSBQsWoNHoBXl5SrkiGgyJeHwamUIgEdFsCoKO41IhwQK0MY8wF6q/sfSB/UMrh2t6ulv7qlu6y1q6q9r6ElXNXk/CYQtLFVqrzRXyx8OBpN+fDEbKSpOVjYnU6sqm652LXm5Y9Hyy76maiXP1o0sqmpvLaktLqhpq2+oStWl3st5ZXmWOlpnCDfFM3B9JhqItyYrJVO2WeO2xUM0LZX1ftMzNt6z6pnbJO3Vj20TGKgTGXpgXEpK1xLx9izqOjrddn+y81JN+cabzzS2LfrKi7e37xt9Yu/CN1b2/3zDw6b6lfzu58bMH5z4+NPvtlR1/uXjfP27snn/8ofkXz83/8sb8L65/+9SJ/7n6wJfnt3xxcs2fj8796dDSzw4s/vjAzOfH1//58v5fHr7fRkQYqCQRkUhDo3kQjUmhwE8L8S4Ai8gQn0BmYwkMLJGGIRARaLjQC40nEcgQhcZisAFhAt8vjycAXe6gLJdKYZCINBKRBuqvCXhaDoDJOGq26JPJpLIYFNggwKAwGRQmIGEAxgK2EOBxdg5JABRdsUiuVGhzOAr8wGaT3WJ2WMwOvc4MGpK4HCGHLQA6MJcjFPAlQAQGtwq5BuwatcFssjvsHgC9AHdhT3KWh40Ga8AfMRqsapXeanG6XX6rxQlmp/Vak1qpk4oVPI6QkW1FygVf3RsBDVHghiQ4IPq/1SBlnx/4rtwOGJhAIP2QBxgAcLakCstDo7QQpcyoKzVoQ0qpjIASYxB6OkWELhKhi6w8hpKMZRfkRbTyOr8rZTclTdqAXGCgkxUQgUnCU8h4EhFLwKOJWBQBgySgEXhUIRWNhLAIGgbBxqFldKpHq6qPhQcb6pb09U329rRVp6Nup8dsCXo9XrdHZ9A7nF6XL2h3BfUmp9HidXmLHa5ig8HlcYfdDj9g3RwDO21em9llt7jtFrfZYNdrzHqN2Wyw260uu8kGANhqsNiyyGrUGADxahUajVytkav1cCmWwaQ1mrTGf882wwCsU2iA9mvSGIAybNGZHCYbXK5lcTjNdrvJ5nI47Vab2WiCe6pVarFQxKLRyXgCBQdnXEMEEoNMpeGI+EIkrgABP71YlBCPTOo14xXJpanEqnRyU0P5qsrQpsaSdXXBLU3Fh4dqri9f+OO1Y8+vn3xx/aInV/S+uH7olc1jv9g09uqmsTe2Lf7Djum3Hljyx13LPto398H+FbACvHvJe/uWvbV7yevbx/Mef/KJE6dOrl67pqWttaaudsXc7K5du5YvX77rgZ0Xzp1/6MjR8dGxTevWr5lb2dnaduP61X/84+/fzX/75V/+9N38t9/Nf/vXv3/57b+++fqbv383/6+vv/n7R598/NJPXj534fzBBw9t3rJtfGJy2Yrl12/eOHfhfCgSTpQmr1y7euzE8aaW5t6+hbcfu/PMc8+2trc1tTSfPnvmgV07O7raG5rq2ztbHth13+NPPvbyT1/44KP3vpv/9utv/vrXv3/5r/lvvpv/9l/z3/xr/ps/f/n5088+sWvPjoX9fenqTHtnx+TU4uHRkaGR4dHxsfbOjpa21uHRkbaOdi6fRyARhWIRaEUCV6jgahi2tOHxIPRFIIDtmuCKAfRJoFCobBAXBo/HkslECKLQaFSBgOf1uhsa6jLVqQ2b1u7Zt/Oh44efeubx6zev7Nh5/8GD+6fHF433DiwdGO5NZ/pTFR+/9Pz8nz+Zf+3n8+++Mf/hm/Mf/x7ev/rj/Ge/f/bA5jqjqNaqrLZrqx2GcqsurFd41BK/SRPz2EJOk0UtsamlTp3CKGK7VeKedOm2mYlfP3n709deuXxw19UH9/z2+Sd+9eTtXz/zo58+dvPWiaOXH9z/2MUzV489eHr/njsXz1078dC+zRu2rJydXTQ+vrCno64GznwO+EojwajXFfN7NHKxgE0viQQifjcLIgl5TIVUwGVAZp1aq5AK2AyVVKSRS3g0eLA24nFuXLVs08pla5Yubs6UNVYla5JRp04R89g66zI1yVhrJjXZ3zU91DvU1hC06DKxoEHMVfMYUgZZJ2Tft3r5z596bN+WNZuWTcwOd21ZMXlo+7r7Vs+snR6dGenraax2m7Qt1ant69d0NdUrxPC3gUPBc1MUEhzqAPy9IASLzeays8pSLl/n3gMg4bLZd2ehATaLRBIajQFiIcCANIfDAzowGHWWyRQikUQgEPH5sBOBRoOpO0fLXC6fk41nYzLZaCSOQiKjChewGQQCJu/gvk1HD91PIRTQyXgyPGZEzjp3cCwOO2uoUQmEYirEBLmaaDQ8V1YEr6zDInBRATwIXZCXx2ezikPB+upMbWVld3NjWTQ8OzX58OWLIZfdrtc0pMqXjY9OD/X1tzbWxKMlbodDLV0y2LOkv9utU+jkQrVMABHRyPw8CgYJ4dBciGzVqg7v2Tk51B+wWbxmYyLgqy1LmhWyRNBjUUv0Mq5dJSoPOptLoz3V5dNdzROtdevG+x4/f+y5a6fXT/b1ZOJDzanHLhz5xdO3Xnj02r4t67atXt5SXS5kUSlEFB5ThMMiiCQsAglLSQDzYEGpCGbg76FvbqoWADCRSASrSxQKBVysg45cabYGSalUikQikP0gk8lY8FwMFYTPgyUqBoMBVqkAnkEQxGQyWdkN3MVisUBwMQhwotFoOWoFYx1AYSaRSMDyQCbDMchgA1oxAoEA08s4HA48DIIgEol0r7qbo3fwywTABuAKMHcKviiQ48C9GAyGyWRqtVqQWmS1WgHu2rKb2WxWKpU2my1nElYoFDKZDLZDU8lMBo3JoMHFDjQqj8vmcdkMOsTncfg8DgGPZTJoOCyazWKQSQQaBDf9krNtwLCqlQVdcAvO/5dbMhlMpOe+T/CDoFBwBhiXy5XL5RKJhMPhcLlceBadBXcSM1kc0PQLBp65PAEgXg6XD9qP4BaHbGPED4HuvWrw/3Kcc/8CgReovgCkwYD0vTIvEJbBvaAmLQfVAJVRcIMLBnT4mS0Ou8NjNNnUOrNGb7l3BFqkhEVgmdaq0Nu1Brve5DRZPVaH3+YK290Ruztic4XNrojFHbV5Y85AAhiA/bGqQDztjlbYwqVGX8zkjzuLK+QWb2l9RzhV702kPSVVKnuAJTfwNVaJ0SXUwWZgRyhZ29Zb174wXlmXqKyNJCstTq/e4jBY7HqDKZtCr/e6PcXRsM/rNui1yWQyEolAEGQymex2O3CSl5eXgyYt8CoFMwrgHxS8CIGvG5Pdci9UcBcKBfv2gWUdjmQXSxlMtsVq1+p1IpHIZDJpNSq4izP7t4BJIpAQRSoBz2c2Jvze1kxVd22mtqTYZ1R31qRGOxsHW2tTIWd/fWVDLNBZXtIRjzX6AgPJ1Oae4d3DU9s6xrbWjmxLj2ws61tb0r2+uGtDrHttqH2Fu2HGmlnuql9srR4xVExY0qPmqiFTasRdNRJO1Rgdcak6JJK7uHyPSBzRaEJaTV006Ncqq8P+RR0tfXWVTclIXdQfNelCeqNTpa8oTra0tHlDxVZ/EEGmoSE2ksAkUjgQxKdS2FQqB2JwQfMtjcWFaCzwWiXC2f0Q/AuKQuWx2JhCBB+ilQXD14+fsonlPpVGTCIxUEV6EeeD13/98NlTeiHPKpdIaFDAar5z9fLta5dvXb10/fKFS5fPXbpy/vKNS9dvXrlz59FHH3341q0b125cvXINht3TF84cP3Pi1JmTx08eO3XqxIUL565cvnjt0sVHbtx85s5jN8+dweflaXlsPZeppJEDWrlbJgwoJD6ZqLeq4v1Xf75hZopYVKiWSiViYSAU1Nud7mjMF0+YvH651SGz2EVGC1ulpUlVZKGMxJNRhUq2VMdTGLkyPUus4StNfI1FCPdOGxhCBYUjprAEVLYQS4KQOGIBErOgCJZ5Yd03u+VA93sHhUVIsIPzOaswGH1Gw1NQ2ZRtLPyagxdZMFhkEYJEIMaixWKhiA7RpGIJkUzKQ+eLFBIunsLJKxiwJW5MbTs/vmltw9Da0dnGho6Smqbi+lZveU2otCYeq7XZQga7V2NzmO0BTyDpCZe5/fGgP1IdiG1r6LnUMvZY1eDtsv6r1aNbyjqao+mqVGOqtrWyuqW8OB2zFSct8Yy3IhWqDAdKAtGScGmyvLRspL5pLp7eaAo/Vb7wrwOb/to0Nz96/9Op3lYUNU4kOShoCTJvNB08t2r0zFjb+d7aH420vDo78M6mRX/cOvn+9kW/XbPwt2sWvrV55NO9y/58ZO2fj6774tSmv12478uL93/7yMH5587M//zK/M8vz79w+usnjvzt9r6Pj63+nyOznx1a9tn+6c8OLP788IrPj6//6PSOxzYu9dHwKixaQiTJaHQBlSakM8R0ppzOkJAoAiJFRIZ4eBJUhKIisUw8GbOgkIon0kgQEU/isLh6vdFktMEJyVI56HoEVRe5FGgeV8xi8qkUJplEp1LYNIhLg7gQDL13uZdGooOdTmYAnzydzGBBsD4MlGE2jQMSp1hMHo8r4vPEQoEU9PoCgy5gYKPBajbZzSa7SqkDwi+PK8qJwHyeWMCXCPgShVwjl6lzerJOazIa4PwtrcYIGDhn/QWz1mAoGgjO4AsBudhksOq1JoVMLeRL2EweHWLdW4mUm3/OHeBzAVckOK8UpGERCVTKv0ejAQMDHRi2VeHheAAyETbmwENMcJkaCY8nopGw0R3CYGlIhACLsXBYSb2mzuUISoU2Lk0HEZVEjBhdKEAskONRJia1WKuodJhr/e4Ku9kt5msgApwkz4SEHAaFSsBiEDgsEo8pQhfmIfPyMAvyMHl5pII8EQVvEvNK7Oa28sRwU8NYa/NEZ2dTeVnMAwu7fqfTabU4bHaPzwundnv8ZptXo7fpjC6bM+T1lrjdUdgM7PK7HF6HzW01O7LNuy6n3eOwuS0mu0FnNujMJoPVYrKbjTaj3uKyOh0mm1VvBu1YdqPVojMZ1XqlWK6RqYxqvVVvhrVcvRlQrt1kM6j1aplKp9Qa1HqgDBvUerPOZDfBb1SL3mzSGq0Gi91ksxmtMolULpVJxRI+l8eg0eHLe9iaQmWQYREY7EwinNVPQeNICCS5IE9CwpQatAOJ6FR5fK6yZG11yVxFYF1tdFtbyYGhmpOLWy8v6bqxtPfRpX0/Xtb39Fzfs6v7Xljd99Lq/p+tHXx1w+hvty36w47p1zaPvfUA3Hv08aGVnxxZ/cmR1e/tX/77BxbnTc8s6erprmuoL09VJMtKO7o6p6amxsbGxkfHVixbvnb1muHBoYmR0fHhkYHehUcePPzee+/85W9ffP6nT77+5q8AgL+b/9c/vv36w48/eP/DD955791XfvmLR+/cvnDx8sFDh1evWTcyNnrg0MEXXnpx99498UTJqjWrX/31r67duD6+aOKJp578bn7+8Sef6O7tufXIw9/Nz1++emnfgb1HHjp0/eaVR+/ceuT2zd+8/urf//GXb/7592//9fWHH//xyad/vHf/ruWzM/2DvVWZCrfXVZJMBMMhi82qM+hBQnUgFCyrKB8aGR4eHWltb5Mp5HAiEYOeXcqEXYiE7IUScP2BMUgajcZms0GTCqhBIhKJ4FqWSqPgyHgimcDlc8xWU6K0pLm1qW9g4fTM5NZtG48cPXjm7IkzZ088eHj/ps3rVsxMzS2eKveHypzuCpszKpev62z/5Mkf/e3Fp795+en5d1+f/+QP82/8dP6Nl+Y//d03rzzx2O71bR5dk0vX7DU1B21ptzFikIcNyrjLGLRo7CqhUyUOGZXFZk0mYO+rSixqrv7rH17/+o9vPnnx1G+eujP/tz/965P35j/7YP6rz97+2UvP3rr6xNULZw/t2bNx3aHtW+5fPTc3PjLQ1tKaqaorS5aFgwGr2Ws2es1Gi0Yp5bKKfW74QMBx20xahQQiYkVcJpNKErAZXAbEoBB5TJqQwxQwaEImXSUSLJ0Y3bFxzUR/d09zTWNVMlXsdRnkQZuhOlFcHvan45G6slhdWay7rioTC5qk/KBFZ5TwhFS8UyO7b/XSp29d2bpiavPM6PLBjg0zY/s2r9qxdtmGpeMTfW3peEgpYLfWVB7cef9gV7tOKVNKhHg0Au5OIJJyAAy4F0z40OnMe3cQewhEYOAKBogLBqR5cLgaHEjLZnNzFA3YGCi9OfoFSi94JFCVc71c4MIajcSRiSQsspABwdlXy2cGbl07JRPRyTgUHo0iwO4nPA5HEIiEOrNeqfshAEYWLMhHFBYVZWehyXicWa9LlSab6+vam+prK8oypYkdmzacOLRfwIDkXPbClqbpob7WTKo9nYrYzMVOc20iMt3X1VpVqpcJrQaVhM9E5uch8vLIaASHShIyafdvXPfU7YfrykuLPa7SUMCuVXvNJq1YqJVwDXJBdm2CZhQwy7228ea6RW31g3WV22bGti4Z3TI9tGl6sC0VvnZs5xsv//iNl54+vuf+zXMzNWXFLAoOh85HIxagkPk4PAoOgs7mHiORyMLCwqICBBiBvnvlVARvOQAGI5e5LGjyPdzFYrH4fD5wIgiFQiDkKhQKuHSHzQZttGB9Cki4wKsP3L+AewHuAhjOAXCuwjfna4CyG9wDk92AFg2+E0DjOBzu/wRgYEvOkS2gCxAoDcReQBo5rgBUDFK1QFAfuItOp+f8yVar1ZItLnC5XPBfMavVbrdrNBoajZafn19QUABBkFQqValUCrkUuGVycdAsJp1Oo+JxGBaTzmLSJWIhmUSg06gEPPZ7HmDQdwN6j/4j+RJJRDzIpoENe+DZAIOLuRonIGjj8XgwhS6TyUQiEZ/Ph+f5GSw6g0WjMyEaA+yg8jdHxUBMAxUOMFGQ4QbF78055wj2f0FfcFdOwgUO3nsfnzuTE4dz8i+Y/QNsDMgZjydiMDgk/DcAbzTZPN6gw+l1ewI2u9tgdpisLp3ZqTHaVXqrQnsXfVVGp8bsVmktGr0NMLDZHrA6Q2A3OkLABgyTsCdm88FOYEeoVOeO+JLwlGmgrCZR2xbLNCfr2t3xSke0HICx2OCkS7RMmV5p89vCyYq61vLaFn+8wuINuUNxVyiqM9vFclUkGguFo26322q1upz2YMDncTsNeq1UKg0EAsFgUK/X+/1+rVZrMBiAYf7eeYfczEJO8r2XfsFJMKxRVAR7gEErNYVC0eoMAqFYpzeq1FqtVuu0O2QiIYsGKSVCOZ9Lx2EZeKxdo0r4vdWJeH9TY6Y43J5O9TfXzo4PTvS0VEW9Ubuutz7VlU721VR0lcZr3a5mb2C6unFb3+je4Zm9XTPba0c3VQxsqxrckR7dkuxbHWidczes8jbNehqn7bWL7TVTrvoJR82QtWrYmx6Lpdt9kUZ3oNrmjqo1cYOhPhLuKC8bbqor9zgSDkvMalQySGIyxiUXBnUqn1prk2vaapu2bbtvxer1q7ZsC5VV5kPbPeMAACAASURBVBWg89HUIiQVjaaSCCwI4tJZfBqbD7F4FCqDSIKwOAIGiwcBJeANjkVjOAwmlwqpBMKEL2AQShQQXUyhmCTCP7z609OH9uklgmK3XcFnsUmEvdu2XDp1/NLZk5fOnb544czFS2cvXTl/5ebl649ce/jRW4B+L1+9dOnKxfMXz506fxoA8IlTx0+fPnnhwoVLly5duXT55vUbT9x+7NaF82REoZTFEDOoLALGKOFpeUyLiGcV8cJ63fLhgVQ0TMZi5VKZ1mgwupyw9htPwI0dHV2Zju6S2gZXPGkMhJU2D12iyicy8hCEPAwVSWZjqFwUhQPvNB6OLsDSuWgKC0mioUl0DIWGIVKyAIyCAbgIHgS4O7+TDb76Hv3m/hdwLxKFye2IrPcXtv9mARi86jAoNAaFLiooVCmUNotVJBCC+RQ4a4BEJKLRrHxMUmTY3jB8rG92Y/XAZHnbwpqOUChhDcW9qZri6qZMy8LWlsFUqsnmDattLpXVbfHFnKGkxxOJeSKtgfi2TMeRio5LZV1XM8MPZoYWRRpSoXSysrmquTNV31aRrC8LVFb4UvDJaGUwWh7N1Fa0tlRUp5srKga90ZXm4I146ytVI69VTbyUGpnhGjIklptM1BALu+KufZPdJyd7Tvc3Xu1reH6q5831iz7cOvPhlqn3N028vWnk7S0jHzww9T8PrvziofV/Pr7hq7Nbv766+7s7h+efPA7Lvy+dn3/u9LdPHP7r7X1/vbXz8xNrPjq09IM9iz/aveijPeMf7J368MGVH566/+ryER8Fq8FhZDiiEqKrWFwViyum0HRsrpRMZWPw8I4l0DE4MgJDKELhkWgcCo3HEmhUukQiMxjgbCq4MUijU6k0SqVapdJoNDqtVg9I0mxy6HUWtcqgVOhUSqNaZVIpjQq5ViZWyYRyMU/CZwnYNA6TygL0Cw6oBIiMo1DwsErMpLLgclYKg55NdWaz+MDiC0hYIdeAYWbQaaTTmhRyTQ59OWxYN74Xg3MAnEu90uvMRoNVq4FJ3myyA+3XYnbYbXAkNfAbwwnVVpfd5rZanGaTHY7jMjtMBqtGpZeKFXyuCJiBGTR2jni/dwAKfuGE53v03h88zqZA/1cAxqIxZCyWisbQkAghDmvjcZJ6Ta3LVmnRxTRSr4BlZ1FNEMlMI3sFnLhGUW7S1fld1V6nXyXVsyA1g6yiU4RUPJWExeKQGHQRrCsULkBlG8JIC/J4WKRJwCmxm+uKQ93pivG2lmX9C5cPDXVWZyoioaDdGnTa/W6X0wGnP3u8/mhJaSASs7v8BrPLbPN6PMUeT7HdGoBVX7vH5fA67R6bxWkx2S0mOyBhQLyAfm2WbAOwEZZqAfSa/63uAtBVg8Bntd6iMwFDL0i9AvSrkip1Sq1RYzDCtfUmMD7ttDjsJptFbwa7XqVTiOUcFpvDYsMx11SInL0UgbPL8QQmBWJSIBaVxqLS2GSIRaIyiRQmgchAI+RUfNKkGy6LT1eULEvF1mTiqzORTY0lW1vjD3SXHxysPjvRcmWq88birluLO56cW/jMqoUvrul/ed3gz9YP/2rz+G+3T771wJJ3dy/78MDKTx5c9eGhuT/uX/7O3qW/f2Dxr7eM5HV2d1Wmq9LpdGNjY3V1dU1NTW93z8TY+PDg0OJFk5vWrV89O9fX3dPf03v/1m2P3Hr4V7/65Qcfvf/e++++897bb/zu9Vd++fNXfvmLp555+sWXX3ru+Refefb5hx+5ffzEqX37H9y0efvEosVtHe39g337D+67fPVSbX1NOBo6fvLYzYdvzK5cMTE5/uMnfvTJZx9PLVnc1NL4zHNPP/3sU7Nr5qaXLxmdHOsfGegb7h+dHFs6t2zV+tUrVs8OjQ9X1aYdXqdUJWMLOAwuk8FlYnBYJptVUFSYtyCPwWKarZayivLJqcWzK+cGh4da29vsTgeVBuGJBBQGjcXjqFQqcADe/TuHhZcowewiBEEsFotAIBQVFZFIJA6HQ2PQbXBAmsMT9JZWlnUu7Fq0ZHLx9MTw6EB7R3NDffXMkkXbt22cWz69dtXyjetWDnS2NZWWKag0ERKjJZCcEDQcDX/13JN/f+7JXx8/9PvTRz67ffnTO5dfPLj9yvolj+1e/8r5gyvqkuOlweGEbzQV7Yx5Soxyj4If1Et9WqlfJwloZSGdtMSkqvFZ2ou9HTHftqmRr37/m0ePHXpgdvr9X7z07UfvfPybV/70h9fefeUnt8+funh4/8HtGzctW7J8fLi7oaYxVZqORhIed4nbFXHaXRq1WSEzSMVSNlPGYXHIRBKiUC0W1JQnPRYjDY/Rq2QSPptMQNOpBIVUIOKyYPsxDsehU5kkQn9H67GDu5eMDy4dH1jYWpdOBENOQ8RtKYv4S8O+koDboZVblOLysDcdD/mMSptSqOZAFilPy6OPtNe9dOfG/i2rty2fWDnWtWnZ2N5Ns7s2zO5Yu2xmtLcq7pdyoPKob8va2e6WOoWYL+Qw8Ci4MheHwRKJZKDfMplsUCgKKlUgiA4GLKlUQEZw9D84SaMxAACDDwFgDFKyANYCiZjPF7JYHB5PALgXjElzufx7P3+uuAWDwaHRWDQS7s0gYJBkQlHRgrzKcv8vfvpkNGjDowoxiCIcEotEwEEUIolYZ9bL1HKRWEqjszFYIhKFA+EiWQUYWbCgEAbggsIFWRGYCdH8bldzfV1dOtVcV+1z2hLR0I9uXh/obNdLxRqRoDFV2lxVvrChtthhdallJjGvtaxkcmGHx6wLuiw2vZKKQyDy8qhYlIhFZxBxjenKnz//bF97q8tkcJuNMh7HoTdwqGQ6DkMoyuMRcXaVpD4WnunrWD8+tKK/s7kkNNle110Zn+5qPL5j3Uhz5ZWjO5+5df7Nnz1/av/OucmRsogXADAGmY9ELEAg8xHIu45ZJBKZn59fmF/0vwAwuNoGyVLAuwvQC4vFgoZeLpcLItnBv6VSqVSr1VKpFAAtPxvVTst2A9wLwODBjOyWU4NB2e/3ABiEGIORZhKJBOY+wGoX0IFBPRL4DnNzIuCT5GqQAEt/j4H/FwAGYjL42clkslAoNBqNlmw6F7h1OBxWq9VgMKhUKgiCcusFKBQKgiCZTGYxGx12GIGsFpNCLmWzGCwmnc/jgJRIMonAZNAoZCKbxQDWjO9pvCQCEey58/f2IcGEnNXA0Wg08IbkfnwCAe52IhAIHA5HoVAolUqxWMzj8QDfgrojMgXIzHSIxqBQ4epCsJMpUG6nUP4z/AxYFGDqvSh77zF4TO5MDm7BDHPuXkC/4CRw+YLUUzKZmkPuez8Wi8Wj0VgEAoXGEDRaoz8QcXsCHm8QNgNbXVaH12B16y0ujdGuNtiUBgegX53VCxRgs81rcwacnqjLW+zyxVy+mN0Xt3ljFlex2RkFlb9mNxx25S+tdpdUBcpryxq7oukmd0lVZevCIxdvlTZ0qp0hrtrCVpogsUZsdHmTmeJ0YzaFyG2we23esDcUD8dL/aGYwWK3WO12BxzYBj/5ChncG2E1mYx6iUTidrsdDgdw7arV6nQ6bbVaQYl0biAfvPCIRCIcD4vGorOSHPgNhkLBmbEgTBucya5iYSCILhZLyRQ6mUKnQnQkCkMiUcRC2P3rczm5DIhOwOELFnDJRJ9Bnwr5G0pLBpsb2lKp7pr00uGFm1dM71i7vLehqjkVG2mvG26uHm2uGUhXNAT8GZutPRhZ0di+e3jJ/W0T9zeOP9C4aFfjxLaK/lWh5rXh1vsrBjbGOlcFmpZ7GmYDzctDLYt99Yu8DZPRxuHiylZ/pLs4OZquHamu6ausbC6Jl3tcLoXEKhMmPfbKkNckZInJGJOQ5VJIYmZrzOapiCRml8/tOXjkyNnzM2s3hpIpHJWDQFOQSDKFxGGxRAy2gMbms/giEplGgDNHcWDQF25FIsDrWmg0mkqmcJkMk0ajFAgNMjmEQJgk4ldfeObZxx6uLo0Z5CKNSKCVijauXPHwtUvHDh88fuzw6VPHzp47ee7C2QuXzl+6fvnKzavXb165cu3ixcvnzl88c+7C2bPnz5w6c/LEqeNnzp09ffbMmXNnL1y8fPHSlcuXr16/fvP2I4/+6MZNCQtedGZBJCKmkM+icih4MYOqZNGlNAqXgBfSaSwaxOJxVRYzR6VS2xw8pZYjV2vsbmck7k+Ux9P1Va3dlY1d5XXtwWRGYXLjGaI8DJSPo2NpgjwMNR9HKyBABQSoEA8V4ikIPBVFomKIFASWUICEAbgQUVQEd7pli9x/AIBzxAtCocGzB+fhYbBILA6JxcELClg8LASjcTgkFlWAxCIwXodHwOZz2TwqGUKjsQQMLGbS8pAOumh5uv3Y6OrtTSMTxQ0DyYaakrTd5lNZndZISTRVk27oqq/tKk3UwmnVGiNfY9I5/Q5P1Gf3p+3h0UDpzrLmncH00dL2Ew0jq8s7GlwV8WA6kWrJtPSW1zalyuvTybpMrK68uDoWS4dL09Ha+uru7vJMpjIa6/NF74tn7tQM3Cnteqp6fLs+UVZEc+OISiwypOLtXdx/cfXEqcGWywNNjy/qen3D5Gd713y5d+2fti/7eDMsAn+we/rzQ3NfnVj/55Mb/3Ry85fn7/vH9f3f3Tk6/+TJ+RfOwgD8wun5p47880cHvn10z5dnN354cOa9nRMf7Vv86f7J9/cs/vjI6i+uHDgx2uHCIfQYjAJD0FIZZo7IyBJI8VQxAR6BFlNoUogho7OkTDYPYsBuSQo1+xQTuFy+SqVRq7VqpU6nMer1Rhh6s9UVer3RaISNtSajzenwgaRfi9lptXgsZrfJ6DTCdS6wGAgqc2wWJ6jPsVtdWrUByKpMOodCohHxlLs7cBpTGDn3LIPOYTK4LCYPkLBQIBUKpCKhjM8TA0IGqJw7BiQMz5RkG32lEiVgYEDOGrUBSMFABwbBV2aTPacAgzMWs8NktMERXFkA1qoNwAnMZQtALvT3uDf3v99jXVCDRKXANWn/Zf9hAIbL0/4NwBIiwSnklxq0Gbu53mNJ23TlBkVCI4kr4b3CoK1xWqudtoagt8xq1rPoYiJWzYQUTBoDh6ISMHCtBqoQVwSXYxPz87gYhJJGjJt1NUFPbyY13tY03dM12d091NzcWV1dFg4FnXanxeh1Ovw+j9vtdjrdbo+vIl0TS5Z7fWG7w+tyB/y+YpczaDbAxOsw2902l8vqBDgKRpfBeDMQZp0Wh8vqBLwK1F2jWm9Q6XK7Puv1BVHP4Dbn+NXI1XAalkKt1xoMOqNeazAZzA6b02Fz2ix2k8Gs1xqMepNRb5JLFWwmh8VgM2hMGpWeCzChkSCISKXiyXQSxKIyWFQGkwjR8RQmEeKQKTwiTkUnlVuNE1VlM+nSmfLoqqri9XXx7W3lW1rj29pK9vSmjo82XJ7qvDnVfWtxx+Mrep5a2fv82v6frB96ZePob7Yu+t19i9/aOfPhgZWfHl776dE1Hx9e9dGDKz98cOX7B2f/sHcmr6IyFQgF/X5/OBx2u90WiyXg81dWpDrbOwb6+seHRxaPT3S0tDbU1M4uXbZvz94XX3z+N6//+u1333rnvbfffOsPb73z9lvvvP3KL149c/b8kaPH9uzdv37DlkWTS4ZHJvr6h+sbmqprayoqy2vra7Zs27x67Sqv3xMrKV6zbvWixROpqor6xrpde3bOrlzh9rrKU2XLZ5dNzizO1FdbnfC70h8OGW0msVym0qvZfB6cqc5msfhsiMnAELFILAZLJCwoyCeSSQgUMi9/AZfPC4ZDHV2dc6tWrtuwvm+gv7W9LVlWKpKIwfwzkUzC4/HgehQ4A0GBJxKJpFKpdDpdLpcrFAoul6vX6xOJRKI0mahI1jXXd/f39A339w/2dXS1pzMV4ZDPaTXpVbJUPNrb2tSSqeptqR/ubssUh8vsTjdPZCJD8vxCeV5es1b7+slj86+8/O1Td27OTu9qrzm5qO/0zNDWzuqZquLpquj23sal1YlFFcVTtaULE4GYRmzj011ygU3M8WukUaMqalQkzOqMxzRaXbp90cCtB/f84vaNRx46eGbHlsfOPPTOT5/71yd//PNbr3/y+q8uPLhv9eLRhY3VtaXxZMDj0qsDVmPM6QhbLUm3O+n1+HQ6i0xqkojVAp5OLNRJRGIGTcSgec3G4Z7O3uZGEqrIZtRKhByJkCMWsBkUIp9F18hkMoGATsCVF0dOPnjg4K7tm1bOzIwtbK5OJEPOiNsS8zmTIW/EbdNLeDox12/R+S26mMv0zMOXD25d59FJ5UzicFvt41fP3L96eu3kwtmRji0rJvZtntu9cW7v5lWbV073tdZ4zJqQ07R88ejEYI9Zp6KRcEV5eSQcFu4NQmHweGKu7BdENDMYLDqdmWNgGo0BNF4QusNgsIABGDwsp+gC+gVyMVCAuVw+qEfi8QTcbII0i8WBIHpudBMcAM0qO/qCQyGQeDQCj1mAyM9TK5i/e+3lno5aLCIfXVQI/6VHwpzM5nLkGoVQJpJI5XQGJwfARQgMAOD8vILCfBiA8/MWZBOhF8hEwpJopLEmnUrGy+JREZdVXZa8fPpkT1ODjMNyGzQ9jbUDzQ2d1VU+vSpo0laH/WsXj6UTUa/NYFCK+QwyJjsFLWYzeDSKQsBbvXTJ6MIerVQs5XA1YgmfRudBNDGTgS9Y4FApZwb7jmzbsn/DmhV9PWNNtSm3rcpnrwm5p7saX3rk0pFtq+6cP/yr5+68ePv63s1rB9oawi6zkEWlU3F0KoFExKDQhYVFeQUFBYDZ/n8VYCwWm3vfgaZf0L+Nw8FrUqD3SCqVggpfCoUil8v1er1Go+FwOHQ6ncfjgYogMLoMyskp/67AAgDMyA5Is7Ibg8EA7AomPnJRWFQqFZh+wdsfnAfyby4rKCf2gqB4kJsF1sgAAAP7cU4E/iEAxmYX18BvmKKiIjwez2AwFAqFwWCw2WwgjFqlUslkMqFQSKVSwfQ4UKez8jm8DKdUyAx6rcNutdssCrkU+IElYqFYJBDwucAhTIMoueKEe0GXSqbQqBCMpzQ6kFxA/FVuNJoOwSPi4J8GfEUEgKEs+oKnCNiANRoNSOcCAAxqY0AVMGBdEhnukrn3DDifA+CcYPt/CcA50TjHujkG/t4ZAMAEAgmubczyNunfgVu5RwIAhoNtMQSJVOkPRIAI7HL79Sa7yerSW+6KwGqDTaG3Kw0OtcmlMbsNZheYf3Z6wh5/3Bso8QYT3mCiJNUA7xWNiVRTMt1SXtNe1dCdbu6NV7c4YylfaXW6vT9YUecormjsG//k6/mR5evcJVUqR1DniYoMToXN74pX2sLJ4oqaRGVtprG9JFVjsrttbr8/XGyw2NUanRmeErBosoGZNqs55HMHA7Djq6ysLJFIRKNRPp/vdDpDoZDdbgdd2TnhN6fh30u/OQBGItFgB6UpRCKZTmcqFCqHw1UcS2aq6yurakLhqM/jVys1dAqVx2BQMChc/gJiYb6UxfAbdWV+T0My3t9Y11FVlQ6HB5obFvW2379mWV9Tpr8Z3ic6Gha1N4w31/WUJ+q9nhqHo6+kdGVT19HxVXu6pjbX9G/O9O2sG9tTP769om9dpG1rsnd1uGV1pB1uSIp1LI22ziV7Z6t6e4OlKaMtptLFtIaoVhs16CMmg0utUDCpOj4rYjWUeh1uldgu4yddsFpS5QvUl5SKGZzy0orTFy6fvHx19+HjF2/dEcn0FBqfgGMwGQI+T0JncMg0Jp3No5DpRAIV9qXDC5tEONicRIRb3Ok0CIJEQr5SIWNRqR6bbXZq8rev/Oz1n/1kzfIpv8OkFHG0UtFwX/fD1y5dv3L+yOEDx44fPnUaBuCz58+cPX/mzMWzZy+du3Lt4oVLZ8+cO3nqzPFTZ06eOnPy5OkTx08eO3v+3LkL589fuHQRVn+vXr5y7dr1mw8//OjTP3rcbTLzWEwWE8ITUBANT8QVMUhwDCyPSIBTqckUeDpGrdL5vDKHQ+Vwi7RGrkIj1pkUZrvS4tDYvSZvOFpem2rorOsYKKttM3mK6UI1kswpwDPuisBUFpLCRJJoCCKEIsEAjMKTEDhcARKVjyi6B4ALcmLv9w4QSHSOgVFoLNhzAIzG3AVgLBpOacIjsYi8Qj6Ta9WbyTgSnUyjUel4LIFBoNLzkE6GeDia3t49saVtbGlVx2CioSlSGbD4NGqjRKPXO7zeSCISKw8Hkk5bUKUyCaRqsc5i9UUDgXiJI9TjKtlYXHso0bI7mDmY7nqgoa87nE66SpPFTSWlran6tngqXVJSWZ6sqSipjoUrI8VVsVRtLNNQ3dZRUVHZGC+dTdWdbht8sW/Z7XT/mYqF7QxNhMgR5y3QUnGznbUnlw2fH++6PNB0Z6T15dmhd3au+NORjV8cXPun+5d+vHnywwemPntw9m+nN319/r6vzm7/n9Nbvji/4y9X9/z1xr5/3jky/+yp+ZfOzr9wcv6JQ3+7seOLi5u/PLvx3T2Tb24f/nDv5GcHFn+wd+rz4+u/ffT40b4mS2GeHoHUYUhmKstK41kgrpZAlxLIShpDRWfzCGQIhaGiMWQUFoeCR8rRaDSRSGazuWKxVCKRyaUqtVKn198VgVUqjVarB8qwyWjT6yx6ncWgtxoNNqPBYdDb9TqbVmPKnrSYjTa4zcjucbv8fm8o4I94XH6nw2vPSq9KuYbPEwP5NzczTMDDMdVEApVEhChkOkRlMugcNtxiCyvDuQ4k0IQEaoFzqMxi8sAgNIiGFovkMqkKZGuplDogBeu0JrXqrnwNOpNAN5Ih6woG2dHwvLTeoteaVAqtRCTnc0UsBhdUIgEncI577xqAidC9NUjk7BQ0RGXSINb/6wg0KRuIS0GhaUiElER0iQRJvabSYqiyaNJWdZ1d1+A0NThNtTZjjcWUthjr3c5Kh8Unk8goBCEBJ6NTxRCZiini06kMEoaEzMfn50FFeXIqPqCQpByW/sqy/qrywdrMorbWqd7eodbWdCzmNVt8DgfssbaYfR44GMIX8Ls9PofHmyivDMcSXl/ICVdS+YDv12qwWw02MIqco1+g09pNd8/fS79Wg8WsNQLJN5fkDEKeQYoVGIcGac8amUojU+nhSiOdQWc0Gy0mg1mn0Rv1JrvVAZqEDTqjWqkBtUkSkZTN5HBYXCadlbWT0hk0JpPOYkFMOplGQOEoOBKdBEEEChmFJxRhyCg8HYfnEvBKBqnSYVlSl15eU7GkLDJXFd3YkNjUnNjcEtventjTm3pouO78ROv1yc6HpzofW9r5xGz382v7X944DOdgbV/85o7pt3ct/WD/3KeH1372EMzAnz609rNj6z56aM17h2bzRCKRQCBgZwNmwCUji8EUC0Ul0eK6THVpvKQuUz3U29dYXduQqRkfHolEIi6Puzgeq6hMVVZlGhqb6+obk6Wppub2yqqaZGkqGIrZ7B6H0+f2BM0Wh1qrMVtNNoe1tDw5s2xJXUOtXCmrra8ZmxgtT5WJJEKTxTg9M9Xe2SaVSyoqywdHRyrSVTKVmkilkCAankxC4wl4MonGYuNIRDSeQKRSCBRqIQq5oAiBgFe3MUVIBI6AJ1MpLA47GA719i0cGBqcW7Wyt29ha3tbXUO93mjAEwl4IgFOaCgoyM/PRyAQBAIBXEaD9EuQx2M2m8HlRWVlZXd3d39/f3tnx8L+vr6BhW1tLWWlCafVIuFz6AQcBm76KlIymUGTPhMKNJfEm+KxxnCwyRdIyBQJkbjT7lgciW6trd3VWP/i1k2v7tlxY2bR7uaaFSXBkYBtUcI3nSoejntXNlZNVhRPVMZnmjKDFSVxvcrCZzllAgOXaZcKQ3plTdDTX1W+uLnuyJq5N3788Ps/ef7Pr/3y5uF960b6dq9aeuPo/hdvXfnlk7cvHty7pL87EwsGLTqvSWdVyURMql4iULPZOh4voNMV22xupdIsFrtUKp9Br+FxE36vz6B36bU1yZIzhw999Obvjuze6TBr9RqpXiNXSAUCDlOrVOiVSogA99qLeew1y5ZcO39yzfLJFVNDnY2psojbaVB6zLqI2+azGuw6udOgtKokGiF72Ujvd198PP/Pr84d2hm36zdOD3/5zmsPbl29fKht5VjXvs1zJ/du3bd15Y61y9YtmxhoryuP+iJuy7rZJVvXzSWLQzwmVAhnROUV5hcUFiKQSDQGgyMQSHQ6UyAQyWQKbtaXC4AWSLtA8gUeYHCGyWSDqiRWtjwJ3AJ1l5YN+WazuQCnRSIJSIcGQdMQRAfX3zn6vReA8/MWYBAFGGQeFplHIea98Mwj61dPY4oWIPIX4JBYLIaIRsP11GKFRKaWSxRqOouPxpHhqSUUrgiBgZuAi9B5efl5efkgGHNBXt6CrNYtk4rbmurDfk9jbcbvduBRRcsWjS8ZGWrJVBmkwtKgtzIcGGppHKiv7qwsq4kElvR3D3Q0W7RyPoMs4zMZRBwmP49Gwot5bB6T5rKa2hsbbQaDgMURc/mo/EIqHg/3PEPUjkzmwNYtJ3fu3DS9uDtV0VNZXmLR28WcxR2Nlw7s+Mu7r988vn//puVvvPzE1WMH188sqooFLWqJlMcQ8ugKqUAi5rHYNDwBnZ/dEAgEHHRchEIUwv8FSJwDKnAvyFUGI8E5AAYBy0CG5XK5CoUC9JNRKBShUKjVajUaDY/HAwAsFAo5HE52ihm+of57AyIw6K0FInDOAAzsuzkGBl/o/8TXHKkCBv4eAOdyp4GzFwAq+JyAgf8rAINwAfCZ4ecmmwFGJBJBt5PNZjMajRKJhMWCG87BjwKmpsGDCwoKioqKMBgMlUISiwRmk8Fus6iUcmAGZjJoNIjCYTOlEpFQwONyWBAVjo6Hh6IZTBaDyaQzmKCSiMnisjnZImF2Nk+aATclEUkEHB6LxmBQcGhZbgNp1eAW0C+ZilVcXwAAIABJREFUTM5FlKlUKuABptGZYMIZKMDg+Hvy7394+N8j0MCy+z0Tb07pzR3kNF7wBgTvOwKBlKNf8Mgc2QKZFw9nF5FBN3gubSuH0CB2C6AgFkficIWhcMwfiNgdHrcnoDVYjRYnUIC1Jgc8CG10qoxOtcmlNrng7KvsUNn3FGB/cSoYr4okakoqGstr2jNNvQ0dQ009ozWdg/W9o4194039E4m69mR9R6ql9+KdZ0KpeqHeIbf6HMUVKkdQ7y1O1ndk2vs6BsYXjkx2D44H4+UCqVJntkfiSZcvqDeYrFar0+6wWc0W+KJP67KZvR4HbJ6USv1+f11dndvtDofDDofDbDbrdDoulwuWM8BLFKxr5JRecIBGY1EoDBKJLigoKigoQiLRBALsMeHxBFqt3u32qtR6rdEilakMRmsingz4ggqJlEunU7FoKholokMOlTJqM6eCvo5U6XBTQ1NpaW0sNjc+MjPUu2ZqpCrq7alPDXfUzPS1Tvc0TbY3DNdWtkdDtU5ni88/FK9YU9e9d+H0sdGV+7unHqgf2VkztDMzeF9537bS3rXR1k3Jns2V/bMl7avKuzfVja2pH2ywBRp9oZ6SspZILKTVuGTSUpejPhFrLI3VJiINyeLaeLgi4ExHvJ1VyYH66sG6+tbSFA2NN+tMG7ZsH5laUl7XUNveKZJryRAHB/9iZrOYfDKFjiNRyTS4FoVEhOAXJwHOiSNQqAQKGU8mYQh4EkQVSYTDo0M77t/+1JOP/+SFZx+9ceWnzz61eKRPxmO7rMaLZ068/utXTp44evDAniNHDx4/ceTMmVNnz99Ves9dOA/HPl85f+7C6ZOnjx0/efT4yWPHTx47cerk8ZMnzp67cOHiZbhP8vLVC1euX7p288qNh2/cfPjxO48liqN0OsTiM4l0IolBxOAREBlHLCpg4nAsPJHPZFsczmBZmTedKm5q0Hr8Zh8cZyXVWUVqk0RrkWhtPLlBZXQrTW6TKxotq6tq6C6pbFKYPFiaAEcXYGgcFJWFIDMQRAjeCWQEgYzEEYuwcAJWPpB/UUVZBfgHAbgIgcr5fu8lYaAAozE4uKsMg8ejcAQUjojA4gpQToNVyhGyISYVrtmi4rEEKgKvKqJ2WWP3dU1u6ZwYq2juTdbWR1NunZ0P19WKhFKFzmjz+sIedxDE1SrFWrXKZHKHgvFUaaSiwVWywlVxONZ8Ntl+orx1f1PvkkxTmTceC1dlKnoS8eZ4WdofjfoDkUi4JBoqC/oT4WhlWWVDZXVLbU1TTax8LFW/r3XgRtfE0+2TF8val+hCATRDjyHoiPj2iOf0qslLk32XeuufGGl/fnH7L9YNv7ln6fsHZ/+4e/qDzePvbxr7/MDyr05v+Ne1nd/d2Pv11d1fXdrx5eVdX13d++3tw/987CgcgvX4kX/e3vfF5a0fHl/59oGpz0+seXPH6Bub+9/bOfbRnvF3d058fGT1328eOdxdb8rLMxUi7QS6g8I2YmgWLN1KYmsodCmZykXjKQUIUiECwuLoJAqNTClYkE8gEOCl/OwIm1yu1GtNRr3FYrEZjWatVq9WazXZEWitxqjVGJUKnVpl0GnNWQZ2GA1gtxkNcBI+7LPN3hpNMAmbLfCksc3udsBX8l6H3QNHBmZFV5lUJRLK2Cw+RGUSCVQ8Dg49wWKIACZpEItB59BpbBrEotPYTAY3JxSDA3CeTmMDGGaz+FyOEFQESyVK0JAEQFet0iuz7cQqpQ5IxCqlDpQkgZ8ITFzrs5XFCplaLJTxOELQAAzo914GhuOvsvsPATANYkFUJrj3bgIWnoLHE3/IAwwAmIrG0FFIKYnoFPITOnXKqCvXSqpM8jqbptFpaHKaGx2mGrO+Uq/N2CwhmVhPh+QUsoRKFZBJTAKOhkWzCBgaphAqyuNgCvQsKGHWdhSHRqrKF9Vlxuoy4w114y3Ng03NTamqhD/sstjcdofdbnc6nf5AKBwp9oXCLp/f7va4fH6n1+d0eRwOF6zkG+0Oo8NldtmMViD2mnUmo8ZgUOvh5Cq9GXCvy+qETb/ZqGezzmTSGuHwKsXd3aTUWdQGm9bk0MN/IO06s0VtMCq0BrnGINcYFVr4wRpY+LWYrA6b02q2GfUmoACbDGaz0aLXGuRShZAvEvJFAp6Qy+YxaEwqGSIRyCQCmUKiUskQlUAhYYlkLBEiUOgkiIong18XRATcwU7HopUMUo3XubSpdraucqY8OlcV3VBfsr4htq09sbuv6sBQ9eGB6uMDteeGG6+Ntzw63fbj5Z3Prl740oahX24ef+2+qbd2zry7Z/kf981+cnjt58fWfXp0zUeHV31waO6tfUtf37Eoj0qlguZJMAAMB89kr2sMGm26IpWuSGVSlaP9gws7usYHhx+9eWt8fNzl9prMVnjhwel2ON1anUkqU3F5IhqdTWdw6Qxu1tXMpNE5eAIFTySQqSSegEuiEJ1uR29fTygS1Oo1bR2tidISlUaJxWOC4UD/YF8oEgyE/OnautbOrlSmWqJQovEEEkRjcnlkGp1AoRah4YQGBAaLIRDBmA2WSMLgsHkL8lAYNJUGUWmQ0+3q6unu7u0ZmxjvHxxobm2pra+z2m0EEhGFQeflLwCXd6CRhUgk5q7z8vPzSSSS2+3u6uoaGhrqzW79/f1jY2MdHR3lZUmPw64QiRgEIrmoiFJYqONwglpdzGSs9wdmmltXtHcubW7eOjS8e2T8wNjEqSVL72za/JNdu9986KHDra3HOtpO93ZuLo1NeWyTPvuSeHA2k1yWSQwWe1c2ZZY3ZNZ0tqzr6x7KpKIGrYnHtYgEFpHILBZ7VIr2stL14yPbFi86uXXjb5/80ddv/fbLN3719Tu/e/LcidGm6v+PtPcAa/O+179lQFt6tPdCaO/5aO+NQALE3htjPPAAD7z3jh3He2OGbbDxjpM4TZvRNG3TNjkdp22SNkkzmtG0TU5X8m95r0e/RMdvetrz/q9X1++ShSQLjMXD8/nd9/e+D6xd8dTl8ce2rR+oq67wOWF1mZQJlXEYMi6TSyHoSoVBkylqsTTEYj3V1S2pVEsqNdTUNNLXt3l4eO3Qoq5czablw9tHR5b2dN2/emX+/3z+3Dfuj6wYqkhFG2qz6URcWSaViUReGBawWAR0UVUyfvbYoZGl/SuGujobK1NBB6xXOI0aj0Vv1cidRpVNKyvj0IxywVPXp+a/+PRvH7393N3Z03s33zh/9JM3fvz69589tXfDmf2b7k6feeHx2dkLjx3esXb1kp7mqkTcB7tM6jXLhzauXh72ueQSARGDdAVhkVkkHFBNsVg8mUwB9uZCqjPIagZlRSDYWSwuBTDM5wuB2AuwtpCeVZgiBsoweAWRSAIWqOMunHmDGB6QX4XIYxikBAiPLsKhUWQ8Co9BnT6+7+rUaRpSxIvCFWMRIw2NweKw5RqFGbYoNHoOX0Ig09E4MgZLLEHjAQAXFZUAAMaiMcULigADE/DYaDBQVZHqbm8ZGuhNRoLxkH9JT1dXQ111POw2auMO20Bj3YWDezcMDfRUV3ZUpdevXOp3mMUcmqZMKBfyyOgiCI+RiQViHlvIYTrMZo/drleqkcRIApGMxTOJkEokXt7dt2/Dhj2ja8YGB6vc3qjRoOcwYybtnfOnfvW95//23q+//+SNnSNDd6ZOX3x03/plg0G7US3hKiU8pUwIWw12m1FvUPMFbJCgA2ZHsWgcuhgh4f8RgME8MOhlAdHrIOqZw+EAiVUoFGo0mrKyMjabzePxhEKhQqFQqVRisRh8KJFIRCIRGN0HW3UAhr8GwNz8pfCEAu6Cyf/CxC9IfgKFMWAkEmi8WCwWHBPABhlQkul0OjBFA8X4YQYGoAuCXvB4fAGeHx4PBt8TULBEp9PLysqMRqNarRYIBMCBDKqYQOEwFosFujoQzElEvLRUDNutbpfDYjYq5GU8LptGhZgMGlKzSSKQSYQyqQTJB1bKJWKhVFJaKpYA4gUwDK4ZNKTblQpRIBKZRCAi6IvBYtFITDfyA/ZVODD4pGAQGoIgBoMBiuLUarVGo1EqlQKhmMPlAws0UJdB3hWTxWEwEesseKgAwAUnRQFHC6z7P954GIALw8Ngmhc8/+HXKTwZxF8BAC7Iv0BqBvFXQPxEBE+IzuYI4ol0NJZyunzBUMxkddocXqvTb3X6LQ7EC404n23efD+qz2zzAAXY6Qm7fXFP3v/s9iecgZQrWO4OVnjDGV+sCiRgBctro9XNqYbOXNei7uG1vSvGhjfuOj55/aO/zV976vkN+x5rXzxS1T7gSdXA0cpoTUt5Q0c8W19Z2xyvzOntTplaD3v8kUS5y+01mUx6PXJK63E7PQ6bWa8x6zUO2JKMJxwORyQSkeUvYHBAIpG43W6ZTAaM61QqYm0nkUj5HzdSgYEL9ItYwYEhHE+k0Rg8nqC0tEyt1prMdo83BLv8MrlaqzM5YZfJYDZr9RqZjEUkCWhUm0Ieha1JF1wXjww25Ja0NDSXl3dks0d3bT+yc/PBLWNNFZFFbbVLu+vXL+1ZN9ixKg/AvelEW8jfFgj0hmI5tXU0WXe0b+WZgbUnOlYca1l2umXl2dZVh7OL9qR6DtcsOVS/bFtl396mZQfbR0fT7UGxKmt3Dtc3renobk8lKz2uukiopSLVmk111FR01VR25zIDjdWDzbmB+mxPVcVY30Da6VbwBEIuT65QMbgCEpODKkJDNC4aQyxGYYl4iEZhIod3Cg15r1KYFDKdTISQ9xKFRqbRSXQqkUbBQSS5Vp2tq37m+W9OX5m6/+Tjd+/dvHN77oVvPjiwe+veHVte/u4LL3/3hempizduzs5eu3zu/KmLl85NX/nK/3zz+o1bN2/duXnj1tzs9StTly+NT5wfn7h4aXJ8YmpyYmpy+vJVIP/OIJFZt67dujt35/Ebdx6/f++J2pocRKVwxXyakAnxaAQansWmMkkEOg4vorN5LLbJ7kw2NrhqsuHWpv6RNUvXbuhfNppt7Agks+5IuckRkqqtapO7VGURy806W8Afrw4mczo4yC7VEpgiLJ1bQmGVUBD5F0tl5RVgOoZEKiEQirGYYizy+xaDQ+d37f4dABcYuADAWBzhYQCG8GQIR6JiEQAWM3hxT0jKFqolcjaVCeGRQxcXS2k3hvZW9Z8Z2nhgYHRlU29LRS5g98mkSlmZSq83mk12p9Md8EdsNlghU2oVOoNM7zB73KFUKJqu8Ca64cReODPtbbyT7LxZP3C4va+nsiocSqQqm+qrFlXG2oKhuNvvcyLOiaDXG/X7k/F4TbayMZOsrY1mG93xjZnW6c7hOy1L7lf3n/ZWVVEkLgpHWlzcEfWdXrvs4vKex5f1PNnb8ItNS17bvvS1R0d+dXbd62dXv3F0xbuPLP/w0VV/md7z99tH5p88O//U2b8/cebz+2f/dv/cXx8/O//85flvTnzx1Nk/3z362dzB31/d/eHklt9e2PDx+NY3j65845Gl7xxd8dvjK949NvLhhW2f3Th9vKUKRqF8EC3IFPnoQjuB7SZyXVSBikQTYPHsYiwXTxJS6RyIQsYi09RisVin05nMVo1Wj/zkmizAxuz1+p1Ot80Gm0wWo9FsMJhAca5OazYabBazA1ig7TYvbPc5YK/LHXC6fA6nF3Z4wHI4vQ6n12Z3gaI4swW22pxOl8/nDwdDsXAo7vUEbVanTmuSlalEQiknPxhMJtEIeIhIoEBkOrKjlBeHgaz6sLUYWI6ZDC64AYC5gMGAhIEUrFbp1So9gGG9zqxRG4AgDOi3wMAmg9WgM2tUenm+ExiUIYHqo4fTsGgUJhViUPP+7X/+ehh0zv8tAEMkpKUZITQcVkaBYJEgoVVlTfqcRV1nVddaVDUmRb1Z3WQzNNhMNWZdUq20cZhKCFIx6HImk0smMvA4ZB4NheJgUGUUPCzmZmHzYEV8pL56dWNudWPdWEfrWE/XspbWhkQyBLv9dnfEH/a4A26Pz+sL+ELhQCTqDYedfj/s9ZpsdqsNhmEn4j022616s9NoC8Ae2GQDqc4WvRlovw/bngu+aJBfZdIYDHKNSakD6GvTmuw6s8NgdZnsVo3RojYU0BeAMQwakvIA7HK4nbDLZrHbLHaH3QlIWKfRl4qlHBaXzeSwmRyk3pjKoEI0iERBDrlECKnvIkAQnsyls/lMLmLupbGYRCodDzEIFA6JyiLgTGJOazQ41tqwvi4zlo1vrU3sqI8/0p09MVQ7PtI+Mdp+aVnT+GDd5aHG68Mtj69uf7Cu87nNfS/tHHp173IEgI+NvXNy09vHN/z27LaPxxER+MOL2387vv3tMxtfP7YGAeDS0lKRCCkeEwmELAaTiCcwaHQ+m+N3e5Cw44rKzubWga6eLWMb3n3r7atXZ6OxlEKpNVtgswU2GK2lUqVMrhEIpQwmj80W83hSBkNAz2ctEkk0BotJpZOZbBqBhBWIuPWNuc7uNrvDYrWbmlsbunraRRI+joCua6hZOTIcigTVekMgmqhvaQ8nypk8IZZEIdGYCzB4fH6TEkOEsCQKsltJIJfgSWg8gcvn0ZmMvPeNQWcyyuSyUCRc39gAUqBB96/T7WKyWUQyCbUAVYioKegtwJqo1+t9Pl9FRUVLS0tfX19bW1t1dXVVVVUqFndYbQqJlEdlkIqKiagFGh4/4/bOHjk2++jRSzt2nV+/eWLz1gtr119YPTa3c++l0bUP9h186fipy8tXrQ+Gt0djj6Qr9sViW/2eNQ7r3sryM32dexpzy6P+NVXJ/QMd+wf7Di5edGDp4o3dXS2RCCwt03H5plKZVaZ0qnVujb42Gls7MLCqs2tle9uxjeu/OX3p+ZmpX3zrwY+ffvzUzk1tqXBTPLh95eJLhw+cP7Rvz/rR9up0LhntqK8e7GzZt3n9wfXrd65YuX/N2iObNu9bvWbP6tXHtm+/cPDgSE/PUEvL7jVrDm/Zsm9sbOuqlWcPHPjd22/Of/Gn559/cGvu6k9effnll74zsnzYqNaqy+QKiQTCY6Q8Tlt9VU9rbX02lk353DaVVacwqeR6mVgh5BgVYgmbIqTjO+oqEPn3r7//64dv3Z48tbileubUofnfv/2jb96+O3ni8ol9T8+N/+ylBy89fXP2wmMHtq1d1tca89qVInZPa/3ossGgxyGXCCgEDLYYlR9EyhcS5iWLkhIMDkcgEslMJpvN5vL5wkKhEQg/VCrVMpmirEyuUKjkciUAY7lcCVp/wUOSfKcRQGhQGyCRSIGkjDT9cnh0OpP41QgTOGvEYHAlJZjiYjSmBOlyIGJLcGgUHo1CF6H6uuq+/52nFaVCbHERZgEasfdIpEKxSG3QuPxulc7IFZT+MwCDV0PCRtBYYIQGDMxhM7OZ8vbmhqGB3nUjK3KZdE9TQ2UkNNDa2FiZ6qiqXNLecvnYo+OH9u9fO9LfULNqqD9XETepy5QSnkoiFDCodDJBxGXxGAwWhcKk0srEEqvRhExbMTgCFk8tkds1hhU9C1f1LezPNbSVVzhKyyxCQUCjHOvveu3FZ//01i//8s4b//X2z6+cOHjxyN4DG1evGuhyG9UGucimVxp1cp/b7nRYjCatSMwDqVGAeBH5F437NwAMOBlMJyL2QqkUaLxSqZTFYoFZUxCCJcy34BYKkMCHgrxnHeDuwxov8j7gckF2NHBBgw8LOc8FtbZgeAYwTKFQHhZvAQADjRqIvXQ6/X8E4AJF/xsFGBxnyGQyGC0GYAnoGvxjQcZ14aWIRCLwVwMRrxBMwOOydVq1A7bZbRbYbvX7PB6302wyaNRKuUxqNOi0GpXH7TTotVqNSihAMppBwgSdSqOQIWRenUSmkCFMCRqbP2NFhBswt4dHQrDA/x34rylgMEjtAljOZDJFItF/jwGLS5FyozzoMllIDhadwQIsURgMftgUDSRfaj4NC2izQLP9H+n3ayrx1+C5kHH1sC8DQDJ4fdC3VOhGAlQMQVQCgQQGX/F4IolMgyiMRLIikaxwewLxRNru9Ll9YdgTsruDNlfA6vSbnUGTI2ByBIyw3+bww65gnn6j3kDSG0iCGeBYRX28siFe0RivaIxWNITL6wKJGl+iOlhZ74xn4WilK1FlDiRlFk/n0tXnZu8em7i2cHSTL11r8ids4bQjlnHGs654xp/IhJIZdyBicXissEdnssrkammZ3Ov16nQ6s8mQiEcrkjE3bIUtxlDQG4tEjUajy+VSKBTBYNDr9TocjmAw6Pf7VSoVjUYDOXMg5yJvQCARCRQigULAQ3gcGYclYTFEDJpAJFCwGCSwgEZlCfgSiVhWKpGXShUcrkihNpjM9nAkYbfCfC5iHmFTqUwCUcSgu3XahAtOuR2dmfKVna2DDbmGRKIxmdy3Yd2JfTse27VloLl6oLm6ORNe1d+yur91tKd1RUvdUE1mIJ3sicW6A5EuV6hKbqyTmzdVtMyM7Lg3dmCib90jVX0nGocPVg081rj8cPPyPXWLj/WN7Wld3mAIqvE0LZXhK1OEVFoTn6flsl1KechiDNuNSY89bDf6zdoKH9ycjvbUpAfra4bq64x8oVWmLOULCUQyhkTil8lJTPaCEvyCImwxCotFE0hIFCYN+BeoEAMi0QoADNEZJDoVT6dQuCwik9Y52Pvs9759/c6NmZvXpmen7j9599rVyWeffuKZJ+99+7lv3L4xMzlx/u69m48c3n/m3Mlzl85OXJm8cv3q9RtzN2/fuvv4vcefuHf77q1rc1cBAF+8dOHS5Pjk5OTU1NT4pckrV2evXr85PXN9+urczI07127dm71x+xsPnunv7SNSIJaYRxUxiVwKloZncxk8BoOOJwgZ7DKxxGCF4XhMGQ2q41FXsjLb2LFo5botew8fPHp2z6ETa9bv6l80UlXbkcw2hRI5XyTrjSLLFcrA/hSBKcLQOMUQvRiiI/5nGhtPY+KodDSR+DAAY/HI9hga/S8B+GHoLfif8xZoMpYI4Ql5FsJTICxExUBUNNljcPitHr1UI+eXsSlsKpEmFkrjFt++2qGri7ZPDO/c3T+6rH1hRaISCWAzmWC3JxgO+b2BsD9QHku5HE6ZTKaWqTwGZ8QRcQdidrsvbvIugVNnHHVzcN39cOv16p7NucZcKhmpzCZr2quTfVWRNrfD7w54PAHEJuryhkKhdDKey8Rz5a5Ug6e80xbbmWi+Wr/kTs3g7UjLPo0vjGW42fyEQXNo5dDs9jVnu2ufGep8ZVn3Z49s+P3Rdb+9sOHNqfW/HB/55anhD06s/PTs+vk7R+afOjX/9Pm/P3Hq8/un//70xflnJv/+jUvzL1z9xzOX/vL4yU9vHv50dv+nV/f8YXr7J5Nbf3Ny7a+Ornjz0eXvHlv50amRT85v/PTyvj/dOrsnHQxgS2rEshRPFqKLIkxpglHmJHLVRKoITxQTKUIylYLGoFEoBoWqUakDgYDbi+hPDqcbhp02GwzbXEjcUV4DtNsdYNlsyACw2WS3mB12mxvJs3H4YDuyHLDf7QqYLQ6jFQYrn9QLOms8sNtndbhNNofebMsHG9nNdqcddgcD0YA/4veF/b4w6P4FeVdcjpBGZZGIVGCKRrow8jwM1FQQPQUeAloxoFDQx1uQhdksPp8nBr5o5HAkkSvkGo3aAGBYk+/V0GqMDy8AwFq1QSnXSCVyIV/CZQtAFvT/CMD/KgTrn1kdCYL+1ynQSH4kicQmkTl4XCmJaOVzoyp5xqirs2oabapao6JKK83p5A0WXZ3FkDWo3XyumUlTUSgyCiSiQGwSkY4nMPA4Lr5Ex6aFNLJaj21hOra2sXpDc+3a+pqxpoY1zY0rGhu6KjMJp8eq0dv0Nr835PWF3f6Qyxd0eAMOb8DpCzp8PrvHg1T22mBgGnLbYKfR4jJY/FaHVW8Gkc4ICeeznZ0WGCRdOS0wCHxGuFelA8VFepnarNLbdWZYb7FpTVaNEWAwkIUBAAM8dhjycdAmm9losZptTtjlcrhtFrvJYDYZzGqlRq3UlJXKeBw+GPelUeiIJYRIhUg0iEQjEShEPETEQxCeQiXSeHQej87jUDksiMUmMcHikmkCKuTRlPVWJNc01Y5mk2PZ+I6G8u11sUf7ak4urru4qm1itH1iRcvEksYri5uuLWu+N9r25Jr2b27o/va2hT/ctfRnj4z++tjYu2e2vHtqM1CAEQa+tPPjqd0fXNrxzoUtKBqNBqbskMYRDpdMREYcxUIRn8uTSkoz5emaTLa7vWPpoqGhgYVz166//fY7be2deoMFdiAlihqtkS+QyORqvkBCpbGA9ksi08kQg0bjkcg0DA7L4tApNIgv5PCFPLlSWt9Y197ZIlfKXB64rqG2pa2RJ+CSKYSWtualw0v0ZotKp6+sruns7bPADgJEIVFpFAYT3CBAFDSeUIzF4UhkCoPJ4HBxBDyLwwYZVywOkkiq1mrqGxuqczXDK5Y3tTSn0uVev08oFjFYTAwOi8djich3nUShIKeaVCokkUhMJlNbW1tPT08qlQIn5UqlkoOIU2xGviGBS2cKGWwWkSTn8vvrG2ZOnPqPp5957srsveNnZnbvPzs6dmr5yPSGLTd37buxbecjXb1nhpbOrB470tI+FghNDyzc7A/sTabWB7zrw/7Nlamtddk9XU27e1rGGmv2LuzfOzS4Bfnc5V6FSkalqzh8WKNT8oVug8mrN8XscFs6XeP3xc2mtmRstAvxle1eufTgupWre9tqQ26/Vh63G7qrKg5v3TB34fSp/XuO7N558uD+x/bsunr+7MyJU8e27Tiwbv2+tWs3Ll68uq9v3aJFG5Ys2Tw83FlV9fTc9WduXr9+4ezPv/edJ2ev3Lky+fmffv/FX//46g+/e3V6/Nb1mZnpqaULF5q1Wp1CwWPSMCiUmEPLVUSdZqXLolKVsstEPDGbIaRTeVTixqCJAAAgAElEQVSiSsjmEIp0IubkY3vn//TR/GcfzP/x/W/MjrdXhNcv6vzNf3xv/k8f3Tj32LGday8fP/Dq80+8/sPnX3n+qadvTI+feKSxMiEXsIe6Ok4ePtjX1qKRS9EoJNYYwcIFyLhscTG6COkMKipCFRcVleCxBBIJYtDYCHDmE/nLShVSqUyj0alUGo1GZzSaTSYL8AKBjl+dzmAwmMBtlUqjVKqVSjXYdJSWKoSCUjA/TKczSSQIYTk0DofB47GELxtuMXjE5VuEjOxSiEV4NAq7APkKo37L26+96rXrKQQMpmhBqVii0eqlCqXGoHf5/Gq9iScqJUMMkIBVUIAxGByoRCouRpcUFWNKkGskEKsIZbeZspny2qrKtqb6tsa6hmzFYEdbADb3tzR011Z35apW9LTfunTu4iP7lne3ddZlO+qzXrtewIQkfKZMzGfTKTQyQcBhsmhUOkTGLlhgMxhkfAEHolhU6jI2W83n9zU0dNfURMxmv0Yd0mlXtDXfvXD65fu3P/v1z+c//2z+sw8+/+2v5s4eeWzb2nVDvYs7mrxmrdusifocLpvB74GtFr1CXsrjMklEPBpdDC6YEjQR/y9rkID+CRRX0MJtMBh8Pl8gEDAajfnSX75MJhMKhWAeWCAQ8Pl8wMBisRgQLzhScfPCPY/HAzIvUIxZ+XwsAMCAWoG1GEz8Aj32YQAGVFygTQCcwDX6vyrABWr99wAMHgX/ZGCuRucvQCgGoALmn4EnHEh2BQ2WRqNJJBKtRmW3WawWk0attNssuZpMV2d7S3Oj3WZpb2s5fPiRzZs3t7W1CcUiGoP+JfbgCTgMsquCjA8UFaORVhM0AYfHY3FgIdovFl3QpQt7FkAKBhsBYJ8ClCEDd7pSqRSLxWKJFAAwjc5kIsPFiB0aotAoVDpYX5sEBuZkGo0B6JRKRXxlRCL53wAw+CsF+i3gboGiH066ApFXYPqXwUDMF4B4wXQrIGqgduZ1bgIOT8bhybF4eSJZ4XL7k6lKlzvgC8Yc7i8BGGFgBwLARthvtvvNsNcK++zOgMMdcv53B1LY4U+6Q+lArDqSro9nmhLZ5kQWKVn1p2ur2vpr2hcl69qzrX3pxq4l67ZVdyxEUqBjFbZIua8iV9HSnW7uitW2lDe0lVc3JCqq3P6Q0xtw+YIKpVoskbrc3kAgIJcjfRHBgC8aCWk1Cnkp4oQ3m81isVggEHg8nmQymUgk+Hw+EgTq9arVaiaTCd5v4N2VD29DsogQACaQEADGERAAxuDQJWAKo4RAICGxrjwBi8mj0dlsnpjNE3MEYrPFJpcr2XSGTCSiYLBsElHKZnoN2pTbkQm4FzfXr1/Uv6ixvq8+N9BUf3Lf7itnjp3cv31JZ+Nga641E+lvrFzZ3bhuoHNtd+vK5rrh2ur+8kSbzz8UTTUZHN02/97G3rMDI0ebF59oWjoztO1c++iR3JJjzSuPta461Lzi3JJtO+sX+xiy0mKcTSCo9fjrggF7qURBh2xSSdhqCJp1VSF3ddhT6Xc0JEM9NeUD9dklzbWL6mrUTIZVLrdpdV6vly+WoIlEMp2FxhDxBAqJQMnbJpBECWS/hsYA0hCFTEW2V2gMCoMJMelkBo3CZTGEvIlrl+fu3569dX1q9vLcvbmrs9M35mbu3b5+88bszNXJ27eu37p9/crM1K07c2cunj4/cW7iyuTla1ceBuA7927P3ZydvjIxPnH+YQA+d+H81PSV6ZnZictXJi7PXLl+8+rcrSvXbnz3u98fHV1DYdA5pSKakI1nQlgyHkl7pFMZFKqYL3A63S5/SOty6cJBlc+v9/h1djcciFfWtzV2LaysbfVG0jZPTKq2soRKPJVPoItYIjW/zMAUqogMMYElwNA4C0jUBQRKMYmGJlOxJCqaQMYQyCU4fDEWV4xFqn+xeOQXFLI9+y9CsB6e+wUTvwQiGdlxQHbVENMBiUBGFOCvALg6Wmkq07l0dg6BwSEx+RSW1+pcPzD8aMeK+xuOTK/ZO9bS35WpCTldRoMmFPbarIaAG/bakLrpxmxVJlnucbnDvlDCF68IpwPeiENjrdK4tvpz12O994Ld14JtZyq7F6eq0vHydG1Lsqot7W+sjjQjHTHhUCySDHsiYXeiPFxdHq+tCGVr/KlF0erVztThcN3VTM/1yq6z/prFIp0LTbBSoR29bTM71kyu6Lq9rPXFpa0f7Fj5t2Ob/nR648eTm96ZGnv9wqqfn1zy21MrPxvfMP/g5Pw3zs0/deqvd47++c5xJPz5W1Pz35ycf3Z6/sH43+6e+K/rj/5heu8H5ze/fWzNLw8N/2Tvop/uG/rl/iVvHh7+4PjqT8d3/OXqkb/eOL/BbU6RiD06c4YvC9OFWbE2K9ZacXThAowARyilMkQQjYbFqSWl60dHX3n5+wGfX6fRKmRym8XqcblhixU224OeQP4IYbZYLHa7A4lH8vgQzdDlR+ZC3UGfN+xxB52OgAP2u5xBryficgdgt8/h9NmcHjvsscAum91duAb3WKxOBIP1Fo3WqJBrtFq9zQb7/cFoNB6NIoIwbHebTXa5TA3Snvk8MYPOIZNoQBCG8tPC4LrAwACDH568Bc1DLCYPicviihCbNOBhUZlYVKYCnUkKrUqpU+fbgzUqvUalN+jMeq1Jo9KDEKz/VQH+VzVIXwPjQjgWFaIhHUgUJkLyVCZEYRRqkOgkiEOGOHi8mEQwcFkhpSJj1NXoZfUmeYMZYeA6k6reqq80qCMKqZ5BMXFYGhZTRESakzhEIotIYKCL7BJ+uVnTGfEMVcZW5SrWN+U2ttSta6odbarrr0zVh0OVgUDM4/XCbg/s9XpCHm+efj1+q8NtcbhtLuQRu8vt8wfzWyGwz+UOuDxeK+wyWd1mm0ljKJTxuqwOsNw2JwhzBm1GBpVOr9SCpCu9TG1RG2C95WuGZ7vODHjYojaYVXqL2oBowjqTB0ag12q2OeyI+Gw2WtRKjUKmLBVLRQIxMDyzGGw2k0OFaPkpOTwOg3jX8FgSpgSPKcETcAiHMSksGolOIVCpeCqNQGMS6Cwig02AFCxW3KxbUl25pqFmeXlkXTa+q6lie11sX2v5wc7Ukb7K44PVZ4dqLyyunxhquDxUf3uk/f6ajm+s731+y8DLu5b+9ODIm8fXv39m6+8n9n46tfcPE7s/OL/1vTOb3j2zCalByivANA6HxcvPjTEYNEpeNaBQyAIBTywWOh32utqalubG5qaG0ZGV58+ff/DgwfLlyy0Wm1Kp1Gh0fL6QQqEVwnjBWQ5IIgGnKfmuEQoTuSDNn2w20+l0trY2V1dXGwzIr6jBwYFcLkcg4CAIqq2tbe/s0Oi0UllZOBoJhIJSWRmdyaDSaQQSkUyBiGQSkk+Iw+ad1XREV/iqoZdGo5DJRAaDJpVKjEZ9V1dHS0tTQ0NdXV0unU45HHapVMJiMegMiETGEUlYGp3M5TGVqrJYLNLT01VdnXU47Hq91ulE8ml4PB6RSKRSqTgsmkwiQGQih80MeNzLh4b2bt28Z8OGyaPHrh47PnXg0PiOPSfWbNjVu3BP3+DFdZtOja7b1dm3r7v/xNDwwbaubdW162PlgxZ7NZ+/ubJ8X0vDQh+cUUsqdKUZk7zSrKixGoJSiZqEF2NK1CyaXVFmU8hVQr5axAvBlrpEdKAxN9rTNpCryMLGmFkVNGvCTmMm5KlNBKrDnrjDFDSqgkZV3GbyqJH5qPZMprk83ZBMd1bXd+QalrR3rehfuG7p8MYVK7aOju4aGzuwdfPhndtXL1544ejh7zz9xI9feu5733zy6VuzMxdOnX5039zVifl/fP7p7z6YvHCmp725Mhlrb6pPxyNSIU/EZeJLUBQCxmZU202aUgGrTMTjMmkkDEYu5OlKhWQUKqCV7hzqvnVs319+8aMPvv/s2y8+mN6/Leu0dFUkvn17bv4PH7/9w++c27tl69KBa6eO/Oz5p3/83IP7U+NnDuzdsXo0aLce3rHjP3/w8uSZsw6DkUEgYxcU44qx6GIMZgG6pAiNWYAtXoApRpUsQJUUo0rQxTgSFiITaDQSg0HlCDliiahMJkN8s6Bw1WAwGI1Gi8Vmtztg2GkwmLQao9XigO1uo8GqVGjzbex6pcIgK9XwOWIKmY7HIqmVFDIVvaAIV4KG8GQihlCCQuOK8UQMKZ9WhaKSEe4lFqNwKBS5GMUjFf/nD54f7m/FoFBsOt7lMhtMer5Yorc77W6/pFTOYLLxODIGgwMyclFRCRjAAy5oFKpowQIE6YuKShYsWIDFoouKUdFYMB4LRcK+htpsdSb1yN6d33ryTm063ttS291QvWqga/2ywQtHDqwa6EoF4IbKaHUyIBHQRXyGXC7EE0rYHJqAz6JRiUwKkQ0RdaXC1Qt7XnnmqRfvzd26ePL7T91+9VtP3Js8fWjjqs1Le6eP7P3V9579/L3X/vTWz754//Uv3n99/uO33nn1+TN7xlZ21a3sbWvJJAM2g10jA4nTTrNWVSbUKqTyUhGHQSUSMFQKeQEKRadTUShUQeosSItAXYQgCAnKQqMBFkIQpNVqq6qq6urqAoGAQqEQCoVSqVQulwsEAjAri1Q556t3gPmZz+d/5W5GDiZsNpPP5+alYkTxzT/IRg60+WiFvCTMZLGQ6VoQN134vMAgisfjARWDLxiEBmEwGBKJVNA/Qc8wm80G0fFfFQb/v/4kkUjg74LCD3C7cOfD08XgZQkEAsBgEokEJGhwo2DVBvxJp9PFYrFarTaZDMhUjcVgNGgMerXP62hva1q3diSTqYjFIu++/953f/DDFavXaa12IoNNzBe6IKBIoRPxJExRcQlqAaaoGIvY7ovx6BIspgSHoC8aiy/J639fnuNisHg0BgdEYhyeCAKBiCQIhFoxmGyZXKnVGUDZL48vBDVIYMqYyeKAMeD/tj1/FYhFzeMoUG6/Fs4MhngLHubCxO+/ugGU3oclYgC9gIoZDBbIwwOZ7WBmGDA2iQSB6V8SCUJeHGKUFOMS8XSmsiYRr0ACM4Mxtyfo98c9/pjLG3F6wrArbHOGwLI6/bAn5PJH3YGYyxeHfTHYF3P443Zv3OqNWT1xmzfhCJQ7QmlHKA0Hy+FghTde4wpXx6tao5nmqub+xaObq9r6rb64xuGzBGK+8qpAZVW4KhfL1YcqMpFkWqnSsDk8g9EciydhGFapVEgUZV7UdbvdDocDhmGHA5kHdjgcoVAoHA7r9fpAIGC1WhUKRTwe1+v1AoFAKpVCEIRCoYDBAQR6g5++/HYAsumQzzcmYpDA+KIFCxYUFyPZbHK50uv1BgIhqw2OpzMmu4snKuXxhQaDzuOwqWUSCrZERIf0YoHfrI3B5rTX1VNbvbK3a3F7S3M2vaS7dXFXy5nD+/ZtHB1qr++oSrVl4yu6mjor48OtuWWNVSuaajb1dy3OZQbK40vTqR6Xp0Fj3JFrvbF65/TijRc615xqXDnRveFy/9ZrS/cca151uHn52cFNw4FaG4ErXoBWUMm1AX9rKlbhsivoJKQQyKKNWnUZnz0XdlcHnfUxX29Ncklzbklzbqg5F7bqVDx2KuAL+9wMOhWCqBgsvqgYW4LGY3FkApFChugQhQEWOPFlMtl8AZJwjvQhQWQGh02iUoLRyAvf/fbUzPTElcmpmenZmzPX5q7OXrs8Mzs9O3t17sbM7duIyfn6jWtXZi6fOnPywvh5YIG+fuPazds37j5+54mn7j/+xL25m9enLk+OTyAzwCABC9wen7g0PnFpYmry0uTExcmJySuXr9+Ye+WVV/r6+qh0mlypoDIZVCaDzmZR6TQ0FsMXiMwWm9Mb8Iai/njSn0p74klXNO4IR52RRKA8U17XlGvtqmvvybX2VDd3ucKpUo2ZXarhlulYEjWeIUThaFg6F0PLm58hJoHCIFAYeKRYB9kVwmDxoNoXYHARBolZyd+DR7IbMQQMlojFIeU7/3oR8UQcFl/CZNLxOAwJh6cRKVgUWsIUxpyhoMkto/O5JWQVQxg1Ozorc4trWh4bXr+/d9n2roVtgVBcr3YrhE4Fb1lb9uiO0fuXTy9tq6vwORMuZ9LrDzt8uUxtR/dAS3NHd3VToyWwwV892zh8OdE/V7N8umXtplRPa7C+rqKtuWFhQ663Lt6SjdZaXAFfOJmCUxlTeYe/rSvVU5VqSscr6yOx4XjybGX93Vzn3ZreM8mGHgNsI1FMWOzCgOvi8r7bY4vurWp9YU37m3uXfnZy/fzk7j+eW//HS1s/uDD204P9vz6+9G8z27+4vnv+6VOf3Tr02dzBv9x+9PM7jyEw/Pzk/DcuzN8/M3/v1GfTB35/ac/H53e/c3zLG4fWvbxl8Lk1LT/aNvDLfcPvHF333tENf51+dP6Jy++fOjiqVzYxGVUMVpYjrC1T18h1LgrHArFkFFoZk1nGZFKKi8v9/htTkz//4Q9++6s3tq5dZ1Kq7Dq9VaNVS0pDDqfTYHQYjEGvx26z2KzmoD+QiMXDwZDX7fO6fZFQPBpOhPwxvycc8MbCgWTIn/C4wyql0eH0hYJJnz/idiF85XGHbXa32xUyI11EDqsNSY02muxGA2y1OO12B8LYRpPFZLaYzCYDEnpkt8Ig9RdU7MA2l8lgVcjUwry1RMCXIJtrVBYFYgAMJpNoIEwLItMLRAp8yBwWn81EqomZ9HwdMYPLZfA4LL6IKxbyJchkuKC0VCCViMqkwjLkWiKX5IuFSyXyMqlSIpbxeeKH/cz0fNlvgbe/NuULgPzftCKRyHQCmYknMfKLRkC0PTry+4VApOCRGiQOHi/EE+VUmqO0LGMy1Onl9RpxTltab1Y3wMaMVeeTlxr47DIGtYxJK2My+CQiGYUioVBSOsWvlTf7rX0x93A6PFKVWF+X2dRcO9Zct6K+pj+XrYqF/C4Yyb9ELi6Pyx/0RZGMK5fH7fZ6PL6C2m+zwU6nG9kacyALjPWC0V9gci7YnkExr1FjAPW8SISVSqdTakGJEVLea7bDJpvNYLHqzVa92aw1GlQ6rVyN5F3ls6BBSpZFZ/oSoRHvNexyuD0ur81iVys1UkmZVFImEojFQgmPw6dR6BQylUlnIXlXHD4yUw0h9xBwRDDYiOhYDFZeHIaQiS4sEQnEwkOIC7oEa+Zy2wK+VXVVIzUVa3Plm+pS2+riuxrjh7szh7vSj3anj/SWHxuoPDtUc3FZ/fTyJqQQeMPCZ7YsfnHHsh/uW/WLR9e9c3rrh+d3/HFyzx/Gt//+4rY/jG//w/j2Ty5s/fjs1g/ObkEhXxSfy+dzORwWHSnIzO94IP0YFAaDplIpksl4U1NDV1fHunVrjh8/un///v7+fofDwePxwEkbyFDNI+6XV1/F0yB/FnJowLQbjUZTKBR+v7+7u7uystJkMnm93tbW1vLy8rKyMqFQmMtV+3weubxMq1W73U6NRgVBJDweW1SEwuOx+chSJLyFTCaSyUQCAUcg4EgkApGIx2LRJSVFOByGwaCJRIJIJJTNVtbV5TKZikQiFo2GQ6GAx+sgkXEiMVelLjMY1YlkpKu7rb6hxuG00ulUg0EXDgedTlgsFkMQBIQgcAJhMplGRkYmL01cGr9wYM/uzevWjS5esn7p0o1DS3YOrzyyZsMjwyO7BhYfHFq+p3/x5raezU3tm+pbN1TVravILvOGmlXay6Or51/54fynv3/ridtHVw4OV8XaQvacQ1dt0YflpRYWXUUhqphUnZBjkoqNMolcwNSV8od72u5Onb936cy5vVvObF93fNu6fRtHF/W0VCdDmYivMR2pjfnDZo1JzPHp5F6Nwq/TRMzmoN5skylhuTZic9WXZ6oTycZMdnF318jQosXdXW256vqK8sU97bs2rr144vDU2WMXTxw+dXj3oV0bt28YWT+y7NjhA3/46P0fvPRCXVWFRa+2GjRGjUItkzAgAr4ERSPhRFymolQoE/O5TBqCwFQKj0bhErBmEXvP8oHx7etenDw9/+sff/rKi++/+I3ZgzszdlO113X7/LnP33v3hZtXD61dvmdk8YPL57//xK25M8fO7tt14fD+saGhuNMx2Nb2nQcPps6cbanJKYQSIhpLwuHxaAw4lS9BFaNRJZgFaFDBgy3CgUVAkygEGovK4bIFPJ5ALBbLZDKVSqXVag0Gg9VqdzhcSDYA7AR5+kqFVlqqkJWpNGqjSokstQJJERTyRXQqjYTD40qKqYi4WYIvLoZwOAhHwKCKsAvQdDK+rsp3YM/wrs1L0mEreQFyIOPgUU9du3DywAYqHuWxywMBq9sD80TiMo3FaPUizggqHYi9BR81iPUCs80lJZiSvLkaADAKhSJDeCaL2tvX2dhQk0pGWhpzK5cu+uT9t+Yuj3utuo767EBrfXnA1d1Q3d2YRd4D5cHqZMCslwq4NLGYzeHSKXQiX8BSyCUSPlMvE4Ys+icuX3z/xy/P/+WT+Y/e/PtHb/z5nZ/9+Z2f/Z8PX//rez//yzs/m//kzflP3vz016/O/+Ht+f967zc/emH80Nb+XKwl5WtOR1Ne2KqSqkUctYSvKRXIRRwRm6qWSQJu2KhVYYtREBmxhePwJVhc8b8CYJC+DnRgLJLGi5fL5bFYLJvNplIppxNxuAkEAolEAsKugJbLz9dViUQigUDA4XDyRIpQLgBgHo8jFPKFQr5AwCsAMGBgxLyRf9rDAFzIcKbRaMBy/HAmPOjCBaZo0AD0/weAAQMDKgboC4RfMOJbXFwMPgWI7QWt4+CAQ6fT+Xx+WVmZRqPR6/VGox4AsMmoNehVbpetsaFm5YolkUiopa353fd++8X8/Ku/eD2QSqOK8ZxSBQGiIR5jAhmppCouwRaX4IvRyEIjNV3A1YAUOOOQB4oRXz8i8vwzABNJEJ5AIpEpFCq9AMBiibQwA0xnfJkwTaMzkb7ffPXRPzMwAFqAqQ9D7P8tAIPXeRiAC69ZkH+BAgym9xENigSB+CvgfwayMwDgaCRZXVVXnsoGA7FINOXzRwKBhN8fd/uiLm/E4Y7AX/X92lwBpy/iDSWCsXQgngklqyLlNbGKWl88G0hWh8vr4pmmZE1rorolUtkQLK91h6o94RqzM2nzpPX2sM2bSta0mj1Rjd1TqrNonB5PqsKdTMHRmCuR9CWSLp9fq9WKRCLAtE6nEzicg8Gg3W5XqVRyudxisQQCAY/HYzQa4/G42+0GmyNqtVomk/n9SDKoWq22Wq0ymQwkvZFIpOLiYiDjFwbUCzaE4mLk5xS8OcEEkEKhMBqNJrM1nCjXmW1lSpXeaNDrNHwOnYwuIpegtBKeRS72GdQJp7WpPLGip3Oorbnc64p77MMDnXs2rz2ye+tQe31NzNdbl9myYmigtrI5ERzIlfdk40vqM9uHese6W9a2NwzEQ8vT5avKK44NLJlcvuFw4+CjtUMnW1btS/cdrh66tnzfE5uO39l49ETfmm5rrFyqj6g1cauxrybTV5MZrK/qqIgPNdZ0Z1OLGqqWNOcWN1ctaswsa8uN9DQtba3pyER76ysrAo4QbOpqzNVn0vJSCYvBBP3PeAKEJ9GI0JfoiwSU5BdEQWJPwBA7hUqnMxkcHpdMgdo7O1586duz12dmr89cm5udvX5l9vqVuZvXr9+4dv3GtRu35sCI78y1q1OXJ0+dOXn+4rmpy5Mz166CR+/cu/34E4gL+satuekrU/n4q4mpy5OT0xOXJsenr0xdmhwfn7g4Of3lnVOXJ6/MXH7mmWdSqRQEIcY0MNjF5vAYTDaZRpfI5GbY5fKHfOFYMJYMJ9L+eMoTS7iicTgUgUORYDrb2DOwZtuuR06dO3JuYtvBx1Zs2DY0un5g+brG7qFAqkbn8OGZfByDg6ey8VQ2icIkUZhEEg1PoOBxZCyG+BAA44pwOBQShIUvQSMADOj3fwVgAoWII6DpTArisyMQqQQIKsYbxeqsP6mg8uQElrdU4+LLKw3wmobOR5aOXNy6uy9Z3ur398SDK+rTd0/u+8NPn5t/95X5z9+b/+A/T24bGWrINMRCaY8nBnvqK2tGV4+tWrZyuLppLFx9s2PkuYHNN3LDT/RvH+/bvqF+eUdlX1vd4s624aa63qpYLhJMmQNhTzSdsJVndRWtztbWcEc6UpMMx1M28/ry1MVk5k557TdbBo+nG8JSOR+DdnHoe9pq728bub2q++5Qzcvr2z84OvqPK7vnr+//88T2zya2IQx8Zs1H59b85crWL27u/cdTJz67deivd47MP3Fy/okT8w/OzD84O3/r6J+n9vxlev/Hp7e9e2zTe8e2vf3Ytle2r7i7sPa50dbvbuj6yY7F7xzd+MHJ7X+9fHz+3pW3j+5bqZG1sBn1HG6GzUvyhEG2UFNCVBEgHY/HxGMlTHpnXe7VF1+Y//N/vfWzn/zm5z/71Y9fPXlw/5bRVXXlSZdBVx7wec1Gh17rgs06rbJMKpLLJDqt2mwy2CxW2IZkFHlcXq874Hb63E6f3xsKeCM+dyjoi3o9IQfst1ldTkcg4I/6fTGX02+1uEFcls3qgu0+m9VlMbssZthkMOq0aq1GpUeyfXUalVqn0QIMzntfrVYz7IQ9LofXYXcjPGxzIala+c5eo8Gq1RhlZSqAqVyOEMQvgzAtMolGJtEoZDqNhCxQPsymcXhMPp8lYNM4HDqXx+QL2EIRVyzhf4nBIHEa9DAJ+BI+T8xm8YGzuhBqBezWBbUZIDEQdcE1eMI/X1NpbCLEIkAcApmNI3/JwEhtLZkCkZD8ISQEi0Di4QlSiGoRiZM6daNR3aSX1epkNSZl1qKLGVQ2qUjJZZWymXwqxCYR2EQsj4CV0yGPSppzW7tC8OKke6Qysq4mubEuu6m5dk1DzVAu25iKxkM+l9uOxF55fS631+3y+zxBgLhg4Ba0DQHvsRN2OexO2OYAeiyYxZ4N0dwAACAASURBVEU2JqwOl83psjlB0pVFbzZpjYVl1BgMar1RYwD9vXaTDdCvRWcC4c+g7kiv1BpUOpPGYNGZAACDlmAkNdqMADD47AadsaxUJhZKpJIyHofP4/CB8AuRKAwak8PiIsPANBaHzmbQmGQyUtGHwxPJEBU5vpEp4LtKJkI0IgVpRSLSuDiiRyTpDQfX1tesq6vc1JDd0ZLd3Vb5SHf2SE/2sd7Msd7KY70IAx/trzi5qOr8ktq76xc+vmHwwYahF7YPv3JgzWuPrX/rxKZ3Tm0A0Pu7s5s/Obflk3Nbfnd280enN394ahMKyQblIWbfgvxLpSIhfSQS4mLh8Th2uzWTqejq6li5cvnWrZvXrl27aNGiTCaj1+vpdDoYmaPTEXW3cAEhMeCaxWIBmARnnxAEMZlMiUQSiUR6e3uTyaRcLo9EIo2NjRaLhUgkSiSiUChgs1lEIgFQP7hcNpUK4XAYCoXMZCJyDpCpIQg5WaVSIWBmRiJN8/ZmKhViMulCId/n89TW1lRXZ9PpVFVVpro6W56OB0Nef8CVrSrv7mmrrqmUK0pJZByNTi4vT1ZWpn0+n0gkysfrcaRSJB9bpzP4fIFly5ZPT1+5c+fexPilqYnJbz54+tThxx7duXv9kuGR7v4ti4a3Dy5d1dC6KF29q3fR/oWLtzV3bqhpOtjRd25o+ETP4IGmtv84f/HPzz/32bPfeunM8bldmy5tHNm7sH04Gx9Mhtr8rhq7Oa5X26UiBZum4DD1UpFVI+fTCGuXLvzg9Z/87vWfvP3Ki5+/98YXv31r/v/8ef6LP//pw3c++c0bH77x09de/vZL9288uDJ+9fihc/t2rOpqS8I2t0plFEvK6CwRRGMTSFyILKTTpBy2WiwyK+VOg85nNbtM2lTQU1+ZbKmp7KivHmhvWNTV3N/RMNjd2lJf88r3vzP/xV9OPnbI57SVCjgWvVqvkpGwxSRsMZNCJKAXsKgkpDGYTGDTaTwWnYIuJqNQbeWR+xeOzR3e9fLMxfk3Xv39D57/zXNPzj6yp8phCenU5/bu+dt7b7/58vPHNq8c6ao/v2/zU1fOz546dHjzmi0rFw0211VH/TE3fPfq1PiJY8v6elQSEWYBCpy1Y5FuQsTMWVg4DB5Tgi1CFS9AFRUvwKCLcVg0AYvGkUgkKhUJixYKxVKpTKXSGAwmi8UGOvGQURnY6XEH/D4kL96ST//XqA1CvohGoRLwWCymCFuCTPbi0IjfugSFwpegSNjiEhQKwhRHfdbnn5n50ffuPvvU5UO7RhMevZCCIqNQu8cWPrhxqoxfnE3aw0FzKOTi8YUipKrCwWTxSCQIUC4ajQWsi0ZjgQ5coN8FiLG6CJW3QDPoEItJzVSmDuzdsXiw9+ih/UsW9j55+9oHb762uKutIuRLeWGzTOQ1qquj3oUtuYbKSFXCHwnYhDw6i0VWKEupNCKTRZGViQzqMptWtqit4WfffubgupVndm+6N378zsUjc2cOPj5x7KW7V79//9p37lx5+Ynr37l39fbFoz/6xq2fv/jU1RMHl3fV1gRt9TGPU1tmlIkUfKaITuJAeCYRwyAhi8ekpuPhRCSIK1lAJGAIeDRqAQrZPcAhY8AFVy24jcPh0GjEcwtOwUHIE4fD0Wq1qVQql8ulUimtVsvj8aRSqUqlkslkINWZx+MJBAJhXucFWVlA2mXmc/R5PI5IJJBIRKWlYoGAx+Nx2GxE9WWzmeAGg4FYbwsK8MMADKZ8AfQW5n4BjgIVl0JBfCucfJ0Sk8kEsm/hEFeYKy6IvV9TgL8WjgXol0gkotFoEJ0N5oELs77kvPGXxWKB+Gtb/mJGLkiuos1qtJj1RoMatpuymdTCge7BwYHyitTbv3n3/d/97m/z889+/wdSvZUpKoPoLPJXU6/Auo9HY/ILAWB83tMPALgYV1SELUYMNcjA35cKMAYpCiIBBRhIwRCFxmJzVWqtwWgulcqEIkkhBAswMLBAP9wADDD4S0c0lQ48zAUFuACxBRf0v1J9v3Z/4fkPzxUXXryQgAUSs3D5/ttC9DEy/UtClFEKxCguwno9wbrapqpsbTxWnkxlQuFEMJgMBBLeAGDgGHA7OzxR2BNyB2L+SCoUrwD0G6+sS1U1pmvbMg2dNc199e2D9Z2Lcm0DFfWd8armilxPqqrTG612hTJWT9IVysSrmu2BpM7hKzPYjG5/MJ31xJNWf9AaCjvzGZ6AbHU6HZy/mJDqEotSqbRarQ6Hw5S/5EUAh9Fo1Ov1SBGGzWY2mz0eTywWS6fTFRUVSqXSZDIplUoQWg7Kt8DeNDBFf+1HErzxwLsu78xiq1Qqp8sjkJTxxFKpQqlUq3hcNrYEOe7J+CynXhm267NBV1N5ZFlny47R5UvaW2CVPGAzDHW3jA0v2rhySdoPd9dVNqejI/0d6wY6xxZ2bVzU1VedbI35hmorltVn17Y3jDTWdAR9zTA8s3Xn/E9+Nf/Tt342fmd8aPP5vrE1ofp+U2J9qvXy2n1nVmxus4UjUnWN25122rqz6f4c4nDurEwsrMu2p2M7Vy7esWJo+4qFO1ctOrRx1eFNI+sXdXZVxduy8YTb4tQrI267RaOkkohkIgkJu6YwKFQWOb++sjLSSWQaiUyjUJmIVSFvgWaykNhEFofNYDH37Nv7wovP37g1d/P2jVt3bl6+Ojl7/crN2zfmbl6fu3kd3Hnj1tzMtauT0xOnz566MH5+cnri6uyVa3OzN27N3b576979u48/ce/m7RtXZ69MXZ6cujwJSoAvTY5fmbk8MXXp0uR44c7JaaQnaWZmRqPR0JkMgUjIZLMQZwMXqcbkCIQKjdbicDt9QZc/5A1FvdGEN5pwRWJwKGJ0e5UWG2hCsgejwXTW4osY3UGzN+yOpSOV9eGKOqsvLjPaiWwhgcUj0DgEGodMZQEAxuXnwx8G4BIcvgiHQ/xIee33/yMAIwGlVBKaiM1bDcgUIolcgufgKCE9HFSYRSiii1kqQRUNBcuXRyr3tw1888ip9c0tGbN+dWPuN99+av6Pb81//J//ePt7rz07/ZOnxv/jqUsX9o0eWDe0dqCtr7ay3O326PX9LR07l6/Z3TYw0bXiPzcfe33ssR+tOPCjDSePNK5aVbOoo6a/pW1xa/fS2pa+8sraUKrCEo+5U5mItyLlyNaH2xrj7RXR6qpIeaXe8Eht/Wy24Xq06nqmeY3JoydR5HRqQiU/PTx4e9OK893Zx5c1/Obo6i+u7Ju/e2x+9sCfp3b/7vzmTy5t+2xy+0fn1n18bjWiAH/j9N/uHfni3mPzjx/74uajX8wd/tvMgY/Pbv3w9OZ3jq7/9aG1P9+98tUtS18Y7XtySdu9wYZnR1peGGn+3lj3rx5Z896xLZ9NPvaPm5OvPbpniaqskc9plJSmeUI/g2OF6GULcGoyXclhiujQqsG+F56896MXvvXjl1749U9e+fDXr/3pw/fe+cVP3/zpq0/OzcxcOHNvZvrEgT17No/t37Vl1/ZNG8dGVyxbNNDb0dxQk4gEYYvRaTMHPM5IwB8J+KPBQCISTkSi4WAolG888rqCkVA8GatIxMojwUQoEI2GkpFQPOCNeFx+F4wws9PutVkcOp1OpVIplUo1ctEihwmVBsSVmYw2g95q0FuNBpvZlJeLbW67zQXb3c58wZLfF/Z5Q26X3wF7QKY0QGKlQgvEW7GoTCyUigSlfK6Iw+KzGFwGjQ0ajL6MsKIw6VQWg8Zm0jksBhfRitnI7AZYhcolkDhdCHx+mGy/5sF++KGHb3+FxywIYhMhDomEiMAEAh3Z0iFSEDMRmUohkhgEIotIQkRgElnH4/kVsnqztt6gqNHLM3pFQqv0KEqNQq6MRS9lMTgkAhW9gEfE6XicoF5d53P1psILk74VmeC6muSGuvTmhuqNTblVuUxfZarC5wx6HIjv2e/xB0JeH+Jjdzt9AH1hm8Nuhe1W2GF3AvUVNA9ZTFYwgms2WmwWO2xzwGa7y+b0wG6n1WHWmfQqnV6lM2mNBrX+YfS1GRELvcMCg7DowqMFVAbx0VaDBSzwfERPzvufQeCzQqYU8IR8rkAiKs378HhsJodGQfxobCaHy0Y+ZNNYbBoLcagRyYgshMERiOT8mCkNcYrl06GZEJ0J0blkhhiihRXygVgEAPCWpuyejuqDPbmjC+uO9lWfWFhzamH1sd7Kwx3xQ+2xI73lpxZm74wN3FnX/+TY4Ld3LPvxo+vePL3lvbOI5/mTC1t/dx7h3k/ObQE68O8v7PjduW0oFotRoEogpRKJeDAlSyIRaDRKaanY5XJks5UdHW39/b2jo6N9fX2NjY3pdFqv14MzSD6fD/yE4LTy4ZNFEEcJ5A6QvEqhUEAbZyaTaWlpMZlMEonEarXa7XapVFpUhLLZLH6/Vy4vMxh0sVjEajWT83lhVCpEpUJkMhGPR0Z5gfZLpSKDb0SkFO3LO4EsDEEktVoJdOD6+tqOjra+vp7e3u4NG9cOLx+qqExISvl4AprLY9phcyIZiUbDCoUMaX8vQRL2/H5/VVVVLlfX1dk3vGxkx/a9x0+cvTRxefzS9NHHTu7asffSufGzx09vX/v/cPYe0G3WB/+vEw9Ze+/lKUvW3ntvWcOSh4b33iOx4zjD21lk771JyN6TBAqllEKBUqAtZRcoYbTAS1oKb0fuffQD3Rze9v3/z33OcxRZUZwQFFuf57smh9t6J/oXr1m8bHlb32BValmycX17z4a2nr39ix5ft/Gnm3dcn1l1fXLu6sqpqxMTJ0eG9/V0bOtoWtcYX99Wt2/JwLLayqHKir6wr73C49fIBAwyB4cuppF4bBoJmdfbUv/2r3/53WcfPvjiHhTO/OrT91976d7bb/ztTx8/+O7+g+++fnD/8wd//vjBF/eeuXT67ed/+t1H7337xz989MqvXnz81tHNm3vqUuVcNo/FoGFQqIVZNAxKlI6lw7OyCmlEKa/QqBDbdUqf1VAVcDdUR5rjsbqqytpoaKi3863fvvrhu2/W1cboJEju4xWy8ah8DBxSQZF5C3FIGI2IhR5BwCgELDY3W1zAWNndcnb7unOb5p89se/rV37+0U9v/fbWhdMbVlcbNdoi9qYVS//x+UfvvHD34oGN26cX7Zwd3b1q6dapkenhtr6GWFttqLkqYNdKTh/edf7Rg0v6O5QiHo2IXbggKyc3CwHPRaHz0SjIu46Aw/Lz8/JyoTmrdEJ4AUTFuZBHOm3qg/Zj4HAkmPdgMFhcbmFRUQmPxxeLpTKZAjqlKqlEWcYTpiuvqCQSAY9DoVEwBGIhDJaVl5OVkwZrMjFHwKOa9OVuu1opLQ56DNs3Tj3z5Jkj++YP7pw9f2zLzrVLmyrNAkb2jtV9v3v+XNhZVuEq9zqkFqMCKjrilLILBFgcCQ5HAtDNyckDVuecHMiCCOWZ03bojBc6KyuLgMeiUfkiYRmLSe1sa1w9N3lwz475lctak9UnD+45e+SAVsQ3SQVqfhGfSZaXcJpigbqot8Kh97tNQn4hgYDglRZQqPiCQiaVghfzS+BZWUu6W995+bneeHQgWTkz0LpjZuTopulTO9dc2Lf5/N5NVw5tf+rCo8e3rplf3L1tanzDipHOmlCVw+CQC5SlrCIylkNEswkoFh5JRsFwsIUY2AI8IoeMQznM+lRtVTGXhULCsBhE1oIsDBbxnwA47e6GCpbBE1AoFIFAIJPJJpMpmj5UKlVBQQGPxxMKhdDcTvoA/c8cDge09KVbqSBpl0wmkslEGo3CZjMLC7klJUVsNhPYWMBPgS9rRKj7GIpJZLwqIAb8sN8YjAA93EEF+qtwOFymX5pMhvZyM/yc+eWZraOM1Tljgf5RABhocSDlCyzQGeoGn5nFYnG5XIAxGo0GeF8VCoVSKVdC9VcytUomlwmVCrHXY29sSIyOLrY5rF/f/+vX33777seffnr/r/VdA1kLYTgSFfp2goGcnygEGoqyp2vHISk4F/I/Q18nEZAFGijAGQAGDAwAGAi/CCQahcbi8EQanSkUSRRKdSmPX1BYzGRxwBpwpgQLhyeCWizQg/UjAAbom4nyZvrVf8S3//uHP6LfTCFW5s6PADv/BwAGbXZgRSkDwDKpKl5bF4vW+n2hYCjmcgfsdr/N5jPbvEYLVPWcaXvWmZ0Gq9tk95rsXr3Np7f5DHa/0RHwRBLeymQg1hCubYnWdUTrOsKJ1oqapmBVm7+y2eqtNjgienvY4onaAlUam19hdop1FqXFYXD7NXanympXWe1i6NK8DpiZS0pKRCKRSqWSSqVgHRqsHKnVaqFQKJfLtVqtWq1ms9l2u93v95eXlwNmLioqYjKZMplMKBRyOBw8Hg9elmDYD1yXefgWvN4AD4M1BHARh8lkSmTSUkG53myx2KzFxYXw3IWI3AWFNKJKUKwtL/IZlfUhT3tNeFFrw9zo0OK2ZpdGySagFnW3bFszs2/zOquifKA54Tcoe+uqU17bYF31iq7GpW2pya6m2b62kVRVZ8izrDm5OBlrtJsHI6F1HT27B8durtvx4qGzl6a3XJzavKtr6Yg/PpnoWJlojWustXpL0uUM6tUDqdqZwd6VPW3VdmNjhXsgVb2yp3Wyr31mqGPNkr5t02NbJkfH2lNxj6WtOuQ2qKS8Qh6HScKikLA8Ao4IbR2lTwyegsaRMwCMxkAMjCdQ8AQSGAGmUOmgUkQgLL94+dKTTz1xAepzvnD1+pWTp46fvwikYEgTvnDp/OWrly5duXj2/JmTp04cPHzgyLHDJx579PTZU8ACfeXa5avXr1y/ee3y1Utnz585deaxU2cee+z0SSACAxIG8i8g4ZOnTpy/eG737t00GjSTyuZyaAzoD0Ok0sh0RglfIJLJlTqj1mQFDKy3uwwujy9W7QxX2oNhVyTqjdW6IlU6p1esMxUI5Wy+hFEq5AikfIVRqncI1ZYisRJFZWcAGKJfDBGBxMHS7Wh5uYjsnDzohOU/DMB5MOT/nfwLBYDzMagFCFgeIh0wyUflZ2WzUaSI2haWGCX5ZCOaMaD3bEt1Pda39P71p7bVtdRrlK9cOQU5j/764be//9mvr+792clHzm5ZfHC249ahuWuHVu+eHRhrqx5ujKX8DlVRgYpTOFaVOtoz9uLU5nendr45uuHdqd1PDayZD7QNR9pbartSjb2xpq5Aos4TrfLEYlq/3xKqdPmqQv5UMtaerGypDdS2VlRNR+NHkk0Xw8nTzsptOleCyuXBkRIWIygVPtKaWp8Mz/k0z6zs/PvFnQ8u73hwcetfj6766vDsBzuX/XHP8j8fmn5308C763u+Oz3/4KmD/7y2/R+Xt/790pa/nH7k/slHvjy2+sNdK9/dsuyXE52/WN75xFDd8WrnZpt8f8j23HjX88uaX1jR8Mp0xwc7Ju7tn79/auc/rp38/c4NTQX0IJkQYjLsJKoSSxSh8IXZyHISlY6AeUzK2xdO/fXzD9559cX3fvPif338/gdv/Orz99/89os/PvjLF5//If1u8J9/+ftXnz345suv/vThd998+a/v7n/3zZf3v/jk4w/ffvn5Z65fOTsxvrivuyUS8KgVYjG/RCkTWvRqh8XodbqsZpvFZHfYnHYrNP3ttHsioUqdxqjT6FUKbXriVW3Um6xmh9lokUrlQqFQIBAIhWKhUAz9KBRLJUog88qk0LawgC8R8CXCclkahhUioaxcIBEJZXKZWqM2GPQWk9GWJnGIx0GZll5n1mqMGjU0vKRW6RUyNTTdxBMWF5UVcks4bMjtzGYVshhcSPKlMCHEJVAJeApYXQK10pngbgZ9Acdm8r04LAmFxIGG6kwXFxTufagd+gf0TYd+MSQclopF09AoEgoJ/UuBvBIIDAIOmXXR0AdwiIHhcAYKVUqmqAu4QXF5WMwLivleYZm5tFDOYZRSiFw8VHxFQ8Bo8LwyMt5czqsyalt8zp6gayhkH4+5J2oqphPhmURsMh4bCvsb3XavTmnTqU1GrdlqsljtJrMVWmZO/0/JiL0qhVqt1IDwLQBRmUQOAFguVSjlKgiSpUpAtiqp8mHuBfQLJpFU6aZocAstIQnEQl55xhctF8ky0Jt5pkau1qt0Jq1RpVCLhZKyUn5JUSmHxYV2GMm0tKsYmvylUxkgAAwEYTKRQiNSqQSoCxrq2UlfeQdGMwwWD30FRmFxGDwRDZ0MLLmIQPaLRd1ex3hVaDwamKwNrqkLb2iM7Oio2tFeuac7tr8ntqs9tKneuSFl39zs2dMZemwwdWY4dWW06ampnlc2jb63d+rTw/N/Pjb38d4Vnx+Y/NPBqT8fmv7q6NzXx1d9eXj+k/1TWUBBBZoqMBjnQx0puUgk5DRGIPLxeGxhIVerVQcCvurqWF1dXSwWi0QioVDIaDRyOBwcDgdkFsK/O0AvC3hPCeyFQKNDo9FMJtNoNALRlcPhgDFDKpUsEJTZbBatVi2RiKLRSChUgUYjoREPPBYKpKfvABgGH2KxaKBXA04G/xUEAo5MJpaVlXo8rpaWpsWLh2dnpzdv3tjb11ldU6lSy0pKC+QKscNpMZuNQqEAiYSj0UgKhSIQCNxudyqVam5ura9rTiSaBwaWTkysWr1uy/5DJy5euf3oiTNr123atHH73l0Ht6zfOr1setXy2dXLZse7Fw8mm+tM9sUV4dUNLWcn557ff+j26vUHuvsPdfVvTdbvamza09y0t7NtR1vjTCy4Iuxb15JcXOntj3iHa8KLUtX1fqemrIiDQ9PQ8GI6lcdhOgzaoc6W3RvW3jp74sUnbv3qqTuXjh0+fWjftceOvvrMk3/58O0HX3/+4MtP/vnp+89dPXPz+L6PXnr2wf0/ff3e7//28XsP/vubB/e/uHHqxIGtG/ua6xVlxeiFWYisLBYeLSpkl7EYGqHAbdD5LSavyeAzG8NOe9TrDjissZBfLROtmZ38w9tv7Nm+WSMXM8h4OglHJ+FQsGxk3kIaEZuxQxMwSAw8j4HD9NTXHlo3v2ti7MrOjU8e2v7xz++8fffyC+eOHV87k3SYJEzy8u72b/74zou3z1w5vOnk9tlHt8/tmBuZ6Gvorw81RV0Rp9qhKeeQEN2N1TvWz1ZXOPhcGgaxYMGCrIW5WfnwbCQGhsUhiBQsg0nhFDAJRAwSjcjLy8nOXZibmw2DQ1MuMBhsAXRAkdrMejDIGZJIFA6nANRBg/VgNhty21LIeCIBjYT2oSE1GZabRSYtLOAiG+o8q+YGDx9ce+Hc7uuXDuzeNrlp3ZIr5/cu7kvUV9uX9qeO7Zy9e37P0a3ji9tcL/3kwBfv39mxpt1v41YGFFplGRaDYNALUSgKBk3Iz0eAtufs7FzAvZk/IdCEgfwLJfKyszFoZDmv2GbSq+USDp2yZHhgUU/noV3bW+I1HqP+kZXLPDq1R6tS84pLyDgWOl8nLI64TTatzO8wuKx6DpvGZFAYdDKdRiLikOWlhbCsrMaq0Ee/eXmyr2P90uGhZHjdSOfhdZOX9m2+feLA5YM7jmyaP7BudtvUeHc80puMNUcDLrXMIi1XlnBLqHgOEc3CI9kEFJeEYRLQREQuNn8hHpHDpBAkgtL6RI3LZsag4SgkbCEUy/6PGWDAe3A4HEjBOBwO8jETCMXFxR6PJ5VKeTwePp+fYWBmWtIFCjCXywVjSCSo+/t7dZdCIdFoFBaLUVjILS0t5nLZLBaDRqP8JwAG1JqRcHE4KA+ZcYdmSoMyoAv4HJRLUygU8DjIDwOiBoj7nxTgDABn2CMzs5Sf3hxCo9FEIpHBYLDTB1T5K5Op1Wpd+tBqtTqdTq/Xp6lHqdMqDXo19N1MIXY6zIl4rL+/VyDkp+oaNmzb1rNotHN48ejUKiSJDmVn0Dg0BurtQCMx0DDVwjwkLB8kgaEMMBCBoS4kWC4C6lMAtdD/E4CRKAwag8PhiVQaQyiSKFWaMn55UXEpm1MAbJn/CYAfjgRn+iAeBuD/nXX/7c8CAAY/BT7Vv/2EQF5Go6HOJwQYIwXCLxa6wIzF4gl4SvZCWEkxP5loqK5KBCsqI5U1bk+F01nhcASsDr/F7jPb/Gab3wROu9fs8JkdPqPNk47+OkEGWGvza6w+jcWvtwfN3qgzFPdUprzROn9lsyfUYPfXGp3Q9ozNV6Uye6Q6u0xvk+ltCqNNojWJNDqt3amx2YuF4jJ+uVKpLC8vB7smBoNBo4GUXr1ebzAYgBRcXl6u1+vNZrNGo9FqtR6Px+VyyeVyvV5vMplK0kc4HNZoNBkABg4FOBwOFq0y33/BixB4soALGgTR0xcNoSnBwlKeQqNVqlVUKjknC2p8EJdw7RpZ1AWlIboS0eGW1PK+9g0TY5unV6wc6tm9YfXJ/TvXTy9vqg5rBIUrBjvHuprXjC9qjfi6qkMpj7k56Fw12LljYslcf/tgPNJdG+hNhBMuY5PH3u5xReWKiFAaLBG52byZZPvhZfOr23rHk02t7oCKzlHQWVIGvZSA8WsUjRXeer9TV8r1KMW1TvNIc3J5V/P0YPuqkZ5HxgdXj/YuaqpJeK2pkNusEElKC0pYdBoRRyFA7xGgMp407CExRCSGCDLA4PWAwRKJJBrkwUvvAEOBdiIBBs+vjEWffe7nN25dBxZooABfunI+7YWGABhQ7oVL50+fPfXoyeMg1nvy1Imz589cunIR0O+1G1ev37x25drli5cvnLtw9sy506fOPHby1AnAwED7PfHYo0eOHT589NCZc6dv3r4xvnwZjoAvKikuKCqks1nQ13EancHhSlQqhU6nMVoMVofOBp1Gp8fiC9gCQYPbq7Y5dE63IxQNJeqrGlurm9r81SlbRVRucpQpdOUqs9zoEmttJVI1gsyEk2hwHCUfS0ZioABwPhyTB0Plw1A/AuBsOCQCZ9AXlo/6P/mf001aaFQOeVwPCwAAIABJREFUGpUNy4ccLfnY/KycMgIzYfCE+WoDit7I11wYnro5Mv3RgVNPLp7cXVt//xdPP/jw9RfO7n5s3aLnTm3400uXPnn+zLnNA2c29t05Ov3chS1H1y1a1h7pS3iTboO2gCFG45LlqmPN/Z/sOP7O8k0vtI2/3D+305mcDzSP1XT2NPanGru8NQlTMGiq8Lkqw+aKCme02leVjCRaahu6qmMNdYHq0XDyzrK5c7Utj1e33o13zKusASJdRKRAjTsC3pDP3mdSjFnEP53u/frU5j8fnP1839THO1Z+vGvi7U1L39o0+v6Wpa/OtL+5puvBuUce3Nr9j0ub/nFpyz8vb/3m9PqvT6z77MCqNzctfW5555WO6Pnmyq0u1RifOcqjrzVI7vTXvTLd9eb6gXu7V35zZss3Z3f999Wj39449cKmuQgNb0TC9FicFInmwzElcBwjG8kjUmXF7C2rV966cOJnj1/6/A9vfPHRm7976We//9Wzr/7iJx+9+cpn7//uj2/9+q+ff/DNnz749L3ffvfVvc8+fOvLzz/46xcf3//y43/89c8PHnzz4B9/+dv9zx58+8Xf7n/y+Udvvvarn92+cmrrxtnOphqHRa2USsp5ZWVFPJlIrIEutMpVUqVerTFqDCadHlIOlSoIdXR6k9YIbb2qNDKZAvLTSaH1YLFILhErFHKtRKzMLAxLJVB4WC7TpSeXIOO0WCQXCWVikVwqUaYrqaG1YZVSB4hXpzVB8ibU1GUyGW0mM1Qx/aNbsEUMRdgkkI+6lAcVuBQV8oAFGlipAcpmAr3gw0zwGGAwEoEFDJwBXfCEjPz7MDNj0EQcmoJFkTFIEgpOQMCx6RMCYDgMAcuFajRwCAQJgaQikVwiUcJiOYVlXonAKxVay0uVBaxSCpGDRTFQSBoCxsWhRQyaRcCrMmjafa7+SMVwxLekyruy1j+dCM8lInOJ2ERtdCDoTdnNfoPaZdJbLQaTxWgyW6HTYAUK8MMuaJVCrZApoZKQ9O6uQqYE5mdwC/mTobcMciDkykUyMIYk5osA1iolCsC0IBIMhoLFfBEAYIlAnCHkjESshfqmIVu1Qa0360xKuYoHdRaxGbT/j3iJeBKLwWYzOQwaE7Sy0KkMKplGwBE5dDaLyqSSaaCuElx2BAow5DtDoDEoaBMYj8QysGQ+jVmlVQ0EveNVoaVR30RNxXyiYk0ysLkZskDv6ajc1x3d2RbcVO/ekHJua/bv7Yjsa6043BE5O1B7a7zpuVV9v9u25IP9E58dnoYA+DBk3/jTkenPDk59sn/ivW1jr6/r/x6AM9FfHA6DQiHgcBiU/sjNzs3NhsNhRCK+pKTIYNBVVPiDwWA8fQQCAbvdrtfrS0pKEAgEUFrSlVeQ3pJ5uwneOILvuFD3aG4ueCvMYDCysrKYTKbNZpPJZFwuVyQSqdVqHq+kuLjQ7/eGw0GhUGCzWerrU2azEYNBAZMzFosGWWWg+gLVGoHIBwSLxaLBCfVdEXClpcXBYKC7u3N4eHB8fGx+fratvak2Hkumatram2JVYUF5KajRksulDofN6XRqNBqz2RyDjmq7zW21+oPhVEvb0NjyVZu2HTxx+sq1W0/fuvvs5WtP3Hny2YsXb+7edWjjmq3zK9csHRgf7ehP2ZwtVtuScHT34OJzU7MHBhdtbWo90N1/uLtvZ1PTpM835rRtqIvv7m5dVRPtd5rHaoIj8eDSpprlbXXdNWGXWlZCIeJhuRQMUi7g8TgsEgouKioIO+0d8doVA/1z42OzoyObpyduPHrk/Zee+/ajd/5+791vP/jdtx/87uzOR24d2/2399/49qO3vn7vjQdfffqvP39888yxo7u2bFszMzO2uCbg4ZJw6IVZDCySQ8SLiwrMCplDqzbJZFqhUCcSGeUyh0HrtBiCXmdNZfD4oX0v/eJno0N9orJiOgnHppFgCyFXMJtGIuNQ4O0RGYfOycqSlBZsmVl54/jBfTPLr+/ZcnXn+refvPabm+efPLp3//TSerdVQMF21oQ/eu2Xv/3ZjRPbZnbOj57cuWrXqiVDTZUdCd9IR2K8vzFeYZWXMcMuw871M421FQY5n05A5OZmZed9f8JRuVQGkV9eqoYq36F9ShaHiSNg8xGwXFhOdi505uXl/4gzF0LlUtn5+QhoxCgvn0AgsKHJXzaFQsPjsQuystDobA6HpFTxQhWm/r74xg1Ljx9fv3vnyuNH1x4/uvbkiXUXzmzdv3tydrJjfrJ7sKM66la31rg2Tw88dWn30S2jXXHlExdW3fv9uWdvbaj0FlS4yuRCJhYFo5FZeTnQAMnDAeAMAEPlz+no7w/m54V5efloJErEL3PbLX63oyYalgn5DrOhNlwxv3x8tKfLbdBVuR0d8WqjSCAr5LjUMjWvkIWFaUTFCkGRRSuNBn0apYRBIVIpBCwGgYbnETEIEjLPppbfe/P1meGe/mRsvDW+aaz34JqVp7atubBv6/HNq9ePL5oZ7B5qjPu1yrDVEHVYjSKBkM0oo9PUZSU8JplLwmQAmADPweYvJKFhTAqBRSU6rSa/24FE5MHzc1Do/P8FgAEoptt3shYsWACHw8HIEAaDUSqViUQiHo+rVCo6nc7lcpVKJYfDYTAYVCqVTqez2WzwIZlMBubnTNkVk0kvKOCUlBQVFRVwOCwgAmcgGdL2fzge/qIE8ADQL/CCItKZ0YxFBQ9qi39olqZSqcAsCgKW4Gsd8Jf+JwAGburMLVCGQQNWfj5k1E+/Dtnl5eVyuVyRPoDwq9PpgBXWYDBYrVaDQafRqPQ6ldmk02kVSoXYbjPW1lR2d3cGgn6b3Tk8NrZ0arZ78eiy+UccFZUILDEX2odDQfZOFCY/D3I941G4/JxcqOQqLycvD5qrglpeoRGc7+kXGvBMX46F5SOA8AsywGgMDmSAS3l8mVxZxi8vLuEBAAaeZyIJUs8yGWDw4MO3RCIZMDAIAD/Mrpn7/5Z4f/QguIyV0Xt/RL8ZfTgTLQYBYGB7zjwZjcbSqKy8XASDzqlLNdVUJ8OhWDQW9/pCbnfI5QraXRU2Z8DqqIBOZ9DqDNo9QYc35PCG7J6gxR3KxICtvqjRFdJY/EqjR2HyKM1elcWnsvhsvhqLp8rmqzG5ot5Iyh+tV5rcKrNLorXI9BalyS7VG8Vavc7h0todJWKRWAJd9RCLxQKBQKVSgVkjlUrF4/HS/QUKYIZXq9UqlUoul4vFYhaLRaFQ1Gp1IBDQ6XR8Pl8kEkWjUYVCAUrUwWsVh8Pl5UF93+DiTrr+Cg4iCXA4HIxOAzcWiUQCZek4HI5AhCqXoNc/AUfCIllkrFbEq/JYBpsSbTXBvvqa5X3tE4NdM4v7Nk0t37l65rF9O35+5/p7r7+8cXblYEuyodK3pLNprKNxqLF2WWdTY8CedJuGEpWL66qWtaZWdjct6Ugs6Uo1hV1NFY6OoDdh0tdqtBGpwlnMN7OLlERaSS5CSWfZ+Hw1t9Ajl1mEZeZyXsxqrDTrE25rzKqv8zmCemXSY22r9PenKgfrY4uaakZbE/2pysaQOx5wyfnFpWwGnYQnYjFkIgmBQOXmIRBQmQ0BjoJqbKAUH+Z7Zz4OTwYADK7aQBYGIgGDw87Mzf78F88BgffUmcfSBHv6yjWIbIEL+uLlCwBrAcGePHXisdMnT5+FQsKZ9O/1m9eu3bh69fqVDAOfPnvqsdMnM5FgAMNHjx85evzIuQtnH797OxKtJJCIbC6noKiQxmJSGHQai11cxpeq1VK1WqE1QPMnFpvabNXbXWav3xGKOMOVtoqQxu6Um2wmb0VtS0f/0hWJtp5IqtlWEdU6fGZvpS9W544k9K4AnMSAESD6/REAw/KQUOXFDwowtLWRBmDAvf9H9AW1WHkIdC4SiSAScvLhUDcqHI/OgsnoxUm9Swknt0iNexr7Dzf0vL5hz5XO4Q0m74M7T371s9sHJ3tHa2wbBqsvb1vyx58/9uDesx8+e/TGntEzG/tuHZw6uqZ/fjDeEtR75cWmQlqNRO4jMtc6gn9Yv+feqh1vLJp9vnvFZlPlnCcxHm3rT3Wm4s2+ikqLy2Vz230Br9dTURGuqqhNRRqaY3XNlRXRVld4XbTxmaGpu8m+txbP/WrR1GKRRpmHFFCpJXSqoYDbZFB1GqTjTuWloYYXVw39cqrrlbme36xZ9Lt1I6+vGXl97aJX5wdeme7649YlD65uf3B9xz/Pb/jXxS3/urj1q+NrPtg1+cqqwbuLGi93xw/VeHaHrYtKaV1MzCqtcL1Z/miN5+XJtg+2j355bPXfL+/664U9968ceff49gPddUE2WYXOV2AwAiS6BIkvQpPo+bhSCj3mda6fGd84t3zrmslLJw9efuzQ2aN7Lp08+Pilx35+9+ovn771+gtPv//bl157/qmf37362xefefu1F9/+za/efu3lt15/8YPfvwrx8MfvfXHvnQff/Pkf33z231/f++7+vX998/k///b515+989E7r12/dH7t/Fx1ZVSrVCilMr1aZdLpzXqdWq5QpiuwTDqtxWA0ajVapQqCYa0BTCtlYr0SsRIAcJqBNTKpNp0W1smkWqlEI5NCI0yKdBhYrYIc0RlslogVP+JhlRJallGqdGqNQac3G4xWkzlNwhaHyWw3mmx6gwVsFMvkaolUKRLLC9JrSRx2EUj/kog0MKoEEr+gauthBRgkjYEIDB5/GIAz9Pt9ZzUUSCbi4SRcPhEDxyHzvwdg6E1dbn5uNpQtwiAgEZiERDFw2GIaxSgos4kFVrFQVVpURiOzMUgWCsXBoorxWAWX6ZaJa836Dp9rOBocr4kurQmuTAQmk/7pRHA2Hp5LRFfWhPsC7oTVEDBqvDaDzWpMd10ZTCaL2WgzQC5og0FnBKdOo1crNcD2DNAXaMLAIA3AWCVVAuczgF5VerlXIhBntNzMSjDQh8GtqEwIarEA96plKrVMpVVo9CqdTqnVyNXgEbVMJSoXc9kFQOZl0Jg0Cp1EgBzOwAudaYHO5IG5DA6bxoIeJ5KhtwTpE5fu5EeiMEg4Co3E4BDQySHSZQXFDXbLSGVgWXVwPOafqQ3NxQPztd4NDRXbmoI7WoI724Lbmv0b61wbUs6tTb497eG9LYFD7cEz/VW3lzU+v7b/t9vH3t297IO9y/50dOYvp9d9e27Df51c/fmh6fd3jr002/H4cBXU3QpEYBwOk47Mfb8bgkIhMlIwFoumUEh8Ps9g0IVCFQ0Ndc3NjVVV0YoKv8/nUauVTCYdYCe0O4lGZqAUDodBdfjpwqqMpAy8yiBmTCYT1Wql02kXicrLykqdTrtcLuVwWAaDrro6ptdrZTIJcF/z+Tw6nYrBoDAYVNrZCCWB0WgkFosG9E4k4kExLBvqieOA8hiTyRAMBkASOBarTCbj48tGV62eGV0y7PU5ZTKJ3W5NpRItLU1ut9tsNhcXl0KjCQSSSqUJBIIBfyQSqXO6q/0Vqb6hFVt2Hdt35Nz8I7v6Fq9cOrl2xeyGoZHJxpbe+vrOZLy1OtZQH0u1V0abnI4uv3dZvHY6mVrd2LSnf+DE0mWnly17dHTxmnjNkNU84nHO1FbOJ2pmUlUzbcmZzrrZ3uaV3U0D9VAOVlZayCLg8rKymBRiAYNBxqHZZCKTiCcjEWwioYhKlhcXhSzG4cbU5pVj5/ZsffH6+Q9/+fR3f/jdrSM7Dq5a9uzFR//0xkv/9c7rH7z87Gs/vfXz25fnly+K+az10YrlQz1LetuDdjOPSWXiMMU0irS4WC0QqAVCZRl0q5NIJbwSpaTc67AoJeXJ6soTRw6smZ30Oa1ifgmTQshbkJWblUXCIqkEDBaRh87PgTTh7Kz6aGjHqumbjx46u2PDiUdmTm2Yef78sefOHjm/bd2G0d56n72ciquvcP3+F0/96onLhzdNbpkc3rtm2bKeVKVNWR+2rx4fWDHU1pmsjLqMLoN8ZulgW7LSICtD52XlpQEYJGSzc7OweFRBEVcsFekMWo1Oq1ApBcJyNpdDIBGhDQYYHCp9hSFyFkKbSdkLFuYshG6h5V44Agzt5sNysWgMCgnHYbAMOrW5KTU62rt9y5ozp/ZfuXT0/Lk9x49u2L93du/uyQ3rh1bPdm1eP3hw7+SRAzMHd08c2DW9Y/3KFUMtI521U8N1t05t2jHfZhXnjnVo33xh93u/PjLSbbTrqEoRnYSGETEkeB42LxeSf3NyoImZ3FwYwF1ggQY6MBCr0Wgsg8HilZR6HHaXxeJzONxWa9DlKKRT/VZLld/XVB0b6+upcruW9nRrykpkhZwap70+5FOUsvkcsqCALuUXOC0Gr8sqKC2iEnHFXBYiD4ouY/MWcIjYN1967tTebUP1NRvHBg+tXnn0kdkj62YOr5/fNrl0eVfLYF1NwuNwKWROlVwr4PNoVDoGRUOhZKXFAg6jgIxlYOF0TD4RkYvJzSJj8otZFLVMpFfJVHKRUadEwCGjLRaHzIfn/CcLNBwOT2ezoWYqYITG4/FsNhuHw7HZbIvFkkgkAoEAj8djs9kSiaS4uJjNZgMjNJvNBlvldDqdQMCRSIRM1TOIAQMRuLCQy2TSaTQKlUqmpkuwyGTiD/wL/ZhhYGBLyZifUenmZ2AHBQ26oL0vM630MACDhr/MutJ/AmAgtWUu/wHzCxwOX7hwIQwGAwAMBtiA5AsIR6lUAhhWq9UGg8FsNhuNerVaqdUozCadXqdUKsQ2q6GmOuL1ulP1ycpolTcUqm1sidU3OsPV7nAVq6QMTSAvhCFgSAxk9UQTMCgs5DhCIBH5cGgeCTrSb3ThuZACnF4FBque4D4CiUZjcGDaBBqGwRFweGJhUYlEKucLhLwyAbegCCwhEUkU4HzOdF+BbVWQDSaSKFCx0P8A4B/WAYjgToZOf0S8P/rwYQDOuJ3BcwD9AvQFVufMfSQSgkHwWwBZuIBbgkLiSERaY0NrvLYuEq6qrkn5AxGPJ+x2hxzuoMMdtLtC0OkO291hpy/s8kc8FVFvMOYJ1fgrE6Hq+sp4U2WyNVTbFKiq91YmnaG42RvV2ivSJOyXGTxqa4Xc6HZW1LpDCb7cINPb1Ba33GA1Of3OirDe7pLpDDKdQaJSyaHoD0S2SqVSq9VKpVKhUAi0XKFQaDab3W63yWSSSqVisVipVFosFpVKJRKJwuFwIBAQCoUKhQL8ksLCQjabzWKxoO+L6QkDsEENytWQSCSwPYP+cw6HA0CaSCRSKBRm+qBSqXw+H1odo5I5DGp5EVctKvMY1fGAY6Cptqs2ODXYuWvVxNKe5ohdV+22DLekrp488tTV809fu7BxevmmqfElnU2rlwx21oQjFs1wU7wnHhppiU/3t/XFw4Op6ERfy+Rw21hPMu41xN3G3qqK7kigzeus1qjqzOaIUlGj14VVSp9E7Cjn60uKg1pVU9DXEPD0xqsaK7ydVaHWiL8l7HPJhXoe1ykT+DQir1pYoZfWOPUJj6naaeysq9FKRYJCDo2Iw6NRVDIFi8VTqMzv7b5pDAYADC6m4AkUHJ6ced0SiGQ6k1FUUnzh0sU7T9wF/udTZx67cOn8lWsXr16/dP3mtavXr1y+CvU/X7566cKl84+dPnn0+JEz506DrqzLVy/dvH3j8bu3b9+5dfP2jWs3roITPBmIwA8z8GOnT4Lz7Pkz/69ZWiiVMLkcKpNRUFKcpl8mo6CgXCaTqFQihUKs1qpMFq3VrrHY9E631V8hNZg0dqfO6ZYaTDy5WqwzeaI1Dd39yfbeUKLR4K6AjPdmj8UX1doDZQrdwwAM/k6QaRH4fwIwNAsMh//nwud/3wWdDUPgyTRYHhKHhLZM8FkIJYsXU5hdrLIdHUOP9i+9smTiWFPnvNn+4LlfPnjt1xtbqgeC+rFa+1iteU1H4NXL2x784alvfnPt8xdOP3dq3RNHZtcNVg1VWyPqkqC6tNNvHw74a4v5QyLlieq6NyfW/GXb4d8sXXWmtnNXVfu6ZM/K+r7BRHtrNFkXjKa8/qTbW231JXyxqupkVV1DdSJZ4/Ev9cXONw09nRr6dcvStxevPh9vj9K4pbn5JTQaj8VQsRi1SmmPRT3m1uytD1wdSj2+uP6JxXVPj7X9ZLTluRV9v5weeH5F129XD90/vOrBlR0PLm/7+6m1fzu59v7xtR/unvjt+tGfT/Re7as/1Va92qZaZVUOlTEX89mb7NpNNs35xshrc90f7Rz7aO/KD/bNvLV37q2jG++uXd5llHkL6HICVk4m8XCEIiy5iMhg46iiwtJ4MBBymFIR/+oVSzbPT25ZNbVj3VxnXc1gW0N/S11LbWVHqnpRZ/NYX8fc+OLta+eP7tpxZNeOUwf3Xz392BNXLj1188qzj9/4xU9uvfrc02+9+vwn7/7mq3vv/v2/7j349s8Pvvnsu6/uPfj73769/9WnH374u1d/9fSdO4f37V7U1xfyuQMul0kLqb1mndqs1WrkEp1CYTebTAYowauCqqF1Ge6VyzRqlUku00nEaolYLZPoZRK9WKgpF8iF5TKRUJZWiaH1DcjeDJVLK8EpESsABoM2FpVSJ/q+aAnqGBbLVWCFuFwilyqhvWKRTFkukfNFUl65uFQg4pUJCwtKiwp5mf7nTBsWSAWDHiwigZo5H27AwmKIGR0YKMAPAzBUT43C4+B4Qj4eD8NhYFh0PrSjBjRkoGrAIABGQg/B4RADE3CiQq68uEhSXMhj0tlYDAuF4lFJigKOSVAaVMnqrKZ2t2Mg6B2rCq2sqVxRE5xKBqdSgal4xXRNcKY2sqI6BADYq1O6LTqb1ajXQ14wo9FoNlpMWqNZZzJpjSat0agxPIyjWoVGI1cDNM3ALRB4QawXiMAyoRScDz8HyMKgEEsslIjKxaJysUQkBT5qYK5WKzWgbUuj0sqlClG5mM8T8ErKuOwCALeg44pEIBPxkEjxMAyTiRTAw2QihUNnMylQOdb3l8XTgxFYHIFGZ+LwRDQSClfjkVgCCldC5xrKxa0uBwDgZVW+WegygXe22rUu5dvSENjS4NtS79mUcm1IODcknJvqPNub/Dvq3bvqXcc7go8vb3p165J39k28tWPs9fV9nxyevH9m3XcXNv/XqbX3Dkz9dsPQ3cXxY3XWLBKJAIK1aDQSND+TSAQiEU+nU8HjePz3VRpUKpnP57ndTuCFTibjVVVRt9tpNOp1Og2BgMuw9MMMjETCM/5kUK+FxaIRiHwYLJfLZRMIuIICTjQacThsPF6Jx+OKRiMsFoNMJno8rni8xmQyKJVyr9c9Oro4mYxbLCbo7aBWbTDoTCaDxWLS6TQGg85iMUFxfqfd5/OEw8GqqmgiUZtMxiORkMGgE4nK5XKpy+WIxSqrqiMOp8XjdQwN9+3YsW3Llk29vd0+nwd08CCRaBAfLSgocjrdbe09danu5paRnv4VI8vWzD+yZ+POY3Prdy1evqqhY7itb6yld6S9b8nQyGT/4PLmtv6Wxo5EIFDjsLSGfH2xcIfXvbgqura9fW1ry2wqtaIqOlLhH68Mz9enZpLxyUTN6o7GiebEVFfDdG/T0o46KDoV8tq1amlZKZtKBd1faBgMkw9VhiNzc8koNBWJZKCQXDSyhICRs6ghvWyiveHYI9NPnz74y6uPndm2+tDaFa/evfzFm7/6w0s/feeXT7/67N3Th3ct6mpMRjxL+zsPbF2/YWaipTZGQyNpaCQTi+USicVUeimdWcbkCrgFhXSqTiktYFILmFSjRtGQqF65dKSlPuG0GGhEbH52FjJvITwni0bEFjCpKFg2LCuLQ8Ztmp7YPL3iwv6dt47u3zo2dOKRmZv7tt08sP3A/PKZ3tamCoeUQ6kPed544enXfnpr69RIXzKypD013tXQUR2IOg1+o6K1JjTQnFjUXl/ttS/t7xxsa7CqJHhEzsIFWQtzsnLyshfmLMhaCN1BYdAkCpnBYvLKBBqt3myx6Q0mkVjKLSiB/hVh8CgEMn19Dpo/Tdv583KhTwNN7KKhnvV8iIcReZWRin17d144f+rs2eOnTx589NiuQwc27twxu+GRJavm+jdvHJ2aaF8107l98+jWjYvXrepdv2pg4+qRVSuGLh7ffWr/+iWdVaf3Tp3ZNx424qoduPde2fvNp9eO7uiyaQhGJYeKgSFy8pF56JyF3/ddQYGHvHwQ+oXB4IB7YTA4AoEiEEiFhcUajc7t9EDL2xUV1eGwz+HQySRKocCp1yUj4Uq3c37Z0qZo5fL+vojNLOGy1MWFnfHq+oi/jE0qZZGL6CQJr7iywmvUKBkUYiGbkZ+dRUYj8fA8dE7WqYO7b5w+3lEd2j23/NCaqQOrJg6vnz27e8ve1VN9iZhXLdeXlRqEfEVJMTE3h5CXJ2CzxYWFBqm4jEXjENFUVB4Jno3OyUJlZ7HIWKWI19XaODrU57Aa1AoxDovMh2XDEbn/iwIMh8OZTKZcLtdoNKWlpeBtd2lpaWFhIRqN5nA4lZWVTU1NJpMJFEELBAIQbmQymQUFBSVpkTft8MQ+DMDABc3lssvKSouKClgsBj1d6Zdh4IxpGZAwcKYAQwrQx4BIm7ElY7HYjPybAWAajZZRgP8vARhIygCnwRdQQCMLFizIy8sD+7pMJlMoFALo1Wq1IAMiFovB35JWC83eGAw6pVKuUctNRq1ep1TIRVaLvqY6Eo1GxsaX1NQm9h89+tpb716+88SOwydqmtuVZiutoCgHjoKhsHgyjUiCvEYEHBGHwaORKDgsPy8HGm5emLMgO3fhwrxcAL35cCQQgYECDNVopTGYRKZCkiCeWFBYLJUphCJJuVBcXMIDXdAUKh3KTFIgB2nmUi6eQALoS6bQoLUkaMMUGlzNKMDQn4dAymDw/yUAA7L9Hlp++GygDQvYnjOSb4aBM+lfwMlIJLSCyystx2KgUGhzU3vZsmJuAAAgAElEQVQiXh+trKmprasIRr1eiIGdnpDTE3K4w05PxJE+nb6wO1DpDcb84WpAv7FkS019e2Wytaq+I9HS29A51Ni9ONk2UJlqD1Q3uiN1tkCtvaJGa6/wRlKeSKJYpBRrzEaXX26wOgKhqrpGq9dfVC4qKiuXqtUFRYXFxcUg+y2TyQoKCgoLC3U6ndvtBg1Y2vTGL3gxGI3G8vJym82mUqnUajWFQkGhUFarVa1Wl5SUsFgsPp9fXl6Ow+Fyc6F9I+BxAP5nUIuVuQ4lFAr5fH6GlsEVHwwGQ8QTKGQiFrqWBfVEBKz6lupgU9S3rLtxfqTnxon9v37qxpappbryQlkhIxlwbpha9ujurY9MLN00s2J2pH/LzPKDG1ZtXLlkarBzarCzyq6t81tXdDUO1cVGm+NTA21jncmJ4eaBhsr+VHhJY+1gTXggVtHmdXYGPCmLoc3rrDHpfFJhVK+OW80tQX93TbQ1UrG0vTl9NjZWuJMem08tDeoVlWZN2KTwqMq9amHMpoEA2GNuqI5IBDxeIYdKJKAQUBNEdk4+tHiUTv+isKSMAgxeSwQiNe2IxoOrOSQytbC4SKlWPf/LFy5duXzh0vlrN66ePX/m4uULN25dTTMwJOdevnrp6vUr125cvXLt8rkLZ0F8N1P+fPvOrbtP3rnzxOO3Hr8JXNAAmy9evgDCwEArPn7i2NHjRwBdn794DojDrAKuQCyiMOjFZTwKg05ns5iFhWKlUm00yvQ6pdFsdLqtXr/V63cEw/6qGn91rTdWbQ0ElRabSGuUGa3WQDgYr0u29wZq6hRmZ4lULdJYDa6QxubnybUPt0CDSjA0iAGnFWCwGp4Ny8+FI/7/AfCChXkkIi0vB46BYQgwLDYLpmTx/EJ1o9Gxa2Dk0ZFla6trvVjcg2d++uCnP3n3sSNrW2IjMevimHkgpNkyWHN798pfX9j24N7zf/zZiTdu7Hv5ws6pFn+TQxZRFbd4DWv7W4YjgUGHvb1c0ERlXG1s+8fRU29Mrr3ROnRndP78yOzBgYktHWNrmwama5tHfJFek6dD4+m0x5oq4y2Jupaami5vcHdl42vD879vWflOx+RFf2Mno8yIISvZ3NICNpWAlbPoUZmw3aQasso3xmyXh+vvLG290he/0FVzqjl6Y7D5qaXdPxlt+d26kW9PbnlwbsuDsxvvH5r6896JT/ZMvbNtxds7Z36/a9XLGyaPt8X7RUVLFILlKtEKhWClQjCvET2/vO+j7eOf7V/5+40jv5jteXqu//md06dX9Ad4DAOLxMehyinkAgKBgSGwCTQ2kakQSFKVkeaaqmq/t7mmKhGq8JmNiVBFpdvpMxsjLkfIYaut8DdWRRuroi211alwuKehqSNZ19PQNN4/ODs2vmbFii3z8/u3bDpz+OC10yeeuHLu6RuXnv/JjTdefvaTd3/z5cfvfPTO7+5/8dm/vvvmu798df+Lz7/+86dffnbv04/ef+bJOwf37Fg2uqitMeV32cX8En5xgUomtZq/b7FKF1nppBKVRKyUyzR6nU2pMKQlX61aadFp7Fq1TaU0atRGML0hLJcKy6XACA1SwQK+mF8m4peJBHyxsFwKkbBMJRSB+uHva4YzAAyIt7isvLCUzy3msQtLmNwiBqeQRmUx6BxmOhtMJtFB/zOFzKBRWTQqCySEAQxTyAwKmQEWkjIYnJlHygBwxjINacVIHB6GI+Th8LlYXB4WA8Ng4Fg0EodC4vLzofhQfh4M+iKDQKLyYVg4nIBCcciUIgatiEZl4XA0BJyLQ6uKCnxKWbVJ1+S0dnpdPR7HgM+xJOxdHq0Yr/TNJEPTycB0bWCy2jddE1xZFer3O1NWnUspchqUNrNOp4cGdk0Go9VgMWoMFr3ZpDUa1HrQ7QysyEaNATwCDM/A6pyxNwO1ViGWA2+zRCBWiCGju1KiUIjlgH4BHkMMnAZgsRBat1KmU8QAgLVqnV5r0GsNaqVGIpKWFvO47AIWgw31WpGoIPRLJlJwGDwBR6RR6BkABh8WcAoLOIVMOquIXchlQNZoKpVO/eH9A4lMZXMKSGRoK5iAI5IwBDKWyGcX2+WKZqd1UcSzNOobr/TMxCvmajwzMcfahGtLQ2BTnWdj0rk+bn+k1r4+7lifcG5KudZEdGtC6u1x8+XRxKvbxt4/OP365uFnVta/sXno3qHJL0+u/vTw7Dvbx56f7Tzb7tscEGcpFLLycj5470ijUQD9EtMUD4RWkLMFlTMMBo3P5xmN+srKcENDXWtrc2NjfShUAXC0pKQos88JuJqQzusCNv4RHmMwKCDmcLlsk8kQjUacTjuPV1JTU9Xa2my1mouKCiorw5OTK1tamoRCgd/v7evrqa9PQXPLOo3VCl2Mcrkc4Le2Ws1Op93rdfv93kDAFwj4wuGg02lXKuWlpcXpFRU6ZFFnMbRadTQaGR4enJ6eXLJkpLo6JpPJ6HR62hALiRIMBlTOjkRgpRLlwMCSudktPb0rl4yvW7R0zcTc1t2Hz63bfnjttkOjk2tXbd67esu++Q27d+w/cfTEpe27j62af6QlGW9LxLpS1f0NiZHm+iXNDUsa6kbr4l0Vvu4K71AsvKw+sbwhOV4Xn2ptXD/cs3Zx13R/y6KmmpZKXzLoSYYD1QFfhdMuFwpJGGiNFpUPJ2JxHAZTUMqTlfHLmEzsgixKzkJydhYjN4uLXKjlUCc7668d2PLr2+dPb1010lC5b37ZO88/ee+1X/z6J9fffvnZn1w5s3rZomX97bsfmX9kYmlPXWKopbEuFJQVFWIXLCDl5ZXRmEIWt4zGLqExKBiUUlLOZVAoeHQRm25Qy7vbmoZ6O902k6isWCIoxSLycrKy6CQcgGREdhaTgJ4dXXRu3659a2Y2LV20vCW1fnHf1rGhg/MTG0b6+xORKrtWy2OFrJodqyd+/4unj2xeu6S9IWzWuJQiAYOoE5Ro+cUBo6Y5GuxKVcdc9t76ZLLCZ5aKaBgUPD8PqotakLUge+GC7IVZC7Kg7qjs3LTrkkKjs0tKBRKpUqnSqdQGlVovEYkVcqlEJC7gsskkAg6LhufnLYBWL7PQKFge1FWcVVjA7OvtOHHi4M2bF0+fPPro0QNHDu7av2fzlg3T0xOD40tax8daJsbbO5oDTUlnV0tFyCsvL8GUFaDFPJKkhBEP2FeP9z1x/uCds9uevry5PympsmM3Tbh/9dS6D14/MdbrUvIJhPwsHAyBzEHmLMzNhlADsmEDyRfUIZNIlIKCIplMYTSabTaHy+UJBIKV4WhNNOZ3e8x6nVwsgjRQKlXG5/mtlmQotGxgYKSj3aVRdycSHAyGiYI3hCtaayKpiN9pUJdx6GVclstq8jkc5SUlXDoUgUMszMLCcnCwhXPLR/70h7emR/r2rZm+9ejBIxtWHd+8dvfsxLLO5ohJ55CJpGymrJBDzM0h5uZw8fhSKlVeWiorLeYQsaUMUn4WNHpMxyEtatnmtbM/uXXlkVUzHc31Bq2igE0j4NEIeG5u3gJoqfk/HPn5+RwOJxKJJJPJWCxWUFBATRcsCwQC0CPA5/Nr04dMJmOxWOXl5TweDyjAQBamUKCiWgYDMq7jcBgqlcxg0IDpo6SkCAAwqMLK7LqlU8aQoTMT/QXmZ6DHZtK5D98B0hmRSATknOnByhTdAwDGYDDgV8HTB/BRZ1RfIMFBOzwYDEBuIDIDP2pag4X2kLlcLpD1lEqlwWDQ6/USiaSgoKCoqEihUOj1erVabTIZoA1YrVIkLNNpFWaTViTk+X3OaDTS2NzQ3tE1tnLl/b//640PPvrVm+/vffRUdWNzKJ4skyoY3GImt4jJKoDeE0B9shQwDgzLzYOOfBg4c3Jh4MzNy4flIzIV0KAHCyjAJDKVW1AkKIf8uqU8fnEJj1tQxGRxaHQmAOD/2YmVGRAmEsngBC3NP+JeQMWZWqz039YP3tQf6qMBIWd+4f+8g/uh9As8MxMDBp8N8Pb315txBCyGyC8TZWXlxKK1jQ1Qy0NdfUs0Fo/FUsFgtcdf6Q1EXd5KmzPo8EQC4bjNXWH3BN2BSl+oyl+ZqIilglV1waq6WF17VX1HTWNXbVN3orW/sXtxx9Cy3tHJlr4lybaBeEtfsLY5HG92Bmt4Uo1AoZdpzQa71+GtcPoqjDYnXywTiCVWp8vhcpaWlgqFQqfTCdRdnU5nMBjKysoMBgOQdg0Gg9vtLksfBoNBq9W63W6gFavV6lgs5na7i4uLhUKh1WplMplEIpFMJmdlZTEYDND6Bua+QP4IvCxp6Tp1LBYLh8NRKBSopUTkw+lkEtQOvjCLScRV2Ew99bV1IVdjyDk50La4ufro5rnnbp5Z1FzbEHRYZGUDjfGR9qY96+a9OmV7TWVPqmpRa91QY3xJe8NwU7w3Ge1NhIcaqoYbq/uSkYG66GhrYklbvKPK2xy0DyXDy9uT4821i+Ph4apQf8S/uCbSH/E3u2z1NlPSrG+wW3qioe6qysG6+ECqdmVPx3hH07LO5rnh3pTXHrPqhhtqR1rivYlw0muusms7qwMd8XBPc51MyCfjcTQKJDJgsEQcnpyPxCExZCQGaoHG4Cl4AnRRBhIriGQCkYrDk8HLGI3BFRaVZOfmrN+44e6TT9x6/PaVa5fPXzwHWp2vXr908/a1jK4LNpDOXzwHQsKZVPD1m9cev3v77pN37j555/G7t5986onH796+duMqaMy6ePlCZkjp6PEj4JOfu3D23IWzzzz705m5aRKNyikq5JULCktLqGwmmUkvLCuTqFQaq0VjtZhcHk9ltKKmNlgbr0zVx1vaAjXxSKreG6vWOd0SvVmg0umc3qrG1tqWrlCi0eKPKMxOqd4hN7okOnuZQodnFSHIdBiGlI+F/jYgZzhUbIvLXgjLyc7/fhENjsiUYIEMMNR8m/aNo9B4JAoqwkVjCAgkFpaPAk+AmoGAEgZDQQM2aBIJQSDA0MQcZDmFG9aamxye8UQyoVLFhLyEVPD66SN3Ns/f3jx3fetcXMtfWuvu9WtmGgN7x5rfu3P829fvPnj352/fPn5773xExpnvir9w4diu5UPLm2pH62M9Fc5WrSzJZfYWc08lkq/Prn15YvVPFs/eGJo5UDe0Ody6P9F7rGHoYFXr7lDjVm/z3rrFqxv6+oKxHre/S6K+Wtv9cmL43eTYK9XDhy2xZo5IiaMUU6kcNpNFI4vo5Fqtotkg79aV72oM3Z3ou7us+9pQ06Mt0b21nt1VnmMN4ZuDDZfbK/+4Y+rz3RP3toz+cdPi368deGZJ43OTfR8f3/blxeNvHtq+qz46rBYPycoWSXhNdPykSvjEUMdvVi99Y/Xg5wcmbw/VXhyoeX7zijdP72nSi9xlbCmTxKeTiqhkNolMwREoOBKXxi0v4YccntpAOGhzWZVat94ctLm8RqtLZ1KWCV06U9jhqbA6/WZ72OEJOzw+k63KVRFzBOPeaGOktrUq1Vad7K1rXtLZMzsyNj82Nj+2ZG7J6Nrly/ZtWHf1xLGf3rz64jNP/ublX7z12ivvvfHq5x++//e/fPHPv379lz/f+++vv3zw7df//fWX995/89UXnnvy5uXj+/esmZ2qicYsJqtYKJGKZRqVXqPSS8WKcr5YwBOXl0lkYo1WZVbJDTKxRq0wWk1uo8Gm1Rih/SSJUi5Tq5RQJBhowiAYDMAYsLFQJBNLFEKpgi+SpqdnRXyRtFQg4hbzisvKwVnEE3CLeayCYjq7gMrkMOgcOo0NuqCBzAvMz8ALnSmIzkwiZZ4DiDfTm/XwHagzL92MhUUTSAgCOX0S4XgcHIeBYxH5SLBhC2omsrOzF2Rl5eXkImH5YDiTisdTsWh4VhYZlmfg8yqNuogGArkuj73f71wUcI4EXEsj3uma8FxddDoZmKh1T1S5Z2oCc/Hwiliwz+eos+kzAGyA6FZng4qwbBadyao3m7VGg0oHBntVEoVaqtTIVBqZSiVRgJki8KBSLJeVS5QSxb8FXSjvnXZHg8JnabkEULFEJJWKoekJUCINKqaNepNGpdWotEq5SiyUlBbz2EwOaHUGbc+g44pGodModCadxWZySopKAR7TKPQCTmFJUWkht4hJZ3HobC6Dw2Fx0zlELoPJpjNYNDqzqLiURKZCAWAsRL8EFI6BJQvojKRJ1+O1jIRcy2O++VR4rsYzHbWvS7pXxawbEs4tSfeGGvvqqHV11LomZltTaZoPqteE1AdbvE/Pd799YPrd/ZO/3br41xsG3ty+5MMDk58cnfvDvsnXNgw/sbThWL3jEa8oKxDw+Xwet9tpt0N5M5VKIZdL5XJpaWlxaWlxSUkROHm8Ej6fJxCUGY36eLymq6ujo6NteHhw1aq56enJ3t7uRKI2kagNBgNGI1TcYrWagVqrg4aZtUaj3mw2ms1Gk8lgMOh0Oo3JZADSsdGoD4eD7e2t3d2dTU0NLpejublxenqyvb1VpVJEIqHx8bG+vh6RqNzlcvT2dre3txqNeoNBFwj4rFZzKFQRClWEw8FIJBSJhILBgNfrdjhsOp1GJCr/f1h7C/C2zgTfW4nZkiVZzMzMzMyyBZYlWWbmMDoOp2GmJmnSUJM2ScPYdNpOGaZTZp52OtCZ6cDu3tndm+8evx1N7sA+e797z/NWj+K47Djnd/5Ep1Ox2EY8Hstk0mUyiV6vBZ8fCgVsNotUKqbTqXg8HoPBkEgU4EonEEg4LOThIRFpLldo+7bDq9funrdww4pVO/YeOnvszLVjZ67teejMwRPnD544v/PQqR0Hjz966c6Lr7536+6Le/Y+OHfO2NKFY6uWL9y8dvnO9at3rZvesWrF1hVLtk8t2b1y+ZZF85f0do3mMiMt6dFcajCb6M9GO1PBfNST8tszYX8+Gc8l44lQCCryYLKhwrSGRhIOr1WqJkfHzp0+vXfjxlXz5i4c6O2Ih/MBV19zZPVIz1NnHnr3yasfP3vz+QvHD6xetHnR6JWj+9760fXX71559e71l564+uyNx6+dOX5i346DW9avnj+nO9OcCfhjDrtNoRCQSLiqWvSsSlIdgoUjsMlEDp3MpBDkIp5SIhBxmclIYM2KpdGAR6eU2k06IYdRObMP1IioVQp5Mi6jFgbryiQOblhzfPvGFUO9e6YWlQKOoabwmtHeqf72UtjlUQtZmBpmY63PIH/isZOPHdw72JLSsuk8PJpYWyEiE0RkglkidKrkLo1SJ+DGnbbelnRLKMghESDghf6AVVZDd+6zKyugkqu/tCjX1iAwWCKDzhGKZBq1wWy2ul2OmbSkVq9TWcx6i1kvl4loVMKsWTA4vEIu5w4Otp88+eDdu1cee+zojh3rjx998NCB3ZsfWLV4wehQX6GjLZ5v8WdTTq2CyqLWYBEwhRCfa3IMdTclQyYSuqIWBmuogIlo6GLCMVzwHt48NpRTzu/WeDWwQoTwyt1tNx5b15W1UxuraqD/SrOrKn4ofIbBZsPhDWQyVSgUK5Vqp9PtdnsDgVA0Gk8kmhKJpmg0HgpFPC63QaMV8bgsGpWEwWAQCDoOL+NxOrKZrmy2O5dNul0+g15AIorIBDWXlQ75wg6Ty6ixqpVasUjO56pFYpNGQycSmWQyDlFfDYPVwGCFdPzffvvLXRtWbZtaePHIvkf373x42wOj+XTKbfGoZDoOg41BketrsFWzMZUVpPo6LZ8noVEFVHJj9WwuCWNWiIbaWw/u2Hz1sdNXzp3et31jIdvssZv5HDquEVFXW1k504BVU1vxT/gX6n8mkUg6nQ5Qrt1up1KpCARCqVTKZDLqzNaRz+fr7u6ORqN8Pl8oFIrFYhaLBTLAzJmLx+PR6VTQWk+aGVYHD+bYbCboDgBVWOVNYADA5T4CgMHA/3w/9N7//m8AuLyEVM5MYjAYLBb7DwEYiMnlPvxynxYQnMEEFLCI19bWIpFIMpnM5/OVSqVOpzOZfmgDplKpBAJBJBIZDAa9Xm+3W3U6jVajEIt4ZQB2u6zFYr61kBsYHE5ms5dv33338y8/+fY3L7394fmbT/gSTd2j43/8j3ul7j4ilSGWKOrrkGCPHlHfUF8LNebPlObXVtfWVFVDd73gxhcAcD00HIMECjAS1Qhm+pgsjkQqVyjVfIEI9GCRKTQCkQx6sMCGKhB+gWL8fwrAZQYGEPvffwXaMnBB3w/A908lAWYGsF1TDeewBbNgVU3JTKmtK99ayrWWEslMMpmLRFL+UNIXTLh9cbsr7PTG/OEUNP/rDds9IZs7aHGHbd6o3QeFgT3RjCea8cay/kQu2FyMtXQ2FXrTpYGmQm+mfTBdGgg2F5ry3aHmVr5Cz5Nr9DaPJxIPxZtc/pDebOOLJQKJ1GZ3+nw+oVDIZrO1Wq3BAK2MgM5nu91uNptBxNftdlssFpvNplarqVSqWCz2eDwgMW42m0OhkNVqJZFINBqNz+eDTkoikThr1iwsFgsmf8ujXEgkkkajSaXScDjsdrsVCgWRSAQSMfTEB4XGNjTUz4bRcI0mpSQb8mQDzpBRWYq75ne3zOlI/+vXH/z524+XDXeunOgb78we2b5+4UDnuoVzIlbDRGdx8VD39OTQaDEzmGvqagqVYr72mKenOdibCnUmfF1J/0A2Wgq78l5Te8g+WUhO9RWnuvNL2rPL2lsmUpGF+ebJdHwg4huIBPrD/uF4eH4xN9aaXdDdPrejuHyob9lg97q5o7uml0y0tXTGA/O7ClMjXevmDc3rynUmfHM6sgsHOpNBn0wkhGIQRDIGS4TMdDNrtwgUAYEiIBsJKCwButnFQlY9DAaHw5LQjXgiiYLFEcgUGoPJroPXHz954ubtW9dvQvpt2e18+erjV69funHretkF/filC2WCBf5nEAAGFmjggi7rwEA3Bhh84eL5azeuAq4GsvC5C4898eSd3v4eLJFAYzE5Aj6bz6OwGFQ2UyCTKU1GldmkMpv0TpcrEg02pyKZLADgpmKpua3dl2zW2J0CtZ4tUyktjkg2X+wfTZV6PPG01gGhr8bmN7jCBnewkcapw5GqG7A1SKgCuhaOrq1D1tYhIfqthFZJoDK8vwDwbMgYA1mdoQllgLgINCBhOAJdV48sN2PVw1EAgCHnMxyNq8cgK+pqYLPJDY1+nWU4VxxoTke1apeQU/KYi07t5smO8ztWbBhufeWxh5rVvLlNvlWdzUtavGs6Yy8c3/7H15+496sP/vDTu3cPb948XHx00/Qr509smzM0lo2O5OO9zd6xuGvUpe/gUwZ4jAOJ5PNLpl9YsuHJOWvOtc8/kuzb48o9oArs1AUfjXefCA1c6lpxanDx1tbuzYnsXl/8Vqhwx5i8rY4f47snCDIvnCRF4zk0GpNBoxKwGjopb9W2m+T9JunBrtTVRX1nhlpPdqc2RW0bgtaVLt2WiO3BrP+R9ujbD8x5d/3YF1smP9s0/tHGOW9umPuAXzft1jzUmz+/cGJ50N2vlORohAIVNynh7I16np438Pm2ld8f3fj13uVPLmy/uajrtQPrTy8bicmYBhZeQsVxKXg6CU8hEAnQ91Acg0wXc4Ueoz1ocbt1VpvSYFcZDWKVViC3KvR6kdKhNrl1VotcZ5JqXFqLz+hw6+wRiz9i8SedkZZAcz6cLkQynU2FwXxnzO7LBqK92daJzp7Jrt65Pf2r58/f/cD6Qzu3n3rowPnTx66cO/3MnWvvvv7S5x+89el7b3z96fu//vqzX3/92defvl9+/82nH33/3a8//fizJ2/d3fTA5pbmrFqpU0nVFpNdKVHp1CajxqyUaXUKk8XoMmvtMrFKqdBq1JD52aC3lCuvjAarUqFVyDWAgSVihVgkFwqkQoFUAs3NqoRSBeRwlsgBCTM4fCZXwOQKGBw+0H4B/ZLIdCqFCeRfoPeCJSQiqInGQnfy4IBe6PIUMKDfMgMD4i2LwGgUFB0CCjC2rhE3c8oADK9DzPweCrlL0GgMAoGE1mzr6uurayphs2pnz66rnNVQMZtUXydnUIM6Vc5hKdjNvV7HkM8xFnDOCbsXxfzLmyOrc03ri6np1vBU2ru8yTvVHJhORxYlg4MBe8Fp8usgBdhp00NFZGaj3WpzWhw2g8WsNZo0BkC/AH2Nar1RrQcf1MrVkHdcodEpNBqZSimWAwAuv5Z3jMrlWH8DwIB+yyXSoGUaoK9SrhILJRwWl0ahkwhkPJaAw+DLHVdkImXmjowCUS6NyWXz6FQGUIZZDDaXzWMzOXQqg0NncxkcNpPDZnNZLA6DyaYzWDQ6k83hEYhkSP7F4AloHG7GBCGnM3oCnvnJwOJUeHkmsi6fWJcLrc8GdrbHd5Wiezqju9tCmzOudU2OH07CMuVXbE1bL8wtvL5z8WdH13720OqfPbz2t49u/uLBFV8emv5g18Lnpvsuj6aOlbw744a1HgmMx+NIJCKNRgXpDDN2YrvdCgRVr9f998dk1gWCnngiHIkGmlPxjs5ie0ehORUPR/xNzbFYPGSzmwxGjdNl9QfcXp8zEg3E4qFkU7SpOdacijc1xxLJSCweak7FY/FQMOT1B9zRWDBfyA4O9c6dN14qFR0OWyQSmppatmzZkkDAF4tFNm/e2N3d6fG4UqmmkZGhTCZlsZjMZqPBoHM4bBaLSa/XarVqjUYlk0k4HBaFQsLjoYfaoAuaTqcKBDy5XKpWK4VC/kxnLJNEIgEfJoPB4vOFM4s45EY0HoclEQlUeD2qtgZBINLkcvOyqU2Ll23qH144MmdqesOuwycf37jr0Mnz10+ev37++o+uPfHsj3786ouvvP3wyfOl9m6bzRIMufKFzNhY36oVS3ZsXndk764Th/cd2L7p8O5t65ctamuOxz2OUirRX8y1p+Nes8qpl1lUQpNS5DLogk570OF0mq0mjU4pUVDwZFQ9EoNEUQjESMC/Y9OmZ2/feuPHz/myiIIAACAASURBVHz6+qtvP/PkS9cvPnXu1LWHD7xy7dE/ffb2F6889cGPb945efiB+SPbls2/cuzgrTMPn9q3/dyRAx+8/NwnP3nlwtHDl44ffe76lbMP7j+9b98j+/fvWbt2vL094XBaJFIuFtcAgxFRCDaNxGfRsMh6IgapkYtjQe/4UN9gT4fVoNGrZBq5mErA1MyG1cyG8WhktYDDaIQ7VdITO7fuml6ybnJk29J57RFv3mObbMv2NYf8WrGeR+ETEXRUpZiGHWvPXT7x0KLBHqdKympE4KpgTpV0MJ9pT0asMiETDSfWVvDw6P5caqiQE1CJBCwS0VBbUz17NlB/f8BhWE1VNTQtU4eohSqwauvq4I0oDIlAFPDZHCZFwGVoVVK9Rq6U8dUKoc2sGhoorl+7+Mzpg1cvn3r0zMED+zbs2Da9fevK5Ysnli2cnDc+2FXKxEJ2g5bHotQ31EDQyCLXtDa7Hzu55/knLp55aNehnRt2b5w+uGPDaHdezaP6DOKJ9tjaefmNC7OblyZXTjp7M9xff3rp6w+uDLb5hAxUY01VQ01dxazKqqoaEPGVSGQWiy0QCMViiXg8GQpF/P5gOBxNJpsTiaZAIGS3O0UiEYVEBlF6ZD28vhqyvmPq6n02S3smPdrd1Z5KyTksEZ0qJJMYWFQuFsonIh6jXsykq4UCr9nkNpoMcoWMy2OTyERUQzUMEoEdZu2ffvPt7k1rlk8Mndy95cy+XTunl/m1Sg2XoeEyqIgaUl0lHAajImo4WDQcBmNjUEISPu60bVszdWDrhhvnTl979OSx/bv2bX1gznBv0GVRSgQ8JnWmbAsaT66qhNXUVkD/p/7JBXp3WCxWJpMpFAr5fB6au8Rg2Gy2SqWSSCRYLJbNZmcymY6ODqvVCmzPAoEAJBU5HA5IJzKZdFD1TCIRgGOFQMAxGDTwnI7DYTGZdKAM42emkjAzzpP/3wrwPwRgDAZzPwADfr5f/gWDSUBtLrNHXV1dmX6BQRqDwQCtG+Q/3W63yWSiUChwOJxMJisUihn7q1mplEvEfKGAYzSoHXaTSikxm7SFQmupo23DA5vS+fymXXs//+Wvv/rNHz/59jdvfvLFjkNHB+bM+92//fu3331vc/roDA4eR0ZBYeDGBjgSOg3QkmEdvB4SfevgwP9cM7NKD6K/9fCGMgCDJSQqjcHjC0EJFpvDozNYFCqdSKLcrwD/FwAM5N/7ReD7Ebcc9/0vFOD7P//+9/8MgIHBFQ0VOkHua0C/SCS6uqqexeTV1TakU7muzr5ioSNf6Ehn8plMW3NzPpZsiSayoWgmEE6FYtlEqhhtagnF0/5IkycYdwYS7lCTL5oOJlqcoWZ7IGnxxK3ehCOUckUyrkjGEUqZ/Al/qhhsLtiDTcnWLm8sTWQIiAyeSm/1BKO+UNRodShVGpFYKpUpTBYIcQ0Gg0wmE4vFRqPRbrfr9XqlUulwOMCTER6Pp1QqJRKJwWAQiUTALK3T6YBNQCaTSaVSOp0OLPQcDgeLxZLJZAqFAnrIQQNW48w20qxZ0KNEFAolEonAAxeHw6HVank8Hki511RB7h5UVaVayI+57V2ZRHtTMGHXtsdc8zoyD22e+v3nb977/quDG5f3ZUMbl40/tGPdvnUrpkYGCiHf4v7uNXNHdq1aunSoG5RgjRbTI4Wm4XwSesib9LdF3aWoO6aXJw3KgtsykorOzzdNZmNjqeBkNjIYc481B/rD7g6Prdvr6nQ7ur3u4UR0opBb2NMxp70wv6u0dKBry5J5+9ZMLept70oElw50blw0tnN6wcrx3gU9+emxnjndRYWAJ+DxqWQKDkfAYIn1DZhaOAaNpzZgSA0YEgpDROOgQCAGg8M2Ql8bkG0SRwKPclhsLoVKl8ikd+4+cfX6tWs3rl+/ee36zWugy+ry1ccvXblQLrW6ePlx0IMFXs8/fg6cS1egnPDN2zfAAYrx/W1YoEOrHAm+ePnx84+fu3bj6p27t0ORII5EJDFodC6bweMweByuWCjRajRWi9yglxn0aqvN7PU5IhFXLOZLNofS2aZiKVXqAADMV+nIPBFdJFPbXMlCZ7q9N1XqCaXzjlCzyRPV2gNKiwtNZddiiVUITHUDVAFdXYesqoZXVcP/HoAr6uoq6urq4dDuS21dA+jBAtovtO33v38QKMPwehS2obGxuh5fj0bMgh4Bs/Hklkhssrs75XUJiGibgtuT9nU1u/Mh3Qs3ju1eMfT+ExcGwo5Ol34k6hgKmVeUYidXTn5w/cT3r9299/MP/vz+q//z4zc/vXv11qHdyzvyE61Nk70t/cVwb9I2HDb1GUU5BnZIwt+XTD+1aPXdyZXn2+c9HO876m8/ZEsdNSfO+9tOuDoeTY6fahnZH245Hs28M7b4275Fv2hf8LK7dJDnLMBZhlq8CAuJUDh0I7q6ysSitVl1Ra140CQ7NlJ8fH73/kJoT86/OmjenPSt9JkfiNh3NbnuLOr9bP/0JzsW/u7w6m92Lf5k+5Jfnth5Y/HQgII7aFAuifg6lNJmFtVSAQshKlfZded7Wl+dmvzt4S3/8ejet9ZNvLhq7LUdU28+vGvArTPSGgX4Bh4VR6fgSUQ8HiquwOAbMTQSWcTkhR0+s0zPJ7H5JLaSI5XQBRK6wCzT64Qqq8LoUFscaovP6Gr2xVujmZZwKuVPNvsSzb4EeJNwR5KeaDqQHC7197SUOlL5UnM2F022RBJ9+dLi0fGJvp7FE8PTC+esWbpg+/pVJw/tu3z25PXzZ9586dkP33j1ozdfe/uV5996+bmP3nzt8/fe/PTdtz55771vvvzq+19994uvv3n+qWc2r9+UTab1Kp0VMuWa9Qq9SqrWyfVmndWitepVRoVMrdUYzSa7xewwGW0mo83p8Pp9YcDDoBYLpIJ/8EVLFFKZSixRCIRSvkAiEEo5XCGVxqLSWBQqk0xhEEk0ApGKJ1BweDIOT77f2FxuwCLgKeXQb1n7vR96y9HfcmV0uRALWKARcDS8HgWHNhWQ2Fokrg6FrYeqiVH1UFMxoh5KSsLhM29q6uHV0KmZVVUJg9XPhm4d0bNhShY1ZtTkHOaSw9zrtva7zUNu85jHOjfoWJLwr8zG1uZT6wrNK3Kh5SnPkrhradS9JO6bG/H0+6x5hzGgl3vMGocV6r80GfVmk8FqNJm1+h+s4X8RfgH6mrVGs9ZoVOv1Si2gX61crZYqAQCX475gEgk4ou/P/SrEcpVUCfquoEJptVaj0YEDGr/lcqVMpuDzhTQag0gk4/FEAoGEx//gLCvvHoEiaDqVwaSz2EwOk86iUyGxl8VgQ8TL5LAYbD6Lx2fxeBw+l8vncHhsDo/F5jJZHDaHB6nBRArEzDgSsRHPIdI1HG7JZRkPu+ZEPfNjrlXZ0IZ8ZEsxdrA/u68rua89vj0XWJ+wr41Z1yfsaxKO1RHzUrd8U5Pp7Fj2hY2T7+1f8fGDK39+cuMfL+35+ui6T/ZPvbx2+MJI84Mtzm0x3QMB1RqPDBYKBcLhYCDgc7kcQJUFYGmxmMABcutMFNsA2Y/NOqVKqtOrALh6fU6vzxmLhwJBj81umtk11CpVUqGIq1BKnC6rzW6y2U1QavsvB9L0rQavz+lwWmx2k91httqMZove53el0onJyfG+vh6v1x0I+ObOnZycHA8G/UajfsWK5UNDA8GgPxaLDA0NtLRkdDoNCAMrlXIul02nU2k0CoVCwuEwSCQC5I3xeCzoiWWzmUyo+pf6l+kUKHkFWkOoVDo4NBoDhARoVBaRQEXA0Q0IjFJpvnj5yV/86l8//9lvP/78Vx9/9d3PfvWnT7757o33P3/x9ffe+vDLn77z0YVLN/fvPzoxvhByeqihZnGDSWuzmzxeRywazLWkOtvy/d0dEyOD/V3t8ZA/5HUVW9K9HW1tubRGLhTzaSwqnkHG8pg0mUCgEElkApGQI1CI5VwGh0Wj89kcMh6nkkknRwb3b918fP/uCw8funrq2N1zp544e/zmqYeev3z2tx+9+eHzd9+4ffnOI8d2TC1aOtQ9PTa0enJ0enJsenLs8oljz12/snvtqg2LF5zev+fMwX3XT5++/eij10+fPnf48Mk9e/asXTvZ2Rm2WvAN9aDnWSrgSPhsJoXAoZO7S/nli+YFPQ6ZkKuRixViPhGDrK2AYeBVHGKjW6fQ8Vnbli/eMbVo98qlC7oK8zpavUpRk90QNSudCp5DxdcJqExsDaEe1pONvfXs3enJIS2Pjq+GGYSs0/t33PvzHzYundeVjiRd5rjTIKZgO5pDE515m1JYCTmeYdUVsJoaWF01rLoaVlsFq6mGWrFmwWBVs2BVlTBor7KuClFbBa+pxGMakPBKDKqWhEc0IqtwjbUel27ZkrFHTh24duXkhfOHdu5YMb1ieOX0yJLFvYMD2VTCYzcr+GwCAVONQsCQcBgRA2PT6pbN7/7RzdM/fuLcuVN7j+3bdHTv5r2bV3e2xOcNd7327J3r506cf3jv6z+6OFIIrJ2X2z6VXzMn3BKkPXdz2+dvXRxs89Gws5FVMHhVVcWs2Xg8UalU+3yBWCwRjcYDgZDX67fbnSaTxWAwWSw2h8Nltzs1Gp1IJGlsbKypqYGqkqqq4XX18Jra2sqK2tmzybjGztaWucODbalmj8mgl4rpGDQF1cAhYjNhfyEZNytkJoU84fNGXG6DTG5UKIlIFA2Lg55H1lYK2PRrFx9dNDnc1ZLatW560/IlY50FnZAtIuNoDbVwGIzWUCsiY7w6eWcylAs4T+3Z+tlPXvj3X3/9b7/6+pkbl26cO71z/cqR7tJwV1vYY5Nw6XQSjohBohF18JrKmurZ1VWzausq6+Ez9tp/9FJVBZl+GQxGJBIplUo9PT1ut1sikSCRSIFAYDQa2Ww2EIRbZy6BQMBgMLhcLjRVRSCw2WyxWEyhUJhMOplMBBtIROh2AUsk4ul0Kocz822VzwVVWGArmECAlpb+RgEGRAr/5xfQ0IAFugzAOBwOAC0oggai7t/P/5Zbr8pTSeBzgOhaV1cHYpmgf6uhoYFIJPJ4PIVCAYDEYrHw+XzwT8jhcGb8rnooosKmC/hso0HtclqMBrVOqygW8/2DfavXrPNHoy3tXS+//e4v//Tvv/zTv3/1/R9f+eDj9Tt3v/fFV7//83+K5GoGh49EQanXRhQO1YBGIlBlAIYszzOsW1ePqKtHzDzIht6ADyJRjVAvxUwRNJ5AolDpFCqdwWSDAx7cUqh0YIQuRyj/RgG+H33vf19WZct0CjD4fri9/30Zkv/mzT8D4L/5c8tFWTXVcBqVhUJik4l0d1c/sEAXip25XEdLS3u6pdScKSZT0GnOtmfz3S3Frky+I5UrNbdA3VfpQneuvb/QNdTWN57rHEoX+9PF/mzHUKZ9sKnQG812uBO5YKYUShW98ZamfKfW5oXVNNSi8ByhVG9xGCx2sVwlkyvVGp1Gp9Xr9TKZLJlMBgIBqVRqNpvj8bjT6RSLxS6Xy26322y2SCQil8utVqvRaFSr1YB4ORwOgUBwOBx2u12j0XA4nEwmEw6HhUIhceYC8XXwtQdMDY2NjeBJDYvFstvtYGdLp9OBBSYCgQB5+zFoROVsKYsRspvjLkt/rml6vH+ilB7IBjctGvrtxz/5/tOffvbaj66e3D9STBzfs+GxI7vunju1cnx4rJib392+eKBz6/IF6xeM71q1dNXk4Oo5Q6sm+6dGuxf1t83pbBlqTfSlw1m3Jesw5T22jpCrK+QueEwtDk3Oqe0NOwZi7g6fteA0dPlc0PG6B2Phrli4L5XoiIXao8GR1tSKEcgI3ep3Jm36xX3tmxaPr57sX9hbWDt3cMOCkbTPTsY1crlcMpmKaGhEYYgIFK6qHt1IoCGxZBSOgsaSoGA8BupmmwHgRjyOTCLTMVg8+EomU2jDoyNP//iZMgDfuAVh8EzcFwLgK9cug1ZnoAxfvnoJLB4BR/Tjly5cunLx6vUrN25dBwB8+4lbN2/fuI+if5hEOnfhsfOPn3vk7GmgCT/x5J3/5aaWqmR4MglPJZMYNBqHxRLwhHKpTK9TmU1Ks0llMWvtDrPXZw0GrcGg2Rcwef2B5nQslw+ls85IzOD2C9R6pkQh1pkS+Y5i/2jP+Pxi/2g0224LJDU2v8xoBwpwGYCrahsqq+orq+qrKuuqq+qBAlwJlRnWgQww0H7LOjD8LwpwuR26rh75V3c0vAFdj4DPriAiG7H18GoYjEMixzzupM8jZdFkHHLIoQk65LmYpcmvfPvlS28889jtYzuXtjUX7Zq5Kf/SQnR5MTIv6byyffr3P3nqN689+cWPrvzqlac+un3pyt6tU52F+aXsUCk52pVsixozZl6vU96jF+RY5FYa9czAxDPLNt6du/6R1rGzmZGrrWOPxtoPWRLXs/MvpifPNfUd96UedYa/HV/yXeecPw+v+rpn2TFTshUvNKDpIiKTgiPh4EhSbZ2NRS+aVXkFf8yuPLdo4Oqy4W1p94aYbYFVuT7hXu41rQxYHoiaX9m08NtTm39+ZO1vj67/Zs+KNzfMf3f3mk9O7O+Q89w4lJ9GCtCputoqDQxWYJL3NIeenA/Jv/9x9uDvjmx+dWr03W3TPz93+Pl9D7gYGDEeQUHX0Mi4Gc8+VKGAQTdikCgyFsul0HViuVGi1ouUZpnWqTGbpBqDWOXWWaMOf7MvmgkmWsJNxUS2K1PsSOXzsXR7c2upKd+WhF47UsWuTKmvtWOoracQz3Sk8j0t0A8HCl2Dxe7BYnd/ob230Drc1TbW2zHSXZro71o2d2z91OLNq6eO7tt54dSxJ69dfPbO9Rd/dPsnzz315kvPvvHCc998+vH7r//09edfeOfV1z5+692fPPfiuROnt6/f2J4tJPyR5lC8r62ru7XTb/UaZDqrziqTKCViRVnjFQllSoXWaLBazA6rxQmNHlldVovTbPprt5ZOb9ZqjFAblkQpkSpFQhmHK2QxeXQGh0phQgCMh+gX2JvLbc8gzQvlfWaKoMHHy4bn+0O/5aarcglWIxpf7oUG/c9lAG6sbWisbcDUIRvhKDQcGqoFD5FBW1BVRXUlrKIKVllXUQMdWAVi9ixM5SwhCRvRq9r9rg63udOhH3Cb+h2GQbtuxGmYG7AvTQagQuPW5pWtiamW4LJm96KoY1HYNj9kn/Q7+t3mosMQNii9ZpXdpDEaoAYQo1Zj0ugMqr+anA0qHaBfk8ZQ1oR1Cg0QgbVytUamUkuVAHfvZ2CQ/lVKFAqxHByVVPlDKlitgxqkddDRavUqlUYmU4jFUqFQzOcL6XQmZI/FEUgkCiAmEgmqswK2ZxqFDqaPAPGWoRegL5vJ4bC4XDZEv3wWj8vmcTjQYf+FgdkcHoPJZtJZkDuaSKXiyQIq2yAQ5i36kYB9MuSYG7JNNfvWtQQ25SN7u5t3tAa3Zn3rE/aVIeOqsGld3LY6Dr1fEzGsCWt3pB2Pjre8sH7ynb3LPzo4/dnh1R/vm3p148SNeW3HO0N70/YtUeN6v3bapYBptWq1WimVioVCvlwuhfLWNovZbHQ4bOUDrMuAhIMh78w3YWdbqXVkdGB0bHDhorkbHlizdt3K+QsmBwZ7Orva0pmkz+/y+pzxRBhovB6vw+2xuz12n98VDHnDEb/H6wBI7HLbHE6LwagxmXUer6O1tWVsbGTevDnRaNhg0PX39y5cON/ptIfDwbGxkZ6erlgs0tFRGhkZamnJBAI+j8el1apZLAa45QXGSCIRz+Gw6HQqkfjDbgqRiCfP6PFMJrT+ymKxmEwmjUYjk8kkEgUaWyHRGXQOkUDFYogUMpNCZuKwZDyOMns2QiDWFEr9i5ev23vw+K79R7bs3H/32ZfPX765ct3GwZHJTLZg0FsdVk8h25bLFlKpVDwe9fk8JpNBLpfyZ+7IWUy6VqNyOmyxSDTV1JxLZ1oz2VQiGQr69TqlRMKhUQl4HJqMxzEoVC6TJWDz6UTqzMMepVIsVYqlPAbD53BsXr9mzZJFD0wt2bJq2fG92y8cPfDgxlUPLBjfMH/s4pF9t04fffzBvYceWLtp4YKBbDpiMoXN5qjV2haLrZyc3LFy5fze3lww2BIItMVik13taxfMPbRl45mD+84defD8Q4fOHXnw7KEDS+aM61UyIgaJRyMEbLqYx2LTSPGQb+7YUEtzXK+SqaRChZhPJ+EaEbWo2tl8EkbDpTkVwvZ44OD6lduXLxwvZtuj/oRVF9DKLEKWUcCwKbgGEZ1LrCMhYGo+8e0Xb588sCkbtspYGI2A1BKy9uUiYasiYpfP7c1tXD7qN0qafbqhfKw15pg72rZwQc/yJYMLF/QM9ecyKa/HqdJpuGG/2WFTysV0MhGyW6EaZsFroCHfqtkQJ9dUwqorYSwGpq0QP3pk20sv3Dx2dOvRhzZt37Zk0cKu0dFMV1fYbudjMTAirqK2CtZQD5OJCbGgrqc9sn7VyNmT21546vxPXrh66vDmEw9u3r91VSkdNsp5dTCYRSvOxL3rp+aP9xbJcJhXy3vs4LqUm9+T1sTt5FP759+799mLT55ym4TIKlh91awGOILHE7jd3mSyORqN2+1OrVavVKpVKk35yOVKPl9IodAwGFxVdW1FZXVlNbQWBnprqqsqIAaurLDq9cWWdDYeLWXTcb9XzuU0VMwS0kgWpdSp07j02nQwONrZPdbd350rRpxeIhLFIVMwM080EHWVyZg/6LH57MYNK5aM93TF3HYlj0VD1dXDYOgKGBIGO7lv673ffXvvX393+8xDz105e+9Pv/iPX33xh28+fXjfjrVL5vUVMkGHOWA3aaR8EZtKxCAxDXX11RVVs6B2sapKWEUlbNZs2D+CX+hjYJKURCIplcq2traenp5cLmez2chkMoPBMBgMJpOJOEO0NputWCx6vV6hUAh+teLxeDKZzOPxWKy/bh2Va65AETSLxeBy2Xw+F9QZgBbo/7cADEaSGmeucsr3H8q/SCQSADD4NEC/ICeMRCLr6uoqKioqKyvhcGh4HEwfm81mYGrV6XQ0Gq2mpoZEIlksFqVSzudzGXSyUMAx6FUup8XltGjUskgkNDw6NH/BonQ+n2jJP3Lpyme//N3bn329/cix5Zu2xlvb3v3sZy/+9C2uSMZgCxqh72kMPI7cCI0Do0E7VD28AWzQIxpQwPMMuBdYoKFC9QYUGOgDS0hQoxWeSCCSSWQqlcagM1hlHfi/sEDfD733vy9Hecuk+v8WgAEYl4VfAMBAAcZhSQ2IRp83BCzQhWJnqb0nmy21tLSnsm3xplwk3hKOZSOJXDTZmkjnwUlmCsmW9ubWzkyxJ9vWW+gZzbYPNLX2NLX2pNr6U2398VxXKNXW3N4fbmmPZttjLR3RTJEpUsJm1QAA1ugtKrUeGpRSaSwWm06nA0NHzc3N0WhUo9HMRL5tGo1GJpMJBAKxWKxSqdxuN4vFkvzl0ul0lr/ExROJhNfr1Wq1fD7farXqdDrwtAhov3g8Hsi/wHcAvlBB8lyj0dhsNhAyVygUQAGGYupVlcQGhJLNssolMjrJqRB2NwX60sHRfHQ4E3z20vH3nr22acnQ/N5sf0tw47Lx/RtXPHvl3Krx4ZVjQ/O7SuOllkX9HVOjfdtXLFo80LFyYmDtvBkGnuidmuhdOFiaaG8ZL2YH001dsWBH1NcecReDtnzAlA+YonpRVC/yStkuESOuljfpVEmtKm0xZF32jNuetJniFkN71D+YTcbMWjkFF9DKBrOJJQOl+d2tY8XmdfOGNiwY8erkJAyGxeJgMcTqGjhU8oQh1cBxSAwVol88tRFHbsRDrsiZDDAW2vrGkWl0NhLVyOHy6+ENUpni8UsXr9+8ce3G9Ws3/trhPMO9F69cg7qvygfUO5dVYvBxQL+37twsW6Bv3bkJEPrKtcsXLz9+7sJjZx87c/Hy4/+r8/mx84+CTunbT9zauPkBHBkPbbhTyQQahcJiMIQ8vkIq0WqgQKXNqnc6LIGAMxr1NTUFUilPPGkPRXzJ5mhLa7SldaYNq8XsCynMdp3Tm27v7Rie7J1YkOse9CVyZm/M6I6YfREMnVuPJ1c3YIECXAbg6qr6+wEYlGBVweHVNXBggQbo+4PSi0DfrwmXARgqPWiA11TAcEgkHt1QO3s2m0y0aFRKPlfKooWdhqBFzSHUhqySbFh78sDK//zu3Tdun9k00V5wKqY6E6Nx62jcvLorcWXX9IWtyw8sGjy/ZeqRDUuv7d10dNWiJaXUglK6K+lePNg6txQpemRtdnHRwIsycV4csiSWb822nxpc9GDbyJHW4XN98y4Pzb/aP/9yx5JzLXOu50d/XBh6Id76697Jj6Nt3xTHnwy3TQtMPiRNg2NJaVw2gSbEUXRUppvDLOhlBRVvYdB4fdXEk+vm7sgFlnnUYybJyohjOupYk3Bty3o+PPLAn649+K+X9v/LmZ2/P7nj8wMbX9k8vaUlpqqAiWfBNKgGBbyOA4M1s+l7Si03Fgy9vXn5vz2y796FI989uOmTbdM/O7rjN1fPHJ7sUzbWcDH1FCycgG9EY1AINAqJRqGQiEY4nIhqYOCwEgbDrdcHrVanVus1GrPh8Jy+vm2rV+9Yu/bg1q2nH3zw+qOPvvjEEx+89toX77zz5bvvvvniCy8/9fSdS5fPPHT0wLbtW9esXbt02fSChcvnLNiyat3mlWvnDY5254p9hfbhjp6BUnt/oTDcURruKPUX87353EBbYbSrY6K3e6K3e8W8OTvXrz22d/f548fuXLzw4t07rz/7zOvP/fiNF55//yevffn+e7/47POvPvjwjRdefOr6jbMPHd+3efvhnXtvXbh868LVzSvXF5taAjafUW+Ry9QCvkQklEnECqFAKuBLhAIpiARrNUZQDT3TKW0AIWGjwWrUW9Qq+wazEAAAIABJREFUvXpmP0mrNqiUOolILuBLuGwBg86hkhlQxxWBCvQq0GsFrM5gA4lIoP6fAvD9mnBZBG6Ao1F1DY218L8BYFDuATFwDaK+Cg6vhCNm1yNm1yMrarBVlXIaPmJQtnlt3T5bn8vY79ANOjQDVtWwVT3u1M8P2Zc1BVdmY1PZ+LJ0eFnGu6TJsSBimR8wz/NZxr22fre55DJFjCqPSWk1qKDRIZ1Kp1LqlWqTUmNUaE1KnVmlv/+YlDqNWKGVKHVSFTh6mdogn4kHz0wWlSuvwNJvmX6VEgWgXyD/atU6o96k1xt1OoNarZXLlSKRhMcTcDg84JDF4QhEIplOZ7LZXCaTTaNBSWDgeWbSWeCwGGwOiwteeRw+j8PnsLg/0C9XIORAh88V8HjQ4c4cHl/I4fI53B8+mUVhMMl0MYNnEAhLDvOcmHdhwrcw5lqR8q/N+temfZtbgxubXQ80OddGLatCxtUR67q4Y03UsSJg3Jxyro0Y1oX0+wv+a/M7X3pg7ps7lr69a+krGyZvzGs7WgzsTFi3RM0bQoaVbtViqxiWzaabm5M+n0en04DpIJVKIZGIlEq5QiFTKGRyuVQul8pkEnAkUoFCKQGPDixWQyqd6O5p7+vvmjd/AgBwcyoOzM9Wm1GuEAN112jSGowao0lrtRmdLqvH64hEAx6vw+myen1Of8Dt8Tq8Pmco7HO7nV6vu1Qqzpkz0dZW8Pu9uVx20aIFsVgkHA6CBaZwOBiPR3O5bDDot9kscrmUQiGB6mk0GgmKuEDxFZlMLB+wj4L/y0UgEEgkEpVKZTCg3hkigUqjsgh4ChqFw+MoeBwFiyGRiHS5XI9Gk+BIfEU1vAFNbMAQZlXXQ3N8ZodYrrJYnc3N6Vyqtb21rb/U3dZSaGnOppqaE7F4JBT2uNx6vV4kkjCZTD5fyOMJpFK52Wx12NwWk9VstNntdq/fY7DqpXKoh4xCoRBweCg1TmVyaCwJTyRkcwUsjpTPF3FZNqNuqKv9xOF9uzetmzvQNXega8FgZ1cq2pEI9DSFmx3GBd1ti3o7h1tbRvL5ZrfHIBBbpQomCuNSqZtc7rjdEbPZPRqNms0Wk8lKFt2pkqe8rs7mxERnad3COUd3bH78+OGnb189dmj/cF+XXMSj4Bu5DIqIy7To1aMDPZ3FnFYh4TGpKqlQLuKxqER4JYyFbWCgat0q8WRH68aFk5sXz51oa4maNCo6UU7Dadhki4zrVAvMUpaIhqQgYQJq3fN3zl49uz8bMQhp9Tox3mcU8ElVTAxMxqofLIaO7Vmxb+PC0w+u/fHVo8/fPvnU7eM/fvrMi88+9sxTjzx159TdOyefvHXizq3j58/suXHt2DN3z/7o7pmrjx/evWOqtyNmMQq4TKxOI9Cq+Wolp7c7e+HckSfunD14YO2mjQsWL+oulfwul4DHqyeRYFxujdFId9oF8ahu6eKuK5cOvP7K5ZeeO/f8M4+88drl21cPXziza95I67K5XRP9OT4VhauHNVTC7GaF06oyqkQ4eCWPiPrD1x+//czVgax7QW9k6Uhs9/r+bz/50StPn+loDfDpGDS8ikjA8XgC4CoRCsUMBovBYHE4PAaDxWZzwXcBJpNNJJLRaEw9vKGipraytq66vq62vq6qBso8z54NEebsWTA0Ah4N+nrai63ppqZQIBHwcakkDokgpJGUPI5OLAzZHPMGhtYumZroHVwwPK4WSakYLKKmsgIGw2MaEHWzseg6l9W4cdWK/vai12yUcuiYmlnICljQotm9bvl7zz/x1Rsv/PrDnzxz4cTZfQ/88Yu3fvPxT7/7/P19m9e1NUdtaimT0EhoqMUja2l4FB6NwDRA8i8k0c+CVVfNqqyCABg0PP39KxqNhsFgNTU1WCw2mUx2zFwOh8NoNM786oDu4BUKBRaLpdFoZrO5UCgAOZTBYEA6LxbLYDBmXNC0ctUzWAOmUEg0GtSrwGYzuVw2l8tmMulUKhkw8N8rwCADDPK6f//6zzLAeDweADBQhu8HYKAlgyAlcuYCzUPgb3S/Sgz6h2pra2fPXPX19Tgcjk6nczgcg8GgUqmACVYikaBQKCKRqNPpfij3opGkEoFGLbOYdX6fU62SxuPRybkTg0Mj+Y4OqzcQa2ldtWXX2NKVEytWLVq/sWti7q1nX/z6t9/b3H4mR0ilsRl0DplExzYSZm6uGuAzwi/wOSMaUICBoSE+BBL8sKKyuq4e0YBENyDR6EYsgUgGCjAWR8ATSEQSBXRXEIhkMAX8zxRgALr3o2+5E+vvGbgMw//9N/+FAlzOFYMJJZAKrq9Dgnsdp8Pb0d5Tausqtfd0dQ/k812FQne2tSOWbAmEU75gkyeQdPnivnCyfDzhZm8k5Yum/bFMqtibyHVGUqVwc1s4XYpk2oPNRV+i1eiLiQ0OgytsCySVJieSyIBV1FHYQo3eYnG4NVq9UCTRaHRms1WjUkvFEqDEguIrYHKWy+U+nw+IvU6nc6YJ3CKTyRwzl81mCwQCsVhMO3Ox2WyQludwOGw2WyKRcLlc8PAFFFzh8XgkElldXV1VVQWHw3E43MxvedDveVwuVyKRgAAChUKpra2tgMFIyAY6CiEgYpjIGgEWYRUzs27DmsnuVSOlncvGDqxbePCBxVMjpbaY/eDmFZun5l4+enBquH/r0oXLh/qWj/SOl1rmdReXDHbN6WydGu1dO29o5UTf1ETvyrkDi4c7RkqZZUN987s7Rwstg7mmodam0WLzREdqTldqfndmopTsintKYddwOj7W0jTUHB/ONnXHI6VIoBQJFEO+kdbUYDbplAlkZGzKaSqG3CP55OL+tvG21NLB9tWT/XGXiUmlUKh0JApbVdsARxNQOAocRYKjSGUAxhBmtCM8EY/F4XA4PI5MpbEwWDyXJ6irR+RaC2+89eZj58/N0O+1cnB3Rua9ePX6pTL9ghboazeuXr95Dei9QCu+efvG7Sdu3bl7GwDw7SdugTEk8JcC08FnHzsD2rMuXDxfVoy7e7vwFMI/BGCZXqe120wetz0c9jU1JQqFlu7ubGd3U7GU7YTexHJ5f1PKHWtS21x8lU6kNRrcwUgW6oLOdPR5YlmdI6gwueUmB5rKrsORygpw2QJdMzMLDgWAq6HfgKrqoBv7agQ0oVxTi/j7EqyyNfp/U4ARSDQaWVM7uwFRi0ZAj0fpJJxWKlIJORGnORN0WmRcMRmR9et70+4FPcl7//L5vV++88i2pW1e+XRvcjhhOrCk97XzB7aM5nq9qg6HdN+ivh2TXQ+tmrdzwcCK7pZVA4XpgeK68c41Q62LS6GJtKPTLU+pOWmFwI7HJ/jidq1tjje+obV7d/fgwxNzb67acKp38bHs8KVM/+td4z/vmfzz0MJf5ft/1jm+javtwLLMDRQNla9giHhYugRJMZMZMTG/oBP3mqTrs4FnNi35yd7VD/Vl5pglE1b5VMyxqyu9vz/36MKuX1x68N7zj9576fy9W8f/8/LRf7t26oMjuwyVMDEMpkEjlY0oJgymx6C3dre9+/DBT47s/M2pPfdunb53/vCfHzn4h1MHf3n60DuHdw7adWJEJRNdRyWgMTgUHI2oa4C++6KQCDS8Fg+vo6IRQZspHfKkgt58IrRq4dwrZ46//dJzP//43d///Kvvv/n8tz/7/LsvP/7uy09/89Unv/v6i++/+fw3X3/+3c8++/azD798/90v3nvnqw/e+/L9dz99+813X33lqw/ef+OF5w9u39bfVio0NfcWimM9vT25XG8eOt25bFdLpjuX7c3n+ov5/mJ+oK0wWCqOdLYvGB5cv2zJg9u3njly6Pbj55+6duWFJ26/9vTT77z00udvv/3Nhx/+/KNP3n7x5aev3bh8+syt85defOKpH125sWv9pr4CNLxstTjB1pFGbZBKlGCyiMcV8XliAMOAivk8MY8rYtDYfK5IIpJLRHKpWKGUa1QKrUKmlkmUYqFMwBOzmTw6lUUm0oh4Cn4mrljudi4nfu9fP/pvWqD/xiD9Qxc0AjWzSYu4X/794fFxPQJeh0DVozFwTGMNCj6rDg6rRVXUCPGNAY20K+TuDTq7XYYht3HMbRi2KQdNslGbap7XuCzumkoHl2cii1PhBUnfwqRjQcwyP2Cc6zPO8ZhG3aZ+t6nkMkXNSrdRYTHIDXqVTqvUQnXbKpNSY9UYrRqjRW0wq/Qmpc6o0BrkGoNcoxLKNGKFTqrSy9SAfk1KnUljgHzRKh1I/KqkSoVYLhNKZUKpQixXShRqmQqURQOhWKvWQXHfv2i/QqGYy+VDSV0GC3ieCQQShUJjMtkcDo/F4tDpTBqFzqSzAN9yWFyg9II3kN7LFQh4Qgh3OXw+F+JeqUAi4YuhCSWBSCgUC0USkVgqEkt5fCFfIBLwhFw2j0tnQ/jD5OvY3GaNfNhnnhtxzI/YVqT8G1pDG1qCW/KhLRnvlox3U7NrXcy6JmorA/DqsGlt2LgxZtmZcR/tTFyeU3ph7Zy3dy1/ZsXQ2f709ph5jUe1yqNe6dFOOVVLbXKYzWbx+71gzUiv14JJIWjta6awCqi+ZS+0zWbxeB3BkMftsekNKqvNkEiGW/PpdCbR1985PjE0PjHU3VMqFLOt+XQiGXa5rT6/0+tzeLx2t8fmcltdbqvbY/N47SazVqdXqjUytQZKzev0Sr1BpTeoVSqFw2Ezm43BoL+zsz0Q8CkUskDAVyzmjUa91WqORsNGo14qFYPcL1BZwWgTcD6D1iswa0wiEeh0atn8jMU2UigU6sxFgy4GhUIjEsmQrE+kUSlMEB4gkxh4HAWNwhPwVEQDBk+g0hlcLJGCJVApDDaBQseTKUaTzQq1ejmcVlvcF+7MFca6+0c6eztaivl0LtuUSSdSiXDcaXfJpSomncXnickkOkgaYFAEPJbEpHElEplKp5VpFFKVTCiVMFhMLBaPQeMpeCqbymSS6VwKXcYVmJQqu17rMGjdFp1eIfLadGaVOGDVN3mtDqXIKGAK8EhOY72ey3TKpS6FwqvSudU6u0xjkaoYDVg5naXlCpRMlpbLMwpFSiaTj8ezGpEyOkUvYDtV0vZkZN3Cib3rp7etWrZj45ozJ45eOnfm5NFDfZ1tZBwah4IbNYr+rtJAd7tOKWXTSCqpUC0TSfhsDLyKUFfBwyKkFOyWZfNP7dq2f+3KibbWqEmj5VDzIffGxZMP7djw0I51+zdPr1k0NFCMNvmVF09vfe7O8X1b5myc7n94//LXnj77/O1jz98+dufinmeuH37lqZMfvHLpzWfPvv706WdvHXn2yYeefvLIjct7Tp9Ye+zQ1Knjay4+tu3apT3XL+25cWXf9Yv7Ll/Yffvqg88/88gLTz9y9+bx0yd2nT975MzJAw8/tP3CY4dvXju5Z+eKzvZwPGow6OhMeiWNCpPL0MmEauV015lHNl69svfO7cMv/Pj0i8+dvnPz4JlT6w/vX3Jg94JD+5Zs3TA2dzh999qxZ26dySWcqZBt0UTv4QNbpqfmpGM+LgWvYNG/ee/NW48ciVokpbihI6n3G2ktUWUqqPbZJSwSvK4KhkZBs9J4PLGxEQv1JdQjGhpQGAyuvFAK7uBRqMaGGSGushZKXs2urYVVVsFA8TU04QRds2fB5GJBeyEXC/njIX8qHmlJRKmNKC4J59RpHFq1gEKzq7WFRCpsd0/NXZhvSks53IbaqtrKWRQiZtYsWAUMlsskp5cuyqWSdr2GScJg6mbrJbyNy+f/9Jlbn7/+3C/ff/WPX7z18fM390yPv/fMpf/5q08+e+PFtUvmcUmYhtkwSiOCTcJyaQQyBtGIqIUYGAmvr64ACnB1zezKqn8KwEgksqqqatasWQgEQqfTpdPplpYWr9cbj8flcjmdTler1Xa7ncfjoVAoEokUCoWAugUGgaFOmxkRGGQZAN8C/zMIA0NZEyadxWJwOKxyEhiPh0Sev7FA/98DMBqNBgAMXkH6twzAIG8MbMzlleAyaYMxJAAktbW1aDSaSqVyOByFQgEAeEb1VTKZTAD8UHqGw2IyKHKZSCYVqFVSn9chlwl9Pk+mJZ1INre0tWXaOrpHx59+9c2vf/9vX/3+Tx/98rvv79377Je/+Zd799yBmEJtIJLoNCqLRKThMETICI1qBFXJ0GLQDOIC6EU0oMAPkahGwMYNSDQcgQQzfWwOj8cX0uhM0P8Mmp8xUI8uHtDvP8wAlykXMDCgX+i7HAaqICr/7H+feP/mM/8ZAJf/HcEmcLkTC6o2QTRiMUSnw9vfN9zTPdDZ1d/dM9jZOdjTM1LqHMjk2uNN+ViyNRxvCUTS4UQmGEv5wklPMO4KJkEGOBDPmtwRvSOoNHokGjtfaebIDGypniXRcVUmskChsvvlRlcjhV2HIeNpHJnWbLK6bC6vVmcQiaVKpVKv1WnVGoNOr1KpxGKxTqfzeDwmk0kulxsMBr/fr1KppFKpSqUSCAQWi0UkEikUCkDFcrncYrEIBAIWi0Wj0SwWi9frFYlEHA7H5XKpVCpQXQ6eyzTMXAgEAoVCcTgcs9nsdrttNhsQmZlM5sy2NpRpx2KxTCqFTcSLKESLVOBSiqImdYvP0p8K7lw2vmPp6PrJ7slS4taZAyd2rS5Grcf3rts8NXl445oF3e1rJkcX9nRsX75wcV/HirH+Bb2l+T3FtfNGNi2fs3bhyJoFw+sXj01N9I62Z+f0dM7p6ZzobhsuZfvzTYNtTaOdqYme9KKR4mRvpisd6GoKzO1oXdLfubiva9lg77LB3kW9nVPD/UsHetbNHV3c15G0GVJOc29zZCATX9gL9WD1ZyITpfTK8d50wMFns7A4UgMS24DGw9EEJJaMxNNrUURggW7EkTGEmdwggQQthRMIwE5JozOBnWHX7r3PvfD8uQvnL1+9cvnqXxuwLl25OLOBdLGMxDMfgXj42o2r125A7dBlzzOogAbp3+s3rwHh98LF8+CA3qxHz509cer45auQI/r6TYi0bQ4rg8sEFmg8g0rmMJkivkApk+p1SrPJ4HKaPG6z328LhYLpdKazM9fdm27vLPYP5rp7I9mcKxq3+MNCjQHP4uFZPJpQbvKGMx19rT1DoVRR5why5QYKX4okM6sb8RX16Ep4Yy0cDRTgqmp4bQ2itgbx9wAMor/lBqyyDtyAxIAeLPBTiIbGmYOCo+trGipq4ZV19ZXw+ioyoVEtFvishmafw6EU2cScrNswkPSOZHyTLf4/fPj8f/78p8+c29Mb05zaPPepk1uePbPjnRtHS07hVCnUH1D3+FRz0861A9mN48UNo8XlnanNI51LC8nFudBUe2RRq28kaekJGdtc+g6vM6k3eETShM7YH0uOpponM03Tne0nFqw+XBo/4k/fCmd/3Tv+r73j33eNvBjJLmOIciS2g8IzchUqhoTfQJHW4E0oYk4pL+mlc/ymg4O51/ev//mFQ7dWTc5zKHq1vFGb4sHhthPze+9uWvD14/v/x1Mn7j3/6L9cOPC7Rw789vzR02PdChjMjEXLkAhefR2/rnYiHn354UN/ePL676+cvHf91L3bp+49uu/Ppw/95ti+L47sOTs55KXgRIhaGqqOQsSgcOh6NLIOWY9EN2CQcByijgCvoSJrm4P2QpNvoJTeOD3v7pWzH/702Q9/+vy7rz71/k+e/eiN5z59++XP333583df/eK9V775+M1fffHO15+8+e2X73775bvffPbOzz9/9xdfvv/Vx29/9Parrzz75Hs/ffmTd9589dmnTz90eHrRgqGujt5Cvi+f721p6Uqnu9Lp7kymJ5vty+X6W1sHC4XuTKYYjxdisa50erzz/2PtLcDbuvP0X8UoyWJmyWJmZksWmS0zM1MMcWzHceywEzsOMycNMzM00yZN06ZpU2aabmdmp9PZmd2dnd3N/R/9ptrezu4+997nnuf3JPKRbMcQ6Xx+7/d93/qJ+fPXjC/au37u+K7tV4699PKli0/v3/vkzTe+fOftz9566/GtW9dPnjywadO21WuPbt91/cTpcwcOb5/dsGh4rLKi1uXMAEZfKKZTKAMKsFqlB75fiVghFEj56eJ0nohBY0v4Ur3KEBsJtduMdovealAb9SqDTqnXyLVKiUoqkAk4Qh4znRVLwGLEBGHoPzIRcjcA7ffnMPzz8+Den+Pu358BEdDQLDQKGnvGodA4FDoWy4KBNo6RKCh8JhUJT0GgUtGYVAwk/85DkOF4AYkaNmmq/LbWLE9LwN6WYe7xW3pcmhajuMsiH/ToF2W7lhaHJkuzFhVFFhSEBvJ88yPW+SFTv9/Yl2Hs9Zg6PeZmj7nGa82xa71mlc2ktMUUYL1aYVSr7Tqjy2hz6C02rcmiNpiUujjxGuQak1IHQW+Mii1qg01rshutkCs41nj0c9OvSqrUKjQ6pdaoMZh1JoveDGqEDTqjQWfUaHRyuVIoFP8NcVkcJpNNpzMZDIiYgF7I4/G53HTodizgSiyUSERSkUAM4WtsAe0XALBEJJWIILgFAKwQy38OwDK5Uq5QSaRysQQqFubzBMJY6JmMI9SwOLkaSbvPMj/sHAjbJ6KBNVXZM1U5G2pzN1SEN1ZG5koDK3OdUxH7smzn8hzPsmznWIZ2Wdg8k++aLXBtLMo42JB7bUHjaysHz3ZX7KmMrA1blmXolnh1427dYo9+wm+CWSymrKxwUVFhKBSw2SwWC5Q5ZrWavV632+0ErmCHwwZKd6GTHjuUS2Y3ebyOzIA3EMyIZAVy8yKNTbWNTbXdPe0jo0P9Az3VNeWF0dzikgKFUgyWVCYQiXm8dCaTRaEzSAwmmcWmsthUBpNMZ5DoDBKFiieSsBwOC4tFk8lEHo8jFgtdLkdWVthut6anc/3+DIvFxGIxpFKxTqcRCvk8HgeEXWGxWBQKDHnBY1eiUIoMlCaAx8dIGDIKMpnMWK0MNfa6B8VEMplsLjc9PV3A5wsZdA64RmQyuPx0MYPOIeCpsVdHBoXKhCPQVBqLRKbDUVg2h4fB4kkkisVi83kzrEZTptvbWFHd19rR19rRXtdYV1FTVlhSlBctzCmIZIbNRptMIgfz1WgUPiUZmTgvJXFeSlJCanJyajICnoZH09ksvljE5fHBRgubyZHwxSqp0m402wwmlUSilAh1SqlGLhawKE6TSilgKfhMo0xgkvJcaomGQ9VxmSxkCh+DVtLoMjLVIpRmqPVqJldConDRaLNQWOT3l0eCVTmRpuLC+sK8+sK8Rd1tq0YGly7o27Jy6vzhvSf3bp+eGFnQ275mxdSi4YE1K6b27tiyYnI8mhtBJMGiuZGe9uasANQIJ+KxWFSiTMhTCbm0tEQBGYWDwXprSv78zSf751YtbK7J0Err8jKnR3pP7d1wfNe6A1tW3Diz943751+5ceSV6wdeubH3k2eXP3p68cM3L9y5uO3R7QMPru2+d3nHo7sHH98/fOXUhtfuHr52ZtOVk3OXTq7bs33s0N7JQ3snd2we3jDTu2nd/K0bBresH9i1deTwvqkjB5bt37V4387FB/cs2b1tdG7t/Jk1CxaPtY0MN4wMN9TXRmwWnlyKN+rpcim2IN+wcLhydqZ3/76pq1e2P3j50Mv3D16+su369T3HT6xdM901Nlq1ckXbtk3Du7aObljb/+P3b7/16OKu9ePt1TlBu3x+c+lwd313a2VO2MWl4TDJMAmLNtHXfu3onuYif3upN9vOs0oxAQvbZxFEfFoqEY5DQw1M8+bNS0pKirXOIpKToVpgGCwBiYTiu6BfgOTU1NRYnlesizUxFT4vOQXSUudBsm9SSnJichLEvjAYApE6DwazWgyFuTlVZcVOq2V+V/v182e8ZiMmKYFPowoZdJNMkeP1ZZgs0VD2gq7uaCSLTSOnxNB3HgxGImK62pu62po9dotWIcEhEskYeElO4MT+bTtnlr127cyLH7/701fv/fDJm2d3zz69fvLzN+7eOX98+9zqsMcq49HZJCwUgp0CS4HB0MkJVCyKRsSi4ZAInBhbMSk4MTk5vv5vSjAOh4PD4RQKhcViBQKBrKys3Nzc4uLijIwMsVgMhC/QbkogEIRCocfjcbvdCoVCIpEAHZjJZAqFfD4fGoQGBmAymQi8D2w2kx2LXABmYD6fx2RCzwD/fwEwhUKJK8D/LQAD0ojHX8VlYYC+4F40Gp2cnAycwHA4PCUlBYVCgSxoiUSi1+utVqvBYFCr1QqFQiwWc6GtO8jenM7jaNRyiZgvl4l8GS65TFRWVlJeXl5VU93U1t7Q2lFUVXv8/KXv//gv3/zxz+989e2Few9uvvroLy9eLByfJNPYEoWaRoWsU2QiDVTVE3BELBoHRrn+nn7BzDPUywdZ+SBVgkZnCkUSmVwplSlADzCJTMUTSHgCiUSmghDd/w8AHGfgX2Dt378ZR+W/v/Hf1iDFCR/UAscrkaCr/GQkHkd22D1trV2NTW3VNY2VNY11jR1NrT0NzV0V1U3FZfUl5Q3F5Q0FxZD1N6+oIpJXHMwuDGYVhfPLcourC8vrq5t6yuo7CioaA3llDn+ewRXUOQI6R6YjkGf2RvLKGyzeEIJAx9M4Cq3Z7PDozTaz3aHW6MRiMUS2GpXVYgoGIHDVarWZmZmBQMBoNAJBWCAQOBwOr9crl8ttNpvT6XS73cAGbzAYFAqF2+02m816vV6j0fj9fpvNptVq09PTA4GAUqkE3nI4HI7H40HeOAoFXbqx2VyzxeZ0urVavd8fyMjIcLlcRr2Bx2WjUUgkIpWERbHxeD2fn+uwRb3O1qLcwYaypvzMpgJfT2X23HjPwbnJ49tX71q7aPlQ8/plg0e3rZmbGO4qj3ZXFDXkhTdMLJzsaV2/ZOFkX1tfbemygfaZicHVY31rxvs3Lh9dM94/0tnQUh7trKvqbqhqriiqzA0Uh9ylWe7KPG/UyGS1AAAgAElEQVRtNLMyz1vgM5VF3ENNVSsX9M4sGto4NbZ64fzlA71zi0fXji7YMDk62ddekxMYaKjsrIgu7mxas3D+WFt9qd/ZUZo/1duW7bZKBEI0Bkp+JtPYYASaROcCEoYMwCQoOIdMgUxP8SJKLI4glsiodJpSpbl15zag37Pnz527APX9ApdvjHvPnLtw+tyFsz9foBD44uUL8cirm7dv3L5769adm9duXAV50SDmCph+z54/A9794uULR48fuXn7xrkLZy9fvXTsxFHIYs9jkWhUaASay2EKBelymVSnVVstBpfbEQja/Jl6t1tjd1r9gUBBNKukLFhYlFdRlVdRFYoWZ+YX+nILtQ4PUyyn8sUSvdWTVVDa0Fbe2BWOVpm9EZnBxVeaUGRGMho3D45JQqBTEJikVBTwACPg6F8AcGoaCo6Csp1jeVdQ4DMcgQYhWBgsEYsjodB4EIWFQGJ+AmMs5IZEJaciExHIJAwaTiagNVJ+NJRhV0mERFTIIB+pL60P2mp9xgXl4Uend774l88/fXS62Mm/umfpXz9/uHuq9eh0/67FLa1BzUDUVeuRL2suaI1YSqzixpC5zmds9llrbKomn6E1YCx3Smp8mtYcV6XPXOa1VwX9+Q57wKAr9Lga8rO7q4oWNdUtLq9fHIiOSkw7te5vWwZ+7Fj4fcfwAYO7iyPNZQrNLJGer9Ry5HIC14zjZtL5NUZto1kxke85sbD508Mb/v3Buee7Vk9FrK16YadNcWxhx6VlA+/sW/MP57b99c6BF68e/+HQzJ9P7fjm+I4CHiXAYxgpJDYswUCm2qnkk0vH//zK9X+6eerPlw5C9Htx71+ObP5ux+zbM8ufrF+9rCDHjENLsWlMNIpCgKy/aXg8EoPG4jEEPJqARVLQcBoWHvFacgP2/JCzLD+zsTK/ra54ZH7LtrnlO+ZWHN65/sqpg6/cPP/k5WvPHt5+/40Hnz1//Nl7r3/96bPvvnz31188//Xn737z6Tsfvv34ySu333j1zss3Lz+6f/Pj52++/fjhsf17JkcWDLS39jY2dlRVNRYXxwG4ubS0paysvbKyqaSktqCgJj+/Oi+vKje3Kje3Oi+vp6522YKhnTNrX9q29eyB/fcunH/nlVc+e+utZw8ePLpx4/7Fi3fPn79z9sK985feuHP/ozffenD77rYtW9tbO/JycjN9gQyPNxLKKo4WBTNDmT4/1CpssRr1Jo1KrZRD4qRJY8h0+4pyCyuKyiqKykoLivPCOaGMgMfm8thcbqsTJCGbNAYQ8iROF4l4QtAuy6IyGWQ6nUSjk2hUAoVGpMYXlUCh4KHgd/DyR8RTCDgiAQedIeKhNGM8lgTO4LGEn8Iy8FAALQpaeDQGg0JDAkYaGsRGYrH4NAQKkQRHzktBwpJIiWkqBi+g0XflZ7dneVsz7e0+S6/f3ue3tluVNUpOt1Ux5DdNFQZWVeQsL4eGnxfkZw7kZPRmGnv9+h6fvsej73Qb2l3GRpep2m3Ot+r9RpVDr3CaNFaD1qBWmFVqh97gNECOX5PGACy+oPfIoIIGni06ExCHAQPbtVa7Edo70Kp1WrVBo9KqlRqo5Uiujmu/Jq3RojdbDRYAwCatUaPSKhQqsVAGTTgzIO4Fi8eDcpuBcRfQLzgDZF4pVBAkl4ikULpVDIDjqq9EJJVJ5PF74yQsFIpFMdUXiMAymUIqlUPvxRUIOHwxTyjhCOQMZr3PPloUnigOj+Z6lxUF1lZmz5YH15eHNpUHN1eE5op9K7LsSwKWqYh9ZV7GdGHmkkzzyrBtbY5rNs+zsch3oC7/bE/N9eHWrdHAbLZrddC6MtO6xGMYsWtGHdolGWaY1+exO21enyc7Nysz6NfqNQqV3GQxmixGjU6tVCs0OrVKoxRLRQIRXygWSCQiSNWWiORyqUIhUyhkOp3GZrNkZ0ei0YLy8tKqqoqamqqamiowWW2xGSUyIZ1JodCIZGos352CpzHI5NhvKIVGBOdJFDyBhMUTMTQGlUylAK8ZmUohUcgMFlMkEQtEQoFImC7gc3hcOpNBJJMwOGwaGtrYjh34mLADlXMiEGlwODzmKMPGrF8YHA5qLolpSH/7cdLpTBqN8fMV395gs7kMBgtye8ecQkQCNR56Bl2uEUjABY5GY2k0hslkcdpdGpU2FAj3dPUO9Pa1N7fUVlY11tZVV1ZFQuFwMBQJZdksVqlYxmZyiHgSBoVNTYbPgyUkzksCWTjJqVAtJwaHpVAoDAYDeAK5bE46lycRibVqjdloMui1cplEwGWJeCwhly5NZ0o4dDGTalOKu6rL9qxddXD9zMLm+paC3EKbJd9iKrLZTUyWic2sifiGGsv760rO7t381bPXvn778b/97uu//u7bW2ePnjmw69rJl169efXRjasPrl06fXDv8kXDQ90dzdUVldH8jobaFYvHNs9Mr1m6ZGygTyXiF4QD0ayQXi4RMGliDlPKY8t4TCWXysAkiGloFmbe9ZN7//jtu4t7aqIB4/R4x/Hd07vXj22ZHty6dsG2meET+6YPb588s3/FmX1LT+2dOn9o5fWT62+e23zt1MYLR9a9fG3f5dNbTx2ePX5o9sj+Nbu2Ts6tXrBqae+yic7Vy3pWTnVNjbeuXt61ZcPI+pnBqcXNI0MVowsqx0dqJsZqFi2s7u8paKrzlRdbvB6eL4PvdLC0GpxeR8jLVY+NVu7YPnr1yrYL5zeePjV77uz6G9d33ru7/8rlrUePTa9aOzC5onfZ6v7N26cOHJrdsnlJb3dZTshQU+p/fP9cxKWSMtMaCn1WKZ2HgbnV6RGnAZcCk7BJNEyyTSlsKskabS9fN97612/fqAxI3XKsmpMsYSBYFCQCnpiYOA8OT0lKSojFr0IknJCQMC/2RmwGNiExMTmGxvDUVAS0Bw9HJiQmQ2PPP63Enw4wPwyDwVAopMflLooW+LwZTodt47q1D1++K+AwSSik12oOuZxOvU4rFhlkcr/NWlGYX5AdRiRBmWEIeBKFjOtsa2ysqchwWoVcJiIBppHyVy4eWbds8YGt60/t2/bh4wcfv/Grb58/uXx45/l9W3748oMnD27duHj68J5tu7fMPbx34/SR/Runl6+ZGl+5eGTXxtlD2zevW7akvqRIzmVikxKIadAUJYNJgQLK5sGoVDICkQqDwZBIeFoaIjFxHhKJBOPBcrk8GAwGAoFIJFJVVaVWq9lsNpBALRYLUKV4PJ5OpzObzTKZLLafRWYwGAKBQCgUxmVhYA/mcDgQFseM/aAwicPhMJlMkPROiB2gDRiMKAMcjTNqnFrj3l0CVJDyt4NKpTIYDGKsGRjqPSBAxcJA2kWj0WDXDci/ccqNn4+Lw3EpODkZavOCNjzSoKcpEI4N/s1yudxkMlksFuAO5fP5NBpNIBDw+XyBAHriVakUWq0amFNycnKqqqqys7OLS0uiRSWhcFYwFBmfWr794OGOoeH6rp6J1dN/efHi2u17UqVGodECxw6dyiATSYRYvS8RiyNiceDZE/d3B0j8AvPeRCKRzWbr9fpgMGi22ICMyWRx4mPP4AaBSMYTSAQiGbiF8QQSGoMDJ6Hru9jsNCn2GhAr8YaeS/EEEg5PBG3DWBwBG4trBvQLQDc+Ox3n3jgb/++eYSQSBaV0oqDIazQai8Xi8XioH5dEoM6DJWExpI723s+/+PZXD59cuHp747Y91Q1trV39bV1DNQ2dZVXNpZVNBUXVoayi/GhVVm5pIFzoD+YHwoWZ4UJfMN+VmRPIKQ7nl+WX1pbVt9W2za9r76tq7imtay2qbMwrqYnklmqNLiKVx4oNP0uVGrvDpdFpddABbd0KRTyb3ZSVHRSLhbGsb4fZbC4vLzcajUKhEIw9gw4kuVweCoVcLldGRgbYK1EoFDQajc/na7Vat9sdiUQAG/N4PIlEolarmUxmcjIUIkAmk0FaKQ5PZrJ4EqlSYzCbzHazxWGxOpVKtV6rE3A5LCopCQbDwZP5NIqYQuek4aMef2U4PFBfPdHTunR+63hn7Xhn9aLOylcvv7R//eSuteNrF3XvXLP4zN4Nqxf2LGiurIx4yoLO6uyMqixvVyU02NxQEBzrrJke7V453DE92r15+cINU0MT81vmN1UNtTUMttb3N9e2lkXrC7Mqsn3lWRm5HmPIpg5bVPluY3nAXRXOqMny1+RkdtWWQNGDrbWj3c3LF/aVZ/srs4O9dZUjHc2rhwf2zqzuLC8ucNnG2praovlKFotJpeEJFAyWiMESoa5aNAGNIxPIDCyBSiTRyBRoO5tKY0FROlCWLI1Kp5EoZJlCDkemNjQ1Xrl2+diJo0ePHzl34SxIt7pw6TwIfAZnQNRzfHQ5Hu8MYq4uX70EOpBu3r5x8/YNIAtfvnoJZD6fPnvqzDkIoS9cOn/pysUbt66fPX/m+s1rT958fWRsIZlKYqfzsEQSmclkpQu5Qkm6TCHTGdRmq9psM7q93qycYEHUE841eTONHr/FF7T6Q45g2JOV48vNDxYW5VfWFtU2ZpVUOUO5Ur3DEcgLFVbmljVUtfQ19SwMR2vT5YY0HAWJiWm/CKjCNzkFmZyCTEmFvL5gxZuNQPBVKhyNTMOhUKQ0FD4Vjk5JRcERmDQUHo0hxERgCAlAft7f8uQRcCwest5jMKg0ZAoqNVHEoeX5XXRkolXEaY2G+ityBytyWrKdFW7Vis6yFz989NG942v7K7985fTDk1s2DFadnFk4WOzpyrG0hgz9BZ4Gr84voLSHXfUec5VD2+gzNfoMDRn62gxdtUdT7lSX2FRRi7LMY4rajLkmXUSnCmkUuSZdU3ZocUP9VHn9VKR4vb/ocnnX7YK2S5nVx3xli6T2inS1mysxS5RKsVwrUKppQg2SmS9UV6qkwwHL6iL//dULvj257cXrV55umRrLUOeSUwbd2itTg6cGG9/aNPHZ7qUvXjn6nxc2/unQis+3j391dmdYytSzGSI8UYEiiGCwRrns+5P7/3h+179d3/PvV3f+25mt/7R/3W93z722cvH7+3fs6mwJcRhaPFaOJ9GRWDaViUbhMVgSCkfEEIhYIgFqpktNoNOIPCY1nU4Rc5hKYbpaLNBKRTadOuh2hFyOgmBmS1XFSG/3yvGxA9u23Dp/9sG1K4/v33rn8SufPn/65QfvfPbuWx89e/LB08cfPH387NEDMAv98PbNV25ef/vRq3cvX9y+bmbp8PBgW0drZXVjaXlTWUVjaXl9cWl9cSl4s6GkrDZaXBstBjcqsyESbi0tW9DSumrhyI7pNSd37b5+/NTLFy4/vHoDrEfXbr52/daTW3ffuH3vjTv3P33n7fefPnn68JWXb1w9c+TwxjWrFvR0NVWVD/d2N1SURrPCJblZ5QV5BeFAJMMTyfDUl5bt2bT52N59W9bOHN6569jefWsmpxZ0dXfU1deVlBZnZef6M3N8UNJnwOHMsFjtaq1dobZIFSaxzCCUGIQSnUiiF0sV3HQ5hydistKpNA6JzMQT6FgcFYOl4olkLJ6IxpMwOAqOFHuTSERDCc8EFAacJ2Ohx5CxRAoaR0QgScg0fFpMAUZjEWhcKgqbmgbtB2FQWGxKGhIGw8JgSjylQGfuDIbnRzJ7Aq5ev30g6Orz2zvs+maTos2i6vOYRiOeqWh4KhqeyA+N5QUWRLzzM209GcZOj6bdqeny6Hszrd1BR7PPVu02R836iFHj16ncGqVTrbZDS2tVQ05gg0b7txXr+AU1v1ad1ayzWLQWs8Zs1phNapNJbTZqTAatRQ+ZqE1qlR4KFZOpVQqtWqnTafRGvclmtDrMdpvJbNTqNAqlQizXqwwigZRDjw2ZE2g4DBGPJVFI9DgJQ/FXsQQQbjqEwNAYswSaZxaJJGCqWSZTyOVKiUQmlcpBgBYw+kkkMoVCBayg4LZUKufzhQKBSC5XqhRqwMaglkkK6YECJYdT47UP5fmXVeSuqsiaLgmtLwtuLsvcVOI9WJezqzywocC9Jtu+MtuxPMczle2ZDDlncryrM20rfZaZsGtDXmBzYXh3RcHhhvLZLN/qgGvKbR636RZZtUucxhU++3TQDXO6HXanDSyTxahQyfnCdA6PzeNzGSw6hUam0iFVMjbpRqDSIfUmFhxFYzAYdDodXB1CJlo+X6FQmEwm8JJcUlJSVlYGRVNmh20Os0whThdwWBx6nIGpdBKFBtnHiGTI/wAWNP9LwKMwaBS0E4bD4LBoLAZPJNAYdDwRuguLx6GxGCh+HJUGDeGnIcH1DQqFAfOlUClOKiIlBerFgcORcDjEw2lpaAwGF7umhZy/FAqNSoWyr8APlcFggUFoOh0SiRkMFhRuRqGRyRD6Qn0JsYE9LBYPPgsWiycQSDgcgUSiCAQiu93p8WRYLLZwOKu7u3dsZHSwf6C/b35ne0d5KdTpm5udEw6GvG6PWqli0hkYFDolKTkBNi85MQmFTEtKSgIslJqaCspR8Hg8+K6yWCwAwwqFQqlUyuVyiVgoSueI09lyAbTEbJpawC3wuwaaal+5ePbBuVOvXTr7+MKZTx7c/dMH7/7j0ze+efSrHz9+85+/fn7l8NZ7Z/b/4Yt3fvvxm3/46v1//c3n77x6+8GVMzfPnbh94cyNs6dPH9w/t2JZX0tTXtAfcNmdRp3DoA15nDUl0YHOtsmRBfu2bT62f09TVTmXSpKlc/RyCZ9BVfDZaiHTrORblTw2PtFvFn3+1u0vnt0qCWq2ru69fXbLid1TKxfVLegqmBiq2Do3uH5l18qRmo3LWves639p29i5g6tunNl869z2a2e2vLRn9e6tk1vWLdowMzIzPbxy2fxlk30rlvYvXtg22FPTXJfTUB3p6yxdPNI83F/T2pBdW+Evyjf7PWKznqpV4rVKvFFLNBnJLS3+kZHiubmuPXtGjxxZfvLk9OnTa0+enD50cNm5s+tv3th17er2Uydn9+yemJ3pnZhq3rBj6Za90xu2rxxb2lNTnx/JsmZFLMV5bjYlZfem5WcPbH7+6vXtK0cU9DROGswiotPhMHwSzGNSDnU2rBwfaC6N1OY6pnpKXvzLx9f3L5XiYFYxJterIaTNg1IwY8ptUjIMDk+Bw1NilemwxESoLPcnbRTa/ID2P1IRkAsrFZGQkPQT80I5SfEjNTU1MTER6kNOSuJwOJmZmfn5+R6PS6tRbdwwOzI4n00jZzrtWT5vR11tji/DolIq+ek+u7WurMSi16TFnMAet31idEFVaVSnlDIpBDGX3lZfeXjX1m3rpueWT6xfseTK8UOfv/3k2/eeXjt+cNVw394N08f27Tx+eO+e7Rt3b9vw/I2Hv/v280/eefP2pbM759auW7Zk6VD/zMSiYzu3XT56+Oqxl26eO2U1aWHzYCmpCVhc2rwECIMxGBQCkYpEwlNTIRcioEQul2u32yORSCgUKikpiUQi4ljqj9frBdf9bDYb/PLL5XJQhgTibbmxmQ0w/AlCs0ADKofDAXcJYgePF3PUx7Jt/ycABtosJiYOxkZFcOA2oFwiMeYRJJHAQOn/AsA/L0ACXx2UJxQLfP45AANUjg0CxBT/GAADmQ6MFkkkEq1Wa4wdOp1OIpEAezD4isD3R6VSaTQanU7ncDgGBgaKiory8vI6OztbWloaGhpu37n341/++v0//fnXf/jxtWfv/PXFi0dvvGW02pAYLJebzmZzmXQGVJFKhCpiKDiobIOAw4Ov/RcIDAAY4DGYjxUIBEajMRiKBIJhp8ujUKrZHB6VxgCz0CAHCwAwKAcmEMk/B10CkQzOQzudOEjy+DkAxxk4zrd/D8DxuwD6/u9/AgCOu39jGxfQ3mVyInweLInFTO8fWPjXf3/xw5/+9a8vXvzhX/7j8q2XJ1asrW3pKa5qCmYVBbOKoiW1eYWVOfnl2XlQLFYoqwhgsC+Y7wvmB3NLgBk4O1pZWNlQUttSVN1UUFEfLa2LltaVVzXLlAYyjWu0OA1Gq0arVyjVEpnUYNC5XA6rzRgLfTQYjBqjUZ+ZmWm3261WK+hAUqvVwWDQ5XKVlZXJZDK1Wq3RaNBodEFBgc1m0+l0TqfT7/ebTCaFQiGXy1ksFg6HA7PNZrNZLBaDrRMcDkejQa9iBDwFxBQRKUyBWGGyujIyI1qdSSZTCPkCaKMXhyGkJbPwaAGZICTS/VpziS8YsVjqciNrRgemR3q3rhz98LUbb9458937Dw9uXFpfkDHeXbNzzeJj29dOzm9a0tfYVBScX1/UUZFTle2uynbne/T1Bf6BxpLx7roFLeX9DcUL2yrHOmsWNFe2lRdO9HfNLB6Z7O/ub6yZ31A9v668syLaX1/eWBgpy3SV+p3VWd6mwlBXWd782uK+xoqqovCCrsZVi4eGOhv4NKyMRaktzB5oql3c2zHW3lqbk9VZWrK0t6c+O0vBZNKIVByejMWR8AQKDk8GJEwgUglECICB/EuhMn9adG46j8lmpAt4WDxmx67tZ8+fOXbi6NnzZwD9gtIjgK9ggDne/Xv67CmAsnFz74VLUEvw7bu37j+4d+/lu0AEBoPQoE8YvC9A6AuXzgMwvnz10qPHD6trq8hUEp3NIlCoNDaPJ5KK5CqZzqix2LVWh9JoMbn9nnBuqKAkEi0LF1WEouW+3CJHMCtQUBwsLAIrq6QiUlzuDOUqLS66QCkzOHPLGoYmVk+s3tzYPWL15XGlOqgPGY1HpmFT4f8FwD9n4F8AMByOQyDwSCQBiSQgkFg4AoNAYiEkjs08g/A8kCEfT5LHQA4LDGSRhKeiUhOFTErYbbLIeEUZlt7K/J7S8KKG4sVNxR15rtHa7Bd/+OzjuycWN2Sv7i69s2/NpS2Tp9eNrukqHasK7Zno/PzO6d89vnNi9cSm/vYl1aVzvS1jldkLK8NDZaH+4syu/IyWiKM+01rrs5TYdQUmZUQrCyglXokgQyrMMxrqMjLmR/KmS+v2VXU+n9pyq3Zkl6tsiGctpUgcRI6MxBTxICsjn8kXEFhSBC1fpOmwG8eC1n1tpa/NLfrx0r4XD868u33FeIamjI0d85lOzG+8trjnw63L/nhi44srO3/YO/nNhv7fHl757PCclp6WTiRoOEI9nqGFJS+ym384uv2Ppzb+89m5P59Z/5+Xdr04ve+3ezd/dmjXpRVLGm0mBTxFhSMoKXQmikjHUlEIHBpDTEFgUtIwOBIZS8Kl4ZBkCp5KJHDpdI1M5nM6c0OhnGAwNzOQFwjmB0OF4Uh1tKi2uKSqMNpRV7+or39xf//B7VsvnTj2+N6d9548/uDNJx8/e/rtxx/+/puvfvPFZ99//umvP/no6w/f/+K95x+8+eTJy/devnblxplzR3buXrtkarizu726trG0vLWyuru+saWiqr26trWyurogWpadW5Vf2Fha3lZV01BY3FBY3BgtaSkp76mpX9TVu3bRxJYVq7eunN6/ftPpPfuvHz91//yl167fevvlVz54/PidR6++98ajT58//faT9//h84++/eT9T58/fe+NRw9uXL575fylk0eO7Nm+bd309OSisf7u+W2Nu9evf+P+/WevvHL99Olb585dP316/+bNW6anR7q7B1pb26ura6PRsuzswkAgz+fL83qDZkvIaA4aTJk6g0+j86o0LpXapVI7lSq7XGGRyYxisU4g0PL5Sh5Pkc6TsHgCBptHZXApdC6FziHTGHgSFYOnoHFgkVHY+KKkYalpaGoamozCEjCQnAZtHsUYGI5ApyFQUOoVLEGMwgbFslaPbzgnd2FWYCjgGvA7BvyOHre5xaxuMipbLZr5GbaRSMaSghj9ZvtHIhmDmc5ej6nHo+9yqdsc6na3ttNnbffbG72WKqclX6+OaJV+tSJDpfSqNF6tzqM1OHR6g0ar+6+lhwp7Yxhs1JiMGpNJa45hsNWitZo1FpPWolLqVWrD35ZSp1bptRqjAerPgYR3MB1t0Gj1ao1GoVRKFOJ0CYfOoxEZdBKTTmJQ8FQSgUolMwAHUSg0Op3JYnN56QKBSAgxbwx9AdaKRFAeBeBe6G6g8cbAWCqVKxQqtVorEkkEApFIJIH0XpEkHcpsEcqlCrVSIxXLJHyxVCCRCiRCrkDEFajS0wuM2t4c3/Lq6OrK3JnyrB21OXtqc7aXevdXh3aW+jfkuWay7NPZzlW5GctyM5ZleWZz/dMB+4oM65qgay4ncy4/uCmas72scCY7sDLkXeK2jlh0C4zqYZNmkVU74TDAjGaT1W4zWy1QK4PFbHc6jGaTVC5jczlUOg1qyyMSAHbiCHgShUylUolEaLQYKk2I+evweDyJRMLj8TQajcvlisVinU7n9XpzcnIKCwvzC/MCoUyHy26yGJVqBY/PJVNJsb1+LAaHTkMjAbEi0uBpaCQKA2FtCjw1KSU5FQFHpCHhsTQgJCoNjkSkIuDJqSlgpSLgSFQaCgP1ccUXHI5MSYEnJ6cmJaWA4dLkmLoKhyMBA4NyyNi/HbqspUEUD118stlcEgliYzAWBdA3FpIF1QkSiWQcjoBGY8Enil3DQ/8ZQAu2QCDy+TINBpNSqS4oiI4uHJkYXzw+tmjB4FBrc0tBXn44GCoqjEYLCt1Ol0QkppIp6DQUPCU1JSk5NTkFUgljB0CdhISEpKQkBAKB/km2AEUsLBaLz+dLxEIxnwsBMJ+rEvHl6SwZh2GWikJW00hr45FNc/dOHnl84czzm1d/987TF7/57j+//eLF77948Zfvb53cde3otv/4x89e/Om7f/vdly/++N0fvv7owye/unL80L6NM5tWLx/r6yrLCfvtJoWApxSmy/lcEZshYNI0EmGm01aal93T0rh13dpnr7167thLTqMuLREqAVYIOSalxKjg6yRsJQePhsEWd5e/+Mf3d6zuHWnL3j83eHjLyMxEQ2edv6rY2tYYaKn1LR+t2bKqc+qys8kAACAASURBVM/c0K7Zgf0bR07tX3n+6LqTh9ecPLRu99bJ1cv6BuZXNdbllJf5q6sizU2FLY2F5SWZkaDB71VlZqg9LqlWTRekI4l4GI0C4/NSTQZGYYFxaLBsy+aR48fWnD0zd/rMzMlTa06eWnP+wsbLV7aeO7/h6LHVR49N79s/Nbe+f2pp09RUy9zc4J49U4deml2zcXHXUEN21OcOGHyZZqdLJRaSCSiYz6EY6qo+sWf2nVevHNqwLM+p1rAw/ycqWUjG9NRXLl3Yv3F6csnC7ohLo2QjnXLCw7Ob/vTx7QwZOkNF6q3L0ck4aBQkfsIgrR+aXgbxbEQiHkzSAvEf4t7Yfg30e5v0twHphIQEkBL8EyRDf6NQKOiD/aQeq9XqgoICj8dlNOhUSunjV15ubagVsZlhr7umKFpbXJSX6ddLJSqRINNpD3hdDAoxEQYbHRlaMjYcyfRK+BwWlZjpssysWLJv64bli4YnF/QNdTQNtTXMLR1fNdK/dLC70GuLOI1V0dy2xuqJhf17t204sHPzppmV/e1N9WXRPL8n4rbblTKdgOcz6lrKinfNTL9+79bFcycZTDKoRILNg6Kh8XhsamoyHJ6CQiGBEIpCoXA4nEQiCYfDgUAgJyenvr7ebDbz+XyPxwPZMEwmuVwOIDZehhQXgQEuslgsGo0GouwYsQPgokQikUqlAoGAyWSSSCRi7ACybbyYNy7VAuIFj4lLxD8HYBCZBz4OQMS/V4B/AcCAq+GxEO+4MpyWlvaLHmCgAKempmKxWBCFLRQK5XI5aH81mUwqlQrIv8KfHRKJRKPRmEwmnU43OTnZ0tLi9XojkUhxcXE4HF40PnH17v39J07teeno7sNHvv/9j+99/FkwKxuFwwPHDofFZjGYTCqNTqbQiWQqkUQiQE/j4IuKkzAQTMHXG3OXQF8TiUTicrlWm8Pj9Xm8PpPZKpUpeOkCNofHZHFAk2rcEgx4GMi/QOMFIjBIzPo5AMdFYMDAccr9BQDHzwPujac6/08YHJd/wXM+eP0mkaAuqKSEVKFAWlRc/v4Hn9791aPnH3769P2PPvn2NycuXusZGsspqsjKK4NWbmlOfnkoqygrtzS3oALowL5Ani+YH4hEnf5se0bE6c8O5pYUVNSX1rUW1zTnl9flFFRES+uq61rZPAmNyc8M5ej0ZoPRrNMbFSqlRqMyGvVGk9ZqMxqMar6Ao1IpvF6v2+3OyclxOp2ZmZkajSY+A280GkUikUwm4/F4KpXKarWCxGaAuAqFwuVysVgsNpsdjh0aDeQeFwgEoNeXzWbDYAksFsdscdjsbqFEiSPSUFgSnkQXieVGo1mr1vBYTMQ8GB6ZlE4hGMUCh0JZmOErCQT66mv6G6t66kq7agpeuXbsxX/87sWfvn79zum5pf1NpcFVY50jnTUHNiyfX1eyYrCjrSR7dlH/RHfjYENZX01RdZa3vTRnqLF8cVfDaFvN/Nri3uroQH3pUFNVUaarpiBraqBn9+zqLSuXzG+o7K4qXtTZ1FtT0lFe0FNZNNpat3Q+JDsv7qgfaa0eaqvtaapYsah//crxqaHuvAxbNOAaaKkZbmucGujpq6kYbKhZP75oWV9vSYZXyqBT8GRcbBFJNCKJhsWRMFginkABbwIGhupDYzowjc5ksJhCsQBSX7msX7364NiJo8dPHjt+8lhc440VIP1NBD57HqpBivMwmGcGPUagAOny1Us3bl2/c+/2nXu3b96+ce3G1XiLEnivU2dOnjh1/NiJo3F4vnLt8v8Riq12C5lKItNpAIDTxTK5Rq+3O20ZfovHp7U6rBlBR2YkIys/Ei0rrG4sqW/NLa/150X9eVFXOMvo8ausTqXFITNaOTINgS0gsERsidYTKWqdP9azcFlBZaveGRZrrP9vARiBwMPhuNRULByOi3EvIQ2FR6bh0lBgQQrwzxdIzoOS/xCQqzgtJYFFxDjUYpOEE/WaB+uKx1vKFtYUdOVnjNfl3z24/vLW5SMVgRWthRsHa8+sHzkxM3Rzz4pfHVm3e7xttDwwVORb3Vq5tL5061DX8oaqkbK85c0lU83RiYbCsZrcwbJId4GvLdvTHHaVu4xFVk2eQRlRS7wSvj2d5eBzfGJBozdjWWnV5vLmTzYeerV/9Y7MqkqsMAvPk8HxDAyOxYJmzikkKhVF4KTiwyJFb4Zjod90ekHzqzMjP1zY8+erB9/ZumzQKq3mkyaCtt2NpVfHu59MD//+yLo/HFr13dbRX28b/c+bB+5vXSZEwViYNAWNpYJjA3jyqkz3+3OTn22f+Obg0u8OT//lwt4XF459tm3DJ0cPrKwqsWDRfBhMgSfISHQWmkRFk3FoEh5HQSCxSXAopg+NRSHSUjBYBI9FT2fR5SJ+htNWW1G6aHhw67qZI3t379uyef/WLYd2bN8xt27F6Ojk0NDUggVjvb2Tw0Mrx8fWr1y+Z9OG04cO3L188ekrDz58+sZ3n3787ccffv/5p3/49Te//+arbz/+8Mv33/3mow/eefjao1t3rp0689KOXTOTS4c7uztr6ztq6hpKyloqqlorq+MicHVBtCI3vzFaUpcfrczKLQ9nV+fkt5VVLmhpX9I3MNbZs3xo4frJZVtWrN62as2e2fXHd+y+cPjww1s3Xrt3862HL3/w9PHn7z37+qN3v/rw+Rfvv/3uk4efv/fsi/ff/vCt199/87UPnj5+fP/W1TPHb58//+nTpx88fnz3/Pmrx4+f2rt31+zs7nXrVo+NLR8eHu/t7WtoaCwursjOLg2HS8PhLLsjx+bIstjCJgvAYIgVNVq/wejTGzw6nVurdarVDpXKplJZ1SqjTKWTKrQSuVYi14hlKqFExhOI2Tw+nZVOY3LINBaRwiSQGXgSA09i4ck0FIaGwUK1XtC0FB6EYkBFCQhUWnIqLiGBg0xzctNrbLb+SGQkJ3ssNzQSyRgKuHo9ljartl4nazQo2qzaoYBrLNs/nhsA9w5mOvu81k6Hrtut63Sq2hzqNpem3Wtu8VrqXMZym7HAoMnSqYJqZYZKmaHWerU6t0Zv1+r0ao02tnQarVGrM2p1IL9Kp9Qb1EYAwFadzaqzWbRWk9aikGuVKr1aBaVoadQGLbTjajEbbRaT1aAzQh9NCfXyqWRyqVAk4PDpJAYRQ8Kl4UlYMpVAg3ZgoClxEh5LIOCIIAWaxeLweHyBUCz6iX7j8i+gX7lcKRDEan6htlmRWCyVy5VKpTpeqgS0YrFYKhSKJSKpUq5SyJSQi5gnFHIFfHZ6OosnSRfpRJKQRtGe5Z2sii4tz1ldFtlen7+/qXBXZXBPRXBbkXd9rnM227E2170mz786P3NVrm9dQWA65Fjhs60KuWZz/bP5mTO5mWvyMlfn+JaH3YszLAsdukGLqt+kGDArBy0qGBXqd2Sx2FwWh80XiORKhUKpFknEEqlcJBHzBSIOL5Z6wqDTGSwmm0WlUgkEAhaLhebJfjpiO81kWgwoGQwGm80GGAz5l9wOp9vh8jhdHqfFZpYppHQmDYNDI1EIODIVuuxPSUxMTkhMTkhOTUqBJ4Pw28TkpOTUFEC/yakpiclJAIZTEfCYWgaUXWiXH5odjSm9ce0XADB4EwAGuBYFl0RAGcBgcHg89OMEDMxkssGcMxB+SSQK4OG4FAxdOeGJGAzkmkMiUWDhcITk5FQEIk2pVHs8GSaTRa3W1tfWDQ8tmJxYsmTxxGD/QGF+gcfljhYU5mbneFxujUot5AvYTBaJQESkwufBID0wISEBTKwBlQ8wMHCNAkxCIBAYDIZGo6XzOAIui8+mizlMhYCnFvEUfLYyna0XpitY1Nqc8GB95ezI4Euz06+ePv4vn330ly8+/vGzt/71u/fvnN5z7ei2Hz5/68UPX/z49Xvfvv/kq3efPLp5YW7pWGtFUXVhdpbHYZAKdWK+WsiX87kSLkvEZki4LDmfCwZvDAqpTiZuqCh97f6dT999u6GiFI9IcZsNGolQIeCp+Cy9kG4SkpgI2K0j6/7ps/tzIxWDtZ7aPFVdga40W5UXktdWeuZ3Fiwdrd4+23909+SJvcvPHV5z9fTms8fW7dsxNbNy/orJzkWjzT3dZRXlmb4MlV7HVSkZMiklnYehUxIJeBgeA6OQ58kkBLtNWFrs6egoXLm8Z/fupUcOrz18ePW+Pct37Fi8ecvwps0LNm1esG376N69S/ftW7Zp08Lly9tHR+smJ1vXrx8+enT26tV9p05tXr68u7o2kpXnCed5HRkGvpiGwSUymOiQ39LXURXy6PODlrmlA5tXLVw6v7Gp0O9Rcvi4JG06Y92yxauXjDRVFgWcBoOcSUfC7FLcyU0L//Xz+2ONQbcUt7i3or2uAI9OmgeDpcIT5yXAEhPnkUgEmUyi0ah4PB4Wi40DcEoKPAn8H5iXkpCQNG8e9PsAfvopPx3JyclA/k2MHTAYjEQiGY1Gp9MeDPitFkNdZdl7z950mQwWjcpnteQHMqsKC0qysxwGnYjNdNvMJp0amZI4O7O6rbEWBJgZ1PKa0oK1yydG53c1VZYUR/z5me4Mo9ok5StYZL9RZRKymahkLgXPY5KNKkllUa7fabZo5TIe06gQyzgMNgGDhsHIqUl2pawsEmyvKO1vbXz+7ElzSx0CmQybB0Oh4Tg8xO0AgGNSMFQJBPJpKRQKuOIPBoO1tbXhcFgsFiuVSp1OZ4iVs/H5fDAKkZ6eDmAYiLFg14oFWr9pNDqdDqZR/rZJFANgoVDIYrEoFApgVwB4cQAGjAroFLT+gk09AHtYLBaMQIPPDsD7f1KA43PUce0XQP7fAzBoowEY/AsbMJlM5nK5fD4fGEQNBgMofZVIJNALiEgkFosFAgFgG5VKZbFYDAZDNBqtih2RSKSioqK4uDhaVHLy4uU7jx7/6smbr7zx9K8vXnz61bd2tweNJ0AxP2wuhwXVpXMYTBaNziRT6eSYgZpM/vl3CXAv2N8kEAhEIjH+bSGTyRxuulKlsdocVptDqzPI5EqBUMzl8UEbMOBeYAYmkalkCg3wLTTbjCcCPAYKcPz2L3TgOOj+twD8C/qNY/Df3wCTQWAXEdAvGOSBp6TNgyXx08WBYNYnn371+lvPv/z1bz755runH3z65W9+OHTiXEl1Y1FZfUlFYzASBdybW1BRUFSdH63KyS/Pyi0N55REckvtGRGHLysjXJBXUlPR2FHV3FVU3ZRVVBnKLo6W1oWzozQmn8uXuDOCeoPFbHEYTRao+yw2wa7VKe0Os8VqEIp4GRket9ttih0SicTj8Xi9XoMBqghmMpmFhYVOpzMQCPh8PiaTqVarbTYbqMjmcrlutzsrK0smk/H5fL/fr4gdHo/HarUyGAwcDsflcplMNp8vVKn1LrcvHMkLhHPtLp/eYGGz0qGWC+iih5kCg1ExCBmHFnKac9yO9sqy9orinvrygeaq0Z66ycGmcy9t+vL5g/tXDh/fvXbjqgUNxZm710/uWDuxfLijqTA02dtcGXavGekdaa0ea69d0tM0UF86vbBnw5IFu9dMHtqwau/M0m0rFm1dPrZzeurQ5tnuuorq3PBgc93OtctnJxauHRtcOza4ZrR/oqdluKl6tLVuqq9l1YKumZG+ucWDs5ML104t3DG3YteGVavGBvoaK0e7m9csXnBqz/b1U+NtJYXjna3rxxcN1tXm2qzE5CSgAOPwZEC8cRgmU6DuUHASADCNzqYzWEQySaGSY3DocFbowSsvA/Tdf3Df0eNHTp05CSKawZxzvPQIIDGQiAEPnz1/5vLVSyDRCqjHAGtv3LoO8PjMudOnzpw8efoEWKfOnATZV2fPn7l999b2ndt4fC6JQqQw6Dgol5rF5oukKq3J5fGGszyhLKvXb/eHrRlBa0bQHcoJRctzy2uzSqoy80vsgYja5mBLlUQOH8/i4Vk8FJWdSqChqTy6QKkweZzBglBhTSC/yuTJlmhtKCzk3f1/rgAjEPjUVGxKCgYOx6HQBAyWhMYQkWk4ZBpkD06L5cb//E84Ig2FxkJONHgKCp6clgjDwxPFdHzEoZ9fGx1vregqDvYU+hdWZi1rLT2wdP54TWS0MnBkZf+WhXVHVvZ9+/Dsf3728PO7x3735OqPb93+7tXLd/fOLSgKLSzJXlpftqajfqI2f7wud6wmd6Qqe7As0hvN7Mzzted4m8KuWr+93GWOWrQRrcInE7qEPHs6O0+vq7baex2++1NzH60/cKSqr5ajDlL4UiyRRiBQWAw0jYQlkohoPDUF4+IIOtyWIa/+2Py6G0t6Pt679k+XDz2eXdQiZ9QKacuy3Tvri0/21N9Y2PrRxvHf7Fn255fW/POJjS9evXBxepSPhMlpFEZSiglFWOjx7ikvvD/S8drK7k/3TH390rrfnd79x9NH3t4wd2J0Qa3ZaMBh9CSSkkjhofEsLIWJp5OwZGgUA0uKdZilwRFJNCrBYtaF/Z78rGBtRelAT8f08ql9O7dePHn8zpWLL1+7+trd2+++/vjZw1fuXrx48diRk/v27d20Ycfc7NaZNetXLl87tWR22dT2dTPH9+25cuoE0IS/eO/51x++/92nH//j11/+5ovPoKHot59//s67Xzx/76M333p48/bJfQc2rZqeXrxkoLW9p6GppaIKaMIdNXWNpeWlWTl1+dH6gqKGwuKmotLW0oru6rqh5rbRju6FbZ2jHd0j7V2DTa3z65uGmtuW9A1ML1q0f8umQzu3nDy45/Kpo/euXgAw/PZrv3rvjUfvPnn47NGDZ48efPD08Ydvvf7avZuXTxx7/fbtdx8+fHzr1rUTJ84eOLB/48Ytq1btmp2dXrRo+fDwop6evoaGppKSypycklCoOBjMd7pz7c4siy1kNGfqDH6tPkMHrYDJnGk0+YxGr17v0ek8Op0rtmxqfSxKyuK12H02p9/u8tmcXovdrNIaFWqtRK4UiOXpQhlPIE8XKnhCAZ0hoDP4dBaXzmTSGXQqtOdOgQIw8DQMmofBGFmMQr22MzNjOCsyHMlcnBcezfIN+B0ddn29TlarkTQZlZ0Ow2iWb1FO5li2fyjgmp9h6/Nau12mdpvmZwCsa3UbG13GGoe+1KqNmnQ5Bk1Io/KpVV41pGk7FGqLQqVXqrVqjV6tMcQA2KTTm3Ums86kVxmMGhMk/+qtgH7NGotBbYLQV2vSaaEpaI3aoFEb9FoT1Cyl1kGZz3qDUatTyeR8DpdOphCxOMgpHQNgAppIxlHIOMgsjccSKCRonwhohGBUlsXmcrjpkI83pvEC7VcOAaRKqVSLxVKQIJ2eLgB6L5iUjrcKC2M1SEKhWCqWyaUKkKEFVQRz+OksHgBgjUgc0Ktr/c7+ouzxsrzlpZG5qtztdXl76/K2lWZuKvDM5Thmsx2zeZ51Bf61hcHp/EwIgLPdK4PO6WzvuoLAbGFwOte/PMuzLOKeCjknMm2jXtOwS7/AqVvg1A279DAMlohCYzFYYmwsjorB4vEECp3BSudDfC+RKkViKdRDnS7gcKHNfjKZjEaj4XA46AsBogGBAMVI/sJKR6fToYApEV8sFSlUcqVaIVNI+cJ0Kp2CwaERacAzAv3509gyhK4AcWMKLgTAiDRkcmrKvMQEcAbQL3hMcipUlxpHXIDBcT3tv+LafpqFBg+Ia8IoFAYMMwP0BdovIN6fA3AcjCFXMImCwxHS0tBwODR6jccT6TFzM5vN9fkyCwuLrFZ7bnZOT1f3sqmla6fXLJ2cqiyvcDtdwcyAx+W2mi1qpUomkUpE4nQuj0wkpSGQSbERaKD6IpHIlJQUMBGdlJQEhqIRCAS4ATXEMOk8Fp1NI7GoRAGTJuOy5TyOnMtUcVnadJZLIbGK0isDvomO5v2rlz+/de2L1x58//5rXz67//KFg5df2vKrSy99+ezl33327P3Xbn3z3uuv3740PT5UmOkM2nQZRrVVJXEbVDIek0vBE5HJ2JR5pLQUNgkrZFIkHLqUy7BpFWwSNuC0XD519PThfdk+l5THlqSnO81mu1YtYxKyLFJaAmy42v/i+9c/f/ng7IKiUh83z80uDIoris2NDYGejrzRgdJN070nD6y8fGbzzUs7L53ZvHPz+PjChrrKzLwci8MqUiqoPC6aTEkiEOcRSQkoNIxCTVYq6B6vOlroamjKGxttmVk3MrN2eO3sgrVrB6eWdY2M1Hf3Fbe3FzS35fT2l0K3O6Od3cWji5pm1g1v37l8155Vz965/fbzO/dePr11+7K2juLsXGsgaAyFrSqtiM4iEshItVZUXpnf0VFTXBAwa4VkNIyGhfU1Rg9uWdFfX3Bg/WRvVU6OXankUvMC3mh2wOcwGJR8PgOdBoO1lbm/eXrhxfePj8z2GblJPVWBxf0NOgU3JRGGgCcmJMKSkhJIJIJUKlYq5Ww2Oy0tDbAt2KwB3AuDQeFYYAQ6ORmKxgLIBBKDwfBzQsxCDGAYj8dDGXV2q0Gvthq0C+b3XDx5POByRDxup14Xdrsay8uKc7LUYmHI58kOZWKQqT3d7SUFOXw2XcLn+Fy21rqK/s7m3EyP325SC9jpFBwFkYiEwfAJMD4RZZXwBCQ0KS2FikNikmFkVCoCBuPTSWwChghPomOQ2CQYLgFmV8oW93VvX7NqcqCvviza3wtFwSOQyci0FBQajiegU1OTkUg4ApGKRkNfNRKJJBKJYNpfJpMFAoFQKJSXl1deXm42mxkMhkqlUiqVWq1WJBIBdStW/8sBhgsKhQL5UWKBdiwWi8lkAvkXnOHFyl1EIhGfz2ez2TQajRQ74nz79+HMwPcbJ2TwtAbmn+l0OvjUwEsMyBA8ElAuSIEGOB0HYIDEvxiBRiKRIPUKADDAY3AGiUTi8Xgej8fn84VCIUhFAhqvTCYTCoVA0xYKhRwodZEHnCYZGRlgs6Curq66urqhoaG6urqxqeXw8VNf//b3b773walLV77//Y9/+su/h3NyKQwmg8mGvmdMFqQA0xkMGp1JpTEoVDqVRo0dUCDuz0gYfMfAdA+JRIpTMYVKF0tkUJaSy2OzO7U6g1AkAZVI4OMBBgb0C8Kx4hpvHHrjMBx3CMcf878DMOj1jfcb/T33xs/EHxMLgCDHbSyJ81LmwZI4bL43I/Cb3/7w7W/+8Tc//NOn3/7D6+++/8Nf/vrxV/+wZsO2ksr63Gh5tKQ2WlJbWFxVUFSZH60oLK4qKq0pKq3JL67MKSwL5hYFcqKhvOL80uqS2qbSuua8supgfnFOYVlxRZ1KaxFK1FqDVa0zO5xeh9MrkcoVKqXFYooNO5s9XofbY4dqAh02s9ns8/m0Wq1EIjEajYWFhT6fz2AwaLVas9ms00HcTCAQgPMINAODiCy73S6RSEBemkAgQCAQCoWiqKjI6XTy+Xwul0skEu12p8vl8bj9dofHaLLpDRajyWa1ueg0NgqFSYTBCGgkGY1Ui3h2jSwayhgf6OhtruxvruprqZgYaB7rr/+/ODsPqDbPPN3LdAnUe+9CvXcJdVCXANF772CKCzZgAzY2Nu4tLnHvvXcndmI7PU4vkzrJTDKzUzc7dWdmh7uf3kTrndm959z7nu/ofHxI8jkCZP3e5/k/z9zkwORo69Y1w1fP7tq5frSpqnBRV9W+bVPb1ozu3bCyrTQw3tWYcBoXNVXW+h0tscKO0mBj2LO0tWa0rXayr3XD6MKtE4s2LhvcuGxw8/jiCwd3n9izfe/c6qGW2hULu9YtH9m/YfXG8UV7101tmlg8M9K9aqhz7eLe9aMDW8aHtk8t3Ty9bHp04Jn1U6f2bZsc6WmrjE0O9Vw6vPf4rs1NJSGbRNgUC/XXVg421Cysr5UxGXQSDYcnAws0cEHj8OQfJn5pAIOhECwKg0pjQXv/LKYwX/CfrrQt2zYD//PZ82dOnDp+4tTxs+fPXLpy8dqNqwCAQdpzqgYJ8DBIeD5/8dzTUc9Xrl1OATBA39NnT508fQK0H4HvAvQ9f/Hcgxfv9w30JqNPCBQGHUciE6gMKovLy5eqTBa7r8jpD9m8RfbCkMXjt3j8Nl+wIBCz+6Nmb9DgKlJaCvhKLVUgJnIEJG4+gS1E0zhwAi0DRUZRuDy5weqLRiubw+WNWnsRjS//fwVgBAL3zwCcFIG/B+BUhB7A4MysHKhTLTcXnpOFhGfB02DZMBgxB1busy6sLV7cULy0PrasITpS4ZvpKDuzbsmnd06+cHjDTEtsY3/Fw0Prv3j++IfX9v38lct//vjh/C8/nv/Vp79/79Gx6SXruxpW1pcNl/on6ovHGmJjDbFldZGlNZFFlcHBssBAaVFfcWFXxN1UaK92GMqtuhKjKqiWeeUiq5BjYdJKxdKdTV3v7Ti4u6azRWGykZhSGp1MwWOYpGwSGkWG5lwIcKSOxux0msb81gMdlVeWtr++aWz+hYv3pwebhMTmfPrqsGtfc8XeuvidpR3vb1jy2yOzf7vwzB/P751/5daJFcOsdJiGRePlwJsNxgvDQ5d7W4/XRY82B28sb7m7evDq2MDN5csOd/f0uz0eDttCp9t5fDGOyERiuAQ6A08hYiCdDQ/5ZLBYJAKPgQd8ts1z01cvnLp97cK9m1evXzpz5sjBQ3u2P7tj67M7Nx/d88zZI/ufv3r50e3r9y5fvH3hzI2zp88c3H/h2JGrp09eO3Pq5P59O9bPrp9csWn19DMb584dOXTj3JkXb9148ujFT99566effPzVRx98/OSNn336+U8++tFXH3z01QcfffLk7dfvv/Dc5as3z54/vmff7g2bppeM9je3dtTUddc39jW19DW1NBUngP+5o6K6o6K6q6q2p6a+r65xuKV9uKV9qLltqLltcXvXeN/C1YuWrhsbm50Y27Rq6pkN64/u3nXx2JE7F88/vHXjlefuvnT39t1LF66dPnnj7Olrp0+eO3zwI1EWQAAAIABJREFUxL49J/bteXzz5vOXLl09fvzs/v0ndu/eMze3aXJyy/T05PDwaE9Pf2Nje2VlU2lpTSSSKCyMOp0V3sJSpztqtQMFuEhn8JvMQYs1ZLUFLdYis9lnNHoNSRLW6116vVWlc+rNRTZnxF1YXBgs9YcTgUgiEAk6PH67y2u2O/Vmu8ZgU+ttar1dY7AotRal1qTU6JVqrVypkkkVErFCLBSzGEo2o0DIL9GrO92OJeHCiUhgIuIfi/iWBlz9DmOLTlanEDaqxV0WzYDTNBbxAfl3yGPtdxj7HcZeu77TrOxzaHoL1F12TWeBps2ubbRqasyqCoMyrlUCBdijkLshU7fCJpMbpVJDUs/VK9UGlcao1po0OpPGYNYafwhzNpu00DCwXgUhMZSbrdRp1AatBupYVquSIrBSo1XrNHK1QQ0BsFIq49KZBBQGlZODzIaTsUQylkjCEAgoHAGNJ2GJ4CATKWQiND0KGDg1QArNASfDsQQCyA4NFGCJRCYU5vN4AnZyUBiIwMAmDSzToEUJ8j/zhSJBvkiQD4KypEKJiAsJ0Twml8/kihhMq1Qa0CmbA97ldWVrGyvX1RRvqY0+25zYXla4JebYELJuCNk3Rt2bir2b4kXrY765uG9d1LM+4l4f825OBLaWhzaWFK2NuqcD9smAbUWRZXmhadRrWOrRL0keMGATwuHJJDIdhyfn5mFQaDyVxkJjCFQai8fP5wvEfAHEwFyeiM0R0GgMFAqVkVwgxCU7uYDHD4S7gE97ubm5aDSaQMITyQQ8EQeqN4D5GYnOy8rJzIZn5SCyU/SbkZWelgHF3gKTczIeCDJCAwCGhLGMdCALP60GZ/2gCANROIXB34eV/3e8zszMTk8+b1YW9BEUmJmBR44ImbuhwWAymUokkgkEErgCYBicQ0FeeCLwQoPrOp3B5fIoFCqHw9Xc3Nre3llaXNLd2bVifGL97Lo1q2e6O7sKvT6dRmsyGEHxY75QJMkXK2RyqVgi5AsQCERK3AOjocDmmp6eDsJysrOzMzIyQIsjDotmUIhUAoaERZJxKCYRxyUT+RQCn0JQsBkyBjmfiNVzmRYRx6eSLmmuOzi3+sqRndeO7bh7dt/14zuvHt3x6ev35r/76Z9/8fn8d9/+4rN3Tj+7vbE0ZFOK9PlsCYvCIaLZBAwDj6KgETh4BioThs5aQMzLpmHzWEQMl4LPZ1GdRk0iVOi1GqwaeXGgyKgx2I1WnUSsZFOU9DwbJzcgRX3x3IF/fevclV1DGxYVd1UZq2PKob7YqumO9bMLr13YcfXctrPH1u9/ZmLT7MCS4eqqRIHDLhSLsBRyGgIOy0HA8IQ0oYhgLZCGota+/tq+/tqBhfXDI80ji5v6BqqbWqLllZ5IzBwMGwr9mkK/Khq31Df6B4frJlZ2T6zsXr9hye69MwcPbzhybPOBQ3Pbd0zPrlva21fT0BiNxZ3+gDkQtLjcmnwxLQ+1AE/IK3BZunvaevva/H4nl0XEodKJ6HQWAZEDg/EI2ZMjrV4t78dvPffytaMFCpZaxOTRiRq5SCbi8NkkEmoBMg021lt24/Ca//j25Xdu7fVIUbZ8dHeNv6spgcmDLMuZWQvy8hCQgwSPRaORcDgcKLrpkPifAeh3ARRTBQFw0r3/fTA02PtIyb8IBALyVMOgqiHAw3q91umwOx1Wo0aZz2MPdnUc2LWjLBS0adQWlTLkcoa9bpfZGPC6PA4bIivd53UWRwM8JpWIyZPn830FJqtOwcCjaFjos3AODIaAwRhouEcnV7DIOh6dhc7BZkFb+HnpMFQm9FEmBwbLWwCjohAaEa8i7F8zuvj6yWPvPnrh7vkzKwb740Vuo04ZCHphC2BYHHJBGozOIJtMBgwGlZsLT44BZ+fm5mKxWICLVCrV6XQGAoGUCMxisRQKhUQiUSgUIpGIm9R+WSwWjUajJMVeMpkMnCZ0Ov1pAGYymakxYB4PCsQCHukU1AGHMwBgYFoGpIpEIoHnGZAtEokEsicej6dSqcCE/H8JwXqaflNPjkAgwJOnSoBT/mfwMwXB3ykkRqPRTCaTy+UC3FUoFIB/wPyzVCoFUdjc5JJIJGq1GjifBQIBm83W6/VlZWV+vz8ciVXVN+3cf2hiZu3o5PQrb7791/n5uqZmiUJJpTGoUNgBhL7gYICTZJQDgCsK5b9gGEBvyukDBGECgYBCY6k0hlgi0+mNFqvdaLKI8iVJjoaYGmA1kUQhkigkMpVCpYPUK+CCThUmgRPAw08zMITBP+Rg/YMCDL7EYvGpO/xv5mdwHYvFAwZOATCU25mLROZiFsAyKGSGSq1/972P3v/RZ/cfvXL++q37r75+9/HLP/3ld+998uOR0RXR0qqG5p5ocXW0uDIULQuES8Ox8uJETUlZbbS0CupGipV5Q8Uuf9QTjAdKKuJV9Ym6ZoiEa5tLKuq4AmjU1unxi2Vqj9dvL3Cr1Fq1Rmc2m41GvUwmUakUJrNOr9fyeDyVSlVeXu71es1ms0ajicfjRUVFbrdbIpGoVCrQEQ2i0fR6PZvNNhgMarXaYDCAEiOfz+d2u0GNdmFhYUo0TiQSNpsNgcij0RhymVqjNsjkarFEIVdodHozjcaABnBgMGwenEMh6qTCIpuhuTK2pK9pbLj50sldn7734Lc/e/+z9+/P//tP5//yzRuPLu7eMja9vHPJQO3UaOfsyoG9W6e3ziwdaa6c7GvtKgsP1ZdVeq21fkepwxC3afuri7vLI93lkYW1pUtba8a7Glf2tkwv7OqqLl2zbOTojo2LOxp768prI4WL2+oG6suHm6uXtNdPD3ZsXbl4z9qJfetWHli/8vDmVTtmxzfPjO3fsvbUvm2zY8MbJ5ce2rr+7LM7ayOFBhE7ZNb31VTUBHxdFaVj3Z0ek4FGgWReNIaAwRIBABOIVBqdDYKvwG1S+2XR6JC1TSTOxxNxeqPuhYcPjp88dvDwgcNHD124dP7s+TMXLp0HaVVXr19JZUFfvHwBDANfunLx8tVLKWPzuQtnwf1v3r4BapBAAzAo/gXBWqfPnrp4+QK4w6UrF59/8BxQmN1eF4lCpNIpJBqVTGdQmBwam8fkCUVKtdZqNzk9hgKXzRe0F4acgagnXOwIxnUOn0RvFaqNbKmSJpTQRVKeQiNUGxn5CiSFlY4i5ODoC3IJeKaowF9c0dQTTNTLDM7/PwAGLmgEApeHxCFR+DwkcEGjc/OgkvBUj1puHgqOyMvIzIYyXPIQ8JwMZE4mPA36LwOTDgualT2Vwb5y/0iVf2VL8Vxf1d29a3/92o3XTm7/+6ePP7jy7NWto9uHqk7O9F3ZsvTq1tGHh9a/d/XA1y9c+M2b906uWTrVmFjXWb9rUc9Uc9mK5pIVzSXjjfFldbEl1eHhitDChL837uuJeVsDzjq3udphqiowJqy6qFFdqJWZOYygUNio0W+uaWlRGOpURjdfmM+gEaj4PAYunZCHouKhz30orJbJGCh0TkVde5pLryztfLJ15fyLl88vbGoV05pEEADvqIlvLil6fqz38x1Tvzm07jdH5v5w6fD8y/e29rbQYDAZHu0V8LY3Nz1cNfXC6MJdMefqIs1MzDJbHRz22oYK3F2mgqAwX0cm6ag0LYPFxxC4OLKAyqZiiAwSjUIgEjBoPDoPj8rhMwjtDWW3Lp/86ecf/PJnX/zy2x9/+tGTx8/funru2Okjzx4/sOvE/t3Hn915/siB80eePfns7rOH9p47vP/wrm1Hdu86snvXqQPPXjtz6t6VS9fOnDq4c/uG6ckd62c3rZ7es3nj9bOnX3n+3msPnn/y6MWPn7zxxbvvfvLk7R+9+dbn77z3+TvvffjaG289fPzGgxffePAigOH9W7ePDw6D8WAoGStR0ZqoaCurBLedlTV9dY2DTa2L27tGu3pXLhxes2TZ3NiKDeMr1y+fWLts2Zbp6W1rZ3ZvnHt26+YD27ce3LHt0M7th3ft2Ldl055NG57duvngjm3PbFi/dc3qw7t23Ll4/uLhw4e3b98zN7d7/foda9asHx+fHB4e6+8faW/vqatrTiRAJHV1OFzi9UbsBWVub4nDFTZbwSSwX28MmC0hqw0AsN9iKTSZAAO7DQa3weDQG3yWgoi7sNQfLg/FUkepP1xcGIx6ikJOb6DA7be7wFFkcxbZnD6bw2OxukzmAoPOptPYNSq9kOeUCksNmnaPfSjgWRrwTAQ8UxHf0iLnkMfaYVLVygW1ckG7UbnQZR7x2ZeHvctCnkWFBQB9+x3GHpuuw6TqsWm67Kouu6bdqmkyq2uNiiqdIqGV+aWiQonII873SKVuhdKtUrkUKptCYVIo9UqlQaV5GoBNGijOKhnm/D39guIolUKrlGsAAz8NwGByWKNQSkX5TCoNg8hDZGQhs7NxeXloeC4RjaXiySQMAZuHwSGxBDQej8IRcMTvjx/IiJosRgK3TCYbbODzfxj95fOFXC4f4LHgBzYWi6VSqVwqlYMB4O+t0VKFJF8KEqqVEoVEIM7niURcIZfOZuBJQipVJ+DG7eaFFSUzLXWzTVUb6kp3NJRuKvVviLnXhxzrggUbIq6Ncd9cxLsu5F4bhtB3Lu7bUFy4qdS/tTy0pSw4V1I4E3auCjsmA7axIvMSj36RSzvoVA861TCQ8pebhwUJB7l5WPAGl52DJJLoHK6IL5DwBRKhSCYUyXh8SO8mEolZWVkZGd+HGAOFCsjCQOHJzc0FLAdRJpjUzUWkZ2YsSE8Ds7vwXERWTjaQcEHRSyr2dkF6GkBacH+QkAzuA3zRPwAv/HuDdLJI5mkMTjHw0+7olCP6vzKHkt5pSGJOWppBSkpK702NAQPhF48nAlM0iMVCo7F4PJHBYFkstkSivKQkEYnEmptbx8dX9HR1d3V0Dg4sHF8+tmpqemJsvKqiUpIvhj7+aLQqhVImkaoUSovJ7LAX2K02NpuNgmZLoQVANy0tDZa0RoNdBiD6paWlZWdn5+XCiVgUCYuCRkbQeUQkgozMpaLyqCgEB4fm4tA6AVvPY+UTsQoaqbjAsnZR/7Eda2+c3vPi9ePnDm4+sGXV1eO733rh2o/fffzlOy998fbj5y6eWDHYmShylAdccY9VI+IIaSQpm64WctVCLrC54rLTc5Pkw6cQCPBMIiKryGbyWQxyLrOwwOa2e2UihYzLM4n5HASsgIfUoGEvHFjxzcMDx2ca1gwEeqr0zRXG9TOdhw/PnDq1aXK8tbczVhzRWQwMEQ9OIsAwKBgaBaNSMvhCjK1AXFHl7emtXrS0bWKyf2Z2cVtnWUNzrKTMHYxYSss97V3lgyMNC4frJyZ7Z2ZHtmxfsWf/mn0H1m1/ZnLNukUTk72TqwYnJvuHF7e1tJeVV/mLE55o3B0MF/iDtlDE4XTruXxSHmoBlY7y+Cxt7fUTK5bVN1TrdSoqBU/EIckEJIWQS8ZmCmgYJiETCYP1NsSCZvGhzRO//eKNUo9WSMeRMQghh4HHwPPgMDI2s9Au27aqL+EUPLm5+09f3F/dVyzCwYpMvK66iFxEW7AAckEjkbl5eYisrAwQBw1+pgug9T0Dp6dnpqdBuzPJ32QoJAlykSXFf+ARAOnB4PckPT0dyIYMBs3psJcl4iatSiLg2vXarqaG7etmXUaDTaPW5IssGlWsyOcpsBq1KhwqV8BnO+0muUSAyc3GoxBUXB4iHZaXDsPBMyjIbLtGVuJzLO/vPLhl3ZqlgwP1FSUem0kuKtDKAwWm4kJnWdBr18gqwoWbV6+4dvLw2QO7t6+ZXLNsZG7F6ORIf2tFcdhTYDaohSLOgjQoBys7J53BpIRCATqdikTm5uRkAfIEI+6AqdRqtdfrjcViFRUV8XjcaDTK5XKVSpUCYDabzWBAkxdg3BdAGoBhCOeS/EahUJjJBTRSLpfLYkGK8Q8jGsSnFeDc5EKj0Sn9FmAeIZl3hcFggGiMTWbRAQIHwQf/owKcmvJ9WgFGIBAAhsFWINgizPlhpYKgwc8XDDiQyWQmk8nn87+vyVGrNRoN2AuQy+UKhUIqlQqFQnAHqVRqNpvr6ursdjsWi8XhcMXFxVVVVaFwtKqu8fyVG68+eefNdz94+/2P/vTXv9c2NtHZHBodMnwC0IVQFaJhKM+R/k8r+aJC0QhEIhEowEAcBqo4HJGXh0QTiGQeX6g3mCxWu0wO0TWJnJyRgezVTJCMBQAYzAYDn3PKGp1ySv8zA6f49h8AOBUHDUXxY/EpEv7fMBgEN4D6X/CQvDxUVlZOGix9ASwNhyMolOonb70HxqQ/+PzL2w8fHz1/8ZW33/v2N99dvHanZ+Hiiuqm4kRNOFYejpWHomXhWHmkpDKWqAZHIF5eGCl1B2Iuf9QXLY1W1Fa3dDZ1D1TUNjq8fr5IZi3wONxFcrXOZnepNQazxabVGYxGo06nEwr5AgFPq1VbLFDit9lsdrlcRqNRJoMqgl0ul9vtNplMGAxGoVAQCASDwRCPx4EzAnQFg/0RBoOh0+kSiYTT6TQYoCeXy+VsNlsoFJpMJrvdbjKZEiWlJoORkexylMpUWp2JLxCjMQQmkw3VN+OwJCxKyKRpJYJSv7u7sXxytP3TD56bn//5/N9++u+/+/Tvf/7x/PzPf/frD+b/+s27b9w48MzqEwc3fPbBw+sXDqydHFw92rN6uGtmqGt2Ue9YZ0N3eWSgpqTW72gIuRvDnsawpy7grC601xQVNIY9LbHClnigt6680KwuUOZrePSOqnhLWbgtEfZqpaVuU0WhrTHq7amKjTSXr+hr2jI+dGDD5I41Ywe2rTm0Y3bf5lXTi3qP7JjbsWairSIatOpKvfa1o0Prlo80lUQai8PlRW4xk04hQXlXqaFfHB6arKXSWGQK4ynu5TCYXAaTS2ew+EIBjoBdtGTkhYcPzl04e/T4keMnj506c/L8xXPAzAzQN9X6C4D2zLnTZ86dBk5mgMFgpvfGret37t2+9/zdO/dug4wrcH+gAJ86cxLYqq/fvAZc03fu3d699xmegIsn4jg8NoaAJ9HoVBaXzuEzuAKOWCrV6tVmm9pss3j8JlehzRf0hItd4RKTJ6AwO6QGm0hj4iv1Io1JbXOrbW6eQoeicNPyiHkkdloeMQdHF6kt7nCZO1ymNLvZYtX/hwKcm4uHUqBzgfMZ88NHRCgHC8q7Sh6Q7TnZEJORlYnCQJ2UOdnpedkZuRkwZDqMmgtrKy3aNNqzpC7aE3ccmur/0e1jv3j56stHN17euPTDK8/+/ZNH8z95/eWjc/uXNV6cG7q/f/X7V/b86Mahj64d/vmja2fXLlvVmJiqS0zUlkw1l001l042laxsLF5eH4dE4IrwcFmwJ+bpK/Z1Rz0tRbY6t7neY6l1mRJ2fbxA51WJi/IFHhotyubZUdhSmdIlyhcyyFQGEccm5hDz0FQsjU6iYrAGDns46B31WXY1lJwfbvn0wIZvTuxcHylo4BMbhbSddYnd9eW7a+I3Rlp/dmDul/vX/PrIxj/fOPMv1y40WDT8LJgoN6PH7708PvrKzMpXVi45WBOejdtHfNqxhL+1wFqlMMYESiuTpyBT5RSalEzn4ohcIpVHZtKwJBaFxqbSqQQsBYMUMMk2rayjLrFzbvrssb0v3b/+088/+O4XP/7Nz778yWfvvvfaw5eeu/bo9tU7l05eP3PswrF9p/btPLN/56l9O/dsmj2yZ8febZv379x25czJNx+/+MGbrz1+7s6VMycP7d75zOYNOzeuP7Br+/H9e88cOXjjwtnHd2+/fv/+Ww8ffvzGG1998MHXH3742dtvf/zGGx+/8cY7jx9/9vbbX7733pMXX7xw5MiGycmFra31JSWAe9vLqzoqqjsra3pq6hc2toy0doy0dkz0D65bNr51avWWyVVzYytmFo9OjYzMTUxsmVm1Z9OGA9u3Hti+FXDv7o1zm1dPb5lZtWnV1Nrx5RPDgytGhjZOTx7YvnXX7OyG8Yl1y5bPjY3PLF6ycuHgsu6eoeaWjorKltJEXSRaFQhWFPnLfIXFLne0wBE2W1MDwIVafaFW79MbfHpDwGzxm8xFZnOhyVRoMkFSsNlcaLEU2uwRj7csFK6Kxati8YpItCwULguFE8FQIhgqDQRL/IHiIn+8sCjmK4x6fSGnN+jwBBzOInuBz2rzGI1undqrUXiVkrhe0eQ0D4U9S8OexV7rUrdprNA26DJ2W7UNqvyKfHadQthXYFjid44G3Uv8zsVFjkG3pcem67Zq+woMyYBoRbtF2WFVtVvULSZlnV5eoREnlOK4Mt8n5LmFPKdQ4BKL3TKFW6F0yRV2ucKiUpv/+2FUa41qrc1gsehMRo0hGQqt0yn1kAisNqiTCrBOY0yeaxQypVKiUEqgoV8Bh0vFE6Fko8xMQL8kDAabm8umUsU8AZ/JphFIUGI2GoNFoggYLDTFlOyRIuJJFBIkFoLwYAqFliqUBQAsEEAVRyKRGOi94FwikQF3tFKpBsPAcrlSrdaqlRqpWKaQKRUyJVQRzM+XiaRKiULME7EoNBIGJ2YxbQp51GLuCgUm6yvnmqpnq2Lry0Lr4r41IedsyLk+4p6NeNaEXKv8BdNF9nVR7+Zi/4aoby7q2VxStKW0cEOJd33cvSbimApax4qMSzz6EadmoUO10KGC5SFxBCINiyNnZCKysvOwODIKTYDBMuEINJnC5PLyeXwxjy8WimSifDlfAE0zUyiUnJwcUGgJhF/wZYriUnIHAoFIy0iH5yJykXnAtwzPRcBzERlZmbnIPIDBAG4zsjIB2S5ITwPO5xQAA9AFd1uQDpWjwtIgcAASMVB0IdU4+XjgiAZGaADAYOg3NxcJDoDHqdvU/RGIPBQKk5xrhpzuKRKm05lkMhWPh0x0IBYLqMQoFIbPF2o0unA42tPT19bWUVfXMDKyeNXUdH9vX2d7x/Dg0OrpVVs3bxno61fI5Eq5Qq/VGfUGvVZnMZm9bk+gyF/kK9TpdAwGIwPqUoUAGIhC6enpT6t/QA2GKmRQeSgEnIDOI+PQEAPnwfG5OQREDhGRQ0Pn5sKgGAYGMoeLQ6qYVDmN5Deqzu7f9ujmyesn964camuvDDUnigaaErvXrzy5Z9ODKyffvH/j6vFnj+zc+OL182+9eOf8od3Hd287uGPLwR1bju3ZefLZ3Qe2b56bHF++sLfQauQQsQIqUcKiIdNgFCTcopQa5TK9yigRqRw6k5rLEuMy9dQMDRp2b+/S+S/v7h4tGazSjnUXbpxu2bV9UUdHyGRlK+V4IT9PyM/TqCh2K99fpKmrLRoZrl821rF8vHN8Rffy8c7Bkabuvuq+hXWLlraNr+zbtHXFM3vXbtk+ObdpbOOWifUbl0+uGhgcaersKa9tCJdVesoqfRXVvqraQHVdMBC2RmKuaNwdCNldHoPFplSoeHwhBU9EYPE5dCbObFU1NFb2D3TU1CYcTguVRiQR8XgcioRDU0lYOglDw+eS0Rlk5AI2PpOJgR3YOvn4xtGoXfrJq9cXtZVJOSQaHsljkqkkdG4ODJ4Ja60J7tm4uNTB37uq7e/fvPTu7X1eFUnFztEI8LEiS27Oguyc9KysjOzsTDg8OycnKzMzE+xxJEOtIAAGmW1ZmVCEW/KXNgdIiAgEAoyFL1iwAKi+UBxWch4YwNKCBTABn2u3mdx2S0kk6LaYQh7Xop7u0YF+u1Yj43IKDLqOhrqI3+e0mXksei4iS8RnmfQqJoWAQ8IR6VCjr4BO0stEyxd23zp/8sjOzSf2bL93/sS3H739x2+++P03X+yem7l76cx7Lz148ebl1x/c2b9tw9rxJetXLtuxdmrH2qmpRQO9DVXNZbHSQqddJVGJ2Dw2DYnKwRPQsAUwKg1Kw1KpFEIhH4XKy87OBNi5YMEC0H+LwWC4XK7NZquurg6Hw7FYLBwOSyQSvV6vVCrBrCOdTk+hLJB/AQyTSFCVN+BhEokEBGF2MiOay+WCxm8cDpeCt5QCDFRZLBYUp0EKLmRUIRDAsyX70sgEAgFcZLPZLBYLn1z/IwAD7k3d5v1QR55sZYOyoLOzs0Hyc06y9Chl6Eh9CbYDcDgcjUYDY8AgCgt4X6VSqUKhUCqVcrlcLBYLk0skEhUXFxcVFUUikaKiIiwWazQaa2pqiksS8UTFkZNn773w6Oipszt27/vb/PyqtbMIFDo5+ctMATCDRmcxmBwWtLnw9AL7CEwmE/jPiUQi2HcgJ2uXITmdSEZjcCg0ls5gqTU6q61ArlBBA8UkCpUGZUnQGSwwDwxkYQDDAHRBExLQh0FzUnLuhvi0CPy/ATB4BwZOZgDDT2Nw6lGpEzCuAgAY0DIcngv9Z5GWmZmehcXihSLxzVv3Pv/6m9feevejL79659PPX3n3/Uu37j5+8+1Pvvxm3aYdRcHi1o7+REV9eVVjZU1zRXVToqqhrLqxuqGtvqWrrLY5UdNUXFkfSVQHSyvDZdWltU1VLW3F5dVSlS5fqjJaHAaLXWMwK1U6Hj9fLJHli6FSX5DwbDDorFaz01mgSy6pVOpwOMxms8PhAFuiYFfI7XYbjUaLxSIQCAwGA4PB4HK5SCTSarWCi0XJLjE+n282m/1+PzRknIzH83g84CEel9vjcttsBXK5kk5jE4hUOoMjEom5bB5UWoVCIdJgSiHHZ9G1VcbbqiL3rh2cn//p3/742fzfvp7/+08hEv7L1/N/++l//Omr+flf/OV3P/7jbz+fn//1f/zx2ytn9zVW+DeODc0Mde1ePTbW2TBUXzbaVtsc9fVURHsrYyONFYuaKnsrY63xopZYYXPUVxdyVYc9Lp3MrhBJaPiBpsqx/rbh5moVi6DhkArkvHiBrtpvK/eawhZF0CCNWJXlfntDadFwR83s+GBXTcmSrsaOqrjPqEj4CppKQmuWDo52t4y0Na5ePFgb8UsAAwcnAAAgAElEQVTZTBIBEn6Bo41EphOIUPEvEH6pNBadwWGyeOBIMjCbzmTwhbzrN6+du3D2zr3b125cvXXn5sHDB86ePwMYGPDt1etXrt+8duvOzSvXLl+4dB4A7Zlzp0GL7607N+89f/f23VugDAkMCQPz8/mL585dOHv67Clgqz5x6jjI2QJg/OKjF6ZWTeKJOBQGKcwXIFBILJFEorMAALPzJWK1FgRBm1yFaotDbXFYPH5nqLggELMWhq2FYW+szFYUsfhCjmDc7o8qzA6aQIGh8dORpDwSG03l4ZkiudFZGK8ye8I0vvT/FYDhcGxeHgGFIiGRRKCRIHKhvGKQKw6qy1BobB4SDUfkZedAA2tQZmoeIidjASJzATRIhVggIOWOtlcOVAZHqvyvntv7109feuvcrhcPzH54ac+9XStf2Lf68cHZ109smP/tB/Nfvfz2uW13n5m4uX3spWNzd3evfm7v2vUdFZN1sS19TTPN5dPNpVPNpdMtianm0hXNibGG4mW1xUurY71x71B5cLAs2BVxNxfZmotsjT5blcvoVHA9SmFAIoiIhAV4gh1HCAqFSgJezCSzORSmkIaioPEkNI2Ep2HQVh5nYZGrQy/ZUhU+2l379bGdL65e3C1jlVGQbTLepaUDpwc7zwy0nemq+eWxbb86tG7+xtE/XD/3eNum/DSYhpAnQ2aubap+YXbq/a3rLrTX7Sj1rSp2ttjkg6WBeqczJFIbCTw1lS1nsJUsrpzJEVAYTByJgaewSVQSBsen0blUkoBOchpVtSWBrtrS7sbyAzs3XDp98KX71z986/FPPnv3199+9t3Pv/zNN5+99+qDV56//ujO5Qc3zj936dSDq2fvnD9+8tldB3dtBXx76tD+Ewf2XTx57NG92x8+ef3VF55/49ELty9f2LVpbnZyYtemuSN7nzm0e+eFI0eunTr13OXLj2/ffnz79qNbt9548ODD114DUcwfvf76J0+efPT66w9v3jy4ffvU4sWp6d/Oypr2ckgQBrnQrYmKoea26eHFQP7dML5y88rp7avWrFq8eP3KiR3r1u7ZtOGZDeu3rZ3ZOD25fuXE7MTY6mVLR/t7exrr+5obR/t7ly/sX9TRvqitvb++YbCpebiltbu6pqOisrOyqjFeXBeJ1kWiteFIRZG/xO2JOZzRAkfM4YQkX4MpaDSHTBZAwtDor1b3vQhss4Xs9nBBQcThiLhcUbc75HKX+APV8eL6RFldaaI6XlwZjaUwGMAw4GEAwzGvP+opini8YaczYLcHzGa/QePXKqoKjA0u80DQNV4SWBkvHPVZljp0S92mfpu2zaCoknATAka9UjTksY5FfGMR34jPDszPXRZNl0XTa9d3WTStenmrCTpaTMp6g6xaIylVCONSQVjKLxTxvSKIgd35IrdE4pLKHWKpVSy2qVQWtea/M7DWoNJY9Waz1qhX6bQKjVYBAbBRYzLrLAad2aC3GPUWncaolKsk+RBh5vMFPBabjCcgs7MRGRloOJyIRpMwGAIKxaHRtHK502Kx6HRSgQDalCGSiFioMIKIxQEAJuCIqXlggMEsFofL5T/NvTKZQqFQKRQqqVT+fdhVvgTUI31f+ZsMglYoVDKJXMATQhHQyRAsIUeglChMWqNOocnniYgYgojHl3F5YgrVJ5ePlCfWttStSETWlMdmigPTEc+qkHsm4p2JeKeDrsnCghXegtlw0ebi4PqwZ20AYuONcU/ycM1GC1YFbSuKTMt8EAMvdusWubQwkOmXA0eBkrfsHCRIukdjiDlwFIXKEuXLubx8iVSl0ZoEQqj0icvl5uTkwGAwoHJkZWXhcLj09HSgbGRkZCSlrQUA5zKzs4DUmpWTDX38yEgHCc+pVOcUAAOGhVpgMjMA3Kbmfv9BLv5v3022yKToF5At/Afnc2okODUqnCLefziBw0FFCzTZC8ReYHNPmZ+BjACcz1gsHlzncHgGg6m4uLSpqaW2tj4ajbe1tLa3tlVVVJaVJvp6epctHW1vbYuEwqDO12w0eVxu0I1U6PUF/QGfz6dUKkkkUnZ2dirjF2BPVhZk1AZiO3h54TlZZDyOQsBSCViIgZG5WHg2Kis9Lw1GzkMQEVlERBYZDh30PLiIjNMJmAUqwdzKoZ9/9vaffvnl8Wc2FJkVehG93O8YaKocaa+bWbLwmdmpLVPLp4Z71ywd3D23aufs9PY1kztnp59Zv3rH2qktqyaeWb/6yM7Nm6fHzx7Yff7Q3t1zMxODPYkil5JL51MpMpFCLtEaZRqdgMtDpbMzYDZ6WqOD+c3DQ+c2da3qLdyxumnLTHuRV1BV5UiUFyxf3rJquv+ZXVOHD809u2/Ngf3rDh2c27V71d596/bsnd27b93+AxsOHN60e9/shs0rpmcWTUz2j451LRxubO+CcDdR4Y2VOCJxeyBsLQoa3T6dxS5R63hSBU0sgw4mC0OjofD47NxcGAIBw+PhIhFDr5eWlUXq6soaGyvLyiJOh0UmFdJpRDwOyWbRaCQiHp2HQ+WScSgGEU3FIcjoDHQmLObR1xe79m4c//zJ3f6G4Ll9a9cv75EyCcS8TCoBhciEZabBFBLm9Fj3xqnevipnX7nxlYtb5v/t3YmuqJyRaZZRLBoBCZ+Xh8xJQuuCjIw0kPkNNjuSgVaZaWmQ8xkGS8vJzsNi8QwGVOdDp9PRaDTwxoN9JSQSCf6syGQy0ILweDyUL5WVoVbJAl5XFGppDgRcjqjX01ZTvain22M2eW2Wwa6OgNflLrAqJKK83GwyAY1FwZE5GTnpMBIaHvTY10yMHtmzY3rp0LoVo+cP7d00NXZqz7bvvv70V5++/29ffXLimW2bp8d/9NrjqycOPb51Zde6VauWDI50NI0v7B5orq2NBaIua6FZ69DIoPQsHp3HpuWLeYjcLDgiE43JRWNy8/OFMpmERCJkZWVkZUEiMJh/BjnneDzeZDIFAoFoNFpRUREKhbRarVwu1+l0+fn57OQCCVhQ+ASJBOKpAJilGBjowICBWSwWk8lMRWSBh4A+2xT0gm27vLy8p3uPAAMD1sUnO5DIZDKdTgfxVGg0OvUkGAwGkDyIswYZUUCxByovYFoAw2A3EEj6oAkJygGDw1P3BN8iEAhQyh2XK5FIxGIxSIQGrbAymQzAsEwmk0gkYPQ3FAoB2bC8vDw/Px8Oh0ejUY+30F0YcHkDW3funpqZHVs5/cXX3xw4eDgzK4dMoYEUQyZE9P/1EtFoNBaLBTRz8DICCZGTLFVOvZJAFoas4AQSiUwFeq8oX6LTGxVKNZPFofzQjsBic6k0BrBAgxNwToIityBrNChDAjBMpnxvnE6FSIM32H/G3dSVfz5J8XBq7heJRKcugomV1Pt/VkZmTlY2lUrX6gw3b9158v77+48c33/85KU7d6/ce+76cw+efPijT3/80zv3HzY0d3T2LKxvam9s6Wxq7YKO9u7mjp6G1s7aprby+qaalvby+qZgSVmgtKy0rqGiqaW0rsHm8okVaoenUCCWMbkCs90pkcrBTgGUmy2WejweEN0sFosVCoXFAs0AK5VKs9kcjUYdDgcIOSsoKDAnl06nA78AFotFr9frdDqr1SqRSMAuiUgkEggEdDrd6/UWFBQAumYymXQ6XavV2mw2n8drMhjtVpvdbvd4fG63Nz9fwmJxiHhSTkYmBoEgo/PsOmVZ0FsecE0Mtf7LV6/96mev/v637/75dx/+6buP/v7nL+b//u38X77+9999/tuff/DH337+9aevzs//ev7ff/bX33996Jk1u9csXz3YfmHv5s1jg7tXL9s1vXSss27tSNea4c65pX1zS/tmhjrWDHeuHema6G7ory3prC72WzUxl8mQzxpoqhxsqa4OOPi4HCUTH7GrOsoC3ZXh5ri3Nmgr9+jDFplDyTVJGCIKUsOniChIq5zr1knL/Y62imhXTcnkUM+GiSWzYyN9jZW9DRUCOgmPxWFxJHCAzGcQ+AzmfukMDpsj4PJEXJ6IwxVyuHx4LqJvoPfBi/cvXDoPTMtXr18B8uyFS+fPXzyX6isCGu/N2zfAkDCoQQKhVpevXjp34WyqIhiMDZ86c/I/060OHTl48PCBo8ePnD576tSZk0ePHzlx6viFS+cBAL/+5mtlFQkCCU9n0pDoPBKNSqBQSXQWjc1jcAUskVis1lo9hcGSMpneItYYJVqTxuo0eQKOYDxSWV/T3tvYPdzSt7iha6iqpbeiqTtc3qAwuVAULhzPyMbSEEQ6lsETaUzeWFlBIEYXSBCQgRmKsMrOycvIhGdkwrNz8uAIFGj9zYEj4QgUHIECGVdQzFUuHoHAfR8EDUeBIGgkCo/GEJIH1N2NRGGA/JuVDYctgNEYdAwaichKRyOyCLkZCBisIeburwyOtyQ+vnv63967//mdY3d2rXhyevM3zx17/9z2+8+sOLGi/dlFtWemu984ueHf3789/8dPfv3qxW9fPHN/38zlDcvGqwLLyv1rWio29TRMN5dCR0v5qtaKVa0VU81ly+vjS6rDQAdODgNDsVidYWeL317nMxdbFVGDLKwQhoW8EJddxGI5mXQTi6YTMMUCOodHZrJIDCqOTcRLqFQzi9nltHRbVHPlwUcbVn68f+P54ZaFelEYm9kk5Tzb3nBu8cDZoY73dsx8d37vz/ev+WTrik+f3fnyji06VJYYAfPwyKtq4/dWLX9z/dSuUv+QUdxsELf5LFGjWk1jKDEMLUkgJjMFFAaPROMQqRwi1MTDpdB5VAaHTJELePlMujafXx0LVIY8fqtmsLVm1djg3h2zNy4cffzcldcf3nr3tfufvfvK1x8/+ddvP5v/469+8fn7X73/+qdPHr/+/PV3Ht19fPfKncvnju/fe2DX9tOHD1w6dfzcscMXTx67ffnC6w8fvPXyo7dfefz6wwfP37h68eSxY8/uObALciMf37v74rEjt86fvXPx/M1zZ26eO3Pn4vkH16++fO/Ok4cvvPfKS5+89eZn77z1zkuPXrxxY3Z0bHF7F+BeMAYM+WRC0bpIvKk40V1dN9LaMdrVO9Y7sGpkyYbxlWuXLZtdvnzz1NTeDRv2zM1tXLlyamRkYuHCFYODI+3tXTU1bRUVndXV3bW1bRUVDcXFTcUlzSWlLaWJltJEc0lpQyxeG45UB0PVwVClP1DmKyz1eEvcnhK3J+50xRxOaOhXbwQADNRgSPg1mr6fBLbbIfR1OGIuV7HPl/D7ywKhilCkOhqvKy6tKy6tjZdUR+NVkRg4qQxHy4PhskAIHOXBcNwXiLgLIy6ocinudMYLbHEr1DhdadF0+GwjYfdoxL0i4p6OeJa7jb0GWbNKVCnmlPLptXJBr10/GnSDxqO+AkO/wzjgNA04TUD+7TCp2gyKBq2kSS9rNqoajMoajaxUIYxJ+IF8jlfA9Yp43nyBUyiwCwRWoaBAnO9UKCwymUWltGs1BTqtXauzJQ+7Tq+Wyg0qjUVvtujNyUwsjUau1io0VrPNbLRoVFqxCBqvFXIg9GVQqHgkOjczMzczk0EiCRg0KhYt5XHKo+GBjrbu5sbGyvKSoN/ntJs0GhGHQ8JgyHgCVKGefIfCYfAYFBaLJhBwZKALQt1I0AdXLofD43B4bDb3aduzQCDicHgsFofJZIMQLIDEPJ6Ay+Vz2Twum8fj8GUSuU6p1cjVaplKLVOJOAIyjkQi0nhcqBtJSGco6UyfXF5lNbc4bVNVZWOxwGjQvSzgXuSx9Nu0i73WmeLQMmfBCo970utaFyrcWhqcC7tX+8xzYecav3ldyLY+4pyNOqcD9jGvcalDt9ip+y8AzszKTc+Ap2fA09Jz0jPgOXBUZlYukUQXimQCoVQm16g1RgHUyCDLz8/HYDBpaWnA0AiqLIHND9ihQYkL4DcAwED+fRqAU2FXAHcB06ZM0RlZmU8fKeJ9+iI4B5bmfwDgfzA8P217/gfuTX2Z0oQRUFcLlI8F1GDwAwZGaJAaDYKywMAwjcbg8QQ6ncHj8RUVBbzewtLiktrqmpqq6mg44i8sioTCAHdDgWCh1+dyOIP+QFlpIh6NBf2BaBgScBwOh0QiAcCTkRz3XbBgQSoKGAiGqSs4FJKMx3AZVCGHyaWSyWgkEYmgYlE0DIqGRtLQuXRMHg2dy8Ig82kErZDt0IiLLOrOmpLTz27/9Zcf/vLz9zdPjUoZeCWbYpbw4i5Ldcgbc5r9Zk3QqvObNcVue20s0FdfNdTW0FtX2VgaaYiHmhLR2oi/r7F6/6Z1N04fvXP2xGvP3Ty1Z0fE7aQRGSQshYUnS2hkEQ7OzYbJMTCvEP7g8PT57YPLW90bJ2qHO4MLe6L79k3dunPk8aOLVy7vP3Vy+5HDG3dsn1q/bvHU9ODS0Y4lS9uHhpv6+mu7e6q6uivbu8pbWhP1TfG6xkh5VWEoanW4lQazUKVlK9RsuYplskqMFrHWIFCo2fkSOk9IYLKxdCaaxcLJZGyXy1hREensrB8a6ly8uH/JkoF43O/xWBXyfCoFj0bBcdg8Oo3I4zKoRByTSuKyqDwmlU3BUbBwQm4aHg7zmiQjnZV7NoztWLvoR69dX9gUXrO4edv0MJcIJ+am4XLTEVkwg1bS1Va1eXbJkt7ygXpvbVH+7FDJrz+8Mf/b92+f3FygZhpVbAIWgYCILwNsZQALNPgpJ/9YsoECjEZj2Sy+RCIzGExarVYkEuHx+JT5OTsbalRCIBAMBgPMhZJIpJycnAULYJkZaRQyPuB1Bbwul9lYYNAV6LRdDfXjw0PttTUus5FFIngKrAUWo0IiwqBzSXgo+QaeATNqFJ1NNZtnp/dsmZsaHTm0c/OuuZkDW+fWjS85tWfbNx++9dXbr/7olReObN+0atHCB5fPXT128MHlc5umxpZ0tw63N/Y1VreUx8v87oDN4NTKTVKBiscQMSkCLkMiFaDQiBx4Rh4yJzcvm8/nymQSPB6b1MDhGAwGGIMBfObl5alUqqKiolAoFIvFQqGQ2WzOz8/XaDRKpRIUuhCJRABgRCJkZgZeZcDDQLb9Xtik0UAUVgrbgHScijgGBVTI5AIpXP8MwMD/DP4VEokEMu3ZbDYmuaDOXOz3RVZg+w+FQqXczoBvc39YTyMx0Hv/LwAMrNcsFgvKkZBKxWIx2AXg8/lSqVSr1er1em1ymUymgoICEB5WUlJSWVlpNpvJZLJUKi0pSRSXlBcnqg4ePXHlxu39h499/e2/nD13AYcnQo0vycgfFofN4XDAODGHwwEOaCACM5lMQPsgcCvFySBpDLzIODwxBbEcLl+p0iiUashikQRgNocHYBhQLolMBbZngL7ggUD7BWPAICvr6c4kAMD/GwYDrH36FujA/3wLtGLQVJeVlZOengmOBTBYRlo6Hk+0WO0vPnz81/n5/2yKeunJ2+dv3rp05+7Fm3eu3bt/74XHpy9c6e4bipVUVNY01tS31DW21Ta0VtU3l1XXF5dXR0rKgyVl8cqaWEV1UaykqLg0VlVTXFMXLq+Qa/QimdLqcMvVOqFErtQa8sVSk9mq1uhE+RIQDcLj8UCyt0qlSnKpR6vVOhwOl8sFJoFjsZjFYjEYDFqtViwWg1YFo9FoNpuFQqHRaMTj8Vwut6KiwufzicVivV7v9/vdbncoFPL7/QqFQiAQyOVymUym02gtJrPdahPw+DyeQK3WkslUGCwtfUFaOgxGwWOEdGpZsLChJDjcWjezrPeT925/96snf/jXd7/71Vvzf4H8z//xpy9/9+uPvv3yjV/85O1f/OSd+b/94m9/+Mn8X//ld7/65NtPXnv97rl968b2r1uxfrRn1zQUmD/R3XB8+8zeNWMHN648tmXm6NZVhzdOP7t+fMfk4rll/VMjXR3VxY0lge7a0uV9rauX9LeU+EtcxmKXrq3Mv7i1cqS5vL822lcT6a0KtScK28sDNRGn36KMOHRmKdsq5xrF7EKTEgBwX33FYHNNxGmKe6xVYS8U3/gDAIPiXyIJ+thGpjDoDA6dATmfWWw+lycCmSYcLp9Kp82sXX3/hefPXzwHRn8Byt64dR2Yn2/cun7rzs0bt67fvH3j7nN37ty7feUa1Ip049b1G7euA5n38tVLh44cvHTlIjA/X7l2OaX6Hj1+5MixwydOHQd6MrgFYvKlKxefu3+vwGlHYZBUOoVAwlOZDH6+mMrikhlsrkgi1xsNBU67z+8Nx7yREoPDK9GaxBqjwuwwuv2eaCJa1VDXsbCxe7ipZ6S1f0nPoom2gaWF8Sq+woggMLOxtBw8FU3jCFQGV7jEWhim8vLhedgUAGdmIVIADOp/U7eAhFMADMaAc54CYBQaMDBkBnkagDE4bHpmBoVMTIfB8rKh8AiTlLusu279oo43rhx+/9bRQ5O917aMPjo489qR2e9evvC3d2//6sUz753YfHPjorNTXedW91zfOHJ7x7I/v3d7/quX5z9//Kf3njs62b+8omi8KjRVH4cUYMj/XDrZlJhqLptuKZ9qLptoKl1eV7K0OgbmgfuKfV0RV0vA1uAzldnVpSZ5iTq/RC4qlgii+QK/iOsWci1ijlrElAvpUj5dwqJI6RQdi+nmc/t9rrGIb29X/fPrxu7PLN1ZG+1S8uJUZJdOtq+76czi/oMd9Wf7m24uar2/tPnJ2sW/vnDyxc1z2rwFMSU3rmQfXdZ7e3LxgabyXVXR2dKigZAjqBNLaEQxhaqmCIVoBpcAde0wCeSn63ZoWByTiOeQCCa51G83x9y2Mr+zNlLYlAg1VUVXLuvftWnV7i0zJw5sf3j30vuvPXj7pXsfvfnwt998+ssvPvjDz7/8j3/92e9/9sWffvHVL7/6+NN333x07/aVMycvnDh68eSxy6dP3L584eHdW8/fuPro3u03Hr3w9iuP337l8TuvvvTe6698+MZrj+/cunnuzKn9+47u3nV87+4zB/dfOXn89oVz5w4fvHb65J2L5+9fu/LKc3ffeenR+6++/M5Lj9554dGVI8fXL58YaGhuKk7UhmP10WIgAjcVJ9rKKntrGxY2tgBf9NLOnqXd3SuHhjauXPnMunVbV61aOTS0sLm5p65uoKmps7q6qbS0obi4OZFoKStrKC6uiURqQuGaULg2HKkNQ+dVgWB5YVHC6yvzFSa8vhT3QuZnmx0a9E1qv2GzNWKB+pCgSqQfBoDDNoh+IXB1u0u83oTfXxEKVYajgH4bSssaSsvqSxIAfWtixTWx4qpIrDIcrQxHK0KRilCkMhwtKQyWBUKVwWCZzxe1WYJ6TVirKNErOwvtwxHv8njRWMSzPOBcXmRbUqDv0UsblIIIkxigYmtk/F67ftBtGfHZR4NugL5gALjbqgX9wM1aab1G3KCVNOjktTpZlUpSKhNExbygiOPjQQzsEfCcfI6Ny7HyeHaBwC7Ot8lkNpUKSrTWaW0aqBjJqtZY1BqrRm/S6PQ/ACTIuLLozVazTa3U5AvFIgFkLRbx+GQ8AZ6ZlZOWJuJwbAaDt6Ag7i9sqChbNrRw16YNq8eXT44uWTLQ193cWFdZVhwOOC0WtRSKiWbR6DQilUqgQP5nEpVMpBHxUDBwalwUqMF0qFWIBQKuQEY0ny/k/zAbDK4AUzRIzJJLFQqZUiySyCRypUQhFUJtwCKuUMDisWkcPIFKobLYLH4+Vyhjc3UcnlsiiWtUVUZ9k9W0MOBdWVG8sqJ4OOTp99iGfI4V4dBkwD/uca/0uWbDRbNB17qgc0dZYFuxb1dlYGd5cGMyJWuupGgm4l3uNsMIRCou2R2fjIOG8vERuejUFiCNzpZIlQqlVqc3m8x2pUqXlLYVdDodpNQCP2FKA0n5/QAPQ19mw6GcqxxEZlZOekZWegZUf5uVDf0IMrNyMjKz0zOy0tIzwbfSMyCSBSFYQBkGs8EgASs1AwzuA3A6BcApBgZMm7qe+cOQ8P8dg+FwqFEJ1AhnZ8OBIxqLxePxRMC6JBLUEkynM4HxHTRiATCmUGhcLh9MeCvlCqvZAnBXpVAq5Qog+TY3NpWVJsLBUDQcKS0uKYkXxyLR4lg8HA7H43GXy8Vms8GLCWgntYkALK8LkistLS0vJ5uAQefzeUatRiXNZ5AJDAJOzGFxKER28j2URyFxyDg2ASOkkaB2onxugU4asOlqY0WbppY9unnxzedvXj9xsNTrULJpQjxaw6abRTyvRlGoU2k5DD2PpeLQlQyKnEkxi3genTJo0vnNOgWdrGBRS5y2wea6LSuWP7x28dGVC+MD/Ra1gU1hU1BoEYUop+K4uTB2FkyEgo23+HeMNw03ugcaPUEXvyphXLd24OTJzYcPbZieWjg02DA02NDfW9fbU9XbXdPRVj440NjeWlZW6vV5dGZjvkbL06q5ag1XoWRotByLVeorNJQmvM0tpX399SOL2hYOtgwOtQ6PtC9a3Ll4cffIoo6BgZaenoY1q0dXTS0eXz4wPNjW2lwej7qtJqVcwmFQcTQyhkbGsOgE6A+LSaGSsHhMLpWAYpCxDDKWhM7GwGEUTKaCT3XoxaN9DZumh0/smV27vPPlW0dP7Vk92pk4uXtGwychYDAyOqMmEdy9Y93KsYU97aUdtYVtZdaGsGznioav3jj/8tXdXzy5/uq900xSFoWIAgCcLIJNNgPDYDk5Oenp6ck/FuijORKJFghEZpPd7fb6/UGPB/pATKfT4XA4mAPPyMjIy8tjMpkqlUqtVtPp9B8882mZGWkLYDCf0x4u8prVSp1MouDzmisrrp89M9zV6bGaORSSSpovFfEVEhEeB9FvBgzm9zhWrVi+ZuWyyWUjayZGJxYtXLdidPWykfGF3cv6OnbMrLhx8tDz509cPrRnbtni1pL4pvHle+dmD27ZuLijtTJQ2BCPVIX8iUJPuMDq1qkNUpGcyxTSoF88EZ8llvCxOGQOPCM7J2GiCxMAACAASURBVD07J53JpCsUMgDACAQCh8MhkVASGCq5srKyuFxuKgorGAw6HA6gfwIpmE6nk8lkXnIBPzPxh5VSgIERGoRjAZZj/BAQTUjaOcjk713NSCQSQC8A4JSuC4Tl/zL6JjkYtC6BmqV/kH9T3AvoF4RCgw3BJF9DOfkgxDs1AJwSgf9HBRhEBlKpVKFQCDzPSqVSo9EIhUK5XK7X6y0Wi9VqLSgo8Pl8gHPC4XBTU1M8Ho/FYgaDAYlERiKxIn84GIrPrtv48NErJ06effPJuxcvXcHiCHQGC+ot4LA5PC5PAHX4JYd08rlcLpiyBjowP7mAhxxSipMLKIpUKhUynyejrYgkCoBqAdSYJ+Fw+TQ6k8niJMsCvleAAdw+DbpABE4NAP+PLmjwvymIISQkO9j/WfJ9+srTMJwaDwaeZ6i2MVnenpEBFYwl89UzMSh0Thb0Z0iikFfNrP7j3/7yy++++8mvfvmz7/7tF7//w/8h7Cygm0r3dh9qSZqkSePu7tpY06TxRttUUzcKpaUFijsUKW4FihUvxd1hBhsXxmAGxpgBxs/MOd+xmWPctfPOycc9cu9e79prZzcNw5Tu7F+e5/88X//0u48fP33wGVSPtH/kaGl5TU19U019U3VdY2WyvqyyJlpWEYonQvFEIF4Wq6qJVyfD5ZWhisp4sjZaXRMoS6gNBRqTSWMwqnR6jcEoU6klUrmpwGKzOzRavc1WyOcLxWKpx+MrKLA4HE5gcgaD3+BDDZPJBIqsZTKZyWQyGAzgMxFDqhtMp9PJZDKxWAyAWa/X21J2aKfTCf7BuFwuv9/v9XpBabBcJhFyOVq1xqg36LUGsVCCQqKR8Fx4ZhY8M0PIYYqZdJ+tIGg3rF0wc//WFYf2LHv62c1nP3/yh9+8+6ef7v3pxw9/8/Sdn77+4KN3rt978+pn9+48+/sPv/z2899+ff+LBy8/+8cPz/72w90XT25a1Ld8xrjDW1dsWTZ91ayu7StnH9i4ZM/6hcOr529fOXtz/7R1C3o3LJi8een0hVPG9bTUtFVG9m9evXn53H2DKzoqw72NFXO6Gvv7OpZMaZ89vnZKcwJaTWUT66LTO5ITaqNNcfeE2mhD1FXlt5a6zS3lwY6aeEPcH3dbkxFPgYxXF/NXhIpzM2FQrzUBGgN+Xv6l0lggwpPF5rM5An4q2jN1hq/SqEdGD9649eLFyxdOnz11/OQxEEwFgq9A5vOpMyeB3nvh0vlrL1y9dOXipSsXr16/cuHS+SPHDoOZYRAZff7iuTQwnzx94tDhkb379+zeO7zvwN4jxw6DrmAgKYPXPH7ymEIlJ1GITDaDzqTlk4gcgZBIY5IZbIlSo7cVGguLrMVedygaqaz1RhNWd0BrLZLoLRK9RWsvtvsjzpKEL56MVrck2yaOmzy7Y9KsSFWT2lKMY/CQRAiAMVQ2T6m1+Ur0juJ8OgeRqvAFCnB2Tm52Tm5aAYYj0DlwVHZObg4cBU7morC/Tv/m4pFIKCYGDADnYaF25dSCZoDBADC4x8Ph82FjYGQSAYXIxKOyC/WyZTMn7lo17/axna+d2HF2cMGOma3n1k17cm3f/eMb7u4f+Oba/p9uH/np5uEnl3Z/cmordHJk5cu7F59ePfnF7QsfXTvw7PFbH5weHlk8ZXBS87xkeNnYqv6WygUNZfPrS+fXl85rKJ1bH59TF4O80PWxaTWhKZWBnoS3K17cESps9VvqXcbaQl1NgbJaL6/QSEpVkpBS6JMLnAq+Rc4zSTkmKbdAxDZxWXYe1ycWdrodc2LBja01e3pbdo5LLooUtqo4MTq2SSXuT4RX15YvCLsWBawrQpb99f6XFvXc27z63p6hGh0/JCaXqug7p7S+vWXF+1vXHOoZu7Y12eJ3qLkUIgYuoNE1DCELSWTgyFQ88Z8LD7XpYHFULE4l4OdlZfhslnVLFu5ct+LQ9sF9m9Z2NVZ11JfXlgWrY7622rIp45sWzejZuXHFxeMHXrly5uFbLz14887Tj97541ef/+HpZ3/6+tFvH3/619/+8OOTLz/74L2379y6denCxeNHTxzYNzq889alC2/dvvnJe+88/fgBKAH+5L13Htx964v7H7zz0u3rZ06dPzJ68sC+/UNbBlcsX7Vw/t4tg0f3DJ87fAgowy+cPX3j/NkXz5154+oLd85dvHbs5Jl9B/es37Rs+qyexhaQC10XjlX6gsmSCCDhjqokEIRndXYvmjx1ydQZc7t7expbOqqSYytrGqKl9ZF4XThWF47VR+L1kTjoFq7y+Kq9frCqPL6KYk/CWVzqcJYVuUodzlKHM2Z3RKwQ94LUq5jdEbM7orbCqK0wZnfECyFfdKzIGbYXQh5pl6vU7U54vRV+f1UolIxG62Oxhni8qaysOZEA+F0fi0Hg/dxKhsM1oRT0BoPlgZIyXyDmcoWt1pICfdSkq7Ia6u3GiUFXX9gzK+qdFXLN8BVOdZq7zZqxWmmcTXHlI/0UbKtB0ectBNw7K+TudVlA8NU4i7bNqGzRy5u00kaNpF4jq9NCq0YrrVJJEgphTCYISXgeHqeYz3HyOIVclo3NMrOYVg7bKhTYFQqHRgNanewajUWtsqg1ZrUGSpjQaKCSJLlSp1IbNFqDzmjUm1RSJVB9xXyBgMMl4wkYODT0K2Cxiu326ni0vb527tQpa5ct2TiwfNOKga1rVkHh4YsXzJ/eN7W7s7OlqbqsLOT1auVKIZtLwZNJOCKdxGDTOAwyk5BPplBoAILAm3LaPJv6LP1XQRi4o2UyhVKpVqu1kO1ZoZLLlcALDfKfFTKlTCJXiOVKiUIqkAjYfAGLJ+KKKVQWjkCl0tgigVTBl8hYHLNQHDIZAyplSCmvMOlbPUXjgp52n6szWDw5Fpwdiy+Ix+eUhBaUBAbKIssj3iXBotWx4nVxz6qwcyBYNBByroh6BqK+xSXuub4iWCopEbqWpa5iWAQSuvbBEdBFEJmLJhCpHC5fIlWqNTqtzqSCxpehok6hUIjBYEB5T/qeEo1GAwBOj7dBpmg4EiyAu1nZ8KxsePoYcC/UAvzPldZ408pwmoEBAMORCBANDYaE06D7LwdgrhLQb3qfBXkwEf9xgdTotIMaygvFYPPycHg8EYz+AgCmQ0EyDDKZisPhgQsaVASD+zAsNp9MJDHpDJPB6HV7jHqDSqEsKnSES0KtzS11ydqKRHkkFA76A6WxeGV5RTwai8fjlZWV0WjUaDTS6XQMBpOTkzNmDGQgz/7nlpWVlbLLQjtkdhYWlSvicQstZqtRJ2AzuFSyQsATsegCBlXIpImZdAGdBNW3UvBCBplDxCl5LLNMbBDxNTx2qNC6cs7M2+dOD61YlvC41Ey6kc828rlGPlvPZQvyMQoaSUknyygEMREnoxCUdLKYiGMgs5V0shCfx83L9Ru1iyd1bx9YMrRs8fC61Z1NzUUmC49EEpIJUhqejcmkwmEsFMwqyW+IGjvrist8qrhPaTcxmpLFDXXeIrvcUiBxOtR+r8npUFsKJBoVm8vGUslwOhXJYeXJJFSbRVYWd43vqJ4xrWPlihmrVs/esG7hpsElWzcvG9y8dHBj/4aNi4d3rtu2ffXWzSvWresfWDZ79uyenq7W9tYqh11TYJSoZGwBj8hh4NhMHJeZz2OTNAq+RMgQsKkCLk3EpXOYUJg2CZdLwOaQ8rJwSBgqG0ZAwbRSRkN5YP60jg1Lpx3cPrBj7ZzVC7rXzO988dSOhohl+fT2hqiDT4TzqWizRlhbFWpuiI1vKx3b4G9OmKv90jsn139//+Kt01tfvbxv2+pZ1aUuIY+eh83NysrIzUXk5kKaLQwGQyKRY8aMSTmBEbm5aBaLY7HYfN4Sj8dXVORyOBwFBQVSqTSdfkwmkw0Gg1qtlkgkLBYLi8WCKeKMDFhOduYYGMys19RXV8T8XrNGpRWLwsWui8ePLZ0zuyISivo8Qg5TKuTx2QwWk4rKyYBnwNwO6+J5EP32jm/tam2oS0Tbk+VTxrV0NyVnTGifO7FjTvfY9Qtmrpw1ZU7nuGqfp7u2Zmnf5P7JvRPqamLOwkq/x282ekz6Iq3KJBHK2HQ+hcAh4lhknIDLEAjZBCI2B56RmQXLyoZRqWSdTsNmM1EoaCAWDMemzSPAP6LT6YLBoM/nS+ffcjgckAkkkUiEKT8Nj8cDxAvafYEOTPnnloZhekoHTkc7EQgEAMYkEgmLxQL6zc/PBwMPaawFAJx+fVKqEIiY2oDdGmi/QP5N+5+BiRoQLzRM/NyW+uH+ugOfFQLuBbLwv1ugEQgEGo0mkUgCgUClUgHPs1qtBvZXi8XigNpsnB6PJxQKAegNhUIgPbimpiaRSJDJZK1W7/OHAsHo+M6Jl6+8cGj02Esvv/7a629yeYJfV6qzQCAC3Jr6BFYmk0gkIpFIKBSCyGuQ+8Xh/F9CMZvNZqSGsRlMNovNhQpUiWQCESrMA0O/DCabzeEBAAZnKFQ6hUpPAzAwTqeN0M/DMJ4AjQGDZ5JIlPQipvrYwTsrOVXA8B/3gJbxqQTpvDwcBoNNt7UjkSjQsw2u/EgkagwMlpOVnZeXZ7Xblixb+tdnz37+xz/+569/ef2De2/cu//h5188/PLJk29/8/Dzxy+/9nZZRTJRlYwlKsPxREm0NBCO+UPRklhZrLyqor6xprm1prm1or6xrK4+Ud9QWlsXqqi0uVz24mKRTC6SyY0Wq9Zo0mj1CqVao9UrVRqDwSQSSeRypcPh1Gr1qfsAudFojEQiGo3GZrOBzOeCggK5XK7VagsLCx0Oh0ajAaYAFotls9lAG7DH4wFR5y6Xy2QygQIwvV7vdELFwlartbCwsLi4WCWTkvJxbCZLo1Jr1TomnYXIQZKJJHweBoPIJueh1SJuyGmtCDiXz5o0q6txYN64Fy/t/PNv3nv2l0d//e3DX373yT9+/8Uvv/38wVvXb1wcefTBna8/e+vZ33744M3L916/9OyPj5/98ctn//P5nfP7hlbN3Ng/aWFf86Ylk3etn7exf9L6/kk7Vs86tH350Z0rdq2fN7Ri+pYVM+dOau9qrOyoiZ8b2XVgy6pjw5vGVUUmt1SsnT957fzJA9PHz51QP729anp71dSW8t762NTWqo6qkrZy/5TWyknN5Z3JSHdj+YLJHb0tNQ1xf3WouDpU7DIoelqSnU1V1HwUiUBMl/0C2zPIvhIIpVyeiM0RcHkiUGzB4QoZTLbX77ty7fKVa5dv3HoR6Ldgf/HyhctXL4Gh38NHR4F1Oe1zBpB86szJw0dHQXXwydMnwLjviVPHATwfPX5k34G9u/cO79q9c3jPrgMj+48eP3Ly9AmQI33uwtnLVy/t3b+HzWXRGFQ6k8biMLEQvFOJNCZPLNMYzQqDiSdTSLUGm9tXFIiUJKpLk42B0kq9wyPUmKQGq77Qp7F6rJ6oN1YTqmiMVrcEE3UWd1iqt1MFMgyVDcdTUWQmS6o0FLllRgsCT4SjfrU3I5AYgLuAdYELGjBwDhyFQGJSNb84AMDACA3oF5NHSLUB4zF5kPkZk4cD+c9A1chBwDMyYLlIOAmPweTAWmvi6xZNXzKlff/quXuX9b24e+VH53be2dn/9NqeLy9su3949a3B2Z+c2PL7l47//PqpP7928k+vn/zdS0e+ur731T3LRvvHH13W/cahdWfWzN42vW149oQ1ncn1Pa2rJzQOdNQuaa1a2JiYVxefWROeVhmcURuZVhPqqwpOqQz0lvsmlnk6o85xYUeb39JSXNBghxi4Qi+Lq0UBOd8lZTtkXIuYaRIyC0SsAh7TxKRa6PQiJiNpVLfZDT1u88ygrT9evCDsGKsT+kjIciFznM04wW5o00l7zfJ+v3FX0nthStPddf3P3ry5qjnOhMFaHJKtPfUfHdjyxxfPn5g3fVLYYxayuLR8GpXAYdDFJAYTlU/FQhPqNAKJTiQySKk9nkDH4+g4LJ9KXjxj2pcfvv/wzdfeeOHSwzdfu37qyMiOzQMLpvdNaOmb0DKpo6GjvnxiW+2Cad071y0/smvzqf07bpw9+uD120/uvf3dxx/8+MXHv336xR++++b333797eeffvHhvQd333r9xgtXT588vn/vpRPHXrl+9f3XXnn4ztuf33v/8YMPv/rk4U9Pvvzu80+/+/zT33z56OtPHt69c+vMoYPDmzbs3LBuz+ZNB7cPje7acWzv7lMH958dHTl3+NDlw0cujR69evTEjVNnXzhx+sy+gwcGt+5cvW5+z+Suusa6cCxZAnUFtyYqW8oqmuKJiQ3NoBhp2tjxPY0t7RXVjbGyhmhppS9YHQjVhqJ14RhA3+pAqMpfUlHsqXR7wQL0W1bkAmW/gHUB/foNJq/O4NUZABhD3JuiXwiSXcVlxe5IoSNW5AT0W+7zVQWDNZFIfWkpAODG0tLG0tKGeLwuGk2Gw9UlJTWhUE0oBNC3Khis8PvLPJ5Stzta7IkUFZVYraECU8JmqXPa6wrNSbO602XrclkneRzTA87pvqJum6FRISnns5x5cA8RXS3lTvHY50S8Uzz2iUUFUzz2rkIjEH7T6NugFtdrIQCu1UiTakmVWlypFCcUQmgGWCp0c1jFHJaDzbQx6RY63cygW5iMAjbbJpVaFYpCtdqh0RSq1VYVBMBWjdaoUJqUKpNGZ9EbraaCAr1BKVeJBGIOnc1lcEQ8Pp/NwaExmTAYMS9PK5eXR6Ot9fVTuyesXrJ477atuzZvWr9s6doli/ds3Ti8ef3W9StXL1m0ePaMmZMmdra3NFRXe4tcRrWWy+BQ8GQ6icGishlkJolApVMZ6e7YNAMTiWQ6VDnx62IwWFwuXyKRKZVqvd6o1epVKo1MpgBGaAFPyOcK5FKFkC+SCaV6lc6oMUBiNVco5EukMjVHKGdxRXyeRMgRybgis0JVYrWVmM1utapIJi1Wykp0qpjVWOt3dpaGe+Ol0+Olk0tKpgYDixOx5ZWRgURwQzKyvbF8ZcyzPOzaWBPdUBNfFPIsCHlXVpfDLFa72WoxFVj0RoNao5MrFVKZQiyFqh2homMuXyyV6A0mi81qLyxyFruMqU2hUJDJ5OxsqK8FKDmgChiEvqTED2h4FZK5IJaG9N40+qaPwZnnGXhMBjQkDFYagAESg9SrtKE6G57z/wXgX7OFUsQLClf/HwD8fGIWGp2HQmEAEqPReSAgGo+HxCSQ+k2l0oECDH724A4Mg8FmZ8OJeAKZSFIrVaD7V6NSFxU6ktU19bV1dcnaumRtNBxxFTnj0Vh9bV08GisvLy8rKwPVF2q1Go/Hw+FQVUx2dvbz3JsGYPB/k04mGTTqAr1OyOWwqCQBmyHisgRshoBNl3CYAgaVRcLTCRgWESui0UhIJAGRwyMT5UyGlE4zy6Qxl3NyS0tNMFiWmmpwKpQFfF4BX6BlMhjIbAEeJSFjeTgkIzeTicri4ZAiIoYKh9EQY6xS3qrZfW9cOXvt6IHNS+atWzhn2riOoMPOp5DoWBQLj6Zhc6ioDCYuQ0CBO438spKCeEDfXOMpKuAYlSQeI9vlUEZCjvraaGN9vL422j2hYe7M7plTxy+a37tofu/CeT2L5vcuXdy3esXsLZuW7Nq+asWyaUuXTFk4r2daX/uEcTUNdZHyuCcScjjt2kKb2lagMmglCgmbwyQQsUgMEsakotkMNJeex2agBax8hYRhN8l8xQXJRDDgsZi1UpmIyaPjKYRcCi6XQURT8TksEkLARKvEZLdV3lITWDJnwo5NC/ds7j+6Z3X/9LZxtQGjCLd63vjuhuCGhd1TW0pFxCwxDSlhYy16YWXC0zuhur3e1z+tduOitvXzmq4dXnV670BTuSPoUKildI1GQqbgs1LZOwhETlZWBkBf0POMRufR6Uy93ujzBbyeoMVi02h0BoMB+F2NRqPdbnc6nS6Xy+l0gl+63NzctCs+MxNKhRsDg3EZ1M72lsmd48Ke4oCjsECp6Glv27Zu7dTuCRGvW6+S61RyGgmvUkpFXGYWDEbCocN+d0dTcnxLXX15rNhiCDrMyVgwVmyvCfuiRWazlBdzFIRthqTP69VqQgWmZMBX4XaVFzuLNapClVzNYWq4LAWLLqJAzcAMHJpNwPLoRCaNSKMT8/GY7BzIZJmdM4ZIxOv1Wr1eSyTis7OzQUIyYNGcnBwsFpudnc3hcDweT0lJic/nc7lcqaRcEZDFQBIyGAMGYiyQcyFvRuojKJCJBTAVqjKj0YBfmpHaQLgUyDQGReUAZdMDwOBhGoCBmAykZuCdJhAIoBgJj8eDJK20/AsCtMDfJW2EBnALPrzKyclJK8DgqvjfABiJRKLRaCKRCMhfr9eDFGiTyZSmX5fL5Xa7obqjVGBYJBIJhUJer7esrKy2ttbhcLDZXI87EAxE46UVO3buOThy5MUbd7748olMrhSKJEKRhC8WgSWUSkQyCIBByJZGo1EqlWKxmM/ng6BpcCBKbUKhEAwJQ7p6SklmMNkg3Qq4mvEE0q8zxkw2g8mm0ZmgExhYoNMu6H9pSwIMnM7BAgz8H+kX/KjTX3r+ALzpAskX0G867xCFwgBfD3gjAL13VDIFg4aa56RyWVNL86ePv3j46NEnT5/8/OzZp19/9cb791566+77H3384Seff/bl0yUDq+qaWqtqGypq6pINzXVNrcmG5tqm1sa2jprm1mRLW3VTS6K2Pp6sLa2tK62ti9UkDVar2WEXyxVCqUxjMJqsNrPFJpUpLFa7ze7QaoyFdpe72G+zFjmLPCYTlALtdDojkYjT6TQajTqdzuv1RiIRtVoNfjQqlUqhUIBLgcFgYLPZhYWFCoWCx+Op1WqDwVBUVOTxeGw2GwhOByBtsVgMBoPZbHbabQaNWiWT0khEEoEI+ufxuHwUPIfHpEm57LKgp6TI0loZXTazd/HUcUtnta1Y0HHrwvDvv3nvL7/55Nmfvnr2P08/vnvzhVP733jx9D9++/irh6///P3HV07ueu+lc3/87v4Pj15/9o9vnv3y+LvPX3vt+qGRHUv3bl6wauGEodXTVy7oXDa7fW3/xK2rpg2u6BscmLJl1Yz5U9r7xtUtntp5Ys/mkaE1QysXdNfHp7ZXL5veuWz6uCVT2hf1tiye3NI/pXXhxMY545Ozx9d2JcPjq0LdtbHu+nhLmXd8bXzmhKb5Uzomj00untbdlCgpNquqo56ulmqzVkomkogkGokMVf6SKQwqjZWqO4JGfzlcIZcn4gskQpFMIJSyOQIanRmORvbu37N2/ZptO4a279y2fee2Hbu2bxzcsHrtqg2b1q/fuG75imVz5s2eNmPqjFnT58ybPWPW9NlzZy3qXziwcvnqtavWb1wHBn1HRg+ev3ju9ku3br9068Kl8yAl69iJo6AA6dDhEaAAnzl3GujMFy9fuHXn5qo1K/NwGDwxn0gmcHhsKlRjzGBwBXKNvsBepC6wcCQynkypLrAaCovd4dKy2qZEXXMgUeMIxqzekM0btfviwURjWd24UEWjzRtTmYulertYa6UJ5bkkRmYeHkmkMsRyrd0p0Rvh+YScXGjKNxeFRSAxAHfTYi+w/v2v+RkN5Tyj0cT/XakaJADA0JcwkPk5nf8M7uvgcDgOl5eTnYlBZOXAYGaVMFFsjheqm3zG2Y0le+ePf2HbgltDCx5f3PnewYG7e5a8vHXeo9Nbf37t5F/ePPOHl4/99s6h3700+ps7I398+/T901vuHll/9+im/fO7ZlW4V4+v2djTuKm3bWNP69ru5jVdTas6G5aPTUIW6IbSWcnQjOpgX5V/coV3UrlnYqmrM1LYUWIdG7S0+sxNTn2yUF1pVsYNkoBG4FZyiuQci5huEtBMAloBh6anEQ0kgoVMLBFzq7SSRoO8tUDW5zHNjTo6CqQeYm6pkNFhN3Y7rW1GebdFviRsGaouHq73v7+h/9kb17dOqGTBYDPK7S9sXvT5yb2vDq1d2ZQMKiS0vFwqjQBdEWkkHoHAy8fTCAQKmUgnk+hkEoNEohHzaflYKg6TD89OBP3Dmza8/+rLr16/evXUsXuvv/r+q3fuv/Xyk48/+PS9N29eOHV2dN/pkT1bVvRPbK7taoSG1GZ3dSybMWXPhtVnD+x+8fjht1+88sX9977/4vPfff30N4+/+PHJlwCGv3v02UtXL9+8eP7KqRPnjoxeOHbk9uWL99547fGDD++/8cqHb7766Xtvf/3JR98/+uSbTx88/uiDL+6/98aNay+eO3Xm0P4ju3eM7tp2aOfQyI6tB7cPnT84cnTH8MHNQ0d3DF8YOXz9+Kkbp87eOnN+dGjH4JLliyZPnd8zeUHvlBnjJoyvqauPxDuT9RMbmic1t/U2tY6vqWuIlpa6PEGLvdzjr/KXJEsitaFodSBU4Q0k3L5yjz/hLE6v5+E2YrUDjTditacrf/0G0/PPiRcWpQEYol9Xyvns81X4/dUlJZD8m+JeQL/PA3BNKAQUYADDlYFAmccTdTrDDkeJzVHqdld5vZUuR5XDWu+0NzttrQ7TJJ+z22ntddlmBDxTva4WnSrMoDmxqAAV36AW93kLQSHwFI+9x2nuKjQCz3OzTgZxr0rUoBY3aiSQ+VmnqNPKa1SSKmjJKlTSuEwckgjcHJaTxbAxqGY62UyjFNApBXSagcEw8vkFYrFVJrOrlHaVyqpSWTVqu05rkCtMSpVZZ7CbzLYCs06jFfIFdCqNz+bwWGwuk0UlkhAZWfAxmSqJJFle3lpbM29a38aVAzs2bRge3Di0dvWODeuO7dszsmvo0PDWfds2Dq1buXZZ/7L5c2ZPmTRpfEdtRUXYFzBpDCKOgEVlg8WgsSEvNOXXRSJBI8GggBCcJKfihEkkCo3G4HL5QqE4vdIuaIVMqZSrFDIlNAnM4mnkarO+QK/SKUQysVCm1RVoTVaF2sAXSLlsgUwoab1uBAAAIABJREFUNcg1JrnaolQXyOUWpdJp1HsLDEUGjVUttShE1R5vtdMZ0WrCSllLYcGUkGtRIri2sXRNMrImGVlbG11bG19aHpkb9s+NBBdVxGEen9ft9RS5nLZCu7HApNZqZAq5WCrRGfRmq8VgMhZYzL6APxyNRGLRyuoqv99vt9tNJpNIJAKSLza1EQgEHA6HRkPBp8D7BxAOgUTlwJHP0++/ADB4CIzQGZnZIOE57XkG9JsNzwHhWCAo679ZoNNKL8Dd7OeioXNyEOmTzz8tfZzK8IIjoPxddPrOCXwV5GMBEqZS6Uwmm8GAxuVAQDQQ/Wk0BpFIhlJ10BginiAWipyOomKnS61UBXz+JYv7O8eNr6+ta6irryyv8BS7I6FwXbK2LF4K2l9KS0vLy8uLi4u5XC6oHgFVUukYJGCBHjNmTG4OPHtMBgaJ4LGYcrGIz2YxKUTAwDwmNMgq4jJFLDqHQmSSsCwSnkUg0vNwRERufnY2KQdJR6O5+UQRhSIkkgwCoU0iM/L5ZoHIIZNbRWIdi2mXCqUUHDkblg+DETJg+DGwPBgMk1pMVFZfa93L50+8ff3C9WMHRzavndc9dmJjMuqyyTkMZj6GgcdQ81F4VCYaAcMiYDIBRadgNScDk8ZXttb6ZGwEBQvDwGG4vDF0KopGySXkZ9GpKDY9D5+XIRYQRXyCkIcXcPOFPLyER5DyiVI+kc9Esxm5dAqCSsqhknLoFASLhuEwsERcNhkPp5MxTCqWRcWzaQQekyxik4l5GZT8MUwinEVBChh5OgUr4NRXxj0ht9ll1TiMCqdFXWRSmtRCvYxvUvEdBWKXVRIs1iQTzknjqpYv6N62Yf7+HctGdiwf3rRgTk9dbdRWrGdNbo0OzGpfN3/ChrmdBh5GQoETUTARB1sWts/ua1m+YMKsrrL2SsvAjLoyl1BCgfltwrKSAqOaq9fL2Rx6bi4iKysjlQIFmZpByjcajaZS6SqVxu32BoOhIodbpzMYjQVg9k+j0RgMhsLCQq/X6/f7RSIRlUpFoVAgZC6VID0G6lWCwTIzYLnZGXVV5fOnT22sqqgrKzXKZbWl8d6x7f1zZjVVV/pcDhaNLOKxFXKxhM/GY5DY3Bwxj+W06EvchX6HxaZTakUcnZjLzkeJaQQ+AZ2fAeNiEXRkhpRI4Odh+HkYUT6Oi0aJiXghHkeDZzPQSCYml45GUnPhUPQaGgEAmJiPzsMisThUVjYk/8IRmXl5aI1G5XIVsdlMYAPGYDAAO3NzcwkEQmZmJg6HM5lMJamtuLjYZrNZLBaNRqNQKED6MYfDYbFYfD6fyWRSqVQApQCAAaySUxvQg6mpxmBAwgCAGQwGgUDIy8sDpUGAYLFYLHgI9sAsDSZdAVQDAAbcC47TUdJprRd8/AdeEGRrARcMSAQE2i9AX0DC/w8AzsvLIxKJTCZTKpXq9XrwzwBogM7UVlRU5HQ63W438MqWlpZGIpFYLOb3+0tLS2tra+VypcVc6HEH3Z7AjJlzd+85cPTYqS8fP1VrdGKJTCKVi2RSkUwqlsvSSyKRAMFZo9HIZDKRSATCmcSpTSKRiMViUL8ElGHQoARahQHoksjUNMQCWRikOoN0nPQZPAFKkE63JQF9+N91YOJzqi+Y4wXmmn+f8gVnMBgssOrk5eFA5nO6BxgMACMQuVlZOf+8vCMyYMCEAVOolJ1dE+7ee//g0aPL16/bc+Tw0L69+44cu/7SK0++/eHnvz/75e/P3rj7XlfvlNaOzqa2jo4JEyf0TG4f39XQOra+pb20pjZenYxUVIUSFSXlFeHKqlhNsrQ2qTObpWqlWm+QqzUimVxrhAqQgPwLxWVTmFqNscBkEwllNmsRcEFbrVaxWAzi36LRqEql4vP5ZrNZm9p0qc1ms4Guo9zcXKPRaDKZoE6JVIZWJBIJBAKJRKKwsBD0SIP5YahGWKW2mws0CrlWqeCzWXQqjUqmIFJTSdljYFqF1F9knze1d2bXWKhod+u647vW71g7Z2Bux8n9a768d+vbT978/tN3Hr558+iujS9dPPbR6y/evXnu4VvXv/v0re8+ffOLD26+fOXAOy8f//Ljm48f3Hj298fP/v4EGhv+65f/8/2799448+Kl4WP7VuzdvnD35rlb1k1bu6RrYN648fWR7uaKfYMrTu8fOnNg25LpXZOay2eMq+3va188pa1/ctuSKe3Lpo1d0te2oLth9riaWeOSPfWxyU3lE+vifW1V42vCU9qTs7tbVsybPHdS++aBBT0tNVURd4nT5LPruLR8CokM0BfQL0h+BqVHYPoXyL/AEc3m8Cb29qzfuG7OvNnzF85bvGTRov6Fi5csAqy7eMmiJcv658ybPblvUs+kib2Teyb3TZrQ3dk1ccLE3u7JfZOmz5w2b8HcZQNLV69dtWVo84GR/cAjfebc6d17hzdvHRzcsmnz1sEtQ5u3DG0GB9t2DG3dtmXT5o1bhjafPntqXGcHCpNLpVNSLd00CoNOh+bdxAqtweZ0OwMldo/P5HAZ7EVGh9tS7C8KRAKllaV1LVUt48rqW4OJOps3FihrKK3tKClvMheH5cYiudGhtXkofGk2jgxDoHPySQCAZcYCFImSjUQDdReZm5ee+E2PvAHVF4XGoQD9/hOAMRgStFLab8r/TPznE7AodF4uCpOecUtd5bIxSEQ2DIZDZiJhsGKtuDFcODZsKzVyFjYErm6Ze/fg6m+uDj84svr24PQvTg7+eG3/X149+fNrx3+6ceCbq8PfvbD3dy+Nfnl51xdXdv3wyvGfXjvz1uFNq8dVDIxNDLRXLGutWN5WvXxscuX4+jVdTWu6mgbG1y0dW7OwuWxeQ2xGbWhqdWBSuac77uwosbb5C9qC5ha/qcljqncbal2GiiJtqU0VMsvCVpXPICnWiIo1IrdC5BTznCnTqU/IqrNqujzWCS79JLdhWsAyzqqM8sh+NnGswzQ7EZoadPYWaReVWDZVurZWOt9aOeuXa0de2bpwUdLZZOPumtF8dc38wfFNpXKJgUFj00gkJglHwZEpeBGFLCAQ2LRU2TOFTCPhKXgsEYsmoBD4XLiIQVu1aMH+oS37tm4+dXD/lZPHb1+6cHzfnjduXf/s3tvffPrh04cffP/o4e++evTZu29cP3Xk8M4tQ6uWLp0+ubO2sq0i3lGd6Kwun9/bfWDb1vNHDwOl9/N77//45Ms//fDdH7//9u+//90fvvvm8YMP37p98+rpk2dGR86Mjpw/evjisdELRw9dPnHk+pkTN86fvnP5/Nu3X/zordeePrz/6Xtvf/jmq/ffeOW9V26/fPXixWOjJ/bvPbVn76Gt2/dv2gIA+MqR45dGj14YOXz58LFjO3fv37RldGjHsZ27h9duWDpt5pTWsXO7e+d09fS1dbSVV1X5S2JFxSGbI2C2lXv8Fd5AhTdQ7vGXujxRhwssIPOmXc3pyd6I1Q40XgDAIPgqYrUDX3R6D/GwqxiIwNDksN9fGQhA8m8oVBuL1ZeWNicSLeXlwP/cVFbWmNKE61LWaOCFrgmFAADHXK6o0xktKq7yB6p9vojZGNWp27zO/ub6bVMmLq4umxn2Tfe7p/u9XXZrQigsJhCK8vPGWw2zw57F5eEZQVe3w9TtMHUVGjvMml8NzyoR6AduUIubtNImg7xRp/xfANbIK1TSmFRUIuAWs5lFTLqVTrHQIAC20KlmBt1Ip+nZLD2fb5ZIbHK5TQkxsF2jseu05pQRukCrN2p1OpVaJpHyOFwGjS7k8qhEEgaZi4IjCBislC8M+3xdY8fOm9a3dd2a7RvXr1y8cN3S/uHBjQd3bBvdvX1099CRvdsPDW8d3rx289qBtcv6l8ydPadv8riWlrrKyqDbb1TrRVwxUIBpFCZUDpwaAwasi8cTweQReB8HQ0x4PBFMktLpTBYUwsnlcHh8vlCUCoJWylVqJZQFzecKOHQ2SIHWKjQamUohlrM5ArFCI1fpoTpevkQp12jkWglfLGTzJTyBSiIxalUmnVou4VNJuFx4Bp9OFdPp3Pw8EQ7lELLKTfIWh67HWzA/4dvZ0zQys2tTe+3y2oo1rfXLG2unR0tg8bJYrDQajoYCJX63t9jhLLTYzCazUW/U2R22AovJYjOHoyHwtGRdTUNDQyAQAAGkFAolNzcX2AiBaTA/Pz9dCAzUD2QuNFiSmYXIzEKA8ZLsnNzMLERWNhI8zIGjcuCorGxkZhYCMkL/UwFOHwApOG2N/peDnH9amgGsZmXlpBeYCkYiUen53v/oiwbfCOqUcqDc5Vyw0q8MXgGqNEbnAREYhJ4xGCwqlZ5SoaDZYCqVjscTETlwXB6WRCBq1Rqv26NVa0LBkt27hlcOrGioq6+urGptbolFop5idzwaS5RCGTYVFRVVVVXJZDIajZpMJh6PB8btcDgcAoEAZlcQEA25Z7NzsmBjssdk4NAYBoXMptNYNDKLRuYyqGxoTxHzWBI+W8hhQDDMYhAQaComn4rG5WfD8Tm59DwcK49AQaAYqDxePpEOR/Gx+XaxwsQTyIkUi1BUIODo2FSnUtwcDUxpSnZWlVZ7i2J2U2u8pLe+anTzujunj+5fv3Lz4rlDSxcsnjyhqzZR6XdaFCI+jcihENkMcj4ODRsDyZK5uRmE/OwSj6mvu7Z/ZnttzNJY7uTQUFgUjE3H+ooLGpKx+ppoxG8r0Ar5TBybimaQ4EwygkND8ekYPh3DoaHEXJyIgxWwsFw6mkPDsKloFhlaXFo+n0Hg0YkMYh4pD0HGIlkkvJBFcpikjgKhwygqMku8dmU8aGmqCnS2VFSGnd5CXaFe6rFr4z57ediVjPsbq0rqKtz1le72hlDfxOqBhRO3bZh7YNvSQzsHdm9csGXl1EXTmub0Jmd3VY2tKm6M2xoilqpi5fzOitVzOkU0JJOUnYgUtjeE2+r8qxd2HNkxf7B/XF1YZ5UTcmEwFjmLx8qXy/l8AZtEIsDh2ZmZY+BwyDQBinyxWCyPJ7DbHX5/0OksNhfYC6CYG5vZbE5P+klTm0gkwmKxSCQSfKgEPhbJyICIOmMMLCd7TBYMZtKqOhrrW2trakvjrgJTc1WlXaftamuZPWVSrMTPYVA1CimdRirQqRRifh4yG5kFUwjZdqNaJeRwyPl8Sj4zH4XPhlFR2aw8OC03k4tFMFFZTASckZPNReUyEXBadhY1K5OPy6NkZ1KROdRU3jgFmcoeRyNoebl0AgaLhufAx2DykFnZUBUwMjcbgciRySQuVxGXy07LpICBgSEZcCObzfZ4PIlEwufzWa1WIGEBWVIsFgMSA+FMNBoNADDIbQaOaIC+z++pqY1AIACmBQlY4BtRKBT4o/HPbWkATjMwyNwCAAyO/x2AQeIVmAEGcAsA+HnbM/hMEPih/xsAIxCIvLw8YNgWCoUGg8Ge2or+783phKZGPR6P3++PxWKRSKS0tDQYDIbD4WQy6XZ7bdaiYCAaDsXHtnfu3nNgy9YdX339bVmiQiKVS2UKqVIhV6sUGrVCo5arVXK1CsRKq1MbSJmWySBZWCqVpun3eXc0EHgBBoNjEOCcjyfioMrA/02FhSNys7LhBCI5H08EzUm4fAKRRAFxWUBJZrI4TBaHzmCB5iSIpVOFc/8OvYBv/32PRuelGRiLzcfh8Pn5BPDtAIDhcGRmJpS1nrIrQRdnNAoJg8FoDOqUqX1/+MvPX/3w3bsPPzx0+tTQvr3T5y9s7+6Zt3jp4ROnL1y5fvf9+/3LV3ZP6qttbAHDwGWVNaF4oiRWFq9ORiurw+WVYAY4UlUdT9aW1dWO7eoSK+VytUqqVNBYbLlao9HqdXojiMuWSVVGg8ViLjQZrS6nt6QkLJXKQdpZOBwWiSDXA4fDEQgEwBPkdrstFotcLgeDABQKRSAQ2Gw2n8/ncDiEQqFMJvN6vaAqyefzeTweu92uUqkoFAqbzfZ5vEIuh07Ci/k8MZ9HIhDHwKAr8xgYDJGVSchDiVj09rqqg0MbH73/+o2Th0aHVr1wYvjqsW03z+x++PqV3z++/8PH7945e3j32mVbl83/5ZvP/vTVg7//5rPTezfeOLXnqw/vPP7w5p9/e/+bxy9//tG1bx6/fPXc0M1ru79/8uqzZ09+/t29v/354bO/PXr2jy/+9scHTx/dvn1tz8jw8mmdya6m8pGhNceGN10+Ojyrq7G3KTFzfN3ATEgBXto3dmkfRL8Le5vmdtbO6qie0V41o72qf3LbnM665TMmzO9pWTpjwuKp4xZPnzCzu3lg/tQ5k8d1NlVGPVY2GYXMgFHJFJB6RUkV/9IZHCaLx2LzmSwekH/5Akkq/1kkFMmkMsXho5BRef/BfSCoed+BvXv379m0eeOhwyOgB/jYiaMjowcPHjpw8NCB/Qf3bd22ZfPWwU2bN24c3DC4ZdO2HUM7h3fsHN6xZWjz1m1bhvfsOnR4ZGT04Pad29auX7Ni1cCmzRuHtm/dtmNocMsm8C2DWzat37huz77dV69fKa9M5BNwHB4bVAGTaFDzpEytszhc7kDIHysNlibcoai12KuxOPR2l9HhtroDnlhFLNkUr20uKa+3eWPF4epgojFc2eKLJ23eWMoX7aYJ5RAAw1HZOCJdJNHYCiV6I4pEyUJA9mYQ9QxEYPAQjvgVjIG0i8ZAcTDI3Dw0mgjoNy+PnIclYnGkNACnODkP+J/BL3tGZnYqxwSBQ6PQ8EwyBsHOR3ZWh+ePr51RH55WVXxj55Jvbow8vTz85OL2398Z+fmVw7+8fPS3Lxz84cru76/teXJ+24dHVr0/OvDg+Ppvbxz45uaBL67t+/zyvs+vHtw7t3PNhOplrYmlLeVLWyqXtVYNtNesGFe3cnz9ivHJgXE1yzqq+9sq5jbFZ9aFp1b7ehOuzoitvaSgPWRtDZobA6b6gLHOb6r06stc2qhDlXAbwnalv0AWLJBHTKqQTh5SyyMahU/CaXYWTI15poQL+4KWaSHbhCJdtYrnoORVqiVTIp45pYGpHtNst25FxLyh1PbWium/XB159vGNn14+Mt4jjUpwLQXiVpveSiGpmXSxhE8XcXAMAp1FljNpIjKBRSXSqEQaCU9ONVkS8nKJaCQJhWxLVr9568Yr164cHt554sD+s4dH71y5fPH4sYvHRo/vGz47euCtWy98cf+9pw/vf/vxRz998dkfv37y+N5779+5eWTH0OrZMyc3NZQXOxvjkcpQcGxdcv7UKYMrBw7v3nX97Om7L91+cPetJw8/Asrwj0++/PKj+++9+vKdK5eunTl15/L5mxfOvHju1LXTx88fGTm+b/j4vuHTI/suHhu9dvr4Gzeuff7BO99+9vCrjz/8/IN3Pnn37js3bt46c/7cgUMnd+87uXvfmX0HLx46cv34qdN7D4xs2bZ/05aTu/ddPnzs7P6R4bUb1s5ftHrugvUL+1fMmjuldWxtKFrq8pQVewH9Jty+WFFx2F4UsjnSCxBv2GIDkc4hsxUcAwCO2R1hiy1gLAgYCyJWe3o8GIjG5S53ucsNALjS568OQNwLVm0kUhePN0Cjv/+7mspKG0vjjaXxhnisNhJOhkPVJcHKgL/c5y3zuEvdxakFvWDEYo2aDO1+76oJY48t67+8fvXatoaF5bGpAW9Xkb1aJvNSaSUcbpNBv7A82l8RmR8P9HkLuwqN4yzadpOqRS+vV4nq/0m/dUohUIAbdNIGrSKpllYqxZACrJGXKyVhEd/HYRazmQ4GzUIjW2hkK4NmZzFsTHoBk6Fns9IiMJQIrVAAEdikVBWo1EaoY1ehkEgFPD6HxWYxmFQiFEKDyMom5eNNGk1NIjG1q3vRzFn7tg8d3rt7eHDT5lUrD2wfOjM6cmzfngM7tozuHjq2f/uRvdv3b9+0Y+OawZUDq/oXLZk7e2pXd1drW7K8Ouj2m/UWmVDOpnHJRBqZ+B9GlsA4EuBeoAmn35eZTDaTyWaxOOkhYQFPKOSLRAKxRCSVCaUSvlgmlKqkSk0qEItGZ7N4Qr5ILpQoJVKVXKaRyzRSiVLAl4BkaQ6PyxcKmDwWlojLQkLZyblIODILRkJnF6lEY+Puhe01Gye33tix6v7JPY8uHXv36PD1rWuPLpu/ceK4mZVlMF/AD5bH5y32uIEUbLXbHM6iknDIF/AHQyUNTY3NrS31jQ2dXRN6e3vLyspKSkqAXIlGo/NTUVFgfI5EIuFwOCQSCegXutv7LwAMAhhA3AIcgQaBhJmpiKx/ib8Cxb/pgOjneRiSeP8LAAP5Fyi6ubloBAIqWQWs+x/36dcB2IxIlREjkSggL6DReXA4EolEgXRocJcGCqBBLBZQgyH1H5OXj8XBs3NEAmG4JGTQ6YsKHYMbNx06ONJY3xCPxiaM76yqqLRZrJ5id1m8tKampq6urr6+vra2try83OfzqdVqGo0mEAjodDoWiwW8lJmZmZEBuWezM7OyYGMyYbCcjEzAwFwmg8eis2hUBoXIoVPEArZCLJCJeTIhVyEWGOQqg1SpEUplHK6QShdS6Uou3yxVmKXQL0+xTj+xoXH9vAXdybrOyqpjQ1tfPn/i/VtXvnvw7u8effTujUuHtqzds2752X3bb5wcvX3qyIX9u44ObdyzZvnCieO6k+XTxza2VUYqAkVmpZhLI3AZFJmIz2TQAPlkZcKyxkBNsyGPoSHh6mwILJjStLp/qt0kwSFgKhG1ptQzubN+3rTxi2dPnD2pvbu9OplwB1xau16gEVP4tFxqPoyIgdFJY0RstFJC1MmpGhlNKSJJ+USjkgPpq3KOTEDh0fJ4DKxKyLBoRWG3rjRoqk04OxrDk8dXz+hpmNHTMK27rmdsVW2ZO+G31cU97TWRhjJfwm+LuPRVMXtTtXvS+PKl88YPrZ+3d9uyPUNLdw4uGlozZ83intq4PRmzhRzyQg2z2Mjb2N+zeGLNp6+ef/rBrZBDRUTBBEx0iVu7e+viodXTh1ZOWj6jsTqgrg0b1Xw0BQsTcfJ5bIpIyOWw6ZDxMgOWk5MFoq1SwIMTiSROZ7Hb7TVC4c9Gh8Op0Wh0Oh2Q44RCIZfLpVAoQKvMycmBwWAZGRlASwQZ0blIODwHCnQlYtE+l6O+IhH1eUIup1mldBWYQi5nR2NdRSQUCXgkfE4+GiHjsZ1mo5DDyILB8tEI6P2YiOMyKKgsGCYLRkBkUVHZtNxsOjKDlgNj5IzhwLNZ2ZkybJ4IgxKic0kwmASPZaPg/DwMD4vh5qHZWDQTk0tDISiIbAIiKw8F/ddgMKjs7Ewo9hmFyMjK5AsFBRYzmF5Go9EABbF5aBwWg0KhCAQCHA7HYDAOhyOZTJaUlJhMJoFAAMJ+WCwWj8cDOjCNRuNwOACAgVECSLWAG6lUKnj4vBoMAJhCoQCplkQi4fF4EMGFS802pBEYADCoAqLRaFQqFaB1GoCJRCIoUgIYD0RgALog3hnALQKBSNMvOJ8GYOAA/48hWDk5ORgMBp8qLubxeAaDAYi9jue2olRQsNvt9nq94XA4GIRK1ILBIJihALPBBoPJ5fQGAiWxWOnGTZtnz5n3+aMvu7p7xBLodl+pVql0Wp1BrzHotXqdVg9FbQOTrTK1yeVysVgsEAjSAJym31QMGZ8vEDFZHADAAFxBIBaRRMETSLh8AgjFQSBRmVk5sDGZeAIJm5/ySaJRaAw2n4CnUKE4ah5fyBcKBEKxQCTkC0QcHheQ8L+gb7rXF+i6/75PP+FfDoAdOjcXnY6ATkUb5sJgMBwuD4mEo/NQXRO7//KPv//12bPf/eXPv//bX3959uyTJ1+dv/7imYtXXn3rncMnTt99//75S9fXbxrq6umrb25LNjSX19SV19RVNjTVNLdVNjRX1DdV1DeWN9SX1dUmGpKVjckjpw9rTWquiMMTcIkkilyhEksUSpVOJlOw2VytVg9lgSi0VotDozY4izw+X0AgEJjNZrFYbDQaORxOSUlJKBQqKCgAlmYmk0kkEnk8jtFoNJvNXq+3sbHRaDTy+fzCwkKVSsVisWQyGTBRg8lht9ut0+kYDIaQL9CrVUU2q8dZRKOSx8BgKGRuLgKJQaGzs6CLRhYMBofBQsWFuzauvnp69OlHd184c+DOpdGD21adPrj15x8e/e3HpxdGd69ZMP3Izk3Pfv7NT1988IevPzy+Z93tCwf//M29+6+fe/Lw5vtvnnr04Prvf3jn2vlt1y9sf+Hijstntjz+5MaPX7/xy08f/P33Hz375bNnz7569sujP31/7/zhbf0zOrevXrBlYM7R4bWT2sp7GuPzJjaunN21fMb4ZVM7oDVt7NKp7UunQlLwwp7mZVM7hpbNXDFrwqb+6f19HYunjusbWzOlo3ZaV9OiGRMXzeqpKw+6C7V41BgBF/q1Ba2/YPQXJD8/n33F5QlYbD6Hy5fKVDq98fLVK7v3Dl+9fuWFG9dffvWlS1cunrtwdt+BvfsO7D16/Aio/D0wsv/AyP69+/fs2r1z9MihkdGDBw6kgPnwISjV+eTxo8ePXL9+9fZLt9588/VXX3/lypVLJ0+fuHz54mtvvHr/o/c/e/Txoy8/ffDx/Xsfvvfhg/sfPrh/78MPvvrm6Y+//U11sgqbjyOSSWwuJ5+AZ/N5IoXC6Q0kqmsjZRVF/qC12GNyuLQWu0Cp09mcNk+wwOnV2ouNTp8jGPNEqxL1HdHk2LK6cTWtPcm2ieHKJmNRQKAq4Cp0uQQ6DIHNwRLpAqnKbBUodXAs/r8BMEjDglKvIGMzVJUEJGI0Bo/BkPLyyFgsBYsjgZWHJSJQOCQGh8RA8m9ubi4iB47Iys7JyGRTqSIui4hG0nCoXBjMZ1TOn9DUVeHvKnVc3zXwwamh40u7vn/xwF/fPv3D9d3P7p7++eWjX53b8fnxjd9eGf7pxr6nl7Z9cW7zV1d2fXZm8w+3D31/+/BfttjMAAAgAElEQVQPd47+9f61SxvnbJ1cv3JsYnBS87qJLasnNK4cXw/WivHJ5R3Vy8fVLB1btaA1xcANkanJYG+FZ0KpsyNibw1bm0vMDUFz0m+qdOviReqQTR62K71GkUvNd2uFAa3Ur5H4VeKQRuqX8ZJ2bWfA3ltSODPmmp/wTfZZ6nQiP4MY4FCaLdpZUe80n3VSoXqGUz3PoznZU//u4IJnD28+++7dq5vnh0R4MzYzIuG5xQI1my0WCSQqGV/G5wtYcg5DTCUxifnUVIclOT+PnI+h47FMPI5FyP/kvXd+/vGHq6dOjO7acfvyxTduvnjvjddvXDh3+cSRi8dGLowePH/kwM2zp16/fvHVKxdvnD3++rXLH73x0l9/+PbP3zx+/O7dSyP75nSO62tvaaoorS+P1ZfF68riLVUVvWPbBubN2bFh3fkjoy9dvfzJu3chDP7qyQ9fPvrq4wdffHjv3ZfvvH7z2p3LF184f+rC0cPH9u46PLzzyO4dB7cPHdi2+eie4YvHRm9eOPfq9cv3Xn/1yf17X37wwadvvXPvpVffun7j1pnzFw8dObt/5PzBUaD6blm2YnjthuPbh49vH963btPQ0hULeqcMDawaHdqxY9Xaud29rYnKSl+w1OWp8peUFXvD9qKA2Ra02EushSGbI2wvAnFWEasdcO/z8c5AHA5arH6DyV9gjhQ6yj3eWJEz7nSVFbvLPd5yjzfhhgZ348XFYKAX4t5oFOwh/zMUOv0r8TbEYw3xWH0sClZVMFDh9yW8nn9yb3GZx13mcYft9hKTMVxg6IiWDM2afnVo8Ny6FTumdK9uqZtfFul1O5r0mgCDWoTPT2rVi5OVA3WVs2O+Pm9hX6Coz1s43qpr0kqB7Rlov2CfckFLGzWyeo08qZRUySWVSmmVRp5QiIN8jpNJfR6AbSxaIYdRmJoHNrOYZj7PJhbZpJAR2iyTFihkZpVSLRbqFAqjVmPQqJVSGZ/LYzGYLBodBUdgkUgagaBTKJLl5f1zZm1bv2HX5k1rly1ZP7Bs65rVo8O7zh0ZPbJneGTn9gvHR48f2HV6dO/p0b1H9u7ct21w58b1g6tXrFnav3Dm9FmTJk9sH9dQnYyXRB1mu1woZVGZqRlgatrqnC7HycuDbq+IeBKJQCbkE/OxeCwGh8Xg0nIxBRpWS5Unsbg8Dp/FYCvlKpOhQKvWqaRQHLRSAk0FazVGsUQhFMnkCg00D8wV8rhiqUylkGtEYjlINhFIxEKphMnn4qlkApWBI5LgOVkULDrhc+5asfiTFy8+e/zg2U9PoP3jh8+efvb9rWtHFs2bVRbv8hTD1BqdqcBS6HAWOYsLHU6L1V5gtoIzNrvDXljk8fqjsdLKqprGppaxHeMnTZk8dlxHdbImUBJUqlUkCplAIrK5HBKFTKKQ6UwGh8clUchgRheFgezE/8KfADX/pakord+mMRUIuZmp+oqMjCzw8HlXM2DUDFhm5pis7MycnCw4PBuRkwXPzszJyshG5CDh2QhwBnwJDmlRyDFjMoEdDgz9wuFIYI0GCvDzrw/SpNPyL5CFkUgU8EinJ7zBAY3GoNGgcXCQrwMcng6Hw+PxqNXqWbNmDQ4Odnd3l5eXV1ZWVlVVRSKRoqIio9Ho8/kqKytbWlra2tpaW1tramoKCwuB4VOQ2kgkUnZ2NhSdlIIf8BfMHJM1BpaRActEwhEkApHFpLMYTAadyqCQqRQCi0blchhSIU8pFWnlcmg2QK2xaKFRAafJ6LPbIsXOxvKyia3NUzvaNvQv/ODl2z9/9/UPnz58+NZLz/7y47O///C33z/56asPH7x189iewX2DK26dO3z24M5z+3dcO3rg2tEDJ3Zs3rNm+fp5s2Z2ttYlSiqiHpdVJ+LSGWQ8k0Ig4TCITOjWioZHI1I3WBoxZemszrhb11rpXjlvwq6Ncye3l4mo2ZRcmEPLaa30zuyqXTOvZ3D5jKFVsweXT1+9qHfR9Pbe9tL6CoenkFtkZRSaaE4bK+KTlUcN8aDa4xD5HOKQV1kaNMSC+qBL4XFIAk552KMuKzGWBg2JkKmuvGhCU3RGd+2i6e3L5nTOmtjQ21Y+qa28r6OqpdwfsCpjLsP4uvCUsYmlM8duWzt7/46BI3vXH9i1amV/X8+46obqgN+ldVqkIY/BZRbzqHC7lj23t/GH/8PXe8A1ee/t/1FWyN57k71JCCMJJIHsDQQIe6iIG/fee+BWEBUFcYsb3ANxa9U6alurHXbv2p4+Pac9x///zrcnP5+e53m+r/uV152bEFJvQvO+r+tzXc9u/e3Th/tal5Z5jRlSBouYGHRk9nRv2LZu7vwpDQun1leGssY3+GaNKZUxEqRspErMUogFUhGPhENjkYhBMBgGhcagoJweFBJHIFL5ArFSpYEyY7U6iExigTcCgYDBYJBIJAwGAy4nwWAw8Isbd8UnJSVBDIZMTYkZoXEopFIqKi0Meuw2u9lo0muFDFqmUl5R6K8sDJWHfWUBnyfPLKCSpRx2tlbNIJFSkhNxOExSSiIai0pNTUlNGoxJTqRjUOSEQXgYTIxCqrDoLAYll8eyCXi5XHYOk66nkhRYFB+emJYKl2DRUhxGgEbwkHA+BsFFpFBSEgloiDFgg2BwRCxsPzkFiSVgiRSJQimRyml0JsB4JAJOwqEJGCSJiAeTtCgUikgk5ufnV1dXOxwOBoMB3M4EAgEIX1KpFBh0+Xw+cEGDMWBybAHo/c9bMpkMUBbkV4FJDTgcDmqH4roueCoKhcJmsxkMBlCSAVGTyWQ8Hg8eicPh4vQLwv/e1H4B+oLLE+AKIIgDBMQLMDi+/587IASeQCCANuDs7OxwOGyxWDJjxgBQDJuTk5OXlxevQfJ4PD6fLxAIBINQnF4oFMrMzLBa89xut9PpnDJlyubNmx88eLBw4UKQJKxUqhVKtVKpVqm1Wq1OrzeAuilQmQMYWKFQyOWQLCmXy2WxJZVKwXgwl8uN50KDtG0mkwkmroEDiEgkYrFYBAIBZPBkeAockUqkkfBkEhKHIlIpLEiN4wskaTxhmkguhlRojUIkk3KFPCaXw+JABbagvIpIJIK/omAAm/jvFQsm+3834OwDgzp4CPgaDocDpyzWFgZlCgL7PfS3dBAMgUIyWMza+rpvfvj+2Ycffffzz7/+8ccX33336N1ndx48evejT77/9be//fP1T7/+491nn3788Tcjx0wKFZcWlpX5SyKBsqg9GLZ5Q75IeWFFrTNcWDN8aKSm1OLJW7FhwaffPhVKqRI515CZzuVyZVKVLj1LLtNoVLosQ7ZKoWTQ6GlpIpvV4XT5MwxGvd5gMGRJpXK1Wgu0XIFAEENfoUql0OvTs7MzTaacHKMhPV0jlULtaKAVCVQoORwOMBJsNBoVCoXBYLBYLOnp6XK5XKFQcLlcAY/P43BZDCaJREKhUPH4ACiJIDEJhUxFoxCI5KTUpMEMClEjF8+fNaXvyN5Hd6/cuNx3s//UZx88+uHz5x+/d++bj5/+9MWznz57eunEru3r50EJWL++/OSdy5+/f+VMz6bzRzd3bpp56tDabz++9vbAvhtnOs71rL94dNPts533Lu6+e3730+vHP3n70ov757/75N4XH95+evf0k9t9x/ZsbKr2Da/wzBlfN2tczZzxdQsmNMwfXz+vuW7x5GGrZo1ev2Di/PFDV84cu2HhlK0r52xeMnXq8Gh12FpXXFAXcUZ85hFDSlqWzx5SH9HrJWh0AptDi1nr2f+dfnlsDo9KY2i0OgaTzWSzpDKFQqUkEMlev+/atYF79+7evXv7woVzJ04c6+090dd38tixI7t379q1q3PHju1bt27ZunVLV9fOnp6DfX0nL146e+r0iZMnjhw/cfj4sZ6+U8fv3L7+4sP377116617t65dvXxl4OKd29dv3BwYuHLx5q2rA1cvnr9w6uy53sv9527eGrj71s37b9999OTh8w8/+O6H7+1uF08oItHoWCKJTIc6FU3WApc/5CksNubbRSotWyQVKNUyvYEv18h0WapsszLLpMrO0+fZMyyOdJNdb/Xk+kq9ZXXh6kZ/eYO9sMLmi1g8RXK9mcaVJCKJSSgSN02ZnmkWiDXJSDwCiYs3fbxZ/xsPvoo3AKPQeAyWGKtNwiNReDSKgEaRMDEvNBJDTMUQUrB4BA4HfcZLSUYnJBISE2nJyTlyiSNTQ0mC0eEwKQk5NFiweEz92CJ796LJ13etfdTT9v7Rth8GDvzX7Z5fru39460j313senmy7dmhtR+fbP3p6t7f7x377c7hn67u/b6/+7v+7i/O7fz09PZvLnV/dqbj3Jopy+pca8ZWrhxbs2Zc3brxDStHVS1oKJ5fW7xkaBRkQU8tD06K+ptLPaNLXCOLHSOK7I3+3GE+81CvaYjHXOs2Vjmyyiz6IrMmlKMMZMm9GTJXutipFdnVaTYFzyJh50nobiUnalKN8VlmlXpmFjrGWTPrtbJqpchJxpSKOJMcuRMKckaa0qd6zAuL7Bsq/dda5ry7d/MXZw68/up5U4Exm4qzCXlZXK6awxGxmVwmjcmgMChEOh5DRSPJaCQBASejESwSnkHAqoWCFBhs2dwZP3358rcfvv7sg6dnjx3q2rKxp3vH5VNHr5/rvXb6eP/JQ1d7j948d+LW2d5LR/ef6N7R09F6cvfOG6ePPRy4+PRm/3cv3vv50+cXjxyYNmJofSRYVxKqLQyW+d3lPndl2F9bGKwM+0dUVkwdPbJtxYpTBw/e7+9/eufOiwcPPnr8+Pmjhy/eefTi8aOn9+/evdJ/8eTx4/v2QrOg7e17t7Xv27YNum1v39e+5cC2bYc6Ok7u2dO7d++NU6efXLv+dv+Vty5cfHDh0p3TZ8/tO3BkW0fXmnUdK1t2rGzZsnjp8slTZzQ2zR3dvHzKjJ0t6w60bl09c25DqLjYaq8LFJYWuMAWsTnCubaAMS9gzAuaoJBnsAESDhjNfnOu35wbyM3z5Bgdhkx7ZqYnxxiwWEI2WzA/P1RQELQXhBz2kMMedjoKXc5il6vY5SoPBMoDgYpgsDIUig/9Qj3DRUW1hYXA/FwdClUFg4CQyzweEIhVZLcHLBYQHx22WgvNOcXGzBEBz6YpE89u2TjQ0XZq7cqeRXNWD6luduQVSXgeDrVYyh9mTJ8Wdi6tLZlb4pkWzJ/gNI2yGYblqKu0ogq1qEorKZMLy5XiCoUoKkurUIhqNLIatbxCLo6KRVVyWZ1WW6lRF8ulMfMzI49Ny+XQczl0E4eWw6IYmWCjmRk0G5dtZjNymPRsLjNbxM+Ri3LU8iyNUqeRK+RimRTagO2ZgMYT0VjEoMEsEsGanTl6aMO65Uu729u62lrb167esHzptvVrd2/dcmBnR8+uzuP79pzYv/fonu5Th/efOLD7yJ7OQ107D+zs6G5v27Z+7eZVK5bPnb187px5UyY3NzUOr62uihTlG7PFPB6bxaBQSGQymU6nQwxCZ9CpNAaNDtCXRqTGgqMpJCyZjKNQ8FQ89k+LFhgdpdEYIFaJz08DYdFyuVKrTteotBKRlMvm6XQZCoVKLJZKJDKpRCmRyORSlVKplknkKpVGKBRzODylUp2RkalUqtOEUgqdl5iIQiajOESqSSKbWBrdv3jxmZbVn/f1fXb82KPt249Mn766rGK20zfZ5piQlw+jMzgcbhpU8CtXyxUauUIjk6tB9ZFao0/XZWZmmaw2RyBYVFpWWVFZXVc/JFpRHgyHrPk2qVyGI+CRaBQx5gMnkIgUGpXJZpGplJRUOCRGoyBcTE1FAtyNw23MjZYKaofi0uubwizA3fgtoNM3Q60AvkLzXYOT4vT7JvSmpiBSUxDxI/DkVHAElGEkvhEHDX4ueBnxWuD4SwUvPu6LjgNwTPYGQ4h0Go0B0sBjdmgqgQDlZSGRSK1Wa7PZxGJxMBhsb2+fP39+MBg0mUyFhYWBQCAzMzMrCwpBiUQiw4YNq66urqura2pqKiwslMvloJVEIBBwOBwSiQTsr0lJSYNgiYNhSYNhCQCAkxKSUQgkHoujU2k0CpVKIdGoZAadymYx+DyWMI0r5nOkaTyVKE0lSlOL07RSUaZSbtSqvTZzTUm4qtAX8RQ0VZctmz31WHfHkztX+s8e+PT5nb+/+ujXH55//9k777995UzPjp0bl3VtXLlj3bK9m9cc2rpxX+va/W3rDrZt7FizYvSw6sKgw5Sp1SpEAjYdj4IjEwZhU5KQgyBtgYxIZOLhXGJKRdA6obG0yKGrDGW1zB9+oGPJqnlNIauCjYGxMTCjgjZ5aGTZtKbtq2fu3rxw1+aFO9bPbWuZum7p2CWza+ZOL5s8LjS60TlyqL2pIb+mzFjs1wScsiKfujSkLw3pi/3aIp8mEkgvC2dGwzkRvyHsTg86NUUufYk3MxrIqQiZhkVdo2oCTZXemkJrbcgypjowZ2ztsmlN6xaMW79w7Kq5o5fMHLFo5sjZUxqH1Rb6ndmGdJFOLRBx8TwGSiuj52aKnbnKImdmU9S9Zu64OWNrg7Z0a4ZYL6Eb0wUTRlSsXjypbe3saWMqww7NvElVp/avWTKlKltJkfLIUj4zXSnl0MkENCIBBiNiCMmJKfAUFBKBxeJIdAaHLxLLVJArVaGBcp4FAgGTyQRmChQKBYfDk5KSwOf42GUQ2KBBg4DGCAWGw2ApyYl4HEYiFqar5HnGrJryUnNWhkokELEZ2Rq51ZA+JBpxmrIqA96pIxq9ZnOeTpet1hDRaBgMwtTByUkoAi4xGbo+hE5JIaWm0FNSlCSSR6Eo1GmHOQuGuwuGOW01FmPUlFVkSPeoZFYhX4ZDsRJgFBhMgICryEQZCS/CoQVEHJB3oSAiFGZwQsrg5FQEmpCMxAqlCqFUwWRxEChkcmISEgHHIuGI5AREagoOhwO9u2Qymc1m5+bmDhkyJCsrSyKR8Hg8YAJnxxbYT0tLY7FYQJ4FWdBkMvk/0RccAbouiUQCjUcAgEEbUzwUGtAvlUql0WhMJhMAM7C0gGIk8I4mEAhxAI47n/9HAIbHSp/jOnCcdf/Cw/HjYAc8FR6P53A4oO61sLDQ4XAYjUaz2Wy1WsE8cH5+PiiMBcPhcQaG8DcUMBqzna58r9ftdNqHDm1YtmzJzZs3165dC5hWo0kHGYxQCYFUJZXKMzIydTqdVqvVxBq2wI5aDfExEIf/ogwLBALQnPTfupEoFICdfwFg6FpAajKJTiYzKDgyns5h8MUCoUwkVclk6j/rGtR6jUKrFCskkEk3jRd/2ngOWfwUA9b9yy24SPGfDwbXTchkMgKBGBSrVQeXJIhkUjI8JSEpMRme4vZ6Pnjx/M79B++/+PD5y5cfff75ey8+Hrh553Df6aOnzw7cuffu85f3Hz77+ONvlq/aUFRWYXO5sm1WZ7gwVFEViNY4wqX+kgpPcSQULS6qDhVWuC7fPPq33z/OK1BKZEyxhBubwuKQCUwOU5jGk4jSxFq1JtdsNBqhrDulSmfINGUajKpYOrTFYrNYLDn/XrFzotbEmvQUSolIzOfxWRwuw+v1glPjjC1wjgoKCuh0ulAotFgsTqdTrVaLxWKNRgP0YeCYAKNJoFQPXEoDOXypqakpKSmJiYlIJJJMJibAYBQixpyTMXXSmGuXz/7+X9///su3L56+9ekHb//+8+ev/+vLW5ePbF0zt7+v++/ff/DPVy8uHt9279K+F/dP9+1bffbQ+i/eu/ji/vF3bx26emLLyV3LT3atuHVqx8d3T33y1tmBw9tbl0zat3XZs0cXv/vk3ut/ff384cXJI6Nj6kLjhxZPGRGdO6F+8eTGxZOHrZ4zbsvy6VuWz1gzt3nq8IqtLfOunNy7Y/2Cco+xzJU9vr6oocRRX+KqKXNNHlc/b874pqYqQ5YST0JicEganUmjcwAAg/grFpvL5vD4AiGLzRUI08RSiUCYBj6lrF2/rr//0o0b165dGzh79nRv74mzZ0+fO3emr+/kuXNnjh49vG/fnsOHD50/f3ZgoB8Q8onjh48eOXjo4N49uzs7d27r6tzec2jf2TO9x4/1nDl9sq/3WO/Jo+fO9p0903vubN/VgYvnzvfdvjPw4O1b129cunT57I2bV56+9/jjly+ePH38+J0nCo0WRyKTaEwynUVj89gCkcsfys13SLU6Gk9A4fDTFGpNjinTmg9mgDNtDq3JoszKlRtMQo2BIdGI9Wal0WEo8BvdhWZPkcVf4gyX+0tqNJlWBl+RgiTBUWQWVypVZLC4UjiS8L8B8JtRWICBkSgcGkNIReFTUXhIB0ZBlysBACOw5GQMPhGDhWMwEAAnJWFgMGYKXEEkNgTcRXlZfHQiCQZLp2PnN1aODtuXjap+ceHwl9eOf9F/6LNzu769vPeHK7u/v7Tr1cDuL85u//hk64tjGz/pbfvmYuf3/d1fX9j56an2V9f2vbq278eBPT8O7Hl1bd/nZ7b1b5zaNrZk+YjI/KFF84YULm0qXdZUvrCheE51cE5VeGF9yby6klk1xdOqwhOjgXFlvtGlnlElrrERKBF6ZDC/yW8d6s2tdWSX5+lLjJoiozqcrQwYFF6d1K2TOLWiApXAKmfnSuj5CmY4QzzUnjUpbJ8Rck525o01G6JirpeGD3OowzM1E115U3z5U4L2KX7rqqpwS1Wwc2LjW51tn5w7WaSR6SkEPZMuJuD5eDwTi6VjMTQchoRFkVAIfGoKm0ggIxE0DIpDIpAQcAQMxqMSdrauf/n+k7//+M3r33769uUHD29duXru5PkTB3oPdvXu23nh8N5bZ088HDh///KZ66eOXj52oP/4wf3tG452th/fte3swe6nN/t/+uTZl+89vHuhr3Pj6pljm4aUhkdWl42uqawK+kpc9ppwIGDJC1jyIk7n0NLSmWPGbF62rG/fvjuXLn3w8O0X7zz+6N13Xrzz+On9tx7cvH6n//LNixcuHDt26uDBI7t27Wlv79ywYfuaNVtbWra2tGxYvHjN/Pkdq9cc7thxYlf3+UM9t0+duXvm3KVDh0/s7NqzfuP25SvbFi1ZNW3GjKHDR5SUTahumDVizOqZczfOXzxrxJhqb7Ak31kfLCotcJXZ3WV2d2mBq9hqL8zLL8zLL7JApUcg9hkkWkH7FmjzGk2urGx7ZqYjK8trNodsNoC+Yacj5HKE3c5Cj6vQ4yryuiNeT8TrKfF4Sr3eaMz5DEqP6ouLwfRvfPS3wu+PNx5Fvd6I0wnUYwitYwPAQbPZrVWOLQpumTWld/O6/o620xtatk4aM6+scKLbVpuhKhSzS+T8RrN2ss8yr9S9qDo4u9g1yZsH0a9JU2uQRdWCMoUgqkwrV4qrtfK6dEWVSlKllFarZFVKablMVCVX1ChVNWp1uUIREgtdfI6Nw8jl0PP4zFweAwBwDoOcwyCbGORcBsXKoOaz6FYOy8RlGnjMdAFTKxFoFaKcbL1SJeHzuTwum8NgkvEEbCoakwTnkIj+fOusCc3rly3ZsqZlx6YNOzdv3LpuTVfb5gM7O47u6T62dzeYBu89uP/4vj2neg72Htx/Yv/eY3t3H+7u2r9j+64trTs2bVi3dPH6ZUtWzp87b8qkGc1jxw8fVlkYyjdmSdIELBYDQAeLwaRTaVAOP55AJVCoBAoFT6bgyVQclYqjUrAUMo5CJlJIsZgPIAWTyX86qNFoyOZIJlN5PIFcrtRo0tVqLXQdPpaPpVKodVqoxk+t1ICZYQaNKZPIpWIZl81j0lk0Cp1OZQj4Yg5HSiSy6UQ2l8AUY6keuXZqMLKsonqipWCpP7y5vKatsm5DaeXqwuhSb+E8hw8G8g/QGAKBCA3P0OjQ1VMqjUWhMmPX6sVpQqlKrcvNy3d7Ah6vv7qmrryyorgk4vZ69IYMFodNopBpDDqBRMTgsDgCHpIgySToYy48JRX55zwtAMh40W58FjdOv8B4nJKSGofe+GPi4vD/CMDJiSlA4I0jLjw5FZ6cioAjEXAkYGDwJXAEBKIAYTmu+gIg/88XmZCQFEdfsAMAGFA9EokGjmjQkESJFXXQ6XQSiUSj0eBwOCg4lclkKpVqypQpa9asqampUavVHo8nEolYrdb4NDUwf44ePbqhoQGIw3w+n8VicTgcoVAoEAhIJBIcDocCkCBbcWLCIChXOGEQtAN1KCcmEXB4Ip5AJhGoFBKdFgtaYFCYDGg2WMBmCLksqPKRw5RwWTI+R5EGjbHnZmi8FpPPai50Wsv8zhE10YXTm3duXnH13KEXT66/eHL9qw8f/euXL794dr9nZ+umZXPXLpzZumzhlhWLW+ZMXzS5edbIplHVFVObR9ZURrwua54pUykREjHIFBhkeyYiU5NhMA4ZR8PC8SkwOY+0auGkeZOHhB2akEPZ3BjobJ3T07lyyYyhjpw0QjKMjoAZpOTaIsviacM6N809sqvlaPfqg53LDnYtPtC5YFf7zNbV41Yvblo2t2He1IrpzcXTxhZPaAqMqncPq8wfVpk/usEzeVTRzPHRyWNKxw0vGlbtrijKLXZnhOzaYIEmWKAZVeObNa5q8ZQhc5ur50+oXTlrxLJpTTNGRZdNHzprTHR4has8aI6G8qKFNq89Mys9jc/Gp6v4SjEtjY21GeX1Fd7qSIHbrMxWMByZaV6j3KRmR9zZtcUF+TnSykj+6qWTN66aXhvJbyizLZnR0LV51rme9ctmNeakC2UChilDHUufQiQNglHwZOisJaYiEVg0BofB4sl0RppEKlVCUhiHw4l/YIWsZTH6TUhIGPRndg8sMTERCmqLGYkhgoUn0+lUlVKu12n5bAYJh66OlhgNOrs5J9egEzHpCj53aHlJsMDizDaMq69pjEb9VqtBISegUNA0YMJg2OBBcAwKiYZE4GQYDA6DsRAIi1xWnmuutporrTlVtmyw1TjyGm7kDksAACAASURBVDz5NS5L1GZyZ6h0HCoPlcRFJYuJaBEBxUOn0FHJKYOhlwT5INAo6NmTU+Ao7ODkVAaHz+JBbbGQIRaBRKMQ6NTk5FiENYBSAH5kMpnH48VYLqRQKIBLmclkslgsLpcLfLkikYjP5zOZTAqFEifn/w2AgX4IrMtYLBbMAGMwGCqVikZD5j0CgQAgikqlMhgMQL+AssBzAiERRP3FA59B9RFQg4FyCwRe+L8X0IH/b+L9CwCDZ8PhcMDprdfrw+Gwx+MBJmibzZabm5uXl2e32+M5WB6Px+/3h0KhoqKimLUkkptr8vldsXxodzgcnDVrxuXLl7u7u0UikVwuT0/XZ2ZmZ2ZmZ2RkpmsNWq0utp+hiy19bAEHPqBiwFfAIw0U+DcB+M1/LoCpfwHg5OTkpJRECo3MYNEpNDJPwJXKJXKlTK1VZWTq45suI12tVckUUpEE8vxzYzozi8UCdvT42XlzwDu+DyToNzE4TsjgVKJQKBCjMDjmIwJ5inBEKhqLKSkr/frbb27fu3/99p3nL19+++rVL3//4+PPvzp/9fqhk32Xbtx+/snnV67dHRi4s27jlrKq2oq6urK6Wn9p1OoJltYPLwhGvMXR4uoqZ9jlLbaOmlj57d/e/fKHB5YCOZYwCIuDK5VKjVov5Msz0rP5XKFCJgdYq1Kp1GqtLj1Lr8s2ZOQIBEKtVpeTYxIIhEKhOCsrS6/XZ2ToAP1qtWqlSioU8dKEXJlclJubq1KphEIheBdwOJz09HS/3+/xeNLT00ExklgMPUl6ejp4N9FoNAwGk5KSkhRbibEQPgC9UE1DbLYHVDYkJAzCIuHJg2EJMFhq8iClhD9mRF3/hZOvf//x9b9++fXHT199/fzvrz755L3b/af33u4/+v3Ltz96dPnv3z394eWdd+8e//6j66///uKfPzz8/qOB7z+88vTmwasn26/1bnv70v7HVw5fO7HjRNfa7tYlzx5cvHP58POHlw93rq0M5jUPKV40dfjSqU3Lpo1YNm3U4smNc0bXTRlaOqEuMr6+aOvKOb27N6+Z21xcoI+6ssbXF46u8leHLasXTNi9reXK2Z72zSumTRkpU/DYPCoHin1h0RlcOoNDZ3DiAMxic8USGRZHUKiUMoWcxWHTmQyegH/sxPGLF89fuXL5ypXLYOfu3dv37t29devGpUsXLl260N9/6cqVy/39l+I8vH1bW1fn9l1dHR3bt2xt37yjo33P7s6DB/ac6jt+pf/CzRsD99669ejhvf7L57t37WjdvG7HzvYLF/vuP7h5/calc+f7+q+cv3n72o1bV59/+MG9B/cVGi2GQCTRmEQqgy0QydTpdo9fk5FFZXFxZBpXIsuy2Gwev8XlNRa4TXZPdoHLYLXr8yAXtDg9iyHR8FSZfE22MN0o1ptVWbacgoCnqLK4apjB7GQL1QgMFYGhUugCBltMILNSUcT/DYDjvUfA/Aw+FqLQ+FQ0DoH5E4CxKPK/FWByCpYwGIVORsX+x5GQgILB0rA4q1Q8vqosYs0R4eHUBFiRUTtnSHRime9k69L7h7c/7Gn/+NyeVzePvrre893lXV+e2f7h0fXPDq97fnTDRyc2f9Lb9rJvy8cnW58f3fB+z9rnRze8e3D1O/tXPTu87tNT7V+e63jZt+X9o607Zw9fPa5ywZDQwobQihHR1SMrVjVFlw2PrhhRsXR4xfyhpTNrCydXBsdFvaNKXKMizglRz3ioGdg5KlQwPGAd4jFX52dBDJybXmRUh7JUAYPCZ5B79FKHRlig4tkU7HwVy6vllxmVjfbsCV7rJLdlot08Iju9TiMtFjDL5YIJrrzZJb4pYcd4n7XZnjMzZN80sn7X7ElLhlSb2TSLWCDGY7hoJAuFoqFQVDSKhkHTcBgaBk1BIYmpKbjkREgKRqYS4MkIGMySmT5j/OiLvYef3L32w+cf/v7qm99++Pzbl+9/8Oj22zcuXjt99OzB7r69O6+cOPT42sUX929+9PbtDx/cevfWldvnTp47tPvk7o4zB3b1Hz94/dTRm2eO375w6kjXtlVzp08aXj+6pnJkVfmwskhdUai+uKjc5w3ZbL7c3IDFUuH3Txg6dMmMGXu2bT156MDtK5c/ePzw0/ff++idJ+/ee+vhzRu3L168ce7c1dOn+3t7Lxw5cnLPnr1btnSsXbtp6dJlM2Ysnz5j/YKFrUuXdW/c1Ldr99m9+y8e7Ont6j7YumXP+o3da9dvXbq8ZeqMeaPHThvSNG/M+GWTp88fO2FUtKrM7o7YHJVuf9ThKXd6K1y+qMNTWuCK2Bwl+c7SAlfU4SrJt4OZXlCJVGjLD+ZZHIZMaMvK8phMQau1yG4vdDjCTkexx13kdRf7PMU+T4nPW+r3lfp9ZQF/qddb5vOVBwKV/279BQDcEIk0RCKAhEEQdFUwCHTgIrs9nJ9f4nJFnM6AxeI2Gn0m09CQd+3UCYfWrehaPHfTpDHrxjYtqY02u2zlaklEBpHtyDzD7ELnoorggqh/TsQ9LZg/piBrqFFdlymvSpeWKdNKZLxSOb9UlgYBsF4FxT6rZX9uCkm1SlWlVJZKpWFhmovLtnEYVi7DwmNa09gQA3PoJhbVFKNfM51sppNzqRQbh5Wfxsvls7VMipROELGoYj5TJGCnCdh8HodOo2CRqNSkZCIay6fRayLFy+fO3rt9645NGzYsX7p9w7pDXTuP7N7Vs6vzxP69fYcOnNi/F8i/QAE+vm/PyQP7Th7Yd2L/3iO7dx3q2rl/x/b9O7ZvXbdm2/q1batXrV+2ZM3ihcvnzp46ZtSQymiOIUMmFXMYdCaVwqJRGRQyNRaJySDTqQQKCUsk40g0Ip1GpFPwVCKG9CYAE2N5H+AWpHvgcAQqlc7h8AQCIZ+fxuXyRWlisVCikCk1Kq1SrpKIpGKhRC5VCHhp6RpdZkaWTquXSeRMOotOZYhFcjo9DZofZUsEVC4nFZfF4A63OpZEK6fZ3Ut8obXF0fWRsrVFJS2hyFJPcL7dA0OicKARDp6KBqYXkH+QAkfh8FCjAIFIZbJ4ao0+x5iXYzT7/EG31+NwOc15uTKFnEQhx1JIMEAKRkC2TjyBRERjMalIRCoSATRVYFcGOjCwHMf59k3pFQ5HADQFGAwMyeABcX34zcdDRP0GAAP0jQNwnH7BkdQUBAL+Zy1kQkLSoEEJcTv0X57zTVCPU3FccwYMDO6iUBjAwMDRzmBAwhT4CItCoSgUCtB4gV1t4cKFs2bNys/Pz83NBdGdHo/HZDIFAgGv15udnW2z2SorK4uKioAPFoghYrEYCMIgBmkwLClhEOTxTkpIBmbvxMEJiYMTkKkINBJFwGMpZCKNSqZRyVQKgULGcxnUWDo0I43DFL+xKQRshYCtTuNmKaUF2TqXOdNvM0W8tkkj65bMaj65b9v7D67+/NWHr//ruy+fPTzS1b5q7tQl0yeunDNt9fyZ8yeNndQ4pKmiLBrw1JQX11WXlkVCBVZTZrpaJRVxyBTk4IQUGAyZMIhFwCEGwQR0HIuUOnZo9PSxHTvbF8ydXjtuRGjm5MrWNdN6ezYf2LF8+tioWctIF2GlTLhOjAvb1ZOailYvGN2+esqe7fMO715y4sDKo3tXHOxavG/Hgu6tc3ZsmtGxcfrmVeNbFo5cNmfY8rmNLQtHrl0yZv3S8XOm1Me2IXOm1C+aPmz1wnFbVs/oal3YtnLa2oXNS6YOnTGqdMKQYHO9v7neP74hML4h0FzvH1ntbax0Dav21pQ53Pk6nZKjkrHNOXJzplSvYmdquDoFXcRCckmD9WIiCwsTkBOJcJiEicxSs/kMuMuq3rR61qzJDUFn+pyJ1asWjJgzIXpq/+pzR7YMqw5rpLwcnVwl5hExyGQYjIwnIJJSkxNTMWgCFouHpyKxOAI3TSiWy/giITD3xuUaMOgL6BdkRwNHdHJyMhKJxOPxEolIKhUr5FI2i5EIgz655uVkBj3OyuJwadBHx6L1MonPaq4vLdIJ+fZMfXUo6DabM+QyFpWUCk8GkTiDkhIhEobBoOjO5MRMibDcbqsqsNTk51U7TFXOnAp7VnlBZqUju8JpKrFl+o3qkoIcb44mW8wSEpEsZAIXk8zFJNOQSQQ0ZMlOTYHi1AcnQBdnkhHoRDgSgcFjiVAeEtSujYqNg6BS4SlQiTEejwdz0QKBwGAwSKVSOp1eXV0dDAb1ej2dTsfj8YAJWSwWCAoSiUQ8Hg9cbPq/FUIwwYvD4cAcNSm2wKgtaEWCJlFiejuJRAJQHSeo+A6wjwLPM1CScf9e/yP9vjkGDJy3YDz4L8T7l7sAgEEWNIPBUKvVwWDQ6/Xm5uaaTKa8vDwgBefn51ssFkesMxkAcDgcjkQi0Wi0oiKam2vy+pzBoL+wMOTxuKZMmdTb29vT0wNmqgHxxoLWcjINxszMbIMBwi1dbIEdIDAC/RDYoWUyWZx+37RAA7syPTYvDc4CiUTC4XAgwT4pthKSBlNoZCabQWfS+Gk8qVwiU0jVWlWOKTv2wzMMWdCmy0hXqhViqUgYqyNOS0vj8/k83p+CMHBZg1v6f18sFgu8DDD+TX6jwBmo9xgMJjExEcyPQDuDByUmJ6EwaCweV1Ye/ea7by8NXD109Nila9eu371779E7dx48Onn+Yseefa07unZ07+vs3n/0WF/f2QujJ0yIVtcVllcWVtSW1Awrrm70FFf5IuXlDbWBEqfJoWxpnfzlj3de/dfTQGE2kZKUioSlpfG1Wp1UohLwofhKhUIhEqVxeUyxWJiRkZGdZdalZ8plarFYmpmZbbXmxxzpenC9I/avSuHzuenpmhyjIcdosNrMfr+Xx+MpFAq1Wi0SiQQCgUajKSgoCIVCbDYb9ANrtVqZTAaUfD6fLxKJmEwmGo0G+XngNpafl5wQW6B1DxFzrUODRkkJyJREAgZJJeKghB5sqkLMc+bntK1b/t7Dm6//9fPrf/30+rdvvv/8vY/fvfXy/VsXju98/uDCw+tHP3338utfX/zj24e/fX3/H9/e//rZxR8+Gnj1yc1Xn9z85r3+R/0HLx9uu3Co7dm9i//4/sWz+/2Pb54+uH3t2Lri6lD+6JrCcbVFI8r942qLpo+omlAXGRn1Lxw/bH/ryud3Lvzw4f1zB7duWTH1eu+uxwMnrp3sfv7WhV+/eu/1v354/a+fblzuW7lsLoNBoNIIEPwyuQCA4yJwXAGm0ZlKtSpNJOTwuKDnYvHSJRMmNE+Y0NzcPHbs2NGTJ0+cM2fWnDmzpk2bMmPGtMWLF27cuH7nzo7du3ft3bt7//69Bw/u37+v+/ixnlN9x0+eONJ78uiF86evDly6fq3/xvUrFy+cOXRwb8+hfdeuXr731q3+y+dP9R072Xvk0uXTN25evnmr/87d628/vPvW/dvXbw48fPz2/1+YlGk0URgQ/aLxJIFEbrIWqHQGuUYnU6drDdl5Tre3KOIIhI35DkNeAbRZ7dkFrlx3MNcdNFidquw8WaZFYsgT6UzCdKNMn6vPdeX7Ir5IdVaemyvWovEMJJaGJTBRWFoqCvIz/28AnIrAgGBnAMB/BmXF6BcAMAZNBACMxVBQWBKCQE5EYZJRKAQqNWUwDAWDKamUcHZmjcceMmXwUAkcOGxYwNbgNnUumvJWT0fv+rl96+Y8Pdz2861j31zqhlTfI+sedS95sm/l86MbPju99fMz2172bfnoxOaPT7Z+eqr9s9NbPziy/p39q54eaAHbh8c3fXGx60rHkv3LJ6wdU76oPrCkPtjSVLJudMW6MdXLh5UsHloyv75odl3R9OrQ1Org5Jrw5JrguBLn2CL76LB9VKigKWhr9FvqnaaaguzSPF3ErA1nq4OZSn+mAnih7Wq+Uy90pvOcGm5IL6owqobZDCNsWaOsWU1mfUOmysshOxj4Mo2oLF3skzALVXy/hNNoy54Qdo305NuEnHQayaqQCgk4MYUipFDSyGQBhSKk0UR0upBGS6NRJGwmDYMSsxhCBo1FwEnYzKri4KyJY/d2tB7obD9zdP/DW1e++ujpr999+s9fvnn9X9//9OkH79+5OnCy59LR/TfPHH9y/dKHD2599s79Xz578cmju+/euvL+nauPr128furotb4j9y+fuXmu9/aFU737ulbNnT5+SN3YuuqxddVNFWXVoWC5DxI5g1arKyfHmZ0dzs+vDIWGVVZMax67efWqk4cO3Lp08eHNG0/u3H5y5/ajGzfevnbt7WvXHl6//ujatTsXLlw4cuR4d/exXbu2trSsnTd/zdx5q2bN3rBwUcfKlu0rVrUtXrpuzrwVU6Ytnzx15dTpK6ZMWzxuwuwRo6YNaZozatzc0c0TaofUB4uA5Ftmd1e6/VWeQJUnAGAY2KFjx71Rh6u0wFFmd4KdQG6eKys7X6e3ZxhcOTkBi6XIbocw1e0u9sT0Xr834veWBCDujQYD0WCgPAQ5nytDoapwuDpmeAaqb004DDAYADDIggam6DKPp7CgoNjhiHq9RXa7Mzvbl5tb5fevmj5x79oVPRtbNk6fMKe2YmppaJTTWqaVFUoFFRrpyDzDzJBzSUVocXlwVtgx0ZPb7DQ2mrU1GdJqvaRSKylVCIolnCIxOyRglSvFbwJwtVZRrVVF5fKIWBzg8xwshpVBzWNSrVyGTcCOA7CRSQEAnMug5DGpFhbDxmXbBNwcHlPFIKWRsCwihk7C4NBwKgVPp5GQCHgCDIZDoCyZOSPq6ttWt+zeumXv9q3b1q/dsqZlX8c2KPq75+D+HdsPd3cBxD2ws+NQ186eXZ0HO3cc7NxxZPeuY3t3H93THT/Ss6uzu72tu72ts3XT9g3rtq1f29qycvnc2dPHjSkJ+PKysyV8PotCgXqtKWQmlcamM5gUBpVAIWIIZByJTmLQKEwqgYbDEEEaFgiqJALncEwEplLpJBIFNDsQCCQQo4XB4ERpYsDAYqGEzxVwWNw0vlApV6XxheBLQBwW8NJIBDKVwqRS+SyWWMSVpdF4PDQRAuAC17qhw1vKq1tKSleFi5Z5fUvcnqUu9xKna5HdAcMTKJDRBYGJRWNAzW/x/AMMlojDk9EYAolMF4nlOn2WITPbaiuw2KzmvFy9IUMgTMMTCXAodQsOiDclFY5Eo7B4HAaHhTQlJBQ9BVjxzTTmNxuJ3oRPUFnxF/oFCP2mUfnNbwEAHL8Fg75xEn5zBhgcBEO/fwFgoDz/5wBwciwUOu6Ljv+HIBCoONgjECgsFk8iUUAmFpVKxeFw4CM1BoPh8/k6nc5oNEql0rq6urlz5w4dOhQUvYBSk8rKSrfbDeo9jUajSCTSaDR+v1+v14McLIFAAFJAgTaIgKPhycikhGQg/8ZIGFKAkxIS4ckpGDSSSIj5DMhEMglHImKhojkSnkEmgLYkDp0CZTVTiFwykYHD0HFIJgHNJmBkHIbVoCl251cGnQFr1oJJo57cvPTz5y8+fnz35rkTJ/d2rpg7fWbz6MkjGyc2DR1eFa0vjdSXRqqKwhZzlsNuceZbzNmGHEOGORuSHuRCITolBZmcQECkYFIGZahEMgEtXcrt3LpyR/uiro6FuzuXrGuZMHd67fpVE7q3L9zYMnHd0rGLZzbMGBudMrJozrjo4im1K2YOXTW7ccvqCbu3zT22b2XvwbW9B9eePLDm6J6VBzuXdbbO6Wyd09U6f3f7Iqh8cvO8zSsnr144bvv6eVtWz1qzcOLCaY0zxlXPGFe9cMqQVXNHzx5fuWJOU/vKKTvXzWhfOWnFzKFTGgPDy/JqQtmVfkPErSt2Z0TDuQ2Vnsa6cGNdOOg2Fgcsfme2JUemUzB59BQ2KUElwDmyRd486fAKl1HDpGBgPHqyiIOMhEyb1s6aPLayOJA1Y0Jla8uk9rWTj3Qv62qbu2z+eI2Uo5XxNVIBl0FBJidAsSGpkD8fvNvhqUgUBs3mcgRiEUfAp1KpeDwelP0m/Dv5DAaDAUUR8sDHFhKJZLFYcrkcfMDFYtGQSAxFow0iYpB1ldFoOBjxexV8rkEhU/A4leFgfpY+XSzwmk32nKxstUqaxsPjMH9mwsbahAfBYFhEChmZmiESeDJ1VqmwMFsfztUUW9MjNl2xNb0kXx/Jzwia1Q6D2JUl95jUJY7scp814jQFLBkRp6mu1J+lU2PQqVDcDhKJQKIhBk5BIDD4hBREUioqFYGCI1KRqQgMGolDpaKQKQh4KhBNExISiESi1Wp1u918Pl8qlebk5FitVo1GA8ahGQwGj8cTAJlMDAU1sVgsADlxUv3PHZBcBZLqSW8soKKD2iEGgwGEYvC2BYbqN1EK2NHBk4BZYiAFYzCY/wRggLVx/zPijfUX4v3LXTQaigQDsYJkMlkmk7nd7kAgEEffnJwcs9lss9nAnw6rFaoFdjqdPp8PMHBpacRiyS2wW0KhQGlpxONxjRkzqrOzc+fOnTKZLAZOWmAuUqk0KmW6SqXJyMjU/3tlZGTo9XoAwGq1WqFQAMld/EYT0psAzGAwAP1SqdQ4AIMQhLjAmJicQGNQOTw2k80QCPkSmRgAsCnXmGOCSDzHlG0052RmGzTpahn0A/9f+nRaWhqPx+NwOGw2G4wcA9yNDx4zGIw3FeA3Txnw1QNFOiUlZfDgwX+qnUgEaNFLTE6KlJb8/s8/Xn7x5bMPP3rwzjtvP3367KOX3/z486t//PHNz397/tmXj9/74Itvvv/8i6++++nVmk2bKmobvIVl3uKqYGm9P1JfXNnoChWFK4pCUUemhXfq8qbbj/Z8++peWaVVnc6hMzFoTCqNxhAJ5Sg0XiSSkEgEOoNsyEzPzTXF3rmSDH02l5OmVuk0ar0G6vQ1CARCPJ5IpVKdTmdubq7BoE9P14jFQjqdCn07nUqhUDgcTkzMT5fJZGw2m8PhSCSSlJQUpVJpNBr5fD4wI+DxeCqVyuPxKBRKamoqwN14jDzEuv9eQAQGv6coBBKekpQ8eFDSIFjyYBg8cRAiaRAiCUbGISwmXVnY3Tyi9vDe7S+fv/2PV1+8/tdPf/z4yb9efXJv4Nj798/98dOznz5765evoO317y9e//L0589u/vjJjVef3Hz+1sk757oe9vd8/fytf3z74c+fvf/Rw2vXT/cc2LauLuRori1ZPnXM3DFDpjVWTWusmj2irmV687HtGx/19z693vfsdt+XTwd+++LR61cvXv/66et/fPn6j29f//O713//5h8/fnrn6tn2zS1yCY/Pgy6FAAAGRjZarASYxeaCLkyoCUwmFUnEQjFUQmkryI+UlgwZUl9TU1VWVlJcXFhSUgx2/H6vx+Oy2Sxms9FiyXW7nR6Py2KBTofJmGnJM1otprzcnLzcHHuBxetxBPzu2pqKhvrq2pqK4Y0Nc+fMWLxo3uRJzU3DG8ZPGF1bFy0s8kZKAlXVZUOG1owZN3LajMnbd2xbv3GdRKEkUKh0No9IZQhlyiyzJU2qyMgxO33BQFGJL1zs8AaM+Q6dMdeQV6AzWfVmW06+K88TyvOEjA6fwerMsgcyC/x6q0eb60w32TPyXDn5PrMjqDfmc0QqLJGFwtIQaFISHJucjInR7/88A/x/AzBUgAQBMBGLIWExJBSWhCFSkzG4ZKj2MiV1EIwweLCBzS7LNfsy0116JTsVRobBPOmiBU2Vdw533DnU/v6pXY+ObHl5ruurS3ve3r3iRvvsh7sWP9699NnhNS/7Wr+5uOObizs+P9P+6am2ry90/HR19xdnt352esvXFzp+uLLri7Nb3z246sm+5c+PbXxydHP/9sW7549YPbJoUY1nUY1nSV1gaX1wZqRgWnHBpOL8CUUFzcUFzSX25lLX+DJ3c8QJLNAjAhD9DvXm1jmM1fnQJHDErC3M0UAicJbSZ5C70sUOjcBtEDt0aU6twJcuLMqQVWSra3K0tTna+pz0YbmGumxtvUlXZ9JZOSRZKiyDgjRQsRlUfFpKgoqEVdGIShpVQafLGUwlh6Ngs2VMppzFUrChTc5iShn0TIWMgkIIGTQ+lYxLGZyjVYysr+rp3rG3o7WzbV1n25r9O1tPHuwaOHvs2cNbP33x4vfvP3/941f//P6Lbz54cv/ymYtH9l3rO/Lk+qUH/Wf7jx8EsvA7Ny5fP3X0yolDdy/0XTt9/ErvkYG+o+eP7N+2euWkxiFDS4tH11Q2Rsvqigor/P4iu91rNjuzs/15eRG3u8jtioaDwyorpo4ZvXrRwn0d2/t7ex9cvfrs/v13bt9+fP364+vXn9y48fbAwO3z5wd6e8/19OzatGnzkqXr5i9YPh2SgldNn7l4wqQZw0dMqK0fUVI2NFw0JFQ4JFTY4A/V+gI1nuCwotLhkWhdoLDS7a/2Bmv94RpfqMYXqvWHa/3hKk+g3OkFduiow1Pl8VW6vRUuT4XLE3W4iiw2Z2aWRaPN1+mdmVm+3NzCggJQa1Tmg8TeEh+EvkD1BegL5n6rCwtjmc//rfQIeKEBDMenf4ELurCgIGSzFdntRXa722h0Zmc3RCJLp049u7/rQOvatdMnTqqMDPfa6wtMFVnpxUpRpU450pI9I+hYVBJYGPHODtqnuHLHFWSPtGY0ZCsrtZJytahUIQgJmV4uzc2mFEv5VenyIdm6OoOmKtb9W6VVVWlVhVKxP43vYDMB/dp4zAIh1ykRWPmsPC40DGxmUiDhl0HJZ9FtHIZDwLPyuWYOK4NFU9BIfAKagoZjEYlEHBKNSEqM5RoyyWRPQcH8aTO7t27ramvdsXF95+aNB3ZsP7an+0h31/6ObXu2btm5acPu9rY9W7d0b2nt3tK6b/vWgzs7DuzYfmDH9p6unUd37zrS3dXTtfPgzg5w91DnjoM7O8D3dm9p7diwbv3SxUtmTp80ckRFOGTUaUVsJotIohEITDKZS6ezaHQqkUTAEYl4EhWKYWGQiZRYiS8kUwAAIABJREFU6igEt/GA6LgdOt6fBGod4oUOAl6agJcGMqKFApGAlyaTyHVavVgo4XH4dCqDzxWoFGpRmphBg7I1OXy5QKQWCRQCGo+Po6gI1KBCM9Hjm+nxznW5F7ndy3zeVX7/cpd7UX7BvDwLDIcnY7BEwL1AAcbiSBgsEWxYHAmHJ5MpDL5ArE03mHMtLrc3rgCrNGo2lwP0XoC7KanwVCQCEnlwWDQWmg+J0+ObUmp8whag7JtAG1d635R/33zYX/djCjCQQ+Ne6D9ZN5aJ9Vc2hkOidFJSSlxqBv7nuB06TuzxVw4E4fhxQPLxlwGHI5BINJR4RqJQKDSQoAPEWxTUCwwxsDa27Hb7iBEjpk+fXltba7fbbTabPbZcLldOTg7wKNpsNqfTaTQas7KyZDIZeDYwEwgu+ZMIVCyakJIEB2PAcQt0wqDByYlQAjiEFlg0ARo2RxPwaAwiBZOajIYnYVKTcUg4HpVKQKTgU5MxiYMRMBgeDnUVUFFwOZdpz9EH8s1VAbdNp2oqj1w5cfijR2+dP7J/d+vGI50dk0c2Di0vqSkOVRT6/flWW06mNTPDpNeasvVqlUwpFenUCp1apZJJdUplblZWvtlMweHwqSlULErEoWWoRBwqduTQ6LEjbe1bZi9c0Di+OdI01DNxXGT5whEb10zY0TarbfXEVfMaZ48vH9/ga67zzBpdsnJmw6zm0kUza1oWNm1cMa597eSOjdO3rZ/e2jKptWXSxhXj1y1pBtuaRWNXzB21ZObw8cNKxjYUDa/0VYYsJd7silDuqBrf9DFlC6bUbV4xoWPNtPWLRm5eNnZP2+zujTPWzR8+qdE/uTE0tal48oji5mGFTXWB2qizvLigImKPBPOMGUI+KxUqNGKkKIX4PD230KEZU+9bNX9UyKUjYWBcWpJSQszNFq5bNW3i2Gh5sWnM8MC6FWN3bZlzYMfC3VsXrF0+VSNjqyVsnSJNpxDRSbjUhARkChyFQBJwUF8LVOKCxVDpNAYHCmiJ56gD7Xfwvxe4m5iYiEaj6XQ6L7ZYLBaBQIh1ZUHTwclJCQQ8NgEGc9ry6svL3NY8a2YGj0IS0qk+a15dSaGcy7Ska925ply9TiOXkIh4GAwGQtfhcGg0EpWSmAKDSWjkGp9rYmVZ54oF147vunN2z8NLhx/2H3k8cOzp9ZOPB07cv3Tk+VsX3u4//t6ts188vXn3fM/6BRMnNZbPHDdkSFVpGpeVAIOhUQgsFgty3ZGx9NFEOFQJnpSSDDWRwpNR8CQkIhmHwQ4ePBiInzAYjM/nFxUVlZeXCwQCcmzx+XyBQABAF7AQj8dLS0sDEdlMJhN86Q22/esuQFZAaITYHC8OhwM/FAz9An6jUqlgtBgMA4ODcYs1+CnArQ24F2AGwAawHzc8A+86uItAIMDAcPyRf+FecBcAOZCLQUCXSCSy2WzFxcX5+flmszkvL89kMlksFvCnw2KxAAB2OBwg/zkSiZSVleTnW42mzMLCUCRS5PN5amurV61atWbNGnksFUkZS8CCQrBUGo1ar9NlGAxQDEFGrFo2MzPTYIBisTQajVqtBsnbEokkDsCC2OLz+Vwul8Vi0en0eFA2+OcFIdsoFApk10NKIzyJyWZAw71cVppIIFNIFSp5ul5rzjPlWswWW56twGrNt5jzTIasDK0OkknlsRImcewaB9CBgSkazIH/JwMDJ3ZcAQa/NkDeJxAI4HISwD/oNCGg30BQJRApLfnX69e//Pb33/74569//PG3339/9V//+PFvv33/629f/PDT4w8+vHrrbu+Z0wcO95y/fGnlunXVw4ZXDRlVWjPCV9TgLawvrRlhdfscfrvdn+Eqkj/58ODpK6vffXE6WmWzu3RZOUoiCYtAosUSBYPJRWNwJApRJObrM9QarSItDdJmdbqMnOxch92jS88UCWV6vUGpVAsEQoMhCxSAxdqvmVwuWygUyGQSpVIOjEK5ublyqGBNIIstHo8XDoe9Xq9MJkOhUCQSicfjAeczgUBAIpEgOW/QICgMLCm2QCoYiJYYPHgwSBmA5qVjSdE4FDo1CdLNEclJJCyKTvpTDSZi4FD1OhnNoKCrSgL9Z4/+65evX//rh79/9/yXr57+44dn335858sXA+/fP/H5s0vffHTlm+eX//bF7d+/e/jsreOXj7bePNP906ePf3r5zqfv3Dl/uPNQx7ozBzuGl3lXzRo3a2TNtMaKsVXhSQ2lO1bOe9Lf99179758cuPw9pWn9627dKTtweX9375//dVHdz+6f+HxwLFHAycGTu3vO7Szr6d74uhGIg6JQyExGAwDGgDmxIOgmSweh8vn8dMEaSKpTCGWSlQatUQmZbCYgVAwVBiurCwvKSkOh4PANFFUFA6FAj6fx2rNy8szm6GB7WyjMdtkysnLM1ssufbY9X+rxZRvg/adDlvA7y6JhIcOqR3SUBPwuzMN6dlZenuBJRjwRMuK6huqCou8bo8tEHT6Ay6f31lRVTZh0rhJUyY2jRxOYTBROLxIphSIZWlSBVsg0mRkWR1uf2HE5Q/l5NnSM3PUmTnabJMux6I0GJUGo95syy7wGB0+k9NvdgXyfMV5vkiut9jkLswp8GfkudKNBeqsPKkmi82X44gsBJqUgsAnpmCSktApcHQ84yrehARPRYMtXgIMvgQ9EoNHYglILAEAMA4N0S8WQ0LjyGgCORWLTUqFJyUloBIHs9Fos1AYMea4dCqTlM+FwwgwWF4a7em5ni9u9j0+sfPTywc+u7Tv68t7P+5tv7l1zsV1k+5sm/N034oXx9a/7GsFuPvxyU0fndj4+Zn2by/tfHFs/UcnNn55btv3/V1fX+j4pHfzp6favuvvfnm249mJLbe7lvWtnrR39rAdk2vbxkbXjyjZPWtkx9TGjeNrljeVza2DCoEnlDnHldgnlnmaI87RYTuYAa53QfRbnqePWjNK83RFxpgInK3yZyo8eqldK7LrhAU6gT1d4NYJQwZpSZYymq0qz1LVm/XNvvxFDdH1E4YvaCgr1Et1FEQGHcNLTVDSiazUJAIMxsPhpAw6n0yWsblSFkfMYImpDBGVKqFSxRSKmEQQEHEsPJaGQVHR0KSYjMdcOGPy+uWLurdu3L6xZfe2TQe7tuxqX7dhxfyWRTO3bVhxZM/2BwPnPn/64PWPX73+7affvvoEqL7v3R746v1H79668nDg/Pt3rr5/5+pbF09dP3X09rmT18+cuNd/7p1bA09vX71xpm9P26b5E5ubKspmjB41cdjQ0TU1w8rKyn0+YPF1mUw+m9VXYAvaC0r9vqEV5TOax61bvHjnxo39vb03zp17cuPGx48effHeey+fPHn39u37/f3nDx/e09bWtmz52nnzF06cNHvM2JlNIyfU1o+vqRtZVt4QDFe6PFG7M2p3lhdAtxGLvczurnD5Kly+am+wPljUECquCxTW+sN1gcK6QGGNL1Tp9oMHxGRhX5XHV+31V7g8EVuBP8eUr9PnqTUQ/ZrM4fz8P0t9/X6QcVUW8JeF/lR9K8KhijCk+oINAHBDJDKkpGRoaSnYGqPRYWVlDZFIbWFhZSAAWn8jTmd8C9lsHpOp1O2e09y8p61118aWuWMbo/Zcd7rCp5WF05VRg6YuJ6PJkjPF51hQHJhf5J3ph+h3ot3YbMtqNGpqMqRRlbBYyg0I6A4GvoCGdzJJdQZ1oymjKTdrSLauWgd1/5ar5BGFxC8UuAXcfC7TxmEUCNh2Ec8lTXPLhG+an6HRXzbdyWM70/huscjC5xpYNDWFICJg2JhUQmoiKgmGSkmIVcPA5OK0YbW1G1padra2t61es2PDhvY1LTs3bYA6nHfvAuzauXnj9vVrd7Vt3rN1C8Dggzs7jnR3Hd7VeaS76+juXWA7vKuzp2tn/OCR7q44Bne1bmprWbl28cKW+fMnjxhR4vEYtRoph8sikug4PINEYlFoNBIZagkmkMGIKBB4qVQ6yEuKVwTj8ZAsjMHgUCgMAoECGcMYDI5AIJH/P9reArrNK1/7VWIQM8tiZssgsAUWM9qyJDPbiR2HGqaGkwYbZo7DzGmwabBtypQ2xUDTlDttZ86cOcd3vdodfVmdOfd+967v7rWX8uq1lyW/lpT928/zf/5UKDSLSqZx2TyoSZJMKRXL5FKFWqlRKzUalRbIwhKRVCyUKGRKk9HCFShF0mKhQCHhSor5klI2zy2Vd1isM6urZ0Uj88OhRZHwknBwgdc5z2Gb57DBcHgynkAB0IvFkYDqSyLTiSQaaASHJ1AoVCabIyjWlbvcXrvD5fZ6PD6vtcqm1RVzeFwcAV8AL4TyrjBoqOgX6nyEzjEwsD0/y5BARwV4mcPIHBLnvjP3pX/VfnNfghTaZ9KegfwLrM7PJmCBOOg/ioSziVy5h8upvrlHyXEveJRnnyc4BnZu8FugUBjQJwnsWBAIJCqVmstHBSm+ICFNJBIFg8Genp6xY8eOGzeuvb3d7/eDVSwI+zEajV6v12azAeELxHvKZDIQcMrn80EQq4AnZtLZOAy+MB+eP7TgWQUY8psW5CHgBUhEIRqFwKDhGDQcj0ah4YWI/Dx43lAktJ0P3SLyYEVkArZgKGYoDDMURkYVGLWKVMSfCvnC1sqAUd9WHdu4eOHpPbvWzJ8zur1tZGtLxGmv0pc5TYaAw+aoMOp1Gr1GpVPJS7UquVgk5vPkYpFMJOSzi8R8nk6tSlUn9CU6LoNBJWCpBGyxUlqslFZHXTu3L968cdb6dVM3bpi+auW4qVManxtVPWta84KZHUvn9qxdPGrD0udenD1sal91X52js7qyt9HZXW/vSFu76+1ju6PPP9cwe0Lz8881zJnYNmNs44Te5OjOaH9rBMyRbdFRHTV9LbHWpDvh0fvNyqhD117rfK4nMao1MOu5uuXPd62Y3bVuYd+mJf3zJ2aG1VmaImUxh8xVznEZBcmAfvSw2qXzx21bP3/OjL5Rvemgq0QjpSgFBJ2cWlUuTAb0Y7uj00Znls3tG9tbY9ZzihVkYylbp6KO7qsd259urXdOGJ1auXjUigUjdq2fdvbwytVLJttNKku5Qqfgmcu1chEPVTAUVViARWOgCuDswOJxeCKBRCFSaFDyLSZb3wvIF8TVAN0GgUCQyWSQCyUSiSgUCiQzopB5BfkIBCIvLy/75oPnwWAsGrWlPh30OCMeF5dGETHpllJdWyqpV8rLpRK/1WwrLy1TKVg0an7+UAwGNWRINks9m90Nh8FSfs+dsyefvv/W4N9/Hvzxs8Hfvxj8/cHgT/f//uS93x++9Zcv3vzxs9e/++TOl29dffTe9d8fvf/jZ2/cPD2wdu6EyX3Nk0cP1+vUKPhQFBLKmIVEJjgSEn6RaDgCBU0kAglHIOAFqMI8JCIfjUQVFEDdI7FYLNTlq6BArVbX1NQ0NDSUl5dDO4cslkAgAC3BAPyDeuAcA7NYrGelvz/j7z/jrwAXgYxiFAqFxWJZLBZoqkSj0VgsVi7/mclkAqYC1b8A7QDpgRAswLdAk0ehUIBggY6do9k/0S8QinPf/K8MDCAZaHGgw5NAIKisrEyn06Dpa1VVFYjC8nq9TqfTlR1ut9vn84XD4UQike0lnvZ4XKVl2tramlgsEo2Gk8nq+fPnL1u2TC6XK5VQcKJWC4nAJSVl+vIKkwlKIS7LDsDAQAHOFqn+oQAD+pVIJCKR6E8AzGAwwCUCIWHgCpNIpBwAZ4lrKJNJ5/O5bDZLKOQrFDKNRgUpaeYKu93m9bqzedVuu91WWWkyGvX/Wm8M9npyyjNQg3MiMDjICdFg8wKwHw6HIxKJgADBuwm67FkFGI5E5BXku72eTz69f/32nduv3z176dKVGzeuXL917tLVs1defuna9cOnz23avmvx8mU79ux87c03zl2+3D1yTHVdW03DsESmN147LJHusHv8gYS71MztnxC492DvmSvzv/nhRm9/3BfUh6MOU6Ueg4WC7igMZj4CXsRnyxRiFodGo5NEIoFGpVbKVVyOUMCXcNiCIhZPJJQVa8vMZqvPFwBmB9AOQCwW6nRanU4rlYrlcjkoE8BgMAQCAfylQFA5l8ulUqngPcJkMkFsHiKbxwa8JEAGLygoKCwsfDYWOz8f+gABLmhEIRK0GCjIg96bKCT0eQImHo0g4dBoRB4WkU+nYEs1snjYNbKr8ejezT88/AgyJA9+9x8/3x/822eD//jy6Rc3vntw85O3Tr3xyt7bl3Yc2DZn38aZb1w78NuTD//ju/sfvXrpzP4Nx3evfuXMnmGZwNS+xqVT+6f3NU3qSa+YOfrywc3vXzt57ej2nctn7F457fqJjVcOr7l0cNW9W8c/unns7oW9X7195bv7r3/xzo0b545+9Obt7uYGLovOZTF5PAGTwaEzODR6EQg0YXMEPD7Uu0smh3pmaHXFSrVKLJWIpZJUJp3KpCORUDDo9/u9waAfMHAiEUskYplMqrW1ua2tpbo6Xllp0mrVen2Zw1FVZas06Ev05Tp7ldnltDnsloDfnU5VZ3G3Jh4Ledz2UNCbiIcjYX8k7KtNxZO1kUxdoqk5Vd9QW5uKNzRlhvV29Y4Y3tLWzOYLMASiVKlRaHQKbQlbIDZXOatcXpvTo6+waMsM2jKDTl9RbKwsq7RryitV5RXZhsDOcqu70hW0hxJV4aQtVFMVqLZ4Y0Z7QFfhVOhMYlUZV6hicsUEMguOIsLheBSagEDi8gtQ/xMA/9sQrCz9EtB4KA0LjyMDACbgqVgCFYElwLHYPHhh3lAYEV6oYjI9KnVCXx42lpbyGJxCGB8Bm9SceHT73JdXD394avtrA8s+P7v10YWdnx5f+97eRXe3z3lz55yPDy/7/MSqL0+teXBm3YMz6746vRaA7tcvbfrx2q7vr+745uKWB2fWfXpsxf2jL355as2TC5ufXNz29eWdDy9s++TE2o8OrXpv3/LXty28tn72Zye3v3dww7Uti44umbxp2rBF/Q3PdyamtEQn1IfHpvz9CU9v1Nkdrmr3m1vcFY0OQ4PLmLGX11rLaswlCbMuatJAInCZ3GuQefRSb7nUr5dFDcpqozpp0qRM2pRe3VplmJCJzmhPD484o2Vys4heXERgYwvL5GKzTsuCqnzx4iK2gi+QsHkiFkfIYAqodCGFIqZQJGSymIAX4NF0DELKYzKIaD6TvO7FRZ99+PbrNy5tXrN0/YoX9u1Yd+bowNljew4ObNiybvGqpbOWzZ+6c83S/ZtXXz6+//6bt/7y+LP/+O7hr19//uNXH//w5b1HH7312dt37r956+O7N969efn1K2dvvQTVAH/yxu1P33r17euX37n+8rs3rp3eu3vRtMkjW1t6Gxt66jLD6us6amszQageOGC1uisrvBZzoMoWdjpqfD7IFF1XN6K1dcmMGZuWLj2xe/ftl156/8bND2/dfvvla69duHjxyJGBdevWzJv/wuQpE3uGjWxu6a9v7KpONgXDDf5gxu2tdbhqqhxJuzPtcKddnpZQpN4XqPP6m4Lhtmi8LRpvCUdbwtHmUKQ1Env2TGsk1h5LNAZCzaFIYyCUcnkilRZfucFdrvfoDRD92h21Pl9dKFQfDkMzGm2MxwH0NiTijdWQ5NtcXd1SU9NSU9NaDWm/AH27U+medAbMYfX1PXV1OQZujEZBFFZdKFQXCqUDgaTXm/L725PJicOHL5wyORVwhSz6gKE4Zi5P24wZsz5j1DUaS8b4nVNigefjwSkh10Rv1Xi3dYy9oreitE2vbiiWJuW8qJDpY1PdTFJYwEqpxJ1mfbfV2GnWN5Vr63TqtFZZo5RGpAKPkOvkc6v4kKvZLRF65GK3TOSUCCpYdKgDMJ1ayaDZiphOHscvEQXlUpdEZBbwS1kMKRFXhCwgF8Lw+TBMAVS8xqaTndbKUb09G1YsP7Bz+9bVaxbNnDWwYcPOdWu2r1kF5rbVK3etX7t/6+bdG9Yd2LYlh7gn9g6c2r/35L49p/bvPbF3ACjAAImBDgwE4UM7th3euf3Qjm17Nm3YtnrlxuVL1y9a9MLUqeO6u5vjcZfRqBYK+DQ6m0xhUShMKoVGoWYjoqGlATmbfQW1y6GzGLRsA+FshyQSgQypdXgSAUfEYfBoJAaNxGDROAKOSCZSQJwTiUBmszh8roDL5nGKuDwOn88VqBRqmUTOKeJyirjAGq3VlHIFcr5IzWIKeCx+qURtEsk9Km232zMxEh3vcY2vsk61W563m2c7zEsCrrWJMAxPoJDIdDKFQSTRcHgy9EmXPYMnUPLyEUPz4BgsEeRjqTUlXl/A4XT7Av5gOOT2evRGg1AswhMJedlIHyjZBoPONtBFYXBYHAGPI+ABAOeAM+ci/hMYA/7Mzy/8n84/C73PHueSrnL0i0ZiMCgsOJ8rAwYR0NBJJDRzzyr3o3Lc+2wBcF5ewZ+APPf8kUg0BoMjEEjAyA4UfAwGskSC9i0MBoPH4xUVQf0nwNqiq6trypQpzc3NY7LDbreDLXyLxRKLxRKJhN1uB1pxZWVlQ0NDbW2txWL5Zx9IyBQqFArVymKRQEqj0LFo3D8hv7AwvwBeAN0W5A+FcrHyhhTkD4UXDkXA8+hkEgmHxSDgqMICDDwfA89HF+Yh84cUwmCooTA2icCjktlkXGWJOhnyRl1VSbcbWkSXldl1ujT0cRP0V1Y4DOVeS6VOKpbx2HI+h02n0El4DoPKL2LQySQhlyMVCgQctoDDVkjEColYwGEXq5TRYKBUraYRCDwWXSbkVepLq6OepQvHr1sxed2KiVs2zNi7a/6alc89P61p/qy2pQt6Zk1tmD2xbuXc4dtfnLDphTGLJ7ZM660e3xPprrenQyXVXnVzdeXI9uD44Ymx3dHOjHNYo7e/LTSyPdxT72uImiN2jcckiXvKYq6yoE3rMkldBkmNt2x0Z3T+lPZF09qn9ldPGh6eOz61aGrj1BGh7rShIaxpCJX01jvmT2oe2DDr7KG1R/euXL9ixrwZIzqaQwF3iU5BV0tIOjlVIyF4KqWju2LTRqcmjoivemHknm3zetp8SjFGoyCUqGm2CtGkcQ2je+PzZ3bv2TZn+7opB7fP3rp68qZVM1OxqpDLoJGwKstUpSoJDgmp8TjgBMZgQT5TdtsIiSfisFgs8CuC6NqCrD8BgUDQaDQ2my0QCMAyF4iQUGlfVs7CZiOdCwugklo8GoXIz7NVGGrjkeZU0lxWwsBhNCJBwuuui4ZlTIbLZLCW6vQaJZ/NxKCRBDwUBw0VSQ75oy/o3IljBn//8b+/ffjT/bcHv/148JdPB3/7YvCHe//4+p3/fPzuf3/zweC3Hw0+/XDwu0/++tXbv3z6+uD39we/++zOyYHn+1umjO6xGUsIaHhhHgyeB4NAF4UqhENFweAWhYaMvigkHA0vRCHhQ4YMAQpVXl4eHg+pwTAYjMFgQMqLyaTRaIqKikgkaF+JRqOBaF8Gg8Fms4VCIRAJ2WxINv9X7gVnSCQSEAPBXbC5UFBQwOfzgdIITBaC7KCDUv5s5lauGQ/IkSYQCM8KvwAY0Gj0s/Sbg15AyEDOBWQLbv8fARgIcYAneTyewWDIZDIAgEElsN1u93g8DofDbrc7HA7QE9jv90ej0ZqamlQq6fG4NFpFXV06FAqApfzixYs3bNigVqu1Wi3wP0PNkFRQJz1IBy6G9F7on+zQ6XRqtRrk9ikUCnCFAfr+SYz918rbZwEYhCqB2nUKhVRUxGQwaDweRyaTaDQqg6HcZDIAcykIrAYAbDIZcsqzWCwGj8jn88HLHuj//wrAOQZmZgcrO3IKMJlMBjlYIDs9v7BgSN7QAnhhAbzQ7fXc++Tj26/ffffDjz57+PCrJ0/e/eiTsxev7DxwaNWmLaMnTQ0kaoKxULoxNWXmjJXr19e3dzV39Xf1T6lve662vj8Yb/QEI+mmmEKHX7qm8+6H689emfP9L3c6e4JKDcMXsLS2N3EEwiEFCDKTSaCQMUQsgYrnClgiMY/LZXPZPMjQJdco5BqH3RPwR3TF5XKZWiqVgzxMUMErkUi0Wq3JZFCpFBQKicPhUCgUJpNZXFxss9lAA+Gi7JDLoQg90DOMz+cDxz54TQIMBvFXQAQG0AsioFEoyKyBw+EQCAQaiQFGKiilDo7IGzIUDUfQySQCBp2fB/WfhxcOhefBUMj8smJ1R2tDmVrMIiNLlbypz3VfPb//6YO3Bv/61eDgk8HBR4ODD//xy4c/PX7twb3Lx/YsXrVg1KHti25f2Pf+7bN7Nizcs2Hhy6d2ffHu1aUz+hZNHTZ9ZENnjWNcR+z07hc/u3v+9pmd25ZOXjy5Y/380TNGJFfNGn5uz7Irh9e9em7nhzeOv35h/53zB07sXjd7/IhDuzYbi9UsGpVJZxCJZAadTaOzqTRWDoAFQrFILJXJlUwWu8JcyRPweQK+tcrW1NIcr07U1CRisUgkEopEQtFoGNyCzaN4PBqPR8PhoMfjcjrtbrfT5/NEI4EqW6XNWhEO+aKRgMdtDwY8jQ3p3uFdXZ2tiXg44Hc3NWb6ervb25pqk7HGpnRDYzJTl6hNRevqk23tjZ3dbR1drV09ne2dbTKVGonFFfGEUqXGZLUbzDZzldNQaS0uM2hL9eUVFrPdZbI6istNDn+0wu4tq7TrKmwag1VVbi6pdJjdIWe41hqsNnuihiz9yktMArmuSKikFQnobCGBzCpEEuAILBZHRmOIQ/MQ/xMA/9s2SBgCGUUgoAj/C4CJOCoBT8UTKAVIDByNgZwUMBgFCdcL+GFdcaREm6yqLOFRGfkwPYd4bd+GgYUTru1c+sq2Be8cWPHty/ueXt71ydGVIObqwwOLvzy15tG5DY/Obfj6pU1PL2397sr276/u+P7qju+ubH9yYTO4+/TS1sfnNz46t+HBmXVAIn5wbv0GlDAwAAAgAElEQVTj81As1o/XBv726rHfbx/7/ur+N3cufWXj/BNLJm+d2rO4Nz2tKTC6xtEXt47LBHMhWMNjzp6IvTNga/dZmjwV9U5DukoPMbC1NF5ZHDGqA3pl2FIcsKgDFeqAURExqmNGVbVRW21UpytLkyZNnU2fMKgsYpZdyfHqJKUCulYCRXvIhDyZQCATiTlMlkQgFLK5Ig5PXMQVMyAFWEqjyWkUOZkgJuEkLBqHRkDnw+IB11++e/zlx+988OatS2eO7N+5/sTBHZfPHn7j1qVP3r/z3hvXTh/dtXrJrGVzpy6eMWHZrMnbVi46e2Dn29cvfnP/vb9//2jwl6eDv/8w+PsP//XTk799++Dnh/cffPDG+7evvn/72quXzt44B5Hw269cffPly3cunLt57vSymc/PHDtmbGdHX1NjdyYD9M90KBR1OoP2Ko+50mE0uE2miMNRF4m01dZ2ZzIjmpsnDBs2e9y4FbNmb39xxZGt287u3Xd8166NS5a8MHnKtBH9vfUNHTXJnmSqI16d8UD5VXUeX8btTbs8KacbAHBbJJZ2e5MOV2Mg1B5LtEZiLeFoWzTeFAyDg/ZYoj2W6IhXd9fUDqtNNwXDzaFIgz9YXeXw643ukjKf0QSa/da43JlgsCES+WPGYk2JBMS9NdVNNdXNyZrWZLI1mWyrrQXPvzuTAbMnnelOpbtqU53J2lz177PNkJpisVqfL+X3A3m5KZublfL7gxZzwm1Lemxpry3lNKdtFc0O84iQd0ptbFIsNCUWmBTyjvfaJ3jsEzxQVHibTtFcLEurhAkJO8SjeYsoQR6jvljeZ69oryhrryhr1hentfJatTypkSfk4oCIX8UpMnNZFl5RlZDrlAicEoFNwKnkMI0MqoFOMdEoFXSqtYjpEvCCMklIrbQJBRUCnq6IIcSjSXkwNAyGGQIjwIfS8Ziwz/XCrOe3rl29bvnSVS8s3Lp6zYHtEKnu2bRhx9rVm15ctm31ygPbthzcvnX3hnWHdmw7sXfg9IF9gHvPHNx/9tCBU/v3njm4/8TeAQDGh3duP7xz+4FtW/Zu3nhg25Z9Wzbt37r50I5th3Zs27dl0671a3euXrVx0eJVc+a+MHnKpGHDm2IxW2mpiicQMVlFJDKLQmHR6HQqDcqFJpMpFBqVSs/GE0EhRTQKHUwqGYqGxmHwOAwei8blAJiIh9oI47EEcAZIwVQyjUahM+ksHoevUWlVCrVEJFXKVUq5SsATFrF4Sk25RF5MJNExKDyHwhSSqCVFnExl5dTa5NRYdHrYPzvknetzznFaXvDaV0S9MDZHAHqx4PBkNIZAJNEK4WgqjYXGEMAZFDq7h01liiWKKrvT6fK4PO5oPOYL+EvKStVaDV8ogA2BAfMzCoMGm+ugBxKBRCwsRGSrjRBoNBaJRIPsKzQam5NecywK8plzRPqngxyI5qRa4El+1vYM3M6AhHM8jISjnlWAgX4LdHbQoBjYoXMPl5N5gWf7Wef2s/RLJlNBoTao6sbjiSgUprAQ6i8KvI5UKlUgEIhEIrCCz8vLw2KxIL+kpqamuLgYdH20Wq1erzccDlssFrVabTQaPR6PPRsQ7ff7KyoquFwugUAAHUrZbLZIIFUpoC5YdCoDXoDIdjyGo6GaUgQU6pv1waKQ8MKCvLyhsIJ8GLSdAhWdIjAIOA6FJGDQBDQCiyhAF0J+V0z+ECYRV6KQWspLHKayiNNWHw5l/IGI1eYoKbXpdDadrlggYGAwTDyOUFiAgMGwBUMJaDjIW4IqxPLz0QUFiDxoCwqZP4SCx7CoJBaVJOIWuassFoOBx2TSySQ6mVSq1Yzoakl4jCPbwzPHNY7vq+5pdY/pjcyYlJo+sXbW1Lr5M5uXzGpbNqvtxVmdLz7ftXhi86zRqYVTWqaOTg5rdCb92oBVFLZL66OG7npnR7qqM2Mf1ugd3RmdMbZx3uSOyf3pnnpfZ9o7oiX6XHft6I7qYQ3+zoyzr9E3tiPcEjNM6Y1vWjLq4Obpe9ZMXDOvc8HE1Kwx8UWTm3atmnzuwItnDqw8uH3R5tXPL5ozespzrYmg0WYUqyUkpYhQUcJNeEuHNwcnj0rNHF83bUzNioV9xw8s3btzXn9PxFReJBOhdGpye7NnzvSOlUvGbl4zef/2Ocf3LNy6evL29XOGtURNJQKNhPHC7Ekht4WIQUBpWEOHsIuY8IJCDAbDYDDQaDSBhMcRsIDQAJEikUgKhcLhcIANGBSBA4UNrFwLs/pqIRxZiIBDtfZweGFhIbT3kTcUXVDQ1tAwrLW5OZXUSSVSdpGltCQVCth0xSo+WyPkq0R8q0nPoBAR8IL8vCFDh0A6Tz4MhiuAVRYr/vvHJ789vD/421Oo4u7He4NP3hn89v3Bp+/97fPXfv7o+s8fXf/85okPLx26eXDjoRUzV07sntIcb/MYQ3p5mZTLICJJaOglgcgfAuVsZQuYIfNzIaIA2J8RCCQSDnqQAh01x4pAyobs3IWFAoGgrKxMqVQWZQOfGdlBo9Ho2bjmXFEoAB5gUSaRSCCuGZSAAj85UAKpVCpkyc4ONBptNBo7Ozs9Hg+dTgfpQYCygPwLfLZA4QQOalCgm7vsz5ZNgvf7//7ts8wMjnP+Z0ihzIrhRCKxqKhIJpMBddfhcBiNRtAAqaKiwuVyARHY4/H4fL5AIBCLxVKpVENDXWNjvUQqaGioq6lJxOPR6up4b2/vgQMHYrGYGBpSpRJCrOLiEo26RKXSaDTFIGJAKpXKZDL5P0twVSqVQqEAZRdgdwDIv89SKKgBBuorOAZXDIPBAMkxW3wLM5srFApZURETj8fK5VI2m1VRYTQa9Var2et1h8PBcDjo9botlkqDoRwQuFwO9XwWZwOxgOM653/O/d0B9QGNFDAwOAOeCfC6Ay2dRCKhUKi8bJQ6Eo3K5WDpjYan33378Wefv/rGm1du3Hj1rbe++vrp97/8dv/h41ffee/SjdvHzr20dtO61RtWXbt98+677w4cPtbRO7a1e1zH8Ml1jf2BSCYcT9Q2RLRl5D2Hpt37asfBU+Pfev/QiFFJq10VDFe1d7b4wxEyowhNpmJIpKGIfDKDJJFD3ZHEYmF5qb5Up2cxeSKhXCSUM+gcOq1IJJRBJcHFJQaDqaLCzOMJEAgEkUik0WggwxwkojMYDNDXCrz4qVQq8AcBtwKfzwevfLFYjM1GnUMfC1nhF/AweBnnNnGgDals4DwcDv9T94R/hmhAGRPQp01+AfR2LsyHWm0FfA31Kb+riknB0QkIJhlOJ+ZVlInG9tUNbF38+b1X/vHrp4P/+XBw8PHg4JPHn9168/qRBx9du//2pXdunZwzqXPiiMy21TNP7ls5Y2zjxL7avhbf8HrX4ukd105tvHtlYP+Gmavn9m5ZOm736qn7N8w+um3hmT3LXzm+5Y2L+966cvjuxQNn966/emrfsrlT582YxGPRiViMgMeH1lgUJo3OZrK4RWw+hyvkCyRiiUwmV4rEUm1xSUlZqUQmVWnU0Xispa01Go/5/d5QKBCLReLxaCIRq6lJpNO19fUZt9vp9bpjsUg6XRuPR7Otx2x+v7ejvdnnderLdVW2yngsVJuMx2MhIP+mU9V+nytZE0vVJpI1scaGtM1qisYC4YinpTUTjfnGjB0xa/a0SVPGN7c2RGLhTH1aX1GJJ1M4WeHX6Qu6/CGJQi2SKdW6skqbw+pw6yssJYZKg7mqwuY2WF0QABut6jKzsqRCWVapKjebPVGTM2RyBfR2r7TYQGaLyCwhT6pWFutpTD4ShUdjiAQ8FYMmIuBYFBIPAPjZDsDA8IzGEEAIFgZLBBOLg8zPGBI0CUQqkUAl4il4LAmT7SScB0chsdCOSeEQGJeAd2k1KZMpqtNCCjCfRoLBTm1Z/uHFg6vGte6fP/rWzoUfHVnz4OzGJxe3PTy7/uPDyz46uOSr02u/v7rj28tbHp9f/9Xp1Y/Pr//x2o5fb+355cbu769u++bipu+ubP3plZ0/Xvvje748terzEysenVv38OzaR2fXfvPS5h+v7v71xsHfbx79/fbxv756+q93zw4+fOvhlUPPNwYmpF29EfPwcGWHr6LNY2x2GpqdhiaXodltbHIaG+z6dBUUBF1jLqmu1FVbIBE4VqENGdUevdxZLnOVyl0lEkexxKEROlUip1pgk3DdaqG3WObWilxqsatYXKUSlks5HAaFx2ULBVDDbSFfIBZKxEKJiCuUCUQ6mVLMYBVhsVIaTUGnCjBIIQHDJmJFbFomETi4e/Oday/dvXn54afvf3HvzTvXzt28cvraxWO3Xj79wVvXv7r/1pef3P34nVu3Lp06OrB56Zwp43rbxvQ0z5s6dvfGFeeP7rlz5cwXH9z9jx8fD/7HT//967d/++HRf/3l6eDff/7L4y++/vi9z95+7dO3Xr3/xmvv37r+9itX337l6q3z5zYsXjS2s2Nka8vo9vaudLo+DEUlJ/3+mMcdtNk8FRVukylgtSa93vpwuCWRaIrF6gLBpNtT43I3hiMjG5omD++dMGzY2M7O/qbmYZm6jppkczQGCb8eX9rthWKr3N6U0520O2sdrjqXt97rb/QHmkKh1mi0LRZrj8c7EonuZHJYKtXf0NBXV9dXV9ff0DCqqam/oaE7mWyNRruqk42BUNxaFTCYAgZTzGJLuj11gWBdINgQCjdGo6B5b1OWfltqahqrIQZurq4G2i90m0296qmr685khmXqhtfV9zU09tY39KbrumpTzzZDAj8K4HQmGEz5/TUeT8LlSrhcIGcr5fcFrca4ozLpsqRcltaAa2RNeHwyNi4WGB1wjw+6x/tdY13Wvkp9Z5m2o1QFzXJtg1Ye4bOcVHyIz2wp13RbjW2m0jZTabO+OFOiThUrkxp5TCkOCHh2DtPMZakJ2HIGtcZY3uFxVZeXWnkcI5NeSiZq8dhiAs7EpHtlkmixJqpWeeXScjbLIBTIKWQSDIaFwfBDYNih0Jqtr61l27rVJ/btWbd08YoF8wY2rj+yc+fBbduO7dxxcmD32f37Lhw+dOnokUtHj1w8cvjC4UMXjxw+d2D/qT0Dp/YMnN2/Dxwf27kDzKM7th/dsR0cn9i968TuXQc2bzq4ZXNuHtq6BcyBVat2LF++bt68hZMmTR7e25VO+8xmnVQigJoJ0bkMBq+IxWYV0SA7NJlGoZKJUBA0jUJn0JgAg8lEqFSYQqIS8aQcAEPUkm3ig0FhARijEGgMCgswmEKi8rkCkUCslKtKikt12hIZ9N+qkM8Ta3R6rkBKo7NpUOtFCgOD07DYfp2uzWl/LhJ+vjo2LeCZ7qqa67cvCXkWB90wBpODQGKJJBqwOhex+QCDoZwaHCnngiaR6XyBpKLS4vb4nG5XKBL2BwMGk7G4RCcUiwrgEI0ioaa/kAIM7qKxGALpDywsLEQA3RUAMGDFfyu65kD0Twf/vwIwQHTwiH8C4GefZM72jEJhwC+CRKLBbj2DwWIwWDQaA0TFgiULg8EAshUejwdIYzKZZs2a5XK53G53R0dHXV1dOp02Go1gm9/pdCaTyUQiYbPZFApFVVVVNBqtqqri8/k4HI5EInG5XDaLJ+CJ+VwBlUzLbtKjEIVwYFcryMsfAoPlDYVkt6yyh6aQ8X902sFi8GgUFokgYNB0IrGIRgb6LY9OERUximXiMpXcXKoJOaoywWA6EAiZLeVSqSwbXcinUBgYDBwGycWiIgaDgKURsXIRT69TG0o0dBK+iExkU0hMIp6IhGPgeRQMsohGEnKYSomQTsJj4XAekyniceViid9mGZ4OTWiJ7Vs189DGuQsnNU8cHu5rs43orBo3wvfCrMaFM+r7W20dSf3oFteoBnvGp6l2KzrrrFNHJ+dMapw2OjWhNz65v2bmuPqpo9KT+2vHDYuP6giN6oiM6oh01bkyYUO1pzTmLA7ZVAGLIuJQ1UcNI5q8k3rjm5eM3bp87JZlo1bN7Vo4KT3nueqFk1LLn28+tGn6+X1LLh5aeXTHgi0rJi+b0z/1uebejnjQpTOVcFViYpmKFrKr21L2sT2JaaNT08cmV8zvXru4b/XiEQd3L3jp9PoFs3oq9GwpH+G2iceNTK5fMX7fttl7N8/csGz0ygV9xwaWj++vN5cLy9Ts7euXjultFXPoJCwyHwYjYNBIOAKHwQKXJhKNKEQU5OXlIRAIPB6f8+XysgMAHoFAAJ2BwYoWWtTCkX8CYGAEQBbka+VyqDwmHo26XeYSnUmrCVRZPZUGnUSgFQmKJSKXuULC51CJBBSyAAAwIg/q3swlY++/eWvwH3955+qpjXPGLB/XMqs7Mbk5MK7O3V9tHR41D4tUdvj1Le6SVIUipOX6VUURHb9aL4vrleVSDpeKY+ARqDwYfCgMi4Q6FUOiU5Z+wS0IiILalEFtnv4YgIShRXZ2sZ7t8ITAZAeZTOZyuXw+n8ViAV2LTCbnrg8wiwKGxOEgVzkejwfrfjgcTswOHA5XUACt3fPz8wUCgcViGTVq1IIFC0aPHl1TU9Pc3JzJZKqyw2QyabVagUDAZDLp2WwnHA6HRCIxGAwajUYgoG0GaNsBDgf88L/Pvbnv/LcAnBOTAQATCAQWiyWVSu12eygUcjgcBoMBVEyYzWaXywUUYPBJAlzQNTU1mUwqmayWyoTNzY21tTU+nycQ8PX29p48ebK/v18oFLLZXL3emE1+1gPQ0mp1gHXl2aHIBj7LZDJwAJzPAIDBLQDRZ1OpAJGCElxatjEVGo0eOnTokCFDsn/M/E2bNgSDfqlUzOEUsdkstVpZXKwpLy+tqDBCRZVup8vlqKqyVlQYy8tLQfiWTCaTZAdgYKFQ+K+P+ywAAw58NhOLSCTmcr8BAIMqehQGDZoAI1BItVbz4NHDz7568NH9T199663bb7zx3r37Xz7+5sG33z/95dcf//r3Jz/98t1PP567dP7wyeM79+1bvGptY0dfQ1t/XUt/NNHa0NJbnUq7/ZVCSeFrb2z7/R+X3/lo85lzK2bNHe7x623O8kA0GKutVZUZCKwiIouJgjykWCQOgcIgeTyeQqamQBuDDCaDW8Tis4sEErGiWFumUhZzOUIKhQYZeplFNBpDIpEA+49CoSgvL1cqlQwGAzggeDyeSqVSq9UqlYrFYoG2XkKhkMfj0en0oqIiYD4C2i+wk+S2nMCu059elv8WgAsK4DAYLC8vD0RnUSikSCwcjYYbGup0agW6cCiNiBZwKFRiIRkLo+Jh/CKEhI9JxSxzZww7e3zT15+//v2jd354/O7g4He//3Dvt+8/unBy67F9q16/fvSD104vmdXXmrL2NLmnjU7t2zz7zuWdp/cumTO+flx3YP6kpkVTO9fMHb3jxWkHNsw7u2f1ay/tu//ahYfvXf/inRsfvnbl9qWz0yeM5rHoGBQaWkIRqEQSnUZnF7H5PL6YL5AIhFKhSCISS8EUSyUiibikrLSmNtnS1hqJRZuaGmpqEuFwMB6P1tWlGxrqEomY1+uOREKxWKSuLg1SsmKxiN/vhXZqPA57ldlht3g9DrcLckR73PZEPOx2VYWCXpu1ospW6XLaGhvSC+bPnjtnRnNLXSjsTmfiierg6DF9UCZWW2Mo4g9FgvHqWHFZOYlGlyjUdrfP4Q1YnR6BRC6SKXXlRrvb5/IFK6z2EkNlmclitDhNVpfe4swycJWm3KIsq1SUVshLzbpKV6nVJSs1sURKhkAuVpWUGCwiqYZM4yBReAyWhMdR0CgCAo5Fo/5XAhao+82V+/4JgLE4EgBgNJGIIZGgMFciBMAEHBmLgXJSMVg8pHbAC/AouJzF9OiKa43G6vJSi1wgJBRuXfT8d+/fev349pc2zb++84V7pzZ8dHTFh4eWfLB/0ceHlz04s+7ppa1A6f3x2o7vrmx9cmHj4/PrH59f/+TCxqeXNn93ZevXL214cmFjbj69tPmHl7f/fGPnD1e3/nRt+19u7P7l+q5fXt71y9WBn6/t++X6of+8e+a7a4d+e/3clY0LFnZVz2qPPt8en1AXGB6p6g5a2r2VrW5Tk8vQ6NTX2crSlpKYURXRK6AmwDqpVydxa0UOFd8i51QqeAY5p1zELBXQS3jUUj6tTEDXCxjlfHqllGNV8CvlXIucZ1UJzApeqYTDy4pcTCZdJBKpVCqZTCHgCTlFXCGXJyjisEnkYpGoXCxWMek6DlNMwqFhsBWL5h7dt31g69qbV87evHL25ZeO3X//tfffuH7//dfuf/DqvXdvfX7v7reP7j356r3779367L3XPnj9lTtXzpw7MrB744rl86ZNGd0zor1uyezJG5bPPzqw+dalUx+/devrT9/74eEnP3/92eCvP/zjx2/+8eM3g3/5fvDnH/76zeOfH3zx01eff//5Z+/dvLF77ZrxPd2dqVRvY2NvY2NLIlEXidQE/FGn02+xeCoqfGZzzOGo8XiSXm/C5QpbrM7SMrNKXalUuXSlPqMpbod65MbtjhqXO+3z1wehet3GQKjO64cw2OVJ2p3VNntNlSPtcNd5fPVeX2Mw2BKJtMfjXTU1AH3HtLSMa28f39Exrr19bGvryMbG3kxmWCrVU1vbGollPL5IpcVbpvfrjXFrVdrnbwxHGsOR5mgsl2IFBTgnk+2pVFsamh3pNJjtqVRHbW1HbS2wOv9he87UQSJwTW1borq9+n91A34WgEH3oxqPB+RgAQxOuJwBiyFmr0h5bHVee3vQOyIeHhUN9PvcPXZzr83cZ6vorTR0GXStJaoWraxJK03JBEEO3U0nhriMOq2ss6K0y2LoNOsbyzRQdrRSEpLyvYIiB5tmpVOMNGIpjexRy3tC/hntLXO6OibWpbv93kabxcigmZh0C6fILRVHijVRndankFWJhFomQ0ohYWEwHAwmIBNQMBgNDZ85fszmlS+uXbJoxYJ5O9etuXDsyKUTx44PDBwfGLh87OiV48dePnni2qmTL588cfXEccDAl44eOXdg/+m9e07v3XN2/76z+/ed2jOQg95jO3cABga3R7ZvO7xt6+FtWwH0AgyGkHjTpr1r1gysWLll8eKVM2fOnzBxQndPSyIRsFpLZHIJmwO80CwanUHJtkfKVgUDAAZSMPWfLmgAwHgsAeAuIGEkHIXD4IE7GovG4TB4KOqZyqCSaSxGEZvFEQnEKoUa6MAigVgkkvBEUpFMyeaL8HgiGolhk2lKLreEx6s2VfSFg9OS1VNDvqle57yQb37APaOqEiZXaOgMNoXKRGOgD0csjlQIR+Pw5IJCFOiHhEBisThoC5BVxCvWlXp9AbvT4fX7AqFglcNebtBL5TIimVSIgMoRQRkwHInIxUHj8UQkEg30XmCEzsFwTvv9E+v+27v/xwEY9PJFIKCc6v8bAM49mZz8i0ZjMRgc+C1ytdqgCTAIwSISiWCjnUajqVQqm83m9/tFIhEMBmMymdOnT/d6vdHsMBgMbrc7EAhkMpnGxsZIJGK32w0Gg1wut1qtQAd2u90ajQZEuZDJZDKRRqNAeycUErSbQsST0EhU/tA8eEEhvABS//KGwpCIQiqFxOcVScR8OpXGYjCzK88iNtQagiHicZVSiVYhLdOqipUylVSklYrUYoFeowzabTU+X9ztdZaXS5hMCgJBx2JETLqSz3WaDDqpWCsV2SvKqkOe4e2Nc6ZNWL5g7sCmjRuWL5s3dcqw5kaPuUJYRCUi8tD5UCtgPDyfjEaSsCgGiURAoRgkir20dEQsMNxn3j13/J1DG68dWHl29/xdq8ZsW9W/aEZm9eLOQ9unXDmx/OUTK45seX793OELJtSPanV11JqidlG5FCmiwuQsmE1HrfEoJ/cl5k5oXDFn+PpFo9e/MPbFWb2zxjaM64qCquC+Rl9fo+e5zsi0kck5z9XPn9C4aErrC1OaFkzIzB+fXjKtYeOi4Ue2Tr94aPHtsxtunt5wbt+y3WunrVowav7Uruf6kh0NXk+VwlhSVKaiuczS1tqq54bHp4xMTRlVM310fNmslvWL+7asHHdi/5Kr57fs2TZn6vgGq4FtNbDHj0zuXD/99IFlh7bOWTilacWcYcf2LJ0xoc2qF2qklC1rFi5dMLWiVCnkMNGFUGgBpM9DLlp4FtnQWCwa9NASCoVisRisYoGW9ScFEoAi1NuzEJGPyDIwHJl9j0AqTWE+lAdIwmHbGxub0ulMPGozlOs1Ko+5osbvtpaqjWp5ZYnaV2XRKiQsGhlZMDQPBkNAUQqQNx4Og7Wlo/s3r6r1GFr8hmZPcZ1dWWuRZqoULV5du6+8xV1SYxDXWZQNNm3GrEoZZMlySVwn8mn4PoO6TMGXsKnIoZCeTMRCZYQoFCq/AJ6bACCRCMgCDXgPhGCBYzKZzGAwALgCPRyJRAJ/JgwGA9chZ+kEuhYcDmcwGKDkHonMFh5D8QBQWSOA3oLsoFAoJpOps7Nz1qxZkydPnjZt2oQJE8aPHz9p0qTe3t76+vrm5uZQKGQymfh8PplMJmUHBoMpKICM3CDpKnflwXs8xw//rw4AA+fkXxCUBe6CIGg8Hs9kMsVisU6nA3qv0WgEIVg2m+1PQdDgMyQbBF1dV5eWyoTV1fFMJgVW9rFYbMqUKU1NTWq1urS0vLzcwOcLVSqNUqGl05mQFKzRKJVKhUKh/OcAOjCIvxJn+5Dn/M8Ad3M4CkpzuVwu2Oyj0WgUCgWLxQLaLCwspFHJT75+tHnTBpGQr1TIaFSyVqOSScXmSpPNanbYbW6Xw+1yOB1VNqvZYq7Q6XQajQa4r58VgXPKc469cwDM/mfHYIDBQJEGnl5gBAAfnqCQHolG5RcWgF1aiUz6+ZdfPH767bc//nTr7t3rr7769gf3Hjz59uF3P9x/+Pj662/uOXJsxZq1ze1tdS0tfWPGTJ+3sLv/uZ6RkzqGj29sHdHW2UMpUlgAACAASURBVJ9M1QbDVaV6xq1Xt7z+5to339k0sHf22vUzfcEKl9fsCvhqm1q88WpxcUk+Dg8n4QhMCpFOxhNxDAaDU8THY8h0GlfAl0vESqFAxudJeFwxg87GYohikVwh10ilcplMoVZrRSIJk8kEgc/A3gyq1qlUKghclMvl4MqDyAnwdgDF2AUFBUOzA+AreAED1Re8qnMkDJ1EIFGQPwOBgDZ5so6S7HsHKpHIzxuan4fCoCUyaaymOpaIZ+rTVkslBlEAz4NhUXkoOIyIHUrG57HoCDIBVkQtIGFgdOIQk06UDFdNG9dzdO/Gd147/92jd7756s2fn344+PevB//+6KUTW6Y+13jm6JrXXt7z1UeXPnvv/OkDy5bO7l4xv/fwjgW71s45PbDmlZO77pzf/8blI5+8duHbT17/9fG9H754/9iezUf37LCaylk0Kp/Lo1LpGCyRQmUxWbys8KuQSJUisVwgFAuEYplcyeHyuXyeWqtxuJyNzU3tnR3x6kR9faahoQ7MTCZVW1uTSMRisUh1dTyZrG5paerrG97bO6yxsR6ct5iNDrslGIC80B633WoxeT2OVG0CnPT7XKGgNxoJdHW2zp3z/Izpk3x+p96g9fntwZCroTFVk4x6fE6v3xWKBL1+j6pYxxWKyoyVbn+owuZQFpeyuAKBUKotLquyu53egMXuqrQ6bQ6vvtJuMDtMVldWCvaUVTqLDTa13iIrNakMFolWT+NJ6VyxRF2qLatQFuuZbAGeREdjiNn8KhISgUUhsDgsJGkAVQOgL+j3m4u/ymm/AICBBRpNxGOJJAKRTCJQCVAcNAmDJRKIZKiOIH8om0IySKV+na66tCxl1McteiGh8M6ZfR9ePXZ248K7h9feO73p66u7Hl/YdP/osnd2z3lvz7wvTq78/uq2X27t/eXW3odn1359Yf3XF9Y/OLv685MvfnFqxZOLG366vuOXm7sg3L227ZtLGx+eW/PVmVUPzq5+eG7N04sbf355y6+v7Pzh0paHJ9fcP7D83oEXPz60+unFgfsnNr93ZMOL/XXTGwPjal2TGkIja5zZBCxnT6iqw2dudhsbHOVpS0myQpuNgIaaAAdL5b4SqUsjrFJwK6VFdq3YppFY1WKLSlSpEJhkPKOUaxRzNCxyCZdexmeW8BnlApZBwjFIODpRkYjLYjIoLCZVJIRSWsRiaEVuKDdqlSqlWMqn0ZVcroRO4xNxWjaDiSpIBlyP7r9/89KZyaOH79++7vqFE2cO73715XP33r754ZvX375z+e07lx9/9vZ///7N4F+f/vTkk8f33/3ig7tffHD32y8/+vnrz7744O65IwNrl8yZPKp7woiO8X3t08YOXzJ78va1S0/s23bxxP6PXrvxyRu3H3749o9f3f/rN4//8/ung3/5afDvfx385efB33/79tNPTw4MzB43blRb2/CGBigLqqamIRZL+v0RhyNosfgrK/2VlQGzGTBnvS9QXeXwlRuq1FqrUm1WqS1qTaUaurXrSv4IprJWJWz2lMsDTae7psqRsFZV2+wpuwuKwvJ4GwKBlkikI5EYlkqNamqa2NU1rbd3xogRM0eOnDFixMSurv6Ghp7a2p7a2uHpdNrtTdjsAYPJW6YPGitq7M76YKglFm+NJ9qr/6jp/SPUKpPprq/vqqvrqqvrrq/vzhb3goyrzlRqeF19TzozrDbdk0z1JFPdNbUd8ermaOx/AmDgf075/YCEQSh0pMoWNJviDkva42j0OTuC3mEhX4/X0WGtbDGVtRigSOe28uKWUnVjsaJOKU7JBGEO3UnGuunEeo1suM3UYzG0mUo7Kssb9bq6Uk21Uh4UC9zcIjsHinS2C9j1NnNnyNfhc8fKdD6FLGkob66yNlrNVqjZr8CvlEdKtJESrUchNXJZagqJPARGgMHI2c7bKBhMSCGP7em6ePzogW1bNr24bN2SRSd277p57uyFw4dO7Rm4cfbMzTN/zBunT18/deraiRMvHz9+5ejRq8eOXTx06Pz+/ef27XvpwIHz+/ef2bPnxM6dx3fsyM1j27cf3rLl4KZNBzZuPLpt25GtWw9v2XJo82ZwZv+GDfvWr9+7ZtWe1St3LF++ceHClbNnvzB58sThw7vr6yMOh0mrEbOgaOg/MJgC1aXQSTQ6icYg05kUBoMM3aUSKKBdMAVPJuNIYBIxBBwSiy5EAQUY1AYDBRhQD5lIoZCoTDqLzxUI+SIBTygSiKVSOYfLF8nkPJGYRKbi8UQ2gynl8GVMpkEoanQ6pmTSk+JQMfB0n2deKDDH74bpSvRKVbFEqmSyuBgsMb8AmZePAAfPAjAOT6bSWGKJzOcPOlxOt9cTioR9AX+FuVKuVBRx2AVwKNoV9P4FjZGQUBsUDMi5BZCZsz2DVroAgIGlOVvqCFbwiBxzPnvwfxaAQSUwEKWffRRgqwasC8zPzzqusytqDABgkOhNodBy1b8YDA6DwQHDJ51OLykpCYfDdXV11dXVbrc719RUp9NFIpHS7FLU4XC0tLSMHTt28uTJmUwGxK5aLBawoq3MDr/f73K5JBIJHo+HCOGfGc/gFUAmUvBYHBqJGgobAjFwYX5+3hA0CsFhs4q1SqOhXMDjC3h8sVAkl8rUcoVSKlNKJWo5xL0laoVWIVVKhGqxQM7nFMvEjgqj32Z1V5qNGrWUXcSnUZV8rkmrthvKrWUlFTpVOh6cNKZvRFdLdcgV8zvT0UBXfeb5MaM3L1t6cPvmgY1r505+Lua2iYsofDqBQUQjh0CVxlQMZJZC5SNEBNLUmsS8VHxOOrplQs/V7YtvH155bvec3StHrFnQOm20f9po/+YXe0/tmXN856wTO+ZcOvTigU0zdqwet3Zh39KZrfMnNUztj/e3ONuTxu6MdeLw6Iuze/asn35i96KTA4sPbpmza83Ubasmr18yduXc3mUzu5c+37VkRscLk1vmjW+YMy49Z1x63rjU4imNq+d07Vgx+tDmqSd3zT6/b9GJHXN2r5m0dmH/spndc6e0je1JtKTtPofKYZZ4bYr6avPYYbFpY+umjU5NGZGYOz45d0LN+heGndq74PSBJTvWT920cvzuLbNGd0cyUf38aW271k0/vmvhvvUznh9ds2bBiIFNs2dP6bCbREIWfNaU3rXL5kR9VR6biUUlQn5jFBIBL8gbCmMwaAwGjctlg4pHoHYCZRgsQwF9AfUm12IHWsf/E4DhCBR4Q4GtkDyo4TChKZ3ubm3NxKN+u81rs3gtlRGnrapUXVWu89kqgs6qihKtgM1EZWkcyL9kTD4ZNYRBKIh5KurClrhNWefRNHqL61zqOpe6waNNWRUBHTttUza7dJ0B04iEfWZHzebnR53ZsPjavk371y9bNH1cayoiZJLgUF+lQkR+tig9a6LMyy+EcqHzoShaRLYyAbQhBb5lYHMoKioSCoXpdLqzs7Ovr6+zszOTySQSiXA47Pf7K7MB6aWlpWq1WiaTCYVCPh/qlAO4FxSdArfFkGybb/BYIPKHx+NZLJZwdvizvceCwWA6O2KxWDgcjkQiZrNZqVTSaDRg5QCSe2Fh4bPXP6cA/38QgQF4/AmA0dnxLADjcDg6nQ6qQEGVhMViMZlMNpvNng2otdlsQBB2ZCuBfT5fJAKt2ltamiRSgd1uq6lJVFfHg0G/2WxOJBLt7e1ZvFUrFKqiIo7BYHI5faWl5VotVPSb/ZJSlR2KrAgszQ6AoLmLDOAzR7/PHoDYMAaDAfp4QZs6cDgSiWTQqfc++uDrxw95XDafx+GwWSIhX6NWVtksTkeVx+30ed0+r9vrcbmcdocdKmotKyvTaDTABQ06IXE4HBAEDTCYnR1F2QGZYv4dAONwUDk9AGACgQDijiH2Q8BBYkUhAi6Vy7588NU33//w06+/ffXkyevvvHPp2o0LV1+5eP3mjbtvvnzn9SNnzq9Yu2HKjFkLlixfs3HL+u07R4yb2NTZm2npae8e1djSma7LBIO2jo7A/U9P37276fGj0+fOrj9waG2VoyyRjkRqauL1jYFkxuDwqE0mMo9TSMRiSAQMAY/F4hlUtkSoopHZDDqPTmNTyEwqhVXE4nPYUJJTEYtHo7KoVDqPJ1AoVFKpXCqVajQaIM4LBAKwZ8HhcECxtEAgALKwWCwGVRIEAgGwbn5+fi7+KuezAI6GZwEY7Lz8WwDOL/zjv26o1gmN0paWhOOxcDxWW5exWq1oFAJemE/AIPGYAjIBjkHBUIUwNBxGJRZQ8XlkzFAyZigcBm2JktB5eCRMIaWHPMYR3ZkVi6dev3zk4/evffjWpUef3/n2wRtPv3rt43fPv3Jx5/kT629fHrj/9oX3bp979OGrv3398d+efvr743s/P/jg5wcf/fjgw8H/+On25dPXLpx2V1mIBMijUQhHM5gcDlfEF0glUqVMrpbKVDkAVqm1fIFIrlQ4XM5UJt3V093V052uyzQ21re1tXR1dbS2NqdSyVgskkjEamtrotEwUIC7uzt7e4e1t7eCHaVYNOj3uUDpbywajEWD8VgoWRPz+1xWi8lqMQUDnngsFI+FfF5niU5lNJWaLeXJ2khNMhyLB0Nhbyjib25tiMYj1iqLTKVWaLQWu6vK5VUWl9KLuAKhVCSWq9Q6vaHSUGk1VFrNNpfTEwQAXGFzm+3eSkegwu43WCEMVustXEUxgcknsgRSTZne4lSXGBkcEZHCxBKoODwFT6BiMUQEVHGCI+ApaBQ+h76AfoH2+6wCDMJQoUQYIilbA4zLATART8FhSVgsHoPDwoZAdjMZj+0qLwmW6hLF2pRRX+exaYqIk7rSi8d1bpk14siy8Xf3LX14Ycujc+sev7Tu6/Prnry0/g9199KWJ5cgKv7qzKonFzc8ubjh0fm1j86v/fbK5p9v7Pzl5q5fbw/8dmfPX27t/v7lrV9fWP/VmVVfnFrx6eEXHpxc/uTs2idn1z48ueaLI6s+O7rm8+Mb7h1a99nJ7Te3L13YVT253j+q2j661v1cxjem1tefcEER0H5Lq7eiyWWor4IYOFsADCVgxU3aPyKgtaIqlbBSxjcrhVY1hMFmpVAvZms5VAWDoC4ia9gULYeq5VCLubQSPqNUwCwWstQSnoDLZDMpHDZDJhVr1ZpijVar1oh4fK1crhIJ6FhMEQEnZdB5BCyfjL1w7MB//fr9+6/fWLFw1rpl80DHo1deOv7aK+deuXDs0ukD1146+u5rEAP/+t3n//j168H/+svv3z149Mk7n7//+qNP3vn2y4+efPb+g3tvvffqy7cvnz46sHn5vGnj+9r7O+onjOiYNXHk6gWzBtavvHz84Ds3rnz8+p17r93+8M7ND+/c/OaTj3/7+vHg77//9ZtvLh87NnPs2P6Wlqn9/T0NDR3pdGM8nvT7405nyGr1VVS4DYaorara6QLG5oTNHjJVesv0Ll2pRa0xKhRlInGJQFgmEhtlcotCZVNpIpWWmMUGtN9qm73aZq+tyhqhnwHg4en02NbWqcOHzxo1au7YsXPGjJk5cuSk7u6RjY3dyWR7PN4ej4crzAGDyVduAP7ntNvbGI60xOLt1TWdydqudBogLlTcW18/rLERAPAfGJxNeO7MisDDsqovQN8cALdFoZ8DyoCBxxs0QwIuaJCGlQ4Ean2+arc77nTGHPZolaXabkm5quo9zhavs83laLGam4zlzYbypnJdQ6m2qVTdVKqu08qqZfyooCjCZUR5zLRS3FNZ3u+09FgMzfripnJtqlhZo5VH5RKvCMp8dgk5IaUkXqLNWCpS1opQsdrMY9uF/ERZSXVZiVsicomFPoUsrNMEdGqHXFzCpPLRhbRs0S92KIyFQaNgMEphwdjOjlP7925Z+eLG5UsPbd1yYveu47t2nti969jOHWf27b1x9szlI0cuHzly5ehRMK8eOwbmy8ePXz5y5P9i7T2g2rrStm1MR733LqECSKggCaEKEpJACFRAEhKi944r7rj3buNewAX33kvsxOm9OInjZOw4jlPsOGXiZCbJzPj7jnai13/mm7Vm/evda6+zDrJAsjjncK59P899Xzp06OLBg2B7bmzs9J49x3ftigPwsZ07D23dun/Tpr0bNhzaCum9B7dsObhly+/ou3Hj2MaNezas3b1+DQTAS5cOL1y4Zs6c+ZMnD8aWDP0Ohz5Xkc3lCWh0NpHEwJMYJAoVT6Y8NUlYYhyAiRgCEUMgYYlkHImAxmPgaMhmIFYCHQdgDAqLRePQSAzQirFoHJlIoZJpNAqdxWALBEJBpojB4dJYbCaXx2RxqFQ6l8GRZYplbF6RLDdsNHc47JPL3HN9nkWV/qWVvgRZripHqhCJcyRZMh5fRCLTMVgiAolNTYOjMQQQEQwuiFgcicFkF1mLi2yQEbTLXVZW7jaaTdnSHH6mIC0D6q4FEwo5+SP9F/AhDIYAJBlnSyDAAqyNgzHQY/9EpODL/0UABm3AgH5/Z4a0jPiL/qkE+j8BcCzhCINGYxEICO7S02FIJBqPJ4rFYpVKZTKZrFZrYWGhWq1mMpmgctJqtdbX1zc2Nq5bty4cDtfV1c2dO3dwcLC+vr68vNxut1ut1rKyMp/P53K5cnJypFKp1Wptbm5ua2srLi7mcrmQRTAMjYRDdQLgIEAjMVg0Bo/FpSQlAwV4XAJUAs1hM01Gnc9bIZfLBQIhk87gsjmiTCE0+TwRn8dns0R8noDNELAZEgFXyGWJOSy1NLuoIN+SrzFp8iz5GqfFWGYrdJgNJq2izGpymgusBWq9Mludk5mfK8zLFkhYFFNuTrTcNbmteVZf5+KpE1fOmTq9tzXiddoNKq1MxKMSiPAMVHJSakJCekIyKx2+Klr/yc4dY/1dq2v9p5dMvrJ16JVjKy/umX1i55Qda9oWTPUOdtsXDlbtHZ70zLHVr1zcemrfwrEtg5uWda2e17B6XtPqeU0rhuqXzKgZaLL31lv7G4undVcsndGwdcX4/VtmHxtZeGxk4YGtQzvXTN6wqHvVnNaVQ01r57VuWNixY8XAxoWdK2c2LBkMr5hWs3Z2w/C8lk0L2jbOb14z1LhsRt3iaXWLptZNHwi1Rx1+V57LmlPhkNdUGntbK2ZOCA9NDM8aH5o9EFg5K7pqdnTrso4jO2ZeOLz85NiS0Y3T1y/rXTWvY1JHxYYlfVtXTNi6bGB4Qddgm2v9/M49m2YtmN5YVMDnUpO7mn27t66sDbq9pTYBmw5SRlJTklKSE5kMGrDJpVKpeDweVPCCsl5EbIBC4TgAAwZOy4C6apPT4cnpcMiVBNgsQ6dfWsq4RGQGTMzjtTc2tkZrQxUeX0lpUb5WnSXME3EtaoWvxBYz9NZkC/k4JIyAhiPSoF8TUIC5VFSZTTtvWseuNTOOjSy6emzTy+dH3rt++Pab5z559ex7zx658dzRL9555u/33n3y7V+e/PWzJ9/d+cf993/4+I377798+di+WRO7srg0yGgtZVxaEpTPBPS3pwE4LdayDxRaoEEBTRWNRhOJRIPB4PF4Wlpaurq6OmKjr69v4sSJkydPnjJlyuAfY8qUKZMmTZo4ceKUKVMmT57c39/f2NjocrlkMhkej09KSiKRSMAjF41GA0JgMBgoFIrNZtNoNIFAIJFIeDwen88XCoWApkgkEvC7QiAQQJoG9Bv/FYCdp/Xb/17+Baz7J/CIAzD4jQMlnEgkstlsHo+n1WrBKlg8B9hgMMTp92kA9norgAKs0eS53S7Qx+hyufr7+z/44INwOCyRZCuVeTk5MrE4K1MgAepidqzdN64Ai8UQa/2pAhmsMjBjqbOAe0GbNC0WBRz3zabEBoFAQEABoRkwGIxOo1y7euXvf/vJ7/Okp6WIhAIuh5WvVQMFGDBwsa3IWmSxmI1GQ4FOp8vLy5PJZFlZWcCCC7w0h8MBvQBxBn4agKl/DPB+yGQyMjYwsXVKFAoF1UrEFllT0lLHJSWCGiVxluTO3U9vf3bvL3c/u3Hr1guvvXb52ecvP/v8tZdfffvmrRuf3HnxzXe+evTjezdvv/Dqm3sPHlm+fri6oclbXROqb2po7W5u72pqaVQqxQvm9/397x88+uba99++8Nnd62+9c7m0zOwLety+Kqc3UOwJKM3FVm9lllqLplLgWCwaT0IicLA0DBKGpxBZWAwFloFFwPFUCkskzMnOkotFUplUyWRwSUQag85hMFhQjiKRHEubh7wVgQ8cyJzncrlCoRB8ABIJlPYMSvdB/C/UtxsbwF8NHLQZGRnxmgtw6AL6hS47MbvImP6bAtWXpELWHMmpSdBaW0Z6wriExPRUjaHA4Xa5/d7quqgyTwVOWywGhYCnIRFpiYmQm0B6SgISNg4NS8bAU7CIdDQsDQNPpxFxVAIGjUghoDMw8JSMlAQcKiVHzNTIBQ0Rd397ZPZg+7L54zeunjW2a8WZI1sunRy5eHzfK5dPv//ytVtvvHDr9es3XnrmtWfOXDt7ZHj5vKqy4twsITIjFYfDcPk8Mp1FYbD5AokgM0uQKeELxBxuZqwQms/lCcSSbEGmKL9AVxmoqmuob2hqrGuoD1aHOjvbGxrqQqFAIFAZCgVCoYDHU15S4igtdZaWOj2e8kikuqmpARRCRyLV9XWRivJSUAUNApAq/RU+r7uvtzPWFlYcCQcaG6LRmpDP6y5z2bX5SmdJYTjiL3MXWwr1FZ5Sd0VpVdDn9XsUKjmTyxNl5yg1OnmelpMpJlDoPL5IJMzOkSoUSo1SpVUoNSqNXmco1JuK9abiAnOxschpKnIZC0u1JruqoIgjkaMp7AwcmSXK0RitWpNNlCMn0dloHBmHp+BxZByWhIRjMtIQCBgaiyE+DcBA+AWqbxyAwc3e78kgOHw6FpOB+10B/t2pFYVBIqHgj4SEhIyUZLlQ4NbrPBp1pVwe0qj1Io4An1Gulw6ES5f0hPbO63xp54JbJ9a8tXvo9vHlf31uxz/fOvLbm0e+vz569+zwh4eXAgD++sqW767v+v75kW+f2/nw6ravr2y5f2EYPPj45b0/vzr2t9f2//LGwV/fPPTtM1seXdn88OLmr89v/OLMxrvH1t86tOaD/atvHhq+fWbkwPyBuQ3lA5VFU2pc3T7rxLArFgJsaXOZm52GRqe+wVFQZ9NFi4AFtALkAAMALs4VWHL4FqnQnCM0ZWfqxTxNJkvBoebQCRIKVsamSFnkHCZJyiLnsshyNkXBoSp49FwhW8ylM8hYBhmfmyUy6vKVMimNRMzkcqQSsVaZyyTiVRKRNieLCEutsFlO7B95cPfWrz989cl7rx7du23n8IrTh0fOHdtz9ujuU4d2XTq17+Vrp56/fAzaefbE3Y9e//LOjR8f3P3n44e//vDVo88//uIvNx7cvfnjg7v3P3nv2/uf/PXrTz//+N0XLp8a2bRqwYwJg70tTQFPV21ockfT0ISelUMz9wyvu3z00OvPXHrj6jNvXrt6/8MPf3n48MNXXlkzb15XNNpbXz/Q1NRdW9saCtX7fBG3u8rh8FgKXXpDoQIqeI5Lu35LkddodhcYzLlyrUQiY7HFFKqYQs1hMJVsrponsEhzi5V5bp3eZ7JUWoogI2hTod9cGLY7IiWO2rLSRk95W5W/LxoZbG2e1d05t793Vnfn1LaWCQ11PZHqZp8n7LT7LBabQlWszAP0G7AW15S4asrcUXd5HIBbgkGAwZDkG4m0VVc/PSEwjvldtYeqIfPnmPzbXhWEZkwH/k8AXOf11pSXh0pLQe23p6jIU1TkLSysLLL4LYZKsyFoNkbMhrBeV61Vh/MUdVo1EHVDuZKgTOzPEpQJGE4myStgN6lyeyz6Hou+zaBp1avrtaqwQuric508to1FN9JIegrJwmKUioUeVa5Po3LKpFaR0J4l8apUVWpNaVa2kcly5+aWy+WuXFmhSCinUzjIDPw4yPIKm5qISk5MT0gQ0qmTuzp2bxreumL5qjlDY5uHz+3fe2rPyP7NwydGd146fAB8eXbfvnNjY+fGxoDSe+nQoUuHDl0+fPjy4cMXDx48v3//ubGxs/v2ndm799Tu3SdGRo7t3Hl81y4wj+7YARU5b9y4d8OGfcPDYI7FuDe+hQB4w9qRtas2L1u8YdHCNfPmLp42dVZ/3/Senq5oNFhSYtVqlUIxn0xlYvEMLJFGoFBjE8i/fwJgEpYIxGESlohFYJDpCGCFhccSMCgsBoUl4IhEPAmHwaORGCQchYSjsGgclCeKwZMIZAaDxeXz6EwGJdYEw+TyGBxuZqYoVyo3qDTZDLaMQveo1JO8/vnhyPxAaEFVVYKrzJOvMwLTCB5fxGLzWWw+Dk+GwdEEIhWLIwE3LAwWagKhUOkara7IZgUl0OWeiiKbFUQLIFBIEAWcDvvdkgcY8yAQKDQaCwqhgb4KyPNpN+an+2zjIPqnnf9dAAbI+vQ2/nJ/AuCnHwfkDBRgGAxK+UUi0RkZ8LS0DCQSTaczRSIJ9Ie0srKoqIjL5ULORhgMn89XKpUWi8Xj8ZjNZrVardVq8/LygPpUUVGh0+mKi4vb2to6Ozu9Xm9BQYFUKjUYDDqdzm63NzU1TZ48ua2tzWAwUKlUHIaIQkDV7fGJQaFJBCIGhYalZySOg3ywEsclUCmkQouhsaHO6XTm5ipoFCqZSGLGUhH5bJaQxxVw2EIel8ekCdiMHJFAIuCK2EypONOiz7ea9GUOW7jK11Qbjvg9VoNGKuQI6CQ+Dc/AI3hUjFzEyuZS+FRMLo9WolW1B3yzuttndrfM7m1bMn38oqn9g12Nx3dvOTG248COTQtmTPHYi/lUGmJcCjYhwUti3B7e/MriheurvesavZv7gpe3znj56JIzo4PHdk3av3Vg66q2FbPDS2dUb1rSuX/ztMvHVlw7tfraqTVnDyzat3nKpmUda+Y3rp7XtHh6ZFqPu6eum2yLvAAAIABJREFUqCtqGd/sGBpftWZe647VE47umndy74IzY0tP7l1waPvQvk3TxzZNP7Bl5rZlfRsXdq4Zal41q3Ht7IZ1Q43rhhrXzKpfOiW4eDC4eEr1oqk18yaFJ3VU1FUZ3MUyj1MR9um7mspmTgjPmxKdMykyb0p02cz6lbNq1s2J7ljWeXzXrCtHV1w4vHzfpplrFnaunt+5cLB2+6pJm5f0LxmsndXjH2wu2by4e//2OYO9/gIVVcBIq692nDy4vb66QqfMUsuz8ChYevK4tKREBDyDTCLg8Vg8HotCoSDb5FiXKRwOJVsClgBiTnwLanohZSYVFgdgEDUEjmqo8zZhXEZSUnNtbUd9g9tWXKQrMKvzFEJenohbqFEGXI5CrbpQp5EJBVhEBjIdiv1Ep0NajUUru3b+yI8Pb//t+9v/+vnOk398+uRf95/8496T3z578utnT36686/vbv396xu/PHj/b1/c+Ovdt76/88YPt994dOuV+zee/8sb187u3z6zv00moEOWaenJiPQUFBIOOnufBuDUlKS01GQAwADs41JVMvReEsaNG5eeDrnKkclkFosFysKVSqVardbpdCaTCRhB2WLD6XS6XK6KigoQiGo2m/Py8nJyckClKDBjB3ogJRathMPh8Hg8QAUEAoHFYkGETLyXGHzy8Jg/EOj+BTf6//+4F2AGKHUGP/PfHwHECKQ5BAKBx+Mh0zs+Xy6X2+32kpISvV4PMtIMBoPFArlAg1FUVASM9MD9ukjMz8nJqqz0+f1QhWcoFOrr6xseHrZarTyeIDtbqlJBFyGZVBnLm4VQE4zsWAbvv/ffxun3aQCm0+mANgH0xkugwUcKzMwzMjLMJsNnd+88fPDV6VMnxiUkZAp42VlijVpVoNMaDQXxEmgAwCajXq1WK5VKUJUtjjlygT5kTmwAHRgI0fTYAAXAVCqVQqEACAQqNCo2sLEYJMgsPSUlOTkZKqZITxuXlAjWZ0US8Ucf33rn/Q9eeePNzx88ePfmzWsvvHzm4pXz15678cnthz/+/OCHvz349pc33/3LngPHesZPru9od1X6A3W1zR3dTW2dNVFIOSwvtz3/7PEnTz7//ptXHj146acfb/34+LPe/pbSihK7q8IdiLqqanN0hdICS2GFT2U0IXHExBQYAU/nc7KzxapSh8ddVlla4tXlW3hcER5HwWJIJCKdSmGikDg8jsxm8fn8TLE4KztbKhAISSQS6IuONRyKOByOTCaTy+UA9UGuNY1GA4Z5oFMgJTYgg6vYHy1wgAEABvuAfsFyz38C4HEpyUlpqQmJCSnwDFups7jc5akONLS1aPMLYqvb0GuMg9K/03FYJJmETUpISElMQKanYBEZGBgCnQFHpSMQaXAUDB5zqkdQCHgWjYpBZBCwCCwiFZ6aQMXBOFQ0gwQjYZIJqEQcLAGVmsClYIV0chabnstj5Im4eRJ+roAlZJLkIk4mi4KCp9JpFDQWg8LhsSRqZpaUK5Dw+BD6Mlk8OoPDYEIhwHwB1AkslmRbi201tdGa2mgoXB2sDvmrKqurg9XVwVAoEAxWgQkwOG4EHQxW1dbWAAZubKxvaa6PhAPl7hKHvchhL3KXOf2+8mDAF60J2axmT4WrJhKsDlUGA75Q0N/Z0VygVzuclpLSIr0hz2TWtbTW+6s8RTZzhbdcKM4k0eiZkixRtozNFzK4AiZXQCTRuJxMqUyp0eq1+Qa1pkCl0avzjTqDVWewFpiLTdYSi81tKnKpDbZcjYkuyCaxhSxRDhSPpDMLshU0Np/O4pPIDAqVRSEz8DhyHIDRKPy/A/Dv7b5/mGDFARiDJaJweBgeB8NDHy8GC6WVoJFQXCccjkyCzqdEIhalkojKC3Qhgz6s0YQ0aiWLTIcltFXaJ9SULu0KvHNs/e1zWz45sea9vfM+2D//0+PLH1ze9PjFPY9f2vfw2q5754dvjC28eXjJnVOrv76y5fvnR354YfTRszu+urz5m2vbv7m2/eHVbQ+e2frw6rbvru/66ZV9v7xx8J9vHPjllb2Pr4/+9dmRH66Nfnt194PLe768uPv7F4/fPb9vbU9kVrRsYtAxs8nXVWnr9Fs7PYXtZabWUlOz09BUAs1Gh6G+uKDGll9dqA6Y8ioNSuCABWGwMstr1JRqFUW5kgIRVy1gqgVMrZBdIOHJuTTAwLkcqpJLAwCs5DOymMRcIVsqYLIpOCYRJ5MIHVZLwOft7+6q9FQ4isy5WSKzNk8pFnLIuNmTB5YMTX3tuUv3br3z9acfPrh7891Xrl07f+TcsT0nDuzYvXX1gZH1Lz5z4sbrV1959vQz58aevXD4zJHR6xdP3HzrxW/vf/KPmM3Vk9/+CsUT/vPxrz989dWdD2698/L7r1//8M0XPn73lTsfvPHK5bMXj4xtXbl4Smdzva+izlveFQ1PbG1av3DBxiWLj+zc+ea1azdfffXi4cNLpk9vq67ub2zsrq1tq64GwinUFRwzvnIbTR5LYajYAXKJoGgiZ2m13emxFDp0OkOOVMUX5LI5uWyOks1VcXhagdCYleNQqcsLDKAE2mcwe42moNUWstsiJY46t6vJW9ERrOqvrZnU1DDY2jyxsb63JtwZCrT4vVFXicdkcKhVVrnSrlKX6fSVhdaIs7SurDzqLq8pczd4fU3+yuZAoCUYBNuW6uq2SKQjNjtrarqi0a5oFNqJWV6BEmgAwB2BUGewujMQ6giE/hMAQ45fLhfE/0VFbrO5zGRym80VZnPAVuQ36X0F+ZUFuiqdpkqTV6VSBPOU1Sp5SC6rkkn8OSJvFt8t5pQK6E4OpTpH1GPUTbAXdhi09ercRq2iTqMMKXLcmfwSPqeITTcyyAYapZDNdEqEbjmUHFYoEhawmEY228zmmNmc4kxhRa68SqutUCmtErGaSRdgkZTURMy4BESsPQ2WkCAT8Ppbm0eG10MRR2vXHB8duXho/5Wjh86O7Tm1Z+TS4QMXD+0/tWfk9N7RpwEYkDDA3ZOjo6Dg+fiuXfHy5iPbtx/dsePYzp1ggvrnA5s3Q0rv+vV7N2wA82kY3rtx/b5NG3ZvWLt91fJNS5esX7hg+ayZ8yZNnD0wMLm9vSMSqXa5ijU6OVfAx5OYWDyTQAUATMaRAP3GFWASlhgHYDKOhENi0TAoDAnwLRD8QGYS0P8AAAMpGAjFBBweg0ExWHQai4nEQtbBgqys7FwlXyCWy1QiFj+HwS7OkQfzjfUGU7/dOS9QndDa1uX1BTKFWcA0gs7giCVSNkeAxhBiwjUNNACDZGAyhSYUSSxFhY4Sp6PEWeH12J2OPI1arlTgCHgMDotAIUH9M1hih7So1HQ0GksgkFAoDJBb49Lrvyuxcdr8953/dQCOa9HgbcRf8U8A/DScg28BYc1IJBpUQYMtl8vX6fRlZeUlJSUej6esrKygoEChUJhMJq/XW1NT43A4lEolg8EAFc6NjY3Nzc3AzMZmswWDwdraWtADDKJN6uvrKysrHQ5HaWlpY2Pj/9VwAoGAXC5nM3kEHBlEPaGRmNjxgYWytvAEBAwO5MRxMaNOsYhf5irx+/35+QVsNpdCoVHJFDKRRCWSWDQ6g0JmUilUApZGxHEZVDaNzKQQhVyWPEeiVsjMBq2z2OKwmfUapYjHoOGRcCguOAmVlEBBpUjYJAEZ5dQrd65Z/Nbl81cO7tuxbNFQT1tfTVV3xNtfV9XfGFw5d/KiaQMLBsfPnTJh9oQJfS2txQUmXgqsMCH9ctfAt3v2Xps5ZVtj5bbewNi8pks7p710YvH5sRkn904/tXfWznU9C6cGls6Mjqwff2jH9DMH5l05vuLS0WXHRmfvHp6wc23frnUDGxa3rpxTt3h6ZP6U4KwB7/Te8jkTK5fOjK5b2LpjTd/hnbNP7Zt/as+Cw9tn7ds4uHv9pL3rB0fXTNq5cvy2ZX1bF3UPz21bPaNh+WB0/ZymNXPqV82qXzqjbu7E6oEWV2PIXF2hqak0tkTtk7v9c6bUzh+snTclumR6/dp5ratn1qwdCu9d13fx4OLLh5eNbZq6beWEkXWDoOJ62/IJ25aOn9nta/Hmz2grO7h55r6ts9trrcpsrJiT4SvVnj6yva7aLWSTa4JeY34eIj0lNTEBg0aC9QzQE/s0IIFb2HgacByAAU/GATglA5GSAWXtpv+R8pWYMC5pXCIKBtdr80OxWlizRqtXyHWyLI2Er5fnVNgsmpwsqz5fI8umYlF4FAxq2UWk/t/sosVzpvz6+KsnT354/N0nT/5x7x+/3Xny26dP/nXvyT8/f/LLXYiB/3H/yS+fP/ntiye/ffnkl/tPfrr301cf3nn32deeOXJ0x5q186f2NoTU2TwSMhVAfnpaCijkBm3A4I4c/F8A+sbF1d+F4lgkUnp6erx3ETyemJgYb/rN+MMwGaAOqLmNB70AjQtgLbCGhsPh0D36uHFpaWnxBlEcDgdMngE/EInEuBQG2CCOu/EdoNbGt3GO/S934sgBng9+DgKBAJpwXAGGw+E4HI5OpwsEApFIZLFY3G630WjUarVmsxkUQhfGBiDh4uLi0tLS8vKy2toasQTq2w2HQ7W1NbW1NfbYMJlMMX7WCwRCaE00V8HjCnk8gVSaCyyUcmIDqMHC2ADdv/9P+n0aQel/kDApNgAJx/OWozXh3/728xef3f3y3mcYBJxBIefJc9UKeZHJaDWbbBZzcaHFXlRoLyp0WIuKbUUAgIEVluQPR67MzExubAAd+OlX/08AjI4N0MUNcrYSExMBACcmJ4EapUyR8MOPbr7z/gevv/3OmzduvHvz5u17X9x/8OiLb7//7m+/fP3D4/duffrmu7evPPvGmg07qmsba1qaK6PhQE3YG6wK1UTd5Z5wODRz5qQfv7/75MnX9z997qv7L7784rF7n9+YN3+G013irKjyhJvc4Sap3pZrsvobmm3lHiyVgSPSrEWlk8cPbVw3smbl5jWrNy1etKq3Z5K92C3gZ+NxFAyaKBJmczmQY7EwM4tCodHpTA6Hh8cTsVgsk8mk0WjAlBv0C9DpdOCaBkr3cTgccI0GundyrOMA9BrEhV9EbACdHGzBIzEATknPSE5LT0pLT0pNSwQKcEJiQjIMAmAchVRVGynxVfgiofqO1uxceVo6DNQspKQkpaengkVYPBS+B0NmQBloKQmpGckwDByHTEcTsLS0VBQ8HZ08Lp2IoyJgaMgRlEBEweBENJqMQ+NRMCwinYiBMYhoFhnLwGGYeBy0xWG4JIKIQRHSyRwyjoZHYhFQ8AEUssVmcYRCDIWGozEYbAGLLWCyeAwmNxYCLMgUiiVZOYJMkVyhKit319bXVUfCVcFAKFxdFQyUl5eFw6HW1ubW1uaamnAoFKiri7a3t4bDIcDG4XAoGo00NNQBBm5taWhuqquNVvu87hKnrcRpqygvDVR5fV6311M20N/d39fV2BBtbIhGwoHWlnpXmT1W/OwscxcHQ75Fi+d2drd5fG5HiZ0n4HIzhTqjKVelobG4FCaHzRey2PzsrFytRm/QW7T5BqVKK1NoZAqNJEcllWvzdGaTtcTm9BbZK3RGu0xt5GXLJUqtXGvM1RgE2QoKO5PC5IIPgR3LlyYSqLEVcxQCyj5HwzJQTxtfIZBYQLxPK8BoDAGyvMKR0HgCnIBHEHFoPA6Dg4oPoVpEEOeRmoLBoNh0ipTPtebKgvqCqE4XyFNKqTgVjzKvv7G7ynpk5dSvXzp87/LOLy5tvn9uw71Tq24fXfrRoUUfH1n22Zn13zw78viVsU9Prf309Jq7Z9bevzD84Jmtj57d8ejZHd9c2/7zq2OPX9773fVdX13efO/c+rtn1n5+fsMXFzc+uLApNjd/c2nrd9dGf37p0L/ePv/k/Wcev3r6vSNbVnVXz23yzu8IzWj0Dzb4ewLObp+1sxxSgFtKjBD9OvX1xQW11vw6h77Glh+yaAKmvHgMUqkq25orNkkEWh5TziTn0AkyJgkiXj5DyiJn0QnZDKKcS1Px6ACA1QKmlE1SCZkaCVfMJOMRqTQi1lNWsnThvNEd26dOmugusRcZC3R5crk40+cqXjI0fc3iOWeP7Ll08sD7r19/8vfvnvz6w18f3Pns1lvvvPLMxZNjh3YPnz+++51XL9567/pbL5+/dv7Qq8+dO3tkz87hFVvXLjmyZ+vLV8/efv/1r+588OXt93/46s6/fvrmyT8fP/nn49/++vW39z+5/8l739/7y+Mv7z769NbN1164fPTQyLrVi6ZOntze4rNZgyXOBr9/QkvL0hkzVg4NDTQ1lVsszQHIGDlaUVHr8dTHLJQjrrKgw+k1Wbwmi89cWFloDVqLq0HEUbGjrsIDZQibLXaN1pwr12fn6IRiDT9TzRPoxVnWXIUzT+PS6tw6vafA6DEYfSazv9AcLLbGdeD2QGV3ONQTqe4MBVorffXlZdWOYq/ZWKJV25TyEk2+K7+gwmAC8i8Um1ThqS2v+E8ADNy8umtre+rqeurqeuvr++rqQTpxZ7Aa9AB3VAUh+o31A/8nAI6HAHut1nKLpcxkchmNZQZDVaGlokBXoVX78rWV+WqfSuGTywIqhTdbDM0cYUWWoFzCdUk4FVlcXw6/SaPo0Knb9ZomjSKqkIVl2QEpBMkesbBUwC1i001MiplJL+Jz7CKBI0uoJBHVVIqZy3Xn5lbmqf2qvIBGGzWaKhSKYok4j0EToBGU1ERsIuT2DE9MQCUnmjR586YObl+3duPypfu3b71+5vTzZ89cPLT/+TMnnz9z8urxI5cOHzi1Z+TE6M7LRw4CAL5w4ABo940rvUe2b49PUN4MtvEHwc7hbdvAjEu+Yxs3xgF43/Dw7g1r92zesHvT+h3rVm1dsXTT0kVr5s1dMn3anIHxUzs6BxoaO6rD4VK3LU+r4giEZBqLSKMTqTQChYIjkbFEEoZAROOJaDwZSwSTgiNR8WQylkhA4TBwKBYYJCQBwQ8Jh65j6akZca8sIAWDmFskHJGamkwk4whUYjoCjsTj2SJJZpaMyuCyWYJsQbZanJvPF+sYXCtHGFHm91pLE2rrmusbWktKKxxOt67AnCnMViq0UpkKT6AyWTwKlYnAYNF4ApZIQhPxBAqZxqAbzQZnqcNmLy73VJSWufILdHkaNZlKwRMJKAzkDQhuxMF23LgkNBpLJlOxWDwQSwEAA5gEzcAgjihukRVn0ad3/ncBOI61cQiPv9afABjoaf/+fBgMAcCeQqHxeAKdTh8O10yYMGnx4sVLliwZGhrq6+traGjw+/06nY7D4SgUCpBfUltb29raGgqF3G63XC53Op1VVVV+v99gMBQWFnZ2dg4ODkaj0aqqqrq6OpACChi4ubnZ5/NlS3JoFDrIiSYTKbFEaYh+CTg8FHeEgGHQyOSkceMSICssiVjodpVp1ZpMvoDNZFHIRDQcBk+DQmgzkpLgqUmp4xJSxyWgUpNhKYnotBQ6CU/BY+hkAodOYVFJBDQCnpoIT0pApY1DpSQwsHB0SoIuRzCyftmNl565886LT3786skvP9x+7YUze7aNDa/ctmzOnP7WpqrSKodhSlfdhNZof1OkKxrurItOaGtrqg6XKvKkCQkdQuk769ZfWzh3c0dk38yOFV2eDdPD50dnXju68OrxJaf3zT42MuPQ9mmbl7XPnehdMRTdvKLt8K5pV04su3523aWjyw5un7Z9dc+2VT2bl3duWNy6Yqh2Vp+nv8Eyvsk2o6ds9njPgsHAiqHaDYtbt63oHl03ft/Gwf2bpx3fOefApmk7V47ftKhjeEHH5sXdO5f171o1YcuijuGFLavnNC6eGp7R6+1tcrRFClvDls56R3+re3pf1bwp0flTowum1MQAuHl4XuPuVd3Htk0/u3ve6d0Lju2Yu3v9lE1L+1bMbl491Lp+fteWJX3jGxxleu60VteF/St3b5xZGzTmSfHSTJTNIDmxf2NL1CPNpC0aGmyqDeFR6UkJCRg0PDk5EQ6HInBi7abQ/SSwjktKSkpNhcyc4uAHWDG+TUlNT0qDpaUjYq6evwMwdFqlZ0AZnhmwpISEClfZ1EkTg16/KitbnSWWshm5XJY9X60WCTzFhS6LQZbJ4VJJaFgqSEJ69fqlH7/57KdHn/324xe//Xzv8XcfP3506+fvPvn+q/c//+il2+9dvffB9ZuvnX/9ysFTu9dtXDp17qTmnvoKv11tlHP0Uo5cQMnmUkjIVGRqAh4FOUzDoIZQyCQAKthOgYpRn6ZfUKUJKlTB/ysWn5MIsB+QMyjgBFJeSgrklZ30hydtvBEXMDBAZXDTD/ZBS3B6ejrAXdDcGy9vBrIw+F4QHgPqz8E7AapsnE7jWhmgBQCu/yX6gqf9lwAMg8GwWCwo0uZwOHq9vry83GQyxb2gLX8MUAtttVpLSkrcblcgUJmVJc7M5Pv93uJiq8ViUigURqNRF4seksuVfH5mbq5CpVILheKCAoNMJpP+McA+SEUSiUSguRSUHIOyZ1AizmAwwJfxB1ksFp1OB1IwnU6FClVwGCRUEgSLBCvvfnLz8zsf33zvbTaNjEcjtCq5UaexWYyFFpPZZDCbDBazMd4PrNPp1Gp1PI5YFLODBrAXN+L6dwAGLw29cEwKJpPJaDQaLGoAC+i4K3VKWmpiclIGHJaWkZ4pEt765ONbt+98fOfTbx8//vq77754+O0ndz9/56OP3731yUtvvXvk9MUZQ8vmzl/dPTCluLQ80tRS194WaW6oqPL7QqFIXa3f7+3tan7p+rk7N184f2Lj3p0LFszrPXVidObMCS53qTcQLvXX2D1hpalUbrQ7q6IllWGXLzxxcM727WOHDpw9deKZkycvb9iwc/r0BVOmzJk5c1F//zS3u0oqU8W6NwkMJpdMYaSlwglEslicxeMJ8vPz8/LywC8CtEaDZngajaZQKCQSCQYDZdGnp0NmeCgUKr4k9CcABkcyCoUCKwX/U+/w5xJoKD8pOTUlYVwCDIVMSE1lZ2Y293SXVnkrwoFILMk2MQk6neFQJnYagYDDYdFoFAIyeE9NQ8IR0A1KOgqFwOJRxPQURHISHIUkUsjs5CQ4HkNOS4ZjUHhQ20bAYHEoNA6FJOGwZDyGgEFiEBk4BIKEwVBwOAoewyIR+HQqj0ll00hoeDqRgGFz6HgiDk8mkZlMFJnEFUpA+hGbzWVzoJIRoUgilULxR1JpbkFBgd/vb2hoiECjuq6urqYm3N7e2tHZ0tXV0dPb0d3T3trWWBMNVQW8jU21jU21DY3R2rpwtLa6rj7S0BhtqI80N9W2NtU01AaDle5yl83lLASz3GULVroHJ/V2tNaFqsrraqrKXTa7tcDvLQ5H3JHqspoaT319YPHioY7O5qqAx1xo4GfyVFpNVXW40F7C4ArwFDqZwTZbbMV2p8PuMposufI8QaaExctksAUkKovFFeYo1MYiZ0l5pdPtN1lL8nRmca5apjVI8wq4YhmdJ+aLc4QSGTdTLMiEDMDYLP5TAIxGwP4bAMbEABiPxUF3pwgiAUnCYwiQI+DvABzLXExLTaaTCQI2PZNGUvPZFVpVtSG/QilDJySE7Ib1swZ6/EUfXx5769CaV3bN/f766Ffnhn+8vvPvL+/55vKmD/YvfGt0zsfHVz+8tuvJR+f+9d7xn1/b/+31XV9d2fLl5c1fXdny4Oq2B1e3PXpu53fPj373/Oij53Y9vLbjwdXt31zdcfv4qk+Orrixd9GLG6eeX9Z7emH3uaUTLq2Zfnnd7B1TW2dU28f7C2c1+Rqdugk1ZR2+or4qe4/X2uE2N5caIfq1/0/9s69AXq7JKVVlO+RimzTTIuHqRSwNjw5NLkPNo+dx6QoORc6m5LCI2TS8kILOouIUHEoMgMkKDlWTyTTJRdlMgpiOVwk5Eg6VTcEVqBUdzQ1zZkwd39PptBX6yl3mAo290Lhq6cIZk/oWzpy4Ze2ik/t3vvnipbdfvHLj9Wd//f6LJ//44V+PHzz+5u7NN587c2TXodF1l07vefOFs+++fPmlK6devHzy4vF9u4aXL5g+MGN8x5LZk7esXnRibMer18599ZcPf354/6cHn//41We/fvf1k7//9fGXd//5PWR89es3X/9w79MvP/rg5qsvvXbl4jvXn3vm+LGda9bMinX/NgWDtR5PIBb54YsZPvvs9mqXK1xWFiwpgdKACosqzBa30VRuMlcWWkPFjogTCiL6vUi4sMhtNJXoCorVGoDB+ZkivTjLnCMrylUUK/Ocai3EwAZTWUFBhVFfWVQU04FLYjqwt7XS11pZ2Vrpa/J6w067x2RyavLseXkOtbrCaKwwmLwmS1WRLeIsrXdX1Hu8vztg+StbqiAFGCpyDgbbqqs7IpH2cLgjEumuiXbX1vbVQfT7+6yp7a6OAABurwy0Vwba/FUtvsr/BMDBkpJgSQkwwfLZbBWFhRAD6/U+k9Gdr3VpVF6d1qdTV6jkFXKZX5HrFApcYqE7C5quLH65VFipyqnR5nZYDHV5slBudiQvt1opdYsEdj67VMS3sBj5VJKSiFXgsSoyIZ9BL2AxC1hMR1aOXZLtyMpx5yr8am2VVlehUNkl2VahWM1kCtAoYtI4REICDMxxCXZDwfZ1aw9s375y7tyju3ZeP3P63IH9lw8fPrd/7ysXz71w9tS5/XvPH9gHoe/YnhOjO0/v2XNm797z+/cDBj67bx8odT68bRvQe+O+VuCRP3FvXBN+ugE4zsB7N2zYtXbVyPDa0Y3rdqxbtX3V8i3LfxeB546fMLWjc0JT80BDY2c4ErA7LFJFLofPJtCYBCoDT6FhSVTM/weAocvNHz3AJCwRj4LqTQDpYFBYgL6AezPSYPEvMSgsCoFOT81IS4FBEQawdBgsHYGCYwh4Ip1OYXKoLC6dzePxxaLMLAGdw0ITpBQbPtsEAAAgAElEQVSmQ5ZXlptnYmcm2Oy+ck9NZWV9aWlAp7Up5UaDzuYo9piMxZZCe75OL8gSkzl0IodC4JKxTDyDS88vUJssekuRudzjLi0r0ekLNPnarGwpkURBojBoDC4DhkpLR8Dg6PQMKO8XqBmgsxGsSf/ejhVTgsAtJrjdjLlWQs3E8Qm49+lGXMCigFdTUtLiNs4pKWkAp/+fjcRx0E1KSkmCGhJjwU2xxmXwWkDXBdt4eTZwvYoTexySU1PTyWQqi8XJysrJzy8oKXFFItGenr7BwWldXV3t7e2lpaXy2JBKpaCC0efzRSKRiooKlUqVk5OTn5+v0+mysrKYTLrDUWwwFNTUhLu7OxcvXrhw4fyOjjaXqyQajfT0dAE3Drfb1dhYX1tbq9fr5XI5yLdAoVAsFiszM5PH44FbQFDGCZQuSPFITZZJJaYCrVmfL5UIOQwqj0lj08gENIKEQpBQcAIiA5OegkpORCSPQyUnolOSM6AzbRwsYVw61LWbgEpOomOg9HaFgKWXiZ16VWek8tD29Q8+ee9fj+49unPjl4e3P73x4oUjIxuWzBya2D7YXd/XFGwLe6P+ksZQRWukqiVcWV/ljfrK6yp9LVVV5kwxIyFRSSC4FdJZrTWLxzevm9Wxalbz6tkNI2v6z+yd98zRpecPzD28ffLI2q7tK9tWzalZMqN6zfyGwztnPHdm7fWz687uX3Bg6+DejRO3r+resKh5/cKmDQuaV82Ozh3vndJmH+xwzux1z5voXzw1tHxmzbr5TdtX9uzZMHHLss7RdeNH103curxrx6r+w9tnndmz8OTu+XvXT960pHPFrLrlM2uXTIvM6vf3NdhaQ/opHWWzByoXTa1ZMr0W2k6Lrp7TPLyofcPc5pGV/Sd2DF3av/T82LLjO+eNDU/btWbimrkt6+a3rR5qXTi5ptKW5bdKtq+YcGrvsl0bZrusMrWUwqEkNYVsZw9tbI+6stjI8R3h7RsWC3lkREYCBgtPSklIQ6SnI+BpqfD0NER6GiIjHZmRjoQOzjTEn455cPSCMmnoBAH99zHtFwRcw+FIMpmakJAIh0OrZSQCOVIdbmpoLjKZ88Q5YipDyeGYpRKrPMtdoCozagqkIi6VFMtCgny5fO7SiLeiIeBpCfm6o6Hx9TUT6mvGhwN9AW+vv6zdZa236ZqdxjqrNmRQeHVStzbLqRZZFXxzLk8r5SslHBGHBjX7QZloaVBDcux0AxlISWnpkH0oNCE9OK5pPy0FA6YF6nc8cTdez/m0BxXorgfPASJtHKH/+IG/X0zASR0/zUFfBgaDQ6OxKBRU1wdcCUCBHxyOfPpSEF+ni3+8wPEu/uR/f378CX/aAaQBYlfBfxNqpUBBiZpARgPl1hkZGaAXmk5nslgcvd7odleYzYUFBYbCQqvJZAHca7FAO0AQttmKnE57VZVfLBaj0Wi73W6z2QoLC/V6fUFBgdlsLigoAOZhkpjhs0wmUygUoFA8KytLLpcDghKJRDk5OcKYoynIRo6DLqhApgPGpVJpsUGlkqF1uNiWRqMwmBQ6nUoi47A4JBqV4bTpf3jw6YN7H3349sve0iJYakKeIkutzNblq4wmndGo1+m0On2BudBiKio0mIz5+flqtVqh+N2bWiQSAR8sfmzweDxubMRbgsGbAVe/P94PFRhxYbFYfGxkZGTEF0GQaNS4pMRxSYlINApDIL7/0a3vH/90+7N7Xz36/tsff7756WfHz1/ctmds75HjB06cHtl3cGj+omhtY3f/hL6JU1Zt3BJpaQvUN5b4KwO19d5gMFwTPH58/7ED2w/vXrtpxZQ3njv80btXb77/fG93fbQmGAxWuz3BCn9dTl6hxuh2B1rq26ZMnLFk4479B09c2HfoxM7dh1eu3TFl5rK2nukdfTP7Jw71TxwaP3nO1JkLewcG/YGIRmfKlOTQGRwskUIiUzlcPoPJptGZVDqNTKUAhzYiEc/jccSiTCqFRMBjWUwql8MiEbHwmEkvZH+VnAo55GXAM2CxNVIkFI2HweLRGBwSBeXZwBEoKCoehoCuNqkZsaoiyLohLQWWnoJIT0GkJGYkjktLTEpPGJdcaC+paW71R2uclb66jnaOgE8gEGAwSF5EIpHg7ztYMAJnItQ4kAaDyjUyfvePRCIhD7D4RKEwIL0MMhrG4gg4PBFPIBHxJCI+trJLAMlnZDKRTqfSaBRybN0Xg0PjCFgShUim02gsJo3FpLKZVCaDx+PhcDhpNuTrxufysrOzM/mCPKVKrcqLRmoa6uqDgcrGhrr6uki4Otjd1dbf19Xb097V2dre1tjW2tDZ0dzb0z5+oLujo6G5uaapKdLaWtveXtvaWtPSEmlri04e3zo4sX3m1J7Bie0NUa/Tlm8v0lR6bJ2t4SULps6c2tMQ9TbW+uoiFTWhsr6O6inja/q7/TMm1/d2VM2b2dPVFunurJ03b3qR1WgttthLS8p8Pm91pLK2rqquoSpa1z9xUmm5WyzJZnDYLB6fzuaQ6QwKg83kCnAkKonGzFVqHaUVJWVei9WZb7RyxTJFviUrV43EUfjiHBqblynJ4QgyBZkSDJbI54kIeEpKYgYeQ4WnoJEwfHoaMi0dmZaOSEtHABMsROx4QGNwKDQWicJAd3BYqJoPjcEhMFg8lZqOQqXC4BgMjognYJEoeEoKMiUJm5Yiy+SIGKQsJlHJZ1hyRV6TVs2nsuHJgw3VAwHXoZWzvrh+7N2Da+5f2HbnxOrvrmz78dkdP1zd9uDi8P1zGz47s/7WsVVv7Jn/9v4Fn1/e9K8PTj65e+XJx+cfv37gy6vb7l4Yvn9ly1fXtj94duSb67u/e3Hf9y+NfX1t152zw3fPDj98ZueXF7d/fGz9B0fWvLt/1dv7V904uvHkysGhaEm7I29CZdGEgL3VVdBgVzc4NHXFeVGrstosq9LneLVZZWqRSwVNT77MqZBAib45Qmu2yCQRmCSCwhyRLpOlYBMVLHK+kAGZP9Ox2RSsnE2U0vA5dKyMTpAxcP+zZRIVfJpayJayyFIOLeQqzuYweFSCx27rb2+pD1X5y0v95aWFhvzdO7asXbGktSGydvHsw6PDl47uvXxy3+tXz9549Zmbr1/76K3r39378NfvP3/yt4c/fv2XD1595vzR0aOjw4d3rb98fPSlS0devHj03KGdh3au27l2ydxJPU2B8sGuloVTJ2xbuezU3tEXz597/6UX77zzzv0PP3j48cd/vffpP7755slPPz35+9+ePP7x128ePv7i/q/fPfrpwVdffnLr6zt/uXfzgz1bNnXV17bX1tR4PKFyt7e42GE02PLzQRKSvaCgxGgsNZlcZnOZxVJeVOQtLvY7HJVO59OUWGYy2fPzC1Uqk1yeL5bos3OMUpk5V25V5Tm0+Q5tfrFa4zMXes1mn7kwYLPVlLjq3G5I1HW7Gyu8tWVlYUdJldVaptPblEqbQlWi1foLC6us1pAd8o6uLSuDnl9eHo8Rbvb5mmMxwm3BYDsU8xvqDIe7IpHempqeaBTkCXeHw13V1ePr6wfq6vpra3trarqqq9sDgRa/v8nrrS0vj8+6iop6j6fB6230+SIuV3VJScBur7TZ/Farr6iowmwuMxhcOq1bD81yvbZMp3ZpVG61qlytcOZISnOyXNJsd67Uq5T785SValVQrYrk51UqssuyhXYRr1jMK5ZkFkkyzSJ+Lo2ciUGz4TABBivGEaRkmkmc7S8wedQFXm2BR6OrUOeXKdUOmcKaJTVLskV4Qi6TCU9IwCUmosdBt+LolCQBlXxyz+6dq1atnz9/1+rVx3ftOrV7N2TOvHXr8R07To+Ont+37/y+fWd27z41MnJqZOT06OiFsTHw4Pl9+y6MjV0YGzu3d+/ZPXvO79t3enT0eOx7j2zdCubhLVv+NI9s3Xps+/Zj27cf3LQJzAMbNx7YuHH/8PD+WFfwyLq1o+vXja5fN7Ju7fZVKzctXbJuwfzVc+fMnzxpRm/P+Oam7tpoW3WozuuptBU7dQY5P0tE4zOwVBqazMLT2UQmFUclIAlkHIWEJeOxJDyWRIiZF0AtGLHmWQQCgUajCQQCHk9EIFAZaTB4BgKDwqORODQMg8pAozLQaBgGi8Bj0YS0tIyUlBSoABCFyYAhklPS4AgUjc7EYUlkMpVBY7KoTDaVnslgy/gidZYsQSjOE0nUQqGSyZSQcBwils2iC0WCXK3G5Cr1RGpqq+uinkhVabDcVllaWG5r72vrHehsbK4LhPyhcDAQqgJ5SAplHo3OxGCJaAwhLR2RnJKRmoZISYUlJaWAXFMgv6BjeS9AYwF3qLDYAPfBMStXqGr6T3f8IHQX8Oef/ilOyCD3JA6rccU4/l3xUud4JTPkqfzHjH/j00L002XS4HXjIM3jCeRypdlcaLUWGwwmlUqdm6uISSsqt9sdDAYjkUhra2tDQ0NVVVUoFAIV0Ww2G9wBMxiMvLw8m82mUik0mrzW1ube3u6ZM6fPnTu0YsWyCRMGgC1HbW1NNBoJh0MuV0k4HOru7qyqqjIYDFwul0QikclkJpPJ5/PFYjGHw+FyucAfBYVCpaamxkSPBBIOnSMRmHRqY36eWp6TmyUUc5gsEp5NJrDJBBYBqi6jYVAUFIKKRlLRKCoSTUfjGRgCA0NgYvGZVGqeUGjMlZWbDd4io7dIHy13LJjYfX5s543rFz54+cprV09cO7f/wK41y+ZMGt9e01Ttrq4o9peYA2VWt7XAYdC4LAUBV3G4osTvtJWYDC3VETGDhUpMZKIR5YW6+krnommdGxYOLJ5Wv2qoYevyrgObJ53cPePUyNSDm3t3rWnfuKR5xVB02azI8JLWvZsmHdk18+SeOWfG5h/ZOWPfpkk7V/VsXdaxeUnbunkNy6eG5o73DLY7pnWVzuornzvBt2gwCBh44+K2jYvbdq7uG1k7sGVZ55ZlnSNrB3avn7BjVe+mJZ0bFratX9C6YWHb6jmN8yZWDXaUTmyxT+92Dw34Fk4JLZkWWTq9ZsWsurXzmjcu7tiysGvP6kknd8y7sHfp6d2LDm6eGVOVu5ZOr102o27l7Mb+BptDx6q0Z+/fMvvo6OJVi8Y7LFKNjMqnJE9s950/PNxVV5LDRgz2RE4c3FRsVqAQCekZ49LhyWgCJg0OS02Dp6Ui0tOQsQmRcFoqRMXx4/mpxaBYUEks/Sh+WMYJDdjOge9KTk7NyZGFwzUhf1Cbo8xl84QEgoJFK1PnVhXmu/IVRpkoh8fBIWEpSclJCQkCOsNlMXkKIfPDgNESMJgrNflehTKoUjUZDV3Wwu5iS5tF12jMC+fLKvMkboWwWMq1ZDELxCyZgJ7Fp3NpBDwKBk9LjhU/Q+7uKakw6GoQK6z8bwAYRLaAtltAufH9uDYb96b6dwCOg3F8Ke1PAAzuv2M335CnSxyAwQXhT/QLFsLiny1wAQBkG7+AxNEavNCfuDf+JahBBYQA1v6AFv00AAOSBxd9CoXGYQs0mnyHo8RqLTYazWZzodkMVT8XxQa0V1hotVrtdltpqdPv96tUKjQaDZzni4uLLRaLXq83mUw6nQ4YLGfFhlQqzc3NVSqVubGhig2ZTAYKj0HnLbikABGYFRsMBgMwJ41Go8dGLC+ZSKNRqFQylUakM8h0BplExmGwcCQyxVNq+vrujQ/fev7d16/NmtKTnJCg00gLC3UmY76lUG80G/ILtGpdfr5BrzXq8/K1mnzIH0Eul4MqaOAFzeNBLmV8Pv/fARioweDNMGIDvD1sbODxkHIFABi0lGfAYSlpqRlwGAqDToMjDh8/8enn959/+ZXzV65dvPrc+WvPnbly9cSFyycuXD5z5drlZ5//6ONb771/44NbH9/8y6frtu4I1rcUub3BhiZ3VdBW6uzu7bj5/usfvP3cl7ffeOXi2KO7r/32+O6nH7880NNQV1MVCgQrPFUV3lqLPaA1VEQaJw0MLh1atHH73uP7jp3dNXZk98GTKzaMTp+7tm/ywoHBxZOmLxmYMq9/8twJ0+Z39k6ZMWfR5Kmzyr2BXJUmU5JDpjMSU9MoVDqeQMLicQwWU6lUmkwmlUrB4bDEokwel02nkShkPINCpJMJOBQ8JTkRKoVITYfiGeBIOAIVpx00BgdgE4qLwOCgWFfAwGkIFAKLhGEh9E2CwVORiFRMRjI8NQmRkJCCQBPsrnJvdaS5t6epr6euo51MpyGRSKAAA/+CjFho2dOrUeDMBQ3wMUyGNqg/BpCg478vAoFAfGoQSEQUDovCYQkUMoVBJ9GoeDKJQIHiMwgUMolGpTIZdDaLyeUwuRw2l4PHY3NlOQI+l06jKOUKnTY/W5IFOZAz6JWeiqa62ppQVU9H68SB7p7OloHejtkzJk2a1DPQ29bf3z51ct/UqX2TJ3T29jZPGt/R09PQ3Vnb3V0/0Nc4cVLb0KyBJYumzZvZs3BO78Kh/gVDPYvmDKxYPGnNsunrVk4fXj10YM+abcMLZw629LQFG2pK6sOl/R2BCd2+jsbijkbnpJ7AqsWTRrYu2z86vHbVQrNZayk0WIuLnOVl5YFQVV19dVNLuLnFXFwsVcgZHDaFQacyGSQalUSjUxhMHImMJ0PlgTQWV6nRWR2lKo2eRGWxBVniXHVmlhyOIVBZXAKVweTycCQyk8VR5WnwOHJ6GgKWhoKnYyEzsgxcWioCAHB6BvIPEyw0AokGqyFINComYWChzCMcFo3FECh0NJ6EweIhDzYcHp2RgYAWypN4BLycz1TyWQapUJnJkDDweWIGnwgT4jIm11buXTLrowsHv3np9Nv7V906svrLs8PfXt763ZUtDy8M3z+z5t6ZdZ9f2Hjv/KZPTq27cXTp2wcXvH1wwa3Tqx6+MPLLe8f+dfP0v26evn1u+M75jXfOb/z0wqYvru569OLYNy/s+/LayMfH1n54aOUHB1e9d3DlOwdW3Tw+fP/q/h/eOHNs+eCSjsqpYfucRs+MuoqJQcf4oH1itbPTY25zG5pK8mtt6uqivKBFGTSrgmZVpVHt1sicimyHPKswR6QX8rU8dj6fJWeSsiiobCpaySEpOdC+hIzMZeLVfGoej6LikpUckpxFyGXiZQyclI7NouJkbIqAiNGK+eWF+gKpSEgnO426xurKSpfdW2IvLykuMuqWL5q3btXypQtmXzi297mzBy8eHT1zYPsLF468/8qVD1+7+uFrV6+c2PvChSPvvXTp3oevffPpjYd33vv0xssfvnb18tGRly8deuvZ068/c+LVyydevnjsmWP7T4xu3bBwzqLBCRObm9uCwY7q8LTOrrVzF4yuXff+Cy98+NJLH7/22r333vvmk09++vKL3x598+SH73979M2v3z369btHP3/z4KeHX3/5l49PjO0daGvpaWpsr43WVVUG3WU+pwNMr8NebrPGZ0WxzWMv9jrsfocj4HSGy8oibnfA6XSbzVa12qxQmORyk1xukMl02dn5WVlaiaQgJ8esUBRrtX5LUVWRLWizV9ud1XZn2FECYXBZeUO5J+IsrSy0VhhMpVpd3Pa5ymoN2GzVDig9GABwndsNMLihoqLJ623x+9uqqjpDoa7qasC63eFwTyQCJnikMxQCs6u6GszOUKgjGGwPBBp9vgavt66iIup2R1yucGlpdUlJdUlJuLQ05HRWFRdX2myAgT0WyALaqdOUFKhL9dC2RKtyqBUOZa5dIXPkSh3SnBJpTpk816tSVWo0AY22SpPnEGfaRFxLJssoYOsFrHw+K4/HknNZXCyWiUZxMFghiSwkUSUkWn5mtjvf7NOZy9U6h0xpypSomBwJkcxHY1lwJCk1DZ6QQIXDsUlJsATI/opDInZEo/ti5Hlw06bDW7Yc2Lhx3/r1BzdtOr5jx+EtW47v2HFm927At2d27z6ze/fZPXtO/x/KzgOuqfP/9xFC9t57J4QkhBDCCHvvvaeiIKCCeyF7CrJEUESWgshQce+9R7XWVVu1rdUOta1aa7XDlvs6edpzue3vd+/9n9fzSpPDSQzpOeF5P5/P9/MdHNw/OAj2AwA+vG3boeHho6Ojh4aH9w8O7t28GdDy3s2b9wwM7Orrm+jt3dnTs2PTpu3d3WDs2LTpHwAMM/DWzs6h9Z1bN6wfWt+5eV17b2tLV2NDZ31dS0V53YrlpfOLluXnLcqZNScjPTM6KiEoKMjFy0PrrBGqRFQem8BgExhcMptH57GobCaFRaNAvdxpVBaVxiKR6QQimUZjkCwNHcDfcyKRTCKQLSFYNBKB+jf9Uil4GgVv2UOkwZM6DAbCTxQKQyCQaDSGJUISKiYSCsUymUKt1uh0eoREruEJFUymkEbjcZgimVhtr3F0NpqFPKlcZqvROjiYXN18/YNiYmMzM1NmZmfNmj6vqKCsYlVtfVVNXXVtfU1pedmceXNj4mJdzW5anV5tpxWKZCw2H7QXptEYNMs/zmQyWZYukWQymWDZwPwVzAVBTSMGg5kyv//rPhRD+bdm+282hrVcmBAs3TcgYID3gGcBSJhqvYYnr0DAAQ5t+A2AI8HrwCQMJsEEAkkgEMnlSjs7qPW5UmlrMBjDwiKmT8+ur6/v7e3t6empqakpLCyMiopSq9V0Oh1kctrY2MBVf0ql0iLR+KjVqqVLF9fWVtfUVNXV1TQ1NVZVVeTl5cbGRkdFRRQWzs3Ly42JiYqICMvLgxrDgIxoiUQCisFEIhGYs2osm0qlEggEoAcGAgEFcjIoRAet2tfTbClHcTRo1Vqo8a9Mp5Bp5VJoSCUaidhOLLITizQSqVaisJcq7aVKB7nSRaPxN5kivDwzosIzokNTQv3iAzwzo4OK580aaK3fv63n4Hj/ge0Do/3rGiuW5WXGxwZ7hno7B3s6Rfp5+Jj0Jjulm71doNk5zNvdz8XkorVLj42LCggU0KgYBELGpkb7u7RWL15TXtDZML+tKrelPKurMXd005I9g8U7+hYPdc7b0jG/a01+W/WM5orMtTXZPa3zdvSXHN3ReHh89f5tNRP9paMbl29pXwAxcOWMppK08vlRpUWRJYURZfOjqhbH1S1PaihObVyVtrYqu3vNnN6Wwq6G/M663PX1s9fVzFpTkt5UmtVendO9Zl5Pc9HaqllVixOK50YUz42oXZZctzwFAHBz2fS1VbM66/I2rC7oaZi7tX3J7r6KA4O1uweqhjuXb2qct64qBwBww6qs1HB7Tz21IN3rxK51E4MN5UtmBHraueo4Sh6qpWre4R0b5s+K1IkJC3LjT+wfmjMzkUWDehARSSgGm2KFnAadb4B44VvLmfyP8xm+EMD+fwOwtbUNlUpHIKxQKAwCYWVtbePvHzg9LcvX2WzW2Nux2TouPcKkS/Jzi/YwRXg6a6QCLHIa3gZqIIxBIBRMmknMC9Aow7R20Q728QaHBIM+Wa9L0qljleJQPjPRThJjKwyTc/zEdDOf4sTG27MwagbWXsJRSyEnGAWPBvnPf3U7mwLA1miU9V8iMAre/hZs/9KNrK2tMRgM+KKwfC1AVcRgsQy+BZNscAt2wntg9QkAMIDSfzAwfC0DIRcmWCAFg4Nhfv6P9DtVAYZFYFhJhqF36h1w+f/7FgAwXHiMw+HIZDKdTmcwWFKpXK83eHp6h4SE+fsHenh4+Pr+lYAFM7AFgKGgrOjo6ICAAAqF4uXllZGRERERERwc7OXlBUL1nJycAFhqtVqQM28wGEwmk7Ozs5NlAxIxoF9Am0BrhY3QQGWdCpz/BmCBkMPlMWlQlrnNrIy4V08/u3TmwKE9w30bmjFIhNFB5elp8vJ09fYxe3i5u5pdnFxdnM1uJnc3o4uzyQV6JwCAdTpIxwMu6P8GwCJLGyS+ZZsKwEA2pNFoFAoFg8FMmzYN1ABbIa1RGDSY5aNw2Ibmpldvfv7ozt3L1z+6dvPOo6+fvn732xffPj9x4fLh0+du3Ll355NPv3zy+M4nn546f6lw6YqcogXpuXlZ+XOy5xT4BPqWla/8/P6N+7fPTb55/MWHR398fP39my/v3zlfvGxuRnoStCVnBIcmefrH+walLljeWNfc39wxtHnb3t6h7e0b+we2TTR3bqmo37CivHVlRVtxRcvilbWFi8uLlpavLK0rKFoyt2jxypLKufMXefoG8ERSOpsnFEnYHB5QSelMBoPFBGXASoXMVqUQiwQ0KplOJvBYdCaVhLSeBtklMDgYfUlkqIMrlcYgQvo3m8cX8vhCBpNNJFHwBBIkBWOhgUUToHpeayweRSCgSVgkzhphMw2BtNc5zsqZnT59xsLlS+ctXZQ8I5POhOTfqQAM1OCpAAwWesA5/2/0pVg2EFdmOeH/CcBUOo3GoLO5HK6F7xksJpPN4vC4XD6PLxQIxSKxVCKRSWUKuUwhl8ulHu5uErFQIZdqNWoBn2unVEgEXE835wWF+eUly5csnFNdtqJtTe3qmlVVZUtrKpaXlywuK15YUbaovnpFfe3KqrLFxSvmNjeU1teuqK5YWF5aVLJyTvGKguqKhU0NK6rL5jZWL2iqXby2cfnAxvrtW9sHNtY3Vi9Y11Tct6FmZHPrzm0dEyPrt29tH93SNjrYvGu0+dq5bQ9vHbl7/eDYYNuBXQO3r5/p3tBiq5IqVVKFSq7QqO0cnfRuZicvbxdvX7FSKZRKeCIhQH0L53PZfAGdzSHTGRyB2N7R5OTqDi2I8MR0Fp8rUgiktkKZGk2gECh0IpVBYTCt0SgXN9ec3Dw8joyywTGoHDyGTCYwyQQmGkVAoaF6mb/pl0ogQgAM5F/Lf6GOv3Qmg85kUOk0Eo1JYbCZLA4U40Ig4m1sKBgUm4h3UiocZAJXtTzIxcEg54moGFs+mU+0CnBQ1c/LPjXUdXv/4MNDW58cG/zmSO+LE30/nup/cbz72wPrHu1ufrR37TfHur87vRkSdY+s/w7tcFIAACAASURBVHRf60fjdZcHyy4Plt3e2fDN6d43H45PPr8y+fjMb7f3Pj83+OjIpocHNtydaPtwpOHGUP35jSXXtzbcm1h3fbjpxkjLnYmua6Nr1y+eXjUzclVGSElm+KLEwKJ4v0VJUA+keXG+BdFeOWHuAIBT/ZxSfU1pfs5x7sYIky7IURNosPO3V3uopK4ysatMqOPSbJl4NYvgIKQbRAwNh6ThkByEdPDQIGIYJSwnKdsk4zjLuc5yKCPaKOXJGUQvva27PTQkTLJeLowLDYgO8k2NjYoODgjwdp+dnVlXXTbY13Xx+N5rp/ef2jeyf7T3zIGxO5ePP7pz+fnntz67eeHKiT37Rnp2bO48vGPzlRN77l45cf/Ds++ePYQagD198PLLO199/MHDD8/d/+D8g2sXbp8/dfXYwWPbt490da2rriktLJqbnjEjJnbh9Oklc+asLS8f6eo6tWvXjVOn7l269OkHVx9+eP2LO7def/v12++e/fri+8n3v/364vvxgb7q5ctLFixYnJc3d/r03NTU7MTE6fHxmbGxSWFhiaGhCSEh8cHBYCSEhCSEhCSFhGRERU2PjU2LiIj09vY1Gt11OrNWC0jYy8HBU693tbMzKhRmrTbI1TXJPzAtODQzLCIjNDw1KARYqaFoq/DIRD9I+w1zcQt3NUe4ucd5+6YEBqcGB6eHhv6DfqdHRk7VgWcnJBQkJxemp8/PzIRBtzA9HYx5aWlzU1PzEhPzk5IKkpPnpKTAoyA5uSA1NT8lZXZSUk5CwkyLIJwVFZUZGQnkX6D9xvn5Afk3zN01xM051GwKc4duQ12MQU4OAXqtn87OX6P2USp85DJ/lTJMq41ycIjU68O0doG28kC1IlCt8FZKnSV8ex5LxaBIaWQWBs3G4yVUhoLJEVOYfBxFxRS6KbXuSo2rVKHnCVQ0hghH4NigGdOsqdOs2GgMDoEQksl4BAKLQNDR6KSwsPHe3oG2tu3d3bv7+0fWr+9pbNxQW7upoaG/ubm/uXmovX2sq2tXX9+egYG9mzcD7t23ZQug36Ojo8fGxo6NjR0dHT0yMnJsbAyowYeGhwESA1ret2XL3s2bgTK8vbt7fONGIPnCAAzvAQw81NGxtbMTjMF16wba2nqamrobGztqappLS2uWLCkrKlpZULAwOzs3MTEjIjI5JDrGJ8zH6GEvsRNQuSw8nU1k8ug8JoXFIDOnArClCRGFTmfCLTnAbBCyojDZZCKNgCPjsSQCjkwm0ClEBhFHxWGIUL83i6gJZm5g2gZ69JDJVBqNwWJxeDyBWCyVyRQKhQrBF8kZbAGRRCcSaEw6RyZR2msNTo4mJ0cXjZ1eodSotUYHJ097k6dc58yXqWUqpYOjLjQ8KCYuMjg0KCklcW7hvNn5eYXzixKTk0JCw339AgyOznKF2oLBXC6Xz2KxgBWNyWQyGBDQg6ktAGAQ+QPmwRiodOn/GDY26P87AAPEB78tOBiNxoKi4n8DMAaD+wffgieCp8Az4KlzXxiAp5IGDkdAoTAsFkej0ZlMLpZcZ7OfX0B4eKSvr29KSkpmZmZ4eLinp6ejo6NAIAB6lJWVFR6P53A4dDodjUYzGAy9Xu/j46XX66KjI6uqKkpLV7W2NldUlDU2rl60aEFycmJgoH9+/uy8vNwZM7KCggIiIsIKCgpAXbFKpeLxeCwWi8/nS6VSW1tbjUajt2xqtVokElGpVCwWDaVxTrPowGqlm5PBxVHvbLB3czI422tNOg0YLjqti05r0tg52amNtlpoqDQGhdqgUDnZ2nrq9X5Oxigfz7gA38Qg3zh/j0gvl5Qw3+Wzs9prVo31doz2d3a31a2cPzspwj/AbPBz1QeanfxcDD4mg4dB56K1NdrKHVUKo63SpFa76R0SIsI0EjENi2QSbJzsxLUlhRuaVgysL12/prC1amZb9YzulvytGxaMbFq4rXvB4IaF/e3zNzYVdNTnrK3J7qjP6Wsr3LZx2aGx+iPbG46ONxwaqZvoLx3qWNTTAOnALWWZ9SuSyxdElxZFli+IrlocV7M0ATii11Zld9bltlfPbKuc0VY5o6U8a/VKCHFbymd0NczpaS5aV5NbtzylclF89ZLEptKshuL0uuUpq1emNZVmra2ata4md11N7oa6/M0tReNdxXv6Kyf6KratX9HbVLS+Nq+1YlZL+cxl+eGh7kIXNb6pLPvSkd7RvqqFs2P8XGSOKppGjB/qqjow1rEwN1orxhZkhR3dO1BbVqSWMXAYBJlsQ6PjkTYIiANReJQNDh7wiTf1fIbXdOCfwnQHrn8sFk8mUxEIK7AehEBYSSSyyPCoCP8gN53OSSo2SfluCn64izY12DMh0MtOBHUtQiMQNBQKj0BApVw+buXZqcviIwuDvFMd7IL5DG8a1peK9adhfClIdxzCDYdwxiNMZIQzHe3CxZuFZDcZ06jgOyhESgGTQURjrBEYpDUWDRk6pirA/z8ADDKugEpEIPyVEQXzLXwHzlUGXyP/wGDLYXjwyfzjFlz48If2j2sfPhgchoFifv5yi8A0CzRk8BD+Kfw68GH/uAO/YfBtDqgAOKLhBCxwDJlMtrhm6DKZwtbWzmg0hYSEBQWFuLu7+/n5ef/dB9jXsvn5+QUGBoKw6JiYGBqNZjQaZ82aBfone3t7AwAG4urU1CuDweBi2QwGg4ODAyBkuLUs8BsD5zOs/XIt5mdQCSwQCLhcNovFmKoAiyV8KF+ez6RSsd6u9vdunD95eMfo4IbD+8dCAz1cnHSeZqOri6Orm9HFzdnZ1QQA2NXD3cXdbDQ5OTo66v+uTAYMrFar/xsAC4VCIPmCd8Xj8TiWXsQAgKlUKvDlQk5gqJweBXog4YlQhD+GgJ9TVPh+cvK7l6+ev3z94NGTzx5//ezFj588erLv2Mnhnbv3HT720Z275y5d3nPwSEPL2ul5c2bOK5qzZFl8eqZXgJ/eoN28eeOlMwe29qzZt63j8La1d8/vPnds9MDeoeVLC9JSE5KTk2fMyg8MTXT1ikrLXty4dnDjwJ6u/omhsQOdPcO1TR1d/dvqW3vKajtXVrStrGhbUda0YFnV3IWlcxeVLFpWvqy4emVJdUl5TVVtY1lVbU7+3MDQCA5XSCRRmCyOVqe31xuEYkiXd3BwgGpepWIBnwt5Vwl4GglPwqGR1lDkGwaLB8Iv5Cj7W/glkihsDk8qU0hlCjaHRyRR/pKI8RQshoi2waGQaJwNHo/CYZEYGwQSibBCIqw93T2mT5+empo6Z17BgqULF69YAim0JKjqGFyqoB038PbDFykMwOCcByIwOB6Uav+bgS2GN2jWwGAxAY+xuRwOjwt5oy3Yz+XzuHweT8CHGVgql8kUckeDXqe1U9sqTU6OKqVcwGfrNbZyCT8yzH9OXtb8ebNys5MKC7KWLZq9ZEHOoqKZS+fPKl6SX1FcVFXy16gunV9bPr9k2eyKVfmrqxe0NCxraVjWVL+kbc2KrnXle8a7Du7edOLQlivndt6/c/Lxw4t3Pjx8+ujWs8e3Hd3ff+nM9kf3z798dvv19x8/fXzt05tHf/z22i8vb02+e/j+xweff3zuh28+fvfj17NnpjpCTgtbqGmHWMIVi3kyhUChEqqUfKlYIBFzhQIml8Pkciw6sIgjEFIYTIlC6e7tFxgaoTM4EakMHJHGF8lpbCGJzqVzBNYYAgKJRuHwNlgMEoOev3DB4qVLIMGESGNQOZY5IotEZNqg8GgM8W/zM9XSAwkCYGCJtyyP0BgsJovDZnHYTDaLSKXR2Rwul0+n0kg4LBWPl7CYOqnYrFU7KkRudjJ3rUIjZOjELKOKJyJaR7vZDzeVnx1eP9FWcrq3/qvjg6/Obf3hVN/bi4OvT/c9Pdz5aG/rl/vavzna9d3p/u/Obf7+/OYfLg0+Pz/w+eGOG2O1lwfLPhiuurWj4faOpifHe369tWfy8ZnJ5x9Mfn3x11v7np7a8uTQppvDDbfHW2+NtZzvrb420nJ9ZO14w4LamVElGcEr00IWJwUURHnOi/VZmBg8J8pndoT7rFDXrABTipc+3sM+zl0X765P8HCINTuGGTV+9ipfndJLLXeVCU1igUnMMwhZ9nyqPZ8KFGDI8CygGSUsLZes41Hs+VQHId1RzIQZ2CQXOMn4ejHHXaswSAXOaplOytdKeN7Ohugg37mzZiRFhQf7efl5us2fl9fd2Xpy//iti0dvXTx68ejEuUPbr5zY88m10999cfvdd1/8+PWnX31y7c7l4xeO7Dy2a+jQ9oGD4/0ndw9dO7nn20+vTf70zeS77395/uUPn9/77uHdL29dt4wbn12/fvPM2ZMTu8a6N/U0NRfn5y/IyoK8vpGRs2Jj56SlLcnJKZ4zZ31dXV9b64GRbecOH7x+9vTTzx68/e7ZV5/eW1NeXrVs2arCwsV5eQtnzSrIzMxLTc1JSYHaAsXGZsXEpEdHZ0ZHp0dHZ8XEZMXEAPrNjo/PjI6ODwwMdnPz1Otd1Gpfo9HH0THA2TnYzc3bYHBSKl3t7IJcXVODQoDqmxUemRUeOT0iakZkdHZUTJJ/YKTZI8hoCjG5RJo9QL+ljNBwGH1nxsTMjInJjo4GCvCs2FjwMDs6elZsLGDgfyi9MAMXpqdPhd78pKTZCQm58VDJcX5KChh5ycl5ycmzk5JyExNzExOnR0dnRESkhIQkBgbC/ucwsznC0xzu4QIU4HA3U7DJ4KfX+GhsfdUqs1TszOeZhQI/uTxQpfKTyz3EIh+5xNdW7qdWeMilBiHXlkmXUEkiCplHIvEoZBGNIaYz2Xgy1QrNRBFFRLqQSOHjCVwsjo3GsFBoFgrNREODgUIB7ZeEQDAwGL1M1lZTs72vr6epaUtb20BLy8b6+o319X1NTT2NjesqKzfU1vY0Ng6uXTu6YQNwRANpd//g4KHh4WNjYye2bz+xffvx8fHj4+PHxsaOj48DEoZl4QNDQ3s3bz4wNARk4V19fbAOPL5xI5CCYQwGVDzW1bV57dot7e2D69YNrlu3pb29v7W1t7l505o1XatXt1dVNRYX1yxZUj5//vK8vHkZGTkJiZlRiWlhCTH+EX4mLweFTsoScclsFoHBIkMATCcxaBQmg8amW/q3gRomUOkDpnZ4PDSthWRhAtQRFo8lEfEUKolJIULVnGgb4DiGqt5AeSyVSieTqcDVi8XiSSQoGATkFjOZbC6Xj+BwJDQaj4CnomxwNtYoLBpDJpLoVKj+GIclUagsucrBzTM0ODI9PrUgc9b89OkzMrLSc2bPSs9M8w/08/X38Qvwd3A0eHh5anRaW7XGXm9Q22llcqVEqoRWlxks8AsARx+bzWYwGGQyGe4sAqaAQLHB4/9SbmEuBW8dplZY+AKcbGODtrJCgl8VjcYikVDXQhQKA/zMQHqCiRqouNZQfj/q7ypKCLbBiwNOgM2NOBxUeAm/MvzPwe8EKGwKhUqvN2i19iKRhEym2tigQWJNvGULCwvz8/NTq9Vw30VggEQikdOmTSORSFKp1MPD7OvrbWurzMrKqKwsX7Omoby8tKGhvqSkeO7cgtDQ4Li4mNTUZMDDPj5eSUlJKSkpYWFhWq2Wx+MJBAIgBUulUoWlqaler3dwcNBoNBKJhMNh4dFQspE1AsGkklQysU6tdNTZuTkZnPRaR52do52to53tXySssTOqbY22WkeVRq9Q6mRyrViqk0gMCoWTWuVrdAh0cYr0MUf7mcM9TOEepozIoIUz02uWz69YVri4YEZadKi/q6NZr3Z3sPN0tHfR2pr1OrNe56hSqIV8BYejEYkcbVXujkZXowMFg5ILWHwGATsNkRrnt7W3satt5ca2xR1r5rXUZDdWprXVZPS0zR7uXjTQUTSwbkFvW2HXmnzAwK2VWc3lGVs6Fo73Fh/cVnt8x5qj4w17tlRs37hiqGNRf2tRZ11uQ3Fq5aLYioUxlYtiq5fEg7F6ZUpTaUZzWWZLeVZ79cyO2pyO2pz26pyO2tldDXO618zrrMsDlcBNpVk1S5MqF8WXL4itWpzQUJzeWgE5tNsqZ66vy+1pmjO8funOvtKJ/rLRjSv6Wos2rM5rq5zZUJyeEqbz1FM99dTtfZXH93Rsalsyd3qol0GoEeLM9ux9W9t2b2lenBerlxFWFKYe2LlpQ1uZm1HGpNqQCAgicRqJjLZcCDiYdWHrwdQrAqZfcIaDY2CWAzBGJJJBUQAKhYHaNlqq5QP8/LNSUoxqlVEuclWJNCx8kKMqJy4k3NNJxWcSrSxV3xb6VeFQp/rXPz17aPL+h5P3rv5x/cyLE7sejHSfa60cWZC9NjWsNMR1ia9DrrMyRcePtuWEyOl+EqpZSIWWxlVinZjLImJwVggcygaPxUGVgVBY1/8xgBH6vynAMPQSiURgoKDT6SBb+B8Ta2AhBl8jME9OIeH/DMDwwhZMwmCxEEbff9wBnypMs3AFI7znHwwM7//Hnf8GwDAk4PF48BsBNqBSqaC6QaPR+Pv7BwUFAQXYy2KGBlIwuAUicHBwcHx8PJfLVSgUM2bMSE5OjomJAcDs4eHh4uIC8BLIv/b29o6Ojs6WzkMaywakV5VKBdBXKpUCBRjOneJYNi6XCwBYKBQCBfivMmAugy9gK1VSrc5WoRRzOJSkuNBnjz958e1nX39+5+3rZztGBzzNRj9vV2eTg5NJ7+RsNLk4ubg5m8zOLu5mN08Pg9HRwcHBfsoGgqn/GwADBZg3ZZsKwBQKBQTLgcg0S/YElJWBwqAxUF0qzj8w4NWbn79+9vzzx09On78wvmvvvsPHzl3+4Oylq3uPHh+b2HPr43tnLlyc2HewZd36WXOLkrKy02flJmdmpqQlu5mdxkd79+3ovXZm1+3zu64e7N/ZVz+woW59e11+bkZGZnJaRvr0mXlRcVlJGfNWVXX0Dh0Y3nFyy+jhbTsOb+gbWd26obNnqLJhfUn1upWVLcvLm5auali4vHr+0soFyyuLFq0qLquvqm0qq6wrKa+pqF5dVlm3rLg0ODxKprKzwRKwRJJILFWq1GKJjMPjWv5HQIXYPC6bQadi0DbWVgio1Ta0uEsAEh8MwHQGZGoVCMUqWzulSs3lCUDFFGBgqJsaGouDUvUIOBTU+whpaQ/u7+m5aunS4mWLVy5dtHTJgvy8WVnT01gsyOEFCBZYoKdWNoFLFZ67AIMDjMEgggs8dyoD0yzbX6Zoiw5JZzLYXA4I2qQx6Ew2CzwEVAxLwSKJWMDjS8USndZOY2drdjZ6uDnZa+TBAe47Rvv27NyyZ2Jg/0T/kX1DR/ZvOXZw6OyJ8Yd3zz28e+6zj88/+vTSk4dXv310/emXHz57fOObL659/81Hb1/d//OXR+/ffv721SdvX33y+8+f/fn2i7cv7r35/u6vP97/7fWDty/uvX1x77fXDyZ/e/Ljs1svvrnx7uUnv//0cPLdI+jIl3f/eP3x919e+Onb699/+cGrp3cnf//ut5+euRp1Pp6uzs5OGp1WolAKpTK+VCqQyQQyGU8kZHI5wODNEwktXmghnc1h8wXB4RFJaZkOTi5A6aWz+AQyA09h2eAoBDLDygaHmIa0RmOQKBupXNbb3xcTF0skQr1/0SgCmcQg4Ok4LNXif/4LgPEEiiUFmkIkUegMFo3OpDGgFQcgtnP5PA6Py+TyeCIxny+kkilUIkHM5Zo0dj4mo6udys1O4Wmv0os5GgHdx1HlppPwcIjMYPPV3Vsub+/e2bLy5Kbqy1tqv9jf+fLMwLtLQ6/P9n5/fMPTY53PjnU9P9nz/Zn+789v/vn62KvLW19cHPzpg5FfPtrx9sPxZ2f6Pz/YcWNb/fWttVc2V34wWP3p7nUvLoz8cefg5KfHJr+6MvnowuTzDye/uvzH3WOTD848ObGtr2RWWXrw8mS/JYn+86I9c8Pc5sZ4z431ywow5UV6zQo1ZwWYUr0dAADHuunizPaxZsdQRztvjdxdJXaRCgx8lp7LMPBZLnKBScaBBV6AwUDsNck4RgnLUcx0ENLt+VQdj6Llkh1EbA2XZlZLoXRoBRQHHennEebtphJygjxdi/Kys5JjI0MCTA7a2dmZTbXlh3YO3bxw5OFH5+9eOXH9zIFzh7afO7T9w7MHP71+5tsHN94+//y3F49fffXJl3ev3L1y4qPzh2+dP3T+4NjRHVtO7dl26cjum+eOfv3xjV+fP3n/w9Pfv//2t++evv32qxeff/741q2PL1788OTJ22fOnJ3YNdq5vrW0tGzevIXTp+cnJWXHxsb6+s6Kj89LTi5IT1tekF+xaGFbVeX2vt6SoiKoFXAm1EOoKMvSDykxKScpaVZ8QjbkFo7Pjo+fFZ8wC6LEpNzkZJAaPT02dnpsLGDgAGdn4Hn2sLf3cXT0c3Iya7VOSqWnXh/p7Z0ZFpEeEpYeEjYjMnp2fGJ+YnJObPz0iKhIs0ewk3Ogo1OEmztUIRwQBITimTExs2Jjc+LioHJfC7IC9AUVvDNjYgAPw3bo/8jARRkZU53P+UlJufHx4HWmR0eD0t9Z0O8FjZlxcWDMiInJjIwEXujk4OCEgIA4P79YP+9oH89IL/cIT3Oku1uoiynQ4OCr1YQ4OPjY2prFErNY4itX+ittvaVys0DkwGQYOCxHAVfP42o4LBWLpeRxVAK+SsCXcrgiOptPYbAJNJoNgYok0mwIDAyOgcEwsVgGBkNHo6k2NhQkkmQFdfrlEolQI8lp03gEwsyEhJHu7oH29i3t7VvXrdvS1tbf3Dyyfj1Qa8GeofZ24IiGC3cnensnenv3bt4MPM+Ae09s335q585TO3ee2L4dFoSBHXrPwMDBrVtBCfGegYHd/f3AET3R2wvbof/BwDD9AgDevHZtf2trX0tLb3MzYODm0tLVK1ZULFiwIj9/YfbMmfEpmVGJ8UGR4V6Bvk7ujiqdlCNkk+gcGotBptOIULNfGoVOpzIYNCadzrSIptDfA2CEthiIKCC0BZpZ4SkkIo1CZpBJdByWhLKB/qiDcjYw4yWTqXg8cdo062nTrDEYHMnSwxykROFwBAqFhmAx5QyGhELiQl+OlnVfDAqNx+L4XAGXIxSK5DKZTiDScgX2Wr1fQHBSaGRMfGJc/py8yuqK9V2dQ8ODGzd1l1dWFC2Yn5qeFhuXEBMb7+sX4Gg0qe3sRWIpaEjIsGxsNptrmS4xGIz/CwDDqgtMsDB2/huAp7qj4cMAzcJPB/gKprxTLdNgDwy3gJyBhgOWECwFzH/RCJCXAWMjkShAyIClwYf+dyUhTiKR+Pn5xcfHg35Izs7ONBoNRN0QiUQMBoNEIkGDUxaL5ezsFBoarNGonZwcKyvLS0tXrVnTUFtbXVtbXVZWkp6eGhDgFxUVsXTp4vnzCxMS4iIiItLT0xMTE11dXUFcjb29PWT8skxVZTKZWq12cHAwGAxQ/odSyWLSMchp1lDPeisuk6aQQM1+nfRaB42tViW3k4rtpGKdQqZXKfQKuU4m1yuU9jKVViqDvNAQAMv0MplBKfdxNPg5GYLdnEM9IDdIsKshwtM5LtB7RmL09ISYpPDgIHcXN3s7o63cXiaxEwk0YqGtgCfnsKRMpozFUnA4Si5XweNqlUqVTIxEIHhMMoeBRyMQWiW7YGbMuublPZ2rtmws2dg2f01lZs2qhDVVqRvWzNrcOX9L56L+9vndzXM2NOZ11Oe0VU1vLEldU5q2fnXutg1L9w1VHR2HpOCjI/UHhmt29JYMdS7pashvtkjBtcsSa5Ym1C5LBFJw/YpkOBxrU9PcgbULRrtXbVm3ZFNTYWddXlNpVsXCuFXzIlfNi1xRELY8P3RFQVhpUXTd8hTggl5blb2xIa+vZd7w+iXbe4p39pWOdC3vbSnsrMttq5xZtjA20IXrpiFmRjue3d+1e3j1utXzZiX7umk5tnyb5HDTkfH127qql+THues5TZWFu4fbN2+sC/LWSflEIg5hY42gUtE4HAaL/d/ufXAmA0cDjLuw6gvv+bcFGocjWFvb0GgMcFHY2KCtrW18vX0WFxaaHfV6Kd+kEjoIqTFeDgWpESFmAwdvwyfiKNMQJASCh0Dk+Hu8u3lx8u7lyY9OTV498vvZXW9PjL8/tWPywt7Js7t/P7n9496Gc2tWjCzObs6KWBZunu6qCpHRTAy0gUd2kvHsRWwuAYWfhiCgkQQ8lAH9PwVgwC1IJBKYJoAIyeVywfcgwOOpE2swq4YzlqcIwoSplmZ4aQz+6ODlg6kADAu5MNZO5ViYfsH3Kfwj+GB4HQ3+EXxnKqhPvQ+jAojCguN56XQ6n88ViUQqlcrNzc3f3x9IvlApsKX0N8CyBQYGBgUFhYSEhIaGRkdHK5VKNpudkJCQmZkZHx8fHBzs7+/v7e3t5uZmNBqBvgpWyoxGI0icsrNsADw1Gs2//c+wAsyxdNzl8/nAcmzRXFkcjmVwGQIhx06jdDI5aHUqoZDZ09U6+ecbaEy+nZx8++jhbX8ft/AQX3ezydXF6Ozs5OxqgkRgZ6Ojs8nFzRXQ71SNWqPR2NnZ/TcAllqCD4R/b/CbJJPJVCqVTCZjsVgkEgmCx21sbJBIKywWjUTZEEhEAokoU8ivXP/w/udfHDlx8sSZs6fOX7pw9fqte/c/+ezRlZu3D584ffjE6as3bg2OjJfX1MenZ81dvDRj5sy4pER7vV18fPjl84cHNtSN960ZXFdydFvLoZHW/Tt7eje1ZGUlzcqZnpY1PTohLSkjf0VZU+Pawe7NewfHjgyOH+rfundd91Dj2o1N6zaV1a0rrelYVd22oqJ5WUnjkuLVS1fVLy9bvaKkfvacxXlzFheX1pSU1xUuWFq4YGlZZV1zW2dVXUNyepZQqrBB4ZgsjtpOq7N3AE4rPpcnFUs4LDbKxtpqGsLiscLh8EQQTkmmQDlTkL2VyeZwi2Hl5QAAIABJREFU+TK50k6jU9nacXkCEpkKIrLwBBIGhwUSLhGLwSGRIA2RSybVrlq5b2xkW3/P8UP7rl0688HFs32b1tNpFCqVSqFQQGsx+AIE1yZ8C5Z14IsUGKHhJR7wCoB4Af1avA+g7AsqRgUAzOKwaQw6jUFncdjACM3isGEG5gmgE5LDYsskUqlExOex3F2NUhFbKePu3T3027unP7548NOL+3/88viPXx7//OMnP/1w95fX99+/+eKnp3eef/HBiyc3fnv56eTbR+9/fPDm+U2o5dv7J5Pvv5z8/dGfbz79+buP3jy/8e6HW5N/PJ785eHku4eTv33+7odbTx6e/ur+qR++ufrTsw/fvbrz/vW9ty9vv3l+49Wz62+/v/n+p49/fHLx9VeXJn9+8MOXH9y7dvTBnfPXLx432ts6Oeg0GsjXIBCKOQIhFwpngQZPJKQyoakgk8th8bgkGhVLJOFI5MDQsMjYOC+/QI5AbIMl4Mk0Mo2NwVNQeKoVGo/Gka1QWISVtQ0Wh8Fh4xLit24blinklouAbm2FplJYFDIbj6NhsCTL+N8iMFgWgUzOTOhTZXGgRRSegM8T8CEGFkAmeRqNhrZBUQh4jUziaYS8Xa5qpae92t9JZ1TwTSq+j6PKXsq0ZePG1lXfP7XjeF/jib76e/u6L2+pfbC79d0H295cHHx9tvfHMz0/XRz4+crWN5eHfro8/PPVkd9uTby7sf3n62Pvbmx/f2f3nx/v/ePu3t9u7Xp+Zsuz05u/OtbzYO+62+PNVzZXH21fsqNm9v6GolMbVt3dsfbR4f4fLuyYfHDm6fkd2xsWty/KbJybXFeQXJkTt2pGdOXsxPLcpAVJwbnhHjND3AAAx7nrol3tIk3qCCc7X43YXc53EnOcpTxnCd8khm7dFEI3lcBFwYOJF4ZhFwUP7AeVwFBQlphpEDG0PJqKSXJVidVsikHKc5Tx44N8EkL9pSyaSavKiI/KTkuIDw9xNeoL83Maq0sH1jftG+k5vX/06sm9dy4f/+j84YtHJy4f3/3h2YMfnT9898qJz25e+PbBjZdP7r15+vDt889fPb779b2rDz88d+/KyeunDp7aM3podMvhscHrJ498cuX8008//vmbJ3/88MPky5d/vnjx54sXbx8/efPoy9eff/Hq4Wff3r1799y5kzt2TPT2Fs+Z01JWtiI/PysqKicpMTM6KsLLMy7Af2ZcfEpIaLx/QFpYeFZUdFpYeHJwSEpIaFJQcFJQMLifGhqWHh6RERGZFRUNNQq29MtNCQtLj4xMCAoKcHY2qVRuGo1Zq3VRqw0ymU4kMqlUIWZzSlgYFHYVEZUVHpkTGz83JW1Ocmp2VExyQFCos2uwk3OYi1ucty+sEkOQnJAAu5cLkpNh8TY/KSkvMRHmWKAPQxL3FIfznJQUUBhclJHxj/0FycmW3OlEOPUKLgaeHh0Nc29KSEhycHBKSEhKSEhSUFBCQEBikH+sn3ekl3u4h1uku1u4m0uQo8HPXhdidPTXaDxlcneJ1FMm95IrPMVSV6HIyOMZ+Dw9j6/lctUcji2XqxLwbcVCBV8gYLHYJCoDT6LjyDQsiYomU9AEEgZDxqFpOAwNh6FgUEQba5wV5HkmWE0jWVkRLPVodBub6qVLBzs7j4xBsu3JHTtO7dwJ2PXo6Cio5gWMOtbVNbJ+/cj69ds6O7euWze4du1Qe/vohg0Ag4EafHx8/PTExOmJiZM7dsAAfHjbNmCBBgowMEIDBt7d3w9qjP/NwOMbN8LNgYfXr4fqgTs6AAn3Njd3Nzaur6tbW1nZVFJSt2xZ+fz5xXPmLsienZuUnhQaE+UXFOYZ4OdsdlLrVUKJjCviM9ksCgNqBECk0ihUqD8wjc615Guy2WywzGr5u0AHAAzFFZDogH6JBCpUuQNSYzF/IRvo1EMkkrFYPAqFweOJ4IkoFAaJRKHRWAKBhCATlQScBIPi2yAZKCQVjSJBCbRYPI3GkEqUXt4B8fHpQUFxEpkDniDCE3lkCoPDY/OFArXGLjg0JCUtNTY+Ligk2OzhbqfVaHRaiyPYxdnVxc3s4eJqVigUIpEICL+QpcmSSkKhUEAOFhaLBX8y4WVjGHFhOgXkCWu28H5YvAUeaaD9AukMJEL/A4DBK8OvD0tq4Cn/eAioGD4Y/rfgtwE+RLDMABmNSBTgiwZCt16vDw4ODg8Pj4mJCQ4O1mq14PfF4/Gg7Qr4BIhEokgk8PLy8Pb21GjU06dnrlq1sq2tZfXquurqypqaquXLlyYkxMXFxWRnT1+0aEFh4dy4uLi0tLTk5OTg4GBPT08vLy8Qr6XRaBQKhUQikcvlWq3WYEmR0Wg0SoWMzWJg0DY2SCsKAS8R8A06rbuLs6OFjxUikVwoVIslOrlCK5NrpDJwq5FIIQCWyiAklskcFDIXrZ2HQedvcgxyNYW6u4a4m/xMeg+9OtDsGmh29TIanNQqrURkK+DJWCwBhSKm0/lkMguHY+OJfDJVRGOIaAw+lUbComRSIQGLxGOmkQnWPBaeiEWIudjSZbOa6+f3d5Vs6SnZuLawqSazrjyxrjShuyW/v33+wLoFPa3zNjYVdDfP2bgmv7M+p6ksfW31jO7G/KGORTv7SvYNVR3ZVnd4tP7QSP3eoerxnlWb2xeur5/dUp7VuCqtoTi1dlli7bJEUBLcVJrRXj2ze82cgbULdvSVb12/fFNTYVvlzMpF8YtzAguzvOfP8F1RELZyTnhJYRSsALdX56yrmdXdmN/XMmeoY8FY97Lx3uLhLihWuqM2p7E0s3CGj6+RaVCiV5dmnz/SN7ypfG3t3ORwk5OKrhXhVxWlH925qbu5ePmc5HAvzdq6Rds3N+8Z25CZFODlopAJCDgkAtKBCRADT8lwgnogEQgEUC8AYxusW8Iw/A8FGLh2iUQycEZMm2aNxeKVckVB7sywQG9HW5FWTHe15UV56TMjfdJCvcUUrIRKYFoh6AiElmizq7HyzcUjPx7fMXlp3+Sl3ZMXd06e3z55cuSX/X1fbW681bri066qS41L9xXPHlqQvrEgsT4tuMjfMdEgc2ThXeUCo5grIGKIVlCHLSIWWvH5nwIwKCwENfMsFkskEgEpksPhMJlMsCI4hXL/CqGFZ9gwW8IoCz4feHENfgh/gACAwfH/1nthgp1KvwCAwcoXOABmYPj4f9wBHpB/h2DBAAxWysiWjUQisdlMFpsmFPKVSrm9vdbLyyMoKMDb29Pb29PPzycgICDw7w0AcFRUVHBwsNFoJJFIwcHBM2fOTExMjIqKCgoK8vPzM5vNIPVKr9cbDAZAv8BmDDRhrWXT6XRgTU0sFgPtF7AuCB3gWloNQcUtFgYG2bxAAWZz6HwBW6NVubga9Q52QiFzzeryn15+8/u7F+/f/fjLTz/8+OLbgtnZCbER3l5ms5vJxcXk5ubi7GoyGB0MRgcnZwjOwfvRaDTgzUBWUUsWtPw/hWCBhb+/+Rf6L4/H43K5AIBJJBIajQbmZzQabbHeIDAYFBJpRaWSiWQCiULcuWvi62+/2Xvw0OVr1+89eHjnk09v3Ln3wUe3j546u3Vsx95DRy9fvzk2sbepY0Pdmpaahqa0rOnBESG+fh7NjZUfXDjS1VSyvbdx35bGYyOtB4Zb9+7o3blzy/QZaVkzMlMyMhPTZhQtqSirW9fcMdzSua1v6/7B8UPtXcOrWzeubuosqW4urmourW0vr+8oqVm7oqxpeemaFWWNKysal6yoXlW+evHyipz8hUULi2tXt1bWrCmYtzAre/aKVRXlVfVZM3MdnFy4QgmUeiRXUqh0FpsrFIoFAgGVSoUyNayhZVboy4NIJVMYVBqULEKjsxlMLovNlyvUdhq9zt7RVg2lTFOoTEsnWBKWSEJjMZZUOTQOZY2xRhBtrBh4VENZ8fE9OyeG+jobawY2tI1t7r508khV8XIKmQjOVfB3HJgXiETi1GsTuB7Aj0iWDaAvjUajQ1Xu0AbmBuA+/BBMeigUCoPBAMI+OB58CbBYLA6HA8rR+X9vKoVSLpWJ+TyFRKhVSzW2opVLCyYnX05Ofv/nr0/+/OXR5PvHf/768Nc3H799eevl0w/ev/r43Xc3f/r2+s/Pbvz24s6frz/54/XHv7+68+uLW2+/u/72u+u/vbz5+6uPfnt544/Xtybf3Xv62alX317+4/Wdyd8fTv5y//fXt3998dGvr24++eTo769vT775+Ofvr//yw42X31x68snRbx6ceHb/2Fd3Dz+4vu/RnePXzuz66rPrm7vbFGK+g1ZjMfYrRWKpUCQRiiQCEZRizRUKKAw6mU5jcNh4MmmaDZJMZ9jZ6zNmZBtdXOlsHpXJoTI5NliCNQpPpDCRaIINhohEE6zROBQaiyeQqHRafUNdU8saAolIpTFweKjcl0iiMVl8LI6MJ1CxOKg9B0iBxhOgth1UGoPF5kIMbKmvBmsKkJeAy2GyocQ1qK8EAkEnk1z0ugCzq6ejvbeDzl2rCjBq/QxqX6OtTkRXsLDZ0b53jo4d6K7Z3rLs2nj70wtj350f/u7c5l+ujby7Mvzm0ua3Vwb/+Ghs8s7OP26O//bR+PtbOwD0vr+z+6cPRp6e7v36RPfzswOvr478cmPX2+s7X17c9u3J/idHe788vOn+no5bY00TdXO2lc3cUJiwekZQQ3ZIc35Uebp/XoD90kSfwijznEj3/HD3GQHO2cGuM0PcU7wMWQEuGX6mVG/HBLMuwsk2WC/z10h81SKjgOrAJTnwaS4yrrtKDIanWuos5wLQBSZnFwXPVcl3VfKnlv66KvluKoHZFgp9NAhZ0BCzdXy6vYhtkPK8DOpgT6cAN6PBVuLn5jQjNT4q2NfVoFkwN7eptrRzTeWW9Y1jfe37RnrOH95x+fjuy8d3f3T+8NWTUG3wzQtH7n1w6rObFx7dufzF7Uuf3bzwxe1Ln9+6+ODDCx9fOX3j7JGrJ/Z/cPLgjbNHzx7YdfHIvqvHj4Bx48zJTz+4/OTOzT+ePf/l8Vc/fvb5q4ef/fTFo5++ePT9/fvf3Lnz5Y0bT27evHX27MmJicOjo7sGBtprqpfl5+UkJKYGhST4+qeHhGWFRyYHBMV6+cR5+0a5e0a5e0Z7eEV7eIE9Cb7+8f4BSSEhoFNuXEBAYnBwjJ+fv8nkolabtVpvg8Gs1dqLxXqJxM/JKTkUajucn5g8Oz4xLyGpICllTnLqrJi4JP9AUPQLnM+pQSGZYRGZYRHZUTHQYZaqXZBxBap5QXgVgGGAwbMTEoClOTcetFNKBHvyLAHR4LkAgOHXAS8111IADCdI56ek5CYmgkystLAwAL1wCBaoBE4M8o/28Qx3cwl1MYW5Ooe6mAAA++m0Xmpbs1TqKhaD4SaC7rirbJ3lckeRRMsXqHg8GYcrZrH5TCaXzmTR6HQilYwlEtF4EoZAxpApOBIejcJhoah9PBpJQENhgzgbK7z1NCYeh7bIvzQUys/JqW7Fiu7GNcd37Dw9MXF29+6L+/dfOXTowr59x8fHD27denDrVsCowx0dg2vXbmlr29za2t/c3NfUNLh27bbOzu3d3SDneXd//6HhYeCFPjIyAvTeg1u3HhoehtOzgAV6qvw70du7wxIQ/W8GBl7oUUs0FwDv4Y6OrevWDbS09DU1bWpo2FBbu66ysqWkZPWyZVWLFlctXrYsb05+atb0mPjUyNj44NAgd28PR6OzRq+TK2RcAZdOZ1FoLBqVS2dyoaBDJo/LZrMYVAqJTCbSIHUYcgLiCSQyhUajMy15FlDjIehbjkCF1F0k2sYahcPgiXgSiUCmkKh0KoNEIBNwRBwGDzoGQw2TLAPBYbhSiXosSolCCjAoPhbDQqOpSBscmcLkcIXuHr6z8+YtWlSckjLTzT3Y3mC20+hCw8OSU1MysjLnzJs7KzcnKiY6NDzM3dNDpbYVSyVypUIoFkHLsSKoWwONRgPGRRAFCesbwBcNFoaB2mPxp/3VMQXmz/9nDTAAUSsrpLW1DRBzwB4wwYWtpFNfENyHQRpIZGBtAC4SBlXBBAIJfiKAYSC14XAE8C8ikShAGlA8t8U5BgQHoVDo4eERFBQUHR0dGRnp7OzM5/PxeLy1tTWBQADGPAwGQyQSkUgre3ttWFiIq6uz0Wiorq5cs6ahpaWppKS4qqqiuXlNYeHcrKyMsLCQ2bNzVq5cnpGRkZKSEh8fD145JCQEpLyaTCZgexaLxba2trCS42jQq5RyOo2CtJ6GQVoLuRxXJ2NoYICLweAAFSFJlWKxRirTK1V6pcpeodTK5HYSqZ1YAoZFBxZrRCK1kG8xQjuGmF0ivT0ivT18HPUOUpGSy1VyuRIGg0MgsHA4LpEooFD4ZDKHQOCRSHwylUskM7F4JhbPIZD4VAoBY8PnsaDCMrQVAWvFZuCRCASTZp0U4zNvdkxjdUF/16qtPat6Oua31E2vLU2qL03tqM/paZ3X3Tyna01+d/OcTRYG7mmZu3FN/ob63I0Nef2thcPrl+zcVDzRX3pyouXERMvR7Wt2b6kc7FhsMSfPaC7LtJT7Jq9emdJQnLqmJL2lPKuzLndT09zelvnda+atr89vKZ9RtTgBcG/5gtiKhXHVSxLrlqc0rspoKZ8BaoA7anM21Od2N84eaJu3bcNi0I2pt6Wwoz6vfFFcari9h4Gm5CG2bFh1dKKzp21Zc2VBpI/OIKc4Kugd9UuOTfS11y9eOS89OcK1tWbR+GDbxZPbS5ZkZ6cF+7nbsikIMgFBIqGghppYNAaDwmBQoBSWSCT+TwEYjycyGCwrKyQeTyQSyVZWSBKJgkAgwkIDE6JDXewVYibWScnx0AoCTbZz02L8jFo5lUhGIKQohA+P9vLc4Ten905ePTh5dnzy5ND7Q5t+2bP+112d73au+2Go4cuu0ttNS85VFOxfkjW+MH3bgoyOnJjlIc4ZjlIzl+SjgvIPZVQcBQJga0t3YYQNFHz1P7NAgzk0gUCgUqlsNlsgEIgtm0AgAH1u4EU0cCkRLRtg4P8nAIPMKnjZCyIF3F/xCVPpF+Au+HIAKAvvgcMGwZ7/TwAGIfCg6BfobIB4/yMAE4l4Hp9FZ5BFYp5SJVXZytzd3cLCQiwlve4WBvbz9/cHidAAhuPi4kDrIxwO5+XlNXv27OTk5Li4uNDQUH9/f3d3dycnJwfLZjQaQUkw0H4dHR2NRiPwG9vb2ysUCplMJhZDQAXgAnie+ZYeSGw2G7CHBYx5YB/UooZD5/FZdhqli6vRXq/mcRnLlxT+/vbV5J+/QGMSGuva1gT5e3l7md1cnQAAu7o6AwA2uTjZ29vDAKyxbGq1WqVSyS0b0KUB9IKTQSKRTM3BAjXALBYLBmAUCmVtbQ0WWJFIJBptQyDgkEgrEolgg0YipiG6uje+ePXyk4effXDjo4NHj+3YvefwidNnL12d2HewtWNDV+/m1o6u7fsOnr9249mLH5eXloZGRsyYOd3Tw2XH2OYPLx4Z6Wk6Mt515cjgwcHG0e7quuol49uHMqenRcfHJaVnzV9W0tY1uKKiuX3j6Jr2oc0jh0Z2HW9qH6isX1fX2LloZfXy0oaSmrUVqztLa9tXljcvL12zrGQ1NIprFy6tmL+4rGjRqtkFizJnFOTmL1yyvGx5ceXM3Dm5+YWVNQ0V1avjklKVKg2dwcFgiRwuXyyW0ulMyzIZ1H4MiUThCRQSGerpSmdw6AwOoF8OV6jROtjrjXoHJ1u1TiCUUmksIolGIFJxJDJURIqyRqGtbJAItBWCikOKmKQrxw9+eObIqb3j966e/fLOtQ9OH335+OHa1dU0EhHIv8DSBb6vplx9f2nA4A89kQgdTKFAojFAWRCNyWazIa+bJSaTZdlAXAhIDAFpcBwOB4SJMBgMEH4BzkChUAgS2sCJKpfKpBKRRiV30NnaqYR1NcsnJ1/+8ctXf/725bvXd396cfPVs2s/fHvp3Yvr717cePbozO0Lo49uHfj+4dmn90988dG+B9d3f/vJsTffXnrz9cWXj0+/+vL0T9+c//mbC6+enH7xxckXX5769v7hH56c/vGr888fnXjx5Zmfv7v87vnVH56cfvHlmcl3d94+u/Lsi+OTv3wy+eeDd8+vvn126cdHZ198dur2ubFXX127eXH/zz88qixdIuQxNXa2KpUK9LXi8gSAM6ESXCYDSyRAWMqg22Ax1miUvaMxJ7/AJyBQqlShcEQkBo8n03AkKhJNQFhjrFGQ/GuNxiExUKU3mUphc1lj20eLFhRi8RgqnTbNCkmhMq2RGAaTN80KTSDScHgKBktEofEYLBEAMI3OZLG5DCYb1FcDXR3I7FCNN4VshYBMZBI+J8THKy44MNDFKdRsMilFXjpFhLsx1N2BT0TImZi+5tLta0tKsoL2daz6/PiWb85sm/z06M/Xx78/0//+o+2/Xd/2/sbo5L3dk/f3Td6d+OP2zsm7u/64u+fNtdHnZ/ufnu4Ft18c6vx4oun+nvbPD6z/8vDGx0e6vzrW9+Ro7/09HR+NNN4aa7k93vrRaOuNkZZLgw2jtYV1syKXJfkuS/QrinYvivWdF+uTHeyaHeyaG+41I8gtzceY6u2Y5KGPc9WEOSr9NSIvJd9dxnGTsV0kTBcZ18NW5KmWusj4jkKWQcCEzc9OUraznOumEnjYid3VIoDBrko+kILhW5OU524r0fHpZrXEJBd42qtcbCXBZsf5OVlmvdpJo5yRHBfk7aa3lRbkZDVWrxobWL9/tHfPcPdYX/tIT9u2Ta27t268eHTi6MTg6f2j5w/vOHNg7NiuoSM7t5zaN3Lx6MSZA2PXzxy4d/XM7YsnLh7ZfWxi+MDo5r3Dffu2bT69b+eNMyc/vnwBjIcffvDV3VtP79x9euvO84/v/fTFo/dPn71/+uzN48ffffrp78+ePf3449ePH0/++OMvT5+++eqrp/c/vXz0SPm8ogWZ0/MTk+elps9LTZ8RGZ0cEJTkHxjr5QOPOG/feB8/AMCJgUHxgYHxgYGJwcEAhkPMZl+j0cPePtjNLdDFBdih4wICcpKSZqdA0DsvNb0oPbMwLWN2fGJacGiEm7uf3gCgOjkgKDMsAtQG58TGz0uFanfnpqZODXYGZmYov2pKohV4CLzNOXFxYOTGx4OMaFgKhquCpwJwQWrqnLS0uenpc9LSAAPnJCQAEs6KikoPDweVwLG+vlFeXvEBvpFe7sEmY6DREOTkGOTkGOCg99Vpve3UHiqlm1zmKha7iERuEolZKjXLlUYL+tqyOUo2W87mStgcLp3OoJChpUcmi8vg0Ek0EpZIxBBoeBrU6pZMJJKwWKg1geX71hqBtkZgkdOw06BAFiwCEeLh0VFXV7FoUXtVdWdt3c6eHqDontq588qhQ2d37z40PAwCnLd3dwMAHrLYpAGIjnV17di0CRAsKOXdMzBwaHgY+JyBugtKfwEGw/7nqTXA27u7AQDv+DsaGjZCj27YMFVzHmpvH2pvH1y7drijY6i9HVi1QVhXe0VFc2lpa3lF7bKVxXOLFufkzZ2enZ2YnBASFuLlHeTh6eFo1CuUch5fxGTxmUwxiy3icFg0KhT7QKUAYKVQSGBVFCruoDGYLA6NDi3d/v1VxmDSWUQ8CYfBA+KFaoBsMGQihUah4zB4K4Q10srG0kWJSsARUUg0IiN1dUToMr0ukcfxolENNjZCxDQ6nsijMoRECptMY6s09tExCTNn5UVFx+vsHe31hqCQ4IyszJq62jXNTbX1da1r24oWzM/Nm509a2ZwaIir2c0vwN/Lx9tocnJzhxpv2NrawpVaTCYTVPRJLY184MVjYFGzTPShmj2gw8CxzP/QeAHWgp1TERd2M4InAsSFQRe4l+FjQIkvsD0DoQzWgmBDKRaLB1o5eD8oFAZuIwx7oWFP9d9sDIlRJBKJyWQajca4uLiEhAR/f39bW1sKhYJEIsGEHm+hHMseKxaL4evr7e/vq9NpkpISWlubW1ubm5oaKyrKKivL6+trFy9eGBcXExsbnZ8/e+XKlSkpKVFRUb6+vnFxcbGxsSkpKQEBAWFhYWazWaVSiUQimUxmZ2cHrINqtUqrtZPLJGQSwQZpRadRHLQaPy9PHw93s7PJqNPZ29pqlUqNQmErlSpEIjuJ1FYkthWJ1WKJVibXyRU6GRQTrZfJnNQqD4Pex2T0NjiYVEo1jyuhUYVUqpBKF1LpAgoN4C4bT2ThoNoGFo7AIUB9lbhEIodAYOPxLAIUzYLBWmMx1nicDR5jjUYiCBgEk2pj0ksqVuUtX5haXpy5Y1v9UF/xupbZaxtmNpSnt1XP2NCYt7GpYENjXufq3K7GvO6mgs76nK7GvN7muaANUtfq2T0N+b3Nc4fXLx3ZuGJioPzQ6GqAwX2tRS3lWS3lWbXLEisWxtQtT2ouy2ytmA52/i/W3gI6ymRt221I0u7uHXe37ri7u7sQJU6EuLu7QoAQLJBAILgPboPbMIO7M4MN/Z+3a6Z3/tl7f+c7a51atXpVXrqTTKalrrrv5366qhNay6IbisJA4HNLaVRrWXRrWTRYdFTG9dQm9Tek9Dek9NYld1XHQdTdmLC6J3vDSNFkT+5Ye+ZQa0ZXbWJWnGNskJmhGsZRxF+Y6Vk9UD7aXbwiPcjOWMlQhepqqb1xom3jePvKvNikMLei7KjupqL1q9pOHNrS3pDfWJlZviJOlY+hE2Fo9FIiCYsnoGXlYLAlMARCDoNBSTQrSXU7EipyAD5euBxaVgZSeP6baAmsvxL9GA8OaOBwOINOTVsWbyPS11Ph2BmpO4u0jFTYVnqqUd4uulwmWeJ/ro0O+Hhsp/jkLvHRzeIj68T7Rr/Pdn/c0PxxuvH39Y0vRstvtWVdbco6V5dxsDR+U2bgaLxnR6hDubtJpo2ej5ZAxKEYMEk6LDITGmB4AAAgAElEQVQXh8TLwaBmSEio8a8MAr4UiVyK/AuD5f6Ku4ODARBFUgIN3UjtzWDTDERgJSUl4IUGFY80Gg2co4HOK0BclW6+geIklWT/sZD+3f6xkAq8/20BGW8IJJCjQJZk61OpdElYPxFAtaStL9Ra6T+CMVDDwFsEsHNLtbLF2i+U1QB9dzICuZTNoSkocpWU+SIzI2MTfW8fd2sbczs7G3t7W+B/Brf29o52dg5OTk7grYBKpaqqqgYEBISEhAQGBrq6unp4eLi4uBgZGSkrK+vq6hobG6uqqoJaCXV1dTXJUFFRUVNTA+8eUCdVJSWAlIAuqFQqAODF7MHlslksBmBgLo+ppq6ko6uhoakir8DhcRkpSbFi8Vex+OvXP96LxV8/vX916uQxG2tzZyc7M5Gx0NTY3FxkampsbGxoZGSgpaWhLhlS+VdTExLK1NXVlf8eUh0YPBOk9CtBcegGVNng8dAnJQaDAZ8sSyWDQCBA54AIGTIFv1QGBpUaIOTsHGy///j24tXLazeuHz91+vip09dv37lx5+7h4z/tP3J8w8xcdXPbkdPnPv0prm9pd3R3X56b4xfgHRkRvH/3tq0bxuY3j106tv3MvvW3z+w4unNNfW3RqjWjxSuLoLCM2MSK+vaiquba1qHmnsm1W/atnl6ITyvMKqjJKaxZUVJXUd9ZVN5cWNFaVNkGTQkA55fU5xbV5q6ozimoXJ5blp5VkpK2IjE5Ny4hKzYhIyYxLS2rIDk9JzJuWWZ2YUV1Q1JKpqmZNRZHZrJ4oAchHkeWk0OANuBYHAmJwuMJVCaLT6WxcXgKmyNvYCg0MjYzFVqqqesoq2jy+EokMoNMYcrB0QgMFuIuuaVUGnEJDAJg1FKYriqntWJFS3nBYHPV1tWD5w7uvHXu+OVj+yN8PSkEKFcEHOuAZzUWi5Xmt0u5V1ruS1o0wE4A1JOz2WxgE6PT6SzJoNFoJBKJTqeDHQ+wSYMfQSaTcTgcOAEhEAh8Pl9LS4vL5bLZbEN9A0UFgaXIRJ5H37517Z9fXzy8d+bE0Y3PH5389unqj883Pjw/9e7piS9vzr59dPzuxW13z2+9eHjy+k8bH17def/S9rvntz65tvD63oGPD4++f3j4/f1Db+8ffHNv/4u7C09v7Hx4bfvdC5t/uzL7+PrOxzd3Pr+95+OTY+LP18XiO19fnP7x7rz496viL9fEv1/98e78t5dnPj8/If54+dvzs+/vn/zx/pb4j4fvXtx1tBNpaaoKBAIOl09ncMh0BiBPMpVCJBPQeBwcjYItgckg4FZ2tuXVVTUNjXFJyXQ2h0ilYQhkJJaAxpMgBsaRkRgiBkuSkUVJOBYSe/FEgoub8/DoEINFx+Ixcgg41AELT0LjSQg0QQ7qAPxXH2A4AiOpdcPjCaR/dV/+u7ga0C+FRkWiUXAkYgkMBl+6hMekxYYGR/r5hHu6uYiMHI20faxNIz0c7PRVeThYhIf1rRM7T88MXp4dfHhkw82dwxc3tV+Ybnp5bPWd2faPp9d+Prv+x89bxNfnxNdm/7y85dulTdC8uOX7pZlvF7d8PDX1/ODooz0Dj/YMPt0/8nD30IOFwV+291zd2Hx+su7c6tor0y23Znt+mR+6ON3+cN+a29uHHx/asLuvrCratTzarSLaoyTCJS/YOdPfLtXHNtnTJtbNItrFLECk42Os4aKtYKPMEgooQgHFUpltq873Emo766tYqPGFSmyRMsdMhWuqyDIS0IECDAReYIcGpb9CFc7iTkhAHzZWZP4VEC0RgY0U2caqPKG6glBT0c3G1MnC0EhTydVG5O/hYCPSjwr27W2p/fXa2Ve/XX1y+8LpA3Mzk/2T/c3j3fUjHTUzk/1bVvdtWd23dc3A9vVQc41dmyZ2bZrYO7v+6O6tpw7Onz608/ShXSf279i/feO2qbHBtobuhqqm8qLa4rzGssLepprJga6ZVWMXDxy4cez4w4uX3ty+8+nBg8+PH//x6NHvDx9+fPjw6/Pn4rdvxe/e/fnm9ffXr8Tv3oo/ffz86MmBTVsaCwrzYuNzY+JWpqSVLEvNCIvICIuIcveMcHUHyi1oWRTm5p4QEAjlY3l7h7q7Bzg5+djZeVhZuZqbOwmFLmZm9sbG5tradkZGgc7OicHBy8LCMsIiAP0m+gUE2jk4GRo76Bu6mYqk/ZASfP2TA4IAJ0N3ljQ0ypD08s2MiMiKisqJicmLi8uJiQFtfsHFrEVdf8GdQTGw1Pm8GJiBepwcCAnF0u7BaeHhgIFBLjTQgSM9PUFvpFBJS6QABwdvS0svCwsPMzN3kchNKHQ1NXUyMHTQ07fX1bPW1BIqKRty+Xosjh6LY8jlGwnkNRksHZ68Dk9ekc5kE0lMApFJhs4dyUSoToQoqTcgEchEPImIIeAwWBm5pSgMXBa+REYWhsbAIbccDIaUgWFloTJgoqxsTWFhZ3V1y8rSdX39FVnZzUVFXRUVI01NGwcHD2zefHbPnlO7dh3YvBn0PQKtjxampvZu2HBg8+ZDMzPH5uaObNt2aGZm/6ZNwCwNEBcYnmcnJqRsDJj2H6ALgqClIVhSBVi6AKrvVG/v+r4+oAMDCAcG7FXt7WCOtbQM1td3VVV1VFR2VFU1lpSUZWXlJydnxsUlhISEenp62dn5Ojp62dlZGxsZqKlqKAjU+TxVPldZwOWx6EwKkU4mMKlQc3giAYdEwqlUqiT2kksmU0GPA1DdIycDh8tC2RdABCbiSSQCGYvGYVBYMpFCo9CJeBIOgyfgiDgMHglHwSJD2mKiOkKC6p2dcgwMQmhMMzmUMhwjWIJgoPEsMoMnr6xmbm0TGx9XVVPZ298TG5dgbmEFYieMJV0rdPX1HJ2djEyMlVVVODyuhpammYW5idDU0NjA0tpCT09PRUUFnNFyOByGZLBYLDqdTiKRwAcnKIuVk5OTOAP/MwCDalupAxnItsD2LPUnLxZppe5lKQBLrdSAgQEAAw8zKOgF16XmUkAaIDRL+t2kP0JaWikFYMDtEpEBijLCYrHy8vKWlpZeXl7e3t42NjbKysrAyyrdqeNwkKYvJyejpKRgb28rFJpYW1tmZy/v7+9taKirqqqor6/t6GirrCyPj48NDQ2Oi4uJiooKCQkxNzd3dHRUU1NzdHR0cHDw9fX18PCwt7c3MTHR1NRUlQywo1VXV1VWVpQX8FhMOgGPxeMwCjyuqaGBo62NpUhoqK2toaSkIhCoCARqCgrqioqaCooa8grqAnkNeYXFAGygoqKnpKSjoKDB56oymYpUigDqbEZg44kSxCUwsXiAvnQ0lo7GSmGYhkKR4XCCjAxGEjJMwCLQGDk0ShaLgeMxcMgLDYcYmIiGRYW4tNXnlRVGla0I6+/MmBjOnxzO62pI6K6L766L76lP6G9KHmpNHWlLG21PH2xeNtyaOtqaNtqaNtycMtiYPNyQPNS0bLQ1fbxj+br+gq2rKuan6ravrdkkqQoebEoBDAyM0PWFkBrcvDK8vjC0Jj+oOi+wJj8IBD4D+gWxWKNty8c7sic6c8Y7sodboBZKEgBOWtWdNT1UtLo7Z6R9+WBLentlQma8s50JR4EGC/c2PTQ/Mbe+a7SrLMjd1N5UlYaCZSUE7d+xrq22oKEye9Pa3rPH54/s3TTWX7t1ur+jsaC/vbgwK9zDQZdKgCHlYCi0HBoDx2ARWBwSOh1EIZYuhdKhgaERgBxUFSxpESzlNyngST23/xGAUUi4g61FSlyYUFfFTEfBUl/ZxkBVg0P2sbXQ57O5sjAWDNaSEPLp2Dxkfj68QbxvQrxr4OtM+6ephs/TDV82NL5bVf2od8XN5oyfG9KOlSbMZQWtTvDsDXes9zLLdzAMN1R1UGSZcakGbDIPK4eXgWHgSxFImX8H4L+9Ff8ZgIFhBERDgRwskHYOdr0Ae0CgOngPAVttqQMTGDIltPmvXt/SP9HilkXSPyBYSMH1vy0AAEONMslQZ3Y6nUmjMSgUGoFAAukLQHKXPvwfyjDgc9yiAa6A/1IgX4NdPokEBUHIK3DcPRysbYSaWipKynw9fU0/fy8razN7e9t/B2B7e0d7e3tXV1dzc3MKhaKgoODv7x8eDjXk8fHxcXNzc3V1tba21tPTAwCsr6+vqqqqo6NjKBm6kibAoJJCS9InCbyZKCtD7WXk5eUBBgMLNJvNBuKbhDuYbDaTw2EJ5DlKygIlZYFAniOvwFFWEeTlZkIA/O0zBMA/von//Prrvdsx0eFuro5WliJrKws7W2szMygQyMjIQFsbwl2A31qS8fcpnrqKZAAKBjowAGAOhwM8z5KPQzbgKBqNhsViqVQqkUiUPAcwUP7zkiVwuCwKCZeTheHwKCRKlkDAwWAwZWXF4yeOffn29fuPP9///sf123dOnTt/4fKVqzdv3bx3b9v87gvXbx0/d3Fo9dqktMygiIhlqSkBgT7RUaHbt60f7mnqbi6bWdd7cMfk09sn7145Oju7vmewOyImOj4lpbiqtr6jP6+0rr59qHd849jUfG3LSGRiTnFFS2l1e1VdZ2llS0lle3FVe1FlW2FFa2FZS8HKpvyS+rziunwJA2flVWRkr0xNL0pOyU9Ighg4JiFjeV5xbmFZ/LLM0Ij42IS0rNziwpKKwKBwPIEKWwKn0dmyMkgYTBaJwGIxRCKJjsNTCEQalcamUFkUKktBUc3I2ExDU09P30RVTVtdQ1deQZVEZlCoLAwWIiskFrdEZikSCYcAWAZGxclEBrr0N5c3l+e2VeSPttesH+pcP9S5abTPy96SQsATIBUDJ33qgs848KX0ohSAwXkWRRJvQqfTwX4A2JuBqZ7JZFKpULAWwGOg+pJIJEn1F5TpjcViCQQCjUYD9T7q6urAp6Curq6oqKisqKSlqa6npT423PX+9f1zp3ftX5i8e2Ov+PPt989OfnhxQvz75d9fnrp7cebqyamHV3dcPTZ14cCq6z9N3zmz5dLhVWf2Dl85tubmqenH13Y8urr90dXZx9fmnt2cf3Zz/umNHY+vzT25Pv/01q7ntxYe35h/dHX701u7Pj06+uPtOfHna+Kv18Vfros//fztxam39w8+u7nr0dXt4g+XxG/O//nqsvjT3e8ffztyYM7fxzUuPsrY1ERLT1+gpEphMDEEIhoLdaHCE3F8RQVza6vI2Ji8whXFZaUpGemWtnZkOoNMZxCpNDyZhiNRsUSKFICJJKhhJgqNh84TkQjYElhmVkZ5ZRmZSkJhkDJysggUEkOAOiShcWSUxP+MQhNQaDwCiQUuaADAUAGwRAGWcDgJR8CjsRgUBi0jB9XPL4HB8GiUtrJicmR4tK9XqJujvb62u5mhl6Wxv53QRk9RgSSbFu4x3VO9ujrzxo7Ry1v7trVkT1clHhsr/2W+7+Wx1S8Pj7/7ac2Xcxu/X9z0x7n1b45PPNk/8HBP74eT675e2Cy+Oie+Ovf53MY3x1Y/OzD6ZN/wg4XBF4dWfTq98cv5mY8nNz0/sPq3+cE723qeHZy6vrXvl51j5zd0nFjT0psdmutjkeEpzPK1TPOySHQTxTiZRtqbhNgaBljq+ppp+Qu1fU00vQzVPA1U3QxUPIzUPI01vUy0nPVVbDT4poosY3mGqSJLqMT+ay3xPAN7s7k6X1oSDLRfUABspMCQpkCDzsAGfIahgGmkyBaqQsnYFtoqTiJ9NxtTayMdN1szD3sLcyOt6BC/3pbaPdumrp85+O7RTRD7/OT2hetnDp7ct21uanjb2sGZyf6Zyf5tawfBnJns3zc3fXB+06Gdmw/t3Hx879y5o3suHN935vDCpZ8OnTqwsHfbxg3jg33NtdWFOfmpCcvjInJjoTZIrUXFYy0tW0ZGdq5du2d6emF6+szevVdP/PTo6tXXv957//DB+yePPj15/Mezp+J378Vv34vffXh9++7BzTPDDU012bl5sfHFySn5cQk50bF5sfH5cQm5MXHZUTGZUdGh7u4RXl4xfn5xAQGgHtjX3t7d0tLFzMxJKLQxMLDS03M0NQ10do4PDFwWFpYXG58RFgGcz26mIns9AzdTUaCdQ7SHV6yXzz/oNyMsIjs6Ojs6Oisqanlk5PLISMDDmRERubGx4HpWVFR2dHROTIz0S3Bl8QOlIVhAPZZaqSE3tUT+TY+IADM1LCw5ODgxMDDe339xc2ApAPvb2vpaW3tbWkpJ2M3E1NnQCACwSFnFkC/Q43D1OFwJACtoMdnaXIEWV6DEYPGgN1wKk0ylkMgUEpQUCN4GyUSoxpWEJWLRGFm4DAIlC0fKoNBySJTsEklgLQmLgkvKgJPCwlorK0db27ZOrJrqH5gehJzMoN/vvo0bTy8sXD169MqRI+f27j0xP794nty589SuXad27Tq5c+dPO3Ycm5sDDCy1PW+XtDsCMq+UcheDrlTjBQsg8/777VRvL5Ca1/X0TPX2Tv1dewwWQBAGUvBoc/NgfX1vbV1vfX1HVVV9UVFlbm6ZpAVXalRUfHBwXFBQuLe3j4ODi4WFndDUQk/PUF1NU1FeXZ6vzGXzmDQmmQydt2IxOCwai8YQ8QQiEer6SySSKVQ6lcaQpEMTCDgikH+BBRqNxMgskUUjMSBeC4fBY1BYYIeGFGBnhxI/v7qwsJaAoDpHl3xDk2hFVQ8W3xJFUCMxNVkCLSZPiUxncOS5VjbmkdFhBYUrWlrb109vXLN2anrDpvqGJr8A/+KVJanpaY7OTlo6muqaaipqygpK8nx5HovDVFNTk5eXBzICONMFDigajQY2UiQSSaqBSHyeknROia71l9IlCWqWUi6QXgF/gj30v7OoVBaWisDg4dKOSoupWAq3/6gPBAAsfaAc1IgUBWReECP29w4e6vLyt/yLlZVAOdjUY7FYgUBgZQVFN/v5+QmFQjqdLitJZAFqDwaDYbOZS5bA8HisUGhiaWluYKAXHBzY1dXR1NTQ0FDX0tLU0dFWW1udnp4aHBzo5eVhbm5uZmZmYWFhKEmvMTQ0dHBw8PT09PLy8vDwcHJyMjMz09bWBg5GZWVlFRUVLpfL4/GUlJQ4HA4Oh6OSKWoqqlZm5hZCkYmBoa6mlrqisqq8oqq8opqCEjBFK/P5ynw+0IFVeXwVLk+dL1Bmc/hkyOr8d3IdBhAvDYWjIrEUBIaCQAHhV8LAaBBtx8CiOUQ8l0TgEPEMHAYhC5OTg8nKwKBtKApOIWJoRCwZh8AjYHpq7IoVSWUF0RkJzl2Ny8b6csb7c8Z6sgZbUrpqofZIPfUJkAu6JWWwedlYR8ZIGyT/gjncnDJUn9RXl9BTE99XnzTSmj7Zk7thuHjrqoq5NdU71tVODxWNdyzvrolvKY2oWxFUnedftyIIAHB9YWhjcXhbeUx3TWJf/TKg967uzlvTWzA1UDQ9VLJ+sHhNbwFg4MGmlP6G5PGurLUDBeNdOSNt2X0NafUrY7IS3AxUcHrK+M66rB0b+lqrMisLEmICHGyMVLQUaL3N5ZvXDqyf6P7lxukHdy/sml1z/875k0fmhvuqZzb0DXStbKrJdLRUUeAiqWQ4noDC4hBYHCSVy8rB5ORkUCjE3ynBUP8WLIaIQRNA0f9ifpMCnhS6gK0XfClJ0oIajTEZlKK8zGWxofYiXWtjTXsTbTU22cZQ20xNSY9B4cJgo7nJP87sEZ/ZKT6+Sbx76Mdc5x/TDe/XVH9cW/N5Xd2HVZXPB4p/acu+0ZJ1tnrZnvzwjSm+YzGunQHWlR5madZG/lrK9gpsUw6Vh5YlLIWh5SDNTSL//l8K8N8vn/8KwEAThsMhHziBQGAwGHzJAAwMdr2AgYlEIvBeAnSUKquSi///ADAwPC+WfykSvyCTyWYwWHQ6k0ym4nAE8L8A6rHzXxTgfwf1RawO5T8Dhv+77pGelBx98/bFy1dP75jf4uJqa+9g4enlYu8AGUYWAbCTg4OThH4hAPb09LSzs6NQKEwm08vLKzw83M/PLzw83NPT09nZ2cbGRk1NjSHJI+RwONLMPA0NDRUVFQ0NDS0tLdB2SFFRUUlJCbyTgEpggUAAaHNxDhaoAWazmTwe1P1IXoHLZFFpdJJAnq2jq15eViwWf/v+7cuXzx/F4j+h+eP70GC/o4OdpYWZrY2Vk6O9pYWZqYmRibGhvp7O/wzAKioqgMalLmig+0npVwrASCSSQoE6EYMTSQQCAZMMNAqSs5AIGRwWSaMSYUtgJBKhtbX5y7fPd365ffHnS1evXzt+6uT2XTt37tl78PjxW/ceXLxxu6WnPyIhOTYpJSYpKTQ8zN3DOTsrbcPURG1VUX114Y6ZVScPz968eHjPjumJVcPl1VVhUdGZuQVltc2FlQ05JTUDqzeNrJud2DBfXNWeVVjb2T/Z3D7c07e6trGnvLa7tLarpLoDYmBJDXDByiZoFjXkF9bn5tdk5ZSnZ5ampBUmLVuRmJyXnFaQkJa7LD0/JaMgLml5WHRifFJGTv7K/MJyD+8AMoUJg8nBYHKQnxlDhMuhiSQ6gUiD2hziKWQKk8dX0tI2MDG1MDG1MLewNTG1sLSy1zcwpdE5JDIDjSHCYHJL4SgkCoPDYXBYqJU3HglbnhzWUpFXV5zeXJ7d11Q20d002de6YbTX3c6cQoCKesEhDnj2gk9zsAa34FUJCSCSLSDYAEgMDlTQxk96Pg5OxqX+ZyoVakFLo0BpKHQqjUqmEHB4LBqDx+JoFCoOg8VhsGoqqgoCeQ6LbaCnryivoKelaaCjaaCr8fHdU7H43cc3t9+9uCwWP/j26eq7Z8df/Hbgw+Ojn1+c+vzs5Jfnp8Rvzj+9vvv5zb0fHxx//9vR+z/P/nJ+y6OrO55c3/nq7t7ntxaeXN/++Nrc0xs7nt2cf3Id4uGPDw/9/vjI58dH3v22//WdhRe3d334bf8fT45+fnzky7Pj4lenxG/P/mu+OwetP1wUf7z+/f3Nbx9/62irTEuLn1g9npCaGhQeZefsZmRmZmpp6e7tlZiaVFhaVFVXW1S6MiM7KywqUmRpQWezEBgsEovDkcgECpVIZRAodCyRgsIRkRgiAk1AILEEPAUBx8jIyElO1TBT0+ti4iKJZBwSLbcUIQNHozAEIoZAROFJKBykGGNxZAyWiELjkSgoCguHJ4LW0EQSBU8kYHBYFAYNR0JBcTJysjIyS2Rlly5dAiNiMWYGessT4xODA+L8vYIcbIIcrTzNDP1tTW11FQ3lqeXLY6oyIkojnY6O117c1DXbmtMY5zhaELyrM+eXXf2/7hp4dnj89zMbvl3cAkD34e7+u3Mdj3b3vzm66htg4Cuz3y5s/uP0hk8n178+PPlkz8i9uZ47Wzvvzw++PTolvrog/vWo+NZh8d2j4pc/i+8dvzk/1pUZ1JDoWxHjXhjqmBvkAOTfZV628R5W0c7mEQ7CKHuzcBvTUCvjEEujQEtDPzM9d0N1Jx0lS1WOUIFuwCPrc0lGAqqpIsNEgW4sTwP1vebqfAsNgaWmPPA/m6nxAAADERgkYwGztEiZA0nHCgyoSFgCwObaSlZ6qo5CPScLQxMtRTN9NaGumoG6QkywT3dT5URfy47p0ZP7tl07feDRzXMfn9759ubBl1e/fX19/9Ozu6/vX3ty+8JvV0/dOn/k8om9F47uOji/6eD85n1zG3ZvnTqwY9NP+7afPrTr9KFdpw7uPHN44fyxveeO7jl5YP7Ajk07Nq7eOjk61t7SXl5empaWGhYGUo4TAwOTQoIzY6JzlyWVZS2vX1ncVV873tu9de3k7pnN5w8cPLV7z8VDh++cPffg8pVfzl84MLO1q6o6IzIqOzYuIzIq3j8gxsc3KSg4KSg42tsnOTQ0PjAwyscn1N3d39HR09raSSi0MzJyNTe3NTSUtMw08rCyCnZ1jfX3TwkPz4mOTfIPDHZwcheaOegbOugbeltYhTm7xnr5xPv4JQcEpYWEZYZHLo+IWh4RlRkeCTh2Mc0CgTc3NhZAb05MTH58fEFCQn58fF5cXF5cXH58/IrERDALEhLy4uJyY2OBRCy9BTi9PDIyPSIiIzIyMypqeXR0RmRkSmgooN9YX98oL68ID48wN7dQV1dpCjRk/Lax87Wy8bG09raw8jK3dDMVuRibWmvpWKhrmiqpGPDldTk8XQ5Pn8vX5wm0uTwdHl+DzVOkMwU0Oo/BYFOh+lUalUwk4nESJqOQiVB2IA6PRiHk4EvQGDikEMAl2yQJAOOQcnAYTFtRYd3QUH9z81T/wN5Nm2fGJw7Pzh3cApUBH5qZObx164n5+Qv7918+fPjSwYM/HzoE5qWDBy/s339u796ze/ac2b37px07jm/ffmTbNhB5BdKet69eDUp8t4yMAPrdMDAAJlBxp/v7pVfAYl1Pz3+c63t613V1r+noXNPRubaza11X99rOrjUdndO9fet7eqe6e9b39ILFZDuUXD3U1DTY3NTf2NBZXdVWUd5SVlpfVFiRk12WtbwwNSUzJjo5NCQpJDg2KCDIxdnZwsxSX9/CQF+kq6OjpChPp9HxWBoWRycSyVgsCYcl4PBEPIFGgdRgOp1JIEDqLhlHouDJ4JZKoBDQeJQsEofEkrBEMo6ER+GwCAwW8VeHP5iNXa6tfZ6za7GLx0poepfauuTpCaOZ8o40rojONWQJdKgsAYZAxFMIbC5DQUlRXUPL2EQYERl96PDRt+8+zG6fq6iqbOtoz19REBsf4+zqpKGlrqOnbW5pZmQCKQu6urpASVBQUAAWNXDiKy8vr6ioyGAwCAToUxSLxcrJyUkFWKBfAdQE8AmKe4EJWRp5JZWC/wHGUq14MeuCLFwpyoJIIbAR/3f6lSpCwAgNfiL4fUDpr5SupfQreQgalPOB8BU0Gq2uru7i4hIUFOTk5KSurg72ZCANS3KejZaUeiIEAp6JCVQU5+HhVlxc2N3d2dbWUltbXeg9feQAACAASURBVFpakpubHRcX4+rqbGxsaGJioqenJxKJ1NTUgOTr6AjteoHO7OHhYWdnB2znYI8IzKJcLhf09qTT6XQqjc/laaio6mvrCI2MRcYmxrr6WipqKgIFRS5fkcuVZ7P5TCafyZRnQJNPo/OoNDaRxCIQmVg8HY2loTASBkZLbiH0JcPRJDkEGY6kIqHUKxYOx8bjGVg0HYNi4jBsAo6JQ5ERclgZGEIWhkBA9CuzFDLH0skEHpPKp1MEdAIdLxPsZV1XllJTHF1ZGFqzMqSnKWntQP5YZ2Z/U3JXbVxnTWxnTWyXZI62p0Mk3JgMab/NKZAIXJfYXR3bVRULVeo2JA81p462ZazuzpFi8Oax0rV9+WPtmd018U0lYU0lYe0V0e0VsZ1V8T21SYNNaSOtmWPtWWPtWaNtyyc6cyZ78qcGitYPFq/tWzHRmTPckjHYlDbYlNJXnzTakbm6N3+0PWe4NaezLrUiLyzQVd9IjWSqxeiqz58ebZ3oqSnNjrc301Rm44O87LdOjR3YteXh3cs3r54+uHfb+bOHrl058e71vY3r+yfHmrtai1rqMjUVMbYWKmSiDBYnhycgCEQ0EiUDWwKDI5ZSKCS0ZPwVL/w3AEMMLHFESzFYysCLF1gsHmieKBSGRCItXQLz9nDu72iKCvRwsTI2Ulc0VFPQU5a30tUSKvJ4MNjqwlTxhX0QAP+0Sbww+G1rx7t1da/Gy95MlL+fqHg7Uvqiv/hpb9GD3hXXmrOProyfzwqeTvYeiXJuD7IvcrWMMNJyV+GZcakCjCx+CRSiAwEwUnYp8v8DAIOaZzgcDqIBsFgsjUbjcDg8Hk8gEChIBmBgUEAoNVtKtVUAlov/Dv+bNTgskOIryLf7B/1KChhpNBqDToc6ZLLZXCaTTaMxJG/L0J96sQgsPYwA1xeDweK1FN3BITGFQmGxWDwex9LK5NGTOyBCOT0j0dfPzdbOwtnFztbO0tbWGlT/AvOzra29rS0k/wYEBHh4eIAyaScnJ1AxERERAXwitra2qqqqkm/Ok5eXB73TlJWVwXEkOFxgMpmguRqPB92Hx+MBsQ68e4N7AgZms6ECYA6HxeWyBQKeohKfL2DTGWQKlSCvwNHT16ooL5Vy748/v337+lks/nPvngVzM6GJsaG1lQUgYaGpsUhoArmf1NSkDCyVf9XUoIJJMAADS0OqATtxJQNQOjhsRaFQFAoFjUbDYLAlS5YgkUg5SQQ0Bg0pwBg0HIdFUsh4uNwSHA4TFhby+vXLu/fuXL1+7dLlnzfObOns7dkyO3fy7LnLN27XtLSHxSXGp2XEp6RExscHh4dZWlt097Rv27qxu7t5cqL/+JHdh/bN7pxb391RX9dQW93YWFBSlltSlruyMntl1cq6jtGpbYOTM2tn9lQ19bf3r5lYs7WhZWBoZH1793htc39VUz8IwSqugFzQYBaWNK0obsxfUZeTV708uyItY2VKWnFyalFqZnF4XHp49LKUjIKsvNLktLzwqOSg0JjEZcsrqpv8/MLkoDbeclDQEQKHQuIIRBqZwiSRGSQyg8dX0jcwtbSyt7SyNzO3MbewNTQSWVja6RuYAvlXRhaFJzGhaCU5FAwGg0oWZGHqivTx/qahzqrBjsrB1vLuppLhzvrJwfaJvlZdNQUKGcqzlL76pCS8WBOGQggIBMC9UiczEHJZLJaampqBgYG+vr6ysjIo9AUvczqdjsPhAPfSqTQ2E2ryBAkpeAKYaCQKi8bQqTQmncGkM7hsDo/DZVDIaLiMvY25WPzx+cMrYvGzt88v3rux99v7S59enHxya9e9SzNPby58eHDk0ZWdZ/eOPb666+Xt/V+env785NSrOwfe3Dvwx5OfPjw48vvj4+/vH3p1d+/LOwuv7u5+dXf3yzsLz2/tfHZ9+8tbO1/fWXh5a+fTa3NPrs4+v7Hj1e1dL27Ov7q96/Wdhdd3FsDi3b29H37b/+erU+L3F769/fn9i0vi70/zC5YVrcyfWLd6ZtfO6bntqzZuGppc3Tk02NjeXFZdumJlQWxSnIOLs4qGOplOg6NRS+RkMQQiRyCPIRAlDEzHkagoHBGOxiHQBDSGKLMUgUbhJQedGAqF8v+kA+w7sNvMwpRMJaCxCFmUHAKLROMJSCxODg1NLI4MABiNgaKwJLVzkAsag8WjMTgUBo1AQUqydILEOBkYlOdvKzLJSU5MiwzLjA7LiQ2L9nLysTIKtBcJVVg+Vno1eYlFCf45fuZjRdE3dwzf2D40WRJbHWHdne69t7fg4vqmX+b73v009f3SVvHV7T8ub/vj7Ia3xydfHBx9c3TVx5Prfj+9/o8z05/Pbvh6bvP3CzNfzm55fXjy7rausxOVB7ry5xvTZ6oSN5YnHB4o/2m89vJM743tQ7t6VpZHOHVmR1TFe1fEehdHexWEeeSEuGYGu6YHOif7OiR628W7WEfaiSD6NdP3Fem6GahZq3JNeBShAt2YT9HnkgAAmyjQFwOwmRrPQkMgndIaYGlANIiJNlFimalwhUpsIwUG1BxYnmWqwrPQVAQAbGOoqafCFeooG6graCqwg72cq4uz+xor1gy0zE0N79u2FjQBfnD9zJPbF76+vv/19f1vbx78eP9Y/OmZ+PNLaP7+6veXDz48+/Xl/ZsPb1268/Opq2eOnDu658T+Hbu3Tu2b23BwfvORha3H9swe3zt3bM/s0YW5Yzu3H9i2dX7duo2jI2Md7a3lZSUZ6emx0csiw+Ml9vUANxcfJwcfF8cQL4+oAL9oX98YP7+kIMiuvDw6pjw7u3x5FkS5/gEJQUFQRrSbW6CjU4CTk7+9g5eNjae1tZuFhbNI5GJm5m5p6Wlt7WFl5W5p6WBiYq6tba6t7WpuHujsHObhAQA43scv1MnF28LKzVTkaiJ0MxV5W1gF2TtGunnEeHon+gWkhYQtj4jKjooBU0qqyyMjpWIvQF8g/ObHxxcmJZWkpJSkpBQvWwZmUXJyYVLSisTEgoQEwMa5sbGAmXNiYqQTAuOYmOzY2Jy4uJy4uOXR0alhYdLq3wgPD4C+wc7OgY6OIATLz9rWx9Lay9zS08zC08zCXWjmYmzqaGBkoa4pUlEzVoDyrnQ5PB02F0wDBUVdvkCVwRZQaAIaXYHF4NLpNBIe8u6SsFgsGk9AU8h4ChlPxKKglEHJUawstNGD9sMkLAqxFAaHwfhUSlZS4trBwbX9/TOrVm0aGd2/ZWbPxk271q1bmJraJcmsWpiaOrB589HZ2RPz8yd37gTzxPz88e3bj87OgpznPdPTu9evX5iaAs7nbePjM6OjW0ZGwAQ1vRsHBzcMDAD0BWZmqdIr5WHplX8spnv7prp71nR0TrZ3rOnoXNfVDRh4qrvnH3NtJ1QbPNLSMtzaAhi4r6G+p662s7qqtbysuXRlfVFheXZWSUb6yvT0orTU5dHRsf5+oe7uwa6uPnZ2NkZGuoqKCgw6n0rjUWlQTykmk0WjQ93bKNA5KYVExaJxZBwUH00jUil4qMQatFbCIbFEDAEAMFRkgsRiERgcEotDYmFO7tnWzuku3kVewVXu/lW+IS3eoS3WrivN7LKVtIMoXCsGXyRQMZFX1pFXVlNUVePyBGrq2mQKg0iimQrNiktK16xb29jclJKWGhAU6O7pZioyIVHwSLQcT8BW14R2M+qSAjNFRUU+ny89ocfj8Uwmk8PhgHN6rKRwCPrQXaSmAgUYyLmL634X25L/oQxLndJSiVgKwNJ7AskXOJalP0IK3v8gChCiDezT4HeT9gcG/Ay+v5SBJa2MIbcqSMOSkZGhUqna2to+Pj5+fn4ODg5KSkpYLBaBQEiIBtqfYbFQJg6dTjU1NXZwsPP29kxLS+nt7W5qasjPz42JiQoJCfLz87G1tdbV1QatULS0tMzNzU1NTd3d3c3MzFxdXT09Pd3d3V1cXEDWKzA3ysvLg8YGQCEB8MDjQL0i6FSagMfX0dA00tPX19bRUFFV4PF5LAh9uQwqm0ZmUUlsKmThYEkqGehY3L8mGk9H44HwC2CYgkAB+gU5WBwCAZoS4VdAJSrQyQIqnoVHU9AyWCSMgJUj4pB4DJyIQdKIODaZyCYT6Dgkn4ox15WvKUoc7Sxake6zIt2jvTZutCNjrDNztCNjsCWluy6+vSq6oyq6szpmoCm5ryGxtza+ry4BYPBAbUJXVUxvbUJffdJA47KBxmVgMd6xfE1v3pbxsi3jZTMT5ZvHSid7cvvqkzoqY7qq40C6VW9dMtB+++qXgTnQmDrSmrmqK3d1d95Ye9ZQczooA+5vSu1tWDbcljnemTfcmjPcmttWlVqYHuRlr2ugSnUUqc9Mdm+a7FmRGe1koedsaRjoYX/57JFXj3+Zn53+7Zfr9+/fOnny0O7ds1eunH758tdnT250tpWuW9XaWr/cwULZ30vIYqAxuKUIFIxARFKoeBweicbAgRFaIgJLKn5ReCD/opA48HSVls1Lk5wWa78AgAGAEQikJTAYk0qqLCpYkZnibGWqqyKvr6qszGaKNDX0eSw6DNaTEfXjzIL4+BbxwTV/7hz8tLn15erqp6Olr0bL341Xfhiv+jBe9X68+vVY5W+9Jedr0/cXRG3LCJpK9B6O8qjysk8UGvhqKFrLM5VxCLIMDI9YgkLKAgCGof5VA/w/K8BoNHSQhEAg4HA4AoHAYrGACfl8vhSAQQASAB4SCep5A/biYDsOSPJ/A72L7wN4VSrhLkZfUPorpV+GJCyVzeZyODwOh8dksikUGh7/VyWwFKH/lwAsTccFqABKXPh8Lp1BGBhq/fj7sz/F79esGw4L93dzd3T3cLK2MbexsbKxsbGFhr2NjZ2NjZ21ta2rq6u/v7+fnx+fz8fhcDY2NiEhIT4+Pv7+/gEBAUFBQa6uriYmJkKh0FEy9PX1jSUDZGIZGRmpqqrSaDQtydDR0QFNxQUCATi1ZC4af0dhSczPAp5AAMm/AnkOm0NnsqjyChxtHfWCgrwvX76If4gl8/vXL3+IxX8ODfYD3LWxMHdxsLexEJmbGlkIjY2NDADlAgbW0IBKgsEVUNABSFhFRUXp78ZvAoEAcC/v7zAkDofDZDIxGAyIUFq6dCkwEUiKgWUh4wlajkrCErAIPLThh2MxCDV1pYsXzz9//vTajet79u3dPr/j3IXzj58+OXHmbE1jS3B0XGJqRs6K4tDo6PDY2Oj4OFt7m+mN6/fs3bl+es3WbRu3zW4aGOxePTm6YeO6DVs2D42vrmlsySkuLa5uKG/qaOgaaR2aHFo3u2rjzrK67p6R6f7hqYqajp6+yfbu8cb24bq2wermvvL6rrKartLqTjCLVjZDDFzUkFdQm5VdnZFZkZZelpJekpRakJhekJCWH5eSG5+ck5iSk5yWl5JREB2XlpCcubK8LiE5k0rlQjrwEjgWRyYQGDQaj8mU53CUNDUNbWxcnJ297ezcbG1dRSJbZWVtVVVdgUANi6XicDQ4HL9EFicDx0lkZBgOi6QSUL5uNrMbRnvbyjqbCnuaV/a2lfW1VXc0lbXVl2oo8+k0SSan5MgHh8OBDzXc/z3AKxEAMB5Y1iTV86BbtbGxsa2trZOTk7m5uba2tqKiIojyplKpkNVZIv8yaHTAt0w6gyaxu5EIRB6Hq6yohJVkHJMIUMUyiUBEw+VkYDBzE72vv794dO/Ck/tnnz88/fH1+ZcPjjy+s/vp7d0fHx378erCjxfnPv56/OWN/TdPbv7l3OzL2wff/3b87b2jX56eFr+59PX5qde/7H91d9/LO3tf3tnz6u7eN/f2v/vt4Pv7h55d3/7q5s43txde39r1/Nr2p1dmn16ZfXZ17vHPWx//vPXRpZmHF7c8uLD54cUtT69AbPz56bHvb87+8frC+5c/i8Uv0zNjktMTQ2KjbN09bD28nPz8fMJCQ2Jj/MKDHD0cTa1MyQwKnkzCEPB4MonGYjI4bCKVhsBg8WQKgUIlUOgYAhmBwcPRODSODGn7WBIaiZPUuWHwePyKFfkjY4NUOglHxiKwcDk0HPqIIBDgWCwAYLSkbBgowH+7oCH7tSQsGno9QE2w/jLhYSAXNAohIyNpoyi7xNXWKjM+Nj7QLyUsMDsmNMnfI9Ld1k2oo0JB5McHrkyNyIt0r4p2XVUUc3VL74mJ+hvbBoZyQipDrUcLQudalh8dLbuxtevx/rH3pzZ8vzIrvrodguHL2/68NPPl3MaPJ9e9Pbb69ZGJN0dWvz06eW+u57cdfQ93DT5aGLo/P3hrS+eFybqfhiu2NmSOFUV3pPo3xLmXBNvGWqmVhDslOOpn+9mk+VgnuVnEOgsjnYQRDsIQO+MgG8Mwa5MAkYGngaa7nrqrvqqTjpK1KlcooAkV6KbyNCMB1VieZqJIBdNYngZin0ENsNQILQXgxVFYgIHNVNimigwjAV2fTzUQ0IyVWCI1gbm2koWuioWuilBH2U6oq6fKU+PTwv3cGytWbBjt2bZ2cG5qeMvqvunRzk0TPdvXj+yZmZSmQN88d/jB9TPP7l569dvVV79e//7+2bf3L75/eCn+463420fx1w/iL++h9dd34t9f/fH60ZvHd5/8cvXX6+fvXD59++LpM4f2XTh25Pqpk3cuXbj788XrZ0+fPXzwyMLOUwf3nzi479iehb3bt81MrZkY7u9ra+5oqC3OzKwqKGgoLi5MT08KCYGcqAEB3vb2kd7eQW5uUNKVm1uQi4uXnZ23ra2fgwNIunISCl3NzQH6OpqaWuvrizQ1TdTUrPX1fSWPjfb1jfX3Tw4NDbJ3BPTrLjTzNLPwMrf0tbIJtHMAjX9Bc+D00PCsyOic6NjcmLgsifk5Izwc5GBlR0fnxcUVJCQAGM6NjV2RmLgyNbU8I6M8I6MsPb0sPb0kJaUwKSk/Ph5A72J9GFzJjY0FQnF+fHx+YmJBUlJBUlJeQkJ2bGx6RERycHBCQMDiJsAgDtrf3t7X1tbXysbbwsrTzMJDZO4hMnczFTkbmTjoG1pqaJmraRgrqwDi1eHxdfkCXb5ApKKmJ5BXptM5BAKXTFJg0fksOoNKoFIIRAIah0XicUgKEUMhYghoOFpuCQ4FR8ktlZGkLeCQUHIDHAajolFpsTGbJiYGm5u3TEzMrV27eXx83+Ytc5NrZicm5lat2r56NZjSzkYAjBempgAegyTn2YkJaSPfxcQrDYXeMjLyDwYGNmbp7T9w99+/3NDXv76nF6i+azu7APSu6+oGPLy2swv8E5CIJzs7JzrbRtuah1sawRxsqu9vqO2tq+6qruiuqeysKm8tK2lbWdy8sqguL6csPXVFYuLyyMhYX19/e3snE1ORpqa2vLwKh60uCSpSZHEZJAoZT6AQiBSoUTmez+IJ2HwOnQ3CxkDeGFoOBXlgJFMKwHgUjoQlwoytQ3TNAx19soLiGnzCGwNieqJSVgVGD4UmjDh6V+kK4xU1vRXU7AQqJnxFHb6Cuqqato6uIV+gpKSsrqCo7OTsOjQ8OjW9fmHP7pVlpZ7eHpbWFipqimgsAo6UgXw4SDgejwfbU6B4YDAYpGTgcDiQiAHMUSCwZDEAAxFY6mdeLPb+O9+CK9LrgISl9mbpN5FSqyRnB8KJv9Obodrjf9AvBoMDDwR68uKHAGCWisDSX1tOTm7p0qUyMjKgkw0obKZSqdbW1r6+vkFBQZaWliwWCw6HA28elUoGEoqOjpaXl0dISFBUVER+fm5dXU1R0YrY2GhPT3dXV2dPT3c3NxdbW2sVFRVLSfcjNze30NDQ4OBgada0i4uLvb29jY2NtbW1mZmZvr6+hoYGAGBQVcVisaBkVx4f1CTQqTQukwVlcbA5PBaby2RxmZLEdiqJSSEyyAQmmQxNApGOw7OJJAYOT0GhiXAEURZJkkNREBgaCgcSnsGtlH65JAKbgOMQsXwKQUDFC6h4PgXHJWHYJDQGAZW5ohFLiTgkBY8hYVFkNJKGQRNkl6pyaDySXJi35UhHYWddakNpZFVhYGdNbH9T8mhHBmDg3obE3vqE/sak3vqEnrr43lpo9tUlQLM6rrs6tlci/w42pQAAXiwFr+3L3zS6cmaifHqoCDTv7alNkDQ3SuyuSeysim+viG0rj+mojOuqTuitSx5qTgeCMIiJ/guSm1J761MHmzNH2nIHm7OHmvOay1OyE3wdRKqGqvRIX/uFzasG2qoi/V1DvR37WmtOHFq4fe3iiSP7Tv10+P27l7/cu7n/wO6JyZGz545fuHTs67dXR49sWzXeNNhT5myrrqNODo/wMhXpEMkIGTkYGiNDIKIxWISsHNS7RTLR0BMPARUA/zX/jsVazMDgWS3VIQEAA6iDnu1ycJScrIWpUW7aMidrkbWpkaYi1A7aRFNdiYSjwWDV4d7fzy78eXTTn/tWfd7e/3p90+PRiscjpS/HKt6tqv4y1Sje2PZtfcsfUy0vRqqvNWcfKYnfmR2yMdlvVZxPo79zhpVJmIGGq5q8FhlDg8MIyKWLARgGRZtC8/8VgAEDg/cKEB0HorCASgm6IvF4PI6kChQk6BAIBOiUFQR/Sbbai+F28VoKuv9YgPssBmACgQTQl0gkg9JfKuTcBDlQXDaby+XyeTwBh8MDIjAwQv83AJYqY1Kt7O+wLsj/DMABvGFCaUBsmqa2QsbyOLH4o1j88d2HpylpMb5+bp5eLtY25hIG/hcAW1vbWltDsVhubm5+fn4qKipYLNbMzAy8S/j5+YWEhISHh7u4uOhIkpaNjY0NDAxEIhFYGBsbW1hY2NjYWFpaikQiIyMjkUhkYWFhbm5uYmKira3N4/GIRCKAXgDDkJ0EiixicLlseXm+QMCTlP5yeXwWh8uQV+CoqSslJsa/fPnyz2/fIQCWWKCfP3sSFOhvY21pJjK1s7J0dXSwtTSzEBqbmxoZ6GurqahKRWAAwAB6pQCspqa2WAQG9MuRDC6Xy5GEcdHpdDgcDg5EUJKxdOlSGAwGtvKySyAGhgIIMAgiAUMkYLAYxLp1a+7cuXXl2tWr16+9evP6xauXh48eycjOCYuOC4iIjk1KSUrLTM3KikpI8PT1iYyN6R8Z6B8ZaGxr6hns7R7oKa+paO/pmJxaN793b1vfwIryqvT84sLqxoLK+rruka7x9VNzB3pXbc4qrK1rG25qG6pt7G3vHGtqG2psH65vH6ptHahq6q1q6Kuog0zR5bXdiwE4O6dmeVZVekZ5asbKZemFGXll6bmlsctyouIyEpblJqflxSdnRcWmhkYkpi8vWFleFx4er6CggUITcHgKAkHAYqkkEovBEKio6BgbWwqFNvr6IjU1Peg+KJKsLHbJEhQMhsBgKEgkWUaOhMMxUEgoNg8hA+3MQv1cKksyylYkVxYvG+2r27ltcuuGsZaG0uryAh1NJQ6bSSJB0gbIswR/bTwevxiBAQCDz3ocDsdgMBQVFTU1NfX09ExMTKysrBwdHb0l7RLs7e319PTYbDbgZOhFTaZQSGQGjc7jcPlcHpvJYtIZLAaTSqZwWGwum0MmkpQVlTTVNQg4PAaNxCIR6irybBrh2KEdb1/cuHFl7+9vLot/3BN/uioW3xV/ufHyzt47pzbdP7/99Y1Dr28dfnRp4cHPO1/fPfz5yZnPT878eHVJ/OG6+M2ld78e+fjw6MeHR9/9dujV3X3Pby28vLPn3S/7/3hw6MujI18eHfn9/sF3d/e8vDH/7Orc0yuzt35ac+fkuntnph9c2Pz0yuzbO7s/Pzz854sTHx8e+vb6zLf3l7/+fvv5s6uRsf4u3s5kHkteV5empIxiMFA0GonLZCny2MpctgKbryRQVFXhKciTaFScJBSaSKWhcHgKg0mm/+V/BiFYeBKdTGESCVQUAsp3kZORpVBIa9dOpmemYHBIBBYug1wqg5SVADAOiccjsASo+ahEN0Zj/lUGDKVkYXB4AglPgEp/oZgQqMYOKgBGolFycjKgLhGLkA329siIiwp1d4nwdEry98yLDcuM8DNX52qxMO2ly4uWhWSHuUzVZJ6faju5qqEixPr+ntWHBisqQ23qox17M/zXlMZsb15+oK/w/LqG3xYG3xxb+/b4mq/nN305t/H30+vf/7TmzdFVLw+NPd8/+mzfyLN9Y493D/+2o+/O1s6bmztubem8s7X77mz/rwvjt3eOnlnXPrwiulgCwHn+NqnupmleVoluoig7oxAr3QALPX9zXV9zHR8z7VArU3+hvrueupOmkp2GwFb9XynQIkWGUIkpUmaJVBhCZbqpEs1UCbJAL54iVS6YwBq9+EugBguVmCYKdEM+TZ9L0edTjRQYpio8kZrAVF1gY6hhqaemr8rjkJAG6oKakrz5zWv2zqw7uH39gbmpHdOj60c6VvU2TvY3rx/pmF03NLtuCMRf7ZmZ3Lt1zZ6ZyZ2bJ/dv37h3btPBnVvPHt138+Kph7evvH70y6eXjz6/efzl7ZPvH56L/3gt/vJW/O29+PsH8fdP4u+fxZ9///Hh3Zc3r/549eLLm1c/Pr4Xf/706dXzT6+ef3z57N3Lp6+fPXr28NfHv9198Mutt48fPbp5897ly79eufLg+vUH16+fO3x44/h4yfLl6TExsYGBsYGBMQEB4d7e4d7eMQEBy8LCIry8vGxsHE1NbQ0NbQwMLHR0RJqaOgKBiZqai5lZuKcnJB0HBET7+kb5+PhZ23qIzF2MTd2FZt4WVn7WtiD5OcjeMcTROcLVPdbLJ8k/MDU4FMRlAbEXVP8CERjgqxRui5KTS9PSAP2WpqWVpKQUJSdLnc+AlguTkqQeaSn9rkhMLExKKly2rHDZMgDAWTEx6RERy0JCkoKC4v39pS7ocHf3MDc34IIG/mfQDsrL3NJDZO5qInQyNLbT1bfW0hGpQwxsqKhkqKhkpKRsrKwiVFY14Mur0OhcPI5DxAsYVB6TvEioEAAAIABJREFUyqQRIeLFo/DQCxFOwMrhMbJYxBK0HIyAhstKwnGYRDweLguHwQhysoHubjOTk7u3bJno6poeHt40NrZ3y5YNQ8Pb16zdMTm5ffXq+TVrQJLz7MTEtvFxYGmenZiQTmkTo82S9kWbh4cBAM+MjoK5dWwMTCAIbxoakorAUsoFGAycz2u7u//jBAC8WPUF61WtbYCBJ9s7Vre1S79c19M13tE62tY83tEqheGR1qaBxrrRtuaJtpaRpobB+trB+tqBupq+qsqWwqLKjMy8mNhlQUExnt4BDo4OJiammpo6CkraikqqHAGXQqcTyUwqjU1nsOkMHpPLZ/GkAEzEQF2FSVgiCUuEWvyhcAQ0HlAxCUukk2iw4MQsYzs/c+do36gy/5iWqLTxjKIdiVlbY9I2RiRN+od1OHmW2Dgkm1mFGpq4amqbqavra+sYamrp6eoZaWrpGRqZpKSmr5pc/fOVy9vmtpZVlAaFBIrMTZhsmhxyCQIlu3QpDNh9gc9Z2jIBI4lBxmAg3w5o6wc2r4vlWSmdgl6mUriVarmysnCphCu9CDbW/w7AAGVBT2TwrwBo/wHA/3CTSp3P4AdJld7F9mnwEwEMS4x2sgBuUSgU2L6jUChNTU0XF5eYmJiQkBCRSATEcAUFBTMzIejq6eLiFB0dmZ6emp29vKhoRVpaSmxstL+/r4uLk5ubi5+fT0hIUGhoMIi/CgwM9PT0rKqqSk5ODg8P9/X19fLycnV1dXBwsJMM0BtJKBQqqSizOGwShUxj/NVMlcVikclkFoNJo0DHUkQsjgRiUqA2kSQGiUQj4qgELJWApREI0MTiqBgsDUugoHFEORReBoFbCifIIqUATEdDCc9MLBY4nzlEPIeIV6BTFRkUBTqZR8ay8Eg2ESGgYZXYJB1VPpWIkINB2UgUDIoARxDhCDoWQ8egFKh4Khymr0QuzQxe01cy0JxWXRDQuDK0rTKqpz4BNAEeaF7W15AIoW99Ql9D4kBDUn89pAN3V8f2VMZ0VcX01MT31iX21Sf11SeBRX9D8mBTylBz6khr+qqu7KmBFev6C8baM8HF3rrk3rrk7prE9orY1jLIEQ3s0AONqcMtGWPtWSOtmf0NKT21SX/FQTem99anDzQtH2zO6mvK6m/ObViZlBblrspB6SqS06L9+xorqgoz1410nzwwf3hhdtPa8eOH9l2+eObihTPXb1x++frZxZ8v7Ni9/cz54xd+PnH77sV37++PDNYN91VYmvKFhtyh4eb8Fak2dqZUOkZWDgZHLIEi8pGgDBjxl1FfQr8o5L8af//72Q3ozgUETCkAQ92qUXginoRHY/AouKutlbu9jbO1pZGulqm+vrGmBk0GRofBst2t/jy3+/vR6W97Jz5s63u2tuH+YNn9gZJnQ+Wvxyq/rGsSb+kSb+n5vqnz7aqGW215x0sS5rOCNyb7TcR6t4d65jtZxZsb+umrGbEpXIwsEQX5fKQKsASA0VDXSjm05IXzX2uAJYr3XwUFGAyGQCCQyWRAv1LjKyAfgD0MBgP0iJNiJIHwV1HuYvSVIu4/0HexVPs/ADCFApmfGQwW0H4BAPP58lwun8lkgzho6cOlLYKlvwD43QD9gltwRQrtQAoG3cLpDDKVjjEwUrl77+cf4g9i8e/NrVVOztZe3q6QBdrOErzY7ewc7OwcbG0cJVIwhMTe3t6ampoYDMbAwCAwMDAsLCwkJCQoKCg0NNTNzU1FRQUgChaL1dTU5PF4FMlgMBg8Hk9HR8fa2lpfX9/ExERfXx/gqK6urqqqKlSTKWmAxGRCPWmoVKokygECYD6fy+dz5RWgyeEymCwqX8BSU1fy9vZ89OjRjx8Q/gId+PHDRyJTob2djUhoYm1u5mRna2MhshSZmJkY6ulqaqj95xAsyEckGYCHQSUwUAsB93L+akrMASnQSCQSnLQCEwEwQtNoFA6DioJDihYOLYdGyeGwSDIJJycLW7Ys6fr1q+/fv33x4tmFSxfbOzvSMzM8fHwTUtLD4hKDwqPCY+JzCgsDw8MtbKxLKyv2Hz60cGDftp079h89fOzc6T1HD+06dHBu757W3v7sopU5ReUZBSX5FXXpK0qb+ifGN+1YPbOrvmc0s6C6qqm/qq6rrWussXmgoWWgrmWgtnWgpqW/urmvurG/sr4XMHDRytbCkpYVhU15+fU5ubXLs6ogETizNCO7NGV5SWLaiviU/KSMFUkZKyJj0739o8KjkpNScoLDYsOjEktLazMy8h0cPP4PZW8B3VTWvm8HKnFtGmnT1IW6u7u7pd40TVN3d3d3pQYFSluoQXEtLsMAMzAMzjADg86gA+S/TvY7+fWbV9b69trrcHJykpaQhH2d+37ux9bWNTIyPiqKGxubmJCQnp6en5tbmpNTkplZOD29e2ZmoaGhIz4+1c7OTUlJU1paEYEgiYoSUCgKDAYZa8U3b9LT3nLvx8tvnv/84KcLv/9yk//1BZ//hs//49dfbl88d4wVGiArKwOUduBtBv/lgfew8GMIaBYEWUlLS6uqqhobG9vY2IB3r6Ojo6urq7u7OxCB1dTUaDQakIspFKgAWJIIrW8gd5KUtJSgX60UhUojS8rLMNVVVCNCWZGssGD/gPTkFBcHe0kiQXOLkr628tlT+397/N21yys/XF0+uNh9ZKn756vz964uHFvoPLC9+fap3X/8vP727vq7B+de3Dnx7vH5L8+/e3N//dmtw6/unnhz/9SHX85/eX6J//Lqx6fnfv/p8OPrS09uLP9+az8k//4IzRc3l3+7tufxpdkH53fcPzdz7+z2++dmhDuPLu767dqe5z8sv3l06OPL898+/vjt8719a9OO7pbWrjY0JTmivBxRXl5CUZGqrCytqiitIkdXlKbL0elMKaaCvIy8HEWKTqJIStJpdBmmFFNWQL9kkICFIUhgiWQsQRKHJ+MwREkCRY4pj0aiDA31jx074uruRCBhxdFiIojNmxGicEgBxsKxWDEsHoUniSNxAhGYABhY0D8Ti8HiBfG0JBwBjyPgMQJrBByJEINDHbM3wWCiMBgeBY8LD83mcaJ8vThB3hmRISWJbF6gh440wddatzI9Ni8+qDIp9Pv54d9P7L4x25vhrHuou/SH+YGZyqSmeI+6KKfORJ/+9KDhnJDZKs7pkbLb8533V3ofrvQ8WOm6v9z5YKXr0b6eXw70Pz0w+OvBoV/Whn4/Ov7m1La3p7e/PD7926Gtv6yNPN4/en1315Nj2x8dnRnKiyoKsUv3NM4PdiiNcs8Odk7xs41zMQu30w+21g+ygWawrUGolTFQgB3U5C0UpE2YVCMZCUMGyUSeYqZIM1OhWahJmavSzVXpZirQTSHubsRgsC+Uhc1UZYThWKB42ECWrM+UgFzQ8lRDRWljZRlXc71QD3tPGxMtRSllaVJ0kOfs5ODy7OR4d9Oe6YEzBxdunj9y/eyhMwcX9s1unZ/sm+pv3jbYumOkY26id3H70PKOEahb0szo7MTAxEDnUGfTYEfjQHtDb0ttX2vdUGfT2p6Zo6tzF06s/Xhl/fGd7148uf3H8/vvXzx++9vjz69f8j994H/5zP/8kf/hz6/v3n5995b/9TP/2+dvn959ev/m0/s3Xz+/43/7xP/2mf/5E//dn/xPH/mfP31+/erjyxcfX7549eTx+WNHl3bu6KirzU7kJURGxIeHxbFCY4OCAp2d3S0tAfda6+o6GBk5Ghs7GBkpUShmGhoBTk7swEBuaGhcUFCYp6efgwPQTr3MLf1t7IIdnAD0xnr7Rgh6/wp7IIGSYI5fQDKLlRIWBsKfhfptVkwMxK7x8QVcbhGPV5KUVJKUVJiQkMfhAGk3Ny4O3FuYkADc0UJHNBCE8zgc8NgCHi+PywXyb0pEBOiExA0O/m8AHGBrH/CfaoBtdfWstLRNVNUMFJX05BUgAFZWNlZR1ZeT05GRUaFQZIkEBhHPpBKlKQRJEhqPESPi4EQcnIAVxSJhKHEYUgyGEoNhRDchBHlXEkgEdBkSBnM0NR3v6TmyuLhnenp+fHy8q2v7wMDKzMy2/v59M5CfeWVqamVqChibF8fH94yNCTVh0A8JYPDi+Pji+PjC6CjodbRnbGzjcXAvOB9EYQEjNNju6IOaGwkDrkCk82RHx79PSPLt6NrW3rmtvXOmE9qfbuuYbGmbam3f1t4J7ppsaZtsaZtuExik/wbg8c62ia72sfaW8baWyY62yY62bd2d27o7J9pbx1uaJ9taJ9tatzY3DdXUdZWU1WdmV6SkFnF5GZHRsX7+QS4ujqbmNkbGJlragtatyupKKqryivLSMjQShUGRYlCkqERJSbwEjUSRlqRLS9IpBDIJQyCi8WQciYwjSWCJdAmqvLQsbOXgWkJ6pqNniB8rjcWpScgZyyxbik7bGZc5H5c5H5kw6Rfe4R1Y4+1XZO/EMzTy09a10dG30NE3k1dQ1dUz1jcw0TcwyivI37p19N6DOw8e3e3u7XBxc5SSpaPwCJwEFipiRMChnAwspMxAZhsURkwcQSCQxOFIOBwpQaZISTEkyBSwTAcA/A+tFQ5HbrQ9A5QFiVZg6f8PHAXADNh1o0gLh7KE0GJicNDFV1wcIRRy/4EQwgWrsE8SBoPb2CUYPK2QuoUlx2BRC3maBS5owPni4uLy8vIODg48Hi8jIyMsLAxItW5ubl5eHuHh0ALV29uTxQrJyckqKMhLTEwIDPT39fX28HBzd3f19vYMDg6Mjo7kcNglJSV5eXlubm4BAQEZGRkVFRVgdevt7e3h4eHs7Ozg4GC/YRgYGcrIMklkCaYc1B+YyWRKCoasDJNGoRLxBCwaA3WVxmChLQpJwqKIGCQBjSChEBJoJDSRKCIcgRURxYmKEcThJAR0hIyCWvsKJpKCQlExKDoOw8BhGTg0NPFIBh6pSMFpylKN1GRtDdQDXCySowOKMri86GAzfXUCWgwtvpmIhGNERLGiYjQcVgqPpaDhKnSCCg3t76DbVs7rqknsb0qqKwypLwppKg3rqI7pbYjva4jvrIptLg2DpN1m3nBz4kADt6smtq0isq0isqMququaLTA2x3RUxnRWxXZVs7tr4rpr4kB41WBT4taO9PHOjNG21JHWlLH2tJ5abndNfEclu7UsuqU0qqOSPdCYtLUjE8i/Y+0Zwy2pggZIcf+KyIIAOLGvAWLgnoaMvqacukIeN8zdQl+RQUJUF2ZcPXOsu6m2ojB7/565786t/3Tz2i8P70H/0/D/+vL14zf+X5evXnj/8Y/PX//8xn//6MmPHz7+eu7s6shgXVpiwMRIw8hQc3dPXW5uop2dCZWKRSI3YdDieAIahYJM9f+6CgPHgPItKMgEIdCE/9aBhZdv/iMAQyEBGCKEweJwsU0wChHn4exgrK9jb21lYWKqrayChsEkYLAYc63P51c/Htn+Yd/wn/M9T7fW3e0pvNtV8KCn6Gl/yevx2k872/h7+r/N976earzdlneiiL2cGrIrzms82qs30rfYwy7JxjjUWNNcliKLEyciRMTFYGLwjTXAKDFxAQBvYOB/tEECqddAUAIkDCoJ/yH8SgkGAGBAZRISEkRBvDzQWoUf5H/s/Ef6FXrFhQQLUq+E5meQ/CwpSaXRpAD60unSDAaTyZSTkZGl06VBHLRQ/v13AAbkCYKCoO9DgUwPEhCEnABQgUwmU6gkeXlJWRncyFDr54/PP3/8/cyZw46O5gEBHvZ2lg721g72to72Do72UAKWg50zhMG2tpaWlt7e3tra2kgkcsuWLd7e3sGC4ePjEyoYRkZG4EoBlUrV1dUF8XhSUlDPdiQSSaVStbW1NQQp0EwmE8Qpa2lp6enpKSkpAe1b+FKTyWQajcJgQJXATCZDXh7Kf6ZCNlU8Q4amtkXJ0tL8yZMn/G/8b1++/vn2D/43/uuXr5wcHK0trfT1dEwM9G0szK3MjC1NjcyNDXS01TW2qKurq2tqamoJhqamJnRbXf1v/oX+VFFRAS5oBQUFYIMH/memYIA3A/gL/uviiiACmkQiGRkZ+Hm5yzPpYpuhBD5xsU2bYDAUEgq5lZamz87uXF5erK6u5iUlhkdGFJUU1zU1sxOS2EkpyRnZ4TFxgawIBzc3Jzf35vaO5f1rR0+fPra+fvDUyeUjR+f27d+xuDSyfUduSRUvPTe/oj6ntKaquausoXNgcvfA5O6WvvHC6tacksb61uGiipaWjpGyqraahp6qhp6qpt7qRmgCAC6r6Sqt7vyXApzfmJ1bAwFwRjkA4KS0orjE3BhuVmxCNjsx+28jdHY0OzkwJCYyJjGeB3VLysguam3tb+scamjoqqptq6lpq2/qbmnpa2zpbWzsrmvsamjomtm1tGfPgR2zy4ODU81t/a2t/UWldXl5VXl5VSxWrL9fiIqKirubE5//8dtfb798fglsCK9fP/7y5S2f//HT5z/jONEKCgqSVAq4XkMkEjcCMMDgv/3PkAuMRCJpaWkZm5jZ2zs6u7g5O7s6Oju5uXl4+Xg7OTnpGxrIyspSaFQ6nS7FkKZQKDgcDtQAUyVI0lSKNBXKmqMSiXQykUmjOVhZJXE4p44caWtq5HHiL507Pzk2Ghrop6rAKClI5fPfPL534fdfLn98c/310/VjK71nDgzcubT73ZNT/BdXPv9y4dOTi/wXN/gf7vJfXodU33e3Xt87eefCwr3Li09v7n9x59j7J2e+PL/0/smZ33488ODq4pMbyy9/OvD0e0jvfXZz6dnNJaD9/nZtzy/XFh5fmn10ZTeYj6/O/XJ9D1QqfPfA68eH3r88x/906/PHey2txUamWu6Bnm6BvhQlJaqyMkVJiSgjjaKQUJJ4opQkZMeSk6UxpGkMGSmmjBRTlkyjE8iSeAkylkhC4fBILAGFI2IIEhiCBBSChcBKkKjqalqmxmYMBoPFCjl7/oyegTYKj0Rg4WIocTE0HIHDIHA4MTR6MworjsYDBRiDJUI9n9F4FBqPwUJRMmAJgMURIBEYi0dh0HAE1JwUCUeICIJ5MEjRpLjI4qzklNjwwhRuVXZaAZftY2msKoHJjPRne9pkRXoOliW+Orf8+MDk29Pzo9nhw5msx4emnh7dPlebUh/t3Brv2cb1bI33GMkOWevI+W5Hy08LXTd3Nl3bVnNpvPzieOmVqYobO+vu7Gm9t9j5cKXn6YHB50e2/nZo9PHK4L3F3vt7ex+sDD06OHl3/8T6ZEuml0mGl0lZlFtuoF12oH12sHOSj3W0k3GQta6fmZafhXaAlW6gtZ6ngaa7nrqTprKVkoyxLFVfWkJPmqDPIBoJgq/MlKUst0hbqslYqElZqDIsVBnmakwQ/vwPAAZgDEzRAIBBYyRBLBblX1nQchR9AQAbKTHYgR6l6dxMdrifo2WIu/1Ac/XyronizISm0pzO2sLxrvrF7UMnV3adP7J4+djK5ROr5w/tPXtoz9kDC+sH5tf3z51Y3XVkz7a13VPLM1t3bu2bGuyYHGgf62nuaapsry3pqCsty0muLsxoqsjvaaoc62nePtI1NzW0Z/vojtHB+amJlV079u3etbYwd3zfypXTJ29fvXz9/Lkbly7cvnb14e0ff3tw79XTJ2+f/fr22a/vf3/x+vEv7357/unFq9ePf3n58PG7356/f/aM/+HDk59u7x4fT+PE+bu6+Lu6eNrbWerq6quomGzZYqMLpV55Wls7GBnpKijIkUhyJJKVjk64l1cCi8ULC4sLCgpxcXU3t3A2MHI3FcQ+e3rGePlEenhEunvGeEPVv2xf32hP7wh39zAXtzBX13BX9wh3d7avb0JQUGp4OKj1BVpudmwsgN7ixMSSpKTixMTChIQcNjszOjo1PDwzOlroiy5PTQXicGFCQgGXC6qChfRbkpRUwOPlxsdnxsamRkYK6ZcbHAwioMPc3UNdXYUhWAF2dgF2dn42/0rAAl5oVyMTZwMjO21dCw1NY0VlHVk5HQZTR1ZOX0HRSFlFS4qhJS2tRqMrkCWYEkQmmSRFwkvgUFiEKAGLIOERBKw4Cg4TF4F6HaHFIcMzCYXAQXnEEP1qKSqUZ2dfOn58z/T03qmp1R07prp7do+MTnX37N+x88Cu2cOzUBnw6vT0wZ07D+3aBYp7ge0ZdDYC8c5LExPLk5Og7nfpb7/0xh1wL9CTQTMkIALPDg4K1WAhAE8Juvv+5y2Iv2qDErAg+u3onGpt39rcAtFvV/eOLigHC0LiNoiHZ7p7pjrbh1saR5oatna0TnW2T7S3TrS3buvunOnt3tHXAwB4qr1te1fndEc7RMItbaP1jf2V1d2l5a2FxbWZ2QXxCWlR0Zzg4HAvL09be3tjUzsjEysDQ321LUrSDKYkTYHBVJJmylLoUkQymDQ8iSlBpeNIdBxJhkQBU5HG0JRXhvE//Hb3+vncjBRXF88oTlYUr5Kb01/Zc7So7Xh23ZGUkn3czIUo7nRw2KCPT6ubW7FvYLqbZ7iekZ2Ckq6qqo6ujpGlpbW3t/f01Nb9a0vnL62fvXCqvKY0JCpYRpUJE4GJo6FoflExOBKLQyDRcDQOhYb6tsMRWHEkDg7Hw1FEEkmKJq0gKSmDQpFwWBIImhKsDPGAOf92Swptk/+3IyTYjRZoYcwVEgmtMIUJQAIqQAMohcPhYoIBQbBggNW2ULMFB4WP3agA/3ufYSFmg8U6sISRyWQGg6GoqKimpmZiYhIUFFRSUtLR0VFXV5eamhoeHh4EjYCYmChQ6BsaGhwUFBAcHBgTExUUFKCkpODm5uLm5uLl5REXF1tbW93a2tzd3d3Y2BgdHR0XF+ft7Z2amlpZWRkWFhYQEODr6+vm5ubk5OTu7u7j4+Pi4mJmZqahoSEvLy/IqpEGjUNAnwkQqystLS0pKYmEIzZv3owQhxMJODwKTkLBKTg0CQGlqZDgYjJ4PA2FoqPRVCRSEi5ORsIpaCQVg5JEI8lIOAkuQoZvomPEZUkYJh5BR4nI4MWVqRhvW4Os+KCJzqrl6Z4LB2f76/OLk0JLU6MK0+O5kcHqijLiMJgEDiVJwCJFN5HxGFkqGbEJpsqkqtAJWrIkXqhraUpYby3UYre2ILihMHSgkTfcktxZGdNRHjvcnNRZwe6piYP6EjVC/YE76+Paa2PbamLaq2Laq9gd1XGdNZyu2vjuOi6Ygy0p/U1JfY2JvQ28vsbEwZaU4ba00Y6M0fasgabU7lpeV01CX2PiUGvqcFvacFvaUGvySHvqSHvqUGtyfxOvu47TWcPurGEDT3V/U9Jwa1ZHTUp7VWZ9cWqAm42mIqOqKH9pfnZtZXmgp7espPTa1e/OnF6/deuHT5/fffz056fP7/j8v+7eu3X8xKGHj3569uzhw4c/8vl/vvvjl99/vVNSmFSQxcnPjPX3tDTVV1BXohTnJkaE+ojCYDRJgrjYJgwaKbAEoxFINBIF5diJIpCbxeHgJhKKhcdCKSYoDBKFgT5oCBTwtv3fygZHgNY3golCocREN4uJbqZISujp6bm4utvZOpHxEmQEggiDJTmbvz46/+3Erj/29D2faLjVmnuvs+jpcPWdjoLrDRkP+8o+zPX8tXfgt4mGR8NVT7bW3WjPW04NmY502cb2GYz2q/F1yLA3ijLV8jfWkELAKGgxuCgMgRITRUEFwJvg8M3iSDFxFAjpEXxwAPz+h63wKhKwB+NwOCqVKisrq6CgAAKZGIKEc2nBABGyEhISJBLUcgBUJG6UoUCFMFijg0/3v28xf4+NDwTUCiRo0KcU6I0MBoNGo0H4K2gRBLCQRCIJl/5CL+jfz4oB9clCtzM4jkZD9XvCIUwMkiDh6BJwJhUeHuD86untr++e8b+8Dgtwiwrx8fN01dPc4uvpYWlqYmFi6uzo5OXqaWFmaW1tbWNj4+npaWxsjMFgGAyGq6urn5+fu7t7UFBQcHCwt7c3j8fT09MD3wBkMhkwJIVCkRIMgLggsJAmGNLS0FcHCIWm0Wj0vwdQg0E/JAYD6sIqiC+Sloba3UkyGFLKyopyTNndu2b53/iP7z/4/enzB3fu87/w/b38TA1MDHR0zY1NvNxcneysne1tXB3tdHU01FSg2Ah1dXUNwQDoqyqwPauoqKgJmiQBBgbx1KAgHLwNFBUVGQyGpKSklJQUAoEgk8ngGx6IwCIiIt7ensP9Pa6OdiQcGoovxqI3Qc22odpREonk5uYWExPj7u4ZFBzaPzBUXVOXmJrmGxTKTcuIieexomLDomKNzazd3H0mpmePnji3cuDY+LbZ2cX9Oxf3Tc8tTs0vZhSXp+SWlFS35hTXltW2l9W2l9Z2DE/Nj27b0zW0rbZ1oLy2s6apr751sKKuq6iipbiytRbi3p7q+m4wK2s7Sytbi8qa8ovr84rq8gobwDanoCYjuyoloyQ1szQxtSAuISs6Li06Li2Gkx4bn8HmZoZHJ4EZEZMYw0nnpeRm5VQUlNT39E22dY12dI0NjMwMj+7sHZzu7p3oGZgaGtnR1TfR2j7c2jnS1TPe2Tve1jHS2DpQ39Td3jVYXFZb29BaUVOflpXd09e7d2lxdf/K7Tu3fvr59qdvn9//9eEL/+v7z59cPT0k6VJQwjAKA3XTgaJdIHZCYdA0GgWHwyAR4hg0Eo/DEPBosgSRRqMYm5jpGproG5iYWto4u3h4+Ph6evk5u3t4+/hZ2dnb2Tsam1uQBflPklQKXVpKkkrG4TDSUhSKBE5WikJEiSrQyUaaynoqCtzI0M+vX27t77GzNKstLzfQ0dXX1pqZHGOHB+yc6ud/+o3P//3Xh+f5/Eef/7z25tczj2/ve3H/MP/tFf4f176+vPT198uffj3/5Nrysx/W3t47/u7hqRe3D4Gb7x+dfPfw1PMf99+/NHf7zMztMzM/n9/16OqeX28sv3lw9M2Dw38+PPJDarPNAAAgAElEQVSHIAX66Q2oBhhKwLq1+vnXU389P/Ppt9N/vTj76cWZv16d43/+/vPbC+9eXeDzH/3x5k6An6OWtpqFlWVyZqadu5uani5dQVZGRVFGRZEsJYUnUylSMkRJGplGp0oz6TJMGkNWgiqFI0micERxFBZHkiSQqaAVMBIyY2Fgm8WoNBkDfRMGg0ml03bt3tnT1y3FoCKw8M1wETgW6n2JIZHgeKIoBi+GIaPwkigsCbQFRuNJaDwJsDTUJEnQWxjqriTAbAQGK47CIpBoPJYgvllEBAbDY0TSU2NSk6MyU9mVRTlNZRWBTu7KBKq2JL2KG5cf7lMU7rK7KfPKtpb7y4NvT+1aHyrvS/K7OF7P/+HIL4emzozW9CT5NUY7D6QFdfC8h7JCD3YXXtnedHu+89q2ujNDxSf7ck/255wdKfxuqvLHXQ0/L7Q+WOp8sq/vyb6+p6sDj1cGH+3t+2mu9+flsafHd4/kc9LcjPMCbDJ8LHMDHQpC3TIDHeNczFg2+iG2+kFWet6mGt6mGoHWeq6GGraailBOlSzFWIFuqiRtoihlJE/TZUiAlr+GClDvX4stUOqVibI0SH4GiAtwF8RBW2sqmKow9OUo+nIUYyUpM1UZM1UZY2Vpc015PWW6oYqMKp2gpyhlqi6vyZT0tTfLjo+oL8yID/GO8nUpSolrq8gfaavtqCpsLM5qLs3prSmZ7Gle3TZ6fGnX+srcieXZS4eWzx9aunhw6fyhpcuHV64c33/95MGbpw9/d2z/D+tHbp87/sP6kWvH1y4eXDq+Z8f+mfGFsf4d/R1DjVUtxTnVWclFiexkVlCEu3O4p1uEp2ekl3eYuwfLzT3K2ychJDQ9OiYlIprHiuCxIhLDIjlBodG+AeyA0JRIdhIrlhsUGeMTEuERwHL3CXH1CnbxDHRydTWzdLW0hlaQWloackwVabqmvKzRli3+zq6Bru5OZlZmWjr2Bsb2BsYGSqqqNGlNhoyXlXUii5UaGRkXEMByc/OxsnLU1/exsgp1dGB7+/ACAxKDghMC/BMCAhMC/Ln+AWxvr2gPzyh3t2gPzxhPj0g39zBnF7a3T7xfQHIIKysqpoDDLeLyCjjcPDanPDm1LCmlhJdUxOXlx8XnxLAzI6MzIqJAFnRuXFwRj1eemlqZnl6WkgI4GTBzWUpKRVpaeWoqEI2LeLw8DicjKiolLCwxJIQXHMwNDOT4+8f6+MT6+MR4e0d6eIS5ugY5OEDca2XlY2XlbWkubIPkbmrqqK9vq61to6ltpqJmKKukx1QwlFUyVVQzU9piqrxFQ5qpJiWlSpNWpFKliQQyCtKQKERoXS1JwGIQYqIwGFIMKgqDi0BN5qCuKDAYhYgVh8HoRFxDWcmhvQtHlxcPL8zvnZrc3tc31dk53dW1a2Bg//S2kwt7Tvzd1Pfw7Czo9Htsfv7o3Byg4tXp6dXp6X2CiCxAvytTE2AuT44vTWxdnhxfnZ7cv316fmRoz9jI3q2jSxNblya2Lo6P7d06umdsBPiiQW3wRjV4W3f3dFfXVCcUZDXZ0THV2Qn6Hk20t092AGkXSr2CzmnvmGhvB5FXYH+yDToHKgPuhAKihfsgNRrkZoEQaZAaLUyQBvnSE61tY03NQ3X1fVXV3eUVHSWlrcXFFWlpBVxuCis8xssn2MHJy8raxcQUSmLT1THXh1KjdZSVNOTltBUU9JSVDZSVlSUpGtJQUJmaJFWdQjOQlbdUU7fR0ILVZbO//n7nxf0f2pvqeIlpwVHJXuG5/vF1iWU7M2pW8xuO5dUczy05lp13MCNjf2rqTm5SKzuhmBWVGRAcb2/vraykqaKs7uTgmJebOTLaPzYxtP/I8vTOybbe1ghuJFWejicTRODiMFExqOoPhcVLUPASlE2iSDEEFoEmITES4kgSEiNJkGBIUGQlJKRJRAqovAUpPiBx6n8AsNACDWRhIYgCk7OwNHeDMgYIFwECZkE+CkZQNwhqDjeKTgKh5l91whuLh4X7wh8n3AGCiawsJLdqamoaGBhYWlra29v7+vqmp6cPDAzMz8+PjY2VlJRwOJyoqKjQ0ODQ0GA/Px8PDzd7e1sjIwNzc1N/f197e1t1dTUHBzsul5OSklRRUdbU1NDe3trR0dHW1lZZWenu7p6amhofH5+ZmVlQUODp6enn5wcY2EUwrKysdHV1dXR0NDQ0tmzZAqJfQUtVRUVFsHBXVFQEpX0APtAoBBGDxMNFiXAxGg4D9S7CYuhIJA2BYOJwDAxGCoOkoxFUDIKGRVJx0JSTwMqSUIpkrBaTarJFztFYi+VqnRzunccNmeisvHl65e2DK09vnvphffH4wvDcSFNTSWZZTrKjhSEOvgklAkOKQlfCqFBCHoKIEZch4xEwmDRWNDnMt6siixfiVFcQ3lEd214RXZMbWJ8X2lMdP1Sf2FUe21UZ11vD7avn9jUm9NRzOuvjOhs5nY2c1ip2+4bZUR0HYLi3gdfbwOupTwA8DDC4vylptD1ruDVjoCm1vzFlsCVlpD19rDNza1eWEH17G7g99fG9Ddz+Jt5AM6+3ntPXEN9VG9ffmNJWldRSmV6Vl+RuZ8oOC2msrVres/f6tRuzs3Pr62cPHT7+9Rv/l1+fPHh09+Xr59/4n99/eLN2YHFqavjo0X3Xvzv74tmDT++ePX30493bV/bOTZroKdtZaNlbaNDwMAMN5src5PhguwyNhIJvhuJc0ZCBAnq3Q1eRIAAWQf4vAAY8DDWXFKj7QOCHbkI9IaFCWTExEVHRzTgCVklZ1dDUzMLSloAjImAwPAwWZ230x4kl/vretwu9z8bqbtRn3GnLv9Wae7km+Xhh7PHC2F/G659ONNwdrvxpoOx2f+mFmrSllOBZjvdCCmucHdAS4pZpZxBlrM6y0DNRlGISkWhxGAIpKoYSB0HQInBIAQY1zP+/ABiLxUpKSsrIyMjLy4OkHCEAAx6mCHy5QhEY4CUWiwVsCTRh8DFH/5chJNX/CMASEhJUKhWIvzKCAeAQ5FHT6XTQlkn4E/8dgIXP/48d4ZngVwUWUEkiTkYSxSBsdjTV/OHScf675x9ePe5prgr2cWH5e1qaGDjZ2NhaWthYWDrY2LrYO1tbQv5nGxsbDw8PMzMzPB5Pp9NdXFxYLBYI4QsMDPTw8PD19WUwGFgsVk5ODuQCMJlM8IXAYDDA5QPg85aUlJQQeL7pdDqIlQbHpQQDgPDf3CuzcYdGo8nIyCgrKxMw2N7Orj9evX7w890n9x//dPM2/wt/qHfQ0sRCa4u6sb6Bt7ubh4ujm5O9s72NhrrKfwNgFZX/qw3eCMAgFA38i4DLImQyWUpKCoVC4fH4TZs2CbKvoCxxUVFRPz+f2sqK+uqK1ESegY42XFwUjULgMNhNMBiVSrW0tAwICHJ0dOYmJI5tncjNKwpiRUTHx0fEc9x9/N19/P2DwmzsXUJDY7Zv37P/4CloHjq9fW5l646Fqfnl+t6BuLScpOyS/NLG7MLa4srWooqW2ub+nQsHd8wfaO+daGwfrm3ub2gbauoYqW8dFEi+PbWNvTUCAK6q66qq66qo6QAAXFTWVFjaWFDSAGZuYW1GTkVKRklKRjEvJZ/NzQQADLZR7FRWJC80IiE0IiEknMuK5EXHpfFS8tOySksrWzt7J0bGd/cObusZmB6f3jO9Y3l0Yq5nYLp/eGZobFf/8ExX32Rn70Tf0PbRid1dfVv7hie6B8bqmtvLaxoKSitzi8rqW9pLKmuqG5pzCksa2tpau7sXVlau3ryZV1KivEWdxpDBEskoHGQhAhfgMDiowTIGg6JSqVQKGRSTyjIZUG25oameoZmeoZmhiaW5tZ2to4uTm6erp4+Hj6+Hj6+bl7euoRGJIkmRojPkZDEEPBwpzpChKSkyKRIYMh7pbGOiqyJja6yVn8Tmf/1z++iA7hZFY21NJ1srNSVl8c2bNJSYFobqZ0+s8j/99uXdQz7/11e/Xvjz5UX+1ztf333Hf/89/8staAu1Jvqe/+bqh6frHx5DrHtrffvFtcGrh0fvXdz9+6211z8ffnJt8YdT05cPDl85NHLjxOS9i7uf3Fh69eDI85+h7kfPf9r3++3V57dWXv289u7R0cfX5l/8vPbmweH3z07xP33P/3KD/+Eq/9O1Lx+ufHp3lc9/eOvmSWcHc309LR0dPf9gVkZOrk9QgIaelrS8DF1WVkpWQUpGgSYtB02GLI0hS5VmStIZREkaXgJKfpagShHIVBSOKAJHbRZHwtE4QXUbGYMlSUnLyisoqalvefHqJYcbR2VQEFi4CFJMAMAkNEFCHEcURRPFsZJIAg2Ng3oIA+6FfNR/T6AtAwwGhAwdQeNFYKIYcQRUNbAJFhTsyokPSk+NTUuML8rMs9Yzp27CWiioNSTx0n0cpyuTb+7tuzRR83jfEP/71Z/3dA+n+e0qYT9ZG/t4ce/bsws3d3evtefN1yRvL4sfyAgZzY1Yac66u9j/YLn/3mLvzZ1NF8ZKTw/mnRrIXR/IuTJR+v226p/mWh6v9D8/MPLbgbFn+7c+XZt4fHDmp5XJvszoLC+L/EC7LD/b/GCXzEDHFB87rrtljLMZy97Qz0Lb3VDVzUDF3VhDCK46MlCNrp6spJ6sJCjWBZZmkHoF2h0JyVZohBYW/dpoKZqrMUEDJFAPbKIsbaBAM94ipy5H0VGgg6klRzXXVIwL8ixMZhelxGWzw7qrimaHuqa6muZHexcnBsdaa/tqS7sqC4ebquZGeg7vnj65uOvE3p0XDiyCeenQ8pUjq9eOr904dejm6cP3L5968v25X29efHrjApiPrp77+fzJW+vHbq0fu3ny8OWDK8fnd+0e7G0tystlR0W4u4a5uoY6Owc7OAXaOfha2bibmDnpG3tb2HiZW/tY2vtaObibWNlo6ltu0bHVNHLQMbXVNLFQ1TdT1jZRgaaxsoaRkrqtnqGdPmRvdre09HG093dx8nVy8LKzc7GwcjKzMtHQ0VeBznEwNDHX0DZWVbfQ0AxycgZdhUKdnX2trT3NzV2MjAJsrCPdXJOCg7Kjo3JiojMiwpOCgxIC/BODArn+fnE+3mxvLzBjvSAMjvXyifPx4/oHJgWHpodH5rE5xQmJ5cmpFSlppYnJQvrNjo7Njo7NiWEDz3NJUlJ5ampFWlpZSgrIxCrgcgsTEooTEyvS0qozM6szM4VsnB8fnxUTkxYRkRIWlsxiAQxm+/qyfX1jfXyivbwi3N1ZLi7Bjo6B9va+dtY+tlZ+NtD0tbb2srBwMTJy0NOzVtc0U1Y1YCrqyygYy6uYKW2xVNawUNHQlVfSkJVXYzCV6dIykK8VK4nB0glEEgaDFhMT37wJDRfH4zAYNFJcTGTzJpgIDCZBQIvCYCryMp2NddtGh1Znd14/d+bInoWlbdOzg4Mzvb07enrnh4YPTG8/vXdRGO98ZPfuo3NzxxcWwATHD8/OHty588COHUAZFqjBY4vj0AR8C4h3eXJ8fmRoYXR479ZRMAXoOzw/MgRqhoEODAB4p6BD0kZHNGByAMBAFt5YHgyOgO1Gy/S/jgsUY4C7GwEY7M909+zo6d3Z27eztw9gMATPbe3jLa1jTc3D9Q0DNbV9VdW9lVVdZeWthUW1mVklvMScmNiUUFa8n3+0l5e/i5Onva2juamNob6dsaGjsZGlpqaBvLwGlabPlDVTVDZTVLZWVnPS1HHV1nPW1IFNddY2FqTdOH+K/+2v8a3TgaGcuLQqp4AMj/DysMSehNztiTm7ErPm0rMXs7KXM7J3RbDrWNH5IZHZnMSS1PSSoKBoUxMrPT2DyMjwicnRgeGe7bPTg2P9De31FU2VgVHBZLokBoeFIxGi4mKbRcTQGByeQIIMkHA0GgMVnyIQBDExLApFIpMZUlIKEiQqFgsJv6DaFhAsCoUREuY/YFhoAQVnCmt0gWVaiMEgIgiDwQFTHNAEwNoIiUT+A4CB7gTUoX8A9sZULeGvtHEHh8PJyMjo6enZ2Ni4uLh4enoGBASwWKzAwMDk5OS2trZt27YNDAzk5OSEhYUFBgZ6e3s6OztaWVmYmZloa2tKSdGUlRXd3FxMTY1NTIzMzEwKC/MbGup6erqamxtbWpqampra2trq6upiYmLCwsJ4PB6LxaqtrWWz2QEBAS4uLs7Ozo6OjpaWlvr6+lpaWqamphoaGioqKurq6srKyqBOEixVQRMUeXl5KpWKwUAdjAX97uFocRHUZpgEEi5NwJFERTAwGBUOJ4ttpiLEpLEoORJeiS6pLiutq6pgqKHiYm7obWcR5eOeEhmcHR+RxQnPiWPlcVmpkb7l6THzo62v7l58+fMF/pdn/L+e8f94dH19bXXnODciQIFOouCRkgQUDilGQMNJWCQGvomIECEhYEwiwmQLs6umsDQ1kh1ikRRtU5EdMNCcPNmdM9yS2lvD7a3hdldxoFkT11nDhgi5lt3ZyOlu5rZVx7VXsdsqY1vKo8FsrYhpq4ztrOH8Y3bVxnfVxg81pwy3pI60po20poGdrR2ZIPm5r57XVh7VVBzWWhbZVQ1pv/2N3L6G+O5adkt5ZFdNQksFr6k8tTg91tZUKzrUf3pi5OOff9y8fqOjo2N+fv7Cxcvf+PyXr58/e/HL02ePvrt+6eCh1fMXTt69e/P69fMP7t54/uu97787PTbSMTnW9evjH/287BytdQ00GYZa0imckH0L0801RcpyUhikKBELUSwaDWU+CwFYDIkSgSP+mwKMwULeNiH3Ah6Gtjg8FDGKw4H+FnCkOFmSKiOvoKyijkXj4AIA9lRl/jw/9u3U/B97+58MV12pTr7dXnCmPOFwftRunt9AoNX1jsKLDZlXmnOuteVfbso+XsTZw/OfiXbbFuu9Nytud05CS7hXsp1BhKWeh5E6DbVJHAZV/oojxEQR8M0IcehamKD8QXAh6T8Iv+CQ0IuBRkMBUUA1JZFIUlJSQiM0QzAA/0hJSUHrbQoF9BEVBu8BlAVb8DzCJwQ3/+MWnA9wVAilAscvlF0PuEsYx8VkMgW/CBTCRCaTMRiM8IEbfy44DoRo8PUCGVQEfA5OE/5QPB5PJBLJBKwcFUfFblKWJm4f6+a/f/Hyyd1bV8+F+nlEBQf4erhYGhu7OjrYW9tYWVjaWtvY2dg6OjpaW1u7ublZW1uD18He3p7D4URERAQGBoaEhLi7uxsaGoLXVlowlJSUQGWE8NWTlpYGrzNwiNDpdCAICzVw8IID1RdgsIyMDHgFwJUIgNNQoDSRMDo4AKp/P717//zpr18/fb5/5+dg/wANVTU9LW03J0cPF0dnexsHG8stakr/rQZYVTDUBAMIwoqKioB4mUwmnU6XlpbeCMAUCgXq+LV5MxIJZYmLCIavr3dLQ31uZlpuZkZuZoazkwMWg4Jc0FD5FUxUVLSwqGT/2sHVfWu75xbKyquj47icpKSAiHBPv8CA0PCA4HBnN++EhPQdO/bM7dk3O79y+Pj5XXvXpueWR2bmkgvKkvNKUvPKswtrc4vriypa8ksbW7rG5pePTe5YLq/trG7srWnqA9v61sG6loGqBgiAq+u7q+q6Kms7K2s7AQAXlzeXVraWVLQUlzcDEhYCcFJaITcpFwBwFDs1MjYlPDopLCoRoG9wWHxgaFxgaFxoREJ0XBqHl52QnF9Z29nVN9naOdrcPtw/PDM+vWd0Ym5wdOfWqYXJ7Ytjk/P9wzPd/VM9A9MDIzN9Q1P9w9Pbdy21dg20dQ8Oj2+vbmhr6+4fmdjWPTDS1N7d2tVbUllTUFpRXlMfEcupa25LSs9ycvdW0dAmUejiKKwoArpCR6NL44kEyISCQgmy0yTl5ORUVVX1DUwMjC2MTK0MjC30jEyNzCxtHV3cvf0CQkKd3T0MTIzpMgw0HkeXYTAV5DEEvKKyAgaL2ASDKStImxlq66krVBWk37565vmDH8tykuWoJFc7C3N9XQ9nh4yUVH1tLXkpclF24u7tQ8cO7OJ/evTl/Z23zy/zP/3w+c3V9y/Pf3x+9tWjw49+2Pv0pxUByh74+dJuUN979/LcTxd2Pfp+8dW9I+9/OX391NRPF3Y9ubH86t6RPx6deH3/6NMfVu9dmXt4fe/PV3bdubjj4bX532+v/vnwCNT79/21Px8e+fL72W8vz399c4H/7sq7308/vbf/6b39Xz589+XjDf6Xh7t39pmbaBsZ6isrqxqZWRaXV2Tk5QSwgnSM9GQVlRRUtiiqaDBklZjyKgw5RRpDlkyTJkrSCGQqmACA8RIUIAhvFkfCNonCNomKw9GyckpYHCEhkfeV/83FzRkN5TwgBOZnFJpIROFJYliCKJoIx1FQRCqWICmEXhxJEkeSBJoEAGAhG2MIECdjcSQRmCgBBbVsEYHBvLzsYmIDMtPi0xLj07mJOgpbaCKYQAubmoQ4novpgYHyO/uGbs11/H50nP/ToQ/nZ1caErviXZfqk+4v93/5fh//x0OPDoydGi5f68wfL4gayAje35Z7ebL+wcrAyxPbnh4auTXfcnmq4vRQ/pGu9P0tifubk473ZF+dqrm1q+3WbOfP8z0Plkfv75s6MlBbF+uT7W2Z62eXE2BfEOKa7G2d4G6Z6GXD9bQJtTPwNN7irKtop6VgoyEHWvgaKtD05SiAfvVkJfXlKCbK0kK3s6nKv5zPxkpSlupyVhryYG7sA2yjpQgkYmEalpEiXVdW0lCNoS5H1pQjW+goaitQ1BiEQGeL4lR2aTonPTa4sSDt4sG910+uzY92L070r6/M7h7uHG2p6ijP7a4qmOlrOTQ7cXbf3Pm1hUuHFi8fXrpyZPm7Y6vXju/7/sT+6yfXrp9cu3Zs9eapAz+cPnjz1IEf1w/9fOH43Qun7pw7ceXQ6tXD+y4fXLm4tnRxbeXc6uKR2ZnFrcM1WRn58XGJIUFxfn4cf//4AMhpHOnuGeLoHGjnEGjnFGjn5G/j4GNp62tlF2Tv6m3u4Glq525s425s42UG4bGPtaOPtaOvnaOPrYOfg0Owq2uIp3uwh5u3g52LhYWVnoGdkZmtobG9samLqYWZuhYkeNLpXlbWEZ5e8QEBoc7O7qamLkZG7qbGnuamATbW4S7OXH+/tDBWRkR4enhYKis0OSQYTCEGx/l4c3x94v18Ob7+8X4B8X4BHF9/rn9gKiu8gMOtTE0HAFzA4ebGxgH0zWNzCjjcirS0qoyMmqys6szM8tRUIPDmsCEwBmHRVRkZtdnZtdnZVRkZZSkpIDErIyoqLSIiNTxcyMBA/o3x9o7y9IRc2eAiAsTAtoH2tgF2NgF2Nv62tt6Wlu6mps6GhtYaWmYqasbyKsbyKubK6tZbtG3UdazUtQ2UVDXlFFRlmEpSEABTsTgAwBQCQVCSL0LAoOHi0EobTJS4iCgMRiXhqsuKjqwurc7Pnjty6MyhA8cW967umFkYHZ0dHNw9MLh3dOzgzI71xaWzq6ugr++x+fnjAvoFCjDo9Ls2M7M6PQ20372CfCwh2c4ND84ND86PDAH0XRgdBgowAGMB+g7MDvYD3P2P2x0bCoNBMpbQIw3EYQDG011dQC4WHgToCyAZxEH/OwBv6+yCLNM9vbv6+mf7B2b7B3b19e/q6wcADB410dq2tblltLFppKFxuL5hsLaut7Kqs7SspaCwJiOzhJeYGxeXFhPNDWdF+vuGuruFuLmGuLj42Ng4GxraaWk76+q76xl66Bv5GJn6m1oEGJt76xnBLhxauX7m+J5tU1fWz/C/8ldXT/iH8qydIw0sWZbOSQ6e+Y6exa4+1X7BrYGsTt/gBjvnFEePBHO7cDuXSF5yWUlZc3x8uqOTm6mZRU9f98HD+0+ePT63OFvbUpNdlBWXxFZWVaLQqGQymShBEhMTg8E2IxAoLI4AF0dD9SeCOhZRESQcgSUSaHQak0Sk4HAEoccYiUQLFpOEf4iuQgwG8CnkUiEAgxOEuVmgqBgAMFheAwUYdBkVqr4IBGLjelywTEQJg6CFz/aPnw5+B4DiWCyWwWDo6+u7uLiA+JkwwfDz8wsMDORwOIWFhfn5+WFhYZaWllpaWgoKckwmg0qVpFDIJBIBDhcjkQh6ejp2djaOjvb6+rppaSnd3Z0dHW2NjfUNDXWtra2VlZX1guHp6RkVFRUZGZmWllZbWxsVFWVlZWVubm5paWlkZKStrS1UgDU0NLS1tXV0dFRVVel0OpCGGAwGaMXMZDLJZDISidy8CSa+eRMOKY4R3YQR3UTHY5kSRBUa1URV1cFQz83cxM/BNtTdJdLfOy40kBcdlhIXlREXmRYbnhYdlh4TnhEblsFmZbPDcuJY+dyIlAifnqqcpzfX+S/v/vXsxzvnDpxenh5sLClKibUz1KBiRUnIzXjEZsQmSASmkwkgAl5FhqLCkEBvgg22VO8e72gujy9K9ylM9m4oDu+oZDcWhbeVRg83pQAA7qiMaa2Iai6LaK6MaquL7WqCDM+dNZz2KnZrRUxzWVRzWVRLeXRrRQyYG93RXbXxkE26mtNXzxtsSh5sSh5oTBJmX23tyOyr5zWXhNcXhDQVh4GeSZ1VsX0N8R3VMY0lYS2VcY2l8fUlvNyUcDM9pVA/t6rS/KWF3de/v7Iwv3thYY7P//rx84eHT+7uO7B3dn7m/KVTL17+8vHzqydPfjp5cu27y6dHhtp27xrr6qjZvWPk18c/ZqfHqavSzAwUg31s6soyq0szPVys5RkUIhZFwEN1Wmg05EnbCMCiCOT/AGAg/4IWF8J9BAaLxuMEgXMoOFxMXFwUCgHFE+AIDBqJQcBgOBhMAwlbqMx8sTz+ek//L2N139Wn3e0rO5AXPZvo1xtonapJWcqKOFzCO1GZfKY2/Ux1yokizmpy8ESwXauj3tZIr6XC5GFuaIajSZCecpC5Hh0BQ8Cg3G84QkQUKb4jOHMAACAASURBVCaChIsikKIIJGDgjR+3jftC+hWCIsBUPB4PsqABA4MAJCEA02g0qmAAKZhEIm0ES7APnuffj2+8V2hRFnIsIFJB5hMdyn0WdGMC/ltgIQYHmUwmhULZaGn+x9OCaGJQhQGVdINKD0EDJ+Gv9HfZJIFExMvSSFQcnIqDJ3Mivn148+7lr/zPH/IyU4P9vGIiWBYmxm6uzjZW1pbmFrbWNg529k5OTlZWVs7Ozra2tlJSUlgs1szMLDExkc1ms1isqKgoPz8/PT09cAkMvJIqKiry8vJC8ZxGo6mqqpLJZJA0JikpyWAwQC2ulJQUkUikUCjgEoCMIIIb6N5AihceodPpTCYTQmsp+p7ds/xvX799/vTmxcv3b9+8e/OW/+WvipJSPS1NbfUttpYWLg62tpZmNham6ltU/xsAA/T9bwAM3gDAz0KhUIA1HY1Gw2AwBAIhKioKg8E2b97s4eGWnZXBZUfzOHEZKckJXI6Pt6e62hYxMTEymYzFYodHxv768u357y8Xl1by8ouj2PGRcXE+oSGhkTFRcVxPn0AXd5+ysrpjx86eXL+0tHp4/6HTR05fWj26XtfZH8JJyiqtziqqzSqoKa5sLa/tLKlq6+ibHJ1aqG7szcyvLqlqq6zvLqvpKKvpqGnqq23ur6zvBvIvQN+NAFxW1SYE4IKShpyCmrSssqS0ooTkPA4vO4aTHsVOjYhJBugbxOIA+Tc4LD4ghB0Qwg4Oiw+PTorhpHN4OUlpRQUlDXVNfY2tg3VNfa2dowMjO7ZOLYxP75ncvji9Y3lmdt/k9sXewW31zf3N7UMdPaODozvau0cGR7fP7F4cGd+5Y25pbGpnS2dvfUtXVX1zcUVNcUV1eU1DQ2tnalZBXnFlVX1rXXNnXnFlQHD4Fk09HJEC4RlMFInCCVpUkChUupqaurGJmZGxubGZtYm5jaGJpb6xmZGZpY2DM1CA9YyMpWWZknQaURJq34iXIBElCJtFYEqKTHMTfV8PJw9Hy8XZqecPb60tbDfTUTHVUdNTUzTX14liBedlZBjp6etra5gbaCnKEOd3jCTE+vE/P37w0/E3zy69fnb+w8tLf/5+5s3j4w9uLPxwYdvjHxdfPzz89Nbq6dXey0fHHl7b+8fjk5+fnXv/dP3jr2e+vrz0+v7RPx6f/PjrmU/Pzn19cfHry0uffjv79vFx/pvL756eePHz2vOf9r36ee313QNv7x96//jY2/uHoJa/f17lf/iO/+7Kn89PvXp67PPbC5/+vPz5/ff8vx4W5sWbGGrp6GgpK6sqqW3xCwrMKSooriwNDAvW0tNXUtMQALAKQ1ZJiilPkZIhUehC+iVK0gCskih0YJOGo3FiSAwKR6RQpdU1dGCbRHbNzl2/eUPfUA9NwIgiIf8zEo9FEQhIPF4MSxDDEhB4SRSRisH/n+oLnhMw8D80YSEAE9BEpAgcDRfHIEXDwnzj41n5OakF2ekh3j5KklIqREpqQGBRRGAjL+T4aPX6ZNX9ld7H+/r+WJ/5cmXPvcXuXaVRI5l+yw3JN+fa/zg///m7lecntv+wp/tAd95Mefx8fdK+tqzrO1qfH51+fWrm+bHxXw4O3l5ovTRZcaw3e60t7VB7xunBkvMjVetDlRdG667PdF2a7ujPis7wMEt1N8nwtMz2t8sNco53NeW4mid4WbNdLfzMNZ11FZ10IPo1UaQZKtCA1dlIkQ4qdaGcKgWasZLUxlArczUmsD0D9LXWVLDRUrTWVLBUlwN3CXcANkP+ZyUpPTmKvoqUjjJdS17SSk9ZR5FqqMbI4rDqClIrs3nFqez50e4Xd67dvXRy73jf4kT/qaWdR+am9mztHW+vHW2p2tHfun9m9NTSznP754XoC7j3+xP7vzu2evXoytUjy98f33ft2OrlQ4uXDy1ePbJ89fDqpQNLF9eW1pfmDsxM7B0bWJ4YPTI7c2rv3Mk9u9eX96xMbR1raWouzK9IS8mPj0uLiOAGBsb5+cV6+8Z4+cR6+7J9/Dh+AdyAEF4QK8rDL9LNP8LVL8rDj+0TxA1gxQeGxQeFhnl4R3r7RXh7B0DZdKbWBno2hvoOJib2xqYeNg7e9o4eNnY2ugYqVCkmgaDJZLLc3CM8vVguLl4WFs6Ghm4mJt6W5r7WliwnR5aTY5izU4SrS4ynR0KAf3p4WE5MdCorNC2MlRbGSgoO4vr7cXx9uP5+iUGBiUEhySGs5BBWQkAQYOC0sIg8NqeIyyuMT8iPi89jc/LYnML4hBJeUllSSk1WVl1OTl1OTlVGRnEi1DUnj8PJj4+vTE+vysiozswE9FuZng7uzYqJAf7nZBYrmcVKCg0FCnC0l1e0l1ekh0e4m5tQ/g2wswtysAu0t/W3tfa3tfazsRECsJ22rpW6prmyurmyupWalq2Grq2GrpW6tq68khqDqUiXkqNQpYkkoQJMFDS5IWDQeDRKREC/oiKbkGKbRWEw8U2wqtLCAyt7x/q6D+5d+G791NHlxRPLS2s7dy6Oj8+PjCwMjyxtHT+8c5cQgI/Nzx+enT20axcQe0EiNDgZBD5DjxodnR8ZAdrvwuiwcM6PDM0NDwLhF4jDe8ZGAADvGujb0fevKcyCBtqvUA0GGAwOCmOihawL6Pd/gPF/A2Bgft7Z2zfbP7B7YHBucGj3AET+4Hxhe2GgBm9tbhmubxiqqx+sreuvrumtrOooKW3MzYMugqSnl2dmFCUlQT2uBP/EKaGspOCQWA+vKCfXYCtbf1MLf1OLIFPLQBMLP0NT2IE9e6+unzm5/9Dq3OLF0xefPX19cG3d3jFAz8BVU9dDXcdH1zjMyj7F0aPQ3rXA3D7DzI5r75FkYMlS2OKga+zpFRDH5malpBeYWdlm5uYdPHbo4ncXrt64vGffQn55TnZBpqurs6KiPJVClpWVoUhKiIiIiIuK4fF4FAINwSocckKiEFgUEodFEfE4CUlJKgiSAaovANd/aV8CWVhIvEIKFVb/CgO0wMIShcIIsVkIxqBGFyUIqQK+OKADA/QVUjEoHhPgMZTUtTHs6h8YvJF+QY0xmUxWVVW1sbEJCAgICwsLDg728fHx9fUF0VRBQUFsNtvPzw/EtCKRcDwei8GgkEg4DofB47EkEkFWVsbV1dnJycHAQC8kJKivr6e5ubGzs72lpamrq6uurq6vr6+5ubmwsNDPzy89PT0kJKSqqio7OzsoKMjY2FhLS8vAwMDIyEhHR0dZWdnU1NTOzs7IyEhNTU1ZWVlBQQG0yqTToaW8nJwcMJRCS0AM9OFEw0XR4iI4cVEtRYUQD4+kiPAEVmhKZFhGbFR2PDuPF5+bxMnmsTN5sRkJMZlxMemxUekxkZnsyFxubGFSXHFSXEFCdG1OUm58aBEvoqcqZ21msKM8nRvgFOJo7Gej52Gh7WCgYqwmo0TFYTbDUJtgDEk8GQuXwIijRGCSOIQsBc+QwMyODy3tHO2sT2uvSyjPCU2Nts+Jd20rZw82pHSUx/XVJvTWcLuq2W2V0S3lkU0Vka21sR0NHOBz7qqNBzqwEH2bSiNbyqPbKmM7quNAbXBPfUJPfQIU+1zF6a/j9dfxemu4PdXxfbUJA/WJW9syBuoTO8pj28ugE4Q/rqcuDgBwcwW7tjC6uoCdk8KyMFRysTU+v354ZXH2yOH9M9sn37x9wef/deTogdnd01e+W3/95jc+//3Hz69u/njp2LHVs2cPra3N5eUlTU30HjowNz7WGRTgrKct6+Fq5myra2WiGuLnEB7iYW9tJM+gIMU2S5AIBBweI3AYIpBocRSksYij0GJIqNAX2A7/UQO88SYKDeV8YnEEHJ4IR2OQWKhnCQ6HQWPgCIS4GFxcHI6EwUTRSAx6swgRBqPDYDVh7nd2dN+fbrk3UnW5If3HntLZZP/uINsCCxVXHKzey2y1kLuvgLs/P+5wIWe9jHcsN2Z7qH2dhVqxscpwpHejj0O8karfFpkYe1MDWQpJDMp7QMA3QyIwEtKBwRT//1xu2si/UCftjUYMoWYLPPwMBkNeXh5U3gKWkxb0vxHAL5UmGIDohAQrxMv/vQPw+L8BsFABlvl7yAkGUIABFVOp1P9hgf4fALyRzPF4PAFqu4SnkvCSBCyVhDcz1Hv25CH/yyf+t7+WFnZ7uTlHR0VYWpg5ONiZmhpbWVk4Oto7OkIAbGlpCZLwZGVlEQiEtrY2l8uNiIgICwsDthF7e+g0c3NzKpUqLi4OErmIRCKTyZSWloYCC9FoIpFIpVJJJBICgSAQCEpKSqCGApjABbW+kOQrJSUFLjoAJAbPAF5/BoMhKytLJuAXZnf9+frV2VPHz5w88cer3/949ZL/7a+xoUEdDTWtLSq2lmZebq7W5maWpiYa6mrqalAKloYggktTU1NDQ0NdXX3L30NN0FJeRUVFSUkJKMCysrLgbfAv3mYyQZY1g8FAo9GbNm0iEAjg+iYGg/H0dOfGx/ES4uLYMazQ4HgOu6S4kM1mq6iowGAwCo06tnXi6zf+jVu365tbImM5cQlJYdFsr6CQoLDI4PAoOydXd2+/xqb2EyfP9g2OdfUO1TS2j8/MTe1eSi+qiE75f6S9B1STd8P/HWUHsghhh703YYQRZth7E8JMSNh7JewR9l4qiCIiSxGQJSAKuEBw1X1Xq3Y4W1frtrZ5z5Vfm8O//d/P+5z3vc510hAiw4Inn+u7cnJKObnFtdksTimnjdOwq7a5p7NnqLpxd3xyfg67uqy6HUBvRW1nbXMPtADctAfqweI5n8s5bRXV7eWcNoC+JRXNfBd0fmFNdn5lWlZJYiorISUfBICj4lIjY1MiopOA6htGZYI7weH0oDBaaASDGpMcQ09PTGUxkvJSM4tLKprrm3ua2vraug7s6h3uOzB+cHh6dHxhfGp5cmZl7Oji7r0jnLquiur25vY+Tl1XW1f/rt6huqbu1s79nbsP9O6HpGB2SQ0zJYuRnJmalZeYlpNfVFFYUc8qq88tqspmV+QWVRWW1pZUNJRU1vkFR+gbWQhAPRJC4kispo4hwYxoSrC0sLSBGBjKrZOsbexJdk4Ojs7OZFeCmQXBzMLY1ERLR1tGTlYEurInKisvY21lHh7iHxzgTQn2ffvi0ZWN1WAvMsnMwN2eSDTSVpBERIUEZqUmebm4GOsbuDja+Xs4q+MxhbmJhw91TYx0cbnPvr7/9v3rq9yPt7/8dvnd03OPv5394dbEb09Wvr7aePnwxPun5355cPLd43PcT7e5H269+en0i/snP/2yCRmkP97ivr/59fXlT88vvH1y7ud7J76/PnVppW9zefflU73fbg4/uz3z2/cnPz89y325+faHU+8erb17tPbxl/Pcd1d+/+3i51+3uF/v/P7+2h+f/vPu9bcBvvYka4KGhpq2trayuoaFtVViempZdQU1LsrYzFxVU0dZWVtGRhkni8fJKWJl5CWl5bYrwBicLAIjJYZAQy0qSIysorKphZW7t58pwRwnLSuFk7nzn7ujh8ekpLFYWamdIgKiSAkxFEIMhYJGgJEYEZQkAGBxJFSg9Q/c5evAQGEG9Ass0Cg4RhAmKLRjJ1xYgEaLKCjIqCgtSE2gE3R0sYIiZsoqBdERhZEBVyZ7b07vujjEuXWk/sZo9e3D9b+s7P+4dfjbo01zDYmTnPj55rStg5z3lya5P53/887is9OD5/sre7JDDlcwTnWzbxxp/XGp7/X62IfLE79eGHt8ct/tiZaLg9Xne8vWdpeeai+ca8xZaMw/2VE231ZSFEpmOhqlelikuhMz/ezSfe1jnQlMT1u6h3W4nYm7sTrZUM3NRNNeT5mghDXGQ+XMILsLFGCCCtRZBczM2zEYkC0QeLeXXYG5IxD6tdFRApFgW11lKy1FCw15CHr1lAxVISnYTFvB18kC0C8nP2VPQ9mtcyfe/vif/2ycWpk4tDJxaH1+/MaZxYsnjq1NDc8P7T12YNf0wO6FkX3LRwa2lqYuLU9fOTULFOBra8evrsxBb67O3zyzeOP0wuXl6c2FiQvHj56bPrIyPrQ+O3Fuenz16MiJ0YMr46Mbc8cuLs5tLczePLNybW3p4tL82uSRY/179zfVNRexq7IysmOj06hUZnBwnJ9frK8vFHb18qG6e8Z4BkS5+0W4+US4+UR6+EV6+ER4+oS7e/k7OAc6OQe5uPg5OnqRbL3tSIFkZ4qXl4+dYxDZzcfO0dbAWFdBQRmDsdTSjvLxjfT2DnV19bez87Ky8iPZhJKdKC7kMGcnmq9PtKdHONk51MkxwtWF5uuTEhYKpODs6Kjc2JisqMg0SnhqeFgaJTwzkpoaHpEVFZMbS8uOjgUYnBQSlhoekUahZlCjcmLiWPHMkqSUyvTM2py8+rwCwLdVWVmlqaksJrOAwShKSipLS6vNy6vJza3OyanOyanMzCxJScmPj8+KicmMjk6PjATcm0KhpFAoIAYMFGAQAA5zcQHdVwH29mEuzgCAgQUaALC7hYWzsam9vqGNtr6Ntj5J19BOz8hWx8BSS1cXr6wmK6ckhVOSwilIYmWQKGkEUg6NgQsKSggLI0VFxYQEBWAwUUEBCVEREQGoXz0xNmp59tjYwP7R/X1nlxZW52Zubm6cOz6/PD4+NzgItTfv758bOLhyZHxjdg5YnU8eObI0Oro0Oro4MgLod2F4eG5wcJq3hDR78CBIAi+OjJw8MnZibGRxZGhxZGhpdHhxZOj40CDI/YJIMAgAT+3vm+jrHe/dA0B3u9gL4PZITw+fgQ/v2cPH4O3WaD79ju7a9Q8RGMi/w11d/wMA8+VfgL5He3rH9/SAJWEwrQQlinkicH9jE5CCAQbvra0D1ujuisrmoqKm4uLmoqIGFqshv6A+L78qLaOYzkwNCo339KHYO4UQbYMsrAMJxABTS38TC1gZqzwjMbOxon6sf2R3867xoaPXtq6PDU462/sa6JLwSmbaOi5EUpQdOZHokGBqQzO3p5vb0wwtwzUMvZQ0HeRVLE2J7hHRySERsfGJKVOzc6vn1m7fu3Xh8npjR0NNIyc5hWlsZIBGIRQV5JSVFCUxKFFhESEBQahuSVRMVFhMAo5AIdAIcaS4GBIuKi4rKy8npyAtLYtE/qX6CguLCvLmjrYXPgMo/W8MLCIiBgpdwZAS3yYNABW80ITD4SIiItBgkaCgkJAQeMHNB+Btj/9TAQaFz3wM5gPw3z3SkKFaTk7OyMjIxcXF19fX3d3dzs7O2NhYXV1dRUXFwsIiODg4LCzM3Nyc91pTTEpKEoNBIRDiWCyGl7nDyMjgyGQnOztbKytLT0/31tbm9vbWvXt7uro66urqDh48WF9f39jY2N3dnZycHBcXFx4eHhUVVVpaWlhY6OHhoaura2ZmBhqw7OzsnJ2dgdqso6NjZGRkYGAAel+BdAPEE4DEUlJSAjuhWAL0KyoAM9bWzE5MaK4sL0hKzIyLzoyLzqLH5ibE5SXH56cwcpLpmQmxAInZyQmFKYnsZEY2PTo+yDuETHKzMPS2MbHTV1VB7nS30HUyVnU11fK20gtxMvOy0nM103QwVtNTxEiJwJCCMGmEMEZ0hyIOao2XQcPx0mg9dXxvZ/PxyUMV7PgqdnRJTjgrLaA0M6SxOKajitlWRocCwDWJu2qhOG47h9ZaTWuDYsBMUHPVXZcIBF4+BjeWRgM1+B8M3FFB76piAFt1N4cJzl3VCR0V9LayuJaSGADAPDZO7KiKb6uKbefENZbHNlXQy/OpJXnR+elUMklPDit0cH/nxY2VuekjN29eevHLk0ePH3K5X27evvjl669/cN89eXb/h5/+c+fbS6urszMzIwsL4z///GB56Wh4qIeutjzRQseBZGhva0Cy1jMxVLIy1yFZGRrraUhjkSLCgnIysmi0JAKBguqvROEAgAED/zcA5rdhgX4sMHSBxmBFxCVEJSAGRCIlEEgxcXExaO5CWFRYhDeCDduBgMFkYbBkZ7Nbwx03ejnnqlOXWLGr5Qm7qc6FjgZMI3lXNCzX3qA/IXQ/I3CIGTyTGXW2KPE8mzFD8+nxsqx3ND1EC6zzsU+20Ak3VGW4WAfYGGMEYBLQlDFMRFQA6iaFCwMAFhDhXbP6P8j3rzcAtPAvV4lvO9BotJycHCBPMAKMx+PBDzMfgOV4mVXgg0Wj0SBhy4dbPt/+G4b5zwHv4vMzUICxWCzoiIKKauXl5eTk+P3DQAIFYVrwGcGfBR+H/2HBVwKYE/5/tkDznwP4GYoB87bdpdAYaKZbXuH4zOz7t+/evHj57OnjmOjI8PBQBwc7e3uSpaU5iWTj6kp2cXEmk8n29vYAgDU0NERERDQ0NAD9RkZGUqnUqKgoLy+vsLAwEokEksYoFAqLxZqYmISGhgYHBxMIBAUFBUDgcDhcQEBAXFxcgTcyJCkpCSLQCryD/3cuy2vGUuKVgfEasKD/DwCDsSjk4tz07x/fbZ4/c+3yFvfrxz8+f+D++fno2LCWmrKRnraHixM1LNTJjmRtYa6jrfnfABhgsA4PgDU1NfkArKqqqq6uDi49aGpqKvEAGFRhCQsLw2AwOBwO5N8dO3aYmZmmp6VEUEIiKGHJSQnJSQmJicycnJzS0lJtXR3YDlgcLf7jpy8DQ8MR0THJ6Vn0xJTIuPjAiMiwyJhQarRPQHBQWER6Rk5ZOSc+ITWfXcpITi8o5ZTWtqQWlORV1qWxSrPYnKyCqpKq1oraztbugfbdg9ksDi0xt7C8qaK2E1igK+u6OA27asAGUn13ZU0H4N5yThu4A2LA7JJ6VnFdfmEN1ICVV5GSUZSQUsBMzqMxs6JpadSYZJD7DaMyQyMYQPgNCqMFhMQGhMQGhdHCqExqTHJkbCo0HZxVkppZXFTW2N0ztG/gaNeeQ30HxgH9Dgwd69w92Ni6t6q2s7i8qbC0obl9XwWnc/fekZ59Y4Wl9cXlTbmsqqQ0FjM5JyWDlZxekJFTzCqpyswtSc5iF3NaKxu6a1uhQeOGtr6G9r01zbsra9rbuvrrm3dl5Za4eQaoahhKy6moaRqYmFkBDCaYEYlWJB79ujg4OpPsHAwMjT28PJ1dyAp4RUFhITFxuJqGqp29dW5W6rVL689+uv/y2Y9nT845WJlYGetoKEghBGH+Hs7RoUHpSUxnEklTWdlIT59oZuLhZOvtau1MMomheBza1/Du1W0u96eff1rnfrj16c2ld0/P/fxg8dl3cx9+PvP11caLBwtvn5x98u3C07uL756ef/XD6u3N0ctr/bcujLz56fSXlxe5b6/9+evVzy+2fnt89oebM9+cHbh94dCN8wO3zh+8d3H04eXD9y+O3tscvn9x9Pmd2btbI1dW9n57efTt09PvX5x/+XjlxdPTf365w/3zh2+uLNha69nYEPB4BXVNDTUtbQeyc2hkOCWGSnK25w3/aigoqGMwcpI4CH35J2BgEAMWR0kKwxECInCkJE5Lz9DRxd0vKNTE1ExAUJhgZvH71z8TkhIxWElhcRHoldTfAAxHSYqisdCJwolhpLZ3X/G90AiMFFCb+QAMR2JExJGiYggxQXFRATEJUagqnU6Lam6qbait9HRxVMZJSQkKko30yxmRLRlRH24u/3hq4LvjnXenmu9NNYMy59dnDr5cO3B7vGFjX9FiW+ZUbcKV4Zp3Fye4905yn21+vXV8Y6ByqIg2UhI/VZN2prf07vSuX84Nv780+f7K1Ov1sednhr9f7L810b050Liyq3KhtWi2kX2AnZjhSUwgm6R6WCS6WaR4W8eTzaMcjOPdramOZt5m2s4GymRDNWcjdVttRVO85D+gFyR+iZoKwBRtribLZ11rbTxJT4UPwIB4gSzM14oB/fKt0VbaeENVnJkudGugIuVorpMaG9xUmlOayajMTRrb2/bT9QvP7ly+fnrh8skZIPMCgffqytz6/Pipo4OLo/uXxvpPHR08Mz16bvbwhYWJS8vTV1fm+Of52cMXjh+FuHdmbG1y6NT4wcXh/un+PdP9PTMHemcO9M4d7FsZH720NH/rzMqdc2vr85MXT8xeXVm4fHL+3OzRk0dGlkYPLY0e2ltf3VTIyqPH0QP8Yny8GEEBQPlkBoTG+4XG+gRFe/Ho180rjOwe5Owa4OjkQ7LzIpECnJ0jvL2i/f0oXp6BZLKHjY2vvRPZnAh5fZWUjFVVPa1tUiOjwtzcAhwdfW1tA+ztI9xd4/x8Yr29qG6uvHYrjwhXF4oLGUjBke5uke5uAHdzY2PyaXEFdFoBncaKp7MZ8ekRVEC5bEZCXhw9gxqVGh6REkah+ULlWGkUal4cvTQ5tSY7t7GA3VJYzA/3FiUl8UO/gHs52dn8+it2QkJOXFx6ZCQ/+ptCoQAFGAAwpJD7+8f4+FA9PLYDcCjZKdjJgUe/JH87O19bW08iEVigbbR1iRo6RA0day09Sy1dCzUtY2U1LXlFZZy0oiRWSQqniJWSQ2NkkChZFFpCWBglJga5YiCFSRhgsCAMFujpvjx7bObI6KHePWeXFtaOz51dPH7t7JnNpaWVycnjQ0PTBw7M9B84Pnho7ejE1vGFjfn5czMzZ44dOz01dXZ6+tzMzLkZKBi8MT8PrNFnjh07Oz19fnb2/OzsuZmZ87PTZ45Nrk0eXZs8eubY5OmpiVPjh5dGhwH9zg0OzA0OzAz080Xg8d5eALqAbAH9Dra3A2X48B6IkPmQzOdkIPmCVPBId/forl1/GZ631Uf/zxZo4H8+vGs3sEAf2b0HxID/jb77Gxr3NzTyU8F7a+v66urBg/vqG/ZwqrsrKrvKK/ZW1w42t/bX1FenZqQEBEc6uYSRHEKIkPYbamkLADiQQIRFRyQF+VDD/aPyUvJTYpLiKXGtlfWjew+y0wrcHbyUFXTxikaa2vYaei6aRt6GVhR9q0gtAkXLJNjEmkqwDsOr28komIkhKAAAIABJREFUmRoQnB1d/H0Cw3v3D8wuLF6/c+PC5Y3e/j357Gw2K9fVyVFJXk4OJ4WXk1WSl5PBSsKFhWSlsJJIaHpHkueRQolLQMU+cAQWi5OTU5CTU5CUlJLgbSaBDSTQYvXvRC6A2+08zCdSoPr+A5vB3qaEBFTHCuJh4BU3cFrydWD+fsa/P/4/zNX8T/f3J4JQGolEKigo6OrqGhkZ6erqqqqq8j8jDocjEolBQUHu7u76+voiIkJwuKiwsKCwsCAcLioouFNISEBKStLZ2ZFItLC0NLe3J6Wnp7a3t3Z0tHV0tFVXV+/bt6+kpKSlpaWurq6xsTE6OjomJsbb2zshIaGgoIDBYDg7OwPQNTY29g8MsLa10dLR1tbVMTUjmFmYGxobaevq6BsaaGpr4ZWVZOXlZOTAZQd5nmcSakYV4P2iYsREwny8WzmVVax8Tn5OcXpKXiIthxmblxxfkBafkxyXmRDLDA+J9PXysbOxM9K30dciGepYaasYK8ngBGFaOIS+LEZJYqeeLNJWF+9G0HU11bLTliNpSzsaKrmZa3laG3jYGBP1VPFYuIKkuDRKTAMvo6ooq6WKN9DViI0K79/bsW8Xp70+u7acWcWOzk/2T4lyYiV5t5TRWspi2yponRyo6hnSe6sZbbXM9jrIAt1dl8jvu2rnxLdUxDWXxzaVxTSWRjeWRjeURAE1uKUC6ovu5jC7qhgdFfSOCnpnZXxXFaOzktlRwajNj6groNazIhsLo5uKYpqLY5uLaU0lsQ0l1BZOXHMlrbGcVpgZUpAZWpAR4eNKMNSW4VRk//L03oH9HU+efPfu3YuHD+88fHjnwYObly+fvn176/vvb54+PT8w0D0xcfDipZX7D74ZHunx9rEnWul5edh6edgSTNQN9ZVMjFTtbI1MjdXx8hg0QlhMVACFlMBiJLcDMIBeEXG4iPh/VYBB+hdgsBhcQlwCiUCiUWioAlQMclOLS0jAkQgxyHogDhcRhUPaggg0ESYOg8nAYD468rcP7/7PwealYsZMTsRkVmS9v20iQYWqKxusIZVsrc9yI9YEOPbHBy8XJV2syt4sTlxNp8zF+w1GeKwUpx6KD6/wsI011YiyMmBFBerKIhGCMDFh3gYw1IYFCrEEBUQF/5sIDAAY/FaCWz4C87uglZWVoR9ZXiQY6JDSvAPwGHhkeyk0+B0EH4dPm//tzr8BGJJkJSWhdSLewVsTw8nKygLzs+Lfh5ycHBaL5ZPzPwD4v3267Y8DAAYIikZi0UisnIwiTkougZG4sbF5cfPS58+fu7u7IyKpnt4eTmRHOwcbKxsLkr21vaMdQF9XV1cXFxddXV0xMTE8Hh8QEBAdHR0ZGRkUFBQdHe3r6xsUFEQkEpWVlUEgQkREREZGxox34PF4DO8AYjWIS/BNIkD5BtfLpHlxa2gTmXe5gd/ODbLEUOwFg5HDSa0uL3L//P31i6fvfn3xx5e3Xz+/+/ju5dLxaVUlOWMDbS83cgw1wt7G2sKUoK2pBQD4HzNIurq6QArW0dHR+nsDCSjAoJsaALCGhgYejwct0BISEiD3i0QihYSEwHdkaWmelMhMSozPzEzPyEhLSGBkZ2fW1dW1trdtXtxycXOVllcYGjucnV9AjYnNZRUFhFIi4+KjGAlgAyk0ghoRHRMaRvHy9q2sqa9raq1uaCmprssuKs8prcyvqk/OK8piQyJwUVULq7yxuftAfXtfUlYxu6KpsqG7vK6zvK4T3CmpbiupboOQmAfAZVWtpZUtZVWtfAAG9FtQVJtfWJPL4mTmlm8H4MjYFBD65RdfbQdgv6DogJBYYIT2C4qhMbOT0wvjE3NTMoo4dV27947s7T8yfHh++PD87r0jJRXNqZnFaVkluSxOHrs6M6eygtNZU9/b3jW4d//Rtq4DxWUt6dmloH06KY0FOqhTMljF5Y2ssvrKht1Nuw527T/c1TfWuvtQTUsPq7wxNbs0r6i2hNNS27irvnlXZU17SgbL1TNIW8/UlEAkmFqam1lZW9k5ODiRya5kMjTi5eDg4OXlZWpqisGgZGWlLSzMQkKCsjJTWxs4P9y9fnhw73e3Lnu7kNQVpeSxCHVFaWYMJZ1JZ0ZTPV2cjHR0PF1dXBydnOxsbMwMvV2tPclEkqXWvl0cLvfn5z9e4HIfcT99+/XdN9zfrv7x68VPL85x321xP17+/OLM1zdbn19f/PrbFe6H63++++bDiwsvf1p99uDE68enf3t27tWjtSffLT5/uPz+l41Pr7bePzv/9Nu5Z3fnXz9cfv/49OenZz88Wvv4+PSXZ+eur+27sNh9bq79zsXh98/Pfn6z+faXc+/fbP35+Vsu90lfb7WVpa65mZG6uipeWcnAxNTJ1cXO2d7EwlRFU1UBr6iIV1VUUJeWVsLJ4qVkFf6tAAvDEQBTJaXlVDS0jc0s9YxM5fAq0jJywqIimdlZT58/09HTlVOQhwnsFENA00eiSKQYEiOOxsIlcXBJnCgaK4KS3A692zPAfDs0ggfJcCRGVAIlBkcixNESIggsUhIuKpbAjG9taSgtLDDQUFWWQiujxYPsLZpz4qfaix8uH7w12XZ/vvPd5sj7zaEXa30PZ1sfznX8vLrv+Urf/Zm2G+P1Z/vYJ7uzNwcqfjrZx727xH1ynvtw7dJQ40Jb/mg5c7w6cakz//wA586xrp9WDr7ZPPrx+sKnG0uvLkz/eHL0znT/+oHWuZaSmji/RGeTVHdiipsl08Ui0d2KamMY42QW42wZbG3gaarpZqLuYqRO0sGbq8iYKEkB0AWtV0RNBVtdZdB3BRjYUkMeMC3AXUC24AngcTt9VXsDNXsDNf6b4Dng+VbaeFNNGRNtWehWQzrc2662KK2xJLOWndpSnjN1sPvh1TPff3P23sWVOxsn1o8fvnlu4dLJqcunjl06ObW5dHT9+OFzc6Prxw9vLh3dWDhyYXH84vLk5VPHrq7OfLM2e3V15urqzMb8+Nbi5Nbi5PrckXMzY2enR1ePDp8YHVgaGTh+aP9k366xXW1He3ctjQyePXZ0Y25ya2n64omZCwtTp4+NLY0NHB/uP3F4cHVydOP41Knx0SM93b11nPayokZ2XllaSnZsNCMgKN4vmOYTSPP1p/M80jHevlGe3rTAoEhvn3B3D6qXd7S/f4S3t6+Dg7O5uYeNjZuVFVFX10RNzcHYxNuW5O/gEObmFuLsDBmGnRwj3d3ofr6MAH+6v3ecr2eMt3uUp2ukh0uUp2uUpyvVnRzqbB9ob0Pz82IG+aVSQvJo0cVJjPK0pPK0pNLkpHwanRXPKGQmFDIT2AxmPo2eHR2TGRnFDITqo1PDKVlR0ax4RmlyCiczqzYnF1RblaSklKamlqengzxwTW4uoF/Q/FzAYIDWqxQKJe3v4qvk8PC/LgEEB8cHBoL0b6SnZ7ira4izc5CjY6CDQ6CDQ4A9yY9k421N9LKy9CQSIe2XQHAwNrbW1bPU0jbX0LbQ1CFq61lo6Zqpaxkpq6nKyCpIYuXQGAVJLFCA0XA4Gg4XFxKSlJAAAIwQEQF3zI0NRg/sPzlzbGr40OLE+ImpiRNTEzfOnzs7P3f51KkzMzOLIyOzBw/ODAwsDEMV0FdOLF89dery8vLW4uLmwsLW4uLFpaWLS0tbi4vgkY35+Y35+c2Fhc0FCJXX5+bW52bOTk+sTR45PTV+dnrizDHomsjC8MHpA30zA/vAOX2gb2p/70TfnqN7e0D6l0+2IOvLl3bHdu/ezsCH9+wBLuh/+KVHurtB7ndw23QweOR/UIC3N2CNdkH7SYB++SVY++ob9jc09jc2gXNffcPe2rq9tXX76hvAI1A8uLZ+f10DdFbX9VZwmrLzMkLCw6ztgi1t/AmWAaaWIRY2YZa2YZa2USQnhosnzN+H5ucd4+YQGBvCSKAyvGydQ128ChKSj48ezWSkGGkby0qrSklrInHa8mpEI5sQU9sYK6ckc3sawTbK3IaqZ+qrpuOoaWBvZu1ubkWOjGEWl1fNHF84v7W+cna1qrq8pLgwOoJiY2mhileUlcKqKyvpaKjj5WTxcrLSkhgpNAqHQUsiUQgxOEIMjkGhJeAIKSlpWVl5YIRGItHi4ghhYdF/zBHxifffYAyIlF9/BTCY74UGuTvwchMO1epCB5+KwSMAgwEY85GbrzaDj//fFGD+nxUXF0fzDgkJCVFRUQkJCWDGExISUlFR8fDwCAoKIpPJGAyKV0EtisGgJCXRwsKCSKSEgYGeu7urtTXR1NTY3Jzg6ene0FBXXl5aV1eze/fu/Pz8rq4uDodTW1vb1NRUWloaExMTFhbm5uZGoVDYbDadTtfW1paXl7e2tnZ2IQPWNbMwN7e00NTW0tTWsrQikl1dbEi2hsZGahrqeGUlvLKSqrqauqYGFouBwWDicFHhnVCKy8rEqLux/siB/ZW5WVn02AgfN0+SpYOFgZWRpqGGgpYiFo+GK2OQKhikuhTGUEnOXBOiX3VJcT05SQW4gLwIzFAeKycCs1CXczLUsNdTjnK1qMmImh9oW58d2pgfPTs7crCrPoNG0VLEYkR3SKPEUHBhPS11F7ID0ZLAoFGzUyO7WljD+2u7W3IrCqKLM0OL0gLzEzw5eaH1hdSWstiOKmjxqJUTD86OasZ2Bu6oZrRUxAHibSyNriui1rApNWxKbWFEfXFkQ0kUEHtbS2NbSmLay2k84ZfeXBxbV0BtYEc1FkY3FsbWs6L/Otkx1azw5kpaK4fZUBGfnxqQkxpYkEUJ8rH0cTePDHW9dmX1px9uvn75A5f74evXd+/f//Lkyd3V1dmTJ4/NzIy0t1cfOdL/3f2r9x98U8BK1tPHm5iqOzgSXMmWBBN1ko2hsaGKhZmWhZm2jJQ4BiMmKyOJRomjEEhBQUEMBgtl43kKMABgUQnx/wGAkSgMAokGw0j8PSQEEi2BxopByi8cDhdFQGKwqLi4mChcTABK6ApLIhGiMBgGBjNG7bw53vtoet9Wa8GZ6vRjBfSGIPtIA3k/dWyInmKEsXqksUaRF2k8N+FaJ+d+N+d6ddYlVvwmi77by2a1KHUml9EW6kkz1Qwz0TzAYUe426F28sbfRQXE4IKicCEhuOBOUcGdIgL/HwAYdEEr8Q7QfgSK3ACP8RVaAMCgxxisIm3XXbcD5//1/j8AGORyMRgMFouVkpICXC0pKYnD4bYHYoETG0yY/l8V4O1ebtBKDbAcfA3gvdsAWFIKK4dAYjFoaWmcgraWQW/P/smJmV9/fbt5cSueyQgND/H09nD3dDG3NCWYG1vbWpLJZFdXV3d3d1dXV0NDQ+BG8fT0jI6ODg8P9/X1jY+PD+MdZDLZ3d3dy8vL1tZWSUkJWsaCOhqgLigcDgeUagwGg8fjAX+qq6vz68cUFKCZVizvAJqwtLQ0AGA8Hi8jI4PD4XgBbHEsSmLiyPCfv3949cujNy+f3L977ZdnD397/WRz/ZS6ipyRvoYb2Z4SEkg0I5gaGv0vAZgv/6rxDqAAKykpAWOLpKSkrKwssEkbGRmB4ElUVBSdTq+qqqisKCvIzy4qYnM4lZWV5dDJqSopK52dn9u8uGVhbRNNo6dkZCamplFjaAmpGVGMBEZaRnhUrLO7l6evHzUmNjaOHhUdW1JRmZSWXlnbUFhZnZzDyivnZJdVF9e355XUFVW1FFW1ZBdW17XtrWzoTsgobO851NCxD6Avp2l3VeOuoqqWwsrm8rpOTl1XZU3HPwC4rKqVL//yFeDUzOLEVBYzOS+OkRkZmxIemRAemUCJSoyITgJGaGCBDgqj+QfHABE4NILhFxRDiUpiJuenZBSB27qmPUD73dt/hF1SHxmbGhGdnJ4N9UWXVbUykwozsqs4tXuKy9raOg8OHJopKm1OyyyLT4T6tDJzyyuq2/LYnDw2p7vnUGfP0Mjkcv/o8abuQznFjYy0QnoKKz6VTU9h0ZPyGCkFiakFaVnFhaX1lTXtRWUN6VmFZgQrC3NrayKJZOvo5ODs4uLmCf0Mevl4eVtYWMhIS6mrq4aHheTkZBUXsZsaay+dP1WYkzQzftBYR0UaJaKBx1mZ6pfkZ2YlMZMZcRYmhraWZrZES6IZwdrC0tvdzYts50W29nC2dHUwpQaTh/ubPr259+b51Y+vrn14eYn77hr30/U/f9uCAPjzZe67ra9vtrjvr318ufn0/tKT7xZ/e3bu16dnH99b+P72zIsfV94+P//u5/Uvby5xP93kvr8Gvfnk9PunZ778vP7Hy80vz869/eEUyAC/uHv89cPld4/WoBKsT9c/vtr49fmZrx+uf353m8t9lpVOtbU2MDTQ1jc0kFfAW9pYm1iYauppKaoqyCnJKyrhFfGqSnhNFWVtRbyarKIyTk5xewYY9D9jZeSl5fHySqqQkk5yUNHQhu3YuUNgp5g4fPX02sDgQWlZGbiEOAYnBdsBE0EgAABLYKTEsdLiWGlRXh00H3RB9xU/Zsz3RQP/M+86KdQCLYOTFd4hJAFH4LDSaSmpZaXFCXFx8pIoeZSYBlY8gmzRW5Z6dWr34i7W6R727fF67r1F7n9mv1w5/HR593fTrb+s7X+/Nfrz6r6fzxx4vTF0a6JxrSf/0nD1rcmWp2sHuI/Oc59ffbY2utZTNlGTeqiMNlgad6wp4/wA52w/585s76O1sQcnhm4d27812j3TUronh57tQ4ol6aZ5WDFdzBhk8wQ3YqiVHs2VSLE39SPqepppeVvokI01LFSlDRUwwP9sqIDRk0UaKmCA3mulpQi4F4i9IPQL2p5JelBplpWWIl8HttVVttNXBXng7angv2qitRSJ+nhjLRlLPUUrA6XU2MDdjSX1ReldNexDu+qPj/Xdv7z26ObGL/eu3L+8tjo1eGfjxNXVGUC/gHg3l46C88bZ4+C8fmb+2uk5AMBXVqYvHD+6tTi5uTBxfvbw2enRczNjZ6bGVsaHToweXB4bPDF6cGGo/8TooTNT4+uzU+uzE+fnjm4tTX2zunD99NK1tcWrK8evrixcXVn45e6ND48fcF/9/OeLZy/v3dmYn+4oL04ICaL7BdD9oOqppJCwNAo1MzI6MyomIzI6ITg0ISw8ISycFhgU4e0d7Ooa4Owc4Owc7OrqbG6uIS2tjME4mRKifHypXl4Bjo5Bjo5hLs7Rnh6gzgoqdvb3jg/wiQ/wifP1jPXxiPP1pPt70/29Y308ojxdw8gOVHdyfIBPVnRESTKzKjO1MiOlPC2pIi21NDmlKCGRzWCy4hmseEY+jZ4bGwcwOD2Cmh5BzYyMyo2NY8UzihISy9PTS1NTS1NTKzIyanJz6wsK6vLzgQJckZHBz/1mREUlh4cnhIQkh4cnhoYmhIQwg4OZwcFgACnW15cf/eWbnwPs7QPs7b2sLN0tzFwIJmRTY2cTE0cjI1t9fWtdXSsdXUstiH4ttfWs9Qyt9QwttHSN1TXxUjhZFFoagZRFoWVRaEkxOFxQUHQnlPXFiIsLw2AiO3ag4XBBGExJVra1tnplbra/q+Pk9NSJqYnRfXvXZqY3l09cO3vm2unT5+fnT4yNzQ0Ozg0OLo2Ors/MXju1cm119fLy8ubCwvrcHNB4gRoMqrBWJybWJieBCHx6amp1YvzMscmVo2PLh4dPHhlZOTp2anx0YfjgzMC+qf29x/r3Th/omz7Qd6x/LwDg8d5d21F2+32wezS6axcfgIEODFRfAMbAGg3UYP5g0sG2NjCVBK0f8WaQAAPzvc0g38sfQALlz2AAabC1Ddie+xubQPHV/obGA03N/DYswMMDzS3gkQMNTfur60ZbO8Y7unvLq8oYiQk+/hRbB3+CZbiNfaC5lb+JRSCBGGJuTbVxSPb0K4yIgZkYuZgYkc2Nyc7WXv5kfw8rZzcz6yAHMouRNL7vQHNlnamBmbS0io6RjZquNRynq6zjbuOcQHJJsiTFOLgybZ1jDAheusausngTNR1Loq2bu09QQnLG0NjhjQtb8/PzPbv3NNXVO9nZG+sboCXEFWVlzE2MjfX11JWV5KVxWBRSEonAICTQEuKSSAQOK4UQR2KxOAXooqiSjIwcCoXZHgAGOApUWTgcKlX9W3f9y6jMD+sC8zOfk0VEIPKFwyWEhYVFRUXFt5Wv/uMFKF8ZBnZovn0acC8fg+FwCSEhEb43G/iixcURaDR6586dAgICEjyuBRXT4GNKSkqiUCghISE0Gk0gEPz9/SkUCoFggkIhxMUhMyq4IyYmYmNjFRYWgscrSElJqqoqe3q6R0ZGFBaycnOzORxOdXV1aWlpWVlZXV1dTU1NVVVVY2MjlUql0+lRUVExMTGJiYm2trZWVlaKiopYnJStHYlkb6dnoG9pRXQiO5NdXfwDA3z8fGPiYv0DA4jWVlY21ta2NsamJsamJjp6uiIiIjBeTF8YBlOTl/V0sIsM8CPqamnKSEmLCSggRVVlkHIoYZz4DhVphDxCRA2HwiPFpEV2GuBljZTlPYgmeAkhBbiAtBBMXgQmIwjTlkIYK+KC7Iknx/Y/2Fh4fn3t44/Xnt/euH127vGN85+e3fvl/vW97XWuJAthnvKsrCBramJkRjDR09XAYYSYcb5dzYWH+mobyhNaKhNLM0OK0wM4eaF17IjG4qjG4qiG4pj60thWDrOrHlr67apN4K8ftVXRm8pi6oqojaXR9cWRdUXU+uJIYIf+Sw0uimguiWwri+usjAe256aimAZ2VG1+ZG1+JCeHwsmOaGDFthTH1+VHl2WEVhZQqwqjSnLDshK8k2NdkukeSXQvZqxnaACpriqTnZ9wcfPk7ZsX3r99+seXX29d3xwa3D063DM40HV4dO/6+omLF1dra4uMjdXNzLTNzXUsLfWIRH1zcx0TEw19fWVtbQVNTTk8HovFiiGRwkgowwWBGLRlDUeJS0ArvhIIFMj3iiMkJJBQLRYQePmdz2AHmB8M5i8h/TUCzNu9QKElUSgECglHICERGC4B5YoRSLSgANR8hoTB5GGwC4c6niwcenSk+/Fo5/nmwpogp2iCmquypIn4TmcV6TQ3u8OleWfbqk6V59xpq7hQmPR9Q/7z7ooTGTFzmXHXOjkFJJMUK0MqQae3OPvwrmYdOUmUKExMeAcSJSYmLiwgulNATGiniACUQOYd4HoTSCLwryKBGDC4RMVXbsEvLxjZBvlPwLoyf1dA43gHX6cFv3eAKvleaL5C+7+/AyRZoCWCWzQaDUgPVEPxPcA4HA6DwYAwLf+L5yMu/xvZ7sTmQziffnmfAisrpwRHSElISMnKKaEx0kfGpz5++vrb2/ev3rxOTU+LiYv28fN2ItsTrc3NLU3NLU3t7e1dXFycnZ1B7F+Sd5BIpPj4+JCQECqVGhsbGxQU5OvrCwhZS0uLRCIZGRlhMBjwDcLhcCQSKcL7F1NaWlqLtz8ECrFAXzS4z++7An/t8vLyQAnfzsY4HFYWh6bFhL94/iP3j3ffffvN2srM/r627x9cv7S1oq4iY2aia29rGRro5+PhbmZsoq6qYfDXALD+vw+w5aampgbi36qqqmpqalpaWmCDSllZWVVVFbRwo9FoNze3qqqqoqIiDodTUlLS0NDQ2dlZXV1VU8Npaq5rbm5sampo72zr2buns7ururaGXVJc01Cfxy6kMROSMjKSMzPjmEnxSakhUbFUOjOYEkn28A6jRsbQab7+fpCtxo4UFBaeyy4urKwurm6gp2dnllTllNexK5oaOvZlF1YXc1obO/d37h0uKGvgNO2ube2taempbt5T1biror6rvK6zrLajtKYdVEBXVLcDBgYUCu4XlTUWFNXmsjhZeRXp2aVJaWxmcj5owOIrwKERjBBKPAj9hlDiA0Pj/INj/INjAkPjQijxoRGMoDB6UBidEpXESMqjJ+SEUBhJaeyefWOHJ5b6BydzCqq8/SNDKIysvIri8iZ2SX1JeXtVze6M7Kq6xj5WUVNz20BH96Gc/GoaI7ewtKGc05adX1lY2rC3/8jhicX+oWNdfWNFnE5mRmlcMpuWXBCTkBubmMdML0rNLk3NLk3LKk7JKExOZ2fmlhWW1nNq26o59f6+AfbWdmQnF2tzK3OChTvZxdvTi2hmriAv62RHSmDGlxeznRxJcjjJ3V2tawuTl84tWZtqaSpivci27Ozklvqq0AAvR1uijaWZuYkxwcjQwtTEytzM2sLS2sLchWTtZEMgk8y9XKw8ncwDvaz6uir+eP/g3c9XuR/u/P7q0qsfVr68Wud+usJ9d+Hrm/XPL8//+f4K9/eb3E/XPr2+8NvzM789P/P+xflfflz+7fmZj682Pr2+8OXXLeg5H65Ct2+vfHkBjf1y31zifrzB/XCd++bSny8ucF9f/OPl5tcXF768uvD1zdYf7y7/8f7K7++vcf/4/tmTq+Eh5CiqX2hIQEhYqI+vv72zk7W9jZGZobqmipIKXgUq9NPAy2vK4FRkZP+qv+INAitIySpISsuhsNISaCxaSkZUAqVvTHBy9QgICdc3JsjhlcTE4TYk68+/f7F3dFBVV8PJSO8Qgmr2xdFYJFYaJSUjgZESlEDuhEsIIVBiGOx/A2C0lAzfaA1mkOBI6BKqkAAUWRQTgeMVlIoLS1qb2/Q1NRWwaF1FKSXkDnZ8wLerY/eW+q8cbr55uOFEa+rrswPcG5PcB0vcOzNvLwy/Ojvwfmv067XJz9cm/7w9+/Xm9Mvzg3eOtV0c4lwdq7tzrOPd5WPcO6e4989+vXni++X+s/2Vkw1pwxXxQ5XMseqUuXb2XEfxbHvpyb7GUU5+hhcpxc0yxc0yw8smN8iJFeaeE0RO8raju1mF2BgGWht6W+g5QtFfnL4cykhRcnvzs4mS1HYd2FxNFhRB2+oqA+i10VECeq+dvioQgfk7wED+5T/IzwNb6yjp4lF25praCghXa/39HZw3LlM/AAAgAElEQVTiTFplbsLscM9AZ83G0tGfbqw/vbP16ObG3a1TQNH96cb6nY0TF5cnt05MXDs9d+v84rXTc1snJr5Zm712eu76mXlw8hn4m5W5KydnthYnLy9P372w8uM369+ur24tHLu0NHtxcebS0uyV5fkbayfvbpz94crW4+uXXty78frBzRf3rj27c/nX729zXz3ivn764fH9Nw//c3Vl4XBPR09dRW8dZ7C9eWp/7/Lh0XPHpi/OL2zOzn979vzzW7fPT89UZ2XT/P1TKdTkMAo9KDjKxzfU1c3fwdHLxtbDytrT2sZERVVbRtbeyDjExSXc3T3c1RWiR1eXaE8Pup8vM8iPGeAb7+dN8/GM8/agupOjPF3jfD2ZQX7JYUHJYUEJwf7xAT50f+9oLzeqOznG2z0lPJjNpFVlptblZdXn5dbmZFdlpJckJbLi6XlxsXlxsfm0OFY8vTgxoSwluTgxIS8uNoMakR5ByYykZkRF5cTFFSZCJAwqr6pzoEbokpSUoqQkdkJCAYORHx+fS6NlRkMp6HSeCzqDVwGdQqEkhkJ12XF+fhHu7lQPD6qHRwTvOwpxdubJv/beREtvoqWXlaW3NdHb2hraATY3dzI1JRkZWevrE3X0rQyMSCYEGyMTEw0tLUU8FPpFo8EphUSi4XCEiIi4kBBCREQIBgM9r8IwGEZULC6csnJ87tjQ0PShwelDg7PDQwuHx1anps7Pz28uLV07fXr9+PETY2PH+vun9u+fP3To1Pj4mWPHLhw/fuH4cUC/Z6enT09NAfQ9eeQIWAZenZhYnZhYOXqU15I1tjB8aGH44PGhgbnB/pmBfXzcndrfO7W/FwAwUIAn9/VM9P3lcAYzSHw7NBCEoUEmngLMV4nHdu8GCjDfAj3Mmwse6uw80NIy0Nr6F/R2dAy2Q+PAA62tB1v+OgHc8mEYtEADEXi0q3v7AjBf3QX9z/vqG4AUvL+h8WBL63BH58GWVhAGHmhsPtq562BdY2N6dpp/MMUW8jyHEKHCZ6qtYyCB6Kln7GNIiLZzzg4M48QnNadlwwwNXUk2AXZWfvYWHgEuQRE+YYGOHh4WtmQT80RK5MrswtqJFX+/MFkFDXU9cxklE30TX7yaM17NmUiievqlkZxizKyD7V2iTC291LRtFJWN8KoG+kbEcCqtd++B9fNbLU2t5cUluRk5MlgpJXkFQ10dHEZSSV6OaEawJJiaGOhrq6vh5WRlsJI4DFoKi5GUlJKWllVQwOPxyvLyilJSUCk0kHm3i73bSq2g7OJ2ozLQZvnKLQBX/iAweGEHXkMDkQfoQuA+/0WqmJgYeBX+DwDmE7WAANRovWOHAEBrcItAoAQFBXfu3CkiIgK4GghHYmJivNohJKBiCQkJBQUFKyuroKAgKpViaKgvKYkWFNyJQIijUNCCoowMzsLCTEICSq/h8QomJkYuLs7JyYnt7a0VFRV1dXUNDQ1NTU2tra0gDNzX17dv3760tDQajRYYGGhpaWltba2jo6OsrGxobGRgZEgwN7O2tXEiOweFBMczGUkpybR4emJyEoUa4UR2tnOwt3d0sLQiGpkYE62tFPCKwqIQAwvwrlfhcVgDNRW8JFIBAVfDoTRkUHIoYSUpuKoMQlpipzxCSF0aqYFD45EiSii4qqS4n51lMiXQQgPvaWUa4mQTRiaxGNFFiXEVacyryzPc90+/Pr7x2/1Lb+5tvbp36dPj29y3j7kff+b+/tuh3nZ7CyOkmIDwThgSIS4pKSkhLoIShxEMFHPSqfWVGUeHWtprU9npgTUsammGf3lW4F8YXBLbVBpXX0qrK4lrq4QkX37/c3N5LBB++QBcWxhRV0QFUnA1K7yWFVZfSGkujm4pi20tjW0ujYEAuCi6Kju8jhXdyI6ryY+qyqJU50U3sGhNxQwOK7YoKzQlzj0iyCrM3yImzIER48aI8Uik+yXQ/CpK0xpqWY++v7m0MH7qxPTqydnJowNn1mYffHf1xrVzNTWFBIKWmpo0mUwkEvWJRH1LSwMzM11jY009PRVNTQU1NVl5eTRWSgKJFBaXEJaQgAP6hX4IxRBicCRAX6gIWgz6DYBL/NWAxS955k9x/l8BGFq24M1g8AEYiYBEYLiEmDgKWgzeCduBFBZAwGDyO2FzXdUv1yZezQ08H999vrWoJsSVStCylUPJwmDKO2GqMFi+n/tqe+1We/XFWtY6K+H7hnzuRM/F8swLNfkPD3Q1Bbtl2BOizPUaUml7KtgEdUWchIiYIExcQkRMXFhYXERIXOT/JwCDDV7+7g4gMaAD43C4fwAwH3SB7sp/839/5y9PMhrNp180Gg02h6HJIt78LOiFAvVR/wZggL7/SwCG7CMYLEZSBo2Vx0gpYKTksFJypWVVn7/8+enz739yucunTsbSYkLCgkn21qZmRg6OtiamBlZWVqDjysXFxczMDPyzZmNjExsbGxoaGhUVBQDYx8fHxcXFxMREVlZWU1MTVGobGxtbWFhYWkIysr29vampqa6uro6ODlBW5eXlVVVVgfAOGBjI3eCvXVZWFjRj8QGY5xWXQiNEM9PiuV/fPnty98a18+/fPnnx8/0vn365cmlVQ03azETb3tYyJMDX293DzIigoab5/wrA6urqqn8fampqmpqa/wZgDAZjZmZWUFCQkpKSnZ2dl5fH4XBaW6Ei/cbG+vYOqFKhubmxpa25raO1urYmryDfNzAgNTMjp4CVkpGZnJlJT0qKiKHFxCdEMRIDI6J8g0JJzs5BYaHhUZSgkMDIaKqXv3dkbAyrtLSwklPe0JRRWF7AacoqgvzP1c17iqpaKhu6W3cfrG3tzSmqqWzorm7eA7RfoAMD+i3lFV+BASRQAV3OaeMPIIHy5+z8yszc8rSsEj4A05hZUXGpEdFJ4ZEJ24uvAP36BUX7BUUDBuYlgRP8gmK8/SOpMSlJaew4RhaNmc0qrgMDSKziOt/A6KAwekZOGbukPr+wprJ6V1llJ7u4OZ/dUFbZWV3X09N3JDuPk5VbVVBUW1jaUFbV2tZ14MChqT19I1X13fQUFiOjKCWvIqOAk5xdRk/Jp6fkJ6YXJmUUJWcVpWeXZOQUp2UVJ6bm0ZgZ0XGJOVn5y8dP1FbWqCupmegbhwQEOts7mJuY+np6RISG0GOiDXV1tNSUE+ixbU31i7MTZ5ePHRnoplN8kmlhbfVlyXSqtbmRuamBhamRqaGekZ6ukZ4uwcgQKMA2lhZEY0N3RxuCvqaZgUa4n2uQlx2N4jl+qJ3757PnD89xP93jJXsv//nb1rN70y+/P/7r41MAdH//7SKgXGi/9+M3f7y7zP1w9evbSx9err/75dznN5u8937zx+utz7+sf/l5/c9XW9xXW1+enfvwaO3Do7Xfn5//8vP6779sfHl14ffXm5/fbH54tfH25Sb39++/uXoinhaUmBjNYMbF0WlBYeEuHu4EopkhwUBXX0tdU01ZWRmvqKqkoKUorymvoPKPASSkJE4CDYGrpLScvJKqFcnBzcvXJyDY1sGZYEnEyUh3dndsbF4wIZjiZKShBeadApDHB4mRwEghJHFwlOS/ARjIvyisNF8B5gMwUIBBVBiBRGMl0VioMBGxA7azr7ff19tPSVZeXhKFFoD52OqfGm1/fXPpzlzPDyf6np7cN1eXcH+69eXpfX9cO8q9dYx7c5p7exbShB8sc78/xf32+MerR1+vjzxZ7b9/fNeNo02XhmvXD1RdGWn+frH/8/V57qMN7k/rH6/PPzk9dHt2z+Zw0+kDtav76jfHdv14+tid+cOH64rr4kOr4wLKon0KKe7Zgc5MD6tIB1OIfi31PU01HfWUieqy/LZnftkVeATsAIMK6H8AMGBdsIFE0lPZfgKJmF/+DGj5r4SwjpKtsaqKjKiZtlx5LrO5IqemMHVod8PkQNeBjupzxw8/vHrmpxvrP14/f3frFGDau1unbq8vXT8zD4j32uk5oAlfOz3HB+Cb5xZury/958Lyt5snf7q28eLuN78+vPXqu+vgzoefvvv0+MGb+3fe3L/z64P/vP3+7rsf7n/46eHHR99/evzw2Z2rz+5cfnbn8uObW//ZOLU+Pz4/tG9iX3c9K6uBnb2runSqf8/mwuy9zfNPb117ff/btw/uf/j+x2fXbz6+eu3X+w/urm8cbGktZCbQ/QNjvH0pru6BTs7+Do4Bjk4Bjk6BTs62+gZGSsoENXUPK+twd/cwNzeKm1usrzfN14cR4J8YEpAYEsAM8KX5eMZ6uUd7QLbnGG93ur93QrB/SnhwKiUkJTw4KTQQYDDNzwuwcUZkeGECvTIjpSE/rz4vtzorszw1pSiByYqns+LphUxGWUoyJzOjNie7JjurLCWZzYgHseFcGi2PTi9gMMDwb2FiYmFiIjshoTg5GQAwi8lkMZn58fGg/zk9MhKcaVQqAGBGUBA9ICDKyyvS0xOsH4WSyUGOjv52dn4kkp+NtZ+Nta8tdPqRSD42Nm6WlmQzM7KFhYOZGcmEAOiXoKOro6SshJPGoVDglEIiJSUkUGJiEsLCcEFBEAAW3ymAEhYRhsGMtbRH9vcfGxmeGxmZGxmeHx5eGB09efTo2dnZzaWly6dOXVxePj8/vzY5uXz48NLo6ImxMXCeGh8H58kjR04eObJ8+DA4F0dGFkdGlv6uxTo+NDQ3ODh78CCv7fkvmRcovQB9/3EL6Pfo3h4++vLpF+jA4HGg+oJ4MIBePuKCiC8/BjzQ2goAGDyBD8ADzS1AsD3Y0gomjgAJD7a2gSngkc4uYH7mV14daGo+0NTMdz6DuC8g3t6a2r21dSASfKitfbitY19VDSchhe7qGWBG9DUx9ydYehmakrX0gs2tg8ysQi1t45zccoIp1cyU9qz87vwimIWZJ8kmwNLU3cLI0dsxINw73M/ek0wg2eiaBjh5UP1D9+3ad+fmvYqKepysqqKKgYSEhrq6A4Hgp63joqbuYEUK9/BJdCBH2TiE6hmTVdQtlVQJ0rLasvJaoaG00ZHJB/d+bG1u29uznxmfEBIUmp6axspnF7LYtNi4tJTUzIy02JgoH29PRwc7oqW5sZGBsbGpkZGJoaGxoaGxnp6BmpqGtLQsAgFV4IJeK74XGqApXwEGJme+QvvfABhoSnwjIl+nBYU04LXpdiM0H4D5JmrAwCIiYoC0wRPAfd67hIGhWlRUFKjNYmJiQkJCkKjH81qj0Wg4HC4sLKyqqurh4UGjxTo62isqyvMWO4SxWIyoqDACIW5iYqSsjN+5E4JhOTkZAsHEwcEuMZG5a9eujg6oCqu+vr6np6e/v7+vr6+/v7+9vT0kJMTe3p5Kpbq5uYGXuebm5iR7Ozm8oo6Bvm9gQHgkNTE1pbC0JDs/LzUzIyElOTI2xtPXx87J0dnN1cnVhWBpQbQlaesbYCSlBHnjIYK8q1YyCHEVHEZKTEgeISIrLgCHwXCiMDVZpLTETk1ZlJGqrK2BpoeNqaeNGcXLqako59mdq0d6O7LjKPn0yMqMxNy4iKLEuIb8jNai7KfXzn55fJP72w/cj0+47x+9vHvx3MzQkb0tndWF6XHhbnaWmkqyIjuhkTSgQgvAYBKisPBAp+wUSldTQU9rfntNMiefUpkTXJbpV5rhX5kTXMuObCyh1RbFVRdGNxRDeu92k3NDSRRQfeuLI2sLI6pZ4dWscE5BWGVeSFl2YGVeUFV+cE1BaA07rL4QAuP6wqi6wqiqHEotO6aeTePkRVflRNYU0BoLmQ1FzNKcmHRmADXINsDDlBJgnUjzzkoJyU4NTU8KyU6LaKzOS0+JHBvq+enhzbu3L//08PZvr3568uOd4UN7fLzsDfVUXZysnJyIqqoy5uZ6BIKOoZGWto6KmrqCkrKMvAJWTl4SjRETRwpBBc/iwhIQkyLE4BLQYpCoBABgSOCFQ81VfAD+SxDmPXt7+TOov9quAEMzjygpBBqHQkO90pC/GikGuaARcAQGLSQGhwrhYDA4DCYvCGvKiHu2OvFyZuDHQx1nGgsbIrxjrY1s8ThJnkdaEgZTF4T5qSs2hXqeKk592FlxrzrrTlX6Sj5juSR1o7ms2s850kDNV1uJ7kJKDvKx0dGQQ4uLCe4QExUWhYtAAWaE+E5hnnNCWPiv5ivef4AIzBeE+SGF7fQIuqBBBxUAYDk5OaADA+7l3/It0Ki/DyQSug4FyPDft/8zD28XgUHAgU/FIB4MArHy8vJAdv6H6Xr7twCutW3/Av4hAqPRUGZbWkYRK62AQOMEhMXlFVTCKVFv3336+OnL6dOnBwcHGQx6TEyUp5eruYWJHclKV0+Tv0Du7u5uZmYG/vaIRGJkZGRYWBhwiAQGBnp5ebm4uBCJRBMTEyMjIz09PXNzcxcXFzKZ7Ojo6OPj4+7ubmFhAdgYdDvj8Xh1dXVl3vFvAAZGaMD/oH8bh8NBVmhJ8UiKP5f74bc3j65cWn3w3eWP759wub9eu7qmqQ4BsJ2NWbC/j6erm5kRQVtT578BsJ6eHggAg+gvkH/5AWDQZq+iogKGi7FYrJGRUVFREYPBoNPpqampLBartLS0srK8paWpuaWeU1NVVFLIKixgF7EycrJpTIZ/cFBCSnJqdnZ8cjItMTGGwYigxcckJAVRoz0Cgr0Dgp09PEIo4UHhwWUVxb19u3f37aqoqSyrrs4oYOeXV2YVVxbWtuaW1mWxoQromqY99a17u/eOFJY3ZeZXVtR2VtV3V9Z1VdR2VtR2ltd0lFW3l3LaSnmdz+WctqpayAtdVdtZzmkD/c9FZY2s4ro8dnVOQRVQgJPTCxNSoA0kPgCDGDAQgQND4wJCYoH8C24DQmIDQ+MCQ2m+gdEePpQQCoOZnE9PyKFEJUXGpja19XX3DBWWNgSF0UMojMzccvAZ6xr7yqu6Gpr3J6YU1zftLa1oGzg0wypqSM0sLixtaO3s7x+c6B+caGrbm51fEc3ISM0tY6SxqPR0SkxKXEJOel5ZNrsqO78ip6AyNZPNTMpmJmWmZbLzWGXs4v+Hs/MAa/Ls235URkL2BAIZbBICIQlJgBA2hD0CJAESAmHvvffeqCjKcG/FPXBvxFFbV1uf+rT16dBqHa212moH33Hnqnl5ffq87/d913Ed8SaJAcXg/bvP83+eHU3NHWWF5Xm6nAPTe+bOXUhNUjKp1oE+vvGRkcW5uXUVFWwHW5oFeelA76a1k3GRYX6e/HMzu27OzjSWZqbEhabKw70FLtbmeCHfVcDlcN04HLYLh+3CdXXju/NEUMWwB8+ZFejt6c13lwr5ypjwhIiACH+RViH7/NbZ+T8f/fj15fn5+3+++OjNs8u/PZ/96cHJV4/P//Tw3IsHZ19/Pzv/8kOoxOjnjyBf9Js70H5149enc9BM77PLf7z44M+frv/07dkX35z5+dtzrx9eePnV6af3ZiDzs74P6cVXp18/vPDr07k3zy6/fjb38snsD48v//r6i/XrhlKTo+TyiMjI8ICgQL5I6MBydnRxYrk5u7g5OTjZ0mgMSwqNbuHItGZTrZgLO5CAKovCEU2RGDSe5Mh25QpEbnyhnRPbgcWh2dhSLMj//OIfpeUlllZUyMhjioAtMcGRzE1RODMsEYkjITAQAC9Bok2wGDMiYWHg80L6BQCMIUAtwQY7NAaHNUOaWFoQF8FgHLZrbnYB1YJGQGE49jY4I1hjgerqoambR8Y/PTT2/fnNXx1ePTtW+83RlS8ubYLQF+Le0/P3z8x/fmL+08O/3T748wfTTy5senh6/Vcnpu4dWvnR9r5L61ovTDSfW914bnXj7FTzjW19949NPL+6++0nx+a/ujT/9ZX5Zx/P//Tl/I9fzH9z++6RnWsaSuqUYbUKWXlcQH6Yl9aPr/ByiReyYjyc4oTsIBeGiEnm0QgAbj3srNwZ5gszn0EWtMDGHBQjgfpfg67r7UwH3GtoQgLTvwYA/mvu19F6oQLsyaGbY2BSns3KvrqWCt1Yf/3h7as3r+rZNtF/5eT0V7cufHf3yuPPrn1zZ/azqyfuXj726dzRe9dOfvnR2S8/OvvZ1ROfzh39dO7oP64c/3j2yJ2Lh29fOHTr/MHbFw59cmnmH1eO37t2+rPLp7++Offw42v3P7z42eXT/7x69sHtD55+dvu7jz/67uOPHty+/tVHV/55ZfbOuVPXjx+5cmTfkS1rto0NTvS1LGutbi/Lq85SNxVmjjRXzx7affXYgU9nz3198/qjT28//Pjmt7c/enDnxpdX57698dGdM6fP7Nxxesf2/VOTfVXVuQmJSQHQHGyc1C/e1z/BPzDBH8LgKB+ps4UFx9ral8NJCAhIlskSAgIUgQHpUZFQj1FCbH5ifF5CXHZcZEaUTBsRkhYeqo0KA2ycl5hQqFSA9qPS1JQCRVKhUpGflJgdHwfpxvFxJSnJNbqMztKSztKSjpJivRcamgpuLSxoLy7qLi/rr64aqqsdrK3pqShvLy5qKchvKchvLiwEg7612dlVOl1lRkZFenq5VgtU33KttiwtDdwa4q8Kk5Pzlco8hSInMTFLLs+Mj4eqkiMj1RERyTIZoN84X98YHx8o08tHEivxBhgMAFgmFgd7eAQJhQEQAwu93XkCFttJT7/mGCwJgyFiMXg0Cos0w8DhKBMTJDTvZYRcvMQEBjOBwYhmSDPYosbyipMHDu7fsuXgps0H9SbnmS1bTu7ceX7fvstHjlw7dgwM+s4dPjx7EMq4Or9v35nduw3hzwCGT+7cCTD49PT00a1bwQboe3DDhv166Xj35DjY7/UAg0LgPVMThie8e9rUnilo756cNDDwjlWr9kxNTU9M7Fy92kC/AIwXTvkuPAYADPzP4HbDyMj64WFAswCDDSS8cXgEHAMY3rJs+ealyzaNLAX3bxj663ctxGBDEPRkT++GoeFtoys2DA2Ptba3ZOVmh0VFu3tEuvHlQq8EkXecQBzDEyZ5+qT6BuZGxNSr0/uLylbWNq6uax6ra4L5+yZ48EJZ9p4ern4hPtHBXuH+HoGR0ghNrNpP4BfoGRAeGJGSpB4bnVgxOu7tGWRL5xLQdjbWAhE/kucW7uoq8xDGcwVRYkmixF/hJZGLPKOdWVIUmsFk8FKSc/fsPrx7ev/GdVvPn7s02D/S2tq+bs363t7+9taOiYmJbVu2rlw52lBfm5Wli4uN9vX1DQwMlkr9vL19JBKpRCLl8z1sbe3JZHMMBodGYyEv6LsNTM4AgBeKwABQF/LqfxeBoYnfhWeiAHdN3p2FA+HX1BSyZhobGy8E7IWvafi84MsAUdVGRhD9otFoaMJSv5boFwoFFc+YmpqamZkRCAQkErlkyRIKhSIWi9PT09LS1AEBfgQCbvFimImJkbHxEgTC1MrK0t7e1sQEarDEYtEikYdE4hUSEtTY2Dg6Ojo5OTkxMbFx48Y1a9a0tbXl5ubKZLKUlJTw8PCWlhadTufl5RUaGmpNp/EEfCqd5spzT0nTlFZWVNbWlFSUazN1moz0RJUyQakIi4oUS7wDQoIjYqK9faUcPt/ZzQ1PphibwJEIM+NF0JvWHI3k2DBcmFQ3GyuhM9OPzwrzcY+XSTQJsuKMpOKMpDJdckNRRnVuWmOxrqM8/8sPL7769vP+urKiZHlrUXZtlqa/pnTjcM/SxopPLhyef/7F/NN/3jmz5/D6kbGOyqLkiFgpN0jgGOjB8hNy2DZU+BJ9DLWpsRnCeMkS2JJFMJ4bo6Fal60N72jMmFxe1VmXMtyW3lunbC2LbyqOaSlL6q5V9zXpBtuyeuvVYMoXMDDwPINxX4PqawDg1gp5S3lsc2Vca0VcS1V8R3VSe42iuzalq17T15DeWavpqFR31KQNNOb0N+e2lKYUaaPkEWKZr6tUaBvo7ZQUI8nNiCzJkxflxGWmRZQWKLtaShqrc9PVcS9/+PbXn598ee/Wrm1rk5Mi7GzIQj4rQubr4+Xu4cEOCpI4OTHs7eh0hqUllUQi4whEDJ6AxhFRWAIShYWboUzNUAgUBo3GYoDnGWGGQaIg/zPU64tC6u38CCTaDBDvv9/+JwV4IQATMBAAQ1FYGCQCjTKCQ5/ReBFU20taDNMEie4d2nR/y+it0fYTHZWDmrgsP3GAg435YhgaBiMvhpFgMGsYrF8Zdb6j8rORxnvdZVdq0g+VqqeL03aUZTaH+ySx6CoeO9lbmBwgFdgwLDEo6P8DM7gJ3NQYATdFI/+HFOj/GYBRKBQejzc3N7d6t6j6TOb3GNhcP4wKRFrAq7h3idALyXPh8X8CYIMz2fA6EKDqHeoGBsZisYavikgk4nA4cH3NcLlt4Y+d/xWAIc8IFm9uYY0jmRPNqdAZMIawxMgkMCjE0dnJy8vL3d09Ly+nqDBfkRQv9fGUiD3EIr6bm5tEIgkMDAwNDRWLxRgMxszMjM/nJ+tXamqqSqWKiYkJDw8Hc8J8Pp/NZoOWIxaLBTrSrK2tHR0daTQa0HWB6stkMu3t7SG7JpPJYDDodDq49GAQ3sE8NpVKfQ+AbRmUz+999Prn7z66fvrggfW3bp759ZcHH98572hPFvAcfLz4cVHhIQGBfFcey4nt6gLF1LssWGz9Alq0o+N/FSCBAWCQzrUQgIEFwMXFBfxg1Gq1BQUFlfrV1NQwPDzY1d1WWV2RlZOpy8rIK8jNKcjX5WQXl5cVl5dl5uenpKenZmSodbpEdVqsMjkwIjoqURkeEx+vVMoVSaGRIcdOHv7yq3tffvPF+NrVLV0dpbX1jd29tR19Db1La9sHKxt7apv7e4ehVORVa3ZU1HWV13YaoBeUABvoF2Jg/eRtW9cysEEHUkPLAAhkrmnoqarrAiFYYAYYdCAZLNCGCGi5IuNvtyxSmaDMTFRBXmiVOk+ZmpuoykrW5BeVNXX0jNY29qrUeer0opqGHjCK3NG9sr1rbCxVu8wAACAASURBVHRsW05+XVfvqrrGgYk10y0dI9X13cPL12zcun98zfaahm5lak5sQlqCUpekztHlV5bWtNS19rb3LevoWVpS0ahIzXAXShxZ7lSaLcWSTrdxdOOJAgJDoyLjMtTp+Zm5ebqswe7eLes25OmyIkNC+jo6dGq1mZGRow29ua66vqp8qLdrpL+HgDAiI2A7pgbrCjSl2akJEQFBvp5STw83tpOnWCgSCjz4Ar47j8d157vzPPTby10gduMqY2I1SQkBYmFsaEB2SmKEv6imQD3/68P5Hz97/ejDP1/c+uX7y/O/fzL/8vrrR+dfPDj7w1enXjw4++bJ3G8/XH379PLPjy68fXr5z5+uz7+4/vb5lTdPIKZ9+/Tyr99fenb/xNMvj/9w/+TLb86+/Or0D18c/+GL4y+/Ov3dJwcefwaFY/308Nyrxxd/fjL76tncy2cf/Pn7g5ra3IQEmY9UzBO4szkuNg72VIaVFZPKdGA4ONvY2TOsqTRzkhWVZGtt4Wiur0EiWUDmZ6I5FU+2AMnMWCKFZmPvGxjixhfaODhjCGQKlWZihhQI+Q+++9qVy8Hg0EgUBgJgI1MklgBH4xEYAhJHMsMSTTA4EywGQcCjoIJlynvTv3iyhSFrGgCwgYExOCwaA4WpmyGM62pqbRj25gQLugXV2cbKzZZ0dNvo1QOrxxs159e0fnF41Y2Nvff3r3w5t/XP2/vm/3kCot9/npj/+NDPV7c/PrPuq2PjXx+f+vLI6ls7Bs6srjs4WHRgoHhmuPTYUPn5sbrLUy1nV9Xt783f0qhZX5e8vkGzslS+oixxrDx5ZblmpFDVpo3Jl0ni3GxTvV20vlytL1flyYr3cIz3cJSL2PFidqTAyY9lzacT3ahYHoMstLPkMS1crUmuVngQhSW0swQbzPeCW1BrBBjYUHEEjNBg4tdghzakZwEpGDzZm01zskJzHcnhUtf26uyJ4ea9m0Z3rR1et7x919rha6f3fHNn9vt7H/xw/+bjz67du3byk0szty8c+seV4/dvnLt/49w/Pzj12dUTn18/ff/GuXvXTgJC/uTSDIDhOxcP37kI+Z+vzOw+v2/rmd2bzu3dcmH/NhCCtWdy5e6JFTtXLduyfHBNf/fK9uah+ureqpLR9vrlbTWruhs3LO3dsXrpwY0Ts4em786dPbFz07l9Oy4fOXD5yIGLB/ac3bPz/L7py4f3n9q+5dz0jsPr163r7xuuq23Oy81PUqjDwmMlPvFS36TA4BRZeIosPE7q58d1F9jZM3E4jrV1EI+XGBiYFBQU5+ub4OcLBTuHBUNKb3SELjoiI0qWHhmaHhmaESXLiI7KjI3JkccDAC5JSa5I01Sla0tTU0AZUqFSkZsgz46PAz3AVenaGl1GfXZWU15ua2FBR0lxX1XlYG1Nb2VFf3XVQE11X1Vld3lZR0lxe3FRR0lxb3U1iLxqLS42kDCwPQPJt0StLtEbngH3GtAXcG9GbGx6TEx6TIw6IiIlLEwZEgJmgGOlUrAh+dfLM8pTHOUJWaDD9fTrz+d5ubpKuFxvd56HC4dtY8ugmFtgcUQ02kC/aAREv2ZGRoglSxBLlsBhMOTiJQCDkyKjDu+a3jwxee7w4YObNh/auPHQxo2HN206unXrqV27zu3de/HAgWvHjl0+cuTC/v1grPf8vn1gn9ixA0i+BvQ9s3v3md27wZ0nduwAIvDMli1HNm8+vGnT7slxgL57piYA9Bpu3/Uerdq5emzX+KrpCSgEC9Dv3jVrwAYkvHtyctf4ODBCg5DnnatXT09M7JmaAjwMwqIB4q4dHFwzMACx7oK9bmho3dDQ2kGovuhvN5jmXT849B4V/638C54MFOMNQ8NAKx6oqS1RpSR6SyPd+GEu3BieMNKNH+TIDnPhJnn6FETHlyUom7SZfSXlK2sbVzY0j1bXD1VUwySe4SJBMM/V19MjJFAS7S0I8XIPkvnGh0rjwv3jQ6RRMr+IYB+Zl4dElZCyenSiqbxV4u5PQFDJaFsG1d2NEywWx7tyw8Re8lBZpp+/mseP4XBCra09iHgWg+6ellbw7PnL27c+++ze/Q+v3964aduG9VtWj6+ZGF979NiJDz+8cf7ihR07dgyNDJeVlSUnJwcHh/r6+kskf0VE+vr6u7m5M5m2IAQIyL/Q7CMaC3jYAKLvSbWgE9iAvoYJXoOgtDBgFkiyhnNucLAQgA2AbWBgIyNI3wUvu9CPjUQiMRgMDoejUqkMBgONRoNQGYDZ4FEUCoVAIHA4nJWVVUREWFaWLjFR7uzsiEQiQAgWkYg3M4M7Ozuy2c5mZnBra6qbGyc4ODA6OrKwsHDjxo1HjhyZmJhob2+vr68vKSnJzMwsKCgoLS0VCoUCgSAyMlIsFufm5haVFLNc2AKxSOLnK1cklVdXFZeXyRVJ4dFRoRHhASHBoRHhfkGBXAHf00cSHCbzkvo4uLg4sF3xZIqRsSncxHSJ/qoVxmgxx4aRk5pUk59ZnK5qLMmuLdSWZio7avLqi7XN5ZktZdmd1XntlXk9dYWVOtW+9aPzv7148a9P1w62NxdmTPQ2r2ivbS3UDdQU91Rm7xjrmeipzU0Mifflxvq4Rnqyorw56gifKB+uF8fOnoonII1xSFMUErEIBuUG62vTYI3V2T2tRQW6yOZKVV+zdmmHbqhV01uX3FYubypJaC1XdNWlDbZm99argcPZcAvoF8i/hgSsnvrk7jpVZ42irSahtTYB3LbXKDrqVV31qV2Naf3Nmb3Nup4GXWedrqNaV1ukSk/wD/flSPh2PJa1m5O5j9AuKcYnNz26JDexOCehpT6nMCehs7m4oihNGR9SkJncWlemUcQ42lp6i1zDQ3yC/bxEAo4r287RztqGbmlhTqCQ8QQiBotDorHQAC8Wj8ERsAQyBk1AIjBwUxQcjkIi0BgUGo9C4/XyLzQGDJmckVB0M+Rb/v8CYBSWBBRgIhaFw5pBk8BYqBzYFIkikknGRotN9Rqvn5PVzempLzaNfjTUdKqrdjQzOdPf28/R1sIEKvdEwmBEGIwBg+1trf5y84oPeyrudpeeKVHuyleOpkR2xwUWSrhKjl1ekDTV1zveS2yLw5HgcJyZGQaFNjY2XWxiaopGm5gh/1MIluHNaHjDvkePOByORCIB6LLWL+DINcwDm+sXmUwmkUiEdwtMuqL/8/pfAXgh7mKxWCiHQP9+B8IyBoMBXmiQgax3sENfOMDd9/4I7wnR4DngFvA2GotBmKEWGZuQKRZW1nSqFY1sDmnb0AQHEmVstDg6KqKnoz0hNibQVyoL9AsLDuBx3UUiEaj+9vHxsbCwQKPRbm5uycnJarVapVLFx8dHR0dHRkZGR0cnJiZ66JdAIOByua6urnz9YrFYoN7J1tbW3h5q3AXCL5i/BSO47wEwmQwFYoNvAcjHAgqwwJ1lb2Px6cdX5udfvn3z3auf/zU///Ttmwd3P73g5Ejiu9tJPLnR4aEBUl93Fy6H7QoA2MDAeviFbgAAOzk5ObzrQLLTLyaTSdMvQOYAvykUipWVVV1dXU5Ojk6nKykpqa+vb2ho6Oho6+rpbGiqLSop1GVl6HIzC0oLSyrKi8vLcosLM3KzNZmZqrQ0eWpKrEopi42XBIWExsSr0jOlgSEKdUq0PCYsWvbFvz776dXT73941D3QVVlf29jVuXRiqnvZqqb+5Y3dULZzTVMfaDkaHd9S1QDxcHvvCqD3QpJv1zLDbn1XgGQYAG5uHwa7oWWgrqlvYQp0fnF9dn51RnZZmq44JS0f+J8XWqD/FoAjYlKSNfkqdV5sgjY+KSMpOTtZk5+eVaZIySmvbi+vbk/PKsstrG1qGwKNxPVNg129q0bHtpRVtYEvoHdwdc/A2MTaHRNrd/QOrsrMLQuLSoqIUaZq8/KKqrMLyroHlq3dtGNsckNtU4cqNd3HL5jF4TmwOE7OHHsHFoNpT7WCarxoNIYNw9adzXFzcBa5uof5BeanZw519pTm5DrRGTQyMVYW0lhZ3t/eWpyta6urXjnUL/VwxS2GDTQU9jUUZyoj/cVuLHu6j1ggFriLhAKRSCQWe4nFXl5iTy+xp9TL09dbEuYXHOTtl6HSqBMUIo5rVGBAaZZOERmSKPNdNdA0/8f3D+6enn/56a9Prj67f+LPH68++WLmyRczP/zr+ItvTv3y6Pzbp5f+eH75jx+uGI7fPJn99fGFN09m3z6Z/eXxhVffXXjxzZmfvj7zy3cXIdvzo9k33118+2j28d1D39+befbF8edfn/rx2zM/Pb7w+vnlX3+6+eTx7ZjYgKAgLzcuG+picGbbOTnaOtlZ0i2smJZ0GyqDaUW3ZlhZMKzIdpZEGzIFQl+ypTVoA8aRzEEsM8nCyoXLDwmPcuZwrRi2Zhg8lkiBLV7S2d125txJqrUlnghNTMARyEXG8CUmSDMsGYmjoPBkSATGE82IBBSZhDH/e/o1ADCAbUMQNBJtRqIgFi2GxcVGtLe22ds6WRCpLDsHKh6Vo4q8e3n/gw8P7BwqOjBcfGvrwOe7x56f3frz5R1/3Nw3/+nR+Y+PvLm+58Xs1gcnJj/fv+LTPUvv7h29sW3g1IraLc3pExVJa6tTtzVnzPQXnVtR9dHGjru7h25v7z21onJDrXIoO7RLG1iTIM4JZGf6s/NC+LlBAp2/R1agSBfAz5N55so8tX7uSm9Okic7QewSK3QOYNG87S35dDLXisC1JrszzHlMCx7TAkwCg77fhelWBhUXkK2Bbw2xz74cWx8209uZLnawEtlTfTm2UhcbQ0z0X7/Lhe5sjfHmMbOTw8f66z+9duLyyentkwObxrq3jvfNHt3++fXTDz6Ze/bFR99+fOnW+YNzM9uvHt/1wcndH53Zd+Ps/lvnD965eBgowP/84NTn109/fv00oOJPLs3cOn/wozP7/jF36qNTBy8d2jl3eBdIwzozveXwxsljW9cv2BuPbYX20S3rLh7cdeHAzuM7NkxPrtg2NrJzfPn2VUs3Lh08vn3zub27Zg/uP7Vrx56piXVDA6u7O1d1tK9sbeopKWjMzKjWpObEx6iC/OVSH7nUJzkkNFUWpomI0kREJQUGB/MEXGumDQbnamXl6egoEwrl/v6gIDfR3w+q+fWXKgP9UkL8U0MD0kIDtbKgjPCQjCgZUHfzEhOA5FuSklypTQPDvZXatIo0TUWaplyjLk5W5SbIdTHRmXFReUnxpWpVTaa2uSCnu6JkuKFmtLWxv6air7q8p7K0s6yovaSgvaSgq7y4p6J8oK4O7P7aWhB/1V5a2lpcDNKh63Nzgf+5MiOjXKst1WhAAzDQfnVxcQYATpbJVKGhSUFBAIDj9RHQkBFa4h3t5QmNAYuE4WJxmN7/7MdzF7u4eLm6il3duI5O9lbWFgQCEY0moFB4NAqDRqKQCKji1dgIbrQEvngxfPFis0WLkYuXEOAISyxu/7bth3dN796waXZm5vi2HSe2bT++ddvxrdtObNt+eueus3v26POr9pyengZYC4Z7AegC7ff49u2GDczPBgAGDGx49OCGdQc3rNMbodfuX7dm39qpfWun9q6ZBNrvrnGIfsEGDAwyrqYnJnZPTgIYBgz87wC8e3Jy75o1gIq3rlixefnyjUuXrh8eNgCwAXrXDAwY9nv0azA2GyZ7gbRreBowPBumf6d6+8Ce6O4BJmrwhNWdXY25eerQsDiRVxRXEMUXyj0lMR5imau73FOSHRnTmV/UU1Q6WF61rLZhRX3TstqG4cqavtIKmKOtu0Qc4ieJEAuCvTzCJKIoES/MgxtqSWIHSeJiw1L8PWX+nkHRoTFxoTHRgRHtVc31RTVp8jSeo4iApFHJLi6sABYriMUO9fRSCkWJbJdwd24Mnxdny/BBI+2IBGZubmlX11BPz8jJkxcnpza0tnW3tHa2tXevWbtx5ujJ4ydO7dm7f3LNVGd3V1lFuUqVEhMTFxIiCw4OlcnCg4JCRCJPNptDoVjg8UQQiKVPsIIA2BCC9e8YDLzQCwH43T2memkWbginAaenC2XhhRbohTrzQsYGEVxIJBp8CihHCIlGIJAggNTFxUUkEkmlUjqdvmjRIvCC4NQWfF5wZmxsbOzhwVepFPHxsUKhwMKCAgAYj8cuXgzj8bh5eTk6XXp2dmZCQnxVVcWyZSMKhaK9vX1kZKSqqio7Ozs3N7egoKCoqChFvzIzM4OCgqqqqsrLy+VyeXZujljiHR0fFxwm8wsKTNaoU9I0oRHhYVGR0gB/aYC/X1Cgl9SHK+C7ewgEYpELj0t3dLa2dyRYWJhAye3GoA8JDoNZYsxaKos3rhxqqyxoKNE1lWXVFmo6avKq8lLaq7O7avLbK3M6qnJ76grby7PWjbT//O3d+RffHtq4Oksepgj2jvJ29+dA1XwORFORPSXUwzExgJ8i84z35YaLnKK9XcT2FI412skSQyMicKYwtAkMbrRokT6LC49HLFkEC/DlHtm/tqcltyIvuq44tqtW2dug6m9I7alNaS1XNBYnNJYqWypUXTXJPfXJ/U1q4HwGCjA47qmHHuptSAFNSP1N6p7G1J6WlM7m5K4mVUeTqqsxpaMppasxrbNJ21Gn6WvPHWjNb6hIzUmVxcr4gWI7kau1n5gtdLXls2lSkWNsmKdGEZydFpWvi60sSa0u0+Sky+Mj/VTxMqYl3okJXSmPjwoN8hMJ3dmuzrZ2TEsKEYNDw/FoMxwWicOioSQqSDfE4Qh4PJGAJRKwJAwKD1ViQ1OyCDNjhBnQfk1MkWAMGI5Ampgi9NdeIC8xJAgj0SDtGXiezSA4gsDpP1mgFwIwHofEYZGQuwKPM8PhMAQ8AGAsDOZOxZ5bM/LtzqmbQ63ne5umirJyQvz9nZ0pcGhAHA6D4WAwMgw2VpDx9Y7Jj5c1/qOv/EBm1BptdF2wKFfkrGLTklwdcoKkciHP045JMTLCLjEmoDA4DNbIyGSJkQnoMYa83HA4wF3DhaeFdoz3ABi8TwF2EggEgDoAgaytrRfqwACAgRpJfLfeC8T6T7j77/cDZAYj/dC37N1Co/XfQSzW4KwGgVjvYpDRAHrBe/9/BmBDKDR4MviMFlRLLEnvVkebwRbBkGiovdzOzoZMIliYk8l43HB/n0ouD5JKY8JDoRlIocjDw8Pd3V0ikfj6+tJoNCwWy2KxVCqVRqNJTEyMioqK06+EhIT09HR3d3fQOeTs7GxrawsY2MHBwdHRkcWCyodYLBYQfm1sbOzt7Q0ZVGDylkqlvqcAW1paAts5kUgkk4n2NlQkAjZzePubXx69/Olfb998Oz///Ztfv/nsH7OODkR3NxsvkWtEaJCPp5cby9XVxd2NA3H4QgBm6ZezvgHYycnJUV+DZK9fdvp5YDqdDhKwGAyGhYUFWb9IJFJZWVleXl5OTk5BQUFNTU1jY2NTU0NpeUlhcV5ufk5eQW5ReXFZdXlJRXlhaUmyVpOYolKo1fFKpX94WGBkRHSSMkahSkzNSEhN44u9k1KT4xXyhta6X96+ePn62VcP75dVl2YX5pY31HeNLGsdWNbUv7x76UTPyERTx0hH38qeofH+pVMNbUOgE/gvw3PXstbu5cAI3d67AvJFdy9/LwELSMEGAAYu6OLy5tzCWl1OhQGAgf9ZmZrzP1ugk5KzU7WFcoUuMjZVkZKTpitJ05VoM0vlCl1OQU1BSUNWXlVZVVtLxwiwYbd1jg4vWz82sbWta1lDy0BLx0hb19LVU9vWbdrT3T+qyylNUKZn51e0d4/0DKxobOvpHhjpHhiua25PTc/0DQxx4fIdWBwHFtuF4+bmzuXxPdzc3PRBZTQ6nc6kMxyZtjYWVkxzKp1sYU2kONKYrvYO9lbWmqSEpqqKdJUiItA/MSo8L13TVFWen6ZiWaKifTgndk1lKiOTooLCAiTBAT5+vj48Hk8oFEokUn//wJCg4HBZWGxkhDwmNlWuzEzOUMUoZL5B4b7BCWFRqbGxGYpErTwqOkB4fOfE/B8Pf3t2+88XNx7dO/Lqu3PPvjz64uuTrx6e/eXR+dffnYO498nsH88v//nDlfkX1/54fvmXR+d/fnDm18cXfn829/uzubdPL7/67sLLb86+fnjh7aPZXx6cf/XN2dffnvv56zOQJvzN2R++OQ0x8HfnXj+//ObV7Y+uH/UQOgk8OC4cJzsHe0cnljWTQWVYWdtYURkWNLoFnUG1Ydja0uzpFAcDAC/MvoLmVnBEuq0DX+QlEHtbWDMg9DUyhS0xMUaYzc6dr6guIZuTMDjofwEkCmeCwJiaYdEECxTeHIUn61OgySgyCU0hYsz/6vsF5meg/eLJFobEaUMPMNSKh8TAzUxhS2BuXNrSpb25OVnOji4UvIU5nhgT4n9o6/i2lU2X9y9/MLf9k71Lb20d+P7EllcXd7+5tvfth3t/uTb9/PymB8cmvjyw8u70yM0tvVc3dJ0fbzo6UnGgr2h/X8mB/lJo9xWdW1FzebzhxoaOj7f33N3Vf3f3wD/2DN/dO3J7eujqlv7Lm/o+OTD12czmgyMtLZqYgjCfokif8riAkhg/XaBA6c2Ri5yj3O39na2FNKIHncijQUlXbjQIgAW2VJEDTWhnCcKuvJ3pXk40sYMV0H4NzmcQcGUoNzLYng33AAD2d7P3c7UzCMLg1TydrXgOZD7LYqSj4u4HJ+dfP7w5e3h63ciGFZ3bJvovHNn6jyvHv7598ennHz74ZO7G2f3nD2yam9l+6ci2i4e2zB7eeuXYzuun9tw4u//muQOAhz+ePfLp3FEgFH90Zt/1U3s+uXj0zvmjH1849unsiTvnj14/sX/u0O65Q7tPbN9o2Kd2bj0zvf383l0X9+8+vmPjse3r96wZ27isf8uKof3rx/etndi8fHhZS8NYZ+uqro6RpoaeqoqOspK2kpK2osLGnMzMSFl6WGipMqlYlZQrj81LkOdBkqxcFxObGhYRJ/UL5PI8bOycSBZMNFbK5oQIBDE+PpD5OTgwWRaSEhqiCg5SBvqpgvxTQvyTg/1Sg/zUwf5aWZA2IiQ7LjYvMaFIpSxOVoHYqqp0bX12VmNuTn12Fuj+rc/Oqs5IL05WZcfHaaPCsuKji5KTKtPVDbmZHaWF/TUVI421g3VV/TUVPZWlXeXFXeXF3RUlfdXlA7VQ7HN/be1gff1gff1AXV1fTU13ZWVXRUVvdXVneXlLUVFDXl6dPgqrSqcDVcBg+hdYoDPj4wEDK0NClCEhSUFBoM8pISAA7HgpNAYMyb9iEdQALBIFe3j483lSHk/Ccxe5unHs7BmWlhQcjoCConwxaCQapc9mQZiamRjDjZaYLloEzM84U+jEqaGs/Oievbs3bT576MjRnTtPbN+5EIBP7dgJcBfYm8/t3Tt78OCcPvD5/L594KHT+jFgMABswF2AwcAFDW7BSPDMlk0zWzYd3rTh0Mb1B9avBfS7d80kMDxPT6w2MPCu8VW7xleBId738q52rl69+50jeseqVWADVAY9SSD7ChQdASP0Rn3kFeBhgMRrBwfXDg4C87OBbw0AbABdcGC4H4AxiIAG6AuqjyZ7etcNDK7tH5jo7pno7lnd2dVXVV2TrsuOjEn28Y8Veqp8A7IjY8qVKc2ZOf2lFWONLSvf7RUNzcvrGpfW1A9X1cJYdq5S7xB/nwgRP0gkCBMLIwW8cD43QiKWO9tLuWx/H6HM090v0DMoNjgq3CcoRhqkiZI3FFT1NfVlphQyzDnGiyysrUUWlkIra29nVhhfIBd6JIpFCp5rDN1KRGO4LTHByiISahs69x44sX7TzorqprzCsvKq+tbOntFVE+s2bV6/ecuqyamBkeGunu60tPT4+ISAgCCDC1ooFLu5udPpTDAMDORWw0iwAX3fOwCxzO8B8F8Th3q3s2EY+C+xRX++aThPRbwLwTIkb4HXNzAwBoPDQxddCUABIpPNLSyo5uaWTk5OwcHBISEhAQEB4eHhPB4PgUBAxULvFpgQBgE5pqamLi4spTIpJUUVGRnu4GCnfyaCQiEJBLygoAC1OkWpTPLzk3I4bB6PKxDwwsLCFAqFVqvNy8srKyvLz89PS0vTarWVlZXNzc1TU1NgBjg8PJzJZAaHhiSqlHGKRP/QYIGX2MtPGhIZHp0QL1cpQiLDZdGRfiFBnr4+Xn5SgZfYnu1Ms7MxZ9gQrWhkKg1HIpuamhobLYZi3PXAE+nv3ddY2d9U2VCi66wtHG6v7G8uHWorG2ovba3QFWljMxKDo/3dE4OFMb7cCl1CZ2VWYXJ0oLs9FQ6jIWESJ2tnipnQwYJvSw4ROqdF+WoiJNHeLkFuNImzuSsVyTJHuFBxDAICrpedkSaL8WizRTAYDmtmsgSGQ8PGljUf2TM+1JFbWxTTUh7fWhHXUZnYWaVsLVc0lSTWFyTU5cubS+XtVYmAgUHsMyDehTxsSIHubVJ3t6Z2taV0taR0tCS3Nya3Nqpa61Kb61IaKpVNNerqYoVa4Rvs4yRypwpdqUI3azHX3t2J7uZoJXChewvspCL7QAkrLIArdKcp4n3FPDtPvmOQDz9QIpB4uEUESV0dmVQiGmmyGIMwJmLMcEg4FgknYlFYDAqHgRyzRCKZSKIQiGQMgYjGE8ywSAQOgcCYwdEISCA1Q5oiMaZIjIkp0hSOgiOg2GcAwHC4CQIBAbABdwH0LrwHwDASBfmo0RgcmAEGAIzHY0l4FB6HxONQGBwahcMi8Xg4Co1AQCENmEUwGgK2qiLr6kjbgeL0XWXZy3XqnODAEC7PCos3gcFQi5dQTEycUXCdt/vJzqpPljfdGyi/1pIzqY2uCODne7mo3Gx1Eo88WWCUu6szkUBebIRZbIQzQ2FQWGMjhLGJGRyFNYIjTeF/DQsspN//FYBBiB0IYaZSqXT9otFoVlZWVCrVQr8MsfJbDgAAIABJREFUAAxEYJJ+AWeygVrfYex//frv6AvuAWrtewAMtF/ghQb50uCVAQMTCARAxeAS27sfAH/9upByAesCAAYPGx41MllCsSCiMEgLKsSVWBx0ddmKamFJJllbmBvBYBmpqVWFReH+AVFBwUIuV+Ll7eHhweFwRCKRt7e3lZUVCoVycHBITExUq9VyuTwqKkr5bmVnZ8vlcolEItQvV1dXHo/n4eEBaNNZv4Dr2ACcBuPxewAMZoCBAgzgXz8UTbChmxsvge3etXZ+/ofnzz77/vHHz57enZ///t5ns44OeDcOQyRghwb6eXoIXRw5bhzefwJgpwXLwMAAgBkMBpPJtLW1pdPp5ubmJBIJVAGXlZUVFxfn5+enp6cXFxfX1taWlBRpM9I02pS0dE12blZBaWFhWVFOQX5GdpZSkxolj4tRKqIVSf7hYREJ8rScvIz8QmValp8swi9YptSkJqgST184+ef8r7/9+fKDW5ezCzKzCnLS8/NyyirKmzoa+5YNjq0fXLGud3iiZ2h8eMV6MOvb1DECPM8t7+i3o29lZ/9Y18Cq7sHVHT2jYHf2rgAbfAiisAAGQ/W8la15RXW6nIrM3Ir0rFJ1emFKWj4oQAIkLFdk/G0IljI1NyWtQK7QxSWmq9OLtJmlqdpCTUaxSp2XnlWmzSzNyquqru9u6Rhp717eNzQ+umrT8rGNq6e2d/au6O5f2dk72t69bMuOQ31DY5W1bfnFNc0dfeNrN09t2NbRO5xXXJmUrJZFRkn8Ar2kvn7+gf4BQb5+AT6+Ur2hwIXNZjs52jvY2zo52rJZTlwXNpNqLWC78pxd3BycxW5cto0tCYkiIVEsGwbTgmJnZRkdElSSk1mYmV6Sk1lblJOdFKqSib+7e2W4vToywDMsQMJzY3FcWD4+PgEBQeHhkTExcQnxcmWSQpOsSldrslMzs1OzEsLlEf5hqugkZZRcHhqhiY/XxsckhfklBgsf37v088MP5l/eefv06utHF395dP63xxf/eHLp9+9nf3lw9uVXJ1/cP/7i/vE/n87N/3B1/vmV3x5ffPPd+d+/n/3z6dxvTy+9eTL3+tHF1w8vvH544dU3Z3/88gSwQENS8ONLbx5f+vnRhRcPzv70+MKvP179/ddPLl/a7+Xlyhe4enjwWS5sVzd3uq2NJZ1qxaRSGRbWNHM6g8qk29hY29EpDlSSLZnyl/MZ+JCxRAqFSrNi2Hp4Sryk/jQbe8DGi4zhi4zhYonPnU9usl0dsXgMAgn12GFxJAQKj8aZY4iWegb+LwBGkQkoMsEw97uQfgkUS4MIDORfUyTGCI40MlmEI8LaO0umppYHBwWQCOY21naWRPLG8RVf3DzXV5M2WJF4+/Dot6fX3dk6+PW+yVcX9vx6dd/z81u+2L/iww2dcxNNs6uazozWzgyU7u8p3tWWu7M158hgxeX1Pbd3Lb+5Y+m1Db2nhkvnxmvvbO36576h+4eWfXNs7NmFDS+v7Xo2t/3J3PTTy3t+uXP62bWZA8PNdYmhJRE+eTLPwghJdoinytMllucYzXMIYdFFdALPEsuzwvFoJB6DzGNa8G0seXZUDzsrMOgLaBZQq8HqDD4ERUeAbD0drcHE73tKrw+bCQAYaMKgSElkT/WwN+cwcdEh/DOHNkIG+9ff3rkys3lV98RQ4/7No1dO7rp37cQ3dy7++K+bz7748B9Xjn1wcvrq8Z1Xju24fHT73My2uZltV47tuHZi1wcnp8HBh6f33Dy3/9b5AzfP7b9xdh/EwCeg/OdbZ498fOHYjdOHLh+Znju0+9rR/VeO7Lt8eO/sgekL+3ae27PzzPR2sHeOL989tXL/usnDm9bNbNmwd834VH/vQF3N8tbm4cb6tpKSsrS0PIUC7Bx5vFoWrJUF1aWre0sLq7TqnPiYrNiYtPAwbWRUqiwszsc3wJXLozNZFAtnsqWLBTWE7xHj45MUFJAUFKAKDkqLgJp+U2RBmjBo4jctPFgTFgQU4MxIWVZsRF6CvEilLNeoK9I0ZerUco26RpfRkJPdWVrSXlzUWljQnJ8Hwq6q0rUVaZoCZUJJqrJCm1qTqa3LzgAVwR2lhYN1VQO1lf01FQO1lYN1VYbdV1MDqo96qqoA+naWl3eWl3eUlbUUFdXn5tZkZVXpZ4PL9fPAxampRSkpwA6dk5ioi4vTRkerIyJU+jQvVWioAYPl+irgOB9JjJcnJP8KPWRCYbCHB9QDzHMPEAolPHe+fvrXikyGAp9RSBwKol8AwEgzONIUEoFNFy0y1p/QYk1MeU7O52aObp9ae3jHrlP7Dx7Zvv341u0ntvwl/57cvgNSgKd3n98DuaBnDx68dOjQlZmZa8eOXZmZuXjo0Nl9+2YPHgRTwaD96Lw+Bfrc3r2Ah4H/eSEAH9m88cjmjYc2rj+4Yd3+dWuA9gvMz8DzrA++gjAYkLCBb8EBcDhvXbFiemJi1/i4Ye9cvRps8IS/zYIGmvBfo796O/SGdynQ/zMGG9RgAxX/OwYb7gFsPNHds6qjc2VLW7kqNTsyRh0YkhURXZeWMVheNVrfNFrftLqlfXVL+3hrx8qWttGmlmUNTSN1DSN1DbBAn1BfSaiXMEjiGS71jua7hwp44aFBad5iuadHtFgQEeyXEB2qCPAK9eFLI/3Dwr0DQkRSb1dRbFBsdXFDcU6Nl0eYBcXFgsJBmDKsLIQevBguJ5LjJBPz5RKxnO3ix7BxN7d05PJ8g0MT4uRp9o5834AIv8BIv8DwkLDYmHhFrFwpi4j1D5b5+QcHBYd5CMV29s7WNIatjaOLiyvXTcDl8hzsWVZWNAyaACGoKdTcYobAABh+D33Bhwt7gIFvGbQWGesXOMNGIBBASgJWRpDbDCqLDDPAAIANOrABgEEBkl7+wVtaWjk7swUCqGnXwcEhJiYmMjLS09MzNDQ0MDCQTqeD83WA3BgMBq9vHAFnyTAYTCqVKJVJGk2qROJFoZBEIg8VJEWkhIQE2dvbOjjYsVhOWVm6goK8uLiYqamprq6ukpKSYv3KyclpbGzcunXr5ORkW1ubRqMJCgrw9fWtqqrIy8vRZqTlFuWFRkV4+/sKvMQOLixvf99krSZZq4lTJMpVigBZiLe/b2hUhCTAj+FgR7G2pjDoGHOKBY1JoVoZmRgvWbQYsQQa3zeFwchmJhmKuMnh3vaqorLM1OJ0ZVyQd6TU3Z/vILCjcBkET2cre5KphEWzxRkFutunxwTGSnlR3m6B7vY0JIyBhLEtMAyMkQ0R7s1iBPIdRPYUTweKxMGcTTbiUhFskgmfgfdysnKh4qioRfglkMxoScIv0edRE7FGijj/C6e2rVvdPNpfAEVYlcY0FEY1FMY0lSRA/cAlitrChKr86IbS+PYaVXeDurtB3VWf2t2g7mnU9DVre5vSeho14Li/BUqN7m7SdLSktrektjepWxpTmutS6muUtRVJ1eWK+srUorxYRZy3j9iGxzbncSw8eQwvgZ3QzV7AsRe62XsJnMQ8B54LzZ1tLeTaeAodeW4MAddOxHdyZTGdbK3plmQCGoGGGxHQCAIGiYIbm5kswZiZohFwE+MlWDSGgMOTSBQy2ZxENscTSGgMDo5CmyBN4WgEEoeCiBSLQ6AxcBQW2n+lQEMdSHAEEkrA0o+yg6lgUH20sBLpbxVgqEUJC2WcYCHFGUvAowl4FA4Pua9NkWYINMYIDjnzEcaLEXqTc6bMZ2V6UqOfR2u4X31EcIbEM5rn7kgkm8FgeGNTJAzGNF3ivBi2Jlf51fr+y03awwWxy5KC8sSsHE+XRI6tzl+s9vPysWcSYDAyAoE2MkbrK7chdz0CEiuMjKEsL7h+/b8CMJirB35jAwD/uwgMJkIBFAFlEofDodFQXdnfrv9XAMbj8QYAXvh7gQ34/xuADa5pE7gxnWkFWwTD4lEMBg2OMCIR8WiUGZNBw5ghKAS8LZ3W39kZFRoqCwiIlIX6+khFIhGHwxEIBEKhkEKhwOFwW1vb+Pj4lJQU4H/W6FdycnJubq5KpeJyuQ4OUHqWq6uri4sLl8tdKLc6OjoCEgbjwYYMKii6lkYzKMCGECxLS0tg/9Zf3MHTqGSECWzLprHff3v85PtPfnvz9ZPHt398fvfze5cc7AmuLgwh3yXYX+oh4Dk7sgD9/q0CvIB//5sIbGtry2QyQSYWnU4Hf+0kEsnKyqqoqKi4uLigqDAlRZ1fUFTf0FRYXJSu06ZqUlLUyek6bU5ebnZ+ni4nW5uZFZ+kCAwLi5LLkzMyVek6QL9xqtQktU7g6atUa1MztJFxEfcf/PPnt89/m3+1eef6JHVSUUVZRn5hen5JeVNHa/9o7/KpoZXrl67eNDS6bnRya13LQGvvaGP7cGMnxMAtPXrtt28FRL9Dq3uGxnuHJzp6Rrv6VvYMrOobGu8bGu8dXN3dPwZIuF1vkG5qG6pv7q+o6SgsbcwpqM7Or9LllKfpitXphanaglRtASBhgw78Xg1SbEJasgZKvUpJy9dzb25ScnaarliTUawvE87NyC6raehp7Rzp7F2xdMX6yXW7BpdOLR/bWN/c3z883to50tIxvHXn4Y6epU1t/f0jKzdsnV6zcXtNY3uCQhMaHhMVlxAqCw8MCgkJDQsMDpJIfaR+vqFhMqlUIhYLeTyuq6sLh8NmsR3s7GyYDJobm+XAsLG1pttYQYXR9nS6m7Ozm7Ozow3djm7FoJo72zGjw0LKi/KKcrOSYkKTI/1j/dxvXZz5x/VzcaHSAE8e19nW11ssj4lWJiSmqJI1qWpNapomVZ2hScvSZqanpMn8ZQnh8emKtLjQmNiQ6JTYpLiQ8OToaHV8pDLSLycl4qfvbr198fHLR1fePL32+uFfHuY331385cH5l1+d/OGfM08+O/Ty/om3jy7MP78y//za/LOrUOvv93OvH1548+TKb8+u/fn8+h/PPnj9zYUfvzj18l9nf/9+7u2j2d+/n/v96ZU3T668fjz3+umVP3++Of/750dnNgmEzrZ2VmyOE9OWwea4MGyY1nQrSysK1drcmmZBs6ZaU62szWlUEt2CTCdToLx3DJ6CxBDROGjQ197ZxZUv5ApEzhwubJERHIXF4cmLFhshzFB5+YW37txEos0IJCIGhzUyNiWSLIxMUQgUEUO0ROHNkTgSEkeCRGASEUUgoAgELMkcbAiASZYEMhVsPMkS5GBhcSQUGgtHII2MTRcbwQqLtSdO7x4bG7S2IFNJFAHbNUgsvnzswKcXDx/bNNidG9mXLTs1Vnd9Q+9H6waen9n18Ni6j7cPnBgu29mk3dGYtqctc0eTdn2lYkNV8pY6zb7OvPNjDbd3Dt87MHZ37+id7QOfbO/5YLJ+dkXFjY2tj09O/H5j7/ydg28+2vvzB/ve3Dr66ubM8yuHPtwx1p+TkOXvXpUQWBjpUxAt1YWIgfYbxXcIZtE9rHF6+ZfAo5H4TIqHDZVvY+nOMHe1JgHzs2HW14fN9OXYBnAdAPF6OdEAAPtybCUshqej9V/5z84MoAz7cmz93ewDuA5gJBg8B0JfWyhrmsek2JCNOxvzHt67Nv/Hk58efnrvxulV/fWrB+qP7Bi/dnr33Wsn/nXnwouvbv/w9a37N87duXjo6vGdH5ycvn5q99XjO2cPb7lwcNPs4S1zM9tuntsP0PfOxUMfzx755BIkBUPu6LkTN88cvnH60CcXj9+9dPLW2SPXjx+8fvzgzdMzN07NfHji8AfHDl6d2T93aN/sgT0X9+8+v3fHgXXj21Ys3bpi6aalg6u62pa3Nq7saKnOzKjSpRenJmfJ4zLjY7PkcdroSGVQYJVWvba78/aJY3dOHp/oaq/SphUqktIiwuN8pDHeEplA6Ong5GJBtSeROZZWfIZNiEAQ7+enCg1WBAcqg6DiXwDA6ZFhGVHh+i3LiArPjAnPj48tVCTkK+SlahVUZaRLq9SmVaaroUKjvKy+qsq+aijSubUory4rE8LdrMym/OzarPT6nPSG3MyG3MzarPSaTG1NprY2K72/pqK/pmKovnqksXZZc/3Sprqh+ur+6qrB+tr+2truykrgfG4tLm4rKQHHoAQYxGJVpKeDcKwClapApcjXtwFnyeXa6Ggw+gs6kFL+ew1SrFQa7eUZIRbIPNyD+dAO4PGkXDdvrqsvny925XDs7G0tqRYEAgmDg0rDUGgUEgENrukxGI2AAwA20mdfmcBgY4NDR6Z3XZiZObJz59Hp6bMHDkBK746dZ3ZNn53efWHvvksHDl4+dPjqEQh65w4fBtlXwBR9/sCBC3r6BQwMMPjigQOGDQaGDcZpvSl6u8ECbaBfoP0uGPqFRnmnJyCg3bFq1d41a/a8C8ECtudtK1caZGGg+u6enDTs6YkJEI5l8EKDeWDDbDDIfzZUAYNoq01D+tSrQSjdasMANBUMbqEi3/6Btb36oiP9rUEKBjBs4N7xru7xru41PX3r+gYmu3pWtrStbGmb6OweqakZqqrqLy3rKytbXls30Q5B7/K6xpWNLaua21a1dYy1tq9obl1a3zhUUzdQVQPjOItYTh6uLl4ctqezg4jn5ufjFeUlihS4h4g9wr1Ekd7iCH9JbEiA3N8n2osf6Onu58Xz9eL5env4+3uHxoYnZaUVlJfUh4cksO35FKyNLZXLdfLlOwdIeBGRgRohP1rsFccThNk7ShxZPlx+kLOLt7mVExpPwxIZFAsHHIEBNyXjsDRrKxaV6siwZTHtnRi2TpY0JpFkicWRCEQLirkVx5Xv6ORCwJujUXhzijUahV+yGI7DkgzTuYZxXEDFgFRB96+ZGQowsIkJHKCsISgLiUQDLRegLBaLR6Ew4FEEAgkdmyAh3kZgoCJWM6wZAoOAo+GmKGMjBB5HRsDRNkwHN1e+K4cXGhIREiKjWlvxPQQJSYk+vlKxl2dMXCxPwDe3tDBDIXEEPBqLWWJsZIqAE8kkAokI2oaYTLpKpWhpaWpubiwuLkxNTQ4Pl4lEHuHhsqSkhMREuVKZBAA4NzdbJpNlZ2eHhYWVlpZ2d3evXbt2zZrJgoK8zMwMjSa1srI8OycjJycrIjI0OyeDxqD6h/iFRMq8/CRefhIO382R4wy0X1WaOjYpITw2NjI+PiwmxsvPz47FIlGpeHNzKpPOdHSk2TDxRIKRkZERbBF88WIg+tEJBJ6dHd/e3tnC0pFi7kqjsc2JbpYkIdNK4mgjsrF2oeAd8GZORJTYjhor4WfHh2XGhkaIXHk0khPRzImMtCOj7M0xTpY4jhWeQ8W5WmL41hhPG7w3Ex/KsYriMeMEdkpv5zAXSzYaZg75bBeZwhYTzZBGMBiVYrZ0qH5safX40orBlrThZnVbaXxribyvQVtfmliYFVFTpijLjy7OCS/KDqsojGmqVnU2abtbdJ1N6e0NaZ1N6d0tWT2t2V3Nma11afXlKVUliSUFsQX50XlZkVpNcIpCGh/rGR3GDwvlBUpZPt4OngKmwJ0m4tFFAqa3h72XyMnNxdbV1cHd3dHDg+3p6ebp6SYUuuirjJzYbFsbG2i4F4dFIs1MEHAjBNzEDGH6/obc9whwnQWFQhGJRAqFAqy5GBwWmiD5y0PzXx5mFBoLqb76bQo3g1RTBBJskAlnuEBj+AcP7gHvBTAyAGLkoAIkKAIaRyAQiEQ8kQiuxmDNUEgocAuDRqFQJlD0GAyDMPFiO6jEbonODBXHJpXrmMS2KwjyFRIJFjAYm2jphKM4ItCupka3Niz/auvgJ0OFxyvkG3MT2mIDUlxskrj22TJplCfXhoDEmxkh4UvgcBNTBNwIbgqFYJnA3wW2m/ztAlQMrhmBqQEwtA9/V+KNhuqRoXl7CoUCSMza2pqmF4EtLS0B9wL/s0H7JRKJ72aBCQtDraC4KQzm/7IeCYjFBngGmjAejwevDP42wZ1QjZH+Uhf4Ut+b+DWovuDAQLzgQ8DS4MIcGg39Mf9yy+s98xgMhkwm47E4N44r3ZqWrFSVlZQGBwZFhkdIpVIvLy+xWMzj8RgMBhDJHR0dAwICFApFTk5OdnZ2VlZWQUFBYWFhVhbUiCaR+rBc2O58Hpvj4sxmubm5ubhA2h00duvo5OTg6GBnb9h2+gWwE6RDW1pampubW+iXuT51jEAg6OmXSCaTaZYWRotgAz2N8/M/PHvy6YOvrnxy69irH+/d+fA0x9nalW0jcHfx8/Xm8V257i4stgOb7cz+uwWY3FFfSgwmgW1tof4Ye3t7KpVqa2vLZrPpdDp0pYNiYW5BtbVzGB5ZVlVdm1dUnJdfrMvJLygpL6mozi8o0ul0KSkpKerU9IzMzKycNG2GIkUTm6BQadK1WbnarDx1RnZymi5BpY6Wq6LiUqNiVZGx8qCw4JauhodP//X7/M/PXj1qaG+obKovr28qrmrKKKhUZ5eU1rX3jU51Do31r1izav2O0TVb2wdWNHaPtPYtb+ga7h5Z3TWyuntkdefwqs6hsbaBFa19y1t6l3UNjvUOruobWt0/PL5wDy6d7Bta3dk72tQ2WF3fVVrZUlBSn1dUm5ldrssuSc8s0qTnp6blJquzValZqtSsBIVWnpQWn6iJS1DHJajjEzXypLQEhTZBma5IydRrxTl6rThLpc5VqbPlioyM7BK5IiMlLbekorm0sqmta+mK1ZvWbz3Q3Ll0+fim2pa+9r7R8rqOkdGp3sGVvQMrVk1s2r7rwMSazT39y+ISUlhsbnpGtkqVkpCQEBUVFR4eHqZfMpksJCTEL8Dfx1fqIRLyBHyegM9ycbZ3dHBxZXM4bGdnR711nWEDeX+ZtrZMGxvocgqX60ok4nE4TGRkuDY9NSoqQpEQk6GM8RM4bVgx8PHlM7vWrhSxbAI83CL9fXLVKRlKRbpSpVaokhNVWdrs7My8VIU6JCAwQ6PWKJOTYuOjQ6NDfEPiI+IVsQp5VExcZJgyLkLs7lhfmTn/9uHDr6/+/uqz148++PH++T+ffPD2u8s//+vs/PMP5p9ee3n/1MvPT7x9CA33vvjy9NPPT7x8cOHN91d/eXT12f0Lv37/4auHV189vDz/4+3fHl356f7Z+WfX/3h8Zf7HG68fzv7y6PIfzz988/Ta/M8fz//59Z59k4GhYmsGiWFr6cZjOzjasFhOVKoFjWZFp1szGTQmg0a3pllTragWVhbm1lZUJhJJJBCoZAuGkSkGQzT38g1MVGu9fAMwRIopEgXXxz/gMFgzOOLIocP1DU2mSAyOZA5MywgUHokhmiAwGDwFjSMjMUQzNAHaWAIatCIRSCgSBWtOxZEtgUqMJ1kRKTQs1hxibwIFjycaGxsv1hcxpGmTB4a7xqdGfaWeDkxrGwrBlW5+ZOP4/6HtPaDTOrd1bTlWBVUQqAEC0XsVIKGKehcqIJCEUO+9916sbqtLtty7invv3U7sVG+XOMUlTuI4ceIkTt1bdyy+hN8nd+fcc869/zfmWP60WEZERhnr4X3nO9c2FL19YMvjC8snp9q3NufsaMmer0o5N9n26Nim5+e2/2PP0O4W7ZZa1bbapKmCiPnyuB31mn2dWYd6867M1N3d2//x/tGnx6efHpu6v9B/Z3vXB1va39vUentb54Oloc+OTX1zfsvLK7ufnt58d9/k0/M7HxzZuL4uoyLKszRSmh0s0AW7q+WCBG9utJQRxHWTkR3FeJSEgIa0X6y9AOcgwDmI8E4igrOYiJWQsFKSi4ToCEpKcvKkuMioGC8aFuy9aFhvOs6bjvNhuPqxCAFckifFxZPi4q2/xofh6svE+7GI/mySlILx45A8qXg+zkFCwXnSCSKii4Dg5Cskb5vue/bxOyu/P//1m0+///zO4d1zPQ0Fe+ZHzx7cev/Wua8+efvbR7e//Ojmp+9dvnPjxNtnl9+/tP+DS4fePrsMSBj0AwPc/eDSYX0d1TPwsX9cOX7n8vG7V07cu3ry/rVT966evHP5+D8unbh98fjdK6euHV46tXvL6T1bL+7bfX5p19Ft8/s2TG0fHdg9PrJ9dGCmp22spX60ubansrg+R1eXnV6Vnlqaqi5ISshTxtXnZm5dO/TW8cPffnh/5fPPf3n48ObhwyMN9ZlRMdGesjB3cZyPb6BAIKPT3clkNhZLdXIUuLnJBYJ4f/9Efz9VgFwdFJgSGpIWEZ4eFZkRHaWLjIA6eGOisxRRWbEx0NTfBGjoUb4yriQ5sTpDW5+jq8/JqM3SVmdoq9KTuytKeqsgG3NnWYGee7V/om96U35Ga1FOe0lee0lea1FOc0FWY16G/hky2orzeypLB2prhurrhhvqhxvqeysreirKDXoyiIZuLSwAFuvqdF15akqJRm2oQrUqN1GRqYjRRUemRUVoI8NTwkM1ocHJYWEp4eGp4ZGakLBEeWC0zDtc4hEqFodLRWFSfoiYGyTkBgo4/gKuL5/nxef6CoUiBp3kgnGyRSKtoC4FhKWtLdzGCm6JRNjCLCDvpK0lHGZqYmxkBDddbbHKKD4s5OzBg9fPnDqwbevp5aXje/ecXFw4s7Bwfnn58sGDIPD50oEDVw8fvn706LUjR0CB/dXDh68cOnTl0KGrBw9c3r/v4vLSxeWlS/uWLy4vnV9cOLew9/ziwoWlRXD+wtLiuYW9Z/bsPrVr54ldO47t2HJ460b9EOANBzbNH9y88fDWzcsbNgDWhQKupqB4510TUMLz8oYNeh7Wn5mcBF7oXZOTgHj3TE8DBjY0Ce+anjbUzqmpHZOT2ycmto2Pbx0b2z4xsXNqavvExOa1azeOjGwaHd0+Njbf179xzcDmvoFN/YOb+wY2rhnY1AsRr2E/39e/qbcfHPUk3L++r3+ud42h1vf0zXX3znb1QPTb0zPX2Tnb0bGhu3tDdzeEu20t461N400NYy2NM+2ts90d63t7NvT1zq/pm+poH21sGG1sGG9pm2iIDuLjAAAgAElEQVRtH21oggCYSZfQqe5spgeTLiET+RyWp0QUJOT5uwuCPMRhUvdQIS9AyAuSuod7SiI9xGE+nhF+XhH+3pF+XuFyr9BQeWR8dGKKSltVXJ0UmyzmyIguDLw9jeTIYbpKuFRfd0GUWBLPF0aSKN4EopTO8mULA5h8X5Qj1cTcwdgUZQF3NjdzgsMwKAQZZe/m6OLmgie5ulExriQHZ1ck2gWFdnFwxBJJdDKF6eKMt7ZCWsLtYBY2piYQmhqcyQYABmcMg38NF5iampuYQGOAwQZ4pAHlvp4vbWEBN+Ax0JnhMBu9uwHyOMBhNgCAjYyM4TAbe6SjSCgNDgr39PDxkvkFBYWQqRRjUxP/AHlqmtZdIg6PjEjSqF0JeJglNLvVAg6zsrE2szA3WmVkbGqCsEcSCK48Hqe4uHDr1s39/X2hocE8Hsff37ekpEipTPDz8+FwWGA2EpNJT02FZpmUl5cPDQ1NTU319vbm5ubm5GTl5mZ3dLSVlBTlF2RHx4SHRwT7+Hrm5KbrMlO0mam9w73x6sSo+BiBVERiULzkfiJPaawyQS8CJ8UlJQVHRgqkUgKF7ozHozEYZzyOSKWQ6TQXLAYOh5us1jtWjU3hb5igYNYUZxzHlURzwJKQTjSUE88ZI8JgZESCnEHzpZJFGGc2yo5lbyvBOwdz6QnekmhPvg/VleVoQ0fA6ChLIgJGRMDoaBshwUFGxXlTMT4kBx83+2C6k0ZGT/GgxLGdtVJiabCgPFhYGOTp7oJDGpnD9BK0q5NVXnbcyEDFSF9RfxM0s7erUtVQGN1QpKgujC3Nj6ksTSjOjSrKDS/KiSzJj6woiqstVzVWJzfXpnU2Z3c0ZbXU6eoqUkrz47O0oZp4v/hoqY8X1cuT7CklStzxIj6Oz3HhMB3ZDAcRHy/kuQp5rmKhm6eE5u3J9JGxvDzZ3t5CT5lQIuWJ3Nk8Pp3JIpHIrniCi7UNzMraAgp1sjAG5mT9FF84BLv/br0OwMAyCjAMaLlm5jAD7gJd9z8B4Ndd+mAPqBh8NmR4h/8BwHqAAwAMyNDOzg7gFlAybWxsYDBoALWFhQWbTPSlEOJ4lGgaNsuTk+8tqA4P8HZAs61sGTZoFsKFYmGt4LC+Pr38bGn89kjhO/15u0tS2mMC1Ww3JZ+WHiwLFNAcrE1gZkZmsNXQNADYnwBsZmpmAtXfrb8DYINrwwDAKBTKxcUFo18AgA2NoP87ABsY2ECYBv32fwbAgIftXlvgDMjK+q8DsKV+Afp9nYH/znrt7OzMYrG8vb3xeLxMJquoqIiIiJDJZP7+/t7e3jKZTCKR0Ol0DAbj6urKYrECAwNTUlJKS0srKirKy8srKyvLyspy8/PyCwtCIyPcJWKegM/isBksJlu/6GBRaYCBKSQyjUQmE0lEAmSCfj0Hy9B3DeLHwJvZAMAuDo6rjYySVdG/vPr8my9vf/Ps3S8e3fjXT08ePbglFlD5LAqfx/T2knK4dDqL7EbG/R0A0+l00ABM0S8ymQwg3M3NDQwoBsFdSCTSHuWAdnDC4vDDI2sbWtpLK2tyC0vSMnNyi8rKqmpLy6ry8gp0ugytVqdNS9empas12oREdbwyOSUtKy0rT5OWGZ+kVShToErUygNjQ8LjE5KSE9Txu5a2/bby/W8rP7x771ZuWWFRVU1lQ0dlQ1d+eZMurzK7pLasvqOpZ6Rv3dz4/M7ByY3NvaOta9Z1j0x3DE70jM70rp3tH98wMDHfP76hd+1s1/BU5+BE/9q5wVGoBkZm1wxN9w5Mdq8Z7+oba+saaWztr6ztKCipz8ytMEi+BuJVaTKV6gxDJah08cq01wE4XpmWoNLFKdMS1Rmq5KyklGxVcpZSk6nUZIKNLqsYPJqZW1ZW1dw7ML5maLK5azi7sLatd21T59DAuvUF5Y2tnYN9gxPrJuYXlo+NT813dA8qFGpPT3lhUXmaListVadWJcUr4qIjoyIjIyMiIgAJBwQFBoeGBIaGsPk8F1c8i8fnCIQwaysC0Y1IdqPSaSwOZO5isOgkCtmVgLNHo3B4LNYVh3KwJ1HIAUFyZZJKnZSgVSnUMcGxAbKLRxYfvn+jriCd7+bSVllcokvNTFJmadQF6Vn5mbm5GXmqhFRfb3miIjZdq44OD4sICY2PjlNExsVHJ4YFhocHRYQFBUeFBUeE+iti5Fs2j6ysPP/2+fs/P3vnh8dXXz26+tOTKy8/OvPVB4d+/PjMyu/3f318/pfPLvz82aWfv7jyr29u/uvFre+fXvni/ukn/zj55Yfnnz+48O3DSz89vfH9o0svPzn7++fXnt89+v2nZ58/OPnikzM/Pr36/ZPLP3351u8/fnjs+M6IODmZicWRHCl0vCvehUoh4V2xWBcMJPzqS9844IBGQ/8/trN1tLNxtrfH2SIxtkhnNypb6hfgHxZJYnHsnTBQX5I5bPWqN+AWMLyz890PbkdGKYyMTMzhtm+YwFabwo3NLE3MrfQuaJSVLcrSxh5ujYRbI0H4v6UdytwWAbNHWaEcrVCOEADbOdsiMUg0Fo3GOThibayRkA8OZr76DSOpO6+xoXp03VBmto5EwGDRtk6w1VU61cXd6/uLU/f21j67fODHt449Or59d1tBrzZ0e2ve7cXx3947snLv5EeHxs9P1hwbKj7cX3BsqHChVXu4L/fomrzrc/UfLQ99fnzqxfmNL87OPTow/Mli/53tHTfnGm7M1N3a1PrhwvDT4+ufn9v62cktd/dN3j+04cJ8T2daWKYfozBUlBMiTAkSJvjzomWsMDHVn4MXE1ECHFLoau9OcNSXs9jNRULEeJBxnmS8jIqXklykJCcPsrMH2RnQLwBgbzrOl4n3Z7v5sQjedJyMijGgL3RPQsP6/H9sTPBhEAR4tJjkLHB1FOKdZAw3LybRm0UOknBykqJ2zg199cm7Kz88Xfnpy+8/v3f99PJ4X8OWyb4zB7Z9+Pb5Zx+/8+Lx7W8effDk7o07b55878KBd84v3Tqz9NaphRsn9tw4sefm6aV3zx+4eXrp1pnlW2f2v332wOv1/vnD758//MGFIx9cOPL++cPvnDlw69SBmyf3Xz+6eGZhy+Etcwc3zRzcNLO8fmLv9Lrdk6M7hvs3r+meaGscqCnvry5b21Q70dE00dE03t64dbR/acPkyT1bb186/cPjB7988fCbD+88uHrl4p7Fyea2ggSlyj9A5R+QHBKaHBIaKhbL6HQ+gSBwc+MS8CwcVkAi+nA4qqAAdVCgJjgoJTQEkn/Dw9IiwgEGQ5OQ4hS58XG58XEg9apInZivjCvWJFSlJzfkpjflZzbmQQxclZ5cn6NrK87trijSA3BmXXZafY6uuSCrvSTXUB2l+Z1lBV3lhV3lhSD7qrUor6UQSofuLC0B6dB9VZU9FeVdZaXAUA0AuKUgvyEnuy4rszpdB6zXpckawMD5qvichNiM2EhddPjrDJwcFqYOCVEGBMX5+sd4+UR6yAAAR3gKw6S8EDE32J0TIOIGiLj+QoGPkC/lsDkkIt7B2cHaDtAvAo6whduYrTZG2NkABdhYb120NDM2MzJiElz721ouHD18/sihU0t7z+xbPHdg+fTyHwAM3M5A1L188KABd0H37+WDBy8fPPiH+Xl5CfAtgN7ziwtn9+4BrHtq187Tu3eBOrVr56ldO0/u3HFy9/YTu7YBBn69DXh5wwaIgec2LM6uX5iZ2zutx+DJaWB1Njic90xDZ0AD8F9c0ED73Tk19ZfaMTkJMHjH5CQA4K1jY1vWrduybh2UlTU0sn1wZMfQ6PZBaLNtYHhr/9CWNYObeiHuBbWxZw0oAMBzPQMG+p3V0+9cd+9cR/d8dx+A3pnWtvUdnRs6u2baW9d3tU13tkx1NE91NE93tk11tE60NY+1NM71dE93dky0tY63toy3tI01twIjtBGLIQUAzKCJiQQugyYWcP1YdAiDpe7B7oIgFt2LSpKw6F4ifrCnJFImDveVRfp7R/t5RXhJgz0lci+x3Ecq9/UIyMsoqa9sj49MITgyrU2cUXCikz3Tzo5JJPsI3aO5/FACSYInioTioLAotdgz2N6RZGaBtkW42iIIVjY4hB3RHklAObo64Qh4EhVPomLwRAcXnIMjBu3g4oLBu0FYxkCjnI1Xm5uZwuEwm9VvmBmULoM5GYhgBh4G5//CvSDAGehjIL/K0tIaCMWGk+CZQdw0OBquAU9uampuZ4ek0RgguZrPF0ZERIWEhaIdHdxIxBhFrK+/n1gqiY6NkQcGODo7wa0sTcxMAQPbo1FMNisoJDgmJio1NVmjSQoODgwJCUpNTU5LS42MDOdwWHZ2NhYWZlisC4NBc3cXZmToZmamGhoaSkpKamtrFQpFWlpadnZ2QUEeNEQqNjo9Pa2ltaG3r7NvTVdJaUGaTlPfVJ2Vnzm0brC5oyU2UeEb6OfuKRaI3XkiYUBIcHScQp2qTVRr/AKDaCw2zo2MJ5GxRKILwZVIpbB4XAqNikAgzExMYaZmNhZwC6PVlqtMsHYoJobAxBCoaAwN5cTH4oQ4rAeJ6Mdk+DFpUiKe74SCGBhlI3BBSQlOYlcHvqMdEwVj2cPYaGshBs1xsOM5ILwIzkE0fAjdNYyKjaRhsn0F7ZqILnVYZZB7m8J3Y5n2UFfZkf7mwby87IhoF1MTuJGRo/UbEgGur7O4py1noDV7TWN6X522qSShOD0kPyM0LytMlxKQmx6WnRaUnhygSfCMj3KPCePHhgvioyQJ0dK4SHFMmDBMzpXLaJ5CvIjtwmWgRXycUIAT8LECPpbPwwn4rgK+q1CA57JxfC5eLCLLPBi+3jxfb56XJ1sqZkgkbIGQyWSRiCQMBuuAQtta21hAA3RNjECZmK4yNTU2MzOxsDCDwfRq778DYJh+UBYcDgfzYw0U+n8PwIB+wXsVfPoD2tQBABtYV59RBCUkg28NgA00tdrY2LzxxhurV6/Goe0bs7SbWmuy/STZvqL8AGlFVKC3i5MHBkdHOHoS6VQrW61M8sv1k8/3Td8ZLn5/sGihPK05yl/FJqgl7LRAmReTiISthpuvAgBsYlCA/6cADMaMAcEWdBYgkUhHR0fsnwuYclH6BQTJv/QAI/ULYCoQcv9vFGBDKDRAYMMT/ncBGPy7vA7AAIn/DoARCASTyZRIJID5MzIy4uLiPDw8goKC/Pz8fHx8vL29RSIR4EYOhyMQCMLCwtLT00tKSqqqqurq6mpqakrKSguLi1LTdUEhwTwBXw8kkPYLJgMzGAwmHSoGTS8FE0kkNyKR8Af9uv45CclFvxz/XMCEDCRx6I7e1s7S3CQ+Jnhl5bvfXj365YePf/ruw5V/ffXtswc+nlwhh8HlMLxkEgDABBL27wCYoZ8DDCKgSfoFGoAJBAIAYCqVisFgAADboxwwWNfxiamuvoH65rbC0oq0zJy84vKqusbyipri4tLsnLw0XUZKappak5KQlBynVKs0aam67NSMnPiklPCYxIhYZawqVZWcFRGlDgmPj45LDIsO3bJr/veVH35aeXn49IHUnPSCiqqa5u6a5t7S2o788qbMomptbllFU3fv2tm1c9s6hyZr2/tb+tYCAG7pW9s+MN49Mt27drZ37Wzn0GRL39qm7uHOfgh3O3vXtXWNNLUN1DX1Vtd3VdZ2lFa25BfX6bJKVck5YMavIlEXr8qIVmiiFZqYuOSYuGSD0huXqAXyb0xcsuECIAIrElITVDqVJhMAc2JSOiilOkOTmgP+VmJSekV1y8i6ubqm7oz8ysyCqtqWvpLq1q6+saKyxs7e0fHpzaNjs2OTG3rWjEYrkiRS7/SM3JrapsysvMz0jDRtSlKSMj5eoVAoYmJiIqOjIqIiI6NiomMUnj6+7h6eMl85icZ0o9DDoxUMJptAdEOhHa1srK2sbe3RKCwO70YiCkViHN6VTKFR6TQ3IjkkLFSblu7n6x0R6JOrTZSwSSw3p+ML27588EFnTVmxTtNaXpKtSUpWxGaoU3J0Wdm6nPhYtZenb3xMtFqpkPt4+3l5R4ZERIVGR4ZEe0t9YiMUYUHBiqjwxLgIL092SLDozj8u/Pjd3e8+e/Pbh5eevH/024/Ornzz9qtH51/cPbbyza1fn1589ejsq8cXfn127Z9fv/Xq8yvPPzn7+b1TP3x58+WTGz9/cev3r9959dn1lw8v/vjowvefnvv9y+u/fXHtu08vfHX/1Ncfn//64/Mvn1xf+fnjU6f3xqnDhB5MIh1LouKcMQ56zz7E+i4uWCcnKLPARZ9cgHKwt0Mi4DCEk4MbCuVqZetEIDElXnKhzIfM5tmhnZDQYCRHc5iFuamZJQyuiIh4/MmnRBLNyMgEZoVYbQoH8VfGZpa2SEcr2z8AGOp50RfEwwCAEfYAgG3snW3sne3sXRAoDALhbGOLgllYr1692szUGA4zKcrP6u1pXzc2HBUd5uqMJjjaeXHIl/fvWBrv7c1N6s6IubZ19Nn5xW+v7t9Um96dEryuOP7AUMXP7x5a+ebtlQcnvzi78f7+tf9YHLq7b+jNTS3X55uuzNS9s6394eF1z07Nvry05fvLW786MfPJ4uCHu/vu7ui+u7Pn/sLAR0ujD5bX3Vsc/eTw+nv7pz5YmlpcU14WKU6WuuUG8tKDeMmBIoUPN1xCCxIQvRkYEQHJw9jxsQihq72+0CK8gzvBWULESElYDzJOSnLxIDsboNebjvOiYb1oWD8WQc4hBnBJ/mw3bzrOkwJxsoTo6EvHgfLRXyajYmRUnCcFckpLKRh3EkbGcPPlUCQUnB+Xpo6QD7dV75gd/Ozemz8//3jlny9ePXvw8PbV3RtGhjuqdm8YuXFm38PbV188vv3DF/e/+uTdj949f//GifcuQv29757f//bZ5WvHdl0+vOPasd3Xju2+fnzPjROLb55ceuvU8lunlt88uQTV8UVDXT+69+rh3ZcO7Lq4f+e5pW2n9mw6um3Doc2zCzPrdowN7hgb2ju9bnlqbNfo4Jahvu2jA4vTY4c2zp7es+3ygYV3zxz78NqFe9fOv3Xy0OVDi+eWd+2ZWTfSVNeUm1Ol1eUq4lOCQ5PkgaqAwDgf33CxxIfFcicSua6uIhJJTKO6UykSOg0AMKBfgL66yAgAwCDtOT8xoVClBAUFX2mUBar4InV8pU7TmJfRVpzbWpRTn6Or1GlKU5S1Wdq24tyO0nwg87aX5HVXFPVUFnWVF3SU5rUV57SX5HZXFK6pKRush/p++6rLO0oLWwpzG3NzwJCk9uIiUG1Fha2FBdBY4HxodHBTXm5tZkZNRnp1uq4yTVuemgIAGMqaTlRkx8dkxEamx0Skx0Slx0QBDE6NiFAFBcV6+0Z6yEBFSD3DpdJwqShUwgsQseVClgGAvQU8LplEwbg429kjYVa2MGs7fVSdLdwGulW2toSbmdrAYcZGRsZGRgiYuamRUWq84tyRQ5eOHz2yd/eFQ/tPLe29ePjAqaW9wN4MbMwX9u27sG8f6P41NPqeW1o6t7R0fnkZPHp2757Tu3cB1j2zZ7fhy2Pbth7btvXo1i1Ht24B++Pbt53Ysf3o9s2gjmzbdGjLpv0bN4D856X166HSA/Di7HqAwQszc6DLFwCwgX4XZmcNZ/7SBmygX4MODDa7Z2Z2TU8DGDYow9AIpbHxXeug2rl2bMfouu0ja7cOjWwdGpnvg1Tf+T5IDYa4t6cP1OvoO9vTN6PXfiH5t7NnQ1fvXGfnZEvLVHPLXHvH+o72mfbWDd3ts91tM12tM12t051tE23No411Q3XVYy3NE22tE22tYy3NoAF4tKFprLn1PyjAJDcenerOY/vQKRIhz1/I8+eyfOkUDwpRzKB68thyd0EInyV35wV6uofJJKFSUYA730/E8RKyZZ4iOYsmDvSOKi1sKs9v8ZZGOyDoSBuKpSUJ7cil0v34wlAmx9fVje9GEXAE3vJghRuFb4d0RaLcEPYEJIrk6EBFOZDsnSAAdiVS8CQqlkBywuIdnbAOjhhnF1cszo3J4JKINDNT+Oo3zCzhtibGFq/LX+B2H5wBjGo4Ar8lUH0NvlCQpGVpaQ2M0CDGGQazBHZoKysbsAdx0+BRc3MYeCpra1szMwtbWwQa7SiTeYeFRXC5/MDA4NDwMAqNamltFRQSnJqm5QsFnl4ydbLGFmFni7CzsbN1dHYSiITRsTHKJFWMIjYwUM5g0DgcVl5ezuzsdHd3p1zuZ2+PcHJyoNOpcrmfWq3KyNCp1aqQkCAPD4lAIGCxWBKJxN/fPz8/v7q6Wu+LDsrMTO/oaJuZndi2fdPWbRv7B3qiY8JKyguyctKVyYmbtm+OTVSERoVFKqLobJZE5unh7RUUFhqnVEXHxUtkXgQyxcXVjUCm0LlcApVMolG5QgGTzbJHo0yNTcyNTazNYeZGb1gYvYGCWZMcMSysGxvjxsERuC4YrrMTH+MiJuA9SAQxAcd3QrHsbcnW5jQbc4YdjGsP56OtBA7WAgdrPtrKG+fk4YySOaMC8M4RFFwCh5zjI6qPCRjUKnbW5i82FW8r1+2tyTnVVXllqOnqWPeVmfGja4ezQ+UYU2j0joOtUUdTzvhwXX9HcXNFSnt1WkeNrjQrOkcbkqENiov1UCf4JERLI4K4fp4kd64Th4ZgkuwYRFs+w1HAdBIwnYQsZyELA0rAwgi4OD5PX1y8gEcQ8t3chSSxiOohYXhKmTIPtreMK/Ngi0U0DgtPoThjMAgHR1sEEm5lbQq3NLWAGZuarTI2MYKEX0OZm5pB4qaxqamxQcn8ywYAMAwGs7W1BclMAIFAqvPrPb0gyOrvFOC/vP8Nn+aAdzX4MOh1AAbWXzBDCPiEDewNDLeA3FZDJmgja1PjbUO939++ubWzridL06ZLbMtIkrlhSTbWQrxblIeMY48KJRO+O3/w2wNzj6frrzSlbS1QVwR4JLDctD7C1CCZlOqKsjSxtTI3szA2gZn+3wOwAQiBYGtlZWVnZwdZbfULTKY1+J9BQDGA4dcxGOKyPxcgYUOEFfhX+E+Or5Pzn8/xb/787wIwgHDDywD0C3zRBrc2+NbgSltbW0dHRwaD4eTkZGtr6+Pjk5iYKJfLQ0NDAwIC/P39/fz8ZDIZj8cDUi6FQhEKhcHBwWq1uqCgoKqqqqamprK6qqAImgOUoEzk63/faQw6mUxm/7k4LDaHxWbSGTQKleJGJLji/wLA4McOJgY7OTk5Ojq+DsAQjkIAbJasjP3hu0crv3+5svJs5ZfHK79/+erbR35efD6LxmJSZZ5ivoDN4TOoDCKTCUVPM15b4PUzmUwajUYmk/UWbCJJP5wJuKABAFMoFGdnZwDASHs0mUKbWz/fP7y2ub2rrKo2M7egqLy6pqG5tKyqpKQsN69Al56pSU5VJWkSkpIT1SlKtVadkq5MTouOV0H0mwh1/6p1eUmanIhoVXi0Qh4SUNVQ9v0vX73613dT85O6/JzS2vq61t6qxu6Khu7q5r6S2rb0gsrc8obukenByY11HQPljV31nYON3cO17f217f11HQMNXUON3cP1nYM1bWsqmrrLGzorG7oA8ZZVtRaXNxWU1OcW1oBG39T0IkC/0XGpMfHaOGV6ojorPEoZEa2KjEmKilUbSDgmLjkqVg1ZtaNV4VHK16+JjU+JS9QC6IUEYT0qxyVqAT8DAA6PUhaX1Q8MT6VlFsUp02uae1u6RzILqhpa1jS1DUzObp1ev318ar6ts1+dkkljCtSatP6B0YzMvNycwoyMDF1aanKyWqVKTEhIiIuLi41TxChiY2LjfHwD5MFhfgGhEk9fTWpGfVNnTn5JU3N7TW1jYVFZmi4rLl4VHBIh8/ITiqT2KCcrawSJTKdQmTC4DZ5ATkhUZ2RkpKck6VSxVYVZBAdrXWLMVx/fvX3twtE929qqyzPVKlVUZKpKnaXNyErLViUkBwWE+nnJ4mMjQgLkAb5+gb4BfjL/IL8QP5l/bERMsDxAGRcTGuQTGuwp5LuVFKtXfvts5YcHLx9du35s/sTuoVsnN3z5weF/Pr3606fnfn16+ecn53/+7NJPn1/+5uPTT+8c+frTc/988d6XH1389IMTLx5e+e2rd18+vPzD48srz2/98vTKL0+vvHp88ccnV7795Px3jy5/8+nlZ59c/P2Hj06d3huvjvCSi+lcMpVBxOFdMDisM8bF1ZUADTaD+n+xWKwrBod1cHJEIFE21mgXFzICgbFFYvhiL7+gCDKbZ+PgbAHdY9va2CKsbKzR9ihrS6vZyYnzp8/YIdDGZpbWdmhTC2sg9q4ytjAAMBCBgfwLABiEQluhHG0cnO3QGDs0BqJflLOlFcLUDJqtZ6SfvMDl0Hu7Wtuaa4aH+pI1iW4uKBzSqrEg4+s7b821Vu7qq+9Kj97dWXJxtufO0nR/ekRfRsRIQex8vfbpxe0rTy6tPL208vDsq/f2fXJy5tHJ2Ucnpj48OHp7T9+9pYHHR8c/Ozrx1em5l5e2vDi/8enh8ScH10F1ZOLzY7OPj0zdX1r77q7BDxbW3T8898G+6Z3dRWVRkjRfWnYQL8WPqQkQRstYwUKSnIuX0ZyFeAQAYAEOqZeC0UJXtDsB0oH1AIyRkvSWZr3e68ci+DLxgIH13mYCOONFwxoIWc4i+DPxfgxXH/1JD7KzXkN2ARHQXkxigIDhx6UK3ZxDxNzK7JT5dT3z67o+uHbil68/Wfnt639+9/jF49vnDu0Y7qia7G86sGP6/q1zP3754U9fffT80/c+u3f9wzdPvnth+e2zy3euHr1z9ejN04tXj+66fnzPhQNbLxzYen7/NlAXDmy/eHDHxYM7zi1tOb+8FdS5pS1nFzef2rPp5O6NyxvGljeMHdg4fWjz7P75qYWZdUtzE4c2z11a2HVhz46rBxZvnzt59+KZd04euX5k35SM9X8AACAASURBVI2j+2+dPHxy15ZtY4Pr2htaS3KLUxKzE6JyExXxvj6awGBdeGR6RFRqWLhSHhDtKQsWiTyoVAmZLKZQvFgsHx7Xi8P24XEDRaJ4f1+l3F8THKQNDwO254zoKGB+zolTFKqUIO35j6NGWZiUUKxJKNcmNeSmd5Tmd5TmN+ZlVKUnl6YoK3Wa+hxdS2F2R2l+T2Vxf235UENVd0VhZ1l+e0nuXwC4r7octAGDzmEovzo3py4rsz47qz47qyEnG1BxY25OY25OQ0421G+sL6AAl2jURUmqQpUyJyE2Ky46IzZSX9GZihjAwNrISGUg5HyOkHpGy7xjvHygPTT4VxgkYvvxGX58hr+A7SfgyngcKZtJdnHG2aNQljZ25nAbCys7uI0d3MYGbomyQ0AZL6uMVhsZwU1MQAS0C9JubW/3jXNnLp84dnDXjpOLe04u7jm7f+nkwm4w5hfArSHX6vzy8sX9+w3DkE7t2XN6L4TK55aWTu/eBem6+jq9e9eZPbsBD5/Ysf349m1Ht245smUzqGPbth7fvm3/xrnX6o9JSPoUaKiPF6Dvfzj+2QD8Fyl41+SkwfwMjNCgy9fAvbtnZnbPzOyZnd07N7ewfv3C+vW7Z2aACAzOQxg8Pr57YhKqsYmdYxADbxuFAHjz0DCEvmsgAIa6fHv0s466e2d7egEAz/b0Afqd7uqZ6eye6ewGADzb0THR3DzR2DTb1r6+o32uvW22A5J/J9ub9CJw62R7y1hL42hj3dqmxnXNTWMtzWubGkfqoRptaFrX1GLEpIsZNHcu25PNlFJIAiZdwuN40anuHKYXk+ZBp3gwaTIO04fL8uWyfDlMPw7dT8gMkHBDPAVhUmGIVBgiEQZKhIF0shgaKcwPYtK8E2Nzutuns3S1KCQd5yqytCKYW2AxWC5fKBeI/Kl0dzyRxRN64Yksewc83MrJzAJlh8Q7udCQKIK9ExbtgnPGETB4IgZPdHF1w+L+KLSDC43K4nFFKHunN1aZmpnCLcytgN4FMAAcwRmDIGxQa//sOTQ3N/8jidlAtjCYpbW1rWHGkrW1rY2NHQBgMHkYuEmBjAwc1OBJ0GhHe3u0h4csKUkjkXhwODxdRjpPwDc1NxOIhAFBga4EvEjsrklJpjHoXD7Py8c7Nk6RkwdN6FUna/zk/mQydM+XkqLZuXP70tKCWq1ydnZ0c8PLZB6JifHp6WkKRYyPj5dYLOJy2UQiwdPTMyYmJjk5eWZmprOzMywsLDBQHhMT1dnZPjs7PTm1bmx8ZHJq3fTMuCopLrcgs6qmPCw6dHJuqrSqLDAsKCYhlsnleHh7SWSeXn6+/kHBPvIAvruYSKXhSVQKgyn18WEL+SweVyB25/C4Ti7OMHMLc2MTS1Nz2CpjuJExwgzuYoMkoJxoTjg2Fs90cGSgUXSUPdMBzXV24GOceI72TKQNw86SZQfjIC2FaGuxk53Y2UaAhvNtzcR2cBnCMsjZPoaEVdKJuVLeQLJiubliqa7kVGfduZ6Gs101F7pqT7WUHqsvONtecXZN84V1PfM1BX5ElI2REczIKC0paP1U19hgQ22ZtqY4pbU2qzxfmZkSlpYaqkr0i42QhAZwfTzIEgHOnYcVsJ3ZNBSNaMuhOXLpTjwGhs/ECtmu7lyCPrGZxGVhOfrisvE8DoHPdRPwiEI+2ceLJ/NgS0RMAZfCouOB2QWBMLeyMrGAvWFmDpUFzBhuaWppZW5pZf7GaqPVxkYmJqvNzEzMzU319Rfm/Q9fwmDQPBsLCwsbGxvQAAw4BwCwuQUUjwx6ff9zAAYf+hiOBgAG723wGwEA+E8vA6QyAuoGZAi+O4ArkCyFRCJNTU2N9NGFNekpP91/7/rCtvG64uYMVV2GSkZzw1jBJHS6H4dDtbES2sK+O3fgl5M7Xu4YvNycNa1T5HmLlDyqTi5N9BFz8U4oSzM7awtzC2Mzi/9nAAyUUsMMXgQC4fKnC9oQy4RGowGPQZNz9et1EgZ9qgb/s4E8/xP0BQ+BH9S/Qd7/eOr/bwBGoVBoNJrP50PIZ29PIBC0Wm1wcHBERERISEhgYGBAQICvr6+7uzuTySSTyVwul8PhiESi4ODg5OTkwsLCqqqq2vq6gqLCmoZ6rS7NXSKmM6FRpUQikcFgcLlcHo/H43C5bA6TzqCSKSQ8wRWLI7kRgfcYKMAAgHE4nKOjo5N+gRxmgyUcbYdabWSUrdPcuHrs5+8/XVl59s+fHv72w8OfXz7x9xbwWTQmgwIAmC9iM1hUAMAGBv7Dia0fyPRvARj0Ibu5uZHJZJC/hUJDIMHh8jfMb+rpH6pvbiuvrsstLCmuqKmsbSivqCkpLc8vKNKlZyo1yXFKVbwKYuA4VbJCqYmOV0XFKRVJWrUuJzkjT6XNiVGkhkcp41UaZbIqNVP9879e/vD7d3WttZlF+eX1TXWtayrru2ta1rT0rK3vGCisas4orOocnOgZma5s6q5s6q7vGKhp7QObuvb+mta+quaeisausvqOktq24prWgvLGojKoCksbQJcvSLpKyyxJTS9Sp+YpNdmJ6ixQSk3269ovaPcFqi+g37DIxNCIhNCIhLDIRMDJMXHJioRUqBlY3yQM/kpsfAq4PkGlU6ozAoJjUnX5NfUdgaGKmHhtU+dQc/tgQUl9S8dAZ+/o3PzOdRPzU7ObG5q7qDS2r19Qa1t3bV1zWWl1dla+TqdN0yWnpCapNYlKZQLEwAnx8QlKb//AKEWCl2+gf2BEfUvX6MRcY2tfTX2HRpORkpqhS8/JziksLCovLqksLCrPLyhVxKkYTJ61DRT54YonM1l8X78gZaImKy0lOSG6LD8zOyURj7LbOj1+/cyJg7u2VeRmZ2mSclKSS/IKSvOL8zLzkxJTAvyDPdxFiXFRcdFRMRGRkSERgb4BkPk5MFzu7R8SEBgdHuYjE8dEBoSHyiRi0p33zqz864uVVw++uHv2g4u7rxyYenhr38rP9359evmfX1775bNLPz259Orp5W8/Of/8ozOvvnhz5ZcHP3xx69nHl159cXPlxe2XDy9/9+mFX55ee/nJ+S9uH3125/g/n7+z8u0HKz9+uPLyzovH11d+/ezK1aOa1LigUG8Gm0SkueHJBEeMi4MLBoMlOGJcnZxxjhgsGPGNdnBCIB2g7l+Uq7W1owuO6uUf4ukbhCGQrRBoS1ukKQwOzQ1AIuwRSEsY/KN7dwf7B2BwG5gVwhxuq8++srO0sTdaZQqzQgAF2MoWZW2HBv3AAICtkWgrlAPUA+zognTEIB0h+kUgHe1s0WamcBsr21V62SovWzc61NfaVD0y2KuIDkNbmZMcbPbOjn51+9qByb7ru6amK9OX+iqvzve/v2e8Re3bkx4ylBe9oUF79+j0yqNzK9/cXHlxa+XjM59d3PTpqdkHxyY/PLz2zvLgo6MTX52b/+LUzLMzc99f3fbq2o5f39r77YXNT49NPTy47tHhyUdHZj45OH1v3/ibW9fc3jf55s6R+cbsKoV3fpgoP9Q9xZed5C+M9GAG8Nx8mFhPqpOIgORjEQIc8s9GX4hXPciQbOtFI3jT8fo9xpuO82NBuOvHIvgwXMGXvky8D8PVi4b1pLgATRgIwgZOBr5oMDlJ5OboQcV6s0j+PJo3iySh4FSh/iPtdRvWdk8Ptpw5sO23Fw9Xvv9s5bevXz17cO/m2Z1zQ+t66ubXdb135djPzz9+9ezB1w/f/+6z2wCA3zq18N6FA7cvHwaRV/eun/jg0uH3Lhy8dWb/jROLQAcGdmgAwBf2bbu4f/vF/dsv7Nt2bmnb2cWtZxe3nlvadvnA3psnDr5z+sjNEwdvHN3/5rEDlxZ2Xdy7880j++9fPvfRtYvvnjp69dDSlYOLCzNjo8211VmpRckJBeq47IQobVRwSnhwWkS4JjgkKTAImvqrB+AQd3cZnS6lUGRMpj+fHygS+fJ53lyOXCSMhKYfQQCsDgpMDQvVRUaABmAAwLnxcYUqJXAaF6uToE2ySl+J5dqkuuw0oPc2F2TpO4FTKtLU5dqk2ixte0lef235cGP1cGN1Z1k+qK7ygu6Kwt6q4jU1Zf210ARgQwjWYF1tT0U5YGCAvgbhFzifazLSK/6cMFyWklyiUReqlPmJCXkJ8dnxMZmKKADAmYqYjNhoXXSkNjJcExqaIJdHy7yjPL1ivX2BFBwqFodJ3INFPH8BGyohz5fPkbAYAioZZ490tIbo19YMBgDYBmZtDYMjrG1MVhmZG+tTVMzNQYJsTEjQ4b27D+zacen40ZOLCwe2bT69vHBi765Ti3uAwPu6xguCnS/s23duaenMwgKIdwYDkKAz+s7ekzt3nNq1EyjAgIGBEfrkzh0Agw068L752eUNM4tzU3tnJkDs8+LczPIGSOmFPMzTs6AWZuZAgam/oOPX4HkG+Vj/FoD3zs3tmZ011N65ucUNG5bm518HYEDFu6ant09MgLzonWNQsNa20bVQRNbQ8MahIWim0QCUgAVNDO5bM9vXB8YdGQB4prt3uqt7qrNruqNrqr1zfVfXhu7u2Y6O8aamicaG2bZWAwBPtzVNNNdPNNdPtjRNtTZPtTZPtjRNtrSMNzWta2hY19Aw1tAMRiKNNTQbsRgSJl3M53rxODIaRcSkS7hsaEOnSMhuQgpRzGZ4C3kBAq6cw/Rh0X24FH8eVS6gB4pYgSJusEQQ6iEK93SPkIjC+JwAPicAis5yj5R5xESGZ2Sm1/r7JrA5fgQ8j4DnkEkCCkVApws5HLFI5MXhiGk0noMz0cISZYvAOTpT7Oyx9k7QDB5HjKszjoAlkFyJFCKJRqYw8AQyCu3sRqAIBRIyif6H/GthbZiHZKBfcMZgjTaIwACJXxeBDdeYm8MA6Br4weB2BmhhwGmDyKyHF7iVlY25OYxEosTEKEJCwhgMln+APDQ8DIPDcnjcopLi1DRtijZ1w8b5weGhkrJSdbImUaUMj4wQid2ZbJZAJAwLC0lPT0tNTU5IiNPptOnpaUplglqtUioToqMjfX29QZCmWCwKDQ1WKhO6urqmpqbKy8v7+/t1Ol1QUFBubnZra3NtbfXw8ODo2sEN8zPbd2xe3re3uqYsOUVZU1eZW5STkZs5uHYoMCwoIDRQ5usj8/Xx8vMVSSUcgZDNFzC5PDqbw+IJ+e7iwNAwL7mf1EsmkXkKREIC0c3OxtbMBAontjQ1tzI2s15tZmNsjjSDO1ra4mwQZCSSZg8VFYlgoBAcJzTP0Z5tb8NBWnLs4Bw7Cz7SQoyy9HSy9cYg/THIMJxDBAatwLuoaQQtnZgvYvUnhO+rLbrU33p1TcvFztrLndVXumpO1ecfq8y62FZ2rqXkTGf52eHmVk2IJ8HKysgIa7+6MDtxZqy7tb64PD+lJEetU4fFRXlGRkiiIqVR4R4h/nxfD7rMnewlpsncqSIOnkNzZlNd2FQXLg3Ho7sKmAQRG8pzFvHI7kKqWESTuNOlYoaHmO0hZkvdWVJ3FpdFZtIIZDesK8bBCW2HtIVbwUzMTFdZWpnA4KvNLaCCwU0AAMMtzSDns9kbZmYmAID1GxBs/O+PAIDNzc0BjgIAs7a2BuhramZhYmoOJUWZWQAM/jsF2IC+QOyFw60sLa2trGygWH69teH1BCw9CUMcB80etrMD2chIfRCWPhMLCSzQKBQKDocDAPZnUW8e2PvlO9cv7N060Vlfmp4koLk6WJqTnBxQpquRRkYs2KpPljb9cmLXN9sGbvWWjyRHZ3mJksTsFF9JAJfmhrS0gxlbWUCfCPw/AWC4fgGBFMwcAllTjo6OwEyob6iDYplAMhPYACn4dQwGzcCgR/f/CL2vX/AXAAYp0ACkAfQasq8Mm/9KCBb4Fv91C7S5uTkajRYIBDAYDIB9QUEB6MAEKURBQUEBAQFeXl4CgYDJZHI4HLJ+iUSi0NBQjUZTXFzc2NxUXFpSXV+XnZvj6+8HAJhKpdLpdC5YbA6byWLQ6BQSmUxwI7jiKSRIgyWA2CLsH8sAwM76GVTAVw8+EIBcESbGowPddz+49ssPD396+eDLxzdfvXjw88snAb4iIYfBYlI9pCI2h87m0WkMMovFAEOAgQYMBXHp199ZoHE4HAaDIZFIAIDRaLSDozMCiRII3ddv2NjW1Vtd31RWVZtbWFJQWllQWlFRU19WXplfUJSmy0hIUscmJMbEK2MTVDEJSdHxqkhFYkxCkkqbpc0u1KTnKpJ0IRHKsMjEOKVaqVFnF2T+svLjs5efF1YU6vLziqvrqpt6apr6GjqGOvonmntGyhs6s0tqoYyrNevK6jvqOwaae0aqW3rr2vsB/VY2dQP0LapuAZVfXFdQUl9QUg8AuKCkPr+4Dgq7yq3IyCnXZZVqM6C45qSUXJDznJiU/nrfb1yiNjY+JVqh+TsFOFqhiY1PAQCsSEgF/AyYOTxKmaDSJSVnefuFBYUqUnX5Hl5BBSX1tS19OQXVRWWNdU3dVXXtI+vmBkcm84sqvXyDpR4+hUXlrW3dVdUNFeW1eXkFGZnajMzU9IzUVK1arVYlqpQJiapEpSYyNt5XHpKTXzY2uXHN0GRDy5qquq6svMqi0rq8vLK0tHyNJkOtzkxJydLpCjIyCioqmoqLq9XqzJgYVXBwLJ3Op9OFiQkaXUpyW2NtVWlhT0tjYkRYfUnByX0LOcmqQp02P01blptXXlhckJ2fm5GXqkkPD43wkkoSYqNiIsIVUZFKRWJMeHRMeGywf4ifzDc+JjY0MCBI7u3v4x4T5e/vy6ur1P364sOV356s/Pjxyi+f/vLFrVePrq78fP/bD0/9/PjSiwenvr5/4ocnF397fvO35ze//+zaN59e/uGLW988uvHj5zd/+vLWi08vPrt3+vm9k8/uHH/x4Mzj9468fHj52f1zzz+++PXDq4/+cWbl189vvHk6WZsYGiEnUfEYAtaV6IZ2dnHCEVBOGJQzFu2EQztjUU4YBNoBgUTZIdCQFdnGCYl2ZXIk3vJQrsjTEUuwQztb2dnDrG2Q9mgbO9vVq1fjca7fv/gmRZMMt4SC/VcZW5jBbMzhtjYIh9WmcAMAA/p9nYFtUY7WaL3864Sxd8LaO2AQSEcbW3s7WxR0k2Nq9sYqI2c0squ9aXBNV1d7Q0dzrYBJdrGFJYb43L1y6sXdGw/O7j87P7S9rXihp/zy+p7rm/r7MsOG82P6ssJHihXH5hq//cfBla+uQ/XZxV/vHfvuncUHJ6buHV57Z//Qk1MzP97Y9f217d9f3fbrrb3/fHfpX+8s/3xj97cXNj8/u+nL05s+PTrz/p7hqxu7T0w0nlvftTRQ3Z0dXRLtURztURgpTQvkJ/ryQ92pgH6lZAcRAWoAFuFRYjcHfTlJiBADe1KwAIBB3y/o+AVkC7hXziH6s918mXgAwDIqxofhKucQASQb2FhGxXhQsR5UrMjN0Zvl5sMme9DwUqqrnE/PTVJMrWmbX9czNdC8Z370q0/e/fHLD1f++eK3Fw9fPL59ev/W8b6GwbaK44sbH9+5/vzT97598o9/vXz0/MFbT25fuHvtGBh09P7Fg3evHX/w1ulP3zn/4K3Td66eeO/CYdAD/O75Q+9dOPwWNAZp+dapfW+f3n/r1L6bJ5ffPL5849jSJzcv3r925t6Vsw+uX7h35ezbpw5f2r/37MKO908evbq898jm9bvGhqc7W3rKi+pzdFXpybkJ0dUZKXW5ulKtqiRVWZ2VWqpVpUWF6bOswjKiYzJjYjXBIaD1V0wiSWk0Xy43SD/4x5vL8eKwg6UShb8/lBcVEgwagNMiwg0MnBOnyE9MKEpSAQAu0ahLkzXlWg2g3HJtUnVGSkNuekthdnNBVlN+ZlN+Zk1mark2qSo9uaUwu6+6dKCuYqCuoqeyqLequK+6pL+2bKCuXF/Q+cH6asMkpL6qSpB9Bbp/u8pKu8vLuspKARLXZKRXpmmrdGnA/Ay0X0C/ufFxQAH+k4Eh+k2NCNOEBifI5Qpf32iZN6goT69Qd0mgQBDhIQkS8/XmZ75cxPfmsvgUEg2Hdba1Q1la2ZlDw7KBBdrawsrS3MLYaJWxkZENHLZarx8AC/RgV8f5o4d3zM1cPHzo7P59B7dvOXdg+djuHWf3QaLu2cXFvxihzy0tATX47OLimQWoT/jMwgJQgM8t7AWsC+gXfHl6967/EHylV4OBEfrg5g37N84tzk3tnhrbNTm+a3Ic5D8DJ7MBgA0bg9IL6cNzc8ApDWKxQNOvQRkGsc8AgIHh2aAAL27YsHtm5nV3tMER/Ze5wVtGRzcNQwAMan5wEAwNhgC4r2+mF1KADdrvVGfXZEfnZFvHZHvbTHv7XGfndFvbeFPDeEP9dEvzbFvrdEvzhu72mfbmieb6scbascZ66FF9ra2vH66pGaisHKyqGq6uG6mpH66uG6ysMeKwJGymWMj34XO9aBQhg+bOYkiJBC6d6k4m8ilEEYvuyWF6seiebIY3nxPAo8q5lAAuJYBPCxCwgt15IRJhuFQUAUosChcJQvncIIEw1MdHGRWRnpFenqYtUiVmBAfGCPleVAqHRmWzWQJ/v2APqY9U4s3jSTGuFAdnoosrzdmV7Ozq5ozHY/AEnBsRTyK7UagkMpVIorgRyXgCkUSi8PlCsVhKIBABoxpUXCD8GgDAYAF9nV1hMEtD9y8wQhtCpGEwSE8CKhmQggFagBtucDQM+UQgEEDoAP2HRCIxMjIyNzc3ODg4KiZ6YGiwrKJcpU5aNz5WW1/nLhGnpevSMzO8fX3IVAqLw5Z6evjJ/eMTE4pLSxIS4sRikbOzY2CgfHR0eGxsbXKy2ttbxmDQKBQSj8cJDw9NSdHo468S9GqwT3JyckREhJ+fX3BwcFFR0fj4uuHhwfHxdZOT46NrB+c3zs6tn9q+Y/O6saGMzNTc/Ky6huq4BEVHV3teQW5AEMTnAUGBvv5+XD7PFe+GxeFJZCqHy5d6ePvIA+TBUHKJPDhI5usDRCEHFNpUP8DGyszC0tQc/oYJ3MjY6g1TG2NzOxMzF7glCYGgoe2pKCQNZcdysOegESykNQBgrrUZ39bM2wURx6MUhfi0qqKG01T1IT65AkY62y2Djs9kuFbLeEOK4HMdtW8OtL7V33S9p+bNntpLraXn6vKvthS/1V50rav4+kj94b7yptRQMckWbmRExtoWZSeX5adnJCsig2RyL56nhCYSEkRCgq8X20vKkopoYgHFnU8WcNzYdByD4sJhuHKZeAGHLOJRxQK6RMiQCtlSIZvHJnG5ZFBsNplOJ5DJWDc3Zwe0nX60BNzaysISbgaHmZqbrTYzfQPYns3M3zA1W2VmvtrMfLWp2RvGJkaWljA43ELf2GtqmKFlbGz87/HXzAwGg5nq51ED0dWQwAQA2MTU3NjEzNgESkv+PwIweIf/BYCBhQH8UgAeBr8pBqstUJ5BDhYgFnt7e0B39vb2lpaQF850lREOblaTpn7/7LGPb14+ubQjV5vo4mBtbGRkbQI50hFGRrTVRrurc787sOnuUN2ltuLuxLA0b5FSyosRczkuKKSpkbXpapgFpIqbWZibWMCMzaE4a+i/638UggX7cxnkXwBa9vb2Dg4OQAcGDPxnUyr057/FYED+4AcC5PfXQffv9v87AAOKBufBJwvgzH8LgA1Ib2Bg8AIMlm/D84MXvGrVKgQC4erqikAgnJycYDBYWlpaQkKCj4+Pn5+fXC4P1C+5XO7l5SUWi+l0OgivAnDr6ekZFxdXUFRYWV1VUVNdUFQYGR3F5nLoTEj7ZTKZgEJBAzBdH4VFJ1OgKCwKFQRQuerHIGH0ydsGC/RfANjGxsZ8tZm9rU1/d+vnj+/8+uOjxx/f+OTu5Z+/++SHbx7JfdzdeRBhSyXuDCaFyaFS6aS/A2DQzEz5cxlCsIAQDdgeiP+OTi4AgDfMb+rs7a9raq2sbcgrKs0rLs8tKi2vrisqK8/MzdNo0xKS1IpEZXQ8VLGJ6thEdVRiUoxKo0zNVOty4pJ1YbFJ4dHq8ChlaGSMPDho7fTo9799+86dt/NKCrJLiosq6yvquqoa+mpbB1t61rb2rW3sGqho7OoZmW7oHCyuaW3qHm7uGals6m7uGalq7qls6q5o7Cpv6Cyr7yitay+tay+pbSutbAFVUtFcXN5UVNZoYODcwpqsvMr07DIDA6uSc9Qp2eqUTE1qljolU6VJT1BpFQnJMXHqqFhVZIwyPCohLDI+LDI+PCohMkYZFauKjU2Kj09OTExNTEyNj09WKNSxsUmxsUlxcZrw8LjoaKVSqfX0lItEXgqFOjgstrG1r6ltTVZeeV1Td2NLb1llU0t7X2ZOMYcjplBZuXnF1TWNNdUNvT0DhQWlpaXlBYU5BYXZuflZGVlpKdpklTpJqVInqlNi45OG107v2HNwbGrLmqGZlo7h3OLGtIxyra5Il1mUnVuZX1SdX1ibnVeemlao0mRmZpenZRSq1NlpGYWFxfUpaXkhYYkREfFREdGp6qSCnOym2qqGijIJm1lbXBjm6x0fFpoaH1eQnpGXkZWpzSjIzs/Jyo+LjZdJxPExkVFhoTERUOt2ZEhEZEhUoG9QRHB4XHRMWFBgSKCv3FcaGuQVFiLz9WIfW57//cWDrx+++eX9iz88efOr++e+f3QFyLlf3T3x4sGZV59dXfn2/d+/fufze2feu7T72qktNy/uef/q4kdvH/ri3qnP75788u6p7x9defnw8oM3lx++c+TNk1uuHt/41rldl49v/ebz24cO7IiKDg4JDyCS8Y5YJxeCq429AxoHMS3SBeeIJaJdXO3QztZItA0SDc0iQjrb2WOpDKG3X5hUJifTuA7OrrZIR7gl5H+2Q9jDLKGPJlNSUv5x+30Gg2FljYBbI41WmdrZOwEANiRgAfnXBuFgg3AwiMB2aCj/2Rble9V3CQAAIABJREFUBL0AB2c7lKO1DRIGt9LfCJmvMjKysoSFBvo31Ve1NtS0N9Wo4yJJLvYMLKouN/XXJ/dWPrvz3bsXbu6ZOjzStLOl4GB/1UJX4VBe9HhpYk9GaGd60Eh1wuXFgSc3dv728MzKi5srz2+sPL3ww/v7nl7a/I8Do3f2Dz08PvnoxNTTkzPfXNz87eWtLy/v+O7Sdqiu7Hh2ZvMHe0eODFfN12s3NqZvbs0ZKEwojZUVRkpL4rzzIjxSAwSxnqwAnpuU5CR2c3AnoEV4FABgER4lwqPcCWh3Alrs5qAPecbKqFC6lcHeDFKdfZl4UP5sNxCCBTRhkAVteBQySzNd9UWAxgIz8CFili+HwiU4ejDdVGF+jUXZs4OdezeOzQy1rh/tuHJiAURh/evlk39+9/ijdy8ub50Y6ayeG2k/ubz5/avHn95/66evPvzp8zu/PLvz3cN3H/4vzt4DLM177/8nUVFEVHDiXiCIoCIiKg5UFHEPFBRwgzhBRHDvvfeMmhgzjWbv2SRtmtG0adqmI23Tpk2btqft6Trn9Jyf/+vm2/D4zzl9nuf3u/u57usWqTF4aXzd7/fn/X7r2vuvn/vo7sXH9y4/unXuwSsn3rx67N6lo7fOHr5+Yt+VzT2XjqxcOLx0++w62AG+fXb91ulDN0/sv35s/7XNtVdPHrpyZPX8/pXTq4tH5ieWB7sm2xpGGmtbpIXNkoK6olx1gahRWtCtKB+sUw7WKafaG/dPDq9NDvWq5ZWiTGlmcnFGYm5inLYPKZEfE5PEZEZA3+T4UDI5LigojEKJpFKjabQIX99QMpnl55cYGpoZE5ObGJ+bAFUfieNjcxM4BcnxxWlJkvRk7a4vrzInq0rIrxLy5SJBdW5OTb5IVSBU5mUrxHyFmK/My9YU5zaVFgEpuLVCCni4pVzSqSgDDAy4d7CuerCueqheqZ2aofoa0HsE+Z+rKzuqKgH0dldDynBPjbxXpehVKToVFS3lJXUSKDJaU5xfW5hbnZtTJeSDMOoSXmoJLxXsAAMABvQriGXzolgZkZHpLFZqeDhUfRTMhBKwAgJjaLRYRkB0AJVFhbKvIqh+DC8iwcHBHm0OABiDMDE3NkEjUeYmKJSRiTHcUA8Gyb8IPT1gfjY1gOekphzdt3b2yOEz61Ds87nDhy5tHL60cfjcof1Xj0H7vYByr2k7fkEWNNgEvn7sGLBGX9vc1A0EukcOXlk/cGX9wNUjf1RAXzy4dmX9ACiCvnRo38WDa+f3r55d231m78rxlcWjS/Mbi7Pr89OH5/7o+z00+0eqM1B6QQgWYOD9U1MHZ2YOz0HdSIB+dQwMMBj4n8FKMKQJz88D1l2bmoIE3unpA7OzB+fmwDVgYN279s/MrE5M7J2cBAPCsXaPja2Mji6PjCwND+8aGlocHFwYGJjr65vrg3TghR5ICp7r6gby71QbFGQFTdMf0u54vWaiTjPdVDfdVDfZoF7oaJlra5purteKwA2TjfXj9ZpRDdSNNKRSDalUA0pln1zZW1Xdr6gZqFbBfClBPmQGjRru58P0xFE9cVQCnubsSCIRAz1x/p4eAUR8oKdHAM7N35vIpPtz/Eix/l5x/l6xAd5xgX7xIQHJTEZqaFAagxbPZCSHMdP+mPCM8ND00JCU+LiseE56UnxGdlZemaSioqRSmCWKi+aE0IPJBG9fin8gnelF8nVwxrvhvIkUmjuB5EYguHsSPAhEd0+CKw7v4uoOII1M8SUSST4+fixWFI1Gt7KyAeqWTgQG9KvjWF0OkC7XSifz/rtl2sTE1MwMjcFYotEWwPwM1GDd76M60czGxgaLxYJCDiqVmpiYyOVy8/Pz+/v7i4qKAgLpyakpqelpeIKnL9UvPjGBRg8ICKSr6zRSWQk/W5AtzCmSFIvzcllRkThPPBpt5uHhFhERJpdXdnd3ZmZm+Pv7JSUl5OQIcrW7VQkJXDqd5u7uammJMTY22rlzJ4FA4PP5LBYrLi5OKBS2tDSNjAxNTIx1d3e2tTfNzk2OTwwvLc+fPLXZ0dmcXyiurqmqlFdIZZKZuenk1KQYTiyHGxcaHkbwIoIGWgdHZ2+yDzOUFcvhhoRHsOM4Mdw4ZkR4QCDdm0K2tbXV27ETBdZSDQwRegYmenAzOMLcAIHS07cwMHA2M/O0tSJYWxKs0CRrNOR/NjX2tzanWprQMAimjWkqyU2TFruvueb1XeNvLU/uq5bWRzNK/fAlFPcSipsiwKs1MuBwWe7t3vr3JjvfGm56c6DhbqfqirrkfJXwmoJ/t63oYmP+zYn6wz0KtZjrYWmAgME8nWwSo8MTosJ8ia7eBEc/Hzeilx0Ob41ztyHi7LwJzhQvVzLRxZvgTCa6UIjuJLyLt6crmeBGJniQCR4kvBvRw8XTw9mL6OHl5UYkuONxLi7OdrY2GLS5iQnSEGI2QwNDuL6RoYExwhBpDFUPIYygkGdDo50GcJgOgA3g0A6wnt6ObaNnYAAFHP8Z/Rr+CQCjUCjodxFjk+0p0AhjE2Mk6s8U4Jfu7+huAAEABt8a2wHY3NxcpzbrRGArKyvAw4DD0Wg0CII23LHDfAfMFAbjRYXXSPOrSgo8PRz1YDBjQxgCBrOEwxx3wjxgMDmT8u2RxRtNZcfleY0p7GwmLS3Ql00hOJkYGcFgKCMDlAlU9rsdgLX7CP8vKdDGxsYI7QE6kABkgrO1tbW9PbRRpytD+ncGtn5xgJVgnQL8/wzAwEq9/bYCyH/6v7VA/7c1SCgg2usY2NTUFAA/BoMBZAuDwaKjowUCgb+/P4PBCA0NjYiIiIqKio6OjoyMBIFYPj4+ZDLZy8vL2dnZzs7O19c3MTlJU19XpayulFdl8rP8/KneFDKdTieTyUB3JeA9wRA9Cd4EIonoRfQk4PF4sHzr8OJ4CYChiiZt/5OZmZm9tR3CAM4M9L926dg3X7zz9JM7zz9/81+/Pv3u2YdhwX7/BcBeBBKZQCTh/wyA/6wGyVl74PF4HA4H8Btr54CxsPKj0lZ2r/YNjbZ0dKsbmksrFSUVipIKeYWiRlJaJi4ozMoR8gTZGXxBWlZ2aqYgNTM7LVuUli1KFQhT+eJUvjg+QxAdn8pNykpKzeYmpYayIu6+fefXf/1y6uIpUWG+XFMvV7dUqdqqVB2Kuu66tsG2/onukemW3rGByV3q1r5SZWND51Bd+0ClurWxa7imqVvV3KNu7QNqsLq1r7alV9XYXdfUW9fUq2nsqa3vUqrbFapWQMJABwbLwEAHFhdUiAvKBMLibFERGH5OAY+fCwCYm5jBTczgxKfFclNjuamc+DTwSGqqYDsAA/pNSeGnpgrY7MSYmKTUVEFgYDiJ5J+cnCUUFlUq6jt6Rpva+qfnV0cnFls7+quq69zxZCtr+7JyRZVcJZGW12ma6uuaGxtalUqVorpCUV1eKS8rKZXm5oshi5NAyOOLVlYPLS4fWNm7uXvt2Njkakv7mLKur0zRolR3VFQ1FBYrhOJSQY40RyQT5ZaJ88oFOdLc/AqpTFVYDCFxYbFCVqYukspLZZUJ3EReeoa0sKBcIlFXVZTkiWOYIQQnx8hgRq5AUFpUVC4tq6lWlUjLudwEBs0/Kz0lMy01LSkxgRMXFRbJZcfHx3CT4hLDQ5jcGHZoED0zPYkbGxHO9I+PDeElhf3y/NG//vrx5+9d+/XZm8/eu/zZg7OfvXXq8/snf/jk2u/P7/7zuzd+//b+z1++/uTts3eurH3w5pkvPnzl8/cuPX10+cfPbz3/EBJ+f/wUSoT+4uH5X764+8W7Vz55+8KnDy/fe2Xjp28/mBjtCWRQo2NYHkScrZODrauLoRnGzNbR1MbB0tEN60a0cfIwt3E0tbAxt8Ja2TpirBzsHPHBoTFxCTw/Woiji6eVraMR0twIgTI1QyOMoRxNOBw+Pz9/4vjRnTt3mqDQhsZmMJiBNdYJuKAhS6YJ5IVGmVuZYWzMLWzNLWzNMDZgH9jcCmtmaQv+OIw11szCEmliCjcy1NfXRyIRO2AwVxeHWmVluaxIJS9vqKn0dncgOFkR7NAlmdx/fP7O1nef/Pbuza0nb9zeO3JqsPb8eN0ulbArL6a3iNuZF9NfllSXx5rvyL+8r/2Xx+e2/v7u1je3tp7d3Prqxk8PNh8cHbo0p7qindeWG9862P3eev9frq9+dWnXk9PT7x8df2Ot7+xo7bwquyOX3VOc0CNNUWWyijj+FalMRWZUMTeQH0ZODCSGk1xoLn+EP4PsK5qLFcMDCwakPYN+I+Bw1q34MgmOL5qNXINwdqFEp0iKe7QvDgi/AIO3Q3KYt0s42RVqACa7BxOdY+neQSQ3LweLSBpJUZg91d2yf2703JHd88OtEz11e2f7nz66/dcvH0FG6F+ebf3r+8dvXd+/MDTcXrMw0nZ+Y+XhrfOfPrzxzYd3/vndB1s/Pvn1y3e//+T+j0/eev7BnY/uXvrwzsUPbl94//WL79w8e//K8VtnD79yfO3yxu6z++bP7ps/szZ3anXm+MrkxuLo4bmRA9ODS4PtC30tc90t0x2No021PTUVnYqynprKjjLpcG31VGvDYk/7wcmR82srV9b3nd+/++iumbnu1ja5TCPNaygt7FZVLvR3bO6ak2XxUiIiwsnkMAolhk5nBwSEkEg0D49oGo0dEBBJpYZRKOE+PhwGIz0qKjueA0VeaQE4N4GTn8SVpCeX8TMqc6C8q8qcLLlIAKY6N0dVADUb6dzOlTm8KmFmTX5OU2lRh7y0q7ocpFv1qqo65KXtVbKemsqh+pqheuVgXfUL7VehxeCa4QYVUID7aqu7lVWg9AgEX7VWyNqryrSlSvKu6sq2SqhUqU5SAM5Q85OQXy7glWZBjcSyzLSSzD9E4IIUqAYpJy42MzoyLSKMHxOTxWbzoqJSw8MBAHMDg+IZwZFUargPtAId6kMJIXv7eng4WVqYww2w5mhrlCkaiYIGZYpGmaKMTBCQUxKOQhhBIjACAYfBnK1tdk2Mn9vcOLBr4Y3r106s7d3cvXLz9ImzB/edP3zg8uY68DnrypBeO3Xq5okTIBNL1/erC8S6tgkVHV3bOAQAGJwvHdp34cDe8/tXLxzYe/HgGhgdAK/PTx9ZmNlYnN3cBTmfN3ctbCzOH1mY08Et1PqrDYIGFmhdvxF4Ash/PjQ7C0VGLy5CnUnaJiRgh4autUrv2tQUoFnAt/ump6HMZ20N0r7pafAuXSsSYGNdWDSA4e0MvDAwMN/f/wcDd0ObwACAp9s7ptpaQZLzWJ0aSLujmtoxTc1kg3qivnZUrXyBvnUzLQ3A/DzRUDeqqR3VaCYbG7WKceNQjbpfUTNSWzfZ0AzzxPkS8H5ETyqJSAP7wERPGgHvj/eg4j2oOHc/oAMTcHQvT4Y3kUn2ZHl5RPgQ2QxqUmhgOjs8R5gpr5X3a2qGyqSt/IwyTnROZHhGFCszniNKThBxo1NiI+M4LE5iTGJaXFJGfFJ2cnpuBr9KIosMYgb4+DvbOWFtHf2ogXgixd7J3dEN54LHu+LwDi6u9s4uTm7uTs6utlh7DxwkBfv4+Hl44JnMsKIiiaWltYmJKQKBxGAsdbuOSCTK3ByzXc41NTUHO71mZmgzM7ShIZSbBbp/0WgLU1NzBAJaVtfTM0AgkObmGAsLKwzG0twcY2aGNjeHCi1B0I6TkxOJRPL19fXTHjQaDVz4+vqSSCRPT09fX9/Q0FA8wTMgkK6prxPkZAtysg8cOtjd2xMaHjY0Mjw5PRURySKSvMzQ5iamKKy9nYkpisOJEYuFKSlJTGawSJTT29tdX69JSkpgMoMpFG8s1gaJRBgZwZFIhIkJFJwEJDs2m83lclksVnZ2tkJRNTw8OD8/OzjYPzY+NDk1OjDYMzU9tndteWl5TlJSWFou7erpjE/kzi/OKZTy6Bh2QlJiRCTLz5/q4uqOxliamqFxeEJ4RDQ7hhMSHhHDjYuOYYeEMplhoVSav729PSRPaQVOEyNIBAZjamBkBjc03bnT0cwUZ2Ppbon2wJiSbS2odtZUawzNypxmYeJjvDPSDsNA6fNIzpsdmgsDLZf6Gq8NNq+WictpOIEzutzfTc30rvB1qgsmnm+QfbTQ92Ck8U5PzY3WinOqgstK4cWypFtqwStNeScaCo73Vh8YVCvEyb5uNsYwmIWRvgfWygfv6kt0dXZE22KRHjgbnBuWRHD28nRxcbR2tLNwc7Z1d8E6O9i4OmFdHG1dHG2d7W0dsdb2NpZ21ha2lmhTFAJlYogyMQIyrzHCAGEE/2MMjRCGkHIJMq0MISKGI4wNQNiVTv4FYVcvztBvJy8OqOrW4MUBHtyOxOARBAIB8AaFQiEQkOFZt/0LCpAQxlAhMNCBdde6N4GjAZR+bd8CeEkQBhHQWoMDdEtH54IGzmdLS0sUCgV0YEDCxsbGO3bsgO/cAb3O+jtMdsDgMBh8J8zM1NgECTcx3EF0trYxgDntgEXam3y6vvTR7rGNcuFuCb84nJ4dzuD4eJFsMVZwPeQOmLHBToQR9HfVmrqNoUzx/yoBNtr+gmy/BkKvzn8BBFKookN7AF1U9xcBN6d0AGxvb69TfUEy03YLNOSS1R66uCZgYAZK8kuoqXM1g/eCM3jRwBYuWMEF35U6W/X2J+sUZiQSCSKsdffUtl8AvVe3iqz7++oef+nC2NgYjUa7uLiwWCw2m21ra+vk5FRaWhoREREYGMhms4O1R2xsbGhoKIiGZjAYvr6+ZDLZ29vbz88vNDSUw40rkhSXVVVq6utKSmXgpxNJK/96aQ8S0cvbi0QmeUPoi8N7uLm/pAA7Ojo6aQ+wbg1uDlpbWwNnOJQ0bm6JRpmaGcOnx7u3fv9m6/dnW1vf/vbDx8+fPvLzxofQ/UlehGBGkJ+fD5XmQyThfX0pZDJZtwPsBeqICQTitsPT09PDw8NNG6eLxWJdXV1xOJyrq6uDg4OtrS1kEzXHeJN9FnctD41N9g2NAiN0mbymolpVVlVdUl5RKC0RFxQKcnOzRKLMHDE04nyeKC9DmJshzuOJC9Ny8hIzc+JSMuMSM6NjkyJj4vjCnF//9etP//jrrr27SuWV0qpqubqtWtNdpepSNvS29U12j8y29Y8NTS61dI/K5PWalr661n65uq25a6SqtrVS1aLQtNc29dS19je0D9a3DaibIQDWNPaoG6AzGFVdp7ymBejA0rLaQml1frE8r6gKMLAovzRHLM0RQyIwP6cgU5CXkSVOzxSl8YTxSby4hHQ2JzkqJjE6NimWm5qQnJmcJuDxRFlZuQJBvkCQz+OJUlL4iYmQshoTkxQXl5qUlMlixTGZ0a6uRDY7sapKXamoV2naWjv61fVt0lJFS3ufXK7xwHnFxCYoa+oK8iViUUG1olZZrW5pam1paamulre2N2nq1cXSIoFImJ7Fl9eo9x3c2L1vfe+BY7t2r49N7R4YWx4c39PRu6BqGJAr28vljdIydaFUmVckFxdUCvPKs8WlmdkSnqA4W1yaVyTPLawS5pXnFytKyzUaTWtRoSw8LArnjqdT/fNzcpo1mo6GutS4WIKLU0hAQA6PV1FSXlUhz8nOlcnKwkOY8bExGSnJYA04JSExmZuk1YHjuTGxnOiomMhwNissmsWMZjHZLAaT7jU71vZ/fnn6y/NHf//2/a0fP/r9mwe/fnn3+48hpv3589eefwgh8Qd3jz17/wq03Pu3T37/8dH3n7/+5J0Ln7x1+slbZ568efqjO8c+vH30+ftXvnp05dvHr/749K1fv3706zfv//bDp4LM5AgWk5eVkZKRbmlnp4dEWTm5G5hbm2Kd0Q5uaHsPM1tnEysHlKUdEmNrbGaFI1JjuOnJ6UIff6aFNcTDllZ2xkhzM1ML8FsNDAYzNzd/+PBhXZ0aMukYQuHPECFrtxGBERphggajK0DSeaHNLG2NzaBWJIyVnaUVFqJf6KcxfAcMZgjfaaS/QyTILBAJGtXKepVCUVqEs8cQ7c3d0QbS1OhdHTVfvnrm2Y1jW999sPXpnV/unr67d2CpVtSZy+7Mi+kpjGvNj24ujmmWsnsVyftGKh5enP/nZ1e2/nJ36/mtrZ/uf/7K8rGR8kVN5oI6fbVJsN5dcGak/LWl5jt7Om8uNp8YrFprzl+ozRktT+ssiGsUsuuy2ZJYakUqs6OEVxwfHEt24LP8OFRcoLstxc7M39kyGA8lPFOdLCh2ZkE4OyACB+PtgdUZoGwQzo5JcNzeeMTwwAa4WoeTXAD9Rvl4gMVg0AMciMMGedqHkpwjKG4sH3eWj3s4xSOM7B7hg/Nzt41h+DApOG4orbehuqe++taF47cuHp0ZaOprqtoz3Xv15L6vPnpj67ev//nDZ1u/PPvnD5999OYrh5ZGJ3vr1+YGLmzufuX0vjcubzy8efzTN6/+8Ombvz1779cv3/356Tu/fAGdv3v8xudvv/r+6xcfvHIKLAPfOnv41ulD1zZXLx1evrqx5+rGngsHd53bv+vioZWz+xZP7pk9Mj+xf3JodbRvdbRv79jA2vjgofHhwxMjG3OTx3fNHl2YPjAxvDrav3dsoENeqhDzK4S8XrX82Mrca6c3900NV+RkcYLoXGYIh8GA6m0p5EiafwwjMIYRyA4ICCIS/d3dAz09Q8nkKH//tMjIwozU3HguUH2lGSnSjJQSXqosM00n/wLhtzo3R5knrC3M1RTnq4vEgIFr8nNq8nPUReJGWWFrhbRfrehXK/pq5d3KivYqWWuFtK2ypL1KNtKoGmtWjzWrhxtq+tXyvlrIGj3cAPmf+2qre2ogygUA3FZR3loO1SN1K6t6VZAU3FZZ2lwmbSqVNJdJ6yQFNfmiypwsHfqCizIBrzg9WZzAEcRGCWLZQi4nNzE+LymBFxUFFOAkJjOeERxHZ8T4B7CpNHYAPdzPL9THJ9jbm+zq6mCOQRsamcMN0UYItBHCDKHVK4wQCAO4gZ6+wY6dejCYpSlkkdOHwewxFurKqmtnTp8/unl+88iZgwdOrK6e3Lv30uGDrxzduH5s89omZH4GAVfA8wyszoB4t0dDv8jHOvLq8WOvnth89cTmzeMb14+uXz1yUCf5ntu359y+PYCELxzYe3Zt96k9S+vz02COLMwcWZjTzfGVleMrK8eWl6FZWjm6axnMxuIiaEjafj66tKQLf37pAqi7oPh3z/g4kHNXRkfB9e6xMTB7xscBG/87GIPGYJ0avDwyAnTg+f7+ee0+sFYE7prt7Jhub5vU9hhNNDeA/d7Z1sa5tqa51saZ5nrAwMMqxZimZqK+FuLhWtWIqma0VjVRpxlTQzNRVz/V0Djd2DJZ3zSmrh9S1sJw7hS8h88LDIbQF+jAJGIgiRjoRaATPSER2MuTQSIEeROZft5RFEKkPzk2NDA1KlTAjRaLshTV5d3NmnFFeYdYIE+Ky2VHZESFp7BZaZzIlJS41MTouPiI6PiIaA4zLCowKJpOjw0K4sXGZielFAqyo0LDfUk+3iRfewcXZ3c81tnZBY/He5FwRC8PAtGDQHR184CSEp1c0BhLAsHLz8/f25sil1fL5dU2NlgEAmltbaunZ4BGW5iZoQHK2traAcMnyHM2MTE1MjIGW7tYrD0gZzjcSE/PQF8fDh63scFaWFihUGYvnM/QLqWJiamrq6uj9nDVHo6Ojg5a1x/Im7Wzs3N2diYQCMHBwTwer6KiolJelZyaolTVlJTKfPx8Odw4oVhE8fUJCWUKcrLDWRG2dlicJz4sIjxHJCyrKE9I4EZFscLDQ8Vi4dTUxPLyruLiQjzeA402M4F0M2h50tTUBIMxR6PNTE1NUCgUFot1d3fPyMiIiopKS4M2h1tamqamJvr6evoHuicmR6amx+bmp3bvWVzbt9LR1SoUC9o6WoskhdU1ivHJMaFYFJ+YEBLKpNL8CUSSmzvO2cXNA+fpR6WHhUMiMDuOExHJimJHp2WkxycmeHp6GhgY6AAYLAMDBkYZGprq69mikK7WGLytFQlr5WtvTXO0odtbBmLRXIJztINllK0Zy8o4ydlqKCft2lDr5b66G4MNl7tVe8uy6yJ8RG7m+XhLFQMn93OeF8Zeay1/MNL4zljznZ7qq43Sm/WF9xty32rOu96Yd1Ij3mwrPdJfu9iu7JQXR5A9TWEwjB6M6unuS3T3Jjh7etqbYwwwGGNbW3MHLMbKCmVhjsSgTawtTK0szcxNEKYohPaMNDVGII2NkIYQ6Jog/3A4I43hxghDHf1u4164oYERXN9QO9CKL7A9ww13wg13GsB3GBjoGRjo/d8CsJGRFgrhcGNjY7B5C8m/UG/SH/FXAHEBAxsjUTriBTCsexOgr87PD2wLujxznSD83wOwhYXFnwGwIQxmqrcDrm202wGDwQ30XBywPgQ3vK2ZFwbuAoMdaK78+frJv54//Ppw62yRoCAikOtP9nOwcTCGm2v52XDHDgM9feheADT/WwAGMi84vwTD28VSHa+CLGg7OzsHB4f/DQCDpGhLS0tdGpYOgHWoCRTX7TQLpGbQXAVAGqs9AG9ba6s8X/qAOgAG9L4derdf6/5Q8OD/CMBIJBKNRmOxWCqVGhgYaGFhYW9vLxKJ4uLi6HQ6i8UKCQlhMBhsNjssLAxAcnR0NJvN5miP2NhYLpeblJIsyhUXy0pqalWystIYTqyfP5VCoRCJRGCBBvSrA2B3VzecO0SewP9srz3Az0MsFtq7BpvYNjY2QAFGo9G2FlgUwtgcaVicn/nbj0+2fn/2979+svX3r//x09cp8Wwq2YvgiQvwhxL+qDQ/XyoZCt6iUAAAk7SHbg2YoMVgAgGSoD08PFxdXV1cXLBYrIuLi7u7u7OzMxaLhW5qWFqboy1I3pTFXcsLy3uWV/fNL+0eGBnXNLVVq+sVKk2VsqasSi4tKy+UyfKl0rxEd0WVAAAgAElEQVTiErGkJLugmJ9XmCHOSxflpgvzU7Nzk7KECekCZkRcLDeVL8ydWZj/fev3v/79r30jA5Ly8sJSebmyqUrVUaHsqK7vaekZ7xyabu0b7Rme1bT0SSrU0HpwU09VbWtjx1ClqgWi5boOiHhb+urbBurbBjQtferm3vrmPiACg/P/BMDluQVluQUyUR6EwUABfgmAI9kJkeyEmLgUbmJGYkpWRoYwM1OclZWbmSlOS8tOTs5KTOQlJGSw2YkcTkpiIo/NToyKivfyoqamCmprm8sq1fVN3bv3Hu4fmiyvqmVFx7u44n18A7jxKQWFJbwMAcSZJRWS4tKaalVdXV1TS2OlvEKhlMvKSvOLJSMT08dOnptd2DO3a9/y6sbiyvr41N6Bsd19I8utXbPKuj5ZeYOktDa/WCEuqBTlV4jyK3Jyy7LFpTm5ZXxhiUAkE+VXCPPKwXVuYWV+UUVVlbqouDQ4KMzKwtrexjY8hJmXnd3V2MRlR7rY2WWmpRbmF2Tzc+rrmrOzhYlx3My01JysTH5GenpySlpScmpCSlJcYmpiUnI8ZI2Oj42Jj4UKgZPjOSmJMbzUGG40/c3Xz2394+sn79747tN7v3x5f+unD75/fPPHT1/95sNrz9679MV7Fx/d3rx3bf/DWxtPP7j29INrzz689vTR5Q/uHnvzlf2Pbm189d6lt67u++T+6ScPLnz1/o2fn73781ePtn754ulH99kRTF8fMvQNGMf1IHpbu7jZuhN3mlkhrJ0MLR3gFvZwc6yBmS0Cg8VgXbEuBGGeLCunKJqTSvAOsLRxQpnbmKAwCGMzUxQG/JDfuXMnDof7+uuvOZwYaI8EYQIA2NDYDI4wBdcIE7QxCrJGvwTAZhgbtLUd2toOYwXMz2gjY4T2Pqw+wkh/BwyGc3VSKSprFRXKytLutiZZXg7O1szP1VKSzj63Z3JAnjtRU3BypPHxmT1bH97c+uTVr67uP9RV1pUX05Uf2ydNaCuI6SpNqC+I0OSF9cqTVgdk1w/2Pr93eOv5rd8fX9h6enXryeVvb+9/fX/7em/RfG3aVGXiQg1vqjJ5SBLXWxgzVJK4oBZtDCovLHROqwua8uM1wtjG/KTyNFZGKCmN4ckLo4QTnehuWKqTBfA5Axc03c0mxNMh0N02wNUaEC8k9pIcWRQo8xl4m8O8nIHGCwThCG9XFtkNbAIDYAaPhJKcgfDL8nGP9PWIpOKiqIQoKoET7ENxsQrwdIoLodbK8qZ6W6Z6W5998NY7r1+a6Knrri9fnug6snvindcvbP30BQDgrb89//t3n7x/78q5I8uHlkYPLY1u7Bm/uL548cj8tWO7715cf/fV0x/dvfj52ze++fDuz0/f+fHJg+8ev/nVozufv/3qR3evvHPz7JtXTzy4elK793vk3oXNexc2QQ3SzRMHr27sPbO2cHh2bO9Y/+po34Gp4SPzk0d3zZxemj8+P705P3VkdmL3YM9ArUKZly3NSCpM4Q5oqg/MjO4Z6x9sqKktFhekclMjQ9OiWcmsiGh6QBDJK4jkBQA4KoAWgMMF4HDBXl4sP78YOj0+JCQjOlqUmAjt/SbGFSTHgylMSZCkJ8sy08oFkP8Z2J61zmcxAGBNcS6Y2kLIDq0uEjeVFgG9t1dV1auq6qmp7FSUbav8Le1Xy8ea1ROtdWPN6sG66l5VVbeyApice2rk3coqyPlcrehRVvcoq4H2C6zRrRWyRllxQ0lRo6xYVSBWiLMrsqEepu0DOpBE8bE5ceycuFgw2ZwYXlQUWANODg1NCAqJozNiafRoWkA0LSCETKbhCGRXdw9bOxuUKQTAhkZa+kWYAsOeEcJQC8D6O6HsK6SBAUJPTx8GiwkN29y3//zRzetnzlw+unl+/fCZ/fvP7N9/8dCBqxvr1zaPXN34QwG+urEBDM+X16FH/qv199ixlzD4xtHNG8eO3Dy+cePYketH11/ZPAwc0cDwfHp1GczJ3buOLc1vLMxohd85cN5YnNfN0aWlo0tLgHI3FqBCYDCQIPyfBjx5Y3FxuxH6gLbyF7T+rk1NAQxenZjQ0ayOh1dGR3UwDIh37+TknvFx8Lju+UAH3jU0BETghb4+EIU129kx09E+1dY6CfUYNWwHYIiBWxuB/xlw71Qj5IiebFCP1qqGlNVDyurhGuW4pm5MrRlR1Y6oakdr60Zr64Zr1IPVKhiR4Esk+HoR/ElEmrdXgHagWKwXA2GwtxeDTAryIYf4eIeGMBLpUP4zNywoJSI4g8VMj4/KyUqWijMrM5OKuZFZrOCEUBqbSYsKDYgMD4hg0Znh/gERVGokjQbZCcjkMC9SOJnMZTBSWSxebGxUUDCTzmD4B3p7U0LDIhjMUEYYk8YIhHpovYh4L6InkQBlk+I8sPbQb7d4PN7e3l4gEGxuborFYiQS5ezsamVlY2FhZW1ti8cTzMzQSCQKgK6FhZWNDdbGBgu8zdbWtsA1bW6OsbS0trW1c3BwcnZ2dXFxc3V1t7W1AyqxlZWNnZ2Dvb2jnZ2DVlwys7a2dHS0d3Z2dHZ29PBwI5GINBo1MDAgJCQoNDQkKCiQRqPS6bTQ0BB2bIyLm6uLm2swM8TR2cnOwT6TnyWVlYSGh1XKq8YnJ/IK8nPz87gJ8YFBDCrNPzAwIC0tJTubn5gYn56eWlCQl5KSRCIRQY+OoaGBiYkxBmNuYYE2NzdFoSD9y8rKysTEhMPhpKens1is9PRUmUw6Pj46Ojo8ONQ7MTmya2luYXFmcdfMgYOri7tmpSWFZWWylpamrCze7Ox0Z2cnl8uNjo4OCgoik318falBQSFUKs2LSPGj0iJYUZHRUTGc2HReRpGkWCgW+fv7GxkZvVhxhTRK5ItBGRqiDPQsEIZOFmYkRzt/V0d/FzuGs12Yq324k01NcqyKGxXnaBljbcKxRuYSnQ/WSN7fPfrmTOe9ybbXRxqOKHPbObQKX8dKX/sKH7smJv6AJOXtsYbHc51vj2ju9Mhfb5O91Vr8sKPkXlf5tY7Sjcbi3ZqiXY1lS+21HSX5dGcstIOKtQylUsKDaVQqwd7BEm4ImZONEVA+szHCwAC+w8hQD2WKMASlRFBIFfTSQrqsnr6+/s4Xic0gt1mb1aQVIoE8a2BgCEZfH66vZ6SvD4fD9SHoBQN9iJ1gwPO3a5vg+oUADDmit5uiIbFXeyCRSCAzAgDe3gMMKBekQBsaGQMvtO4JRggk2N3S5WBtN/b/NwowYC2gmmK0h4UFFH8FaBAowEgkcseOHfp6O0z0dxrvhDL9jeAIfT2jHbCdHvYOeFsrnCnc18IgL4iw9fDG01Nr5/vq12ok3dmpxZzICLKnqxnSCq6HgcNR2g4t6A4C3AhuANHv/1IBBi+OkfbYDsNaARg66ZZjAQODYicsFgtKNYHwC6KJdXT6wv4MKcBW2kOn3ALFUudk1uGozskM0FdXbwsiprFYLNA/wX0xYMEFGPxSLTD4gNuJ96Xrf3+CifbQfSYvXQBbChqNdnJy8vDwAK1IHA4nKysrMDAwJCQkNDQ0MDAwIiIiPDycyWQC+o2Pj4faWlNTExMTExISklKSswT83MICebVCVlaakpYaEcmi0+l4PJ5CgZRYUIMEmpCIOLy7q5ubi6uOfu20B8DgP+zH2tcfi8ViMBjwCRsbIKE7OgY7rNDwq+cP/eXrdz959OrTx/e2/v69urrcw8nJ24sU4E/z9aX4UiER2M/Pz8fH548NZC0Ag/grT+0BjNA4bRmSi4uLs7Ozg4ODq6uru7s7sGFD9zWsIRGYTPEdG5+cmJkfm5odnZxp6+qVq+qgHeDaOnltbWVNTXl1dalcLquqklTKJZXy4gp5flmFSCrLLpIIikoERSVZBZKsvOLYeAgjs3LEB9YPv/PBu/ce3JXX1lTVqGVyjULdoWoYqKnv17QOtfVNdg5NtvSOtPWOV9d1FJfXQv1Gjd0KTXtD+6BC067QtINH1M29da39gIHr2wYaWwcaWvrrm/vqm/tACfCfKcAgFzq/qCKvsFycXyrMLeHnFPH4+SAHKyGZz4nPiI5NYUUnsqITo2KSY7np3MTMtDRhRpooI02UnipMSRIkJWSB4cSkcjnpCVxeXGxaLDuF4h3Iz8xXKBqqVY0Smby9a1CurB8bn+Fl5qAxNoygMG5cUjw3OSY6LjNDkCvKyxEIy2TlCoWyrqG+vrmprKqypLxieHzq+Knz+9eP9o9MjU8vzy8dnF9ZH5/d1z+60j242NgxUa3plZbWFUqV4oJKwL0CkUwgkmXlSMUFldniUr6wBMCwQCQD1wUSaG24UFJVXFwRFcmxxNgYww0dbG3CGIw6pTIrNdXB1iaWHSOTlggEOQqFkp/By8ni52TxM9PS05KSealpAl5mdmZWdmYWP4OXmZaemZaelZ6RnckTZwvyRHxRdmpMZKCmWrL12/O///DJz1+/996tEz89vffT57d/fHLry3cvPXnr7OfvXHh8/9S7t49+/ODsd5/ffvzuxcdvn/3mk5vfP3nt6bsXP3tw7vkH1965uf704aVnj65//cFrPz97D1oH/fs3Z4+uhQcHUn39wsLCUnmZWbkF2YUlycKC4LgUZzLdBkdBOxMsXb1sXEkOeB8yPTw0JlEm10THp7t7+to64Kxsnc3MbEyQaFOUhRkKY2yEhMON9PX1swT8n3752QxtirG0MESaGhqbAfo1MEIZGKGMkOZIUwtgeNYxsCnaGtihTdG2aEss2hJrbIqGQ/tM0D+CevowfT3YDhgsnhOlkpdXl0qLhIJWTW0ghUh2wBzdNbLUUzfbXLXQXD5ckd0ujLs223lzsfu764d/uXfy5krXRGV6V0HMgCxpsCJ1WMnrlMW3STidsvju8viZ+uwb+3t+evfk1o/3ofnu9a2vX9369vWtz658cHZqY1B2uEe6XC9aacg7O1X3wenFH9448cs7F39578qjc3vnm2WDCnFXOT8jlMTxd+OFUVgkR63MawOSrgJcbf2drQPdbQHlQl2+OJtgT2wQ3jYIbxvq5RDtB4Va6aqPgAUaNACD7d+XloEhWdjXg+XjHuHrzvLT0q8/nk3zigrwCvfDB3g6+LrbJbEYkz3N032tiyM9//z+y28/fbgw0tahls0MNM0NtZzfWPnLZw9/++bx1q9fbf3t+dbfnv/jL59+9u6tm+cOnzq4cGxt6sLhhZNr45vLI8d2j53eN31lc/nOhfV3Xz3z9OHNZ+/d+vaj+z98+vb3nzz46tGdT+6/8t5r59+9cfbB1ZP3Lx178/Lx+5eO3Tp96MbxA68c3XdqdW5jEar/XRsfODw7dmJl7uza8rl9K2eWF9YnR2c7mjsqZZWCjMKkOGlGUnWuYLGvY2mga7iptrlCIs/lp0eGxAf756clJrBCOaEhoVRfGtGTQSZFBwXGBkFqMA2PC/YmRfj6Rvn7c4ODIf8zlytMSChOTQFTlJJcmJxUnJoi42VUCPjl/KyqnOyavFx1YQEYqKNIUqAuEtdL8xtlhfVSSA3WFOc2lxUD4u2qLu+pqQQMrG0AruhWVrRWSLqV5UP1yvEWzXiLZqRRNVinBCnQ3cqqrupKaBRyHQADDO5RVnfKq1rKShukkrriIk1RIej+BdVHoJe4NJNXkpGemxgnTuCI4mO1E5cTF8uPieZFsQAAp4WzkplhCUEhYAeYHUBnBzAYRG+ioysUW2duaY00szAysTBGge1fAMBQTwrcEK4P/UoJ3wmFYCF36jlaWg20td+6fOXUwYPXTp26cuzopc2Ni+vr5w8dunjowOX1Q1fXD7+yceTa5iaIgAaqL0jD0gHwf5CCNyAXtG6gj3Bk/er64YsH9p/ft6arAj61e+XYrsXNhfmjS9CAJqTjK0vHV5ZO7F4+sRsSfiEG1gq/m4tLutHRLzA/64KgXwJgkAsN5WDNzPzH+XdNeGV0dGV0dHVsbO/4OBQBPT6+Z3R098jI7pGR1bGx1bEx8ObK8LAuCmuhr2+uq3OuqxPIv1PtzROtjS8AuH66uV7rc26Yaa6bbtJMNtSO19VMN9XNNNfPNNdPNWrG1LXDNUrAwFMNjeOauhFV7ZCyZkhZO6SsHaxWDShqYF5EP5IXFaAvmUSneAdSvIMo3kHaZWB/LwLd24vhQw7x8wn19wsP8GeFhSQxAjgM/zhmYCIzMDGIxg3x54YHJDKp3BAfdiApnE4KCSQFMbwZDG96kLe/r6uHr5trIA4XTvKKopAjyV7R3l6xPmS2L5nu5hrk6RlIJHq7uXt54EmeBALBi+zn6031JflQPEleOCIB70Ukkb29KWS0BcYDj3NwcHBxcfHx8aFSqYODgysrK8XFUj09AxTKzMYG6+Tk4uLiZmpq7uXl7eLiZmlpbWaGtra2dXJycXPzIBC8KBTfoKCQ4GBmSEgogxFMpdIIBC9nZ1cs1p5IJOFwnu7uOBzOk0DwwuMJzs6utra22u4NdxzOHUqAwbm7ubm4u7t6euJcXZ0dHe2trS1NTU2A+odCIa2sLFhRkXHx3MAgRnxiQmFxETs2JiwiXJyXS/ah+FL9wiLCSWRvPMETT/BkRUUmp6bk5oqEwmwmM9jSEuPoaJ+SkpSXJ2azoxwc7Cws0MB5jEIhwZiamkBBwUaQEdrDwyMvLy8oKCg1NTk7m9/d3Tk7Oz05NTo41Ds9Mz4zOzE9M7a6d2nf/j3TM+NCYXZnZ7tMJlWplHNzc2lpaVwuNywsjEz2odHoiYnJ8fGJAbQgEonsRSIHhQSnpqcVFhdJSqRCsYjJZFpbW/9HADYxMkTC9Uz0d9igkN5O9gF41wA3hyAXe5aHQ6g9pkOUsaIqz/PFx9uYJGNRHDP93qSIt6Y735vvejjTfn+86Y2xxtf6qg+WZHRFUzpYpM5I7yOyjPenmj9b6Ho83fporOFee9kbzdIHnRVv9iuutpftqxaOF6f0FaT2S/jzmsqOYlGom70TQj+K7ssOY5C8PYJD6WiMCdxwx46dEAYjjCEANoDvMEbCQTjzdpQCcPVCuYU6e+FwfV16sxZX4S8gFsJgHQD/Ify+0H5fKMDg/9CS3jaL758BsLE2L8vIyOi/AWAoNkpLuUgTKB0aALAxEgVUYvCu7dALUs238/C/K8AAS3TOXkB0AFesrKxAJRIGg/kDgHfqGeyAGUO1djuRxmYG+sYGMLiPO45ih430cCDqwSYlmX+5cuTRwbm5SnFdcpSYSRXFRATiXLHGhlaGcCukiRkcASWFwRFwqAX4BQAb/JcLGoDufzyDL5CRkZHuqwakYGNjYx0AAxc0kNAxGIy1tTUWi7Wzs/sfARhYl3UYjMFgdEnO21FTJ/nq7hRYWloC+gWBWy7aA0Qxgd1j8Kdvt0MDJRmcX+Le//HN7Z/M9mtw/8LU1BSDwdja2qLRaBsbGyqVmpeXFxISEhgYGBoaSqfTmUwmMEWHh4eHhYWFh4eDxeCoqKjY2NiEpEReVqYoP6+sorykVMbPFiSnpkRERBAIBD8/P19IjfUBTUjeXiQvvKeHtgpYB8DgXgMAYKC6Y7FYoMADT4GJiamlmZWFKcbKHEXxcr71yslffnj81ZP7zz9/+5+/fDM9NmCLwdCo/szgkICAALKPt48fhUql6nzaAIMBAOPxeMDAYN0X+J+dnJycnZ3dtYeDg4ON9rDF2tvY2hG9vFW1GqW6XlJaUVqpkJZVSsqqiksrqmrUlTU1FUplmUKxHYDzyyrySsvFJaUiqUwoLcuRlEJTJBOIJEmp/ISU9L6hwfnlhaXV5aLSUkVtfXVdh6Z5sKF1oq55rL5trKVnvKV3pKGzr6V7tFLVIpPXqxq71c296ubeps5hdXNvTUNXTUMXkIWBCNzQPtjYMQQAePsacGV1E8jBkpSqQBA0sEDnFlaKCypEeTJRnkyYW5ItkmRlF6Zn5oIUaB0AR0QlhEfGs6ITo2NTYrnpqcnZaSk5qcnZyYn8BC4vPi4jMT4zOZGfGJ+ZGJ/J5aRzOelRrAQC3i8jTZSfW1peXtPY0j01u1xSVl1X30IPZFrbODCCwsJCIwPpIaEhEYnxKWkp6Vk8flFBcVGRpLSsSqmur66t6xsaPXby3NqBza7+0b6h6bGplbldB+aWD4/P7usdXmrrmalrHa2u75FVQQpwXpEcSL5ZOVKeoDiDXyTKrxCIZJnZEiAC5xZW5RZWiQsqCyTVGfyi9KwCaalSLtekp/GdHV30YDBTI2MSDleUl5vEjfP3o7LCI7jchPr6RklBYVFevjg7BwBwRkqqgJcpEmQDKs7J4gv5ApEgOzdHmC8SF+YK+bwURWWxv4/Hkw/vb/3+zXdP33742sn3b5968tb5rx5defrwwkd3T3xw9/ij20cfv3Xmu89vff7+1Qd3jt27fuDdu8c+efvcx2+efu+1jbevH/rk/tm/PH79r5+/+c3H93784r3P3r299ffvRnua6X4UirePj48fOy6hpEql6eirau4qrm3OLlMmiIqjMsRxWXlJOUVpQomoWF6qbIxL4eO8aSbmWBTazsbGGYOxQ5lgAAAjESaGBkZ6enpLK8sPHr4N2wGzc7A3MoHCnw2NzQygigYTHQDrln4BA6PMrcwtIPQ1RlmCQCy4MRJaJzaC/omEQf/BvDzd6lWKSllxlbRII69oUaucLc0zo4M/vX1xb39DeWpEYw63T5JWlx7WmB46XZ7x2q6uX984+cOdoxdmG7sKY9V8ZkcRp6Uguq88aa5etLerZF9PycaY4o3N0b/cP/rLe6egeqTnt7a+vgnNd69v/eXO1je3tz6/ufXs9a0vb299emPr8StbT+9s/fj+1t8+e/7GueXOqubi1MosdhzNnePvlhREINsh/RwxAa62QTiHIJwDAGCGBxbs+kJhV0T7UC+HYE9soId1CMEu0uePpl+dDgx8ztG+OBbZDfxfYV7OLLIbKECCrrXCL6DfSCoukooL98OH++EpLlaxQZQIf6+M2LDZgfbhNs2u0d5//fBs67dvzh1Z7muq6muqGu/WrM70vX5p8+vH97d+/w4CYK0R+tfnH339+P67ty/eurh+58Lha8eXT++bProyur44uL44eHzPxLmD87fOHnzj8uYHty998Q6Ewd98+MYX79z69M3r79089/a1U29cPHrn3JHXTh185ejeS4d3nz+wBDaB900MHpoZPbpr+tjSzKGZsT0jfbOtjX2Kiprc7FJeiiwjuVrEb6ssGW1SV+cKBjTVyoKcHG5UQ2nhcFOtsiCHHxcd7EMK9fcL8aUEeBFCfCmxzOC4kOBwP192ID2aHhBGoQQRidE0Gp/DKUhLK0hJkaanlWSky3gZIFdZxssA1Ufl/Cy5MKe2IB+08tZLiqGRFqqL8hpKCprLihtlhUAKBjvALeWSDnlpT01lX628r1YO1OC+WnlPTQVIgQZB0MMNNeMtdVPtjf1qZb9a2atS9NTIe7TaLzj31ih7a5RdCnlbRXmTrKSuuKi2IF+Vnwfaj3QAXJrJk6anFaVA5ucX9BsriocAOIsdlREZ8UcIVljE/x+AGVG0ILqnNw7r6Ii2wppibFFoa5S5JdLU3BiKvwIAjDCEluOg3/S0AGwAg5nBDfOy+DfOXzi2/8C5I0fOb2xcPrp5+ejmlc3NS5Dn+eDl9UOvbBy5cfSPvt/rx44B6AUw/OrJk0D43S7/XtNGYb2ycQTMtSPrAH2vHD4EcqEvHth/bm0vmDOre07tXjm+tAvQ7/GVxZN7lk6t7j6ztnp2395z+9dOra6eWl09ufuPObGyB8x20N3OwLrUq5cuXuoBBm3AIPN5/8yMbjdYJ//uHR+HRluAtGd4ZGV4ePfQ8O6REXC9Mji0NDi41D+w0Ne30AMlYOkAGFKA25sn25omWyAG1rYcQQwMTZNmqlE9Ua8ar4OWgScb1FONmskG9bhGPab+wwg909Q8Wd8ARODhGvWQsrZfruytVMA88RRtMrMPwdOH6EnVScEkIt3bC4JhX0oI1TeMRo0I8GfRaZE0f5afbxjVJ4JBY4fQuaEBXKY/h+kfE+rHZvqwmJRwJiUkjBIURg4M8aIGEb2DCYQgT1wYkRBD8Y7zoXC8ibFET443keNDCnR2DCV4MvB4goNDYXbOob379u5Z7R8e6ujrqW9uKpdXCUTCqNgYKs3fk0hwcXMlkb1dXFzMzc2BSU8ul9+7d6+zs5tM9lGp1GFhEUFBIRpNvUKhZLNjS0pKebwsFiuKwQgOCoIUkZCQ0KCgEDqdQaPRqVSaj48fheLrA0kO/lQqjUgkUSi+gYFB4eGs6OiY6OiYsLCI4OBgEonk6uqMxdrY2lrb2FhZWKC1PmSkmRkKjTbDYMwxGHNra0sXFydvby8ajerj5xsZHUVnBDo6O/kH0BjBQfaODm4e7lHsaP8Amn8ArbpGWVBUmJKWKpWViPNy09JScDh30B/r6urM5XLy83P5/Ewczt3KygLowMbGRiYmxi+M0GgDAwMnJydTU9OEhAQOh5OUlJCZmVFWJhsfH52ZnejqbhsY7JmZnZhfgFzQBw+tnTl7orpaXlpa0t3dyeOl19bWFhQUBAQE0On0wMAgFisqM5OfkyPixCbQaHQcnuAfQEvLSJeUSCUl0tz8vNjYWFdXV6R2gxGBQEBAol2ORRgaAQBG7IBhjOAeWCuqu5MOgEOw5pIw+r56RWdanJjglOWIiTaC1dCJu4TcVzsrP9nV82i69d3J5k8Xux5Nttxokq4XJx8v473Vp3y23PNsseurXd1fzHfc76x6o63qfqfialPpgbLM2fyEyaKkCUn6cGHaqIR/crijRyKK8HRheLrQyJ5EL48wVjCB6I6xQO3Ug+kbwJAmhsZISNRFIAyBS9nQ0FCHVQC6IHx9oehuh2HwtH8vkd7GyVo7NJCUDaFfJf5rtLAHId+f7wBvB2CgYZqYmEAvLwKpa0LS+ZwB9F6e9koAACAASURBVCKMTXQtwToe1oWf/zsJ6zq9dCFY2gsIo/4bAAYVwUgkcufOnfr6kC8OiTDW1zOCG6B2wBDGMEQQgZLg68OysygP83u4e/T+8sDFkcbe/JTG7KSC2LAwEs7NEm2qt8McboA2QiD0DAxg+obQC4KEGyAN4EhIAQavj/YV+4/oC75M/5F7t9uhXxKB0Wi0hYXFSwz8ZzvA2wHYysrKwsICiMAAgwFqAsiEFlmtrEBlFNj7BUZfYP11fLEECxjYyckJqMHAYq37sDo39f9IvC89YTv0br82NzcHdyvMzc11n5WLi4tYLI6KigoMDGQymQztER4eTqfTgQ4MlOHw8PCIiIjY2NiklGR+tkBckC8rKy2WSoRiUY5IyOVyvby8qFSqn58f1RcaPx9fSAT2JED+ZxfIeAz+sg7aAwAw2L+1tbUFD1paWpqamiKRKAcbR5SRCdoEUSETf/zo9t9++vQfPz35169fbv3jh2PrB2zQ6GBGUGhIGIPB8KaQ/Px9QbYCRas/e2sPsAb8ZwDs5OSk80KDr5GNrZ2NrR3WzoEvyCkqKeMJhAUSmbSssqpGo6itq6pRVyiVpXK5pLw8T1YikhQLiyQ5hcXpolxebn5WQRG/sJhfKM0qkGTmF2flFWflFMUlpGfwc9QN9ROzk5NzU2UKRZGsQqFpVzX0qRtH1I0jmpaR+vah+o5+TVt3U+dwubyhStmsaeypb+5rahtsahtsbB0AiKtp7KlrgmzPja0Dze1DLR3DDS39dU29tfVdqrpOpbodyL+yCo2sQrMdgMEmcG5hZbZIki2S5Iil2SLJdgU4PimLE58RFZMcHhkfxuJGRCVExSSzOakpSYKUJAGgXy4nPS42LT4uIykhKzmRn5zI58SkxsdlhIdy3FxImRm5Wby8vLyS7u7h2bmlikplWjofYWzm5ooneHr7kKkUb7+gwODQkLCosMj0pDR+Bi8lKTU3rzgpNVPT0HroyMm9BzdnF9fml/aPTa1MLqzNLh+cXTo0NrPaPbzQ3D2haR2qaewrr26WVmrypIqcgnJ+rixLXJIpkvKEEn6ujCeUpGcXZeQUC/JKxcVVuRK5qLAqJbMoT1KTk1sWG8fLzBTLq1RZvGw3F3f4Tj2koZGbk2N2Jo8dFU0meWdlZaWkpFSVlVfISmXFkuL8gtwcoYCXmZWekZWeAXRgQL9igUgsEIn4QiE/i5+VzkuLx7lhVxbH/vLl+48f3vzt+fsfvHH28Rtnnn9449uPb3zz+Pp3H7/27NG1Tx9efPrBtcdvn//i4xtff/Lqxw8vvH/vxJO3Ifn324+uf3L/7Pcf3/712cPnj+9+++mDJ++8/q+fvlZXSmkUCIDdXPEkin9SlrBIoZZqWsuaeorVbTypIl4kS84rzSyoTBdJkzLzEzNzSbQQRw9vtJUTCm1nbm5ramptjDBDwFEoI1NjI6T+TgMkEvnBRx/2Dw7AdsKs7bAIlDnCBKojBQCsb2hihDQ3RmEAACNNIbEKGKF1CrAp2lprqwZ5CghD+M4dMJiRAUyQmdzVWl9SKFJVlPa1NUtzRUQnOx6Lvn+otUMqaClIGSrN6hDHd4viesWcPiF7sjT19d09Wx9d+9s75y4ttOxqLjg0UHXv8MhnV/f+8vaZfzy6+H8+urr1+atbz25tffHqPx9f/uHB0ef3Dv/83qmtp69AJPz9na2f3tr6+s7W929v/eXh1ncPtn77eOtvn2z98OjHd64sdVSqhBx+GDmZgecGeHAC8CyKs5+TeYCrbaC7QxDOieHhGOhup5WCofgrkH0FbM9hJIcgvE2wp20YyVGX7QyE30iKe5SPhw53wXt1UVjQqrCPeyQVxw4gxNCJ7AACy88jhOzG8HL2cbfhMH25obTy3MzlqYHR7saFsd5//fT11r9+/PThq/PDrW0q6WRv/WRv/dJ4592rx6FKpH98u/Wv77d++xrkQn//+Tsf3r/yzs1T9y4fvnlq7fLG0qm1qcMLA/ume/bP9G4sjZzcO3X16Oobl499cPvSk7dufPbg5pO3bnz4+qX3bp4D2u/1Y2tXjuy+cHD5zNrCyT2zm7smDk6P7J8c2jvWP9/T2q9WNJUWafKEcn5GpSCjtUwy3qQZb9K0V8lUBcJupTYlq7bqxon1rd9//vWLj7tVlXRPNzqZEEb3Dw/wDyARA8kkdkhQfEQYO5gRFxIcQfWjurlRnJxYfn458fGSjIz85OT8xISilOSSjPTSTB7QVAEPVwj4CpFQXVjQIJU0lkjBuVFWrCnObygpaCmXNJcV10vz66X5TaVFbZUlOgAGy8DgPKCpHmlUDWgU3cpy0AbcU1MBdoBBCBZoQuqvVQ2oawfUtYMadZ+qpkdZ3VFVCeRfdWFBTV5utVgEFOAKAb8sKxPQb2FyUm48Nz85XpzAEXJjgAU6mxPDj4nOjI5MZ7HSIiJSQqEmJGCB5gQEsgMY4b4B/ngyHuviYGaNNbXEmlpao8yB/AsWgEFMDFwfslJAjkAYDG2EYDNDFycm712/cWhl99WTJ89vbFza3LiiC3M+sv7KxpGbx46+duL4jePHQeYzyH/WATDIfwZngL6gMRhi5s2Na0fWddB7Yf8+MLoGYFACfHrP7lO7V06tLp/eu/Ji9pzeu+fM2uqZtdXTe/dCs7p2as9eMACGj7/YDd5OwkcWFl7iXvDmAW3ms46BQf4zYOBD29KhdWowpP2OQfS7OjQCce/A0MrgEDiv9EPcu9w3sNjbt9itLQHu7J7r6v4DgLvaZjpbpztaptqbp1oboNE2/U41ayab1FON6smGWgDA0/Xq6Xr1VF3tVF3tpEY9oa4dU9WM1iin6xom1XUTtZpxlXqsRjMkr+ktq+oqKYcUYDBAB6Z4B/qQGb6UIBo1nEYND/j/aHsP6DTvtNsXWxUJgXrvqBcQHSSaGiqAUEGIXiRQATWQhHrvvcuybLn33u0UO3Ec27ETpydOs+PEcYqTOD0zyYxHd738HY4+z3zfvfesc/7rWeQFEcciTpZ+797P3gQ2icAm4tkEHAufxMQnMRMTaQkJVEwC5IgmJjKIiQxCHIMYm0xLYNLi6fQEGgtDTcdS0zGk1AQcMy4+i4Dn4DBcAi6fQigiEfJxmHxMQj4OIyQT+ThMFjYxOSqSFhu7MDLyt0c/fPvV1w+/+/aje3ffeOftm6/fuv7qzctXX37+0sVnnnt2dHyspa21u7u7rq6uvb19eXn5ypUrjx8//uSTu21tHdeuvbK6ul2jKVOrSxUKFYPBEgpFXC6fRkuJiYmLjIyGtM24BDQ6Mi4uITERC7qUUlIYLFZqWlpGenomh5PN4WRnZmalpWWkpDBwOIJFBA7x8fFycXG2t7eFwx0A9Lq6Il1dkXZ2NiiUi5+fT3BwYFhYCNriDgwODoyJi42Ji83M4mCSsAFBgUXFwkp9VVZO9vjkRFOzOYeb29XTrdKocQR8fGKCX4C/szPc3t4WhXIBvyyRiJdISqRSMZGIDw4OBAow+BISiUChXMBP0mDLDo1Gi0Si7GxOcXGRWCzq6+tZ2jQ3MTkyNT22um3z7j3bdu1etSwDr46ODmdmpjc3NwmFhSQSSalUgtXljAyOWCwVicQikbhYKMnOzmWx06jJtBxurkqjLq+s0FcbCgoKQkJC/iMAQ/HIDvaONjAXu40Broj4QD9iWEByWCArzI8XHcIP91uqUOwzVfRk0eWhXul2MH184FQu5Wyt+IPZ9nub+z+a6/hgpu2T2Y47c53vjjbeX+79Zf/ML/tnHu0Y+2n35Lerw7fHzLd6G671ms41aldL8+flWQvq3DlV7piUMyrNPTHQfGV1brRaS48NT0AHkym4OGwsJZkQFh4IinmdnO1dkFA1EeRbfrKpa28lLotiaxF+/+s2L3jnX5wMrY6vw2Dob7KoxE/o1+Kght77v+jX4vW1Mp7FQQ3dHAQCsfWfDm4lgDhoIGM6OztDX/1vQrCsUvBfWyeQIAzxsBMCjJWEwcV/Z4G2qpFgtRU4dcHGJgiFAgCMQCAAAEM3DhwdYDA7GAzusAHlssHFG+aAdUEqcQnfXTi8duv5N7cOT2jy9Bxyi7KggEUKRjm52ds6QT1J9khHJ7ito+U/HcQ6AHa2fjiWBC/rR/JfLqz0C4fD10Pv+qfWKCzQTwZ41dPTEwAqQN//DoA9LceqAAPBFsi8gITBPQJA1L7rDlCYQdw0KKFdz8BWDAaWYCCqu7q6Wj/2p/jW+tTid4Y2/K1nPe7++7UV1626t5+fn5eXV0FBgUAgSElJoVlu+wERGJiik5OTGQxGampquuVkZWXxBXlSuUytLasy6Mt0WqVapSkrFQgEsbGxBAIBj8cTcE8mCYPFxMXHWETg8PBwwJzg2wc6MHAg+/zVROXt7Y1CoVxcUB5IT283L4eNMDadsG157MvPXn/8+xfffP722r9+f+HZc4He3jQKNZkK/W6T8DgKjUwikfB4PBaLtTJwfHx8bGxstOXExMRER0M9TGg0GnC4v78/uOkAoqeh9WwvHy9vX1c3Dx5fUN/YrK00GJtaak1NNSZzZU19uaG2rKpKUVZWolDkS8R8UTG3CBqRulRSplNU6lX6apW+VlFZLa8wKMoN+UJFNrdQWaqrMdZv2b5t05YVc0eHtqqurqnX1DLS2DrR3DHd1jvbOTjTPTLdPTLZ1TdZVdNiMvcC1u3unwIY3N49ZrU6g+uOnvHO3onWzpHm9qHGlv6G5j6Tubeuoau6vv2pCGi1ts4KwDJlhVxVCUamrAAMXCRS/UcA5uQUrgfgnKxC4Hzm5gh5ucV5vJKszPw8XgmLkR2JxmhLa5TyioqKurq65orKmtKySh6/0NXNOwlL9PL0iwiPjomKJ+CICXGJpCQiJzUzjclKY6er1LpSXbW5tW98atPC8s6tOw6u7jyyacu+xa37llb3L27ZP7O0a3h6a/fwQkvPZFPniN7Yrqs2q8rrZaXVUo1BqjHISqtlpdUiRUWJslIo0xWIS4ukWrGqSqoxiJV6sbpGqjEWy6r4BVDdsVRaqlbpFDKln6evK8LFBgbz9fRIptLSU9NSU1PpdDrQeDUKZUWZtqJMW6pUKaUypVSmkEiVUplKJlfLFWqZSiVVQgwskRYV5gUH+SbEhnOz6P/8/eHvP3z628MPHt65+ejTm9/fvX7/3Yv333vuly9u/f2bt7/99Pr9D19857VTd29f/PS959+8dvStq4fv37740/0bP3z6yte3r/x8/81fv3r/649f/fqTN7/88M0vPnpLLMglYXHYRHxYaFRIeCyZxRHItar6FkP3SOPIvKF7rLSxR2XsVNe2l5TVZRcqU9LzvIKjvYIjXX1CHJw9N9ohHOyRTg5IRzuEow3c2d5pA2xjYmLio0ePUtPT4EgnFzdXRwSU+ezo7GoPRwILNEiBtlqgnVzcAQODViSkm6+js7u9AwK6u+roaGMLab8bNsCoJIy5obq1sbbeoOtvb2kz1RET4uiY+CaVcKBSairOHKoontSX9MmzxjXcQVn6LrOiVUAeVXE+PLN57bs3H9+9/MXVgw+uHfr9nfNrn19fe/gGJOo+uLH24Mbf3j//6aXtb52af+vU/PvPbPrguc2vn5y+cWTs0yvbHt+7tPbF1bUvXlm7d/XPj1/49d3n3r+wbaGltIQRxcUHF1Ajcglh2YRwHi0uPSmMHOlFjfKloP1pkcG0yGAKOhD0/VIjAoihXrRIfyjYOS4wDRuWigmhx/onR/vSY/0hTTg22Cr8pmMj1u/9suJDARg/oWIsOpMQzSHH5tAScmgJHHIsOwlNiQ0mRPrTEsNIsUF8NmV+qHP/6vzSRN/cSPefP3659vinxz/dv3hy98yAeWmsY6LHNNJRe3j77KVTe7679zYEwI9/WPvj27W/P3z80/1Hn79959bFD26ce+/q2bdfOnXjmYMXj66e3bt0evfC7vmBvYtDh1Ymz+zZ9MLxXa9cOHzr4ok3Xjj1zuWzb71w+uaFI5eP737+0LZnD2w9t2flxLaFM7uWj6zM7Jgc2jTQOdNpHmmq7TLozGWKTp2mT18+bKoZbazrr61qL4eYs6emYsfk8Ctnj//82UdrPz28fe2Flgo1MzEqg5SURiPmprE49GRSfCw+JiqdRuGnsXOYdGpcLCY0JNrHBxsSwiGTZVyuRiCQZmcrc3PKBHmVwqJqcQnQV4EaXCuVmJSK5rLStnIdoN/OqsouQ0V7pbZTr+2uLu+pqQAY3F1d3l1d3ltbCaqPrABsKfttsHieTSNNtYMmQ399VU9Neade21ah6a3V99bq++oMA8aaIZNxpLHBCsBDJmNvTXVHZUWrRf41KRX1cplJqaiTSavFJYDSdQX5ah5XkZMNAFiWkwlCsCRZmWJORkkmFP6cz2QC+gX+Z8sOMIWeiCdGY2ID0UGuPr4uHj4Idw8nFyj/1RJ/BbRfYH62sbGxLBPAooNDZkdGj+7Ze2Lf/ounzzx3/Pjzx469eOLEiydOXD5+/KUTJ14+cfzaqZPXT58CAAxk3vUAbA2CtmIwYODLx49fPQn97QCALx48AND32X17Lx06CFzQz+7b+9z+fc8f2P/c/n3P7tv7/KF9zx3c++yBPRf27Tq7e6fF/Lx6YtvW0zt3QrNj16ntO09t33ly244nY4nFsm4IW8OiQQq0dQEYlADvt/QegTzn9Y97FxcPLC8DBRjs+gIFePfs7N7Zud2T0xDujoxtH4WId/vo+LaRsa1DI1uHRrYMDq8MDG3uH9zcP7jcNwCNZfvXSr8LvZ2LPe0L3aDlqHWhs3m+A0JfQL9zrY2bO9s2tbdY6LcJ0O+UyTheVzvbaJ5paAIzZWwaqzEOVBh6yipgSVhKEpaCxZCTsBRcEpWATyYRmGQii0RgWoZNxEPom4ShJ8bTEuIo8fEkaGKJsdHEuAh8LBoXF4ZPCMPh0EQimkCLxLHiCJkYcjaelIsj5uLxAgopj4wvohClDJqSnixPISuSyWoGTUIhyZl0PgHPo5Az8PiC9PSRru4tm5YmpibNHW3l+iqNTqvRaeVqlUhcUlBUKJXLIFmyvLyurq6ioqK1tdVoObW19RxOtkQiU6k0YWHosDA0h5PNZLJjY+NTUhhsdhqBQMLjiamp6eD1oqLiwkJhXl5+VlYOnc7EYnFodGRgYLCLC8rNzSMgICg2Np5CoTEYrORkOmTMS4yPiAwNCvYLDPINCPTx8/fy8/cKCPQJCQ0IDQsMDPL18nbz8fVAR4QkJMZgsYkEEhFPJGjKSptbW/LyBSqNurW9jUgm0VKS5UoFk83K4GSWSMRJeJyldRiJQrl4eLgFBPghEE5wuAODkVJerhWJhAIBPykJ4+Xl4eqKBAIVUJ4RCISXl5eLi4u3tzcSibTEQWfz+dzi4qKaGsPE5Mjy5gWQg7W4NDMxOdzYVN/S2tjc3JSSQsvO5uh0ZWg0Ojs7m0ajRUZGZmZmVVRUiURiPl8glShFIrFKXcrJzsrh5kJpJxp1lUFfKCzyDwxYD8B/waGjE9zBBe6IcLBF2G5wc7RBe7oRwwLo6GBGiE9BQoQgImC4hH+oUb9dJ21jEiQBrkZs2D5F7nmD8NXuyg8mmj6ZavlowvzheNPHk83fLPf/eXDhX0c2/W3v9J97Z/62a/Lbpd5Pp9pfH2q73N1wqrFiV0XJpCitk4NrZsc3pyeOFadvrpRc3jR6dnFMm59DxcaQyLhYTEwyg5yAjfHx93B0tnWA2zq7ODohHGztNzjAoSIhRyc4GCjtytHB3tHCsX/V+QIpGOz0WmnMAq4Q31pRdn3k1bq3rWPg/6IAO0D4+28ADNUCQbqxPRwOByAHh0N5JHb2lsJci/PZyrrWBWBnBNIZgQRZ0GA3GBierdlX1t6j/xmA1wc7AQZGoVBPATD0P3RbWxcUEgZFGzrAYHCEvacLDOEO28iLjHtzdfPap+9+snN6r1Hewk/WcYg8WryrDczVDuZis8HFZqOLrR1UHO3gDHdAONpD8u+6sYjA/6MCDD5Y8CcN/m/H6oK2MjBARBQKBaq5wXrq/5cdYI91xwLFnlbZ1t3d3cvLC+C0ddPV398/ICDg3+XfEMsJtpwgywkICPDx8fHw8AAADIR3K98+dQEA+Klv59+51/qKm5sbAgEtRAAp2xLF5efm5sZms2UyGZvNBqovmUymUqk0Gi05OZlKpSYnJwP5NzU1lcPh8PL4YqlEo9Pqqw0AgMt0WoFAgEajrQBMxBOIeAI+CZeUkBgXExuJjoj4K4EZADC4xRAcHOzr6+vl5QXWsP/KwXLzdvOJDI3wRCHsNsC6WvTff/0eAOB//e2HM8cPh/r70yhUGiWZTqcTSERaCpVMJhMIBMh8bTmJlkTo2NjYGMsBF+tDsKwA7OPj4+7uDsn13r7ePn4oV/es7FxzWyek/TaYdVXVKm1liVxVIlcVSSR8UXFOYUF2QX5OYQG3WMQvEct0FcpKvdpQozbUAPqVVxhUlTUFIrmgsERZqqusNiwsb5qam61vaqlrbDM29wMAbumcae+b6x6e6xufG5ya7x2cMdS1tXaOAG9z39Bsa+dIV9+kVQru6Hmy9wswGBQgWQG4vrG7xthhqGurrG62diBpdPXWLGi5qlKhrlJq9Ap1lUxZYXVB5/JFWblFVgXYaoHOz5MUCKT5eRJgeM7mFGRzCsDeLy+3ODM9r0AgZTNzYqPxDcYOfWVDTU1Ta1u33lAvLJYmYUn2ds7+fsE+3gEhQeFhIRGx0XFhIeG4REwKhYrHYLk5vO7u4U0ru/sHZ+tNXRMzWzZt2TcyvXl6acfspt0zS7umN0EzPr+tf3yprW+ysWO4qr5Na2hSaGslar1YVSVR6wEGixQVErW+RFlZIC4ViNRCmQ7ShxVVWkN7gbhSUFwGRUMr9Xx+cVGhWF9pKFVobGAwhDM8wN/X3Q0VHRURExPDYDBYKfQUCpVOpWWwU3nZWYV5fEmxsFSpkIslshKxtFgiEYolQqlMJFeIIQbO43PDwwIJSbERoT6vXD7/9x/vf/nRzR/vv/njZ69989GV96+feOulww/ef+Gnz199ePfaFx9d/v7L17794uYTKfjDF379+vXHj27/47v3fr7/+q8P3v75wbsP79z67t67v39z7+aL59kUfCw6MiosOigw3NsvNCgqkZiaky0rLSyvUxg7FA09kuo2nlKfUaiiZwsTyGl+6ERbpI89ytsO4Wnj4LrRDmFni3C0QyAckI42cCTcZQNsY0VFxd27d/0DA5AeKAcXZwdnKAJ6PQPbw6GtYOB8Bo9WBrYIwhBXb7RxdIQ729pC+GtnC/PycmkyGQb7WtvMNf1dLStz07XlZWg/36LMtMnmakUqoUPO395l2GRS3T65de3Hjx5dPvTVc7v2tpd2CqnbWuWfXdq19tnLf3x06Zubxx5ePfzHWxfWPnlp7e7La59c/vmN07fPLF3c2rl7QDdjLOwpSx2s5Cy0lewa0e0Zq9g5rD0+Y3xhtffW4Zkre0a2denqC6lCariAFMyKcucRQgqSY/JT4nLI0czEIBLaCx/qSQz1o0WEJEeFUNCBFHRgclSQxQvtTY8JokX5Jkf7sRKCUzEhzPhAeqwvIw5yRDPjQqyUu55+QQgWQOJ0bERGUmQmITqbHJdNjc+mxmdR4tj4yOSEEEKkPzbMmxgTiIv0qy+TvnDq4ObpwYWxnsF207ef3V7789HaPx89vPvmuUNbF0baJnsbZgbM88OtCyNtL57Z9/1n76z9+uXa376B7NC/f/34p8++v3Prqw+ufvbW5Tu3Lr5/7dyti0dvPHPo5rOHT+2aP7595vCWqUMrk0dXZ07tWjy7d/n8/pWLh7e/cHTn84e2nduzfGbX0qkdC0dWZvbMjexfHN8+2T/f0zrWXD9oMgwY9f310IyZamdbm2Y7mkcaajsqSvtrq/bOTbxy9viDt19b+/m7R3feXx7uKeGweClEXgqRnhiTSafwM9OyWHQKNgEowFn0ZDoOGxvgj/byjPL2pkRH81NSxByOJCtLzOEoc3M0fF55YQFQgMF6LVgANikV5lJNi7YMMHCXvqqnBkwFKP4dNFUPmqr76qq6q8vBAjDwP4PHsWbjRCtU/DveYhw114001Q41VPfVVbZXlprLFCDaqlNf3l1d2VtTPVBfN9xgGmlsGG1qHKiv69JXtZXrWrRl5lINQF+jQl4rlQD6LS8s0OZD2rUyN0fFz5HnciRZ6WJOGkBfUUaaMI0tYDDy6HR+8pMI6CwiORNPTCeQmVgyLYGEDY8N8wwAAOzp7Iqyd0Y6OiEsq792NrY2NjYboQOz2QiVZSiExWcOHT65/8CelS0vXXjm7MGDzx87dvXs2Zf+Enuvnz71ypnT106dfPnEcasCDKD3haNHXzx27OVTp66ePg3m5VOQSmxdBgYADLUBHzl86dBB6wAqvnTo4MWDBy4ePAAunj+wHwDwM/t3n9+788yuHad2bDuxbevx1S0AcU+sbrdu/1pDsJ6UA6+srL+wtgEf3rwZLABD9PtXo69V47WGP4OL9e2+Wycmtk1M7Jma2TU6sTowvLV/aHVgeNvgCLje0je4pW9wpXdgpXdgc0//cnffcnffYnfvYm8PcD5D2789HXPd7cDXsNjZutDRMt9hnmuHnM+WMc21NgL6nTM3zJkb5pvNc+YmKwBPmxon600TdcbxWtOIoW6gwtCrrYRhE6nWScLQCDg6AOCkRCoOQ4MmMSUpIRkTR42PJiVE4eMiExKjMJhoLCYiEYtOJEQl0WKJ9DhyajwlLZ7EicfzsIRCIrmYQhFRSMVUopRBEaeQZAyShk3TsZPLmFQtg1rBTlFQiBoWg5cYr07PFLPSiKHho60da/98/OUXD25//NF7t9//6O6dj+7euXrjlQNHjs5v3tzQ2lpdb+QXFBYUFWZmcbJyslMY9Ly8DptpGgAAIABJREFUvM7O7rIyXUFB0Ycffrx//0GhUFRZqZ+enuVy+VVVBpOpUSQSs1ipDAaLQqFFR8f6+wd6efm4urqDgGgfH7/Q0PCoqBhghKZSkzmc7MJCYUFBUWpqOh6Ph3Z9g/38A7x9/Ty9fdw9vVx9/TxDwwIjIkPjE6KTcAkYbBw2KR6HT8QmxcfERKEjw8Mj0GHocKGoOIebm0xPAXqvCwoJ6n+jY2O05br0zAzYxg2e3l7e3p4ODnZubig3NxQMBgsKCgB+ZpVKQaGQPDzcnJwcXV2RIAXa3d3V2dnZw8MDZMC6urpGRkYWFRWkp6eKREKJpKSzq3XzyuL0zHh3T3tzS0NllbZYVKDVqYuLi3i83OjoSLO5kcViUCgkvV4fHx+fkpJSWVkpEolyc3PlcqVUKq8z1hcKi/ILC0okYqGoWKFS8gV5AUGB/xGA4XC4C8IJ6eTgZLfR2QYWhEIQw4MZkWHJQT4Mf08pNqZbkLm5rORkk35/pWQwDT/MSjqq5r1YJ32tvfz1zsp3+mo+m2n/bmXw+y1DD5f7/9g/9/fd079uH/vX/oXfto19Mdn2+WzPh/OjL/a2HDGVr+iKO3LI6kRfDda3OR0zIGCMijK31ZednOifbTFmpxCi0IE0OolKIxCImPDIYISbsy3cBo50giOdbO1tIPpdd+xBya+9DRTqBbe1lB1BSc7QGgeU5bcBCLYQkULHAQrBggYcKPjKIhQ/0XWtkPy0DrwOm8EvaAVmi2gM/eJgDRiBQDg6QgEntnYO9g5woO4iXFDA/AxeAcT7FACv77i2NmCDcq//aIEGUqTruvMUALu5uXl6eiIQCBsbqM14oyUdxdXNCwb9pOTgBLONQ3nf2Lt/7e5H35w/cqa/sY1HV7MwuYTIQKQNwgaGsN2AtLd1stvosGGDg42toz3czsZ+A8z2ieq77tYA+KysH8hTF9bPfz0JQ/Z7ywEA/NQmMBDSwU4skCX/BwBenwINwMnT09PLckAYmNVQDZKlgbEZLLiuB+Cwvw4QJAETBgYGgnwmqJXHAsBWcH2Ke61P/zcAGA6HOzs7A9Ua9A+5urqSiaQyTWlmegaJQExLSyNbDhSJxWRDaYMUGoVGpaVAGJyTk1MoLCoqEam1ZYaa6jKdVqVRl+m0PB4vODgYbzkEHJ6IJ5AIRAIOj03EJMTFR0ZGWgE4KCgICN3e3t4hISG+vr5Afgf7wOA+goebp7ODo7c7Cm4PO3pw9Y/fv3r4xftr//zxq/sf7dy6HBoYkEyD3NpsNptIJpCpJAqFAlzQVhEYKMCx6876GiQQghUWFubv7w9yuX39Avz8A12QrkxWaq2pSSxXqbUVUqVGUVouVZUJhCX8oqKcwoKcwgK+qFgoV8p05aoqfZECKkAqUqrzZQq+WM4VSfMkikKZWiBSimQaTbneaG6d3bRpYHRCWV5VZ+4yNvfXmYeM5tGGtjFz13hr70TH4FTP6MzA+GJ1Q2fnwFTX4HTnwNTA+GJb12jv4ExXHyQOW0kYqMEg+dmqAFtF4BpjBwBgwL0AgME10H7BGrBYphWWqAWFMp5AbAHgAgsA56Sm5qRl8rKyBLm5hQKBJD9fmp8vzeOV5GYXZWXmg8lI43NzhJnpeYUFEgiAY3Gtrb11dc2VlfWtbd0qtQ6DJfr6BPr6BHp5+oWEhAUGBvv5BQQHhwYGBuOTCEQ8KT4WI5dpTp58bvfek6vbj0zNbO3omRifXlncsr9/dHF8dnVsZuvE3LaZZYiEh6Y2t/dONrYNGYydumqzQltboqwskZWDEUl1JbJyhaZarjYUS7SFIo1YXqHQVCs01UWSCk1Fk7rcxC+Qp2cVCgolMlmZVKLSllbUVtdFhKM3wGA+Xt4+Xt5BAYHosHAKgRgTgQ7w8Q3w8Q4PDkpKiM9gs0SFBQV8noDL42Zl52RycjNz8nL4RXnC4iJRcZGQyaCxUqgUfAKLmnTp3OHfv7/76PO3f/3q/X/+8Mlv37zz42ev/e3rt/7+zduPPr/58N71Lz+9+vVn17/9DFoGvv3q6XdfOfbl7Rf/eAi97du7r35799bDu2/+/vDu2uNfXn7uFJNMwMUnxsUkRkUnBIZF+wRHReKTqRwBjVucLS0v0hnz1TW0XGE8JT0al+Ifnujo5m+P8obBXTfC3ZxdvVEoH0cHF9sNjhb5F+GBdN8Agy0tLd24ccPV3Q3hirJHIOydoNQrSygPVAgMRGB7OBIEQVuzoMEbLC962to52TtAjY9wuMMGGMzD3YWIi+tqbzTV6qorVZ3m2s0z42XSYrSfj5TL6SqX9+lKmkVZ9Tz6jvbKq1tHPj65Ze3TV9Y+uPzqzpFhVWZzIen4RP0vb51du3/9h1unvr1y8LfXTqx9dGnt3pUfXz1xZcfAoknUWpJiLCT1a7PGqwXd6nRTEbmxhNKuZHar00cruO0S5lgl//i0+fymrmmjpCwLV0gJFzFiucTwfFosjxbHTgxhY0KZCaFxvsikQC9aZDAjNpwWGUwOD6BFBqdEB1MjAljxoTRIH/alxwawE0NYCcHM+EBWQjCIuWInQMvAqYnhYEDvEXA+gx7gNAw6CxeVTYzNoUDoC8zP9IQQYpQfJtQrPsg9Ltg9g4LZtTx1991X+1vrZ4a7us01d959de3v363964e1xz+9f+vS7HD7zHDL7k3jln3gtj3LYy9fOPLg9s0/v/ts7ecH//rxweMfPv/z4Uc/3nvzwXtX79y6+N7Vc2+8cOKNF068+/LZWxePXTu3/7nD207vXjq2bfbo6szR1ZkjW6ePrEyd3D5/ZtfSye3zJ7bNHV+d3b84vnWsZ8fUwJaR3rnulrHmekC/A0YDhJc1ld163ZCxemW49+yurW88f+HLd9747f6nP9/7ZPfspEbA5TGo2TRiJhmXBQX5kOkEDIeZwmGm0Ik4NpmYw2KwSIS4kICoAD+0l3t8oB8Tm5BHTy5gMYpT2bIsjiQzQ56dBXmJ+bzSPL42X1BRVKgXFdfJpCalokmjbi4rbdVp2yvKu/RVvbVQ329fXRXQewHoDpqqu6vLR5rqRs31oAkJLABbAXisGdoEHmqoBvvAA0YDaEiyJEVX99dXW5OfR82mkSZjf/2T7d/mslIrAAP5t1JYVF5YUF5YoCvILxPkqfN4UOpVTgZke86CHoWZkPk5j8mE2o9SIPrNptKySZQMIikTT07Dk1KJKSwinRSDRfsG+yE9IQZGeng6uyIdnZwdHB1t7ew32myEbdi4AbZxA1R9FOzlvTw1fWrfgUunzpw9ePj84aPPHzt2+fTpG8888/KZM8DtfP3s2VfOnbl68tQLR49aARhcgBqkKydPXj97Fsy1M2fAPEFiiwJszb66bHFTv2RJxrJGYYE1YBCIdWHvznN7dpzfY/FC74IY+MwOSwjW6jaIgbeuHl9dPbF1G9R+tGX1+JatBxeXwBxa2rR+rK9bLw4tQO/cNze/d34e0nVnZ3dPW0KtJqd2TE1tH59YHR9fHR0D27wrI9BC75bhkT0TEzuGhrf09q309G7p7dva17+lt29zd89KTy+Yzd09y13dy13dmzq7NnV2LXYCt3M7hLvtrfOWvt/5NvNSZyuU9txmXmxtWmhpnG9umG8xLrQ0zpkbZhqN0w31M43GBbN5sbl5rrFx2mhcammZb2qaNjZM1NaP19SNVdeO6KuHqwwwKjUjKYkOMp+TMClEPIuAZWDjadhYEiaGmBCBiwvHxoVj49FJ2Ag8LhKbEIDGBaJJodGU0KjksGh6WBQbHZ2GjhFg8YVJ2BJckhSfpCTh1BScloYvTcar6UlqJl7LJpazSZVschWTVMkgVzIoOjpVTsRrklMq0rNKiMk5Mdi6AtneqaXrFy/deu3mjRs3br726nsffnTrnXeuvvHme5999vbduzfff//6W2+/8cHtdz68/eyLl8amx8t0pdt37ugb6NeUlV568YXP7n8+PDoSGBzU1dNdKCxisJhMNiuHmxsVE410RaEjI0LCQhMwiXgigc5kZGZxcri5WTnZaRnpTDaLSCZhcUkxcbERUZGR0VGJWEwKg56Vk12q1RSXCAuFBYKCPFYqk0wlkShELA4TnxgXHRsVhg4NDA7wC/D19vVy93RzdUeBwl5HR3s2m2kwVGGxiTU1hsLCfCcnx4ICgVIpJ5EIPF6uWCwKCwsBm70IhJOrK9LDww2FcvH19WazmTU1BpVKwedzMZgEwMAuLs4IhBNwYiORiIAAP3d3VxgM5uXlkZxMzchI43JzpFKxVCpeWJgbHR0uK9MUFxfJ5CXFogJNqUKuECuUEloyKSOTbTTVkMi4traWqqqK3NxsHi9XJBIKhYUqlUKjUWm1pVVVFVlZmUJhYXm5ls/nstlsPB7v4+NjoUEHZ2cX0CAFGqegjmIne7ijraMNDGlvG+bhTgwPZUVHskIDSlOIU0rhjgr5ioy3U5F7pkp0QS96Tl9yySC53lj6Zqfh3d66d3vr7gybv57rvTfW+uPK6K/bJh8u9n410/1o08D3S4N3J7puz49cGmg9ZK5a1kvbC5lycpgEE1BOi6pjYpvTyaMSwaZqXZ9GWpxKpWIiSbgYHCaaRiUkYGKd3Z1hdjAHVxe4O2qDnS2ETH8FKEOZfQ52No5QrNVG2w22thv/MjZDkqytLXRLz8pjgMQsGAw92NjZ/sextbcDY+dgbwkXgTj2fxhbO8jtDNZ9Ae46wp032kDACaKvgFLthHCGfMT2dnBnqLsJqm+yiNgOcEcwT1mggQKMQCDX1yNZSdgiGT5ZAAbxVx5/HcC9np6ebm5urq6uIGsNBoNttIUCUuzsoHx/BxjMGQbLJiT9894n379xfbW7qTKXLWNTmHHoYJSjm/1G+AaYg81GO1vL2FhWYsAdA1t7UDlmZ/loLOgLfa4WYXydcr5uj9oOiuuGW/EeDnd2hDx7kG3PSr/OlgO4F7i4kUgkiIMCFmWLEAv1lll52FoIvN4abcHeJw+e7h5eHp6+3j4Bfv5BAYHWCQ4MAhMSFBwSFBwaHAIG5DCFhYUBY7A1IApIwcHBwQEBAaAXF4lEWnEX/J6BJgy81lZCfuriqRsW4G7F+n9ZCEs3sqenZ3h4eEJcvCg/X6/VptHp2RmZNAok+kLBB5QUcjKDSmfRGGxKCp1Eo6Yw6BmcdF4ev6hEXFZVVWtqKKuolKs1Gl05X5AXhg5PxGJARj2ZTCSRCFC6ATYxNjY6NjY2KioqPDwcAD/I/QLZV4GBgf6W+DF/y3F3d3dwcHBxcQ4O8kNBMewblErRhQvHnn/+1Pz8+OzsaG9Pe2hIAIudkpHJZrFTCERsWjoTWji2lBU/xb1AAQYW6KioKKsFOiAgIDQ0FJQA+1iOt4+fp5cPytU9PgGjLNVJFGq1tkKuLpMoS0vk6vxicV6RiF9YXCCSCOVKoVwlKJHmFhZzBEKuUMIXyfgiWZ5ElS/TCKTq3GJZBl8kEGt4xcra5q7Ruc0NHf3ldS36ho7qxm5TxwiU6tTQXWnqaOgc7hqZ6xmb7xyabugYNHePdA5Nt/VPtPVPdA5MtXSP9gzPdg/NdA1Ot/dNgL1f0AAMoNfY1GMy95rMvdYdYG1lg66qsVzfVGEwVxjM5fombWVDWYVJra1RWVKgLfKvpkikKCiQCAQlXG4Rl1eQk1OQyeGmp2WnpmVlpOdkcriZ2YJcvognEHO5xbm5Qh5PxOcJubmF2VmCzAxeZiafk8WjUtmCwpL2rv6a+qaqKqNapcvMyEWHR7u6QslwXj7e3r4+AUGBYLM6OAQdG4cNCEATKezde0+ePvvSoWPPbtt5YnHz3pn5XdPz26fndoKZXdg9u7B7Ym7HyPhKz9BCd99sZ890VXV7ablJpjJIFFVypUGprpEr9RJZhVypF0vLpVKtQlEhlWqFQmVJiUat1otlWqVGX6qrFYo1mTmFgiI5iL+WyMvKtFVGk5mbK3BDuSMRLr7ePiEBgWFBgUwaOZPFkpcIFeLiAl6OWi6RlQhlJcK83Jz0NHZ6GjuLk5GdlZnFycjK5GSw0tl0hlQo0qrk+lKVpJB38sD2P3548MXHr/3+8KO13+7/84dPfvnqrV++euOP79/5588f/vr9O199+sp3n736xw/vP/r85jvXj79//QTU/fvgjV++fOfHB+/88eNnv3736T9+++bVl58l4+LjYuKjohMCgiNdvQJcfULC4gi4lAxKBp/NF1Ez87C0tEgMJTAS4xUYgfIIdHLxdHD2dER4OSO9EC7uCGdXZzjCxRHK2nG0tXOBO4WGBD148GB8fBzuhIDZ2No6Om+0cbS1c3JwdIE7oZwRbs4INydnV6g32NULifJEuLiDF50RbnAnlIOjC2yDnZMT5BzZAIM5wR1sYDAXJ7t2c31fZ3NthcpcU95mrBzqaFAKudFBnlXi/LG6crOIa8rP6BDntosyRkoF5yZb75xe/f21M7/ePDlbJeiXpfYp0g8NVX97/ejf33vmm5d23nt26d4zy99c3fvSzr7B8pyGomR9Lq42j9JfxqvnU2pyCN2yzDYho6Uwpb2Y2S1J61VktpewRnSCF3eMf/XKmZMLfWJGgjA5XkCN4xKiM3FRqYkR9LhQUkQgPgRaAAYR0NSIAFokpAAnRwWlRAezE9AW1g23Ei8QeOkxIYzYUGZcGCs+3MrAkA4cH5yWEJKBCeMkobNwETmEqFx8VA4hKjUxPJscl46LTI4LokQF4sN8MKE+pOjgTCqWFB9+973Xzh3fPznUNTXcPdLbum/7pl9+uL/2z+/X/vHD2j++f+/WS9PDbaPdTbuWJ+aHOse7G7bPjrxx6cxP9z74+1d3Hj+8v/brw7Wfv1z7+Ys/v/7owTtXQbrVWy+cfu/K+fdfvvDelfPvXD5767njV0/vv3Rkx7MHtl7Yt3J8df7cnhWw9Htuz8oz+1ePbVlYHetf6u8YNdf31lb21+stiKgfNNVOtjXumBw+vDx7ctvy1TNH779169fP731y8+aOmRllXl5RZgaXQc+iUdOIOBYOk0kh8tOgdV8OPTmVSkjGJSQTEllUPAkTExXkHebrEeKJTAjxy6YRFdwsNT9Hw8vRCnhSTpYylyvlZMmzc6qKRdViSaWwCORgGRVQ929reWlHla7LUGGxKxuGTTUjjTWjTbWjTbVj5jpwMdJY01OtGzTqx5vrp9oaJlqM48314831k60mcAEex8x11hluqB5tqp1oNk21Nk61Nk40m0Yb60YaanurK7r1uo4KbatWY9YoG5Qyo1Jar4B+V9CIhBXFRbqiInVenjw3V5KVpRII5HlcaW5ucRanMC2Nz2JyU+g5KSn57NRsGj0NT2IlEdLwpDQCmYUhJscnMfDUVAorg8aiJZFiQiJ8UZ7QvoGDkwNsg4cLytayGwYePZFIexisXCo9d+DAS2fOHF5dvXj8+IunTp3du++VC8+8dOr0tXPnr507f/nkqRdPnLx69uy102dfOnHixvnz109DMPzyiZMvnzh59eSpK8dPvHTs+I2z58DrV0+eun76zLVTp68cP/HCYWh52Eq/wPb8zN49F/bsBv5ngL7P7ttrTYQ+uboVmq1bTmzdsv7xxJaV41tWjm1ePrxp6dDC0oGF+f2z8/tm5o4sLUNP5xYOzC0cml04ODO/f2p278T0ganZA1OzB6fnDk7PPbmemNk3Mb1vYnLv5OTe8Ynd4+O7R8d2jY3tGhndOTq6Y2h4dXBwtX9g68DAtoHBbUND0HVf/5bOztXOrh09vTt7+3b09K52dm1ubVsyN6+0tf+HaW9daW9dbjUvNTctNJnmG00LTaal5sZNLdDThSbTYoNxqdG01GhaNjdubm5abjUvmBvnGk0zpvoZU/1cg3GuwThVVzNmqJox1s0Y6+aNpgVTw4KpYbaufrxKP6wrh5EIbByWnhhPxcZDYi8em4yLpyRGE4ixFHwMISkiCROekBiWiA1PSEInEsITsN6BZL8gRnBEGjomOyY+LyFRmJQkIeAlOKwMj1ETErWkxHIKtoqGNaTgDHR8JTOpnJVUwcZVsXAGFtHAIuqZJD2TZGDSyijEUjKljMZQkhglWKqCklaenS/KytWq5DKoFoifV1jEEeThGIxoEhnPTk1ITokmENCJCeiE+KiEuOiEmKj46Nj4OLlSwWAxSRRyW0d7V083nkjg8nnLK5urDHqxVNI30D8wNAjKh0q1ZUJRMS+Pz05LJZCIsfFxkdFRgHjjEuKT8Dg6k8Hl86RymaGmuqevd3Z+bmFpvm+gt6auuqi4MAmP9Qvwdfd0Q7khPbzcXd1RLigEGKSriwsKARlULTSLQDhRKKSaGgONRiktVWs0Kg8PNxKJoNOVgbak8nJtbGw0CI4GLUcg89nVFUkg4GQyiVZbKhIJk5OpQUEBLi7OSCQCZG65uiJBJpaTkyMMBnN2hiclYfLyeKmprJoag1Qq1unKSkvVarUSQKywOF+pkuoN5Z1drVqdWlicX1unlyvETWbj3PyUTF5SUMiXykSaUkVdvcHcbNIbytUaeXp6ak5OllQq5nJzQGBseHg4EgltnIKWKUh8ckJZgMTeEW4Ld4SijVwcHPxQyMSgYEZMNC3Q18jLONxuPNtZv08rPFwqOF9VdLqM91K97HKd9KpJfau9/K2u6rd7DLcHTJ9Otnw8Yr4/2/HFbPfnk61fznT/uGX4h80jn831vjXZ81xv04HG8oUqcUsRW5EcJcKFqEiR5eS49hz2uKSwr1igY1NzsVFsbGQqJTGZkJhMwRNJSaHRoQ7uCJjdBpijg5OrKwSBcARkyoWgEwDwRhvHjfaQE/l/JWMBZ7KVfoFL+S8d+P8nAEMW6/8Wg+3sHf+vAvBTzcDrxOGnAdi6+OppOU8BsAPcHrYBBneE0h2cNsAQMBgxzP/szuUtwz1TbQ11chE9LgppYWMXOxtn6A7BE+R96i82FkO11Qpuva3wXzTzdQAMXrd+F/8DAAMnMIB2FxcXEAoFZFuAZIDKrGVIXpZEKwBL4PqvmwDQX708PL09vfx8fCEZ0T8AAHCgf8B6+l0PwEFBQSEhIYDB1m/GAgAGfAjcuZadWJf1u76AdQHiPsW9Tz19CoPBN4tAIJycnFxcXLy8vEJDQ6Ojo+PjYngZab2tzbmpaTQSkUak0unMtFQOlc4i05gUOpvKYJPpdHJyCs0CwDl8XrFEKlOXVRiqK6tryioqAQDHxsdhcUlEMokKWZKfAHASLiEuPmo9AIPl24CAAD8/vyDLAdcAgD08PJycHFGuzkgU3BkB/SkikZP6B7pmZsdHxwbmF6bGxgcTMTF0BiWFTmYwqTh8AoVKAACMwWCsEdDxlhNnOcACHRkZCQgc/AbCwqBmJqA/Q3lgPn5e3r4uSNeo6FiJQl0iU6rKysVylUimEis0RWJZfrFYICwpLJEK5apihbpAIucXi7MLRACAuUIJr0SRJ1HxShTZRZKMPLFAUsYv0dS29I3OrzZ0DpfXt1U1dBrbB5t7xxu7RqoaOrW1LdXmnpa+ia6RuY6h6YbOoebesa6R2Y7BqfaByc6h6ZbeMSjwuX+yvW+irRfqPQKrv02tA+a2QZB9VWvqrDF2VNe362tbKwzmyupmMBUGs66qEdBvabkRot9Sg0JdZUmBhgC4sFCany/m8gq4vILcHEEWh5eelpWWyslIz87kcKFC4LwSfr4kly/KySmCJjufk8nPSOemp+Vmcrg5uQIaPbVAKGnp7KmqqS8tqxQVy1KSWUFBIUgkZBTx9Pbw8vFEIF0ioiL9g8NC0TEod78kAn1hefeW7Ye3bj+2vOXQ3OKeqdkd41Or41OrkzPbJ2e2j01uBTM6sWVodLlvcKGrd6a9a7Kqur2svEmhqpbKq2QKvVxpkMkqxGKtXF4pFmul4jKFrFwqLgPh1VKJRixRyhWlqtIqsayUKxALiuQSRaVUWVXX0KHS6g2GBrVGRyJQ3V09OGnpna0tNCIOlxBjNta2NNRrVfKWhvqKMnWlViMVFeXzcjiZqdlZ6TxuFjeXk2VhYH42j0mlJxPJ4sJCSX5BMT/XWFn241d3H//yze/f3/3h/jvff/767w/fffzTh79989aXn1xZ+/XuD1+9+cMXr//+7Xs/Pbj14MPLP9y7sfbrnUefv/bbw/d//eb2vQ9v/PLt3bW1X545e4hFJ8XExIVHxvkGhKM8/d18Q0OjobojAj0zkcyKTqKFRGF8gqM8/UJQnv5IlKeTs6ujsycU1Iz0RqKg6iMkAuWKcHFzQbq5IGxgsJxszrfffpOXl+8fEOSEdHNwRsKdUI5wpIOjCxhHOPQKAGAXpAfgYfDoCEfaOzg7OSFAtKELwsnRdoMNDKZTy0f6u4e6W/Ua6XBnY1t9RU+DnhAVFObp3KyTzTbp+8vEHdK8DnFuqzBtpFRwdKD+xo6x768cXnvv4nPzrVPlvE4xc7lB8uLWvosrXdd3dr5xcOCNw8MfX1j+8MLmVw5OHploMIvZpkJGS0lGuyijX8ltL2TXZCR1FDDb8xltBYz2ktQWIbOtJH2mTr6zr37cINdkUkpSsPnUBC4hNiMpOjUxihGHpsWEkSODLAvAUAQ04F7At4zYUEZsKD0mxPr0L+JFp2EiUxMjWPHhloE2fgEYZ2LDOUnobHxkDiGKS4gGk0uMBhJxWlJEBj6KkRBORPvh0P7k2FBiXFiTofTxr98/c+rQ7NjA5EhfW1PdztWFHx99/vgfj/747Zu1tV/W/nz07usvHd29ebK/daa/baLbPNZqXBzouHho98Pbb/7r4f0/v7yz9ts3a7989Y9v7nz74a07r77w7kvnXn3m6Mun9r1z+ew7l8++/eKZNy+deu3ZY9fOHLh8fPelIztuXjh267mT184curBv69Ets3vmRuZ7WntrIVNxl0HXU1Mx3Fg72WZe6O1cHRvaNz95eGX+5jMnf7h7+/7br77Z+Z97AAAgAElEQVR28dlt0xPSXG5hWnpxVhaPycyk0bJSUnKYdE4KLYNG4qRQshkpaRQSnYBhkpIY5CRKUlxiVHBksHe4n3uQOyI20JNDSdLkZZcX8SsEXK2AJ+dkq3l58uwcZS5XLyqpFkuqioW1UsmTHWAo81nbZajoqanqq6uCRGmjfshkGG6oHmmESNg6g0b9SGMNgN7JVtNEi3GixTjZappubwQz1dYw1dYw2WoCXwVfmulomu00T7c3jjfXDzdUD9RX9Rsqeqt07eUas0ZuUkjrpCXVkuJqSbEBZF8VF2kL8zUCgYrPV/J4Mi5XmZcn4/PEuTnFWZyC9HQ+i5VLhwA4J5mRRU1JJ1LYOCIT+2RSsAQWkc4iMVjklBQ8BR+LiQwM83P1cIcjkHaO7nAEwsbWwZL5bA+DzM+xIcFbJievnD7z4omTx7fveO7wkXP79h/fvuPK6TNXTp+5fv7C9fMXrpw+A2D46tlzl0+eAqBrpV9AwleOn7BSMQBg8PSlY8dB5jNIwLp48ICVe5/bv299CBZIgT69fduJLSsnLegLHk9YoPfo8qbjK5uPbV4+urzpyKalw0uLhxYXDi0uHFyYPzy3CKB3v4V490/O7B2f2j06sWd43Dp7h8b3DI7tHhjdPTC6a3AYzM6BoR39g9v7Brb3DWzr7d/W27+1u3els3uls3tLV8+Wrp6Vzu7N7e2bW9u2tLaAWWlp3txsXjY3bWpq3Nxs/o+zpcW80ty03NSwqdG01GDc1Gja1GhabmpYajAumuoXTfULxjrrzBvr5hqM08a66fraGcv1fKNp3lg/W1c7XlU5VlkxXlExUVk5pddPGwyTVVUTlZWwpEQqGHwCFRdLxkbjMRHYRDSGGEUgRCURI7AEdCIJjaVGYJOjcPRoTGpELCcmjhuflJ+IK0zCFeNwUiJBQSKoKYQyKl5HxVcl46tTiLV0Qj2TVMci1KSSq9PIhlSShX7xNSx8DZNYy6KUU3AVySQdjaomU8qSmTpmuoyQwolO7K6rP3XowNuv37r93vtffvXNr3/++fDX3z588OD+Tz/fe/TDu/fuPXPlpfmtW2obTYUlRRk5mdW1NYeOHB4eHcngZA4MDe4/eKC5taW2vm7fgf1DI8OaslJTY0NTszmDk5mExyXTU6JjY+ITEwgkIoPFzM6FTIBSuUypVukqyhUqZX5hAchwJlHImVkcsVSir64CIjCDRQ8JC3ZCQD+Ko9yQjlA6ErQZ6ujkgEA6I11dUG5IlBsS1PaiUC7R0ZE1NQYOJ4PP51ZX6yMj0e7urqWlaiaTjsUm1tXV0GgUNzeUp6c7AGB3d1c43MHJyTEyEp2Zma7Vlmo0KrAJ7OHhZm8P2XQBXUOJS/a2np7uAQF+gYH+NBqlqqpCIinp6GirqqogkQgFBYKSkuLc3Gy1WtnYVN/Wbh6fGN65a3V+YVpvKNeVazq7WnXlmr37dtbW6YXF+VKZSG8ob2s3A+O0Si3Lzc1ms5nZ2dBPCUwmUyAQREdHo1Aoe3tHJycE0OLgji52dg6WzVVbRwc7F7gj0tHR3dEh0ss7JSqSFR5cgo9bKpffmO27NthwvKLgtC7vmll1o117pUn5okl+tVl9q6Pi7T7D+4P1H483fjrVemfS/MGw6f2B2k/Gmj6fabs31frecMPNvoYLrfrdtcrpUoE5n6FmxJUQ0FJ8lAwbUcuiNHGY1SxaKYMoZRIy8RGJIZ4sIoZKwBLwmJjEaM8g3w0IR5ijAxyFggqBnFzA5gYU3AVlM9nYwm0gQdVy1ltt4X+V9P5fBWBr4LMj3BkUHUEp+usUYMsiMALu7GTnYG9VgK0i8BOJ2BKCtT4BC4jA1mQs61YwyIIGquNT7T7u7u5WURH642gJbYLD4Rs2bLBzgPbEHOyhPWB7GAwOg3nbwUTp9E69dqipVlckiPHzdoLBEBs3OG6E3vN/FoCtIvD/KwBb9VWwBuzj4wMwDICut+UAkRdwvtUCDeKvgB4OBUp5evl6+/j7+gH6DfQPCPQPCPDzDw4MAtrvevoNDQ4BCVghISHACg10UUC/Vj4EbGal1qfczkAWfop4rU+f+iogYRQKZX0DEL19fX3Dw8Pj42I4TPqBHdtKJVIKAZ/BSmexUlPZmUlECiWFSaGzKHSWFYDTM9OyuLkiqUwokWt05dX1RkNdvbaySlCQjyPgCSQiZJamUSgUEolEIJOJeAImERMbFxcXHR0dHh4eEhJi/QYBAAO5G9jO/f39LVEFzihX56BgPzv7DS5I+MzsxKuvXe/p7VhYnFlcmp2YHKHSiFQakUTG0RlUPAGDTYrH45NwlgYmrCUHC4PBYC0nMTERILGlly4yLCwMuM3B3YfAwEBgXoBKqnz8vH38XJCu4ehIoVgmkipUZeXFErlQopCqykQyZZFYViCSFIllxQqVSKkWylUFEjmvWJpXIueLZFyhhCuSAwDmFJRkFcgKZDp+iaamuXdoZsXYPlhe31Zt7mntn+wcnm0bmKo292gMTdraFmP7YOfwbFP3SLW529Qx2No/0dwz2tQ13NwzamofMHcON3eNtHSPQiXAf1X+Nrb0N7UOmMy9YO/XUNdmnfWbwGUVptJyY2m5UaOrV2j0CksJsBWAi4pkBQWSvwA4L4vDzUjPTocU4CcAzBWI8wqk3LySnJwCDicvPS2XzeDQaeyUZHZqWlZWNj+ZmVpQLG5q6ywtr5JIVdlZ/Pg4rKenNwIB3Szz8HL38HIPCAp0QSEDQsIdnFAEMmN8atPc0s7VnUcnpreBAbgLAHhmftfgyKb+ocW+wYX+ocWB4aW+wYWO7qmW9rGqGksPsLpGptBL5VUSWWVJSZlQqJZIdMXFmpJitVyqE4s0ebwSHreosEAiKpGXiBVShVam1AnFmnyhQiTVqcpqq2rMIplGqSyv0tcWF4md4Yis9Izezo5mU62kkCfI5RjKSxvrDPWGCmONvkwlLynKF3Czc7I5PG6OII/H4+ZkZWVxMjKz0jgcdgaLTKMTiCl4Ap2II8ZHvfzcqbW/ff/nT5//9OC9r+/c+PbTGz9/+frfvn3n9+/e+eqTa/c/vvbtvZu/PXz3z0cf/P7w3b99+94/f/zo799+8OcPH6/9dv/LT99Y+9vDtcc/TY11JyZGRkXFBIdFefuFunoFeAagQ6Ox0Um0WHwKOoEUEoPzD4v1Dor09Atx8w50c/dBojwdnT2dkV6urr5u7t7url5uKHcPlKunKwrl7ORkb3fh/Nm///13NDrS08sH4ephB0e4unm7ID0c4UhbOycbW7idvbMjHOnk7GqlX7gTCoyDo4udvRMK5WZjY7MBBnN3Q9nAYNHo0AO7t0+ODGyaGRtob5wd7uowVdWoS0gxIWgvp7KCzClTeaciv13KHSot7BRzmgT0FaPi9b3T7x6a+/zCjpu7RucNhb2yjAFl1nxdyaKxZHeH7PRk5aUV851nV/744Jm1Bzd+fPP82cWuRiFLzY6vzSFP60v6pdlmPm1cze8Vp7UWMZuLGM2FLHMRq6GQVZfPrM1jGQSpilSSkJ7EJcSmYSKZcWh6bHhybDgtJjQ5KgSovusBmBkXBsYi86LZCejUxIg0TGQ6NiqLEJOJiwKLvsDzzMFHQ1ZnQkwOISaXGA0mhwDJv9n4yHRsRHJUADMhNJMQnRIXSo4MSE5AM3Ex8WG+z57Yv/b49zNH9y5ODS3PjjbUlW+aH3n/7Wv/+sd3a48fQY9rP/3z96+//OTNS2cOLIx0jHc3jLXWTXU2LPa3HliaePvFc//45tN/fHNn7dHna798Bc2jz3+489a7L527eHj75eO7Lx/f/dKJPdfPHnz1maO3njt+88KRa2cOvPXC2ZsXjl3Yt3X7ZP9sd9NMV+N0R9OouW6pv3PTQNdSf+fyYPe++ekXjhy4/fKLX7z16qevX7976+ql4wd2zU+o8vlMbIKEy2VgsQVpmVnUFDaRmEmj8VJZ/DR2FpOWnkzispkMfBIlMZ5JxNNJWEx0WESQT2Swb5ivW6Cbc0yAB4eSVJafWy0pMhQJdPl8ZU52mSBfzeNr+HmGEnGNRFotLmlQKevk4kaNoq2iDNrRra202JUhaRqg75i5bry5HiAuYNrx5nogCI+Z68DrQAdeT7/rARig73x3y1xX80xH05i5btCo76ut6NRp2stUZo28QSkxyi2jlJpUslqpxFAi0hUVqPN4Sh406rw8SP7l8STc3JKc7KLMjHxIAX4CwGkEcjqRkk6ksXFkeiI+JQEHYTCezCYxGIQUOoHKINIYRBoxPikyMAQwsPNGO5S9g70l9tneogFUqZTPHzt26djx8/sPXDhw8IXjJy4cOHh+/4FXLjxz9ey5Vy48Ay5ePnMWqMFXTp955czZa6dOWwH42qnT106dtmLwleMnrAAM3nbp0MH1DAxEYBB5BQD43K6dYE5v33ZydeuxzcsnN28+tbJyamXl5ObNxzdtOrKwcHh+/sjCApjD8/OH5+cPzc2BsRLv7tGJJzM0tnNgZEfv0PaewSfTPbDdMqtd/as9fas9fVu7e7d29z6h3I6uzR1dEO52dG1q61hqbd/U1rGprWOxpW3BbF4yNy+aGxeaGuYbTXMNRouo2wBeWWhq+PcBAi94XGwwWsf6+mKDcd5YN1tXM1NbPV1jWGhqmG0wAr33ya9vMs4b65caG+bq66YNhonKyonKyvGKilGdbkSrhSVEJmKisUmxOFx0EhadiAmLx4bHQ9AbgaGgMbSIRHp0EjuWkBlPzsZQuEmUQjxFRCRJSBQJiSIlECUEvBSfpCAmlaeQKlNIBjqxhkGoYxAbWMRGNsnEJjVkJNdn0GrTKLUsUg0LX8ci1LOJxlSKjphYy6LVsFO0VIqKRC5LoWuo9CICuaygoL+1ZXZ0uKOlubW1dXnr6rNXXrr57ntvfnznrTt33r579/UPbr947eXte3e3dLbKNQqFStnc2qIt1xFIRCabpVAp0zMz8EQCmUoBP8n9P7S9BXRbV77/6zgxyZIty8zMJGY2s2zJQsuSbUm2ZJBssWVmZozDDTfYYJM0nbZJiilOmbmdttNOZ6adO3Nn/NbRbnT92pm73vu/9c7a62RLVhJBnORzvvBDYzEiiVgslVTyqvi1AnWzplnb0qLTqjRqmbyuvLKCwWLiiYT4xISIqMjAYOhSt48vLCQslEgmOfu3eBKZWCQRFpUUZudmoYICvGFeSJS/f4AfUH39kIiAQCQqKAAVFBAQiITDYQEBkNgTHBzY0qIRCGqIRLxa3USlkt3c3MrLS3m8SjQ6p6mpoaqqIjw8FDQ8BwWhQkKC/P0RcDgsOjqSQMDxeJVSqVgiEXG57Li4GB8fL0/PPXA4LDw8NCoqIjY2GotFFxTksViMsrISk6lrfHy0u9tmt1uTkxNra/nV1VVqdZPdbl1emd+3f+OhowePnzhy4uRDwyP9TSrFwGCPsqFuanpseKRfIq2VyoTtHdqh4b6BwZ6+/m5Nc6NUKqbRKFQquby8lMPhVFZWpqen+/n5ubvveVAH5eXpAdu1azcMBoNmOHnu8UP4Iny8fXfvivJDEONjCtISGGH+rbTci3bdM+Pma3rJdR3/GUfDi0Mtdx3K213S213ie92NL4/o3poxvb9g+Wrv8Beb/R8v93w4b/lowf7xou3Deagi64Vhw22H7nirZFZeYq2kNudjZNRMES5VmJOiwGcrcdkKfLY2j9pRyRExcvAJQdlxYfjsVBoZh8HlRMRFeSBhu+E+vlBjkB8EwL/0Snl5e3t6wPbs8YH8xoByIXnXWVUFBGGXCOzSKsEDXFbn/7T5Hwu0UwF2tTr/agNiva6JviDZu8fD67cADIP7enp77QRg194b5rMTfXfuXV5oBAIq4/XzQz5Y/6MAu/y0YBPkPAAMI5FIHx8fN/dduzzd3dwhC/SuBwAMc3ND7XajZ6eR05Mi4D7ebm6BPt5BvnBP912e/wl/na5yKOD8oAzM9a7+7wow6N9+YH7+xQINsq++Dw6gACMQv4irAAhBeVV4ePhO9AUADM4uAAav1/VWQAVKO+RfQL+R4RG/pd/42Lj42DjQhgUwLO7BEes8QGwYiKIhISFgapGLfn+12Qm0O/euh/2WhIOCgoC2DIPB/Pz84uPjSUR8AYP2+LXLhhYNNie7KA8qtGez8sl01q8AmMpkcPLY+cVFfJG4Vipv1DTrOvSteoO2vUMoFgH6pTHodDqVTCaSSAQIg4kYDDY7MzPTBcDgBQKBHbwPoPcLBJJDQkJAW35QMNJtlxvM13Pv1tonn37Q22dfWJxZ31juH3AQSVgSGUem4FlsGtFp3CASoSJoAoGAdx64Bwfg4czMzLS0tKSkpLi4OPC7gwsQkZGRLgAOCg4NDArx8w+Ii0+srhXXSurqG9V8kZQvrqtrUIvlSqGsXiCpq5XKa+UKkaJBWN9QK1fWyJT8ugaepL5SBNFvdV1jpURRzJeU1Sr48uayWkVzp2NgaqXNMqAxdOvtw47R+YGplYGpFXP/pMbQ3dBq7rAN9Y4vdtgGmzu7O2yDFif3GuxDXY6RDutAp23I2A1hMDQE+AEA7wz9tnf26I19neaBTvMAqMLSddg1OrPT9qwHRdCNms46pRZav8wBbhCI6vl8WU2NFABwWWlVcVF5QX5Jfl7xTgDm8evKq8QQABdUcJhFNDIHhyZhc4lkEoPDLSLRmFV8YZe1W96gquGLaVR2THQCAh7g6wsNHUCioH/XIqIi4Qh/N3cPKoPbNzgxM78xt7R/YmZ9am4vEH4nZ7bGpzbHpzanZvfNLhwcGV8bHFnuG1zoH1ocGl0ZGF6y90wbLaMtbTZVi0nR0CGT6ySyFqFYLRAoq6vlAoGSx6sT1MhlEpVE1AgllkuqK8oFNXwxXyARiOpl9WqZooUnkPNFjaoWo97Y02qwNDW1qtTaVm1HeGgEl8niV1WO9tmGe0xMKoZBxtZL+I1ySbtOLRMJhDVVVWXFxUUFZaXF5aVlJUXFBQUFBXn5VSUVJAyOQ6Yx8AQOhRQdjKLjcl546sYfPnrjk7ef++DVJz958+4Pn7789z++9V/fvfmnL17e/tun//rp43/88N5f//D77z+9//nbT735/JXnbp987d6lK6c3jmxOLM/0HDu4fO70wU59E5GATklJi45LDgmPCwqPDYtNjU9DJ2YRErMISdnEpGxiYgY2LjU3JjE9LDoxOCQyABUKQ4QgkKEoVERgUFhwYFhgACoYQuEA7z2705ISv/v2D48+ei0sLGL3Hk8fBHKXhzfAZh+Yv4en704AhiNQkJ7s4+danl7wPR4+7u573NzcggIDPJ2plmOHDzx394mHjx6wtGsGLO0j3Z0Lw92FFDQ2KTw5FO5okX7x3K1Hlob75OUOadE+q+rSvP3uvrHXz6y9/vDy79b6HlvtWdTyZpt5/ZL8XkneYjt/y8Q/7BA9umr84YUz2188s/3Zs9tf3P/pjcefO7262CFtK8IPyUvHlGWOGuaINL9XwLTzmUYe1VTNsArz7OKiLj5HV8HQVrAUBeRaBqYEm8HMiKemxFJSYilp8dTUXwAYzAGmpkS7HM4uyZeTnZSXm5KXm5KPTnWu5Hz0L6sAA/FwCSGjlJgJABhAbzE2uRCdWJCbwM2Nz8tNoqVH09KjSakROdGBhNQoLiGLjcsooGE/eeul7f/68dq5E2vz40e2lnvthtnJvuuXT/78l8+3t//095+/+vlPn/7rp6+3//H9j1+99/qzj53cOz9uaZu0dSwPWjfGes7sXXjm6pkP7z/x9ZvP//TZWwCD//sPH3zx+2de/d3lN+5cf+XxSy/cOPf8o2dfvHXh/s3zz1w9/dTFY0sDlo2xnr0TfeujjtVh++Z47+ZY/9pwz/6pkTObyzdPHrlz8eHnr19+6db1OxfPXj68tTkx2Cbji4o5BURMTR67mEzOjY+3t7bW5BWWUBlsPJ5LJJYw6eUcVjGLWkAnlTDpDCwan5GGz0jDZCSlxUfGRwTFRwRFBcJjAhE58eHFFGxjVYlOVN0m4GkF1Q3lZZoavopXreJVt0ukelmdXia1NjV21kstTYpenWZI3wrquMAZOJ9nbJ1z3cZ5h2mhx+xaM7ZO4I4GX52xdQJOBv5noAm7zvMO02KvZanPuthrmes2Tpo7RgzagTZ1f3NTr7rB2ig3KaRdcudSyIzKunaJWCesVdXwfgXAkpISUUmxoLCgOo9byWaXMRjFVGoRhcJC45yLwMzFM3JwjBwcBMAYMhNHo2EoVAyRgaewSXQ6joxJy0yNiQ/y9fNy2+XjtsvLzc0bEgZ2kXKzD66u3L5w4dJDR68cO/7ExUeAFPzkI5fuXrl67+o1oADfvXLVte5cvuJSeu9cuHjvkUtPX7oMDM8uJL578ZGdVAws0Dtd0EAHBlLwtYeOAPq94hwCDHmeNzbOr6+fW1sD3Ht6aenU4uLJhYUT8/Mn5uePz81BBubZ2aMzTg/z9PSRielDY5MHRsbB2j88tn9gZKtv6ED/CIS7fcP7eof29Qzu6xnc3zu0v3doy6nxAtzdcPQC1l2zOwD9QtBrtYMzNH/IaF4ymYAzebHLsOh0KQMGBnf+9rzS1bnSZXBx70qXYaXLsNyp37SaXWvDYlozda1Av6B+o9u2ZrO4ABti4E7Dcqdhy25bN5uW9b8w8KRaPdrQMKxQuGXEpmYnZKATM3Li03LjUjFxaZSULFYGhpmay0lF56ejSzJxlbmkaiy1Fs+QEOn8XIwQi5XhCfVkkoJEaKQQNDSClk5spRPb6YQOOq6Tge1i4kxMrJmFM7Fx5gKaMZ/eySUb2MROFr6ThYeomEPsgvCYZGCRdVRiAx4jy82RYnLFRDyPRrXptCf27X3k9MnNjbWevt56laqIV1VWK+SUlZO5eRQuJ6+kqLi8rKAon8GiZ2RlcvPzFA3KeqWCxqCPjI2OTYzLFfVDI8Nnz5/r7e9rUquWV1fWNzcMXZ0iiRhPJKCxmPTMjLiE+LCIcFRQoB/SH+6HQKIC/JD+/gFI/wCkc74M5Phicdi8mqqGJmWTurFWJGCw6OGRYbs93H18vQHuIlH+SJR/QCASIDHCH45E+gUE+CORkBSsUMiVyvrMzPTq6qqyshJvb8/MzHSFQs5mM8vKShoaFElJCWC0UkhIUFhYCAoF8XNgYEB8fCyDQausLK+rk9bU8EgkQmJifGJifHZ2JoVCKioqKCkp4vEqlcr6ujqpWCzUaptXVpbMZqPFYiKTiXl5HJWqcWRkaGxsZG5+6shDBw4f2b+6tnjs+OH9Bza7jB2tbc1Wm7FJpVhZXWhuaZLXSwydbSurC/ML0xOTIxZrV0uLhkwmotE5AkFNTU1NdXV1ZmZmQEAAUIB/yZ36+Hl4eMHgvrs9oAytHxwB9/bydnML9vLMCg9mxEUUJ0ZoiBkj5bQD8pJretETJunl5rIXhtRP9dQ/ZhTfMPB/Z5HdH9a8PW/6aNX2/qL1s82eL7cGP16xvTNrfG/e+NGy/dO1nvcX7S+Od17oks1J8y1lZF0hUUrNLs9M4KMzJPgcKS5LhstUMXEmHtsqztfX5icHwTPjotg0QmlZQS4x1zsA7ubtERAa7Av3Q/j6+YNBuj7eUPcVzMMDtgcowC6lF9Dv/6IA/yfudd3//xCAQbGzDwzu6Yz8gufl4entAmAfyK3mfNYIOEgFu7h352Yn9O7cA+79Df1C4V4QOgUicIAz8Qv2vwJgGAy2a7e7u6cHpAD7eO/evWuPGzTvCub8Gx/m5gZzXvX0dHODe3rudoPGaSCRyF85n103/88s0ACP/+8YDPVgPYBf6EcAwAAUQbYWTHIKCQkBtmcgArvSvwCJXQAMFGDgA4cKtB4AsCv9Cxj4V9FfQL/xsRCGuUTgB/wL/RgbC4nDkQ+O8PBwQGguoP3VZif07tzvfNhOBgYfYpCzuAua/RMUlJiYSCTgZHzey8/cnR4eZNGolaVlRCKRwWCx8pwMTGcRaUwinU6i0alMBpvL4hTkV1TXSBWNza1taq1OrdXpjaZ6pQJHwNMYdCabxWIxwIUwqEOagsfhc7Ozs9PS0hISEoAAC8LV4eHhwHPuAuCwsDBn8hnq9tvl7hYSivL0co+MCl1anpudmxwdG9y7tdbeocVgs6k0Yl4+K7+ATWeQmSwqzXlQqVQKhUImk0kkEkBiMBUpIyMDBIDB2wvS3eB9DgkJgeTfkJDAoBB/JArhh4yLT+QJRDyBSCJXVvGFvFqJWN4glitFkB26Hlr1SpGiQaRohJYSmvorkDfy6xpqlRpxk1agUJeL5BWiBkF9Swlf3tBqtg3NaAzdQOy1D8/2TSyNzm8OTq92OkbVenu7dbBvYklvH9Iaewzdw9bBqS7HSGf3sKl3rMsxYrAOdtmHXQC8c/YvSP8arUNm+4jJNtzlHIakbbc1t1oA/SqaOpQqfVNzl1pr2qkAi2WNtWKFQFDH58sAAJeX8UqKKwoLSiH6zYcywEWl1eU8CY8vLa8SFhfz8vPKmDQuCU/LycRmpaMxaAKNziZQ6FV8YafFLlM0lpXz0Ln4oMAwXxi4cObnh4QY2Bfut8fDi8biTs4s9g9Nmqx9S2sHRyaWZxf3z8wfmJrdNz61OTK+BvTe0Yn18anN4bHV/qHF/qHFgeGlvsEFi31C3zW4E4BFErVA2CgQKGtq6nk8aXm5sLpKKhU3SSUNvCoIgMvL+FW82uoaUWW1WCRtkDfoqmvrq2uVLW3WnoHJgdHppqZWXnWtqrE5NjqOSaUVcJiCioJOnXJq2F7IImWnxzXVi9XKuqZ6qVTIr6ksKy8uKi8uKS0uKyooLswvKiooZlFoZdy8AjojJyUJnZKsa6h77PLZbz9955uP3/zrt+//1w8ffvPpyy/fvfjouY3Lp5YfPbdx59aJm5cPnz4yv7HgWJ4wLU+Ypgfa+k3KmUH9sIG2LLcAACAASURBVE0zaNPOj3dPjdhmJ/vMXdqwUFRqanp0XHJYZEJEbHJMcnZCOiYhEx+fgYvPwCVmEZKz8EmZuLjkzLDoRFRgGMIvEO4f5o8KDwqKCg6JCAkKD0IFBiEDgpBQ2rCkIP/0qRMFBXkIhD/U4ezt6wlDAKV3pxEa6L0uAPbyRgCPtJOQocIFNzc3fz/4Ljc3uUT45++/vfP4zROH9i6MD4z1GIct7euTfQWkLHRcICE5bMyo2v7p8+2vfn//zOZiZ92yXnJ9pefdR/b98d7Z/3rl+ssn55/cHJ5VVc5rBeMN5Q5h3kwLb59ZeMAmuLFm+tvvL29/evevr13f/vDe9hf3t//ywavnN3sleVY+Y14rGJAW9AvZE41lXZVkI49uqmaaBRyHtMRRV9pRzVHmE8VMTBUpMz87mZoSTU6KpqTE0tISGBmJjPQEelosLRXqvgL0C/ReEPTdqf1yc5K5ORD6FmBSCrGprlWASclHJ7tuFmKhmHE+GtJ+uTmQepyPTWNlJ2ZHodJCEcS0aAY6FZ8a02vU/fjVh9s/fXf/zs2V2dGtlZnpkZ6ZUcfZE1tfffL7f/789fY/vtv+7++3//7dv/7y1VcfvPrzNx9+8vtnbz18eHWke8LSNt9rXB91rI10v3jrwpt3H/34paf+8NYLf/nkjX99+9H2Hz/517cfvffc7Vcev/TUxWPXjm1eOLB0an360NzQ5rjj5NrMuX1Llw6vXz2699bpQ/cun37p1pVXH7/+5PlT9y6dvXPx4VunHrp0aN9DCzPDhjYNv0JRWSSryC8g5layqHkErEYseuLSpdvnHylnc0uZ7GI6s5hOL2bSixg0LgXPwOdySQQWHotLT02JikiICE2OjkiKDo0OQYb5eydHBNFy0qrYNHlpfkNlsba6ol1cq6qq1NYK1dU16uoaMG2oq15uV6tMDXK7Bpr3CzLJI52/YDAAYGB13gnAKwP2hR4zUH3nuo0LPeZ5h8kl+c7auwAwu37Kcr/NJf/O2DrHuloH2zV9uqbRdu2QTuPQNJiVMoNM3CYS6ER8rbBGWyto5tc4/c8VwP9cX15eV14uKioWFBbW5Oe76LeASMmH5v3i6NloSkYuLQvDQhM4WBIbQ6Zm4+kYCh1DYWDJYNExJEoOFvr+CA5Hefn6uLkhPb283NwSwsKHbNbrZ87cOnfu2omTt8+df/KRS7fOnHXGfa8+dvbcvavXXNx798pVYIq+c/nKTgX43iOXnnEiMSBeAMMuQgbZ4J0t0I+dOvnosaNXjxy+fOgg8Dw/cmA/CP1e2Ld1dnPjzPoaRL8rq6cXFk/Mzh2bnjk+M3tidu7U/AKU3Z2eOToFBXcPj08cHB07MAJFdg+MjO8bGt3XP7zVNwTOex0DG/a+fb1DWz2DW46Bvd39m/a+TXvfPnv/lmNgo7tno7tn3e5Ys3Wv2bpXrfYVi23FYluD9F7bksmyZLIsm61LJstCl2m+0zir18/q9fOdnfOdnQtdXfOdnXMGw5zBAO7/zbkdmJkBLYMzUHfXrGaw1m2WdRsUEl6zmlctpjWbBVrOPcDgNZNxzWRc6Gifa/vF9jzd3DyhUo0olYNyuVt2VEJuTBImPgkXl0SIS6Ympudl5JTm4isxxCo0UYAhCTFkMY4qw9HkeHo9gSbBYOrwWCWEviQ1hQjot51J7GAQ9Qx8JwNrZGBMTKyFibGyIAa2cqkmLs3IIRs5ZBObYObgLWy8mYPvKaR2MrBtVEwnh9TJpWoouHpctpSQW4LOkpUUzfX33L508bm7T9556onLV6/sf+ih6eXVwcnpzm57k1YrkdfVSiBVViwVqTRqXVvr4vLS/oMHSsvL+gcHzFYLk83i5ueZrRZ+rYDFYTc0NZaWl4VFhHvDfIJCggMCUQh/PxjcFwAGEhWACgoMDA7yQ/oj/P12AjAnj8vmsmpFAqG4tqKqPL8wLzE5AQb3cdGvf4AfEuUPbvoH+CH84YGBAcDS7OvrU1FRplI1otE5DAaNx6uMjY1GIv3q6+uqq6uAbxmLRe/M9yIQvl5eHjCYNwqFLC0tlkrFra3a1latRCKCAktFBTxepVgsbGpqAAZprba5rU2n0agaGhRGY6fZbNRoVLW1/Nzc7MHB/vX11dnZ6cmp0UOH9x08tLWxuXL02KFTp49NTo1KZcKx8aFaYfXc/JTF2iWrE2l16oOHtg4c3Hvg4N7pmXG9vp1Op2ZmppeVlQgEgsLCwpSUFH9/KPTr54eEss6+CLgv0ssL6m/y8NoDxvnAPD18drmh9uyOQ/hgQ1DFiRFtTMxoBX2mknJAzLraWvlYF/9ej+Jun/JJh/yWWXTTJLzXo3h1ovXdBePHa/Y/H5/6+fTc5xs9b051vD/b9eV6zzdbA1+u97wzZ7pqks4IGF0FWDUHU4lOJoQhizOTy7JSq7JSZMRsW03BckfdulE+3iIoI2QkhQYkRQeXl+fXSgUZuBxPf5gHFP/1h+Yo+8L9feFwX2g4sDfMw9PXC6AUbMcB7vlPCjDg29+e/xMAA5/zvz0DNXonAHt6+fwKgKFn7YfwhkFTjVwL/NH95Q8w3A98HC76BZcndgLwzv1OAAZV0MBVu9MCDURRX19fqAJ6N6QA7/KAisF2u7n57NmF8Njt6aTfYF9YEBwG9/T08fDcvcsdasxyd3cR7682/2cA7Bw95eUcFwwVYjnXr0uwAAD7+voC+gUvMCAgAIzkCX9w7IRhwMCuALCLflEoVGhwCFCAoyOjQO43OjIqKiLS1XoVFxProt+EOMiIGxMTAyRfcAYYvBOAAacBERhALDjvhNud0Ltz73rMTvr18/MLCgry9fWFwWDQcw4NBa8oMiIsMzFu3+r83NhwaWFeTWUFg8Gg05kUBhOqv3oAwGQ6g8pksDhsJpdTXF4hVTRq2zsa1JoGtcZgMjepVRQalcFicvK4XC6bxWIwGDQGg0ahEvAEdE5OTnp6+m8BOCwsDJRjh4eHAxd0qHMEVGhosLfPnojIEF+4F8LP59DhfefOn+52WFZWF+T1Egw2m0YnFRXnFRZxoTasfC6bDWE3k8mE1Gcq9RcHNg4HOrFA/3O8M/TrMmCDpDd4E6DfNCgE4YdE+CGTklNrhJKyqpoaoaSiWlDJF/FqJQB9wTwkYIEW1kMisFChEipUtfVNQoVKotLJWzrETdoqqdIFwEqdydw/2dRubWyzGLpHrIPTjtH5sYW9k8v7HaPzOlNfh22ob2Kp3ToAFGBT37jeNthhHTD2jHY5RkyOUXPPmLVvwj4wBSYk2XsnbD3jQA22OsasjjFgh24zOFrarKD1qlHTqVRB8m+jplOtNTW3WlwlWHWKFkldk1CirK2V8/my0jJeWXl1eRmvtARyQUP06wTg0gpBZY2sWiCrqKgtLKhgs4ooRAY2l5idgclIzcnJxlIpTCKJVlEtaO808UVSDrcwOSkdkn9h0FxtyObk7xcQiIL5InJyMaOTM0OjU50mx+TMcu/g1OTs2vj0+ujE+sj42sj42ugEtB8eWx0cWZ6Y3js6sQ603/6hRUffrMk61tHV19xqBQqwU/5VCYSNQmGjSNRQVSUpLRVUVYjFIoULgMtKa8oramr4YuhVVItlipYaoYInUOg67D0Dk0PjsypVW3WNsFGpjoqIToiJpZPw5QU0fgVnYsjiMOkw2QlEbLpSVttQJ1bIxGJBdXVFJa+8ory0oriwpKigtKywlEOjiaoq0Gkp2IzUzPjYF566vf3Pn/7rT19s//PP2z/94ZtPXnv69tmDK0Oj3ZrRbs38eNfkkH58oH3I0TJgU4/1tc6PGGYG9UNW9fKEZXXGMTdmnxnr7ra0Ls2Pba7N52Snp6amx8SnRMWmxCVnJqRjEjOwCZn4xCxCdEpuXDoWupmOiUlMD4mMRwWG+fkH+QVEBARFhoTEhIRGBgeGBfgjAxB+SLjvHjc3favO2GWIjAz38vIJDglz27UHGRQKKq9cZ5fh2QXAv1KA/f0D3JwXKwOQfi+/8Ow/fvrx3d+/ePvKubEe43h35+p4T0d9NRudSEuPbBEW9zQL33/y/Pb3b2//9aNPnzrz0GDLQB33zHj79jtPbH/09E8vXnnr/OZsM2+ormhOKxysK+2T5s/rKrbM1VeXDN89e2r746e2P767/c0r2589/9/vPPHW1f2L7aIJVeUBW9OwvLitMNdQSuispDq134IuPquzht0pyNdWsOq4hApsakF2PCMlhprorHpOi2dlpXByUp1lVwnMjHgX8eblphRg0oDwm49OLcSmF2LTCzBp+ejUvNyUMlJWKTETknwJGUW4tEJsKmBdFxUX4dLA/dBPwabRM+JKKbmsnKTMCGROXDApPQabHIVOjHjk5ME/f/3R9n/98Nm7r27MTzjpt3d6pPvIvoXX7j/+h8/e+PuPn2//44//+unrf/75yx+/eOfrd1/+06dv/fDh679/6tHjK1NDBk1/e9NMt+HY8viVh9afuXr6jTvXP33l7vfvv/Lz52//7Yt3vn7z+U9evvP20zdf/d3llx67eP/m+ecfPfvM1dPvPHP7nWduv3Xv1utPPfraE9deefzKS7eu3L9x6dmrF64+tH9jtL9Xp9LXiZsFPHlpYTWLlk/IqWSR5ZUlGlHNY+fPfffhBwuDIxVMThGNUcbiVHDyytncEhYzn0om52TlJMdRc7Np6Jzc5MSYIFR4gF9CRGhSdGhUsH9EABydHFvGJItL8mXFXFkxV1NZ2iERagV8nVCk4lWrq2vA3COTEiq+sjQpupubBtqbAQAD+XeksxUYngHHAgl3qc+61GddGbADM/POLy32WgDous7gwUt91tXB7uV+20KPedpqAPTbq210NCsdTYruxnqzUtYlF+ulonZxLQBgFa9Kxatqqq5q5FUqKysh+i0tFRf/Qr9VHE4Zg1FEoeQRCGwMHsi/tKxcUlo2NRPNwZLyCVQ2hkzJwtHQZAaWysJTmTgKDU2k5hLoGAILT8anZ6dGxQXBfMP9kSFwRE1xybWzZ649/PD106cB9944/fDlo8ceP3/huRs3IaX32vU7l68A8/PdK1effOQSUIZ3ll3tVIABDLsSwk+eO/9gnX3i7Jnbp0/dOH7syuFDF/ZtndlYP722etZZZ3VqdeXkyjLUaLW8dGxx4ej83JmlZYC7UEPVxORDk1MAgwEAu+j3l4aqwaGtwZG9A8N7ewc3ewbA2rD3rVl7Nux967beNYtj1dy9YrKvmrs3zI51a4+LeAHlLpksi0bzotH8AHc75wxd853G+U7jnKFrpsMw1dY21dY209EB1nR7+1Rb22Rr67hW+2/XTHvrzjXb0QYWwGBwBkryihmyUs90tM136pdNXasWE8TDkFBs2bLbVro6lwz6hba2Wa12Uq0eUSr7pNJuodANHxNPjEskJyQxklI5qRlFGTkVuZhqDF6MJ8vwFDmerCBQGgnUJiJNRaCpiBQNldJCp7QyKToGWUcjaKlYHQXi2C4GwcTEA/SF6JeRa2OiIQZmkkwsiplNtrIpVg7JyiHY2DgLB+fII5pYGCMLay0k24rpnXlEHQ3TRMPJ2fQKAq6aSa0tzCugUZlk6EjPzEjJyMxAozEkEoFGI1IpeCIBg8nNyclKSEpMTk2pEfAVDcq0jPTC4iI6k4FEBUTHxogk4qKSYhaHLZFJ6UxGcGhIUEiwc8qMNwzu67SF+gP51xcBR6ICPL0hA+pujz1u7rt2e+yJjo1xdmKVKhsVckWdSCKsFQmweAxowAKqLzA/g5qQwGAUdCcSGu0bEhIEh8NwOExdnZRGo+TmZhcXFxIIOE/PPWVlJWKxkEIhNTerWSwGHA4DXdAoFDIoCBUaGhwbG52amiyTSXS6loGBvunpyYGBvtZWrUIhr6+vUyjkCoW8sVHZ2KgEG6lUXFRUwGYzGxoUQqFALpex2Uyr1by8vLi2Bs0E3tq3vrVv/dTpY4eP7D90eN/hI/s1zY0ms0HT3Gixdk1Nj0EjERXSzb2r+w9s7j+wOTE5olY3lZQU4fFYOp1aWlqKw+EiIiKcuqgPAGBo/CzIAPvCvHy8ISD08ID6KPfs8XN3D3J3S/XzYUSiTMW0I+2yfYrS6ZLcIzLWnW75kw7Zi+PNr8+0vTDc9IRN/KRV/Fy/8tXR5u+PjGxf37t9fe8ftnrfnmr7YtX216PjPx2b+Gaj++Ml02173YKQaSshtRZRKtEp6UhfTFgQLTaKHR9VnZsyKKs8N2F+eLB1uL5MLyjBxkf473HLSI6tqa2sFlen52Z6wnwQ0OUNJBKOAADs6wulSr3g/0NTgDRcPPz/NwD7wOA7Adj5vPy8vGEAgKHGLqcC/FsABtwLXX9wLpfVGQCwqxTaBb2uB4DNrwDY33n4OetugJzoUkShSUgee9x2ubu5Qz3/0DfFLmfKd5eb1y5IDd7j5gaEX3d3d/ByoNLo/3D8fwFg0B39vwMwwGDwcqD/uT8A4AjnAagMMFKw8/iV3A2uBSCRSFcGGABwbHQMwGAXAO+k34S4eBfugkysC4aBRxcMDQaoFhYWBlzQ/g8SvDsxeCf07tzvBGbX/WBos5+fHxwOR6FQYNJSSEgINKo1OnS0z7Z/baG8JJ/LZDgb7ErobA6VyQEBYAKNBgCYyWbR2azC0jKBpE7VogUNWFAMWKMuLC5isll5BfkFBXl5eRwOB5KCqTQinoDOzc0FAAx0151vL+gDA85kAKXBwcEwmLevr4+7u5uXl0dOTtbTT999/PHHWlu1Doe9vLwUi0VjsWgajcLhsDgcVl4eh+s82Gw2g8GgUCh4PB6Nhqg7NTU1OTk5MTExPh56z11XHGKcB4gcA997cEiYPxKFDAjMzkFL5MqSCh4k/wog+i2vruWLocyzC4BBEbSgTsGT1FdLFTUyZW19k0zTptAZxE3aSomiVFAvqG8pFypVHTbb0Iyqw9bQam63DloHp+3Ds8Oz6zNrh/onl9ssAwCA2yz9GoO91dxn6B7WGXtaTb1djhFjz6h9YApK/w5OO4ZmwEzg3sEZMBO4u2/SVYUF6FfVYtzZ/NzU3KVqMWp05pY2a6NG36jRN6ja6xt0UrnqVwBcUV7tckFDRuiC0gqeqFoAeaRLS2s47EIyiYHOxmemZGen5aQmZ2Rm5JJJdByeWFRW3qDW5BUVE0mUyMhob28YHO4XEBAIAbAfMig4NDsHOzQ83m4w69q7Bkemzbb+7v7RVr2tVe9o1Tv0xn577+TQ2NLo5OrAyEJ339To5Oro5OrIxMrg6GLv4KytZ8JoHdYb+zU6SNauV7aJpZpaUVOtqEkqVdXVaXg86BlWlEOj90TC+soKflFheXFRRWkZr1YoKy6rKSiuEkqbaoSK6lplq767f3hmemHNYLAplKoug5lKpgUhA7JSkyoK6dUl9IoiSp+trbmhNiMxPJ9FqakoUcrE0tqa2uoafhWPV1ZVkl+azyku4haKq3i5yYmxwYGaOqlBo/rs3Td+/vaLbz5+84v3Xr129vDkQOeQvWV1xnFoY3RtzjEx0D7S2zo60D450jk3bl6csM6MdPaZVYZmoaCM2iQt6+5STw5bZyb6V5emu7p0sXGRScmpsQmpsQnpiWk5SZk4oACnoikAgxMzsDHJ2eExSYFhMYFB4ajAMGRgFCo4KjQ0NiQ0MjAgxOmr8oF5ekSHh9nNJn1HW3x8rKenNyow2G2Pl39gCOh5BgDsol8fmP9OZRjowzst0Lvc3ERCwftvv/Hmqy9+/sFbX7z/xjO3rwxb2nV11XpFzRPnD//t8zf+8dXbB8bNr1478pe3frf9zWvbX7/89dPnTo+1HelteuvSxt9ffXT70+e+vXf+1HBbvyR/vLGqT1LULyuYVBWt6SsfHm9+7/rG31+/vv3p09t/eWv7y/vbf3t/+4vnP7p97L0bh9+7fujmev+6UWbiUU18tlVcaBUXdvE57RVMTQmljo2tIWcWZydwM2IYKTG0pChqSiwjPYGZmcTKSmZnJTIz4oEITE+LZWUmOGXeVBcAF2DSCjBpeblQdzQk56KTnbpuPDMjlpEOTUUCj+TkJnNyk/MwqfnYtAJcOrSwmfm4TGZ2cikFg40PTwpBULMSyRnxmKTIUgb+rRfvfP/5u9t//faHLz+4du7YwbXZtdmRlZnB9fmhe4+ff+e1p77+6JU//+Hdv33/0fZ//3H7v//4ly/efu/FJ9557rFv3n3x41fuXD66vjRgmnXoB9sbl/tNJ1cmbxzfevbK6TeevPbu07feffrWl689A9bXrz/37Vv3v3/35T+9/+qPH7z23buvfP/+az9+9MYPH/z+k5fvPXP1zOn1hfWRXrtGqa8TqqrL6kryhHmsaiaVx6BUs2htcqG9TXV8c/mLt1+7//jtIZOxUSjOJ1MrOAVlrLwCGp1DInNIRDYRj8tMS4mKIKSnY5KT02Ki40KCo4ICooNRMSGB0SHIpMgQBjZHXFagrC6vKymQFHJV5aXt4tp2sUgnrAUDkCD0VassTQqbusGmbujRQgA8pNcO6VuG9C3DBu1Ipw7ke11yrqvjCmi8QPIFPmegA68M2F1KLyiIdnVHjxvbhvUt/a2qnpaGbo3Crq63q+vNcolZLjHWS7rk4s46SYdE2CqGRODGyorGygplZbmiokxeVlZXWiotLhYXF/MLCqry8spYrCIajUskMzA4ag6anJVDy8VRsjEQ8eYQmBgyC0thYsi0HAIdQ2HiaGwCtJg4Ch1DYmCJTBwJMHBieERkAIqKxswOj9y58eiFo0evnDh+68yZx86effTUqRunTz916dLzN2++9Pjjzz766N0rV+5cvvzM9etPX7v21KVLT1269PS1a89fuw5E4J30CzLALkH4zoWLT547/9T5C3cuXPzdw6dvnzp+8/hD144cvLhv88z6ysnlhWMLs8cX544tzD40N+1ah2cmD06NH52aPP5gHZucODoxfnRi/KHxsYfGx46MjR4eHTk0MnxweGj/4MC+gX6otmpgeKMPot8NRz9Y67beVYtjzdqzanGsmOxLXdalLuuy0QYweNVqX7VaVyyWFYtl2Qw5nBeNxkWjEYi6Mx0dQO8FYu+sXj9j0E/rO6Y62ifb2ybaWifaWifb2ybb28Z02n+7xrXNYy2a0Wb1iEY12qwea9FM6FomW7XT7a1TbboJXcu4tnlC1zLd3jpn6FjoMoxoVJPOzmcQJ161mDYsEAPvd3RvWMxLHR3Tzc2Afm0CgYnHc6PExtHiEzhJKUXp6eVZ2dW5aAEaK8xFS7G4Oiy+AUdUEcktRIqOTGsl0VopVB2V2MYg6ZkUA4usZ5L0DLyBSTCy8GYWAdJ7WVgrC2tjom1MtB06Y410gpFJtrDIVg6pm0Ps5hLsHKyNjbFzsAPFlIEymi2f2EbLaiFnaCmZGjq6kUUTUkm1DAo3NzPKD4Hy9gpBBfj6+iJRAd5wxB5vHy9fGNBs4XAofeqH9M/FoMVSCYPFRGMxtSJhWUU5KigQg8MqGpScPC6eSJDIpGUV5bHxcd4wH1RQYEAgyj8ACVliEXCXmAb3Q3j5QGAMTNFePt6BwUHpmRksDlMkEUpkYmmdRNFQT2NQgdsZADCQf4Mg211gQCDSPwCqaPb19QkJCfL19YmJiaqp4eXnc1NTk9lsJofD8vLyIJOJYrEQ8GpRUQEKhUShkMHBgVFREampyQQCLj+fy+NVCoUCna5lamriyJFDBw/uHxsb6ehoa2pqkMkkVVUVIlFtXZ20srK8oCCPTCZGRUVERUWAPHBVVUVTU0N1ddXw8OCBA/vW1pdm5ybn5qcuPnJ279ba4tLs5SsXhkf6xRLBwGCPWtNw8NCWSq2UyoQLizMrqwuDQ73tHVoerxKMFyaRCIWFhVlZWcHBwdBcGh9fFCrIzw8qVYb5QLN2fGC/tDS5u7t77N4D9/RE7Hb3dXOL3O1WmBY3oRQ83K093CJYETL2SZjHFXl3ehVvLxg+39fzzmLns32KJ82ie3bZ/T7l62Mtf9w/8O1W3327/In26rdHtX/c7P1uw/H9XsdXm7Znh1QHm0omRIW9olIZk4iNCAnfs4sQF8lJjmfEBqs5uKMO7eXxrtU2qa6cW0HBxqN8Ybvd0tLja6X8spqyuOR46HqH3y8AjIDDXAAMPM+uyTowSBr2dtGvyxrt4TqcU47+vyvAYPSRywL9bwHYFwEHrgSX9guoGAZ3CvD/KwD/invBTRDqA+5ZgHwuGIPqXp1+2l8D8O49bp6ebrvc93hAavkup3rg7ekFhlJ67N6DQCDcII3Y3W2Ph5u7c9rRv2Pg/7cA/EvFnHMCswuAnVVY/3PNAlytcFmgAcYjnQ1eAIABf4KQKjDlulRf8DLB8CTXmwCBZVBwaHBIRFh4dGSUK/e7s/gKAHBCXDxY/7b7KiYmJi4Oige7ADgmJsY1ExhQOqBZF9+64PZXm18Jvy7C9/f3BxOPw8LCkEgkCoVCo9H8Gt7d29f/9fP3//r5e0O7hkLAstnMkpISCoP5GwBmMVhMGotZWFpRXi2ob2zS6FpVLVq1Vteoaqrm1wAALioqcDEwjU4CAJyRkZGQkPBbAI6JiUlISADyLBiDHBoaGhwc6O3tCYN5+/nB3dzc9u3b+9JL943GToVCzmTSMZjc1NTk7OxMOp0KSDsvz6k7s9l0Op1EImEwmOzs7IyMjKSkpF/RL2jeBnVc4eHhgc4D+pRDw1GBwcEhYUQSpUHdUlZVwxOIaqHQb315dS2vVswXy4SyerFcWStX8GXyGim0Svli0IPFr2uQqlvrtXpRYwtUBF1TJ6hvqZI0aY29veOLGkO3QmvUmfrsw7PWwenB6dXp1YMgG9xuHewdX+x0jOhMvXr7kLF3rN3S32EdsA5M2oemQQs0OPcNzfYPz4EF6LfTPABar4DzWa016TrsYK/RmV3zkFrarKqWzqZmQ6O6Q9HYOL5fJwAAIABJREFUKqtXi6QNLgW4vKLGBcCFBaVOAC6BMrTOpuiioio6DYr+ZqXmJMWmpCWmp8SnZqRlEwlUNAbHzSuolUhxJHJODjowMHjPHk9fXwT4qx7hhwwJjbRYHe0dXWZbb0enpbXD3Ka3iOVNYnlTcbmorEpWK1E3t1ptPRN9Q3NWx3hHV9/Q2NLw+DIA4J6BGUv3mNE63Gke1OjMjZpOuaIV+J9rxQ11dRqlUgf1eJXxy8v4Ar6sViAtK+Xl55Xk55WUlFaJxPLCEh6LW1IjVLgA2N47Nj6z1NioKy6p0Da3CWpqA/2R4UEB8ZH+/HI6v4LFK6VPDls1itqIQN/yIo5cLJAIqmurIQbmlVUVcYtZ9DwOnZ2ZGJ+dFCupqmhtlK/OjG//86evP3zj+L7lyX7zqEM/0t0x3qcfcbT1mVW9pqbB7pZuk8ra2WDtbLCbGhwmlbVD3qEWNtdX6TWiemFJV5tyqM+4ujQ9NjrAzWNkZKQlJkElWHGJGclQzgxK/CZk4tOxtFQ0JTmHFJ+GDotNDQiJggeE+iODA1ChAUHRQaExAIBRyGA4zNfHw9PTfVchl9Mgr2tsUPj4eLm5ucN8ESER0Z4whD8y2MW6wO0MMNh1p4uKQQmWmxs0wR4V4N9jM5v0rfautrFey6mDa49dONGrV42aW168de6bt57926evbv/5k799cv+5C5tQjvfz57989uwXd069eWXz6rL19Kjuz88/sv3H3//zzd+99PDylLrGVssx8hiTquql9pqV9srDvfKXz8x8/ruHvrl3avuju9tfPLf99f2vnz7z4pnFV86vPH9q4c6RyUvzVnMN3SLKa6+k60pp+hquvobbUECqxKawU8JLMMkF2Yns9HhmaiwtNY7uDABTUqCeZ6cpOhIMQ6KlxjAz4tlZiTt7oWmpMZRkaFoSIT4ME43KifDPCPFNC/LJDIVjolGU5ChGZjw9I46RGc/KTuTkpHJz07iY9DxsRh42Ix+XWYDPikP5RPl5sLHp5Ix4cmZCR4P4+8/f/f7zd//+w5c/f/fZx2+99MzjVx8+svnQ1sL6/NAT10+9ePfqB6/f+8s3723/9cvtv3/7t28/+O7DVz9749n3Xnj8rWduvvPcY2/ce/TupROXDq/um+g9PDt0Ynniwr7FJ8899PbdG9+8+cKPH7y2/d0n299/tv3D59vfffLPrz/422dv//XjN/7y0etvP/3YkxeOH1kYGze3WlTSVkmVqrq0sapYWVEkymfy2VQBhybgMCSF3HapcFDfujk1/MzNS289f/fQ0rxKWFvBYhXTmbUlZZKK6nJOAQ2DxaSmETKz6FgMPisjJSYSm5KSGhmZEBaaHBkRHx4SHuAXhkTEhQVnJcYUUImK6kq1sFpRXiwrzleVl7YK+XqpRCesVZaXNVVVmhuUPVq1pUlhVSm7myEA7m/TDHa0DHY0D3Y0Dxu0o12tw/qWYX3LiEE72qkDa8SgBWvc2AbgdqyrdayrFZRCAy80iAePGLTA59zT0mBTyS2NMpNS0lUvMirE5gapTSXv1igGteqBFlVPc6Otqb6zTqKrrWnilSvKi5uqKhsqyuvLS+tKi2UlJdLiYgDAkPmZyy11FmKz8URaLoaUmU1IzyRnoWm5OAaaxECT6LlEei6RgSYxMUD+pXOIdC6JwSUx2AQaA0ukofEsPJmQkZMZnxDm5y+urLp29tzNixcePnjwxpmHf3fhwuPnzz9x8eK9q1efunTpiYsXn79587kbN+5dvXr3ypXnbtx41jkTGMDwC9cfBTKvy/YM6PeJs+fuXLgIXNBgNpKzDeuR26dOPnby2I1jR64ePgAA+MTS/LGF2aPzM0dmpw7PTB6emTwyO3VkdurQ9MThyfEDI8NHxkaPTU6cnJk+MT11bHLiyNgoIN5foHegf6u/b6u/b29f70ZfLwDgtZ4H9Nvdt2aHABiSf609q+buZaMNAPCqGTI8Oy3Q3et2+7rdvmazuWDY5W2e7+xcNBoBGy+YjEsW84LJOGPQAwCebG+b1nfMdhoABv/2PKxWD6kaBxqVYA2pGgEGA/odbVYPq5tGNKqxFs1Um25W3z6kapzQtUATj5wlW4tQYNjgDBJ3zre3TahUg3J5r0TSLRTaBAIrn+/GTUjMT04sSU0pTUutzMjgZ2dJMBg5Dq8iU9QkUgsRWm0EcjuRoieR9RRSOxXK+uoZRAMTCvGa2WQLB0i7JDub0M3Gd7PxDjbWwcZ2s3LtLFxPHt3OZTi4tG4O2c7C25hYKyPXysx2cDE2dq6JlW3mYsz5OFMBoZOLbWVhG2nEOipZRCVWErGU1OSEoMAgOAzlh/D29gY84B8AmbKgsUDO2bl+SP/Y+LiyinKJTEogEUvKSpvUqqSU5NDwMFDjnJ2bU1BUWFcvj4yOgvuBPiAo6+uH9PdFQPAG/KVQytFjj4eXJ5i86uHlGRCISkpJLqsoFYprNS1qmVzKq6mq5FX4+HoHBCJB91VwaFBwaBC46bxWjnAClGdYWEhwcCAC4Uulknm8yuTkRCqVXFpanJyciED4NjYq8/O5lZXlYrEwIiIsNjaaRqMIncN4KyvLhUJBfX2dVttsNhvn52ePHDm0urpsMnUBBVgmk8hkEhaLkZQEjQIJCwvx8fECyWEk0k8iERUW5mu1zVKpuKFBsX//1vrG8szsxPrG8r79G4tLswcPbZ2/8DAQgVVqpb3bvLQ8p1DKpDKhsqFOq1PX8CtbtCq5XFZTw1Mo5GVlJQkJCWFhYQ/+vw4Fw3x9EUA/9fLy8fB0yr9g+C3kht0D3+OOdN/l5+ZWmpu2rG+6OGY5aW5cqytcEtA2hbQL2orHTaLnB5ruD6nvD6juD6he6Gl41iZ/2iK7oSm/rCx8so3/er/msznzn7eGt0/O/uPE6B+2ut9btd4eaF5p4PUIipVcKj4qLMDNLcbXCxsdhgvzz08ImVbxr4yZVptFdlGlmE7GxUWE+HrAfdwTkmO4RZxKfhUqKBAGgwX6I1F+/nvcd8Ph8JCwYJi/r7+/PxwO9/GBuqB9fHxcVmgf5+GCYU/n0FqIgv8DAHt6e4EvAS802EMzlrxh/2l5+0CTiWG+CNfygUGiK6i8cmm84BqNy7AA3PugAhoCYycTu6YcweHQqCpnSBbhMkXvFIfB5+jiKJfyCTaBgYFQijIwEIFAQBcFEHA3992/rN17djkNErt3e0Brl6e7+x53d+jOXe573Hb/snZ7/Dv8dd4HmagfHDsKsf79HGAAwK6KLFcdtOsDctGvyyQMh8NdPOnv7w86olwBYLABAAzk3yBnAztIQbveEBQyICQo2NUCHRMVDTzPQBCOi4lNiItPjE8AKyEu3iVF/qcNkH8BDIeHh++swnJ5thEIqG0IHA++0X55KeAm0O13XrkIDQ2FwWCRkZHBwcEA4/l8/vb2P/718/fbf/vj9r9+mp0axqEziSQsn8/HEPBkOoPEgBaZySTTGWQ6g0KjkmjUvKLSGpFU0aTStncYTObm1jaVRt1h0IMMcH4+t6SkqLi4kMtlkyl4NCZrpwXaJXcD4I+Pj09ISIiKigoJCYmPj09JSQkPD/fy8oiNjfb29vTzg8Ng3hwO6+WXXxwaGpBKxTgcJjc3m0QipKen5uZmczgsBgNKAJPJ0PAlqAiLQMBgMIB+wS8eHx8fHR0NLivExcWlpKTExcUlJiZGR0ejnEdkZGR0TFxYeGRMbLxEWlfFFxaWVlTXiiuqBTUiGa9WUgmFgSEGFkjqaqTQ4svqa+XKCqEMKMDVUoVAoZZp2pStnQqdAdBvQ6vZMjCltw83tJob2ywaQ7ehe8TUNzEwtTK1cmBiaZ9jdN7UN+GcigQFgM39E+b+CUv/BBgFbBuEtN+e4dm+0fmB8cXB0YXewRkQAwazfzu6etsMDlcFdJvBoW23qVqMwP/c1Nyl0ZmBKbqlzdyg7qhv0Cmb2pRNOlm9WiJpkEgaSst4FZX8mmohr0pQVFjGYublcYtKy6pqhTK+UFYrlHHzihl0KP2bEJ2YEp+alpiempCWmpyWkpKWk4vJLygqKClG43FhYWEIBFTvDzl9fJFubnuiouM1zW02e5+9u1/X3tWmN9WK5QXFFVUCMZpAi47PysUxuYXVMoXObB/pGZg220fM9hGDqX9h5aDB1N8zMA3c3SDkrOuwQwDsHOMkECl5/DqxuLGxUVdbKy8trSkqLK/mCSXien6NuCC/lEZlFxVDk4pZ3JK8worSSlFZlVgibzHZhvuGpkenFrTaTr5ArG5qEQpE6ckpQf7wuAi/rORAGj6pqoiqltc0K4UlXGpyTFhFcb6opkpQyassLuVX1hDQ+OK8Elw2JicpITbILzcpTlhW8Ozt6998/Nby5EBPl9auV/cam/utuj5rc7exyaJXmDvqLXpFZ4fC0F6vb5MbdFKDrs7YVmduV1r1jcbW+oHuDn1L/fhw9+TYoMXcGRSMzEHnpqZlRcclh0bER8QmJ2ZgM7HUTDwjDUNNyibGpWMj4tNR4fF+geEIVFhQcERoWHRIeIIPPDA0NBaOgGZE7HJzC0EFRoQEd7a3zU9PlZeV+Ph4IZGQI90HgQyJiHbN+4X5IgHrAjXYNRAY3PnACI2Agiq73OKjo3psZr1OY9A2iSqLVNJqtai8WVS6MWa7fmxt76hpyaG9d37/T+8//cGdh9++/dBf33xs++O7P7x46a+vXfviqROnxlpurff8eP/S9sfPbX/6/MNjxiFF2YS6pluUN6kq2eyqPTmoeuviyiunZ9+/vvXD8+e2P727/endPz5//pnjU2en9acn2s/OdZ0Y1a2a683CfJOoyCQq0VWyxfSc4qy4woyYckxKCSaVmxFHSYggxoYS4sOcU39jwAwk0P/swmBSYgQlOQoTHURMCKenxbKzoBwvK/MXmzQrPYaRGkGKD8kN90sN9E4N9M6KQGJig8nJMaSUGHJqLCMrmYNOZ2MyGDmplIxEWlZySigyHuWbGhZAyUrKjgsjZyZszY3+9asP//LlBz99+8lf/vDRn7/+8KdvP/nivVfv3XrkwvG9V05tPX7p2Mt3rn721nM/ffXu9o+fb//09fZfvvzn95/8+dM3Pvv9028+feP5m+dunTl4fv/iyZXJrdHuhW79cm/X/vGe0yuTN4/tfe7yqeevnL5/7czTF48/+tDGhb3zJ5fGN4asIwa1oV7QpRRaVNIenbK/vam7pb5DJlBVl2qFPFkxt64kr1lQaW6sn++xndlcvXr00Eu/u/nIsYOWFjUlM62Cyy5lMiu5+fyisgIqMzcpDZOSQc5F56akZiUlZCUlxIQEpUVFJYeHB/vCkJ4eEShkdHBgMAIWBPdJiYqozGO1SEUakUDFq1KUlTaWFrfweVrn1F9gM+6sl/a1Nve1Npsb63q0TX2tasC9wwYtRL9G7bgZwtpJcweogAY1VxOm9nFj21gXNCFpxKAd6mgebNdAdVatqv5WVZ+uCZwdzUqbSm5TyXu1ja4HgK8OdTS7cHpc3zqoVVsb5QaZsFXIb+HzVNUVjVUQnwMAlpeV1JWWykpKJEVFgvz86oKCUjaHS6bQMFhyTi45J5eSg6Xm4ugYklPdJTNxkOTLwtPZBAZUAY2mMNAUFpbCJdDZOCqEx2ioHZqWi0MnpcUFhZAysx9a37x6+szFY8dunDt38+yZxy+cferyxbtXL929eunOlUfuXHnk7tVLz9649vytR1947MZzN68/ff3KU5cvPnnpwhOPnH/aWQT9jDMM7AoA33WOR3rm8pW7Fx958tz5J86e+92Zs8718K0Tx28dPXLt4P5LW5vn1lYeXl48tTh/cmHu5MLcifnZ43MzR2emjs5MHZudPjE/e3Jh7vD42MHRkYOjI0cmxg+Pj+0fHto3NHhgZHizv2/vQP/W4MC+ocH9w0N7B/pXHd2LVstm/9CKo2/B2r1gsS/be1a6e5ftPUtmO1CDN7v7N+x9wA69butdtzsgAO5xbPQ41rrtKzbris26aretO7rBWuu2r3XbV+22FZt12WpZtlrW7I4Fi3WmyzjTZZw3WxattgWLdc5knjdbpju7Jjr0k3oD+OpYW/uARj1v7JrqaB9paR7SqIebNUAlHtW2TLS1jrQ0j7Q0j+m0Iy3Ng2rVqLZlrqsTCMUT2uapVu1Me+u8oWPJoF/uNMzotJPNmmGFolsoNFZVmXi8HrEYKsEqTEgoSUniZaTzs7OEOTkSdI4cg1Zisc0Q/RK0RIKOhG8jEvUkYheZ1EklGWiETjq+k443MokmFsnMIVo5JBuXDKm7HKKDQ3BwCD0cXA8HBzEwG+/gUuxO+oUewCbYWZhuFsbOzHFwMXYO2srKMXNzrfk4cz6uKw/XwcZp2VQVk6ZgUsQ0UmFOVm50ZGwQKjIwIDgAUjlAOtFp/YMh4DA/BAQwMXGxpeVlMnkdnkhgsJjSOll2bo4vAp5fWNCkVmXlZJOpFFAT7ZJ5AQkj/P0AV/gHIH2dVUNQrS4C7g3z2e2xB+HvFxUTnV+YVyOoVjerlI0KgZDPq6kC6OvSfgODUf4Bfr4ImI+vM+np47V79y5vb093KBTplpKSVFRUQKNR4uJiCgvz6XQqHA6rqeGJRLXFxYVabXNVVUUVlHwSyuUykahWJpOo1U1qdROPVymRiJqaGvT69r6+nr6+nqamBg6HlZSUkJgYHxoajET6oVBIf38EAuELNsHBgVwuu6qqorFRqdO1yGQSs9m4tW99emZ8YLBndm4S+J8PHto6fuLI7NykxdplMhtMZkNRcR6dQc4vYBcWcQ2dbXVycUuLxmDo4PEqMZjcqKioXbt2PUAL57DjnQC8Awg9PT29PCAGBiJwbhhKX110athyY6bnuFG5Wle8ImRt1JBPKwseN0tfGtW9MWV4bazthZ6mexb5TW31zeaqp42yj6aMP+4b/fuRmX8em99+eOnnoyNfbjk+2ep/ac52tE0+KqlsKWKz0xPDvXb7u7nF+XsTY0PzkiO0+fi9bXVn+vQDkpqWkvxKEiYjOtjHw80f6Y0lYcqrK7j5eWFh/xdz7wHVVn5v/4pimhBIIHoTvYgugXovSKKpd0AIVOhFdETv3Rgb08E27va49zK92VMyJcmUODOZTL3J5CaTTPoN73/08yi+k+S++966b9131ndpDgcNC4GWF5+z93fvUHdXN6hW0R8JtTd57QMWaCf9OgkKIDG4Dhj4fxyAnVvBkITuGIDB4C4MeB8CkwIgYbCvDhzRToM0ZGFw1CA9qfeCK076ffJTDk6GfpPfw6rv4AsSFYOCggICAuBwOMiagv5ccnWDQfZnCHRd3fa5uXq6uXq6uni4uHo8ib4wd3eYm+v/fwA4MDAQQK/z8cngKzQa7RSBgWgMfggof2RQIDosJBQUIAEdGBMdA9RgZxuwk4T/Ffc6r/8jACORSJBZ/U9/Ef9NAEahUF5eXqBgCSwAFxUVffH5J3/99hd//f2/7f31m2fvX+NzqGRKHp/PzSeTIBc0k0mkPw7BIlCoFBqVRKNTmZxCsUxvqKxtbGpp74CWgauMxuoqfH4eiUJmMukOWzKTTqeSyHkEIo5AIOTm5qampmIwGCCtR0REREdHx8fHJyQkJCYmRkVFodHoyMjI2NjYkJAQb2/PoKDAwECUp+c+Pz/flJSkixefGhsbKS/Xp6YmJybGM5l0AiEPi00lEPIcmVsQAOPx+FzHkZWVlZaWBr5slOMAjVNxcXHxjiMmJiY+Ph6DwYSGhoaHh8fHx8fFJ0ZERoeEhsvkSqlSUySWKTQQCUuU2hKZ6nEBkrZMoS2TaHRitVYCkXCZWFMuLzMqyqvkZUZ5hUlTXas11amMkPZbqqky1nd0DE639I5ZWnqrGjrLra01tr7GruHukbmxhdXx/WsDU0v28f39kwfaBybt4wtDMwcHp5eGppdGZg8NzxwcmFwcGN8/OLH4eEYXnFjY2jEEYp+/x8A1DV2mmrZKU3OlqRk4okEhsKWuDQBwhbGuwlijLasGAAzCouQytVSiFAlL2Cw+jyssLpJIZeqiUnlJqZzF5DOonHwcOS4qPjUhLSMlE5uUhk1KS0lKTU/PpNIYZCoFunEcEgKDwXx9/QIC0DCYe0R4jEKps9Y0Wmsaq021ap1BqSnnC0vyiLQsPDEyNjkqNi2PxC2W6I3mlvbu0c7e8daOoY6esXJjw9jUwYGRebDk3NM/5Sx8MtW0VRjrtGVmAMAqVUVFhUWrNZaUKIWCEolYqdVUqJT6okIJlwPleAmEJSxuIYMt5ItkRWKNrqLW1jk8ODo3OrVgtTaLJYqKMqNMIscmp4QGImPCEMkYv8zkECo+WV7EslTIK7VSiYgbGxbMZ9HFIhEhB6eQSFlUZnoylpCDw2OT0uPCUB6wtf0TGwemRntamkz6eqOmq7G6t8Vib7P02sydTca2hrK2+gpbQ0VTXUVTg6GlobK1ydDeVNnRbOxsMnY0V9s7aof6WtuaLR22+smJkYqKstDwkKiYaExsYmgEBh0SHRwRGxmPTcDiEjMJIAI6JiUHkn9DMf7ocH90ODooPDgkEoEMCwyO8vT0RweF7XPzcnd18/HwJOJx9VbLUJ+dQia6uMAQCH9fhL8n3M8vIOi/AGDAwE/mY3l4wv18EW6uMCaV1FRvUZUWCRhEAT1PQMkVM/JkLJzNIJnpMNn0IkMBrkXNnW7SvnRu6fJK3w9vb+/98gd7v3zzbz955m8f3vvr+3deOTb57oWDe4+e/9sHz3148+hEtdgmo8/XKRZqxdtdurOjlnfOLbx1Zu4n11Z+8cLJvZ89u/fbH+199OxbFxePDFQttamOjVp3x2qW2ssGjOJWpcAkpGjp2dL8tMKchKKcpFIClp+ZwEqNIcdHEGPDAOI6CpBinEqvE4AdbAzpvaTESBCLBVRiBydHsrAYZloUNSkCHx2IDfFNQXunhfplRgbkxobh4sLzEqLwidF5STF5SbH4RAw+EZMRHRbi5RLl50lJT6Rlp2RgQivlhS/fvvSrn733zWc/+c0Xj7549M7Pfvz6lz9998ufvvvhm88/d/3U01eO37947LmrJ9989urHb7/4609++OdffgRVYf3h3/Z++/mfvvrJrz9+58v3Hj56/Zl3nr1249jKycXxpb7Wsabq7ip1k6akRiaolQun22rmOusXuhuX+lo3xnt350d250e2pgeuH129vrt2afvQ9tzIaKu1TlOqF7JVXJqGz6xTSyfboT6klbGh3cW5KzsbV45s9tSZZXwmC5ddSKPqSkuFNIaIztaJ5bnJ2NTouLTYhOzktPT4hOTomITI8OhgdDjSPzogIAjug/L0CEX6haH8gxA+YSi/pMjwIhbDrFaYVXKTRFxZXFRdJLLKxPUqZb1aBWzGTXp1t9nYX2caqDeDUmJgfgb+ZwDAwALtzLJa6G1z9vqCBCynw3mqvREkZk21N062NYy31gGhGIjDAJ6dkVoznc3gaUM1Jnu1obVMXa+SWmVis6TEWFpoKBYaigrLRUKdsEAr4GsFAk1BgZLLlbLZQhqDR6Ey8wnk7Jz89Iz89AxSZi41J8/BvaTvHil03OOhZZPYeXQugc7CU6hZ+ZApOhtPy8lj4AjYmPjshKQBW/uZrZ37l6+e29m5furkvfPnn7n01IvXr7x04+pLN64CDH7pxtVXbl1/cOfmw7u3Hty5+cqt6+D6i9cfxz47866cJw9v3Hz12vWXLl957qkL98+cvXPy1K3jJ27uHr+7u3vn2JHbR3du7mxd39q4urF2eW3l0urhs0uLZ5cWzxzY7+Th04sLpxcXjs/NHJ2ePDo5cWxm6ujkxPrIEMS9IxADb4wOb44Mb46NbI+Nbo2PQhg8PLw+PHZ4aORw/9Dh/qHVwZG1odF1x6wNjmwMQLPePwwGisWCzgcBS6/09y3be5ftvYf77ODK2uDA2uDA6kD/Sn/f4T774T77sr13pX9g2d631N1zoKvbOYudXQd7ehc7u+bb2gEMz7e1Tze3jNc3zDQ1TtbXAe4FlmlAvMNm07DZNFFXO9fSPNvcBD4119J8sKPtoGP1d7mz/WC7bX9L00JD/Vxd7Xh11VBFea9K1SGVdspkvSrVUFnZqMEAK4qLFycnKjOwutzs8tycitwsAy67CpdjJebXEPG1BHwtAddAyGsk5TWT8lvIhFZKvo2a10bLb2fkdTAh+u1hQfRrZxMck29n5/ex8vvY+D423s7O72ERu1hk8JxeiJAhNrazcuyc3G5Wdhczq52d1cHJbefmtbLxzey8egbJSiNAOjAlvyQ3i5QQmxQcHIFChqPRwQEopD/CYVv29vH2hNpcPfd5eHgEBqHBoi+BRMTl4RUqJZfPc3FzzcrJ1peX5eJxqdg0XZmexWHDEb77PD28fCD/qdP/DEdAXPBYWHYkXvr6ITy8PH39ECFhoQVCvkwhrTIZDcYKsbS0qKQQNB5B0cde++AIHygl5LsorMAgqM0oNDQ4IiIMTFpaCpfLVqkUGEx0UZGora0Vj88tK9MtLS2azdVraytlZbqqqsqWlqb2dltjY319fW1lZUVhoVCjUclkkuLiQqVS3tzc2NPTpddrcbgcFMrf3d3V3d3V1xey63p7e/r5QdHTPj5eYWEhoANJr9cODQ2YzdUymWR4pP/A0vzE5MjI6MDa+vL6xuG19eVr1y+dOr1bW2dWqWVqjVwo4uUTckvFhSZzZYVB19hUW1dXYzQaysv1bDYzMjIS/L3ukNqgyCWgMXp6wKFKJAiAIeUcGg9IzfPc5wE2gZEwGD4C3SotONRkXK7TbTbqrw/U7S8lbShpV+pkb0+3/nxl6NGB3h+MNjywm59u1NyrV73aafxkrvt32zN/2V3cO728d3H9dyenPtuwf74z/v7K6Jlm45BUUM0m8dITI3zcfGGwgH0wbHgAOQZdmBrVLy24PNK9YWuYrt8fAAAgAElEQVQYM+prxEJ2Tqq/F8zFBRYcGpiRm1kqEWdmZvr5IhDePkGBaF9fX3ePfb5IyEsA3UJwHL6+vnA43MvRswyURsDAwBHt4Tgev9InsB9c8XCUHj35WXDlX8m/3j6+oAMJPAFIwXBfPwggPfYBN76vH8I5zjftk+9bSA12vJWhd/MTaVhPXnwyCNqRagMRlpN4kd8dj/EPhQJhxU4AdnV1hbKgHQfQfl3dPF3dPB306wRgV5i7Y/5XAfi7ezTQf0EbcHBwsJN+nQvAgHuBY/Z78i/0w/DzD0RBWdDhoWERYeGgDTgmKhpa942OiYqIBBeBMvz/QgEG+7pOAHb+Ipwn/00ABjcpHFVDkHcdhUJlZmZurB/+0zdf/vX3X/7HH37x+afvlRbxaHQij8dhcjlMLo/G4ZAYj3uAIQCm0ikMJonG5ImK1fqymoZGW2dXS3uHtbamotKAy8NT6bSCAl5hoVAoLGCzoZRmKAgah0tOTo50HPHx8aCVNyYmBrQ9RUREBAcH+/v7h4eHJyQkAGHW19c3PDwcyp51LD+Pjo4uLi7abDYcDhcVFYXDPYZqEPjMZDIpFAoej8/KysJisUlJSTExMeHh4RgMJtpxxMXFJTmO2NjYyMjIqKioWMcRHR0dGxubnJwcn5AUFh7p7ePL4wukSo1EoVZqyyQKtVihKZWrQQGSUleu0JaJ1doSpbpEqSlVaYsUWrGmXKozSLRQB5K8wiQrry7VGgRSvVhbbWnp7RicbrWP13cMmpq61cZ6c3NPbVt/W/9k/+SB4dnloZlDw7PLYwurbf0T9vGF4dlDI3PLo3PL4wsrY/OHh2cOjkxDMzR5YGB8f//wXHffZHv3KKhB+h4DA/Ozw+1sqzQ1g/gra30nSMYCAOyg37rySigHS602aDSVYolSLFFKxIrSEhlQgFlMnqCgqKRUzi+AlmmZDB6LwSXiSHERcemJ6Zkp6diktPRkbEpScmpqKi4Pn5mdFRwagkDAXVxgjn8OEXAffx5X2NXdX1dn0+urobKlEgWTIyJRWSnYbFRwWGhUbG4+Q1is1lXUmmraGlv7Glrsja19Pf1TpbJyW+fw3OJGR89Yl32ib2gWyMLNbX01DR1GU6O+wqpQV0jkOoWiTKer0umhlyASljoAuFynrZDL1CXFUjZHICqE/M95RAaVKSwsVZcbG1o7hobHF0Ym563W5lKxXK3UlRaLM9OwkSHomBDfhAjfpEhkRnwIk5ihlwvrq/SNlkp8emp8RJiQy2KQSJS8PEoeISM5NTMxCeUBpdnHB/v98qMf3b54oq3WMNTZ0Ger6Wis6myq7myq7misaq03NNfqm2vLm+oq6mrKamvLmxoqW5qMtqYqaBoqW+sNddXaTlttb0dzfU31wGAviUJMTE6KT06JwSSER8WFRsSFRsVHxKXFpmQnZhKSs0nx6XmRiZlBkQnIEKgEOCAkCh0EMTDcLyQoNMbDww8VEOzu6unu6hYcEKhRyGtM1bamxtSUJBgMAmBUANoT7ufjh/LzR0PZ0YgAp+QLFGDnFW8ff08vhIen7z4PuPs+by8PTxcYTKOQ1lqMVTq1ulTQUKWtkBUo+aSyQlq9it9bLe03Seol1Ep+jrWE0KHn9Bh4S11l97ZHPnn+xF/ev7f30bN/+/DeL18+8+jm5l/fv/eXH9/b++TVOyvDPVrO4bbyWUvxRpv27KjllSOjr+4Mv7oz/Mbxid88OP23D27v/fz5Xz48c+WAba5RMllXPFRVUFdK6C4vrhbRxPmpwqy44txkST5WRsyQUbI42FhGajQ1McqxAxwFMp+fDH92Uq6zDImWiqGlYoD/GVAxJTmSkxHHTo9hpEYS44IyHCJwEtonJdgXGx6QERmUER2WER2WHhWaGuGYyGC0pwvKHRYT4EvJTCGkxVGzkmcHOj977we//+rjvW+++vOvPvn8gzfee+2ZR2+9+PMfP/zZD19989mrr94999zlY/fObz1z8chrd88/ev3+V+8/+MsvfrL3zc/3/vDl3ref7/3mk7/96qM/fPHeNx+//e3PfvTVO6+899yNN26ef/nSiefOHXnmzPazZ3deunj8mTPbd0+s3z+1ee/kxs2jhy9vLD61trA6Zj881rs40D5mq+mxlneadH21VaMttVMdzTNdrZvTo5e2Vm6fPHZhY2WosVaQn1tAxudjE4vZ9I66mkajsVqtLeEU4FMzMEERiZGxSVGYpChMYkwMZBxCIqKCAgO9fSL8USEIP7QPPMQfAdktfbwiAlEp0ZEiBs0ol5kUCqtcZpKIzSUltQp5o0ZZr1E0aJWNOlWjTtFSrrbXVE22Nw02mIcaLQCAh5pMw83mMVsNFH/tqD460N+59F2M82Jfx357O0i3WuzrcA54zqGhHpCP5bwO0qHBI9gWnulsnmxrAAZpKAGrTNOgllllJSZxcVUJRL8VRYJykVAvKFDzuUouW8nlytlsKZNZTKOx8giMPMjDTEjPzkvLzMdmkbPynCHPTu4FIjADTyVn5PPzmUIyi5VLombg6Vn5zJx8qCEpC58YHCHnCW6ePnfj1Nkbp85eOX786onjT1+48NyVi4B4X7l1/eWb116+ee2VW9edAPzw7q1Xb9/4+/XvYp9fvHQZNB69cvXaq9euv3rtOtgNfv7CxafPnrtz8tTN3ePXjx67ubNz68iRW0eO3D569PbRo+D85s4OaPp19v1eXFkBBUgXDh8+cwgq/j27fOjs0tLuwvzu7OzuwvzO5OTGxPjG6OgaRL/jW1OTO5OTW1OTmxNTm1PTW5OPZ3tq5tj03PHZhe3xqZ3/PMfGp49MTG+Nj29PTGxPTGyNQ19tfWRkc2wM+oKO2Rwb2xwbA9fXhiHAdl5ZGx4+PDBwqK9vub//8MDA6tAQ+PBAT8/+rq6Fzs75jo659vY5W+ucrXWhvW2xs2Opu2uxs2PO1jrd3DTRUD/RUD/d3DTfZptvs820NM+2tiy2Q/QLjQN9Z+prR01VA2X6Xo16sLysR61ql0jaJZIepXJApxvU6//PI0yWmKhMSdFlZJRnZxtw2cZciH5NeTk1RLxjcLUEXB0RX0/KayLnN1Mg9H2SfoH22/uYfgl9HGIfh9DPhmaAQ+znEiEAZhN72aReNqGPA00/J6+fh+/j4no5uZ3s7A5Obgcb38bJs0EDFSPV0wgmMt5AyVPk49hpSZmR4TEoZDQ6MBiJRPrC4T5evnBvSP718fb2gqAE4e+Xg8tVqJQ0Bj09M6OopFiuVASFBGPiYlUadalEDKi4VCIOj4wAXUfIABQgXoATcIQvsLAC5Q3YoT28PP2Q/iwOs6ikUKNT68q0oiJhUUlhXEIsJi4mKSUxFZuSlZOJz8eRKEQ6E+rV5PDYINCFwaAxmXQmk04iEYqKRJ2d7ThcDpVK3r9/vrKyQq/XPvXUuebmxuXlg3Z7T22t1WAo12rVUqlYKhWXlBSxWIzs7EyMQ3gik4lqtdJoNIAnYLGpvr4+Xl4egYEoBALu6+sDypN8fLwiIsICA1EAnmdnp8fGRpRKuVIl3b84e/zEkYX9M+MTw4sH5o4c3bx67eL8wnSlsYxfwM7ITOUXsFVqWYVBR6ES6uotI6MDzc2NZWU6g6GcSMwHW7IAEZ1mWi8vn38KwN8xsJe/B1SJhILBcOGBJdlJ1Uz8lFF2Y7LriEW2qeeftkgeTLb+fHv60eroGxO2l/pq79sM12pVt2o1r/XV/2z/wL+tTv56c+6b3f2fb429u9jxwfLA24sDO2Z1B5dkpOJK8dhQT1iwt4v/PhjaE5YWCOcmRddzaEtW45mB7mlTWV0JX0jIiEJDf8y5e8K8/bwyszMKCgqI+YTggECknz/0738ACqq4dLQ2A/QF0AsAGETs+vj4fJ+BHaAL4PbJR09vL6cL2onEUMnwv7BA+8ARAIChnxioOYIjfBH+wEENXNBOnwIIgnau/gIFGNy4cSq9/3gCkPjvpn9Q6Pkd8UKv3HE4fBXQDwKskjoB2MfHB4FAuLrC3NxcHOPmOPY9CcAO5zOgX0coljvsf1EB/p6gCtTsJwEY+J/B633yVTvhE5KCEX4BSBTIgnYycHRkVBwmNjYGExMVDeqRnNZozL84Yr47vqcAA8cyyK8CoA5+Ic7v4b8PwGBt29/f8WZGIoODg+Wy0q9+/uM/fvPJX7794tvffl5jLmOxyUIRj8qiMbkcOpdLYbFIDAawQFMc6dAUBpvFFyo0Wmt9Q3t3T9/QcFtHe0WlIZ9IYLCYRUUimUwiFpdwuex8Qi42PRnIrQ4tNgq0H4M+pPj4eNCBBO4vYDAYZ1YWHA4PDQ11/OGO8PT0VCgUhw4dqq+vB+l66enpWCyWTqdLJBKpVKpQKMRicWFhYUFBAZfLZTAYYBM4KysrMzMzw3Gkp6enpKQAAI6MjMRgMNA2iOMxLi4uPCIKiQqEubgRiGSJQi1VauRqnUyllap0MrX+XwFwoVxTotKDHuBSrUFWXi2vMEnLqjjFKkVFTWPXcMfgdEPnUH3HYI2tT2dqqm3rb+gcarWPdw3PAu13cPrg8OxyfccAYOCBqQPDMwfH5g+PL6xAOvDUEqBf+8hcT/9UZ+84aDxqbhsA02Trb2ix1zZ2g/grU00biICuNDWbatqeBGCjuQkAsL7CrNJWqtUGrdYokapKHfRbXCTh80QMOge4oEtK5WyOgMMWsOg8HpNPwpNjw2OxCdjU+OSUuCRscgo2OSU1OSUrKys5NQUZ4O/qCvP19XFzgwreySS6sdJssTSZzY1yuZ7Ph5TYjGxCanpOdGySFwKZloWTqysrTc1VltaKqkaA67WN3b0D0wpNdZWldXb/emvHUO/AdO/AtK1zuK1rxNY52NDSY7K2AACWKvRyuV6lqlAodcUlMqGgpKRYplbp9TqDSqkTl8o5XGFhkYTK4Kdl4HPzGUViTZWlta1rZGhsfnhirq7OJpWp5FJVobAoOz0jKjQoCg1PCPdLjkKlxgTlpsUU0PN00kKTXmEqV8eFh+Skp7Bp5MzUpMyUlNz09KToSKQHLMzX7cCY/Zcf/ejpy6c7G6qGuxqHOhva6ivb6ittdYaWmvJGq77Bomuw6OqtZVaT3mIpq7WU19WU1VvL6iy6epOuxqStqlDWWgz1NdVWS1VLS1N8YkJCSmp8choUbRUUHhgcFRSOCY1JxiRnJWeT0vPomNTc0Ng0ZEgMAh2JCo4MDI1GB4UjUcEodJQPAh0UFOW+z9vHC+Hl4cmgUM3Gylqzqc5ixsREubm5+EFb2WHeCCTcPwDhFwgAGBAv3Bf15DwRf+Xj5u7t6gYRtaeHu0GvqdAq66rLzWXKBoO6SiGyKkWd1YpOg3jALF3uNU83qptktCYZRUFJaFHRu/TcQZPo0oGOn79w8s/v39579PTeJy/uffzc79668uf37u49eu5PH9w/NlI7UimYrBKu2zQ393e8dnzy4dHR24u2qzN171/c/8sXd/c+uveX924+e2xoqr6oXUvtLmf1VgrKuThxfioPGy3KjpeTMhW0HAkpoyQ/jZ4SBU1yDD05BpAtNQVaAHb2/TpNzuAKCIV2XgRSMAOL4WTEcTIwjNRIQiw6PRSRFOCZEOCVGABPCUEmhSBTwtCpkcGpEaEJYUExaGQE0tcHBotGwTMw4amRwZTMJLNGsn1g+ssP3/nLrz7b+8Ov/vT1zz750YP3Xnvmgzeee//1Z99/eP+d56/+4JlLD++ce/7K7tMXdp67fOzhnXPvPH/103df/PXHb/3lFz/5268+2vv3j/d+/bO9f//4P37x6DeP3v72o3f/9PP3/vLZB99+9O6nbzz/xs3zT5/eur5z6Pzh2TMHpy6szp89NL05YT9gb4Gc0gMdY7aaTpOuvUoz0FA119tyeLRvfXLo+IHZy9urt07srI4Plon4jPQUQV6OnE0vYVEkfOZQR+uF3aP25marvpyBJ3rBXMJRwamYxMTImOig0JiwiEAEwtfDIyoISh6PDkCHIyEGDvFHoLw9EfvcQvwRGfGxIgatrLSkSiarUylrFHKrWFynVEBJy1plc5nGZtA36hR1amlndflURzOwPY8010ALwA4AHm+rne5qdNb/OoEW9ACDpCsnGB8a6lke7j08Yl+fGFwd6wfnK6N9h0fsB/o753tsM53NQCsG9unhRgtYDG7Tq5vV8hp5qVlSVF1a5ATgikKRXlCg4nHkbKaUySyl0QpJJH4+gYnPJ2fn5KVl4lMzCOnZlGw8NYdAyc4nZuBImfjvMp+prHw6h8jkklj5qbnsXCovn0bPyqdl5nHwFFYugZiamRmTkB2bNGzruHHq7L2nLp1cWb9/8eLNM6efvXzhhWuXAe4+uHPz1ds3wDy4c/O1e7dfv38HADBA4ldv3wC2Z7DlC6qAX7l67cH1GyDyCrQBP3/h4jPnzt8/c/b+qTM3d3ZubG9f39q6trkJ5vrW1o3t7Wubmze2t2/u7AAwBmwMgfHmxlNrqxfX1y5vbV7Z2nxqbfWp1ZWLG+vH9y8cnZ87MjuzMztzbH7u2ML87sL80fm57ZnZIwsLxxYXd/cvHpmb35mdO7aw/+Ti0u78fjAn5vafnF90zrH5uaPzc7sL80fmZndmprdnpo/MzkBfZ3pqa3pqa2pyY3Jic3JifWJ8fXxsfXxsa2ry6PT0sZmZI1NTm2NjAJi3JyYAJ68NDy/39x/o6Vns7l7s7l7q7V3q7jnY0+1UlVf6+w719ix1dx3s6d7f0T7b2jLV1DjZ2DDV1Dhna13s7DjQYTvQ1rq/pWm2oW7cYhoyGvr1ul6Nukup6FTIe5TKfq121GCYrK6erK6eqKqCadNS9OlpFVkZhuxMQ3ZmVU62GdAvKa+GjK8h42tJ+Doyrp6CB6u/0NIvwxHpzCT1sADZkhx8CxCX2AdxL+nx8MjdHFIXl9TDJfdwiX08Yj+fNMAjDPAIfZw8Ozevm4vv5OR1sPPa2IQ2LrGdR+ng0mxsWj2DbKKTyiikktwsYnxcUnBwfEhIJDogyN8/wA8R6O+HRvqj/fxQCCgEFRUYkJyaIpXLCoSCVGwai8NWazUxsZjg0JAScalSrcrIyhQWihQqZVhEuAeEJJACDCgCxAsB2zOIhkYFBoBOYFRgQHBoiEwhNVZXtne2jY6PtHXYOrs7dGVaqVwiEBWAERYKCotFhcUiUZFQVAQptzqdpri4UCDgi0QCNpup0agOHNjf0tLEZjOPHt3Z3FxvaKi7du3K4GD/4GC/zdaiUMiKikRyuVQoLMjJyYqICPP19UGh/D083MEGHZ1Olckk5eX66moji8WAmkW8PEDcdGAgKiQkyB8KOPaLiAhDIv1yc7MlktLBwf7t7U2braWwqKCltWFre+3Y7vbC/pmlgwtr68szsxMNjTVkSj6XxzRWldfUmnD4LCaLarYYW1obTGbId11bayUQ8vz9EYAAv9u9hDy3jiyixwDs4eHu4fFYAXbz9HLz9Nnn4eOxz2efmwfc1S1wn3s03BMbgKDHhikI6Y1C0opVPqtgLqq51+zWH21MfrA5/XC259nBxrNW1ba+8Jiu6FaL8e2pnkeLI48Whj9YHHxzrvNuv+WFkab7A41LalELLdvKzK/kkeNRnmH++7wdnbQJgb7s1EQdgdDI5U2XqVuFHD09n5+bGheGRPi4ePq47fNxRwb4C4UFUrEkA5seGwNtD0ZjYoJDof6YgIAAACTAAg0I5Dvgh5pm/pMX+l8D8JMMDG3/env9FwAMFGAPsETteFP6wBFwXz8nRYN7MSAEy3mbBpiinYvrEBLDv7/rC678U/p1xLr+E/kXFOcGOPKEgQUaSJT+/gh3N9h34/IkAMPcPBwD2Z6hPOjvxm3ffxUE7fgK0MP/+A4wqEECGOlsQnpyDRj4n522ZwD/T5qfwYYtAOBgdFBYSGh4aJhzGdgZ/uw8eZwL/f8QgJ98vyEQCNDA7EyHBhopcCUAQRu8G52i/Xe3L5DguwU6dmRkZFhYWFBQUE52+k9+9OA3v/jwz7/7fG/vm5O762wOhctjkhkUOptF53LB0FhsCoNJodIJFCqJxqQwORKF0lJX39HTOzQ23tpmKywuyicSyFQKi8Xg87lgdyM9IwUTGxkTE5OSkpKRkZGQkIBGo/38/EJDQ5OSkhgMRkZGBtjRjY6OTklJwWKxQLb18/NDoVBOsE9OTu7s7CwvL9fpdFKplEwmgx9hXl4el8stLCwUiURCobCwsLCoqEgoFHI4HKiIyXGQyWQ8Hp+RkQFCoRMTEzEYDLBeg2am8PDwgECo9NvbxxefR1BqyxQavVSpUWj0MrVeqav4Rwu0WK2DXNA6g7zMKNUZSlT6Eg20BqyuqlEZrdwStba6sa1/sn1gytzcY221N3QOgdbfpu6RVvt4+8BU98gcYOC+icWGzkHggu6b2D84dWDUoQMPzxwE8Ve9w7Pdg9Nd9gkg/7a0D9Y39za02Bta7PXNvbWN3db6TlNNW7XVBhqAy40NTgB2WqCN5iZDVT1IgVaoK1SqCq3WqFKXyeQaqUMEBgzMYRdwOYLiEimbU8Bm8Rk0No/JpxJocZGYlLik5NjEJExCWlJyRmpaSlJyWlpabDwGjvDx8HB3cYG5ubmlp6cbKqot5jqZTCeT6QoKJBQKD0+gh0clBIVGBYVGoYLDuMKiSnO9udZWbqxT6aq15Ra9ocZobmpu62ts7a2oqh8am2/rGhoYme3uG2/vHu4fnmnrGmps7TXXNOvKTQp1hUxZJldoZXKNqFDMLyjicYUiYYlcptaoy+QydXGRRCgqLRUrKHReCjYXT2TJ1ZUNLXb74Mzg6NzA6HRTU6dKrReXyAp4guz0jIjgwCg0PDECot+U6CBsbCghI4FPy5cK2VV6pYBFiUD7YeMxNCI+Ky05OiwYjfBEusGMcuHHb798enOxu6GyXMqvN6pbLGW22srWGkOTtbzBrK83PaZcq0lvtZabrWUmk66qSlNdqa6qVJgq1aZKta3JXGsx6DXyulqzVquNiIwOCgtHh0b4I4P8oWirCEjjjYBEYBCCFRaHDYhI8A2MgAdA/mdkUAQqIAThF4gOwbi4w4ODo933ebu7esbGYKoqDAa9rtZsMlUaoiLDHXe9/YKCQ718/f0CoAQs5/giApwYDFaCvbz9HOHPEP26uDpsOzBYdlaGQa9RSUssBm2dUVOlLLY3Vj59fvvm8YNTrYYaMbWnXDBQKezRc+eaVH1VRc1KRhkLWy3IHqzkzdSXXl5s/c0PLn379uW9z1789u3Lf/3w7u/eubr35cP3bm3ay1jTpsLVFvVru9Mf39r4yZVDzxzuvjhhef348Me3l//0w0t7nz77xasnz+9v7jEwDAUpGlZyUW6sMCexJD9Nw8or51OVdLwwJ5mRGk1JDKclRzJSMFAOlqP0CACwE3QZ2DgAxgCAyUlRtNTHCc+crCR2ZiInC2r35WbG8zJiWdhoUnxwVgQyLRieGoLAhqJSQ1FJIcjk0MC0yLCMmOikiLAIpB/S0xXlAYsLQeUmxyZFBOklhUuTw8eW57/++L3fffHTP3/96ecfvPHWi7d+/PDeo7ee//HDez98+fb7r95+76Wb7z539bXb556/dOzp89sAg9+4f+GDB3c+/9HLXz9645tP3vnTVx/8x9c/3fv6Iyjs6quP/vrpB7/98K3PXn/+nTuX7h1fP39o5uTC2OZY7+pQ5/ZE3/ZE33J/2/6uxsXe5glb7UiLZaTFMtfbsjE9uHtg8ujC5Ob0yPEDs/11psoSgYJNLSLlFRLxchZNxWPpSwqrNYojywcfPH2vsboKn4YNRaC8Ye4RASFpsUmxETEhqMCwQCifBunjExsaFu4fGIlEo33gkALs54/09PJ1dw1CwAkZ6UVMprao0CiVNmi09WpNrVRar1I2aVWNOlVbpa7LVNFaoalVSVor1H9f/W2xDDebh5vNo63WyY7ame4mZ/7zfnu7k4GdfUhAFgb0uzLatzrWvzU9Ahh4dax/bXxgZbTvQH/nXHfrk/Q72lwzWG/qMVd0GHUtGkWjUmqVlZglRSZxcXVpEbBAQwvAIqGaz5WxGKU0mohI5OFwjKxsZj4Bj83ExiVmJCQTMnPoeUQqjkjIxBEy8oiZ+eRsIjWXTMfTmPkMNpHFJbLJGfnMbKgSiZaZx8whcvAUakZudmxSUkikQaI8tbpxYefYjVNnz28duX/x4p3z5567cvHF65devX3t4d0bD+/eeHDn+oM71x/evfHG07fBvHbv5iu3rr504/LLN69A4rBDAQYA/PyFi46kq6uvXrv+9Nlzz5w7/1310XdrwGfO3d3dvb1z5PrG5uWV1YvLhy8uH768snp1bf3a+sb1jc1b2zt3jhy9d2wXzN3d3ctbmxc21y9urF85sn11ZxucX9qG6oIvbK5fWF97amPt4sb6Uxtr51YOnz586NjS0onl5VMrK6cPHz6+tHRscfH40tLpQ8vOOXNwGczZQ4fPLB8+uXTgxMEDpw4uHV9a3N2/cGxx4fji/hMHD0B0vTAHUfH87M7szNbsNMTD01ObE1M707PH5haOzs5vT81sTU6DD8H55sTU6sjYoYGhg/2DhwaGlocGl3p7D9rth/r6wDjPVwYHD/X1LXR2Tre2TjY3T7e2zthsc7bWyfqacat5uKrSXqbr0qg6VIouJTSt4tJulXKkomLKZJq1WudqauZra/fX18OM2VlVOdnVuTnVuTkmXK4lD19LymugkepphDpqfh01v5ZGqKfl1TMJDSxiM4vUwSJ1schdLHI3mwK4184h2znA5Ey0QzLvYwYe4JH7eWQIffmUXh6pl0eC6LeAPMgnDvKJfbz8Ph6xh0fo5OTbWPk2DqmNR+nkM7q59A4urYVJsdIIZeR8MS6LmhCXFhqcEBwUjQ4MQ6KC/P0D/f2gQSBQCF8osycIHRsfJ5FJ5SqmbmAAACAASURBVEpFDi6XzeWYrZbE5KSomGipXKZQKeMS4vmCApPFnJCUGBiEDgkLjYyOwsTFxicmJKUkp6VjM7IycXn4PEI+iUKmQMWZNBqDzmAxWRx2RWV5a1vL5PTE1s7mxNT4yNiwtdaiUMnNVlO1ucpYXWkwVhiMFRWV5fpynVavkculGo1KKhVLJKVKpby0tLi8XD8xMdbb252Tk9XebtvYWDMaDZOT493dnVqtur/fzuWyIyPDg4PR/v4IsCkXGhqMRkNuaiQSQrP09DS1WllTYzEYymUySXp6mr8/lLbl5+eLRgcEBQUikX5BQYGhocEBAcjw8FAul22xmLa2NhYXF5pb6qWykqbmut3jOydPHTt4aH+vvVOjVZSUiizWqppaU4GAIxTxKgw64IjmF7AbGmuamxtpNAoS6eeI3ECChUNHLJSjPsjLB8oo2ufjyChy9/B0BS5oAMBuHnA3D7i7mxfCyzfAE4728IhH+ubFhlPjI8nh/iZqmiE3op6aslRVfH+m682NidcPjb4017NVJZuXMMYLiIcVvIv1Fc/0NTwY7Xpj1n5roO5MS9mVjurzTYZRIaUWn1LDwJl4RHJKJNoH5gGDwd1hCUFIQlxsUXpOGZ5opRBNZFw5Dc/LTApHeni6w7zgrl4ID3cPt/jEODKRxKQz2EwWjUbLy8vLxeMyMzNTUlIwGExYWBgajfb39wcu6O+1Iv2dgQHW/ovH72nC/wUAA/nXw9MbDLgrA8nCPt6AgT29odQ359IvkH99/RAgpM0TqsWFArCcJcBPrv466RfIv34O2wOU/IYM+MfIKEAmYCfWGQQN6CsA5e/pBvN0h3m6wfa5w9whKdjNzQ0Sgf8p/cLcYQ5/viPz6h8enPT7/zUAAwxGoVAgJxmIwMHBweA1Aq37e7or4EmnAuwEYKfhGQRBOxOwgCAM5WP9i+M7ATjmewow2NoF0WsgthrcdwDf838fgFEoFIB5NBodHh4eHByMQqFCQwJ+9IMX/vDNR7/5xaM///EX7//4IZtDYXNoYoWEwWEz+Xy2QMARCjkFAiaXR2ewyHQGgULPI9MKS8VGs6W5rb1vaNhSY83OzcknEvKJBCIxn0wmkkiEvDxcZlZaSmoCUF8THQcWi83NzSUSiRQKhU6np6enOzeB09PT09LSoqKiAgMDwUtzplV7enryeDyLxSKVSvl8vkgk4vF4OEfTLw6HAwlYeDzktcbhcFlZWUDsxePxeXl5eDw+MzMzKSkpNjY2Pj4+KSkpMTExOTk5JSUlPj4+PDwcjUYjUVDUXURkNIlMLTeadBVGqVKj1lfI1FAQdKlcJVVp5RpICpZodBKNTqotg3KwyqsU5VUSbYVIphbKtaVag7SsSlpWVaioKLO02PombH0T1Y1dIP6qqXukrn2gsWu4pXfM1jfROTTTN7FoH9/fPTLX0jvaOTTdMzrXPTLbPTzTOzrXOzrXNTTd2T/ZNTDVNTDV2T/5pPxb29gNpqahy1rfCSi32gqZnyuqGgEAm2vbwWfNte2WurYqSzMAYI2+SqYsUyrLtVqjUqWXytQSsUImVYlL5UJBMZvFZzF5QhG0D8xm8shEGofOZVJYSZiEhOi4tISU5NjE9JTUzDRsUkJiQlx8eHiou4ebPxIOc4GFhIRotfoqo0WnNcjlehqNR6HwcnOpyWk5gcFRvtCCamR6bq5KX6HQGrTlFrm6UqIoV+tNYAzVDX1D01WW5taOge6+8b6h6S77WO/A5NDYfGvHgEMBbtKWVSvUFdAodRKpis0RsNgFLCaPxxWWFEsVco1ErBAKiiFft1RFYxZk48icArHR3NTZOz4ycWBgZNY+NNHc3KVS64UFRQwaMzMNC+0AB/vHhyGTIgMTIwKSIgMzEyKouHQBg1hSwCrmMzFhgemJMdgkTHJcZBga6QGDiWj49x8+s/fHr99/+MyNs9u3nzp6YuPAcFdja42h2VLeaClrMOvB1Jj05iptba3RYjWYTGVGo7rKoKoyqEyVarNRYzLqai1Gi9nY0FCXi8ch0UHosMgkbGYujpiRnZecloNJxIbGJAdHJQbHpEDab1icb1C0NzLUyz8EjgyGI4MRfoE+cCQCGbbPy3/fPoSff6ALzJ3L5lirTSqZ1FJl1KtVQeiAgACkl5dPQGCQuxfcLyAIQC/CLxB4oZ12aC9vP6fz2aH9erm4esJc9rnAYMVFIo1CKi0W6hWlljJ5g0G1e3Bi7y9f7/32k/effurq6ujtrcnbG6M3Dvc/PH/o4xcvnpzvqpdQqwXZLTKSVZjRqSCdmrC+vDv60d2Nb9+98tcPb+/97Ok/vn9777MXLy91zNeUThuFb56c//LZ3c/u7ry6M3htrvbZ1Y7XTgx/+szG3qfP7v32zT98cPPu7vBwXWGFKEvNytFxCEYR3SrmVgoZpYQMWnJkXgyanBDmBGBQegT8z6TESGCHBhed/mcnAIP6XwDAnKwEDjaGlxHLy4qDGDgxHI8JwmHC8PER2MggbGQINioci4lMi4mKCw0OgnvDXWBhfj4hvh5YTLiARhjraTuyvP/U+tJvPv3Jt19+9OevP/3onZdfvnPhh6/eefTW8z989c6PX737+bsvffKD5z545fab9y68eOX40+e375zduHN24+65zReuHn9459wPnrn0/qu3P333xa8fvfHrn/7g1x+8+ev33vi3t1/59LXnPn7l/ofP33rr1oWXLxx/7szOtc2lE/OjG6M9B+2tM7aasYaqkQbjaLNlf3/bkYWxMyvzJw5Or070TXc2DzaYZUyyiJAjZZD0Qo6Gz9YJuFaFpKlM02E1bS0tvHz39pntTWY+wc99HxzmgXD1iggIiQ2NCkeHBiJQQf4oBwYHxoWFB/n4ob18EW7ufu770HBffw9PpJdHdDCaSyZJeDxNocggFjfp9I1aXZ1M1qBWNWlVzWWajqqybrOho6qspVzdVqntNlcA//NIi2W01Traah1vq53qrJvtaXRyL/A8Lw10HRzsPjjYfWioBwwQe1fH+tcnBjcmh7ZnRremRzYmh5xSMFCAwVbwSJN1qME8UFfdazF0GHWt5aomlaxBIQEAbJaUmCUlVeKiyhJRZXFRmVCg5LLFdCqk/eLxzMxMchqWmJmVHp8UFxaZGBmTm5pOxeUDAKbmkqm5ZBqO4hgqDUel42kMHI2dR2flUOhZ+fSsfEY2gZaZR0jJyIlLZubkr04v3Dpz/s65CxeP7D5/9ca1kydvnzv7/NVLL924/ODO9dfu3Xzt3k2AwQ/v3njzmTtvPnPnjadvP7x74+WbV168Dj3t5ZtXnAAMxN4XLl4CRujvUq/OP3323P0zZ++eOn37xMk7x08+c+rU/d3jt7Z3rq6tXzq8cunwyuWV1Sura+Dk6tr69Y3Nm1vbt7Z3bu9ANulbx3evHTty7diRG8ePXd89eml78+LWxuWdratHd64c2XbO5Z2tC5vrZ9ZXzm5unNvaPL+9dW5r8+z6+unV1dOrq2dXV8+vr59fXz+3tnZ+de3cyiqYMysrp5YPnlw5dPrwoROHD544eODYwcWTh5bA+e6hA8eXFo8u7d89sP/IgYWj++eP7p9fn5gE0HtkZm5nenZnevbIzByYnenZrcnpjfHJ9bGJtdHx1ZGxleHR5f5+MAft9gM9PUu9vYf6+lYGB1cGB9eGh1cGB8H1hc7OyebmYaulp7ysU6NqlUkaSorqikR1RaLmkuJWcWmbVNKjhvZ+h8rK7Go1iIDuksthNfl5dURCI4XcRKU0UMiNVEoTg9LCojWzKI2OaWBTmjjkJi6lmUdt5dM6uJRu9uPp4VDB9HJp3UxCNxPaB+5lk+wcch+X0sel9POodj65t4Bs55P7CigDBeSBAiIYoAbb+eQuLsnGIrayyG08WreA1c2l9/KZ7Wy6lZKvz8eJczJpifHp4aExKGRUYIBjUQYdGhAATSAyLAhKW4nGxCSnpijVqnJDRT6RwOFxm1tb+IICAolotlqaW1vyiQSxVDI2Ma4vL2NzObwCvqiosERcCphZpVFr9TqFSqnSqNVaDRiNTgvG3t87Oz+zsbV+6crFxaX9UzOTbR02fbmuRFxcVFIIVN+iksLi0iLwIZvNLCwUFhcXFhcXisUlIpFAJBIoFLL+fjufz5VKxbOz01VVlRUVZf39dqVS/n/s0JmZ6SiUPxLph0DAvb094XBvONzbxQXm4+Pl6bnPxQUWHh4qEgmsVjMwSxcU8DCYaADAAQHQ2iIK5Q9FRqIDQDIWkZivVMpnZ6dPnNhdW182VpWr1LKJyZHNrdW+/m6dXiWWFNn7uhoaawqLCnh8lkIpqTYZBEIuNj2ZX8Du6m6TSsVeXh5ubi6O0gWYq6srMEJ/18X6dwD29HB9EoBdPX1cPeFuHoh9HnAfL4S3m6cnDBbs5ZkdHU5NjqNgQhiR3sxwN1EswkiKH1HzNlr1p3usZ3rMsxpBFyenNje+AR/fw8iZKqFvlEtON5YvV5bu1wm3TPK1CkkXNac6M85CStdT0guJaUG+EAD7ecJCfL2wIWGidLwun1ZLI7dw6bUCBi8jPsgL5u4C8/RxcfeGFrZd3GARYeEMGl0kEPJ4PD6fLywUOW2WGRkZcXFxwcHBcDjc3R1q9wEq6JNeaG9v78e67j8AsJfP4089Xv11PAG6+C8s0E+ir6eXjzMTC4Sx7fOElqkBAAN7AnBJO50LzpVgwLqAfsHjk/TrbAP280OCAa8LPAL0BXwCIpEDAwPBCXgCCunn7Q4D42BgVwfE7nN12/dd7PN/kn//1wH4SawFju7Q0NAnARj6+9HRk+TUfp0/hMfiqmMHGDQhRYSFR4SFOwuBQQ4WEH5jYzBP1iD9IwX/KwB23mcBhm3AseDOC/hFgO/H+WsCH/6jAhwQEADBHhIJfmWPX4Wf9/bq3N6fv/j6i/e/+uKDb379qUYr5fGZMrWcKyjgigS8wkJ+URFfVMgTinh8AZtfwCkQEagMrgByQVdba+yDQw1NjTm43OzcHAKJyGDQGAwaiUTA4XJycjNycjMIBEJWVlZ6ejoQbAsKCqhUKmSgTU4GNUipqanJjiM+Pj4kJMSpzDsN6h4eHsnJyfX19QKBID09nUKh6HS6yspKuVxeWloqEAjYbDboQMLj8Tk5OVgsNjk5GVigwXlCQoLzBw4wODk5GYPBQHsNSGQgOjgiMjouPpFAJBuqLWWV1TKVVm+okqkhEVisUH8PgEEIllRnkOkrxZryQrlGpNCVag0SvVGsq5SXW/Xm5sauYVvfRI2tr7atv9U+3mofr23rBwowAGBAv6328ZbeUSj/eXCq1T7W0jNis4/ZHCcdfRNOBgYKcEv7YGNrH9j4ddKvpa7DUtfh6PttqTQ1G6qbqq22moYukBHtKEaCABj0AKt1RqlCD3ZoZXINsEDLpCpnDhaNymIxeUwGl0nn4HMJTAqLx+SnJaTEh8ekxyclYeLSkpLTU1Lj4zAx0ZFodABU1+zlBnOB4XC46mqzSqkrFIlFIml+PjM7m4rF5kVEJwaFxvihgqNiEwqKizXllcVStUxlKJXpiyVamcrgqCkq15SZbZ2D1vr2amtL78CkrXMQyL8dPSONtu665o4qc4NaZ5SrypUag1Kll0hVLHYBk8Wn09gMOkdQUARJ2RJZoahULFEWl8ioDD6FzpOrKxtbe3v6p4bHFwdH53oGxhobO2RyNZ3KyscTsMkpQf7+McGo2GBkfGhAQlhgUkRQWkxYTkosMSuFRczJSYlNjQsn5qSiEfsi0L4x4egQpMfpzcW9P/7i8/ce/vVXP/vm8w++evTWzvKspUzmBOAma3ljbWW9taLGpK+uVJvN5dWmsupqfXW13gRxr8Zs1FiqtCp5cXWl3tbaqFYrQ8PDYuITMnH5ZAaHyeITyIyMbAImERsUmeAXFOUdEOGJDPNEhnn4h3oggvb5oj3gKA84CgQ17/NCIZAhMJinD9w/KgIjl8r0ao1GIa82VMhKS+A+Xo48Oe9AdLCbp48vMhDui/JFQEZoP380GIDEYOnXsfcLzM8QALu4esC9fbQaVWmhoFTEFws5pTxqtapkuNX0+u2zX77zzJ9/9vrev3+w96ef7/36vd//6N7v3r239+mbj164eHy63W4QdaiZTWJ8ORUjzkJOmflHByoenpn44Nbyb3946Xc/urr31cu///HN44PmER37jd3ZXzx34utnT7x3fu65w+03FuqeXe9499LMb948s/flC3u/f2fvt299+9P7Hz240FstbyuXNaiKqorZMlouC4shxAZDABwfQUuKZqRgGCkYsAkM0BdEQNNSMU4qdmrCzvxn56eoKVGU+BBWWmRBToIQl8TJSqCnxVBSYkkpmOzYcFxCDC4xLj02KjYYHQT39nN384FBf0uE+8PxqYkDbc0rcxNLk8Mv3Ljw2Xs/+PLDt//89aefvf/6689ee+/BvQ9ff+adF2/+5I1n/+29B1+8++LHbz79/is333720oNbp5+/fPT++c3rJ5avn1i+unvwyrGl22fWXrp+4vVnLrz17OU3bp7/6Ut3f/P+m//x2Yd7Xzz6/U/f/elLd1+9dPKdO5feuH7u+bNHbu4sX1lfvLgyf+bA5JGZwafPHr19auvS9qGt2eHxttp6rVjFpRWRchVsapmIa5YVG4oLtAWcJr16oq15qtO2OjP54Ok7T1+7ohWXBPsi4C6ugT7+XjD3cGRosC86EIFCwf39veGhAeiokBDopouXL9rL18/N09/dK8Dbx9/DMxTpl5WcKObzVIWFmkJRRWlps76sSaevlykb1Kpmndpm0LYb9YCB+2qr7TXGLlP5QD0UAT3aah2z1Yy3Afm3Ya63Cai+T9Kv0+18eMR+eMQOhN+18YGNyaHNqeHtmVHAwOsTg8vDvQf6O/fb2xd628DS72C9yW6thOp/K7XNekWDRtqolNbLxRZpsVlS9CQAQwvAXI6EQSumkAT5+ZycHHp6OjElNSU6BhMSHo5CRwYGJ0fH49KyyDkQA3+Hvn8HYIiBc6k8IouZTXas/hKpGfj85ExSWhYHT+qpa35qe/fWmfP3nrp0+diJF67dvH7q1K2zZxwLwI8B2Em/D+/eeP3+rdfv33rt3s0Hd64DAIbo99ZVkP/88pWrL12+8sLFS89fuPj8hYvPPXUBnAPnszMB69ax4/eOH793bPfOkaO3tndubG5d39i8tr5xbX3jyuqac4AgDH12a+v2qRPXThy7duLYzdMnrp/cvXxs5+KRrSu7Ry4d3b6ws3l+a/3c5tr5rfWntjfA+VM72+eOQHP+6M7Fo0cuHNmBYHhj46mtrfObm+c3N5/a2Di3tnZ2dfXMysqZlZWTK4dOri6fWl0+fvjg7qEDxw4dOL68dGLl0PHlpd3lpd1DB44eXDx2cPHIEsTARw4srE9MgtmYnNqantmantmYnFobnwCPK6NjK6Nja+MTa+MTh0dGD/YPgg1h53rwYnf3QbsdIPHhgYGl3t4Zm22soaHfbG7Vai3FRTXFRVaRwFzAq+Zxqnkci4DfUChqKi5qKBTVi4R1BQUWDqeayTTS6UY6vYrBgNWTiE10chuL2cFjdfBY7VymjcOwcek2Lr2FRwXTyqfYCqhtInq7kN7Oo3TyqM7p5lJ7eLQeHs3piwbicA+H2suFrtsFtB4hxS6g2QUUu4BsF5D7HI+9fGJvAbm7gNrBJbWyiS1sYjuf3i1g9RWyB4q5PYWcehbFQMmT5+VysMl4TAwmICA2JDgxMiohOhpMcmxsamJCVlYWHo8nEokVFRVGozEHl0sikay1NUq1Cp+fZzBW9g30g07LianJkbHREnGpWCqRymUyhVwql0lkUqlcJlcqSsSlpRJxibi0sLhIWCgCUyAU6Mr0lhprc2vL8OiIsbrKYKxUadRsLocvKODwuAwWEwjFbC6HyWbRmQw6ncpg0IjE/IwMbFpaSkYGFpzYbC0qlSI3N9tqNZeWFqelpVRXGxkMWlVVJZVKjogIQyDgPj5eKJR/UFCgvz8CKMDBweiAACQaHZCamlxSUtTQUKfXayWS0pSUJBB/5dhgRYSGBoP/F4GABwaicnOzpVKx3d5z+fLF80+dnpoeqzSWWaxVPb0d5RXawqICs8XIZFErDDp7X9fK6kGLtYpAxGVkplZVV1RWVqSmJgP3tYeHh4uLi7u7OwR+juN7ALxvn6enB6QAAxf0kwqwq5uXt5cf3MPXA+bq6+oWhULlxMfRsYmUGBQt2ocY4pGHdqFH+chzoi3s7CYBoZaZXYFP0GAj1WkR6pRwVUpoRSamlpRWQ06rp6SPlDAnxZwmQpopJ76OlmmgpkuJqbEoV4QbzNcN5gWDJQaFlpCYagqzvbiwSyqsE7HY6bGhcFd/uKs/0mefp6s/yg/mAkOj0Y53C5lMJvMK+AVCAc/Rc8pgMEgkUk5OTmJiIpCqAIGA3WDAwA4B/H8MgMHq75PoC1AZ4e/n5eMNABh48n184Z7eXu5QxBikEwPTvjcc6ihC+EO9Xs5Ysu9VIjnpF5wAMAaYBwzAQCMNcBxQUK9DMgUpTXA43NcXahrzcnfxdod5ubsAAHaHEBiqQQL5zy4O/7OLG2SBdnGHubj9byrAT/YAA0UXEkX/BQA/SZsAL58E4H8MwYqJio6OjHoyGjoOE5sY/3cScyIZOPkvADgoKMjfkd4OvMGBgYHgypPf0v8tADt9xUFBQSEhIYGBgVADUGSogEv8yx+/+N1vPvnqiw/29n7f19/BE7DyiThRSbGgpEhQUlJQXCwoKgUjLBbL1To6m0NncwRFxZqy8oGR0b6Bfr6gICEpMZ9IAHscdDo1OzszPT0tIwObn48XCgu0WrVcDrmXIyMj4XC4h4cHeL1YLBaHw6WmpsbExISGhoI0dV9fXyQSCYPBgI0CjUYnJCTU19er1WosFuvn5xcREZGTk5OXl4fD4SQSSWFhIYfDYTKZLBaLw+FwuVwOh5Ofn5+bm5uZmZmenp6RkQHysYDjGqjBkZGRIF47JCQsPiEpJiY2Kzu3rNyoqzDKVNryKrNcUybR6EtVGolGJ9OVyXRQCnQpFAStE2shCzQQgWX6SpACrfu/iHsPqDbPNO9bNkW9V0AIgei9g3oDgQAVJIQ6Kggh0avo1QX3GneDjXHvvdc4dpzEjtOdnimZZGYyLTuzs7O77y7v9+h2tGxm8u15z3e+77vPdZ5zS8g2PBCi3/2/rv/f22b2tFibOqxNHb6ekd6x1Z1D0yDgt3tkZVtgomd0Vd/4TN/4zODUupGVG/vHZ1r7xnpGVvaPzwQm1vSMrOwamu4dXRUYm+kfXT0wvmZoEgpDgipoidzVNwGwFnQ+h9C3pWOotXPY4+t1e7vd3m5vS39b10hn73hHz1hr53Bza5/H1w0A2GhxhUykgI6q1xlNRpvZZNdq6hTlVRJxGY8rEgqkIoE0JyufzxVVypXZqZlxUbHJ7IQEJiuFk5ianBLPZsUyo8lkIkguSExMKC8v12p1utp6qUSRn8/j8WRJSTkJCZl4UhSFzsST6PFJqXUmq6bOVFtvq7M2avQ2hcpQrTFVa0zaOrvN6Xc1dfja+m1O//D4THNrX1ff2NjUOn97oL1roLWj3+VpNVpc9fUNZrPLaLJra+vlZUqpTCEUSPk8cZm8UquB/g+tVmtrVLqKShVPWCYtq25wt/YOTAJLralVmwbHVrS29qo1+qKC0pysXCgGCYdjUSERGKLfWFpqLD2JSeVEkzlMSiaHmcJmxDEISfEMdhSRRkKS8ZFjgbbF//jj4t++fXb/3B9+8d6fv33x5Xuv7Vg/sX6qv6fF0eWzdzTbu/yOzlZ3R4sLAmCn0dVgdDsgydfnsfo81pZGq99t8brN7T63w2ryeNwFRYUMZmx5lapcpU3LLmTFpzJiEvBkJhJLC0eTw1CU5UgyDEkKQ1HC0eQIDCUMRQhD4JbD0eFwDByBDY9AkciMyAgUDBauKKuo1Wj1GrXDavE4HdVVleFhy8hkMgKBojOYcAQWhP0CAIZ6rQnUkCdWeAQKVFg4MjwMAaz7w5aFJ3Li7BaDqkreYNT4HPUOnXKs09Np1wScug09riPrBp6c3vWH5zf/88vXF795tvjPXy5++97iP/9i8buPPr17/MzWoW19lrEGWbs6T1dA69QWrPFXHVrV9PrJdf/6+e3fPr+w+M8v3jiyfnOL5uPzO//67MLfnl/4/auHPjy55s62rvNrmt45seb3bxz724urUCrS9+8v/v7dv3z5eMdE98qOxrb66npJkSwzvphNLWZT+UnRIQCGcoATmdyE6NLEGKD3guBfkHUkzkiQZHJk2UmKnBRZdpIoPZ6bxCxk0/NZ1EI2vTiBnhdDECQyFLlJNcUZyqJMWW6yICOxJBXyfC5NTynJTM+Ij6NjMQgYdJiOWg6jYVA5iWyVTHTq4N59W9atGe//9Wfvv/fo9qPr5379+Tu/+uTZ+6/f+PztB58+vff+o+tff/DoVx+89s37r0HXDx/98r1XP33jxrPbpx9ePHTr1L4rR3ac2rd+YfuKY7tmLh7aduPEnlsn9z67dvL9W+c+vHPho7sXv3x889vnD799/uhnT+5+fP/qV6/f+fkb9758dPerx/d+/uTBx/euv3Hx5MmdmzeN9LVb9GaF2FgmtFfJnaoKp6qi390QaHT0OKztlvrpjvbjr2xf2Lxp0Os5um/PmYX5gc42MhqJhC2Dw2AkJIaIxjPJDCwcjUdiCSgMOgJOI5CiKZQIGIyCxjGwRCoKaj8gIVG4yPBYKllQmG9U1Vg0KgDAnXZ7l83eUgcBcHcDRL/9bluv0zLic6/qaVvZ3TLkdYy1NE62Q53Pq/ta1gTagvJv16bRni2jvWDoF7Q9AwV4x9QwoF8AwLtXju1dPQEU4Nm103PrVsytW7Fn1Thoft441LNpuBckA0+3NWVctgAAIABJREFU+8Z8jUMeR5/D0mWtbzdB8m+rXtOs0wD6bdKq3GqVs6baKJfpxRIVn68sKVEUFspyc4XpEABH4wh0DIGGxtMxhDhKdAY7uTSrQFosEORxBXlcYT4P8sHKF4gLhJJCkaRQJC8W87NLeFmFkrxSXkZ+PiddkldsrlSf3n/g6M49V4+eOHvw4M3Tpy8sLDy4dPHm6VMAgJ/ehBTgZ7egFuinN6EW6Ge3oI7opzevQtB79SKkEl+//PTm9aUBSKARGoQeAR5+cOYskH9vHTt+69jx20ePg4nfW/OHbi0s3D60cGN+/trs3OX9+6/PBQeD9+2/tG/f5b37Lu2DpOBLc7MXD86dPbD/3MHZS4fnLx2ePz8/BwD48pFD5+fnTs/uPbV/z5m5fefn5y4uHLx0eP7MgbmTB2ZPzO0/PX/g/JGFC0cPnz80f3pu9tyBA+cOHDgzO3t6CQCf2LXraBCAjwUBeCEIwId3bj+2e8dCkHsP/cC9B7duOrAFaooGoLtnxap9q2Ygw60fep53Ta14ZXxy2+j4K+OTkPX09KqdY5NbBge3DgxCKUrD0DDw5v7Ahr6+jf39mwKBLYOD6wP9U35/p9nqVWkdCqWeJ6zIyZElJ8mSOWXJyYrUZGVGhionS5dfUFdUYOHxDcWF2ty82vxcK5fnkkn8FZX+qkpYp4jXJeX3l0kGKmWDSvlQlWyoUjpYKRqukgxXS0dUkuEa8ZCSP1jJG6jgDih5w2r5gEoKkTBUkkCFuB+a2oVmdwNlwn65oE/G75MK+6TCfpmoTy7olXN7ykp6y3h9Cm5/BS9QCf1Vg1X8kWrhYBVUQ9WiwSphXyW/XykYqBaNaWQjmrIBTXlnlcwl4arzIQU4l8XMTUjITU7JTUnPSEpJTuCkcBJzM7OKC4tKi0sK8wuKCgr5XJ7H3eh0Ogvy8isqKvr7+41Go0AgCAQCzX5fZnaW2WrpC/SXKcqBSqzV1ZYpyiUyaWWVskxRXqGsVFRWlCnK5eVlUrlMLJUIxSKhWCSRytWa2gaHy9vs9zb77Q1ORYUyL78QiyPEMFlEEiUSjsThiTg8EYXGUqhQOGfITBgOh0NhqkFjYYVCYTKZ0tPT9Xq92WymUChut1ur1ZbySjzeRhY7NjwyjEQhwpbDKDQyFo9hRNMjERF4Ig5scASsWCrytTT7fF4A0mg0cvlyGIGAo9OpRCKeRCKEPLFoNEp1tbK11X/58sUrVy+cOHlk5apJlVopFHE9Tc62dp9YwldrqsbGh+YO7B0a7pfJRdU1FW3tvvb2VhaLhcfjw8PDw8LCQAorHI5Eo7GhfShjFolEw+EvwThIxy+7eSPhaKgiUCgkDovGISKRkcEsBwaFmspiFsZHS1KZklRWUSwxm4YqjiFIkqMqMuKqs9ma/MTavMS6whR9XlIZhyKMwVenRFWxKdachFZ+jp+b4cqNd+bFN5WkeMXZppJkeUpULBKGhsFwMFgMkZSflq0rK/OqFAGbZsChN5bzkxhQk1sYDIZCR0LfCzQ2Eo6kM6JLBWKxvKyIy+OLJYCBpVKpRCIRiUQlJSXp6elsNptOp+NwOMhjLTISi8WCIUYEAhFCYtBLjEQiw8PDly1b9sMBAeJHC8zrhvTh/8rvDQZQ//3zBBIReLAh0ahQVDWYVw+9GDAweAg+jZ/iJcBUS69A+QRTpgD8QtwLBkoBCeNwOID9eBwGspqLCINyjuHwsDDIEhpcgTt08Aqh7/LlUIX9Twt0Rkf8sMAd/vsrAoEAtxR8KHR7wTHE0iu44eAO/EgvBQZR1CULdEEvnbldenOgPRZHxBPIRBLogo6JimYxY0H/MwBg0BQdF8vixCckcRKBDrw0GTg0JBwfB2zsWACegXsWnUqjkilEPCFoYAelkoB/jkwkUUhkEoGIw2BxGCyJQCQRiHgs7qcKvIBEIFJIZBqFyqDRoaKTk5Kivvn2k/9c/P6bX3/2T3/5zdPnj3nCYi6/WCSTVlRXAcm3Wlsnr6yRVaisDY3D4xPK6iqxVFKr1xmM9Y1Nnu7ensYmT0FRIU/A5wn4XD6PJ+AXl5ZIZFKz1SSTi9LSkxhRFBqdhMNh4PAIOp1aWJifnJzI4cSz2ezY2NiYmBjQ6R10mMNiMKjgAVoEGo0EMxpsNsvr9YyODhsM+qQkDolEAAd5eDyWTCTFxjCLCgoryhXqGpXRUG82mtQ1KjYrLiMtvbiwqLiwKDM9gxOfkMCOT0xMhDrM41iMaChgGTrvoNFZzDgWi00hUZOTU5u8LUZrg6XBZW5wGexOtcmiMVv1dke9013vdOvtDq3VobM6dXZXrc0NzJ8NTq+5sa2pc9Dd1q8yNTT4Ox0tXb7eIbOnpblncHRmY3tgrG9s5djqja19I239o11Dky3dQ10DE73D0y5fV//oal/nUFNboKN/ontwuq13rCcwNT4NGV8BLyjggNU7MA1cr/ztAX97wNfWDwo8bOkY8Pi6QTX5e5pb+1o6Btq7hzt7R0EOsM3hM1oadQabutak11vNZpfJ3KDW1AUdpOwuZ5PZZFeUV5WWCMSistISIY8rys8r5nFFlYrq/NyCBDYnOTGFxYxLTOBkZGRwOBwajYZCoWAwGGwZTK3VGE2WsvIKkVhaUFiaX1CSnJIZE8OJieEQiDQUmpCYlF6j0lltLnWtqVJjrNCaKzVmhcZUoTZV62y1JrfB5q23NA2OzlgdLR5f78jYWn/rQE/fZG9gYmxs1cDARHt7v8Xi1qjrLGaHy+mtN1gV5VVCgbS0RMDnC2WyssrKKrVaW1dXbzI3KKs00rJqjc7s8XX3DU6NTW1YMbNtaGz16NRMc3OnRlsnk5TLJHIGhRpDIzOp2GgyMp6Bz0iMzkmOTY2nJ8aSOXGUFDajMDeFE0ejEBHpybHwcFhedsq//8t3f/r1+3/+zTtff/rg+2/e+fc/ff6X331ybG7jzHj7zGTXmsnezWvHRvtbO33OjmaHx270ucydXjvISfI1GJqsuiarztdgaHFZWpocHS3NanVNKY8rq6gqFIjJTA6OzkZiGQjMy4pE0ZZHEsPgpHA0FYmlRaKJ4Uh8JBqPxJHQBDIKT0Kh8RQSNQz6JsASEziVZXJ/k0etUjbYzY1uZ1FhPo1CxWBwNGoMiRi1HIYmk6IJeCo0DYYJukCjSAj0fxUcgcXhKRg0gYgnYeDoMBgsAgaTiQoMOrnDXN3iNrQ0aNvt6svz21Z3unrNVZ118kGrcthacXhV93sXZ5+d2f3+pbm/ff548fcvFv/4yeKfPl781bPFP774p4/uTjRWt2lL23Tcpup8lzJnwFFxctvw56+d/tevHv/nzx++fWbDBxe2/vW9i397fu5/vXvhX9489eHx9Q9eGbi7Y+jtoxu/f3blf33++uKv31/8w6c/e+PG9rGefpepTlIiSo8vZNPzYimFbDo3iQk0Xl5yLDcJijgqTogCxUtlCjPipFkJsmyOLDNemsGWZrBlmfHceHpBLKmACf3xQjY9m0nKiSUXJjDSSKgcGr44LkqUEi/PTpPnpktzsoTZGdKC/Ao+P5UVR4AjCHAo9xIVHklAoaLwWElJ7tHZnScO7hnv79i/fd0/f/eLX3/5wfVTh+5fPv7uo2ufPLvz8Vu3vnjn/pfvPvjgtcufv3Xrq7dvf/vRa3/88unvPnvjq7dvv3h8+cXjy8/vnn796uF7Z/ffOL7z3NyGYztXHt+16vyBjRf2r79zfMcblxee3zzx4sGln79155t3Hn799oPfv3j6/Wfv/PnzD37z3tN3b14+t3vbxv7uQafNraq0V5VZK2VujbLTVj/gaRjwOHudtm67bdTX3FJv2Dk99drFiztWrBj2+eY2bbpy6mST0x7PjEKFhyPDwnAIBAWHI+HwdCKZQiASoBQMBAYBxyIRBAyaiMUwSCQyFosKD8ej4HQSnoCIjI+i6yoVFo0Kqppqa43Srdd22CzdDnun3dxlN/Y6TAONtmGvY9TnmmxrWtXdAvqTp9q94y2N0x3N6we6to71bRnt3zjUtXmwa8tQ9/bRvp0TA7unhvZMD+9dMbJv5ej+VWOzq8fnZiYOrJmcm5mYXT2+f9XYvpWQIAxq5/TIKxPDW0YCGwd71we6V3W1TrU1j/mahjyuAbejz2Hrtpk7zPXeWnWzTuOv07cY6nx1erdaZVFU1Emk1VxuVQlXWVyqLC4tKywSZGblxCUk06LiCGQKAkWMgFORaAaGwCRQshOS5SV8cT4U9isp4AVLICkQiPJ4wlwuP7eUm10syOPKi8WlabkFiRnCzPwLc4eO79h1fm7u2pEj144du3Hy2L3zZ169cu7h5XNvXr/69Ob1t2/eeHbrxrMb18H++Z1bLx6++u69O0+vX3ty9fKbV6+8dePa2zdvPL91E2p4Pv+yHp278NrZ8w/PnHv19Nn7J0+DuncC8r66ffT4rSPHbh4+euf4sWAU8OEbhxduHjp07RDkCH194RDk/zy7/+rc3KW52Uv79p3ftxci4QNzFw4cOD83dy6o3J6bnb148OCVhQXo0w7W1cOHrx4+fGVh4fKhQ5cPHbp46BDU+Xxw7uzBA+fmIQX4wsKhSwsLlxYWzs7NnZ2bO7+kLsxCf+2xPbuP7ttzYt9eaLNz5+FXXlnYvh0aG96169iOHUe3bV/YvGV+46YD6zeAKd8D69bOroEsr/atWLFnagpqZh6f2D0+sT0wCOqVgaGdg8M7Boa29QW2dPXuDgzsGxrcOzyye3h45/DQ9qHBDX19K9vaOs1Wv6HeXaOul5WpSniyzBwuJ7k4Nr4kLo4bx+LHJwgS4gUJnNBVmpIqSU6SpqSWpafV5OTVlhSbBSKzWAQbqSofqSkbV1VOaCsna5VQaRWTWsW4WjahkU9qZZNa2bhaMlIjGKkSDFbx+1XSnhpxV6Wgs4LfrRB2K4Sdcl5wPJjfJeV3SnhQiaE+6i6JoEMqaBUXt0qL2qSl7fKSDjmvS8HrruB3V3CDG26vUtir5Pcq+T2VvP5q4aBa0q+S9mvKetXlrVXSBim/piCHl5SYFRubHsNKiWVBLnaM6GhqVCyDmcRJzs7MkQpFCplcIZNXyMsc9oamRo9ULMnNznE4HE6ns6SkxGg0dvV0C8UigUjY1OxtbW+rrFIKREKxVFLCLS0qKQZv71LT05JTUxISOeDtFJlKATbRFCo9JTVTKJLVqGp1eqO21lCuqCrlCokkGpnCwOKgUzMsjoTGEBBILBYHJXyCQT7gGhXCpJycHLfbzefzy8rK3G53QkKCTCazWq1FJYWuRmdRSWF4ZBiFRkZjUUGaxuEI2PDIMCQagSfiIGOhyLCMrHS9QdfW1tLc3FRTU5WUxAEt0+HhUOIwGo2kUEhRUXQcDgODwXJysvz+5ocPHxw5On/33s1161crKmQqtdLlthtNep1ePT4xvGXrBp/fo6wq7+ntmJoeq1SWBRM7ySgUBorigXgHGRHUIpFIdHh4JHgSgYAYH43GolAYyAsaYuB/XOBlcDhy+fLw5cvDkUg0GY/LYNK5yXHizCReCruAHVUUz+AlQ36PkvQ4eUacKDlanBJTkRkvSY4qZuIFLLI4imBIj2/i53TIioZrhNN1ZcMaUZs8r0mSq8tLyCYjSDAYlIeEgHPi2HI+t8thnGx3THd5mozqkvREMqT+wqBOZAQCjcGFI9AIDD4hJZ0rkorLy6FsGLFIGFxisRhgMJ/PLykpAS2dFAolFAG1tCMaiUSCow0oiioYm7QUyf7b/idAF5Dw31/xRAIChQyPjECiUVg8Do3FINHQjQQgDRqwlwLwD+Zk0DkLWOBH7sdc998fLwVg4MMUot8QAGOCQVtYLBaBQISHhwMQDQsLW7YMmgRe/hPrf+JfyP4qPDz8B/6FYsz+4fopAA59vaENuNuhDOeXzcDBrzfUIUylUkMhwICU/vv9WPLoBwCmkikMGn1pCzSLGQsgFoQDx8exOfEJoV5owMAv+6Lj2ACDQb/0UgBm0OgAgKFELjQGh8EScHgSgUglU6hkCplIAgBMxBP+TwE4is6IYlBi4ygXLh1ZXPzLP/3l23/7j7/86tdfVVaVl/KK+GJRRXWVokpVUa2uqTWUV2krquscnpb9swdcje7KKqVaq1FrNRab1eNtqjcZyysUZqvF4XJa7Ta7o0FvqOPyeSlpyQQiJjEpLi8/K78gm8cvrqiUl5fLS0uLY2NjghXLYrHi4qDJZ4DBBAIOFB6PXVpcbkl3d6fP5y0tLeZw4mNjY+LiYrOyMmKiosFtj2ZEgUDmKDoDi8bEREWzWXGpySkZaenpqWnJiUmceMj5OSommsmKjYll0hh00LjOjI6NiWIScEQWi20y2upMVkuDq77BabA7tRabxmLT2R0Gp9vgdOsb3LU2Z60NAmDQ8wwY2N7c5Wrts3jatZZGq7fN1zvgbO3MF0r5iqqW/qGOgdGOgVFfd6Cpo7dnaGJkes3Q5OrxVev7hyeDPbpj3pZ+j6+3vXu0JzDVE5jqH1o5MrFuaGzN0Nia4fG1Q2MvZ4C7+iaCuUHD7d1QtXUNtXUNtXYOtnQMhAC4yd/jben1tfW3dg529Ix09o5CGULeTrvTb7Y16evtGp1Zp7MYjQ6zxVGrM6pqdHqdyW5z2axOVU2tUCDlccWFBdzSEkHQ5oIrEZdlZGSxWJBnNgeyKk7kcDjx8fEMBgMOTavA4hMSNVpddY1aKivj8gTJKWmJSWkxTDYjioXFkZEofHQMm8uV6vVWi8Wtr7dXasxKnbXG0KA2OjUml87qMTn8VndbY3NPd/+kq6lLo2/o6hl3uju6eycGR1aODK0M9I91dgQa7E11enODvbHR7TPUWSoU1SKhrLSUx+MJxGJpWZlCqaxWq7X6OnNFpUpaVl1bZ21u7RsYWTk+vXFq1ZaRiTUDo9MOR7Naoy+XV8qlZVQiiUbCJ7FonFhifDQhjoGLpWHYUfjUxKj8bE5WGpsVTYyiYVFw6EiUTIB7G23P37r35+8++Mt3b//L79/7w9dv/fHbdxb/5Rc/+/jR2snOjmbjYFfj9o1Tm2bGRvraulvcLY32wU5fh8vc5Yaqw2lstdf5bfpme53PYWqyW1q8jVqtNju/IC4xFUuLWY4lo6msSEw0GheLQEcvjySFIygoXBQcTYOFYcKR+HAkPgKFQ2CJaAIZR6bhyDRCkFLwSGQYDFaYm1Ov07R4G90uu9tlb3Q7MzPSiEQyFkMkEmg4LHU5DI3HMtAoAgqJQyKgid9wOC4sEhsWiQ+HEyIQ+LBINBZDQiBQGDgaFQmPhMFiyARzfUWzW+N3a216mVqaO7dx7KMH54+sH90aaBp1qDa0W/eN+nYPeAZNcqc4c4VHs7ZVf3Xv9HfPry1+/8nin14s/vbdxd+899t3bmwddLfXiRoq81oNoiYNz1KWs7LD/OT87l+9efqtM2s/vbH7X19cXvzk5uJndxY/v/fvzy59c/3gqzvGH+5e9c39M9+/c2/xuy8Wf//z+8f39zXo7UpJWW5KcUJUQRytII5WwokOzfcCAOYmMUH8L/RWIZMtzoqXZMaL0uOEKUxeYhQvgcHnRBXEEHOicHnRpKJ4RnFidB6blsOi5LHoebG0TAohiYBOJRMK45iy7KzK0tJqoaAgJSWZGUOAI4gINBGNDYdOB8LpRCKdgDp/7OCj21d2bFi1adXo0dlX/vD1p3/57c/uXz5+7dTs/ctHnz+89N6jKx+8fu2jN66///jKJ0+ufvLk6hdPb379/oNvPnwIrr/77I1fvHvvi6c3P3ly9aNHl57fPf3k2pEn1468fefUJ69d+MWz69999PBPnz3568/f+bevP/rbLz788xfvfPrajYenD8+vW7mizdtlqvNpa5o1qiYtVP56XXDs1jHkdQ94nP0uZ6+joafB0e9yrwsM3Dlxcm1gsE4q371q5tqJE40Wa1ZaKiI8DDrvWAZDwyOBZSwejcKjoeQULBKBRSJwKCQOhcSjUQQMGnoSEYFHwfEoOAmFyEnimDUqW60GKnW1pUbp0Kp85vo2u6XDZuqyG/uc5kGPfaTZCXB3dU/rukDnukDn6p7WFZ2+Vd0t6wKdIP0IcsAa7No63LN9tG/HeAAA8L6Vo6BCDDy7ehxC36mhXZODQBneOT2yfWIQ0O+6/q41vR2rutqn2vyjzZ7BRmfA5extsHdZLR1mk79O79PrmnW1TVqNW62xVSoNUplWIFTzhSqeoLpUUFnEFefkFyampDJi4okUJpZAg6OokcgoFDYaTYjBEFMYsaVp2ZK8Umk+V1bAkxXwpHl8SW7wWiBQ8OVFGQXyUgkvq7AwKbM4KePgxq1Ht+84sWPXlflDd0+fvH3y+JWj89dPHL538eSjq+fevn3z+a2bb9+88fT6tbeuXX124/q7d25/cP/eR68+eP/e3Xdu33p+6+Y7t2+BzbMb159cvPzGpSugnly8/PqFS4/OXXh07sK9E6dALcXgO8dOAAC+dfTIzSMQA19fOATq5pHDt44euXX0yI3DC5cPzF2c3X9xdv+ludnz+6GmZTDBe3b//nOzsxcOHLh48OC52dlzs7Pn5yBCvnjw4KX5ecDAFxYOnT80D5qfzx04ALgXan7+YQb41J49p3btPrlz14kdO4/v3HkMEoF3Hduz+9iuXUd27DiyffvhbdtCDtIH1q6fnVm7b9XM/hWr969YvW8a4l4wu7tzfHzHyOgrwyM7Bod3DA4D6N3RP/hf1RPY3t2zq7d3byCwq79vU2f7qubmEZezy2TyaNR+Q72tUllVXMpPSStiJxWxk3icNEFymiwtU5aeLktPl6algZKlp8szMhTZ2ZW5uaqiojqBwFZW5q6q8qrVPq0WttaoXWNSrzVqZ4wqUKvra1bX10zqyqf0ClATtWWjavGQEtJpOxS81nKeX17qk5X4pSU+SXGzoKiJV+DjFzfzirz8oiZeYRO32Msr8fJKmgTFjfwCtyDPIypqEhc2S0v98tKWMm5rObRpr+B1KkUdlfw2BbdNwe1UCrqrJZ1V0o4aeVt1WZNCahJwK3KyihM46UxmIiM6nhHDpDEYJAqdTImNik5NTMrNzBJyeZVl5RXyMoVMrlGpW3x+f7OvqKDQbrdPT0/XqFViqWTl6lUdXZ1Suay3v6+p2VtYXESmUkAKDshDCgIdBmBGJAIeHhmxPDwMtnwZbPmy5WERVBojOydPLJFVKqurqlXlikqxRBbLYmNxBCQKgyeQMFg8yHFFINFg8pBIJP7gowslzaLRaAqF4vV6dTpdUVGR3+/ncrlMJtPtdgtEfL1BV1evxxNxFBqZSqegsSgimQDShkkUIplKwhNxSDSCxY4tU8itVrPH4zYaDbm52cAKi0ajsFhMAgEXERGGRMKTkxOVyoqBgf6hoYHVq1e++ur9AwdmfT5vfX2dXl9bUJBXVVV56NDBhYX5+vo6qVTc29s9Ojosl0uJRDwCASmlERFQgW7niAh4kH2ggF/wPByOBK22PyjA/5h+IRPkYMMuAoGKiICDvll42HIGFpkWTS5OYXPTOaUp7JJkFjc5jpccy0uOLQue6ZbnJOh42bXcrPL0OEkCXcok69LZ7tLMFkn+iFay0a3b7NGvtCp7a4QeeaE8hcnBRJJgMCQMRsVgc5OT7DVlQ8329cM9vd4GUUEOARERBoOMiiFkRWMRGHw4Ak2gUPOKissqlUKpDDI8EwpFIpFYLAZdl9Lg4vF4IPI0Ojoait/CYMDRBmheXYqaQCkNjQqHwAxsQrAaYl3wzA+3B4LbpXyLJxKQaFQoBul/BGCA4uDf+gGBoe7lkBb6o03IZikEiv8QgIFLExjgBMJvREQE0LphMGgm/KfW/9sAHPoaf7QJKeFLx2WJwQV6jMEkMJhwDg0ALwHfl1sCDg8k2b8HYDADvPQKmWAFWXepORbwxwLXkAjMYsYCfmbQ6DQKFcBtCICJeAKdSmPQ6BQSGY/FYdEY8Gn8lPwLZGogApOJJCqZ8jK3KYqamBzT1dP0x++//vVvv/jm269+89tfuBob5OWSUgG/XFmpVGmVKm21tq5SVavSmZxN/tm5g15fc/AXW41KozZbLU63q67eUKvXNTgdbk8jKLVWk52bw2TFJKckJCWzk1MSMjJTcnIzsrLTkpMT4+Ji6XQqg0GLjo6OjY1lBxeLxWIymcCeAHgc4PGQGgyOjAoK8kZHh2dmVlmtZoNBL5WK4+JiqVQynUoDOcyg2xwovRQSOTSPncCOT0lKTk1O4cQnMJkQ90azYuPi2RAGB2e2o+jRVDKNgCNSKLTyMqWu3mxzNhrsDoPdaXC4tFa7vsFpcLrrXY11jkZ9g1tnd+kb3MD5WW126Bs8no4Be3OXxuw2OHx2X0f/5OqVm3c0dQWqDNYyjUFtbOgamhwYX93RP9bcEXA2dzb5e/oGpzp7R+tMLrurze3tbu0cDgyvGpvaMD69cWRi3cDI6sHRGcDAIQDu7p8MNjZDWNvVN9bVN9bZO9rWNdTSMeBr629s7vL4un8k/3b3j7d0DDQ2dwUtoL0Gk0Ort9TWmuvqbGYL5CalVulUNbUmo83lbKo3WOSyipJiQW5OUVEhNzMDsjYT8CWpqeksFjsmJjY9PTMxMRHkSNFoNHAyVa6oVFQouTwBjy/Myy9kxsZFRbPIFAYjioVCEwhEWkEhV6s11dXZtFqTVm9Rai3VdXaAvgab19jgMztbrO42p6fT1dTV0TNWo7X29E02NnV7fX1tnYODgan+vtGuzoFGd4vF7Gh0+zyNfr3OpKxUScRlpaU8LpcvFIolEllZmaKysqpGpSsrr5IrVPVmZ3v38Ojk2okVm8anN06u3Ng3NGGxuLW1hpoqTZmsnITDk3BoBhHJomM5TEoSi5YaH5WRyExLYiYnRLGZ5JyMhLQkJhEbTidhHJa6rZtmuttdH79z6+tP7/3qs1e/+vDniOPwAAAgAElEQVT2H755/vNPXvvd1+9eOzs7OeR3mWt8TsNwt2/1xMCq8UCrp8Fp1HY22fqaHYOtjUNtnoDf1d3c0OlpaPc2DPd3+32empqazNw8elwClhYTQaDBUGQ8KR6FiQmLIMGW45eFEcIjSZEIChxFxuBpOCKDGAxJIlIZBAqdAL2voSHCIyBFLjKsTCJ0WE2NDluLv8nltLmcDey4WCgBmEDFoIlIBCFsGQaFJCIROAQcAyZ+l0dggoVbHoELh+OWR6DQKEJ4eCSUzRAJx0fCc1IS/Y1GXY1AU1ncoJPtmhn47uM3/vlnz799dvejWyffu7Lw8Y1jL64ufHjl4PXdU2P2Sm9lbrumxFdTONOqv75/5e/eu7H4/ceLf/x48c+fL/7+xS/euDS/pserKjGI05s0PJ9OaJVn7J9qPLzac29u4md3Zv/w+slf3px7cWrLO4fX39wY+Oj0zicHNt7eterd8/O/enLzg+un968c1HCzRenxebGUrChCTgwJKMCg2xm8KwgN/b6MO8qIE2TGCdJZvOSY0gR6MZtawqKXxjFEKXHchOgSNqM0MaYkKaYggZEdS81iUnJjozIYlFQqMSsmqjQ5UZCVzs1Iz09JiiUSMcuXRcJgmLBwTGRkBAwWuTyMgsfkZyT97Y+/fvXGxanB7k0rR07N7/7zb7762x++/ujNuzfOHLh8fO/jmyefv3rhnYcXP3xy7eO3bn725s1Pnlz/5Mn1z96E9p+9efPLZ3e+fv/hn756/ocvnv3+86e/++ytbz96/LPn9754evurt29/+cbVL55cefHqhafXjt49vvfs7nW7p/vX9DRNt7kGXeY2g8ZXW92q13TU6zrq6/x1tX0O24jPs6KrbbqzdajJ02m1tNQb/Ia6dYODO1euvHzo0KDXq+IJ9s6svXhgvsvtjiGRoTc8MBgGAcejUZDGSyFHUSmoyAg0PBKDgAP0BTowBgFHRYahIsMIaAQWEYFcBoshE8t4pS6joUFf66jTOWrVlhqltUbZWFfbZqnvsJl6HOaA2zrsdYy3NE61e1d1t6zt7wh1Ka8LdK7pa1/b37F+oGvTMNT8vHW4Z9tI7ytj/TsnBvZMD+9bOQqE34Nrp+bXTS9sWLmwYeX8uum5mYm9K0Z2TQ5Cwu/kEBj9BebPa3o7ZnraV3d3TLX5R7yNQfm3ocduAwDcZqz36XWNapWjSmlRVBikMg1fUF1SWiuSaIXiKp5Qll9UnJyWFsWMw5OiIejF0eAoOgIdg8FDodsINAtPSYuO42cWiHNLAABLcnniHK40jy8rEokK+JJiERSSlFmQweR0Nngenr98eOv2U7v23Dp2/NGlC/fPnr50+MClwwfunD/+xs1LHz588OGD++/dvQMYOATAHz64/8H9ex/cv/fhg/sfPrj//r27z2/dfHr9Woh+37h0BQDw4/MXH5278ODUmQenzrx6+izYAB34zrETN48cBuh77dD8tUPzV+cPgs3tY5A4fOf4sZtHDl+dP3j5ACQFXz4wd2YPZFsVqrN794ECLlZn9uw9u3ffuX37z++fvTALwfCF+fnzBw++RN8gOYOJX+ACffwVSNQ9snnr4U1bFjZunt+4aX7z5rlNm+Y2bTq4adPchg1gpnf/6jXAy2rf9Ko9kyt2T0zvHp8CFYTeoW2DA1sC/Vv7+7b09W7thWpHf2B7b9+2nt5tPb07evt29vW/0tO7vbtng8+3wedb7Wkasdr6jcaOOr1XrbZVKIzyssrCooK4+CQiOYlAzY5i8Thp0oxsRVZueVZWWWamNC1NkpoqTUsry8wE6Kvj8axyuVet7qiv77fbB53OYbcbtt1Rt61Bv8VWu96sXmusmTGqAAAD9J3UlY/VKqCe5GpJj4LfLi/xigobhfkufq6Tl+PgZjeU5liLMs0F6baibGthlrUwy1yYaSnINhdmWwqyLUU5puIsc0m2lZtr4+U1CAqcoiK3pNgtKW6Sc/0Vwlal2KcQNMm5TXKut4zXVMb3VUg85RKHTGTklyrzcnjJKVmxLA49Ko7CiKbQGCQKg0SJptHjY1npySm5mVk5GZmFuXm5mVmFuXlZGZl1Ov3o8EhFRQWXy21raxNJxBHwyMoqpa3BnpqeVqGs1NXpk1NTAOICFAmPjIAtgwUlT8h5KOQ2hMFhofxVJJpGj8rMypHKyjRanb6uXq2prVRW5+UXEohkJAoDUjdQaCyeQEKioGk3cnAB0gBXNBoNh8Pr6+s9Hk9hYaHb7a6trcXhcEajsa5eLxDxW9r8mdkZeCKOTCVh8RgimRABD8cTcRgcGoNDE8kEJBpBJBPyC/NMpnqv19PU1KhUVqSkJJFIBGCUFRcXKxTyHQ57Y6OrtlZjNBq8Xs/gYGBhYb67u9Pvbw4EIGurrKyMykrF0NCA1+txOhsCgb6OjrasrIzIyHAMBoXFQkpvZCRiKbuGROCQ3gvYGOjDoangH20gm2hwN4MY/DI5KSIStRwWhUOkxtLzktnFaZzSDI4kJ1Wen85LYSvy02TZSYLkmPIsjjIvSZHBLkuNlbHp+qzEZnFRX41kTF++0lK1yVO3q90+alAEdGVWYT6Ua4mBo4MMzCTiBVnJPkvtponBsZ62MgGXjENHRoQRCAQUGhsRicAQyFgiCY0nJKamCSRSqL2TxxMIBACARcEFMFihUEgkkuLi4vT0dBaLRaNBKdQ4HA4IpEu/uaFBR8Bg4BrCsxDcLgVgFAYdiuNCYzEg5Qj4P+MIeODzDKZ8wYdCFP33CjD4h0L4F+qF/qnNUh4GzEcILvBDC67AKQqc4GCx2MjISND2HAYdK0Nr+U+v/28AeOmtBl8pGFoOnVOALwqEPC8NBKZSqeDJv0ffl3cjCMBAkv1BUYwJ+WC9jD5ixYVEXcDAIQAGwAZ04JBTNGBmwMBRdAZgPAIOD8RePBZHwOEBwdKpNAIOvxSACTj8PyxiUCImE0mgd5pGoUKJTTF0NCY8monfun31nn1b1q1fsX92h9Fcl5ufxRUKZIpyRZVKUaVSqnU1tYbaepvZ5pqYnDZbLRXKyhq1Slent9isTrfLZDF7fc1uT2NTs7e7t8fraxZJxOmZGVx+qaJCll+QlcBhseOZiUnspOT4lJSkzMx0Go1CpUIOajQajRFcdDqUMQZ87NHooH8cEo7BoPB4LGiENpnqXS5HXl6OWl3jcNgNBr3JVG/Q11UqKqRiiZAvEPIFlYoKVXWNXCoDN5zFjIUyzBKTkhOTEtjxTCYTsvRnx8VzEmLjWNGMqKDATiPiSTQKnUymlhTz60zWBneTwe6ob3CZ3B6d3VHncNW7GoPVZHB6AAZrLE6j26c2O+pdzS19YxZPe6XOavN2do1MdQxN9IytGFm9YXjVeruvQ6hQCcpr1AZ7pcZYqTHWmpxOT3tLx4DT066qtXh8vZ2940Nja0Ym1o1Orge0BhTg4fG1oIALNFCA/e0BoO4CAG7vHva3B7wtvaD/2dvSu/QFPYGJEABbG5rBDLBWa4JEYJO93mjTauqqqzTGemuTx2+3uaqUam6pKDurIDenMCM9p6iQKxbJ09MzWSx2dDQzIwOy/YuOjmaz2TgcLiIigsViVdeoS7n87Jy8/IKitPRMAMBQ9gKBSiDSklMylVUas9ml01lUKkNtnbWq1lxdZ1fVOyAFuN6pNbr0Fo/B5m1wt5vtvu7+SV29q9nf3945YrH5vP6ewYGJQP9YT/eQt6ndbnN7Gv2Nbl+ttr5KqZZKyqFue75QJJIE23HkZWWKckV1WXlVZbXO5oCMtSZXbpxcuXl0cv2KmS39w5M2m6feaNWq9TKJHIdCk3DY+GhKQgw5PpoUH01KjY/KTYvPSmMnxTNSONE1lWIGBR0Og0kFxYO97Ssnhpoc+hPzG/7w9Vsvnl1+/trZ73759uO7pz58euubL54u7NvU29rQ7XOM9PgHuny9bZ5WT0O3r7Hdbevy2gN+V3+ruxc4RTc1tHudXa2+eoNeJisr4goy8ktTC7isjAIcIwG2HAdHMuI5uTyBksuvSEopiGWnJaXm0aLYUUxODIsTxYwn06MhP2cC5F4eBoMR0eistGSjXuu0mRssxqD822AxQxbQKBSKQmagkHgEHA+PIAQZh4BG4UHeL2QfjcBHIkmRSBIcRQQAHBmJQEeiMAgkCYkqzEyrkBZVyQsaDIotK/v+8/dfLP777/761fPF7z5d/O3Hi7/96NvHl+7MrnlyfOsnNw6e2djXU8fr0JbW5DIc8oyuOsGOEfcHN+e/f3F/8XcfLn7/2eK//HzxX37+x4/uH9k87FFzzfLsHousRVO4wls5P9305Oi6X95dePvohoUh19Zmza4Ww7BG0FvDn7BUDdZXrW93r213F7MoopS4gjhadjQRoC9oYC6KZwAROBR9BGZ9JdmJvFQmN43JS2WWJkeXcBhcDkOYCMUFVxVkQG8eUuP4aXG8tPiSNHZBEjM3Pjo3npXLZhdwOEUpyYXJSWksZhQOg1kOQy+DrEPw8Ah4MMIPi4jAIOD/FwduXD25+Nc/Xjl9ZP30yGSg/dyR/Yt//d2ff/PVb7549/HN05eP7719/uDjG8ffeXjxxZs3Pg5y7+dv3frirTufv3ULykN6eOm9+xfff/XiR69dffH46iev3/j49WtQSNKtU48vH3148dDV+S1X5zddObj5ysHNF/dvOrF91Z4VgQ2B1j67odOkbdGrWvSqTqM+0GAZdjuHPK4VHa3jrc0DHmePw9rTYB/0NE53tK8J9C1s3Tq7fr1GKNRJJOsHhw9s3jLTF4gnkxFB+kXDI6OoFDqZRCMRwQaDgIPOZ6AAYxBwNDyYVxkZBg+D4VFwVMRyBAyWwYk3qqpdRoNdp3Ua9E6dxlKjtFRXuvXadqux22kOuGxDTQ1A+wXNzxsGuzeP9AGzq80jfesHumZ629b0tW8Y7N4y2r99tC9Ev/tXjc3NTAD0Pbxx1ZFNq49unjmyafWh9SvmZib2TA/vnBjYNj6wdSyweaRv41DPy+zfvs4gA3dOt7eMeBsDrobeBnsIgFvrDd5araNKaS6T10mktUKRmsevKi3VCsVqvrCihMfPyM5kxrEJ5Cgkhg5HAeilI9DRaFwUCkuDo6JQ+HgSPZ+Tzk3PA0FHIQVYWigsTMtTispKM/JzOCnmSvWF+cNz6zef3Td7bt/+uydPPbl6+dXzZ28cW7h2fOHVS6ef3rn62Ruvf/b6449fe/jB/Xshvfe9u3c+uH/v/Xt33793F2Dwe3fvPLtx/c2rV16/cClUj89fDLVAg77oR+cuPDxz7v7J03eOnbh15NiNhSNX5w9eOXgA8C3U7fxDXT4wd/nA3JWDB8BHQ/uzuyH6BdALDJyBfhsi4RAbv0TioNXz6b0vrZ5P7dp9atfu0zt3H9m89cjmrUc3bjmyYfPCuo2H1m6YX7MeEnjXrtu/Zu1LX6vVa/auXL13auXuienZlZDqu29q5Z4g/e4am9w9MrFzdGxrf9/m/r7NvT2bero3dndt6Orc2AnV5s6uTR2dmzo6t3R1b+/u2dbVvbm9Y2Nr24TVOmSs79Zo/cqqVpWqtVbbpFJZysuEaemF7Pg0Kp2DJ6aQ6LkxbH5iuiQ9qzwzR5GdXZ6VBUTgsszM6oICbWlpnUBgkckaq6vb6ur6bLZht3uiuXnK74ft91r2eky7XIZtDbWbLCqIgQ1VqwzKFXVVU7rKUW35sEYxUCPvrRS3yrleUaGLn99QmmMrzrIUZlgKM4z56fq8VG12ki4nTZuTqs5Krs5KqslIrspIBteqzMSqrKTq7GRVbqomP11bkKErytIVZZn4BXZJqUPGs4lLbOISp5zvkPGsolKbRFAv5KqLC2VZmcWJielMZgKNwSLTGXgSFU8mY4kUPJlBocZGRcfHMjlxrNgYZjQjik6lxcWy8FhcWkqq0+msqqoqKiqy2KyaWi0SjWIlxGvr9IWlJVl5uRXKypy8XAqNisKgcQQ84A2AGSEtLjS3CTEJHInFEVhx8XyBqM5gbHC4LFa7Tm+QlylimCw0BocnkBBINIS+RDIGan/Gk4JrKSMB1aOkpKS5uVkul9fW1jqdTiaTKRKJOrs7MrLS2zpatToNFo9BYZBA8gUAjMaiAPqiMEgUBslOiNNoVB6P2+v1yOVSJjOawaCVlhabTPWtrX6Hw67X15aXQ02JVqu5p6fL6/X4/c2jo8Pj46MOh12rVft8XpvNkpDAFokEk5PjfX09aWkpSKhDODI8fDkCEQlGfIGvEiBeQLYvCTbY7RxSgH8EvUsfAn04BM8v42qRKFRkGBETGUMjJLEYmRxWflqCKC+jkpsvz89Q8wvL89Ih74o4ujCFWZaZoC5IlyfEVKXEe6Xc1S7TZr9thU01Zane0FQ/blZOWFUdanldSQ6XHRMVDsPCYMTlMCYeKcjLsGpr6mqUOekpeDTUokwkUfAEEmx5BByNIdHoGAKRwYwpKikWSyUFBQUlJSVCoVAikciCC/julJeXS6VSPp9fXFycm5sLzLFC1BSyTQLyPhKJBGAJYGwpA4d+qAAAg35m4GsFnJzBOQuAXjgSsfRh6MXA++ofzgCHSDvEhD+FvuD5kPAbCv4BrAjCeJYCcCiNFg6H/wiA/39sgf6HwA9lhQVXyGo49NUBs6hQIPD/KQBH0Rk/SkIK9TaDkeC/B+C/74Vm/wDMLGbsD5AGjQHjsbgQAwOCjaIzyEQSQOKgMfw/pl+AxCQCEQAwEIGjGVGs2KjYWCqdjvZ4rRs2rRga7lmxcnRialRv0EpkUolMKpYrJGUVCqVaZ7AYTPYard7nb62rN1SrajS1Wr2hzmg22R0NDpezraO92e9raWvtHwj4WvylPG40M4aTlJCVnSYUlQqEpVnZaXn5WRKpoKioICqKTiYTgz72WNB9ELr/aDQSSL4IRCQwrieTiaBpRa+v9XjcLBYzNTU5Ly8nJyeLyy2p1Wi1ao2p3thgs1tM5vo6Q0W5IicrG7Sdhw4awOFCXFxcNDOGlRAfz0mIZsbQKFQKiUwmUkgEMpsVHxMTm5tTaLI5HI3e+gan0eE2NzbVOVxA/jW6PabGZqPbCxhYZ2+0NLXqGzy25vaOwSmLp12ptzn8PW2BidHVm3vHVrcPTI6t3jy1bntz11C52lgiqswuEmfk8EoFFdUaS63BqdE3QLDXGugJTA2NrQkMr+odmB4YWT02tWFq1ZYQ/YIP9QSm2rtHWzuHAeK2dw939Y11948DEdjfHlja/Aymf7v7xwEAu72dNofPbGuqNztr66yQEqs16evMUBJSbb2qprbeYGny+J0Oj1ZTJxLKMzPy0tOy01KzSor5MqkiPT0zNjaOyWQlJ6cClT4uLg64GwgEArFEll9QlJdfmJGZzY7nxLLYVFo0BkuMhGNYcYkicZlOD00dq9X1Wq3JYHIotabKWpNS+7Jq9NY6k8tka/K3BxyNbc0tvbV19ipVfU//uMHk6ugeDvSPBfrH+vtG/b4um9XldjW7nF6txlClhOKahEIwiSKXSuXB38dlEqlCUVFTW2dt8nUOjq5aMbMF3MyJFRv6hiYaGrxGk01VrRXyRWg4goTDMgjYJBYjN42Tk5qQGh+TEENl0YlMKl4pE6grpCR0RDonNtDp727x+N22qeGuzTN9//bHT37x4sEnb1//+pNHP//otV9++sZvfvb8zfuXVwy1d3rtPX6nz2Hy2us9dmNLo73Rom+yGZpt9U02Q6NF7zbrGi0Gl62+udHZ0GBr9Hj9HT3NHQFv15CrY8Di6Whwd7gauwxGT2GxHEdgwmBoOIpMj+YQyNFkWiyFziTRorBEChJLQGCgjpAwGIyAQtnN9a3NHrfD0ui01hu0LX5PlbIcH/wlR6VEBXtXSSgEGYUk4rBQUzQ6WAg0CYkhIzFUJIaKwdPC4RgMmojB4EhYIh6NwUVEZnDYRnV5o6XaqpEOtFjWBpoXNk68ffnI3754+punN//64uGf3rn1T89vLP7s9cXfPl/87vnir964sH2ovZbbqee3qIudZZnrO40nNg9e3rvi/pEtD49v//XzG4v/9vXinz6/vbA54Kx2Veb7NcXDNtlKT/WJmY4vrs99eXX2+uaho2N+Lz99QCXs18h2dDftH+lxyvnixJjKnFRhMquEEw3ankG0LxB+xRkJ4owEUToUAgy0X+iZLA4/LZafwRKks/hpsYLUOGEaW5bBKc9OlmUkSbOSocpOEeWk8rKSCpJZ6XFR2Zz4zIT4VFZsHJ1Kx2Px8Ah02DLkMhhyGQy+HEYlYNGRyxEQAUaScej8rLTff/Ozxf/461v3b85u2zDa4795/tjin3/773/41fe/+uSDJzdvn52/dHTntZN73rp75sXr196+e/bTJzc/f/P2F2/d+/zN25+8DjHwx49vvnh07Yu37v38+YNfvf/6tx++/s0HT37xzqufvXHnw4dXfvn2nU9eu/T06vH7J/df2Ldpbs3I2l7fqNc63uyY9Lsm/Y3jza6xJtekz7O6o2Vdf9d0e8uAx9lptfQ5HSu6O3eunJ7fvPnI9u1TnZ3lRUXinFyntvbA5i3DbW04GCwKi8WEhUfCYHgkkhbMPCRhMBQcDguHk7FYEgZDQKFwCAQWDsdERoIioBGoiOXoyDD4chgJBReXFDaajTad1larchpqXXqtXV3tUCmbDbXdDmugqWG4Cep8XtHpm+ltW9vfsZR+AbtuHOqZ6W0DfdGbR6DO512Tg3tXjMzNTADJ9/DGVYc3rgIYPL9u+sCayf2rxnZNDm4bgfqlN4/0bR7p2zTcu2m4d+NQz4bB7vUBqFZ3dywF4G6btcNsajPWe3W1LlWNtUJRL5PqxRIIgAUCFZ9fVcItLyoWZeflJyRxKHTAujQ4KhqDoSORNASCjkTSEWhAwnEEcgojNoedxMvIlxXw5IV8aT4XCj3KLREVcEUF0GxwYWrmkVf2Xj16Yu/M+otzBy8fnL936vTjixceXjh3/+zJVy+dfePmpWd3r3302qsfv/bw08ePPnn02kevPliq+r539847t2+9ffMGNCF84/pb165CAHzxwhsXoHpy/vzr5849OnPm4alTr548CR4+Pnv2tdOnH5w4cffoUSgB+NChaweCZlezs1dmZy/v338luLkyO3thzx5QF/fuBc9fnYOQ+Nyefef27Du/dz/YnNm15/TO3ad27Dq/dz948uzuvRAkB58/vXP38Ve2v6zt245t23p065ajW7cc27x5Yf36Q+vWLax9WYfWrAW1sH79gXVrD8zMHJiZObhmzYGZmdkVK/dOTs2uWLl/esX+iak9o+O7hkd3Do3sHBx+ZWBoS0/Ppp7OTV0dGzvbQW3qbN/U2b6lA6qtnR3bujq3dXRs9PtXu91TdnugztCjrW1VVjUrlf4adVN1jUEolGZmpNPoqRRqEpGUTCJn0KMK4uL5SamSdEjsrcnPUxcWgNJzS20yaaOy0qko91Qp/Rp1R52+x2QcbLCPexpX+H2wk13uY53OhVbb/mbzTpd+i02zzlw9Y6yeMakn66qHNYq+mrKeKlm7QuwVl7p4BY7SPFtxljkfQt/6vDRdboomO6kqM7Eyg6PISJCnxouT48SJsQIOUxgfy0+IKY2L5rKjePFMfkKMgMMSJsaJktiiJLYsLbEiO02Zm1GVl1lbWmCRCswSvra0UFmYV5abw09Ly2XHp0Yx2RRGDInOINGiyHQqgULCEsk4Ep1MiaZRwckWHotDI1E4DDaKzsBjcTQaTSKR1NbWJiYnZefmVNVUc5ISUTisSCatrKlOy8oEMb9JKckoDDo8MgKY6+IIeAAe4ApEuZfiGwoDR6DIFFpObr5aU2uzOyxWe53BWKPSpGdkEYhkBBIdGVSNsTgCBrLkhURgoDIBW1ocDodCobBYLIvFamhoMBqNEonE7XaXlpYmJSX1BXrzC/Osdkuz30tjUCMREVQ6BUfAUukURjSdSCagsSg0FhWJiAiPDENhkHK51Go19/f3Tk1NjI+Pdnd3Ohz22loNn89VKitsNovdbrXZLC6Xo7e3W6NRmUz1Q0MDHR1tfn/zjh3bd+/e2djokkrFNTVVpaXFLBbUo4jDYcLDly9bBgu2vOLxeCIOR1iaqYNCYQDQAlE36PMF+Q9jsXgkEkoG/vtCo7Gg+Tk0ThzEYwQahUCjIrEYBImIYZDxLDoxjR1TmMYpTUssL8wqz8+UZaco8tMqclNl6ezyLE51dqoknlmdzmmvlq1w6MdN1YO68nGzckivGLfU9OsrmiqEuqKsbCqBAoPhYRAGEyLDqVgUGQcNt8AjIsMj4BGRCAKFDguHL4uIxBCIKByWQCVmZmeUV5QBBVgsFstkMrlcLpPJxGKxUCgUCAR8flAg5vG4XG5ubi6Hw2EwGAALgdIYgl40Gg3OO0IfDXllhQAYqLg/YlrQex+SeREoZCj7FwAz+OP/NwAMLKBCU8ehBuwQD/9oAxAxxCeAfsGpDTmYgQRsokI/wHg8HoFAhHTdZcEVHh7+Uxpw6JU/tQkPrv+HM8BL9d7Qd2Ep4YcaocF/g6ALGkQBh5KQQscZSzeg93ipuVQ0I2rpJHAIgIEmCfyxwCRwyArrRwwMABi8PiYqOorOAF3QQATGoqF3vmQiCcA2jUIl4gmgwCcTerh0EzLrIhMhDykqmQJNyUKtyHgGA8MT5K3bMDUxOTgw2LN+w4yrsaG8QgEZ+0llQmmZXFFttDisDY0V1WqT2aqr06s0aq2utt5ktNptjU2e9s4Of2tL6/8m7j2gGjvTbG2KpJxzRggECAQIkMgKRAECCQTKOSCQACFyDpVzoKqoTFE555yDy3Y553Zqu+3pbrs97c7h3umZ6frX4bM1dd3u+dNa9571LvlwkG2wcKHn7P3u3d3l9nosNqvFZq2ureELkpFoBIVKSBUmSWWS4hKprDBPlCkkkQgxMcK9vz4AACAASURBVDHA3gx+DoFzHrwuCAQMiYSj0UgsFh3dAcZi0bGxMSJRutlsTE0VSKX5JSVFYnGmANrr5YvSM8pLyxrq6tU1tYpyeWaGCCjkHBZbwE9OSRYkcXlcNieJy4MEzCUATkrm05kMcDtgyYvNEKakpaQIxVkSq9Njd/va7E6Ty2vy+L7Xfr0mr9/s6zD7Ogxuf6vT2+Zqt7Z3Wdu7PN39ocEpq79Ha/Y4O/vae0dXbt41u2HH2FKdb//EqtHlG4am1/YOz3o6+2sbDAVFlXkyVVZuqSi7WFZSXa7SaHRWt783MgjlFY9Orh2ZWDM8vnpobBWYwdGVfUOzoABpKfkZCrjq6RvvG5ruH57pG5oO9090R6C0546uwWj2FcBjYIF2+bpNVp/B7AEWaK3WCInAelNrmwWUALe1mp0Or8vps5gdlRXqnGxI/s1IF8ukJQp5pVCYzmSyudwkPl/AZrM5HA6bzcZgMGw2u76+XlZYLIUKoEtSUtOYLA6TxUGh8WgMgc1JLi5RNLcYdc2GmpqmqiqNWq2r0+hrGttqtAa11linM2n01maTy+rscPt7fB0Rl6/b4+8x2/yKioZw33ijzux2h7pC/f19YyPD091dA3abx+nwOezepkZ9fV1TVaVapYJU35oadUVFlVyulMuV5fLKBk2zzdne3Ts8Pr12+eotMyu3jE2tG5lYFRmasNv9LXpjXa1GXqbAIqGMCSIGkcKhSUQpWak8OgGFTohhENHZafzeTq+qpICGR8oLJWP93dMjfSGfw9Ks3r9t+smtI689PP2Hr9795SdP//zNh3/7wxdfffbmb37+4Y71U8Nh39Rg1+RA9+xIZLg3GPTaAy5Th9MUcBi/A2Cr3mc3+pxWi0Gv1Wo1jVqT3d0RHg5ExozecJPJl5Vb1mb0OVzd0sJKPJGLxtFhSFJMDCwmDhmbgIyDIePhKPCYiISCHhAJ8ajEuO7O9q4Ov9Nm9Llt2qY6v89ZkJ+DxUC/ZUgkChqFx+MoGDQZi6HgsGQshgiqj5AYMhJDRmFpKCyNQGbBkDgclozDESh4MhaJQi6LTeey65WFKmmas7nq5vHd9tpiW7V0yFo/7dG9fHLHZ/dOfnn/5G9eu/yHt65+/eKpP71z7T8+e/js1+/snWrv0BS01+d5arLD+tIBS2VXS6mhVGgsS9OXpIQNypfO7Xn2h89+/sbNrcPu5YGWKY+mTy9f19n69OjmX7948ZsXLv7q8YUvbp383dNbf333pbfPH+1qqskhogvZlEwyujiZKeXTCwVMuYivEqcoMpO/w9rsVJU4BUQ9RzFYnpWszE5W5gpUOQLoJEugzBJUZqVU5gjlIkFlbkZtQXZlXmZRpiCTT2cTULjEZUQ0mojFETBYNBwK40xYFgOPj8MgEjGIxPiYGCIGQSVgqAQMKjGGQydPj/T95dtf/sefvv3g1Sfb1y6fHuy6c+nk7/7l42d/+8Off/XTn7334it3z14/tefS0e1Pbhx//8nVN+6d//SVez999f7HL9959+HVt+5devfh1Q9euPGTJzfffXj1wxdv/fTV+5+99uBnbzz6/PWHH710+517lx+fXbh2cNuxLbO7ZvvXDwQm2s0Rq67bqOlsqR/1WDYN9e6eHd89MzE3NrR5qG/DUGSqs315OLRxZHjv6lWLmzfOr1w+3d0dtFjk2dlt1dUhq23zzMxgIJDB4WBjIE0bm5AIj41FJyZi4XBUQgIeiQQZV1Q8noLDEdFoHALxXwAMiyegoQVgWGwMPC5GwKI319UE7FZLs8ah13pamz16nVPX4Gtp6rGZhv3u8Q7PdMi3ItyxdqB7w3AvcD5vnRgE6Au6joAIHHVB75gc3DUzcmD11OENK6KSLwBgEH8Ftn+3TwxsHY1sGvrOTQ0w+DsdeCgCbgRMBwNjfs+gC5J/e8ymYFtroKXZ2VAPGo/aVEpIAVYodHKIgSvy8suyxPkCYRqNycESAOvSEWg6EklDICgwGDkxkZKIoCPQLDSOiyNyceRUKkuSnFEmLgBGaEUuFP5cXaQozMrNSkrpdfsuLh45uXPX5YXF83v33zhy9P7pM08uXnjx0sWXr116/fb1N+7fePPuzTduX3/77p0PHj386MkLH7/4BMwnL70IdoDfvH3rtRvX/2uuX3vtypVXL19+9fLlVy5devnCBUC8L5w58+jUqeg8PHnywYkT948fv3fsGFTte+jQzcXF6Nw6BOVgXV9YuHYAir+KUvGVffsu790bBd0Le/ZFWTeKu2fnIXX3+Tm5FcLd45s3H9248ci69YfWrD24avXCylWHV605vGrNkf91Dq9ac2jN2oWVqw7MLF+YXbG4YtXB5Sv3T83sGZ/cMz65e2wCgt6hkR0Dw9v6B+f6Brf192/t690SCW+JQAy8ubdnS2/P1kh4ayS8s79vZ3/fjr7I9kjv1q6u9e3ts3b7mMnYp2vu17cOGYxDJlOvwehtaFDn5+WyWSl4QiqBmEogpuAJQiI5m8kuE2bU5ObV5eRqpQVtpSVmhdyiVDirqzqaGsNtrd36lnBba8RoADNotUx43Ms7AjHXxoJXRjouDvpPhd2HOi27vW3b7LoNVu0aU9NUS91gfWVPtSJUVd6+VEpkleVa8rNNElFrToZOnNYkFtZnpdSKIO5VpfOhNYxUrjSZlc+j53KouSxqNossohFENHwmnZhJJ2QxSGDETHI2iyLh0vN4rAI+pyInU1tWpCmWKrMypQKBhJ+cxUkSMrl8KptNotMJdAqeyqKyyUQaDoPHYfA0EplFo7KpVGi3YUl+BW/oaTQanU5PT083WcxFJcVsLqdKXVvbUE+m08SS3DazSVlVWSCTapoayxVyKp0GaARKiiCTAIqgsRgsHocnEggkIolCBlFYII9XmJ6mqqxoadWDumBts660vIzBYibCYUg0Co3FgNIawEIEAiEqrEU3SEkkkk6n8/v9RUVFNputqamJTqd7fG5tc1N1bVWwqzNTLMLg0HgiDovH4Ik4FAaJxqKweChai8agcpM4LA7T6bRv377t7t3bp0+f7OnpqqhQqlQKvb7Z43G1tekrK1VpaakZGWk1NVWzs9OBgF+lUnV0dKxaterMmTMvvPDCpk2bGhsb6+vr09PTExIS4uLi4HB4TEwMEolkMBixsbFL26N4DAaHQmGwWDyJRCEQoFgsHA66lwxIGIXCoNFYIOr+I/pGrwABObo8/J2zGoWMRyQkwhPgSBgSkYCCxxExCA4V72rTtqmV1QXiytwMbWmeuiCziM/IZ5PrcjMVKZwSDq02g28vz+uql/drVQO6ir4m5bC+uk9X1d1Y4akqqRRyk2Ex5JgYCiweHR+buCwmMXYZEo6Aym9xBBSOiMIRkVhCAgKZCLnVsXgijsfjFBXJVCqVXC4vKysrX1IfFApFaWlpUVFRQUGBTCYrXDqkUqlEIsnKyhKJRJDrkkYjEomAdcG7fIBbURID9AtYNGouAAAMgDZ6EXz4/CMKgwbGBOCIBp8CtvwfVYCjodOAPaIAHFWGf3DyPACDn1KAf0ABJi8dwOYNLN94PB6BQERpdtmyZbGxsQkJCf+nADj6bQIGjkIv+C6iLwd4dcDaNljLB98a2AH+b1Kg/xGAGTQ6k84A8VfRROgkLg/MDwA4JVmQkgxxXJSBwRpwlIHZTBZwrJAIxCgAo5EoHAZLp9LYTBaDRl+SMSGs/b8FYPBMAg4PtmT5SVwGg8DhkDgcyuTk4Irlk0PDkbHxoUCHt7ZOraxQVVRWqyqqKmrqrE6PryPU2NzaoGlq0jZrdS0Go9nt8fn8AX97R1d3OBjq7u7pdbo8+laD2WJrM5hKSstThFD+M4mM5SdzCovy8/KzQRY0i8WA4rOx0OY5dP9s6QDb8gB6lz4FpX6BQaORLBaDx+M0NWlYLIZYnCmXl1VUKAsLpZWqikKpTJyZlZzEX4p05qQKUoByzuNwU5IFUPUULwm8HBwOh8ags3hcHj+JzoRCs0AKNEg5FomyRBnZZrvLYIFKj0wub6vDZfL6jUsYbPL6Lf5Oi7/T6GlvdXoN7oDFH3J39QX6RvzhEau/x+iGOpB6hmYHJta4OwfCw8snVm7pHVkRHpz1BYeWr57buefY6vXz/s5Bo7m9Rt2Wm6fIyCzKLVDkFijKVRqDxQ/6ezu7Rzq7R7ojEz19k+H+KRD+HOwZDYSG/J0DkMO5d6inf7R3cDwyNNE7ON7TP9oVGe7sGQiGB7siw+BTvYPjYDq7hxyeUJvJrTc4W9psOr0FKMCtbZYoADfr2owGq9Ph9fs66+u0RYXlhbJSSS60CVwoK+XzBSwWh8tN4vEgDzmdTqdSqWw2Ozs7W6VS5UryJXkFkrwCJovDYLJpdGYiDMXm8BXK6voGnVbXVqtuVChq5fIapVKtqKhTa9oA+moNjlaT2+IIuP09/s4+hzvocAcBAFdWNrrdodra5poand3mCwX7xkZn+yKjLqffYfdaLS5NQ3NDvbamuh7s/arV9SpVZUlJmUxWVC6vbG4xtnf2Do5MT8ysm121eXrF5rGpdQMjs72D4xaLp7GppV7dWK9uYFJpNBIxR5SWwmOxqEQGGc8golO59IYqeX9X+1h/d1oSExETI+RQ2zTVwz2BHr/DpKu+cWbf0V0rb5ze9fOfvPDzj1766tNX/vLNx3/55tPrZxdHw97RsH807Lc0q41N1W5Ts8/e1hNwgwn5HJ0eW4fb2ul2dPpcPcGA2WwuK1eVqWqNjvZWR6C0Vl+oaixVNLQ0OxsbzSKRjETiUSg8MpmLQBASEjBx8YhlsYnLYiEu+64VDwYZUxNiYtqam6wmvcXY4rQZ21q1ba1aNouGw6KJRCIG6r4jUshMDJpMJDDwOAo+2gCMo6JxVAyegSVA8jICTcDjKFgsHo/CIRISUbFxucIUm7amIi91bmbgq/dePL191ZSvrVNTFmwoXunV7R/1bwq1bO1qObGy4/Gh5b96+eTv3r7y9y9eevnUtimXOqgp6NIV+eskfQblikCzsyonoCl010gaclk1YoZfU7R12Ht2+/TOscCOYf/6kHFr2HZ129T7Fw58cefULx9e/OrRpV89uT4/EKwVcqR0YlkSuypTqMwQFCbR83lUKZ9emsaVi/jA+VyekRSl36gODJ0sAbBKklIpSauUQL1HSwwMab9VOSK1NKcqL7sgNYlPxZNR8chlMfFLedoxMfEg0wQBQ8ISEmGJ8bDEeBQSAmACFoHHJNJJGAwiJk+c9vTRrTee3Hvh5uUbZ49vmBlbPRq5eGTfNz9979lfvv3zV59+8e6Lbz2+/PDKkatHd9w+vfe1O2fefXzlwxdvffry/Y9fvPv23Suv3Tj/+s0Lr9+88Mq1s+89uP7Bo5vvP7zx1p3Lr9+88PTqmQdnDl9d3Hlow9T2yd6VPe5xv2nQ2dpvbxnxGGdDrvX9oc3D4bnxwbnxQQh9+8Pr+3rWD/Zumxjds2rloU0bD25Yv3FsrNfhaKmoUEkkTq3OWFc3t3LlRG9vsTiHgoKanMhIFCpuGTIhloBGALIl49A0Ig4NiydhUSQsiohBEtAIPAqORSSiYdCtFgw8AY+CwWNiMAmxsiyRo7UlYDM59FpvW4vP2Oxr03lbtUFT64DXNt7hGe/wAO0XCL/P9xtFW47A+i6QcDeP9W8b65ufHj6weurIxpUntq49vmXN0U2rDm9YsbhudmHNNKDfHZPQqvCWkd4oAEPLw0tGaMhQ3de9MhycCPjG/J4l/7M1bDGHDG1+ndataTBXVxkrK1orlK0VSr0KAuCmsrK64mJ5do40VZjOYHNxRDoCHQVgKhwO6BcCYBiMjkQykBgwHCwhlcrKE6SXZ+dX5BdBvUfigsrCUmlmVlFW9uK2HQe3zJ2a333l4KHze/ddXzz84NQZiH6vXH56/TLoPXr99vVXrl9+4+a1d+7eev/B3Q8e3vvw8YOPnzz69KUXPn7y6CeP7r9z99Zbt2+8eev6m7euv3Hz2us3rgL5FyjAgH4fnz796NQpqO/32LH7x4+DuXfs2N2jR+8ePXrnyKHbhxdvH168dejgrUMHbx9evHPk0J0jh+4ePXzr0MHrC/uvHdgHHq/s23Nx9+7Le/Zf2r3v4q69F+b3nN+5+8L8nou79l7ave/cjl1nt8+f3T5/Zm7n6W07Tm3dfnLL3Mktc0DXXVy95uCq1QeXrzwws3z/9Oy+qZnF5SuhmVmxOLPi4PTyhalZMAemZ/dOTO0aHd89NrF3Ygo6Hx6DWDcysLW3f2tv/5Zw37aevi3hvrlw/9beyLa+3m194a2RHjDbI+HtkfCOvt49w4O7Bvt39PVuj4S3hbs3hTrXBfyrvJ5xs2W5x7+6Izjl9na16E1KpSpTLOFwBTi8kEzOoFCFRFIqjpBFpZemptXlS2uyxFppAUBfd22Nv6G+q6W532wasllHHPZRp2PIZu03mwYs5nG3a6bdH3N3uvvOVNeN0eDFQf+Jbuf+gHGHS7/Rpltl0Ixpa3qqFQFlsU9R7CyTmWV5rRJxa3ZmizitUSSsz0iuTRdUpvPlqdziVG5pOr8ojZefys5JYmSyKRlMUhqdIKThBWTMc4MTkHEpFHwKhSggE1KpJAGJJKRSZULhkp0jJ4eXlEplCGisFDpbQOcmUbksMotGZJDwNAqJjkUTIIsuDE7GE9h0Go9J4zJpRAKOTCQRCITY2Fig8+CJhJZWvc1h5wuS5RUqk81KYdBxJGJ1nbqippovSG5o1NSoazk8LiANAL1RCAHyL5CCMTgsEo2KS4iHIeBsLqewuKihUQOCUpv1Ler6uuQUARyJwBMJAKFxBDwSiQRvAYEODN5wAxGYTCbX1NQEg0GZTNbW1mYymSgUiqapIdjVKSuS+gO+MnkphUZGohFYPAaFQSbA4slUkjA9Na9AomvRdoY6vH5PR0e72+10OGwdHe2Dg/2RSNhgaC0tLWazmUJhSllZiVpdY7db/X7v0NBATo64sLBw06ZNT58+PXz4cHt7u81mq62txeFwiYmJBAIBiHsYDAZADpFIRCBQoDAWsk4RyXQ6k0SiIJFoGo1BJlNxOEI0/zkxER4fD1mmf3RAiDT4FCBhyDiNwiBwuEQ0MhF6y49FYZAweBwankDCIt979cWF7ZucuroaqVhbJtWW5lXlplXmCAuSGCpRSo1YWJWR1CgRuiuLQnXl7dWyroaycJOiu0HRo1GGGpRNuUIxDsaKhRRgTAKU/o9BwBEwaKUbgcQisYQ4GJJMZ+BI5ETo9cJBMWMkbBKfDVhXIpEUFBSUlpaqlg6FQpGbm5ufny+VSkH7qFgszsvLKyoqys7OFgqFLBYLMPDzXuio/AuYE4lEQnFhGChcDWwCR+Xf6N7vP15HolE4Ah6LxwEABn/LfwPA32H295gb1Xu/v/DDvz6/JRsFYCwW+wMAjsqkBAIBiUQC2RYIv3FQPxa0FfyjRxSV/9nJ/08FGA6H/ygDR6Xs529DADsG+D/xeY83iUR6XvV9/vyfATCbCW0CP78MDFTfHwXgKAP/IAqLx+FGARj6UwuHB1nQaCQKg0LTKFQOi81iML+38kKE/Lzq+/w56E/6AQAn83lCIVcgYCCRsR0drrHRgcGBsL/dHeoK1NZWV1RV1qrrq6prVdVqu9sXCvcZLHZ1XUNzS2ubweR0ebq6w+2BTrPFZjRZDEaz2WIzma1Wm8NitVdV1+bk5olzstPSBTm5orz87PSMFAaTQiBiQHU5kYgnkQgUCoW+dIBmYyQSSadTSSQCGo2EwRISE+ORSDjUdUQiYLFoGo3idNpFovSUlGSRKL28vLSsrEReVl5SVFxeWlZSVCzJyQUVd6D3KHWptDYtVZiSLABITKVSiWQSg8Pm8ZOYbOjeAYcFtQNkpIkE/JSsrOz0tCyj1dHcZtKZLEanp8XmMPvaowBsbQ9a24MmbwAAsMnb6QsPBgfHXcF+UP8LMbC3Z/XmPSMzGwLhsc7IRP/46uVrd4Qik92Ryd37T27fdaSnbyocmZqe3Tw1s2l0fK3T21Ou0gjS8jLEReUqTYPWYrIFfB39/s6BQGioo2s42DMKin/bg4P+zr7O7iEAut19I919I6Heoc6egY7u/ij9hgfGAPqGB8bCA2OgXFdvcOr0tuZWq7bFrNOZmpvNRpO9tc3S0mzQQWVILTptq8Pu6e6K6LRtFarayora4qJyaUFxnkTG4/G53CQ2m7t0wiWRSEQiUSQSlZSU5OXlZWZlp2dkpgrTiSQKi82lM1gwOFqSJ2ts0lfXNMgVVeXySpWqrrq6sbZWW1Ona9B+J/y2Wr1me7vN1enydXsDvR2hAZe3y+EOVqubi4sr6+tb6+r0KlWDTmv0+7rGx5YPD015PR0Ou9didjbU6zQNOnWtpra2rr5eo1bXKxQqqbQwNzevXF7ZZrB2hYdGJ1YsJWB9lys2OLo8MjRhMrkaNDptY4uxzSRMFrDptCQWnYxDJbFo6kpF0GvvC/lHIqGVk8N6TQ18WQwVk2hpVs8M93b7rK427Z4tq954eOH1B2ffenzh1tk9H75++9O373/96Wt/++0XL965MDMUHI8EZoe7e9qtg13e4R5/lx9SgAMeW6fHFnBZfHajx9rmshpdVqPf7bDb7aVlynSxRFpWlVOkSpOUymv0xaXqrMzi5OTs5ORsLjedQuFRKBweL41KY+MJFAQSUuzAxENRkXE4FDI+JqakMK+xvtpmbrVb2jxuW31dFQYNx+NQZDL0CxqHJdFpHDSKRCYxSEQ6iUgjLA2OyMARGXgSm0DmkKgcJIZIwFNRKAwiHh4XE4OJTyjJzS4Qckw1RV+++fCTJ9f//cv3z8+tHDHXDuiVXmXWao9mc7Dl3Pqep8fWvHdx7g9vnv+fH9589uXTZ796++T6vgGDfHl7U1hf6q/L79KVdDQWeWrzAprCHr3cWpGtEBKVaSRDeca6Hvv8aOfCVHjPaHDXUGD3cPuewcCOXs/idO+kVVufkVQl5NaJMxRCfnlKUh6TWpYONfdC8c4iPrBAl2ckAWk3ir7gU5AaLBaUZ/IUOckVuUIAwCpxikosVIrTKnIyKnKzZGnJPAIWEw81+uJg8VgkDI7AxCWiYuLgsXGw+AQosDMxEdr2io+LwWLgdAo+LiYGi1xGIcBrK0t++/XPnty5unF2fM/mtfu3bdiyfOzwzk1//OVP//jVJ7/52fs/eXrntfvnX7h+/NKhbWf2bbh/fgFa7r157oNHNz956d5HT+588Ojmew+uv3n70kuXTz0+f+zRuaO3ju0/s2vz4sYVu1aMrR0IjfptM0HnkEvfbazvNmr67S3TnY4dU/0ntq0+sXXtqbn1Z3ZsPje/9dzObafnNh/fvP7QxjXndu88Prdt+/RUv9tprK5uksvtjY09LqfPYJjo7R0PhwtEGbCYGFRsHDYhkYREwWNi0LB4GhEHdRqh4BQ8hkrAIuKXgZxn4pIzjohB4lFwNCwemRALi40hoOGIZTF4eIKqUOqzGtqtRq+pNWCBpt3Y4jc099gNIwHXRKd3tN0FvM0Q2U4ORQdov3NTw6Dmd8fM6PbpEUCwm4fDOyYH96+aPLppFQDgwxtWHFw7A9B359QQEH7X94fW9QXX9QU3jfZFN4o3j/WvG+xZ0dM5HfQvhT87+h3WiM3cbTJ26FvcmgZbbU2bStmmUupVCgDAOrm8vqSkRiYryxLnJQui5mcAwDQ4ipSQANCXnJhIhcPpSCQVhiTFwwADc3FkESupWJRTkQ+FQpdn51cXl+YIBEOB4J4NG64dPnpu7/5TO+evLh66urB4/+Tpp1cuv3Lt6tNrl165ceW1W9devXn1jZvX3rp94+07N9+6feOt2zcACf/k0f1PXnz80QsPP3h47737d969dxuQ8Bs3r710/jyYJ2fPvnDmzMOTJ4HS+wP0vX348M3FxRsHIeIF6HtzceHm4gJg4NuHF+8ePXxzcQGg742DB64v7F8C4HlAv+d37j67ff7cjl3nd+6+uGvv5T37z+/cfW7HrjNzO09umTu2ccvhdRsX16xfXL1u//Ts/unZA88NAN3FmRWHppYvTs4ujE8fGJvaNzKxb3h87/D44uTs/tHJPUNje4fHD4xNHRib2jM0tiMyuDnYs2lpNofCW7p6t/X0be8dWMq1+i8AjtLvzv7I7qGBnf2Rud6ebeHu7ZAgHJkf6Ns+0Lc+2D03MLSlb2DY7jAqFPKM9DwuL5vJ4uNwGTRaLpsjZjAzSJQsKr0kRVifl6fOFuuLi1w11e2aho6mxqBO22toG7RaRp2OCY970usZczmHbFZwZcrnjXlx9cCNscC5XsfpsBMA8E536zZ327SuZqBO2aEodhZJzAXZrRKxNkvUkC6s4nI0QoEmI62ERa1I5deI06V8plwslCSzZBn8AhFfnMzOTGJmCzhZPEYKjcAloJJIGAEVn0onptLIQjoljUFNZzIEFHIymcQnkZKIxCQikU8iJZOofAqNQ6BwSQwOkc7E05kkJpvGpZFZ0I1MDAkKe0BAO2Ug7oLHpGWmpUCtmt8nr0D8iUYxWMwcSa7RasktyBdli61OR0FJEY5CEmSktRjaRFmZ0kKZwWSsqKrE4nHxiQkYHJZAIuKJBKDiAiEXoC9IKiKQiGBdMytbXF1bo2tpdric+rbWiqpKaaGMSCYRSMT4xARQYINAINBoNFCkwWoiQBQmkwlc0P39/U1NTfn5+cFgMC0tTZie2h3uypFkW2xmo9lAoZG5SZxMsUhZodA2N7m9rlB3MNDZbjQbatTVpeUldXW1gYB/fn7HsWNHIpFwTo44PV2o0dQ7HDaPx2W3Wxsa6kpLi5VKudVqHhjo6+vrc7lcPp9vcHDQ5/Pl5OSAepuoVPgPJ2gMBocHIjiRTCJRlkJtmEQiGYvF43AEIpFMJJJBM3A0LPr57V9wHu1GAgXC7JcREwAAIABJREFUIEE6PgGWiEbHoVGxKGQ8Ep6AgEPZ0vExCbExm9fMPvvPv7756JaxTpnDpTaWSnTyPG15frlIoBQLK3OEleLkykyeOpvfUpBhKc/pUJe6FfndDYqguqyjpsyllFYmMzixMfg4yAgEbfWgkHgs5EhHLAn0WCIUfwXZ1LEYDAaFxaIJeDSRgMnIyCgqKpLL5TKZLD8/v2TpyM/Pz146JBJJXl6eWCyGXimhMDMzMycnp6CgQCwWs9lsIpEIdEUsFksmk3E4HMBNQMUYDAYqjMJi/hF34UgEuB4F4Kg+DOwG4GcpAZYIjNDxiQlA/gWxYsBxAP4JgHijGdQIBAJowtGXFXxJUTB+fkuWQCAQlw4g+YK3wuAihUIhkUgAJhkMBvAIxMRANb/Lli0DNdE/irg/SsXRFeK4uB/WICV8f4AyJND3+988gu/rHy3Qz0Ps8+cAjP+bR/DkqHQcDZcC/bogm4pBo4NQYrCJCkKtwGNUCgbW6OQkyMT7/EQt0+CZYHMYlCEBjTca9UwmkoDaTCVTSARiFHfxWEheBZ5nsBgcPY8+h0QgQpFdDFoSh57EoVJJWE1d1dTkyMT40PjYUKgrYLWaVSqFQqWsa6ivqa1r0jabLTZds95osjQ26Wx2Z0dnyGpzGE0Wh9NtNFla9G26Zn2TtrlJ29ygaaqsqikrV5Qr5KVlhaqKMkEKLz0jJTtHJEjhZWWJBFCTDo/Hg8y0TCYTMDCTyWSxWFQqdA8Q1PwCFzSRiCeTiRQKCY/HWq3migplTo44IyMNxNdXqioU5fLS4pKSouLS4pIiWWFudk5GWnqWKDNdmJacxOew2CBIjAY1W1GpdBpQgJlsFo1CZTGYwpS0HHFuSnIqg8Fis5LKlJVuf4ejvUNvdbQ53Uurv36zr93iDwAFGBihl+qORruGJz3d/WZvl8kTMrqDent7q719YHJ1eGims3esb3TFwDiU7QyE3Knlm/bsO7Fuwy6vP9LbN7Vpy74Vq7bNzR/auHVfZHCmpr5NLCnLyZcXltYUltY0aC1avaPV5DVY/CZbwOYKedojgdBAIDTQ0z/aPzIVGZro7BnwdvR4O3raQ5HuvhGg/faPTA2OzQyMTvcOjnf3jfg7+6zOjiX516E32Jtbrc3NUBNSm8GqbzXrtK2aBl1tTUN9XZPF7AgFw1aLq7qqvk7dWF6mkklLJLlSCoXGYLBYLA6Hw2MuHenp6eDPPbFYDLRfApHMYnOpNAYag0tJzdA1tylVNXJFVVl5hUJZXV3dWF/fotG01je2NhtsLWanweo22b02d8DlD7m8QavD7/R0alvMtbVahaJWKi0vKlLKy6tLilWlJRUN9S1trbbBgQmPO6DTtoWCvbU1mvq6pvq6prq6hvp6TX29prKyWiotFImy6ht0doe3t39sdGLF6OTq8em1EzMbJmc3Tsyss7ratVpjrVpTXak2tpnqqmvwaBQZh65SlDrM+qFIaCQS6gm4Jwa7ezvd2alcWEyMvCBzcX7jqYPzYb91rNv//tO7//btp3/6xVu/+5e3/vrNT6Dzrz74zZfvfPvF2//x+3956fbZjcuHhrpcQ12uwZC7t8Pe5bcGvdbeLq/b3trV4RwKB9qdxkhXu9cBdSB1Bjrsdme2RCavaCitaiyr0anqDOp6Y1mZWijMS0rKSk3N4fEyqFQuk5lMZ3CZLB6dwVkWGx+zLA6ORMTELsNgUMjEODoJpywvctqMLrvB6zI7HIa6OhUWAwEwDgeZWlBIHBpFIBIYNCqbSKAx6JzYODgvKRWDp+GIDCZHSGMKkgQiJIaIQRORSHRcTCwBg02MiWlQyjWlks+f3v4fX7737LefP/vXn/7141feuXjw4ETnXLdlvE0+aZIfHHPemBt8sH/q05u7n33+4G+fPHr2l8///sXTs5uHuppkvprsDo3MU5PboSnsaSnvN1UOmKumfc2G0vSGPK6UhSznk+rEfFNJjqtS6qsq7FAX9+trJmxagyzDWJxtU0otCpkmN6s4iV3AZBQlsRWZkO1ZLuKXZySBAYZngMSAhFViyOSszBKUpHMrJanKXIEyO0WVk1qRk67KTlNkCcsyBMpskVQoENIpdAwKt4R2iPhlCXHxkMMcjoYGtmQ4T4A6PuIT42LjYihkHBIWGwflP8fwOeTp8d6//embn73/5vrJ4cM7t+zZuHp+3ey1k4s//+D1//jtz//0y0++fO+l9164+tqdsw8vLl45sv3a0R33zy68ev3M27cuffz49mcv3X/71qW7xw7cPLTnwcnFc/Ob56eHV/W0r+ppXx0OTAWcI27ziNs87rf0WrTdRs1s0HN006qHpw69euXM00unHp0+ev3gnkt7d9xY3Hvn6MKV/fPHt6w7sHbF+sE+a21NrVSqKSlpq6wMO53joS63Xr98aKjT6SjLyyfAEYkxMUuVv0hEXBwRCSdCbUYwAiKRgEjEwxPAEJEwEgoeHfAEPDwBkxALPRMZL2BTm6qV3T5nr9/d5bYG7cZety3iMocs+h5r22i7a0VvcFXfd8u9UL/R0qbulvGBuanhHTOj2yaHAP3unB3bOTs2v3x8z6qpfWtmjm5aBXB338qJg2tngPa7f9XkzqmhufH+jYPdq8OB5SHvii7f2kjnxsHuTaN9UHTW9Mjc1PDGkciqSHCq0zfe7h5v9475PcMeZ8Rm7mzVA/q1LMm/xupKY3Vla4VSU1ZWI5NV5OUpc3PzUlIyWCxgfqYgUFQkmoJAkWBg+xdOQ8DpSASwQ4OVYBYaxydSeHgSB0sQsZLKs/NVeYXFopwcgaDH6z65d++tM6evHDp0dG7u1M75u8chT/Ljc2efXrn8xq2b7z28+/7j+2/du/XKjSsfPLz30cP7Hz968NHD+x8+uPfhgx9++MG9O+/evvnWjWuvXbn0yqULL5098+T0qRdOnYzO45MnHh4/BubRieMPjx97cOzovSOH7xxavL148NbBhVsHF24vHgRz6+DCzYUDNxcOgOvgwxsH9l/bt/fKnt2Xd++6vHsfmEu79l6c33N+x65z2+fPzu08tWXu1Ja5E5u2Htuw+fDaDQsr1+ybXbl3ZsXeian9U1MLU9MLU9P7Jyb3jU8cGJ9YmJjcMzyyb3h0/8jYgdFxMAdHxvePjB2anD44Prl/ZGzf8OieweFd/YPbw5Etoe4d3b1bQt0bAp1rvP6VLs934/Gu9nnXdwQ2d4W2dHdtCgU3dHasC3asD3Vu6AquC3as7QysC3Zs7A5tjYTn+iNz/ZGdw6MbevrGHR5ffWNdbn4+hydmMHO53HQqNZ1KFTPoEg5bTKdlUiklycmNUqlOJrWr5IEGdUirCet1QxbjuNM24bKvCXWs7wmt7wktb/eO2MyDZsO407Yi4Iu5N9V1ddh3PuI8HXYe6bTOu5s3mTXrzI1T2upITbmnON8kEQHJty4ttTZVYCzIK6VTK/m86vQUeSpfmSmUi4XVRblVxfklEpE4hZPOo2cmc0R8toBOZhMwaWx6KpOcyqRmcJnZAp44mZvKpHOI+CQymUcicYlkDgF65JFoSWQ6n8xiYMkMLJmGoVCwFCaJxaRxqSQmBk1civ6H1kohwoS2fdBJLHpWeiqdRqHRaGw2Ozk5mc3lUOk0Hj8pR5Kra9WrqqsyxFmq6ipVbXWmJIfEoJWqFI3NOkl+nlypaNQ2pQhT4UgEkUzCEfA4AoRG0cXL6EpwIhyGwqCBzzk5RVCukOtamm0Ou93paGjUlMnLuUk8kKRFoVHxRKj9KLpg+Xw2D0AIDodjMBjq6upkMllPT09ubm6KUDAxNa5tbhoZG965a4fb62rv8Lu9LoOpraW1WdPUUFtXo66v1bVoHS57RzAwONjf3R3q6ekaGRkaGhrwet0tLTqNpl4uL1OpFGp1TUuLzmw2Go1tTU2a6upKj8fT1tamVqvLysqEQiEGgwG2Z8Q/OcB+L2BdPB5CPCqVzmCwoAbCpaVfAoFEIJDQaCxQd6Og+89OfgDA8WjsMhR6GRIRh0AkIOAwRGJC4rLEuJjekP/Z3//67D///ML1cyF7S76AmsnC1sgy1IXi4sykbA5JzMIVplCrsvmavNTGfKG/tqwxN7lZkuKQSzwVhfZSSVt+hjZPxCeiiIh4KOUifhmU+I/GQA5YEgVPgDI2MTjsDwCYx+OJxWKZTAaU3pycnOzsbJFIBLhXJBJlZGSkpqby+fzk5OS0tLS8vLzS0tKysjKQjMXj8ahU6vPcC2KxwNY3gUB4fp886jIABPuj4jDIZouWIYEfyARYIghmi6aUR6EaeIB/0FEc7UYCX1gUF6O3Zp4HQsL3B2npiAIwQHoajbZ0yzweiUTGxMQAC/SPoi+4+L8NgME3FeX5KMH+4OT57/RHz/8RgEENUhSA6VRaNAorqgBHGfj/GwAzaHQKiUzER+uBIL4l4glUMoVOhfpsyUQS+GyUeKPQC3g4ir7gBPy9TAaNz2UkcajJPGZhQc7QYG9fpGtoMNLT3elw2GpqqqCkt6rKcrmyukbdom9r0jabzFZ9q8Ht8QU6ggajWdOoVdc1lJbJZYXFumZ9WbmiqLjU5fYajGZxdm5WtjgzK00qyxVlCrk8JpmCJ5FxDAYNlJCTIT0aOqJ3JBkMBofDYrEYNBoFpGTh8VgAwJDDm4BTKMpBGEFGRlpOjjgrS1RbXaOUKwqlMklOriQnF/Lj5uUX5OVnpKUL+MlMOgPcNSATSVDoF5cL1f+ymCwOm8PjgmbmVIEwVSAUpWdyuUkcNl9WUm6w2I1Od4vFbl7yP5u8/qUF4HYAwODR093vCkU83f2+8KAr2G90Bw2uTouv29kRcQcj3uBAZ+9I98DUzJotHV3D6zbNh8Jjs6s2791/cvW6OY+vt7t3dGxirdPdPTd/aPf+E7v3n9g8d2DFmrnB0ZVOb09doyknXy6RKguKKsHISqqLy9VLC8NmvclhdbU7fUF3e5e3oyfQ1RfqHfIHewNdfcHwYO/g+MDo9ND47MDodN/wZLBn2OEJRQFYp7c0NRk0mlYAwC3NBm2Tvk7dqK7VtDQbXE6fxx2oUzc11GsrVDUyaUl6WhaBQAIhWGw2l8PhCIVCmUymUChkMllaWloSX8Dm8HhJyVAlDwIlTMuoqW1QVUD0W1qmKilVlpVXVFY21Ne3aLVGbYu52WBrXaJfo80DGNjh7rA5260Of51Gr1SqCwsV2dkyiaS4qFCRn1cik5ZLC8qUitre8LDfF2zUtDgdPpWypqa6vr6uSa2uBwxcXq6QSPILCmT6VrO/PTQwPDUxDdHv5Oz6ydmNk7Mbh8ZW2D0djY1tVdV1tdX1JoPZqG8tkUntptap0f7hvq6ugDvc4RntC06P9NoNGlhMTJ6Id/nkwr//AQo0+uazd379s/d+9+X733zy8i8+ePjlBw++/uTl33755u9//u7vf/7u737x7h9++cGff/XR2y/f3LpmJOhuCbcbB7qcXT5zl98aCtiC7fYOn7m/y9fb6Q64TOGgb7C326hvUSorCovKahqaVWpdWZW2qt5QJq9PTy/gckVpaRKRqIDPz2CxBByugExhEIhUMoUGbU/hoN+3Mctili25dgvzsgM+p9dlVlfLm5tqrVa9RlOFQcNwWCSBgFuyudEoZAaFzKSQmQg4hkHnJCSiyBQmmcZlcVMJZA6ZloRAk2BI3NKiGJ2MIyESEgVMlqGhdqzD9umTq+/fO/PBndPfvH732TcfPvv6/b9//NLvXrn60uK6xXH33kHL2TVdLx9e9dULx/7+6YNnX73x7ItXnv3q7We/fu/LF87sn2qPtJSHtMU2ZWagQTbuatg+4h1zakK68p42lVmRXZvJq0xjl/OpMiZWSkMXsjByPqlCSG+WZrTIRPqiHF1hbo04vZjPKUrilqfylVmpzyu90bwrsBIMTM4qcUpVLmR4Ls/kK7OT5dl8eRYUiKWEtF+hPDO1NCO1WJSWw0/iU8kUFBINi0ckQAOVOMLQy+DYODg6FgbtWscmIuKXGBgGSyCSsHGxUGMQFhGXLeIfO7T72d///Pl7b2xZPnFg6/r5dSvWTw5eOLz3p2+++Ldvf/6fv/vFb3727qev3X3tztn75xeuH5+/eWLX/bMLr107/drVs69fO/f6tXNPzh27sn/Hsc2rF9ZMA+id8NuXh7yzQc+oxzLsMk22OyKWlpXd/kPrl985uv+N6+ffv3ftg/vX37937YtXXvjw4e03rl986cKp6wf37Fk+Mdnu6jK2VOeKHfV1QZNpNBCYjUS8en2TUuk1Gru9nqqyEioGu9RgHLOU7YyExcVCGu/3oPs8CZNQcDIaER0SCuJkAiIRPDKIaIkoRV9f3e1zDnR6wx5brxuaHrshaG6JOExTIT9Ev/3da/q71g+FwfYv8DkD9I0C8Pzy8d0rJ/etmVlYv+LQJijnGYQ8L6yZPrh25sDqqd2zowB91/eHAP3OBj2reto3DnZDfunl4/PLx3fOjm2bHFo/FF4R7pjq9E0EPKABOGIzB9ug0iO7utZcVdmmUhorK9oqVXqVQicvqy8pqSookGdnl2ZmQum5ZDIDiaEkIigIFA2FoSLRZDicCofRED8CwOQEOAOJwS+LR8XEcLCkXL5QKsyUpYlqS0vXTo7fOHXyypEjx7ZvP7Rp8/nde6GCoiWj8uNzZ1+9dvWd+7fffXDnjTs3Xr1x5fUbV9+5deMn9+8CDP70hUefv/TkX159+snjh588fvjxowcfPrj3/t3bb9+8/vrVy69evvj0/DnAwE9On3rxzOkXz5x+4dTJKAMDAL5/9Mjdw4cA/QLuvXNoEQy4eHPhwLV9e5+fq3v3LAHwnit79l/eve/Srr0Xdu4+O7fz9NbtJzdvO75xy8nN28DJkXUbF1evO7BiNUS/k9O7R8b3jo3vn5iEZmx83+jYvtGx/WMQ6wL6XRibWBz9X+bA0Oi+geE9fYO7IwM7eyLbgt2bA8FN7Z0b/R1rfe2r3N7lDteMzTFlsU2arcNthnGzadrumHHYp+2OSYdtyuGccTuHjaZJp31NoGN9V3BdKLS+K7i5t3duYGBT78CYy+ut0zRJi0pT03JY7CwmBMBCMllIJmfRaRIOO4fJENNppQKBpiDPqijzqau7m5vCel2fQT9sNQEAXtcd3BTp2ToQ2RDuWtnhn/a6ZnxuCID32Or3OxuP+A2nehzHuxx7fK2bLY1rjA0TjZU9lSUOaY4+K7UxPblOmFQr5FcL+EoOKxuJbMoRG0uL5MIUVbaorkRaJy9SyCSqkoIyaU5JvlhVKFXKCsokOYqC3MLsjNy05CwBN1+UWirJKcrOSuOwqWgUE09g4gkMLJGOgR6ZOAqbQOMQ6Qw0iYrCEaB6eByDyOCwkmhkFnQjE4GFJaKW2mXhaCSKgEcnsRlZ6aksJh0qckjmp4sy0jLS+YJkfmpKhjhr07atZy6cH5oY6wx37zqwz9sZiIlfpmnR2d2uiqrKwuKiZn1LXkE+DAEnkIhxCfEIFCTW4YkEEoVMJJOABzU+MYFEIWKhlVg0Fo8hUYiZYlFVTaWmqcHr97Qa9DXq6nxpHhqLAt1FCBQ8+o4cCIAAM5FIJEgVolAoWq22s7NTpVKtX79+48aNDpf93IWzXT2hQGf7ug1rG7WaqprK7FyxpqnBYGrz+NztHX6bw6qur82X5qWmpVAoJKvVvLCw/9ixI1NTExaLSadramnRORw2u91qsZj0+uaamiqpND81VcBk0jMzM/PzpTk5EhaLg0SiExPhP+pYjl6EemmXVnyhXSMsnkAgAQBeyhSE9n6hnSI8tImEQkGwD/j2Hx8BDz9/HfptlACLR6CXIVCxcHgsHFKAYYhEGDwOkbjMatD92x//9dl//OnZf/7p97/46OzCtpVDnRGvYarPt2/L7NmFbZum+ww1hXlJxDIhQ1+eo5Wmh5qrRmy6vtY6p0rmVsk8FYVWRUF1XmY2n0VDwzHxMYj4GBQsHgM1r+BA9ev3q6EoLA6Jx0E/RRQKhc/nZ2dnA+IVCoWCpUMikaSnpyclJXG/P5KTk9PT00UikUwmKy8vLykpkclkBQUFmZmZfD6fSCQSCISoCzq6ahuF3igJgxOA4lEGBk8Dn1oS2vEoDBpkXyFQSBgCDgqBozVIUVs14D2Awf+VvLWkk/4j/aLR0BbZ98D73Zo6IEACgQDoBZyAvCgcDsfj8RITE8GPcWxsbLQD6Z8x8P8eAEYikVEABv+pozcCfnDyo9D7/MUfAPDzFmjQr/ujABzl3ujJ/ysFmElnRGVeALTRYGfwLwUuaCKeEFWJo18YiI9+/kOgWkMbsDRKMpeVzGOKRalJHHqn39MTDPR0hyK9PV2hzqWI+GqlUllWVlZdXa1radY16212p8lst9pcbQZLdU19RWWtqqJGVlhaVFyel1+oqqiprFLrmtt27NxzYOFwg6YpLV2AQMYjkAkwOKSiYHFIIhEPFoBxuKWbTUu2CFCGxGAwgDjMZjOB5IvFogEDE4l4FAqRmZlRWanKyEiTyQqKiwuTk5OKZIWlxZARWqVQKuWK0uISWYE0L1cSvfUAtqmBV5zBYPD4SUABThdlAFTOEokF/JR0YQafL0jipUiLy1pNVoPD1WKxmzw+49JEARi4oG2BUKBvxOIPGT0drlDE6u+pb7XXNltabP5mi9vhD/m7Brr6R1etmwv1Dhks3s6egYnptf1Dk9PLN8ysWN/VNQTtCs9umFmxcc2G+Q1b9m7dcXDnnqO795/Yte/43PyhzXMH5uYPbdq2f/nqbf3Dyz3tkVaTt0FrqW0wlCnrolOqUEenuc3RYnAaLF6LI+DwhJzeLrs7aHV2mGx+jc5cVaurVjfXafR1Gr1arYOmrkldB4FuQ71WXauprqprqNe26k3BzrChzdrWatY06IoKy5J4KRgMjslks1gcBoPF5/OlUmllZaVcLs/KyuJyuSQyNYkvoNGZcASKy+NX16g1jc0lpYriEkVhUXlhUXlpmaqyskGjadXrra1Gh97kMNm9FqcfAmCrx+Zst7sCVoe/udmsVKpl0vLcnMKM9NxssbQgvzRbLM2TFAtTxYUyeX/fWHdXn07bZrW4KivUKmV1fV1TbW1dbW2dWl2fny/NzBRXVFTZHd6u7r7hsdmJ6dUTM+smZ6FyqfHp9eH+CacvWFfXLFdU1tVq9M2tNpPZ53IO9fdMjfd1d7qC7fax/tDkUJdNX88iwUtyhaamiic3z/75V5/89M1HX3/8+u9//t7Hr9/57c9e/fazl3718eOvPnz8r5++9Nsv3/ztl2/++vPXvv3yrd/94t1/+81n//abzz555+GpxS0rxjoHuu0rJiO9Qcdwb3tXu6XLaxnq9llb6oJea0t9baSrM+BvLykpY7KS8mUKWUk1g5NOp6fgsSwinoXHMuCJBBKRyWTwEXBsMl9IITPodCYeD5UbJSYmxsTEEAm42kqlSa912Q2tzfXNTbVel9Fs1ubliQh4FB4HGZeWFqxIBDwUf4VBE/E4MpeTTKYwoSBoLIVE5SyLx5BpSanpOUgMMT4OERsbj4Gj42JiMpL45XnZk0Hre7eP/8vLVz+8c/ydiwd++fj8N08uPfv0pT+8dv0/3rv3t3dvffvk9C8fHvvD65eeffb42dev/fvHD5/9/PVn37wLVR/9+bNnf/382Zevf/Xy5Z/cPvb21YNvXVn46O6JVUFjuFXVb6r2qgudVcWG0ryG3DS1OFmTm9JUkKbNT2uQpDTmC+vyUmpzUquzhSpRSllKUnmqQCFKlYsEQPiNNh4BBbgiOxXsQAH5tyYvoyo3TZ6VXCZKKhUllWTwyjL5iqxURZawPDOtNCM1P4WfyWFzSEQSEoWCJcITYfBEGAyGiIeh434MgBMT49EY+DLolm4MjYwpkma9+vL9Z8/++t7Tx/PrVuzfsu7g3MYNE4NXjy385OmDv3z9+bM//uo/f/PF7z5769NX7rx+58yTK0funztw68SeR2cWX750/NWrp168cPTu8X0X9245tGFm5/TARLt13G+Z7nTMhlxjPnOvRdtr0Y56LCe2rn185tgv33z677/4/O9ff/mXzz/69ftvfv32q29cv3htYff2iaFBh8mprmiTF5lUpbbaCremYVWkb93w8HhnZ6/LbW3QGNTq/kBAKStkEUnx35UeQW+JETA4Ap5IxCCfp9woDIOLFAyS8v0TAAPTsAg8LFbIodeUF5mb1D1e+0S4s8/vHGx39rotXdbWkEU/6LEuD3esHwqDml8AwJtG+54PwYrKv7tXTu5fO7u4cdWxbetPbN94cts6EHl1YPXUvpUTO6eGNg31rA4HZoOemU73dIdrusM1G/Ss6e3YOhrZNTOyZ9XU7pWT88vHt04Mrh3oXt4TmOr0TXZA7Udhi7G9ucnVoLara6011abKilalwlhZoVcpGuWl9aVFtYWFKomkSJQhESTzCAQmGk2CIYiJcAoCRUdjqWgMFYlcAuDE7xVgxBIMQ7IwBQZjotHomBhkTAwpHkaFIdkYYp5AONAZOLpn5+2zp07s3nlw04ZTO3dcP7T44MSJly9cAMFUL1++9Matm6/fvPHqzetv3Lr57r27Hz18+OkLL3zy+PEH9+69d+fOB/fuffTw4SePH3/y+PHHjx795P799+7ceevGjdeuXIGCr86djQLwk9Onnpw+Bej3/tEjYID2e+vgAtB1by4cfH5uHFi4vv/AtX37L87vuji/69Ku3WDAhxd2zl/asfvi9l0X5ubPbd1xZvPcyQ1bTqzffHzdplMbt57csOX4uk1HVq9fXLFm//SKPRMzu8cndw6OQGLvEvfuGR7ZPTS8dwjSfg+MjkfR99DY5KGxycOj0BwcGjswMLKvb2hvZHB3uH++OzLX2b2lPbjG5V3j8q5ye1c43TM2x4TJMtJqGGpp7dM197XoB1qNA61t/XpDX2u+m6vnAAAgAElEQVTrgME0aDSO2RyjdtuEwzXlca9o71jbFdoYjmzs6+81mG2VtbXZeSUpaVIeH/I8s1hZbHYKhZhGIWUzGbJkvozPLeCxlelCbaHUXV0RbKqPtDX3G/WD5rZxp3Xa65zxuTb2dm0d6N05Ojg/NrR9uH9TpHtdd+eaUCBmZa10vbZ8t73xaMhyIuzaHzCvN9SNNygGqks7ywtsElFLhkCTxlen8moEvAo+u5rPL2OyqoTCUn6SKivDqWtwtWhb6qqMLZr+nmBvKGBoaqgtLy3Pyy3KylIU5CmlEpk4XZIukInTFdL8UklOBo9Lw6DJSBQJgSTB0UQYigTHUpB4GprMQJM4BAodjcUnIHCJKCqezGXwmHTOUvk7/vtWHsgNisOiOQxqepqAw2ExoVBLjiA1RZielpomTElPS8/KnJvf+ce//uXKrRs9A31PXn1668G91OxMs9N+487t8cmJ0vKykbHRjZs35UhygQ0VLPoCBgaOaBANjcIgY+OXQWSLQyNQ8OQUfnVtVaNWY7VbWg36ek1dRZVqKRAKGZ8YF7MsBgaDYTAYKpXK4/HS0tKys7MLCgqKi4ubm5s1Go1er1+7du3p06cbGxuDweDIyIiqUrl2/Rp9W4uuRbtl22a31xXobHe47Nrmphp1dUlZcb40T1pYoKxQ6Fq0Noe1r683Egl3dLRbrWabzRII+Ds62l0uR1VVhVxelpeXy+fzwJtLDAZFJOITEmBUKp3LTaJQaEviNAQ40ZBnEPX8zx5RKAwORyCTqQwGi0gkYzC4aP4zSMD6bwD4efSNnickwuPhqFjoRiwsNnGpchkBorCWVSpkv//2yz/95su///WbZ3/79f/89qfP/uev/vQ1lMn5tz988eyvXz/791//27c/fenWqakuR3V+qiqTG9BVBBqV7fVyU1muUyVzKKXG0lx7nVJdIpEks9gEFAEeh0qMRcHikQgYHgcp80uAisJgEQCA8TgUHo9nMpkikQis+6anp6ekpKSlpWVlZYGSTBaLxePxBAIBuAjE4cLCwqKiotLSUuXSUVZWlpWVxePxCATIAgCs0VgsFgaDAtKiUc/RxXIox2RpogbpKB6DjXTws/d8cDTw5wNBGCwGA004ir5R+gV26H+kX/DMKP3+4AR8zVEvdBSAORyORCJBo9FwODw+Ph4A8LJly/5PAXD0jlJU1v4B8YIPozrw86z7o+f/DIBBtxCNQqVTaXQq7QdZ0FHujZ78PwdgAG9RFzTQeKO1wFEdGEjEzwMw4OHo8wH3EpYio0FsNY1K5nOYQgE3O1PIoBKMet1gpCfQ7hvojwwO9NltlpqaGtD4VV9fr23WNWqbKqvUlVVqpaq6qLhckicrkBbLCktzJdLCorKKylpAv1u37fzZF7/445/+x3vv/2TDxjWpwiQsDklnkKk0Io1OQqEQS9u/JCqVTKPRGAwG87kjeWkNGgDwUlkVFAe9JGQREhLiMjLSSkqKGAxaaWlxYaFUIslJFaTkiLPLSkqrKipVCmWh9P9i7j2g0krUt18TG81GtSB2mr0gFkBUEAFBURQLICDYu4i99xZLTCyJ6T2T3jPpySSTZCZ1MqmTMpn0ZCaTqWea9272HP5ZmXPuuvdb697v7vUu1maHNGWpv/087/OE+1KoXh6eBLyrp7sHyYfoS6H6UqgkH6KHmzsejye4u+FcAKAjkkmhwSEhQcEkH7KrC4GAdwOinlw9aZGMLIVKmV+YrlClypVgCvS/jdCF2bqinPxieUGJsqgiQ10gzdVl5hWlZOfFJaVzxLJURV5ecaW+ua2le3DdRztu3HkYmyDIUmrTs5WlFQZdYVltfVtP/0hbW19Tc0d393Bf3+ii8dmh0dmBkemegcnWzpGWjuGh0dllK7cMLpoZXDQzNAr86tDo7Mj48tHFK8YmV3b1jbV2DtU1dYP5z6WVDQUlem1hlSxHC06mXJcp12Vk50nSlSJJdmJSeixXzGTzmWw+KzaRyeax2YkcThK4nctixrGYcdFRMeG0qAg6g8WMk+eoZRnydGkWL0EYFBjm4uyGRKKdnFwcHZ2xWEdvb28mk8nlcmk0GvjlDoN1dHZxNbewQqGxInFKkig5MCgsmsEOCY0IDYukRzBZMZyEBHFysiw9XZGVpU7PzJXJNVlKbZZSq1AV5GqKshXatAxFbCw/JCTK3y/MlxpCJgUGBoTTwhiBAeGBAeF+vqGJvOSG+vaS4kpJSkZ2Vm4CVxjL5iYJU/h8IY/Hj4/nUql+FIqvWJySpy0qr9AbGtobW7obW/ua2vobWwfqmnoLS2uVeUVxcYLIKJZImJIkEKWKkytKinWanJLC3IoSTU2FtqpYVaLLKtVmleRlVBfK2+sKL53a+8uru6/uX3p1//M3Dy+//urCT08v//zsyrvHn72698mre5989/D864cXntw+/eL+p999c+mb2598cX7fo9tn5n/5+s+fHn5959xAZ3WBOq2qJLdZX6CVSwzledWFyjJtTkW+uiRPlZUuLSsprdU3bt++/+z5awcPn/X3j9RqKlYs37h8dn17W19311BBfqmLs7utDdLS0troRXeBw+HGZEFzD3d8eqooQyLKSEvKykiWZ6XkZCZzudFUqrujoz0GbWfvgIDDgUVWCAQGrPjYoPAu7mZmFtYQG2cX95g4fnGZPr+ourq2VVdYoVDphIIUDAaHskVGhNGU6RnciJBdy4deX/t4/tnV+W8u/3rj+G9fnnj08YYfPj84/+ji/DeX5r+5OP/4wvzjC//64tDlLWNr23R7xutXdxRP16vXdZedXD34+PRH80+uzP/6eP7nR/Mvvvjt/vn5by5/vGqkvyy7NS+lSZVclsorEnPzhXGForhSSUJBSpySQ0+N9ucFecb7u7GprjEUQgzZnUXyYJA8mWQvBtkjmkQwDRgBDZQbGQGYG0zmBAGtEIlhvpwgEoPqHklypRPxdCI+kkxgUr2Zfj4MKjGCQgzy9CC5uOCRKMBzBQE+RMC6rzXcwhoBjrmVMW3b0qgAW1pbWlrCYBALczMLczN3V0dmVOiDezfm//xl5/qV/U21w20NK8aH+huqd66ePXtwx1eXz/7x6tH8j8/m337z7uG1x9dO3f704KcHNu5fO7lzduT0tlVXP975+YEtn+xYd3rbqhNbVn68fnpJm76zNLc8U1Qg4VRmJ/dVaTcv7j+9bc33d7549cWlRxfOXD+y//imNetG+gaqS+tU2UperJIXq+LHa0W8QomwIjO1QSNvL8lfMTgw0drWWVmZKxLx6BH5mZm1RUWpiTxbSyvrBQusFppDrSEwCLDYDIFAgJi0f/MtGgE10a/p5H02BrVfrA3E1tIsmOyVIUpUpCaVaeQd+nJDUV5dobpGq6jMzaxQygx58o7ygqG6yrHm2qG6yqG6yuH6qvcBeLzFMNXVDM5sb9uKwa61o/0bJoY2Lh5ev6h39WDnsu5moOPX6HnuKc9vL1K35Ctb8pVg+VNXqXawpmSiqWa6o2GyvQEUgRe31Q/XV3VVFLYU5jXqVEbhV6hI5OYkxCsSeYpEXjaXAyQ/x7FTWAwhI5IfRefR6TGBgUGeHkRHHLDcC4GgrKFoCAwLQ4AAjIH/VwDGQiBOcLjDQkuHhZYoC2uYmRnWGiGOiVs5ObFr7artK5evnhj9aHrq8AYgjOrAypWf7tx5YtOmE5s2ASlWe/d8smvnhf37vjhx/O7p0w/OnXt0/vy9M2euHT782d69n+3de2n//pvHj988fhxEYpB+wdIj0P8MKr3v671H1qwGPc8HV8ztX75s7+yM0c88tWdm1jS7p2d2TU3vXDq1Y8nSbYsn35+PJhZvGRvfMja+eXgMZF0QfTcOLto0NGrC4HV9Q6u7+1d09My2dEw1ti6tb1xco5+qNczUARg8bagDzmsBBjbZnlfWN62sb1rV0AwC8NqGltV1TStqG+b09ctr6mYq9QADl5T3q7X9am2POq9bpelQ5LZk5TSkywzS9DpZtiEjSy/NqkpLL0+WliVLysRppckSvSynNDWtOCWtNkfeXVzWV1HRoi2oyszhB4WxyL50D2+6l0+ENzHUw8MPj/d1cSE5YshO2FA3ApNCZvuSWRQiL9A/LSpcxWEXifiV0pTqjNTarPQWtaKrIK+nSDdSVTZeW7W00TDb2ri8vXmmpWGyXj9aU2G2TJUyq05Zpk5boc2Y02WO5YiaeFEFdN98ur8yhCKleIp8XPmeLlx3x1g8NtoRzScROd4ktpePms8/tmXzs9tfHtr+0arpJSX5muH+HkNVOTsiPJhEpPv6MvyDuHR6bHhIdBA13JcUGUBlhQZHBwUEeHp6YDBoCAxlDUdaIoxji7a2x0CQOJiDFxpHsLfHWEFtF1o4QOBOKJwTzhmLxtna2oPNOsYVRys4HIrDIr08CS4uTljABo11ccV7+HiT/XwDQoJDwmklVRVvf/7x2ZtXtU0NcxvW/jz/R2tftzeVfOTE8UePv146PTU2Mb5z9y5dQT6JQnbzcHd1I+CcHO0c7K2hELAbyZjZBGQyW0EsQQXYwsocg0OHhYey2MysnEylSiFX5ihVisjoiDhOLDsuJiaWxefzxWJxenp6Tk6OUqlUqVRqtTovL08ikUilUg6Hk5SUVFdXl5CQUFpaWlNTk1+om5pZmqfTKHLl3b1d0cyogCB/EoUYHBrEjGEkS8RKlUKdp8rKyRQk8WNiWcnJosrK8tnZ6R07ts3NLSspKQoJCbK1RaBQDjAYxNx8gYXFQjgcam8P+K+hUGuw08jU6wuBwBAIW3t75N/FvHCbD05MUjB4AkZhYbGOKBQGLD0CXw/+6r8/I7B/7gCboPfDE6MTydzCypiSBdAvDGqBgC4kejq9fHr3l+8f//D63punX7x6fGV+/vUfPz766du7P31798c3d9++uPnd0xvvXtz68+3D+V+e7Vm9uLdGF+GJ4Qf7pEX4p4b7ikNI8thwTVJMZkKUICIgnOxGdHJwsociYdYIaws7WxhgfzaGDoEAbGsHs7WDIRCACOzj4xMSEhIWFhYQEODr6+vv70+lUj09PQkEgoeHB5FIJJPJvr6+AQEBIPeaUqPB0uDY2Ni4uLjw8HAikejs7AyWzYLQCJLt++gLRq+BjyYdGBTdTcZ7EI/BcmDwffjfANgEuqalX9OWrAkRweArkAxB3jPlQpmioUAABjPbUCgUFovFYDD29vYoFKqwsBCHw0EgEGtrIKYF1IH/twPwByKwyXkBLmCb1hD+I/S+f/GfAAyKqyAAAyZFIwODAIx3djEFQYPE+78GwGDa8/sisCkR2s7GFo1E4TBAuAHKWHFkIl6w+Bd8CjqiTUgM2rYxaCTBGedL9CJ6ELwILhw2s7m+Nl+jrq2q1NdUKRU5sbExERHhXC5XLBYLBIL4+HhaeJRR32PRwqPoEQx6BCM0LCIomBYbl8Dh8vMLStZv2HL/weO/5ufBOXR4HzeB7ebu4u3j7ulF8PB0BUOwHB2xTk44Z+Per4vxACnYzc3Vzc3V1dUFh8MYi4Lh9va2aDQS/AKFxzsrFDlcbjyZTKRQSDRaKJlI8vf1CzGGEQf4+ft4ebu64E03C2wRNmBgGNLeAVjMxuPtkQ7WcBgUDkNh0OCdBTQSY2/rgEZiACka5egXFJqeJdcUl2aq8iQ5ClMNUoY6T6bJz8wDNoFz8ouTs1XpqvwsbbE0V8dPk3OTMyU5WlVJlba0orCyun9k/Madr7558cbF3Qvv5k0NCI6J4wnEkuwcVa5Kq9YUlFfUNDd1NLd0dveN9Q0tHV28YnJ67djkyv7hqZ6Byf7hKRMVd/aOt3aONLUNgg1JvYOLO3tH27qG27tHegYmBkaWDows7Rua7B9eYpq+ocnu/vHWzqHG1r62ruGmtv6G5p4aQ1txmV5bUF5UVFVZWZ+r0mVl56ZLs8AqYCBROT6RlyAUi9JkGXJRkoQWFumK98CgnfB4AoHg7ujo7OjoTCKRmEwmi8WiUqngZw2Lc4JA4Q5IdDSDJUmVGvuQKGG0SP+A0NCwSAYzjpsgFInSU1OzMzKUmZkqWXZuZo4qS65WqHQaXbFaW5SekcNNEIaERpApAWSSP4UcQPTxDfAPDQ+NCg2i08IYCVxRSXF1c1NXdlaugJ+cLs2OZSdw4hMB+VooSkwUMJkxJBIlKCgkIyOzsKi8sspgaGhvaO5qbO1rbh9oaOnX13fl5pXK5BomkxvNYKenZQr5SdzYOK0qt7a6pKoiT1+pqyxVFWszC9Rp5flZLYZ8Q5l835bp1w8uPbtz7unNM28fffbq3rmfn15+fuv4q7unXn11+uU94PHbh2dfPTj39M6pp3dO/fbtl799d/v5V+ee3Tv744vrrx9dvHxu90/f3rt55cTV80fuXD3VUlNQrJI2V2pzJDxJArswN7vVoD928ODFs5/du/3w4oVrs7Pr3AkUjapk88bdWzfvXTSyZGJ8pqmxPZwWTfShWlpaG4MkgbuK1taWXl4eibz4jDRxllQslQhkUpFWnZmnksXHR3p5OWEwNjisAxYHrNMjgDUeOzTKycXZHQG3R8DtdfklE4unm1p78osqU9OVQrFsYHixPNdYMSVOoXiTo+kRSfGcDn35vx5fmn9y4Zfbx/+6/8n8s0vzvzyYf/Dp/Ivr87dOzd858+f1ow8PrD442rC0PL1Xxe/K5dWmMiqSwkuEYaVJtHIxvVnOnW3KPzjTfWRu4MTqkXNblz4+t/vVpSMrOys7dWn9ZfIWjcyQIy1J46v5zEx2mIhOifN1jfTCAPTrT2D5ujLIrkyKO4vqFU30iPAiMCmepu1f43UgCuvvfqNAIjeYnBBCEYT7C+kBnCBSJMk13NuZZhw6ER9F8YymekWRvelkHwCAXfF4FNoB6MVEQKwRAP1C4FbACTCWVjBgLKBgHAnUGmhkhFhbwqCW7m4u7Jiox19/Nf/Hr5tXzC5qaxxqrls9MTLZ03poy9rPPt5z+9MTj6+ee/fwi1+e3H51++KjS8dvnz1wds+6HctH1i1qP7Bq4uz2NZ/v33Tz+J5vPj/+6vq5F9fOfPvlha8vHv3y2O4rh7ae27F258zQRGN5a758SF/eXqityZFVyNKqszNqcmTlGakFycJCibBEKq7ITDXkZnUUa8caalb0daxdNDBc31Cdq85LSc1KSMwWCKvy8mRCka2FpZWZGczCwsHGFgaBWiwEYikBdx7Cxh5ujYJZgoOGW5kGCbUwXUfBLJFQCweIub31QgeIOQpmyQj1U6aLlWmiUnVOZ21ZY5murlDdUKhuyM+t0yrq8uQtRZqB2vLJ9gZTPS8o/4426cEs6GV97bO9beDe78qh7tUjvatHelcN98z1ts50NoLo219V1FOeD3rCO4o1XaXanvL8vspCMAF7sqV2uqNhSUfjTE/r8v6O2d62sebarorCOo2iMicjTyxU8hOyuXE5CfFKfqKSn5jFiU9lMVNYjCRmlCA6gh9F54TTIn2pZGcnFxsEBgo1DrD9i0XY4GwABRgNg/5bAbZyhFk7wkAFGPBFY6ytHczN7RcudITB7BdYwMzMwnzIg83NO9es3LFm+cbpxZtmJj/etO7Y1o1g5PK5bR99snXLuR07Lu7Zc3bXzlPbt108sB+oOzp27N6p0w8+OXv/zCe3jh2/8fGRGx8fuXn02JdHjn555OiNj49cP3T48r79F3ftPrdt+ydbPzq7ZfOZTetPbVh7cv0acI6vXXV09Yqjq1ccWTX38crlh+ZmDyyb3j87tW9m6d7pqT1Lp02ze8nUzsVLdkxMbh9fvGNiEjzZNjaxddHY5uFFGweHNwwMbewf2dg/sqFveH3v0PreoQ19wxv7RzYNLAIvrusZXN3ZN9faNdPYtrSuedJQv7hGv8Sgn6o3TNUbpg214MzW1y2rq5s1GJbXGpbpa5fXGuYMdSvq6lfVN6xrbF5T37jKUL+ytm6u1rCsRj9VWTVZVj5aWDRcWDiYn9+Xl9etUXeqckHPc1OOqj5LWZshr5JmlksySpPTSsRphWKJOkGo4ScVpUgNClWLtrBarpQn8BNDaKGu7mGuXhEepGgSJdKHFOLm4e/qGkAgUJxxVBfHcC83TrC/gBbCCwkUhgZKo+mahLhiEb8yLblKmqKXpTUpszt16p5C7Wh1+VhNxWJD9Uxz/YqOlpWdrcvbmmaa6812Ggo3V6hXaDMW5yQNy/g9Ek4dN6o4KkAZ4J1BdUv2cuYTcFw8lu2EjEbbhNojwtGYUAyO4ebRlK97duP6948ffrxrx9mTR//107u/fvvl4J6d6iyZMCZWxIrlhNG5tHAhM4oTGcqmBcfRQxOiIzmR9OjAwBAi0RFhi4PbYaH2GIgdBuKAhSJxMLQzHEnE4nwwGIKtrb2FBWKhuR0UjkWiHLFOoAUXzPixtraEQq0xaHs3dxeg/QKHRWMxzngXLxIxMDQkghHNjGVTAv2XLp/9fX7+wpVL/eOLnr19c+L8WUqgf3QMa/vOHU0tzfFcTml5WVq61MnF2diL4wBaT5FolKOzExCp4uSIxmJc3fAEd1eqHyU8gsZgRUvSUqpqKrt7u7bv3LZ7767Va1cNjQyWlpeoNLnSjDRZVoZYLE5OTk5JSRGJRDweLzY2lsFgREVFSf99FBUVdXd3y2Sy4uJirVYrV+Y0tzZlZKaXlBWPji9S5MqVKgVoe5ZmpAlFAh4/QZwiUuTKS8tLauv0cnm2RqOqrq5saWkqKyvhcuPd3FzBdBlQVwF37Wxs4EBcGAyGQmGgULilpTXoXgZVdJCH/6PwawJgkGmBFCejERrc+zXuYMNhMIQxTRHyT+41XQG/zbxPv+BNWeA7kzE+2sICaCOAQS0RAACbueMdblz95PtXX/3rx0e///jo9dMrrx5f+urmyTfPr719dfP717e+e/nlq2+uPX90+eWjK28eXZ3/47uHV04rBAx+KDGW4ioKIaXQqMr4iKJUToEkXilkJjODmYFEf3dHJ3s41MLM3gZiawMFEqlsAAXYNKA73dXVlUwmBwYGhoSEBAUFgRgMBl9RqVRfX1+q8fDz84uOjmYymXFxcTweT2g8EhMTORxOovGIi4sLDg7G4/Gg2oxCoUxiL3hiol8w6tmkAxt/pAFkYZMmbAOkZCOM9/r/TswCvdBgIrTJAv0B95qeIt47TBopqIuCcAju+oIbmxgM5n0ARqMBKQ8EYDgc3tDQEBwcDArLFhYWlpaWYBrWf2Tg/7ct0P9MgQb/oyYANqEvKHG/z7r/8fwDALazMRZn2dmjHJAfrAE7OzqBAOxOcAPp18PN/f8pALu5Egh4V5MIDO76gi5oMBHaFO+MRqKApVpjGpbJ8AwisWkN+H0ABkRglIMzGu1L9CI4YQMoxNBAv+rykkJtXlVZaVVluUadGx8fGxERzufzU1JSuFwui8UyrnfGB4eE+weEhNOj6RGMqOgYXmJShiynsqr21Olz//rtr19+/eOv+fnv3v740bYdLa0NcfFMH6KHK8HJleBEofqQSD4eHm44IIsBiGN4/3B0dHRxcSIQ8O7uBFAEdnCwQ6OROBwGDofi8c4WFgv7+3vXrFnl60txdyeQSD4hQcE0o9QYFREJrv66uuAxKLTpQwQuS+MwWOBzQSCgMGhrOMwKYm1jZwtq5nY29g52QCg1YHWxQbp5EROTkhW6gpy8fDAEK0OdJ81VGycvXaUFMTglR52tA3TgVEVerFDKSpSIZKrcwopyQ8PsmnU37z34fX7+zPnPlHn51nBbM3Mrc2uYFczGy5vMF4il6VkicapGnd/bN9zWCUQ0tXUt6h+empxeO7ti89LZ9eNLVo0uXjEyvnxw0czAyDSoBg+MTPcPT7V2DjW3DzS29rV0DHYB8Dw5MLK0f3iJMe0JcPy2d48Yu3+A2Kf65p7ahk6gLri2tayyQVtQrlAVaLWlZWW1NfqG0rLqgvySgvwSnbZIrdIZF4DzNeqCkuLKdGlWZAQT7wIIjy4uri4urs7OeCcnF29v71Dj4eXlBUr3dvZIcwurqGhmdo7C1y/A3cMrnB5NJPkGBtHC6Yy4+MQkUSqQuZWukMlyZbLcLLk6R5kHsJY6P1dTkJmj4iWKwmhRVN8gbx8qiehHJvl7e1H8/UIYkWxmVKxYlF5UWDkyPNne1pcslvITxdK0rBgWB4iAThCCAEyj0f38AtjsOLlcWV6h19c21jV2NLZ0gxbo+ua+Sn1bepYmWZodHR3PjuXKs3NTxJI4VkxGanJpkaqyXG2ozlcpxDnpvEJNqlYhypMLPj269d2z63++/erhF8fe3D//64trz2+d/Pnp589vHXt28+jzO8ffPDgD0O9Xp5/dPfniq9PP7516cP3QvWsHntw98fz+J0/unnj58NzPr248e/DZk/uXvr594d2LO72Npep0XpUuS57Caasu/mj1st2bNhzYvmNuatn48MTI4Lg2r6S8tK6sxGDQt1VVNObryhrq28fHlo6NTsrlSm9vIhqNBk1JRKI3m81Kl6aUFevqa8oU2WkxDFpqckJ1Rb5Wm83hRNnbQ9AoWywOicWiMRgMDueEd3H39CD5+Qa5u3mnSDKSRKkYRzezBRASNZTDS+nsGQ4Mofv5BrPZce4ubnhHJ08n59HOxj1zvTcOzt46NHfn4NzBycaP+sp29FZ+tnbkyoax3f3VS0szRvJEAypBR2ZcnSSqNjmqhBdcm8qok7FLhGFyhk9OtHceJ7AkiV6fxe3WSQbKMjcOGW4f2bKkPt+QxWtWpzTIpaUSQSY7nBfoxSA6RXphmCQnli8+xs81NsCN7e/G8gUCn1lUj2iSe7inizHG2Rt8jAvwiQ8kcoJI3GAy288LFIF5odSkiEBxVHBCCCWa4hbu7Rzm5UTzdqYTCZFkjyiKJ53sQyMRA9zdfVzwLkiMA8IeDrWFQG0soQgQgIHVOTNJAkMAACAASURBVCu4lSXMyvJ/ANja0spiobn5QjMoxIrg6iLgc+/dvTn/128HPtq0bLhvuKV+ZrBn+Ujv4a3rLh3dd/nY/oMblp/csfb0rvWHNs7sW7N47+qJrdMDc4NNqwaa1gy1bBrvOrh68bWPt728/skP9y59f+eznx9cfX719J3T+26e2H3j2M5Ptq/aONa5yFBcI8+ozgamJkdmUGY3apQtOnVbQV5HsXZIXz7d0bRqoGvtcO9sV0tvRVG1IlOvUpdkZktj42W8xEqVWsLlOtnY/Z16BYNCgQIj4ACiQ+wcoFDofwNgB4g5EmphGpB+7awW2Fkt8HRCC2KjVLIUVXqyUQEubassairOaynVtZXqWorzGnTKBp2yp6oYzKYaa64F5V9TXPN4iwFEVhCAVwx2zQ10zvS0LuloXNysH62vHKwpAdG3sySvu0xn4t7R+srFzfolrYap9vrZrqblPS0rBrtWDfesGu6Z7W0baahuLlSXZabpUoQakSBXwFMkcuU8jpyXkMWJT2MxRZERYgZAv4mR4RxaCDMwIMjTwx3pgLG2wsJgODiw+vu3+Rlhg4Ej/i8AmGBv72Bu7mBujrK0NMq/MJVEumvt2k2zU9tWze5YtWzfhtVHt2w4sA6oIDq/a8eZLZsv7Nzx+T6gyPfMju1nd+28dPjQ7TOnvzx27M6Jk1+dPnP/zCdfnT5z79TpuydP3T156n0Avnrg4Od79l7YuevT7dvObd3yyeYNpzeuO7VhLTggAB9bsxJk4MMrlh2amz24fAacvVMz4OxZOr17ydSuyaUfAPBHo+NbRkY3Dg6v6xtY29u/ZWhs08CiDX3D63oG13YPrO0eWNczuL4XAOP1vUNruwdWdfQub+mcbmidrG2c0Bsmqmsma2veB+CZOsNsfd1Mbe20Xj9TXQPObI0exOA19Y2r6xpW1tat0BuW62tnq2uWVlQuLi1bXFExUV4+Vvp30tVgYcFgYUFfQWG7Or9FpWtUaBrk6voclT5LWZWRUybNrMqUV2TJSzOytGKJLJaTGBbOovpF+pDo7sRIT3I00Tea6Bvq7unvjA8gEMKJRD9XZz9X50iSl4AemsqMEkeGp9BDpdH0QiGvIlVcnS6pkqZUp0vqc2RtGmWHVjVaXT5aXT6ur1xSr59taZhrb17R0bKio8VsuVa2Ij9rRi0dyRT0pnC6kuPaRHGNAlZ+uJ8imCgluyV5OPLccHF4FBNnG4GyiXJxCsHgwvFuQhq9MCNDyufxYpgt9bVXP79w9fMLE8PDaQJhCidBHBPHCaZJWOzkOAafEcaNCEmMponZTFEMK55Gi/T1Jdgh8TZIZzjSCebgCEE6QpBOUACAqY6OQQS8P8GFYG9nZ25uY2GJsXNwcXIGXbtgPKyVlQUUao3G2Lt74B2dnZxcAAu0J/htNpxGj46KYETHcOMLy0sv3fzi5sOvlAXavNKiwqpyJzdXgqdHsiQlICiQ4kut1teUlpeF0sJo9PBseU6OQq7O05RVlDc2N7W2t9U11FdUVZZXllVUlRaV5Gu0ublqebZcps5T1tRWpkqTtfnqXLVckMRLlSbHxrMio8PjuXFMY51sXFwch8NJSEjg8/kikSglJSU2NhYMEFYoFPn5+TKZrL29vbe3t7yyrKmlMSU1ubC4oFpfJUlLEaeIkiXidJk0KyczV63MVSulGWksNtPLx9MeaYfHO/v6UpjM6Pj42LCwEBcXJwQCBph5LBaCnmdbW4SFBaDSweFQLBYLhQJf+iHWCAd7DBrlaG+HhkFtoRAbiDVwl/Q/DLh4CkNAoXATAwM70Ahba2vg7inIwCYA/m/ZVyAAgze5rYzZTeArYTAExApqaW5laQ7EVMAh5jaQhTZQMzcX+6uXjv/24zc/fHv31dNrr59d/e3H+/Pzz9++vv79d7d+fHf3px/u/fLu/r/ePfj9x6/nf37y27cP57//pqNKy6NRiEhrbqB3OjM0OyasUBxTKGZqhNHZvEhpfGRiVLC/Jx5jC3FAQGyNDGxnC5gwTRgMAjAWi3VxcSGRSOCPg76+vhQKBdz4DQgI8Pf3p1AoVCo1ICAgPDw8IiIiJiYGpIjU1NSUlBSxWMzn84VCIZ/PZ7FYAQEBbm5uYMGmiXhNki8IvfZIh/cZ2ITH4K4vuJEOQ8DB1CuErc1/C8EyKcAfnJj49wP6BbVfkH5N8i+4/YvBYEAF+AMAzsjIyMzMtLe3t7GxWbBgARQK/d8LwCADgwrw+yo3KHSbiqnA/+l/hN73L/43AAZNxeBGLpgF/U8A9nT3+F8GYFAEBpkNpDsw6tkWYbyRb2uHMobkmERgUOM1PQVB3QTAf6vWSHusvb2Pu6ubMy7Yj0Ly8pSmJJcVFZYU5JeXlRQW6ISCxKhIOo/HFQgSY2KYTCYzjBYZFBxOJPkFBtG4CcIEXlKSKFWXX9LXP/Lo62e//T7/3duf/pqff/7i26npuaLi0tKywqxsKT0ilOpLJJI8fYgefn5UT093AgFIgHZycgJvnaD/feBwGDze2cPDjUDA43AYAExRDlgs2sYGjsWiFywwMxj0X3/9sKmpgUolk0g+AX7+QQGBYSGhkfSIiHB6cGCQt6eXs6OTh5u7t6cXhUT29/UL8PP3o/pSSGQikehN9EFiMQhbGxQG/e+KKUCNdrBDOjo6Ozm6epGonERhpkqTrdHJANVXm67SpClVqYrcVIU6TamR5gIYnKUtlmkKZZrCVAXgf46IEyakZKmKKvvHJr68d+/3+fnvfvppcGxsYno6OoZth0KjHZ28yRQOl6fMVaeny0JDaWFh4RmynPqmbnBJtbahu765r6tvon94qm9o6fDYsoGR6d7BJT0Dk+B09U109ADE2zMw0dk72tGzqKNnUXv3SFvXcGvnUFffWFffWHf/eO/gYvA17d0jLR2DRWUGbWGVWlum1pap8oqV6sK8vJKioiq1piBHrs6UyXOycxVydXaWUpaRI8vIKS+rqa6qU+VqZRk54bQoO1tjiJIxCBqDwTk6Onp6ehKJRAKBAIbegau/fEESL1Hg5u7p5U2kRzBIZD9aeDSTFc9LFKVIMqRSeUaGEqDfLIB+VXmFGl2xQqWTyuQJfHE4nUEi+5OIfl6eZBCAiV5UWkikSCCRSXPydWX1dW1LJpe3tvSIklKTxdJMmSI+LlHAF7NjOEKhiM8XBgQE0Wj09HSZSqWpqq4z1DXXN3U2tnQ3tfU3tfVXGzoKS+tSpAq+WMpkcjlcfnamQpKcGh/DTkrkCvnMXIW4ubGkolRRXpg9Nti4c/PUzStHH3156v71o0/vnHn14Nxf392a/+7Lx9cPP7nx8W8vr3z/9Sfff/3Jv15+/vPzz1/eO/ni7okfnlx4++T8b99df/vswldfHHh67+RfP936+fXV25f3P71/8ec3914/vPLbt/cPbl023q3XyQS6LNHu9XO7N67euWHdVzeu3791Z8XM3Jb1Ww/uO3Ll8s0N63a0tfaWl9Uq5Nr4OEGAf6iPN4XPF5LJQPUUj8eLiWFyOHFMZnRIsP/jh3fnf/vx1o3PutrrZFKhVJKYmpookfAAQ5IHHmjhRjmg0YCJ3RXvQXD1DAoMc8V7oNBOHp4kqUyZX1TZ2bOoua1fnpuvVOdnyhTBwaGB1IC05JTcDFlDqbYyk713ieGzbWOPjq9d35lfIQgsiiVX8QLrheENSfQmcXRdUmQZJ6gwxrcqMaxFFteVyy/mBVeK6OPlmWOVWaVJtOwonwJeiC4hRJ8eW5Ic1ZYnnmsv7y2S6WXcUgk7lebPDyAxvJ3DCUi6B5pFduYEuyfSfZh+znHBHnFBnkxf12iKG9PXg0HxjPAhfADAIP0mhFBA83O8UQQW0gNSGKFCekBsoA/dx8WoAONNABxO8g4j+lBcXDxwjlh7pA0cyL6EQG2soLZWxuAYiBUcYgW3toRYW0KMHcBgE7DlAjMz8wULsRhUYIBfnkZ15fLn83/8a8+mdRNdrS3lRS3lRRMdjatG+7fPLZkb7h5r1U92Giba9SNNZSONJWMt5WMt5cMNxUtay8cbiyeaSlb01W2f6ju2cerSgY13Tu95eP7Q08vH3929OP/yzvy7r/96dvObz49e2r9l88TwprFFG0dHNiwaXj8ysG64H5xtS8fWL+qf6WyebKmb6Wxe0dcx1d7YX1NenCErkGZkcnnp3IQUdiwBiYSYmTna2dtB4XBriPkCIJXDwsLK2KNnC4PB7OHWJtUXg7DGIKyxNhCsDQREX5MIbFKAUTBzegApO5mvkUm0MkmVVtleVdylL+uoLGorL2gvy28r1TUXqhvzczvKtMP1FUs6Gida68AI6LHmWrAAabzFMN3dAlqgQf12pqcVjHEeqC7uryrqrSjoLtN1lWq7SrW9FQX9VUWDNSVjDVXTHQ0r+trWDHWtHe5eN9KzflHv+vHBNYv6QPptKdKUZ6dpkwW5Aq5GJDBu/3KzuXEZsew0FlPCiE6OjhJFA+ZnDi2E4U8N8vTwwWGdEXC0lSUGCgU2fhE22L/RF46BI96zQIMKsDUOCuwDYyHWbg4OKEtLLARiv3AhzMwsJih0UVvnrrVr102N71q3fN+GlXvXrzi8cfWhDauOb1x/cc+u05s3fbZ71+f79gFO5p07Lh06ePXokcuHD3157NjNo8duHTt+58RJkH5vHj12/dBh01w7eOjK/gP/EYBPrl9zYt3qY2tWHlk1Z5J/Teh7aG720Nzs+wC8a3LpzsVLto8v3jY2AT5uG5swAfD6/sF1fQObB0c3Dyza2De8vmdwXffA+p7BDb1DG/uGN/WPbOwbXtc9sLqjd66lc7q+ZUlt4+Iaw3gVUD60tK4WnCUG/bSh1gTAS6url1RVTVdVz1TXLNPXzhnqVtc1rDLUr9Ab5mpqPwDgycrKyeqqyeqqxVWVo5XlI+Wlw6VlvQVlXbqydk1xi6aoWV3YoNTVZOaWp+fUZKvyklIlUexYv+AoH2qED+Xv8SJHe1MZJD8GyS/Mw8sP7xrs4RFFpYZ4uYd6e7ADqGlshpwXJ4tjZjAjM2OiS5OF1emS2kxpdbqkJiO1QZ7Znpfbla8BFeCJ2qrJupqlDbXTTXXLWhuXtzWZtfGihmW8JaqUsRxhX2pcd3Jsl5jdIYqp54SXMwPVwV4yCj7Nx1HkgeW7IuNdUNFOOA6ZpBOJSmQZMh4vKtA/kOQjSOCWFRW2NjZo5HJBbFxqIp8THh5Bpkg5HD4jPDbMjxFIiaMFCplRiczoqIAAP3dPvD3S2RbpCEc6Qu1xEDuctQPO2sEFYhvs5MTy8WBRiP4uOCzE0s7SHOtg64p3RiBgQGKwtRWQ4WdlBYNBMBiUh4ebi7EE0odEpPr5+gcHBYWFBoaG+AUFelFI/qHBghRxYVV5FJsVEcvKVMqVWk1SSvLRkyeuXLs6uGhk89YtL968/urB/RNnTl/47OLu/fuWTk+1dXXW1hmKykrBriN6ZHhMLIseGR5KC4liRIaFh4ZH0MQpImlGWmV1RbW+KkeRXVunT5dJ47lxQpEgLi4uNjaWzWazWKyYmJj4+HjQFC0Wi3NycioqKjo7O0tKSvR6/fDwsE6nq6yuaO9sU2lye/q6u3o6S8tLchTZfGEil8eJiKIDqVc4tBE/4WDUFgRiBQbJIBDADUAYDIJAwBAIIB8SDodaWVm8/wIrKyswywoOswOQ1RIGlPFCAZQFbohaQf75aNJ4AVKFwMB1I/DcwsLK3NwSaNaFAmlkxq0T4x9iBXlf6QXP/xsAA7WE1hArC0tLcwuIhTnMyhxhvQABMbNHLDh3+sD8by9//eHhH788np9/+eu7Oz9+++W/frr3268P5n/7Zv73J3/88vjn7796++Lm6yfX538FVoU7DYXJseE+OESIBy6a4pYQQkqPCU5j+UtYgTJehEbKV2Uk8dmR/mRPO4Tl/wCwHQxUgBE2EBsbOIh/KBTKw8MjLCyMRqORyWQf40GhUPz9/f38/CgUip+fX0hICKjnMxgMDocjFApBtR9c8OZyuTExMUDQblxcRESEp6cnoEYaQRdkXVtgEflvmfefAAwS8vuqLwwBN7rkrMF8cmugNcq4OG0MbHu/BsmEu/88AQHYtBML/meR7x2gUgr+XIxGo0FNGMQYMNaLSqXW1tZiMBhbW1szMzMQgz+Qfxda/H3h/wMF2ATAJhc02OxlgmFTAplJDX6feD84/ycAm9zFaCQKg0KDLmiwoOh9BRjsOvpfAGA3owhsckGDW76Ae83Y+mtnY2ty+eIwWBPxfgDA4Os/AGCkgx3KztbNxdGL4BJAJXm44iPCQqvKSgvyNAX52oJ8rVCQGE4LZbEYLBYjLCwkMjKSSKIEhNDYsdw8I/S2tPfU1bcMjkx8+92Pb3/49dd//fXTr38+ePhk647d9Q0t2TmKomJdZlYahepDofr4+ZMdndCenu6enu4gvnp4eBirj7BAlCDQlwZI2M7OjqALGoNB2QGr+DYgBltYLLS3t2WzWd999+bu3dtRURF0Os3b08vVBY9FY7BoDN7ZxcvDk+jt4+PlDVYoO2JxoGYO3p5Ao9EUXyoKh4XCYUg0CtTVAYUMhbWzsXd396QArawRAlFqpiovM1eXkavN1GgzVBqpUiWRK1NyciVyVapCLVFqM3UlAlmuQJabrikWZeexBVJJjq66uefqvfu/zs+/+eXXmw8fdPb3z66YW7NubXd35+pVKz45c2rtmlUcdqwNFIZxQBr/ha4REWyVqrije6S7b6y5rb+lfaC9e6S9e7S7f3FHz1hbF4C4XX1jvQMTPf3jXb2jXf2LuvoXdQ+MdvePm6ZnYKJ3cHHPwER3/3hX31h792hT26C+vquipllf31FUrjcCcIm2oDwvvywvr0SjKS4uqczTFikVmlxlnkKuTpdmiZIk/ERRpkwuz1FlZykrymvSUmVYDJC6BPYG2tk5IBAIFArl6gr0V9kBN5wtLa0g8ZzEaAab4OYVRosMo0V6epHCaFHRjNi4+ERhkkSSKktLy0nLUGRmqnJy8nJVuoLCsuKSSmVunjApJTKKRfUNdHP39vaheHiSSGR/CiWYTApkMbm5isKqisbystqqyvqB/jF9TYNQkJIqyciUyRO4AqEgOSqSxecL+XyhLzWQEc3O0xRo1AXV1Y01hhZDQ6ehsau+ucfQ2FVSUZ+rLU6WZicKU2LYHC6HL01NFwnFcawYbiw7N1uayInM18hmFvd9cenEL28fvnx85d3LG6+/+fzx7RM/Pr/y/dcXX9099fura7+9vPrjNxfm39344Ztz33/9yZ/fXv39zZU3D069/frc/Lub755dfHH/1MsHp39+c+XPd1/++OrSt4/PvXn86d0rR759fPWrayfePbnx84vbX39xrqFENdJet3528szH+z/etXPTylW97Z3MCEZZYfnSxbPpUjkvQZzAFZaVVs8tX7Nq5fqmxrbcXLWfX4Cjo2NYWBiDEUWlkmm00BigZSyquUE/MtjVVF+lyJZky1JkUpFAECcQxEnTxEwG3c3dxd7e1sHBAQBgVzdXVzcnR9fICKaXJ8nTi6zWlghE0qBQBsIOGxwWrVLnN9S3lBUV15SVZaemVBXo+gylu2c7L++ePL9laP7Zp/PPzz8+se7gkoa27JgKQWA5P7A8wb+MF1SXFj2gS15aLV9Wr9kx2nhq3fAXe1c+PPnR26tHXl7cv2OsuUgUkRsfUJuZUJLCbFAKi5NZVRlcZXwI0wMVS3RhEfFsMiEhwFNEp6ZE+Qno5PgQd5YvPj7EkxPsxaDio4guQJ6znxcoBYOPRuezR6y/Z3ygd3ygN59G5YUR4wO9uYHeSeG+UlZoKiNYSKPSfVyMDPw3ANPJXjSSdzDR2xPr6ILEoGwc4FAEFGIDhdmC83dyqhXUBMAQc2uIuTXCGm610NzBxjbY30/ET+hqa/78/Nn5334+uG3jkv729qrixhLt0r72JX2tc8PdLaXa9gpdR2V+Z6W2o0LdVZXXU6Prry0YMBQMVGuH9NqxhpLR+sK+Ss1gTd76Re2fbF/x1dmDTy8f/+Hepd+f3ph/fuf3pzd+uHfp5Rfn7p87efXQvjMfbTqxad0n2zZf3L390x1bz2zdeGrz+o/Xrtw1s+SjybEtE4vm+rvainW5SYmxwSHs4DC5KCUnKdkL5wRU/i5YaGsJgSy0sDBbYG1pBWQi2tkZSwQh9rZ24A4wBg7FImBYBAxnA8fZwB3tYCiYpQmM0XArkwvayRaSyKIVZEt1mSmFWVK9TtlWWdRnKO+tLesoL2gt0baXa9tKNM2FuW0lmt7qoqmuRqDjt1E/2qRf3AxUHy1pBSqLptobgfXdtgYgBKunbaqreayhpr+qCPA5VwDQ21tRAJZC9VUWggA83li9vKdl/aLeLYuHPloyAs6G0YHl/R1jDTUtRZqKzNS85MRcAVfJ54Dyr5F+WalMhoQRncZiStkxYgYjMSKCHRQU5u1NdMThbW1wUAjayhJlbQ26oNEwKBoCQUEhoCaMhlpjYFY4qBUWbu0I+x8AtluwAGFmhoNCQRd0iUKxZ93GLcuXbVk2fWDT6j3rVn60bPLg+tVndm07vX3r6a2bQQC+sHv36a1bz+/adePE8S+OHzu7ayew9Lt7z+d79l4/dPj28RN3T566efTYtYOHLu/bf2X/gSv7D1zet//S3n0Xd+3+dPuOc9u2n9m08dSGtSfWrT2+dtXxtWuOrVn58coVRtsz4HzeNzO9d3rJ3mnA/7x/dubAstldk0vBAc3PoOF5y8joR6Pj4GxdNLZlZBS0QG8cAFgXIN7uv+l3U//IlsHRj4bH/wnAk/qGierasUqgfGiytmaJAfBCA2pwrX6mzgAqwO8DMKgAr25oXFXfsMIA+J/nag2z/7ZAj5eVTVZWLtXXzNQBVurF+mqQgXsKSzt1xS2agsZcbb1CU52VWyyRaYSSeL+QIBd3TxskFecS4xckoEezAoKDXD1CCV7h7l5RPlQW1S+KRKF5eYV7ezOoZHASacE5iRxdilDN5yo47Nx4tgmAazJSazOlrWpFb5FusKxorKZiorZqSb3eNFONBsACXRcX0p8Wu6JItq1Bu6Neu65ENpnDG5JEL5KyBlMY/cnRfeLo5viQomB3uTdG6o2N83CM9nSVxTGLM6WSeDYjJJgVERETzWAxmMGBQWGhwWxGNDs6IpZOiw0PiQqk8KLCpLyY+IgQHiOCx4hihYXGR0b5efjgHTBYuAMKYouF2jsDGGzraG3jag0LdUAKvL2S/X25FJ9Qdyc8EupgsxDnZIvFI2EO0AWQBeYQCwgMamNjh8HgXF3dvIk+JF+qb2AANcCf5EslUikUfz//4KCwCHoEI1qpUX+0e2dTW2tkDLOlo33p8tn+4ZHhiYnd+w909PUlJom0xcVlVdXJ6ekiSaooLU2cmiaUSPgicUJSUoJAmCAQipLFCQkJcXFx8fHxINukp6eXlpYaDIa6urrq6uqCgoLMzEyhUJiQkMDlcgUCAbgDrFQqtVptXl6eXC7PyMiIj49PTk5OSkoCZBcmUygUCgSCqKio+Ph4JpMZGRlJp9P9/PzAumCTugXKejAYUP4EMR7vy1zgz+7g4wcCoOnpv7ORAEs0DNB1AXyFQo0REcBXTYilpaVRobUG2NgYRwmW6BhfYw2GKwASMwR4pbm5OWBdNkIwBAIxftkF0hdA5y34W0CVHvwHW1lZWRoPKysgkxECgYBOWvBXYVDAvWgLs7ZDWGMd4GdO7Jv/6+2zR1fnf33y6snlZ4/Of/v8yptnV988v/bu1a0fv7v73cubTx9d+ub+pedfX/v57dd//vJix+Zlvj5OAWS8jbWZA9TMw8nW0xERQsZHBnuLeNEp/Jh6fUmBNieRy0KjEWg0AumAsHeA29nDbO2gxgHUYFAIRSKRTk5OZDIZXAam0WiBgYFkMhnMvgoKCgoODg4KCqLRaOBnLSkpKSUlJTk5WSAQJCQkCASCpKQkkUjE5/NjYmJoNBroo3ZycQZDxR1QSAfU3z1M9kgHExiDFVwOKCQSjQIaud4rE7a1Be7pgh9k4ycO8LS/j3nvByCD6GvCXfANYNr+fX8z9gPzM6jVgWCMRgP+OvAAr9sgYD7ennUGvS+VjETaW1gsNL4LFgBVihYLzBYCs9DCfIGlhbmlxUIL4O0BojBIwuC56SL4/gF91OAbAzwH3x6m+t8Pnpqum05ABgY/FCaJ+wPuBcEe+V8OBwcgBBt0qpvuDgDAbAsMmC/1wRrwB2VIBLwrAe9q8kL/txOQk708PMFxcyW4E9xAnAP51sGYYmV6BP8B/1MODLSM2xt7yu1A04CDPXAjxcHeFhykA3AdfA34SHB18SS4+lLJbgR8gL9vvi6vtKRIm6fO1+VJ0yTBQQGREeGJPC4tLCQ0NNg3MGD5mjWT0zM9gyP7Dx/VFpVt2Lz93S9//vr7/NNX3127cWduzfot23edPHfu/tePr315Q62R5+Sk8RJig4wlwN4+7t7enu7uBB8S0dPby93Di+DmQXDzcCa4Obu44RydcTics7MjHu/8fhmS6RYeEmkfGhr822+/vn37bUGBLjKSHhQURCaTwTw5CASCRCKxWCwEArE1ps+bPqdYLNbV1dXLy8vNw91458jG0Rnn7IRzcXZ0I+DdXAlUMsXHh+TtRSZSAjKyVGnZqrRsjUxVkKnIy1JqZUqtVKFJzlYlyRT8DHmiTClRFaTnlaapiyW5hUnZOl5abnZ+dcvQ5BfP3jz/4883f/45uWpVaW310MjgoqHeLWvnNiybqistTEvkxEeE+7m7RwcHiThcJxQGbgn1dPXixPHyNIX6moa6ujZ9Xau+rr2qtrWprb+zZ1Fb50BLe09HZ197R09Tc3tbZ1/f4GjvwKKm1p7Glu6e/tHewcVtXcOdveNdfROdveNtXYvqWgaq67srxJLLfwAAIABJREFUajsq9W0V+kZtQakxbFmn1RXr8ku0umLTqFX5OdkqY+xzdlpqpiQlXZKSLpcrNRqtXK4sLCwODAxGIGwdHFB2dg7AvUgo3NbWHoPBYbGONjZ2FhZWQYG0cFp0WGgklRLo7UP18w+hRzAZDA6TzUsUpkqkQPJzRpYKSH5WaDNzNKpcXWF+iSpXy+cL6fTIoOBQEpnq7OLq6eXj6uHt6k4iUkKiGImpUrWusK6iqj0/v7Kttburs1+Vq+UlCDMyMuVyZUJCYlwcJz6ey2LG0cIiI+hMAV+iyi0oLtbX1HYYGnsbWvqb2gYBE3hLV3FZdU6uRiBO5vISGCxmQkJChjQ9WSSOYbJio5nqjGxdVk6ZRvXbdy++f3b/++e3nz347Kc3t159c+GHF5fePf0MWPS9f+6XJ5d/evz5y1snnt869uTm4W8fnn73zbmntz5+dH3/01sfP7t95JsvD/3w5NNfX37++tHp1/dPvn1y7s2DUw+vHXh26+T89/e+e/j5999c/+PbRy/vXe3Qlx7esXXLqpXHDh58+/L1xbMXtm7evu2jXdu37enrHW5t6RwcWDS1dNn42JKKiqqkJHFCQqJUKg0JCSGTiU5OOIEwgUT28g+gBAb50iNCo6No8XFMoYArkfDTpclpqSJ+YjyTQY+LZfITOZz42MAAP7wzUHkNxgQ4O7qQSBR/v2BPL7Kji6cPOTCBnwLcFjHa4GsqKpUZUrofOTEypEaTPdpcdm7H1Bcfz319fsv8m4vzT878dPfg/A9X/nx87Nsvdjz9bPOjM+send30+uqeX+4dn39yYf7V9XlALb85/+ILYE/4zc35H76a/+nR/M+Pvrl0aOtkZ0u+tEQalxETyPF3jffDJwR6sMn4hCAvEZ0qiQ4QR/gKaWR+KJEX5sMN9GT7u8VQ8FEkp2gfxyiiC4vsyqK68UKpMX5/9xvF+LtFUZyiqc5xgQRemBeLgmVRHGPIjlxffC43vEAYIwj0jvf3DHZFU3H2we5ONKJHoAeBQsCT3QkEDBbngLKH29lAEECwpnGsraE2tvY2tvZAa6M1DFj4tYDZWNk4WNtZmVnYWcB8nAna7Ky2Ov1Qd+uq5Yvn//rx0pnDw531nbWlNfmKmnzF0sHWh9fO3bpwfKK7obFU3VSs6qzW1RVkG/Kz2ss1zYWKjiJFb2luf6V2sEY3VFMwpM8fqi0cNhROd9bumRu9dmTH4ysnX395/vXtC9/euvj6y/Mvrn96+9ThKwd2fnl0/52Th28dOXj9wJ7rB/Ze27/n5MYNB1bO7ZqZWtrRXpaVKYlhChjRPAZbla1MShC44lwQVhAbayjU3BJuaQ01t4QstLAGVATgqS0E4gC3QdnYOCKROKSdo70t1haBsYGjETDjADwMX2CGhFhhETCbhWZIa3NnO7idhRnVFZPKiS6Rp+tk4uKs1I7KwkUttQN1ZQN1ZX01xV0V+Z3led3leZ2l6tZCRaM2a2lb3VR7/VRr3WRL7URD9URTzdIWw0xn40x7A3h9cbN+oqF6tL5yUW35iKF8pK50qLZwoKawv7pgoKZw2FAy2lA+0Vw12VK7Zqhr6+SizRPDWxaPbJ8a3zwxvLK/c0lLw2B1eZNGWZ6RWpSSlC8W6ERCbZIgJyFeFhcDqL5RkaksZnosWxwVHR8cnBBO59Lp0f7+JCcnHBSKtrLCQaE4KBRlaYG2ssRCrLFwqBMchkPAHGFQLBwY4O6A8REDg6Ch1iiIFdLa0sUGYWuMgHaCw1LY7F2rV29fsXLb3Nz+dWv2rlmxZ/XKg+tXH9uy+dT2bae2fXRi65bP9+27eujQ2e3bj2/c+Pm+fV8eO3bl4MHzu3Zd3LPnwu7dF/fsuXzgwBdHjtw4evTa4cOX9u8/u337pf37rx0+DIrG53bs+HTnzvM7dp7ZuPnUhvXH16w7unrV0VVrPl654uCyOYB1Z5fvn53ZP7MMYOCpmT1TS0HDM7j3C3Lv1kVj28YmdkxM7ppcCkLvhoEh0Pm8rm9gff/gxoGhTT0Dm3oGtvQObjbOpp6Bjd39G7v71/f0r+vuW9PZs7Ktc1lL23Rj89L6xklD/ZK6uqX1hkmDftyIwdMNdVP1hsX66mlD7WR11XhF+XhFOUC2Ril4cUXFyvomYw1S7XRVNWB+Njqfx8vKxstLp/TVU/rq8Yqy0bIS8LGvUNdVoK1TyEtT0wpE4gKxJF8k0fCTs+P5yRFscSQ7OSo2NYYrjeWKmOz40DAGxZdBpkb6EKO8SSwylUGmRPp4M8kkTmAAJzAgMTQoNSpCzokrSBaWp0uqMqU1MinAvRlp4Bhk0hZlTm+BdqS8ZLapfqaxbrrBMFVfO91gmGmsm22qX9bcYFbF8m1ICO1LY83mibdUKfY2ag+16A615B1oUG2ryFirE8/lJi6VcUdSmENiRn86p0wYK2PRM2IiJawIRoAvzZca5hvg7e7h7xvgTvDwcHP3JREDKER6oF9cZBgnMjSWHiDmRHMiQxNjogRsFocRlRjDDvMNcMO64GxRSGsbNNQGB7dzhtu6wG29YDYMNCbZyzPNn5rkT4738w5wx+CxMCdnBOBscLC0RFgAXwPggDJpZ4tyxXt4eHoHhYUmCPiynGy5KjdLIU/PykzNSE+RpqXJMmK5HIVapdSoWXGxObnKuqbGpBRJUmpq38hI9+Bghlze1tOzYt26SoNBXVAg12jSsrKSUlN5IlFCUlKiWAx8l01IpNMj/fwCKBRfHx+Sh4cXiUQJCwtXKHJVKo1anadQ5GZkZEokaRJJWlpaelZWVnp6ulgMYDODwQgICHB3d8fhcKDV1t7eHkRKkDegUChYG4tAIMAfx0GGfJ9zQLAxkbCJc0w/tYMAYFr+/OAEBCcQnkF+sDIe75+DvAFyr4l4PwBgkMQsjIeJT8A/6p8ADP51YGzS+9ACALANgOEg0oPfpmygVrZwKx93/N2bl375/smrJzf+9e7h25df/PDm5ncvrj55cP7b59d+fHPn+5c3n319+emjSz+8+Wr+j9c/vXs8P//9tUunmJH+ZKIzycfJnYBEOVhCLc1gVmYEvD3BBfl/dhsIeCy5XBoQQESjESgU3AH5IQAbfeNIMP0Yi8V6eXkFBgaGhob6+fmBOjAIwMHGIzAwkMFgsNnshISEpKSk5ORkMEyIx+MlJSUJhcLExESwUyQyMpJGo4WFhXn5eIMMDBIvuOvrgEKC3GvnYA/CMIjHwHUjAMNgMBBZYTAY+AH8j7uv/zcBGHyrgDdKQGMwyPwg7poAGHyKNR4YDAaFQgGdSfa2aJRDSXEhPTwMArGyt7eFwSDW1pbvA7CZEYAXWFqY/f8PgEFk+o+PHwAw+PExgSiYOGVSgP9ZhvS/BsAg/RLwri5Ozu+3AZv+3g8A2IS+IOiaGPi/ATDSwc7ZCUdwdaFSSG4EPJnko1TklJYUadS5apVSIc+Oj2MzGVGxbFZYaDCdTmvpaL/z8P7I4sWxPF7+/8Hce0Clef9v/7jYW2WJDEFQcSAuVFDAhQu3gjhREcS9994ao9l7zyZp9myapk2zmnSkTdqmI0mbpml2k6ZN59f/ufm0/PL0++3v/zz/85zz/93ncziAgHh7O173db2vy1K7bPW6G7fv/jY/f/Ob+ztfPbBy3cbtu/cuWbWqtbv75FunP/78k6JiXXFxXnpaUlhooJc3H8wAQ0lX1hxBpjsE+O5cPssD4h83NocBxWLRmUwGk8lgMGgUiguoTaLRKKAYycWFfPz40Y8+ulJUVBAWFhIaGhoYGOjj4wNOBdJoNIFAwOVyeTyeQCDwtk4ieFk3b29vkUjE8eC6UFxdqS7ubKYHly3y8QqSiCWBAUJPgZubG4noSqGzsvOKCsos2mJzel5xnr5cW1iWW1iWXWjIyC9N1hYla0uS80sT8w1J+jK1riwxvzxZZ4zLKskqrqntm+hfvnZi4+Y1+/ZXtbebaqtbWhvMhoK2mvKR1ro2Y3GmQqYMEBWkJiVFywM9PX09eCiYHRVPopJcMXA0AUf285XEx2tS0nJLyqoNlTVGc725uqG5paOvf3hwcLi3t7+js7e1s6e9CyLh4bHpkfGF/UOTUNZxz2hn70Rn70R791hT21BNU19tY29NQ7e5uqmkzJRfaNAXQeprYVFZQaGhoNCQpy0sLCorLzMbSiv1+SU52fmZGXkZ6TnavILCwuLS0jKdTl9cXMrnC+BwJIFAQiBQDg5O9vaOSCQa9L2j0Vh7OzjPw8vHO1DkIxF4+nl6+onF0qio+Ph4TWJKVnpWfq6uJC+/NK/AoC8x6kuM+YWGCoO5RF+alZEdo4wNDAzk8/ksDtudzeLwPZkcHpvvExiiSEzVFRTXGy29tQ2DHR1Dw0MTXZ19uTn5MTFxubnawsLCuLg4pTJGpYqVy5RhoZFR8riMdG1FWX1tbWdb50Rbz1R772Rb73hb13B9S0dJeWV6dk5CojpaGRUZGZ6UpNblaZMTk6ShYbJQaY46rbWyNl0Z++rmjfO/Pp//7fvHd65+e+PiF1dff3z33QdfXXj01cX5J58+vXnx2ysnf7//4ZObZ29fO/bgy9Pzz67N//LF/NOrd6+ffOfk+s/f3ff09rl/ff/RT99duvf5qe8+e90qDp+df/Lxwy/O3v30zC/3rt/44MzPD75+7dUdG5cvff/c+b27dm/ftK26qi4nO7/KXLd6zcZDh48vW7ZiZmZ2enpmfHyytrY2KSkJuIe8vAR8vgeN7hKfoOJ7csCPkiTIPzjIPyI8WBEdERsTpU5QJapjlAqZNCxIEhigiJbHxapCQ4K4bA6DRvfgcH19REyGGxaN8fX1D5PKXFwZvgGh5ZW1RnNtRHiUPDJKJZOlxkbrkmLm+loOrl9y6dCWs3uWntw09vHr659dP/H7N2/NP313/snFF7eO/v7Nqfnn780//wAC46cfzv/06fzz6/M/fjF/7wpUgPTg6i+3L3/z3vG3X125cbJ9rLG415xbkizVhHslBvPiArhqCT81zDsl1Csl1FsjFWVE+mfKAtIj/FJCvRODBGqJZ7yYF+vPVYpY0d7MKC+3aG8mlAgt4kQKWXIfnkosiAsSxkr4qkB2jISjDvVIDGbH+NMTg1gpodyscK+aTGWrLrlIFRojYgdzXP0YzhIuI9DD3ZvFFDDdvDw83FypriQyEUPAIjAYOBpaCCQSjrBzsIfZQd0FMJg9FoGjEqkkBBEBc6SgyEiYfW6SZqyra7CjuavRvHRm+NHdz984vHPFzODSqb5GU0FTpb7NUrx7w5L5Xx798uDWR2dP7Fi1cKyjtsmgbTJoB+qN463Vo/UVY3Vlo7WGoZqS4eqS0fqyqRbTwo7qweriRd11W+aGDm9acu7g1o/PHL717htfv//ml+dPfnXp9L0r55988u7jjy7fvXz224tnv7t88f2DB05v27p94cKh2hpdXLzC3z8hLAzq+E7PTk7U+InEeCzJyQEOd0RAv1jQeJSDE8rBCe0IxzghCHAECYlyRmNcMFhnHI6MxZIwGCIaTUKioIVCkFAIVwwK72hPRsJdMSiikx3RyY6CQTBwCJmfoCA5prYwx5SXZs5N6zKVjrdWj7dWT7ZaxpvNo42VoxC4GkfrywYsRT2V+VONlrn2hhV97Sv7O5b1tC7tblne27ZqAAJgiIF725b1tC7pghh4rr1htr12pr1mpt2yoK1qpv1P9F3a17x8oHXNSM/22fHdSxdun53cPD26eXp0zUjfbEfTWG1VT3lJgzYbot/URGNqIgDgPFV0nio6OzoqPTIiXRYJxV/J5ElSaXxoeLQ4SMzls4nOVCSGhsLSMRgo/9nJEZoERkJJV3QMko5B0tAICgbhgkK4oJGuAIAxKBc0EgAw0d6Obs2I5rm6rJ6aenXduoObN+9Zu/bo5k2HN244uH7dkU0bT+7YfmbvqxcOHnjn8CEg/J7ds+fsnj1XT7z22ek3wZTvhydOgPXRa69dPXnyo9deu3L8+PtHj17Yt++9I0euHD/+7uHDUHD0/v3vHDhwYd++szteObNtx+nNW09t3Hxq4+aT6zeeWLv+6Ko1fxv0tYVdvTq3+GW3s0343Tk9s2NqAQDgTSNjYG0eGds+PL7DugD3QjdHJraNTuwYn9o6Mr5xYHh1T9/yjq6lbR2LW9oWt7Qsam5e0tq8qLlxtrF+cXPj8vbWZW0ti5oaljY1Lqqvm62tma21SruNjYCBlze1LGtsXtrQABme6yEABmtpY/2KlqZlTQ0Lq6umzJUTlRVDhsJOvbY+O70qI7UyNcWkSavKyLZk5hrTcgzJGRXpeeVpueUZeRWZ2tL0XK06OSlCrvQXR/mIIoVeMoFXtLco2sdbJhQovb3VYnFyUKAmNDhPLitNiLdkahp1OW16LdT6W6DrKtB16rUd+XldBboBQ/FUtXlRU/1MXfWipvrl7S2ruzvW9nat6elc1dW+oqMVNpQu702W9iQGj2fI1panH+k2XlrY9vGKgY8Wd54fqz3ebthTp91WmbOxPGNTRdb6qvzdY72bxvpXD/b0W0wlGk1WXJwmJkERJvP28HanMdluTAGH481lh/r6xMnCkhURilC/1JgItTwsSSlLUSnUiqgkpSosMJDr5k4nOls7kLA0LNENS2DhSQIcMYbpnuElyA7wzgrxy4kIjAn09OO6erKd6VQMDueAxjgRId8W1skJQSK6CgUipSo2IVGtSU/TpKepkxKjlQppRHhIWGhqmia/QJ+Ukmypqd6waePA0GBPX+/7H3349oWLS1as3L5r975Dhy119eaa2oWLlxiMlUFh0mBpuFQmj1LFxCSoVfEJcqVKKpMLhN40GgPkLlo9Y1AXLg5HAHHKJKtyB4l3zq6gL5dKpbq4uJBIJAKBAKqA4XC4g4MD0D8RCISjI2ThBkCLQCCwWEiVhcjQ+ro4HNSl6erqalO3/ga6AICBsmdjY8CTgHX/dvky+iIQkKJro1ZAVoBmwcMA9NpY62X0Au/TycnJxsB/vdJ/KcCAeMHTbS9oez/gnj9DnjCQCg0hNwqBRUI5WO40l9s3P/71h3vPH9969O3Ve7ffffH08+ePP/7p+8+ePfj04Z2P7n39wcNvP3728ItnD288uff5jc/ee/v0oTWrZpIT5f4iDw82hYhzZLmRmTQCCeeIgsOQTjBXMgaDtOPzWE6OMGcyzpmMI5KwBCJUAgwWgYixusehClxAhkwmExQdQeOFfL6np6e3t7dYLA62bkFBQVBukFIJJN9U6wbQNy0tTa1Wg5JVmUwGdH7oDIg4gOfJpzHoQP7F4LA4Ah5cxxMhg7QNff/UhP9SgG3CPthR4PgB+9ZmELAJvLajwnYPOH7AzZfl3/8GgF2hbBVoLBD4n8lkMhHK7cUgEQ5lhqKaapODPYxIwDk5OfxHAIYKJRzsbWKvvXX7/10BJv7DRrJuLzPwfwTgv+VgudEZTIYb6KT93wFgIP++LAJ7cLhA/nWjMwADu5CdgeYMGPhvAGwDXRIRb2PglzH43xVgVxeyG4Pm7SVgsyAmTE9LrbaYywwl+nxtaUlRUmJCkEQcEiwJCw1WKKJq6qozcrL1xSWLl69obu86/fb53+fnHz/96d7Dp89+/PX75y9+/OX3R0+fff/8x+c/v2jvbMnX55SV6fX6LKUyXBzgE+Dv7SMSQG3ZVuwBAMzy8GTzBFYG9rDaa/9kYHd3Nzc3uosLmUDAOTjYuVvbiuBwx8nJ8UePHkxMjFkzuqTh4eFSqVQoFIJgNg706iyRSOTr6+tn3V4OpfMUCty5HC6Pw/P08BJ6hoYEKaLlEeFhnjw+dAKL7+3G4kHwllecra/I1JXm6Ax5BYacgvKsgrKM/NIUXXFqviG1oAwAcGJ+eVpJVU5ZbaremF1SW9U+1DA61b5gZnDJEk2+tqLK2NHe1NlQNdRaW63PLkqOLU6JN+dl5SerNTHK4Y42TWxMZKBEESaNkkYE+PhTXOiODkgYzAnmgMQRqS5UFpMt4AlEAeJgeZQqMTE5NTUtN0+XlZ2bpy0oLinP1xdnZmn1BaXVda0mU31tQ2db51B333hH11hdU6/R1FxiqC0ttxQVlxcUGgqLygqLyvQFpQWFhpJSSPgtKiwrLirXaYvS03KSk9JTUzIzM3KzMvNycvIKC4t1Or1Wm0+nu8Fg9igUBiABDGbv6AiNyRAIJDQa62CPoFKYbJZAKPAX+UgkgeGK6ASNJjc316r66qGm37z8Um1hWUFpZUFppa6gtLioXJOSES1XhIVIvby8oN8edBrPk8/y4LF5At+A0Dh1hr7YYjR3VtcNNjYPTU8vGx6asFTVqRNSFAqVXl9oMBgSEhIUClVUlCIiPCoyIjohXqPPN1RXtTU19f0JwN3jLR1QU5SppiFPXxSflKxQKUPCQoODJQCA42PjQoNDoiNlmQmpZbmFk72DYz29506eeHr/66f3bvzrxd3Pr77146NPXzz8+Lsv3v7u0zfvXT/97NaF+eefvfju0qObbz356u0f7ly4/8Ubdz458c3Hx298cPDu9ZP3v3gDKMM/3Lnw7JvzT2+f+/7rsz99++5vD64+uXXp1/ufPbr54Yv7X507fnD90sXnTp08tG//68dObt645ZWdr+7csWf7jt1btu40my3t7Z1Lly7dsWPHihUr2traLBZzU1MDGBygUMkyudSDx+J7cgRCjwCxKDREHBEhkUWGymVhSkVkbEyUSimXy6QB/j5hoZLoKJksMtzP1wfYHAR8Tzc6g0ahstlcH1GAyDeQL/T18PTx8PQJl8p9vLy9eJzYyNDmiqLbV85+/+X7W2d6T26YXNdbcfGVmXvv7Pnh6uHfb5x89P6eF9cPv7h+9JfPjz+5svenT47NP74yf+vtT4+tP7t94d6lvcv7Kpv1cXlRXuoAepwvRR3glhTMVgeyY/3c4gPYCWJOfAA3I8I3TyFJk/rkx4ZpVSE50RIAwBqpKClYmBDIjxfz4gI8Yv25MX4clS8bLKWfR6SQpfQXJgT5xIo9lf4cVQArTsJNCOECAFb60OQCl3hfd2OKvNeQ3V6UEePHCePRAlnUQA7dn80QuNGF7kwfPp/u7OpCJEEDwMj/BYAJJKI9HPK4EYlkIobkBHNCwuAUjDPZCc8kukz3D86NDk8N9nTUV471t968/u7Pj7+eGmgZ7a7vrC9vNOY3mwpGO2tP7tsy/+P9+d+fzv/2dP7xNzfePbN/w7KR5qrGktyxJtNIXXmvqbC5JKepMLO5JKfbVDhYW9ZqyOuoyO+zlEy1VW9eOHx698arpw9/ceH1+1cvPv703e8/+eC79y98de6N66eOfnjkwOV9e/YtWTzb2mLOyEiPjEiRhqdHRaVFRyfK5bqsPD+RmIAjI+EYMMCMRWDwKBygXywcDmm/SBQZhXZGY5zREPcSUCgCCoVHIokIaJFQCLIV+ZxRCBLCCcI/NBxrB3NGOopYtKxYeXlWck1BtlmbXpmraSzVDdRVjLdWT7RUjzdbJlqqJlst062WyWbzaH3ZUE1Jf2XJZEPVsp7WNUPdqwe7VvRBavCKvnawlve2Le1uWdLVvLizCWLgjrrZzrrZzprZzrq5rvrFPY1L+5pXDHSsGuraMDGwY27ilcULtiwYWzc2sHq4d66zeaTW1Fqoq8/LqtQklSXFlybGGaDLhBJ1fJ5KmR8Xm6dSZsgiU8MjNBGRaZGylIgIZWBwsKeXhzOFgkBTEGg3LIGBxboiENAY8F8AbA18hgzPFAyk9zpbTwdAFnEMytUKwCS4I9Hezg2HdYE71RQXnXjllUNbtuxZu/bg5s1HNm08tGG9DYDP7t/3/onjV984dXLLljd37jyza9flQ4c+O/3mZ6ffvPbayS/eOnPt9ddB19EHx45dPnTonQMHwLp08OB7R46AAqR3Dhy4fOjQpYMHofnhHa+8tXX76c2QCHxq42ZIBF634fiadUdXrYFE4JWrD69YZcu72r9k2e6Fc3tmF4EFxn13TC0Agc9bxyfB3O/m0fHNo+ObRsY2j4xtHRnfNjS2dXB06+AodGVkfPvY5I7xqZ0T01tGx9f1Dy7v6Frc0jbb1DLb1DLX0jzT2DDb3LCwqX6msW6uqWFpW8uS1ubZxr+GeGssC2qrIRG4EULipU2NczV1i2rrF9XWL66DGBgiYeuHlrc0L29pXtxQv8BSNWkyjpYbugp09VlppXGq0oT4itRkc0ZGdVZedZbOnKk1ZehqdYa6/LI6fXldgcGUV6hP1iSGy6JEfpFCr0hPoUzgpfDxVfqKVH6+arFYExqaER6WLYsoUCmNKckN2uz2Yn1PaVFPadGAobi/tKi3uKCnSN9XUjhiLJupq17a2vQyAK/p6Vzd3bGio3VZWzNsfbV+WWnaVJZqTBO5MEe52ZhxvKv8wljDlbn2y9NN54ZrT/VUHmkp3VWdv7k8a3VZdm9uSmOWxpyizpVFxvqL5X5ieWBIRECIr4cP350v5Hr68YUirkewj3eMNDQuIjQuIjg1NjIlRpYUE5mojIpXyhUREYEiEYfBpBDJZBRUCEzHEdwIBBaewCfg43ncbF+fPIlvfrikSBmeGSGOFnlIfdgCOpGMgqEcYQQsAodFoxBIOt0tODg0JCw0LFwaIYuUR0cpY1SJyUmZ2Vk6ff7w6MjA0GBbR/va9evuP3xw8tTrOn1+fWODpa4+MCRUEhpmqq7JyMlVxSe0dna1dHSWVhgLSkqztbrktPTomFhRgNiFRndAIK1x1HAYzB4EKWOsCiaYiQU1uUQimWAV8qDWDRcKgEyrrxgOoAUADIgYgdDZuuFwOAAnAL1w1tRmIN4CEraJwC87PMHDbPbml+3EAC///RJ89r9d2h5mQ1zbPf90BXxqAPCAgcHXaFOPAcaDLxnoloDWbNo1eIANgG2+biiiEeGIRzmdPLb3Xy8efX//i8d3rz2g+F9+AAAgAElEQVT69qMfn1x//N2Hd25cunvrvQfffPj9vU+ePfziu68//OCdk8cPbl+7csGS2ZG5hUOZafE8DtVfxPdg0/hchjefFRoocoDBCFgnNALmaAdDwO2cyTgyCUsm/a8AjMdaz1HggCUYnLBwdXXl8Xj+/v7e1hAsMAMcFBQklUojIiIirRsY7U5ISAC2Z41GA3Kw4uLiIiMjw8LCIiMjo6Ki5HJ5ZGRkUEiwj6+IxWG7UilEMskWdgX6folkEnA+E8lQCDmOgLdZoMH8KphufVkH/hsDg8PjL6M7xgbAAInBR1/OhfrvAZhGo9HpdBqNBpqcoCYtpCMehyrQ57195g0qxQUBh0o7rOZ3RwcnezsHaAEFGLr8nwfAAHT//RISt/9yQYMfSbDDbUosUIBtY8D/pwrwy+j78nVQacug0Rk0ursbZA2muLj+NwBMJODAsgEw8DnbwPhvAAxVJ1lFYG8vAZfDYrm7qZTRpsqKSmO5Pl9bUlwYo1IIPHnSsJCkxITMzPRyY1ltU525prp/eGR6dvHtu/d/+Om373/4+enzX56/+P3R0+dPfvjphxc/v/jt10sfXE7PTNXqsozGotJSXUJCdHCQf6BY5OfvzeOz+XwPLs+DzYGWO5fP5PAYLC7DzZ3NZgPtl8lkgElgCsWFQMBZHQYkFArh4GDX2Fj/00/PV61aIZdHenl5icXiyMjIkJAQDgcSkBkMhrOzMzie8XhoABL4n/l8vpePN1/gyeHz+AIel8fhclgB/r6hIUE+3kIOix0QEBAoDuHyveMT05Mz8zO0hjQtBMC5+WXZeoh+NbpiSAHOL03RG5ILytNKTJllNfmWluKa9mxDTa6hvqp9yNQ10LtocevwCMfbSywJSFbH5KcllmQmtlcUmXPTyjOSWiuKlBK/jBjF5x9cNhcXEuFObiSyB53BpNAIaDzcEYWAYzBYEtR0gyYQnWlYorODIxIGs4fD//zjYmeVYUnW0iayM5XN4vkHBIt8xMEhEUplYkpKdkaGLjMzPz09Py0tLyY2UalKUCrilaoElTJBqYJO/2Zm5GlSs1KSM1KSM5KT0tUJqbExiXGxSYnqVGAtzszMzsrK0WjSSSRnGMzewcHJzs4BMLCTEwKLxQMAdnJEoVEEKoXlJQwIDZGrlImpKdm5uUUFBeUFxUZ9UYVWbwDFv5D8W1yRoy1M02QpomLE/oHeQh8Wi0WhUGgMOo8voDHZnt6+UUq1Vl9ebmo2WTobW0b7Bmbn5lZ3dfbrtIVymTImJq683Gg2m1NSUiD6jZCB7uI0TW6Zoaqhrru1dbClY6S1cxTQb21TR7m5JisvXxWfEBIW6i3y8fX1UavjdXna+Ni48DBpcoI6M1HT29TRXtNkLCwZ7endumHN7S8+/uLapfvffHrnxnvP7n/yy+NPH9+88PQraO7388t773xy4sGXp39/fOWPJx9+++lr1y+9evPKIeB//u6z1+98cuL7r8/+8uC9F/cuP7197slX5z57Z/+jG+cffnnhwY13n3x19eTeba+sX3lk9ytnXjt+eO/erRs3NdY39XT1Dw2OdXX21dU3rlmzbtOmLVu2bFm6dGlLS0t6enpQUKCnJ08g4PN4XCIJK/IVcrhMTwHXRyQIlPhGRgbJ5SFyWVhkREiUXBobExUfp4yNiY4IDwmS+AcHBULCrjwywN+XxXSnulI8OFy+B8/FhUKnu4kDQwTe/kw2XxIU1tnZnZ2ZVZCXnaVWqSMCty0Zf/HVR/uXj+6f6+7KUy6qzb20fcHNkxs+Prj0rfUDF7aO7J2ufWv9wOWdUx/tW3Ju0/hCS1ZljF+tJiwzlJMWwsqS8gqUvoYESUmcWBclyo4U6qL9c6P9imJDCuJCsmT+2fIAnSo4S+ZfkiTPjw3LkovTwn01UlFqmI8NgAEDAwwGJBzj5xErFiaEiOIlwmhfVrQvKz7IIyXcKy1CmKMQ6WID8mMCMyK80kIEumhxSWyoLloSL+ZJBYxAFjWAQw/wYPpy2T4ctg+f70oik/EELBpnA2A0HIFwgqOxGCj2BAWFYDnAHB1hjlh7NIPgioTZ52syV83MtlVXjXS3tdYYq8p0bxzdPf/r43VLxhcMtU30NTUa8+vK8lqrirrqyl7dsPTGB2f/9ej2/PP7EAb/cO+3+7fmn949unXl/vWLty0ZXz3Rs2Swdclg66rx7g3TA0c2LT+wbvGelTN7Vs6c3LH26unDdz+68OTzD37++pMfb1598OGlm+fe+OyNY+8f3Ht45bLlvZ212VnmjLSChPh0WWR6VJRWrc5PSc5UJ0SEhJMILo72CDyWhEZikHAUDol1srPHOCGwcCREueg/0ZeMQpNRaCL6vxagYhcsGvJCo5FUHIaEcHJGIWg4FNYO5oqGy8U+hqyUylxNlS6jSpdhykurKcjuriqZ6qgbb7ZYl3m82TxpXRNNxvHGyv7KkrHayrn2hlUDnetGetcO96zoawfE+yf0tjfMttUvbK1b2FoHuaDbqhe0VU23Wmbaa+a66pf2Na8a6lo72rthYmDrzCiQf9eO9i/v75xsqumtLK3JTjelJZclxZckxJSoY4sTYgrjYvJVioKE+IIECIPBCYLU8IjkMGlcUFAQTyCkudHROGdHBABgOgbjAocD+rWWHkHaL1gvK8AAgJ2RcKKTA84eRkOj0DBYkCf/wJbN+zdu3LFixZ61a49t23Zw/bpDG9Yf3rjh2JbNr+/cce7A/vdPHL92+o1T27a9sX37W6+88sGxY7fOnb/+xukPjhz95PVTNgB+78iR83v3vr1797lXX72wb9+lgwdBZPSFffsu7NsH5N8zu3YB+gXo+/qGTUABPrZ67fE1646vsdqh/1cGfln+tc36bpuY2jw6DmzP2yam/muNT24bndgyDAHw5qHRLcNj20Yndk5MvzI9s218cuPQyKru3kUtbTMNTdONTbNNLQtbmhc01C9orl/YVL+goXa2+U8AXthQN1VjmaqumrSYJy3m6RrLTF3NXF0tpAlX1wIGXlzXsLTBugAY19UurKmeMpvGTMaxivL+0qI2bW5NWmpxXGxZcrI5PcuSmWPJ1FamQ/RrziwwZxdacotrdOW1+WXGnMK8+JT4kMhIL99QD77Ugw8AOMbfTx0kSZdKc+RyrSJKH6M0qBMsGektBdrusuKBCsNAhWG4wjBYVtJXUthXUjhgKB43G2cbape1Na/t7Vrd3bGys215e8uytuZlbc3L21uWt7fA1pn1K8uzF+UnjqfJhpNCp9Mi1hbE76zMONVtPDNguThSf2G0/kx/zWudxoONJTtqS9Y0mCrjlWE0VxEBH8Rwl7B53gy2wI3r6cbjUFg8OteTyeXRGf58nlwijgoKSIgKS1aFa+KiEhTSOIUsTiUPlQQKeR5MChTZ54rF0QlEJpFsA+AET15uoEgfKi4IDyqNDs0PF6dJfNLDxDJPNoeAxMFgGHsYBu6ARSKYDDeJRJKUkpyiSdWkp6VoUuPVCVGK6FBpmCQ4yFvkE61UKGNUAi9hemZGQ1NjVk52ubFibGq6rqlZV1jU0dPb1NaemKpJTktPTkvnCb3c2BySKwVHIuPJzniyM5ZIQmJx0PQINDSLASKwdYwWGqbFgOZWHAGPJ4KQZCwWj8VCIZvAOwpSc8H0LFB64XC4o6MjABggpSIQCJtjGZCnbf7WdhMApO3SBskv069NHvx3fP0b+tpu2h4JuNR285+uAGJHoaDK9f8IwDbDMzRkjMHYwPjldw59CIeF9hwWa3v/GAQcDXcgoOE9HfW///jg9pfv//Tk5i/Pbv745Pq92+8+e3B9/pd78/NP/vXi7vWPzu57Zc2SmcHJ4fbRwbaRgfaN65b297RGSgOFfDbLjcJl0f28+MbSQl9vPgGLwGPgZDzGyRHGoLuSiFjSX1UqeGshMMBC22wh1JtsNaIzmUxvb++AgAAQf+Xn5yeRSKRSqVwuVygUgH7VanVSUlKydQMAnJSUpFQqpVIpAGCZTCaVSiUSSWCQxC/AH9Kp2CwaAzpPjScS0FiM9cD5LwUYsDEWD+n/4H99QKrARPDfA7CNfsGuBgxsA+C/yb//BMDQyRsKhUajMRhQlu/LAOxCwibERs/P/6pUyOBOdnAnOywOaT0K/gRge0cHaAzYwR5mb/c/TQEGP4//fmkDYCACA/olQjIBybZAExJwQf9fB2A3OgP0IdEoVDKRZAPvvynABDyWgMf+jYH/GwWY4upMIuLdGDShgM/ncVnubsFBgcVFBabKiuKigjJDSXxcTHBQYHZWRpW5sqrKVFRSODEz2TPQb6mrP3Tstd/n558+/+XHn/94+OT513fu333w+Itbt89efGftxg0lFaUlhkJtXmaFQV9WotMkx4aFBgaKRf5+3l7efC8vgacnDxoD9uBCDMzigBlgFguqaqfTqX8DYDc3OoGAI1kLi4RCz5GRodra6oSEOBcXF3d3d7FYHB4eHhgY6O/v7+vry+Vy3d3dGQwGhUIhk8lgNh6BQDgh4GQXZ5KrC5VOcaE4O5OJ0Pwzl01xheqjaJAcyXShMjUZWr2hKq/IlJCuy9GV5+jKs/LL07SlKbnFiblFiXklSdpSta40vdScb2oy1HeV1nRkFlXlFNWYmvvLGtu6pqbMTc18L6GPt6efgCNiUUL4zBpd+sKuxtFGc1uFviQtQSrixUeGIGAwbxYzSCj043kwSGQ8Ek3GkQg4spMjCod3dnahM909WGweg84ik13wWAIOgyURoHB1DAoqJCcRyHg80cHOEQZzRCGwCDjGyRHtYI90dEAhETg8ztnFmU6jMl1d6C5kqjOZSia6OpOpLCbXS+gbKA7xFYn9/SThUrlSERcdFRMulYeFRoaGSiWSYIVCJZNFhYZK4XCIvR0cnBwd4fb2jnZ2DuDELuh4d3RA2sPgJLyrl9AvSh6TkpyRkZ6bla3LydUDwVlXUJqrK9LqS/RFZXn5xelZ2uiomLDQSB8fX3d3NpVKh35/WB0SrhSGODAkPSu/vLLebGmrqevt6V84u2j95OSi2pqmlOT0iPAotTrJbLZYLJaUlBSZLCosLFwaJotRJeTmFJoq65oaetvahto6Rts7x1rahhqaeyy1LcWGSk1alkweLfT28uDz/Pz8NBpNUVGRWq2OkEYmxycpI6Mn+keWzyxWq+Jj5MrKsvKK4uJ3L5z97afv79++fuPaue++vPjD3fcf3Xzrm2tH7nx8+MlXb9/55MT9L9748e47P3136ce77zy9fe7bT197fOvM41tnwBjw91+f/fbT1x7eePPXh1eefHX+2rm9T79+95eHn9//4v3Foz17t6y7+s6F/Tu3r1qypL+7RxmtiJBGSiTBvr7+Pj6+XC4PWIpiY2ONRmNPT09lZYVCEeUjEngKuGgMnOFG4XDdvH344kBRcEhARIRELg+RyYLDwwNtXugYlVyllIcEiwPFvhHhIdFRspBgiZfQ04PLplFdsWgMm80ViyUePKGnwCckNCJQEhoXl+DBcvcX8ORiL0t++pqJrl++/vDOO0e/O7t/x2DNSLH62OKOL4+tu7p3yeHZls4cab9esbwxb9uAcc947Y4h82hJYkW0T3GkZ12atCwhoEjlW66WVGmklrQIc0qEWRNpTI7IVwSUxIZWJMsKVCF5cnFJfHh5arQ+TpoTLQHTv8khXn/OAAfybdwb68/9i345MX4e8RLvhCCfuEBBnISfEuqdowjQxki0yoCSpBBjemRpQmimVKgJ9syOEOmVwcXqiKRgYYQXU+xOCeDQQ7w8gryFvnwPTzbbmUDEYwlQAtZfA8BoJyj4yt7eHk8koFAYO5g9wh7OdWOzXBkImL2PO392eHzF9MxEb/d4X2dbbWVVqXb14vH7t65+de3i6oVDQ22W8e76vqbK3vqK7tqyDkvJrrWLrp45/uTG1flfv4cY+NHt3x98Nf/7E2i9uP/7469++vb6D7c//vHOp7/c/fznbz/78fYnjz97/86Vc3evnHty/b2fbl37+etPvrty8dv3z984e+rD4wfOv7rz4KqlMy0NlkyNOU1TnpKkjVFlRUflJyVV5OUWaDQJ8ihXEtnBzhGFQBPxJIQTEglHETBYBxjMOg+MIKBQJAzGGYNyxqDIaEjsfRmAgSnaFYeh4LE2ACYj4TQc5ILmuJI0ykhjXnpZdmplbpolP8uSn1lTkN1lKp1qbxhpMg83mobrK4bqyofqyofrK8aaTBMtf0Y6jzeY5zobQXHR8v722Y6GBa210y010y01U83Vk00WEP4M5T/XV4w1QOQ83WpZ1N2weqRz8/TwjrmJ7bOTO+amts9ObpwcXjnQM9Pa2Gs0NOhyKjVJ5ckJxQkxxQkxQPsF07/6+DhtjCpDHmWTf+ODg2U+PjxnijueRENhKQg0FYmhIiH/sysCAbKdAQBbo56h2GcKBkEF2WBW+dcFhSA6OeBhMKx1ucCdRlpaDmzadHT79vULFx7atOno1q0H1q09tGH90c2bXtu+7c09u88fPHD56JF3jx09s2vXmV27IP/zyZN3Ll3+8szbV44eu/bayU9Pn/709Olrr78ORoLP7917cf9+mxR8Yd++t3fvBk88s2vXqW3bbJLv8TXrTqxd/zL02rRfW9TzntlF+xcv3Tu3ePfM7M6pBTsmp3dMTu+cWvDva8fk9PaJqW3jk9vGJ7eMQuO+m0fGtoyObxuf3Dm14JUFCzcMjazpG1jW0bWwpXW6sWmqqWmmuWVhW8tkfd1UU92C5vqpxtoFzfWL25rnWhqn62smaqomLObxKtOYuXLUZBwzV05azFPVVYsbGpfUNy5taIKM0E3NSxqbFjc0LqpvmDBXjVQYBw1l/QZDX3FJmy6vLiPDnJpiTE03ZWZbcrRVWbrKdG2FRmtKL6zKLqnKLqnJK6vTV9bpjZVZRbo4TXyIXO4jDuN5RnoKo71FSpFfvL9/SnBwZkREblRUSXycQZ1gTk1pyMnuLNL3l5cOVZYPmypGK8sBAw+Vl46ZKhbUWpa0NK7oaN001L9hoHddXzfA4BUdrWDB+pJkQxrFuEYxnBg+ECsZipXMpkas1sWsy4/bVZl5rLn4ZHvZ6x3GU12mN7urT/Q17Bvu6shNV7Ld/UjEQJobB0fCwxyJThi2K4tOZrCoLA8mR+DOCfMPSJDL4uXSREV4XFRwSpw8JkoaHxOVrI4JCvDnc9h0Z1camexGdma5OLuTSEw8jk0geLuQ4oUe2iC/grDAQqnYEBlcLA0sDA0wRIdnSPzC3ekslKOzHQxrBzGwizMJ/GPE5nJ4nnxPoQByXnHYVDoNChMiETE4rCuVQnZxDpWG6fT5waEhVDoNg8UzOVw82Zng7OIhENLdWSgc3s4JDnDXAYG0hyMcEEhHJAq6dEKg0VjgEPurhwlljXyCWoLQ0D8tEEABBRj655lIdoCSNJ0A5dqY8J+gF1AK+OcbiHVAjMJisTZt9m/ICgjZhs3/r/hqex0b2dpeEFyx2afBuwUvCJ4FHgDut3EsSMOyZRe97KAGz0Jb94vt/r+9YVBga3s1CImtAIxyhKljI//46eGDO588vvsJFN354NMn31374eFnd26899Hlk68d3LZsdrC90dhaXz7S27x25Wx3e93M1PD6NUu72puiZWHeAi4Jj3KjkE1lxWUlehTcDoeCEzBINMoJeHeJBJwVff80lYNdbeMfoADj8Xgqlerh4eFvbT8CxsuAgIDQ0FCZTKZUKsG4b3p6ekZGBoi8UqvViYmJoFUVAHBERER4eLhEIoGe7u/nF+Av8vMVeAm5PA93NsvF2toCMp9tM8AEEhGUADs7QzlYQOkikUgvAzD4DoL9aWNdcAjZ9qfN+WyTgl+Wf4Hm+R9DsGwADBRgCoVinYsmoOB2TvYweUTI/PyvjQ01UGgZVMkEnV13coKg187B/n8yAIMJ53+/BNlYYIe87JIGqcv/zsD/pwAMIq9e1n65bA5YLKY7k+EGAqXd3Zh0Ko3i4vpPAGxTgF8OvrLJv3+ThZ3JRIqrM5lEcGcyeB4cgSePy2EJBfyMdI2xosxQWmyqrMjLzc7OyqirrW5rbW5ra+kb6DXVmLv6evcdOvj7/Pzv8/P3Hz374afffp+f//l36OZv8/PfP//h/OULRWXFleZybV5mcUFOcUFOVnpidFR4oFjkKxL6ioTWiQFIBOZ4QI5kNseD6Q4pwDYLtLu7G1CAQRkSHO5IpbpyuWwymQiDwSorK2ZmppOTE8FZGKFQKLE2ckusm7e3d0REhFQqBdF0QqHQzc2NQCBYSwHg9nAnNBaFxWMwaCSZRKBRXUlEPAqBhLRiVwaVwdZkaHMLK7L1FcnZhZm6skxdWUZ+mUZbmpQHAXCyzpCqL08prMgx1hbXtBub+8rruzOLqrILq81NPS2D4x3DowWl5ZnZWcV6rSYuKjbEv7Ek96db157fuHLz4snRxspsKNeR58VynR3pU0gCuM5kGg7jz+dJvH2oJGcsAkNxoZNJFDSGgMES3ZgsP78AX19IwSMScI4OdgQ8lkFxpVFdGRQqi+nuxfcUCb3caUwW3Z3NYDGpblQyhYQl4lE4LAJDwpIxKDzCCe1oj7CHOdnDnNBInAuZGhYS4cEVOJOpFFcGy92Dy/HkeQiFApG/v5jPF/j4+DKZLCqVDoPZA+gFAGxv72hrtoPDkQ4OTnAHNJlAEQp8o+QxSYlpqSmZqSmZmrRsXX4xxMAlFfqisvxCg1ZfkpGtUyenQzVaAdYEVhrDxYUCMTDdjUKlcz0Eqhh1SVlVdV17XUNPZ/fExIKVS5Zt6uwcLCmuiItNlEUqUlI0VVXVQAGWyaLCwyNlkYqkRE2Bvsxsqm9q6G1vHerpnuzsHm9pG6qp7ygz1mRr9dGKWF+/AHc2i8vzCAoKyszMLCkpSUpKCg+LUEarYqJUlQYji87mMj24TJ6vt1jiFxweLN26cdOLZ4//+PH+9Sun7n759sOvztz74sT8Lx8/unX6+qVXP7m4+5uPjwOx95cH7z26+daPd9959s35Z9+c/+HOhce3zty9fvLBl6eff3tp/uknj26c//XRZ/M/3Zn/8e6ujcvXzE2dP3X8wCs7TAaDIkLGdmP6eIl8vESBgdC8TGBgYEhIiJ+fn5eXl1wuz8rKiIlRstnuAqGH0IuHxSFdKSSBkOsf4B0aFigND4yMDFIopEpleFRUaJRcqlLKYmOiYmOi4mIVUfLwsFBJoNjXx1voyfcQePLAnL8bg+bi4kKjMXh8L4FQBJ1hYTBdyM7G0qLuplpLYfay4faZDtOFV9d++87hzw5vOrtmfE1T4b6xhqu7lj45/+q9N3csq81u1YR0ZEh7cmRzpsw3Vwzef3PX5wfW7Rqpn63JGyhN6tCpegrVvUWJzTkKS4rUmBhWlSrPj/YvUgVXaRTGpCiDOtKSEdukS8mM8E8L900O8UoKFiYGCcAAsFoChWDZuFfly47x4wASjpcI4wIF6mBvTaRfljwgQybKiPDKkvkY0yM3jjdff+PVF19efvbpxTe3r+ir0GoVwUmhIrmIK+HSJTxmhK93mJ/Ih+vBoFCh6V+r/Ps3AMZisUg0CoPBkQhkAhqPtoNjYHBnJLahwrx4bGK6v3/3xvULBns76s09zZa+turHX306/8fTs8f3bF25YLSztq+pcm6ovc1c1FSR311bNtlRt33Z9CfnTv567+b8jw/mf3ky/8uj+V8fzP/8cP7Hu79//82vD2/++vCr3x/enH/8zfz338w/vvPHvRt/fHvjj7tf/Hr78x9vfPzs84/ufnDhyrH9+1fMLelq7S4rMqUl65Ryc0Zanio6KTQkUxFVqdOaCvVx4eF0IskBBnNygAOwt4PZwx2dCBgsBgFpv3gkkoBCEdFoMhoJ6JeEgtKwbAvyPyMhMHb+a+SVjIRDY8BoOB2PDvLi6zRqQ5amNDPZmKOpKcipLcypK8ptrygaqjf310L5zwM15X2Wkj5LSX91KWDgBa21Y/WmoepywMDL+qA0LND0C6B3rN70cunRgKVkuLZsstm8uKdx7Vj39rnRvStmD65ZcmD10l1LZjZODi/r65hqqusuL6nJyTAkxRsS44rjVYVxyuKEGEOS2pCkLlTH6WKVOYrorCi5JgLyP6fLoCvKgAAxh8tA4/4c/bVecXFCghwsGhplY2AK0omK+rP3iIbDAO3XBYUgwR3xDnYAgNEwWHFG+qEtW7YtW3Zg06aTu3dvX7r0xI4dhzduAPLvG7teOXdg/ztHDl88dPDc/n1gBvjSwYMfnzr17eV3v75wEWQ+X3v99asnT9pmfUHYFdB73zlw4PzevW/u3AnU41Pbtp3YtOnoWsjtfGTl6iMrVwPb8+EVUNcRMD8fWr4SpF4B4Xf3wjkb/W4bn9w6NrFtfBIw8J6Fc7tnZnctWLhjchpA76bh0Y1DI1vHJiAAHh0HALxlbGLbxNT2yenVvf3Le3oXd3QubGtb0NIy3dy8oKVlQUvTeH31ZGPtVFPdREPNdFPdTEvDdFPdeLV5zGIas5jGq0yjJuOwsXzYWD5qMk5UmZY1tyxv+nMtbWpeVN8wW1s3XV0zU1s3YbGMVFYOVVR0F5U05GTXpGVYNOlVGTlVWTpLdr45M78yPd+YXlCVXVqrrajTmurzK+sLTDW6irK0/GxFcowkQuYdEOUlUvn6xwUExvqLgfk5WybLkcsrU1PMaZrazIwWnba7pHDQWDZiNkJkbmXgEWPZuNk4U1cN6HdVV/uqrva1vV0bBno3Dw9sHh7YMNC7pqdzZWcbrFbq2xQl7lKG9MaE9McEDscFzSRLl2VGzyWFbtIn7K/KPVit3WfO21+Tf7zBcKTdMluub81KTfUXhTKoYWy2N4XGwJM96Cwey5PPFgT4SSKkkaqo6LTkpJz01KQ4pSYhOi4qODU+KiZKmpSgykpPDgrw9wYId7AAACAASURBVGC5u7m6MikUDpXGpVLcSSQ3HJbnQpK40xJ8+LnBIn2of1GYuFIWWhkRXCmVVEdHlEqDcwJ8oznuXkQsDe5IhDsSMUgSEVLtMBjMy6gJaBOHwzk5OREIBGCfs7eHCtPsHR3gCBQWR0D+NQSFJ5BgwAxm5+DgCEeiMBgsHjzAwRFyPoOyHyD8giZbq8CJs3XkAgYG9Eskkl82OQNWBCgIDMM24ReACoAZIK5CgoaVnBEIhG1m2Eat4AsECVU2pAQiKoDhv2Gt7aaNmmy4+/LjXwZpYN4GkrVNv7XdBElXYG+Dt/qyBdr29oCmjcPhbBPCL78U9GooSO3AYHBgQbSMRGAQjgh7mIc79fOrl399/t392x99+fGZb29efv/C4W3rF04Pt/W1VQ13Nwx213c2m0b7WtavmF22aGLlkpklc9PjI/3LFi2cHh8Z6Ol0JeEdYTA/L88aszFA5IVHo1yIBIqrMx6H+VP9xeNxOAKohiIQSAQCiUyGcqeADgyuODs7u7m5eVs3kUjk5+cnFosBACsUioSEhNTU1Czrlpqaao1vUYJ4cJDmLbVuoaGhYrHYx8fHW+TjF+AfECj29ffzFvkIvITubBY4QQNysAAJA2s0joAH0iuBQACEZhsRB0e1jX5tAq9N/gXfSox1e5l+bQAMbMD/pAC7WjeqdQaYRqNRKBRrLTAZBYd+PJrqzS+eP9q5bSOZgCYSMCikIwBgBwcHe/u/ANje0TpS+D8rBfrftV/bPS+LwICBSSSSM4n8MgPbROD/bwDM43oABrbRL9udBWqQgPwLqmvpVNo/AbCNdV8mYQIesjOA9R8t0Cx3N3cmQ+DJ4/O47kyGShldaSwvKtQbSouLCvUgEbqwIL+2tnpgqLeto7mwuGB4dOTmra/fPnv+lV173//g6qfXv5xbtKy+oWV6wcJFSxa3tDX7i/2UKlleXlpedrJem6bXpqUkqoIDfby9eP5+3p6ePB6PCzZoJNcaB810ZzOZTBaLyWa7c6zxX9auYCqFAupMyQ4Odvb2MGdn0qZNG+7f/66srJTP53t4ePj4+IA4aIFAIBQKORwOm83mcDg8HqSnAagICQmRBAdRaFQMAU8kE5xdyUQCjkwiuDFobgwamUhiMBhcjqeHp48mQ5ucmZ+aXZSuM6TnGjLyytK1ZRqtIUVn0OjL04sqMwxVeaZGfXVraV2nqXXA3DKQX16vLakxN3Q3dA7Ut3fGqhML9Dpjkb4oI9GUozm7d8v8vc9//uqj+e+//uDE7sJkeUKYT0Zc+HtvHts0N6mNV3nRKaFewghxAJtCpbm4BviJRd6+DAaTTHZhMJiePAGHxSbg8PZ2MBIO60rCc5l0IY/DZ7EYFFd3KtWTzXbBExkuFK6bO89qHXHBE7EOcATMjkamOOOhsB8CGg+QmIDGO5NcpKHhLCbbyQFuB7O3hzk4OcCxaBzFhQo+KY3GcHJCOFr/oiGRaKAAgxAsGwAjECioUBSBJ2CdmXSOv0gSHiqXRSoV0XHxcclgONlQZio1QKO/Gdm6OHVqZFSMn7+Ew/WkUN1cKQxXCsPFlU6lMVlsXmxcUlFxeX19e1NTV1fv2PTMqgULV/cPzlRU1KSn5UTJVXKZMi0tAyjAWVlZ0dFKuTxapYzPzMgtLTFVmRsa63s62oZ7eia6usaamvpMpka9viwxSRMoDnF3Z7NYLE9Pz8DAwPj4+OzsXLU6KUquSkxIKtQXpSZrgiVh0hCZM5Eu9g8PEkf6CMVePJ9Na9b868WT+Z+/e3r3vRcP3/v5wYVHt17/6Ny2a+d33/v89K8Pr7y4997T2xce3Xz7m49f+/3xR8+/vfTo5tsPb5x5fOvs41tnH918+8GXb92/8fZvTz75/vYHj7/64M71S7c+vrxiZmTrmuU7N66vqjDUmkztzU0LpqbHR8eGB4d6urqHB4e6O7tKS4rksgihgC8U8P18ffx8vdyZNF+R0J1J9eAyw0IDw0ID5fKQ6Oiw6Oiw+HhZUpJKrVbEx0clJEQnxCvjYqNjY6JiVHJZZJg4QOQl5Ak8uZ58Ds+DFejnG6NS0Ol0GAzG9xT6Wc93KBQqDtNNn5UeFxGcFRfRaymYaat4ZWH30RVDHTnR/flxI8VJCyoz94w1Prl4YP7B1aeXD4yVJrVlRPTkKWZMWTsGa24c2/zbtdN339y9pd80XZXRkRfVmiVvz4luzo5uzVF16hOaslVVqfLajJhmbVJDTmJDTmJ9dmJFUnRKMJSDlRrmkxrmA+RfgMHA/2wbAI7x48QFeCQE8tXB3rFiz6Rg7+yowMxIv+Rgfq5MVJkqO7tr1YMrp+e//eRf31z75t03ti0cMCRFxfhx1MHeCn9+uBcnzIsbLvKSeAm4NDoBg8WjcBgUFomAFgqBRSNxSGv1ERqNBX+ViHgC0tEJCbOXBYb0N7ce2f7K+rm5uaGhtYtmpwd6OuvMbbUV1eW6Ty+9BTHtH09/vPflyqn+gSbT4pHOvgZjb01ZY2leu7Fgrq9l37olH7994sWdz+effffz469/fXbnjx/v/+une78/+w5i4Eff/Pbo6/knd+e//3b++3vzT7+bf/Zw/sndX7/64uFHl7+7cvG9o3t3Lpoeq6+qzUkvjlfmq6IK42ISAgIy5bLi1NTy7GxtSooiNITnRsfC4U529tb8ariDHUS/1vJIJwLmr0FfFByPghORfy4AwDgEAodAYOFwAhzKxyIi4SAEC/ifnSHZ086D6pwgk5bmphenJ0MuaG1GTVFeXYmupiivvjivyZDfYSzurirpqymDlsXQW1XaX106UGMYqzcN11QMWsoGLWVj9aap5uqF7fWzHQ024Xes3jRSa7Q9ZqjGMNlsXtLTsmFiYOeiyb0rZvevguj31eVzGyeHZ9ubB6uMbcX6mpyM8hQ1UH2L4mMLYlWFcTGF6jgr/cbkKhXpMnlmVHRWtAISgSNkcZLgEA8+38WVgca5wlGucBQNhaUiMc6OCBc4nIZG0zFQ7PNfDOxkY2AqFm2b+yU52BPt7cBSiMWbFy8+sGnT3vXrX1mx4tyhQ1sXLz6+ffuJbVuPbtlwdMuGN3bveOfowfdeO3rpyMG39+4+tW3Le0cOXT154trrr3155q0bb5/5/M3Tt86dvXryxJXjRy8fOnBx/94L+149v3fP2T273t79yvm9ey4d3H9x/97TO7ad2LTh+Mb1JzZtOLZh3eHVqw6uXHFgxfIDK5YfWrXy0KqVB1eu2L982eHVq2zX9y5dsmfxol1zs7tnF+6YnNw+MbFtfHzL6ChYW8fGto6N7Zya2j4xsXVsbNPw8IbBQdvaNDry72vD6Miy7q6lPV1LujsXdbbPtrdOtTaNN9WPNtQO11WNNlSPNlSP1FvG6iwTDTWjtVUDpvKhKuOwpXLMYhoxG4cqy4cqy8cspqkay9KmZigHqxlaSxqbZmvrpiy1E+bqhXWNk9W1Y2bLYEVlW35RVXqGOSW9OjPHnKk1Z+vN2YXmrGJTZpE5q8SSXV6dZ6zVVdXqTDXaSmNmkT4hUxMRp/IPi/TyV/j4qQMkyZKQRHFQSnBwjlyuV6r0SlVdTnZdTnazNq+jsKCvrGTYVDFmrhwzVw5bXdAjxrJJi2musW55e8vKzjbgfF7V1b6+v2fz8MDW0aHNwwMbB/vW9XXDWqJDWqKD2qODOxWSflXQaGzwdKJ0NiV8dbZiryn7jday1xqLX63MeaUsY3d5zg5z/pb2mpGy/CSRgIeGiyiufu4sdzKFSnL1trqw4hOS87T5RUVFBkOJTpsbq5RlpyeoleGaxJg4RURqUlxedprEX8RhurFoNA8GzdONwaNR3Al4Jg7tTXUO92SpRbzcYFF+kG9paEBtdHitXFoVFlQnk1aFh5hk4fnBgXIO05OIY2CQztb8JAwa6uDBYDCAYYCgh8PhEAgEHo8HMInFYgkEAnQuEIkkO7vCYPZIFAaJwjg4wglEMgKJxuGJCCTEZggkGo5AOToh4AgU5ErDQeYZMPELim0BAztZlWE0GmvzQmMhAQJqlbDRKRKJdLRuIOAKhUKBMVoAhAB6rYXGUN4vFosFxAgGgG34Cq7Y8BIQMmAhgDq2y789xXbT9oC/QZENpQBF2zKfbcSLsHYd2W46OTmBLwEgGeg3Au8ZCL+An18GYKe/NluyNAYqb4f2s22/QclfKIiBXYk4pANs7bKZX59/9/PTrx7fvfbFtbcWjreMDzRMD7ft3Ljs4ptHTh3bvXLx2Nzk4NZ1y0YHuhZODo8N9/X3tK9YMjfY27Vu1fLEOJUzHuOMxzTUVLU21hGxGDIe0ljIJALolQH0+zIAu7i44CEqhrzHJBIUXUYikahUqqenp60AKTg42GaBVigUarUaKMDJyckqlQrM+ioUCludVVhYWEhIiFgshqKkfbz9xQGBQZKAQLG/OMDX348v8KS7MUD4M5j7tdEvjoAHJk8ikQiM9OCg/Sf6BUcR+Bb/EwDbhO7/HQCmUCjUvzboOsWFiINjUbC33jjy+y/Prn14ieZKJJOwBDwaaVWA/wRgKwPb/Y8EYHAe4d8vwe59WQEG++c/ArAL2fn/FgC7u0ElPSALGvTWgjSsfwJgm9sZADBwRONxmH8CYJAazXJ3o9MoQCaiuDqHhQZbqkw6bW52VoZOm1tcVJCojpeGhRQU5KdqEnmenNKyktt3vv79X398c+fu02c/3fn2/qPHz3a+8mp5RWWuNs/H19tTyPcWCWTysNxcTWZavC431VCcm52RFBbsJxRw/f28vIQ8yALt4WFlYKAAsxlMNyYTol8PDw6Px+VwWO7ubgwGjU6ngixoHA7j7u7m4GBnMhnn5/84f/6st3ULCgoKCwvz8fHh8aDXZDKZdDrd2dkZHPBkMhmCWy6X58kPCgmGUMCDzeVx6DQKxdWZzWLyeVwe14NKpZJJFIa7R462OKegXJNTrM7IT8spTcszpOkq0nRlGn15RrEpu6Imz1RfUNNWUNNWaGk1NvZaWgYKjI15xdUVlraG9t7xBbNardZSWV6cnW7MSe2tKn788Tt33z01//3N+QefzT++0WfWB3GdBRRUXLDPm69uXzbUk6WUC6gu3m6MyECxWOhFwuHprhRIg8IRwVQ5OG1Bc3EmoBGOMBiLTikr0q9cMrdq6aK+jo5qo7G7qbmxylScm6eOkosFQndnMhmJwjs6kZAYLByJcULhkWgCCodBIDFwNB6NoZIpSDjCHuaAcIIj4Sg7GMwOZu9o7wTGfXE4AtB+oSxcqO8DirRwdIRbAxmR4Lcx+DMHd0Q52iFRcJwrmc5m8gQ8nwD/4Ijw6NSUTK2uCABwrq4oMSUjMipGHCQVevmSyBQkCudKYdAZLLIzlc5g+fpJjJXVrW3dnZ2Dra29I+NzK9dsnVywrKqqOSe7IEalDpfK5TJlenpmVVV1XV1dQUGBShWrUKgS4pPzcvXlZRZLVWNjfU9n+0hH23Bra39dTbvBUJWTnR+jSvD2Frm4QHH9QqHQ29s7ODg4JiYuNjZenZCizStISdEUFZVQXBnu0FHg68HxCwyQCz0lQr6fJ4e/dsWS+f+Hs/MAb+La2rVxUe+W5N5tufcmF9myuqxmuUtucpVtuffee6PYBptq03vvvfcAgTSSQCBAgABpEJKcJMf3GW0yxz8n5/z33v2sR2yNRmhmPAa9+1vrW798+/Du2ecPzszNffn40/2/vYCg9803194+++C7Bxd++PrSby9u/fHdne8fXvz125u/v7r946PLjz4++vDO4Rf3zv789IM3z2799M0NCIAffbhu2eDcn68fff7h7k1rpxePjQ8PXjpz5vL5c0cO7N+6ZdPOHdtmZ1avWrFy5fIVq1Yun55a2tnRlp6mimKF+ft50Wlkfz8vby/XAH8vPi8aEns54Xw+KyoqSCCIlMn4UilPLI4Ridh8XjQnJjKKxYxiQf6ezNDAKFYYyIh2dLAh43HREeFpKrVYLHZxcaWbWVhZ2djb2gliorwZ9i5WlOVDrSP1BYMV6RuHao6u7OnIEOqE/h3pgq5M0fI6zZeH1/728Ym5h1fuH107VhxfKQvtzBD2ZktWNuQcXNKyY7Byz2jtVE16Zwa/JZXdnBJTGx9Zo2Q1pPAq49k1SdyGNFm9WlqdIqlTy4tkHImfi9jfRRriHhfuHRfuLQv1APQbG+QKjKBhAOb5OAj9ncWBDEGAK9vbThTgkhTll8jyTgz3LE/iTTYV/fHw1k+fXjy9fulAWVahkisLdY/xtJUyvfmB7hx/92gf13Bv12APhqeDvSWZArUCQuMwKL2dCAILA7C+yyOSSqXj9WnDVAKpLL/gzpWrc7//Pvf69aOPPzqzb+9YR+v66fHJoZ760rz60rzT+7a+efbl3Jtnc3/++PbZvdvnj4y0VffU6QbqS5uKsrortaPNlSNNFZuXjty7dua3Z/d/fvHwlx+f/P7z8z/efvvHT89++/7Jby8f/fri67nXL+a+++aPZw//8c1Xfzz56vWXn3x57uSF7Zsm2xrqNakZAnZqTEQ6Nyo5KlwRGhwbHJAhEqbyuClCYZpMmhgrjgwKMDclGRkYoBBILBpnaLDA2NCITCQhTRBQ/jMKSnWGnK7QCBzSmIAwJiJNAOgC+ysCCoVH6ukXiQLb6TgMwdgQMj1GI/GGBm42Folifr46OSMuNi9JrktPKteoAADr1PHaZHlNtrpJq+koy+uqKOgszWsrzm4tymwtyuwoygb021mc016o6S7JG64pWdJcPVZfPlpXNlxTMlhVDBi4uySvS5c7WF24uLlidX/71vHh3dOLd08v3jYxtnnx8Nrh3iXNta352RWpiUVKmVYhKZDHFshj86Sx2WJhBp+bzuOo+ZxULjshiiULYypZUak8fppQlMTlikOYEW4e7nRzcxTaGk+iIdBkQxMaAm2GwgIFeD4A05AIGtIYBmCYfonGEP2SjQxBw6Tx7u7tK1fumZ3dvnLl/rVr14yOHt+6dc+aVSe3bjm8YfbgujWntm++fuTA7VPHPjh84OKenUdm19w+evjzs6fvHDty58jhj44e+fTE8fvnz312+uRHx4/ePHTg+v691/fvvbZvz6VdO85t23Jp1w7w9MyWTYdnVh9cvfLwzOrDM6thyt07tWzf9BT8dM+ypbuXTgL03bpo4eax0U2jI5tHhtf29Kzt6VnX2wvod11v79qentnu7jWdnas7Ola1t69sa1vZ1ra6o2O2u3tdb++a7q6Znu6Znu7Z3p7Z3p6Znu5V3V0ruzonW5uXtrUsbWuZbG1e1NwwVFvVW1HaVVrcVVrYU17cUw5NekuL+sqKu4oLWvI0XUX5AID7irWQ1lqsHSrTLawsH6+E8p9B8vOSisrR0rKh4tL+Il1PQWFnXmF7TkFDZnZJfFKWQKwRSgoVCUWJaYWAfhOzihOzixJzCxPytPG5palFpalFuuT8vLh0FV8pD+fz/MJivAIjGe4Cbz9JQLAkIDiOyUzjcvNiJXmxkmpVarUqtT5N3aKBqn/7irUDxYWDuqKO7MyO7MyuXM1gsXZxVTlc6wucn1e2Nq1qa17T0Trb1Q5I2KBZENUqZHUII7vFrCFp9KicNRobNsgPGJcyVydxdubHn67Pu9xedqZBu1ubvDxNOlGYVirj8FztfGgkT3Oqt52tq62djbk1w8UjLjFFV1GtLS3NyM1WpiTwxHwOl6WI5SljOVJhTCw/OpYfw4uOCPD2sLcyd7a2dLAwc6DR7ClkWyLOnoDxMDNlOljFervE+zHUQZ45wb6FoQFlYYFVESE1rPCysODyqPASNisjPITn5uxGI5phjEkoExwWslAGghhoUYvFYmFQRP3bAIhrgkCZIFBIFGb+U7DxvUcEAgUCoC8QflEoDKxhvjeBU4gBHM5HxPe2wFQDwyqYzCcZMJ+f5wynNMOkDfgHVgLBU/gRcCx4CrKdAWPD+8MfAT7lvYOBnyIQCChdGfuuV7CRviHw/DN6bw7eCKP7v15FopHQksW7xHKofBqFRhkb4ZDGiAUGmSmKubnXLx598tOLu9fO79m7bfrymT2Pvrjx5uXD33785vb102umR6cWDy4fH55YONjVWt/X3TYy2NPb2bZweKCvqz0tJdHV0Y5KxIn5nMHeLks6DWVsRMBjIWzAE6AMaALpvZgvA8KsSCKR3N3dfXx8AgMDg4KCAgMDQ0JCoqOjQWsrgUCg1Pe8kkqlXC43Wj8ABjOZzKCgIH9/f1/9gCoYfbx9/f0Cg4OCQ0MCg4N8/f3cPT1cXBmW1lZUOkSTIPkZFJUTye+4FwAbmUyGWwGDKwn/NGHvKxhrgXz9t57hICsBznwGfzl4NDU1pf7V+5eqH4CBaTQaVI2MRRsZGEwu7nvy8JO5P9/M/fGaE81EGBnoywtQGDQSYWyiL/qFvmeDksIF+gFuD7AABB6N/hrg6V9rI9Db52/5133yH2bzfxfADQnODqx/meoH+JmCKzP/ZP92Dl/Ad4nQBCKwvwI6MGgFbE43M6PRAQNbmlsAI2ig5cLS7nsTZ0en+QGkYHgfGID1/XEhO2hghYXH4kj6AyATSaZkCp1KA6QEev8CBp4v/MLbYR6m00zN6FRLCzPAgQwXJ4aLk4uzY2pKUnJSglqVUqIrSkxQgn5I7u6uPr4eXj7uA0P9Fy9fOHr82LHjJ3fs3NvTO6jJzufxxbl5BeWVFZFREczwUGeGg62dBZcdmpIgkonZMjG7qCAr0M/d2cHax9vN0cHG2ckO+iw9Bus1Wwe9A5Y1cHu21UvelpbmZmZQjy0azRSDQZHJRCqVok84oIrFwqCgAMjays3N29s7KCjI09PT1dXVx8fHRT8cHR3t9MPR0dHFxcXNzc3Nw93Nw93JlaGXnKGUb08PN18frwB/Xw83d2dnZx/vAAtrB55QrkjOjBbExYgTFSl58uRceUpBnLogIUuXnFeerK1MKayCATi3vLmgoiVZU6JUFWRrq4cXLdXqSvJys5VSUVF6sjZJUiDnPL589B/3Pvj17qW3dy/N/fTV8o7yMGdTZ7Jhc6FazvSOjwhM5kRoFCJJZJi7rbWLlaWjhaUFjWpjYenuwrAyMzczpTrYWFuZ0e2tLWgkvAWVzHCwlQi4jZXlw92dw92diwb6dm1Y391Yf2zP7jAfLz9nZydzOsbAwJZCsSJT0AYLyCgswQRBQmLsLS0drW0dbW1EPL6jrQ3C0AhhuACNRIHmL8aGRkgkGlrwRWFQKAxwvcJgcAsWGMFG0EZGJiC/CSDxAgNjpCEKY4JFG2MQxmiUHicQJhgSkcpw8RAIJWnpmsQkFSuKExAYGhjERGDwKByRQKGRqGY4PIVMMQsMClOpspuauoqLqyoqGhYtmpqZ2Tw8PF5UVJmUlCHgS6KjeJwYATuap1QmZGZqGhoakpKSuFw+h8MTi2RqVaa2oKy0pKa6sq2xvqe3eyw/t6y0uDY9LZfPEQcFMvVe9WZ2dnb6TnUe7u6eMWy+TKpUyBMz0rPj4uIzMjXePgHm5vZeXkwrSzc/32hbaw9LM0cWM4pGwm+emfztxy9ff/vBN3cP/fLt5ad3j799duO3Fx+++eb6z08/+Onx1Z8eX/3z+4/nfvz0nz988vrJtTffXP/ju4++e3Dx6d1Tf3z30auHV356dvPFg+vP71/PV0l+fvFw7s83//jx5dWzpwY725pqq5aNL1qzYmrTuplD+3Yf3Ltrw/q1M2tWTU8tXbRwdGx0cGiwV5OV5uRoy4oMVasS9SbPkRIJl8MJF4tjeLxIoZAlEkXFxrIlkhiplCORxMTGcsTiGHZ0OCcmks+DBGEBPwZYQ4eHBTvaWjnYWIqE/KamhoGBgebm5oy09NCQoEAfD1saQc4JWTHUNFil2TfVfWJN/8Mzmw8tayuVBbVnidqzRM1pvKPLu59f2Tv39NbcNzdPrOprUnNrEll9BYrefPlkbfrJld2f7Fl2bePI3tHqpVWpY8Xx4xXqxWXqvvz4weLUXF5AvVrao1Xp5V+ROjoo1Jocx/RShL0LWaiHNMQd5EIL/Z3/Nng+DrJQD+hdTI+kCK8sbnBLdtza3trmTHl6jF+Mi1mEAyXK1YLtYcPzcRIFuQuCPKJ9GCwvF5afB9Pb3c3elk4i6TseQW5zSAROH+9IGInAgi9veCyOgMGa4vH7t22/dfHCppXLPzh18rcXz+Z+//Wr29e3rZ4aH+ga6WzuaarctXb6k8snfnvxALJ9/uXl3NsXv3zz5dcfXjq2Zc325Yum+lr6a3Xd5QVLuxrP7tzw9JPrP794+Pb7J7/++PSXH755+/LRzy++/serJ3/+8Gzuu6e/Pn3w3d2Pvrx09sKOLRvHhgbKdTVpyRoxNymKGRcWmMgKVcWwVDGQnU8ql50mFKhFgsw4RYZSGRUSZErAQvSLNEHrmzmhEEgokCZoFAKHQuLRKDLuHf3iUSamWBQVh6ZgkBAG/2WCBZUHo9CQETQKQUSa0LBoMzyWgkLgjRbYmhLZwf5qhSQnJaFABYVWnViUnlySkVyamaJLTypSJ5RnJldlqxryM9tL8rsrtV0VBW0lOU2FmS2FWc3azMb89KaCjJbCrLbi7HZdTrsup6ssv6+qCLQObi3StBVn91cXL2qpXt7dvG6kZ+v48PbJ0R1LF22fXLh2uHdpO9Tst6MwrzotRZegKIyTaxUygL7pQl5WrFAjiVXzecrICLkefVO4vAxxrFokSubyY0PDQpxc7ElkMyTKHAVpv3CAMmBzDEYfaFgBBvnPlji0FR5DQyKoCBMqwsQShyUZLqAhESQDA01c3IENG3asWrVtenrXqlV7Z2b2zc4eWrf+xJbNp7ZtPbxh9vCG2bO7tt06ceSjMyduHDl4cc/O89u3Xtix7cbB/XfPnLp37uxnJ098dvLEl2fPfHrqBADgq3t3X9q14+LO7Zd27bi8ChRxywAAIABJREFUe+fVvbsv7955Yce2M1s2ndiw7vDM6n0rpndPLQXa755lS/csezcHGAy275ueAoIwIOGdSxbvXLRo59jCnWMLd4yObR8Z3TY8snVoeMvg0OaBwU39Axv7+tf39K7r7gEB0XJf77r+vvUD/esH+tf29c70dK/o7Jhub5vubF/W3jrR0rS4sX60oXakvmakvma0oXaotgIOkAg9UFHSX67rKy3qLi7ozM8B2u9gaXG/DkqHXlhaNl5euaSicmFp2bAOin5tSWeOtlWT15Ff3KzJL01MLVQkFCemFMWnaiRxOfKUHGWaNiFTm5StS84vSSkoSSnUJWt1ydpyta5cXZSvzEhkS/n+kVEegSw33xhPH7FfoCwoVBESlhQRqREIC+UKnTK+IT2tOSuzPTu7Iyenr7BgtLx0tLx0CLLpKhzSFS6sKJ1uql/V1ry8uWFpfc1kXfVEbdVEbdVkXfXS+pqpxrrlzQ0Ahg1ahNFt4pguKWdIKZhQSVZlKtZmKWbTpVPK6BXx0bOp/O25cYfKMk7U5B6vztlbnTOYJi2XxcQHuQfbmDoS0dYErC2damdj6+3jl5KWXlpdnVWYL0tOYIt5kdxIDj+Kz4kQc8Kl/Gi5mCsX87lR4YE+nu4OdhAAm9EcTCkOFKIDEetMxvpbm7Fd7WW+Lsn+bhnB3nlM32Kmf1loQBUzqCY8pC6SWRUdUc5hadkRSSH+0QwHdzrJCo8hYNBIJBIAHqi/RaPRRkZG/0a+8AZI4/1/BWBAv0gkVAAM4j3uhZ/+OwDDAinQSMEXe2BbBePl/Al8oDDzwH8DUI/BewE/wx1xYOJ9bzJfLgafArKvYSQGAAxXAs8/kvlz+OOAVgwDzH/gFMgB+9/PFzojvQKMxeIJBMhyiEAg4ZBYlLEJDoEg41BJcsHcP757cu/Wz999+ebVF7/++NVPL7747cfHb797+PvrZw8+v7Fry6qlC3u7W2o6Wqrbm2oG+zoH+zrbmur7uzuG+3saairtrczpZIIpEafN1SgksdbmZgsMDAh4LAGHJ+De1VnDOrB+AjZCcAzkXwoFagtsY2Pj6ekZHh4eFRUVFhYGSJjJZEZFRfH5fJlMplAoYmNjORxOZGRkeHg4eAwNDQ0MDPTz8/P29vby8vL09PTx8/UL8A8MhgzLAQB7ekOysI2dLd3cjKwX7AgkIrBUI5JJgEJhkCORSJBsjkTCSwlwxyxYuAbo++40/voDvApnSs8/NSB+Ahr8dwAGzZD+AmCkj6fj559c+8fbF7/9/O3vv36/bGKYSsaQCWgCHo1BmyBM9EmshsZGRjADLzA0NHwPgP+CX+hPgLughhxUBIAt4I76T7cTvB38dsC/PmA1B1wB6H7S/+xgAP5b4n1v438CYMpfblg0U6oZjQ7CwswcBmBbfc8fmGn/fQIXAIOXAPTOnwMXaKAAgzJgAg7/HgADRRfw7XwAhgVh6N4GSzx6rywKmQgqga0sze3tbJwc7fVluXZcDru4SJutySzIz5VJY5MS49WqFFZkeDQ7ghkerEyIE0tEru5uDDdXgVBcXdOQnpEdyYrWlZZI5bIQZrC1rYW7J8PSiqaQcgWc0IhQH1aYn1TM4UQzQwJ9nB2sGS4O+rRMRxdnR5AMbWfnYGsLSb4AgG30Z2tpCfLrqdbWlhQKiU6nWllZmJnREAhjJjOEz+cymUwGg+Hm5gaKfn18fHx9fYHWBzqTOTk5gewMNzc3V3c3Dy9PhgckULu4Ont6uPn5egcHBTBDg/18fD09PQMDQu0cXUWSeGWqRiBLkSZmJaQVxqcVJ6Tr4jNLEnPKk/PKkwoqkrWVGWUNWaUNWbr6/MrWour2jPyqtOzy0sqW2obW9AyohbI6QVaZk1amVpQmCB5fOvT69pm5+9d+/ujMz5+c3b+st0ubqBEEN+UmnN26+pOT+5/eujz33dPfnz/58Oypnetmw3x9oHUCczM7K2szUwqdQrak08h4jJkpydyU5GBt4WBtYWtBd7Q0t6ZSLMhEBwszOg5DQSG4zBBXa0sfeztXC3OKsZE5Bm1nampHo/s5M9zt7L2dnGOYYQHuHuYUioOVFRYJqUMoYyMiAYfFoEyMDU2MocIf4HoFGv+ChGdDfbIGCoXB44nvMp8xOKgjOdkUqjFG4NDGGDyKQMRTSARTKsXMwsyaSDAlk2iWFrZe3v6sKE5YeJSjkysGS8SRTDEEMoZAxpFMoT603gEqVXZn52BpaW1ZWV1n5+DU1MzExMqamha1OicxSQ0AOIbNZ0fzFAplenpmQ0NDamoql8vncvmSWEWaOqtQW15WWgsAuLmhu6SoKierUJ2SGRkebWttZ2FmTqFQbGxsGAyGnZ2Dvb1jZARbIU9ISlRrsvJYUeyMTE1EJNvLKygwJNra1sPLMwwowLYWNsHenhJO2LdfffDiq0u/fvvBR5c2/fD1pV+e33zzzfXXT6799uLD10+uPfv89NO7p559fvr1k2u/PL/567e3/vjuo1+/vQWx8TfXXz+/9eb5nVdf33j0xeWqIvWGFYufP/h07s+3v7/57sienVPji6YnFg/2dHa3twz1dfd0tLY01NbVVldVlufmaOIUEoU8ViGP5XGjuzpbSnQFXA4rIjyYzWayWMECQZRMxoXpVybjgpBKeRIJVyyCQiTkAADmcqJi2JHs6Agem+XBgEzdi4u03d3dXV0dA/29k4vHOptq8tRKXUbcaFPRaI3mxOzgxU3Dd4+u/ujg8vZsoT7E1UmsxdVph6Y7X944OPf9p3PPP/xw34rh0qS6VPZQSfyaTu2WobJDS+rPrej8YPPo/SNrXt88MPfg8tzDa7/dPf/w7M4rW6emmktL4jjlCcJccWSUkznX0w42f5aGuMOVwKAGWODnJPBzgtKeA1xEAS5wanRcuFciy1cZ6pbI9Mhg+2XG+KsivZT+jhIfW7G3nSyQoQiFeimxvRzCXG2ivVzC3OzDPJyiA7yC3F2tqRQcArKG0tPv3wCwsTECi8UjTRBELA5tZFSWlzs9NlJdmNdSppvo7zx/aM/Pz77+548vPr58dtWSkbbKovMHd9y7ef77h5/8+Oizn59+Offm+dzbl3PfP4GMr14//8ez+6+++PDeldM3j+394Mju22eOfHbjwuMvbr958fXc21dzb1/98u3Xz7/86OHtaxcP7Dy4btXK/q6u0sJKVVK+TJwl4KRxo7NEHBUnMoUdns6P1oh4mQJOupCXESvIlMZmK5VpMhk7JNiKbmoEZXAYmBgbGhsamRgZI4xNIEdrNBKHRZNwWDIeR8ahSVgUEYMkYpAUDNIUiyJDudAmFDyGgsOBVsCgMdI7fyykCVkfliRCgKuTnBudmaDITo7PT43PS1Hmp8YXqBIKVfFF6gQQOnV8WUZSbU5aa3Fud6W2r6a4t7qou1Krl4I1TQUZgIGbtZkgYDBuzE9vLdL0VRUtbK6a7GzQN/sd3TW1aMfSsS1LRtaN9AHD56acTEC/WoVEq5DBAJwm4KYJuCoe913L34jwpBhOmlCkEgoTORxZeCTH19/bxtYah6cjkBZoqPURHYn5HwyMRpuh39EvSIEGAGyBRVnioO0WWIypiTHBwMDFDFpVZHl7rx4b27t27faVK3esWLFnzZr9a9fum509vH7DiS1bj2/edHTTupPbNl05uPfO6eO3Tx27sn/Pqa2bru/fe/PQgU9PnXh45dKjK5fvnTv7xZnT986dfXD54r0LkA58++jhDw7sgxOhr+zZdXXv7it7dp3duvnI7Jq9y6d2Ty3dPbV058T4zonxHeNLQOycGN81ObFrcmL30sk9y5YCGD6wYjnIiD4wPXV0+Yoj08uPTC8/PDV9eGr60LKpQ8umDi5dBh73T0zuG5/Yu2T8XzExsWt8yY7Fi7YtHNs8MrxpeGjD4MC6wYG1A/0zA32r+3pW9nQt7+pY2tk20d4y3tY83tY43ta4pLVhcUv94sbasbqqkZqKkery3pLCvtKiwdLigZIiIAL36wqHSoqX1dYtrapZWFrWl5ffmZ3XlVcA6Lc9r6g+M6dKlVGemlmWklGcpC5QpuYpUzKkiZmyFI1cnavMKEjMKUrJL1MVl6t1JSmFZarCkpSCbJlKyRLx/cPZXsEc7yCepy+k/YaGJ4Sz1OyYvFhJSXxCWWJSY0Z6a7amMze3Ky9voLhwrKJsrKJsqKS4T5vXp80bKS2eaqxb3d6yur0FgC5ofQR6/wIj6Mm66sm6aoNGIbtZzO6Sc0eSY5drEjcWpu0qzdhXkbUtL35DpnQ2lT+byt+cJd+tTT5QkravSjNdrG5JEaqZXiwHujed5GJKtKVSLGgUd3d3sUyakpEmS1DyYgXRguhoQbRIwpMI2FJupFLETVaI5QJumL+Pm72ts6UFtDRuRnemUJyIBGcizoNCYNpZijxd5F5OiT4u6f5uOYGeBUHeuiDvilC/qrCAFm5kPSeymhdZJWQXC2PSIkNj3Bw8zKl0Ag6DQuMwWDwW9+6fCRTaxMgYjUT9e+i/PWOQSDRYFwQoCz+Fxd73Jv9Ov/9dAX6PgWF8hYEQ/voOq7gANWHine+0DKMmXHMLMBgWkGGC/dsJqN0FuAs+BZhUwXP4XfP3mY++8Bwmc3CC4CBhMnlvAh822P4vfsbgMFgiAU8hEalkEg0AMNLI2NjAAGVk4OFk8/jene+ffv7n28e//vjVm1dfvHzy8U8voMcXjz65dfX4ptnJ6fH+0b6WgZ7mkYH2gd621qbqhtqK7o7mRaMDE4tHtqyf8fN0JeKQwQHeDTWVSCMDFNKIQsYDTsDjoSbO8weMiHi8XiDWJ0IDRnJ2dg4LC2Oz2cCQ1t/fPygoiM/ni0QiAMAymUwkEsXExLD0I0LfAykwMNDXF/ry7e7u7ubm5u7p4entBTDYPzDAL8Dfx8/X29fH0dnJ0trKlEYlm1KIZBKOgMcR8EQy1AIaMDCVStXbUEFtr8GiA3wlQcI/LPbOZ134dOZT8XtsDwPwfPqFP5dGo9HpdCqVCtmY41AJCt7c3Os/f3v13bf3nz2++9UXtxlO1hZ0MhmPwaMRJsaGhgYLDA2MjBZADGxsjFiw4H0Ahqj3f475DDx/Pv8Of+92gp/CADxfDAeXAgAwTL9QQa+pKeV/G/8FgMlEyBQatAKmU2lABLY0t7CysAStgEEys72tnb2t3b8DMOSGbO8A1wADAHa0d3CwA/WwQBOFOiFZWViaQSmyJBiAgQptRqNTTcEiCRHWeOfDMMiIhp2igSBMJhGopmQLczroA+zoYAessMrLSjIz0tSqFADAebnZUayIoGA/Zbx0ZHSgrq6Gw+GkpaXV1tbn5RVkZGSlp2fW1tYuXLiQz+eGhQdbWNKsralOdvRAL0dOVKCYHx7DCopk+nq42ocEevl4MjwYUMmxk6M9kL7t7e1tbGxsbaEaYEC/0Hnq85/NzekoFAKHw+DxWAqFZGlpjsdjQ0KCVKoUqVTq5+fn4+MTEhLiox8BAQFe+gFV1OuHh364u7sz3FwZbq6ODBdHZwcHJ3tnJwc3VxcvT3dfHy8PN3cGg+Ht5e/o4hGXoE7JLEhQ56lzSlM05anZVVDk1aTm16oLa9XF9Wm6Bm1tR0FNO0S/tZ0ldR1Z2qr0nLLy6raKmnpVmjo9NSlewi9IVRSniJsy4368ffrn2yfnvr459+jW3PdfzP3wxdzXN3786CyUEf3D47lfX819e3/u26/ePPz87ZP7c7//OtrdGeLjRScTgD5DJRBMCViUkQGViCNg0FZmdBsLcwcba38v9yBfL4attSWF5GBGsyITUQYGDqYUOzKBYU5zplGcaFQbIjEqIECrUin5fJa/vyAyItDdzYyIJ2KQSEMDYwMDtIkhFoNAIY2ACLxgwQIjIxOg/SIQKFAGDDRhuBWwvkgSAYp9oBajxigcEmtJs3Cwtrcxt7Yws7SxsnV39fDw8PL29g0ICAoNDQsICLKytoXWkdE4gwXGBgsQdo6ucmVqRXVTY2N3TU1bdrauo2No+fTs+JLljQ1t2ZoCZVwy6M/EiuSwo3lRLI5UKk9NVdfX14MUaD5fqJAnZGbk6IqrKisaaqra62u76qrbassbU5RpililJ8MLaYKyNLcA+RHmdDNzc0s3Nw+xSJaelp2RkZ+TW5hfUFysK3X19KFb2Lq4+do6eDg5eTs5eoSFsCJCmep4RZgvY9XCrt9f3v3j5ceP7hx9/sWZ7x9eenn//It75374+vLL++effHri+RdnHn9y/IevL//5/ce/vfjwx0dX3j678frJtYcfH3t67/zDu2efPbj2+tu7daWZl07t//DyqUef3/nw6vlt61fPTi/dOLtq9fTk6unJtauml46PbVy7Zmpi8eTisSVjwwM9nYO9XeOLhpeOj40M9iQqpazwQE40M1bIjhWyeTFMqRgIv2y5nKNQcOPiBAoFXy7nyWRcqZQXGwvRL58XzeWw9LZY0QI+m89heUG9wBxkUlFtbXVzc2NXZ+v00sXrVk6snRpbMdwy2pA/3phzdGXXtS2jj86ue3Fj90hlYo0qsiGD05DB6ciPXdac+/GR2Ze3Ds89ujb3w8dz31y7d3bT9sU1y1qyNg+WHB6vu75h4OHxNd9f3fXzh4d++/jEP7+4MPfw+tzTO3MPbnx+YldvUZo8gCHxcxF5O0sC3UHrI1D9KwpwgXGX5+PA93UU+DkB9I0NcgUhC3WXBLvKQtwk/o5CD2upl02sh1W4FTrO1z7Oz0ER4CwPcpUGuQkD3Th+DJaXY7i7Q5ibPcvHlRXg5eVor68gWPAXAOMQyH8FQGLDBRAAGxosIGJxeCQyOjiop7G+MlejloiSBDEapXSouebcwd2PP/3w8w8und63bd3kyKk9G+9dP/vi81u/Pr0HNT365dXcj08hDH7z7dybF3M/v5z7/ps3Dz59fOvS55dOf3bt3EdXzt04d+LC4b37Ns6sGhvsrats1ObmJygyJcIkNkseFqIIDU6ICEuFGrdEa8TcNCE7gx+jEfFyYkWQ0bEkNkcuy4uP16pSE4RChq01oF9jY0MT/foyxMDGhiikCQYNdQAl4zEUApaMQ1PwGFOCPvT0S8YYQwyMRZGxWBDABZqKw1D1q2kEY0M6DuPr4iSNYakVkox4eVqcNCdRmZ0Qp0mQgchJUhSkxBWq4jXK2JwEabFKWZWtai7O6awo7Kks7qksbirMbNRm1OWpq7NTKrOSKjITKzITK7OSytLji1PlRSmyyqykroqCJR11KwbbZ0a6t08u3LF00dbx0dmhnqnO5rH6ynZtbk16ql74lRbIofhLAZZqRCIVj5vCiUmIYikjI5SsqER2jIovSBeJ46NjYkPDonx8AxydnEzpZkgMzQQFHLAg5+f5DIxC0VEoIP+aoVH6gBywLLAoCyyKijAxQ6OICwxIhgvMUSgzJLKzsvLkzp27V6/etWrVnlWr98/MHly77uDadUc2bDy1bfvxzZtObNl8evu2y/v33Tp+7MMTx68e2H92x/abhw7dOXbsi3PnHl279vjqtXvnzn928tRnJ099ce7c3TNnPj5x4uahQ1f37r24c+f57dvPbt16fvv2y7t3X9mz59y2bUdmZ/cuX753+fL9K1fumly6Z2Lp7vHJXUsmdi2Z2D0+uXt8cs/E0r2Ty/Ytndq/bPrA1HIQ+5dNQzGx7OD438ThyelDE1MHx5ftXzwJx94lkweWTe+bXLZ7ycSOhYu3jS7cOrpw29ii7QsXQ92DR8c2jY5tGB1dNzw8MzCwsqdneVfH8q626c7WqY6WydbG8aa6RfXVozVQT+CugtyBkiKgsnbl5bRnZ/UU5A2VFI+VlI7qSgbyi7qyctuz8rpyC7tyi9qyCxoy8rTyRI1YoUvOqMrI06Vm5ivVBUkZ6ZKkNCiS06UpmriMguTcEnVxeUapTqXVqbSFCTkZ4iRFhIDvH87zDRH4h/C9/ORBocmR0Wo2N1soKo5TViWl1KSo2jSarry8noKCvsLCkVLd4qqKRZXlwyXF/YX5/YX5I6XFyxpqV7e3rOloBQnPK1oaV7Q0AjcsUBX8zgW6KiayKia8QcDqieOPq+SrchI3F6n3VGTuL8/aXZSyJUe+MSN2Y4YUxKxGvqlKszAvoVrKSg5yi3a09DIn2xIxNCya4ejAZIZEx0RFsVkCEVciFwpjuSJxjDKWJ+dHQQAsEwlZEV6O9jamFHsq1cvWhkGnO5OITgSsKxHrQyNFOVhJfRiJ3gyVj0u6n6vG3zUvwL04xLMi3K+OFdTIDWvgRtQJIuslnDqFqDSWl8z0i3Z1sqNRIdMqPIFMJGFQaAwKjcfiUAgo0fZvA4X6ewCGKfc/TWDtF3RFAgXAf/eIgQEYRt/539rBRhgIAX/CbwG1tZDB7l8D1soAA8CQMJ+iYUb9d6ydX+sLvwpsw+CnsIwMWOu9vw08BW8B7A2OGdRXw2TyXybwoepTn8k4PJlIMKWQ6RQynYCnYBEYpJEx1sTElIChE9HXLxyb+8erud9f6MuAz714fPvJ/RvXLxw4eWjTulULe9sru1sr2xpKOloq+7oa21uqG+vK21tqO9sam+qr6mvKb1y5cOH08aXjY55uTj2dLQJOtLmZ6QIDAzwOhcdhcP8jIFoEReOAIWEwBsRobW0NiUj6LGhQBhwZGcnn8wUCwXwGFgqFMTExbDY7KioqPDwcVP96enq6ubkxGAwHJ0cnF2eGm6uHlydww/IPDAgICgRuWFQ6DerjYkp51wRYrwCbzhtk8v8AYBMTE1BlDY4QUC588PPLvOHzguEQACHgavgTQP4zsLyizRugPTWRgHG2pz34/PqbHx7P/fOnl8/u/fzjN5FhfsYLDCjEdwAMqg2NoP5HCBMTpKF+wEovuIvBRqAMgy0w98KT/3sFeP6vFQaDASsXIAUapHkDpqXoG3NT/rcBdib9NQD0UvTyL6jLBanIMABbmJnDAAxEYADA72EwcIGGs6Dnm0IDVAZWWEAEtra0As2Q5gMwKDymUcENApLl/2V8BZRhkCANVF+qKRk0Af5bBdjayiIjXZ2epkpMUKpVKVmZ6UmJ8UGBvkIRt7KqJDNL7cJwiIwMz8nJSUxMTkpKKSwsViiUxcXFOl2RRCp0crYLDPLh8SL9vJzCA9293GxCAlw5UcESYZSrsw2XHRbo5+nt4eLsZOfkaO/i5Ozi5Gxvbw8KgAEAA/q1tDQHQaGQbG2tKRQSBoMCnYEdHOz4fK5QKPT29g4JCQkMDHR0dPTy8vL393d1dfX09ATc66n3pfP29vbw8HB1d3NxZTi4ONs52FrZWAL7KxtrS3s7qAwS+nRbJ0cXj2SVRp1dlJJZmKrRqXIqU3KrU3Krk3KqknOr1dr69JJGTUVrQU1nQU27trq9vLG3qqk3r7guO7+ysratub2rsFir0+blqOLLNEnVGYqh0ozfPjk398XFuQdX//zo5NsPDs3dv/LHZ2fffHhi7v6159ePf33x6I39m15/cfP3p/d/+OrTo9s2Mr3dgzzciEgTtMECfaoLGo8yQSwwsDajcqJYsQI+NzoqhhWZGh+fpU7hsyJc7WyIJsa+Lk4edjZxnBhfB1t7CtGWiHOhm1piMBHe3rlJSUouN9zLi+Xv72VvT8dhLchECKfRCKSRAdThd4GBibEBEmGs/+cC8gEyMDAELhVGRiZEIhmPJy7QG7iTSBQqlQ4SpI0NTbD6nGZTAsWSZmFnaetgbW9v6+Bg5+jn4x8ILQCG+Pr629s7Qm/Xy8gGC4zNrO1ieOLsvKKq2pa6xo7q6taysoaSkrqlS2dm1mxqqG9Xq7LUqkxlXBIzNDKGLQgPi46O4rIiY0Si2Pj4xNra2qysLA6HJxLFJsSnZGvyofznqqaaqvbaqta6ipaSgoo4SXxUWLSNuTUWgbGzsgZJEyQCkUYzCw2JSElO12TlazSFhUVlirjEnFxteFRMYEhEOIvDDIsKD4vmsPkeDFcuiyWOZkUH+cRFB//86ONXn197+/jWjw+v/uPl7V+e33z11YVvPjt5/9bBx58c/+X5ze8eXPzuwcXfXnz489MPvvns5KuvLvz0+OpXd459/emZ1y8++uX7L9+++jJOHNbVVHr31qW3rx7v2bp+/aplG1ev2L5+dsPMyo2zKzbMLF+2ZGTrprXTk0sWjw4Bm8a2pvqm+qqK0sLsTJWPJyOC6S8RxSjlwtQkuYgfKRFF/4W+PKWSHx8vUiqFCgVfoYBKgiUSWAFmi4QcsYgbK+aJBTECblRIsD+PG11RUdbT3d7SWNNSX9nVXDkzMTA90NBdmrqyo3DPktqzazofnFj15/1TOxdXt2TFlMUF1aVG1quia1Oil7fkPbm0658PLs99e+ufD87//Omxlzf3vLy55+2nh//5+dG5+6fmnlyee3Zt7um1ua8vzT28PPf45k93Tr359MK9s3va8pLC7agcD1tFqLecCZX+gh5IgH4BAEO1vn9pvzD6AgU4PtKH72Mv8rGT+jlKvWzSwj1rE7ld2XFZUb4KX3u+q7XQ217o68L2cuD4McRMH5aXMy/YRxQWxPR2t6dTcQgE0shYD8BQ8vO/AzDCBIM0QWFM0AgDAytTMi+cuai3c9lQT21Bdk6CVBQWwA3yzklSLO5p27Jy6ZaVE6sX9W9bteToljVn92y6eXL/1x9eev3w09+e3vvny6//8ez+L48+/+n+x0/vXP3k7JGzOzccWLtiSWdTT21FdV5WbqJCLeLFRYWLQgJ4/t7yiFBlVHgKJzpdyNOIBFlCfjqPo4qJzorlZ4ghl+N0HhuyehLxcxXywuTEguTkdLksMsCfToC6HJmYGCHRCENj/X+rkCcNVI2AQSOxGBQejSBgkGQcmkrEmVEINBLOFIsioUzIGGMKBolHmcAG0ZAFNPqdRzQdhzFFI50szLhhoWlxUrVCkiDixQtW19dTAAAgAElEQVS5mXGyDIU0TS5SSQUqqSBdIc6Ol+QlyTPkwkyFKEcpLkxRlGcm1+SmNeRnNhZk1eSkAvQtS4/XqRRFKbLiVLlOpchPEBckxpamKVuKNYvaataMdm+cGNo4MQRU3+XdrWP1ld0lBQ3ZkN9VgTy2SCkrjIPQt0ipKFIqCuTSbLE4g89PYkcnRkclRkelcGLUAmG6SKwWCJN5PHEIM8rT29fO3plKs0DjTI0QVGOkJQZvjsYB+ytYBKYhkTR9G6S/6BcFt0EyxyBBxS/JcIElDos1MMiUy0Hy8+7Vq3evXr139Zp9a2b2z4D8563ndu0+tW0riDM7tgMGvnPyxK1jR6/v33/76NEvzp37+urVry9f+fLsuU+On7hz5OiNgwdBv98re/bA9Htmy5bTmzef3br13LZtZ7ZsOb5+/ZHZ2SOzs5AL9PKVwAUamD+/o9xl0/uWTu2dXLZnYunOxePbFy7eMjK2Sd/ZaF1334YuKDZ298+Pzb2Dm3sHN/UMbOyGuv7CO2zqhzohbewbBJbRmwaHoZ5JI2MbBoY2Dg4DDN4wPDIzMLCqu2e6s32yuWm8uX68qW5xQ83CuqqxqvLh8pKhMl1nfk5/kXa4VDdQXNiRo2nNyujIzuotyOvJye3Ly+/NKejMzuvMLujILmhI05QlpOaIFYksriI8Jk0kL07O0qlzClOy8pOyNHHqTHlqmiRZHZuULlVlKzO1SfmAfotT8/5ywOLyA5g83yC+b4DQx18ZGq5mc7P4ogKprDwpuV6dXq9O78zN7dVqB3W6oZKShRVlS6orF1WWD+mKxspLRst0iyrLphrrVrU1g9JfWAcGW8BGgMQGRWHBhWGBpZHBjcKoAQVvYZJwZaZiozZpe1HqNm3itry4LTnyzdmyTRrp+gzJTIZ0WXrsjC5ttiKnT61QBXj6U/COaBN7As7F0jzU1zsqLIQVFsKLiRRwI3kx4SIuKzYmUhjJFEeFS2NYrAA/hpWFnampu5WVq5kZJP8S8K5EvB+VHGZtHuvunBrinRcWkB/mlx/ikxfkURDkWcz0rooKrOeG1MYE1fPDG8XRDVJuo1xYIxNoOeHxIQEuVpZkIolEIJqSKXgsDovG4LG4v0VfsPH/D4Dfo1+wWP539IsDucTziRcWTmGBF2wBaArwEk5wNTH5V1UkYIP5xItEIufzMABLwNIwV7+nDIM6SVDxCzAbbHlvNyD//hcAht2wYEkZuHz9J+597wrAWjeRRCWSqED+JZNoeBwZADARjbYxpxGQC9ZMjf3y/eMfv/38xePb3z768KMPjh3ZOzPSW93TquvvrOzrqBjtb+xqqagqy2msLa6vLWqsK+3rbhoe6BzobRvq79g4u+LyuRN3P7k5NTnGZYeV6Qq8PBl6AEbicSgcfl7oYRgGRZh+AVBBPVTodFtbW3d3d39/fyaTGRERERkZGRYWFhERAeqBpVIpEIE5HA6fz+dyuVH6fGmgWbm6urq4uNg7Ojg6OzkzXNw83EE9MABgd08PW3s70KaLQjUlUcgEEtQWGBYwAbgRiUR4tQKYbwPjNFD4CoqWYQyGqZik17HBqcGFzSA9GMjLAIDBHJZ8wQQq0DQ1fecORcTaWOCPH9z4y4+P5v747umjT3//5eXk4gErOgkAMNLIUL9cbWi0wNjECIUwhgDYSD/A3WsEbKJhAv7rVZiQ/18BGNznYCEG3IqgFxk4d5hmAe3TaDRwGf/LI/wWgMDzAZhEIIKEZNAKGDAwAGBQBmxrbQMYGJaCYR3Y0R7yYXJycPxPDAyXAQMGhhI7SWR4LY9CItNMqRZm5mZ0Kp1mCuvA84kXZmBTCknfDZcC9b/Vz83o1PdSoJ0c7fk8TqE2X61K0WRlZGaksaNZfB67rLxYIhXoW6FLJBJxSkqKQqFkszmpqerYWOj2ZrOjQpmBIaEBWRq1TpfrYEPx87D1dbMVxYR2ttbcuXlxqLediDEODvD29XJ1c3ZgOEKVwAwXJ0d7B+jizAd9Kwurv8LS0tzGxopIxJNIBDMzGh6Ptba2zMnR5OXlMRgMHx+fiIgIb30dgaurq7Ozs6t+uLm5wQAMrTF5uHt4ebpC5uouDk72tnpXMVsbKwd7yGrb0tLS0sLW0ydQW1yZp6vWaCtV2SVZhY0ZhU3q/Prk3JrE7Mqk/Jr0kubsyjZNWXNuZVthTUdN21Bj50hJVVtRaWN9c09uUVF6dlpxUV5pQWZtnrpCJenMjr+7f/bbM9t+uLjzyeHZL3dNfX9h12+3jv5689jbD09+f+PEnYMbD0wPf3xs58nNqya7mkOc7a0JWF8XJ1Osvh8JHlJvcEhjHNKI4WgXxgwR8PhRkayQ4ECpSJiTmaFRq1MUMn5EeJCHu7utNS8sNDNOplUlR3p70JHGLjSaNQ7naWXlZWsT6OLMCvBzt7WmoBCWFKIFlUQj4bAoIxNDA4SRAR6HpFFJhoZQATAkAxuZUKl0KpVOo5m5uXkUFena2zvz87XW1rbAE8vMzIJEIONRODqJSiOa4hAYLAJjQTV3tnNygcR1ZzOaOUiTBrRsZGRiSqVzBOKU9KzKuqbWrr6G5q6S8gZtUa22qHZsbPnk5JrenpFsTWGcLDFBmSwRS0ODmazIGGYoK4rFiYxg8/lCmUxRXV2dk5MD5T9LZHoHrMLysrqa6uaqitbykvqq4nqVMl0hivNx9aGTqOamZjQyxYJGd7R3IODw1ta2MqmyQFuSnV2k0RTrdNVp6dkqdWZ4RLSvX0BUdAxfIOLxeKEhQeEhgZzw0NjoCBk7vCg57u6Fk68+ufHq06s/Prj+5smNHx5effHlhWd3z96/efirW0e+f3Dlp0fXv/n09HdfXX7z5Mbzz8+9un/p7dNbLx9cfvrV5W8fX39w9+IfPz+6eGoXL9J3dmrhhpXjSxcOjo/0TYz2T4z2T44NzEyPb55dsX7N9MrpiRXLJqYnlwz39zQ3VLc113W0NlRX6ET8KF8vFyGPFStkC3kRKYkSpZyfECfUC7+8+HgBCKWSD3RghUKoUAjlcgHkjyURxIp5IiFHJORIRFyFVBgZEcIMDUhNSSgvK26qrxrsbelpqVy5qKunOrtTl3hwRcflTQPXNw88O7/2j7tHvji6YtuQrjOL25rG7sjk1ydGdWaK1nfqrm8Z/+HGgblHl+defzr35uO5Z1fmHp2be3Ft7uszc/dOzD04BwHw4ys/3T7y8OyOp9cO3tw/21WYwna3kId4yJmewXbUBFaAMgJqgwSX/ooDGbFBrkAQBhOQGi0OZAj9nQV+TvJQd2mwiyzQOSHUvUTKmqovPDE9eGXDZH5MoMCFHmZFEvs6xoX7xvg6RXo68EK8eYFeSk6EJDLU3daSjDTBI5EEDBZa5wH0iyAgEAQYg5EIHA5LMjY0oZGoxgYGDFtrlUI20Nq4fLR/cVdzTX5mhlyYIoqRRIay/b3kbFZxRspAU+Xijrrlg+2zi/q2Ti88uGHF2d0brxzacefUwZvH9l7Ys3nv6slVfW09pfllKYosCU8cEiAI8Of4eHN9fURBgVJmqCyMKWOGpnBiVDxuhkiYLZXkKeT5cQptvFIbr9BIBJlinprPTo6JVPFicuWS8jR1XV5OkUrFZYZYUkgIAwNjowVIpIkhwsTAcIGxsSHCxAjIv1gMAotB4NEIHMqEjENRiVgzCoFOxlPxSEj+/d8A2IKI93VxUvC5GfHyBBFPwo6Uc6OTYgUgEkS8BAE7ScRRy4SZSklWnBhiYJkgSy7MjY8tSJJpk+XaZDnAXYC+hcnSwmSpTqUoS4+vzEpq1Gb01+omuxtnxno2jA+uXzKwbnH/6v7Oidb6/orilvysmvTU0iQlQN/SpISSxPji+LjCOHm+TKYRidK43JRoiH6TYtgqviBLIs2RKzJjJQlsTmxoGMvDy9fO3pEC2T5TTVBkQxNTY7Q5mvB/D8B0FOQFbYXFWqDRFENDkoGBn739hsnJE9u2bZqc3LdmZt+amb2r10Ai8OqZYxs2ndux69KefWd2bD+7c8eZHdvP7Nh+5cD+O6dOfnLm9O0Tx6/t23fn2LEvz59/eOXK15ev3D9/4e6p0x8dPXZt375r+/Zd3bv3yp49l3bturhz54UdOy7s2HFu27bTmzeDBkinN28+vXnziQ0bIAxeufrwilWHlq98D4BB96Mdi5ZsGRlb3z840927urN7VXvnypb21c3ta1o63ouZ1s6Z1s41LR2rm6Ed4H1WN7evau2Ybeua7exZ29ULYra7d7a7d21P37re/rW9/TPdvSs6u6Zb2iaaGhfVVI/VVi6qqVxYDQm/o+WlI2Ulw6W6QV3RkD4GiwsHirR92vy+vNze3JyBAm1/fkG3Jq85LbMhNaMqIbVALE9l8aQBEeKAcIF/eGxItFqcoEvLL8ssLEjWaNW5uclZmco0tSxFJUlNk6mzlZm5CZqilPzC5Jx8ZXq6SKmM5AoDQjk+fhwvn1j/oMRwloYrLBDLSuPia1PVzRlZzRlZPQUFgzrdWFn5wvKKJdWVE7XViyrLB4sLl1RXLKosW1JdAWqAV7Y2LW9uWNHSONPZNtvVPtvVPtPZtqajdVVbMxCEDbICvDP8PPJD/KpjmO1iVq8sanGyYE1O3GZt0qY85cYc2cYsyYbM2I1Zkk0a+cYcxSq1eEuxal9j6eaaogGVUhMWxLG39aPT7LCYEAYjJjAgws+H6e0e4s2ICvSWcSIlrHBReKgwLCQmJCDYleFMpzmYmrpbWDpTKI4EPIOA8zMzjbKzlni4qEL8tOywUnZ4eVRoSWRAIdOnIMRDG+peHO5VFuVXGRPYKI5oVXCa5NxmhaA5Tlwp4mRGh7vbWpOJUIdXAMBoJAqLxvx/KMAw4v6XCdB+Af3C8/cm8xXd+ej73hwGQpiKYe0XIMF7YAmrXuBVWC6DGRjsD2Mw4GpwMHDRLwzAcMUv2AHeDYuFXKz/05jP7YCH4aTu944W2D7P3x+IkwQCgWJqRqbQSUQqkWAKyb8YItSw3sgYucCIiEEiDAwKs1N++/Gbn7+7//LJxy+f3Nmzddmaqd6m6uya0rTG6tz2xqKxgaahnrrlS4e2bVpx5tS+yxePHjm4Y83K8b7uptqqoqa60rGhzi0bVx3ct727o7Gzrd7BwcLB3oqARxHwKDwB/V7oNeF3xcHzVUSQT2tpaclgMPz9/YEk5evrCwyxWCyWUChUKBRwN2CxWCwUCkFJMGj8CL64u7gyGG6ubh7unt5eQAH2C/D3C/D39Payc7AHCjCs8UFVeGTyOxLTkxkMwLACD9zI5lMfDMAw68LZv4CBAQ/PB2CAvrD8C3Ke6foBoPHdMZBwWKRBR1Px11/e+ODSkfOn9z95+PEHV07bW5uSCWg8xgRpBGQgKAXa2BBpYoTQFwP/q9AXAPAC/TD8awBCBo//HwAM32wgCxq+tUA/bfjqgc7G/wV9wUv6y/zumkMXSp/2TCGRwbIaAGDg3AsD8PwyYMDA86VgWOAFedHzs6Ad7OxhNywAwHB2sKW5hSmZ8h4AW5pbmJvRzOjU+TowbIsFJ0XDCjCNSgEBANjO1trB3tbezsbO1tqV4ezn611WqsvMSEtOSogVCyMjwooK85Tx0swslTotOU4pzcvLSU+H7GTLyyuzsrLr6+sVCplAwPPx9SjWFdTVV+blpYcEuHo4m1cWax7fu/P2p+e///Ld6WMHfD2cA/08fb1cPV2d3V0cXRnODBcnJwdHe1s7OAUaZEGDhG8rKwsLCzMcDoNCIWxtra2sLDAYlJOTw+LFC48fPx4REeHs7MxisQIDA93c3BwcHAIDA/U2WC4MfXmwp6cnKLAHAOzu7QV8qkGyt5OjvSvD2c7G1sbGxtbGkcXmd3QPNXYMNHUOVzb3ltb16+oGCmv78iq7MkpbM0pbcqo6C+p6dY19JU39lc399Z2jTR0jhWVNOQVV5dUtao0mSZ2oyVIXZCWVZsQVxXM6c+I+2DTx7OTme7uWfbJ50Rc7Js+Mt2xtLdjYmHdgpOHM6uEtQw1jldmD5Tmp7JAAWxrewEAtE/q5OLjaWHk5OzpYmFHwGCIGScIiGY52lhZmDAbDw809LJRZkJM70NM92N3dWl8v4cZ4OTrYUEgoAwOCgUGwq7OCzSrLSmcyGFZotB0e70ihuJmb+zrYO9CpNhSSjSnZzoxqb2Vma0EzJWExSEMsxoRqStT7QWLQaCweT6RQqKamNDs7h5AQ5sjIWE9P3/j45OzsupqaOkdHZ6hUeIGxiYExEY2n4Eg4BAZtjCLqq3vxKBwBR8SgIPd+HI6ARmNNTWlMZrgmO7ejp7+yrlFXUVPd0NLU2ldT31Fc0pCvrV67dmdra39WRmFqSkZifIqAJ4yKZMVEcyLCo0NDItnRvOgoLp8vjI2VVldXa7VaLpcvl8elqbO0BbqK8vqa6uby0qaigsrS/AoFXy5kC+3M7TDGKHMKHWVsgkEg9b+e5PCwqLrapoGBRY2NnTpdbV5eiTpNE6dMilMm6J0XAphhQXxetKuzDY8dyokIFEcxZVFhKgGns0g70dQ42dawfcXgluXdO1b3Xzw08/SzMy/vXXz00YnHH5/8+Zubzz8/9/zzc999dfnV/Uuv7l+CIPmrS9/cv/T80bU3rz5/+eTOD8/vVusy2aE+XY0ViwY7lwz3LhrsHu5pG+hs7muv722r62mtr68qq6sqb6iprC4vKdMVlJdos9JToiND/bwZYSG+cTKBLJYr5EXEKwSJShEMwHr5F2LguDgeyIKWywXv6FcKoS+Xw4piMSMjQiKYgWEh/kGBPiHBfuFhwVEspjolrqOleri7Yeuq0b4azWhtxsGplgvre29tH/rjk72vrmx6e3vvF4eWrW/P6c7kNidHNiWyWpJj+jSS2ea8E1NtH++efHp2w8vLm9/e3jv39MLco7NzL67MPb/y5+dHf7ix99trux5f3P7FqU0Xtk00ZEliPMzZnpapnGAJ0yPYga5kBcRH+iojfORMTwC6kmA3STDUGAk8gvZIAI+F/s58Xwehn6OaG5gc7pXEdBsoVJ1eOXZxdvHe0dbFpVl53CCBm43Un6GM8OP6u0Z6OnGDvWLDAuTRTJafhwUBgzIwgLyOsTgjI5O/BWAEEoc0wRgaGJmbmhkbGESFBJUXZDfo8juqdeO9LcOtNc0l+QUpcfLo8JgAb25wgIwdLmb6JXLDtMnSFl32UGP54o66Zb3NK4c6FrVUjzZWdJXlV6Qn5Ep5mcLoDEFUhoCdEytKFwpUMVDWbmJkZFxEuCI8TB7GVISHJUSxVDxuVqw4Vy7Txit1yUllquQcWWyOTJQVy88U8/LjZFUZ6taiws7y0oLk5EBXV6QBlL4BeUsijReYGBujkAsW6HkYYawvAEbisEgCBgoSFmlKwNBIODoZTyeiTXGI/54CTUIYW1NIod6eCWKhWiGRc6NFrDBpDEsaw1Lw2EoBJ44fE8dlxXFZCQJ2SixPFctNFrKTeKxEbmQSLzKZz0rms5J4kWni6CwZN1cpBJJvcaq8MiupPj9tpKkCoO/GiaH1SwZWDXcu620e76wfrCppL8ypTk8uTY4Dbs+FcVJdgqI0KUGXoNQLv8IMPl/N4QD6VfG4agE/M1aSLZNnSaTJHK4wKITl4eVn7wCaHtERaKoJCmp3ZIKhI6HWR3+bAk1HIecrwHSUCQ1pTEMa2+DxdAQCb2CANTDoq6s7smXLusWLD6xbBwB498pVu1euOjS77sy2HRd37wUAfHHvnsv79109eODDE8c/O3/uo1MnL++DOvreOnz47pkzX54/f+/c+S/Pnvvs5Knbh4/cPHQIKMCXd+8G3Ht269azW7eCDsDH168/sWEDEISPrl27fyXUAfjA1PJ9S6fmJ0LvXDy+a8nEjkVLto4u3Dg4vK5vYKa7d01Xz5rO7lWt76MvTMKAe1c1/R/W3gOqrStd+wcDaogqiui9iN47CKHeexcSEuoCgehF9Gqae8OAwbj33uK4JXbixOm9OT2ZJJMyyZRM5s74W4c90eU6M/P91/9+e+111tZBSDogaZ3feZ73efvBBDeX+4ZW+odXB0cPDo8fGBpbGRpd6h9a7BvcPzwGPdrA0Lyzf2dXz9b2zk0tbbOO5il743RTw0xz40wzFCsFAHjG3rDZ0TRrb5iyWaYbrJvtjZvtjVNm01i9bkSrG6hVdwiljWxeA1tg4wgMVK6CQK3G5ZKyiwiZRZUZBYwykk6gsimNBpnOVmc21xoMMl2dsLaWq1JxlBquSsNVmMRag0it40gVVDa/gkArKCJm5xAzs7lFpXJ8jZ7KtLB4zUJxt0rdX6cb0NaPm83TjY2bmx1bW1q3t0NzU7N9wgz1/p2127a0NM33di0NOAHoLvT1gH5IC309wBG9f2QQTDdZZookPVGTk9ZQkddOKOqsKRihl2+TkPapWStq5n41HcwDdczD9bzjesEFm+K0SXbcUnu8yXC0xbbLVN/OZipKiiti4kjZWcTsrNKUpJLkxKKUeHwmjlVZQi0ppJUWUYqKKrIyc+PiUkJDk4JDcCFYXHAILgiTGxpSFR/DyUiTFeYaqsuaKNV2fGlLdWkroaSlpqQJn99Qld1Qld2Iz24lF/Zxq4fEtCExY1TGHVfwezk0PaEyOy42OCAw0NcvFBMU4OOLRiB9kCioOcS/mlCk3r+xQP8H7gU/coEuEH5dNx9beK/lJAPUdEEvQErXTZf/2dvbG5zNA6Bdv3Wd5T92Bxc2PKYMP4bELogF9ubHFGCX53k9ALt+5V8uAGyA+7uODolEPvY6198EcA5MqoAnIeIKCQ/EhPr5BqG9A7xR/kgEVHK2ZoGG+yJhCHc3anXRo1++/+uPn3zy3vPvv/HUhZPzt64duPPEkdceXP34/fvf/u6NR4++X5t/+OqLt+4+dWll39aeroZWh6Gvt6mrw2rWy7W1gs1zw0cPLZ4+sXrk4MLAQDsa7enrC/P1hfn4Iv7nRLqqgl0SIgBFX19f0A8pLi4Oh8MBMQqHw+Xk5BQXFxMIBBaLJRKJxGKxQCDgcrksFotOp5PJ5KqqqqKioszMzOTk5Pj4+H8p/+YV5KdnZkTHxgDtNzAIAxg4ALNGwGtMBvAMKsT18QENqFAoFLji4MrBcrl/gXwNDgEQILA6r8dpcFyuWl/AwED1DQ0NBbgYuhbRC3ojQ/+yAB/YBrdaGfnR37/94qNXf/z9R4/++u0ff/hSyKX4+yDQSE+Ep4eXu9sa/Xp5boD/WgnsolqoJ/CGDRsAALuvlQcDCgZv4/U6sOsNvP4t9Nv1+msuj5UB/xaAoUY4/7fxHwAYJIeDgkMgAj9WBhwVEQnmfwDgxyqBXV7ouJhYlzgK+iE9BsAhQcERYeFh2BBsaHBIMCY4KBAT6O9SfV30G+DvGxjg51KAw7AhYdiQiHAsEEIBE4JE6KTEeJ1Wo9NqJGIhobpKKOANDTqFIo5YwnO0NOoNdRQKiUIhEQiEkpKSpqamxsZGoZAfGxtNo5PqtKqx8UGhkE4jld67deHRf/340+8/efjWC//1p29/+dP3SgkvJzM1OyMlKy0lIzUpNSUJtCCOj4uJjAwHIVjrpeDwcGxyciLoBhwXF4PBBKDRqIAAP71ed//+fTwej8PhSktLQR1BQkJCYWFhSkpK8toAgVigHjg5NSUFl5qSnoZLT01MToiNiQL+Z6j7cURkTExMTHRCNZHWNzhhb+9rd447esca2sft3bOO/i3NfXPWnilT54S5a8LWO9U6NNcyOOvonWhxTjo6R9T6ZnmtxWhttTkcWmOdXq+y6GTNdcJWFWtXh+H9SytP7Ry4Muk42au/Mt641yI4M2g53KmdrWdvsyvrSXmVsf6paLfcEO+imFBGcW5vgyk3IbYoM7W6pDA5OiIQBQeprREhmIiIiJzcfC6XPzIy8sLzD/7+11/+8fPPP/7+97evXp7oc7II+PjQYD93Nyi21BuRlxCbHxcX5+eXHhaWHBISiUZH+vpgfbzjQoKSIsKSosIzUhJyM1IT4yL90HAEfENggE9oaOhaZzeMv38gAoEKCgopL69UqdREIrm3t2/Pnr1TUzMTExvn5jabTJa01PTw4DB/lK8P3DvYDxMSEIyGe8PcveAbYJ4bvAL8AkODsZiAoLCwiNLS8vp6w8DgsK25taGto7t/uG943GrvlNcabY3dM3N7p6d3mUwOHkcu4Ev5XFF1FaGipLSmmlBehi8priQRaWQSnUZjMJns9vZ2m81GIlF4PIG6Vmc2NTQ3dba29DRYO+vrbDqFgU1kFabnh/oEo2GopJiEkoLC8uKSgrxCMpHS3NS2beuubdv2zs7uGBjYaDA0UsjMnu7+3331zdvvvnX7zpOHjyzfvHlx25YxbS1fyiUJKVXs8mJ2SaGRw9HRmM1SYaOKZVWSOs38Q7sGH7505YePn/vy7dufvv7kT5+98MPHzz186cprT5/88OWrX7/39NfvPf3Fu3c+fufOB2/d/OazV7786MVffvr05x8+LctNxcWGFuek1pTns8h4KY9RrxIZ1BKDWmLTq7pamxpMeqhFsMVortcoxPzKkryIEH9cYjSFUM5hEAQcsohH5TJrRDwqn0Neb4Feo18oCovFqmEwqtcm1B+YTK4kEEorK4rLywrxFYVlxTmEqlIaubqyorikOI9EKOMzapoMytWd48PNqi3d2tUxy6VtrXcWur67t/r1nX0/PXfs8+tLt3c7t5g47cz8Lk5Jn7BySEo4N9lye9fAyRHrxZnmN07MfXR51ztn5z65vvvn1889eu+Jr585/Pal+Tcv733zytILZ/c4dczKRH9WYYKOXUErTCHlJbLLs3kVufzyLF5Z5mNRWEABZhamsoshrRi0CF5rjBRPz0uspRSJSlPriPn7+puu7Rw/NORY7DLfP7hrvttqolawcpIoOUmUgjRqUak9Zp8AACAASURBVBalJJuDL8Hn4FLCgwJgG1Bubt5eXt5wqE8HAGBPuK8nfE0E/lUHdnfzRMJRAWj/mLAwrVza29LYaqxr0EgHWywL0yNLs2ODTWaLQmyQ8AUkQhEuoSYXV54WW5oaXZObwqnIq2USHBrxiMM02gzNPktdq0biUAi6tPJ+k2bArGtTKRxyeaNQBMmYFIjlNFSqlk7X0ul6FkvP5ei5HC2LqWHQ65gMLYtuEfEbpIJGmbBJIe7QqgespgGbtctiJBcXxYWGwN3cvNzdkEikJwxSgBFobw8Pd1AA7I1CoL0hAAYKsL83xMCBPvAgP2SoP1Q7Fujt5Qf3/HchWL6eG2KCMeW52UI6Vcamc4h4SnkxuayIVFpIryrjkqp5ZAKXUMXGV3AI5TxipYBYxSNUcPAlHHyJgFAqrCkT1pQJCKVyaqWGTTSJmY1KfqtW2mvRjLdZ55wt+2ZHVjaNrW6ZWJ4b3TXWO9vrGGu1DDUZOusUTTKBmc+EJo9l5DDMPE6jWGjhcw1spoZKBegrJxBqyWQ1naZjcepY7Fo6Q06m8KqqyPn5ZSm4vJi4lFBslI9vsBciBGr56xuK8AmGeQfDoOrf/1EADEeFroVguQB4rRgYBgA4COYB6DfA3b06J+fi6urF1dXlubnLBw+eXVw6u7h0ZmHx3NK+Jw8fffbchWfPXbhz4tTTZ04/e+H8/YsXnr986Y3btx4+d/+tO7fvnT3zzOnTr1y9+vatW+/cvv3OzVvv3rr95vUnX750+ZWrEAM/d+7c3ZMn7xw7duvIkZuHD988fPjOsWM3Dx++fuAAYODrBw5cWV6+sPBP//OFXXuA5Ht66/ZTW7aBCZzPAID3j02sjI7vHx1f6oeU3vVirwt3wWKhu2+hu2+xpx8A8MGhMTAPDI0dGBpbHRzdPzCyPDhycGxyeXBkT7dzc0vbVIN9zGQZMZhAVe2oUT9mMoybjRNrExJ7TYZpi3nSCKm+k0bDjNk8YzaP63SDKlWHSNzKEzWyeTYmp4knbpUomgUKI1tIyiysySyqxBWUpORWZpYwyylypkwn1lg1Jotab1LpDQqdXqrViTU6Qa2WrzIINTq+spYuENfQOKVVjKISWkEhvSBfWlmtJdEsLF4jT9QqkTk12mG9ccRgmrRaZ5uaIPpta9/R0QYBcGPDhEE/3WCZbrBsdthB19+lAedeZ/dCX8+2NseOjlYgC7vU4JXhATd+WhI3OVaakaQvybaU5ZiLcY7K7CF6yQSrbI5ftUtOWtYwD9XzjplEJ63SMw3yC43KU0bpQa3ogF52yFp3oNE4b9Fv1mu7BHwbncrPy65JiqNn4lg5GZTMVGoWriI1jpCVSspOq0xNKIqLLIyNKomNLo6JKoqMKIkMw8dGsTNSFAW5uvIiS3WZg4JvrC5rp1Q5maRBHmWAT3Jy8N3Mig5meRejfEBEGpOzxpTcmTrprE7ZL2TpCBUFyUlQVIx/ADYkNMg/AEpY8kajUVDDWUgN/s32fwnALtvzY9zruvlbAF7Pky4GBgqwt7f3ekV3PQC7TvTBTnC39djgAgag+gJrNAAGV82t61l+C8BgD3i1LkHY5Yte/5rB2iU8AikSPIUL4H8LKoBtQMGqn58fBoMJDQ0NC4vAhkYGYbC+PoEopC8S6lbvjfREIDy9PN3c/FDwED9kckzw+6/ff/bW+esXDz64e/HR37569Ojbf/zlc8C9//j56z9888Ebr9w9f3p1cryns93S6jCY9EqH3dDZZtOohKZ6Rb1GVFWeZzHWTo45J8ecU1PD1dUlfn5wP1+krx+YqLUFytcPFQiJfZAA6LITA4D0WesMHBQUFBYWFh0dnZiYmJaWBrU1ysgoKCgAACwQCIRCIY/H43A4LBaLwWAAAAYKcFJSUlxcXFhEeFRMdEJSYlpGuqsfUlFJcXpmRlRMNAg4Wg/ALl4DCVWBgUG+vv4gNBtKs4Ty22Au6y9UxPw/h8saDQAYGKrXK8DBayPo1/EvARj0Q4Z6EQf6Bvp64EvTf/7xsxeeufrxey999elbf/npd/uXdvh7e60BsLunB9SiEGqD5A6DCg+h5qL/PTw8PFz0Cxb/SwBe/077lwAM/o8BAQFBQUH/bwEYxEFjQ0JBDhZwQT/mhQaqLxCBgQvaZYEGi/8AwEGBmPUK8HoA/q0IDEzR683P2NDgMGxIdFREdFQEiL9KTIiDMpnjY+NiowGRioR8i9kIgqBbW5onJ0aGhp1qjVws4TOZ9IqKsrS01KioqOzs7NLSUhKpJjMzncdn2Rst4xNDPd1tPDZJLqT+8Lv3fv7h08/ef+nRP3768esP//TdZ5dOH85Ki8vOSMrJTM3MSMGlJiYlQVHQ8fGxERFhAIBdwV+gGDgoKHDNaO+HwUBNulNSkgIC/DIy0trb26Ojo3Nzc8vLy1NTU/Pz81NSUuLj49PS0qDY57WRmpqKw+EAEoOQubQMXGJifFQkdL0Agv/IqKioqLi4hLDw6Pyick19A5ElZopqmWKt3NCuaxywdk42OWcbujdaOsYtnaPWrhFrx7C5vd/Q1G129FgdvWqdrbbOYnd0ydRqoUygUAqNGrGtlmcTUyessjuLU7sbFced5jExvgmPm5SRoCis1++0M0rLQj3zgj1qUkLyw1DcwlRSVpxFzCAXpGVGh1bk4Wj4kqRorB9iQ4ivtx8K5ueNSElJIZIomjpdf//gysrKxfMXrl26+OTVK2eOHRsb7GMSCRwSMTspMdzfz2eDW7ifT4yfv6+bGxaBDEehIlGoJAwmyhuJRcLSI8NwEdi8lITK/NxcXHJ4IFQSHBsZkZqcEhwcGhwcGhgY5OUFT0xMNpkbduycl0iVeoOlp3dgembzzOyWifHpyYmZ2ZktPCY/IToe4YEM9AnAYsK8kWh/X0xyYkpkeExcXEJEeAwWG15aUmm22Do6ew1Ga0dvv721s7m9u9M5bG1sU6pNjtaB+flDRmNzXZ1VIq5l0LlkIo1UQ66pwpcWl1SU4ctKq6gUJp3GZjLZbDa3s7OzqamJRKLw+UKNut5ibmxuam9xdFstDo3KIGCL6DX0GGwMxicgIiScQiDPbpzatmXr9MaZndt37VtanZvd2t0zMDGxaXZ2R4ujW8CV2Bscf/j+h1/++pdHj3559F8//fLnbzZt7DNpBAVp0WUZCYHubuKaipZaiFtsEn6rTuAwcAcdqqPzI2/fP/fFW7c+fu3qZ29e//Kdm9988NSDGwfOH5h98OShb96/+8PHz333yYNvP3/5b3/8+KN37r39ys3bV0/cvHxi19xYdmq0L9zNB+kGc4cmGu7uDXfzRblHYv3CgwMCfZCRoZjkuKiIkMBAH3hEiH9SHLamslgp5dBI5WwmXipk0ChlIj5NJmbx2CQOB1J9XQlYoBkSi0UCZcBMJhE0RgIWaAqlCo8vJlaX46sgJGbRa0j40tgwP4tGfHDH+GiT6sBU6/XFoXcu7Xz5yNiHF7Z+eGHrWydm3j45+9GFXfcXh0+PWK9v6rq/MHZvz/CNLT03tna/sDL+0srEpanGc2PG5/YNvHBo4p2LO967Mv/GuZ3vXF546+L8yU3t3bVkclqwoDRJxyznlqYTc+JZZVnM0kwxoYhd9m/bINHzk1lFUEoWpyQNyr4qSKblJXJL06XVObzCxC459erOkbPTXcudhrv7Zl4/vXh2c19PLZtTkETOTuRW5vPwxcSCTD6pKjsxNhiF8Id5BSCQKE8YzBPujfJzKcDrARgO897g5hEeFILyhBVnZXfZG3qabC0GjU7MtqnEfQ36md62ub6O4daGdqPWppIaJHwppYpVnkvMSyPkJFfg4gsTwkqSoquzEmWkynoupUkpatfKug1QHyCHQqRnUy18drNE3KFSdmpq2xRyu0RkE/LNQp6Jy9axGWo6TU4mqagUA5/XXqcZtJlbFLJOTa1Tr3Oa9EONDcPNzR1Go1GhCPXxRXl6erlvgNodIRDuHhvcNrh7wT3XzM9egH4hCzTcE+HpDvdwg749oOkZ6APHBniH+qMwaJgvzCMQhfD3RgQiUQFIeAAS7o+AQRPm6Q/zTAgPxhfkCWkkGZvOJVWRiwvweRmEgixaeSFEvGQ8j1DBqixhVhSyq4qFpEoBsUJEhLRfBZ1QyyKp2WQ1m6wX0huV/E6DctCun+xo2DbUuTw3emz3HIS+MyN7xpxb+tom22yDDfU9xtoOnbxVJWkQc61Ctl3Kb5aJGsX8RrGwRSGD6JdBVRKhtGcRvkpBJtVz2FaxyCKW6Hl8JZXGLa+oyckpSU7OjY7NDI+MCwgMQ6KCPOFYhHck2i8M5RPi5Y3xhP936e9aP6RQhDdog/Q/ARgRgoBaH2G8PAPc3b3d3GL9/bePjp5bXr64unrl0KFju3efmt97eu/8mYXFiyvLd06eeHD50rPnzz155DCg37tnz9w9e+a1mzc+fuHBw/vPvvzEtZcuX3771q2H9+59cPfuB089/fDpu+/dvvP6tSdev379lauXnz9//t6pE08dP37nGCj9PXpt//4nVleeWF19YhUq/b26su/K8vKV5eVryytX9y1fXly6ML/33O49Z3ftPrNz17kdux5TgFdGx5dHxpaHR5cHIXzdNzC81P9PwzPgXqADA+gF233OweW+odWBkdWBoVXn0Erf0P5fpeDDo5OHJ6aWB0d2dHZvtDUO6vTdKnWnQtUhV/aoa3s1ql6NyllX61SrnGpVb62yR6XoU6t6VYretcWgWjNQq+qVK9rFkma+xCGQNgulrRJFp0rbra5vkqh0TCEtH+pjVJycU5ycU5CYVZScSy8lqflKs1JvURmstUZrrdGmNFrkerNEZxRr9MJaLVsip7AElTWskjJmcQm7tIxXXqaqIRvp7AausFko7ZAr+7X1YybLuNk6abXONTdvbWvb1v5PAJ5ptI0a6mdt1lmbdUtL815nz/LQwMJA7+6erl09HUtDffuGIfMzJAv3du/uaNvR0ry1qdGNnhzPTE3kpScJs5KlUP+hdEN5tqUqy47PdtKLZsSEnUr6fC1jqY552Cg42SA7bVedsMkPmSQresFSHX9vnWCvVrKnXj4r401KuINcWgedaCdWGKuKtOV56tIcVUWupCxLXJwhKcmUlWXLy3NlxVmSgnRKYgQjKYqbGifJTKkrzDZXFjcTK9voNV08mlPEGpbyxhX8CRlvXMoek7DGpIwJKXOmVjitFU9oxNMG1bRR3S3l1JLwieFhWCwWExAI6T++flAgkDdUiOuNhNRKJBwBnSXDEVDhKxIFzMCuclZwMg2o77coCGB1/Qn3+jX46foKWwQC4eXl5dJIXaZlly15/R6XCPyY89mFtWDxmMwLqkBdP1q/WP/g69euVwiIF0RAA1HRZcN2CcLAAu1yZbteOXgQl+3ZJe2uwTDKywsOuuCsJTQhXTfBTjgcGRgYFBERFR4eicEEYwJDfdEBaBSUXOuNRHtAUSruSC9PlNcGmLtbaCAajXB7+NYLf/r+0++/+uDRX7999Lfvv/3qg7deuXvr+tmjB+c3z4w4u5ocdpPVVGe3GZsbzQ02o9lcZzDU1tXJlEqhVMSmkytY9Bo+h8plketqJS2Ohia7JTwsyN3NLSDQJxDj6+uLDgr2RyBgfn4+Lvp1ZSmDcujg4GCwJzg4OCYmBvQdBWm0OTk5ZWVlVCpVIBBIJBKhUMjlcikUSk1NTVVVFciCBsk9sbGxoaGhAP6TkpIyMzOzs7MLCgoqKysLCgoSEhKAHhu6NoLXho+Pt68v2t/fNzg4GIsNDwkO9/PFIBE+fr4YH3QACum7dgUHjkTC0WiUry8aZFytL2AGRAzkUBAEFbQ2AAy7dGBQ64vBYAADu/zPrpQsCMUD/EIwvpGhAZ88fOO5e0/87pM3f/j64c8/fvHV5+/gksKxwVBch7ubGxIJh8GRbp5wtw1QN2BPT0+QEO7u7g71YFnbBa7dAPp19Ul6LOzNVd/uetuv/8SBNfjcuS4PIRAIHx/on/iYERr8W/39/YMCMWuoFYgJgCYwMwdjggJ/7XL02ALU/fr7+gX4/bcdGlTkukRg0AwJJPEA7dflc06Ii09KSExJSl6/Z30lcFJCItQnCGJDqFLVJQJHhIVDl/ACMa7C45CgYPBE4dgwkJ28pgRDQVeB/gGgYzA4OnBQ4diw6MioyPCI6MiouBgoijk5MSklKdnVCjg2JqqkON9qMei0tcSaKqlE0NHu6OxsZ7IZ+YV5+YV5GRlpSUkJBQV5ZDKRTKrBpSaGhwUXFmTbzPXjY4O9Xa3aWpFcULNnS/+jR79/+OZTf/zm3X/86bPfffjiX374qKokLSM1srQ4PSEhIiE5Jio+EpeVFh4TEQVlUYWD4KuoqIiYGKgqOCYmKioqIjQ0OCgoMCwsFDiiIyLC4uJiuru7KRRKdnZ2YWFhTk5OdnZ2Xl4ewN3U1NS0tLT0teHi4eTkZBwOl5GRkZaWlpyYBP1h46E+TLi0jLik1Mi4pOIqEoktqWQI+bUWpaXD2jGqbx6sb+oztgzqm50aW6fW1m5o6hKrTWqTXaTU1psbpKo6KpPT1NoxMT3T2der0MiNJq1RJzerRWYJY3O3rVfNmdSLtjeq2pnlpooMW2XWJq3g3RP7vn/mCV5+UnqQZ3qQZ0lcACENW5kcVBjrRy1IePvelf7m+tyksJSYoLjwwAA0IiTQLzwcG4QNxUZGhEVFRsfGZOVkV9cQampqiouLk5OTE+Jj4+NiUhMTkuPjYiLCo8KwsZERkZiQQLh3XHBoCAwe6uXl5+aWiQksiAgtiAjNDgmk5UAmrMr09ILkZCzaNzY0PDkuKSIsOi01MzEhNSY6oai4XCBWtLT39A2OyVVa58Do9l0LfYMTTufo4ODk4MDE6MjGro5eJo0bFRHrh4ZaH2ECsWHYqLjY5FBsJDYsuqS0sk5rtNodlgaHo627rdPZ0u50tPVaG9tMpiaVSj89vc3ZO1Kr0nE5IiKBUlNNJtWQiQRSTSUBX1lNIVFrakgkEoXBYDGZbB5PoNPpOzu7WSyOWCw1mSx2e7PRYDXoLfU6k0yqkknkuJS0yPCo0OCQkKDg3OyckaHRjRunN26c3rRpy9zs1vGxqaHBsT7nsKO5Q681a1U6AYunlSn1Cvlod2ezQcPCF5dlJET6evi7uSWHIFkV2UpGtVHMtCkEdVyyTc0xKGh2LWfbhOO5G4f+8PnzP/3uwWfvPPnZm098+sa1r9679YdP7//hk+fXLNAP/vzVm888cXz/nqm+DmOTSWGpF+tUvDo5t14lqCrLzUqPjwrHBAWgwPT1hSEQUGsDNNzdD+UJWCUmIrAgN5VMLGYzCFw2gc8lCoRksZAqFFHWyn1JQh5dyKOL+AyxgCniM4Q8Op9D5bEpPDZNwGUIeUwhjyngMvgcOrTgs+h0AotNJpMreTwa1E6pLF8hYefiope3T65sHrx7ev6Nq6t3lsdeOjb7+bX5T6/sfu/M5g/ObX3/7JY3jk092Df87N7+l1Ym3jm+5dUDM3e2O5/a0fv84si9XX23tnY9u2fguaWxFw7OvHB0y3OH5u7tn3nx2Pb7hzav9FubOOUnZnsv7JpollDpeYn88hxOWa6kppRfmccpz2SXpTNLcIxiyPy8FnmFYxTgRBU5wvJsflkGrzSdV4rjliTzipJYhQlySjGzMEVPLzk+1Xl82H5pY8uDpfHf3zr45xcvHN9ol+OTaXlR7LJ0RlkmpEZWV5bkZEUEB8PcNsA9PH2RPt5INBKORiJ8UEg/JMoPgfSFI3y8YN6eXihoeiC8vbx8PDZEB2HMtcrhzvaZ/t4uq6mn0dRUp+yzm6Z6O6ad7ZOdzWNtjcMOK6QGy/h6PqOWQZJT8OKaCnZZPiErtTgxKicqtCo9kV6UwyzJ5VUWK2kEHZtWxyJbhWwDh2bmM5tV4jaVrKVWNtRg2jnSd/fM8SsH953Ys+Porm3n9u29vNZL9tLK0sHpqQlrw0xL+0xHt12tdRgsVq0xLzPXywPh6YHw8IR5Qde31wbcCw7b4IOE+aC8kF4bYB5uKPiGQB9koA8SDffwg3v6wjzADETAgr2RYX4+EQF+fl4egSh4CNobg4T7em5Ab3Dzh3mGeMN9NrglRwTXFOSy8KWMymJ6RQGrElJ3yQUZ1KIsRmkup7JQQCiVkCvltGoFnSClVMlp1WomScejGEUMq4zTVCt01En6GvRjbQ1bBrsWpkf2b5pcmZtYmhqZHx/YMdSztbd9us0+0mDsN9R1aRQOmbBRxG2SCptlIodcbJcIzEKOjk1T0ykqKklcXSkh4sXVeCG+SkmlmISCRrnCKpGqmWxeJZ6Um0/IysFnZBXGJ+JCsHG+/uFwZAQC5ZpYBDIMhgqBwbEIJLRGosAMR3mDGYZEBXvBIrzRMX7+wV6wAHf3IE+vAHd3tJtboKeHUSZd2bb17P59Fw7uP7Bj64nF+VML86cWdp/dt3jtyIG75049f+XC81cuPHvx7P2LF+6cOnnz+LH7Fy+8c/fpjx48//rNG0+fPvXmjRtv3bz57p07D+/dAzXAb15/8qWLl56FWv6eev782efPn75/9vTTJ47cPHzw+oHlJw+u3ji0/9aRQ7ePHrx15NCNQ/uvH9h/bf/y1QOrF5b3nV3Ye2rP7hO7dh7bsf3oli2HZ+dObN12eHZudXwSOJ+XBoeXBocXB4b2j44vD48C6/Kebud8T9/e3v4F58C+geHFPqgA2KUA73MOrvQN7evqXenpPegcPDI0emR0/OjYxNGJyaMTkwdGJ+ad/dP25n69oUOlaZWrmqWKJqm0SSxyzRaJ2DXbZNJOpaJHpeqQyZr4QjODYaDS9VSmTaSwilU2Sa1dXudQ1bfU6ptr6+2KejVDSC2qKkrKLE7OKk/LK08rqEgvrM4uVdCF9fzaBoXRobE1ayyNKqNdYbAr6ls0BptEWcfkSQkkdnEZLa+AXVwqw9fU01kWFq9JIGmXqbpV6gGdftRkmbQ1bmlv29rRvr2rc0d3147O9i2tjulG24TZOFavnzFbt7e0Ljj7loeH940PL42O7B0ZWJ0aXxzqXxx0HhgeXO7pnK7XdnHZrVSKGzUpgZKSSE9JYqYlsTOSBDkpsoJUZWGqBZ/tIOY7mWUTguotEtIeFX1Zy13VC47YZEdsskMWyQGTaEXHX9Tw9ig5OxSs7TLOFilrRsgY5ZEH2KReVk0Pk9jJIjrYeDu7opFV3sCsaKCVWcjFBnyetjxHlpciz01R5aZqCjINZfmNNeXttJpuDrVLyOwUs7qEzA4etZVGaCKW2fBF1qr8LhZhUMwaVQtH1OJBjaRLIdBRq8h5GdFh0Kk70KxAMSQaDQEw2OPj4/Nb3P31C+bX75k1znOZgYHg+S/vsx4swR3W4yXwAwM19bcMCe7veoT/5wD8W1RwAYOLb8Exgtap4DDB1nXsAIBdDmfXMQJUXv+Xcf0iEgn1mncBMAyGAAC8pgRCFaEwGMLPLwCLDcdiwwMCMCFBYf6+GBTCGwmHSrVhnl6wDe6wDW6gh4enm1tqYsS7rz3/9z///k/fffb5w9dPHFncu2tmYqSnp6Ox1W62W+obLHq7zWg11jsarfZGi8moMxm1ZpNOrZFzOXQ2gygTso31KmO9SibmSUVcfb26scGUm5MB83L39kYGBvr7+qKB63ItgwcovtAWuGHBFoPB+Pj4oNFoDAYTHh4ORGAcDpeWlpaXl4fH45lMplAoFIlEfD6fw+EwmUwg/5aUlBQUFGRlZaWkpMTFxQEAxmKxiYmJ4Nw9JyentLS0sLAwKSkJFN+Gro1gaGD8/Hz8/L0DAvzWAXAQEuELJgKOXjPkI5BIOJRR4w0DuOsCYMDDoJjZdWDgiNZry2vPBYVduQA4NDT0MQaGUDnQHxsUgMX4zW0c+ebLh3/89tMvP37t2y/f+ftfvmqyadAINx/UGuO6uXl4ebq5e3oh0VDLhn8FwAB9AQavdz4/tsd1TQe8e3+7BRdfHgNgYBQHhvD1hdCQDrwGwI9t/5cA7BKBQRx0TFQ0kHyB2xmQ578DYEC/6wEYMLALgEHtcaB/QEhQMHgiFwBjQyAlOBgDqaePFSdjQ0LBi4Gsv1HR8bFx4GUkJyYlJUK9eWOiI3GpyQnx0XKZqFYl43GZNquhodEsFPJTcKlQ/63QkLCw0PBwbExMVDyEXlEJ8dGxUdiYyNDsjBQWnVRfp2y01NGrs1tMwr9+9+4v37/37Scv/vGrN/763ft/+vbdEWdDUjymoiwzPTM+GRcbmRCRmpUWlQCaAUMMHBkZHh0d6QLg2Njo8HBsaGhwWFhoWFhoSEgQFhsSGRmuUqlKSkpAEDToh5SXlwcKEEAQNG6tu1jKupG8NqAdSckQAyckxMXFRUXHRsUlxiWnERh8gcrAVRnqHc6mvqmGrnGDY0Bj61SZ22S6BrZUS+MrqDwpR6xk8KXVZDqRxiTRmHQ2x2pvGhwfnd6yqbu/p06rqq+Ta2Vcg5SlYVV11vK2OPTDat6wiusU0RpqiuqLMwylORZiibg0MzvMOycMWRrvX5nozymMm25Rf/Lg8qO//e7lm6cTQmAYpFtGUlRQADopMT45NYnF4+rMxtHJicPHj73wysu/+/03v//u2w8//mhu86bmFgeLxcrPz09OTo6KigoLCwsPD8cEBEFlul4wXze3xED/rJAgQlJcUVgwvyCHmZXGK8jlFhcyigoLEhMj/QNTouMSo+NjI+KSElJjYxIJ1RRHW7fRYq+hMpvaeqQqXVffyOzW3UOjs/1DUwMDG/v7x7u7Bi1me4PNIRLKY2OSwsNikpLTAwJD/QNCklMyyiprRFKV3dHR2tFrbWo1Nzps9vZu50hbm9NgaFTV6nqdQzPTW6yWJi5HSKOy/om+1cTqKgIJT6SSaQwak0ymkslUGo0BLNAqlbq5uYXNkD3E9QAAIABJREFU5orFUoPBZLU21NXplMpaiURGo0Gemri4uJgY6DoKBoOJjY2125udzv6Ojq7W1vbWls6uTmdXp7O5qc2gt2o1erPO2FBv7Gqwi2g0AbGakJdJzkuXksutMpZZQmvVCnttquY6vk5M1kvoZiXTqGAYlfRmA39upPH6mZ0fvXH1q4e3Pn7zyg+f3P3bt6/+/DWUDv3Hz1/885evPnjy2JbR1naL0qIRGtX8RoOs0aTUqXhyAU3Gp0oEdCYNj6+A3D95uRnZWbhUXEJCfBQuMToTF5ubmZiXlVSQk1JZmsOgVYiFVB6nhs8l8vlkoYgiElNFYqpARBGIqAIuTchjivgsEZ8l5DH5HDqXReUwKUwakcOk8Dl0sIdFJzFBZ2BaNZtDodKq+QIGHl+Mr8hnUyooVfk3zqyOtdRv7zUdn+k8O9t6e77v44u7P7u8++NLO987s/nN49OvHZl8eXX0mfneJ+Yc58ct242sGTVpt4V7oq/+yqTj2d1Dbx/Z8s6JHV/fPvnqyfm7y7PXd42u9tvmbNLDo46XTy+9f/3kxd1TDTwSuxBXSy5XU/GSmnJeRT6nPINdhmOVpjFLcL+WAacxC9N4JRnc4nROMY5TnMIvThWUJglKk7ilidSCBAkh58BE+93l2dcObfrq2vKfnz766J1rX9xc3tUuF5ZG0woiGaU4RkUuv6acXlWRHBvv5+O/wc0D5glHo/xQCB8o5xnmjYD7ABHYRb8enkgvDxjMzQ3t7laZl+N0NG0bG961cXyss22ss63bahhpa5p2dk71dkx0NI202Abspl5rfbexrl2ncqhldqXYKuXX8xgKKkFEKGeV5jNL8miF2ZT8TE55YS2DZBZzGxUim4jTKOE0KQV2Bd8sYtukvFGHdWVu4s2nnvzwwb2HL9x75eYT9y+ff/bSuZsnj17Yt3B66/b9I5NTTW3NyjqDRGms1ZGJND//YA9PpLsncgMM6bGm2SAQMG84DAXzQHi5+aC8/NBwb4SHN2wDEH7RcI8gNBLjjQhEwQOQMAwSHuyNxPqiw/x8QP9wf5hnIAIW4oPA+qGCUTB/L3est1d6NJZQkMXCl/IIZRx8Ca00r6YgnV2Wz8cXSsnlalaNXkADoVYNCl5TrbBVK+0yqnotmv4G3WiLebbXsWOke/fEwN6p4eVNE/u3bFyZm9g7ObRjqGezs32kwThoqe/Ta3p1tT1aVZdG0aWStSkla55nFqj+1bKoSgpBQqgSVpULqyukpOpaOs3A5zXVKlvq1EaRSEIisUrLiTl5Fbj0shQcoN9obx+sF/wxAA6HI8NgCKwXPBSOAAz8GAZHeKMBHoejvIO9YKFwBEBibze38syMyZ7uk/uWzqwsnd2/7+TS3tPLi6cWdp9Zmr90YPnGiSP3zp98/sq55y6fvX/pzHOXLj595vTtkyeev3zp3Xt3P37hwbt3n37p2tXnzp0DQdDv3rnz0b1nHj59960nb7x86eKDC+eeP3/6uXOnnj1z4t6pY08dP3zryIEbh/bfPLx668iBW0cO3D56cI2BD9w8vHr98P7Lq/sv7F8+u7hwan7Pid27ju7YfnjrlkNzc4fm5lY3Ti2NQtlXS0MjEAavzdXxyZXR8X3DowsDQ3v7B/f2DeztG1joH9zT2wdgGOLh7rV1l3Nvd89KT98BZ9+h/oEjQ8OHR8YOj40fGh07MAoVAO/q7p1qbOqr13eoNC2/ArCFz7cKeDYhv0EksIuETWJRs0TskEpaZNJGocDC4ugh7qUb6UwLi2PmCkwihUGkMknUVrm2SW101JmbNaYmtdGm0EkpnJrc0tLUnDJcbhkutzQ1pyQll5JXJSfzm5SmzvomR625QVbfpKhvrzO1qg0WkVxNY4rxNZySMmZhsbCsUllDNtBYNo6gRSzvVtX1a+uHDaYxs3XS1riptWVzWytg4G2dbZvbHNNNDZNW80aDZc5q3+5o39PtXBgcWBgeWhgd3jsysDQ+vDDSP9/XvbOtZdZQPyAUdNFoHRSKGzExviYpjpQUT0mJp6XFczITBTnJkrxkfWWWuTKzmZDrpJdMCwjb5dQ9KgYkBWs5S3reilG03yTerxcvani75KwtEtoOOXernDMrZU9JmJMS9oSMMynnT6iEfXJmr4LZI2e0C6lNTLyJWKyrytOU5aqKs5SFGfL8NHlOmio/U1eab8aXNpCrjOQqPaVCRyrTEoo0Zbm1xRlg1lfm2RlVbSK6Q0i3cMgKYnlNVhIuHIPF+IOSRZcUBigOJNn6+vqCm+uFVpeJFMAqOJkGRAe2iN+M9T8Fa/C7AIABKYESzd8C8PoHW6+pAuwEp/iu836X9uXaA+7gImfX/scWv0UF1y+6lF5AtoCHXa/KdTguPAaL9fuB7Xn9HrBew3hvOBwJcNfLCw4AeI2A/puE0WhfEEDq5xfgiw7w8fZHwlEwT4h+IQbe4A4FP2xw80V6RYT4z00Nff3pe2+8eG//3i1NZnVvm7W1QWczqRotartV22ips5m1jdZ6g67WZq43GupqVdJalVRbpxSJuYTqcqWMbzPWNVh0dbUSEZ/FY9MUcpGj2SYScv18UR4e7gEBfqD7aECAnwuAXejrokQXU0FOYAwGJEInr2Xw5OXlEQgENpstXBt8Ph/UAJPJ5IqKiqKiInDKnpKSkpCQEBISAhTguLi4pKQkqDdpZmZJSUlxcXFqampYWFhwcHDo2giGBgYKXwpABwb6h4SE/KoAQwAM8/KGw9YudaPQaxo1EuUNQ6K8XA5oVz2wywPs7+/v6pDk5+cHtN9/pwA/BsBAB4YqSwN8YyJDi/My/vzjlz//+MVnD1/++rM3H/3y9d2bZ0MxcIw/HIl0d3MHALwBgfbx8PIE70xPT88Na9W/QAEGBcDr0ddzbfz/AGDwWQBvbwQCgUajwSG7vgEA///zSDFBwWvzMQZ+TPh13fx3CvD6HCxsSKhLBAaKa+xaK2CwBfD57wDYtR8ws+sXI8MjwkKxgMxBEFcwJig0OGS9CPxrD93Q9SQMhGLgxAb0GxsdA14DaEcEBfgmxMXGROXmZOVkpwsFHImYbzLqzCadwaitqCiLjY8LDsaEh2MjI8NjY6MT4qOjo8JCQwJTkuPzstPSUuJTk2LxFcVatbS73Wqs5SxtG3r0508e/f2rbz568MPnr/z9T5/89Q8PX3nuWmZaRF5OQm5+ajIuNjwuLD41MToxNjY+Bui9rkpgoHrHx8dGRUWEhYVisdBVIAwmICgoMDQ0uKqqKiMjAwBwbm5uRkZG9q8jMzMTh4O6+4JALPBpSk7BJSQmx8XFJSQkpKZA5ccJCQmQZSM5NTI2ITIuicQW6RraDS29LYPTHaObTK1DMn0LVaipoIlKalj5ldT8SkphNaWwipheUJqeX5SSnZtTWFJJJFYSiSQGzd7W0tnXLZLwdRpFrYjdZqxllWTOD7aujHb0KbkzRvmwgtPNJY6reD0cco+A5uCTOhSsk5uHP7xz7o9vPPXjm7f//O7dR7988ddPXj45v9HHzS0U5Z6VEhcXHZaZkZabn1daWSFRKYbHx85cOP/2++99/9OP337/3cOPPvz8yy9Onz1js9mAFTw+Hvo7RkZG+kEaj6c/HIFBwDKisMQsnIpYJa0oVBMr9EySklSl49IVTFpGXExkICYtMTkpNjE1AZeanB4dFU+soXb3DTrauvkSRa3OLJJrWjr7RjduGp3YPDa5xekc7+sb62jva25qt1qarJYmAV+KDY1yc4dFRsUnJOLoDG5dvdlkbXK0dXf1Drb39Lf39Dvaejt7hpqaOs3mZrVGPzu3rauzTy5TUylMyOdMZdAo9JpqYlUFnlxNYjHYDBqTRKIQiWQXBisUqqYmB53O5HB4KpVaq62XyRRisZTHE9TUkPLz80NCQkAdSlhYWFRUVF2drrGxyWg0KxQqmVSlrzdbzI3aOoNSUadWadlU+sK27b98990/fvrDox+++erd1754/bkfHr7640evfvfBC1+8cfeLN+99+dYz7zx44qWnzr9+//LFYzvPH9l6/sjWJ87ufuH24Q9fv/LZO0989Mblz9+98eOXz3/z4d23H1x4+NK1T167dWZ5s7WWbVCx65Uck0ZgN8ptBjlQgA1qkUYpUEg5YgGTz6EymUQKpaoaX1ZRXlRdXkiuKqHUlNJI5ZA1iYbnsogCLoXPIfOhTr8kHg90PKLwhRS+kMbnUAVchmvy2DQOk8Kik2jkasDAAIapJDy5prKGUEEglFJp1URSBYdLrazMJ1YXl+XjzGrBe8/f6KgXjTfKF/stx8YbTo5bPjy/86d7hx+9feXnF05+eX3hrRMzzy0OPrm59cyI8VC3apuBuVXPWGqWnOjXPzHd9vLyxveOb3/14NwrR7beWhg/tbFjoVM/oeeP1/MODbc8d3T3Yp+9RUyVVeRwi9PFlfnCigJKXjqnLHc9ADOKcYxiHKsonV2cwS7EsQtxnGIctyRVWJomrkiVVOIk1ThWcaKWWfTg5J73L638/aXLj95+8k9PH/r6yaX3L+4cNdAEZbGcimRmeQaXUMKvqazIyQlE+3p5INzdPOFeqDXns7fHBriXJ/LXifLyXNN+1xRg6BzDzS0ICTepFHMjQ3umJ3dPTWwa6t801D/R1TrT17Wpr3u6u3283T7SYutrMHQY1AMNxn6bwWmp7zFpO+prWzRyiHJlAh2XrqITFVSChkXRcel1bKqKTlTSaqxCdotS3Fmvatcq7HJRo0zYplX22wyLU+O3Tx17+96dV2/duHfh3I0Tx07M794xNDjV3LqxodnKF8uINK1AyqOyYqLi3TfA/iUAoxFeMA83X28Yxt/b3wcBMTDCAw2HZoivd7APCjAwBgkPQiGCvZEhaFREgB/WFx2EQkBUjIIFo2AYhGcAbENOQlRhanxZZkp1fiarskhCrYZirmh4m4zfVCts08l6zOr+Bt2gXT9o1w801k912eecLZv72zb3t23qa9021LkwNbi6ZeKfqu/06O6x/q39nRvb7UONRqdZ26FTttXJW5Rih0LULBc2yQR2Ma9BzNWzaDoGRUMlqkjV0ppKCaFCXF0prq6UEmvqWEyLVNyolNvkci2Xy6uqImRnA+G3Mi2jLAWXExUT7xcQBkOEesL+HQBDRhg4Asz1JBzl4wuIN8jTKwQGB7IwdGckoklbd3Tv/LkDq8cX9hyd33V2/77jC3tOL+65uLrvxvHDd8+dgrj38tnnLp99/sq5B1cuP3P+3L1zZ1+8dvXde3c/fP6595+598atmw8uXHjx0qVXr117+9at9+889c7NWy9funz/9KmXLl984eLZ586dAvQLWPfWEQh3bxzav35Ce44euHJg9dL+lQvL+84tLZ7eO39i964j27Ye2DS3PD21b2JiYXR0YXhkaXRseXxiZWJyZWJy/+TG/ZMbl8cn9o2NL46MLg4OLwwMLQwM7ezu3d3jnHf2Q0jc27+7x7mrs2dHe8eys3/V2Xewf+Dg0NCh4dEDwyOrQ8MrQ8Pzzv5t7Z2Ttsa+en2XWtumqHWsKcAAgK0C3toUWAUCG1/QIBBauDwtlaaoJsrxNWsdibhWntAmkBj4inqByiBSW+X1TWpzi9YGZrvebpZqhTWs6uzSMlx+eVpBaWpeYWJWUXwWNR+vZkga5YYWtaVFbWnTmDu05jaN0SyUKck0URWBV1bBK6uQ4WvUZJqZybXzxZ0Kdb/WMGI0j5mtE9YGAMBb2tv+qQB3dwAGnmu2b7W3bG9u29nauburd76/b+/Q4MLo4NL48OLo4L6Rgd3dHRP6uk4Oq4VC7qSSe+k0t/KoqNKo8PKoiKq4qJqkGFpaPDsjgZuZoCxM1ZTgbJVZnZTiUS5+VkzaKqVuk1E2i4lb5eQ9ataijreoE8xruDuV7C1S5jY5Z4uMPStlT0qYE1IIgCeUggmVcFDF61Nyu6XMZk6NvqZEWZotL0iXFqaL89OEuanCrGR+RiI/I1mYlSzOSRPlZwiKs3glWVBPufxUbm6KIC9FUpAmK0kX5qcqKnJVhCJhZR41P60MF4eLCMT6IQJ8UK4TXxeIIpHI9TWugNbAFtgsgY7kojhwE/F/G+sfx0WJwFYNZGeg6wLOdCHr+p2uZ3BV5wL8Xk+zoMWLa4+LY8EDuvb/f1yARwOvHDwCeGrXK3G9PHBE6/9uLukYjUaDP5Frj8sOjUR6IxAowL1eXnAwPT1hYCdUGrrBE4FAgf4ZPj5+cC8UGgX5fBEwONwLam2HRnghPN3RcA9PN7eMlLgD+/ZcOXt0ZqzPbqqtk3ObzGqbXmExKBot6iabzmqsNejkBp0SEmTUcqVCLJXwJWKeSMhhsalUCsGkr7Vb6msVQj6HKhVxJUKOUMDW16ubm2xRkVh3dzc/Px80GuXn5xMcjPH1RQPi/a0Ren20MgiXwmKxCQkJaWlpOTk55eXlNBqNz+eLxWKRSCQQCOh0OpFIBACcn5+flZWVmpoKABiQWHh4eFRUVExMTEZGRkVFRVlZWWZmZnR0NNBdAX8GB2MCA/0DMb4YTMCaJoYNCcH6+wWhkL5wGBoBR6+lsKLXgru8/xlnvSb+uoRf1wIgvau22VUG/B8AeD0D/5qVFRjgg8IlxwQHIO7fvfaHbz785vM3/vjdw2+/fOunbz8Q8WtQMDcMBglHbPCEebh7QOoveLsCb/OGtQGg1wXA69+3np5QShYYgIddPwWP89ut62MFPjhwONzb2xsQL/iXgQsB4LIFFLr2KwC7FoCEXcT72OI/AzCAUhcAu+KgY6KgvjtguqKeAesm/M9mSIB7H9tCXXsiIsOxYSFBwZiAQADAQYGY9S7oiLDwyPCIyHCohBZMgMHYkNCoiEjgpo6KiAQq9HrTdUJ8LAhGDsOGxMdFUSk17W3NZ8+cGB3p7+/rTkyMj4mLTUyMj4+PxWJDsNiQ2JiImOjwqEhsdFRYUnxUBi4xOyMlJzO1uCCTUJlXWZB06fie7z979btPX/rT12/+1x8++Ombt//w9Vt///MXaiUrNjqgoCg9PSspLjkmJikuJikOADBoBexKhI6MDF9T9aIiIsKw2JCgoMCAAL/AQP+goEDQQiwrK6uwsBCs09cyn0HsM/BCuxg4OTk5OQWXmARdaUpISABaNxAM09IzI2Liw2MSWEJ5x8B4+8BkQ/ew3NRC4qnLKKLMUnJKPh6Xj08vxGcUVWcWV+eWEZKzC/LLqnG5BfnlVTQ2L6+4LLOokMCgawz1ylqFTquS8hhdtnpORd7q9MCpreO7Oq07mw2DMtZGrfjlQ/N/ef7OX166+9mtC7975sqj91989Mmrj75999F37319/9LLZxefP7NYRy+N9/csSImOCQnAJUH9sXLyctU6bUNL88jE+J7FhZNnz1y6dvXMubP7D6wuLe/r7XMKhcKqqirwdZGVlRUbGxsSEoT2RoYHB2YmxuBzcNyKwnoWycQlK4mlDRKmglZllHGVPEZiVGh0WEhWGi49OS0hOjExPiUxIbWivFqm0hjMjc6hMZ5YKZDWNjg6ewfHxzdunZrd2dc30dc31t7mbGvtVsg1UolKpdSmJGd4wbwzMvMINVS1Rm+zt9rsrY627o7u/k7nYN/w+PDYjMnqsFgcDkd3s6Oj1zkkFikEfCmDzmEyuGwmh0mHdODK8ipiVQ2NQifVkPF4Ah5PAEZoOp1ZW6tpbW3ncHhsNlcgEAkEIiaTzWJxmEw2Hk9IT08HX78REREJCQkpKSkajdZksgAA5vPEAr5EKlHKZbUKuUal0LAolKWd2//41Zdfvv/2F2+9/OErz37x+rPff/DSdx+88P3DB5++euuzN+786YvXvvv4xU/euvvNRw/+/uP7P3/3xvefP/ji/dtfvn/rm4+e/vrD21+8d/Plu0cfvnrlpy9fevTzJ4/+8tknr97Zv3XEVstrNiqsOrGhlqeVs+RCqpBNkPIoGhlHIqBLhQyJkCUWMAVcGptNZjLILDqJQcazyHgmtYpNr+YwCBwGgUnD0ymVPDaJxyax2UQ2m8BmEzmcGg4P6vfLZZF5bBqfQwcMzOfQeWwal0WlUwhMGpFFJ7HWev9SSXgKsYpMwpeX5+OrS0rL8mi0anxFPoNSnp0SOTPc8c79a+OOuiuLU7dWZs5val9ol711fO7RaxcevXP10bvX/vbymY8v7Xx6V8+JAd2+FvGeBu7hbs3ZEcvtbd339w69vH/q4/N7v7y8/ObRrRfmOk9MtuzrMW1qkE2ZRBNG4YiO36NgqvC5xJQIaUWurLpIWFEgwRfTCjKlxDJmCY5ZksIoTqUXpdCLUulFqayidFZROqcojVuczitN55elicrSJZU4eXWGipgpJ2YMm/kfXj/0y6tXH715/Y93Dr9/fPb1w5PvX553qmtk1alSSh6vOl9IqaKWFiVHRsHcvdzdPAEAI+BoTw/EBneY55p/2NMDAZVSeaK8YN5gImBIf5hXSmT4hLNny/jo5uGBmf7eTUP9W0YGNw85Nw32zvZ2Tna0jLU1AgBuq1c5LfV9Vn2fVd9r1nXq1W1aZWudorVO0WXQNMiFJhHHJhM0KkRWKb9BLoT216na1TK7XGSXizq0qn6LvttY51ArlqYnzu9bun7syJmlhYWpyenuzg69XsfhKggkYWkFp6RcRWfLWLyspDS4FwoBR3v8Kv96wRCQQgP3QiO8fFGQ8OvrDQvwRfqh4WikpwuAXfIv1AEYDs1ABCwQAQvz84nCBERhAoJQCJSbG8rNLcQbHh+KwedlVOdn1hRm08oLJdRqo5Rn18iaNdJuo6bXohlorB9xmCbabVNd9pme5tlex9bBjvVz+3DXztGe3ePOTc726S7HRGvDYIOh26Bu1cjsCmGDjG9XCG1SnkXAMvEYRi69nkurZ1G0DFI9k1pLJkiqygRlRYLKEhmxSk2n1HOYJqHArpA31Sp1PA6nogKfmVmRllaVkVGdmY3PyKpKzyxJSknHhkeh0FgveAQC9R8AOAQG/y0GR3ijI7zRQZ5egRs8AB5jPDwxHp7k4qLFTXMXDx86u7r/5NLew7t3nD+wcmTPzrP79q4zP58DDPzg6vkXr1197tLFB1cuv3H71gf3n/3g/rNvP3XntRtPvn79+mtPPPHaE0+8eePGOzdvAf/z/dOnXrx04cGFM/fPnrx78uidY4dc6Hv9wPITq/uurixeWV64urJ4bf/S9QPLNw7tv3YQYuDLq/svrixfWN53eu/88Z07Dm/dsjo3uzIzvbRxcmnj5PL01P7ZGTCXp6cgNp7auDw5uTQ+vjA6Oj88vGdgcFdf/66+/vm+gT3O/t29fbt6nDu6enZ0di72Ovf19q709e0fHFgdGl4dGl4eHNo3MLiru3dLa/tUg33EaO7XGrrU2g45xMB2iQR0qLLwuSYu18Bm6xlMPYOpJNQoqomqGnIdhW5kQfRr5YrMXLFRoNQLaw0itUWma1QZHXVWMJvU5maNpV6gYldQqjKLKzOKKjOKSlJyy5LzypLzCJmlomqWVaLtrLd31Te0qg3tdSaTQConUoSV1YKKKlFVtbKGXEdlNHCFDpGsW1U3oDOOGM3jFtvGBvu0vRlov7t6e/b0OXc7u3f1du3s6dzV3bnY3bfQ5Zzv7N3d1bunt3dhcGBpbGh5YnhxqG9pqHd7q71PKrKTia0UYh+TMcBmuRViw3NDQ/JCgguwwSWRYZWxkfj48Op4LCstVpKTZCjPbvk/rL0HeFTl2u4fSO+9955M+iSTNr333mumJpNJ7733CgmdAKEjKCK9CypFQSkKigUQUUTsbv3cnr23Odea1712/uxyvu+c/3u917hYs9aaNcwanN+67+d+KEVdLMwAFz8uIE+JKRMi3JSEsEpGnVcy1ijZa5TseQVnTs5eLWPPyNlTcs6EnDOh5E+oBOMa8YhWPGKQ9mnFbVK2jYHTYfJlqEw5KlNRlC1GZoiRGaI8hDA3nZ+dzslIYqUnUdMSaMh0cl4qMSsJnx6DTwrHJ4VT0qLpGbGsnCRmXjIxKwGVFJEW4R8b7BUe4BHk6+7lCbEusIDCZa4eHh4A/JaDLgyBsBoMwyHAueVMCC8v50+wEhwHdgsDJlwOwG5uUOExGDBegr2WHwHsCDZ77pSW1/ouP4Hl62FU+D8uwHgPn9Ly9wtODNAvqBCGGRhuDvyfAXg5A8NSMAgbc3JyWbnSycXFzdvb19fX39PT293Vw8fL19vTx9XZxXHFSnc3l2B/n8jQoCBfTycHBwq+pLOlrqnabFSLrQZla11FbYW2vEyqV/LLFDydiq/XCC0GWVWFzmJUqhVChZSnVgglEg6HQxHwWTqtQiUXmHQKpYwvE3PMBo1OLePzmBIxr6O9GZmX5ebm4u0NfXReXh7QT0kvDzgmCsYnuIYWThUGa4KDg+Pi4vLsA4VCEQgEDocjtg+BQAASsPB4fGlpaUFBQVZWVmJiYmRkZHBwMKBQUI4bERGRnZ1NoVCwWCwSiUxISADBy6H2AVrwLgfg0NBwf/9ALy8fKDPM3dM+3cH5+/h6+Pp5wogLnz/4LgAABrgbGBgIv83/DMDgNACT2x+DggO842NCI0K8h/ubf/z6/ndP7/31l8ef37/+28+PDh7Y5ObkEBDg4u6x0mGlg7evl4M9wRJ0q4bpF/AtDMDgDhRMtn/n3z86J8EXM7zBPy+A6xkGYHDRgpIHoHgDHgbu7uUtfGH/MCijfQ59wR//AwAvF4HDQ8OANgukV4C+Mfa2wECAhZXe/yYAx0RFwy5ocCagYhm8EKBfOHQ6OjIKbA/OART9Qj2HoqLh/sOAgaFXtwMwIj01Pi4mMyN108a1f/3Lr0tLf5kYH0pKjIUKK4MDQRUuuKJCQwICA3wSYiNAp6uwYL8Qf08PZwd/L5f0hLBdW6b/9stnS3/+4suHb3/3+Pb3n7/79eNb33zx7tKfnx5QxzWoAAAgAElEQVTYtzEy3KugAJFfkJmenRqbHA81BY6PAfQLFOCYmD9KgpdXAgfaP4/AQP/g4MD8/Py8vLzs7Ozc3FzAwFn2kWYfoAYBdkGn2AE4LT0DKMOJCXFxsdHxcTEQzccnRsTEJ6RmSDXG1r5RW3OPprKRKTUUEHiFJEEpTYJny8l8NYmvwDFExSQ2jskvwJPxDG5uKaaUQhOrdSQWl8hkk1gckVplq63RGzR8Dt1mUFGLsg1cyo7Rrv1T/ZtaKqcsqrXV+nf2bFr66v7SswdL928v3Xvrzzcuvrd/02sbxi5uGNnVY1tVrWxT0PCJwSl+zinB3gnhQVIB12Iyt7S2D46ODI6PDo+PjU1NzsytXr12zcyq2dHxsdHxsb6B/o6OjpaWlurqaqFQmJKS4uS0Mik5LijQJzYiiFicxyUUKRm4KgWrr1Iz2Vwx2mTRsIlSBp5JKEmKDU9LjsvMSM9OzwoPiggPjcrMyOVxRVKlRixTN3f0iBU6oUxjrWlq6x4cnZifnds8NDQzPDzdUN9u0Jcb9OVSiaqkGIcuJbDYAhKZIRDKNFqj0WKrqW/p7Bls7+pvaO1s6eztH5pU6yxVVU01NS2dXf16QzmZxOBxxWwWHxKBqQw6lUEmUnAYPL4UR8ARCTgiGo3FYHBEIplMpgIAbmxsVirVfL6QzeaSyVQ0GovHE4lEclFRSXx8PAi0Cw8PT0hISE5OVqu1VqvNZqu22ao1aj2DzqFSmCKhTKnQySTywrzsdbPjv37z5Icn939+cv+bB+89ff/Nz99747PbF/702Y0fP3372cdXvrn/5qd3Xv3k9vkfn9z65tMrzx5c+uLDC4/vnXt6/7Wfvrz+y7MbP315/bvP3vz83sVP37t4/9aFK6f3b1012FVjrNZLzCqBXsEtk3P0Cq5WxlGKGDI+VcanSoUMuZilkLBlYqhw1+5kZkpFbLmIIxewpDyGjM+UClgyIVvCZ4q4dCEPmgIujc8hc7lUOwPbGx2xqDz2HxW/sBFaLGDz2DQem8ZlUVl0EpNGZNFJPDaNz2OSyWgCsaSwMJtMRlNJJVwmLjct+qXt8xde3ramt+qzq0fundpxfHXrnJXz6nzLs/Pbfrq8d+n9k0uPLi19cObrV3fc3DlybLR6V4v6wlzbje2jnx5beHR8y8eH1n96bOHjg+te39h/YdPgwYmmbV0Vaxu0/VqWiZSjLE3TEnJ1pAIOMllDLOQXZbELMhUUNKswi1WYwUClMFBJ9IJk+0xhoFLZKMgCDQOwoCRdWJQmLk2R4xBqcoaJmf3q9uE/3Ti69NnVr85s+2Dv+LPTC/917eAHxzY2K3EqSpaSVSQgFQmoeBQiLdDdw2UFlLYIq75g2cXZAyjALs4ef3dE2+8Xu3l6O65EZ2WuHR2ZGxoc72wbbm2a6e2a7umc7mmf7Godba4fqKvqr7MO1Ff22MwtRk1fdXl/TUVfdXl3JWSHbjPr2sy6dktZi1FTr5U36BRgwSxkG/lMq5RfJeb3lhu3jA2/fvDAF7fe+fnhJ0/v3r772sW983PrB4f6a2vrdTqTUCinUoU4gghH4BaVsgqKtAyuUSRF5+T7uHk5rnBxc/Va6ejq5Ozu4uoOA7C3u4ufl3uAr4ePpwvQfr09nKHp5uTt5uTr+sf0c/sDfYEOHOrtGe7rHe7jFejm4u+yMsLXMy8xjlSQRyvJF1HxBhG3UiWt0yvrDapqtcQi4ZiFLIuYWSnn1mpErWZVb7VxtNk21VE33lo92mwbbbZNtNXMdjfOdjdOtNUMN1rbTBqg9NbIBDYxt1LEAdPApZWxKVomScMg6lhkLYusY5E1DKKSgpcRMRJ8qZyE1TFp5UJelUJSq5Y3aDVVcpmWzeai0bjMzOKUlFIEgoRE4jOz0WkIVEJSVkRUrJdP8Eqn4JVO/xcAHObmHuXlHezsEuTkHObm7mtvJhfr6zfe3n56//4jO3ceWlw8vnfXy4tbTu3dfXBh08nd2y8e3H/t5NEbZ0++c+roteOvXD9x+J1TR98+dfLaieO3zp19cO2tL27f+vTt6x9eeuP91y6+d/bsrVOnbp6EYp/fP3f+3qsX3j93/g5kjYboF/Y/Qz5nO/qe2739zM5tp7ZvObFt84ltm09t3wIY+OzePYCBAQYfXdz28uZNB9ave3HD+v3r1u6dn9szt3r3/Oo9a+Z2z6/eNbdq+/TU4tTk4tTktonxLWOjm4aHNgwObOzv39jfv6Gvb313z5qOzvn2jrm29vn2jrXtbetb2za3t23p7Nja272tt2+xr39bb9+23r71rR1rmlpnaxsmqmpGyqv6jOWdar2dgRV1cnmNVGoTiQAAG5kcA4OtwJO0FIaFI6gUSGxCqX3KK0WqSqm+XAJNq8xYpbTUqCvALJfooSpfnU3DktFRRHxWCS6zGJ2OwmcUFSflFsRl4jOKJAS2VVLWpKsAFuhyoUxJpklwRAmOIMUTNWSakclpkqns1b/6Hr15wFw+YrVN1davamxe09a6vrNjY3fXpp7uP+i3q31TV8eO3sHt3f1bOrs2tnds6OjY1NO9pb9ncahvU3f7hvamyQpTu5DTRKf0cJnDQt4gn+OATUwpjotDRUahIiOKoqPQsVGlsWElUUHEuFBWWowCmWpB59QS8lupRd0MdD8HNyYijIkIo0L8uAA/LiBOCEnTItqUmDYtZkzLWFNK3oxWOFsmnTXKZ4zKKZNy1KDoUYsa+DQjsRhwryQ/U1KYzctN4+Vl8JGZvLwMdjaCjkgiJcdjEqOKkiNRSRH58aF50UF5kX75kb4lMYGlCSGU7HhsekxBQlhKmG+kv1uwj0ugj5u/H4AZCIABgi5XVt2WDVhoBXTq7AxVKoJiRZCp+wew2v+zbD8o1wpGULAeJkZ3d3dYF4Wdz2Ab+GgAgGG/NNgXPklPT0+w5fJf+WDNcyQAHxBe/9zC8iM8twzCcsHZgmX4fGDuBawL1GywDJ6CGRgmebAe5nm4KzIwQjtCJaDQHUyQVezi4ubk5OLq6u7l5ePt7evhAd2vAKW/jitWrrD3fA/y806MjUpNiMlISWiqtZYb1Bop36ASGVQiCZdqVAt1cq5GyoYeFVyVjKVRcPUaoVbNl4qYIj5NKmLzeDQWiySV8CutJrmIo1dLyzRStUKoUUqgMmCZsEynbKivZrNoERFhPj7QlQIDsK99PFcu6+/vD6RUwMDedmgOCAiIjIzMz89HIpEFBQVoNJpKpXI4HB6Px+Vy+Xw+i8UCfYALCgrS09NB0VpQUBDktPb2BgcMCQnJzs5mMBh4PL6wsDAlJSUsLAzkFQMShmDg7wpweDgU8BYUFOLr62+/y/DHjRU3Nxd3d1dPLygH6zkAXq4AA+QOto/AwECYw/8gQzttg+WQkJDQfz2CoyOCfTxXxkT4y0S0X398/PTxrV+++/i7L+/88PW9H76+V5CX4O+70skJysIKCPRxcloJ3PLA/wzCrmDEhRfA9w58d5av/O+EYIGbVuBbDK5zUIaw/O8Butfi7x8YGAj1dgoKBv17w0JCl4dI/Uv6DfDz/3cADAdowUcD8AlYFI6ziomKfq7973MADINxfGxcfCwUjQxmbHQM7IIGfA5dCP4B/w6AoT63kVBXXdj2DBuwwSvCj8ACnZgQh0hPdXZyGBrsXVr6y9LSX7588mh0pD8yKtTT090ZqpZzcnZZ4e7h7OHuvMLBwdPN0dHBwXmlg5e7k+tKB3cnh8K8jDqrbunPXy/99vT3Xz7/8av3v/3s1tP713/9/pPvn9z9/um9Lx7ezsuKz8iIz81LT0UkRifERCfExMRFA+E3NjY6Li4mLg7iYVAPDETgsLCQgAA/QL8hIUH5+flFRUXZ2dkZGRmFhYXFxcX2O055qampIAQLBNEh4FDoNAQiIyszMxMyXNiDxYDcnZiYmJScmoLIorJ4ArmWLpDLDbay6haNtdlQ02Wu7zXXd5vruy2NXZa6DmN1i9xgkxkqtOU1sjKzrMysNFnofBGaTGNLZXS+sMxikcolIiGnQq+ilyIzwvzrFbz51qpJW9nqav2aGuPOztpPjr3w49Wz915afHvb3M3Fudfnh48MNW2tK+vk45qYJa0iyr7JbjOHhIyPMMqlM2NjL+zdv7h95+TszOj05OjkxNjU5PTqVbPzc6vmVk/PzrR3dvT09Y6MjMzMzMzNzY2NjdXV1SmV8nxkVmpSdHpCBLEoi5ifZpWx9s0Nff7OhR8+vH7j1IHpzlopE5uPiE9LiszKSk5MiElPSkuIToyLSUSkZ3M5kPeZw5dYbLV6SxVPrDRW1LR09vcNTk3NbpiYWDM5Od/c1KVRG8p0Zp3WVFKMQ6TnMJi88opqS3mVyVyp1VsqbHWdPYM9/SPtPQPdAyMVtoYyY2VtbatOV15b1ywUySlkJpXCIpPoGDShtBiNKcXiMHhMqb1rTzEaADAWiycSyUQi1ApYJlPYbNVSqZzJZJNIFDQai0IVodFYHI6ARBaEhIRERUUlJSVFRkZG2IdAINLrjWZzeV1dQ7nFxmRw0aV4Bp0jFMh4HD6bRtq7uOFvf3r25JN379+89P5bpz++dubhjXNfvv/6t/evfPPJ5WcfX/r+07e+fnj16YPL331+/eNbx+6/e+zBeycfvX/m2cM3fv7qnV+/ufXLVze/ffQWpP3+9evHH1zds2Gy2aoxy7hmOd+k5JfJOToZW6/gGtVCk0ZkUAnKFDy1HJoqGRdiYCGUXwVwVysTqMRchZAtt9OvXMRRiLlyEUciZIEpFjAFAoZAwODzmHwek8OkAACGK4EBBoPSXy6LyqQRgR0aysEScQUCBotNxmJRVBKayyRwqGhiUcbV0y/tXNU/02r+6NX9N15c98pUw7pqwbZG6cU1zd+/vutvtw4v3b+49NnlPzD4/K53d09+sH/VZycWfrpy8IdLL352YutHL697a+vwS4O2FwartneXz9hkLSKcgZClLE2TFqeJCtPYeUlSbJ6GUkrPSyFkJnKKc6h5aaTsRFp+Ei0/gYpMpCITafnJ9IIUVkE6G4XgFKRBDFyM4BWl8gqS+YUJUkyaipA6ZuN8c/2lby7v/fHSvtvbBx++tGrpveNL75+5uG2okl8oo2QLKQU0DJJSgooLCnJ3cHRz8QS4C0VGrXQFJOxqX/kc/bq5ekGVsw4OYipl9eDA3NDgVE/naHvLdE/ncEvjYFPtQGNNX01lp9XcZTP11kDE22rSDtXbBmqtsAu6s8IAJpCCW4yadktZu6Wss8Iw0li9uqftzrkzj6+/9cun93//6smfHnx858KrhxY2bxgatMnkMhKZVlDAKCxkF5cyUEWcErSURJGRKGa+pFqppRdjfZ08nBxWenn4Oq50tQMwlCUJ/VJ1dnR1cfLxcA309QoO8Pb2cHZzhhKwfDxdfL1cfdydoUpgOwD7u7tAPdU83EK8PEK9PcH0d3X2dVoZ7uOVlRBDKUFJ6RQNj60Xc21aebNF32zR1+mVlSqxScTWsCkaJknNxKsYOA2LoOdRrDIOcET31Zh6qgzdNn1PlaGnytBerqnTiq0SNoh0tvJZFh7DzKVbeIxyPrNCwDLxGQYuTcciqxlEMJU0vIKKU9OI9o7HbLtCrms36RvL1DUqmZ7D5qJLMAhESWoqITubgkQScnNx2ZD2i0pIQoSGA/Nz0ArHEEfnKHfP/6AA/0sLNEjAAuJwmJu7p4NDhIcnqxR9eMeOk/v27d+06cDmzUd37ziya/vxXTte3rL5/IG9lw4ffPv08ZvnTr1z6uj1E4cBAL914sjVo0dunTv7+OaNbz+89/TOe59ev3b/zasfvvba3fPn3z1z5vbp03fOnL179ty7p07fOnH8yssHrrx84PLB/ZdeeuH1A1DYFRB+z+/ZcW73dqAAn1xcAAB8dtfimT07T9sV4JO7dgIv9OGtWw4ubDq8uPXQ1oX9mzfs27hu38Z1ezas3bl2bsf8qm2rphdnprZOTSxMjG0eHdk4PLR+cGD9QP+GwYF1/X1z3V2r29tnW1tnW1tXtbWtboXSoda2NG1ob93U2b7Q1b2lu2ehq3uhq3t9a8fa5rb5xpZVdY1TVfXDFluvztSu1NXL5HVyea1MVi2R2ESiSoG4gies4IlMLF4FT1IlUlSKFJUCWYVAUSvRNqjMVXIj1MJXXAYYuFJuqpSbrDKjWaSr19laTHWVcpOExKPm43GZxRhEIc4+semo0hQkJi2fXUQycmVNOkuNoszIFSnJNCmeJMUTZQTI/2zh8FvUug6Nvktn7DVYBszlo5VVM/WN8y1ta9pa13W0b+jqXN/ZMd/aNNfSuKateUNH267+4R29gwtd3RvbO9a3t69vb93Y1bapu3VtS/1slWVQLevgMbo5jCERd0IiGBNwHRg5+cSMLFxyGiYpCZ+ajE9NxCXHYeIjsHFh5IRwdkq0LDvJVJxTRyhsoaLb6SWDfNwAD9vHQfexSvvZ2EEufpRLGhVQRgWUcQl9SslbVSaeMypWm5WzZsWUSdmvk7ZKeVY6QYMukORn8nIQnKw0VlYqIyOZkZnGyEyjZ6SS0pNxyXEl8dEFceE5UcHZ0cHZUQFZ4X454T75kf4l8aHY5Eh8ekxJchQyPhwRHRwfFhga4AMJFF5uXpChFhrglzfou/NcyjFgPwC9/wyc/4yLsGTq5gbZUcAuMMoCJgQ+Z7AveAr8KF8u/4LjANyFmRPmZ0Cb8PbgUPBrwXy7fP1/UICfexfL/wizKwzwcOQ1zLdwKSlYA4Pxcs8zDL3wAe1vyhO0hnJz83ByglKv4AJgV1d3YIR2c/Pw9vYFAOzl4em00tHNxTUkODA8LMTP19vPyz08OCAjJYFBxltNZQI2lU3ByQUss1Yu5dFYxGIOuVTIxsuFVLmQKmBhmNQSJrVEyCVKBFQBj8SkYZk0vETI0mrkJqPWoJGVqSQGnVyjFAl5TImQY9CrK8oN+jK1yajLzc328/Px9fX28fEKCQmyRy7/wYyAhGEeBjI46CoExUZ7efn5QXW5qampWVlZAIDxeDxgYJFIBERgIpFYUlKCRCLT0qB2MqAAGLAZKCoODAzMyMigUqlEIrG0tBSBQISHh4Mi4bCwMKgIOBDSMu01wEEglCgkJCQgIAD+7Dw83Dw8oBAsd6irNRSCBa5/uAkwrP0GLBtwKvK/U4DD/vUIiY0K9fZYER7sxaAU//L9w88fvv3s8a1ff/wYEv3++tX61f2xUd4uTg4rVji4uzl6eEICu7u7u6Mj1P0IVP8CnzN4BFXBjo6OLi4uAFz/pwDsbI8aXw7A4GqEPzjY7B1oHzCvhoVApbPBgVCKMvAY/0sG/g8ADBgYPiBA0+UdgIEO/J8V4H8XggWAFrig7R1//cHpLQdggLvACA1e9znlGfifYcYGIjAwBifEx+bmZEVHhQkFnGNHD72wb9eJ46+smp3IL8gJCw9yd7M343Z0cFwJQa+jAzRdHB0CfdyiQv0TY8KKkJkGrWR6pKurqby1rmzLmuFTh7b96dmHv/3wEILhpx989+UHv//5malMnJoanZ2TGhMfEZccHxUfHRsPQW9cXEx8fGxiYrw9oAqqCo6NjU6y+67Dw0NhAA4ODszLy8NgMHl5eWlpaQUFBYWFhSAIGnAvMEIvT8NKR2SmIzLTEOlpaWmgBhiRnpqBgPKi09IzElLSUaW4Qiw5qxBLE8pV5hpTTUdVy0B952h162BFQ095faelrsNQ1SzRVeirGiz1rc19Q22Do9amNqWxgszlM8UShkDEEgh4IqFSJS03aLkUbE5cOA6R2GlQrWqyTtrKpm361dX6fQOtb+9cf23Lqt3N1hkNr4NR2kotbKGgTPnJlqK0pxePLf36zTe3r3WU69dPTaxfvXrt2vU9vf39w0M9QwO9gwODoyOjkxPQHB8bGRsdHR8bHh3p6+vr7u7u7+8fGRnp7+9vb2vhsyikkty8pEhCTjKvNGfLSNvTGxeW/vxs6bdnS08/unfpdHeVAREXikiMzMtOjY+LSk1IyUjJRKRlZSBy6DQ2RyAmUpg6U4WtroXC5Ms1xtqmjvqm7r7BqfHx+YmJuY72fovZplKWScTKokJMRHhsHrLIZK6sq29pbum01TRCe7b39A2OdfYNtXX3S+Q6W02z2VytVBpUaj2dwSUSaFgMCYMmoApK8vMKCguKigtLilDFJQXFJUWlWDSutBQDNF4cjoDHE3k8gV5vlErlbDaXTmeSyVQMBofF4ouLS1NT0wMDAxMSElJTUyMiImJjY+Pi4hgMFpPJFgrFZnO5rbJWKlHicWQshkghMxk0Jq4EtbB28rfvv/j60d2nH19//P7lr+5d+fb+lS/unvvg6st3Lr34yY1jX3544ccvrn//xbVHH5z74qNzX3968bvHl7/97NI3jy5/8+jyVw8vffHx699+duOHL9678+aZNRM9WgGdQyopE3HqzDqDgq+VsBV8moRNknDJCiFdLWFppGytjKORstUSjlrCUYnZcjFLLmDI+HSFkK3gs2R8poRL/2P+IQVzZUKuTMyTiXlSEVcsYPN5LJ694pfPoYPM5+dc0HAxMJ2CZ1AJECpzGUIBm8eHdGAauVTIJdFw+Wo+8fF7l9b21Y5VKy/vnbuyc/Lixr4jEzVrKlgvD5gfHF771bnFn68e+O3tQ0t3zyx9fPH3d09+9/o+oP1+fWHvN6/vf3x6x72X17+2oW9np6Fbhu9Rkus4xfKiBGlhgoGC1FMKBYXpCkJBvYpfxsQxUZnsomx2UTa3JJdbkm1H33g7/SbRC/5QgCEXdEEasEDzi9N4BcmCokQ5DqGjZJxY1/z11V0fvzJ7c0f/gxenf720b+n9M99efnHXkM3AQCroKCY2D43MyEtN9nBY4bHCBQJgVy9nF09HJ3dHJ3cnewIWDMCuzh72Cd0idnNx93BxjQrw762vm+nrXT04MNPbNdHZNt3T2VtX3V9rg7TfmsruSqjit6+6vK+6vMtqHG6o6q+p6LIaO8r1XVZjj83cXWnqshqH6m09NnOTXtWgUwzWVe5dM3P91JFP37n68Orltw4fPrBu7equzuYynYpC45aU8krRAgxOgMEJcQQJkSwmUER4spREUzM4Rr641VKl4Yqi/UJdHFa6rXTxcINiRFc6Qgkqf/x/zQ7Avp5uQX7ecOmvr5ern7ebt4ezj7uzv5fbcwAMCoBDvDzCfbxCPN0j/XyyE+NZmJIyIa9cIbXIJbVlqkaTrtGkq9Epq9WSarWkSiW2ygVWKc8iYht4dC2LrGGStCxyGYdq4NGbDapWk6bdomsxqus00goJ12hH3FqpoEbCrxXxqkRcm5ADTTEX6nJkt0BXSLgWEdsiYptELIOAoefTa1SSOpW8UatqNehajLoalayMzZIQ8BQksig5OS82tig1lZiHJOcX4HNyMZlZJemIjMioaG8fUNALMq4iPb2WZ1yFu3uEubmHuroB5zPYcvkGIPgqwsMzyMkZHMHbwaEwJXWys+vE3r37Nmx4acuWFxcWXtq8EQqgWtx6ZPu21w+9ePXYK++cOn7zDKQAAwB+++SRN48ffuOVl66fOvbw7Te/+fDu07u3H7391oO3rnx27c0HVy599PrFexdfvffq+btnz9w4dvTNlw9eeumFN17c99r+PRf27QLQe273dnsKNATAQAQ+ubhwYtvmk4sL0Ny5eHz71mOLW44tbjm6HZqHFxcObd10dMfWlxc3H9i64YWFdXs3rdm1cX77ulVb56d3zM8srp7aMjO+aXJk4+jghpGB9cP9G4b7N44MbBjuXzfYu6a3a667Y1Vn22xH6+r21lVN9fPNjWtbm9e3t9qBsH19e/u6trZ1Le3QbGxd29CyuqZprKK6X2tqU2ibVepGlapBoa6TKaukcptEXimWWYVym1hpE6srRSqrWFUpUtmkulq5oU5pscqMFqnRJNabxHqzxFAuM4FpVVhsqopaXVWN1mYQ6vh4DgmJx2WW4hCF5Bw0NQ+LTUeh4jNLU/K4xUQdU2DkSjR0joJElRHIMgJJTiQbGGybUNKuM3TqTb3miv7yyqFK21hN7XRj0+rWtvn2tnVdneu7u+bb22aa66caa2dbGta0Ne8eHts5OLK9f2BLd8/mro6NHW0b2ls2tTeta6ydMOv6ZIJeIXtIxB0Xc2fE/NUykQM9r4CUmYNNTcekpOER6cTMdKIdR4kpsbj4cEJsCCc1RovKqiYWt9BwLfTSdkZpO7Oog1HSwSjpYUKa8BCfNCKkDPKIw2LquIIzrRPOGGRTBum4TjSkFfVqxM1iTjkVp0TniwtyuLkIRkYyOS2ehkghI5JJ6RByY5LiihNj7F2CIwsTo1AJkUVxYaiYkMLIgKKoQHRcKC4xApMYVZoYXZQUg0qJz0qIiwsL8fNyd3VxAtoaSHsG9OjhAVUFg5/FgN8AfIJ/XICiC3AC8C1Qq2BihBEU3mb5oQC1AsCGcRSALuzJBEeAj7McJgFDwgqwl5cXOCuw73LY/p8C8PIXfW55OYEDuRtQLngvAH0BRIH7CMs1XrAMUzF8tvBx3N2hVGlPT28AwPaWN5AC7Ojo7OoKMY6bm4e7uycMwH4+vu6ubqEhQYWofBwWnZqSFOTn7evpFuDtTiVgOHSyTMhlkbGl+VlMEoZOKGWT0Ax8IYNUyKEV8xilAhZGyieq5AwuC62SsaRiGoVUyKRhjWUKKAhaLdOrpQox16CTV5i1GqUEWlOmkkCVwLzGhho8HgsI08/PJzQ0GIpc9rW3zrI7CMB9AfAZgWsG1JcCAPbx8QkICAgNDU1OTkahUBgMBovFkkgkHo+nUqm4XC6NRsNisaB9CwKBSExMjI6ODggI8PODctoCAwNBElVaWhqRCDU7wWAwGRkZULKrvUkyAGB7X2IIgEEuUWRkeGgoRMX2v3A3b29P+zlDZcx2/4Ez+HC9vK/AZoMAACAASURBVKB+SOCFgoKCQAUveGlYE15OhsH2ARAxODg4BArc+pcjJCw0ICo8INjfjUUrffb5nS8/u/n4k7d+/u7e15/f/u2nh19//m5hboKvJxQH7ejg4O3l5uPj9S8B2MXFxcnJacXfGyOBhmHe3t7/1wAMvrzgK+Pu7g7zP6B+4PoOCAhYzqugaPb/EYCXlwGHh0ItZ4HkGx8b998B4OR/0wYJGJgjwsKhruZQ/PbzAAzXAIMyYFD3CzRkIAWD8OeEuHigLQMvdFICVBmbkgwFRIWGBOXlZnp7uUnEfLVKRqcRhQK2wailM8jFRfk52YioyNAAf+/IsMD4GMhAm5ediinKY5CxGrkQSl+3lkFil5JtM4kbK1WVeuGnH7z55+8ffP/k7l9+evy3X54uLf24bm40KysxvyAzJj4iMzs9JS05Pj42Pj42IQEqM05JSUpJSQLcGx8fC0U2JydGRITBBcBBQQG5ublEIrGwsDAtLQ1ov+np6Tk5OXl5eTk5OVlZWUD7TbO3Ak5PT8/IzE5NQ0D9nlJTMjPSc7Izc7IzszIR8faRlJxKoNBpbH5OISajoCQlrygtF01gSZSG2rLKJqWhmiXRFpPY6fmY+IyCnFJCLpoo1pkrm9st9c31Hb1llVU8hVJXUc7g8aRKhVIpV0pFNHwJqSgvIyKwv9ryyobVkzWWUaturqG8WyXY1GQdlLH7+OQ+LqkGk12Hy+3jEerxeebC9Kfnjy19+sHSt0/Gmusnenrmp2dXr1q7ZsPm0cmpwfHRobHR0cmJiZnpsanJsYnx0fGxgaHBgaHBfvsYHR2dnp4eGRnpamtushpFFHR6qDctN7nPrHx0+eTf7t/403uXfnr38l8/vbP005Pts8MZ0UFpsWGoXERWekp6UlpiTFJifAqqoESl1PHFsryCEiZPVNvUUYqncoTy8qoGo6W2saUXWKDb2/oM+nJrRQ2VwnJz9c7NQZXpLahCtFZn6ujs6x0YbW7rBgqwra5Jpi4Ty7QNzV1SqbasrEIglOHwlEIUurQEavZbiCpF5RcWFhSh8gvz8wqKkIUlRaUlRaWFhcUlJWgsFg8mm83VaHTl5VaNRqdQqIRCMYVCKy3FpKdn+PkFAOdzbGxscHAwuPPIYLDy8vKJRLJcrgTxVww6p6gQelE6lcGhExc3zfzXN59+8/jOn568/8PjWz9++vaPj978/uHlL+6effbRxWefvPbg1vHPPzz/3RdvfvHJhY9uHvr8w9PfPHrt6f0Lj94/88mtEx+8c+zOW0f/9PT910+/MNpdb1Ly9TJuuVpqVkrVIq5GzNHLeUalwKDg6+RcnRwyQqslLKWIoRQxVGK2VsYrUwh0cr5awlEImUoBUy1iq8Rcpd0LLeMzISQWc8U8loTPloq4UhFXIuAKuSwuh8Fm0QD9grRnkIDFZVFB9S+bQWbRSSD+ikLE0Mg4GpXAoJPYHBqViqUQi8UcEqEQUasX//r53fmuyvEq5YXFyZsvrvnw8Mbb+2YXasQnJqqvbxv44tTCX28eWbpzcunO6aW7Z35/9+R/XTu09N6Z7y+/9NWFvV+c3fn+S2svrOtZaFC28lBdUlw5CVGGSbPSC8pIuVxkvByb26DkLox0zve2MFGZyJhgJiqTicpkFWYRMuOBAkzLh1zQDBRUBswtyuQVZ/EKEcKSLDEmW4TOEBWnSzFpGnKOhZVzdc/gvcOTj47P39099LdrLy7dPPy32yd+uXVidbNOy0CpuFgyOheZkZwYEeni4ODp5Oni/Ed9LxTy7OLp6ubt5ur1Dwu0k7s9XNMVPLo7OmNyc/dsWD/T1zvb3zfR2Tba1jzR2dZZZe2vtQ011Aw31PTXVPZVlw/WVQLtd6y5dqDW2mU1dlYYwHogCDfpVT0282hTzVR747rB7q2TwxtH+qY7mtZ2d7fr9QYO28BhGzk8JZkqxOJEODy7qERBoWmYbCGOwCnBKmmsaqW2tbyyyWgdaOyglxI9HJx93Ly83bxWOKz0dPdwhH4wAQB2dnZa6eri5OvpFuzv4+G60sN1pa+Xa5C/l7+Pu4frSm83p0AfD2/nlT4uUDMk2AINaoBDvTziQ4KQqcmUkiIpnaITcI0SoUkq0vKYZqmgWqtoMGo7rIaeakuH1dBoUFUrRZUyfrmYYxIw9VxaGYcKpknArFaKmg2qZoOqRiWuUgjrtbJ2s7ZNp+zQ/jFbtYpWraJZK2/WymtV4hqlqFopqlVLGg3KFrOmuVzbatH2VlV0mA31aoVVLNCx6UJcKSEzoyAhrig5uSQ1FZedTSkoIOYh0RmZmMwscn5BXnxCvH9AwEpH/xUrQ1xcAesCxIV7HS0H4OeegtsggeCrgJWOIAs6YKUjD4c/++JLhxYXF1etOnPgwNFdu/atW3Nyz67ju3aceWHvlaOH3jx++J1Tx2+cPgE5n08eAQx87eTR114+cOXooQ+vvP7lnVuPb7398ZU3Prz02oMrl+5ffuP+5TceXr386OqV+2+8fvfsmZvHj4HSX1j4/Uet785tQP49sW3zsS0bjy5sOLqw4cjm9ccWtxzZuvmVhY2vLGw8vG3zkcWFV7ZtPrR106HtCy8tbtq/Zf2ezWt3b1qzc8PctnWzW+amdq5btWN+ZuvsxKbJkfVjg+tGBzaMDGwcHdw8NrQwPrwwPrx5bGjjUP+6/p657o65jrbZlgZIHW1pWtvavLa1dU1Ly3xz81xT07qW9rXNbeub2tY1ts7VNk+UV/dpjG1yTUeZvq2srMWeC10jV9kkcqtQXiFQVEk0VrGmQqSulOrrlJZalaVKbqoQlwH6NQh1BqHOJNZbpEYAwNWaSrBcq6uqUluVTBmjmEpC4ok5aEouhpKLwWcUoVORpSl5hIwCam6RisqRk+hyIsU+yUoy1czm1UoV7TpDt9EyUGEbqaodr62bamicbW5Z3QrR78beno29PWs7OwAAzzTXr2lr3jcxtW9scs/I6M7BocX+3m3dnQudLQvtjRubaqaMmiGZYEzGn5Tyx4Ws1VL+Jq3UAZ2aTs3L55ZArYdpyDxSFgKTmlAcH4lJjCmJCcXEhLDSYhV5CH1xbjm6wIbLr8bl1RHzWqhF7YzSLhamm43t5eL7+cQ+LmlEzBhXcMZV3HGNcKJMPKoR9Cl57VK+jU3T4UtlRUhudjo5JQ6fEINLiCmOCi+Nj8YmxWGS4koT4ooT49ApiXhEMjopBpsSh0+KRseFE+KjmIhkbnY6KyNFkJ/DyEFQcjKJOVnIpMTowIBAb+9g/wAfuwAGav8gb6uHx3LZ9jkUhM3Ay0EOAM9y+AQ4CjQrgNCwzgaXGcMqMdgd0DLQn5cDJEzRMAY/J7rCrwtOFRQD/7MXFH4jMKj/uwWwJfy6QKle/n4BzwPTOFzuC58zWA8TL7z7cpM5DF12YIZUUh8fPy8vqEUtqAEGAAxFOdgDop2dXQEGu7i4+fv6eXm6Bwb45eVmSyUClVJalJ/r6eoUGRIYHuSfnZ7MZVCkXBYVW4orzKfhS9DIDKWAzqWWUjA5ajFNzMXKBITR/vr2FnNHq6WyXK6UMlVyXplGqtcqzAaNWibQq6Vmg8psUBnLVHqtQl+mMhm1+jK12VRmNhtB0o+j4wrQcygoKMjHxwe8TZAnDJLDYaSE3dHAURwUFJSSkoJEIlEoVHFxcWFhIQ6HAw2BBQIBhUIpKipCIpE5OTkgAQukMQEqA3HliYmJdDodlAFnZWVFR0cH2UcgQHNf74iIMDc3l+DgwJDQAG8f99i4yN6+TgcHyGPssMLBxxe6xh0dV4SFhTg6rgCfJjhbYNgGWihAbnDkoKAgAMO+vr4hISGAfpc/BgUFAfwNtw+wHAo1Rgry9/NKSIiIDPNFZif88OyTb5/e/frz2z9+9f6v33/09NGNv/z82cb5QScHhwBfFy/3lR7uTnZ12h18B+FCA/BVcnSECn3BHSj4KoWfcrQPeAN4Ab7y4ZtE4MqHjwAuddDcCy7bDggIsPeRCgPCL/A/hwaHgG6iIGsKeIwBavrbu/4uV4bBGlgQBhvDIvDyTkiAgYELOjY6BvAwePwHhSYmgUxmsAb4k+2OXahwF0RJR0dGRYZHwDlYgf4BwYFBIHALtDgCNcbgcbl9evlrLZd//4jCsqdAx8fFgDZISYmxFDLeaNCaTTqlQgxgWKdVKuRiWI+C3JU8hkzIVkn5WqXAoBKZtdIKvaLSqNCreNXlinqrus6qGOqsOvzCps8+vPbXP32+9PuPP33z4MlnH3CYhNTUWERWSnpGShoCAuCYmKjw8FDQpCgxMT4jIx2ybkeGp6YmJyRAqU5BQQFgRkSEoVCo0tLSkpKS3NzcdHvXsZycnPz8fFgBhi3Q6fYB0W9aenJKWkpaajr0kJySnJiUGF+Iyo+JiUlJTSdQ6IlpGSgsgcwSFBMZ+aWU3BJSdgEhp5hYQmCROWIqT0pkCTFUDprCLiYysDS2WGOobGyrqG9RGM0ciYzJ5/MkErFcJpFIpBIRl0Etzc3OiY/hY0tGm2pe3jC3f3ZsfUfDTF3FtM0wViYfVvB7+fR2Jn5DhXZWJzox2vnxSzvvH3nx4Pjg6S0buyvKh9vbFzctzEzPrV67YWJmFgDw9OpVazasn1+/bvX83OzqVVMz0929Pf39/TMzM9PT06Ojo8PDw8N93eVykYqMfWFm9NHlM3+7/+5vd99aenwXytx6cGvp0zvf3Lq8ZaQnPcQ3PyWuOAeREh+TGB2PzMpPTUakp2XRqCwKg12MJlBZvNauAQZXjCzCcoRyU3mdSluu01lbW3uHBid1WpPZVJmdle/s5BEZEWe22IaGJ1hsgUZrbGnvGZtc1T80XlndINfoRXJ1TX2bRK6j0/kslojJ4uPwFAyaSCYxcFhSSTG2AIlC5uYXIFHFhSX4UhweC5miS0rQRUUlGAwOBEELBKLKyiqTyWIwmGpr62UyhUKholBorq7uMTFxISEhcXFxycnJkfY69cLCQoFAJBCIsrJyCgoKOWyBrbK23GLD48jFRVilXMWhExfWTfz87MGDu5e+uHf183uvP7x56sdHb3734NKTD848evf4Z3dOPv3o/FcPLj59CM0nH5/9X99e/+7xG/ffPfbZB2cff3D+4Z1Xn95/6+H7l6cHW80qQaVerpPylAK2TiqQ8iDEVYnZGikXolxoPVMpoGvELJ2UYzMoZFyKnEdVCRkqIcOiEQvoOKWAbgdmkVbCVYsgiVjGZ/IZJJmQzWdR2DQSn0WTiwUqmVjM57DplOcSsEDmM5NGBAXAf3Q/ohFpZByFiCES0GQSlkLFi8VsJrVUwMDikEmbJ7s+eP3wms7yV+Z6ru6e/e29c7+8c+zZxX23do4fGqi4vLHrgwMzT89s/+H1F/7r2qG/3T7xl5sn/nT15T/fOP7bzRNPX9179+Da1zb1r6uRtPNL+lVkKyXTSsmsoOTqiVlKXIa4BHFyx9pfH99b+suPG0d6kbFhWRGBzKIsEaGQW5JNy08m5cSRc2MpeZALGlaA2SiEBJPLK0QoSQVSXLYCl2NkovT0/DpJyd2js19fWvjtnReW3n3l5zf2LH108ee3j/7wzsk1neUaDkbEwBBK8oL9vD2cXLwc3dxXuvt4B3p4B7l7Bbp6+IOuv26u3m6u3o4rXX19Ap1WOnt7+ng4uzs5rAgPDvF2dR1ubx9vb5/q6lrd379meGB+qH+ur2e2u3Out3OitXGwrqqv2tpbae606Dst+h4rJAX3Vln6qssHaq39NRXdlabeKstQva3LapzuaNo8NrB2oKuvurxWLa1SiBp0inqFwiYSlQsFFSKhgc1VkChaJqtaoRxpaBqsrR+sa+ivqeutqhusa+qyVhuF8nqTzaTQxwRFuTi4+EHlvR5+Pr5uLq7e3t5QEYoTlIri7e7m4eLo6eLo6+EKANjDdeUfEdDuUAGwt5uTp6ODt/PKQE+3MD+o9ZGfi5Ofi1Owp7ufsyMiKpJUkM/BYTk4NBePEVOIMjpFziDr+Kwatbyr0jLcVD3UWNVdaWo2qJsN6jqNrFImMAvZei7d3gCZICNjJUS0ik408pk1KkmrSdtjMw/WVY7UV0031c401EzXV0/VVY3VVo5UVwxWWQZs5uH6yoGa8t4q82CddbSlZqS5urvW0mrRNpapLSKeGI+j5uXiEOk4RDo+K4uQnY1OTyfk5hLzkLjsHAISSS0qIubnF6algfCqCA/P5egL9F7Y6rx8AYQ8h7t7wDuGuroFO7tEeXn7r1gZ6ekVsNLR08EhLz5h34aNhxa3H9q69fDi4pHt24/thFoQnd239+JLL75x6OVrx4+8c+r4rbOnbp87/e6ZEzdPHn372CtXjxy8cvTQtZNH77x2/tGNa0/eu/noxrV7b1y8fe707dMn3zl+9J3jR2+fPnnnzOl3T528ffLEe6dP3T59/PpRqP3va/v3vH4A6vp7fs+O0zu2wubn41s3AfQ9snn9kc3rj25b+Me0K8BHtm85sn3L0d2Lh3dve3nHwoHFTfvsGLxr85rdm9bsWr9655rZHaumtk2Pb50a2zo1tjg9vn1mYueqqcXp8a3jIwujQ5tHBtcP9M51d8y2Ns80169qqp+tr52pq5murYXn5s6eje1d65va5mobp6y1I0brgM7crTF0GcztZcZGTVmdUlMj01RL1VUybbVcZ+YrLEJNpVRvU5hrlBabwlwhNZklhgpZuVlmMUnNRonJIDbqRQaD2AgmWGmUmCzycpPULKFJKQXE0rQCah6WnIMmZBZTctGk7BJcOpKcjRKgSWIcGQAw9CWiM618Ub1c1ak3dRst/eWVI1W1k/UNgH7n2zvWd3dt7O3Z3N+3qa93Q2/nms7W1W2QEfqFyendo+O7R0f3T0zunxzfMzSw2N2+2Nm8xmae1MqHROwRAWNCxJ4Vs9fLBdvKZA44RCY5J5eGzKch82jIPCoym5CRUpIUi0uNxyXHUVLjeVkpsrwMVX6mvijPii2w4nKriHn1VFQzraiFXtzOKO1kYbo5uF4OcUhMH1WwhxXsYRVvSM0fUHI7pMw6Ht1IxcuL8/nITEZGMj4pGhMXhY2PJqQmktKTKZlplMw0QkYaHpFKyEgjZaXRstK4yAxhQba4IEdVUmAiYStpJCudZKaSTHSKlkrmFJcgExLDfHz9XD38vLwBAAMB878DwDCpwj+swRoYRAErwiAKyBAAIYyFcIgUoN/lDAy2B/ohTI9AL11+KNhyDJ8G+Fnv/E9j+c/95xgAPLX8ET7a/xGAYfSF3xo4PXBisEcafgtgPfzu4Lgsey4xVN/r6em9vB8SKP1dDsBubh6Qf9XFydfHKyoyPDcni8WkymUiFo2MzM7wcnVyd1oRHxVGJWCUQp5KxBcyaWRMIYeMETCwOhm7p8W6aX5w+6axIwc337117tefHv7+l6d3331tZrLLWq6yWjSV5WVmg0avlmrkQqWMr1WJzQZNhbnMaNDotAqjAWLgysoKBCItODjQw8MtNDQ4KAjCJH9/f4D3QEUEMjgwP8P0C+TTwMBAHx8fUJOWmpqanZ2dl5eHx+NlMplcLhcIBCQSCTQBRiAQcXFxQUFBoBgV2JJBXyIAwDQaDY/H5+bmxsTEAMEWALCXl0dwcCAoUY6JjQiPCE5Mip1fM0Mi4xxWOISGBTq7rPDwcHNxgVDz78qwxz8DMKz3wuwNcrCWBVxBi6F/H+H/eoSGBPtHRgQHB7jHRPm9dvbgn769/90Xd3778cGv30PdX79/cvf2tTP5WfEeLg5ODg6xUaEekDEbqlUG9Auw1tHREc7EgskWfOP+fwdg8FcNOldBJG93PgMABvXAIA4aBtr/dwAGYux/B4CToESq+OcYGGi2cDfg0OAQWKMOCgiEhd/lCVgg7RkU/YJHOPz53wFwYkJcMvTyUJej4qJ8mVSoL1NJJXyZVKjVKMp0KrVKppQJVXKRUiaUithKCU8tE+hUQr1GbNJIzFppeZncapBXW9QVBmmVSdFcXdZWY+hqNK0abdu3bdXbl07+5Zcvl37/eXZqMCIiICcXgcEWxyVAdb8xMVFhYSHJdu07Pj4WAHBUVEQq1LIoHvqEwG0JexZXYWEhGo0GdQS5ubkF9pGbm5uxbCAQiHR7N+CUtNTUtMzEVEgBTkpJTk1OSU1JAgAcEx0ZEhyYnZ0tlSmKMVgo0hlZiMhBpWcVokpIOBKbQOHiKSwCnUti8klMvkhZJlSVsUUKKl/Ilak15VaDrU5jrpCoVCwel8Zi0hjQTSsmnUEjEYuQOYWZCERsZEFyAg+NMrJoHXr16rb6rf2dG9vqj86OrrJCJFyJLdAXZPztxpWlbz9f+vjujRf3qbHoerVqw9TMzi3bFzYvrtu0ZWhsfGAMMj+vXrtmy/bF7bt3bdm2de36dZPTU0Mjw6Ojo5P2MTMzMzk52dfZViERXNyzbemzj5Yef7T0yXvfXz2/dO/tpZ+fLn32/v96/9pfH9wZr7MiY8PzEqJRiLSi7Jys1IzkuJSoiNhCVKlcpiZQ6Fm5KAqT29Y9aCivRhZhUzORZBqfQhcwGKLq6ubRkZmK8mqd1hQVGb9yhevKFa4YLKnSVtfY1F5hrSkzVlRWNzS3dTe1dlXWNpqs1aVYCp0lZDKFGAwFgyWx2AIOW0gk0FhMHo3KIhHIeCwBjyXgMHgCGo9FQzlYePw/crBwOAKdztRqywwGk1qt1euNWm1ZRUUlk8n28wuIiooB/yrCGIxAIFCoIgKBhMMR8vNRBfnFIqGsylanLzNLxEqdRstnUdatGvj52YMn99/+6pPrTz+58uT9Cz9/fu2rDy989dH5px+e++rjV799+Pq3n1366tPXvvjk7NcPXv312Zs/f/XWVw8uPvno4uMPLnz2wRtP7r+9uG6i2qw0KgW1Fp1eLlKJuRatyqyV27VcFgDgMhkfYloRs0zG1YhZahFTwibZDIoas9qkEo52N21ZM7l2esCkFhBLspmEIjmPKmaReXS8jM8UsakyIVspEYh5LAaFSCPhBRymWi75ZwUYipK2B1+B7Ct4mUEl0KgEiZjH5zF5bAoJl88goEgFqcd3r31y8/z91w99de343cObHr+6++mre35759j3r+27d2D1xTWtb23pu71r4qOX5p+9uusvN4/9/u7pX64f+eHKwfdenPvw8Mab+2bnbcJaZk4dE2nBp9lo2XpcsrIkgZsdYaQXfHHj1Z8e3l76+dmRHZu0HEpaqG9RSgwPg+Rj8+0JWKn27KtEBiqFWZjKKkpnFyMg+bc4S4zOYeenKkkFShJShslSk7IreKWTdZIPjs0uffjK7+8e/Pnq3l+vHVx6//yP75z84s0TvVUaaklWYU5qUnyUh4uzp4uHv4d/gHeQu7u/q4e/i7ufs5uvq6uvXQH2trcJ9PD28nd2dIECLt0g87Oro1NxTu5EV9dER8dER8dkZ+dMb9dsX/eqnq7Z7s6Zztax5vphuwg8XGcbqK4YqK4YrrMBw3OX1Qg6IXVXmkabatb0d24Y7p3v65hsa+irLm8xamrV0kqZAAqFFgutAoGRyzFw2NVy2WB17cbhkT1z83vn126dmFo3ODzT2T3c0DLR2jnZ1tVV3VBrqmKSWMF+oe5OHl6uno4rnNxd3fx8vSMjwwMD/X28Pb29PLzdoQ7AXq5O/l7uMPd6uTuBECxQA/xHB2BPt2BvjyAPN19nR19nRygHy8UZERWJz8ullxTTSwqZ6GIeHiMk4UVknIJJKZcImgzanmpLXy3E9u2WMtD3uF4rr1KIysVcPZeupBGkJIwIXyIhohVUfBmHVikTgN5Ow3W2qcaamea6uZaGufamufam1W2NM631U821Ey21k611U+0N0x2NE611PdXmGo1Ez2cIsCXs4gJqXi4pOwuaudmk3FxiTg4+J4dSUMAoLmGjMSwMhoxC5ScnJwYHA5n3PxDvcvoFrAt6/AIADnf3ACtB+DMIwQp0dGo0mg5sXji2e8/BhYVDW7ce2b796I4dx3dsP71n94UXD1x65dCN0ydunT1158K5uxfP3zl36ubJo9ePHnrzlZeuHT9y+9UzD65f/er9d7/58O6Xd249vHb13hsXb548fu3IK2++8vL1o4dvHDv69pHDbx+BFm6cOPLmKy8BC/TrB/ZePrgfrgeG2/++unfn+T07wHx1/95X9+89/8Ke8y/sObcfmmft89WXXjjz4t6TB3Yf27fj8O5tL+1Y2L9t4wtbN7y4ZcOLm9bt37Bm39rVe+Znd62e3rV6eveq6b1zs7tXTe+ZmdozM7V3dnr39OSOibGtI0M7R4d2Dg9uH+zf1t+70NOzsbMTWKDXNrdBs6Flvq5pxlY/Wl41pC/vLTN3lBnbdIYmrb5BrauVa6tk2kqJukKsqRDrKqQGm8JcrbJWq6w2ZaVVXmGWWSzy/w8Aw/RrlJjMMguYFUprhdKq4WmFBAE+C1KAsekodGo+JRdNzcMQM1HkbJQYR5URaSoKXUWhq6l0PYtTJZI2qbTdRkuvuWLQWjVWUz/V0LiqpXW+vWNNByT/burrBQrwqtZGiPNboTLgrQP9u0dH94yN7R4ZemF0+MXx4b0DXQuN1XNm3YRCOCJgjAnps2L2vIyzRSPeZVI6EBCZ+PQMTFo6OjWFkJlBycsiZaWhU+JxqfGE1AQ6IomXmybORcjy0jWobAsWVY5DWonIalJBDRlVRy5soha3MtAdbFwXG98vog5JGQNSxoCc2a9k9cjorSJKJZuoIRYL8jPomYmE5Bh0XHhpbFhpfAQmMQaXHEdCpNBzMtj5ObxCpKC4QFiCUmALy4glZjLGTERbSJhKGqGGQbLRyeUUko3DsrBZ7KLirOiYCB+/YA+fIB8/GIAB0QFggznw3y38MzTCAAx2AQAMjJrL+RYsw3y7HAjhp8DK5XvBAAzTJmw/BicM8zbQx+BX/5fnbcnyIgAAIABJREFUuXzl8mX4zcL0C+RB8EfwLFgGEi588v98Vv8SgMFmYC+wbL/j4OXp6Q3FFHt4ubq6Ozu7Lg+CtkMvtMYVSndwh0ywDg7ubk5hoYGI9GQ8rlQo4EiFPD6bkZmaFOznXYTMqTQb9AoZHY81qhSrxoZPv7L/0plXHn3wzref331478qTh2//+sP9n7794Osn716/cmTd/EBjnb7CpNBrxDql2GoqKzeoTTqFXisz6ORmg6bcpDMZtUaDxmwqUyml9fW1DAYNdBsKCQkKDQ0G8AmHJIPAKriVDqApuL40ICDA29sb2sfevDcuLi4tLa20tFQqlarVapFIRCQSkUhkeno6SG0B8AkHUIGDJyQk0Ol00DYpPz8/Pj4eaoQaFAR+6vn5+dmXoUrgiMiQ4BA/bx+32VVjR4+9HBMb7unl4rDCwcPDLSQkyNPT09cXkoPBtQToHZzqc48wvQMshLk3zD7C7SMiIgIshIWFhYeHR0ZGRkdHx8TExERHRkaExEQGRYX7TY92Lv329Vef3vzh6d0/f/vxD0/vLv3+7dLvP556ZU9MqLeLg0OAt7u7G+TjAoZnmHvhhsBwLBbA4OcgeblEDHMyfFU/d/dn+fXs5uYGN0Py9/cH6vcfvm47AP+dsIKCAgKDAuxBY/aIKRA3FeBn775sF4Fh7/FzCjBYv1wBDg8NiwyPiAgLh2OoYAs0kGdhKE1KSIRnvD37avlTKZB/NwXuYxQWEgoAGMjREWHhoOkRKAAG8m9sdMz/VAFOSU6MjYlKTIhJSoxNS02kUYkatUwk5CikAq1KWqaRa5QSlVykVoih+0cSnlYhKlOLjGqIfo1qoVEttGjE5WXSSqPCqBNbDfJ6m662XGlS88o1UG+Yvjbb0YOLv3z3+Scf3ioqyomJDc/ITI2Lj4IBGApmttuhs7IyYmOjYQCG/gbDQwEDx8REwQCMQqHQaDRoLQacz4i/D0C/qamQ7RkAcEJickJSYnIiRL9pSfGpiXHJ8THJSQn5yFyRSESlMZhcAYFCxxFpdBa/qBSfkZ1fVIqXKXXVDS3WmgaF1sATy/lyFUcoxdOZBAZboFDprVWVtQ0ylZLL/9+svQV4G2e69u8kZmZmSZZkZkbZspiZmcEyx3Ycs2MOMzjk2E7iMHOapGkabBqGhtombdrudtvd7tlzzpfvGr+tPp/u7vn/91xnrveavpoZSTOyneo39/PcN5lAwuNw2MrKSgKBQMDhSwrys1JSEuNj0+Hw/ERkVlxMWmRoZkxYdkw4p6Sg36htlws3L2oc1ctr8BVvzx//8OLxh5dPP3zztluraVKqNowt27V1547tk4Ojy1asWbtszarR5cvGVizfOL5lcs/uicld6zasHxoZHhweGh4eXrJkSX9//9jYWH9/f51RP9Ro+/DtVx9+ePfhh68//Pzdh+f33p49+MvNi99cPP767JF/e/q5pKosKzYyPT4mDQFPhsET4ShkPCo+FpGclJ6akhkYGhELQ7EFkpXrtvQPL88vqfTwDU7NKCwoxmZmFtNovJ7uIYPeSqOynZ08AgPCHBycwiNiOVxRU/Mik7lWptSJpCqJXCNX6TVGq8nWQKZxi0qxWVlFJSVYHJ4CjWoykUCrqsRXVeKrq3A4LJ6AIxLxJCKWgK2sJuCgDt7KSiwGU4XF4ioqKvF4olgstVptMpmCzeYqlWqTyVJejgkMDI6IiEKhUCEhIZ6enmFhYTAYLCwsLDIyOjc3v7ISm52di4Cjc7ILREKZ2WTTakxqpYpKqBzobvjhy0ffvrrz1aOrbx5e/Or+ufdPL768c+zd4zPfPb/w7bPz759f+O7VpbdfnH/x4OjbJ6e+eXbm/cuPvn56/ou7p14/uPD102vP711ptWkVfJpaxDRrJFIeg8+igFurQhZFyKKIOTQZnynn0cUssoRNUfAZfCpWK2aZFHyLSiikVyv51JN7d3z49x9/+f7VoalNeimTgSvRSlnNVo1KyMCW5kLV0Uwij0nm0ImgHJrPool5LND3CxywWHQS8L4CFtD2NY2MA4NCxpWXQSJwZXkBqaqQhi0gFCR+tH/L3ZMTp8eHbs6s2b5Is7aGO94oPr9y4cfrFl9Z2358wHp8wHpswHphxcJHe1f+6eOZX24e+ePHM1+e2v761LaL67qXm9gLmUU1pCxdZZKiBMHJCOHlRMrL0WvbtN/cPvcfXz/685uH7x7eJJVkI0P94EHeFVmJ1JIsfG4yPhtNLkia5d4EYh6KmIci5SeSC5IAALOL04mZCQJMtrAyC8QgmVllW3r0L86u+9P17b/c3vPhwbG/3j781fmpXx5cenHlmJ5PSkuIigoP8vXxmu+wwN3Jw9PJ08PZy9nZe4GLLzRcvR1dvJ1cfVzdvN3dfNzdvD3cvD0ha0gPX3dPb1d31/nzTUrVyOLFQ62tA01NSxobB5oahluaR1sWjrW2DC9sGGisHWyoHWluGG6q7a8199lMA/XWkZb63lrTYpOm06Lrr7eMtjas6+vYNjYwvLCuw6ytlfL1HJqOTdVzaHoOTcuiCCrKNBSSkcOsEfK6zIb1vT3bRkc2DSzZNjq2eXBofHR009DQWFv7koamHltdo9akFKkSYMmebr7url5OC5znOcx3dnSKjAhLRCOhAPbwkJAAXz9PN08XRy8XFz9Pt1+dn2f9n709nCEfLHdoBHt7AAb2d3fxd3X2cVrg6+wY6O4a7umRHB1VkpaKyc6qzM7A5mYRCvPIJYX00kI2plRKwhm4zAaFqFWnWGRQgdGilTepJPVyIZCClTSChFjFx5ZxMMWM0nxGaT63skROwRl5jDoJv8es7a8xjNRbly6sW9ZSv3Rh3UhjzXCDdaDBMtgIYXBvrbFZLdGyyOyKQkJuekVqYkVKMiY9tTo7k1RQQCspoZeWUktLaWXl5OIScmkpraKCUFiSi0yM8w8KdHINdv11BLm4zB327b+fzOYAAwUY6MYAgH0cHOyT0tS0mc1bDm7bfmj7jpmNGw+Ojx/bvuP4jp3Htm87ObHzo5m9144cvnv21P0LZ59euvj00sUH507dPn7404MzkJ3VgZnPzp55dfPG+4cP3j988OWd288/ufro0ke3jh375MCBj/ft++TAgWv7D1yd2ffx3pmrM3uvzEyfn9xxctvm4+MbT23fcm7X9ovTExenJ67u3wOG3SULsPGVAzNXDuy//F/HpYP7Lx86cPnQgY8OH7hwcN+5/XtP7Z0+Pr3r2CSUmQSig49t23pkfMvhLZsPbd50eOPGQxs2HFi37sCatQfXrgNj36rV+1Ysn1k6um/p6N7R4emhgZ29UHPsxrZF61taV9Q1rqhrXF7bYDfB6pRr2qTKRrG8XiKvEylsApmFLzNyoLJnDUNsFWrNQr1FZDCLTGaRxSAy64UmncCo4ek1PL2Ko1WyNQqWeu5QcbRqrk7N1Wn5Bp3AqObq5DQZuRBPyKkoTMjMg6VVphXiskqr0vLxWYX8SqIQS5TgiFI8SUYgqan0Gq6gSSLv0Oh7tMYlRutITf2y+sZVzS1rWtrWti7a0t21uatzffui5Y0NQ1bToMW4rKF2TWvzmtaW7f19k4OD23u6Jvt6Dg4PTHa2rTaqh0Scfjaln4YfZRJXcymbxMwJpWCPQTILwInoQgQ8Jz46HxFXmoSoSEaWJsJKkXEl8CgMMpaUjGRlJnGzUiS5acriLG15lg6Tqa/MMmCyTBVZVkxOXXVBM6G4mVDcRsN0sKo7OLjFPHyngLiIh2tgVRmplaLyPFI6EoOMLo4LL4gOKYgNK0uIwaWiSZkpjPwsflmRrBqjJuF0VKKeRjTTcDUMXB2DWEurrqFUWUgYK6HShMcoyou0BKy0qhKTmoIOC48ODIoMCA72DwAADOgXcOnvvhnPpUG7uvs7wpz7Jds+d55d7K8JHs51UZ6LgmA+Fyx/B8BzIXPu3F6zDaQwu0EueLv//2v7aduvF5yAXcKd+7HYd4ETttPsXFnYfkXg4LnnPHcOHLDc3T3d3DxcXNyA7TPwwQINwACJwS6o0cURMn92c3WExUcXF+URCVgOgyoRcJUSoYTPYZAJKFisn5sLj0a5funih//82/evn/3hq6e/fP/qx3ePXzz6+OWTy29fXX/55KO7N4+vX7VYraCqFczGWo1BI5bwmXqVTCXlm7Ryq0mtU0tEfBaPTROLuBq1TKWUctj0+vpavV4bHh4KGmshEprtzrXzJ2gJBgAJUMqerwO8hUEhNPC1CgkJiYqKysjIoFKpCoWCw+FgMJiMjIyEhISYmJjQ0NC5AGyv0o+Li6uuriaTydXV1Xl5eXA4PCQkBLTjgsLdgICA0NBgL2+3wCBfH193h3kOizua/8+HX1asHHZzd3Rzd5w3zyEw0D80NBSAH6jPtwPwXNV6bgOw/UpBkzDAYIC7YWFhAIBDZhcAwNHR0bGxsWEhoT7enuEh/v4+rlwa9sO/ff/DVw/+/N3Tv3737Osnn/707dO//vD6/atHQgYxNsTfxx3yHrHLv0D1Bet5vy3g4YLflv9dBRh0QYMrBTcp5uiLEP3aifdfVYDtYAzCkEKCgoELdFhIKChgBvRrL4Gei7h2+oXFQRg4S4KQBTRIDIawDY4AQBsdGRUWEhroH+DnA5m1+fn4grJtANt20gbP/ZcUYBQSEREeCofFJCDioiJDC/KzhQI2e9aAh8emCbgM+xByaAI2VcynSYUMYMYuF9DkAppKyFBLWDIRHQrl1oq1Mo5ezqk3SRtNMquab1bzGi3KiS2rXn/xuUYpiowMjI+LTElFA+gNDw+Nj4+NjY2GweIyM9MRCFhkZDgCAYuPjw0PDwV/j8HBgbGx0Tk5OQWzC4japtPpFRUVUK/vnCXxNwtoBDIBhU6BIRPj4uGx8XHweFgCAoZGxKMR8bCYyGQUAoVEFBbkVVZWKlUakVjOZPFkcqVCoRKLpRwun8PlS6RyjdaoMRgVGr1creEIxBU4XF5xWSGmCk+hMzhcGp1EImJpVCKTQaPRKCwWi0ajlZWUJsARsZFRaBgsNyU1C4nMQsALk5NK0pLT42MKEpHYzFRBRUmPVlnHIHeIuT9cu/TuysWf7n12++iRdoNx7fDo7onp6amZXbtnWjo6Fvd2d/X19g0OrF6/bmJ6asvW8YGhwY6uzsWdHUNDQ2vWrNm0adPWrVtXrFixqKHu2LZNH/7y45eXznxz+cx/Prz17MjuWzs2/HL7ys+3Lv3t0a3vbl+tTkNnx0cXpqUUZ2XHRUXHRsQg41GR4TFenn6eHr4hEdFVOHJ7d//C9p6Glg4MjhINQ2fnlVcTmBQKT6k09nQPGQ01JcUYBwenosLyAP9Qdw/fCgzOZK41mWs1egtfJK/CkbPzilMyc1Oz8rgCeX1Te319G4nEKigsI5LoTAYPW0WkUpgUMoNKpoFBJlJI1URsZTUkBZdjiotL7T5YWCyOzxdarTaJRIbHEwUCEY8nmLW/CoqJiUMikZGRkeCGLCio8fcPhMMTsrNzCwqK0lKzEtGppSUYLkeoUuotJiuTguteZPvu9YPvv/z89f3LL++de/P5mdd3Tz6+tv/NveNvH51+effoi8+OvHl06tWjk08+O/Tlw+Mv7h56ce/E09tHH9049s0Xn757duvK6f2ttXq9jAvd/ZFyhByaiEsX8xh0ElbModkBWMqhipik2a5gOo9SpeRD3cJKPrWjznBgx4YnNy9/9fjmd2/uvXz48Yn9WzuadEImlk+v1EiYJqWAR69mU7BMKqQDi7h0IYfBohIhC4xZWywemwZC7KEOYQaZRSeBYY8FppFxkCcWqZpOI3HYNDqlWsgiMLAFeYiQyRVdq1t1mxcbLo73j7fKV5uYK7SktSb6OiN9skV2oEt3oEu3v0t3Ysh2e8fQuzM73l+cen1i/N7elfdnVk106Bvo+WZ8urI0QZQXU0PKMmCTmthFH+9a+tdnV//28vbPX9z527tnIkpVYlRQtJ9bckxIdV46Pi+tIj0Bn42mFqWAGKTZNeSARchFgRgkVlEaJQctrMzhV2QIyzO0lIIWOXlLj/7+0aWPj4398tnMhzeXf7xx6MWZqQ9vHx/cvKIyNzUs0NvfDwpQcHH28HbzcZ3n5uzg7uLi5+jqBxjYydUHALCbu4+Xh6+Lk3uAt7+nq5ufh5eXi0t6YuKSjvaxzo7htrbB5mYAwIPNjcPNTcPNTUPN9YNNdSPNDWMtTSPNdX02U48VKvHtqzN3WnQ9NuPSRU0blnSt7+9c1t482GRTUPEqOlHNIIFh4NJtEl6jUjxUZ13f1T6xbHTPmpV7166aXLF0XV/XQEP9skVtKzs6Nw8PbxkZGW1r67bZWnUGk1hGqqa4uwe6uPg4O3k4ODi6uLh4eboj4LHJSchENAIFj4uPjggL9IPQ18XFy9XJy83ZzsBzATjAA/LB8nZeAHqAQQ5wiKc7PDgoEw4rTU+ryMrEZKUDACYVFzDLi9mYUkE1RkElGnmMermwVadYbNKAqKdGpRjYXNdK+aC6W8MkAzWYWVZAK86ll+Sxygu5lSUaBtHAodYK2c1yYbtW3mVUd5s0PWZtT42+26pbpFfUSrhKKo5dUUgtzCLmZdBLCujFRbSSIkZZCaeyUojHSygUGY0mo9E52GpyaWl1fn4eKgnQb6CTa5CLy+8QF2BwiJvbPx4ursD+CnT/Auk4yMk5xMXVb978gAWOIS6unbbak9O7j07sml6/AaLfnTtPT06dnpw6tWvi3O7pTw4funMaot/Hly++uHrl+ZVLD86dunn04NV9uyE7q717Pjt75ss7t98/fPD287svb1x/cuXy/Qvnbx079umhQ9cOHrx++PCNQ4evzuy7NL370vTUhaldp3eMHx/feHTz+qOb10M2V7OWV3bJ1z4B5lhnJndBY2ryzNTk2emps9NT53ZPn9s9DSYX9u65OLP3/Myes3umT09Pnto1cXz7tpPbfhvjW09sGT++ecuxTZsPrlpzYOXq/ctXzixdvmd06fTw6K6BoYklS7Z39+zs7trR1TneuXjW/Ll5RV390hobQN8Rc80Sg6lbpV8kU4EYpDqBxCaUWHkSC1ds4kqMHKmBI9dxFDap2SqxWMRmo9hiEFr0IotOaNUJzVoexMBqrk7J1tgZWMnWSOkKOVNl52ElW6Pm6nRcrYjAY5eTy5Pz82BppYk55cl5lal51IJyMY4qwVNkBLKcSFFRaAYWJP+2yFW9OlO/wTJkqV1a17SyaeGalrb1i6C44/Ge7i3dXevbFy1rqB8wGwbMhmUNtevbW9e2tY73dE8s6du1pG96Sd90T+fGOuuwlN/HpgwwiCMMwqz2y9yp5O7VSw6YZQ6EjAx8VnpVWnIxEl4AjytFw7HpSbisZFx6YjkS6sUlJME42Smi/ExpXrqsIF1TkaPFZOsqc/SYHENFjqUyr666qJFQ2oAvaaVW2gG4S0haLCA0car15HJeWRYuDVaaEF4ECyuGh2MT4yiZaG5RNr8kV4IpUmAr1PgqLbFaT8YbaXgTHWuiVVrp1fUsfBOX1MghNjAJdQyillCpJFQxigtykXBEWFhMcEhYQJBd/gX/g5wr/9o58HcTu44Eao3tWGsHSPsEPNH+mvYjgaxqZ11Ag3ZcBBO7RGx/97nQOHf+vwvA9rebi7hg4+8A2H51cxnYfmL2q7BfiH3X7yZzARgwMCBeZ2fXfwjAPt7u8xwgs9noqNCc7LTyskI+m1FnNS0dWqKWicuL8hPiokN8vHJSktob6w/vmfrw8w8/f/vyyye3vnp2/Y/v7n/7+uaXX3z80/eff/v1zY8/ml461GTV861GaY1JqZLyJXy2hM/UyIV6jVQh5XGYFDoFz2HTZFKBXCZiMakWi6mrqyMxERUaCsmu3t6e9sgcuwAL9FI77v4OgAE9AsgEXabJyclkMlmr1fL5fCwWm5WVlZCQACyg7SXQdqstDw+P2NjYqqoqKpVKIBAKCwsTEhLsAAww2MfHJzQ02NfPMyQ0ICTU32GeQ2Oz+cOHv/z5Lz/w+MygYN/58x1cXJzCw8NB8bbX7AJY194EGzCb/QuKrsEucM6A6u0wHDTrgAVg2N4eHBISEh4eHhUVFRMTA4uLDw4Mig4PCw7wLshM/O6rp//2hzeQ5exf3v309vGFI7uO7N6yrL99caMVFh7k7ez4/wnA82bdoe1s/L8FwG5uUB74XACGMpCgH3IQqHm20y+Qdv9VAAZ6rL+vH2jNtQNwaHBIRFg48GS2O0IDxLU3AAMABn2/wAUa4K6dlkEzsN0HKygg0P83UTo4MAj0GwPMtrcB/6sKMBqVEBEemoCIQ6Pg4WFBmRkpXA6dz2OCkBU2g8xlUQVsaPBZFAiAORQpDwrflvGpch4VqGFaGUenElqMCrNeppGydTJ2nVEGALjOKKs3yevNyhVjPSq5AA6PRCHjEfBYGCwOgYBFRUUAAEYiEYWF+ampyZGR4TBYXExMVFhYSFhYCNTxHhwYHx+blZWVM9sGjMVi2Ww2j8fDYDAoFCrltwUYQaPR6LkKcFw8PA4WD4+HIRPgiQmwxARYXFR4EhKekZ7KoFPZbLZaq5HJlWqNjs1kaVTqOlut1WxRyOQCgUAoFEskEqvVpjPoRWIpiUatwhOqiEQChUqhUaHUmaoiKqlq1qeXzGAwKBRKSUkZkUhOTU2HxcFT0SnZqel5qWlZ6ERkdExmakpkRFgyPD7Gzxe6oZwQnxXsf2ztqtOb1vfo1Bt7etb09B3dvW98wxahQFpNpNC5XK3Z2LOkf9vEzo8/vfbizevHT59cunJ5y9Zxk8VMIpG4XG5TU9Py5ctXrVo10NM5PjLw5yefv/jo1J/vXf/ps6s3pzcfX95/bsPYH29dfn/z0nh/R2KYf3SAT3RYMBqVEBAQEB4a4evh5+zoFhkRSybRG1sWLV+1fvvknsm9h7bsmF67aXvPwJjOWC9TmozGBoulsatzQK0yJKLTnBzdZVJ1Xm7xAkc3OCKRyeLz+BKpQqsz1lhrm2rqmvWWWrnGUFFFSsssKCvDGQy1DY2tLLagtKQSU4ErKa4oLiovKYL6fjHlldjKahymugqDLSooLi/HlJSUFRWVlJdjKioqCQSSUCgWCsUMBqu6Gk+nM0tLy/39A319/WEwRGxsbGJiIhwOB/9GxUBLXEREVExMXE5OXm5OITIhKSkxray0UiiQ1dc2iLj04b6WP7179qdvnnzz7Ma3zz99/+Tjd4/OP7tx6NVnx1/cOfzgkz33r+59cvvwF/dPPPv8yNvHZ97cP/HVw7OvPz/z5cPLP3/z8OntS5tWDFjUIr2Mr5bwZEK2iEcVC+hiAZ1DJ0p5DDGbIebQpDyGhE0T0ElCBlHKodq0khqNWC9i6oSMzUv73z6+9W/vX755eO3r5zfevrjxx7cPvn115+yRiY4mnZxPUotpYi5RKWLo5FyNlCsR0H/9o+Mx+By6fcxlYEC8wBCLiMOAgcdhKjGQFVZ5SS4NX8qsLiTkoa8d2nph59Lb+9d9f+3g3d3L704tvbJ+8b5O7QYzc7pNcbTPena06fKq9uub+x7tXfnVya2vjo8/2Lvqk61LesWVxqqUWkqOsjRBUhRvo+Q1MAuOLm/+6tLu//PF1R/vX3h/7/KHH1522bTpsIjk+DBkZHAWKr4yN7UiKxEAMDEPDUqg5+YAE7PRxGw0NReKAhZgsnnl6SYGZqRetqpNt6lbd2ZL68tz6/5y98B/Pjn3f55e+ebGqWeXTygZhJhgPxfn+Z7eXu7efl6efv4+wb7OfoGeIa4egU6ewc7uAU5u/s5uvs5uvq5u3m7uPp7uPs6ObmGBoQCAA7y8arS6wY7FY4sXjy1aNNLaOtzSMtzSPNzSPNTUONBQ319r7a+1DjbUDjfVD9VZe836bqO2x2pYbNIMNtk2DnRPr1k2tXrppsGeFR0tSxc1bRnu27FsaHrNsn0bVx/csu7Ito0nJsbPTO+4dezQreMHb586euvkkfO7J6ZXLd04ADkSjY8MbBkaHB8dXtPb3Vdf222zdtXU2NTaZHS6wzx3J1efefNdHBwcoZSviDAUEpYQH5OIjE9FI5KRMERsVERwgK+7u5vjvLkA7OnmCBVCz/YA+7u7AACGkpBcnX2dHf1dnUO9PDJg8cXJydicHFxeHr4gl1xSyCwvZZaXCnGVQlylCF8lJeE0dCiUqFkpWWxQNyqldTKRVcSzCLlWEc8mEdRKhbVSYY2YbxFyDVymik6WEKv52Ap2RQmzrIBckEktymaXF4hw5Soa3sSj10q4jQrhIr2iTSdvUYptApaWRpASKxXEKgUZJyXhJCSChESSkEhSMllOpSoYTBWLreJwBCQSpbSiLD0rITzS39nVZ4FLqKc3AOAQN7dQd/dQd/cQNzfAw/+Yft3c7ObP9rbhYGeXICfncHcPbwcHDweHquycmc1bDmzddmDrtsm1645s335yYteZqemz07vPTU9d2jdz88Txe+fPPbpw7vmVSy8/+fj5lUv3z5y4fmjfxzPTl/ZMfnzwwOMrl7979PCPz55+++D+l3duf3Htk4cfXbxz4sTNo0dvHz/++enTn588df3gocu791yc3HVxevLC1M7zkzvO7dp+btd2EH10bMuGg+tXQx2/s95XoAf44PrVB9atOrBxw/6NGw5s2nhw86ZDWzYfHt9ydOv40a3jBzdthKTdLZsPb9l8cNPG/RvW71mzes/KldNLl+0ZW7Z7dOn0yNjU0MiugaGd/QPbe/s3tLavb1m0bmHb6saFK20Ny611S822pRbrMrN1ucWy3GJZZrWMmS3DBmOfRtujUg8YzX06Q5dK0yaVNwul9QJxI19cB5k/C80ckZElgOKO2CIzT24Vaqxifa3MUiO1miRWgL5aoVUrtGmFVg3fqOYZVFy9kqNTsLX2IWWoZEw1GFKGSsq2/8mOAAAgAElEQVRQKdhaLd+gZsplJB4pr7IYlZ0PT8uOTSpBZTBLqmREhpxEV5CoKgpdS2eaufwmibxNqVlitA6abaO2huUNC1cvbF3X1r5xceemji4AwBsWt69oahyxWUZslpXNDRsWt0Fdwe2LtnQu3rWkb2dXx0qToU/A7WZR+ljkUTZlFZ+6UcTYKefs0QgOGKWHLFIHVlEBp6SIWZhfnZFcnpRQlZZIzs+gF+ewCrOqUxIq4JH4xHhuTqq4IEualy7OS1WUZakwWRAAV+Uaq/LMVfl1+GIAwC20ysXs6nYupAB3CImL+PgGNlZeXcAsTK1Oja9AR2ESY7EpMFp2Eq84C9CvGlehI1YZyHgrjdzAYS4UcdrknIVSRquU2aMTDRhlvVpRm4TVwKdIMAXUvLS8hBhEqH9koF9YkL+/H1T/aTdtspMqIL25BDh3DvbOVVbtZAgm9of2Z/1DgAR7/x4U7VvAAXYi9Zxd5tIjOBKcNlCk7WWf9nrsuec5l9jnbgdz+xvZ+RyQLXh9IH3/zrjLfoH2c/7vJ+Dk517IbCcwVPwM0oABDINCaGB89fcl0B7uzvMcHObPcwgM8EajYCXFeWI+Z2FDLZ2EV4gFlaVFXq5Owd6eLBKhwWw0KKQn90394aunH/7y7R++vv/9V3ffv7nx5N6pO58e+I+/Pr9ycaprkV4joxk0Aq1SIOYxJHy2EnxlgUKAmZAFtIQvFnGFArZQwGGzaFKpeGRkCIMpDw8PRaESgoOhwmOg04IqaL/ZBXAjIGEAwAAswTHAUMrPzw/QY0pKCoPBMBqNQqEQh8Pl5uYikciIiIig2QU4PwPF2Nvb293dPTo6uqKigkqlEonE4uJiJBIZEhJiJ1JgFh0UFBAU7Bcc4hcW7u/o7CAQ0f/y1+8/fPjLiZMHfXzdwyMgsANAC+DWzsDgPEHjsR3pgaAN1nYMnkvCcz8EIHGD+uHw8HB4PAIWB0cjEhBx0ej4yE2rh88cmjo0tamr0dDfam6xKBRsEo9c3V5npVRWRAT4/bMSaDvx/m7yvwXAwH/O29sb/AT/3+f5X0ud7WD5PwBgwMC/q4IOCQoGVdD24uS5MUi/2lDFw+yuV8AFGhAyEI3nPjEmKtrugwU0Z6D9RkdG2VVf4JX1rwJwAgIWHRWRgIhDIWFRkaEpySgKGSfgszhMCpNGZFAJHCbEvTwmmcckC9hU4PQj4ZIlXLKUAznfqkVMnZxr0SvVCqFGwTfrZRatWC1mqIV0s5JrVgvqTXKTWlhrUdaatVnpaDQKhoDHwOHxSCQiNjYalEAnJydiMOV5eTnR0ZHx8bGRkeEhIUGhocGBgf4hIUEJCfDM2aWkpITFYikUCoFAUF5enpycnPrbkpKSkpSUBKqgEQkoBBrqAYbBE2AIOBIBmWAlISEGTkYhkLDYorxcrUbFpDPweDyLxWlubuazWRIBVyWRaJUKs15ntZhMBqNGpdao1FKplMfjcXhcvlDAF4s4Aj6Hw6KRMGRsERVXRsFXEbAYEolEIlPLyqti4xCBQWHhEbFJiWlpKZlpiakpyCR4PCIGjgyOiYYh4IkJiFBPT7i/b2pwYHUKes/SsZG62nqJrFmnry4qK8otJFOY7V29i3t7e4cGxlYsX7950+59M4ePH9szs3f9xg3DoyOLOzuam5uVSmVJSUlubq5YLO7vWswoK9q3dvmZbRumR3rHbNoxq2pdk3nQIF2s5Nn4VHSwj5+jg6+Hi4ODg7O7m6Orm693gIezZwIcrdOatm2dOHTs5L6Dx6ZmDh48dmbD+MTUzOFT56/s3X9ieu/R6enDY2NrNGozmcQIDooI8A+tr1soEso9vfxDQqOoNDaPLxHL1EKJksOXQEMo5YpktvpWrkCem1ualJRVhSXq9Jb6uoUmo41GZZFJdHw1VPZchcFWVlRVlVVCIcAFxRUVlSDlCMQdVVZimUw2m81lMtl8vpBGY6SnZ/r7B3p4eIWHRyYmJmZmZhYUFCCRSB8fn8DAwJiYuODg0ODgUCQSjUalwOKRyISkrMw8EpGu1xpkQvaaZb1/fv/q+y/vf/fi9o9ffvaHLz59//Ty24fn3nx+8vnNw4+v73t8/cDTO0dePjz15snZt4/PvX187v2zKz+8+PQPrz978/DqgZ3rajRiIYOolnAMaqlaJhDyqBwmgcsiCnlQa4CYzZBw6QCAhQyyiEmS8+hyLkXMJKi4FBWX0tdsPn9w18u7V//89slP7x48u3f+wa2T37y69dP7R3euHhtb0ihiV9mMYoOKJxfQoPAkHlUuZqllAo1cCJrwofh6Nm2u/GsHYDKhikyoohCx0BYKXsBnczl0GhnLIlawq4uwmbCT42MXdi794vTE67M7PlrXcW9q6b1dIx+vW3y4z3RyuPaTdV33J8ZeHlj/5ujmr46Pvzm+5d7uFZfWdy2k5zXSc2spOaoypCAvupFVODPU8ODIxr89OPfz3ZN/fXTxw3cPf3h4df2SlqIUeFJcKComNDEuPC85oSI7uSwDVZWNJOQlVabHAQWYkIsEPcDEPDQlL5mSl0zIQJCykNyyDE5parOEOjGycNdoy3if+dTmtqdn1748v/XfH5/78P3jCzvX2MSsDHh0iL8PdE/T18/Fw9vVzdvbw9/b0SfML9LNI8TZK8TFI9DZPcB5loEBAHu4ebs6u4UEBHq4uAZ6e6eh0atHh3taFo62t48tWjTa1ja2aNHYotaR1oVDTY1L6us6Tfous6G3xgyRsNXYbdT2mvVL6izL2prW93duGxvYsKRreGHdUHPttrGB01PbPzt34tbpozdOHr5z9viDS2cfXj73+YVTt04fvX3i0LVDe68ehsapia27lo9sXzo4s2HV1Orl02tWTKxcurKro6e2prfOtsiolzKZgQER85x8Fzj7OCxw9fD0jYfDZq37YPEx4ShEbFpiQnoSMhWdkBAXHerv7+G84J8BcICHq5+bM8gB9nV29HFaEOThFhPoX5qeVp2bSykpoZWVMSvLeXismIgXEXBKGklBJcopBBkZr6TgDWxavVTQqpE3KqU2icDEZ+s5DD2HYeSxTHy2WcCpEfNrpcI6maheLq6VCi1Crp7D0LIoQlyFoLqMV1XCrSzmV5WIcOUSAkZGqjLzGTYxp0kmaJIJ6sVcm4BVy2fVCjgKKlHFoOm5XCOfb+DxtGy2kslSMJgyBoNPJJKKy/LRybGBwb6Ozn5ObqGe3kAEtgOwnYEBD//9+h9aQwc5OQcscPSbN99//oLuuvrDO3bu2zK+e8PG/eNbj+/YeWLnxMmJXacnpy7s2X310MHbp07eO3/u8cXzX3x8+dW1q88uf/T5qWPXD+27Opvoe/3Y0S8+vfaHp0/+8PTJtw/uf/XZnS+ufXL/wvm7p07dOXHis5Mn7589e//0mZuHj1zZs/ejqclzu3ZemNp5ac/k5b1TIAoY5CEBH6xT27dA2b+zjtDHxzceGd9weHyLfRzZOn5kln6Pbh3ft37d/rVrZ1av3r1s+cTwyNb+JRu7utct7tjc0bW5vXNDa/uappYVdY3LLLVjppoRg6VfpVsyO/qV2h6Zqk+q6pepBxTQGFSqBpWqfqWyT6Hqlis6JNJFYkmLSLJQKG7gCaDgXw7fxhXU8qD0I4h7mXw9g2dgCk1cmVWoqZEYAP2apTVGSY1BbNOJamfp16YV2jR8s4Zv/HsAVnJ0cpZGztIAMJYx1XKWBiqWZsjUdDEXQ8VllRUhM9MjkYWIVHZZtYrKUVFZaipDQ2Ma2VybUNwiV7WrdUOW2pGa+ln5t3Vt66IN7R2bOro2d3aP93Rv6uxY29a6oqlxWUPtiqb6dYtaNnct3tTdtbJl4aqFjZvaW1fV1izmMZtI2A4qYZhLXyNibVXwJ1S83WrhPr34kFF8QC904BTns4vzaXlZuLSkylQ0PjuFnJ9BKchk5GdUpySUwyKwyBh6WgIvJ1mSmyYtSJcUpcnKMtWYXH1VvrGqwIItqsUV1RNKmsjlbQxsBwfXzp0dfPxCdpWNXiEoS6fmJ+IyYLgMGCEDQcxMoGWj2QWpotJcVXWphYarZZHq2bQ2IWeJVrGszjjSqOuzyQZqFSsXmTd01o7WqxdKGXp6FT4TmRUXEuXrGuC+wM/bzcfXwxO6Mwg5ENu9r+YSrJ3ufjeZS7N21p27EcAnwMj/xuwKPGXui4MtdoYEu8BGV1dXwI32GmP7YfZzBhwLKBcyi/pt+d128PDv1/Y3sp8SeIt/BsD2E7AfD460b/+HE/tVgM989gYEZH8F0NfT09vT09vNDcq1m9P36zwHhp0cFzg4LnCY5+Dg6eGckZ4k4LNUMjGHQcVXlpu0KptJr1VIzSq1gi9gk8gSDtOqkhyeHv/zeyhu9Kf3D/72p6d/+Ob2jau73766Orlt0KJnmnXsRU16i1Ys5jF0SqlGLlSIuVIRFAWsU8sMWoVKKZFK+Bw2ncOmk8nE0dFhsVgYGxtdWVmRmIiKjIwEAqy9d9TPzw+UK9vVVDs0AhMskKlrB63k5GQulwsAGI/H5+fno1Co8PBwoBV7eXnZM3hBy25kZGRpaSmFQiEQCHMBGBwfHBw8e7x3aFign79nYJCXs6tDZjbym/df/PFPb9++exkZFRIXHxUfH+v2W/aPXV4GVdB2breDPZjYT8N+OeASwHqugDyHjYO8vfzDQ6PCg0OiwkKDvNwLs5KaLWoZhyBj4SQMbKtFzSNW6MRcOYdRp9OE+Hj9MxOs30qef/3v/N+W/y0AdnKCEqG8vLzA1YEPAbph8Zu9s13CBWD5PwNg8CKB/gFAmA0LCQVSsF2eBaJu/Bynq7nyb3wsVKZr3wKEX2B/ZdeQI8MjQBISOMOQoOCIsPC4mNgEOAKVAFkpw+LiY6Nj/lUAhty3YqEGYDgsBoqHTYgvLcnnsGlsBnnWYLaSSYNsn9k0AodazaPjwRDQcXxaNZ9WDZx+FELIYl3AhaqjdSqhXsGTCSgKAdWk4tv0ErNa0FSj6e9u7lm8sLwkNzkpIS83AwaLAwAMaqFTU5Px+OrS0mIQCwxSvgAAh4WFJCWhs7KyMjIyMBiMQqEwm818Pr+0tDQrKwvwb0pKSnJyMiiBToBilJBwVBIwwUIgE9BIVCIamYyCGBgNj40KD0pPRjPo5MyMtPz8XBaLZTVb6izGRc31XS3NdRajUiKUifgGjbrWZrXVWLRatVQqFooFAhGfyWZgcVWlJQUMYjmlsoBSXUrEllVjykgkEpXGwFQT0jLzUEnpqRn5GZl5cfHIyIjYRFRKRk5+dHJKdGqqd2gYMikx2N8vITy8EJUQ5erUYzItb2kR4fASCt0kVy8fWbZh41bIBXrp0v6RocHRkVXr1u6Y3LX/8KHDR48cPHxo8/iWoZHh/v7+pUuXjo2Ntbe3CwSCvKx0TnXFg0tnPvz83Z6Vg9QsVLK/U1aIB8LDIcbNIdjRwd3BwccVsspzdHd28vH2Cgpxd/POTsupszVu2zoxuWvP+s1bV6zeMLpizY6pfctWbxxbuX7d5h0bNu9asXpLS0sPiyXCVVPzcot9fYLQqNSmxrb6uoWRUfGhYdHZOYUEIo0vkvNFciZHyBVIlTqTubZRoTbJVUa93qbVWskUZmpadkZ6Lh5Hqa9rtphrtWqdVCzjsnlUMo1Qha+sqCoqKMZgqkpKynJy8vLyCvLyCoqKSnA4ApPJplBoEomsrKwiPh4eExPn4+MXGAjlrsfHx+PxeIFAkJSU5O/vHxMTFx8Pny2KT0HP5hunpWalJGcUFZbzuQKlhLdzy4pfvn/z4sHVt08+/cPr21/du/Dm8zM/vvrk6wdnXn12/OtHZ989Of/m0ZnXj86+++LSuycXvn507t3jj/705s67p9eP7d60qEYrZZOkHKpGyofsJEQcsYDOZlbTaJV8LlHMYwg5DAmHKeOx5TymlENX8hh6Cc+qENRpJBtGeo5Pb3147dz3L+59ff/6++d3fvnu0Y/f3H356OJn1448/fzcj988+Pn7p+9efbZ9w+hYf0uDVamVs9USllrCkgjoPCZZKuJKhByxgC3gMuYqwPa4YJCQxKQRWXQSk0GuxJRWVZbSiFUMfJmYWkEpTNq/uvfu4S33Dqy7OTV2oN/y8Yaum+N9T/aueLJ31cPp5a8Obnh/euePF3e/Pzvx+simzyfHjo82jjdK2tmlLaxiXlaEqgx5ck3nH28e//7msT/eOvrm/OSH7+/9+/Mrj89NX57ZjEmHJ0cHxYV4x4X6pcBjyrJTK3NTS9ISsDkoYn4yJi3WDsD2HmBaQSq9MI2cjcKnw2n5ibR8lJlZubJVu3qRfmWL/NC65vM7Fr+4sOM/vrh8cecKDak0KdQPER4c7O/n5e3r6Rc438XD2dnbzdnH2cHF1zXA2TVwgXvgfLcAR1c/AMBu7j7uHlBLrbenj5ebu7uzS1hAgJzHXzE00NvaMtrePtrWBsZYa8toCwTAAw31PVZTt8XYYzX11pi7jdoOnarXDDXYL2trGmmp76+3tOmVdTJBq06xrq/jyLaNnxzdf/PUkfsfnXn6yUfPP7387NqlR1fOP7h09vLM5Ed7dpzbve3M1PjxHZuObttwbMem01PbgFA8uWbpSGtTh8WwpLF2oVZJLC11c/Nz9QlzmO/h6uEfHQNLQCFTkhORCfEoRGwSKi4FBYnAGcno9CQUPDo62M/bx8PVx9MFFD+DWmhvNycvV0d7A7Cvq5OP0wJ/V+e4kKBMJKI6P49aWsququLhcFIyUc2ka9lMaM2iaZhUFZ2soBKVFLyOSbGJuM1KSbNaXi8XW0U8E59t5LGMPJaByzRwmUYeyyzgAE0YYHC9XFwnE9TKBTVSrlHA0LDJCipOTMCIcOUCbKmKXK2jE2u4jHohp1HMaxBxGwWcWgFHRaNq2WwDj2fg8dQQ/TKVTJaKxRZTqSwstjwjGxUWGezu7efkFuDiEejqPkvCToGurkFubsHu7kFuboGurv7OzsHu7n8/Qt3dQeXzXOssoAB7OTj4z1+AzcndtWbtno2b9o9v3bdl/OC27acnp05O7Dqxc+L0JCT/3jh+7O7ZM/cvnH96Cap/fnPtky8uX/r81LEbh/dfP7TvxpEDt06eeHH90+8ePXz/8MFXn915fevmkyuXb586effUqVvHjt06duzOiRN3jh2/tv/A5d17Lk1Pndm5/fzkjo927wIAfGnPJPCCvrx36srMtL0B+NIeSCg+O7Xj1K6JE7ugzt7jO7Yf3bYVguEtm49s2jSzevWe5St2jYxu6+3f0N6xsmnhWG39iNW2sr5pRU39UrNtWG9eotb3K7V9Ck2vXN0plvdKlH1SCH17xIo+sXJQrh1R6YaV2iGlakCu6JVIO0SSNoGwhcdv4vIsNIaVzrQyWBYW28rmWdg8M4trZHM1VLaOzjWxxVaerEaosol1NRJDjcRklVjM0hqT1GaU1Bok9Vpxg0ZUD5GwwKKB+p9MSo5ByTEo2HoFWw/mUoZGxtSqeSYN36xg6+UsnZqjl5KFGoZEQRHwq+jk/MoiZGZFco6giqRnCbUMro7BNrC4Vr6wUaZoV+u69KZha92orWFZffOqZqj11w7AW3t7QAPwWF3tsobatW0LN3ct3tbXvaW3Z237opXNDaNWU6dE1EgltFLwS7i0lWLOVrV4t1Gx1yid0UkOGiQHtIK9So4DLS+LlJWGTUGXouHlyQhcVjI+O6UqHY1LR5UlxBTHhZfDInDoOHoaSpCbLi/NEeanSkrSVRU52qp8A7bAXF1Ugyuy4YubqJg2Fq6dj2/jVrdysC0cbAO93Ewu4ZWk0vITKbkoah6alo0mpSMIKfHEVBgxBcHOTRWX5kpLcsVFucqyohoyvk3IsrEJBhqmhoXrUHH6DJJGAYVfnI5JjMZnItMig8I8Hf09nHw8Xdw9nN28PL39/f5VAP5nQGjXSO0ADOyFgGoK5qDQ2n4kYM65oPvfxCDZ0RHoqHa8tIu9AHjtUvBv/OvyPwNg++v/s+sF12KvcAbXMvf87a8AJkBPnhsHBZ4LApDc3SErLHvYr4uL24IFTv8oBsnZxXm+h7vTgvkO3l6uREJVd9cis16ThITjMGUNNSazTsWiEpUSoU4pU4uFTVaTzaBikzArBju/eXXv5++ff//1ve/f3Xt871xro2JhvUynZkhFRJ2KZ9KJNXKhRi6UCdlqmUCvkuhVErVMJJfwFVKBUiFmMig8LrO8rGhouN9iMSES4gRCTnFxIQwGi4yMDAoKsmuGvr6+4Ic1m6zr7+v76/D3h4pq5yq6oPoAjUZzuVyDwSAQCHA4HABg0AAcGBgI6nIBj/n6+rq7u0dERJSUlJDJZDsABwcHA901KCgoMBCSdj08PCKjQv38PYNDfHz9XeLhIQ8eXf/uh1d/+vmbsvJ8D08Xb29PFxenyMhIu7YMjLt8fPx8ff39/AJmJ7/mDwfOLr/2v86lXj8/Oy6CX8vfXuRXzdjb29fHNzAyItbb0ys8OCA8yA8RGbSsf1HvQvNoV31HvaajVr1ySdvGsb6ZHRt+evd6eutGLzdnN8gIGrLBAh5Xjr8tv2Ng8PB/C4AdHR3BbSa73A0+cx8vbx8vb19vH9BSC2qY7fRrbwm2czLAY7tQDJ4InguO8ff1mwvAwYFB9jbguSXQ9oLnubhrB2AQiQRMoe32V0AKjgyPCA0OCQr41a8LtAHHRsegkajU5JTZjNskNBL1rwLwLP3GxcdB9BsfFwOLj87KTKVRCQwqgYjD4LGlFGIlg1xNI1ZRiRUMShWTVAkGg1hOJ1QwSRVcGk7AJNJIGAGXIubT2HQsi1YlF1J1Co5ayjRpBCox06IV15iUbAYxKz0JFh+dgIiLi4sBABwbGx0bG52enkok4isqyuDweDg8fq4CHBERlpaWkp2dnZGRUV1dbTQa6+rqeDxeSUlJfn4+QN//Uv8M+UonJCAhAEYkJKJQiUnoxOQkdDIKmYSEo2CxaHhccX4OnUwozM1SyaRNjfUahbS7vaWtwVpv1jZa9Z0LG7vbWxptZqVEoFcrlFKRSMgVi3hiEY/NoRPwVZiywuqSbGxRJqG8gIgtw1WWk0kEKpVaWVWdnV+ETklPycjOLyhJS8+EI5CQMgkpwimpxWVBMbGo1FQUCpWIiI8PCUqJiYzz8zOLxX3NzRqReN2KVTu27Vy1en3f4MjA2Njg0tGVa9fsmNy198D+yT27x7duX79h0+jYsqHh0ZGRsYGBof7+gdHRpQMDQw22mpT46KWdbUcmttDL8hH+HsggjzxYeFZcSLjbvGC3eYjIIBdHB8gIyM/HIyjQNzQ8MChMJlHu2D65Y/tkZ1dfU2t7a3t3bVNrXXP7wOjK/uHlja2dFluLWKbH45kYDLGivDo/ryQiPLastKqutnlhc3tcPDI4JDI1LbugsAyLp7C4IqXGaK5p0JtsErmmqaWzvXPJoo7+5tauxYv7e/uG6uvbeHwJRMKZeQX5JZUYHI3K4nFFEpFcJlHyeAK5XCkSSZhMNovFYbE4PJ5AqVRjMFU5OXl4PDEuDubr65+UlBIWFhEeHgmDIaKjo5uaFp47d2FoaIREopCINAaTW40llldgi4orSsuqCgrLUOjU9PR8JpNt1MgOz2z795++fnzn4uuHV95/cf3pjeOPPz3801fXv35w9st7p/70+pM/v73x/vmlLx+de//80g8vP/764YU3987/+Pr28zsXVvS3StlEvYxrVImUIg6TgmPRqhUSpkzC4HMJIgEFagbm0KRsplLAVgk5Kj5TJ+bWKIVqHm2sa+Hj6x9998Xn757c/ubprdd3r/z09YNvX1z/8vGld8+v/vj1ne9e3Xxx78IXDy599+buT98+/vbV3c9vnDkwtXGou9GmF+nlHL2Cp1Hw1XIeVMckYop5jNn2YBqfQwXRBhwmiUnD0ynVNDKWRsZCQcEUAgFfyaYRSBX5PFwhNhO2pbf+/rFtX16Y+urCrtsTI49nVny2Y/Ddqa0/Xdnzzekdf7q89y+fHPjpyr6vT2y9P7X8zIrWDTZ+G6vQik2T5setruF/eWHqp9snv7yw+483j3/46saH7+9/d+3wnx9fvjS9riQxMgcZnYuOQ4QHwkIDc5MQpNJcfGFGcVJcZQYCxCD9lgAMuUCT8tHU/CR6fjKjIIVblE5IiydlwPGpcfzSjFoevlFE7NTQV7eK9yy3ffjy6vefn8EmRcZ5zc+AR0cE+Lm4uM13cnfy8p3n7Onq4e/pEbDAwcnVydvJyWe+s998Z78Fzj5Orn6urr7uHr6eHr6uLp7+vgFO8+a7OTnHhoT2LWpf3NQw0tk5C8AtIwubh5ubRhY2j7RAPcCDTXVDjXUD9bb+WmtvjblTr27XKLqN2sGGmuGm2t5aqBN46aKmdX0d6/o6VnS0jLU1jrTU71o5evngns/Onbhx8vDHh2eunzh0/+KpG0f3f3Jw+sS2jTuXDU4uGzq2fePFmV0XZnZ9cnT/R/unJ9cs7bAY6lTyobaFvY11fCrN1cXLLyjawcHFxz8kNS0LiUQmJ6FRSFh6CiotGZGMjEtKiM1IRuVmpKSgELERoX7ebr5err5eEAYDEgYmWN7OC0AOMDRxnB/i5ZEKj8cW5pNKipkYDA+HE5FIShbdJOCZhXwDj6Nl/8rAQArWMMlWAbdBIWnRKpvV8gYFlFdUKxXaJAIAw7rfjtcwqTo23chjWYTcGomgQSmtU4nrlaI6hdDeMGzg0hVknIpK0DLIJhbNymXa+Gwbn20VcHUstprJVNBoIgKBg8XycDgJhapksqSzmRmZsIQgZzcPBwdfR+dgF08/Jxfv+Y6+jo7+zs6AgQH9+jk5/T39Bs/WSM8F4Nl6acg6K9DZycvBwWeeQ6fNtnvDhj0bN85s3HhycnLfpk0X9u45MzV5cmLn2empTw4f+uzMyQcXLzz86Pyzy1osloAAACAASURBVB+9unb1zfVrz69cunf6OIS+Rw/eOXHk7tlTb25d/+Hxg/cPPv/6s1tf3r7x/MqVOydO3D116saRI58eOPjpgYPX9h+YlX+nQRvwpT2TV/bshgB4N1REfWXPbsjvanZ9dWYvxMB793y0e9eFXRNnJ3ac2LH12I7xI+NbDm7aOLNu7e7Vq6aXL59eumz7wOC23v6NiztXN7eM2eoGjOZerb5bqRnUGpeo9X0KTbdU2SVRdEuVPTJVr1zdLfoVgHsl8h6xrFciH5SrRzT6MZ1+UKPpUyg6xeI2nqCJzalnMOtoLCORYqYwrQxODYdv5QgMLK6GxlSQGUoKW8MQmnlym1hXKzfWSAwmkd7A15ulNdCQ1Zpl9SZZo17WYJDU68V1dgBWcY2Ae2fXOhlTLaTIxDSFiqvXCkwKthaqgmapRQSBhi7Ts5Q6lkxK5JDyMMScUimBbuKKDByegcU1cwW1IkmrQt2pM/YaLYM1daO2umX1jbPRR+3rFnds6Oza2NU93te7uq11yFYzaDEvra9b3966tbdnx5Le8f7ubX3da1ubelXSZjqplUYY5DPWyPgb5fwpg/xQjfagRbnfAAHwjIY3KWM4YFKRxai40kQYLjuFWpRNKcwi5aWT8zNw6YnVaejqFFRVEhyXjCBnJLLzMoQlOZLiLEVZjqayQIct0mELjNWFZnyxlVhaSylrZFQ2MTFNTEwbD9cuJjVxqozEImFJGrcwmVOQxCtKEZRksPOT8YmxpbHBlYioyvgITFxkVVwUDh5PTkBQUUgqCoGPiyTDomioOGYyjJkEZyTDackJ5BQUFo0oTYhHBQcGu7uH+/kHBwZ5efq5zRbf2uFtbn/v78p9AcV5eHiAg/9+PVcInTt3doZcbe2NsnZi/HsYBpDs6uru6gqVBnt4eM0dLi5uYJebmwdojnV1dZ/d+F9e3NXVFWDD32u8YAtwGFowG6kK4NnJyWnBggVzPwRgOg1gdS6f/+5C7CgOkN6+1/5Z2a2q7Xrv76h49pIhC2j7AGqwm5vH/PmOTk4uDg7zHRzmg89h/nxHSPab57DAwSHY3wdbUSoWsOkUfGlRblF+lpDHxFWVsOgEo05u0MqMOnlDjcFm0dNIeAIWI+SyBvo6L104+Zefvvvw4S8//vDVm1f3uzrqZRKGVs1XK7lalVAmZon4NL1CoJXxZq1rWUoRRypgibhMPofOYUINfVIJX6WUDA71ZeekJacgBUJONbYyOTEpKCAwwM8/JCg0KCDY19cfAj8fPx8fP2+fAB/fQB/fQF+/IDB8fP29fX38AvwDg4O8fX28fLzj4bCSslKVRs3hcUvKStMzMxKTk8Iiwr18vAODgwBh2qVjwMPl5eVsNptKpZaWlqJQqLCwsDkuXFD98myttU9gkG9wiI+/v6u7u8OZMwc+fPj5w4e/CASMsNAAH293Xx8PXx8vf18/b08vd1cPDzdPb08ff98gP98gX59AL0/o/H18/Wdx2N/X38fHz9PHzxPyO56zAPXY09Nzbg/t/9OK/f28/Pw9fHzDw0ODAn0ign29HB2mtqz48J/f/+mre9+9uPXjq8/++v7Jv3337Ke3D395//TDL9/WWtQ+3m4uzvPmOTi4ODu6ODnPar2O8+YtgMZ8x/mOC+Y7Lpi3wGHegtnfDgeHefPmARieP3++/RfbXgph/7W33yGau8X+hwz++n7nBwZp+LNWUnOxFjCtfcs/mwDctQPwXIq2twGDkN7w0DCgAANhNm7W3QoUQkO2TLMmzwlwKIQImGABNrYXRQOUnasAz/oihwL/58AAv+CgADgsLm2WfdPTUjIz0pKT0MgEeHxcTGxMVFxsdFxsdGxMFCw+FoWEoBBUWdulZjAB0jECBkchZ88kPjYrM51IwM72ABPBt2oGFcdmEOmUaiKunEasAoNKrKASKulk6Es2n00SCShiIVUspAr5JB4HL+AQJAKKQsKQixlCLsmgltoseg6DGhESnJmalohCx8XFxcfHIxCIyMjImJiY8vJyEomUnJyMQCD8/f2B03hoaGh4eHhwcHBBQQEajc7JyWGxWGaz2WKxyGSy6urqxMREEP+blJSUaM9ASkhAIJAoZDIyISkBkZgARybAkagEZDIKnYJGJcLhwX7eBdkZapm41myw6NU6pXRhvWWop627pc6sEutl/P72prXLBga7WxutWotWyiJXETCFHGo1k1RZmJuSn4HGVxTkZ6AxBZlQcCuNIBfxMGWF2Kqygwf21tZZ0ImIjMyUKmx5ekZyekZyWkZydGxUXDw8MiouOgaGRCUmJCRERIQFh/iHRwQFBfpGRoQwWdSenq7BwcE1a9btmti9YeP4yLLly9eu3TY5OT4xMXPw0NadE8dPnNm+Y3LF8jWrVq5bvnTV0MDo6NDy5WOr+3uGmusW8hiMtvpaOZ+LjouBh4elwOISY6NT4fGIqIggLw93p/ne7m5+vt4gfjwiEkpCttXW9y8ZNFtqtEaL1mhRag1mW73eZDOYa3XGWoXaxBMqKHQeFk+rqCJhKvGxcYjQsCg2RyAQStsXd5eVV4WFR+fkFmZk5ublFxOIVKFIptEaa2wNza0dre29izoHO3pGOnpGOntGepeMjS3fsGb91iVDyy22ZiqDX1hSlZFdlJZZkJFdlJtXnJqanpmekZudU1RQWFJUXFJUXFxYVFxYlJaSOjYyKuDxw0JCgTkcGomKiIgKC4vAVGK7e5bM7Ds0sWt3V3d/ja2xrrHVVtvEE8pEUg2bJ7XWtuqM9UmpeRWYahGfcfro5A/vHn3z+s7blzffPP0YyvV9dvnds49+eHnlDy8+fvvw3PObR57dOPruwYWfX9/46dX175998rf3j57fPLusp77RIGmuUcsFNJNarPm/rL0FdBv5lvXrjtmSJdmWzMwyM4NkMTMzWpKZmWIMJw467DBTh5mZmaGTdDrpTndfmrlz587090r/tJ6nb99ZM997tc7SKpflsiqp8qpf7X320Un1apFWKdAqeRoFVyFhyPhUyBqtECp5LCWPUWdUN5pUVqWwwSBvtWhO7d30xzePPj65/vLmmc8vbv706vbz68ef3Tz2+v7JD88ufH5z7ed3Nz+/ufbtk4tv7p/55sHZd4/Of3px9U/fPviXj49f3T2ze92CoXZLrVFqULDVUqZBxTFpBBoZSy1l6lQ8KY8iFzM4jAoeiyjm08BTKrEAsm+I+CwqvphDKhGTillFydMtkgtbF31/ed8fb3z97ujk5zOb/np1z58ubv37rX2/3Dv812v7P5/b/u7ohkc7Fx+c3TqmoVnKsaqc8B5h2fGFPZ/P7/p4bsebYxv+eP3ALy8u/vLs/F/uHPv3p5dufb0xP8qfnJ9RnpMRjvbFRoQlhQaVpScyizLIWQm41AhKZiw9Lxmae1SYTC/EghAsVj6WXwyNDublJkiKUkT5KbzsRGFeirggg5meIC7MbBRTe/SU5X2699f2LR+qC3B1So0MDPdHB2ACYTA/DzjGFY52gfm4eCKdPeDO7l6ubl4uzjBXZ4SbC9LdFeXh5uPhjrTPAYZ7eSKgCcBu7v6+ftFBwbOmD4729HZUVQ021M3rbh/v6ZzZ0jjSUDu3o3np9L6Job5FfZ3D9VV9NlOPxdBdqR+ur5rT3jSjuW5uZ9Ocjsbx3rbVMwe3LJqzY9mCXcsX7l21ZPvS+aB2LV/49ZplRzetObNz04W9246sW3lo7fJ9y5fsXjZ+aPXEhV1bbhzcc/3w3udXzq2fP7O32tJZZemurZnd3z/U2VWQlePi7OGN8AsKDo+MiouOjoX+PNofR8bHRaamxmWkxqdgI9OSo7MzEjJSYuIig6PCgzBopLeXK8zDGQl390V6oWDuMLdpHs5OPnAPNNwT4eaMhnsmx0QSiwo4JAKrooxPxIupJAWLruGx9QKuQcgzCHlmibBSJDDyuVo2U8tmGvnsOoW8xaDrr63uqbJ2VJqa9do6lcImFVeKBGYh3yoRWcTQj5gEPAOPo+eydRyWls2sFIlsUmmdStWk07UYDC0GQ5NO16jVthgM9Wp1rVLZqNV2WiwdlZU1KpWez1ex2FIqjVOOoxcVc3F4JZOl5wv0fAGrtCwzKtrfzR1hl2rRbm4YVw+Mm2eAB+x3K9ATPrUCPGAYN0+Mu3skyicY0oG9MO5uPm4uwUhYIALu7uTk4eSUg41bPDq0YfH4wQ1r961ZsW/V8tPbt5zcuunIhslD69ac2LLx+qH9Ty+cfn7p/ONzJ19fu/j80tmHZ44/OH3s8enj908dvfb17lOb1784f/rj7et/fPLg50f3Pty8+uby+Rfnzj49ferFubM3vt53fc/u2/u/vrZrz+XtOy9v33lu05YLW6AorItbt5/ftvXSth3nt211bDm3dcv5zVtPb9p4at2GY5Nrj6+ZPLJm9YEVy/dNLN61aOG2+fM2z5m9fsbY2qHBlf19q/qnT3T1LGhqmV1dN8NaO1pZPWyyDestw3rLiME6ZqqaYa6eYa4eM1WNGCqH9eYRvXFIqx/U6AY1mmGdbobJNMtinm2zjNksw1bzdKOxV63pkClbBZJGjqCeJajnihr40kaRvIYvqWQLdXSuhs7TMIRWmdEir4SgV2GzKatsyiqrwmZVVNfpm2p1jbW6xhptY7Wmwaapt6kgR7RFUWORVVdKq0xiq0FYaRBW6gVQIrRBZAZlD8cygCnBOoFexVQbuAYjX6+kSyUknpLKM7BFZp64TqqulSrqJYoGqaJVpe0xmActNWD00ezGhnktzeOd7Yt7upb19y4b7J8YGlgy0Luwt2tOS9NYbc2ClubV0wc2jIxNDg7uXTR/orNlukbWJWT1CxljYtYiBXeNTrzNotxdpd1fqz9Yb/y6RrezUrFJL1qn5jkxC7NIWcm41Hh8WgI+LQGXGk/OSmYVZnELs1l5GbSsFFJaIjE5npyayMxOExRkqktz9Lg8M7HIQi6xUopt1JJqelktE9fAxTcLiM2CimZBRbuE3CWntQgJVfRCEylPT8rXEaFXPbFQjcuV5KVy0uIo8RGU2HBKbCQtPpqDjRekpgjTUsVpKaLEOBk2QZ6aqEjDytOxkrREYTqWm55ES0kkJGNTQ0KCvLwx0J08yssdAfNC2qkSmjvqWKbeHzsw2HGj/M9WpkLv1HWwWwDADi3U0V7r0FfBj9gt016gIXYq/QKH8O++OrDTQdT/WwB2c3NzADA4OgeuTwV+xyd0HAUAYBgMBo5i6jECnABvAHLoP6Lvr/uBeB4cmoPtwdAjLy+4i4vbV185T5vmAkgY+kUuzsH+ftnpKURcKb6ssCA3o6Qwh0rClRRmKaS8umqDViXkc8gmvaypvtJWqWUxqX293YMD06kUUnlZyeJF8589ffjs6cPxBbO1GrlWK9XrpWIxU6nkK5V8hYwl5VGUArpOyjOrxGaNTK8QSQUcPotGwBXz2DSFXKTVyPv6O4UiTmCQD4VaIRHwSfiKzPQM+yiaKH90AFBQUUg0VF+419/HNwDpG4D080f5+NnpGOXj5wu3j+0LDQ/LysnWGw1iqaQcj8vIykxMwgYGBwEABjDp5+cHvNDe3t6+vr4EAoHP59vTdEodAAwajBHeXwRnHx8IgAMCUWg03NvbecmSmX/9KwT/ixbN9PHxjAgPQnh7IhFeaBTSF4H0hiHgXt4IuA8K4YdCYlBIyLqM8PYFAIzy9UH5Ir194d6+cJT95hggsIN+wX8l8A//v/QLJUr5oAOD/AL8A4MDfH3g/r6ebk5OA+3W//jDm2+fXP707PKPr67++f3tP3+4//7xhfNHNm5ePaenoyYADfOGu3u4T/PydHdzdXZz84DDEdOmuTg7u05zdnV2dbHXtK/coALQC855hyYMfBCAgX9zOYMvHb4Jx+UMzl7HPGSgA0Mtwb9aoB2gC+Rfx5f/bOX/IwCDFOjYaPtsnliISwGIgmQsBwODZuDI8AigA4eHhoWFhIYGhwAGhiKs/dEhwYFJ2ITMjDTI35uMzc7KyMpMT8ImJCbEJWEhB519hEZkeFhIWGhwRFg4sGGDfTpeAXuDxOmIsPDQ4JBkbBKuvJTNIPPYlKkALODSftWXoG+B4nOoIj5DKmIKeCSRgCwRUe1FlktpGhXXqBcZdCK1gm82KGusZiqREOwfkIZNTUlKjYuBbvJCQ0ODg4MTExNxOFxJSUm4fcFgMEFBQcC3HxgYGBISUl5enp+fTyaTDQZDY2Oj2WwWi8UUCiU/Px9ov0n2BQuGAMfHx8bGxsdi42OxCXFJifHJifHYxHhsUnxCUnxCRlJSXGSYhM8Z7O0c7ese6GjtbWuYOdg1b6Rv4cyBOUNdIz3Nw91NPc1VjVZtrUlZZ1Y1V+mr9DIBHY8vSC/LTSnPSy3NScYX5dAJpWwKHl+UQ6koYdMITfXWxw9ujs8bI5PL8vPTi0tysnNSysrzi8ty09KxCTGxyfFJadhUbEKivfM7PDEpLjUrpaSsMDgiqBhX0jfUv3zliuUrVk0sWzV7zrzRWbOtdXUqg8Fosy1cuuzarbuLFk9UVdc3Nbb1dE8fHZo1b/bCiSWrVk6sWzBrcV/ngFqmkgpFBTm5YUHBESGhMRGRUWHhcVHRmalpCTGxgWiMjzfC39cPfCsiLDw3r6C+uaVnYLrOZFbpjBqDWaHRGyptWoNFa7Bo9FaF2iQQq5gcMZXBJ9PYJaUV4VDyXTydwRFLFINDY3yBJDAoDI0Jik9ILinFM5hcoUim0Rrr6pu7ugd6B8YGhucOjS0YGJ7b3T+jo2eku39G/9CcRcsmZ85d2j80p6NnpLG1r7axq765p7Wjn83matUaqVhSXFiUk5VNrCAQ8BXpqWk0CrWro7MChw8JCraf2vGZ6RkpKSk+KAyVxurtG1y8ZPn6DVt37Nw3sXJ9V+9wR/cgYG9bbVtHz0jPwEwaS1pSipeKmFs3Lf70/u7P3z/68Obad6+vfH579fPby28fH3//9OTHJ6e/e3zqw4NT3z08/fnxuT88v/TXb+9+fHz++6dXr5/aNdRqlfMqjEpeTaXCrJcZNGKtUmAfBsYzKPk6BUcjY1WqhFVaebVGZlOJbCpRpZzXYJCPtNcc3LLqybWTf/zmwXePr7y4cfLtvXPfPrz46vaJD4/PTa13D06/vnP85a2j7x+e+fTs4ueXV75/fgmsfH555ePzK/s2LZk/2l5bKdErGCY126zhqCQ0IRvHZ+J0Co5SyhJySVwmnkEpYVDKGGQclYRj0UmksgI+tVxKKeWWps9u1D08uvH7y/v+4/HJny7t/P7shn+9uvPfru/++619P57d/Oer+94cXndny/iR+Z1jGpq+MKaJnjPZrn+0a9mnM9s/nNzy6cz2X15e/uX9rb/fO/Hnawd+eXn5xo4VBaEodlH2spmjabExiRGRIT6ozJhIAnSjmEbNiiOlRVKzYhn5KbT8ZHJOPLUAioPmlKTyi1MFhUmCggR+bhwnPVqch+VlxrNSYvg5KbysVFpKPD0lSpQfYWFlnNo87/Su5ZFIV2xkSGRwcIB/iJunr6sn2tnL9ysv5DQv72le8GkwLxcPTzdXbw9XlKcdfT09UHb6hWKi4XCEyzRXNMoH4eFVlps3b3hk4eiMlXPnLujtXDEysG7O2KYFs7ctnr9/zfLjm9ed3r7p6Ma1O5aOb5w/a/WMoYW9HfO7Wud1tow0VM/vblnQ07psqGfD/Bk7li3YvnT+lkVztiyaMzlnZN3c0Q3zZ2xcMHPD/Bnr542tmzsKbZw5smPR/GPrVl/evf3G/t3X9u28tn/XtUN7No/PGW2t662rntvfN39oaMmcuTqFJggd6OkOh8NQfn6YkJCwqKiomJgY+3PMkIT4qLTUxOwMbHpKTHJiREpSeEZKVGZqbEJsWER4UJC/jy/Sa6oCjIK5+8A9/GAeAUh4fHhISU4mm1ghYtDYhHIu6QsAq7ksLZ+jsxfAYAOPo2UzNSyGnsu2SkR1KkW72dhRaeq0mDsqTS0GXZ1KYRELgXHaJOAZ+VwDjwPQV8NiqJl0FZ2poNIlRLIAV8Erw/HKcFwcnoev0PH4ajZHxmCIKBQegcAoLa3IyyvNzCxLSyfm5DKKS4REkprN0fMFCgaTi8OnR0RGIFG+05z9nF2AgRnt4urz1TR/d6/frQAP2G8A2N/dC+PuHuLhFejhEeTpiXZzRTg7+Xm5omFuntOcPJ2cpCzKhqULtkws2rt24vDGNcfWrzmzdeP53dtObt1wbNPk2Z1b7hw/9OLyuVdXLzy7eObllfPPL519cv7UwzMQ/d49cfjG4a+v7tv17OyJjzeu/OnRvT88uPPxxtW3l86/Onf62anjz0+furF3z9VdO2/u23t5+84LW7Zd3Lr99PqNU+vUug2OOrNh05kNm06t23Bycv3xNZNHV605snL14ZUrdo0v2D5v9qaZoxvGhtePjkA1PLxuaGhV38Cyzu6FTa1zaupn2urGLDV21rWOmartVTVmqho12kYM1mG9eUhnmq7VDekNwwb9kF43oFH1q5VDBvVIpXG61dRr1nfptB0qZYtE1sgXNXJEtWxBPUdcwxZaGQIjjaujcLUMvpEjNQnVVoXNoqi2KmusyhqbqhasWBTVv9JvQ7WmvgpqBq79Uopaq7wGALBRZIEY2I6+joHAWr5Oy9doeGp7afU8g46r17K0aqZcSRdr2OJKvqxKrGhQqOvlqkaZEgp/1uj7TJZhWx0k/zY1zm1pWNDRsqi7fXF/19LpPcuGB5YNDyzo7VzU172ou3O8vW1pZ/fa6UPrh0fXDQ6s6G6bbdP1ybh9QsaYlDmu5K7SiTebZDvM8n029aE6w4E6wx6beotRtlbNX6HgOEGSb0EmPT+DlpdOyMCWJsWUJ8cS0hPZ+ZnM3HRKRhIhJb4CG0tKSQAADBRgY0VBJanYQi6yUoqraKU1jPJGXkUTnwCqVUTskFKaBRU1zOJadnkdB1fHqajjVFQzy620EjOxyIDPVxZlKvLSpNmpkqwUaWaKNCNNkp4qTk3W5mTqczOM+VmmgmxTUY6uKFtTlKMszhPkZ7PzcnJjokIRCB8PmJerp5uzF8wL6eYGuS0d9Osg3qlbHMowkHMdN81TV6ZC79R1sB8HpjoUYLDFAY3gR+w7/C0AAziEwxEwmDdARPAKxuf+Zs+OGaqOG/3frDhmzLi6uoIDBzNXwbFM/eQAa8F7HEj8m88PqBv8lD3RCj4VdB2E/N8owOBY/hGAp01zcXPzcHV1d3V1d3Z2dXKa5uUFx2KxTCqFTibgSgqz01My07C40gIRn6XXyGtsBqNOLuDS+ByqrVLd1V7X3lLdWGdpb2tSKiRcDmRg1moUNdWWrs7W3p52k1EjEnKMRqVaLeZyqSqVSK0WS4QMjYKvlfGghBK7V03GZwrYdC6DIhFyqiwGvU6pVIgtVkN9Q5Wvn3dGZoqYz+Ox2BQSuaigMDE+IdA/wC7Aon1QGF8ffx9fUAG+foEov0AUOsDHFw257hHeCBQSGloPh2EC/GPj49RajUQmrSAS0jMz4hLi/QMDvJEIPwwaYK0DgJFIJAaDoVAoHA4HhGCBhmEMBgPGBX9RbiEnMwLjD4Vg+fsjkEjXtraqv/zl4y+//Pn587shgT4xkUFe7tNQcE87pkNSL9IbyrSGYq0Rfj6oLwAMyZ92T7QDgJFIb0dvMwIB9c+D88Tu90aB7l/gkvb19fXDQEE/ASHB/oEYXx94IAaO9HSScQj/8unph6dXfnh1/fObaz+9vfHX7x///afnH55fvnpmz8F9m7IzEtB+CJiXq5enu/M0J3AmgOnQzi5uLm6uLlBXuIuzxzRnD8gmPfU0drZbGxzyL/ju1AvccTk4Lkxw5oP5ZHA4FOs9Fe8dZmbQvgsirEDM8j9DX7D9vwdg4IJ2ZEE7JiE5RGAH4gLuBcJsXEzsPwPg6MioiLDwsJDQsJBQgMGB/gHQb8H4QanCydjMjLSE+FhsYnxuTlZBfm5uTlZaanJCfGxsTFRUJDSuOTIiLC4Wag92fIapvwusx8fGxcfGgWFLsdExuTlZVBKOwyQBAAYrIj5DyKODdSGPLuIzQIkFTKmIKRJQJCKaTEKXSxlKOQvQr8Usg4wYOqlRJ7ea9HlZmcH+AQnR8SlJqYnxCbGxscHBwZGRkUVFRQQCIS0tLTAwECSNBwUFubq6IpFIf39/MB5MLBbL5XKbzVZfX28wGMRiMYPBKC0tBdlXQP7F2heoBzg2Ni4GPAdIScamJWNTkhKTk+IToMy2iIhgjC+bRq6zmU0quVWvbKu3Dfe2NlcZOxssw91Nswc7B9rr7GG/4kartrlK31JtMMh5NFw+sTiLSSiqKMxIigosyk4FDEwuL2TTIBmcz6LYKrVd7Q1sNrmioqisLK8cV0BnEHD4wsKiHFxJaXFeUU56dlZaemFuTnF+Tio2PijQLzcrNTkpTq4QL1myaHx83Gw2l5SWR0bFpGZmmG3WobHR6vq6sZkz/vOXX5YsWSaTKUKDw8JDo5LjU4jlpEq9ZahvZN7Y/Dljc+tstYX5BQEY/9DgENANDp53pKem5WbnpKWkhgQFo339wkPDEuKgJml8BbGqura2rsE+9kkuk6vFEoVcoZFIVVKZWiaHVgQCBYcjYbPFLLYgO6cwNCwqKzufSKJJZaqZs+bV1jXFxCYGBYfHxmHTMyDLN5nCkCs0tqq6hsa27r6RgaE5Q6PzB4bmtHcN1TV2Vde119R3tHUOdvWO9g/OHhia09U72toxvat3dHR03vTpQ/PnzpveP6BSKJl0hkgg5LI5xYVFKoVSpVBCZ0t0TG52TjI2KTszKzs7OyU5QyZXN7d0NDa1DQ3P2L5jz569B5cuWzU6c96c+YtnzV08fXj26MwFIzPmaw3VhUUlfA553crZ3765+fm7+y8enXnz5OzHVxffPjn5URbVyQAAIABJREFU7bNT756c+PDo5KenZ356cenH5xc/Pjrz9s6xB+d2f3h49s3t0zvWzG23qSrVHJteYtYK1XKeQsKWChlSIUMpYkBZ6HKozEqBWSloNKmazGqLQtBgVCybOXBk+9qPz25+enHjh+c3Pj658v7BhTd3T31z7/T7h+d+en3thxeXPzw+9+buiec3Dj+5euDxlf2Pr+y/cXLr4yv7X90+Bja+un3s07OLP7+9/cu/vLt18cDc4Wa9jCrl4XVyulHJ0UoZbGqJQkRTyzkCDpFFK+My8VwmgUmroNNIDDqZUFbEIZdzK/Jp+dh+q+Tc5vF/e3Tyl2+v/fv9Q3++tvPfb+79t+s7/3Zt5/cnJ98fWfts78SReW0jSqINl9gvLjswq+nF1ys+n9v+5tCaDyc2/u324f+8f/wv177+05W9/3b76Pm1MxUlSSXRmIX9HWOdbdiI8NiQ0PjQkJJ0LDU/nVWYRsuOJ2dEM3ITGPkp1LwkSi6WVpjELU3nl2cIS9NFxSnS0hRlebooN16Ly1YUp3HSY1npcfycFEVpro2JlxXHCAtDl0+3fXhwJjc2OCrQLxiN9vKEZvw6u6OmefpM80Q6wxDOMG9XGMwdBvf0QHm5+8I8fLw8ofLwRLh7QADs7Y38ymlaWFCwLxxhUWtm9vYvGB7etXr1xvG5m8fn7F6++OjGtWd2bD63a+ulfTuvHdx7/dC+87u3nd+97fT2TXtXLt22eP7m8TkrR6cvHexePNC5dLB79czBdXNH184eXj1zcM2soZVjA2tmDa2fN7ZpfNam8Vkb5s+YnDOyZtbQmtHBvROLT21ef3HXtkcnj7y9euHW4X07J8ZntzXO7mpePW/27g3rVi0cXzhzVmZyurPTNJgnwtMDMs2h0f5hYWExEAFHRkaEREeFYhNjcjKT8rKT0pKjE2JDUhLDcjMT05JjU7CxCbERYcEYX6QX3NMF4ekKab9ImLeHC8rDNSrIvyAjlVJewiUT+VQyl4TnUwgSGlnBoqs4TIiBeWwtjw0wWM9lAwC2i8DcSpGgWi5t1Ko7Kk09VdZum6XFoKtRyMxCvkP1BdwLkrTkVLKYQBLgKtjFpbS8AnJ2Ljk7l5SbR8kvyImNK0jEFiYnFyQl5SYk5MTH5yUlFaWlFSUlE3NyefgKFYttEAhVLDatsCg3Lj7YCwZyqvzd3ENg8GAvGEiugnTd3ysgCzsYOMADBgA4wMUNADDG3Q3l+hXKfRrKfRrC1cnPy3moo2nP+lXbVizZsWLRye0boZlGWzee2bH52KbJIxvWnN255e6Jwy+vnH997eLLK+dfXb3w4vK5J+dPPTh97O6Jw7ePHbxz/NCDE0eenD724dqlPzy48/P9259uXn1/5QIA4KcnT9zYu+fa7l039u6B9N7NkNJ7at2G0+shgRdQ7vE1k8fXTJ5Yu+7E2nUnJ9eDleNrJo+tXntk5epDy1ceXD6xb9nSHQvnbZ41tm5kcM0glO20ZmBgdX//yt7+pR1d440tc2rqZ1XVO0TgUXPNiAlSgwcNlun6yun6ygGdcUBn7NNoh4ymMWvlsNnYq1F2KqQ9akW/QdNt0HToNC0KZaNIUs8T13KEtSxQYguNp61gKnA0NZGjZ4mrxJoapblKVW1T1VZB7b5QAcq1KmtqtA01Woh+pwIwBMl2ALbI7POQxFaT2Apm/zoAWCfQa/maXxlYaxKaVUy1gq7UcJRatlzNElXyZfUKaPhwk0rTotS0qXXdetN0S9VYbcOshsZ5Lc0L2psXdrUt6e2E6Hewd2IIcnCM93QuGehd1t+7pLtraVfnip6e1b19a3t7RgyqPjmvW0gfFjPnqwUrDdKNlcodNvWeat2BOtPRZtvhRsvuKu0GnXS5nLtYwnSqSE+k5qZxS/PEhBIhvoien1GWFJMfEwpxb3IcDhtTnhhdgY2lpifxCrJlZfmygnRVcaauPNeAzzdW5JmJBRZykY1a0sDFg2riE1pFxDYxqUVIaOThGngVzUJSi4jaJCDXsytqGOW1zIoGJqGOjq+h4qzEEgu+yFxeZCwt0BXlavOzzcW5lUW51pJ8W3lhVUVJFbHURio3k3AaQrm4rKQwIS4MifT1hMPcvFydPTzc4a6uX7pkp94QOzjQcXPsuG8GW/7nr7+7W09PT0DaDqUUxGXZ78K/KKJAAXaQoWNSLmBCd3dPIJw64BOgKWB1x32/42P/ZuU3bwChWb9haceuABsAP7ND73WAMeAf4JoG33VQvePoHCT8eyu/b4EGku9XXzkDNdjJaZqvL7qwsNBmNulUcqmQJ+KxpSKuWMCmUypKi3LZDKJGKaqtMvZ2Nfd2NcolbAqxWC7hGvSq1pb6ObNHx0anWy0GoYBNpxHLSgt6e9orzTqzWS2T8YRCpsGgUCgEXBZZKYFmVEh5DDGHJmRR+AwSk0Kgk/ACLkOjlNBpRCKhjEzBNzRWFxblJCfF40qKaSQyg0Yn4CuyM7NioqKDg0P9/QN97F5iBwA7FGAfXzQ0mwEOgyO8Qfn4+QaHhoilErFUQiSTUtPTomKiMQH+AID97CnTAIBBfHRAQACdTgdjkEpKSqYCsD1/CxJe7QiHQGNQgUE+AIAlEsa//uv3f/3rD3//+880cinK283D1SkAjfRDwjE+KD8fKO3piw7s7TsVgIFejfRBAAXYEZSFRCLBcw1ggIdw188PjYZiscECzR0JCsT4BwaFhfr7ozFoZGgQCo1ySY0LfHTzxJ8/PvrLdw9+fHPz3WPIy/f59Y0/frj307cPfvr+FZ1ShvZDeHo4w7w83CB7PvT448ujkP8KwC6ezuA6AhcUMPODLHQHA4MzH1yGU59kTb0wwWMjRw8wAHjQHY3+dfYvANp/7AGe2g/saAl2YLPDAu1YASANpgE7orBCgoIdQ3oBfwLD81QMBurrVCgFqiywQAOYAfQL1GDoWQwS5eeLCgzAJCbEAdzFJsZnZ2XkZGdmpKcmxMdGhIeGhgSFBAeGBAdGRYZjE+OB8gx+i0N/BjZs8AES4xPiYmIjwyNio2NSU5KI+BIWnSDg0rgsMotOgOJkuTS7tZLIY1NEfIZEyBILmL8WFIQLdULKmEo5S6Vgq5UcnYav1woMOpFRJ9VrpAatIiEmOtg/IDIkIjEeGx0ZFRcHtXEmJibi8fiioqLIyMiQkBBoQo99gcFgIDI9KSlJIBA0NzebzWa9Xm80GrVarVKpZLPZhYWF2dnZ6enpUwE4IQFC68T4ZLsunpaSBAnOKUnJqdiklMSE+Kjw6LBgmZDbUl9tM6jaG6pmD/ctnjvSUm2yaMQNFs1QV+NAe119pbrGqGiy6erMKhmXQinLBVWSnZQeH5YY4U8qyysvyCKW5tMJpQI2VSMXyoRsNo0gE3OEPLpAwCAQivH4QhK5rLgkh0Qsr8CXV5SVlxUVF2Zn56enlmRlUEqLuZSKzIQ4LpVUZzMrJMKw0GB3d/eYuNhSPI7FYXL5HDKVRGNQa+pqL1y4wOFwcrKyoyNjoAD28Gh/HwzMDR4aEMYkMdubOhqq67EJiUhvRLQ9aC0sJDQqIjI0OCQ0OCQjLb24sCg1OSU4MCjQPyA2OiYtLQ2PJ8jkSqlMQaUxmCyeQCjl8cV8gYTDFQmEMoDBYrGaz5cDBsYmpQcEhhKIVDqDozdUzpg5d2h4Bg5PCguPDg2LioyKS0vPxuFJXJ5IrTFYrLWNLd1tnYPdfWMd3cMNzT3W6haztbHS1mStbqmp72hs6W1q7auua7dUNTc09/T1jc6aNaevp7elqbmmqloulRHwFUUFheWlZUq5goCvCA8NS0tJLS4sSkrEJmMhDzmVSldrDHX1zTW1jXX1zYNDY6tWr9uxc+/yVeugNK/5i1et3bhq7caRGXMrbXXl5eU8VsX+3Ss/vrv97MGpe9f237u+7/bF7Xcu7Xh1//DL2wde3Nj/5s7h7x6e/vT47Pt7J17fPPzD04s/vrhycueq9iq5lk/Sy+gGBdeg4snFLKmQIebTRDyqjE+FGFjG0ik4JgXPIOM0GBWNJmWtTrpguOPq8b3vHl754dWt948vvX9w4dOzy59fXvv49MKHxxc+PIYAGJJ2n154e//Ui5tHHl/Z//DSvoeX9j27fuj1nePvHpx+//DMh8fnvn109sXNI3cv7Hty8/g3Ty6/f37t2d0zV87u+3rHykWz+9rrDQ1VGrWUKRXSeKwKDgMn5kPNydBzKw6Dz2OR8aVMQgkLn8spTW/VsBZ1GP/y4Pgv31z6+4PDf7vz9b/f3P359Jqfz05+Pj35ZOf4qcXdi2z8NlbOHAPj7LK+98fWfzq9+ZvDa5/vm/j73aO/vLzwh0u7//3O4X+/c+TK5BgtDknFBuyZmLV75eLCZGiEWgACmRYbTS7MZpXksArT6DkJtOw4Vn4SsyCVmpfEKk5nFKYyC1K5RZACLClNU1fkmKgFOnyWFpcpL0rWlGdV0spU5TmM1BgyNkRcEElJ8amTlD+9vF9QURCE8PJHoTw9vN08Ua6QCOzr7IVygSNdvOFucLg7DA7z8gXlBUN5eiE9PL3dPeAeHl7eMISPNyLID5MWFz+jp6+vvmm0o2Pt3Lm7VizdumjejqXjh9evPrl1w9GNa49sWHNiy/r9a5bvXbn00LpVh9at2rF0fPP4nE0LZq+eASHuyrGBJdO7HLVitH9yzsjknJH188Y2Lpi5dfHcnRPje1ctOTC5/ND6lSc2Tl7avf3u0YOPTx9/eOLwxZ1bNs2bMdZcs6C7bd2CmQc3bzi8c/uC0ZG+1jYfGNLVycXDDQa64RAIREBAQHh4aEw0lE0YGREcFRmSmhRTkJuWl52UnBiBjQtOS4rKTEvITMOmJcfHx4SHBqH9UDAUzB3p5ebr7ent4RKI8s7ExlPKS1ikChYBD4nAdLKESQX0q+GxHQqwjs/RC7hA0dVz2Y4y8Dg2qbhZr+2psvbVVHVZK4EXGsi/AJhVDJqCRpFRSFIyUYgngOKX4zklZczCYnJePjEntyARW5KSWp6ZicvKKsvIKM/MxOfmkouKpFSanM5QMJgyGl1EItMKi7JjYsMRyCBPL383dz9nF7SLKxjbG+QJJVr9Lv1i3Dz93b2mMjAAYH8PjwB3jxAYLAjmBRXCy8/DBeHshHKflhITOrlk/q7JFTtWLdu1YvHpnZvP7txydtumk1s3HF6/+vD61Rf2bH945vib65fe3rzyzY3L725dfXH5HKDfO8cP3T528N7JI0/OnHh65viHa5d+vn/75/u3v7917durF1+fP/Ps1PEnJ47f3Lf3xt49AIAvbt1+aduOMxs2QYbnTVtOr98IiPfk5PrT6zee2bAJ0K+DgY+uWnN4xaqDyye+nli2c9H8LbNnAABe2d+3oqdnoqtroqtncVvHgobm3wDwsLFqyADR74DOPKAzT9dXDhrMQ8bKIaNptNIyw2YZs1YOGvV9WlWPWtGjUbUqFY1yaa1QZOPyrEyujcGtYvKrWQILjacnQvSrwNN1dKFVqKpTGOvVthpNLWBdgLuAga3KGgf6TqXiqQBcKa2CZgKLrSaJBRp3JDYZxSaDyGgvvV6os5dBzzMo6EolQ6HjqdVMqZjE0jEFTRpdq9bQqtV3aA1delO/2TpcVTuroXluc8v81pZxu/y7tM8u/w72LhvsXTq9B9Dv0p7upV2dS9rbF7e0Lm5qXtRQ1y/j90lY08WM2UruhEGyzqLcWqXdVa3dV2s42Fh5uLnqQINlq1m9QsGfz6OPMYlO+LSEivREcnYKuzhHVFEswBVSc1JLEqMqkuMqkuPwSbH4pFhicjw9M4VfmCMvL5DmpymLMrRlOXYALrB7oSEArmGU1zDK69jldgAmt4kprSJiqwgyRbeKiO0SaquI3MTBN7JxzVxih4DazCY0sYiNTEILi9TGprZzaG1saguTXEcsq6koqakoqSWU1pFxtTR8FbXCTKlQ4Ut5hblZkeFBMBgaBkfBkB5usP8GgB1KpgPwfnPH/D9kYMedt0NbBsj63wAwgF4HADs0UseYXHvG8xcA/tVIDO0VoAjwf/6GeH/z5VQScOhjDgD+za5+F4BdXFwcerjjX8ahD/9vGPj3AdjV1R04n4H05+Q0zcXFLTY2lk4m0UgVYj6nrsrS1dbcWFtl0qu0KmlLY01rU63ZoDTq5F3tDdP72ns6G4and4yO9rW21spkPDK5TKORLFw4a8WKhW1tdUaD2moxjI4MzBgbbG2pNxrUINGHSSFwKEQ+nSJmM0RcJo9JZZBxZHyxRinSqsRsFhUa7UnCmYyaKpspOioMGxdblJdLJpJIBGJxYVFmekZsbHxwcKiPj5+Pz5cGYNAG7O2D9vZBo3z84AhvT5gXzBsO2NIX7ecfGEBnMvhCAYlCTklLDY+MAB3CvmgIKX3t8VnA/IxCoQIDA+l0+j8qwOCdvr5oPz8okQuFggA4IBCFwXgjEC652Ql//Pnd9x9f/O2vPyxbNAPh9RXcwykYg/RFwNAobz9flA8ShYAj4V7e3nAfFBINLNDeCJQ3EupoRqC8AQBDSWV2jRTMZAJXgZeXFwBgjH1Bo9FgxHFwaEhwaEhoZERwcGBggG9IoI8vwtndyWnZvP6f3t779OoaNGbzJdTV9vLOyed3Trx+dPHHTy/JhKIAfx8fFAzhDfP0cIPBvN3dPYEdwNnFzWGBnub+lbPHNIeTAnS//18rwOAZEAwGc0jZAIP90RgI3v8rBkNg+et4pN+sOGTh3yjADgBGIZCAojF+aIwfGrQBAwB2hGABvHTQLxiG9N8DcGx0TGR4BKBoe29vOABgDNoX9ACDvl9ozi02ITYmKjQkKDQkKDIiLD4uJj4uJjIi7MuWXxVgBwMDDIZwwt6HnBAXn4xNSkrEQpnS8bEEXDEAYA6TRKfgGFQ8YGDHCpB/Idjj0oQ8qkTIEAupoCQiqlRMA6VWcjVKgV4jlUv4ESHBoYFBoQEh0ZExocEhcfYlOTk5JycnOjoahUIFBQWBodMBAQEIBCIyMtLX17e0tNRms7W3t5vNZqVSKZfLxfaFzWaX2pe8vLy0tDTggk5KSoLmAMfFJSWmQsHPdvMz5H+GGoCT0pKwiTGR+VnprQ0143NmzB0dmBifvXzhnEVzhtdNjI/0NA+0180caO9rrWmwaGqMCptOquDTaLh8fEE6Lj8tPT4sCOUeGYAozsIyiCW0iiIevULKgxov+WySUSsx62VqBV+vEasVfDw+v6QkC4/PLy7OZDKJkBxXgSPjcBwKiU8kUApy8emphIwUdkkRPis9Iy4qPjwkLSmBTCay+GwcCZ9XkM0XsPPyoY5pq7XywP59RoMuPDgoJCAwPDgkIymFVI4nllWkJaaEYIIwKLREIAwNDvFBoqIiIsG5HRURGYDx9/PxjQyPyMrILCoohP6IRcckxMVnZmYWFxeTqRQKlY6vIJIpNCaLw2ByaXQ2k8XjCyRyhValNiiUOqFIzmKJaDReeEQsxj8EDD2qqW0amD46c9Z8vcESERmHxgQHBoWnpmWXlROJJDqPL9EbLJW2huq61vqmzrrGDmt1k7Gy1mSps1Q11ja01zV2NLX2tLT3NbZ01zV2NLf19vYN9fb2V5rMaqXKZDCKBMKcrOyMtHQykSTkCwrzC2KiotNT07Izs0DLgN0UQBUIxRZrVXNLW0Njc31D0/TB4RUrV2/ctG3N2g1rJzfuP3Bkz94D8+YvslhriooKtEruw1sn/vTDk1uX9j28eejBzf0Xj08+vLrn4eWd9y9uv39++6NLu15cO/D2zrEPD858enz+7Z0TBzbM77LJbSpmS6VcK6EKGDibUapR8NVynlLKUUjYKjFTK+MYVDyzVlhrlNu0wjqDpM4g6Wkw7d+y/NsnVz69uP7Ng/PvHp1///Dc+4dnvnty/tOz898+Ovv6zvGPTy98//zSDy8uf3p28d2D069uH3t2/dDTawd/fnP9++eX3t4/9frO8fcPz4A3fPPg7Iu7p797fePz+7vvX1x9/ejity+uf3p779M3Dw7t3dhUo1OKGFIeRcSjSgR0JrWcx6awOXS+gE0hltMJxQJaaaWE2msVt8hJ17aP/+Xuwb/dO/jHK9t/Orv+2yPL3h9a8mjbjFMLWxdZWEPS8s1d2lvrZz7bvej1/hXfn9rwp0u7frl3+JeHJ/528+tfHhz/5eGx4/PbRKnoooCvzmwYP7NtZZtZHYnxCfJBhvujowIwzNICTmk2pzCFmZvAyE0EAEzLT+WUZtML0mi5SdyiVGFpurgkVV6WoSVkG4hZPWpmp4KmLEmlJ4UwUyKE+VgdMUuUHyErjWuUEa4d3jzaWo32dPV2d/eGIWBwHw9vP3e4r71QgH7dYXAo8NnLF+oQhqE8YCj7kCRvDw8vmCc8OjwC5e7Fo1AXDY912qrmdHYvmT64Y+miDfNmbpw/a+/KpYfXrz44ufLA2hVHNqzZt2rZrolFe1cu3TWxaHL26MrR6cuH+8d72rcunrtu7ujKsYHlI30Tw73LR/rWzBraND5r+9L5WxfP3TQ+a/PC2TuWLQBhV5f37wTW2U93b35/79bJzZMDNmOjQjTaVD0x1Ld23ti6hfNXjc/vrK+rNZnhbl5opJ+rs5u7u6eXF9RYhkKhAgIwUZGhiQkxSdjYyIjg6IjA9JS4/Jzk7IyEtKSoVGxkRmp8ekpCalJcChZKto8KDfT38fb2cPHxdPNHwJKjIsglRSIGTUin8qlkMZOu4DKVPJaGx9YJuHohzyDiG0V8k1gAyiIWggLR0IBvTQJerVLeZjJ02yw9VdYua2WnxVyvVtYq5b8GaEGCMJCO5RQaKCmJIsQTOCVl1IJCcl4+D18hIBBFFIqcyVRzuTqBQGMvYI0Wkyn0ouLy9IzsmNhoXz8/Z5dAD2iEr7+bO9rF1c/Zxd/NPdgLFgr3/t0G4C+4a2dgIAKDt/l7eAR6eIbC4QGeHsFwWDTaB+3p6uXk5OfhIufQvt60dseqZXsmVx7asPrUjk3HN687s2Pzxb07Tm3beHr7pltHD7y6euH97Wvvb197d+vqpwe3n108c/vYwVtHD9w9cRjUw5NHX144/fHGlZ/v3/7p3q1PN68CAH568tj9w4cA/V7bvev85q0Xt26/vH3nmQ2bzm/eenbj5lPrNjiE36kADKgY6v61K8AHJpZtnjN7w6zRyTEovWnt0ODq6QMr+noneroXtbZDDcC19TOqamZYa8csNSPmqiGjdUBf2a8zgxrQVw4arcOV1hGLbWZ19ZjNNmq1jlorx2yWEYu5X6/tUMnrxaJqodDC4ZsYbAOVZaKyKmk8C52vI7DUBKaGxDUwxdVCXYOislFtrVVb63T1wO1sb/dtcADwF8Oz3fkMfNFfbNK/KsAAgM0Sm1lqdQDwrxisN4gAAxu0HJ2GrdXzdHq+RkTgMIoq1DRuu9Hcrjd1GEzdRmOv2fwl+6qpdX5r24K21oWdrYt7Opb1d08M9EwM9Czt64LU4L6uZX1dK/qgkb+ru7sWNzSMGY3T5fJBKW+GnDtXKVisEa02yTdXaXfXmb6ur9xdbdhTY9xTY9pmNazWyOfymH1EXFtJgRMtLx2fllAYH1EYH0HMTOKW5vFK8xj5UPcvLSuFmplMyUiipifRM1PYuRnCwix5YYa6JEuPywM5WFZKaRWttJaJq6JBK3Xs8hYhqU1MaRFCCnCbmNQqInaKyV0SWoeI0sontvAI7XxKl4jeJaJ3CmldAlq3kN4rZvdJWD0iVg+f0SdkdXHpbUxyM4PUxCQ1MIlV1AojuYyfn0FJT04K9Me4u2Pg3n5IFGQmsU/ccRCgA+SAnjmVLX+jCf8j/U4F3X9cB/zpUKsAYf5GvAUbp9KvIxHKw8Prn1mgHR8SfKTfkO1vuBewMfgYDoEXcKzjH8FxaOAowPZ/tEA7RGMHdQMUcQDJVAYG7mjob/Y/LA68BxI3yPcCf+Ld3DycnKaBOGggCGMwmJaGepvZUGurHJnet2R83oI5M8eG+0cGey0mrcUExV/V15ib6q1VFl1dtWFooH1kpLupqbK3t3liYt7SpXN6elosFq1aLe7pbuPzmGQSTqkQj44MrFyxZGx0cHigt85WWWPSW7Qqk0pu1CjMOoXFoLIa1XoNJE+p1WKTUSOXCVVKyUB/V2JCdBDGNz05qbS4BPSkpaWkRkfHotH+Pj5+KJQvQF8kCo1A+sFRfnCUD8rHzxuJgHnDAQCDNCxMgH9JWSmTzSKSSUkpySFhoVD8la8PBLN2BRiNRiMQCGBy9vf3p1KpfD6fyWSWln7pAQb5z3YN1h+NhkKhUSiEHxoZEOiLRsMRCJeEuKCff/zmxx9e/8ufv3v17HZJQaqP9zQkbJoPwtMXAQOBWAi4tzcMAU0GszcA2zVfJNy+4TcADORf8F8PoBFQOhj/GxgYGBQUFBoaGhYRHhYRHhoVFh4ZFh4RFBaGCQ5AuDk5GRTsH9/f//bZlY8vrwP/80/f3Hr7+PzrRxcf3LmAK81JwsbGx0X6+iDdXJ0RCBQw/7u7e7q4uju7ghysr75yc5rm/pXjmpqa7uaQfx1OB8cl6bgiwBbH2e44z4EL2jEJOdA/AFQABpKxQdoZSHJG+/r9Y/1PAHiqCPy7LuhIexslAOD/oQU6BgpDiXQgNHApY/ygBuDgoIC42OjkpMRY8KaIsAB/dKTdMB0ZERYbExUbExURHgo1AIeHOqgbcC+g7vjYOADAUHNnbBwkkyanJMYnxERHVpQXMWkVPDaFRSdQiKVUUhmTVsFmEGnkciatgsuCVCY+h/prMzBJwKXwuUR7JzBFKqbJpQy5lCGT0BUylkzCMGhlbAY5IiQwMjQkMjQsMhwa+4TFYkEHb2xsLBqN9vb2Bh2/aDQ6ODgYgUAEBwf7+vpKpdLOzk6TyaRWq1UqlUQiodPpNBqUusxkMul0Og6Hy87OBjmCEnI2AAAgAElEQVRYjklI2ISkBHsClv05ADQKODkhPhWbmBAdUVFa2Fhj7W5r6G6pG+hsbqo2V5tUm1cvnj/aO3uwc6yvtcmmqzEq6swqnZRDLs0Bqm98GDo6CJUQjilIj6fjC2gVRQxiCYeK00i5Yj6NSizmMCoohCKpiCkTs+QSNo1cyqTh2GwirjQHjy+k0UlkEp5GxHOIFdyyEkpWekViQnl8NCk5SUmsMAk4XBI+IzkhJDTAPwQTEhmcnpEkEnKam2pPHD/0h8+fXjx5eOzQ/slVK6VCQVJ8HNzNLRjtn52aXpybX5ybX15YXFxYFIDxx/ihw0PDfJAofzQmNjoGTKL2R2PCQ8PycnKJFYTS4pKcLGigVGFhYXFpSTmuAocn4CuIBCKZSKIRiFQGkysQSpUqvVZnVqr0AqGMRoN69wICw8LCYyRSlcFobWvv6ekdHB6Z1dnVr9YYs7ILkCgMGhOcmpZdjiNRaWw2R6jSVupN1WZrvclSpzXY1DqLzlhlstTpTdUmS11NfVtLe19Le199U2dtQ3tTc0d7e2eV1aZRqSUiMY1CLS0uqcDh+Vweg0bPz81LiIsHzu3I8Ij42LjMzEwGg8Vic3l8oUgslStUOr2x0mKrrq0ZGZ2xeOmS9evXr5lcu3z58qGhIaFQmJqSMGu47Yd3d/7687OHNw+9e3Hu2+dnHl7d8+nl+fePjr99cPTNncMvbx54dePQN7ePfnhw5vsnF64f3TQ5v7tOzbYo6L31hvpKqUpEN6oh+gWlknHVEpZGyv4VgKU2Hb9ay2+vVq9aMHj/8uE/vLv38TnUvvv5zbXvn196fefoq9tH3j08/s2940+ufv3+4alPzy7++Orqj6+uAh34zd0Tb+6eeHb90PMbhx9f2X/n7M7bZ3Y8uXrg3YPT3z2/+PLeqZcPz714cPbZvdMv7p979+zqh9e3P7y+/fTuhc5mi1bGgUYHS6E5ZGw6XiJksTl0Hp9FIeNppCIhvaxGxeqzSczM3C1jdT9e2/2fj45+PL327cHF7w8vfb5r9qEZljlawgITfUe/6d7m2R+OrX1/ZPXHE+v+5eruf7ux75e3l/9++8Dfbn79n3cPbe8zirAISTrm5OoZv3x6smq0k1aQEYSChWH8spIS40IDGCW5rOJMTmEKKy+RkZsIJWAVpNEL0hgFmdTcNFZhhrQiX4bPFRelSIqSlOWpoxbx4yMb/+Pl9fsH1m8Ybhq1iPWk7Ip4HyoWLSuNa5KTj2xavHv1IoyXi4uTE9IbmnLpCffzgPm6w1FuMIQ7lGwOd/OCeXoh3b2QEP3CkR5wpDsM7gGlinoiYfD4yMhglE+90Ti3t2+ooWlyzrzJWXO2L1m4eXzO5vE5uyYWfb16Yt+qZXtXLgUwvGfFkj0rluxctnDtrJGVo9NXjAyM97RPzhlZO3t4/byxzQtnb144e+OCmZvGZ21bMu/A5PL9ayf2r504tH7lqe0brh3a8/DssRdXzn537+a3d67fP35415LxuW0No/W2JX0d0I8vmrtm7ujcvu7hzvZao0EhEiE8oUFNUFwlDPbrOExPHx9kaEhAbExEVmZKfFxkRCgmNio4LTk2Nwubn52Un5WSnpKQgo1NToxJT0nITktKTYwND8L4wD2Q7i6RgZiijDQOiSBm0kUMmpTNVAl4WhFUEPeKBSaJ0CwVWWRiq1xiU0itcigRukYhA2RrEQtNAp6eyzYJeDapuF6tbDXqu6yVvdU2IAV3WsztZmOLQdek0wAerlHIquXyKqncIpKYBSJQJpHYLJZUSqQGgVDD42n5fL1QqOXzJQwGj0Si5BdQCwoJ2TkFidjUsPA4jH8IDO47zRnl9BXG1Q0wsL+be6CHZ5CnV4C7xz8DYIcIPNUFDcU+Qw5qmJ+ri7+He6Qv0tflKy8np0hf5Jz+zkPbNuxbv/rQxsnTOzef3L7xyIY1F/Zsv3Zw77ldW4H8++7W1Xe3rr66euH5pbPfP7zz9MLpG4e/vn3s4IPTx0Ab8MOTR99du/jD7es/3bv1w+3rH65denvp3IszJx8dO3xj757LO7Zf3bXz0nbI+Xx+89bL23c6hN9jq9eCAhZo4Ih2iMDHVq89tHzl/qUTuxcv2j4+d+v82Rtnj62bMTw5PLRqoH9Zd9ei9ra59Y2zaurGbNUjFtuIuQp4nvt15l6NsU9r6tOavtCvuWrUWjVmq55dWztqtQ6aTENm86jVOlxp6tFoWmTSKh7fwuEbGWw9jaWlMHRklo7M0lO4GiJLR+Gb2NJqsb5RaWnSVEHyr8rWYGis0zeByKsaLQTAVmWNoyt4Kvp+WZd/CcH6Iv+KIfo1S616IRR8BUon0ILS8jU6rt7AN+p5OglFSM7BVWQWqhm8Xlt1p9HcaTT3ms0DVutIdd2shuZ5Le3j7R3j7W2L7P7niYGe5dN7l/V3L+ntXNzdvrCzdaKnc3JwYPPYyPq+vvGq6n6prIPFnCHljasFS3WSFXrJOrNie41+X6PlQKN1T41xR7Vhi1W/zqRdppKNsZnNJcWV6WkQABMzk4oTowriwnGp8czCLE5xDj0vnZiaQE7HQvSbmUzLSKZnprBy0nl56dKiLFVJth5fYCIWm8nFFmppFQNXyyZUMcqqGGX1XEKbhN4moTbyCfX2WKwOEalLTAazkdoFhHYBoYNH6uSTB2SsfimzX0zvF9MHxKw+Ea2bR+1gkwalvC4Bo4VFamBU1EM26XIToUhVns/OTqGkJ6eFBgbDYf7eCF8E0tMd7ukORS6D+/jf3CI77ozByv8vAOy4yQZwCPY5df92mv0v+c8AC0EuNGDj37w6unAdR+G4xf/dFQCuALYdWrGnp+fUNzugwjHH2IG1gLeB0gsczg7zNnhqMPVwpjLwP5Dvlw3/DIA9PKBe6GnToPhfMBbYzc3Dz89PxOOa9bqh/r71a1Yf+nrP8cMHDn29Z9+u7SePHZxYsmB6X+dAb0d7S22NzVBbZWyqr+zpquvtrpsx2jVrRk9XR01Lo7Wns2Ggt2V0qGdiybx9u7dNrp5oa6qnkwkpiQklBflcOp1JIdKIeBoRx6ISBWwq6F3ksUlCHlXIg76UiTkKKa+zrV7EZ/n7IlOxiYUFeRnpqXGx0dFRESEhIZAL2Rft6wvpvfbCIFGQ/OvtA/XFouzDt2CQ8u2N9EH5YdBof0xaRjqZSiGQiNjkpODQELQ/Bspy/hWAMRgMEon08/NDIpFoNJpEIkkkEg6HU1ZWlpCQEBgYiPl18fXD+Pph7ElUEAAHBvn5+yNQKLfIcN+Xz2//8cdv/vD5zb/+4f3ieYMRQd7ebk4o+1QwOMzNG+4BdQB7Q7wLh0M6KDShyhsCYDsDQwlY3r7QN0D2lZeXFzifvb290Wi0v79/UFBQeHh4ZGRkdHR0TExMXFxcfGJCbHxcaFRYTFx0bFxEVFRQXHQQGuValJP444dHn9/d+/n9vT9+ePDz+zvfvbjy5sGpZ/dOP7hzgYgvyM1Jz8xIDg4K8EEhAgKCvLzg3t7QvGh3Dy8XNygHCzov7AAMPgM4+V1cXP6vFWAHD9tnU0Ozl8FBAUAFCm1YSGhIUDAY3vuP6Au2/M8B2M/HF+3rF4DxD/QPcARBgwyqiLDw/20IliMNC3QChwaHhAQFQ7sNCQoPC0lMiEtJxjp6fUEsVnRUBDie4KAAhwUaCMJTX6FwZLtunIRNSMImYBPjwQoUGR0biSvNo5JKmDQcjVxKJhRRSSV0ShmDWk4llTCo5WxGBZdF5DAJHCaByyLy2HYA5pAFXIpYSFXImCoFW6Vg21c4Ah7JbFDiywqjw0PioiKxcfGQCzclNd6+xMbGgvM8KCgoMDAwLCwsIiIiIyMDfBkUFFRdXV1fXy8UCnk8nlgsFgqFVCqVRqMJBAKhUCiVSul0ekFBAZgDDLzQCQkJDu3XvpKATUhMSUyAJiHFxwjY9Oa6qhqLvrmmsqPRVqmVVhmVs4e7ettqBjrru5ptVUZ5c42hsUrHppRmp0QnxQSFB3iH+cPTE8PJ5bk8Oo5DLeMzCEIWCV+aw6LhpEKGTMQ0aMQghpdNx6tkXJmICRll+TQiLh9flp+dlUom4ZhEfHFqUllyQq2It2v+3AcHv/507cof79+9sHOrVS6KjwgKDkKnZaeQ6AQel9HT2TRztH/ntvUPbl///ttvnty/vWrZ4qbaKqVESCXg8jMzQ/3QsGnOiRGRIg4vLyc3MDAQjUYD33hQUFBMTExYGBSoExAQgEajo6Oj8/Pz8Xh8WVlZfn5+QUFBXl5eaWkpgUAoK8OVleGIRDKZTGUyuHyeWC5Tq5Q6mVTNYQtJRHpZKSEgMCwzK19nH/Lb1z88PDJrYPro8MishYsmbFX12TmFvn6BgUHhWdkFODy5HEcSCBQymU6jqdRqLSqVSak0ajSVBkOV0VhttTY0NnZ2dAy0tfXV1bVVVzfX1jWbTJUGnV4qloDYhaKCQgK+gkGjFxUUpiangMnYMVHREWHhifEJVCqVxxOQyNSiopLCwmI8Hk+j0RjQQpPJZBaLub+vp76+trbGqtepSorz/59RVZdO7/n48uofvr373YtLn15f+vDi7LvHJ398e+mnNxc/vzr/w/NzH5+c/vDo9PsHJ9/dheovb2+9uX183+SC4fbKnjp9V6Oh1qzQKTgyERPSfmVcBwDrlVyThmfV8iwadr1RuHC07cqJnR9fXv/pmzs/vrn5h/e3fnp77YcXF799fPLbxyc/Pjv94cmptw+OfXp2/ocXFz+/vPTx6bl3D06+uXvs7f0T3z46fe/8zmfXD7y+c/TFzUNPr+3/P6y9B1Ra677unZVmr6ioIAoqItg7HbEACoKIgCCKIkWxt9h7S+/N9N67acao0Wh6MYlJjCmm15Vk1bPX2cU7Ju/efPmyzr7jnnsu4x1zzEwFmSx08ZvP83+eyesnn9468/h276fn194+vvzy4cUXD4af3h+eGOu/f6Pvwe3Bod5DepU0Ww7FcSnESeoMsUTAzkhLSREl8QUJHE60gBvNjyMqBYx6XWpZGvPchpYfrx789cbh130bHx9ZcmtH0+CK4q2lyYuV0WcXFT05uvLFyXUvT63/ZXTf9L3T0+Nn/n77xPRE3/TdU7+M7htZV1uVGFDHD7m9d8n0L0/fjQ0srskn+3vBzOd4uSOCcN4R/rj4yKCEKL+kKAI/Cp8YjmOH+XIi/RNJIZyIoMSoYBEjUsGiyGMi06iBOazIedL4a/vXfrp++i8PLv5278L0q9vT7+49Hzp8ck2LjIaLIzjwQjFr2yp6dqxHO9mazJwBs7OHzH2mVnMgL7T1XHMrUzMLCHTNLeeYWc4xt55jbm2gYgiMDVUgZnZW1q529syIqAV1dfMrq1Y0NB5eve7AypV7VkD+58PrVx1ev+pI9+pjG9ceWgch8d6VS7YsaN+2qHPn0gVgZ9uiznWtDWDK99D6FSe3dZ/ZuenU9g1ndm46v2/78JG9l3sO3e47OTHSP3V95OWty69uX3k9dvXeQO/I0QOb57fVabMXVRT17th0/cyxC4d2n9qx6dDmtd2L5nc11OWky4ihoZYmFqZzzaD4CXt7a2trCwszc3NTa2tLB5iNMxzm7eXug0X7eLl7erh4YyAvdEQwgRQeGOLvG+Dr7efjCbqRQgPwOA83pIMdygkWgvfh0KlCdryQHZ+ayJELkpSpKdmSlGxJsloq1KSlaGWi3HSxPl2Sr5AWZKTlK6SF6dLiDFlJprw4Q5YvE+vEQrDypKJ8mbgkU16Zo6zNVdfrtQ35uoZ8Xb1eW5enqc1V1+aqa3Q5NTpNbW5ujTa3WqOrUmsrVeqK7JzSbFVptqooU6mVSOU8noDJZBGJ1EDISueDQIRgPKNwvlE430B3D0+YA6TxmpjCZs22nzkLbmIKjNBOc01czMydTc0gKfjfhGD9GYCdzSzhZtBd3KysHOfMgc2ahbA0s5oxw/aHGUS8z971q45u2zhwaN+pnVuHj+6HGHjfzuunj18+cRjowBMXB97eufHq1lWQffX69rWHw/2Afh8O998b6L030Pv44uC7W1c/3b358c6NNzcuT10aejzc/6C/d+xMz+hBQ87zoYNQ9+/2HUN7910+fGRw957erVt6t245t23ruW1b+7ZvO79j+/kd2/t37gBbsHNu29ZTGzccX7f2yOpVR9eu3L9iyY6FnRvbmtbW1y2fV7motKSrsKBLX9CRq2/T6FrV2haVrjlb26hU12eoIPrN1jTn6FrUuW1afbsuvyNX35Gr78zLb9PmNqnUDVmqemV2tQIa+tUnCzU8gYonyEpMymQnKeK5GbG8jFiePDYpK0GUkyTLEykL0tRFcm1hel6RQl+UmV+cU1qUU16oKivILtUri3MzCrXp+Rq5Xpue/+elk0P5z9+an9USHVjA/PwvBs4yMnB2MuSClrIk0cGUYA88GR+k5CU3FxTV5GhqNepGrbZVr+8qLFpUWrasct6KqupVNdVr6yHtd0Nr44bWRkgBNgDwqqry7vrqnS1NO5sb1xUXd6QrGlNErSnJS9KSu7PEWzXybWrZDrVsX27moQKVYeXs1io3KeXrMmTLpJLmxERdWITYy3sG3c87LoTAiQjkRAQmRgXzSKGsUD+qLybSw5XshWL4esb6+7AD8Ykh/vyIYBExRBwVlE4OUdIjVEyiOo6kZVHyEuj53OgCHqOAxygVxlWncauknGJBdAGPVsxnVIliq0WxAH2rUmLmCZnz+DHz+DFVgtgqQWxtclyDiA0xsCSxScSpT2GVc5kFLJqGEZlNDcumhmVSQ6WRAcmhhOSIQH5kKNHHE+MAc7axtTGzMJk512QO1CEEmA18AgYcCBQksG/8ZGxUOMH3f7c18vN3O+CjuRE1gZ34O3QEwPmvidn/X/uRuTk0oAIaj8DsByBG45E/A/C3JwJO4dvtnDlzjCcCnhV4SmDfeOLfzvR+e6aAacE1SCvDDQyCGo8bv/lbfft/owCDKK8/1yAB0Xv27LlA+50xY+YPP8wyN7cszi9Yv3pVz9Ej2zdvaq6vqa4ond/esn71itKivH27t929fe3Y4X3lJXklhdqu9oa25qqGuuKykpzKcm1Nlb6kSFVRpl3Y1bhh3dJN3Ss3rFu+YumCQr0mmZdAJ0cF+RGYNCotKoobH5+tkFWVFbU1Vrc1zauuLCgpUnW2V7e1VObnZUASFj9enMJVyFJKCrUIuEN4cBCNSg7wJ6DcECg3hJubm5OTEwzmCFmRYY529g529k62do7W9o7W9jAo18oBZmNnCxKwrGysAehicT7M2BhmbIwvAe+CcHWEO9k7wKBluDk6Qn1IoAzJ3t6eyWTKZDKhUEin0wEAA1pzcoJSpu1g0AywjY2Vg6Oti6ujizMMBrOwtpjZ33vk5bO7r57eeffi/pPxyyF4NxfYHFvLWVbms8zNZltazLWxNreztbaysjI3t4Q6nAwAbGEJRXZZ2Vha2VtbQwAO3aytrc3MzOYYvPgGIxYciUR6eHhgsVg8Hk8gEPz9/QMCAgIDAwODgzy80Ti8j6e3BwLp5O4OhztYONrNvTJ88uXj6799mvzpzb13T658eAaVfHx+Az29+BhSgD/O3w8SGHE+3gSCP5DTra1tzcwt55qaGBh4JgBgoPECO8P/HIDB74KlpaWdnR1wcYOeXjAqCSATEOb/BICNLmhDddZ/DcD/3RokMDnsgQJSLkS/SFeEGwLp6gJHuSEIeJwfwRd8DcAtyg2BcHUGLmi04W6Q/IvxwKDdv1ugJ4mAx4EKpQB/As7HG2sIj/LFedHIYXFMIieeyoolxzGJgHsTWDROPBUAMJ8bk5TIBCScnBQn5McLeLECXmyKgCUVQ1FYUjFHLGIpM4TJ/BidOp0YEeiFRuK80MH+kMgc6B/g6uoKh8OdnJysra2dnZ3RaLSTkxMKhfLz8+NwODgcDolEenp6VlRUyGQygUDAYrE4HA6Px0tKShKJRGlpacnJyUqlUiAQkMlkf39//L9uOBzO1wePxxH88P4Bfv6B/gEB/oQAvK+/LxbhZJ8mErQ1VrfUz1u9pKN75cKW2rKFbXWLO+oaqwobqwqrS3Wl+qyW2pLi3MxgvIeXG8wTaY9Dw8P8PWmR/rHUUG4cWcSLiaNFqNJFkpQESUqCVJSYzItNl/KTebEgJEmvzciQJbNjyawYEiuGlJwUl5DAZLMZ1IggFilsZUP1748eTP/2y/Trl7/fHZv+9adno0NqEc/dyQaLRZGoEWRaeGw0KZkbz46hSlN42QpJV2t9fVW5OJmXGB9DCg+JCg1ikKMi/ANQjk7eSDc6kUiMjHJxcbGysoJG9A03BALh6uqKQEB/uED9uJubW1hYGMNwi4iICAkJIZPJMTExVCqdSqWz2Qk8Hj8xgS/giyRiuVSSniKUJnD40Yx4Cjka6YaJi0/U55cUl1S2dyxcvmJtc0tn1/wldfUtixavqKpuIFOiYQ4uKHcvIokez+Ky2QKBQJqWlpWeniOXq+RylUKhzsrKzc8vLy6uqqior6xsKCioUKn0KpVel1uYqVDK02RiUWoSl8dkRJOJpGg6I5GTgMP6uLuhEC6uKKQbDusDFGCxKDUmJi4kNDw0NDwmJobFYpHJ0EsQG8eIi2Uwo6lyWaooGRpQT2AxosIDWutKf/s0+Xjs3KuJ4V/e33450f/kzqlXE+enxs8+vX3y6e2TL+6cffug/+PkxQ+Phl/fHZi62fvm3uD7hxe/PL35bvLqjYHjm1d3VJdodNnitFRuupSvTE/JUogAdmqzUvNyxEUaSaFaVFesPLJzxbsn1768uv3qwcUvL298fnH17eTw24mBry8u/8f7m7+/u/Hzqys/v7ry9cXlL1NXPj4eeXnv/OMbpx7fOPXy3vn3j4af3Dw9Ndb7/M65F3f73jwYfPvwwtRY773LR5+MnX106+zjsXPP7g0+uNV799qZJ/eGf3x1d8eGJRliji5TrEoXSgRsVbpIxIuTpvDEqQIuj5WUyFRIElNYRHlCVGdJ+qoa1cuLez9c2vfszPrnZ9aN7+860Ji+oSBxbR7n8oa6+/sWvTrd/e7c5re9mz4NbP/j+pHph+em75z86eKeHwd3HG/X5dMxG4uE0PFnI5/v9E2OnizLSsW7ORC8UO6uTkgHO2KQb0w4FHnFi8QDAGaF4jgRgVxyKJcYIqCEpzFJGfEUGT1MER1anc7dUKf7+c75vzwc/tvjS9PPrv79yeWvY30/3+2ffnd37OTWWmWimELYOL+278COMF9Ps9k/zJ09Z/Ys01mzoSrgWSbmc00g+oW0BHOoDGmWqcVsM8t/ZmJZQJf0LcxNYTbWFrN+yFcqNyxc2FlRsbGzA6LfpYu3dLbuW7UUqL4nNq8/vX1Tz5bu/auXHVy7YufSBftWLT26Yc3xTetOb990Zsfmw+tX9Wxdf3Jbd+/uLUOH94wc2w+g9+HF82PnTz0aHXhz59qXyXtfJu+9uXNtYqT/1rmeszu3LKutbM7Xbl3YMbhvx9DhPaPHD9wdPHti+4az+3cc3b5l5fxOqSDJydbWfI6ZtaUNCoUyzH1YmhuqC62sLGyszQ2FDmYYNDLIH+eLRXu4OXljEEEE77BA39AAfBDBJxCPDfH3DQ/yCwsk+HtjvN1cw/3xnGhaGp8n4SWmcFjSJO6/6Pd7AAb0W6SUF2SkFSnSSjLlZVmKUmV6YboUcG++TKxPS82XiQvTpaXK9HnqrGqtCkBvXZ4GwHBjQW5jQW5TYX5dXl59Xn59Xn61RlesyMxJThHHs5Jo9Niw8OjgEEpAAMnPj+TnB+0EBJADA8O8vMkEPxKe4O+GcrOyBklXBmq1drexRVhYAgs0UIAd58z9dzPA4Ph3WdDO5ub2M2d52No6m5rCZs2Cm86xmDHD2WxuEp1yZNP6PauXj/YcPbZlw+ChPcNH948eO3hvoHf02MHBA7svnzj87OrIl0fjnx7ceXXr6vPrl6aujT4YOn9voPfRyOCjkcF7A733L/RNXRv9MHb9092bH8auv7hy8fFw/8OB3ru9p270HB09eGDkwP7Lhw+NHNjfv3PXyIGD144dH963v3/njoFdOwd37xrauwfqPdq/D6wLe3YP7d0ztHfPhT27+3fuOLtlc0/3+mNr12ztatvQ2riydt6i8uL5RYWdBfnt+ry2vNx2XV6rRtesUjdl5wDDc32GqjY9C9BvqyYP0G+7DuLeNm1ui1rbnKNpyFJVp2eUiaUFAmEuN0mdmJSTyM9OTFZy+JlsgSI+SRaXlBbLkzKTNIL03NSsfGlOnlSTK1Hr07RFioLSrJJiVfm3AKxTFGjkerUs78/0C45AnmfD6G9Oqg7EX/2LgTVqCbQMLmhVjlilSjUYoZOzMniKRDLb3w2HtnWN8CZkJQmbCgtr1do6raZJpwMAvLisHADwmrra9Y0NG1obN7U3b2pv3tDauK6xdl1d9dqayg111VvqatYVF7fJ5FXcxJZk0aos5UpZytYc2e68zF3a9O05abvU8l1q+XaVbJtasTZdvEQk6Erhtwr4ZdFMma9fjCN8Bo3gxQzExYUQmIE4GsGL7ucNapCoWA+yFyoKjYBIGOMWS8DyI4LTaJGiiABpJMTAmbRwJT0iOzpKx6YW8WPzudF5CVDIcz6XXiqMgyKvBNH5iZQCDrk4gVrKpZfxGOVJ0WU8RlkivTSBVpZIr+BF1wiY9SlxjaksaKXE16ew5iXHlyXFFSbQ8uJJmugoJS1MRgwSRQYKiSEJEYFkX2+cq4uLjTUkZZlZmc41AzG2ABEBxRkTcb4lSbBvRMfvnMYmJiZAegKPM9twM2pTRib8budbRDSqwcb2I6D0Atw1Fv8aG4OM3GhtDRHLtxgMfgp4wO/w3mh7BtgAvhOkQIPnDyZ7jQqw8e7gxMHrA0Rg4/cYNWEgC0MGnf/qBh7BSM7Aw0HU6JsAACAASURBVGNubm4NmWshcc+odQPgB6c8d64pyEACADx79lw/nG9Bbl59dVWeRq3XarIU6TlKxYKO1sbaKpiNZVN91fnek5VlhXXV5fM7GueV6ytK1HXVea2NZa2NZQ01RU11JUsWNG/uXt7WWN1YUz6/ram1oaaptqqxZl5Jfm5FcUFNZUVzfV1rY11TfdWCzob9ezfeHbv45cepv/7xYXr6p99+en1l5GxxfhY7llxSkFNWqGNQiJ7uyLhYBjEqDOWGwKDdYTA7CwszkIcMABjq/rWxs7aH2cAcYI7QglzGNta29nYgDQvhBrmFg0KCSRSyf2AA3MUZKMMuCFc7Ozs4HG5rawsYGFx0EIlE2dnZAoGASCTicDiQCWRvbw8Jxf8MbYaY0dADbO/iDEO62DvYmqxe3vEfP71+9uDqk/HLD28N9p3YjnCYbTZnBszWxNx85uxZM5zhMLiTw4wZMxwcHMAbDMqqNlQBG1KgDc5oKyuQDgVypywtLYH52dnZGYlEotFoHx8fY+2qn59fUEggwR+PxXl7+2CwPmhPTwTSxdbJ3qSyVPP71xfPHo7euXr63ZMrT+8OvHl08f7Nc6+e3slMT/Fwd3VHQdKlJ8bD29sHgXCDw11gMEcra1szC3MTM9O5pnNmmkAi8Ldu52/3v73o83+yD05n7ty5ZmZmUPuRnR2IHAOdvc5OcGNVL8hJBmqwsxPcaIoGiq5xJBhIwWASGMwMf3sE7MMMheRAAUa4uAJqRUHWX3e0oQ0YDOIaZ4CNZUieaAxYIMroW/nX2IQEEqGRCBdfHNaP4Ovh7ubi7OSOQnp7YYzJz0Af9vJEY709vTzRoBbYw93Nw90Ng3b39sL4YKHiX+gyBJSPjAPo6+WJ9vbCGCqUcAxqBJMeEcOIjGMSWbFkdhyFE0/lxFPZcRSwOPFUoAnzEqKTEpnS1CSDKTpemsqVSbliETs1JT5NkpCpSObzorU5ck48HeuJCg8OiAgJhLRrrA+4EuHi4gJ6j5ycnBwcHEJDQ9PT03U6XUxMjLW1dUBAQElJiVgsFggEHA6HDbhKKpXJZFKpVCwWKxQKoVDIYDCCg4PB1RkCgeDl5eWH98d6QdHBvj64AD9/P4IvwQeLx3pi0W6hAXh2DLW2sriqJLe6NG/P1jULWqs7Giv0ObJ5xZrOpsrKInVrXWkcLczJZo6Lvak3yiHM35NBDGQxIrhx5BQuU5rMkoo46VKeIi1JJk5Ml/KgPlhRQnICA3w1SyZQZ4jShOyEGCKHGSU0ADCRGMyLZ5TlZE7/5dfpHz9OTz394+7tyTM90y+nvty/s6S2IioQ5+eHoTOJ8RwI20ihBFpkYDQpJDwI74NB+mCQIf4+lMjQ8CC/iGB/UnhwWKAfztODgPWMDA1BId3gcDjIq3Mw3JydnVEoFOiaAtK6vb09Eomk0+lUKpVMJtLpVBIJUoKjo6Pj4uKYTKYBJjlxcSxRilQuy+QnpfCTUjhsXmBAWFBwhFyuqqxsqK1tbW1duGjRqhUrutet27pmzeaFC1e2ty8uK6tlMNg2NnA43J1OZ8XEcpKFEnl6VroiO1Op1uUW6vNLcvOKqqobysqrC4vK9fkl+vySPH2xVleg1uTJpHKpWCJI4scyYxg0OpMRzWRE06k06FqPswvCBerxQrt74LA+VDIlJVlIozHCwyODgoLCwsIiwyMiwkNJxHBmNCWGQeZymOw4CiuGlJaaQIogCLiMr+8mX02MvHt88dXDwVcP+z9Njb6fHISyr24df3Hv9Mvx3jf3oSBooAA/v9337Gbf5JWTX59dezM+8uXF2C+vH546tLmhUq/LFmfIknOUEnWWVCpKzJIJchRQJW/9vNxje9cPnd07cbPvzeSVD89uvHty5dWDi1P3+qfu9T27e+7Fvd7XD86/nxz88PjC+8n+Nw/Pvxw/9+bB4LuJobcPL7y8dx7gLpCFwcH3j4bfTQw9v3Nu8vrJh9d7Hl7vefvk4vtno49unR2/empqfPjFxOXHd4fmN5Zly3hSfnyuUpIm4AhYDFW6WJrCk0uTuRxmalKsmMvgMYK0opjVjXkvLx2ZOL3x4Yk1t/ct6F9dcaxDc6JLM7Ju3v19XU+PrXh1ZsOPF3b+duXgHzeO/vXW8b+P9fx9rOcv14/c37/4cIt6T23Gze3tfx/rmX4y+B93Tn++2z98dEsiOQANtwrEYZBwGMELRQr0pfl7xwZ5J4bjkkl+KdSgZGpIEjmMSw4VRZOSqWHyWEoOlyGPDlPGhW1sLHh7uecfT6/8dqfv643TP431fr55+s3okXdXj0MM/NPjr+NDh1e1l2elFCpSk+MZjraWP8yYYbh0PnvGjNlz5ppbWdpZWlqbm0LxUQYR2BzyQltZm5pZzJ47x8zMzAFmZ2tpERUUsLKro6WseENnx75VK5dVVW1sazmwcumhdSt7tnT37trat2f7ud3bAAOf3bnl1LaNJzavP7l1Q9+e7ReP7L/Sc+TqyaOXew5d7jl061zPo9GBp1eHn1wZmro+8vbu9U8Px36cuPN67CqA4SsnD5/c1r1pfkuDXr24pnzrwo6jG9b07d128ei+4SN7+/ZtP9C98vTebTvXrNy0cjknmj57xgx3VxTSFXJqeHigkEhXR0eYtY25haWJlaWprY2FvZ2Vq4ujj5e7P94b74PxQiN9MKgAX29iWFCwHy7A1zvE3zeUgPPzQvt5oUPwPvy4GEF8bAo7PjWBLeUlygVJCqEgI4X/ZwU4Tw6JwAUZaYWZMqP8W5whK1KkFaZLixRpBXIJAGDAxgCPqzTZ/9XKqczJKZQrVAKhNI6VTGMYQ7AYQcHMkNDYiAgWkcgmkeKjopgREYywMIqfP5ngF+6NxbsiUNY2kMnZxNTV3ALs/HlrBGAgBRsd0Q7/agl2NrN0MbdyMbcCCrDtzJnO5ma2M2bATUwQZiaOs35wNZ3b3dVxeufW0zu39u7ZcX7/7vP7dw4e2nP97ImJ0cFLxw9dPLL/+unjz66OfHpw5+P9sVe3rk5dG526Nvrk8vCjkcGJiwOgFWnq2ujz65c+3rnx88S9Xx6Nf7xzY+rS0MTguXvnTt8+feJmz4nrx49dOXLYIAUfuLj/wMiBg6MHD109egRQ8YU9uwd27QQKMNie27b19KaNPd3rT27o7ulev2/pko0tzWsba1fUVC4oLWzVa5t0mnq1qi47qzZLWSFPr85UNmbnGERddb0SwmBIB87OachRN6o1TRpti07fotO35ua35ubXZaurM7Mr5BnF4jR9skjLE0BDvwk8eWyCPJ4ni+OmxfIyOEIVX5qdlCbnpOrE2bkSdZ5Uk5eWq5fl5cv1+fKCXHk+AGAjA+dlFgEGNu4ANVinKADKsC4tHwRBQx1IqRrgf1alarRpOtD9q5FqdTItmAFWS3IykzKYwdHB6AAfONrT3pUZHFkoz6zR6eo0uoZcXUuerrOoYHFZ6YqqeWvq6tc1NK6srd7Y1rJtfuem9tbu5npoNdSsrq7Y3tq0saZqVaG+K1PRmJzckMRdKEnbmKPakq3YpVHszVXu0WXuyJFvzZJuzZJuUaWtzxAvl6UskqS0CpOK6HQRFsdGoBJR6BlR3iiSjwcZh6b4Yii+GCrek+HnHROIYwcT4gN9mQRvmg+a6uVO8/aIxnnGE7xE4UFpUcEKSmgGNQwsFZOoY1MBAOvY5HwuvSQ5tiwlviSZWcCjaWPCdcxwHTMyNyZCH0cqZJNLONSyRDrYzuNFV/MhDK7mR1clMSp40RX82CJeTAGHqosnaWJJ2czIdFqYlBIsokDe7Jhg/0A0CuUAc7SxsbW0MjeFLgAaP/sCqAOUaCTSb9H324PGT9XgG4zoaGRjo9j7LSIa942SqZEW/wWQ/1SAvwPg75zPxn+Cu4P7gqcHfsR3APytQRpwgjHCCgAwgHbjl8BJgRfkO6IGj//fBWDj+VpaWlpZWf1riAWqHwDjzcYZYCPzg9AvUAVsBGB2bFxHS+vKpUs6Wpo3rF2zb9fOfbt29p05eeTAXk4cMyQQiqVtbqjetX1TbVVJV3tdU11xzTxdZammpjKvtbF8QUftkgXNSxe2LOpsXtzVsnJJV1drY0t9dU1FSWlB3qLOtkVd7R0tjR2tDRvWLR8ZPv3jx6fT//gyPf35H39///XL5PT0l+npL5MPrlWWahJZlCJ9dnVlCTkyLCoy1I/g4wx3xKDd3dwQzs5OIKTHzuCCtoGGge0BANva28EcHaxtIWuxHczexs7Wxs7WBeEKc3TwwnoHBgf5EvBIlJsj3Amgsq2trZOTEyh6sbOzA8O3ycnJWq1WKBRGRUVhsVgEAmHMyvoXANsAAIY72SMMAGw+Z0ZLbcnvn1++enzr/dTY17f3v74bX7moBmYzaxZEvOampjOgpiI4zMzMxMYGuiRhZWXzDQDb/XMu+BsANjU1BdFcxp/u4uIC7JSehpuXlxfGC+3pjcHivH0JOIKfD9YH7ebm6OxoSYwkPH10c3J8ZPxm3+TdwcnbfT+/uf3h2Y1//OVTe0u1t5e7GxJub2fj6GDv6op0cUEYAdjc0sLMwtzU3GS22axZpjPBO/bPW+Ov53c7312EMv7T+EfAzMwMVC6DQmPAro4wBxe4M9IVAT5eg2lbpCvCBe4MIrKAIAxgGDDwt7j7/xCAQR8SGAw2YjCY7QXhzwCAAf1CodBuCOBhdkO6OsMdwTUFIPm6IV2RCBcw+ov2QHm4Q/PaAH19sF4EPM7fD+9H8DVYnTFg6+Hu5oZ0BY8ZGhJEJkVE0yKjaeFM+j8xGOww6REAg430C425JjL53JjkJJaAF2+YDY4X8uOFgtjUFJZhEhhqSNLmyBPZdF+se3CAr4+nR2wMHQr38vDA4/EBAQGhoaFsNlupVJaWlpaXl7e3tzc1NYnFYhQKFRISkpeXl5qaKpVKU1JShEKhRCKRy+VSqVQkEgmFQqlUCtKwQA4WGCqGDAs4grcn1hONwWGhkmTI4+2NgZyEKFeJkFtelNvVVpubLUtNim+rL+torEgTsotzM7ua53U2VWoyU2MoIc52JnDbuTg0PISApkcFsKMjuXFkg/k5WsyPk4kTFWlJ6VJeWmpCupSXpRBmySAGzlGkaJXiAk16oVahyUyVJrMELFoii8KJpzPpUfz46Cwh79HI4Nd7Y9OvXky/f/Xr3Zs/j49NDvVvX74gU8wnRwVGx5LT0lMoxBB6VBA7mijms6QpPImQq5AKc3My+Anx4UF+QQSf+BgaP4FFiggl+HgF4H0dHBxAupujo6MxSAyIwK6urjAYzNnZ2ZAhbxsQEBAREUGjUcLCQgID/cPDQ2k0WnR0NJPJjI2NjYtjxcWxUoQSiVjOTRQkJvDZLG5YaBSbLcjNLamra2ts7Jw/f/mKFd1gLV26tqNjSWvrwrq6NrlcFRgY6eqKQaGwVFoMNAmcoVLl5Gp1BcUllZXz6irn1ZWWVRUWlefmFWm0+Rptfo46Lytbm5mhEoskMmkan5dEo1Cj6QxuQiKFRHZDIMEwM9CBMR7osJBQKpkSFRHp6wtlp5GhG5FEjKRRibExNBaLLuDFxzOJVGKARikSJFA4MeGnjm79+v7B28mR90+GXz84/3ai3yDAjrx+0Pty/AzYvrhz9tmtU09vnp66de7V3Qtv71/89Gj0zfiFZzf7//r5ya9vJravX1CglmmzUnOUErkkKUcpKchVluqzcrOlrfUl924Ofnnz4Mub8c8vxwz0e+3Ds2ufnl3/8PTyl5fX3j8ZgUZ/7/W+eXj+45Ohz1PDX56PTl4/+eJu34fJix8fj7ybGHp9f+DtwwsfJi/ev3T0/qWjj671TI31To31QvR75fjE1ROTt04+f9D3enLo9eTQy4dDz+8PPRkfmrg9MHR2f3leRlZaUpaUL0liyZITkhNihYlxKdxYWQpHkcIRs8kCemCtJuXTWN/Vg6uu7VvSt7buUEfu4XbtwMrKWzvb7h9YOL5/wa+XD/zl1rHpB73TTwamH53/4/bxz0O7XvZufHhw6eMTq1+f3fjjxd0G+h2Yfjzw14d9n8cHtiyrpwZifNxgIQRvnKdbMN6LGoqPDsLGhXhxw334UfhkcoCAEsqnhCdRwxMjA9JiojLiKWJKoIwW1JwjurB9ydfb5z5dOXHnyPrTqxr2tBV216hWV2RsbNDsnV++sbGgqyA9My6K4ougBHhH+mExbi5oD5S1tfVcE7NZs03NoP9HQUX30Ic9U4uZs+bMmD1n1uy5c0zAmm1hYWZvZ+VkbyPhc9trKlvKilc1NW7sbNs2v3PvsiX7Vy87tG7lsY1re7Z0n9q2sXfX1oH9u0AZ0qXjh670HLl5tudu/1nj2OfkpcFHowNPrgy9Hrv67t6N12NXwc7U9REg+V48uq9n6/qti9qX1pZ3lOpXt9St72jauXTBwbUrQIDWjmXzD3WvvHB03/EdG9cv7Nq0cjktIszOytLXB+9P8EMbQv/d3BBOTg42thbmFnPNzeZYmM+1s7W0t7NCOMO8MW44bw+sJ8oHg/L18vDHeQURfMICCWGBhGBfbADWMyKAEE2MSOGwRAlscSJHykuU8XnpyXwDACf/OwDOV0jzFRDuFmdAGAwAGDBwYTpkjS5VplfmKKu1qipNdmWOEqwKVWZ5dgZAYoNxOj1HKMzkJkli45NpjCQyNTGKxIqMio+IZEcROUQSh0xOoFASKBQ2iQQAmIQnRGB9/N1QGHuYi5k5CHz+nwMwRL+mFnAzM4SVFWzObGdTU/uZM11N51rNmJEWF3t044Yzu7ad27uzb9+uvn27+g/sGjl+8Pb50w9HBi4dPzRy9MCNMyeeXrn48f6YEYBBG/D9C313+8+C98P9C30PB/teXh15d+vq25tXnlwcuNt78ubJo9dPHLl67NDlw4dGDx4Y3rd3cPeugV27+3dC24Fdu/u2bzu3bevZLZtPb9p4auOGkxu6T27oPrVxw+lNGwH9Hl+3tscQ/rx3yeKNLc2Lyou7ivMN9JvTpNM0atWN6pyGHFWTRtus1UEiMKTrQrZnKO9Kl9+RXwBWuz6/La+gWZvXqNbVqzSlUnmJRFYokuiTRbqkZA2Xn8OB5n4V8UkZHGFmQoqCI8xOkmjFylyJSiNWaSU5aolGI9XmSvP0svx8eUFBelF+RhE0AJwDicBFOeXfuqD/SwDWyiD/c65hDBgAMIiAVqVqMpOV2jRdXrpeLdFki7LU0I/LyUpRcqLYIZhAXxesJ8wNY+cSGxZZkqGsz82r12kbcnWt+tw/A/CG1uatXR2bO9o2tTVtamva2FS3tqayu6pyRX5uV6aiTSJqEyZ3ilKWy+Ubs5XbshU7c+R7NMrd2owdOfJNWZJ1GSlrFKLlspT2FG4VK0ZLikz1xccjUUxnZCzCfUYwCh7i7hyOQUR5owAGk308SFj3xLCAhFB/0APM8MFQvdxJaCTZwyUpmCCKCEgjh8qp4TJKmJwamsGIUDKjNGyqKo6UHUtUsyh5PHqBgAktHiOHGZHDCMuihCopQdnUMG1MZAGLUpLIKGRTiziUEg61NIFWmkAr4VCLORAeFybQcjkUXTxJHReljovKiY3MjI6QM8LFtDARg5hICo30xXq6ODvZ2tpaWlmYWRo/AYMQHaM0asRII/4ZjwBd9FvQBfc14qKRmcFd/t0WyKHG4Vig4hrDn42IC4AQmISBUvqtWPot+n4LmUYA/lbFBU/M6McGpwYA+M8IAY4YXx+jCAx+yv8EgL895T+fr/HEgf17zhyTH36YNWPGzJkzZ8+aNcfLA11RUrp25apFXfPXr16zY8vmzd3rd27dcvbk8bhoGhxmC7Ox5MRHL17QPr+jeeWy+d1rFi5d2NjWVNHWVLGws27JgsauturG2uKayoK6qqKayoLSAm1liT4nM03ET6ybVza/vWVD95pz5048fnznj//8ND390/T0j9PTH6anP/ztP1/+5ffnnz6M/+XnFzcundYohTwObV55EYNCJBHDGXSyhzsCci472Ds6wpycHOztoQhlUPlrY2draWtnbg11/wIANre0sIPZwxwd7GD2Ts5wmKMDEuXm6e2F9sQgUW7Ori5gDBhov9bW1o7/avo1Nzfn8XiFhYUikSgiIsLLywuBQDg5QcFXELNBrA0tCIAd7I0AbDZ7RpEu42+/vn8/Nfbx2a2f347/45dnn16NpQpjZv0ww8pqlrn5TFsbc0cHWxjMzvAfCPI9AwAGlP4tAAMLtKmpKYjmAhldNjY2IDsKRGG5uLi4urq6IJyRKIQ7GoXxQmO83D3QCATSycXFDu5gcXX03Jf3k++e33rz9NqbyUu/vB37OHV9evqXg/u2+hGwPli0kyMMZm8Lgzk6OsJhMEdbW3sLS2sD/ZqZmpvMMZ8922zWv3vffse9xn9++37+dh8AMLhoZUy6hrRuK2vgWP6OgY3zwCAZC0Q6/28A+DsetoOEdTt7WztHmAPc0QmIV/8nCjBo4jXWAgMS9sJ4AsXY3Q31HQADIRftgYKabZwcUG4IMAkMOBaIvYB70R4oT4wH1huN8/Ek4LF+BB8/gg/e19sHi/H28vDEoDBoNw93BNoD6e3lERRIoJAjIR8pPYpJjzJgcCSDGkGnhIPFiadz4ukJLEYCi8HlMEFDkoAXn8iGqpKg+NlEJi8hWiiIlaRyZFJuEpehkPNLCtUH9m7x88XgvD0wKAQG7UYhkbFYrLOzM4FASE1NLS8vr6ioUKvV8+bNq6ura2hoyMvLo9FoMTExarUaGJ7FYrFEIklLSwMwLBAIkpOTU1JSEhMTyWSyn58fMCkQCAQcDofH+QJdHZr+Jfj64rA4L2iULjQAX6DLrptXsmxR6/oVC9rqy5priot0GQnRUZUFOaW5SlEik8OI9EE5erraBfmgyCG+MaTgpDhKKjdGkhQnSYqT8uPThGxFGk+RxpNLEtNSOelSbnaGUJuVqs5M0WaK9CppgVpWqJEXqGWajBRpUiyLEcFPiOWxmdwYGi2YoJcK63OUK+eVra2p7NJrq5XyUoW0MFMq5bOppFA6gySW8BnUCFJ4IDEsgE4Ko5PCiGEBEaEBpMgQwzQglBfNZsXIJaIkHic0JAiFQkJNdRbmVjbWDk6OUEsZ3MkR7gTlpLk4u7mj7B1gcBdnmKODiZkpysM9MjKSxYqjUclkUhQxKiIsNJgYFcGg0SkkMpMRExcTn8wXpiSLOCwuOz4xgc2j02IUCnVFRX1z8/zW1oXLlq1bu3bL0qVr589f3t6+uLGxs6ampaampaysViLJ9PMLs7CA4X0DqZToFKEkM0OlzsnV5xWVllTOq6wtLCjV5xVpNfoclU6VrVVm5ijSs2RpGfI0qP43PjaOl8hNYHPCQ8PQ7h5ghB6HhUa4gfk5IiycFEUMCgikUChEIjEqKopCIdGoZBqVyKRHQZPq8WRKlF+6mJ3EiowKdl+5qObz23vvoWjlkR+fjbx90P9+YuC319d+e3Pl4+OBj4/Pv3nQ+/r+2Zd3e5/dOvX4+slnN3tf3xv6+OjylydX3j+8+GHiyh+fJu9fPtdRX6jNFGmUolx1erqUr8oUF+ZlleqztEpxV0vlq6e3P764+/HF2IenN99MXjGkAF59++jS8/GBd48vvrjf//T2qSe3IK/109snH10/dv/yoYGj66+e2z0+emzi6snx0WMg8urO8OHx0WMPLp94eqsX1CC9Gh98eW/gzYPB1xMDT++efnb37PsnIx+eXXl+f+jx2MDTO0NPx0erCrM16cJ0IUfKZ2enCdl0kpTPFiUwUljkNA5FFBOalxo73rd3aPeyizsX9iyr3FqrXKFP2laVPrKx6c35LT9d3v9ldO/nkX1frxz8/cax/7x76o/bPZ8v7X92qvvOgSVD6+vvH1nx67Uj01PD08+GIVP0/d7pp8Nvbp/TyRPwKHucuxMe6+aPwwTjvcjBuLgwPCsMmxiG5Yb78CLxSaRgPi0ymRGlTo5X8ehpzLB0Zmh9dvKehZXHVzZsb9G3Z3OLk8LlRA9hEDyR4BDnbc3EWMV621E9bGkYB7KXEwXnRiRgQnGYELxPWFCggz3M3NwcVEjMnW0y94c5c2bMnvvDnNmzZ5uYmYKkQ8MkPJSEj/ZAerg511UU1Rbnd1aVLa2vXl43b/+KJfuWQ/FXB9euOL5p3Zkdm8/v3TF8eN/108fvnD9zt//svYHeB0PngdwHamAfjQy+uHnpyZWhyUuDT68OP7t28dHowP2hc/cGz94613Ph0O7TOzYe37x21/IFq5qqVzZWbV7QemTjmn1rloHV3dm0sKpkTWvd4Q2rRnoObVjSsai5fvn8DiwahYA7YTygS4GenmhP6H+jSAQS7uBoC4nA5hAD21hDO7aWZkhnRx9PDzzW09cL7YNx93ZzDfbFEoMDwv3xgT5e4f74eAophcNKS+LK+Dy5ICk9mZ+ZLFAKk7NShNmiFJVUpJJC2VfaNHGuXJqXnpavkIFVkCEvzkgvyVSUKjPAKslUgCPl2coqTY4xBbpKk1OerSzLyixVZhRnpBfI0/RpkjypOFeSqkhMlLE44pg4UIaUwmDy6YwkGl3AiE6i0bk0WiKVmkChsIhERlgYNTg4AusTgHLH2MOcTc1A45Gzqdn/BQB/OwP8T/nX1MLJ1BRhZWU/e5bD7NmwWbOsZsxwnTtneV3tud27endtHzyw98LBfX17dg4e2H3jzIn7w+fvD5+/0nPk8onDt3pPAgD+9ODOm7HrQAGeHL0wPnhurO/0nfNngAV64sL555eH31wdfXlpeOL82ds9R28eP3zz+JHrRw+N7t93ce+eC7t2DuyAan6Nq3fTlrMbN5/ZsOnMhk2nuzee2bDp7MbNIPMZ6j1av6Fn7fqeteuPrVqzq2vB2vq6hWVFHSX5LQW65nxtqz63VZ/bkqdrztU2qjUQAOfmteXpO3ILVYbT6QAAIABJREFUOvMKFxSULC4ub9HlNudCq1GrrVNp5mVklckUxRJZXnJqrkCk46dok4QaXnJOIl+VIMjm8NPj+MoEsYovy06Wq0UZermmQJmXr8zXyHRqaa5amquR5AEVN19RWpBRAhKwilXlkBScXQZysEAzcG56AUS8Mr1Ong+WJg3yP+vSoElglUibnaIBNUjZIrVSmKVX5OsV+dkiyP+sV+QphZlcWmKQeyDG3t0T5oGxR3o7IBNI1Hk5mpbConqdtjFP216gn19StLSi/J+jv40Nq+tru1uatrS3bevs2D6/fUdn2+bm+rVVFUv02lZ5Wk0Sr5HPmy9OXSmXrc/M2KTM3K7K2JYt35at2Jwt26CUrk5PWSzhdaUktgk5tdzYPGpUqh8uAYNheaDZaC+Wh/cMPxf7YBQc0C8ZhyYZ6JeEdY/19wFVwFAfkq9XNM6TjkXTPd3jcJikIJw4KkhKCkkjh6bTIjIYEZnRkRmM8HRaqJwaoqCHZcVGqNkkbQJFw6ZqWRR1DCmbEZlJDc2mhqsZkbmx5AIWpZBNNTAwrZhNKWZTCuNJBXFEfVyUNo6ojotSxUSoYiKgnfgoZWxURkyUmBYmiaEkM4iUAAIW6epka2tnAQGwyZy5xvQmMEMIbJAALL/7iGxkYKOgamRdMA8Jvt940NzcHOz/eQseysjAgH4NBy2/JUDj/r+zRhvv+K38+93B7xgYwMC3uA6w3zgGDNRg8GoYzwWcmpGr/7sAbDxf4ykDDAZ4b24ORX8ZJ4Ehw5I59DqAmO5Zs+b88MMsAMC2llZSUWpTXX17c8vq5Su2btwEALiqvATlCif4eOGxnjBbCy4ntqm+asXSrvntNQs76xZ11S9Z0LhqWXv3moXdaxauWdHZ2VrT2VrTXF/e0lCxZsX8hpoSVaZ46YK2A/t33bxx+fffP09P/zo9/dMff33zyy+TX76Mv31z9f276z99uf/pw90vH+5fuXispjwnLZWTr82ikSIxaLew0EAkAg6zt4awE+4Ihzs6ONiDJGcnZzjcxdnO0QliYEsLmKODjZ2tqbmZjZ2tvQMMaMIuCFeEGxLhhnRBuDo5w8EHU0eoDggaRgVBU3Z2dlZWViYmJmw2u6ysTCwWh4WFodFoBAIBh8OBZddIv3YwW0cIgB1cnWBIOMzOfHaOXDj9158+vbz3+tHlt48vv3o49NuH+32ndtOpQbNmzTA3n2Fvb25tZWpnb2VjA1mtIXc6RH923wGwjeHL4IIIiOYCCjCQTEFJErAQw2AwuIuTk7OjgxPMDmZrY2dpa2/l6GTn7AKzszNbt2bB3/748Pnt+F9/mfr57djbh8PP7g3+9PHZscO7vL3c/QhYtAfKDekK4sSMIVhzTU0Ma84s05kzTX747wKwkYS/2zH+ppuZQWMRxrpjUF8EeNXBHubsBAeBWK7OLiANyxHmAORfB3vY/wkAf/uAIE0ajBm7OrsYo7A8/r0FGuTcgqhbrJe3kYSNLmgU0s3IwCgk1HLk5Yl2Q7pC7wQXONoDhUG7g2F1MGLti8N6e2E8MR5enmhD2JU3zsfT28sD7YF0R7l6uCO8PN2x3mhPDArn4xng7xsWGhgVGUomRdCoxGgGOZpGBPQLtkx6VAyDGMMgsuNoYHHi6YnsaCMAczmxyUkcIT+Bz40T8GIlokSZlCtJ5WjVaVp1mk6dfvf2Jb0uy9pitjfGDYmAu7rA/fz8goODaTSaQCDIysqqqanp7OwsLi4uKSlpaWlpbm7OysqSSCQqlUoqlQoEAj6fLxAIhEIhn8/ncrlgEjglJYXL5dJotICAAB8fHwh98XgcDkfwxYMXEyjevjgvnLcHztuDSY2sm1dSXqwtzld1Nc9rrCosL1AV6TKqijTajFQmMQiqOGIS3Z2s/L0QoXg0ixbOiyWLebHpKQkZqdx/LgkvQ5aUIUsCGJwp56syU7RZqdqsVCgrOD1ZmynSZorys6WFObJsaZKARYuPJrNj6InR9LjIsOhAQmwwISE8iB1MoODQDH9sXJh/HCksjhZFJYUGBRNwvp7EiOAQf59AvFdoAC4yxC8sGB8aRAgP8SdFhqQIk2RpqWxObDSTGhMTHRDgZ0gCMjc1N7O0toI5Ojg5wx2cHAEJO7u6YLw8QSWbkzN81pzZLghXejQjIjzUYBuODA0J8sVhw8NCmIxoUhSRSqbFRMdyE3i8xCRWXAIrLoGXKEjiCdU5+TU1LW1tizo7l65cuWH16k0LFqxobV1YX99eVdUEsqzKy+uKiuZBnUkorAPMBeuNp9NiUoQSuSwzM0OVo9Lp84ry9cX6vKJcXYFGnZedpcnMUMllmVKpzMDb7ERDEVNURCQocAIp5aAK29vTC4/zDfQPoJDICWxObm5ubGysnx8+NDSYSokiEcMoxBBWTBQ7NiqWFpSaRGMQfSoK5c8nLn5+MzY1PvDxyfDXqdGPkxc+TPZ/fX7x87OhdxO9Hx+ffzV+5u3Dc4YErP6Xd/qf3+4DCvDLsfN/eXv399fjD6/1blzSXKyVFusUGqUIGv3NSFVliuWSJE1mar5aXlaQtbV70YObA88fXvrw9OaHpzc/Td3++vru5+e330yMPrt7fuoeNM378ckwROAT/Y+uH7s9tPfy2e13hg8/uXl2aqzv8Y0zDy6fuH/p+MMrPa/GB5/fOf/ibv/7RyOfn1398emVT08u//j00qep0ef3eydvnXx29+yLhwPP7w8+uzc4NT78aGyweZ4+NzNVlSZQSgSZYj43hpYlFsgTGEmUgGSyf0UG9/65vb2b5x9bXtNdmbGqKHWJhrtAyVqTn3K8q+je/uVfRw/9437fr9ePv7+4Z+rM5vGjK8f2LR3d1nZ+de3xxcW9K6r619eNH1r54+UDf4yd/vnG0d9v9vwxMTg5eiw6wsvTxcofi/RAwvxxmECcByUEx47AJ4RhOSEYTohXYqgPNyqQT4sURhN5JD8JM1jJIWp5FL2ArOcTtaygTDpOzwnKpHpJwpGyKPd0omdqOIrrB4/3gbEJCLonPBRhE4iwRdmaOFuZQJgXHGBvZ2NIqTAxnWtmZWppY24Ns7JztndCuLhiPNDQX1FDsF9gAD7A3xfvgwkPwi/tamksL1zSXLu8qXpVc+2WBe3d7U3bF3ftWbH42Ma1/ft2Xuk5MtZ3enzw3P0LfQ+Gzt+/0AeyjsYHzz0YOj9xceDRyODjyxfGL/TeOtdz4+zx62eOXTpxsH//jjM7Nx3uXrljadf69oa1rXVrWmq7Oxr3rlp8esfGnm0bjmxcs3/t8p3LF27oau7ubDq4fsXQsX1DJw52L27ft7l7WVe7Pw6KMCT4+jk7O3t5YbyxaC9vDzTGDenm7AS3N0RqQmPAZqazLU3nODvYeXm44bzQeG8M3huDRSECfbxC8D7+3tClgRhylCiBLRMkAfT9p+orSlGlinLEqWqJWCOXaOQSgL56hSw/Q16YmV6kVBQpFcVZGeXZygpVVmVO9jy1CqzybGVlTna1Vl2Xp6vL09XoNBWqLMC9RQo5QN9cSapOLNKIhOqUZCWPn5HIUyRw0zmJ6RwIhlPj4oXMGCEzhk9nAO2XRSTGRkRQgoKi/PwC3T28HZ1czS1A5S/cBCou+rPz2Xjk31mgjQD8//mfDQBsP3s2wsrSasYMp7lzrWfMEDOjdy9f1rdzZ9/O7RcP7h8+sO/cbuiqx72B3onRwbuDvVdPHr168uhY32kAwJ8n7r29c2Pq2ujjS0MPh/vv9p8F9DtxceDJ5eHnV0amLg29vjLyYnRo4vzZu6dPjJ08drvn2M3jRy4d2D+yb+/wnt0QA2/f2b9tB1iAhPu2bPtu9W7acm7z1jMbNgH6PbBk2ebm1mWVFcuqKhdUFLcX61sKdG35ee0F+vYCfVt+XmtuXkd+wfyi4oUlpQsLS7v0Re26/GZtXmVGRmVGxrzMzHmZmRXpmSVSeYFIohemGgFYw0tWc4WAfjPZAikzScmVqEUZGnGWVpKdl56br8zXKwuBh1kt06uleWppvi6tUJ9ekq8oLcwqK8wqBQBsZGBQApynKPwWgLUyvSYNKv79MwCrUjW58jydDGoDVqXm5KXn6mRaLi0Rj/TF2KHdrFy9HNy9Hd3xLmghM65RX9BWXNSQq2vS6zoK8xeWlSyfV7m6tmZ9Y0N3U+O6pobulqbNba3buzp3Luzc3tG6oa56VWlxh1JRl8Kv5MQ3JyUuk0q6lRmbs5TbsjK3ZWVuyJCvlqYuFwsWi3idAk5jAnMei6oK81OGB4gI3rFIV5ozPNrNjYFERTm6zMDDbcPQrmD6l4h1j/BEkrDudAJU/0vHYahYD5oPOhrnyfT1ghYWE+2F4vrjRBEBqZGB4qggGSUsnQbpwFJSkIQYKI7yl5IC5dSQzOiIrJio7FhiTgxFxSRnMYhZjMhsOjGHSdTEkiEGZtMLONTCBFoRh2aAYXIBi5TPJmlZJFV8VHZcuCoeomg1m6RikbPiyVJGRFocJYVJpgcH+Lq7ucBgDta21pZWpnNNgKRp7BEFAGxE2e9w8Vsw/hYO/50F+s/oa7wX+LmADI0PayTe73aMxmBw3MjDRjux8REAmXz7sIBajR/xgXYNxC4gfAF6B8cBUQD6nTVrlvH5G+8OHu3/DoD/jMEg7fmfE6dWNsARDUzRYGtqCl3HnTlzNgBgs9mmbs5IDMrd1xsbQ2cIuLxEVjyXzfLD+SDgTt5oFNrNFYNC+Pti46Jp8zuaF3Y2LF/QsmJh6/IFLasWt69d1rVyUcui9tq2+rL5LVXzW6oWd9RtWbdkYVtNw7yC0yf2//HHT3/7+29/n/71r3//8re/f/zPv7359ddHn368+fRJ/4f3V398f/3Xr+Mf3tyYuNd/6timXI2kv/fYgs4WHyzaHeXi5GiHRMARSLijkx0S5PAiEe5oD28frLcPFunh7uTqYmFlCSqOwMdQ0LLrCHcCkAykGKP/2QjAIJbJEE9lPmfOHDabXV5enpqaGhIS4uHhgUAgnJ2hqCtbWyhz2sYQPm3vYAc6YAEAO1iZpCRET//Hxx+fj314cvXnN7ef3zn39fWt379OHdi3EY9H2drOtbExsbI0sYdZG6zWUNIVAGBDD7ANUICtDTcLCwvw/rG1tXUw3OBwuKMj1D8M8Bhc3bCC/NLWNrYWltYWZhamcy1MzKxNDQxsa2Y+Mz6e8suXl0/uj/7x09MfX1x/fOPMh2fXPr97fObkQV+cpw8WGkl1RyENtcbQTDJ0NcTEDACwidnc/7cAbHw/g99KwMBQmrdBpwWjvMb+XmMlEqBf49zvtzvf3hHws52N4cWwtvmWgY0zxi5w5/8WAH/HwEYABiIwwGAoEMjHG4N2B9HVKDcESMDCoN09MR54X5+gQP+gQH9fHBbEXxm2bkax1x3likG74Xw8/f1wgQH48LAgCjkymkGJZlBoVCKZFEEihlFJ4VRSKI0cZhgGjopjktlxNE48PY5Jjo+hxMdQWLFUIwMnJcYKeOzkJI6BgaFO4PQ0gUzKFQnjxSKoFUmfqzh6aOeHt1MxDKKtlSkSAcWAIxAICwsLBAJhcOTShEKhTCarqKiYN2/e0qVLly9fXllZqVarMzMzpVIplPBruCUkJLDZbBaLlZSUBMaAhUJhXFxcaGior68vYGCgAEPXEbwwviAGGguJz75YdLFevbCjSZOdlsii6XNkteV5tRW5TTWFGoUoGOcejHNXyZJVsmQkzDzE14NJDOLFkpPZdDEvVpbMTk9JAEsuSsiU8zPS+VmK5BylKEcpys4Q5hiWUsrTKVP1WRJdhig/U1ySI8/PFCvFPF4cM45K4tCp4kRWAjUygRrOIYXGRQRGh/lx6ZE8JiWeHhlLJ8ZGU8JCAz3cXVEIJ1dHOyeYtSvc3sPN2dMDgcW4+2Ax3ERWerpMKBTg/XxdkS5YnA/GyxPEzoNiM2A/gZrGnRzBnx0PDNow8m9na2/3w6yZSJRbPJvFTeTQqJDDhUqJIpOiIiPCIsJDISk4MiqazoiPZcXHslhxbHY8R5CULJdl5uvLWloWLV68dsmSdStWbFy8eG1z88KGhq7y8oaysnq9vkKlKsjLKy8pqVUotAwG29oK5gxHBviHsFlciVgul2VmKdU6bb4+r0ifV5SXW6jV6LOzNIr0LKkkXSyWsuLYaRJpMl+Ax/naWFk72MPAJIKPN+RjB1Z2f4JfRFg4NyExW5lVVVWlUCgYdGpIcGBESCCFGMKkhccywtnMsISY0DB/1/nN+e+mrvz87tbP7269uN/37uHAz88vfX028mHi/IeJ8y/v9Dy7feztw7PvJvo+TPZ/eHTh7QMIgKdunXt+u//F2MCL232/vLg5ebV359qOEpVYo0iqKMhWKZJTk9lZCpEqU5yazNZkppblZ+eqJPNKVLcvnXk6Pvrm0fVnd4cnbpx/cmfw+b3hp2P9T8f6n909/2q8/93E0IfJi+8nL7y63zd158yLu31vHw5/enL505PL7x+NvL5/AUi+bx8OP7l59sHlE09unn3zYOjdBNQbDN390cCbh+ee3Dn18PrxyVunX9wfnBq/8OjW+VcPL29fsyA/W6rLSNXIU2X8RDE3QcZjCaiByvjIRrXo5eWT1w+tP7umaXVJWpM8ukFMbZbQ22TMroz4FTrBrlpV38r6GzuXXN+zeHBTc8/SigNd+Qc7Cw4tKDyyoPjg/IKDnQX7O/Xn1tRNnOr+dOnQpyuHvl479tuDgZETW8IIrn5e8GB/jCvc2h+HCfXziiEGciIJAIDZwZ4JIThuVDCPRhQwibrUeF0KTSek5iWT84VkPT9SEx+YScfy/R0Efg6SUDcl1Scn2j+d6J2IhzPQNjQ0jOTu4OdgGuru5O/u5I9BcpgUdmw0lOZoaW5lYQmzs3dzRnqhMAHe+FD/4CC8X1hQYERIcEiAfwDeF4/19HRHIl0cRHzO4o6mBc01S5qrlzZVb1++YE1rXXdH49aFHVsXduxevujE5vXDh/fdPNtz63+x9h5gaaVt266TxNgL0jsIKhYUFRBEUMSOAtJ7USxgN5pEY4olvU167733mF5M770nptfJ9Hmnz+vei2eGL//M+33733v/67gP5gGXlLh01rmu+76uQ/uuHNjj7Xm+fnj/1YN7rxzYc7l395UDe24dP3Dl4O4zuzaf2Lru6KbVB9ct37l03sa501dNn7Bq+oSlkzrnd41aNrkLRAHvX71k3exp6+fNWDVj0pJJXWs+n3xg3fLzvTsuH96zZem8ORPG7Nu8vslVCQCYncJBo9HUSGIkjUijk2h0UiSNSCRhsBgEEhEeHOQX4D8kJGAoIjwEj0aQ8ZgoCjE+mpYYTUugUxkkQiyZKEhOUhcVWFWlQPs1KWS2UkWZWuXUaqoM+mqjwWUyuqxQ1VpNdTZzvd3S4LA2ldmay+0tFWWtleVtVRUeJ+cqgLsd7uqRlcDbGcr+He4sa7Saawy6Ko0KFIDeClWpU6koL5WXl/5Jv5aiYoDBpoIiTW5eqTi7VJxdIhQVpKfn8/nQADCbzWcyU6Kjo1Foclg4aqgfCD3CBQZh/ANAI7QXej9d/HcAjPorBNgLwCi/QKSfX/iQIZQIGHzw4GAfHzaFvHh8z54lS/o2bjq6ZnXf5o19mzce37Du/J7t0NWNcyevHdn/50/52MH+C6c/3Ln+9cM7729fe3753D2PA9aNI73gEsnDMyeeXjzz8tK5hyePPD11vL/v2L3DvTf3776+d+eVXdsvbNt8bsvms5s3/cnAa9efWLPu+Or/ImEvBgNB+ODS5V4A3jN/4fZZczZOnb50bOfM1pYZw1smDavvaXB317vGN9ZNbmma3jpsxvCW+WPGzBk1ambr8En1DeMqXW22shadqV6tG261ttptoIZZbI1Gc53OWKs1uNU6l0pbIVOXSUuB35UlT2bOLTHmKMrlJrfeWWOqdpmqXRZXtaXGaa5xlzVV2xorzA0VhroKXX2lvsFlbHKbGmusjXX2pnoHFIYEABgEAtfaGt2Wesj2+S8RuAqCZ9enAFyurgI5wE5tlcvk/rPF2uR2astLMosTKUxMIJoKI5HDCDHoyGg0KQFP1RdIuxuauurrxrpdXXXuSY2101ub5rQPXzCmffG4sUs6xy3t6VnS3f0nAE8av7xr7Lzhw2bV1463mMaqFGNkxZOUirlGwxKrZbXdsc5Ztthinq3VTCyRjs4Tj5QImzJ5Nemp5WmJmjiaikmXRpOEOBQfjcwkEkQEIhuBhBTgNDpRnBiTmRDFpRFSyBh+FCk7EcpAyo6PAlZYoiiKKIqSQSMJyPgsGrGYyVBxmKWp8YqUOA8GJ6o48WpugiaNqUlL0PETDQIWkIKtWVwDL9nIZ5sFXKuQa8/kObL4TrHAmc135Ytq8oQ1ecLaggyIhD0d0fVFkIdWtVRYWcivLORDGnJRhrNIaC8UGCQQACsyecKkhFgykYhBYiIQEeGwQP8ALzp6WfdvTc7ex4FW7N3fy4T+/v7/HQB7JdO/LcD3ehnYK9J6FVEvAAPW9VpDeQEY6KX/nQmWVwQG79b76l7t2tvS/B9Nv7zCGrDy8kK79yN7gcFL2uCFvCPN/1x8uifQgUNCoAx6IP9C8bMeQywv/QIYDggI8vX1AwA8aNCQiBAYFoHBIJCoCDgajoCFhAb4DgnyGxoeHETCYfFoBBIWyqBTyXgMjUxoqK1avmDWotlTZkwcO3HcyKk9HTMmju3uaGmucbTUlY9tq5vSM3JiZ+uUnpFdHfVzpnc+vn9lYODngYGff/ntqx9+evPr728HBt79+98vfvzp3q+/3v/994cf35///psb3399+4dv7t2+dtBhki5ZMGP7lvW5OZlxsXQ8DkXAQ/QbDgvG4TB4PJZIJlFpkVEx0VAaEIWMxuPCI2AAgIHm7R8YEBoeRqVFAjUGiUZhPcmtcCQiPAI6EwUt0KBlC/wLBwYGKpXKhoYGpVKZnJxMJpOBTS4CAX3LfwBgZAQeFYGPCMnkMr99/QASH55c/P2b+18/P/fDhxvffnzw68/vu7pbiURYSMjgCFgwFoeEw6HXhVDWIwIDSv8UgEFrQ2BgIBCoweigx/sa8okGrmyeAyDAD3JaHxIYHOD1kfZo1CER8BAUKvhF/80nd89+fHXjzaMzr+6c+Pf3TwcGvr957axcVshKigMTpzCPTTZQgKHICsjOE+C07//BFmhwPINDNCAgIMgzAw05b8Mi/oaygGY/ZV3vPoCQ/+MMMEBogL5eAAZPBbqgAQADG1uqxwELJCGB03pvKu//oACDDJi/AXAUPZJExGPQSBwWHUklgxAjRkxULCM6kRmfzIJ8j6OjaCAWmEwiAOJlJcVz2Kw0bgoQe4UZvKxMAUDfTFF6hiAtnc9J53ME6ZwMfkoGPwUwsFiUBgC4KD8rR5yeI04HGFyQKwIisEyap5RJ5dICeXG+VlVs1CmMOplBJzUZSlxVximTRu3fu/Hm9dMDAz++fvFILOITCRgMGhkbC02uRkVFsVgsJBJJJBKjo6PZbLZEIqmrq2tvb29paamvrzcajUDyLfLE/wIrrIKCArlcrtfrDQaDTqcrLi5OT09PSEhgeLaYmBgATqBRPIpOodPIMXRyQix92cLZ61ctmTm1q7WpevTw2jEj6qrLtKoSMZ8VI+Yluey61tpy0AJdkMktLchUFmapisRqabamWKIplmhLcrQlORpZjt2ssFtLKxwad6Wx2qkvsyrLzIpyS6nLoYX6n53GGofObVHXWDU1Vo3LrK4wGRR5uTnp/LyMdCE7SZASL0iJT0+NzeDEQ8VLEmdwc8QZOeKMXLEoX5KVLRKIBFxuaiIzLopGwRMJaBIRS6bg6fRIIpmAxWNwZDwk7kfRwQU40H4CHPhg8AiAwRgcFue5VAcc6UPCQv0C/GPj44qKC2UlUkm2iMNmpfM5ebkSPo+bEB/LYaekcaBe6CyROEskBgwsK5Y7bM4Rw8dMmTL3888XT506b9Kk2aNHT2xu7mhqGlVZ2Vhd3ex01lut1VZrtd3uNpkqlEojCokPD0PgsCQuJ72kuFSnNdms5a7quuqqWld1HQBgu81p0FvUKr1SqdaotMVF0hRWckQ4zH+oH4gyDg8NQ8IRMVHRiQnMmKjohLj4XEmOyWC0W21ut3vUqFEN9bU5ksykhJj0NFa2iMNjMzhMSn5W4tgRzhsXdv/ri5vvn55+/+TUV8/OvLp96Ov+vq+enHx//8ibO739V3Y8vLT1xa29Xz3t+/Do2MtbB/uv7nt0cf/jS739Vw4/u3b0y0fnHl3cv25uz6h6S41FUWEuqasw2o0yk05mN6ucdp3VWOouN7jLDXajrL2l+taFo++eXv/xw+OvXtx+/eDSm4cX3z269Ore2Y9Pr759eO7FrWMPL+29d37Xo8v7QAbS+4dn3j04/fruyZe3j7+4dQyEAD+/efT13ZMPL+2/c3bXo8u9nubnPs8+Rx9f3fPyzoGX9488vrHv0bV9/TcPPbp+6PaF3g/9V4/tXj+irrxML3dolUa51KiQKcTpBcm0CS7dv+6evr5j6fGlE5aMsI3ViXqM2WM1wrEa4TitqFMn7jZIuo15Pab8bkvBOHPOGGPWGGNWty13hluxqNW0sqNszdiKZW22ZW22jT3uQ/M7zq2ZfHP73A9nt/77xcV5PY2sGBQrjhAfQ0BGBMTHkNjMqFxeUhEvrpjLKOZEFXNiirnxsvRUWWa6QpyuECbIBTSjOH5cteLUhpn/unf0+1uHHh5Y8XD/8uNLuuc1mWryk2Xx6NzIsPxoeAmTVJRAVXDi0shIURw1mx0vYMXlingsJgMVAQsPCwkPDUNFwHEIDAGFo+HIsRQaFYOn4vFRZHIMlRpJxOFQcCwKRsBGDG+q6RndOnvyuEljWqeOGb5u/swlU7rWz5m2evqkZZO6F48ft3LqhK0LZvePWeAyAAAgAElEQVSuXnZkw+qjG9dc2r/r2qF9QAG+fnj/hb07+rZtPL553Ymt64Dku2vZ/O2L52xdOGv97Kkrpvasmj5hy4LPty+es2XB57uXLzi6afWRjat2Lpu/dHL3ihkTl07uXjKpa/uSuRd7d145svfEjg2zuzsmd7TMnTyemxhPxEB/veMY8TgcjkjCEkkYMgUXSYNImELFE/BoDBoeHOQXGOAbEgB1QcNCAuFhwUQMMppKYjGiGBQiDYtOpEcWZgqtaqVDq9aXSMHQr0OlBPTrNptqrZY6m9VtM7ltf9JvY5mtqdw+zOkY5nSMqK4Y6aoc5foTfUfXuAADj6x0jqx0jqgob7Zba416kAxslxX/sxzyEoe8xCr9s+wlcodMYSuWGYukuvwCZbYEAHAej5fH42WlpLAZjAQKhRwWjgsMQg31A95XhOAQ0Av9KfR+uv7fAWAwAAwAGO7nBxs6BBcYGOLj02g29a5edXTdunPbth9bu+bE+nUnN6w/vXXz9cP7H1849eDsicuHoSsdIOsIAPC3j+99cffG88vnQBjS3ZNH7p488uD08cfn+vovnH5+4cyDE4f7+449PnEEAPCNfbuu7Np+bsvGM5ugOrVhfd/6dYB+AfR6MfjoytWHl68Ezc/7Fy3Zt3Bx7+Kl+xYu3jF77pYZn2+YMm15Z/ectpHTW4dNaW2c0to4feSw2aPbF3SNXdLduaS7c8HYsTNHjOhx17TbHS1GyzCDuVVvHmYwjyovH1leNqLM0Wq3NZutDQZTrdZQo9G7VNpKhcpRpLDkFZtyoDLnlpjzFWUyY7W2rM7kqrG43Va321ZXaa1zmFyusuYqe2OlBWLgSmNjpb6h2tBYbah3mevdlvpaWyNgYBAIDBi4xtrgBeA/5d+/Oqir9DWQC7SmukpfU22sqdBBDlhVhupaa12lvkoqLIrFM7BBGHwILgoZSYOTYtCRNAQ+HkcxSYvHNzWPcbvG1VR319dMaa7/fGTL/NFti8Z1QPTb1bl8woRl48evnDB+zeRJqyd0L+5onz2scVa9e5LdOt6gnaApna5XzzPoFxv1qyzmNWX2uVrd1FLF2Py8YaJ0FzfFwYo1MOmaOKqKSVcy6UUx1CwyJh2PySDiMoh4AZ7gw4nEZ8RGihNjRPH0NDoRusug5rBicxMZWbG0jCiygE4S0slCOplHxnFxqAwytiA+qoQVV5gQXZhAl6fElbITSlgMeSqjlBOnSotX8xI0fKaGz9SmJ+oELDWHpeakaLipOl6qIZ1jEnJsojSQouTM5lVI+JU56dV56bUFGfVFojppZr0s010irJYKKgv5FUV8ZyHPkc8z56bpxGxlFjefm8iOodJxGAIaAQA4JCjYm3YLcBSwqJeBP5VAwZnxPwHY02zjC86hPyVM7zN7udG7AET6V/TRn15cngeDPmVgr9Lr5eG/LYDUBk12/a+b1xzLe04Pvv7p2wOf1wvA4L15Py9YeOH/bwz8/wGAAZODF/UCMGANT88pFDzrdYSGQnI9gnBgYDDwgv5TBPYZRMQQOCw2Kz6JSiRhEEgMAun5X0AEEhZOIWCJkBAbikHAoqgkUXpardPRUF1WXwXdjhnRNGdaz7L5MxbNnrRi4YzVSz/fvnHp5rXz162YtXnt3PN9ewcGvv/++/e//PbNHwPf/vrHh59/ffXL709//6P/t98f/vjjza+/vvTrT7cHBp5/eH1+/coJzbVqtTyDiA1fOO9zlbIkJTmBgEdjMQgEMhyHR4EuaDQWhcGhMTgsCoOOQCFhnshfBAryagY+WL5+Q+FIRCqHzUpJBhiMRKOgZ0FBccGQ9OqZ/gWCpL+/f1BQEAKBKC8vd7lcMpmMxWKRyWQsFgsyPD0ZS7BwZBgUveRVgD0ATMXA4yOx/TfPfvXi5rtH5398e/3HN1d+/HDz/asbA//++sbN0/HxZAwmFAEPxWARaDRIEob6nyEG9nhWB4eHhcDCwQWXAE9wdGBgILCe9gIwGFT29kKHhYUEBPgFBPr6B/oFhwaFwSNgqIhQeFhIWCCBiA4MHHTi2K6v3t1//eTily8uf//q2pcvrr7qv7lr+zqb1ZDGTQbwBoPBYTA4lMkUHBoYFAIuHAQGBwwN+j8JwMAT7tNfFo98DWm2Xvk3Ihzm5VhAxYB1ERHwv/GwF4nB/t7vCg+FLiqAuWLwzKALGqQNg0lgEoH4PwAwmAH+5yQwjRoZSYEcUshEkpeBoTWJAKZ/CXhsFD3Sa20FSDiWER0dRYukkqkUEp1GZcREMRMYHHaSSMiTZAsl2cJscQZkGpQnzsvNypGIxFkCYUZaOp8Nab8ZaVmZEOVKsqC5SrEoLTuTlyNOz88RFuSKvPQLFODiwmyZNEdenK9WlMilBUp5kdmgNOlLtaoiq1nRUOe4eP7wl1/0/+v7t7//+tXtG+cHBn6cMnGcQa+yWc1SqRSBQAgEgrq6Oq1Wm5eXx+VyKRRKQkKCTCYrLS01mUx1dXUGg6GkpMSrAIMYpJKSktLSUp1nAw3SmZmZLBYrNjaWwWDExMR82gEeRadE0SkJsfSUpLhFc2ds3bDq6MGdC+ZMsmiL8zI52RksASfWoZdPHNM6Y3yHplhCx0dkpMblizj5Io62JEctzVYWZikLs9TSbJ0s16DINygLIOK1q6qd+jqXpabKBOnAnjHgmnJ9tV3jsmmg/meHvtamrbfrGstNw2tclWaTuqhQxE0VcFl8TkIGn8XjJQoEyWlpTB6PJRRyxCJ+VgY/L1sslxbkZAlzxaKsDH4iM5ZExGLQcCIBR6dHkkgkOBKBI+CTUlP4QlFsUhKaSAxHocLgEcHhYUFhoaERsDB4RGgEDIZEoHBYyNmMTIJc4DFo/+Cg4PCw1DRubn4OOzW5qc5d7XTw2MlQ3ls6P53LEQsz0rlpYqEog8fP4PHzs/PyxLlFuYVWs6Nt5LienhldXdNGjOgE3Gs2V1osVRqNTaEwymR6udxQUqIrKFBKpRqVyhQXmwQLR/r7BZNJNEF6prRIrtUYHfaKygq3q7quxt1QXVVrtzk9YUs6hUJpMVkB/cJhERgUGvxCYdEYWFg4lUyJpkdRSGRGdIw4M0upKFWVKg0GQ0tLS3vbCINeLeCl8jgJmQJWZgbTpM7pGe1+8fDMy/t9N89uffv4xKPrez/2n3xxY98X9468vXvozZ3eDw8Ov769v//qthc3d33Zf/zt/cNPr+17fHnPk8sHnl499OTq4ceXDr69c/LKkY1T2931DkVrldHtUFZaVWVmRbXT5LTryqwai0HhKtM7LSq9Mm94o/PE/s13Lh1/df/y8zvnnt0++6H/6tcvbn54cvnNg/PvH1/44vG5t/dPvbh15OXtox+fnP3h9dVvX1z58OgsoN9Xd054ZF6o+fnl7ePPbhx5duMIEITf3IMA+O39k4+u7Hx2a8/re4de3T386Nq+2+d33rm499H1Y+8eX7536fjmlfMbKy1GudSilKkL8zU5wkZ13heX9t/etezoou4Vbc4JlvxxWtEEQ/YkU854vbhTB9U4naRDJW4tTq/LZzcWsxtlnCY5t0XJH64WjNQK23SiNp1oYkXx+PKi8eVFk6tksxt1myc13Nmz+If7fcbCtDgaPD4KTcSGImD+ifGRvORYCZdZnJ4g58eXpscpBUxlRnKpKE0hFpVmCxTCBJs0ZUK99tDqSW8v7fm9//QfT07/9uDYjzcPDTw6NfDs4h8PTn1xfu/D3rVXty29uHnJh8sn+08dmNhQYcoXqfOE+Rnc0qKcDD4bHhYaGhIUDoX3hUUEh4f6B8P8Q5CBoaigMJh/ACo0mIRFEdAIdEQYjYRLS0mY2NUxenj93KldU8aNmDSqed7EMatnTd4wd/r6WdPWzpyycuqEZZO6l0/uAR3RW+bPOrBm+fHN687t3nZp/64Le3ec2r7p+OZ1Rzeu2bdqMdTYvHLRtkWzN8+fuWXB55vmzVj7+eT1s6duXThr9/IFe1YsBLV7+YIdS+dtmv/5hvkz18+bsWP5gtO7Nt841nt6z5Ydy+dvXjJ3zaLPRza4aXhMNBVyKIyk0BgMBgBgEhlLjSQAEZhMwuGwSHhEKJSHFOgXGugXEuAfGhiAhsEoeAyDQqTjMHEUUiYnVVtcZNeqbWqlSSFzaNVlOk2lXldtNAD6bbDZ6u02l9XoBeAGh7XRI/82l9uHVzmHVzmBAtxeXdleXdlWVdFWVQEGfRssJpdOU14qt5VIbSVSwLr/8bZcoSyTl5bJS8sVSmepqlyhtMrkJmlxqTi7OEOYx+PlpqVJOBwBkxlPJlMQCHxQMMY/AAAwNiAQKMDg7qfc613/dwAM7KCBBTQAYOTQAMTQoQh/f3+PBbQoIWH1jOlHNqw/sXHjmS1bT2/cABj40p5dD04ff3r57P0zx68c2Xf14N6bRw/cPXkEAPB3T+5/vHfz+eVz/RdOPz7XBzKQHp/re3L+1JPzp/rP9vWfOfHs9InHJ47cObjvxr5dN/ZB/c8Xtm0G6Nu3fh1ogQa4e2jZCu8w8JEVq0DPM5j73TN/4b6Fi3fPW7BlxufrJ09dM2HS0rGdc9pGzupomzVm5PzOjkU9Y5dM6F7U0zl/TMesthHjqqvby8paTeZhBmOrydpuLx9dXjnaWTWqsmKks7zFbmuymOsMxhqd3q3VuzS6CoXGUVxqKZAbcqTG3GJLgbysRFtZaqzVO2uN1TWGqkp9RbXZXWOvdzkandbaCmt9ua2xwtJcaWmuNre4TC1uY4vb1FxpgEZ83ZZ6oAPXO5pBgWHgvwGwU1ddqXMDEyxo+lfrchkhK+kqg9uprXCbayr1VbIseRI1kRCKxwVjKRHkeDwDkn9RVHI4Oh5HcZQqpwwfMa62prPW1dPgnjqsYVZbKyT/do5e2tW5rLtrxcSJyydMWDVxwtopk1eN71rYPnJOS9P8YQ0zKsonmw2TNMrpWtU8vW6hXrvMoF9mNs7R6aZr1D2y4hE5WS5eqiWRoWJQZdGkPComl4YtiKEUxEVK6FQBCZdOwAnJRB+o25kZnZ0YkxlPF8RQBDGU7PiofFacKIYqoJPSqYQMGikrJjIzmppOJXAIaDYGkRVFKoiPyomh5jIosuRYJYcpS4kpSqSVJEcr2LGlnDgFJ07OjlVAiwStgK3hc9RpqUpuijotWctP1Qs4hgy2ScQ1eeaH7dlQpzRknVWU6ZJmuWVZVSUiZ0G6I59nz0sz56YZstnarFS5MLWIn5zBjI4l4UiICExEBBIWAU5Gg4KCAPsBKgPUCij3E2EW4kfAq38DYACWnypI4NnAzgAg/3nrRV8vwf7Fh/8ZgP8HEyzvW/W+Q6/HslcH9tLxpwAMTvf/BsBeRAcL7zv//wnA4C2Btwo+u2fKFJr1BYbDoaH/BcABAZA7NHgkKCjEzy9g8GBfqAX6syG+PkPoZBo7KZURGU3C4OgkCp1EwcKRZBQah0CQsCgsAoZFwGhkAhGLgocGZbCTZXkSo1JuUsuqbOYJY9vWr1jUu3Pj0f1bd2xZ2btnw/7d63v3rjt9cveDu+cG/v3t779/88e/v/n1ty9++PH5dz88/vnn/t9+f/Lrb48GBvoHBp5/8+XVrZumzJxa39qkTUlARBIDsjJY9+9cHtsxLCODTSKhiASIXskUPDQhioHGX+FIaBI41EOPYX/5XYXBwmHwiNDwsCFDfdFYjFiSrVSr2FwOCEACfYkRCCjRNzg4GIFAeAE4JCSEQCA0NDQ4nU6pVJqUlAQAGBi6Qk3IHvSNQMBB0gkKCcciETgkjIyJIMADb5w7/NMXj77sv/TNswu/vL/+28c7P379+PWLGz9+/4qTGhMXQ4JHhMAjQvF4rAdiofSm4BDIsBq6CQ+BsoE9sVsAgIOCguBwOBB+MZ4N/dcGuWCjUEgkNAgdGho81N93qL8flPkUHhYaHhIcGhABD/nsM59ZM7u//+b50/tnf/zq0Q8f750+uqWt1WU2KHJzhfFxUXQamUwiAJz+r+MHulgEuUAP9fcd7DvI1/c/+2B5j9v//YW3vwM0RwQHB4eHQ1MSYSGhn6q+AIOB2AvmfoEDFpgE9pLwP3VjIPz+DYBhYeGICDgaCaUBY9GY/0cF+J/oC3ywvAAMvKABBpOJJBwWjULCUUiIi6KjaAnxsYnM+KTEBDAbDOygqRRSTDSdlcTkcpI5bBafl5oh4GYIuHxeKi8tRZiRBsXGeHhYki0UZwkyRfxMETQALMkWlhRJpAXiglxRniTjU+j1tkAX5IqK8rNKiiDvK0VJgU6lKC0p1irlDqvBbFCqFPkV5bruztb7dy/8+MO71y/vfXjbf+/2lbEdrRVllqY6t9tVZbVaqVRqSkpKYWEhk8nMy8tzOp1tbW21tbVlZWUikSg7O7uiosJkMmk0mtzc3JycnPz8fLlcrvJsarVap9NpNBqdTqdUKsVicXJyMhgAZjAYicx4cBXA45UdGcugJyfG8rnJi+bOGNM2bHRbo9UoT2NFq0skY0fW94weNqW7rbuj2aQsZDNpXCYdYmMh26yR6mS56hKJqkgM5RvJ8yza4nJjqdOicto15Q61q8JY77bWVpsrPAPAdVWmarvGYZCVG+QNFaa22vIRbkdbTdmYhupJ7W2TOjqG17oLsoQ5mXw+l8nhxDMYBAaDlJLC4PESudwEAS9ZkiXIz8nMzcrI4nHyRIIsQVpibBQWGQEPC8ZiUDQaFUeAHMDJtMioWEYMk0mLjcVTqQgcLjg8LAAyWwgJjYCFI+Bh8IhwBByBQSM8GWgwVAQCBR/sOyg4NICTliJI5wxvqhn45ft/ffWu0mGCPKXFopzMDC6LJUjjZosy+Rwul82RiHPEmdnZWRKDzjiseeSIEWPr6lodDpfZ7FSpTFKpqqREU1SkFAgkHI4wIyMnIyMHspcW5ZUqdZkiCRZD/MzHFxaOTGSmZGXmyEqURoMVdEHX1Ta5XfVljkqD3qJS6kpLVQV5+UnxCUg4AhYWjkVjoHF3IhHv2eBwOAwGw2KxNBotMTFRKBSWlJQUFxfJFVKzSVduN5XK8oX8RElmqlmbd3jv6o+vrkGNJ/dPfPGk7/mt/W8fHHl2Y++za3te3ep9dm3Xy9v7vnl68uv+E69u7Xt5c+/b+4df3u59dr335a0jb+/2vblzsv/K4btndt05tePasc2zOxuay5TtdZamCo0LcjhT1lea3A69x3I51+3QN7vsNo3UZdM0V1tHNVW11zkby40ja+1zJo7atGTG1hUzd6+bd+bAhifXj37oP/9l/4X3T8582X/u2xeXvnl+8d2DvqfXDz69fvDVnWMgDKn/2oEnV3uf3zz89v6pD4/Ovrpz4snVg0+uHnxx68iru4f7r+95fmv/63uHHlzaeenomlvndnzx9MLHp1d/eHvvm1f3Z4/vMJUWWFUleYI0U1H26/MH7u5afn7tjMUtlulO2cyKkgmG7B6taII+a7whq0eXNVYjHK3M7FBljtFIxuglraX8ESp+m0bQrhG0qdPb1OntGsEobUZDEauuILEmP6lOmtKuz5zXaj20uPvGgdUpUYhYGjKGhkbC/QjYcD4nQZzOkvCTSoQshTBRLWJps1I0Yq4mW6CWZKglAnMhT54e1WzOPbttwW/PL/78+PSPd48PvLr09aU9P9489PPtY19d3PvqxOZ3Z3b9eu/UwLu7A28f/Pzs9oyRdepsXqkkPSc9uUgi5CYzg/yGBPhDfWEeBRiFiUAQ4CgKGheJxWFhYQRERDSJQMNjCQhYEiOyJC9rak9He5N73tSuWRPHTO5o6WqpWTVnypIpXRvmzti2cM6OxfM2zZ25Ysp4D2Z0rpgyHphj7Vm+6MCa5SAh6cSW9ae2bzq8YeWJrev6tqw7uG5575qlh9avOLxh5YG1y87v3da3fQOog+uW71gCJQb37dh4dPPavWuW9q5fceHArgfnT94+deTw1nUbFs46d2jvsT3bKi16Gh6Twoxj0GnwsHBGdAzk10XFU6gQ/UbHQPPAVAqBSMAQIP/NsPDgAMDA4UH+yPAQEgpBRsIjMajUWCj3yK5R2TUqq6rUrlFVGw2g57nGYq6zWOqt1gabrdFud5sNbrMBTP+Cud+mMltTma2loqylosw7/TvcWdZa7mgps9ebjXUmg0uncSoV1uIii7TQIS+pUJVWqpWgKlSloJxKhVOprFRpKpTqcoUSlEOmMEmL9QWFMlFmIT9dwuGIU1NFLBY7OpqGRmMCAzGBgWg/fyjg13coaqgfxj8AlJd4P12g/P3/MwAHBKADAsCzYYOCsAGB6AAIqj1t1f5hPj6IQYMmDms5tmnj6a1bj65b17cRSt89umb18XVrrx/Y/+zS+RfXLtw/A7VAXzu079axg/f6jnoB+Mv7t15cOQ9mwsF8+P1Txx6cPg7dnjzaf+YE6H++unv7pR1bruzadnnntvNbN/WtXwfqTx+sVSsPL195aNmK/YuW9C5eCgqg7+55C3bOmbd/0ZL9i5bsmjt/49Tpq8dPXN7ZvXDU6JmtwxeMHb2ga/SSCZ1LJ3Yt6Bo7bUTLuOrKETZLg07XoNM1GQzDLfaO8soxFdWjyipG2so6KqvbK5zDHfZmi7nBYPqrzOXyUluR3JhfYsgrNhXI7HJdtc5WZ66ss7hdUBNyhU3lKNNVVNnq3WVNlbYGh9FdZqqD5F9Ls9vaUmNpqYWqGephNrhd5rpa25+90F4G/qcC7NRBki+IQQKBwG5zndtcV22sqbc31FrrtAW61Cg2GUaKRFDpKBopnMgkJ8Ri6dEoCikMxSRSXFr9rNFjxjfXd9ZWjW+smdbSOLt9+MKxo5Z0jVnW3bW0p2vlhPHLJ/SsmTxp3bRJKyZ0zW8fPm/4sKVtrbOqnVNNuolK2TSlYq5OvVCvXahTzdeqF5hMc0zmGXptl7y4KSvDnsrUxkfJGVRpNEmRGGUTpdUV51cX5hnS05Spydo0jk9mNFXJZ2sy0sQMWjqVUJAUp+Sz5dxkyPM5kiiKJGXRKZIYmiSGxidi4yNCeGQoFjg7OjIvnl7EjCpKpBUlRBbEkQvjKYXMSGkSXcqKKWTF5rMYOaxYKE6JzZSmsRT8VLmAreCnKvipqgyuNjNNLeRoRFxdFs8oEVjyRPZCcZlUUl6S7ZSJHbIshzTLXCDU5/BV4jS5iCvN4GQkxXDjoxKjKFF4LBEJxSDBQkJDgoKDA6ETaoCF3uReQJIAGv09m1cX9bYEf/q4N1IIPPjprdcsGpyIe4VTr920l1r/0mz/WxMsrygaHBwKzUMO9R8yZChIBgZCsVc6DgqCHIw+7Sj2Gkf/F0gEBHz6Pr3rT4XfT+HhbwDsVci9/2gAa70fB4C9F+8BbP/zNjgwKDgwKCggMCggMDgwKDQYaluChYWDx8EPKCggMMDPf+gQX9/BQ4b4fAYLCU1kxKXGMakoXDSOlBbPZDPiONGxLHp0PJlMw2KISDgGHo5GhGER4VFEPD8psUAkLJGI9QpZk6uyZ+yo6ZO6li6YtX7N0t69WzatX9bbu23fvi2PH1//98C3ntCjLwcGvvz5pxc//uvZH7+9+u2XF999c6/vxIbrV/cdO7JmQk9NYT6LRPDFwH2i6WEnj2z67ee3h3rX87gxyUk0MhkJ5e7i0R7PZqiHGeY5xQTyL8zT2IzCoMEwHmhy9hn0mbxUodKos7LF0YwYoP0iUEjQrAi5lQcHg75iPz8/Hx+fvLw8l8tlNptFIhGDwSCTyWg0GoSjBgUFRUQgEAgUEokGhUIgMWgkHo3AwENggT77tqz4+uWt9w/Pvb134qfXV757ceGrl9f+9dXjX79/WV2mpeCRsJDAmGh6aDB09SEsDOYpTyt0GJSbGBziFxoK/UjBzzo0NBSEAAPhFzJrRqNxOBwej8fhcFgsFoOB7L+QSHR4OETy0BEeEhwaGhwWHhQS6o/BwrKyuAMDP/z68xfff/ti88ZFVRVaZ5m2osIkl+czGJQIWDAaBcOg4WGhf4YfBfhDh6Tv4CGDBg36DNp8PvPx8Rs6JDgowN/Pd/Agn8GDfHyHDPIdMggs/IZCp0FQbLCfL/Rtgz/79JD+29o7FACOYa8CDMD1Ux0YyLafEi/AXYiKI8L/Y8HCQ0FBjXlhkDs4KJAejIQjQBowFFxEIHrDliIpVBAFDFqgo+lRkRQqPZIG7K88iRhk8AjYEzzizUMiEYgEPBaLQeFxGCqFFEWPBOWBPTrwvoqOojET4lJTWGlcdho3hZ2axOWw0rjJHHZSagqTw04SpHPEWQKRkOetrMx0SbYwNyczP08syeJDI6mg/up5zs8R5mYL8nOE+fmZBQVZBQVZhYXi4uJsuTxfr9No1EqrxeB2OcvLTUplgcUkb2muvHzxGNB+lyycZVArinKzG91uPocbFxuTLc5MSkwgEnDs1OSC/FxxligCFkbAYzMEfHZqMomIj49jNDbUlZfZSxWy4iKpODMrJ1tSXCQtLpKWyhVGvcGg0xt0epvFqtfqskSZiQnMOEZsHCM2mu5xl4mLTk1JZCYw4mKjIBE4kpgjzqh0mNTywgq7cXRbY2d788xJ4+ZOH9/WXN3WXF1bbSnJy0hgEDmJdKVMYtWVlBSKZPlCWVGmqjhbq8w3a6Q2ExT96rRrKp16Z5nWadeV29TlNnWFQ+sq09eWG102bW2Zoc6ur7FqGx3Gka6yka6y5nJza3XZ8JqKUY3u0S11boc+L5OTmkQX8pk8blw0HZ3EpPDT4liJ1Iz0RGmhUCxMUeWJpBkcmViQQCXyk5gupwOHQtJokKZPodKoUdExTGZ8clJsEpNEj0ThsLAIRJDHYhAa74+Ah0ZAceFwNAYJHSVoPBGDJ6ACAj4LDh5UkJe+eunnX7+59+r+xd++fvn0zqXibH6OgJ2RmigR8DK4XD6HnZzE4nK5EolELBYLhBliSbZcXlosVeTnSSXZ+SJhtvv4oBkAACAASURBVCA9M50v4vOEYM1h85kJyfFxSRw2PzenUCFX5+bmYzA4kHiHRKJTUthisUShUJrN1tra+qoql9NZWVNTp9cbi4qK7VZHYlw8FY9HwiCHP8i7GovG4nE4EhGJx8KxaBQOj8BgcSTyoKF+eAIJTyQIRTyJRKBSFCpKcjJ4TFlB+tzpo29fPvjuyYWPz85/+/LCt8/Pffn4xLt7B9/e3v/q1r6PT449ubrj5qm19y9t+fDo2Hcvz769f/jBxW23T2++c2brk0t7Xt86+u5u38sbR59eOfjs6qGnV3qPbps/q9M9olI50qXtbnGMrrPW2uStVcamcn2z0+BQFTU49PV23cgqu9ukrjbq7Eq5rVRWoVe6zOomp3na2OGbl8/evnru2UObn97ue/fkwos7fY+uH3p2+9i7x6c/9p9+fefwq9uHPj7u+/rp2fcPTry+Aw0qv7l79OWtQ18/Pf/h4akPD099/fT8Mw8k/+vt5S9fnH5979Dre4e+eHz8+c19jy/teH370BcPTr67d2rgm2f7Ny1yaArL9DK7TnbzZO+3N/qub16wuMU2wZI/vVw6wSjuVPHnOIsmG7Mm6kXjStPGlqZN0Is71cIxpendBnGXMatDw2sv5YxRpnXIU1rz4oblMFrzEtqkyeMNWXNrVZc2zHxwcPXH64cGXl9tr1AkRqEYdAwsbDAsbHBqEj1HlCLkxGVyYnP5zEJ+QnF6ojaHay4SlQiS8thxyix2ES9OyotTpCeYcrjVxaJaeWatlOfOTzWwqbI4hJaFtQmo1Tlx84fpbu2c+/Hynp+fXnp5/eQwh0oqSNTki+S5GWppHo2ECwn0DQ8OQISHoOHhGAQMj4ITMUgyDk3EomgUfCQRG0+jMChEVkxkDAHT4LB2ttSPH940u3vMwslds7s7FkzqXDN3+ob5M7csnA3sr07v2Hxkw+r9q5ZumT9r+eSe7Yvmrp81bfnknhVTxq+fNW3H4nl7li/au2Lx4bXLD6xadHTtsrM7NlzYvfn0tnWntq49v2vT2d2bzuzaeHLHumNbVx/auHzfmkW7VszbsXTenpWLD65fefXwvlt9h1/fvfbwyrlls6dN7+oYXle9asE8qJmbQsKEhcdSqHFUOo1IppFJtEjoL3l0FORZGBMdyaBTgXE9CYskoOFYRHhY4NBwf19kSCA8yD/U1ycSDc8TpDkNmhqL0VYqs8iLK/WaOqup1mKsMRvcJn2dyVBvNgI/Z++DNWZDgwWyfW60mgHlNlhMTTbLMIfNa+/cYDFVqtUVKlWFSuVUKkGBu2UKD+6q1dVarVuvB+XS6Wp0BrfG6NYYXWpDpUpXJleZCoq1knxtXmEOOy09PjGTlSpISIrB4NH+QfAhfiC/F0zwQk3LQwPgQ/wiBg8Fa0jF9fUH+/xpcxUQgPD3RwwdivTzQ3u4F+3njxo6lBwWBh88mAqDkUJDUUMGof19kYM/wwwdghk8COHjUy6VHl6z5uz27cfWrz+9devBVatObtp0ZMP6s7t2Pjp75t3tW69vXn1w5vT1owevHtzbf7bvzdWLr69c+Hj7+s/PHv/Y//D9jSuvLp9/dOr4/RNH+s/2Pb9wpv9s38O+Yw/7jj0+dfzxiaMPjh66fWDftT07L27fcnbzhtMb153bsvHs5g1nNq3vW7/m+JqVR1YuO7R82YGlS/YvXLxvwaJ9Cxbtnb8QLPYvXNy7aMmeeQv2zFuwc/bczdNmrOoev7hjzML2jgXtHRumT1sxcfycUW3j62ray8qGW61tDkeH09lqc4wsc7aVVwy3lzeZrI1GS6utbFRF9dhKd5u9fJjB3Kg1NOmMjVqDu1RdUSyvkCsdMqUur1gpKTDLtfXlNfXOujJjRaW9vtJeX2Gr+7Os9RXmugpzXaWlvtoCNTy7zI1uU2Ot0VOmekjC9ZTbVF9jbqi1NNbbmhvsw+ptkEd0raXRbaoHrldVeigDqc7aZJWXOVTOWmuDy1Rboat2mWpdJvewihZ1noYVmUQKJ+JDcGQYKQZHT6TGs2jMeFIMOQJLCkPE4Yjt1dUThzWPb6zrcldObqqb1dY6f0z7grGjIefniePXTZ+6vKd7/fTJa6ZOXDB21LzRbUu7xywdO2pec/3Mcnu3omSSrHiuXjffoJ1v0C60GOYatfNMxqkqZY+seGxx4fBcsSsjrTyNXcbnlAm4Vn6qQ8CrKcgZZzHNbWpYM7pjQ+c4H1lKojadq03nylOTlNwUc1aGTpBWlBgHIW5cdG5sVBadkkEhZFAI6SRcGh4N3LByGPSc2MgcBjE3hpAfQ8iLxkuZkUWJkUVJ0fmJMbmJjOyk2GxWgiSZKWbFZifH5qbES1LicpLjctkJRWmskgw2SI1TCLmKzDRlJk8p5qvF6WqJQCPhqyV8dTZPkZlWksHO5yVnc5JEqUxWTGQCnRpNIhDQCE8GUlCoh7u8cq4Xcb2M+n8KgD9lYO+TAwD23gWv5Tnz/s8A7AVdIAWDiCAo2B3MRAZB6cGfAjBYf3oLpoi9AAyI929Y69WH/8YGf8N+oJV55XFADkA/9wIwuPsn9gR5ZLt/4i/Uz/13AAaC2z8B+E+E8fHxGzyEhMQkR8elRMclkukxaBwxJJwYEh6FwrIiI1Oio5m0SDqZEEnERhKxHGY8L5GZkZKcxeUUZIlsOvW4USOWLZy7ZeOajeuWb9u8ZvXqxTt2bNiyde2jRzcGBr7/9ac3v/z04sdvn/zw3ZM/fn71y08vXjy50HdiS/+DM8ePbhw90pmYgA709WFEw2ZNG/nz908/vL724fW1929uKeWihFgcOyU6YKhPJJWARMGgSVrPHC/U+ouEOpIhyQUWDkciIA4MhyKRAoODfP2GKtUqLwAjoSQlyJkGjAGHhYUFBgaC+F9wtKhUKrfbXVJSAhywcDgcAoFAelI9ISKFoeARaCQCCxWEwUiovRaDQMGCQob6rFw49dvXd94/PPfFo9PfPTv/3bPzH/rP//D+3i/fPK+yqaPJ2IjQIAIGG+gfFBYKhwpovmGBIaH+oaFDQ0P8/wnASM+GwWCwWCwejycQPKIMJMyAjYzDkpBItKeNORSi37CQcFgwCg0LCh4SF087fnL/nn0bJ00Z7azUFxVnajRSi0WlVhdzOEw8Ho5ABEfAgkOC/YKDoIICgAP8Av0DvFdMhgz+zN/PF1BuYIBfCHRBy993yCDokslf0Dt4kM+QwZ/5Dhk01HfwPw9s7yP/BGDI0foTzyqgAwPWBfTrbX7+fwvAXgYGl3uACIzH4shEkhdoadRI7+gviOoBMi8AYI9zM6TgevcHLdCAgb1d0AQ8NFROJOAiqWQ6jUqLpETRoVDf+DgGaIdOSU7ipXGEGenCDGi4V5AOCb9cDovDTuKw/4ThNG4yOzXRW1wOi+eRBzMEXCEvRchLEfFTswQcsShNksUH6Jsl5ELrXGFBQVZRUXZxcU5JiaSkJLdUUVxYkFdYkKOQF6lUUoMBot/Zn/f835bgHe31WlVxYZ7YqFG6ysvzxZKhgwajImD+fr7hYSG8NI6z3GE2Gew2i6xEisWgfIcM+szHJzgoII3LLi+zO+zWpsb6inKnVq2Rl8hKpMV5OblFBYUalVqv1WnVGovJrNNoxZlZrMQkZnxCQhyk/bKSmNFRVODylciMZcTQWEyGSa+aPX3ihM5Rs6ZNmDG5e1its77K1lpfWWXX282lfE5cfAyhIIdv1pcoZZLiAqFeXahW5GpK8zSleVplvk5VoFcX6tWFUPavQWHSy43aEqO2xKQrtull5cbSCrNKL8stNyianOYR7rI2d3mbu3ykq2xEtaOlwlqhl4+qr5w/rWtGT/uIhjK9Ijc5npjIIPC5MWnsqNgYTEIsjseNEWeyCiUcuYhdwEmUpqemRJEXTp/scliZsdE0GpVKpZEi/xcAJkfR0HgcLAIBPPahzgYYIjQCGQZHwNEYLJGAJmDQGHhwiG9wgE9xkWjfjjVfv7v/3evbP7+/+93r2/03Tl46vocVTRCw4iQZ3LSUpGwRlMTL5/O5XMgaSyBML5QWSSS5YrEkM1MsEAh5vHQul8dmc0GlpnKYzKTY2HgWKyU7O0ehUKrV2pycPAwGB+ZcwsJgMTGxHE5abm6+Vqu32RwuV01lZbXVarda7QaDSVpYRCOScQgEEhaORiHwUG4YFkqyppBQZEJUYjyRRkPi8X4hIQgcLio2Do1FJSXGcjjxGlV+59jm7RuXXr946MPz699/cffjs4uv7p94em3/sxt739499OXDIx/vHXhza8+rO/uf39775PrOB5e3Pri0/fHVXc9v9L6+c/j++R33z+94eqX37Z3j7+72vbh+5NmlA/2X9z+5tOfGyY3Hd8zftWrK9uUTd66YunXJ5LVzumeMrvt8TOPscS2t5YZmu7ZSVVxvUldqZE1lNrfZ5DIZ62zmGqvebdG01zlndA0/c3DLzbMHXt0//+2b29+9vfPh6aVnd04+utb79Ebv02v7Xt46+P7B8S8enXx95/Cz671Pr+2H3vn13nf3jz+6tLv/au+3zy9+1X/u6+fnPvaf+vD0lKcF+uDHR0ff3Ol9dmXH6xv7n1zY+eb2kXf3Tt29cGDiqBqHTjq5c/hPbx+eWjt72QjnKE3WCBmvQ5neqcnokLGbJTGdSu5oWcpoWco4Ja9HK+rUZIxTC8ZphWO16aPV3B694PPyvJX1qm3tlqNTGi4u6Pjx9Jbzi7sGXl5607f5j/4LA1/cvX5oDS8GmRxLiPYAMBI2NJ3NKMjmZvHiRWyGKCVawmGIk+lZLGoBl5HPiclNoUt5ceYCoTQtQcKMlMSTeYTw+FAfISHIkh7TaS4cbZAsH+k4u2riqZU9O6c3HFsy+v6h5R/vnjyyZUmZUlKSmVKaI8jkJKQnxxHQMFhoAAIWjIaH41BwPAZOwCIoeDSVhKUQMZFUAo2EgwCYjEuiU1Lo1DENtV2NtT3N9Z+PaV8wvnN2d8eiKd1r583YMH/m5gWzDq5dcXLrBtDhfGzT2gNrlm9fNHfH4nk7Fs/bumD2xjkzVk+ftHRi16KesQt7Rq+bNnHt1J7t82YcW7f81Na1xzasOLx26bENKw6tX7ZnxfwN86Yum9o5v6d9TueIuV0j53W37Vwyf8v8WTeOHXh69dyFQ/s2LV84vWfswllTd2xYO318VxQRz6CQGGQKHU+gILEJtGgKAU8mEUBk3Z9/z6kkOoUYF0WlEjBkHIqIQaDDAxEhfshQf3jwUHSwf3J0pLYgt8ZirDbqrIoSh1JeYzaAqjMZQNWbjQ0WEyBe4N4MqBigb41BV2PQ1Rr1Xk5utJobLKZ6s7Faq63Waqs0mkq1ulKtrtJoqjQaAL01BkOt0VhnMtWZTLVGY43B4Nbrq1VQudQGAMAOmdKQV6TKypEKRNkpnAwmS5CQlEKLpkYgvYiL8gv0FiBe+BA/71f/BsCowECEvz/Szw/l7/+n6usPATApLDhisA8pOBDr54sY5EMIHIoa4oMdOgjm48Mjkac2NZ/ZsrVv8+aj69ad3rr1yNq1xzdvOrZp4/m9ex6fP/fh7p23t24+PHvmxrFDNw8d6D/b9+ry+ecXzry/ceWnp49+evro4+3rT86cvHf88J2jBx+dOv7s/Omn56D+52fnT98/cvDe4QO3D+y7vnfX5Z3bLmzbDLj31Ia1fevX9K1fc2LtqqOrlh9avqR3ycJ9i+YfWb7y8LIVgHh3zp67beasLdNnbp42Y+OUaZunzdg64/PN02ZsmDx17YRJaydMgpKQRrXPbG2ZUFvTWVU5phKq0RUVHU7nCEd5q80xzOZodZSPdFaOdtWMq63vrmvsKK9qtzmHm23DDOZmjaFWqaksLikrLDbnFRrzpWZpaZnGXG2pqLJXV5fVVjkbnGUN5WWN5Y4GqGz1ZdY6p6nWaaqt9gCw21TvNtXXeqrOCC2AnOtlYC8Aexm4xtwAep4BBteYGyq0rkq9C4z+1lobmsqbXSa3Jl+bkSikISNxwVgyjBSNiWJS4lKikhKosTGESGI4Gh8clkiijnK5JrcMm9jcML7ONa2lcc6oEQvGjlowdvSiTijKe/WUScvHd66ePH75hK45Y9o+72hdMK59yZiRi0c0zXI6JihkU2Ql8w36BUbdQothsd0832acrddOU5ZOkJV0yqTtBfnN2VkNkqymgpw2hWyYtNAlzrTzuHYer7GgYHq5c/XINh8VL1nNT1HzUzTpqQZRmjGTp+anSFmxUlasgpNYkhIvjiZz8Yg0AjKTTsyJjZSyYgsTY3LjaJJoUjYdJ4nC5UXjCxj4gjhyfjw5Lz4yO56WGU8XxUdlJcaJU5jZqQlQJceJkhiZiTGZrNhcNjMvjVWQxsrlJuVzk3I4iXmcRAmbmctmZrPjc1Ljs9kQLWclxwkTY3jxUcnRFCD8UrEoHDICER7mSQCGTqShc+m/tk8lzb8pup+y8d9QEHzpb/v/9ZTQf707gG/0nmR/+pyfrv824uu96+cX4PWLAjZR4Ev/HQAD3AUey2AfsD/Qmb0f1vvS4D17734K7YAQwJe8Hw3ALOB2sPYCsJeBvfKvtxP7nwgMQNd7CzpOw0PDvAAcEhQMFGA/36FDh/j6DR4y2McH5h/EiUuUS/Kz2DwaAo32D4rFEdMY8Xk8XkFGRhaXw05KYMXHQMWITqBHshhR6SlJIm5qnkhgN+nGtA1raXCNGdUyd9aUhfOmLZo/fdKkMb17t/zw3euBXz/8+5fXv3z39PuvHn7z/u7zx+ePH1i3dEF3bYUyPjrCz8eHm0xcs3Tyq6eXPr6++eb5lX//8rL/wamBPz5MnTSCk0JL5yWEBQ+mkHEIZHhEBDToC5qfQyNgoEDzM1CA/QMD/AMDECik2WpRqlXCTBE9OsoLwAgUMgIBDw0N9fPzAxg8ZMgQIpFot9srKirEYnFsbCwIQALdzmg0Gga1CyO9AIxAoBAIKGYWi4G6oGGBgyaObf7pi0ev7p3+8PDUyxsH390//qH//Fcvr/301ZP25opoMhqDDIeHhQYFBMPCkeFhCE8TQUhwcGBIaECYpz4FYJCBBNib8MlGJBJJJBLZs9FoURRKJIFAQqOxnrQk6J8lAh5KpuBIZDQ1EldQlCkvzZHk8mwOtcEk02qLy8qMTqdZoShgsRgYTHhoiH9wEBR16CmIgUGnAJikJXkCebEYFM6T8UOnUQl4bHhYiL+fr9/QIb5DPH3zf9EvhMT//eb93QQH8J9G0P8jAHsbnuF/eWX9R/kXHhHuVYA909+QCPwnA3uMtkEgMGjppJIpNGokEIEB6wLDZy8Dg+gjAMDAKIseSQNsDBjY2wUNNYgScEQCDoz40jw2WXQaNS4Wmn2Nj2N42p5TBem8DAE/nZ/GS0tN53O4HFZKckJqChNIwakpzKTE2GRWPKiU5AR2aiJgYKhZOi1VyGMDBs7M4IAxYND/nJstyM3m50nS8/OFhYWZhYWQGqzVlCpLSxRyqaykoKRIUlIk1qjybZbSXEkaOyVaXVqkVclsRp1aJkOEhsPDwmNokS3DmmbOmFbhLCuWFpYqZC3DmurrapzlDkl2ViSV7Dd0SDIr0WY1V1dV1LirG+sbyuwOq9li1BsUMjlQgC0ms6y4RK1UKWRyUYYwMYEZG8OIjWHERNNTkpMoZDwtkhQTHRkTHUkh4xNi6XaLfkRzbVWZ2eW01lTaHUZltcMwrNZZ7TAwY0mQkJXF0ZTmGTRFakWuWpFr1EpNumKjVmrUSg2aIp2qQKvMBzxsMZaaDQqzvsSsL7Eb5GWm0iqrxmXXDa8tG1nvHFVfMdxlr7VqKnSyWpNqWIV5VJ2zxqbqaq2dOnZYq8syY/zw4/s2nTi4qbXObjcWcVmUuBiURMjMzU7WqSUzJo7YtHDG9iVzxzVUKyWii8cP6+TFMTQKAhERGUkn0+jUqOjohIT45OTYpKRPATggMBgAcAgMEQZHRKAghwIEFkkgYoJDfMOCB48c7v7tX+9/+e7FLx8f/PLhzq9f3P/96/6Bn94vmtktTI3L5KXERUWyWUlpHC6Hw+Hz+cJMEV+QzkpJTkvjp6XxuVweh5OWmspJTk5NSkpOTGQxmUlMZlJMTGx0NCMtjV9aqjIazWq1NisrG4PBhYSEBQQEBQeHkkiU+HhmZqZYoVBqNDq3u7a62q3V6h2OcqPRHMeIRYTDEKGhaHgEHochkUiQTTyFTKJH4miUGBaTGhOVnMZB4fCxzMSUVA6ZSirIzw4PGTK8pXpg4PuBge/fv7z18eXN+9ePvn984eW948+u9z67sff17QPv7h18f3f/6zt73z88/Ope74s7+17fP/D+0bF3D4++vHXw8eXdjy7tfnhx19Mrva9uHnl188jTK739F/Y+ubTv9a3DXz8989PbKz++ufL9y8vfv7j605ubv7y7+9Ob269vn758aOvCCe2TR9SMctkmttZ0NbnqrBB71FlNTWWWOquhXF1iVxZW6IrLNQXDKvQzOpu2rZx58ejWF3f6vnt989ev7n/19Py3z6H68snpLx71fdV/5ptnF755duHj4zPfPr/464cbwJj6m2fnXtw8+ODSrq+fn/3Xh6s/vLnw3atzf3y8/sfH6z+/uvDzqwuPLu58f+/kN08vvX14YUZXs7pI1FhtuXZ89xiHvKmYP7G8ZPe01nPLxt/bMvtl79Jnuxce/XzYzu7KbWMrtnVWbuwo3zimYsf4um3ja84u77mydtKjHXPfHVr5zckN/zq18bcLOwdu9A7cOvzLtd5/3z/53c3Dfzy//NuLq+UyQXocLoGOJWLDg/x8EOG+XBY9V5giYjMEyVF8JlnCYWSxqHwGJjuJUsCJLkihF7GjxXGEfFZkbjwpNxbvLhJuntz++MDGj+f2fX2x96vze369fXTg9aWfbx+6tHHa8WWdD4+sfnJu96QRVcUZzEJBYk5aYhwVQ0KHEdCQLzoWGUHAIEk4NBmPoRCwNBKOTiXQqQRaJJFOxifQqTEkbDyFkJWSNH3MqPHDGnqa62d0jJzXPRYA8Jq509fOmbZ21tStC2bvWrpg19IF+1ctPbZp7bFNa3tXL9syf9b/RdtbQLWV7v2/zJRiSYAoIUggnhACSXAN7hYkSgR3p0JtWuqdytSm7u7uhQKlhaLFHVpKS93bmTmdw//uPDN5OTNn3rvWXf+b9aysnbBLs0Ng7c/+yu/C7m1XD+y+sHvbsU3rQFk0lPVdu/Lwj8vObFl3+9DuO8f3X9237ey2DWe3bdiyeM6PcwoX5qWUp0rKUyWL8lN/rCjaurSi6vih64f2jjbfG+9ounHyyOEdm88fO9h0t6r2xtXMFIW1OY5sbcFlMMkEC2u0mSOdRbSA0vpQJNgWavKHxtfZWJGJlnY0EtUGuuhPtibYEjDmKDgGoY+G6zGszEO83LJl4kK1Il2UoBLGZIgS8hWybKkoWwoxrZaBwQbQe/OkYgC9OeIkMMEoMzE+KykhR5yk/Sd5UrFmNwhrc8TibJEoWyTKEYtzJZJciaQwOblIoQCrMDk5XybLlUigfRIkWfHizASxVv6NFQSEe3j7cZ0EGu2XS6JSsHgCzBhAL8juanH3Lw5n7UMg/0JCMQyGM4IczmaGhpDbGTI8G+INDKxN4JiZ31sY6qO/08HO0CEiDLEzdMx0dSx1dXPjhNf27G2+cLH66NGqI0fqTp68c+xY1fFjNadOtly/Ntbc9Kqv93l311DD/Q4IcW8O19eM3q8bunvnSXPDx8Her6OD7/q6JloagfA7cq926O6d3uqbXbeu9VTd6L5+peva5Y4rF9svQfVXTWdPNZ4+0XDqeNWBvdUH91Uf3Fd1YO+tfbuv7dp+efvWC1s3AQX44pafz2/acvanTWd/2nRmw8YzGzYC+j21bsPxNWsPLV+5d3HlzgWLts9fuLogvzI7a2Fa6g8Z6Uvz8pYXFCzOzp6fllaZXzgvPbNMlTIrJW1Bdu7i/MKFOXkVaZkV6rQ5ypQymaIwSZIfn5AdF5cVI0yPiUuPi5dHxqiFooLU7NLskmx1XoYqLyejLD21OD21OA0w8P8KwACDc+WFgIGzJHnZ0vxceSE0HFhVWpxSXqQuK1SV5iuKp++TJYVar3Lk+Rni7LSkzKKU0qKUYnl0shONT8GRzQxxBLg5FU/i2NpxKRwuhcOwopLx1gQEBm8Id6YyFuTmrplVvrq8ZFVx/obZpaD+atsPC7cvhhLR+1Yu37t8yZ5li7cvXrBxwZz188o2zivfPn/WgQWzt6SnroiLWR0dtU0s3iYT71DKdqcqd6qT1yfGr4mLWR4TuTgydG5wQFmgoDw0YF5s+PzYqIq4qPLI0Bw/71RXlzQ31+KAgPnR0RAAJ3rwxd4uYm8XoatjNJ+d4M5L9vcUujomeTrFuTgEMkkeRLyXLSHYjhLNZ0c60MPtqWF2tiFMYgjTOszOJppjG80lBzIsA5nWAXa2AqatO83GlWrryqC6sei+PLYP187LgenOprnZUV1ZFDc7qjub5mFP97Cna590YZKdGSQnOtGRbMGlWGqWNcfWgmFlTjLHEM0wBJSJGcoEqkaAQyoRdI5rADMw+GNOr/bcF4AfNC39H27/BMD/sLu+loG1AAlOr7XB3b/soCXev2wAlAWJWWB4Bjv8EwBr27P+tgGJsX8H4H96/Vpe0L5+wMBayVp7OACtwTsJLLLgGUC/2u2/bGjRF24EQ8DgxnAEYODpAKxR9QwN9PT1Z+oZ6enr6nxn8L0ul2EnjYmP8gvikWl8Cj0xOEwUESWLiRFHR8WFhYQH+YcGCcJD/KPDgiID/SICBOH+vpBzz9nB18MpLNBHLU+SJEaKEyIyUiTzZhcsmFuwdtUPJ47suHhqx/kTPx/ater/qUhJkYb4ezJYJBNzlA6JoB8f6b5tw4KOpmsfXvS+GG9/1H9v8lHr68mOx8P3X0w846kEsgAAIABJREFU7Gqtigr3dLCz4diRzHGQ3ItEavqQEXAYAg4zMYZBJRUIUH9lgjQ1RSHBJCQ2xz49MyMiKtLFzZVoawO4V1NnBWWATU1NDQwMjI2N9fT0ZsyY4ejomJKSkpCQ4OPjw2QyraysCAQClPdFo7FYLDQGSQPAGDQeizHXAjDeDE0wQ2GRBkVZsqkvE0/7770eaRxrv/5urPHteNOzoYZPLweO7t1oY25ibYHDmJoYwxEo6EoRBMCaqy1QVMDE2AgSrRHQDxD8fE1MTCC/NQ5nZmYGbM/4P28EAsHS0tLa2ppMpkJilLUNgWCJh1LROCwWjcUhZ+rpEG0ItiSCLRnv7ukYGOyuUMXHxYd6eTlFRATI5QkqlVgoDBcIoNGd3l6u3l5uXp6uXp7u0PLw9Pb08vHy9vHydnN1dnbicR05jg72TnyuE5/LYtKtrSy+/+4PO7S+ni6QiA30Z0JU/A83cA0LfKrBZxgGgxlDQYI/ROC/WKCno+9/bP+DBRqFNEFBA5X/wwgNYfCfJVtoJAoMBLYkWFhZWFpZWP6FgRk0OoNG12rCAHrJmtEv2nstAP8PA2vOlihkWxqVTCbZ2BCtKGRbth2TxaSz7ZjgTXPRzHrl8xy5jmyuI9vRgeXowAKg68Tn8LhsBw4TILETn+Ps5ODqwnVz5Xm4O3l6OPv7egT4ePh7u/p7u4IeLDAKODLMPyzYO8jfPcjfPSzYOyLCLyYyIDo6MDjAJyI8KD42IlEYkSgME8YEh4d6+Quc5NLoiFBftUKUKIyKjQj1dnXFmaL8fXyVCvnQYP/U1O+/fP186uRxpULu6uIUEx1ZXFQwf97cBfMrggL9Y6IjlQp5elqKUiHPTM9IUalzsrIL8yE1WJmsUCmUcqkM2KGjI6N8vLwd7DkMGtT/DOzfJFsrKsVGYyy0odNIfEc7pVyUl6lOU0qy0xQ56UpxXFigt7M9zdrU8DsmlRAb6ZeqTIiPCQwP9pQmRajkcYlxwTJRJFiAdZMl0WClqkQpyiTgf85UJeWmSTWpKWVZjmpWXsrC4qylswsWl+bMzlbMSk+em6VYkJdSkaesLM9aUJw6Jyf50LaVTweap75MfHwx+OuHsSfDLe2NV4d77r173vvt65Opf7+e+vb2/XDX5sUVa+aX9zTVp8klFmYY6PyYRPoLANvQKHhLC6AAAwCGm6LhppALGonFQZ1YGFOijQUKjTCYqVOUnzb1r/fdrVXjvTVjD288H6j//d3wUFv1L6/G5hSkM4iEMD8fgaebM5cHPpYAg9kcey6Xz+XyeTwnHs+Jy+VzOI5sNsfOzp7N5rDZHDqdyWTaCQT+MlmyXK6IjIz28vLB4fCg5c7Y2NTCwgrsEBERlZQkzsrKycrKkcmSxWKpQOCPMkWbwhFYpKkl3gwiXxtoqrUNhUxm0kl2DHMSkelgr0hLiYyNc/Py9vD0dnV15nKZkWGCyHCfojx1Q+2VN5MDk6PtH1709jZfe9Rd/WKodrKvarj5XPfdI331RwcfnPrXq5Y3j2oed18eeXh+vBti4NfDda+GakdaLw88OD/YeHG46fJI85WhB5dGH1x+1Ha15daBvoYzT7puTPZVPe25PdlX82bk/qfxtjfDjR8etf379fCHRw8/jHU0XT95YMPSErVocVHWrExVkVpanCKbna2ak6Oena0oz5RmiCMyJZHp4tCUxKBseUTlrPTju9bcv3F0vKPq5cC9lwP3Hj+8PdZ2c7K37s1w4+vhe2Pt14eaL0/21Wj+0+qXg7X9jee6609N9N56+6Th1UjNRM/1lwNVUJ11942Jrhu/Pmt71nvn45OHN07vSk0KViUEF6bLOuuuTL0Z/K237nPHranh+qn+ul/brv7eeWNq9O7Uk8apnutTfbenhu5Mdd+a6quaGqmfGqz50nr59+6bU0N10D4DtVMdN761Xvmt9fK3tmtTw/e/dN7+feTB1LuhygKZgyXMk2NNsUChTfSM9HTwSH0ug+jNZ3rz6X7OTC+ObbALPciJEsi3jXCjh7tRwp1J8V6sZD9+sh+/MiPp7qEtT+svDV079vDUjt5ze1/fvzQ1/GBqpPHfA7VTYw3fBmo+tF/+3F9Tf263Os7f14HkxSE7kAiWaDhCT4eARRJwaCtznI2lua0VAUxGpBAtaLZWNLI1nUJkkIkcGplla8kiWsQIvDctXfxjxayVs0rWL5i7pXLRZo0CvH/jmr3rVhz6ac3RjWuPblx7fPP687t+vnlk/80j+y/v23l626ZLe3fcOLzvxuF9V/bvunpgd/WJw1DQ9/ihmwd2Xt+3verwnusHdpzc/OPelT/sXr5w29J5Py0oWzkrb0V57sYfZh3dsqbq1IHWWxeGG+rG2x+MdzTVXjy1c93KtUvmb1ix5OcNq9csX+Lj7symU4gEMzaZwiDa0C1t7Cl0MhEa5A7+nmuGS5Ah/zPZxo5GYpCJVBtLOsmaSbK0wpliEPp4JMyH7yCLjSxNTylQJacmClMThTkyca5ckilOzJL8QbNA5gXQmycVA+jNSkoAKyNBqInvxqbHxwEMzhYl5oiTwAK4qzU5a1XfwuRkwMBa+gVCcU6iNFMIOZ8VETGS4HChb0Com6c/z1ngyPd14DnTmFScubkRQut5NjdCmBnAcPpGQOnFzDTQgvFfqPiPQUdwuBkMBuK+BDgcWkZG5oaGVsYwM4OZlkYGmO91zPVnWMH0jXV0sN/rRDo57VpS2XLx0v3TZ6qPHr1z7FjN8eP1p0/fPnb07tkzHVW3x9taX/f3Pe/uGm5s6Ki+2VN1a7CuerCuurf65uj9ujc9HZ+H+9/3d7/sbHvR0TrZ3gy80B03rjRfOtd08Wzn1UuAflsvnAUKcMOp4/dPHru9f8/t/XuqDuzVAvClbVsubN10ftOW85u2nNu4Gazzm7Zc2Lz1wuatJ9euP7l2PaDfXQt/2FQ+e01+4fLs3B+LCpfn5S7NyV6Wm7OisHBFYWFlbu6izMylBUULMrNnp6YD+XdBdu6slLQCqXy2OrVYllyQKM4VJuYlJBQkJeVDA5ASy9SpeXJlXnJaSWZhee6sgqyynLSSrLTSP7RfjQKcpipMVxRkJEMLKMBQ5/OfCjAA4LzkIqDxAodztjQfiMAAgAEDFyhLwG6QHVrT+Zwty8tTFObIoQYsaaTMlysgYWwtjS3MYXhbtA3Qfh1IbJYVnYy3IWIIeBgKq2fo68BbUlD44+xZ62eX/1ha+NOf/c87lvyws3LxrhVL961cvn/l0l2Vi7b9MH/r4vmbFs35qaJs29yygwvnbMvKWCmMXR0V+bNItE0m3qmQ7U5RbFfKNoqT1ifGr4iNWhQeXO7vU+LnPTskYH5M+NzIsIqo8PkxkQtio+ZHRpb4+6fx+FIGU0fq6yb1dUv291QF+cj9PEReznI/j8zIoCRPJ5GXs9DVEei94Q6MWGdOvAsnhkuP49KEPLqQR4/n0xKc6PEujARXZqQjJYpHD+Ox/OxpzhQrthWeaYGnWxKY1tBiES3AYloT6JZ4KgHHtrWys7EES/slpjWBjMdQzNEUczTJHGNjhrLEIPGmCIwJHAUBCMRXf8inMISRIdTANF2YBSw6c+bM/7sArEVcLToaGRmB+b1aFtUS+F+4d/pDLcpq0Xe65/kvFmhQoTy9OgvsDOjF0NAQgMB0dfe/osE/ATDYWXtEWh7WArCWgbX68F/QFzycDroAgBEwOFB9ARJPjwEb6OnrfT9jho6Oro6ONRYf6O4d5OEjcHKJDQzOkivSJTJ1YqIiIV4pSlRKRWqFJEUpTVVI05QShSQ+MTY8MTZcLopTSeJlCZGJ0cHiuJAQgYuLA5Vug7PGw81RBlQrUwca1teVEh/qIonzSZOElOVJ1lUW79laWXftyKP+e59f9L152vlitOVR/73HvfXPRpvHIfpt63l4+9+/Pk1RxrIZVh6uHIIZygyHQqFMEQiEIcwILH2YkZ6RIQwBDfIBFdD6hgZoLCYoJDg9M8MvwJ/NsccTzFEYNAqDBr1ZkFyMRAIh/bvvoPyqn5+fRCIRCASurq5UKhUAMAqFQiKRGAzGxMQEaYpFIXEYNB6DxqPRWOCOxpuhsSgEDmUoiQue+jr5fKjp45O25/21U+/63443DT28OTnW0tNWTbI0tTRHYZFQNv4PAEagwO8LlENGQGI2GHEEja7SdERBCrOZGR6PJxAIf/ItFvJd/xkGtrIiWlkRLS2tLSwgVjeHgsE4vDkGiYJjcaYGht9ZETF8Z5aHF9fLhx8Y7Ont7RwU5J2YGJWaKlOrZKKkuLjYiHhhlL+ft8DX08fb09PDzd3NBcwjdXHmu7u5gGdcnPnOTjwnPteezaJSSEABBrlf4H8GJPxfP+TaD/N0Vz/4Jf2/C8B/Z+DplVpYNMbcDG9JsABGaBDrBRlgKplCp9IYNDpI/4LiK2391XQA1jIw0cqaaAXVh4L0L51GAQowjUrm2NvxeY5OfK6zEw+8aTyuA4/rwHVkc+whsRf4n/k8e63qCzZAKhjIv26uPHc3fqCfV4DA09/XQ7PcAP0GCNyD/d1DAjzCgrwiQ71jI/2EsYHxMYHCmODIEL+YyKC4yODYiKDEuFCZKFqaFBEfE6iQCaWi6ERhRExkSEiAgEmlmGNxrnyn9LSUD+/fvnv7emrq9zevX96rr/P0cDNGwJgMmoe7a0lx4YL5FcuXVSoV8nhhbFZmOkj8ZqSlFxcW5WRlAzU4KSExLiY2MT4hPk4YFBDozHdis+xYDOgqAJ1GsWPRuI5sOo1kz2Z4erj4+bhLkuIiggXRYQHCqJCwQB9XRwaXRfLg2/l58GSiyITYoPiYQGkSFPSVi6O0bmdJYrhMFJksiVbKYtXJwlRlQpoqMUURn6KIVycLUxTxmaqknFRJYaa8OFuxZE5BRVHa7Fzl3FzVwvzUhQXqHwrTl5SkLy2DVmlqwqKSlDvn9r8Ybn433vluovPteOfkcNOXFwPfPj16/aTz9UTHvz6OTX168qy7cfMPs2WhfpuWzLt79XxheiraGMa2Y1Io0EwnEo2uVYBtaBRzK0skGgX9UdIowACAEUiMKQaLwZshUFADPAqNmKGjI4wJnvrt3Whfw9vxpvfjDW/HGr++7P4w0fXt3eOPz0fz05KhdlmipT2TZW/HJtmQqVS6oyMPKL0cjiNY9vYOdnb2DAaLTmcCAGax2DyeU0RElFqdKpMlh4SEubt74nB4DAaHRmNNTVF4PIFCoXl5+QQEBIlEEqVSnZ6emZmZHRoabm1tY2qMNENjrMwJZI1LgkQi2VIpVCaDwWEzHezNiVZuPl65xYUFJcWevj5+Af4BAX7BwT7CmGC+AyXY3/XciT3PHnV2N99uvnu+q/HySMetyf7aJz23+hvPtlYfaL29/+GdQ70NJ5/23fz0tPHjRAM0ULftwlj7lWe9tx93XB9qvth//+xAw7nBxotDDy49abvxvLd6ouvaRM/15wO334zWvhu793a0/tUQFMr99KTlzXDj25EH4x13vkx0vx9rfz3U3F1/5ebJPYe2rllZUVieKS9OTSpJE+Urheni0EUlKZWzMipnZVTkJ+cpY1KTgtNEIdnyiHk50h2r5laf2dN3/+rzvnsfH7e/HWl+0ln98XHrSOvVsfbrjztuPuutetZbNdh0YaL71uOu669G6iZ6rvc2nOxvODXQeLqr7nhn7bGeu6c66059ftrZ33xzRUVOYWqiKCpg1dy85623px41fxuq/6Xn9tTjB1Oj9b8+vDrVc+PjgzNv75343HTh3z23pnqrfu+r+ndfzb96q3/puPlr1w1oPbz6W/u1qe7bU0N3px41TQ3e/72vfmqseerzk5uHNnuzLLzYVmQzGBFngoLNxCD0KVZYR7q1C5vk58yM8OYFubKCXeghLpRYH1aCLzvCxVbkx56tCK/au6bv6qHBa4frD6y/u3ft45snPrbceNNw+WX9hanBhl867zyvP/trz52p8ebPvdWTLdfWVuT686iuNEs2EUfEwok4E2P97whYpDXBzMbSgmRtBRGjtQXJ2kILwEyaLZtOdqBTOFQbDpmYHB2x/ocF6+bPWTOnbOOieT8vW/zz8kV71i4/vHX94c1rz+yEfM4ntmwAku+1g3uu7N91bufW64f23jp6oObU0bozx++ePQHqoFtvXHx47WLt8QNX9/x8aefmk5t/3L184eYF5Zvml21fNn/L4jk/LSrfUjn3wIblVw7taL5xrv/+7cdtjW+HelpuXT6w6cd1i+fNzsvIS1WU5mWIhNFWeIwDi26Fx2oCwCSWLYVibUODPvIkOo2irfG3o1NYNDKLCh0UnWQNsT3dlohHmZkaUazMEsODs5IlJWnqLKlIHR+bJRXlyiUZooT/HYCzRYlays0WJWYmxoMpvqDdSjvmNyspAQi/WUlJ0xVgrfMZ+J+B9gvSwqmxCcrIWElweIJfUKy3X6S7d7CLewDfJdDZzZPtwLKwNjdCoPQMsIYwnBEcrW9oboTAG8IB607PA/9FGQb0a2YAM0cgAACbw2AEONwCgbDQiMDmRvp4Qz0rmCFO93uCgS5OVweho2NrbLS2vPzm/gP3T5+5deBgzfHjdSdPVh050nDuXNXxY42XLvbW1U48bH/V1zvZ1akF4P6a2313bvVU3Riur3nR0fq+v/ttb+ejxvqJlsZnbU1PmhtG79f119zuunWt/dqlh5cvtF2EZv8+OHNSM/0ICv3WHD4A0BcowDf37rq2azsA4Gs7dl3ZtuPilp/P/rTp5Nr1x1b/eHjFKiD57luydN+SpXsXV+5a+MO2ivkby2atKy5dX1qytrTkx5LiVYUFy/Lzl+blgTUnJQ1aaRkVGVnzs3IqMrLKVCmFsuQShbJAKskTJRVIxMVyWb5YlBIZLQoISo1NKEnNml84Z27+7OKMsvzM8oLM2TkZ5WplfoqqIFVZkKYqzFQVZaqKslXF2apiLQADBgZe6BxZARB4gck5U5ybLc0HYeBCVWmRugwsrR0aYmNVcUpCerYsb3Z2RaG6SBIh9eJ4kzBkItLaBkWkmNmyiUw+zdGJzrW3YVHxJCsUwcIUZ2aExMw0iPTyXV5Sum7unJ/mzl5bVgQAGOp/Xrpkz3KIfg+sXnlw9fLdS3/YsWThrqU/bF+2cOuiudsryvfNK9+WlbEiLmZVZMSWxMTtEtF2uWSHUrZZmrRZkrghSbg8Jnx+kKDM171U4DUnxH9eZPASYfQSYXSlMHpxbOS80JBiT880tr2MTNFRB/vKBO5SX7eUEEFOTGh2dAh4BmjCiR78WGdOnIsD4OFEN0exm73UjS1zt0/2dJB7Ocg8OWJPaOKR1NdJ5OcS6+Xs58h0sLEgYZAWpsYEU2MszBCLMMKbGltikEQzLNEMY4lBmSONrbBoKyzKCou2xqGhsjszDPiqBdrUAm1KQJmYI43NTOBoYxgSbmgCM4LiltBNM0kFhjCCIQyNjA2NjPX1/0BBcBIMVexoblrw00q+2h20p8tasp2+81+2tZ5hLSsCINTO79WiIyDG6cQ7ffuf6PefFODp6KsRug319Az09KCpu9NLv/7yasGhTT9A7Q7TnwTF0SCSqkX36UeqlYXBfwd4CYDcX+81GWCt9gvoF9RiaQH4j64yA0OoCuv7GfpQFZaOka4e1ZLow3cVhoalSWVZCmWaVKYWJaklojSlPF2VnKKUKmRJ4vgotTwpVSFWSONSkkX52ar8DEWKLC5DmZiXKo0P9wvzc0kIF6xcWHbtzKGJwbbXjx6+fdLxbgI66fzwrPvrq4Fv70enPo+/m+j88rL/+UjzSGfNq0dtX18NPB9p7m659upp6/OJ5vGRhql/TS6el+/paudgR2LSiJYWOLwZGmoRhkPEa2BkCLl4QR2Tvh7cGAE5dPVmWlhZiiRisVTi4uZKopBB8zOov4IbI+DGCFPNTdPVr4NGo4VCYWRkJI/HA/5nPNQyZWZiAk1LQqPRmn1R0wFYIwxjzfDQt8ShjXzd7d886x3rrgMzJz8+aZkcutvXenmws+r9i75QfycM0gBpDBVKgYHCxggUAo6Ew6DxVBrTLoT04BoKAGAsFovXpH8B3Jpp6riAJgwiwWZm5ng8wRxqqrEkaG5Qb425GZlCtCVZ6s7UgcF1cWYm7p6Ont68oBCvxMSoxMQosThWLk+QiONjosOCAn39BJ4hwf5BgQI/gY+3l4e7m4uLM5/Pc9QwG8fZiefizOdxHRwd7B0d7B04bLYd08qSgMOi4TDDGd9DRVnf6UDlWNDb/w838GGe7oz4A/L/QQEGod/p2i9IBf+TBRoNdYFDIvB0Bobs0H8qwBgUGo8zs7KwJNnYUskUJp3xh0pJoQLPM7inU6H+ZoC+073QWkFYC8BABCbZEoFZjkYlUykkMOvI0cEevGnOTjwe18GBwwbV0I4Odnwex9WF6+Hu5O7Gd+JzHB1YXEc7oAMD+nV14bq78cEkJA93Jx9PF7B8vVwF3i7AAh3o5+bv4xwS4BYd7hsX5R8b6RcZ6hUW5BES4AZsF0lxEQmxIUnCMGkSBJDxMYH+vi4ycVyyNDFNLQ8L8jdDm2JMTQg4s+PHjvzy9XNrS9Ovv3yZmvr9y+ePs8pL42KjQ4IDHThsXx8vqURUMXd2VmZ6VGR4YoIQRH+jI6OkYolULJFJpMAOHR0ZFRcTGxsdAwCYxWBCFxToVCqFxLFnOvEdKGQik0FxceZy7Gh8RztvN54L145OsrQ0Q9qYI/lsSkyoIF2RBPTexLhg0GglTYoQxYeq5HHA/ywXRwEAVsnjAPSqk4XqZCF4mK5IyEqBxv8WZkqzFMJ8dWKhOilfKSxUCovVwiJVfH5ydHlawroFucvKUjYtLe6sPfd84P5I263JwYbfXvaNdlRP9NW/f/JQ0+jb9Wq0tf7y4W3LZhdJYyoykiuy1avmz1KJhNbmOArZ9u8AbEunEqyttAAMg+aSoWDQjBi0CRqHxOIQSCieYGFpBjfUdeGzv7x99vHlyPuJlrGOy0/7qobab7wcax1qr331uK+r6a4oKsKObGtrYcW15ziwOAwak0lnWVvbMJl22gXQl0ZjUKl08KSDA9fX108kkqSmpkul8tDQcDc3D41RBertMzFBotFYCwsrPt/Zw8MrNlYoEknU6tTU1HQXFzcTE6QV5Hi2opDI0JUgGjRcncZiAvqlsVkcJ55fSFB4bLQkWe7oxPfw8nR25gcFeXt7cKPCBEF+LpHBHmeP75z69fmzkZZXj9omhxufDtx9PlD3crD2eX/1eMe1oZZz7bWHxzouvx+/9/V585uxusddVwebzvc3np3ovjXadmWw8fzQgwvDTZehMHDH7beDdU+7rz/quDjedfntWN2vL1p+ed78drR+sq9qvPPGZF/1pyctT3uq3481vxlu/HWy6+Pj9ql3Y19fDDztb+yov1x/7ei1kzsObl22fklJYYqwJD1xTq5sSXn6ynm5lbMyyrPEubLIRfnqednJ5ami8tTE1XNyzu/b0Hf/6tuR5hf994ebrz3vr9U4ou9P9lX33Ds90nrpWX/V20f3Xg5VP+m+9rzv1ov+6ud9Va+H7z7rvQP1RXfd/TDRvXfTMmm0ICnSXxHttzxP1n5+96fuO6+aL796cP5Lx7VvvbenRuqgNVr7W/eNXzqvTQ3Vfuur+tp5c2r03peOG7923/6tp+q37pvfeqqnBuqmhuqnBus/Pbz9bbBh4sH1++f2BfHIgU5UJ4Yl2dwEb2IE1/2OgDJxpJMcqUQOxcKLQw1yZcUKuNHe9jFedkmBHEmgQ6Ifc05KxMXtS/41eO9t0+XX9y/82nnnl47qd/cvf2m5OTXWCsm/Ex1Q7fNEx5fu2sYTWzeUKQsTAwO4ZAoOxrJE26BhVhiEHcWaSMBRba1trSzJRGuqrQ3V9g+TMIVoQbWxpJGt7RhkRwbVgUp2ZtE82MwCpXz1nFlr5pStnl26efGCXauW7VxdeXjz2nP7d1w8sPPC3u1nd2w5ufUnYIS+uGf7+V0/n962qer4oZpTR++dP9V05XzLtYsPLp+7e/ZE9YnDNccOnt/20+Eflx1as/TAmsqdS+f//MOc7UsqjmxcdWzzmlM7Nlw6sK323JGH1ZdHW+qedbVMdrcO3K85tXPzjjVLt66qXL5g1tb1q84cPxgk8DKF6ZOtLWws8BwqjUG0oVnZkK2INBLk5dECMItJBwBsRyNx2QwmxYZBJnJZFFsCxgpn6uLAzJSLC1KV+Up5SkKcShiTrZF/0xKF/2SBBsle4HMukEu1GWCtCAwqnbUlz/81/ZsjFudJpWBp6Tc1Lk4dEyMOCgPoG+XhE+nuHebuFeLqEezi7sdz5pKo1iaQsocxMDKDIQAA4w3hYGqRNgasVYCBMqx9/o9BR/+gAGNmfo/Vm2FhqI/T/R6v972pjg5OVyfS3fnmwYP3T5+5ffDQ1d176k6erDt5EpoDfPZs3ZnT7TdvjDxonOzqfNnbM9nVOfKgsavmdk/Vjf6a2wO1VYN11Y8a6190tL7ufviys+1RY/2T5oYnzQ1jDXeH62sG66p7qm48vH6588aVzqsQBgMGBg1YdUcPAfQF6V8t/Z7b/NOlrZDee2bDRiD27q9ctueHJbsXLd67uBKsfUuW7q9ctm/JUgiD5y34sahwTXHRmuKilQX5lbm5i7OzgRG6Ii1jfkbWguzc+Vk5c9IySpXqIrmiQCorkicXyWUliuRytapYLlNFRoQ6OTuTKM5URnJ04sLiivklCwpSi7NTSgoy5xbmzk9RFaSoIPoFAJylhuj3fwFgrbSrDfpmSfKyJHl5yUXAC12kLtPaoQuUJaXpszIlOfnKollZc1MT0/ydAhgEJs4Aa4MiMgh0BxKbR3Xg0xy5FI6dNYNiZmtujCMgMBZwNE7PUBYauWb2HADA62eVbJxbvnXB3B2LF+yt7d0sAAAgAElEQVRZCpmf969aAZU/r1q+f9mSnUsW7qxctGvl4n0rluz9Yd6euaVb0lOXRUWuCA/bkpi4QyreLpdsS5ZsSBKuig5fFh4839+nyN0p341X4u1a7u9THug7Pyx4eXzsWqloRVxMmZd3OoutJFNVFJpOSrhAEewl9XeTB3qkRvhlRAcqQ7wTvHhigYvU300scEnw4iV688UCF4mfq8Sbl+ztqPZ2UPk6qgVclYCfLODJfPlSXyd5sKcowCPKw8mdRaWaYcwQMCwMGtdmYqRvbKhnYmiIQhhhTUxwSGOMsTESboiCw1EIIxQcQlyMsTHGBI41McGaIsxQ0D3aGGYKca8BHGYIhxmCMbkGhjDNQhgYImYawnX14Xr6f7igAeZNR1+wDaqqpjOwdhucSAMs1FLi3zema0padRRqw/0TJMD3gcqsYDBNv+5/L8GarvqCbdifxVdaX/R0QVgLz+BJEAnW14cmOWnP8v/+av9ydAB0wW7/FYCng67222oPU0u/hoaGf+Ve7eNpzmdjOEKr94JSaK0mDFzQhvoGhhoXtMH3EANjjE2DvQU56pT8tPQspQpaKkVmijIzRZmmlCtkSVKRMDMtOTdLmZ+tyk6Xpiqh81e1NFYljVaJozKT47OVifu2ru5uvP3t3ZOXo51P+h68Hmt7MfxgclAzlXGk6flQ45Peu4+6ah5317551PpqtHlysOHdePvbx23jPXWD7bcmhu89HWv4/Lb/45vBS2f2BPk5c1i2PAcGhWxNtCbgcBiIgY1hRnBDQ81nTc8ASnMjTIx1vv9OV28mlU5Lz8wIDQ+zd+AQLC2MTU2QaBTWDGeKQsI000rgcDgajZ45c6aOjg6FQklPTw8KCnJ0dLSxsdEMGYLqr4CbAMr/mpoiTVBoJAaNxmoXFurHwhDMsWYYBIts3v/w7lBn7XjfvdGO6vHemsd91U8Gavof3vrydmjL+kUYlJ4xTNfIcKYJRNVQD5YxAloIONJYszSDmiELNBwORyKRWCzW3Nz8T2kXonEwAAnIwubmkA0bh4OM0YB+NXua4fE4YxMja6I50YZgTsAQLLACP/eQUEFwiG9sTHhcbERcbERsTDhYkREhwUF+QYGCAH8fXx8PTw8XN1docDKfx+Fx7bmObCe+gxPfwdHBzoHD4nHteVx7Rwc7th2dRrW1ssSjUcYIuAGIEMOM9AwgBv4vS19/poGBHnSJRWO119efaWioD4MZ/pMC/D+tV0gUaHL+fwXg/8rA2qlIKFMkDoO1MCfYWBMpJDKdSmPSGWyWnb0d294OeJYZQASmkimgHwuMRAJhYK0aDABYWwdNIdva2lhrRWCN4AlFfx04bK4jh+vIAdcLoBMpFsOezXDi/9F95ezk4MTn8Hn2YGlzv54ezlD3FWRK1ywPZ2/N8vF08fVyhrqvfF0CBa6hgZ5RYT4JUQGJMQEJ0f6iuAClJCpDlZAYHZgQFSCKDVWIolJk0C9jMhSRjclOUyilCXHRYYnCKG93F6IFnkEhM6mUjT+t/+Xr508f3w8O9DU3NX54//bQwf1cR868ijkLF8wrKswXJSWIRYn5eTmJCcLIiLCYqGhfbx9vTy9/gV+gf0BEWLgwNi42OibQPyAkKDgkKNjX28eR4/DHm0aGmlQZdDLbjk6ytWLQSSwmBYc2NsOYYEwMCVgTW0scn8OIDfOTxkeIYkMTo4NjIgQKaUxmqlidLASSr1IWq5LHKaQxYIGHgHjVycI0VWKaKjFdkQDRryoxN1VclCEvyZJnJ8dtX7vowa2zg61Vg023uusvN10/WXV69/Wjm8Zar30Ye/DpSctvk10vB+496az+/PThk87qqa+Pp3598mq44etk99Tvk0MtN2alx29ZVHxi4/KbR3etnVe8sDArTy1ztmcxqRQqlQpJRRoFmMF1pDs62DAZBBubvwCwkTESALCRsQnaDIdEmpDI1uY4pKU5arin/cubR1NfhieHqz8/b3s/0fJitOnz8/7+tvqp37+8nRgvzc0mWxEpNrYM6ISczmLYU0h0KvV/Fo3GoNEYdDqTwWCxWGwm087Z2TU6OlatTlWrUxMSksLCIpydXaE0CBKNw+FR0PQ2rLm5haMjz93dMzg4VCyWKpXqiIgoKpWOxxMYDBbZlsKks9gse4ioWWw7B0c7rgODw2Y5cqIThEHhwU7uUB0XmwO1nNlzmEGBvmHB3gG+LqGB7iF+zk4cm7TkqKba8x8ne94+aX/zuPnD09ZfX3R+fd72ZqT+SdeNb2863z66N/rwSvf9Uz0Np0cfXnkxcOfd2L3xzusjrZeGmy6ONF8abbk80nxpvO3qZNfNsbbzwy2nHj0892605tvLlqk3UOz228u2p903Xw3WfHnS/Kjt6vjDmwMNFx633xh4cHHs4a0P463/fjv028u+j08evh1redZXP9h0s+HasfP7f9pUWbaoUFWRk7ywQL24OG1JSfqCXPXsdFmJKqlUnViWklSWkjArPbEiW7Rj1ewL+9cONl162lM92QdZoAebzg88OPe449pk/61nvbef91dr5OjaV0N1v0w+HGm5/mr4wevhlqmvzy4f31meLctXiaTh3tIAfnGS3/G1c6r3rdk1P33brOSb2xe2ndrw+sGZqeGazw+vvm258G2gZuzO0eq9KxuO/fS07vSrxosf2q6DoURfO2+/bLgwePNI95VDrRcPNJw/mCsOd6UTqOYIEt7EGmuMhhno6+hYY1CePHsXOyrLxoxLJvCp+AA+JcaHLQ7myUN4ilBuToLX/lXFz5ouTt499a+OW1P9df/urpkaaph61Pr5wfXOE9surKn4uUS1TB1XFu8vdKa6WcHdrBG+LHNHaxSPYmFvg8cj9M1NYRRLcxsLvAZ6IZ8wnUyik0k0W2uqjRWdaEmztaJTiBw7miODamdL9HCwC3F3WVxSuKK8dM2csh/nlm9btnj/utV71604sX3jjeMHqk4fubhvBwDgk1t/Ortjy4Xd2y7t3XF5386bR/bfPnaw+sThOyeP3D528OqB3Wd3bDmxZcO+FUs2z5u1flbxzwvn7lq2aOfShTsqF+xe/sPOFT8cWLfi9I5NN4/tb7xytrv25vCDuket9591tdw8tn/HqiX7N675efXSn9etuHDy8O5tG+1oJJSJERE6Fmt7Op1KJNKtbRkkCnREf8q/oMiQzaCyGVQOk+rK47DpZCbFhmdHJVviqNb48ADv4gxVYZoiW56kio9SCiMzJPG5clG2NDFXLsqVi/Jlf6wCubgwWVKYLClRyYsU0sJkCXimQC7OkybliBMyE+MyEmIzEmLT42OmrTjQ+ZweHw9KsIAUrE0FZyUlZSQkpMbFKaOiZGFhkpAQoW9AnI9/lLcg0ss30ss3zN0r2MXdn+/iRGWQMWYYAyOcEZxgbGoGQ6ANjbCGMO38XoDBAHqxeobTH2rlX4iW4XCQAcYbGZnDjAhwGMHICA+NR5qBmfm9uT4of/4e872OM5m4YcHc2hPH7p06WX340K0D+2uOH605frTqyKG7p048uHyhr+7OREfry76uV/3dz3s6xloaezXh3sG66tH7dY8f3HvW1vSqq/1lZ9uztqaXnW3PH7Y8aqzvu3Or+/b13uqbHTeuNF0823H98sNrl9quXGi+eLbh7Mn6U8fqThypPX741sG9N/bvvrJ7+4XtW85u3Xhq0/oTP609tWHt8TVrjq1efWTlykPLlx9ctuzA0qX7Kyv3V1YeW7368IoVB5Yu3bdkyd7Fi3cvWrStomLT7FmrC/JX5Octz8tdlpsDtN/K3NwlOTmLc/MXZedWZGTOSkktTlYWSOX5Elm+RFqiUpWlqMpT1QVyaXJYaDCP62hpRTJBWsJN3FlcaVRSrjqvMK0sF1qzcjPnZKQUZ6QUZ6mLgfyboSzMVEBrugKs6YIGjdCQIzpXXgiWtvAZDPgFeWAAwFoGLkopLVQXlaSVpiWl+/H9GQSmLdrGAkEgY0kOJLYry8mJzmUTGQwLCsXMxgZtiYdh8DCUJQKDN4BlJojXz5sPAHhTxayf583ZsRAagLR32dL9K5ZDDLxi+aGVy/YvW/LzworN8+fsXv7DsfWrj66s3De37CelYnFY6LLQkK0Jibvk0t2q5B1K2UZR/NKwgEWBPmWeTtk8uxxnhxJv1zJf90JvlxJv90XhwauFccsjI8rd3TNYrBQKNZ3O0EmPCsiOC8mIDpQFuIt8neWBHqpQH1Woj8TPNTnIMznIUyxwSfJxAjwsEzgrfBxUvhyVr6NKwFf7OSkDXJWB7skhXkn+7jE+Lv58joOtNcHUGGmoh4Eb4dGmSAQcKkHSg/J7cANNb5UeNNEEbMMNoFIchKEBzAia/Q2HGWJMoaCdMQIGCmP/IDQ4TE/fULNgevqwGfpG3+sZfqdrqKOrr+ESaLiKruamLWf+vwjA0xkYvB7g/tUqsUB9AlChBde/bIASLG0SGIxEMjY2/ScFeDokQ8Nn4MZ/1kf/BwBrCV8Lw38H3f8KwNrXDLgdqILAWf3/DYABCfxXAAaxbZihkZGBof4MXQPdmQCATQxh0eERc0tLczLSM1SqrLTUvMy0/Kz03IzU7DR1VroqO0OZn6POTJdkpIiy06W5mfLywtSf1iw6e3RH1aUTrXevdTfe/vC078VIx4uhtpH2us+TfU/7IfR9Pdby9nHb67GW50ONz4caX402f3za+fZxG4Dhib76sc47Q223xvtqm+tPToze//y2/82zrqdj7dCYB3cOz57OZlIoZKIFAY9GI01MEHBjGGS6hxloxh7DkWiUzvff6Rnoszn2+YUFPgJfBosJxiOhMGgzczwSjQIAbGBggMViwdQfHo9XUlISEBDA5/OJRKKGbCHeBBdToKG1xsZIExTKFEoEa5cmpgsBMBJpaGEGb39wa2Kk9f1k78fJnjfjLeP9dz6/7BjtvfPxVX9fR625mZEJfCbSFG5sbAzNQIIYGGNijIEwGIZCaKRg8LMGAIzD4QAAa9EX++cNkPBfABhYoHE4jC3JyhQJJ1jgCBZYLM7UmmgeFCwoKMyWiOPlsiSxSBgTHRYeFhgRHhQS7C/w9QwM8AUuaG8vN01TsZObK9/Vhefs5OjsBIVX7dkMjX2XDeiXY8/k2DPZdnQGnUyytSKYY1FIBAIOXdL5r2s6AOvp6f7/BMBaBv6fMLCxiQkCKiYwhiOQJqZYNIaAN7ckWNgSbWgUqr0dm8/luTg5O/H4DvYcNsuOQaNPB2AgCIMi6L9XYdlYE6kUElQVbW0JtF8Wk27PZnEdOWw7pgOHDSR0joaw7dksBw7L0cHOnk1n29E49gzQg+Xs5KANAAP519PDWbv8fT38fNwF3m6+Xq6+Xs4QA3vx/bydosJ84qL8kmIDxcJApSSiNF+5YfX8I/s2luQos1KS1LIYtTRWKY6WxofJEiKVMqFIGBkbEaRWSNQKCd+BbYY2ZTPoIQH+Dffrh4cGPn/68OsvX16/evH504f6u7W+Pl6hIUEH9u992N568sSx9LSU1BSVRJxUWJCXqk6JDI/w9fbx8vB0dXZxd3XzdPdw4vEFPr4Bfv5BAYG+3j5cB0fwHtKoZAadSrK1otNILCbVxdmRz7O3ImBJRIK7Eycs0AfyaceGJydFAwBWiGJU8rhkSbRMFCkXRwGrs0IaI02KAEovUH1B4hegb0aKKF2dlKFMzFAlZKuTclOTijKkJdnSn9csaL5z7uuLgY9Pu5/23Hs51Pjt5eDUh5HfJjvejtx92V/zaqD21UDtu5GGzxOtnydav73q/vqs/f1o0++v+v71vPvWyZ/Xzc/atXrW5orcfcvn/jSv4MCGpfs2rvqhvJBFIrJoZBqNAin+/wnAFra2fwdgmAkKdEFb2tjCYDAzMywOZQIzmNHx4P7UL68/vXj47WPXx2ctv38c+PS89+Xjzm8fJp8O94wP9inEYjwKY0dn8Oy5DDKdTmXRKEwKhaZdNBqDybRjszmgAYvN5nh6eovF0oyMrORkZXR0bEhIGJfLh0N/bEzBvDQzM3MrK6KTk4uPj8DX108uV6hUKTyek7m5BZVKZ7HYEAAz7SBzNZtj5+DowHdi8xypdkw3H6+sgrzQqDAvP28XN2eeE5dKJbu58mlkax9PJw8Xew8Xe+jiS7R/RICLPDGov736Sf/9d+PtnyY7Poy3PuurGW692tt4dqL39uvRu+/HG14M1Qy3XeptPDPadnmyr2qk9dJgEyT/jrZcHm25DEnBDedGHpwfbT032HRiuOXURPellwO33gxXf35y79+v26bedf32vOXLROOj9iuvh2pfD9V+edL8aqD2ccf1jxNNvzzveNp7p6/xwtjDW+8ft/z6ovfz0853Y+3jnXXNt06f3btxy7I5S0rSK3KSl5ZkVWSq5mTIF+WnVhanL8pXLsxTLClWr1uQe/3Y5mc9tWPt1webLrwYqHnSdWOs/crLoerXIzUvB2vejNx9O1r/uOP6cMuV5wP17x+3TfY1PB9qvnPxYGFqYmGqKFUUkSIMyhMFc/G681RRI7WnL29dXCENKBG6q30py9QhV7fMvX94ddfl7U/vnT61rkzpx0x0JWaHORVGupXGes1NEixPjdpQJFtXKK3MFC5Ki8+K8yuQRa2ck8uwQJkhdNFwXaSRLt7U2Oh7HaoFIcTbU+DMdaBCXmUGAcE0NwpxoUlDnQAAz1KFXt697Nfh+ncPLn5sPP/s9tHGvat2lyjz/R1CLGFcfR32TB03jK5awJ0liVAHuce62yUJeKJAF6GfqzwmxNeJY2ZsiJj5vaHud4YzdZEIOEjJsmhUJpXCINvQbK2ZYFFsuGyGI4NKt7Lw5nGEAYINC+evKC9dN2/2Twsr9qxZcXjjugPrV53csenWyUM1545fO7jn4p7toPYZTP2tPnH47tkTNw7vA186sWXD3tXLfl6yYNPCuRsXzFmWl7kgTbkwXfVjacHWRXO3Lpq7ecHsLQvnHNu89vzurVUnD7XevDTYUDPe3visq+V5T1vt2WObllRsXrbwyvH9R3dtvX7uePW1CyJhpO53OnisKZNKgn6XbWzotrYONKY9nQkdkaa/0J7NAovDonNYUN+npwvPgUVjUmz4bBrVGm9HsRbFhpfnpBWlK7Nkiar4KEVcRGpSbI4sqUApzVdI8pLF+TJRnjQpXyYqkIuLFNJipaxUnVykkALuBeiblSTMSIjNFsVnJQkBBk8D4BgtAAMG1gIwUIbThEJ1TIw8PFwUFCQUCGJ9fOIFgfGCwDi/wFhBQLSPX5i7l4Dr5GHHYZhb4g3hyJn6FiZIIhqLM4Ij9Q1w8D/CwHhDuLkRAuSBQRH0PwHwf5ZgQQwMSrDMjfRx+rp4PV1ggbYwnBnn63n/0rmre3fXHjt6//Sp+pMnqo8erjpy6M6xI7UnjrVevzLcUP+it/PNYO/rgZ4XvZ2P25r679X23bk1dPfOeNP9yfbm190P3/R0vOxsm2hpfN39cLK9ebCuuv3apbarF7tvX++6da31yoXGc6cazp68d/r43ZNHa44dqj5y4PahfYB+r+7ZcWH7ltObNxzf8OPRdauPrF11ZO0qLQAfXrECAPCBpUsPLF16bPXqQ8uX7128eNfChTvmz/957tyNZWVri4tABrgyO2tZbs7KoqIVhYWLs7PnpabOz8iapUopkMpyReJ8iaw4WVmuTp2VljY7PXV2VnqpWqmKjtTQrwUFhSKZmpJM0NYItL0NMz4krii9vDRnXnZKWYqiMDu9LDu9LCe1NEsNjf9NVxRMb4Gejr5/bGs8z3nJRUAKzpLkpSdlpyVC835BHhgUYpWkzoIYOKU0R55fllFeml4W6x9HwpBxBlhbtA0FR6aZk53oXE+OG4/qQMXbElEWliZ4AgKHM0ThYShrExzBCFEgUWycv3DDnDk/zZ61fUHF9gUVOxfN37Nk0d5lS/ctX7Z3xbI9SysPLK/ct3TxpopZa8uLd1QuOL15/dl1qw7Mm7VWJl0YHLQsKOjnxKS9yuQDKao9asVmSeKPcRHLIoPmCtwLXB2LPJ3nBHjPCfAu8Xad7e9TLvAq9fQodnUpcnIq5juVOTmXO7vopEb4pUcFpIQLJH6uCV48ka+z1N9N6u+WGROUHhWgDvNVBHvJAtzBUgS4ZQS7p/rzFT7cZAFPGeCqCvJQBPlIgnykIX4hbnxHEtEKjcQZw9DGMDQCCiAiYNDQUSj8CVl4oU4pSKSBBE2NdVnT6mqoDzl7YYYQ2kEEBSaOaqp6gOqrD+0Om2mo4d6ZBjq6+t/NNJihb6RrAE3T1bLf9A1dXd2ZM6HKHK3SC7LB4OHf74GyClhX66PW1dUFe2p9zsA1raenB16klo3/SQEGAxI1Pm1DwMCAeIHqC4cbAyTWIi5IAgO9V7vnfz78DwDWHjJ4YdryZ8D/07PQfzkQLckDKVcrLGuPFMi/APWBAq89RgQCYfznDXie/34P1GCgAAMV7g8M1jcw0tOfoRmGhMdgLQkWeVmZqSmqNJVSc5+cmarKzUwryMnMz0nPy07JzZTLxZF5GdIt6ysvnz1Yd/PMUNf9p8OtkyMdbx53vRp5+Kjrbn9T1XBL1UT3vRcDDzSX5OvGu6on++++GLz3rK9uoqfmWR/0zLO+ui/POj5NtIOvvhpu6Gu+8mSg5sub3v7O2+NDjb99epKTlhQocObZ0zl2NDLJyoIA5V3xeBwajYQhDPQMZurqzYQh4CgMWuc7HUOYUZJYVFJW6uruRqXTzC0ISDQKyu3isCZIU6g6CwEHn8DvvvvO2Ng4NTU1LS1NIBAwmUwAnGAALxKJBC5oBAKBRePQSAww22r8z2ZYMxwGh8abQwOGiRao6uunJ4bbXz5+ODnW8uVl76OeO08GaibHGt9Odv/7l8mSotQZOjqmJkYGBnpGRnBI+NUowKYmZmhTcyzKXJMth5LAGkI2MTU1RaFQaDQapbmBPmoQPAYADIm/Go+0ueaGhzzbkCJtbW2Jx+PMzc0srfAYrKkpEk5nkENCA8Si+Jjo8LDQwPCwoLDQwMAAXz+Bl7+fd1CgQLPt6e3lCub08Hn2PC6b62jn6MBy4DDt2XQ7FpXJIDPoJDrNlm1H+2+LTqGQiEQrc3MzDAaFREKdeDCoEU/f0FBfT093xozvZkCzgnWB/AuDGZogjKHpvkgU0sQU2JWB9gtGIv2H9gukYDQSi0FhMSgcFq0ZZQVtY9BIHBaNAd9FMwTY1AQBtQ6hkeDbmhqbADc1Fo2xsrCkUagshkbh0ijAHLY9h20PpGCwoSmxgjzSYDHpDBaDqU0Iay3TkM5pSyRaW1pbWVDIthx7Oyc+l89zBKov2475xymUvZ0Dh61ZLM11BAYoweLz7EHrFZgJPD0A7O7GBwws8HL39/EM8vcODvAJDvAKDvAKDfQMD/aODfMN8ObmpIgq5xUc37+5s/nWrx8eT4y0Htm9Lj9drEgKE8cGzS5MU0tjxXFhGUpRsliYppQkCqOS4qPJREsrcxzXnuXM5VQu+WFsdPj1qxcTTx4P9Pc23K8/cfxoXGy0p4ebHYsRGRF288a1nu7OA/v3ipIS5DJJemqaQp4cFxMb4OcP0uJeHp5+voLQ4JAAP39/gZ+/wM/T3YPDtqdToUS1DdGKxYQYmEyy9nB3Evh6CLzdIsMCoaxyeGB8dKg4Pio5KTo5KVqeGKVh9VitxquSxyllsUD4TVMlKqQxyZJoYI0GAeDsdGm6IkEtjU1TCPMypIWZ8vx0cWl28oKy9Btn9j3urn//6OF4V81kb/3Xpx2/POt+/+jBp8cP3o3WvRqseTlw581w3fvR+x8fNX581Phu5N7XiZaXPTVTb/rund+zaXH+jmUlp7ctO7Nx6dri9D3LK/au+eHUzk1bVy324LLtaJAmS6FRqUyWHZfL4vPIbDsrGtWaQoH+CphCY7X1DYz0YcZGxkgwDAltRiBYE/X1DaHkghkOYai3cFbp1O+fXjxu+vym4+vrrsmxxlfjHd8+PRvtadm/Y7OzvR3WxERXRwdtjOIwHZz5bhw2l05lsdkcJtMO6MB0OpPFYoP0L5Np5+7uGR0dq1CoUlLSpFJ5dHRscHAoh+OIxZoZG0N/SAgESwsLKzyeAADYx0egUKiCg0OtrW2IRFs8nmBpaW1pYWNlaWtDpJApDAqDyWDbsxw5dlyHSGFsklwamxjn4evJ5XPcoIY2F8jOwLN340P06+3uGODFCw90E4Z7i+P8UiThl07uAAOH+puvPx24qyHh5rGOa30Pzn2ZbP30tHm8++ZQ66Wmm/s7ao/dvbRjsq/q5cCd8Y5r78fuvRmue9Z54+Po3cdt55/3XHk7dOvN4M2XfddeD9z4MFr99cndj2O1H8dqvz659+vEg09j9W8H73wau//7q47xzutP+25P9N5+1Hn9cdeNF4N3X4/cfzl0/8N469uxltfDLe8fPfzwuPPFQFNfw/XG66d2rFz449yShXkpC/NSflpUem7PhuYbp4abb70eevC0u+ZR+61HD2+MtF4ebLrwuOPam5G7Hx/f++VZ079fd/7rRXvTzQP/ftP7cuj+u0etzwfuv3nU/tvr4ad9TWUZshx5nCI2KEcalZ0Q4E0x9aEi9y8vnvo4PPV19P7RdcsywlU+5DR/+mJl8O4FaQ9ObJqabB+rOZUZyncz0w2kmESyzULoqBA6SsgnqoMcs2O90qK886URqtiA2isn/Fw5llgTCxyKgEWRzAnmpkgrLJrPpAe4OQmcHdzZFFemNdvShG0BcyGjlFHu0R6kvWtKOm8fnmy9/LT2xNX1s+YLveLoSBeEjjNcJ56FL4vy2jk7u/3MgW8jnXXHd1WkiVJj/SUhnjmSmJzkxHBfd5qFmcnMGfo6OoYzoMFpJBvooh+VTGEzmGwGnUmxBQDMpkBBWWdHdoCnG8vGmksjVeRmbVq8aGFO9to55cH6v4UAACAASURBVFsXL9y0cN6GBXP3rFl2avumc3u3XT2yt/HS2Qu7t107uKf6xOFLe3fcOXmk4eKZczu33ji879zOrYc3rDm4btWxTetObNlwdOPa/T+u2FW56OeFFRtml26qmLVjycLtixfsW7n08u7ttaePPbh8rvdu1eO2xuc97W8Gu4cf3L1z+ujcLNWP80qP79hUfeFE7dXzNdfO37h42gqPsrbAES3NbK0IZKIl1daGTiaxKDRoaQCYxaSDFkPoqqUdw5HN5HNYVBtLcHRMkiXFyszf0zldIS7LTi1ITc6SJaoTopXCSHVCdKYYEoHzksXTFWBAwnnSpLIURak6uUQlL1bKgA4MvlQgh2g5V5IISDgrSZiVJMwWxYO5R3+/z0pKSomNlYWFJQUGJgUGSkJC5OHhyRER8QHBcX6BMb7+EP16eAu4TjwyjY63QOtDzmecERwyP8MRWBgcbWiEMoCUXtCAhZqhh5qhB0qw8Ibw6f3P07dxRkY4SPuFAsCQ/KtRgAlGRkRThImODsFA7/+w9hZQba371jfFEuJEILiGuBGCu7u7BHcrhXqBlkJpqbt7KXWFtrTFixQrWtylRn3buWef0/dbebpzOd1n3+/cd7wZzwgrK4GupCnNb835n1NJVhotJcVUIV3Yt+v+uVNPL12ov1zeeKWirvzSk4vna8ovNl2/+vzu7b6ax2MtTYv9Lz5NjHydHv8wNrTQ1z3Z0Qqyncea6mbbW173dC4N9CwN9Lzt6371omPmefNoY+1w/dPh+qcDTx91Vd1tuXVNAsBN1y7XV1ysuXTu8fnT1edOSeTfW4f33zy07/qBPQCDb+zZc6Ws7EJx8ZnNm08XFp4rKiovLQX0W15aWl5aenbLlqPr1+/Pzd2bk7NnVU5Jasq2jPSdOSv35OXuyssDAJyfmLgqUpQVGp4WHJIRGrZKFLM2PnF9YvK6pKTCzPSkEH83E4GRriZHTZmtqkQnEfXxeH1FAhmOJMmj6eoUdxuvuPDUlOiV8ZEZafG5SdHZCVGZCVGZcWFpMSEpCREZ6XG5yZGZYCVFZCRFZCRHZn6vBf6jB1gy/QtgGJQegU7g9Mjs3IS1GzMKVyev25hZkBCc6GLmTFejKSsoQZFXWiyaGoWpSRMY8AwpHD0lLbHqS4SSn5F4MpKoKItUReJtuIa5ovhDBZuPb9myd3Xe8fwNJwo2nikqvFhafHHHdkgB3lZyblvJqc35Jwo2Htq49tDGtadKCi/v3n69rORqUf6eyIitHu5l7u7HQ0LPx4gqkhMr0pJPx4kOhAYeCA0s8XBZb2+10dl2g5NNnp3VOie7DY72edaWK01NVpmarDG3XGtmudrINIdnJJUe4JYR6J7s4xRub+pryvExYQdY8AMtDYH8G+loDtA30tE8yskixsk8wsow3IobZsELtxVEOJiF2ZsH2Jh6WhhZc1l8A109FWVVPE5JEQPZmNFoHPTpFGoqknCahEgl8inopJVoqt89yWKjqbguFKWAgBYMiZJTQHzXfuXg0vIKsnAIiSU/+T/c+DP6Lt8D/vTvxyD+iYAkwWEDaJSQIdgAxLhs579YoL8bZ6FB5f8G4B9U3+ViL9gG3/WfALBEAV5+zOClkBw5uEvyNMEBg2cE5paXn3EA90qe6XIAljwY4ifJRRx59Z8DMExGFq2AgMvKgcFOuDwsNCQoJyc7d9XKhPjYqMjQldnpxZvzN6zJzclK3bgu59K5w89q7wz3tSzND/36cfbr27GPi0ML412zL9veTHR9mOl9N9n9drTj/UTXp+neT9M9SxPti0ON84P1r4ab3ow2vx559ma0+f3k8w9T7S0PL9w8s+PR1UPdddcmuqsnuqtfNN18M9Xy4VXX69n2V9Ndv/88d+LQNmsTthGPKuQxmDQ9TQ0VVRUSmQxFH2NwSAWkvAISIS0rI7VCCo5QMLMwT0lLFcVE8wWGmtpaSmRlsRkQD6k0WAxQgMGLLyUlZW5unp6eHh0dbW1tbWBgII5ThjKuQAKWBICJeBKUlYpRhLzQUDI0BMAkZSUdHS0cFoGASR3cW7y0OPx2rn+sr+Fl95O54cbFsebX0x0zo62/fp6peXKLRlGXl5OCw+XFRn0sBo3HoAlYjBIeSyYqkv+3AKwsvkgYGKJhspKyMvSaKCkRVVSUtbQ01NRUCESskhJRW0fd0cEmKNA3NCTAxdne2srM0cHG0cHG3ExoY21uY21uZWlibmZkYswXGLIB94LIYg6bBgCYQdcHDMyg6//bxWLTGAwalUqhUPSg4VqxbKqjo6WqCpE51FwlRmIYTE5GZoWUlBQG9T2oGZyFAVnQilgcMDxLeoAlw8DEvwBgojjSG8JoMEuNRSvioORdHAbK3AYneoDPH4NCkwhELQ1NPR1dOpXGYbHFPmX297FVMfQC4mUxmOBePpcHBoYhqBMvA33Kd0FYRwuURoLOW4Ehj8dl/7d68Af68rhssSMaCsHicujLAVhS/yupBQYzwJYWxpAX2szYxsLUztoMhGCB+CtXR7PwQNeVaaKW2ruj/U2zYx0fFwd/+zj5ZvrFq8muUweL12XHxIZ5ZidHioI9wnzdEqKCUuMiYyKCUhNiPN0c7a0t3r9Z3LxpPVVP24Ci5+3lcf/enfJLF0RREeFhIS7OjiAGJsDf18zUGFQcx8fFZGak+fl6x4iiI8LCA/0DwDCwnY2tlQXU8WRjZW1mYmoiNAYR4sZGQkhRZ9LpNAOhEY/NotGoehbmQmcnWzdnOz9vNz9P5wBv1xB/z7BAiH4BAEcGQRPLwPksCofUYJBxFR8dmJ4cmRgbHCcKgPReseqbHB+akRKVnSLKSYvJy4pblRGTFheUkRCyLT+r/PiO0a6a99MvIF1u5Nn78bbPM+0fJ9s/TrVBE5vj9Z+nIZL5MtP6Zab1p9n2X+Y7f555/u3j0Le3g93Vl3auid+/KfXY1pWN14/fP1ZavmPjmeK1Vw9ue3zlzN1Lp+xMBYZsOpR5RtHXp9EZPGiGm8Jha1INNPX1SWKfMwKFhAq1xQCMwhHQikR5BBpHVNZQ19HS0lHCE1BwWJifz9Rwz7d/vvv8rv/9q97ff5799rc3k8Odu0ryjflsDWVlLBIFl4GhkRgiXllFWV1Px4DHEejrG9BoDDabCwKxmEw2WGw219bWHkz/RkfHBgYGe3h4ubq6GxoakUjK4DeVsjJE36qq6sACDYKg+XwBHk/U0NDS06Po6VE01HU0NHW1tPW19an6NKYYgHksQ56ZjZWNk521g42RMZ/LYxpC7n0Oj00zMWRZmvDFFmgLTydoeTtbeDubedobB3la7d2aOzfc8u33t19fD8wONr6dbPv2ZWxxuHa671Fn7aWWR2eGnt8e67grnumt/u1192+vupbGGj5OPvsw0fT2Zc2H0bovUw2fJmq+TNX9NNPwYezJ68Gqd8OPfppp+Drd+Hmy/vNk/Zephg+jdW9fPvk4Vv/zfNuHqcYP003vJhoXhp4uDD19N9G0NAnNIX+Yans33vpquPn1cNu7Mej/o3djHW9G2uf72sbb6wcaH/U3VI09r1kcaPk42f1l5sXiYNPn6c7PM+0Lg1D69E/zHb+97v441fzt69Bvrzq+zrZ9+zK6NN78dqzlw1Tnu8mubz/NfZrrf3Dl5N4teTnxoXlJEYHOFlkivyQ/2yhnIxsKUaAqvy7SZb7t3rffZr69H+i9fWRrrGuQUD3egbE9zb/t2oFv893fvk723jm9OtDOSgPuw1UNMdU3UZPnk2V9TA2iPS0SAp1Evk55aTE8uo6pgGtuLGDTaRQtHQICjZKR1VFRthLwXa3MnCwMHYzZNnx9B4E+TwtrSSfbsFUu7d1Qf+PQ/eNFO1P8s90MIwVaGQ7cg5nh9SdKFxtufxvr+K/hzs/9bSO19/esy4z2cojxdwlxtwvxcjDj0KiaKspoJA4uj4bB0ApwLBpDIhCBVZ7HYnMYTIY+JAJzDPQFTJoxn82nG/CpFAsex4rL2piRWpKbs3PtmiNbCi7sLjtbVnpkS8HxbZvP79l+88ShJ1cudD26X3PlYuu9m2DjacWF6ktnz+woBsR7ef+u60f2V5498eTy+cfl5x5eOP304tmHZ07cOrz/9pEDlaeO3T1++OHZk+33brVX3RlvbVzo65zqbFns73o/OlB343JuTPiZ3SWPr55vuHe999nT9rrq0f6O1AQRHgvX1iDraKqI6VeTqqdLp+gzKVQmFTrNCej3u/+ZSecwqBADM6kMio4hm27MZ9N11VkULV83h5y0BADAqZHB8cG+sYHeiaH+6ZEh2TERWdHhWdHfrc4AcdPDgtLDgnKiI8ACRmjAwEAfzo4KW/7IjHAoRFoSgiUpBAYwnBgQEOvjE+XhEe7qGubiEubiEursDOnA9k5eVrauphYuJuYORibmTA5TXUsTiyfCEQCAlRAoEhJaBAUEcEEDACbIwgiyMADAP0z/SsaAoY1/BWDIBS1OgSbJyyjD5ZRkpUkyK/BSUtlRYdeOHXpccbGm/GJd+aWGissNFZdrL1+qqyhvuFrx7Ma1gbqnE23Nb172/TQz8cvc1OfJ0deDvTPd7aONtWAAeKq1ab6z7U1v17v+F0sDPXMdrZMtjaD9qP/Jw77HD3oeVXZV3e24d+v5nRvNN640Xi2vLT//5MIZAMBVp47dO3741uH9Nw7uvX5gDwDga3t2Xt25s2LHjkvbtp3fuvVcUdH5rVsvFBdfLCkpLy29tG3bheLi04WFQP7dt2rVnlU5B9as3rs6b9eqnO1ZmUVpaVADcHR0XmRkdlhEVmh4dkRkbnTM+sRkkIO1Ji4+3s/Hx9bCnKbPUlVikols8TWNSDDAE7RQGBU4RgunzNPnuFq7iQJiU2OhyCsJAAPzc0JERmxo6nL6/YGBf6gCBnbo1PDM5NB0sJ0SlrEqfs3GjMK1qRtWJeT6OwYYGQiA85mqYmBI4YLRX7Y2Q09JSwVFUkGRNBVVtQmqmopkZQRBA0PiaVGD7J0LUrOObC46uaXo0Ib1Evn3Ymlx+Y7tF7aXnttWcmFbyamCTacKNp0o2HhiS/75suLre3deLyup2LyxLDSk2N1tp4fH8ZDQM1ER52Ojz8XHHI0MPRoVdigqtMTbY5OL3TY/r+1Bfvnuzmsd7Ta4OObZWWebmaQLhdlGxrmm5mstrDZa2UoluFkne9rFu1qFWhn6m7CCzLmRdsYQ6NoKI+2Mo+whh3OMk3mss0Wci2Wci2W0g2mknXGYtTDQWuBjYeQoYJnQ9Fg6GtpKJHUiHkJfLJakCJWRYpEIJAxSfZfzmGRIFbhtwV3AcwvUVFk5mKwcTA76PsjzDLRfQMJwBaQsXEEGBgdLFq7wPwAw+PlA9ZWowRLBVkKDkg1wJJLDk+wHGAn2L8dCAIqAe5eTsIRal6MsSLGSKMDLARhy1iIgZpYMAANxWFIaDO6SCMUSqRaIvRIAlhznD08EANifGVgij0uwFkjBfwXAgIRRKJSEfMHj/4y+YM9yBVjijoa88OIUaJkV0tJSK+DyMCkpKS6XHRsfExjon5qavHvPjsqqOzeuV6SlJnq4OqQmiB5XXvn2X2+//W3pw8LLV5MvFkfbZwabx17UvR7rWJrqfj/94t1k17vJrvfTXR8mu9+NP/8417U03f52su3tZNurseb54caFkaY3E62f5rt7nt16fOvY85qK8Z7HL9sr+1vvzg01vJ9rnxtv/LD4Yna85evS6OCLBmtTloUJx8KYx2VRtbXUVMhEZTJBSRmPU0QhUTAUBi0lvUJqhRSdyUhJS01JS7W2tWGyWcoqUFAVDq8I8p+RUGgbEsJgJFJGRgaNRickJCQmJnp7exsZGeno6BDFFwKBAEZ/QaYaGo2G5EpIq/wOwEpKZADAeDwOhYaj0XI5WYl///nN0uLw/ETXm+kXL57dG+up/eXD2MfXL7++n1p6O+HtYY/HIxQQcigUAgMVGX8fA8ahoX+d/1sABj5tZXFStMqyC1CwQX+SpqamqioZg8HIykprqKtamJv6eHu6u7nY29k4Otg5OtiIbc+Q7RaEMxkbcwQCJo9H43AMuBwI2AAAA+8uk0FhMij/Tv4Va8JsGpNFZbFpHC6Db8gWGHENBRy+IZvNoTOYBvoUbS1tNbIKEaeIgsFlVqyAAFjSTS1Ra3EYrJjiv8u6gH6/I/FfAPAP8VcSDIYcLuJ0NyjgTVZOZoW0rLQM+LWFRWOUSUramlpUigGDRmcxmD8sJp0BhF/gizbQp/xAv1ClsC7EkEwGDQz9AvoFN7kc1h/cyzHkcwWG0Fg1jwv1/QLPs2QA2JDPArnQywuQwAywpQXUUGVrBS17KxNHGzM3e3NPJwtHS352cuSrid7Pr0eW5gY+zvXPDDaP99b99GZosP1R1dXj2UkhMcHuq9Ki169MTYkNS4dmgIPDg/x5TNrBvbveLMxaW5kZ8tmODnY0KsVYKOBx2X6+3sFBASpkJZCC5ubqLEnz8nB3jYuNjowIi44SRUVEhoeGgeRnDzd3R3sHW2sbQLwcFtvYSGhjZW1jZW1qbCJufuKYmRrxuEwmw8DC3NjN1dHbw9nfxz00wCs0wCs8yCci2BcAMLgO9ncJCXAND/aICvMGAAyszhkpUcnxodC4rxiAk+JC0pIiVmbEQgCcEp2XEZubHpOVAMm/B7atu3f5yFB79exg4+uRFkj9m+34MNn8bgTSez/PNv/yqu1vbzt+Xmz9MNHwdqRmaazh02TL54nmX2Y6+2qule/L37c+tWLf5qsHiipP7Lh3uKTyaOmJgpXndmy8fKD02qmDdqZ8LgPK99Kj6OtRaQwejyU0ovF5WnSGOkUfiuYjKKIwaADACmgcEkNAYYk4AhmOwqqraZOgInICAYvRU1VbuzItOdbPz9PUx90kLto3JzM2Ky3W38uNTTdAQW9aBAqBRqMU4TCUvBwCr6ikrwflXTEYLNB+RKXSQf6zQCA0NDRycXETiWISEpLCwiI8PLycnV1dXNy4XD4ajQWjvyABS0+PAoqUQkLC3Nw8tLV1cTi8pqY2h8OjUKjaOhRtHQMdXaoOhQYBMIfDFgi4QoGJlYXATMg14nF40Fwwj8sQ8JgCHtOQTTUxZNlYGDramrjYmjpZGzlY8R2suPbmbHOBXqCH5fbCrHNHt+3ZlluQG1uYF/Ps0YXexuuLQ/VTPVCt7kjH3efV55runxjruDv1omph4NFsb9VMT+XSWN2vc21fJpt+mmn6OF77ebL+l7nmn2aaPk3U/Tz77Nv7F9+Wuv+22PZ1uvHTRN3boer53vtzPffm+6sWXj6cH3ww01cF9Q+/rP4w+ezLbNun6daR5/cmu6rn+mpfDzW/HWl9M9zyZrjl9VDrh/HupdHudyNd78e6Pk32fJzsfjfavjjY9H68/bdX/b+97v00/fzrXPu3T0O/L/W/n2j6NNX0derZ+/HGfy4N/L40ONNX8+3TxOf5/p9fD29ZnRzpa58RExjp7ZAU6hXj4+Rpzkn2cwiwZIRYsfxM9bkEKSOydEmid+/dE99+nfmlv+bxia0bwh28OCrBJrq7VkY0XNjz82D9t9nu51cPRVnRuDgpF5ayA5tMlpGiEGWNaWpBrjaOFoYWxjw7azM6RZ+IU9TX1sEhUHJSUgSkAkNXW8zAJn6Oli5mvHA3G0cjqpOA4mnGOLJ11Zld6w4XplUd2dJx5cBi0+2/vWz8x2jrz70Ni80PRmtu91Re7X5wo+76hbL12QnBXiFeDtZCFpemrQiXQcusQMlKYxUUCGi0IhqDRmJQCLSWhjaVQuOzOTwWGwAwl0ox5rDM+BwBk0bTVLczNnI2FRblrizISNu7ccPBgo2X9++5dvjAhd1l53eVXjm89+nVi4ONT+e6n/c8edBdXdl2/9a908eAF/psWcm1w/uuHd5389jB+2eO11y52HL3RufDe93VlV2Vd148uAeu+x4/aLtzo+l6RfeDe6PN9UtDfQt9nQt9nW+Heqsvn9uSlVKYkXRm97ame9d7Gh531j182dHc1lCtr6WiraGkp62mC1UWa1L0tSH6pRqwaHQ2HQqv/2Gx6QZsugGLqsei6hlxmXwWjaajZsJjRIf6b8zLykmKy4iNSgkPiQ/yjwv0SwoNyogKXxkryomLhq6joySpV+lhIWmhwdlREf92SQKxQP0vKA3OigxPD4N6gFNDQkDLEYh6TvD3F3l6Rnl4RLq7R7i5hbu6Agu0t6Wlj429q5mlnaHQmmtozuTwdPQ18US8PJwIhyZ+iQgkoF8iAklAIAkKEBUvF3jBthIMAcKx/nwtAeDvJcAgAlpBQVFaShUJV5aTQUtJmVH1bp069rD8/JMrl6Deo4orTVevtdy4+fzu3c7Kys7Kyo779wfqaifaWt++HPx5Zvq3+bmvU5NvBgdmX3SABmCQgzXZ0jjX0frqRceb3q7Z9hYAwL3VVd0P7nU/uAdFQFdXdd6/3XH7Ruv1K42XL9ZeOPvk7Cmw7h89dOfQ/lsH9t7cvwesG/t2X9+760pZ2ZWyXVfKdlXs2Anyny8Ubzu/tQTEQV8o3gZSoI9vzD+ybsOB1Wv3r87bmbOyOC01Pz5ujUiUGxGRExaWExaWHRaRExGVFxMH6Hd9YvLKSFFKYJCzkaE5zYCtqkQl4phKihwVIptMYCoRDBQxFEWcDganAqWO4QxUdO2NbUO9w5JEmSnRK5OisuLD05OisjLi81KiV0YFJiZGZiZGZgI7dHx4ekJERqJYE06LggaAf2BgMBgMXNDAFL0yNm99Wn5e0trYgDhzlpmWoqYGVl2XpMXWZhjTBUKaocCAq6+srYwgkJFEDZyyFl5FA6eshiGpIogMNV1noVVKUFhxdt7B/MJjBYWHN0L+59OF+ee3brlYWnxpe+klMQCfLyk+uDr3yLo1xzatP1lUcGFHccXO0vLiwvPr8rYHBZZ4uO/38zsbEXk6MvxUZPiJqPADIQEHw0L2h4cUe3ps9nA5HBd9ISfzSGLstuDANc6OeY72efZ2uXb2a20d1ts7bXJ0yXdylRI5mEbZm4RaGQaYsoPMuSIH00R3m2RPOwC98a5Wie42SR62ie428a5WcS6W8R52EY6WvpZCZwHbiknl6WrpKpPIOHG0FRqDQ0GqLw6FxCIRKDgMBn0khKzI4ALGdAFMgqldafEFAOp3i7KC2NwF+WQV5OThcvJwgMQKCCgJBwZHyMJh8jAFWTgM8oAp/Le2LAE/sAGQ748/Gfq6HAX/820AhICHJd8F/MY/aNdgpwSAQcaVhGyBjRlwrOQx4igiaLoUSL4SykWhMMshWSIIi2n5XyzQEgCWvIbLn75Ee19+5Mufi2Tcd7nSu5ztJfu/4+4f+CsRjf9/ARiNhAp4gP8ZAVfAoaCWjhVSUrLSMigUaoWMtLqmWmxSXEZW+q07Nx9WV5Zs25KUGBstCo+ODEmOD48N8RjurH093r042r403fNpfuD9dM+HmZ63E51vxjvmh6AsKOiTqDj1amGk6e1k29J0+4fZzg+znW8n2xZHn0FJoROt4HphpGlx9NnMYF3L40vN1RdfTza/nW6eGa2dGWkc669dnOr69eNsgJedtQnX0oQv4DD0tTWUlfBEApZAxOIUUQikvHgSGEGhGoRHRmTnrPTw8jSgUXX19YjAL0skYKEB3O/lSSgM9HpJSUkZGhpmZ2f7+flZWFgYGBioq6sDyzGgXyD/AgYmYHF4aKxUnIZFIAEAJiqRIOOxMp6sjPf2sP/p08L4y/aXPY2j/U0/vRt9XnOz/NTudTmxSTGBq1Ym8DkUIhGFQMqh0HAoCgurKM6CxmOQeCyK8L8FYIkdGojAqqqqauKLOA1LhUQi4fF4FRUVbW1tMpmMQCBgcvJEgiKPy3Z1cfJwd7W2sjAzNbKxNl+ePGxqyhMK2YaGDD4fol/J4rBpkiXZ+cMGlaZHo+szmAZsDl0CwDw+C5Awj8/icBlMFlWfoq2mrkxSUsRhsOAtCvzP4K2IRWNUySpkJWUlIomgiAceaSKeQCIQ/0oBBkO/EgzGiY3QWAxKAQaHycnLy8pB8x3yMDkZWXlZOQRcAZAw2FbE4lTJKrraOlSKATBCs6GIH6jIh0oxWB6CBczPen+UA0NhWlDND0S/PC4bzPoC57OEfgH6/lGJBDGwxPa8PAfrzwAMorDsbC3tbC0d7aDlbGfh5mTp42ob4Gkf5ue8YVXi25m+meHWuaHWX96NvBpv/zD3Ynqw4c1k+6vx9nOHirPigvPSYtZmJUPNH+kp63Oygny93Bzt7t++8e2ff3/y+AGfxwJOv8AAv+CgAEM+F4rA1tPR0lQHJ0co+ro0KkVfT8eQz02Ij81IT42PjYuPjYuNjokMjwgODPL39fP39Qvw8wdSsLWllZODo6e7h7enl5uLq4O9rbmZiSGfzWbRjIV8Zyc7L09XXy/XQD9I+A0L9A4P8gkP8gHoKwrxEYX4gOlfUbjPciN0TKQfmPsFzmfAwGlJEVlp0asz4rOgDwvhqzPjNq1K2pSbULwuZXfRytP78qtvHu1puDHWWTU/8GSu//Fcb/XSWMPv73v+vtT1y6u2D1P1r14+nu9/+Ga49sP4s19mOudfPN65Jv709tUPzu69sn/L0/LDl8o2Vh4teXp298NTOx+c3X/tyM7Lh3eLArygLByavh5FV9eAyuDxOCbGdEO+NoOpTtFXUVMlkQhoLEYBCVmg4SgsAo1HoPEksgYKSyTglXFYogqRDJ0BkpGn62gG+zsH+jsE+Dm6u1raWkEWcWMhX0NdFY3EIBQwGDQeT1DGKyohUTg4DIVQwKira+rqQmO6TCYbBF8xmWwOh2diYubi4hYeHikSxQQGBru6ujs4ODk6OhsZGaNQGDJZVUtLh0AgaWnpsNlcgUAoEAjDwiLMzCyA/1lPj8LjGerqGBhQWRQDpp4B4P8sSgAAIABJREFUU5/KMmBymDwB38TEyNzU3tVZYCZksKhMFhWcDuNz6CZGXC5Dn88yEPJpJgKGuYBpKWTbmHLsLXkOFjwvJ1MfJzMnS7ajBcvHWRjsZRniae5py9iVn9RWfWH4+b3RznvTfY9m+6pfDdVOvajqb7o63nF7ovNOT93Fic47S8M1420337x89G74MVjvR5/+NNP0X6+e/+Nt528LrV+nGz+M1SyNPHk7VL3QVznddXui/QY0M9x5c/j5jdGOW7P90Mjup+mWT9MtQ623RtvvT714NNf/dLbvyVT349HnVS+b70921Ux118701C8MPHs91Px6qHlhoHGm5+m70Za5/qdz/U8/TrX9stj1da79w2Tzh4mmsdYbrwcfTnVXjnfe/zDZ+nW+98vCwLNHV4rWpKSJfJMjfBJCPZNCvcI97RID3U9s31R1dv/GhMBUH9tVIc5xToJAoY47g2SIl7q6beWvA7Xffpn+0P2w+njxvpzI3EDbJBfBuiC7xrM7v829+OVlw+mCNGemEktphQlF0ZyuYs3Tc7U2MuXTbS2ELBpFhaxkoE9RUYbeSxiEApRjikJpKhGNmAZu1qbuVsJwT4dAZ4vcuNDiVUmnyjYd2br62uHijjunx+quzTTe6bh1qvp4WdWx7Q3lR9vvXHzd0zLV0fjk2oXVKTHmPKoWGYdFSsNlpDDyMmg5GZS8PBaJwkOJ+nioWx2FJSgStTV1OHQ2n81hU6k0XV02Rc+QAU3/Wgh4QibdhMXwd7TbuX5tUVbmtlU5xdkZJ0qKLu3ddWF32YXd2ysO7H546UxPzcPhptq2+7cab155WnHhxtED14/sv3/m+J2TRyoO7L68f1f5vp3l+3ZePbQXmKLrr19uuXkVKH6tt651Vt5pvX295da1vscPFno6Fns7v0yNfBx/WXXhVI4odHVc5LWj+2+cPNRZ82DuZXdbbdXUyxer0uNxSDkWXVdMvxr6eloGFB2GAUUCwCwm/c8AzKJRGBQdpoEuh06h6mpStVXtLYQpsRHrctKzE2LSoiOSQoNiA3xj/H3ig/yh+l8xA2fHROVER60URQIGBky7nH4B9ILr9LCQHxYgYQDAgH4T/P1B1HOMt3eos7NkhTg5BdjZeVtaupiYeFhYO5uY2/KNTOksrraePomsjETjZOVJCkgAwEQEhMEAgIkIJFSJJK8gibmS9CGBcKw/X/8AwFAhMBxOhsOVYLIkeRklWWlFKan1yfE11yvqb12rPH+6rqKi9lJ5/eWK1pu3eh49GqqrG66vH6qr66t5OtbS/Hqg/+vU5K9zs18mJwAAT7e1TDQ3gCaksaa6yZbGmefNs+0ts+0t023PxprqgPm54/7tzso7EAnfu91+63rz1ct1F889OXuq+vSJ6tMnHp85ef/oobuHD9w+uO/Wgb3gGgAw6Pu9tmvP1Z27r5Ttury97NK27RdLSstLd1wo3nZmc9Gpgs0n8wuPrt+4P3d1WWZ2QVzs+mjRmsiI3LDQVeHheZGRa6Oj18fGromJWxMTB3qAV8fGp4eERbq6+1nZmBoYGGprslRIdCU8Sxkvpl9FGgFDQSvQCDgakaCJQhFkZIlycB2SClefFeErShZlZ8TnJURkxIenp8flgu2kKPF/a2IGBgCcIPZCp4u+T/+mLvNCg+nflLAM0JaUFJKWFb0qL3Fdhijb29aHpkpVQZIpyvocHSZPjy12PnPp6hRNRVUVFEkLr6ZNUFVBEZQUcGQknq1BteIII1x8V8ckbs9Ze3BD/tH8guP5m07mbzy7pfBiydaLJVsvbS8tF7ugz24t2rdq5aE1eUc3rju+edPZbVsubS++uHnTmdU5O0NDdvr5nggNuxwXf1YUeTI89HhYyN4A/1Ivz+3+voVubpu93M9lZVbvKL1bvOXimtzi0JACf7917u6rXVzWu3oUePps9vb7/5ZUqrdDnIslkH9DrQxjnS3iXa2iHc3iXCwT3KyTPGxTvOxTvOyTPe0S3Kxj3WzCnKy9LYQ2bDpPV4umoaarSlaHegBJ4DcXUgH6RKgAgyMVEGgFKMNZZoU0gE9AvDIyMrKysgDSZGVlAQCDnbKysjIyMnCEAgS6CnAIbsVloKBvRlxFAxPfJQ+Jn/Dv870/cK/kJkBfCfjBYLA/71l+rwR0wU7JGPByxRXcJQHI/wSAJQKvZI4XKL0SBkaJ45X+CoAl90p4ePnxgIOUvJjgCYKbkkOVvCCSJwuOX6L0AlV8+c3/hwAMmpCACodCIBVgcKi9CoEE/mcFBQUWhx0QGrj/6MEHTx5evXWtYPPGwCBfXx+PiPDgrPSkkoI1CaGer0bbJdC7MNw62V073V8/M9Aw3V8/0VMz0ftkdqjh7dTzpZmO1xOtI92Ppl/WvJ5sfjfT9na69fVk86uJZ4vjTa8nmz8udM4O1w123Btov9vRcKX72fXXk81zI7Vvpp697H44NdS4MNnx95/m1+cmCzkGFsY8UwGbSdNTUyURCVgIbKGJdjhWEUMgEd083FevXRMWEc4XGGrr6hCVSESoB0QJFCCBrmDwTgZv8vj4+OTkZCcnJyMjI01NTTKZrPjHBfQkiUkVKkPCY7B4qLlHEY8jQMPEJGUiSZlAIhJIeBQajkHDjY1ZXz8vfP049/HN2OJk7+lDJfk58Ski/7hwn8zkiLiYQF8vRyUljAJCVgzAaDFdQ2eloAQscQgWOInxH84AEwgE4h9BWBL6VVNTU1VVVVdXV1ZWweHwJJKytrautrausrIy+FtWIpJ4HK6VpbmpiVBczGMIWmfNzPhmZnxTU56xMcfIiAUYmM+n/6eLx2Rz6GwOncNl8PgsQwHHUMAB0AupRuI9QmO+ianASMjj8VksNk2JSMJCqgJKEYsjKOIBAOMw2P8LAAb0+wMDI+AK8rJycjKykGVFDMNweRhSQZxoINaEZaVlwL0oBBKANygK1tPRBZIvGAOm6OmDUGhJRBbNgMoUKwag4ojNYtBpBjQqRSL/AgZeDsDGQr6xkG9i/N/LWMgD6AuuQQOwOTRg+T0L2tHBxsnR1tnJztXJ1t3JxtvdLsjbOczfNdjbIS8juret+uH1k9U3Tg20Puiqvz3VV/du6vnsy/oPMz2TfY0Xj+7MTowI9XFdlZrg4+JYtGEdg6Ir5LG5TNrePWUtzfUJ8dHhYSGREWHpaSmeHm4UfV0+j2NqIjSg6BkLBSbGRgJDnqmJkMWkG1D03N1c3N1cYkTRSQmJaSmpSQmJURGRYSGhURGR8bFxkeERosio2OiYuJjY+Ni4uJjY6ChRRHioo4Mdi0lls2jubk7hYUFBgb5B/l5hwX4h/p4h/p6hAV5hgdD0b1SwNwDg6Ih/mQEGY8BgZ3x0YHJ8aEpCWHJ8aFJcSHJ8aHJ8aH5eel56XG56TMGa9JKN2QWrk9akha9KDlqfEXbt5Lb2xxe7ai69qCkffHZtvOPu4mD1l7lnH2cb303UvxmrfTta/26sYWm86f3Es3+8G+xvuFm6KvZU6Zo7x3ceLlj54Oz+qpO7rpatu1y6urH88LNrJ6svH7t8eOfWdau0ySQGnUKh6lPoUPEux9iUzhdoM6AxYHVNDWVlKGIAGgNGYiAGRuIUUIqyMBSJrIFXVCYrq5MJyii4gjpBSYNMcnextrc3dnQ0d3Wz8/J29fX1Njc3J5GUFXEkLI6oiFciktWUlNXQikTIYCUHk5eHg74iBoPF5wt4PEMGg0WhUC0srBwdnX19/YOCQgICgjw9vZ2dXe3tHU1NzXE4vIqKmqamNpGoRKFQDQ2NhEITBwcnHx8/KpWura3LZnMNDGgsFoeiT6czuHQ634DOoTK4dA6fI4A6u4TWUOo3y5BDoeoyxPltLLo+m6ZryKYasqFpFHMB28KIYylkWxlzbM249pY8Dycze0uOnRnL3V4Y6GkTHuAgCnFJiHD3tGWc2JnXVVvxsvVOX9ONrtqKweYbk91VE133O59eGGu/Ndf3YKCpfKbn3ufJ+on2Gws9VR9Gat8OPp5ouzn5/NbS0NMPI7XzLypnOm/PdN6e6777uv/B++Enn8Zql4YeL/RB0vHCy+rp3srJF/emeytn+qpm+x/M9j1aGm9cGHw63nl/qPXWcNvtsY7K8c6qsY7K6RdPZnqezvfXvR5qejfa8m605c0w1Gk03lnV33Sjt+HaZHfV29EGcZNT/bvR+lf9j+Z67o0+v93fdO3VUP3fl0YqK46uTY8K9bTOSghdmxYb6mEf6e2wMS2m/GDpbHfT7wtDX4af/3N24PeZntnm+1P1N6bqrrVe2le1f+N0TcUv/XX/mGj79n7025vB3yc6vs33fup49PrZrdfNt38bbvg2/2K6+c6hglRfa4YtX9Oco0nVItpbCFwdbCg6mlgMiqykDIZEoNOICnCYjDRSXkadqMjS03S2MHG1EDqacPMSRef2lt48deDyobLGO5ceXzxYfWFf1cmy+6d2tdw4O978cK6jbrTlSduDG+VH9ySG+tK1VZAwKQV5KQxGXgEuA6pAFJFILBKFQ2JxGAJWXN2HUMCoktXYNJaQbyhgszk0GpdKMaRReTSKuSHXzkRoSKVkx4rK1q0pysrckpG+KSFuz5q8IwWbjhbmH968cd/GNfsL1p3dte3MjuLjxYVndhRf3LPjzI7iU6VF53eVXtpbdnr71tPbt57ZUQw2zpaVXNpbdvXQ3hsH9t88eKBi966re/c8Onem+eb1wZonb/t63g72zXV3fJoYqb1eEe3pmhzoW35gz5XD+x9ePtv+pLK9pup53YPmp1VaZJyOuhKDqq2roy5RgEFWH5NKg0aa/wKA2TR9BkWHpqelp6nKNtD2cbXPTIrJTolbmRibERuVHBYcF+gX7ecdG+CbFBKYEhacKYrIFP2L2LtSFLlSFPkDEmeEhwJlOC00OC00+AcGTg8LAdpvUmAgyLuK9vICwi8wPAc7OgY5OAQ5OATY2flYWbmZmTkbmzkKTW14AoE+VVeJTEZhJNrvcvSF5F8xBgMAVoYjJX1IIATrz+gL9kAR0EgkkH/JCISygoIyDKYMg0qAFaWh7l9rFqPi8P6qi2efXrt8/9ypmvLyJ+cvPDl/ofHK1e4HD4bq6kYbG0caGvpra8ZbWyQA/HVqcml4aLH/xWw7VPM70dww0dww2dIIFtieaG4YF8dE91ZXdVXdhXzv925J5N+n505Xnz7x8OSxhyePPTp1/OHJY1XHj9w7cvDu4QNACobk3107ru/ee3Xnbgn3XiwpvVhSemnb9u+9Rxs2HVqzbm9O7va0jPzo2NWh4bkhwTkhwblhoasjwtdGR2+Ii8tPTCxMTt6QkLQuLmF1bPwqUUx6SJjI3dPb3NKewzPU1OKpq3FUlNhkEleZwFHCM4kYmiKSiUdDGwSMHg6liVBQgcGU5OUJMKS1oW2Eb2xO0tqs+LzkyMz0mJys+Lz0mBxghwYYDHTgBPEk8P8AwKnhmZminExRjmQjNiDBhm+rR9LVIWoKaYamTCFXl8XUpNLU9EHklQZOWYeopoYhEWEYdRyRqUnxtnYNdvFODRJtSs7YvWbT8c1bT28tPru16GT+xgvFReWlJRADl24r37H9Yum201s2H1m35sSmDac2558pKjxXWnS5bFtF8eZLG9fujYzYFxx0JjLqSkLi+ajI46HBR4IDd/v5Fnt6bff33+zpvdXP92Jubs3evTX791XtKruyefPR7Oyi8PB13j7rvH0L/YOKgkKLgkKlsgPdUrzsgQgscjBN9rRL9rSLdbYAJAzkX4kCLHK18rcxsxPweLo62kokFZwiEQd9UsdhiRg0HoXEKcDRkNFX/BFQEY0iYDGy0jLy8vLf7c1i4pWRkZGTkwPi5PLo5u92ZXkoZ0j8HzEMVM6IQQIGQqBBACwMJgeWvPx3lpZgnmRjue15uR1a8oAfNiQ2ZnBgEu+0JFZK4oIGHUj/FiPFgipSMtML8FVSdyRB3+UbEkIGOyXfK65VgsKfwQMAAEM1yP9agyRRgJfTL3hqgHglDwDHL8Hg5c9XQstAEP63APy/tUAD6pAAMBoJZYErwOAyUlIYBFJmhTSBQHB0dtpzYH/FzasXr5bvO3IgLiXBP8QvIyt13fq8tNTE+JiIrOToaD/nxYGW6Rd1iy9bJrpqFgabP0x1/u3t0MxAw8Jw86ux5tcTrUszHR/mul5PtE4P1o32PJwZqn018ezVxLOFscbZ4bqJ/sdQU27vo8XxpumXNf3P7wx23JscePJ6svnzq+7pl08+LrSP9j15v9Dz8fXgl3dj18uPG7H1zIw4liZ8oSGboguJwEokRSIJEoHFQKrk6u6WmJxkY2dLY9D1KPoIFBJkX+GJkDiDQCHBkJ6svJy0tLSurm5hYWF0dLSjo6NAINDQ0CCRSH/wL/QVMDC4BgowAGCC+IfiCSQcXlFFTRWHRyNR8hiMfEnR+i2FuWtWJaXGBqZGB6RGBkT6u3o4mHo5W1qac7w97DEYWbjCCujBWIQ4WxqKEBcDsFiSFhPwfwjAyxVgVfEFKMAkEkl8Sx3ifiWyurqmhoYWmawKrO8KMDgKgdTSVDcWCqwsTU2MDc1MBaYmhiYmXGNjjlDINjJiGRmxBAKmUMiW3AQ7wX4ej/Zvl8AIMjzz+Cy+IRuYn7liKuaKnZN8Q7bQmG9qZmRmLjQ1MzI2MdTSVCfiCRgU5C0n4gkAgPE4xf+tBZqAx4ElAWCgCaORKInwC4Pi7SHPy/cRDvH8BjBIw+TkZaVlZFZIw+TkwYuDw2CJeIIySUlFmaxKVgE8DGDYQJ9CM6CyGExoGpJBYzGhj010moEBRc+AosegUzlsJpvFAGDM47KXMTDPxNgQALCpCXTSwcSYbyzkgQX8zyD+ytLC2NrK1NrK1MHe2snR1sXZ3tXF3svV0dcTqjgKD3QN8rLftTXv1VhXR93ttifXhjsejXY9XppufzPRPPuydnGk5dNc/0hX3c1zR1enJWxZl+vt7GhrauxsZ33jSvnRg/t4XKYBRdvWxjwkODAiPHR7aUnOyqzQkCAHe1tbG6s7t2+ePHHM0sJMTZVM0del6OsSCYqmJsJoUWRQQGCMKDotJTUjLT0pIREQb1JCYkZa+sqs7FUrc1ZmZWemZ2SkpacmpyQmxNnaWNFp+gJDTlCgb7QoPDjILyTQJyzYL8jXPdjPYzkAAx34BwVYEv4cG+WfmhielRadmSpKTQxPSYCS5xNigrKTorKTolZnxhWsSd28Jm1TbtzWtcl7tmSVH9n6ov7qwmDtWMe9oZYbgKzejtUuDD96Nfp4abLh81zLzwsdn2da34zUz/Y9+TrTdf14yZWDRSdK8i7tLrx6oPjSrs0PTu29VJK7Lyfq9Oask1tWle8tOly84XBZsYGmGoNOodIN6GwOx8iILTShciEFWItG1dTWUlFRBiHzAIBhCCwMgZVXwCipaMLkUYo4JSKWhIIhdVU0cQiEp4eziTnfzNzIxc3R0dmBLzTS1NJBYKDAckWiClFZXZFERmLxcBQahVNUJClB71k4AolEg8FdGo3B4fD4fIGVlY2trb2zs6uXl4+/f6Cvr7+bm4e9vSOXy0ci0RgMjkhUIpNVuVy+ubmlra29r6+/hYWVmpoGAGCquEuJTmPT6BwDOk8CwGxDIdfUxNDClGNkaMCkGtD0uOLaaj6HzqHrceh6Ag7NVMC2NRM4WBrbWwisTbgWRgxzAd3ZRgh0YHd7oa+rhZ+bpZ+7ub+b6ZrU4Cc3Dg8/vzc/WPt+snV+sHZ+4MnC4NPu2kuN944NPrsy21s10nZtvr/qp5mmuZ57Cz1V74dr3gxUj7femGq//X645v1wzXTHndmuO4u9lW8GHi4NPf4yUf/zdNOXifq3Q9VLY3Wvhp/MDTyc6auafHFvpP3mSPvN8a47b0fr5wceQ01LXfeneyAknnrxYLzz/suWm6Ptd6d7Hi4MPn0zUv92tOHNSOOrofr5gZo3I41z/Y9Hnt+Z7nn4abr1w2Tz9Iuq9yO1r/qqfp5p+22x++NUW1/zvQ1ZouQIrzUZMZH+zqmRAemioFAXq6Kc5Lqb579M9p8t3Zgd5LpB5Nt0+civQ23/GO/40PFoqPLcvd0bWi/u7rt9cqHx1repzm/TXb8Ot3yb7vr2Zepr16PhyjPT9Vd/HW7653zXf813/TLf8/v70TuXDrnZGVuYcPQ0odD97yMhRCIWi4U+EojVB0gKRsBwcDktEoGjp8XV13Yw5iUG+23JTj+0ddP9Cydqrp9uuHW2tbK8p+bWcPPD9gfXz+zanBsX6mTCMWbpKaHlUbAVOBycpIRT1yLjFFEoOEwRiYTO+SKxGJQiVvwxEg5DIRFYJZIqVdeAx2IL2Fwhi23CZplxOaY8tpDNsBUKzLnsw9u27i/ML0hLLcrMKExOLFu1ct+6NUcKNh0vLty/aW3Z2pz9Beu2ZqVuSIzJiw7PFYWtjAhOD/bLDg/akBizJSN5W07G7nW5+zetBfnP+zet3bdxzY7srGMF+ZfKdlSdPNFZeW+koW6u4/nnkaGloYHF3u6L+3ZFuDrGervvy19/5/TxuptXnz+62/+sprLi7HB38/7tWxTkpHhMiqYaUecPC7S+HpTkTzXQZxhQGQZQWd0PC1igDdl0poEuTU+LQdGxMOJEBfuuSk/MSIxelRyfFR+dFhmWEBwQF+gXH+SfFBKYGh6SHhmWHhmWGRGWFRmeHRUB6PcHAM4ID00LDU4NCUoNCUoPCwHlwEAoBmCcHhaSHBQE6DfO1xfQL/A8g9KjECcnwMABdna+1tYeFhb2hkIbnsCUzmKoaapicCD7SgWNJSFR34VfBQReAQEAGJoEhn2XfyUADETgf5n7hSH+++afAFhJXl5JHqJfguwKksyKopVZ98+frrxwpvLCmSdXLjVcvVp/uaKh4krbrdu91dUjDQ0AgIebGqfan799OfjT9NRv83O/zM58nhh/P/pyoatjvrMNSL6z7S0zz5snWxrHn9W/rH38svbxUN2TobongzXVPY8qO+7fbrtzo/nqZdD6+/jMSQC9VcePVB0/IgFgCf1W7NwO2Xe3bQdK74lNBSc2FZzMLzyzuej81pLzW0tOF245un7j3pzc0tT0gpi41SFhWX4Bm2KiN8bG5MfHFSTE5ycmbkpI2BgfvyEOkn9zxe1HqUEhcd6+QXYOLgKhJY3BVCYzlcksZSWOEpFNUmQTsUw8kqGI4JMVWQQUFQfXxylQcEg9HEITBVeCw7UIWrZC59jg5My43IzYVekxOekxOamibNAGnCzKTorKkqjBKVFZf2WBBtwrCcHKFOWkR2ZHekebsyyoKgZMTZo138KSa8bRYYLMZ2UEQRWtpI6FWn+VFHCaimQTJtfHwSXOPzIhICIzLA4A8IktxeeLt53dWnSqYNOlbcWXt2+7WLL1wraSy2U7IAAuLDy+Yd3pgk1nNhec3lJwdtuW8u3FV0q2XM5ffzgu9lBo6NkoUUV8wtmI8GMhQYeDAnb5+uwOCt4ZErbVz397aOiFvLyqHWWVu3ZV7tn9+NDB2zt3XiwsPLl27ZHslbuTUreERq719pfKDHDO8HdK9rKNc7VI9LDO8HfKDnLNCnRJ8rQBK9HDOt7NMsbZTORoEuZgai/gCOg0ipq6siIBh8SiEFgFOEYehlJAYBFIHAKJhXhPLICgFeAYBExOVloBLg/oR05WWnqFlIy0lJysNARD4g+McrLSMHlZmLws9OERkktkxUtaVl5GDiYrVnq/4y4MLgOHfV8weWl5uRXQ+msGXs6BP+Dun28CoAU25h+gV6IGA5IHACwZJ/4TPUIADKBX0l0ETM7LuXf5tgR6l8Mw+CF/VB9BQ8IgKfqvABgcxvLnBZD4BzCWADA4fslNiRdaIgUDQgbcC1KgJdPCf/igxV//IgRrOQADDyoCDp0ZkVshraelLeAbbtq06ez5c5WPHpZfr1hdsN4r2C86MTY7LysmLio8InjTxrX5G1a72ZunhXv9bXHo8+SLT1MveutvDbdWTfXUjHY8ejXWvDTd/n62c2mm491M26vplumRuqGeBzOj9QuTzxanmmfHGmZG66dH6kb6HvW232lvutrbfmds4PFw78O+jrvjg08Wp5rnxhvnR+veTD2bG3v2YbH3y9uhd/MDUyNdPq7WhmyqtZnAylzIouuLx3uxJCJWEY+GAplVVbh8noWVJZvL0dXXU9fUQGMxIP4KWBMRKCQY0lshI00mk6OiotatWxcaGmptbU2n0zU1NYlE4nIABnZocE0UzwADuRI0IeEUCRgcVjxRjCCSsBiMvLWFoYeblZeblbOtkYuVINjNLtTbydPB3MHS0NPdWhThb2trLA+TQiDlAABjsVjorwoJjVdJ/u7+QwAmkQgkEkH5jxlgwMCqqqpKSmQVFTVVVXVVVXUVFTUVFTVIeiKrgrIrWWkogQqDRurr6QiNeOZmQitLE0sLYzMzPgBgoZBtbMwyNmaZmvLAAmwsufevNGExALO4PAaXx+DxmTw+k8tjcLh0gRHHUMA2FLAFRhxjE+gTv5m5kamZEdVAX0WZDFKaSQQiiMKCrM54AliS+Kvvk8B/MQMMHO6SGiS8IpaAxxEJkMUaOq0jHv0Fv8CgU37iYWA5GVnAuqAbDLz/xS3F8sA1LS9OOwC0TFZS1lTXoOjpS9KwGDQ6m8miUSmSBbW1ijskJR+hAAZLGFjsf/7eAyzhXiACm5kKlqOvjbWZrY25na2Fg721s5ODm6ujp4ezn6drgI9zmL97ZLC7t7PFyQNbPy8MzQw2z71sXoSGXaEkuame6q/zXfNDz+aHWj4vDL0Z7z9cVlywemV2cqKNibC38/m3f/69uuqerY1FRnrSjeuXTxw/6uLsGBUZnpyU4ORoHxsjunP75rdv/zh0cL+5mYmxUAClPelqq6upUPR1TU2EAX7+IUHBURGvFbxLAAAgAElEQVSRcTGxifEJifEJSQmJSQmJKUnJGWnpGWnpgI2zMjJTk1NiY0Ti6WKmo4NNWGhgcJBfUKBvZFhgSKAPkH/Dg3wiQ/xEIT6RQV7hAR5h/u4hAa4gBCsqzFvigo6N8o+O8E1NDM9Oj8lIiUpLikhPjgQbqTEhabGhuanRm1Ylbc5L2bYh7cTu/LuX9g+1Vb0bb/4y2/F+4tnSWMPiYPX0i/szffcneu7MDT/6MNf8y7uuX990f5ptfTVUO9P7eKG/rmxdwu0TOyr2b71+ePu9U3uPFq4+uSXv+q4NN3auO5AbW5wWcWBT9tZVKXtLNjnbmLFoFCaTzuYb8k1MmAKhHpOtSaNr02naujpqaip4IgFKmEdi5BFoeQWMHByNUSQroAiyMgqyMgoKsggcEktCKcpKSenp6fCEXB8/76CwUFNLKxVNHSSGIA1DYvEqeGU1oooGlqisgFGEYzBoAoEAzQQoY7GKMJiCjIwcHI5QUiJTqXSBQGhmZmFmZmFlZePo6Ozu7glmgG1t7e3sHHR19clkVTJZlU5nWlvb2tk5eHp6u7i46esbaGho6erqU6l0Op2pq6tP0afr6FK19Rg6+kxdKpPCYNPYPLohH5r35XPpHAadacBi0/jQ9C9dwKEJODQhh2ZmyLI24duaCWxMeVbGHAsjlrmAbi6ge7ta+nvaOljxbc1Zfh5WUUGuEf52/S33/+vdy1fDTeNdj2b6ngy23B7vvD/XD6HpwLNrU9335vsfvmyuGHx2ebT1aveT04u9D2Y67k89vzvf/WDpZe3nsaZPY/UfR+u+Tjb9PN3801Tjx9GaDyNPP47WAAV4ru/BbG/VfP/DhYFHMz2V4x23J7vuLgw8mut7sDhY/Wb46bvR2rcjNfP9Dye77o+KI7gmuu5Pvaia7Xs0P/D41VDNu7HG9xPPvsw+//VV98eplumehzO9jz9Mti6NN092Vi4NPX0z8PAfb3q+fR75ae7Fmf2bM2P91mSK4kI9t6zNTBcFRfu7xfg4ZUUFbEoTvRls//b1VcfdS7khbo5U5Rhb/vF1yTfL1p5am3AoO/Lylqwbpauvlebd3Vf49GRZ04WDnVeOVR8saLuwc6Tq9OKz6x97q38ee/ZlsmVpvPmnVwOFaxJtTZkWJiyKtjqTqq+tqaWmokokQsEWaCwGJT6HqohGoRXgCDlpeSkpdTyOokpWxyB1CDihgZ6PrVVSiG+WyC81zD3axzbAwdjVlGnLpVgwtIVUTUcTrq0Jj6KppKFKwBPQMAVZDAEtB5NGwuQVkWg8WhGHxKKR3xMrEApYFBKa3FFSJKkpk/U0tDgUA1MO29pIYMpjWwh45ly2nbHRtZPH7p49vTU7a1Ny0uaUpB052XvXrj5VXHT10F4w4lt17mT5vp2HN2/MT4kH9Bvv7Zbo67E6JiInMiRXFLYuXpSfEr8lI7koM2VLRvLm9KRdq3Iu79pZf7l8uLZmaaDvw8uBxe7Oxe7OniePbhw9FGhn5WZseHxb0ZXD+/cXbLh58mjDnavddY9aqu8OdjRGBXopExAMipYyEQ0pwHoaevpa+hQoxEECwH8VggUAmE3TN+azXe0sEkWhq7NSspJjgQKcGhEKADghOCAlLDgtIlQCwICBJW5nYIfOigzPjAhbLv8CAAa2ZwkYpwQHSoZ+Y318lgMwmP4Nc3EJcXIKcnDwtbZ2NzV1NDKy5QlMaEyGmqYGRpEAU4CmfxFIZTQGjP7ixfQLroniKCwiHAGkXQkAgwSsP0//fn8AEgkUYCD/KsHhSvLyJDk5rBQEwB5mJrdPn6y6ePbBpXMPy8/X3bjScPXqs2vX2+/c7XsE0e9Ec/NEc/NoY+No87PpjvY3gwNfJid+nZv9dW7269Tk58nRxe5OAMAzz5tnnjdPtz2baG4Azue+xw/6Hj/of/Kw/8nDnkeVz+/ebLpeUX/pPBj9rT594sGJo5XHDt8/ekjif765f8/1vbuu7i67XFZ6vqToTFHh6cItJzYVHF2/8fDa9YfXrj+6fuOJTQWnCjaf3bL1ZH7hoTXrdmZmb01MLoyNh1ZcQml6Wol4FaelQsJv3PdJ4MyQsLTA4ES/gBhP7zAnFy8zC2sGS6ClQyeQmCRljpISm0RgEbAsHIqNR3IICB4JxSIi6IowqqK8AV6BQlDQwyloYlFEOFFfhWFl6BDsEZkUkQEYOCUqKz0uNy12VWpMDjQhHJ0NVrIoOzUSqgKW+J8ltcAAgDOiVmZFr0qPzM6Oyc0U5UT7xVlxLVladI4O05xtAhRgAxVddSyZjCSqYZRV0URlhKI2kWzK4gW5eSVHRCcGRScHi7IjEvJTMveszT9ZVHJua8mZoi2nC/PLS0uulG0Xu6BLoCCx7aWnCgqOrltzSuyOPlNUeL4EAuDLWwsrNq47l5Z2PCrqbJToclz8uciIE2Ehx0KD9wb47w+P2h4Yutnbb1eEqHz9hlvF264Xl9wqK7u7d0/VwUPVR49VHTxUUbLt4Mq8LVGxq/2CpLJCvVZF+qwM90kNcE7wdkj2c8wI9sgO80wPck8LdEn2c473shW5WoU7mgTbCv1shDQNNU0yGToFLTZqYtB4JEpRXuE7A6MxeCxWEY1GK8DgcrLSMtJS8nIyUMevWAGUl5ORXgFFCMnJSgP6lZVZISuzQk5WWk5WWlacjATRJkTDMjJy0jJy0tKyUFyStLQUBLow6LvgMBkxMEMALCcr3r8c+/7YBigrEXIlmU9/3P/vv0qAUJJWDUpTJYlTkvBkAKISVIbBYCAiC5CtpNZIwsDLiXf59vK5X4nhWZKA9Z8D8A/oDrgXcpvLyXxf4jMFy5+g+CWAhqjFx64AjllybH9gOcT7/1MNEgqBButfSRiLxoHP/ZAIDAVCQfovTF6WxaT7+/ls2VL45t3rtvbW/KKCuNQ4r0CvrNVZETHhGVmpuWuyI6NCE+JFOVmpIb6u6RHeP8/2j7Q9aq68cGr3hvq7p16PPHs93jI/3PhqrHlxrHluuHF6uGFuDILY6ZG6maHauZH6uZH62eG6xfGmpdnnb6dbZ0brl2afv3xRNdB1f6Tv0VDPg7nxxjezbSN9j17PtE4M1r6aapsdb3k71/tquufb75+y0qKZVE0LU76NpZDNoJCV8QQ8moBH4xRRWCxaXVMDLF19PbKqCgaHJauqoDBoMPorD4cpIBEYHFYBiZBaIWVkZLRnz574+Hg/Pz+BQKCqqqqhoQGyrxQVFSXoS/jjAkp6wFQq4f/Q9hZQceTrFi8RoN3doJVunMbd3d3d3S0JwS3EE5KJK3EXCBZCBIIEJ0BwSYjLyJ0zZ+bcvFddSd/czMxZ5761Xq3/qimKptMw0Kt+tfe3N56IwxHQGBwChcTgsDAEFItDkik4bW2VsGCvsGAvZ3uz6CBvb0cLD3uLIG9nLzfb1KRIT097OzszWTkZKGw9EgUFyn8k/PtlWvsrAf/nAEwiEaQALI3BAvtOwNxXgH4pNBqNwWQqYNEYUAUFtFYkHCIvSyYRNDVUrK3MLMyNQAYGpEgDTUNDLWNjbWNjbSMjMRCOZagFSsSAaKkHDLICgvB3e211sNUWzI4Wa0keoA082AjQe7W0ddSlAGxsomdsoq+mqsyg0UH5VwrAJGBkAwP+kL8jYcLfADCFTJQ2IWExKJB+SUQ8Bo2EyMuulVkDci/ItFAoFEiEhgF3+cA3Gsn7BjC9D056g39Q4E03GAQKg8GQcASJQATag/lcIAKay+ZxAL0XOOCywUsokVAAuqBBDFYWAXqCmio4Iawi1tIQawHNUmD70XeTwFLPs5mpgZW5kY2lia2VKdB+ZGXuZGft5mTv5ero5+4Y6OUU6uMc7u8S6G597vD2dwtDErF36MNC37u57tmBprezXb9/mFgav/98qucfbxfmx/sL05LiQoLZFKqaklJcBNBnZmig4+7mlJoS3/XoXnt7682b16OjIwMD/bdtqxsc6P/8+V+vX63GxUYb6OtWVZbXVFeGh4WIhAIaiWhmauzv6+fl4enu6ubt6RUSFBwbHZMYn5AQFx8dGRUTFQ3uU5KSszIyU5KSI8JDtcXq5maGgQE+YaEB7m5OAf5ecdFhwQHegT5uQPxVgFdYoHdooEeQn2uAp6OPh72/t5M0CDokAOg9Akg4wC3Yxyk2zCclLigpJiApJiA9MTgnLSIvLXJzTsKGtKgNaRFleQm1m1J2VWQ31FfeOb9vdqB5fvDOwlDz62edPy09Xhxq7Gs5+rj58GjXmdmRG28XH/yy2vvLav+PK70/LvX9tDSwOt65fWPS+T2VLaf3X6yv2ZqXvLMgbVtWfH1B0qOGffs3ptZlxNblJqWF+qaEB9pbGKkK+WqqymIdbW19A1UtHbZIhSUQspVFClwOnUnDEfAwFFIejpCDIeUhwFqzVl5GRpZCZkLlEWtk1gOtCXIwCoG4dv06JTWRvbOTrrEhicEgUBlUFgeJIxFpLDyFgSVRsSQqnkrFUShwLHo9DIJCYwFfNJ6CxZGA7AAUjoCnUGkMsZaeWFtXX9/QxNTcysrG0srG3NzSxMQsMzPby8vHyMhEXV3TzMzC2dnVysrG1dVdR0cPhyPweAIloTKXJ1BV02AwFSgMBSqDTVPgMthKLK4SWyDiikR8FRWBqrKmnlhVS0VJyGUr0nlsmqqIo6Mh0herGuuof7NUzQ00bUx1HSwNHa0M3O1MPRxM3eyMvZxMg7xsI/ycIn3tn9y9+ONy/+yTxrFHV2b6bw/cbXjWe/31s87F4aaZ/hvPx+68mmybH7gx239laeDmbM+VlyMtT++dG+84+3Kk5dP0g5cjLS+GGz/NdP44e//n+Ycfp++tjtxeGbz1YvgWgMpPbqw+bXk50fpu5t6HufsvJ1oXBm8ujzS+ne74ebn7l5XHPy4+evPs7tLw7bkn1xeHbr0Yb3431/lyqm1h+NZU7+WJ7svPeq8tDjetTrS/m324PNoyP9i4Mta6OgHI1Ctj7a8n7/220vNiuHGu9/rCwJ1PCwPVG5JyE4MTwnziQrxTogLNdFQ4RCQHjyhKj8uNCUrwcbx+YNvPk/2fXz4buHJsf0HchkCHEEOBKU3ejosxpcmbM6BuKhRPTQU7PsGchbbh4jxUKL5a9Egz5Rwf8y1pAed3bhhsaQA6maYeu1jrWBiomRtocphUFo2MQyEVWAwsFkumkmgMOoGEh8OhEHlZBByKR6NQMHk8Ck7BILFQOTxUHiO3Hicvi14vg4fKsAgwTS7dUENgpiUy1lQ211G3NdKzMtI31hPTyQQqhUAiEZBoBJlBQaDgGBSaBHicCAgYEg5FYCRz7FgMEQZFya2HrpFZK7tmLRaOZNPp2soqprra6iK+vZWZgbqqha72hcMHRh7c27FxQ0Zw0Ma46IqUpC1ZGQfLSi7t333r2MH2c6cGmm/1N924d/HM5R/2gI1He4s3bM3P2l9WtGtT/raC7JrstOqctLq8zJ1F+fUlG/eXFV0/fODRtcvj99oX+3veTz19OzG2PNC3PNB3fFuts4GOq5Hezs0bzu/bfWrXtqqsTBcjvQBHm5z4yCunjhzctUXEYTDIWCUeUyTkcrhMDp8FAjCfD9R6C5WABmBwL61BAurcJTVI6iK+SFJxbGao625vEx8RlJeWnJ0UmxwRkhAaGOvvA84AR/l4xgf4Jgb5p4QGgQvUgZOCA0DclSLudwegDgwaoRP9feN9vWO9PaM93UEAjvX0ivLwiHR1C3NxkQZfgcnPfjY2XhYWzoaG1lpaxioqZpqaQPAVGodfL49ZLwcowBKrs7T6CAuB4iBQHBRGhCOAk1A4YGOGfL8HaoHh8D/vyXA4GQHUIFFgUDIUSoIAVl6irCx+/RrsWpmavJyWc2dazzfcPnm088qF9gtn7hw/2tFwuufqtbG2lpmHD+e6Hs48fDjV2TH18MF8b/fq6MiHmcmfF+Z/WZoDAXh5oGept0vqgp55eG/6QcdUZ/tER+toa9Ng083BppvDd27137r26NK5uw0n2o4faT12uOXooTuHD4AADNqeL+/YBmY+n9uy5UxNzanKymOlpYeKin7YsGF/YeG+goL6/Pz6/Pz9hYUHNm48uGlTfX7h7py8utT0spi4ovDIkqiY2uTUndm51alplampFSkpZUlJm+PiCiMjc0JCMgMD4zy8ol3dI5xcgm3tvU3N7TTFeoocZQJJnUjRIJM1KRQNIkENi1JBw9UwMA0cQohcr4qFqJMQakS4EgbCga9TgK9VQECYCBJFnqyAVTRRNw1xC02JSEuPzkyJzEyNzUmJ+cLA8RFfGDghPCMhOFVCv+ngPjkkPSU0C+RecAYYjMjKiMzJiMyJ9o2z1rXS5KqpMJW1BZrafLEmV03EEDDQVDqKwsTQJCIwRYMjcrdyjA0ITw2Nj/eNTAmIzotKrczIr99ccby67mRNLZD2XFLcUFt1vq4WUIDB2uSa6oObNx7YWHi8rOR0TWVDbdW5uuqLW2svVZVf2Fx0NjPzaFTUicioMzGxJ8PCj4eEHg0J3evnv9U3oMjFPdfecUtoxPni0qs1decqqi7Xbb1Yt/3Kzt1Xdu4+UVGzMzu/PC65JDqhLDZJJsLdIdrLKdbHNcrTMczVLtzNLtbHNSXYOznIOysyMDXEN9TFxs/WzM/W1EFfU5PLpBKwRDwBXJISFwIKhYHCEAQCiUAg4XAEOBwOYicMBsNgMGg0GgKBfDvlu24dYIoGzc//+V5yHQkanqX79f9e/pVC4LcBUdJK3r87kBQLQ2Rl5cH1Z6swyJCgNCrVY6UCsvQMiMrS7lwQj8EUZQRC0o0MgcjLyyORaJByQdEYxE4wHEvqoJYGQUvMaZILayhUSrzg6/lLoAfuFKyTkV8vI79ORiKYrwOkJ2ADaqaAJQcHCFweAYPAYRAkDIKEyCOgECQMioLD0MCCI+EwNPgCgF5ZJBoIFkYD06qSHCwoDCqLRkHxOBQWgwLnPxEwpCTEmLBuzXpgAhOFkJdbi0bB6DSik6NNfELUgYN7L1w+09LemJOf4e7lHBoRmJ6VHBYemJwSl5oS7+ho6e3lGhrknRgX7uVsmRbl82Lq8W9vp07tKz+4veD5VOdI15XHdxt6752dH297Pn1/8em9588evpjuXpp4sDL14PlUx+pUx/OpjpXJu0tP22aHm0a7r/Z0nOluPbXwtL3t+qHOxuNvF/s+Ph98u/Jk6dmD2YnO5ZmeldnehenHK/P971YnVpcnZiaf6GoJdMUiXbFIU1OoqEjBYCA4HIxCxQMlQFQKuEgUoKMILymKXS8ny2AxYQi4zBoZEoUM0i9fSVBZWZmdnR0UFGRlZaWqqspgMEgkEplMljqfAd1Foq+SSCQ8Hk+lUsEDnKSeF4/HYzAYsLYXg8EQCDg5ufUikVJIsL+3l5u7s4Ofp7Ofu72ni52ni52Xu4O3h6Onp6OnhzOJiFm7RgYKkwWuNiS3IoAc6a8N2+BvLxKJBHuAQZ8z8a828NWCCVgg/VIkmzQKC/xQupcWO4HfF5lMJBLxOBxGIODp6Gra2FrYO1iZmRvp6mkaGGpbWBobGepYWZrY2lhYmBuZmRqamxmaGOtLTLyAa9rIUNfQQFtfTyzRM7UM9LUNtDX1xRq6mmp6Wup6Yg19bU09sYaOppqBDjD+qqOtoS0GClSkS0tTnUQgshhMoUCJgMPjMFg6lQaWA3+5ywDW/0oFYYmu+20PMKj6kkkEHBYN3uvBYdFgOTAWg4LDoQgkMDYBVhCDoxnrZNciEJLQPkmOPRwBBFHD4Gh5CAywoiMRkkQDIOkA+EMEJGBZIJMXBkEgYIDNnohnMClstoKAz2Ux6UBvDEuBpwiQ8P+gryQKWzIRLVQFkrEB6UxdQ6SrowH2S2mL1UAXtIGupr6OhoWpgamRromhjoWpga2Fib2VmaONhautla+rs6+zk6+zk5+zo5+zva+TTaCLdYiHTWyAQ2/7pZ9Wht/Ndb+YuPdhvutf70aXRpo/LPe9XOibGGj/7ePi26WpmuINLlbWxmLd6s3ly7OLQT5++to6Af6+oSEBVtamAYHePxzcn5OXu6d+7+j42D//+P3z589ZWVnnz593dnLwcHfds2P7+YbTn//792uXzlsYG4QE+JqbmQT4+wYG+Nnb2Tg7OYQEB4aFBvv5ekdFhkdFhkdHRURHRUSEhwYG+Lm7uTg62Glrqrg6WXt7OPt5u3i5O0WG+TvYmgX5ewT4ugX6uQf5ewT5ewQHeAYHAFPBnm62Pp4OAb4uESHe0eF+4UE+QX6ukUFeSZFB8WG+ydEBieHeCeEembG+GbHeadHu+SkBeyuzju8oathbdnTbxoO1uef2lz9uOrU03P5xoWeuv3Guv/Gnxb7fVgdfTXQAIVgz9xdGbi+P33k90/lpsfun5d6flnt/eT7wz1fjc30tFZlRB6oK6kvzdm/KrMtJKU2K2hwblhvqfePgzq3ZKZtiw8szkqI9XX3tbexMjMRqymJ1NW0tsbaOnqqmNleowhaIeMrKbCU+mUlFEXAgAAN1CbIwKAQJQC8M0NDWAhardaDdY80aIK9eTU/b0t6WoyLEUEkEJoPIYmKoFJICC8+gY6gUNIWMphDRFCKKTEARCBgCGUugEkl0AplBJNFxRBoOT0HjSXgClUhlaGjqGJlZ6ukbmlhY2tjaa+vopaRmlpRWpqVm2do4mptauLt6uDq7WZhZ4nAEGo3B4QJVxhyhkMHh4Bl0JImIJJK5KmpYKgNDobG4AhUtLe9A/+yCHHVNFWUVvoCvqMRjKispqiuzNVW5mqpcLVWBWA0gYT0tFSNtNXsLI0cLQ0NNkaOFvouVobOlvqO5rpetSaiHfbSvS5SX7VDHxcnHV18+vftm+v7qePuHuYe/vuj/OP9o7snN6d5rc09uvhhvfTV5d2W0aWHw9tJw08jdhoX+m6+ftq+OtqwMNb0ab/swff/HuUfPh+9MPbo03X3l5Vjzp9mHvy4//jB9f+bx5f963vNx/sG7mXvvZu69nmoHY6Ulz3bz1WTb66n2hcGbz3ouzz25DsZNr060v525L5kQbp3pvzH5+Mrog/ODHQ2jD86P3D833Hl2pv/Gy8m7cwO3Ru6fn+i69PPCo89vhn5Z7Pk03zf+8FZWjH9GdHBcsG9MoK86j4OWXcejEjlkfKSP28aU2LQQrwg7w2Q3s6o4/8vbNw1eOzrZfHbg8uGOo9uObEreHOqS5GgQYqwcZq4mxq8JMhaZshAOIrIuab0mZo0QLsOHyxhxieEuZts3Z148stvT3tRQU2RlrKtAI+FQcK4Cg0aVVL4r0slUEgwhD4HJQmGycIQ8noBGoWEEIgagWSIWg4Zj0HAKGc9VYGipqIhVVXVV1XTU1fXVNQy1dc0Nja3MzC1NLLQ0xCyGguSWLgGDJaLQeAQSSCgE7U5YNHDHHHg3haOwaBwYUY6AwQHLzLr1KBhcgc5QVxZ9KRTQE9uYGJbkZz19/GiwvbUwNiY/KrwoITYnJGhjdOSJ2srmE0funjnZffXicPPtoTu3Hlw533rmRNvZk7eOHTxXv+P8vp1H6yr3V2zeWphdmZO6Y1Pe8R01Vw7VXz9+4FHj1fmhnl9fLr6ZGZ/qfTQ/1Hf/5pXSrFR/B1sXU6PN6SnHd23fUpBXX1V+6eDB2sLCuo0bzx86ePbwQScLMxxMnkUlUil4NofJUqSzuEwuX1Eg5AqV+SIVgbJkCZW4yiK+urIS6HwG9kK+ioAr4rGN9bTtzEzszU393FzS42Nyk5MSw0OTwoNTI4KSwwLiAr0jfdwifdxi/D0Tgn1j/D3jg3ySQv2TQv0TAn1iA7zi/IF8LAniBiQF/MX6tvEIdD4D5mcP92h3txh3tyg310gX53Bnp3BnpzAnx0Bbm0BbG39ba29LcxcjA1ttLVN1FUORSIXJVMATCRAYTg5ChiPpaCwFgQKlYLw8FIjCgiNIMMAODZ4EJFyIPLgnQ6EUGFTS8QtnoFB0JIKGQFDhMApQ/AujIRB0JIIIgyiQsCQ4FLFGhoFCKuLQ+PVr0DIypPVrNVmMW8ePtZ49c/XQwfZzZ9vPnX149VJ7w6muKxdGW5tnHt6b63o43dU59bBz6mHHYn/P8kDPy/HhH+enfn+58vvLpZ8WZl5PDC/2d68M9q6OPFkdefL8Sc/C44fP7t8F6LelcbSlcbztDrCaG5/cutZ98Vxnw0kg8urwweZDB5oO7L+1b9/1PXuu7d59bffuS1u3AY1H1VsaKmtOV1SfLKs8Vlx2eFPRibKSQ5sK9+Zm78xM35mZvicnqz4/d39h/u6cHKD7NztrR3bWzhzgYGt6ZnVqWmlC8sbY+NzwyOzQ8OzQ8Mzg0BS/gAQvnwgHhwQPjwQPjwALCzt1dWMuV4fBUCcR1Al4dQJeDY9Tx6HVcWgNPEaT8GVp4NHqOJQ6DqWCQypjESIMXIRGKSGwSkgSQxZJWQfTURSFufulRyXHBsekxWUmRKQmRKSnx+elx+UD6BuelRFTkBySmRqcmRqc/d0+JSgjJSgjNTgzLSQrPSwzMyI7KzInKzLb3zHATNNUmaEiogvVFNSFNCUukcMlcgQUPh1JI8jhVVkq/o5+SSGJ8YFxSUHx2WHpOaGpRXF52/PKD5VuPVxee6is8mhF5cma6pNA9lXV2bqas3U1p2sqj5WXHNy88VDZ5qOVJaeqy09XlzdUlZ+rLL9UUXajouJifuGZ5NSTMfFn4uLPx8SfCok47Bu4zzew3N17g6tHiV9AfWraudKKK1u2X6rddq52+/mtu05Wbz1QUrWzsLQ2Z2NZal5hTGpWWLyMu6WZj71lkIsj0LLt7RHh7Rrm4Rrq4RTo7BDm6Rzi5uxtZ+FiZmxnqK0n5LPJRCYV0HrodDpTstFoNCKRiMFgANFD0pED0h0CgcDhcBQKBfyU1I67TrL9GwCWPrATRVUAACAASURBVPK7Awm2/Z933z4J+MV/x73S838G4O/cwlIAlrKulH6/hVJw5ha0FkMlm9RC/C0A/5l+QQ1WSsIgfEqFWVCRlr4k6WTvX/5oAABeDwAwRFYGsn6NnCwIwBAAgOXg4AKIFwBggH4lACyxrkPRcBjmCwPD0DAoChSlARsUwMCAk1bySiBoFBSFhCARQOAZkHwGR6GROCyaQMRTJLloqLVrZDBouKmpbkxMSHnFpotXGpparm/bWR0ZE+zkbJ2ZlZSRmRgU7J2ZmZiXlwbwm5t9fExoSmLU5o05fl72BekRqzO9N8/tPba3ZGG8Y+Tx1ZVnHVODtyae3Hg+fe/VfBdIv6szj58/e7z6rPv19MM3sw9ePru3NNYyN9Q4M3RnZujO9GDTm/nunrvnWq8dnBq483K2e37i3spM9+L0o5X5/tWlwZX5/vmpnuWFwY/v5n58v/T25Yyvt72OWGBtbaitLRKJ2GQyGgZbiyegiEQ8GHkljX0Gq49IFDKY1kamUtBYjMwaGQqNGpcQX1hYGBsb6+zsrKenx+fzaTQahUKh0+kMBgMMUgb/mmg0GplMxuPxQLsugQDqwUQiUBSMxWKBcCwcDokEXIoQCITL5fpKNlcXJ28PZ283B083ew9XOw9XB083Rw93J08PZ6ESFwGXh0LlCQQcGo0EyAqDkiAWAtxAqMZisdKYK9JfbUQi8c8MDNR9SnKwqFSqFH2/hWQqlcpgMFgsFpPJpFBIBAKOwaBxuWx1DWUDQx0TUwNjE33QpWxspGdpYSLRh41NTQwkXcEGYHC0ibG+gT5Av4YGOsZGesDS17EyNbI01DfX1zXT0zHRB5aRrthAW1NHU01HU00igap9dQJrAkgs1qaQyIosBTUVVRqFisfiaBQqKLNLzc9SEZiIByj3LxeJiAcBGIWESwEYhwVc8VhgNlt+vSxgVJGVBQY31q5fIysPOFnk5KFAhRsSBUNhYSgsFImCIOAQIL4IJvc16g9MN5AE3stCoOthcDkkCorDo0hkHJVKltKvgPNFDeZyFDlsBYESRyjiiZR5yip8kfKXA1U1JR6XpS1W09PVVBbxhEocA32xo52li6OVjaWRjaWRnaUxkHTlaO3uZOPhaO3pYO1pZxPo5hLj5x0X4Bvh7Rrq4RDt65QU4j7+6PabmZ7lkbuvnz34rxdPPi50fVrsXhi5MzfaPjfx8I9flhcm+7aUbgj0dHOytBGrauam5eZm5InVtKIjo6oqy08cP7R7z7ay8qKcvOzWjrsff/7pj8+f//vz597+Pk9Pz/DwcAqZePDA/hNHDu/atvXzf/9+9MA+NSF/Q162nljL1MQoKNA/OQlwOEeEh6YkJ6anpQQF+gf4+/r5ent7ebi6ONlYWxoa6Im11DTVhKZG2hL6Be7+uDpZ21oZ+3g6ebk7fLc8XO3cnG08XG18vRzDAr2jwwIiQ/zC/D0j/D3iQv0Sw/1ykyOLMmOLs6Mr8uMqCqJ2VaZfPFy5ONzy8um9d9OP3j57+PLpvRdjd1fHO14+vffTYt/SUMvEo6vzT5reTD34OPf4p8W+X58/+XHp8avpu6DZ9celnt/fjPzz9ejPy4P/tTyyIT4g3scu2d8l2ccl1c8tM8hnS3ZqVXpicXKMv5Wpn7WppYYKAwlR4yiqcdnKbI6OpoaRgaFYLBYoq/FEqlyhigKfzxRwSQo0HIWEIuAQSOCWClQegYChMXAsZB1Ufq0caMdZt052zZo1QIokCqmoLFLS0qRw2EQFFpmtiGcyMDQqUYFFYDHxTAaOQcfSaWgqBUkmIYlkAlWBwuQyFEVMjpCmwMeRmRAkYJmWWSNLZbAJZAaBQhfrGeobm+gamnj4+IdHxBRtLtu0sSQyItbfN8DDzVNLQ4xF4/h8JQ6Hp8jmsjhcBodDVlQAFluRo6pGYCkoi3V0zUwT0tKKykuzC3L8A32EIh5foMjn0JV4TFWhgpYaT1uDp60h0BerGukCmfyGOupiFb6GUFFXlW+irexiZWimo+xsphvm6eBuaWCqwcuMCOi4evz9TNfLifblkTuT3ZcH756e7b/xaaHrl5XeZz1XJ7svz/RdXxltXn3atjLavDTc9HysZaH/5sux1reTHS9Gmhf6by7031webFwebPxx7tHbyY4P0/d/mu96/6zzw/T9jzMPVkdblkcaF4duPR+783a64/1s56vJtpXRpqXh28sjja+n2l9PtS8N357tvwb44YduzQ/cmOm/8Wqq45fnfb+uAr8bLyfvTvddH7p3ZujemcnHV76UM423zg/eftZ7bWW0+dV4y8ux1ndTnf98OTZ073pyqFdOfOSG9GQDdTVNAd9SX09TwLfQ1Q7zdq/amJ8bExJpb5ToYpLla1sc5bUnL67xQO3iw1ufl0d/mXz8+dfVz6+ffRp7+Mf84OLDWwPXTzQd3HLn0LbmIztOVRee3VZyvGZTvKedtgIpwN60JDPJ2lDTWFPV0cpESyRgkPE0Eh4BB1gXi0chkXAcAc0Bgg6ZaDRyzToZFAqBwSEJQIU0gcmk85U4QFq5vq5QIFJVUtNQ1pRU1Onqiw2MDExNjS2MDM3VVMUMOhuHJaMxRAyWhMYQEUgsHAqURGCBenUUmBIChgWCzepgwsL6tesgcvJ4LI5BpyoJubrg7TwDnU3ZaSPdD5ZGh47U1RZER1Skp2zJypBMAuccrii59sPenuuXBxpvjLQ09ty6ev/yuQdXzrc0HL9yqP7akf3Ht1XvKy/aVVK4v6r4+I6aCwd2t5w/2dNy883c09cLExO996cGuz4szbRdPZ8Y4udsZqDN52TFRJ6u331yz87K3NykoKBYX9+sqKiUsLDLx47VFhVp8HkEBIzNpPG4CgwWlcNTYAsUuUIOX5knUOELVPhCZT7wji3kqSgLNFSEIAMDRg8hX1WJpy4SmBnq2ZubOliY+bu7psfH5iQlJoSFpIaHpIQHJob4xQZ4Rfm6R/m6xwZ4JQT7Rvt5xAV6J4b4JYb4xQV6xwZ4AQwc6J0cGPiXC0RiKQODZb/xvr4J3l7xXp5xnh6xHu7R3zCwj4W5l5mpm4mRk4GenY7YUkPNQCTQ5vP4ZDId/cX8TITCKQgUCQYM+oLDwGAgFhAHLakFxst/QV+ivBwJIk+GQiQADKMh4AwUUgLAcCocoF8JAMPpSAQDi6TjkDj5dXQMggSRhcnIkOTXE2TXktav3ZAQ13n5Utu5s5f272s/d/b+hQud5882nzjWdeXCREfrUm/X8kDPYn/3fO+j+d5HqyNPXo8PvZ8e/3lx+teVuV9X5n5enP40N7n05PHyAMDGwCO7H0x1to+3NwO255bGkebbo023hm/fGLx5rffKxQdnT989eazpwP47B39oOrC/8Yd9t/btu7F3743de27s3nOxbvv52q1nqmpPV1SfLq0+WVx5bFPZkQ2bDxbk7c/L3J2dsTs7oz4v+8CG/IObNhwq2nhw04Z9BXk7c7K3ZWbUpafVpqZUJSaXJSQWJ6ZsjE/Mj44F867SgkISvX1j3T0jHR3j3d1jXFy8jY0tBHxdOk1MIWuSiBp4jAYeA9KvlIHBk+B5NSxKDYtSxSBV0AgVNEoZgVJF4kQILBuCYCOwOjwlbzvXlMjE+NC46OC42NCkpKjM5KhsIBMrOD0hOD05JFtCv9/v/4d+Q7MzwrNAAM6OykmLyAxyCbbVt9MXGYjoygwUk4Fi8kh8AUWJjefwSHxLbau4gPjs2JyMqMzsqKzcsKz8sMzi+Pwd+ZWHSrcfLqs7XF59tKrqZE3tqdqahq01Z7bVNtRWnawqP1pWfKh40+HyzYfLNx8rLz5ZWdpQVX6+quJyZfn18vKLhRvOpGedSkhpiE9qiI4/Ghi238Nvl4dfvp1TvrtHbWTUsYKNF6vrLtZsPVuz7eyWHSdqth+q2FpfUrtzU2XdhorK3OLNaYUFybkyKoosNQ5LWygw0lCx0NW21BObijUN1ZVtjQxsDHVtDPVtjfRsjQzMdTT1VERqXDaLBlzaKigosNlsDocDRtri8XipmoTBAEITTCJiAh0sWCwcDgc5DeTef68A/yXI/X84+WddFDwjBd2/O/gOgEF2/ZZsv3NBf0u/YNqWVPsFv1a6/0sA/jvQ/a42SZoa/X8G4HUA+n6hXzkgngf8Br8FYFD1hUKQUEAB/lsAhkIB4fALP0m0RBgMgsbAkSgoUJCLgIGlO0gEFgRmSZkTlKVAs3ewys1LO3Js7+kzh46dPJBbkO7mbu8f4JGYFJWblxYfH56dnZybm1pSUuBoZ54QG7apMCsvO6WkKM/R1mj/9uLlya7azUmTT5p/XB2eG2tdnGh7u9Q9P96y8gwwOS9P3l+efPj8WdeL6Z4X093PpzqXnt6dHmyaenJ7bqRlcbxjsr+x796Fl7Pdl07veNR+bnW+d6y/aXyw+eXiwOvloTcvRl+vjC086x143NJ65/ylc4f37a4qL86JjvDnKpKNjbXFYmV1NSGXw4TDZElknKQzB4fFAwsDABAGiUaBurisvBwKgwaKgtfIUOm0wOCg8sqKhIQEb29vIyMjAKPZbCaTyWKx2Gw2j8fjcDgKCgpMJpNOp1MoFJB1QVM0Ho8nEolkMhlUgzEYDIlEgsFgOBwOgUDQaDRnZ+egoCBXFydPN0cfd0fwit/D1cHdxd7D3cnby9XSwoRBJ8NgEAwGhcEAVzBIJBwCkQMd0N/6n6UxV3/FvwCNg6/kO779MwCD+jB4X0xBQUFRURH8fikUEh6PxQOFx2gSGSdQ4hga6VrbmJtbGOnpa5maGFhamFhZmoLoa2ZqaGYKiMA21uYmxvq6OprgCLGZqSFw719fx8LYwFxf10RHbKytZaijZaQrNtTR+g6AxVoAA4Nfa6Cnz6DROYpsbS0xl80Bc6eIeMKf6RfEYJB+paVHoNUZ1HsxaCQSAQMBmIDHAk8B3OnBgHqInDwQciUru06SN79u7fp1svJyEBgUTESDwcErOrQk0g8Iuv9ufZPqtx4CkQPVYCQSTiORmVSaIoPOVWBx2ApsRZYCi8ZkUMCGSSUBW6jEESixlYQckTJHRZWnp6sJFEdpKBkaalma6ZsaaevrqOmKRU52pk52pm725p5OVv4edqF+LhGB7pEB7uE+biHujp42Jo4mOt52ppsyYu5cOLL8tOv94tDzyUejD68ujbZ9WOxeGmt5PtH+Zv7Ru+cDk6MdXfeubcpLcrI2drazigkLO3OiQV2k4e3p5+fjHxQQGODve/LUkcNH9qelJ27bsfW/Jej7+7/++H/Nz0lJCXQ61cBATyQUHD925PTxY8H+fj7uLhbGBvlZ6QU5mXZWlirKQmsri4z01OysjMSEuIT42OioiOSkhJjoyAB/X7BbS1usKVTic9hMjgJNrCGMjgj0cnfw8XRyc7YBYdjVydrdxdbTzV6KwT6eTv4+rgG+Lv4+zsH+bmFBnuEBXiG+7mG+btFB3mE+zoD8G+KWEeNzZGfxk86LS6N3l8faJx9ff/b4xsLAnXfTj/7xYugfL4Y+zHY/H21/N/1oebj16cMrI/cuzPU3vpt+9H6m68VY2+pk68p44/zQzYXhW29n7v/z9fBvr0Y+zPX+8WYqK9LT1Ug1L9q3Kiu+MjMu2t0uzsvRw0TX1UjbRMQ1UFLU4SsmhvidO3KofGMBX0HBUFfH1NRUXVODIxDxldW4QhUKW5HB51A5ChQWg0inYrB4COAlgKMQaByGKC8Lk5eF4TBEEoEsiUtEoHD49Sg0kkpFUqkwEgnLZOIVFAiKinQlJQqPR+Jw8AoKaDodSaWi6XS8ggKZwyMrKqEpCvIYKgRLobFF+mZ2/mFxyVkF6rrGODJTDo7FEKkUJluRL9Q1MLVzco1LSt2xZ9/+Hw5nZOa6OHvo6RrxuQIGjUmnAokAdAaLqyTkKQtZSjyWEo+joqymq29u75iWn5eYlZmcmVlcWW7v4oAnYrg8BQ6XyefQhXyWmkhRS40nVueK1fkiHgsM5FcVKuhpKNmZ6ztZGtmb6Rqo870czLxsTQzV2C5m2vXVGya62t7NDiwONi8M3n4x3goy8NTjK7P9N54+ujjbf2Om7/ps/42l4ablkTvg/sV46+upjrfTna+nOpZH7oCPme69NvX4CtDePP/ojzfD/3o78n72weupjo/zjz7MPQSxdnmk8d3MvR8XH32Yu/96qv3VZNtk98Xp3iuz/dfApqX5gRsLgzfnnlyf7ru+NHJndaL9xdO2lbGWlbGWxeGm2Sc3Rx+cn31yc6b/xrPea8ujzS+etgEPe9r2drL9xUjzp/nu316OtV48nBDknpccm5UYYyLWsjU1jgz093JycDQ3NdPVLEhPunS0/uTW0vPbSm/9sLX74rGnLVeGb59vPrLrZNWGC9vLTlZtOFtX3HJ0d9/VU9MdN5e6Wj6/mf+8On19/5aqlPDH1099mOh7Nd67v3Kjt5WBt42psZbQVKzuZG1qrq+jzGczKEQMAopGIUgkApPOoFBIKARSXl4Wg0IzmXQKiUyhkIC3Vo4ikFagpqKmogoUm/NFqkoq6iI1DWV1DWVJqbO6tlhTV1tLTyhQoVKYWAwRgyZIQsiJSBQOAUNKARgYG4EAwyPgGQwKjUIgwegEoD8CjsAAN9eRAr6iiaGOhrIgLTbi3o2r7+dn+pqbthfmlaYkliTElSbGF8dHb8lKO7W9tvHE4UeXzw803uhrvN51/dKDK+ebTh65dGDPlUP1oAh8dFvV5cP1d84e77hyduxB2/vZp6+nx94tTH5amn7a03lgS2WEp4u9gbaVtvrGlMTju7Y37NlVX166r6KiNj8/Nzo6JyamMDn59L593vb2JBSCw6TxFJkCPpulCNwR4Ao5PBGXr8xTEgFLIOQqCQH5V00EALCGilBNJFBR4qkq8dSEfH2xhrWZsaOluZOVRaCne3p8bHZiQnxocGp4SFKof1ygd7SfR7SfB0i5cYHeMf6ecYHe8UE+8UE+/wkAg1QsxWCw9yje1zfRxzvB2yvO0yPG3S3CxTnMyTHEwT7Y3s7LwgykXwc9HRtdsZmGqr6Qr8lhM1AoMhwplXy/gi6g/UqPv4FhKKj9/hmAQfqlIb4AMA0B0C8diWDiUFQUDCu3loVHE+TWwWRkyBBgANhaS+P+tSstZxqaT5+6ffxY29kzDy5evH/hXNvpk/23rs13P3gzOvhqbPD5UB/It8+H+l6NDX54Nv5pZuLj7MSnucmfFp791/Ls6siTFwO9y33dc133v9CvBH3HWpuGmm4+uX6l5/KFrgtn75851XHiWNvRw7f310uXFICv79p9vnbr2eotpyuqT5RWHC+pPLq5/NDGkh8KNu7JydqdnbEnJxOk30ObCkH6PVS0cV9B3vaszJqU5MrEhPL4uOLYuKLY2KL4pA1xCQUxcTkRUenBoYm+/jFuHpHOrjEuLrGuriE2Ng6amvpMhgYR0H6BvUT4BSkX3H+Lweo49HcArIJEC2EIZSRWCYWjrIPg18mJucoBrr7xoXFJEclJUemJkWnJERmpUVmpEVmJIRlJwVkpQdIFqL7/S/sNzc4Iy/lKv7k50bmbkouyo7LifGO9LD31+LosJJMKobAxiopoBS6Oo8fXDbD3z4rMzI/Ly4nOzo3Ozo/I2hCZU568cWdB5YGyrYcqthypqAEBuKFuy7kddWe21Z6qrjhaVny4pPhIKSD/HqkoPlq2+Xh58amKUokCXHG1vOLq5tJLBRvOZeacSU4/GhlX7xO0w8W71sUz39GlLDjsYHbexeraK3U7zlTVnaioPVFVt7+kqr6kek9xzc7i2h3FW7YW19ZurKnaUCXDo1G5VDKHQuZSyQIGXVmRpcblaPC5alwOj0Zhk0lKTLpIgcWjUTgUMo9BA1yf3yTigBfuGAxGKiVJiRe0N+NwODgcDjKhvLw82HX0rTD73fHfse53D5N++HePlyIr+ACQfiUnJdZf0AD8V/vvABjk229nfb/lW+m/Aj4MZF0QdL/OWgJKKUit4Hnph6CKK5V2vzuQupTBIWFpsNbfAfBXvP/+v9IZYEANlgXSd76Q/zcK8H8IwBIRGAa+/q/fEWDaBG4GYzA4HA6LBWpmIfKI9evlIBCYoqKimZlJRWXJ6YYju/bU1G0ryStItrE38fZz9Q/wyMlN3VSUG58QEREREB8fHh8fXliY6eJolZwQmZkWn5edkpOZZGupV7+16FrDnssnd/7zw/RI9/WVqQfPhppezT+cG2t+NtQ0O9I2P3Z3Zrh9brRjebJrZap79PGNif7Gib7bo49vTD5pWpl69Gqud2Wmu/Xm0Yund63O9396PTHSd2dptvfNysjyXF/Pg5uN107u2VaclRIREeIRFeYdG+kXE+EfFe7HVaRyODQDfbGmhrKKsoBIwFCpZCCrGYcF0RekX9DUul5OFkfA4wj4tevXkSjk0PCwyuqqnLxcf39/GxsbdXV1kHjB20Y8Ho/L5bLZbBaLJQmUIuFwODQajUAg0Gg0BoMBpWAKhUImk0FTMZVKhUKhYFI0DoczNTUNCgpycXZ0c7bzdnPw9XL29gCOXRxt3FwdvL1cvTxdlUV8BAIGh38ZA4bDgfszYN8S+AeLw+Gk5mfy32xSfZgsmfcFKZdKpdIk27cKMHiSIdlAPKZQKJK8azQKBcxOw2AQGFyOQiWItdVt7SxtbM2NTfQszI2tLE2tLE0tzAEF2MRY39TEwNTEwMLc2NhIT5JpLJZkaBkYG+kZ6Wkb6mgZamnoqavqa6jpizVABgYwWFdsoKOlqwMU4YI6MLg31DdQZCnwOFw9HV1loQic5AXrPaTCL3jwBYklac/gJDCJiAezr4gEHJB2JSmz/haAAUc1DonDozBYBBQmC9IvYGmWNCNBYPJIJBKBAmYW5IGRBQmtAOVpkvcJOPCnBGTbfdmgMDAwGiIHgciBjmg4HArkVwNjclgaicigU1lMugKLpqhAlwKwkoAtUAKWUMRWUeEqi3gaGkoGuurGBlr6OmoGuqq2Voa+nnZuTuZuTmZuDiYudgbOtvrOtvr2ltrWxuq+jqZ5SWGn9tc9brs2P/rozfzwp5WxH5+PPe1pnBu+uzR6981M94eFnqXRtuWx9vcrfa+Wn5w8XhcT5paeHD7Q2/nqxeIPe/fEREUb6hsV5BUWF5UEBQUlJSU0nDm+cVPexk15z1dX/vvz5/cfP/z62z/++OOfLi5O/v6+7u6ubEVWcFCAqaEBFonQ0VD19XDdXluVGBsV4OOtLFIi4LG6OuKY6Mj0tJTQEOBGj4O9rZWluUT11dBQV1VXU5EsEY2MM9TTyEpPiI4IDPL3iI8JTUuOCfL3AP3PIYFeYcE+IYFeAb5uAb5uwQGe0RH+oUGegb4uAT7OgV4ugV4uYb5uMcFeOUmR6bGBOQlBB7ZvGu26+XFl4KeVJz+tPHk/07U63rE01LI63vF+puv9TNeric7no+2r4x3PR9sXBu7M9TcuDbWsjLTN9N4a7jg7+vDs0uitt7P33s7e+7jQ9durwd/fjPzXi8FXkw/z43yMhVQPUw1PU3G4s4WVOt9CnedlbuBsJM6JDnncfOPj8uwfn978+PLF1bOnAfnXUN/AyFBNSxOgXxU1RaEyjcth8HkMPkeBz2WyFQlEMkzSIY9CAOZnLJqAwxBRSBwwSEkg4fBAuhWVJyTylChKykaOLlmlFVsOHC6o3hKVmePgH2Tm6qFuasFQUUez2HAaE81iE7hCrqaBvo2LT2RSRlFlad3e0rq9heVbszaW5ZdUq2obI/B0CpOLJtBwZKaSspaymtjJ1SshJT0+IcXM3JpBV8RiiBQSlc8VKLLYTDqLxVJkc3hMtiKFxWBy2Xx1FVs314zCgoDICD0TIwyJYGBqyOGxaQwyl8ficVnA/KRAQVWooK7MVldWUBOxxOp8c2OxiYGGnlhkoqtmpC0y0BBYGKh52ps6W+q6WurGBjof2lYy9ODm6sTjpZH7S0Mtc09uLg41zg/cmui69Kzn6uJQ49yTm8/HWpaGgX7d2f4b073XZvquLwzeXhltfjnR/mK8dWW0eXGocXGocWm4aWm4CTx+NXn3n68GP38Y/3Gx+/VUx6vJu8sjd948u/tivHlltOnlROubZ3fByKs3z+5O91551nN5pu8qOBUMCsWLQ7cWhhpB4p18fGWq5+ricNPLSaAfa3G46fk4YIqe6L78cvLuj0uP30x3roy1vJ/tfDvd+c/Xwx8W+s4cqC1MjSzOS/dzc1ZSYFqbGbvYADML6gIuDYemYREuVoa1uSlnd1U9uX1xdbjrw8STlYEHQ3eu3D13JNzeFCsjo4SW1aCiVAmwKBfLnQVpDdvKu6+eWuxt671xpjozRpOGTg/2OLK1LDs2xFysbK6raq6nYW2ka2NiaKijqS7BMwoBj5G8BdHJFBaNrkBnMKk0Mp5AxOLAwgIiFkcjkVk0OotGZ1Jp4LAGX5HHZ3MEbL6QqyRSUlZV1hAKVBRZXBKRhkETpAAM/K4ChX9YvKSMHYzol9Iv+CEwPYJESYIsgHdgGFQWj0OKeIpcOiXUx/3w9rqF4YHXk0/vX75wpKZyR35uXXZmUWxkRUrCkZry83t3PLh4drDp5kDzrcc3r3ReOnvjyA8Nu7ee37fz8sG9wP5w/d3LZwbaG5/13H89NfLby8Wfl2cGOu60XTxdX1Xsa21urqkS7Ggb7ePefvH8rZPHb544dmbv7h1FRXvLyk7t2nWkru7ikSObs7IEDDoZjdRWV+HzFFlMKl/A5gnYHCU2VwhgsEDIBRcIwIDqKxKoKyupKPGEPLaKgKupIrQ0MXSwtnC2tnS2tgz29sxIiMtKiI8NDkyLCE0M8Yv284jydQeh91vcBQH4f/aBfilBQf9mga2/YPURKALHeXmC2m+4s1OIg32grY2flaWPlYWHmYmrsaGjvq6dvo61213xqAAAIABJREFUjpaxqkiTzRJQyHh5eRB0CRAYKPyCzmcSDEGEfrE94+QgX0/C/g6Av0VfGgIuBWAKEkpBQokwOfR6GSocQkNA0RIG3lNaPNzedm7P7lvHjnbfuN529kzn+fPdVy93X7389G7L6mDfx8mxN0+HQQBeGewFfc5vJ0Y+Tj/9cVZCv4szvy7NvhsffjX8ZKm3a+bhvcl7bU/vtoy33RlrbRprbRq4ff3xpfP3z5wCU69A5/Pt/fW39u29tW/vzfo9N+vrr+/Zc3XHzsvbtkvp9+jm0iNFZQc3FO/P37Q3J78+L2dvbtaenMy9uVn78nP2F+TuK8jbm5ezJzd7R2Z6bWoKSL9lcbHFsXGbYmIKomLzomKywyPTgkISfPxiPLyiXNwinV0TPT3D7e3d9PRMeDwxhQzankHnsxRxVTHIbxn4WzZWxSDBpY7BceUgXDmYCIPnoDAUWSgDiVNTVAr2CEgIi0+PzUiOSEsMS0mLzs6KzUuLzJbg7l8AcFpIFmB+Ds3ODM/NiszJjsrNic7Lic7LjcnLi83Ni81NC031tfHR5ekoohWoEApJlshCMi00zBP84wvi8/Nic0EA3hCdWxyfX51etKuw6kDZ1sOVdceqthyrrj5VW3N229YLu7ad2VZ7orLscEnR4ZLio2Wlx6rKjleXnaouP1lZerx088mSzWdLSy6Wl18pK7+wafOZnPwjicl7QiK3ePlWu3hVuHrVhEXtTss4XVZ+aeuOC1t2HC+vObC5fF9x5e6iit2bq3eVbNldtm1P1c491Xv2VO/ZVb1bhkujc+lUNoXKJOKpGCwdj+VQaSK2gom2jpZISY3H11YRiUXKQkUWl0bnsViAS1BysY76ZgMG3r56ZME5Q5DuIBAIyMMgNEIgEHA8WIqvfz74u6ngPz8SPPP/NwCDQCn9V6QgDRKvFDfBD/8NAH+9zAX+C5Ns/zkASyOgJVPB/2sGWGqBlr6S7w6++ylJPvvNLQA5OEQeAaq+ECgKWN/NAEvGgGEwBMjh4CTz1+8FuGT/ymw4YBRcMkKMQKAwGJyWlnZMTEz9vl29fY+aW6/lF6YEh3rY2hv5+DkXbszYsCmzZktxVk6ihZW+j4+Tj49TQmxIZlqsn7dTRKhPXFRgaVFOenKUh6N5WWFSw8GaX15Pvp7vW53pej3f89uHp28WH8+Pt4333ZgZbgWQeLB1aqBtcfzRwviD1/N9P715+uPq6Oz4vaHHN5+NdLx7PvKPT3PTY52LMz2ff1tdme9/2HHpbuuFE4fqdm7ZlBofmBwbmBDlFxvmExvpFx8dFBPhHx7kEx8TamNpQsCjbG0stDRVVZSFDDr1S3TzV/kXg8OiMGggIROFJJCIVDqNTKWoqqtFREVuLinOycuNjY+zs7PT09NTUlLicDhcLpcD2MiAjclkgi5oEukL/QKwhECgUCgsFisVXUkkEpFIxOPxFAoFDoeDXmgUCqWhoeHj4+PoYOdga+HqYAXaOx3tgDZXRwdrVxd7P19PA31tAgEnLy8ruUOBQiBgoEovpV8QbomS7W/4F8BvsAcYvO1F+brRaLQ/0y8QhMVggGPMWCwQhif5TYfAYBAUCgFkqEDXozFwHl/RyFjP2sbM3MIIpF8rS1NLCxMzU0NjIz2QgcG9uZmRuRkwG2xirG9spGdqqGdqoGuqq22srWWiIzbR1zEz1DOTnDTW1zHS05aOAUsZWE9HF2wY0tXW0VBTp1NpJAKRQZMoGCQyGZhxA1ztYN0lcB2GRRPwWBIRCMSVpl4B/rwvIdpAWQf4GFAExmBQBAKOQMABAjsUCOqTlVuzdp2MnPxaGFwOGPhFASIdIOpC5eFwKBh5hYABTgqgMgqJBLD6mw3845KegEq+EAEHpBgCHk2lEJgMiqICncdlCfiKQiWOSMgVidgiCf2qqfGFfJahnoaFsa6xvrqFibabk7mzvbGZgbKtuZarvX6Qt3VKrHddRdaNiz8MdN+aGev8sDLyaWX0/eLQq5m+l9O9r2b6lsYfTvU3P+1pfPakZWH03vLTB3Mjbf33LjxqPjXRf+eXjzNv30wszA4sLYy9e734+fM/P3/+18XzFzzdvSIjo7dt23Gq4fT5i+eqt5RHRIdMPBv9/Pn3n3/+8dOnD58//2thftbXx+vggf2uLk6qQiUWjcqiUe2trSqLiwuysjKTk3MzM9KSEqMiwzU11DhsBTdXZ18fL/CYx2Vz2AoctgKXA+SEgXlgIiGPq0jXF6tGhwXkZ6VEBPumJkRFhfqHBnhFhvhFBPtGhvjFRgRFhvgF+rj5ejj5ewHTv8H+boG+LoAILEmHjvD3iAn2ignyTI8NPL63avnpo19ejA7eu9jX1vBfLwd+Wx38abHn41zXh9lHb6Y6V0ZalobuPB9tffn07vPR1hdjba8mOl4+vbs0dGdhAMCnxZGb7+fv/vqy59eXPf941f/H25Hf34z88nzg8z9WRjqv7inLSgl2djJQzovxqy/Pv36sfvrJw19fL37+/ad/vH/eeu3Chsyk2IiQ6IhgZycHY2NDDS1NdbGWqpYOkAItEAI1SEoCthIfcLcL+FQ6DYFCgoERKBQGB9yBIyNROHk4ShaGhKHxCCJNBk0ycvVJLaneuL2+aOf+op37y+oPbz12pu5oQ1n94dyaHfEbSkMz8oPTcsOzCqPzinJrduRv2bVh676N2+s3bt1bWL0zp6wuc3NVQVldXHqBmp45HEejsZTIdB4az2ALVKksjiJfRKErotAEAp5CITPwWAIGhWXSWTQKHXjvIhIoDLqyprqDm0t4bHTB5s25GzdSWCw8mWRgYizW0RIqK/H4imxFOpfDBAFYRYkFMLASU12JqanKVlFi6Gjy7a0NbM101IUMfQ1egIe1o4WWvZlaTkJAx62Tzye7J3qbhzuvL43eWxxsmum7vixRU5eGm1ZGm19Pdaw+bVseubM41DjTd3384YWRzrNPH12ce3JzeeTO/MCtmb7r4Hjw0nDTi/HWlxPtIOsuDTe9eXbv00IXUM8reYaJrksvxpuXhm8vDN5cGr4Nhl3NPbm+MHjz7XTHi/HmF+PNb57dBY+XRxqBpGhJ5NXbmfvv5x5KxsJ7Psw/ev3s3svJu5KKrI7F4abXz+59Wux+N/vgzXTniwkgsPrH5f6fXoxeO71vZ9Wm4oIMSxODjOSE8uLNHk5OinQKErJeyFWg4ZFUDJQMWaOAktdh0wMdLKuyU+srikpS4yPcHey01bKjgqcf3y9MiBQrUON83RpPHem41PDwyqnV4YeLffemHrVsyUs2ErJEFIytvrqxusDORNvKUGyqo2Zjqm9tZmBhrG9rYaqtpsZlKjDJVBqBRERjFah0EZevSGNoiFSUeQIOg0UnkslYPAVHoBFIdCJQUU3CYCRnADBWoDMEHK6KQBnITiVRgQFgNBYEYAyagAbCBPHgnUccBotFA4mNGBQai8aAdXpI+BeDNA4juQOJhGMxCDlZGQIaLlRkBno4F2emPbh1/R8vVpYH+rpvXG1pOHmhfndlRnJBdFhdXuYP5ZsfX7s01nZnpP1O7+1rnZfOXj+8/8yebRd/2H3xh91Np48+unV57EHb6tPBX1ZmP85PLo/0TT3uPFO/Pc7b1dvKONDOyk5HM8LV8eKB+junT908dvTepYudly+d3rlrf3nF0S11h7dsuXT0qLO5OZtMErEVtFRFSgIOjUoUingcngKHp8DlK3L5inwlgIElEyt8kZAn4nOUBVxVIV+ZzxFyFUH518XGytXW2sXK0tXaKszHOzM+LjM+LiYoAADg4IBoX68vHUgBvrH+PjF+3vGBfvGBfnEBvvGBfglB/onBAeD6N/SbEhQEAjAo/8b5ABHQMR6e0e4eES6uIQ6OgbZ2PlZWXhYWHmZmjvr6dnp6Njo6lpLsKw22IoeAp8CgWFnZL7O+Esn3K+gCc7//JwAGvdBS5zMo/9KRCDICQoDKMlBwmIwMHQljoOBwGRlvS/MHVwH59/rhQ7ePHxu6c6fz/PkHFy8+unxxsKVpuqvz5ejA+6mxtxMjgMA73L868uTd+PC78eGPk2O/zk//6/niH6tLvy3O/jwz+W58eHWwb/Hxw+n7d6futU12tE61t0y03hm7c/vJ9SuPzjbcPX609cih5kMHmg/+0Hzwh6Yf9jXur79Vv+fm3t039+y9tnPXxbqtZ6uBud8TpRVHN5ce2rj5QOHm/fmb9mQX7MrM2Zefuzc3a1dW+s7MtF3ZmbtzsnbnZO3KzgSGfjPSt6Sm1ySnVianlCcmgQCcHxmTFRaRGhic4OMX5+UT6+kd5+EV5+GV6Onpa2pqJhCIaYD5GWRgZQww9/tvABj81LcP0MDihXAkHwITIDFCHJGHJdJgSPx6qI6SuoulY5RfREJIQmJoYmpkelpURnJYulTy/e7gfwFwRF52ZH5OVEFOdF5mRFZ2VE5BfGFRyuac6NxAhyADJUMOlktYR6TDGLY6dlmR2RuTNhUmbNiUXLQpaUNRXEFFyqatOWW7N1b+UFp7uKr2ePWW4zU1p7fUAuXbO7c2bK05XlEKmJ9Lio9XlB+rKmvYWnNhe92ZmqqjxUWHNxQe31x0trz8zObiho1Fx7Pz9icm74qI2RYSvj04oi40Yn927qGNm09WVJ2srD1eXn2gpKJ+c8UX+i2t2125Y2/N3vq6ffXbDu7bfmj/jsMyBBSGQsAzyVQqEegwRcNhOASKhMMyyVQyHkcjkDgsJo+lSCUSsHAkEgojE4HrdQQC8S3sgSZnKYyBg68g5qFQKCgUCvhuJRsIwFKe/PPB3wHw353/8zOAZ0AO/PazX8nwG/z7DxRg6TPIygLuYfBJpMIvqAxL8f7fWKC/QuP/0C/4A/xW+P3WDg1aoEHnszRTGolEg/wMwrP0X5e+APCH/O0enEUEslK+vnigqBkCk+rA/yEAS14b+L9UKgIDU98YDCA4IOAYIE9LHoHHEwUCoa6ubnR09PYdW06cPLxjZ01MXKCDk4lfgFNktO+WrcXbdlRU1RQVl+YlJIU7uVgmJ0dGRQXkZSfl5yRnpsUW5qVWlhZs31KaFBdqb6GXHuf/tLflxXTP4MMbz591LYwDtufh7ivz422jPdeWJjo/Ph+eH7s/0d8CAPDYw/mJhwtTXdOj94Z7m8aetD4b7Rx83NjWeObXT4vzUz2ttxv27CytrsgtyI0LCXQK9nfOy4hJiw+NCvYM8XUNCXCPDPGLiwxOiA6PDAsMCfClkPHmZibaYk0lvkCRpQBO4YJKL46Al7qgURg0jUEXKouMTIyjYqK3bK0rLi0JDg3x8PLU0dFRVlZms9mgK5jJZILoSJNsXzVS7LfCLIHwJXUZnAcGEVSahoXD4VAoFIfDcXBwsLO1trYwtrcycbQzd7A1s7UytbE0sbYytbUxd3dzsrWx4HLZUAl3YYF/ASnZAwozmLAFPjO4/0v/M4jfxK9jwOSvG4lEokq2rzhMAeVf6WwzgUBAoVBgpTZo6IVA5AAJGgaMuRKIGGUVgaGRjompvoW5sbmZETgGbGlhIpV/zUz/H9reA6qpdO37RqWG9Aah11R67x1CJ0BIQgu99yIgKoooHRQUxQooqNhREcQuShERRXpVQVTGNkWn6Azv2rmdHMZzzvN9z7vWu9e99trcxBAQXfntf7nMHeytXZztmS4OTo629nZWtjYWDjaWjjaWjpbm9uamdmbf0BdkgL+1Yf1dgmVkqGtkqGtspKevp0OjUKlkir6unr6unrqqmoKcvKqyirKikpKCoqK8gjxJTpYIjX/5hsGCEizwd4tBQ0XWkC1PMMgNLi0FDVNGIYQt0JA1Gg8ldWVliWg0UgomJi6xFgoDrxORlFgHkxKThonDpcURcAkkQhKNgmExCCRMCryrA+/zvikbEF8LmVeAxUIDiaBBHfK5Ql36UlgMQoaIlSMRADAABmZQIe1XT5tsqEeztzIxMaCZGTGYjmaertZMe2MPZ9NAf8fyHZlnWmpHH1379GFyZeX1ysrLH5cfzwxfnX96Y274+sTDKyN9F2cedy3P9b1//ujNTP/w/YuP7pybGOgc7m2/d/VE+6n6W5ePfng18m55fGXlw8rKzysrv3z58uPPv7xf+evr5OSkYDYsq/FoU3vH5fLKkqjYME4g63LHhT++fF5Z+bKy8ufKypcXz+ednRyAh9nJzlYWj0tJiG9paizcuDEzOXlDVlZibEwgj7O9qHDzpnzQd8V0cZIjyQiiBkgQvSbJEhXkSQryJJIskUjAUNWVFWQwxnr0pNjwUJ6fv7eruZGOv7ernxfTy9XB19MlmMMKDw4I5rCCAnxCA1ksT0c2ixnM9Y4K48SGcSOD/SN4vlFBvtFBrKa6sqmHt949G3o51j3cfWa8r+3js97x+2en+i4sDne9n7n3w+Sd+cH26f62Z4+uLDy5+nyo4/lQx8KTqwtPrr58eu3DLOSY/eVlz9vZ60vjna8nuz486/74/J6g4qj95ejNL8tjK58WVj4++7QwuvL78spvb/9Ynv30ZnZ+dGB32VZvZytvZxs+14fL9vHxdgsI8De3NCPTaQx9XW1jU3VtHSUqTU1LW5VOU6dBfbKaNKqyqgqOICAKNBaPh0b4SsPRMnLKaAJprRRKTpVi5+WfXFC6qfbw5t1HcqvqC/Y0bKs/tr5ib1Jh5YadB3Iq92WV7cks3Z1Vtie7vC67vC6rbE9SYWXytiqwUgorU7aUJW8uSdlYHJ2+KW9bZXhiNkXPHEVQJSlS5ZRoKJwCAiuLJpBgKJw0EkeSU1KQV8FhZXAYvJysvAoU9YCyHsamJn6cgJSM9PyCzeHRUUZmpiJrRHT1dfYfrLewMqUzyBgsQlFBRlmJBDLAdLIig6KkS1XSp6uYGlINdSE7tDZN0VhX3c/TJirYm+1lnR7H2Vu98X7XyfmR2y8n7i9O3F0av/t68u7swKXJvnMLw51vp++ArO/i06tzg5cmes9OP7gw0Xt2+M6Jx7daAAC/eNIx1X9+vOfMeM+ZmYG2+UeXnw21P398BQjCY/dPj90/DdgYMidP31l8enWy78zMwPmF4SuvxqA88PSDc2Dn2dClyT5oHPTLkc6l0avAAv1mAjI2v564Cej3l8UHn14OfHzW83ri5vxQ+8dnPT8v9L+ZvLXw9CqYk/TxWc+bqRuPbre8nLyz8vnF7Y6TNWUF0eFcfR2an7dHdFREMJejrqxEUVdRlMXL4hCwdSLmOnR7Qz1zBlUJjUAImMFSm852cQzydKsp2tp56oSlNt1CiwYVu/h4mtE0gl3tLx7Z/WF6+PPi1On9O93NdW31qVa6ZBMtdScLfSdLI1sTXWcbMzcHK1dHa28XRz93Vx8Xpi/T1UxXjwhHkNAYhqqaGkmOrKBIVVbRUlPX0STrapIZaupkBUVVWZI8ESdHwMri0AQ0AouUxiIRRCyGRCAK+BaLQqD/AcAoCHrBAuiLQiDBAoYbMLkAiMDQjUJpKSIBIyW+BgOXdLIyjwvh5cTHNNfV/jg/++nZ7MKjgcl7d4a6Oq42NxyvqWwo33GoZFv36ROD7W0P2i/cPXvyxsljFw/Xn9m/+3LTwa4TTY9vdCwMD7yfHfv99fPfXz+fGbjXeaKxKj87Py4iwpPpa2PmY2Ea7OpUnpt159ypYzur77ddGLl9a+Je93j3vc7mlqaq6rMHDybz+TRlJSM6zViboaGsQKNqqKgqaJJV/x2AaXRNBp2sRdWkaqhCwi9Fg66pRtNQNdRhOFhbQD9nprOHvZ2Xo0NYADsjLjY9NiY6kJsaDg0BjuGyI9m+gIGjAvyiAvwA/UZz/GO47LhAjhCAE/5LBlhIvwncb7N/Y/z9o/38onxYkd4+YR6eQa6uXGdnMO/Xy9ra2djY2djY0dDQSkfbQEOdLCsjj4DjxcWguUeSMKjs6m/PM9TzLA21Pf+vLNDCPLAQfb9doOEY8bXyCBhCRIQoKYYQEVGASTZUVdw6fers/vpHVztvtp7sb2vrOXeu9/z5WydaRm9fm+u/B9zOH6fH3k08XR59/GZk6N3ok7cjjz+MP/08N/V18dnXxWc/T48vDz9682RwcaB39t5tQL9jN66OXr0yfAUyP/edab1zrOn6kUNXD+7vPFDfuX9fR/3ezv372vfuubSn9uLumou1kPx7srTsWNF20Hp1cGNBfd7GvTkbd2fl7UpfX5WSXpOZvjM9pTotuToteVdmem125u71WbU5Wbtzc2rWZ1dnZJWnQ91XRQmJm6Oi88Iic8KjgPM5zj8gns1J5PAS2Zx4P3YYk+mmr28oL69NIBjIyhjJkXQJeADAQgYGoLta+F0NwN+uUSg9HIGBwapLS6tKIzQxODUUTlZSGicqRVfUcLd2CfMPTeLHp0amJocnJ4YkpYSkQSs449sZKsT6toACDFmgw9ZnAgaOyslP2JQTk5sTk7s5uaAwfVtWZDbXhWerY6eMVFGEKwEAzo3Ny43N25pWuCVl85b4vNL0gl15O/ZsLqkvLDtcUn60rLKprOx4ZcWJqkrI/1xe3FC0FTI/byts3F7UWFJ0vKrszK6qk5VlDYVbDm7KP1ywqXlbYfO2wpbCwpaCwsYNmxpzNx7LL2jZuKUpf/PBjQUHthYd2Fq0r2Bb3ZZt+7aV7N9esaeoYs/26rrS2n0V+/ZXH6rfdbi+tvFg3bGD+1pEcEgsEU9QlFVQkJNXkJGH5gBiiZAnEIXDQGUFeDlZkqqCipKCIvgs8DwDuyaAOtAFBVqRoEpTwSH0CQM2FhUVBTvigv5nIVX++wX44/9+/t8CMHjm1c8Ddv5b9Fe4/50FWlxcXPgkfz+DBABg4YsXUrEQgIVoCu4FgIaw1dqv8PaB4J0tVCUrLQUH/SVAagI7YBPsIOEoJPx/B8ASUpLrJMCCif9N+1ISklISkpLiEoIFeS2B6vsfFGBoABK0BBK0EOGloJcLhwlipQg0Cg9Ny4BjMGiCkpKKiYkZi8WKjAzPyExJTUuIiw9nullZWOn4BTilZ0XurC0sLMqprC48fbohKorr6Wm3aVP6zqrCcL5f7vqETfmpBflpe3btOLivMiczLj460ItpeaqpduXPd/Mjd3949mjmyY2XU/emHneMPGgb7jvfc/3Y87Hbn38Yfz52b/xh14uxnmfjPS/nHr6YfTA3fv/ZdN/H5amf380OP7x+ornuZMve8pI8frAn2885ONAzNNg7PjYwOZEfGugdEeQXF85Li49MTYiKjQgOZLN83JnBXHZUGN/IUJ9GoVqYmdModDUVdYFlGI8jfFtYPA54oZFoFBqLodJpvKDAjZs3FWzdkpaR7h/ANjQ2otFoampqQO8FWV8ikQi4ESioApMwRhgiANoviUQSmp8BrMLhcCKRKC0tDfCVRCJZWlo62Ns6O1gzHayYTtauzjZMJ1sXRxsnRxtHB2umi4Ofr5exsSECIQ2DSWKxaCwWTSDggMV6NQDjBMd/A2Cw/zf5QplkgqCaa7X8C+LBoM0LmJ+JRCJovxPc+YISrWvXigALtJj4Gmm4hJKynK4e3chYV9DzbGRjbe7kaOvkaGtna2lvB5VCgwUAmOni4OJs7+hg42hrZW9l7mBhBgDY2szY0sTQRF/HUIdhrK9jrA+Zn/X1tMACIjCYlKvFoOloQ4OCtBg00KVMpWhSyBoa6qqqKkpKivJyJBlBpTdejiQjQ8TjsGgUEg7QF8oOiItKSYqDcW6rARgIxfJysnIkGQwaCYgXAYdIFQWXQMDE4FKiCNg6NEIch5YiYKUJWAQGLoVFIvBoFAGDJmCwYOwzSiAwg3/gq88QKkMfw5AIKeg5kTA0CnoSIg5JImIU5QhqyrJkdQUGWUWHoWGkRzE1pFua6lga0e0t9FwdTFwdjPhc5tGDZcsLjz+8efrT8tO3i4PzEzdnhjtmRzrGH7U97G5+eKfl+dPOjy/6Pr7oW57reTXdPff0hiBH0Dk1dO3F+P3Be5ce3LkwPXzn7cKIAH0/rKz8+P7D858/vV5Z+fz7108ff3z718qfp8+eycnLrayuyt+0IT4xJn9zTlAo28HZqvPqpT+//rqy8uWvP39b+fOP/JwsVUU5FwdbbRqZzfIq3LypaEtB6fainRXlibEx3u5uhgZ63l4eaanJmzZuSEqMZ/v7enq4sXy8FORJBDwWiZAGfxFoFIJIwJFk8UoknMQ6ERIB7uJgHgINQrI3M2KwWUyWp6OLg7mLg7m/jwsU9w32Cw/xj4ngebvb+/s48bleMXx2dDA7jOMTzvGKCfY7UlP6ZnZo5csPr6cfzD++8dPCwx+fP5geuPhq9MaLx51LI9c/zvV8nOt5+fTa7MCl2YFLMw8uLo1c/2HyzqvRG69Gb7yduvt+5t7y5K13c7fmH5+fGji1MNK+PH1zcbRz6mHbeP/59/N9S+N354auzw1d//Ry9M+P83+9n38x0lu2JSs6xNfT0SLQzzU9OSouOjiA7RMZFeru6WZkbgyBLoNG1TPQ1NVTZWip0BlqDDo0OohGpTDoZCpFUVkJ3IoiySkgURg0XkZBVRMnp4Imqdi4+eSX1mypO5q/pym5eHfs1qr08n05uw5v2N1YePDk9iOnN+09llV1IK1sb2ppXXLx7pgtlfy8HWkVe1PL69LK61LL9qSV7E4vrsksrsnaURObUxSTVZC1pSI0LkNDy1xeVVuNaiSJImFJqkRFdaycIppAwhLkMFgikSCnqUEz1DeysrC2NLcwMjKys7Px9Wd5enuYmpsQZQkia0XEJcV8fLyyszMVFKE0O4Wsqqwgo6YsR1aVp6gpUNTlqBryOhRlfbqKDl3ZxIjiZGdkY6HD83O50dH616+vXs49XJjqfzHV+2buwdvnAwvjd0b72yb6Ly6OXf9lof/Fk47JvnNj908D0H050rU8eevp3ZNT/ednH16c7DsHrNHzjy5D8u939qWsAAAgAElEQVTDi5P956ceXACJ3PHes2M9Z6YeXJjsPz90q2XoVsuTOyee3Dkx9whKdL+fuzfeAw0TfjNx/d3M7aXRq3ODbfOPLi6NXh273zp08+jTu8cB+k70np59eOHt9C2Q/n0x3Dk/1L7w9Ory1G2g9M49urw8dfvtzN03k7eWxq5PD0Bp4eWp2++f3X/ae3Zx6s7vP85cOnNo26Z0bzdHBlXd04Pp4+MVwPYzNjLQ19NSlCOYGmn7eTFd7Wy8XZw8nRzszEysjAwcLMycrKCaQHcHO463Z2iAv7amuqudDcvVxdrY0Epf15isHBvg0dN+9s+3i3fbWu0MaB5WxkwLA3Ndsq2xlqOFIbSsjFztzT2drT2dbYNY3gEebmFsvxA/VpCPV0ZcTGZcjJOFmbaaCkVRXoMkoylP0lFX1ado6pM1tNVVGeoqNA0VsqoiVB2NR2MRMISUOFxwl13QkQkUXSwWjcNgcNCdWIHwC7RfIQkDFzRoxgJSMBKOgO4YopEYBAyLginK4mP5wdkJMevjoouyM4Zv3/xt4dmnZ7PLo8NvRp68mxp5MdQ/2HX57tmTHQ0Hb59svna8qePo4a6Wxq6Wxmsnj/ZePjfT3/16dOjj/MTH+Yml0UeD19ubd1duS0tI4vgGu9jzXRw49lYRbsyG8pLuc6cbK0oPFu8Y6rr64+zMh+mpZw8HH1+/cefsuWutraYMho6Guqm2lr4WjaymDAm8dE01dSVh7hdEf6k0qPtKi0HRoVMA94LuK22qpo2Jka8bk+PtyXJ1cbez/RcAR0dHB3JTwvjJ/OD4IG40xz/czyfM1zvCnxUV4BfLC4gK8IvwZ0WyfWO47PggbnwQFyLhwMD/tuJ5vDguNyYgIJrNjvTzi/D1DWexhLN/uc7ObAcHbxsbTysrdwsLJyMjR2MjGz1dA4qmppysPBopA4cRpb9lfYXmZyEMr8r9/ouN/4cSLKKkBBCBoeIrJAJ0YgmCwVKy0mJEqXVyCAmUiAhmrUioB/Naa8uVYw2dLU1DXR2958/eO3Oqv+38vVOt986cmu3rXnjU/3Z8+Jf5qc/PZ36a/abxLgz0vhzs/2H40Y8TI59nJz/NTHwcf/rD8KM3jx++7O+Z7749fev61M1rY10dTy61DZw93XPy+N3mozcbDl87dOCqgH4799Z11O3pqNtzubbm4q6dl2p2CQH46Laixq1Fhzdvrc+H5hvtzt6wKyOnMiWzLCmlIiWlIiWpKi1lV2b67vVZdbnrAfruycutzs4qS0vfkZRcGBe/KTo6lx+RHczPCOYncnjRLL9YP3YSl5fMC4zz9Q939/Q2MbHW1NQhErXweH0Zoh6R8M0FjUdr49FaOJRwaQt2GFD5839YWmiUPpQfJmgiECowuDoKDRiYICapgMDqqVLdrV2i2fzksITUiKTU8JTU0DTBSv/7nJ4aCq3k4NSUkLTvGThy/cb4TXkxebnRuRvjNxamFm5O3JwWkhbhHWGnbaenqOdj5ZMTlZMdkZ0VnlWQVLApLq8wMb8ye9vujaV1BcX1hSVHSiuOlVc1lUHyL6DfxpIiSPgt2ta4vahpx/bm0pLj5WUnKytOVla0lJUe3b69obDwyNatLSUlJ8vLT1dUn66oPr+z9tLuvRd27T5RWlW/edvBHaWHisv2bSvZW1R2oKzmcOWe/ZV1e8v37N954ODuxkN7mw/uazlUf6Lh4KnGI2dEENJIAcsg0UgMHksg4Ih4LAGLxhFwRCwaB4chpCRgSDiKgCPKEGSJeBlZWVlg2gQjjoDLUVISssJKSUkJI75SUlKgFku4KQRgIKUK6fH/58X/BQADcAV/EFwLVND/nQIspF/hMwB99buXDeYAA4ewUJ4Fm8LiKKF4+7f2C83/XA264C8CIQ1FJlfDMNgB74yFTyKEcCF+gxe2+iwhCVsnAVsrAZ3FJaSheb8C+pWWEIeJQ1sCLIZJSUCDNKQkkZJS/xyD9C8AhgF9Slr6G/0CAEYioWlJcGk0FkNUV9e0srIJDAzMzEzfsnVjbFyEta2RjZ2hl499WmZEeVX+1qL0mj2FBw5Vp2fGXL16dv36BFdXq5iYwOhITnxsUGJ8SHZmbEJMUElRXun2DS4OpunJEZnJ4bc7Ti6M9z66e/FRd9v55l1nj1Z3nd/fcXbPrfZDV07XTT7q+rQ8Nj9yd/RB58J474vJvhfTAy/nh8af3LlyofHAnu2l27LTU/hBXNfk+JDkxNBwvm9ifHA43y+I55mUFBbgz4wIZYfxWKEcVnigf3hwAD8wIJDty/XziYuKTEmID+TyFOUVXJyYWnRtFSVVAgEqagYADHTg1QCMwqB9/f1KykpT09M4PK67pweVTtPU1FRRUVFQUJCXlwfeYBkZGXl5eaGjGI/Hg39KGAwGaL9ATQWl0EIwlpSUlJOTg8GgpjGAoAYGBrY2Vm4u9u7Otm4uth6u9p5uTp5uTq5MB2cnWwd76+AgjoODHRaLlpKSwOEweDyWSMT/RwDGYrGE/3II0VdG0MgFvjSwZAvlXwDA8oIDvB2XkYHqwkD4X0JCTFJSXEREREpKAo6QFJdYKwUTk1eQodE1tHWoQKe1tDBxdrJjujg4Otg4Odq6uTq5uzkLedjF2d6V6ejkaOtgY2ljbmJnZmJvbgphsJW5jbmJuZG+sZ42UIChWmBdho42TVuLqsWgaDGgSbkG+lBqVItBMzTQM9DXBeNzdbQZ2lp0Oo1C1lRXU1VWUpSXl5MlyRJVVZQU5El4HAYBh0lKQMXekhJignFFYt8BMBiVRMBjSQIFWQDM4mAciKKCjAwehUVJImDrEFIiGIQoHi2GR4vhUOIEBAyPghPRaFksVhaLFUbpwFh1DAoKxaGRGBQCLQh2QgFzwL0YNByLgTpg8Bg4HgPHICGiVpTFqivJ0jSUdOkaxvpUSyMtK2OGv5e9n7utp5Npydb0xdmBlT9eLUz3vJztefui//Vc9/zY1fmRK4vTXS/GOyYGz04Nnn07d+enxd6F0a6xvrMzj6+8W3jw27vxpenepbmB2ZHuqxePjg7eXln5ceXrx58/LHz988O7D89XVn5ZWfn8y6/v/1r548ufv33+7dOXP/+oqCpPSIqPjA5LTImNTYh0drV1dbP39XVraW4QOKX/+O3Tx6nx4aS4aBMDXTdnh907K8t2bOex/YM4AZH8UF8vTx4bKnlWVVHS1dFi+XjZWFs6OdqnJCduzM/bkJcTGRFmY22prKQApsrjsGgFWQIeJQUTF1GQRdHJijERvPjoYH6Qb0wELy4qiOvv7u1uz/Fz4wf5hgayQng+4SH+PLZbEMeDz/Xic70CWW4Bns6h/u7xfHbtjk0Pbl748GL43bPBt7N9b2d7FkeuTQ9cnHt4+WHX0e62/Y+uN0/1XZh5cHHmwcX5wfaZBxc/Lz5c+XHyy5snv74c/G3p0cKTq/cu7Z8bujD98PTS+BWBC3rgzdSNxbFr7+bvv568+3z4xsfnj1Z+ml/58+3DW+fqSvNCWA7hPI/IEFZyTDA/yIfl5cTheHJ5ftwgf0trC0MzI4o2Q5mqqUbXougbqOvqKlKomgyGGpWqQaXQtLUY2lqaFDLkLlFVUVZRU9WkqpLpeHlVcRSRqEJjhcYU1x/NrNwfXbgzLL8io/pQWXN7UeO5DXtaCg62bjt8bn1tY8L2utiimtSyA9k1DTk1R7N2HUksqUsur0urqs+sPpBRUZ9aXJu4tSp+Y1nchpKIjILw1I2p+cUxaRvpBrbSOBVNbTNlqq68Bg2noEpS1aDrGmrrGevoGpqZWulq6xnqG1DJFAV5EoNOtbOzMTDQQ6Jg4uKiWtrUqMjw5pZGF2d7kiweiZBUVSJpqCqQ1ZVoGkoUNQVNVVkNFRmamhyDomRiQKFoytpZ6dlZ6ZFVsOFB7g+6L/38dmphuu/1s4Hl+f6Fydtzw11zw53zTzpmHl1+P9sNnM/AxgxE3dmHF0fvnXo21A404WdD7c+G2oH5+fmTjrlHl+eH2sGg4JF7p4bvnhzrOTM90Dbee3Z6oG2s58yDrsZHN5tnHl6E0rwPLwgLn8HEoxdP2j/M3QXjf8FM4KVRSCiefXjh/eyd1xM3X43fWHh6FYR+3812f5i//262+/3cvTeTt14Mdy5P3f689BAaoPX4ysJo16uZ27NPO1/O9jyburd319a87HhvDyddHbq7u2t4OD8oiBcUxHNzdQoJ5rJ9PX293cyMDG0soLYELSqNTqaYGho52dkzHZ1sLCz1tXU8mK48doCNhSVNkwyN20VI+zrZmFJVVfFwNtP2XNP+YG8XpoWBqbaGnYm2jRHDwdwAEoHN9JxtTLyZtl5O1r5MGz9X2xA/N46nYwTX+3zLoV+Wn/+y/PxSa2P51lw/V1uGqqwSXlpDDqOlRtIlK2ppQiXeOnRVLYoqWVVeWY4oS0ATMEhJ0TUwcTFpKZgAbv8FwKvjJ8IuBjCkHbAxSAJDYgwOujspsU5EnohlqKtszsrYkJqYHRuVHMS72Hhk5M6NH8aevhl5MjfQOzdwf+TOtf4rF57c7LxwcO/VpsPtjQcvNxy4daqlp+3Mo2vtsw/u/bo49+PcxJuJJ9MPum+ePV5bmJ/A8/W3swh0so1wc/azMAm0t96Vl9N1tPHa8WMdRxu6WprP7Ns70HHl2cOB2f4Hvy4sjnffSwgMNCCT7c1NqSpKWhQNEwNdKkWdoUVRU1fS0qExtKk0Bvlb+bNA/tWhUwy06QyyOl1TTYdG1qGR9RhUJyuLQF8fHsub5eriamPt6WD/TQGOjo7m8VLC+FAPlkAEDvP1DvXxDPfziQrwi+b4R/iz+CyvMF9vwMOxAnd0PI/3P6xYDicmICDK3/8b/fr4BLm6BjKZHCcnX3t7bxsbD0tLVzMzFzNTa10dC11tIxqFoiAni5BGi63DSogRYTDQ+YwWFUeLigM1GAi/q3K/q+3Q4v8tAwxKoUnSsH8CMAyzTkQVj8SKiajgENIiIlQS/nBFyan6PTdOHe+7dOHasab+tvM95870t52/frTp8ZX2pUcP3owM/Tgz/vvi/Jel57/MT715Mjjf2z119+bz/vvLTwZ/nBj5ZXr808zE59nJ32en3j4efDXQ9/z+3bm7t2Zu3xjr6nh04Vxv64nbRxtvNR4B9Hv1QH1X/b6Ouj3tu2vbd9de3LXzQnXVxV07L9fuvrCrprWs/FjRdsHQoy37Nmzck5NXm5W3M319RXJGaWJyeXJyZWryzoy0PTnZ+zbk1m0QCL+ZGQL6Td0Wn7ApMiovPDyHz88O5qcHhSRzAqNZfuGe3tEsvyQuL4nLi/Dw4tg52NNoxoqK2gSCNoGgS8BrYTFaWAyEwQQMIF4AwOBah4D5j/TLwCJ1cVgtNIqKRNHRGAYOR8XiNZBoVQSKRpQlScFJkkgDVQrL3jWKHZzCj8mMTE4LS07jp/9zZaTxM5KDUyEGBmOQBElgoANn8DOzI7Jzo3Pz4/I3J24uSCrYELshOyI72jfa3dQ9zDOsIKkgJyonKzxrc+LmvKjsbckbqtZvqysQAPC2HUdKy49VVBwtLz25s6KlsrSpdHtD8bamHduF63h52bGS4mMlxcfLy05VV7VWVR4t3lFfsKVhR3FLRfXJ6ppTu3afr6tv23vwZFXtgcIdewuLGyprm2v2HanafbC89nDVvobag0dqD9VX7z+4u/FI/fEjB1qPHDrVcOjs0YYLzccuiaBQGBQKg0BAs15RKAyBIIPB4CQlYSSSPBaLB3Nf0WgseAwCAVk1wRtfgL7grTNIBWMwGDgcLioqKiYmBgKNQPgFrCgESODF/Q4shR+uW7duNbKC63Xr1gkfINwBE5WE+99dCAH1Oz4Ug4aTCOYACRTR7/Te7z4rISEFPNvgi4JvDbx+cBZ6j8FXERcXBxFoodgLZFOhYxwQMsS9fx9g/jtMUhqiUAmIhwHughsTAIOFZ+izgqQoDAYTFxcHPwFxcXEwbRjq2pGQAN+4pKQkBN4IlLg0UkRUco2YJBwBeV+hYUUS4kgpcVEREVksFikpuU5EBCEJlxSXEhERRSFxKCQOiUTDYHDglBbMPYIyilJSUmvWiIiLi+JwGDQGvmYt5PNEo5Fi68QV5VUc7BzjYmI35ufl5WbFRIcFBHiZmmq7e1hHxwRsyI/fviOrtHx9eWVuRWV+RWVBccmGs+cawyP8XZxMQ4O9Y6I4WzanJ8eHZKZGJseHBHM9WO42WSkRe6q3pcWFPLhzcerRzbEHXSP9HS+nel7N9L0Yv/P2OfTW5+XUvfmR2/Mjt9/MPfy4OLI48eBJ39WGfeW5GVFbNiT5edrwAlyYjqYmBuTs9OiIMP/YaF5ifEhsbBCfz+bxvLlcr2CeT1gQOzI4ICKIHcbz4wcGRITwIkICw4N5UWH8sOCQ0GA+ncowM7E0N7VSVyXLykJDv3AEPAaHhW5Ho1HQUGQMGoVBw5EIHAHv5eOdv2ljTFws083V2NREQUmRTCarqamB8b/AOQwmIckJMrSAfkHoF9iGFRQUgFxMIpEIBIKgWgwD/n2BNizQXEUkEmk0mpuri5e7s7ebo6ebg2BBAOzm6ujm6ujKdPT2cvPx8dLSoouKroXDYcrKit8BMA6Hg1qtBcO6hZow4W/DM9B+QUuWENdlBIN9wSYYjwTKseQEh7y8vLKyMsB7AoGAQqEEN4PE4XDoja+kpDhIyUpIrkNj4ErKJDpD00Bf28hQ19QEaroCAWBo3JEgCWxmCmV6zc2M7GwtXZztoeVgCyzQoAgazAQ2NdA1M9Qz1NUy1NXS02Xo6TJ0deg62jSwtBg0KkWTrKlOpWgy6FTAvQw6VVuLDpWW0ihACiZrqmtqqIGlrqYiR5KBS0uJrlsjJrpWUkJMUkJstf8Zg4bsuCAqjEIgtRlaVDIFjULgUHAZHFqWgFZTlrM2M3CwMWY6WlgY0mSx4iSchLiIiLIsUomAViLiZFAIZRmCHBaNQyAUZWRwKKRQEIZkYSwBjyXgMHgo+YaGGrYwaGjhsAg8DkkULBIeiUVIEFFSqnJYLU1FI21NK2NtRwt9XzcbD0cTX4F14veP86/mH44NdLya6Xkzf29x8sby/J3f3z/6+mHw7Yubr6Y6lme7fn3d+/lV38rPI0sT115P3fph/v7nt08/LD7+8GrkSV9H762LL+efrnz9aWXll6+/ffjj1/e//v72t6/v/1z5+a+Vz3+t/PZ15bc/vv769a/f/1r58unXn95//KHj6mUXpr25hZGtnZmzi42FqZ6ZsU5CNL/p0N6WxgONB+tKi7bYWpjYWZnnZKblZmWmJiYQsRiqhrq9tU1gACcinO/t5WFmaiwvJ6umqmxibGhpYebt5cHjBiQmxG3elM8PDSbJEteIiEiIi8IlxcTXiOhQoH5gfbqam4NFeKBvdGhAXDgvMtg/PNCXz/UJ5XiHcqC4L7gOCfCICfNPiORFhfiFc71jQ9kZcfyc5MiCjPjj9RWvxvsWRu78MNXz8Vl/X2fD7OClga7GoZvNY/dPA6/sSHfrzEDb6/Eb4z1n5gYvvZm4OdV/HqDUtVO7etr3vxrrHOtpeXDt0OvJrhdPr8wNXfzzw8jyzN03s/d/ezv25f30xOC1/VWb44I9+H5OiRF+3q4W/j6O/CCfkCBvjr97cLBvSCjXi+VmbGpE1aZpGeipMaiKmhSynr6mrp66tg5FW5uuo6uto6elow39BjOoNAaVrsVQVFUjKamukUZgFFRE1km7sENzS2tj8oqjtlRFFO4KzitPrjy45dC5wqYLla3Xtjae3950aX1dc2LJ/tjiurTKI5m1TRnVjQll9Zm1DSlVB+JL6+KLa5JKdqeW1qWX1KXtqE3ZWp26tXr9ttrNZfsKyusLSvYWlOzdWr63tPZgTuGOAH6UgbmtGoWhTmaQKQx1NYqqspqBjq66soqSHMnXy9PZyc7ayoxO00CjpN3dnA7v37s+O01NWY5BVceiYOpKcmqKMupKspoqchQ1BYaGgjZZSZcKTQPWpikZG1JcHEyM9TXtLbWZ9vpJ0exf3k0/n+yZfHL9p1dPZp92DdxqeT7W9fxp58SD86/HbwAD88Jw59LotVdj119A1AoJv6P3Ti2NXvvxWc+biZtvp+98mLv3bKh9dvASoFPAwFMPLozcOwWqm1+OXlt4ehVIxBN9557cOdHXeeTFk/ap/rNj91ufDV36ON/969KDj/PdwlqsT4t9i0875gbbPr/s/3XpwfvZOyDu+2by1vxQ++CNY49uNoM2rKWx62BEMODhV+M3Xo3fWJ65M9xzZnzw4vKLgZnRu+Xbc7Zuygjk+Bga6Dg62nM4HC6X6+Hh5uHJ9GF5+Pt5BfLYbkxXBzvHAH9OgD/HyMDYQM/QxYlpb+tgZWGtpqLu4sS0sbI1MTLV09E3MzF3sLHVI2vYGGqbaVNMtchMKxMXS2NLPbq9mb6VId3WRNvOVMfOVMfeTNfF2sibac3xdmS5WIT6OsYGeXI9rMsL0mce3/1h/slPSxM/v5pc+WXpzx8XJgdvHandHsV1M9dWVpWVoqvJyOGkTPXIyrJoDEJUQ5mEgYvLETAkApaIRWGRCAwCDtIfQPUVVOlDHQtoJAqHwRJweIDEwBEtfOQ3JMag4JJiJDzazsw4LzU5KTxkfVx0xYbczuPN3RfOPLza/vBq+51zp26ebrl59vj5I/sOlBQeLi06uavy9N6ac/v33DrVMtN798PM2C/Pp1+PDi08fnDnQmtZXkaop7OvnTnH2SbY1SGM6cgyNYz2YB4q2nLtWFP74YPtjYf7Ll24daq1qbKi49jRkdu3nty6NdrdfaSykiEvr6ehoUvR1KOSdQWjfek0aNYRmaoOcr8UEP2latBpmlpUaNE11aBHUjXJqko6ZA0HCzO2p3ugr0+In6+/m6unnZ0/kxkTGJgRE5MaGQkAOD0yIjU8LJoTEOrjHerjzWf58Fk+UQHsqAB2DJcTw+XE8rjCFcflxnG58TyeUAcGPBwTEAAWkH/DWSy+t3eol1eIpxeX6ern4Ohjb+9tZ+dhbe1kYmKtr29nZKSnoaGMwxGkYVhJCYyEOE5KkiAN+64BCysuiRWXxIhJCDXhf158G4MEcBfYnmVh0DRgsITdV38boWHyCBgJLq6EgizQaBGRSJbn1eNHu04cu3XqRPe5073nz94/e7q79eS9U60PL5wHAPxhavTP1wtflp5/ejb9++L8j5OjYze7Bi6eG7txdbHv/pvBB28fD354+vjjyJMPT4Z+GBx41d/7vPvO9I1rox3tQ23n+0+dvH+8+dqhAzcPHbxx8MC1/fWde+uu1NZeqa3t2L37QmXlhcrKtioIgC/V1Lbt3HWqvOJ4cUlzcWlDYVF9/qba7Jyq9OyK1Myy5PSSxOTSxMTy5MSKtOSqjNTqzAww9Kg0NWV7YlJxcsq2hOSNkTEbwqPyI6JzQsOTObxwdy/gfE4I4KYGBWfywyI9vd0MjY0UFAzl5fVJJF2ZfzVgaWH/Rb9C4gUkrEvE6hAwWjgUA4ukYxAMLFILhxJqxQwMmo5GUdFIKhpNQaE0URgqFk/G4tVRGDUUjk5SdtA3jWBxcuJSk4Jjk4ISsyIzNybmr4/OTuDFJwUl58bmpYdlQtOPwtaDlRmekxmelxmesz4yJycqNzc6Ly9mw4bY/Py4jRti8zfE5qeHZuRE5ebFbMiOWJ8dsX5DbP6mhM0bY3MhAM7ZundLSX1hyf6i4iOl5S1VVSd2VjVXlJyoLm8sKdqzMXdv/oZjJcWtldUnyisPbik4VlJ8ZmfN+do9rTt3NZdXHC0tO1pW2VxRfaxqV8vO2uO1e07u2du6Z3/rnv0n6w4erdnXWFPfWFN/eNf+w7v2H9p14FDt4QO1DUcPtLYcOXf8aNuxxrbGwxcaG9qOt3ScPnNTBHRXgfQpEonG44k4HEEAuhAMk0jyMjLfqguQSDQSiQYCI9AwgeFZQkIClPcgkUgAZhISEtKCzlkxMTEhkgFABXgmdEp/R61Qj+r/GwAWkup3iPv/CcD/kd5BuHE1WgsBGCY4hBqvkHiFO+ABf/PvN/Pzd0bo/0i/3zBYIMUC1hUGqkED2WoDNkBiaThSRFQCiZPBEGTXiYqvERFZJyKCgUuRMEiclIQsGiGPw5BwOBKOgENiYZLSEmKS69aJSUhIgdQxGPkLys6kpCSQSLiUlISIiIiY+BoCEUMgYiQlxU2MjCPCwvfW7j575mTDoX05Oam+3s7m5tpBPI+YWM6GvNiiHellpdnFpVklxZk7SjILt2Xu3LX1SkdrVDQ7KoK9bWvG1oKMwi3pCTGBXLazt7tNUnxg8dbsfTVFe3dtT4nhzY30Lc89/rDw9KelsZ9ejS5N904NXZt+3LUwcffjy6Hf30/9uDQyOXijvXV/eUF6QrhvUhQnPMgzJS4wms9ycTDxYFr6+zhG8v2SE/lhob4slpO3twOH4xkc7BsUxOKyPcKDA4QAHML1D+Wx+YGcUF5AVBif688OCQplOrvq6Riam1qRNWhycgoQhf4z/QswGIFC4okEpptrUkqyfwAbqm/V1VFQUpSVheZmC7uRgUwqLy8PyJZIJMrLy+NwOCQSqaqqamVlRaNBorGysjIAYNzfBxqNFvIwaKWiUqlMFyehAuzmYuvmYu/mYs8ULGcnO1emo6enu4mJEQaDgsNhRCJeMBIJKmzHYCCoBq8Bg4EM2N8BsNARTRAcq3VgsCOkX3A7DAi/AIPBNYlEwmKxkpKQ+XndujXr1q0RFV27TlRknShUEIVCSysoymiSVXS0aXq6DMDAgHiNDHUN9LXNTA1BpbOpiYGNtTnkfxZYoB2sLRwsvk1CMjXQFS5DXS0DnX/Rr1ABFlIuFQpOkuk0Cp1GoVHJDDr1P9KvpoYaAGAEHCYmulZcbB0AYGmYJAIOQyGhURxCFzQBj9wPASgAACAASURBVFWUVzA3NTPUN5CVIQg4FimDR6kpyhjpUVxsjWP47OTowLS4oIggd1sTClkJQ1OS9Xd3tjbQkUFKEeEwRQJWRZaIRcAUZPAEDBohJSkwZUj+bQaBk0gyJDkCSRZPwKMxaGkMWlqWgFaUw8kT0TJYuJ+HY256vL+nk4O5gautmSFNxdqQEsFzO9u0+/Py1G/vpl/N9L2Z7X1y/+z0UPvc40uLY1ffPbv96XXPr8u9vyx1f3h+8/PS/V8Wu39+cW9hpOPPDyPvX/S9nul5vzA0O9I9MnhjbuLhb7+8gazOnz/89un9yspvKxD3Quvryuc/V37/a+WPv1a+/LXy5edPH/8QWJ1/ePuqdncV09XB0dGSQlGmashbmupoqMgY69HzslLqdpX7erq62Fvj0Qh5Gfy2gs376/YEcQIYFDIOhZaXkTUy1A8JDgwK5CrIk5SVFLQYNLKmuhaD5uLs6O3lAYLBfr4+gTxOclJCamLc5rzM9IQIb6atk7VxMNszKoTNZbmyvZzDeKzVC9BvMNszJTYkJS4YOseGJEcFxYdxYoL9Yng+pflpNy8cW3h679mTmx/nB/58N/LD9J2Fp1d/fNbzcqRrvOfM8J0TE71nX0I9vd0/Pe/9OH//1dj1NxM3J/vOTT+4AE2UHWr//LL/zUTX6L3ji6NXng9DFuivb4dfT91+Pw/9VF9P93WdP5wZy+F6WCbyWYl8lreTGdfXmevPDAnyDg70CgjwCAnxCwxiu7o5svx87F0ctPX1KNoMso6eho4uWU+fqmdgaGqmpaevoUkhycthcFgECi6NgEkhYWLSUngFJTE0FqdCppnaBSZm55TuSSmqidlaE7N9b9S2Pfn7T5cc79zWdKm4pWPzoXMb6k9l725J39mUseto9u6W9XuOZ+w6mlx5kJdfHL6tOqFsb1rlgbSKfSlldRmle7PK67cfOLGh8kDmtpr8kn2FOw9tKt2blLsjNGG9k2+gvo2Tpp4JWddIU8tAWY2ipKyuoUHWVNEw0tM31tezNjext7aQI+KwKBgeA7exNOEHc2qrytxc7JVIBBV5GQUZHEVNCQCwhjJpNQDr0VRNDGh6OmpWZtpGehpMe2NPFzN/T6vTzbWf3k2ND3VODHYM3Dk+1N36fqH3/bP7L0a+zfh9NtQ+M9A23nNmpLv1ye3jj2+1gJTvy5GupdFrz4baQdsztCnQdeeH2uceXQa4O3Lv1HjvWUCkL4Y7J/rOjdw7NdZzZqznzNPu1tfj116OdC4MX3kzcf3HZ/d+en7/h6mbYCrSy5HOzy/7P8zdBY3Qc4NtH+buvp6AhkK/nrj5cvTaRN+5ib5zL4Y7F0e6lqduL0/d/mH6zptJqAdrsv/8ZP/52aHLo/3n50evv10crK8p2JQTn5sVn5EaB9XjW1mwWKyAgAAvLy8Wy5sdwOIE+AYFBri5eVhZ2jk7uTFdPCwtbD3cfYIC+W6uXhbmNupqFBdnd2sreztbJ28vPz9fjrWljbqSvJk+w9JQz8pY19XWwtHC0FSHYmnAsDaC6NfBXM8RSgIbuNqaeDOtA7zs/NzMfF0M2G6mcSGux+qLZ4dvvpl7+H5h6Pf3M69m+qaGbixN9658Xlz58mppuv/mlWMFuXE2ZnQ1BTRdQ1aHrkxRl5MjIuQIKAIWgRekgqFb7ALQBb2DoAKagMMT8QQinoDDYEH6FwAwMEULx7YTMGgSHqMuLxvE8t5TVnK8vm7w5rUrzUebdla17q1tqi6v21ZQlpNZmJ6wKSk6NzYsKzyoLDttz6a85p3l3eda344Pr3xY/nVxbm7g/r220wdLt2VGBMUGeCfwfKP9PQNd7f3tLHzNjeN9PGrystsP1V871nT50IHrJ5qHb3RN99y/33bh8fVr4/e7lycmLh07ZqutraWkqEfWBFquDh0yHNHommDiEeR8pmlQBYtO0wTTj7QFkq8OjUzXVNOiaFga6ns5Owb5sUID/IN9Wb5MF087O7ara2xQUEZMTEpERBSXm8wPzYiKTI+MiA8KjGT7R7L9AfoKL6I5AQCDwfk7AAb0G8flAu0XyL+Rfn5hPj4C+vXkubqxXVx87O09rK1dLSwcTU3tjIxsDAxMGQyqkiLU2Q2TwklJYiUlcFKSRDhkb/4u7gsY+J/cC40FFqxvACwjJQmWEH2B//k7AJaDS6sTsEoYaaLEWsxaEU0c6lB5cfvRI10njt09e+r+hbP9bed7z5/tOXO69+yZRxfbnnRceT8G9Tx/WXr+5+uFz89nfp6bfDU0MNjeNnj5wsSta4t9918N9L0a6Hsz0P/6Qd9SX8+r/t4X9+5O37j2tP3S4Pmzfa0n7h5rutlw+PqB/TcOHrh+YD+k/e7e3V5TA1ZbVRVYl3Z+A+AzlVWtZeVNRTsObymsz9+0OydvV1ZuVXo2AODCqKiimKjixLiylMTK9DQIgDPSy9PTKjIyKzIytyel5kdErw8Jyw7mp3ECY3x8o3x8Y/3YIACcEhiUEMDh2DnYUOn/DsBABP4X0woMz0IdGCjDAIC/Y2NoE4NmYNA0DMTAFBSKgkKRkUgKBkfBQNXQ6misnoqqu4VlmDc7KTgmOSQhJTQxJSQ5PSwtMyIjIzwzJSQ1jZ8BMTA/G2SABRicmxmetz4ybzUAA/rdEJu/PjJnY/ymTQmb82I25MVs2JSweXNiweb4jdtT83fmbd23tXh/UfGB7cUN5WUtVRXHq8vBBOCG4m17NubWb9rYXFrSWlndXFIGqrBaSstPVFWfrN7ZUrmzqbQCqs4qr2qqrDm6c/fRmn3Nu/c3795/rLb+6O4DDbv2AfQ9XAMJv0f2NBzZe+xI/fHmw2ePNVw42nDhWOOlY01XWo5dPX7ieuupWyLi4pKgRlJQQIvG4Qg4HAGDgRIaJJK8vLyiwPYJJRNxOAISCb0LB0NEZQUzWqAWUyRSVlYWlF0BEgPWx9XEuxp0VyPl6n1w/T8DsFCJBV7r1crwd08Fvgo4AzoFDPw/AzDg4dUSsZBsV0u+QtT8h99Y8FAAuqv3hegLLr4DYJikNFxCGiEJR0ohVi+wKdxHwZAoaN4QlAEGh5CBwQv7968IZbNhcJE1oiJrxEQlpTEYjAwOjYFLwteJSIqIyKGk0GIiGPG1WElx6XVrpMXEcAgUWholLiohKQkJ1ED1Bd8+TFBjCw1lQcGk4RLrREUkpUQpVHVXpuPundVHjxxsbji0vTCf6+9uY6Xn5mzOD/HKz43duiWprDirsiKnoiy7eEf6jqLU7UVppSXry0pzTrTsTU4KbDhcfeli487KzWnJwUFc1wi+V3Isb2fZhuYjuw7vK6kt35ybFjk/2j/z+O7iRN/bZ49fzw68nOp5+3zw48sn4w87e66dOHGofEd+fFqUf3yIZyKflRDmn5EQEhXqExzATIgKMNBS8Xa1ys9JzEiJSE7kJ8QFR0UEhAb7cLlePJ53SIhfVDg3KowTw+fEhgXG8HkRIbywIE54sEAEDgn29fLkBnCCA4PoVIapsRmNQldUVIagUdACvboBC4ES5O+IBEtrK/8AtqW1lSaFrK6poaisRCAQAAODcUeAZwkEAgwGA6AIh8PxeLyRkZGrqyuTydTV1aVQKAoKCqD8Gf/3AQYj4QTjdIEASyaTnZ0c3JkOHi527kywHDwE8q+bqyMIzXp4uDGZzjQaBYOBZhEhkfDV0Av81UIYFk5FEtIvSPyujgGDa/BNAfT97ryahHE4HADgtWtFREXXrhW4BtaJikjBxLA4pLwCUVVNQYtB0dWhGxromBjrm5oYmBjrGxro6OtpgbO+npaxkZ6lhQnogra1NLOzhALANiZGlob6pga6Jvo6YBnoMAx0IO0XoC8diklq0AS33sH7DypFnaypqqmhQtZUpVLUKWQ1ClkN7GioK2uoK2tqqAiWmoa6qrycLBIhDUaISUmKr65i/g6AlRQUTY0hACbJEjEIOB6NIOHRynJ4ewsDpo1xoK9TiL/TxsyogvXRlVvTo4M9o7k+VvoMI4oqy9nWzlhfEY9SwmNl0QhlOaI8EUfEYggYNJGAkxU0VONxGCQKhieg5Eh4kiwOh0WgUTACVlqeiLY20YsODUgID0yPCy/enB0VyDLRUnc01+V52rQd37Mwdv/980evp/vmhq+/nrz7bv7+b8tDX94O/b48+Gmp99fXvX+87f9l8e7riSvzQ+deDLdNPzgz3nf6j7dP5oY7xwfa3z4f2r+rcOThLWB1FnDvHysrX77++dvvX3/+KqDf37/+DAB4ZeWPL18/A5Pz+3evV1b++Prls7+fF52iYm9jamHIoKuTdCiK2Skx+3aVxvA5dpbGJvoMRVk8XVPNy801LDioIH9DTES4o61dEIdrbGQgJSkOGrZVlBXRKARJlkilaCrIkyhkDSdH+zB+SFJi/PrszOysjJgIfkp8tIeTDUNDyUyfEeTvFR7oz/P14HN9eb4eQf5eoRxWGM8PSjcE+vO5vpAazPaICPROjOSmxYXEhbJD/NyiOF4Z0cGVBVn7Kzedb9j5cuzO56Whx7dPDF4/CmKc72fvvBrrmuo/O95z6uVI56fFvq8/DH1+2f9yBBqK82qs6/njy28mrn+Yu/vXuyefX/a/nb7169IDaMDszN23M91Dt1ufD9/4/Gaspb4kJZKVlRiYk8IP9nUO8LBNiuKEBXoFBrgFcj14HKgMPzDQhx3gY+9gFcBlswMDICu/jpahmSXkgtbV19DSQeNl4AiMuITUOjFRUXExCSlxcWkJMZi4iOhaRQoZp6qmYWjGz8iL21gcu6kssXAnf2NFROGu2OK6wqYLZa2dG/afzD/QmrO3JaOmMWv30dx9x/MPtOYfaM3ddzyztilt5xFI+y2tSyypSyjeAynA5Xtzqg7m1zRs2Hkor2J/btm+rKLa8PTNTn5hVBNHEsUApUhW0zehGlvKk+kkFTJd19DI2FxbW9dQx4CmSaZraHB8vXn+LFdHWw8XB19P16zU+C352VXFWzWUSeoKRBIWrq5A1FSSVVcgaijKkJVJVFV5hoaSNllFl6qmR1M1N9bSpqlYmGibGdFc7Iy8mObONjopsey3i08mn3Q9G701M9wxOXhpcfLG4tjVFyNQqdXc4CXgcJ59eBEMQPph6vZU//nlyVvLk7dA9Bc0Qk/0nh261TLSc3r4XutIz+n5J1fmHreP9Z0d7z+3OHZteebO27nu11O3XoxcfTbcMfe4febhxdfj116PX1uevPFu5vaHubvvZm6DNqyl0atT/WeXJ2+8HOkcvXdy9N7Jyb4z0G/F/H2QLn49cfOH6TvvZrvfzXYvjV0H45EWnl59MdwJjNbTA20Lo13jA20Lk7efDlwOZttH81mJscGZaYksHw9jY0N3d3c/Pz8Wi8XjBgQHcYK57JDgwNDQMKaLh4W5DYXMwONkNdSpxkbmdJoOSVZx3VoJYyNzRwemowPTydHV0YGppqKurqxkaqBjbWZsZWroaGlmb2FkZaxrZ65vbaJjb2HgYm3EtDFm2hq5O5iyXK0DvG1CAxxCfC1jglxaDmxfmu795c3TH5eGf3j2YHHy/vJ8/9vng8vz/cvzAx8WH31aHvv0bmLlr7ef3s/13rm0r6YolOthZkA2NaRS1OVU5AkKMjgCBgmasXAoJB6NwaMxIBiMRqIA5QIeBhgM5F+wg8fiCDi8DA6rpiinRMTVlOx4NTM1dOdm29GG7ZnpNZs3ZYWHxPh5BzEdec72ga72QR5OcTzfvLjw/du3XG06PNN796fZiU/Pphce9d841Xy4fHtaCCc1OCCey+J7ufCYdlwX20BX+2BXh1hv95q87K6jR+6dOdl1tPFqU0PvxfPj927fPNX65NaNS00NL54+fj83lx0bY0Im2xlDHSG6dGgBAKYLPM8Q+tI1qXRNGl2TziAz6GRo9q/gYcbaDC0NNbqaiqmutoejPY/lHRbAjuBygry9WU5OnnZ2HHf3xJCQrJiY1PDwaA4nMSQkLSIiIyoqKTQ0lscDK4bLjWSzI9nsqIAAsKI5HLCAFBwXyBMusBPD5URzAqIC2JFs/zBfVqiPd5CnR6CHu7+zM8veydPazsXCysHEzNbQ2Frf0EJPn6KopIDF4WHSGEkprBQMKwXDwaSJCCQe9o2BhRi8uvvqb+79BwD/R/r9dwCWEwxDUsWiSDAJooSotIgIy8bq5plTlxsbuo633L9wvr+t7eHFSwNtFwfOXXh4vu3xpfbhzo53E0/fjD3+ZX7qrzeLXxbmP06MzPfc7Tt/eujShamb1xZ77i319bzsvb/Ue/9lz70X3Xde9fW86L4z2dX55OKFB6dbe1ua7zY23Dp86Hp9PVhX6+o6dtW0V++8XFXdXr0TXEAKcHX1pZraSzW153fuOlNZdWxHSeO27Qc2b6nLy6/JzitPz9qRBDmct8fHFScmlKemVGdm7MpZX5ObU5ObV5ObV5mVU5aeVRiflMuPSAuEnM/xfgGRnj4JAdyEAG4yLygjNCwjNCya5edlam6urmkoL28gJ6cnK6tDJIL0LwBgXRx6deuVDhali0ODTXAh/FAbA0nBWjgkA/8tG0zHIGhoOA2FpKGQGjApKhrNwOHUESh5CUklOFxPSclGRz+cFZQSGp8ZmZIUHJ8UHJ8dnZEdlZUcnJQampbGz0gLzUoTjAIWkHBORlju+si83Ii8DVH5+dEbN8ZsWr22JGzdmli4Oa5gU+zmgvgtWxK2FiRsKsnYXJO/tb6w5MD2koM7Shoryo9XVx6vLj9eVdZcUXyoaEvdpryDWwqg3G9FVdP24iOFRUcKiw4XFR8rq2zdWXty5+6miuoDO8oPl1Ydqahp2rW3ue7Q8X1HmvcdObb3cNPeI4dqINUXot89DY17m5r2Hz928NSxQ2dONl1qbrh0tOFy89HOk8evnzp5++TJ28eP3xSRloYIFuryhZyQoIwHh8FgFBSUBDoVXkpKCoXCCBKM8mBGC0IgEOPxeBwOB5Re4MsFJIZEIhEIhKio6Jo1a4RxX6GRWLizGmVXX/83AF79mNXX33Hvdx8KMVjIwP8NgFej7z+vhc8BXQCKXg3AAGtBIleYBP53HAUPEwrCf2OstLQ4DC4hjZRCoGBItDQKolwpBEISDvYRknCEJBzQL/RZBBomKSUtLQ1+4KBeG3zLq18bqCWDXpIgAywmBZeQhImJrRNfIwJbJ0KUFlMjINBrReSkRVXxSDUZnAoRT0BA/9MRBK2McDhU3C3MGEtJSYAiJXFxUWm4BA6PkpHFaevQ4hOiW5obTh5rqCnfnhQd4mpvamlM83A2Tor1374lqbgwqWx7amVJRmVJRkVxZtn29PIdGWUlmTW7CnZszzx8qHxjfnxnR0tLc21mGj+Yx4yJ9N1VtelIfWnjgfLD+0pqKjZWFedsyYv/aWlqeqh75vHdhfHeyUfXp4ZuvJ7tfzP3oK48p2RTfG5yUHqMf1Ycd31CcHo0LzaElZkYGsp14/k5xUeymfbGbG+H5NggHtuV48fkh7DiYgLjYgIj+AGhof4REdyE2FAe2yPI3yMkAHrrHMrzC2SzeP4+QQF+XH8/fx9vT3cPN6arvq6BEIAhvRQaeAzNHAEMDCYhgWAwjUE3NTej0mnyigqKykqKykoKCgqg6hkALaBNUO9MIBCAdcLExCQiIiIoKMjY2JhGo6moqBCJRDBYG2RuAZqCVDCICuPxeHV1dTtb6+8A2J3p4CpYnh5MJ0dbDw+oTtbW1lpOThYOh0HRq1W259V5YPDCoICz4BCCLrj49/N3JVgAg2VkZJSUoP83gMEbi8UKfkUh8zMk/65bIyoG3TpBY+AkOYKKqry6hpIWg6KtRdXTZRga6Bgb6Rkb6YECZ329b35mI0NdM1ND4Iu2NDWyNjO2MTGyMjKApgHr6xjraRvpahnpaulr0/W0IF5g0Mk0KCMJ4S5YVIo6japBIav9H+7eAqitfW/3p4YleHB3d3f3BOKeEEhwd22B4k7dBfcWKdSLtmhx9wL1dle2nn32PtxZrL3z9t37nPt/78x/5s7cNb9Zs7ISAm1Dk896nu/zKCvJKSnKqqooaKgrg9CrrCTHXiADq6kqqygrykhLCvBD2fFXYPASqAADE7oHFmhRmLC4qJiEmKS2po6ejq6igpySnKyulqqRrrqBpqKhhrydmbaHvQHR1y7SHxUXjDuVnxAfgm+7cXay/152Qrixmqy9kZaPs62LpbGFvpaqnIS8lJiUqDBMEHAJ8h2EPwOpp+LCIjB+QQFeIUGIrIy4qYk+DukVwqSlxoWFBpBpWEQgFZcWE3wyJTotJjg+iNZRe/bHNwtfX85uzz/5uDn6YePZ172x/R9Wv+6MfHkx/GXn6Q+7T3/ce/bTq6c/vXr648uhub6bCwO1q8NNKyOtrxYfzwy0bEw/3lwcJKNdq69Wvt5d/eWXz99//fjTz1/393//1/7vv/4OOJ//tf/LDz9/t7WzNjj05OKlM4kJ0cwAWl5uZldn28To0JnKElMjXSNddUlRqLeT5fVzpd2tNU3VF08kR8uI8qG9Xa3NDFQVZJDe7jYW5lcvXliam33a33fu1Onk+ISkxPjoqIjsrBMopI+tjZW6moqCvCwflFdDXVVOVlpWRkpbS8PaysLezkZfT0daHGZtZmSopWKsowZ3tafhkUSUNxHlHeRHQnm5YOBuBKQXGYOg4nzpBJQ/MOyASYpkBdLQdLx3WAAhKYKZGB4QH0RLCKFSfZzzU0PvNlzYnHrweXv0w/rAwbzo3b25u9/vPPv51RhYAPthrRdMP3qz9HB1tO3T5sD+l4V/vpv8cW/k89bg68UH71ef/PL6+dcXw/tfVn59N/Nmuf+fH5Y+705Xn8tNDqfQcYDtOTaY4kfwwvs40wjedLIPEetBxHvhsR4oH1c02gPp6+XgaO3k5EBn0HT0dJXV1fSMTMWk5STlFKFCMCifEA8vPxc3Lw+E98B7wscF5ebgPCwoKaZnZaFuauaCJ0dkFQWk5KFDk4lx2YSEk5T0Qlb2qePXmnOrOmIqr6Wcq0u9VJ98tjbxXHXKubqUi3VpFxqSztcknKqKLb8aUXQhKOdUQGZZaN6ZhMqrxy/UZl2oO36uipVWgI9Idcaz9BzgsvrWkppmKiaOxi4+uKCoqMz8yIxsBwRGTl1HXkVDXUNXRUXN2NDE2d6OhMHkZ58IZTHCAv0zkxNyjycnRYcWncxIiQ2XhvFrKsnIiAooSsGUZcTYAKypJKOjKq+nrmigqWyopWJqoKWvreRkZ+pgY2xvoeftaolwtaATXFdne5emAB/Q642h7fkHK5Od65NdL5cevF1+8n61DywuAht9wUqklZFbX7afvVvpXRm5tTV5Z2fmLtAGPNE5O9C4MNw6PdAw1V+/Ptm1Od29NHprafTW+mTX7sKDN6u9r5Yfv5i7tzXTsz17FyDhqa7tqa4X03fAKuB3K4/fLD0ELdAbE+17c3cXnzbNDza8XX70cv7e6mjb3vyD5ZFbYOTV66XHoPy7N/8AHDB+MXN3d+7+5uQd0HT9cWNwe/be242nd1sv+rqboL1smVS0H5UQFMi0NLfw9PT09fVFoVAUMpFOo9BIeAaVQiXTfH1RHu5wExMzURhg1lNX0zY2NnV18ZSTU3B18SSRKPZ2ztLSsirKGpLiUrY2Vu7ODi4O9kBruqGelamhnaWpk7Wpnbm+k7Wxh72Zl5O5l5O5t7OZr7sV1tsG421Bx9iHM+CPOq79+mnt5w/Lv35a+/Hd4v4P2/v/fL3/25vfv27++G7x5w/LwJnfXn9+u/jh5dz+b2/39z+NDnZFh1K83a3RPs62lgamBloaqgqykmLiIsIwQQGwRphtdQbDrgT5BcRgolISkmzzswgwEgLQrxhMVAImIgkTkoMJnysu7Gyoy02My4gMo7i7kd1cGQjPMALmeFhQxfHUK6V59Rcq26suP2yuWR588nl5/teX269nnz9pqj2XlZ4S6BdGQDEQ7v4+Hky0NwsD9/NxJ7o7kDwcGQj3m4W53dcuDbU29jfVPaqt7m9tmnp0b2V48Elr89OervvNDRtTEw2XLtoZGzqYGhtpqBlraxroAAt469FR19JWA+d+tXTUtXTUtXUAWVjvAI9BADbQUNNUlNdTU3GxsSIifeh4LAOPCyASSAiEr7Ozt709CYGI9POLDwyMoNOZOFwwiRTFYMQEBETQ6cEkUhCRGEggMHE4NvGyDwIJhEDCH17ob+kXVIZZeBwLjwvAYhhoFEi/BE8PnLsb0tHF09be1dLaxcLK2dzSzsTUTEdXX1VNgl9AiJuH7+gxQS5uEICFIH8FYFAN/lYTZhuk/zzgFufh+Yv2KwnhZS+2AgzSL3Cel0v4CIecAFToMEdRcmJ3TVVvS/PQ7VujHR1jnZ0TnV0TnV3P2zuft3fO3OmZvXd35/nY2sjA+8WZ/Q+v99+9+rKysD7Y+6ytaexWy+KDuy8G+/eeDb18NvTqgIF3hwZ2BvvXHz+c7+6aaGsZbah/WlM9cPNG3/VrD86ff3jhwoPz5wH5t7yiq7Sss6S0q7QMBGDgZnl5V8WprlOnOytP3a6obCopq80vvJqZfS4lrSw+qTAqNic0IjMwqDgSUH1PJSacTUk+m5Z6JjXldErqqeSU3PCorOCwFL+AWCIlHEcMwxJCMfhgFDYMT4wgkhMYAWlBIbE0P5Kru7OuvrmispGUFOh/BsaARYRB+tURFvqWfnWF+EEANoAJfXsM8rCOIIC7AP3CADs0KAsDSCwooC3Ar8bLoynAry0kqMrHJ8PFKcV5TJ4Poioq5qBvTvbCxfpHxAVEhpKCQoiBkdSIWAaYifVHCNafGJwUQ09KYiQn+6ekBKSmsdLZDJzGSs8IOg4C8ImQzIyg4xlBx48HAwpwScKJM8ezQPq9VlhQXVYMyL9lRXWlBVWFOZezj58/1n6TmQAAIABJREFUnnr9ZHZDSXFDcemNk7nXs3OuZJ+8lpNfVVjSUH664dTZmvIzN4orrhZVXC87V3P2StOlmuZr9S3XG5quNTRerb9+9tr1szdunLtZdb62+nJD7dWWuuu3Gm52NtXea6p90Fj7sLH+SVNDb1N9f319X11dL8fBPCrPgagLkDAY7SsgwHeQVSsGg8EOIn+hIiJANykwRAoFRCRhYWGQwfj4+A6mQw+Bac/c3NxA3cqfAAyyI5t+QXAFGfhbiP32+P9fAGbzNsiHB9brfz8D/N+hFxgSBheIl9/+5GyWZic8f8vAoMDLxl028bLP/EUBhnDygjKvIAQQYAUhAqAO/P8JwOAM9rdmcrBriv0DAD5tLh4+IRhUUOTIkSPA1BwHh7QwREaAk5+DQxZySEMMKnqUQ/AQh468pKqUGOQQB5STU0gAcLkfO3YMjDE7aGOBCAryc3Ef4ePnERbhV1VTJJIwp06XNjbVVFdfjgyiozzsLQxU7S00AiieORmhZQWxhSfDCk+GFOWEFuWEF+WEF+dGlebHVBYlnS5LLS9JO30qs672dFIis6QwOTKMRCV5RIWTywqS629WXj2ff64i80Jl1rnyE2fLjuediPrp3ebW3PDO4sj7ram9leHdZWAMeGP2ycbsk4G7NTfOnizICDse658WxUgO90sMpaVEMxgkT7SXrYmOPNzFnEnzZdJQRLRbXAQjNJAUQMewGLiIEFr0gSYcxCKS8d4ktAcV5x1AwQTQcXQShoJHUwkYhKcbAYO0tbFSUVZ0dnSyNLcAAl1kZAQBu/AfAPxtCrSYhLiQiLCktJSSirK8ooKUjLS0rIyMHFD2C6KvhIQEWPwrIQGUBomLi3NycsJgMDc3t7CwMH9/f2dnZ319fRUVFVlZWbb8C2ZE8/HxgenQoH4LDgPLyclZWpixLdAernYerg7uLvauBwsB9wBipdxdsVi0h4ebkpICHx9ETAy4aMWe+/23AAyDwUAG/paE/48AWPZgA//gPDw8R44cOnyY49AhjsOHOcDpXylpMRVVBW0dNT19TTCrmR3dbGigA55h5zmDYGxuZmRhbmxpamRpYmhlZGBpqG+ur2usp22kq2Wkq2Woowl+yACFX3U1JVUVBRVleWUlOUUFGRVleTVVRRVleSVFWTYAg8eKCjKKCjLgsbKS3MEjgWFgWRkpQQE+MPuKl4cLrEES4IeCBUgiwoIA/YoBCfmiImJKCsr62jomBvrOtrYkLBCoBne1tTHR9HGxcLXUpqOd6CiHYLJ7cjgukoHYnOx9s/r849b88kRfQVqsjZGGvakOwsWWikPgUd6+Xi7uLkDWl6OtlYO9tZOjrbqGkqmZARzhzgr0S0iISEiIiAplsvxIfkQkk4qNC2VkxIXGMCkRfoQbp4v3lifebUy8Xx/+tD3+zw8Ln7dH368NfN0ZXR65vT3VvTzctj5++93iwzfz9zfGWnemOr5u9e9NdS4PNb1bfPx+pX99ont59M6nnZnOpouBNLQfBRkbFXzzxuXZuck3716/fvtm68X2ytri6NhQY1NNXn5WbFxERHhQYCCNSkLj0N6uTtZ62ipWpvpGuuraagpezrbXL1TsrEyvzg4/7Go8X55jb6Yrys/pT8bSCSgSFlAFE2Njfvnh+9//8etPX7/f/9f+5vrG5UsXggKZdBqF4UcLCQ40NTESFOCTEBc9euSQuBhMTVVZTVVZRlpSTFRETlbaQEfTzszYzdYCj/BgENAEH08fVwestxsdh0R7umC93XBwdxzcHY/wIKPgfngUi4KNDCTHhdGSopgJEf5RLHK4PyGGSU4Ko0f6Yc/mJu7M9H/Znvj+xfj+d/Nvl58AfPt18V8fZ77fefbdRv+vb5/vf57/sNb7/NHNlZHWqSeARPzzq7Ef90ZAKp7urdme6v5ufejz5rNf38y+Wx38tDn2j3dLPU0XmXi3CAaaSfZGuVujPO38Kb5MKhqPdKES4SScJ4UAJ+K9fLydfHxcUEhvD09nc3PT4NAga1sb4OWorM4vLAqTkOY4yiUhKScKk4TBgN9ICSlJCSlxARg/Nz+vsp6WsZO9oYNzQGI6ITKFFHscHpKEjTlBSc5jnChiZpalXqg+cbkx/tTVnBttxY1d2ddaUi9Ux5VfjS67GF9xLeH0NeC45EJM6cWEyqspZ2+mna2KL7scfKIUH5XmFRBljaJr2nvJGFgrmjqYemLh9BC/2PSwjHxW8glyZDw9MoERGe+OxClr66mo69jbOyorqgQF+F88ffpsabGmohwnB4cg12HIYQ48wiMtNgzl4SgL41ORhilJCiuIC2opSqnKiKrJimnIS2kryeqqKRhoKhtpqxrrqBnraRjpqrs6WLk4mIMAjPG2wyJslyYfT490TfS3LD2/82Lh4ebc3VfLjz/vDO/N3d+dvQeiL6gDbz7v2pjoXB5uA3uM5gebAPQ9KAReGm4DiHTx4cp4+8xg48p4+8bUncWRNlATnnvaPP+sZWawcbKvbnqgYWW8/cXcvfXx28vDLQtDjcvDLS+m74BqMGiHfr344MNa7+bzjuXhlteLDzafd8wN1M8NNq2OtX9YH/i4MTg/1Pys5+r8UDPotd6e7nm58PD10uMXM3dXD2h8d+7+m9W+z3sTjzqu+bqZejqa4XzcaERsXFSks6OTL+B9RqGRKDqZxKBS6CS8P42Kw2DRSBSZSCERiDZWtqrKKvq6Bm4urm4u7uKiYipKqkYGhprqWtKSUm4u7r4IHwwKjUb5enl4Wpib6upomBrpWlsYWxjr2lsYuNiaejlawF0svZ0t4C7mSDcrjJc1CWnvR3DxdTcJC/DNSPCPYKESIkjx4cTcjNCCzIjik9Hl+fHny9Ovn8+5cSH3ypmsB103Rwdu//Jlc2bsXu6JKArO3c3BxJ+MxPi6ITycXOytrUwN9bU1VBXlpMXFAEszUCEnzjY/g9wLDgaDc78gALMVYDkxmJKE2JnC/Mq8HArcM4iATWD4VWak15+pGOnuWB97Nvno3v3mmt72pqWxgY+bS5/XFteH+u5WXzuXlZ4ZFpjIoESQMEEYRDgRTfNyoXq7BOF86Ag3rLNNJBV3KT9roK2xt6HmcV3V48aavpbG4TvtS0N9r+anF54NdjfU7szP1F46B3e0d7W21FdVNtRUA96D9LQNdYHUCR3dAwYG0VdXQ1tXQ0cXyGLUO9B+DTXVDTXVdVWV9dRU7EyMcd5eAUSCPwHvj8MFkkgUX19fZ2cfBwear2+0v398YGA4jcbE4UIplGh//zgWK4rBCCGTg4hEFh4fgMUGk0hsHv4TfYkHZwh/oV8QfUHtl02/eA93jKsLytnJ297R1dLa0dTcycLS1drGzsRUT0VVTlSM/xgn5PARyOEjfFxcgry8Ajw8Ajw8MAj0WwX4fw7AbOczG33BBuBvARi8SxrKI859TOzoYRstjZ7qqq4b18d7usd7uv8CwJMdXdOdd2a678z3Ppp61PNydmL/45v97959v7a02v/4aWvjs+aGme7O9SePtvt7d/p6d/v7dvp6t588Xu7pnutoH29qfFZbM3jjRv+1a31Xrz65fPnRufOPzp1/ePbcvVOnu8vKO4tLOoqKO4tLgOOS0s4SYAwYBGBQBG4uLa/JK7h8PPN0YnJJbEJBZExOWGROaFhucGhBeFhxTGx5QmJFYlJZfEJRTHx+ZEwGMyiJxogiUsKwBHCF44gReFIYnhhL80sNDE5mBgb4IF0NjY1l5fUkAO0XmP49SIFm0y8wAyzE/+36nwCwpigoAvNpC/PpCvHpCfLrCvDp8EO1BaCaglB1AT4VAaiSAEQOyi0NgSgIiJuo6OFcfSOoQRHUYBbWPxgf9DcAToymJcbQ/xsAgyIwiMFprPTjwSdA1TcrLPtESCZ4MzsiszI153xWzpW8wmsFRTeKi2rKAf9zbWlhdVHu9bysi5npFzPTq/JyG0tL6otKbubkXTyRfTkLUIBv5BfVFANzv7UVZ+sqL1SXX6g9c6XxYnXbtca2m82tN5ubrzc3XWuqvVxXe6mh5kpjzZXmumut9dcA+m282d1S/+hWU19762Bb00BDbW9t1ZO66t6G2n6Og96iI1xcxyAQHj6gjJIXCgW8tkeOHBISEpCVlZaSkuDjgxw7dgQC4YEBcxsioMIDjg6CidAgL4Fzp0AyMAQCTvOy9dhvERc8eeQ/b2zaZJMz+7F/fx72t/jLARhYBZ4EOfxPGv/3AAzWILG5l5OT+9gxroN17C/flK21/h2AQQc4KMD+hXj/chNUgKG8gPkZBGC2Agzqvf/WAi0IEYDwAIHMYEvot6lXIOqzJWhQwuXk5oIICHIcOszBwQET5JMRFeA/yiF6lENbEsJCOV8vzmy5UJoZyUTYmcsJAYXjcmIwwPl50PwE6sxcXFxHjx7m5DzKw3tMTl7KxdUhKTmuqvpqfUPVicxUDNLTwULXy8GEgnaODsZmp7JKcyMrCqPKC8IriyLLC8LL8sNK88LL8qIqC+PPlKScKU0tzIs7fSqzsuI4jerlT0dEhZPTU4JPV5y4ci7vwqnswpNxlcVp58pPnCpOu3wm53RJ+s/vt95tzr5cGX+5Mr63PPJu6/nHncnX6yNb832bc72bc/0bM/2rk30rz3u35obfrE9PPbv77PGtqkulTIpP9eWyqeEH0yOPx4buVV+tPFOWnZEYzmLg8Gh3X28HhKcd3MOWgHSDu1p7OJr7uNv6ejt5u9u5AxWI9l5uzlgkQkdbU0JclIgnONjZa6ipS0tLgwowyMCgAgwGQYuKi4HWaHFJCVl5OWlZGUlpKUCxkpICkRLEQjDpCpyWV1JS8vHxiYuLi42NRSKRxsbGmpqaysrKYI4UOGIAgwG5zRAIBNRmgStPB11MQkJCkpKSBvq6CC9XhIeTt4ejl7uDp5ujh6sDCMCuLg7OTnYODnbu7q6urs7q6qqCgvwwGPDl4AwwQPKC/zUPDJ4UERH5CwCD4c/fFgKD078S/2GTPBickJeXV1JSkpKSgkKhhw5xcHAAFmgeHi4hYT5pGXFVNUU9faADycLSGPQ2W1uZsQeAjY2ANiNQCv4WgwEp+CDw2UxPx1RX20QH4F7Ae3YQp6mtrqKt/ofwq6qiAIq9SoqyCvLSIOKyWRfk4W8B+FsGBtOw5GSlhYUEQPQF93xQXkEBPjD7Csx/BgpppaRhwqJSErJaqpqWpmY+Hh6hLEY4i+7rZuuH845gYt2ttV2tNFzMVZgEx2iG5/EoUkfVqZ9fL7+YGZjqv/Prh62dxbHirCS4kyXc2crbxQbh6YBHedMpeH8amUohEPDoiMjgoGD/ACaNFegXHs6Mjg6ODmOFBzFiQv3DAyg4b6cAom9mXFgkg1ienfrz282vu9Nfdyf2Fp68Wxt6u9K3OtaxPtG1Mtr+evERoH2Nt3/ZGPhutXdtuHVj9NbXzcHvNwc3hm+/W3zyYXVo6WnHxuTDTzuzJxKDkB62UWH+GakJMbERqekpZy6cP3/5ysn8PBwB68egREaFpqTGp6bEh4cFErAIdxdbhJezjbmhpYmetoqcmABPSe6JldmJt9srd9tqR3u7jyeGGWsrKEoI5GXEE1GeasCop5yTreWbvd39f/2+/68Ddflf+//4+Zf9/d9ZTH8tTXUTY0NRmLCigpyGuioPN6eCvKySory4GAzCy83FefTIYQ4ebk45KXGMtwfCxd7H1cHL0cbezNDVxhzp7oR0d8IjPAg+nniEB9bbDYRhChrhT0R5O1sE0VEpMYFJUcyMuJDirKSyrOSTCaHn81PP5ibuzg78893i1+2xj+sDC0PNP70c3f9+6R9vJt4uP9qd7QEZ+PudZ7uzPV+2h94uP1obu7Uz070727M91bU3d3e2v+Hl3MO92Qe/vZvfnOhZHu765e3ig+bLfmin+GASiwinYz2C6JggPxwND6cTEKEBRDrZh4TzpBIRZLy3L9wZCILG+KCQ3jbWlqGhwSgUCqhS09JTVdMyMbXU0tZXVdGSl1OWED+4rCYKExITFoDx88KgqgY6erZWRi5ukScLPP3CsFHphLgcamoRKTE74ESxf3phdMmFhPIr8RVXCqtvlzf35N1oTTtfHV10PjTvVEQ+YHWOLjofkX8mqfJa5qX63CtNCSWX8JHptjh/EzjRBE409sRao6g+AZGslJyY3LKY3LKwEwUhGTmJRZWs1BMB8WnRGSdZ0Yn27l4q6jry8opODs5BDEZWckpKTJSVgZ6GvJShhrKEADcF6ZURG26qo6oiDZMRgSpKCMmIQLWVpNVkxdTlxLUUZXRV5PU1lIy0VU101U31NMyN9MyN9OytzJztLNzszX097HzdbRyttEZ6by1NPVocv7u18Gh3qXdxDKDT77afro21r47eXhtr35jo3J7q3pu7D0Zh7c7ee7v85OX8g42Jzq3JOxsTnUvPWheetqyOtW/N9CyOtE321S2N3tqYurM60bEy3j72qAo8szndvTF1Z2n01sJw69LoLZBvZ/vr5gbqV0fbdma6Xy3cf7344N3K47WxWx/Wej+s9a6Otk331kz31gCvjYP8Z3CieG28Y3nk1vpEJ7jfeN61M3vv5cJDEIBXRm+vT3S+XOz9tD2+NvkQ52npbKlvb6bPopJCmUwkHIFF49BIDAaF9aNQGVQKjYgLoJH9KGQ0EoXwhvsifNxd3awtrVycnEkEYmx0DAaFtre109fVM9Q30NXWcXd1MzU2cXR0dHV19fLysrW1NdDXtbQwcXWytbUydrQxc3cwQ7hY+7hZI1wtfNws0Z5WOLgtwsWUjHJCewJqMBnlREI6MsneYf5otKeVP9EzgokND8AEUhEBJC8WBR5I9XawVKsoit9eeXah8jgF75wUw2CQ4Shve7SPM8bXDevriYJ7eLg4WpkZa6mpyktLiQgBTUjgVLAYTBQmLCLILwDlhbAd0WxTNPAYIUEJQX5DddV7bS1rzyfaq66fzsm6mJtzv672cXP9/frq7pobT7tuv19f2P/1649vtqf67t+5cflqblYqyy8E4xOC8YkkYkJwvv4+HjgnGxYKkH/RjlZoR6ukQHrTxVNjdzueNNU+qL7+oO7m4K2mp523nt1pXx0Z+rKzMfd0YPTJg/6eziAa0VhT3cXG0kxP29rMyNRQz8Tgj+oBAHcPuFf7zz04j8PWfg001Iy0NGxMjHxcnP1w2EAKmUUmsYjEYAqFgcWi3dyQTk4MNDomICCOxQqjUll4fDiNFsdiJQQFRfv7h1GpIWRyMInEwuNDKRTw+Fv6PSDkvwIwODPsj0Ez0Cg60pcM98Z7uKNdnH0c7L3sbT1s7JzNLR3MAAB2srC00NNXkpQS5OKGHjnKe+gwz5Ej/NzcAjw8UE5OQB3h5hHh+a8crG8B+D8c80jw8v6dfkG9l02/B+1HEEkI8EgZPl5pKA8fB0cSK6CvtaW/rXX0TtezjvbRjo7Rjg7A/9zROdnRNdnRNdXRNdXVOXH3zsT9rr2Z8f2Pr/ffv/6ysrDa/3iwuf5pU/10Z/vKg3vAutuz3NO90NU523575vat5y3Nw3W1g1U3B65f77t6tffKlceXLv0FgDuKitsLi8B9e2HR7cKijuKSzvLKropTHRWVbWXldXlACNaFtIyKxKSS2ISi6Li8iGhgxJfhnx3Iyo+ILI2LL4tPKI6JzQmLzAwKBbXfMCwB5N4IPCmSQI6l0BP9mRkhYRkhYeEEko+VjZmSiraouKaIKEi/uqKi2iIiOsJC4BCvtpDgv6VfQ1Fhthf6LxZobRg/CMA6Ivx6wvwgAOsJ8huKCOkJ8msLQLWE+HRFhbREhVWE+OSgvJLc/FK8MENFbZyrbyQtJIYRHu0XER8Qd2CBjvlW+42hAxboJAawUgJS/wLAIPRmhWXnRObmROZmh5/MicwtiMs5kwFM/14rKLpeVFhVWlRXWdZQUVJTUnAtN/NydsbFzPTL2cdrCvIbSorri0qq8wrOZ2QCDJydey0X6EyqLjlVf+pi47krTRdvtlyubb3acOt6U+v1lqZrTQ1XGuouNTTfaGu63tpw41bDjVuNN9qbbnY1VfU0V99vbXjS0TrYeWv4VvPTuurequsPa6ueNNYNcPBBubk4D3MeO8QH5RYUgPDz8UAhXHxQbs5jh6AQLglxETlZSRFh/mNHObg4D4sIC4LoBYVCwTFRUAE+evQoNzc3aI2GQCCgAZgtToIAeeRgY8MtePPf7tmP+TsA/0Uf/gv0fnvz2ycB4fB/AsBcwEwVoP3+Sb9AqPK3T/t3+mUrriBzgqD7P7RAQ3khAO7y8LGXIC+/EERAGCrIPvPtAT8PH8DMB9u3M7rgX/W3P9sf/wQ83Ic5uTgOcfDzQaREhbg4OHg5OEju1oPtVfvv1vc/vdj/9eP+P777vLU0eOd2OI3MxcEhzA9I+uC1DG5uziNHDkEgPJKS4uYWxngCuqAwp76h+uy5CiaLbu9gZWWuh/K0iWZiKvPib5zNulKZdrowsrIg7Exx5JXTiZcq48+VxJwpijldEHu6IP5MYVJlYWJpUVJ+XmxKMjMyghgfQzt/JuvaxbzaG6VnKzLOlKefKU27ei7nVHFKeUHi+Yrjx5OC/vlpd//7119eLm3ODm3M9L9YHNpZGtxdHnq5+mx3eWh3+dnO4rO1qf75kQfLE33b8yNzYw+3l0YG7jf332v69Grpp09bH18uv1iZeL01+3JrZnV+ZPBxR/3Ns5WlWSUFGWVFJ0ryUhOjmSwahkXDBAUQQBHYj4z1hbu7OtnKykiYmhgEBTK9PN21tTRkZKQA+VQYcEGD4c/gMUjCIqJAPpaYhLiMnKyktJSouJiktBTYmy0mJiYlBSRIQ6FQAQEBKSkpHR0dCoWSnp4eExNDJBLd3d1NTEzk5eUVFBTk5eVlZWWlpKTAKmAhISEBAQHQ+cz2RQsICMBgME0NNbinC8LDycvdwcPVDigBdrRxdLB2sLeysjR1crS1tra0tDR3cLDT09OBwYT/NyFYIAyDdM1mYLCWCUx+BgVhUIgGqVj8YJM42CQPNvBnBrVueXl5GRkgM0xQkF9ISEBCQkxOTkZdQ1lXT9PAUMfYRN/cwsjK2tTO1tLezgrEYBtrcwtzYzAEy9zMyNTEwMhQFxzr1dPVBOaBDfUMdTSNtTWNtDQMNQH0BdsUtdWUNVQUNVSAEV9Q+GXzrZKijIK8lLycpLycpIK8lJKijJKijKKCtLKSrLKSLHisqCCtqCB9cJcsqDHKy8mICAtCeLl5ebjANmAohEeAH/p3AFZSUFZSUDXSNbSxsPR0dvanEhkkjJ2pDhnplpUcEsFAmmtJWuuI49z0sS66IUTHszmxc4Ndz3rqb57J6e2s/u3zzv7vX15vzGWlRIYGEFEI4F+ThPdlMih0GhGPQ6IxCAzWh0BE0v0IwcF+YWEB4cH0EBYljEnxw/sejw9LjQ5ytzLyx8KHum/9+uHF/NP2/R/WPm4MrY51fFgd2Jm+tzf74Pf3czuT3StPW7fGO3/YHv7Xm+mfX4z+sjO2/2H+h/Whl1P39qYebE8+mO29tTJ6//POQn5GjKeDOQkHJxExgUH+jc0Nbz9+mJydy87LJ5CIFCohJJgZHxcVHsJEeLma6GtqKMvKSwtrq8joayidSIx5sTz35c3uw47b50sK6q6cKj2ZpK0oHkD02Vp8/tPHvfgIlryEsAg/b1xk6P6/fl+en9vd2n69uzc0MLgwNz/Q3+vkaB8SHLi8tFCQn2tpYSYiLCguBvP1gd+8cW1zY215aeHK5YsYNNLRwc6fRo4PD8EjPDzsrVyszWyM9VyszeDOds5WphgvVxzcnc3AeIQHFeMTQEIH0TFMig/J1zWEjm2vufxha3H8cefxaFZ6OL0yK3bycdvOzON3ywP736/sf1789e1zMPFoa7Jzffz2+vjtnZnu96tPvmwP/fZ+av/ntc9bg+9XnwBhvyuPP28BBTyv5x6+X+z/uj2xO/P4h92ZDxtj5/OTwmiIMDoyKgAf7k8IpGKYVDSLhqORkFikO5OKJmHcCRhgRsPX2wmJcMGhEb4+ni7OjmQykUajIRAIWxtHWzsnTy8fH18M3Bvl5uplbWVvYGCgoqYqKSclIiHMJy6gaqBj5Ghn64sKPZGDDktARqQQEnKpqUXYqHT/jAJGSm5gVkl4TkVU0dmcKw1ZV+ozL9SknLkeV3w+PP9UeE5FaG5FRG5lRG4lK70o+ERpUEYROeY4PCDaixGJj0hlpeWx0vLCs0tjCytjCipY6TmkmBRqfGpgxsmA1Mzg9JPBKZmBCalhielhcYk4Is3KygYFR6orKgrz8KrKSjtbmlPQiMLMtPzjSckRQVlJkWoyIhpyoori/EoSAopigqpSMA15CU0FSW0lWT1VBUMtFRNddTN9TQsDXUsTQztLM1sLUydbS28XOx93e6SHraejydDD1tdbE6/XR95tD79aHZgabFp73vlmtffj+sCHtf7Xi4+2Ju+sjNw6cD10bE91s0PLPm89/bg+8Hb5yauFh5uTd6Z669aedy6P3Z4ZbFyd6ADdzpvT3bNDTYsjbS/m7n3YHPywObg9e3dxpG3uafPqaBuoAM8N1M8PNqyMtG5Ndu7O9oB6L/gy2J7qWnrWvDLSCgwJbwzuzT/Ynu7Zmuremb33aevph/WBpeG21bF2MA4aLGFan+hcG+/YeN61PX1/b6Hv4/bzgvRwNxsjYy1lEsqXSaMRMFgyjoRH4YgYAovOYNJofgQcg0IkYjFYpK+ro4ONhbmzvR0S7k0nkyJDQyJCgqPCQhlUChGLiQgJppNJQQH+3p5ehoaGtnYOviikq7ubgYGetZWZL9zd083e3ckG7mqNdLdDedoBJgUPSxzcluTrTPRxAYuyqWhPBh7BIqMoKA8mCRnGIARRMf4EHxYZFcWixIX4hdBxJF/n0ADyjs47AAAgAElEQVRfBtkpPpIQzkIxqV7hLCwF5w4kvSHdiChPAhpOxPhikQiEp5uzvZ2NhbmyopKstIy4qBjofJaWlBIXFQOpmM3AYBSWkICgiAA/5Mghb0f7vu6ujanJj5tr322tTz64X5Ge1lNzY3V48Nc3e/94vbs6PnSn4cb5ouzcxKhEBiWeQoggoEMwPoFIb4a3G9ndkeBih3e2pXo6kzwc6Qi3wuSYJ231U0/u9rbWP6yvul9743FjzdDt5qGOtmd32pee9r9dXdicfr40MZIeE+Fhb2VlpK+hLG9hrK+rAVQfAe9KBjrA+5TegQisqwF2IGkd+J8BBfjgEq2+uqq+uqqdibGXgz0e7k3DoP0JeBaZFEQms4jEQBIQaIZ2cfHHYGKZzFgmM4xMCcITQikUkIejGIxQCgVcIWQyCMOgIMzC4w/Mz4ACHEgmgotFIjCJ+AACzh+PZeAwdAyKivIl+cDx3p4oNxe4o72HrbWbtaWzOcC9ThYAA1vo6WspKIrzC/AeOgzl5OQ9ehTKySnAw8PHw81z7Cj30SMAA3MBsc/grC/oc/4P6AuOCv8XALO137/T77cADMq/muKiVRVlvS3Nzzo7nnW0D95qG+vsHOsE6Heis2uq885U553pzjuTwL23xu917s2M//r6xW9725+X5zef9o/cbgEBePn+3cW73fOdHQD3NjWN1tU9b2kea2x4Vl0Nyr+9V648uXDx4dlzIAA/Onvu/oECzAbg1ty81ty8tvyC9qLijrKKzvLK22XlzcUlNTn517NOXkw/fjoltSw+KT8yJis4LIMZlO4fkB0cUhwTW5GYVJGYVBgVfSIwJMUvIJHqF3XgfI4iUmIP6n/j6cwUZkhWRFRWRFQcnYF1cLJW1zSUldeXlNYRA0Z/dUVFdWAwbRERNv2CAKwjyKcjyPet59lQVNgAJgQ6n78lZMD5/N8BWF+Y30AIWCaiwoYwQV0gL5pPR1RAS1RQTYRPSZBfjk9EgkdQjl/CTM0A74aKoAbHM2MSmPHR9JgYv9g/Q7CSY/2ABYRg+f3hgk5lprEZOJWZlh6YAerAOZG5uVF5JyNy8qLzS5IKzmcWXckrvF5YfKO4CPA/nyoHALg0/2Jm2oUTqRcz06/lZoHdv/VFJfVFZVdP5l3KyrmYmXM1p6C65FTT6Yst56+1XLx+61rd7euNt280t99su3XzdtuNWy032pqv3Wqt6miu7mi62dFc1dlc091S29Nae7+tDpB/bzcN3mp+2tIw0FDdV1/VX18z0FT/lEP8QPSD8HILCvDBRIQEBfjAj33iYjBurmOcx46Anz/4oLw83JyACVBICMQtcB6Y9yAfCQqFcnFxgVmyYBA0iIUgOv5fBGC2DswWgf/TDDCoAP8dgNkp1uAzsGeA2fLvXwAYHJ1lfxXol2Y/mO2IZivAgO35gIH5uaECPHyCvPzCUEERPiHw5Lf0K3AwG8wH+UP+hfJCeLgAl/NBwy83zzFOnmOcXMc4uTn/9GgDY7zchw8Dly2EoNxcHBzyIlwJTMzk3br9vam9p+1LPTX721P7P7/Zf7u1/8un7xam00NY4nxQAQgvPy8PPx8EwsstIMCnpaXh6eWakppw4+aV1pb6zBOpnm721haGSG/XQDq2/GRSWiQthOgZTvHOiaNfKoqrqki+XhZfezat6lTK1bKkCyXxZ4viKwvjy/PjS/PiT5Wn5+fE5J2Mrq0qv3A2u/ZG6YXTmTevFF44nVl1tajmesn1i4WA/Hs2v7I4w9PRZGrw7qfdpa+vll+tjn23M/v19QIYgvVxZ/Ll6rOdpadvNyfeb00BE8LPe+dHHsyN3V+YeNhcVflhd/anj+vzzx8vz/Svzw9vL4/vbU5/fL3285eX//j+9Yc360tzI8OD9y6fL0lPjmBQMRSCD42EJOERBDScgPXFY3zMTfRhIgIkIjYyIgyN8tXT1ZaTkwFqgw7oFwx/ZtuhIXxQmJiomIS4hJSkjJws6IiWkJKEwWAgu4JjvcLCwhoaGs7OzsnJyampqQkJCSwWC4lE2tra6ujoKCoqSklJgQ4LkH5BSVZMTExAQABMwAKlYPC3T0VZ0cXRxsXe0tHO3M7axMbSyNJM38zUwNRE39hI18nRxtrKzNhE387W0thEX0JchI+f51vb87d2aDYAg98R9ucGCtHgKDIIxuLiQBm46J9tSeLi4mz6BTOuQWAGz8vIyKioKOnp6ejr65qZmdjYWNnaAUxuamZoamZobmGspwu4oMEaJCtLUzNTQ0MDHV0dDVAQNjTQ0dFWB1Os9HQ1jfV1wKvp4EcKXQ1VrYNORQ0VRTUleTUlIMuKrf2Ckq+qioKigrScrIScrISCvJSigrS8nKSMtJiKstxfAPiAgf8bAAOdYQf57OAMMD8fBLRAw0SERGHCEuKi0pJSdjb21pZ27k5uXm7ucHcXOglHwyIsDFQDKb43zuSdK0xRhB2S5efQk+c1UxPAuRhE072KU4NPRFOrT598vTT8enVsc3bgy8ul/X99mhy6lxob5G5v4mRtiPZ2JOO9yXhvoBeHiqTT0X5+GD8/TAADy/TDsBjYkAB8BIuEQzi52hqdSAjbnB/b//m7d+tT5wsSZgdavt+d+LQ1svX87pvFJz/tTayM3Hq18BDoRJ3oervw6Ovm08/rg6/nHmyNd35ZG/xpe+T9Yv/GePfCUOfK6P3973ef3Gn0cjJ3c7L0hbsGMOlxcTERUZFkup8vCgmHe4EB4xikN9zTxcJUz0Bb1dxIh4zxHnjY9e7F6ufX22+3126eO9VeV9Xf0x5Mw6pICRZnJe3//kPd1TNUDPzd7pqHo7WxnlbOifSPb998+fjhzd7L3//524d379+/fVdZXjHQ1z86PPLPf/z6j59/GR5+SqFQMjOPU6nk8PDQ+PjY/LycG9evnj93Ji/3ZFlRfjCD7GJramOq7+5g4WYPMBLa08XL0cbbyRbl4Uzw8SQhvUlI7wP5FxNMJwRSUPGhtDAaNoiEvHGm4MXcyOjDWyei/ApTQjMiyTcrjr9dGfj55fPd2XvvVh5/WOvdnupafNo021+3MtK6PdUFCoDzgw3Pui99t9H/cv7eq4X7X7aHXi8+eDl/b/Fpy9ul3t/ezc8PtH5YG97/slVzJieI5JkURk0IocYEUaMCqWFMCotGoOJ8KXgkg4Jj0TA4X2dfbwck3BHh6YCEO6N83IHBfncXby8PfwadSqW6uXnY2trb2tp7eiCIBCqFQqNS6WQyGYfD+CAR7nA3Z09XbRNDB7gXguoXkJgemJ7vExjvE5aCjspAR6YEnShkphcEHi8KySqNLjhz4nx1YtmlpPLLyRVXksovxxWfj8itDMkqDc0uC8+piDhZwUoroMSeIEVn0BOyA9PzQ04UhZwoCs0s9k/Joice90/JCk7PZaZlBSQdD0g6To1JRgWFe5L93XBkZzjK0tHFytrW1ta2KC/XwdpCmJeL9zCHEPcRLg4OtKdTwYnkzMSI+FCGKOSwkoSApryYqrSwlrykooSQpoKklqKUjrKMgbqCkbayqZ6ahaGmpZGOmaGuq4ONo42Fk625h6Oll7MlGe0eTPddm+3/tDc7P9q1ONb5cqV3e/bu+42BT1tP1/8UeBeGmp8/qp7urdt83vVupfeH3dHtqe43S49/fTv108vxry+Gv74YfrX4aG284+1a35vV3s3p7p35+3uLD0ER+OXSo/XJroXhVnDNPW1eGAYio6f7axeGGpeeNc8PNkz31sz01YIvjL25uzsz3T/sDn/eGny7/OiH3eFPmwMf1nrnB5t2Z+99XB94Md0z29+wddBUDHYUr493gBHiGxOdbOF6e/rui5kHX3ampgY6sR42lgbqHg62YSwWEYsjEYg4DJ5EIAczWSyGP41AoJNJ3u5uVAoJi/Q1MzU21NUxNTEyNTTQ19MxNTRwsLe1NjdzdLAj43GmJkZOdrZOjvbW1tbeCLifH83HB66tpWZooA1kKLrZItxskJ72GG8HjLcdxtMW62VH9HGiot0oKA+0uyPJxwPhZEPy8QilE6ko78gAKpOIZhLRDJwvHYNg4HwDyVgWCUPHetHwLiS0PRnjEOLvSye4Y+A2/hQEk4YKZuCZVCwVmH3wIeNQQIIXEUcjEdE+CHs7Gx0NTTlZaXlpGUVZGQUZWRkJcdEDvRcmKCQiwC/MD/Yn8QtDoYriojgvj87amsVnzz5tb3xYXf7xxfbe9NQPLzZ2pycm7nd33rx6OudEcoh/BI0YSSeEEVCBSG+6tyvNy4Xu7Ur3dvWDu/n5uGMcrDzMDSIo2I6bl54/6r7XcLOn7vpM3/3hzrah2829zXWPmmqetDYOdbdP9j+cGxnYXpg5X1bo4+5org+8Jk0NdEwNdCyM9cH+eeCN6aB7T1dHQ1dPU1dPU/vPAWDdA/rV1QDoV09NxdXaCunmSkDA8XBvMtKXSQLQl4HFhtJoBG9vjKtrABYLAnAohQJO/IbTaFEMRhiVGkQkhpDJoPYbSqEAuHswDwymYf3JwH/EXwURCYEEAICZOACAqShfCtKHiPDGerr7ujh52du6Wlk4m5vbmZg6Wlg6W1nbmpjqqarJwkQFubi5Dh0CuJeLi5+bW5CXl4+Hm+vIYc7Dh3iPHhXg5BLi4gYwmBtIuvpz1pf3P2DwfzUegQD8b+kXBGAgFouHB3aYQ4CDwx8BtB8962jvb22a7Ol53g2M/k50dgDCb1cnEH915w8A7m9tGrvbsTs98eP22k+bq19XFl6Pj8x1d400Ncx1tK/29Kx0dy/ebp9rbZtqbBqrqR2rqX1aVTV49VrfpcuPz194cOZsd3lFZ0np4/MXgHXu/P1Tp3tKyzsLizsKAAW4Kftk08mcpry8tqKi9vKK9vKKtpLSxsKi2vzCmzl5V7JPns84Xp4IjPiCGu8JVnBuWHhpXHxFcnJpQsLJsLAEOlB3FE2ihGJwoRh8DJmWxGAm+7PSA0Oyw6OywiLSWEH+3ghbdU0tmJiehJSJjIyBhMRBA7CIrgjsW/rVFhIE6ffvAAwysJ6wwLd4rAsTBGeAD8aAAQVY/89lIipsLCZsABPUE+bXFISoC/KqCkLUhIXkoYJyfCLSvMIyEBFjJS28q28EJTDWLzzWLxIIhfaLi2XEHzQAp8QxUuL9/guAU/zTUwMykpl/rET/tER6SmpARlZY9smInOzQzLzInNLEvIvZRVfzC28UF90sKa4pL2k4XdZQWVxdknc2PelcRvKlrIzredm1hQV1hcX1RWX1pRU1xeWXcwvOZ+ZdyS9pPHO5/VrN7ev1LVfq2q41tl5vaau6fbu6q72uu7PhXnvDvY7G+81Vd8DVUt3dUnOvre7B7YYngPm5eailoa+xtreh5kljTX9T/WBzw1BT/SAHNzc3aKkFFV2g5/fAcikkJASBQHh5eUH1CYy2App+efn4IPyC/EIwYVFRETGgyRLCz83Jc1CWCTaG/Lc9Dw+EG0hg4jpy5Njhw0ePgOGVB+7io0c5jx7lPHLkGHgSCLU8xgWe/D/Zg3z91z3I3v+bPRto/+TFPxp0wS/5+73sh7GZFlRZD+RSHhCDwcsB4HkQetmVv6BmDqrE4F3gX/hBCjQflIuPj5v/j8xnXgg/L0SYX0AQyifAAxHggQhB+IShABgDE8LABgXqWKAQQV5eIW4eQU4uoWNcAseAi3OCXNwQLk7OY0cOHz10mOsINzcn9OhhXg4OeWFeGCdHSVrQb3tj+ztPvxtunKnNGz6bvNN6en/i7v7a2P77jf2N2elbda4GurLCgpBDHEI8XJKiwmamhuERwWfPVbZ3tJaXFVJJaFszPQ97s0gGMScxIj8xMj0kwNNE31pFTluQx05B7Ep6zLWMyJ5z+U1FaW2ns6tL0suPhxcfjzhdAkz/Zp+ILM1PKs1POlWSfvVCbkN1RWNNxfVLeafLUs9WZDTXnW6sPn2qPPPymaLq6+fiIoO1lKWZeMT+b1/eb0y/WhndmO797sXkL++Xv389835r9Kd38592n+8s9r1cfvp2ffzVyujL1ZGXGyPv9iZevxhfX+xbme3d2xj78HLu/cuFnfWJT2/XNpbG66rOpSWFx0YGRIT40SloDNKT5U/18XYjYAHZzQfhgUR4eHu56epoyMtJWVqYMPwozAA6Cgm3sTZXVpGHiQrCxESEYUICQvyCwgIwMRGYmCgbg2Gi4mLikuASFZOAiYqLiorKyMgoKCgoKSnp6el5eHgwmczY2NiUlJTExMTw8HAKheLm5mZiYqKhoaGsrMwuAQaDsv7k0D9md4X/3P4AY1ERUyNtK3M9E0MNG0sDB1sTXS1FlI+7s4Olm7ONjaWRp5s9CuXp6mRtbq6vqSbPw31ESAgY0YfBYJKSkuAUA9hFzE7bAr3Q7EToA5VXnD0DDNIvSMXgXd8qwJKSklJ/dj6Bx8rKyiYmJk5OTo6OjjY2NmZmZkZGBoaGhgYGenp6Ojo6WqDJ2eDP/l7wwNBAR0tTFVR9DYHGU01tLTUwLktHQ11LTVVdWUldWUlTVQVo8VVWUlKUV1dTUVVRUlSQA6OS5GSlFeRlFRVkFGQkFWWllOSkleSkleVllOVlwGPwpIqCrKqiHLj+uFdRXkNNXVZahh8IovrjGhM/lE9ESJiHixvCwyshJi4lISkkICgqAlNRUkZ4+6CROBKWiELA6SQcy4/kYW9mbayWHOV3Ki/xcfsNPUVBD0s1G21JWx0ZF2NFE2UhOsIyjOR6Ljduffz+8mjPu7WRyd7WpZHu/Z9e7f/jzcZ0b9XZnEiGL87D3NVWy9VB183VwMvTBOlrRcA7UUlueIwD3NMMibCytVAND8IMPG7++cuL/f1PO+sTtVeKk4MJrVdK3q+OvFoYXB+/uz19f2n41uftZ+9W+14u3t+Y6Fx82jI30Lgw1LwyfHt9vGNv7u76eNv3u6Mvlx5N9ze/WOj9+npu/5fXP3zcOF+ZC/ew9XC1oxAxfnQykYDzQXg6OdpYmBoYG2hbmug52pjRiOibl85sLU///sPH/Z8/v91cHuu7O9Z7f3rw8c0zZRQfD08bk8XR/v3ff7jX1iDMczgnLfHLu73ik5l6mqpxkWGvd3c+f/j45dNnwAX9r/2+J/33eu7v/2t/bmZ+aWnl++9/HBgajE9IotCoktJS+oYGqupqB9eJ5MGgMktTIw1lWSc7Y3dnKzcnczsrQ1dHC6Sno7eLjY+7PRbhSsMimGRMIJUQTCeFB9CimLS0yMAwKiaKgQNU30hGWhglJ55Zmh56ozzjYcvZzYmeg4qjwd3ZO28X7/36dvzDWu+n7cEPG32fXwz9+n7yl7cT3+8N/+Pd898+Tv/8Zvzzi6EPG31fd5/9+n7y5zfjHzf7f303/Xln+PVK7/7PWzfPZEX6oyIY6BA61g8HJ6O8AGM20ouKRdGIWCoBQ8IiKVg4aIcmoT2QcGdfbyesrycJj6JT8GgUwo9O9qNTHR3srCwsgSQCS0sXFxcPDzcE3AsB9/L2cvP0cgWKYZFwJw83e08vFJXhF5VIDI33CYgE9NuAKHRYAjY6iZqcFZhVFJJTGpRdHJJTGlV0OqHicnz5pdjSC5GFZ4Kzy5nHAZt0wPHCgLR8elIWKTadEJ0KzBJHp9ETMplpJ2mxabTYNEp0Ci40BskMc6cEWCGwug5uSqbW0jrG0lr6SgbGanoGShoa2tqaVpamwQF0VTkJGOSovJiAKO9Rbg4OVWnhAKJvXnoc2sNeUUJAThSqrSSpJCkoJwrVVZFWlxMF08INNOWNtBVNdJVNDYEAYRsLfWd7M4Sng7W5DsrbHgu3d7fTP1uStjU/sDZ1f+V599bM3Rcz98AcqbWJ20CZ0POulwsPgRf8wsO18Y6V0dubk3dAtzN4c3Ws/cXM3VeLj14tPlp81vpy4eHXnZG3K73rE51gQdHm5J2V0dtLw23gs62Otc8NNs0ONC4Nty0dBEdP99WvjrVvPO9aGm5bfNa6Nt4BCrlbU93b0z2vFh99tzn0efvZp82hX189/261/838w48rfR9X+l7O3NuZ7H499+DN/MNPawPfrfbvTd/dGu/cm777cube9kTXq/lHu3OP3qwMfd6dTY3083Iyt7HQZ9CIvj5eBAKORqNRqVS6n38AM9DPz+/PViQkFo3BYrEoX6SHh4eDnb2lpaW7q5u9vb25qZke8B+trpGRkbWllYODHY1GwWB9PdydUD6e6koydlaGKA97lKcd0sPa09HEy8EE42lLQrkQka5ktDuDiCCjPIi+biSkux8eEUjFhPkTowKpsSF+McH0uFBGEA1LxXgFkJAsCtoPj/An+jLwXoEU3wAiPJCCYhARJJQbHQenYYGYSTrBF0yaJON8cUg4GuGJ9HbH+HhjkQisjw/cw9XZ1tbMUE9JRkYIyqMgJSUuLCAnKiYtIiQnKiYrKiItJCwnLGykohxBI5edSN8YH/2ytfFueXF9ZHj60cPeluarhQXZkRFJAf4xVEoMjRRFJjGRcLKnE/Fg4d0dcC62WGcbvKsd3t2BBnc9nZ32qKV2uOf2cM/t/vamJ231Q12tQ7db+1ubHjTUDHa0zQ31Tw/0zo0Mvd/bXJ2dImGR1mZGTrZW+toahrpapga6FsYGVqZGFsYGpga6YBG9oa6WvraGrqaajoYqeGCgrWGspw14lJQVzPR0CAg43MHBw8YG7eZGR6MDSaQwOj2ayQzA44lwOMHbm0UkRgUERDAYwQcmZ1DsjfTzi2IwIuj0cBoNXKD/GSRk0AUNAnAoicxewYSDgWE0hoFGU318CJ6ePk5Onra27tbWblZWLhYWThbmjhaWjtbWtsDnA01ZcXEhCIT36FGuI4cFoRB+XkD7hXJzQbm5eDmPcR05fOwQB5TrqADXMSEeLhEID7shSYiLUwwKEeeDSvLxSUChYry8MG5usYMlwQcRh/KKQ3nFIDxiEB7wWIIPIskPleCDSEEhCsJCErw8MM5jsgL8opxHBDk4dKVgl/NOTvZ0Pm1pnui6PdF++/nttonWtumO2/N3uhd67sx13Znt6pjrujN/7+5w5+2nnbe2xkb3P7zbf/d279mzmdvtCx1d861tCy1tyy23FhpbZurqJ6trnldVP6+qHq+qGbtZ/ez6jb6Llx6eOXu38lRPReXdylOPz51/cv5C3/mLfecv9p4+d7+0orug+FZufnNObkNebn1+QX1+QUNBYX1hYX1hcd3Bup6bdzbteGFU7InAkDR/Vpp/YAYzqDA6rjg2oTQ+qTAuITsyKjUwKIZODyeRYuj05MDA1ODgpABmsj8zMzQ8OzwyKzgsNyzc393NXlXFWFLCSEJcXxSmLwozkhA3EBPVFxPWFwG8zd+KvWAI1t/3bOczm5DBAz1RIbAhiT0tbCQmYiwOMxGDGYmJGIoKg+QMtitpiwipC8EUIIJyvFA5Xqg8hE9XQhZl55TEDI0iB4aTAhP8olKDUhMDksKJUVHk+LSgzJSA1JSA1GRmRgorMzUwOyUwJzUoNy04LyUwJ4WVlRGYnRWWnR2aeTI0oyQ+50Jm6dW8khtFJTeKi64X5deUFDRUFteU5l/JzbhZlH3pZMalrIzqwoLG8or60ora4rLakoqa8jPXy09dLztTdfpS48XqlusNLTeamm40N1Xdaqxur715u/ZmR1P9/VstfS2Nj+tu9tRf72m+eb+1+mFr9cOWmodtdY87Wgd72seaa5801DwCVt3jxrq+2tontbVPgBCsg84bPiiUH6wC5uMTOAgBhggJiYAnD9yXImAJsJCQyEELJlAFchCGKiTAJwjhgf4n+uU6xv0tALNZFzQY/z8JwCAP/4WB2RgM3gvu/wiC5oFCePj5eQQAce6g60gAAhWAQIX5+Q7+DwJgWAjCJ8T3VwAW4oOK8EKEuXkAR8pRgIGFuXmEuIFpDU7gksLhw1xHuLiPiPJyKwkCYVc5MX4vp+7uvxr5caZtf6Ztf7LxTVP+2sX02cqkkeLEjerKD3fqZuou0xxtdWSlZPgh5rra/lRiUd7Jq1cuXL5ynsmi/y/23jI6ikR992WGAeLuRtzd3aUl7a6xjisJJCEOIY67S9w9kBB3d3cPIchgI3v27MldlZrdh7P3+d/v96xb61011ZWiexYji18/8sLhTs52Fp4k5MVzoZkx4ee8yN5wJ1sVBcWTxw2FBVxV5L0sTTI9yYlYaCYT+/Bs4LPEMy/SYh6nx95Kj76acS47IzorI/ZGTuLNnPg7V5Me3Ex5eCvl8Z2Lzx+lFb64UpR77dmDrEf3swpz7xbnP8q4mARxdhAV4DHSkG+pzPu6u7A60bEx3bUx3fF+Y2hrrmNxtGF3sXN3sXNtqmV9qn1nvufDxvjvHxa3l3u2V3t31vr2t0Y+7k99Ppj/+Hbu7fb0p4OllpfFGakxUeE+4cGevl5EKglJwiMIeJQHk4pwh+CwSAoZj0RAUUiYs5OdstJpE2N9NArOZFBoVCIOi7SxNldQlBUTFxIVFxISEeQT4OUX5AMBGEz/CokIH3VViouIgiN5BMDiysrKxsZA+AqDwfj6+kZFRcXGxgYHB/v6+lIoFCgUam5urqmpqaioKCcnJysre9S4LgnGbr8HYFCwBREYBGBRUWEFOXEywd3aQt/O2ohBxaDcnextjN2crVydLFHuTlQSEg6xM9RTNTHUsDDVUVKSFhEWZAMw2IYlLCzMz8//PwEwG33BCxCAwRIvNgyDtV6gDsx+ALwpJyenrq6up6dncnQYGxvr6elpamqqq6tramrq6GjpAqPx36OmqqihrqytpQa2OoNbi9TVlDQ11NRUlZWVFNgDQq+ykoKSorz8aVkQgGVlpABJQU5GQVYKZF2l0zLK8rIg5YJnkH7VlOTVlORVFU+rKMgpy8sqyiuoqajKSEnzcvNwc3JxcXBynuLg5+UTFhQSExFlV7ZIS0ppayv+TU0AACAASURBVGpZW1qhEFgCjuhBZZJwWBoRS8bD7cy0rYyVX9xJu50VU513E2Gv52ykhLTRITiZMBE2uTeS3y70vF3oWR1pbCq+XXA7ZWmw4fDTyrulvr3Zzp3p9s8bI4d/7B3+uf/r7uT71YGu13n5zzPSkv2jwolnggnRZ2hZqaEP7yT3tpXtbY4eHr4/PHy/vtA3PvSqofJx4lkfHVm+R1nxn9bHd2e65nprNidfr44Cf5qf6y+dHyibO8o9gjCwPQ0sI10cKpvsynu73LY4XLk4XLO/0tNc/fCXg4X321OH/3j/2+fdV9WFkaH+NDIOg4CZm+g7O1h7MoiJsZFP7t+cGR88/Ov3w79+Pdhe/vRmY31u9P3W4te3GzX5j3GuNgh7s8z4qD9/fnv4z1/erMyZ66j5MchvN5YvX7pw50q2robq2fCQqbHxob7+1uaWgb7+nZ29g4P3a4vrhS+K4s8nXUhJCw2LiI45H3omUkFF1crOlsKgI1BIU3MzMzMTczMTZ3s7U0M9dRUZEyM1Kwsde1tDR1sjV0czd4gdzNWGgHTFI1yICFcaFu5NwfsxyP5Mij+d6EdCR/vSLkT4xfhTo3zw9zJieuvzZ3uq9+e7Dz/Nf9kY2Jyo/7TevT/fNNuVuzxc+vub4c9bvdszr/bmX//5YeLw69yX7b69+ddftvveLrXuzjVtTQMrf9+tAJy8M9v4bW/w40b3wVrPykRjbCgl0o/oS0MxcDAfKo6BRxGRcLw7lIhBUvAYCh5DxqEYRCQZ44Zzd8QjnIhYKBkPxyEhSKgTGgHxZJA9PWhYDAIOg8Cgbs6OTnY2QKrfxdUB4Q7BYhBYDAKJgsHhUAgM6uDiausKQZEZjKBIkm+YOzMA6RkG9wohR8QRImJIkedp0YnUc0nkqAR6TIp3YnpY1u0zl+9FXX0QeeV+WOadwNTrvsmXWUk5fknZHjEXSOHnMYFRaL8z2IAocngMPSqeFHyWGhZDCztHDIxAeQe6Ub2skHg9R4iyibWqiaW4ijq3mISQlIycooKqmqKetoqCjJiEIKeytJAgxzERrh9sjbWQzlZ0LPRibDjEzlRWhFtOlEf9tJiKjLCytJCmgoSumqyBpryxrqKpvrKZgYq5oaq5sbqlqaaRnrK5sYaNhY6tuTYF4+xmr4+DWWzN927OdK5ONq2MvlweBtK8U51FU50FgDDbUzrbWwaC6/JwzUwPcGdxsAo8r48DodytKQCYl4aq5/srdmebV0fr1sbqNydfrY837My83p5uArF2vL1gpCV3ogMospruLpnpKV0YqJzrK18drVserpnuLpnvr9iebtqebgIX/C4P1ywP1wCh4qNPWRurn+kuWewtX+2v2ptofD/Xtjv+aqmnfH2w5sN8+/Zow+74q+3RhtX+qsXusqWe8uXeioWesr2p18B/mIu9X/emn91KxcJsnOyMmUwiHOZCIuOYnh4MDybNw5Pm4UkiUxFINBwOh8FgUCgUAoG4uro6Ozs7OTk5OjqiUCgcDkehUOh0OpVKxeFwcDjcxcVJX1/X2sYMeDc8HOZqo6MmbW+qbWOkRkTYUjGOVLQzFmKNcLHEQG2pGAiThPCmoH0ZWG8Kmop1IyFd6Hgok+BOx0NpWKgHyZ2KgZBQzh5EhA8N7UlCepIRXiRgGDjY0Tc+EBLSxZOE9mMQyRgoFQcH15LRSRgaEU3BIyl4JLgli4LHEDFIPMod4w6FOgDgrqOipCAprquspKUgryItpSQpIcXHJyfAH+3n9yQnq7mkaL63e/BVQ+3zp0+yMrOjz533ZQWTiEEEfASNGkomBRMJAWg0zdUJ72jLQEMCKFgfPAIk4QAKNi6YVfnsflddef/Lqo6q4r6Gyon2xsWBzu2JodHXL/vrq0ebX3XVVb64df3htZyXFcWDPW1J8dHGBtr62hqWpkaGulqWpkaWJoZmhnoWxsA2PvYyAiNdLbCZAojq6GqBFRUG2hpaqkp6mmqOluZUNArj4gK1sUE4OJDgcC8CIYBOD/bwYJHJVCSSikT6UakRLFaol5c/jeZHpQZQqcEMBhuAQfmXTb/fAzC4ISmIRAkmU4NIlEAi2ZdA9MbiPFBoujuCBIXiXFxA9nazsvqbgS0tbM3NbS0tzI2N1JWVxIQEuU+d5D51ko+Lk5+bC3QC8nJygBjMfeok18kTHMeP8XGelBDgkxMTOS0uKi0sKMbDLXjqpCg3lxgPtwQPjwQPjzg3txgQ/T2a/wGApfh5AQzm5pLh4wVDwjJ8vCInfuQ7dswP495elDfWUDNYUTpWXTlWVbHc1DhTWzNXXwemeefq6yZrq8eqKkaqK7oqyvtqa9YGB/7c2v7n+tpGR+dkRdVcRc1kUclMUel8YelsfvHUi/zxpy/Gnjwff/pi/EX+6PO8wcfPOu89AN3OdZev1F2+0nTjZvOt222377bfuddx807zleuv0rOrU9Nzk5JeXEwpTM8oyckpu3Kl/OrV8qvXS69cy0vPfJhy4Xr0+bSQ8GS/wAQfvwQf/0RWwIWA4LSQ8LTwMykhoTE+rHAGI4ROD2Uwzvn6nvHyivLyigsISAkKSQ4MTvINSPLz84fDEAa6plLiIJeCOGokLvK9pRnUe0EM/m/0Be+w/c9sAAa90GzEBQlZT1hAX0RQX0TQUEwYBGDw5d/F0UKCGgLCSrwCijx8Srz8pzm5FXn4TBWVUZZ2oVTPKI+AWFZErE9ktE90DAvYABzlAfQ/swE4hnUx1jctxi8zxi/9vF96DOtigu+F5MCUi4FJqcHx186mPrpw+XlGTl72lfzLl3OzM/MvZ4Ly76NLCXmXLz3NuPAs/WJBTnbJtZuFV64X5lwvvHan4PbDvLtPCh88L3laWJlbXlVQXVFQW5pfW1JQX1Lwsij/VUFeY2lxW0Vld2lpV2F+S8nz5vLc1qqCjqqCjor8dmCKOqtLeypLu0sL24vyWvJzX+fnvs7Lay7MbykoaAUAmIeHD4RezqMNO1xcPKdOcQoICIEAfLTzSBAEYAEBYJGKAJ8gHw8/LzcfLzcfDxcvFwf30aZMcF/mf55BAD55kgMUe0Ho/b8YgNmO6O8ZGIzUsn/0vRGalxtY8AsO2AItyMsH4O6RAnwU+uUFFyAJ8ggB0u/RwX/0DKAMc/IIneIWPMnFd4KD7wQH94lTHD+dOP7Djz8Arbs//HT8mMCPx2Q4f4SaaexPdxz+c/Ov9Y7fJssPl+sO+198qb36c2nO5tPUnkvBTcnBdfFBt/ypsQyihaaKvpJsoCct9+G9ovxnaZeSPT2o5maAnBjgRUs+F5IcEcjCwZ311QwlhVQ5j8sdO2YrLRroaJXlRclmEu4Fe5YlR/Y9vVl//WJuWszD1HM3LkRmpITlZMbcvXXxenbc9azzd64mPbl76fmjjOePMopyr9aU3y/Ivfbi6ZWCF3fynt2Ojz1ja2UqLS4iKSIgyX/Sj4r8vDu/Pd//bmNseaLlYH1wfabtYH3w7drAu42hn3fGPm6Pby/0LY61zAy+mhioe7838dvn5Tcboyvz3RvLA4sznf2dNSWF9xJiQ+hkd086huVFJuHhODSUTsFSyDgqhYBGwTFodyQC6g53QyKgpiYGMtLiCHcIy8eDRMTicSgiAWNvZ6WoJCcpJSouKSIkIsjLz8MnwCssKiQqLgamf4HFSEIi4NaGo8UNoAIsrqmp6ebm5unpyRZ+w8LCqFQqBoNxcnIyNTXV0tICtV8pKan/IwCDpdBsAP43/QK31VXkSHg4FuWKx0BgbrYELBQJd4S62iBgDp4MvCcDb2mmKy8rYmyg7uxgbmioKSYqzMMDBBkkJSXZb8vHx/c/AbDod8dRMzxQYS0lBWSbwQPkXvAmOwPMfgmaoqWlpZWUlDQ0NHR1dbW0tJSVlRUUFFRVVXV0tDTUVTU1VEB1F6wM0dIE7qgoy6upKqqrKYELjdirekGlV0lRXlHhtIK8HEi8MtKS8qdl5U8Da6dOy8nIyUqzMZit/bLFXmV5WfBaVfG0urKChoqipqqShooimCJWOC2vqqwiJSHJw8XNw8UNMjC7lwWsJ5WVljE1NoFDYTgMFochEvEkb4YXjUQkYhAQZytjbQUbU9WyZ9cup0Q8vpbEQNsZKQqxcE7XksIa8m/P9tT+tje1Mvzq4+rg0mBDT92z3BuJl6I8qp/lzPZU/2N/Znem491S3+GvW/96v3D4de3wX7v/+rp0+Mv64V/7wPy2efjL1uFfB4e/7fz6bn5tsuNV+cPiR9l1xXevpERYaMuQIRZd1bm/7s5uT3VMdpQvD9e/mW9bHKz6tjvwdaf/543uvfnXy8M1R+oWIGFtTb9cGa3cnnm1NfNqd7715+3huuKbFbnXD//68G577sOb5cO/vh3+9fvvXz/8fLD38e3uzwd7H/Z3fvl0cPjHt79++/zl3e6Xt1v//PLuzerMwcZ8Y1keA+1mo6+WFOm3NNZ1+OfXjzvLh398u56WLMF7amly5PefDxwsTFXlpF0dbGEujmFBwdnpGb3dPdubW1NTM42Nr1/VNm6tbmdlXJaVUbC2sQsMCnFHY1Q0NPWMDC1tbaxtrfQMdG1srHR1tNwhbjYWpuZGOoa6KmZGmjYW+m5Olk52pm725jAnKyLKDQ11QDjb4WAuTAIaAGA62Y+CO+NDjfalnWNRo3yI11POTHRU//lu+Y+3s7/sTBz+uf1usXO+r/SfB2N/vB3emaz5ttMNuKAn62f7SlZGq/cXW7ZnXq1P1L1baf+60783/3p/sWV/sWV9ou5gue3XN0PvVtrfrXasjtfuLLQNthYEMmHRQVQGzo2OhbJoeCYB/W8ARtCI2KOV4wQ6AUHGuBGQziS0K5WIoJGQBDQMCXWCuNiHBLI8mFRXFwcMGonHYZwdnZwdnezt7R2c7F1cnKBQN3d3gH7d3NycXJxtHZ2snFzdCVSKXxjWMxBK80V4hMK9QjCBUe7+YXC/UERAOCroDDb0LPVckk9Sht+Fy8HpN85cvhd55T5QhZV63Scx2+N8um9KDvP8JVJ4PNIv0p0VhgmMooTHMaKSaJFxPnEXg5MzQ1KygpPTg5LSAuIvep+LpwZH+kTGBMXGh0THoIlEZVUlSyvTzLQkJNTJh46P8GcqSQlK8p8MYBIi/b18yNhzIb4WhprSIjyK0sIqcmIailK6arLqCuJG2oqmeipmRurmxhrmxuoWJhqWpprW5toINysTPSUU1AYJsbYxUUe4mmZfiPi4PTk70DAzUD3XXz3fXznTXTLZkT/fVwpEtUdqFwcBHXhpqBpUccHA7WRn0WRn0eJg1d5cy/5C28bESzBz+2a+daandKqrGPBOjzdsTr7anW0GCXm6u2S4+cVoax4Iz+DzKyO14K+d6iqe6SldG6sH5eWZntKloWow2bs+3nCw1PFmvhWo2uounWrJn20v2hqpP5hpeTPZtDVSvzVSvz/1+s1k09vp5g/z7R/m299MNu2Mvdwef/luvn1/of3tQs+X3anRzhoi0sHBxhCHg0MhTmQK3seX5eXjTWPQSRQyGotxg0Ls7e1BZ82RrUbfyMjI3Nzc2tra0NDQyMjI+OgwMDDQ0dHR0NBQVVU2NNRXUJTR0lRxh9pnpMZpq0rBHcwQTmYQa108xJKCdqCgHTwIUH8PrA8NTUQ60fHAdQiL4u+BZdEx/h5YoB+eBPP3wAd64QM8CSw6ikXH+NCQTCKcjHYJ8Sb70bEsKtqHgmIS3CloNxoW6k1BkzFQChYG6sAMMhYcOgmDR7kTMUgCGoFHuZOwKDoJzyTiqVg0A4e1MzG2MtDXVlTQlJOjIBAXo6PrCvJne3uHm15NtLUU370dF+DnT8AFEQl+WEw4jRqAx4VTKZEMuh8GzYC40ZyccLZWVIgzztkGbWeOd7IOJGOuJJx7Vfhsuqt5qvP1fF/7WHPD4Mvq+Z62jdH+5YGuhd72jdHBkaaGma62ic6WxtKi9pc1jTVlFxNjbK1MtdSVTA0Bz7Oxvo61uYmZoZ6Rrpa5kT57G5+Jvg4gBR8xsIm+jqmBrr6Wuu7RBmAtVSUzQz0cHMrE40hwuLu9vZuVFdLRkYHBAJRLp/vTaEwslonFBjGZkX5+Yd7eIAD7UyhBdPr3AAyWP3+Pvt/3YAWRKEEkSgCZ4kck+eDwTCSKDIMRIRDMUcU0xNoapF8AgK2tnK0tbczMLEyMdTU15KQk+bm5gKAvxymRoxUIvJyAnZDr5AnOEz+BGWCOn45znfhRhJ9HQUZSSxWos1Y7LSsjIiTCwyXCxSnKzSXO/TcDgxgMvOQFBhR+2fIvqP2KcZwSOXlC5OQJMY5ToAgs8MMxeV7Ooms58+3N/ZWlU/W10/VAc9VKY+NiQ8Pf8+rlfEM90ORcXtpTXNBaXDTS+Gp3Yvz3tfWvs7PrrW1TldXTpZWjeQUTeYXTuQUg/Y4+fjb6+BnAwEcAPPDoafudey+vXqvJyq466rhquHK18fqN1lt3Ou7e77p9r+36rddZV+ozssvT0suyMityssuv5JRm5xRkZLxITX1yIeXZxUt34hNyzpxNDQq9EBCcHAhMUkBQWkh4ZnhkWviZeP+ACDojiEwOZTDOslhxQUFxQUEJQUHJoaGZkWczI88msvxDCQQ3LU0LWSk9YQEDUSGQe3WF+A1Ehf4baNm25/+JgUHi/Z6WwbcFGfg/csL/IwALCqrwC6oKCKkLiSjy8En9dFKWk1tdWILoAAkle8X7R8X6RJ71iIz1jon2OR/BiPovAE49f0S/cf4Zsb4X4llJSQGJFwLi08MSbp1Pf3rpSl4mYGwuunK16MrlImD9b+bR9qOEF9mXnmdeepGVln85u+DytdzL1wqv3Cq+db/4UW7Z8+Lqgora4pra4rrq4oaqopeVRa/Ki5sqilvKiltLiloryjprqweqyvtLCzvLCtqrCjtriruri7oqCzrK89pK89vKCtpry/uA/ue8lvznTQUvXgOoXNBWXNh2jIuLh5eXn5eXn4uLhw3AJ09y8PLyc3PzgnfAB8CzAB+g+h6ZcPlBDObm5OE8xfX9fM/DbAD+3t78fzEAg7ruf3ih2e3QIAN/fwY3AH8PwAI8R3ovH/Dby8PFy8PFy8cDbADm5wUA+OiCD9yeJ8jLJ8DDK8DFw8/JzcPBycPByXXy1MmfTvz04/Efj46TPxzjPXbMUE64t/rZ4afFw/3hb9PVh6sNhzNlh0O5/2q5++fL25/KLk9eO9eYwHoWgEvA2McysO42plSEy9W0pDtXMwN8PFwcbawtjIk45PmzYZnJscFMorORlq6MkArfSdkfjykdP2YjzuNprp1ORxfGBt/2I40+ufa19+WXgcaJskel2fF3ksKup0RcTTt7Iyf+1vXk69lxV9Kjb12Oy3ucXVF8u7TgRt7T7BePs148vZL3/Mbt62l+3hRtDWXOEz/ycJw6LSUuI8htqCLTUV/8eXf+49bUxmz3u42R3aWe95uje8u97zdHfzmY+7A1sTrVMTP4aqyvbmd16MPe9LcPy1/eLb7ZnBzqqb99NYXFRDOpSJYnwd+H7M0kUElIMgFJp2C9mBQ6jUTAo/E4FBaDcHN1hEKcXV0cQPSiUYksHw8kAorHoeg0kpOjraqaooyshKS0mLCoEA8fNy8/DwjAImKiQiLCwFYkQWC7Ib+A0BEGiwP2aFEAgNnO59DQUAaDgUKhIBCInZ2dsbGxlpaWioqKgoKCrKyspKSkjIyMtLS0hIQEWwEGCVTkaO228L8PMI4rJiYiJw3ALRblioQ72lgauDpZQl1t7KyNEDAHOgVNxMEsTHWM9NUwSBcfTxKRiJQGFgLz8PHxgTZmUNcVEBBgvz9bYQYxG/zAf3+cmISEBJhSZnMvm3XB+2CAGbwGYV5cXBx8TykpKUVFRRUVFWVlZSUlJVVVVU1NdTVVoLoZZGC23gtyL7i/V11NSU1VUVUFKLg66rgClF42/YK4KysjBaLvke1Zjg3GcrKA7ZmNu2BOGBR71ZTkNVQUtdSUtdVVdDRUQdOalpqyoryCipKypLgEULfOxX3Ui88NtrCA15LiEuamZngsjkahEnB4MpGCxxIYFCoZj8MhYU52pkZa8q62BmXPbty/nHA3K5aJsWe4W5c/ylkabPr9zezBYu/BYu9Ic9HGePP75f63Cz299c/vpp1h4eyuJgaONBf11D1b6K87/Hl5d6bjzVzXh9W+j2v9v+1NHX5ePfx5+evW2LulgffLg5sTbV01z6Y6a94uDJQ/ykHa6OjLCbgaq461VH7bnn670Lc50bI0VDfdXbp7VPazNl67Mlq9MFg+3VM03l4w3l4w01M231/xZbvv3Urr8kjVh7XO3fnW3bn2takWAsw0Oymss7Hkr1/fHh5+/ePru1+/vP3187u3O2tvdzb++OUzIPz+8e3jm82BzqbLqQlEhDPUzlRHSdLWQP3qxejl8e5PO3Pb84OLo+0ftpcOf/8Ct7eE21v++fXjP798GOnpxMEh9lbmFsYGEGcXoPjMxBQosLWyUVBQsrO0hzhBYRCEizMUhcJYWtmoaGge7cI10DHQd3JxNLc0szA3NdDXtTIzdbS1QkKdzIw0rc31LE11IM5W9tZGDpaGEAcLAtIVA3PEQp3JKJgPlRDszQhneUb4MC5Fh57xwgdRERfOeNe8uLk31/fPg4UPKwNvF7t+3x9/v9y5N9v0+5vhT+ud+7MN/zwYWRutGWh63Fl7Z7avZG28dqT1+XRPEWiEfrPQ/Gmz59vuwP5iy5ftvsMvs7/tD+8tNI93Fi6N1e8udmYnB8eHe7CoyDAWNcSH7scgMkkYKhZFwaPpJByTQvCg4okoNzoB7klBMYjuBAwEh3IlYuBUAopBJYSH+Ht7MRDuEBTSHY1CwCBQBAIBR7i7QtzsgUiBnbOzoyvExQ0KcYZAbRxdLB1dYDgqwTsIQWO5kLzgzBCETxjMJ8jZw8+RwXL1CoD7hWJCokAA9koAGDg081Z49p3QjNt+KVc84zIYMZcYsam06Auk8HhM4DlM4DlyRJxn9AXv2FTP6Av+SenByZl+cane0Yle5xK8zsZ7RJ4PiElIuXojKSsnMiHxfHJyRGQ4k0Hx8aREBvtkpMTeyEzWU5UV4fohgEmIjwiKOxNExcE1laTlxPm1lGVU5MS0VWTN9FW1lKUMtRRMdJVNDdXYAGxlpmVjoeNkY2BjpoWB27nZGeLcrXMfZC6OteyvDm7NdaxPNK2OAht053rLJtrzxttyp7sKd2Zeb06+Wh2tWx2tA5ulQC5dHKya6Cic6ioG5VlQ9d1faNuZAb4PWhkByHm6u2Sur3x7uml/oQ2EZFAKBvVk0N68v9AGfn+0Pt6wNlY/1VU83l4AKsDgnfn+itXRuo9rPb+9Gf11d/hgrnW1v2q2vWh9sOb9XNuH+fadsZer/VWbw3VrA9U7Yy8/L3d/W+t7N9sKAvDBXNveTMvGRNPuQu+HzUkPEszR1giLgsCgzlQa0def5entRSSTMDisOxLh4uaKQqGOpF0Xe3t7Ozs7BwcHV1dXKBSKxWIRCISrqyt439HR0c3NDQ6H2thYGRrpOjpYB/gyP7zdyL4U++hGhi8N5Yl39cS7UjGOwO5fKFB/xcBB6Xg3L4q7D93d3xMdzMIHs/B+HihvGtyLCqPhnRlEV28anMVAsBiIIB9cMAvPoqO8SAgaxs2bjGRRAV80i4YFtGIigkFE0gkIcKgEFJWAIuOAxW+ABfpI+EVAXBAQFywCRkIhCAi4s6UF1M42JjSkMj9vvLv7YG2tp7GxvrDgxY0b1xLj28pLS+7dyYw+G0qj+GExTBjU0x1OcLAnOtiTnRwx1lYkR4cANDqEhD/nzbwUFZJ7LauzumS+p21xoHOsuaGzuqS/vnKyrXGqvWmht/3NzNju1MhUe1Nvbfnu1Nh4a9NYS+PCYM/ewuz77bWy/Ke2FkaGepoWpgZWZsZGetqGulrG+jqGOpqmBrpsAAaJ93s12PSoshEsrdBSVbIyNWIQcN5kEh2NRjg4OJqaQqytKQiEL4USQKcHMhjeRKIPiRTm7X02ICDM2xssx/IhEAKo1BAmM9zLK8zTM5jBAEVgUO8FMdiPDNRfBRzJxUFUWjCZGkCm+BKInmgMFQbHu7pinJwQdnYwa2tXS0sXCwtXS0tXS0snC3MHCzNLY4B+FWRlRAUFeDk5uE6e4OXkEOLjZfufOU8AjuhTx3/kPPET18kT4kL8p6XEtVSVjHS1THW19dRUlGWkZESERLm5gOHkFOP6G4PFubnFuf+2Ov8HAEvy8cjw8YL7gYV+Oi7GcUqck4Pn2DGxn370RSMGq8vHGmp6igsWXzfON9TP1tRMVlTM1dbO1tTM1dYu1Ncv1B8BcElxV35uW2HhfFfnr2trf+3sfpub2+7smq+umygqG32eN/4if/J53vjTF6OPn408ejr6+Blw/Sx35OmLvgeP22/eaci5UpWRWZ6WXp6WXpOV3XDlavONWwAA37nfeetu25UbjTlX63IuV1++XJmdXZqZkX8x9XFC4t3omJtnzz5OvnAz9nxm2JlLwWGpoeHpEQD0poaG34iNv3ouFgBgX/8zDGb4Ef3GBwfH+PunRkVlnDt3ITQsPSIy40xUGIEM0dc3k5YyFBPWFxE0lhA1lhAFuZct/4L+5+97rf7f6Zf9JNvwDEq+BqJCIPGy3/l7KgZv6gkL6AgLaQoJgfSrJSquJih8mpNb6uQpWU5uXUk5jLXTGQYgAp+hh4ZRQiIYZ856nQO7r877xMWyEmNZKYDz2RfwP8f5p8X5XYxnJSX4xV8MTMiOTLmflJObcb0w62pxzrXSKzdKr1wrvpyTm5X25BKw/ehp+sUXWRkFV3IKrl/Lv3oj/9rt0jsPK5/klT0vLi+oqC6uqympryysKy+sryh8WVX8urKktaq0o7K0s6Kkq7K8p7Zqna6xcQAAIABJREFUqLpioLy4u7q0r6oEoN+qws6K/HYQgEvz24AGrOKusgJABC4raK8s7a4q6S4r6jjGzc0Lqrvc3LzcQMEwwL0cHFwgD3NwcJ06BeiXoEoM0PKR8MvHwy/ID6jBgvwAlXEDPl5gjipjuEEYBjEYBGCwXIpdrfz/AzCbgXk5ufiOQr98wJ+2AVGdlxsI+R7J7II8gA+Fn5dHkI9XCBgefkEegaNOCH6Qgfl5+cBSaD4+Ph4eHuBtj0ybXEflWLzHf5TjOv744jnAVPl27MtM7S9T5YfLNX/2Pzocfn7YfPMfNTk/l2SsPErsTAt8HoRMxNn4Iu09MJBIX3p0KAvn7mxmqI2AOEYE+8ZFhUaHBnjiEBaaSipC3OqCnJr8HKocx6xETqRgHSuSwrpvXhh+mFURF/j2ZcHh6sh8yYPB3Bv1d1Lzs88/uZzw+HrK7SuJWalRd68l3rmacO9m8rOHGXlPc3KfZD9+kP7gbtrjB9lJcWFwiJ2ctBgPxykBHl5hfgFBbm4pQS4xnh9ZVPTBxsz++sTO8tDmYt/GQvfB1vj6fNfu6tDe2vDs6OupwcatxYH32zOf3i7+vL/w+d3y+uJg7uOrPgwUhQA9d8bPk44JYNFYXmQizh2PgTFpRG8PKp1MoFGJaBScTMLhsEgXZ3tXFwdLC5PTclIwqIu3F4NKIcBhrlQKwYNJdXK01dJWOy0vLS0rISImzMvPAwKwmIS4iJgoKAKzAfhos4OYkLComJiEsrKytbU1BoOhUChoNNre3t7Y2NjU1FRfX19TU1NVVVVFRUVRUVFWVlZCQgIESDYAg/TLzgOzcfTfRCrCdepHRzvzG1czUhKjr19Jp5ExNpZGSLgzDg1lUHF4DMzG0shIX8PSTN/B1szB3kpZSQFcVAbKuaBRmU2/34vM/2btv/8qcrR7FHxeSkrqv7kXFHvBHU7gT2WODgkJCWFhYbBrQERERE5OTlVVVUNDQ11dXeVorSsbgEEFGNzlC55B+v0egNmIqyAPgK6CvJyiwmlFhdPgfSVFedAazYZkFQU5VcXToM8Z1HjBa5B+dTRU9bTU2aOrqaaipKymogoCMC83Dz8vHx8Pr5CAoISYuKiwyGlZOUtzCzwWx6DRjzpp8B4MTxwGT8LhCRgkEYOAu9nam+kSkQ5VeXcKH2anRvvaGSo8u5r0cXX00/r4ynDT++X+D6t9bxe7lobq1saAjO7v+5NftoZbyu/kxLOyznunnWPm3ozvqn3UVfvot93x/em2T0u9Py/27I6/Xh+sXx+sX+mtm2ktm24pHX2ZX3gtmWSvf5rjmLOObMXdzMODlY/LI5/Wx2e6a9ZGm/bm2md7y4EEY08RSL+gEXptrH5/of3TxuC3neGvO/37i6+XR6pWx2p251sXBms/7Yz50dzsjBUhdrpn/GkFT26O9TW/21n65ePeh721j282JwZ6Cx7fS4gKo2HhrjamtsZa1obqWIj1zay4lYmuf33e/OPj2sftSSCWvzT0ZX+ttuiFmozYnexLn/e3//rl07vtDVNdLTtLMwtjAzwaA3N1MzIw9PHyjo6OpdEYthY2Atz8EmKStrb2+vqG6hpauoYGQmKiwD9XVUVHZwcLK3N9PS0Y1MXKzNjHg45xdzUz1HaxNTfWUXO1s3CyNnWztcBAnMDdv15ErB+NFORBC/PxiA7wPR/iFxfiFRfESInwyYwNfHo1uf9V0e5M1+5Mx8pIw+5sy6f13rcLLetjtW8XXn9abd8Yr5npLuppuN9ScX2sPXdntnFjsn5xqAK8WB6p2pt//XG9681C84e1zt/2gd/MrZmmxeHqhZHaf31ezn+QlhTpHRvmHRvGigryCffzCPCiedMINCKWiEHgkBA03IWIcqPioDQ8jIR2RcEdEVB7HBJCwSOT4qP9fJgeTCqDToZCXJ0c7YElrjgcgUhGYLBucACDITAozB0Od0dC3BG2Tq6Wzq4QHAXj6e9G9nTEM2GMYJRvBMQrwInu5UT3cvP0dfcNQQWE40PPUqPiGOeSveMuBaRcDrl0PTj1WkDKZb+kbFZCJjbkPCE8gRCegAmJwYbGUs4mM6Mv0s8msXVgfHAUzj+CGBRFC49lRMT4nj3vdzYmIPJsXOrFG3duJ19IoFEJCJgTk4RKiArJTokxUJMTPHWMjHQ5F8SKOxNkYagtJcovLy2qq6GkdFpMXVna1FBDR0NeT0veUFfJ1FDNwkQT1H5tLXXtrfVtzDSoWBd7cy0Xa53qovsft6YWRps3ZzqXR17N9lXN9BztMRqrXxmumu8rne0pZgu/c33l8/0VCwOV8/0V4Ord2d4yUAQGrdGzvWVrY/VbU43gpqKpruKe+odjbflLQ9UzPaUgEoOK7lxf+cJA5dJQ9fJwzd5cy8pI7dpY/dvF9t3Z5tnesqmu4rWx+oWByvXxhvXxBvDjVkfr3i62f1rvfb/Qvj/TvDPxamOkbrm/crG3fG2oZneycW+qaWWgarm/cney8WCudXeycXO0fnv8JRASnmic769eHmn6x4fV6DAvuLMljYyBuDmSKXhPbw8ShQhYleAw4IsPVxf80YHD4bBYLOZ/P7BYLO7fB/hTNBpJo1GANeJknL2NaU/Hq9ry579/3HlZ/tyXAvchufnT4KFeGH8agoZ18qEgzgYxg7zQXmQ3fyYiIcr74vmAmDDGmQBSdCg92Bvjx3AP9sYEeqKYBGcfKvTowjXQA+dNRoZ4k73JSB8aOtSX6klCsmhYLyqaSULQ8O4ULIyEAwaPgmIRbiTg+yDA/4yGQ9AQVywMgoNDMVA3lItzZlJiwYMH5c+fp8fFJUVGRvr5ZZyPTY+OvhAeujzYf/jzh8Nfvv68urw2NDjV1tpWWlL9+FHF/XtVDx9U3L/XmJc72tAw29q82NO5OtSzMdy31N853dY02da41NuxNT4429G8PtS7PtS7NtizOzG8OdI/39U609k81d480fZ6urN1bXJ4dWqsPO+pJwWnpSoPArC+toaelrqxvo7eUbLX3sqcDcCmBrpmhnrsl6AF2kBbA1xTDwKwB4ngS6PS0Wh3e3sHExMXCwsCFOpDIgUyGKAL2o9KPePrey4wMMTT04dE8iYSPbFYXxIphMkEm7HCvbxCPTxCmMwgOp1thwabsYLo9CA6PZhGD6LS/ElkbyyOhkCwtV8w+utiYeFiYeFkAaR/AYHdyMBIR0dBVkaIj5efmwvM/fJwnAI9z9+bn/m4OIX5+cSFhdSV5LXVlA20NYz1tEGPt5aSgtppWSkBfnFeHjAVDPif2UZoPh6Jo7gvW/6V5uWR5uVREBaS4uE+zc8vwQGsnxU/dYoPkGpkax/eH6+r7inMH6uqWHjZMF5WtlBfP1VWPl9dM1dVDUxt7Vxt7WRV5UBhQdvzp12lpVujI4cHB4fvPvy+sLjb3TNbWTOcW/jfADz25PnEs9yhx88GHz3tufew9fqt+uzLlekZIACXpl6qysh8eRlg4Pabd9pu3G65CgBw5aX0stRLJRcuFian5CYlPUtMeJKY9Cgx8VFSyo2Y2KzwiPSwsIwzUdnRMVnnojOizl47H58VEZXoHxjt6X3W0yvWzy8hJCQlIiI+ODg5PDwtKioj6uyF4NBgAgmqb6QtImIgCridQfkXJGF9EUEjcRG2Y5kd7mWHgf+PDMxG3+8DwwaiQqAgDErBbNX3P+iX7YLWERbSERXVFBTREBTUEhbWEBFWFRRQ4uNV5hOQPHFKX1oebw+NZAaeZ0VFMcMjGRHnWTFx3rHnfWLjWPF/A/DfDJwa53cxzu9Cgl9ign/cpZCEazGXHl+8Uph5szjrWmn2tbKc66WXrxZl5TxLvXg/KfFuQvzjSxdfXM4pvnm75M69ktsPyh88q39R9Kqopqaotqqkobr0ZUVRQ2leXXF+Q1lRY1VpW0VxW1VpZ1VZT0VJT2Vpb035UHXZYHlRb3U5sOiovLCrJK+9JK+9NL+jrKATfFle2FVR1F1Z3POyYqipbvxlxVB5Ydf/AmAeHj4Qhnl5+Tk5uTk5ubm4eDg4uE6eBPRLtk2am5MH1CQF+YVEhESFBUUE+ARBLzQPFy8bg9kMDAIwCNLs9ULf912xg8Hf3/z/bgkWSLbssisODg7Ofx/gj9gSMbgumJeTi83AbAA+qhkT5uMRPApi/G8ALMzLL8rDK8IHrAQQ5Bfg5+flE+Dn5efh5OYCVjgdBYA5TwAV9tw/nuA7dsxCQfRwe/Jwb+zP1Y7D7bbD+arDsbzDgUeHrTf/bMj5R1Xmb5U5b0vSB6+GPQuCJ+IsQ4muNJQTzMbYQE1WT1WWhIZcjI+6kp4UGchCO9kYKsnoSAmrC3KePnVMnfu4jTT/RYLj1POsXzrLfu0q36180Jp+ZrXw5p+DL1uuxHc9yGh9nFV+88LTnLiHVxLuXU28AaR/E57eS3v6IP3+rZS7N5KePcgqyL1RlH8nMszb0dZERJCH+9RP4sIi0mJSIvzCfBxc4nycwpzHlCQFRroaP+0tfXm7tLU4sLMyuL8+NjHQMDP8endl+N3W5G8f1//8svd2c2Zpqr+5rjgn7XygD8mXiQ/zZwT6UhkUtBcDTyOiqSQ0g0qgU/AkHJqMx3jQyEQCxh3uRiRgMGh3N1dHJ0dbPV1NFWV5X5anlycdSNkhoHQaiU4jOTvZ6ehqyCvIyJ6WEpMQ5RPg/T9aoAUEAR0YBGBBIRFxcUk5OTkdHR1ra2s7Oztzc3NdXV029yofHYqKiuzdv/8NwKBIyw4DgxdgCbOYmAg3x3ECFn54+PunD3stTbUMKg4Bc6IQUXgMzItJopLQ9jamqkoywgKcokLcaqoKxkYGYmJiXFxcwsLC4EZfSUlJcXHx/8Dd/3jJ/lB2xFfq6GA7nEHWlZGRkZOTAxXs77ViMTExDg6Ok0f/KxEREVFSUtLS0joq/VJgK8BgzRUoAoO1z2qqiuBaI9D/DNY7/53sPeJekH6VlRTA+itFBaAbCdxjBK7zVVEGwr1qSvKg1VlDRZE9mqpK2uoquppq+toaBjqa4Ohra2ioq2qoqYMWaCBowC8ABoC5ODilJaUszMwJODyo/ZIIRE+mh48Xi4gnkHBYPBrwtZLxcJSrjQ8NWVt4vyrvVpQf4bTQD/V5t37Zmfm4OjrfV78x3rw+3vhla3hrqnl3tm1pqG5vrn2ys/Tbzuj2dMuH1b69ufb5/uq6vMupUfRrif5PM6Man+UMVj8eqHrUV/Ggq+RO5e3U23GBZ0iu2kI/SB47Fopznnld9s/NqU9zg5tDLcsDTTvTnXO9NbO9laA+tjRcOd1TNNdfOt1TNNlVMNVdON9fuTbWsDvb9naxAwTg96sd090lX3aGQBF4frjBQFnQXEfawUTNzcbAl4bKvhiTFB3s7mQJsbO0MzWA2lqiXO2MNZQUJfg9CPDX1fn//LL959etb/sL2wt9K5PtW/Pdb5b6dxb7D//8ejcnTU6Yd7Ct8d3W6pe3OzsrizBHO2c7a10NVXtrGxIO7+/r19bS+unTl3/89sf7N+9e1b50snVEwJFoNFZBSVFKRhqNx1k72EidlpY9LWNkZGBirG9tZaatrpKZmuxgbW6qp4GFu+ioytuZG7rZW+JgLnQckuDuxiSgAxiUQCbZl0r0peLDPBkxAV5nfSgZMQE58SEx/qSEEHpd/o2tydadmdaFgaq1sYa3C23zfeXDr59+3uj618FI/8v7Nc8vgarvcMuzmd7i1bGaqe7C7vp74x150z1FC4Pl6xN1O7ON2zOvdmYbD5bbVsfrD1a6lsdfHawNXL4Qfi6QkhjlH+RJ9GMQfekEHzrRiwrUX5Gw7gAAuzvRCXAC0hnhCiyhQcEdMQhnFMzZ3c0h41IyDg1HuEM8mFQoxNXK0hzi6ubu7o5EYeAoNDgIFBLmDneGQO1dXe2c3SydXd2wZCSD5Yij2aAoUJo/xjfCBk+3wJKsCVRnhjcIwNjgSGJ4NMr/DCE0hn42xet8mk98Bishk5WQ6ZuYhQw4hw+LJ0YkYkPO48LOkyITyREJmMBzSFY4khUO8fC3IzJtMFQHAtOV6uNG9TJzhmmbWSCJ5LiUFAqNKiDII8TPBXe1RzjbRPh7RgV66ipLS/CdICNd4sIDQ1kMeUlhUQEuRVlxXQ0lFQUJNSUpQ10VkH5NDFQtTADbM4i+jraGbg5GRKQD3NHIwVzjUmzAm+Xhg/XRrobckY7S6Z6Kkbb8kZY8gGNHa9ZGa+b7Sqc6C8ba8ic6Cic72TYHIBI801MKlleNteXP9pYtDFROd5eMtxdMdhaBIeHJzqLehkddtfdBt/NA49Oe+ofDzS8mOgrBATPAoFkaLNnanm4Cw8ArI7Wro3VjbflTXcWg9Rqk4sXBqq2pxnfzbTsTr1YGqua7S+e6jiLBg9UbI3Vf1np3JxsXesoWespWj+5sjTVsj798v9D+caVnc7xpbbzl2/7CrZwkiIMZhYhwdrLFYBEkEgGBcnd2dXFycXZxc3VycXZ0dHRxcYFCoe7u7ggEwt3dHQaDQSAQBAKBQqGwWCwejycQCHg8HovFotFoFxcnHB7FZJBR7i5XslJuXbnwZX9ldab3YrSfJ94Z4WBAR9sHewAM7E2EsGjuwT7o2Aja07upk4P177Yndlb6l6c7Vmbad1eHFiaaFyfbxvtrX1U9fln5oLnueXnezdfV+bXFT6sLH6dEh/gxcWF+NAYeDrRkMXAeZCQVB6dgYWQ8nEJwJ2HdCWgYEYOgErBUApaABoRfEgpBwaBIKAQTj7uRke6Bw3kTif40WlJkZHJUVHpszFlf7wgmvfT+3fXR4d/3dn7Z3vy6vvZ5deWvg7df1la/rq1+W197Nze7Pz31bnp6b2xka6hvY7hvY6BndaB7vb97bbBnfah3Y7hvfah3f3psd2J4bbBnpb9rtqN5suXVfE9bT23l4OuG1bHBr3sbw12t3jSCkpyEiaGWiaGOpZmhjoaqiYGutbmJoa4WuKALzACz6dfcSB8UgfW11MEBQVFLVcncSJ+OxwYwGVQkEmZr62Rm5mJhgXR0pKPRAXR6EJMJSsGRfn5nAwICGQxPPJ6JxXpgML4kUpin51k/v+iAgLN+fpEs1hkfH1AQBmE4hMlkTzCNHkCm+ODwDAQSpF+EnZ27ra2blZWLhYWzuTnYfQXay830dDSUgOgv54mfeDhOCR5tAAFtzyd+OAYYnk+eACPBIgL8spISKgryxnra4LDTzmC7tZKkhKywkBgPtzAnhygnJzsMDNDvEQCDXmgJXm4QgOUE+IVP/HSan1/s5EmxkyeFf/hB/MQJTzhssb1ttKpiuLx0ualxqrJyMDdvsbZu/VXjUm3dUm3dYk3tfHXNdFXVaElJb15u27MnY/UN76anD99/ODx4/3V6Zr25dbK4vP/Ji7EX+aACPPbk+cijpyOPnrIBeODhk567D1qu3azLyqm8lF5+Ka3sUlp+YlJRyoWKtPT67MtNl68Bk3P1VfaV2rRMgIEvpBYlpxQkJeenpORfTM1LvfQwIel2zPnLkVEZkWeyos7lxMRmx8bmxMSmhoYnsvzPAouOGNHePklBwalnzqRGRWXHxSUGB18IDbsaFx/H8oMYGmsLi+mJioGbjdhbfMF0romkGDusy6bT/3cABqVjNhuD2KwvIqjFz6MtwKsrxA++s5G4CDjg2/7HWVdE2EBSEmBgISF1AQFVQQE1IUE1IUF1YSF5Ht7T3Lwm8mpMGC4h4GxKcNx51rlor8h4Vmw8KzaOdf6IgZNjWSkxR3PeNyXOLznBLz7J/3x6WNLdhKwX6deKsm6UZl0vy7xWfoTB+WnZj5NT7yWm3Eu6cCf5wpOs7MKbt4vvPCi+96TySUF9QXlDSV1DVXNNVWtl+euyklclha9Ki15XlrTXlHeVFbZWlXRXlfWVF/WWF/VWlQ5VlgyWFfZVlQ6UFXeXFHQAbc/5AACDk/ekqTS/o6a4t75soKVuorNxtql6tDyv4+8MMGiBBhVg8JqLC3BKgnlgTk5uUCUGLv6d/gVVStARzSY3kIG5OL4TgTm4OP49bB34e9b9vwyAQdr9PgDMRmJASf/uAJ8EywaOzjygsZyfV4ifV0iA7zsA5uUHf//5eHjFgOEW4+UTFeAVAqyZPPxAQJv7FOfJEyd/+On4Dyd/PMb943H+48cFfvhJ6NixGCrs8OPCl4n6f8zWHe61H06XHA4+Ouy5c9h5+7DxyreSC3tPY2duRzQl0V+EI++fwYdRXF0ttTVkBTXlxbAQ29S4M5nJ0QFMAtbFzkxdQVtSSF9SUInruNixY4aCHN42Oh1Xz/2zp/BwuPqPzsLFZxn1cayqaO+xh2mD9zPab6fWXksozIl7khlzJzPmzuX4h7cuXMuOeXQ39fG9S7evJdy7nfri6bW7N9OT4yOMDdRlJIV4OU+KCPCLi0rw8wrxcguICYqK8/NK8HMJcf6Yc/H8t/eb396v762Pv9uZmhlt7WgqGu17ubs29mF34ZcPGzsrky8r84K8yOfCWCG+NBLalU5GnQll+XlTXOwtMUg3BMyFTEAHsLw8PWjucCgM6kYhA/Kvm6sjBu0OVKpCnO3trNTVlExNDHy8mXgc6sh/CMNhkXgcys3VUU9fS0FRVk5eWlxSTECIHyzBEhUXA/3PYAmWsAgg/AoKiQgIigoICouKAluClJSUdHR0tLW1VVRUQPfv6dOnFRQUFI8OcPEvGyZBIgUt0OxtQ2BGl43B/74vKsDLoa+j+vnjm6X5iTNh/g62Zjg0FNjr6GxDJaHxGJi9jamJoZaOppKpkTYKCXV1cZKXlwdjwKCMLC4OlDwLCQmB0At+BHgtJCT0/ef++0PFxcXF2X+3bPSVPTrk5ORkZGSO6Ph/nSQlJfn4+E6dOnX8+HEuLi5JSUllZWVVVVUlJQCAQcO5hroyyL1amqpgDFhNVRGEXiVFOWWl04oKsvKnpWVlJORPS4NrfuVPS4PXKsryigqy4GOqKgqqKgpgaRbwzsoK6iryGqoKmmqKWupKmmqK4GipK2lrKOtpqxnoahjqaYJjoKOpo62praUhIy3Jy8MFpA6OCBjcCaylqY5wh1HIRDwOg8WgKGSit5cHk84gE0l0MomAQdKIWCDVBnf2ZWDrih4VPcoJ8UAaqoj01L34vDH2297M4ceVDysDnzeHDn9Z+2V3bGWkYXGwdmOiaWGgZmGgZmem9e1i195c+8FS93x/dcGdpEuR9GCCbRTV+SzNJYLkEEawC8HZeLoZYS1UMObK6aGUwaqnf2yMH75f/rY0uDvc8maiY2WwcXuqbXuqbbKzdKanDCiqHShbHauZ6S1cHqkAy5zezLe9W+76ZXfsr4+zX7YGPm/1flzr2Z1t/rjW+/Nm//ZM6+Ff+4+vJcDtdWWFjukqCtkZqdgYqbla6xPdHS101a30NfUUZWSFuYzVTieE+033Nx/+6+e9paH91eGN6Y65ofrVyebPu6O/vZv+uD3+x4edCF8PPWW5L282D3//+sfn9xsLs14UopWpkY25ibO9A9TFVUtD09baJjn5wq/ffvvX738e/uvw/LloBo0OBBotLSAwqJOL4+uWpqycTGsbc2MTfYibk56WuqGOZmxUuJmetp2pQZAXXV9N0cZYD+5oQ0a40TFwKgrqTcIEMUiBdDyLhGGRUOGetPPB3vHBzEtnWWnnfGP8SRcjvV8W3d6cOOrdXWh/u9ixO/N6tqd0oj1va7Jhc6y6tfxq+aPk6Z6iremXU92FA02P+1497K6/11V3d6Izf2W0eravZGGw/N1K+85s4/JI1fvVju3Z15+2BnYXO8e7KwKZ7qFeuAg/qifRnYaFM/AIJgnjQQb+JaESUCQ8goSDeVHRNAIUj3DCI5wIGAgRC8hiCIhjfGwUHOJkaWFCJGA8mHQ4DOJo7wCFQh1d3Zyh7m4IBASJdIO7O7lBHFxc7VxcQAB2QRPhZE87BNEchnch+SC9Q00RBGM4xhxFcKJ6IlhBmIAwQshZcngMghWCC4qknUkAHc7esanesWmesZfwYfH06FRmbBolKoUclUSPuUiLSsYGRaP9zsA8g20JDF0XhIqFo7yxjbSeuZianpKuoa6pBRJHRGDQ6uqqUpKiqgqySjJiOsqyEFsTR3M9Y00FawMtFgWXFBVKxcCkxQRkpYRVFKW11BW01E9rqZ/W11Yw0lM2MQBar2zNte0ttR2sdBytdV3sDNwcDHAwK0dT1egg6nhXzc5833Rf3cLgy/mBuvcrvVtTTUsD1fN95ZMd+X0ND1pKcurzMiY6Cmd6Sqe7S0ZacodePx9vL5jtBaz+4+0Fo615o615U13FoDg81VU82po39Pr5YNOz0da8kZbcwaZnMz2ly8M1U13FXbX3B5uejbcXgOXPa2P1q6N1CwOVo615y8M1u7PNm5Ov5vsrprtLFgerNidfTXYWDb1+PtaWD+rDYBHX3lzLwVzr5mj9Ym/5Ul/F9vjLt7Mtu5ONq4PVb2dbNkfr57pKptoKFnvLt8YaNkfrl/sr3y+0/7oz8vNq/8Fy38HqSF3pIxc7IzwGYm9n6Y6AYLFoGAwCWN9dnd3cXFxcnNzc3CAQCBwORyKRKBQKiUSCGAxegBVZcDgc+OoEiUSj0UxPBgaLIBLQJDwCj3bLSTv/7WDt8B8Hy+PtT29c8CY441xNvPDOIZ7ocB9cuA/Oh+ycFseqL7mzMtn8dX/m9w/z397O/rwz9o+PSx+3R3//sPj7h/mdxd4PWyN//Lz8fnP8l/erv3/c+vX9Rv7Dq6G+1DOBTA+Su78HPsiH4svEM0kIOgFOJ6OYVAydjKLgkWQ0AihFJ2DJAADDSCh3GgZFw6CiAvyG2lsDmXQK0p0Mg1LgMAochnNxDvOgXwgPvnUhsbeuanN8+Ovm6j/2tr6sL7+ZmdgaH343N/1ldentzOT22PDu6PB6f+90zdxQAAAgAElEQVTnxdn9iZGd4f79iZGvS3OfF2e3hvqmm18tdLRsDPSsDQJgvDbYM9P+erC+auhVzXBTw0BT/erE0Mbs+PN7N93sLdWVZC3N9M1N9G2szQz1NC3NDK3NjE30dRwtzU11tS1NDEEGBuVfNgAb62kbaGvoaqiCuAhmgKlYdJCnBwkOBzuoQCJFOzt7E4mBDIYvhRLIYET6+UX6+flRAaGYikR64XABVGokixUbFBQXEhITGAgy8Fk/vyhf30gWK8LbG4ThME9PcFcwi0hkoFAENzeUgwPcxgbM/TqZmTmZmTmYmQLNz2amtsZGFgZ6JjpapyWB6O+p4z+C5mcw7svHxQm+FODhFuTlERHglxYXU1VU0NPSBMqu9bX+Hl1NA211PU1VXQ0VHRVFZRlJKQE+UW5OUW5OCT4eSX5e9lmCj0f8KAwsyQfIvzJ8vNLc3HzHjsnx8Ij99JPo8eNCx45piUs8Sk+bb349Xl0531A/V1s7UV4+XV4xV1m13dS8VF27XFe/XFe/UFM7VQks9R0oLOgtzN/q7f+2tHy4f3C4uf1ucGiutn40v3joef54bsH4i/yJZ7mjj58NP3wy9ODx8JNno89ejD15MfT4We+9hy3XbtZmZpdfBNTdkgsX8xISC5KSy4504Prsyy8vX23MAaYp50pj9uX69MzqS2mlKReLjnTg50mJ9+PibsfGXD17LutsVGZUZObZqKyYc5djY8BtwLEe3tGe3ud9/VJCQtOiojKjo68mJKRFRaWGRyQGBjEhMFNZeU0BYVMZWW0hQW1hfvboigrqiwvriwtrC/PriAjoiAiAHc7ARl8hPk1BXvaT/3HBbntm3wd/+fcvdUUF9cSEDCREDCREwOf/8ywirC8hoScuri0ioiHIry7ApyHI//9w99bRTWfv2ndngHpTd6duqbtbGpdGmro7lEKBUmoUd3crUHd3d3d3pUaBouOTd327hxxe5nfOe561nr/eve6V2dn5NmWA0Hxy3fd1qQjwAgaW54GpCorZww0Dia4x/odiAg8f9Y6IDTgOAXAgxMC7InDiiQCoov0TTgbHx4fEJoacuHQ48fGpK6mXbmZeuVlw9U7upZu5l25mX7qZcvby4/jTD+KSnpw+fy/hbPLlG2l3H2c8TM56mlKYkluaVVSYWVJW0lRU2JifV5eXW5+X05if21SQ0wwcrfKz2wqyO3MzOnLT2gsyu/MzIADOyWzLzGzOTGvMSm/KzmjOSmtMe1n76nnVq6eVTACuKx5sqRyvyu/Nel7LwsrKzsnJDcZ9wTwwMMQCajA3Nwy0Q/PxQfmnXFw8AnyQETTwvuLi+KcjGmjC3+vA/8XAu/T7QyP0/48BmIm+YMPJyQmYF0jBXFxc3LuLi4trVyVmhfFw8HFzgH9ovnlrC/LBoIJx83+bAebh5YFmgvm5IR95cS526OM0Xk5hPm4hfk5+Pi5+fg4YDzuMay832x4+tp9F2NnEOdkk2dil97K0vrz2daCYsdX913ABYzTn17aHjN7nv5Zd/JyT8Efh+a85Z9aTY/puhGUfJd4PQdyPopJttQzVJK30lA/4UK6dir6aeDzC1xVnZWyqKgeXFFLhY1dgZ5FiYVHjYKHoqV7wwi5mX2f0ZjM6Mhmt6fOvztckBt/3QJTGhw6+uJp/5sijY4HJZ6Mybp15fj3h1sXom5eir186/uB24r0biXeuxSc/vZb85MaBEE9NVVkRQW4hyOaLhw+Kn+HhZOfh4eQXhAkJcXGLcHMKcOxFWptsLIy/nhtenOzZWh5bnR1Ynu7b2ZhZnOzJT39y7+qZs7FHPGn48ACP3WQRYkSwb4i/JxmPdMY5BXi7+3q50sh4ZzzGjUZ2c3UhEfFIJ0cnhAMW4+ToYIPFOCEcbTFohLWVmbKSvKODjTMJ5+hgg0I64LBIJ4QdDotEoxx1dDUBAItJiPIL8jFjkPgFBSD6FRb65v8sKiAozMcvzMsnIAh1QYvIyMgA5ycwHLt/P2T4LC8vr6CgIC8vD6BRWlpaTk4OdBcDKBXeXUCnBft/A7CkmKAQP2fM8UN0Kt5QT4OAdXQmIAlYRzzGwZVGQNhbaGsq6euomRjCLUz10CgHZxJBRUUFBoMxg38B4v4PAPxvBhYREfkBgAH9SktLy35bMjKQozUYaZaUlBQSEuLk5Pzpp5/27NnDy8srJSWloKAAWqCZyAqGftXVlIAarKqiAHJ9FRVklRTlFPbLyMtJyUiLA+iVl5OSlZFg3mUCMKT67gLw7iDx/u/pV0NVARSA4e8BWF9HAzCwjjZkTC0tJcFM/eXngwkJ8qupKqOQCC9Pd7oLlUjAUSnOdBeqM4kAyb80ire7G5WEp5Oht3REJxtvGu7F3YuJUYF4W12kufpoS9HOQt/6eOvOQs/2bNv2bNv7hc538x09NamLg1ULA5VzfeUTHYXz/RVTXcVr4w0flro3p5o/LHX/vT3658bAu8nGha6i2faC5d6yN2P1Xxe7/t4Y+Wt9mLE9wdgY//P1yO8rQ1sjTbNtJbMdpYv91RMdhYuDVWNtuVAAzEBxV/Wzmd6CsfaMldGy94st7xaaV0aqgQL8fqF9c6rhy1rXZGf+b5sDQ02Zq6M123PtEAN/mB3vKn9173RkINnZ0RBro4O00DTWkKahbHwp2HPREdV5qavjfe+Wx6GIsunurYW+rYWer1ujjE8zn9YHlsZqtuZbGV8XP2/Moq1N3QiorYWpraVZxq+fMpKfGmiqUQhYrJODM56Qkvyip6s7Iy39woVLO+8+/PXrn6vzy0Z6+gQMFq6pJS8vb+9oF3XsyN+Mv/5m/HX0WKS0lBgaYY9xcjgQHOBFI5vqaOAdbZJORBnD1Sz04Rg7cxrGkYy0C3Alh3vRDvm5RfjSw72okX6usQcDzp84GHfAM+6Ax8UTIXfOHn50Obro1bWxtvyNyabZ3pKprsKx1uyF/tL18eqx1szeqiezPXmTHTlT3XmTXblQxE53Xlf1s9ayh6NtmdM9+ZvTdVPdeROdOR9X2jemaqe68z4ud35e632/2PVpfainPseH4hAZQAtww4d4UQLcofL3oPm4kt2oBJozikx0ciY6+LoTgnwgPAjypnrQCS5kNJ2Mc6cRjxwKIxMxxkZ6VAoxIT42JDjQyRFBJBIdkBhHNA6BxdrvwrAdwgmBxqDxBAiA7Rwc8WQ01d0c5WzkRLKneOG8Q+1dvCwpbpYUN0cPP6x/KC4gjBAUQQqJpB+K9joWHxh7PuzUlbBTV4LiLvjHnPeNPut17Exg4tXgpOu+cRd8Ys+D1miPowk+x5M8j8a5RBwnBh9yDjpEDo4k+B/AePgraOrKKala2Ng6IBw1NVSMDbSdbMw0FaTgipJmOipGmgq+LvgTB4MjA71DPF20lWX3S4uqKsmoKUPoq6+joq+rpAdXMDFQNdZXMTdUsTJRtzH7p+wtNB2tNKko06uJET31ee+W+hcG6zoqU4aa82Z7yxYHK6a7oT+v4aaMvtoXbaUPmwtuNRbcmuzIAzO63dUvWkoedVUlDzVljLXlAH/m0dZspvA72JjeWfkcDAYvDpYvD1cONKR1VDwbacma6ysBID3ZmT/bW7w2Xvt+oW17thmovtPdhauj1W/nWub7Szsqng02pr+da1kZqeqvT+2qSp7qKlgYKAM688Zk/WxP0cZozYe51p3ZljcT9VvjdduTDe9nmjfHat9M1G+OQYT8ebHjr83BL0udr4cqp9vz3s8078y3f1zpfz3ZMdBegUWYedBxdtYmWAyC5IzDYtEoFDTNi8WioUCsXdUXgC7622ISL4lEIu8uIpGIxWJRKJQTCkEi4z3cXehUvLW5Xl1ZNuPL5kBL2buloeWx1sGW4uay1Pr857UFyQ3FrxrLUjpq05cm6t8sds8OV411l4L9xnzb+mz77HDV9lLPzlrf3HDt+lzrL9vj67OdixPtX7cXGb+/y311PyLI/URk4IEA19iokCPhvgcC3QM8yb5uRB8Psq8nxcuN5O6C93Ih+brSfOhUOhFHxiCpODQdj3Ul4J7dvsn4+jkm4gCUXotGEWxtnB3sESaGenJSVHtrtInBMX/vxxfP9tVUbE2MbIwNvZ+d3JoY2ZmZ/Dg3vTbUv9zXvTU8+GZkaGuoD9TGQM9Kd/tCe/NMS8N0c/1EQ810c/1oQ/VkS/1yX+dcZ8tQbcVgXcVoW2N/U81oV0v2y8cktANcTcHcRBf6BFlTxdREX0dL1UBXE0z/ou1sDDTVzXftoE30dZgFPLFM9HX0tNS1VJX04RoG2ppMAD7g50tBIh1NTZEWFo6mppa6uk7m5p4k0vcAfDgwMIBOd8XhXDAY0P98LDg49uDBuIiImPDwY8HBRwICokNDgSAcFRh42N8fYPAhX99gV1c/CsUVgyHZ20P0+23o18bAwNrQwMbI0NbYiAnA+nANMQEBbnY2AMDse/fsYYGEX0C80uJispISoJTk5XQ0NUwh5VtZR0tVXweSxI10tfTh6trqylqqioZa6ur7ZWWEBER5uER5uCT4YJL8vJL8vACD/w3Acnx8fCwsCvz8khwcEqxs4vtY7eDafWVl3bm5I0WFMxUVbS9fjuUXrDc0DmdmzxaXjufmAwaeKi4Zzs8fyMnpz83pL8j7ODbx58IS4/X6b1Ozq43NQ9l5fSkZw2nZA7sK8MDzl71Pnnc9fALVk2c9z5KHXqT2P3vZ9fBp/c07pRcuA2k3PSExPfFUZtLp3LPnCi9eKr18teLajZrrt2pv3K44f6ni/KXycxdLzl0oOH0uK+l0WkLii4T4B9En7p6Ivnk8+kpU1PnDkeePHL507OjVE9FnwyPOhUecDY84HQpZPScdjLgQdfRKTEx8ePi12NgLUUe9kGhTOQW4sJiuqISOCBR3pCsmpCMqyGRRKLx3l3U1BGAAgwH9qvFxq/JyMYH2h422iIC2iACTlpmP/nAIGPj7b8f8vmCjKSQAFxHSFhXWFBJQF+BTF4CpCvIp88MUebnVhYXURcS0JWQdtI388S5R3mFHfQ7EBhzdZeDjuwwMGqHjTwTEH/M9GRcUmxgSlxQafS3q1NPTV9Iu38i4fKPo+r28y7e+AfDVx3FnHyZceHru2vNLt9PuPs17lpH/Mrs4vbCqoLKquLo0v7qkuDm/oCU3ryk3r6mgsK2ooC0vpyU7szE7vakgu7MwpycvszMnrSM/owsAcEZGS3pmU2Zmc3Z2azbkktb44lnlkwfFr55DCnB+ZmtxVntVYV9T+WhFbnf6kyoWXl5+ZoEMpO+nf0FIEnNImI2NAyjAzG5ngL4gDAnMAHOwcX5vgrVvHxtooma6YX1vB/0/tDqDOWFWVnZQ/92V+/4PF+u3Bb5u77fFfBrwONt3i9nGzM7OzsbGtm/fvr1794IGZnDyPdyCc2YLNJB5fzgE1+8qw+xcnKw83OyQ4RXsn08T+LkFBGFCIvzCAjz8uw3S7AIwLhEBXgFeTj6OPWIcP0tw/CTLx6EoCpMW5BTm+VlaiEtdUYyPjUVelEdgHwvvTyyK/FwiLCzSe1m8bAwZU42MqUrGVBljJOfPrue/1N/6reYqo/Yao/b2l8yEdylxE7cOFh0jZZ+gppygnXC1sNeV9iDanT1x4P7lhIQjQRSEuaWmormqvIogp6YQpyQLi+xPLBZSvHh1qdMehIXiZ4zBIsZEMaMz7X3xnZnnSUXH3K+RLa/R7F4c8rrqTzqCt4qkOlyLDk2+cerpzdOPbp9+8fjy7RsJjx9czEp7dOPKKSLWXk5aRFiAR5AXol8eLmiMnIONm4ONm5ODl5uTV4RPgJ2FRVFKAsa6J+7Yoc9vX3c1V+5szf/2ab2nrSor5cHVc7F+7iQy1sHHlRTi6x4e4OXvRfdypXq4kKGWVDKBiEOiEfYEDJKAQQLh1wnh4GAPuchYW1s6IeyMjfRMTQwcHWxMTQz2y0vDtdRIRCwOi0RC7qo2Tgg7LMYJELKVtZmklKiyqoKktAQvP0xETFhAiJ+TmwuyvxLg54PkQsgBi49fUEBQWEhYXFhEbJeMoWZjEJArLS0ts7uYwukPG/FvS2x3iX5boBGaKQsL/bMExIT4RYV4dbRUkY42SEcbPAZBJmIc7Sypzjgc2tF690NrbU0VQz0tawtjezsrpJOjtbW1pKQkAFEwbCwtLQ0kX2B8BZRh4d0Fvi+TgcGhsLCwqCikbAM7aHFxcVlZWSUlJVVVVTgcrq2traWlpaSkJCEhAf7HZWVlxcXFubi49uzZw8HBAaLFxcTEFBTk5WQh5RaUkqIcoF+gCTPtr4ADFmiElpOVkJOVkJeTlJeT3C8vpbBfGpSSoqyykhyzVJTlNdSV4FqqWupKcA1FHS1lbU0lLXUFTbX9mmr7tdQV4BqK2ppKunAVPW1VfR01fR01PW1VXTgUyKSqoiQhLiooAP15cnNx8PPBFBXkAwP8/Hy9vb083N3oNCrZmUSgkEkuNAoOi4bUYCqFhEO7OOOJGEeUjWmwFzUqyNPeWENXUchKV26+r+btbPdEe/FMT+nKSO3qaM1cX+lwc9ZIS/Zsb8lMT/FQU+ZUV+F0d9Fsb8lu33Lx4mDFzmIHY2fi03Ln1lTd1lTd55Wu3zb6Py51vJlufDPV9HGx89NS18fF7u3p1uXB6vne8uXB6q3J5vWJxvn+ssnOgn+mH9syR9syp7pzVkbLftvqYXwY3Vlq3Zpu+rrW9/vWyPuF9r+2h/98M7Q927w+Ufd+oX1xsGK0NWdpuOb1eMPX9eG/309/Xh/9uDL4eX3809rYm/n+T68n/955zdhZezM3+G5+aHO2d7q7en264818z9Z858Zs6/pM0+Zcy/vVzl+2B//Yma4pSNHaLxUTEbLzeuHzm7W/v+x4Up3jjx2xMTchoJ1cqbTTCYk1VdUzU9P9/YNtLe1tTc3x0TFohBOZQMSgkXp6OqrqKpXVFX8z/vj19y99/V3sbHuePLzz5ePbR3dvupLwFvrwQwFe18/EY23NMTZmlvrqvhSsB8Ep1IMSHeqTEBkcHep1yJd2LMAtMSLg3LGQmFDXEFeEN9HyfLRfZ1Xq1kz70lD1cHPOTE/xeHveSHPmaEvWZEfObE/BQm/+bE9ef93L8Y7s3roXdfm3WssejrRmQMPS41WzfYXzA8UjrRkTnTlDzWmdVU9n+wrXxmsXhytH2/L/3Jke7Sj1oyGOhriF+1I9yahAD2qINz3I28XPnezvTQv2d/PxpJBJjiF+NH9PkicN60ZGuVKx7i54DxeShwvpZPQREh6lp6t1KCKsuqqitqbq8sVLNBrN3NrO2MLa0tbOCYNFYzF2DvY2drZ2CEcrO3szazsdE3MTW4QTxc2ORLfCUrGegUgPf6SnH8rLH+cXTAo8QAk5RA6OcA46SPA/4HUk1jsqLjDm9LFLdyPP3giMORuedDU48Ur4mRtHrz6MvHjb7+TZgJPnDp65Hn768oFTl9wiog8mXfY8fCL4ZNKBxPP+x+OtcBSJ/Uoa2jpmFuZmZib6enBTI10C0i7AnRIR4B4fGXIk0NOD4BRId44OC6DjUHKiAgoyYnraqnB1eVVFSR1NBS01GR01WQcrPXNDFTtzjd1SszZRtjNXDfbGPr4dP9lTuTBYtzhUP9tXOdFePNFRONtbtjJUtdhfPtNdONSYPtSYOtORO9KQ2lX+sKf66cRu0BdQd7uqkntrX4215cz2FoOUI5B+NNKSNdiYPtGRtzRU8XauZWGgrLPyeX99KgBgEHS0MVk/3p4731/6y3rfn9vDO4vtS0MVIy1Zi4PlQGEGwb+gKXqmp2hrunFlpGq6uxB81dp47epo9Wxv8ZvpxvfzrR+XOhhfZj6vdK0MV35c6pjvK1keqthZaFsdqRppzlweqvhlrffTcuf6SPVsZx6kFQ9V/bI++Mf21OpkJ8HJzNfT2dxEF41yoNJIFCqRQMARiXgiAQf9ONtdoP8Z/58WZJyGwSCRSEgvtrdHIB3tHW3s7axoZKy9tVFva9WfH9fmh1vnh5o2Jjs/LA19fj28s9C3OdX1eqxteaz541r/6mT9+kzL+5WujdnW1cn6rfn2d8ud75a73y51rE42zg6WL4/Xv1/per/SszLZvDrTvTDesTE/3FieHeZHPRhID/R0DvNzCfGjBftSA70ofu4kb3eilxvBy43g7e7s6oz1dfsnpSzIk04noImOti5Y5PHw4PXZScYfv052d0QF+uGsLfypziR7G3eUI87c2AaubqaqaK6mRLW3vpVwsqu8eH10cGNs6O3k2IfZqZ2Zya2x4Y3B/rX+3u2RgY/jI58nxz6MDa/3dy92tAAAHq2tnGlpGKmvGmusWRnsnutuHWmsnuttmx3omhvuvX0hydHC0M7c0M7S2Ehf08HBwkAfbqAPNzbQNjGEsn/NDPUsDfUtDfXNjfRNDXRN9HVMDXRBGenCDbQ1jXThoC8aeEFrqSoZ62kjbazCfX2C3NxoaDTaysrBxMRSV9fOyIiKQgW6uvq7uIR7e4MBYFccjoZG+1Kpoe7uh/39Y8LD4yIigAJ8LDj4WHBwVGDg0aAgoANH+vkd8PIKdnUNoNHcsFiqkxPexgZYXjmYmFjr65tra9sYGZrr6pjpaNuYGCGsLOzMTPTUVeWlxIVgsG+Jmxzc7Gyg/xkyuxIUkJeW0lBRVlNS3C8jvV9GWlNVBXLA1odra6toqSvoaauaGeuYm+gaaKtpKMsZ6WoY6qjrqisqyYiJ8XMJcrOK8XLKCPPJCAmI8/IIcrAJcbJD8i8fTIKbC7J9ZmeX5+XdD+MV27tPipVdmOWnjFt3hioqe/PzB/PzhvKgGs7JHcvLn8wvnCkqmcgrmC0uHc3NG8nNGy0s7EhJ6cpIX+toY6xvMlZef5mYWmpq7c/ObX32Yrf/OR1ye/4m/3Y+ftr5+GnXk2dQPXza/ehZ54MnjbfvlV28kn3qdGpcfEpsXGbS6YxTSemJp6BKSEyLT0iPS8g4GV+cdLbkzJmysxfKLlwquXAx78zZjMRTL+LiHkUfv330yLXDkZePRF45HnU5OupC1JGzhyJifQNOBYXG+gUe8/BODA2/nZB4Kz4h6WDEncRTJ4OCyZbWelIyGgLCOqISemKScH5BaOx2V+kFyKohAPuflV4Q2AuQGBAygGRVXi6mPvw9P39/DdCTAegy90xyBvAMgoi1hSGJWEuYX1OYV1OIT1OIT02IV4mPB2qK5hdU5hfRl1FydcAkhkXF+h+O8jhw1PNQfEjsqbDE2MC42JCEs4cvxAXFnww8ER904mJk/MOES6mXbmZdvZV1+UbWxRv5V27nXrmbeu7ao9hz906eeXT66ovL93Mfp+c/zypKKSzNLivPryovrC4tqi4pqs/Lb8wvbMsvbMvJa87IakxPr8/MbM7JacvNas/Nas/L7oIqqzs/E6q87K609OZX6U2vUhpSUhtT05rS05vT0prSXjWkvKjLeNWYk96an9Gen9FekN6Wn9aal9rCAoZ7wS0XFw+Tfpmzu0ybaGCOxc8r8IMRNNAt/2MkEgcbJxB7WVnZ2dg42Ng49u1j282o3fvfAS3oiN6zZx/zgu8ds5iHzA0TXP+XG8C3rKys4Ppv/LuX+eXggu/4F9qy7y5wCC5gIi54iIODA4i9P7AuE4CZ58yTXWWYg5uHHcbDDgUr8+7KvDx8AjyCQryCAtx8/Fw8QlzcQtwcvOw/c+1lEeD6SU6EU0OcS01wnzyMRUHgZz05AVNVMVUxDn4WFjkYy35eFn4WFlEWFiVOFmEWFpSG/HJdHmOqjjGS/3fnq68N9z9UXtspOvep8MyvBWf/LDj3ISX+bUrC2J3IjMOEm/52l4OdYn0RxwKcb52LOX8yguhgYqIuizKBW2sqSbCy6IjBZH5mgfPts5KGIRWFbh9032otYkw0MEZLGF2pO0XX51+d6r4W+TwQfZFg/sCPeNkdc9YNHeVsf5jqdD4q8MmVuMfXT0EJwDeSivKTs9MfhwW5a6rKSorwSYkLSYoKCfFBtl48XDAmAHOwQzowLwcXHxu7KIyXlYUFZWs11N36dm1+c3myMCv50ukTBwLdQ3xdQ3xdA73oHlQCwcmBTiZQCBgixomARpCwSBIWiUU6OtnbWJkZW1qYWFqY/VdZmltamjvYW9tYm9vbWYEWaAd7awwaAQKBMWgEGuWIQSPwOBQeh0KjHB0cbZSU5RWU5CSkxHf9n4X4Bfl4eGEgB/h7AOYXEBIUgmKQmAAsLi4uKSn5A+7++y7gX0C/YmJiot8WE0QBggr9swREBHiF+LnhGsoohC0W5UDEIQH60qlELMrBzFgPdPlamBogHSGhOyjQn0ql6unpCQsLgw7n722f/yMA/7+/oxBohBYREREXF5eWlv4WaKSlp6dnaGhovruMjY3hcLiioiJQgMEtDw/Pvn37ODg4YLtLUFBQate9mdnPrLBfBqAvMHxm3gL0BbeAewH6KirIKCrIKCnKKinKqijLq6rsV1dTBKWhrqSlqaKjra6jpawLVwF8CzBYW1MJHAL63eVeFR0tZbiGIkTLUCixhqyMFA83J+u+PTzcnNpwTTdXFx9vTy9Pd3c3OihXOs2FRqFRyQQ8loDHUog4ChHn5+nqSiHamugTnWyOhfjoKomba8kFuCBWR5qmu8omQGRLa854e95QU2ZfXepoa87CQPlsb8lgY8Z0d9HiYMXCQPl0d9FcX+nmVOOHpc4PSx1/vh38st69OV03218EOevMNP6+Ncj4NLkyUv3bm6Gva339DZlFLy9XZd8ZaIAoemOyARjeTnblro5Vrk1Uzg8UTnRmrY6Vf37dDqJ63s61/v1ujPFp9rfN4YG6tNmeotXR6p3F9s+rPUtDlfP9Zb9vDa2NN7yd73g337E8Ur/QX7020bw11bY20fp2tndjsmtjvHOmp3Z1tPXtXN/iUP3r8aa5/sPw1iEAACAASURBVKr54eqlsZqVibq1mYa3y+2/vRtmfF28FH9Yko8z7fFdxp9fGX/9Ot7XGRkS6O9OR9rbWBgbuFJp0VFHXag0Q30DQ0NjW2s7lCOCgMLYW1rraGoFBfobGxmEh4d2dnd093b88uunDzvb2nB1Ig45PTEsIczvTXc2VFe8ejrm9oWk6IMBOsrSvhRMmCfFj4oN96ScPOCbFBUSHeoR4UU64kc+fcT/RuKhx1dOxEe4xoRR85Mvr0+2rI7Vt5Y+q8i4vjxcNdlZMNiQNtqStdBf/Hq0cmWweLorZ7wta7onv7/hVXPJ/Z7a5PGO7Mmu3Ome/LWJ6tWxSqYh1mBTKqQS9xStTzXM9lU2lb48HkpPOOJ3+nhIgBsx+qD/wQDPAHcKAWljaQS3NNXBo63pNLQbDRPq7+LnQfSgYtwpaHcXPDRDjnZA2JonJcScjD6iqaFCdyHPz800NtQVFxa1tbXdf/wk8vhxNJ5gbm1law+5QNs52JtbWtjY2VrZ2TugsOb2CB1TKysUwYniYeKEdw4Mx/oGoTz8kJ5+OJ9gnG8I0t3PlurhEhrleywhNPZcxOkrxy7ciTx7Izz+UsTpawdOXwuOvxh26kr46cuhiZcjz16LOH3F91icf3TC6XtPyUEHg2ISvQ5HE/1DNSzs9e2cjscmePv62NvbWlmaEnHIQB+3yGCfyCDPwwEeQa4kPyrugLfLIT8PN5yTobqyBD+3qoK0jAS/gY6KlZm2lpqMhZE62sFEX0PGVG+/g7m6pYGCjYnSsTBaec6D6YGq1cnm+T6oRWK2u3y4OWeoIWukCaqB+tTRliyIdVszJztyFnuLJluzBuuSR1vS+mpf9dWlAL4F6b6Lg+VzfSVb042ro9ULA2WzvcWTnfmgLxpkGs33l4JA4JWRquHmzJmeooWBMmDsvDRUsTZeC2ylZ3qKxtpyloYg5RkkLQ00pLWUPOqrS1kaqhhuzlwcLH89VgPp0m3Q6MHrsZrXYzWLA2Vvphu3Z5rez7fO9RZPdea/m2uZ7Sma6y2e7Snqr0vpKIeg/c1046flzi+r3evDFW8n61YHKyc7i16Pt7xfGQn2dqaTnCB3PUsjWxsLZzLezY3u7EzEYdFEiIT/WSQSiel6BSZ+yd8WiUQiEAiAhNFYFBrr5IiwJeGdTA01Xz66/nZlYrqvbqanZn6gdmmwfmW4cWW4cXWkaX28dXO64+18x+upho3pxvWZprXJ+s25lu351sXR6jdzLauT9TN9JSMdeXMDZeDR8e7i8Z6q8b76pYme4synYX7UEB+yvzvR1xXvRcf6uOF93Yj+Hs6+ns4+Hv9gcKAX3Zvu7ErEUDAICgZBxTq5ETDeFGKgG+18bHRpesofb7cYf/w6N9Bbnpn24OK5G/Ex56IOnQwJOOTp6olxQhnr2+toIg11j/t7Fzx9uNLfszU2PNfZNt/V/mZk6NPM1Iex4Y/jIx/HRz6MDb8Z7l/r65pvb55qqptoqJlorhuqreivKRttqhlprhltqpnuam4pLzxzMgppbWJuoImwNUfYW5iY6OjqqhkZ6hgaaBvvFsBdCwM9CwOIhAEAg0NgggUAmDkrq62uoqmiqA/XsDExCvHyDHZ3p6HRTubm9sbGVnp6QASmY7EBdPrhwMDDgYGg/9mDSIRMoX18Dvn6HgkIADPAAH0j/fyA6hvh4xPm4RHo4uJFJLpiMAB9sVZWaAsLoP3aGxvbGBhY6utZGxpYGehbGRnYm5s6WJhZGOhpKSnIiIuICgoI8+8ayuwOADMjf/m4uSREhJX3y6srK6kqKijvl1dVhFwzDA20dXXVwM9QfR01Qz0NI10NA201HQ0lfbiqkbaarrqisqy4lDCvKIxDmJsNaL9Q/zOMWxwUF6c4B4c4G5sUJ6cQy0+S+9h4WVjCSJTSJ8+7C4u6s3MG8nKH8/NHCgpG8/JHc/PGc/Mn8grGcvKmiorHCwoHc3P7srK6MzPGyku3+3u3evtfd3TN1jYM5hW1PX/Z9PBp+9MXfS/SgNtzz+NnXQ+ftD983P7wccejJx2PnnQ/eNrz8FnX/SfNt+5VXLqak3QmPS4hNS4+HYz4xiek7PLwq5OxKTGxaTEnCxKS8uPi8+ISC5LOQAx86XL++QtpSUlPYk7cOXrkauShK4cjrx8/eu3EsQtHDp8JDz8VFHrKPzgpOOxCxOHzkUfORkReiDp6My4+ISzcE4W2UFbVEhWHC4tpC4tpC4jA+QXhQoIAgP8j2TKFXObmP16mJcSnxsetIQD7vmWauWc+//di7/8EwP+IyXxaInwQAO+WmjBMmZ9bmR+mIsC/H8anzC9ipQZ3c8QmhR4/HXbiVGhMQnBMfEhsQkj8yeDY6IATcUGxccEnT4XGXD2a9CTpcvqVm5Dz85WbuVdu5167k33lzotz1x8nXH6UdP3llQfpd18UvsgrTC0uzaoqz6+rLG4sL24sLW4oLmooKGzNK2jNzm3JyGpMTa9Ly6jPymrJzW3Py+vKz+8uyu8rLOgvyusvyOnNzezKzGhPS29+mdb4IrXhZVpjSkZzekZLWnpzampjcnJNampjVnpLZlpzanJdyvPajBcNOaktUAwSaIEGLtBMBv6ehLm4eIBFFicn978BGEyugnxgHi4Y0IGBVxYPFwyQKtCBmWnAP/20h0mwP2x+/nkvqH+T8A9Xfnvmff9HC+Dr918CGJh5Ai74HoDByffnQPgFYAzQF2Dt93v23cXE3V29979uQC80Dw8XD4yDl4+Tjw/GzweFG/HzwIRgAsK8gvzsXFICgtICfILsPwuyskjz79kvwiovwCL6M4urrVry+cje0qcbfZVbg1WtmXfuRPu6mCjq8LGoc7Coc7LIsLA4a0vWPb7AmGtjTFQyutN+rbv3sfTKp9JLv1dcZVRfZ1ReZxRd+SXnwtLDEzVxns/CcA8iSU8SfB6cCbt7ITrAjehkputkpmuupSjDtVfkZxZVXvb9rCwiLCyWUjwB1lqJroiR7PuM7XHGTBOjL5vRmryaebb5QnBGBOkm3foaze5xKP0Y2izU3igCb3vpkN/TS7HPbpx+cfdi5os7GS/vJZw85GRvJicpLCIIkxARFBUU4OXi5ueFfg94uGAc7JAJOfi4hJ2Vg+1nVh42Ds69rHtZWIT5eKIiwqrLCu7evBAW5BkS4O7lRnKl4L2grkKSMw5FwqJwSEe0o52TnTXS3gbj5IBHO+FQCCzSEYdFgsLikHgCmkjCOpPxFCoRh0WSnfFkZzwBj3Ym4VzpFBeaMx6HYl4P6BeHRWIxThisk4Ghjtx+aTEJUXFJyAuaT4CXX1CAlx8SffkFIe2XWfwC0DDwbmM0BI2ioqJiYlCILljMFuIfNuLi4v+m3+87oplirBC0IAAWgHGpKso72lrhUAg82olCxFFJeCoJb29tAbk6Ke3X1VK3NjdBOUJStiudhkAg9PT0pKSkeHh4+Pj4REREfpB/d58Z+jUzFzhhngMhWkxMTF5eXktLy8TExMbGxsHBAdixIBAIW1tbExMTbW1tJSUlEO8kLS3Nx8cH8sC4ubm5uLhgMJiQkICsjBQTgOXlpED8L2h4ZirD3wMwE3qVleQA9Kqq7FdTVVBXU9TUUNaGq+loq2vD1cBGT1fTQFfdUE/D2EDLSB/aA7GXuflO+4UYWFtTxUBfW0lRjoebnY31Z2kpMSNDXTwOFRTo6+Xp6uZKdaE5013IHrumaMwRcRIRS6eQ6BRSkK+nO83Z3syQhLR9de+avrK0vaHq0xsJ7+d7x1oLl4aqJzryJzryp7ogeXayM39pqGJrunFtvHampwjcBS6yc30l27PN27PNkMo0VLo5X/9mvn52qGi6t+D1dO3nta4vW73rU/W/bA/+ujUwO1je35g+1JYz1pHX35g+01M80ZEHjSB2580PFK+Mlr2Zrfu40ryz1PxlrePdQvPCYMniYMX7hfYPS91Qu/VCx5upps0JaPKQ8Xbs3WzrylDV+7k2xrvxv96OflzsXBqqnu0uXRysWh2uXRqq3ppsne2pWB6snewomWgvXhtrej1WvzJaN9dfsThcuTxavTxatTBauTJZu73U9mljOMzLWUNOYqy7dWth6pd3m9fOJprqwskYJMrB9kBwQFVZOeNvBuNvRmlxSVBQCI3iEuTjF+TjdyAoCIdCurvRSUR8X39XTm4GmUJgMP744/cvJ2OOmhrpWpsZ4RA2j+9c86MTbp+Lu3U27qCPC9bayAVl5UdBJUT6H/QkRgfTEyK84w54nAx1TYzwOn/M/2ps6PXEsIeXjpSkXpvtK3+30DnRVdBZmTzWlrsyUj3VVTDSnDndVbA2VrU5WTvfXdBf93KoMfXdQvOfbwc/rXZsTtctDZctDZe9mW1gfBzbnmsc78h+O9/E+DT+9/thxqfxP7eHv6wNbM91TvVWHfDGnz0REnPQO8yH5kPDRgR6hfm6edLwRJQtEWvrQcf5ejp7ueH9PZw9qBgXIoJOcnKlYp3xjnaWxgbaauEh/i4Ugpio4K2bV1NevchITy0tLqmurq6uqausrSssKnnw6GFsbIyvnycOh7GxsdLX19WEa9k7Otg6IlQ0tW2QmICDRyi+wZSgMKy3P9LVB+3p7+wfRg46QPCBGBjvHewceMAvKj4s7nxQdFLA8VNBx894RcaduHrv6MVbxy/fOX751uFz16Mv3zpx5faBxHMHEs8l3X7kF3US4+kro2OwT1TSNeTgifMXgsLCfXy83N3o/t4eEaGBUQeCwnzdfGi4IFeSLxkd4uoc4U0nI2zUpESkBWBairJm+hqGcEVNJUltNWkzA1ULAxVDuIwxXNrScL+dsYI/3SHv1dW3S12f1gcWh6rn+soX+iogsbe9aKAubbQxc767eKajoL/65VBd6mRr1mRr1nR7znxP3kRr+mhTykx3LtQRvTvrywzpHWnJAq3Og43pwPl5aagCGEGD7ui5vpLFwfJPK11v51omOvJAIPB0dyHIQwK5SmvjtYCEgY/0+kTd1nTjZGd+e/nT3tpXi4Pl4+256xN14DUL4pRACNNER976RN3aeO1cXwkITNpZbH89VgOAfHW0+s1M085iOxCQlwbLp9uyvy61/7LSszRUvTBYtznXdzTMi4iyNjeGO9iaEfBoKoUIfloRCRgKmUTZXQB1KRQKjUZzcXFxdXWl7S6Xb4tKpZJ3naLRWBTRGYfBOhGJSCsz3ehDAW9XJrbm+jYmO9fGWlaHGleH69dGG7cmW7en29/Odn5c7tpZ7vi82v1hpfPzajfj0yTj09T7pfbPq92bM43T3YWDzVC68soYlD412pY/0Vs9N9q2PNWd8vjKoRB6oBc+wIPgSnJwoyA9XTC+7oQAL2d/b4qPB8nTFe9GwzhjHOkEtC+d7EUl4u2tMTYWREdbnJ0V2sKUhnT0JGAfX720MTXO2Hn7+fXy4lD/H5vrf2yu/76x9mlpYbqzPevBvYOudHttuLmKMsnS4oinx6OzZ9qLCjdHR77Oz3+Ymvh9fuaXmckvU+NfpsY/z0y8Hx9+vcvAa0O9PZXFnWUF4231w03VrWX5XZVFg03VZ2OirI20ddTk7a2NLIx1Lc30HR0tDQ21TIz1jI10TQx0oSjgXbdnc31dc31I9QVzv+AQOGBBEUG6cGATBSaBodRcNWVDLQ0fGjXEw8OdQEBZWjqamtoZGZlra5vB4QgzM28y+XBgYISfH2T+TKH40WgBdHqou3sAjeZLJvtRKCATOMTNLdDFJcTNLYhO9yWTPfCQ2RXRzg5rZYUyN7czMrI3NgZmV7aGhjYGu9xroG9jZGhnZuJoaY6wsrAyNdLTUleUlZIUEZQSE5UUFREXFhIR4Id8VXcxGMbJwbFvLz8Pt7S42C73qmioKCvvl1eQldLSVNHWVtHRUdXVhdqmDHTVjfQ1jQ20/gFgXYiHAQNLCsEEuVkFONmEeTgl+GASfDBxGPfuBB+nJBeXNBeUryO5j030pz3y7FzlT5NbsnLbs3IAAEP0W1g4ll8wkps3kpM7kpM7nl8wUVg0VVwymJvbnpoyXFK02dP1cXR4sLi0Jye/9WVa3aNntfceNtx/3PYkued5Si/U/Jzc9fBJx/1HLfcetN5/2PrwUduDR133IQYGAFy1a/KclZiUFp+QGp/wKjbu5cnY5BMxydEnkqNPvDgR8zL6RM7J+Ixjx1OPHs08ebLozLnii5dyz55NTYh/Eh19O+rw1YgDVw4duBF15OqRw+fCwxICAi+GHzoTFHY6JPzy4aNXj5+4FHXsQtTRqydifLA4K3UNZT4BdSERfQlpuJCoJq+gjqCwjhCUgcQMIvrBy4ppasXcMC8Ats/gHEow4ocBq2dm3i8wl2YaPoNzpusV02QLXMD8NYC7u7IwP1yYDy4M0xKBSkOIW02AW1UQ6ojez8MtzcahzCdoIK3gj6VFex84c/BkQnB0TMCxhNC4U+EJsUExccEnE8Niz0fG3449l3z+aua12znXb+Zcu5F3827W9Ttpl289v3Aj+cLdlBtPch5lFL0oLMuoLM+pqSxorCxtqShrKSttLi5qyC9sKChqz85tScuoT0mrTU1vyMxuyclrzyvoLCruLy4ZKC0ZLikdLiocyMvtycxoT01rSclofpnR9CK98WVGU2p2a3p2W1pWa3pGS/KL2tS0pszM1pSUhidPKh4+LH3+vDotrQkCYMC334f9gjAkwMBMR2hAyAB3gd7LTD/i4uBmAjBz+hcw8A+dzCAN+HuB9wes/Z5+f3joP97d9397se4uJgCDu6Dted++fcDJloODY9++fQCAOXcXUxBmKr0/APCu3vtfNzw8PDAYjJeXhxvGAeOHAJh3VwGG4n94eEV4+MRgvJwsLFwsLCoi3MoibMJ7WZSEWYgWCu0FNz9OVDE+jTE2e/+arv97qv6vsZpPXYU7rTkFSaHnXG289MSdVXkrrh1lvBliTFQxBnMZnS/+qr39teTiryWXGNU3GTV3GNV3GKU3f8m50n0u5Lkf8tkhatbliKcXDpw56knHWpnpKGvIiOjsF9eTF1fg45BlZVHm+lkTtgenKR1ir/vkmM92cy5jsYMxVs0Yr/y99RWjM2Up63zWEfINF6s73qi7vviLrqgAM3gYwuxskHvKlcSCZ7fyku+mPbr26Nb5yFBffbgqN9seEX4eOSlJqO2Zg1NCWJyfF7L+4ubi4+Dg2jVLA7/xrBx72fey/LyX5WdeDq59LCxykmKedAqFgELaW3q4kFycsU52VghbSztLMwdrCxdngjMOTUA7gVBBAgZJJvyjzoH3DUQSlkDEMAGYTIHif11ozlQKEY9DgbcXRALG3s4KhYTGgwH9AikYi3HC4VH2DtYAgGXkpAWFBXZ9sIRhfBAG/wDAwAQLADBoKgYqrujukvhv1r/p97/RfoV2qZVfTEhQAMYlJyVuYWKIRthjkY4UIs7LzQWLhHJiNFWVNFWVjPV1bCxM7azMbazNDfT01dTU1NXV5eTkgCsbaGP+HnH/vQeEDM6BAiy0m4okLy9vYGCAQCCYFixg0sze3t7S0tLIyEhLCxrjBFqxoKAgeLFwcXGBdgkYjFtWRgqYV8nLSX0PwGCmFzzEHOvdtbaSB9wLoFdDXUlTQ1lLUwXQr56upr6elr6elp6uJrTX1zDS1zQxhJsZ65gaaQMMBj+wQeczwGPoY2x9TVDacDUlRTlREQFFBVksxsnXx8PdjUZ2xvt4u7u5UilkAtkZT3chu9IpBDwa/D0hEjDuLhSaM8HDhUwhYFDWloEeLuvToyQHc1t95cGW4vfzvYuDVduzbdPdEOjO9BTN9BQBw1hgrjPRkTfdXQgGERcHy8Hb4vWJurn+otWJig9r7YxPI39/Gvl1q+/9avvbheaNuYb3S+1bCy3vl9q/bPV/3ehfn2ma6SsZ68jtrn4x1Jw201vwerxia6b23ULj59etv211MT4MMz6P/f1++MNSx7v5tk8rvTsLPa/H6ud7y4caMlqKHnWWP5/uLHw9UrMxXr812fjn1vDX1d43U01Lg+Wz3ZBaNdtTNN1VsDJUNdtdvDPfvjZaO9KUtThYsTXd9H6hfW28bmWsZmmkcn6wbGawdG64fGm8emWy2cFE09HMYHN+8t3K3NbSLAlpj0fY04k4HNLxbGLc5uu1P375dXvrDeNvxq+//n7uzPmTR48He/m6kEhedDoBg37y+CGD8cf9B7cVleSaW+o/fXxbX1OuqiCrqaLgTsG/enT7gB/9YlzkeFfjkSA3Kx0lOwOVJ9dOTfXWXo07eCbK/0Qo7UQo7WyU961TBx5ciHxwIfLhpSOtZc83pprfznesjtdOdhcuDJR/Wume7S2Gcm66CxcHyl6PVi4OlIw1pbeXPZrpzv9je4Dx1yLjl+nftvq25xrfzDZ8Xe/+sNz2Yblte67xl42edwvNM70Fb2Ybft8aHG7JfTvfw/i4dDE2POagd1Sw+8WEo9EHA8J83Q6H+EYdCDgc5nP4oF/UoYADIR4+HkQfV4IHFUMnObkQEVQSEo+2tbUwMtLVIGCdDPW08DhUTXW5hbkpjUrOSEsvKCgoKCosKikuLC4qKiqorCqtq60oyM9+8vj+g/u3ExJPxsWdPHgowsLGVkNH38LByR5Lwnv6oT18UG6+OK9AckC4S8ghl5BIalAEJfAgOeBA4PFTh09fDT15NjzufNjJCy4hR8zxVOfA8MNnr0Sdv+oWfsSB6mGCImpZ2Jqh8Ir6RrJwXRVDE3sShejlfT81I+78BXdPDy9PV09XGpWIxTvZ4hwsqRg7LxLKi+jkS0Z74BAIYx1VSWEpXg5VaXFLPU11eTErE01LYw1rY3Wsg7G1kYqF/n4fqv1BP3xR2o31yaY3s21zfaVDTRkjzZmLA2XL/eVrw9WLvaVjTZkTLTnL/WWLvSVDdakTLZkzHbljTenD9SkTreljzakjja+mu3KWBssnOvL661P761NHWrJGWrJ6al42FT1oK3vSVvYEdERPdRUAo2ZgcAUSj97OtWxM1g83Z4JX6Ghr9nh77nBz5mhrNnhJzvZCHy311r6a6MjbnGr4vNq9Nd0IMoShxKNFaJx+ebhycbAc6Mzj7blMwAYGWmNtOQsDZe/mW9/Nt66OVq+OVn9Y6vj73eivG/2g47qj/OnWWPXfm/2M7ZHfNoe/ro/urI5ePnXUheRorK9uZW6AxSDoLmQKmYBCOqBRjhQygUKhkMlkEolEJBJJJIiHaTQanU4H5EvfXS4uLjQajUKhkMjOeCKOTKcQSVgKBYtFWtOJjtvL4182Jt/M9KyNNS0P1i72Vy8N1Cz0Vc10lY235s/3QknL4J+m1dHqj8udv20OvJtv/bjc+XG5891869Z0I/i0bnm4cqy9YGawfmW6Z3Kg8drZY4fD3IK8CQcD6d4uaB83vJ8HMcDLOciH4u9N8XYnurtg6RSUC96JinXypBA8KQQKytEVj/alObsTsQRbKwrCnoZ0vJoQO97Ruj45tjUzyfj84c3UBKgPC3N/bm38vb21MwslId0/nRTp4U62snS2tPBGo04GBuTfv7/Y2f51FgJgiIFnodqZHN0c6lvq7Vgd6hlqrBpsqBxuqe2pLeusKanJTXt09Sze0crCUAthZ4qwN4NrKJqa6mKxDmZmeuZmhqYm+qaGesa7Ps/Getpmejr/nwCso6Gqra4CV1PWVFHUUFbQUlIgOSGC3d0DXV2JDg6oXYcqGwMDMzjcQkeH6OAQ6Ooa7u0d7O4OMpCgWwrFk0Cgo9E0JJKORrvjcJ4EgieB4IbF0tFoCgLBRF+kmZnTLlH/Y/VsZATkZSsDfVtjI0dLc6SNFcrW2t7c1EgXrq60X15KXEZcRE5KUlZSQlpcTEJEWFRQQIiPF3REA19oQV6YrKSEurKSlpqqmpKiopz0fnkpVVU5HR1VY2NtcxNdM2MdI31NyGREX8tIV0MfrqqnpaKnoQRXkVeRk5CXEBKBcYnAoKlgEW5OES4OES4OCU4IgOV5YBKsbGqCwsIsLP4obEdeYUdeYWtGVm9u3mB+3khBASQC5+YNZecM5+QO5+ROl0CBwBMlJf25OR2Z6SttLb/NTb8fGezMzGlOTqm+/7jy1v3aOw+aHz7tfPKi+wlkdtXz+Hnng8dtdx803bnXdOde830IgyEAvvek897jltv3a67dLDl/CYwBp8TFv4qNSz4R8+x49LNjx58dO54cfeJl9InsuLjskyezT57MTUgoPHuu4Nz5rKSkV3Gxz2JiHkUfv3ss6lbU4RuHD185FHEhPOxsSPCFsIgLYRFJwWFJwWG3Y+KeXbh08cjRIGeyvbaOtqSUIoxPU1DEQEJaR0RcW0BEV0jk3wAMDJyZxPvD5r8DYE0+nv8IwPqiQt+nH/2vAZhfW4RfW4RXW4QXLsqrJQLTFOZRF+RSF+HVEOFXEeCV5eSQ5eBShPEbyii72KCjvQ8khh6PDTgaE3AsPiQ26UB8XPCJ0+GxV48mPUq8mHIRCv7NvX49+/q17Ft3067ffXXt7qvrDzLuJOc+zSpNKSnLrKrIravIbyovbqkobSsrbS8sbsrNr8vKrcvd7XxOTa1NTa/LymnNL+wqKOouKOouKx8uK4fot6BkMKegNyOnMzWz7WVac2p2a0pWS0pWC0S/ue2Z+Z0ZeR3pue1MHn6V3vT0Rc2jZ5VPkquTU+pZQNzRvxkY4O6/Gfh7w2em5zMnO5Rhy8XBzcHGybqXbd8e1n17WFn3srHuZWNj4/jBBRqEIf1Hmv3h8Ht4/uEh5t3/2/wLIS4rK+v3AAzoFwjF3wMwcw+gF8jC/xsA5ubmhgKXeSHRk4uHnYuPA8rUgWaAufk4uQU5eYS5uIVY9ykJ8qqL8kmyswixsFirCTxKCl7ry/80VfrnYiVjsZoxW8GYLGOMlzGGixm9+V9rnr0tvtt751j3vWOf9lpNDwAAIABJREFUml8yJsr+GMhlDGQzel4xOp8zmh78WXbpl/wzv+ad+y3n7JeMM5/Tzi/cja446pYcTHx21Od6lJc/xdrGRElPXVZPVVZZXFBoH4vwzyyKfBz6Yvx6Ilw4Lbkz3oQrgc6F5yMZyx2MD6O/9+QxRor/6kx/V3m/4/aRZ2G4O95Oj8Mol90xASYazpryMXRC+qWkgoc3M+9ffXXvalL0QaStsaKsuKwk9K+tiAC/MJ+QIEwASnvigMG4+UHs0y4As7GyQqPi+/bt4WGH7WHZu4dlL9vPrKw/7+FmZ9PVUvf2cCHikM4EtLWFsamhHgGD3GUTvAvZ2Y1GdiETKUQcQF8qCU8h46kUAomIIeBRGCwChXZAouyRKHsU1hGDRWDQUEFw+00iBs7PAIAJeDRofv7nLhGDxSFV1BSlZCTl9ssKiwrt+mAJ8/DCwAwwU/7dDQQW4uUTEBIS+Z4nmf3DTND9jxsAyUD4/R6AmU/1TbP9B4DFhPh1NNWQDrYkHBqSIv287azMDXXh2hqqRnraVmbGVmbGJga6erpa2lpwLS0tU1NTAwMDERERbm5uZsgw88m/33z7Rv/893uSB6G+RkZGWCwWvAkjEAgYDMbJycnOzs7a2trCwsLQ0FBDQ0NBQUFWVlZERISHh4c5KbDbBMEpIS4qJyupsF9GTlZSVkZiv7z098ZXTDsrpkc0xL3q+zU0FDQ1FbW0lLS1//lAGg5X1tVVMzDQNDTUMjCA0FdfX8PAANAv3NxE29xE29RIy9hAw9hAw8RQ00BXFZShnpqhnpqRvvruOVxRQcbSwgSHRVIpRG8vN8C9rnSKn6+nF/Q2n+RMwtGoJDdXKtkZ74SwQyHt8TgkzZlAJmC9XGl0MgFnbxvs5cr482t8ZIiTKfzr5hTUTDjV/G6+Y3W0ZmWkan2ibmOyfnm4EhjzzPWVzPeXgvfNa+O17+Zb3861gP7J7blGxofhr5sdX9baftnq3FlqXhgunh8ofD1ZuT5ZszQCOfesjFXP9ZUMt2aB8NKuquTumuejbZnbc/WMz2OMXyc+rjTP9OaMtaetjJa9W2h+v9C2Mdkw31/RX5fVWPgo60FS/tOzeU/OpN4+mf3wVHfli82x2g9zrduTDcCh5+1U/fuZ5rdT9VvjNVvjNYu9RbOdeZ8X297PNM53F2xM1LybawJv6BcGyqZ6iqZ7ixeHK9cm69emG19Pt6IsdX2ohJXJ4T92tnJTntuZGuxsvO5pabQ2M3awtvD19Dp8MOLyxUuHD0WGhoYH+AUSUBgKBmuip+eMxZ5JjNt+s85g/JGVnaagKKOppXLn9jU8BuFoY0ZAO5yOPVaQnhwV5PnyznnGr29jD/pYwWULX9xk/Lb5+5vJ2Z6qzoqUopeX0+4l5D4+XZ97d7gxc76/bHW89sNK14eVru351neL7VDHcm8x6GiFGmIHyhb6S6e78ibas6fasqc6c//Y6gfcuz5Z82G5bWepdXmkfLav8MNy26fVjveLLYydkb/fD7+db/q40v5hqeO3rTHGHxsbM92novwP+Dh7OSMC3UknIgIjg32OhPodCHT3cyf5eJCC/GjB/i5+Xs4hvi5B3lQfV4KrM5KAsUPYmVqbGZgb6cA1lC1MDdLTXjY21Dx/9iQhPvbF8+SH9x8UFRWVlhYXFxfm52WVFuXWVZfUVJYU5Wc9uHvjzs0rF86cOnY00sPDzcbO1tzaBu1MdSTTEHQPtIcPVO5+WM8Akl8oLTjC4+Axl5DIwOMJEYkXgk+cDok543M41oHqrWxsZYLGYz0D7Ch0eR1DXhkFmPR+HkkZof1KfDKyLDwwrIvrrafPcyoqImJigw5FuLhQSTg00sEWYWuJQ9hQsY7uJKS3M5pkb2ZvqKklIyoNY1MQ4TNU3W8B1zBUV9TXkDOCy6NsDexM1fXVxUM8MYVpt9qrU7+uD37d6F8br4VaIQZLt6bq3kxWv5moXewu3hypWR+qmmnPmWjKmu3InW7LHq57NdmSOduRO9acOtqUMt+TN9+TN96SNtoC9fMD8gRuz9PdhSDLd2b3fLg5s78+tbv6RXf1i5GWrIWBMvDqm+oqALm+wPtqtDUbpAEDI+jZ3uKxtpyBhrS5vhLQQT3TUwReyED1/fK659eNfqADr4xUbU03Lg6WA5Ce6MgDPlvMoGDgqgWoe2OyHjDkzmL7x+XOtbGaP9Z6Pi+0znUVzveWfljs/fXN9KtHlzGOpliktZa6gqrKfhTS3pVOQaMcEXbWJCIWhBsB/2cCgfA9A9PpdNfd5eLiAhRgEtmZQqNS3WjOZDyViqOSkDYmWnNDLVtzvR9XBt9Mt68M1S33Va70V630Vy32lE91FM10FQ01po+2ZE13FYy2ZI21Zi8PVWxM1L0erf6wCDkIMHbG/9oe/rzStTlZvzBQOdlXszDeVluSeiTULTyAEuRNOBLmGeZHDfYlB/lA9BvoTfb1JHm7E7zc8FAfBJ1EJyCBc7sHCUPDOGKtTa10NXzIuKbS/NWxwfqC7OaS/MWh3oW+rom2pnez0+/nZt7OTL2Zmng3O/15efHL0uKHudm/NjcWerobc7LTb908fzjyiKfHxcjI3Lu3lzs71vu7344O7kyMvBsf3hob3Bwd2BgbmOlsXhvrXx3r76wpqS/K6mmqTLl/HWNrYm9hgEZYOtmbmRhqmhppOzhY2NqaasGVzS2MzM0MzY0NTL/1PAMF2MxQDyjATBMsQx0tfbgGkIL1tNS11VVAQQysIG9loO9Hox309XXF4fB2dmAS2NbQ0EJHx1pfn+jgEOzuHuHnF+jqCiKgguj0gN00YFcMhuzo6OzgQEEgXFAoZwcHop0dztoadDsjzcxAOZiYAHNpW0NDKwN9a0MDR3MzjK0N1sEObWdjZ2m26+SlpCQnrSAjqSgrBeZ75aQkZSTEJUVFxIT+H87OAqqt9F33TKdFowSHGu4kEAIRnOAECO4OFWg7dZ26O6UttLTFNYIE1wAJ7u6u9XbaTm1y186eyenp/8xd99xvvWv3Y7OTAGsV8tvP+z4PSgoBR8FhcAlxiKgIRFRECgEHh4H1tbX0tNSVlRVU1BS0tLYaGmri8QZEIgaP08NiNPE4PWNDLYyeKkZP1VBfzVBfDaOtrKe+TVlBVhGFkBIXRYpskhITkYWIK4iLy4mKbhYTB6d/dSSl824ncPPoTdn5nJy8HmZhTyEwBtxVkN+Zm9uVlwd4QTOZQBowg9HHZHQxaP1lJX9MjPBWF1c725ozc+oePyu/97Ay4WHDw8ctT9I6nma0P07rSkntePSUez+pKeF+/d179XfvNSTeb7r/sC3xUVvio5bE5OZ7D+vu3Cu/dpN58TJobZV+4mTK0aPJhw49Pngo5dDh1KPHMo4dp58+XXzxXPnVq5U3b1TcuF5y7Qrj0iX6xYuZv5/KPHs64/TplOPH7v2273rcruu7427u3XsmPObSzvgre367sf/Qg1Nn7p44tcvLh6SuaSCvCJSMvC5KRg8IQJLDSMkZIFEGKEmQeH86/sS9gg//DYB14BAw6wgUk8FcJTBS+P8DgDHSSAxgGQ03kIX+XfIwfVkAhvVlkdrSCDUEVAUmoQpDaMCkTLfr+FtRjkbsPR93EtSBT8Ye/T322MW9JxNOXHx68Xr29TsFt+7Qbt3Iv3M7625CesL9zHvJucmphakFJTmlZXlVJfm1LBq7hNFYUthUXNTELGzOp9fl5Fdn5Vbn5tUBc7/Zdfn5jYWF7SxWd0lpd1FJZ2llf3FZD72oM4fekpHXlJ7bmMavbHpbFq01s6Ali9aaw2jPZXbkMjuy6W05jPZselsGvTWD3ppOa3mW1/w4qyEpvVYIBFQQg8F2aMFR0PkMzgOD10DEoVAJGKgDC9Rgfm4tEg5FCFqgBVZYoID8IwOD3a0Cgv0fNyD6Chqnwd7pf7ly0/9qgRz740NA4hWc+QmABecFGxCPBZeBSq/g+G8ADGpf4Lt/AQDDkTAxmKgEQlwAwHAxCUkxcWkxMWUUYovEJvlfhXBb4bePhL4ZruZ9HOUts3nvOLz5ki9DebyhfN4wk9dXADQh99De025MJx3mnA8ffXSI157FGy/iDdF4MyxeczKPm8xjP+SVXv/CvPiNcflrwaU/Ms+vPTrJORHBiPPJ2hdyJZrqZ2OI01c00N2MM1BTQkFkxH5VRsGU4WLyG4TQ0jB/ImanPfFSuNvtGGpSnGdbymleXyFvrOJLe/bnlszmhN/S9nik7fVJ3RdwJ9J9j7Wxk7KcN1ozwpb08OSh4qcPE8+fiPKlEDEa0rCNspIwOSkUCo6AikIkoShFmc2ScJlfhDZBxBASonBxMZiYmJiIyCZhkQ0bhX/ZtOnXjRtERH8Vh4gAGCz8yya4BEQaiXCys/H1dHd1IluS8A62VuHBQbtjY8KCgv29ffy9vfy8PLw9KJ5uLlSKM5Xi7O7m5O7m5El1pXq4uAMhmk5/F9XZ3dOF4uoI3k13d3OmuDo62NuAscCg/AsCMKgAA2DMV4+NjNHKqtu3bAMaoVHSgPDLj6mCw5GI/xGABQwpoEcB3/7fNyD6gv3GUj8swRNKSiKkkQgpBGAhprZ9i521hQ/Vzc/LIzw4wFBfR09L3UBHk4AzMieY4AwN9LU1tLXUCKZ4Eolkb29va2urq6srJycnKSmJQCCk+euHFwEVZhQ4ISyYExZ8C/Ly8pKSkvLy8kZGRiAAg0ajTk5O9vb2NjaAyZilpSWJRMLhcBgMRk1NTUlJCYlECuRffjuEGEoSoaggs32bEgjA27Yqgnswx+gnX2hdHXUdbTWQfvX11Q0MNDAYLUNDbSMjHaAjy0jH2FgPh9MHGRjc43F6RFMDMwKGhEcTTPTxOD08To9gom9qrGuC1cEZaRsbaglgGIvR1tPVoHq4gj3PPt6AZMLPoQkIDwuKjAgJDQnw9/Py9/MKDQkICvT18nQL8Pfy8qT4UN2C/X0O/7bnt7idno72/u7OvM8fGWnJ4Z4OvC/rS4ON6+NNL6ea384BmsnbuZZ3860g5c73VywP1zyfYIP2PPP9FS+nmlZGakdbGdPdrDdzze/mmqa6aIPNGVNdtKlOxkBj5mhL3tpo1Vwva3GgfLqrZJhTMNFeuDJcszxUPd7G7K5P765P7WWnj7XnrY5VvJlrWJ+omullTnXTX0zVAJ26b0fezbcNcRilmXdSb5/Ie3iW/vh84dNLBclnmU8udtdkrgxUzXaWrA/Xrg5Wvhyr+zjf8udi27sZ9pup+j/mmtYGS2faC16MVKwNl60Nl72bYS/0Fg9z8lZGaoHxyM5iEIBXxurXpprWptvxuiqHdkXxvn0c626NCfZTU5I9vn8vxc7GwcYywJv68F7ikQMH7WzJhmiMh4envq5eVEhYsJe3v6dniJ9faRGD99dXHu8rt6XRCKvv6mKvp61maWaqo76NYGxAdSY/vHU5NfHKbD9ncbgt2N2SlnKD92Ge93Z6oJn5abn/j8Wu1zPclZFaQEjsK30/z+X9Mc77MgsI5mP175c6+M2cLeBEKJjmOtlRNMKlDTblTLQzXozWflpu573q//6q7/1iy/tFYB773QJ3opPZ05CxNl67MFjey84c72CsjtW8nGb/udb5Zpb7eX2oLCfx0rEdx+ODD+0MPBoXdvpQ3JnD8ScPxB3/bVdcdGCQt7MP1S400C063Ds63HtnhF9smE94gLuPG9nOGk800TdGaxvpA552u3dElhQznqQk1VRXlpexChlMoAoZ9Q3Vba3NDbUVeZlPH9y9fvPKueuXf79y9sTDhBtXzp+K3xUdFRnq4eFmbILTRqNNyA4kCtXWJ4DsG2jrHeTgH+YZtTso/mBgHFAhe48Exh30jtlHjYy39Q7VM7cjObsTHF0IjhS0hfV2A0M1Ixza3ApDMpfcvFVyyxY7KvXqvcSk9IzDZ05T/Px37dtna2vtSLZ2c7Lz83AOpDpT7a0sjXTQKoq6W6S3IETkxDaoSsOM1LcR9DQIuloEPQ17MyMySQ+P3m6kLR8d4NBYmv7l1ei3l8OvZ7gz3aypzsJ3M+z3s41jzVnTbfm8N30T3IKlnvLnw9XLfWWzHYXTbYzZjsLZjsL+2vQJbsFEa/5sF/PVRO3L8ZqZTsYIN7ejKrWzJr2nPmugKW+0lTHeXgii5mgrMHoAju+CFlnguC/oZTXRUfRisnFtrB7M++1vzF0bq18fb5juBvTPqa6SrtqMPnbOx+XOmZ5SUBkGw5BWR+tWR+tWRmrfzbfO9ZVPd7OeT7DXxxvG2pjDXBrovAWo2U15Ex1Fq6N1s71l3XWZMz2l8/0Vk53Fq6N1IC2/mGz8st77erpxsYf1erx2tr14lMtYHKj/sDrSUJ7rR7WzxBuY4dE4I30MWodIwDk72VEpzk6OZA83d5B+wR4c0PbZy8vL19cXBOCAgAB/f38/Pz9ABOb/RnPzcudHCrsF+7ub43T6uRXPJzo+LQ++mmxd6q2e6yxf7qt5Ndb8Ybbj00LHh4WOleGaleGatdG6ifbCwaa82Z7SFxPsleGa5+MNLycb10brFvorloeq385yP6/1L423rs325D67ExvitivSc0e4B0C/oVQQgKNCqBFB7qGBbqGBbmFB7pHBHj6udqE+bmHebgFuju5kCxtTQw9b80M7IprLi4bbmpaG+4ZbGtury6ppOWWZqcPNDR2V5QPs+qmOtoW+nuXB/rWRoTeTEx/mZl+Ojb6bnvo0P/fnwvwfM9Mz7W2lT57cOLi/v6J8nF272NGy1te1OtC9NtjzYmzg1dTwi4nB2b72yZ6W4c4mTnVxRvKd+MgAUwN1Byu8m7O1lbkxwUTfzs7c0tLU0EgHTzAkknAEorEZHkcyNSaZYAEHLCNDEhawwvo3EywTQwOsgS4oAmN0tdA6mvrqqkZamsEeHvuiosK9val2do5mZiCyWhkbm+joWGKxwR4e8eHhsYGBYV5eYAv0zsDAGD+/EHd3TzLZxdzc2czM1cLC3dqaYmnpbGbmSCTa4/F2pqb2eLz9P0m/oAhsS8A7Wpi7kW29nBzd7Ml25iRTI7Suhqrats2qW5XUt2/RVNmmum0rWMpbNm9TUlSSk5WXlpJFScqiJJFQCFRMFCYuJouSVNm6RVdTA20A3M1W19ysoiKvrq6kr69qbKwD/lU1NtQyQmtg0RrGGE0TI20TI21jfXWMtrKBhqqqkjzogyUtLgq0QIuJyQkLS/+yQW7DRikhoRgXt3Z6UVchi52e05yd20VndNILOvPz2nKyWzMz27OzewoKBpjMASYT6HOl5XcXMuZam78vzf05OzlaX12ZnFKW8IB1M6Hi7oOm5CftqZldTzM7UtL5/c8pzfce1N+6W33zds2tO7V3ExoSElvvJbffS25JSOLeSwJE4Ft3i69cKzh/Ifv0mYyTp1KOHk06eDB5/4G/AfjEidyTJ5jnz5Rfv1Z162bZTQCAi69dY924kX3mdM7ZM5mnfk8+dOjWrl1XYqKv7dh5Iy7+VGj45R3xSSdOP7t45fr+QxGOLkQ1DS2UtBocaSCvaKSwWUdSWgOK0IWjDBDSenCkHhLoXtZDwn5EXAHlCk4KNoJP/fgoAxRCBw4Bu6B/AuD/rxZogH4xMnC0HExQhkpIjCLCQA6hKw3VlIKqIyGgJ5YWQkZVHGWkpB5k63Eq9uClvafPxp06s/v42V3Hrx08++jM9YxrwPQv7c5t5t3b9MQ7mYn3M5Me5T/JLMqkl+WzKujVpbTakoKGEkZzMbO5kAEYPufTG7IL6jLzakAAzs9toBc0FTK4xcWdLFZ3MaurqKSzqLSbVtyeTeOm5rCfZtWnZNc/y2tMK2gGcTeL1vo39BZ2ZDIA7s0u7MhgtqXRW9KYbZnFnemF7Y/zmu5n1AI5wKKi4j8CsABZf4wF/q/LRCXA9CMYBM53bkKAGCyJQIHF72X9m4TFRIBnBh8LhgCDls4iImL/I82CBtE/NkgLSPjfrhdw6f/jBgTgjRv/dr0COVbgibWJ3+T8owIMPu2Pl4HP8KMhFrgXeDuL8ReIxOBeQMXgkLAE+JMFzHBhEghxCFICjgRaoGEQKKAAi4nLiYtJCglhNstciA9dbCvjvRr4PFnzx0Ahb7n22zTt62Q2byIfqO6Mb9V3/2Rc/ca4wiu5M5+451XmaV5TMo+TwhvJ5Y3kzRWcBCZ+K6/zii99yD35R86pb/RLXwuuvEs7P3QxrmpvAH1P0MMY3zBLDF5DHq23BYNRk5eEyCMklGAS25AQLRmE6XZFCkYnzAL3e4DLGX+Hm5Gu10Nt70XZ9Tw99bktY7UiYSD9bNYRn8dx7rnHIxJjqfvI2ECMGkVza5QV0Z+EOx0T/uD8qQhPFy0lKXn4JlmEKEJClI++SFlJObg4cqOQqLgIQkleWVQELioCBe45ioqKiAkLi/66SfSXTcK//CK0UXQTBCqO3CC06Vcg53jDL0JC0lIIC3MC3hRrY23pSXX39vSiunt4uFEpLq6ebgD6gvTr7urg5mJPcXWguDq4UuwE5eJm908BA8BuFCc3ipO7mzPo/AxGH/09MOxsD5pjgZDs7AKMAVtYkbR0NBU3KyhuVpCRA/qfYQg4BAaFwmGgBTRSUgrMAQZjkAS8CrYNg/7JArj9aSNAYsH5n9BU8Gx8KAXsK+SkkAiImKKslCUJ7+Hq5Ei2trO20NFQ1VZXwehpm+FxZngcFq1nqK9jjEWbEUmWlpZWVlbW1tbm5uZaWlooFEoAwIIB4//+KpJIJBLMSRIAMEiz0tLSaDTa2dnZ09PTzc3Nhb8cHR3JZLKVlZW5uTmJRCIQCKampnp6eqqqqrKysgIRWAJIAhNBwKEK8tJgq7Og7Vl5+2YtTVWwQF9oHW11XR2gzxnoef5H+xXQLyj84nD6JiYGIAAbG+uZmBjg8QD3mhEwFiQjc6IhCY8GpWASHg3u8Tg9kIT/UYb1SUSctxeAtW4URw93Zx9vdy9PiifVNSTYb+eOyN27oiPCg4KDfMNCA8JCAwIDvCMjggMDvIMDvGOjQi+eOfX7scO+rs4+rg68D+8GW+oPRAe8WRhYHeEsDtauj7PBuJT5/or5/oq5vnLQngfsiAbfpoOthuCAIt9Ctm6uu3CUkzXGzV7qL14bLlvqL14dKn8/27jYW7rcXw4e389wgbSkcfZIU35fQ+ZwS+4gJ7uj5nFbVfJIW/bLmZpvrzpeTte+mWv4Y6n1/ULb4mB1W2U6PeVKyvUjFdl36I8vlmfdbCt/NlCfs9BT/nykbrq9aKmvbIZPGku9JXOdzHFO7nQbbW2wdKmbMduZt9xftNjLfDtV82G+caI1f6Ax8/lk/epo3eJgNWDr1VU221e1PN74Yq4Hp7XtwfWLvG8fD+yIcLe3jgzwPhS/y9nG0s/TnZaTCQ4ADw8ORUVE+vj47d/3277YXTvDwsMDAwO9vVub2X99+cTjfX39at3WxlxTQ9nT3dHWiuDqYE0yweipb7t04lADK5f352rGvQvnD0S+m++f669nF6bwU6AYEx3FK8M1r6cbX042rAxXrI1WvZlrfDff+nyqcXW8/sNK519vhl7PcRcGKp9PsMEm1cGmvGFOwUx38YuJ+i/LHX+97Hs52fDleTfv3RDvwyjvw+iH5bblkaql4Urg5OfJL8+7V0arQWesdwvcP1e7u+vzT8YH7A5xvXx818l9EYd2Bp86sCvMx/XYvtiTB3Yd3hu9OyoA4N5o/12xftHh3kHezsE+LoFeTn4e9hQnK7KVKRGHxmF0tijKnDx2sKG+uqqyNC83m0EvyM7MYtIZTAbt2dNHSffvZKQmlxbmV7NojJxnaY/u3L50+uq546eO7du/d8e++B3xcTt8fKnGeFM00czI2p7o5GbuSrV087LzDvAIiw3YuS9gx2+Rvx0P2nXANTDK3jvM2j0QZ+umTyJv0cEoozFocytTO3uclQ3WwkoHZyqvoroJjhCXQkXGx919lHzl7h1bVydXH2+CuZmjg52TnQ1wJ9JQV3OrnCJCXFpUSEpYaDNk43aEqN4WWaKuGlFfE6uxnaCr5UA0JhqoOJB0KdaGF47FzvSzP64NT/cAvmtjrYzJVvogO2OoIW2xl7k+ULLcw1zpLVzuLn4+UPl+gv1phvNmtG65m7XQXbQ6UDZQlzbbwVjoLlruY72dbng/27g2XLE4UNrDN3Pub8wFk3hB4h1tZYDZv+B870RHEWgELVCJx9qYq6N1CwOVPfVZI/wgpcnO4heTjfP9FWASUk99Vndd5qvp5ulu1lgbc4Q/Kgz+RwZl5JWR2pWR2ucTQDfE8wn2wkDldDcLdOECIXy0lQEOEvc2ZC8MVM71lfc2ZE91layO1g025/exc4DIbm7+Yg/r63Lb95Wer2t97+e7P66NvlwcepZ8k4jVdnex8aa6WpnjcUb61hYEZ3tbsq2lKxDxCyxXV1eQgd35y9PTU9AODerA/v7+vv5+QCuUu4u3j4e/n2dYkCfZzLCzofjtXN9Cf8Nke9kwmzZYnz/BYSz3Vr4Zb/oA+My3ro3Urw7XLfZXjXDoo1zGXE/5Ql/l2kj9Yn/VZHtxf0NuV3XGcDNtfbThy/rAq4W+d2ujjxPOxkd5HogL+m1XQGSQS1Swa0wYNTrUA6Bff9cgP5dAX+dAX+cQPxcfV7uYQG8/V3tHc1MXK6KHneWd86c+ri0sjvRxK0sq8jKL0p8MNdV/Wpqb7mxtLStuLWNVZGfmPkh8dvP6oyuXHl25lHc/sTIrs72sdKaj/e3kxMe52e+rK7xXLz/NzMy2ctuLC3vKS0bqq6e5jUDnc0/7Yl/HQn/H0nBPWw2rqYzRy60tLUiPDfE2w+o42eBtLHCAAmxLtLcl2tmZm5iicSYGTs42BKIxkYSzIJpaEE0tiaaWpjgLYywJa2iOw4JG0ARjQ0EkkjFaD2ugC4rAYAv0QKhSAAAgAElEQVS0oZ62kb6OkY6WiZ5uCJW6PyZmZ3BwAIXibGFhjcPZmpraEQgkNJqERlOsrcFY4J3BwTuDg2P8/GL8/KJ9fcM9PQNcXDzJZFD1BUkYlH9BALYzNQWKn3tEJhIcLcxdbaw97O2oTg6ezo4uttbmOCzY+bxdSR6kX02VbRoqyhoqypqqKhoqymrbt23frLRFQV5JThbsiJaEQeES4giIhJwUSnXbVh1t4Kazjp4ywMBqCmpqijo620H5F7yVjDPUAssYo2lkoI7RUzVF66E11dQU5ZUkEfIwiIyEmKyIiJywsMyGXzeLiNnrY2gJ9zm5NG4evSWXXpeazs3O4eYAAb/NWRmcjHRuZkZ7bk5XQX4vgz5YWtJTxBwoZ70c7P1zdnKqtakhN5N+8w796k3mlZult+6xHz5ufZrekZLemvysLSmFk5jUcDuh+trN8qvXK67dqLx5q+bWnZaEpLaEpJaEpJbEZE5iUu2de6xrN+gXL2WfPpN+4uTjI0ceHjiQ9Nv+RwcOPjt6LOPEiezjx/JOHaef/Z1x8Szz0oXCyxdBAKZduJB95vSTw0cS4/fcjIm9EhUFVEzslR27Ew8df3Lmws0DhyOdXE23KmtKSunJymuhpLWlZPSkZHVRMlpwSS0IQhcqiUFJ68BhuggoWD8yrYB4f9r8GwCD9CsY6AVHfDHS/01eFvQ/g5AMfih4CHgS1H4x0khDWYShLMxIDo6Rh2LkoYYKMEMFmIE8MAysLimhgYJoScG1pSW1kdLKosjt4lK4LTpe5s6/Be44G3fi6sHzF/f8fuf4pdRLd3Nv36ffSWQk3C25f6/40YP8lBRaekZxHqOcXlpRWF1eVF/GBLRfVhG3uJBLZzTl09h5BQAA59Dqc2j1DFpjEZ1bzGgpYrYwGFw6nUNnchmFLflMTg69KT2f/SS3LiWnNiW37lkBO43OyWK2gwpwZkFLOg2otALu0/zmVBr3SQEnhcZ5Quc+oXNTaJzkgqYHuQ1C4mIwoNtZHA4YQUsgwL24OEREGMA0GFQSBkNIiMMBXyJhAGWFN4qICouJi0qAUjDYEf2TLAwRh4K90Bs3bAINjcC2ZwHN/l8U3Z9MsP6NewXn/x+5V3AZiK//KwAW8DDIyb/++uuGDRvAhmcBOQOt3nwjaDEJceB+gpgYwMMiouKiYkCJi/N5WJjPwyKAAxBUAgmFAc7PCAmkJEQSCUEhJKSgIlISG+UkflWS+OV0XEhvZR7v7SRvvefjWCVvrpa3XP9topA3S+dNZvMG03hdT3jNSbyqO98Ylz/lnn2bfmL92ZGvrGu8gRzecO73lqSPjQnfm+79VXT+e96pl4/2TN+MmL21YzXp0OL9w8NX99Kj3ehxAYzDsef8nKw0FNDKsno6WxCIjTISm2RENshu+mUrRNhQUdrJQDPcEr/H0fKYB/mwM/Gct+WVAOuLPoTHu1yqr+3kJB7IOujzbJ9P0fndjLO7jruRPLXkvfS3B5jq73YlnwwPuHnotygqZbsUTA4uqrlVQRoBZB0Bt0U2ikLE4ZJQKZiEJERMUkIUKbxJQkQYmP4VALCw2AZhkQ2bNor9IrTpF6GN4qLQjRs2/SIkJCEmjkTAzM2IGLQ+2dY6JDgwwM/f29PL3zfAi+pJcXJ0d3EEtV+qm5MHxdHdzQn4o+/h7O7hCB7d3J0AAHa1B1ug/za44jdCU1wdXZztwegjJ0eyg72NHdnqx3JwtHVwIhsY6Mkrym3ZoiSnIAuBQAAABv6BAiowPxQYKSkliZRBIlEowAfr7wUCsJycHJgPJEDcHzc/ATBIvwIulZL6WZhFImDyclJAjjQCgjfG2pGtjDH66mrb0bpaBvraBJyRjbW5jQWJgDe2JOGdneysLM2trS1NTXEkEsHR0RGLxUpJScFgsJ9e6J8vGYX8Z/0EwFu3bkXyvz19fX0nJydPT093d3cKheLq6urk5EQmA2FLIPri+QuLxWpraysqKsJggMgPNkSIigojEZDNSnIa6spamqr85F4VDXVldbXtAvrV1lITMDAfg9V1dVUF8i/Y5wyYlJii8XiMqSkaZGAcTh+gXxLWjGBkQTKyNMNammHNiYZmBAxY5gSMOQFjhkeDZUE0tDLDWpsbE00xXl4uAf5e7u4OXp6UAH8vby83N4pjcJBvfFzsgf3xO3dEhgT7BQf5BgX6+PlSgwJ9AgKo4SH+sVGhp44ePLh3N3+kzZX3+f3SaM9vkX7tVQUrw80T7WULAzUTHcV8RCyd6mLN9ZUvDQEGs2NthQNNeXN9gBS8PFwLvA9uAeaEFwaqgK7CTsZ8T9FiX8lCb/F8T9FCb/FiX8lyf/l8d8lsZ9HKQMXriYbF3vK+2syuytTR5oKBxuzhllyQgSc6C15M1Xx53s570/P1Rcfb+aa18eq1ceBt+tJQDT92GOi0HGDnrY3WfX/R/3KsYaajGBR+VwYqJtsKRjk54y15o03ZAw3pc530P2Ya2koTR5szlvoKF3oYH+Yavi63rPSXvJmqXx4qXxsFZKK5vgrAyLq7fG2K8/H5mKm+WmVhQWt9FeANZk8+feTg/PiIjTmR6upkSSKGBwftiIm9cO48lUr19fUNCgj0o1If3LrhSXF2cSCvLy/weF9fvljl8b6ySph8q3MLE0NdgrGBkw1Re7tCuC9lYaj1/cKgjZHKcAtrtI21Nt40xKG9XwCSjXsaMnrrM2Z7it7MsD8tt/652vLnWvvySNW7xba3cy1rEw1v51reL7TxfxqAeW9/Y25PXeZEe+GrKfbX9e6vK51vZ5tXRqtXRqtn+1iLQxXvF1s+rrT+sdT6eb3r83rXuwXuEDdvtI32Zq7524v+F5ON1fR7kV5W+yI990RQ48KoV07ui4vw2xMVcPLArrjIgN92he3bGRoT4RsV5rUz2n9njG90uLeni7U3xTbQyyki0CM6xCckwMPDxc7emoQ10Ll84XRW2tPLl841NTYwGbSy0pLcnKxSViGjIJuWl1lWVFBamJ+TmnT/1qWbl35/ev/WzoiAsCDPvbuiosKDooDbNH5EMwKWZI61sMJZ2ZhY25rakAkOzhau7rYevjbuPj6Ru518QzGW9roEGw1j8236Jho4M2UDYyVtPUV1bdSWbcJIlIiklIS07K9QmLaR4cmLF06eO3f97u3w2GgsAaetr6eqrqIgLy2DhMLEfoUKC0mKbVBEiKvLI3W3ymKUFU21lEkGGkR9Tby+pgUWbYs3sSdgqbYmeF3F4/FBiyPNX56PDjQz+xvzXk42rg9XT7TmT7flf5hlf5iu669OHqx59H2Z+3Wh5eMc99ti+19r3X9MNk63MYYaMsY5uRPcvJX+0uU+1lwnc3Wo/NVE9auJ2vezjcD8dm/ZZGfxdDcLdLFaGwNuzfy52g2O7A405YE029+YN9JC76nPEvDnMJfOLXsy2spcHq7tY+euj7Pn+yvH2wFxeGWkdphLm+kpfT7BXhysAhukwYHhhYHKl1NNYDjw2lj98wn2H4vt318OvF9oA4YC2phTXSUC3F0bqx/iFIC6cWvF0yFOwfp4wzCX1lOfBfZOf1nueDVeP99d+n6u7eVk68p421/v5ntaqiL83cnmOCeyxe4d4RGhfkZoHS11IK/e3p7s4ODg5OQEZv/+TcP8fygUCpVK9fb29vML8PcPDAgICggIAnz8vDwDA/0D/L38vV2s8PqVhWnLY60TnZVjraxRbvE4p3CmvXS5t/LFcP2r8ca5HsCEbLa7bKyFOdiYP9dTvjZSP93JGuEwx1qKpjpKpzvLxluLh5sZw82M0ZaS+aHm9enuG2f27Y3xPnUw+vcjsTGhbjsjPWPDPUEADvFz8fNy8PYge7rZeFGsqQ4W4V4u7jZm3nZW+8KDoj3djkSHt5YVv52ZGGysG+U2t5WXVuVmN5YUdtfXvJmbfjU5PsZp5hYXVWZlpt64fnJHbATFNdDeLsrdLc7P92x8XPqtm2w6rb+udrSxeaSRzWXQWpj09uLC3grWYH3NMLumr66is5pVnpvWUFJQTs/MfHT37NG9ztZ4jPY2OwtjGxLWygxLtjIlW+PNzXFWVngy2czamkDAY0lEnKWZqY05wZZEsCaYWOKMzYwNzUyNiTjAC5qIAwCYiAM6onEYPYyuFg6jZ4zW09dS09VQxehqGqP1cPq6Via4CB+fgzt27I2MjPDxcbOxsTI2tjExcSCRwMgiGxMTHyen3aGh+2Ni4sPDo3x8Ir29o3x8Yvz8BBm/VFtbUO+1x+PJfOFXcHQwNwPK0tyVbEN1cvBycaI42jnb2dhZmRuj9ZQ3K8hLS25TlFNX3sqXfzdrqalqqalqq6uBbs9q27cpb9m8VVFBQUZaQUaa7zAChYmLIaEQJTlZte1bAMcNfXV9fXVtbWU1tc1qapv1tFWM0FpmBCOCiT7ggKWnaqCjjNZVwaI1cBgdohHaxEAXra6qrqSgiIRLi4tKiwjLCAsriokpw+C3jh4fb2wsf5Ja9DCpp5hV8fhJbVpqfUZqQ2YaOwOoxow0TnZmS252bxFzsq5muKp8pK7qzejwy6EBTiGdlpiQc/la3sWr9EvXWTcT6u4nNz96yk1+2nz/cfOD5Ma792tv3K64fK3s4pWyi1fKr16vvnazJSGp9e5DEIC595PrE+6XXr/JuHQ55/SZtOMnHh889HDfbw/27kvef+DpkaNpJ47Tzp/NO3My5/fjuadP0C+cK7pyqeT69ZLr1yvu3KFduPj08JEHe/YmxsXf27Xn9o7dV6NjEw8fzbh0LfnkmVhXd/w2FV2UDFpByXjrdrSCkiocpgaB68vIoGVkNSWgOjCEiYKSNgwKGDjDIUCIEQIKODkjgSQkfUm4Lgr+0xFsbAaR+EdaBqkYLYX8sdsZIy1pKIMSaMtgi7WAgf/dBIsv//4NwAgjOSSfgeH6MhC0HMxADgG6YWnLwPXkUIYKcnqSshiZzToI+S0b4aoQeUeM+f6gnVcPnLl64HTi79fSr9/PS0iiJyYx7icVP3pU8iyVnp7NzGWWFpZXltSWl7DLitmlhc2sIm4Zq72ouIXOBCyvcmgNuXR2XmETrYhTUtRWWtTOKmxj0jkFeeycnPr8/EYaoyUrrzEzl52e25Caw07NYQP9zwXN6TQO0AKd35KRy8nI5aTncdJym5/kNKZks4HKbXyc15Scw36QWfcgsy4pl/24oFlIeJOE8CZxED/ERGES4nAoACmSmzYCxCshjoBBJeEwKRhgUISUEIcLjK8g4tAfGVhMRBwqAQPlX3FRCRCSgVQbMZioCGTTRjHhTeJAsI0YYPMrIiwhJgrdtFFswy/CG34R3rRRTEQY+DL+wdqN/7k28JcAXAVA+2+bHzXbn4Z4BZ/6cSN4HvCkYAYYlHAFRwH3Ch4rkH/55Ca6QVhkoyjgLiQuKiEhIgoRFgWi1cREJCTExCEi4hDgKCEuChcXkZaAKMBgKPFNKNENcrBN26XFZMWFNkOEdvpaDNRl8F52f5lv+DDG+nOy9NtM+efJ4o9jzC9jtK8jWd8GnvE6U4DG5ppEXtltHusWrzLha8Wtb+z731uSPnPuf2q6+7k54c+6W3+yLv6RevBN4u6xM359x7wnr8SMXYtrOBxM2+H5MMgp+1DMgz0RwRZY9BZJdSVJJQUYRFQI9YuQ0kYhbbgwYQvKVVclyEQ/0sxwp4VRvBUu3gJ9wBZ7xs38krftZV+bG0F296PdHsV6ZR2MLLmw/3a4h5eWXCBW5YCbRaiFYaiN6eMLJ8/v22WsrqKAgMsikTBRcSkEEgGDA+5fUL5gCuHfdoHwb8FIQMHpX1BIB/qggcTl/3IL57uCA7cewAWDwTw8PCgUSlBQkEB7BJIenBx8vD1Az15XFwd7O2tXFwfQ2JkvBTuCRxdXINoXVHddnO0Frc72dta2Nha2NhZ2ZCuyrSXZ1hL8ENzzSdjG0dHe0sJMU1NdTkYWIFKkJBQKBczPxSEIGFJaWlZGSl4SKSOJkJaSkkEgAKVWIJwKgnzBiCMB2QpsohUUFOT/MYKWlZUVXC/1LwuFQklKIlBISWlplJKCoorKdi1NdW1tTXU1FVVVZbSBjqUVyY5sZW5BMANygM0sLYgW5gQC3piffowzxhqqqmxHwKGSSLisjJSstAwSjoBDYSiA4FFArjF/oVAoweuDbCwrKystLS0nJ4dGo8F3Wk5OTq6urg4OTvb2jmSyvbW1raWltbm5pRl/YbFYExMTXV1taWmUqKiwhIQYFCohKrYRAZdQkJfevg3wgv4xB1hgfAVO/+poq4PFz/UF7Jox+lpGaB0sRhdnpI8z0jc1RuNxGDwOQzAxJJoakfBYM4KxORFra4G3IuGsSDgbc1NrMxNLorGNBc6RTCIY6Zjh9C1M0ZZ4jBXB0JpoZEvEWhONbCxwVDc7F0fr+F3hoUHeUeEBZmbGAQFUDw/H3bsjQ0L9PaguO3ZG7tm7MzDI19ePum/fDj8/yqFD8fv3xhzcF7sjKtCWaHgwLvzb6+UX0wOHY/zTbp99Odk5ymG1sDJGucVDHMZUF2u0tWigKX+igzXZWTLQROuuy5rvr+YbOBfybaKLp7tLX05x/3o19Hq6+cVE/UJ/2VgrrZ+d1c/OGmulzfaUvpxs/LDY/maGA4ap9DVkj7bQx1oZz8cb3sxwXkywQfXy7Wzz8/Gar+udvNd9X9c7X03Vv5tr4r0e+LzayefVmndznLezjR8WuZ9X29/ONs73lcx0Fy4Nlr2ZYU910brrnvSxU2c6aXN9hXPdjJlO2ignZ5STM9VOez5a9W2lnfei6+tyy7uputfj1bzvMy/Haxb6genHpZHaP1/08z6vhHhTelu5jxLuRAUFEI0wfp7u3u6uZnjTg/v2skoAO6fdu3eSyTbOrk6e3lRvb08bS2KAL/XQ/vjoqLD1tSUAgF8+5/G+fvv6iVGQbW1mYoLW3hcbdnL/ThUZ2In4KN67pdPxoUmXj7yZ6eC9Hv0GDCUO8P6aeb/Y9HK6dn2iivemh/fX1LuFxtG2/PkB1ngH49vLXt632a8vetbHapeHKkdbCtiFiVOdhT116f3srKnOwol2xkBjdmv54+r8W7X0e121GQuD5YOc3JXRylczwGT191c9b+Yah7g5bVVPOGXJ3170f1rpbmY9uXQkYkeQS1yEz54ov9hQapCXY6CnQ3Qwde/O4EN7I/fsConfGRy3Iygy1NPX2yHAzzk63Nuf6uDjandgV6SXKzk6xMef6hQZ5ONoa75nZ3RbcwMzH2DdpMS7D+/dYRXSK0uLczPTiul5xfS8rNSU1McPM54mPXuU+ODu9ctnjkeHBWwUEnKwsYgI9o8JD/bzdjc3w+NMjXFEE7w5wYRkijEx1sMZGxIJptY2pta2Lr7+EfG/OfsHyapqi0gpwDarCksrbYBLC0FRQmJwIREJcZSclpGxV1Do/uMnr9+9e+3W7eMnT3h6UzU01MQlhIWFN8Jh4nDIJim4mJyUhKIsbJs8UkVJSmubvK6KkvZ2BTxai2iog0frmGENCBhdIsbA0dzUzQKN3godai7+uNTX30B7OcH5uNj552LHX+s9S70lo02Zy33FH6br3oxVrvQylnuYf611/rXeszZYOdFCezla/XqybnmgdG24Yn2k/O103Yf5xk+LzV9WWr6utryfbVgdKp3qLJzqLAT6IDh5b2aa3s42z/eVLw1WvZpsXh9tWB9tWB2um+5k9TfkDrALpjqAmd7JzmJ+eG/p8nB9XwONw0odbSmd6a6Z76td6K+b6irrb8zrqs0AWpr7S+cGKpZGatYn2euT7PnByomu4une0pWxutn+8tn+8vnByrWJhjfzLW8XgEaDxeFqcL8+yZ7tL5/sLpntL58bqJjqYbXXpE10FS+N1Ex2l3Q3ZPU15S4OV39YAdzd38y2vF9ofzHJWR5pfDnd8XFt9OvrmSd3Lx6MC6fYm+EMtXbGBF86fxKI5zHUNTcH5lnc+Mud74Pl7k51dnalUr08Pb1BSywf7wAvTz93Ny+KKzUwMNjX15fi6uzl6RYV6k+xN+tsLp8abFqd6lgYrAdM3QdqgdFfbtFSb/VKf+1ke/HKUO1if81kO2uhr3pthL3YXzPfW/V2pmO+t2aqo3x5sGFpoH6EU9Rfzxjhsp6Pt6+PtzPT7x7a4Xs4Pujs8R0H44N3RXnFxfiEh7iGBLpEhnnEhHkF+zpTXSwptoRoX0qYm70NWttUZcs+P68DAT6yQkJO+nqp5y+ON7Dfj09NtrZ119X1NTVya6orGbTemurFznbe65ervd2f5ueG2Q3dlRVZd27vCwr2syU7GuOolpZhFEqEu3sIxS3C3f1gYMjNAwdTLlzIvHGN9expE6OgOjcz90FC+r1bGQ/uFGY/uXbmyK5wPytTAzLJyN4S52CFtzA1NMOhwT8Z5ngjCwKWbEmwsyLaWuCtzUxsSDgboqk10djS1NgMh8Zj0SaGusZoXRxGh2CMIf5zxtTIwEhfE2ugY2ZqaG2GN8cDbGyOM7I3IwV7eOyNjNwTEREbGBjs4eFsYYHX07MnEl2trASCsLejY2xgYHx4+N7w8EPRMfGhoSHu7sFubrH+/tH+/gEUirutLcXa2oNM9nJy9CCTnSwtnC0s3O3IXhRgkMvZ3o5KcQ309Qnw8XayIxNNcCpbt4ClvH2r2vZtqipArJGWmqquppqOhqqWmrKm6nYNlW3qylvB2qYkv0VBVlFWSk4KKYWASsIkEBAxuISoylYlHW11Y4y+ob6Ohso2la1KWurbDQ20+QFRev8c9UywQJka6RnraRONMGhNNYyWOsHQYKs0SkRICParEExIyItsXZmTVZr+tCYnuzz9GfPhfebD+3mJd+lJ94ufJFWkptRkPG3ITG3OzWzJz+5jFQ5Vls1xGtd7e5a6urrLyooeP0m/eiP70tWcC1doV26U3U6sugf4YNXfT+YkPeE8fNSQcL/2xp3qa7cqLl0tPX+p8uLVhht3OHfvc+49aLmf1PrwETfpUWPig+rbd0qv36Cfv5Bx4sS93bsvh4fdjI15duxo3qUL9MuX6JcvFF+/VHT1csH5s3lnTzMvXyy7dasqIaH85u3c3889/u1Q4q49NyJiLgaEXw2JTti9L+fKzZRzF4+FRpB1DXRQKLScnPHmzXrS0joolA4K+c8RqSv5d2nAxDX4Eb7akjBdFFxbEqaNhGoiIOAeSPGVQgCezLIoMKdXFwEVtDqDmq0eEtCQBdZZIPGChliGMijBaPGPei/oCA0SspGslKAAfpZGCspIRtJIFoWVkzKWl8YqyuhJwbWREAM5SePN8oYKMjoouCYMqg+XwkjKaYoh1UUROgh5PUlFF0PihfhDD89df3o1Ievuo7wHKXlJT2mP04rTckpzmeVFteWlgM8zq6ixtJhTXtZaXtpeXNJaVNzCD/ttzitozKU3FRRymax2VllXQUETPZ/DKODS8zn0fE5BblN+TmNOTlNqak1WFrugoAVomecXg9lVWNSTz+jIKWjNyGlOy2pMy2pMz24CN0/T6x+n1j56VvM0oyEzj5uZx32WyU5+Wi0kJgoDS1QEaPjn9/wDXQ/gBiKB5PMwCgqRlBBHAHKxGASsnwBYXFQCBoGDACwhBvkJgPmMLS4qAvkRgIU3if+6QWTDL8IbfxUFL+AD8H/CL3Bmw4YNv/76608A/NOHAojd9E8ns0ChFTypAFx/2gge+xMAg53MIJUJ6PfH5/8PABbbKCohJiYBEZGACIvCNolChIWBhHGIiARUVAwmKg4RQUDEZOHQzXD4Vih0M2ST0XbZLRAhuJCQo/HmmpxrvOdtvI9dXxfKP00yP44XfJ8u5M2WfJ9kfhlj/DVG/z6QwetP47Wn8Oru8SoTeFX3eVWJf5Xd+lJ793tbMq/n6deOR5+a7n6ovfG+5Pz7vJNvHsYvXAoeOeEzfSV67cHRgcvxzN0+j0Jd847uTD0ad8yfQlJX3AwX3iYHVZCREPtFSElYSAu6AS8Pc9TY7GOoHmqiF000iCWi91kbH7AxOUw2OWqPP+NmddXf+WYI5XqQS1Ksf93N08/2hu8k6kaaaobhNcPN9I4Hu946GHvn5G9hbg4q0pIocQmEBBwiApVESPPNxqFQKBSQTH9YYJc4+MMEbzeIiIgAb7L+Wb/+s0AARiAQtra2bm5unp6eFAoF9F5ydLR3cXb08/WMjAiJCA/28fZwciTb21k7OZJBmytQ4HVyJDs62Do72bm6OAACqbW5rY0FcDfdztrB3gYs8Ly1lZmVJcnCnGBuhjcjmZKIJmYkAomIJ+BNjLGG2ppaSgqKICiCgwBIuCRAkSg5BAwFhwKJ2UhAEJYEhGBpaVDpleYvkHJBxJWRkZH97yFJIB7/eL2AP3/aSEoC/ckIPmfLysoqKSlt2aK0devmbdu2yMnJKCjKaGqpGhrpG2ENTEwNzS3wJjiMCQ5jjEUbY9F4U6ypiZG2loa8nIwkEi4jjZKRkubnUcEFAPxj8zP40ij+Ar8LGRkZbW1tBwcHd3d3J/5ydHB1dHAFGdjGhmxlZWNpaWlhYWFqakoikQwN0QoKcsAQBUQcBheHQEWRCAgIwCrKW34E4B/tr0D05bdAa+jrAPSL1tM0NNA2QusYG+rhjPRNsAb/E/3izIk4azMTCwLWzNSQiAPeqWANtIhYXRsS1tPF1s7CxAJnYI03dLAwdbIiuFqTPBys3BwszQmY8BDv6Aj/QD+3iFCfkEAvDw9Hd3eHkBAfXz+qu4dzQKB3QKC3r79XVHRoUJBXTExQTEzQnriwKxeOURxIJgaq3JpC3vul2X7Ouf2R988fejPVvdDL7q9hDLILh5qYMz0VU11lIy2FEx2siQ7WEIcxxGGMthaNtBSOtRVPdZVNdACEPNVVtjRUM8ylT3QUTXezQK+mCX5m78upJt7rId7rIVBlGgNOV1MAACAASURBVOIUTHYWLwxUApEtPeWjXEZPXearqaZPy52810OrI9VzvazX040rw1VdNU87qlLGWvPbKh51Vj/59rzry3rbpxXu+4XGV9O1y8Olc32FKyNlb+ca/lhs+v6y8+MyZ2GgeKqLtjTEWhwsGW3J66pJHWsF5mO/rnTyXvZ+X+34Y6ru+WDpfBfjxQiQncv7NMF7N/r1Zf+fL/o/Ph+rKaF1NjeGBwb6eFD27tyZl5lWwmQwC3LPnztz6uTRmzevX7p8zsfP24XiePDwgYR7t5KT7kWFB+z/LS40xP9xysPnL1Z4vO9A/fWV99fnxamRxsri5cmBk3tjTu2NObM/dnW41d3CgPd6ivdm8vNa7/PJ+s/rHf1N6UsjrOdTFStjZStjZW/mGl7N1E100jtrn4610p6P172ZaZrqLOyqSe2uTRtsyhlqzm2rSOmuTRttKRjh5nNLk+vod5tLHrZVpIy00NfHG76+6FkcKlsbr14YLFkYLOmoeTzRSX8xVfftZe9EJ3NtrGF5uLYi595vEW6H48L2xARGBXmE+AAdnmDuS0yYV1SYV0gAJcDHKdDXOcDP2dfbwdvTzodqd2Tfjj3RIUGeLiHelDB/j8N7YyODfHzdnei5mcX0vMTb18uLGRx2HT0vm1mQW15SmPns8dPk+88ePch4+ujR/btXzp8+d+rYlfOno0IDjx7Y6+/ljoSIGmir74wKMzUyUFPebKCvZWikhydgLSwJFlYkoiUJ+EVmTsKakWxcKYfPnLvz+Mnuw8dtqd6UwPDIfYcJ9q56puY6OJKTp9+xc5eT0zIfPku/fufe0ZOnwiMjLCzMVNW2ycmiZGUk5eWkFOVQspIQBRnoZnnENiWU8hZp1W2y2iqbddW2GutrGumqk4wNzE0MDHXUjHTVrYnGTpYmpppylw+F832Gyz/Odb6faRnn0ofY2d9Xu1b6S4fZ6RPcnLX+4tejFe8mKj/MNcx1MvmKaMlgQ9Z0B32xr2SqncbfFK0MstaGy56PVrydrvtjruHVRPViX9HKcMXKcNVsT8lMd/FCf9l0V9FQc/4wpwBwM24rmukqXeyvmuupHGspGmspmuspn+oqmeouGubSextyumpy6xmPitNuF6fd7awuqClIZmXcrmM87KjO7GPnjLYy5gfK/lzv+WO549UsZ2mkZqyjcICTP9ZRuDhcvT7Jfj7V+GK66cd6PtU4P1i5NFKzMFQ13Vs61cOaG6gAndKHWmiz/eULQ1Wj7czOuozuhqzJ7pKVsbrlifrRzuKRNuZ0T8VEZ2kvmzbELVke5q6Mde6J8ouPDnC2JZjh9XfGBJ8/fywk1FddXdXY2JhMJjs6OoLOCy4uFD+/AAcHJxcXioe7tyfV18vTz8c7IMA/JCQ4wtLcKiggMDYmKjYyzNvdycvVZrCzfnGifaK3bqq3dmmYvTTYMNnOGuUWjjYV9tXkTLQVrQzVro82Lg/WzfdWjXCYQ03M+d6aoSbm6nDjm6nO1aHmpX72+gh3sa9xuIk11lqxPtb2br6/mvFkf4zPzjC34wcid0d7x8X4xO/y3xHh5Ue1dXM083Kx8ncjB1LIzgTD34J9TkSFeBFxrgZ6DloagXjC/QMHI6zJZ8Jj8m8nDjc0rY9PDLW11ZSwaouKuioruAxaU17+QkfH65GRD7Mzy329i7098909KVeuBjs7u5ubU61t3CwsfezsY718dnp6HwoK3UWlxlI9zsbtvn7k8O2TRzPu3ixKf5Jy++rDa+dGuprvXjltSzS0JRqSSUZ2FnhbMxNbMxN7S4KDFdHOAm9vSXC2NXe2Nbe3JNiQcFYErKAs8UYEYwM8Vt/USA+P1ScYGwg+BNgPrW1qpGdBwNqYm4J/g6wIWC8nx0hf3/jw8D0REXFhYdH+/p729hZGRg4kkpuNjZuNja2pKQmNJuPxgW5ucWFhB2NiDkRGxYWExPr7x/j57QgI2BEUtCMoCHxsqLdXqLdXsCfVj+Lq70YJ8qJSnBwprs5UDzcwpt7ZyQFvitPR1tyspLBZSWHLZsVtWzerKG9TU1XW1FDT0lTX0VAFp6W01VVADAZJWHmL4jYl+c3yMvLSf0ctggAsi5LcvllJT0sTo6cLWkPraKjqa2sYGmhjMbomWAOCiaEgc8HYUMdIX5sfmIzB6mrpqGzbLi8jCxNDiGzQUJJ7dONqYwmDkZKU9yChJDWFkZxY8OBu2q1r2fduM5ITWc8eVWc+ZedmtNJyOwtpI1Vlkw01y+1tK12d4w1N7NwC2r2HmdduZl64mnXuUt7Fq8zrt8tuJ5TfuVeT8ID9EFCA6+8mggBcefFq2blLNRevAQB87wHn3gPuDwBcdet26dVreafPpB89dj8+/kZU1N3du1KPH8u5cC734vmcs7/nXfg999zp7DOn8s+dKbp6mXXjRvG165nHf089fDxl/+GkPfvv7dibELvn8b5jmScvZF+9eTpmpxsOj5FT1JWSQsvJGcjKaiGRfPoVHOE6qL9LAy6hiYBoIaHakjAdPgBrIaFaSCi4B0/qSSP1ZSR1pRA6KDgo/AqwFgxAEsi8oDgsEHt/bIH+CYAFPdIgBhvKoMBeaJB+jaRRYGFl/sZjAxlJbSRUGwlFy6KMFGTQclJ6UggdJMJQUhaDkNWDoDTF4FuERLdulHA2NL2873DyheupN+/lPHhKf5rFTM8rzmFWMspqWPWs4oay0pYyVltxIae4kFNa0lrCaiss4jKLuIxCDo3BKaA35zM5tKIWJqu9pLSTwWhl0lpAAC7IbcrLZudmNeZksjNS63MymwpyW+j5bbRcoOh57XRaZ04uNzuHk5nVlJnVlJXdnJnVlJ7BfpZa9+RpzeOUqscpVU+e1qRnsIHApMzGtPQGIRhUEgoBpF1QqhUVAZqfRYQloBAkWBAJBFiA/PuPAgzS748MDBGHwqEIAQADba4i4gAq/63siQnctsCpYKDLmj8JDE78gt3R/ysABslIAK4/bUCO/fEkeD14/j+PgivBTwkUYMFGQL8gVAue4T8BWFjkZwDm/yyEITAxCFxUXGKTJFRMSRKxDYFQEtukDPlF4VchjKLwxXjPmdY83jrn62LV14XSL9OMb9M03iyTt1jMW2DxJhm84QLeYC6vK/Vb04PvNQm8uge8uiReeQKv+MaX4mu8hkRe11PeUBZvII3XnvxXw92vrEt/5v3+Jmnf3OWIyUuRq/cPTdw5ULrXJynQ4V4IpeTK0Yvh3i5oNTWkqLzEBhnIr0jRX+AbhDSQwjgFmKPWFh+sdjBeLxxvEEXQj8br7zZDx5lj9lka7rfGHrAxPmKPv+BNToj0zD8el3Nkd7yZAUUFtd+BcIRqfYBq8+B43LPLJ3b7u6G3K6BENyJERGFi/MBjGIrvLg74H/0Av4AnNtgl/iMAi4qK/gjAGzdu/AeBAR0YCoUaGBh4eno6Ozt7eHi4urqSyWRnZ0cXZ0dvL/eQYH/Qr8jdzRm0sHKwtwHneB3sbUBd145sBY77OjmSybaW1lZ/q6PmZngS0cTIUN8YizbBGRLwxnzuNQUB2I5sY2FOsrI0d7Anm5sRVZS3IWBwiDhw9wcqAYNDEVKAFisHuFPBpaQkpQUALBCBpflLnr9A0P2RfuX+WQI2Bq+X+pfFV4ABBv6BsaWkpVGKivJIJByOkFBUktXQVNHR1dDT18QY6oKhQXq6mhi0rgnO0NTEyEBfV0V5myQSLi31t+qLhAOSMgopCQRT/zD9K/gSQEEYZHhVVVUbGxsqlQrehnBxdndxdnd2dnVycnFwcCKTAUMsa2trEICxWMPNmxUlJACfM3EJYQhUVAoFV1SQAc2fwc5nbS01TQ2gEfonByw9XU19PS20niZaT/NH+dcEawDKvz9qvxYkEwuSiaWZqSXR2BxvRDLB4DA6uppbNVQU9DW24g21iYY6bnYWfm52LjYEO5KRqw3Bw97cxYZgb4nz9rDzcicH+1M83WxtrXFB/u5uLjY+Pi4eHvZeXi7h4f47d0VEx4RERAbHxIZHRwdfunRyT1xYUABlZ3SAnSV2V4Qv7+M67/Pz3sbSU/Ehlw7GrAxyFvsaxzmsrqq8wUbGDDD0WD7SUjjSUjjQROupzx1spvc25PU3FgxzmWNtxSMthf2NBQNNtJEWxnh70eJgFWid9XqG82YWGDTlvRleHa1bGgIadzuq08Aw0p76rI7qtI7KtBEOfWmw6vuL/k/LnR8W219PN35e7fy82vn9Re/KcMVUJ2NpsKy3Pq2r5unHpZaXUzWvpmtXR8unumijrTnT3fT18cp38+wPS82fVrhvZutXR8vfzjXw3vZ+fd6+OlLZWf1sor3w9UTD56X2T/OcFyNV8x20ieas3uqU1pLEjopH7+Y4QGzMcPXiaF0vp+T8yYOJt6+H+PtcPvd7dTnr9YuVr5/+4PG+8HhfP/zxenJqtICWHb93l4eXq1+Ad0Rk8J3b1/x9PA4e2BsY4GNqYnz0yKHBgb5PH//4/vkjj/fl05t13qc3ec/uP7j2+6m9EQkXD/0eF9LPLuJ9WPiyPsB7O9pdn16Zf32Qk9nb+Ky9Jrm16mF/cxog2/41xfs8vjZevTpSPd9XOtHOGOHmDzRmg4r6XC9rprt4soM52JTTUfW0o+rpaEvB6kj129nm1dG6tbH62T5WfeFdbnnSSGvO+kTVwmAJM/X0XH/Jl+fdDUWJQxwa7/viVGfFDn+7PVF+MSGeYX6uIT7OYPRLeKBbqL+rv7djkJ/Lf6Gvl723px3QBepKjvCnRgd5nzoY7+Fki9XTwOpp7IkNL6LlspgFVeXFlWVFNRWlzILcInp+ET2/IDs9LSUp9fHD3IxnWakp925du3zu90tnT9mYE/Q0VQ/ti/PxcIWKbvSkOFFdHU2wBvJyqK1b5LU0VXAmGGsbcwcnezsnR2uH/8PaW4e1le7d38x06ri7a4CEhODu7u5O0Srt1N2g7hR3l4QACQQSEggQPCS4a6m7TKedvNfmPpPTp+fM8z5//PZ1X7l2dnZSIKXNZ6/1Xcve1dtbA6lrYGG979iJW1l5t7Lybj7OvZNT8LCwNONe5vlrt6/ff/Qov+j2g8z9h4/6BATa2NkiENqSkuJiooJA9lGSl5IU4ZOTFFaQFlWWk1BVkFJXkIIpyWiryiLU5fXgqtYmuoYIdU1FCVNdLVcbU3szfXM07HCc31w/foRUUZdzeZ1FWme1vZunfV3vX2c0Lw9iFvtr1kawb6ZaPi92fF4kvZtv/7LS9W6BsjBQN99f++1pP/vz1PtF6nRP5Zs58quZzaToyda38x0fliivZtpXGbhnU+1LI40zfXWjlNKe5qy+llyQXTxILKbj84faSmbo2MUhwgwdt+ngxa2NEZeZzfNDTaPUSlpjARWbSyh/UHr/fEd9bk12esm9M7ji6524nF5C3kBbEYtWscxqWRlrXZ9sB+Itk1bF6KwY66lZn2zfmCY/mSJBqezDjdMDWIC7C4zmZVbLMqtlfqRpdgg3O4SbHsAC+l0dJy6zWqYHsOO9tTODDQCVXyzRVibbnkyRPqwPvFsZWBptn+4nLI50vFpiPF9gJEX6xoZ7hwW5ubtaBgS4HD6cfPbMCSdHe3U1FXMzkwB/X28vKO3IycHR29PL39cv0D/I19vP3dXD1dnNy8M7wC8wKCA4NjomOjwsLjrMz9P54qlDa3Mjw91NY32Esd6miV7c3ADh6QTl1Wz38iBhAF/U31I429ewNIxfGGxaGm5ZGMTP9TdBleDDxN7mIkLpfWp93kQXbmmofXmYtDjYNtHdzOjAvJofer3MqM6/dTAxMDXe/2ByyKGU0MP7Ig6nRqbGBcYGe0b4uUT6OEf5OAfamXua6h0OC7p+aN/1vSn30g525OU/Sjv66PeTGcn74108A6xszx883I7FTY8wFlmsJ0zWszEWi0ia7urua2x+wmStjjBez8y+nZv/sr4+SCSeSEz0MDMLcHAIdXV1MzHxMbOId/OMdHCOcHLZHxKc6OebFhlRdv9uZdaD3NsZFdn3WjHlwV6O+trK7g5mXs6W1iZ6jlYmrnYWzjZmjlYmzjZmrnYWLrbmbvaWTtamNqb6lka6FoYoK2O0tYmetYmeib4OVBdsiDI1QHLoFyCxsR7Cwhhtb2XiYG0KNGQXW/NwX5/YwMA9ISFJ4eH7YmL2xcRE+vq6Wlo6mJh42toGuLh42tpaotEmCISzuXmEj8++qKjksLDUiIhDcXEHYmISQ0KAMrwnJCTa3z/c1ycqwD8mKDA6MCAiwC88CAoBDQ4KCAkO9PP1trO1RiERCvKyYqLC0lIS0lISMtKScrLSCvKyykoKqipKaqqQ9gtTVdJUg6RgjhqsoaKoqiinLC+jICMpLS4CRGABnl18u6FMLFFBAUVZGS11NaS2lo6Wppa6ioaKopaGso62ur4ufNN+hTIxRBqgtdFImC4chkZoGuoikFrqKjKSSlLiMsJ8O7i4At0celobMYU5BTcz8q5dqnp0p+zO9Yp7N0tv36h6cLcxJ7OtOL+roqSvtnK4oWa0qX6e3LbSTd3o61uidfXXNWAfZZWk3yxLv1F84WrRmQslZy9CDHz1GjbjBuHmXdL9TMq9h+237rZdu9mafr3lUjr+whXilWuUG3cgAL7/qOfhY3pmdndmFuXeg5YbN3FXrpaeOJl/+MjDvXvvJCbe35uaf+xo8dnTJefOVF08V33hXNX5s1Xnz9ZfudKQkVF3+UrZ6TPZB488TD1wMy7xesyeBykHS06cq7mQXnU541JCiq+JuZaQqDqfIEJMTEtYWJ2fHyYo+H8HYEgE3lyAhCFlWJhfW0RAU4hPQwCSf3+kXI4dmnPwR5Pzj5z8EwBzYqI5dcHgBJSIgK6oIFpMSE9cGKJfEQiMdYQFIGM2lLPFjxIV0RUThQtD+dVIEWHYbn6NXXw6AmLa/CLSv+zQFBSPdfOD6Pf6g9L7OXV5FbiyenwVrrWOQMa1dxBojVgqB4Cx9V2NDT2Q9lvfVYeh1dZ31dZ319Z312B7aht663EDDY2DGExffT29pqa7srKzvLyztJRSUtJRXEwuKaaWlXZVlHdXlHeXldJKS7rKSmllpbSiYmphEaWomFpc0llS2lVc0llQ2JGT25ab156dQ8zKbn2c1ZKV3ZqT25ZfQC4o7ODi5xPm4xUCDLxzB5RCBAAYgDE0FbzJvdy7+Xm4BSAj9Kbz+T9vwad/AMDcu3h27dj0AG8C8K5d3JwUaBC4tWPHLlCw9N+GgQGo/nwL4Icj+YKHt2zZwgHX/1c72zY3DvdyxF5whCMpg9M448FAKN6+c8dvW3f+CMDc2yAX9K6d27fv2AI1HvFu37V7qwD3Dil+XhkeHqktXBJcXHoiXPu9Dbsr09lrHex14tvx8s8zld8XKtmL1ezlWvZyHXu6is0oYfflsXtyvlMzPxNuQUW+pEdfKi7MXt+z/Gj/Xy232QMFbEYRm1kE6cP9OWzy3T/rzr8vPPbswf7lm0lLd/ZP3tiL2+/3IMjqQZRrweHY+/ujvdEaSrt/UeLfqSC4m/cXLm4uLgX+nbpSfDYqkj666mEmiCgzZLSxTpwJIsEUucdIK1ZfI9lEO81WP8UUHmegfs7HpvJESvmxlEQTuI+a5B4zRJqb+Y3EkNKrR4uunjgY6qWnLCm4hUtw+1bBnbsEuPkF+UWgoqPdPBz6BWXIvJsbmJr+CYCBDfpHBzuHgX/77TcpKSl/f39nZ2c/Pz93d/dNJ5ibm6uzm6sj8DZzbMwO9tZA0QVir62NhbWVmYW5sZmpIVwbmpXVQWjCtTVgGioa6sqaMFVtLXVdFFxfD2lspGdhbmxtZcZ5uoe7q7OTg4uzo4e7q5OjPVoXKSstA7mgd/OCiz6bPghhAT5hQX4RUWExwc0NEKPI5gZ03b85VxwM/XLucpD4R/lXRESEA58/7XAeAjKymJiYsDCU6ywKtS8JSkiKqKgqaGmra8BUVFTlVVTl1VShHl0NdWXwPaJ1EQi4lrqaCkS/QgJCAoKC/AKC/P/a4efl4+fn/68MDCKgRUVFZWVlzczMvL29PTw8nJycnJ2ga9BOTi6AfjeN0Jbm5ubGxsZmZmYGBnoqKkr8/LwAgPn4d4uLCclIiwP5lwO9nNIjMP2rpanGeZtQCBjQfoH5+Z/o19LM0MrcyNrCGPifrUz1jfUQ2hrymwqVFFpbxcZY19FC393O1N/NNtTbKcjD3t3WxMoIfvbYvpamSjsr/YgQzz0xgX5e9tHhPlHhfpFhvoGB7hERfomJUfHx4TGxoXHx4bFxYX5+LoGBrtGRvmn7Y/08bFztDTEV2ey/Xm/MDnXhy8/ujazOylhlUJkd9dO0xhFSFYNcOd2Hm6I3jHfXz/Q3gp3ZgaaRjsqRjsphcsUQqXyIVD5KrZ7pb1xhtjIo5aCSdIxWzeysHKVWMDsrwf54d80YrXqIVAJxL7Gwl5BHbcjsIxT0NOX2txbMD+LWx4gbE5DL9/k0aaq3Zn2s5dkUcWOi5dUc+csT+sfV7mdTxNmB6rWxxrWxxtmB6il6xRID82y65flMK/vtyJtF8tMpwvsV6p/P+z6udb2ab38x0/5sqv3lLPXdfOeHRdr7ecrLSeIGo2G5v+b5OP7VTPvHpe73qz1DpJI3y72fno32kWtT40MJuPreTvLGysLHdy8h9P3rD/a3zx/ev2Kzv374+JrN/vr1+6cHmXec3exTUvcU5Gcd2peSsCcmNibC28sD/KKlHdrXjKt7/2qD/denXnJzbLD7w4yTObfOuJpqVWZe/fZ8ao3V8WKW9nSqg/3XEq350XR/1QoLN0jOGSTnTPVXLI1iP6x1sd8w3ixR3yx0TtNrmdSyNRbhzULnKhM/TqtkUsuWRhpn++v7W/M6Gx6OkIuXRho3JojPp0ngZz7aWTZELhjvqZjur5obqp2kV6ywcN34hyACmv16/NsLJrbgemq4S4CbVbi/S3y4T0KkX0yYV3iga9hm2E+wv3NiXNDelIjYaL/gQEgEDg2G0oAig7z2xoUf2594KCkmKtjXBA3fnxiDx1Q1YWpam7CzUyxyG55MJFBJRDKR0FBXXVdZiqkurywpKMh+lJ/1MDfzfsalcwdSEuIiQ0X4uXXhsHs3M3h2/KalpuTl6ghTUeCHrjHxykqJqqrI66LgFpYm9o52dk6O7t4+di4uVvZOVk6u9p7e/hGx8fvS9v5+8sjpc4dOnE49eCQ8Jt7Z3Uvf2ASmqa2koiwhIQZ+T7U0lOGaqlpqCspyEjLigooyYirykmqK0hrKsprKstqq8joaCihNJW1VWQdLfZSGvKaSuIeDqb25rilaIyXSe5qOZ7+aXhpuGW4vfzpBnuqpf7/QvT7aMtpeNNdb/WQU93wc/2Gu/Y9l6vvZtvVR7Poo9tUM8cMS5cNS57sFyosp4osp4vtF6osp4sYYfm208dk48cMi7c8nA3+s9X1YpM321wMr+yiltBefzaSWLQ43jdOq+wgFndjHNFw2k1I529cIxlYnaLVQ0hWzeW2MuMJshYwYPbiJ7kYKJo+Kzac1FtAJJf3EEnpLQQ8+l96aO0gq7GsrHOooneyrX2A0zw7hmLSqoY5ScGRmsGF2CAdkYXBwmFI22Vc/PYCdHsBO9WMm++on6HVjPTVMWtX8SBNA4rnhxtVx4suFrleLtKczHbMM3PpM+4t5yiZjtz+d7nwy2Tk/3DY32P5yifF2Y+rYwejoCM+gAEd/XwdHR9P4+PDfjxxMSoyztDDRUFc20Ec7OthByWRODlAkpJe3v69fgF9gSFBwVER0XExsdGRUXGx0dHhIVGiguQHi2sXjT5dYM6OUPnLtGB030d0w1oVZHml9PtW5wSQt9jdP0GpB2BWDXD7X37QxDunDg8TS6d7G8gfnLuyPuHM6FZN7nVqfN0SsmunFT9NbJrqbWV2NGzN9LxdHqvNvpcb67UsIPJwStifcIy7EY3988KG40GhflxBn6whXO39rk8PhgSdjIh4e/73m5vX7aYcvRMZeiIwtuZh+LeXAfr/gRB//Pb6Bcf5BV0+f6cS3vJyeXR9lvZ6Z+/70+du5BQapY7CFOEOns6jUjysr7HfvFoeGiu/cORgZGeLk5GttHWhtG2htG2LnEOflneDrE+biFOvteSIl8WRqwpmDKRR83cGECGOkup2pro0pNAhjYYhytbPwdrEDkq+zjRnYcbWzcLQyAQqwpZEuAGArY7SxHsLMEAUusxrrIfSRmgYoLUNdbTRCw8wQ5Whj5u5k4+5k4+Zo7eVqH+jpFubjHenrG+3vHxcUlBoVdTA+PjkiIsLHx8nMzN3aOsjNLczLy8vOzhKNttDVdTIzi/HzSwoNPRQXdzQp6VBcXHJYWFxQECgK3hMSkhwVuTc2JikyIiYoMNTXO9DH08fD3cPd1cHe1shQX11NRVJCTEiQX1CAT05WWlZGCiw5WWl5ORkFeVlFBcjwrK6sAFNV4gAwTFVJXVlBQ0VRDcqIlpGXlpASExYT4hfi4xbggQKxBHl5xIWFFGVlgA4MtUuoKsHUFLVhKro6moZ6OsYG0DLUg+vrahmhdZBa6lpqSrpwmJ42TElKXIR7uwTvrnuXzzYU5z28eDYn43LVozuVD2+X3MpoyHrYkp9HKinurirvq6sewtYyGurHmzCT+IZFUtsihbRIIbOam0kFRZXXbxddyihLv1F0/krBqXOFp86VnrtUdeFy7eV0XMZN4p0H7bfvtV6/1Zp+HQLgKxmEi1fbrl6n3LrLAWCoIvjR44679/HXrmMvXS4+djz3UNr9lJQ7iYn3UlOyD6cVnDpRcvpU/ZVL2PQr2PQrtZcuVF+4UHH2bP7vRx+k7r2XtPdGfOLVqNgb8YkFx05XXkrPTDt6KjjcBY7SlZRR4xVAiEogJSTU+flVeXnhoqL/BMBA/gUKMOBejvbLB9mZJAAAIABJREFUAWBNIT4tYX6YIK86P9R19F8XAOMfaRYMBnMY+J8A+MeYaKSIIId+9SVE9MREdEUgEzWHupEiwmhxMV0REW0BfoSAgK6oOIyHD8YjgBKTRghLaPCLehpZ3Dh6puJ+bmVmQV1eRWM5hlDT3FrX2lLf2lrfTmjoaMZ1EfB0fFMfDkq9onEAeJN+u+owPfXY3tqG3jocvRbbV4vtq8PQa2t7qqtpFRXUsjJqaSkFLIC+5WW0stKukuLOokIKWPkF5Lx8Ul4+qaCwo7CIUlhEycsnAdzNyyfl5rVnZbc+ysQ/fNT8KBP/OKuFi49X6EcReOcOHrAA+gLH8q6dUD4WH68QP5/wf6IvOAJCofl5/12G9C+zNAQ8PAB3ORi8cyeUsAXAGDAwRwf+GXz/vg/8zz8CMGCh/1fcy3kdQLY/AjBgYA4AAwb+3wEYCgmDLNC7OAC8ddsvO3ZtBQDMu3OLyK5tsty7VHf/FoCUzYiyw11PHqi8sNb1+PNkJXsVw37Z/H2uhD1fwp4uZjPz2PTH7I7731pufW26+Qlz/WNN+tvyiysPDvT87tu+z2XhwV52Ty57ooo9UsTuzWTTHrLJt//EXnyZtX/xWuzkpZjRC7GDF+KbDwU+DLO+H+tWfDy+8GxqsLmOjiSP2BYuqV1bZHm2iWzhktyxTUdK1EJZwllbLsAAFm6qE2mqE2OCSDBHpVjqJZvpbC54ijlinxXquIfFvYTAilOpx92tPFUlE630rkb7nQvzKDyX1vT4xrnEMD0FcaGtXAJbuCT4eHh37ODfzScqLMENstY2a5AB/fL9vW22H0Ge53/Hif09Bwzemr//IvxLB+bi4uLl5QXFs15eXk5OTra2ti4uTg72ttZWZsZGenpoHV0UHK2L0NdDGuijUEhtHYQmAg5DIbX19ZC6KLiGurKCvLSwEJ+crKQmTBWpowWg18LcGHihnZ3sQEWwi7M9SMMCTmngkd4UkO2dHO3NzUwQcC0ZKelN/7CgAB+0OIIwB4A5DAzIlnMLAPjHu5x9zgAwh3J/ot8f74qKigJ4FhGBpoIFBPjExUWVlOW0tNW1tNVV1RSVlGWVVeTU1RRVVeTVVBU1YapwbQ1tLXWYhhr4n1JUROhH+gVe6J8AGDC8iIgIHx+fqKiokJCQlJSUsbGxh4eHm5ubg4ODo4Org73LpvBrZ2lpbWYGRWEZGRmZm5tbWlqam0MuaDk5GQEBPkEhXkkpUVkZCXk5KRVleaD3gtu/M5/VgO1ZW0sdAYchdbRQSG00UguNhOmhNPV1taApIz24kT7C2EDHxBBpaoTajLzSszI3sLYwtLUyhpaFkYO1qbO9GdQxg9bS0VBAwuQNkWr+brYu1kY+TpYxQR6B7rZOFnpJkf4FDzMWJwe/flhPiQ/2crGICvE48XvygdSo6HCfiBDPmCi/pITQmMgAfx/noCCPuLiQuLiQyDDfPXFByXtCI0M97Sx0b6WfYH97/enlfBehqrH80fGE4JVR6vNJ+hCxarG/dX6AMN5VN0XHjHfXTvdh18fbn0yQVpitG5PkMVrNGK2GQakYaCsebC8Z765dZRFfznW9WYSKfEBG8RS9fopeP0arZlDKRzrKQFztFL2e1VU1Sq1gUMqHyaV0fD70Qb8xi9aY1dOc09OcM02vfTnbMdlTPUwqWh/Dv5ojz/bXQpPA78fWWM3PZ1o/rHZ+Wqc9n2ldG2t8OkV4MUt8Nt0CbM+f1mnstyOf1mmrLNyTiebP672f1/tezlLXGM1rjOaXk8S3s+QXE4S1EexsT9WLKeL3p0MfVvtYXdWfnoysTnZUFNzoJjd9+/yWzf7C/uvzX39+YLO//PXXp8+fX0NH2F8+fnr1/a9PbPaXZnx9UnLMqdNHExNiE+Ni46IiE+NiU5ITvTzd0boIdzcnUyO0k615SlxIC7asuuhe5o0TRQ/Oywtw4cvuP5/uHSCWs7pq18fb2W+Y318NT/SWUxruUBrujFAKWLSSPmLW3FDtt5dD7A9jSyONQ+2Fg20Fy4ymFzPk2f56cHeUUrow1ACmf8dplYyOkr6W3GFS0b8SkoawfzzrZ79hfFynbUwRns20LjIwiwwM+y3rzxfDX58xPq4NZGccCfcwjQ12T4j0S40LTo0L3hPlFxXiEervHOLnFB7snhAbmJQQEhPlGxHmGRXhHRnuFezvvC8h8khqfHJ0WKiP+/FDqRkXTnW1tQzSqMN93Wn7kiNCAn08XI+mHbiRfjk/O7ON0ISrqyI2NxBw9eVFeY/v376Vcfn0scPJ8dFHD+0L9vP6jYtLH6mtIi+to6mmLCclwL1DhH+XrJSwqoKMiqKMmpL85mUvHTQahUQi3dw9fQICTa1sYQiUNkrfwMLa0tFFz9hMR18fBkdA/kh1NTUNVU1N6F8JaSkxVSVZaAABpqyuJKMqJ6ahKAlXU1CSlVSRl4YpymkpK2iryiPUFXVhSvraqmhNRaSGrCFc0dkSqvzVkBcI97PtJ9X+scF6PdfzbJL6ZIz8YblvndX2cqqDSS6b6qpcHsQ8GcWtMxpejuM/LZA/zLU/YTYsD9XO0ivWmQ0fligvplrm+6vXmU1f1no+LNJeTpHWR/FPmK3PJ0gvJslPmK0rw/8alZ8bwDwZb11jEZ5Pk9ZYrX0tkPbbiX1MqX801FYy1YOd7MawqDUsatXyKGG0s2wzwoo4O9A009+4MNQ6TsMOk6oWh4lPxqmzA5A4zOqqGuuuZFAh9GV1V7O6q8d6aljd1SPU8hFqOZNWxequnqDXgZHg2SHceG/tMKWsr61wgFQ8SC4ZppSBE6YHsLNDuAVG8/QAdrKvfrKvfm64Ecpj25wZXhzFj/XVLLAa5xnYYUrJYHvx7ADu6VTHs5kuZlf9k+me9Rn6m6cT50+mJMb7HdgXGRbibmNpEODrkZwQc3BfUtKe6JAAX2d7G3NjAwcbS0dbGzcnR39vr6iw8D0x0Ylx8XtioqPCQn09PYL9vFP2RPm525bm35sapZLxJURMzuRA8zKjfby7frSjari9fIJa+2S0fboXA41UtJcyKZXLI4QVRstsX+P8QPPySNv8AGG4vZJSn92HL1sZIb9bGHo7PzhNx39eZz2d7hmnNz+bG5hnUrJvnYkLdTuSFJoS6Rsf6BEf6JHg5xHv45bk57k/xD/j4N4Hp449Pnuy5Oql46Ghdw4cvBqX+PjI8TMRsaFmNs4I/SSfoOvHzpw/8Pv+2ISjKfsvHTmByS+d7Wc8m1p4Nj33bHru1czCq5m5xcHhwda2nqam+YGBT6vLTyfGmkuKrqYdSg4IdNLTd9LTD7KzD7CxjXR3TwzwC3J22BPoE+PveeXkERdLYw97syBPBxM0zMEScgy5Odr6uDu7OtjYW5k52lg42ljYWpjYW5nZWphYmxlZmRpamhhYmhiYG+mZGugaoXXMDNEWxvrmRnpGaB09HTAPrK2pqmhqoOvuZOfr4eLl6ujl6hjg7R4Z6Bfq7RXl5xcbGBgXFJQYFgZN+cbEpEZF+Ts7e9raetvbh3p6gnRoMyTSGA4PdHZOCg09GBubGBIS7g3Bc5SfX5iXV6S/X0J4WHJUZFSAv5udjbk+2gAB9Q/raGlqqKsqyMtKiIuKCAuKCAuKiQqLi4lw6BcYoQEDy8vJKMvLcBgYeKGBERo4on9iYBEBXhEBfgEebn7u3aKCAkpystoa6ii4JtS5CFOBa6rqaKtvziVp/vBfMwqN1IKpKBig4FbGaBlhPjlh/lAvt6aKoltnTxTeTq98eBtflNuYn0UoyOmsKuurqx3CYFhNuHF802Rz41Rzw0zT5iI0TjbhmPX1fRWVxMycqoxbJRcySi9fKzp/Je/0ubwTZwpPny89d6HqwmXs1estt+613rhNyLjRcvUaxMBXrxEup7en3+i8c59272HXpghMu/+Iev8h6fbd5oxr2EuXS46fyDl46F5y8q09e24nJT46sD/vxLGys2dqL13CpWc0ZlyrOX+h8NjxxwcO3kpITI+OuRwRfSMx+eHBtOxjx3OPn76ZvC/O2t5EShbGLwQTENYWFtMRkwQK8Kb8CwaA/4sFGlAuB4CBNRrg7o8ADKj4fwFgjqLLSXWGC0J+6X8CYA4Po0SFwAwwCNBCbc796kmIQHO/4iKQiVqAD87PixYVRYuK6otLGkhIoYXFtPkEEHyCaFFxPSlp6NsUFVflF9KTV0mLiit/mFPxuABbUttY0dBS20LEkFqwHfh6UnMtqbGWTGjqbSUMtuAHmnC9jVCmex+wQAPt918AjO2rwdCr63ur6noqq7sqq7sqKmkVlbTyiq7yiq6Kyp6Kyp7qmr7Kqt6y8u7ikk6g+hYUdkDQW9CRn0fKySbmZBNzc9ryctvBKizoKCqkcB59nEnIfIR/nEn4NwBzxF4g+QIM3rGdGyRXce+G0rD4+YQ5sc8cEgagC2YgAQaDT//gBFAmzM3NC3AXGKF37YIyc8HB7dt3btmy9ddff9tUc7dzOOe/7gAWApIgSGPmHPlpBzz9x4MAWf/ry3K4+ie9l6NAAjADLugfSfgnBXjHjh2/bd2+bTukfv8NwLt2b2ZBb9v227YdW3Zyb+Xh2cq7/Rfh7b9oigs7aSqU/h7ZdD6mNzNtnXjn23jl1/GST8xc9kIpe6aAPV3AZuWwex6w22//1XT9a83lDyXnNnJOsq4mNCY4lgUbkg95vCw+zaY+ZvfmQPRLe/RH240/iTf+wl/7VH7yyd3k6UuRQ2ciSWlBmFTvrCj7OxGOJSfick8nHQiwh4ntUBffLcuzlY+LS4CLS5mPW09GxlhBxklTwVNHIVAfFmGiHWUCjzXV+TsBC3XIzjDZDB6pp3LUzSznYHTOwegzgU7h+rBUO6NTAc7pe0KKLxxpzLx+MSVSV05YYgeXwG9cEvy7JQX5d/y2lXv7bmFBMeivBNQX9D82oABzHOY/AjBwQXPexB/fOy4urh07dhgaGjpsbtbW1lZQ8ay5kaG+oYGuoYGukSEaWJfB+K67mxPwQoPIK2cnO0sLE309pL4e0tLCxNnJjnOCp4eLv58XxzLt7GQH4qAd7K3t7awsLUzsbC1trM1NTQysrSzc3VzcXJ2tILIz09NFa2vCNdRgyooqEmKSAnyQLCy0uf0UoQwSpEQ2p4I5AAzYkkO/HNQEO8L/sAn8vQkJCYHnAgWYj49HTExEQVFmE33lFJVkVVTlNWDKAIA5McuqKgoqyopqqsqKCnIS4qJAARYSEAT0CwVi8UEi8I9fP+frARZoVVVVW1tbPz8/kEkGolacnV3t7R2trW3NzaEqYJO/NzMzEyMjAxhMXUJCTExcSE5eChQgASDXhKmC8GfgdtbWUgcLcj4jNDcvZ0AXlX9C35/o19JMH9CvvY2pvY2po42Zi72lp6uNp6uNk7WxhSHc3EDbxhTlbmca6GkX4uXgYWfkbmt8JCWSgq9mf3rC/vP1i7UxOqUxPNDZykgrbW9k2t7IyFDPkACXsCC3iBCPPXFBx4+mXDh3+OD+2OBA18Q9IUnxwZ6ulgG+drczTr56MsH+6/XUYHtPa9XtCwe9rZAzfYS1UcoKo/35eOcKAxKalhiEKTpmug/KeV4Ybt7MfG6YomNmB3CzA1AE9Obcb8MSg7DKIm5Mkmb6sUOkEsiB2VU1Ra9ndlYOtBUNkUpGqRUAzwbbi0FP6RiteqC1aIRUNtOHGSAWUjAPCeU3Zvvrv7+AKkbHuio+r/eyvy9sTLQsDmM/r/e+nCVBGVHvR9lvhj+udQH0fTnX9nqB1N38YGG47vOT7m8v+v942vtpnfZ+hfpylvRuibYx0b48hFtjNL+dJX9epr2fhxj45STxzRwZKs59N/nnizH21+V5Zns3qfrzm3X2nx//+PT6j0+vv399DwCYzf7y/v3zb98gHoaOsD+///BiYJCWnfXg4d1bR9MOhQcHuTjYBwcFxMfFREWG2ttZOtlbWJvrGemqDdGaS7Ouzo20P7xy0NsGfiLJn/16hlyfOUQq/bIx1IF5+HaZ9ny2fWagdoWFWxrFMqiFI5SCtfGmp9NEFq0MwO0opXSyp3qcVjlCLh6nVa4y8QtDDYvDuBFy8WBbwdwAZqK7qr81b6yrYqSjjNqQ2VJ1g0EtZlCLmV3QWp9onhmoJtZcY1BLX85TPq4NzA7grhyJvnN+X/qZQycOJaTEBu2J8E2KDUyKDYwK8QjwsgsPdg/0dfTysPb1tosI8wQ6sJuTeYCnY0JEYIS/V4i3m5m+jqOVSd7De3QKKW1fcoi/97lTx8uLC8hEQlVZ8c2MK4W5WdVlRVWlhfVVZdiaioLsRxfPnPj94N7jhw8kxUUdOZCqqar4GxeXiT4KjdDcve1XaTEhEf5dynIS2urKmqqK6kryMFUlaHJPXRWmrqGpqammDkOi0A6OzvbObvrGZjpoA5QudHUQiUTo6MARCG1wjUwbpqKqJKuhLAtTkdNSkdFUlgZLS0VGXV5GQ1kBrqqMUFNGwpRRmioGcDUjHTV7c124sri1EczJEoFSE4kOsKM0Fz1foEMD8P1N070Nvc15zyY73i32vpqmrAw3z/XWrg43vphofTvb/m2tm/2079MCeY2B+f60e6qnmEUpeDXT+u0p/c+N3s+r3e8WKG/nqM8n2p4wW5+OtT8da19jtCwN4BcHGp+MQzFsYK0y8RsTxMXhpv7WgkFiMRWTSa590N9SONZZy6LWDLeXD7eXMijlvS05g+3FEz21zM6qIVI5GEZYGGpdZbUvjrQwO6tGOsqg7t/Osm58FvQb11nBpFUBaXesp4bRWQEYeLy3dnYIt8QkLLNa5oYbx3pqhill4721Yz01E/Q6wL0gKGttom2JSVhgNM8NNy6O4jemyS/mO5eYBCatYmYEM8vArow3b8wQV8cI80ON6+NtH1b7P60P9xHLni8OzI11fH4zV1N+LyzY4cTxhGtXTkaE+thZGXq52yXEhKUkRqfsidqbHOvn6Rro5xkXGXb8yKH7t66XFeXXVZbVVpbVVZYd3p/q5+nq7W7n525LxJWtzw2M97fQWorH6LgxWh2rq3aFQZztaxxtr5jpxs7144baSobaStaYxI1x0lBbyWhH1deN0ddz9HVWxwy9abK7YZZOWB4mrY1S1kYpTye7l0ZIy8wOKFZ6gPhiaXiQgj1zKGZPiEdafMiRuLAEP/dYD+d9AT7HIkOPRoRcT9t/KjZyv6/XrUMHT4aGkfOLsn4/cTI0Ksba6URo9KnoxBS/kCS/0EPRCRfSjt25eC339uNb56+lRiZeO30JW1T59fmb76/ef9l4/nph+euTp2/mFqZ6eiZonc+nJt4vzD9hjtZkPr537lzW5SuPLl3aHx4e6Ojo72DraGxgpasTHeBlgYbbm+m72hh7Opjbmul6OFraW5m4Odp6uTp6ONu72Fs721k52Vo6WJv/RL8WxvqAfo3QOqYGuuZGemaGaBN9lAEKrqejhUZoKkiLG+shvd2cArzdvVwdPV0cArzdo4L8owL844ODk8LDE0JD44OD94SEpERGHoiL2xMSAqKtvO3tAQzbGhoaw+H2hoYhbm5RPj7ulpaWaLSDiYmHjY2rtZW3o0Ogu5ufi7OFgZ6KjJQ4P684P6+UqJCMhLiYqLCIsKCoiJCEuKiUpLiUpDhnB7igwSSwooIcNAysIAsAGHihOWPAkKi7ORXMYWBpcRFJUSExIUFBXh6enTv4du8SFxZSUZDX0dLQRyGQcGg6CaGltpnQoYpGwgzQ2kb6CBBUiYCp6mnDUBrKskJ8DqaGZY/v4Ury7549Sa2vJBTnNRfmkMqK+nH1A7j6EQx2vBE3g8fPtuDn8I0zTQ3TDZiZBsxEfS2jsnygtIxWWNiWmVN37Vb5xYziC1cLz13MPXU29/jpglPnSs6eLzt/se5SeuO1W03XbjReyWi6kg4AuOVKBinjZtfdB513H1Dv3Kfcvke5fY90+y7xxq3mjGsNl6+Unzqdl3YYAPCtxIQH+/bmnThWdfECAOCGqxllp89kHTx0Nznl79Kj+Nt79907cPBibFyqm6ePnoGxtCyMhw8uLIYQldASElXlgZzPKEkIg5W5uf9JAf7R8AwmfoHhGUz8co5wFGBtYX6O7ZkjzP5EuSAc6/8XgP9rCJaumBAIvkKLQ9O/kP9ZkB8hwGcgIaEvLm4oLmUoDgEwgk8QwSeoKyKGkpRUFxaS5+VVFxX1trC5d/4qoRLTUFoHdfzWQfTb1thJbOwiNNIIGFoTpovQ1AcAuLmR3oSj45v6m5r7G3C9dZgezqqu762s7a6ooZVXd5WWd5RVUCoqaVXVPdU1vZurr7qmr7ZuoLKqt6S0i+N5BnpvUSElP4+UndWa9bglO6sVYHBONjE/j/Tjysttz81py8kmcgkICPHzQ11HPDx8QJXdtQvKswVtwJzbXbugaV6IXqAGH2j9i2//zsTiHP+xH3jztN283FDDLfeu3Tu2bd++ddvO7Tt279zFs5sbHNy5fcdvv275leuXLb/8uu23rT9Czk/7HBD6vwMwh2y3/b399Jqcu5wXByf+qABz6BfYdIHb+e/X2wbOBAcBAG/fvlkT9S8FGAJgqPeFe+fW7b/u2P0bH992/u1c4jt/tdPWOBXiVZ0W0X42ipIez8z//Wt/Pvspnr1ez54uZE/ls8fz2P2Z39tvfMVe/aP8/OvHR1eu7+39PagyzCzLHd6yz/UjJp09jWNP1bG7M792PfhEuvGReO2Plmuf6i9sZB+YuRLNOB3adSy0Is4lO8LuToT93QTvovOp51MCDFSFJXm4ZAW3SfFuFd7CJbn1V6SYqK2quqOGmhdS1Q+tFGSoEWmqFWuBiLfQSbRAJlogU63Q+2z0U61RBxwMrkd75x6JuxTuFqKvmmxneD7c+0KU3419sTW3L944nGiqLsfDxSW8HWrFEOfnEebj3rl1264du/l5haDwIyjz+X9sfzfi7ACpV/8JwEByB28Q5/3i4uLaunWruLi4hYWFpaWlra2ts7Mz1DtrYmRuZmRtZeZgbw1irkCjL7Axg0FfE2N9PbQOsD17eriABdqPbKzNQU4ylBRjZmRhbmxlacpJyQJ9SLY2FpYWJuZmRlaWUMCyo4Odna21q4uTvZ2NjZW1taWVqbGJtqaWjJSssOC/OpA4OjAHejk7wPwMJn5F/nn7B/4VBglYgFHBOUJQdRGfkJCAhISYvIK0opKsopKskrKciqq8qpqCirKcooK0kqLsJvrKbw7fKsA01DTUVWWkJX8CYCEBQQDAYMZYWFiY8wVKbm7S0tJIJNLT0zM4ONgXbD6BXp5+Li5utrb2FhZWpqbmAH7RaDQKhTIw0DMxMdLRgcvKSktIisgrSKurKW5aspXg2upwbXUNdSWYhjICrqGDgCHgGuAgAq6B1NFE68L19SBjFVgc4dfEEGliiDQz1jU3QVuYQvKvrZWxvY2pg62Zo525s72Zu4OFt4uNn7u9l7Oli62xq42xl5N5oLttkIeNn4tFdJBz1s3zsyPUT89mny9DJsPVmb4/3iwRsIUHEoKgBssIjwPJYfGR3jFhHiF+DnuTwh/cuXTr2pk9MQGerpb+3vYOVrphAU7klmr2X2/ZXzYmhzvIuGJsyf24QIdwN7MRcu1Ud9OL6e6FwZbFIcIKsxV0q4D5Xgalgt5SwKBUTPdhl0db1sbaFoabZ/obpvuw033YiZ66MVr1YHtxLyFviFQyRa8HNaQMSvkYrZrVVcXsrPxxjW2G/fQ05XY2ZHY2ZM4P4qZ66xaHcTN9dSPkYjohZ43VzP448e354PPptndLnd9fDH1c6/q41vVpnfZxrev1Aun5TOubRfKXjZ4Pq52fn3R/ftL9aZ32ZaPn41rX2lgjk1oCGoC+Ph38+nTw29P+v54Psl8Msl8O/bnR921j8PV817tl+sf14ReLfXRS1duNCTb7PZv9ibO+fXv36dOL79+hg+/fP/3w4Rmb/enbt3dfvrzaPOfL108fXz99vrq4VJSXn5Kwx1hfD+o7tTbzcrPVQ6o+unOBQijHVdwvfnSuOvfC99djbTUPWF21Ez0YqEuWXv9pfWB9ovXZTNt4T8Uio2F2sG5uqP7jeg/708T7Vdp0f804rXKqt2ayp5rVWQ4GgFeZeGARH2ovbCq52lZ9a24AM02vHSYVLY00rrJal0cJE73Vy8xGFq1skl4xSMoFGNxHzOohZHdg788PNb1d6r19JvnK0bhr5w4fOxAfH+4TFeQeF+GTGBMQE+YV4ucUFuTm42Hj5mLu620HmZ+D3fx87D1cLKNDfOJCA+JCA1yszZSlJVRlpfIe3mtvavDzdMt6cHdkgL4wMzk+yujt6qwsLamrKs97/OBm+qXrVy7kZt4vLci5eyM9bV9ydFjQob1JyfHRibGRMBUFlLaGmCDvrq2/SIsJSYvwqStIwVWVYIpymkryOppqKG2YppqyHlJHF6UDU9fQ0tIyNjZGodAaGppofT0YTF0HqaWH1kEhtTQ3uVdZQRqa71WS0VCUhClJwVWkkepyKA15uIq0pqKUjroKCqaO1oL8jfra6gZwNROkupmuhpuNgYsF0sEUZmesui/GrZ9c+enZ6CS9gdlZNdePW2G0gObYZQZ+vg/bg8tikorHKWXz9JpXU23sp33sp32vJ1tmesqejeNWR2vezLd+XCGvMxuesBo/Lnd9Xu1mdZSyOsonu2oWBxpXhloW+5sX+wmrw63DpJL5QezcAGasq2Kyp3pzv2FuoGGCVjtILO5vKRzvqpnrb5rsxjDIlRAAd0BXi2b7sVCIek/9BK12vKtmho5dHmmd7sWMdVZPdtdN9daNUsr7WyEjdC8hj96SP0qtADVLswMNo9SKwfZicEFqoqcWdA4zOzdFY1o1aAleGG5aGyOujREXhptARdP6eNsqq3VxpHlhuGmF2bI2RpwdaBhZ74fZAAAgAElEQVSmlIx0FzPpZQujmCfTresThLkh6HtZYuDnh5r+eMZk9tSvTXctT9M2lge6yNWH9od5OpufOrb37rVz+5IjA72coB6shMjEuNDzJw6fOnrwZNqB44cPnEw7cPTQvsOpSXsT447uTz26P/XhrfTrl06cP76PRqqbYpAY3Q2zI60zw/hhcsUUveHz2vCL6a7RjqoJWv3rOdoaq3WZgX8xQ1kdbe1uzOlqyFpjEtkvJxYG8Qxy9Qqj/fUcfXWUNNePXx0lbUx09uKL+4hlc0PEhVHKxkzf8hitA1ecFh+SFOQR7+2yN8ArLSTgcJD/70FBJyLCr+5NJeTlnouLLbp0pae8quHug1hbp7MR8ekJ+9KTD90+fLog/U5+xr1TKWlJIdGHEw6cOXQqLigu2D0wJTLJzdLZFGGYEBJNacCz3318OjU9PzT8bHr69dzMwmA/i9ox2d31Ynr65dz8y+nZmf6BsocP/RzsteVkjbU0tOWk/V0cjBEavi62HvYWzjYmbvbm5gYIB2tTB2tzJ1tLN0dbdyc7AMDOdla2FiZWpoYAdM0M0aYGUKrzZuwzVIAEGNjcCKpEMkDB0QhNeSkxcyO9YD+v8CA/Xw8XTxcHfy+3iADfqADI/LwnJCQ+ODgmICDa3x/M9O6PjU0KD4/w8fF3dvZ1dPRxcACJ0LpqavbGxt729s7m5iYIhIGmpglSx0IP7WRh7m5v62RloQ/XUpQUlxIVgsqNFGTlpKCwK07elZystLSUhKSEGJgB/nEMGACwurICWBoqij8u4IL+kYEVZCTlpMQlRITFhASF+Hj5du8S4OEWFxZSkpPWUofMz0i4BkILpFSqIOFqaCRMX1cLhVCHayoboLSQMGUZYT4zFDzjxBFSTUVDfjYu7zEdW0urrSSVF3bXVozgG0YaMWO4hpnGpgU8YZFAmG/CTWPrp2qrJqorWBXljNKSoZKy/uKSjsd59ddulZ27WnTmUt7pc1nHT+UcO5V/8mzR6bPFZ85VnbuEuXKt4WoG7nJ64+WrrenXiZsiMOn6Ldq9h9Q79ztu3W2/fqvt2s3W6zdbrt1oSs/AXblaeeZswZHfH+3bdz8l5V5qyqMD+/NPHq+5fKn20uXaC5fKTp3LOnD4TkLKjfjE9Oi4CxFRF6NjjgYGxTs6eqJ1jaRltfgEtASF0JJSCFEJhKgETEBYhZtPjQ8qPdIWEVHl5f0nAAaSL0yQl5ODBQBYW0QAMDDnLrBAawvzQ+lTglBVEljgCEJUEMREawvzawlBFUpggUchbBYRgIsIQIHSmwscQYgK6ogJcRZCVBApLgSWjhjUogRBsrAwUkgIEn5FxfVEJPVFpfSFJFB8Iig+EV1hCRUBfnkBXnVxcQ8ry/Tjp2oLS1vqGjuaSa0YIgHT3tJAJTTSWpvohKZeAo7e1NDThOslNPcTmgeacH8DcNNgQ0MfpoFej+2tw9Br6noqamhlVZ0lFdAqKqOUVHSWV3dX1dFrMIM1mMGquv7K2r6q2oHSip6CYmpuATmvkFpQ3FVQ3FVY2FmQT8nLJedkt2dnteVkt+dkt2c9Jj7ObM3LJWc9Jj58gH/4AP84sxUczHzUwiUkJCIoKMzPL8gBYA70/rjDcS9zQPcnAAZ3uXfx8HLzQeG3fFAELi83yAfi4ePh/QmAARXz7Ob+PwIwB1A5IATSgH86zrnLISVwhMOrnOM/7XCeCM7kAPCP9Lvzh43zgv87AO+GKpAgAObh44YAeOcWIf7tgju4ZHm2BluZlp5Jq0sLbzroRz4bsVJ5kc2sYE9VsEcL2FNF7NEc9tDj7x13PtRfelN08tnDtIVzewYO+Bd66j5y1SYd9mVTc9kbZPZY5deuB+z+7C9ddz9Tb/9BvvWZcH2j+NjIpXDSXid8gkNdgvtdX7ObgZa3o11uJftlnko4FOWmJLpVUuBX3t8gkVZVhFdXSkxfXNxGQdFfF+mnqxagrxJmpBFjDk+wQkHLXCfORDvN0STJEnXE1fR+amjRiaSMOJ8EG6QfUuF3P6dTYd53DiVU3rxw51iqqboMDxeXNN92wZ2/8m7/hXv7b1ARFjcUkMazmx+aDIcur0Ab52oC5wf4vwAwh4E57xqwxHNxcYHhUldX14CAABsbK3c3F3c3JzAGDNKegYRrZ2vp5Gjr5AgZpPX1kMBSq6+H9HB3dnK0BV1Hjg42IDWaM/ELUqAtLUwsLUysLE2tLE0dHWxASpatjYWDvbW1lZmdrTUQgS3MTW2srJ0cHB3s7A309JUUlMVFJYQ3m3t/AmBxcXEwsishIQFIUgKSRP9desThTM6O8D9vIAcLlC1tngXNAEtIiMnKSiuryKtrKGvAVNQ1lJWUZWVkxRUVpOVkJRTkpVWU5ZWV5DZ3FLW1YHBtTXk5GWHBf7mgoelfXj5hQaEfARh8MRyNWlhYWFxcHIVCeXl5gTFsSAR283ZydLO2tjU2NkWj9ZFIXeTmhkajkUikgYEepNIbGaiqKsvJS6moKmjCVNTVFDVhKoB4YRrKmjAVpI6mDgKmg4BxABgFfShHGBgggOcZ0C9H+zU1QpmboM1N0D/Kv4525k72Fm725q52Zh6Olj6utj6u1l7OllAAqZett6Opv5v55VN7h2iNb1ZZ86PU0e7mWQZ5tKfp6dLQIBXD/v6sk1gRG+LsYK6dEOVx9EDEsUMxSTE+CdHe+5NCvdwtLI21Arxszp1IbWuu+P5xg81+/eHl3MbC0EAHJv/++X3RXi6mGlWPr3xeH52hQ5JXV0POwmATs7MKaLwAgJmdVczOqsUR/OwAbpVFXB9vXxhunqJjJnvrx7trN/E4HwTwjNGqF0eaV5gtc4O48e6akY4yIPwyO6E6U2ZnZT+xkNaUPdVTD33Kp1VP0+s/rNDXWK1PxlvnB7HDpKKZvrrJnsplBu7b88EvT+jPp9v+2Oib6a+aH6rdmMSD1Kv3K9QvGz2QJvxp7POT7nfLlC8bPW+XOpYYmOVR7LtlyvvVnj9fDIMiJZBC9GmJyn45+Hm1G+oWej66Nk6eG2rpJ1VjSu+w/4AU9T+/vGb/9fHzh+dfv77ZpNyP37+/f/duA1Dxx4/P2eyP4Dj7+6e//vjE/vNP9nf2x7dvluZmUxPjXRxtnOwtkNrKyXFBL9fHKwtvrk51Prp26Pkc9fkcdbM1CsPqqh6lVlIbMlldVe9WutcnWqf6ap/Ptn9Y6/7+aviv1yPLzMZBUv5UH9STPNZVwegoGSYVTdNrNyaIK6PNrM5yCub+YFvBADF/ml77YoY8Tqvsa8l9NtU+0FYEVQR3lk31VQ+RC9YnmhcZmIWR+kl6RX9b9gilZJnZzP409+0F8/LhqAeXD+2NDUyI9IsO9ogIcI0IcosK8YgO9YwJ84oI8QgPdo+K8I6J8g0JcvV0t/Lxso0I8fT3cPCwt4oO8jVDI25duYitLHuxuhTg4frg9o0+GpVMJOBxGCK+eWSgH49rwNXXNWPrch7du3zu1L2bGQRcfTuh8eKZE5YmBil7YqLDgnw9XAxQcClRQRF+bgVpcTlJUYSqAkpDWUtZQVFSTFlaQkddRUdTHaaiqAvXNDMyRGprqakqG+ii9fV0deAIYyMDUyO0HkoTrqkK11TWhavr6cCQWqpwNTmUppKOhpy2spSGvJiGvJi2spS+lqIJSsMQrmWoAzdG6RijoK4jYyTMTBdmjlZ3MkNE+FrbG6lG+VmMdtd9e8WaGcTN9EM5zMPtpbN9DU8nyHMDDUPtxR+XescoFUMteZ1198hVNwYJ2asDmBdjzWtD9VO0knfzxHeLrX8+pb1fal8ZqX892/bHeu8Gq2V1BL84gJvtxYx1VNMwudic9LI7p0tvn8i8ktqFezTbXz8/iF0fa9nU9hufTpKeT1GWRwjLI4TnU1DC0xqzHYwBz/Y1/LEx9Gmtf43V+mKaCinSs13vlnomaLVDbSUTtNpXs10vZ6mTPbVMasXSSDNoAGZQyse7a6b7MFP0ejCKT2/JHyaXjlIrhkglPfjc7uacYXLpFL1+pKNsmFw6tknCiyPNYIRhs3UJynWf7IWucE3R68H+CKWE0VU0MVjJ6intwj/oITyeGahdZeI3B5tLnkyQpvqxS2Pti+Ptwz2YD6/GV+d7MVVZiTF+rvaGx9Pisx+kXz1/5OjB+AunDuxLCN+fGHEgKfpgckxaatyRfXuOHUw6eTg1LjwwLjzw7O/7EyL9ju6PGelpfrYwuDJJXZ3seLvcvzFJWR8nv5yhjXZU0XC5q6OtY11VC0ON84O4mT7M6mjrxjhpdbR1jUkc66xdGMSvMclrTPI6q+PJGGVpmDhBw9IJJSujpPnhVhYNs8KirE50L4/RPm5MEqsKDscE+VubnIqNyDx57GpSQnpiUsnly/jsrBuHDl5OTJ5obcs6eTrI2CLNLyTJxSveweNkePzp2NQTsSl3T1+pelxY8bjg8fUHv6ccf3gzm1BLPPf7+csnryRHJIZ6BSkISxlq6dy/dPXZzDz79ZtX8/NPxpgb4+NrY2NDJPIIlUqsrqE2Nva2thzeE6+npurn7Hj60D47UwNTXbgxEuZmb+5oZRTi6xrk7WpnaWphrG9pYuBsZ+XmaOtoY+FgbQ7s0NZmRhzVl4O+AIYBAFuaGFgY6xvrIfV0tJRkJW0tTKLDguIiQwN9PLzdnPy93ML9fUK9vThO5ig/P2CHTgwLOxAXdyQp6WB8fExAQKCrKxCBHUxMtOTlzVEof2fncG9vDxsbYx2EnibMTBdljNKxMjKwMNBDaqgpSEvISojKSYptFhdBqu9/4q68nIy8nAxnElhOVhq4oDkp0IB+gfCrqaaspiQPZoN/ZGAlOWkZCXEZCXEpMVFhfj4wLSkiwCsjIaqro4lCwP4WgVV0tFVRCHXQD6ytrmhhjEZrq0kL8KSEBVLqq3F52eTy4rE2QktuFovQNNbSxGjCMpqwky3Ns03NS3jCWkvrKgG/2NAwXVMzUV46VlrMKilhlZWNVVYxyis7s/Iw6TdLT10qOnUx5+SZx8dOZv1+AnJBn4JW+dkLtRevYq+kYy5fbbwM1f8CBibfgCKgIeH3xm3ipjsan34Nn36tOeNaU3pG1dlzRUePZR08+PjAgcyDBx4fOlhw6kTdlauVZy8WHTv1IGX/1ajY8yHhZ0PDTwQEpXn7JDm7eOnqGsvK6IiKaAtBSVcaAgJwUVHl3bwa/ELawmLawmLq/PzK3NwaAgIIMbF/AmCO0ssBYJD5DBcVBAzMAWAQggUoV3OzLQkmsNkbvAm3OmJCCFFBQL8AjLWE+Dj0+58ADB79EYkBQqMkhJHiQjpigghRAeCm1hUR0RUR0ROTQAqJ6AiIooUl0MISSH4o/BklIqkiJKQqJWGpp3vuMJRU14ZtwpTVkQkdRFxHC1Tz29nUQGvG9TZhe3H13djaLhwWioCGnM/YnsaGXkgB3gTghsZ+TAO9tr63qoZWWkktLu8oKqOAVVrZVVnbW4sdqGsYrsUOVdX1V9TQK6r7istouQXk7Lz23AJKflEnYOC8vI68XHJuDikvlwxIOPNRy4P7zXm55IcP8Ddv1F/LqLl5o/7O7YY7txtu3qjn4uMTAPIvH58AP78gH5/Arl3c27btABblHzXhzfgiHpDtDCKvOBO/HBiGym93cv/PR7m5d0EluLt27OQsoAD/yvXL9q3b+Hh4t2/d9gsX169cv/zK9ctPqAMGfX/99VcO+fzTDiBYDpeCu/95+78//T/P55DwP+2AP/HfT9wOacI7t0N1vzyb5UdQK/KOHVu3//bbtl8gAObbxs3FpSK0c5+vy+N9MfmR7rhkH+xer43Kq3/1FLBHir/3ZbNH8v/qy/rYfvNV/cV3tZc/ll1au32IFu9Z5Khz30GDdWsve7iaPdsIhUIzS9jDeR9odz713IPqfyl3PxKuL+Ue6TjhWxVplhdgkBlocc3b/IqvxZ09XnmnE2//HhPsZKAsAanQEjy/KIvuRsmKmSnI2CsruqmoeKkr+6OUA9AKYYaqMeZayba6ex30DzoaHnIyuhDkdNTd/F5KSPn5/RciPGKskfF26EQn44O+TkeCPQovn7h1bC9CRmg3F5ck306ebVw8O37j3rEVir+G3vfdm5XR/FAv9N8ADDCYcwt+gOByAySY79oFZGLw4wVs/KPyv3PnTi4uri1btsjJyVlZWXl5ebm6ulpbWzpB+R92bq6OwNIM4p0Bx9rZWnq4O4MKXD20jrqakquLg7OTnb2dFSBeO1tLkJsFzgeiMWBjG2tz0Idka2NubWVqa2Pu6AB1JoFHN59l7WBva29nY2dr7ezo5GjvgNCGC/JDBUUgRAqIqH+7lIU5GPnTDoBMoA9z6pHExcU5x3/aEfovm4CQkICUlIS8PKT9yslLycpJyitIKyhKy8lLiosJSkuJystB3uO/m4fU4NqaCLiWspKCpLiEmIioiJCwAB//5mULXoDuoGyJk4YlJCQkJiYmJCQkJydnZmbms7k5Ozvb29vroY2Mjcz19Q01NDTl5RWVlFTUNjcVFRUYDIZGo0xNjY2MDOBwLRVVBSVlOYh4NZW0tVUQCDUkUgOFgunqaurqaiKRGj/eRaO19PS09fSgdkEjfW0TQ4SJIcLYAG5iiDA10jE3QZkZI81NUJZmaBtLA3sbY2cHczdnKw9XG1c7M08nK18XW28naw97M08HSPuN8HOKCnBJSw6dH6W+3xhfGu8a7Wli0fG01rI3a4zJwRYaoXSeSf7r/cKbNSa27H5CpFtCpJu7g56jBTw8wO5EWmzW/YuD3c3fP62z2a/Z3158eb04MUQmNhS3YQqKH11JDnez01M5lhSwMkpaYbbNDTavMFufjEEDdcujLQxK+cJw02Rv3Si1YqKntq+1AHgsJ3vrlhj45VECR0TqJeRB5SujhBezVFZXVS8hb5RaMdBWNNhezOysBJ+8h8mlnKdDHume+hVGy1B78dxAw5Pxtk0Srh2llIKJ1l7847Gusv7WnIUhzNPJVvarkbdLHd9e9EPQ+3qI/Xro6zM6+/3o95cDXzZ6JnvL3y51fNnomR+q7cDcWmXh/nze9+XpwJtlGrOrtAN7d4CYO9FdsTbaCMXzvmJC7uhJ8v9H2ntANZW+7d6OHem99wAhPRB6rwKCSpMiIAh2Rx17b6OjY++N3iF0UkgIJZBOCBAIEHoTEXsvM445a/PMP4fPeef93nPOXvfaPHtnA8sQJL993fd1cajZY12MXj4l/8FvMtnrv76++vDh2Zs3T96/n33/fvbdu6cfPz4HOvAff7z59u3dn3++/fPL629fARt/kX3/89vnD7Jv32Tf/5R0iXZt3+Lt4bzS3w2DMO3tbBG0Vre1VghbSsgl17696hkRkbqYRU/6Gobba2XvpG8noMbzLmZRR3Nec/XtrpaCsS7SRDdltLN6WFQpFRB72FCQMtTYPKeH/+emQBl4crpbCgcFFYOCCtAC3dGYOyqq6WIWscmP2htzJJwiDvU+i3y7m5XXzcr7NMN9O9ky1F71+anw80yH7PNodfblS8e27t+etDU5ekdqbEJU8Pa02KTY0LSkiPXRwfHrQjYmRcTFhMTFhMREB60Kdl+72md9TOiW5NjVAd5+Lk61JUVDPV285oakdVHJsetaGui0OfSlkUnEosKaivJ6al0lsfT6pQu3r106dfTg3RtXLv92dv/uHZd/OwvanhNjo1wIOF0NFR11ZUMdDaS1BczU0BmLcMLYOqBsoEJDOi0BZWuHgNZ2aAQeZYtD2eKR0BQfAYd1wGMIWFt7rLUd2gaPhuERFjhbcyzcDGttjLMxwcNNcTYmGGtDtKU+ztrIEWXhiof7uTjhbW1c8FgPBzs/Vwd/NzsPe9voYDdve0tve7O9qauHO8ifnormnsCSaQntcQ99oos63kkZ76QMtVV3txR3MnI6GTlNpdc667N7mYWMot9Lbx5gl9942Uv/Y5r7apD+apj2/Xnbq6H6V0OML9OckbZyKBKprWZCRH49xHo3wu+gF2X9fvDu6d1l937NvXGQWvj7AL98VFTzboIzKqqZ6KJOz8WDvRvnvx7hPJMyP0y2vx0TPB9gfXnS9XVa9H6M99dsF+jEfj3U+kLa/FRC72rIHxPW9raUtNOywffqaS7uaCiQsIlt9Tls8iMhI3dAUDUiIvWwSvm0LHrpdS41A0wltDfk8eoywe91R1MBaN/oYZV2MYvA7SrgbNfekMcmPwK/1AOCqn5eRTeraKSrclRc2ccr4tHu8+ru9bDyhvhEoGaPd1H7eRW9vIqJXsbr6fbZMe7kIOuvT48nBttuXjoaFujoame1Nsht+8bopHXBWzZEbUqM2JIUvTM1fs+WpN2bE3/ZumHf9pTU+MhdmxKiV/msDXSlVmT1t9f3t9OmB1hP+pl9/EpRI4TZT6XNXczi4Tbyi8HWmb6GZwONk+K6YWHNeCdlVEQaEZIACb8YbB1tp46J6l4OcV6P8F4Mch93N4110p4Nsp70tryb6piStLwcEU2IW6d62F9nRq6f2PdzXMShpPgzm9Ju7ttHvffw4bET+2Pi4ry82cVlJ5LTIhxcDsVv2BQUdix5y/nt+87v2H95/8lLB07eOH7h+smLZ/cev3js/K+HL548/FsTldMrGoyP2OBu55ESk7x3y25fJw+YnpGFjsHGyHV1paXPh4Zej41P9UieDg6OSySvJyZ6BQJ+Q4OopaWJVCNobrx0+qQjGm6up+lqj8bYmCNhJkE+LjFrQ8JDgyJWr1obGhwS6Bcc4BsaFBAc4Ovr6ebu7ODqaO9MwDvZ45wJeLBwssfhkPAgP28PZwdPF0dnexweZevl6oSGWxnracMtzdavi9yYGB8WFJAYG52SEBcdtioxMmJDZGRKdDSYAd6WmLg1IWFTXNzezZsPbNu2d/PmbYmJG9etS4mOBvsQT08CHO6ERq0PX7sjJTkyOAhiYDTS2sQIB7d2ssM64NC2MHMjXS1DHU0TiIH/tnqWE6+xkYGRoT7ogjY2MgD2V3IYhpkZyy2v4DBztK01BmEDhoFBHhIcZg4gGVhDmxtDDKyvraWjoa6lpqqpqgLcoc2M9bAoG2cHHB5jC7cysbU2xaGtHeyQBKytLczEHgUz1VEN9XLhUWpayks7KDWCCqKwoqyjqlxcWyWh1PbTKAMN1JGGOoh+6+hPaPWTZPJIRYW0pEhaVDhQXNSTmyMpKOguKBJm5Tbevl95/veCE2ezjp7MPHH64bETDw4fe3jkeM7JUwWnzxaf/rX45Fni6bPlZ8/VnvuNdP4C5dyFut9+r794uXHOFJpx6SrUF/37FepFqEe69rcLNed/Kz5xEjKCPnQoY//+9AP7sw4fyjt1ovDMmds7d9/fc+D2zl9+25B2OCp2T1j4tsCQDV6+XuaWzobGGC1tW3V1hIaarZY6QlvDVksTKMAYbT20FmQBLS+4moqtuipCQw2hoQZXU7JRVQTEK6dcuRQ8Xw0G9lcAksEYsBxlgQ4MoomguOD/r+QL9F7At3JlGGi/4FAuBQMRGK+nZaevbaevPSf/qqO1VOGqK1Caqg5Gei7GRg76engtHZymLlJFE6Oq7ahrTNA2xqrpYTT1zDQ0ktdF596/R62opFXV1pNp9SRGbTm1gcquI7WSq1i1VWxSFZdc20aubSPVQOhLIQnItXxSDY9UIyDVCGpr22pr2+obesnUzvIKQWFRa24hM6egGVRhGYdY3Uasai8k8vJLOEVl/IJSXlZ+S34JN7+Em1fMy8pnpecwM3Jbcgp4hSXCvDw2qJyc1szM5ocPGXfuUG/dIt+5QwV1+zbl5k3S9es1V69WXblSuQBAr4qKmiqUeAK1Qysrq0IxtlCr6t/mVXIpGKKXOZj5oc8ZQC/oi1ZWVJGLwHNjkH8DsKLCCnkprVBUVlRavHDRiuUKqsoqSxYt/mnBgsULFy1eCLk6/8CogIF/OPnPQzmCAmSSH/6w+OcngjM/XCY//DfulZ//8dv9VwAMTQGvUFimsHiF4hIttWVKCxbANZbtiQi6vyOpMC2CvHNd7c6I2ZJLMla2rL3wL36GTJT1gnrxa9MtWevDzzVXh6//0vRzBDHCPSvEbvzhERk7WzZZLxsny/oKZb1533uyPgvufm279yfv/p/MO69rLnbf3FG5M/jBOsL1tfizQbjz4e7Xk0Pv7ow9l7YmJYjgjTbCm6tb6S1HG6s4Wuh6w01CbGHhCKt1CJs4lHWsveVGL+RmH+wGV/gGZ5udAYTjEb5nYlYej/AtPr274uLB04khSR6oDd6YtAD7RF/85lCvh2cOndiSgDfVNlBaZKShoKG4RHnFEsUVSxUUls1J5lAo1FzyKxQUJCfeHxbgaVy2bBloJgcMvGLFCvA8y59kEIa0cOHCn+Y2kIcEh8P9/PxCQkL8/Hz8fL0BlIKsI38/LxB35O/nBeRfTw8XOzwaZmnqQMCtXbNqZaCvHJLBJ4I26ZWBvuAhfz+v+YKwn6+Hj7ebn69HYAD0jeS90CAbydPDzd3Nxc/Hd2VAoKuzizXMCgAwyCgCarCW1r/S73zXKzkDA0LW/pdNa972n0s0tbU1zc1NYTALmJWZiamBgSEUCKxvoKWrp2FspGtuZgizNJUH7aKQtlgMyhZuDbM0NzMxNTY00tXWUVNRVVFSBjFI8i5rOQCDf4impqalpaWXlxeIofL39/f29obo18EVhcKYmVno6Rno6uoDldvGxgYGg1lZWSKRthgMCom0hdvCbOAWUCzTP+iXQEDZ2SEADBMIKEC/jo4YqOwRTgSkiyMa0K+HK97H08HfB2Kk+RUU4B6y0nPVSs/wEN+1wT7hQT6RIT4xqwMSoiD03RgXsjlx9aFdifzGsvHeFomA0smu7OaR+oUUaTv1/Uyn7O2wsLmUxyj89nZI9sfjORIWT4+0PR4WvHvWL/vzqdrM8BMAACAASURBVEz24vvHx++fQf3SYj5dwKzhNJRV5t36/eTObQmrIgLsVnuh2JQc2WvpU2nzVE99H7diREh6NtA809842U0b66R0NBVI+ZVTPfReTtlUDx3E/A62Vfdxy3tYpcPttSMiUkcT9IZbwiaOd1GBWDTcXgsmgft5FV3MIuD/LGTktjfkdbeWDLZVdzQU9LLKeNQMNukhl5LeUHazvvQqrfgys+p2T2vRy+Gmr0/bZO8kstfiP2aFb8Za3k4wP06zZwdoL0ca3k4wX402fnjMmumnzg7Q3ow3y153jHdVDbaVPumjfH8lmpHWyd5LPs+2P+mnSQXE7pb8zqYcKPv3VdfLYeakuK6jqbih4sGgqL6HT71/7cSf75/IZB++fXv3xx9v/vrr/V9/vQfQC9qev3//8PXr63fvnn75+EL2/eP3P999eD1bXVJ44dTxqDWrNibGxUauDQ70iQoPMTPWKi189P7lWDOtSPZh/PT+hKlehuz9wIyU8f4x780Ee7Ct+s049/lQi5CRK2ETRY35vLrMXm7puJg82lkrFRClAuJQe8WwqHKiizzVTZV7Xw0Lq5700mf66qW8sl52iYRVLGEVAwyW8soe99SBKeu5r1Mtbs0XNqSzyLfZlDutpFtPB2iy930vR1uguxv9TRUZF/elhe/blrh9Y8zPm+KhV9r6NdFr/IAIHBsVlBAbGhcTsj4uNHZdcFREQOy64Ph1q9ISo93s0MWZ6YNdHZd/PR3s47kzbWNZfm5tBbG2gtja1NjT2dHO5zEbGE31jGZGPYNKqikvuX/r2tWL5zLu3yZgkepKyx3xaANtdQccylBHQ2nZIl0NFTNDXYytFdzSlICeQ1+UDdSfjEU549DOOLR8AeYVCVhoahHsnfG2Tji4I9bGAWNtj4LZIS3tbM3sbM3QMEOorAxQMH2UhR4GZmBva+qIhmFszEN8vXBwK2c80oOAdsFar/Z1tDZQCvPGZlw93MOumOlvHBeTZ6X1f73omOomj4pqxjrIE13USXHdSHttL5vY21I0wCGOC6v7W4v7WoqkrJJxfvm7waY/JrmvBhoElDuPxdWyl+0fJlq+THM+P+a2Vt7Ovbr39qnNOVf2NxPvjrVRprsaJc3lbZSCDnqRhFU6KaaAmuqmTkto05L6t+Pc6R7GZBftcXf9MylzgFdDzrtCfHC2tfpRb0vpmJD0aVIw2UFpqbhTl3+RlH2usfTahKh2QlTbTstmV98f5lc96ab3s8pE9FwuJR2iUE4Zs/oes/peF7OIS80gPjrNIj1sq88RtxT3sEqBHR2YUxgRkbjUDFrJNVrJtabKO2CQoYdVOtZJAbe02ORHcvW4m1XUxcrl1d9vYzwaaCud7K4Z66yc6qp91k9/PcR8PtgEIWgHebq/caq/cbSbNiltZtLy3z2Xyr5MD/eyHlw/GRvu5YIz1VP/ycZE1cpExUJPyVxfCW6igYMbEhAmdnAThJmOgdpSAsLk+m+HPs4OfHo+MNRJHxBRBoQ1wx3kHhZxSFgLnAhm+1teDrFejbBej7Y+7W983EOfltSDZvLxDuoAr2q4rXZIQJrTgRtfDLLfT4heDXMHBLXjXfRBAQXyDxPVPx3gjnU2T4hb3433fZwaOL9nR5S7c6KP946wsEQvHyd9Q29rmwhnt19i4i/u+uXslp1nt+zMu3Dt9z0Hr+0/cf3w6fxr968fO7cjPi3Kf/We5B170345uvfMnm1HTh25cOHM9Y3xWzbEpP2cumtHyvb92/dujEkMcPWGG5kZq2v6ODjdu3BpXCwZ7urqEfBbKBRuA2NmaOiPN6+fjg43kWtDfb0dkLYOGLgTDoGwNMYjYC52CGtzQxcHO293lwAfzyB/n9CggLWhwWHBgYG+Xu7ODu7ODp6uTl5uzt7uLl5uzgCJXR3snO1xKBsYHmXriMeAm0owUyMzQz01xeVerk4pCXHrwleHhwbHRYVvTU7akpiwLTFxx4YNOzZs2Jmc/HNKyp60tH1btuxJS9u/deu+LVu2JyVB+UYREfGrV8esWpUSHR3q7U1A2DqhUdGrQnZuTFkfGe5OsEPBLCwN9S1NDDG21liEjYWxgZGulpnR31lHJsaGcpsroPoCWRhM/5qbmZibmQBCtjQ1AmKvtYWpjaUZyEMCptBA+0XawNC21mhbKDF4DoktLE1NTAz0DXS0dTU1tNXVNFQUVRWXa6krwcyNQBowDg31j6BsLWytTW0sjBwwcDNdNS87VE12euXDe+2kKlFVRVdlhbiqUlJT1U+uHaCSh2jUoXrKKI0yQaJM1VIe15ImqqqHiaUDRYX9Bfn9BfmS3Jze/DxJQUF7Vk7zrbs1Fy4Xnfg16+jJjOOnHhw9fv/Q0QeHj2UeO557CuqCLjhxuvQMBMDV587XnvuN/CtUdecv0i9carxyvXGu/5lx6Srt0hU5AFeeO1966nT+sWO5R47kHjuac/TIw4P77+zZcyF1y/mUTafiUw5Hxe4Pj94WHBrt4OxtAXPUN8Tr6qG0tJCamghtDaSOpq2OBhxqM9b7m341dQD9orW10dracDUVhIYaUnOOltWVgfnzD3w7n4HB9O8PF0ADw+rKcmlXrvRitNX/HwEYp6s5x8Badvpa9gaaWB11hLoSSlMVomI9XbSmBlJdC66i7mJi6WFhA1fWslbUcDawIBhbntp3IPvefUYtpZ5MJVfWUqqpdTUMcmV9Ham1jsSmkriQ/EsSUsntdeROGqWLQhLOB2DyHP2SSMLqWmFFFb+klFNUDHU+FxE5xWXc4jJuThGzqJxbXC4oKOXml3AKSrk5haxH2Y25Rey8Yk5uETczr/VhVtODzMb07NasPE5mTgskCGe3ZGQz09Mb7z2sv3OHeuM2GeLeO5R/7heAd7fAixe8WVdTU1NR+XtQc36r6vLlUCvvnJQHIa6qstpcXys0DKyooCQ3wQIPgS5oDTVNVUUlqAl2XqkqQl7qqoorFJYsVlZYrqakuHzxoiU/LVBYsnjxop8A7v4PofcHmpVTq1xGlp+RL374FPmh/IIfFnLQ/bfF0rlN/llLly7+3wrwUmWlZcorlisvWw7NUK9QWqakvERbfanKggUIjaV7IwLubY0r3R5H2hlL2h37svyGjJUrayuUcbOgxCNu+mzlufYrm+sORDQciO69vOsz8YaspUgmIsoGa2RjtbKBkr8kOX/1ZX/vyfrW+eBP3t3v3Pt/Nt6ZLjzFPJ2Ykej+eyj63CrM8UDM+QiPu1sj7++K37fWPQCu42Ss5Is28rTV80OZBGMs12Kto3E28Vj4BhwiGW+T7AJPdrdO9UBs88PtC3E+Hunza3zQxQ1hmQc3Ua+fvLo9JppgnuiJ2hXulRJoH+OBOpwcdWJbsivcRHHBAn2V5TqqCosWLNDX11VQXKGwQmm5guJyBQiAIduzFcr/DQAD7v3nXg7A4BmWpwEvWLBg8eLFCxcuXLBggZKSEgaD8ff3Dwz09/fzAUIuyDoCKm6Av/fKQN+Q4ABHB7ynhwsSYW2grx0Y4BMZsRpIvvOZGQAw2INuZ7mZlreXm6+Pu4+PCxCBvb1cXV0Izk72bq6OgJM93F2dHAmuLk7eXh7urm52OLyuLpSEBCRTHR0dwJCgBfoH7fefoKs1b/sP3P748b/6Ilo6OlqGhvqmpsamZoYGhjp6+lqGRrpGxrqGRjrmkO+UsZx+52Kf4Bg0EmZpDrM0t7KEzf1hNQAArKGm/h+XbujjfDcsFRUVHR0dBALh5+e3evXqwMBANzc3Z2dnLMbexhppampuZGSir2+oowM1e+vr60Nzyaqq2tqaMJgFHo+1t8djcUgU2kYOwDgcHKi+YA90YHt75Hz6dXLCzqdfdxectwchwNclONAjfHXA2jD/NaF+q1f5hoX4gFod4hMfuSo6NCAi2Dtu7crNCZG70uJ3pcXu2Bi5KS740qmf2fTiib7WAVFdX1ttW1NJX1vt7CDrw5P2F8OcTzNd3Lqcq2e2CerzZZ8nPj/vlX2ekn2ceP24a0rKHpY0C5mVpJJ7tPIMMYfSxSaXZV8/vS91/WoPP0crd6xRD7vq7aRwQgxN/PbzKsc6KTP9jU2Vd7pbS0Y6asbF5KH2qreTnK/PRDNSxodpfkdzXi+3dFBY2dVS0N6YM9ZFejnaMtlDfdLXAKYN+7jl7Q15nc2FHU0FYKSws7mwpeY+ry4TJCFxqRm8ukx27SNxc7GEVcqsususuitmFo111P4xKxoV1QwLqx73UMRMyAt6WkJ9N8Ga6aNNiKuH28s4lDsC+gMpvxiyep7hvhptnBBXP5XW/fFM8HaC+ekJB7hDj4ur+fRH4z2kP1+IPs3wR0VV3S354qYcPuX+69HW95P850Ps0c76gXZG9u1fD+9Olv31Tib79F32GVg9//X905evbz9/fv3ly5tPn159/fr266fX376+k8m+fPn4qqIkLyEmfPVKn6iwlacO740IWzlnP+OOtDZLv39FJnvfWFf8x/uJoa6GrQmBf77s+fai+90U9/U4a1xc28MulgrKh4Q1Ejaxo6lQyMjrbIZcsgcEVd2sojZGhrAhs5uVB2FwW+XjnrppCW2AX97RmNvRmNvdUtjTWtRGz+RRH3HID4T1WaBNWsorG2qrFLcUi1uKRztrO5m54tb8QSFR2JA+KCSKW3On+yiyb2NjXaTXY9xXoxxRQ8mZvRsSIgLXRwb9rb+lRMdGBCbFhqasXxO/LiQmcmXi+tVJCWviYkLAGHDkGv8je3fm3LtDqyy3NTX2dXWmVpYPS7rbWpmsxkZOczO3ldXRJuwVdwt5/JbGJk4Ls5FGIVeV1VaU/nry6PVLvyWvj/F2c9JRV9ZUWWFqoKOmuExDWcHcSM/GwgQNh9nCzOxR1gS0jSPW1hmPdLVHuxEw7g5YUG4EjBsB42qPdsFjnHBz4jDaxhkLd8ZaO2GsHNEwB5QlAWlhjzC3R5jPF4FxNiZ2tmYOKEtnrLUd0gpna+nn6uCAsgr2cgz1dXawNTy0Pb6TWfFylPdxuv1pf6OYWdDdnDvEJ7Jrbk9LaCBxSsor626BBPkRQeVsb30b5RG35l53Y964sPpxe+3TLuqrvoZnvbSnPeTe1rzOhowhPvHTFOflYEM7LVPCLGRV3WNV3W+j5PS3VowLqVMd9Jnu5pdS1uMe+ucnbbPShpfDzPFO0uvR1qlu2ouhlrnOZ/bbMd6IkETOu5L++77Mywfybx7LubKfXnh1Wkyb7W0Y4BAlzMIBDvH9eOvnx9wPE6zJDtIAh/hUwng12DIhovSzyphVdwW0rK7mws6mgo7G/J7WkgF+5d8kzyZCPD9X/dzyAX7loKBqvJMyKKgaFFT1son8usw2ejbIJX7SyxjrIPdzy3taSySs0kFBFXRfoJsy0lXd0ZLNpz/oZGZLWIW9rQXDPOJMN+WP6bYX0sbJDkg5fzbIHBNTx8TU52OcDlbFUE/TlJT9+fWw7OvMu2f9fUJ6ac71Syd3Hdi5fnvS2pTY4DV+Ds5YM2+Cdcwqjz1psbd+O8okFw11NvMZxBZyLoee38Uul3DLZwaaQEuFqLFAyq96Km0ZEFRDkm979VBb5aSY8qSXMSio6ueWP+lljAhJg/zqJ5KG6R5GP6dqvIP2apg729/yfIAFdZt3M55KW8bFDU8HuOM9rY/7eZNi3vuJ/hE+a09s1NV9e70trYKQ2Cgnt9937z28ITXWyy8lKDTRP2Rn9PqbR8/eO3Px0flrVekFd05fPrZ9//kDp9NiUg5s2X96/9mo0PU/bz54YPeJ7Wl7D/1yYu/Ow9tSdqYlbgoPidgYm7x3656dKVuCPPzMdQy0FJQN1bSwVtZejk7hK4PSb90WNDfVEktuXboYF77Gz805PDgwPDjQnYC3Q1p5OOI8nfAoGyj+B41C2NvhXJwdfbw9QaZUgD/U3uXn6+3p4ebi7OjkSHB2cnB1cfJ0dfH39HTAYh1xOCc83pVAcMLjrc3MrExNETDYisWLkVZWsRERG+LiEtati4+K2roBSi36ZdOmvZs370lL25mcvGPDhp/njKB3p6bu37r14PbtYBh4U1xcUkREbGhoRNDKiKCVPk6OaEsLBzRy3erQTYnrN8REr/T1QtnAzAz1cEi4kz0ODjM31NUy1NWS9zbLFWAAwPPPgwAkC3NTaAzY1AigL3DDApnAtlYWGIQN2tYaBbfCIGywSDgWCccgbFBwK8hCzwoGMzM1NTQw0tPV09LUUlNWV16hvGKJnraalYUxGmEFmp+xKCuElSncXN8BZWWirnj15BEpq6k+N1NALOmuruqvqR6oqRmuJY2SKaNU8iiVPEwljVJI41W1YxXVo8TykdKyoZLiocJCaV5OT05mb16uHIBb7tyvvXil+OS53KOn0o+dvH/k2N1DR+4dPJJ+5GjW8RM5x0/mHz9VcvrM3wD82wVIBL7wO/3i5YbL1+QFFGDS+QtVv56rOHMWot8jRzP274fq4IF7e3b/lppydN26I+viD0ev3xseuzM0PM0/ONrRzdMUhlBWx2pooTQ0kZqaEOXqaqH1tBG6EAOD5meUpg5UWlpobW2Mjg5GRwfQL0pLA6WlAYyv5OFGctaVW0ADy6v5h3I2tlVTQqkpz09CAtFH8jPAEAuYPIOHgCcWVlNNbhAtX//H+VnzP17QEPridNVwumoYbTWMjgZOTwurq43QUENp6uB0DaxUNWw19OyNYCht40h3//wb95pIdU20+sY6BrWmjlRJoVbX15OZdAqLXN0MTf/WtdXXtdMpHXRKR31dd2N9L5XcTiEJgRoMFOCaGmFNjbCUyAX0C/k8lwuIlcKyqnZipTC7oCWfyC2qEBSW8/OJvLxSblZh68OcxqwCdnYhJ6uAm5HHfpDFvJfRdDe98X5604OM5gcZzY8ymdAivenOA8bte/Qbd+pu36Pfuke/dZd28y4N7MGZBWpqkNErcOIF73EBBisrKyspKSkqKgIGlk+/ghlgOe4C1RcowAB95Q+pqUCBoqqKSqqKK+QADOhXXVlJXVlpxdIlSsuXqSquUFy2VFlhueIyqBF60U9gtnchGPKUu1jNB+N/rv9/OVYOqPIrf1jIL/hh8W/cKz//TwBevmyJ4rLlUAv0PABeDpmILVdWWaqrvkT9pwVY7eUHogLubokt3hlf+XMM9WDiR8ojGadIJiiU8bK/cx5NEU8N5RyUZh54UXlBxi+U9ZFknTUyVp6ss1jWVSAT5/7Vnf2tJ/MP8cM/RPe+8m59bb7+vfn2F/LVkQeHSHujbkY5/7oK9+tah9Ornc5He11LCb2UsmpXkMNqpJ6vpXoI2jAEbbwGaxaJt4q1s0qws062s0q1t9nkYLPTD5/kCkv1gB9c63Y6JuDUOv+raREFx7ZV/374TELIGpR+GMbg57Weu6N8NoU674wOOL410cnaRG3hAl3lxbpqK5YvWbBs2RJ1TY3lSspLFVWWrFBeukJ5uQLUSgD65OUvpH9bAAaWP71yd2h5awD46S9YsGDp0qWLFy9eMLfp6ek5ODgEBPj5eHsC+yu5dbO/n5ePt/vKQF8fb3dg+2wFM0MhbSLCw4ACDMReYPIMHJ59vN093J3d3ZzcXB3dXB0BAHt5unp7ufr5evj6Qns/Xw9PD2cnR8hH2tXFAVzm7ORgbwe5yzg7OTg7OhHs7K2srHR1ddXU1IDwqzG36evr/1fgCp2TAy6AX825TUNDQ37+h4X868w7r6mlpaGnp2NkZGBsoj+n/Wobm+ibmRuamhmYmxkCEyyYpakVzGyOhGFwGytrK0srmIU1zMoaZmVqbAK6oKF84/9sKioq8wFYVVXVyMjIzs5u7r5DoKurKxaLRaFQFubWRoZm+vqGBgZGOjp6cxMWUB+1kpKShoaGpaW5s7Ojn5+Ph4cblA9oa4lAWCCRligUDI22wmCsQaHRVvMVYND8PKcAo0DPs7sLDnQ++3o5BgW4h4X4REcER4UHgYqOCF4XGRITtSo2alVKfERiVNj6iOCNcWt3b1p/6OeUgzuT922PO7IrgVGdMdHX+mG259ko992TjnFJw6txruytdE5xrRvrpE5203t5FY+u7H14aV97Y9GImD7Zx+zm1Yhaywc6aCPdTRIBhVNfcufi4ehgF7y1lpXeMlsjhT2pa/uFlA/THePdtM7moqfSJgE9u4dVOtPfCDnidNRIBeXjYvKT/vqJbkofj9jJzJdwSgbaKkY7a8e6SFJB+bCo+uMTwddnooluylNp04vh1vdTgiFhDTDg4VDSgTIst7+Su2FJ2MR+ToWUC70jZ5MeihryZqVNU93U95Pcl8PMqW7qeGdNL7toVFQlYRV2t+TzqA9EjRmixozGiiscyp3BttKXIw3fX4neT7XODkBs/HKk4d1ky+cZbhczW8LOfz7M6GLld7TkDosqh0WVbNLd1prbva0F/Vzik16GkJEnqC/sE1DfP+m7cnrvL1vWf3rzGFhbAbdnmezLH3++//z59adPr/788/2XL2+g898+0qlVqclxsZFhZ44f3JS0LjZ8ZfTqwI3rI6PWrvRwwZ0/c1gm+zDc1yZkk2XfX+5OW1uec+nLbPeTvsbHkvpOZi6P9lAqIPZyiwcEVRPiOnFLydwdB+qIiNzPq4RmMmnp3LoHwob0TmZ2H6d0WFgFjMG6WwoFtIzWmrtNFTeF9VliZkEvu2SiC1IpgVdWR2PuYFs1FDfVXtVKutPemNXPL64vuySof8gov8ym3Pn4RNDLLe3jQgbCL4Z4M1LO/u1Jm5MiU9evBS7QKevXJMev3piwNiUxPDYqaGNyZHJSeFxMSFLCmpjooLBgz20bE/If3r954by2osKerZvZDfXH9+/Nvn+XVFHRWFdXW1lVXV7RxuX1irvbuDw+myXpbKdUl/Nam5iMuoLs9AN7dt67edURjzYz1DXW09LVUDE30kNaWyCszFE2lhhbKzu0jQMO4WqPdnfAgnf5Xs523i724NDDEefhiHMjYFzsUI5YWweMtQPKEhQBaSGnXyAC2yPMwUnoAgzMGWvtjLdxd0A7421d8YjoUL8wP5dAd9zt3w4OihpmBzkCel5r9YNhfsWEqHaAXTwpqnzeVzfRARmM9XFKe9klAIAHOMQJUW1/a/EIv2JWQp/qIInp2Z11mUOs0rG2qhf99V2N2c3l14b4RNlryccJbj+rZKqTOsitHG2rfdbL/DDW9mqAPWeCRZ2VNIuZRU/7GXPCL0TaL4eZT/uh5OoxEWW8g/p8oGW0nUzOu1J4+0RV5oWa7N/JORdbK+9NdVLfDLPej7FfDzc97a37/lz4ZZr3/Tlk8/Z+jP1qsGW2t2G8nTzEqwLGclJexaCgCjhj9XPLnw00D7VVD/Ar+zhl3S3FXc2F3S3FYA5/VESa6qa9HmW/GmENtVX3tJb0c8sBJPdxyqS8ivmH/fwyHu2hsCmDR3vIKL/aUnmjt7Vguov0tIf69bHgeR9jQkga4JQ/H2ROdtOmexmzQy0DIsqzMcHLyfZXU6LRnsYuTs2UlP1ysuPDbO/TEeGYpBWqHtZEH/v1VI/sw+PnY+Lv7x4/GWwTtVY31WTNDHEGO6j1lXck3LJnwy0T4rq5/1UgV4Kn0pYuZvGgoKqPU9rHKZ3qps5Km0baIUex95P8KTF9gAdZZM30Ngrqcntayia76kfbqUBpHxFCgVISTnUfjywV1k9I2OPdPNnrGdnb5+TsjM2rV8d6e28MWpWyMmRjcNjOdXF7Ytaf2/XL0dRt5/ccOLF199ndB9Iv3Mi/9Sj90p2SB3n7t/yyLiRq2/qtnnbe0WEJR/efvXHpwZF9Z86furx724GtyTvSErbs23EwLXHT+qiE1IS0HWk7UuJTVvmvciU4wy1g+pqaSxcs0FFWsTDQM9LSsDYxghkZRK4KSogKDw8O9HZ2cCNgwH0cN0c7FBzK/7Kxhv4mYtBIJ0eCh7url6d7cFAg5O0x9wbDzdXZ0cHe3g5nh8d6Ojs74fGhgYE+bm7OdnaOOJyZgQECBiNgMCZ6ehg43NfdPS4ycu/OnVs3bowPj5ArwDuTkwEAb0tM3JaYuD0pCUjBv2zatDs1ddfGjduTktJiYxMjIxIiwmNXhwV5emCsYZaG+k5YdHTYqpiINd5uzjgknIBFOdnjsEi4ubGBgY6mpYWZpYWZhbkp0HgB/RobGQDcBdovsL+C7nfDLEALNBxmPl8Bhu4CzKm+gH5xc4MSgIGxSAQKbmNjCenAZkaGxvp6elrq2uoqmmqKGqorNNUUDXQ1rC2N8BgbKKoQj8TDzS31NDasXdVaVdZUmNtZUyUoLJRW14zWksZI5AkSZZJMnaCQx8mkYVLNSE31WEX1SGnZYFHJQFHhSDEEwP252T2Z6b15uZK83O68vPasrNa7D8iXrpSePpdz/PSjoycAAN85ePjewUMQAx89DjHwseNFJ0+Vnz5T9eu5ml/Pk3+7CACYfvEy/eJl2oVLdb/9Xnvut8rTZ0tPnCw6eiz7wMFHe365s3Pnre3bb2zfdikt9UR87N61a/ZFxh5Yl/BLVNzGgJAwnIObiQVeSw+proVU14BqDoCROppIHU2ELrT/G33/A8AYHR2sri6YAUZpaaC1NdHamnKyRWur/zMACQz9yqkYpaU2vwUapaYsDzdCq6uANU5L/f8CgOX0a6+r9Z+1hq2aAlJDEaOtgtNVw+tr4/W1cXo6SB1tgomZubKqjZYeSt/Y2Qp5+ud9PFJDG6O1kcSgVlFrK8jUGhqd1EgnNdPIrYw6LqWmtZ4iaG4QNzG66qkiGllUTxU31vfSqB11FBGFJCTVCGqqeNWV3MpKfmUlHwAwcHsmVgrBoC/U9kzkFpbziyoEcwwsKCjj55ZwsotYmfmsrAJ2VgE3M5+TnsuSM/Dd9MZ7GU3yupveePsh49aD+rvpjXceNdx6UH/jHu3aHerV2xRQbMZh5AAAIABJREFUUJiqHIDl0axyKp6PwaBnVW6CBbKOwCFgG9D8LDeInmuEVlVTUladC1YCDAwAGKRpr1i6RGHJYqXly9SUFPW1tdSVlcAk8E8//Q3BcgaW637/RF/5GTnQ/kCwPxzKL/th8cNl8kM5if3bYunc9r+vX7pYDsBA/lWYU4CXKCxfprRUWXmRtuoijYUL7PQUjkQH3N0Sk7Mtqmh7BP1EqoxdJBOWygQFMl7mt5a7nxuv/9F6W8Z7JOvMlUmIsr4yWU+5TFwqExfKxDmQUZYk+6/u9C/CWx9bL39quPSdcU1Wd+MT8WLf5V0VW1ZfW+vya6jTr+GuJ1c7nYvyOB/jfSTUabMbPA5nshahG2atHYkyjsWYJdpZJDtYpRGsNzvZbHdB7HBH/OyP2xWEPxDqeHiNy9Fwj3PrV6bvTa65ePBopG+wtaa3qVKCh21qkMPmMJdDKaHndieFuWH1FRdqL19grKW8bPECVTVFPSPDBQsXLlFWXaKstlhJdckcACssh9oElFYo/xv3glfXfGcs8MTKAVj+GgA/OEC/IAoLqMEmJiaurs4e7q6g2xmk9QIfLIC1DgSch7szwtbK2sp8VUhgZMTq4CB/YOwMdGAw6Assr+YbX4Hp37k4JSc3VwdXVzs3N3tXVzuCPQaDhuOwCEcHaKIYjYJDQbVQ8rC9i7Ojq4uTi7Ojg4ODmZkZ0FG153KPtLW1gd+VnF3nL+QcqzW3ac5t/w0Ag8vkPclzfK2moaFmampsaWluYWkCGNjIWA8owBbmRnMMbAzyh6xgZlYwCyuYBRIBt7aCPsPKEmZpbmFkYDgXpqD5H/5V/gGAtbW1LSwsCASCh4eHg4ODtbW1kZGRgYGBnq6RtpY+8NUDOWcgMdje3t7Jycnb2zMoKNDf39fRkYBAWltZm80BsDkKZYFGW2IwMFBotCUeb2NnB7ezg9vb2xIICAcHpIMD0tERBXU+u6A93LBeHnhfb8LKAJfVod6R4QFREYGgoiNXrosKil0XEhezan1MaEp8REpseGrc2i2JUT+nxu3dmnBwe9KBbXGV+Te/vR2RfXvy+XnPRG/jm8dts0Mtr8Y5U3MKEqTJtFW/GG59OcKa7mVk3ThY8uh0dd5FavENSunNqvzLj64d3L81IiIQZ661CGepgTJVCXC2yb5+6tkQ/+1k51gXo5tVPtoF+TmPzxnn9HJLm6puvZlgT/ZQm6tvC+ozh0XVjZU3q3PPgfHIx72Q42sfD4obnZEyvr/ufjHCbKq61c+reCpt+jgtHBGR+nkV070McUtxY8VtyO1pkv/tRfdUD72tPkfIyAWuPGMiiri5uLOpgEtJf9xD//Zc3NNaxKy6Pd5JmgOP4mcDjMc9lKG2cg75XmvN7SEh8am07rGE9GKYAXywvs7yp3vJn2e4H6fZT6V1LNKtjqZMCTv/2SD99Xiz7GNvByu/hXxH2JTFIt/lUO/PShtkX4YHBVWttQ8lnOr+trq/3ozv3xq/af0aBpn47t2zj1/e/vHXp++yP2Rz9de3z398/fDt64e3r2appMrNqUlhQf6bUxK3pm4IXemza0tiYnTI1pSYLcnrCDirS78dk/31jk4pbaIRZbLXd68cS4zwfD4meD0ukPKrOhrzRU3ZPNr9iW7SWFfNTH/j5xnRhJg209/0dqJtdoA55yhW1c8v6+OV9HILe7mFj3vqwIhvH6dUyivr50IDlhJWcR8Hap2d6at/N8EBeUgD/HIu5SGfliVk5Pawi4UNmcOiyrGuqsbKqy21N99OtjwfZnyaaRsUVjKr79NKrnMpuePipjYm+cGN89tS1iXHhiXHr05NDE9Zv2ZLSnTqhsjYqKC0jdFJCWviY1clJawJX+O7LmJl+u0bHWyWpE2AtrRYszKAXE5Mv3WbUUsqycsjVVRUl1dQamo5La1N9Yya8up6al1FSaGQ2/rxzYuPb168mp3Oy3x49sQRXw8XSxMDbTUlA211a3NjpLUF0toCY2vlbI91skO5OGI9Xey9XAmerngPF5ynK97Lzc7VEe3mhHF3xro7Yz0cMW4ElIsdwgln7YiGyYuAtpwrKwLayg5piUdY4BEWdkhLAtrKHmvthIM74axD/FxcCfBgH8e1QW5udpYXT+36NCudGeRNSZofSxpfDrFmemhD3LIJQcWksHyQVSBuyhEz8wb45Y976mb66qGXJbesr7V4or1mrK1qkF3eSc/touVMCUmzYnofs0TckPuku268vWaYX/F6qPXDOG9MWMsjPRrkVg5yK590138Y5z/vb+5tKRU3Fo4IarqaC4H9VT+XONVNfdxT926C98ds55SYziVnDPKrvz3rftzd0FR+j0vOGu+gvRxoeT3Q+mWy7dM4/+tjwUspQ8oqmO0lvxqofz0IxVy/lDZOd9aNt9UOcSq7m4r6OGVT3bRREYlHzWiuvNNGz+5sKuBRMwDT9rSWdDTmC2hZ7YzcXjZxVER63EOXsEo7mwp6WkukvIqJLupUN03Kq5CwSgf4laMiEiDqXjYRUoY5ZTxaei+/ZFBY2cnMF9Gz+lqLx9qqxoXVXycEL/ubp0QUET3naX/jVA8dmp7glXexiTxGPq38jrC5eKizbkBUNy5pkrZTp/pbpqUcCY/cXJvNoRX3CahtjeVlWVdrC+6Pidlj3a0jXc1dLZVSAVnCqXwzye9ml46JqUPCmvEu6uwAcy6BXDAkrH092jor/TtR+eUwc1RUMyoifXzcNtZB7mktgTyiexiCuux+TsVEJ32ikz4mJA3zoe7oPm5VD7uqq6VyuLPp2YjozWR/Vyv98vEDrJqKE9u2xvj5Xzl45MyOXdsi1106eHjzmuhT23fvS958cNOOO79e/nX/sQjf0IdX7h7YuvfEL8cSwxMjgiK3rN925cz1389cO3v0wu9nrh3affzYgTM7N+/9ZcehtKTtSbFpyfFpmzZs27l5z+5t+3Zv2/fLrkMH9x319/JD2sAtjY111dUtjY2d8Hg03AqLsImLCt+YGB8XtTYiLDg6LMSdgLe1MCJgkfZYFAppa2MNs7ayhNtYgfkgOzzW3g7n7uayMtA/LDQkaGWAh7srHodB2NrgkUgMHO7t6opDIOAWFhg43FhXF2ZigkMgEDAYHolEWll5ODlt2rBhe1ra5sSk7ckbwNDv5vj4ncnJe9LS9m7eDGKQgBq8Mzl518aNAIN3bNiwZ/Om9eFrI0KCYtaEhQX4OWJQdmiEv5f72lVBYUEBPh6uBBzaDoN0tMNiEDZmRvqAfgEAA9wFe5ilOWBjsAf0CyUgzkWjIawtwSTwnMZrDXTgH+RfoAOjbeFIG2s4zNLK3AxmZmpubDTnvKVlqKepobpCYelPSgqLdbWUYeYGwEUPbqrnirahFmbRczMZmemC4qL+qqrByqqJatJkNWmqpnaqpnaytna8unqkumK0shzSfotKhwog9B0pLBouyAcALMnN6snN6crJacvIaL37gHL5KvHM+ZzjJyEAPnr87qEjtw8curP/wIODhzIOH80+diLn8JH8Y8dLjp8gnjxVfvJ0xakztWfOkX/9jXr+IijKuQvVZ8+VnThVdPRY/qHDj/b88mDX7ts7dtzYuvXK5k2/p248l7LhzIakIwnJe6ITUgLDwuycXEwsMZp6GC1dO30jYO+M0tJCaGjANdXgmmoIbQ2UrtZ/A8BobU2MjhZaW1Nu74zR0fg/BWB53i9WUw2trgJ4WE6/4FGsptr/RAH+j+oLxR0Bw2e8tjpKfQVaQwGjrWKnrzFHv5C4jdLThWloIAwMUcZmiasjy7OLWsiMOiKJ38ih1dApVXRabVMzndPCENSTWNSqZloNi07hNtFFLQ3dTIa4ntJOqeFTa4WQFFzXCQC4tppfVc6rIHKIRDaR+HfSbymRTyyD5N/SirYiIi+vmF1S1Z5fLsgl8nJKudklnOwSTk4pP6+sLb2AlVHIzizigUov4DzM5dzPZt3JbLqT2XQ3q/mHupXecPMR4/oD+rX7tCt3qZfvUC7dJl+6TV6grKwMhF+AwXIGBq3RKipQaiuwIwJ7wLqgnRUQL5B85d5XUJvrcigIV1lRBfKSVVIEDc8qKxSAaxwgYXVlJYUli5ctWqiwZLGmqoqlqYmxvt6ieQrwwoWQCCzf/taF/6sP8mvmM62cSH9YzL9m/vqHy+SH/8a98vP/CsDLFeQAvERhxaJlS5cpLVVSWqitvFBjwQIHfcWj0QG3NkXcTQ3J2BxS/+smmahcJiyScTNkvPTvLbf+Yt2WiR7J+gtlwyUyafH3vvy/+ovmPKJzZd3ZMnHmt84HX9tvf+Xf+LP1qqzxqox+XVZz9V3m6Y7jacUbgq+udj+9yuV4qPPREML5aM9zUZ57/dEb7U2TsMYbcCZJWNONeIvNDtbbXRC7PFC7vZD7vNEHfNH7/TG7/DGHI9yOR3ocj/S4sSWy6MS2+7sS9oa6BJgo+5kpxzhaJvtjUwLtT22Luno4dXtMoLn6YkOVpVqKi1UUFikpLlNVV1mhprZgucISVfXFKgCAVYAIDPKi/9nkDM7IwfgHBVhBQQGkMc8H4CVLlixfvhxov0uXLv3pp58WLFigoKBgaWnu7QUFIAWt9APUChKMvL3cPNydsRiEm6ujjbUFHoeKi41aFRLo4+3u6+MBLK88PVzcXB3lWq6riwMoF2eCowPeDg9FYqKQ1kiEFQJhYWtrDoebWVoYm5kaWFuZzcX2IB0d8O5uTnN+0Z5enu4e7q5QJpOnJxKJ1NHRUVGBMoFBdi4g4fncK1/LAVhbW1tr3jb//Pz1HCBryk2q1KBNRVVV2cBAz9TUWG6CZW5hbGFpbGZuCLM0sbQwnks/+nsMGPyxR6MQNtZQ/7M1zMrGytrc1ExfV09HS/vfWqANDAxgMBgGg0Gj0WZmZpqaECorKSktW6oIJYevUFJWVtXTM0Ai0W5ubn5+fitXrvT19XV3d3V0JGAwKBsbyJgag7Wd034tsVgrHM4aj7eRF0BfOf06OqIcHVFOTmhnR4SrM8rTHefrTQj0dw4N8YyKCIyLWRUZHhAZHhCx1h8UQOJ1ESvXR4UmRa/eGLsmLT58c0LE1qSInckRuzZGXDyxY1jMeDXZPtRZ18Umjklo0/0No521T3rpg4KKt+PsSTHUu/hYUj/WSZG96WutfZh7+8jetJBgN3OspSLCZKmdtYobVn9P6tr0aye6WLUfZiRfn/WPixsknOqxLvpUL0PaVj0KjdWVSgXlz4eb+fQMYUN2L7eUTrzKp2c8H27uYRfzaOmvxlo/PhGMdNRM9lCfDTXNDja+GGH+8bzj/WOeVFA+1UN/Nsh80tcgoGdL2MQvTzue9DVwqRlSfuXLEdaL4VZxS3Fbfc5we+2EuK67taSbWdLVVCRqyOPXZQ61VT8baAaCm4RV3NNaJKA9muiqlfJKp7rJwBH6+yuR7KsUuF59nuF+neXLXne8Gm38Ost/N9kyIa6mlVzg0+5PiKs/z3Af95KfjTRO9tcNtJeLmDk97MJXY8xvzzvfjLFGOyjTvU2yj+PPRtqn+nmhvo5+briNSZG/njt+7ealzOxHpeWFtaRKal0NmVRVVVl68+ql1OT1/t4eYSEBG+JjNibGbU1NPrRn+9mju6+cOxTobeeAtaTWFn18O81n0zqFzTLZ22ZaiRPGmFb26O1k56QYcvGVsErHuqpEzRlSQYlUQJyRMj7PiCa76ZPd9Dfjgpl+5nhX3XgXdUJcNy6uHe2sHu2snJbQhoVVUl7ZsLBqpL0ajP72c4kj7dXPBhpfDDV/mRFOiin9XOLbcfZIe3VbfU57Q56wIVsqIM4OMp4PM2YH6S9GGmYH6S9HGye6KQNtFcPtpHeTgmFh3WQP8+3MUHVJ5s60uNT1a1PWr9mcHJWwLiRl/ZoN69esiwjcmBwJ6DcpYc2aMO+9u1IZpGpaZQWvscHW1GTX5jQmjUqvriERyxgUCrW6mk6hcltZrU3NxKLi8uIyAYfLZzELczKu/X5+XXhYZWnhl/evM+7fXh0cgEPa6GqoWBjrA/kXY2uFRVi7OuAh+nUj+Ho5+3m7+HhADOzlZuftbu/pipeXlzPOwxHj7oB0IyBccDaueDgoFzu4ix3c1R7pao90xts6Ym0A+jra2bo4oFwd0a6OaH9POxd7q1V+jm4E2JE9G6akXEC/A4Lap31NnyYFg+xyMT377UDjl1HWbDdJyinu55aMimqe9jNejbS8HGa+Gmx+M9zSxcjpoGfxax81l94U1Dx80kF93sMQM/I7aDmPu+qgmF8ReURQ/aSb/nGC/1TC+DDOf9bX9KS7/qmk4XEXbZBbKWWXj7bVDAoqprqp7yY40xLap2nBVDf1+SDz1QhrprdR0gr1R0z3MMZEdb0sCNjejbd9HON/e9IpmxV/HOd8m2n7PMl60l3z7Snvw3jzZEfFMK9kXFg51UF6Jml40kWXNBXzyelQqnBDXjsjV9SQJ2YWiZnQr5uEVdrHKQMtzV3NhdArswNyn57oovZxysCjfZyyURFpWlI/1kGW8iqAOPy4hz4prpvqps30NbwYank9zno62Pikv/5xL22IV97JyBlgl77ob3ghaXjaRZvurBNSMl8OMKcl9U96GV3Mom42UdpeK+FXDndRpe1kMafiyWDruycdc2Md5KFO+mRvq1RIY1HzGZXpTFJObeFdYVMln0HsYlWPdTGkgloePXu4g/R3rDGn7Elfw6tRznRvw0w/c0QESehzt8zqHvfUTYopveySPk7Zs4Hmp/2Ng4Kqj1PCp31NUm7lbH/zdE/j8/7mF31N0511TyUNI0LSSDtN3Fo11t3yfKyT31B989yxq6cPxwb7p0ZG3j9/fkds/LbomK1R63avTzyQvOnUzj1Ht+2+eOTkiV0HUqLWH96x/8D2vetConakbA/xXrV3674HV9Nv/nbn5u/3Du85cXTvqQM/H92etmfThh17th/ctGFHQlxaStK2LWm7N6ftTk7aER+bGheTtj5+44F9B0MCV0auWb0uInxVQIAdCmWgreHj7rJ908ZjB/ft27U9NSl+y4aE+Ig1Pq4EJzuMPRaFRiEA9+KwaBTSFm5jBbexAveI8TgMwR4PmrwI9nhHB3sCBmNlagozMbEwMrIxN0daWZkZGJjq61saG5sZGMAtLIx1dc0MDFwJhOg1a47+svfUgf1Hfv75l02b5g8A79+6dXcq1Bq9Jy0N0O+Bbdv2b90KDQZv37YlMSEhKiIxOjI5dl1idGTk6lVrQlbGRKzZEB8THb7a09XJyR7n6erkaIe1MDEEnc/A6QqK+YVZADUbjDj9cw88riDd28piLiT873FfMAYMFGDQDo1B2OBQtii4DcLaCg6zhMMsbSwtrMzNLEwMTQ31TAx1tNSVlBQWKy5fpKq0RFNNwUBXzcxQ29pQ++rJI1xSBS07nVWQ11lS2kcsG6+qHS+vniyrniBWjJVBNVJWPlJGhKq0bKSodLioaKiwcCg/bzAvty8nqyczvTs7Q5yT0ZGVxc9IZ957QLl6rfTs+exjJx4cPX7vyLE7Bw/f3Hfgxp5fbu3d9/DAocwjx4pPQWPAZWfOVpw5W3HqTMWpM9WnztaeOUc5d2E+AJefPA0A+N7On+/ugOTf61u2XN6Udikt9eKm1N82bzmSlJoYGOqHwNkZmuP1jPB6RjhdKOsIpwsF/GJ0dJCamjYaqjYaqgCAoYlfLd2/MXheCzRSU/2/VIDl7dBAFpYP/f6bAgzgFq+tAQAYqQp1RMsDgf8vAJigp03Q0wYAjNVUtddTt9NVweup2xto4vS0ENpqCB1tlIGehYYmysTkwLafm8k0TkMLrYpcV11XVVJdT2YyKKwmGpdJFzTV8epJLFoNq57EaagTNtFFzfVdDXWiuloBqZJTW8kjVfGp5HZo7reaX1XBqSByykvZpaWskpLWgsKWwqLWomJOKZFfWtEmB+CiirasYvajfOajfObDvOaHec0ZhexcoiCjkD1X3MwiXlYxP7OIl57Pu5/LvpPdfCu7+W4O83YO824O805uy73clju5Ldce0q88pF9/VH8tnXEjnXH1Uf21h/TLD2iQAgz8aTU1NdXU1IDgA9QegMTyRmig0QGMAWqe3O9KTUVdaQUUdaOuqqGqrKaoAHllKSuqqKuqQd3OSgpqistVFJYqL1+ivHyJ0rLFUDqOwlLFpYtWLFm4fNECdSUFW5g5FmFjoKO9+D/YOx915Zrw/JPz1/9kYDnB/rCYD73z1z9cJj+Ug+6/Lf4HAKyyREFp8XJICVZWXqSl9JP6ggUE/eWHI32uJq+6nORzK8Wn7vxGWWfpd17Wn8w7Mt4DGeembKIcSgPufvRH173P3ekf+zLfSbPfSzI/C+5+a7v7RXD7HevyR/alvwQ3ZNybssZrMvJVWfHF51f3c3fFF8QEXA/zOBnssj/A/sgqwrFQu6Mh9gd80dudLLbYme10sjrgjdvvjj7sjT0RQDgZ4nAyhHAs2O5YMO5IsN3Rtc7Ho9xOx/hc27Sm4Nim/KNp+1c5uev85GuksM7eNNkHvXGl3fHUNffP7DycutreQk1vBdT8rLx0garSEh1djUXLFy9YtFDNwHCJqvoiFY1FyqqLFP8GYOAQ/t8A8D8fApnAkIf2kiVA7AVNAeCnA14VS5YsAZPACxcuVFJaQbDHe3u5rQz09fP1nMso8vb18XBxJjg52tnbYdAoOBoF9/F2D121EvQ5A6XX08PF1cXB0QHvQMCBmV6CPZZgj7W3w+BxKCwGgULaIGytQEqtra25ra25jY2ppaWhpaUhGmXj4mwPcpL8fD3nzLd8vL08AAB7eHg4OjrCYDDw+wVZQunra2hoyIn3h8V8uJ3/0Pzz89eamhD9AgAGjRuqqsoqKkpqaip6ejrA/9nC0sTaxgJuawlygC0t/pZ/4TaWtnCo1wv8jbSxhtnawNFIFNIWYQ4ZRkOO0Opz2xxX/21nrampCdq5TUxMLCwsjI2NAf2qqqpqamqqKGvoaBsYGhqbm1s6OjqvXRsRExMTFhaGQqGsrKzMzEyAO5e1NQyFhtsTMHIABpKvvb2tHHqB5OvkhIa41xnj4oJ1ccG6u2K8PPB+Pg6B/s7BK93CVnlFrPVfFxUkp9/wNX7ha/wABketDYhbG5wQviopalXyurCNsavT4ldvWR+2NSE0brV77r3THHq+sLl4uIM81Vv/ebZjRgqF4rwebhriE0faK58PNv35rEP21//i7D3Amlj7bm87ioLSQXrvofdepIOiiL0hAoJi7733hiDSe+8QEkJ6JaSRBoSE0Ku9u9W9n3zXcD+b47uf8573nG+u+xrHyQhBweQ3a/3XGv31pmdC2Dkjwo33ovvojRxCZR+9cVZC/GOW/2mc+3lc8EbKGOrBTPaR/3o38H1GIKQ2cglV5LbcES5ihIsQUKrGBIjvM8wxAWJciHw9iJ8WoX+96fn1pmdmAPNpnPZ1qvv1IP7TOO2vd7w/33K/TTNkn3plf43IvotfS4hvpeSpPgy5LYeGyJ8R4SZ70SJ6I7Elm4UpZWFKAf1+nWR+GKGJ6I0CYs0wu51PrOruKKS05WDrMxiogj5qDRtTPMxpnelHzYo6p3qRbyTYqV6klNX4fZr2r3fs15LOMX7LZC/84yhB9pH7dZIy3Y+QMGsnhG1CSpmAXCqklE33I/rpVVxy2fsJyrS4kwjP7CGU/HrDlr3jj3Lhwz0IDq6KT24UszFd6IaoQFcPBzNXR8tt2+NSjxy8defmy9ysysryuvqqivLSvNwXRXm5N65cPLh//+5t8Vs3boyNCt8UEbk1NjIuKmBzjG9qYty4tOfn95mWxqIeFvbn95k/v83EhLqdSd/1/dXAtIg6ysWI6a1D7LZhblMPsZCDL+STyyWspuGe9oHuZikbMcRBihltInoTyNcVUCp6aVUSFsS9IOd5mNPaS6nuQuQyUAX9tNp3UuIf08yvE3TZ5/451Qsj+3Pk0ygVZGv1ddVOi1BjAnhfV+XP14x/vecIqeVfJinvhkmD7OZxQee7ISoHWyPloMcH2NXFWakJWw4lbjuwZ1Py3Bjwnm3RO7ZEbo0L27dnY3xc6P59cbt2xERH+j59eA2HaBvo4eDb4ZqKCicPpXJoFGRjU0t1TUcrvLm2vr2llYDBknGkLhKNTWexuxkvnj22NDEw1NH083QtzMn6/undwzs3vFwd/b3c9LTUrM2MHG0t7a3NPV0cnO2s3Rxhnm72vr6uQUFewcHegX6uft5O/j7OgX6u64LcggNdg/ycA3wc/bzsfTxg3u623u62nk6Wc8vay9nGy9nG28XW28XWxxXm4+7o6QLpyW6ONp4udj6eTn7eLv7eTs4wo7gY30Av67vXjoh5BAkXNyokipmIj6MMVmcprTUHW/UEX/WI31EgwpZOMJr4+BIhuWKQ2TDGaxvjtU8IkO8lhF/TrGk+cqIHPsJo5WPKu1tyhJhyKbWBjykX4qoYiEIuuvLTEO29hDwjxHwfZ46y2zmdJdLu5jkvdEM/uXaUDZ/kdYyyWyeFHdN9na8GsB+Gyd+nGGO8dh6hkk+sEpJqZ/pwku4WTG0GsSlHymwf56FFtOY3fcTvo4zPUuokt/3LMOnrCHGYWfte0vlzijrGaZDSa6Z48Fe9nZ+l1A9isoTaOMJq42LKuJiyEVbbKBsuwFfycRWjbLiY1iCmNQxQ6/vJtSJKnbS7eYKLnDNOt03xUV9Guj4P08Y47UOMlik+alrQycOWiyh1I6y2CS5ygosc70FABwLU7ABewm7tpdb10eoHqPWSrsa3/XjZ295Jdvtod8trAboXX/VtjDHEgo/2IAXkWhI8p4/eMMRtnx7ASdhtTGxZH71RxGgWM+FsXJWQ2jjZRxRQmppLHnbUZEo56P6ujoHuzoFuFAdfP8BoH+F1DvOQbHz5GL9jlA9F009KL6w6AAAgAElEQVQIO0Fo33BPxygPuls0ym0dYjeJu+tEXXVcfNlcrAD8/RBllIv4Os6cFKAnBehvE6wRDmK2F/u6Fyvtahphwfso9cOczh5Cg4SDHe2lsghwOg7u7WiZtntrlK+Pp5WVp5W1s6FxXMA6NxOLQ9t2Hd27/1zqked3Htw4fens4RORAeHxUZs3hccd2JWSm1FUU9KY9Sj3ypmb546cP3fk/On0C2ePXkranZa0Oy1x96EDew4n7z+WsPfw3t1pSUnHjx65lJ5+fs/uQ+vXb/Nw83aws98QFZ2WnLIhKtJIT9fW0uzggYTjh1OvXTx3/tSxg4l7k/btSti1LTY8xMfd2dne1tbGytbGysEeBjReM1NjM1NjcJvY2MhAT1dbV2etsZGBHcwGGgN2d7cxMzPR0/N1dw/09jYzMNDX0jLU1tZRV9dSUTHU1tZSUVmrqmqqr+9qb793y9bjKclnDx26cOTIucOHTyQnpyckgBngUwcPnklLO52aejIl5UxaGrgAmgo+lHbqcFp6UmLC9q3bN27YFrt+84bo2Kjw5IQ9B/bu2hoXG74uMCTQLzTI383V0dBAZ14Bnvc5gydvbGQAVF/w5ZiaGIEr50Oe5xVgAMOWpkY2FqZ21hb2NpYwK3NAwg62VjAriIGtzc2szc0ACZsa6hnpaetpq2uqrVFZs1JJcYWC/GJ5OegNoaaKQuK2TbT2xo6ywq666u6qSmk7gldWMdLYMlRVP1RRJ62oHiyvGiyH3M7S2pqhutrBimppZQ0wP4uKi3oL8gWFuYLCXF5hHqcgh5mXR8vNwWdltz96XH3tZsGFOe13jn4fHTn2IO3Qo8PpWccgBp4H4MbrNxqvXm+6dqPlxq22W3dar91su34LxGI1XbtRd+lK+dlzJadOZ6amZaQcfJqS8jQl5XFK8v3E/df37Dq3bXtCePQ6ezeYhq65sgZMQ9d+rS5MU9tGXdNaTcNWQ8teU9NOQ8NGVXmOb9fA1FWhiV8QAf1fQ7CgMdo5C/TcxasB3/4jAnp+0Pd3Kv6HBXre8/y7AmynsmZeBP6/nwF2VFcB9AsAeG5UeLWbjpqT5moHTSVHLWU7DRVL1dXWGuoO+rpOpqYvHz7swhHrK6tryqsJaCK2k9hQ24ZswXe2kTvbyMhmErKZ1NlGxbYzcAgmHsnBIdid7UxES1dbI7WlntxcR2qqIzU1UBvrKQB962so9TWU2lpaXV1XWTmhrJxQXkGuqqZV1dGr6ugVNbSSSnJRNfVlGT6rGJNdintRgs0sQr8owedXUfOrunIrqC/LyDnllNzyrpwy2oticmYh8XkxIaMEol+wf15KzColZZaRnuRjnhbhnhcTMstIWaWkjBLCs0Lc4wLMAvC2FQwfKisrA8l33hcN5F+gzgE+Aeru73VHSquVldeozOm9SipKqgCGQSyWipKysqKCsoI8AOBVcktWLlsMlvzSRavkligsXyq3aIHiimXWZsZerk62lmZLFy8BNAv4di7rF9L3fsfdfxwvXDx3Avy5uQzpxUuXQCOjyyBQ+n0/N0e6aMmSRUuXzO0XQzlKAIPnifcfB/8d986f/x2Aly1ZKrd0ufzSFSuXySv8PQO8Yrmi3PJVy+RXyisqKKySU5FfuGbBAieNFadj/e7tDL2z1fvRTi/k9b0yTvVPwsuv6EeyriwZPVPGyJSxM2W8lzJhvkxU9KMv/5Mg91NP9jfKs7/oL35QMj5h730n3Jd1PZORnsngd2WN938WXR2+kYo5EFu8OfBpjO+1cM9TgQ6Xwh0Oe+ofdNI67m102tf0qLv+SW/jq2F2V8PsbkQ63t3gdnej6+0NztdiHC5H2pyPtL2fEHZ1R8D9xOiCM3szDm0+FGS7wVwlykwlxlJ9j7flLl+bwxsDnl88dPvY3kA7A9UlEP2qrFqmoiivoqyosHqV3Er55YqK8sqqyxSVlikqLVkFjQEvX6EAgsRBI9R/gu7/4QwwRf8nAC9evBhEnYHvlvl5YHU1FRtr8wB/78iIkNgNUXGb1kdFhvr5ejo72Xm4O+vrrXV1cYiKDAWU6+3lBtp9fX08PNydAfS6uzl5e7mBAWAPdyjjyt3NCSjDPt7ukAXaw9nD3cndzRFqpnV1CAr0id0Q5enhMn+lt5eHt5cHmB1yd3f39va2t7fX1NRcvXq1xlws8po1a36H29+P5+EWnNSY2/7HGqT/BGBVVWVtba054RcqQzIxNTA20dM3WGtirDfngtYxNtIzNzMCAGxmamxkqG9uZmIHs3FytLe1tjHQ19XS0NRUhxK8wKY0tynPBXqpqED9wCDdSk1NDcwGa2trGxmZODm6eXv5+3gHeHv7hodHxsXF+/kF6Orqrl69WkFBQVVV1djY0M7O1sHBDsqCtjG3tDT8rzVIFnPxV5a/c6+np72np72Xl4OXl0NwoGtIsHtYiGd4qFd4qFdEmHd0pN/66IDftd9Nses2bwrZsilsa1z49tiwHbFhOzeG79kcuX9bdNKumOQdkUk7wmuLHvRQGsf6cEP8jikJvo/Z9H6UImE3zwxg3g+Rvk12z/SjQfrU7AD+6yQTHI/wOwaYLdKe9qk5GO6nt0z1Qu8vB+jwcSF+XIB5JaF8HKVP9mIo8Lxeap2QUjvVh5F9G5ByWib7UONC5LgQKfsunujtgA6+9P8xy/o61S371PvnW+64ECmkVou666dF6J+vOT9esSf7UGxs2Ri/4+skU8xopncU9lLr+rsahjhwUP/zdZL5bogyykOK6NCwKwWeKyTVDjJauxD5fdS6kZ52NqaUgy0jtWSJu5veD5F+zLDm3sKWC8lVUlYzrT2bjSmUMOoFpPJeSiXoRvo4QpKyGnmE0n5a9Zdxqri7DtfwBFv/eIjdxCOUsrCFw/zWUX7bmAD+YZT0bpgwKex4IyWMcBE0ZDGxvejdOK+hPMsdZuLpYLF356bE/bsvXDqbl5/d2tZIIGLIJFwHsq2+pryloTYn8+mZ4+m7t23eFBOxKTIMWlHBF0+noNsrZLL3PCa6tT7/z6+TMtn7X5/Gr5w4cPNsyqSo68sk/+0g/csYR0CsgwKEqJUCSllfV+Ugu7GfXjdXvto8O0DgEWt5xGoBuZZPqmZ0FpPh2Qx0fl9X9TC3TcppAW5zUtsLTN2TPmrNjxnWh2Hyt8nut4OQoD0hQA7Q63/MsITkqjEeckLYySdXfp7oGhPAuztzZB/5sk+8N1Lch1ES9BkJZbLPA7LvQ/1dzUM9mAkRo7b4Rdq+LakJW3Ztjti3LWZ7XFh6ys7dW6N2bo1K3Bu3eVNI8oGtO7ZFhYd6lhZm1ZeXiDjs+tIyO1OT/dt3CBjMjqbmLhwej0KTMDgyFo9qR5CxxKEBKRVPvnz2vMZqBR211fExkaV5WaW52XmZj7fFxni52vt5umqpKloY6zvamrs62IYGevu4O3u62Hm6QUFxIUHeocFe6wLcA31dgvxcQwI9osN9I0O9wwPd1/k6B3o5+HvY+XvY+bnD3B3M/xZ+LecY2AowsJ+7vZezjauduaudubuztY+HvZ+nc4Cn/cZILwcLjZxnlz9OCaVc7GAPZqqfxCPWjnE7al5ers680JRzrfHFxfrM8w3Pz3IQufU5F7D1j/tp1eN8+CCziUcoF+DLJV3104IOKIMKX87HlnI6ikXk6hl+59t+/IdBCh9Xia/N4mEreok10wL02wFidebFjvIHfFwFHZ6Xc+vQvVM7m/Kuiyg1kzxo3H26r7MHVzrS0zbIbOqn1QKjspBU+2WM8WGIJulumeB3vpWQh1gIHr7qnZj0dbT7lRAj6ar/MdEle8Ma6q4dYta9G+gcZtXPCOAfhwivejtnezGzAkwfCYLbQXqDiFLDw5b2EisneYj3EsJ7CUHSVd9HquJhy7mYMgG+EmCwiFI3I0SP8ZCv+rCvxQQIffsw78TEmX7sEKMFiqeWUj6P0T8Mksf5HWJaA59YBWqBhZRaZmcxD1s+zGyd4CCkXU3v+nATHMS3Ido4u/3XNIePq4C8HviK4Z72MSFKxGga5iFGBSgRo1nEaO5Gl/TSmrjEWmxjdn3B7Y6ajF5ak5SD4hLrpRx0d2fVzADtjZQ+LSIO85CvBklUZP5kL3q6HzvEgc95XhD9XY2vJZRvU+xhTuusqHOmHz3SA6Vh9VKqBaTqQSZULiUk1U7wO/so9ZMC9I/pnoGuljFux7SgU0CqFtObRfSW9yPM8T7qhwnh52nJ1CD/xcMbuzdFe8CsIry94kJCkuK3nElOvZSanr573+Fde2+fOX86NX1DcNiVk+fjo+KS9iSfPHyqtrTh0Z1n2c8Krp6//fhu5o1L984cuXjz4r20AycO7j+WtDf9xOELe7YlJ+w+lJhwJO3g6SNHLqSmnt6373D8toSNG3euX7/Fw8PrYEpSUsK+6PAwextLV0e79NTkyxdOnz1x9OqFM7evXbp97dLlc6fSDx7YFhsTGujr4eIIs7W2tDCzsjQHzQgmxoYgI8PaysIOBunD5mYmgCctTIz9vdxdHWBujnbJCXt2xsfrqKtrKKkY6ejpaa7V01xrpKOnqapmrKtvY2FupKNjbWq6zstz54YNp1NTr506deHIkeNJSUD7PXbgwInk5BPJySdTUs4eOnTx6NFzhw8fT0neuiFmQ2TYxvCI+NiY3fFxoE4pad/uxD0742NjwoIDwoIDYqMj1keGeXm6mpkaWlqYgWcL+Pa/5F39LQiDvA9jIwNDA715CzTIggaNR6AB2NbSDOpIs7UC07/2NpZOdjYOtjZ21hAGwywsbM3NrU1NzYygJC1dHU0tTRU11dWqSvKKKxavXLJAdeUSY/U1pKYaQlUps7GWXFI00NYqqm8YaWoVV1YPltVIyioHSspFxWUDJaXi8vKh6uqhulpxWaW0smaoulpSUdFXWMDPzeHl5fDzc7kFuey8XEZuLjUnF5eZBX/4qPrazfzzFzJOnnx26uSTYyfuHzp05+DBewdTnxw5+uLkqewTp/JPnS4+d7784qWqS1fqLl9run6r9dZdYIduunaj6dqN+stXq89fLDt1pvD4iZzD6ZmpaZmpaS/S018cOfo4OeXi1q2HoqJDbB1cDc1sNNdaa2jZaK61Ute01VjroK1rrqRirabhoKXluHatvaY6GO6FqatCE7/qWjA1TUgE/q0G6b+GYK2ZA2AlMO77D8T9P9cgWa9e9bveCyRfBzXl/wmAIcX4HyFYAIBdtNTnARimrOi6Vt1RYw0UhaWlYqOhCsV66eq6WpjXl5Y1V9Wi4B0oJKalGdHSjEAgcB0IIrKN1InoQrXQWuoJ8HpiZ3s3DsFGwRl4JAcFZ7Y3d7U2UFrqyS111KYackMNqbaaAK0qUm0Vqa6a3FBLbWjobmjorqoiQwpwBaWyilpVTausopaVk4pKiUXlpJdFmOwCbF4pPq+EmF2AzS7A5peSiivpBWXUnCLiy0JCThH5ZSEpKw//NKcT0n5LcJAOXIwFxy9KiFllhJdl5JeV5PyqrrwaWn5V14ty4vNC3ON81AKl1cprFJVAoy8Y6wWWZjUVdYC18z7nlStWLV8GdbqCNS8Cgzjof5iiwck1iqtV16xWVly5ZtWK+aUoL7dq+VJFebmVcksU5eUUVixbtXypkZ62r6dbWHCAhZm5qqoqcLeCoCMg8c2xK8S4i+YqcOYvWLRk8YIlixctWbxw6ZLFS5csWgYR73+3X7Js8eJFC5YsXrB8yUK5ZZD7etnShVD0NHRy7mDxwjkkXrR0KVTItHTp0mVLF/9v14rly8BaLrdUbtmSZRC4L1y8cNGyhcuXL1i5atFKRWj+VUFBbuUKuVVyy1ctXa6wZOkKqBJ54QLFBQt8DNVOxwbc3xV2PcY1Y5u3pPSmjFHxA535B+rxX9gn/8I/lHVlyLqfy7qzZN2Zf9Ez/6BkfCE9+4R7/Cf++VfEg78wGTJqrozwXIZ+IkM8/LPxzuu80/13kqhndyIObSrcHvR4vc+tKK9LwQ73o5xebHEvSggqTwkpT11Xezy688ZO+vO0sYYbH7AZn/HZrxCPp9sejjXeoTxNyz0UcScx5MnRuNyzux6mrk8Osg4xWBGoIxdrrbnRVjctwispxOvUtpisi6f2RAarLVqgtGSBsrycwir5VSuhpiMoMg0Ku14pv1JBQXGNguLcAPgqqPt3frj3v7M6/x8YeH4MGBDv77r9fEbakiVLgBF60cIFa7XU3FwdQ0MCoyJDw0KD/Hw9XV0cPNydTU0M9HS1YLaW8+lWAf7ewPbs4e7s4+0OFGMwMAx80fOTwMBE7eXpOjcJ7G5vZ21kqGsHswKTxs5ODvZ2tk6O9q4uTlD8lZsLCIr0cHf18fFxc3OztLTU1tbW0NCApmQ1NZWUlDQ1NcEk8D+IF9yKUlVVVfltA78FuitA4vnLAJcChXbNGiDSrlFRUdLQUDM01De3MDYxNTAy1jM1MzQ1MzAy1jUx1jc20jMyhFzQoAfYwtzYytLU3MzIxtrczdUxMMDH18fL1sZCX09nrda/I6zBEwBjEWAgGdhGNDQ0dHR0TExMHBwcAgICoqPXr4/Z5O0V4ObqHRQYGhO9ccP6OB/vAAMDI21tXX19w+XL5ZWVlW1tbU1NTQ0NDWHQ+wkLUyNdUJ9gaWZoZW7gaGfl6+Xs6mTj7gLz9rD38XQAlb+g8cjb29HPzyUoyCMkBCo6io4IiF0fFLcxZEOU/+bYdfFzB5GhXtERXlti1+2Mj9gdF7E/PnrvpojErVFJ26N2bwy8ejKRgqr69WFwUkwZ7sW8m+j+MM0YG8CM9CLfjlE+TbGmxITJfuybIcprKXlUgBriIqZEuFEBapiHHGS1MdGlwz0IMaNluAeKWRpmt/fR6sf5HVBxEatVwmwRkKo/j9EnhZ3vh0iyd/zpvs7pvk4Jo/GdlPhxhPLHNPOvN9x3UuJrMe7jCOXHDEv2XvBxhPJxhNJHremn1U73dU71omZFmDcS/CgXTkcWgKQcWnsecDUPc+B8IhROMyFAfZ1g8IlVlLacAXojn1gFOTDJtd2oYja2fKC7WUip60IW9lLrP43R//Wud0LYKWG29OArsA3PuYRKKbuNCs/lE6v4uDIhoYKPK+PjyoYYTRPcdhGlpo9UNUCt7SdX83Fl+LqnrI6Cr6O0LyNU2Z+jf81yZnqRA7TqGRHywwieTy6no/JHBR2zUuqnSb7s+zQN0+zjbO3rAosO8b9x9Vxe3vPW1urm5sri4hcvsx7mZj8uzn/WWFvy4Ob5c8dTzp84uH/nxg2hvlfOHGJQOmQ/Xv/8MsFjoiVCiuyPV7K/3g6yMOcPbntwNvmdhPFW0sXBVPaRoLrjkR7IkDnIbBrnI4Y5rUPsluk+zFQvepDZIu5uGuhqmhXhPo7QJgQoAQlCBcgcK0SO93Z+mWK+HaZM9mPY+PLXEuJUHwa6T9GLHqA3AkGvB13KQBT0oEslXY0sdBGtPUfc3TDVi5oQIKESqQ/COU2s5cMweaYfsgy8keAH6I209rxeaqOQhuJR0OcPJ+6IDU3ZHbdrU3jiztgtset2bA7fu3PDrm0xhw/u3rMrNh6aB45vaShHt7Vwu+iYNoSng6ONsVlTZc1Qr0jAYHO7GDQsgUmiDonEQ72i8sLiqKCQ5QsWRPj75j6511Re3FJZ3FZbkZawI8jT5WDC9mAfNxNdNRtzQ1tLA2c7y9AgT18v59Agz7kOML/oYJ9QX5cgT4cgT4dgL8cgT4fIQI+oIM/oYK+IAHd/N5i7nZm3k1Wwl6OXi6W7s4WHiyW0HC3cHc28nK383GH+HnY+ztY+ztYe9ubrvJ1cbU02RwXFBLsHuZqePRgnZiLeDtK5hJoefDWPWDvOQ72XUke5CFFXw7Sg44+J7k9D5BFWywC1loMtGulpeTuIeyfFj/PhPbjiHlzxpBDRR60aZDYMsxoFhFJWR8Fgd90Et72XWNlLqRWQqkc4UG0Sj1AJHfe0D3PgP2d7xN1NuIbnpJZseNk9OrLg+xRrkAl1LL0awAtI1RMCFBdf0U+rl7JamZ3FPbjyWRHu1yvul/HuqV70KBcxxIKDlOY+KvS5pKzmj1KS7Gv/+0HcKLe1nwJ1hn2fgHD67QBO9l4ge9f7XkKY4LWBVOrB7pqZXuRsX8erftQ7Cfa1qHO2r2Na0AEc3aPs1hFWy5cR6p+veT9me37McL5MMN7NWTneDpJ+zPZIGM3T/diPI7Svk8xvk8xXYsKsCPfHNBv488XdDZM8xBsR9o0IOyNETfGR78X4b2Nd45w2LqZkkN4wwmrpI9VAg8TdTa8lpNcS0kB3cy+1fojT3kdrIDRnS9nw2QECJOGy2iZ7MWJGSzeqlI2tHOV1fplgS9mIge7W2QHCEKddRG8a5UFi72Qv5s0g+d0QdbofN8rrmBHhv06yRrmIUS4cug0kQE31osf5HZLuFuHcD6CQVC+iNbM6y4fZyNEe1CsRZYSLGuQiJiWE2WHaq+HuH+8GZT9ffZgScyjolB2bE+Jijybse3Dp0uMr18+lHj6yJ+FUYurpA2n3z105sjsxacvOx9fu3jh9aUtU3ObITS+eZL94kv30fuaNq/cunrt56fytq5fv3bj2+PzpWyePXjuUciYp4VjC7sO7t6dsj0/csnnv4bTTqQePJR04nLAvedfOhM3x29fHbIqIiAoPC965Iz4uNioiNDA2Jvz50weFeS+uXzl75fzpPdvjzp86cvvahVNHU8+dTE9L3L3O3zvAx9PNyRHonA62Nk52MJiVpYWJsb72WltLC0eYrZWZqZmRob2NtYeLs5cbdI/Jx9V+5+b1F08ei40K11HX1FBS09PQM9A21NXU11bXWaupa6Ctb6Cnb6irp6+91lhby8pA39PeLi4i/MiBxCunTl45dfLCsaPnjqSfOJhyKGFf2r69x5KTjiUn7d+2dWNYqLujo5MdzNbc0tzYyMrExBFm6+flGRYc5OPhClawv09UeHBkWJC7i72xgbaVpamFubGJsT54iTcx1jc3MwKv72amhqYmBibG+r/lX0IPWVqYWFqYWFmaWluZwWwt7e2sHR1s7e2s7WBWMFtLYJqztbGA2VrCbC2dHGH2NpbQHLW5qYOFpZ2ZuYWRkb7eWlMzQx1dDQ1NZQ1VBVMdFR0FqOsk69wpTl0Vr6aqr7amv652oK5usL5eWlc/XA/5nKVVVf+2OldUSCoqBisrBysrxVWVoopyUWnp/OorLhYWFrJyXrLz8tkFBfTcfPzzzNb792uv3yi7ciXz1ImMk8cfHz/24Ej6vcOH7qSl3jqYcjsl5VZy8r2DqU/Tj7w4frLwzMWy81erL92suXKj7tr1mqtQ6lXZmbNV5y7UXrxcdfp8Ufrx0mOn8tOPZacezj58JDv9+MMDKcei18e7eviZWboaGNmv1bHT0gZ7SP5VV7PV1ADLRkPdRgOKiZpflqoqFipQJ7C1uhp4yFJVBaalaaOhbqWmaqmqYqkKNSfZaKjDtNRt1ZTmdWBAwmBvqaRgowrlMNtpQDPDVsqKFmtWWaxZZaWoYLNmNUxZaX7Zqyo5qqv8DcCKMOXf12rntVoOGuowVTVbFWWYqoqdmipMVcVWRdl85XIHNWUP3bVu2poOKkqwNYpOaipuWhouWuoOaso2ykoOOlq2Wmv1FBXXB62rKy1DIzqR7Z3wNhQcjmnvIHagKSh0FwpNb2nEtzaR2ptpSHg3GsGCMp/hTERrN2R7bqI31VEaa8mNteS6KlJFCaY4H1lRiq2pJDbVd7U2MVqbGHNjwF31NbTaKlplBaWqnFxeRiovI5eWEIsKcQX5mKJCQiG0SPn5uLw8fH4+dFxSQs3Jwb58icnORoOVk4MFjz57gcguROcW4Z/nIrNyO/NK8fklxKx8VH4J8UVBZ0Y28nkuMqcQl19GgAqES/ELNNQ0VZXVlFYrz681ikoKKxUBAK9RVAJUvEpeQX75yhVy8vMW6HkABuHP/0iH/rsnSVFlteJ/ArDCimUr5ZYsX7IQMLCivJyRnva6AN8d27du3hRnYWEBGm6WLl0KQHf58uUAexbPbYCBgTgMABji16VLFs4B8KI5AP7f7pcsW7xk8QK5ubV8yUIIgxcvWLoEQuL/VwBeLrd0fgEAhlTlRUuXLZBfsVBx1SIFCICXrZwHYDkIgOVXrlBcuRCaAQ4wXXsuLvjBzrBb690y4j0H8q/IKMXfkc++Ix7+iXr4F/qejPQYWuRnMgqk8f6Ff/oD8+QP1CMZOvOPtod/wh/L2h//bL73s+nu19obMwWnex8k9dw+QLqwqyV9U8Gu4PtRbtfXOd4Oc6rcH4Y5Ey/MODJZceVd850vqEd/0rJlvBIZM+cnPfsP6ou/GAV/0QunW+/j7yfkHFz3OC36YfrG6/tDU8NsY23VwkxWbbDS2OpkuNfLeo+Pw7FN4Y+Op13Yv8fFSE9hwQJ1eXmFFcv/7Y3/fVJ85cpVc9v8OXDN74nigHjnhfT/EYDl5OT+AcDgmwGYov++M7Jg4YIF6mpKTo4w4En28XYH5mcba3OQU+Xl6TrHeB5A/gVFR16erj7e7nMtRz5geHgekr293Hx9PMBlczqwu4e7KyjOdXZyCFkXFBwU4OLs6OhgB4aCXJwdnZ0cHOdiM5ydHLy8vJycnIyNjdXV1VVVVecc0FoqKir/CcDzg8Fg+vc3/oUsx8B4/J/XzMuzf/ufIal19WoFVVVlXV1tQL+GRrrGJvrGJnqGRjpGhrqGBjoG+toG+tpGhlAfkqWFiY21uaeHi4+3e1CgLxifhtla6uut1dJUBdu8wjwfBA2CAzQ1NS0tLX18fMLDwyMiIkJCwtxcvVycPf391oWHxawLDg8MCPH28reDOe3ffyA0NNza2lZdXVNNTc3MzMzKysrIyABmZQmCKKGhI0sTVyeYva2Fkf5aTzd7H08nN2dre1sTTwaJczwAACAASURBVDdYdERATGRggK+Lv79rQIBbUJBHcLAnVPb7bwXYf8um0I0xgTERvjFhnhsivDdF+23btG7Ploj926IP79u8LTpgfZDL5eMJqIYCKZ/wfoIvYqO6cdVUdCmf3jDQA+9jNw9w28bFWF5XI4tUI6Q3j/fjpyVkMQfBp9TyyDVQohW7baC7mdFZAt5WjnAQEkbzKBcuIFWKuuqE5Kp+Wu3cnG3+VC9qbvgQclC/HSR8Ge96NYD9Ntn9ZbxL9seg7B1f9rn/8xjt4wjl5ywbFMOM8xHjfMQYr52FLmotuYVvzOij1gjJENyia5/iGzMB9AKW66fVc/EVLHSJqKtB1AUJRzxCZT+t/v0QZaC7mQLP66x91oUsFJBruYQqFqasB1/JRJfSEAVzimgNqTWHS6ga4SJ78ND4IgNRwEQW9qBLe4nVM0L0pyHqjBA924vpQZcykYUfBsm/pjnfxxm/pjmTvI5hRtNED3xWCAFwH62ij1ZBQ75k40sZmJJXQzQJFzMrZct+fpiSChsrCkvzsh7cuZyd+aC4MCMn+8HD+5dv3Thz58aZe7fOPbpz4d6NM+dOHDh9NKEk5+GYmC379frPr5MiPoWKb5L99XZ6iF2T//D8wW3RnpbPLx/+Oc6TvRd/EJPf9OHfiYkiClTb+2oAC/SoYQ58QoB6O0h6NYCf6kW/kRCnetFD7LapXvSPGc7P2Z5JYWc/rb6/q2FWQhCxW4TdDdODhDdD5PejtEFWK9TUWvUI35jJxZQN0ptElDrobwNfNcqGv5MSGagCZmfhMKd1kNkkYTT2UWvAvw4QxHpwpUJyFbOzkNae00utFzPQk/2soox75w8nnkrZc2Dr+vTE7cl74hK2rz99NDE9dU/C7k3hoV4bNwSnHdwFb6ltrq5kkSkzw2O5zzKcrWG6qmqBHt43L1zMfZaJam6hoHGZDx4GenirKyg6Wtoc2LG9o6GmpbywJv9FZ0NV/rMHB3dvPXpgz5n0ZFsTXUdr4/BAz5BAD39vp7Bgr8gwv03rQ6KDvWJDfTeF+8dFBGwM81u/zjvC3y3E2yk6yDPczzXE2ynE2ynQ3c7X2drX2drfDRbgae/jYevlZuPpauXlYunlYunjZu3vCQv1c/Z0NI8McIsO8nCxNty5MSzQHWaurbA52PH1AHm0B8VElU33YtnoMh6+6o2Y9GGYOt2H+TpB/2OaKWE0CslVU72o12JcL6Wyl1LJQOXRkTkSRv10X8c4Hz7S0yJh1PdRq0RdNQJSOR2ZQ0fmMFB5xOYMFrpkmAOXMJp5hEpQLNSDK2ehS7j4CgaqiI0pFZCqqfBcFrpklIvg4iskjOYJAUrU1TDGQ4JgqpGedi6+QkCq7sGV9+DKwQ8Lj1A5yGyZFeGYnYV8YgVk92C3SFnN032dA/T6AXr9azFO1FU3xmuXfeyVveODOyw/Z5kfh3CT/JZhVt0kv2W2DzEthL/qR34cws32dfyYov+aYXweIb0T42eEqGlBx4dB4msxYUaEey0h/pjt+eut4JWYMMpDfhih/THD+TzePSPCvRITvkwwPozQpvuxbyTQPbLZ3s4xTtsUH/lGhH3dj5niI8d74H2kqld96A+DRMDD4z3wIQb03TjEaR/uQYjoTXxSzXAP4q2UMsRpJ7a87KM1fBylj/FRxJaXNERBH62hB19JgedJ2fBxQedbKWWEi5zux80OENjYciGlTkCu7aM1DHHawcnpftxrCenjKP3jCA2UAL+Tkv+YZn8ZY4zzUAJijYBY14Ot6iU3sDrLh1gdYjpcykSysNUCVuuQCDc9TJ8aYo6Lu4UMXENZ7q3zJ3dvit0ZE7MzesO+jZsTN29P3rrr5IHUG8fPXkw7VvwkK+v2g+snzmbceph578mdizef3Hr08lnO88dZj+9m3L7x8OL5W8ePXjh48ERS0vFDqWf37T6ye8ehxISjCXvTd2xLStibduzo2R3bE7Zu2RW/efvWrdu3b98ZHx8fFRUVFOjvYG8dFR744O41fg+9vbXu6aPbD+9dhzfV3L1x6eSRg1lP7+dnP7t09vi5k+lnj6Wl7N+zKSYyJNDP3dnJzhpKezI3NjDU1dHRVHNzcgzy8w4LDgrw8fTxcF8X4BsVFhoVHhzk7RwW4Ja8d/upw6lx66MAABuuNTTRNzPSMdPXMTbQNZlTXk1Njc3MjU1gpmb2ZqZOlhZutjaB7m5bY6JPph68c+niqbTU80ePnE0/nLZv7+64Tds3rN+5MXZX3ObwoHVBfv6erm521jamhgaggFdLTRW8aFqbm9hZWzg72Dg72NhAL6Sac5YuYwC64AY38HmB8+ZmRmamhmCZmxmBGSjwEGBgG2tzO5iVvZ31PPeCA5itJTgPgbG1BQBgRwtLBwtLKxNIDzcy1tMzXGtmbqiqtNxQQ1Ft0YIwOwt6Vamgqry/qkJcXSWpqR6srRmsrZHW1gzWVEuqq8RVc4O+FRXi8nJxeTk09FtRAYp/Af0OlJWJSkt7C0v4eYWMFy+ZObms3ALay1xcxnP4/Qd1N25WXL6Sferk81Mnnh4/+vDo4XkAvp6SfC0x6fqB5NspqfdTDz87dOJF+umcY+dyT5wtOHWq6MypojNnik+fKT97rurchfITZ/LTjmQlpmQmHcxKOZyVduThgZQzmzbv9QmIsXf0t7BwNTRw0NF21NVx1tdz0NEGHAu49/f9PADPU+7vAAyunH/ISk117ozqXDHS/8p5np8EtlizylplNUxdGaauDADYUknBUknBerWirdKaefqFKSsBafe/A2A7NVVbFaixyUYZol8HDXVHTQ1HTY0gcxNvA11HdRWbNQo2iqvslFbbKa2e81cr26qoehqaWKqpa62Q3xa9vr6sEofCtsNRbXBUcxumpQ3fhiTBOyjQQlDhrV3wFlp7C70DzuxEsNFIqPEI2cZqa6K3NNCa6mh1VaTqcnxVGa6qlFBVTqyrJjfW0VqbGG3NzOYGOhSCVUWpqSSXlxBKi3AlhdjSIlxZEaGsiFBSgCvKw5QXU0sLycX5xKI8QkEOLv8lNi8bk5eNeZGBzHqGyHza/vwJPPNpe9YzBHTmeUdmJiIzG1rPX7S/yOnIyUdn56IysuDZuajnL9qfZbY9f9H+Mq8zvwiXV4jNyUcv0FTXAqyrtFpZRUkVeJgVViqC4/nfzgu/IARrHoPnhV8g+QL1GOznkHiVympFJYVVIAprPhALlB6BBCyQjKWtob4uwD/9cNrF8xdiYmIMDAzk5eUXL14MzM8rV66cp53fDxYtWrRoTv5dPCf/gv2SORH4v9svWwrpxBCszkm+4HgZNGH67w2Q9pz6+z/sgPkZIBw4XrZEbumilcsXrZJfvHLV0lWQ71lu+Qo5ebnlq5avUIQUYLmVqxYtVF+4IMLG6MrW8Ie7wu/HeT7d7CZ4ceYXPu8L/PE3xP2fHXd/IW/L8A9k+PvQHvvgL/SDH8g7X+C3v7Tc/tx4813l5TelF2YKz0zknpgqPCvNOkK7tJ18aQfjxn7UyS0lu4MyNnpc9bO84GPxPNajNS2acW3vVPHFn4gnMuJLGTVHxiqQ8UplvJJfXdl/dufK+BXfyC+Z2UeqjkVm7g98cSzu3sEN6TEuMTYqQfpyG6xUdrmZ7PYwTwtxPRDkdufgnsen0iNdHZQWLFBYsEBlrrwKFESvWLFCXl5+nniB0vs7GwMk/n9VgOel43kAXrp0zua+5H/ZAUBe2pwavFhu2RJ9vbXubk4B/t7A2OzibO/kCNPV0bSxNvfxdgcCLxByfX08/P28wLGPt7uvj4efrycoQAJ+ZuCUBg95e7l5ergA1rWD2Tg62Hl7eQQF+vv5ers4O3q4u4IFChIc7GGAgb28vOzs7HR1dYFUq6mpCTqQfhdy50Xg+ZhoQLzzDKyqqgq8x//m0b/1YWVl5d+1WVBmpqCwUkFhpbLyGm1tLSNjPWMTfbA3MYUYGMi/hgYQCZsY64ObAvZ21qAJGWRi+3i729pY6OlqaahDs8qqqqpA+wUlxmDqWEVFZe3atebm5u7u7sHBwUFBQW5ubtbWts5O7k6O7p4efj7egW6uXn6+QVGRG9bHbPL3D3Ryclm3bp22tvaCBQuWL18+9zegpqulCbMy93JzdoRZmxjq2NtaBPh6+Hm7OcDM3ZxtA/3cw0P8gvzdPN1gvl6O4SE+AX5O64LcIsN9Nm4I3rY5Ynt85LbNEfEbQ7ZuDNkY5bt5fcD+HTFp++OT927Ytz1iz9awLTF+CfFhl48nImrzZwZZ78b4o32UsX6qiI3qY7aLe1BjIvy0lDIhxg8JUWIuckJMHOsnjvcTh/gYPq2xG1shoDSM8tGDHPgAs0VEb+QSKt8NUd5KyR+GqTP96LeDBHF3Qz+tdoBeP8xp7afV9uBKX4tx74dIn0apf77u+TLe9XOW/XGE8mmU+moAO9OPFnc3ADD+MEyWfeqbFHZ8naC/HyJNCJACUiWi4l758zOdNY8G6PWjXPi3SeZrMQGk5vTT6vuodTxCJQtdIiTXSBjNPbhyOrKAjSkVdze9GsCP8zukbLiQUsfBVXBwFYB7KfA8QnM2vaOI2p7PwVXQEAXtFQ8ZnSVvBskfRroAWnDxFTxCJRdf0UetA4WlvZTaHly5lNX6c7bn7SBpgN44xkNKuhq56OIxduvHIcIwq5GLL2GhC6iInAFm4wCz+dUQ7f0El4lv+jAlln17K/v2Xvavb7I/P396PzXQy0K115cXZxXnP6ssyqopfVma/xTZUjEu4cj+9VH25/tJKVfIwg/wKN8+jIxKmGeP7Uvbs36du4WTkTKuLlf2afTnOO+jhDbN6xRgKzmdJUJCFRtTzCf+W+Ib5sDH+R2Tws651hYop3eqFy3qahigN76REL9NMmdFOMlcodGshCDlI2akxOlBgrQHzsKVDXQ3jXARzM5iIblmTu9CCAlVtNYcVkeRtLt5ph/N7Czk4stAs86EADnKhfMI5QP0elFXHajzAQFjA/T6MT5KysZO9HUXZ9w5tn9r4taonRuCk3fF7tkSsTs+MjVx68aYoG2bI9KSd+7dGbslLpKIQ+IQ8I7mRg6VNtQnpGKwGffv7t4c7+fmYqKto664SmHJUs01ih72Dgf37cl9loFpbW6pLCa01TWV5rZXF59M3pOeuONo0q59W9frqMjbW+p7OFoE+ziFr/PcEBUQvzE0LNhjU0RAXGRgfHTwtg2h22PD4qOD14f4RAZ6xIb5hfq6BLjbBXk6hPq6rPN2CvSw93eD+bnDvJyt3OwtXGAmrnamHo4Wc2K+TaA7bPuGkEB3myAP2+gAl+0xgeuD3M4f3oVvzH0jpnyb4Ez34qeEGDqisPbl1a72ggkBqgdXPt3X+XWCLiBVcrAlEkYjA1Ug6qqRshp7cMV0ZM4ot/X7FP3jCGmM1yZh1HPxJb2USimrsZdSyUIXsNAFDFQetj5jiN3WgysntWTP9GM/j9FBcjIXX8HsLObiK2jtecTmF3RkARWe24XIB3FT4J9e1NUApOBeSi0kXc61EPEIleAacC+pB1cqZTWDn825qlvUMKd1QoBkY4o/DJP/esN9NYAFeVpfJ+ij3NYPUuy0sG2c2zTBax7nNo9yGmd62z8N498P4mTveb+mWVN85LSg49MQGcDq5zH6dB+mn1YPMrEEpOrujsJxfsdfb/gfR2jDHPgwB5qn/TTa9VpMeCOBBtHfSYngP5Yv411fxrveD5Fei6Eys9di3Ocx2msxTspqBk9ymNPaR4My2KRsuJjRImXDJ4TocUGnhNk6l2KF6+9q7EIW0juKAOWO8jqY6NJeav1fb4ViRouI3iT7NDAu6BSQa3up9WxseReykNFZIiDXDnHaX4mJXyaYn8cZo7wOIaUOfCIxo62P1iSkNAzQ4f20VmgUv7v91UDXKBc3ysXxSE0UTEU/Dz0moXO62mtLs57dvfLo5qWMu7ef3r6Vcfvu/ctXT6emH9i2a/fG+N0b4/fGxu/buO3+hesv7jy+d/7ao6v38p6+LMzIL8wseHjr0bWLNy6evnr5ws1LF26fPH7pcNrptIMnDx44kZ56Linh2Pb4xITdh04dv5SednJL3I642K07t+/Zu3vf5k1xwYFBvj5eoSHBmzbGVJUXfXo7Lfv1tYuEuXfzcmVJXnlRzq3LZ+9eu3Dt/MnWugoSuj376f1jqYmRwb62FkZ2VmaWZoZgqFVfW9PYQNvc2MDSzHBdgO+G6LC4DdExkSERIUExkSGx0REbosMCvZw2RQWeOZp6KHHf9s0b16qqqygo6WvqG2gbGWgb6YGlAyUxmxiZWpqamenqWeobWOjpm2rrmOnoOlpYhvr4bo1Zf+RA0rHklOMpB48mJacnHti/bXtM8DpPB8cNEVFRYeGhQcG+nl7O9g6Wpmb62mvXqquprlHQ0VQz0tM21tcxMdQxN9G3NDO0MDWwMDc2NzOaB11AuRbmxjbW5tZWZkDvtTA3BgtALwBgYAQDIrAdzMraygwsG2tzWxsLQL8gDwXKxLIwtbcwc7aydrKytjU3hzzhJvr6RtrWNmZqSsuNNFevlVvw8tLpMTyaX1nWV1k+UFUpqan+96quggp+5xZQgH8HYFFFeX952UBZGTgpKi0VFhTzcgu6s7LpL7LpL3LIWdnYZxnw+w/qb96qunot58zpF2dOPT95/MmxIw/T04ECfDMl+er+A9BKSLyecOBWQsrd/an3Dxx6kJz2KCk5M/1w7vHj+cdPFJw4WXTiZF76sRcpaU/2JT5POphz5ETe8dN3E5MORURu8/De5OoeYGkJANhJT9fFQN9ee621upqFijLA3d8BeP4YUK6VmurvAPw7HoOH5s6oWClD6u7vQ7+Agc1Xr7RSVpzXh+fBGMi/dirKdirKtkpr5mB49e81SH+T8Oo5KXi1rQo0nwwM2HZqqoB+HTU17DVUrJUVzRXlrZQUHNVVXLTUnTRU7VVV3A0M3AyNDRVW661cvT0ypq64nEntJuIp8DZUa2tnCxzbCie0IclwJA2OoLbCyR0IJgLOQMAZyHYmCsnu7IBynjsQnJamrtZmenMDvbaKVFmGqyzD1dfQ2prZLY3dLS3M1lZWczOjrq4Lcj5XEMvLCUWF2MICTEE+urAAU1JMKC0hlhQTiovwleXdZSW04kIyWEUFpLwcXHZW54tMFIS7GcjnzxAZT9ufP0NkzgHwixcdT5/Dn2S0ZWZ3ZOeis16iMrIQzzLbn79APstsf/ocnpGFyM5F5+Rjs3PRmdkdC9YoKoEhXuCFBhwL4qxUldXmjdAr5OTn537nu38BBgMkBibq1QprfqNfxVXyK5UVVyspQFXAq1fKg/rf1Ssh2VBRfgWoQVopt2zF0iWK8is8XV2OHzty7crV06dPx8bG6urqLliwYPHixfLy8nJycn/zKfQrYFSw/x19/2+OIVJdunjJIsgLvXghhMFzg7vL5j8++LC/s+/vU8Tzx9Bly5ZCH205hMD/3i9bvnSJvNwShRVL5FcuXbFq2fI5AF6+fLn88hUKSxYvh2aDFy7UXbow1sny5q6Yh7vCn+0IeLrFg5t14icu5yvi0TfE3V/Iu38hb8pw92XYe7LO238hb/7Reu1T3aU31edel5+dKjg+/jJ9+MXhgScpvY+SRRnp3bcSqg4ENaRFth/fnLPV+7KP4UVPgxMOGufd9Up2B3Vf3iN+evh9xdUf8Ad/op786Hzyk5DxJyXrBznzT3qOjFv2i14gKDpTmh6asdP9ZXJo9pHN1/eGJgVarbdWiTRV3Gy3dq+n+X5fm6NR3lf3bnp8PHl/VLCu/JKVCxaoyUNBzJD6vWyZnJwcwOB5Bv4dgOdPrly58v8HAAMGBgAMROD5kWBgewZ3SZYtW7ZihZyOtpatjYWvjwfIuHJ3c3JyhNnBrHR1NB0dbIMCfYMCfedVX3c3Jz9fz3kA/r3718Pd2cPd2dPDBZQA+3i7gylfOxhUkwACMAL8ff39fKCuI2dHUHrk7uYC7NB2MBt7O1sHe5iXlxcMBtPR0QEArK6uDrTf3/3PAGsBBs97m1V+2+YBGJxTntvABwQArKys/A8FWEVFSVtby9hE38zc6O9laG4Bhn6NwT1g8LpoB7NydLAFXy+YeXZyhFmYG+toa6irKWloaIDPDggc0O+aNWuWLl2qqakJg0FfoKenp7OzswO0OXl7+TvYuzo5unt7BQQFhm6Mjd+5Y+/WLTv9/QMtLKz8/f3Nzc3Xrl3r7Oysp6enpaVhoKNlYWJoZ23h5mRvb2sBszZzd7GHWZtFRwT5ebs4O1i5Odt6e9j7eTsF+rmGBnvFrg+KifKPDveNDvddH+kfGx2wIco/NtLnZPrepN2xuzaH7d0WnrAjcu+28AM7o48kbXl26wy+rWJygPlujP9mhDszyBrk4XsorRxyUx8TOcjDjvTipwdp78bZr0cY4yKSiI0a5GEn+ikzg7TJAfKIEDPC6xwTYKQ97dB8Hb1RSKn9Ps3+8Yr96xUHkmtEGAmjEYjAUlazgFQpIFW+kxKnelFTvajpvs5RLhzqeuluGKDX91FrZkWYCQFS9kH4dYL+agD7agDLI5SDWloGqoAKf8lCF7HQRRxsySgX/nWC/naQNNOPlbJaBaRqYHIWdTX0UmoljOaZfiwHW8bsLO6j1o3xkK/FhC4oHbpJyoZL2fA+WgOPWM0jVnNwFfSOInpHEQdXMchqG2S1cXAVAnLtcA9CwmxlY0q7Owr5xCoJoxnQNQNVhGt4DkgSKGZ0ZAELXSLubiI0ZRHqn3NQhWJaHbszn9mZLyCVCyhVM2L8IAfeQ67jd7XxqO04ePWbMdHPjzODAtbIoODt7Miv7+/mCoG/yGRfZL8+/vg0I5N9lv3r8+vxvv4e0riE8+eX6T/ejUl76fdvnEhL3LgrLkhHaUFcqKuU1TnWgxNTWzkdZYO0pj/GmH2EanLTi0lex0hPG49QDmzPo1zIIjvKRQhI1eB2QB+1bpgDH+UixN1NEkbzOL8DQiBmCwtXRkTksogVJGSegFrb3904O4AXM5o52DIhuUbKah3mwAeo9QJ8paSrcbYXM8qFz/Sjv4x3fRgmj/MRwAjdgyvtwZWy0EXAgw0wWMJolDBbx4XEIR6x+PmNs2k7zqXtvnBk37nD+3bHhaXt33pg18Y9W2P27doYvzF0faR//KYIArod295KxXaS0R1EFALd1kzFdoq4bDaVhIG3IBrrmqsrGipKm6srOpobyOgONgXfVlmcff/6iIAp7MIT4fX3L526fDJtc2SgvbneOm8nL0fLyGDPnZuhu0KJuzZtjAzYuTlyS8y6eQYGx5siAuKjg6OCPEN8nMP93aKDvaKCPMP8XEN9XbxdbD2drF3tLJ1sTFztzH1cbQLc7SAwdrFO3hXr5WAa4e+ctD3K2WJt/tPrHycEsyJKVdYVAbHu8yhznIca7UH2YCsExJpPo9C9lVEu/OMI5bUYN9OPnhAg+cSKPmrV+yHC1wnaazHmtRgDwtjG+XApq1FIrhB3143z4cOc5kFmg5TVOECv7afVT/WiheSa7o7CCQHqjYQoYTSLuho+DP/bYk1qyeYRKsf5HeB+jbi7qQdXLupq4BEqpaxWUNIrZbVCZuw+zDi/Q0CqlrJav0+xPo/R5wzSzSM9bZPCjnE+YqYf/X6I9EaCn+lHc/FlIz1tbyT4t4OEt4OET6PUz2O090OEaSF8hF0/2F09xKwdZtWPchpn+xAfhyCz9K8ZxrSgQ4AvH2W3fhmhvpcQRtlQZe5rMUFIrmFjSnsptbT2PHxjZj+tHnzfSlmtg0zIug+e20w/lN31RoJ/I8F/HqP9Mc38Ntn9cYTyfoj0fYoB/rsAMfVjvPZZEWaAXt9LrZey4XN3XuDA3wHYdaoPK2G2ArIVUup68JWDrLavkywOroLUmjPZixHRm1iYstcS0oQQPdDdPMhqA9MTNEQBE13a39U42QvFQX8eZ7yGnNv4UT5azGgTUhulrI5XEpqU1SFmdkwIiBIWaqafOtSDmeqlDvEIn1+LejmY1rq8vOe3M+5dfXjj8p1LF26eP3fuyNFrp88/uHrzyc27T2/cf3zjzuPrtx9evXn+8Mlbpy89unzr4ZXbWXefVeaV1RRV5z3LrSisfHL36cXTV8+cvHTy2MWDycf37zt0YH/6ru0Hdu9I2rsrZdf2A7ExW0KDo2MiN+7asXfXjr3xcVvCQkK9vTxC1gWdOX2cgMf++PpJ9uv7909vpkfEA0JOc01ZTWl+eUF2TWl+TWn+iUNJKft27N8ZvzkmbNvGqC0bIjbHhIUF+QUHePt5u3m4Org6wVydYB6uDt4ezqHBfhD0xoRHR6wLDwmICA2MCA0MDfbxdrHdviny0e2rxw4mHUzcZ6Sjp7xqjZ6Gnra6rq6mvo6WgbamvpaGjraWnqG+kYWJqautvYu1jYu1jZstzMPO3s0W5mBuYW1oBDMxjQ0NO5accirtUOL2HZsjo+IiIrfErI8KCQtfFxISGBTg4+vl5u4Is7M0NTHW19NUVTLQ0TI11IOWka6lmaGtlamtFTTK9Lu0C+zNlhYmQMgFGAxI2MrS1MrSdB6MgQXaxtociL021ubzC/if7e2sHext7O2soQusLeytLVysbZysoBYoSwszM3MjQyMdA/21Opqrzdcqu5no0urKe+qrOaVFgrKSvvIyUeXfOnBN9WBNNdCB/+GCllRUQP7nCkgQBo7ogbIyYUExNye/63kW9XkmJSML/+w5+slT+P0HDbduV1+7XnT2XP7Zsy9PzzHwkaP3Dx26nXrwZkryjaSU6weSryQkXt6bcHn3/it7Em/sTbq578CNfXsfpCRlHEqDVmrq87S0jJTUx4lJT5NSMlLT8o6fzj97/n7KwfSY9XsDgxPWhYbAYK6GBjAtTXvttU56ujAtTSs11Xm4nYfeeUe0raaGC6ZmyQAAIABJREFUtbra79f8rvrOYzC4xlJVyVJpNZB25zEY5GOZr14JXNDAIA3SoW3VlKyV1tipKNurqgAAtlkDZNs1IPvqH3tb1TV2GlDz8JzOrGynpgqWrYqyjcpq6FF1ZQdNVTt1ZWtlqFHJWkXJ1cDYXFVTd5VyfGhUc0VdF5EKb0WiOnDt7dj/j7P3gGoq3f+9sQCi9Cq9996LjSJFehEBEVDRcRy7Y++9C0iR3kInlJAQEgKENNILSQihd1Cwjzp9DnftPDP5+55zz133vXs9a0+y2bBGA4bP8/uWjs6+DlQ/spPYiaF2dTOx3SwMlonBstESBu5EQwzchWFju7hoNAeKekZCIufWVqjrqLWVhkbysNghBIKJQLIg+m2lNjSQa2oJMBi+GoaHVRMqq/CVFX2VVfgaGKkG0kKTa2AkWNVARRmxrKS/ooxYXUmprqSUFuNf5ncXF/YWveyRYnBBHhZaBd1FRTiAuyXl+OKyPkC/gITzC7H5hdiCou7Ckh5Avy/y0TIb5BSUFVXAvFdFSVUS3ayuramjqgwlWmlpaGuoaSorqkhZV1r8++0QWHGj0v8BgEENkhSAVRU3KW9UAGPhjXKyAIM3rF/nbG93/NjRK5cuP3r06OrVq6GhoVpaWhBmyslJJdDrJce3dPp/A73f3gMIat06KDoYGh+vWycrKy8nt2HdOlmw1q+Xg9BWVh6s/+YoBq5jyPsLfbb8+g0QA8vJK0BlR7KboCgsOflNspI/HcSGG+XlNsmtl1fesFF53RrjDWuTfRyf7I99nhH2cv/O3L2+/MKz/yKX/obL/hX76Peu+39h7q5231/tuv0n6sav7dc+N116X3t+perH1xVnZvO/m879birv6Hju0eGc4+K804SbGaX7tj2LdHmx2+eKn/FRW6WLXnrXfA2ydjlgz8TN5J58X3VltePpKr5glSSZADPLoW5hdsXqUOOqoPkV6hn2XkbhQf/8jB3lx6OzDkWcjfZK9zFNdtNPcTFIcTHI3Gb3Y/TWm6kRBee/v5Aa66iruklGRmPDes2NG2RlZKCJuiy0EfAtA0uJ9z+Vz//PACx1AoNXX/LyQScgkl+zZo28vPymTQrWVhZuro5b/Ly2+Hl5e7m5ujjYSd4xnBxtgfh56xZvacyVl6cruHPrP6lXW/y8wGNpDRK4wcfb3cPd2cXZ3s7WGmr/c3HattUvMGDH1i2+Xp7uXp7unh5unh5u7m4uLs5QjKSDva2jgx3EyX5+Tk5OxsbGYJQKfLza2tpSAAb0K2Xg/wbAGpLjW/RVkxz/uyuQB1hDQ01XV8fM3MjG1sLG1kLCwKY2tubfbgPb2ljY21lJ7T3A8APeEa0sTY2N9DbrQL1N4P9cqoIGOXmbN2+2srLy8PDw9vZ2cXGxt7d3cnLy9PT28d7q4e4T4B+8OyE5bd+B/RmHkpJSdu4MCQkJ27EjIDIy0tbW1sjIyNnZeetWvwcP7sVHR1iZGVuYGB49fPDMiR+2eHu4u9hv9fVwtLPc5ucZErQ1YLu3/zav0J3bQndu8d/mkRCzMzp8e/hOn11B3tFhW5Pigg6kRn2/PyExyj89MeRQamR6Ykhi5LYj6VHVBffFrJ7FUcanRdEvb8YXRuhMfNsArlHMxi2NM97NDX5cFL6eZI1ycWI2dkZEnBOTJ/h97+YGJwUEHqmDR2qf4uPfTDPeTAzMCXuXx4kzAuwYE8Ej1LyfJr2Z6FsewU2wWt+M4V8N4yZY7dNc5DQXKSDWjTPbPs9Rx5ltwM4nojSycBWc3iohqX6K0zHHR3+eo/7rHf/XV6xpLpKMfNlV9xhReRcFe9DfliumNoPfv0Ez7dvxfjG1hY4p5xPq344TV0b7gf5zjo8B3SoDnSVTHNQcHwN+vYbaWSSCZ3ZvDaO7aogCn+Vjp7hoXn+9kNw8RIGPMTumuOgJNmqcBc2OmLhqXl8dGwcboyMWhT3jjA5+fwOnp4beVbEgwI3REZyeGjYORu4o5vTUzA1iuX01YnLzBL11loPk98G4fdVCUj27FzbG7hDRWj8tcuh9TTMi8uXTBxorcofZpJXZka/vl37//Ob3z8ufVmZez4rnxvmTIuYonzrMJQsZ/TPDzF/ezX5ZmWISOnMfXDl2MCFqp7utqbK7/ebmyue/vhlbGaVNs3tGKR0T1A5Bb90vs8yfJiijAy0z7I5ZDnJluOe1uG9xCDfJRs7w0FA/qgArHbXN8TGvhnsn2UhQuDrN7RTTWgnIQiq2fFHcOy/CvZ0iT/O7pnloalcZsaNwAF0qsQq3T3M7ISMxtXWEAhUFz/BQS6JusLsBWJeOKeXhYZzeqhEafIaHAlsbY4zWEXrbOBuzMk6fE5BmhKQ3U9y5YWovAvbwxql9u0Mjd/qeO5H59N6V+7cvoTsa4fVVLQ3VOFQrrqOFgEGK2DQRm8YdIIjYNBapj4hF9SBbu1obMW1NeDSC1N2JRyMwbQ3dLbWVLx69nx1Z/fJmaXTw89LkrQvHbY21PO1N48N3hAd6J0YFpsSF7AryTo6FjMd7E3bFhftHBm9JiAxMiQ9LiQ/bExMMVly4f1TI1ujQbZHBW8ICvEP9vcKDtoRs8wnd7hu8xTfAxz3Q12OXv29koO+uHV5h2z2igrwjdrgfSAyNCXKPC/ZcGmV8XRStjA58necwsTBeX8MMFzLWrowQuL218wKspCmnlU+oFVEaOb1VfELthynS7CDy0wzp8xzl7Xjfa3H3FKd9hNY0xfk7ahigr5jaCACYT4CNMxFAngDU/qBnCGzHjNLbRultDGzFNLfz4/QAmPa/GSMISY2j9DYevnaKg5pkI5dH8DM89Oxg18po/yQbOdBZwumFfZqh/vVW8GGKMsXpGKW3cPuquX3VwwNNk2yIh8cYrdNcJLevWkCsA/Q7O9g5O9j5eY7yZgQ7P4iYZEL0Oz+IWBKiXoswb0ZwP02RP02S5rio0YHmeV7Xsqh3ntc1y+kUEetfCSFvMFA1T7MQ/D4Yvw82TmuZ5SCnWYgZdseyCLfI7xodaB4mQULxOT56drATGCKmucjZwU6wmyZxuePejOFneKgFIWZJ1C2iNM4LcVNctJjWJiA18frrBwkNYhqkixYNtMwMYuaFODGtjU9snOR0Lop6p3ldv77mcfpqR+jtv77mzQxi6NjKUQYUY87rrwcz3gk2ZPQQ09pGGYhxFlJAbhGzUHNC/LyYOD3YI2ahR5mYcW7P8hhtdoj8eoQ+yu6ZF5JH2T1vxtlvZwaHucTONlhB1r3nD268eHIv59GD+9euX/vxwsMbd2+cv3Lj/JWHN+4+u/34/rXbdy/deHT9bmNpbc7dZ4+v3c97kF387CXsZVVDeX1lQUVTdUv+s8Ibl+6dO3Pt5LELRw6dAgCcse9wevLB+KjdIQFhu3aG74lLSozdHR4C1T5s9/ONCA25c+Mqh0Fd/evX1X/98dfvX3/5uLL61y9/ffnwenYc19HSCa8vy8u6f+3i9XOnIgK3Bfi4h273jQsLSk+MTYwMjQrxP5iWtD9tT3rq7uTE6PiYsOiIndERO2MigyN3BcZGhcRFh8ZEBkeFB0WEBYQFb98Z4OfpZJUct6s0P+vu1UvXL533cnHbrK5ttNnAWM/E1MDM1NjCxMjcyMDU2NDMwszS3trGz8PL18XV28nZx9nF18XV08HRwdzCQt/AXE/fXE/f2sjYy9EpNjTs8L607zP2H0hOObgvPWNv+r7klKSE3VG7wrf5+jnYWJsY6Bvp6ZobG1mZGVuZGVubm9hbW9hZmUOP/xE2S0e4AHSBgxecHR1sANza21lJjb5g0gvoFxiApR+S/oYA7ZW7O7m5Oro7O7g72f8bAFtZm2prqdqY6pppKO4LCxjCdBBKClmVZbzKckFVpagGBhgYpD1Pt8Cn4M3TTZATGGDw38RbDzGw1BI8WlMjLKvkFZVSc/PJL3IJWS96s3K6n2f9DcC3bsOuXK2+fKXi4qXi8+fzz/6YdfLU42PHIAb+4did74/ePPzdjQOZ1zIyr0sY+Nb+zNsH9z88nPnou0P3D+6/n57xcP+Bh/sP3E/PeHb4+8eHjzw/eiLr5Jn7R47+uCf5h6iYozGxsT4+W6wsHTfrOOvpuhkaACuvi77et8TrpLv52yW1BAM8lgKwxPoLjYX/oV+N/wRg6aQXsvuqK3+bjwUSs+zVVIGbFxrtqqnaqaqAK44a6v+bJXERSz3G/wiqoZmwk7amrZqKjaoy6Gey11Bz0dZyNzLU26ikr6JxODkD3dKBx+BRCEw3loDBEJGdhHZUfyuiv62DhOqkYrs5vTheT+8gBsvp7GIhUfQOFB2FYiE7WUgkE4FkIJHs9g5mezurHcHu7BxEdwm6ugSdaD68ldrUSm2G0+qaKDW1hApYX1V1f2UNoa6eUlVLrKomVFQTqmHEqhoSrIZUDSOWlOBfvsTl5WEKCrqB7zcvD/P8eUd+PjYvD/PiBTo7GwVWTk7nixfoly8hFXRxcU95eX9RES4nB5mf31VZSSwv7y8rw5eU9BYX9xQV4cBtubmdMnLr5RU3KmmoaQInsKqymqa6lq6OHhgCa6hpqqtqSJ3AYParuFHpW/oFSPxfJNDKalAU0qZvJ8DgqariJk1VFaCFBtNga3OzA/vTr16+cvv27YcPH54/fz4wMFBVVXXNmjWKiorS0d+39AupYSWC528RF4ii/9tZVlYeIO6/4e7/GYD/01EstRyvl9DvP2cFKPBZXgGaRsqu3yi7Foq8lpdTkN8gt15eXnaDuoKi+vp1phvW7fVzfnYwPis9LP9A4ItUb0HJ+VVa+V/43N8wD39F3/4TffPn1ku/wC/+3HT+S8OPn2rOfqg+867yzPvy07M5B6aep0+9ODyZf0z84gTn2fHOi3tfJPpe2m51K8Tpmr/VdX+LvHiP6n3bOk9EDT87ulJy/reG26vduasD5auMylVGxSqzcpVTvTrWvjrU8q47l5Z3En5hT8XxiLIjYXkHQm4mbju0xXKPo06qm0Gah8k+d+PjIe4PDsRkn8x4fvpgrI+D5loZdVkZDUU5+bUymzbKyUF529ABGBhg8IYNG4AWGgAwgF7g8v3/C8BS27AUgMF3wpo1a9ZJDukQWE5ObtMmBRtrSzdXRzCtdXN1dHSwAZkQwN+7fZuvt5ebj7c7sPX6eLt7e7n5+ngAygXQC/zAQALt7eXm7eUGeoCBi9jWxsrB3tbD3RXkPPt4e34LwFIGdnZycHZygGoDPTxAA5CxsbGuLuT+1dDQkMY+a0nKfsFFTcnx3wBYeifg3n87S2uKJCplCIDV1FS0tTWNTfStbcytbcwlQmhDSysTsEMsVUZJFVPg/c/ezgrIosCugYG+jr6+vq6uLoh6BuHwwMns4uLi6urq5ubm7u4OMNjPz2/r1q07g8JCgsN3JySnpx1MSU5L3J0SGxsfFBTs57fVwcHB1dXVx8cnMjLS29tbTU3Fy8sjOjw0NMjf0tTI293l8IH0pw/vPX5we/sWL083RztrM3cX26jwoNiokO1bPPy8ncJDtgVv94gI9o2P9E+KC05JCE5NCNm3OzQtMSxtd3BS9I4Dybse3zpD6qp/Nc56N8tfGKF/XBjikpA8MurNNG9lmjPB718co//ydmxKSFwaZ7waZ00LyVMC0uIoY15MG+PiGX2tfR3VjaVPi55egRXcI6FhCyLC1yXen++HPsxSZ/idrN7yGT5STG/gE6sonXkroz0/zQ7M8dHTXOQ4s42Hh02w2ldG+0bpLWAyLCDWEdrzBjqLwFBXSKr/MEX6ukD/ZYm5PNI7PNAkJNWTOgpYuIopTgdQ2C4IMVOcDtBVO8NDT7A6wIB3XoAd7K/j9tWAae0IrZXdU01Fl/bCX3Q3ZkGRsNxOGqZikNDAJzbSsZWAgcdZyFEGYk7QPcbs4BMbBaSmCTZqTtA9xYUag8YZHby+OhEZPs1Bi8hwNg4GJniLwh4RGT5Eal4U9giJTRRkyTClZYjUvCTofj9G/DJDm+J0iCjNg4R6MqqYR4QKV6YEOGp3/cIoTUDtOpIe892+2AfXzj67e6WuIn8A3zk+xHw1JVqeHV6cFMwMs1dmhudG2BRcW2n23etnDh9Niwvb6mKlp+hgqnLr/AEBDf31tWiGj6d1wYZIbQuC3lkOmt1VOUZpmaIjuLhKXk/VMKlhktE2PAAHLmggYF4Qds8Odi0O4RaHcMMDcFDWysPXgjTsIXLTIKF+jN3xr4+i1T9nf3szKGa08YkNXHztMLUFetBXA/yiAmIDiMIaIjeQkS97mrPomNLhgSYAwGCeP8ZoHWO0jjPbAABLJOtd0zzsOBvNwTcRkeX07vpRds/sEGWEjWcSkYP0nmEueXyI+fX90qv5sWcPbzdWlw6xKPT+Lu5AL5/ezyBgmESskEkcFzDYZByf3s+h9PSimuGw4trS3LqyvKbKly/uXYWX545xKL+9m/31zdzbmaHtrjYOZtq+zpZ7Iv1jQ7ZGBHklRgREBftEBfnGh++IC/cP9fcK9fdKjN65PyUmPSkqOS40MXpnUmzI7qig+IiAmLDtYQHeAX4uAX4uITu8wwO2xoeF7A4Pi94ZGBm0PTbUPy50e2SgT8hWl6gA96gA9/DtTpEBzlh40dIolUdopWNqfl0aXBD00tCVY3TEsrj/lahvnt89ze38usBcHMKKqc2SLqJabl/1b6/Zn+cor8XdQlItp7digtU6O4icYLVOcdpB0c4YAy6i1Eu4t0WilIaxcFV9Lbk8PETUY4x2IQnqoQXK/1F62yQbkjDwCfVAuv9+kvx+kiwkNYoozZxemIDYINVCr4z2Q8HF5CYWrordUw0Gyx+nB6Y4HTM8lJBULyDWDfbXAEX0BKtdRIHKiifZiCFywyi9BXCpgFj3cbJ/RYxZ4HfM8drnBxFzvPYpVusYrWmWg3wj7n0/1v9uFL8yDIU8j1FblwTdXFzlHBf1aRIyBi+LcG/EvXNcFK+nSthfC6LmJhltHyeInyZJU8x2Ab4GeCjomFJaVwkDW8bDw6BArCEskGcDdTT4R0NSUNS1KOpdGu6bF+JGGYhBQsMgoQH8sC+Kemf52DfjpI8ztEVR78wgBkyJP87QABh/WWCNs5CsHhjYIBtAlwlITeMspJjWxsXXsXpgvP56Pgk+N0yYEfVP8HpHubg5Een9PO/jvOD1JBTvLGb1jHH62ASEmIljExDjHMLEIKUw635hzqPCnCe5Tx4+vHn99qXLD67fyb7//Ma5a6ePnv7x6Jk7V+88v/v04a2H927ceXL7Qe7D7HsXbz2/9bg6v7y6oLI0u7j0RUlFfnnuk4Knd7NuXXlw8cz1k8cu/HDk7PeHTx85dOK7A9+nJacnRMfHR8UlJezeE58QEhjk7uyUEBOd8+zx2LBw9c9ffv36cXFufGp8eGF69Mubpd8/vf24ODsjFuDa4Zi2ppqi/Kz7t46kp4Tt8Av09djq7rTDyzVq547wgK3hQdsiQvwjdwXGRAYD3E2I3ZUYH5G0Oyohdld8TJh0xUaFRIQFhO7c5mJrGrLDN/vhvad3b92/dT0yJMRQR1dXQ8fM0NzcCHL/mplYmhoDGzD0VmxhZOJgbuFma+duZ+9sZW1namZjbGJrYmqoqWVrYgquWBoYOltZB/r6xYZHpiampCXv278v7WB6xr7klMiwXT4enraWFhYmxlZmpgCAQWWRjYWpqaEesPVKx7kAdMGbO+BYZyc7QLZgv9vN1fFvYbMk4wqEYIEcLDDvBfdLz+4eUD2kp6uTp4ujl4Mj9KewtbW3s7GyNnNwtDbS17a3MNBXlL11NHMIjWDWVrMqy7gVZbzyMn5lxRCseqS+brK5aboF/i0AA/QFZ6kEerQGEkIPV0H6Z25hCTU3n5Tzou9pVvfT55inz5CPHkMS6Ju36q5er7t6HXblauWlyyUXLuWe/fH5qVNPTp64f+z43aM/3PruyPXMQ1cPHLqafvBq+sFr6ftvZx64k7n/Rsa+K8l7Lu1JvJKcdDUl+dKexNsZ+2+lZ9zMOHjr4KFbmYev7D9wNjnlh/j4pMAAf3s7Zz1dVwN9D2MjF309F309L1MT8ACcnfV0nfV0AQM76+mCITDQP0uDr77FYJCDBaKwwPjXVk0JDH6lOViQ3VdDBTyVCqQdtdTsVFUc1NUA69qrqdqrqTqoqzlpavy3JdE/QxJrEKnluFnDSVvTTkvdSlnRSEHOVFHBcbOWh7GBs56OnZamjba2pa7hkbTDiKYOGomBReNRSFxXF6ED1d+GxLe04+Ft/S3tpA4kFd3FwmG5OCwXjWGj0MwOFB2BpCGQDASS0dpOhbdSWtvpcAnotrWzUBIA7kBym9sYtY3k2mZSXRMF1kiqqu0vr+mrgPWXw/ph9eSKGkJZJb64ore0oq+0CvLolpTjS8oJxcV9L1/iCgq6X77E5edjc3I6nz1D5OZ2AfrNykJmZSGzs1EAgHNzO/PyIAwuLOzOze3Mzu4oKMBUVBAAAxcV4fLzu3JzO1+8QIE7ZYC2GQx+AQYD6P0nxhkSSEuvKG1SlqLv/10IlqoEgJVUNimqbFJUUwI8DD1VUtioo6GppLBRQVZOXVlFcYOCoa5eVETkpQsXL1y4cPv27cePH588edLHx0dDQ2PTpk3AavufRlAJfEGn9ZIDQNH/4bx2ney69RvWrd+wXlZhvayC5LEcdPGfBY1/162XWy8L0O6/eYnBdcnwWDL7lYRBQ083bpJX2CAvL6sgt2ajLLQAA8vKrFeQldNWVNKUXWu6YU2qr+NzCQBn79uWlewmLDu/yqz6C5/7c+edL21Xfm2/8rnxzNe6019qTn6uPvWp8tTHilMfy05/LDu5XPDdTFb69IvM6ZcnhNnHiXcy647HQW1GcVuzk/yL0kNqj0S0nYjpPZ/Ie5C5VHT21/obq4hHq335qwOlq9TyVUrp6kDZKq1ylV2/jMomPvsBdjqm5Eh4ydGIvP3Bd3f7nQ122e9ptsd+c6qL4UFvi+932F+K3/H0u915ZzMvp8VttzHUkZPRUpRVVli3RkZGUQlq6P32gDThkuPfcPc/R8HgBunLCp7+51mK0ACApUJoAMDSEmAZGRlZWdmNGzcY6P+d8+zr4+HibA88La4uDsE7/UHmMyBeMOYF/cAAgP+/PUbegHu9PF29JOXAktmvpaWFiY21pauLEwh5Bujr7eXh7eXh4e7q6eHm5ekOJNBOjvagTtBGctja2lpbWxsZGWlI2BQAMGBaoGEGGVdgPixlXQDG4EMAjIECWUq/QPkMxM/AACxhVCgES11dFQAwmACbmUMJWFAQtCT82crS9J8SYEgObWlhYm9nBWa/YCzs5GhrY21uZKirr6+vp6enra0NIqYNDAycnZ23b9/u7Ozs7u7u5+cXEBAQFhYWGxubkpKyf//+fan7oSSSpH1Je1Kjo2NjY+MTE5Pi4hIyMjICAgLs7e3NzU01NNQkNmA5NzeXhJjosJ1BUbvC7ty4fjA91cHG8sLZU1RSf17O05jIUCN9bTtrsyB/350BfoE7fCJCt8eEbd8THZSaEJKaEJIcG5QcHbgvYefBlPB7l37AwMuXJzk/r4y9neYtiGlLo/TlKfbSOGNujDY7Sh3l4yeHyL9/mvn1wxSPiuYOdA7SuhiEjq7WipqSp3lPrt65/MOPP6SmRO04mhZz8ei+Wz9mFj653Iconx7seT9N//2t4N00ZZLbQcUUjbGahQMwIbmaiSuaYLW+He8fHmji4aGJKK2rRERpHCI3DJEbRmhwkJBEaM8DfbNTnI7fXnP/eiv48w1/eQT/Wtz38yLr/SQZMNubMcIUByWmtszxMTM89PAAfIzRzifUjzMRo/Q2Fq6K1lUGfqcXkhrHmYgJSeI0CvaorfwuA1sxPACfYHWA/GdI29xXS0AUUrvKxbS2haEeMa1tgo2a4qKBsvH1SD8IzuHi63rgufi2gkFCg4DUxCc2AhH1yhiRiavGtxUAeSQgZ1zzCwa2gtMLAyAhIDQCqB7noPgkOBNfP8LCMvvhI5wePycjZ3ONuDDfvfGhGUmRB/fGHEiJzkyJOZqRePLQ3tOHIH9sWlxwZlLE/vhgd8vNautktruYP7t56tMC/8M859MCX0TtEFLa301S5wahWbRQEkk1w0aJyc28nqoxKnyR38Xvg1HRpUPkJiGpEZpOU1vGmQgRpVlAbACbBYT2AnxrHhlZRMeUD/bXQTjEaGfiqpi4qkVRz4fpga+LrGkemoYpH6I0C8lNvP46Vk81t69GRGme4qDmBVgQIk1Fl4KJInhFwPh9nIkQEBvA3wanF0K1STZSQGqSyMuxs4KeGX7vwghpfpg8we9n4hHzo5zZUS6DgMG2N54+esDewqirvUHMHcC01+KQDSh4Fb4LPi6k8xl4Hq2XRcYySRhyD6IH1djVVoNsrmysKijPe1j+4v7d898vjXC+LI2u/vzm5MHdqTFBVfkPrp85XJJ16/nt8+mJIZlJEScOJabFBafGBe+J3Rka5LPT3zM+Oih9b8y+5Kg98aFQP3ZieGJcSFxUYGTYtqAdHn5e9r6edtu9nQO8PeOCg/fGRO2J2BUfGrR7V9CeXQFxO7eEbXVJDt8WE+iaGr2lLPvax1m2iNohpqOmeVjxQPvqx7GlITy9q0JIbCK2F0LCgZ5qiaIeGv8uCDEiSiMVXTxEbpgXdC0OYYWkegqqkNtXPcmGZNKzg50jNDint4qHh4FdhjFG6yQbMUKDdjfGmYgpDgqEPw8PwAf76wREqJ7q6wJzZbR/jNHOwlVRUMXDA/DFIdw0txMqECLU8wn1UC63hISBawAUAo/S2yZYHdJNJfBCiyjN09zOGR56jNH+ZozwargXPAaRWkBiIPnE9ldDXa9F6Nci9KIAOctFTDJbxJR6IQE2RKib5SCXBN2vh3pWhvvmeV3TLCTUgcT0mA7IAAAgAElEQVRFgZKn10PdY1T4PK/z9VD3YG81F1c5TGoQEetHB5pButUrIXae1zlEbqJjKwiIl5TOEkmnV/ssH/NK3PdK3PdheuDNOHGK2zlEaebia0UD8FdiSOf8Sox/O0GeE3SP0NvHmB2zfOzScN/7qQEw+P19hf9xhgZk0u8mKYBsAfT2teZz8XV8YiO+rWCIAocy7XldQxQ4E1fN6auFJsk87MLowJigj9hV21D5rKM+n0frnBUNjPEJhM7a9vrCzsYSREPRQDe8q7UC21LVAiuqKyssynn+4PaN6xcv3rh05ebl65fPXj599MzVc9euXrh+5+rdx/ee5jzOef4o68Ht+3eu3bp35c6zW09Ks4vhlU0tVc01hdVVL6sbyhsLnhcVvyjLeZJ/5dyNIweOZew7vDdp/+645KT4PbuCgvfu3n3h9OmUhAR7K/Pw4MDC3Kyf3i2/fTW/ODMxNylemh3/9G5h9fcvUAbB1w+rf/788/K8kE6qL86DFb64fe7knohgf0/nbW4OYdu8/T2dA71d40MD4sICkmLDdseGxkUHx0QGRUcEguTF6IjA6IjAxPhd8TEhsVE746KDEyT3RIUHhIdu93axc3ewunjq+LN7tx/dvXU4I8Pa1FxHTcPUwMTUwMTY0MzEyBxgsImRuYm+qau9o4e9E1judo5utg6uNvYu1nZb3Dx9nN1cbewdzK0cLawdzK3MdA20VNQcre0dbRxcHVx83L23ePl5u3s42tpZmJj+A8CmlqYmYAJsb21hZWYM5r1SAJYOb8H7u3TAK53xfgvA0pudnexcXRzAAspnVxcHaPDr5uTm7uTu5uTl5uzl6uTj5Ozp4OjmAHUjOTrY2DtA9mkLfU3bzWqwp/fZrY2CliZeTdVgVQWvvIxbVjpYUS6qgY03NkzBm6fgzZPNfwdBA7vv38RbAxPBqkWVlUMVFcLycn5pKbewhJVfSMsrIGbn9Dx+1vXoCfrxk46Hj+B37zVcv9l49Ubj1Rv1127UXL1Wfvlq0YWLuWd/zDp75tHJUw9PnLx77NjNI0euHjx8OePghX0Z51P33di//2pa6vmkxFOx0adio88mxJ2Ojz8WFXUyNvbcnj3nk/eeTU65lJ5x7dChc6npmdFRKTuD/O1tnHS13Qz1PE0MXfQ3O+vpeBgbgOVupO9mqOdqoOusp+Osp+Okqw3ODjqa0mWnpW6joWqvDSU/22ioSpedlrq9tgZAXyn9AtOvk7b6/2ieNaDSYHCbg6aqraoiJFfWUIGWuhqAYZDtLGFgLSfNbxckfobmzJpq9tpQrZH9Zoh+rTVVIVzX0/UwMfY2N3PW17NSV3PS099i73Dh+DlUKwbfQ22Fd/VAOc+0xmYMvK2vFUGEI8htHRQEkiZRO3O6kCxUB6Ozi9PRxW7vZILViqQ3tVLrm8kNcEoDnNLUSoe3M1sQrBYEq7mN1dhCgzWSYE3k2mYKrIlcVUcqq+kvq8aX1fRX1BBLqvFF5T0FZd2FZVDvUZFklVeRSyuIxWX9hSV9L4t7C4p68gtx+YW43ALsi3xMTl5Xdi46Oxedk9eVW4DNe9mdl4fJy8Pk5HQ+f96RnY16+RJXUoIH6+VLXE5O55MnbY8etTx50paVhczN7ZJR3Ki0QU5Bbr38JgVFoHlWVVZTkN8I5NDKiipqKurADKymoq60SVmahiUFYIDK0jQs4AH+H35WUlbZpKi8cRMAYIklGLqySX6Drpa2ksJGubXr1JVVNslv0FBR9fPxPXPq9JkzZy5fvvzgwYN79+4dOnTI2dlZYu9UkCKTnBzU8LteEoMkpa//OwCWXbNWbu06+fWyCrJyG2XlNq6XVVi7ThbyAv8DwLLr1gMA3rAe6kCSfP3//Vnub/urrITKIKn2erl1GzbKyyvIbZBfu0FWZtN6GaX1Mkqya5Xl1svKrFFaL6+rpKQju85MXmavj8OzA3FZ6aFPkr2fJjoLSs+tsqr/xGf/hLjxoen8F/i5Lw1nfq47+RV28qfKYx/LTnwsOfah6MT7wh9+qT79uiBzsfDoQunZoZwTuOv7q76PeRDvV3kssfqHxLYLaV1X0pFn4nrOJ/AfHpzJPfa5+vLvDTf/arv/F/LJH51Pfu/K/qOn4E9C2WvEc1rOmcrjUc9Stz3bG/AsLejRnh03Y3x/2GaT6WOZ5mac7m7y/Ta7cxG+t/aE3E2PfvJD2omEEH8HUyNVeVV5GUWF9fIb1q2XA38z0hcBegBeCIDBYCAMFNH/byFY3wLwt0NgGRkZII8HSWngqYIC1MlkaWECaNbO1tLK0tTF2d7P11NKv6DUV1rw6+3lBoy+fr6eAHrBDWD2C8bFYAJsb2cFevY83F19fbw83F1dXZw8PdxA75Gjg52Toz3oCbS1sQJF8+ZmJsbGxubm5nZ2dvb29qampgBZvwVgKeV+C7pSKgYf1dTUBJJpYMcFAKwuOcDsF8iS/0kggyqptLQ0gATa3sHazt4KTICtrCFhs5mpIahGAMRrY/0/lmAQnmFna+ksKX+AgqAlh5aWlrq6uo6OjoODQ0RERGZmZlxcXHp6+tGjRzMzMxMSEiIjIxMSEtLT0zMzDyftSU3cnZKSnJaSkpqWlpGamhYTE+Pn56eiorJu3RojIwMjIwNTU+OAgB2hocG7gnc62tpoqqrs2OLn6eqkILvW3trCf6vvreuXSovynjy8ExEWZGdtstXXLXTnNl9Ph7Q9kakJYXuiA/ZEBxxJi3t6+zyuAzYhpCxP8v78OLf6ZeHtzOAUnzgnGng9zlwaZ7xfEi5OMl/PcKaGyaTuRnRLaW3pk7tXjl778dDFkxnHM3fvTwpLSwg9tDf65KHkH4+mXfhh36nMxOPpcTfPHkTU5M0OEd9Ps2cFPUsj+HEOYpBY29f2XExvGGE2zAy2THLgC0L0L0vMKU6HmNo8zmwbY7QCRfQcHw06cj7PUecFXe8nie8niasfhP96J4SiqtjI9op73Y1Zb8YIE6yOSTaS0F7Aw9dOsDrejBHejBGY3ZX9bfkg70dEaQaRVyO0Vga2AuDcGKO9F/6C1lXGJ9TP8THLI3huXw1kEpYoHmmYCmJHEehAmhnELAz1rIwR34yTZgYxowzEGLNDNAAVJk2wUTODmAF0GQlZLCA1DVHgrB7YALqM2FFE6Szl4utEA5DJkIAoJKNKZgYxYlrb0lDvCK2V01NDQhQNUeCLol4RrVVM7xgaaBthdIoYqMWRgTkxeYzXd/H4XhcLTQN1OVOdTdaGGnYmmi5Wej4OJt72xu7Wuq6WOg5Gaps3QlVqAa5m+Q8vTrD7flseneLh3k/TX4+SxpgoJq4GkmjS2scY7Vxc9edp6tdZ+s9zjJXhnilm+7IIN0SoI3UUSrymXQBsZnhoqM1IEjUE2InbV8PD14KYaKi/lI95O0FaFPUsDfeOMRGg4RnXnMPorhymtswMdk1xO0dorcMD8HEmYoaH5hPqZwe7wJed4aHnBVjQODXGgGqWpjioEVrr4hAOaG4Xh3A/zdIm2MgxJmKY2iokN4+z0ZPc7gler4iO7WouWxznzY8P5j6+dSA5ztnKOCM5eohNrK/M7u1s6EXXYdph2I7qmtKsfmxjXXkOoqkY3VrV3lhUX/GiuuRJWf7Dl89vNJQ+z3tw4c3k4Opf7zLidp47krQyBTnb+1F1b2cGZwQD107vT43yP5oWtTdyR+beiO/2746N9A8O8IratS0pISwpITQxLmRPfEhGamzy7jAJAG/d6e+5xdveyw1qAPZxtI8K9N8XF7M3JiIpMmRfTGh6XNje6MDk8G0hvrYHdgcgarN+XR4aY3XOCnoWhnrIHaVDpJZhStskC83qrmZgKt+MEme4XZA6AGohgsa/s4NQ5e8Up2N2sLMXnr0k6v44TRYQ64DwAcjIxxitA51FdEwpCGEWEOuEpHrJvhJUXzTGaGf3VC8Iu1+L+2Z46M9z9BkeWjK/RY3S25jdldiG53RMeX9bvpDUSMeUg58XKroUBMUtCLsXhN0gIXyM0S6iNI8x2sXUFk4vDN+aR0WX4lvzxNQWIKcH1Vngp1JSZkZ5P0kGlt03Y/hxevMCv+PNCFYyB0ZNs9smmS3j9GYBvkZEhOLZBntrFgYxHyfIK8N9r4S410M9XFzlJKPt7UjfBL11YRD9bhQvwNfw+2BzXNQ8r3OMCh8daJ5ktM3zOt+O9y8Iu4epLVx8rZjWuijqWRkjLA33gqLvRVHPnAA7J8C+myTPC7vFtNZpHnqchQR2hmFq68JQz8cZ2isxXkhu5uLryKgSLr5ujNkhprXN8rHvJimLot7XI/0EROEEGzXG7ABReQRE4Zyge3mU8HWR/fsKHzL9jpNWxohvJ8hvJ6lzYvLcGI1BbIOVPCzLu9ODrBYwsHw6BtVcCit+0liZg2wq4VKwhK5mVFN5ed6TB9euPL17+/Gt21fOnTtz7NSPJ85cOnP58tkrx787fensteuXbl4+d/XG5ZvPnmS/yM7Nevy86mVlXXFN+YvS/Ee5hU8LSrOLKwuqmiqbH916WpD1Mvtx3vnTFw/u++5QxneHDx47lHF47+49Z44fzUxP3eLltmunf3F+zviw4N3ruUHWwNSo8OObxT9+ef/nrx9+//ndn79+WP3t0+rPH1d//rgyKaZ2o+5eOH1i/97EsMBQP4+trvaB3q6xwTt2+rqHbPFMig5NjAzeExMaF7Uzcpd/WPDWsOCtEWE7YiKD4qKD42NCknZHxMeExEQGxceEJMbvSogNjYkMitzlH+rv52RtevRAes6j+1mPH1y7eM7b1dVos56FsbmZoSmgX0tzGwszaxNDC8PNRjG7ora4eZrpGuira1noGzlaWDtZ2tiamDtZ2vi6uO/w8vV1cXe2srU3s7Q3s7SzsDIzNDXQ0ddW09JW09LT0jXcbGCoq6evs9lY38Dc2MjCxNjU0MDUUE/KwFJ/LyBeaX4V2NeWPnVxtgcMDBqPpO4nqRAa3ADo183VEZr6erh4ebo6u0AlSZ6S6mMfJ2dvyfJwcfbydLWyNHG2s9JX37TNwRJfV0Wrr2bXwoT1NQJYFa+8jFNawi0rFVRVjtTVTkhswFAOliQCegQGE1dXgzVUXSWorOCXlg6WlPCKi7lFRaz8QkZuAT3/JTE7B/foKfrh485HjzsePmq+c7f+2o2mazebr91sunaz7vqN6ivXSy9fKTh/Iefcj8/O/vjk7NmHp07dPXbsxuHvL+/PPJeafnbv3kv7Ui8k7zkVF3M0KvxYTOTJ+JgfoqMOhIakBvgfiYo8Hp/wfWzsyT17LmZknEhK2Ru8M9F/x1ZrCwcdTVcDXU8TQyddbTstdWc9HS9TIy9TI08TQ3cjfVcDXQDGTrraLvqbnXS1pfTroAMB57cAbKWmbKWmbKOhCgBYOt0FCmegUgbVRwCG7TUgkzBQRNtrqNiobLJTU/oWgJ00NVy0tf6ZAH9LvzqOWlpOupsdN2v9jb46GjaaGhaqKibKimbKKva6uh5mZg4GBkbKKo6GRt8np8Belgz0M9pbcUgEHosZaG7pbm7tRXUNtCKILR2UNhQVhWZiurk93fxuDK8TwWqDUwEAd3SxO7rYCDSrFUlvbBmoayLVN5ObWqktCBa8ndkAp9Y3DzS2MJrb2dWNpJpmSi18oKaZUtVALq8llMLwpTCol6i4qu9lOa6grPtlWW9RBR6slyV9RaV4QL/5hbiCop6iUmgsDNA360Vn1ovObwEYTImfPUM8fAjPzkZVVJAqK8mFhT15eZjsbNSjRy23b9fdvFlz717j06ftL16gZYCqWWmTsoqSKgBgbU0dLQ1taQ6WproWUEEDpgVDYFCJtHHDJsWNSipKqqrKatKILFCABLqFobOikvLGTUoKGxU3KCgpbFRTUtZUVdPR0FRTUgbXAR4rblBQ2aSooaZuY2Xt6uoaFBSUmpp6+vTpY8eOhYaGAnJQUVEBo2BAWUB2C3ALPAbQBWhs7T8HmAb/c5u8zBrZNWvl166Th4bA6yRLYvpdK7NmrYykyHftGrm1a2TXyMjJyKyXkZFft1Z2PeR0lZNdIy+3Xl5uLThLOpDWSaqA1397lpNdIycrs1FWRklORk1eRn0DZJfV2CCnp6q2WVlFe8MGDRkZe2W5g9tdnu6Pyc4IAwDMyj+xSi9fpRb+jn3wE/ziH4jLH2tO/Fx38rf6s7/VnP5SceqnkuM/FZ/6Unrq56oz70uOLRUen3l5ip99An/7EOJSRsul/W1XDtWcSqo8El37fWTbiSjMj9ED1xMFDzOmc47M5x9bLj33pvrKcu31edi1ifIrw6VXkVf31Z1NLPou4sXBsKz0sAfJAVfCPU7usE9zMcz0sfxhm92x7fangz2u7w58lB79KDPh3qGk76MCwzzsNeVlFNbKqKluklkrs1Hx712JfxvP/pscWhoTraAg6QqWQO23umjpHFiqoJZ+CpBA/9vehxSzwSYI6ECSvOAyipsU1FQVDfR1rCxN7SQZDx7uziAO2s/XE4x8vTxdvb3cQKmvj7c7CLvy8XYH814AwOC8xc9Lkvzs4uhgY2VpampiAJy9ri5Ori5Ojg52drbWNtaWNtaWTo72AICB+NnZyQEMgX18fNzd3SWVP2YGBgbAUqulpQUmuv82BP4WhqWPNSWHNIMKsDEkcVZRUVJSUlFRUVZWVlRUlO4yKCsrqqoqa2lpaGlp6BvomFsYW1iaQIYkc0MbW3MQhgHt10rUziD70cHeWpoPKY3NsLI0tTA3NjAw0NPTMzMz09DQUFJSMjIycnd3T0hIiIqK2r59+/HjxzMyMkJCQhISEsLDw1NTU48cOZqcvDcmJi4lJfWHH44fOvRdYGCgiYmJgoKCouLGLVt8Q0J2evu4+wds9fB00dXVkZRM6Bps1jEx0Dc1NDDS0zU11LO1NDPS07EwMdyflrw/LXnHVu/4mPCUPTHR4QEZydFnjqY/vXsJXlO0OM57vzAySMXNilmrnxdXpgYFVOwop39lkiOiY3vbK8mYhqrCBzmPL16/cOj00aQfMhMOp0dnJIftTQg6uDcKrEP7Yo4e2HP8UMqRjN3794R/vy/6WEbcjdOZTWXPkHUFIyzsCKNroKtyarDrzSRhZRzf1/Z8nA1f/cSd5sF/eTUA2QIluazQL8fMNjqmdEGIeTdBWBnt+2WJKSDWQZFXv4x/mqFAmc9Q9hVzbhArIDR2VD6kdpZ9nKKKyPCu2mflT3+c5WHeT1C+zrPmBrFMbNW7cfJPM/T3k+SvC0xQasrCVRERL/tacoFSV0RpZmAruhuzBjpL5viYeQEW6jTCVYO+E2JHEZAyMrqrJjmdK2NE8LvyCL19kNAAVNBcfN0oA0nDVA2gK7j4hkFCk4AEF5JbuPiGYWo7F9/A7q3jE5uF5BZOXz0dW03DVDC6qyTxWs28/sYxJopPbKagKzj4pqEBBBFZPkhpWxwlzw0T3s2yPr/ij/F6ntw4eXBPWPh2N19HCfeaa1vrKnpY62x3NfW11TuSFEZCwn5ZGl4ZY44zcVCQLLFZTGsbY3aM0tpHqNCwDlh5JRG+9XNc1IdxwurP45P01qH+2iUBhtldCaJ0GdgKZnfl4hDu92XeHyuDP83Sfl/mLY/ggfgZVCK9Gu4VUZpfDfd+mqGKqS2snuqf5uirn8SzfAwdW8Hrr5vkoIapLQPoUj6xYZTRTu0qY2KrKMgSameZkNg0SmsHsnDxQCu/v2Gc0THBRL4S9QkIjUOkZkgfLuoBps15QdcIvY3XXzfOQb0epcyJSHMiytuZQVpP660LP6TGhUIlusFbg7e5pSWEdsJLulorelGwbkQ1vb+NRUJR+1rIOHhfZw2ioaiu7GlDRXZbXX5zdW7ly/vtNXnwiufzw9Qfv0s8lh7918fpTwtDU3zCFJ/4aoyx+nXp1Rjj2bUTu0O9DsYHncpMOJwWezgj7lB6/OGMuIyUqOgwv8gQv317wlISQuMjt0eG+CXFBSXGBIX4u8Xs2paauCs2OCAjLvp4empiWGByRFBGXFior1PSrq2JwZ55984MDSDeT9OnuOjl0f5xVsfScC8bBxMPtL8S9c9wsZMsFFDUT7E7l0fwAmIDCJcidRR0Nz5j91S+nyROshHcvuppLpLUUQCqsIWk+sUhLJgSvxqG2rN/XmTM8dHvJggfp8k/L7LAHH55BA9w9OsC89VwL5j3gmQ4MNoFTVfLI/gRWquY2jLDQ0O539QWUA4MDeclEvchchOzu1JEaSYji7h9NZyeGnJHMb+/ob+1gNheyMBUQls81DYRGb4s7p/nd0+yUEtDvSIynNNTszyCXxJgloToDxP4Xxdpn6cpc1zUCKVphNIk7K8Xk5slDvn2YcgpgFt9J/o0SZnjosdpbQx0Gb+vdoLePs/r+jJD+zRJGSY1icnNc1z0h3HS66EeMbl5hAKll69+Gn0/NQDC6lbGiJ/nmZ9m6W/GSezeGj6xEfxojLOQY8yOcRZygo0CPUbs3prXI/1vJ8gCUhMTVw3qykUDLawemJDcDL7CKAOxNNz3dZH9fmoAVBy9GScJSE2DhIbXI/1fFlivxPhJTufMIGZR1DvJ6aRjK9H12cQuWB8a1lSVjWoubqnJrSl5zB3oejMn/PJmgkVC4RC1OERtH6qhJOdeUda92xdPZt27c/zQwZOHv3t44+aT2w/uXrl56/Lt6xdunDt5CWoaOnn+0vlrN6/fuXLp+o1rN3Nz8gpzikpyINlz4fOX2fezsu9nleWWtsDgDVWNT+4+OX74xHcZ3/1w+PiBfQf3JaUf3n8oaPuWbZ5uh/aldDTXrsxP/vHl/ftXsxMizl8/v//z67s/vrz948vK75+Xf/m49NtPr//8vPLl1eynucnu5rozB9NiA7YGeTh72Zp721n4OFpvc3MI9HXb5e+7O2LnvoTI1PiI3VHBSQnhu+PC9iSEA+LdFbJtV8g2MAQG6AvoF1BxQmxoQmSIr6vTVg+3E4czC3Ke37t5bVdQkJ6mppGevpmhqZmJpaG+ibmJtY6mvp6OSXLC3hD/nb7unrbmlqb6hpbGps629u6Ozq72jt6u7r7unr7unl4ubq72jvaW1tam5lYmZgY6+sZ6Jib6pgY6hjrq2tpqWvraeqaGRqaGRmZGxubGRgCDLU1NbC0tHGysv93aBm/ljg42ILkKWH/BU3c3Jw93Z3c3J1cXBwC3bq6Ozk52gJDdXB2BPdjDHSJbTw8XcI+3lxvwAHu4OHq5Ovm5uPq5uvk4u7g7O/n5ejo52jjZWlobaPtYGpPqYbTaKkpp8WBNlQBWJaz+nzVUXTVUXQVCsKDi39pacXU1GPbyiotZRYWckmJAv+yXL1kFBcy8l6z8QkpOLiU3j5STh33yrA1C3+u11643XL9Ze+Fyw+VrTddu1l+7UX3pWunFy0WXLr+8cjn/ytVn587dO3785g9Hbx49dvPosauHj1w+cOBy2r7zKXvOJMaf2B17IiH+WELc97HRh6MiDoaHZ0ZEZITsSg7cuS8k7EBEVHpY+J4Af28zU3cjfcC0jpu1vh3wuhnqeZkauRroWqurmCtvstVUk2KwlHut1VXAAhQKgai2xPqrqWajoWqtrgIoV3p20FS1l4x8XTZrumzWdNJWl4ZgAXswiIZ21tH4Nt3KSVvTQVPTUUvLQUPbRkXdVlXDSWuz62YDFx1IsG2mrJQUFJgZE+2wWcfLwsJURcVKW9vZwMhCU8tIWcXNwuKH1PT6whJyJ4bY1dvZ0duBwCPa+9sQ0GpHkhEoSnsnDYVlobDsLiyvC8vDogcxnbwuJAeFYKHQ0Pi3FUlvbh+AzL1tNHg7vQXBgLczm1rpDXB6fTOtrola30xrbGE0tjLrWqjVcEplE6WikVzRSK5solQ302BwejGsv6gaX1RNKIYRi2HEwqr+3NLeF4XdOfmYnHxM7svu/KKeguLe/KKeFwXY5y86c/Ix2XldOfmYFwXYnHxMVi4692V3cTmhuKw/72X3s2zk42ftT7M6snPRL/IxuQXYJ88Rj5+1g4vPc1BPszruP4Lfulv/NwADjlVX1dDS0AYArKqspg55CaFiJDUVdUC5UjMwsAED6JXOfpU2Kf9T/6sqjYPWUFFVV1ZRVfwfFbS6soqmqhoAYDAZVt64SQrAmxSgKh1lZWU9PT1nZ+cdO3Zs27bN3d0d/Mb/nwAM2AmgL8AhYApds2bNPwj8938lJCy7RgYaAq9ZK7durTy0JKVI69asVZCFXLsK69YprF+zca2MdG1YJ6OwHloSMfNaRfl1ShvWK21YL72itGG9ykY51U3yaoob1JUUtNWUtNU2bVbZoKsip6+0Xk9xnd4mOd2N8rqbNukpKuorKGjJyFhvXJvqbfsgNfx5WkjeAf/cfV7cwtOrtLJVaslfPY+/tl35E3Htt5YLfzSf/63+7K+wM1/LIfT9Wnb258pzfzVd/bX+4pe6ax/qbkyXX6U+Pt5+cR/s1O6svYFPdm99Eu9dsHdr1YHtjUcCUCeD8ecjqVcTmDeTePf3cx8doj/I7LuR2n5ud93J2OLvIvIOhefs35W1f9eTtLDbuwPOBrsd8bPe52p0yNfqeIDTmRD3KzHbH6RFPD2U+OS75OtpsSfiQ+O2eRioyCvKyqirKa5dLyO3CQr4ktKpVJ8sBeD/BrRSJ/C3LUf/fKUN0o/+mwH4PwXwUgD+h4FlZNevVdiwXl1NydBgM6j5cXVxAOgLLL6AgQHfSst+wQ3AEiyd+oLJsLeXG3hj8PRw2bbVx87W2t7OxsHe1sEesr7Y29kAJP5WDg1E0eDsKzk8PT1tbW319fXBt7GamprWPwfgWynuSh+A69KzZNz7PydVVVUw9QVnRUVFMP6VILGSmpqKhoaalpaGgeFmaxtzO3srWztLewcrF1dIEw58QeDtEGwYS2sSpI0I1lZmlhYm5mZGJm3o1YUAACAASURBVCYmmzdvNjc3NzQ01NCAMrFsbGxCQ0MjIyMDAwNjYmLi4uLCw8N37969V3IcPHgoM/MwQN+tW7ebmZmFh4c/ffp0797kgIAd4eFhPj5eWtpq2jrqunpaWtpq/2hDoL40UJmmrqykra5irL95k/x6I31t/c0am7VUfTxd/Ld5+Xo4/Xj84KvpodW/vnxannozPzItYkwKGb99mF8YYb+bFY5y+lur855eP33haMqxtNijaTGZeyMyksPS9oSkJ4Ue2Bt+MDUiIyk8NSFkbzzkH05LDMtICj+QEn1wb8zhtPjv9yccSY16cOV4W1XeALaRhK4VMzFDA4ju5rye1jwxo22CgxgaqH8z0fPTAnGK27IwhBxntrwd7we9R8sjvW/H+//1jg/qjj7PUVdG+6Y4HcD0CwHwZ/HqO5GA0CgeaF0W9y+L+wfx9T1NL0aobeKB1rdjpFFa+xS7c4wOWXNXP42uvhMtCLunOCgGtqIX/oLTCwOyZwqqeJyJGGO0A/srA1tBRZfyCfVQYyoLOUhooHSWgqgbOraS0lk6zesCEyFqVzkdW9nf/hJUIg2gy+jYanxbIa45r6s+G9OQQ8NUCUhwJq6GjCojIUvp2Gqo8oSBFA20cfENrJ5aVg9sktMpIMEJiGImrmaI3M7BN7F6G9h9jYPElqUxyvIkTcxCr0xRV3+bXf08/m6GNy+mrUxypvhEHqmDhmsio2pEA+hJbs/Pi8I/34wuichCUpuQ1DZCRYrIrVNsKIR5dKBlioOaHez6J92qZ/W9ADKUkhuF/bXvRvr4vdXc7opJKI6rExCygNjwWty3PIJf/SRe/WN29fPopxnqJBvJJ9SDLOvhAbiY2tLTnAP6k4cH4Kye6jkBdvXj8McZ6hgTQcOUk5BFdGwFE1fF7oXx+us4fTXIqkc9TS8YmMohUjOg31Fa+ywPIyLDub21JETRMKVllNa+IMAJiU3cvpoRStMEAz7HRYmpzczuSl5/vZiG4PY307vrxzi9g2RUa3Ve+Yv7tSVZOEQ9b6Db39smJXbHs7tnGyuz0C2lmLZyVHNxW10+HPYCPIXDXlQXPawre9peX4BtKUPVF+Q9+NHP0eB0Zuw4t29xZODdDO/ra9E0r19MR7+b5Kz+uvjHm/FBYtuzq8dCfG32JexMiNqWnhR6KD06JT4wKS7gYGrEwX2RidHbY3b5xoT5pCWF7k/ZFR+5NTrUO3Knd0rkzugA371RwUf2xh1ICIv2d0+J2J5958z7afaXxcG/3otXP4+9n6K8nSRw8NWDhPoPkwNT7K4JZucwpW2K3fl2jDTLw0yxO18N90qsuU0gAYvdU0nHlApJ9cAtvyDEgNypCVb7q2HcghAzL+ia4aE+zVA+z1F/X+aAaDEeHjZKbwN8K6a2jNLbZge7lkQ9c3yMmNoyL8CCpl9gDP4wRfkwRVn9MvZ2nAj0zOA8Owj1dQMZxWB/HR1TjmvKHqG1TnM7f1/mjTM6hkjNE0wk9PL11g5TWsBLCdzv0Hej5MUdpbXz+urmBdg34t63oz0fJvCfpghvR/rmeZ2TjLZJRpuI2Cjsr2dhKgT4On5f3TCp+eME5acp6vsx0hQHJexvgJq6eBgor2uC8mq4d4zaNsZon+Wg5/iYhUEs9D0s7IGQW4j7NEv/693Qb8uDr0f6p3ldr8T4Lwusd5MU4M4dZyFfj/QvinqBX3eIAhcNtADbwsJQz/IoYWm4b2YQw8RVi2ltnL5aTl/tzCBmkgP9y/B1kf1lgbUyRlwa7lseJSyPEl6P9L+bpICuo1EGJFsAVcCzfCxkjmgpqMy/1VD5rKrwQUPF86rCB7DiR8Mc/G8fZ1dmBa+meD+9nhhmE8pyHxRn331y68KzO5fLc7OEDBoJi7l48tR3afuf3nlY+qI462H2+ZMXLv145drFG/fvPM5+nvvk0fM7d+49uPewuqS6OLso50H2sztPntx6/PT249xHOcXZhQ9vPbx6/vLd67fvXLv1feaR1D17E2N379zunxQT2VJX/nF5/vPbhbeLk6u/foR0zv/6+Y8vb3/+8OrTysy7pYnluZH5CcHkMHtcwPjj7StyR+vV40d2B/sHe7l6WJu6W5kE+bhtc3MI8nPf5e8bEbglOnh7fERQQuTOmIhAIH6Oiw5O2h2xJyE8Ljo4NmonBLqxoUm7I/YmRacmx6TsidqTEC6B5Kj48FB/H68t7q5JMVG3rl569vDe0czMHb6+hrp61uYWFmaWKkrqBromXu5+W30D46ITt3j5uTs625pDbiQHKxtXe0dXe0dHa1tXe0c3BycAw47WtjZmFpbGphZGZib6pib6psZ6JvraBps1dHTUtfW19Yz1jEwMDAEDmxkZmhkZSgKxTG0tLf4t3UO6we3kaCt93wcWXyB+dnVxcHdz8vRwAW2RwA8MapCkimiwaQ5Q2d3D2c3d6W8AdnUDAOzh5OTu7OBoZ+lub+NsYRTm6czpaOU11TOqKvi11cKa6iFYtZSBh6qrhFWVo/VQ5e9oTc3/4ussoKM6+63fUghxdyPuM3HBgkaIOwlBQ7DSlrYUt+IucXe3iYy7u09k4i5AcHgppe2bb5087Vzue+/9Zj3r9IwlXUmbM79n7//eypqavspKaUmJqLBQkJ/PePyInZsjyM8XFRaCJSkqlRaXiUvKhCWlvMISypNc1J27LVd+rTl3vurUmfrT5xrOnG84c77u3IWasxcrz18su3Cx5NLFR7+cun3ixNVjxy4dPQIA+OLho+ezsi5mHbiwb/ep3eknd6X9vCv9xK6d3+1MOZaSeDgx4VBC/P6omN3hkXsjow5Ex2aGRSSu3xhkb+dnY6kCYLiFKUBZmLmJj5U50H5h5iYeJoZA0VW9wMME8h6rDM8AfYERGjwFngVYqwq7Am5ndwMdbzMjQL+Ah1UZ0ZAL2kDHWUfDXmOVnbqao5aGm77ucsizsY+5eYCVbYCVrZ+Fjbeppbu+sYO2nreVtZO+wY7AoJsnTx6IS3A2MTVV07DS0nUysojbtP3GqfNtVXUcPE3KErDwVGRLD6qLiuxhoVEcDJYPhTwThGiCGE0Q92CFPVghCiNGYcQYpATdI0Z1CZFdUOpVJ0rQ3s39DwBubue2dPBaEcK2TlF7lxisti5xQzuvtp1d08apbmVXNDHKGmgAfUvraMU1lMIqaBVUkvMrSDmlRAiAC3F5RQRIBy6nFpVRCkpIuYUQFecVEfKKCAUlpOJyamEpObcQn1dEKC6nFpSQcgpwD54g7z3qvv+458ET5IMnyPuPe3IKcI/zMA+eIO886Lx5t/3Gnbabd9tv3ev4LwD+0u0M2o8AAAP6BQBsqG+kItsvy5A01bWAPqw66mrrgReYGpiY6Bsb6xkZ6Roa6hgYaOvra+mBpauho6uho6+lp6epq71aS08TKh82NzUzNTUFTlFjY2MrKysbGxsrKyvwiR9UIq1avgHoVVdbrVqrIc/ySqji6OsVwMkM7q5cAfUeQY9DYVl/C7+rvlFb7gNepbbiG7UVX2urqWmpfaO9coXmiq+0voaW9grIwKz5FbS0v/5KZ8VXeiu/0l/1tYHaCsPV3xiorTBSX2miqWauo2FtoLPGWN/e1NDe3MjV1sLNxszD2sjTUt/LXM/TTNfT1MDd1NDF2NjTwgJuaeWiqwnXV8sIcLqatu1e5paCrG0F+9ZLi35eYpUucUqXqI8/o67+G/3rx5ZTnxp/+dRw8lPDyc/1pz7Xnf5Uc/pf1WfeVZ16XvbzVOEPysfHaJd3NxyOuJvgf3G7+6+R3teivO8nBZbt39x6PLLn5xjcmXjK+WT8L7G4kzHIn+I6vo+qPby9cM+meykh1xIC76RvuZO5/cG+qPv7Y29lRp6L23gsFLbX32G3v332evcfwvzPJYTe3B31+HDKk2O7HhzddX5X7JndiXujtrhaGhporjQ00F61esVKjVUqav1yJwL8av5XDFa9XqXxqqTgL7kXOJ9VtUlfKszgt7/yi9vy1gZ0WLHiq5XffP3Niq/UV39jaKBjaWFit8bK1cXBG+4B/soDuAVWZ3Cu8kIDHRjcDQr0VV0Y/P3gMC83Zye7NbaWVpam69eFrFsbHBwU4O/nAwzPIOzK388HLDAMDIaE14YEbdmyJTw8PCwsLCgoyM7ODvyHrRJ+Ad+qoFc1CfzlI+AcWJ3BEai+Ojo62tra4Ajs5UAQ/rvWbBmAbWwt3NydvH08l5eHr5+XKhwSxF14wz2AURzgrr2dtf1yRbCjwz+Nwfb2xsbGTk5ODg4O4F/e3Nzc19d306ZNO3bsiIqK2rNnz+HDhw8dOnTixImDBw/u358VHR3r5eVlZGSkra1tZ2cXHR194sT3t2/f3LZti7OLvZGx3iq1r7W0V2vrqOvoahjo6Jobm9hYWFqbW1iamlmZmVqbQ0c7awtTQz1rcxNTQz0zYz1nBxsXR1u4u2Mg3CVyS3B1Sc7zmaHXT8dR7TUsYk+/mCGgYYoeXv3x8K4jexKP7k44lBG9LzkiLSo0MxEC3b1pOw5kxBzMjMveHZ+9OzF7d+K3WTuP7Ev5NmvniSO7v8veeTAz7kBGzKE9CddOH+1uKJgb5M0MsCcU9IVh7qsJQS+rQ0Spn5BjRkSdC4P415P0mT7ki1Hiu2n6Xy8kbyaYzwZJnxaEbydZUzIUqD7qYzZNSpGfFoQgJAmUHn2Y4b6b5D1TUl+OMGfk+GFel5Ld0UtvmZJi53qJE2K0lNwwLkKNCZGTEsyfzxXzfVCDKK7pIaktZ1yMXBgg9TFbOOgyFrIETKWOiXqm5VgZtYHQ8pjQ8piPqwT5zyxUmYBQo2C08PHVLFQZmOBlocq42EoptZGNLsc2PeqouFGTc7aj8jauJZeJqmAgy5moCiWve1yKk1CbqV0lDGS5iNyo5HUPC1EKZjsPX8tAlsvorQPcLhG5mYGsFJGbe1ndckangtnVz0H2c7pn+qjzStqUgvhuVvBhXjjAQ8gZnWJa57iUNC4lTcop80rWmAg3o6BIKa1KdveUFL/QT51VkCYluDk5/uUQfYTd0U9rGGK1TAi7BtgtAnyFnNEwN4CdG8AyUQXtZZdQNdenxV0zku5RVnMvpY6HKhPgq6DhZ1Lt8yEqF1M+wG57NkgREWtIbTlyWuPrcdZTJXmIhwDCoJRYO8RuH+Z3zvbixaRaFrJkrp84IUVPK3ADnHYmupTaXcjGljPRpWxsuYLRzOoplZDqlewOsEnRz2yTU5tEhNoRfjfIBhvids7I8R+mBcO8Lh62Yk6OmZH1zMqRy0Ottb1MKFiol9UxIsKOycgKNoqJbWLjWwSULjkbO65g3Tx3zNVKK8DNPHqT99VTh2oLb/U0FqJbSrBtZeTuGhqqnoCo7KrPbyi5W/rocu7tU6mRgTB7rZtnD3183jcmIfZzupd+m51XMoZ4mD8Xlb8/HRhgd4+JCEtvx16PChFVD47vj0tP3LQnZdu+9PCMhE2H9sacOJy6O3VbVkbk4X2x3x1Myt4TnRK9Lmqbb3LU2uzMqPSY0MPp0QdTI49lxt07f5yNbng3rVgc5c72keX0ZiER2oIZ5LZNyXr4uNI+ZtMzJZWHqWYjKxhdpVJyw5txzvsp/nwfaUICNiYIA+wWBb0BYPAwHyrmHeIhJqXol6MMEbFGRm0AFc2vlou1Qev1708lzwYpr8aY76d5bFQpG1XK7CmW0xqfKsmLwzRQdPR2kvN+mjfXRwDdV+D3PibqWXrdD6zpMwrccq2u+NOC+PkQFXRcA288oeXxML9zVNj9aowpxNco2R1TUuykBMPDVMoojUp2h5LdwcdWjfC7wVbU4hB9Ro6Xkhtk1IZJUfdCH+bFIHlRSVpUkl4OUV4O0Z4PkF8O0abEKAGmcpiDeDFIm5Xh5uWkeTnpxTAL6hniQqW7MkrzEL/rzTgP2qWiQMP2kxIcpLj2kp8OUqdlBNDgPSJGPhuhvxhnLQxRp/sIM/3Q/MXvi/JhUc/yXyHs6ynu/CBlWNQzJOx+M8md7SNOyrALSgqQcIG5A+jDUmpjH6vtxSjz6SB1gNMB8rFAXrSYXM/HVw/yOkFSNBtdzkaXA2wGcVk8XBWy/iGi7jGuqwLZVoxqL+luLkK3l/UJCVOD3DcLg2+fDn1+O11ddOfsD1kF969cP/f9pZPHPr2a++vdCy4Jl3f3dsnjRyVPcgof5nY0dpTklty+dueXE6d+OXHq5vU7+blFD+49vHTh8oVfLty8fLPgUUFdRU19RX1ZQUnB47z8R7kPbt377vDRtISkb7MPHzt4aNPa9Qf37JMJeZ/eLv7rxcznt8+X/vqw9NeHT6/nn08N/vZq7tPr+T/ePVv67dXSn++X/nz/+5uF+bG+QQm7KvfB7tgoDytzZ1MjZzNjJ1Mjf2eHbSEBYeuCYraFJkZui4vYEhu+OW7HtsQYKOQ5Miw0YvvGqIjNCbHhyQk7EmLD46K3x0Zti48JS4qPTEuO2ZkSm5oUnZywIzEuIjEuImb71ohNGzcE+G1ZG3xo/567N65evXhuf2a6g63NGitrZ0cXa8s1Hq7wqIi4sK3RgX7rvVxhrg4ujrYOznZOy/0Mbk5rHO2s1ni5esLdYd4ecLg7zMPZ3dXBxdnOaXm5ONo6AQC2MLa0NLGyNrOytbCxt7ZbVoDtHNf8vVwc7N2c/qvv18PdWZV6pbrWg+Fefz9ojheYn8FkL1B6gwJ9QdWFl6erqvEIzEnBvNz8fGFBgb4+vl6QCxruGeDtBfzPQTC4n5eXt6ebu4u9n4cr3N4qbm2ApLtD2tQgqq5SNNT21df219X21f6NwUABVoVdDVRXK8rLxUVFvNxc9uPHtIcPmE8eC/LzxUVF0hJIClaUVfZVVPfX1PXW1EorqlmFxfiHj9qvXa85d77i5Kn60+dqfzlTc/J09emztRcuV1++Un7xUvHFC7e++x6i30OHLh069OuRb68ePX7l8LGL2dkXDuy/sG/v6d2ZpzJ3nczMWAbgtGOpKYeTkrMTEvfHxO6LjjkQHbdvR0xK6JZIv4CANba+1lYg/FmV/OxlZrpsLTbzMjP1trTwt7Xxs7H2MjN1MdCHmUMPqpqQQB/S/300VFmgVaALDM9AE/Yy/rslWDUqDLMwhFkYelua+FhBdmuYOVRK7KSn62pg5GZo7GFs5m5k6mZg5m5o7m1uG7TG2dvKxsvCym+N/bUTP50+eMRSUyd2w9bzx38svZ/b09DOI7L4FA4dTSUjSWQkhdBDxaHYeIyQiJeQyHIyRUGkyLEkGZog6cFCs749KGE3UgBxb6fgbwBeTntGdPHbEdy2Dk5bB6e9g9+BELS1C9o7hIhOcVe3tKtbhuiUtHeIWjoEDa3c+jZuQzuvrpVT08yuqKcD53N5LaOkilpQRs4rIapWbjEht5hQWE4prWaUVjOKKqj5paS8EmJ+KamgjFxQRi6polfWcyrq2CVV9OJKWlkNs7iSUVhOyy+lqFZeCTmniJhbTHpSSHiQi7lxD3HlZsuvt1rvPOp5XICHABjkWoEqI+CCBu1HX0ZAAzw2MjAGmc+qsl9VIrRK+wXmZxUnG+sZGesZqRgYADDgXl0NHT1NXfCIjro2AGCN1eqamprgozzI3QFWT+Dz1NDQWL16NUCgvylr5arVq9TU1VZDb1TXAEtjtfqXVLx6FRRWDIVafbNy9SrIvKy2cvWqb9RWr1CDnNArIOjVXrlCewXEulpffaXz1Vd6y1nHxqu/Nlr5lfGqr8zUvjJT/9paa6W1jtoa3dW2eupORtqOxjpuZvrulkZwG1Mfe8sAR2t/Jxt/J5sAZ9sQF+sNLlabna23uNhsdXHY7Oa0ycM93M83Jjhom4fLZgfzfes8rqRsuZ0eej99bd6e9fKSX6CUZnbpEiN3iXB3iXjnc/uFz61n/mg582fzuT+bz3+sPf2y+MRszrH+W/sk13czziZ3HNmWl+h9JdT2ZJDZT0Hmt6O97yb45Wesrz0U3nYiuvtkXPfJmO6folG/JLR/H1WdvTUvc939lKAbiQFXk0KuJm+4vSfi7v6Y+1kJN/fGXkjZ9kNE0IF17rv8HXYHOWaHev68I/jXnWEPs5Nyj+96cjzz/pGMS/tSrn2793DSDpiduZG2mr6eloaWupr6/wnAX5rSv3Q4q85VAAxYF9AvOFe1KGlpaamA+T8A+z8w+B8G/lpDXW3Vyq9WrfxKW2u1kaGumamhtZWZg70NqMIDWAvMP8DVA+w94AIA7NDBQX7ANe3r4+Xm6ggCtJISY+PjosLDtmzdsmnL5tDQjevXhgSB0iNQ+QvqkYAg7OMNC/D3DQ4KWBsStH379sjIyLCwsODgYAcHB4C+5ubm/xNxVY/8l85raGjwz03nixvAXSD5gnNAwrq6uvr6+obLG1eGhvrGxobWNuYurg4wuLu3j6cXzNXD0xkOcweqL8zLDaRceHlCvilbGwsba3NrK7M1tpaODrZgI9ndzcnZ2dnS0hIGg7m4uADYNjQ0tLGxcXNzCw4ODly+rV271sfHx8nJyd7e/quvVhgZmbi5ucHh8KCgoB07dqSnp+3Zk7l5cyjUJK692t3Def2G4JC1AWvsrExMDQx19SxNzWwsLC1NzcyNTazNLWwszK3MTM2M9G0tzdZYmdtamjk72NjZmFuYGri72Gft2bllY4C1iZ63m93da+cf37nc3Vqr4NMeXD+/KyE8ZmvIoczE4wd2HtmTeDgjYXdS5IGMuH1psbsSI5OjtsSFbYiP2JASsyUjMTw9ISw9IexARtyJI7t+Orb7+MG07w+ln/lxP7q9rF+A+7Q4vDDMfTkpfjkl/LzYNzdAfTZCn1mewXs2TJ7uxfRzmqblyE8L/D8XpROSnjFR1+9PRX88lzwfIgNjJ0jxeT3OGOZ3yKh1r8cZnxaE76d5L0eY4yLUqKBnQoyeEKNH+N1jQuTiEF1Bawag9WKYMSroGWC1Px2gSMkNQzwEs6d4XIxcej/0aozJQZdxMeXg4/viMO3jnPBfs4LX46znQ9RpORaKyWW2Am1HyUX0s9unFfgpOa6f3T7E72Kjy5nI0l4m5DEGAVfEtlxqV4mAWD8kQCp53WJKk5TWIiI3kjoKubgaIalBzmgb4Hb1sRFiShMHW81AlvexEUxUBb2nop/TPSYhiiltfELTIB8jIrdSu8rYmJohAfLFOOvzC/mLcbqAVCOhNvMJDVJai4BQp2C0zfSSxiXYaRlu6d3wrAKil6XXA0u/jb8cog1z2qbFPbOinjF2i5La0EeF2mIk5CoFs35Y2P5smDgi6pBRa+S02nk5akGBnuJ39NPqRriIp0ry+2nes0HK+2keSEhaHKbRuwrpXYXvprhLf828mWCD2Wlyey6p+TGnB9o+GOZ3slGl+OZHwPYsozW+HGPOKUl8YjULU8YnVssYTRNySH8DBVH9zDbAwGxkWUfZdULzExGhVkFrnpHjp2W43+bEb8Y5r0cYv01z345S345CacALvYSFAdK0DLdcTtM1KSeNSYgDfMy4nDbRxxiSkJQiAgFReXhXVPg6D29HIy87fQ9b3fXeaxLDAo/ujvl2b9wPWUknDiZnp0fGb/MP9rRys9EKcjf9/kD0n2+Glz7PKpiIp0OsVxOCVxOCEQFmkItU0DvGRbiPs7J/vxj8MC15Ocp7MyOTcntKH184uj86M2HD/vRtWTu37Yxfl7IjMDk6KDNhQ/Q2+OZA+23rXZIjA77Pirt++lB3fd6QiPj55fCbKcncAP3ttFBGb10cgQannw1S3k6yxkSIEUE7C1kgp9U/H6RJyU39zA4+tobUmqtkd4B9nGF+55sJqDu3n9Usp9UrOa3A+Qz6pUeFUBrcmKgHaLP9rNbFYRoobQalX5SOPBGxBmi8oM53RND1aoz5bJCi5LQrOe2zvXjwuJLTLsBXYRsfYBsf0DoLQNfREA8BLBKgAZiLKV8YIIGvP8zvVNCbgBkeypEWIgc5CB6mso/RKiHVT8twcmoTG1kmpzYNcTsVtGYFrXlWQYC2otgdMmpDH61hUty50Iubk2MWenEAgOcV+Hfj7I/T/AkhcqGX+GlWNK8gjHC6B1iIIR5qQkbsZSAIbYUtxTc42NoXI1wFEyEhtyiYiEEuEtoZEeEG+SgJuYWBLJfSWvjEGhamnE+sUfI7oeo1UY+U3jQuw/Rx2vu5HVO9+DkleVSCGhR0jUpQfywqng3RpuS4BSVlWoEHcDss6J7pJUzJcUouYkyMejfNfz3BGRZ0KxgtkzKshNIwwOkY5HXycFW9zFbwLg6mgo+vltGawHsnpBgRqQ7bnMMjtxB6qmpKbpXkXO5sypfzsM8mpU8nJINS2vMpxdMJ2fGs5LqSh3RsG4fUhWwqoyKbavLv3z7/c/HD2+01FQ+uXb129lxHfRMJiWtraCl4nHf14q9XL17Ly8kvL63Ie5R759qtm1eu37l2K+f+4+LcwqKcvILHOQWPH9+4fPny2bNnf/45LTEuOnxbeVH+6+cLn968fD41vPT7m6Xf33xYnIaI9/Pbvz4sfno9vzDePzEgFrOIPS3VuXd/PXF4T8y2dQHujsHuLs6mRk4mhq4Wpq4WpmvhHrFbQyNC10L0G7U9JTYiITosMSY8JREasclIi0+MiwAtRwB6Y6O27QjfFL5tQ2RYaFTEZlCJFBe9PWbH1h3hmyK2b9q6LiQidNOWtcHr/X3jdoT/ePzo2ZM/Hss+sG1TqImBvpWFJczTxxceuC54sw8sxNHO3R8eAHeHqXDXy9XTzdHV1cHF18vHD+YLdQx5+cDdYZ4uHh7O7h7O7p4uXi72rmss7SxNrCxNrKxMrW3MrW0tbJzWODrbObk6QsvFwdHFwdHNydHD5e/rO5j49fH2BB91wBAv4F4wyhsc5Ack38AAHyAFQ5O9y1ZnH29PL0/XAH/vL8eDoQIkXxiQf339YBAM2MDAXwAAIABJREFU+8LX+viuX7ZAB8DhIQG+Pp6ufh6uLhZGSeuCBG3N4oY6aU1Nf0MdtOr+i4H7a2v6aqqBAjxcXz9YW9tbUSEpLgYAzM3PExYXycvK+ior+6uqBqqrldV1gzX1A7X1A/UNvTX1nOJS7P0Hrb9erb94qf78xfrT52pOnq76+VTNmXP1l36tufJrybnzT345eSUr+2LWQUjyzc6+cvjYr0e+vXL42OXsQxf27j+/dw9khP4HgI/vTPs2LfVAfPz+uLgDsXFZcfEHYxMywyKjAoI3uLj5Wtn4WFkCAFa1/gIABqALtzD3s7EGDUnuxkbgNV/2/XqZmcLMzUAH0n+QMCQIG0KIq2o/AjzsbqCjAmAVGIPXuJvoOulrrNFcZaP+jb22houBrqepCczczNfKxtPEzMPYzNvCGm5m46pvaq+pb6elH+Lo4W5qbfz16qzEnQ355Re+O9lZ1UJHkYUUHp/MZWAY2A4cuhVH6KHScFwqjkfDiakEGZUkp5DkJIIUh4dajrrQfCROAg36IgWd3byeTqjgFwBwV5cA0cVHIHjtCG57OwTAHR389g5+V6eks0vS1SnpQIja24QtrfymRk59A6u+hVPXCq3aFnZNM7sSysGildZQlumX+KQQ9ygf87gAm1tMyC8lAdAtqaKX17JKquj5pSQVDwPiLa1mVDfyapr4lfWcqgZudYugpIZdVMMqrmYV1bBKatjFtWxwfJCPu5ePvfMEdf1h19W7Hdcfdt3LxTwuIUEhWFoa2hqrNbU0tHW19Qz1jUDkFTA/qzqQVACsyr4CDKw6AiO0rrYeAGADPUOw9LX0DLT1jXQNVSIwkHz1tfQAAANZGCCxob6RtqaWmpracj3vKk1NTT09PTD9CKYcAQB/KTACpVfFwBqr1VULMPDqVWoqAFaDaFld/ZvVq1eoQVlYX3+j+fUKrW++1l7xle7KFbrffKW/AgplMVH72lxjha2OmoOeuruJrruJLsxUH2Zh6Gdl4mdrFrTGItDeEhzXOlivdbbd6GIX6uG4xcNps5dzqKfTZi/HMJjjDrhjrLdzvK9roh8sMcAnPjBg56ZN+yIiMjauTfZzP7LV70rKlhspG28kBhTs3TRce2WJXw/lMzMLlkgPl0j3llDX/ui4+KH+5Kvy7xfyj47fP9B3dSf/fDLzXAr9wk78yfi6fRse7nC5vmXNvSjX/FS/6gObaw9vb/w2su1EbMdP8W0/xTR+F1F9eEvl4W3FWZsf71p3KzngWkLg1eT119K33siMuH0g7sa+2F8zo88kbf0+MuTQZp8DG7z2r3c/tBl2PNz/XPLm2wficr7NyPsu88nxzAfHd9//Puv+yWMHYsM9bc0NNVfraanr6EB516rb/wqo/22rYrkrGPzuwItVDPy/ar8A8MDXV2GzymUNvvL/GAb+WktTXW3V16tWfqWpsUpPV9PQQAcwsN0aK5B1DDZBVRuf4KqgujaAa4CfL8zVxcHPFxYTHXHih29v3vj1wvnTaamJAf7evj5wfz+fwAC/AH9fP19v1cQvsEbDvDxAMtbakKCNG9ZtCt2wbt26kJAQPz8/V1dXKysrkAKtGuhVQa/q5B/gNVCJvXrLty+hV7VNoKmpCR7X0dEB9GtgADUAGxsbgiBocwtjewcbTy9XH18vL5iri6u9rw8U2Ai6jsCPAvidgOQL0BfM/wA8dnd3d3Fx2bRpk7e3t46OjoGBgZmZmbGxcVBQkKenp4ODg5aWlo+PT3p6emJi4unTp3Nyck6ePJmRkZGQkBAWFrZ+/fqoqMjs7CwPTxdNLTVjE313D2cY3M3ewVrfQMvSytTO2gYKC7G2sTIztzAxBSKwhYmxtbmZjQXkgjbU1fKFeQT4wHy83DesDVgX7Odkb+nuZOdoax7s53XieBaVgKITenLvX7/0y/HvszN3J0fFhW3Ymxb9/cFd+9JiMxJ2QNEmUVujtq0PCw2K3BKcGLU5IylyX0bsoX3J3x1OP35o58E98UcOJN64/END5YNhBXWyn/5slD8kxj4d5YzKcIP8Hha6ckyKFpBqQQ7NsKCrl9XE6C6YUWBejFBnFJjnQ+S3k6wPM9w/nkveT3Om5ehng6RRYaeQUCkkVDJ7CvtZzb8/FS0O00SE2j5G+zCvZ0ZOnO+jzMiJc73kGTlxTIjuZ3aMCdHzfZReepuS3flqlDMpwUzJMDMK3NtJzosROvBtvhxlLAxAyrDK/8zHVYJc6BFB17Mh2p8vej8/l48Ie0Skugkp5uUYa6aX8HSQOsTvUjBahvhdQ/wuCaVBwWhZUFI42GoWulpMaZHS2hjISkpnKRtTw8bU8PD1InKzhNoqprSAEwUT0c/pHhRhGJhqNq5hREIcE5MFhFYerrmPhVLy0EJSk5zRMSHHjktQSl7biKhjSoEcl6BGRcgpOU5EqKUhCiFXMKV+WoKelaHH+Ihear0IWy4jVo5yWxcU6MUB/G9jjJd9mCF6gxBTpGQ1Ph/Gzysxfez6dzOspbeKpY+Dvz8VjPHa+ml1E9y2Z33Yd+Psv14oXo4yXo+zlvGMM6PAvR5njYl6RoXdf71QLP02NibqYXQXsZAllI48BqJAhKuSk+snhD2All+Ps6ZkGHJH3vwA6eUES8lHSJhNEmZTL699Tkma7SNOiLEKWqsQXyentgywEDxMNar2AbbhMfglToixbGRFL70N8m8Lej6Mc14oSW9H6Z/nhX89k32cE05IUBREQXPxFQm1eUyCFdFa2fg6IbVFzukZFOMn+5nk7pqju2PSotalRIZEhcID3MzdbXSczNXdrLXhDoY+TsYetrpu1trBnlbRm+E5N0/8/rL/z5cDryZ4z0dYMnrrqAg9KcPPyIliYgOhOZeHrJwQoOdkxBdKxl+L/Vxc3Ysp4fNx3rAU/3SUMyIjUHrKKciKW+ezTx9PvX3hUNGD0/iOIqUIoxSiZ5T0pT9n382Ielkd4zLMtAI/rcC/Gmfx8VUyat2EpOfNBPNfs5xZOfLtOGWhD/X7PG9GjleyO58p6SN8JBddMSromZJixcS6CQlqcRiahO9lNA7x2sfF3Rx0CQddMibqAT1GfFyllFL/VEnGNj6gdxU+G6SAvt8hHuLVGFPJgVR6UGf1fpoHAtLBWC8oWOplNLNRpRx0GQSlzBYZFZJnAe72MVuA4C8i1vCwFQJ8FRtVCoRiEbEGBIaPiXqEhOp+FtTytTjEHOb1jPCRQnydkt0pp7YM83oW+qnLsV51HFRlP7NjRk6cVZBm5PhxQfecHDMnx4zxEcOcjglhz4SwZ7nxiPD7nHhGiu2nt/TT2kTYWhmxUUFr5+EbhZQ2BrK6q+5JxaMLLeV3FcwuCR1yRvCIzUJSi4Ld08vq5hKaONh6Ebm1n9PZz+mU0lo42Go2pkpArBdTmoSkBg62uo+NmJQTpntJk3LChAw/JsEOC1F9rLaZXsJcP2lY0D0qQs4PkAG7DnA6JqSYcQl6kNc5yOscEfbM9ZPeTfMnZVgFo+XpIPXjvHhCihkWdD8dpM72QXlm0wo8eAuwUs/0Ega4XUohWinCKUW4ASF2ZpD1dEzIJbXWFN6oyrs+N8Tv4+FOHtnZxyPMD4v+eD31+8uJ9/MDEnp3Td6tJ9fONJfliRkUAZXcUFbaWF6BakOQsfjm+oZ7N+8+vv+gqqy8vLikrKDo0Z17t69ez33wqKqkrLK4+Mm9e9cvXzhx5NCupPikqIiCh/fePV/488PbuXGoVHzpz38BjXfpt1dPx/t7mqsu/HR0f1rsjtCQrcG+/m4O9qb6VvqadiZ6LlYmrtamjiaGXrZWm/28twX6hfrAEsK2ZCbF7ti6ISU2IjkuMik2AlJ6k6MzMhJ37UpKS4vbm5m2a2dSalJsYtwOsOKiw6MitkZFbI2O3BYbFRYXHR4fExGzY/uO8C0R2zdtW782fGPo9g3rQoMCNq0Lio8K37cr7UjW3uz9eyxMjA31DZwd3exsnBzWuLk6ecM8Ar09fNwcXZ3tnFzsnV3snZ3WOLo6uHi5egb5Bgb7BQX7BQV4+/t4esPcvLyW85/h7t5ujh52Vg5WpjbL8q8NGAkGGrKro5ObkzNYHi6unq5Qi6HLcq2Dm6sjHOYO0pt9vD0B7oLRX1W3BZTnHOjr5wsDIVjg84CPtyeYE1YlRauak2Bw9+AQ/6BgqBtyfZB/aGDQpsCgjQGBa/39N64NCvTxWusN87Ay3Re+VdrRJm2sV9TX99X/rQADBu6vqx1YXsNNjUONDaoBYElxMT8vj/PkiaikWFZRrqypGa6H2oChVd802tCsrGtQNjT21tTT8wo6rl6rOXO27sLF1l+v1Z85X/PLmcpfTteev1B35WrlxUtPfvzp+pHD5/fsO7t33/n9By5mHbycfeTKoaPQMSv70r4Dl/btu7jvwLl9+0/t2fPT7swfdmV+t2tXdlLSwcTEQ4nJh5NSDkTHJa4P3ezq6W9pAzeH6BfovSqsVZEw0HvBXbiFubelheopUIMERGO4hfn/BcCeRgaquiNVYa+nkR5Iw1I9AjzSMBMDH2sTbytjuIUxzBxKdXYz0nfS07XT0oSZWbjoG4XYux5LSn9w6tKvx35K3rAdZr7GVsMwKmjT0Z378q7d62dJRCROH0vKwbGpSDoeQcK0EXFdVAZewKPLmSQJAclm4uUMnIyGk5KwYjxahEUL0RghCiNEY0VQ3y9KCHX8dvF6unhQBHSPoKuD19HB7Wznt7fzEG285aOgvU2A6pZBDNwmam3htzZyGxvYzfXsxgZ2QzO3rplT3cCsqKWVVVNKq8ilVdTSKmpBKSG3CBrlfZiDepyHWbY9UwvLaUUV1KJqenENI7+C8qSE8KSEUFhFK2/gVDbxSutYJbXM8gZORSO3rJ5d0QgBcHEtu6CWVVDFyKmk5ZRRHpdTcsupOZW0B4X4OwXYu3mYu4W4h0WEByXEB4X42/nLKdCa6lrqahoaqzVBGZKxoQkIvvpfLdDamjpgfTnxq69r8CUAG+hBKhRYKpnXSNcQLJURGkAvsEarANjKwtLQ0FBLSwuIwDo6OpqamurqkCwM5kVVCAQctqrKIpXGCyzQgHv/g37VoO4jdfWVq/4Wfr9eob1yhe7KFfqrvjbVWm2utcpKe7WdnrqjoZa7qR7M0sjH2ihkjfl6O7MN9pahjpabnW23ua3Z7u4Q5mG/zc1+u7sdOA/3dIrwcoyEuYTDXKIDvGICPBIC3FMC3NMCPNL9PXcGwNMC/BL8/JLXrsvcsnlX6LqMEO/jEcFX0rZeS9lwOyW4LDtsuun2kqBxiV25xCpeIj74N+bW64ZfnpZ/O/Jwj/RqMv9sLOtUFOeXGNbpBNr5dPqVPcRzO5sObs6J9XgQ6Vyc4l2XtaH1aFjH9zs6f4pB/ByHOJnYdjKh7vvossPbb6X430oNvJkWcnPnxpsZm6/v2n41M/LXzB0X0yNPpYT9EBt6OCwoa4tf9mafY2GB30cF/5IYej516419MY+/3blMvxmPj+958kNW4dnv7/94JGFDoKOxnpHGah0NNX19/f8PAK/856Yi1S/RVwXAKn7+EoZVgPdl/dWXDPzlMPCXDLxy5Qr11auAAqyhvlJHW11PV9PEWN/ayszaysxujZWLs72nhwtIegBqsCrhUCULBy83A2ekp+xMS0pOiouPi9oRuX3zpvXBQX7L1wYP4Hn29YF7w728PN093F1BOTAc5qmiX9ASHLpxva+vr5eXl4uLi52dHegTMjQ0BNs6KqVXRb9GRkaG/6i+oNwIuJ3BoC8QYFXCr0oSBvW8wC6x/DWh2X0dHS09PR1jE30bWwtPL9eAQB9fPy93DydfHy84zB3UJKhK/0Dms5urI9g5BmUJ4KLovHyLjo7eunWrmZmZkZGRiYkJ+I4WFhY+Pj4wGCwrK+unn35ydXWFwWCBgYHp6ek3btzIz8+/dOlSamrqunUh/v6+mzav/1vyNdI1NTMwMzfU09e0s7cOCQj09oC7OTmDnWwH2zVrrCxtLS0sTU08XJxtLEyd7W3XBfmvC/LfvGFtxLbNcE8Xby9XJ3trSzNDBxsLazODQB+P8qKc4V4xh4rtaqnJu3f9h0N7dydHHUiPP7wnbVdy7O6UxL1pyXvSEnanxu9JizuwK+nwvtQjB1J//m7/qRMHjhxI3p0W/tPxzOba3CEFbVBGHJbilUK0goOYG6IPidFMVEVXzb0hYbeIUr84Qp+UYWb7CM+GqAJ81YsR6tK7ATDBOCVDDfHa+1nNQkKlmFQ914cbESD4uPJRYecAu0VOq385ShviIeidRZMS3EI/5HgcYCEGWIhnSvozJX0Zd3GjAtQIHznE7X6mpL+bFIyLUP3MNh62goUskZAhqHg9zlocpg2w28DneBBxzMWU07sKZdSG+X7igpIyKcMC+iW25fLx1fMD5PczggkpBmTqfJwXL44wZLQmCaXh6SCVg61loavljI5RMU7O6OATGiTUVgUTIaW1yRkdEmorB1vLRFUJSU1KHnJcSpjsowxLcGMy8qiU1MdC9TKR/WyMhNI5LqEoeehxKeHZCH1U1EPrzqV2PR7gNr4cp0/IkONipILeIKfVD/M7lMzmSXHnhAjxXImdl6N6KVVyUsWUuH1BgZwStE1zW98pCS960X3kSgm+dFrR/XKMNDeAfjFG+bjAW3otX3rX97QXMydDzgg7x/ntC72ExWHoB/tuivtihL705/TLUYaS087DVjB7ivuYLaBQaoiHmJZjx0Q9z/pJ8wr82zHWyyGodOr5EPXdFHdGgWOjyySU+l52az+3XcJsoiCL8IhcDq6ij9XRz+xQ0FrFxAYxsUFBa+2ltylorQpa65tx3vNBRi+9rbvqLqW9kNSaT27JeTPMmOQhhtmtCwrsvya4fz2TvZ/gQLHSnI4Ps8J3swIlv1NIbZKzO/oE3f0ClFJE+Ph8GN1SUpFz9czxzH3J2zLjNx3bE3t4V1RKZEjkBq/EsMBDGTt+/SW7sfQeh9jyZlay9Nfcy3HuxwXZsBBF7ymb66d0Vd+9f+4gDVH8cpD5epj9vJ/2aog1LyNK8PXIugfzw7TXM8LJPsLTUdZEL35QhHq/IP5tsVcp7B6T40dlmKejrA9PJTNK6rt5kZKPmJBjxqQ9I+KuAW7rpBz1+3Pxp2eCt5OM3+Z5n58JP86zF/pQfz7j/zbLWvo4qKA1S8lNU1J8P7NDRml8Mcx4PkhTsjvGRD0LA6SPc/yXo7SnSuKkFMnDlvFx5WJS7SC3Y5Dbgaq7O8BuW/rXCB9XSUXkC/BVDfnnOytvcDHlwMswLceCvusBdpuC3jTEQywO095NcUHZ76sxJgiaBuHnwN/+VEnuZ7VKKfX9rFYlp52Pq2SjSnsZzeNiJL2rkI0qBZ1VYGCe3lUI3WW0T0nxQ9xuGaWZi64S4ut66W2LQ8wpKb6P0S4mNvQx2seE6GkZYVKCGxX0PB8gP+snzEhRI9z2QVbbGL9rRoqZV+A/zYrejXN4qHJM7T16e5GU0DDC6ZaQmtmYOmpPDaalmIGux7aWVDy50l2fJ6Z1srCN5K4qDr55SEQclVLEtE4uoUVCRyz/X4Ybk2B7WR0SarOc0dbHRsgZbTJ664QM/3SI8XSI8XyE9WZKsDjKnpDhR4Q9wP/8apz9dor3YpQ5KkKKyfXA9DHE7+pjtcloTf3s9nEJelqBHxUhBzgdiyOMz8/l8wPkAU7HsKB7WND9apz9fJg+LkH3s9uHBd3PhmivJziLo+z5YdbMIGtayZSxu/v46MVJ0cKoYGaQQ+qqfjvX31Wf/+sv2cTOGgUHp+DgFoYFC4PspTdjS3++GOThb5w+/lP27oI711oqy6vy8mqLS3paWhHNrRVFJfXVNW1NzUV5+YVPciuKShqra5tqaopzc69ePPfj8aPHD2ftSoq//et5pUzwx4dXT6dGXi1MQLO+ULDzm6fj/d1NlfvTYu3NdG2MND3tzZ2tDN1tzd1tzR3NDa0NtNYY67rbmnvZW7nZmO1YH7I1wDdibVBC2JakiG2pMRHpidFJsRG7UuPTU+NSEqMSEiKTkqN3piekpMbGxUdk7krdnZGSkZqUkhiTHB+TmhSbkhCbEBsZHx0ZFx0eFxURHxMRHx0JMXBk2I6wrbHbw6K2bA3fGLplbXCIv/f6IL+YiG17M1Izd6bYWVtZmJk72DlbW9i5OsG83IJgHoFuju721nbAwwz1JFnautg7+3r5AAAO8g30h/t5e8D/AWC4t4evh7OXo62ztZktAGB7awenNc52VmscbOyd7R2ACOzq6OTu7OLp6rL8acQJjP4CjgUb2So59z9c0CoABhPCqp4k1buAUW55698LBncHIrC/HzzYz3u9n/8GP/+1Pr7BcG8/mAfc3XmdD9zLxvz7lARFF0JUVyOpru6tg2aAIe6tr1M21Csb6v+e/m1sGGyA5N/+qip5WZm4qIifl8fNyRGXlsgrK4bq6kYbG8eamqDV2DLW2KKsa+irrROVVmDv3q87c7bkxI8Vp043Xr4ClQCfPV915mz1ufNVFy4Vnj5z+9ixZZPznrN79104kHXpYPbl7COXDh6+tD/74p6scxm7z+/efWHPvjN79p7MzPwhI/34zvRv09OPZ2Qc27nzWOrO7ISk9K1h22A+AVZrvIzMvEzNYeZmKgAGEq6XmSkQe4Ey7GZk6Gpo4GVmCszSAHoBCYP3wi3M/0P7/eeuoQqAVTlYAHr/A4DBs3BTQ2v1r+20V7kYaHuZGfpaWwQ7rAl1d9sGh8HMLO00dTa5wQsu35jgySZ4str7Bd+m7g119yu9lTMi6BMTuVwsg4Wi05E0Fo7DI4vpOD6xh4nppGO7GAQ0n4IXMwhyBkZCR4spKBEJJSSgRQSMmIiXEogyNEaIRAt6UMKeHkF3Nx/5z0K0cZYXRL//LAGiTdDVIUK0CdqbIfptaeC0NnLbmnhtrYK6RnZVPaOsmlJYhs8rxuQUonIKMWA9zkc9zIHWk3zscuQVpbCUmldOLqikFlRS8ysouWWkvHJyUTW9rJ5d1y4ub+AU1zBKapkltczCKlphFa24jllUzymoZ+fXMB9VUO4V4W8XYu8UYO8U4R6XUx6UkR6Wkh5VUHKr6I8qKLfzMVcedUIKMABgdTUNlQva2NDk/wrBAt5mMN+rramjynxWtR/p60JDiP+1tA0NtA0NdYyMdI2N9UyM9UyMdI2NdI31tQz0NPX1tQyMdI0NdYzAuaG+kdrKVSC/ajk2VltdHWqaVVNT+59KICAiiGmh/Kq/l/rKVYBvtVarg6WtrvHl0tPQ0tPQ0lXX1FNbbaCuYaypYaataaGraW+k72is52am72Vh6GNjGmhvHuxoud7ZcpOT1RZny63ONtvdbMLd7SO97Hd4OUXBHaNgzlFwx2i4S7S3UzTcJcbHOcbbNcbbNTnEOyXYe2cQLCPAc1eA5y4/jww/WJq/b7y3T4y3b2JgQHKQT3oI7IfokGsZ266nrr+btr70YNhw1dW/6BVL9NIlVum/CQ8/Ii4vVHw3U3R46MFe6bUU/vl43oVE8eWdkmt7OVf3M69lY0+nVe/d8CTGPSfatSLdt/HAutZDoe3Ht3V8H9F0PLz224jKo+F5e0NvpgRcivO5khR4LW399WX6vZwRfn7n9tOp4T8mbPsuZtPh8LXZ24OPRISciNt0dmf4pd07ruyNvnEg9sGxtJwfMh9/m37vUPKDo7tyf8wuvfjTr4d2hzjZmGusNNZU19VQM9Q3+DLj6u9fxz/qPPAk/0PBK1UYrCLeL4EW7GWonvpSEP7yZV+eg++j+rL/fKMVq1auWPnNV6vVVmhqrNJQX6mhvlJPV9PM1NDczMjK0tRujZWjg62zk52riwOAPU8PF7A/CnqPNqwPDg/bEhe7Iy01MTEhJjJi2/p1QQAafX28lv1C3mDW19cHDod5enq4qWKx4DBPP19v0AYcFOgPVGJvb28YDObh4eHq6uro6GhtbW1iYgJgFYi9AINVDAxCnlUkrMJg8GLVXRXuAn1YdRcAsKGhPgBgA0MdC0sTN3cnAMAurvaqZAuwrauqQ3B1cQA/Ey9PV4C+Hu7Ori4ODg4Otra2aWlpBw8e9PHxMTU1BTle6urqTk5OLi7QKzIyMvbt2+fh4REYGLhhw4agoCBnZ2dbW9ugoIDk5MSoqEhPT3d7BxsLSxM7e2t3D+ctWzfsiNru7ePh5u4U5OfvbOdkY27t6uDi6ermuMbO2tzC1tLKzMgwyM830Be+Lsh/fXCAL8wj2N/H2xMKr7YwN3Z3c/Lx9rS3sQxdHxQS6HPn5uV3Lxf+/O3t0r8/Lf37Y6+IdfHU9/GRm9Pid2QmJ+xNSzmQsfNgZnrWrp1ZmakHdiUd2JUQE74uPSn8QGbskQPJl88eba57IhPi5idEbHKjUowSUpvY+Bops21UhhFTG7j4qpl+4otx1usJzpQc96850R+Lirle4nLaMJuNKpZSagEAczGllI6cEQFiRIAYF3cvDBDeTkIx0bO92GUMQD8fpI2LMCN85MdZyYQY21lxW0So/+NZ74th1tMB2rSMMMTtnlWQ3k7wh3k9+KbHHFR5T83t7upbfcyW99O8p0qynNYIuHeQ2zElw0zLsaCYZ4iHmO3FT8qwvczWPlabnN7MwVT0sdpeT3A+zosZPSWDvM7FEcYfi4qlN8r5AWikE/rsK8SMSwmLo9zFUe6QAL0c11RPRpT0sbuUPKSCiWBjaoAsrGAihgToYQluWIKDuo76GTJmj2wZgDmYJja6gYWulVJa5wfIb6ZY072oYWHrvBLzr1nOALtJRq0bYDe9HCZ9muPO96JnZF0fJmjvJygfpxh/LHD+vcD9MEacFrb1UyrlmOIXcuTHMcqMqL2fVjMhRbyfYXxeFCy9kX6YY72ZoC+9UbwaIr0bo03y2sXoElp7HrH1CRWRD6paozEJAAAgAElEQVSSQf0vouI6FZFPbH3C6C4C9b/D/E7QhKRktnK6iqcl6CF2u5RYO6/AT0hQUzKMnN7ExVZw8ZVCci0VVYxsfoBouNNec7OX2S6ntsgozXJqC1gDLATIfHo9xp2RE6XkJlJr/qgANSXFTwiRHyd5k7yuPlL9MKv9qYLweV689KIXqu2RYeYHSEo+gkeoElDqpcwWIbWBT26QMLslDBSPhFAKySNSupyN5ZM7RbSe6QEeC9eKbinjkRAzSv7Lqd43swMfninfzctmBymjEpSIUi8i1Y1L0MOCbhaqDFP/oKfyVj+1eel579Ji35th5jMZYZTXpeQi5pSktzP8V5Ps+UHK02Hq6ynuu1n+ywm2gtUypyRP9eJGJahxGbqf2/HvN/3vZrlDovZBfuuzYeL7WfZsP2aI1/pumv5ilLigxDwbwLwYwo3ymxcHsU/7kEuvZDNyaIp7oR+aBKZ3Fg1xOwdY7cC6r+S0v5/m/PFc8mKEOimFUsGm5eg+ZguEkYO0Pkbrq1HW0m8TH6YFIIOK0PxEQqrnY6so7fnUjoJJCUZBa5ZRG5g9xWxUqZLT/nyI+q9ZwctRxiC34+OcEFigOegyRncRaMke4iHm+4kKepOUUt/HbGGjSnFNDwFds5Alg9wOUGclJFTP9RHAFtIQt5uLruqqvIMov6Vkd44J0b30NhGhXkJqZHSVCnC14yLMlBRSuaXkJiG+ZlqCnhB2jQs6J4RdQP6dlWEXlZSlxd45OZ7eXsToKBbj6gaZiEkhhoepZaDr+eQOYmeVgILo5WK7GwoQtblcYhuf3MHANDKxTWJ6dx8PJ2Oh+OQOLgFKU1fyuvs5nWD6YFyKGxGhwfmYBDvTR57tp8wraYuj7JfjXGgfZF48LkGPiVH/mhP9+aJ3foAMqoBn+4igHgmkZIFzNrp8WoGf6SU8G6K9Gme/GGXO9BKG+F0yWtOEFDMlx42JUaAw/Pkw/eUYa15JWxiBGHhxgi+mt9HRVTIWQsbsGpOR//12clhMKnlw4c6Fb5tK73EJreSu6l4OmoIoUjDa/ng+sPTnizEx5cbp4/uTo385drDw/t3r584+uH6jKCenJC+vraEB0dry5MH9sqLCsqLCwtycW9eu/HLiux+PH7168Vxx3uOpoYHlP+afXi1MfHy9sPTvD0uf33x6PS+k45LCNppprvC0NXW3NrY10HAyM3AyM3A01Q9yd4zfEnosM/3aLz/dv3T+3PGj+xLjjmSk7U+Kz4iLytqZ/O2+zP07k3anxh/J2r0nPWlvZsquXUkpqbFJydFJqTEJyVHRcRGJCTEZqUmZO9PSUxLTkhLTUxLTU5JTEmJTExOS4qITYqLjoyMTY2MSY6Pio6Nid0SmxcYl7YiK3R4WHrphY0jA2gCfjSF+20LXxe4Id7C1sV9j5+bi6erkCfcMcHf2d3GEB/mG+Hr5+Xr5BfkG+8MDYG5wXy+/DcEb/eEBYPl6+cHdvWFuUKayt4ePt4evlyvc2c7VxnyNhbGllam1g42ju5MHQGhnOyc3R1c3J+dl+nWDubstV1F4eMM9wEUc7PWDqzyYfgICANj9V9nfQPYVCLv6kpCBRBwS7B8S7A+NBy8PAMMhQHf3h3sGweDBMHiAp5e/h6eXq5Ono12Ql4erudFP6SlyRLuoukpWDUVAK2qr+2prBurrBhsbhpoaR5qbQA3ScFPjYG1tXyVUeiQpLhYXFYkKCxVVlQN1tWNNTRMtLePNzaONjSP1TcN1jYrKakFxCfn+o7ZLVyp/Pln8w4myk79Unz0HBUGfv1h15mz5qdMlp848PvHj9UOHzu3ZDeTfZfo9dCXr8MV9B89n7j+bsfdUavrp9F3nMvecytz9Y3r6t6kpR1NSj6SmHs/IOJKaejA+MSMsItIvMMjG3tvYysfMysPYVDXx62FiDIRcLzNTV0MD4D32MjN1MzJ0MdAHSOxtaeFtaQGAWSX/Ak4GAjJAX3djI3djIzcjfXcDqOZXJQIDpRdUIqmSsVSdwDATAz9bM7ilkZuxjrux3lon+z2RYXdO/tyY8yRt87aogODD8amIoop5qXKS34ssb3x8/npzbqUQy1TQRFw0k9SO52I4xA4StpWIbiViEXQSkkNGC5ZZV0jGSZhEBaVHQO0WUJFCMlJIRouIGBEeK8LiRD1Inmp193C7ujldCFYXgoNoZSNauIgWbmcrDyxECx/Rwm9r5LQ2sFvrOS117H8Wt7meW1lFKaskF5cRCoqxuQWox7ndj3J6Hj7pBqW+oM43v5CUX0jKKyA+ycc/LsY/KSPmV1GLahnFdUwIcWsZRbWMskZOQTUtt4JcUE0rrKHnVVJyykm5FeScanpuLSu/lv2kmvGglHy7CH+7AHerEPeglHy/jPyglHyvlHSvmHirEHc9B3XlcfffAAwZg/87AP9fNUiG+kYGeoa62nrAO/0lA3+Jvvq6BgCVAfT+zyMAYANtQ4DEKgA2N7fU19cHqu+qVRAMq6mp6erqfgk/qvle6GQZgLVWq2ura+hqaoFQWT0tbT0tbX1NbQMtHQMtLUNtXUNtbSMdPSMdHXM9fTNdPXNo6Vjq6toY6jsYQ39AXc2NPC2NvK1NAuwsgh0t1zpbb3SxDXWxjvBwiPSw2+HpGA1zjIG7xPm4xPu6J/i5xfm4xfu6gvMEP0jyTfT3hITfEBi0gjzTgjx3BnpB8m+gT0qgf2JgQLQ3PAbuFe/rvivI4+eYtXcyt9/dGXo/KbgwY6Mk5+d3yNw/iAVLnPK/CA9ftV742HXlI+Ly+5bzL6pOzuQfH3+QPXove+j+IfHdw6wbB3p+ji/fFVyYBKvZE9L9fTjxTALr+h727f20WwdQFzOafk4qPhJxIzX4ZLj7xeTgC8lrzyetPZO47lTCxpMJG3+MDz0Rt+lE/NZvYzcd27Hhu5hNJ5O3X9obc+tQyr1jaTcPJdw5mvzw+/RH3++6fTj1yt7YG9k7H57ILr70y8ndKS5GOvorvjLR0oAA2EBPtTHxZUgVQFMAwN988w1AUxWpfhn7rBLzV62CupTB7T8w+J+H//Of/4A21Aj9pQistuqb1WpQELSmxiq1VVAg1mq1Ffp6WsZGemamhpYWJtZWZjbW5rY2FvZ21o4Otk52Nl5uzkF+3uuDA0LXQfSbnpJ4MGvvzrSksO2bveEeDvY2jg62nh4u0K5nkB/If4Z5eYATb7iXv59PUKA/HObp4w0D7ujAAD8/X284zBN6jZeHtzfM1xcCYTc3N1tbWxMTEz09PZXV+T8A+Mt6JBUGg9RowMaq1xsbGwOW/u/0a2hgoGdgoKevrwstA21TM0NnJ7vlwR4XuzWWUDUUDJr+9fOFJnlUNicXZ3tXFwdgfgZPgeulm7uTja1F1sG9N29djYuLsbW1NjIysLQ0t7GxysrKOnDgQHZ29s3rNw4eyAoODFoXshYOh/v6eoeEBK1dG+zh4WZubmpmZmJvvwYG8/T39w0I9LF3sHF0WuPu4WRhaWxtZRbo67fG0tbSxALu4bk2MAju4e7iYO/u7LAuyD9y+5aQQJ9NG4KjIrZGbt8SvnWTs72to4OttZWZh7tz6MaQrZvWZe1LjwwLFQvoS0sflpY+fP64+O/Pr5eW3k+MSO/dOp8Su21/RvKBnakHdqZmZaRkZ6Yd2p16eE/K4T0pJ47s/unY7jMnsp7cPUcnNM9PiCcGOXRCE767dFiGpaOr2qput1TclDJbFMz2cRlGye/8/EIBBu3+/ar/twXJXD/kjxURazjY0ldj9E/PRG8nWc8GSWJStZBQyUGX8HHlk1KklFLLQZcMsFt6GY0LA6RZBem3OembcR5AXEp7oZjYICE1Lg4x308JXwyzBjldy9FQZEZXafWj0xx0GRhonJCggPkZsNy4GPl2kvNuijspRU9IUO+neSDsZ5DXOcTvmpBiBjgdIlLdlBz3YpTZx2ob4ndBaUzM1jEx6sOscLaPSO8uxjU/5uJqZPR2JQ8pprQwUVUSamsfu4uHrwcnCiaCg60Fw70AgHmkRhqqcoCPWRjm9nLQdFQdo6eW3FEho0E5WIN81Ew/8cOs4ONT4edF0dLnkVcTjAF2ywC7ZUzU9VyJfzlMmpJ0PVdi/5jnLi2K/lzgvR0jLfahnvd2z0s7JrnNzyRdi7Ke53LkKyXu91n20oe+pd8Glt5IF0cIE1LEILdlVo5kdeb2UmomuG3zEsiACsKxJyQoWmeBAF8FynuhRih8FR9XuZxF3CajNowIun5/KlFQGnsqbw1zEEJCNa09r5fRzEIWKTmtUlqdjF7fx2nj4ivRTQ9pqFIhtQHXnj/A6eRiq+mdJUJ8XT+zY4CF6KW39DPbXgwzlt4OvZvkjXA7eajyV8OM32aE7ye4v88Inytwc2L0iz7Sq0Ha+zH26xHGlBil5LSPiZHDgv/H2FtAxXXv7969p6eN4e7ujGKBSJs07gkJAUKIa9Okkca9cVfcYZhhgDHG3V0Zw90hxD1t567NPuXN6vm/9969fmuyM3tms2ANzHz283yfh2iR15uktUpepYZX1aqj9VmlhKonFgWjs1HYYRAYxOQOg+DNoKVNx7Mo6L0Wyefx9o9jrSYZFVf+oOj+2fy7v9WWXn3eLfv8zCilFguIeX0m1osu2YcBbZuS1CYntMrwGkZ5t4ZiG7faXjTZ3rY2imtkjBIlu5xPyu0xMWyvm0baBG8GVGZZ3fNu6ZsB1XiXpKuRxifldugpbRrC5zHdl2d6HuExD/dgtIU93s77PKJ+3SMea+W87RH+Nabu0eGbJGgNvfB5K3+sif9x0PC6WyVpKGagHzbysW1K8kiTsF3VwEDfV9LL+oyMIStnuInbY6D1m5g9BpqKWdbIxwANRoIaJaP0WauoW0+VUYBGa9uLpiErh1p1h1378G2v6lmbcNDC7tA0gOO74oZ8Oa24TUXs0DQMWtgA0OpoZlEtODA/bOX99cw81iow8KsBm30jELncKEBP1BHX67hV7WqSnoeiVN2iVN0abxcB10p4aCW9rJGPNQnrePW5Og6ajX0iJhWZhHV6LoZV85hT+1THQWtYKDGpSE4t03FQZgHGxEe1SGv79JQeLcUqwhp51VYRtkNJahLXtclIwyaeiYcFRWAZpZxPLOlsFADh57Tqdj1PLyIJyJUSOnqkXW1VMtn40rrS+w3VORJGjVZAVHHr1RyMWYq3yAgqNkrOqNDyMAZhrYaLBmfyTRKgc7tRVKcXYLsMzHeD+n4zu1lB0PGqTeLafjP7TZ/qw5Du3YDmWbu438zu1FGNIiw469ttoLdryOBUcJMcb5XhRloEoClaw6mySOt7GhljbaLxDsnrXuX7Qe3zTmmHnvqsQ9Zt5vVaBWJ6BRtfZJZTOhsF70ea+6yyKyf33jz3y+0Lh/CVTzWChmYN70Vv46tuzcdBw6BF+KpbZ/vj2VibJu/WhaO7slIXzV27YO6BbZvPHj14cOf244f2XTl76ujB/SePHtq3e9ue7VmXz53AY6tazLp3L0dtf72z/fH21Wjv2/E+2+eXH14NDPdaX4x02D49X7t4jo/T9/6u02chIhbOQh4/sANblluZ/4BSWyGg4fQSXqdJO9hmsaqlVfmPj+7dvnndioM7thzYkb13S+a+rZsyU1euWb5wS+b6rIx127ekb9+emZW1fkPaqvUbVqamrUxdDzifs9I37NiStW1z5pZN6Vs2pW/OSMvYsC47c2NmWmrautUb1q7amLomff3ajalr0tas2bh27ca1a9evWLZs4fyFP875cVZSPCwmPMR/08b14WEhvt5+4aFRkWGx4WGQIP8IaEx8PGJmHDQ+EZE0K3F2AjwxMiQqIjgSHoNAxCJBMEbEImHR8InUDmQcNB4WjYBEwiJDogO8g7xcvX3cfcMCw6FRsECfgNCAkMiQCGBOODIKGh0Di4lFQKAgAINzvGCVA3hdG7yIPxn/AU78AqFW8FgwHzQ+Dgaan0HjNIjE4P7XPUlADRIwqQxNRCKS4+KS4+KSEIgEGCwJCUNGRyRDo8NdHY+lb2jE1+qrKptr0I0VZY0VZZMA3FqD6ajFdtbVduPqO2qxLehqIBS6pMRQUmwsLjaUFLfVYDrrantwhB48rrO2vqUaA8ZfKfPyuffuES5crvztROnRYyXHfis5drzk2PG6C5dRZ86VnjhZePRYzqEj9/YfuLJz17ktW85u2XZh+87Lu/Zc3rXn4o49Z7K3n9y05UT65hMZm85sBo6e2rL1WFbWwYz0A+kZv2Rk7l6Xum3lqoyFi1fNnDUrLBLi6gl180ryD451cf8agKNcXWLc3cC8K5B4oV6esR5AElWEs1OEsxPC1+cfADwpIIMzw7Ee7n/TL6AbRzk5RDnZRTvbT44Bf70T4+IQ5eoAREO7OQKBWB6O4c7TYz2d4L5uUG8gdxrq5Z4SFroQhji9c8/vB45gnxZ1q43vep716lo0DLGUzJdQhAq6vAFF1vD0IqpMSJGyiUImUSyga7hUFZusYlJUDLKKQpCRcLIGnIRNkPOISj5ZzaNouGQ1q0FJIclIBCmJIG0gysgkOZkkbyAqAPStl+DqxLgaGa5G9jcAq0D6xWOVmApxTaUEXJgKKapUVFHELy3k5ufR8/Lp+QWM/AJGXj49J5f6+DHl4cOGp08ZT58ycnKYubmsvDxubi7n8WPGvYfke0+oj/KY+aWCUpSsskZVjlYUVYhzi3mP81kPcugPcuhgRFZ+qQAI0Crm3npCu1vAeVQqfFwmelDMv5PPvpXLvJnLvPaEdv0p/UbOBPfeI56/g790n3TlCfUbMK4ZHAMGXdATUcze/63oTrqawVzoyenfSREYVH1BQp4sTHJycAbHhicmE90d7Z0mmXkyMvrrHRcXNwcHp2nTZnz//dTvv586ZcpEye73wO2MaXbTp84Ah3infzdt+nfTvv/Xt0Cd0kQwl5Ojvbuzk5ebq5eLi5eLi6u9vbudvYe9g4eDnZeDo7ejg6+js6+jY7Cra6Czs5+Dg4/dDH97+xBXp2hPd6ivJ8TbHebtBvd1S/D3nBnkMyvU94fwgPkRgctiwldBwtfCY9bAIldAIpdDwlbBotcgo1cjY5dDwxdHhy6ICFgYGbwoJnhpbPhSaNiq+IhlcSHL4sKWxkUuQkYtQMQsREKXxMetnZ28KhG5Nh667YeE02vm385e/njbspysBTmpyajNC7Q3D3ykPbWJSv/k5XxmP/jAvP2GfO0d6ffX2HMvKk+9Ljv5oez0p+IzLwqP9xYc1t7eRjy4IDctNi8DXndwMf/yZumdPdbSs6J7B7CnMvL2Lb+5ef651JQTqxN+W5N4Om3u8dQ5R9ekHF6VcnjVrEP/WXMOr/nh2IafzmQuvbB11eUda6/uXndj34bbBzY+PLrpyfGsa3vWnd++8ure9PPb1/++d3PZrQsHMtalxIQ6f/8vx+++dXWY4TB9ytQp39rbAb50cPtvif777wE6/VubBf6d/C+o6k8KyJNUPEm/kztfQ/JksBb4xMlD4M6///3vf/0LsEBPFDX/e+qU72ZMn+pgP8PF2RHo8nJ1dndz8fRw8/H29PXxApe/t5ePu0ugj2dEcEAcNGbx/B+A97bUNauWLU5EwhCQ6KjIUFAuBoXiiUToGNDq/LUODImNBokXPAS6o8EoLJCc45DQ6KiwyIiw6KiIwAA/e7vpLs6Ori5Obi6uLk7OjvYO9jPsHO0dnB2dJvkWTIR2n9g8PDwmA6JB7v36fteJDXwicDvxe+jkaD+xY+/q4hDk5w2NjkDCoiHRYRGRIaHhQeERwTGxERBoVCwkEgKNQiCBwWDganEssBCQ6DhYbDwcuFKdnIJ097I/dHj3rTuXfjt+cMvWdFcX+xnTv/v3t9+EhgStWb1yzuyUjanrN6xdd/PKjZPHfrt08fy+/bsWLZ4fHR3p6+vt7e3p5eXl4eHh7e09ffp0f3/fWbOTklMS4uJhCGRsRHgwLCY6LCAIGQuFRESsXLIQERs5f05yHDRy/pykJQtmLVv4w4IfkmfGQeAxEfCYiDhYLBQSs3TJos1Z6euBDx0/7tu3mUKt/vBx8MOnfpvt2edP/ba/Rt6/67HZxgcHGtNS5+/fvvGnZPi2jatOHty5M3PN1TOHrp45hEflo0vuKwUEg5zWZZX2tSnazcIOi0jAqJbzayWcar2EKGWhBNQyKbtSxkJZlKQeC/d5r+rLM8v7IcOrPuWnscZnnRIlu0JAzH3dr3zdq3jVpxi0clqUBEze+crHpyoenazJvyAhF7BrHwqJuXz80w4lsU1FHG0WPe9Q9jZym+VkgwD7oksx1CT4MmYesHDA8s9+M3sitqquWUEYauKaxdg+I9CS0q4mDTdx3/WrPg5pv4wCw6XvB9QvOiV9RkaHpgEM3e0xAPWznTqKnl/doiS87Ve1qoh8Qk6LkvBxWGf71PWyW/ZlrPFVj9woqunUAVWfE+OFlUYx3iwlisilYkqZlodVMFESarmcUaVgomT0SimtQsmqVnMwag7m7qWfSx6dFVBKgSlWCalJRVdysEoOtsvIb5QSrCrK817VxxHjcLtksJn3slcx0iZsFNbgS69JqcWUqltaTuXLduGwmfmsiTNqYfSq8M3Cyg4JetxMfd/Be9PKHtARnjcxuuR1SkoeqfiikpL3cUDeZ2gwcMtaZDUjVka3Gm/iVWgZRUZu+ad+eauSYHvVNGjlGEU1Oh5Ky60abRW86JKC32OXntqiJHwZa7TK6ltVRD0f3aGmd2nYLcAPH6PlVCqYxc3K2g/D8j/GNS2qOosM26YmGQSAEGeWNjCwuSJyOY9QaJWSZLQyPiEfIAdpXbua8LpL+LKD360hveuWfh5QPW/h2UYabaP6P4Y0ViHq84CqW00U459Qy6+9bBd2qYk9BtqLTsl4u6jbAHjR/3xhedkt1/IwvSaeUdogo1eCMrteUKflYXtNnCGriIl9/KpH9XG4sdfAetEhV9LLCGXXOfgnClbZl3Hjny/Mz7ul74Y0XY00Da+qU0cZauJapHVjbcKeRnqvkWESY6XUoncD6o/DOim1qKHyJgV1W8+vtkjr/hw32V5Y+IScQStntFXQbaCpWOXvBzVNcnyLnDTWIn3eLus1sKSkgg99Ktu4uUtNbJHW6lhlVhHmZbvwfa+yR0vVs6t0rEo1vczEx1gEde+61SZe3btubauUQim7L8IVdyppPRpmi4TQq2X0aKkAH8rxSkZps7xuIr0ZoFMdt6LHQHs/oPwyahgwMyZAFzdxFYP8fkA9ZOX8+cz4ZdSg56FalQQtuwqsXNawKk1CLLfuSbOMONYiBqd23/Zq+o1AORC1+q6MVvJhSPesXdwkx3NxT98NaMySOqsMZxBgZLQSFauiVUXqN7P7TCwNq7JZhteygUJgXv3TRj5GRikWEvLUzAqrpF5MKgDLjXn1T42CGgWtlF/3WILPbZPixizcLmWDiYu28GuaRXVKcmnN4/MFvx+W4IoaWTXKhvImAV6ML9Kw0ApapVFQr2KgBIQSTl0BvuQOFfVYzcFKqdUyGlrDqVexanmkci6uREiqMEuJFhkJHEBo09CblZRGEc4iIxnFeKu8wSCsV7HRekGdWUps09BHWsUGUY1ZVt+kJLSoSd1Gxmi7CIzrG20XfRjRv+iRvxvSDrXwO/TUNwPqPgu7RUnsNtC79LQmOR6MgAYv6oEh0t0Gep+JNdoqBNXgPgu7SUEa7VS8HTZ2NvJ0YpJJTrf98VwjaNifvS57/bLMNQt2ZKw8vGfTuaN7bl/6Lf/uBS2nXsvCtspp73pNto8jtj+e2T6M2N70v+61GEXU2uIH9y4ePXdo58kD2ddOH8y5c7EeXSgRUAa6TJ/fDtv+eGn78uLTm6FXYx0226vxoZYPr/o+vx1sahQ3GyU226un9y/NSYjMWr/48e2LMh7JohW1GuXdzVq9nGNQcFkNGCYJ3WyQaqUsLrWWiqs8cWjnjqx1O7LW78pO27c98+edWXt2ZO7amrlzS8bm9HXZGanZm9I2paemb1iTkbY2e1Pazm1Z6akr09cvz1i/Kmvj2m1ZaTu3ZOzaCjzll707szM27MjO3JGdmblh7aa0dZvS1m3JTNucvn792mVrlgNzwmnrVi9fvAAaHZU8MxEGgUZGRnt7+4aFRsVEw8LCoxHwBBg0Dg6NS4xPTkpIgcYiggPDAvyCoyMhifHJcYjExPjk5KTZyUmzE+OTEbB4aCwiNhoWFQ4JC47y9w3y9vTz8vD18wkMCQqNCIuExEDhUEQcApkQFx+HQCLhCAQMjoAB9jQkAoaAQ+OQ/9mHQmKiIsP/0dqIRMDAhyHgUHCBaSYIOBQ8BHrZ4pBwsOsRjD4BTxs3kYGSOLElJCTEx8fHxSEAl1Z0xMyocKSf555lizroFAsWbUWjjJXloP+5GV3dWoNprcG0YWvasDXN6OpmdLUVVWUoLVHl5Spyc7SFBabyss7a+h4cobue2FqDbUJjmzG1jVXV8qJi3uMn1Fu3a86dLz16rOjXwyVHjlYcP4E6dbr65GnM6bOYs+cmfNFHHu7bf2fX7pu7dv2+bfuVnbuu7d37+x4g+Op4xqYjGzYe2bDx19SNJzKzT2ZvO5615Wjm5sPpmw6kpe9es25f6oY9a1PXz/0xKSgk1t0zzi8A6esf5egC9/SEeXhA3d2Bll03t1hX1xgXlxgXF4gbUL373yvGxSXW1RXq7g739Izz8Un0908OCpoVEhLn44Pw8oJ5eMA8PBBeXnBPT4ibW5STE9TVJdbZKcbJMdbZCebhBvd0h3m4QNycIpztIl3sgQQiD8dYT6dYL2fIxEL6u0W5zYh1c4B7uUDdXRFewNnCHJwg7r7zIfG3jl/oM3U86xzTCbR6caOKrxfQFVyagk2RMUkyBlHKJMmYFBWLqqY3KJkTJmcGRUtrUFOISgpRTRWZH6kAACAASURBVCOqWEQlmyBnEhQMvJyBl9PwMhpeRsErGA0aKklFJiiI9VIcVlJfIwYWRkrCq8lEPQmvramWoMqF6Eox6HYm1uvra9ToSmlFiaCsSFBayC/O5xblsXIekIpyaSX5jKJcWv5jSv5jytOHpId3cY/uER/dI96/R3hwn/jwPvnxQ+rTx/ScHGZ5uaSsTFhSwi8tFZSWCoqKuDk59AcPSLdu1T1+TMnPZ+XmMp4+peXmMgoK2IWFvJw87uNc9r1HtDsPKPefMh7ncx7kMK/fb7j5kHLtHun3u4Sr90nXHlOuP6FefUQGLNCToc1f5zk7O7qA9//37aS3efKJIAmD/52c/v36DOB4MBiv5Wjv9PXw8NfoC+47O7v+HwDYbsqMqd9OmfrtFLspMxym2s34boqrowNQOjzxcd/DxRkEYE9n5wmZ197b0cHHwcHX0dHPySnQ2TnQ2cnf3j7AwSHQ0THE1SnS3RXi44EM8IkP8pkdETwrPGhWqH9ysC8QcBXglejnnuTrNjfA+6dgv8XhQUsighdFBC+JCl0eG7EKFr0SHr0cGrkkJmxRVMjCyOCfwgPnhwX8GOb7Y7jH/BifJciw5cmQlbMTVvyQvGb+vNSFCzYtXXwkM+3slozj65ecWTvv3pbl+btWF25ZWJ7xI37HUuvdX/+g59oEhR+ZD99Sb72mXButPTeOPTeOOv2i/OS7yjN/Vl2wVV76VHauv+BXza3N5MOLMHvmEI4sZV/KoF/cVH8itWDv4tubZ59fG398JeLIMsQvS6AHlsAPLkMeWT3r0OqUX1YkH1yZcmjVrMNr5hxd98PRdT+c3LjgTObii1tW/L599ZVd/wHgm/s3XN+39uy2RVf2rju/Y9XprWtLrp8qvX15d+oKiL+X69R/T/nmG7sp37o62jnYT5s+7Tt7+xl/8+9/4rC+Fmr/AcCgVPu1JjzZkzSJu/+9M0m54NNB4Xfyq3x9BvCR06Z+P33aFLsZ0xzsZ4CvCnAY3dPDDVxenu7eXh6+Pl7+fj5Bfr7+Xu6hvt4RAX6QsJAkJGz+nJR5s5OT4xGQqPDI0CCwFghMzwLHY8Cc54nrrBA4DALKvGAzcHRUBPhOAw4Gx0T/x0sMBDvCY8EJ24lp2wg/X29nJwdHBzu76TPsps8A6dfR3gFYjo4OE9tkvxE49Ps/+qVB9P3HLUj7IGC7Otq5Odn7e3vERoYhIVFwSCQMHhMzEa8BR0KQcVA4IhaBhACDPROCcDwckoCAJiCgiUhYUhw8MQEelxAZFuF16PCOm7fPX7tx5sKl4zNnwh0cvvfz9XB1tIPFRG7Nyrh07uyaZctWLFoSExHu5DgDAo1MmZUYGRUKVIp7unt7e7u6uoeGAqZoGAySmBgfEhoQEOgNg0cD54dBY8PDk+PifD1c46DRc2YiF86bmRQXuWtb2rpVP6UkxsRGBkCjg2YnIVYsnpe2dmXautVLlyxYvGjezp2ZhUX3TGbJpy+DNtszm23EZhv+9EcPcPulz2Yb/fLn0NNHF35Kiclet+jY3qzbF46SMQX9zSqjjEHFFjHqi7vNki6zyKpmGqRki4rRYRQIqFUyHlbEqjYpKEY5WcXHytjVcnZ1p5HTrKG06mhtGmqTgtShp453SXvNLBGlUNCQ16TE64Vos6yu18xs15EllEI1u8IkxhpFNUNWzkRtDE7DrujRUibynylSSjm58n7100s1+ZfVbJRJXN9rZA9aub1GZr+ZPdoqHG7m9TTS+0zMZ+0ioCx0wuc8aGE/7xA/axOONPOAcOM3Le8H1K+6Ze/6VaMtfJOoRsuptErrLNK6oSbuoJXTZ2J2aMlc3BNC2TU1u6JLT/3jmfHzqOHzqAEkpdFWoAVURi8H53tb1bRGEQ5Mw9LysF0GtllKVLHRSla1lodVsdF8YhEV/ajsyfna0psiWrmAUiqglDZKCS1a+liX0iDBq/nYZg0NyFvSMciYR9UFV8iYRwomiop+1FB1/1m79HWvul3V0K2jDZvZAD+oCK2iGgu3wsIu71fj3rZx37RyOqTYYRPNKkS1Smt6tcQ2GdYiqOJgbvNr75l4FSD99mqJ77rFncp6HbsEKD1q4b/uVeh4KHbdIzm9xCBADzVx+82sXiPjZbcMqAV+1/aiS9qlBwKBdFyclIISEksNAmynjtKiqus1Ndhe6UbbmS0q7GAT60WXtEXZ0CjAG4UkIbFcRkNz8UUT3/sDVu0TkxjbqsS1KGrf9Uo+DkgHDORRC+Ntu+Bjt8T23PyxW/ZlUNkur33Ryu1S4ToUOG7NPYsQrWOViRvy21TEISvQD9SmbuhpZDQrCFJqsVlKNIrxBmFto6iuQ0vTctFgEu/7fs2gmfNhUAOMwsrxH/pUrzvFb/vkQ03cV30K2ytru45sEGHeDKg+jRneD2t1guqPo/o3A6r3w9rRduG7IY1VgUPlnpXTSzScyuedkm4DbcDCHu8Q0zH3ug20v56buw20bgPtZbfsRZe020AbagJmxd/26lok5AED3/aifbCRY+ShW6T1A42MIRPrVYfkfa9yvEXQriBaBHW9WtbrDsXHfk27gtgsxr9ql9vGW23POyx8Uu6lo9cP75ASywYM/BYJqZGDMfLQzZL6fgO9x0AZa+WNtnCb5XVKRrGGXdauJow0c8DysAEzo0vXYJVi+030sVZes7xOSMwdMLNedkltHzt7DQw1s6JFTnjVJX/Xp1UxKlWMyre9mj9GrVYJsa7g2pPLB4wiAHTb1A1DTTyw/kfPR7coiWp2JTgKa5XhTOJagwBjEGCAYidmhZZdpWKUC/C5MkqxhlWpYpRz657QUHel5CIhIU/PrebjcjA55+XUkjYlqVNB1DHKNbRSCx/TIq5vlxHapHgDq4padluMy9fSUC0ioqiugFn5sEtBGzLwJIRCES7fyK0xcmv0XKyWjWFjc1g1T1nYPBY2j48vVTJqtFycilUro6GltKo2DdMkIcjolRpuTY+R228RmKVA61ibhi6jV5JRD9j1eY0inEFYr2AC+VgaLlonQFsVeCB8zkBr1TR06KkDTVyrAv9x1PD5mbHTQFNxKntMzA8j+h4TkAk/YOEMWDhgdBZYBdxvZreqSJ066rN2sUVa3ygE6ppUrIoOPfDnrtvMUfFqBpqlA60K28fRJjX/5tmjh/dk79uSlpW6bOXClB9nQuanwDauXvDr7szHvx97eP7Q/bMHn1w6UvngspBY/qJDD2Dw+2Hb237b2wHbuwHbu0Hb+wHbn+O2P8c/v+mzfRmz2V7Y/nj2x/vBz2/7P77uffeiq79TNzZgGe03D3YbPr/t//CqRykmH/91a3nh3Yqie8W5Nyn4coOKo5bShWycXEiWC8ljA03NRolSTNXIGEI2joAtun/z3Pbs1OzM1VuzUndvz9izI3Pn1o07stN3b9uUtnZ5eurKzA1rszamZmds2L45Y9/ObQf37dq/e/OeHek7t27cuXXj7u0Zu7dn7Ny6cdvm9Vsy12duWL1ra+a+ndnbstIyN6zesGbF+tVLM9JW7ti6cee2zOVL5i1ZMG/NiqUpyUlxCGR8fCIUCvfxDggOCo+KhsbEwpNmpiDjEpDwhMT45JmJs+IQiVERsSFB4WEhkdGREBgECTJwYnxyPDIJBkFCYuAxUdB4xExYbFx4aFSAX7Cvd4C/b1BwYEhYSDgcikDC4xLi4hPi4uORcSADxyGA7onEhDhwDgvcRyJgUEgM+OEkOgoYEoZCgIv4oIstPg4RhwSiPcEPM1BIDLhARxsUEhMZERYRHgqJjQY/6vyHkJFIZHxcXEI8YiI6BREHT06InwmNnQ2Jjvf1PLZhXSuVYMGiLTVVpor/+J+bqlGgBboFg27BoJuqUVYUcFRXXKTMy1Xl5xnLy1ow6B4cqY9A7sIRmzG15iq0AVWtLCnlPc0h37pd//sV1JmzgPZ75Gjp0WPlR3+rOHa88shv1b+dRJ86U33ydNnR4/mHDj858Mujnw9c37Hryk5gXdy+/VRW9m/pmb+mbTy4fsOvaRnHMjf/tin7SPqmQ2kZh9Iyflm/ce/qddtXrNq0cPESZDzS1z/GzQPh4wf39o1ycQORFaTf/xcAjnV1hbi5gQCM9PZO8PNLCghIDgqCe3qCJwEPIby8oO7usa6uMDdXiItzrLMTxMUZ6u4K83CDugOxWJEu9lGuDlETABwzAcCxXs6xXs5RbjMiXafDPJ2h7s5hdtPD7OyinVwjnd3i/MP8pjr/CEtG5VWYFVYlTyPn63h0OYeuZtLUdIqSRlZQG+Q0soJOVjEo6r+hV0lrUDOpBhatkUHR0xomwJikYJKUDKKCQVRQiXIqQUkhAg+jEJUknAJXK62rEWPRQixajEWLcbVKXL0ah1VVVYoqS/lVlSJstQKDVtSg5KgqaWWpuLRYWFYkKCrgFeay85/SC55Qi3JphU8oT+7jH9/F5z0iFz6l5T+lFuYyC3OZRXmswgJ2UQGvuJBfUiQoKRKUlvALC9hPn1AfPWx4cJ949w7u5g3s1SvV166i793Fg3feuV1/7y7+wX3ig3sNd+6Q7twh3byJv3Kt7toN3K07pOu3CZeuYm/eb7hyC3fuas2Z39Hnrtacv1F77jr21DUMAMAg04JoOlmJBOq9IMdOdhrZzwCqev8REA2SM4iv4NnA54IPc3JwBpuTwEgtUBme7Ez6PwDwlCnTwDV1Qv4Fc6pnfD996rdTpv17qsM0exc7J+cZ9h4uzu7ODu7ODh4ujt5uzj7uLj4uTt7Ojj5Ojr7Ojn7OjoHOTkEuzkEuziEuLiEuLoH29iFODhPo6xUX4J8Q7J8UGpgU6p8cGpAc5j8rdGIF+8yaWHOCfeYGec0P9V0YEbAkOnhpTMgKaPhqRNS6+Nj1idD1idDUBMDSvBIWsSQ6eEG4//xQ7/mhXsuggamzYBkLZ2cvX7h17YqdaRv2ZWT8mp11NDvj5Oa089mp9/dmlB/bVnU4q2z3KsyORZQDK1qeHLExc2z8/E+0u+8abrwlXX1LvPIed+ldzblXlSffVpz8WH7qbeHx0ZzDpjs7+ZfSCIeXYA/8RPhtJfn0+upfV+Rs++HGxsSzK2FHF0UdWhR9cBFk/8KYvQti9y2E7F8c9/OS+F+WJf66MvnIujm/bfjxZPpPpzIWXMhefmnryt93rrm6ex0IwNf2pN7Yt+HCjpVXf15/ftfqs7vX5lw8UnD91L601fAAT7tvvpn2zTf23/3L2W6aM6D8AnVUgG/+7w1k10k0BXe+ZuBJAP52YgMFYRBov7ZS/4OBJ88z+ch/fAkwPQtsTgLagOymOzrYuTg7uru5eLi7eri7uru5uLk6+3h7ent5eHm6e3q4eXm6+/p4Bfj7AmV9Pp6hvt5hfj7h/r4RwQEx4SEx4SHhQf6hgX6Bvl6+Ph6BAT4R4cGQ2EgoJGoiKCIaND9PvlWAbyTgPHBsTBR4JRUSGw2FxIAGYwQ8JjYmIiI8OCY6PCEeGBJGwKHeXh6uLk5202dMnzrNbvoMBzt7+xl2wP7f24wZM8DgN/AHDFIxmD7l6Og4WQs8CcYgBru5uYHfNfhb6upo5+Iww8fDNTI0CAmJAvIlEbGx0ChQ9UUgITA4MC8EGqKAgoQ4OLhmxiOSE5DJiYjkZAgCGZqVteb06YNXrpy8e/fSb0f2ZaStDg/xdbab6jRjyqa0dbu3ZSfBIOuWLdmcvmHtqqWRkYEzpn/n4mwfGODn5+vt4ebu4eb+r2/+l4uTMwIOnTM7ZaJ8OAwxMeGUkhgXGxG6buWyjPVr1ixfOH9uwqL5Sbu3p82eGTsnGTJvDmLZolmpqxdsTF22YS1QWbF/z/Y7Ny9zWaThwVbbn8+BT05/jX75PGCzjdpsQ8+fmz996vr0qefTx743rzuJuMIDO9Y/vn6muuCOlFk32mlo1QksSqZBQuloFKp4eD6lEgRgBq7IrKR/et7e1yaTcmskzGoxA8UiFOAq79aW3pSxUGo+Rs3HKFlVKjaq00B73a8abhVo+dVmWZ1JWqsTVJuktYAI3Mxt1zT0m1l9JuaglfPXuOn9gLrfxAT6Ti2cd31qMakIk/s7uzZXyUB1G5gfhgx/jlvfDehAwapd06DjodTsCrOkdsDCfj3R7jNoYfebmM87xO8H1CPNvB4DbaxV0GdktKtJPQYaSMWdWnK7mjRoYZsltZ06ynAz70WX9HmnZMDC7mmkDzVxO7TkAQu7z8TsNTKGmrjDzbxWFVFIylexUUYxHuhl4deC8qOOX9uspHQ3coxi/ETTL6FFRTVJCCo2Wkqr0AhqFRy0VljHayhmEwrk7GolF2NVUXqtAoMEb5QRRzrkY11Kk5wEhEUzq9r1nLFOdYeB26QgP+9SDTeJu3VAIrRhwk063sR/3yPrU5O65HXPzIxnZsbnAYXthXHAQO7REN50CodNtFEL468RzZdBZY+GoKYV8GvvNYmqX7RyR8z0lx182599z9pFtpfWDi25WYF/3auQ00sklMJ3A+oOLZmJfdCqIg5Y2LbXzd0GmkGAKbl7rurx75jcqxTUPTW7slWNH25hfXmmft7FG7BSh1s4VhmOWH6LUHpXxcSaxWQlE2sQ4tUstJqN0nLReiBzGCOj5g2aqN1aAgdzuzbnFKv6dreaaHtm/mtQM2yivWrnv2wTKCkFY02cTwMq27v2t91yLaeyU0seaeIPmAAVzijCqtmVUmoxqPWp2CgVG9WqppBR9xqFQEMsH5cD9NNOZID/Ndpo+9L7eVDbqSWPd4g/jOjeDKgMIoyGV9VrZg618F71KfosrNF2oZpbKSTncwlPO/SUL+NG2+umnkY6BXW79P5vXXqq7UOHkJRX9eR0Q+XNXiNjvEPMxT3RcCq79NSRFr6QlNepo7araGYRvt/Ia5GTmJgHtQUXJ5KWq4asrA+Dqi+jhucd4rEW4ft+zedh4+tuVZuSNNYq+DioE5OKJA2lvPp8k4DAqytkonMkpHKLiDRsFQ1bBaBv/G2fsltPHm3hPmvj9zZSWxT1rUockIsmq33RKXrVLRmysiySGgO/ql1N6NSSTCI0p+6RjlvVLMd9HNL2m5g6blWTFDfeJjYKagfNPDCb6sNA49tenZJehcm5WF98jYfPYdU+ktNLX3TJQBtwTyNDSi3WcKqA6t2JiDiDAKPhVBkEGAWtVEjIU9BK2dhHVkm9SYhtkRNklGJi6XVK5W0xqaBVQbSI6/i4HCEhz8BDt0lxrdLaXg1lQE/v1VCGGpkjJk6ngtQsqhs0MF+1yd51qVolBBWlrFdDHzXz+3RMEw+rZ1WL8QWShlKTENfIr2uRk/n4YhGpTEJByekYLRfXKCTp+QQlCyNnVBuE9QZhvVGMb1XTWlRUs5TYrKRYZCQa5nHF4/M0zGOzlNgowkmo5QpmpUFYK2OUKtkVzSpim5Zskta1qEkjbcJeM6tJSei3cvqtHKOkVs2t0gsxXY30AQunp5HRa2QONfGA8mEjs1VFapLjgWpiAabbQAdrw190yQwCTJuWrOVhOhqZKl5Nf5OkzcAb62q8e+m3nRtXbVy5YNPaJZtTl6Uu/XF2XHSEv1uQp0O4r/N8ZNi+jUtL7lzk1Zfy6svrCu6U3r1UePushkPoMUv+fNELcO8fL2x/jv/1uv/NaBvAxn+9tP3x/NObgdfPOl8/63wz3vVmvKu7VdNikhpUnJej7RIe0ajhPbpz/uqFw6eP7S3KuVVV8ghV+rimMvfOtdP3bpxVS5lKMf3VWFdvu0EupMqFVLWUKRdSybiKMycO/LIve/f2jft3b9q7c9OWTes2bVy1NSs1a+PaCRF4w5bMtO2bM3Ztzdq3c+uBPTsO7N2yd+emXdvS9+zIPLB3y8H9237Zt3XfrqwDe7bt3bEZVIO3b964LSttz3bgzqyMNTu2bvx577aVy36aPTNh6cL5KclJkRFhcQgkHArz8fELDAyOiYYhEYlzf/gpITElIW7mzMRZKTPngAwcHQkJDgzz8wn09Q4ICgiNDI+BxiIQsHgkPCEemZQQNxMSjYgMiw0KCPXx8vfx8g/wCw4LCY+KiI6NhkBjYTAIFBoLgcTExkbHQGJiobHAQFYcEg7KvwnxSLCpEQaNjY6KAOkXRFmQZmOiI8HHgGowyMAwaCx4FAqJiY2JiggPjQgPjY6KAONO4LEAPMNgMDgSgYhDwsCvFAdPQMDnxCHmwmLjfT1v/by3qaG+qa7GikWZK/+/BCxQ9QWjsKwooBvJWF6mKy7SFBYYSkua0dVduPoeHKkHR2qvxZkqq7XFZdKCQs7DRw03b2EuXkSdO1d+4mTJsd9Kjx4DXNC/Hik+dLj816NVR49XnzyNPnWm6uSpkmO/FRw5mnf4yP2ff7mxd9/vO3ae37r1VFb2icysI+kZhzakHU7fdDRz85GMrF/Wb/x53YYDqWk/r9uwZ9XarctWrEmZPTs8Eu7tCwRfeXpDPLxi3ADBFlSAQbH3/6oAg/QLdXcHld44H58EP79Ef3/widHOzpP6MIjEcHc3qKsLxMUZBGCouyvY/QvQLwDAjjGezn8vpxhPpxCn76M87GA+rjBvIAIaGEV2B6qPIpy9ZoZC9mfsYNRRrapmjVCvk1lkfD2TpqRTVVSygtIgBxeNoqJRVHSqlkxSEvEyMknJohs5TDODaiCTlFTyfxalQUFpAOZ+SSQliaRsaAAKkOrxcmydBF0jrMIIKtFCVLWwGi3B1MjQ1dLSMl5JMaesnF9VKamslJSW8IuLeSVFguJigGOLivj5ueycp7Tcx+T8HEre44ZH93GP7xPynlAKc+l5ubS8XEZ+PquoiF9SIiwtFRUXCwoLeQUF3KdPGQ8fUm7fxt+8WX/zZv3t2/i7d4l37xKvXcPeuUO4f7/h1i3ctWvY69drb9you3699uJlzOUr2IuXMWcuVJ25UHX+MvrcperT5ytPXag8ca4cWBcqz/yOPnsFc+oS6tj5csACDVIo6IWe9CeDVPwPmdd+hoO7q4ebi/ukC3oyDWsSkh3tnUAMBj3Pk8PAoDg8+cT/Rl/wHlABnj7dburU6f9Z30+b8t3UaVOAGlEQgKd/N83ZzsnDyc3dEZB8PV2dPF2dvN2cfT1c/dwmANjR3s/Fyd/FaYJ+HScCrpxD3Zwj3FzCXJwi3Z0hPl7IQN/EkICZYcBKCvVD+nvEBQDm55QQn7lh/j9GBM6LDFoQFQwEX01w7yo4MPGbmgDZkARLmwnPmpuYPSdx8+yEjJmItDjIWmjk6tjwlbEhqXGRGbPgWxfO3r78p11rlu9PTzuYnf3r1q2Ht2xJ/+nHzHmzL+/MrLr4a/W5nyuPba0/sbl2/wr6kTXtuUdtnBwbP+8v+r0/qLf+IF+30W7ZGq5/rrv0DnX6ddnxF4VHBh7ub76+jXdmPeXEGuzBpeW7fizcNjtv65ynW+c+2vrDk90Lb2yafX5d0slVCcdWxB1cCvt5IXT/IuieBdD9i+N+XZl8bO2c42nzTmUsOJu1+Hz20otbVlzetur3nWuu7FoLrqu7113dt/7GL+lXDm68sH/j04uHim+dzV4x32fav9yn/svx3/9ymz7NzdHOYfq077/79rvvvv1uyr+/n/rd3/z7TwUYnAoGARhEX9DADNLv1zowePQfWDv538nzfA3AkyPHIC2DeWn/acxycXJzdfZwdwVBFyRe0Pns4+0JLl8fL7+Jq6nB/n6BPp4hPl6hvt4hPl6BPp5Bvl4h/j4h/j7B/j4BPp6+Ph7BQX4x0eFgqsREuTww/Qv6gkDhF7yeCmZigSPB4LvOxEgwDImAQGIB+g0LDYyJDk9MQMyelTxndkpUZHhoSJCPl7ers4uDnf2MadOnfj8FCC2fMmXymwLTsEEFePL2b0C2A1OgQTAGh4rBdqVJ8ndzdQYB2NPVKTTQDxEbmRQPAxVgCDQK1H6/BuCEeIB+E5EwUP5NioPPTIDPmaj4XfhT0oH92ceP7T3x2767ty4V5t67eunk4V92Ll8w+8LJXw/s2jI7AZYIiQzydo2JDPLwcPD0cI6KDAkLDXSwB/TtkKBgBAyojJq4ohwSEuwXFuYXGurr7+Ma6OeZkoBYvWzR/DlJsJjghfMS162av2AecvmS5BVLZ65cNmvtqh+2Zq25ePbXGlSBVEh783Lo/dvhj+9HPr4f+vRx8MvnQdtfIzbb6NiYqbNTotNR+vs1b990vnvb9fJFm0pOu3nxsIhW+2qgqVUnaJTSBRS0glNPryuSMrFydp2EiZEwMVJWjU5MGmhVvB9rGenRCBhVfEq5TkywqChyDpqJy9MK62i1jwWUYjGlRM4APmv2mJgmaZ2QXGCUYJuU+F4zs9tI//yscbCZ26WntqlJo62Cnkb6eLsIrKjt1JJftIk+Dxv+emY1ifCjLdLRFumrHtXrXvXnUdOzdunLbvmAhaPjoRg195nYBwYBeqSF/26CeLv1QHRQk6x+wjhKA8pLNQ0dmobhJu5Yq6DfxOxtpIOQ3KYi9jTSu/TU0VbBqx75WJsQxOAOLdkkxg5aOZ9G9CMt/A4tuUtP1XKr+IRcJasKDLvS8rBWeQNIwh06Jqj6GoT1rWpam4ZulTe0axnDLRKLkqzkYjSC2knu1YnqJYzKRilBTK/gNRRrBLWdRk63mWdRktW8OjGtWsaqFVFRHEKpRUEnVT5g1jwFfMhauoJcauCgBg3MAT19qJE5bGBYBNUdirohI7Vbje/VEkfM9G41vk9H+tgn+3NYPWZl9mqJLRJMj4YwZKQOGMh/juj+Gje1qUkvu2VqdgUFddssqTWKakZbBa97FWNtQhWr3CqrFzXkN8lxYnKBhFKiZKCNQhILm1f15JyAmPeiW/x5TPOsg/OyR/BpVP1uUKlglD29evDRpUPY/Juk8odKFqbPLGxT0XoaWZ06uo6HapLVA0HfrGKLCNXIKdMxi5vFNYONtFEj62T1YAAAIABJREFUq0WI1bPKutX4dnk9vuCCklo41sT5a7SxSw3MrPY20rt1tF4Do1NHbZLjTeJakwQHWl5l9HI+sUAvwObdPCKnl2u5KCEhzyyqNfCru3SU563C563CYTObh3syYGEPt/IHm7nDrfyXvfJuI71RXNNvBe4cbuUbRBglu5xLeEquvt2AuoXOP9+lpz7vlEipRWZJ7UgLn4K6reOhiOXXq3POWqR1xPLr5KpbSmbZoJUjowEJSdVPzgsJBZ0ampCQJ6cBGeYvu8QadlmPgdKhIWrYFSzsAyEhr1mG79LSLeK6F50Sk6imQ01uVRCHLHxK5X2LiGR708urK8QX3+TjCl53q2zvO593iIEIbqCrWfaqW/KiU/S8QzhkZbUqcRp2mbgh9+OQ2vbcON4uMInQJhG6Q0Ps0BDbVMBLXcUs49Q90nIqm2T1JlGNilEuoxRr2dVNUkKnhjZg4g6aBWYR3sCr7TdynrVLbW/bwNIv2wtrr5HZqaOaJXVg71eTHA/+5A0CjJ6P1vOBGWBJQ6GKUa6kl4Fu5zYlScdBGXhoBa20W0f7OKj7MtI4ZOHqOCiTqMYiRPdoSM9beKNmTqeC2Keljpo5/Tp6v47epWzo1zHfd6s/9GhGzfyhRs6AgT1s4nWraf16VouEYJUQ25RUPRer52IV9Godt07DqZdQUBIKSsOp1/MJgC+aBvw+dupZLSqqRUYyCOv1gjownU5AKiajHvCJRUYxvlGEU3MwJgnOIKzlk/Lo2AciSqFOgAYBuNfMGmrhdxpoQy18BaucR8xt05ItclyjGChA6tACHgSw+sgqw2m5KB2vuqeRAbwgxbUqVkW7hjzeIQELgc1SfKeRNdAibtOxjXIqva5kd+aqMwd3HdiesX3j2o0rFq1d9OOyeSnzZiLiY0JjgjxDXaYG2P3LZ+o3oS5TFyAjj+3IwObf1/DIrPoKJZtolrHNCk67QfKyv9n2ftT256u3z7q+vBuyfRm3fRr79Gbg1VjHcK+5u1Uz0mex2V4N95qf3Lu4cnHylfO/UvDlWjkThymiEVFsKlbAwusUHDYVW1n8kEnGWA0ShYimV3J1Cg6dVC0XUtssSh6jPv/RjTMnDuzZkb53Z8b+3Zu3bV6/OWPNts3rt2WlTaz0HdmZu7Zm7dmevW/n1v27gGnk7dkbtmxat2NL2v7dmw/9vP3g/m0/78nevnnj1k0bVi39adXSnzasWbZx3YqdWzL279qyb/fm9A0rdm3flL1p/eoVi9evWbl40YKU5KSIsPCYqGh//8DQ0HA4LD555pyfFiyZmTQ7Zeac5InbWclzU2bOQcITwkIivT39IsNjYqKg0FjEpPYbHQkBA7RCgyL9fAK9PHy9Pf0C/ILDQyNiomIjw6OiIqKjI6MiwyMiwsIjwsKjIiJjooDL7qA9DYn4G04nBF4Qa8ECCxCSEXAo2NoIep4nnc8J8ciEeCToi568rA+eFjhJzMSXgEBhCDggHE8AMDIegYRCZiPhSZFhKcH+lVcuNTXUt+BqrehKEHe/1n7/gcHmygpTRbkVVdVei+3G4zqwuDZMnbmyWlNUKs7JY967j796DXP+QsXp06UnThQfPVZ4+Ejx4SNFvx4u/OVQ/s+/lB4+WnHsOOrEKdSp0xUnT5UcP55/5OjTw4fzfztx/9Cv13bvubh9+9kt285kb/1tU9bRjMzD6ZuOZGQdTt/0y/qNB1LTDqSm7VuTunP5qu0rVi1PSEoKCgGKf338IB5e0a7use6AbDvpfwYV4FhXV1Dm/W//8yT9gk+BeXjAPT2R3t5xPj4xLi7Rzs7Rzs6gR3rykXB3N5ibK9TVBcBgN2CBxb/Rbo7A8nD6m36doz2coj0cI1ztYr0AJI52c45xd4lydYlycYd6+UO9Q87/ckJM5nU1djZKTWKGTCHQsykSOkVOoyi/BmAqWUmjqJh0PZWsBquM6BQ9naInE9U4nJREVpHIChJZQWyQ48ngUuLJSgJVjSMra4kKdL2kqk5UgRVU1IgqakSVaDGqRlqBEheWcPKLWEWl3JJyYXGZIL+Ik1fIzi3g5BVyC4r5BcX8/CIe4FjOoRYWMIqLWEWFzKJidkkpt7CI9TSH8jiHlpPPzC/mF5WJCkuFeUW8J3msh0/p9x5R7jxouHmXdPMu4fZ98v3H1Me57Kf57Bt3iHceNNx9SL1+G/f79brfr2MvX6u9eKXmwu+YS1exF37HnDpXceJM2enzlecuVZ+7VP3bmdKT5yvOX8FcvY2/cY/0+836k+crDh7L+2ZS4wXjoME2YBBT/0dGBQ/Zz3AAJ3udHJzdXNw93DwnQRfUex3tnSYlX/AQmKo1maH1P54ceMyEBXrGDPtp02aAa+oEAE/9ftokAM/4frqLvbOXi4eXi5uPu4u3m5O3m5O/u0uAh2uAm4uvs6OP4wx/F4cgF8cgF8cQV4dQN8cIN6cIN6dIN6cod+DVAwWcz15JwX4pYYGzI4LnRAUnB/umhACjv7PD/OaE+s0J85kd6j0rxGtBVOCiqKAlMSErYBFr42PTZsLTU5CbUuK2z0vZ/kPyltmJm2YiM+Kh6XGQrCTElhTkjnlJexbP3r103valC3auWLZ3feq+jIw9GzeumTt3IQKeOX/urV92VV85WX52f9mJHaSLewjH1rFPpnbkH7Gxn9iE+TbmAxv9to1y/Qvu4pfa8+9QJ1+WHX1Zcmy8+Ejfo/3GG9sYpzbgjq6t2L+0YPu8J5vnPsya/TD7h8fbF9zN/vHyhpknlsOPLIEdXgr/ZQn0lyXQg8uQ+xcjDq1IPJ4650z6/HOZC85vWgjQ79bl5zYvubBl2aXtqy7vWH1xx9rLu1Kv7k279nP63eM7T+1JfXjx14IbpzctnxvgNMXlu2/svv1m+r++sZ8yZcaU77/9X/8CksmmTplhbzfd7v/XAv01uH7tXv4HAP97Yvs6BGsSfcEdkAYnjdCTfAjugMPDIAC7uLh4enp6ebqD0DvJwODQr5enu4+3p7+fT2CAX1Cgf2CAn78fULcT4O0R7O0JLn8vdz9PNwCJ/X0Cfb0CfDwD/L3DQgNjYyLARKjIiBCw9CgqMjwyIiwqMjwmOhIUe6GQGHAffOcAZWE4DBCBoyJDQoL9wfPEx8Fmpcz8Ye5scIQYBoGGBoe4u7qBUvCMadMnfyBfm72/7oiaNm3af4OxnZ0dKA4DPcATlwDcJ8aL3Zzs3ZzsPV2dAn29YNHhyYkIIOgCFg2Dx8QnwBMSEfEJ8MQEREpyQnICcmY8YmY8IAInxyNSEpApCchZichEZFRCXMSPsxG7tqUd+nnrvl2Zl84duX/j/O0rp4ue3r508tCd30+vXJgSHeyRAg+fNxMWHuwVFe4X5O/h6jTDz8s9AQGdPTMJAYkNDQwIDQzw9/YK9PWCxoSnJMFTkuBJ8TEL589KQEYF+LokJUStWTXv8sXDdBoKg35MJBQJ+HUWs6i/r3F8rP3dm36b7bXN9sZmezWxXgDar23cZnv25VP/y+dNL5839fWomiy8rg7ZQJ9ufLTpzcuu3nbNiYNbzh/Z2WWSDrfrrCqOXkxVcnFUbAG9vlDKqjEpaHpJQ6OsoVXPtqrpegnRomWIWNUtOtabYfObYaNVTaXX5QgopUxcjlYIBGLp+DWgosIj5vKIuY1iIEr3y7hpvEv6+ZnxZa8CzI+xvW0btHIBfaxF+Lxd8qJDOt4iHDRzvoyYmmQNr3u0oy3SPhOnXUMdahJ06RkaTpVRhDWJsQYBulmBH20VvO1XvelTvu1TjrUKzGKshl3RraeCNUgDZhYgBraL3vYpx9tFY62C5x3ikWZeu5o01MQbaRF8Hm38MKTr0tO6DfTRVmGHltJrZI61iV52y1tVJIu0HvRAdhvockZFi4rapqGDfNtj5DYrKT1GLmjNtcob2jT0FhV1EoA7GtngrG+TmjrQIn7Zr2tSUxUctJqPtSjJJjlJPmEaN8qIRhlRxkQbJDQBrZZLqsJVPGHUF+ffOVtfdn/AIlUy0GJimUmIGzBw2+UNZn6tVYA1cKrMgmoR4ZGSlm/gluk5pU0StFlYJW14OmJl2F4abZ/bx1s5wxb65yHlm27R227p8w7xy2657X2H7VVzs4LAw+fQMfcJZde1XBTog33dqwRnGvV8tIJRMWSVPO/QNskoMlpZv5n91wtjp56ILTxbcPuAil38rEPQriGLycUKerWKiWXXFjJrcrWcWmbNUwGxQMOpltNLmmT1Vil2wEwbaWZ9HlTbxo2fBjT9BrqaWiqsezJiZjaJMP0Gao+2oV1BaFcQnneIexvpYKOVSVzfomxokhP1/BogXE3PAMqTpYC6LqNXWuUNJfdPKhgVCkaFlFosoRRp2VWDZg7YZPu2TzloYX8Y0r4b0oy2C98MqGyvrKPtwlYNqc/CalETR9uFFnk9FXO3AXVLTC00SWtZ9Y/G2oRv+pS2Lz3vBzV/jptGWvgWaZ2cXjLczLO9afnruflFl7RDSzYI0Gp2Rb+ZbftjcLxNahICEcqdWnKnljTeLhiyMozCqhedAtsL05CVw6p5iH56jokBJFPgJWdl9RiAxOZhq+DLiMk23vKmR/thoPF5u6JNSZWSS3j1T/U8VLee2m+ifxxS9xlprUpcv4k+0szp1pM7NETQ8PyuX/G8Q9ila+jWk/uMtC5dQ7ua0KoktCjw7WqSWYy1SGpNoholvWxCsy3n4/K07Op2FUXPxUrJZVo2xiyql1BKbK9bXnbLdbxqIPD8dYvtfUefiWWW1DXJ8UYRVsksVzLL9Xy0hlMlJhdqWJU6DkrNrGhTkloVxB49QPVmUe2QhduhJg9ZuKPNgl4DwyKu07KrOjQNfXpKh6q+WYrRscoUlAKrCNOtITWJazuUxIFGxrCZ062hdKnJXWqyRYg1cFADBnZfI/tZq6RLS2+SklrkZMBNwEKbxaQuHafbILDKaHo+wShqMMmojRKSRUbu0DGblRSThNCqpjUrKRpujZxRZZIQLDKSklUtIpeCY8AT0wpYEblYSC7gEXM5+KeChnwlu8IgAv5AfRprHG0XjbaLRJTCBtRtk7SuXUcZbOaBfw3AEeh+M2BGsEjr2zXkTh11wMIBo7DaNWRRQ4FFWj/aKuy3cqxyYpue2WcVj7SrFSzc7sxVF4/+fGBLRvaalSvnz106N2XFvDkr5s35IRGBjAiCB3lD/dwiPRwCnacGOnzv7/i9n8N33nbfLkiC7ty46saZIyVPbpEwJVI2SS9l66Vso4rfYVENd1ue9beM9TUPdBjbTIpGJQ+PLjpzdC803MfPbRqq+NGtyyco9RVKIY3dgEUVPa4py8WU5pBrK4QMAqro8YPr5xsVfD4Np5NyFHwavrqYR63Xy7gsMhZbmX/twm97t23cszXt0N7sQ3uzD+7Zcmjv1i3p67Zlrt+5eeOerZn7t285sHPbwd07ft2768AegIG3ZaVt3bRhR3b6zi0Z27LSsjMAxXjvjs2pqxelr1++a1v65ow1Wzaty0xbuTl93aJ5s9atXLxhzbK1q5ZuSk9dtWzxnOTEmOhIOAwSHh4Oh8Nnz577ww/zFi9aPivlh7mz581KnpucNHtW8tzZKT8kJaTERsNAI3RkeMyE0RgBjf3PgkGQCGhCbBQ8LCRy0gIdEhQaHhoxQb8xMVEAA0dFRIL0C4kBcjcnM0pAI3TyzMSU5KSvlWGwnyIOCVyS/nqB9mbwk0lCPDIOCQc/zCDgUDgMAh6FxwIeaUB5hsNgCDgsDvBCx8cDs8IzobFwf9+V8XB2QV4zqb4NX2dGlYOG58nR3zZsDTgJ3IJBt9Zg2mux7bXYtomp4DZsTXsttqUaa6mo1hWXKfIKeQ8fk2/c/N+kvQV0VAe4tU1bNO7u7u5CgBAkuFvx4gR3K+4JEIi7jk/G3d1nMjOZuCsOhVJKW/KvM6edy997v3vvt75Z7wqHsbAg4eQ5e797Qy5fqT93vubs2cpTp0qPHC0+nFd6OK8s70jZobzSg4erjh6vOn6i5uSputNnak6fqTp9uvzkqeITJ6rOX3x68tS9Awev//TT5R27gDXgLT+e2Ljp8Jr1eRs25W3YdHDt+oNr1x9Ys27X0uWb5y/YOG/+vIgokH5j3T1B+TfS2fVb+jWJwP8jAIPPBHXgaGdncOPX5KD+loSjHAAXNDjGSiRb8GOYI5BxFeZsD06ok12Io22Io3WAvUWkh2OQg42n2XQfC3N/a5toN+8FsSm3T1xkoymdUr1B0iZnKwVUqZChxCCZRIIIT5Dg8GJw8AQJniAlEGU4nAyPl4ODxcoxGFlLixSNESNxEgRe9M9IkAQpnAgMiqJCkBQQvLwRI6lHi+pQwhq0sA4lbESIm+DiumZBRS2rrJpRWceurOOWVjFLKhlF5bSnJcAUlTFKKlhlVZyyalZ1HaeukV/XyK9t4NU18uubBFX1vKJyWkkVs7yWU9UgrG2WVDWLy+r5zyo5T8qYj4qoj4qoBU+p+U/JD5+QHxaS8gspBc8o+YUU8P67Bbhb9zG3HrTcuo+5fhd58z761oOWa3cQF642nr1cd+l687U7iOt3kXceYO7l4/KfkJ4U0Z4U0e4+xF78ufHYqbIpDnaO9rYOttZ2FmaWs2aYgU7jbwOuwGMTr4IlwCb6dXJw9nDz9PHydbR3srOxB33UoIwMFimBwi/ofLaxsrW3dbCzsTfJzqa3NR2YANjMzMLMzAJg4BlmM6bNnD51BvBnm242a+pMixnm9lZ2IAC7Oti6Oth4ONh6Otr5ODl4O9l62lmBtUa+DgD6+jtYBjlaBTsBdoJQJ5tgB+Ag3MUu2sMp0cc9PdgnKzxgXlTw3+gb6JkZ5JUZ6A7Sb4qPU0aAW2ag+7xgr8VRgauSIjdlJGzNSt6RlbI3Z/a++bP3zEnbmZG0LTV+V2byoflZJ5YsOLl8wak1ucdXLzu8cumhNavyNm3eu2bdpsW5sV4+qYEBy1MTTm5eU3rhKPLBJfidU5ALuwmXttAvrusoOTpJezLJK5ukPZ4k3p/E3PgTdvlz89n31SdeludNlB0ZKznclb9bdn0z6cLG+kNLi7fPLdoxt/ynRcW7F+RvmXNjbcqN9annlsYemR+elx2WlxORlxNxeGHk0dyYI7lxp1alX9qUfW3bomvbFl3ZBnDvz9tzL25ZcGnrop93LP159/Kru1dd37f2zsGN945uu3lyZ9m984U3z27MzXK3mmb+3RS7WVOtZ0yd+f33M6dOm2YMdZ4+c8YsS4tZlhbTzWbN/CcGy0Sq/yW4mvRbEPBMmPetOGx6zrcH/3rb/xKAZ86caWFh4eDg4Obm5u7m4uYKYDCoALu5OoNiL2h79vby8PP19vP19vH29PRw83R18XF38XZ2BMfdyd7ZztrF3sbdyd7Nyd7DxREEYHB9F8xUDAr0DwzwCwzwC/D3BdZ3jLlWYBMSaBMCTxWgSgwmSwUGePv5eoaFBsbGRBh7BeIz0lMTE+JSU5JSk1OiI6O8Pb3AKCxbaxvQ+Wxqvf7PWjcouZuqkkEeNjc3/w8GtrECF4DtbK2d7Kyd7W1cHGyBNeAgv+SE6OiosIjIkMio0Lj4KBCAkxJjU1MS0pP/YzJTEmenJs1JT5mbkZKWGJ2dlZSdkbBycdbuH1efPLzrytm8s0d/Krh98eHNszcvHW0oy79/7cTRvRuy08K9nc1m/DDFz9spOSEyLjrE38cd+Dt0c/V2dwvy842JCI0KC44IDYgKDwj0c3V3sfZytwsKcHFzsTi4/8exkfbJyfcfPwxOTr78+teEca331T8fX09Ovv7618vPv43+8Xl08q8Xk5Ovvv45/ulj/2+/9hm3f198+Tz4y7vOt68NA31SrZoxNqz55W1fl16wYXlWqKd1XdGdt8NtQwaJVkRScDC9rVwFt4VHblLyMFoxUSvGK3loAbVJI8RKOAiFoOX1kOrDhL5Xy2Dhq6CVt0nwZxxCpUGGa5dgVWyohgcVU2sEpEqDBN0px4LoO9HFGW1nvu4XTr41fH3T9mlMCawgGljv+8X9SiIg/alIozr6b6OtA2r62z5Zv4ompzfy8ZUcTBkDWSSj1ekFiF4lfkhLAQXM94Pi553sz+PKX0dkoAj8vIP158vWL8/V7wdEKmaDjgcdaiV/HJZ+Hle+7RO86GS/6ua+GxBPdLDfDYjfD0rGDMxXPfxfRxVgqUmXDEuGFDQXXyY2PdTyYENaoERUJ0B1SAkGMa5NhO1WkPvUtEEt82WPeKCV0SUntYmw7RLgJ/JBLbNPTeuSkwbb2N1qar+OqZfg9BJcn5ahl+AMMkJvK71fx9QI0ExshZjeNNEj+vW57kW//NWQQUjH8ihoGYfwsl/36UXPy17NgI6v5eH7VaznHZKJNkGfnNYuxA4paR/7Zb+PyrTsOkBcZdWK8EX9CvTbHtarTvrrLsb7Ps5zA0VMKBZgn2rZdTJymYpZ1yMHDJwsdJGa3Syj1dERhSDhS6m1HEyJjFan4UDG21n9apIxGbuFCi3mYqo5LRV8fKWRguoZqMeEptsicunLHvafr7QTHew2IVrFhHFaqpAVD9oEuF4FTUJuMCaWiT4MS43h28LJt63jBsqEnjqmJffLcW1cqI4Ned3Oed3O7hYhQCjioYskhIpeBa6VDekQoTtE6B4F0SgjQ5ioYgGxuktOICOK2PgqJrqMiS7TCVoosGc9CuKwjsFEPWsuvkyHPRnV0cWkShbq6S+D4tc9vN+fqyc/dLzs5fVpiL1qQpsYKWPU4ZvuawWwX0akX1619qjwLEwRouq6TggfMQAGeHZLEQv9zCBCdsux2Lo79YXnmosvvRsQqdlNfSrC+0HxL0OSNiFitI3+YViqoNUjyq5RIPmjesrncbmW2yCjVvSrMK97WCM64qie8n5A8L5f3CFCExvyawvOYGtv87BFHWLUl+fqD4PSFx08FQMqwFVLSPVyaoNRpCUY+5aZH4ZEr7rZoMm5ldM41Ep808t91c1+3cP5NCp93sEAF4DbRXANu6GV09gmgLaLgDrffhXhl0Eg7axDjOqStvTIcN1SoLZXz0Mau3kJCloz8PWjYeh5SC62HPznBmuuwapbDqZEwWhQMoHiKCWzUceHd0hawHhkBa1eSW8QESoH1eReOf5VF29QTX7RwfllQDLexuwUt3SI0J3iFj0PruPCgERxHqRDCOmTozpFUBWtRs9pGlLhRzTE0VbKH+OqT0MyBaVWQakdbaV2idAqWv2QhjakoT1v5xqLlGAdIlwrB2kQYnU8TI+SNtjK7ZbTNRyMhALl4OuZmCourgr0PyuYUPAA3E3QCVoMYiAsjQovElMaDGKcXogB5V+dENGrJuqECCG5ik+skNBq5cyGj2OKEQPjVZ9guI3OJ1YQIfk8QvmQngYun7eL0f1qEiiPD+tob/qEAxrymIEpodSMGZhjBiYT9axbjgNoWU2UMxskjMZPzw2v+lVDevG+LSu2rVq8cUnOhsULVuZkL8pMn5ecmBEbHR8WGOHrGeXtlhDolRjkHenlHOBo5edoGehiE+Ju7zhzirPlVDebGW42M/xdbZIjA5Zlp21etejHtYt/XLt47dK5C7MS0uNDYkO9gr0dvJzMnax+8He3cbWdnrdns0JAlfHIHRqhmE0ovHf18Z0rBER9Y0Vhwa1LdaWPaorza0sKMJBqrZTTq5ezSSgmASHnUQV0nIJPE7GJTdXPrl88fipv95mje86f2H/22P5TeXv2bNu4f+eWw3u2H/pp295tW3Zv2bh7y8Y9WzeDPuftm9cCEVnfzOVzJ4oe379wJu/CmbzrV04fObjz6KFdB/b8uHndirUrFm9YvXTB3PR5WWmrV+TOnZ0aGRq0ZvXyhQvmx0RHJicnZ2fnzJs3f+GCJRnpc2ZnzE1PnQ3qwClJ6UkJqbHRCZHhMR5u3t6efgF+wcGBYSFB4cbr6lHAGnBwVHAAsCrs7enn5eHr4+Xv7xtgdCUHBQeGhAaHhIWEghMRFg5YrP4BYNCbnJgQBywcpyaboBe835SVBcItuBL87VYX6GIDFeOYaCBcGuTqmIhwwAUdEQncoqMijUbouLiYmIjwhLCQMBenw2tWSCFNWkRzJxIGAjBIvyDr9iLg4AFIv/0o5AAa1Y9C9iLg4GJwewNEU10nK6sUFJcyCh5jbt5qvHDxb/o9dqzo0OFnBw+VHDpclnekIu9oxdFjAAnnHSk/chRQhk+dqjp7purM2fIzZyrOX3h26vTDI0du7dt3Zefu8z9uO7ERWAPes2LVvlVr9q5cvWfFqj0rVu1etmJLzsJV6Zk50bFJPn5A6ZGTS7SrO2iBjnJx+y9l3v/xzm9V4m8xGNz7DbGxCba2NqrBQAhWlIM9qAOH29uG2dmE2wPLwOFOwHxLv8FGAc/TfEakl3uom3OQg11qcPDytIy8jdtLbjxsZUo6RFoJRShnK7VCA48mZZPEVKIIBGAj90oIRKlxZASiDIUSYjASEwBjsXIcToEnqpA4CYwgghFEcKIYRF8ESQYny5AUFZykgBIUjXhZA05aj5U04KQNOGkzRt6MkTciJFXN/OomXg1UWNMkLKvnltdyiqqZz8oZT8rpRRXG8t46fkUdtwEmrYMKK+rZxVW00hpGVSO3sp5XXMMqb+BVNAsqIeIqqKSiWVTcwH9ay3tcxb73lPywmPaojPm4nAVOYSXnaRX3WTWvuFbwrJr3qIxZUMp4XM56VMZ8WEy7W0i894R4Kx/78x3E1dvwWw9a7uRjbz/EFBSSHz4m3svH3S/AP3xMfFhAuHOv5cYtBKAAg6osmM8MqKyzLMBCYJNyC7qjQbcz6HAGE62cHV3cXNw93b28PLzdXT1cnFztbR1MMVcmAAYBG4RekLf/RwC2sLAyN7c0N7cEGNgIwNN+mA4EQU83M5s2y3Kmhb2VnbOto5ONnauttautlYeJFxLPAAAgAElEQVSdjZeDna+TnY+jrbetlYf1rABHmwCAe61DnK3DnG3CXKzAFLVQR6twZ5soN/t4b5dkf4+MEO+scL+5kQFp/u4ZRvrNCvHJCvHJDPJKD/BI83dPC3AF2oCDPRdGB65MidqclbR9XtqOeWkHF887uHjegQVz9mdn7p2bfmh+1pkVuVc2rL68cfW1bZuv79h2Zce2y7t/Ortz987lKxcmp0R7+0R7esb7eOTGRx7buLzofF7dzTP1V/ZjrmzFnVupfnLwEzF/klc6yXw6SX44ib4+ibz6e/OFt5UnRooODj472F24T3n7R9r5VYgTayv2LHm8ec7jrfOe7VhU8GP2zdWpF5fGXV2dcnZJ3NGciOMLo44vjjm2KProwqgji6OPLok/uy7j6taFt3Ytvb5ryc/bF13ZtvjK9twr25dc2bXs6u5V1/auubF/w+3DWx4c2/7gzJ57lw6XPb62a+NyF6tpllOn2JpNnf7dFPMZ081nmc2YMQvoY55lPsvMYtossx9mTP9hxvT/EwCD2qxJuTXpmSa4NaHvt/qw6VHTAfg+/5kDZ8yYAaIg+JC5ubmDg4O7uztAvC6Onq5Onq5OXm7OPh6uvkY/s6erk7e7i6+nm7+3h7+3h5+Xu4+Hq7c7AMCejvbu9raejvauDrYO1hZ2lmYO1hZOdtbuzg7eXm4B/t6BAT5gS1BIMLAPYxqTCAwGS4DnHvAEA9p9jcuugf5+noEBPkbtNzEpMTYxIS4tNTkhPhY4MxkDkYMCAl2cnG2srC3NASHXysrq2wQskHW/FYFN9AvSMki/lpaWoAhsY20JJmzZ2lg529u4OzuAMB/i750YFxkTHRYZFRIdFRofF5kQHxUfF5kUH5WaFJuZljg7PSkrLWlOevK8zNTs2Wk5czIWzM3Mzc5cMj9j4ezkrKTolQtn79u27sjeLacPbb9z+XjBrTNNlQ+QtY8bSm/jIEU1z64X3ju3cfWC0EA3K7Pv3J1sgnw93Z3snGytvN2c46PC4yLD/L3c3Z3sfNwdPV1t/L2dZqdFhwS5LsxJMuiFv30a+fL7KBDjPDn+11+jf/01+uXL0O+/D/75JxDvDI4RjF9M/jH6+8e+L7/2T/4xOvnX+F+fhz697x4bVA71St+/6hjpV3TquZ/eDQx0KQrvX47wd4gNdM6/dlwvocjZLQYZrU1KbZNRRHSYQU7t07HJyFICrKhDSTXIiSo+ikdrUgoxY93ibg1DzoFLmBAxvalTSaa3lCg4UCGpho0pU7AaxdQaIbmqV01Uspt0QkSbGKUXISW0WiCNxtio2SFpGW1jvOkRfBiUgo7KNi6sX0mUkOrJzYXoqnvNRdcQFTc1HFivkvS2XzKsoxm3E7Gd0pYuGaZPRehTEXqMBTDDWkq3DNMlbRk3MF50skd01BEdtUeO7ZFjh1rJzztYY230bhmmTQDQwqcx5YieDgZKd0oxPQp8r5JgEKHAYxr8CarqZlPRJXj5NR0f3iXDdiuIoJFSyYJIqPUqNrRDiuuU4cWUOgWzWcmCKFmQNlFLv4baqyJr+UgFBypjNevELTJWs4ID7VKROpXEIQNLRKunt5SA3VF8cs1IB+ftsHy8RzLSo16TOzfE22njigXH9m4tvHsF11TZIWN/muj9ZahNw8HzsQ2Dau4vg60fB7WTb7vfdHE1jLoOAaxfjhlWE14Y6BN66p8Tysk3ul/6+C/bGcNqwoSeOqDACjBFAjxQ8zvYSlGxmvrVJFABHtJSP40pJzrYBhFKTq8nNee31NxueHqBhS7qkGAZiBIKpAhRfrv28fm6J+dQVTd0AsjkB0O/Bj+kI/UocHoBQs2Gioh1PGyNmNSoZMB1PIySAZVS64e0wF63XgAfa6eNG2gqZh1YLTuipY1oaQMqytcX2j/GVZOv9YBdGV6Iq70rp9a1siHclrLBVlqvktQjJ7eLcAJiLaHpMRNdpuWjKYhSJqaK3lJGRhTJWFAFB96jJI20sQY0VCaqmI4o1AsQYmIVHfZEy4G2C1Fv+4WfJ1QjeppeABcQylnoZ1xsSc2j010yTLsY1SFBq1iNDGRh+f1jOj5s8mPXgIb0YVjaLkZpeVAKtIDY9EDLg0oo1cM6Krr6Jrr6JhdbIiZX4RvuUaAF+IZ77WLUiJ4G5IoNi553MUcN5LF2yp+vFS+6aR9GhF9eqj6OSoa0VGNEOefrm7bxDnqXHCkgllJhjzC1d7pk2IkObqcUN9HBBa/sGESoHgWuS47uU+N6VdhX3eyJduawlgLWIz3vYI3qaQNq4vMOFlCMxIXo+TARsUJErGgXAfIy2OvbI8dKyFV9SvyonjakofQriR+HFINq6oCKYiwVkwlw1TxM5Zse0UQHFyz7GW1jvO4VDGmpXGyphFKjYDTwcGUSSg2YQAYmQhtEKIMACa4Bt7IhPTLccCt1REt72cn9ZUDyYVDaJcGMaGnv+8Wvu/lve4UadpOO3dgjRbzrZX8c5A+psd0S+ISe+ksfv1eKft3JetvN07Ka+mTYzyPyN128T0OyDhFmSEMDm89edoledAq1XJSIWAeu+4opTWIaREBuZmJqyPAyIrSIBClUc2DghTY5o0nBbNbykT1Kkl6I1glQQlINq6VUwWzukOL61JSxdg64jjHRxRluo4P/BUlotSpOs5ReN9HFeTck6VERBKRKKb2uXdrCJ1bo+PBWLlTLgxlEqA5JS5cMO9rGeD8I/P/TLcdxMCUg97YJkf1q0oie3i5FK9lNnTL8+yFlt4o53CZ5euvCnvUrjuzccnjblh2rVy3Lmj0nMT47JSk3K3N5dlZiiN+c+Mj5ybHpUSGRPm6BLnY+9pZu1rOiA7zCfdxCPJ393ezd7cwdzKfazfreyXKqs/VUd9sZnvazvBzMAt1towPdE8J8EsJ8IvxcfJws5qVEqQQ0ErKegm6koBt5FDQGUt1U+ZSIbKgpzq98eh9aU1x472ptSUFNcT6TgDAoBWIWUSVkdGrEEjZJL+d1t0lFHEJTzdM7105fPHXwwskDZ47uOXZge97ebScP/3Tm6IGj+3ft2rJu46ol61cs3rR66cY1K4whzys2rV2+ae3yHzes2rV1w96dW+7fvoxvaS599uDpo9uPH944emjXyaM/Hc/76UTevlNHD5zI27dxzbKlC+cuXTg3KyNxUc6ckmePDh7Yk5gQlxifMDdrXlbmnOx5C9PT5qSnzk5PnZ2WkpmcmBYfmxQbnRAXkxgfmwRObHRCeGhUgF8wGPvs7Ojm5x3k6xXo4+Xv4+Xv6x1gJOSQ0OCwAL/A4MCQ8NCwyPCIyPCIqIjI6MgoQLIFVOMoUMUFl4FBBk5JTgTbGUEhF3zIFAT97favyUEN8jAoAoO5J8DFfSMAA1vH4eHhkRERUQAGR0dHxkdGJoWHRnu6Pz57Uo1CSOoq9ZDGdkgDmH1lYuBeBBwcUO/tRcD7kIheBLwbBm1vAhaGAfNzeZXwWQmn8Bnl/kP4lZ+rT50uP3GiKC+v8PChwoMHnx46BJQAG3OwaoyBWGVHj5XkHSk5erT8xAkQgCvOni07e674zNnCU6ce5OVd+2nv+R+3nVwP7ABvX7xkW+6SLQsXbZyfsylnwcb5OasyZy+MT0j29Qfjr0Dnc4STS7ijc7gjkNUMOpP/lx//1m/tbECUjXAAsprBeOcYF6doZ8dwe6D6KNjaMtTWGjA829pEOthEO9lFAdlXAABHONhFOTlEOAMT7uwU5uQY6ugQ4mAfbG8XaG/rZW0R7ukR4uaaGRl1dt/+6geP8LXNrUyRmi7S81Q8HFtMlyo5rXg4HQulmwCYQJQSSbJ/Rk4kyU2bvXi8nEhUg4MnqtAEGYoIDJokR5PkKIoCRVGB8i+MKIfg5c04GTgQvBJKUEHwSghe2YSW1yElDUhpM1bZ3KKqRUjr4NJqmLiqWVzRLKqGSGrgslqYrAYqBu6HCMrq2UXV9NI6ThVUVAkRFjVwiup5z+q4APTWcB5Vs/MrmQ/K6ffLaLcKifeK6AXlnCdV/MJqQVGduKxJXglVFdWJi+slz2pFT6r4T6r44G+f1vLvl1DzS2gPi6n3n5Hzi6iPSugFzyh38rHXbsEvX2s+f7Hu/MW6S1car12DXL8OvXYNMsVsprmluRW4tWva47WysAaDrEAGBtHXbKa52UxzZ0cXFydXd1cPDzdAQgO518nB2cfL18PN08nBGWwJtrKw/haA7WzsLc2trC1tHOwcHewc/xsAtrGxs7Ky+c8A/MN3U4Gm4hnAGrDVLEt7KzsnGwcHKxsXGysXG0t3W2sjADsAAGxn4WE9K8jZJsjZJtTFJszVNsLNJsLNJsrNNsrNNtLVLtrdAaTf1ECP9GAvcOZGBsyNDMiOCJgT4Z8V4pMa6JHs4xLv7ZTs75YU4JIW5DknwndJQsSa9NiNmUkbMxN+ypmzZ2HWvgVz98zL2Dsn82BO1qnlSy6tX3Nl47pbu3bc2b/3zqGDtw8fPb977/rshfH+QWnhUdHePuGuzrFebunBPqszYi/v2YTMP998cQvk5FLe/T2vsQ8neRWTvPJJ2tNJ7L0v0Ksf6s+Olx7tL9zfXXjA8GSf7M6P1IvrGw6tLN+7smjnkidbF95dn/XzsqRLSxOvrk47mROZNzfk4JzgozkRJ3Jjjy+O+RaAr29ffPOnZTd2L72yPffytsWXdiy5+tMKI/quu3lw0+3DW+8c2/Hw9J78C4dqiu5tWrMw2MfJ2WamxYzv7Cxn2VtbfTdlyqxZ5t99P3XKlO9/mDr9u2nTp3z/3ZRpP/w3CvB/BmCTt9kEt/+bg/8egM3MzEDGNjMzs7e39/Rwc3d2AFnXz8vdxLq+nm4+Hq4mGPbzcv97PN18XJzc7ICvImB73NHOwdrC1mKWnaWZvbWFu7ODr49HYIAPOKEhAZERIaYwCdMCMLge84/kGwaeWsAYiajI0NCQAD9fj5Bg/7TUxLlzMtJSE5MS49PTUhLigcDGlKTkhLj40OAQd1c3S3OLaT9MNennJqUX3P417Vr/y/8MrgSD9Pu3C9q4uG9pYWZjbenqaOflBlwRcHd2CPbzSoiNSEmOS0gE4p1TU+JTU+KTk2JTk2IzUhMy0xIz0xKz0pLmZqSA9Ltw3uzceVkrFsxdkJmyZF56TkZiTkZ8dnrM/LSY/dtW7926/NLJXdjmZ8i6fBa+5s2wWsVFw6ofQuuflT67d/fmxfOnD+/8cf2CuZnpSfGzU5OWLMien5UeGxESFeqfGBvi52Vvbz3V39s+LTkkZ37cp1+HX7/qGB5Svnih7e3lf/jQ/vvv/ZOTI5OTE5OTE1+/jvwBBDuPT06++Ov3ga9fBif/Gpn8a+Trl8HPH7vfvWx7Oab9+Lb7+UjrH5+G37/sHhvQ/Pq2v7H6se2sKSHeNlF+Drs3LOxSsUY7pVImitZSJWUhlTyMiA7rUtO1YryUBZexERxijUFOFLPhajGuV8tScFFCWqNagJYwmo2xT7AOBQEs5+xW4sGfNbuVeCG5ikco5xMr+jQkrQDeoyLoBQgdH96jwPerSd1S7HgbU8sBliRVtHoOuhRRdgtWerOm4AKs9CYTVfyyWzDYSnvVIxxvZ/WpiAYREoyPbuVCWrkQY+Zwy4CaONZGf9cv/DgsHdFRu6Qtw1rKiI76tk/wvIOl58PAlKBOCVrFbAClTuBTy3EqVpOUWtspxbzuFbzpE77tF0koNQYRqk9F1PHhzzs5egFCw4XLGU1dcsKglq7hwqW0Bj6hClN3v+bxeTL0iZBUw8GWc7DlMnqjig2VUOvb5XiNAGmQ4TQCpF6C6VKRJIxGLrGKhi5m4cplrGaDDNepJLYKUUBmGAtuUPHz9m7btWl13k9bg9wdA9xsg93sIn2cS+5dMUiYr3rUQ1rhmF6k4+IlZMionvdhUCollpMb7kqJ5R8HhO96uCpazasO5riO8rqTNa6jqGg1XSLE226OntPERBbKaHU8XFnD0wug9qvjwwdbKW/7RZNvDV0yLAtdxMGUiMnVPFwZB1MiItUICbViUj0TVUyFFYrJ1VoeVC+Ad8pQDNRjYvM9GvyxlgfrlhN4uApi42MhoV7LbemWkXqVJAGhSsVqMtpooZMf2zslSAG+RM+HgdQ0pKVrOfAhDW28jfnroFTPgQqNDTrjbcx2YctgK22wlabhwLiYSjqyhAJ7RoY+5eKqVFy0mAbR8DFtUrxGgAa1dDamgo4sEpNrZbSGHgX+bb/odTffIEBqOdDn7ezPE6r3g+IBDWlIS1GxGkGUNYiQf7xs7ZS2UKAFmNrbbUJElwzzYVg6arRMq1iNHRJ0uxil4TT/OipXMhu65djBVnKHBN0mREipNYTG+9i6O1TYIzIkf8zA+G1c2aPEKFl1Cmb1hxHhu0HO6z5mm6jJIIbqhVAtD9ouRo+2sT6NqSd/6exWtDBQBXoh9POEqldJ4GJLdXzk807e+0FZmxCtZDZreUAc+kArYbyD3i5BDGpIYLUvGFoO5Jm/0X8eV7YJ4Gz0Mx0P+qqb26fEd8swL7s4L7s4LzrZAnyZitkgJlU+72CNGxh6HlxOrWMiijQsqJRc1yHC/Dba2inGU5oLdVzEYCtNzW4Wk6ul1FoJpWZIS6UjCqmwx10yLB9fLiJVDWmpAxoyF1vKRD3TCxAvOjhgBDQN+ljLgYqJVWpmk4rRqKDVTxhYOi6sS4LpkmB0XNibHoFBiPg8Ih3TEYc1uIk28pAa269AD6nww2rCmJY8oad+HpG/7eaNaaltXKiUWPV5TPV5TPN5DNj8f9cnedUtfj+g6FVQWnmobgVVxUaKaRCdCN+v5Y60iya6ZW8GVd0K8qiB3asiG60ZuB4lSSdAKVmQgVZan5rSJmpRc2AaLlzDhfdrqH+8avswKh/QUgwSdI+K0K3Eg+ir5kLUXIiS3cTFlxkk6A6gfRr1bkjyspevYDSo2eA/CqyVCzWIUIOtlNe9gh4FvkPSohcg2oRIMKRNzW4e0JCfd3PaxMh3g7J2Cb5HzXrVrx7USYrv/rx+cfa2lct2r1u9c83KratXblqeu3Ru1uz46GVz0hZnJM2ODY8P8okN8EoOC0iOCEoI9Q9yd/R1svF1sQ31cQ3xdvF1sfVytg70sA90twvzcYrwcwn3dQ7zcQr1dvRzsXKzme5k8f3y+WkUdKNexmmTc8moBhqmmUdBi5l4EroBXldacPtiU+VTDLSqOP+mkIlD1Jc9vHmejoO1qwVKAeCslrBJLBLCoOIrRDQsoib/zsWzx/aePvLTycO78vb+eGDX5uMHd4EAvHPz2vUrFq9fsXjzmmVrlueuX7Vs45oVG1YvXbcS6EPavnnt3p1brlw4zqJhCRgICQeDN1edO3XgxJHdh/dvzdu/68BP2w7u2b514+rli7OT4yKS4iMO7d8pE3NuXruUEB8dER6alpKampyWmTEvOQlYAE5PnZ2RlpWcmAZ2HcVExSfGp/zDrYlxMYmx0QlgDlZcTGJEaEx4CBAHDewDB4YFBYQGBQQHBQSHBodFhEXGRsckxickJSQmJSQmJyalJCWDem96WkpqSlJSYnxiQlxyUgIQupWempKcCAq/JkI2hZWYqDghHrhAn5QYD2ZHR4SHgpAMhp4AABwWBqwBhxrd16GhoeFh4ZFAEldidHRKZHiivy/s8UMNGskufappqO1GQAyN/8HAJhEYJF7QC21yRLc3NbY11Guq6yTFZZxHhfT8R7jbd+rOnis+cuTpoUMF+/cV7N/35MCBory8iuMnak6fqT9ztvbM2YbzF4C932PHio8dLT1xvPT0ybLTp0tOnyo9d778wsXSCxeenDx5a//Bi9t2nNqw6dj6DZsXLNyQk7N6zpzlaekr0jNWZmTmJiXPi4pO8PKJ9/SOdnUPc3AKc3AKd3QOc3AKtrP9vwXgMCP6mj5+C8DRzo7fAnC4vW2Uk0OojUWEvfW3AAyWG/1nAA6ysw+wswt2dQl0dfW0tc9Nn91UXNHKEYlJLBGRraSLh7T9aq5GQlfIOa1MgpBJknAYSmD710i/JLL8n1GQyAoaTUsiqXA4GYGgoFC0VKqOQFC1tEjxRAWWZByyEkdRGUeDo7UiCXIEXgbDyJoxUghWBsXJYXgVnKAGMbgZq2xskUNwKiRZhyS3QXAaKL4VgtNAcFooXgcj6GEEfTO2tbFFXY+SN6Bl4EDxrTCyvhGnroCJCus4j2tY+ZXM+2W0OyWU28Vk41AelLHyKziPqngFldz8Ck5+BedJjaCoQQLe/6CMdbeYfr+U+bia/6RGUFDJzi9nPqpkPa3iPKvmltUJy+tFhaWMO/nYc5fqTp2rOnai9Mix4qNHiw4fLty3L3/XrrsAAJvPsgDpFIy8MkEveADmQtta2znaA7UmoOTr4+Xr5eHt5OAM6sYWZpYuTq7go86OLqCVGgzB+pZ1TTlbJoXZpD+DnwuwW1vZWFvbWlhYgRHQ5uaWpn1jYBn4++lgB5KNubW9pa29pbWLtY2ztaWThbmThZmLpbm7jYWPvaWfo3WIq12om324m124m12ku220p32ir1NqoFuUm22ir0tGiHd6sFeSn2uCj3NygGdGqF9ygGdqkHdGiG9mmH9WeEBGqF9akHdygGeMt3OCv2taqO+c6MCcuPAlyVGr0xPXZyVvz87auSBrz6L5+xZlH1iYc3Dx/LzcRUeX5p5evfLkqpWXtm27d/TY1X2HtixYkhoaEe7hG+jqGeLhFentHeHlHunlnBLsvSgpYvOc6GfH1yGvbRc+OzmIvP+VVz0prJukFv2Jy/8dfedV3YXewkO6B7tV93aIbm2hXVyJPLGsKW9t+d5Vj7YsuLNm9rXlqZdzE88siDk2L/xgRuCphTEXV6VeWJlydkXS2RVJp5bGA2vAS+JOrE6/sDn78vaFF39ceH7ross7l17ds/rGwfWX9qx5cuFg0dWjV/ZvvnN8d0P+zzWPru7csiI6wt9sxpRZ07+zsZg1c8a0H777fsaMWT/8MO37H2Z8/8O076ZN/27a1O+nT/tuxrTvZ/wwFej6BW4gzZooF7Qum5RbE+v+636TRGx64b8OTC/81wFoEgafPGvWLGtraxcXF8DY7Ork6+ES6OMR5OsZ5OsZ6OMBHgd4uwf5eob4e4cG+AT5evp6uLg52jrZWno6/h2c5mJj5Whj6WBtYW9lbm9lbmdlDsinbk4+3u7+fl7f6MDA+edfInBIcGBoSBBIwpERYdFREXGxwJnPz9czKNDX3+/vBeCE+OiU5Pj4uBgwfCIuNjopITElKTkmKtrHy9vOxtbCzBxMdTaFPFv/cwMjr0DcNQVimQPfHpZg+hdQAGxra2NjA/qfXV2cgNonextXRzsfD9fQQL+4yFBA7E2NTU2NTUuLS0+Pz0wDJiM1LiM1ListYW5G0vys1Jw5aYvmpudmZy5bMGfl4uz1yxatWpS9NDtjaXbGygWZqxZmLp+fljsnIXd2zLK5sYszwjcuSal8dGm0k/+iT8IjN5w7tnvnlhXLFmQsyEqen5k8Ny1hYVbGykU5W9et3rtty/njR4oK7taVF5YV3oXUFkuFVINO8O51z+dfh9696fzlXedvv/Z8+b138uvAX38OfP2rf/Lr0OTk8OTk8Nc/h//8Mvjlc/+nX9onv45MTo59+djzyyv9xzcdH193vRnXT36ZeP+i67d3A5Nf34/0qM8e3RXiY+/rahET7BLlZ4drLv4w3q4W4MQMOJtQzyU1SpgwAbVJxkbwKY14aCGfUm+QE5U8ZLeO1WfgdmsY3RrGoIHTraFpBGglF9EmxU70CNolWB6+UsVpVnMhElptu7RloJVGgjwWEKtHDewOKa6Vh+hRENuEgNm1U4rrFGN75UQwq7ZbhNVy4Ax4MQtVpuWixtq4L7r4r3qEL7r4/WpKtxwno9Wp2U1gflWfitAmRPSpCMNaoBy1V4HrEKOADB4BvF9FeN7Bet3Dm2hnArlKauKAmjioIQ1qSANqYq+SoGZD+9WUdwNSNRvaLsYwUcWoqtvIylsqFuR1r6hHQeyS4TulOB6uQsdHdskJHVLA2q0ToCTUehriGaGpgNj8iIZ4puECKU1aPpKJLuHhKwe1dAWzWcJolDAaFRxomxTbo6HoJRgGprS5/DoLVy6i1Su5MBmrmY2voKKK6C0lbELtWJ/u8J7t508c/vBqRMgg0rDQWxdPbFqR42k7LT3an4aseTuo1/EJKlZLKxvbLaPoefBOCZKFeqJm1cuoVb+NyQY1BC23aVRP0fMhoDOW0/J0REceUOPBSiEOpqy5+Gdo6TU+vrJTiuuS4Vu5cFLzIw0H9mlM/eWFbszAHtEzBzRUEanGIMSiq+5VPDglIFQJCBVyep2K1ThmYAxoSMZgsEYls/Ftv6RHQeyRk5nIUhaqjNNS0cqFd8kAQnjZzft1VD6kpfyT1M0wOsz5InI9p6WiR06WkuskpFoVo7ld2DKqY34aUb3qFisZUC6m0pikDeUT6lRsZHPZbS6hTivEiWkQKrq8p5XZJiN1q+gCSj0BWsjCVWLq7lPhT9uEaAGhio4AWJ2PL++UYt4NiN4NiNqECHZL0dt+YZcM08qFvO7lf3mh+f25WscHeozfDYhedHHeDYje9Ak+jSk+jSn+eNn612vdpzHFRAdLw2kmNT982y8cbaPr+DAFo17Lg2o4zVxsCbHpAab2dkvNLR6++PcXyk/jkt8mpC976B9HBV1yJANVQIE9NIiQk28NQHr5qw7jrnIFG/OUAi1oF6Ne9woYyCJoyY1+Fa1PSaXCCl92CyY/dPWriRJqJR35iE8oaRchx/SMQTV5SENpF6JedfFed/Pf9YledfG6JJhuKfZNj+BlJ7ddiOqR4X4dlmvYTVouZFBDUjLqh1rJbQI4WALcJcEp6U3gd1aXhNAhwsmpTSNaBg9XIaXWyun1LHSRQYSiwh4zUc9AQ0+IcsgAACAASURBVESbEEmGFOgFiBE9vU2IpCMKgfJtGa5DhNZyoAJceb+S2FJ1S06tU9DqRYRKUNgf0zO6pVg9D/6qC/iOe9fPH9YSJtqp7/q5w1qSltuk5TYZhLChVvLbPoGa2URuytfz4KM6+qCa/KZHoOchexTEwVaaXoAa1DDeDyi6FWSdoEXBhCs5KIOU1KWkDbTxfxlv+/i8faiNZxDjelXk8Q7usJ7ZKcP3KEm9KrKGC5dQ69tELR1SnJzRBEbxge6M4Tb6eCf77aB4oovTpcB1yDAGCRq0orSJUV0KnJzZ0MqHjXeyRwyM4TZ6txyn5cFUrKY2IbJPRRzSAsVIAxqyhgMxiFBgWphBhBpvZ73s5g1pqf1AeRhay0e+7pP2qui9StaQXjr5+S2fgCq5e2PvpjWbli7YuWbl5mULV2XP2ZA7f9X82TkpcdlJMQtS4+fER2bFRaRFh8YEeqdEBscG+UQGeIZ4uwR6OEYHeSdGBcWGeId6O4V7OUb6OCeGeCeF+riYf+9mOTUrLhRW+fTNYIdOxNTwaQo2qaW+TM4iSlgEKZso4xAENExjeQGspoiBa2YTEaPdap2U3SqmK/lUMRPLp7aIGBiVgKZXsCUcPB3fDKl59vju5StnDp06vPPEgR2nDu06cWDHsX3bTh/ec+X0kfPHDvy0Ze3KhfNyZqekJ8XNz0pfkbtgzfLcVUsXrVyycMPqpds3r82/d7W5voyMh3IYWCoRXlhw48qFo0/yr587fmjb+jU7N689eXhv7oLM9OSoFUvmAc8koBDQhsjQoLmZGeGhYVmZczJS52SmzTX6kTPANeD42CRT4DMYfxUVERtt7AoG7wcE4ZBoYEKjwkOjwkIijclYoUbzc1hYSHh0ZFRyYlJW5uzsufPmZs2ZnZG5JHfRgpzs2ZnpycY+pKRE4OeNmOhIkxc6NSUp0dgdDMRMJ8abnhAbE5WUGA+sZaUkJScl/Ov6PmiBBn5uCQdysCKMu8ehoaERERHR0UDhcEJUVIin+5aFC7BFhfjHBa3QxnZIk66+2tDY0AWFgM7nXgQcNDyDei+YjwVyLxiFpa2tkRSXsR4+It26i7t5G37l58oTJ58dPvzsSN6NrT/e272r8PChylOn6s6eqz93vuniJfjVa5Cff648c7rk+LGykyeKjx0tOHTg2bFjNZcvlV+4WHzm7KPjxx/k5d3cd+Dyjl0n1288uHLV5gULl2Vmrp43b+OCBeuys7cuWbIuOzvBzy/S1S3S1Q0UfiPsncLtHIH5O+8KyKaKdLQ3RjSDOVV/b+p+u7ULHpuE4m+lYJCHIxzsop0dY12dY1ycopwcwu1tQ22tw2wtQ20swmwtAR3YSMgRDnYhNlZRri6BNtb+1jYRLq5Rbu6Btna+ltZB9o72M2YFuLnnpM3Ov3ZLwRYJCCxCI1rDkavZCg1brWCphRQZCy+gYvg0vJBOluCxIhxebGJgowgsJxBlZLIaHBJJRSCocDgFFitvaZHiMBISQUEiKDAYCQ6nIBLVOJwCjhS2YBQYrBKDVbfgNS14DRqnRuPUSKwKhlfBiGoESWtEXx0IwAiSHsvowtA70dROBMkAMjCS3N5CA+6EE3UQohZBNcDI+gasqgGjaSbqq1GqSoSiBCJ52iB4XMsrqObkV7EfVrJuFVFvFVHvl7MK60WF9aIHFex7ZcyHlRxw7pYybjwlg094WMl5UMZ4Us0ta5ZUNEkelzPvF5JuF+Au34DknSw5d6nu2Kmyg4cL9+zL37373k8/3c/Le3ruXPUUMLPKhKkmRjWbaQ6u+4LVRx5unqDP2dfbz8PN09HeCVzrNWU+g+nQ7q4ebi7u4Dox6IUGodqUKf2tyAx+LvBT21rb/Q3MRgC2tLQGAdjMDIBz0JUNcPXUmbOmzrScaWFjbg3WIDlbWTtZWThZWDqam7lYWLhZW3rbWvk6WAU524W4AvRrAuAEH8dkf5dod7tYT4d4b6cEP5ckP9dEP/dEP/cEf/fkAM/kIK+UYJ/UEN+UYJ+kQK8Ef494P/cwd4dwL6coX9fYAI/EIO+M8IDsmLBFidFLkmJXpyVtmTd756L5e3MXHliWm7di2dFVK86s33By3TrAbrFu4+ac3MzImDB3nwAXD38XjwB3r0B3D39XF38XhyB3x2g/t7QQtzXJvgcXhqNuH3jDbfwshH5gVH2mV/5OKe2vujBYdaGn9LTiwR7ahbXoY4vhRxeiTqys2rO8aOvSB2vmXV+W/vOSpMu5iZdzEy8uSby2JuPulvn3dyy6szXnxpZ51zfPvbox68LazNPrZp9cm3Vq3Zwzm+df3J57ZffKK7tXXtq1qvDioTM7V57YvvL2yT0lt87XP76Zf/Ho1lU5fl72s8y+/27KlBkzf7C1sbKwAOK4zc0tf5g684ep07+fPuP76dO+nz7th5lTwfkXAH9bzPvt+q4JX01IbEJfMCna9IT/5cH/CYC9gRhnV38vN9OYYNiExH6ert5uTu5OQHwaWJrlYmPlbA3QrwmA7a0tQAD29nLz8Xb38/X8B4OBBWBwggL9QRd0SHBgeFgIuEgDnjliooFtnH/UY++QYP/oqLDkpLi01ESTGQlwQSclZ6SlJ8YnBAUEurkAjUF2/9xAmrWxsfkHgf/+FfRIgzZpS0tLgHjt7OyNN/AltsYdYAd7W0cHO1dHO293lyA/76iw4MSYiJT46OSEyOTk6NTU2PT0+NnpCaYBATh7dkrOnLTF8zKWLZizeknOuuWLVi6ct2pR9urF81YunLN8fvry+WkrF2SsWZyZHu27YUn6gyt5QkrTu2HN5G+Dk78Nfv3Q/+XDsJRPvnP1zPKFmRGBnr5uDsHeHtHBAZ6OdlHBvrFhAUnRwetX5Fy9cKS+8jGN0NylF3x41/v199FfP/T8+bkfwN0/+r783j35R9+ff/T++bn782+dv//a9fm37j9+6zM+YezzLx3vXmg+vev4/EvP+xft754bPr3tfTXaNvn1/ddPz/GI6i1rFvi5WbraTo0McPRzmn7z3H41Hy9jofv1vNdDGgkToeC2qPgtXFK9gNokYcK4pFopC6qX4pU8pEaCVwoxGiFWLyW2K0hdamqXimKQEToUhH4dXc5o4uIqOmSYLgUOrN8EMrGMHsWBVlq3gthtXOCc6OAOttL61ZQhDW24ld6nIHWKsSNq2rs+yeQvfR+H1R+H1V+et70flA3rGO1ijJzeCMbSjLczQefzgIbUB4jJQOqPlgvRsJvUrEY1q1HPh/Uq/o4UBvBPhgGN0BPtzIl25oiO+rpX9KZP/KpH2MqFE5sKqLDCpqIrtY/P6/jIbjkBtKdqODAergJX/0DDgak5sFYeQi9EG8SYdglWLwQ6aRXMZp0A1aMkafnIVh6CT6hitZSCjyo4UJ24pUtF6tFQOhQENR8hoNQysWU8UrWcDVHzESJaPQX5jIJ8JmE0dqoY75/3Hdi1uar48dff3v754dVQp+Z5v6FDJah6cmvDkky7qVNunz8wpOXL6UiDgESBFHWKW7qkqDYBdNxAk1Iq1ax6DbthREd+28frV+HGDbR3/Xw1q17Ph/CwRVxMMSBic2BSaj0XW85EFXOx5a1c+ICGim94yEAWgVciWOgSVNVtOb3xw7BiqJVJbCqAl9+gQJ9g6+5W5Z/C1N5WMhv4+LJOaUubEGkQoXqVJAmlTkGHcDGVXEwlrPQmuvqOmFyrFyCMlnI8WFU10cF63SvQ8pGslnIGqlzOgPVrmIMaRp+CNNxKH29jj2gZQOcTHdJSfR9SegNb/whb/0hEbnzeI+2Q07iEBmRNQXPFvarCKzjIUyGtWSfCd6voYMFyw7OfxZQ6HR/JQpeISFU6PlwvQLzq4fNwpWDJVr+aOKKntYtRrVzIr6NyKbWGgynuUeAmP/c972QrmQ3GnmfWpzHF5wnVsI7ao8CB8Dyip73q4fUocDxcqYJR/6qH99dr3eSv3aA4rGI19irxE52MX8ekRt8ypkMKb5fAfh0Ta/kAJBvd5hQhobZLSm4TYCAlVzok6K9v9F0y7KcxtZ7fIiE3tFTf13JbuJhKHraqV0mSUmtltFoFo56HK4UUXVYxGsFwqQEV6Xk7e7yNOaShdIqB5d7hVuqojt4lwQCRy1zYgIr0+4QK7PoaNzBGdFQgCF1NNlYBS4c0NDUT0sZHjbdx3/ZKX3eL+5XkMQOwAD+ip/erSRMdbAWjwSBCfZ5Q6wUIdkuxiFTVJcN2SjF8fLmUWturJEwYWF8mNFoOVM1s+uN568chWb+SqGY2cdDFBgFSzWzC193D1d5VM5u6JBgppVrPh3TLkK97OL9PKF73cNpFcD0fNqAmjuppKkYjG1WkpDcAQd8KgphYQ256BNLvsI4BXGySEsc7+AOtjOddQhUXDTaETXRLutTMgTb+eI+sX88ZaGX0KEn9GuqQjjGopT/v4r/qFQ3pGMa6MmSbqEUnQBnEmA4pTsmCMFDFNGQhF1/WJkb1qAhKdpOYWgNmQY93snvVRLAMScVp1vCgYFzfmIE52EoB1zQGNOReJQH0qnRIWsAeclD+7ZRiwE5yNbtJw2lWsaHGOmK4ioVu5RJ6VPzX/YaxDjWjBXLl+IFtqxbvXr98++rcxRkJG5dkL81KXjI7aWlW8oLU2EXp8cvmpCzMTIgJ8kyK8M+IC81MCAcnJTooJtgrxt8tJsAl1N3O1fK7QGerzcvnNRQ9VPFIIwZlm5RJhFTDqp4YJOznva0KFpFPRii5RDYJQsM0ktE1WgmjVy9kE2E8KlwvY7Wr2HIukYSqxkIqWMRmEQPDp6JKHl1nkWCtUhYBWffgxrmLJ/dfPnXo6tkjJw7sOLx78/7tGw/v/vHYvh3H9+88undn3t4dS7LnzstMS0+KT46LSoqNzEiOX7kkZ/e2jcfzfmqqKxXxyFIhTSKgkvGQmopHZUX3L585tm39mrXLFu7bsXnLhuWrls3b/9MmaGOZTMyCNlUD1qrUlMT4hNkZc1OTMtNTslKTM8BJTkxLiEuOiwEk37iYRFPw1b8OIkJjgAmLjggDMNjIwGEhQaFgfFVMFHANPStz9vx52TnZ8+fPy16Qk501OyM5KSE+LgaUf0HETUtNTk5KAAXelOTEjHQgjytrdkZ6Wgqo9xpLK4CXgPFXoCnatBUM1gLHR0clxcQkRkfHAkvBEeHh4RERwDYwqAyHeXse2byJWlVOLy1WNNR0QJvbm+s7mpt64DBQ8u2Bw/pRyD4k4tsoLBCAW2uqVZVAHxLv8VPizTvN5y7UnzlbfwYIvio+cuTJoYP5+/Y+Pnig+NjR6nNnm69cgV+9hrh2HXHjRuOVy5VnTpeeOF525lTRiWMFhw8+OXqk/NxZEIALjh27e/Dg9T37Lm7bAQDw6tU7V6z4cenSnatW7duwYe/atduWLl2UlBThZqRfF6D6CLA9mwDYyMAg0/6/AzC43AvaoQGTMxD4bBtqYxFibR5ibR5uZwWapSMc7EJtrb1mzYz1cA93dnGdNt1zlnmkq3uCj1+cX+DB7bvLHhehGmHYZjSXxOIR2Sw0VcmUadhqOVMlpMi4JDEbL2bgRTS8kIIXgwBMIkhJZDmFBIjAFJKCSJITcEAOFsEYhUXEKXE4BQGrwGPkWJSIgJbgUWIMXIBBivEtMgxSDG/mImEiJEyEgkvRCBnSOAi4FIqUoomtcJIGjtdAcKrmFkVji7wRpWhAK6BYQASG4XSACIwFdGAU6W8ARpLbECQ9ktaOohggRC2EoIdTOxCULhilE0Jqb8Dr6zG6Woy2pqW1Gq15Uid8VMMvrBUWNUmf1onulTFvPaXcKqLefka9XUy79ZRy4yn5bjE9v4pbUMm9V0J7XMW+W0j8+R7yyl3E1bvIq3eRP9+CXb4BhELvP/xk6/Zbu366f+xE6YULteeBYLWqKSbKNQVfgUhskoXtbR083Dz9fQN8vf3cXT28PX2cHV0sza1A7zQIruAWsZ2NPcjJYMyVrbWdpbnVt53A4LEpdxokWxBuwdRoR3snUAG2tLSeORNYOv0WgMEUaIsZ5lazLK3NrGzMrKxnWTpY2dhbWjqYW9mbmTtZmLtYWXjYWnvZW/s72QS52oa624V52Ed62EV52sf5OCT4Adwb4+kU6WYf7eWU5O+REuyT4O8R4emU4O8R6+ce4+sR5e0W7uEc6uYY7GIf6GLnZW/p5WgFjo+jtb+LXbiXS6yfZ1KwX1Zk6OLk+NVZ6Zvmz926KGfHkkW7lyw+tGr1oVVr9yxdsSZrbmZYVLiHb4CzV4C7j7+nr7+nt7+nt5+Hh7F0x9nP3THI1TbV33FDRuiu7Oi7e1b0EWsmewV/yrBvqVX90HuG6suyR0fZN3dRLm/BnV2HPL6iOW9F5a6lxVtzH63Pvrd69r3Vs/M3zS/cnlu0Z0XlkQ21J3+sOb21/NjGpwfXPtq78u6uJde25pzfnHPOKPxe2L700u4VV/atu35oy40jW8/sXnvr5J6SOxeqC649vn72yI51qRH+Zt9N+e67KVO+nzJ9xncWVrOsrS1nmZvNmGk2c5b51Gkzpk2fCcyM6cYCpB+mzwQG6EP652Zi12+jqkyKLvjov7gXfCnYCfzP2/z/fjW9578OTBZrcBkYVICBjCsv9wBvd38vNz9PVx93Z18PF38vNxP6+nu5+bg7e7k6ejjbuzvZASKwlYVpQPq1szSztZgFhie7ujh4uANZ0N5ebmCS87/QF+zWA/OfI8JDw0KDQSQGHdHBQX7G4OiAqMjQuNjIpMTY5CTAkgSeipIS49NSUjPTMxLjE4IDgzzc3F2dXRyMN3t7e5OiCzLwP1wMyLzfqsT29vZA96+Tk6MjAM+2trZ2xqtN9nY2zk4O3u4uwf4+UWHB8dERyXFRKfHRCbFhSfERackxmWnxczKT5mQmzc1ImpOeCKLvornpi+dl5GZnLl84d01uzobli3PnZqxYMHdNbvaa3OzlORm585Jz5yTlzklorHiolVImfx2e/Ppi8pf+t8PKPi1DxW/hUeEtkPLC+z+fPrx716bV65ctWJSVlpkQnRwVmhgRHBngHRXolRjhPzspfMuaRdcv5NHwDSP9ii8fBt69bHs9rn79XPVqXPZiTPrmufz9G/XvH9sn/+gzSr4jk3+OTP4xPPn74NtxzcSA9N2E7re3PR9fdv36qveP96OTf73vb5NfO5sX5uPkYjU1zMcp3NfR22nGmYObNUJ8h5LOITYMtQu71EwGtmqgjSvnIBnYKj6lXiNskbFhfEq9SoDoVFEkHASTWCtmQNUCjJwDN8iJw+3cbjV1sI3ZrwMkUCGpRi9CqrkQIblKw4OSII9beYguOaFXBXgX2yVYGa1BL0D1qyl9KvKgmjqkoXVL8TouoleCf97OHdIwnncIfhvTfhptBfOfW7lwOuJZS81tFrpIL4CP6GkmQXJET+uUoNtFSD0fpuVCdDxouwjZLcP0KfHtIqTp/g4xCnSN6vmwfjVlvJ3zYVjRLSfo+EgRqYaBLJLTG/UCFKiOSqn1Gg6s7//j7C2gosof/293bVIaRAkT6RS7u7vFdu3OtTAwQZFuBobp7u7uZIYZukPAduMb/s/l7pfHs9/f7/885+F8zpyrXOasZxeX132XntGgpfU5JW0WfpddDNY+K5hQHr4YW/68LOsWDf5WyarRcBFmCV7DRYAVTe8aFAYJzqIg2TU0u4ZmUZAMEpxejDVK8XYNrcHIbjRxbGqqVojWCFA2NbXVJh3odB7euxkLLfvQ3dRq1yPKc4nQEkxlrpiKajZJH105Fuw64uCGBTYZ7WOL0SohaLnQRh2lzynsdQj0/Bott1pGK2Wjsy0SVJOe+u9B6z/emTScKhWrUs2G1CnxQyFGfn+DrM3MkdMrKdBMHq7AJEJbJFgNp0ZKLefhCqC5d5/dPFz66pqej3jfrKxTkpxqioxWJqGU4Cv+mo3lYHK0XGAXSkYrk9HKhMRCNjqXWpOl4yCY8BwaNEtCKtVwqoeqpCsYiCwBqVDFqZLSKiiIN7Dix5U5DwjVbw0CgphUzoC95aDy5VSIkgFVs2AaNlJGrRaSKijQXFjRM1JNroaPq9NwKPACePHzgle38dC3TFwp6Er4rb+uwcCVs2sQpRkqHoKDzSdVvxKSSljoXDr8jZhcXKfAKRnldNirTiv7Y4t8oEFsEsKHY+HtZmaPnWcSwpv11O+D1m4bF2h7/mD72KroqeP/450JVIBBBtZyq+s1pHf1IqsU3aij/LPf/Eev4Z+DloFmaYOe0mSk1KlxA83i963SHifv9z7db736j+2qzx26b93WRh3vc7vlO9BI19VmZTs0JB0f0V0nUjChTg2z16noc6r/6LPXaxlddiGgZOqp3UABNRZExB4b/49uw7cObauBAdaDgcQLFE0JEI0ayjuHqNPCsYhQ4B+wx8770q6yiJEOJb5WgpFRSj+3anrtIi27psvKH2xQ1snJrQaOVYxtNbE7rBwZrayzlvuPd+aBRulAo/T3HoNdgZfRygYape/qxXVKgppdBSaElfSKBjXZwIN11/KMfHibEfAgCHD54CZwo4bSZeUCFe71ErsMp2JUNmjJdSqsVYpuNtDe1Ys6rEB0f6BRapPj1GxoZy3/t26jSYQmQl5IKZVtZk5PHWD0+Nim6XVKep2yZiNHTKkQUisUbISYVq3kYWwaFjjA9qXX3mwVdtdJ2q2Cvnr5YLO60yYCvz07baImA7u7TtLjkDbqWeAMkkVKMImB9gEFqxIsvhJTS6T0snod5X2rYqBZ9q5R8rVb19cgbrWwWi0sp5bcYeOCpQBgP3yTntakp/XUCb50aNrMrDYzq1FHtUjQGk61hlMNPu4xiRD1GlK7hVunoDTpOK0mUbdd2aQXfeqw99Ybv/U0fumql7PxBS/v3z5/6PieDcd2rtu+csGmJakbFqUsS45alhK9bmHy+kUp6xYmb1oxb+X8hDmx01JjpiZHhsVND06MmLQgdmr8FL/965YgS7LULIKSjVOzCGYpwyxiEKry3qbfePPwmpKBa7XI5TQMnwhFV2QzMKUGCc2iYJjlTAUHwyVWWxQMGQsjY6GkTLSYDhdS4VwihIEpJyKK2GSYgIFWCilSLqGq+PXNi8fPHd/765VfTh/effrw7lOHdp0+vPv88YNXTh+9fOrIuROHjh/Yt3PLxk1rV21au2r9qmWrli7ctHb5wT3bMp8/UEjYg33Ng33NXW02p02tUXCkQmrR21ePbt04f/LwxVNHL585emDn+ru3zmMQZXq1oDg/c/OG1QkxkfNT5yxdsGzR3CVLFywHtd/ZyXNTkuakJM0BGTg+NikuJjE2OgGk3+jIuGEMjo9JBk5s0g/3xEZHxiTGJ8XHAlPDSQmJ8+fOW7Zk6aoVK1etWLlyxbIF8+eCEDs7JQkkYQBQ42JAxF24YN6a1Ss3rF+7etWKpUsWLVu6GKzkHJ5BSoiPBdccwWXH4SRwUmJ8alJiakJCakJCClgRHRcXGwtsEcdFRcbPjIgNC31x7aqwGiKrhsjKihwohBNR40DAQeczWAf947UDAa+Dw2w1UEsVRF9Wqi4qVOTnCV6/JT98Unn5asGZs6UXL1XcuFFy5crbs2eyz5/NvXSh9Po16L272CdPiM+fEzKeYh4/rr57p+Tm9cJrV4puXMu7cinr7OnX587mXb9afPvX3KtAAPjJyZP3Dh25te/A5R27zm7ffmLnzl/27vll755zaQfPHTiwY8WK2dOmRfj7RwcGRQcGgc7nv+Rfbz+AhH18wMqrH+ugQWX4f3wFb/7xU5He3sPnP5KyL/huMX4+QwowAMCRXu5RPl5DsO0b6e0N9G/5B4a6uk+b4J0SNj3KP3jSWLep3oHZzzJFbJFCqEBVIqGFVfhqPBPNkDHkOoFRwdQIKTI+WS6kqvk0NZusoBGldIqSTlUxaWomXcNmaFkMLZuuYzF0FIKSTFT+51VNJqgpQ4eElFGQciJCiqsR4WpERIQUC5MiIAJUtQRVLUFCh061FFktRUClsBppNUJagQTqr0qgwpIqfiGEV1TBL6jkF1XwgYgvVFYGk1fUyMvhimqkuhqjrUQqymDS0hoZ0HcFV5TAZKUwZRlKU4M3QYnmGpK1hlwLp9jgVPvwAXgYZyxD6wprFJklvKe59Cc5tIwcWkYuHXx9WcjOLOE9y2Pcf4W/+bDmxv3qexmo59nUJy/xV26VnbmUd/F68ZkLuecvF9y8A3nwGHk3HXbpStGxE68OHsoYMXb0OHBhaHgBeDgP7OfjPzEwGIz7Tg4OmRgY7OfjD+IrmO8FA71g6Bc0M08ODgkPnRLgF+jn4x/gFzgMxuAkElgBDarB4PuA6WKQgf9SoT29JkzwBgF4zJhxLi5AIxfo0wYmmobQ19PFw9PFw2Ocm/tY1yEd2HOCi4f3eDcfF9cAd7cgT49JXp5hfl7TA70jgn2iJvtGh/jFhfjGh/olhgfMA4g3OD40ID584uzpIbNnhiVMCY4KCYwODYqcFDQj0C/c3zvEx3OSl2fwBI8gT/dJwLywNwhLwT5A3XRogO/UoIAZkybGTAlLnjVzbmz04oT4ZclJK1Nnr5kzZ9uixbuWrdiycPHiuMT48BkRk8NnTJ4C0G/IlNDJYSGTQkMnh0wLC50eHgIkVIMDUyPC588M2To/fu+y5ONr56CeX2/jI53k4iZyoRn2XJp7nfviDOvJCeq9NNSlbZUn11Ye3Vh+eGNR2rqitHVlx7bUnN+Lu32ckn6WmH6G8PAM9sGpml+Pllze//rU1oxDa+7tW3F974q7xzY/Obv7yZm9907uuHdq95PLRzN/Pffm3sXyN49yntw+uXfLnNjpAe6jxo8Y4TJ6xKjRI1zcx3hMcHVxGz967BhA4B3i3lEA9Y4G6Xf02J9Hj/sJPKNG/fwjvg5j6jD3/u0CvGGYccE66B/fYfhT5ZcMEQAAIABJREFU4MXwG/7t4kd5GbRABwQEhEwGcr+g5Ds9bNLUkInhkwBB+EckDgnyA/9tgutZfu6ufu6u/h5ufu6u3u4uE1zHebqM9Rg/xmeoByswwGdikN+k4IDQkIlTp4TMmA40P8+YPhX0PP9oE4qcNfNvC0lDTunwqMgZQ41TsUmJsYkJMfFxUeB4Hpi0mZs6Z7gI2s/H13uCl5+fn+/QxzAAg8ovqPGCYAx+CsRgHx8fPz+/gKEP8GvBHeDgiYGhIZMipoXHRs5MjI1KSYgFATgpfhYIwIvmJ/8IwKuXLVi7YtGm1Us3rV66cdWSjauWbF61dMvqZeuXLdy1cc2ezWvWLpm7ckHSpV/SZBzS9399/Pqu+Z+fOwbbzBImvCL3YVb6+bsXD5xO23B077pj+zcd3rPxwI61h3ZtPLZv+/5tGzcsX7Rm8bwlqfGLUmLXLZ2zadX8hSkRi2bP2rtt2alDm6iYkg89tX9+avw6YPs6aP3jk+37n01fBoxfB02/fbD+9sH67X3tp3em993G/g7dHx8bvv/e/v33zt8/NP7+vun7773fv/X9NtCe9/Lh0tRYr7EjIkJ8Y6dNDHAfuX5pCgVdapRS63QcnZhYq2ZalHQqqpCOKTTJybVqupKHMkjx9Ua2Toxl4YsUvJrOerHTzFMKMRYl1aZhiBlVCi7cqiTLWFCDBGNRAD9xgj906gQwoxgJ/EwvJyhZ1QAVD4moXFwBpvQJBZppFKLsCmKzjtFh5vbYhD02YauWYRVjqdWvLWJ8t01sFGBosNd0+BtC5fOcR2dLX11BFN4Xk4sadZTOWk6zgdZmZg42SUG2aTXSm3SA4xdM/wKrMyKEUwWMxFjESIsYCa7FmIXIwSaFVYp7Vy9tMbIMAmTlm1vFL65gyzIYiGwdD97nlPxrwPb9W/MfvWabnCAgFEmolXYlpdXMc2row/uiAmKpkFRmU5AdalqjntVs5Gh5SDmjulZOajJz67R0i4JkUZDMcqJejNUIUGo+stMhAU+XUwo+MjDJCCo+1mGS7t66ElGZ19tqk3PJ0OKswlcPirMeVL598qmz9vv7ZiaqYGl8yM4ViQ0aVqOObpVi6jWkDiu72UBr0JLbLaz+BnFnLecdUHAt//61/n2zDCS3zlpOr0PYqKN3WHkfW9V/9lk+tqobdXSzGGMWY+T0yiY9o9nAtEpxVilOy4Wp2dB6DbXbLhzaIiI6VESnmiSjlQkIBfiKDKea1GygSygloNnYJELK6ZUqVjWu9JkQX2LgIYx8ZJ2S8L5ZDhiJncDIqkmCYuMLSLA3+KrX0IIMaMFTKqJAToOSIZmUqiwlvdrAR5tFuHo1s9nIMwgIcjpcK8DXadh6EcmmYpFh+SIarFbNdBp4Kj6Wgiwoz7lPqMkmVL8hw3K6nNKeBvnQBizgg5VQyyWUMibyDb0mk4/LrZWi/9FnfN8kbTHQDPyaWin6+xenXY7FlT3iYXNqpWg5rVTDhnxskYPCb3+DGPR4W6VoqxQNbiNZpegGLfn3Hv1v3bqPrYovHer3zbImI61eR+60c3vrhUp2JRX+QkAqqFVgzVLUhzblQJPCoaY51exaGd2h4raZxf8adHxs03TU8t81KICYqI4tJEIg2enUmvxmg6DLLm23CvoblV124bdu47ce/TuHqNUAjEI1aan9TnGHmV0rwYgIhSYBwiJC6bk1Bh6sy8r9PlD7Z4+xzchs0JBMQni7mfmxRa5klJtFCC272ixEclC5UnIZH1ugYUHNQqxJgGnSMuvkxAYtrcPKUTAq/ug1fv+t6Y9eY59TBDbMtZqY3z/Yv3ZqQfD7Z7/lY6tSQStv0dMZsCy7DPetQ/u1XcNF5xh4sD97jEP5bcCk/a1D22sXvG+UfWlT9zdIumxcp5rUpKf1N0j6nADf/uOd9UOLyqEiN+lYH5o1LQaOjAoxCfEfmjUdVp5ZjFFzalRsqENNazKwdSJMnZYuZdRgKzNhJc/ZhPI6Heddi77RLOSRK4jQbGz5cz6hxKmhd9nF7xoUA02qvnr51y7T773WT+36FhPXLMGDI0nNRlZfvbTRQGs2MfoaxAPNssEW+btGSYuZ2VXH/9Cm/Nqta9BTm4z0P/vNnzs1gFm6Wd7fIOl1CMGqPKea1GZmDTbJOqwcoxAhJBZKKCV6PgwsMjCJkOB32YcWVa0Mb5eT1SyElovl4SpKX92tynsiZ6GaTKIms/hDp+VrX12tksFClVS+eZR179K9i0dP792wd/2iHavmblqWvCB+ypoFsWsWxK5dknB495rr5w4+vXeh9M3DmoIXRiGpy6YabDLYFWwZDU6qymOhSqxShlPNYSJLNRxso06oZmNMIqqchZIyEBImXCcimRU0g4QiYyPVfHyrTarm4+mYYg6h0q5lO3Q8PqWKgigU0WAWNYdDgdNwECETQ8NVv3l29/r5o1fPHj62b+uZI3uGROBdJw7sPHlw1/H9Ow7t2nrqcNqBXbv279p+4vDBY2n7d2xev2nt8p1b1l06d6yi5K1RK+rpqGttNOnVfKWMbtQKMdXlOGhVReHbpw9u3r1+dufm5Y/uX6GRYGa9GFL29ua183FREbMTkxbPW7J80cplC1fMS10Ear9DBmQAgBPikmOjE8DcL4jBcTGJwxng5IQ5yQl/oXJSwuyhhHBifGxCQlxibHRcdGQUKAIvnL9g8cJFixcuWrJ4IWgxmzc3demSRUuXLAI1XhCAU5ITFy9asH7dmq1bNm3etGH9ujVrVq9cumTRnNQUsLskcWg0OD4uZvgChGcwNjw7MSEpJiY5NjYlLiE5PiExPiE+Pj4+Ni4hJjohYlZMaEhJxhM+pEIJgwrz3gL1VzBgBxhM+YKGZ7ANqw4OG+q7qrJWV5khlfqyUlVhgTTnrfB1FvfVaxCA3544mX3yl4ILF/IunM88eeLFyeN5ly9W372DevwI//Qp8flz/JMM1MOHkHt3im9eL7h2Jf/q5ewL516d/uXVuTM5Vy/nXr0G7AD/8su9Q4du7t1/defuS9t3ntux4/iOHSf37z2yfdvhbVuPbtu2MiVlVkBAVFBQVEAgcIaiv/9fABgE3f9+/RF9f7we3gEGp4CjfX2HVoL9Yv28Ynw9o308o7w9wN4s8KvCXNzigoITQ8ISJodO8/T1GDFilm/QhYPH8DU4BpmFR5KrS2CIciQBSmLhODqBUcnSSuhKIUXBJ8t5VBWPquJQlCySnEVVs+gaNg2gXy5Dx2HquAw9h6FnkrV0soZGUAEMjFUSsQoiWg4cmIRQI8ZDRbhqIR4qwsPEuBoJukqIhoiRVWIERASvFMIqhNByAbRcAKkU5BXR8orp+SXMglJWQSkrv4SZV8zKK2Zl59NyChl5RcBmb04BKzuPkZ3HeJPPeJlNfP4a/zQTOBmvcI9eYR+/ImRkkV7m0F/lM98U83LLRYVVssIaRTFcVQxXVaJ0pTBlYZUsv1KcVyHOKRPklAlzygT5lZK8ClFOmTC7hPe2VPC6iPM4i3QjHXr7IezCtaITZ9+cvph78Xrx5Zul1+9U3nkITAHfvld97Vb5uUv5R068PHA44/iprMvXS0aMGzN+3Jjx48e6gJ5nkELBRO7EwOApYVNByXeYXV3GuXq6T/Dz8QdDv8O/D1qgQQXYz8ffx8sXLMQa9kj/yL2gffpH3/Ww9drzfwdgIDns6unlNmGCq6fHeHcQgD1dJni6THAfB/Cw53hXX1e3AA/PiRM8Q/29pgR4RQT7RE72jQQY2Cc2zC8u3H9uRFjKjNCkaZPjp04G9N7w4OjQoFkhE6cG+gIrSn4+k328Jvt4hfj6hAb4hQT5z5gSOmN6+KyIabMipoFDONOnhc2cGjZjSuisaeHRM6fFzpoRHxWRFBuVmhi3MCVp5dy5K1LmzIuKjQ6bNnNS2PTQqVMmTwXWZydPmRgUEuAfHBg4cfLk0PDw8Clh4VNCJocHBM6LjQUQOiVu3dyEhZGT9q9IRr+5i319g1lwR1ySLsi9RU4/Abu4s+LkesjxddATm+AntsJ+2YY5v4d8/Sg7/ZzwxTXJm9vsl9dIj8/Bbh0rurAn6/imJ2mrH+5fdX//6juHN947uePR2b1PLqY9upiWfvHQw8tHH149+erelfPH9i5InOXnNtpj7E8Txo+c4DrW18vt51EjRruMGu0yZsTIESN+GvHzmNHjxruOHecyasxo4AAfP48a4uS/XocA+EeCBUn1b9w7/Mv/DYCHb/jbxd+4d/iXP94GArC/v//kSYDwOzNsYuTUyVHTQmZNmTQjNGjqJP+pk/zDJ/qGT/QNC/IJDfSe7D9hoo97oJdrgOdf8q+fu6uvG0C/HuPHuI0d5TpmpLeHq5+XR4C/d/BE/8mTAsE2rIiZU/97/Qjsh/gRhqMiI4B9emAwKWxI+41OSY5PSY5PiI8eWgaOGZ7aG8rpJEXMmBnoH+Dp7uHh5g6C7t/o18PD40foHU4IT5gwwcvLC1SAAwIC/Ic+wMXjGdOnzoqYER89KzE2CjzJcVGzE2JSEqNSk6PmpcYunJewZEESeBbPT1yzdO6GlQu3rlu2fcOK7euWb12zdPOqxZtWLjp2YMfebev2blt3+czRvKzHCEgBtDQ7PyudSYTmZd27cT7t3LFtx/ev27tx4YEtS84e2nzhxK6LJ3efObzjyO6Nx/ZuOXN496mDuw/t2LR11ZL9W9btXLdi6+pFx/dtuXLqwJnDOw7tWr1r3bzytw+dBt5Am36wXfeuVfmuVf6xW/uuTdbTLO5wCtrqeB1OUV+L4kOn4Utv7ece2+8D9f/+1Pb9HwPf/xxsNqte3ru+KGHWRPexsyb5A5YNr/GpkeEXj+4lwYo7HZpGkwj4kUjP7apXNZr5tWq6Q8+WcxDdDXKbhmaSE+uNbJuWImZWqgTw7kapSoTlUiv1EkKtmi5hVqsFKIeOoRWizXK8TQ00r3bU8tusbLMUrRPAbEr8PwdsWh6Shy8Wksqw5c+RxU8Y8Bw67K2IWFavpvc75f1O+edW3fcBx9cWXb2KZuSjrRKCTUZS0Kvp8DccTJ6AUEStyVIwKuqUBIeKAGqbjTpKu4VVp8SDem+TjtKgIbUYaICmN2R1NgpgbSZGt43bqCU7VYROK7u/XtRj4xuFKGThYx0XaZORDHy0kFBqEePrFJT+esU7p3ygQTnYqLLJSCxkHhX6hgHPYSBzLVJCl13cYuLaFGS7kuLU0O1KilGEtSspegEa3Ke1yoh8QgkHW9jXpGy3ixpNHKeeaZIRZCyogFIupFY0GNlNZm6Lld9s4Tn1TLOcqOYjpSyYSclatywFWpxlVrG1QrJNzXbqeC0WMSAl1cm6aiV/9FhFhNI1s8OOb1vwvlHWpKfa5NhWE+O3bt3ndpVBADOJEL/36P89aAWNxyYRotXE+Nyu6m8Q12vIXTZBi4HTauQONCi/dhh766R6HooBz8l7fFHJgAKGZB2r2yYeaFD21kn7G2Sf2jSgCfbPPlOvQ2yV4pTMKpuc0GJk9TrEdUqSSYQWkYqMQoSaXdWgpagYVa0GVr9T2mXld1gB5O5xCtpr2Q16aqdDMBSBLhEzoFYVwyynq7hYLqYUnv+YUJGp52HqFDSjAKdioeR0OAdTiip7xSVU2tVsORstZ6MxlW+VXOy3dw6tlERE5lcUPC54dTv9+jFE2XOzgtJTr+x0SJwaeqOepeEi9AJ0r1Oi4VQz4a9NQvhgo8SpIpiEcKeK8LFF3mFhtRhon1oVfQ6BTYbptLL/6NF/alW8b5J+alO+b5b90Wv41KYESsVNjHf1omYD7fv72o+tiiY9tcvG/b1H3+sQdNZyvn+0f/+z5Z+D1u+fHf96X9tVx7fI0K0W1oc2pV1FaDIwZXQovOApNPcpqjgT8iYDWfTKKML31ct7HNI6FZ1U/aZBy3Wo2HR4YX7GLXJ1brtFohdg3zWo6lTUei1joEnRaxf1O6VOJVlJhzgUpG8d+i4rn4fJt4qxzTpGu4nToKbWqyidFt6HJqCHucVAa9ZTbTKMXY5VsyqdKoKaCWnW0VoNrB6bsMvKF+KLhPiSJi3TyEdzULkSShno7P3+se5zu7rDygEHflpNzM5abqOO2usQDg1i4Wpl2N+69Z0WTqeF87Vd82ePsV5FMvBgSnqFilHZrKN9alHWSjB1crxTSWxQk7+/t39pU0uppUNRcOlAo3zI3V2t5SBaDJweu8ShpIqIFQY+drBRU69mcjGlYlKlWYIXU8r4hCIevlDLQ9bKSUYpvrteJqBCmLhiAbUaiGPIKRYNs1bHNkiJDHThkFs+yyojfmzT/WvQ8Xuvtdcp+0e/fbBZ3WzkNBnYPQ4pqA/blaT+Rnlfg7i/STrQLPvcqfn+qe4fA5ZWC6vDxu2tF/U4heBgW3stp7de1NcgHmyS9TdI+hskQLlaoxT477lO8K5e3G5h63g1PFwe6BIHPeR2Bb5RQ6mT45t1DD0XbhRgOOgiEbGChyvvdago0FwWtrjDLm0yc41SbJuN/7nb8P1zy0CDtseuGGzSDzbqBhp1H1qM/c16k5TSaBS022SdTuW7Fv1Am7G3SdvTqLGrWd+/dHRYZRoORkyGajgYLRf3/VMbE1ksp8MFBEitjGZXMAWESjkdIaHD2m2yBhOv3shvtYntWrZeQmi2ij90mrob1EO1hUibhmHTsCTMGjEDeLokoCPqDMJWu8YoZ/OpSHxN0fP719J2rDt7ZPfFE/vPH9t38sD2I7s3nTyw/eLxtKtnTlw5c+rYwYNpe/acOHzw5JG0w/t3Hzmw6/TxtNMnDqTfvQqvLhRyiRwGBgp5++r57Ts3z1bkZ+NrqnE1lVlP7t2/eX731pXpv57j0pH1do2IR8ajoOtWLk2IiV04Z9GyhSsWpC6alwps/4Kdz8mJqcmJqcNVWCD9gjHghDgwojsnKT41KR647T/0mzwk/AI8Gx0ZEzUrMi4mNjkxCXySPmd2Krjum5yUsGzp4o0b1q1ft2blimVLlyxavGjBgvlz586ZPW9u6pLFC9euWbVl88adO7atXrViyeKFqbOThwEYnP8d7oIGVy1AHk6MjUmIikqMjk6OjU+OT0iIA+gXVIBTomNiQkOqMl8xigsVVRDOm0wzpNICKa+Dw8CZ3zo47MdrY0W5obxMV1oCoi/v1Uvm0wzqo4eURxnEB49qbtzKP33mxaHDT9PSnqQdfJh24MGBfflXLqGfZZAzX5FevMA/fYp98gT56GHF3V8Lb13PuXrp9cVzL8+een765KtzZ95eufTy3Lmnp049OHLk1r59V3bsurRtx+XtOy/u3n1027YT+/embd+6d9OG3WvXzI2KnOLtHT1xYqR/AHB8/YEW6KEAcLS3X8z/rgD/N/r+t/b7PwJwxIQJs7y8onx8Yv394wP9kyb6Jwb5JgT6DrdAg3LxFDePhOCQKP/gkPEeUf6Tt8xflnXrgYLO18tNPLaEiKYTEFQKhkmC02lIlpimEFHlYppKQtOKaBouRckhK7hUDZ+u49N1XIaOR9Ny6Nr/vOo4dB2HrGOStUyCmopXUjEAA1PQCgpaQURIQejFw6REhJwAl+Fr5JgaGQIigkGE1WV8SAm3sphTXswuL2aXlrALi+iFpczSCl5FlbCyWlRRJSytEBSX8fKLWAXF7IJibk4+Myub8uwl7vFT1KMM5NMX2CfPMQ8zkPcfwe6mQ4cO7M5D2J10+J3HyPtPMY9eEp5kUjJe04DzhnL/KfpuBvz2Q9idJ7CHL3Avc6nZRdycUm5emTCvnP+2mJdVwHiVy3iWTbr7BHnlVtm5S/mHj7/YsefevrTH126VP88kPX6GvXy95PLN0hNn3xw89uzoqcxzVwqu3Cq7fqfy5r0qIAPs5uLuOt4NLHkGX13HA+NDgf5BU8KmTpo4GTQzT/DwAgucvSf4+PsGgMO/Xp7evt5+gf5Bgf5Bvt5+QQETgwImgulfT/cJLuNch2eEhxu2QLoGRV2wLBpk479umOANTgGPG+cyZsy48eOBji6Qz91dPbzcJni5TQDk3yEA9hzn6TF+gvs4T7exHm5jASSe4OLm5+YZ4Ok+2ccr1N9raqD3jCCvGUFeEcHeUZN9Y8MC4sKC4qcGx0+dHB0aFBHsNy3IZ/pE/5khQeEBfmGBfuFBAVMmT4wIC4mcNi02IgJYPIuNjU+MS0lJSUlNTklJSUiKj0uIj0uITU1NnTs3df78+QsWzFu0aNHy5UvXrl27aeP67evWL587L25axNSJk8ODQ4eE3ymTgsNCw6YFTwoLCJzkHxA8MTg0JDQ8NGxKWNiUhOikiT7B0dOjVy9dvnBO8uLZMZuXp25cGHN278r7JzflX0+DP/wFn34Kd/sI+sp+1Pmd5Ev7qFcOsG4eET88r868qcu+o8q+K826xX52BXX7WP7Jbc8Orn64Z9mDvcsyjqx/cXrHy8sH08/uufvLrkcXD7++d/7twysZN8/cPn8kJSo81N99wvifvNzGBHh7+Hi6uY0bPWrkiJ9Hjfh57E8/jfn5pzE/jxw7ZozL+LHjXEaOHjVqzOiRo38ept+Ro0cAZ9SIkSN/GqJi4OVH8fa/MXhYsx2G2OH7R436q/34R6wFr4dv/h8vwHuGAXhSMBDunREaFDl1cvT00Mipk2eEBk0J9guf6BsS4BUS4DXZf8IkP0+Qfv09x/t5jAMa1DzcfN1cvF0A+nUfNxo8oAV6YhAwBQz2YIHPQaaEh04Fd+tnTAN14IiZ02fOmAZmZsA2xZjoyBnTQVQGADghPgoE4OSkuKTEWLCOAnykmpKUnBifMGPadH9fvwkenl6e/0/i97+zvj/mgYc/6+Hh4eXlBerAfkMfgQF+QYH+ETOnAxWOMZEJMZFxURGxkTMToiOS42alJsfMSYmelxq7YG784vmJSxYkLV2YvHRh8qrFqetXLNi2fvmuzav3bF6za+OqnRtWbt+wYvWSOVs3rjiyb9upI3tPHtp5dP/WY/u3HD+w9czR3ccPbD66Z8OJAxvPHN5x4cSuKyf3XD+9f/+25Yd2rT68a13ajjVpO9Yd2rnh4LYNezetuXTi0M3zxy8c339414bDu9b9cnDrzQuHMtOvFL26g4Nk83DlSg6yzSL80KH954Dt++9Ngy2yj13qP/vN3z87vn9t+v6t6funxn99aPz3x9buep2Egcp6eH3dwhT/8SPdRowIdncJdBk7I9Bv9dzZL+7eMIjZXQ5jrYonY2HUfLxGiJexkSo+tqVW1F4ntSipFiW13shWC1A8cplGiG6x8epNTIuK2GhhMwglVGyhjA3XinACagVgjRZjVTyEWY43SDB2Jamjlt9bD8xjypkVVHimTUHm4ooExFIWOh/y9i4TlVenoCjo1WJSeYdF8Funqa9O2mbkvnPI+u3SRg3DLiMx4DlMRG6dgtJTJ+qyCbpsgl6HuNvO76zlNhtodgUOiP5KUCYRQseDgvperRQNZoBrpWibDAOmgsEhGbscaxEjgfRvg7jXLjAIkAp6dadV2Khl2mSkdjO/Wc8WEkr5uOJOq/CdU65mwWB56biy52oWjI8rtsqIrWZep01kV1IUTKiIXC4klfEJJTJ6lZaH1AvQTFQeDf5WRC4XUyqMImytimJVkkELtE6EEVDK+eQyGQtqkhEcOkaTmWvX0HQijE6EcegYXfWKNody46rZHDJUwkY5dEDWcaDF0Neo7rRJvn9s+LO3ttnA/P7Prg4ze31q6L3TWxxKfLedB4rAg01Sh4ogIhU2G2hfOtT4iid0eKZTTfzaqel1CBp1FKea1G0H/qRmEc4kxDbpWO1mvlGAYcBztBxEnYLSqGV2WoVf2g1fO4x9DlmHlddZy/2tW/+hRdFqYuIrnjEQ2XT4GxYqp1EHVD3XKUkGAdIggDtURAWjQs+HKekQKblMQats1NDe1YsbdVSzFNVqYepECKee7tQzjTKSgotmYEoRpVnw4hdGIZGNKhTgy+rVzHazEKj1klKNQmKTScgnQWRMZIdd0WaTO/V8MR0poiEo6GIcLAcJyaooeMwmlHNJlW12SUutiIEuVPPQOj6KVJ1VlnVLRq8abFaaxZiBeomGDZHTSsWkwk4re7BR8u8BS3+9qF5NpMNeGfg17WamVYICq8KbdJSPrYrOWs7XTs2nNmW9htTfIP7QIhcSC2xy7IcW+cdWxW/duu+f6pr0VDUb8qVD80efpbtOBOwwmZm/9xm/f2v4/tnRbGRZpDgWOh+Wn4EofI4oyMSW5lZkZdBhpQxEIbL4CQ9fquVi1Wy0iFSt4xHVbJyGg1cyMX1OjYaD6bYrrDKyiFxpEGIMPISaWc3HFtRKcAYewi4jKGiVKkaVTYpv1NBa9Mx6FcUmxTsUpFYDq7uW16SlNuupYNV5i4H2zimUkksEuHwtu0ZCKgWXkFr07E6LwCLC9dgAeb9BS2kxMlqMDLMYVSvDWqUYh4rYpKdZpRhy9QurFNOkp4lIRZjSR5/b1Uz4ayW9go3Mhr693WXlfmxWaFhVElIxB/W2QU1uMzK/dWg/NiuatNSBekm7iWUUompl+F6H+EOzpl5N1/NQJiHWKMCxkAU6LpqNKqRCcw18vIxagyvL5GKA7y+bgthiYtuVJIMQI6NXMbEFBglOzkEAqW8lvdkqtuk5RiWtVseu07GaTPwGHbOjVtjrlIHj2+1WQbtV8Kld32UXO9S0OhW13Sp436L51K7/0Kp+36L63KkZbJE7tWSrHNvfJP3HgOVDm7K3XtTtEHwB3ApCqxyr4UHV3Oo2YD0LU6cktFvYn9vV/3hnBufKu+38njoBOAwO7qWBU1JGIaJWgtGyq4EqLzW1wyJwqmhtJsE7p9KmAP4x+lvUDUamUYrubRL/1q9vs7L+6DUP/Z3D7baJ20zA/XUKWq2cVKei29TUDru0r0nZVitutvLrdCwZE9ZRK/7YZlCxUE4Ns7O/daDPAAAgAElEQVRW1mTg8vEVg81aOR0uJFX0OdXNRp5FQnGoGUomssch1wqwBinepmF01cvqjVyzgtRVr+hpVLTUilptQocesPOo+GitCAMWHMq4GIdR1OHUN5jlJgVHzMRCCjLvXT1998qp2xdP3LoAnBvnjl07c+TW+V/uX79069KFi6dPnz527NTRoyePpB09uPfowb0nDu9btWzu9s0rLp8/mp2ZjkEWS4QkARcHrcwtyHpenvsWUpCXcff6g1sXTh7edvrYdjgkW6NkmfUStZx3+dyp+OiYRXMXL5kPuKDnpS4C53//Rws0mPWNjowbkmABBo6LTgLOUDMW6JEe4t7oIfkXAODY6JiUpOS5qXOGuqbngAbm2SlJy5ctWbN6JQi3KcmJ8+fNWbhg3rKli1etXL52zao1q1euWrl8+bIlK5YvXbRw/uyUJBCAkxLjQQAe7vIElpyGgsGARzomGpg7iolNjo1PigPngYHgV9TMGamxcbFhobDsN/SiAmFJMfv1K3VRoaGsGGzAAnO/DgTciUTYYTVmSKWmuAhEX37mK0bGE8K9u+hbNxHXr5HSHxMfPSE+yYDfvZd35uzD/fvu7d714MC+Bwf2ld66QX37hpGXQ3r1EpeRgXn8GPEwvfjm9fwbV3OuXsq6cPbFmV9AAH598fyj48fTjx69c/Dg9d27L2/feXn7zuu79147cODknt2nDx08dXB/2vatW5YtnR0xc2ZAwKygoAh//1l+AP0OA3CMj///BYD/42H2+9sFiK8/ou+PYDzshR5WgJODA5KD/ZODAxICfQFHtDeAx5He3nOnzpji5hnhE3hg9Yb89GeMapSMyJLRBGKunMeRM2lCIpqOriZhayhkBJOKYPFJMjFNJWMZpEw9n6bmUVUChl7CMYtYRiHTIKABDMyjaDgUNZes4VA0bKKGSVAz8SoaVkHHqOg4NQuvZRF1FLQCj5TiEXISWkVCq3BwGeh8rirjVpZxyopYJQWM4nx6YQG9qJBRXMSsrOBBqgQ1UEkNTFoDlUCqhOVl/JISbnERu6iIXVTAycmhv3qBf/wYkX4feu9eVWYm8WUW8flzbPpjeHp6zYNHsPRHyHsP4XcewH59ALvzAHb7fs3NuzXX7kKv3a66eqvi9gPozXuVV2+WXLxeePVmya37kNv3INd+LTt/Oe/CtYKLVwvOXs4Fr89fzjt17s2BtCfnLuTduFVx9WYZeE6eebNjz70DR58eO5115VbZ/afo+0/RV36tOHH+7cFfXo4ApVcQMkE1GBSEx40Z7+vtFxw0yd83AIRYHy/fAL9AHy9f8Azbm328fEHJF1SGA/wCwff0dJ8wbsx4d1ePYVX5Rwb+sXwLNF2DNmmgxdbLx8Njwv8FgD3GuwM9WC4eXi5e7n9ZVt3HjXEFGHi8u7ebh6+HR5CXZ7C3+2Rf9xBf11A/t/AA95kTvSIn+86c6B0R7BcxMWD6RP8pAT7hgT7TJgZOnzxxVnhoxNSwyGnTYmZFJEZHpyQkzhlq6E1MAoIUc+ctmLNg/tx5C4AHaPMXpM6ft2zV6pVr16zZtGn91s2bduzYtmfXnrS0A4cP7diyddGcebMA8S98avi0sNBpoSFTw8Knh4XPmBQ6LWhSeOCk0KDJYcGhUyaFTQ0JnebjFZKUsDglaUlUVNK8+QtXrV62avm89StTNy6L37ok+tCq+Js7FuWc2oa4doh48zj1xhHBneOSuyfVj89bs+/UlzyxFT2UvbrOeHAKeS2t6NS2zINrnx1c/eLwhlcntuRc2FN061ju7VPPrx9/du3Em/sXyl/dg+Y+LX+bkfcyPSV6qq/7aPdxo3w83Ub+PAIYOho3xtPTfazbmJEuI0eOGzXGdew4N9fR48cNoe+oIf4cNWb0T2NGjxgzZsTo0X+dkSN/Gjly5H8z8ND9wAvIqCD9DjPw3+B2uER6+Kv+Xy/ALwHfx8XFxdPT08/PL3hiYEiQ39RJ/jPDJkaEB88IDZo2Gchah0/0HRZ+Aya4+HuOB0/ABBdQ+/UaP9ZzLIC+HuPHTHAd5+3uEujrNSnQbzj6O9wCDSrAIPr+6HmOj4uJiY4E5/JmzpgWGjIJ8GNPCYmLjUyIj0pKjE1OigMPmMz5a28gOSUxPmHalKm+3j7urm6e7h4/NjyDnc/gK2iEHuZesBTa3d3d1dXVw8MDlILBEiwf7wm+Pl6hIZOmT5sSM2tGXFREzKwZ0RHT46NmJsVGzE6Knp0UmZocNXd2zMK58SD6rl4yZ8PKhZvXLNm5YeWezWv2blm7b+u6/dvW79+x4fzJtFPH9x87tOvg3i37dq3ft2v9kX1bThzavnf76stnD926dOLU4e0nDm67cubg2SM7t6+bf/nE7vNHtp86sOX4ng2Ht687smP92bRdN88cPZu269yh3ReP7rt19uj9KyfvXzlZ8jpdwcF8aqut13C5mFJi1WsWsoA6VFCEKn0opZYq2RCjENjzkNMrydDXFVl3stMvndi9bk5kqM/oEf5jRyRNC92ydNGpPXtunTqFKCwUEHFiCpFSU4mvLCJWF9MQZTxCNQtXjih7WVP8DFbyXEirkjBr0JUvlDyEkofQCNGg8Ntq5zfXcjUipJwLFbNhUi5CwUUKqBBCzeua4sfQwofQwoccQiEDkysilwIDJCYG2DGjYFWCkzZSGkTDRWh5yHoto9XIBb2v7Wb+QL2i3cSzSYkWEc4hJdXJySYBhlL9mo3KbzFwPrSoumwCELocKqKKBTEIYN12XpeNq+NBpdQSsxip41bXSoGiHRWzQkopVjLKVcwKGbXEJIS3GGhNOoqGDdFyqtrNzP56UZuRSYS8sEoIDRqGmgWziPEdFgEDnlP26iYbld+gYZhFOHz5i4qs2zou8vunpsFG1VA1MVxMqZDSIEYRtkHHbDXzWs08LQ+p5sBBvyWob8voVfVahpxdwyEUcwjFSi7cJCPoRBg5u0bGgio4MIMEZ9fQHDqGXUNz6pltNmFvk3qw07pv6xKrktlml3U7VX2N6o5awNj5e7fl9x5Tu4nzoUneoqV2W9idBsbu5ZGU6ucfWhRqdhULlV2vIX//Ut/fIPn+yfGtS6diQZoNdKC5V0vhYHJ4uLyhvt8aJQPKxxXzccVOFe3P3to/e2vbzfz+eoVRgBERy3RcJCgCN2qZKlZ1ycvLRiG8v0FilWKExOIum+Dfg/bP7dpeh7jFyOq2C+s11I+tyq+d2noNqVaG7bEJrWKsnFpWJ8e3W9gyWhmx+pmEVlLw8lL+i8vQokdiBlQrIlAxJQR4oUZAcqhYEjJERKzQ8zBDola1kAgREColdDiXUKnlkzpsqna7SsHBMTDlOU9vFWTd5ZCrOBQIBVMkZSGsKkatmg4teiKhQ2uVwKMETOULJiqvycBuNfOaDUBzskUAb1AS+usE39pUvbXcNj2tTU+rFSGF2Fw9u4qDeM2sedVn43UYGfjyxzxcrpJZYRTC+fg8as3LBi35S4e6QUvusLKb9FQ9v8ahInzt1LxvlrWZmZ/aVDX593n4woEmxecOHQjDDjWFCnuNLH6Sdf9s7uOr2LKsmtwXuLI8yJvnbFSVnA4nQLJq8p5U5zyC5j6pyXsGzX1akHFHycApGGgBoZqLLVcwEGYJUcmCq9gwNjKHWPEc8vqWWYim17xmwrORBelado1FhKlXUZq09HoVpVEDCLwNaqpZiATqlI30/npRs576zin81KqwiFD4sicySjkNmqWkQzotvCYtk48t4qDym7T073+0DTbJBptkYJYbXPzS8WrqlASLBE2HZ4lIRU41SU4vZyBed1g5VjHaLsN1mNkiQqGEVKzjQEWEQkrVC3ASqUVPbzexmrRUp5JoFaM/t6osEiyu7Dm29BkDnocvf8XDlqiYcBIkW4CvEBEhxMo3qMIXfGyFko4UEapERAjA/EKUWYIVU8p4pFIBBdh8NskIVhVNwqwB18gtGqacj6HhSuClz3jEcr0ADUYSJNRKEbncIiU06lnddZKOWmGjnmWREvQCdK2c1F0n+b3X3GJigy3QvfWiVgurt17U3yRtNjG+duvetyqAp4ffGr50aRsNNA0P6gQsAMw2M6unDvBCDzbJ2swsqxSj49W0mVl9ThHY/FyvIdsVeKMQoWBU9NoFTVqqTYrvsvJ77JIeu6RJx2oxcFpMXLuSZFcR6nVkswKlFVXV6TEDLcLfewx9deKBesVvnYaBekWbmdNpFfY5Jd02sUWKazFxu+tEtXKSQ0drNHF4pFIGMnegQdlVK6lTUCjV2fVqeodF9EePtccuc6po/x6ob9azxaRKFbOGDss1S4BROhahgFDzWiNCOvTMRgu72cpnEQqkLGidntZg4mhESLUA5TQyHHqmnIOw6bhiFlrMQtebJf1ttrY6rVnJ10lYRa+fZNy5fOfyqYc3Lzz5Fbi4fvbozQunzxw9fO7kqbMnThxPS0vbu2v/rm07t2zYtHb5gT2bjx3a8fDelbKiTERNPouOkIlJHAYGVlZYlpNdXVTwOuN+5pPb6bfO7ty8OP/NAxqhyqoXa5WC8qK8ebNTly1cviB10fJFKxfMXbJg3uIF8xaDU8AgBqckzQE3gWOjE8Cyq5gowIYMiMORCYCF6z/x4KEerChwA2nWzMiZ02dEzYoEY8CA/3nR4iWLF4Kgu27t6tWrVsydMxt81J4QDzx5X7Rw/rq1q7dt3bxl88aVK5bNnzdn1crlSxYvnDc3FWyEBhuzhvPA4E8pwwyckhCfFBOTEh2TFAP0YMUC+0fR0ZFRMbMiZkfHJE2dii0s4EMqOPl5nDeZkrfZ+tIiBwIODv+CtmczpFJbUizLzRG+zgJVX9KD+5jbtxDXr0EvX6q+dJGU/pj0OIP9+g03Jxf1IP3FsaP39+x+fDjtxcnj1Q/uMfJy6LlvCS+eYzKeINPTq+78mnPpQs7VSzlXL725dD7z/JmXZ0+9OHv6+ZlTd9PS7qal/XrgwI09e67t2nN99947Bw/dOXbs/KG0M0cPnT1yaO/mjYuSEpKmT0uaOjUuNDTC3z/CF6DfCG/fSC/fqCH59/83AEd6e4MMPCwUx/j5DV+DFzF+fkAhlr93YpBvcrB/YhDwy6EpYOBrI7z9prh5ntq+R0ak2cUqMY4uxFBFJA6HJmIzZXy2kkURkZAsOo4vpqtFNJWIqgQUYIZOytRLWCbgcMxSrkXKNktYJjFdz6NoeCQVm6jk4JUsgpJL0LAIahZWSccqmBgVA6vm4LVsgo6G1xHQSgJaScZpiBgVokYEKeeWl3FKipnFRYzCAnpBIb2wiFFcwiot5ZVX8KoggiqIoLpCUFHOqyjhlBSzSgpYBfmMojxGYQGzKI+Vk017/ZLw/Cnm+RNUxmPk60zS69fkzJeEx48Rj9IRGRmYp0+xDx+jHj5G33+EvHsfdutu9bWbkEvXyy9eKb1wpejxM/SjZ4h76VXXbhdfupp39lL2keMZ2/fcWrP+3MZtV7buuL51143d++4cOfn03MXsi1fyr90ou3On6tatipOnXu/YdXfbjl8PHXt+7lL+jbuQX9Nrfn0Ev3qn8uiZ17sOP95/4vmJK3lACdaP9Dt+rAu4e+QyzhVUesFGK1D+BXZVvHxBwRY0OYM+Z7BJy2Wcq4+Xb6B/EIiyvt5+IP0OA/CPLmhfbz/vCT6gVgzeBqaIvbx8/huAwZQyqACD/ue/iqDdvdyAwKa7y2hXl9GurmOAkLC3m4ePu3uAp3uAp1vgBPegCa5BE1wn+bhNCfCaPtEXgF5/7zB/wPAcHuQ/NThwKlCbNCkxOjoxNiYpLj4pITE5MWl2cmpqypzUVAB35yxaNG/xsvlLl85fsnzBsmWLV6xevGb1ouWrlqxds2rTlnXbt23cuXvL3j07DqTtSUtbunR5XFR0WEj4tCnTp0+bFTJ5SvCksLDw6YHBYcMnIDgkcFIoQMKTwidPnhUaGjVjVmJ03OyouPj4lIT5C2YvWJC4akni+sVxGxdEb5k9c9/cyCvrF+Se2oO/d4H94Dz/4Tn5i2uWgod1FS/1+Q/pD85Azu16c2jNi/0rXh5clXN6e9GVgyU3DpffPlZ+/0zm7TPZT26VvH5Ukfeyqvg1AlJAxsM4TML1K2dnTA8b+fMId7dx48ePdXNz8fHyHjduzNjxY0YAc78jfh47csy4sT+PAoaOXNxcx44dPXbs6HFjR44d89PYMT+NGQNg8JjRgAI8cugDZOBhUXeYYP8bgP9HDB7+wr9dDL/P3y6GAXjcuHE/AvDkQMDqPG1ywDD6hk/0BRl4sv+EQC9XH7cx3q6jfdzGBExwCfLy8HEd7+kC0K/rmJFuY0dNcB3n6+kW4O05KdAvbFIQmPudMT182tRQ8ETMnA5WXv04/zsrYkZcbHTkrJmg8BsyOdjfzwfooAqZmJgQnRAfNXSiE+KBEx8H/M9tTmoKMDmQOicxPiE8NMzT3WPcmLEu48YPPykYP368i4sLyMNubm7/GwC7ACl5NxCM3d3d3dzc3N1cPNxd/Xy9J0+aOGs6wMAgAMdFzkiMmZWSGJWSOCslcdaclOgFc+KWLUpZs3Tu+hULdm5atWvz6t1b1uzeAiR+92xdfXDHxrTdG/dtX5+2b/OJtF3HDu04sm/LwV0b0nZvPLJvyy+Hd504tP3EAeD8krbz1KFdvxzcfvLAtsO71h3ds+H8kZ1XTqVdPLr35N4tZw7uuHH68KVj++5ePJl+7VT+izsyFqa3UdfXrGu1SnrqlE06nl1O7aoVfWk3tJoAxhAQCkhVz/EVGciiB5Dsm4XPLmXdO5lx7XD65bTMBxcRxZlcPFRIRkhoWJOY02RQt5p1ZgmXi4PjK4vYWKiYiiJU5SFKXjIxJQxsUXXhYwEVQscUsvBFJjmRiStk4gr1ElxXvayrQdJgZrXYeCYFnobJwVVnVpc8xsGyibC3GEgmsvwZtOhRTdEjAjTLLMfrRCidCKXkAnE+qxLfoKMbRegWE9umIGp58BYT+1+D9k/tWoeKbFcQW4yseg0VTKh2WniNGlqDmtpmZHdYee0Wbq9DPDSAJBpsknXZeCYRUserMQjgFgmqVoaxSFAGAWzod2BqViWo+oK6n45bbRLCDfwaixjZrKc6lHgVs6JWiv7Srvo+aP3UqhCTS7926pv0DC0X1ueUfOsyMJFvFQxIf4PMriAahagvHbovHbo2M6e/QVanBBRUBQOCK39Kqn6l5cIa9YxmI8epoRMgr3KfXKTCso0ibJ2KCmQX+SgNF2HX0JjYAmTZUz65rNHEabFyNQIEA5PLwOSy8UVSZrVdQ+tySjvsUquCKqHDWqzSLavnsPEVXU61mFbj1LE5+NJWM6/HIXWqKe0W9p99pj6H4GuH8vuAmVL9/Pi2eRYJ1iRC2xVEsJ5HRCrqsvF0vBoWKlvPrcGVPi57eSX/8Vl43l1Y/n02Kp8Bz0EWZkBz7kspVf31im6bVEGv/qPH1mkVNmhYdjnZLCI06VitRr6SVaPjI2xK/B99lk/t2mYji4F8y0TlkKGZQ39w1p/vrG0W7sdWJVAdZGICBlGbsNPCA8KlasBuXSvDKpmVdhUwSKPjo+joPCI0m0uqlDKRSi7WLKPJ6XA+rlTNQjRq2U412ywmGwQELReLLnnFQJcoGGg+EUqFF8MKX2r5JAqiWMxCGxV0HhVq03OUPAyPDKEgC2qKM8wysk6EoSDewksetZjYPQ4xA/nWLMbUilDfP9Z9a1EaONVc+OseK6fbwnbIsApKiUWAaFSRzHz4oFP8r16Tml6BK3tUnnUV3AS2ybEqVmWTnvquXtRl40qpJWo2pMVIf98sazUxFIxyOjwTX5GR//Ry/tPLXFyRQYhqMQHlwxougk8oYaELUSXPqDVAPrPw2a/o4jeQN8+IlflaLk7OqEGXvJRQoJVv0lHFmfkZt9AlWajiTCERWvjsVyLkLSQ7XUKBqtgIKaVKQChyKEgsxFsVowpV+LDDzLXLCE1auoYF7bWL/uwx9zulDWqqU0m2SfEaFrSvTuhUEr+0qS0ilIJWbpNim7R0anWmU0l2KslsZJ4QXwIGgD+36lr07D6nxCCAd9v5+IoMNvptT51gsEn2pUNjFCKaDfRaGZZc/cIiQTvVpAYtxSJBN+kZHVZeX53YqQY66nodQosIA2RizcCe8G+dOmBBGl/wuV1dJ8d/7dQ269nEylckyGsetoRQkalkwNpMAiUDpmQgZNQaLQejZCDYqGIREaLlYAAduOIFAQI8wmCi8iSMKgmjCqxMU/HRTFypkAZtMAk6GlQOE1/KQZMR+WRYHgNdKKZVK9gIJQdpkVNsKrqCjajXc2wqulFC1IkwGj5GxQM+q+Ih3jXIGg00h4bUbGJ02LjvWxVfurTvGiXfvzV87dZ96dIONMs+tqu+9ejbazmNBlpPnaizlt9Zy++y8dotbJB165QEgwDeoAW+H4cmplnddl6zgWYQwN45RO0mllmI7rEJe+uk3zpNLQaOXU5+36zstAmaDfQOG6e9lqkTVAspuRoe5HO7utsuHKiXfWhRNWpoGk6NSYSu11DbzBwls6pRz+hvlNfKgfW4ToeIQyjUCFB1Kmp3neRfgw46Ik9CrVKy4HoBtlHPsSmoBiFOx0VKKZVSSqWSAWVj8pRcuEaEVHDheimGSyqlY3O1IgwNkyOkVWpESL0Ep+TD9BJch1P0ucf8tc822GbuatS3OdTdTYb3nY73nY4Op95hkJGRFS8eXD9zeNf54/tvXThx/dyxG+eO3b9+4fyJY1fPn7989uyJwwePHtx3+vjhc78c+eXYvgtnjvx64yyNAG20qyQ8ArQ8CwPL/z90nQVwHGe+7fft2xjEzDLJYmY2MzOjDDHHjpkZZdli5pFGw8zMzDya0YglcxJDdpObu37V6r26frl7XV919fR8aktlWaVfn/M/h02FE+Cd3c11BHgnpLGiqepJ3ct7W9cuaK1/Rka3O8xyvUIgYtFXLl68dP7C7NTMxUWL5xcsmF+8aFHxYiAXOrcoJys/N7ugIK84P7coN7sAkHyTM8AELLAZGNR+J45pExgMJGAlxiclxCVGR8XMmTU7OmpuanJKQV4+mIO1ZvXKlSuWrV+3Zsf2rVs2bwSV3jWrV4IknJyUkJ2VsWzp4k0b12/etAEcA166ZBFokAYknomwaDBBOiszHVxgXglQkpSdlZaQMLGS0pKSU5NTgAHg1LTM1JTM+LicuFhCS7MEBqVXVbLKX3JePNe2NIM1SL2wHlNnh6a5SVZbw3tRBrqd8bdvoa9fg1++BL1wvuvHcxPrPOrGDfSN24znL6RNzZRnpeVHv7+9ffvD/fuqz5yG3btLrizHv3iOevQQfv8e5MbN+ovnn5849vLs6aoL5/6LgU8+Pv79g6OHr+3ZA64ru3Zd2rHr6u69tw8euvP9iXOHSo4d2Htk7+61ixcmzJqZNHtmYVpKXkJ8dGBgbGBgrH9AnB+wEicSsJL9g5L8gBCsZH8gtiol4F8Qm+jv/yfhd/LlpMb7JwBOCQoC1+TOCST2S/D1TAn0yQgNnARgMHYLtEDfO3lOiqNIcQwFke0QabRMiUaoZ1FELJJQwJCz8AIqis0hSAQUhYiqFJDlfKJCTNUoWEYl1yxnmyUMg4xhlND0QrKGS1SycDIGWspASyfqtDVMvIqKkZOQ/zI/g0ZoCl6LQytwSDkBq8IgZZB2dn0dpbaGBFid6wH6ramn1jcxmto5bV2izm5RRye/vY3b3MSsrwO4t6aGWlvLqKtjgsf6ek5tLauqil5eSauspFVU0cvKiGXlxOfPcfcewu7fhz9+in1ain/0BPPwKfb+Y/SdB4gbd6BXbkIuXe+4eK3z0rW2G3cgt+913LzTcfla0/lLdSfPvNy97/aqtWeWrTyxdsO5LduvbNt5Y3/Jwx9+rLn7oOdZGe70DzXbd95ZvfbC1u23jhx/efpc7Y+XW67c6rx8s+P0xYajZyqPnqk8fKai5NTLA6dflvxQ8RcwbHnq1OkTHOHh5eUDGirBNObg4NAZM2YFB4e6uXm4uXkEBAQFBAQFBgYHBYUEBgb7+QWAaVXffTfV19c/MDA4JCQsODgUvO7u7unu7jlphwZxFzQzg57qfysOg+FYXh7ebtPcJwO6wNBpLw9vEKG9PLxBz7bnNA8/T1/AFD3d03Oqu8cUN8+p072muXlPd/d1d/dxc/N1dw/08AzxBtpuwv19gc6bAN8Qf58Qf58ZoUGxUXPSkhKz0oAes7SU1Iy09OzMHMDanF9YkD+vIH9ebuG8/IWLC5cuK16+snj5isKlywuWLC1evnL+ylWLVq1dvn7jqk1b127dvmXP/p0HD23de2Dtpq1JyekxMXFzZsfMjYqbExUbETk7LHxmROTskNDI0LAZYeEzwyNmRUTOjpwxB1xRc2OiY+LiExPSMzNy83MKCnNy8zKzMlPmF2UvyE+fn5O6KDt1UWbSiuzUbQuLjq9b3nXnR9Kza+yq++RnV9suHCw9uPrBriUPdy8uO7T60b6lL09sqD23/fmxDeVntrZeP1J742T5w9uVFS9bW5u7e7qgyJ5uZE8XGgbDo5q62jbt2DLNc7qXj6ePj9d3f/trkJ/vlL/+n6lTgaQrUPX9FjL/S8sFMtMATp7g4SlT/tv2DAIwCMOTmvDkHcBcaDC6+VsA/hPW/tuXIBJ/C9hTpkyZPvFn2rRp4IdMmzbNw8PD18crMjRoVnhwWKBvaIDPrPDgyJCAEH/vmWFB/l5uAd7uAd7ugT4eAd7u/l5uvh7TfNynTv3rX6Z/91fA9jx9ipfbVN8J7TcyNAgE4OjZMxJiopLiopPiohNj58ZHAwVIYA8weJKYEAdy74zI8PCwkLDQ4IjwUHDNmgmUACclxqSkxKSnx4MknJaakJaakJ6WlJebmZsDmItSU5LmzJ7p7+fj7jbNbfpU9/K/YgMAACAASURBVOluk8vDzd3T3cPT3cPLw9N9upuPl7e/r5+fj6+/r1+gf4C/r98E8Xp5efsGBoWEhIb7+/uDPAxMBU8QeHgwEAQdNTMCJOG05LiU+KiM5Nic9MSC7NR/KcCL8lcuLdqwZuHm9Uu2bVq+Y8vKXZtX7tiyYveWVXu3rz68d3PJng0Hd6w/sHM9cNy+bv+2tXu3rN6/be2B7etKdm46vHvLge0b9m9bf3Tvth+O7v9+39aTJTuP7992+siua2ePXjpVcnz/5sO71j24coIAre/VcAYton4Df8QqGusVDVl4bxyiETOnX0916SiDRvqQidGvpzjUhGEzY8BA7ddThkz0cTv3jVPwqpc3auG+7pO+6VOM2SUDRt6giT9qkwJTYVqOSUrpVbOGzKJBE18rwNKQ9VhIGQFazsDVKflQp4E6ZGM7DXSLimiQYfVSjF1LcehpNg0ZeCnBWZRkk5yoFWGUPISSh5BzYEJaJ5fUKqB2qPhIs4KkE2M1QrROjLWpqYNmbr+ZZZYTldweqxw7ZKKDn+2gkebUEO1K3JCJDh5HLEyHmmCVop0qwmSzUb+WDMq8YxbWazv3lQ0YLnWqiGp2l5DYqGB0gJ03ej5Cy4WqWZ2DOopTiQehV8+DgplACnrbsIH2+2stOP3bpyK8srLfOfg/94s/Dko/9AnfOfi/v9aqWZ39GtLvr7XjFtZrG2dAS/5lQDJqYlglKB62RsOGgOWrZiHgC3UqCHo+zKEkWSRYp4ps+a/OFbMEcG+qOXAtD6kXoAmQF/jOUg0XZpZgpfQ2BqoSsILLMENGFg1ePWrhfx41fBo2vnOqjBIKC9e1tDCdgmo3K7kXj+9+dO1ET/MzAbnToiApWd1mKfrLuLpfS2YgXzhU2K+/Op9f/7617LpZhGMiar+MauT0di6mWkJuMgpgEnJTV/llDqLitZn92sy28FGoxgc6LlovwA4ZBE4145VN1qukjZhEQ0be5xETqbtSyURysM0sVDMZWvVxyDBg5BmkRB4NohAg+8ycATN33Cl5P6QasvJHbILf3lvNcvxPw8p3fZKvvw/8MiwfAeKOiHIqREruAADAKjTwECYBSseD87BNMipETuui9VSZhHgppUtK6ZLToEYBbtTEGzUJlAyYmoUQkzpdaraOi2Uhm5BNpRxUq1lM0fHwMhpcROomQRuQbRXtdU9wPfUmJUPFw7mMfJ2YiIG8lDFhZjnRriC6dJTPY6o/PpjeOAV2Oe6XPpFdiNTTO0wcqJ2HGFAQP9j4H51iPbMLWn5dQ+/qV5C/vjH/1Cs28pHjZgBj+vUkh5rw85D0jw/GT6OKT8PyMQvLKEQ4lIRRI6DAfx5SKOkdneVXSJ3PuZhGRNMTJQs+aGCPmAUTBocaDrYZ0fREx8f0aZhKJpKJbIJU3ZfTEQoGwi6j0WH1LGSTnodTs1BKOlJK7kE3lbGRLWYh2SahMRGNuLaXahZqxCjsUzH4+EY1u0tKbdXxelwa8t/HNU4V8bWdB+YwjZpZXz/af+qXWCTotw7BKxv/Q5/8n+/tv47qv/7H+HunzKGg2KREOa1LSukcM/NfWcW0nhoRsYPYWf5lxPCf72w/D8h1PLhFgh2zcFWs7p8H5K/tAqCCSEH8+ms/F1tvFKIMAuSnYdU/P1g/uAAnwpCRYxbhhKS2fg3jtzfGfg3DLMFqOD1yBsQiwTqA/wjAd6mS2UmEPEM3PyFBXppFODmty8BHO5XUfg1DyYBSuqt42BY9D6NiwsWkThm1W8WE26RkCbWLg21UMGFaHpqFbWZhm6UMYJaVQ+zAQqpQ7eVqPl7KQTPw7SYlSyuhmmSMxhd3WisfoNorOQQg31jKREoYiI7aB92NTzrrHiLaSnlkiJQF4xA7GNgmh4psECBf2fjjVp5dThgxsd/3ST6PqP/5wfp5RD1iYjtV5DEL99Ow6k2v0CrFORWUz0OaT4Pq9w7xaytfRmkndT6XU9tklNZXVvbbXt6Alvi2l/eTSzBuYby2sT44Rf1q6riZ+9rK/zKsHtYzqd0v5dSOf4zp3jpEGhZUyez8qV/y22vdoJ5mEiG/jGq+jOkHdSwRuV1O6xo2cd86pQ4VVcNF2BXknwdVH4c1Q0bOuE343iV3aOlvhpSvBxV2PWvYIZFyURIOko5uEVJ7eMROHrFTQO5yqhkGIQbbXkqAPGdj6gZMHJuKwiO2E3sqOPhWMR3CI7azcI0CcicwecFDA4n9Jr5Txxi2CHu1TGJPncsg+OfHoX+8c74ZNLwbNr0fMY85dUYlh4xuv3L20K4tK47s3fTD8b3Xfvz+6o/Hzp78/vSxI6e+P3zu1LGr585cv3Dm8tljP548eOns4WcPLjGJUJuer5ZQJFw0nwHDwmo5ZKiUje+sf15TepuJ70Z11l44sa9k1/q6svt8GlbGpRnkoorHD3OTE5cXF83Lzlm5eOmKxctXLVmxdMGS+QXzioBfMYsXz1uUnZmTn1uQl5OflpKekJCUnJyanp6ZlZWTkpRakFeYmZ6VEAdUH0VHzZ0za3ZWRmZyYtLsmbMS4uLTUlLjYmJTk1OKC4vyc/PWrlm1auXSVSuXrlu7cv26VcuXLSoqzM3KTJ0IH0lMS01MSoxNTIjJzEhZvGjehvWrN61bu2nd2vWrV61cumTFksWrli1duXTJ0oULli9etGTB/EXzihcUFc4vLCjOzyvIyc7LyszLys5ISU2Ki4+NjomPi0lKSkhLBYKq0+NjFmSk4psbmG2t9JoaXm0dp7xSXFXrRCDtPTBDe4eivkFUWcV5Xka4c7f7/AXszVu4W7exN2/BLl3uPHsOcu5H1LXrpHv3yXfv0x8+5jwv4758yXj2DHHjRv2p06UHS1ovXIJcv0EofU55Wd51507jpUt15y++OHXyydEjFT+cqb96ufH61aoLPz49fuJOScmNffvObtpycfvOSzt3X9i+8+KOPTf2H7p/9MT9E6fPHzly6cypnRs2psTMjYmcMTM4cNOqFRuWLc2Mi0mICI/y948NDEwMDkoIDEgKCEgPDkkJCEz2D0j1C0jy80/x9QdI2D8gJSAw3tsnwcc30dcPJORJdTchMCA+wD8+wD/O3y/O3y/WzzfWzzfG1ychMABciUGBiUGBScFBScETSBzgn+rvM29uVJyXZ4Kfz4K4GHDb4oRkeHm1nsbREBl6Mt9A4vUyFS6B3iV16DkGGVUhpymlNKWILBOQpWKaQkSVS+hKBVOnYRk0LIOaoVNQtDKSWkxUi0haEUnLwSmoCBEZJiIjJVSMnIJTkXBKAlaBRssRCAkMLkYgpSi0nErUMCh6NsVMJejQCCmknd3USG+opza3MJvaWC3t3JZOXiuE3wzhNXVyGzs4Da2cumZWbROzronT2MpvbBc0tovqWwXl9ezyevazKsa9UsK9UtKjSsaTCuD8YRnheTWtvJbxrJLyuAz/4DnuwXPc/VJsTQu/spHz4Dnu2j3owzJ8XZuwooFz81HPpRvN1++0XLsNrPtPoE/KkDdutx87+fzo8effnyg7f77u9u3uW7e6jh9/uWnTlUVLTq7fcmPP4dLTF5sv34Zev4+4dq/nwg3IqQsNx8/VnrhQf/py09lrreeut5650nTsx5rDZyr+Aiqu4NHHx8/b29fLy8fT0xtc/v6B4eGRISFhnp7eHh5eAQFBk/vBzeB1d3dPX1//iTYWAIx9ff3B6x4eXpMA7Ovt5+3pAyrMIABPKsPfWqO/BWDQkg32LQER0P8/AINKta+nl5+Hl6+7p48bEILlNc3NY8o09++m+rgB88A+bh4TjmifYF//EL+AEL+AWRHhsyMj5s6aGR89NzkxCXh8NSH5ZmRkZWZmZ2fl5+YU5uUX5xfMKyicn1c0P3/x0oKly4uWryxavrJw2Yqi5SsXrFqzeO36RWvWLd+4ed22nVv27N9VcmTnwcPrNm+ft3h5QmJq1Ny4WbOjZ8+JmTU7OjxiFsi9wSER3zJweMSsiTVj5uwZs+ZERkXPSkiKzchMyc3LzM/LysvNzM/OKMjJnJefs6i4YGFR/vzc7IX5uauLC7YsyD26esH57asv7lh1dsPCk2vyLmycd33HkvsHVlWf2112etvDI+tqLh5ov3uq7c6p5kdXoJ1tbV09DR2QZmgPBItuQvRUd3U0wKE9FPz1x/fnJMa4+3hMnfqdj7enx5QpPm7AyC/YVARi55QpU6ZNmzZ9+vT/AuCpf8LXScF20gX9PwVh8GMntc0/3eHfQu+3F/8tAE/eDawRnjp1qoeHh4+3J4B8YUFhgb4h/t6RIQFhgb6BPh5hgb4gEof4ewf5eoL06+02xWv6dx7TvnOf+je3Kf/XferfvN2nBfv7zJkRHh89J2bOzNioWfHRcxJj54LoGzNn5txZkdFz58RER4FKb0x0FOiCjp47Z0ZkeFhoMDh/CwzEhwTNiAyPnjsrIX5ucnJ0enp8ZmZiZkZyVmZKdlZqTnZaYUFOXm4mGNgYFxsdGODn4T7d08PNDdDjgScMoCDs4ebu7enl6+3zrwnhiaAsX28fEIA9PDyAR04hYaFhEcEhYd7e3tOmTfP09AwODvadaAMO8vMOC/KfGR4CknxyfExmSkJOemJ+VkpRbvq8gvSFxVlLF+YtX1ywce2iLRuW7ty6avf2NXt3rt23a92BPRsO7gUmfkt2rQfXoV0bD+/edGjXxomTLXu3rN21cVXJzk0nDu46fmBnyc4t+7auO7x7y4WTJRdOlhw7sPXovs2XzhxsrXmk4ON6NZzRXtm7QfVrl2zIwus3MocsnLFe3oiFOWik9espAwYqSJKDRhoYRduvB+SFMRt7yETv05JsCqxFhh6180dsvD493aIgmOV4m4pkVRL1YnSvhmJTkRxa6oCJ5TIwLAqCToTSiRB2Lcllpg3amH0mqlVNMCmwJgXWosIP23kjvXyXiWlS4LUijE6M1YowKj7Spqba1FSrimJWkIwygklOBNuA1QKUUUawa2h2Dc0oI6gFKAUXruT29Krww2Zav55kV2L6tASXjtivJ43bWTYFul9PGjRS+rSEXhXWocaB71plyEED+ZWdNW5jjphpQ0ZKn5polaJ7FXiDAA7mr9pkeAA+hSijEGGTYFxqIliDNKijDBto/RrSGzv3nYP/cVD69RfrpyHZx0HpoI4yZma61EQNu2PMTB8z03vl6J9cglET7bdXqv94o/nne/2nIYlNihwz0z/08X97perXEMwimJkPrF451qHA8TC1SnrHxyH5qJmlZHYJic08fKOM3qnjo8DgWSDChw/U3orIrVYZ3ihGiijNXHwtB1ejF8L79VQJtdOlZRiFRAGhkw5vxHXWkGFtm1fOJyHamfju6ifXKh9dKn9wAd35goFuFFBa5exugxTJI9TREGWjNtrXL70fB9UXD2/pUzF+GVCx0bWkrtIBLfm9U/Czk/9Ln0DP7rIKEZ9d0i/9siEVldr5UstBDer5YxaJQUAYs0i+fhn9+se7j0OGMYvkrUP5+5teo5A4MZva4dJwbEoGm9wJbXveWn8P2voU3vEcB6vi0TrUAtTn18av/3z1n7/Y//mx9+snx9/fGt8NSJwaklmE07BgPEyjmNgmxLcIcM1yKoQMeclC1CpoXRoWTEbpNPBQQnyLEN+i5yI1bLhDQbFKCGoWQsWEczHNImIHvr3cKqGMGIW/DOhGjWKzkNyv5vbKGDRYA767jkXskrEwMhYKC6kyK2gDZqGCjdAIUC4Dw6WjqLldAlKDmNrsUBP+eKsf1VLHtdS3RuZrPf2Vlv7ZIf7SLxvT0SW4JkbXy14xQc+COyTEES0L0EWBsivCO5dwyER3qAkONWHAQB23sg0CeL+WMmZhv+sVDOloo0bme4dQQ+9qKb3Iw7ZoeWizhGiVkXn4VlJ3JQ1eS+quJEOr1BykUQQMc6rYCAay3iDE2eSUfg3nJ5emV06n9dSBlGsRky1ispKBGDWJXlmlTiVTz8PRYfWU7hqzCCA0oH13woL765japSFrON0fXOL/eGv4OCTvU5PAzKrf3+i/fnFapTg9D6Wg9wjwbR8HtW97ZU4l3SjAyWnQYQPvQ59Sx0UbBTh8+wt8+wsetuW1TaLjIgd09GEj661D9FO/7Pc3RqMQBdZBG4VASdK4lefSUNVs6Nffh38d1Q+b+GoOUkrrVnOQX8b0X38fdWkZMnpXr5JkEmM0XJhegNTyez6NKl06ioTWSoVWQmvufh7Wfv3j1XunjNBRZpeRbFKihNzhVFKH9GwVs0dO63Kp6S41XccF7uxUM0xiglGEHzTxpYweRMtzOqqJiW3jk7tZuHYuEUJCNvOosH6LVCel2bVCKRtPQbVjuxvaah83Vz2gYdvVIjKH3IXsrKh8drmq9Aq2p5pPhwqZMCkLqOc1CJCjZk6/lqbnI8BObA2nZ8TE/uCS/jKoGLNwwTj0PjXwbemQk3ulFB0HYRXjX1v5LhVFxejSc4H2qSE91anEG/jdfSrcmJn+ykr/OCge0tH61dQ3NsFPfUCAmUWEUTG6QN1ez4XzsQ0SUqtTQXIqSGYh0P02oGeBXU1SGkTJ6hm3CT8Oa17ZRWJKh5jSoeEi9AK0ktWjF6ABNu6XK0QorZKgEGFYlPae9hcsMkTGxQnoCDq6RQ2EpdP6DVyLlKRiw8AgcZOMoOah5Sy4WUa2q+g8YjuytRQHKYc2POIS2qSMHr0Ib5aRLXKKTUkT07rlbLRVyRwwicxyulpE7jOJh+wKrYQq5RIomI6yx1cvnS25ev776xePXzhTcuzg9t3bNuzbufXgnh2H9+88XrLn9NF9P548ePGHQ+dPHnh06xwN3zHYqxjrU4271G+GtIN2iVFBVwkJHDKUiGjC9zRBGspuXzy5Z9OKise3WAS4VsSRMMkqPnvtonkFqYmL8nIW5BYsKlqwuHjhoqIFS+cvXrF4+eJ5iwqy8wESLpq/YN7CooLigrzCnJy89PTMhIQkIGIqOQVMe87Lyc3KyAQsx4lJCXHxCXHx6alpGWnpKUnJoAs6Py9nzeqV69au3LhhzeZN6zZvWrd+3aoli+cXFuSsWL541cqlK1csWTC/MCc7fWIyC8jmLM7PW7pwwaplS0HiXbJg/iT3zivIL8zNKcjJBldeVmZuZkZ+dk5ORmZqcgrQ+Rgfm5AQl5QYm5oUGz8nYnVxAbG1idHawm5oEDQ2ccqrpLUNZghU39auqG8QVlTyXrzkPC8j3bsPv3wFefUa5sZN7M1bmBs30ddv4G7dpjx4yHpWKiqvFJS+4Dx7znlexnleRnn0qPvy1bqTp+pPnmm+cBFx7z7s7r3qsz+WHT9Z8cPZih/ONl653Hrjeuvtm43Xr7784ez9Q4ev7t59cfv2C9t2XN65GwTgy7v23Tp45P7RE7ePnzy5/+CpQ4e3rFuXGB09Kyxs6fz5OzZv2LN9y8Lc7IzY6JiQ4OjAwPjgwPjAAFCJTQkITPMPTPUDGDjF978ZGOBev3/xcFIAsBnUfr+l328ZGLweH+D/LQkDarC/X05Y6JxpU/NnzpgXM3eO27TEoMDU0PCVaZmQZy/kGLIGxzCR+Fosy0IS9dIVQ2KHlWPS0TQamlpBVYqIEgFRIqLKpQyVjKlWMHUqhk5F1yrJKgVBIcUpJASNEKfiYxQcjJyNUTIxwNwvBS0jYwH6xaEBAEaiZDCUtAcpgSMkRIyKgJJheiQIiKC7ndPVwenuEsJ6JN1QEaRH1Nkj7oCK2qDCli5+Qye3voNX08Sua+E2tguaOoT17aLaVkFVE6+iiQtEWFVQH5TT7r6k3Cmj3n5BvfmcfO0J9t5z3K0nyBsPYDcfI55WkF82sJ5WkG8+Rly61fm8lt7cJatq4T16Qbj9FHX7MfLWY9jZq7XX77Veu918/MzzA0fun/ih7PqttgePYQ3N3LsPer7/vmzHjltbNl/fvu3W/n2Pjh6rOH6u/uzVzst34FfvIa/dR9x8hL75CH39IfzSna4LtzrPXms9ebH++3PVJade7v3+2a7Dj/8SETEjMnJmZOTMiIgZoaHhQUEhfn4B3t6+np7egH7r7RsSEhYSEgbakv38Aibx2MPDy9PTe2L8EJja9fX19/ML8PcPBD/cy8sH1JC9PX0mQRdUbj3cAFl48uK3vuhJEgZ3/gmAPd0BnAYTpEHTNZAL7eEJMLCXt5+Xt6+nl5ebu/vUadO/m+Ll5u7t7uHj4env7RPsHxAWFAzKr7FRcxJjY1ITkzInfnZkpKWDRo+cnLycnLzsnIKcXACACwrnFxYtKJi3sGgCekEALl6xasHqtUvXb1y5eeuKDZvXbt0xof0e3ltydPOOPfMWL09My4qNS5o9J2bGzChwhYXPBLk3KDg8OCRiEoNBKg4LjwwPD4+ICJsxIyI6OiolOTE7KyM/L6ewIA+oXMvMKMjJXlBUuKCosCgnJz8zszgzoyg5bkV26ub5eTsXFexalLd/RcGZTcuu7l1//9j26qvHqq8ea390EVV5//axHd9vWFR67SwKCUfiiE2Q7pq29nYUqhmBqO7qaMeh8TxmJwax9+ghDz8fN4/pAf6+bn/7m5+XJ+jCBalyUr8FhdZvzczg+eS2bxn1b3/727cK8ORN/ueHT97kW9z9t+eTmA3eDcTyadP+m9WnTp3q7u7u7eUB8l54cECwv094cEBIgK+fl3uQn3ewv0+gr5efl7u3+zTP6VPcp/4NXL6ebt7u00DtN9jfZ2Z4SMycmQkxUZMrPnpObNSs6Nkz5s6KBEqGo2ZPxDvPAaOw4uNi4mKjwcHgGZHhoSFBIcGBIcGBwUEBEeGhc2ZHJiXGpKbGZmQkZGUlZWelZmel5uak5+dlFhXm5uZkgEbopMT4oEB/D/fp3l6A2Ovh5g5isNu06R5u7j5e3qDq6+vtA77r5+MbEhQcHBjk6+sbHh4ZETlzxowZ4eHhfn5+7u7uPt6eIcGB3l7A4wB/b49gf5+IkMA5M8Jjo2Ylxs7NTkvKy0wtyk2fX5C1sChnyfz8FUsKVy+ft3Xjih1bVk/Q77q9O9ft27X+wJ6NJfs2H9i+7uCO9SU7NxzevWnS7Qw2KJ44uOPMkT1njuw5tn/bkT2bTx/ee/Xs9z8c3Xvy0I6j+zZfPXcY1lqpEpJcZsmbQd27Qe2QVdhnAGQ3l4FlluP1YrRJhhkwUAeNNBB9R62sMRsbXEMm+hsn/+ch6ds+wYCBapGhTRKkWYrq09OdOppNRTLL8VYl0WVgDJrZAybWK6eo38icZOB+I9OuJlsUuAETw6EjWZRYowxllKFMcrRFgbOpCA4t1amj2dVkvRit5MLVfKROhDFIcDYVkGzk0NKdOoZDS+/V0Oxqqk1FMUhwViXZoaXb1VSDBAdW3Sq5PWYpql9P6lVhTRK4U4MfMlGHTNRRKwOkYocaZ1diLDKkVQ5se+3gDBkpgwayQ4U1inr0gm6LFKhgHdBR+tQkuxxnlWKsUoxZjNHx4Go2VMPpVjMhZhHCqcS/srI/Dcne2LlDeuobO/frB9NPLtF/vNH99krzaUg2bmG97eVNJAN3DRsogzrSiJH69WfTP8aVH/r4Wk7nGzv7tY1llSAcCoxVgnhtY9llKA27wypEWIWIN3buhz6hlNJsESP/eGe0ybByeicXW0+FVbDQtWJKh4IJVTCBGU4pDTKRC40bNDCtcqxOADNJkDYFVi+EW2QYkxg3oGep2WgOppXUVcNEt0MbXywtTEe011Y/u/X8zo9Vjy/Dmp8LaV1CCkRM7xBT2tTcLjG1WcZoedPH/jKu+vqT484P+4md5Z+GNHx8I7n7ea8c+8db/Tsb2yLo4aOrHVLMayNLTW0XoutlxHYmol7O6GGiGhBNT6iwmiEjzyIlYdvLeuof6gVYNQdJR9QZRfg+DdOpZrzpU7DwLeju8p62Z2RELQPb1NP8pKP2DrGnggyvUPPhoxauS0v77a2+T0t+M5Ey/cEps0uJGhbMpaIpaF2w2nvYlqdkyMteGalXRtKwYGYh1qmguFQ0YMxbSvzgklqlOCLkuZzWNahjvbIKjQIMrq2M3FWp5aD6NSw1C8XFtGrYaCUDAW941lX3mIZqljIQKi6WAm/oVbOGLUKzBG+REnR8oJHVCHQ7k3uVGJscNWamjxuo/VK0Q4i08+Fmbk+vCGXlIyS4hmEtdUhD+alXPKCkGHiIIR1DQevUcmFWKWbcznWoiRoeVEJrVbIhfWqSSYS2SnGAGMvsdqkovTLCmInzi1NqFWOHDbyfBzVaHrpXSVMwYTY5xaVlGYQ4LQ9tEhPMEmK/jm2RktiYJhG5U87ocShoP7lU7xxyGbW7T8X4MmLQsJFCQruEDHEq6XoeRsmAGfhYQsdLSOUdNQsBCpUfXNJhI+udUyyhtAmJzf1a2geXdEBHBxFORuswidBveoU2Gd4uIxn4WIuY+PXz0Bu7VEHvkVG7HQramFn4ZcTwoU/59WeXho1UMeFUaPU7h1xO62Ih6wx89KCOpeMi39jFb3sl4xaBgt6t4yI/DqoHtMwvIzotB/FxUP3188C7PsXXz4NfPw3oBVgavFpEbjcIMW+d0t/fmvp1dD6hySzBAgnYOopVjpXQWnVc5LhF8J/vbJ+GNDYpUctB/H3MYJUQBnWsiaceMA0bbuCjLWK8U0kd0DI/jWgNQoyQ1KHhoixSko6PYWJa4M2lZES9lIUQ0WA0VDO8/SUF3awRUzhkqEZAGevVmGQMk4whoiHQHVVqPt6h5WoEBC4RgoFUkBH1Sh5GKyLIOSgVHy2lQbQ8pFNNM4qwOj5KzYFzcU0KJhTsSerT0F1aBlgsPG4T9uuYfFyzgY9+2yv5/bX584h62Mjq19Je2fh9apJLQzIK4Wo2xCyB2xVopxo34U/hgpbpd06xWYzhYuv1fES/lmaT4R1KEtg6Pm7lgS9/HQO+2D4N3SYnSaidUhrEoaIOrOEcsQAAIABJREFUm7gOFdWhoprEOCWrR8nqUXPgag7cpWX89t6qECDVUuzYgEKnIFFxrQxih0XNEbPQVCTQYGeR0xwaZp8GGMpwaWlqTg/wE1hF71UzRqyiVw6ZRU4BVF8Nk0ds79OxB4y8fgN30MR/7ZT/MqLv07ENEoqCAzxdYmBaER3lDHy7gg/wqpRLoGI7617eu3j6wPFD288c23PyyM5DezYd2rfj+5J9J47sP3Jg14Gdmw/s3Hjs4PazJ/adObr7ytlDnU2lagnFpuWYlAyTim5QULUSMovYKeVgxSw0tOVFT0tFd1PFzfPHN69cAGutYeIQ406LWSEhwbtXzS9MmTtnaVHxygWLlxUvKM7NL87NXzp/4dL5C+cVFC5btHjpwkULi+cVFRTOKypesmjxkkWLF85fUFxYlJaSmpqckp2ZlZWRmQVk0mSlpaTOmTV7wrGYlZ6alpWRmZeTm58LxNQsWbxw7ZoVWzav37Rx7cYNazasX71i+eKiwtwVyxevW7ty08a169etWrxoXm5ORlpqIlBRkZI8v7Bg5dIlK5cuWbJg/oKiQpB7czLSs9JSJ6YCU7LT0/KyAP9zfnZWdnpGTkYmYJmcCD0Byi/iolPio+eEBuzbsJbS0cpobRG0tkqaWznlVYqGZn1bp6qxSVBewXz6jPn0GetZKenefcSVq7hbt/G37xDv3qM8eEh//IT59Bmg+pa9UNTWc0vLyHfvUx485Ja94JWXEx8+hl67XnPsZM3pM22XrzRfvPT82Imy4ycbr1xtv3W758mj7kcP2u7cqrl04enxE7f27b+0Y8f5rVuv7t57dffeSzt3X9yx69reg/eOHL937OSNo8eO7dlXsnPXuhUr4qOiZoSEHNi1a9vGdXt3bF1eXJifkpQYGREbHBwfHJgQBLidE/39UwODUgIA8zOo/YLcC6IvcHFishek33hf3zgfH1DyBdEXPP4Jib8l4aSAgGh3t+LZs+a6TU8NDCiMior39U0OBuqIL+8robZ2qfA0A4ljoQi1aLaVIHLQVC6O0c4ymOlaA12jpqqkJJmUIpcz1EqOQcHWK5gGBU0nJaslBKUIJxdiFWK8WoBWcRFyHlopIGgFRB0Hq6GjFDS0koCSYWFSDFyKRcmxKDkKLoNDhViEDNUtgnXwoG0cGISPgkswaBUep0WilDCkohshg8Ak7VBJW7e4tUvU2iVqahM0twubOoSN7YK6Fn5VE7eyEWgqKq1mPq1hljXwXzYJyxr4D6sYd19S7r8k3y/FAcHO96A3H8KflZNe1jGflZOu3++5cQ/6+CWxtplX1cR98oJw9W73pRvtF2+1nThfefj0s31H7u09dP/Mhep7T2CPSzF3HvQcOf5ix5676zde2bTl+oGSpz+cq791s+fBI+zNe4jbjzG3H2Ou3YNfutV9+Tb00i3I+evtE1Jw+6kL9YdPle898nTXoQc7S+7vOvTgL2FhEeEAhkWGhUWEhoYHB4cGBgb7+wd6e/u6u3t6enoHBAQFB4f6+weCTDspDnt6eoOVRSD3TmrI4DaQfgGV2NNncnl5eHu4eX7rfJ6kX1D4/RMAT5/qBk7/goPKYFMxmMgFZmgBSDxBub6eXuDy8fD0cnP3nO7m7e7h5+Ud5OcfFhQ8Mzxi7qzZ8dExyfEJCTHRKQnxmalAjHtaSuqE8zkzMzM7L68gNzc/J7cwJ7cwN6+ooHB+UfHCogWL569cXbxiFbgWrF67ZP3GVVu2rduxa/32XZt379u+v2Tr3gPrt+yYv2RFUnr2zLlxc6PjZ8+JAe3NEZGzQQU4JDTyT2sSgENDQ8PDQyfsslHJSQmZGWl5udkF+blFebm5mRnZ6Wk52ZngE7jC3JwFBQV5aSnFmemLcrOX5KYvzUlfU5i1bXHR/tWLjm5aefnQjrunSx5fPHly5/ooPzfPv/wlPyXh8ePHECS6C4Otbm+v6+6uh/U0wKEwGhnBoPZQ8PWQtqj4WF9/Py8vD39vL49pU0EF+LvvwMYjQNadJNL/SbCTb00C6qQOPHkCvgXuBO/wb4+Tt/rTybdy9OStvr0DCOGgKdrDwy0iJDh69ow5M8IBL3REaERIYJCfd0iAb5Cfd4CPp6+nm5fbVNDt7OMx3dfTLcDHM8DHM2hi6HfOjHCwn3lmeAjYdAWUYP3Xio0C6q8mLdAgCYMK8Nyo2elpKXGx0bNmRkZGhEWEhwJxXJHhc2ZHAglYmYnZ2cnZ2YD8m5mRPKkA52Sn5+Zk5eflfAvAfj6+QBb0hNLr5eHp5eHp4+UNLj8fX/DdQP+ACODZSURocEhAQFBoWMTMmQADBwUF+QAhct5Bgf7+fj7+fgDzg2lefwLg4ryMRcW5yxYWrl62YMPqpZvXL9u5dc2ubWv37Fi/e/uaXdtW79y6ate21Xu3rQEB+NCujZPjvscPbD9xcMfJkp2Hdm/Yt231wZ3rju7bfOzA1pOHdpw5uvvCqf0vHl1FdlUrhERg7GrM/H7E+PGNddgm6tXSLUqyy8ScUHE5g2bmgJk+Sb/DZsaIhfmql/u+X/TzkPTnIenHEfnPQ9JXvVxQ/u1V4QcMVKvyX6rvJOsOW7kjNt4rp2jIwnFoqaAmbFEQgNpeMdKswGhFMCWvSyuCmeRokxytFyO1QrhRirUoCFYl0SDBqHgIFQ+hF2MtCpJOhDFK8SYZwSjFa4VojQClF2ONUrxNRTHJCOAep47h1DFMMoKS26NgdVhkSIsMaRTDXDrisJnm0hFBEgYl32EzbdBIsSsxvSrskIk6bKK6tASzBK7lQXT8LrsCPWpmvu8T9qlJYE6Png/T8xGgbGWVYpwKwriF9WVE8R9vdO+dArsMM6Al/2NcPWZmqpgdNil61MRwKvF9KsJrG6dPRfjQx3/byxnUkcbM9AEtUUZtcqnxX0Zkb+zsz8PSv48pvv5s+tDH/3VU/qGP/6GPP2agD2spb3t5v44qR4z0URPjl0GZmt01qGfYZHgNF6ZiQ0Hns16A1vFRSlaPlofs19HHbfx+PbVfTx21sobNDKscq2RDwEphp4rl0nB6FcwRi7zy0bWijBg+FdnT+vLl/YsdNQ+HrOIRu9ipY4jpHVx83YCB+r5fNGKhv3VxRq1Afhilu+bSkc1cTKNZjOHj61XMDrMIMaqn6NmdKlrbmIE+qCSh6+403D+Drr+PbHwErbtX9+Q8uhWYtDQIMWxMA7r1qYze1aehM1F1BMgLJqqOiaqDNz6Us3t0Yjwd0wipf4Bsf05HNXTXP+youS2gtGu4MIeKPGbl2eSEDy6xlNqqYkHoPS+VdMivI7qvH12fhzS9MpJTQXllEWhYMCMf7ZCTFbQuNbNHRukc0rH6lNRBLV3F6jYKEQoG5H2fZNTM6VNTtByEgt79yirsU9F0XLSU0iUktCsZMIuY3CunEyFViJbnuPZyDR+n5WIHDVyzBC+ldZjFGIeS0Kcm2qRIPq4aWnMV3/7AIUV9cgmHFDiXBGXnw5ndZdiGuxpa+6c+iY7VJcLVS/DNFj5Kz4UPaukCXKOY3GqV4kwSlITaLmO0szF16NbHXGy9nN75zinW8eA6Duxnl+y9Q9ynJL82ccfN/PdO2U8DapOY8GXM+MuQ1qGiO1T0XiVNSOqQULvsCioo/DJRDVJat5QGUCWurdQkxI6agBnRv48ZzCIcHVYtp3VZxHgZFQL8O4pwYCobH9es5SBsMvxru0DNhhqFqD41ZUBHHzIwjULAWA5IvnwEDVbBRFb3KoiDOtYfb60qJhzV9FTNQgAltEy4jose0nNHjHyHgjZi5E/M33Zr2EiziPDHW7uc1gWru28SYj8Pa8EY8AEtU8dFspB1NilxQMs0CjAOBWXUxNNyEO+dMmx7GRA+P6hRsuBCUptLyxi3CSeIUfTHe4tTTRFT2liYaosM875fLKG1MpHVX0Z0SgbUpab/Y9z4+2vzP8aNX0Z0v782g/KvTUp0qel2GelDn/zrL33//KlXwYRysM0qNkLJghuEOL2ISEU0YCAVTFyriAaTMBBMQgcV08LAd5JRLXR0h1ZIFdEQGgHJqRPoxVSdiKQTkeRsNBhob1UxBi0io4wiYcKVPBQT0wTE0QnQQiqgr2qFaDGlw6IgGUVYrRCt5SGNUvyohf9xTPd5VPeuTzZuEZhFgK5ulRBsMrxTRR41c17Z+P94pf00rPh5QPJlVPn7G93nUdnHYclvr7X/eKV/5xS7NNTXdoGej2ChaqxSQHPm4xu1XBgIwP1amkGAtEpxr+2C9y75lzH9pxHtmFUwbhN+HtV9GdODLuheJUXBhIrIQDCYmgPX8VFA0ZeB2d54D9H1oqejlEHs4NKgo061gk/QiUh2NVvFxSrYKIMQ169j/jyoGrMKLHLKgJFnVVDlLLiGj3FomENmwSuHzCQljdrEfTq2XUV3aJijNvFv7+yfxoz9JoFZTu83Ch1aLgPfziR0uMySX17Z+60KrZRBxXY+uXMeBOBzJ/efP1Xy4+nvL549dfHsidPHSg7v3bp/x4ZDezadOLTz/MkDV84eaqp6pBKTRxyqIbtswCoZccpdZpFKSDDIGRI2prPhWXdzGRrSUPH45t7Nq47u2Vz3/BGuu41NwJjk4o7aypLtW6PDI1JjYudl5i4pLFqUX1SYnV2Uk7ewsLAoJw8YuisoLMzNKcwFEpsXFs8rLgTGclOSkvNz8xYtWAiib3ZmVmpyyoyIyNzsnJys7OTEpNzsnKKCQmAMeOH8hQvmrV+3avu2TZs3rduwfvXGDWtWrlhSXJRXWJCzaGHx6lXL1q5ZsXzZovnzCgrys3NzMorycpctWrhu1cq1K1eADFycD6gvKQnxyfFxibExyfFx6clJ2elpuZkZeVmZqYlJGSnAzGAm0AKckpYUn5oEFExEhwVdOX6U3tHGaG4Wd3RIW9q4FdWqplZTJ0Td1Cwor6A/fkJ79Jjx5Cn5/gP09RusZ6WMJ09pjx7THz9hPStllz5nPn1Gf/yE/bSUcOsO4tIV9PUb9KdPeeXljOcvCI8eN507X33qdO0PZ+svXKg7f7Hj9h3ci5eE8gro44cg/T47efzuwZIbe/Ze2bXr8s6dN/cfvL53/8Uduy7u2HXzwOGHx07dO3by6qEjJ/Yd2Ltl69L58+OjoqIiI1ctWbJ4XuHieYV5acmZ8bEpUbOTZkQmhYVMuqDB0d9JBk7y80/09QOdz8n+gE0aXJMMHOP7/zEwiLsJgQHfwvCkCAxkQQf4J/r6ZIQEz3GblhYSUjB7bkJA0MbCeSwI3MFXONhSK11sJYtVCKaNKHbR1FaSwkpV2ek6C0Onp6nVVJWGqdXzjEqWXs40SGlaEUkjIKj4eKUQrxTiVEIMAMB8lFKAVYvwWj5ew0GrGUgFC6smwaWYbhGmW4SFSfEIORYmR3aJERARvJMP7+SjoWIcUg5IxAh5D1TcA5NCeySd3aK2LkHbBPq2dYvboZJOqLylQ1TbyK6sZ1Q3cupa+PUtwro2UX27tKZVXNcur+9S1bXLyxr4ZQ38qmbhi1pmdSOnpolbUccsq6KWVVFLK8iPy/A37kEv3+y4dqfr/lP0w1LstTtdP1xsOPVj9a5D9y7eanlZT61pYj4sRZ4+X7Nt181lq07v2HN3z4GHx09WXr/Z9bSUUFpGuvcAfe1G98GjL078UHf+SvvlG13Xbvfcug+/eQ92/W736fN1J85WHzn58sDRJ/sOPzpw9MnRUy9OnK38C6jZ+vr6g5ZmHx8/MId5Uuz18wuYHPd1c/Pw9vb19gaKV/z8AsD1rSkadD6DyjCIx5P0OxmIBWIwqOWC+c8g/U7uBE883DwnARh0O7tP9/iWn0ES9vHw9Hb3mFy+nl7+3j4BPr4BPr4hAYEzwsLnzJgZPXtOfHRMSkJiRkoqGBwPom9KUnJaSipIv3m5Rbl5RSD95uTPyy9aWDhvcdHCpQtXr52/as28lavnr1qzZN2GlZu3rtuxa+Puvdv2Hdy27+CWnXtXrtuUV7wwNiltRlRsxOzoOVGxoAIcETkbnPWddEGHhs0IDZsBknBo2AxgGDhiRnho2MwZETFzZifFxaYnJ2Wl/asAbl5xYV5uNhBCkJWRm5MFklJRUVFqanpaWkZmehbwIyk9vSgrY2Fu9rLC3N0b1pw9cvDyqWNbVi6fFejv9pe/eP7fv7pNmTpv0dI7T0phBFIrHFnZ2VEO6aju6W7GIjtIOAgRh2Mxtu7bPcVtuqenZ0hA4LS/fTdtytQpU6aAKu5f//rXSS33f7NAT/Lq/8bAk9f/JAV/C7Eg5U7e6tsTcNuk1Dz5aXx7Av4VU6cCZdazIsLBed3o2TNA5XZGWPCsiNCZ4SGRoUFhQf7B/j4gEocHB0SGBoUE+IYE+IYHB8yKCAVtz1EzI2aGh8TNnR03d3Zs1Ky4ubPjo+eAk8DJ8TGxE+1HYM1vfFxMclJCclJCXGx0TnZmclJC9FxAGZ4bNXtu1OzYmLlJibEZ6UmZmYlZWUlZWUmZGckgAOfmpBcW5Ex43bNzsjPj42JAzdbXx2sSd329fcAFXvF09wjw8weF3+DAoLCQ0LCQ0JCg4MDAwIgIAIDDwsL8/Py8vb0D/H0BFXri6wr29wkN9AOSsWeExc+dlRw3tzAzbX5u1pKi/BULitcsWbhh5eKt61bs3LRm95Z1e7cBa89WIPhq1+bVu7es2rN19cEdGw/v3Hx099aju7ce2b3p6J7Nx/ZtOXFg2/6tq4/sXn+qZNvpQ9tPHNx0+vDW25e+r3x6DQevM2tYn9/2/v6x/5fXlkG7aMgq/Diuf9UnHXUI+o3MXg2p30h/OyD6OCL/aVAyZAIYuF9PcenI/XrKqJX1vl/0aVTxziV87QAM0v16Sp+W5NQQwQ29GhK47GqiRYHTi5EaAUzN7zFIUDYVwamj2NVEoxQNvuzTU21qvE4MVwugRhnKqsKZ5GitEK4RwPr09H4jkOHk0FJNMoJGgNKJMCYZwSTDWRTAUcWDiWjtQmqbkttjkuEMEoxGgNAIECYZzqmjOXU0kwyn5HYrWB0GUY9O0K0TdDvUOKcGb1Oge1VYiwxpV2LGbMwv44qPI9IBAxncZlegHSqsS0sYMlKGTdRBA9mlIfWpiQ4lYQKcOuT0dtCr+aYXqOv8bVz7eVj+cVD62sbR86BKRvsrK/vr7wODOoqK2WERI8ctLKsEBdbA/twvfmNnGwVQMal+2EAZ0pNNwp5xC+M/3+msEoRRAO2Vo38dlY8YqeMWxrCBMmam/9In+jwAOKhf2zg/uURAq7AC71ASehVEu5xgEmO0PECuAX6TFmEtUoJDRbXJSf06+oiZM2ikD5sBB7tZiupVEZRsiFNN69cxnSrWsFH4waX9NGo7e3jHsT0bPr9yvnJqDBKagoP5edjg1LJsKoqQ2sYnNozbOf94o/0wIHzXx3Mo8WNmfr+GU3rtGBVaaRAg+7WUD31CFbODCnli5Ha9sbB/cgg+u6TvrTyHGGfho1waqpLVTekpV7K6haQWAbEZ1nAPWncHUn2T1P2is+pGd+3tmkc/QKpvIpoeGIQoSN3dhudXG8uuMTFNJjGOCqtqr7hBgLyA1d9FtzyC1t4kdZXqOFAJqVlEaKRBX8Bq7yDq71G7X+q5cAGuEVp9i9D+jAGrbH9xRUHrNPAQQnxTW9llJrxKxeiyirEmEdIkQnCxtUYhgo2upkDL2OhaLRcGjA3jGpiIWiUD2isnW8R4Ax/rUND6VAwJtYvYWS6lQTRsOKiCSigtQBstrRV4xiGC98kxNnHPuIny9Yvt688mMbqi/v7RrpcX+KgKE7fLLkaY+bC/DyveWjl2KbZPSdRxoBYRitjxFN5wT0ptF5FbWeh6BbNLzuhmYxrAjmgFvXtAy1TSuzUs2Fu7+L1D2ism4FqfCQmtNjlpYpAb4CVk82N440NSd3nNo3NdNXfsCrKA2Dps4mp5yJ8HVR/6FXR4ZVPpBTm988uo5o935t9eGwb1DIMAaRAgtVyYSYQ2ClE2Gf6DS+rSULtrbqGbn+i4yCE9W82CsVH1r22iD33y906ZVULo1zDe2MUWMV5O6xoz838ZUNllJBWzR0oBunZ75WQ6rJrcVc6A11jEeJuUyEbVq1kwbOuzCZt0t4YNd6npVgmJDqulw2olZEivnGoRE60S0h9v7SJiBx1WC8rRkMo7SgaMCq2mw2pVbMRbp/xDv2rELHhlF42YeVIaBFJ9W0JttyuIgwbmx2EgU6pXRfgwIBkw0JjI6l/HtEYhCnzG4VSR3znFn4ZVDiVp1MzRcmEiUgsP1yCjdYDiqgDfoqB3g01pFikJCAxreUaEAk89mJgWOQcl56CUXKycjeYQOmmoZo2AJGNheCQoprOajYfI2Vgeqcssp2tFBBkbySF28CldagFGwUVKWTC9hMAhtil5KJ0QxyN3yJgwBRfJxrUoeSitAGuQEq0KIFTcqqA6dKwhswBoIXJIzCKcitkDWLXpnWo2FHjQoGeMmlkuDXnExPw4JPs8onjfJ3zr4L/vE34eUb93yoYNnI+DapearmbBgDoxIxdeDxSei0nAoK+SAbVKCANaZr+GoWLDtDykhotQsQF7NvDTQE0DpWmLlCCjAxPRWh7SJidNZEFTdTI8HFLKILW+ePLj9R8PXj2736RkvR8xjzvUH8csb12aYYtYw8dwCM16Mdahpffp2OO9UoeGKWX0SBk9Gj5GzUMrOUi9CG+RUzR8jFVBtSqoehEelILVAhyPDFELcBYlnY5uQXdUGBX0r38fG3Go7Dq+0yTFw5vvXDl54dT+YyVbjpVsO3Vs/+ljJaePlZw4sv/7AzuO7Nt2dP/W7w9sO7hz3eE9629ePIaG1molgPCr4ON0UorLLOq3iG1anoSNoeM6yKgWfE8LrLX60Y3zi/PTdqxd/vDaBUh9tZRFo6HhuG7IhWPHlhcXRYeGzw0LTYuJTYuLSYmOSY+PXT5v/raN647s33/kwN4927atX71iybx5hbk584vngYi7fOmy4sKizPSMpITE8NCwhLj4eUXFhfkF6alphfkF8ydoefmyJSuWL92yef3uXdt27tiybevGrVs2rFu7csni+UuXLABd0CuWL160sLioMBcctVu9fNm6VSvXr14FHtdOmKQLcrIzUpJTExOS4+OS4mJTEuJTExOATlDgBABgQJjJSM9OT8lMTcpIjs9MjMtLiK26e5vc0kRvahK2tYmbWgTVtaqmVjOkS9vSKqqsAvmW9ayU+fQZ9eEjUWUVt+wFSMX0x08YT55SHz4i3buPvX4Tefkq/DIAwOSHD5mlpfTSMsqzUuTd+w3nfqw6dbrh4kXI7buE8gpabR267EXTjWtVF358fOzorf17J4Ovru3Zc/NAydU9+0AAvlFy5P7xU3e/P3HpQMnpg4d2b9pcnJWdFDU3OTY2IigoJT4melZkdGRYctTszLiYzOi5qZHhCUGBsRMTvEACVuB/dx0lBQT8y+o8UVYE2qS/xeD/DYAnoTchMGByDDglKGje3KjZU6ck+/ulhQAjwXF+AcvTs9C1zS6R+pXG7uKpHCylnSrToni9JLmTrLDiJb1UpYupdzB1VobOyNAaWHo9xyAiKwREBRevYGPlwDwNRsbGyrlYFQ+tFOI0YoJBiNNxUSoGXE6HKWhwBRenp8Dk2A4Rsl2A7ZIQYQpijxIHlcFaedA2HgwiRMNkOKQSjZBDO4WtLeyODmF7u6C5jdfQyqlv5ja08ICJ31Z+e6esrolXXk2vqGE0tAhaINLGNnFtE7++RVzZyK9o4FU08isbhOUNguoWSRNE0dgm7uhWQHpULR2S2kZudT27qo5VUcO48wB+6mzN3oOP9h58dPhY2amzNbfu9bysob+ooz2pIl6+17n78MOl635Ysubsll23So49P3ep+dyl5v/H2FsAR5XuW99TZxSHKMTdHQjBXZOQIEkgQHB314EZ3OLu2u7u7u6a7o4LEGCYmTNzzrnnvvPVzp6Tl2/ud6u+rqe6nt672SGEavjttf5rXbvZcetuz/c/IB48RN29D7t+q/PsxdqrN1tvf999537PrXtdt+51XrvVeula44kz5SfPlk2ts5cqrtysv3mv5U8ABj3PU65mEHHBeeC5c728vHzmzfOeOXP2d99Nn7I6+/j4gfAMkvO8ed5z5sybOXP21EX+dEF/ZlqeNWM2WAI8Y9pMkHKnJF/QFA2anMFTYPDVtG+ng2PDM6fPAjuKQR0Y/IVzZs2dN2s2yMCg59lr9hyfufP8vLz9vX2C5i+ICguPjZyUZaNjEmPjUhISwdi69NQ0cHxi8eLFS5cuX7ly9ZIsAID/nP5duW7F6g2r1m5atX7zupztq7flrN6Ws3Zy6DencE/e3n0gAOfv2bc5Jz9r5dqYxNT5weH+QWEh4cDcb1h4dHBIRMBk3lVwSASYgBUYFBYQGPoXAA4ODg0ODIoMDQEGkuOB2uG0JCAiOD0tBYjjW7I4Kytz+fKlS5cuyViUnpaRmrpw0eJlq9KzVi3MXL5wyaRknZmZtWhxZsbCpQsXAjycmZUQFTPz2xkzv50xZ5bXF1989cXfvlmXs720oakLT6iBQish3fUoRB0S3kUlAzowlfy6rnbGnLnevj5zZ8+ZMW066Cv++uuvv/zySxCAQQaeAs6/TPB+zq6fs+6UAgxupk6BcPs5/YIX/Bx6P99PAfDUQfDIFE6DuA4q1d99911wUEBqYlxaUjyIrImxUaCEC8JweHBASIB/8AI/kIrDgwMiQgLDghaEBPiDYVFxUeGJsVHJ8TEpCbHgmtqDl42PiwFsP4nxiQlxKcmJ4K3Q1JSkhRlpiQlxU8lYyUkJ6WlA9VFqSvyfA8ALExctTMlcnDbpf85cuSJrzWrgBm96Wkp0VERwUIC/n4+P9zww8mr2zFng6C9ofgazr0DuXeA/f76f/+S4sZ/X3HlhYWFW2BtHAAAgAElEQVSRkZHh4eF+fn6zZgHCsb+fT3BQwAJfL5CBA/y8wwL9Y8KDk+Oi0pPiNqxYunn1iuz1a3I3rsvbvGHH1k0F27cU5W8r3pW7vyAPZOADhdtLivIOF+cfO7Dr6J6dJ/YVnC7Zc+pA0fF9O4/v23HywK4zh3afO1J49siu88cKrp0tfnj7VEvNjwIGtN8uGR9Uvx8zvB3UjPUp3w5qBp0ih5bu1NOsapLHzBiwsFwGittIHbIzR2xMj540aGb0GahONcGuBBo1gBlFB/edWzhgort1QHiPR08BDdJgOFafidFnAq4zYGH16ihGKVrNh6r5UDG9zSBBObVkqxKvEyF0IoRNRfAY6SY5Wi2AqPg9RhnKqsJZlFiHhjRgYfWZWB4j021g9OpoFgVJJ8LoxViLguTUUh0ayiTcwoTUNiG1TcWDmWQ4KbNLzYcbJBiwEFjNh6v5cJ0IYRQjjGKYlt9tFMMcKqxZijBJ4H0GskdPmvzuaKN21rCV4dYR7UoMYITWk3rVOKcK69LgnSqsSQyU/apYnS41ySxGKZmdUmqrno/4j7eQ61aR1KxOJaNdy+lWMtpNQvgbO/e3EdUbO3fQQBsxM9+7hFYJCqxI/dQvtUoQNinSIob/fVj+84DkU7/4vYvfq8Qa+D0KeotRABm3scSkegG+RsVs61ViP/YK/3hv/uAWfeqX/jqk0LC7hMRGuxwIAQIwRoRWsSGgmxH0LjqUlEkYxrg0VDcQsETr1RA1vB6LDGOWot84JSNWgUvN7lWxfhu1ve/Xb8pKhDa9/u2t69dx+79/6u/Vc3VCnIqHMErxFgUBiM4yA2lnbh1x1MY0iRBjVrFLxWIhG3BtL20y/E/9shEzE/hODdR3NvbHXuGAhjygIg+qKVY+yqMgf+yTvnUJ+430ERtnxMb5OCCb8IgnPGKzFO3RUw0ihEGEkNBa+430fiN90Mz82K+ySElyBtSlYU645cMm3phV+Mcn54CB6ZQT6dAyNbPLJkKZeDAusorY9pTaUybEN7EQ1XRoBQ9TbxVj+7V0FqIa2/LULESPmrlaNhRW+4DaUyYiNHPRNb8OKx1KDKHzGRtdxcXWcDDVIlKTjNZGhZYKic1KZjeofw6ZAK1bRuvwaBgjFi6of2pYELD51iSEs2BlejZAvzpmqwBdzoQ81zGbf3Zz3xgo/XK0idspI9bKSQ19StyEnTOsp6jp7XYxSsvuEeDq+dg6uxRr5MP5+EYOtlHBhAiIQKGOkNQhIrdPWpTbEA2P7TISF91Ag1TapcQRE29Ez1HQunFtLwEJUUbkE1r0AjQVVoXvfE3oKm16dQPV8mzEKlAwIW+ckj49678mbP96Z37j4L9x8NXsbgGhwShEmMXAPYs/fnGOWNgaTg9YwKtidTmVhH49jQ4vh9T8IKV0Dho4fVomDVplEePdavqnfvVHj9KjYbxzSkfMfLMI55CTrRKCjos0i3BKBsQixk/0ysAfFhfTiG5+JiS0SsgdfVrmRK9sQM9mo+qxrS+0HAQVUl3/9Bq5u1LFhDsVNDULISZ1SindAnwbubtSQYcK8G2opueQmodNL27i2l6TeirFlC4ZHWISA0lvNHg1C10vZ/QMGFkicquY0jZgZP1rwvi+T/KPt/qfh5VgavTHPjkbXWsQIEndrz94ZAYBYO3+11vTG4dw2MwBBVKrFGcQIAX4Fj6umYWuF1M6bHKKSUygwWtbK74nw+rUPKxBSiYj6imIRhENRoDUQpte2tVcjYBklNKJ0Iaehpf4nhoqsmnEobCpmUoehgSvw/VUiRkQg5RokBLNCoqCizTJyR6TwCAl6iUkk5wsokOlLJiMjZSx4XIOSiPEGmUUk5ysFREUXKSU1qXlIOwykktFM4sxCkaXlgtza6jjdh4IwO/d4smAaMaYDUiKHjZzwJsUv40YRsx8u4w00Sv7fdSo56F0XKSeh1IxoUYB5oNb8d8T9o8eJTgiIaF2gt7sSSc/WkzpMIlxvWqaQYgRUzrUHLhTRXVpgOmSd0NqpRitkRE6m5/A2koRHeUaMQULqYM1l1IQzSIKvN8kGrJKDGKCXUV36dhvXIoRu8SpYZqkJJ0QJyB3Aho4Cw6edWqYE33qUYdUyUGKqN0sbLOUhSAj6tGd5WREPa67uqPmMQ5aa1Gzhpwqg5wx1mdUCMhVL7+/e/XE4X25h4q3nz6+/9TRAycO7zt+eM+pw3snGXj3sQO7zh3be+HEvjtXjnc2vlaLyGYVWyMmGRV0i5o16lb3GkVqEdmoYKqEJAYOwiLAal89vHTiwOYVmWcO7r13+Tyup6P88Q9UFIxPIeEh3Y2lpbfOn92+bt3Kheklu3eVPnnYXl+Lh0M4FBKdhEPDejpbGprrqhuqK65evLBl0+akhMTE+ITkxKT42LiwkFBfb5/VK1eBHunVK1etX7sOXJP5z9t27dy+p2jXvuLC4r0FIABv3bKhYHc+qAlv27px/bpVq1YuXbkia+WKLBB9c7ZsztmyeUduzu78vJwtm9etWrl6+bIVWUuyFi0EjdApCfEJMdGxkRGL0zOA1NjUlEVpqYvTUxanJS9Kis+IjyrashFRV4WrrWE2N/Ibm/h1DdKGJnl9k76tXdvSKqut47x6zXz+gldaJqyoBOeB2S9f0Z8+oz15CgIw/ekz6uMnuLvfE75/QPrxIXD8xQv6y5e0V6/JL19Ry8q77t5rvHK1+ebNjvsPkM9fwJ49b7x9p/LKpeenT35fsv/W3qJbxcUgA9/cV3x7f8nN4v3XivZe2bP3zqGjD0+dfXD81PWDh88dOrI7O2dhQmJ8WHhybOw3X3wRHrRgvvfcsPm+iZFhixPjF8XHpoYFJ8z3i/aeFzF7Vpy3V7wPkPkMZlYl+/qCYm/c3D8Le0EGnmo5+t8s0CAAg+g7FYKV5O+T4uezNDw0yccrIzgoavbc9MCQ5scvx/R2J1/VJzHa2ao+vr6Pa3DSVEMcs5Mkd1NVgyz9MNfUx9b3sgAdWE/XqihqLlrMQkkYKAkNKaUhpdTJZiMmRsXGqPk4nZBg4OK0dJiM1CMi9UgoUBkLo6XA5JguAIAxXWICVE6EKolQJRoiQ0IkSIgEBZWiYTIkTAqFSHq6RS2T7b71TayaenpVHaOihlZRQyuvplbVMMsraaWV1JoGTkuHpK1LVt8sKKtmlNewy2vYrysZzytoZdWc2hZpU7uisU1aWcuqrGWWV9PLqmgVNYzqenZZFe3pS9z1221HT74uLnl04kz5rXudPz5BPnyKevgcfeD4i10l93MKb+cW3dl7+MmRM2Unz1ceP1t++MTr0xdqrlxvu3mn+94D+A+P0D88Qn//A+LxU8yTZ5iHPyKu32y9eLH2zLmqM2cqjp96dfFi9aWrNdeuNVy+Vnv5cvWlq1U3bjTcvtf8BajoTk32fu5w/nOId848UBaePXvujBmzprgXFI3BU1PlvZ8D8J9TxP8B4BnTZgI9Rv+JwgL1W5B1wd5gcKwXnA0Go7OmfzcDBODp380AARiE4ak0rEkZ+U+D6JxZs+fM+n8JaAHzF0RFRMbHxiXExcfHxoGfIOAcBZB3tXhJVtay5ctXrli+ZvmKNX/S74q1K1ZvWL1u89oNW9dt3LZuc/b67O1rs3PXZudu2J4Pmp/z9+zL37Nv1579m7LzlqxYk5i2KDwqfkFQ+IKg8JDwmKDg8JDQyKDgcHDcFwRg//lBU15oP/9AcB4YEIEDg0MDgyKDQ2PDI+Mjo+OiohNiYpMSElOTU9LT0xcuXJiVlbV85YolS7OS0lLjk5MS0tLSl61OWrIyLnVJTPLChOSMuKTU6Kj4sLCIxPikiLDIsJDwpITUjPQlMdGJAQERgSHRX3w5zT8i5tCFyw0wZA0UXtHT3YTHNmBRnRRSN5UMJZNhJMKGbdt8FwSA9zumT58+bdq0b4Ew6D9d0FNjtyB5/k8A/v9k4L8A8NTLv3Ds51lWU6c+34BAPvUlpn4P/xOAv/7662+//dbfzychPjYlOTE2JiohPjYxIQ7MrAJjqyLCQ8PDQsJCg8PDQkCpNjE2KiEmEhz0Badk05LiF6UlpybGgSstKR5c4Esg8iElAVwLM1KWZi1atnRx5uL0tNTEuNhIsDYpMSEmJTk+NSUhIz15SgEGXNCTA8DLly1etRL4t2fjhjWrVi6Pi40OClwQGhIUHBQAiLd+/n4+vl5z582dPQdkYF9vnyn09fPx9ff1CwkKjgyPCAkK9vX2CQ0NjYkB5pBDggN9fbz8fL1DAhaEBwMAvMDXK9APkH+jw4JS4qOXZCStWJK+de2q7PVrtm9an79l446tm3ZlbynM2/ofBTi/pChvcuUe2pt37MCuk4cKj+7ZeXJ/4dlDxWcO7j15YPeJ/TvPHCq8cGzPj7dOnzq4/WDRhh9vH2MQWgYc4vF+Rb9d0Gtij7ilQ71il4XlNjFtGqJFhfeYGVYlvldPHrKzJwZEH/pF472sATNAiUMWIPbZqSY41QS3jgw6ogfNDI+eMkXFAyb6kIUJIrFTS+7VUfpMjGE7d9DK7tVRnFqyx0jXCGBmORbUhDUCmE6E0IuRWiFcxelSsDq0fAgI2E41YdjK/mVEBU572hVEqwwP2AUn841tcpJ9UvbUC5BaHhws8ASGAOUEDRemFyCNIrRegFRzoGoO1CBEWeVYuxxrkSKsMuSQmQYgnBim4Xb2G8hjdtaQmeZQYvSCHoMQ4lRhB03UYQt9zM5yafBGEVTH71ZzOhTMVgWjXc3uskjQFgnaIICrWMB/SW0yvFNJsstxQnwDDfpaRGywSlAuFQEMwVIy2q0SFJgO7dGQZNQWAx+q50EccqxHQ/j3O92/3+n+PiwXEeu0nM53Tu5PfaL/897wrzeaPz5Z/vin26XC9etIHz3Cf46rR42M3wYV713CnwdkE70CLadbRmtTsbrscoJHS/Po6A4lySIl2OQkq4xoFGE1XISE2qnmQB1Kkl2Jt8qxVjnGKEbohXCnmvjGKQFsljZZn4733+89BjF5YYyfRkDoM4n6zWKbkskjdnIJbUYpfsDIGTSxwcQjuxyr4XQDtwNECCGh3SwiCfBtr+6ccKkpTiVBSKjvVeKH9RQFpUlKbAT6fjhQEweqoXV9cIg/uiUfPOIJl9CtIQGJxzrKiIXVr6dOuIRvnXyrFN2no/w8KP/3hHHUynZryIMGjoGPdsjJHz3KiV6ZW0VzqyijZu7/mbD+Nqg08WBDOtqYgeEQocTYOgakVM3sYcKrGLDKIQPrH6P630d0f7y3/TasdSnJfRra+16JR03VsqE6DqxXQVLSO6wSRL+OMGZlfvQIRy0MEbFOTmuV01rtMgxYqSqntokIjRxUNQNWKcQ3aNnQcSt3xMQaMjAcEsy4meVREjxK3LiJ7lGgBehycut9NaXurYn8i4vzcy/bJUP2q7AeBVrPalMzmj0qzICGqKA0udX4AT1QiwX83ZCiwTIbJbNbSOpQsuAsVDOxuwLR+KKz6gG8/llb6V1Ew1M6rLa74gGxvYzQVtpRek+AbpRROlnIOhGxTURs6666r2JCJ3ploI1Zz0MZ+Oj3LvlkoRS7V0k1CbFWKU7B6JhwCZ1KYF70t1G1RYJSMNr5+LpPAzKXmuhSE3tVBC23x6nEv3eLxu08Oa1bzUKMWoBEaC6mWUbtsUpI4zbJp34tqNmOmIViUiei4Smm5aVFTATkU1S9mNSu5QDJ22YRTk7rNotwHHSDRYy3iPFDRi4P2wSre0iHVb+xi4dNAkJHhZqFEuA7UE0viZ2VQkJnW+n3xM5KCblHw0Yz4A0aNprYWdld9ZCNapaQu8wigo6LHjYJJnploDsaEKXd0iET2yBAVj0821NzF6D6X3s/eCQuJZkBq3QpyaNm7q+Daj62waUk92uBpKgPLqlbRRk2spX0rq6KOzRIOQNWOWBgajhQh5w8ZOSCI8Ef+zVsTJNOiOsz8tx6HhFSg2h7TYLXtdc8hDS+oCNbSZAGHrGLS+hEtZXBml4y0C0mKUUnJFjkNCUHKSB3qnloi5xilOK1IpxWRNBIiB6L2KwG0pisWpZWQpbzMXwalI5vpaCbudRulZCgk5HlPKyA2mOVkUXkdnjjY1zHK4MQZVcQ1RyoXoAEu9xMYoxVhleyerR8qFNFtsrwdgXZpaGPO8TgGrEKBk3c38dNv47oweFeq4xoluDHHeJfR/QjVgGQGQZ4RmBqDlTLg2u4MBm9k09oMghRegHSIEQpmN1sTB0P36hiQ9R8uIDaIeFAPVaBnI/SiEliFtIopdPRbTYVT8bCkGDArQGdiCRlIWRsJIfYJqFDVFyUkoOUMqACcicZVkOEVIGtUTohTivAunRsp4YppvXQUQ2QhidGCdkoIfOInTxip1lB04mJfHKPmo8fdaslbNSoW+syiXHwhqbqR7cvH7t5+fiFMwfPniw5dWzfsUNFx0sKj5fsBldJYfaR4ryTB3e+fHhdzEK7zRK3WTLi0gw5FR9GzAN2hVZCVQqIAjqChGgnwFqp6O6Kp9/fvnAqKzl27/Zte3K33r107smdG1w8hoaAUmBQFh4tYzOlLBoRBmmpLmutruxqru1qqm+sel354mnVqycNFaVNtZVVZaXHDx9KTUwI8PMNCVgQGhgQHR62KC01Z8vmtStXbFizGiTY7M2bcrdu2b5ta8Hu/Lzt23buyN2/r+hgSXFR4U7QCF1UuLOwYMfuXXn5edk52Zu3btmwZfP6LZvX52zZmLt1E7h25G7bnZ+7I3fbtk3A8W2b1m9ev2bDmpVrVy5bkbV4cXpKenJC1qKFC1NTJqWa+Mz0lKWL0pemJmcmxt45dYLR04kofc1qbGBUVbMrKhXNreLqOlVzs7atTdHYyCsvpz9/znr1SlhVJamtpT17Rnv2jP78OfPlS/br1+zXr5kvXzJevABHgtkvX/HLygWVlbzKSnZFJb2snFVdg332HP7jw45792quXK2+fKX66rVXZ889P3PqweGDN/cW3dhTePfAgfuHDt09WHJrPxD+fGXP3stFey4X7blVcvj7YyfvHT1x7dDh08UHtq1ZmxgRGeY/P8jPz2smEJKywNcrOiwoOToiPTY6NSoiNTwkNQwwQsd4zYv2mh3rMzfB1ytxvk/yfN8kf59EP+8EX68477lx3nPjfeYl+Hol+QAr0Xteove8eB9ggWfB51ivObFec8DjCb5e4Er08wZXxPTvVsVELQ4OjPP2SvSdf7XkqE2osgu1GorIzJDriGIHQ+ti6T0sw7iw14aT9TO0I1zDKM88yDZ4OEYnx2Sga2U4GQ8lZqOlTLQUqPbFKKkYNQWroWE1TJyOgdXSMRoySkmASrEQMaZbgumWEOFKPFSOg8ixPTJw4SBKLEyBgSnQcAUKJof3SHo6gIqj9jZ+R7ugpoZeU0OvqqVXAtxLL62kvq6gvConv3xNelVKLi2nVlQxqmpY1fWcqjp2ZS2rvJpR28irruO9rmRU1XJbOhUNzeIXrykPHiEePUE9eoJ68CPs3v2ee/d7bt/tvH6z9fjJ0rPnq+/d76mootc38p48wxw78XpLzuVtO28UHnp05FzFkXMVxcee7z/x8sKN5h+eY67cbP3xKbqsmlVew35ZSn38DA8owDfbrlxpuHat4cql+rNny8+eLrt8ufbWjebbt5uvXqm5fqP25o2Ga9drLl0sv3Cx9Mrlyus3ar748suvv/rqm2+/nTZt2gxwgcVI06bNADKcJw3Pf5qZJwOiQTv0lNg7VZsEpmSBAAxqvzNmzJo2bQYg0s7xAkOtZs2Y7TXXe+7sedO+nf65I3rWjNnglC8Y9TylAIMFxWBzEgjA4EjwFABPOqjnfq6SzZk1e9aMmTOmTZ85fYafj29keERSQiKYpAemBfyZJbAoMytr2cqVq1etWrNs+Z/yLxB8tWr96nWb12/K3rgld9PW7Ru3bd+QkwcC8Ma8HdkFRXl7AfrNKyrevqtoxdqNiWmLohNSImMSAfQNjQoOiwZLjwICQ339Avz8A8G0Z1+/ADANy88/0NcvwMd3gZ9/4PwFwNx1yILg8MDgyODQiBBgRYZHAHn3KSmJiYnJqSlANPWSzJSMdEBzTE1OzlycmrUybuHSyKSFEfGpsUlpcUmpMbGJERFRvj4LUpIzggLDZkyfExkVHx2XuiAoOjo+I3HR8rkh4Rt3F71qbS/t7Hra3FKNQlWh4M0EXD0KgeNxYRTK84qqef7+Pr7+kz/WmTNmzAAZGATRKQ12Cj4/h1Lw4BSgTim9U8T7l80U3H5+tak2o6mzU5vPv9bnKjQo+YJfdyp265tvvpk3d3ZMdGRiQlxUZDjY2QtmVk1hcGxMFKjiJiclpKYkpSbGZaQkLk5PWZSWnJYUD+q9oIAMasgpCbEg+oLPKcnx6WlJk2SbvCQzY+WKrFUrly5flpmelhQXGxkRHhwVGRoXGxkfFzX5HLlkSWpWVlpWVtqSJUD485LM9GVLF61Ynrls6eJNG9euXLEsLDTYx3teSHBgSHCg17w58bFxkeERAfMXeM2dNwXA8/38w0JC5/v5g/nP0ZFRaZNm/pCgYB8fn4iIiOSkhIT42KjI8Ijw0IiQwNDA+QF+3oH+PqD5OTEmIjM9ec3yxZvWLt+yZmX2+jWg9gvSb/Gu3AOF+SVFOw7uyT+4J7+kKHeq7BfIfN6bf6qk4NzhfeeAcqOCUyU7zx8tunxq79HirY/vnSaj63tN7LE++WCvwGPj9NnZQy7hkItvN9DMGoLHzPBY6A49yW2mTQxI3EayU0cYcbLHnEy3Hu/W49+6gcgrkGz7DFRwDHhgskwIpGKTBGkUIyYdtgQwKdooRQOTvQociL4WBQ5Uep1asl1NNMkAh7NJhgH3Ck63TgA1iOAuLWnUzhmyMF1a0pCF9fOw8p9vTe9cEo+ObpMTwGBSNQduEGIMQpSaA1WxISYxpk/PGLXxh8wct5bm0lBNYsxkLSrELMH2qiluLa1XQzKLkWYJvN9A/m1M+duY0iJFyOjNDiXGrkC7NHiHEmMSwyxShEdH7DeQe9W4ASPFocRYZUinCutUYc0SuJ4PNQhgk8IvzCrFWCRosIWoT0f3aCmDerpTgRuzsj/1S985+W/sXIccS4W80vMg4zbOgJ46aKAZ+FCPhmQSwl0qwq9Dso8e4SSGkVTMtkED5a2DYxHDP3qE/TqSW40HPdLvnNyJXh7wNjXJIUHruD0WMdLAh1olqBEL2yCAa7kwkwhtlmDNEqxdQXZrGU4V1SjCanlIOaPHJMZ4dHSTBKVgdWp4PUYxQicAGqF61bRRm/Bjn27QKPx9zI5ofLksOXjAIhmwSMbdqp76p22V92VMmEvPfOeSAP5qHnTCJRqxsBSMdpMY5lKT3Grm76NmLQdVdv8kIJPyoCNmpkWM1LE6lNRmiwBu5EKGNNT3Nr6BBTXz4WNW9oCB9rFPAgLYmI3z86D8lyHF72OaTwMypxI/YmH9663eJsPQ4WVGIWLYzDEJsQN69qd+9aCe7ZARRkycDy7pTy7xWyvXLkSN6Ogf7Hy7EKmhtcuJTfSe13wsgKlv7cIPLumQgeVRUyWkVoeMoGFBho1st4pil+KNfOSvg+p/jGp/HZK9c7KHTZReJbpfRxIR60DtXUioHzYxfu6Xv+8VDerpClq7EN/gkOHsUixwI0OOA+t8zXyImtYyqCHqWW3v7ayfHMxeMcQlgY4biMMabK8YMmogD+uI4ybqiJ7klCE8KsyIgTqgITrkaAG+hoWskFKa3/UKPFpyr4ooIrWQeipx7eWIxhdsdAsH00rsqpLTYE4FA6xu4mNa3lglHhVTRukcNXCNfDQTXiOjdoFDs3oe6vdRI6rpKazuIfDHZeAM6Nlv7GKzCGeTErGtLxiIKg2nR0CoJ3Q+G7Gw3vUKHArcL0MKOb3NLse61ESjEA78ZEWIfj11yMQYMNAdcrKI2GHgY4md5djWV3RYrYaNlFK6+3UcLqZZz8NoOShydyWxs5yDbvJogPFdbOsLXNtLAb6Fh21Ss2CwuofdVfdJXWVaDkJIaBWT2hX0HlBVHrUI+nWcfh3vnVMpJnUb+HiHnG4WkTjoFnTzKxayScNGa9hoCbnHLqPZpFRiZyUb1ThsEthlFCUDJqV0ajmIn/pUfx/Wk3tKKZCyd71iPR+BaX1c9fA0qfvlW6fAISP8+615wim2S/FKeteAjmHgIT66ZUp61y8DKreKoqR34dued1fe5aBqYbUP8G3PBwzMnwc0oHz9xi4eMgvG7JK3vfIxp2zUIVdxMTxyFwXZ0NP4TMpCECG1kPqXnTWPpQyElIGgo5q1AryA3M0ndbn1QLyTmocWkDsF5E4xvUvBRWqEeCEDrpdRRUwEBd0sYaNkXAyX0sMidnIpPUIGnEeFMPDtDHy7mIU0yalKDlLDRbDQ9SJyO/jJpmJDbHKCig2RM7pscoJbSwM/+j4NAn1gJjFOzYFbZUS7gvzzkPbf7+0jVsE/31r+PmoAPxPA/C2bnATEvwNBXADlgrir5cGVrB4ZfTLrbpKErTK8U0Xm4RupsAo5o8sgwTi0dLUYo5MR+fRuERNBx7UZpfR+s3TYrvYYpXI2XsbC8EgQVHt5d/2zqmfXG1/f5pM6jBKijAnjkzo4+FYKvJbQU4lqe0VF1BF6KlnYZiD8mY3Q8DEsbHNX7WMBuZuGbKTA6z0mwWivQs5GCygQpQDf0/zSrGL32+RCFgoNqf3h1tkbl46cPVZ86hgg/x4+APTeH92/8/SRPRdOHjh/vPjCiX0nSnZ8f/0UGdmml9H1MrpFzbFpOVYN2yBnCBlICrqVTeoRM/ECGoaOhTy/f/3p3et3Lp5em5mRHBGybfVyYFQtd9uj61faKkrrXzx99cO9skcPyh49eHLnxtPvb7344e6T+7e+v3HpxsXT1y+cunHx9LVzp29dvXT0YMmKrM19SSEAACAASURBVCVxUZHx0VFRYaEZKcl7du/K3rxpcXramhXLC3fu2JW3PT8ne3d+Xn5OdsmBvTvyc3buyD1y+MCpk0dLDuzdU7TrwP49RYU7wTUlBefmbMnJ3rxt0/q87C07t2fvyN22I3cbuMndumlXXs6uvJyd27N3bs/Oz9mas2XjpnWr161avmRhRmpiQnx0REp8zJKM1DVZi9csTl+dllzx/W0RCgF59oTV2EApLaW/LlW1tgsqqtUtLfqODk1rK7+igvLkCeXJE05pqbCqivToEe3ZM9arV7zycn5FBbesjPXqFfPln0FZ3NfAeyT19ZLGBlF9A7emllVdQy2vIFdUQB49fHX6zI+Hj7w4febV2XM/Hj18Z3/xtcLdN/cW3T906OGJ4z8cO3r3YMnFgsJLhUXgur7/4N0jx+8eOX7t0OETRcXrspbGBIf4zZo97csvY8PD586cFrzALzkuKjkuKiEiNC4kKCUyNDMuelF0RFLA/Mh5s6K8Zsf6zkuY75O0wDdpgW/i/D8Z+P/SrPe8BK+58fPmxM2dneDr9TkDg/QbM2/2FBL/hYQXBc1f8NUXaYEBcT6+mxcuJrR0m7lKNpSkIApVRIkEwZOjhWq0yERS9nOtGiS/j64ZYuuGOcZ+jqGfZ/YIbBaGXoaTifEqAUHNJ2jZBB2LaGAQDTSicXLpiRgVGiFFwsRohBSNkCKgEmi3EA4Ro2ByLFKFRarQcAUSqkBA5AiIvLtd2NMtgvSIuzoFTY2MykpSWSnu9WtsaSnhdTmxrJJcUU0tr6aDEi6AwWWU12WUl69JT55hHz5GPX2Oq6hhNraKKmtZLR3S5jZZZQ2ntkHQ2qEor2Jdvdl6607Hsxe4sgrqj48Q5y/WHjvx+tSZiouX6yurGXUN3NJyyoVLdbl519dtOJO/89bh4y+PngXQ98Slmst32+8+QTx4gXnwDH3/KeplOaW8hvmqgnr3B+iFy03nLtVdvNJ85VrzrVstd++03LzedPFCxdnTZefOlp4/V3bu7KsL50svX6q4crny4oXSs2denDnz9OKF0mvXKgAA/vrrb0HcnTlz9vTpM7/55ruvvvoGTMACZ3pBMJ41a87cuV5TGVegPjzliJ6KzgIvMn36zBkzZgE8PJl6BU78gpFXoHvZe54PmOc8e+Yc0Bc9c/qs776ZNmvGbLDjF7Q6T0nB330zbco4DQIziMEzp88Ag4KmIoLmzp4ze+YsUCsLCgiMiohMSUpelLEwc9HixQsXZWQsyszMyspalpmZBcTmrQDk36ylKz8XftdszF61fuuq9VtXb9iWs7to2+7CzXk7N23fkbMbqPzdtWf/1u07M5evBrVfwPYcGRceFR8YEunjHxQcEhEYFDZ/QTCY+bwgIATUhEH/89TBBQEhwN5/QXhQWERQCIC+oWExEZExUdHxsXHx8fFpaWnJqSnASk9LW7QwLXNRUkZafGpq4sLMhIzFCakLYxNTImLiQ8MiAgODgTAkL9/I8Kj58wNmzpjrPz84MCRyQVBkWGzqdN/AZVu3X370rLSjp7wH9rqnpxwGq0ahmojEJjyWIpO1YbEkDm9z3o4v/vb1bMDE/icAT0EpyLRTRDrV6Dtj8vG/AfBfSPgv/cBfffVngfDUZaekYPCC4PEp8flz9AVrmaau/5fN9Gnfes2bExoSlBAfm56Wkp6WkpKcmJgQBwQ2pCYDxJuSlJKcmJKcCO6BDMOEWCDLITEuJSE2OT5mioHTkxMyUhLTkxPAs2lJ8RkpgI05Iz0J0HUzkkGgXZKZviQzPSU5LjIiOCw0ID4uMikxJi42Ij4uMjUlftmyjKystMzMlCkFGATgjRvWrFyRlbVkccACfz9f7/i4mKDABUCOtP98Px/foIDA0OAQYMTX2wc0PPv5+ILZjyFBwZs3bsrZlp2cmBQTFZ0QH+vv55OeljLf3zdrUXp6csL0b75MSYiNCQ/2mjXNa9a0yJCAlNjwJWkJ61dkblm7fOfWDQU5m4u2by3I2bxr28bC3E0lBduP7y/Yk7dl386tk9W++SUFOft3bz28d/vpw4Xnj+49d7DwZPHOY0Xbj+/NPXdo582zB+5fOcLCt5kVlCG7sN/KcZuYw07ekIMLsK4J6BwasLFdJqrLRO230QdtDI+J4jKQBqz0UTtrxE4fMJP7TaRRG/2di/NxQPrWJRhzcEftnH4jzakmuLSkYSvLqSZY5RiHCu/WkU0SpJDcKCQ3avkQvQTRb2GMuwWDNsBN7TJQHFqiQYo0KzBOHcmhJRplKLMC49ASLUqsgtul5UNUnC6rHAOGSztUeJeWPOERe3T0ITPnY7/CJMaoOXCPjqnhImT0bpMYYxAhzFJ0r4bUZ6C5tGS7Em9T4BwqgorTrWB1miQokwQlY7TLGO0mCapfD6Q6j1gZU6tPT3KqsFYZ0iJFDFvoH/qE7z2Cf7xR/zwkNQghbi3BJIaBY8BWGbJPTxqxsEwihEmEBC2Io1aOR0tTsyEaDnTEwnbIcH98MI+Ymb8Myn8dUoxZ2f/1Vq/nQT71S9+7hBp2l5zWKiE3jVpYTgVOxezQsDsM/J5fh2Sf+sUTvbzfR5XjNtaQkapktNplKDWrvVeJBWeDwaRoMx9mEyEB4ZfaoudBgKYlE9MuxzkURJMILaG2G4Qom5yk4wPPFinBLMEbhBizBOvW0vqNdKeaaJaiTBKkitNtVwKnRqyCAYPAoWD88cvwyaItB3eu/f2to98k1AlxYlqPkoP06NgKJgQcdjWJkCMW9lsHz6nAmYRwoJRYSX/vUvbrOI+vHdDx4G+dApsU7VIRLAKoXYwYMzGdUsyIjm4XotwyookHUzE73FqCXYE2iWGjNua4g22WwJWstgEjZczOmnDz304mb//5E5GgJgmWrufC5dSOd1bBmJHzx1vLv8f1v7il7238UT19VE//yc7/u1vy3sLyyPFycotbRfrolry1800CBBddI8Q3WMXoXgWhV0GQU9vExCaPmvzGxhs2MsdtnDcW5oSDZRH26NhtfWrsrwOiP94bJ+ycEQP1137Jewf/jw+Wnz2SfjXp3+N6j5JoEyGV1GabCO5WYD+5BA4xwiaEGTkd43rymI703kr7aGd4JDAVscbIaB7TEwbUOKcMMagjDOoIZj7EKUW51XgtB5gGt4iRYnIzC1XFx9e7NWQRpZlPaOLjOyQUKB3eaJcz7HKGjod/Y5dLyD0OOVVOgyjpPQM61rhVaJcSTVyUU050qyh9OrqU2o5seiQgNP3Ur/jgkUmp7b8MqYfNHA0HOmRiv3EI+/WMCZfEJsNysTVsTAWfUMNAljKQpQ4lZsLNt8lRPw2I3zg5f/xs0Qt6BMRaCbXRocQAWn2v7LcRk0VM7Kp8AOY59+s4NinZLCKYhHgxqRPT8tIuozDgdUYBTkYFapY9WtqkR1fAQFTpeHAZrcOhIOp4cKeSpOcj1Gzg79K4XTBq5X30KB1yqooJVzJgb+zSfh3n78PGf4xZfh8167hoaO0jSM3DhmfXxaROEbFDz8OQuipo0JpfhwwjZqGcBvngVvx9WK/lIMSkdgmlza2hvndLPw0o37vFTiVBRGpio6sdMtwvfbKfPdIJO9+jJH7sFRm5UAWlddzMHjOxfnKJBzQUWPXdfjX5j5/sfRrKmIVnEWFMAhQf2yCltv/Ur/ipT2US40Zt4vHJMnM1D91nFHAJHUJKz4BZZFexhBRId91TJqYV1vTCoWb1GQWDFjGX0MbBt8qYMDkLTkFUYzpfUZE1bEKrWoATMuASNkrOw/JpUB4VImGjxCykiInQSsg8KkTIgHMpPRR0s4iJYOHbeKRWCbUdvIVnlREdSgoY2qzhIhxKilGENQgxgybukJnnVFEHjJz3HtWAkTdkFow7pIMmPhgY9s+3tnGH1KVhjtrE4Pj0iFU04VYOW/gTbumYXWCR4uwK4i/Dml9HtMMW7pCZA95Ks8kJThUZdNkAzhoVSStGOXUMGRsuoveQYPXojgolFy9lYkt/uMnEdpmVXD4N3tX4sq32Mbq7ioZuYqAbpQwoG9cipHSxcS3g3K+CjWDjWqiIuvFeuVPD1AqwYBmSkoMkQ6rwnWWYjlIipIqGbOQSOjRCvNvIt6vZQzaZyyT87b3LpGRVvbjz6vG1q+cPXjh54NSxvSXFeQf35Z87vu/c8X2njhSeP7nv5MHdx/bvOH+8+ObFI+VPbgtoKKuazyEDf7xqEdGsYg/YFVIOtrPhBRMP9ZiVPAq6qeLZ9TPHTu4vvHLy6L78nITQwOgAv9gAn/SokFXpiVuWL85es2zXlnWHC/MvHiu5eOLgldNHrp47dun04XPHD5w+Unzm6L6zx0pOHzt8ZP/+4t27C/PzC/Ly8rdt27x27ZplyzLT0tatWJG3dWvRjh0HiooOFRfvLyws2JG/f1/RnqJdBbvzCwt2FO8tOFhSfPjQ/sOH9hcW7NhTtGtP0a7Cgh07d+QCDcA7cnfvytuVn71j+9b83C07tm8t2JlbuGt7wc7cnXnbwJfFRTv37dm1t3DH7h05+blbtmdvWrdq+frVK5ZnLty4ZmV6fMyqRRlrF6blLl9KbG0i1NfhK8tJFWWsyipBbZ24rk5aVyesqZE3NSlbWoQ1NZRnz/APH1KfP+cC0VavWaWlnPJybkUFuNhlZdyyMn5ZubCiUlpXp25p0XZ0qDva5S2tgvoGWnkFpawc//o19PGjhhs3Hx87fnXX7tPZ2Zd25l/eteP2geInp0+8OH/u4Ynj9w4dvHPo4NW9xVf3Ft85cuTesWM3Sw7fPnT09qGjZwqLirZkL0lOCfL28Z89Z4G3d4CPD5h4mpIYkxwXlRITmRodmRYdnhYRmhIWnBQckBYelBDoF+kzJ8J7dozP3Hh/74T5PvF+gCCc4A+ouCAGx/sA8m+i97xYrzlTyvAUIYPQ+zn6TinA6UH+UXOmLw4LXfD1N5f3H1ZQuHIy38BWibACAZonQPD4cK4EwZcg+FI4XwbjWkkyK1kCjAFz9P18Sy/PYmTolGSVgqKX000yukXMsIlZThG7l0W14rAaIsmAJeoQGCUEIe2ECLugIghcBkcpoQh5D0wOgSvgKDUMqeqCyNu7JB3d4q4uYAHjvi3c+npGZQ2tspJSVkmub+SVV9NflpHKqmgNLcLWTll9i7Cyjt3cJnv0FHf7HuTufdi1mx2XrrZcvt584UrDjTsdwAjunc579yGV1cyuHlVtPff23a7nL/HPXuC+fwC5dKXh/MXau993V1TRW9slD36E7S95vHzl0dVrTx48/OzWnY7rN1tPnCk/c6X+4u3WWz9A7j1GgOvBY+SPT9HfP4Tf+r77yo2W85frzl6sPXuxBng+X33lcvX1y1WXz1ecOfHs1LFnZ08+P3fqxZmTTy+cfXnh7MvzZ16cPfXkzMnHZ089unD2+eULL7749ttp3303ffr0meCaNm0GqACDBAuquN9+Ow2UiP8Ct2AHkpeXj4+Pn6+vv4+Pn5eXDzgSPGWfBq3OU4ZnkH7B1CvQ+fwXzzNoe55SesHZ4JnTZ3379XdTw8Cfm6XnzQEUYB8vb19vHz8fX19vHx8vb+95XuDLBf7zwbrwKfl38eIlS5cuX7585dKly5ctX71y1bpVq9cvX7EGHPoFnc9rNmav2Zi9dlPOms25G3LyNuXv3JK/a9vOgvw9+3YWH8jO3716w5aUhUtiElNDI2KDQqNCwmPAjX9A6F+Sn8G056DgcFABBgEYLEYC9n6BgQuCQibHhUOCgsNCQiMiIqKioqKjo9MXZqQvzEgF1+KFKYsyEtNT41NTk9IWJqZmJCalxSckxcTEhYeHT5pnAc4HPLG+/gsCgkLCY/yDwrz8g/3DYouOnbv88EV5F7wRS6jF4CqQqFIY/BWkpw6PayQQoEwWgsHA0JnnbtzyCwydNc9nFtACPetzERgkzClSnQLg6dOnz5gx4y8APJVWNcWlUwrw5/3A/xOAp02b9r8x8BQGg18LfNvU9f+y+ebrL2fOmObn6x0eFpIQH5uWmgyO6SYnJYCDu4kJceAQb1IiYCqfAuC0pHgQgKd4GATgjJRE0AIN0G8akOScuTgta0nG8mWLly9bnLUkIz0tMTkpNjEhOiI8KCw0ICE+KjUlPiU5Lj0tcWnWwmXLMpYuTZ8C4KwlGSAAr1q5NDkpbv26NUsyF3l7zQ0LDQ4MmJ+UGP/V376cPXPWtG+/mzNrdmR4RHBgkI+Xd1RE5PKlyzLS0rdu3nLqxMn9xfsyFy2ODI+IDI84fKgkNSUpN2dbZESY77zZwQv8FqUlJ8ZGLclIiQkPjgwJSIyJSIuPXJqRtGn10m3rV+ZtWrs7e8Pe/Ox9O7P35G0pzN1QkLOxMHfDwcLcs0f3nD2652BRzoGCbacP7z5/vPjE/vzDBVsnuXf3rXOHSn+8imgtlTKRDi3bY+KNu2UTg4pRl2jIwR3p5Q862E4Duc/KGLCzQOHXoSf0Gkl2Dc4ghffqib16Yr+JNGSljtjpow7GqI0+bKHLGG0GEdyuxNmVOKea4NFTwMxnhwpvlWMsMrRJgpQz29nYag6uRkpvlXM6zQqM20h1GSgeE23YwRmwMu0aglWFs6nxBilSxu6QsTt0YrhODJdzOm0KrEtLGjDR+400hwpvkiCtcqxbB+i3fXrG216xRQr4n10auoaLULEhdiXersSD9OvWUSwygIcNIoRTTTRJUDYFbtDM7DPQDCJA83So8KM25oSb79ERR6wMpwqr43d7dEQlq61XjbPJUf0G8rCFDvqfP/aLxh3sQRN1zM76NCgZttA13E6DENKrIuh4EJea5NFS+nQAf47Z+G4N1ShEmcWofi112MTo05KdCpxdhnHIsW410S7DjFnZQDQU9LVFjASXjNpiEsIHDRSLGD5Z48n6qU/03xP6AT1ZzWoHpWC7DNWnJQ7oyXpet1kEMwmhbyzsAQ3ZLsOABGUSwk0ipFWKMQiQZjFGxYZYpDiTGCejd0/K45h+A3uy1IQyaGIPW9mT9TBYiwxtFCM9eio42udSs0et0gmXZtuyxNcPLvx93NJn5HkM3D4jr8/EGbbwXRqqS03R8eBqdrdFgrZJ0WpWp4zaomEBwUXDJtGggff46kGHgjhm4/Yq8W8dvAEN0a3AepQEpxQzZmCOGZijepZzsiT5jZPzxskZsTI+DUr+a0L3y7DsjZMzaKK+c/F+HZH/Nqb8eUj6zsUbd7DH7VwlvUtG6YTW3BfgGjX0bo+CPKSjfXIDbbofHcJ+JdHA6tbR2p1C5Lie+sHB/fuAfNTMVjO7rGL0z/3yfi3VJED8Nqx+Y+O9cwhGTKxhI/ODS/zBJe7XUm1S9L9GVT+5eTYx1CaG2iUwhxT+yS38rzG1nt3plKIMnB6XHGcTIU086BsLB9xrme1KarNDghzWkcdN9AE1zqNAG5ltTiH0rZH6jwHhby7BOyN5wkT5u1tgF0Etwh6PEjdioParCU4pSsvp5uNqNewuJbPTIkF/8EjGbFy3hszB1lukhF4Vyy5nWaW0Ph1/cvGGTSK7jOKQUyXkDhGh1STA2CQEFaNbx4R4FGSbBOdSU4xCFBdbLyA0ORTEQSPLqSRNuCTDZo5NhndrqG8cwt9Gdb+P6R0KvIBQr2S1ubWEPj3JrkCPO9i/jSnfuXhAvLmVAQ4CvO3lTrj5FimiV0X445c+sLXonVM+ahF99KitEpKahXAqaAN6roTcZZWQzCKCkgGTkLuklE4erkHJ7HYqSUpmt0GANAiQYCuPVYoDoXfQyPqpX/GuV6zlwjiYOjqsWsmADBp4fVqmXUbp0zJ/GzH994T9U792zCocMQvtMpJdRqFCKrmY5vaye0oG7K1D9uuQ4b1LOWYVqphQXNtLbOsLOb2zX89475ZOfuMshwLvUgP3QYxcqEdJ/KVP9u9x/Se35J8jmhEDQ0ltG9BQRo3Mf4/rfx9SqWjtfSrSqJHJhJb1a+kGHgK0SY9aeZ8GlIMGjkNOBhRgu8StZSk5SLuKSYLWwptfMtDNNGQTtPFFU+n3YhqMAq83SSkaPs4kpdBRDfjuChqynk/qYGIbOIRmvRjrMbJ79VwZDw1IvqQOMqqJhmvhUnq4VEBNlXCQFHQzj9YjYiI4lC7QAm2U4lVsiJYHt8rwZgmwetU0j44JplLJGT18QouM3j3ZeQbTcFHDFqFHxx6xij70qd/2ykesogEjzyaneHTsMbvkn29t/37vfOdSDFuEPw1o/2vCMeGWv/fIBk3syc9V4BPVIET1G5gf+uROFZlPaFJzoBoujIOt13BhdgWQ1a8RIQXUDhG9x6Zm6sVkDgGiFVLx3U2YjnpoSwWivZqB65ZxcXwanACvt2tYQkoXDVnPQDeC8i+P2K4X4U1S0oBZ8GnYIKJ2SxlQnRAnY8JY2GYlC67loTV8jFaAtchpDjVLJyTwKd1ug0AvJuOgtVIOWiuhsojdBGTT/Run9xVs3VeUc3Bf/sF9gBmqpAgYDD5UvP3ovvwTJcAk8PnjxQ9vnWPgui0qnpCOFjFRTgN/0KEc79PbtDw2qYeO7cH2NHHJKBYB/vDm5RP7Cs4fKTl7aP/J/Xt2bl6fER2aHhWSFLog3G/u/Fnf+k7/KmDOtPD581KiQxYmRa1YnLxp9ZId29YV78o+un/3qcP7Th09dHjfvoK8vK3r169csmRRSkpKXFxCVNT6lStzNm0qyMsr3r27ZM+ew/v2lezZs2f3ruJCAHELducX7M7fU7SreG/B/n1F+/cVHdi/52BJ8aGD+0oO7J3KxyrYnb97R87OvG0gAO/KzwZf5uVs3r0jp3DX9r2FO/YW7ijanVewM3f3jpzdO3K2bFi7fvWK1cuWrF6yaNWijKUpCZmxURf37yE1N5IbainVlbTKCnZVtbCuVt7QoGxqktTXK1taVK2totpa2osXpCdPmK9fi2prQfTlVVbyq6r4VVW8ykpuRQVnUg0WVlVJ6+pkjY2yxkZRfR2rsopaVoZ7/gL17Bn08aPWu3fKL1768fCRqwUFZ3NzL+Rvv1a4+4djh19fOv/60sUfjh29vq/4yp6iK3v2XiwovLZ//82DB68WH7hx4NC1fSVH8/JzV61dGJ8Q4usX5O0TMn9+WEBAVFgwEG4aFRobFRoXGZoUFZ4SHQYwcHR4RlR4clhAYsj82ACfKN+5Ed6zI7z/VIMT/L2B9R9L8/9PAJ56/xQAJ/rNS57vuzA0JMHPv/zeD1aJTs2USykSOoxJ7WFSOoHF6GKzIGwOhMPpYaqwQi1OYCCKTVSllam3sI1mttnANOvZNg3HLmdYeWQjm2RkkoxUggGLUaPwGhhBDceperCKLrSsEynrQsm7UPJutKodLmuHyzoQ8na4orFH3NApbOoWN7UJGlo51Q308hpyaSWwKmvp1fXM5nZxQ5uwtplX28SvbxE2tomBtOcWYWkV8+kr0qsyWmkV89FT3L0H8Dv3e67dart6s/XStaaTpysOH3157kLtj4+QoFB8/wfozdvtt+50PH+Jb22XNDTxL19t3Jp9ec26U3k7bp44VXbnXtfDx8jvH0AuXwWSq67cab/5oOf+U9SPL7APnqHv/Qi7cbfzyq2W81cazlyoPnGm/OjJl0dPvj526tWJ06+Pn3p14viTsyefnznx7MTRh8cPPzx1/PHJY4+OHb5/9NCDo4e+P1xy99CBWyX7bhwovn6g+HrJvhtfgKO84Hzv9Okzv/tuOgjAYJIzOBs8Y8YsUBCeM2ceyMmgugs2IYEi8NQs8V/GiUGCncJg0N48d/a8Kc/z5+2+s2bM/vbr78A17dvpn/cegZ3AU61I4AVnzZjt85+H738efpMP78mHn59fUFBQdHR0UlISOFW7ZMnS5csmO34nm35Xr9mwcs3GZf9JvQK5d93m3PVbtm/I3rUpd9f67O2b83bm7C4C53637ypatX5z6qKsmPiUiOiE4LDowJDI4JDIkNCokNCo4JBI0PMcEBgKSr5TqVd/AWBQIvb1C1gANOYAGBwYGBwcHBoWBiBwRGR0UnJqSmp66sJFqQsXpWQsTE7PSEpLB56TU5OTU5MSkhPi4mOjYyIjwiJCgsOCAv39fPz9/cMjosKiov0CQ6OSUncUH7z58HlZa08VBFWLxNWg8VUoXAUaU4ZEvYTCKtCYegK+DoXGCUQ9REoLBLli/dZZXn5zgTCzObNmzZo+HQjEmgLaKZMzKMZ+N3nXZPr06VMA/Pkb/gKlnzMwuP/8DSBaT/vP4y8Y/D/fCb7/8+Of7//2t7999dVX06dP9/LyCgwMjIqKSkpKSktLS0pKSvzPIykpKTk5OTU1FdCEJxOz0pMT0pMTQJMzqPSmJcWDAAzkHKYkLkxNysxIzVoEiL1ZSzKWZi1cvmzxsqWLMhenpabEJ8RHxcVGhIcFRoQHJSZEp6clZqQnZS5OW7liCQjAgP858/+S84rlmRnpyatWLs3bnuPr4zV3zqyVK5YtW7pk+bKsuJjYHXn5S5dkTf9u2pxZs/19/YIDg1ZMdgOW7D9w6sTJ/O1569euy83O2b1z1/ac3OLCgr0FO/cW7IyJCE2Ojwle4BcVGjhv5ncBvvPme8+JCV2wMClmaUbS+hWZ2zeuylm/YseWtTu2rN65dd3u7HV78jaVFGYfLd5xomTXgYJtB4u2HdqTfXhvzpkjBVfP7b9wYu/R4uxLxwpf3ruI66zRCgj9JtGIXTa5JIMW4aCVP2TjjTqF4y7hiIPXZ6Y7dSSngeg0EB16gk2L69UTPSaKU0ewKNFONc6mQNsnU6DGHey3vdwhM61XjVNzu9068oiN3WegDpoZEx7RuJPnVBNA5zMIxqAUPGCiv+nlO3WEfgtt0MboM1MHrPQhO9NlIBmkcK0IopfA1IJuGbtNyeu0KNEOLd6qwogoTQYBzKHAWaVoqxQ9aKRPuEQf+6QuNcWhIPbrkGCtpQAAIABJREFUGWYxRs9DWSUELQdhECC1XIhJBPxPfcBA82jJNhnGKkU7lXiLBKXnQ81iZK+KAM6sTg7uooZNtHdOrlEAcalwKmabkFALvlQx26SURqMAYpehVMw2Nat92ET757h63MEes7NAEu5V4wZNVLeGJKW26PmA/9mpJHi0QDHJqJXn1lDNYpRdihURGxxyrIzaIiY1mkUIEbHBrSb+94TRpSIY+ND/h7L3AI7iTrd4t+ru2mubtQERBSiiLJDIOZgsEMoBhCQEEjmDjY0BmxxMVs5Zo8k555xzzlFZApEdd3mv1bvzfH3r3qrX9a+uZjTdzGhUoF+f853zvl/x2idxKfF6Xu+IjeOQo50KzEuPYNBMNwmhZhFMz+sx8CHv+qTPnVwVs11GbTbwIVYJYtTOft8vGzGzvEqCT0sedwvBJmG7HDdi5zkURK+WZhCiNFyYkNTORNXr+Ci7guzRAp2cFinOoQQSsJxqolmKMojgVjnWq6cGjBzgV2oF4+chq4KBXBw1lY1rHXKKbXKS38B+4ZEP2YQuJXXAzBm28X06qktBcMrxTgXOLsM45Fi3kujVsDxq9qBZ+P2pvTYZ3qkErN19BlqfluSSoXWsbpsI2aemvHVLRk1cz0RCWEBP/XVY8+uwZtwtfO2TvA3IRmycd33y9/2Kd33ycbdwyMLqN9KHrewXLoGOB3erKWA/kEWE6jcwhk2sVy7RoIHuV5NcEoxTjPYqsG4ZWsto58CfvHIJ+bi6Kyeyn107PGLjvPZJZNRWHRcC4DqzExhONtD6DLQhC2vAxHDIsS/sHKcMwUM/VdKa7GKEXYzwqfAOCVLP7nFI0EYuVMPoMnKhViHSJcP5VES3ihDQk838XqcUpaK1+tUEpwTpU+JGzYwxC/O5iTFmpI7oqc9NtFc21jsXz6vAmngQOblFw+i0SdEWMVLPhVpEKDC4Wz9h4OcTmrU8uITaFTByLBKKWUzxanl2OcOtZrvVbBkVqmLCTUIgddmnYdgkOIeMMGRmv3QKRy2cgI4xahO89spfeWSjNsGgiTNmF77xKZ47RGYhWsXo4WMbxcRWn4b23CEad4le+6UuFaHPSP99TP/P54Zxj6jPSHcq8SN27rhHxMPV6Xi9fj110MKS0drU7J5hG3/MIbFKCM+dQALZL0NGUvdTCqRSQu60y0gyardfxzIJsUMWgV/HcimpIP2CQwEaDjRgYPYZWaMO4aCFO2jhGoUoMbnNIEDa5QQls4eDqbfJgADzfiPXLie8DWiGrECx04CZ89wpfduneu1TgQgqo3VaxHgxqcMiJEiIXQYuZswmDehYClqPiNCmYvRiW++JCC1WMdanoQG3NkQol4Lw1i/3q0lmPiygIQ8ZGYMG+qiF/dotsgoR/xrRjZhZY1bOgJ7Wr6OOO/g/9ymcUoxHRdJxel0KwoiVO2oT6LlwSu9TKbVDSGjj4prpiHpyb7WE2gNtuFN5+3zt/Yu1dy7W3P66u/qWX893KBgeDUdM6RaRu/pMfKMIb5bgwVt1bEwjD98kYfQQoNU4SCUd08ImtBFhdfjeKiaujUvqEFAhKj5awUUreSgaurm95npv84/IjkdcYiuH0CRnQ9x6ep+V79DQNAKUnA3VCrAKNgLIjhbhNXyMVoDVCvByFtKmZCg5aCkDDkR2CQlODduhZinYqIBZ1GcRe/Q8u4ppVzEtcppDzRpxyd/2a/tMXLeG7jewB62CEYfYq2MqWVAlC6rlISXULpucZFeQQdNNwMjxGIA8QpeOoeFjRt2qPosE19Og5BKJ8Pbuxqet1T9iIc1SLsms5tn1wNitVkSQMqAKNoKJaTZJSRo+RsPHkGG1chY8YBaMuhUqLuplQPt+2NxvBf6TUrFhLjXNb+DaFVSLlGRVUBVsFAXeIKJDZWwkGd4oYSDMKqbLKHAZRdD2qrPHSyvK8o4d2nukvLAga8uenG1HDxYcKy88dqDgzJHis0dLDpfmXji2v7vxqYxDkrBwdh3frGKyiD00bAebBBHQERoRQ8TAKfk0l0He+OT+t6eOnDpYWr4n79tTx/ZlpZfmZu7ZnbZ70/r1S1JSYyJj582KDp0eNWf69M//Pv3zv8/44pMZUz4Lnf7F3JlT5s2aOnfmlIg5syLmzAoPnRk2e0bEnFmxkWGpSfErl6Tu2rY5Oz2tIDtjT25WUX5OcWFeUX5OfnYGYF3OyQAV4IL87IL87MKCnL178or3FZaW7A0CcF5uZnZWOjAtPCH2Zu3eATJwdkZaxq5t6Wlb8rLTg4IwiL4FuRl78rNyMnalbd207ct1a5ak7tq4flnc/I0Lkxtv3yA2NpDra+l1NYyaanZNlaAOmP7VtLVIGhoULS2gAky5f5909y7z8WNRXR2/uppfXS2oqQEPeFVVnImJX1ENQM6KpiZZU5Ooro717CnpwUPsvXvwm7e6r11ruvTtszOnbx86fLmk5KuCgnO5uWfzsr8t3nvr6KEfT5+4cfTIxeJ9p/NyT+XmnC4oOJadfTIv7+yePacK954vLj1VuHff9h1fLl6WEhMbHTpn/py5MeHhsRERibHRixcmxUaHxUaHxUeHJ0VHJMeEp8RGLo6LXhI/f2F0+MLo8OTIeXGzZ0SGTA6f8vn86VMTQmfGz5gWP2NawvRp8dNC/tj0Gzd1Cpib9cfY52AZ0p+isJJmhCRM+ceyiHmJM6aviU/EtvW4VEAKHgcroMJ5RAgL28lAt9Ow7XRsBxXfTiW0kxkQGgtC5cIYAiRXjBEoiXIdQ2/gWE0Cl0HgVrLsbIKOjFISkAo8SoFCKqAYBQSnguE1MKIWRtT24rVdOHUHRtmBVrfA5Y0waRNc1gCVVXUJKzv4NZ38unZeVQPjYSXx7iPMvcf4R1WUmiZOU4eopVPa0iNvhSgaO2XVzYJnDdzKRl5Ni/BhFeveE9rjKtbjGs6jSvrTGtbjKsa126jrd5AHjzzamnZ68/aTRaU3z37VAKRSnat78ITY1iXt6JFfuwXLzv9uzYaK7bvOFpXePHGm+qtvW76/0QtkX91BXLsFu3YLdv02/Ltr3Zd+6Pr2+85vrnZcuNRy+nzd4eNPDhy6V3rwbknZzeL9N4r3X9t/8PaBitvl5bfLK24W77tcXvbDoYPXKw58X3Hg2uHyaxUHvp+AXoB7gVX8VXHR+b2FZwrzT+XnnvhLZGR0eHjk3Llhs2fPmTFjVkjIdFDCDaZhTZr0OQjA4Hzvn/bBxqM/gTHonZ406fOg9guiL6j6/uOzz/+YbhUUgT+f9EUQgIOsC1b+fvbJpL9/9AmoAwfTpP/x2echISFT/7CFhIRMmzZt+vTp0ya26dOnh4aGRkZGJiQkpKSkAIW/S1etWrlu1er1K1etW71mw/oNm9du2LJq7ZfrNm4Fsq+2pQPom5a5bVf29oyCndmFaVkFO3Py0/MKd+fv2ZWV9+W2nanLVkXHJ0fOT4iIjg+LjJ0DQG/knLmRc+dFhYXPB8Ofgxg8a/Y8cO4XJGEw/gpsQpo5ay4AwKFzZ4eCra5hYWER4RFRkRMAHBUdExefmLgwJTl1UVJKalJKauqiJUuWLl+YnAIYeOOTk+Li4+fHzI8AJofD54VFR0dPnRYyI3RO7MLUjTvTv/rhZjuKAKUwqyCoJ13w++2Qu+3d97p7H8KRj5HoRwjEIxi8Go2p7IXD2Zw2FJbMEx06fWHy9NlTQ6aDbTqTJk365JNPQAD+61//+ke+DYrAQdk2iMEgnQb3QTQNMnDwkT8d/Id//z8d+P9Wev83kA7qzB9//PGkSZNCQkJmz549b9685P9s/0bf1NTFixcvWbJo0YLkJSnJS1MXLElJBt3OQefzvyXf1AXLFi1csSR19fIl61YtX7tm+aqVS5YvS126ZCG4liwGkq7mR4dFRc6NjYlIWZgA9v0uXbIQ0HsnFGBwBjhIzuvWrvhy49p1a1cuW7p444Z1H/3tv2prqr65+NXGDeuWL11WXLSvtLhkx7btWzZt3rp5S9r2HUV79paV7j9UXrFm1eq1q9dcvvTdtxe/ycvJPXK4YsOa1VcvXTx26ODutG0VZSVbNq5bmpK0NCUp5PNPp0+eFBM2a3FSzKrFyTu+XJOfvjUnbdOxssJDJTn7CwGTc3FeWkn+jv2FAPqeOrTn1OGCi2f2f3O2tLx4Z0Hmuq9PF/c0PxAzYAYxyWcUDDnkg3ZJwCzwm/gBCy9g4fnN3BG3+P2I/pfnhvGAbMDO7bOxLGqMVYO1qDEmJcokR1qUaJsaa1NjPTqiXYmxyVFuDX7Qyhi2s0AAtimwARO938IEu478RhpQ9itDG8UImwJrU2B1AqiSDYzyGsUIkwQ55OKMevlDLo7XRLFrcGYFSi3oEdGbpaw2Fb9bK+rVinqNMoRdg3No8RYl2iiEW8GoKhHCLEa6VASvluJWk+xyAtjRouFAVUxgqVlgDSnUIkF5teR+E8OjIZnFSPAKDgVOz4eq2d0aTo+WC1GxurRciEWC0nG71awOHraai6lCt1yn9j7waggGPkTD7lQx2x1y9IiN5dMSjYJen5YIhE5Z6GD+c8BIGXVyRp0cl4qgnJDv7HLcgJnl0ZCNQpRDQfTrGW41ySxEyqitQxaWVYKyyzBjDh4IhD4t2S7DgAVIVglKzepSMjpsUvSwlWkRw42CXqOgV8/rMYtgOm63lNIkp7UoGW1CQp2c1mKXoRxyNLhXUtsUlFaLGDli44B/i1WKGbSwnUpSn5FllmBV7N6J39RrtTwkGIWl4wNUrBcggQwwIAcLAGCbAmdT4AYsfKMI61QyP7wJQOvvL50/DUj60THAGUKfnuWYEH4DBqZPR/XraR4VyS7F2mUYr4YEtBAbGAE916Nmjzlkl47mqViQialRtEdNdEpRIAD7VEAE9E8++bCBHVDT3HJ8QE8FWXfIwhp3C9/4pR41EYzIBrnUpyX7tOR+I33UxjOLMW8Cyp+HdH1G1hufbNjC+WVQM2blDhkZ/Tpqn5o8Zmb/0if7MKp96xEGNMR3ffJ3fXKjACYmNQX01EEz0yiAWSUoJaNDy+kBH7FJgTneV17xmIPnVxP69USrqNevJrzziX/ukw0ZaRxEpUUA79NS+rRUPRtiFSIdEoyG0eWUYl1KQJDX83p0rE4No33ISAtoiHYR/F/D6t8Hla9sHK8UbeP1+mSYQQ2pX0saMbPsYhQXWS3A1FlEKKsYbRaiR6x8n44eMDCtMqAAVs2BO1VUNqaZi2u1y+leLc8qpRkEBK+W61TRtRyURYw3CbGDFu4bn2LcJRq18Z47+c9t3H4ddcDIDOgYA0b2BN9KRm2CESt/zC7s0zNVjJ5hC++VRzZoAjjZrST/OqQd94jl9HYJpWXYxnnlk4D3hsD7Tb8Ma164hR/GTaMOnp4PncjBEsponR9+G+w3cqWULmTTXRq0uurG6drb50TEdquEYBRg2KgGOqxGQYcAjdCQJxoOdMDM8enoL70yPR/Rb2LbZPg+I2vAzOk3sQMG5qCFO+YU+XR0BaObiazh45u03F63muLRkMecIoMAbpFgxz3il17ZkBUQYF/7ZUNW3oidB+R+ywlmIVZK6lYz4B4lw6WgaFgwkwAzaOKxEDUiQouaCXHICH4t1cCDKWgdJgHiw7j5jUc8oKc5pZiXTsGggf5Lv/KtV/LhnfOdT/rGI/arScMmpl9N+ikg/21QPaCnm4VIsxBpFaNNAhSp61H700siUiu65T6w2h5SoDUSag8JUtVW+UNb5Q/wxh9xHc84mLYXbvVzl2rco7HKyGYJccwld6roXh1z2C6yyUkSahcwQ8tHEKGV6K4nVEQ9j9zJxrUysM0sbAsFWc/BA/VILi1rxKPwm/hqAUC2Ti0djLiXMLr45Faw/BxsO0e0PoA132fjWtU8tIjaK6HDQADWCvAsbBum8xmq/QkV0ajmAWDMxLQO2KSDdplZRtUK8HYV0yghK9goq4Lq0bLcGvpLn/KnIcOEGiwb9yq8OqaA2NZv5n145RxzScHcLBUbJqP3qHgwkwxnUZBUXNSATfpmwGxT8dx6cU/Ts2d3r969euHpnSv1T293Nz8TMnFDHq1dw/LoOTYljQKv4+DbwCwxvQjv0XMscopVQTVKiG8GDD4jzyghmqQkHR81ZBO+Dmi9OraM3iuh9mj4OLOMapCSbWqmjIUSUHo55B4FH+e1SGV8/KO7l86dOnD10qlH969+e/7w8Yo9p48WV5TmnDpUdP74/gsnyo4fLDx5cM+P1y6SkZ06CcNlFCn4OBy0gY7r5JB7iYhmCqoLD21FdTUycND6R3d//OHS5bMnj+/f992ZEyfKioFArMyd+Tu3ZWzduH39qo2rlqxclJSaEL0gNiI2ck7EnOnzZk2dM2PyzGn/CPn87198+tHkz/4+9R+fTp/8jzkzQmIjw5amJG9at3rXts27d2zNzdhVmJNZmJMJMnBhTmbO7p3AQG/2blD73VOYW1iQEzwG1eB9RQV7CnNzczIydqft2rkNRN8g/WZnpGWmb8/YtS07Iy0nc2du1i6QkHMyd4KacGEuwMC7t27avGpF+pfrlsZEndybT2xuJDfW0Zsa2E0NvAnZVlxfr25tNnZ3ShoaZE1N0sZGzrNn5Hv3iHfugAAsrq8X19eL6uqEtbUgBvOqqnhVVeLaWnljo6KlRdbUxK+toTx+iLt7D3nnNuzGzbbLl5+ePnX9YNm3RUVfFxZe3LPn26KiSyVFP5SX3TxSca3iwIW9e45nZZ7IzjqTn3c8J+fgzp0V6enHc3JO5BeeLSo+nleQ/+WmVYkLUufHJkVGJUVFJ0RHx0cBDZcpSfELEmOAFT8/OQ74LBbERqTERi6Kj16aFLs4Yf7CmIj4ebOjZoZEhkyePyMkfvaMuOkhcdND4qeFxIVMBTt+wf3/BsBBHv7vQdDTkkK+WBEVHvHZpxlr1ikZAqPYIKLKOAQJn6plEZRkpAjTy0F1MeHtVGgrGdqMhzahkC1YXDuB0EkidVMYMI4AJ5NT9XqOwyj06PgeMc3EwKopaAUBqcAgZSi8Fk7QIkl6JMWAplkQNDOUbOgh6jqwmja0qgWtbMOqG1GqKoj4aZegqktY1c5/0ki/W4m/+Rh96zHux2rKsyZ2TRu/upVf3ylu7JLXdEie1HPuVtHuPCHffUp5UM269Yh85wn1YQ27rk3cCdfVtYmv3oAfP1Nz5GTl4eNPDh5+UHLgTvmRhz9c721qEza1Cb+90pGe9fWqdQe37zp78PCDs181nP2q4fsbvT/chF67Bbt6HfLtlY7zF5tOnq05frrq0tXOc980HT357ODhB2UV98sq7u4/eLuk7Pq+0h+Ki78vKflhf9kPB8tvVBy6VVF+s/zg9dKSKxUHvge5d+Lg+4oDV8pKvt1f/E1Z6cWy0osH9gMHpcUAAxfkHf9LQkJSYmJyYmJyQkJSfHxiTExcVNT8iIiokJDpYLPR559PnjTp808++ezjjz/56KO/B53Sn3zyWXDQFwx8BguQwMSsYDo0mGs1+fMpUyeHBNOwgigbrPYNZmKBXUcgHv+xAwmM0QKpOAjAwBjwxDZ5YpsyZcrUqVNDJrbpE9vMmTNnz54dFhYWGxu7YMGCxQD0rFixci0IwCD3rv9y25r1m9dt2rFx665N23dvScvclJa9eWfO1vS8HZn5OzLzt6Rnbtq+a8OWHas3bF60fHV8UipIv8Dob1TcBPRGzA4NnxMaMW9uFOh5/hMAT5s+Gxz6DUZAB8F4RuicGaFzZs6ZO2vuvDlzw+aER8yLjAqLig6PiJofE5eYtCB5QQq4gPrfJcsWJi9aCHSPL0iYHx8bGRMdHhE+L2LevPDo+bFzI+dvSNt1/ur1W1X1j9q6aqDoJ13wp92Ix52wHzt673f23uuG3oNAf4TCH8CRD2CIh1BYDQrThCU0I7BEnuTmw2dTZs8NAdqtQiZPnvx/AHBQBA6qtcGoqj9yMojBQdD9n8ga/NLf/va3P17qj8d/fM4fj8Gr/U8rdVCyBo3TQLbbhHsh8j8baDKPjY2Ni4uLj49NSQK0X8DbnLog6HYOar9LJ+gX1H7XrVr+5brVGzesXrdu2R+xdunS5MWLE8PDZ0ZHz0lOnr98+cLVqxf/W/JdvnDNmn+7oFetWgQ4oicSsNatXbFm9fLNm9YvWZyatmPbrZvXGXTq9WvfV5QfyM3OWbJo8drVa4qL9h3YX3Zgf9nhikMH9peVle4/e/pMaXFJ0Z69+0tKly9dtmLZ8ju3b3519kz100eHDpTuycvesmHNyiUpKxYvXLwgYe2ylJT4qOSY8NSE6GXJMdvWLS/YvW1P5ra9mVv3Zm4uztlWVrCzoijjSGnm4ZKMQ8W7jpVl7s3acKR0d1PVNRkPbdEw7XqOx8If9cpH3NJ+m8ClY1gUJJuKAnLvgJ3fZwUA+O2Q9mWf0mdi2dVkt57qMVI9RrJTRzDJkUpel4zdrhNArHLUoIUVMNDAnF6/jgLqZn6gnIbi1VP8RprfSHNpiBYZkCpsU2AtMrRDhbcrcToBkOQsZ3bImR1SeptFiXbqCC490aJEa4QQBbdTzumQsds1QoheAtNLYBohRC3oAfdKXpdPRzGLkaB4a5NhTCKEhgNRsbqdSpJZjAFHbRV0iJTSZeCjJ6iPMWhhjTn5z12CPiPdJEKoWF1KZuegheVSEUwTFO1Q4NxqItjf22+k2mWoUTsbnLDtM1CGrcznTq5HjXercP1G6tuA5LVP5FbhrBJEv5HqN5AdSoxDiRmw0PvNNLMEbhYjB8xACeeghQ3EzCoJIlKrigWZeIUoPRfqVhFG7dyAntpnoL1wCXxaMjAuK8P0G+lgMla/ke5REwdMjBEbJ6AngzVIXg3BrcLZpEi7DKXldJmEUJsUaZUgTEKoQ442CaECfC0PW61n95j5MLsM41TgbFI0YIQGUriAfhSbDK8XIDVcmJTWLSJ3gBHQBiFGL0BreXAtD24UIy0ywLtukQEkrBPAvDqmWYK3y+m/jTruXDyyc3Xi236tT8/w6RngpYB4WGaPR0N2yHBeNdmnoQAALEa55Ti/muRRkXxatlfDeelRXT25hwp99suw9pVXPGRh2cWIAT2lT0t565WMmti/BJQvrIIxC/+fw7o+Pd0kQKgYXVo2ZMTKfe2V2iRAeraO09unp7/ySN73Kd8FFG/98ncBhV/PGHOJn3tEgzbOh5eWcY/41xHtuFvYZ6C98op/H1L93Cd75eK/dPLe+gQ/98leuARvA7LfRrRv/FJQ6X3u5Af0VCWjQ8/rHTAxwB7mgJ76+6juw7jJo8C+84re+8S/9at+8slGjEyPDCdA1Yow9WYuzMJDijCNClK7ntkrxbeYeDCg25nZJqU183E1YGPz76M68Lvx3MZ97RSOGJn9GsqAlupTECw8mFuONwkQElKbjgMbMLKdcqKKCbVJiW4VTc2CKVnwfrPAo2UpmLCGh5e76+7o+Xi3mk3prWOhWnQ8nJIF92oYXi3NKsVZpZh+A+OVVzxgoikZbWJ8nY7V+dorfeEUTmAwbcTKfeuX/zKo+alf5dNQVIyuMTv/5wH1G59s3CXya6nv+5T9JmbAQPdoyHY5Tsns4mBqZbR2n44aMNBBS/+7fuWHcfOYU/DhlXXMKegzsv71wvLSKxu0cBFNt+5+U4Ztv99T8z2x+5GQ2CKldtDhVXx8k1mMMYsxGg7UJsNbpZjnLqFNhn3hFtnlOLCwp+nB+dbHXzMQlQED/ZVPOmTlBAz0ATPLq6W861e89Ep+GlS961e+9kv9etpLr1jPh/FwdUNWTr+J4dNRX7iFUmqblNpG6nriVtBHrRKPkmESYGSULjUT+twBkP+YXThk5g4Y2X16uoEHk5JbtWwIwLoj+mEDw6cgfHhlGzEyX1i5771SBanFK8d/eG76rV/11i02siF9avJbr2TIyPSpSE4pVs+GgP3SHFRdn55p4KONAmC4wKWmuTVMvQDLJ7TzCe1WKdWpZOr5eJuMNtHUJe83CwYsQqeKquEizBK838C2yvBaHtyhJA3bBe8H9VYlWcHslbF65QyIlAkRENtwPU9gjbdbnl2GNd4WUjsDRs6oRwaENmtoPhPLb2YLqe09DddhLXeJ0EpczxNUxwNU+6PexrsUeAMH34HrriZB62VMpJqHU3ExPGIXE9PKxLTyiF0yJoKOam56fJWKaAQ1Yb2IaJJSJHQYl9CpF+Hf9OmMIqyY0ilnQCxSwguP/KVPaRRh6YhaNQf+25gFlH8HLHyTGNdn4hpFaAm1Q0Bss8rIVgXdZxT+8tw37NJJ2cTelurK+9daqh8gOhtgHbU9LZWIjhoZGyg9ltB72bjWlqdXW599T4BUWRXUDz/12ZQ0MAjaICbwSZ1KDpKDb5PSup0KyqhT4jewpTQIA9kgZUA9ek6/VQLI1xrWgEM25tW+GbT8Nu4Z9up4DNSta19dPH/4zo2Ll78+du7E/ksXjlw8W3H2aMm5Y6UXjh84f6zsVHnRuSOljU/vqoV0ERM1kToGEbPQQgaSjGqloLowPU2Q5ip4e11vc+3T2z9cPnvy21PHLp44cqairHxv4aGSosPFRQeLCsv25JfsycvPSt+1bVPalo2bN65Zu2rpiqUpyxYvSE1JXJAYkxAbGRMxb/7c0Jh5cxbERK9enLp9w7rdWzdnbt+atWNbYebukvzc0oK8sj0FZXsKSvJz87N2Z+zcnpO9u2hvfmnJ3pLiPUHzc9He/H1FBeACLdA52bszM3Zmpm/Pztiel72zIDcdXPk5u/JzdmWmb83O2J6blZablZaTuSM7A3jaxB93FeRm7N66aefG9ZuXLf4yZUH3k4fk5iZqYz27uUnQ0ixsbhQ3AtCr62gzQ7rlzc3y1hZJUyOnqpL8433S/XvMp0+E9XWSJuBpooZ6YX2doK6WX1vDr60R1NQIq6vFtbUgG7MrnxHfCD2gAAAgAElEQVQf3EfdvNV7/VrXlau158/fLj/4VX7uqczMM9nZF4v2Xinbf/3Qwbsnjt45dexK+f7TeblHdqcfzco4lZ9bkZ5esnVradqOw9lZx/MKzuzddzgrJ3PN2pUJyUviEhbFxafGxQMzhFFRcdERcbFRKQsTUlMSF6ckpi6IXxAftTAuMiU+alHi/JWLkhYlzk+Imjt/zozIWSGRM6ZGTZsSMfWL6GlTYkKmxE6d8v8LgP87/c5InjktZWbIsog5Uf+YdKxgT8Do0Aq1XJJYwNAKOWY23UAhKDEoEaKX29tF72ondbTiWhrgHY3InmYMpAXb24RBtBCxnTQyhCsgqJVMi07gUnIcYpqJQ9LSsCosQoYn6FF4PRyrhWO1SLwRQTTBiEYIwdCB1rahNR04fTfR1E4w1iOUlRBJZY/oWQf/UTPrXh31Tg35TjXlXi3tXi3tbg31XjX9fg3jQR3nQQP3fg3rxlPKlXvYizfgX12DfnUNevU+7vYz2sMadmWT8M4T8okLjbn7ruUVXz96uvLOQ2x1I/PeY+xX3zYdPflk07YT29LPZuZfKq24d+6bpmt34NfvIq7cgJy92PjN1Y4rNyDfXO04eb624vjjQyeenDhTffJs1eHjj/YfvL2v9HpJ2c39B28ePHjrYPmNAwevHzwArIryG4cP3Tpy+PaRipvl5T9UVFw7cuT6oUM/HDhwuawMmAE/cOByaenFkpKv9xWfK9p3dm/Rmb1FZwoKT2RlH07ffeAvYWERERFR8+fHxsUlxMcnghgMHoMwHB4eOW9e+OzZc6ZNmzFlSgjokQb3IAOD3Ps/FWBwDBi0MU/5YmoQgD/5+NOP//b3oMAb9EKDMBzcf/r3z0DbM9ifBCZmffbJJPAJQU81CMCgBgyiL7ifPn36zJkzZ82aFRoaOnfu3KioqIQEIF05CMBg5vO/h34371i3aceGLTtB8/OGbRnrt+6eWLtWf7l9yZr1qctWLVyyAsx8jopJjIpJDI+KC4+Ki4iMnRcWHTonYtbssNmzgJh6cL4XtED/Mfn5TwAMZLDPnDN1xuyQ2f9e02eHzgidM2vuvNCw8DnhEdHzY2PjEhISk5OSFyb/Zy1MXpQYB4zrJ8xPio2Mmx8eExEWHTYvak541PTQsKRlKy5cv0WSKBBc0XfP6s4/qPyxC36rqetOS8+PXdCHUOR9CPx2d+9dCPQBHHkPAr3bBalGY572QJtQOASV/bihJWROWAgwyD31iy+++J8A/Ce4BVXfoAj8RwYGv/Q/dWAQSv/IqMGypeCTg2IyiMHBx/90VlDpBak4mJL1p9ODwvLn/9m++OKLyWC3NeAUCImJjAAiDRPjQBc0OO4b9D+D5uelqQtWLEldu3LZxnUr169buWHDik2bVm/ZsnbTptWrVy9OSYmLiwsPC5sRGxu2eHHimjVLNmxYsX798rVrl65ZswRcq1cDUjA4Nrx2zfJ1a1ckJcbuTt+xft2a9F1pSAQMhYQ/efzwwvmz58+ey9ydkbk7Iy8nN33nruNHj/1w9fvS4pIr310uLtpXsq/4yKHD2ZlZ27du219SeuH82etXr1y7cmlp6oL4+ZHrVy3LSNu6ZcOapSlJ2zasWhAbERcRuiQ5dsPylPTNa/dk7tiTue3Y/txDxbvLCneU5G0uzd9WsW/nyfKc88cLax59R8O1us2CsT4N2OIbcIg9Fq5LRwtYWCNu8XOfZNQj6bfx3Hr6BOsCe7ua7NRSrUqiToQySIBkZr+F4TMDDGzX4IwyhE4MtSsx/RZ6n5Hu01FcKgJgKhYhrBIUoH3pKIMW1pCd89wjHPeJ+8wMoxgBjgQPO7jDDu6QndNvYYIx0S4N0aUhKnldegnMJEfqJTAlr0vO6VALegxSuEEK14mhKn63jN0uZbUpeV0GKdyuxOh4vUJiIxdbq2J12WSYCW0KZRajnEqSQ0FUsSBqdq+S0SujdgPdmIAvGmuXY306yqiD98ItHLKyPRqSQ4EDvdBGIdwkQjgUOPCNaDg9Kma7ktH2wsWzShB2GeqVV2gSQr0aQr+ROmJjDVuZYw7Oa59o2Mr0qPH9RuqQjelQYjTcLqsM6TeQLVKEXY597Zf2GYE5Q6sUo2R2sVC1Cka3WYwREBoNPNgLl2DQzPTrKB410ashDZgYCnq7VYJyyLGjdu6IjTNsZRsFMJsUUEo17E6HHD3m4Pw+qhmyMLScLrAgZ9BMHzTTB0w0cPTXLIIp6K1mEaxfR+3XUa0S1ESAVqdFjDQI4BJKq5TaYZFglSyIlNYppXVreciAkePW0CdKgDEGIUrLg2t4vXoh3CxFmaUoEIDBoCw9H///ildn9mcdyt/605DBp2f0mzk6PkJMaRcQW/R8mFWKccrxAR1t0MQK6GgeBd4tx3mVBI+KNGwWDZiAUpxHV44+/v4IILj5pYNm5oCe8sYj/LlP8c9h7U8++a99qnce+Vu3rF9HAylaQesQE5vtUuyIlTtgZPo0lBEr911A8fOA+l1A8cojGXeJXrrF7we1g1aeiNLy3CP6aVD92i/rNzHGPSKwCOq9X/LSyRu1MIdN9AEDKaAF5GUupkZCbvbrKAMmABff+KVWCYqHrVXQ2yd6pwgOObbfSH/XJ/95UDVspPVpiA4RaszMHjEyTZxeKx9hEyAluEYju1dF6RRhGtXULocI61dSfCqSUQBzqXHP3TyrDPnCxXvlFf4+qhu2sn0q4piV89Ytfmnnj5pY/RqKTYBUUNoUtC4ZpUNG6TDy0T4Nwyknm4RAcphZRNByUAJih4DQxUA0cTBt7VU3EK2PoPX32OjWzsobDGSDnAFlYxqtUpyM1m4SIYdtnJcekUeNNwkhLiXap8ZaRb1qVpdDhvNrqW4l0a0kBnS0gI7mlOPNQqSE1CImNnPRtQpax5CZPWRm26VYGa190MLuMzLE5BY+vsEoRPj1tCEr55/PjXo+jIWqFpNbfhpUvwnIRx18Fqpax4M/d4lfuCVgkha88SbIuv0m9gu3xKUi95vY4J6DqbdIsBMfELPfxHQqCa/9sjGn4KVX0mdkDNu4NhnWoyE/dwl9OqpFgu4zMt72KQYtrDcBmVOJB33XH97YAgaagtEhIDRQeh8NmJkOBc4uxwYMNDW72yRCCnAtL13KcadCz0GrGL0ySpeM0uVSUBwywrhL8lO/5rVXPmhimYVIDavHLkY7RKhf+5R+JXFAS/3w3DRsYLywcn/yyUycXq8c/9opfGnnv7By/Upin5rsVxKHTawBPX3IyATOleGAn/aJwqRRuxgoPTbzxr1AypRLzdDy0Foe2iwmezQcHQ8no8F0fAyg2PPQMnqvTU4yiXEBI+elTzlo5TlVZKsMbxJjXgfUo04J0D1mFRiEGDkDomLDQHGVjqhlYxpl9J6AkfPLiOmlT/nCIx10CN6P6P1mtpjeCTAzG8rCNTEwDVoBVslBGsQks4wqocPZuA4BGSJlIMwyqoqLUXExWgFezcMq2CgmprWr9nZ71Y2u2ts99XexXZUcfIeQAhHToBo+Rkzp1gvQdgXA5FRYtYDY5tOzXgfU416FXUF+6VOC88YeLWOiaBru1dENIiCC4bcxm1aAZ6Da3ww6fh71vxn2Kvk0SEt1a83DnuaqzoanNY9u/HjtK4uS3m8VWRVUq4LKJbQbxASdEGdT0l716UxSkklKssgpNiXNLCOPuORiGoQCqRQS2uwK8pBN6DdwjSK8VoAFjdB8UreUhTAraGY53SSjOTQcm5bnssia6x9ePH/44vnDX58p//b84euXz1y/fOaHb05+f/HE5fPHLp8/du5I6YHCjIsny3tbqui4TquGrZPSWMQeMqpVxEQ5dBKtmCnnUjQiporPrPnx1qmDpZdOHz93+GBpflbZnvyK4r3l+/YU5WcX5WfvLyoo2ZOXl51emAfkUaWnbdmyef3GDavXrlm+csXilctSFyUnpMTFpMTFLF+YvHnNqvQtmzK2bQH3+bt37cvNLsnP3V+YDwJwQXYGUGWUmwnGX5Xt3weu/aVFRXvzwXCs3JyM3JwMMAcrY8L5nJuVVpi3u6gwq6gwa29B5t6CzKLCLBB387J35malZe3elrFrS8auLZnpW3ft2JybsXPX5o071q9dsyDxQOZuPgqOq6tltTbzWptFLU3iliZZS7OytVXf2a7v6dR0dKg7OxRtrcA075PHtEcP2ZXPhPV14sYGcWPDf6PfulpBHYC+kro6UBnmVFWSHv4Iv3Gj4/J3VSdP3akov1RYcHL3ruPp6Wdzcr4rLblx+NC9k8eefnXuycXzN48fvrB3z9GM3RXpOyvSd5bt2LFv82YQgI/l5p/IL9yftmv7kqUrE5KXJyYvTUxanJCYGhefGBsTPz9yfnR4UmIM4N1blLwkNWlRcmxK4vzFSTHLFsavSE1MiY+KCZsVPmtq+IwpYdMnz53yj9BJn0SFTI4KmTx/6mSAgSfW/60AB9H3DyXAMxbMmr44dMaSOTMXzJp5+ejJ565Bm8ohYmpEXDOTrqdQdDiCEo2VIVBCKJzXDWF09lCb27Ctbbi2VmxbM6a9HtVeh+yqw0DqcYQuNhstE1P1MoZJRreIqEYmXoVDSAgYLRKp7u2VdUEk3VBFD0LVDVd2wBVtMGUzTNGKUnfiDR04Qz1CWQWRVEEk1b0ABgOO6B5Rdbe4slP4oIl1p5Z6o5J87Snx+hPy7Sr6vVrWnWrG9w8J39xGHvm6ufxcfcX5hoOna4uPPj10ruHCla6zl9pPfd149Ta8sp75tJZ+4VJTVsG3m7cf35Z+Orvw8v4jD85/23zpes+VG5CL33ee+bqh4uTT63cR579rrTj+eF/53YNHHx47V3Pum6YLl1qKSq6B6Hvw4K2KijsVhybot+yHo0fuHDl8++ihW0cP3Th2+ObRQ9cOHfyhvOzyoUM/HD58raLi+/37LxUXXwTRt6jofEnphb1FZ3LzjmVlH87KPrQ74+COtJItW/f+BYywmjFj1uzZc+bODQsPj4yMjI6Kmp+UtCAhISkuLgGE4Yl7JfPDwiJCAIvsNFAcDvqcQYk4OD8MpmqBc8Jg6hU4CRxMeA5Ku2Cec5B1QfkXRFzwQbAwCQzNAi8S7Eb6NxhPngwKv9P+s4GmaCCYa8aMWbNmzZ49OzQ0dN68edHR0fHx8SmpS5cuWwWKwGvWb/5yS9qW7Rmbtqav3rB13aYdIPeu2bRz+bqtS1ZvWrxqQ+qyNQkLF8cmAZ1DMYkLI2ISwqPiomIS54bPB83PoXMiQmeHz54VNmvmvJkz5oL25tmhYeAKup2DQ7+gCzoIwFND54Jr2uy500PnzZwbHhoWGRoWGRkVGxkVGx0VFwsE/SYnxi+Ij02Km580PzIxOiIpKjwxMiwuYl5sRHjMvIiYeVGx0cmLlm3acfDCd00YMlqifooiXaxuvVzf/l1l89Xq5pvNXfe7EXe7oTc6um91Qe7BkTc7u2939TyCwJ90w1owhF4i/UFt87Q5kVOAD3fK559//tlnnwVngEELNAjAQeAEmRMkzKBmG+TP/42Bg0ALXico5Aa13CAkg1cAr/zHq4En/h8ADJ4CvrBPJ7bPPvsMPCv44sEo6U8//fv0KZPnzpoeExmWHB8DzgP/u+4oMQ4sQAL3S1KSVy5dBNygXb4IRNxNm1Zv3LhyxYqUxMSoyMjZ0dFzkpKily1bsGbNknXrlq1fv3zdumXr1i0LMvCaNUvWrgEc1OvWrli3dsX6dauWLgGGkDs72tJ3pdVUV2IxqLzc7OKifQfLDpw9feb40WOlxSVnT5/5+sJXudk5y5cui4qIzMvJvXHtelnpfhCAT5868e1XFy6eP1OYmxU/P3L1skUrl6QsTor5+C9/KS8uWLU4OS5s5oqFcdvXr8hJ21Scm76/YHfB7vWl+VtOlud8f7G85uFlPLxOJcJ7LPxBj/z1iGl8UO82c+x6xqBHOj6oHQ0ox7ziUa9w2CUYdvOHXYIBO9dvZrr1VK+R7tSSbSqSQ0Nx6+l+M7vfJhhyCt0GCuh5dumJARM9YKIP2tjPPcIJ4YXiUODNYpRZiLRJgOk4v55mlaL9Rtqwg+szUPVCmIIF5DYbxYgPr8xvBxRjbsGgje1UE9TcHjmzQ83tAWVeEHfVgh7Q9myUIVT8biWvS8HtVHA7VfxuowzhNpCGHWy7HGsRI3VciIrZqeX0GAUwAw+mZnZbRBiPiqJh9eo4MDUTKqN02SQEAw+hoHVIKS0adrdfR3ntk7zxS4EEJi1ZQW838KFmEQK4wsSBgQ9VMjrU9Da/mvDKxfcosOMO7i/9cqsQ5lPhR8yMD6PaXwcUI2bGuIP7xiMcd3Bf+0RDNmbASNELIHoBpM8ExIDZ5VivFhDQhMQmIbFJTG4BAVjHg1N6H8up7X4dxa+j+LRkhxxwCwN0pCWPOXgeNTGgpzoVuAETw8CHWiWoCSoG1F0dt3vMwRmyMEAXtIzaTIc9UtBb+41UpwLjkKMdcrSU0mTgQwIasl2MklJauJgaGbXVwIcKiU3I5ptCYotFgtXy4HJGt4zeYxBiBq0Cj5YhpnROMDAK6Dhhdqq5EJMEOSECY+xKPBiUpWAghm2y06WZN84ffB1QmiQomwKnF8InKnPq7XKchgNR0jsNPBioA3sUBJcMF9CQhy2ctz7tqF3+0qOC1FyvyFv3rl8JqqxvvaLXbsEbj3jUwn7rlrx2il47JcMGtpYBeWET/hxQj5p5ATVtUM965ZT8Pqj/pU/z+6D+90H9G7csoKYZ2DA5qV2IbwYyzAw0AaXFZ2L0W1gBE5A37jfSfh5SA+1BKpxHjX/l5X94ZfjwUv/zoKzfSPdqSM+d/F+G1ODPw28j2t9GtH0G2qCZ6dWQXEr8gIkBDgCbhPA3LhFYIzxmZr9xiQd19NdO0S8B5bCB/cIqsPGxHil5UMt+aZN8GLZ4FWSHAj/uE/8+ph+ysl0qgltNHLayB83MF07hsIUD4L2K5FEQHBIM+BbUTIiM0iWndiuovXIKxMjD+rTsAZNIy8W6VCwtF8tGt3EJXQGzWECGYLuqWh9/j+t4xkA2GIQ4gxAH6HISgFqdSsIvw5pfhpQWMdTA734T4H94qX3j5Zt4UL+a/NIp/CmgeO+Xv3QK+7RUuxgtITSpaB1SYrOC0mbmw0fM7DErV0Roetun+vDa8con1/HgfHwTuvVu3d2zlTdOGIWoF27JS6/Mp6O/CShdKjIZ8oSDqUc237RI0AEDnQZ76laT5PQOGa3docDreNAhK8cux6nZPYMW9s9DGoMA/sItej+gej+gGrHz3vYpRh38d/3KF27Ra7+szwgIueMe8ds+hVdLAWHYqSQoGECwnEuNG7QyfHrSsJ017hW89AkDRopXR3zbLx11cl4HxB4t4YWH79NR3gU0bz3qMYvYLaMa2Ag1DaKi9ijIXQJ0g09JeeWUvLABo9EDerpXSfSryXYh8q1b3Kcmv/dKx8zsAS31X0Pan3yyDy/MP/lkfiXRyocbWD3DBkZARVJOhGNZhUhQBLZLsUNmtkdFAf7x0VABi4cI12fgGIRAf5iOj9Hy0Hx8p4qFUjAQGg4mYOS51AwRuYOBBPLMjCKsT88Y98peB5SvA8phu8ACyPi4gIH506D2/YAGHIS2SLBgg7GOB/dqaeD49JuA8pVP/tOQziQD2ukUPCgdW8cjt9MxDVRUg06MtyjpJjnVIKFYlUybiiVhIKjIVgamzaKkK3kYFR+rFRFkbKSYARMzYBxiJxFW11p1vfHJVWTHEz6lxyAlG2VATTENXqdkQfUCtIaLMIlxLjXNo2X4DewBC9+polplxGG76G2/dtyrGHVKhmx8owjt0VF+G7N8eO1xqFk6AXnMa3w/7P3X29F3o36bVkZGQXqaq/CwdoWQ7jJJfWbhkEOqFWDxPZVURL3PyBtySI0SolPDNMvIJinJo+c896rMMrJDzeAS2tmoBhUT6tUwxt3AfPK4VxEw8mxyypBD7tZxgQgxJhzR9gTdWangYAbdGpWERiZ0N9bdu3f74r0bF+/f/Oby18eOHMi/deXc/esXb1w6+/3XJ69eOH6qvOh4WeGNb0/TsB39TsWwV2dUMAV0hISN0YqZNEwPn4oxyLhqAQvSVPPNyaPnDh+8cu5UeVH+oZKik0cqTh87fLS87Gh52aljh08ePXToQOnefKCnF+woys5Kz8pOz83LBIZ4s3fnpadl7diauX1L1o6t2WnbwOPstG0FGbv2ZmcU5WTuy80qLcgtyc8pzMkoyAHO2rsnr6R4D0i/JcV7ivbmFxbkZGel70zbum3rl9u2frl926aJg43paVuydm/Lz9lVmLe7IDc9L3tnXvbO/JxdoPCbtXtbetqmHVvXb9+ybsfW9Tu3b9yxdWNGGvBiNi5bsnnpomdXr3ChEEZbK7+9jd/WAsi/LU2KtmZ1R6uuo03T2abt7NR0dao62kUN9axnT+mPH7GePeXVVAvr64T1dfzaGl5NNa+mGpB/62qF9XXg6C+3spL15Ant0UPUrRutFy9WnjxxtaDwm/y881mZZ7IyzuflXSktvXP82KNzZ599+1Xt1UuVl76+frTidF5uxc60/du37tv8Zem2bfs2bz6QvutITvbhrJzy3Zn5X25am5gIAvCShMTFCYlLEpMWLUhemBgXHxcdHxe1IDlu2eIFyxYvWLIwPjUpZkly7LKF8UsWxi9MiI6NnBMZOi1s+uQ5U/8xZ/KkeV9Mipz6ReTUL+ZPnRwzZXLslMkgAwdJOGFaSNDznDh9WsK0kCAAJ8+cAa4Fs2YumDV96dxZC2dMTZ0Teqqo1C43Biz9eoVLxLPSaAYK1Uig6PFULY6mxlCUCIIYiuN3o9gdUHpbJ6m5BdfSiGmtRbVWo9qeIXrr8OhWGqmHS0OI2Fg5l6BiYmQEqJiAVCN65T0d4o42YWenuL1L3NoubmjhN3WI6toEdR2iBoisoVde3S2u6hJVQSQ1UFk1VFYHVzRhtK04fSNK/axLcq+RfauWfqOaeuMZ9XY140Ej73GL8FGz6McG/onvugoPP9ldfDtj3+2s0tsHz9Zdvou6/YxC5vZVt/JPXKjL2nNld+7XeUVXSspvHzhy/9yllm+ud3/zQ9exC7VlRx+WHX908qv6r77vOHq2em/5nczCy/n7bxw+XXnsQm3JofsZed/uLf6hrOzGoUN3jx97cPzYgyOH7xyquHW4/MbpEz+ePHbn+KGbxw5dO3bo2tGKq4cPXq0ou3xw/3fl5VfLyy/v3/9NScnXJSVfFxWdzy84sbfoTE7u0V3pZTvSStJ2lu7ctT9tZ+m27fv+Mg2wvAJMGxICiKazZoWCGDx9+kxwzZ49B1SJw8Ii5s4Ni46OiYyMnjs3bObM2VOnTgumZ4Ew/Omnk4KyMJgRPW3q9KmTQ0ADc5B7wVJf0PYMzgN/9NePP/rrx3//6BOw9RdsQgJjnyd/PmXa1OnBOeHPPpn00V8//tt/fQSmZP0jmMQ1ofxOnTp1ypQpX3zxRUhICAjAsya20NDQ8PDw6OiYxKSUhYuXLV22aunKNavWfrlh0/ZNW3d+uSVt5brNazZuW7s5be3mtBXrt6SuWJe0eGViyrKk1KXxSalxiSmJCxbHJ6VGRMfPi4gJj4qbMzdydmj4zFnzZs6aN3sWIP/OnDF3+rRQkHj/tAcHgMGh3+kzQsEs6OkzQqfOmD1tbhi4Zs4Nnz0vIjQscqIRaX7obGAqO3R2WPi8iJjo+LiY+Nj5CdGRseFzY8LnxoTNmQ8chMVGRMSHRyfPi10wMzJxx94DJ67e/eZp3Y+9mAcwwjd1naef1F+pa79a23KtqfN2J/RmZ++Vls4rLZ3XO3uvtXXe7oTcaumsgaLb0CQYmXn7aW1IaMT/EYL1RwAOYirImUEd+E8AHBSNg/z5vwHwf/3Xf4EwHGRU8Jl/unLw9P8NgP8IzMFZZTDQ649EDUZYT5o06eOP/vrF55/Omz0jNiZyQUIsSL8pSfFJcfOT42OAWw4TBynJcUtTF6xclgrcI1yStGzZAtDkvGhRQkJCZHT0nISEyNTU+OXLF4KtvytXpgKe51UALYNr7Vqg/hek33VrV2z6cm1qStKmL9f9eP92Y0NNQX720ycP8nKzjx4+svnLTUsXL0nbvmP3rvSkhMS5oXMWJi/Iy8mtfPoMhUA+e/q48ukzNoshl8qQCFjZ/n1HKw6Y9Zqezpbjh/afP3VEI+X+ePMyGdN7+kjJ6kXxyxfM37gsZfemtUDdwqHip3e/7W6+z6X2mNU0v1006JGP+FVjfaoRv2LYJx/2S4f90gGPyGfnem1As1G/jROwMv0WRr+dDTCwm99nZbv1VIeGZFXizXKsVYn3mRiDDl7AwnFqyS49eUL4hds1QJtRwET36MhuLemFWzhsA2yKXi3Fr6cNmFmjNt6ogy9ndri1pD4zA0x7NooRfWbGqIv/uk8WMNEdKrxTTTBJkDJGu5zZAYZCA6zL7lLyurT8Xo0QAnQFS2CAR5rToeX36sRQkwRplCGcaoLfSHMocKBDWMXslFGBYVeHHKvnQtXMbpeCoGH16Di9aiZEQmozC9EKSptDhNIzu/XMbq8cP2blDBkZRgFMRGy0SdGgA9ajBjKTXUpAGxzQ01wy7L9GNGNWlk0Ef25jDxqoGka7gQPk9H4Y0/3aL7cJYUZOt03Ya+H32sUItwr3y4jq3YDMbyB7dUSrDCmnt8vp7VYpRkhsUjK79HwEH98kobQrGb2ErofNP55HN9/iY+vB5lg+tl7D6vFqSG/8Ur+OYpMCEVl2GQa0SYONOHpej4bd6VbhRMR6WP0VAb4WMLiSGswi2LibD5qx3SqcntczYKK9dosCGsBTbRYh+gy0gJ4qJDZ1VX3XW/e9ktkFxFCpyFagKhlhECA5mHoutkHNBvK6dDyoitWt50PBwDCLBO030tUc6OChEb4AACAASURBVIT61DvuVV06trf27lcvfXIVq1vN7rHJsA4ZTkJq6TPQVMxOCaFRRQMU1AETY9jKHrVz3/crPry1vx/QDFuFz51yJqIhe2PyG7+638T+eUj3U79qwMTwq0k6VveQnt6npgzpGYC4KsSMmNl+FQBpL2zCX/pVr13S124xkGksxz+3CsYdAreMyEfX9lZerb11koNt6Ldx3g9q/Ub6uFc2aOP89tzwwgs4z/tNjNc+ye+jmg/jhvf9MrcKJyE3Ipuug/c+dFzIsJX94YXxX88Nvw5r+gw0n5asZHTIaW1gwpZRAFPQ2z0K/M99it8G1b8OqF7Y+UNG5u9D2g/PTR/GLB9GzQE17bVL+s6reuOW/WvYzEXXm8WA4V/B6JiowoKNe0QBA80uB75XOk6vgtZh4MHcSrJHRbGKsVo21CEjGfhoq4io5aA4yCYZFeJUMGxS6ohdruPh8J2VpJ4aGRM57FRIGQguoRPT/gjd9iMYQcTDNwGlrxKgofelVwwUU8vRHjXWLkPo+R1eLeafI8pRC9urJDokmICGMmrhDBmZXiXRLkbbRCinFKuktpt4MD0baGAedwiA6GMje9QhfO1X/PO5edjGRzbfrrl9mgx5omJBfhs1OpUkPr6p38Qec4rQrXcDBqZZjBKRmt/1K8HGJjG5hYOp1XJ7tdzed/3Kt32K7urLow7+b6P6MadgxM5zqYh9RsaH964XbtGvIzq7HPd+QPXbqN4ux/UZGb8Ma98PqPx62qCFPergm0SIISsb33WHiaw0S+BeLZmJeiok1UtpzSJyg0HYa5Uhx1zcD7+6XGrchzdmHRfilBOVlO5Rs+DDK/eIieuWEccs/GEjx6sA7gI8twLvcdTC+Smg+CmgeOMRizB1Zi7ULkT+PqBWkFrU1PaXdr6a2i7G1k+o/XCHCCXBNT63cF/aBQ4RWs+GcBBVYPKZgQfza6lWMVZMbLXLCSYRGmQzHRfp0TIsYrxegFUx4UoWXEbvNUuI7waAMVq7guxS08ZcUqeKqhcg9QKkS015HVC+H9QPWLi/jVlGHMKAkePTM2wyvEWCBa/sVAIxB31GlpYL0/MRfUaWhgMVk9tUnB6nluwxMIacwvGAQsVDMDANNhXFqWEaxAQesUtE7bUpGTohQUiBqHlYDR8npkGVHLRBTJIy4Cx8O4/YxSN3IzuedNXfISMaVHyskotVcNEiGgwHqcb3VGqFaLOcqBWirUqyVUnWi7F2BXnAwv/9udUqIw7ZhONexbBd9OGfQ2/7tSMO4a9j+g8/ef1m7pBD/q/X/v+HtPcOimLfu37fqufsvc2SM5gFRUGCCoIJM2IGQZGggIIoCOaccyLnnPMwOeecc55hZsjZ7Hbv85zDrab34Xr3c997/3ipX01193Q3M5ZW+em1vmvJWJiOuqL3T2/zqej//jz8+0SfUc5WCSgGGcui4fZr2aNG3rdhZY+UZBATRNQuk4zcq6T1qxkmGVlI6exV0qa+WqQMqJQB7ZGS6IhqJQvaI8apOXAg9ZoDE5E7iN2V0IZ8Mqy2R07tkVNFdKiMjTTJ6eN9sgGjpEfD62gqyUqPO58c8/B25pM7Wdczk69ePPPkTta9qxduZ6e9fnjj5f1rt7NS72SnwlrLpBy0VkLViCkCOoKB7xDQUHQsBNpcxSYiKEgIFdX9+sGt2MMRQBnS0QNJsTGZ589dz868nJF+6UJa1sXz588mJcTGnEtKTE5KOBMfGxN97PCh/eH7du0P330gYm/U4YiowxHRhyIiD+0/Dgz9HkyIjjx9Kgbg3uNH448fOxl1JC7qaGJsdFJsTPyJqJPHgbnf6ONHY08ej487AWY+Rx47BN52967t27aGbN2yadvWkO3bQrdvC92zc+v+vdunZ4D3HIrYE7EvbP/eHRH7wo4d3n/4wO7wPWE7tgVvDd24JSRw+5bgXWGb9+zeHr4nLOpAeNBa78Pbt6DqamElxdz2dmZ9HbO6ilFRwaosF9RUi+trRHXVgppKUAEWVleDAIx58xpkYND2TC0sohQUUgoKqYVF9OISRkkpEHz1/j3y+XPI40cdD+5XX7vyJjn5blRU5t59mfv3Zx06eC066n5C4sv09PyrV4tv36p8/Kjs0YN3Vy5fjYtN2hceu2PHybCw49u3xe3adXLXzqQDh84di0w6cChuX/iB4E3+S5etX7UqYJWXv9cq/9VegT4+QQHrAtet9Vm7atXKJb5rPDcE+GwI8Anw8fJdvdzvPyKw/1pPX6+lKxc5L3KwdrWZ72G7cImDzSLrBf8PBrYB7NDg+n8NwfJ2sF9rDywfBwcfBwdfR8fpZb/Rw2W19fy19vZHt2yjdCBHtIMmRT+HoqSRlCSSCk9R4WhqPF2DpqlgZAmEIOxA8xu7GVVN+NJqZFkFvKwMVl7cXZrfWZ7XWVMEbSxBtFZgYI1UbAcH185BNDORbYKuBm5zNaOhitFQw6ytZpRV0ApKiEUVlJwS4rsSQm4ZNaeCllNBy61mFDWw31dT39XSChpY5e3Caoi0okOUX8t4VYJ/V0F9U0Z+VUJ8XUrKraSXNPCq2mS1ncpL9xojz7w8EPsoKavkzovud2WUghpWTiklPPLGnkNXdkZcOnDsekLKy8s3y+89aXnwrO3KnZqL18vOZuSlZOZdvFp66Vblucz8mDNPj8c/ijnzNC7lZULam8TUNwnnX8WffZV49kXahbcZme+ys/KzLuVkXHx7If1VxsU3WVlvMzNfX7jwIj31cdrZh6ln76WevXc2+U7ymVuxsdcTEu+cSb6beOZ2fOLNuIQbMSezjkamHzx8bs+++O1h0Vu3Re7cdSJ8f0LEgdP7IxL/l9VCuwXzbebPs54/z3rhAltrK3trK3urhXbWVvZ2tk6ODq6ODq52tk62No52tk4O9i5ODs7Oji6uzm5uLu7urh5uLu5uLu6uzm4Odo5WC6xn/zYH5Nh5c+aD3b9zZs2eM2v27N9mzfr1t1m//jb7t1mzf5sFHpw3Z+78ufPmzJr96z9++eW//vHbL7/OmTUb9Db/7IsGBWGrBdYzNcIzevK8OfOtrW3BIGswjNrOzsHR0dnJycXJycXe3hHUt0Fx2w3oG3Jf5rk6ICgkZGtYQFBIQFDIlh27t+/eF7R5W+j2XWF79oft2R+8JWzd+uA1fgD6rvLxX7PWb+30q6fXmsVLVrh7LHWfbu11d1vi4uzh5Ojm7OTu6rLIDdCBgV07e2cQcUEGBijX1tHK2t7ewcXewQWcAZ55tXNynWdtZ2XvZOfk6ujk5uQEhEK7u3osWbR0kYvHYjf3JW6LlyxavHTxsqWLp5X5xcsWuXgsdV+22GOZq8tiF5el7otXuS/3cV3huyZo554TKaevPDp3//XFlwXXC2su51ede5F7Lb/8al7ZjcLK26X1N8vqrxbXXCupvV3ReL+y+VFl08Piupza9gYothtLu37v2QJrp/+pAINc+jeNdwZEZwAY3ACN0P/TkDwDxjMXgqA7owCDQDvD1TOnzWyANDuj7s7c8G8bMwD8s2V65vP87W6zZ89esGDerFm/zpn9m4OD3coVy3zWeq/x9lzltdzfb8266YGQdWu9/HxW+ft6+a9dBY5fbwjwCVq/zneNp9eKxatWLvH2Wrbac6nn8kVrVi0PWOe9MdA3eINf0Pp14NqwwWfjRl+QhEFleMuWDeACPE4b/ffs3n7zxmUkAtLe1piddbG4sCgxHpgEvnXj5sP7D1KSkq9eyW5va6mtqXr/7k11VQUM2llTXfn82aPEhLg13p5bNgev810dHBSQkXGWTID/8fvY71+G5ELy1B9jzdV5W9evCt+2IdTX80TETrNcqBMyBnW8YSN3zCyY6AXWqJk9ZGQM6Gn9OvJwD328jzVqYZhUaJWwSyPuNqtxOjEc0Mq0ZIsSr5cg9BKESYHpVePB/qEBHWlQT+6RI00KlFmJVvEhoI3ZIEKMGmgDauKogTZpZlnk2AkTU80FREKLHCuhtYgoQL7RsI7SryJw8bUsTBV4UMXp6lcRLHKslg9VsjtljDawcEhIbpTSW9VciF4I1/K7ZTSAeAFcZAB+WjW3S83uAl9ljFYhsQF8FwisAla9iFgrJNTIaU09QmivFGkSIUwihJzWIiY1iIj1PGy1jNqs53XrmZ2DPNhHGe6znDQ1Ih8RY3708rhIwP76oYcxqgNcl0J8PR9bK8DUgDpYDw/WL0H/6OdPaCk6RocEV8dFlGoZrSMK9KgMNSJFDopgvbwuM7etl9PZx4dMGCjfBrnfBrlDGqD+l4utnoZeoM60R4S2SHFDKppRgPlo4otJHfV591qLH7eVPKl4daWt5FFr8cPW4odKeuewimQRo5V0AFl7pUAM9ZdelpLRIiLWWiSIAQVmQIEZ15O1nA4KJF+ArzbwIWM60qiWOKzGT32Qf+vn6HldQyqcWQxXszomjfR/T8gnjXQ1q0PFbBcS6uB1L5oKb9NhJT0CBJjVrGZ3CfH1tO4SJbVFRmqUk5sEmGoatFhIqDOLkQMKXL8MmPnU82EcTK1BgNSw4ZVvbuTcTx9QkoZVFLMI1cODfdLTAePoqGREih6RosfVhCEF6ksv43MfY1iP/3NCOPVdNfVF8eeIcLKHbeBjN6/1kFDgkz1Si5Q2qKRquUBklIbRKsRUDkiQ33tYWnr7Bz19WE0cVpE07E4uulrL6TKLUGxUhZTcLCY1jGooQyrCtz7+9wH+7wNCEaGhq+q5QYga0TBGtLR/jWu+DYiUzC4BoR7Xlq9kduj5sH4F7ms/r0+OBeOL8W059Xk3kA2vRrXkCQPtQw/jax9XSKgbVOIHFDhQdZ/6pP5sYX/r541qyTxMjZYNMfLhRj4c9A8b+fAeAeJbH39YRRrX0cZ1tCEl+V9j8n+PqxSMdjqynI4s76p5ZhQjBzWkATVRL4QLSA1MZAWxs4AKLREQ6iWUZiWzQ8FoZ6Nr2Kg6DRelZMBIkAohoW1a1G0ZUNG5uGZUc0F1zl0OtqlXRtNwUQNKZq+cxEBUYlrejemp4wbagBL/fVBgFMINwu5JE43YlasXQPqVmD4F+o9R/oAK3SOETn1QaZkdQmxNDw9q5HZ/7+X28KAiXO3vfbzf+3gjSoIIV6ugNGsY7dTOAia0BFL5tLX4/p/DkkkDgwkvH9NSP/awPvawvvXxp77odZzutpIH8NqXwyrS1CctaFYHvegfjMweAYKLrmYhKnAtOVJy87CKNGlg/HtcYRahME3v/hyWCPH1HHTliIYkwNfSYSXQmmdCQp2OC6HDSljIcnAKgA4rMYkQet703w12JxNRRoeVoBvfAjPzMpxRABPga1nIch0XwkFXspClImKtntf1pZc1osERO3KklCYFrU3H6TYJgRF0NbOTj62ldZdophu2tGwIOIAgwNcCz87YXVp6O7ntPaHpnZraCpZmSXD1fUKUGFs3JMVNjchMXJiW3vVJz+rhwMXYhlElRU5tV9I79Vw4H1vPQdUo6Z0aVnePAMXH1hPaCujQci0bOqgi98sIGg5Uy4ZyMLUiUvOYnvHnqPyjmTuopowZmEYRFkhUVpBEtA4xvVMnwowYuH9MqAEJ1MDqUwEZDQMq6oCKapLgwbQ5JQto8wYD5xSMdgWtrUeAMIlRI1qKWYKW09sMArhFipNS2yjdpVIqkBam4UBHdfQRLU01fa2GDe9TUEXkDiaqXkYHLAYaPk7BQEyXM3VzCR0CMkTKQDAwbYiWEkxHFY/U1d2Sj4VWKIUYnYxIQdZiu8pYeKC7eMTANcspShZcSoNo2MheKXlEwxrRMQfVlNEexqcB4WSfcMwsGDYLhQx4bcnzvJc3SMgGs4b5Y0I/YuAyMY3olvyGwgdSBvTPCZ1ZTjGICRR4jVFCnC5SJn8ekE19No0YuH0qulaAHdKxVVyUgo1gYZsE5A4qopYAqZAxYWYlFeB8VJ2ECVVwkWYldcwsGDJw9BKCTkzsVbEMMpZWymKTERUFL+9cSbt//cKjG5kZybGZKacykmOzUhPuXD7//N7VVw9vPLp56callKrCJwIGVCeliFlItYisl9GFdDQD16WTsEQMnJxLEdCw9aU5T25evpaecjYuJik25sK55EvpqWnJp8+dSchIO3spPTX9bBKwziWfTzmTlHAqNjoy8vCBowf3HzsUcfzoobgTx8+nnMnOSL+YmpIQGxN7/Fj8yei05NOJp07ExUQlxMaciTt5KiYq+uihY4cidm3fsn3zpt1hWyMPH0g8dSIhNibqyMED+4D+3rAtITu3bd63K+zAvt0Hw/fs2xW2c9vmbaHBYVs37dy2eVfY5h1bQ7dvCd4cvCEkCMj73Bq6cfvmTVtDN4ZsDAze4LdpQ0BwUGDIdH7ngb07d20KykxIYHZDOnLe02vryCWltLIyVkUlp7qSW1vNqaliV1eyqoAuX15FBbu4GEy6Iufm4t68Qz5/SS0swr/PQb15h3mXQ8grwOfm43Ly8O9yEc9ewJ486Xr0uPn2nZILF5/Gnrp9LPLW0WPXDx+5fuzY7egTDxMSX6Wm5V++Un77XvXDx7XPXxU9ePT4/MWzh49GhW49ErI5evuOE7t2n9q9Nz58f2LEwfj9B2L37Du8eWvoKm9PZ2c/z5X+qz3XrwWCQgN8vP3WeK3z9vRd4+mzaoXv6pX+a1etX7dmo7/P+nVr/NZ4+Xou3+DjHRrotyXQP2CV53IXJ1frhYvsbFa4OC13dlxqZ+u2YL7bvHkeCxYssbZeYWsLTAXb2XjaWa20XQgusBN4jZ2Nt631GhtgrbW1WWdn62dvF+DoEODosMHF0dfWKsDRIXjR4pSIowwI6mvfhJwpo+G4ank/X9CDxAkJDDWRp+8myzoJ0na0uAUhqodwK1vppfWk4lpCcRWupBJXWIooKoIVF0DLC+ANpejOGhKikYFu4WLahIgmHqJFgIYo4J3S+jpGYQk+pwBbUEZ6X0x4U0h4V0zJr2AWVrHzyxjvS8gFVbT8GlpRDb2kjllcyyioouaUEN4UYKrquSWV9Hd5mDsPmtLS804nvcq4VPzwaXsaYH4uyLpbn1NBK63j3nzcfDDmzsatyYei75yIf5KY8vrs+ZyLWcWXr1dkZJckpb47m56beqkw+3rl1bt1l66VnU57m5Dy8nTa29jTj6MTH55IeBib/DQp7fXZzHdpmbmpGe8uXnqfeeldRua7ixlv0i+8Sk17evbc4+SUhxmZr9MvPktOfZiYfDc+6WZ80s3ElNunU+6dTLgTE3c75tTN6Ngb0bE3ok5cOxJ16eDR9CNRGQeOpoZHJO3bn7j/wJkDh5IjDiaFR5wGAHjhAtv586wXzLcBuRcEYFsbR3s7Z0cHVwd7FxtrB6uFduC7Nla2ttZ2djb29rYODnaO9rYOdjb2djb2DnaONla2oKV5JtFqWun9C4Bn0Hfu7Dk/r9m/zfrtl19//ccvv/3y6+zfZoEdv+CsL6gDg83AIE6DDGy90GbhfCvwd9nY2M0sW1t7sJHYwcHJxQXgSRCGp6eAPdzdF7m5L3Jfstxr7Tq/DcF+G4IDg0NDt+8M3b5z/abNW3bs3rF3//bd+9Zv2rza13+lt4/X2nXevv6eXmtWea318lyzYvmqxYuWu7kuBnF3hnhBBnZ2cv/rSYGdk62dE4jBM6Dr6OQ2IwKDodAzPGzj4Gzv/Ne7Tg7OjvZOrg4uHs7ui5xdF7m6LQY+scdij0UzP0vcPZztnBzsnN3dli5a6u222Ntlqa+b14bw6HPHz10/lf0gJvt+7PWnZ5/lZudVXi2suZJXkf2+ODun7GpR9fXiuqvFtddK6m6VNd4ubXhS3faiojm3rqOuA9UOI5w5mwkA8P+mBmkGLEHgnCFJ0Es8Q7//JwAMuqBn7vw3gp2BWJCE/8a9M7szH2BmuvhvkjJ45gzPg2VPs2f/Zm29cPFiD2/vVWu8PT1XLl29arn36hU+3it913j6rlmxdvUy75WLVy33WL7EzWvFYq8Vi5cvcVux1H2151Jvr2Weyxet9lzq470SBOCg9es2BvoGrV8HkHDQOlANBseAQVk4KGjdpk3+27YFhYQEREZGxMQcjojYWVlZWFZacDoh8Xxq+smYE+F792VcuNjU0FhfV3Pt6uW7d27hsMia6vLEhNioyMNh2zev8fbcvi1kz94w/wDvdeu8Xr9++O///vDj+5BcQv40rv337wNt9bkJx/eEBa0J9l567VzimEFpknLMCsaoif95SDrRK+jVkHsU+CEj4/Ow8MMAb6yXOWikmFRotQii4HcY5IhhE0UjgBkkqF4VYUhPBZaBMtJDG7cwNUKg3AgsOtKKug1SqFmJ1Iq6LXKMQYQY0VPHjHQ1F6Jkd/arCENa8oiequVDDSKEUYzkE+t5hDotH2oUIwfURA2vW85sl9BaOLgaNraai6/l4GrUXIiC1fGfmCWgmLdfRZg0s/R8mFGI0PGgSmaHjNYqo7WKyU08XC0PVyujter5sOmEZ6iC0S6ltkgoQBqzAF8twFdLKQ06bme/HD2uJ3/ooRkF3TpuZ58MNaIhDCqxQyrcsBrfL0Zo8fX9jM4JEXZEiJ4akU59M3400DXsTiUTyKAWkOrZ6EoOqooOKaJDiiWE+l4RIJ8CDb3MDgMHYhHCeniQMTVhQAI3sNtGpMjfTXQzt43U/EIAL/zeQ+uToQbVuDEDeVRPskjRcnorD1fLRleB0g0P2ygktLCQ9UoGjINuZMBraZCqqjc33t1JbSt5gqx/LyI0fbHwDTwYD1PDRlWomO0Scr2K2TqqJY7pCH+O8CXkeiGhRsloAd28Wk6HktFiFHTzsJViUp2K2fqtn/O1j22RICwShIhY2yOEi4j1GnbnpJEOxk31yTAmEUJKaRpU4kHftYhYz8VUaTldCnqrlFArxFSyoEUMSAETWsRFlonxdSpaq4LWRoUUG4WIES3FIsV9svD65IQ7F6KGlOTPZt7vvcIJLbVPiAKoldz03UD93Uj71wD3u4X23+P834fZw3rssJFoUSNG9Jg/hnk/hsUDCtrGlW71ea8+9mqHtKIxPV9IalYw2obVeA2zmdqRy+ws5CEq+sRA+26PEG4UwDjoSmp3EQddyUSUDauJ43rq74OCPhmGj6vBt+WwkOUcVJWI1NxW+pQBr/7nqOqPYYWOi2ShqjEtuXR4BRNZRews4OFqP5hYP4bFQ2qiSYz8fVAAPhf4ZGb9OSIe0ZAGFDhCey6k6gkPWz2iIf0YEv45IuagK9moChaynImsoEJL2OgqgwDer8BLqS18fJ1JjPrcy/0xLJ76qP5oZk9rsPBhDdksQcsYbRY51iLHjuipQ1qyitNlkWM1vG5SdxGhq4CFqVKyO41iZK8CZxQjJdQ2DRfRr6TpBVh4Qy4DWccntBK7yhnIOnRLYXftO0RjnozerRdg5Qxon4L60SIQEOp0/K5xI6VPgbbIkL8P8/8YFU70UL8P8b70sydNNAGxBvQGC0m1SlbroBIvJTZICPVfzWw9u6tXhNQyO6YmlR/0NBMfpqK10roK4dXP2orudpY+kBDqKV1FLUX32MhKBqyMASsbUZNllJamgjvf+wV8bG131TM5tbVPihURGiSkJiW9ndZd0ifFTujp/TIcG1mJbX6vpLcPKYkfe1gjarKeCx3X0b5YuD0CxL/HFQCLQos17E4w7VxMalCzOr70cr72cYFg8OnYNj2ve1xP1XEhWk7XhAG49t/jij4pVklvF+DqgHlmKVpGbZaQG1XM9kkj9fsAF3xCNGkkDyrRGnbngALXJ8PIqM0gXRv4UBm1mdpdJCE3MuClXEyVitneI4QPKHA8bDULWiQj1vWLUGNKoo7Rweou4cDK1dQ2Mw8uIzRK8U1MSJkQXaeitIsxTf1C/KSWoefC1UyIkY80izB9UvyAnGgRYw08hI4D07C6FbQOKblVTGz+z2pkISpYqEo5Hejr0vMR4BgCG1OvZEFVPISSC9cJcWoeWszoljChQwaORUWTMWFSBrRPTR0xsqeF4i4dH2EUoXtleJMYI6O1crE1KkbHqIZiEiJ7BAgwmFrPhcooLXRoKRVSLMQDs99mEepjD2tcR9OwukxCZL+M0CcjKehQPq5FSulSs9FKJlJKhUqpUDENxiN2CskwKR3FwnVgOqqI0Ho+DUrDNZMwdRIeQisncijtZHQdC99MQ9dz8C0MdAMFWkXuruRhmzVspI6LVjC7e1Ukk5IwaKD36ugyHlLMhhmUtH4jj4ZrlnDgOjF+ohcYXQZC5rnAc89+JeXLoPyPca2Gj/nQK7YoqEYJUUjp7FPRPw/Ixk0Ci4LKJbQSIBWdNW+hDbkEaKWUBTPKSBYVrVdNV/HRPHI7j9yu5KG0IpxZSR02ckd6eBYVTSPEytjIXhVPJ2FxSIja4rf3rpy/d+U8qPe+fnjj6e3sB9czHt/KenH/2ov71x7eyLxxKeXpnXRkZ5lRQe/TcVVCEgPfQUa2solQBY/CJsIFNKyYSYA2V724d/VWZtrdK5kXkk9nXzyfffF8alJicsKptOTT6WeTzp6Oj4uJSoyNOX3qRGJszKnoyONHDh49EH54/94jB8KPHYqIjY5MTow7l5R4LinxQmrK1ayM5MQ4kJMjDx8AbM9HD0UfO3zy+LFjhyL279m5b1fY4Yh9MZFHTvynGyli764D+3YDGdHTXH04Yl/E3l17d27fsgng2w3+vgG+QB3Gej+f4PX+oUHrQ4PWbw0JAlI/Q4NDNgZuDFi3wd83MMB3Y1DAxqCA3ds37wze+OzKFXJzM6KoCFdURCwqJhcX00pKGeWljIoyRlU5sCrKOBXl3NJSINdqOu2ZnJuLfvm6+8lT6JPnyBevUW/eIV+/hb982/3sVefj5633H0IeP2m+fasyKzv/XOrz2FO3Dh+5dvDQjSNHbx2LfHDq1OtzaQXZl8tu3Ky6c7fu4P2dFAAAIABJREFU/uPax09rnr9+deV65olTJ3fuORKy5Wjo1uNhO0/s2nNy9964ffvjwiNO7N4buX1H+MbgjZ5ens7OKz1c13guW79uTVCA7/p1a9Z5A+gLLt/VK/3WeAX6egcF+AYF+G7wWxvo6+23auXGtd4hfr7Bvmv9vVZ6ursucbBzt7FabG8LLBtrD6uF7gsXeFgtXGZru9LRbqWdzcqfANjTzsrL1mqGfn1srH1tbfxsbf3t7ALs7QMdHEI93Lznz13v6Bi6aMk6B+fIkO2wyob/Hvs2rBsya4Y4LAWBLKFx9ViGqgMvgjM03QQVBKdqwyibEOJaCK+8lVHUQM6vJeSUIXOK4bmFsKJCRGUJprEC31pF6aiiwuvZ3XVMeDOfAFPikdpuiLShmVfdyC6ooBZXM0rruKV1/OIqXl4pM6+InltEef4e8fBl582Hjdfu1d28X3/nUdP9xy1APvOjlve56Px87IMHTdmXijMvFqSefRtz8sHz94hnOYgHr7rOZRXujMjyC47fdSA75WLe2fTcjMul127V3Lxbf/dh8/3HrbfvN16+Xnn1Vs2lq+UZl0szLpemZeYnnn0Vl/Q88eyr0+denkl9lXz+TVpmbsaVgqzrxVnXi7OvF1+5XnT5St6lrPcXLr5OO/8iJe1Jcurj5NTHZ84+PHP2fkLK3bik27Gnr59MvHYi4WpM/LWjJ64ejr5yKDL74LFLhyKzDkdlH4rKPHTswrHoS0cj048cO380Mi3qeHpkVNqhwymAAgzKv3PnLJw312rBfJuFC2wXLrBdMN/G2soeVH1B+gVPA17n/t/NRlYLrGfKjexs7G2t7WysbMFltcB6/twF0zO9gPz7M/3OmzMX1H7nzp7zszI869ffphl4zpxZc38GYDAyGqwLtl5oY2ttZ2ttBwZKzyjAoIXbzs5hZjk6OoP06+joDHq5gV1nVye3RR5LV3it8Q3YuClka1joth3Bm7etDw4N2Rq2beeerTt2+28IXrFqzdKVqzy9fbx9/Zcu81y+zGvF8lXLl3ktXrTc3W2JKxD4vMjJ0Q18OuBg7wLq5A72Lna2TvYOLnb2zrY/YTBIv27uS37OxJoBYDsAeN3/qgueBmAXe2c3R1cPZ3cAg108PNwWebi5u7u7u03/uLsvsrdzdrB3XbJklcfStQ5uXh6eG3xDI5IuP068/ORk1sMjF28funDn5K3n2XnVz5qgl3PLM17nX3hVkJlTerWwBgTgm6UNN4pqnlS3va5uy63rqG6F17chtu08MN/KceFCYAB43rx5M7ZhkEh/zrj6mVFnSBL0Ks/g8QyR/m1j5tr/qQD/DYB/PgHc/v/Qh2duC27M0O+MrRq8+Ywp+qev88ucaYvC3LmzHRzsVqxYtspr+bKlHsuWui9f5gHWo3sud/dc7u61zN1z6V/0u3L6rbWrVwCRCT6r1qxa7uO90m86RAF00YAqMQjAIPSCADwTH71tW1BAgHdISMC2bUGxsceOHdu/devG3JzXd+/cSoiLT087X19bh8WgKivK8nLfNzbUVVeVRUUeDg4K3BG2OTRkQ9j20H17dwA9TEAGtdfLl/e/fBmamvo0PKScGNX+68eAScOqKn56/9q5LYFem32Xl75+9K/JoWGddNwsGTMLRno4g3pmv5beq6ZaVBSLmjRkZAwaqENG2pCR1qsh6qQItQiqEcHNCpxejNaL0b0qQp+aaJSi9WJkjxxtkCLVgm6DFGlRYYwyhFmJHtARLCqMRY4xSdGDGlKfEi+htQCOOxFiUEMyiBCgfqvmQji4Gh6hDizR6ZGgBjUkixwL0rKM0SaiNEloLRJay3TAUpdOANPyoRped48ENaQlgwnMRiFcw+lSMtsVjDYptVlAqBORGrRcyIASP6wh9cowYGwVUIDEBhBRRKxVMVuNgm6TCDaoxH7ooX3ooY1qiZNG6qSRCv6HeFiNH5CiRmW4zxpqHx+uZ3b+3sf717jsz1EJMJ/MblfxIQpup4rTruVCRERAkmKjysTkRiqsUECsUTFbddxOGbUR1/oW3/ZmSIUxCrqG1divfUwNu7Wr8j6x7c2EjvChh9YrR+n4XQZht0EAU0xPxgoI9WJyi4zWToGU87CNLGQttbsCVvuei2n6bBaIic0CXIOK0UXpApKNPxiZbFTFtHBdqaA3q1ltQyrcjyHupJE8qsVr2O1sVJmU0sDDVsqojUZBNwNeDLYfgQA8ridPGqnDavygEjt9pF3L6RpWEyeN9EElHrR5DyhwKmb7sJpo4EM17M5pFb1xTEcZ01GGZOg+EVxBbpCT6k38bg2jVYSr1bHAPp6OL328CSODj29QMrv+GJG9upXERNQYpttlRpUUGaFRTmzsFyD09FYttXFACO0Vdo/riZ96qZMW8ucBer8aqWQ3fDLTvvbzJ438Hf5emfHHf4xavg7qv/YrxgzsES15SIXTsdqFmEoFocHCh3/v5QJPHzhd43pqnwyjoLf2COEfehg/hoQ/hoQTBhqYEEZoz23Iv9lSdA/bCoTisJC1HHQ9H99Ag5XzcPVjeiBIaUxP+2hmfzSzP1nYX/t53wb43wb4X/uA+/NxNXxcDfjHAhYL67gQGbVZx4WAIWQCfK1RADOLkQpG+3TEGnzCyPjSxwPDkD+a2f8ckwGBXn28HhFwjoLRDj4s6JUT+pWkYS0NzDTCtObp+IghDdUkwRpFaB0foWB2iSmtShakX0n6YOYOqKi9copRhEc1FwiIgF1WSGrXC7A8fEtL6bPOqteAAiynTPQA0Uo6PmpURx1UERSMtgEl/ms/b0RLnuxhfDSzvg3wB5T4bwP8XhnGJEZOfVT9GBaNG2hgqLWU0vStnwdWbeHbcvrl2M8W9oiGNKIhgaPvRgFMx4UAD0TIzZMGxtQX/bCKROooIHcWyqmtKkbHZzPnk4kN6MBfDd/7BT0CxLiO9tnM+TEo+teY/IOROaGnj6jJFjG6X4YDeoynA6L6ZTizCKXjdDPh5Wpmp4TUJCE3ikkNPGw1A14qpTQNq4lf+7g0aLGE3DhppH+2sIdUBCWjTUYFBH8DH4pvze0RoPplOAWtTcXoMPLh43qqgt5qEiG4mCoxqc4shlskiBEN4Wsfc9IIqPr/GpeBGj5QxKXAgc99PplZBj6U2JFHgRSykOU0aDFAv8hyDa2tV4AYkmL7Rag+IbJPiNQzu8TYOhWlVYCqZnWXM7pKZYRmJblNS+ueGtd96eF+s3DH1OR+CWZESRxREi1C5HQFNHJYQRjXUAakWA2jQ4yvF+HqAG85rU1KbhYQ6gWEeiWzyyzBmiRYLW/avsvsFlDaRLQOFRclpkEY2EYWvplP6RAzgFRkKqKWQ2jikVqmG5Ia+pWkER19VEc3ClF8fB0DUS7E12umg7gUtDYFrW1Ajh/VUBS0NhaiAkjaMzCGlEQFrW1ISfz3uOJrL29UQzHwEINKqklEULMQclq3nNatoENlNJiE0s3ENNOQDUxMC5/UxcC04LqqyPBGAR0m46Gp+EY2uU0lwsr5KB6tk0NspaHracg6Nq6Zh2/h4poVdGivlGwWE2X0bpOcKGND5RyYRoLXSgk9aoZZy1ZLSCO94j49Sy3AWFQU4J/DdCrhmJ72r0ntxz7JuElAglaNGLgmGflDr1gnxOE6y8iwaiGlU8qAavgYLqGVDKtGNBe0Vryko+oNYsKokTegYU6XPDXKmDAWtomBbmDjmpUc5KCWNWEWDmiYOjGxXyPoVQrMKgGfiq4ufP3oRsbdy2l3L6fdvHTu8vnTmWfjrqSfuXf1wrO7V57fu/rkTtbt7NMVBQ8VfNz3CcOwSSRmIYUMpEpI6tMKdRKGTsIyKflMPPTt45uX0xIf37qceS4560JaRtrZ5IRTibExKYlx584kJCecij566GTU0fgTx8/EnTwTdzL+xPGYY4ePHdwfvnvHof17T0QdTTkdn5Zy5uyZhKSEU0kJp6KOAOO+p2KikhJOpZyOTzx1IjY6MjY68uj0Jbu2b9m7c3v47h3hu3fs2xW2f8/OPTu27dsVFrF3F8i9O7aGbg0J2hy8AeTbwHVrweGvwHVrN20I2LJpIxD5GRq8c9vmnds2b9+8KTRofVCgX2CA7/oNQAHkluD1B8K2Vb99jampIVRVIXJyCAWFxPwCYj5QAkwqKiCXFVDKC2nlQK4VvXA63rmoiFFURMrJQbx42fHgYfOtu93PXiBfv4U8fd764EnL/cdNdx/W37zdcuduWUbmq/iEe5FRNw4euhZx4OaRo/eiY57Exb9JTS29er3uwcPGx0/qHz+pe/S09vHT4nuPriUmxYTtOhQcemTz1shtYcfDdp7cvTd65+7YveEn9+w7ti1sX/Cmbev8ApYt93Jx8QDapNwDfFYHB64D+zJ8V68E5V/f1SvXeXsG+Kze6O+zab1fyAb/Tev9Ary9Ary9NqxZHey7dtM6H4CB3VzcbazcpqXgZfZ2S2xt3BcucF+4YKkdUI/0FwDbWc1gsKfNQk+bhT+LwL7TInCAvX2Avf3yWb9sX7F0nZ2t9wKrMC/vQNclewM21b0r1XCUaoGBz1BQKTIKXYWhyBFkOZFrgpO1cLIWStZ1EVQtGGktlFfezihupuTXEvIqsfll6PwSVEkppqwUU1GCrSxCN1eQWstJXXUsdLcMj9YhEKq2Lmlju/BdEb6ohlHVLKpsEhZUsl4XEF/lEl/nEV7kIF/loV7no1/kIJ696X7wrO3Oo6bbDxtv3Km9mFV0IaPgYmZhUtLL+Pgnjx61QOHaW4+aky7mRhy/tfvwlai4RykX885nF6deKkxMeZ16MT/rWsXVaQa+fb/x1r2G67drr96quZBVnJT67vTZN4lnXyWkvEw8+yop7W16Vn7GlSIAem+UZN8oybpefOlaUfb14szs3AuZ786df3nm7OPE5IcJyQ8TUx6dSX10MvHWqTN34pJuxyffiU26FZN4PfLU5aMns6JOXj8KAHDWwciMI1GXjkVfiozJOh6TeSzqwrHItOmVGnn03IGI+LBtUZuC9/+veXOt5sxeMHvW/Nmz5s+dsxD0Qs+bazVvrhUoCy+YbwPSL3hwJocZJGEQgMGkK1CenQHgBfMWzpszH3Q+z/if58yaPXf2nBnz82+//AoKvyAM//qPX8Ax4Hlz5s/U/4Kp0WCdko2VLSg+21rbgbnQYNY0aHW2t3d0cHACcXc6AAtIgHZycgHnnIFYaCcXII3Z1WPpylXrg0O37tgdum3HxpAtG0O2+G8IDtkatiVsV2BQiKe3z9KVq5Z7ea9cvXbxouVLFq9YthTA4KVLVoIM7Oa62N7OGVwzAAxiMDjfC8q8dvbOM+tvmVhgCNZfQdCOgDUa4GRHFxcnV3cnNw9nd/AV9Jm7urq6uLk6u7o4Obs6u3i4uS9dtHSVx1Jve1dPxyVr/TYfOBifkXz9xamsJ8cvPYzMfHA482H0jedZebVvOrDZOWXpL3LOPX2f/qbwcn4VCMA3SupvFNU8qmx6Xd32vqaluhVeWtO2dKXv3AX207PcAP3+DLQ/Q+wMaoJQCr41g8Hg7s9q7c/XzowEz6i7MxboGVKdIdi/Qez/PHOGiv+2AZ4JeqpnRov/67/+65dffvntt99mz54Nfrv/fJh/zJ07e+7c2b/99svChfMXL/bw8ly2fNmiFcsXLV8G6L1LF7ksXeS0cpnbGs8lQDTCNPGCvuj1/sBU8Hr/tdMe6dWBfmvAEIX1/mtBAN60EehDAvXe0NDALVs2bN26EVx+fqv279+RlBR7//71gwd379wZGh4e1tJcV1dbTSGRWQxmU2P9yxfP7t29nX4+9cjhiG1bQ44c3n98ujNh756w8H079+3dsXv3Fj8/z4aGkh8/xqemvkxNTXwY106OqKamxsmYxvKChwWvb+3b5he2wasm7/nUl9E+Ja9XzezTMIaN7Ilewech6Zdh2ccB8USvwKKi9MiJJgVpQMcYMbFGzezxXu7HQaFBgpGzIXI21CjFmhUEnQih5kP1YuRoD8OiwvVriUMGilmJNSlQfRqCWYntVeDUXIic2a7idKm5EFD1NYgQQnKjjNGm5kJkjDYBqUFKb9UL4UYxUsZoG1ATzTKMitNllmF6FTi9EG6WYcTUZjmzXSeAGcVIJbuTR6hjY6t5hDo5vVXBaJPRWoTE+ukc13aDANYjQoDNvcMaUp8cq+VCFAygXkjPhxr4ECmlQUppMPAhJhFMx+00CrpHNIQfQ/zPFuaXXhZApFKkWQzvl6MBPJZhv/dypZSmASUwliyiNyu4nWY1TsRskXGBoGkgXJrfJSLX0aCFNHiRSQKX0Ov1wm6zHD6gwg5oMGYp7EMvjUesFFJq5KwmDb9dJ+w0iCGDaswHM/WDma4XQATEGiGpVkxu5GKr2egqHq6Wj29Qs7s56HoNG24UYOS0LmJHmY4LzFj2SbGTBtaohiIiNKiY7QMKnABfbZEg/pM1jf8+wP5zhN8nQwgJVf8alwyr8V/72Dpup4EP+WRmSMj1MmqjnNakZrVpOR0qZquQUCOjNuq4ndNlxXVaThdYAgxEQNNawFeLBDWsJn7p5YzpKOC8q4rZLqM29wphAxKkgtygIDcMK7BGbpcYX9cvQY/raFOTqqmP6ml9Hs7HN1ikOCayKvFQiI6L/Gjic9H1vUKMgQUZluEVhIZBEeKjnjQoRw4pUENq1LAW87mPNqBCmqRdEz3kITXp+5AiJTJ8h//qUYP895Ge74OqqU+GH8OiARW2VwTvlyDHlMSvPawBKYaLqZKQG38MCae+6j70MHqEcLMYOfXdMPWHCWg2GpP+MSwa11PRTW/aSx+Suoq/9IpMIlz1u1s5D9LKXl1GNb0fUlM+mFgDSsKojvp9UPi1nzfZA8S26XjdP4aEYEkSD1vdK0XTYSUTBtrUF+1HE1PFbBcR6weV+I8m5rie+qWXo+V0MZEVgyriuIGu58P0fNigijikJvXKsOMG+oSRIaO10mClUmqLggHUTY3paX0KopIF0QuQFhm+R4whdBYxUdVKFkQzPX1tEKJMEmy/kmSSYBXMLimt0yjCisgdcgYU01rEQjdMj/i+ocFrTBIiC93QIyb0KagWGfmDWTisZX0w8yd7mBNGukWKGVQRJowMHa97+vdSP5hY0+VepHEDTcFoN0tQvTKsgtHWL8eCU+4GPhTsKuNiqgx8qIrZLqU0jWrJH3oYn8ysqY+qUS0ZULzh5QNyvEWM1rIhdGgprOYFF10to7R86+Mb+XANq+vHoOh7v8AiRvcIEEJ8vYLW9sXC/eeI9IuFq+MAAwVDSuLXXt4nExuMleZhamSUFjGxUUJq6pfhPk4HdH8f4KtZHTxsNRNRJiY1NOTfpMNKxvXUr31AT5WU0qTjQgT4Wg6qioepU9I7LWK0WYQaVBBEhAbwW0jIjSxkuZTSoGK2gs+GBhSoQSUw9A6Ge38f4A8ocCJivZBQZ+D/pRvzsNVqVoeC3kqDFjMRZVJKk5zcxIaWompeIKufC9HV/SKUgQVhdZcyISVKcosE18iFV5l5yDElxcRB9YuwOlbX917eVzOnT4zuE6PNAoSW2WkWICZ1tAktdUxNHlWRRpTEITl+QIrtE6M/mdgjarKW2z1NrZVMZBUHW8cnNFpkRDUHzsI1MLH1AnIHC9tEQ9eL6BA2oUXChAopnQx0AwvXwCE08QnNcgZkzMCcNHHGDcx+BdEoRGg4EAmpiY2slFOBZxZqZueYlvq1l9crweg43eM6mpLebhGjpeRmKbkZpGIhvl7HgfXLyQMKmklEUNChImK7mNQhoXSLSF2krip8VyUV0cAldLDx7WR4PR3dKqLBpFwUCVVLRNaI2TC1GCdmw7ikNha+mY6ql9C7VWyEhNolp3UbBTg9DyMid5CgVTox/uOwst/AlXBRagmpR82U8bEKIc6opmqEaK0YpeVD1dyuUT1pzEib6OF+HpCNGLiDWtaokff7qHpQy1JxUWRYNRlWLWVA+aR2o4RoEBPA4zImTMFGCMgdbFyzkNIpZ8HNcsq3YaWSg1SwEWoeWifESRlQJqaRS2hV87A0VAsL262TsPq0Yhqmq+Tdk8c3M+9kpz65nX33Svq1i8nXLibfuXz+4Y3MRzcvPbhx8c7lM/evJ7fV5uiklD4d16Ri6qQ0AR0xZJR+GNBO9utGzSoFj1L6/mlmSuyV9OTMc8mZ589dOJeckhiXkhiXfjYp8/y5zPPnTp86cfrUCVATvgB6oeNj42Kioo4cjD52OO7E8eTEuNTk08mJcadioo5Pu51PRB1NSjh1Me3sxbSzKafjE2Jj4k9GHwzfE757xwz97g7bCtibt285sG/3kQPhUUcOHjsUcTB8z96d23dt37JzG2B73hYaHBq0Pni9f1CgX/B6/5CNgaFB68HSxz07tu3fsxPkZ/DMkE3rt24JDg30O338aFtJEayshFxThS7Iw+fn4/NycLnvcblv8XnvCIU55JJ8atl0xtV0wS+toIBWUEDMBQC48+Gj5rv3oc9fwl++bnvwqPHOg7aHT1sfPKm7dbsk49Lr02fuRUbdPHT49pGj96Ojn8YnvDp7Ni8jo/ByduXtO3WPHjc+fVb7+HHl3QdFN28/OJeeGH5g//qgg5tCo3fsit6xCwDgPfuO79h1YhqD94eEbvfz37TaO2DZcm9390WOdkvdnVevWLLO2zPQ13v9ujXr160J9PX2X7sK8EL/JAKDDBwa6LfRd03gaq+AVZ7rvVcFrvbyWbbEy93V3cbKw9Z6sQ2wPKwWLrK2WmxjvdTOdroeaeEK24Ur7axAL/T/DoD97ez87O18bBautp6/0dUldOkyf2c3PyeP9R4r/dy96vKq2Ti+VmLhMjQEnIREUZOZRgJDjyCp4URAB+7AKVrR0iaUuB4uqIPxa7p5le2sknpyYRW+sBxfWIYrKMYUFSJrirB1xdimCnJnEwfaKensFNc1cctrma/zMXkVlLJ6XmkdN7eM/jIP/+I9/lUu/vHr7qdvoa/z0QUVlOJK6vO30AvZRcdPPYg6cS824Ul84rPMrOKKKgYSbXz/Hhlx+GpYeGZYxKWdB7MPxtxJSs/JulmVllUUnfDkzLm3aRkFl66WX75RlX2tIutq+aUrZZeulKVlFJxNz01KfQfYoS/knL9UkHm19PLN8ss3y6/cqrh8szTjSsG5i2+T0l4mpb1MSX+dmPI47syD2Pi7MXG3o0/dPBF/+9Tpe/FJD2JP345LuhuffA8QgVPunDxz83j81chTl08m3oqOux4VeznqRPbxk5djTmZFn7gUHXMxOio98ui5IweTDoTH7d0RHRq0b+2qTUs9fP/X/HnWIAOD9DuDuyAJz/Dw3DkLQU6ekWdBAAZHc22sbEFknWknmnEsg+gLgi44AwwOAM+fO2/2b7NA5zNIxaAXGgzBmtGZweDomYPWC21mrNc2VrZWC6ynS14XWlnZgKnPoPDr6Ojs4uLm7r5o0aIlHh6LXVzcgEApFzc390XOLh52Tq7uS5b7rQ8K2Rq2MWRLYFAICMCbt+/csSc8ZGuYj//6FavWLF7u6bF0hZvrYne3JYs8loEkvMhjGWh+dgayr4D1sxTsYP/XoC8w0OvsDqZe2dg6Wts42Ng62tk7Ozq5gQ1JYCuSvYOLraOTraOTvYOTg6Ozi5Orq7Obu9Nfy8MZmK92d/VwdXV3cXV3dnFzcHG3d/FwW7zKZYm3tfNyh0U+60IjDp26mHDpUczFB0fO3TmYdudIxoNDGY+OXXma9qr8UT3s0rvStKc5KY/fpb0syMqtulxYe6Wo7npx3a2Sunuldc/Lm95WNdV1oJ6/K7FxWDRnvs28eUD+Myj//iST/oWxf6PfGUl2ZkD3/wSAQY6dAeC/Ee/fsPZv0Duz+7fTwN1ffvnl/xeAZ836FQRgX5/VAf4+Pmu9fH3+Gvpdu3rZ2tXL/NasDPQFjoC4G7DO+2cYBukXlH9BAA7e4BcSFBAc7Ldp07rQUP8tWwK3bl2/bduG7ds3bt++MSIibMGCfzQ1VZDJyMDA1Vu2BF69mt7cXH086siBiPA9u3fu27tzf/huMAzj0MF9kccOnjwRmRB/Ii4u6sSJI8ePHwwPDwsK8mlpKv3XP8enpj59mDR8nNBNTY3++GIa6hVQcA2dTfk1JU9jj27f4r/8zYMrn/u1SjZOxkb2a5lfR5Qf+iU9crKShzIpKBO9ojGzYNwi/Dgg/zKsGjOLVHwsFdWAbCsqenmtIucWpO49h9Ck4iFUPJiKB9MKkSNGJtD6K8f2qghaIVzB7VTzoUouxChGypntfGK9nNkOeju1fKiC1cHB1cgYQHOsjNGmZHcaRAiLHDuoIQHlsTKMmgsRkht1AphBhJAz2xWsDiW7U8UB5F+dACZjtHFwNUx0JQdXw8FUCQh1QmI9Hw8ApI7X3a/AjWjJwxrSiBYo+dTzoRJKk4BQJ6U2q9mdOm4nyH79cvSwGm+RIPpkqEkjFawF+mxh/j7IA3d7pUglCxgtHjJQdGL4h0GuXgZnkqt5jAalGCJkN8u4bRJms4zdbBB2KVnNImK1jN6g5bXLWQ39avSIifCxjz7RS7MoEAM6nJjRoOACpcQcYrVS0DlqoQ2bKCp+J5B0ja/lYKqmv0IdDVZK6MgndhYwkVVSahtuugRVRu3sEWKllI4RDWNUQ/loYo6oyT1C+ISB9mOID0ig0+btzxb6l17GmB7XJ4f1K+DDGnS/HDmoxPYIod8HuGDZ75AKBzqiQTV4VEvUcTsZ8GIOulxGbZRRGzXsTnxbDrW7yCJB9UrRUkqTjNpsEiGGVASjADb1UfWtn/e1j/vniBhUQVXUJosAqqI2KSmNQ3JMDw+iprd9NNA/mzmArGdkGIWIf02oBlVkMbnlo4l/PTUqcpd/v5L232PqETW9V4jhwKssfESfEPlRTxmQokyCLg2nWcXyz8MNAAAgAElEQVRu6lfBjeKOcSNh3EgyS9BTH41v72R7WP1Ghrb8PtIzbgKaVCaM9EkT7YOeYuJ3Tw9hwr9ZOAMKnEWC+tLLmfqkBll3TEfRcSHf+nnDauKIhjSoxH/p5ZhEiH4Z7vugeFzP/mThDShJdHgFGVKiZHYYhQghERi7VbM7J3sYQ2qihgMkRQ1rSJ8t7D9HxP8clQwocH8Mi9ioCqMANmmkg6TExVRppmu9zGJkvxxLgxZjW3NAABYQ6kEjdJ8cp+fDzBL0BxPLJEYpmR3DGnK/At8jQn4fFPYpALDhYIGobUJnCQ1eRYVVSmmdAyqqjN6FaMxBNOao2LAhDX066IhoFGHlDIhBiOHhmwxCDHgtFVZplhKYqFotDymjd7HQdVoeUstD6vgoHQ/++5Bo6ouBg6kmQ0rMErRRiPo2IBhQkobUJLMEq2R29IjQanYXA1EppbaMaiiTBsYXC1dMbJRRWjioKjm1dcbPrKC1/TEk/tjD0rC6WIgKIb6ejazkoquh1c8VtLYPRqaBB9NzoRJS05CSaODBDDwYqAN/6+OPaamohjdcdHWPAKHjdEtITcT2fHxrroEHG9fRTEKklNxM6ihA1r9mIytBrXLqq+GDkSkiNAwqgEHuLxYuD1PDw9SICA1aNkTD6tKyId/6+GBrsZzaqmF1jaipFjF2UEEa1dAm9HQmvFzF6DDwYDM+/3E9VcVs1bDbjYJuPg5IxVMx2w18aI8QLqe1MBFlfFwNaHzQcSFKRhsNWkyBFMqozeA5EkI9B1FOhxSx4WVycvN0BABmQIqVEVssArSU0MqB1/RwUYNSkhjX3F3+jNKWb+HDByUYA6urT4gckeOHpNgPWuo3E3tSQwGV5CEpdlRBGFMSR1XEcR2tT4rV82FKZgcbXYNryyd2FfMJjSx0HRtTT0PVsPGNAnIHDVlHgFZyiK1SFkxEh9CQdRR4jYzVrRUCvmIxpd0iww9pqOMG5vSij+lp/TKcjtOtpLermZ1KeruGBUzLA1H8EswnE7tXghnX0cTERh6mRsPqklNbDTzYhJ5pEeMH5OReCUHF6BbggcY4MalDTOlko5tZqCYuoV1Ch4lpMA6+nY1r41O6OMRWMqKKBK/kU9qUPISQ1sHGN/LJrTxSi06EATFeQu1QsqBaDkLBhBkl5D4Ny6Ri0nGtdeUva0pftjUUNNW+a655K+LAjDKCWogQUZpkjNZJE+1jL/vHiOKfk3qDmKDhY5AthXIWXEyDqLgoPqmdg29hYZtyn2Tdy4p/fS+dBK1iYhrZuGZwGFhA7lCwEXoRXsVFyVlwLqGVS2hVcpBgWHR13v2W8hc8YoeIhmDhumQsnFHKZOG66otfv7x/9U526oMbF29fTgUB+GZ26u0r529dTr+elfLkbvqty4nvX1yFd5SKOajRPun4gFzGxwqYyJFe2cdh/YBRopUyEB3Vj29nXEyOvXIhLfvieZCBL6amXM5Iv5aVcS0rIy35NJgLfT7lzMXUlIupKaBHGlR3Tx4/diLq6Om4k+fPJoHRWWfPAIlZIPTGRkeeiDp6KibqdNzJ40cPHY7YB075Htq/92D4noPhew5H7Du0f++xQxExkUdiIo9EHj5waP/eA/t2H9i3O3z3jt1hW7dv3rQ5eAMw5bvef9OGgJCNgTMAfDB8z5ED4UcOhB8M37N/z84d20IOH9gdGuBzNfVM3fvX7fnvkUUF+JIibH4eLvc95v1bzPvX2Jw3hPy35KIcagkQ70wpyCfl5ZLz88j5eYSc98iXr7qePG2596Dz8dPOp89aHjwELLb3H1ddv5WffuFpXPy948dvHQXQ91l8wuvklNzz6YVZWVV37lbevVf78EnTi1ctr95UPXz87lL23aTk0/sPHgrZHL4h6HjYzrh9+6N37o6aBuCosJ2RO3cd3rZ994aNm9f6BK1eHbhy5dolS7wWuy91d17s6rjMw2Wt1/INfmtDNvhvDgrc6O8T6Ov9MwNv8Fu7wW/t1o2BIQHrNvh4B3h7+Xut9PNcsW7l8nUrly93dlxkZ+NqtcDVasESW5uldraLrK1c5/+VDr3Mznq5vc20GmwDJmOttrfztrVdY/PXWmtrt87Wfp2d7Vo7qy0rl/o5OiyeNWuVla2Pvetev5CH6Tdy779F1CPlLJ2cZ2KQVVSiikTSoLEyNF4Bx8ohKEk7UtSGErXjpJ1EVTdF245XNiKk5W3sgnpKbhUpt4KQW0EoKMFXleCqS3A1JcSGKlpzE6exhVtRQ88rIeSVkfPLKXnltNwy6rtiyqt8wrP3mCdvEXkVlLfFuDcFmLwyUlEV7W0h9vrd2iRgRvfpheyinAJsQ4vw8fOO8IOXN4We2X/k6u7DV44nPUu6mJt4/l3i+XfpV0uv3au/fr/hwYvOR68gz15DH7/ouv2gKft6ZUZ2SUZ2SWpGXsaVkqu3q6/dqbl2p+bGvbo7jxruP22+cqsi63pxelbumdQXJxLvRsffPnn6/yLtLaCizhe///3dvXt1LZBu7ABRMBDs7lZEBaQURRSxRVExUQnFRDoGGGK6u7s7GYYuO7bv+pwvn70cz/6e53f+z/M/53M4X4bZmWHc3eNr3nX98NFbcck3DyXlHkq8diAx50BizsGka4eSoZOYdisxLffw0RsJR67HpeQcTIJE4NjEi/vjz+6PO7M/7szBuKyDcVkHDp7avy99754jB2KO792ZtH3DgfUrdixbsC58ZtR0vxB/10nfTXT1BJ5nkAF2m+gFerCA8xk4okFIeOwYl9GjxoGMLvgKMBWw7kh7M5CIx4+d4DphovtED9CANWJ1HmHgv/mfR+4GABusB08Y5wKCviAMPH7shIkubiBvPBI/HjduAqibBi3WIw1Y/xkADgoIgI6/f2BAABQD9vYJcPf28w2cNCMkLCxi4ZzwBXPnLwJ26DUbNq/fvG3ZqrXzFkROnz0ncPI0SLYdRlxfn0A/3yAQAAZx3+CgqcFBwxu8fsHeXv7ubt7guE70dHP39vSC6qBHKNfD0xfc7uXt7+Mb6OcPcTgQgb39A6AFYG9fAMAQA3v5+Xr4jNDvcHR5sl8Q1BHtEzjZM2CaZ9BMV79pE/1nhi7euCspC6LfE9e3p15ef/j86oSza5IvrDt6eevJG/E3npx5UnPi/tO0W4VHbhUev/80s6jsdHFF1pPK88+qrr6CZT+ruFdal18Oq20lpGddHjfRe/RY128B+FuaHUHfEfEWKLQj1Pqt0vv/oACPPM63AAyo9Vsp+G+67n+H5G/v/K2n+n+wQI80j0+c6BIcHLhwwbw1q5dHLZ6/fNnidauXrV21dMXShZEL5iyYO2t+2MywkOlhIdPnzZkJADg8bFZ42KwF4aELI+ZELpi7eOG8xQvngYsli+cvi54/PIa0ANDvypWLVqxYuGLFwuXLF2zcuDwoyCM//+bHj/319WVRUXMLC29DtBy9KGzOrNCQGUuXRG7dsmHXzi1792w/ELsn8fDBEydSDh3as3372u3b169evfj48cNcLvHr1w+fP3X89KXjt5+7P32wf/3a/8fPHWoZgc+E4xAvq17eORK/OTLEr/DmudcOjV3JsWtYvTbRm05lf5vEpqYbpOQ2LbvfLnfq+XY12yily1gYPLy0+O6lc8cOpuzfkLR3zdXMuJpnNzn4Gg0foxdjdSKMVoh06ul6MdoohRLCejFSyYVrBC3qYcQFZmarHNttpAON1yBCqDiNRjESkG2HjtJtpINMb5uK0KGj2BQ40zA8t6kIJgkK3FPFaZQzYeAoWPU6QYtNgZNSq/X85jYFblizIveZGINW9qCV3W9m9pkY3XqqQ4k3iRBAAYZM0XpypwbCwjd29hs7G2R93w1nccFAbqeGYJUgTMJmPa9RRC7jUyrMKmyXnSXlNXTa6XJhg0mDYVNLtZJmswptUSKdOtygjd5rIHVrcIMWmppTrebVdBnx/TbKYButTYfGNdx7VZT5uoPT20a3aXFKQYOMWyflwzi0MiKiSEiukFKrAcCLyVUCApT3E5OrpFSo/5nW8oyNfiWnNXao6QY+2qEk/dwr/2MIip4a+PCPHYJ/v1a2K7GdGlyfkfxzr/i9kzVgIXfpsD0G/Kcu7pCVPmCmv2/nff3F/qVb3K0jdWmJSkaNgQ/nYV/oeY0/9Uje2NkGPlzLgbrBtJz6bh1Fx4Ub+M0g7mvgN7cPL/E4VQQNu+Gdg99roA1Z2b/2K3VcuEWM7FRg39vYgwZqpwLbpcLbxVD4uV9P6zcyRYQKPb/FLofqbcXkGjK8uM/M6zELwia57F4dYZYQ+4z8Tx0KHQfRpaSoaHUOKcYuRjnlGJu01Sxu7DESOvUYhwrZpSfZ5IQ/3zpw9aU+Y/6r4PqF39909ttkbzvl7zpEvSZql5Y4aGT0qikmXouJB71yIFqCJiSHAtdnpL9vF3z9YvtjSNOtoygZdSomDMiVej5Cy0GYROhuPaNbz9DzETJarYrVAHqqX9u5n7ok7SqCjFbjVBO//truVBG6tGSwRPX1vRFkQQfMTCWjzsBv5qBfCPClYlIFUBGtEpRJhBzZqgWF5/1m1uduWY+B/qlL2mtk9BjoX9+bfhvUtCnwFglWzoCbJXg5A05tedFUetcswZsleKeGzidU6wVoHR9lkRLetkuH7KI2JaVLzzKJcTo+SkSuw9QW8gnVn3vUfWaejN7477cW8M8ahBgNF/G2HRp9sSvIHWq6UYgyCbE1xVcQ5fcHrbx+E++P14Z3DunHTlmvgaNmN+l5qHft4p96NL1GVqeabBGhujQUGaWGjy3FVt9nI1/06GhvbDw1swFQE2ioFuDK1MwGMAvMw7wyC5FWMZqHeWWTYD60i4z81g4VqVdPb1cQtGz4kIXzW79agCtDV97Tc5vbZDgZpaauOPvx9TR05T0RoeLFnZNVhRfqn16lNz+RU2sNvBYtG/5rn6pdQQDN54Nm9tdPto9OsZHfahYizUJkmwzXraV2aSgjSNypJndr6T06hkNOdMiJdilWTKwEZdogx/u2jTdgZoLPj/qMVCUDMq6/bxd87vpr76rXQHOqCCom7J2D367EW8RIGbVaSqky8JvBfxoGDtzIbWqXYYdMzCETq1NJdMrx/Xr653bpnwP6X7s1n9vlXUqamYfu1TB71DQLr7VbSeyQ4exCJEDfPg3FIUb3aSi9ajKYTVKSqxWkKj2zoU2EMg3/4iYR0qmGAsAKRoOC2WiR4oiNT1joMja+kkusFlIaOPgaNqFGzkGI6HAZu1VArucSahWcFq0Qrea0anlIowjt1FAHLNx+MwfqsVNAk85DFk63Fuqr03Ob+dhS8ObYJJg+AwP8SaEq7uJqHoB7dg0vbHdr6X0GTp+B06GCeqp1XKRRgLPLKAYhDvJC87BaAV7FxYhpLXxSo4DcyMRV8Sl1fEqdhAnXCNEydrOQClNwWgwSXLuO0WviQn3XYpxZgu9Q03tN/N/etAkZyIbyx9Ul+U/zr9+7cfrB7XNPCnLgNY/0SnK3XeDQ0xTcBhUH9sbB+tgtsqvJvRbh2w5lm5pBR5VjYMWo2kf1JXcf3ToNL7uvFWBVXBQVUYqtf4JvfFaSf/lVQTaXUGtX0Z06dqeBa5FTOPgaVO0jAbkeW/+E2PTCICZ0GqAQtZDSIGMiPvYYus3SLpOk2yzXiWgURE1J0Z0rWWnnTyafST+cdezwmRNJFzKPXDx99Pypo2czki+eTsy5kPLg1umS4ut4RJnDJPjpXduHQTOfgehzqj8M2LtsSqdZZlCwG6uenM9MuZQFBYABAJ88duTksSMZaanpR5KPJManHo5LSTiUejjuaFJCWvJhIBGDIqv4AzHA7XwqPe1sZsaZUydOpacdS01KORyXFH9wRBMGcvHWjetAdhdUXu3cugn0YO3evmX/np0HY/Yc2Ld7/56d+3Zt37tz28GYPXt2bN28fg1g4BVLFq9ZsXT96hVQOdaKpRvWrNy6cd2ubZv37ty2Z8fWXds3bVy3PHbPtlWLwy+mpz67ebXmwd2GB3dJz5+SiotIj/NJRQ8pRffJjx5Qi/MZz4pYLx6znxUznxTTHz9iFD9mPimmPC7CP8xH3rlbdeFS9eVsWM41eO7Nxuu3ys5fepialhNzICdm/5V9e68fiL2fklx8IuNZVlbJ+fPlV7Jhd+7W5+U15Re2FD1ueJBffOny5biElE1bty9esiUyateyFYc2bk7Ysi123YZ9q9fu37Bx16rVu1at3rJk6ar585eGhS2ZM2fx7NkR06fPmzlt+qSAAG93fy+3acH+4aEzlyyKWLkkctniBVEL5i2YGxIeOjM8dGbEnOHS0zmzosLDoiPmLpk/Lzpi7uKw0AWzZwIGnjt18nQ/n4CJLgETXSDh19MjyNXF+8fRgS7jgl3HQwtJnm4zPd2h4+42090NrCJ9y8Dz3DzC3D2iJgXNnugCNUJ7+S6dMuP+6Qt8BIlcjSzPe/H42uOmlwgl26IVtLNJWgpORSGoaWQdiaIlELVYshZH0WHpBgLHRuA5WqmmerymvEX6op7/tJbzpAbqsnpewamu4tSUMapLmTUV7MYGMbxFWQ2TvChnv6rkF79iPnxCyXtMyntMuVNIvJ6Hzr7VdDEXlvsQcacAfelG3ZGTj5PTCy9crbpfhC1+SSt+STuXXbF+6+lF0Yc3bj9z6PDtg4m3j515nnm18vKthpx7zbcLMfnPKflPybfz0bfz0TcfIG/fR97KQ+TcbDyfXXXmQtmZC2WnL7y6kgu7/QBxM6/l6s36S9eqLuZUXrhakXn+WfrpR8nH8g4l5e5PuHIgMScx7faRjPvHM4uOZhYePfkg9URe8vG7ScfuDKPvrZT0u0nHbiccuX4o+eqBxOzYw5djE6EY8P640wfiMg/Gn46LzzoUd/pAbPreXak7t8Zv2RADoe/CtZGhS8OnzZ8VEDLJLdh3rM/fARjQ70RXT0DCri4ebhO9hkOnUMDVbSJUeQUiuKCGChiVx4+dMPpfP4JhXlDgDFqghweQxo8fO27cmLFjf4SyliNnJBU8wsY/jho9fJ+xIyLzt7D91+rvMFR7eXh7e/qAA1qgQQU0KMHy8vLx9vZ1d/ccGXYC9Au1QPv9tdPr5x8cGDRl0uTp02eEhM4Jj5gfuWr1+lWr1y9dtio8YtHMWXOmTJ0ZGDQFgtjhdivgcwYY7OMd4OXpFxgwOShwSlDgFH+/YC9PP5CX9vTwdXP3BiVY3+79enn7j6SCv+3HghjYz9/Dx9fD0xsAcIBfoJ9PoI+Xf4BfcOCw+BwYNAXaHJ401X/SNN9JM9wDZ3hMmuM3a1HYki2bDhxPyMw9mHFzQ/y55ftPLtmXER2TsfTQ6VVJFzafvLE/uyD51tMjNx+lXH+Ymlt0LO/ZiYcvjz98caKg5PSj0isldReLSx9UNBRU1Fc0otdt3TvGxfOHH8eNWKC/bZMaUXr/Rr8j+ur/QLzfgvF/XMcQ5ALiHSHYb58C/PSf//zn999/P8LD35LtCAb/94tvHxY8JlCnRwAevJ4Rz/a4cWNGjfph1KgfoNz5uDFubq6zZ01bvWoZWCratH7V+jXLVy5bFLVo7uL5cxbPh3bSQTNW5IK5S4an6v/ajgsPXTQ/DHRfgf5nAMCrVyxevWLRmpWRa1ctXrtq8ZqVkWtWRoJboiPD8Bj4l48DXU7Tw7zrWzetDA7wnDrJ39/HffqUwBVLIzesXbFi6cL1a5YeiNmRGB+zbfOqxPi9h+N37d6xvqLs0a8/D3399/vff+n5+udAb7fqw2vj16+Dv36xa+X4gS4ZEfmq8sXN0ic3jiZsWTjbGw17NtSuGmhT9Nok3RZBt0XUZ5cOOOQ9FolNxdIKyS1Vxa8Kb9y+lHHm6MG0g7uOxO44lRR7KSMx91xqfUmejImwKWkODdOpY7drWXY11aaiqHgtejG6TUMxyXAaAUInQunFaOBtBgVXAzaOQ01Uc+Eg7muRYTS8JosM86Zd8NrB77OwfupXgrLooTbeuw5Rv5XdY2L0WVi9ZqaK0yimVnPxpQJShYRWAwAYmpPlwp0q3Bs7+4OT/76d97aNM2hh9BooA2Z6j57sVOHAzq1dhnIoME4VbsjKfG1jvbGzh6zMfhOtz0gdMNNf21hDVqZNitRxoZYsMalMRq2U06q4uBcSdh2fUW1QYjDNhWYtVi2Cy7h1uOZ8AbVcJ4C3KVG9BtIbK71ThbEK4E4ZsseA79Lj+swko6jBLIH3mIkmcZOUUWGStOrEkINayqqDDgcmZtUKqJV8YrmGAzcIWhUMmIRSrWDANBy4itVglWJsMqya3eRQQhrdkI3vUJLscpxF3GqXQd1dJiG8Q41900Z3KFCDVkqPAf9zn/C1nTZopQxYyP1m0nsnyy5D9BmpH5zC3wfVH5xC0GUlIVdKKVXkxkJG6xOnigBarxT0WjbqOQf9olNDet8u+KUPGhlSMWGgDdvAbwbI51DgQNuQntekZtVDMz9S1JCR9sbMgHRgbqOeXa9l1qtotQ45XkmHiclVJhGypewOquo+GV5sk5M+9+ntGtbiEN+V84KxtU/eOZTv21VvrJK3dvHnTvkbG+9Tp/htG6dDje0zEbv1OLuitddEtcrwn7v1Zilr3iTf2C1rnHrxkEP5qU/zy6C610i3SdGfnaI/elUOKZbd+rRHT/2lT/GlW/pTj+y1jWOHfO/Q9lW/ifGlW/q+XfC+XfDOwf/SLR0wsXS81t8GdYNW3vA2DM0iQbPRLxUMWJ+J0WukG4WtWi68Q0uAJoLkqF4TZMEdsrKdKsJrG+fPN7pBC+u1jTNogQT5XgNNTKoABvKvH0xfuqXtSvyQjdtnYvYYIL/xWwe0rmSRoIEjukMD1REpmfUDFvaglSMmV6Gq7jOQr8SUBoeKbpWRHSr6p26NQ0U3ivA6PuZ1m7TXxDeJCSYxAcR9+y3CXhO328DW8VESaj215UW/hW8S4xTMJouUoOOjzBK8hovA1hXxCdVvHBKHimqVEFpK71UUXCnPv0RufO5U0bp1nAEz/5c+w7DTHs3HVeFqHzsUlD/f2PQ8lJRaR4Y/QlTcwcPykZV3wdiVWYwasLDftPF7jQwhsUJEqjQKEXx8GaXpsVWMdiqJbTIcqFDWcZoGzezf+tVff3Fq2XABrqzPwOjSUNoVhM+dUkBfw1u4hCEL50uX7EO7aMjC0XGaMFV5yPI7TS9v2CSY9w7huzaBgddi4LUMmtm/9Co/dUicSijZ+8bGAwNmem5zl4byrk2goNUR6vL52NJuLbVdQfj63vr1na1TTbWIMHIqTM2EgxZuGaXGLES+beN1aclczEshoaxLSxyyMu0yzAen8HOXBMxxfe6SdKiJ9JZiEbGcg37RraP8Bq0lK4E7GrJIMOpVtDodq9EmQtnFaD0bLiPWiHGVSgrMyGl1yshdShqhuhD2KMfIQQ/oOZ8dwncmxpCO0q8m9ihw/WpipxStoVTZ+c0dElSnFG3jNanJlQpCmZ5eaxt2R9skGKMQMVzy1wLF1HHlDORLHr5KwWwSUmFMbDkHXwMZnmmNKj5aQG3QSwhQJxYXpeS2QgzMQ9oVZL0AaRCi7HJCu4psFqM0HLhFhOozMPoMjB4dDZicJaQqBa1OzWywiFAmAeJLl8whx5sEiEEzVNveo6P9Majt1TN7dIx+I3vQzO3W0m0SnENB6TfxOrQMq4ysF2DVHKSM2SKiNgnIjUIKnAB/LmXCFZwWKRMOPi1VsVtMYhzYMTaKsGYJ3ijCgongHrNAKyQ3Vz+rflHQUldS8fzhwzsXq17lc2gtEj7GbuC2m7g9Nq5VhVPxGzoN0K77x15lj1nQYxZw8DWtVQXNFQ/lrFYFG1H9NPdVQTaiulBMg7OwVXJWq4aP4RHrqC0lckazlodWc5AGIc4gxKk5SC0P3W8R6vgYGb3JqWH+Omj6ddDUpefIWUi7imWR0x0aTodO2K4T2FQcGqb+0d3s/NuX826cz80+nXMh4/KZ9KyTqSfSEo4l7U/Yv+FCZvz1S0dzLqQ+uJUFr3kkFxD6OzQWLfd1j+HTa3uPQ9njUL7uMQhZqDvXz14+k3H2VHpm+tGMtJTjqYkpCQcPDY/9QltHe3YcitkdH7v38MGY5PgDRxLj0pIT4g7sTT588GhKwtGUhGNHEtPTko8kxyccijmakpCSeOhIcnx6WvLxo0mJ8bExe7bv3rF5z46t61Ytj1oYEbUwYtWyaECwO7duOrBv96Hh+ujUxPi0lESQJU6KPwj4OWb3jp1bN23duG7LhrWgLmvz+jWb1q0GyeHtmzfs2rZ517bNO7Zu2L5pzb7t67esXnIiIbb4+uWS3JyK3Bx0UQG+KJ9Q9IBQcJ9QcI9SdJ/2+AHjST7zaSHlcQH5USHlcRHtyWP6UwiAMXn3m2/dKsk68+xU5quz52quXK28dCX/WPr1Q/E5Bw7dTU6+l5JScPz4s7NnSi9fKr2aXZ17sz4vr/HBA3hBPjy/sPLO3cJz58/Hxx9et3FnZPTmRYu3L1m2b/Xa2HUb9q9dv2fN2t2r1+xZs3bbsuWblixZs3BhdFhY1Jw5S+bOjZozJ2LmjLkzps6aGjw5wCfA2z3A2/1bBl4aOT8yIgwa+5gzC7RDh4fOnB82e+G80MiIsKgFwww8b86C0Fnhs6YvCp0dNnXyNF/vv9qwPN0DJrp4jxvjM/7HgAljgydOmOIxcboXVIs1y8tjpqf7bE8PMAgc4uYW4uYGSDjM3WO66/joaZOnThi/ePLU5uLnP7f19siMvBYKLL/yzslbL3JfiggqFcvKQMqITSJSq5SB1zBIGg7NxGFa2AwrhWrEkfQovLYBpaxFyKqapeVNsrJmWVmTvBQuK4dJamuFdVXcqjJmRTkTBhM3tapgcMWrKt5/AJh0/zEh7zHpbhHheh4y+1ZT1pXK7NuNuQ+R1/JaLubCLt2sv8jhR9wAACAASURBVFOAeVzCOHe1evfB6ys3ntx98PqpsyVZlysysl4cOVmcebn8Sl5z3jPS/efkGw8Q567VnLxYmn7u5elL5SfPvzp1ofTc1epLObXns6vOXa68cKX6/JXKnFsNuffgV2/WXcypPHu59NS558czi45nFqWmP4hPzT2YdC0+NTcl/d7x0wUnzz0+e7UkM/t5xvniY1mFRzPzj2bmp2XlHztTkHIyLznjXtKxm/Gp1yD5NzE7NvFibMK5hKRz8QmnDx46Gbs/be+elB3bDm1cu2fdim1L5q9cFBIVNjlslt/M6Z6TJk8M8B/r5fWviVAJ1rixrmPHuAAL9IgaDHK/LhPcPdx9/P2CRwTPYULz9/Lwdp/oMcLA48aMB6u8IBI80gXtMt51oour6wQXl/ETRjAYVECD0SNAxaAF+sdRo4d90WPAXDD4Omb02BEMHlGVPd29vD19wCCTp6e3h4eXm5sHIOFv27AAD/v6+gcHQxtCkyZNCQwM9vMPhtaFAieDmaJJk6Fl4PCIRUuXrYpcvDR0TnjwpGngPkHBU6F7+k/y9QkcAWB/v+ARJPbxDoDWev9DyOBb4Hz28vb/tgrLw9PXxzcQSvwOTyKNqMTePgETPb1cPTwnunl4efn4+wYEB04KCpgMoe9f9Ds1cNL0wCkz/KdCx29qiEvgDN/ZkQvW7tmReDr+1I39x3M2xJ9bFpMxd1Pi/B1HFu3NWHbo7Ia0qzvP3ou5nH8g+2FizsOknPspNwqP3n2Sdu9p6t3itPvPMvJfXH5Rc+Hxq8Ka5sLK+pK6ppCIxWNc3P85euy3APwtpo4A5LeE+Td8/Rvr/m+//T89zsjt4AKYlr///vsRZv7b8/539AW3jLzmb+l3BOZHnmWkDWviRJdRo3745z//MXr0v/75z3/84x/f+fp4LFoYvnJFNHSWLY6OjFgYEbIwImTZ4og1yxcvjVoQMXf23NAZixfOW7ls8bLohd9mgMEGErQZsHg+tCWwZAFg3XWro9avid64bumm9cs2rV+2ecPyPTs3LFk891HBbRYd1wgr47FJK5ctmBToMTnIe0qwz6RAn8lB3uFhMzZvWB53YHfy4ZjE+L27dqzZvHHp7ZsXOp36r18//f7rm69fP/zxW8/n96YvH8y//dT28a2hv1vW7RA6rdzGqocPb52qeH4r7fDWyFBftQDXbRb3t8nedmk+9OrfdWvb9VwOob6i+Ob1s0dOJu05nRp7KjkmM/nA6ZSDJxNjjx3aczxu78nE/bCXeRJ6S7dJ2KHngcRUu5bl0DAtCpKCAwFwu45mURC0QqRejDZIoO0iYFq2yDCAaXVQfzLkeTZL0cDn/LlX/qFLMtTG+/c7A6TpmZmfe+X/fmcYtHOdWmgbqdfMVHPhYB5JSq9VshvkTJiEViOhVOmGAXjIynxjZwP07dQQ2uTofhPNqcIZ+HAgbJpF0OIuCMp260jdOpJThXOqcH1G6jsH92OHoNdAsUoQFnFrmxwNaNkibpVQK4wylJQDs+uIXVbGl0H5p36pnFmjZNcJiK/MopY+I/Wjg/e5nd8hx2ip1Rp6lYpe2S5HDpooCnolH/fcLGqyiJutEoSYUq5g1ImpVWzsSzG1yiJDG6RIMbUKD8uX0+uG1T8ojannt0go1WT4IyWzno8vYyJfGgRIJbOxTUG0ywlONWnQwrDLED/1iD53CV7baT/1CvrNpE4tRs+v+9zNe9fO7DHgdbxaFatywELu0UPB3XcO/msb54NTOGRld2nJb+zc9+0CJaOOjXoOOFZMqgDfggkZHRdulaD6TYx2JV7FhImI5VzMSwm5Egz29hpoXVqymFTRo6dqOY16FqxDjnkN1VwTrMKWTiUOmhFmQdrgWzufjYaKoMGkU5sCGv/82KP9+bUV9jIvYppH+KSJZ5L39BpF/35t/9Spftsm6VDTh2zcQQurTY7u0uI7tLjPPfxfBhWQeGWXf+iyboiOCJvkg60vf9uhscihMa2vH6D0qVWCapfhDJwmYH4eMDMtYiTAdWgJSUX42CHq0pJ/7pW/c/BBsdMbO7ffxOjUUtpV5A4NtU0BuZEtErRFgh4u4q7o0JD0/GYutkQvgLercTY5qsdIcShwXVpyl5b8+6D690F1r4HWqSG1K/HAFq5iwqwSFHiT25V4hwL33inqMdCHV4WhX80kQorJVWo2tJzcb2Z1aikqVgP4BERGq+Viy7oNbGLjMyaqnNpSYhDilKxWIQmm4aKUrNY2JU3JahWR640ivIBY11Sah6wqaCy5ja0rEhBrBqwCassLDrai/sVNBvKVXoAWkmrJTc/oiJKW8jw2pnzAKuDiKptK7jW/ymsquYeqLCDAnigZLT16roLebJdRVMxWRPnDppJ7XEyVgY/t1LB69OxuPcMoRDS+vF739Mq9iwk9BvqwFIkVk6t6DPQvPXK7HKdgwNjol63lt+mtT3mYV2pmw7D0SgU22rd2fqeabJNgzEJkl4bSraVyUC/FxMpBM1vLhneqyUMWTo+O9trKBVVYnzok/UYo6P7aynUqib8PaJxKoopRr+c2g1GldgWB0viI3FBkk2B+61cb+a0/9yg+OsWgWVpJh9mlWIcc/7lT2mdgOZXUIYugQ0X595DhXZtoyMLr1TP7jcxePV3NhOz9dhkGyLkmYbOUUgHsAxYx0iRs7dFTQauWht3ARDzVchp/7pWDki3wqcqnTmhi+kuH5KNDOGhkdqvJvVrqkJHz1sJ3yohWAbpdShrQcwToCh6y7K1F7JAQ+zSUTil6SEd5Y6C1ixBdMswbA61bjm0XITql6B4FbkBDAj99a6S/NjLfDL85BkGrmFylZDbaZHiDECUgVsnojSYxTiNACSh1Iio0LMQm1LDw1SI6XMpq4RHr2LhqGatJwWkRkev4hGodHwGFh2kwmwwPmtgccnyPjmYWIk0CBMj6mgQIFaNeRKhQ0Op0nKZfepU9Oppdih0wsQy8FjWzoUdHcyqJdim+Q0UZMHF6dAyLCGOTQitir22iDi0DZHpVbISCjVDz0FoBFllbIGc3a3lIGavJJie1q2lWGdGpoberaQYhRsdHgRvblJQOLWPALukwSBB1pUV3c4rv33j84EbBvSvD57LNINApqQoRpruNN+DkGaStDg2m20ixKAhSRjMbV42sKSoruoqtf2KSkpw6tpgGJzW/FFEbX7fLQeM0nwSDTNEkmIBYx8VVy+hNJjFBwWxhIMvoiFI+odYowjtUdB0fI6E2KpgtegHWIMTJmAgZEymht/KIDSJKq0ZAoqDqHuaev5x19MKplDMnkrLSE09npGSeSD55PPFEWlzG0di83My83KzLZxIvn0m+dTWjpvShXEDobVf1d2iGuvWdNlmXXf7lrcOs4TwpuH71UubFM6fOnkrPyjiWkZaSknAwds+O3ds2bVm/etfWjbF7dowAcFpywomjyUdTEtLTko8dSUxKOJCUcOBoSkJa6uHUpLgjyfHxB/cdiNkVf3Bf8uGDKYmHwB327dq+ad3qVcui169eATqfd2/fsmsbBMZgVCkudl9ywqGUw3GHD8UejNlzaP/eQ/v3xsXugwaE9+7as2Mr8EXv3bntWyQGVuptm9ft2b5xx8aV+7auS9yz7fmda8+vZZfn5sAf3EMV3McU3MMV5BEK7pEL8yhFebTHD+jF+fj8PELBQ/KjQvrTYsazJ6RHhYi7d2HXr73MOvPoeHrxiYyS8+efZGbdTky+nZj8+GTmi/PnXl6AJN+q3Os1t3Jrbt+EP3yIfva0qbCgoSC/8s7dB2fOZO7fH7Nq5eYFi9bPi9gWvXTvqjUxa9btXLlq+/IVO1eu2rVq9faVKyH6jYxcOm/eotmzF4eGLgsPjw4Lmz9rZsiU4JDpk2dNDZ7k7+3j7uLnORF0Yq1eFrU8amHUgnnD80ghAIPDQ2cuCp8D4sHzw2ZHhYctmT8vKjwscm5o9LywBbNnzpkcPN3PZ5KnO6jF8ned4DV2lM/4H4Ncx0/xmDjD22Omj+dsb89ZXh6zPYePh/ssdwiAAQNDGOzrOdffe7qrS8q2HSYm96O5Q0fhm+iy5mLYy+vPWp4i5ASNCK8lN4pwtfyWUjoToeDhNVKGTcV1SlntDKIJ1SSD1fFgMGFdgwQGV9QjNI0YQyPGUIcy1LWoYTAxrJpXVkp/VUKtrubD4fK6etnLMnZ5tbCkgveijAMZoUs5j0pYD59S7z0inrxYuu/wre2xV7OuVFY3K+FYY86dpi17Li1de3xrTHb8kQdJJ4qOnCwGVucrd+D3n5Mv3WlMv/gq/eKrc9dqLt9quJgLO3et5tzV6lMXSk9dKL14ve7aLfjV3IYrN+pzbjZeulZzJReWfaPmwtWK81fKL+ZUnrn08nhmUdrJguRjefGpuYB+07MKT50vPnXx6bmcV5nZz9PPPz5yOv/IqYfHzhRkXHh8OvvZkcwHqafupZ64k3TsJqQDp2QfOHzxQMKZ5JTzhxMy9u+D0HfDmt3LozdGhq+ImB25MGTRvKlhs/ynT/cMnuoWEDzBy3e0q8f3Y//KAE909QQrPmPHuIz619gfR48fGUYCCrCPd4C/X3BgwGQ3V3dPdy8An77efr7DvU3+vgHuEz38fQOmTp42dfI0f98ADzfPiS5ubq7uP44aPWHceJfxE4DnGRAvKHwesUN/KwuP/XEcaL361z9Hjfph9JjRYwH3ThjnAuq1XMa7urm6g+f1dPdydXUbkX+B6gtWkUZKsPz8AkAeeOrU6bNmhUyeMiMgcDKQZwODpsyYGTonLGJe+MKFi6JDQudNnjJj0uTp06bPnj4jJCh4KnS34SVkoPGCbWR/v+DJk6aDVWQwAuzvFwxGgL08oTqrvxVBA9uzh6cvuAAY/E0q2A9a//X1hw4owfKfNAnyV0/z9grw8Zk0eVropOmhXoFTvYOmBc+eP3XhikWb9m9POr0/IyfmxLWtyRfXHDgdvTt9xqqD87amRu3PXJ14adPxa7vP3Nt78WHMxQfJ14sOX7l/+Gp+yq3iI3eeJuY+SrpVdPTu48yCl5eflhfWNOeX1z18XuYVOHWMi/tYF7cxY/7egAXEUsCf/8NXwJYj0DvCnN+CKCjWGlFfv70YYen/nxfgFX4LuiOS76hRo0ZeP2jDGjt2rIeH2z/+8d133303evS/3Nxcf/jh+wnjf5w3N2TZ0shlSyMXzQ+bPWNyWMjUJYvDVy1dtDQyfP68EOBzBhgM8sDAET0SA45aFD5Mv4tWLF24ZsWiDWsWb1wbtWHN4k3rordtWr5lw9L1qyN3bVv99NEdPpuARdbVVDyhEluQzVVZJ1P9vSd4Thzt4fLj5ECPxQtCNq9fsm/XxgP7Nu/cuirv9iWVjPVviHs/ff332z9/e/v1zze/fLZ9/drz9WvvLx+tQz2KXqfYaeaZVNRHeeefF155WXBl66q5u9Yv6DQJ+ttkDh2nzy792GtU8/ElBTlXMpNOHN6VHLP5ePyu43F7UmK2HT2wKzP5YMbhA+nx+2+cPVn15IGchTLLqDohgYWtYWIq1Ty0WUZWcpB6MdaqJFsUBJ0IZZBgHFqqQ0s1SDAqTqNdie8y0LqN9KE23sduab+VDRZ9zVJ0u4YEVpGA5PuxW/rrkOZjt7THxOjUU3tMDIsMo2DVq7lwsxSt5sLlTJiaC9cLW8FOkobTaBYherWkfj3l1x5pr5Y0YKB2KLCvzYx3NvZbK6tTievXU/r1lHYZuk9H7lLh9bzGL93iATO9Q41/Y2cD0bhTQ3AoMK9trB492cCHm0UtwCbdb6Gr2HViasWnbtFvQ8q3bZzPXaJBI6NPR31jYln5rUMGxtfX+o9Wro5Wx2kqxry6SW8scMrQA3rKT50iEw+upFaJcCUSQrmMVKkZTlFCf+1mw438Vj23WUGrk1Ag7DEKUQ4lSU6vVzAaZLRaRMUdAMAqVoNNhjWLUV066sdOybt2wU89IiDzfuzk/NIv+vpJq2RWCInP3zoYHzrYKlalnF72pVvYrSO8tjEGLVDYdcTF+sbG6zMwrGK0jgPNFIG/7IqJlQpaHR9byka+gLZPpGgNu0HJqFMy6tSsepOwVUGvxdbkMVqfADVYw25Q0GttUvSAmTlkZRvY9QpyhZZRq2PWaRi1/XrKhza+TYQ08luhQp1hHbvPxAbjomYJ3q6iv3Eq/njngJflr4iYPM3rx11rFjW+vP+hQ/v7kM2pZg/ahB87ZWJy1YcO0es2tl2BfNPO/alPPdim+NzblnM6PTTIJz0x5lOfySQl9Zk5H7okvw+qv3RLjdzmbjWEpm/sXIcCp2E3QEvOUjSAeT7u1ft2AYgH95sYHWpir4EG9WNBIVi8U00Sk6u03CaHkjBoZatY9TpeU6eWbBA2mSWtWl6DQdj0tp1tlrRaxEiLGAmCxBYxJCH+2q+ErOAaUo+e+sbOfW3jGPjN5MZCUkOBiFhOhj9SMGBWKaZLR3WqSQzEs+bSm2DRl41+Wfskm4t9ZZViwAor9HmHEMPD1xAangqIdW1KmlGE5+KqmahyGb1JQm00ivCdOraag2yteFhRdLWx5G7Dy1s4WKGYUvtzv8ahIjNRJXYFUUqDKZiNA1aekFSt5bUO2vjtakqHlsYnVFcV5dCaSw18vFVC0XIwcloLOGJSI625VEKGm0UkNQul42LblUyblOxQUCwSrEGAlFBqmciXSmbja7vg9yG9gFAppUK92UJiFQdTKqHU2uWEtw6RU0nUc5tllBojv7XPwOhUk9tkuH4jc8DEem3lDprZYLNazWwA4VLQmNWuIHRpKP1G5pCF029kdmupQJz8y0dArDTwWnp0tLd2fq+eaeAhtOzmNhnBKsZKSDUSUo1JgOrRMT53yttkhB4d412byC7Fg4sP7bJePbvPwPncqdSwWro0tF490yLCdGkoamaDkd/KQjyXUaEJMbAYLKNWc9AvZNRqOa1Gz2tyqgidGtLHDpFDgbNJ0UpGnUWM/Gm4DLzfxPjgFH7qkPzWr/7UIelUk+1SfLeW3qtnOpVkPRepZbdqWUgTH2cW4I08rFmAbxMTPtoFX9pFP3dIvrSL3lu5r43MQT19QEdrl2DeWTh/9Cr/6FWCPHCvmuyUYns0FLsUq2I1DCvt1Upmo5IFl9Hr5Qw4n1AtoNSp+UgNHyOiNgqoDQouUiPE6sR4KaNZQK6Xs5sljEYOtoKFLpPSYDJ6vY7XahZj2hSQMeGtnd8mw4H/IVhEKC0bPmBiGfmtQGkHLWWQz/yt8V2b4K2db5NgoC7oYSZ3SLFtEgwIeHdr6VYp1HKnZDaqmM0aLsIqIwK+FRBrKM3P5YwGCaXWIsW1KYiDNr6K3SQgVimYjfzhQi+LFOdQkXV8BNRtLiYoOAQ+BVdTUlx09/rzonvFD3MLH1yvr3ku5ePNOrbTIjQoiAPtfIMUaZQ0CUilqLp8bP2T0sIrKi7q50ETA13RUpmv5CA/9mhtSpqE3iRntRrEBLOMbJFTrAqqhNpolZGtMjKfUEttKeHiqjnYKnz9E2zdYyaqnE+oZWMqOdgqMaVBSIIxUeXExmd8PExEamTjakXUZjUfzyI2wkqLTh45eCIl9lRa/JGEveezjuVcPp18OOZ0RtKd61nXLx+/mJVyJiPu3KnEK+fTbuVk5t08R8U3qKX0NpOkzSTpdao/DNk6bDI+E33p3Inzp9OPpcRnpCVdPJORkZaUFBeTlhy3Z/vGvTs2xe7Zlhy//+Sx5KyMo6eOpxxPTTiaEpeSeCAxPuZQ7K4DMTsOxe46HLcvJfFAelpiatLBpIT9qUkHwX2SEvYnHz6YcHD/nh1bgYd5/eoV2zat37pxHUj5rhneAd6yYW3s3l2pifFHkhKS4g8e2Lc7LnZfwsH9B2P2AOjdvX3Lvl3bd23bvHHtKuCC3rh21apl0VELIyIXzF21dNGGldHrly2K2bLu5tmM2sL7sPx71bdvNNzNbbqXS3qczyl9Sn9aiLqXi827yXxaiM/PIxYVUIofUZ88Jj8uwhY8aL13F37rZsXFS8/PnHmSmfksK+vp6TOPM08/P3e+4moO4N76e3ea8h+0FhU1FxU25j+se3C/oaCwODv7XEJi/IZNO6OXblq4aMP8BWsjIrZGLdmyZOm2Zcu3rVixbcWKrcuXb166dH109KqFC5dHRESHhS0OmxM5JxSchSGzF4VBJuc5M6fOmBw4OcAnyNcT2KEXzgsd8UKDeaSIObNARRbwRY9MJS0InQU9yKzpEbNnLJg9M3zGtNnBgcHDCnDARBdfl/HQmTDOd8K4QJcJk9wmTnV3n+7pOdPTc5aXV4iXd6i3T5i37xwvn1BP7xBPj4ggv8Cxo1aEzCbD6pVkmgxPt3GUToGR8AoFy68hlpOUBK0IpaI1iIi1guYXFGIlm1Yn4KPUCrJFSrQwERo8TIKsFTZWcBuqhY210nqYvKZOXlUrq23UNLUaSkvZL59TK8rYLU1KRIsWViupqhLU18uev2Q8K2EUPSEXFJNeVfJrmpRPSlnZNxsuXK+/crv5SRkXQWx7VSuJTcqLXJm2eU928oniI1kvzuXUXX+IvltEyC3A5j5A38jH3CzCXLoLP3Oj9sLthtxC9N0nhOv5yIu3G67cgUMwfL3u3NXqc1erz+fUXLxedzm3/vod+JXc2os5lZeuVWXfqLp0rSLr4osTWY+Tj989knH/WGb+yXOPsy49PZv9/PzVl2dzXp65+iLjUnHa2YKUzPupp6AD0Dc962Fa5t2U47lxydkxced2x57aFZOxe+/xTRtj167esWLJpmXR61ZErVsRuTo6YlnkHEC/04Ld/APGewSN95w03j1wjKvfqPHfeXv5j+R+XSa4jx3jMmG8m4e7D8i+Qq1OHr4jeeAJ46EOKnC8PLx9vP7qbQrwCwyZFTovLDxi3vzQ2XOCAoKBPuwy3nXcmLGuE1xcJ7iMHztu7I9jgA4M+q4AAP84avS3AAy6o0Hod8T2PGyldgEt0xPGubhOmOjt6ePn4+/t6TMyAjxyMWJ+9vaGwBIAcEBA0OTJU6dPnzl5yozgSdOCgqcGT5o2ZerM6TNCZs6aM2t22MxZc6ZNnz1p8nTIchw42T9gko9voKeXX1DgFDB9BPaQwToUBLrDB+Cxj3fAyBnZ/h3BYDd3b3A8vSA8/tYO7e3j5+0DATB4kX+VYPlPCg6c4usT5Onl7+Ed5BM41StwqmfQ9MkhEXOXrl0fm7o1+fTe49m7j1/ZmHA2avexOevipy7fN2tNXPi2I0v2Z646fHHz8Wt7zubFXiqIvZx/+Gp+QnZewpWHiTeKknIfJVwvTLpVdCzvyenCknNFL++X1xdUwC7k3pvoGzB6vOs414n/2/Ln0aNHj6Dj/+nibwA88jjfsui3xPu365G7/e3i/5aHv315Iw8F0HfEp/3tU3/33XeurhPc3SeOHv2v77//r++//68J438MDvILDZkeMjxuNH9eSOSCOYsXhi2NDF8RvWBp1IJl0dAu/ILw0OEfzV0YMWd4K3jm/HkhUYvCl0UvXLls8arlUSuWRi5fsmDp4rkrlszbuDZqx5aVWzcu27pxWVL87isXM5RS1p+/veto08Kqn8Nhr6jEFgyiFtFUWVv59NzpIyuWRMya5rsoYsaBfZvv5F6or3k+0GP55UsvhL5fP/z2c//Hd47PHzr/+Ln765/dP33Q93bwux38D0O694NapRDTUPngaf7lOznpBTdPR4X5J+5b86nf2GeXvulU91gkEgai7NGNq6cTs47sPxa3PWX/lmNxO1P3bz92aPfxuL2p+3ccPbDnWtYJRHWpScrRi0gdep5Dw1awERJ6k1FCNMvIcnaznN1sluOdenqnkdln4712ivtsPJuKZBQjLTJMhw4S637qV/48oPrcK3/fKe41MwdsnG4j3SrHOtTEARsH6L0aXhOYPtLwmkwSlJoLF1GqgOFZzYWDGy0ySFjW8Jo0nEY9r9EhRTmkUHbUxIO3y9C9WtJHB+9Lh/CnTpFTjjHzm0w8uIkHd0hRGgZkb+7SEnv05A9O/p9vNJ+7RA4FhtH6GNQ+v7Gzf+qRDJjpYlKZAF/SpSX2Gak6bsMbC/OzU/DBzvmlS/zOwnlrZFrYzVZOS7sE36ehv7cKvjhlnQoyu+XFL52yj3ZBl4Jo4rXIiVV6ZqOKUquhwaT4Cj7yJaOpmIN4rmU2tEkwZm6LhFAhwFXw8RVabotBgBQQKkWkarMY5VAS7HJIPAQbOYNWjlNNktPr7HKsXYYwCGA2WXOnFmOXt7xrZxqF9TZZc5ui1aFESMilXMxTm7RVRi0HvyO02UOp4WFeScnQ8ifYkgHNQzJKDa2pmId5peM0ARiWUWpMwlYwIfNXx5WgBdTtgoyrltMowJcKCWVgiNWhwA0aqCoqtIYqI5YpqVV2McIhxcjJVQJcmUWEUjBgUmrNW4fo9yF9r5FllxP6zLxuA1fJQX793EVDVi6Y7hMVEhwZEpR2aIeCg7OrWGJac49ZYJLhPnTKfn+j7dARbQqsU89836X7+mmQgW6eFegdMTPIpoIWO9s0lHYNqUtH6dJQLHzUaxP3z9f6jx0iUNX72sYBCt6AmQn1eA+X+opJFUZBi1mE6NZBlb8DFraW22SX4/T8Fi72Vf3zHDG58rWdq2TCNNx6hwprk6NM4pZ2Nc4kbhIQX/YZ6Rp2g4bdYBK2Khl1Wk6jU0UAhWE6LlzDbuhQEwctrE4NySZF22XQAHWbAm+X48AHGXx8GQ9X2q4idutpJhGSgXjWriI6lARqc7Ga3WiXEzC1hRxslYhcL6E2qtgIJatVyWo1iQlaHlo73JprEhOUrFY+oVZArFOymrsNzA4tzSTGDNkFegGSjnghpcHqnl0jNDzqNjD1AqSIXKPhtlikuA4tTUKtZ6Mq1CyUVUIx8PESMpyDrmYhKxmt5RIyXMNGG/h4FrISsYIcBAAAIABJREFUUV7AQVermFDxuJRSL6fXm8UYEEAVk2sUjAY5vd4uJ/QYmAMWboeGquO1KhgNYKTnQ7uoTYaTkKoMvJb3DuGQhaNi1LORL/jYUgWtDhQOtysIFhFKx2mySTBg7qhLQ7GK0TYJpldPB4QMoGvQzO7SUBxyPPBUD6eIoTorAJk9OkafgaVhNWGrH1pEmD4DS89tBVO6tKanMkpdl4bmkJPNQqxVjDcLsWxkqVWMf9cm6jOwBs3cDhWpS0MRESo46Bc8bAkH/UJIKFOz6m1S9JCVDaak37bxhqzst228t228N3auTYo28JudKkKbHAv+FXpr57crCIAke3QMHadFSW8wC9FKOlxGqZdT4GpGq4aJUNKalbRmDatlOCQMBYAtglanFNutJjnEaC2zvltJ7NNRXxuZQyZmr5rcLsM6xGiHFAPS1AMWdo+BrucjRKRqHr6Ch69gokrpiBIOoUrJbdUJcRo+RivCmRUUg5RokEIVUALyX11TQlKthFoPUSgVGldTs6GldKsUAz56APleILb36ultMhzQz8Eb3qkmmwQIObXWLsWaBFCZdqeS0Kul2MWonuEI8aCZPWThWEQYHa/VIEDapMQuLbNTx7TJSUDgVTAahjVner+ZY5PhbTK8no/QcFvoiBcM5EspDdamJHXpGTY5QceHJovUPCqLiMq/dbX8eWFt2dP7d67mXD6lkrHsRrHTKnVahEY19fOgZqCd79AR+MQyrRAN5Z9x1XJWq0lK0glxoOmq1yLUi/AMdAW2/gml9ZWE3qThYzR8jFPD7NSxTWKCmNIgZzSbxAQJtRFZVQCq1KEkMw+tYiPkjGYBsY6BLKM0v+QTaiEeJjZIGa06IVHGwlDQNVfOHs1IPZCecuDwoZ1Hkw9kHE9MOLQ743hi1snkMxmJp47FpafGHk/Zf+pY3KUzR3OvnMw6cbjseZ6QjdUr2UY116zlGlQcmYBy6/qFQzE7TxxNPHU85cTRxJxLZ85lHj95LPnsqWMAek8eS85MT83KOJqVcfT0iSPHjiSkpcanJh1MPhybfDg2NengsSMJJ44lnck8duJYUlpq/LEjCcePHk5LjT+aEpeWCtmbDx+KBVXPI9ndHVs2rlu1fNO61cDYvG3T+pjdO4DwC2ThgzF7Dsbsidm9A5Rdbd+8Aeq7Gi6IBotKG9asXL96xca1q1Yuidy2cfWGldErFs1N2LXlYfbZ2sL7zcUF3Poa3JNC+K0brXchDKY/LaQ9KSA/ykffv4d9eJ9QmE98XEh4VIAteIC8n9d0707V1aulFy++unChLPty+ZWr5Veu1tzIbcy7D7t3p+FhXmtRAfpZMeb5s5bix7CHDyru3r6Znp4Vdyhu46YtUVHr5s9fGxGxNiJiVXj4hsjFG6KiNkZHb1qyZGN09LqoqDWRkasWLlw6b17U3LBFoSEQ9IaGgIv5IRDTLpgbMi9kRuiMKTMmQ4VYwX5eQb6eIdMnR8yZtWRRxPKohUsWRQDh91svNMgGzw+DEDpybuj8kJkLQmctDIGascKmTp4R4AftA7tP9B9mYJ/xY73HjfGdMC7I1WWyuxsAYIiBPYaPm8dsd885Xj5hvn4zPd1neLidT0qWEEhiDIkFR0tQdKfAKEXyKVVkfrNATTLwWmQUmIBSL8ZXclHPqbgSGqNGJGzVSFBGdqOSVCPGV4kR5cLWCmFzlaSpWtZYo2ioU8Ibda0tBjzWgkJom+EKWK3o1Utm0QPMw7uIh/dRZWWc/HzMxctV5y5V3M5DPHxEOJ9dtTcu904hnsYfwtI6k9Ifz1+asn7HhSOnnp28XHnhZuOFm42Xbjdl3225fKf58r2Wm4W4By/pF243nL5WnZFdfja37no+8k4xPrcQnX2v6fItiIGv32u5+QB58wHyRl5rzp2mK7cazl+BbM9ZF0vOXHp1/krp+SulZy69PHXuKRT3PV1w6nzx+asll2+UXb1VmXO7Kud21YUbpVk5z05cfJx29uHR0/dTT91LzriTnJ4L7R4dytq258T6LUmr1sctX7lv6fJ9S5buXB69aVnkmiXzVy6Zv3zZwpUrFi6Pnhe1KGR+aNDMad5BgRM8fce4+P3o4j92QsCP471HjfluRNt0dfEAdmiXCe6eHr4g1Orh7uPh7uPu5j3SlQXIFpRUubm6Ayuyj5dvxLz588MXzAsLnzFtpo+X74RxLsOZSkj7dXOd6OY6ccK48UAKnjBu/JjRP47MI42EgQEGA/Qd/a8fwQEMPDK2BEzXLuNdPd29gP78P1iggQgMxFWoAjogCPJCT5o+beqsmTNCZ82cM2N6CBg3mjwJansODpo6edL0oMApPt4B0KKvh6+Pd8CI99vPN8jTwxe8SxPGuwEABu8PUIO9vfyhRmgf6AB/NWBd14meE1zcJ7p5uXtAK8EAjP8jCPt7evn4+Pn+lVL2A7XPk4L8p/j6TPLzm+IbMN0nYLpP8MzpcxcvXb9j68GU2BOXdx+/uP3I+XWHTy/Zeyx8c+LMlbFTlsWErj88f0dadMypVfHnt6Tl7Dt3/1B24aHswrjL9+Mv3Y/PfpBwrSA+Jz8uJz/59qP0B89OF5acul9860VFYVXd/uSjY9w8fxgzfqyLK9BLR9ARQOP/AwCPDCl9+1D/+te/voXP/y/X/7cAPHJ/QMIjzw5KsEaPHv3tDNIPP/wwYcK477//r++++27UqB/c3FwhDP7Hdy4TxkRHLQibMzN01tTwsFnz5kwPnTV54bzZa1dEjSR+588LWTQ/LDoyYvHCefPnhUTMnb0gPDRywdzoyIgRBl69YvGOLSvXrlywfvWibZuWbVgTGbN7fXX548/vu4GQq1VyXz7Nq3hVCIeV1Nc8x6Hq2HQ0k4qkkVq5TKzVKP0ZWvf99PXPd1+/fvj69d3XP9/9+fvgH7/2//Fr79c/hr7+OfjHz9af3mmHusV9TmG/U2LT0YnIV8UPLl47k3w3O/1SRtysgHHI2ief+83vu/W9VqmA0lJ899LJpD3pCTuPxe1M2b/l6MHtGYl7j8ftOZm4P+NwzKmk2NsXM5srnstZJJtSYJHTQebKJCVpBZDqa5YTFZwmgwTj1NP7bLx+O3eoXfDaKewyMYxStJwJE5Ir5UyYXYnv1FPbVASnljxo5wKB1yrHyhh1emHrUBvvtYNvlWMB7irZDWD0SC9sBYNJSnaDkt2g4TUZRAhAv2ou3CCAulu7NbgeLd7AhRm4MIsQPmiivLHS37exfu4WdmtwVlFTm7S1R4sfMlMNXJiWU28SNuu4DcDn3KkhfHDyQSdWj56s5zXquA2AkC3iVj2vUc+q1dCr3plon2ycNkGLklgpRr3SUurahVg1pVGCr7OJSR+c6gGLxCwm6/l4h4KmYSI6lAwdG+WUkfu0LDUNLiXUitCVUnyVFF8lwpSLMOUyQrWaVKMk1yjpDXJao4hYy8dV8XDl1OanxIZHDMQLiwQ9aOVoOHAW6oVR2KrnN/PxpRpu/ecuQbceB2quFIzyTi3GqcJ06wi/Dcg6NTg5rUqAL9FxG9iopwp6rZhUoWE1SsnVbOQLZuszIb5cxahX0mFg/kRMrORjS2WUGkDIElKVRYQSkyoU9Fo5rYaLeUlvKWYhn3HQL+gtxWYRAqjBIDCp5zUZBS0Kei2zqQhfdYePetalxH1o435q5w8aGVYhQoArgzQxOU7JrO/U0kDNslWKM4nQ1OanHzoVHzpV/37v7NRLdqyOmjPFJ2Jm4Lol4QW3LpqUrK+/DXaaeHYVvcfC6TJQu400oxQvpDRx8C1tWvn2Ncum+rrWleb/+tZuV5PNUrRZjLJLsX1axm896n4j0yho4WFLFPTafhOj38Qw8JsV9NqPHaL37QI9r0nJqNNx4UDik1GrP3ZKrFIMsPWaRAge7pVDif/YKX7j4JjELd0Gsl7QoBc0DNkZFmmLUQR/5+BrOY1SShVo2NJx4R1q4te3+g9OYaeG5FDgBsxMkBPuM9IHLSygKvebWR86xG/a+Hp+i4hUCUaPLBK0nt8C/pSrHl3E1T2UUGqRVQ+VrGazBC8i11FbXpDgTxnIVyJynZTWYBRhnRq6U0O3K8g2OckmJ1mk/4u1tw6KK83b/mefnZkIHiRI3CaCJljcJ+4CgeBOQhICcSNK3EMMl6bdaHd396bpxgkSIjOZzMzO7Oatw71LpeZ99q3fHz/qrq7TJ6eb0026qq9zXd/rQ+63Cz71an7qVv1jyNRr4To11E+9GquMwMG96NAz2nV04AY7VGSXlmaREpUMuIGPs0nJVgnJLCKaRUQDH6floKWURrOIaJOSudhKTOVtLrZSw0YJCDUGIVbBbNTxkSYxVkav5xNfi8jVEmqtlodoU1MGWoUDrUKXlmaW4KyQtUjp0FD6LVDGGNRHd2qpoBp6wModdgih6xRSHPAbRcRXXMwzLbsJsH8tIrRFhO63cD62SwdtvHY12SEndGgoQGK5VCQA7FExGq1inFWMM/CQ7WoqMHvpzY9aZcQuHUPFaJSSa6DPFKNRz0Vo2c1KepOYWCenNJHqHsKeljERzzo0DJeK0iojdmrpww5hr5GpZTepGPX05gcc9FMe7hn8+QVK0x2jAPpb//ZGDUGe3psB16rfygYt3xYxhMvuNTGGHIJWRYtNRuizcHvNHD0fqaA3GQVYOQ0mozYp6FBJso6LU7PQahZax0a3yojtarJrRE+2A298pB970MKB2rBHiqxtIrSBB7cKUU5li0WEhtLgbcIBO69Tz7DLiXoBSgVVYSG0PJROhDVI8HoRxD2SsRFiBkzFx+jEEPtHxoSDGWAlq9kgxBqEaCWrCQhgBaNOz4f3GpnvneJeI/PXXvV7pxjMZg/aeC4VySGH5HGfiTXsEMoo1dSmezTYfQH+hYEH/9wl/9jGt4uRLgXhrY37uUv+r2HjB5ekTUHs0FBG+sPxJhFm5FIX/127zCrFW0TYd22SnzoU3XqmRYJr19LscqKWCzcK0RYp3q5ocajIbWpKm47mNHCMcnZ3q/7lw1t3rp1/cvdaU92Lyhf3erutfV0Wl00hF+Bx8GdaEbbbzhvulPa18jrNXCGlwSQlMTCvEJW3bEqaWUamoV6YZWQ+qQ5ReQv++qaU0dxnl/RYRRo+loF6IafBNGyUlNKoZMBtUnKrnKrloHuM/A4tu0PLfmMRDbXKek0Cp4phl1FMQpxFTDCLoMtPelGLQUxS8wliFubJnYslh9IPZSdlp+/LSNmbk3kgN+vg8aP5h/PTjhVkFBemF+UezM9IKMhMLC5MP1OSd+Hk4TMleRdPH66suK0U098POD5/6HnX3warf5m4Z9u1S2ce3b1xtDAbmMD5WSlHC7OPFGQdzss4lJt+KDe9KD/zaGH2sUM5+Tmpo6sgN+1wQebRwznHinLPnS4uOVZwuCCzIDctJzM5PWV/avLe9JT9h/KyczPTMlKSUpMSUpMSUg7sTzmw/2Divl3bNm/duB44wz+uWQnS0ds3b9i7c9v+3TvAeHBaciLo09q1bfPSuGjQCL18cezKpfErlsStWBK3evmSFUviNq5duWppXFzk/LXx0em7tpaXHkM/fVh95RL20T3WqxeUJw8w5ddQ1y4Rbl+nPryDK7+Ou3UDf7uccOcm4c5NzO0bqJs3kOXXG8vKai6crzp3turi+dqyy/VXrsJv3sLef9DyvAL58AH87h3040eE5xVN9+7cKSkpPph8cOOm3atWbYiJWRkRsSI8YlVk1KrIqJVRUetiY8FaHROzKjp6xcKFy6OilkZFAuM3ZsH82PDQuIiw+Mjw2PDQhWEQ4zc2Kiw6YkFU6NywubPmzpw6a2oIsIJnT5v0Fw0cuQAqPQWdL5FhUC3WovD5/4Ynhc2PDp0HKMHR8+dGzJ45Z1LwVH/fEB/vIB+viR7u/m7jA9zdgjw8pvr4TPf1nenrN9s/4Ae/gNkT/GZ5T5gzwW/BxKDISZPn+E0InRyMfPFCz+bykXhmI5ZWhXYJLXaeWUfRmhhWC9shwWrojWJao5RSK8E9YeIf08gVXF6dQtKsE8C07Ho1o05JqVGSahSEWhWhXo1r1GKbdOgmPbJRB6uTI5vU8AZl1Qve43vku9ex5WWIy2cbblxGlBypyM+9V1DwIDPzZkra9QuXYQisCUGwFZ+tW/5j0Zotx7OPVRy/2FhyqenCLdzJK/CT1xBnytFnb2JOXIUfuVhffKnx1HXkiauw4kv1R87XHC9rOFOOPHcLfepac/HFuos30WW3sVfu4q/chdqwzl2Fn7hQf/xsdfGp18WnXgLeb8mZEQ187kXpyDp1EdK9F6/XXbxed+5K9amLL0rPPSs+9/TQybtZRTeScs7tSyndtu/wj9tz1mxMjV+xN2bJ9siYLZELNyyM3hQTuzkmdktM9I8xEctjwuLjwuIXRyxZErk0PjR24ZzI0OnzZgdOn+ITGDDO2++78f7fu00c6xY41m3iuHHfQMXObt4g3DvBJ8DD3Wf8CBZ4/DhPdzdvL0/f0XonoISBGQuovECFBgYE+fsGzJoxe9aM2dOnzgiaGOzjNcHDzRNklb09vSZ4+/h4eQMB7O3p5enuMVp8NcoHBj4wKMEaN2b82O/HjfluLGAC/0dIe3t5eAN/2MPNc4K3b2BAUEgQhPkNCAj09fX/egbY338iGAYGZGDARgoMDA4MDJ46ZeasmXPnzQ2bNzds9qx506bOAl1WQYGTJ0+C5PG0qbNCRoqdwUzvxICQ0ZwzGAYGhvnopYHR9wdUhYHy56DgKaMYJF+/QBB4BuVYo2TgETEMAZACg4NAQ/XkkCkQ9yh4+qSQ6UFB0ydNnTNlxoLJs0J/iFy8fMPOvRkFacdO784/sTGtaHlCfvzurJjt2ZGb0kJ/TFmwPjVsQ/qibbmL9xxekXRsc/a5fcU3kk/dTT59O+kEJIBTzt5OPjeyzt/JvPaw8PazQ7ee5l25c+nJqztVdfFrN4zx8vn7uHHjPDy/nqEdTS9/HR7+2mL9ehtIzdEI9KgABkO8o0eOHvCXjf8mhkcf+P9xY1QAA8ULXgJ4UaNiHvwucGLu7uPHjv3++++/HTduzLffQmHooEC/bVs35uakJybs3rpp3brVy5bERYYvmDV/9tSwuTMiQn+ICp83mnYGnc/RUaGLY6NiFoZFhs0NXzAnMmwumBBev2bp2pXRG9fFr18ds3v7mod3y5x29e+/DAz02mUiGg5VU1v58PmT8kf3LtdXP8aja2H1Fajm1ywamk5GoOGVfDbh5w+dQPr++Xv/P/8x8OWfb798GYbWv4Z+/9z96b19sFv6cUj5aVDb1y42KFqYLdX1r8rvXy89eyT16c2zUbMn7lwX+8uA47e3bR0mERnx+sHVE4WpOzP3by7K2JeduDVtz4bCVGgAuDT/YGHq7sKUvddOHWmBVVnkPKuCL2FgLXJau5Ht0nPM8pYRzAbZoaWCzHOnmdlhYrTpKA4t2Wmg2NUthhF8kZbfDDqfLTIsCDC7dBSbAg9VWImQam6TXUl46xK965CApPQbO7fLxOg00t/YuR0G2qji1QsRYH7YIEJC6leKaddCjc09+pb3bRyrCNahxrmUmHcONsSSNVF+aucP2Rjv2zg/tfM/unifOoVdWsII6QTZY6QO2FhSyity4001q1bFrDGL4MNtvG4DRUx6IadV9hipH9qF79s4Rk6NXdDwzkT/2c5pEyCEqCd8+GMdo2nQLLCKyGIyTC+kdFhlcj6JSmhQCMitGp6Ki/vQoddwcCYR2SQiCQjQ9285pcnERbeKiSYuUt5SLcG/VlFqjByEhFRrlRA1bISYVGsUog0ClIxWp+cjhxwChxKKPvLwFaTG22Lya4MALqa8/O2NvFOPdyiRPaYWFev1gI3xa5/slx7Zz10SAPU1i5AOBR7qIqZUMxGPQAZVx4Hxcc8F+BcaViPwe4EIAZ6wlFzFRDwChBgB4bmB3wzErZxWLSS+YCIfUpruaDmNwOGUUauASFbQa/j4CgsfZuI22oTwjpGQ+Yc2/i+dsk8dUrsUN2TnD9h5I9XHzA4dNGoLfYnXUges3D4L98svXQNtqqF24y9DnYcyD4TPnjJ3etCSRfOS9m6U8VrevbF2WCXvurV6MarDTIcwJyqORsT8bfhN+fmTcyb5pids/PTW3tcq6LFxekzMbiPjU5fmy6C5U0s1CREqZp1FjOrQkh0KvEmIsErQg3buGwur1wS1WH3skICOa6eK+LFT5tKQ+23cATvv1zfqdy7Rx05pl4H2z3f6Dj2pTY3VCxrMkua3Tk6/ndFnpf1rWP+xQ/LGwnrnFH5oF3doyR1a8m9v1P8Y0L518EHV1oCN022ggZR1h47q0pDbtZQ3Vogz5FASTSJUq4IgoVRZpVgptZrcdLfmwcnq+yfE5EqTCGUUYXrMvC4jR8dHyxlNUlqDmFInZzSpOdAI5RubsM8qcGrooDfIKiPYFS2DDtHHLuXvg8Y+K69NTRlqE7cqSU4N1SzBWaR4gxANMMI6PtImh2p7TUKCVUJyKGhOFaNVTtVxMVJKo5wGE7XUAXksp8G42MoRSYzvMfN0fKSc0SBnNHDxLzm4F3JGg0GI1gtQrUpSp4HZaWDaoPJqmGTEnBTgX3TpaJ+6FEBcATpRt54O9LBLRQLgIiW9TtzyGqQPQP65VYZvleH7TKy3rQKQhTbyEQCtBKSvTYIdYSmRjHyUlt1s4CENPKSa2QSqrexSwpBd2Kmla1gwkwDdrWe2KUg87CseppLa+ISPrUK9KIc9LWt+dlnNbDYJsD91KLp0DEBXkpAqdRyYkl73tlXwr2GjWYTUcZs6tOThNgEoRe/SU3uM9I8dkg/t4m4Dzakiduoo4AJHj4k95BC9sfJsMoJZjG1TkVvlZC0HKSE3iEn1MmqTho3ScXEaNkbDxuh5WFFLjVWKd6koej508jYZoVvP7DIwB6x8qxSv48BNIoxFhNVy4SYBul1N7TUyIatWT3NpyB06etcIHdoqIyiYMKjeWYKH1gjbVivCyzlINrFazIDJmHAVF22UErRCjJqDMInxDhVZM2L/GoVoBaNOwahrleFBqvyDS9Iqw3dqqZ1a6rs2kUWE1nOb37WJbBJsj4EBOMB83HMR8ZVRAO/Vkd9aWT068oc2/m89yo9OaKJew25oV5Mhu97I0vEQOh6iz8L92KV82wZNX6sYjQNW/geX7G2ryC4l9BhYajas28gadkqGXVJAtLbJie1GZrdN1GlV/va+j0VGPbp9pbH2uatV72rT9XRZBnpbhwec/V0GtYRk0dAHXLJBl+Rth2zIpbTIKe0GroBcj62736pmvGmVqrhoBRup5mGElAZs3f3aJ2XIqtsSOqxNy6LCnsppMB0XIyTWUpqe0OEVAkKNmFTvVDFUTISU0miXUfqt4l6TwKVmtinpnTpWq5xsERNs0harjKwXtSi5OCkHg66vOHci73BO8pHCtNyspLy8lKNH84qLC44W5pYcyj9xJL/kcO6xgqyj+enHCjJKDmcfyUvLz0jISd17ODfp4qmihqpHVr34yz8+8Nmk1AN78rNS7t28cvFMyQmoFDrvZPGhzJSEzJSEnPSkguzUIwVZRwuzD+dl5GelFOSmAQFcmJdeVJh19HAOWKdKi44V5Rbmpedlp2RnJKWn7E9P2Z+dkZSblZqdnpKTkZqXlQ6arrLTU/Ky0jNSknZt2wyQv5t/XAtgSBvXrd66cT1ovdq9fUvCnp0Je3bu3Lpp849rN61fs2XDuu2bN+zYsnHrxvUb1q4C3OBtm35cu3LZ6uVLNq9fvW5JfPjMqetjF108lNdw51bL86f01y+pz55QnjxiVTyhPLyHuFqGKb+GvnEVfeMq4sYV+PXLzdfKmq9dgV270nz9Wn3Zpdfnz746d6bqwsWGq9eQt+9gHz4kvniOefak+d7dmvLrj8+ePpuTmbZ505a42B3Ll29avHh9TMya6EVrY2LWxcauhbaj18XGro6JWblo0YqFC6FB34jw+PCw+PCw6PnzFi2AVmx4aHxk+OKoiJjIsEXhC+IWhoMF+q5GNXBIwIQpQf6zp02KmD8nflHE0tiFYB54xP/4AUT8QDX01wIY+MBxYQtiQ+eHzpg2LcAv0NsTWp4eEz3cJ3q4B3p6BHl4TPL0nObtM9PX7we/gDm+/rN9fOdM8AsNDI6cMmVBSEjEtMkSEknL4vDRLQIUGf+s0czSOkV2G89m5zmt3HYlxcpFaSj1UtxrHvE5D/OIgbxPbXnKoVdJWDVKaNWpWHUaVr2W3qCnNOjIMD2hUQevklU95da9EqGbtQS0Cdmgqn8tqnzKvnsZdbro+cWTNaVFFZnJ1w7sPV906PHdu8THTxk3buO27Dm7Ze+5hPTy4rN1529ij52vLy2DPawWXn1EufyABK1H5Av3CCeuI4ovNx2/Ajt5A37iKqz0StOJq7DTNxCnrsNLyhqOnq+5dp945S7+0i3MueuIM5dhpy41nrzYcOJC3fHTr0rOvD5x7jWwf0vPvjp54dXpS5WXbjSUlTeWlTdcvF53+tLroycf5xaVp+dd3p1SsjXh0JptGYvXJUYv2xURu2le5NofQlfNDVs9L3TlvNCVEZHr4mO3LF+2fdnSbcviN8WELYkPjQcrdn50xMywOSEzp/pNmjohKNjDz3eMm/e3Y32+G+M3dnzAeGh98z9/+37cWA8ggH0nTPTy9B031uO7b8d5efqCCmhA9wEOsIe7T4DfRL8J/n4T/IMmBk+dPG361BmTQ6YEBgRNCp4cEjQpaGKw3wR/b08fb08fvwn+gQFB3p5ePl7eXh6e7uPdPNzcwcb3334HjN+vfWBAAwa10qNV0qOkJWACe46AkYC69vcNCAmC5nsDA4OB4h0dBvbzCxjVw35+AUAGA694Usi0aVNnzZo5d9bMudOmzpo8aTroc54UMg0gf4EeBvXOwUEFi/4rAAAgAElEQVRTQOZ5YkBIcNAUMOs7MSAEWMFQJ/aIUQyC4r4TJk7wCRiVvqNWcFDwlOCQqV97v6P9WBN8/f8jgCdNnjx5yqSpkAYOmT550ozAwGmTps6ZPjt8XuSSpWu370rOSTt8IuP4+e3ZxSsP5MbsSF+0LTVqc/qCdUk/rEyYuyoxYkNa9NbsJbsLVyUVb805t7/4WtKJm4klNxJLbiSfvJVy9u7Bc/cOnruXeul+5rWHuTce5Vy9n3v59uVnlZefPJ8eGj7Gy+fb8ePHuI0HOnZUbY7K2tE9/21j9EigbMf95+frYeBvv/32L7p39C54+P99+99+3X/bPyqAwQGjT/jfItl///vf/PwmeHi4ffPNN15eHrGx0akpB86cLj1/7uTFC6fPnS45ejgvMy1x57YfYyLnT5roA8Z942MiQQV0dFRodFRoXHTEiqWxi2OjosLnhc6bFTZ/dnRU6PIlMWtXLd62acWy2PmHcg7oFJw/Pw9qZKyq53cqHl4rO3skN31vTtqeU8U51y+VVFbcxiGq0LBXiIZnVEIDiwIn4+oYJJhJw3nXb/v9527I/oWk79t//tb7ywfnuwFzf7e2r0Pxtkva5+S4DDSTgqDkIWmYl68fXLpyMv/qqUO5Sds9/vYNFVXzy1D7QIceUfvofEn20ayE9L0b85J2Hcncn5WwJTtx65HM/QUpu4oy9hVl7LlUktf8+oFGQOk0yzvN0jYdzyCGwL8mGVEjQGqFKJuK2G6kd5qZViXBosQZZWi9BGmQoswKtFmBNUghUlGbhgTYvyDePEr0tcpxdiWhw0DrtbJ7rew+G6e/lfdzr/Jjt7zbzHRqyd1mpktH0QsRIAJtkWEBJMmpJdsUeIe6pdtIV9GqbEJYv5FiFTT1aIm9upZP7YIhC33IQn9nZw1Z6L/3SH/rlvTpSf1GSpeWYBbB31gYfw5pv3w026QoBuKeilmjZFQb+E2DdvZwG69dQ3SpCb0mWr+VOdzK6jeS2sRNGuoLK7ehQ4ZtFWHapMQuHatDx3MZRFIukUVD63Qio0XJFTNpTKJayeWzCf1dFgmHoBCQVUISt6VJwcGqeTgVG6lmwfU8tEWEtQmxRm6zhgXjYF6OGA48CblOQW8y8DEOJelzn7bLAME/XRqSTYZVseptcnSPmWZXYIbbOO0avF2G7DaQhMSnNilqpM4aGmp1qVvAxK+W3dRSd4sBf8xBV3TrmZ1aukmAFhJeczHPlfQGsxD6hg194RbjTALoZFSMRjm1TkGrF+Bf0JrvqVn1IAVtEaOMAriUUilqeQn8rgEbp11DMgkRAJVkFiHf2Tk/OQU9WpKR09AqQY1MXwugkKSCCJX9ailONemNlfdTl/L3AcO/3pp+6ZS8s3P+OaD/2KF626b6qc/2rsfx5Y9PjVXP1yyPW7sifvb0wLA5k57cu/z+Tev7PnO3nWPXEOUsxBuH+s+fBv7183s6HjVv2sSY0Mk2Hft9t3q4Uz7kEPRZ2B9civdOaZ+JZRIiZNQqcNpi0is1q94kRLRrSJDc7ZB8+WABYnXQzv21TzXsFLapiO/bxb/0Kj90SLTcJrsC06EndRrIdgVGzalp1xH6rLRuE3nQwTCJoXTAO6fwrYP/xsIaauWBCujhNsHHDolDgVez6i1iVK+JATQwVA1tYdvleKsU266lgDFgUARNRzzU8+EKRh0Fdo8Cu6fhNIGuLL0A0sBqTrOS1QSaewHA5o2N32PmdOgZNjlRzmgQtFSaJbgPnQoprQ4kLHosrPedUnAhCUDFdAL4KGpbJ4ArWPVGEUYOGQf1MmqDloME1paGjZBS6s0ivJhUKyHX2WUkq4TIwbxkoZ6bhDiAEVYwYVCPEasZ5GmltAbIfhzh65jEeLOEYBBiVWw4dDKkSpMACezcdjW5U0sFOWebBNuppdokWMAoAvjZNgWxVYYHECOHnNAqw1tEaCMfYRai7FKckl6nYtR3aCh9Jhb4p3Y1eSTnjNVzUZ1aZqeWqeeizELcgFWoZjZ369m/dGt7jVwdB6liwKTkOj7uNQ9TSWt6qqDCxMQ6GbmR0vBYy0a0KSh2KUHcUqXjwP8YMP7UIesxMGSU6h4DA1wrAfVmoNvs1z7VH4O6tw4+6A/vMzMBFvutg99nZppEmMFW4aBdrOehFfQmu4xkl1Ek5AYhsZaPrxYS62XUZjkNLiE3iUmNMmqzkFirF2CsEqKc0SQkViuYMJMQZ5YQ2jUMLQ+lZMBMYrxdRjIIsUYBlCiWUaDJhU49rVNPcyhJkMyW4Eb+hyCgY6QEIIAh/u2IABZQGyTMZgkdpmAj9WIcNJzChltlLU4NVcOFazjNJhFGw2lSMOp0HJiOA3vXJuo1MtVMSMG6VKQODUVBqzUJkH0mloRUqWE1aliN750QeLxNQTQJEWZeU4cS65RhenXkHh3Ue2cRIIS4CjAs3WtkQla/U/S2Tdipp5nF6I9OsVWIGrbz37UK+k0skwDZpaNBlWYi1LBT9I+3hncdklYNyaYiugy0DjP301CbWsxgUZBEVJ1eLejvsf/0vk+r5iskTING4DBLNVKqRc360GscdCp+G7INOhVv21V2Fd0ip+iEeK0A12eX9DtkrWqGmNbExL6W0GE6IV7GhLPxVXT0Sy0HbRTgdVyMqKWOjX7FxVYKCDVCYu2ATaJho/j4aj0P26njuNRMs4io56H1XIScWieh1ECfFynJJKVohS0qIZFJaCq/XHI4J7m4KPNwQXpeXsrhw9kZ6cmj7KK8zLSi/Oxjh/KOHcorys9MT953OD/t7MmiMycKC3NTjhSmvXx2WyFhDr1x1VU9TUvefaqk8P7ty1cvnSy/evbsyaLSY3lHD2UWFaQfO5x1ojj/RHH+kcKM3MwDh/LTCvNSC3JTCvNSiwozjhzKLCrMOJSfVpCbkp2RmJm2PzsjEayC3JSjh3PSUxLTkhOz0g7mZaUDhnD6wQM5Gam5mWkHE/dt37xh849r9+zYmnJgf2pSQsKenSkH9ifu3bVv13bgAycn7N2/e8eubZtBQPpg4j7wrwCDBDVp7d65aeOPGzes37Nj66ql8X7jx/r8/X8W/zD73pnTTffukF48xz68j7lzu+XhfdL9e6jrV+BXLjVdudh4+UJD2XloXbnQdPUy7NoV+I3rdVfKXp8/+/Ls6eqysuZbt7APH+KfPoHdvwt7dL/25s3rx45m79i+bXH85ti4HcuX71i+fOuyZVuWL9+4bNnGZcs2jAz6ro2LWxUdvXLRIiB9R13f6ND5UfN+iJr3w8L5cxeFL4iJDAPqNyp0XkxkaGxUGNDAAPy7YM4M0As9Jch/SpD/zCnBoT/MjIkMhWqfoyNjFoYtilwAjA3gbYBSaJCOjpo3B2qEDpsfFxEaPmvG9In+/h5ufl7ugd6eQT5ewd5ekBJ2c/MfN26Sp+dUH59Zfv5zAibO9Z84LyAwNCgkYvLk0EmTFs2armGxHDKFisqR4FnIx7UKgqhD6nQInXqGRU4yKqhWIdFEhSmwlYKWainiMavhNqnpLgXzmE2oEJJfSenVSkaNit2gYzXpaQ0aYp0SVSmtuk+/exn94AahqoIHq5HDaxT4Jh0JYYK9FN2/jD6e8zBt78W8gzfuXsfWVYpu38Tl5dzetefMvpRrh09Ul1xqLr7QdOY65sItwply7OkbmCd1sutPmaduYIqvIsAquY46eRNdfLnh+JXGE9ebT5UjzpQjz95EgVV2D3/xDvbSLcyFctT5G8jzN5AXylGXylHFp16WnHl54tyIBh4xfk9eeHXq4utTF1+duviq9NzzIyce5Ry+kZRxbmdC8ebdBRFxWxcs+nFO+OpZoSvnhK2aF7kmNGpdxML10XGbY+M2LY7fvHzZ9lXLd65YujU+5sfYiJWLw5YuCV28JHRx/Py4RXMi50/+YZrvpCB3/yBPvwA3H9+x7j5jxk4YO85vvJu/h1uAp/s348Z6eHpMGE04e3v5gZTvKA0Y6LrRA3x9/ACJ9z+VxVODA0P8fQOCA0OAFQzs368dYOD6uo0b7z7eDbRhffs/fx8/dhzwgcd89/2Y774HDCT38f/ufAYwYXALWqC9PX2ABgYpaPfxHj5eE6DWqOBJQUEhEycG+fkF+Pr6A+N3tA3Lx8d3lA88cWJQQEDgqMqdPAlqeP76LuhzBlbw1Ckz/8I3AjVgIcFTAQbJy9MXXDUABdEgNO7j7T9q/IKJ36DgKZMmT58ydeYoE3h0EtjPP2iCr/9EKAAN5bMnT548OWQKtCbNmDJ55pQpc6bPCguLWrZiw86dSdkHco8mFxxPKChZlZgdvT05bMP+iE1J4RuS56zcN3PpntnL90VuTI/dnrt8X9H61NKdBRcOlFw7UHJtT9HFvUevHCgtP3jmDqR+LzxIv/wwrexByoWbaRfK86/evfq8uvB8mWdQyBhvrzEeHmPcxn8tFEft07/Ywv+r+PyLAP6Lowue4dtvvx1VpH/Z+F+f8+sT+Mvx/+3uX3TvqMAGjvTXpwF6sL755pvvvvu7u/v4uXPnJCcfOHPm1KmTx4sO5x87Wnj2TOnFcydPlR4tOVZwrCg3LWnvxrXLF8ydGTpvVmTYXAD+BTCk1SsWL18SsyRuYewiaCQYSGLQAr1wwfTSI5k4RFULpu7x3bKSoozUxK27t67avXVV0t6NG1bH7Ny84sr5Yw9uXbh74yys9ikeWQmrfYxsrKDg68m4Giqhrs0i+fJl+I/P3X987v79U+fP71rfvjEO9uqH+00fh4w/DajetHHsaghEJGM3t8ArHt84ffpw+vbV8Z5/++ZEftqXz8OdVnXDy3tlJwsL0vYUpSfkJe3KSYSGfrP2bzucvvdoVkJu0vbcpK23Lhxl4uradDynXmiUUtt0vPc9hhHPAasXY7RChE6EtCoJ7UZ6j51tVmDBsigxFiXGKENqRTAFt84kQY1SfLX8ZoMICfqrjGKUlt9slmI6jfQuE8OuJDjULX02To+F1W1mWmRYNbcJUILV3CYVp1HGqNUJ4E4tuc/G6TYzwRiwVYoxchsdEkS35j8UIl3L+1b2sI05aKb16UkdSuyndsGndkGnCtera+kzkj93ST/3yt+7BB87RD1GapsS96Fd+KFdaJOiPrQLB+1sixjRa6L9OaT92CGC4tMyhFMOl5OeaRlVLjnWIcU51ZR2HbtVz5MJSBQKUiLn9Lzrfvv7e/tgl9ppZAoYJCpWKudQ6Vghn6yUszhMNJ+JknAxUi5axcfoxTi9AKVmwxSMOhWrSUFveudU9hi5QABr2Ag5vd4sxioYdSPfIwW9ZuZP3RKXlqhgVrfrWt67eL/0SIbbOJ+6xWpWrYZdB7qO+63sASv3tz6NRYRV0hvozY9osIccdIWRjzIJ0Fp2s7iliod9ISXXGPkoh7xFw4JJyTVaNiTCBfhXGhbMIW9RMxt42AqTEAHKn0E7rpJRq+U0AvapXYYFwCQe7pmCXmPgN3eqCEMWpkOCUlJeuxS4n9tFfQa6llmvpNd16Wh9FrZBgFCxmrqNrE896p875Q4J4sug8qNDaJcSvvzc/eWf7/td5qEeV0P1q00/rl63avnqFYsXx0ZELJiRlbaXgHw13K347a2h0yKwq7nve9t+7u/58KZry5rF86b6Nlbeetuh6LZygcvaqYVMvz8HDQM2ToeW3K4hORR4AG3SsBtc6hYtp7HbQBtq5YGdnTrKp26oV+x9u/jPt4ZeM7NVgdfxYL0Weq+FbpOjW5VYLa9u2MX92CXsNLS8a+dYpFCpuEOB79CSQRtWv5UNAs/DbYLRuV/w28Hf5Y2VY5NBNOA2VYtVih15Nxp4+Occ7DM1u3Hk6gBn2Cnqt3EtEgyf8IJPfC2h1orI1SJytZzRIKXVqdgwp4Y67JL2mDltaopZgpPR68WUmg4948tPjp96FO86JMPt4o/d8rcuUbue2qYhdRqh0egOA63bzAQZCpsC32VitKqIGk6zjNogpdRr2AirhOhQUFxqeoeW2aFldupYDgWlTUmFWMFigp6HdqpoTPRzNvYl4CrZ5KRWJaVVSQGqWEypk1Dr1RyERUpsU9OcGrpDRXbIW8DUqJrZAOZIQa8SCDODKVOXimSX4kwCpFWM0bAaJaRKObXGJECahSgVo15GqdawGkn1txnwhwYe/GO79HOPqltPN/IRI+VtWDWzGQjgYYd0yC7uNXK79WwtGyHAVzrk5DdmvkmA5WFf0ZufyCj1IHxhE5PaVcxODVvNQGjZiJGpYCIN9pCHfTECCoY4QFJy1bBDaBYhQVv4oJ3bbaABlQuq1LsNNJe6xS7DgjFg6AA9XclsNIkwDgUF+IQGPkbFRIhJ9Qp6s5TSKCE3SSkwCblJQKgTEOpELQ3QoISYqOGi5YxmBROu4aLBuKmWh5HRYTI6TC/AmSUtegFOy8NA+XMGNDhtkWAcSmKHjt6ph5BgBiHaJMabxJD9qxfjNHws1HrFgAmoDUYZSSvCS+gwCR2m4iFlLJiS1dyqpFhlBBUbZhCgXBpql4HeZ2H3WzgAbtSppdqluD4Tq0NDAeVkX49kG3hwmwQLhoEV9BroOpcYrqFXaxk1ena9XYz86BT93A4h1lTMOj23edgh/NSjbNdSrFLIQB6283s01PcO4aCF0ybD20ToITv/batAx2vus7A/9aneukQgNNTXynvXrf7wxlL/6l71i7svn5Tj0XVEbINSxq2pfFJb+ejF01tVz+9UPb+FbaowKugaPmHQqRpyKT8PWMwycqeJ32eXyJjwVjXjQ7cOvCd2Ff2nXsOnNyaXnmOSkpwappIBN4uIbUq6VULScTFGAb5Lz/3Qrv6lxwBNr/CwrXJqj5HfqePYZRSrhDhycbBGTq/X85FWWYtVQTXLqAY5TSki1b66W3I0+/ix7KNHc3JzD+bkpibs35WwZ/furVt3bNqyb8eOzIMHi/JzSo4cKjlSmJK4d++OTQm7txbmppw8XnD8SE5RQXpRQbpEQNcqBTevnTtdeuha2anSY3lnTxZlpu47f/po6bG8kWbplCOFGcVF2ccOZxUVpB85lAnk7qgAPlyQXpCbkpN5IDNtf3rK3rSDe1KSdiUn7khN3p2dkZSReiA1KSH94AFg/yYn7D2wb3dqUkJaciKQwUD3Ju3fk5manJ+dkZGSlLR/D8T43bpp17bNu7dvAeXPQAADo3jPjq0Je3ZC23t2xcfHr1mzZu3qNcuWLo6OjJgWGOAz5vvA8eOipk4tOpCIfvxEAGtiVVaRHj/C3bmDvnG9/tK5uotn/73KzjVcuTBi/15tvH61/urlmrKL1ZcuNN64AXm/T5/inz5pfnDv0fkzJ9LT0rZs3r9m9f51aw5s2JC4ceO25cu3rVyxddWqratWbVm5cuOK5T8uW7p+6ZJ/l11FhMeGLoiePw9aofOjQ+cvWRi5OCoiNio8bmHE4uioxdFR8YsiY6PCQYwZyGAw6Bsxf07oDzPnz54+c0rw5EC/SRN9Z0wOCv1hZnTEgvhFEeAbXVT4vIjQH4AAXhQ+f7QlK2oexFVaOP+H2PAFEbNnTg8KmOAx3s/LHVK/E7yhOLSXJxDAwe7uwAee5ec/LyBwQWBwaFBIaFDIbH//mNmzOSjMcKurVawSYujND6qYjZQOmatN3C7CK8n1PBZKySMYaHAVsVFGrFPCn/Pr7jMbHzAQjzmYCgH5tYxZpyG9kjLrNMxGXUu1HPVK1PiM8/wm4caZxtJDFWdLqi6eqL1yqv7xdULzcxHytaT2EevC4RcXj76quEVC1shvXILv2lq6Z0fpaYhUVH/iYnPJpebSMnhpGfzY+caLd1uq0cbbL3llDygnb2JPlGNOlGOKryOPXoUfvQorvYE8fRN59jb6zC3Uqevwk9eaz5Qjz9/GQOr3Lu7yHdylW5jzN5CnLjcdP1979Exl6dnKE+denzxfeepC1amLr09eeHXi/MuSs88PlzzIP3onPe/q/pQzm3YWrlifFr10X3jsttDoDfMXrZsbtWZ+1NqI2I2xy7YuW7lz1eo9S5dtX7Vyx9pVu9av3rl6+falcZD6XTh/cdy8+MXzYuPnxsTMXhgxdf7swBmTvYOC3P0D3Hz83Lx9x3v4jnfzHe82wd3dz8vdz9sDaoEG1F8Pdx93N2/Q+eznGwiU8NcyGFjBnu5eINsMfGDABPYewfOO8oG/9m8BBmm0AcvLw3P82HF//9v//DcB/DUD6ettIIC9PX2AwB43ZryHm2eA30RQHxUYGDxxYpC//0SggX18fEfv+vlBIWMwZBsSAuWcgZEbHDQFqN9RJRw4cRKIMYPMMwg8A7kLpnz/DToa4QCDNw04wP5+Qf5+QSAi/nXCGQwDB4dMDZk0bdLk6cAcDgyaDPaMSOLgoKCQkJCQSeBnZAZ4yuSZ06bOnj07bF5ozNKVm3cnZx/MPbY3o3BrUs6GAzmRG/fOWbVt9srtC9bvX7AucdbyXTOW7pq7OiF6c+bSXQXrkoq3ZZ1NPHI19UR5UvHVHQVndx66uL/42oGTN5PP3k2/9Cjz6uPk83d2FZ9PPnP1cPn9ay9qtqdnf+Pm8b2Xp5uPz1h3Nzc3N6AV/xJd/m8CdXQ/UKSjgvN/zRv/PwTt6PP8ZeO/Cd3/935wGl+LcCDsR+3o0Yf/7W/fzJgxbevWzceOHTl79nR+fm52VtrJE8WHCnOOHS0sLT5ccuzQ8aP5J44fOlN65NzJY+vXLI+PiYwI/SEybG7MwjDQerV6xeKl8YsWx0I1iV8L4BVLozeujjuwZ0NG8o79O9dt/XHJ7q2r0g5sy03fu3f7mqyUXbu2rNy5ecW5EwU3r5y8dvH4yyflL59cf/H4SnPdIxqxHo98Vff6Tgv2tUXPgfqu/uz/8mXoyz8H/vjc9cuH1p+GrT8Pm4d7pH0OdpsOmsslw589ulZSmLpz57r4SV7fLw2fM9xhG3KZyai6ozkHjmQn5qXsKji4pzBlX9b+7Wm7N+Un7z6aeaA458Dpw+n3r5TSMVW9dvmHXmOHSWSUUawqRqdFYJLhTTKsRYGHLF8F3ihDm+QYqwrv0JFatQSHjug0kNr0LVYVWi+BqQWNTi3JLMUYxSi7ktCqIhrFKDDNK2PUypl1Kk4jCEgDMdymIemFCJsCbxAhZYxa0P+s5TebJGgB6ZWMUWsQIR3qFgAQVrIbVKx6lwLXoyV2qfFA7vbqWnp1LYNmWocS65KjbULYsI35W7fknZ31vpXdo28ZtnM+tAtdakK7hthnprvUhFY5RsOuU7NqP/fKf+mRqZg1UsqrHiP1nZPfa6KY+LXDrfR2FdqpwvYYqTYZzqGl23Rsu0VMY6CZQkrnu56fvvwx8OVzxx+fuv/5qffTcNubdqleRhPQCVQMh09hcfAcLo7HRsuEeJ2CpJcTZZwmHqlSTK+Bel94aKuEpGYhNWxUn5n/xiKApuYkOIeS+Fu/9uduea+Z2aEnsbGP0FVlak5dp4743sXr1JE+dUvfWFj9VvbbVsEbM9vIR1jFuA4NjYt5aRUTXCqoh9YqhmwuORWaNFYzmySkaj7upYxSa+Ah+biXUnKNVYxTMRqpTQ90HPigTQAcufcuEQQ4HWlRtkkxalY9GAAGyU+XuqVNSejSUwft3Pcu0edOyR99yi41UU56aeI1dWlanHI8aIF+2yr4pVflVJMExNdyer1TTek20D45Ob+6uJ87IXhMp44z5NRJOeS1y2LD5s72chu7OCZ608Z1K1csjgybs2zxwviFs57dOW6W47587vp9uP3z2+5PA71f/vz16tni2SFemUkbOkwck+zf/qpTSW2VEQdtPKeK6FDgrRL06EvgYJ5YxCgW6pGeB2uV42xSDEAZQRZum+DnbvkfQ3qHktCmIg7Yub8NqNp1LX1WmkOFcWpwwy7uoIPRbWrpt9N6LVAwvkNL7jUxAHvJKkF3G2i9JsY7p/C9S/ShXTxo5wJ53KYk9BjpHzqkdjketPhSYPdY6CdqdqOG0wQGgEdUDVRDbRQipdRqKbVaxqgFnxSo421kGURImwLv0lHa9VSXjmJXEoxilFWOA7QwFaexXU8dbhf32TjgWtJgm+BfHyz9rbw3dq5LR3nXIemzcToMtJ97lU4tecgh6jGx27U0l4bqUJIsEpxFgmsdaej9uVv1c7fqbZv4527VT13KwVbh+3aZggkD4FaLlGgU4dp1zDc2Iej4tUiJYIG6IzBo2qmld2goDjnBqWwB9KNWGb7fwgFhY3AL9hv5CJsEK6NUK2i1gHIEos5gv44D07AaQWmWWYgy8OAuFem9U9yupjuVVKeS6lLRwLZVTDDw0B0aBgtZIac2GHhoJb1JQWsU4Cvl1AYpqQE0MLuUDKeC7lIytGyEgtbIQlbgq28b+ah+C6/fwlPQ6vm4520K4lsH3yiAO1XED+3iPwZ1n7rlXXrqWwe/x0jXchrVrHo9DwYKop0qqBdKxWoSk2qVDJhTRes2cKwSopqFVLOQeh5WzUIq6AgVE6VkIOU0uIKG1LAxVilVwUYLyI0iKkzGRErocF5LPRtfI6LCwJLQ4TImUs5CyVkoJQthkxGMfISSWa/hNDmUpN6RFMAICamOR6jkk2vk7GYVFy1nIRRclE5MMMpIagEWwgLTYVohRs5uljOaRix6tJrTbBZj27W0N1bOL72qf/Tr3jvFHRoKCKgPWLlDdr5ZiAL13WYhasDK/dyj6tLR1MwGmwSrYtRr2A0SQoWF32jhN7YrMD1aYp+e9KlD/NEpaJXjdNwmkxDikLVrIaJYp572j36dU07o1dLAapPh+02s907xr73qTj00EDHkFHaD9JAC7zLQ+hxiKQ/77MGle+Vnzp8svHzh+O2b5xvrXtwuv/js8a0Hd8pqXtxvrnvWXPWIQaiveXSN19Lw+1vH5wFLj1XUbRG+aZW2qhlOHftdp+a3IZtZRmbhKsW0JpuS5tJzWtUMu0+cFBUAACAASURBVIKqYaOcCnq/WdSl5ejYaDmlySpqGbRK2lVMUNZtl5BbpRSLkGgWEGwSok2CdypbOjS0NhXZKmuxyCl2FdOm5Vh1PBYFfvnC8eKjWceO5WZnJ+XmpaVCdmtSwq49W9Zv2rhm3c7NW1MTEw/n5paOxMYyUw7kpB8sPpx7pvQIWOdPHz2Ul1rx+FbZ+ZKigvT87OSUAztzMhJTk3Ydzk87lJean52ck5GYlbY/JyNxxDeGLN+C3BQodJ2dfCg/Ddi/+TkHD+Wn5WUnAxmcnLhj3+5N+3ZvOrB/R3bGQTD9m5uZlpORCixcMAack5FakJOZmZp8YN9uUP6cmpSQn52RlQY95GDiPmALg8nhhD07kxP2jk4RJyfs3bl109o1q0JCQhaEhoeHR877YW5kaFj43LkzgoJDvLz8vv02Zub03O3bH58+Raqo4NfUkh4+rrtwAQo8X73UePVi/eXzYNVduVR/tWyUclR/7UrzLajwGXb7VuWVy8+vXD6VlZmwds2u5csytm0tSj6Qu3dvwoYNu9es2b1u7c5167avW7t1zepNK1dsXLHyx+Ur1sTHrYqNWbYwKj4cKnyOC4MCz0sWRq5cErc8PmZJzMIlMQsXj6z46Ki4RZGjaF/Q8AygR1Ghc8PnzZ43a9r0SYGTA/2mBgfMnjZpwZwZEfPnQNI3fN7CiPkLI+YvilwArfD5oBd6Ufj8hfN/CJ01PXzOzJiw+RE/zJoZEujv7QFWgM9IFtrbM8gLWoHu7oHjxweNGz/Zw3OOr/+CwOAFgcHzJwbNDQwMnzLl5olTfUZrp8ooxNAxzxsxFXALx2TjO9gIEfxZC76GS2mWYWoEqBphwwte9RN21UNWw1Nuc4UA9UJMrIQumhFeSRgNWkaTDlclhb/gwp5zah5SH5fjbpYhrpxrKj1UkZ9yMz+5/FTe0/KT9ffOwzGvpByMHf5SdCTj7r5tpUfy7186V1tS8vL0haYLN3ClZfCj5xou3yM/rZVVNCqfNSiuP2Veq2Ddes2/UyW8/pJz9n5L6U1M6U3UmTu4i/fxF+/jz9xCHS9rOHqhtuRy4+kbiPO30GfLkaeuNZeUNRw7W11Y+iL32NOsooenLtSA/HPJmZfHz1QUlT7KOXwrLffq7gMntu09tn5r7rK1KYuW7A1dtG1uxKY54esXr9odv3JH/ModS9fsXrl+39of963bsH/dj/tWLN+2dvWO9Wt3rV25bUXchriolbHhy+PDlsfOjomdtXDR9IiwyfPnBEyf5h0S5O4/cbyv71hP3/Fe/u5efp7evh4eEzw9Jni6eXu5QQ4wiDp7efqOTvwCKlKAf7CfbyCogPb28gMHgBJmUMg82k3l4zUBCGMgUAEAaYK3r6+P3+gAMKiA9vb0chs3flQAAwLw1w7waAR6FP/7tQPs4zXB18fP091r7Pfj3Ma5+03wBwI4KCgEDAOD8LO394SQkMnAFg4ICAwOnjRlyrRp02ZMnTodZJuBxB0NP48q3okBIcDRDZw4CfRgAxkMxD8IQgPi0dczwKNjwAH+wd4+ARN8A/0gHtKkwKApEwMnATDS5CkzgkOmBgVPCZk0bcrUmdOmzxzhDE8NDg4GAjgkBCqshlhTU2ZOmT53xqzIOWFxK9btTMg4lJh9bP2e1LiNu+M27YtYs2vO0q2zlm5ZsGbvvJV7p8ZvnxK3bc6K/Yu2ZC3dc2h9aumOwkvJpTfTztxOPH51a97pbfnndh+9nFB6I+nMnYyyx1lXHyeevr6loDTp1KXi24+uv6hetmXnN3//7jsPL88Jvu6eHh4eHu7uEAkJaMW/yNH/x92/CGCgdUdxu/+38hyVoP//bvxF+v4niD0OCPKRu2PGjRsHiEh///vf4uJicnOzL1w4V3y8KC8vp6Awp+hwfvGxQ6dOFp85XXK57Nz16xfOnS4G4zcXzpacKi06eGD36hWL42Ogvqv4mMjYReExC8OWL4mJi46IDJsLLOJFkQtABBrqf964DFi+e7evSdz94/6d63ZuXpF2YNuuLSu3bVi6Zf3iXVtWlhRl3L95vvzyiaf3y2C1D/HIV4iGJ/WVdxENT+ikOhEX/cfn7n/+1vOv3/v+/LX780fnx7e24X7T8Bt9p11gVhJF9AYS4tnLexcOpe2KnjvJ82/fhE4NMIjZf75/g6h8ciz34JXTR1L3bkzbtylp27r8ZIjxm5e0C0L+pu8tzT/46OpJrYDo0vM6TUKLnGKRU7rMgm4r36aCnASbAg+iyCN6FYpWyhg1DjXRrsS3qgguHbnTSOkyUcFtu54CmL1WOc4qxwlIr6iIBxx8hZbfrBMhldwmHukVt+WljFWvEcBVPJiMUWtT4K1ynIrTqGQ3qLlNeiHCoW6RM+tkjFoAAdbwYEp2g5LdoOPBTLymNinSIUG9b2V3a4D0xfcbKTYh3ClD2YTwIQv9zzeq33uk71u5ena9VYLsM9P1PKgNq89M7zPTe020dg3xnZPfqSNpOfVqVi00TCtFajn1Bn6DXdw4ZKUoqM+llBdtKqJDS3WaBVoVU6Hiyo0y1/ve/i+/2n/7yf6vX9u+fNH9+pPxp+HBL186//H57Zcv5rd9hjcdEquaqxWxZCwKh0BiorhCokJFVauoOiXVqITeWzULKSDUKBnwfw+byQhDDoFTTbKIIRpTp47ExT6kNJWbRbCPHYJeE23AxpKQX3fqKEN2/qCNZ5Ng+biXPOwLmwT/xsxnISuMfIxDTtayUA45WYR7JSNVGjkIqxClpNTRYA+pTQ8E+FcDVv6IVqFpWDAu5nmnlv6xXa5iNej58CEHv0NHUbPqQX2UCP/cwGkQEyrk5FdaZm2rBNVnoL538N47eENWll2M/qVT9nuv6qNT8NEp6DNQO1SEd638fw3q3zsE75zCnzvlb8xsl4rSY2BBkBsD47cuBdR7ZOT+Y9j5+lH5rKlBEaE/zJ41Y9WqVUuXLp0xa+a6H9euWrNy8eK4uOiwBbMmHNi1jE1q+v1j3+fhfqta2d/pYLWgJ/uPjZo70aKkankomwya/+wxsLp0jA9tom493SkngBFokwAJen0+dSkM/OYeI32olTdg47xz8i1ihIz6ulNPtUoxg628IQd/sJVnEMDtCoxFiuwyUtScmj4rY6CV2Wlo6dAT9YIGpwb3zskHDVj/Gja+c0Ji+JcexZdfHG8srHYNqVWOg/4urbz3LtGQnd9nYilotSLSa5MAaZfj5dQaBaPOLsVZJBhoupXd6FS2QAwkPlTMC+lALoyJemySoAEi2yrH9VrZnUa6VY5zqFs6jXSnlqwTwHUCeLue2t/K67WyheTXdiUBUhFyXKeR/qFLNtgmGGwTfOpTWeU4Dr7iXYfk516lTYEfcPC1/GabjGCTEdpU5E49w6WhWiQ4sxjbqmgxCFDvXNLf+vW/D+j+9c76sVPWa2a9b5f1WviDDslAq9gmJ8kZTQYh1iYnKVnNwPh1aRmglMuuILepaR1apktDHbmMQoTcv5GKqR4D45du5ZCdD3zFdjUZvDMd/+HQ9hgY/SMVUCA77Rjh64DSrI/t0mGH0KUiQaVQYky3nt5rhNC+HRpGu5puFuJ0HGSXjvXHgLnfIrBJoNkEIbEa/fKmgFAlJTWIW2qojU/MAoKWhdJzMEYe7p1D0SqlqOhwSUu9iFjda+S2yogWEfQJMvJRn7oU0JmoW/rMzD4zE7SI91vZAKwlpVQq6DUmIUJBr5GQXyvoNVxchYaNAJwhLQ/l0jJcWoZFSgLcZgUTLqPBlUyUioVWszF6PsEqpZpEJBUXGogwSsg6IRHIXaOELCA3imnNIiqMS6zjtdSLac1SBkJGh7FQz2W0OoMApeMhlMxGiDbEhVBDwIQXUGrlbCjwzMC8oqNfCsj1EjpsFAJsV5C1PJSYAoUI9AKUlocwCFAGAcIkQnUbGSDV3KWjjbZh/dan6TOxQO22kY8AfQGDNt6gjff7G61LRYKQ10p8r45s4cMM7HoNvVpDr26TYexitEmIeO8S/WNA+8bCsojQbaoWAG22izG9erpViOpQkbq11F+6ldDza0h9FvYbO3ewTdDfymvT0VQ8OI9UycRXVlVcu3/z7MPb5189vfn8SfnDu5dfVdyBN76seHzr/u1L1c/v1b649/R2Gba+Al75cNCp/qnX0KZj9Jh5aj5KxYa7DCyLlGhVknmESgGlVsGEaQRos4RgVZJBeEHDRinozUpaM3SdgoGQUZskLfViUr1FCNnCPXoe5P1KyAY+DtozEpXvM3GG7MIODcMswkOsYD2v2yq16nhyIfnGlVOHClKKCjPS0/fn56cX5GcdPVSYeTB1x6Ytq5YsWxEfv3ndupSEhEO5WYdys3JSktIT92Um78vPSD6Sl1FalHe25ND1iydPlRQeyUvLyUjMTUvIStufdXBvXlZSQWbSkcKME0dyjx7KzEtPTEvenZ2SkJeVVJiXmpOVkJG6LzNtf152MohD52YlHS5IL8xLBSs3Kyk9Ze/IASkQH3hEyuZlpednZ6QfhMBImanJ6QchZzhp/54D+3YfTNx3MHHf7u1bflyzcmH4gsjQeREL5keGzlsUER63KHJxTPSS2EWrly/bunF9wp7dyQl7E/fu2fzj2ogF8/18fQIDA6dMmTZ9+sz5cxcsilo4f84PkwICJvv5+44ZM3HcuEnjx8/y9lk2a1b25i0PTpzEPXmMvn8XdfcW/NaNxutXGi5fqr14vvr82apzZyrPnqm9fKnh2pX6a1eaysvrb1x/cub01UOHjiUnFe7fl7Nrd9aO7Vm7dmXt2pW6fXvS5s0HtkArYcuWPZs27ly3bsvqVZtXrd60ctXGFcvXL12yOi52+aKFyxZGLV+0cGVczOrFccviohdHR4Hk88LwBQvDF0SFQa8xcsHcqNC5wMWNjQoDKyYyFPjAgI00NThg+qTAWVND5sycsmDuzPAFcwDv49+FLyMFWgCSFB06L3TW9LDZM6JD50XOnT1nSkigr1eAj4efl5uv53h/j/GB3p4hPt6TfScEeXj4jR074dtvA8aMn+7jNzcwZF7QpB8mBi6aPn22r++OZSu0LF6H0iQjcil1+Ib7dUK8RMOy0BGS+idE+CsmoppX9YTy+hn9zg3crRuEh7cpLx6xq55ya5/xmp+LsNVKXLWC1mxkIIzYGhn8JQ9dJUJVChues58/oDwox18qrS5Mu5W573JR+t0bJxte3qLgalRXT9bnJd04lvPg4smaq+fq795Av3rBfV0jvveMdeM++UmlsA6pf1QlvHSPeOUh9fwd4vn7pIsPKWfuEI6UwXJPVxeerz9Rjim52nT6BuLsTdTJke6rYxdqTl9vLruHO1nWcPx8zeGTL/OKn+YdfVJ4vOLoqdfHz1WePPe6+GTF4eJHBUfu5xTeTs64vG1PydrNeZFxe8Oid86PgnTv/MjN4dHbFy3eFbd8T8yy7XErti9bu2fNxsRNW5O3bDu4aUvSpo37N6zfs2XDvm0b9v24YsuyqJXR8+Ki58XFh8bHzY6KmRkROWX+vIkzp3kHB43z9Rvj6fu9h8/37r5j3QM8vCd6+vh5ekIa2GO8j8f4b7y8fDw8vNzcPNwh9ePl5eXj7T3B23uCp6e3p6c3uDthgp+//8SJE4MCA4NHY8bAbvXy8vHy8vH19QdPMm6c29ix48eNc3N39/Ty8pkwwQ88g4eH17hxbm5uHl5ePu7unt9++/033/zPt99+P2bMuDFjxn3//djvvvs3mfW778aMHTvezc3Dzc1j9NnA6f0f5t46qqq27/71ucNAuhsbFRUVFRUbFQUBKQVEujsk7G697VaU7g27YHd3d9MdKrZY+4zFeg7H8/ze95z3jHH++Dmusca1F4sNA2GP/Vlzfuc0MDAEn8HU1NzIyMTIyAT4Vk0swVncqcJeENrNzaytrewd7F3muCyYO2chaGm2s3WaN3fRHJcFjg5zQMMzmHFlb+cMou+UkDtVDQUqwBaTOdig6mtlaQd2Jk9FQIPa7yQk25qZ2lqY21taOJib2Zma2JiZWlta2NnaOP27Vsra9v8sZwJEaQB6He1c5jrPWzDfwWWOtb0TMFg9d+ncxavnuq5d5eXjsclvf1R6cGzW0o0+SzbsXr55n8eOsHW7Ijf6xXjujVm6NXSuZ8B8rxC3XdGeIRnbYo4EZJ0NK7p6sOhKUN4Zv4xjPilFPsklYUeuRJRcizx6PfrUzYiiC4EZxfszig4Xncy/dLPw0k27Rcv+MjY1MLecbWI+29B4SjUFSfJ3OgXpFxyyBfe/f/Q/9r9Lwb87qP/jsv/5w9+/+v+Dldrc1GLG3zP/+uPvSfvAzD//9cfff/5lYmRsbDT7X9Om/fGvacZGs2bNnP7Hv6bNcXHy37cnvyA7Lz8rOyc9PQOg3/SMpJzc9IIjmcdPHCk5mnfqdPGVa6cvXjxeVJSZmRmfmRl/9dLJ3KzExLjIbZvXeK5ZvtR1zuaNHuvXrgBbkTxWugGy8JpVm9av3bxh3Ravdd5b13lvXbNz29q9uzYG+G4N8t+xf992/71bAv22hQTunMyIXuPjvf5wREBuZlxRfvLJYxmXLxTcvnni0f3zpc+uVVfcrat+UFt1n4hr6OnkvRnV6PVj+l+jb8fUo0NyKR8vYKBZJDibjLh58Zi/9wbT6dPsTKa7WM2G1ZaSWhtrnt7JjDkQ7rcjNzE8LynigO+WrISDGXFhsSFA+HNhSmRuQsj1U9lCYvO7HmGHENMjxg+raGD4yqAcDyQbaWm9UlyPBDuoJPXJ8BoO8H66nY94183qlWJ0PHiPBN0vx4H1qj0S9JiOMqQitPPhVPiTlvLLOMg9Fr6MinrOwL5kkyok7EYFv0XIqKNhS8mYF2xShYBao+FBpfR6BuoFA/WCiS6ltz3n4MrY2FcM1AsBqapDhOyStEnp9UJytXJSn9QyG99qKX0ipI7VPNkJjP3cA7T1vlYDnSJgLnGvEPGunTYkA3BXQq5itb2QkGuG5biPXcwBCVqAKZOQa3rEbSJyJQv9vEeK0AogFPh9ZttDBb50kAfppNerqQ1AakuPSMjGorEtGBpOPtTXp/+p/PWd9+2rUK/n6PWUbxPcX3rOtx/MLxPMLxPcr99FP37Kf+lVv/Tq799k78fZfZ1EhQDLo+C5BAqfyOER6LgmGqJSRGoZUNKGVTQZtZmLrgBsh5PubjHuJa/tMQd+T0UuGxI3D4hhTOiTYRnxUxd3UILv4rZ2sBHAODGhgYepFuLreJhqVmu5hNw0ICe/1rGGlVQJrmpAhJIRajS0Rg7iBbLsatnNQm7bS3Bar0+G52AqqPDnYBFxtxQtYTRqhHAVp4mLe6liNjBgjzT0ejWtpoNR38OBSDClg0L4uBbXyWl4q8FODLAGlYT3vbzxLuZ4FwMoWJZjhmRo/VvZt37OuJak/6yd6GN/G+APy/GjSuLEoHRQyRrS8H+9H1CJ6PHRIRYWs13mOGzavrkZiaTxBPHpmS6uS909Ny5fu97Da8ueff47t29au2qxg7XpmZMlXz6Mvx4eUMtEw30dPlvWWs2e9vDasS4xoYOP/jog6hNiXquob1WMT138ESlZx0T0i/Bv1IxhGbFXgP45KgfGkiWo8U56pwDWK0GMd5K7hNDXOqDk5m0HrU+KVrMg4CgjCDkc9As5rX5UQ+iXoSjQB5i6mwr6/1Wp9a6dMqLAfulldfHgQzJsBwcmwJS3s6Hv2ukDEoyK1igj1vNQr6TEGiAGGf4MSBhuvM9ue9nOhg4pCGJ8Fau1lAl/xkG9EuEq+dgK0WQ+GQv1koV6ycWWi0g1oHG6Q4DsECD75Tg2+hWi8nqXqO3LoGBMRx3vYup48BEN6ceYZFRLltHqeySo9z2sNx20US35yyBfSq0jQx9pudC3nXQVC8JsA2K3AAoCIBYIE6a3vuRgK2WMRjG1TsZo7BC1jnXQBtUEKb2Biy9nY1+R4U+AXww+GvQm9IjxOm6bho3Uclr7pEQ1C6HjAjcyuoRYHbdNy2lV0KEyavOwmqJ/o9F/0H3s4w+rKeMdrJ+j8o9drG8Dgu+Dwg+dTP1bhf69+r2O9mNI+Ladrn8t179RfOnnf+rlvm2ng+D0uY/3qZerfy1/38UCa4SBMGQNZUzDGJCRekS4HhGuV0LoEmIVdDgfV98rIX0bVg6rGDw8ILQy2irbqh+iax/iGx/3iPFSCkRBB6K/MHWPOOi6QQWjnYd72yEY1bCkFIiE3NRafUvJbBnvYr7tZICFVToecG9iSEX80MsZVBKGVMSvQ8L3PWw5HQiRktMb5fRGOvI5h1BLa6skwl5SkOUCMgTsm5WzkMBQLqVZRG0RkCF8UpOGj+lT0tpFeCULKSQ1icgQKQ0qIkMUTISODzCziAxhoqoYbZUsdDUNWc5EVXFxdVRE2WQt7Qsq4iWjrRzAOYB+myXUFhK0FLyAiigDm6LJsJfQ8lvQ8ptttfdY6EoxpUFAqBGT62W0Jj6+UkZr4GLLJydvqZ8HeCMaUp8MM6IhgaPpUiqQuvd1SAj0A3fQ1ewWNbuFjnyuYjVPvsI3d4tRSiYEKHkm1Uy+zKL56FcSQhUP9RKwe1DqldSGPhFqBKhxIg5P5lprJjO02IiXaiZ0cjX3S7GdQqSKBelToN900duFCCD1UEUSUBrpqCoBuYVPhlY+v/Xg1vl7N88+vX/l2YOrFS/uNFY/bah68uL+9Ypnt29fOfni3tXG8sdiGlZARskY6CE1rU9OkFIbCc2PydCnQOMXGyYi13cKUV1iDAtVxsFWKpktbEyFiFTXIUT1SYkabquI2CCmNPWI8WPtrB4xnk8AxgE03NZ2HuDkb+cBKesKOlREbKDBShnQUgGuVkVHcNA1bTWPcM2lUmbboJbPISGe37t2JCshJTYcCH/OTMhMi0+KP3w44kBYUEDofv+DwYGHw8PS42OPZKZlJcUfyUg+np91LC8zNyU+KSrscPC+iIA9p4tyzp/Iv3TyyNljuUdz0woyE4uzU04UZpXkpJ8ozCnJSc9MismIP5yTGp+dGJ8QdSA5/uCR/KSiI6mpyZGx0cFpKYcACTo7PiczYdIaHZORGpedkTj5nRyKPhSalhwXcyg8PDQoIiw45lD4FPqmJyfERkUcCA7089np5blm8YK5zvY2wALn7hydnJ0cnBwcHR3sHOzsHextnSfPODs6OTnaO9o72NvZ2FrbWFtazZszd/7cea4LFy1b6rZi2fLFi1yd7R2szMytTEzsLS0dLSwtDGbP/tcfptNnzLO1W7d4ccbB8MdnzjTdu1t19UrZuTOV586Unz756uRxcJWfP1t+4dz9kuJj8fEpwUFx/gEpIaEx/v6RPnvjAgMzIw5lHzocHxxyYLdP7P6gmKCgw4GBAAPv2hWwY4f/9u3+3jv8tu/w3bb932v7jr3btu/evGWn16adW7Z4rV271t193cqV61avWrPSffWK5R7uy9atdl+32n3tqhVrVgIPPdyXrVm5fM3K5cuXLHJ3W+zutth1/hwnO2tbSzNHW6u5TvYrlrouX7xw6cJ5bovmr1iyaNWyJauXL121bInrPBf3pa5r3JetWrZkxZJFy1wXLFkwd+EcR3srE1vL2ZYms8yNZlgYTrcyMrABHNHGc22snS0t7I1NbWab2BmYOBlbzLe0W2LnuHb+/Pkmpu4OTq+u3x2UdkgJfEwNtuZBE7QMR4KKqCgNrJb77AH69o3mm9dbrl+HnjnfePxM/dmLsAuXEWfONl++0vroPvXZA2rpI2pDOR9WI24sYze+YsAruZBXtPL7qGe34NfOVN27CjlT+CIq9OSxghcvHlLOnagN3ncsNvJKYfbTq+cgj29hXj4iVT+jVpfSK8vZdQ3ixhZ5daPoaTnz1hP8+dvw41chaUdfAKvkZdbx8tyTNYVnG45ebD5+ufnEpfqSc1XFZyuPXag5erYq79izrKJHuUefJufcTsu/l1v0EIx6zit+lH3kfmbenQMHi0KC8/f6pm3dGue58dCa9YeWrQ5dsHTfktUh7mvD3NeFLF8duGK1v6dX6HbvSO89UfvDUgMPpAYdTNl/IDk4LDEoJD4kKCYk8HB4cGygT+jOjbs2rdy0cbmnl9s6L7e1G5eu2eTmsWqe60JrB2cTS0cjc/vZptYzDM3/nGltYGxtYPgfy2q2IQDAxsamRkYmUwAMIquhofHUGVNTc3NzSzBNCuRecG9ubgmCqJmZhaGh8ezZRgYGhiCmgixtZmYBfq6pqTkIsaam5iYmZgYGhlPEO2vWbBCDQWyeAehzACr/DsCGAJgZTJ8+c8aMWUZGJuA3bGxsamZmMWVCnurmnWrotbN1cnaaN3fOQhB6QfPz1B4UcsHuoqkW398xGMRaEImneNjSwhZk5ine/p2Zzc1sLC0crC1drC1drCycLcztLcztra0c7Gyd7e0ml73jpBkbmPh1dHR0cHCYM8/FwcnezslxzoKF81zd5ix0c17oPmexx6qNe3cFxWzaE751X5SXX+Ti9T5uXr6unj7rtodt2xfvHZiyekfEQs/ABRuD3LwPr/CNXxeauT2uyD/3QkjR1cCC8z4Zx3clF3onFuxNPRaSfyG04GLokfNRRy+HFZzal5IfkJybfPLi8X/uJ+QftXSZP22W8Sxj8xmzjQ1mG82cCWi/oGALuqCnGPV3BP3fFoD/Ne2PWTMMwEFxsG0LjFub/vefQP644cy//gQY2GP1isNR4UWFeZlZqVnZaVnZqZlZKZlZKdk5afkFGUXFOQVHMotLcs+cK756/cyVa6dPnSk8UpSWk5d4tCjr9ImCI3mpIft9Vq1YuH7tss0bPTxWLlnnsWydxwrPNe4b1q3y8lwD0O9Gzy1e6/bs9NqzcwNIvyGBO8OCdofu3xUc4O3jvT7Qb1tY0O5Av227tq/bu2tj3OHgo4VpxUeSzp3OvnG15NaNch7vjAAAIABJREFU43dvnXry8OKrFzcqXt16/OACnQLt7uB//zo48bl/ZFDxZlTTqeOzyG1lT+/u3Lx2+rRpjhaGs6ZN27zGDdlYIaRjH/9zIS/xUHZceGZsaNT+nTEhPgUph9JiQqJD90yO/oYlHvS5WJJKanklZ8B7JSQlA9bBax2QEfokmBEV6bWapGI2yakN/VL8iIrSJUB18FqHFKQxDa1fiu8SoDQsmJoJ1XEQkzWY1QJcNZCFM1kkq2JBRKRqWuszPrFSwW0WM+rFrAYJu1EugCpFcCGrgU4oI+NKmaQKEb1OzmyU0uvlzEYVp5lPrKS3PReQqvjESgGpSsmG9MjQXZI2GaNBQKoSk2sGFTgdq7mLB+/iwd9oyN8HBUMybBcPDtR1tNOG5Tggp1SK0TIh/WIU6NMjtQDFQqMaEuBQ1VE/dbNVtMZBKUZErJKQq/oV6B4pgkd8ycY8k9EqRsTwcTmqmwmRk+u6xASNlEqlotEktLy/p/3LZ51ez//+nTrxnanX0/R6vP4XRa8n/9ITvutxE7/wXyfXl++EDxPk95/5E990en2fXt/186twuAsrYsOISAYDw6IgxFx8j5bbo2XLeGg+BSKmN1MRL4TE6i4hvJMHEeNeykllwxL4GzXue79gRE5RkCFKSvOQlPRaRR9T0j52AvlP3UK0lNygpDePaWgTg+I3OiDc9WsPRz8qHZXjP3Uyx3XUHgGSMxn2o2G1fBsS6ceVKlYzDfGiQ4D82C/4Nib5Ni4XsxrgtTeY6OcDgKoJGxC36mj13eymd2p8F6uxj9fyRokaliE/dpLe6giA2DgkGlARtJMRXL9ei8d15EEJUses7xchfwzySA23KZAHg1Is8Hsio3RJOb8+vamveLF88TwLcyOvzeuv/nNt+O3rntGRT3r9m6/f2sjU8Lhkx4VLFyxfs3Ktl6/vvg1r12zbutnO1joxIa6/r2d0sE//c+JkUfaqJc4hPl4/x7uApxVgvvTw36ppozLKey17QEhUkiBaBrKT06amQeWkhjENTYivkpBrxjvpb9rJclq1mlX/qY8hIf+79xWsftWwmzXsZjGpWseFSim1YM1vj7iNjSolQu6LSdVs5NMOTvOnbsb7DuqgFDWuI7ezWzSMJjG+io18ISfXjSgIwzJiOwuupDQpyI1KaoOS2qCg1MvJdXIyoMNrmc0dHJiEUM1Hl3HbXgon0VeAKQcBWEZrEBKrebgKCaWunY8AA647ha1U+NOKe8ceXsrCNd7rECDHdNQPvZw+GXZQif/Uz+0UIgmQ+xTYYxULAri4hwRvOmjjXYxBJb5fjv3Uz/06JBhWEzsESAm1sV2AHtZQ2wVtk3Wyj0FXhZYPn7RS0971snrlGA0PqmQ3CsnVYzr6kJLaI8Z38AEw0HHbwOOohtEnJQ6raG/a2f0yUpcQ2yshdItwQ0rqgJzcLyONqOnjXexP/YKJQfH3YelEP/9zD+drH+9zD+fHgOCdlqpjQN5qKfpP7frX8vEOBmCY7+V+6uWOaSgjKtKgHJhp/9TLHVGRBmSAdwCM1NKwYFo2UsWAKWgtGjayU4BRMhBsVLWU0tIpwPXJaBoORkRqkVLhYjKUAn+lYsL7ZHguBkibI0KeN5fewNY903FwaiZaw0Z3i0gTQ4oBOVlGbVaxoAJCjYBQxUIBQj0fXwma0nm4Ch6uAuxzft1O+9DL6RS2UmBPMPV3yLBnAkojC19HaaugtFWw8HVCWouECRczYEoeCtzwKRAOsUEtwAy1swGPLhelZCHbBVgdHwN2O6s5bQomgo2poSLKGG2VHGwtE1XFwdby8PU0ZDkbUzO1ONhaLq6OT2gAR4ipiDJc01MQp3FNTydR+SUPW8PFVEupjZNpzxVsdDkfX8lCvQRpdlhNHNNRRrVkwO+gJQwocONdzFEtRUZrUDIhvVJMtxjVL8cNKgntfASA95gyKvwpDfFMw4F2ClvHdFQgxUrQOizHi/FVFMhDfN0dMb5Kx2rho8uU1IZOLhz4S1eR+sXofjH6Uzd7QEYaVlInf7ZVCkYj0OhGr+0UIzrFCD6xUsps6leT+1X0IS3ndZdoQMPr1QpoBBgCUo6G15CxzWxqG4MAb4VU1L18AKstrX/18O6VU/cvnyq9c6WtvkxIRoy1AynuCkaThgPV8eByeqOYXCuh1KnZLe18hJhcq+XCdDw4C/WSjX7FxZb3yUmdIqySBZfSgOwxNQepYiPkDOiwhj6gpOj4KCmtWc1B9kgJ7QK0kFAPOO05bb0i4qCMqmGjydCylld3Gkr/UfOJHRIGBQW5cf5YVnJUQWZiUX5adnpcblZySnJcckJ0WnJcVmpiVmpidnJCTkpiYWZKUVbq0ez047mZx3LSCtMTs+MOJR8KK8lOOlGQfrYk5/yxvLMleacKs08eyTp5JOvG+VOXTx09U5xfnJ2Wm5yYl5J0LDf7wsni7PSY/NyE3Oy41OSI5MTwrIyYnKy4zPTo4iMZuVmJqUnRiXGRiXGRYAlwUvzhmEPhsVERMYfCJ5XboEMHQ5PionMz05Liov337vb0WLlm5fKtXuv37dkVHhoUG3XoYNiB8AMHww8cDA0O2euzZ+P6DW5Lls51mWNpbjG1LMzMLczMrSwsrS2tFs5fsHiRq9uSpUtcFy+YN9/JwREEYzsbW0d7B0d7B1trG9DmaTg5aTl72rSdK1flHoq8lJnx+Nix8vNnK86cqjhzqrSk+MWxktLTJ5+fOnEtNy8nMuKQz56Q7dsP++6L9Nkb6bM31j8w7UB4VmRUanhEQkhoQkhofHBIbHBwVEBAhJ9fuC+gBkf4+wfv2Ru4a7e/9859O7z9dnj7TjKwz5atO7ds2bJ+/QYPjw0eHp4eqz3cV3i4r1i7aqWH+7IpQXjV8qWrli8FH7q7LV65bMmKpa6LF8yd42jnaGvlZGft4mALou8y1wXLFy9cvnjhiiWL3Je6ui91Xbpw3ko3IGEL5OGVbouXuS5YNNfJxcHc0dbIzsrQ2nyWtcksK+OZ1sazrY1n25uaOJqbOZpb2BqZWc0ysjYwdjK1WWRjv9jSarWzi+NMg9DtPjIST0GT1T+GVD1ofny1GlrNoKC0bVB5dTnz2TPi/fuYKzdgV29jis835R+rzSmuyjxSfvQM5MoN7NUb6KePmaXPGFWlrLoyTl0po/Y5qf45qbGUXPUIc+diXVbClbS4K7euQO/fQmWlPwoOOnko4kp01PXUpLvFeS+unG16egdX/5LdXCNAtMhbINKKCub1W7Dik2UZBY/ic+4ezvgnLOFKaOKV0PirITGXQ6KAdeDw1YPRV4KjzuyPPBkaffZQ0pWYlOuHky8fTr4cl341veBuat7tpIzrUQlngsILd/qlbtwevWbDwe074rZvi/HadGjVmrDlq0KXrQ5dvDJ03rLAFRsi1mw9vH579Mbth7fsjN7jnxASlnkgPCv8cG5ETM6h6JyIqIzwyLQDYQmh+6ND/A8F7A7Zs2XvNo/NG5at27jEA1iL3NctdPNYsMTN0WWehbWDoYntLEObmbOtps+y+GuGnYHRf7mmgUQK6r0gW4LCL0i24P73dGXQVwwCsJmZBUiqJiZm4GYKm6cE5H/rtKbmhobGBgaG4ENQdga/BAi6IPQaGZlMIbSBgeEkjAF6MnjNjBmzZs40MDQ0NjY2BeHc1NQcNCeDGAxalJ0c54J6r6PDHGeneXNcFsyZ7DpydJhjb+c8x2WBi/N8Z6d5UyIwmOFsZwuItKBOOwW3oAn8P+RfcBLY3s556uIpSDY3s7G2crK2crKxdraydAQB2MrS3sYaMFQDOdIOTk5OLlP0a29vv2DRfIc5jvbOTvMWuS5cumLRUg+31ZvWbt6zOzB6T2j8mm37V272X75537zV25ds2OO+NdBzxwHvwKRt+xJdPQMcV+xetClklV/i6oDkjeG5u5KOBeVdCi64tCft2La4/G1xud6JBX7pJ0JyzwVln9mfdTIk99S+9MJdsRm+8ZnpZ6+evP1wZ0ikudPc6UYWs00t/55lOAOg3/8/AXgKnqdE4N/P/H/dg9T9/8Lef82YjAo3/OuPP//6409jQyNTE6OZM/42MTb8849pf/81bdHCuaEhgfl5WcVF+Xm5mVnZqdk5aTm56Tm56bl5GfkFWYVF2SVH80qO5Zw5V3z56qlrN85eu3H66vVT5y4UHz+Zm5MVd/5s4akTubnZ8V4blm/ZtHL92mUb1i1fv3bZRs+Vmzas3uK1Ztvm9eDaummtj/fGPTs3+O728t+7Jch/R0jgzuAA7yD/HX4+m/z3bgkL2n0wZI/vbq+tXisD/balJoZnpEYcK069eqn45rXjN64eu3Xj5P075x7eu3DlYtHzJ9egkJcaJevtWLtGyYJCXp46lr13x/rp06bZms1ytjGZMW3a1nXLCcjGbpXw4vG8jLiDsSG+qYeCkyL8D/huiQzYkR1/ID06ODkyICchLCch7GhmFLz6Yb+c3i7A9iuoXWJA6QWWCAUY4dREFbOpW9g2qASKZ1SsZjW7pU+GbecjuNjydj6iU9jaJ8P2ybBKJoSNfgXqJCJStZAIvPUB1NpJiJUwG4S0WimnScppkvOalQKohAvh0Wu5tBoRs15AreHiAU+1nNmo5cO4+HIK4omIUsMjVIiptXJmo5INkTEaJLQ6Ca1ORqsfVOC6hMhBBQ7MpwHnP0fUxPfdzAE5VstpAY9czCsw24lPrCRCHw1pSPp3ql4xelhJ/Dks7uIhdKzmzz3sAUmbgl43IG9TMGtp8AftnMYxGUpHqRNgyhR0qISNwqIbcTS0brSv/9e3Tv0v6c8f7O/f6D9/0fR6sl6P/fGr7es35OevyM9fW79MtH39gf76E/v1J+bTBEuv5/78xf/+XTjxRfb1o/rbB933Tz0/PqDYRCwbR+ARyXwikYlCYBuaWl7WNzyhkpr4DLhKhJUyoWTYCzqyVEGD6DgILRvZwQNuPfSKsUMKUrcQ3SPCvO9iDUgww3L8Gw3lvY4+Ksf38BA9PMSABP2+gzoxxBvTEr8Ocn+MCj/1sQbk2O+j4vEuxoACp+G0SCi1XGw5C1UqJFarOC0iRkPVszNPbhZIaHUaDlSAr5CRahSk2i4ODFCSiZUyUlUXD9rNhw2rcCOTLtweBaFD1DqsJX/q46hZjaTGO0z448miFKr+k05MrPnYx/8xJmehK/XfRka7VWmxh6yNZy+Y65iUGEOmEr78+DoyPvb114/esdH3379N6PXvv/1E4klRcUkLFrvNn79w985dm702Be8PcnZ08li9skun1f+YkAtY8+3N3Jyt6G3130c0QlzDqIL6qYv7oYM70Sd8o2b08FFDUtJbDf2djvmpi6tmQoFeYi5UxWxSsxo56GccNFAipWY1MlufM5DPJOQaLacF7DHqFrVODAle6yidAsD2CY6A6rjQfhlGx23uFiEmhnhvOyhjWmKvpFVKqRUSgCQnGuwpHf5MQqrVcYCqHj62arKxtknDAsYIwZRdMM1YRqkH65f5WCDiCIx3UtKbdByYlguTUICZTzG5tkOAHFDgwTxwNbuF0QrcE9FyYf1y3Ot2WqewVUyuldHq33bSP/ZxQNbtlaLV7GYptU5Eqn7XzQTZWMNp6ZWieySodj5CxwdSrDpF6E4RWsWGAf3AolYFC6JkN0to9Z3i1jdd9BEduUvSpuEBLWXvujmDCoqO26ZiwnXctk4BRsdtA+QyNlLJgHUKMICkxkaqmPAOPrqDj+6VEEBC7pMS3/dwv41Ivw6IxjtYCkr9u3b6twG+htGkotQPitEKUq0AU/ZaTe6XAq8wPSJUl6AV/FkNyoHJ9jEN5UM3u0+C6Zdi33Uy+ySYDh6inYts5wIALKc26zit/VJitxALwrCCDgVuhQjxDGQFH1cvp8EwdY+YreV8fLWI2CAiNmg5KCmlhQqtUDPRw0q2ho2W0xCf+iRKBmxYRRvV0ujIUgLkAQ9XoWa39EoxPRK0hFLHRr8C1fhJPwv1TQd9UElQMiGklkeNLy5JGC1ABy+2lokBZnGlDLiaB7R2yZgIERUoKBJRWzj4ejkL2aekAaOqMnKfnPK6gzusYYLCr5wBl9FhoPDLw9dLaVAwBwvUivmEBnDx8PW/LyULKSA2kqClAmIjn9CAa3oK0rKY1MjHAV1KwPAwtVHNBn5bBpUECWXSZo95xcWWaTgto1rymI7SI0FNWnVa5XQIH1+t5SKUzBYa4oWYXC+nQ5htr4TEWg4GoGg1G6Zmw5RMoKdqREUaUhDGNJReMRosdgbd6X0SDFjp3CfByKkNIkJ1Bw+h47R2C7EdvNYOHgJ4lRYghKQKPqFMzYXwiZVyZtOAkjSgZgxq2ENabo+C9X6kvV3JlQupChFNxiMrBFSNhCnnU3CwWhSksrWx/Nmdy/Uv7r+4fRlW9ZyCqOkUARVoGg6Uh6sQkWrA2HkBoUpEqpFS6+X0xn45rp2P4OMr5fRGAaGqV0bU8VEqNkLFRoD0C264uBotr61LjAPZGNwDgjAXOZmWD1Ez4e08jJKFZKPr8C2vaKh6NZ8sZePryh6ePpqVlx5bmJ1YmJeakQrQb1L8ocy0+PyslNyMpKzk2PSEwznJcRnxhzNio/JTEk7kZZwtyj2dn1mcmVyYEV+UlXgsL/V0Uda5o/nnjxWcO5p/pjj3REF2flpiXmrC0dyMkuzMfzNwQVZ+dlJmenRKUkRqcmR2Zmx+bmJuVuKU/zkzLT47IzE3Kzk/J7UgN+NIXmZ+dkZeVmZ+dlZBTnZ+dlZKQnxIYID31i0L5rgsX7LYe+uW2KhDORnpSXGx+/b4bFi7ZoPn+rUea9yXr3BduMjZ0cna0srU2MRotiGIu9aWVpbmFuamZhZm5jZW1o72Dq4LF7ktWeq2ZOn8ufNsrKzNTEwtzMxtrQF92Nbaxs7GFhCQ7extrKyBwpfp021mzfJyXRy8edPhXd55YaFX0lKeHytpun617NSJlyePPztx7F7xkXPp6TmREYDtOSgoPjAoLmB/rH9grH9gXMD++MCg2P3AAgE4ev/+yH37Du7dCyw/v8iAgPCAwDC/fcF79u7f7RO42ydg1+593jt9t+/YvW3bto0bvTzXbVy3dv0ajzUr3desdPf0WA16of9th162ZAqAwfMrlrq6uS5wnT9nnrODi4Ots73NfGcH13kuoPy7Ysmi5YsXLnNdAK4pGAZl4WWuCxa4ODjZmjvamthbG9lazrY1m21jamBtPNvKyMDSYKa9qYmLlaWjuYXVrNnm02faGprOMbNcaGGxYeEioBjJwg5V2aJlq2GvWisfNl87+eThzcb6ChoKJkO0SCsrGU+fEh4+Jd5/wTh+BZZ9tDq9sDy9sLz4dNPpS4hjpxquXkNdvAC5cwNZW8aB14qqnuAfXG64dbay+jHu8Y2Wi8dfPbrV2lglOFlSFhx4Iinxdmryg6SEu4kJt9JT7pbkl1473/T4DqbsKbWhhldVwXr0CHv6XFVm7oO4tJuHU65HJF8Njb8cGn85JObyvvAzuwNLtu3N3+aTt21vvteejI0+6Zt9s3YE5u3eX+Dtn7tjX453QPaGnYkbdsZv2Bm/3jtu/fbYdVuj12yO8tgUsXrDgbWbIlZ7RS7zDFvqeXD5pkOrtsWt3Brr5Zu2fX+WT1iu74Hc/ZEFEXFFsckn4lOOxyeVxCUWxsYVRB/OijyYGro/JtAvImDPgV2bfbd77tjkvmG929qNSzzWu65aM99t1ZxFrrZO8y1tnIzNbGcZWv490/LvmVbTZ1lNn/Vf0q+dgREAwOCakoJBDAZPgqHKU9qvlZUN2DkERi6DWu6sWbP/w0QN+qJBBgZ13SmDtIGBIWiNnnoGQ0Pj363OIACDZ0BleOZMAwMDQ9D2DNKvsbEpeBlAwrNNwRRrK0s7eztnF+f58+e5LlywBEx4njpO8aqL83wQgJ0c54LOZzDAeUoEntqAGAz6nM3NrMEFpmGBIvAUAIMIDWKwpYUDuCzM7c3N7MxMbc3NbMzNbECp2c7OYXLZ/fufg/3chQsWLHZdsHiJywLXOQvdlnl4bd8bGhSRvDswetn63XYL1y5Zt3vtrlBXz91uXr47QxO37ovZti9+7c5DC9fum+vht2xHxPrgDK+IPO+4o34ZZ4LyLvllnt4am7chMmNrbM7etJKAjJNh+ReCsk/5pZb4JOZvPZSyNTLJPzkr88zloqu3FntusnCeZ2rrYG5tN2Om4d/TpxzQM/+HFujfofT3/X8Ht79f8/v+v7v+vzz/96R/YMpl/fvGaLaxoYHRjL+n/zHtXzOnzzAxMjYyNJhE3z+cnRz2+HhnZqQUFeblZKdnZaYeKcgpOJINrrz8zLz8zIIjAP2eOFl47cbZO/eu3L1/9cY/52/8c/bOvUu37168ev1USVF6SVHayeM5588WhgbvXr9u6Sr3+ZN2aLeNniu2bvLYsXW997YNk8tr5/aNvwNwoN+2/fu279+3PdBvW3jo3iD/HQG+W4MDvIMDvP18NoGcHHnANyM14tSx7CsXi25cOfHP9RM3r568drnk4d1L926fvXKh5NTxzNTE8N3ea5Yusrcy+9vZxsjKeLr57D9tTGfGhQcK6Dg5j5qfFhvmtz3lcEh+UlRmzIHUqP2TLUdhyZEBGTEhRelRqVEBRemRqIZn3TJqj4TSKyN3irDdEnyXCK1gNEvJdToOrEuIBHy51HoptV7JhLTzER0CJHh/HWzpGFQS3nYy3nYyeqUYBaMJsMyJ2tr5cDm9QcWCaLlQIbmaiy/nU6p55CqVEKYUQBX8FgW/RcprFnOaxJwmGRcioNZMei8fszAvxdRaDq6MgXohodXxCBVCcjWPUMFEl7IwL6V04M16nwI7qiFJKbV8XDmz9bkAX6FmQRT0hm5Rq44LlZBruJhXahZESKgkQu7zceU8XEWHBCWkNvQoCG+7me18RI8I9a6d3itsU5LrvnSzRxVYBaWmTwzvlyA0zLpeIUJJrpMSa0TEBh4NSiXD8NQ2UZfijV6v/fVN/H2C8+0bR69nTaq+6InvrV8m4F++tnz+3PL5M/TLF8S3H6gfeuwPPe47oA9Tf/6iTkxQPr6jvnvDGB9jj4/y3o2IP7+RT7xVfn0rez8kGuvi96uYWhFdyihvLKtpKmtDN1LJCBqhhY5vISCrm8ruwKruS+gwFa+V0vqqteYupuE+H1/dLUZ18pFSYrWEUNXDh72WY/v5cC21TkGuFpErO0TwbmlrnwLdI2vT8pp1PNjHPs6bDpqc3kCGPpJS67rFbWp2sw5IKYMSkU+bKq5gIPc/DQvV7BYOpkzLhr5Wkz92sbr5SBEOGFsdUQHtvkMqov6DukeKU/ORWj78fQ/7yyBfgK9A1/4jp9X3SdHfhkRsdPmQmvZlSD7SztN/HXj54KrH0oXO1pZbN3pWl7/8NvFJr//5Zvz10OthdYfmZVWFurP9u14/+vbND73+/YdPCAQieH+I25KlWzdvW7/Oc8umrWtWe6xavqKhplr/69uh0IAF9mYlmbH6r6PtPFwHF/O5WzAsI34bEOjHlPrX8p9D0iEZToitoEOfdAvbgLlcDUlGraMjHlNhD4WE8m4RMGiNrv2n5eVFQtM9MOm6S4jslaDedTFGNSQtp0VOq+8UIPqk6AE5djIYSSCj1nQJ4X3Sti8DnHZei5RS28EHAp96RCiwV7lXjNWwYFIy4JWQUerB5CcNq0VObZjMMQbSj8GyHxUDomG1qJnNamazjgPr5CN1PLiC0SSh1IF/Pn0yoANWy4Xx8ZUSSt3nAf6bDnq3GDWkIoI+VTm9oV+OBfXer0OCX29koPw7oMC97aSPasnd4jYdDyal1kkotToe/H0vT8mCU+DPsY0PqIgXHULU50HRxKi4W4qWMRo7xa2fh/hfR4RvuugDKjyQKc0D4FZBh2o5rd0iXJcQO5nzVKtmIRR0oLynT0oExeEuIVbLaVWzEN0i3ICc3Ccl9kiw/XLCay39fReHjy57107Xv1V08eBaetOnTuYbFamTCwPt3zoObEhB6OQjZZR6HQc2rCS+0dGGFID3RICrFBGqe8VoFQMiIlT3iDBqJlRGAYCkS4CZhCtUO7etT0LolRAAg7ScrGG29koIb3XcbhFuWE3pEAA+bRUTrmG3yahQVPVjHqaRh2nkoOswdU8ITc+gr24o6NAxHZ2Hq+LjK0EtsV+O+9DLAZqrxShQJh3vYr5up4GafL8cB9ySaHslIgP2XQK0lAAtpbZWMDE1XEKDkNLMwtaycXVSBhCbJCBDJHQYEMLEQw+pGSNa1oc+8Xi3oF2AldFhCiZCSoPy8PVgBLSK3SpnwNWctnYBVsFE8AkNk3HQLXIGXMFEgLQsobYoWUgNF0VvrSA0Pyc0P6ciysAn6ZMSgf8UGX5QSeoQtHUKUUMqoI77Uz9PwWiiwB7z8RXtfLiOB5NQanm4CgGhhoutFJHqWKgyFQsqozU1Pr+IrrvLRpezUGVyOgRE324xRstFcLGVUjIQSMZue9nJR7Zz4UMKgoRUy0UDrxJgoxUwKixCqRgQObWhT4Lrk+C6BMBD4A+B2aTltGh5zR1CmIRaLaXXA4nlEqyag5TQYUoOul1MVotpChGtr0Pydrh9pEfZpxN3qwUaCVPEwCEbysof//Pk1sWmV4+qn9zGQqpUHLyAWK9iNYO+dBGppkeC7hajQPoFj91ilJRaLyBUgfdquyV4Gb0FCA5gI7oleB0fxSfUUREvAf8zEGPeBiRvY6uZqAoOtppPqBtWkrVsuJTcoGbCtZxWOQ0G/E9h6+moWia2gUuBU9D1z+5dyk2PSokLK8xOzEiOTYo/lBAbkZwQlZYYnRIflRYflZEYnR4XlRR1MP5gSEpUeG5STHFmcklGUkEqQL/F2UngKslJPZ6fcaow+0xxbnF2WlYiYH4uzk47W1x46kh+YUYaheAcAAAgAElEQVRaTipQjJQYfyAuJiQt5VB+buKR/OT8nOS87KSczITcrMS87JSczKTMtPjJumBg6DcpLjY5Pi4lIT4lIT4++vD+fX4rl7lZmZk629vNcXSY5+w018nR0dbGzsrSwcbaxcHe1trGysISLGoxMTK2MDO3s7F1cnC0t7VzcnB0dnQCRV1rSyvw/Lw5cxfMmz9/7jwHO3szE1NjQyNzUzNbaxt7WzsbK2trSytbaxtHe8BNDZCwlZWjsfF2d/dDPntSAgNzQoKzAv1T9/pk+vteTkq4kZV+r7Dgfknxtfz8k2mpRYmJR+LjMyMOpR0ITwoOjQvYH+3nDwjCvn6Rvn4pB8OTwg7EBAVF+PmF7t4dsmtXiI/PAV/f8IDAg/4BB/b5h/ntC/XbF+LrF7jbx3/nrr3e3ts2bgQIf+0aL89169d4rFu9atIL/W/n85T/ee2qFeDycF82OQ69eMVS16WL5i+Y4+TiYOtibzPX0W7hHCe3RfNXui1e6bZ4+eKFSxbMBZfrPJfF8+csX7zQfanr4vlznGwtrUwNrMxm2lgY2FgY2JkbAgxsYmhtPNvSYKadiZGzpQU4D2w1a5a1gaG9oaGLkZHDrFkrHFzmmtreP/cPG8Vqq8Xfu1h690rF6aIHF06/rKmgIRGKqkrG8+eEihrezSfk49fghecghecgR842lZxvKTkDySwoKzpWk5H5uCD/+YPbqJZaYVMF6/6VxnNHHl8oevroSnNzBbf6GTU/7b7/nrzwsHP5eS+yM5/lZD3PzXmWk/00N+txfu7jY4Wlp46W3bzScu8W4t6d1mvXIKfO1RSdeJVd9Cw1/2FG8YuM4hcpBc+i0++GRF30DTmxJ/Coz/6jO4OLvUMKwbU9MH+TX+Z6n9R1u5JXbo1duTXafcth9y2HVm4+vGpr1Opthz22R6/eHu3pE7fBN9lzT+K6vSle+7N2HCzaGVHkF30iJPHMwdRz4amnD6edjss8k5BxKj7lWFJySWJcfvShzIMh8UG+kX67QvZsC9y9xc97w85ta7Zsct/g5bZ2wxIPz0UrV7q4utnPcTaxdDI2s59tbD3DwOKvGRZ/zbCeYWBnYGQ7y/C/XIAFGhR4zcwsQGvxlHv5P+jX0tLa0tIaVIDNzS3NzS2NjU1nzZoNAvDvfmnQ+Qw+25QjGnRZz55tZGpqbmVlY2fnYGVlYzqpDP+OuwYGhuDDKfkX/BJmZhZTPm1QKJ492wgg4VnGRoZm5mbWtjaOTo5zwYnfeXMXOTvNAzt+HR3mONi7TMEqGHwFfhTsNAJnhn93UIPoO3Wc0oHNzaynBOepj4KbKWy2snS0tHAAtV8Lc1sLc1szU2szU+spAAbDumxs7BwcnJyB8d/5rsuXL3Jb4TzfdfFyj20+gYEH4wMOJCxbu9PCxd3IdunC1d7e+2N3BsVtCTgcFJe390Da+p2RS9YHLvEKWrEjcrVf3JbwvD3Jp/zSzvpnnduXedY7sXhDZMaGyIydiQWBOacCMk4eyLsQnHVqd1z+pvDk1QGRm8MTDuYWl9y4l3bsrPX8JSa2TuY2DmZWtjNngUPX/2bg/50BGEy0+p17p/ag8GswcxZ4I/PvP//6+68/DGfPWr5scfThiFMnjxYeyc3KTCkuyjtxvCg/DyDe/IKsvPzM3LyMvPz0wqLsk6eKzp0/fvvu5cdPbz17cfvh4+sPHl178uyfB4+u3fjn7MXzRcWFyefOFBw/mpmUcMBrw7J1a1zXeriuXrnAc+2SzV7u27es9d7muXP7+t3em/bs2uS722vfns2BftuC/HeArAseD4bsAf3P/nu3hO7fFRHmG+C7dctG9w1rl27fvMp3t9f+fdsOhuyJPOB7INgn0G+rp8diN1eg0tvOapbJ7GkG06cZzpxmazlr1h/T1q5YFH8oiIaH639+JKOaow/4pccfLMqMT44Kjg7enXDQLyMmJCMmJDUqIOWQf1ZMcH5SWFFaRPmDiz1y+linoJ2PH1DS2JgqBROm4cDFZODdg5hcq6A3aNjNPFy5htMyqMSD+qGc3gBOHiqZTe18eL8cO6Qi9ErROh6sfbKnt0OEVLIhOgG8R4bW8KBy5r/7gXVipFaEUAqgUk6TmNUgZjUImPVCRp2QVitjACOITHQpKPlKaIApGlSPObgyJrqUR6jQ8mFDGuLrThoT+YIKfSIm1oC1lmCPaJegVQy07AIllh08hIxSz0A8V9KbgJE2IZpNrm9rfIiBPJRQGnQcBJhTOq4ikWpvd7Egv4YFGnp9nxChH5eOKLAiQm2nCK8WEUmEZiIT1f62d0j/TTbxXvD9K+PbV/rPH6D5Gfv1Z9vHidYvE2i9HvnzG3Tia8vXL9Cv3+DffiC+/UBO/GgYewN58wb57h3643vs+7eYNyNtwwOIgV7i53e0759ZP74yJj5yJj6Ivn+UfvkgeTeq/ThOVohr22CPK148Kn1U11CNbIVCITWt8HI6FUIjNrTBStHwF8S2V1RUORsDOGZp8Cd06GMFubqT2aQkVojbnotxL1mYFwJ6tYzdwCNXMHGlJNgDBuqZlF7LxrwY1REHFYAEKiZVajmQcR1Zx4OpeDAuuZpDqB7tZHKxlTxcVZcABcRlcVtFWKA5SUCoUTJgAmI9F1fTLcEPqsij7UDnZ68U821E/H1UMt7F/DzA14+rv40C6azj/VL9txGthFqQEb1yiYu9uenRgkKVRPL144evXz59/z4xODxAoZGbmht7+7t+6b+/fTfW3qHu7evo6tTqf33/8ulrTVWt59qNDnaOq9zX7NyxK2BfoIf7SioezyTiXB2td29YqaBjR1S8dg5OQYV9H5Z+GeD1S7EKOkCbAnyFkFCp40I/9LC0HMigAvO+my6lVDOQTzoFQNIvA/mMgXymZDQCE+DEKirssYhY1S1qBXOewdJjJaOxU4AYVhG+DvInhnhCQrmK2dApgH3uZ3eLEJ0CxLsuBqjxgr91ChqEgyonNj3iYYAcYzWzuYOH0LBaRIRqHqZcQqrVsFom85yw/VJsrxiITW7nwkGE0PHgHQJkl6itS9QG3lfqkaB7JGgQgMe7mB0CJOCNF7WBg8FqdguoTI7pqMNq0ngX8+uQ8OuQUP+5/WMft1eKGVIRx7uYncJWLraciy1XsqAicqOY0sQn1FHgQNOShovokeIEpGoi9BET/bJdCMzYq7ktUno90ECGqxIRG4BpCD66W4Rr56GkFAgPWzMJAy1TVAyO40opkBE1/X03/007W8WEM9te8fHVfRLc5z5Br7CtkwsMJnwfFHxop79RkcYUhF8j4oFJtbBL0Pqxh/OukzmmobzRAflh+nfq78PiL/18UAH+1MsdVhJ7AA9CPZDrBi/t4rYOSQkqKkSArpQR60cV5IlB8YcOdq8YOywj90lwHezWHhGmW4xRsaDDKlqPGK/loAT4hsanN5AVD1orHzJbq7mYelZbFdj5NKqljXexQb2dCn9KbH6oZEK6xag+GfZDLwesqnrTQQd/qgJClYrV/GlA2C3BSxgtTGwVE1vFIdSycNV0dAUdXUFGviQjX/LJDVImlEeqF1AaFRyEgoPokZK6xIRBFX1EywLG14W4DiFOyULK6DARGQLysIgMAUVgERkiJDVJaVCQhzuEON1klDEIxhJqCxn2ktD8nAx7yURVqditYkozOI/dLyONaZm9EkKHoK1bDPwQ5PRGCQXwdIzpqO+6mWDpl4oFGL/ZqEpWWwW+8TEPWwOMQ1fdAQqK0VVgX/RkTD0MDINo57eKiXUqRouIUKthwQS46m4huleMHe9gUaHPmMiXDETpZIRBPQ9TyUGVK2iQPiGmi4fo4MA0DIiEXCOj1um4AADzcOUSSq2C0aTmwDXcVhW7VcfD9SoYGgmdz0RLuYQeDb9Hw5fxiFho1csHV9uayhrLH768dxla9aS+9O7Le5fLHlxl4xq5uBpSyyMBoWq8i/mxj6vlwkSkGrBqW0YDEr/Au3jMttIuUZua3aLltYkpTTx8rZjSJGdA+YQ6QvNTeOWtxhdX/jmdfion8t6FHHjlLRryFQtdycYAr36gNWNERemT4YWEekZbOY/YqOKieORmDrmFT4OjW8puXz1anBN/JDs+LysxOz0OzHDOSIxKjYvISIzKS4/PTYnNSjycFh2eFBmaGBGSGBGSFBmafCgsPy22ODvpeH5aSU5yflp8dlJ0XmpcYWbSiYLsEwXZxdlpOclxeSlJR3OyjuVmF2anpicfTowHyn4zUmNyswD5NyczKTcrOSM1Lj0lNm3SfZ2cEJ2aFJuVlpyXlZ6dnpafnZWamODns3vpooW2lhaWpiZWZqZ2VpYuDvYL5rjMc3ZytLWxnRR27KwsbaysHewmk1fnzls4f8GCefPnzZk712UOeN7Z0cnFyRmYAba1s7OxBY+g59nS3GLKGm1lYQlMC09Cr52NrY2VtY2VtS2Q/mpl9vffO1evzjgYfiwp8VRiQl5YcPS2LQfWrwtd65Gy1+dMYsLNgvzrRYXnsnNKklJyY+MKYuNzoqIn3a7hGeGRGeGRIPpmRh1Oi4hMCAs7HBgY7ut7YM+eA76+Ef4A9x7Y53/QPyAicH944P6wff77ffYAIvDOnZs9PT3cV6xbvWrTes9N6z3XrV61esVykHXBuV/wCJ4BzeGrV7iBU8Grli8FGXiOg62jjaWjjeUCF0dw6Hel2+Ip+l3g4rjAxXHJgrmT8q+jnaWppcksK1MDG3NDWwsjewsjO3NDQAQ2mWVrYmBnOtvBzMTJwszF0tzRzMTW0NB65ow5pmYm06YttXFaNWfpq9svmGhOWz3h6T/Vz+9BTpc8OpJz69rl6opySnUV/fkL3L1HmLM34UcuQYovNZdcbik415R3piHnRG1izvPknKcJqXeTU++UFJXev9laXUqtfU4pvYu6eqys/hml5hk1L/mfgF25iTFXCnJfxERfA2j5yKujx6qLiisysx8lpfyTlPJPevrt4vynl07X3rmBuHu77eZN+IVLjSUnK7KLnh0/X3/0XF3hqarMwudx6ffC466FRV0KiboYGHM+MO7i/vhLgXEX/WPO7406uSv86PbQQu8DxdtDj2zen7vRP8PTN33d3hRP31RPv+TNwVk7Io/sjD7qfbjE+3DJ3oRTgWkXgjIuHcy5Hn3kRlzhzbiCqwn5lxPzLsRknjycWJQQmxd7MPWAf/Q+79DdXvt2ePpsX7d7x7qd3p7eW1cD07/rF69eu9DdfY7rYrs58yxs7WebgrhrNX0WKP/azjJ0MDSxnmHwX65poCcZjLYCncnGxqagLxoc3/29U9fU1HwqZhmUZEF/MrgHP9HMzAIEYFBSBjEYDMqysLACi3ltbOxAkAY/ERweBoeBQQAGn3bKI21gYDglFIOkDUrBwBOaWlla2IIlvWChEYi7oPMZ1HvB86AIPKUJg45osPro9zgrsAkJzIIGqdXG2uH/PugLqMFg9dHvl4EOamsrBytLR3DZWDtaWzlYWthNWqPtgaxpByewuNje3tHFZe68+QvnLFg4f7HbPFe3+UtXbti2J+BgrE9g1PJ1u6yc3W3me7gs27xg1Y5dwfExmScCorN8DqZs8Yt2XefnvGLXEq8gD5+YNf4JW8Lz/NPO+mec35t2akd88abDuRsiM7bE5O5NKwnNOxuQdiIo86RvUtHmiBSPwEMr9oZ6H0pKOnHhwqPS/fHJBjZOfxmbzjI2n20I3MswMjKZkoD/hwAMZmL9r0dQ3f1dvwWf8H+9Ejzz+5X/3X6KcsFw6alv9ffN33/+Nf2vv8HS6T+m/etf06Y52Ntu3rQxMyMFVH0z0pMLj+ScPXP8xPGirExg7hd0QefmZRwpzDpxsvDipVPXb567eevCw8c3S1/dK698VFbx8Hnpnbv3L1+7fvL61WMXzhVcu3I0Iy0yOfFgoP+2Pbs3LJxvvdzNxWPVwg2ebpu93Ld4rd62ec2uHRv27Nq0d9dGEICntF9w47vbKyxod3jo3v37tgf574gI8w0P3Rvgu3XT+uWeHouXLXaZ52zhbG/mZGdsY2FgMnuao63JjD8B7jUz+sPR1mS+i6WzvdnSRU5Xzx3r1kj0vz6+G+m6d+1sSnRYZLBPzMF9mfHhcQf9o/bvjA7eHRu6JybEJzHcNyMmKDchJDMmsOz+Ba0A3y2jdogJwxrmgJIioUJ6ZcRhNaVfTuiRoJVMiJRSq+VCu0StYzrKoBIP6rpgdq6C0SgiVcvpDRpOCygvaLnQdmCqsBUgXiagLPUpsO1CBMDAHAiHWMHCl3FJlVxKFYtYziSUcSlVPHqtkFEnIFWpuS1yZqOAVKVgNWn5MAWrScZoEFFqBKQqAalKSq/X8mHdUlSPDHB1lt89SoU+Ad80qxgQsEmlV4wG9TRA92ung+2jIypStwSLbHpcX/nPjQs5D68dYaErlfRmCaG6X4gaV5EEraV9PNindqqGUjssQ+tHhBpWi1aAp+IaifgWvpSpHu3s1n/S6r/TP49z9Xq6Xk/S6wm/9KgvP5Dvv7R9nMB+00O/fGn88qHp08fGz59gE98R33+2/tS3/dQ3vfvY9Ga86fXbltdvWt+/J37/ztbrBXo97tdP/KR9mqLXM/V6oV4v0evler1Gr1dOfFV/+iwZGaEo5Fgut4VALGusbSPCoKhqCLKCQIGyeWgsprqh7j4C8hgDe0ZCPOfgyoXEKhr8CbrqGrnxjohYQUA+bmu5h4Leb6m5gm65h4bcJiGf4CB3cE23O4QwFbNBRqqiNt/HVl9XkKu5mFc9MvRwO3W0nfqhn9shQAIRvl3cATGuk4McU9LetrNBH+ygig4YOGmQLjFmrIM2+a6a9W1EPKIht/MRozr6iJah4WN+vOvU/3pb9uTGpvXL57tYr1qxpA2O+DT+Uf9DPzo89vr1687OTiqdQmNQf+m/f/o8/v7Dax6P1tJULROzvn4c/frhrf6XXv9LPzL0uqqi1nONl9Fs07Ue6/f5+u/f549FIjPjY03/nnbn3PHvI109IpqI2CyjNbXzYMB0dyd9YkgwpiWCau2bdrKK2TCqIXzqY6lZjVoO5LWO0s6DMVufs1Gl7TzYkBKvZDSCMb9dQuSohgS0BHfQ+mWYfhlmUIF720H7OSZ520EZUmI/97PHtMQxLXFYhRtU4N51ASOsYB/VgAw3KCfqOAgxsW6yhLm+nQvvk2BAWUxMrAESoZnNnXxkjwgFmkgHZLghBQGICOIjweArMENOwWiS04FA3T4Z9k0HfUhFfN1O6xIBXVzdYhQQJd36gtTySEZr+NDL+TYi7pfjwIv75biPfdxvI+LPA/x33azX7bR2PoKHqwC0PnKjlNbcryC/6eSAahgXV0WBP9fy4SJKrYIF6Vfi+5W4XjmmRwaETstoTWBdMBhzBarBCjpUSKhnoyrBMuEOPnpISR1W0TT/B3VvHRXl3vD93s+z97aQ7k4JURTs7gIJFUUa6e4ysbuxFaQ7Z5ju7p5hYGDoErsVY866+N037z738z7PeddZ55+z12+xLuBiwA26+My3OIi3fdxPw6I3ak4PFyki1cloTf0CFFQAriRNN4TRvw5zX3USX8hw4xLMhz7G6+lwLyi+UrHblIzmcQUBmGxHpNgZn+0LJQkIjJyO58T6ezxk+esu2tchwSAfJcbVyIj1w0LMjzHJ+17WIB81JsHLyXW4mju0lse4+mJS66NeHuqNmvNGzRsQETioemZHDazsLrr2IR1eKSY19/JQlXdPoWpv94vQL3uowzKsgFDFQDzrZDaPKvCDErSK2z7WSQAB4Lf9zH4RUkqtl9EaeniwMSW1W4CSsdoB34rpLTxSvYDSSGh/imq8T2h/SkWWgZdCapOU2SajtwuIjXIGrIeP6eFjBiTEYTkFXPTwMQBxwQiwhNrKJ0CVVzJ6u5KN6OaiurkoMBEsJDXJGZAUSYE9l9LaJNRWUlsJA1nJxtQI8HVcTLWSCRuWEnt5KAW9DcyqYepvs9HPgbNgRI79OMx51Uvt5rQpmTBGRxkd/pwGK2WjKoWEehayAsxEs5AVlLZnEnKTgt4mp7Wq+WjomtbcL0D18ZGgQ/6tmvWuj/1WzRpXkD4O8t73cya7qC+UlCExVsWGqXkIKbFGTq4bFCDGZVAgpZvdAlwVPbz2bk7btEjbNCglqIUYPqGBhqxurLpX9uRqffk9ArJGyMQMqrjvxlRvx5S49mocrLLxeTGutbyl4kFzefGz2+fbq+5xsFBmu5PZ/KKb/KKb3M1p62Q2D4hRYnKtnN4IvOtici0PV6HitsvpjQJirZTWIme0CUkNHGw1B1vNw9fyCXUiciOqrri59Aq5/RnUGs2GT99QKcBV8jDlcmpDvwDRw+sQkerEFChF38ntUHJRMnaHkAkXMuEccius/tHD26czksKT4kKSY0LT4sPS4iNS48IzEqNy0+JSY8LS4yLSY8KTI4MBACeGB6XHhKdEB+emRJ/MTTmRk5yTHJMSHZp8JCQ1Jiw7KfZy0bE7l8+dLshOj41OizmSm5yYl54IrQcnH0lLhvaQ0pKPTJufoxLjIpLiI9OSY3KzUo8VZB8vzCnMy8zJSM1ISUxJiAe2Zy+PxZamJiYG+ubGRhYmxmZGhoa6OvPnzNaaPctQV8fGwtze2sra3MzY0AgcALQGevpgt2VG8rW3tXO0d3C0d7CzsbWxsjY2hIZddLV1ZoRfMxNT8LGmxiYWZuYWZuYmRsaAjU319T0cnMJ9/Y4mJBTGxhw9cuRYVGRhWHBB6GH/ZUvDt2xM9PNNObAv6eCh1JCQjMionJjYYwlJhXEJ+TFxBbHxhXEJhXEJ2dEx6RGRKaFhScEhsYcgETjU1zd4OgAc6u8f6O0zw8CHfP0OePtA8u/mLTs2bVrt5eWx0M3LY/F0r/WKFZ5LPRdDJVh/b8ACOvCyJYtWeHqAePDM9T91YFsrG3MTC2MDWwtTNyd7z+keaWCEXrjAwdneZoGdtZuTvbuzo6ONpbmRvoWxvqWJHjhWxroWhtoAgC0NtM31tMx1ta0M9OxNjOyMDS31dEznzrHXNzD+a47pLJ0tnutoCDqfJG4o7Wipwj8ubr5zveHkscc5mbcuXYQY+FkJ/uSZqgvF6GPXO45d7yi8Cksvakg9WZd2qj4hv/xg1I3YtEfZBeX5heXHCp9fPF1z/yrs2W0kqlHSUsEtTL0Xtu/48eyS80V1mWmPsjKfJac8zMwpzT9alVNYkZL5KD6lODHtfkbWo8yUe6fyn18+03DtYsvVy61XrrSev9xy+kJj0fmm4+caCopqso6VJ+c8i017EJVwJzjuRkjq3ZCs4ojs+8GZd4PSbwem3PCPv7wn6vS2kGPbQo5tDz2+M/yE95HT/vEXDiRfOZhx1T/5wv7MywdzbgRmXw/Mvh6ceysk73ZwzvWw3JvR+bfiCm7E5l2Jyb4Qk3kmLOHo4fDM0MD44L3h/lsDd6zes9lr28almzZ5bt6ybPOW5RvXeayG0NfWzd3KcYGJtY2uidlcHfN5UPTXZPY841lzTWbPM5s730JL538CYNCrDCgXADCwKOvpGQBYBcKvgYGRvr4hkIuBt3lG4NXW1p1pe54xVAOEhu7XM9bRNtDVMTQxtgC0aWhgamxkDtaVoDUmbajJWU/XSEfbQGue7ry5OvPm6szX0gObTIYGpnq6Rtrz9XV1DOdr6WnN09XVMQT3GxmagfkiSwtbgLVg4BeIvTbWDoB+/x4ABpxsaWH79ztB8dWMtAsAeEbXBcrwDACD2wwNTP87xdjYyMLI0NzQwMzYyMLM1NrM1NrE2AL8KUyMLUAsGQC5rY2jvYOzg8tCKycXO1f3Jas3bNwVsH67/0LPLaZ2nuYOy1yX7VizM8hj3d6t/lEhCYWb/COWbw90WbnHbsl2u6W7Fq7f77UzYlVA/NawPN+kM3sSirZE5a0+nLbqcMrG8Ixd8YX+qScg53N8we7onHUH4z19QpbsOeTle9gnJi3z0q1jN+65r900S9/0H7PnzdHSmzUbqu+eP097Bib/PwHgmeHfGXb9fw3A4BFmvrz/7mL+PK15c+bO+usP0HrlvMDRx3t3Qnx0akpCQnx0RnrSsaO52VmpR6JC4+Mjjh3LTk2NzcxMzMtLO3485/TpwkuXim7ePF9cfOXRo5tPntwsL79fW/u0uubRk6c3bt0+e+36qWtXjl2+lHfubGZGelhifFBifNChwB2L3a3c3ayWetivXO6yeqXb6pUL161ZvHmj145tq3ZvXzMDwH7em3z3bPTz3uTvs3nv7g37/bYBHXi/3zYgAocd9g0PDjgc6OOzc/O6VR6ei5wXudo621vaWRk62ZrbWhosX+K2fKmL5yLnTeu8ggP9rl8uGuiWvBxREVHNNy6eSI8PLSpITY8PjQ7xP+izKTkqMDc5IjkqMC7YJz06MD85LDcx5FhaePHFPAml/f2gZEAMqRPvBoUvVIwXKsa7Qe4rNfNlL+OlmgbtshCqevmwATFyQIqQMeq4+OcDUoTmY+eP12K1CNYv6RhWoEeV2H5JRxe3WcFq6OI29wjaxNRaMaO+S9DeJWiXsZuU/LZOXisLX0aEP2TinnNJlUzcczqulEOuFDHrJexGBatJxW1TMBpltHolqxlc9PJhQ1J0F7tFyWoekWNfq2mTKvKQFN0vQgiJ1TJaA6CCHh5sXEmU0RqYyJJOZnMvH97Lh4MUZZ8QMSTFcHFVT+6dunfr+N2refWll6EpF3qLnFynZrWpGc1f1cxJMUaCKVczmsfEaCUF+l1Qzic1NVWgyYjRzy/HNd+FX94wv39gT5ddkTQarEYD//4D9vEr4tMP7Odf2C+/ayZf1rx52fThQ/v3b+jfGrxGg5u+DQdVZEE5Yer0If7W4L//RE0rxkiNBj19DwFqz/pJ+v6DPvWT/f0X//tPpUaj/PVb8vGz4tOX7q/f5UwqkQAAACAASURBVG9e01RiFI9UT2hvIcPgFFg1rLyi8QkSW08gNnW0l7Y1PsTBS1n4Gja+io4oJbQ/bqu/UVtxoaX+euWzIljjLUxbMY9UTUM8oXc8IbXeb3p6Rkaq6ee0CxAlE2L0q04ipe1BjwA2qsBBaWpWi5LWMC7BdpLrpfjqcQn+fS9LQqqXkhugveLpIhklC0pLvuqlfR0XvhtgsVClqLo7ckabhA6f7BNODstOFqQsW+K8Zo3nxg2rh4cHv3/9OTY8qfml+f1Tg0SiYTDYxOT41+9fuDwmX8Bi0rBSIa1XweuWsicGFJ/fjA2q+15Pvn858XZy/M2H998fPnhma+Pk5rLI3XlhTHjko9s3dWf9R8Q+n68Tg2NdohE5Y1hOgEy/grYRBfp1H2VI1qHiNQ3LEa96CC9V+MluQr8QWgl+20d/00sX4CoV9AZGxxMa7BEHXcpBlwoJlUpmk5LZNCLDTCgJw1L0kAT1oos4psANSVATSsILFeGVmvxlnPtukD4sR73sJQ1J0W+mnwIYlKD7hAhov4oJcbiS1SajNSlZLT08GGhy7uHBujltKm57Dw/WyZz2I3Db+4SIcSXxTR9jUkUBdk0lqwWqaybVMJEl4Jf7YRkWNKt3sVuBPjwogQK9pNYHNPgTFqpULegYVxJV3HbQEf37jWJUgf8yJpialHwY4kyqKH1ChIrbPiInfBoVD8spM25PKa2lmwvv5sI7WW1SWpOS09or7OjitvUKoYbefgmkH/aLoBHUbg6si90OFoMHxBglq01CaZj+A7b18DomVbR3A5xxJbmXhxpTUCa7GWMKylgnaVJFe6GkDAjR73rpk53EH+PCtz3UURHqywD7I1SXjenjwtQ8+Fs1Y1SGw9Xfwdbd7uG0j8nxQBUHTyu8UJLG5HgVu23aZN4iJTf0smBvuunfhoXve1mjYtwADykn1g7xES8VxNdK8psuaG2rnwPrZbf1cKCFJwEe2hjr4aK72chxBWtMzhwUURT0DiUT+bqX28NFtpRcIbU+UnHh40riq17aq17aiBw3qsB/GOK87KGKSDVjnYQvY4IPQxzQDg2s0SxUaTcXoWC2d7Jg3VyEhNpMhZeS2p4ykOUMZDmm4T6u6SGx9Qmm4T628QEVXkpHlHGwtVR4GRNVBZK9CiZcxUPLGbB+MUEtxA3LKcNyShcH2cnq6OIgpbS2Lg6kjgLzs4zeDnBXTGnp4WNk9HY2pgaox0AHpsLLlMwOIaFRQYfEeQG+jtz6lNz2mNz2WE5vltGaWKhSfFMxE1nSxW6V0RqILfdZyApi81MmorKTAWejqunwcimlldr+XExqZiGryK0lKg6qi4Wgtj+nwcpg5TeaSy7im+7zcFUsVNn0XHmHlNqIrrszXaSHGlUQe/kItQA5KMH28hEqNmxEjFbSGrvoUBscF10mo9QPiaG8Rg8PphYgpdRGGQ0CYCmtpbn02uPrx4uvHr1xMff+zVPP7p97cudsxePL8IaneHgFj9TeLSDQ0Q31JTcaS24z0HV8Yjuf1EJsfdTNaQMGBxaqtJcPfQcHxCg5vXFQgu7mtPUJESAkrBZ0QGowrqqbC1cLUTJ6s5jS0MNHDMnw/WIMuf0J1IjOgArSewXIQSluUIrrE03Lv7x20JUAoFpKgxaV2fgqMb1FzGgVUFs6eaghJUMlIjAJTTcuFJ4sSMmID0+JOZwWG5oeF5YRH56VGBkfHph85HB6bGhaTEhyZHBKVEhWfFRBanxqTEhWclR+Rlx+Rlx2Skxm0pGs5Oic1Ni89MSr504+vXfzwa0r508czU9PyU9POZ6TmZUan5edkpuVnJ4SC+K+KYkxRyKCM9MSM1IT0pLik+NjoiNCAwN8t27csNLL093F1dnB0dLUzMTA0N7axmOhu9sCZ0tTM0tTM2tzC1tLKwcbW7cFzkvcF7ktcLazsraxsrY0twBZX2NDIwszczsbWycHR6Do2lhZO9o7uLm4urstdHV2cbR3ALhroKdvZGBoYWYOxGETI2Ntrfl6OrpGBoYmRsYzx8LIyMnMInr/gcv5+eczM04lJZ6Kj80OOZTo75N6wD81MCDae7f/2lU7vZb5rlsXttc38XBwemh4TlT00fjE44nJAIbz4uJzY+MyIqPSIyKTw8IAA4f5+YX4+YX6+x/28z+01/fAHu99u3b779y1d9v23Zs271i/Yd2KFcs9PJa4L/RcvGjZEg8vj8VeHouXL12yZoXX6uWe/xWDQSr475Fg0Inl5mTvZGtla2FqZWpkZ2nm4mDr4ebstXghyAMvXOAAXNBuTvYO1hbmRvqWJgbgQCRspGNhqG2mD4WBLfTnQwCsp2VpoG1jqGtjqGulr22lo23052ztf/xpPscgNSyBheWhm4nlj9saqvGP77c9KG67cLY8Pe16bk7xzRvNTx5jbhUj75YxLjwknL1POHUHk32hNeNsU9rpxrjCisCYmzEZj/NP1hadbczPK0lOvJWVcqeooBTb0nm+oCLM/1he8r3iq4hjeaXxMTeLTtWlpD5KzXiSlv0sNackJftZctbTxKwnKZmPUhNu56c9OplfdupoxelTNVcut925jb57D3f+ckvR+Ybjp+sKimoKimpyjlek5T2LzXwUd7Q08XRV8unquJPl0cdKowqfhGTf2598PTjnXnDu3cM5dw7n3AnOvRuafy+88EHksYcRJx4cKXocc+bpkaLHsacfxZ9+HH3sXkTu9Yjsq9HZV6KzLkalnY5IOhkWWxAYmu7rF+W3LdBvg+/uVXu2eW3d5LFxo8e6TUvWb1qydtOStatdvTxsXF1M7R2NLG10TUzn6RvMmmc5X990jhZI/5rO0bLQ0rHQ0vnfmp/BG/8BQrkgkQvWj6BmKUNjQ0NjIyMTk+nZHhMTM2Nj0xkGnmm6AsleHR29v8vCf2dgiKL1jOdr6WnP1zcxtrAwtzE2MtfXg2RbHW0D7fn6M6ALgrh6ukZa83RBrNfQwBT4io0MzXR1DM1MrYBXGfRdgTZmSwvbmUAvYFoAt8D2bGVpBwzPoP8ZDBr9s415usIKoDL4LP8GwOCN5mbWfxeH/349Y4GeIeR/VWGZ6uka6+kaGxqYmRhbmppAX7a+nvGc2fP19YzBLBOo4IKg3drB0XWRpZOb85Lla7buWb5+l+UCT10zNxPbpe4rdy/bGLDzQOwG79AtfpHbAo44Ld/munq3lftGpxV7Fm0M9Nh2eLn3kc3BGb4Jpw9kXNoefWxtcLrnvvgVh5K2HsnxTT0VkHbSL+mYd2ze5pAUj91Brlv3eew+uGZf+P7EnIJrd+MLTs01s/5T1/A/5s7X1jeCbOez5s7+639x5f9PAXjWn38B27Ohgd6a1SujIsPT05Km0Tc5Iz05KTEmNiYiKTEmKzMlLS0uOjokKyupoCCjqKjg4sVT166du3Xrwt27l+/fv9bUVFZd/biy8mFNzZOy8uLiexdv3jpz5+7Za1cLTxelZWVGFJ1KzUyPzM+NCzm8Z9sWL3c3qyWL7ZZ7LVixzHm5l/PK5a7r13ps3bwcdF8d3Lfz4L6dB/y3AyN0YMCOkEM+AXu3+HlvOrR/1+HAPaAgOjw4INB/T3CgX+ihgIMB3gE+O/y9t/vu3uq9Y9Oe7RvXLPfw3b01aP/e8MP7o8ODwoL2FeakPb57uagwPSMx4nhucvC+neEHvSMO+cSE+sWHBUQf3ht5cE90sHdyREDakQNpRw6kRPqfL4gXEBsnVdwhGfmVmvtukD/RTX+lZk90U4dkeBm9Wc5oUYsQAlI1A1XSI4BPqEgv1eSXavJIJ2ZAihjpxLzup34cZX8e535/KfwywZtQEbq4zWJqtZRe28lu5JGrhLRaKasRRH/7ZKixHlK3ECZhNqhEcLUUKWM3cSlVXEqVkFEnZtSPKvFqAVxGgwquOplNAkKljFb/socyNSl+0U0almE+DLF/vpJ+GeO/6aO/6aOD1PGkisJEluAa7wqJUIpPQKgiNN+jwh6TWh+ATlcutpyFKi2/f/Lh7ZP3bh1vq38gY0M9KJ30li56kxRf3c9qVdOauin1SkpDJ7WBj61gwEto6BocupXOo498fPVKo5F+fcf69oGr0RA1v+G/pzo0v2G/f7d+mYJ9/oH5psF91nS8/dr46k3z+3fwr9+wvzXEaehF/9R0fPuBmdKgv2tQ336Dg/6uwU1B8WAIoX9qkL+gm8kaDeG3hjQtBdN+achfp5jff7K+TzE+fxX8gBaV2O/edf36MqCZUv34pPzyZuDHB8XbEZyE0USEVcGqm9F1OFIbidpOJjVTiI1cBkwqwLS1PGxtvkfGVzbX34Y330e23ldwO2SsVjGlQUyu7ai4KiXWjIkxg7wOzZj4Qy9dxWke78L1C2Fc5NMBXlsvq+lNJ7GH1qgk1fbSmkeEKAGmHNLMZbgBMebTiKCb0zapovSLkDJaw5AUM64kQ3AlxL0bkQvoiAM+m20t9Ra6Oa1c5RUcenhwaOTnD43ml6anq//xo1JEB+bNm3dv3r2Vd8rEEj4G085jkz6/GaFiW+/fOMvAtcq4tLGhYTKB3tczovmtefvmi+a3ZnBgIvhwhKuz+2LXRYF+fisWu9sZ61MRrXIWSUTp6JcRVPx2ObNxQNLxpp863oUZliPeDlA0b8Rv+8idjPpudtP7AebHIfaYHP9CSQIa75AEpebDZFTI5z8oRgLu7RPAodY3MRISeHsooF+tTwQTkioExPJhOapPBHvZS+oTdnwdh1BzSIrp5rTJaA0sVJmE0jAsww9KoHoeBaNJTK6VUOpAch4Ym3t4UN8ViJuOyHGTKsqQFCOnN067Ulul1Ho2+jm57SED8UzJahnrJEyqKONKooRSN4PQYAbpVS+ti90KhF/wuz74drzsoSpZLUxkiYRSN9ZJAAwAJTn5ULh0ops+LCex0JWYhvsMZLmE2tjFgXVxYH1iZK+wo5Pd0idGTvZSx7tJI3JCvwit4sIB/fYJUUNS3LAMPyDGgJolMKPFx1dPz+3UCAn1YBtpWEocV5I/jwp/vVT8eCF720OTkWqHhIjJTsKwADEmRo8IkSNi1IgY3cuFTXaRhyUYOuwJH1sxriAMidE9nPbpECnUgNXH7+hitkjJdSNS7JicOCYnDgixajZ8VIz7oGa/72WNSwld1EYZoWZcgn2nog3y4GNi9DsVdYAPpTf5+Gpi8+PpGDNayex40ysckdLf9YnHFIzxTqbmfb+SCetmd4wqiEoWxEtjnYQ3fYw+IUJCqZvoIn0Y4ihZLaMK/Itu8kQXaUiKgZwRcty7AdbUpORlL+OVmv1ukP9Kze5kwfDNj5C1d8ntzyTUZgayHGwXUeGluKaH2MYHyNq7LHQ1ub2UCi9jICspsOeAhDnYWtAI3SfCD8spvQJsDx+jFuK6OMgxJX1IRu4T4VU8dBcHqeKh1UJcv5ggobZ2c1E8fD0HWwuqoZVsBJ/QIMA30GBlXEy1jNrCxVTT4c952BoxuZ6FKmOjy3k4qAeBiSyhwh5PlxS2TMu8pRx0TZ8AR2krxTU8GhARuJhaGbWN0VGBrr2voMOklFZ07X184+PW0utVxUU0+LMBMYaDqRASa/n4aiWrjYUqIzQ/GBBjXvbQ+4SoATFmoosyIieoBdCIgIrZMjAdDJZTG6YjxA3ElofE5scSchNUvs3pGJaTBMTGmofnH1wpvH4+68bF3KqSayR0DR3XgG4tLX906dKptDN5cQJK+5dJFRvfxCU0d3IwI0qWmNyGqb8rItWA/mcxubab0zaqwAOvxK/X8kkVlH8GE31qQUcPD6Zktw/J8EMyvJLd3sNHvFDRhmR4AbFWRm/u4SPElAZs4z0IqrnwYTlByWnl4SqGJKhxJUEtgIwYH4e5QzI8uf0JE1vBwJRzCLVCWrOY0SpmtCq4yF4JiU/raKx8cPFUTk5KRGZieEZCWGpscFJUUGpMSHpcWGZ8eHpsaErUPxk4NSYsNy0mMykyNS40JTYkPSEyPyPhVEHGuRO5x3PT8zOSCrNSigqzT+RmZScnZCcnHM3NzElPLMxLz8tOSUuOyUyLL8hNy0xLjAwL8t61df3qFW4LHKzNTSxNjazNzWwtLeymf6d0srO3t7YxNzaxNDVztLWzt7YxMTDU19axsbB0dnB0sLG1MjMHMGxjYQnarawtrcC4kauzi7PTggWOTgscnext7awtrexsbF0WOC90dXN2WgDeAuK+psYmoPLKwswcZIBNjIyBegzwGNKQjU2s9AxiDh68VXT62tGjF7OzruRmnUyMSw8OzI0MyYsKTT64f//GDRsXLVq7cOFmL6/tK1cGbNgU4eObHhqeHxMHztGk5KKMzOMpqceSU/ISEjKOHEkIDo4ODAzftw86BwIP+/nv27V779ZtuzdtBhtI29auW7Z4sae7u+fiRZ6LF3ksdHN3cV66yH3VMq8Na1auX71i7cplq5d7rlq2FJDwCk+PxW7OHgtdQBc0NBf8r7PIxWnhAocFdtbWZsZmhno25ibuzo6rvJaARmggAjvb2zjb29hZmpkZ6pnoa4NjaqBjbjDfYtoIDenAOnOBBdrSQNtCV9tCV8tKX9fW0NBWz1TvH1rbl29B1aN5ZElbLR6PErY20stKsDeuN5488TQ3pzg97UZuTvH9ex1IjOphJefqM+rlJ9TzD0kFN5AZF1oSTtQeTnuUUFgZkfYoNvNJ3omavMLyhPibaYm3zxyrrHhISYq4nBV/585l+PmTtedO1V65DMvKeZaa8SQp/VF82sOk7KepeaVJeSVRqfdCo68nJ9zNSX2Qn/E4L/NxQV7J2dN116/B79xGX70OP3epuehs46lzjWcutpy62FxQVJNaWJpwvCz1fEPm5ab0iw3QudyYfL465mRp0rmq+HOVcWfLYk6XghN75nncuefRp5/Fn3mWcLYk4cyTpDNPk08/iiu4FZ52Pjr9Ykz6+ejkorCY/JCwrIOHU3z2Rm3bFLB95a4dy7bsWLppy5INmxav2+C+aoP7qvWLVm70WL3Seam75QJHQ2tbPVMrbSOTuXqGs7WstA1M52gZ/DHL8M/ZwPxsPk/bZPY8QML/9eU/gPl5RrAF9GtkZGJhYQUyugYGRgCAdXT0Zs+eC/qojIxMgHsZbCaBl4aGxsbGpgCGgVYMUbQhlIM1NDAzMoS8GMZGFgb6ECIaGpjp6hhpzdObN1dXR9tQX88ElEXpaBsa6JsaG1kYGpgBkjQ2srC0sDM0MDM1sbIwtzU3s7G0sLOxdrSxdrS0gIqdrSzt/l7sDNgVOJyBRAwUV6A/A1czwGAwBQy4GvCzsZE5UJhBzZWZqZWhgSlAbtAFratjqKtjCFAWfDhQtoG0a2vjOLMJDOaCgbwMcB3ELqYboW3MTK2hP4Wtk4W9i9OSFYtXbXbxXGfuuMTYZrGD+/ql63xXbjm43T9m98FE1xW7nZdtd1+9x9BuqfXiDQ6e293W+nlsPuS1K2zzoTT/xFO+Cae3hOetDExdfiDRa1/8qkPJO2Py9mecOZBe5Jt4dFt4+saDCQu37LNZscN9a8DWw3Fh2SfzrtzeFBA0z9T6H7O0tPSM/vxr7l9/QeXJf/zHfwL78Uw91Uza9r9Tbv+7t//1119/fxeQgmfPnj3zyOC9f/w//TfzIP/mqQaPP2vWLC0trXnz5s2aNeuf48B//fHnH/9hb2cTeGBfWmpiTHREVGRoakpCclJsQvyRuNjI+Lio5OTotLS4tLS41NTY3NzU48dzzp8/duVK0fXrZ4uLr5SUFFdXP66peVJfXwK039t3zl2/UXTl6rELF/NPHE+6fCnv5o3jF85nF+TFJycGR4T5Hti31XOJg7ub1WJ3m7Wr3bdvXbll07I1q9yXezn77Fp/wH970IHd+/22gfnfwIAdQQd2Hw7cc3DfzkP7d4Uc8gk+6A3qoCNC9oUeCggODDi0zzfQ3+eAn/cBP++DAXsP7fP13b09aL9fVGhQVGhQyMF9h/b5BgcGRAQfiAjyDQ/yCQ/yiQrxiwkNiA7xjzi0J3jf9mD/bUcO74kJ8YkK2h0fsjczNjA7/lBaVEDlvTNKNnzaiUcalpP6RNjxLlonq00tRL1Q0UYUxGE5YbKX2idGSmj1fWKoJPZFD3myl/KqjzYkx3RxW4fkmC8TggkVaViBHVZgR5X4XiEcxHeH5JjhLrxK0iFmNch5LT3iDgmzgU+pVongX1+Jobgvp3lURRTR69iEchm7iUOs4BMrQU+pnN4wKEG96aN3sVuGZRi1AM5APFUL4N8mhF/HBeNKQjendVwJDRGD37z5+Goweikm13OxlWx0uYBQI4Ewr15MrpdSGxWMFhmrvaP5iUpBGevndwuxCma7lNwgxlcpKQ1qeks3uUGKrxbgqtmoSiaqgoOv5zEQdB5N/XrypUbTq/nB//6Fo/lN0Wjaf35r/f2j5fevtt8a2A8N/Mtv2PuptsnPTeNvkR+/Yb58J/3U0DTQIf+C9pAwX35gv/7Ef/8NQe+UBvsdOvgfGsJPDXZKg/3xz6Is/A/ovYSpX/jvP/Hfp1CfPiM/fMB8/oj/+hn35RPx+1fmrykxZJP+Jfw5JZj6Kvn+TTb1tfP75+5vH+RvJ7iD3RgutQbZ9Kz++dPap2UNz2ubn7cjqp6WXmloesjjIumUlobqO8019yiYml4JSclFQTpPRyWl9SmjrYSPqJTgayFTNK1agH3Gxzzt5za/VeL66I3EqmuMxrtKQs0or6OX3sRqf0xsuMNHP1dDSe+OYRlWyWphIJ6JyfVv+lgfR0T9UtK3V73B+7Z7uFivXrHI02vxilXLHV2c123a/OhhyeDAhOa35vWrD69evvut0QwMDT5++ohKI6pUUjYDf6ogba2XyzpPl0vHM6Qc6sTw+Ps3XyFs/g2R89SUBoOh7PXZt3iRl4GesbuL664tW6wN9c8V5k6olX1SplpMENEaBZTaXiFcSq/tFbV+HGP2CJvGu1BTL7kfh+gyas2EHNfPg012EjUvZd8nhJ9HuF9GeV2sZjr88YAI8UZN6xd2vO6l9gngAyLEqBw7IsO8UdMmu0kiYtV4F+77pODrBG9A0tEraHvdR3nTR1cLIKPBmz7GkBQjJtdCPklyvYBQIyTWqgUdr9X0lz1UGa2Bh6vo4cEmukgAaDuZzSxUKRdbLqM1zAjCY52EiS4SmKXp5cOne54bgdtZyWoB27N8fOVYJwHwcC8fMdZJGlUQX3RTAXKDbWclqw1KbFIaBIQaoEXL6c2TKloPHzWmpKuFOMBOfEKdgAgtAyuYrWxMhZzR8m6Q++O17MuEcLKX2gPF+PFd7PZePmJQgpXTm+kdJdiG4vbyq6TWR13s9j4hio+v5mIrVVy4gtFCaH7Aw9aIiA1CQv0bNefdAEfztuvTEP/7uGRCju/jwuTkWjWnbVKOHxWhhvgdb3uoY9PVwa97aP0CBNQBxoVh626Tmu93s1pfqahqHlw43bumoDUSm+5RWh+/6mGNKSgfh8R9fHQnvU3zaaCHA2d2QJHgD2r2qAiavB4TIj+rGe+mY8ZqHuLzqFDNR/cLsWJScw8XPSpjfByUfRiQDkupXSzU617uh0FBnwDStGU0aN0XPKfTzWkDHPVlDHqWB2j7pNYHcnoj+PZ1sVu/TYj6xZhuLny0k/R2gCOlNdU+OtP47IKQVCcg1oKXInI9n1CDa7qPrr/LwVYDAIZX3Wl4erm17Aah5SkTVcVCVzOQlRJq64iCOiAhyujtg1LSkIzMQFZ2cZAyertaiBuSkWdao5VshIzeDkzUcgZMzoD1ifCDUlKvAKugw+Q0aPG4m40UEZtosFImolxCbgJ5fj6+moer4mDKQEs/9G8muUlGbaPDywE5t5RcI7eW0GBlEnLLiIzCRFSykFUKOoyDruHj6hkdFcTmx8TmxyMy0qicLCI2DIhw4DvCRlXysDX9QmyfAPNhUDCmoLzogmBYRoEWyCa7qKMyAhQYlhJfdNEV9LaXKjawc/cIcWPdzLdDkn4pBdtacu/60bvXCm9cyH5afFrIhH9/3zfey0U0PGosu8nCN0AdjQr6oJw2qearBQR0/QNE9U0a/ImQWA0SzhNdpLf9TNCRDp6keDfAGpJievlw0K/eJ0KreB09fAQD+VzBbO1ktQ3J8MD+0Mlq6+LAwPdLLUSNKIgKFlRHp+K2fRhi94sQ/SJkJ7N5pBPfyW6RM1p4+GroOSMpVsZqlbFaFRw4HVPNpbRJ2BgeBdFS/eDiicy0mKC0mKCCtJjU6MOZ8WHZiZFZCRFZiZHZSVAkODY0sCAzPj0hPPzQ3qhg//SEyLiIQ7HhB4sKM88ez8tNS0iNi0yNi8xIiC3MTDtdmHeyMPdYXlZBbkZBbkZhXmZ2RnJ4yMENa1YusLeZ3umBoNd+uurGzsra1tLK2twC0K+9tY2jrZ2tpRXAYAcbW3CDvbXNAnsHJzt7a3MLoAkDRdfMxNTZacFSjyWeS5Yu9VjitdTTzcXVZYHzAkcnBzt7W2sbaBZ4+szQLxg9AmKvpbkFaMwC9wBZGIoBGxmbzJu/bMGC2EOHrhw9eqfo5I1j+ecyU3Oiwi5kp+ceCY/08Q7YuH7HihWbvby2LV+1e8367Z7Ltngs3b1iVciuPYkHg1KDQ1NCw9LCI7KjY44mJR9NSUmLjARVWIe8vQ95Q8JvoLfP/t17fLZs3bVx0471GzauWLncfZH7ggXuCxYscnXxWOjmuXiRl8fipYvcPRa6AYfzqmVLZ0K/YAZp+dLFoAga9GAt/VdB9FJ314ULHJxsrewszWaOjbkJWD/ycHN2d3Z0trdxsLawNjO2MDYwN9KzMNY3N9IzNdCxMtK3NzdxsDC1MTE01dZysjCzNjQwmjcH4l4jA1MtLUtdfa1/zEoPT6MhmGKakoziE5FCWAur5Anqwf2O4nvwm7dazpwtz8m+m5N99+rF2ufPB+scywAAIABJREFUKdUtiqf14jO3MbkXW47fRKeda4rIe550uiHxZN3+mJs7D57aH3ExKu5GTMKNtNR7hfmlT4oJ4YdOn8grr3jGfnSXeOFs87GjlTduoc+cb847VhGb9iA04VZw/O2QpLvBiXdC4m8fibmenngvL+NpXnZJfk7pyWPVly+13rmNPn+u8cYt5N17uCs34EXnG44VVecfL0/LL8m/3JJ9uTX9fH3SmeqUc7UZlxrTL9YlnavKvNqYcqEm7mxZ7JnnCecrki5WJV2uTrxYkXqhMvNCReaFsrQzz5KOFsfl3EjIupqSczku+XTkkfzAg0l7fcL3bD+8a1vg7i0HfDbv27Vix7Yl6zYvXLXJfdVWj7Vblq7duHjVuoXLlzt5eNg6O5va2OqZms83NJmrZzRbx2DWPKO/oMorK209y/m6lvN1rbShSLDhn7OtdfQt5+uaz9M2naNlMnue6Rwt83nalvN1/9cMEgjcAnA1MDACku+MEdrQ0Bh0LwPLNKDf+fN1ADAbGBjNBIbBNXgVqo+etgQbGZoDAAZYqz3fQE/XWHu+wby5uvPm6s7X0tfVMQJHX88E0PJMfZSRobmZqbWxkQVAXwtz6KkuAMAW5pD5Gci8M5leMDg08yog5L+PHs10OM8AMFCbwav6esZ6ukbGRuZmplamJpYzO8NAyAXu65kMMPBLzwwjWZjbgMasmVmmGQAGru/pMLClmam1uZmNlaW9jb2r46JlDktWOS5eZeW63NzB09JlleuyHcs2BqzdEbxm++Flmw9YuKy1XbTBZfkOE8dljsu2ua3d67X98Kq9R9bti98enuOfXLQ3EQLgNUEZq4NSVwelrgtJ3xWb7596yjfx6M6orLX7Yrz2BC9Yv9dmxTb3LX7eUSkJx89nnb+2YPm6f2jr/WP23Hm6Bv/5x19//TFLX1tnzp9/zZkFSb8zq0UzHuYZEP0/vPg/BOA///zzf0bgmU/3bwA8Z84cAOfz5kG7TeBBZs2apT1/nouzk+9e77jY6LjYqIjw4LjYqNwcqPk/MSE6If5IUmJMWlpcZmZidnZyVlbSsWPZp08XXrlSdOfOpYcPb5SW3qupedLUVFZWdu/58+JHj69dv1F0/kLBhYuFl68cvXL12L3iM8V3T1+/dvTUyZTszCMpSSHRUfuCg3Z7LnFwc7FwdjJdtNAaKMCrVritWeW+eb2nz671gQE7AgN2HPDfDog37LBvaNDeoAO7D+3fFXzQGwDw9Lt8gwP9gvb7HQzYC+g30N8HAHCgv09wYEDoof2HD/jv27vbd/d2f++dB/x2hx30CT24J/TgnrBD3pFBe6MO+0YGeUcc2hMbujcxMiAjPigz4XByhF9i2N7jGZH3LuXTERWDYny/GNcvxvWJsEMy4pt+dhcH9rqP9XVC8n6I90IFJUKHFbihTvzXl5I3A8yRTly/BDkoQw9IUWpRR78EOd5NBLXM74ZYn8Z4wwqsiFIjodX1yVB9CvSAEjvYhZscpL8dYffJUFJWY7cQJuc094g7+uVoJb9NQK0BKrGEViej1QuJVTJafQ+v/eMw58dLyagC18uHcbFlfHwF2HpRMBrBrtKwDDPWSermwMTkekC/MloTcGYqGC1CYq2YXA9+NZ/ew6zpFqBG1Nx+FXO4h6kSYXj4aim5rpvRzEOU9rHbB/gdKi4U/WLi6pmkZjatjUxHdk+ODP6YGtRoxFPfGF+/0DRQZBf2+2fjj6nGHz8bvv2s//Ct/tWnhhcfWl98gr38hP/6i/DtJ/mHhvpLQ/2pIU/9xn+Zwn6cwn36Qfj2mzSlIf2ADuGnhvhTQ/2tIf+ADnX6JWlKQ/z+C/ftB/brVNOrV9Wjo3UT44ivn3G/viO/fUJ++0T8/Qv37Tvh+xT56xR96ifnp4b/WyP+Da0xSb5BJNzz/avq68fO968EYwP0HgVZzuN2cjkSqrCTxeQTG1rKSp7faYdVcRgYtZIj5RKomAZ0Uym68SkVUS2jdaiFOEj068TIGXU02AMW/FE3vX6A19ZDq2e33FfgKvpZzWpGoxhXxu54zEeXSCm1Umo9kF9o8CdM5HOoSJYBI7aXqYTE7OTwNV6ue3Zu2rZ90649O1esWb10+SpPr1X+foGPH5W+fffpt0bz7fsPsURGJJNq6yqbm2ovXzi1ed2KrWu8nt29QkI0XT936sn9x5Bf+pfmzevPKtVIamq+i8sSF5clerrGcbFJzY0tR/Nyg/x9d29c//TuDWJHw5iKO6SgkjtK8W2PegSwz+PcESVqUA6TM6p6BU2veghv+8iaVzIVs1lKqOvnwaGGKgH8wyDrVQ9FxWkd78R/HeN/HeOrONDbR2SYQTESzCO9H2C+H2D2iWAfR1jfJwXjXTi1sH1MCRnyJ7qIL7rJL3uo/SKknN4ILNDTlcI108ZjaKmlkwk1qIOOKyWrpYvd2slsllDABtVzFqqUiSxhIktktAYQ5QV3gvUaJrJkRI572UMdkmIklDoFo2mskzAgRnGx5Z3MVmTNrfrHZwWEmi52OxdbOU1xLRJKg1qA7ObAoFC0AKlktQkINVJKM7m9FMzJcnF1YkqLggnv4nSohRgVDymjN3dxYEMy/FgXcbyb1COA05HPeLgqKbVxVEF81ctQceHktseVxScu5kdS2p9wMBVgLweIw2BKh4upFhLqRcSGlyom8EWDYfBBAWJUghkRo8Zl2JmZrne9kCzcxWwZlUF9YC+7KSNSLLXtEazssphYMybHQ8tVXNioDNfNahURqofE2FE5ldhSysU2qHhQo9X7Af6QhKBktE50kidkxFER9oUM/6Gb9lpBmBCjXyvJ7/rYv98oJ5S0d/28D4OiLhaio+Le8xtFdFiVkol81cN73cud7Ga8VDEnuigTXRQ5vZGFKgU928My7L/mc8lcbHmfEApcsNHPFYymATGqhwd708cAa1JqIWpMSe7mwimwp1T4MyX0t6BFRK7nYCuBz1bBbJXRmwck2DElXcVDc3F1FNhzcnspHVHBxtRwsLVMVBWm4aGA2PhCxRrtpAGZd1qrZwLtt4ePkTNgEmqrlNYmIDYq2YhhOWW0k6bioSXUVjkD1sVBQtXQHJSCDhMRm3jYOhayitFRwcfVymmtSib0kyAi1U0zMKQDT28F1as4CDaqWkxqHhQTSS3PkNXFYlJze9nNuocXenmYERlFQYfJqG0ScouI2MREVKo4CCaiHJSfQd34uFohoX6m+vuNmvOii/62j/uqh/W6lw0tRXdTxzpJQxLC+wH+2z7+iII6qeL28HAve/hfJ1Vvh6R9UmqviCTnoGRs5JCSIWYjSOhqfEe5mI2YGBC8m1B8GFd8nOgc6+G8HhKPdbNVAvy4ivN1snuii83GQD/zPTzYwHQp/YchDqhJH5JiwFNLKm47+Is51kno5cOFxGoVr0NArAWWBxWvg4kqY2MqpLQmCbVRwWxV8TqktCaoU5DW1CtAQkgMVUw3DsuwcnojeA5LyWkVkKDHYaHL+YSaLg4MclPTm5TsdhGtuZOHkXExcjZayECSUXU1JTcvHM9Ii4FKKPNSjuQmQycrMTItNjQx8nBsaOCRkIDUuNDslCP5GXEFmYlZydEZiVFHs5Njw4OO5aSdKsg6kZdx5mh+XlpycnQkZITOSjtemJOXnXbogJ+Hu7O5sYGtpZnHQhcoxTd97Kws7a1tHGxsnezsF9g7ONjYOtraOTs4ujotcLS1szQ1szIzBzqwraWVjQV0s4ujk7uLq7uLq9sCZ0d7BysLS0tzCwc7ezcXV3AWurotcHRytHdwsLO3s7EFAGxrbQMKsUDHFah6BpVXYADJ3NQMHDMT0382QhsZWxsamcyet8TePnLfvhOpqRcLcq+dOHr9ZGFeTOSR/b7+mzd4r13rs2GD76ZNvhu3+G3aumfN2l3LV+5avtJ37foDm7cGbd8Z7usXd/BQ/KGgtPCI9KiouKAgsIQEADhg5y4wBbxrw8Zta9dtWb1mraeXp6ubh6vrYheXRa4ui91cl7gvXOK+0GOh2yJXFy8P9xWeHgCAQe4XtF79G/0uXeQGwBgs/S5Z6OLmZO9oY2lrYWptZmxjbrJwgcMiFydghHZ1tHOwtrAyNfpXBtjAwljfzFDXykjfzszY1tTI0lDfzdZm/n/+Yalv4GJto/Off+r+8Ze9sanhLO2i9FPIWnyvcFRE60G2MGFN7OYGVmkJvqSUcOtW+5kzlYWFTwryHx0/9uTy+drbN+GNbZ1VzZ03n9DP3MacvU/Ku9aReq658A426XRDeHbJlv0nV+3M2Olf6HfgeEJy8dMn1LjoG97bMxNib127DL95DXnnNvbaDSSg3+Tsx+Hxt/ZHXfKPuLQv5tqhhLthScVH4m+npz3MzSnJzSkpyC87c7rhyuW2a1dhBfmlF8433byNunUHffk6rOh8Q+7R5wlZ9xMLSpNOVqQUVaUUVaWerk45W5VwquxI4ZMjR59GFDwIySsOySsOL3wQcfzxkVPPYoueZZ2vyDn7PPPU09SC4oSs63Ep5+ITi5ISTsRE5YUFpQT6Ru7ddmj3Br8dq723rdy1bcX2rUvXb3JfuW6B55oFS9e7LtvgtnyNq9fKBYsXWTu5mNnaG5hbzjc0nadvPEfXaLaO4Wwt0zlaAH2BwxlIvqZztAASg34s0zlaZnPng2Gk/xsA/33199+czP82kgQqqebP1wGqr6GhMUDlmforAMYmJpANGAi/gIT19Uzma+nPnaMDtN+5c3QAAGvPN5ivpa81Tw+gMhCN/y4dA8nUytJ+BoCtrRwszG1trB3+XukMWPTvzc/gLTO535mILxCKZwquQKLYwtwGgO5MyhfcD4aOgAgMuqD19YzBPYC3Z2aWQMmzsbEpcI+bmpqDjzUyNAd10NPZYFtzMztrKydbBzcbV08Tp8WGtu7GjkvtFq1fuGq350b/5VsC3Vb42CzcbOq0ysDWy3bRBudl260Xrl241nvRBv9Ve8I3HkjcEpS6PTxnd0zhtsiCdUEZKwNT1xxO2xyWveNI/t6EY35JJ3YdyV5/KMFjx0GnNd4Oq3Y7rN7puX1/SPrRzLPXI7IK55nb/WO21h9aOlq6Bv/5n3/O+nO2obau1l+z582ZO2cOtIH0dwb+N5qdgdL/4eLfPuS/KsB/v+F/YOCZT/G/BeBZs2bNnQt9wbNmQQtOOjo6To72vnt3p6UmpiTHR4QHR4QHJ8QfSU2JT0qMSYg/kpAQmZR0JD09Pjs7OS8vJS8v5dTx7HOnC65dLrp35/LTxzfKSu9Wlt+vqnhQ8vTmk0fX7t4+d+lC4fmzOdeuHCu+c/bh/Yulz248enDpxrUTp09l5GbHJcYHHz60x3v3uoWuVs5OZs5OZgtdrTzcHbyWOK9esWjT+mVrV7rv3Lpqv9+2g/t2BgbsAKrvwX07w4P9DgfuAf5ncDEtAnsf2udzMMA70H/PAb/dgf57DgZ4B+3fe/iAr7/3duCI9tuzzW/Ptn17dx7a5xNyyDd4/+6QQOhADBy4KzLIOzrENy48IPnI/uhg76Rw38LUsPzkkKy4g9dPZyLrH/WJsDPC0aAE+7af/eOVQi1E9fARw3KCWoJRcNoljGYBpb5bgPg4Lvj1Xvl2mDPUiR9U4CZ6qa8GmKPdJLUEpeS1SxiNUmZTjwgxOE3L4z2Ut8OcLhFMwm1mkyqYhDIBvZZPq5EwGwY7sRJmQ68EIaXX8wgVgKLBSJKMVt8v7BgUI1+qyK97qWMK3Isu4qgcOyhGDklQX8f4L1VkBb1BxWkdkWE+jXDf9rP7RGgJtREcPqGGT6iRUBt7+IhOVhuwcEuojSJyfTcXPqaij/VxuNTWTh5KLcFxsZVKRvOrLnI3rRGyYvIRCg5cxEawGR1kGozOxjBlnJHfP3o1GunPH+xv36hT30kaDUajafv5s+HbVN2XqZr3Xyon31WMvqwbfwN78wXzaYo6TbOUKQ35u4by7Rfpyw/i5ynCp+/Ez1OUb7+oPzS03xrar2n0/Q1JxIwfGuYPDXtKw5jSUL//Jnz9gfn0DfnxE/zjx/oXL+omJzq+f8FqfqF+T6E03ykaDfzrVMfXX5hvGsJ3DWlKQ/mhoU1p6N9/sb79FPz4If2t6dJoujS/O6emxJ8+Sd6+7v34evLHx9EvbygSVklzZQ28gcSjsEUsPBWNxLS1tte0tFShkQ10KlLEIyslNDqxTiXDjKvpahlWzmyCcI7epKDUj0uwwwJEL7NFTq6VEKrEpGoFvWF63Qo2LMOruHAm8jm9o0RKbYTKaTsqFRzMzfOFPlvXhAXt2xfgs3L1ijUb1vvtP7hx0/ZVK9d7eq3a67vvwcOnw+MTPzWaqZ8/JDKpSCRg0ykqhfTVyCAFhbh14dydK5doRPqrF+80vzUtzXAfnwMuLkssrJ1cFnrW1DaBfqxvnz6u9PRIOhIRHXrQZ+uahrJ7E738N8OSLgGGhat8oaZN9pI+T7B7BU1dnLqXKvy7fsrXYa6cXCvEVIlwlbT2x3T4YyWzaUJJAD9mIzLMgAjRyWgERuhudksXq7lPAH/VQ/n1StrJahjvxr8bYgwr0FJ6rZgKdbYNSFETKvKwAqfktCo5rYNSnFqIkkD/K5pElFoZo7GT3dIjgA/JsePdpCE5VsWH0ZHP+iWoDyPcFz0UGaORR6iUM5sGpGg5vfHdAOvzKP/ruHBcSeTjK2W0hkEJmoerAIrWoAQtpdZ3sVtfdJM/jfBe9tCpsKfImltDUtxYJ4neUcJEPhcQaoBpmYEoRdbcIrY8ZKHKoA0bagsdUcFE1ggIzUoWqk+E7+FjplOmHb0CdDcX0c2FK9ntvQLkKzXzdR+rmwv/Mip52wchYr8QKyE3SSnNclorF1NNbS9BVN3GNTyYqUfiYWtAQbSQUC8k1A9LiWOdJMgTy0f2cOAqZsurLvKHPsYbFeWFDDfIgw8LEO/V9C5606gMNyhCDQiR4GW/ACHAVarYbSp2Gx9bISHVvuymgDas12rmx2HZoJyuEhAmerj9ItL7IdGYkt7LQ71Vc/oFqB5mOxQqZrUN8RHvVLRvI/y3apbmbddLFbOLBZdR22runyu9fqr56Y1HFwtbSm708nAqDjRrPCwldkOTucQeHkxEqunmQOTTxW4VEqvB0hsb/VzJahGToc5h8KwED1cxXceN6eVD9Uj9IjTIS4PxoVe9DPDcHHg+go+vZqPLpdTGPhEe7BWB/V4mqorWUc5EVbExNbSOckC2Kh56tJP2blD4Ss1VMOF9IvwLFUvJRjSVXH16/WjL8+tUeNmwnDLexegVYOmICmTtPQrseTcX9ULF6majlUykiNjCQtawkFUCfIOU0iqlNPdwkUombOb5QXAhIkFzVqDmSs1HgzroTkY7ura45Hoho6NsVE7uE2C6WHAFvY2NqhQRG7q5CBG5US3E9ArQMnorD19LhZeKyI1iChTlHVNSgbseeMLHlFTN+94ePkpAbJzoZvaLSDRkDQvTRGyrpCEa1BKGlInmUmDDSo5KQhazkK9HpSO9nC4xrq+T8mFS8XmyUy0lCmmtEiYMamfs5ah4aD6hYURB/TwmG1PSlWw4FDvnw7vYrcMyLNipAt51Nvq5mFwLDO1AuQUNEQpmK3A9DMtJXZwOFrqSCi/tZMF6+KgePgoMI/HwtWxMlYwO6cMsVBm+qRgYyEWkOiGxtl+E7hehe3gdXGyliFQ3KMEOTLsAujmwThb0dUpZCAG5Vc5GqyUUGQsFr3384OqJoxkxGXHBKUeCMuPDAACnRIemx0WkxoQUZsSfO5Z1NDMhMfJwUlRwRnxkSnTo7UtnTxdknynMOZqZknIk8lRu9vljhVGHDx7Pzwk+uN/Lw93GwtTOytzZwd7BxtrS1MTe2gYArY2Fpa2FjaONg4uDs5uTK7hY5OLu4bbY1dHF1sLG2szKztLWydbR0cYBvOri4Lxi6fJVXiuXui9xc3F1sLMHNGtnY2tvaweGjuxt7WbQF+i6AICtLa3MTc3A1hHIDwPWNTEyninTMjIwBNdmRsZ2Jqba//GHwaxZq9zdI/cFHEtNOpeXfTwtOS8+Jmq/v9/mTXs3bgjYvj1g+3bvjZt3rlq7f+u2/Zu2gBOwYdP+TVuC93jHBh6M9A+IO3goLigo3N//0O7d0BLSrl0Hdu3y37HTb/uOPZs2b129ZsPyFeuXLV+52GOpi6vXokVLFy5c7Oa62M3VY6Gbx0K3xW6ui1xd/q4AzwwgrfRa4rl44cw4MJB/QR7Yc5Hb8iWLVixdvNTd1cXBFgCwtZmxrYXpAjvrRS5Oi10XuDra2VuZW5oYAgC2MoWSwOZGelZGBjYmRlZGBqY6ukbztBzNrMy0DU209K31zLX/MXeJg/vVE1fElM4h6athxVs2sbu9kdVcx66vY5dV0h8+Idy803HxStOlS42XLjScPVN55mTF6RPlz57SSsv595+xrz2kXLhHyrsMSznblHsDmT1NwkFpD9b45CxaE7Ntb15y9uOLV2A7dmb7+R4ND7ucm/P83NmmZ6WsugbJuUvN+ccr0/NLolPuHYy56ht2YU/IBe/QS75hlwLDL0cn3ElMe5iQfD8j++nps42XL7WfP9d85nTdpYst1661X5k+l6+3X7jScvJCQ0pBSdrxsoyTFWknyzOKKrPOVKeeqog/+iQq935U7v2IvPvhucVhecURBfePHHsUd/JxxsknGfnFyRnXYxPPRceePBKZFxmSGRWUfHhvVOCuYN9NAXtW796xfPs2zy2bPTZuXLR285I1GxYtX+eydI3r0rVunusWeq12WbLc0c3RyNxWz9hCS890jrbRnPnGc7WN50IXFlo6QPUFMeAZNXjG/Ay4dyYV/I+Z0mZAsAYGRmD1d8bDDOaRZlaOwErw/Pk6IDwMPM/AAg2YGVyDx5kuSf5nEzIoQ9bVMZo3V3fWX1pz5+gA+tWapzdfS3++lv68ubpz5+iA2wz0TUGPlKmJFehSnlF9LS3sZq7/rgCDoC/wNv8bAAMjNNCKQXvzTMcVUGhNjC309YzNzaytLO3MTK1mJn//XvU8M4YE1F0gAv+drv/J2BZWgIEBAJuZWfzrU1ga6Jvq60GSuKmJjZmp7TQAu5s7LjawczewW2zhsspl+Q6PdXvdV/ss8Nph5rRW23yJvvUyhyVbl24IWLzWx23lruXbAz027VvtG7XtcNqO0MxtYdlbw7M3BGet3J/ssTd21aGU7VH5PgknAlJO7U04tik4eZl32IK1Pv8Xb28dFeXe8P3ue4dFd3d3SisKKhLSpShiJ+q2u7tbwQCke2C6u3uYGYbuUFQQpWPec3HdL2ev+znPc9Z7/jizfmvWOAwja4ksPte3DN1Wm/uGOa/ZFJqYdejK3WPXH66OS/1DU/9fqprLtXRVNLT/+OMvlaXLdFXUl//x14ply5cvX74IwIv8+d89WLQ0/9cH//yURQD+D4v1P1/zPz/+DwAGpeO//voLGIle6ATX19e3sDALWxuanpa0e9f2bVvTM7ak7tqZuXtX5rataXt2bwfOnm3792cdPrz7778PnDp16MyZ7OtXTt+8dvbe7UtPH9189eLO65d3Xzy79fTx9ZfPb718fuvp42sP7l189ODiqxc33+c++Pj+0cvnN148u/744ZUb107+fXRnWsrGoAAXOxsDU2N1Gys9NxeLld5OAStdA/3cQgK9gUmkUN/YqNC0pI1g31Vy/PrE2PC46DVbUqPBZxYZGBSEUxI2psRHgSc1ITotMWZzcuyWlLhNG8NiItbGRKyNi1qXHBe5JSVu+5bknZkpKbHrNidFbEuLzkyP2Z4WtWNzzN7MhEO7kw9kJezOiMnekXD+SObZw1vPH8n8+Pw6n1Q71MrslmBBraZfTvzZw5v8LJEzIZ1izGAT5Wsna6iDOdBC7VWQvnWx50ebp77JvnayWkUoBQ/WKcX1N1NaRSgusbRXQWrkQoXUSgUP1i0ndEpxMnYdl1wi49XKBHUSdlUDp7pFAm8U1IkZFXJubacMLWFWsrH5MmZVtxTdxIXwCIUiUkmnED7SQf/aQh7v4w424ls4kIXtGUEbr15KLf/Vw1b+ap4c4PdJMTJaxcIWMVLOhACtJOhPHGyRkFQO4i4XVwy61FDlz/E1bxpZdX1yYpsYy6fUkOAFcg5sQEEGBlqZNV/k+D4x6ouCJKRW0ghlAj6WLSJh6EiKhK4Y7pPPTfOmp5lT06z5ebpSiZ9T1k9O14xNVY3NlP2YKBr6UTj4rfTLSN3IGHZyjjwL8C15VkmYUuLH5whj08TxKdLENHlyhjIxQ5sB3oGuXHjNnJI4ryTPAQDMnAIOdXKeNDaDHZ2Aj/yqHx5BjE8iJyZQ01MY5SweSB0rMcp5xPxM3eQsdEIJnwQOcnIePQlYrInTSrYSOKyZecbkFHNiijszJ55XNiqVLXOzfUpl59wMvbsdKRawetqlXwZoTVJGk4ypkLAaRVyFmCXjEdjkahSksDIfia2gM+sZLCga+Qlak0vDlXdIScPdwpmvjaNdfNAQK6FVSGgVooX7JjYAwN0SrJxRK6PXdAqx3WK8go2Y/9FVXfBqa1LUan+PPTu3pW9OjoqJDlkVmpiQunbNeg9PX2cXN9+AwB179tZCYT/GxmeVyqGv3yfGxpUzs98Hv8yMTShnlbPjk8o5ZYOoMSkx3cXZU1vbeIWa7q27T1o7esfGZ+aVSpFIkpgQ5+ftFRMRfvvapeh1IYYaS/ZnJlMQFcq5b4MtrG45YbSX3deI6ZHC++TwsV5GnxTRJ0a1sSGDUlwrC9LMru0QwMDh32+tlA4BrIUDEZNKvrVSxno5nxWEHgkKaMxqow424ke7WcOd1NFe5s8+1td2crsIKmNWNHEhXQ2odhFCxqzm4gtlzOoBBblHipczIY2sOmBJiFAkppa3CmCgstorx3VLMSxMfhO37lsH/UcPu1eCdJDfAAAgAElEQVSOa+LWtQnhg80kGR246CChlI/18ZTjbSOdzO/t9IkBwcSAYLiDAY70dAgRfTIc+FhGrwEd16DUJmfUghgmJlewUAUkSA4N9oGLLeJgChmIPDYKcNuSIPlsdHkrD9cpJrTw0KCfFqSCRha0S4L93Eyd+tIw971xuJM90sHtbSACJhEBppFR38yG90lJA3KKAF+OLHmOKH4mwJcrmFA2qogGzRMSKmQ0SAOlRkQEepgUrDrgZ4uCMtrJ6eLDR9sZPzsYn2U4MADcL0INt1AGpbipAeHnRmKXEAluJk/2C7630lrYdY30ag4qX0ws/dHBnB4UfW4ktnKRAFdI6XwavKOBquDh2sWkHjl9fED6vY3b10DsEmJlpEoOPL+bB5/q4X1vpkwNiHsacLUf7z+/ll39/v7rWyeq3z3iY6trPzwpfH5dgK+W06GtXGSPhMDBFC58J6PBrjKw8QiMZy+azyn1OVRobq8UKyAUMxAf6PD3bXxEtwTbLcF2CFHdEuxQC22ohdYrxUtp1S1coA6Njy/hYAppsA8sVEETu55c/wFblUOFFUjp9U0cgAwZyCIOtowCBfqxhKRqEIwbWfA2ARZM+TKQRVxcOQdbRoR8oEDzBcQqsCa6hYfukhDlTBgLXUJHFLIxpQJiFRdTISHXNVDq+ThABBYSqgT4SiaiSEKuFhErRcRKKa0anPZtoFYBLn18+YCcIiJWUus/tvFQ7Xw0+I9Ihrwve3ODWJPbyKjvEuGk1FpCdU4bDzXUygSjzpXv73CwJf2NFBa6qCbvPg2eL2PUCYgVQlIlDZ7f3UDob6R8bWOR4XnP75y4fmr3x+fX3z68fPfikTf3rz2/e/np7UtvHt24d+XUw5tnSj4+K3z/MPfFjcqi5xxKrYgFlQvQrVJij4Im5yJri57evXQg99F5CvwT6NvvkhA/NzM7RABvd4kxYnIZmCNo48PAyL2UVgkaJZrYEDD6C8z4Maq/NJMVbBi4hNTCQ3KwJWJKNRtTLKHW8PBldEQBWAdNrv+AqXxNheWxMYBFnAb7AKjotGohAYj3i0jlMnpNhxClYNUpWHVtfEQLF9bErm/hwlp5QBEaC1tGQxaxcZUNDHgjF9vARPLJ0Gd3Lpw7uuvA9pQju7ecOLjj2L7MY/uyTmfvzd6dkb074/zf+88d23dwx5bjB3ZeOX30dPbey6eOwatKoRXFD65funr65MmD+/dtyzh+cF9okL+Xm7ONham5sYGNhbmTna2Tna29tRVIv2ZGxkCa19jc2szKztLWwdoexGA3R1cPZ3c3R1d7KzsLY3MTfWNbCxtnOyd7KzszQ1MrU0tPFw8fd29nOydbaxsLM3OwvdnU2MTc1AzEYEtzCxCA/+l/BokXpGVw9AgUe0FNGGzSAvufdbS0dbV1DHR0TbV1TDS0jNQ0TDU1gzzc/t67+87FsycP7MlKSUiMCI8ICYoKXZW4QLOxYeuiQ0ITw8LT10dsj4ndGZewIzY+a1NcVnzCrqTkHQmJu5NTdiYnb46OTly3LiE8PDYsLGbNmui1YRtXh4YHBq32XRns7RPo6eXn5u7j7OLr7u7tCqR/3Z2dwCosMA/8TwD28/bw8/bw9/EMXOnt6wnsAy/qwGAG2MPF0dXB1sPZASx/dnWwtbM0szQxNDPUM9LVsjQxdLSxBBPCYEuWib42EP3VVTfS1TTU0TDR0TLX0zfV0TVQ1zJS1zXR1LfUNdddpq3xL/XI4I2lOSUd4m4prV1K7xWQuogIGaScW/KJ/uED+XUu8eVbwvPXuKfP0Q8eQW/cKL94Pu/q+fw7V8sf3oG8fkX8kM99m8e985J04mbtnosle6+UZd+u3Xul7Mit2pRDLwMijmfsf37yUklE7NlNiRd37X22LevB7n3Pj5/6+OI1sQ7e8ugZ8tL1ilOXig6d/LDjyNvN+1/Ebn8QnnptVex50ESdsuNe6va7uw+/uHS1/PbdumtXK27eqLx9q/ru3ZqHD+ufPUM+f4l58Qr79CX68u3Kc9fLT14sPHo278TFwtM3Sk5dL86+8PHAmdxDF94fuvzxwMXcXWffZJ54mnHiyY7jjzP33dy24/KWjDObU//enHI4PX5PSuS2hHUpUYGRkf7rN/iu2eC9er3XqnWeIWHuQWtcAwD6dfUKcfEB7wOc3H1tnNwtbC009UxUtfSXqur+tUJnqcoiA4Odz0b/1+8Nfy3TW7Ic5GHQ/LzIwMYq6otSMKAAgwwMrgGDii7ofwZlTB0dPbDsSlVVXUNDC9wfAougQae0lpbO8uUq/wTpRYoGAVhP11RH21hL01BTw0BNVXf5Ms0lf6ktX6apskJbTVVXXU1PTVVXVUVnxXKt5cs0NTUMNDUMtDQNdXVMDA0sjI2sTIytFzrbbS0tHCzM7U1NbExNbCzM7RceWxkamIIZYEsLWwtzm39Gf8FYL4jEJsYWZqZWFuY2/xwuAkVg0OqspalnbGRubmYNisBg9BdkXfBTFr3NujqGYLEzmP4F14+MjczB9zcxMTMyMjJYuBkaGhsZmfzvqi2zBbY30tM1/ScAW7r5GTv7Gzn5mbmF2HqF2XqtM3MKNbAJtHJbb2QXbO2+LiRy6+rIbZ7Bm3xDE1ZFZfhGpK9K3LNx2/GorFPrM0+u3fp3SPqxgOTDbtG7gjYfidxzIfbglZh959duPeoZlWEdGG3kHqplu9LSJywgenPq/tMXH789cP6mhaf/H5r6f6nrLFPTWrpMdcmfS9VXqOisUFvxr9///wHgf8rL/zP3Ln70PwAY/OOyZcvU1NQ0NTV1dXUtLS1dXJw2xUTFREdER22I3RSZnpa4c8fW3bsyd2Rl7NqVsXv3VhCADx3acfTonhMnDpw+ffjmtbO3rp+7e/v8w/uXnzy69vjh1Qf3Lt69fe7OrbMP71969uTqi2fXX7+89S7nfm7Ondcvbz17cv3h/UvXrpw4mr0jOXHDSh8HY0NVlWW/6WgutTTT9XSzDVjpHuTvGRzgFRriHxYaEB2xOiluHbhyBEZ/F/VesBkLTP9uTokCw8CpiZGpiZFpSVFpSVHpydGbU2K2pG7akropLSkqNTEyOT4iNTFy8UkgSBwXnpESsSNj057tCXszE/ZtTzy4Kyl7b+qBrIS/96ddOLodAODsjPtXshGVOV1S8kgnu0eMHu1k/exid4qQA42EwWaSkFzawod2SlDfutjT3+WT32Wjg8KRfv5wH+9bF3eghd4mxip4iFYRpktGbBaghNTqdgmuVYRpFqAUPAS4CNIqwnQriL3NxP4OSnsjprkB0d2Ea5ehwOHfVjGcTykB7dN8fCEbndfGhwL9vdy6Fg5EQi7tk2I6BLAmVs3PbtZgI36sl9POh/ZIUE2sGjLkdV3+7ZJXF2rzbjOR+UJSpYBYQUcUcLAlCx0/aDGlWkypBqcsSHXvWeiiLgm+T06WM+t5pIoGWnUrDz4gww81ElpZ1Q3EomZ27ecWsphdTyZVUthImoRKbeQKP7e3Kid505PUqSn63Dy494scn6kbHYf8nKoanij9MlrY/7X0ywj01zR+Fqh3Js8D3mbstBI9OYeZmMWOTxMmp8kzs9S5edrsHG1eyVAqaQvLSZgZJXohDEyYUhImlPhxJfbXDOrHJHxkHPr9V933H1VDI9iZOaJSCZ8YR05OUxb6tGpGf0LHZ2ETStgEEDyGj88iJ+fxs0C5NGkOAG/KHCAvM+aUjHklfW6eMTsvUirF80rJvJI3OcX9Nd6oVDYplfSvn6WT443T462zE53K6daZMf6XPkSDoJSMKqgvq8JUQ3A1lYiyGlgZnljP4eLFQlJpwbOa0jeoujwKtoxFqWJTq5nkSgahlArLk5CBIZkWDqKNiwRnSCVUSG8j81tXQ0+TMCY8KDYyPC05bueObampyaGhoQEBQes3bExJTV8dFm5hY+vtH7Rz30EmTzg5q5yaVg70f50an1POKH9+/TU2MnHpwtVVwWscHVxNTSzXb4iuh2OGRydmlMqZeSUKjU9KTnV2djQzNd6Slnjt8jlXB6sQb08Peys/Fzsmvu5Hn0zOhY/0cr4u1EEPKNCzQ/zvbcTvzeSBBsx4J3uokTjYiJ8c4H9tIX9rpXxWEFq5dV0ihJxe2SmEf2kiggNI433c723U9oXvz8EmXJuwXs6qVHCqG9lVIgowzSWmljVx60SUMiY6r4FeCQKwgl3fzIXJmNViarmEVtHIrlVwIHJWjYID6RAjf/XzemTYTgnqRw97+qtkuIvZLcV0SlADjYThDkavFAuW2TIQH2iwd2x0voxexccX0WDvaLB3gJOTUwf+Zt/KgwP5VUZ9CwehYELbeKif3YKhZkY7H02H5RNrcoWECjGpigEvAMddEaUvK989QJfniMl1ChaqlYcDZq45SELte1z1Wz6hvEdKHGyiLRxKr4zQ20BcqI9C9MvIwLLRwrvJ6XV9UpKEXA3u5UiptUJCBRcDbPC0cBBNLJiUWstEfKLDP/JwxV1C9HAbc7ybM90PVEB3C+B9QuSAGN0vQn2R4weluNFO1qCc8LmR2MaFtvNgYz1ccLu7V4IBC7G+KEg/Oph9DVgpHdIuY/S0iIRM3Eh/88/PbTI2FlqaQ4IWfm8XfFYwvraw+6UkBaO+V4j5IiMpqDVdQrSQWFaZezv33qn6gic5d09DPj7loitZiLL6gmcCfDUPWy4mVbVwEJT6dwu1XhVg0xhYGwbaa7vEKBm9ilKfAwJwTwNGwaoFO8yktMpuCXpQQQSXmfvl+K+t1C/NZAmlHKhcWhCNJZRycDaplQfnYEto8E8cbFkzFwWqwUJStZReT67Pw1XnstAlQI6XAUWWvYIUPKbBPzFRxUTIB3Dpl4srB1ujJVSIkFStYCM6RPgWHlpMqWWhSyjQfELte2LNRz6uSkqF8nFVCyJwCQNeSIZ85GLKgGoDeAEo1CuY0EYmBHSt9zTgGqhVVOh78EqojF7TzIG2cGH5T8+V51wH/gXFmCZ2PROZPyAHBN5ffZLPzUxE6cvi1zewVTlMVHEzF9XKx3SKCQxkEabybXnuHS6uvJmLGmhmyjgIaOXb3MeXP766/frh1Wd3LhXlvMh7/eTd8wcvH9x8++Tu22d3Ht+59Pzh1brKPD4TScWWcUkVLHwpDV0o48C6G8lMbPH7p+ef3TpKqH8PTlj3yki9MlIbD/W1hblQxgakCcDO/8VCOD6+iIH4QKx9LaGUj3Qyh1ooUlolD1fYzEUsKNLlcmY9G1MspUPAJaR2IWahER3eJyeDs0xdEnyPlCgiVnLQxTIa4BGQkGvpsHwGvEBIqOgW4/ukpDYuko8t5aCKRISKJiYQiWcgP7HQRVxcKZ9ULaJCpEyEjI2WczD4usKcR9fOHtl98mDW6ezdxw9kHd277cTBHccPZO3LTDl1eNetiycuncy+cPzQheOHjuzJPHlo7+1LZ+k4ZGejpLIg70z2oc1xm/w9XE0NdG0szF0c7J3sbK3NLRY9zJYmFpYmFlamltZmVjbmtrYWdvZWDg7Wjo42DiAGu9g7e7p4eLp4OFjbmxuZmRuZOds5Ods5LfKwvZWdpQmwbASirImRMQjA4DPWllbgIPCiDmxmYmpqbGJkYGhuaga2YYHEq6+rZ2xoZGJkDNqhF/eBdbS09bV1DFQ1zbV1jTW11P743UxHa0t87IPrl57cvrZzc/KWhJikyIjEjRviN6yPWrM2Ijh0Y2BIUvi6LRGRO+MS9iWnHkzbfDBt8+7klKz4hKz4hB0JiVtjY5M3bIhbuzZ2zZqo1as3BAWtDw5Z6x+wysc3xNsnyMs7yMs70NMr0NNrpYeHjxuQ+wVboP28vfx9vP19vEH/c4CvF1iCBdJvsL8vaIr28/YAw8BgBbSbk72Hs4Obo52box2IwW6OdrYWpqYGusZ62uZG+tZmxjbmJlamRuZG+maGemaGuroaKvpaKvpaanqaqsbamuZ6+ma6BoYauuY6JiYaRjpL9XSW6kUGx0AKYH3yzxJqM5/QxkA04yBSaJWgtID55hXu8VPk4+eodx+Zz14T7tyHXr1efuH8p0sXPj28VZPzHPvsLvTjG2pFqbSoVProFfXsnfpDVyt3XyxLP/Y+5cib1KNvt/ydu/9c0amb1ZmHXnmv3p+w5dauw2/St9/buuvRnoPPz18pfV/AfPQcdf1OLdBiderj7r/f7Tj2bsuhN7FZj9en31iXdiVy2/XoLdei0q+k737499lPF6+UnT1feOzom7Nn8u7cqnr5EvPuHfHtW9yTJ9A792ofPobfuld76UrJmQsFF64UX75Zdvryp4Mn3xw69Tb7fG72xXcHzr7KPPooaffVmG3nYraciYw9HBW5P3rjrpiNO+IiMuPC0yJDNm3wC18HcG9IuEdAuEfAOs/AcI+ANa7+IS4+vnbOvo7Ogc4eAa7uAU7uHjZ2TsZmlrr6Zlp6RmpaustUtZes0Fuior9U1WCZmsEyoO/KaIWasYq6wbJ/26FBQRh8cpGB/28ABhVdULZdZGAQgwEDs76htrbuIgCDMWBQHF58sYaG1rJlK8AyLXA5CSRnQBwGWNFER9sYRN9/gu6K5VqqKjoa6voa6vpqqroqK7TBo6aqq6EOrJfp65kZGVqaGFubmdoCYqm5vZWlo6WFAwjAlhYOlhYO5mY2BvqmYLWytZW9laWdmanV4t7vYgU0OJJkbmZtaWEL8uri/SID6+oYmhgDhmoTYwtQswWLqUHcXYzyLiKxlqYemBMG+RnkcEtL638CsJGRiYkJoCovJJDNF5q9jPX1zECwtzC3t7Zzt3YPMnMLMnUNNnUNsXRbY+0RZuOx3tp9ndeqFGe/WPeg+HXxewPXpdt5rvNZHR+wPjUoJmt10t51W46u2/b32i3HQtIOByQf9ks86J+SvTbrVPS+S5F7zoduyfaMzjQPiNR2Cta089OxX+kYHBWxZf/Bi3evPn+ffuBvNVObP9R1/1DT+NeSFf9a8D+rL1uhsWSp2p+AAvx/ZIEGFd3/ev9Ph/Off/65qACD2vJ/6MD/VT1efOa/A+AVCzeQfrUWvu3Mzc1dXJxWhQQFB/mFrg6K2BAWu2ljSnLcjqyM7MP7du7csmtXxp492/buzdy/P/PQoR3Hju09ceLAudPZF84evXzx2LUrJ25cO3XrxplbN07fvgncP3pw+dWLm7lv773PfZD79t6zp5dv3zz16MHl82cPb9+WEL52paO9sa72EpVlv6ku/01Xa5mVuYGrk7Wnm72Xu5Ofj/uqoJVrV/uvXeW7cV1gbFRofMxakITBAHDCpjAQfcF4cHpyZEZaTEZaTHpy9D8PSML/vAfpd3NKTFpSFNAmnbwxMz1qd2b8gV0ph3enHd6dlr03NXtv6rF9qUf3phzZmXj64JZX988SoAUtIkKfgt4vB1TWoSZyvxSnYNV2S9B9MlyPDMsnFnPxhS1C5Lcu9lAXq6+F0ipBC6jVPXJqt4zSLaN0ScmLp1tGUXBRLQJsZwNpoJn5rZM/3C383iX41s3jMyrkoAuaXCRklEu5NVJujUJYL+fWCmllvXJsuwhOheY0cyATA/wuMbKRUSUhl7ZwIION+AZKGQv5oYkFTBB/aSJ2CuGNjKqqd9eeXd1b/PI8vOg+sfqVgFCqYAN9znxCuZBU2cxFKNgwDraklY8SU6oFxAo5s76Vj5Iz64WkyoUL/MCAJw/zqZFa8b2J0C9GSAiFMnplr4LQpqBwBWgcG0lpZMlH+9vmxyRz4zwlQK1gnRV6fKZ++BdkeBw6OlU++KO0f7hs4Dtk+Bd2GkBQ8rwSNzsPn5yHTSnhk/OoqTnM9CxxbpYyP0tTzlPmZ6nKOcr8PG52BjU9BZ2YhE5MQ8dnERNziLFZ6OhM3cgEZHi8bmSi/sdk/Y9J9CTwnujxmYL2nrzWLuSvKfbCV0JYUIPx8wA/w8am6n9OIMam0VMz9T/GoT/H4KNjiJ/jyF9jqLFx1Ng4enyCNKPEjgPGbGC1eGKWPDnDnFMyp2cYk1P0iXHW1LhgdqpBOS9VzkmU0+LpX5IfQ5yeNqSAVYyBFsGr6whwLB1PZOIIZASNgeZw8WwOhkaH4okVaGwJFl1ERQDlNxx0MQNewIQX8LGlC0JTdZeY/KWNP/a5LX5DyIZQ//VrghJiI+Nio1JTk1NTUzdsjPAL8A9aHboxNjZg1RojcysbR9ejJ883yNvmF8qulHNKEo6TGLfF1dnD1tpOT9fo9p0H34d/TUwrZ5RKeUvHybMXdAwMTUzNg1cF2dpZenu5vnn5KHx10PqQVVviE5wtzK6ezh7/0treQBRSKxnYvKkhwfcO0ngf80cnZbyb3cKsAcafW2lDjYShZhID/k5MKhlqJn1pIg41k8SkEvAbb7AR/6OTMdrFBCeRhlrII120Xjm6QwwbbMb/6GEMd9G+tJIHmgjdUky7CCFn1TTz6j83UwebKJ1iDFA2y66Vs2rkrBqgUIdW0UCvbBXA+hrx8yPy0V7OSDdrakg8861htJfzo4c9NSQGm4cllHJU2RN48UM6/H1PA2aohTLQSAB90Z0iJBWaiy5/SqnP4eOLvjTR23gowJvKgi24fGuaWDAWsrBbjCfW5NYXPMJWvEaWPK/Lf4gue0mpy+NgKrCV71ioMgULJWcg2vj4XhlFwUbwCZW46lxCbS4LXcREFfLwZR0i9Nc2xswX+WcFbUBO+awAnMag4XlATvnRyeuXkRsZ9TxsqZBQIafXyWgQAb5cSq2V0+uaWDAGvAB0xSsYkC4hWvlNNv9FMtxC6RUhByWYfhGqhw8flGK/NZFb2HVSSkU7DwYOJg/I8Ez4h28t1C8KUhsXKsQXN5DL+xqwXxSkTjGur03U2SSc/vm5o5G3Z1tiasyaQztSdqZu/N4lbuXhmthAbLVLgFcw6lsY0HYeAgxFy+l1rVyknA6FfnpKrM7jYaqI1XnU+k8NlHpM+RtY4RM2qohcl8tE5mMrn3MwBWCjkoRS3i/HgxM7DdSKRmaNlFZJqHlFrnsrIBR3CBEt3Ho+vqiRWdMuAHZ9Gpk1zZy6PhkOXAwe6+MNKohgSxxYFCcklvU3UsA0bwOtTkiqZmNKOdgycOxXwUaAvVB8QuXC9YhcPqESLHkWU2o52DJM5Vt0xRsiBNCQhaRqLq6cgSwi1+eR6/PoiEIevkJErqHDigT4agm5joetpMOK6LAiDrpUgK8EdWBgFan2HRPxCbhotVBs1sSuZ6M/gbZtOaMWrFKjwz9KadWIkieYihds9CcZvQY0+naJMT+6+Qo2gosrx1XnUqD5YkotHVFIhHyQMaAyBhQceUKVv6bCCgBFmlzT0UiTC/F1ZTkfXt19/ejms7vXcp4+eHbv9oMbV69dPP3m6f2CDy8f3r3y6MGV+ppCPhPNJtdwSRVcUoWQVtMkQHVICQoegkeqoKE+ydhQcL93wasPl5CrFwLAsFYetFOE7JagwWB2Gx/WLUGDVygEhGIZvepnD+dHF+vfFyOoNUxUIQ2e38xFtPJRCjZMQq1p4SF7ZSRwywqk6w4RtoWHlFBr6LBPTERRAwUyIKeJSTUcdCkLCcjCMhqkR0LoFuGaWbAWNlxOgwjxpQ3kSuDbjFkvplRLqDUNDKiUCRPToDwShE+GVuU/v33x+JnsXScP7Tx+IOvv/dtBAN67LflAVtrJQztPHNwFbAUDvmhgB/jv/buunzsJryolI+HZu3ZYGehZGxv4uLnZWVmaGOibGxs52dm7O7vYWVkD9c7m1rYWNqDq62Tr7Gzn4urg5urg5mzn5GBtb2th42Bt7+HsvtLTF2RgQx0DWwsbRxsHSxMLYz0jM0NTC2NzAIwXaNbKwhJUekHcNTU2WQRg8EMg/ZoYGYM7SVYWlkYGhuBoMLgYbGxoBAKwno6urrYO+CFdTS1DNS0DFQ0TrX8zgKutVVLMhgM7t+7elrZjS3JWavK2pISU6JjYdevjwiNSI6K2xsTtjEvYnZC0OyFpT2LyvuTUXUnJmbFxaREb0yI2JoSHR69aFRUSErN69caQkHUBAWv9A0K8fQI9PIO9vEEFONDTK9jbx8/T09fd3cfD3dfTw9/HO3ClL3gCfL0CV3qDB4TewJXewf6+4DPgQpKvp5uXm7OHi6O7s4Ofl7uni6Obo52ni6Ovh6u3m7OjjaW5kf5/PWaGeqYGOroay/U0V+hqqGirLTdQ1zDTNTDTNTLWNNT8U1N7ia7OEoOkDemYSlIDrQVfzWQgGhqoAzR4K6xMVJrH+PCW9PIF9tUb0rt8zssc6v0n6Jt36u8/hL98gc95iX/7DPv2CebdY1zBS0ploaTwk+DOY9yZm5AjV2u2n/4Ud/BVwuE3/vHn4vY+vf+BeeB8sU/YoXUJFzamXEvKfJCcdX/HwRf7j73JPp57+Ub5zXu1D5+hr9ypOXbu097j73cefZ95OCdlz+tNO59szLq9IfN6+ObL61Ivbsq4vmXXw537nuzc8/jAoefHjr65eL7g3p2ax4/rHz6E3L9fc/9+zeOH0KePEU8ewR/er7t3r/bGrcoz5/IOHnl2+PjLQydfHDj5fNeRh2l7rsdsORMWnx0atTc0PGvt2m3hazevX5MasTppQ2BUmG/4Gs/gCJ+QDT6B6z39wz19wzxWrnbzCXLy8HNw9XFw8nV28XN183N187Z3dDa3tNIzMNXUBgFYb7mazlKAfsEFYKMVGrp/LQO3f0HiBaO/4DMg/f6nBXoRgBeBFhxAApeQwIFfNTUN0AKtrq65bNkKdXXNxaYrUPhVU9MAvdDgcpKRkYmhoTEgI2sBjl8tTUNQ4AWhV01VFyRekHXV1fRUVmgvX6YJflRVRUdL0xCkREMDICu7qPeCAAzysJWlo7WVk6WFnaEBQJiWFrZWlnaWFragERrUey0tbEEqtjC3AWEYlIhBgzTIyYskbGRoBr7GxNgCfNJA30MbhVUAACAASURBVATcRgJjwItTwCASa6jr6OkagQ1bi77r/wBgY2NTMzMAqi3MAVDX0TYEwd7Y0MbMxN7W2s3R2c/KLdjcfZWl5xobn3AHv0ingE3OgfHOgfGeIcku/nFugXHr4veuXJNs4x4WEJ6yMiwpLHn/2tQDa9MOr9mcvSr1sH/iPp+4fd6xe8OyzkbsvRC558KqzUfcI7daBcXqua5WtVmpZe9vvXJdYExG6oEzp+68OHXnWWh8+m/qev9S1f5DRf1ffy7/44+/Vvy1fPkffy3/7V8aS5b+n5Zg/Vf0XYTbRXb9DwD+P2LgxTf5DwVYRUUFdD5ramqqq6traGgYGRnZ2dk4Odp7eboGBviGBPuHBPuFh61KTIzavj1t27aU7dvTduwATlZW6s6d6fv2bTt4MOvwwcxjh3ecOLr71N97Tx/fd+7UwasXj926dur+7fPPHl178/LW21e3X7+4/uThhWuXs08c23FgX0b8pnXeHvamRprqKr8vX/Kb6vLfdTSXmxnrONpZero5AsfVyc/bY1WgX2iIf0iAR3iob+T6oOiIkLjoNSkJG0AFGPRFZ6TFpCRsAGF4S2r01vRNYCdWenIk6IgGq7NA13TCpjCwQRqUizPSYramb9qREbdza+zuzPh9O5IO70k5si/tyD6Agc8c2Xbu2PabZ/fnvbjBJlQNdQq+94gBjhUiW5g1g434bjGyQwD73EQcVBAnv4i+ddA7pZihDubEUMNwH+9rN3ugk9EkxkjZcCkb2STAtUlITQKchAmXc9FdclqrmNjdSB/qFIz0NXxu54no0Iq8R4+uH3n1+DgOmdPcgOhQYDubcE0SuJhVKaCXybm1DawqOasaLL761kad/izsl2HBht7ZQeHsoFBGLuMiP8op5R3cesSne8TK53JKOQ+Vx0V+7JegB6UL+yisOhmjTkqHSOkQCbVGQKzg4krBS/tMFFDmLKHWSKg1DOQnKiyPiysF9kuJpQ3EklZmVY8A2i+GdfHr5YyqniaSVIJlCjGsJqb0e1fr3KhcOc6ZGWMu0C9RqUROTAH0+20UMvSz9vOvit7hmsGfsJFJzMQsYUZJnFXiZmexs/N1k7OQKSVsRomcU2LmlXjlHFE5S1ZOE+cmcXMTmJkJxOQ4ZGy0emy0ZnwMMjFVPT5b+Wu6YmSyfGS8cmSidnQaOj6PmgSom6FUYn4pS7u/fGzsLOv6gv01x1YCud/FJWHU5DT05xjsxy/Yr1+oyWnE+Dj058+6Hz/qR0cR4+OY6WncnBI6OVfxYwLyaw42paz5MVU7OomZUeIX4scUpZIwO4ObHMdOjOGnx0gzE/TZCf7EmHRyXD450Tj2U/p9iNPZhuKyKzHwMmh1Jby6Gl5RBSuthZfCcVUkJpLHx7JIlRxsCR2WT4a8p9V/5GFKGsiArZRUm8fBVLYIqQ+undmRHuflbO3lar8hfHVSYmxSUkJCUnxMbHR4xIbQ9evDN0ZviE3wX73Ozsk7aHXk0+d5dJrkwd2cIP+NDjZe9rZO8bFxGAxufqEHelaphKFxETFxds5ufkHBoWvC/AP9vLzd9PU0H9y9Vl6U72LtkJGYFuDu5mJtBqvIb+LjFTxEXxNR+VP+q48x1IzrFNb96mQ2M6pb6DVDjcQfbbShZhKx5mUTq2Z2SDzSQR/poIOLR70N6KlBgXJE/quH/bWFPNbLmf0q6RTD2kXQHhlqqI000k3/2k7uV+C7peheOe5zC7mrAQ3wrZz4uZk6oCB/aaFJGVUKDqSJWwcyMNCrLMMONpOauHW9ctxgM6lDjGzi1nU1oIe7mJNfROP9/IFGArL0cc3HW2DxUq8UC9ZEyxnVAkIxHf6eDn/PRH7EVj4vz7mKLnuJKH6GKH7Gx5XJ6XVSam0LBwEakheI94MAX85CFrKQhUwEsGrTKSIBbWd8fLeEIqPDO4TEAQUdrBResON+okA/4mtyBMSKLy2Myc/SzwraUDNjtIsPqG0L/vZ+GbmdjwaXfhVMKBcD2GhbOAgQj8GQcBsPBSiN1CoerriZVa9gQIZbqKPtjO/N5K8K4pAM38Gu62DXfW8mj7YzuOgCMbG0iVkrp1X1iNFdQqQQXzzRx29h17GReTzMJxm1skeMHm6jD3dyx7939XTIsw9k+bha/30w6+yxPV4OJmcObRvqECq4GDa6XESuaWYjJeRqMbGyU4DplmAllEoupmS4nfOrR/y9jdstotDqi1iIMhkNpmAiadACfNVbDrpYSCzj40twVS8EhGIOpoCFyqNCc7+10QYaCRxMAeiOaRfAOZgCaOF9Sn0OC5VHqc+RUSv52EIuukBEKBETS4X44iZmLejo/tZCHZQT2rjQbhFqUE7olQBfTH8jpV2Ik9LrOdgyGvwTHVHIxQFfc7sQ96Nb2C7EEWrfU2EFDTSgTK6BVtcuxIkptTx8BQ9fISBWyZkwCRVCqH0PL3mBqXxLgeZzsGWga5qDLQNwGl3ORpZz0OVcTAULWcpClgoJVQomXEKu5eMqmIhPNGgeE/FJRKxs4QDm7U4Rmlz3tkuM6pfjRaTSngZMhxBBrH0tJpdJKOV8fBEHU8DDFXZL0N/b6Xx8CbLsBRhCpkDzQfkXW5VTnnsHVvwcXvKCAs1noUuEpGoKNJ8I+YCueldX9oaILs9/++DFo2sleW9K83OLP+Tmv3v77OG9R/duv3r6sPjTu5LC3Jcv7756caes+DUIwEJaTQOrXsyAcEkVPFKFmF4LXtkEf8ILCRWg44CJzF/oWi8WEIqFxBI5o7qNDwP3frsl6Okv4uEORqcI+bmJ1C1BN1ArmtgQPqGcgfzExZUKSZXghnMrH9Upxn1upgOXV+Tk4U7ucCf3WzsbdAwBYE+Hy+nwHgmFAS+mwz7hq3JJtR/EhGo5tb6JCf3cSP3VLWjjItmwAiG+vI2PkDNqQSu4nAlr5CClTISAXCegwNDVeblPb18/e+TU4V0nDu44nb17wfacDvLwwR3pYCr4dPbeG+dPHD+wOyst8fiB3dfOnkjbFO1kYWZvauzlZO9qb78g/9rbWVnbWFjaWlo52ji4ObramFsvMDAg/DrZOrs7efi4+/p5+Xu7+Xi7+bg5ujtYOzrZOns4e3q5ers7eZgZmluaAFqxlam1uZGFmaG5hbGllamllYWlva2dva0dWHkFDiBZW1qBrc5g7tfCzHwRgEFrtImRMbh4pKeja6Cnr6uts3h0tLTBD2mqa2ipqRtqaOutUDfT0bU2NDDQUNNRWWaiq25qoOXuZOPhbOvv4Rrq77suKDgydE1y5KYdKWlbY+L2JCbvT0nbGZeQGb0pM3pTRnTM5sioxLDwhLVhUSEhGwICIgIDo1etiggODvPzW+27MsDdw8/VLcjTK8jL29/dw9/dI9DTy9/Ly8/Tc6WXp5+3V4CvT+BK3wBfHz9vryA/n2B/X5B4FwE4JGAlqAkvKsNgPxbQg7Uw+Qv2XXm7OXu7Obs52jlYW4Cqr4m+jqmBroWxgaWJoamBrqGOhr6WioG2qo76Ck2VpboqqsZauqY6hkYahgYqRlp/6u1OO0RD8EWkZhpMyME00mFyHq4HX9NYlcf5lEN7n0N7956V94lfWCp98AR39yH64RPcm7e0vI+cD2+or59gX9yB5z3Cf3pKqvkkqSiSPHlGvnwPcfRabcrht0lHcuIOv96w837mmfzTD+FxOx96rTkQtfl6ROq1iNRr6Xue7D2ee+xc/qETubv2Pz55Lu/2g7rr9+su3Kz++1LpvpMF27Nz0/fnJB94HX/4RdTeBxE7bkduvx219XpU6uWY5AuJKZf37n+yb+/jwwefHT/25tSJt2dPv7t2pejh/VpAl36GyXtLznmBfni3+sqlT2dPvzt+/OXxU6+zjz/fl/1o54HbW3ZdTd52flP6yaikY+sjd0dE7IhYn7EuNGltQPQa37BQr9VrPIM2+ASu81q51t17jZvHKjfPIBd3f0cXb3tHfzd3P3dXX1dnDwc7Z0srGyNjMx3AUGCsrmmgAtCv9pIV+ktVjVZomKhqmappLwIwWHNlqqYJKsD/bQnWova7aH4GhV+wDFldTVtVRRMc8lVX01FX0166REVdXVNLS0dDQ0tNTWNxNBicStLTMzA0NDYxMfv3ipKGrq6OEZAAX661ZKkqYHtW1VJX09PQBKBXVU1bXU1PVQ2g36XLAFO0qoqWmqqujrahkaGlsZGFgb75wvSRlbkZ4Hm2srS3tHAwMwU0YWsrBxtrZytLe2Mj0NsM+J/BuSOQY83NrK0s7WxtHG1tHC0tbMGuLAtzm8XBJNAgvQjA4I4RKCCDWAtuIGlr6YOqLygIL64iaajr6OsZW5jbWFvZL76/lZWNiYmJoaGhvr6+gYGBsbGpuTkA5xaWdrp6xpqahpqahnp6FiYmdmYWLnYOPs6eIY4r1zsEbHQOjvZYk+i9Ntl9VaL9yigL93B77412XhGuAbGRqQdWR2d6rorfkLQ3MGprdNaJiMxj6zOOhWUcDU0/HJR0wD9+78q4vZG7zkfvvbBh+4mVcVn2q+KMvcJ1nIPU7VbquwV7RCSt33Zg24nLp++/2H/ummtw2G9/rvhDVQv0Py9btkJt+Yo/f/vtz99+U1+2YulfAMAuCrD/rzNI/98AeJGBF/+i/+7BfwfAy5YBYWWQgVUWbnp6elZWFlaW5q4uDt5ebu5uTu5ujgH+3mtCg8LCgtLT47dsSczISNiyJX7z5rgtW+IzM5N37kw/uH/rkYPbjx3ecezwjqOHsk4e23PpXDYIwI/vX37y4MrDe+fv3Dx1+cLhI4e2bt8WHxLoaW9jrKm2ZMVSAH3VVf7UVFuiq7XC1srU080x0M8ryB+4vhgSsHJVoF9wgM/6sMDoyFXxsWHxsWFgC3Ry/HpwAXhzSlTmlrjUxIi46DWJseGgCLw5JSot5d/0C+4Gx0Wv2RS5OjE2PDl+fWpiBBgnBl+8PT12346UPdvigeHfhejvkX1A7fORPclnj2a+e3GVQ6weaOV86xZ8buf0tzAHWxmfm0j9MuzPbtZnBSCFfW+ndYlRYwP86e/SgRby5zb6105WuxTbIcP1tlGbJdhWKblJRGyX0frbeB1yuoSNUvBwg628XgWrS0YXUqHVBc/uXco+sT81e2f80d3xj24fxiNyWmXo5gZEA6eaSynmkIvEjAohrayRB5ExAQbulqC6xMh+GXZ2SNwnxQBrNDxoOx/Khr8XEYslBKBvCSiMpZQ1UisaGVUd3PrBRnw7p05Gq+Dji4iQHFJdrphSKaXXsDGFHGxRIxfeJkB3iLCg9itj1LXyUQMK6nAHa7yb87kBO9XDne3ltFDLFbTyTiGcgcnvbmNiiJUwSp1ipHtQqRTPjlF/jXCVSuzMDFapxMzM1f+cgAz/qv8+Xj04UtT+ubJvBD4ySZwBcJQwo0RNTmOmp7FKJWRiBjKlhM8CXVlYwLc8j5ufxc3OYKan0FOT8IlxyK+fVaOjVaOjNWMTkImZqrGZ8tGpkuHx0u+/yocnIGOzyGkgaYwcV+ImlUylkqtUYn7OfmxsfyNqym/qrBr8DBv5gZ+eIc8rSXPzhJlZ4uwceV5Z8/07ZGQE+vMnYnwcIOGxX5CRkcrhEei0svj7WMnwePX4XP0UMDtMVCpR80rU7BxWOU9cGB8mKucJ83P4+Wny3AywOTw+KZycFk1ONkxMyCYmFePjjb9GZcNfG74O8nvbKY0iBIdcRYKXYGorUJV1sEIMsohBrpGwUc1CfDMfJ6HDeMQaMR3eJCI2CimdCq6YS/z45tH29FhbS4OVXo5rVvlt2rQ+JTU+LiEmfOO6kDVrg0PDgoPD16yJWR0S6eSw0szEycnB19sz2NEBKOzk8QTKBfodGh49f+W6s4e3l1+gh6+/f3CIuaWFl5eHg7119Mbwh3duZCTFbwhZ5e3oFOTh5mZtiq4u+NLB72jAf+tidohhX9rwPVKklFo6NSgY6aD3idHdAkQbr360i9nCgfzsZox20ZmI3GZ29fc28mcFrlMIFF8Bzc98aDO7tk+K6ZNiWvmQfgV2tJc5NsAZ7qL1KDDtIriCX6fgQHrluHYRooFe2cyr72nAgGM5MmZ1Cx/awofKmFVSRmUTF9LCr29k18hZwPNCcimx7o2AWPatnTnSxWvmAkpsA61WRoN8a2MMNJKIta+J1a8k5NJ+GXa4nfatjdYpQoKtS1xMCazwSfX7u8TqHDo0j48tFhPLeyU45bfGn13cJmZdI722g49s48KbOdCf3QLlSOv3Ni4fX02Hl8jo8BYeWkiq7BbjRzrZTWzIQma1vleKbxei5ExIlwQ/1MoGOnsVtPFe0ViPsJWDEOLLeyWE4XZOOx/Ys+kUoYHf9QmlDVSgFblXigW/tiZ2facIzcMVK1h1AkJpI72WhymSksq6+PCFKw70IRmhiVrVyqgd7+YMSIh0aF5fA/FrM6OVA+sRY9t5iHYeQkqpYiLzW9jQiQERECEW4b4oaJNDLTh4ta2NhY6GalZG2okj+/dlpa/2czmYldzbwvvcxldwsUJibRsP18RCMaCfyDUfFAyg/pqPLxnrFfVICEPNrM8KhpBQI6PBJORaFrJYSKgQEStZqAIQgIXkUj6xmIXJb2TW4KpecLGf2gXwuW/SkU5mnwy3kGpGs1AFLFQBuvw5rPhxmxhNReahK17Q4B+52E9M5EchvrhLhKBBc7rFyM8KgpxeycV+Al3rn5socnod2CkFMBKhAvzR1CZAS+kQ0LrCQH6S0iE8fBm+BogKtwtx/Y20b238diGOBgP0Xh6uik+o5OOr+bgKLqZiQZMEZEk+rqqBUk+FFOAr3hEqc5mwQi6qlAUv4qKLJaSqxSMmlouJlQ3kSgWjvpUDa+chRKTyVg6sgVoFaPVijAAHzHd1CoBIswBXwsEUcFDAfNe3Fiq28iW64hWuOreBVkeuz4MWPWtkwRtZ8PrCp3WfnpS+vYUofYmpfMvDV6Ar3pDqPhLq8t89vwavzct9ceP10+tYaBkSUlJR+K6i8MOT+zffvX76+vm9wryXGFRVWUlOQd5zLgvJoVTzKOUMbDGuPgdTm0NGfmTjS7lE4JomF1cM2Hl4cCm1VkKplFJqBLgSJjyPXJuDLn2GKXsuwJX0SnADMmIbFy6lVP3q5n1vZYAO/L4GPBOeR6h500CrbeZjWgRYeNkrXO17KqJQyoQxMaVcQiUHX9HIQfYp6F/aOCM9om+d/DYRXkCsEhKqOOhSBRNOrc8XEau5mBIetrSDj+aii0k1b5vY9cNtTCmlig790ClAYSpekOtyefiyRha0TYBtE2BlLLiIWt/Mx4toMFTVx9f3L188vvfUoe3nju66eHz/w5vn6sryIKUfn965fPHE4aN7t+/LTMvevW3P1rSzRw8e27czJmyNt6O9k4WZg5mpnZmJnYWFg421k529k529g42traUViL7WZlYLLmgrK1NreysHdycPPy//YL+QVQGrQ4NWB/oGudg725jb2lvZuTq4uTu52Vs5WJlaWhj/2zINfq6thY21pZWDnb2jvYOttY2ttY2zo5Obi6uLk7ORgaGxoREY9wVN0WBZtJ2NrYWZua62jpqKqpaGJqj6aqipq6moqquqAdCroamprqGhpq6uqqahoqqrrqmvpqmvpq61bLn68iUm+jom+tpL//xNfflfqkv/UF36p6bKMj1VNQN1DUsDY2cLm02r12Zs2rQnJTUzPj5l/Yb4sDDQ8Jy0fn18WNjGkJBwf//1gYGRq1ZtCAle47dy1ULr1UoX18AFAF7p6ubj7OLn5u7vtcDAC87nAF+fAF+flV6e3u5uIQErwRPk57MIwMH+vmAYeFEfXlwJdrSxBI+znTVohPZ0cfR0cbQ2NTU30jfW1TUz1LMyNQJLsHTUVxjpqhvqquhqqGisWKq9fIWhhq6xpqGhupHqb5qnD1yiQDkslESIUzQz+5oY/RJCD6FGVl8sKvvAKnzPKMjnfCzg5XzgPH/HePCCfP856f4z/N0HqKvXqq9eqnh0u/7dc2L+C3LpGxYO0klGD5aXyt+841y+h0g/8Cph77N1224fu1d/LZcav+/Z+i23Uva/CI2/GJ15Lzz5SsbBVzv/zs0+V7jvxLtNyZez9j/JPvX+7JXyG/cR1+4hT12tPniqcM/fBTtP5GWdyU8+9ir5yIvNR1+n7n8avflqVNLF+PQrcckXk9Iubc26vffg0/0Hn+458PhQ9oszZz7culz65gmqIIfy4iH80tn8Y0deHT/++vS59yfPvss+/nz3wftZ+25u33tj277rGXuuZuy8mJh8KClhX2x05sa1SWv9Nqz2DF3rFbLOJzjMY+UaN69Vzu7BLq5Brq7+Li6+zk4+To5+7q4+Lk7utjb2pibmunpGGpoGauoGKmoGKmq6y1ZoL1mh9ddy/aWqxiqaZuo65hq6ekuWgxovWPVsqqZppq5lrKL+/ziDZKyi/pvmwk1bWxvY8DUw0tMzAAVPXR0jDXUgr7tsqYbKcl11VQN1VSM1FX01VW0NdR2wCVlbS19LU2+xMgrMyoKRV7BdWUfbQFVNa7ma5goVzWWqGitUNFeoa6lr6Kpp6RoamWvo6Kuoai1VUV++QmPJCuA/lKaWnq6OkYmxhamJ1QKaAqFcSwvA2GxmCgCtg72rs5O7na3zgrrr4OTobu/gam3jaGpqa2pmbWfvAmTgXb1trB3BYLCNla2ttZ21pY2VhbWVhbW1pY2drRPoSTYxtgAlXGsrewtzG5CEwSgvWCttZGgGmpx1tEEpG+hzBh+DGGygb7LwpQJbxCbGFgAMW9sCPyaMgZ8dQKbC1NwMmGezNDSxNLdy1De20dAxVdezMDR3tnX1d/db6xEc6Ry8yTk00S00ySEo2sIzzMQ1xMIj1MYn3CU42tJzTWDk5oSdJ/0iNkdv+3vjliMbMo6EpBwISTu4evNhgH7j9/jHbF+dtDcm8/jmQ1dith8Ljt3usnqTqcdqbTsfbTsfXdcAq9BI35TMmIPHD9x8cPr+s50nz6oamCzX0l2qor5sucrypSsAyfevJYvnfwBasGl5sR9rUZL966+/wBpn8Jk//vjj999//++A9rfffvvrr7+WL18Ozhf982W///77b7/99vvvwBbxsoXbkiVLQKszWPUMDDT973rq3xduf/zxBzj/q6qqqqOjY2Rk4OPtGRS4Mmztqg3r14atXRUU6Ovt5erqYh8U5L1q1cqwsKCIiNBNm8KTk6MyMhKyslKPHM7asyttW0bczqzkY0d2Xjx/5Mqlvy9dOHr/7sWH9y/fu3Ph1o3Tly8ePXxwW9TGYFdncx3N5StW/L582R8aGks11JerqizR09Wws7Xw9/MKDlq5KsQ/MMDH18d9pa9HcBDw14WF+SUkrsvYGpuSujE2JnRT9OrE+HUpSRGJ8euSEtanJkaCQd/NKTGbU2LSkyO3pMekb47enBa1OS0qY3PMlvTopIT1MVEAAKckbNiSumlrelxmWty21NjMtLjt6fG7t8RnJm/cn5l4JnvHsX3pu7ZEnjmUkfP4IgNb2iTAfOlgD7QyGvkwCau2W4Ef/yICr45/biJNDAh+9XJ7ZNgBBXl6SNqrIP0aFHXK8V2NhA4Zrq0B82NA0NNCk/IxjSJSf4dw7FvnxHD3z6HODhmXjKx++/jmlVOHzh/Zef7IzuN7088cyrh2as+FY5kcYrmUU9sqQbeIEXIORMau7WhAf22nDXcxgOIrfL6MUd4jRX5pIYx0UMf72O38OiLkBaH6WZcEPjXIG2zCScjFPHx+lwjGJxS08+s6RNB+GbpNUEeDvukQQVmYDw30MhmnhoHNa5eg5BxIRwP6Syezv5ky0EIlwT7ySBUSRk1/M+VLC+1bC72JVPFdih8SY6SYQgmuaECG72kksqjVFbXvCDy8dKircfqnRDkLOp/JSmChFzk5W/9zovr7r4qhH+WDgO25bOA7mPXFTisJc0qSEtBUwZfBp2aRM/ML2i/wPFGpxM0Bb7LwgnnIyFTt8GTt6DTk52zNj+mKb+MLZ6xqeKLmxwTk50zdr2nor2nA2DwxA2aACfPz2JkZ1OQEemoKPzNd0ttTMThQ++1r/cgwbPQHanyMMDtDXeBkmlJJmp8jA0vF89iZafzMNGF+HjoxDZ+cxykXQF0JuKaRk7MAtM8r8XNz+Lk53OwMcW6WND9HAQq65rlz84IZ4Ajn5oRzc6L5+YUzK5mfE85MN8zNyOZmZbNAM3a7UikZ/cbtU2BFxHpSXTmspLTyAwZTIxZSxEIKl4djczBMDpovIPT3ymYmP7c0MN49v7ExxD3Ex3ZNoFPEupUREcF7922P2LAuJmJTZGjUWr8NCetSNq2N83HyTojetGH92sPZ+/l84dw80PcMQ2GT0jNcff3c/Fa6eHk5uLk5u7v5+Ph4e3k42VpdPXuqKPft9uT4Q5np5ppLk9aHNHEJXzsEvwYlI12c8UFBM6+u8sPV0pzLEkpZtwT1uYn0o4uzMDUEU040D3dSBxTo7x2kNkFtl6SuRwrtlyFbOFW/epjD7bQvcrwQW9jKgjRQypiod1/bCF1S2Pggd7CNONzP/jnA75RjW4TIZgGiXYQQkEqGWsgzX0RSamkTq6pPhvvSTB7tZo32MHqkSBG5iIvPl9BKBdRiBjaPQyiSsetaBNhuGa2zgSqhIbl4GBVe0S4gd4vJQAURvZaL/NhEr2hlVfeK4AJ8IRX6Xk6v42Ir6wqe13963sZFzvSLv8rJpIoXnSzIWBtd+V36q5UiRuc10ytkRGB3V0ws7RKiu8SYoVbm7HC7mAZtZAEd6UzkhwZKUTOzVErObyDlj3VThppxXFzezz5uRwNeQod1Syjfm1hDYlKfANfOhCuokH4xYbiNOaggd0uwX9tpg83EVgH0fzH2FtBRnX3bb7/3KRaiRIgQIe7u7u4QLEUCS92BbAAAIABJREFUxd2LlBZKW2q0aCkSiHsy7u7umpmJKwRCBA3JnLOznzcv51nnfOfLutesm733ZBLWLJjfvq7/dWn5nRp+m07UOabFjWkJYG3yqIrAxVQzYA+V9LZuDuTDsHBSR3+ppU4bOFM61ogEPyjEjMlpo1LGa730uUYwqmQ/13Jf6oEGnTdDkgEpUcGEvDLwR9SMASn13ajmhVao4dNjI2IyMwqOHjp59vS508dPbCjOz0mNhTRVD+vE4wZxt4DcJ6dP6IX9UpqBT9ZxsN0cRK8QqaC18rF13RzYCy19XEsbUhBH1ZReMUbNgao5UJ0AqeFBBKR6CuwBG18jZbbxSI1U2CMGspqDreUTGuSLiVY8XJ2CCVks/kX2SvASanv1ne9a6m8y6e0sahuD1Ahp/INLrBMQasWUOhm1gQ67zyc8pcHvs7HVKh5ERGvuFqF6xZhBKV7PQ4xpqFo2ULAsobSA/VUyWpuc0SEkNYkpLUpWl4zezsbUiagQHrFdQO5S87C9Yko3DyclQ7mYZjaySYhrY0DrRPj2Jz9f5MIbJLgOPrKp/e/rYlyDmtYhwTfq2bA+PkpFbVdS2hTk1l4e8qWG/qqbZuDAhdgaOallQIiREVt56EY+qoGDrBegG7vZqFEZuUeAGZNTZJR2FrRazewaV1Dl1DYZsfnNoPBFN2tmSPpuTKnloYmdj8SUjgE5RUrrMojwcgZURocgGm7D62/x8M3EzkfY9n+41E4CspaKbRSxEVIOmk3pREOqG6pv3vr14v0/v3t099qzf35uqP69q/k+AVnHpraRUE8ZuKdk5GMy8iGHUM/G13CwtRIaELas4XTx8fUsxGMBrl5Jb1PTOqSEJh6ylo+q4yFrechaEbZRTesaEhNeaVkaOkRKaHmlZQ2K8OMK6ochqYLcLia0kaDPsNBqCQepk1Oo2EZ42wMCooaMrkd3PWaT2zmUDh6tq0/DfD2mHOsT9iooQOQVva1XiBxXk8fV5GE5MJw/2cua6uf0iJBAyZkKiKMTkRrY6GoJBSx/biF2/sNC1w7ISeBszqiGKSS1afgYNQ+NaXv4x/fHT++rOHtg8/dnvv7h0jFIa/XLUZ2ER/rr5ytnj+z5unLjsb07zh0FUq/yU5LCvLxCPT2Tw8OTwiKCPb2iAoN83T09Xdx81nv4rPda7+Tqvs7Nz8PH29Xb09nT09nTx83Hd71fgGdgZFBUckxyTjrwwSc5LikyNCw8KCwiJBSQi13dvNd7+XgAKVne7ovGaQ9Pfy+/ID9/Py9vX08v4OB6d6/17mB/kr+3z1Jnktd6d2cHRxtLK6e19gE+vuscnWytbcxNzUxNVluaW4CBzzZrrK0sLMFlaW4BLgszc2CtNrU0NbMyM19jbmFtYW5jaWFrZWm9xtJmsVB0jbmZlRlwgcVqU+BKE1M7M3NnG9swH9/clNSN+QXFWdnZi/1G6XHxuSmppTm5GxYPZiYkxoeFRwYExoeHxoSHxIWFRIcFR4UGRYUGRYcFR4cFJ0RHxEeFx0YAZ8Hj4KnEmEhwLZ2NiwxLiI5IiY9JjotOio0CV2JMZFxkWEx4SHxUWFggkP/s5ebs5+ER4ucXFhAQ6u8fFRLm7+npYu/oYG3tZGvrYm/vvHatg42VjdkKG7Nla9eYe7k5W602+/KLL52sXexWO/125Ta5iyshamkdAj5cCcSG4noV+AFSpxLRIkV3aUiEISjCcP8J+8db+J/uEK/fIv5yn3bjLum7n2DfXGr89krrrZvYmkfs6ges9kZFZ4Oi+amo/hHv3p/Ev+/ToKi+M983l339+9nfkad/R6ZuuV6671588fc7TzdsOvwgf+evpXtufn2+9vi3rbuOP9yw47fSyhvb9906fKr6+5+R12+gz15oPn2+8ZuLracuNB24UF91/tmOk48qjz3Ydvj+toO3N+/7s2LPrwVbv8/acDG99HxOxcXCLVeKKr+v2P1j1cGbZ08/unz26XcX665+13TtasvVH1qv/th29af2M5efHTl7f9/xm/uO/77/5O/7T/564NRvx8/+duDgpT07j20q2ZmbVJQcmpIcGJ8ZmpgfmZoZEpsRHJUSuKj9BgREBvpHBAdEhgTGBAEu6ADX9e529uss19ibmtuZmNqvMrVZttJuhclSmDNocl5nZmm7fNWSBRqs/LVfZepkarE0/fsfmy/sFvPLbW1t7YAvYOgXrMldLOxda7baztTE1my1vbmpo4WZk4WZ4+Ib2BbUh8FSXLAN6PN6IXBiFmTFVSbmK00tVplZrrZYY2ppbWZlY77G1sLabo2dg4m51bJVpstWmS43MQMw2MzSwtLGwd4ZHNYFncMe7j5enn7u6709PXwD/EOio+ITE1JjohNCgiNCQyKjouMjIhKCQmP8/MJ8fEKCgSMJ4WExfr7BHu4+Af4hEWGRkeFRwYEh/r4BgT4Bgf5BkeEx3l7+6928XF08/k2t671B2zNonF4qVQJJHsRg8HcEa4Gt1wD3CGxtHMDUaFB2Bm3Ynp7ei53jQK8awMBOzuucXZ1dPJxcPOwcPazs3Swd3G1d/Vz9orzDk/2j031istdH5ziFZ64NTHEMSfWMyvKNy/ONzfGMzAhLK/WJyc6vPFyy+2Tm5gN5O04W7j6ftu0YQL+VR1O2HY3fsD+meFdC6Z7crYfL95wt2Xk8vXx3aGrJ+rBUa68wM9cAK69Qu+BY3/wNSbsPlJ+9dOjn34799GvO1soVVtbLgZsOpqsAAF5psgjAy79ctnz5yuXLV35OpJ/vQSkY5NKlIeEltzMIouD1X3755f8GgMFTS91FIDl/+eWXS2S7YsUKMNjZxMRk1apVq1ev/g8GBl8U/Ek+f9bq1astLMy8PN0DA3xiYyIyM1KKi/I2VZRt/2pz1a7KioqirVvLtm+v2LVry86dFdu3b6isLKusLKvYkLNlU/7O7WX79249frTq3JkDF785cvnisUsXjl6/du7HH86fPrl3c0VeYnywt6f9WpvVpqZfLl/2xYrl/8vcbKWV5Wory9XrnOwC/L3SUhOyMlMyM5KTEmMiwoPCQgNiY8LT0uKycxNKyjIqNuWWlmUUFCYXFaeWlWSUlWSUFqeXl2aCoVbgiC8YfwWcLc/csDF7Y0XO5orcLZvytmz6H014U3nOpvKcyo2Fu7aW7d2x6VDVlv3bN5zat+3k3q37K4uOVpXdvHYK2/lYwUW+HBCN6lm9SoJWjNKI4AY5ZkhHet4LFPyC6s24ltIvx6q5XT1izNQA/3kPa3ZM8nZCPtbDfD0iNH7omxmXqMWY4R7Bi2Hl7Ku+4V4pFtJ0+5fvL506fHh35dE92y4c33fy68ozB766evbgoR2lh3YUP7v3Q5+SbJDjDFJsn4IwrCWP6Wlj3ZRhNbFHgtTyISp2q07QNd5NnB3mvB3mvu6lTxgoL/Tk8W7iqAY/qEDrhRA5o4lPeCqh1ospda/7Ge/HBR9fiMa0BGLnLS7uyaAK1a9A9MiRUlbzq0H2zJhgZlw01E3ulqBHdXQlFyokNakBm3SXQYhS0ts0pKYXYuykkqSjtQPSQcffBGQtltBC5hN5fQr57Evp3DvO3Cfq/AJp3oj9ZITNfEC+/YR4M9f+cqZ2cLx2cLzj1Szmw7+xFjdnBOOsMB+MiDdzsJkP2I8L+E8LxAUAfUmLYIz7aMS8NyLfGCGvP7ZPvG+feN81OQedmu96Nd8+8R7y+gNk6t3Sgs28Q779iPkwh/34CTv3EfPxA+bje8zH99i5d/j5OcLCJ6pxgbIwT/w4h5qd6Xwx0TI60jw80jI6gnnzlr4YBE2e/9Q+/rxxaBD6apI4P09dJHDCPDBRzFzEYOAHW1SPKfML5HlgSpny6RN1fp5uXBSc5xcEnxbXgpG/ACRL8xYXe36eOTcnMBplRqPUaOR+mOO9+yj5NCd6+1L3aUo1NaYc79MM6ylscktnExLTxeARyCwUW0RQdXMNPYLxIenEoGxAxXrRI/rnj29LcqPjYr0TEoPzClLz87L2bK/aXrY9Iyp7Q/rGLfmbj1QdDAsIcPdwqql/Mv58YnTs5e17DxOSM4IjYgIjo/3CwzLz87PycjOy0pOTErLSkr1d1tU+uP/n1e+vnT1eVZr97dEdL3SC6QHZcx3LOK3jE+umh3gyRgsbWy2iNPRKUQYxclhNfDMift3PE5LrR7WEfhmyRwwZ0+JGNegJA2FmiM5G33/dS32uBQbRNYz22T7Oax1rXElU0Jto0DtyRsNkP+PNuFglgIsZnaO9HK2UoFdQlTzMzJhidlShl+Am+/jPdaxBBfBCo2qSmNqoYDaLKHVU+H068sGLPppaAJGzO4A8OT6Og28jQ+vxHbUkSJOIgh7XCmQ0OLLxzrCCIqU2E9pvq5htcnoLA/GI3PVARGwREFspXU/JndWvtBwtA4qp/aPzwQ98ZLWC1DQiwX4cEr5UU0bleKBKV4bvlxBo8GpCx0MmpmGiT0KC1XIJQKuZitPRJ4WNaVCTBmyPoPm5GqVhNvSJoe9GhXohitT1uEeIf6VljYiJI2LisARYE92s6T7e8276/KTyzahw0f6NftFDGlFjuvmt3fx2Ha+zX4J4ZaBP9jCGFbghOXZcTQYyrpTE6R7WSw29l4ccEuJnDfzXWraBgx6RMMcU/D4BlQap7RESdTxMn5hoEGGVLOjrQYmCjdKJSOM60XO9VMunnTt8sLhg48ED504ev7xr+9dRoZECFuuf279XbSkZ1IpfDSiGVFwtFzes5IwquWomVsvCTKgZw1KshtUpp7bouNBeIZKPr+2s/hFM29bwIH0yTL8cq+FBhOQGJvYpFflISG8W0wEGBpvVRORmCRVItwZLgPqkhG4+CihOl5EF1A4U9AkGVQNtu0dAPEG33eJinzIg91jQu/3cDhWptpfXoWY0AvYBJb6bjxiUE0ZlxFEZcVxBHhRh+wVoNbNLxehU0Np7hWigTYcL4+PrOZga4BWZnUCYHwMqpEGkDLhORByU03vFZA0Ho2QgtBwMD90swrcLcW3wJ39i6+6JsW0ibDMX8bSb1dnN6lTRWnt4MA2jXUKoV9PbengwFa21X4h808+dMjB7+fBROd74UmPgoGWETi68gdL6mNj0jxDTZOCgdSykjNiupnVp6BA9GzEgxOlYUDmpRU4FjNNg7TBoxtYLcT1iAg/fPKJmgGPJZMgTJqoOHGbWiwk8coeQBtGKCJNDsrnXPa+H5VoRgU/prL5z9a8fT/98+dDdX8531d9mYJs4xDY6pp5HbhEx2liEOjLyMR39lI5+ysXVqRfDllWsLj62jgl/wkXXKCltGnqnktLGRdRwEXU8eB0HXsuD14lxLVoarJeHHZVQNHTYmJQqJ3VoabBpg2CAjx9TMnplVAKipqP+TmP1b7d/+ea3H07cunH+5k+nn97/Edpyn4Ss59Mhi9YVgpABF9I6e0RoJbVFiK8Dx9T7RMDgt5YLGVWTRlTEHgkKHHAA30VACgAbNiCnqDlIGR1iEOEVTJiKjXg/ruoRE/RCnEGE75eR9UIcFfb0zvWTR3eVnDq0/eThnY/v/0rCtEOaqv+++ePh3ZVH9ny1Z1tFZVlJXlJSQkhIenRsRV7B5oKi/NS0lOi48MBgX3dPbzd3n/Ve3m6ePuu9/Dx8fNx8vFy8vFy8vF29vV19vF19Ar2CIoMik+OSMlJSM1PTkuMT4qKi46KiYyIiI0JCQwODQgICg/z8A3x8/b19fD0BHvZ29/j8OKgzg4+Odmtdndatd3ZxdnB0tFu7zt7B3cXVa727w1p7a6s15qZmoAIMOp/XWFotcS8o/4IKMHiZuakZoAabmYP6MDge/LlTeuligKuXLzdbscLO0tLX3T0mLCw1Pj43Pb0kL29jcXF5YWFRTk52ampqfHxidHRidHRybCzIvZEhgZEhgRHBAeACwCk8JCY8JDYi9PMFHoyLDIuPCl8C4NiI0LjIMPCy+Kjw5LjotMS4tMS4pNio+KjwyJCA0AAffy93H3dXX3f3QG/vsICgyODQiKCQQG9fTxc3VwcH57VrndeuXWdn52Rn7eZgbbHyv5ztbdaYmtpZ2pgvt1pr4fLr1buYVrqIpOWiVOQWoRRr0NNGpXAtrVnMQhk4lFEefQKD7n34hPXD78grvyF/vEu89Dv6yh+YK7+hr/wMu/oj7Nff0A/+ptdU85sblfU1ElSnoeWJ8OqZ2t++63j6gPbTjx079v3x/Z+oe22y3Zfqyw89yN5xc9OR6k1HqneerS87cLew6uamww+qTtfsOVP79amnB87Wbtt7e2vVn4dOPv32KuTyd+3nzjecOVt37NTTE9+2HLrUtPdcze7T1VWnnuw88WjbkbubD97aevhO2Z7f8r+6lrP1u4yKS8ml51LKzuZuvLhzx0+7Kq9Xbr1aue3aVzt+3lH16879N3cd+OPo+YdHv3lw8vLDc1efnL366MSlW0fO/3Hi/K/Hjn67Z/vh0tyKjJis5OCElKC49MDYzMC49ICotMCIlMDw+IDg6EDAeQ7OEvo5u/rYO7lb24FOZtDY7Lja3Hb5qqU6XxCDHUzMnEwt1q5cDU7/OpgAgVi2y1eBnPwf3Lv0xy/sHWzsHWzs7GyA0XVraxsbGyDCCqgFsltjtXaNlYOVhaOFmb2FmaOFmaOVhePiQUD4tTC3tjC3BrOgHOydl9KVl/Ki1ljZWVrYrFhparLawtwCyISztrG3trFfY73Wao2dpZXtKhPzZctNVq4yA+8QWVgCwekuzu4e7j7eXv7eXv5+vkFBgUB6eYB/SEx0QnJSek52QX5ecUZ6TkJ8SnJSelZ2fmpqbkJyVmxsanR0cnxCanJKZlJiekx0YmBAaHRUfHpqRkZaZkJcYlREdHRYVExUbEZadkR4TGBAqL9fsLeXv79fcIB/iPt6bzDDeb2b15KleVF2Xu/k6ArmP6+1c7Jfu26pGAkE4KWcLdBx7eXls9hF7gzaRQAF2MXNxdVznaunla2Llb2brYuPs0+YV0iCd3iyR0jSusAEh+AUm4Aka19g4xObG5JaGpZWGpJSGJ29ITS1ZOuhi4U7jxXtOpm343jp/guJm/Ynbj6U8tWxpC0Ho0p2xRTvytx6pHzP2Yp936SVVUVkbADo1yPcZJ2/qUugnX+Ua0xa9JaqvGNntl26dujn3/Z/94NXTNwyC6tlgOvZdLHvaCWoAP//AvDnKVYgAIPwuWLFiqW8q/8TAF76PsuXLwerjEB4Bil39erVZmZmFotf5ubmoLf5cwBeemnw4Ocy8iKiL7O0MLOztXJzdfL38woPC4qLjUxJjstITyoszCwuzi4ryysryyspySosTC8oSCsoSCvKT9tSUbh399bDB3YePrDz6KGqMycPXPrm+Knj+86cPHBo/46i/LQAX1cbq5UmK75YueyLlSu/WL7sC9PVy+1sLZ0cbV1dHPz9PGNjwrOzUnOBu6+piQnRoSH+QYE+kRHBiYmROXnJBUWpRUVpBQUpBQUpRUVppUWZRflpJYUZpUWZ5cVZG0qyN5bmACRcAoQ8byzPLi/PrtiQs2ljbsWGHIDPF/OxjhzYfuDrrXt3bNyzvWzPV+V7d2w8sHPTwapN+7eXHa2qOLVvy7VzB1qrb2oEhJcDkhd9gtfD0vEeIMtqvJf1eoQ/Ocwb0pG6xXA18OGM8HZMZJxSvxuTjmlpvXJ8rxyv4EAUHMionqXkIfRS/Oy4XMlDMInN7173CFiouid/Xr9y4lDVlj3byo7s2Xbq4K6DOzedPbz7xJ5tp/Ztu3hs98HtJb98e7RPSe1XUfQyrFaI1Eswg2risJbcJ8No+VAxtVHN7dQJuvRCyHg3cW5CPD8hme5nTg+yXvcznutIoxr8eDfxuY7UJ0XI6I1aXoeG2/66n/FCT37ZQx3vJrIxj+SMpoke6qieNNFPVws6e+ToMQPVONv9fkKml6AmehjDaiIbXS2lNjMQj3oEiG5Wp4JQryI16pidgM2SjWBTOhlsFE/JVozplTPjyg9vBB/f096/J374iH0/j36/0Dn5pnPyTfvLmaaxV3VDz5vHJ1HvALEU/wlY2I9G1Lv5Rc32A3z2I+LNHGEeEHvBqCrC/L8vQLyZ63z1rn3iTevz2faJt5DXn2DTC9Cp+c5X7xef9QH59iPq3Rz6/SfcHEDONKMR+fY96v077NxHonGBsmhUJhmNhIV5xuJZ4sd55PRM54tXLSOjzcNjzcMjpLkF/PsPXROTNT291bqemp7eRxrdn2Ip5h3wPcFF+AR4nonzgGEbdFBTFubJ8wD90hYWaAsLjAUjbx4QgfnzC8BmEYDBgiWu0SgwGrmf5tkf50QLRuG8UfwJCJQeMBpVH9+PGo2vjcaR2dnx6amXM5PKbgWFRehCNuFIXWIZVSwiCJjwHjl1alg5apC+fT2k7xb+eed6SlactZNlRGxkaWn5icOn9lUeLEguOXf4woGqg0EBwWERof9a+eW2yp1VVQdjE9Kd3bzCouPDY+IDwsLSc3M3bdv66++/XL50ITosOCclyfjp472ff/Kwszy3t5IKrTW+G32u4yiYkG4+AhyvfWGgTfTQx3XUPhmmT4p7rmOMdzN7JVgNB6rlQvokaAWjVUiqEZKeMlF/C4jVYkrNq16KlgNEsr0fERmnu3uFaBWtVc9u19AbJ3U0EaF+so8/98rQq2IKGGgBCycVMj6+mRzs026pKC7ITVPJBcYPk8Na7twrnfFN35BmMVxdjOxTYjnEmtfDXCWvk09uUHLhUloXof0xseOJhAJB1t+GPrspo3YBwVS0zlcjUr2CLBOgelRUOR8h58DUfLhBiBqU4kdkuB4uQkmDTmg5L/WCESVTQYdzsS1UaI2A3DWm48+MqqdHVFNj2rcve3rUbCELpZFSu2VMEQv7vF/yekw5pKVP9AE5XpN91DEtZliJYEDv6DitExripI6mYbR/HBENK0kGIWpYSZoeFMwMCV/2sPtleDGl5bmOMWFgjaiIi4HVxH4JSs+HAhZxPvS5lvxSR5/ops30c98M8l/q6ONq8oSGAhjOudBBMXpCTXupoT9XUkZl5AkVR8tCk9oe37py9N/ZQgqyQYTtFmGkLJiMjeyR0aZGdTop+8Z33+SlpWws2/b7r3/nZJacPXXhhyvXivOypTzG15XlSj65V87s5uEJbY/kVPiElq+iI8dkjLf9ggkN5ZWeMWlgjiqJo0piNw+Kb7sNNhvpRQjwfpyS3SGmNslY7UxsjZjZLmV2SBjtYCuyhNoqoQJJ2lJKu5oFMwgwBhHWIMKCtbc9YtyoalFTRT/DVP/Ma787QGmaUxM/qggjtGYd9hm/7bYU9mRMgHqn5xqnDHoaVE3p7GEjOdCnakqnktQ+LqMMivBSQouaCdWwYBJSKx/bIMA3CfFNHHQdYKBlQiVMqIKLVHKQImonZ3HWV8mCY5vvK+hQKaVTQu7oqv6dj2kC3M60NhmtTURqki4iNBv9jNT5NxdbS+56QIM9UrMh0wP892PSMQ21R4QekOH1XIyU1MFFNZDaHiJrb1E6HkuIgF96REHRsuEiQjMXXSMmNul5iG4OjImsZmPq2PiGbhGmX0nmEpvQbfdoqGcSRmevnEhH1zCxdVJml1aIVnBgXGKTmoemwOu4hHYOvk3GRI5oub0ympACEdNgah6OR+wgQWvIsFo+qVPJwSg5GBkToRFidXKCnANjYOvIiGoC9BEdXSNnQ7v5AFuKiC0sZA0HXSclt6kYEBUDIsA1CnCNQkwDF13HRdRwULUCdL0A1zgqI/cKsVN6bo8A08tDv9JzeriofhFxQE6ho+oQTfe7av9s/OfGszvfP7199e9fz9//5ZvmRzdwHY8F5HYlB80ntbFxLSo2opuLFODqqV3/0KGPBIQGsNVZyewcUpKGVeReCVbB7JQyOzQChFaIlLOhGj7uZZ/4RY9wQMkYVDFVXIyQ0mWQkGdGlGM6Xo+U0iujDqlZvTKqiAohwWpv37h8sGpT1dbiu79fba97CGt59t2542ePALVAVZvKD+746kjVzu1lZQUpKUVpGZVl5SXZeZnJqdGh4f6e3n4eXoHevoHe/gAJ/7cC7O3q7eXi7bHOc5GBAyNDIlITk/KysnMyMlMSEhNj4xJj45Li4tOSkpPjExJj4xJiYhNiYmMjo8KCggN9ARE40NcPROLFz66uoPZrt8baxdHJxdFprbWNo91aUBwGpOBFsRdk2jWWVmDe1RL0fo6yZqtNl9bnDAyi8n8A8L/lYjNzSxOT1cuWrV62zNrMzM3RMcjHJz4yMjM5eWNxcXFublZKSkJUVFRISHRoaGJ0dFpCAki84HRueJB/WKAfuMKDAAkxOiw4NiI0PiocFIQXgTYwOiwYZGBQHwY5GQTpmPCQpNiozJTErNSk1IRY8IlxkWGRIYHg6K+Xm7PP+vUBXl4hfn4hfn5BPj7gPPC6tTbr1tq4ONharVruuc7BfOVKRxs7s+Vmzrbut278I2HrWRiZgKAFQhs65CrikJ42LoPrWW0KAX5YwpxkksbqannXf4ad/77twk+Qy7+hLv6GPv8T9NwPXd/+BL3xO/b2HfLf92n/3Kc31Eqba2XIdt2TW9SLRx/dvNp1/0/8gf23tn9980m7/NoDcvnhuxUnHqVW/rr/CqTydN2ha5DtZ2uK997K3f5r6e6/dp18euJK28WfEXuOPSrd8tOm7b8dP117/lLzuQuN5y82nbvYdOq7tqOXmw5+U7f/XM3+czV7zzzdeezvykN39p55tOPo3S37b27Y/Uvxjmt5W7/N3XK5aOt3+YWn83JPZOUcyyk4mV9yPrf0fEbBiaScw2kFx7JKT5RWXvjqwLXdR37cfejq7kNX9x/57sD+s1s37MxMzEsISUoMTkgPTcwMjk/1j07xj0gOCEsKDI8PDo0JCgwL9Av09fL39nBZY+NsbrWIDTNCAAAgAElEQVREsyD3OpiYfQ669qtMQRgG+41AuLVfZWq3wgRsAwb7kJag9/PNF45Oduuc7Z2cHBYHV4HJVTs7e2trW3OzNWus1traONpYO1lZ2pubrrUws7eytAcBGDQ/W1nagtKoo4ML2Kz7eX4yqBKvMjE3M1+zxnqt3VqntfbrbO0crdbYWVjamFtYr1xltmKlKXjWxtbBbq2TvYMzOLjr5xsUHBQeGREbE50QG5MYHRWfn1dcWFBaUryhqLAsMyM3KTEtPS07v6AkK6soPaswLS0vNTU3PSM3K7sgO6sgKzM/MiI2Pi45PTUjMz0rLSU9OTElJT45KSE5PTUrOio+MiI2PCw6MCA0JDgiMiI2OCjc1yfQ28vfy9PP28vf1yfQ1yfQy9PPw91nnZMbKPyChA8CMHgETH5eGjxe7+bl5eUDhOYBdWnr1q0DBoCdXdwdnd3tnT2sHd1tnL3Xrg9w9glzDYhxCYxx8Im09gi3C0hcF5HlGZfvnVDoF58flFIUk7MxubgyJmdjXN6mTQfO5Ww7mLXlYP7OE3m7TsWU7Y6vOJC89VD8xr1RhTuSN+wr33tu84GLxTtPRmRs8I7OtvWKNF0XsMrJz8ojzD06LSSnLP3ro6VnL1Ve/uHA9Ru7z1+2cvNYZW270hxUgFetWvGfALw0c/v/tVmSgv9fAXgJaz9Xjz/fg89aGjMG3c6g5Auir5WV1Zo1a6ysrMzNzU1NTf+DgUHpeOXKlUtP/NwdvXLlcitLc/u11m6uTt5e6319PLy91nt6uHi4O4eH+4eH+0dEBERGBsbEBCUlRWRnJxYWpm/bXLyjsnz3zk17dm3es2vz11VbDuz96sjBXQf3bd+8sSA+JtjN2cbKfJnpqi9MVnyxavkXq1f/y9xspYO9tY/3+uAg34jwoMSE6Oys1LzcjNyc9Iz0pMSE6KjIkPCwwKjIkLi4sOTUqPTMmNzc5Pz85Pz8VBC5C/NSS4syQQAGGXhDSXZFce6G4tzNGwvKy7M3lmdvrgDs0Fs3F4DhWIuRV4VVlSX7qzYc3b/1xKGvThyoPLZv66Xjey4c3Xnvl0t8ctfkoPzlgKRPSTfISP0qyoiO+WqIP/tcOj0mHOuhd0sRMnabitOp48N0QriK0ymjtyuYnUouVMWD9SkIfQrCywHBkJY+oKZO9POHtPTnA0KliPDg9rUDuzfu2JK/e2vp/h0VB3dtBjB499aqzcVHdm46tnvTns15356sIiNqXw2KVXykVowySLEGKVYnRmqFcC0furggBjGiRwzTCyEDctTLHurrXvqLbtLbUd6YljCswr7uZ8wMsUfUODWnTUZv7JchlayWbn4nG/NISmsYVmEVzOYhFfbTlHx6lPtpSt6nRLMJz9DtfwmpTTxCrYrTOaIiDkgwKka7ngMRYmsGxehxJbGb0aGkAkWOOglBLaXyhWSWjMXrkatmJ+Tvp8SfPnDnPtLnPhE/fES/+4B486H95UzDyMSz/tH64ReQqXdgghSIvqD2i3z7CTr9Hjr9HvkWQM2llOYl+oXNABpv56t3HS/fdrx81zX5AT5jRMwa4TNG6NQcbs6I+TAPREYvZlMR5o2odx+g07MU42Ky9P+YqAFhGf9pATkNpF7BX89AX01BX00hpmbRs++wbz9g3rxvHX3+QKn5W6GGTU7zjEAuV03/YMPQOOrdHBDi9f5T1+QUbHoW9/ETcR7IrAYYeGEeMD8v0i9tYYE+v8Cen+d+mufNL3AWFpfRyFlcrE+fFEaj0GikzswK5wH0lcwbuW/eC98vyD4s9M4bmT3DTyFoHJM/Mfvu7adPc8b5gfF+noxJY6ERyAZk11M6rkXIQCokbG237PnrkRdvnrdi2nwi/R08XXyCAhh0zpMHT5Oj04qyyjdt+OrAwWORsXEZuQUBgWFubr5hYXEJyVkBwREhEdFZeYX5xUV79u5OTUvMSkuu3FSO7Gg1zr/fvbHM18l6RMXt5uFe9vAnDBwlq4uNfTo9xFNzuxSsNg0PKCISU1p6JdiZIfGEgfNCz+0T4+W0znEtrVeMklAaFYxWPuFpN79zQI4C3nKMVgmp8d2wcECCwzXfrf/zIuLx9R5Gh/G5YkCI6xNR9BKGTsZ/Ptw/Njo8/nzixm9/Obh4unoHW9m7rXXx7YIg3k6Ozo5pXvSK+1UMnYTQpyAZpFgZq13B6RTRmsX0Fp0YbRBhJdR2NQc5MyDqZnXiGv9QMdpHNXSDkjJg4HI5CD4Po5CT2QyoSoIb1NC6efB+IWJSTeznw3tFpLFu4YCC2yfnqYWMyRGDTMRkM4h8Dn16amJosGd4qLe/X/vx4/TgoG5kRM9hEjQKbr9BBu18ev+v7wnoOp2SPNBNnxoVvB0TymjNHMQ/Gnrzu17mCylqSIyYn1QMakk6Kapfie9X4ntkOC0PLiA2anlwsPN2QIIblhMn1LTJbuabPn6/GPu6hzWiIOm40OcayuseFlhxNKGh9PBgBiD4ijbby3uhoo7JSa91gCYsJ7W0P7x+99oRIJdYhh9SkvqVZBUfLeWiZia6X41opTzKzV+vJsdFlRQU0sic2mcdG0q37qnaZ1wwYuCQe7//rBLQX/YrnxuEEzo+H9PSKyBOqFmkpr8l2CYDB67nQKZ62TP9XBWjXcvumtDTh5WEXjFKTm+V0lsWx7M7GKjHFNgDoLGZ2aHgQSWMdhGttZuP0PLgMnq7nNGhZEDAimMgOwpoukbIacBNNAmy9q2abuwTjtK6aP/8SLh1hXbnO9b9a+Knv3EeXGfc+4Fy53vmw18lLQ+6kQ2DZGg3AdpDQ/UzcfyuOjG8WQxvUmA7uV21XGiDgtilZ2B0DJSKAldT4WoqQkGF0RFPyfAndHQNj9QspLYJqW1SWoeSBRVT2pCNt4SkFh6+UcGEoJpug8VvWh4cuHfJ7JSzu+SMDgbmGb79Hqb9roDYKGMB/8IzMM842FolF6rlwcWUNiGhlYOs56IamLAafPPf5PZHHFQtG1mj56EEuHoVo3NYTuwVors5MBmlmdB+h4V+hmm/T4Q+EtHaZSwI8PMwu3Ri7JCGxie3sHD1MhZEyYWzcPWY9vskaLWI1KXjEoX4Lh6mvVdI1XGJIgLEwCd3cwgqBkZORSpoKA0Lp+eRAMs6n8Qjd6jFOLUAx6e0M3HNFGQNA90oZQCVXRouSsFAgJPPEnKHgg5X0KEqJrCUDIiM2iEkNHMx9SxkDRPxTEJuU7NgL/WcYQVlQEocU9PBa+iwZ0AWOrZJSukU4FtYyDo2qp6DbkDU3aLDnvGwTUJCq4TcISa1KxmwMTVTRYepGBAFFSLEN7GQdVxMvZqFGFJSRtQM4DYNH6OX4NQ8NI/UzMQ0cAktXEL7IskjZUzkoIo1puPrRCQVF6sVEHpltDEd/7lBOKzh9MpogyrWuEEsZmJba/8+vv+rQ7s3nzyw8+aPl08eqPq6cmNZdnp2Qsz28tKfL1/84fz5rUVFJRlZ+7fv2Fq6oaKkLDc9Mzo0PMjHL9Q/MMQvyM/Dx9PZ093J3WOdB2iB9nb18XHzDfAMCA0ISYyNy8nIzMvKTk9OSYyNi4uKjo2MSk1MSoqLT4iJTYqLB/dRYeFgprTXendgtNjVzW2ds9Na+7XWNraLDUaOdmvB5bbO2Wu9u9s6Z1urNUvzvZbmFmssrayt1lhZWIJ8Cz6C0GtqshpcSwwMDgkvXblkkwZV4qWza0xNLU1MLFatsjE3d7K19XB2BmkzPjIyLiIiJiwsMjg4LCAgPDAwKiQkNjx8CX3BDVjYGxrgG+znHRrgGx7kD6rBoM85MSYSxN24yDDQ4RwdFrx0JCYc8FHHR4WnJcZlpiSmxMfER4WnJsQmxUbFRoSGBfoFeHuAXmgvN2dACg70iwwJDPH38XRdB0ZAuzraAZhkYbneyXXZF8vc7D3u33wi5/UycDJsO4eBVAjwvWJcvwTdy4doRTCdijgqpUxQkH3NNfw7f+F/vIH87mfkhZ9gZ651nfkReuJK2/HLLZd+gP56k3jnPv3BfeY/95n379Cgbbr2Z5I7P6LuXof/9QP02zM1J47/89ttwr16Ydn+v7aefVJ88G521c2vztTv/bbj0DXI3m9bNh39J23L9eQN35dU/bn79NOjl5oPnqut2PVH2daft1X9uXPf7cPHH1/4tvXyD11nrnYcv9Jy5FLjkUuNx75tPnKpcd/Z6l3HH+w/9+Tr0w+rTvy989i97UdvVR7+s/LwnzsO/bWp8mrJhgvZBSezC07mlX2Tv/GbzOJTSTmHolJ2hydtj07bnlF0oHTL8c3bT3+1+5uv91/cWL4zP7M0ISI1LiguOSwhKyIlOzwpMyQ2NSAyNSgiOTgsPjg0KsA/0MfT293Vw8XJ2coa1H5tl6+yWbbS+ssVYMEvKPOC3mYQgEEkXgp5Bv3PtstXgetz6P18/4Wzi72Hp4uX9/r17s6urs4uLuscHBzWrLEBop6BDGeHxRhnOyC5ytzO0gIQfj/PhbK1cQAt02Cf0OcADEIyqP3a2jmutV9nt9bJ2sbe3MIacPuvtlhlYr7a1HKJjR0cXZxdgEFfD3cfP9+giPCYhPiUlOSMlOSM5KT0osKy4qLystKKstKKvNyitNSs9LTs7JyC3NzS7LzSnJyS7OzizKz8jMy8nOzC/LySpMS0hPiUhLjERejNyMrIzk4DSDg+Nik6Kj4+Ljk2JjHAH8hciQgHGsIiI2KDAsN8fYAZ47DQqMiI2NCQSH+/YHA8eMngbWNtD6ZAr7Gys7N1BOOywElgN1dPT09vAH0dnZydXMD4KxdXD4d1620d3Zzc/R3cAxw8ghw9Q518opz8op18Y+394pzDMzziCwPTykMyK8LSy8Mzy+PzN6eWbgcfc7buT6/4Orbgq+I9Z1I2HYgv2xNbviehYl9s+Z640l25249tPfJt+Z6zycU7vKKyHP3jzV2CTBz9zFyDHALjQzPKUjbvKT15cdOF77Zf+mH3lWsVh46vsncysbFbbWG5pAD/hwX6f8O9IMd+blFe8kIv5TyDZPuvf/3rc+j9fL9kWl6+fDmYYmVhYWFpabkU6WxlZQUGO5uZmYH0u/S4pPqamJgsW7Zs5cqVJiYmSx7pxf2q1SYrrdeYuzg7+Pp4hAT7R0aExESHxcdFRkcHx8SExMaGJiREpKZG5+Yml5fnbt1aUrmlbPPGoorygq2bSnZ+VbFr+6YtFcWlRdkZqXHBAZ62a1YDqu8yIO/K0mw5kHdlY7punY2/v3tsbGhKSsx/DxVnlZbm5uenZ2QkJCdHJyVFJSRExMSEREYGRkYGJiaGZ2cnFxamF+Vn5OekFuSmlRRmbVjEXfCxojh3U0keoACX5FWUFxQXpBfnp23ekL/rq7JdX5VVVZZUVZbs27XxwO6Nh/dsOrZ/88lD204e2nbi4NZj+zdfPbv/9k/n6Oimt8+7P7w09MipfUr63Gv9mIE9qmcNdVN7FHi1EKbkQ9QiqE4CNLIMq4l9UuBzrZYHN4jQWiEa+GRDa+9XUdQCjJyDkPGQajFu2MBRCnF///X9+ZN7gI6lfVv276jYtbl4R0XhtrLc/ds3Htq1+fS+7af3V149ux/T/nhAzexVULQijE6K6ZXj+xSEfiW+V47tk2F6pehRLalfjumXIYdV2CElRifo0rDburkdBhF0SIkBeLifMaYl9EkRA3LUcx1Jzmji4p7I6I0s9MNufuf0IAsgZwX67Qtxrwr7apA9ZqDqhDB8x20S5B687hcq5L6S0aqkNk/3MF9pqD0cqJbePiBC8TDPxPQ2MRtGp3QhcO1IGoapV8imXwpmZ7jv3gD9QAtG6vwC7t176NRU56vX9cOA7bl++EXn5Bvc3NK47wIaKDoyYj4YkW8/wWc/gvS7ZHsmzAOiK/r9Anz2I0C/k2+A0d9JwPAMnfoIn5lHzC7AZ+Zh03MUQExewHyYw83NA6HNs2+f9g3cFEspi0ovaGBGvPkAnX6LeAP4q5HT7+Cv38AmZ2GTs4ipt+jZD9i3c/j389i3c5g3H9vGXj5U6/9WaKt1fX8rtD8xeQ1D48i3H0EAhk3Pot99oCzmWoMATDUuAJnS/08AZs/PA8u4wDYuMI0LrEUApr1/LzIa5UajeNEFvVgsPMednVMajb1G480uSnRpVUhqaWhi4bavT5A5Uv3o+MT7t++M8zPzs4PjvUND3UN9SoWErdLI0RR8KxpClXE4eumFP65tObAjNCFKresmEslxMYk7v9qzdcuu3ILyXXsP7zt8cvPmqkD/KC+P4JCQGP+A0ITE1PINm4uKihIS4gIDfIIDvJPjIjYW5Rzft7MoNb7p4a1+KRXTcnd2WPJCz3yhZ86OCAYUOBWngwz9m4WpVjA7+QSg/HNEzRhSMN6PaXpFJD6utUeIV7NgPFydhNIio7W8NNBHVIQxDambB5XRWrjY2m4ukg6rrv3jGxm6/qOBb6Aj5ESIkkHoU0oH9D39fSNNbYjw+BwzBz/PsMzczUfKd19YF5z9X+Yu165896JfY5ybEtLRJGR9j5w6omN3i7FMbI1Bin6up030MKb6eRN65riW9maQPySG8ZD3h+ToHhlGKcZ2a5kMNgJLbOeJyDh8m4iP0SvIPHy9nFw/ocAMiVBvhjWvBg1zs6+MC3Mvno8NDo2gCWQUifqovgVJYXRgCE0QJIxAkmi6pd1atUGn0iifT4xOTk0QKdiG5qccHlmrE+n0Ir2WM9onHNbS+diaQRH8Qy/jrYYggN97PcDUSBEqMaxfgx/SkfqVeAWrnQS5P6ahvh+RvNQBNuaXKpbxpWFhVD2hZPZwUeNqaq8Qq6R3DMkIL3XMlzrm2yGRgQ9/qaPP9HNfaKnPNZTZAd5UL3tIju0TwNX0VjrsAR/3bEJPG1YT1Xz4oIbxckRuNE7qNQIiFvLTD1fKy4p++uknIoGKRpGOHT0bGRabnppBIeDZNBKLiLp86oBBTFMwkMMyeg8XM6nhjIiJLX9eQT6+oSS3KsitE93A/D8fWyfA1T/vpk8P8GeHhH0SrJoD7ZVge8QYEbmZg60Fhm+5cCUXLqK1S5ldvXJij4yg5sA1XIROgO6VAJnJg3LAVa5iAdbl51Liaz52DNeqaXrAunONe+ua6O5Pyoe/qx78prh7Q3rnBuPGFfy189CLp5tPH246e+zZ6aPPLp3F/H2b3VCnRkE1KMQ4h24g4RVIiBwBVWPgSgxCBG3jd7ZK4B1aItbAxAtxwNuPg60VEBuFpCYBEUioktLadAKkiNwsIDay0M9oqGoG5plWiBzWUsf0rBEdc0hD00lwQG8QFy5hdDKwdQYpflBD00twTFw9BVEtpLXL2VAeqZmNqqfDnnExjTxsE6XrEbnzIRPxjA6rllJbxeRmgxDVL8WIyY0iUoOK1SEmN/Lw9Wx8HRNbA1jEmR0AZrO7NALE1LDQIAXe1RTEYyryCRn+iIaqZqLqaJBaFQ0rxEK4yHYdm6SgoFmwFjkZJSHAOYg2elcjD9WhpuO0TIIQCyG1P2t7+icV2wjYj5kwMR0uoHZxiR0iOlRA7pIy4FIGQkzuEhI7JRSIjAaX0YCKO50AqeXBVWyIjN4uIDayMTV0xBNS1wMW+hk4Uy0iN+sEyG4+Qi9EScltaiZUx0XqeSgdFwnUZXGRw3Kykt41KCXqeShASUbXyakdwHEZVc/FDMmpI0qmno8VLQaPdfNw493sfilVLyboxaQeKUkvJim4SCkLoeCi9WKymktgoFpw7U95hC6dkKITUuRMjIyBVrCwehF1WM0bVHK0fJKMgZYwUJPD2tcj3QRY891fvz91YMfRPdsqS/O3FuduLsyNDfJLCA0+UrXzr+vXfzh//ustWzbm520uLtm6YUN5YXFKXEJEUEh4YHB4YGiwb6Cvu7eXq4eXi5efu5+/h7/vel/f9b7+Hv4h/sGRoWFJcfFZaenZ6RmpiUlxUdFRYWAqKOB/DvLzB73Q3u4eoMnZ3cXVw9XNw9VtyfAMqr62VmvsbWw9XN18PDxdHJ1sLK0sF83MS2FXoIq7lIC1hLJL9GtqsnoJgD8/uHTc1GT16lUmSwu4ZtECbWliYmth4WJv7+3m5u/pGeDlBdqPQ/39wwMDwSncUH9/gIQXlV5wXjRiMbQZZOBgP29whfj7hAf5g6pvQnTE5wPA4GwwMEK8OAYcEx4SERwQFRqUEB2RmhCbmhCbHBcdHxkZHRoKvgp4PSBO+nj4e7mHBfpGhwVFBPv7eri6Oto529u4ONi52jk42zhYLDN3sV5/4/s/9fIRBk7W8hTHwmgFhD4lfVxOGqU0SVGPWIwWhZr4XE6bRDSrntyl379Du32X8eNv+G9+hJ27Dj/+feeRiy3HLrZe+gnx61+UO/eYjx/y656J7/9Faa+XQ2rl9XeZ939Cfn+65tszNXf+wj9rkh6/0lT09R/HfoVtOV1dfPjv0sMPd15s2f5Nw+5vmytPP83e/ktc6eXUimuFO38t2fX77pOPq4493Hnkwcadvxdturpj761TFxpOX246fx1y+lrHye/bzl7vunADeuEG9NTV1sMX645cqj1yqfbwpacHvnm879zDvWf/2XP6790n7p26/GzP4T9Lt32bt+FcwZZL5Tuvbdj1Q9mO7ws2nUvJPxCXsSMle1dO0Z78kj0FxVUFRV+lJuanxGUkRqYkhSWkhCdmhCVlhydlhcWnBUWnBUcmBYXGBASFent5r3dxcVwLRKZZWDmZWtivMrVdvsr6yxXgslm20nG1uZOpxTozS8fV5p8DMFj/a7fCBNwsnfocej/ff+G0zs7Ty9XXz9PTy239elc3NxcHB4dFJlmzZo2NjQ2QgQyamS0tbC0tbEAA/tzwbL92HZggtcTAoExqY20P1AjZ2NvYOtjaOdraOa6xXmtuYW2y2mLlKrPlK1avMjG3tLJdUobtHZxd3YA2o/VuXr4+gVGRcSnJGWmpWSAAZ2fl5+UWlZZs3LypcuOGLaAROjUtq7BwY37RxsLCjXl5ZekZuYlJ6akpWTnZhVmZeUBKXGRMbHRcWkp6bnZeXmZuRlpmcmIaaKVOT8sODYkMDAiNCI+JioyLjUkMA249hAQFhkVFxsXHJccA48TRnh6+zuvWL/1q4C+1aBEHeoDB+Kv/AWAPXyeHdY6OQA62s4ubqxtgfnZw8bRx8nDxCV3nHerkFeboHb7OP8YlOMEjIt07Jsc7odAzocA7oTA4szy+cFtSyfa4vE2RmWUpJV+lle0AjpTuiMrdXLr3XEL518kV+2PL98Rv3JNcsTdz66Gyr89u3Hs+vXy3f3y+vW+spVuoiaPfaucAG+9Iz5ishOKvCvYc33bp+tbL13Zd+WnXhSvpFZWr1jp+aWphYm6xysTUZOWq1f/HM8CrVq1ajKACBnQtFpugLSwsTE1NQTEWRNzPR4I/h97P90va74oVK0xNTS0tLdesAbz3n5ufQfRdMkUvAfDnG1A0Nl/8AoViU1NgMGXF8v8yWbXM0mL1Wrs1bq5OAf7e0VGhyUmxiYmRqamxWVlJeXlp+fmpoBhbWJheUphVmJdeXJC5eWPRzq8qtm4qyc5IjAoPsLZcZb76S5MV/y38rvxfayxWOq619PBwCgz0jIsLy8hIyMlJyc1Nzc9PLyrKKinJyc1NTU2NTUiIiIsLi4kJCQ/3Dw72Dg/3j48HDNJFRVnFBZn5OamFeenlJbkVpfkbF4l3Q3EuCMCbS/M3l+Zv31JeXpJbVpS5ZWPB9q3FgPC7KX/n1oLjByuPH9x6/MCWo/s2Htm74fiBijNHt108tbPx4a9UZMOgmj07rp7oF/cpqUNa5tSIZLyH06+iaERIlQCuk6IGtaSxXtrzfsarPtbsiODjC8XCpObTS9XrIYFBigeCo9jQ6VF5r4LSLcYPdLNfDEpGewUttX9dPrfv0Neb9u4s219V8X+P3u3ZVnZ83/azR/bs377x+sUTp/dXHtu9EdZ4f7ibM6hh9MiJehlWwYNKmR1qPnxARRhdrIrR8CDgDHCfFDHZR3/dz+iXITXsNi2nfUCOmhliT/bRu/mAQXpqgDk7zBlSYrS8DimtoU+K0AshUwNM44xqSIkZ0eBH9ZRuKWK8hzbcTRrVkhSstmEl/qWeRu+6Lyc3sqH/jMlwA1y4jtYuxdRqGV0qHkLCRzLoXXBcK5yOYfZolO9n1UYj/e0HyruP5I8LQJ3vh4+Q16+bx0YbR0YeG/qbxyeRbz/hP/2baTEfgA1yscIX/f7fJAzqt5T/jrwCdV3k20+wmQ9dr992Tr6BTn1cWrDpOdj0HHwG8E7jPy2gP7xHvfsAjuliP35qGBm7o1DdU3XXDY0h334E/c+4OSNseq5z8g3qzSfUzHvk9DvUzHvMm4/Yt3Mg+nZNTIEwDH010/niNXL6He7dJ8w7IL4LNvMOOv0WPvue8GmBvki/pAXAZQ0u8AgdxOBP88z5T6yFeRbgtZ5nLgIwc5GEhcBf0TvBglFpNPLffeTPvu9d9D8L3hm/ayatjSn9l3N0VM7OoMQNtu5RoUlFN/6pw4sUr4zGaaNxaHr6+ezMzId3Y68mhidfvTEax+be8fu0ihf9fe9faCb6GlFtrdCWdS4OXp7uYSGhWZl5O3ftPXHm2/2HzxQUVGSkFQYHRAcGRKSlZmek58TFxCfExfv5ehbkZoQH+QR5u3g7231zbO/5o19DG/45VlVM7Px7wsAyiJGzIwLjjHZmmDc1yNEJ4SJKo06AFJJaFEzYhF7QK6YMKZhcdBu85g7k6Z9d1b+3PbzReO9q26PrHMxTvQApINR1Vv+s4UCpkMcTBg4P2wB7evNtr9j4ZkyAatMwSVODfc/7hx4/qinZsPOLL23NHINicnadv1H7/T3Yz9XEG0/JSUX7bKwdqrZu0kj5n2YmJBxiv5r/capPxkbKObCJPs6ggiimNvWIkK96GK96GDMDLPzc+NQAACAASURBVCnhCfTxt2pWa48EBbSOifECPlqpYskVDBK5S8hGq0R4Nh6wYk73MKf6BK8GDcP9fS9fvCKRGZeu/Xr0/NWKPSe2H//2+LVblce+3Xnqavne07vPXNly8OSpqzcu/PT7k6aWRgiMwhPwlGr1wNDg5KS6v0/Tr+8dMuh04lej6gEloNBOd1PeGyhq0jMZs4FBesyj1ioFHb0K1IgG382DUCD3peSmlxr6mJwiJ7TrGIjXWv6UmjfAx/fxcYNSYp8I1yPADMvJ42rqRDfjzaCwX4x9oaVO93GmetkT3bRxNXlURRhW4FS0JgO3s0cIHVUT+2SYbhGqT0n98LrXaJxSSJh3/vrlmwtnjh49eujw8UfVdRrdwKc549DAqEyibKqrp5Pwl84cy0oIP7JrY5+ELiS093AxI2LilJo1ISeLETV6elcPB66mdQzLiS91TD0PoWFBhpWkMQ31w7hsTEMFzfBTA/wxLa1HjNELUXI2FBQ21XzkuIE9qmPqhRgtD9kjxo2oaZO9nFd6Vp8IY+DAX6ioxiGxrqOa9dd13l/Xu6vvTMOa+57c1d79Q/nXL/TL3/CuX2Ne/V7855+ah48GGhs/kCgfWZwZLt+o65lX6Yx9g2/FCqOhb0Ysfy0Q9eLJfQSSAUfSojEKKFIOhcnhKAUariXDpLhmPqoOXGzYUxa0mgl/auCjB2Wkbi4S8Ojim1RsmJzRpeUhDRKiToTXiwlKDlJM6zJIiKPd7B4pSclBKtgIDR/TIyWpeWguoYWBrufgmxV0KB/XLCS0iohtLGQdE/FMgG/i4xoNAowaiEl7hmr8g9R5r1eMGlWTpNRmHr6+R4YbUJGUXCif3ERBPCbBgLSqbhFKI0DQ0U/J8EdU5BMmtkbCaOcTWuQUWC+foqZgeKg2KQ4mwHRwYa0yElxOQEiJMCUJpaSiVGS0hADlwduoXXVt1TcpmAYxHS5lIZRcrJSFYOFa6ZhGJqYZDAPjEduFxE4pFSqnI2Q0mJILl3G6pMwOEaNNSG3hkBoYmGcU1BMC5AEd+4xDqKdjn7FwtRIW8B+QlgcfUVDG5BQDB6ljwYclxAEhTkXtVFE7pYSWfgFWy4Ayuh4zIU9kxFYtA9rNQSioEDULqMtS0KFyGkzNQugFhF4JUcPHjek4wxq2hA4R0iB9SupwN0cjxPcrGL0ympKDYeNaacgGLqFdSIHwSZ1qHk7KQIioUAkdLqJCOfg2PqlTwcJKGJjnff8XZW8B1Fba8H3v9+69uzXcXYMEt+DuTo1S37q703arW++23brhHiBChAhx4kIgJCG4Q72FFi3nncPZh+l3PzLvk7kmczhNabtLO/zyN8Vod2uXQkjBlB/dvSknI35LdtaatKS06PBohH9GbPSJPXse/PnnpRMnNq9elZOZlbNixYq0jPjI6GC/gAAvnwAvvwAvP08XdygJDHeAwx3g80ZoMCHs5gRSrq+n149G6BBE4PwsBlh5BfVd2VvbWJmZmxoagbZMUzNrcwvI+WxpamZubALdN9LTNzMyhl5vrG+gtXgJWFU1H+WFtF8o+gsVYi1Iu/+lAgzR79LFS5YsWgwdCHqXLAJNiGATzfx9EAkWLdJdskR3yRK9pUtN9fUdrMDqKbijo7uTk6eLizcc7g2HQ/ZjSAeG0NTfyx2iU4iBIQV4gYEXpGCoHCsU4ReK8Avy816wPUNqMDTzC9FyWKB/dFhwbERoGAIR5OsLqs1+3vP9WP4IHw9PVxgcZucFd/LzhPt6gDzsaGNhbWZkYWRktNTAaKmxtYHDvauPxWw1uoxGw8mYBGWb6IOY1icg9bAx7fg8IeGVgF/b3kwZ5ROG0CWKwqeC189F9++zzlzAHD5XfeZ6/dnb1ONX8aevEi7fabj9gH33AfPvvzkvnwqe/c14do9Gru4kV7XfPFX+54mSytciVHXbwROFsSvO775QeeAmZvefqJwThRtOla09XrjuRMGmMyXrj+Vn7Pw7fsON2HXXIlddCEk/vXzr3R3H849drtl9ojBn+19bDz47dLZ09/G8w+crD5wrP3Cu/PiV2rO36s7fwZ/8s/bg+ZLDF8qOXa48frXi6OWyI5dKj14uO3yx5MDZvBOXSw7kvtpx/PGO44/3nH6+6+TTTQf+WrXt8qrN51NWHo5L3ZGQtj0pfUtswtqQ0HSEf0wwIjoiMDImKDoGERXhExruERjhERDtgYjy8Atz8wl0cfNygDlbWdqYGJka6Brpahn8Bkq4P6IvFOtdAGCLZTqQIxqKB0PECwHwQhj4xx3gH+kXbIG2sTV3cXVwc3eCOdnaO1g7wmytrCz09XWNjIwMDQ3nU8HGIAYbGv9oe4YUUWMjc1MTS0gFXWBgyAttbGQOnR8jwTraBsuW6i5ZrL14kRY4p6Slb2piaWUJFj5DMOlg7wxFcJ1g8AD/4IjwmIjwmJDgiOCg8NSUzOSk9LTUrBXLs1etzIGM0JFRcRAAp6evTk1dGR2TGAxmg2OTEtMT4lMiwmOCEMFBiOB/ROCouKiI6Jio+NiYxNSUzKTEtEBEKCT2+vogfH0Q3l7+Xp5+Xp5+vj4ICImDg8Lhrp72dk7QdDAUdYZE7x8VYEsLWytLO3s7JycYHKx9trACl4EtwPorK1uYlb2LuZ2rlZOXlbOPpYu/lVuQrUe4vW+0c2CiS2iKa0Smc0QGPDLLJ3F1aPr6kLR1frFZ8ND42FWbgpJW+yes8o1fGbVya/q2I6Ertkat2TX/vCN584Gsncezth2NWbnNLTTVHB6ia+WhZQ5fagHXd/S18Yn0ismKW7dr9YEzG3Kv5py5uPPK7Q0nct0i4paZW/30r9+W6eot+d8DMMSuixcv/h8AeCES/CP0/ngNfZJ//etfixYt0tLSWjA8Qwqwjo6OlpYWlOyFmqK1li35L4+O9jJdHS09XW09XW1dHS0d7WV6utoG+romxvoLx8zUwNrK1Alm6waH+frCAwO9wsL8IyMDIyL8w8P9wsJ8w8J842NCk+Kj0pLjMlITkhOiQwJ9nRysTQx1fv7pp19//klryS9G+lomhjpmxnr2NuYecFgwwisqHJEYFw5pualJ0RmpcZlpINwmJ0TGRAaFBHr7+8D9vF0D/T1CAkH2jowIToiJzEhNyEpPSk+Jz0pNXJ2VtjorBTzz9LsqPXF1RtKajOQ1WSmb163KWZm+dkXKxuyMDatT161M3rY+6/Du9Xu2rDqyd93Zo1uunN19+8rhp/dyy/NvEZBPhzuEX4Zbvwy3Dmr4XS3MbgVDIcCz64u6FWCZc6+KNtzJ+TgoHBuVjo1KPw+L33VyR9pYva0NnXKSSoRv5qLlHEwLH6cS1/erub1t3P52/miPrFPBxlQ9O3t8+6kj2/bvzNm/c92hPRsPbF9/cMeG/dvW/b4mY8/m1acPbt+/Nfvymb1SNuZNt0gtIanEhDYZoZmPkrGRCj66qxmMAYPf5oqx7RJspww3pCJ/6uV8GxZ+6uUMK8k9srq5Dwrgs+pdB6uJUabm137u5Q0pqUzM07ftzJ4mwrsO1oCC/LG78duQWCNED6qoY6PS8ffysVFpqwClEtRK6CWdUsxQK0nBKO0V1Ynwr/nYl4K6PCEuv5laLqNVjQ5IW9VshojcIGOLhrqV05OS6e+kT19p0wBpXtGtn/qO+TJePjxUPNBTNjRYOjSC+fKN+h30Nv/T8/xtmjwD1injvk4RJmZI03NQ7hdSfUnTc6Tpufqp74SJGdzXKXA86fME6tO3uvl654Vn/LdZ4gRAmp6n38lv9dNTtHk0Zc+ni3Ffp/6StT5RdZYMvq0bm6XOApQZ0C9dOfql7ssU9vNk3ZcpwtdZ8hRAnQEo0wBpEiBPAfjxGdSHr6gPX+u+TOHGptEfv1WNfqqf+o76NI5896lufJI2B9qqaXMAZQaMMbP+41fkQJrw9++M2Vn2HHg4wHf2/OHMMzAPmGsGAMbYuHB6Vj4HcD+Oqb8DvQDQ0Pt+/aUnWr7pWu7J2Yfu3nhJuVdA23L4rqFL9E/a9lYhKXtuPkE3dbZ9Bd4CwAcAGJwAn3vHxnq/jr8BgFFgehD4Iu5vkXSJ+960Z2TFurnY6OssCg1E2Nk5REQkHDlyds2qzSePnTt/6tLmDdtiIhN8vPx9Pb3Cg4MSY6PMDHUDfFwqi571qCUDGumTOxdf3rtw7/IhsHRKzRxS0952skc09Jn3ze+62N1yIo+Ur+Sh2ThwSGb6TfuIWtDMwncIGS1MIhtT2i6gfO5p6hST24T4tx2NbFw+puj2yzun8GUPWHV5Yno1GfmsvuI5F1fVI+N3SgV9qlYejblz215jU0dDCzdEbPbN59i7efVXnxOeVovKaV2c9hm++sv5C7d1Fi/1cXOjk4mfRvv7NS0dCoGQie1WsAZUHAbmRenT8/z6vLcd9E/d7LE+roJdjim83tdcP9xG72om82mlAlpFZytD00xnUSq5DdXNArKEg1eJGobbJQPtzTNT07WY+ivX/45IWBmWvPbQ5Ye590vPPKpEiXrvIZkXX2FvlZK3/3Fvx9mbu3Jv7Dl7fe2+E+mb96zafWzziYu591/eK8c8qSZiGsXKwTeyNvXw6MDYu76hNkGniNgjrJOS8rqbMBJGHg11H192nYV52NuE/dRJ75Nh6FX3OnmooSaShoNqpVWrWJguHnFIzhhsZqo4dUo2tktc3y7AtwvwfU3UIQXInB1ifJcU/66DPdrGUPNR4Ph2C0nFre7goz50grbkTimxS04be9P2aaRT0EjNPXM8Nzf3zPmL5y9eP3X2WkrWho1b9jfJWjvUbfU4vEImvnj6REp0mPGynymo4k4JqORLSRVifDGt9AG95J4I9aIJX6BkIOXUciWntl9O6ZdTNHyskovSCOsGFA1tAmwzGwz6Dirpw2rmQCutR07ukNS3cusEDeXNXPRgG7tfxVQKcQo+tkNCAF/ZShtRMroEuKEmyicN+72UzLh/lffXn60v/ubdviK6da3hzEnZzZvq+w/fl1YC9TSAzAIkSqBJAzQ2AVLNdKNsTqqZlbZNCJTf+C2fOPIJsXK2qRNQ930Tqyckqummjtnmjsmm9s+C5rds6RCLq6irlVQXC5CFMky5koxqa8CCh1anpKD7hLRuHqVPTG9jE9rYBCGuXFRfJaYgOXXFMlqtshEPDSP1yOhdkoZOMVVCrebUFXPxpZy6YlrNay6+VNmIb2FheYQyHqFMRK7g4ou5+GIRGTQSc+ry+cRiBuolu+5VXzNlrF+sEdYRyu7xSSXihgpWXR4HX9AmxKv4dRx8AQPzio3Ll9Aqwb9cDRXQ1q6MgWTjCnn4chEJ2Ygpwxc/rn1xD513n1T6ogH5mlFdyCdUyBuwTTS0uL5GREIqGPgOIZVLqmgVEtQisoKH65DR2qUUKRPNJZWJ6bUSRo2YPh+BpiJlLFQLu07GQgloFRxqKbu+iEkq4pCKWeRiFrGwAZ9Hx+Xx6BX8hnI2paSRXMKjV0hY1eA7R8waFQslxBcJcIXt3DoVC8WqedFQ8ZiDeiWnVkrqSxnIZ/Sqp+zalwJcYQuzBspjQ/9NJNQqBRvVwsGAE1YsVJ+S0dPCEDSUcynl7U3kXiWrhY8TUCslDLCyWy0iS5loKRPdwsU3N+JY+BIeubKFi++Q0ZSCemFDtYhWoxSQiMjXfCq6TcIc6WgaaW8+f3jX+oyEDZmJUQFeyRFBSeHBccEBazPSzh89fP/an39dvXJg+47f161bmZ6eEhcXExY2L0j6ztuh3ZztYA5WdmAtli3oiHawdHC0tofZglNJbs4uoYFBCTGxCTGxMRGRUWHhQf4B/t4+nnA3ZwdHe2sw6GtlZm5lZm6sb7AgUpkZGZsaGhnrG0A3oR4sW0srMyNjvfk+Zz0tbT0dXSj6C6V/IfkXrPmZ3z360QX9b9ovRL9Q5m7RvPwFQe8CAENIbKClZaitrb9smc7ixUY6Orbm5k62tjAbGw9nZ08XFy9XV08XFw9nZw9nZ6iQ+T8D8IIC7AV39nF3hULCPu6uXnBnT1cnXw94gLcHlAGGuq8gCzRUoxXg7QFdBPp6QQwcERQUERQUGRwcFRo034wFArCPu5Obk62bk627s52nq4OnK2xeBDYx1Te01Ley0Xd8fPO1hKki1nBxlby6KkG7fFzMGCIjFcSypvrS5rrXIkalqrl+WEYcJldoagtaip4Jn/zNuXGDnHsRe+oK/o/b9Iv32aeuk3Ovka/dZ999xL91l3HjBvXOLcrft0jP7pDRBbKyR5y/cmtKH3NxFerbN/CJGbmJ2Zf2Xa7elFu062rt1guV2/5AbjxduucaessfFWuP52cfebX2yOtV+57GrL3il3QsOO1kxuZbe8+WnbiKOvRH+bGLVSev1Ow/U7zj6Ktth1/sPPb60Lmy3OuY87dwp/6sPnS+5MiFslN/VuXeqDl9DXn6WuXZm9Wnr1Ueu1Ry9HLx0SuFJ66VnL1Tde4u8vifxduP/Z294+q6HZeyfz+bveH46nWHV6zclZS4Nio8IyIkKQwRFRUcFRcSExMYGeETEubhH+bmF+bmF+ziGeAI97C2czQ1t4SUUu2lhsuW6P3ym/7Pv+r//OuC+Xmh+wpSgCEAXijHWujKgqB3AY//jXsXPvwJ7gbz9fPwD/By93CGuzl5eLq6uDhBRmhjY2OoFgushp5fSAI1YQPTBYHX0ACsjIYKkBcA2NTEEuqLWlBNjQzN9PWMoUnhJYu1obN4kZaBvomNtQOUszU2Mre0sHV2cnN0cLGzhTnB4P5+QeFh0SHBEQH+wX6+gTlrNqSnLU+IT0lKTEtJzkhKTIuLTYqOSUhKykpMWZ6WtmoBgKMi49NSl8fGJILwHBQahAie1xDCIoLDw0LCw0OjQkMiY2MSY2MSEQEh3l7+3l7+ri4ebnAvL08/H+8AL08/D3cfL08/REBIRHiMp4evEwxcXbK2srcwt4F4HpoIhmaQoK4s6A/i7ORmZwuztLIzNbMyNrM2s7SzsnexcfK0dfW1gHlZuvhbuwfbeIXZ+UTZ+UXb+8XaB8Q5haZ5JWQHZ24MydqESMr2iEyFh8ZDAOwZmewbl+USmpy66UDixn3hq7ZHrN4RvmprwoY9K3afXLv/bPqmg76xKy3dw/TsfLTM4cvMXLWtPczcgp2DE4NS16ZuObj+2IXso+ezj5/bc/Xu+qOnrTwDdKxsf/o/v+gZGf8bAM93U4Et0P/DDBK0b/Trr78uW7YMItWF/C2EuJBEDHVi/Qi9P14vKMAQAOvq6uro6EBx3wU5dyHiC8rC/w0Aa2sthQBYX08HQl9jIwNTEyMjQ5CBzc2MLMyNzc0Mzc0MLcyNwKJmNwdPTydvbxc/P7eAALfgYK/IyICYmKCYyJCE2IjEuMiwYH8XmK2e9uKff/rp559+0tdZorXkF51lv1mYGjg72kAbvzGRIckJkRmpcVnpCZCfOS0Z1JCXZyRmpMZBDBwR6o/wcw/094iLDslMi09PiY+LjYyLCk9NjFuekbw8I3lFenL28nRIAV6dkbQqPXFlWsKq9PjsdJCBQSN0enzO8uRNa9I3rUnfsj7z1KGtD27l1pY/pWALBczaJn5dsxCvlhD7VMy3PcJ+NWe4g9+r5IDWZV5dV0vDaBf/Tbegv43xtpf/eVj6aUgy2s0ZbGeMdLHf9/OH29lvOxo/9Ak/9ouGNByNtL69iTqo4XY2M3jUqh4V99OwcqhTTEIXHj+wce/W1Qd2rd2zbfXe7Tk7Nq/cnJ2+a9PqQzs37tmSfebQjp0bsm5cOCxtxH17q5r6oH7TLVAIMaD/uZXar6L3q+g9CnJvK2VEw3jf3fixlzs+JBob4EFu5/FB/lsNrV1Y2yZAdUrq2kUYFa+mS4p72858o2F0y/DDqoZOSd27DlavnNgrJ3aIsXTUYxmzrE/dMNrH7Wypp6AeK/k1Ck4VC/O49NFpBaN0REHpEmIbKh7y8IVszOsWBoqCzsPgCpH1ZVhefWOPqvnbl6a5OfY0QPgKDhfhpgHMBIAanyp/+6Gwv694oAf5bqR+8p96KuLkbP3Ud+LkLP7bdN34JP7bNO4rWF5Fmp6Dcr+gPxkscAZfQ5iYgV42r75Ooj9PECa+/3hI02BXFmO+KZoGgJ+hAQC7o2nzfVfMeSJFf5543tb3QK553tZfNvTpn/zwlxns50nc2HT9xFzDLECfAxmYNPkP/da+H8ePz5CnwDvEb9+J376Tpueg3y1I6fP1V+TpWVDvnf8lOAAAHTYAMOcBmDU3C51/A2De9Azn24QKAJQAIBufHgYAZvdw3PYjP9kEWEWuX3/y0el7qNy7tU8qhUThW4xw9NjfKKuYjT8ZeS4NzMrIfXiP1Mx6A/QDwDsA6J+YHJ0DSbh7+usgMF4vo9OlFHxDxaUrB/t7JOdP7THU+mX+LXyEp5tvakL6icOn8LX4109ex4RFebrAU2NiIxD+MCvzTWuWv+lve9OnGupo6mjhSBsJQnrNl6GmHjm5p7l+tJ2p4CJH2xlqIaqVVw3V/A6r2dSaFxXPbqj5JCkNU1f8hF5dykJVVL+4r+TUTw23NTMxlOrnlOqnNNSLHjl1VNP416WDhMonZc9vyFgYlaiBgUcNdrar5PI1K7Lt7Zx19C2cvcL2nbqOorU8LacR+D2Czm+to4DmAyDu/j46CczOARx6o5Md7Oeffnr5+PH7wT5VE3+kp1UlpbcK66vz7xQ8yG1hV0Jf/wMKMgOXxyWVAZ/ae+VkVWNNj7huoInYwUePqpgtLHQTh9CtEvd3qft6O7t7exRtnVduPQqMTs/eevTIxYf5OEEFQ/2gmnejnE1sGye2jT/GS+UfgdOPKhuUbwrrhYX1/BKa5BmOdTUfvfb0rdS9f2Qcupxx4NLOK4/PPCy4V1xNEYhHPrxrlvG7VWK1mMqrL25ilDUzixXM4mZ6YScfOd7NGOtoaKXl94tQb1tI75S0j+2ssS7BiJLRK6OMqti90gY2Op+FypNRkSJSqZRa0SkidkvJYL5XTu6UEBQcZGtjdYcUpxFjZczyDnGdmoueeaMcUnHGhlo/9Cm+vuun4GpPHTt68+bt6zfuXrl+f9+hs9v2nDmWe2d1zq79ew+1K1vu3vgzLizYx8XBTHvRoa1rB5SiLim9R0J7p+J+UDU2k0oVpJIvKtawmNjeiO7ggYO3gy0NI0qGho+dXy0mDSnpHWI8lO/tbiK97+KND0rHB5tG2rhtQiKHWMIll6jFBLWYIGPXNHFq24R1jYR8KRXcFurkYd8raINiAu31nes5WdwHd6fZjP7K8ne1qBkyDZApASoXYEkAiQagNQE8NcBRfaNIAEnPHE8zy2uf4KgA+cB3YSfQOjLGap0WdEzyNIC8f1rU+Y3X9pWr/irQfBO2T0m6QDZWar6KxG9YrDcs1ls2e5BO66onqvF1neT6dhKxBYOSoqrlWJQYhZRiajoYVHUDgY8ua2MS37YI1AzwWoitEGIr5CRUU32tqK6ysaaYW1siqqsEr1EljJp8fNEjUtkzFqqQUZNHr37NqMmjVr7AFd7nYAok5Mp2PnFUxW7j1QmIxQpWLRtbAMaGiaVcfLGQVE6pelZXdJ9HKJFQq+SMWhYmX0IFp4mpyOciMuivZqILhKRKFZfQysEJSZViClLOQIspyN4mRisHJ6ivaMSVCEmVMlqttKFGSKpsExL7WmgdErKKXzfQynrfBY5Rz7eOUTQiQjMbLaKWi6iVTczqZja6iVnLJBTR6vIp6FcU9CtaXT6TUMQkFDHwhXRcQSO5jIx6ia96Qqx+xsAXipk1fEoFGO5loxqxhbTqZ1JKlZRa0YgtBJu0SBVNNHARil7znFD8d/WLa3UF94T1Ja1s8O2SNj5OSivnEYq4hPxGXAET+5JLLBIzKsD3ixtrwNizCNsmrVdLiEMaTkcTWSOtVwpxPEopi1DAJhbS615DhnMRHfTYq8Wg0QBs9pKQB1XCdhm7lUdViejjw113L57atyl7TUrMyqSYxDBENMI3PgSRFh25NiPtwLatl3NPXzv/x/6dO7OzsjKTk5NjYyOCggK8fPw9vaFJJGtTSzsLG2gPydHKEWbjYGdlbWdl7eIIC/Tzjw6PiAoLjwwNiw6P8Pf28Xb3cIU52VlZQxov1O0Msa6JgeHCgQBYX1vH1tLK0dbO1NBIe8lSPS1tIz19w/nQ74/TR5DtGQJgqMjq36RgraXLIPkXEnuhytXffvl1QQFe0H7/UYl/+UVn8WK9pUv1ly0zMzCA2di4Ojg429k5Wlu72Nu7wWAQ/bo7ObnBYFAQFwr6QuwKtge7uXjBnT1cYD7urgHeHlDTla8HGCt1cbCFw+y94M4Q34YF+ocE+ELR34WocKCvF1SmBXFygJdPiD/YthUfFR4XGRYdFhQR7Bce5OvubOfqaO3iYOXmBH5CNycHW3NzY11DK137Z7cKBVQlFSUiVgs5pHYxa5BQLSdUNVe95mOLpaQKRV2BhIlsayINc9HdhBJlbUFL3iP+vRvUmzcb7vzNvfNEdP0R/+hlwp4zNQfPoi7/xXrwTPrXI/6t28w7t6g3L6GR+ZJnN4hndj19fZPKqO25d6UuNvzAuk13j16qXn/01doTrzecKtp7HZNzrGDbH8iLL7l7rqHXHs/fcKpo98XqrbllKVtu+6Uct0Vs9ojam7XlzsELVaevo3NvYnNvYk9crt566PmWg8+2H3l56FzZuZt1l+4Rcm+gjl4sP365PPdGzdmbtSevVh6/XHrsUsnBc/k7Tjw5d6/m5M3yQ5cL9l94vf/C631/vNp75tnO4w/W7riwZktuzsZjy1fujo/LDgpIQPhGhyFiooKjY4KiYgIjowJCI3yCwj0Dwt39w919/R1cPW0cnUzMLXX1jZYuM1i8RH/JIoOliw0XgU3O0IF0XYh1FzLAEOIufGij+09mGCqFBodyJwAAIABJREFUXrBPLxDvv138FBkVigj0dfdwcXK2h8EcnJ1hrq7Orq7ONjZWlpbmVlZW1tbWlpaWRkZGBgYGRkYmZqZW0MYvJAJDlGtqYmlr4whVYUFTupYW/6zjLgwCQ3PBkJtaW0vfQN/EwtzGwtwGEpAhmHR383aCwZ2d3FxdPPz9giCpNiY6wd8vKDNjZXxcckJ8SmpKJlSIlZyUHhoWlZSUFZ80HwCOS4uOSQyPiA0NiQoJBjuioyLjoPqrkKDQwICgkIDgkKDQyHlVOTwsOjgoHAr6enr4enr4wl09IS80dO3p4YsICAkKDPNw93F0AFeFod8qNAVsaGCqp2sElWBBg8MwR1eYoyu4TuzgbG5lb2hiaWJuY+3gau/qY+fibQnzNHf0tIYjHHwiHPxiHPxiYYgE9/BM3/jsgJT1Pkk5HrHLXSLSPKMy7PwibbxD4lZvDkxa4ReX4Z+wIiR9feqmA6lbDoWv2h6/YW/ixr0rdh7J3nMqbdN+RFK2vW+0oZ3PMjPXJSbOulYeJs4Ih4DYwOQ1aZsPrDmQu/bI+cx9JzecubTrws31h05q2zgtNTZfpmf0y6+LFjaQoAzwPLX++vO/fv0RVv9frheAGXrxQoT4v/u5CyVYv/3226JFixacz9ra2lo/PLS1taFs8ALoQkqvro6Wvp6Ogb4u9GxkqA9xr7mZiaWFmZWlub2dla2NhY21uY21ua2NuY21mYW5kYmxnoWFgY2NCQxm5e7u6OPj7Ofn6u8P9/Nz9YDD7G3MjfS1li76efGv/9+S3/7PssX/0lryi4HuUkszQxeYrZe7s7+Pe0igb2xUaEpiTFZqfHpyVGpiRFpSZEZKdEZKdEpCeGJsSGSob0xEQEJMMHQd5O8WEeKTnBAZGRYYExGaHB+TlQZy75oVGasyk5engZVX4EmLX5kSuyo1Ljs9LiczKSczaXlS9I4Nq3dtWpOTmbB9/Yqn964K6HXdSt5gh2ieckHH4HAHv0/JGOng9quYnc1UfkM5j1qhlhB7Wun9ala/mtWloMyXP0vG38g/DUne9/Pf9nLnt4LwA2rG2LBstLNRSCtrbyJrZCR2fcnHgea3fXKNnDHUKf0yqmFTqy+e3rdny6rj+zcf2rN+28bMXVtW79uxdtu65fu2rj227/ddm1flHt55+uBWMqbg86hyoK2xp5X+vl/YpaCImBW9KtqHPuFoZ+NIB+tjv+BtJ7tDigMmOmY/tLQJwdDv2ABvVNMwqKgfUVFUvBo1H6URYjoluJ4mYreM0CZAN7Mq20XYIWXDkLJBya0RkgslDSVyZkUTq4JFyGvmo9pleCb+ZROrvK+5nkd4wSO8EFMKubhXMnqFRkRQCYmtfGKrgCTikyrwJbTWxpbPg80TnzifPlI+jVMmAPIcUDcDoKaAyi8zhSMfXvcNF/UP1rx/R/j2lTQFCrm1H8eq3n5Ef/4KYXDd+CQk/0L9VYSJGajDGVR0503R0DP+G7joi/o0XvtxDDs2AW3wQkVZUMSXNV/svAC9EA83zIEbS4SJ+Vqs76AuXfthsrD37cv24ZftgyX97+q+TPEAcH/4pab3Jl/2oEn1TNWF+TQBKcO4sWn8+MzCqRufJE6C/m2QrucA6uwcZeY7ZeY7c94FzZ4H4Mb5Z8gFTZn6xgcALjgpPAPJv5zZGf7cHP3zFyUA8D6NS76Anc9ERUfc5t1LYb5OMTm7r+T9VcrJx7WU4lXSHkA+DGi+Aa0zQOMYcKhUYJB+1GPXncAjT7123ruEanpBYCEZ7OeYuhtFxbV8XsfXj4qRjrYhxamz2wsLrgJT3dMf29AlTzatSrU2NIhEhEYHhbs7wTeszN60OmdlSuqazHQfZ5i9meHpQ7uHOhXA9MdmPlXOJw20CzsV7DYpVSOtFzeUydmVfQpyn4KkEWOU/JomVvmQmiZnV1Y8v1rx/Bqx/KmUhvrY3dwtY724frFbxHmjlr5vl/U1sXqbGMCnzpE2LjLvtlJAoGPzpWzMQBuPhi2afNcx9rZHJOTvP3AkMCRysbahpYPb6ct3akiNQtUwo6lH1P72EwCI2z+wm/qHxgDVwNeO/rGRkfHPHyb6uocO7jn0r59+3rhmzXB357f3I6PdrT0KbhMb+6aLPzYo6m2pH9U0dLdQSJiS9lbBYJtIIyCOaTjDAgzQxX4nRL2TEt7KGd1SjkImatV0CZV98oGvR649D0rZFLtqN5ajKaqXlTFUjPZvj3FNz8it/DcAs39u/51S2Xsg5/hNwcAEt+fz1Xz0EACczcOSO8eKBT0rTj0I2/7H8VeErBP3Vp26G7/95JazN+7kVbCaWj5PT/WP9NEp6BYOBtzUYVR0cGs7G5F9wtovbZQBUc0HVf1UH5uLedQtrh3rF3zq47XyakTU0k4RkYctFBFKNY04AbGYWPpAUF8yrGQp2CiNCNcpJaoFWCUP3a+iQytl4oaq1kbCzPue0U75aIfiy3B/RUHekX0Htm/esWnjjo0b96xaszNzxY7s9YdWrzucmJyzdnV2dmZyTGjAkp9/ikR40XDID73qQZV4RC360C6Z6m/9oOKpGLUTXUJgvKeTg/6s4SuZtWJyWaeI2NdEVbBqm+jIDhGxlYMWU8rp6Jf4sgc01ItOKWmkjaPi13GJJRIasrkR28rHq8T1GhlFLSG28DAyRmULp0bDRysYFQMifD+/Dvvk0quze4vOHDuekDAtEANtHZNMHiBsAfgqgN8GNGqAxg6gsQvgds9xu2d5vdP8/lleLyAZBHg9c9xuQNgPXov6AVEfIBmYE/bOCXu/i/u+i/tmRb0zwp5pQfcUvxMQd3wXKGd4ilmhck6snhWrp4XKKZFyRqKeECsnxMpP3KbhBt5bpmiEIVBi6ltQGAmyqhmN6iCTOsikptoaYUW5BFnVSSGr8DhpNVJUWSFH1bbWYWU11aziAl5tOR9TKcbXiPE17JoiUvEzatlzLrq4lY6VkaoFdaV8bImYUCEjIZvI1dL6KjmlppWOUbNwrXSMtL4KeoEQV0YpfSohVpKKH5NLnnTySEJcGfrFHSGxQkgqJ5Q/6m5qEJDLaahXbFxhMxstpFS0i0lKHg5aTpLQkOCXmai+W0oebmV2iQmtbFQLEwkWjzXWyhnVIkrJoILxqUfwsUvYJSU20cGaa2lDpZBUyiOWC6hIDrGMUvu6AZ3PI1fyKVWMuiJK7WsuqUJEq2HUFeHKn+ArnrIJpc0sbLuIoubh2/j1Ki6ORygjlD4kVTwT1JdJG2paOVgRuaqh+gWl6gWl6hkV+ZJTV8gnFLSykV1iAvi/nlU9//ZNrYKDVPHQGjFWLcAquNVqAbajidDCQ3Hq8/pbKR1SXBOrglufxycXyJjlUkYZtz5PQi/lkwugC7UQ3SnDt4kwLRyURkgZbZeqeOQ2EW18qL0BVXJwS86udSvWpMStS0+MRvgGurukREWsTE7csmb1n+dzb1+5dPrY4dVZ6WmJcdlZWVEhIV6urnERES72ji72IPHamls7Wtu7wVzdYK4wGzDWC7Oz94S7IXz9QhCBUADY19PLwxUOd3JekH8tTc0sTEwhEjYxMISgF0JcfW0dPS1tGwtLc2MTQ109naXLtBYv0V2mZairZ2IwvxWjpw+Znxfk36WLlyzovQvEu5Ds/S8vwPwdGMMDQ8JQEhgiZMj/rL9smZGOjpmBgY2ZmaO1tbOdnbOdnYu9PdzREYoEezg7+7i5+Xt6Qp7nhSosKAwc4O0BlWBBWIvw8fR2A7d8bS1MXR3tPFxgfp5uUDt0kJ835HyGaBkqx0L4eEKeajAe7BcQHhgcEwb2Qs8zcGhMeGB0GMLP08XB2tTV0dYL7mxnYWFnYeXuBHexcy16hOSRWoQN7XWlXAJSIqIPNpL7MGVN1YVibKkcX9pcX65go7vklDfS+iFWdTulsr3wPufJTdrzv7kPH/LuPuRdf8A9f4u+7yxq/zn01QfcW0+E566Q/rxNf/hIePUy7tKZiqd3iEV/M1/fpjy7SsQWNOceLFiTdeXAkYJ9p0vXHXq1av+z9ScLVx9+uebQy33XMBdeNB77i7TjInJzbunW3LJNJ4tW73+SuvVO6PJc/5RjgSnHUzfd2HO2OPcO7sR11L7c4r2nCnefyN998vXO4y+3HHry+8HHe07lHb9cfvoa8sx1UPU9caXsyIWiA2fz9uW+3Jv78uifxSdvlx26krf+0K2Mreeztl/I3nF51dbzadmH0lfvX71m/9p1B1dk/h4TlhLiGxnhHxnhHxbuHxzmExjqjQj1DAhy9w5wcvN1cHEysbTTN7JYpmO8BKRfEIAXL9FftBiyQBv/tuTf6NdimQ50FoAWqr+y1NJduL8QADb+bckCIUM/CrmmjX5d/BMC4e/n7+Xt7QkdLy8Pd3e4q6szHO7i6Ghvb2/v6OgIg8FsbW0tLCzMzMwgDoQ2chf8z1ATspkpaP2F9nshXdTWxhGyN2tr6UO25yWLtXV1QBkZ2vuFZoQg1dfOFubh7uPrg/DzDYT2fiHcjYlOCPAPjo9LjotNysxYmb16XVbmqrTUrKTEtNCwqLi4tNiE9ISEjPj49Ni45IjIuJDgyEBEWFBgGNihFR4VERYJAXCQXyDCPzA0OCIkOCI0JBJK+UK5X0h5hgLAzk5uMEdXD3ef4KDwyIhYP99AF2d3SP41N7M2NjKHSF5P18jYyBzSvS3MbaDoMqj9WthaWDvY2DvbObnbOntZwjxN7eAGVs4mDl6W8EDQ+Ryc6BaW5hmd5ZewJiBlvWf8ao+4Fa6R6c7hKZ5RaQ4BkTBEVMKaLYFJKwKTVgSlZEeu3JSx5VDa1sPRObuTNx9YufN49t4TK3cciV652SUo3tDRT9vCDZJ/jex9bb0jPSLTI5dvztp2JHv/meyDucv3n1p/8sKWU5czt+1dam63yMBE28AEbMD6bcnCCPBvv4Dc+/O/QACGRomgUitosgiqff7vgPZ/C8ALr/83AIZ04AUMXgBgyOqsr6cDKb2Q2GtooPdv6GttZWFrY2Vna+3sZA9ztIU52s63QNu7ONvDHG3s7SytrIysrIwsLQ3NzfVNTLQMDBbr6v6qrf0vI/2letqLtZb8orXkFz3txcYG2uYm+hamBk4O1nBnex9P16AA74hQRGxUaGJcZEpiVEpCeHJ82I8nMTYkPjooMtQ3Otw/MTYkLSkyJSE8NhIRG4lIig0PDwkID0aEByOiwoOSYiMzU+Kyl6euW52ZlRybnZm4bnlKTmbCmoz4tcsT1i5PWJ0ec2jnxpzMhMyE8P3b1xa/vC/nUXrVgl41r1vB6lM1qiUkMOWrZnW3NLzt5o12Nn4ckIJuZwVtUANGcDUyUo+yob+N0aME47gqCa5NBgaAR7s5PUpKM79mSMNSi3FKIVbGRnY2U4c7+K3C+p5WtoyLH+yQfBxSiZj4+zfOHtv3+8Gd63duWrnz91V7tq0+sm/zwd0bdm5ctXdLzuHdGw/sWHd457qqwr+7WjlDXYKuloYeZcOAht7dStY0EUe6Gt/3CvpV9N5WynA7s7+V0sqraROh33Qwe+S4gVbwW/82YY1GUNMnx/e3kKGhxU4Jrl2EldJKGein9RX3hpQNwyraiJre30JW81FQL4ucXUlFPxPQy1QijJBa1MQoa2FXNtQ8FJDyZXSwDYWOzWdTKprFVGULh9dYjyEihT0t8i/DbXPf5HNT3Klp2tR3ygxAmAVqJoDSz3MFb77mDX8oGf1Q+/Ez4ds30tRU3fg3iG8XoBf3dQr9+SthYoYyC0q4rPmiZvIMQJiYqRsHxV7Ml0nsGLiKBP0U3NepuvFJCIAJEzNQ4TPkmm6Yp9AGYI488508832+Des7+vPXitH3xMk53NcZzOdpcCj40zT2yyzh2zwMv/8GjjBNA8/V3c/V3bTvAG5s+iyZifrwFf3x2wIGQy5o3BgoX0MmbVCm/gGAKZNT4JmapE5P0WdmmN/BgaXGefSF6JcxO82d/5D3/bsUADoBgPHuY/PE92EAKKLzvBKXGzj7BqWu+7uigSQbriQrxJ1TnwGgpR94jlLUSMbE3wD+LHCO2B33Jyr0j8qgsxXmG+44bbgcuGanS1Scrqu3TUi0qX/QmkOHBB1Krpx59vwuMa/q4wB3RE0DPnUA48MVzx8FuLp6ONjbmBh5uzgFe3nEhQT5Ojv4Odk+v3P1U7/mY19bdwuvXyOa+tT9bkCuaaaPdgmHNJxWLth/2ynDd8uJQ+qG8SHR7IeWITWtU4ano5831D7nEculNBS7ruRW7oGGyoI+aaOYjG5A5qPz7teXP+1XMDskZELlEz6lgket6mpmzX7qmXzX9WlAja4sjElI1jax/k3f9Oi5P0lcGV2iVA58lHe/GxwDBseAfCSxAksb/Tw7+O5bz8DHyRmgs33ow9tvXz5ODvW/eXTvsb6WHszGhk7ED3UqR7tBwVMtoTRz0W+6uO+6OAoBvraqsFki0DTx3mnE75vpA0zkZzF2soU01kIjFz/ElhcSiJQ7r5Dnn2Nesnqjdt3IPHCzhtdzrYD0BCu8U8EQDAOX8knPibJHWGEeueniS/Sfedjfc2+/qmtEcZXbzv/VNg1su/HyPkHyF0G27urrleee1bR947wHfr9ekn70TuzOcyl7zp5+VPAcQ+F39Pe8ezc38fFtm0ROx6gbcQp6tZxS8k5BHWunq9klM0O8r32s7++kbzobOptxLULkoIbWJa4X4os4qDwRoZhPKOITimS0qmZmzec+CZ9UMqpppGFfSZjI3lY6DftKxKiWsnBiOuFtr/p9X1evqhVZVLx+9dptm3ZsWb8jM3VtZsamNTl7l6/YmZi8KTV965rs7QgfTyvjZU5Whn/9eW60W9nXKsaV5/U080Rk9DuNtEvU8EbFB2befO4QtbHQwFjvkJw23EwfaKYNNNP65Q1d4vpWDlpCrZAzqsWUcl59MQPzilWX18JBNbNrychnjfjSRnypCJztwbbwcXIuViUm9IP/wFKa2dVKTvWIgjrZLcA/v/Ly3C5BxXMVDr09KkZaXg209QGqvhm+arZRM0VXzTI7Z9g9M5z+Ge7ADH94RjgyLXr7XfwG4A0A3D5AMAiIRwDhEMDrAwQDgHQUkIwA0hFAMgyIhwDR4Jyg/zuvd5bbBQh6AWEPIOkHZIPgkfQD4l7wiLpnee2AtBdo6gfFZGkv0DL0Xdo1LWsb48vGBU3TMuWUtPUjR/SWwfvUKFYisT146iCZ2YklNZfXSooqxYUVopJKVlFxQ2Fe/YtnuGeP6YX5UmytkoRvqccIayqFqAoxqlJQW8qrKuFUFnArC7nIoiZ8dSsZo6ET2mj4VjKmCV8twyHlhBpOZUETvppdkc9FFnVzKE346oai50311Y3YQnrti2Ymql1IoCKfy2hVjTjwS2KeNsuY6Dx67QseoaSZWdPGJ3SJ61uoVXJyRQupooVapWLUahqxXTx8Jx/PQb0SE0tk5HIRoVhSX6pioTSN2FYGqqHqFQdbJq6vkVBQ8gaslIqmVrwufXj94YXjVc/usGqLubgKZk0RpfJ1Q2UerbqAVl3QxMDI6RgK8hWx9GkjvoyHLyeWP8MXPyZVvqgrfFj96i6h5Am56iW16hULU0iveS4i/DM7DFZIcGqbaBU8fL6CVa3ioZVcVBOzSsGpUc/b6SHo5ZHyOLiXLNxzIbmwlVfdLsKqBLVtAnRLY5WMXgbugXOQCi4SClSreUQRpVbNp/Q1N/bIGofbpBxCzdEdG/44smfT8tRIf+9Ad5cgT/cohP/yxPhN2SsLnj05dnBfVmpSRnJCzooVqzIyYsLCvOHwIF9/hLevp4s7zMbBwcrOxd4J7ujiYu8ErfXCnZy93Nx9PDx9PDyhpV9PuJubs4uzg6OdlbWlqRlkdYZqrsyMjM2MjI31DfS1dfS1dYz1DcyNTazNLSxMTMHa52Va2kuW6ixdpqelbfD/L3xeEHu1l2ktUC6k6C48L9z/zxcQ/S64piEM1lu6FJJ/jXR0TPX1rUxM7C0tYTY2/wMAQwy8sAC8kAeGyBZyPkM87OPuCrO1cnW083R1gkaSoGVgiHj9vcCFJAiMQwJ8/zFI+/jNM3BgZEhgRHBAWKBfsL9nkJ+HF9wR4QOqJ64OMA8nDwtDy7CA8Ce3X7JwUiZWTq6W0DEKPrWPgetAl8pqi6Xk2g4iso1QqSJXtXHqeoTEQTa6k1SmwBcqyp8Ii5+Iyl43F7xufvJcevMh/+yNhqOXCVce8a89EV64Tb9yl3XvseDhE9HDh40nD+ft23r3Vm5lzUtR9QsxvliVnfzH+ZOVh4+X7DySv27/i5xDL3MOv1qx98mGY/kn7tTvv4reeal66/mKHecrd/5RteVM6ZqDz9K3/7V636PEjdcCU477xh+KXH4mZ+/fR69WX/mbcuSPigO5JXtP5+87U7D75OvfDz5et/tuzs7b2dtv5uy8vX7PnU3772078mj3yecHzr0+fCHvyNWik7dKD1/N33z4zsrtF1dsO79y2/kVm05v23d5y85zmzYfy1m9My1hVVRQfKRfZGxgdDQiLCIgKNw3KMTLDwH39HZ0gVvYOhqZOxia2OgamC7TNlq8FALgf57nM8AL9Lsg/0L9zxD9QuhrtkRrIeu7cAe6+W/3F3aDzZZo/eTv7+/n5+P3Hw8fHx8PDw84HO7l5eXi4uLo6Ahde3iAk1cODg6ODi4wR1cIWSHKhYaLFojX0cHF0cHF1sYRbEV2cDExMjfUN9HR0l/069Jffl60+Ldl+rpGZiaW9rYwJ0dXR3tnFyc3Hy9/T3cfuIuHj5d/cFB4eFh0dFR8fFxyakpmZsbKlOSMmOiE8LDo2JjEFcuzIS90YkJqYkJqVHR8VFRSVGxKfDzIwHHxKZFR8SHBkYgAsL8KERACtUCHBocFBgQF+iL8fQMC/IKgfC/EwP5+Qa4uHrY2jq4uHu5u3q4uHna2MCtLO0cHF8gFHRwU7gb3srF2sLSwhSaRIBFbR9sAmoAyMbYwN7O2tXF0sHe2tYMZmlha2Do5uno5wf1snDzB5mc7d3NHbxf/KHhQvHtYqmdkplfUCo+o5W7hy13CM1wiM12jMmChyU5hye4RKbDAaM/I5MSc3wMSMkJSV4akZcdkb8ncejht66HETfszth9Zfyg3e/fRpLXbvKJSTJ18Fps4LjWB6Vm56Vi6W7uFekakh2duTNt4YPXuU9n7c5fvPrny4Jm1x8+vPZQbuWLtrwYWv2gb6OibLF2mvfi3JQsNWD8C8P+Zf0AYvLB4tGjRov8ZgH/8UUgE/vHOj9f/HQDrzj8WMBgCYFAE1tEy0FlmpKdtrK9jpKdtpKdtYqBrZqRvYWJoaWpkbW5ia2nmYGMJs7N2drB1cbSDu8JcXRzhrjB3N2cvT7i3l5uXp6uHu7Onp5O7uyMcbu/sbOPoaG5vb2pnZ2JnZ2JlbmBtYWhrZexoZ+7qZOPmYufmYgd3tkX4uSP83IMCPMND/GKjghNiw+JjQmOjgpPiQlMSwtOSItOTo6CTkRKdmRqTFBeaHB+Wnhy1MjNhRUZ8UlxoZKhvKMI7FOEbERwQGxGSEh+dlZq4Yt7wvDwlZnVa/IrkqMyE8OXJETkZcZtXJ/+enbJpVVJORtyO9ctv/HGcgintU4vfdsvbJHQeBdnZRB9pF/YqmL0KZpeMrBERRjXsIQ3r46B4QMMc6Wr8OCge7uT0tzFGuhpHu7lz4+3v+gQtAjSHXMilFst5ta0ibIsA3cxHEaof8hvK+1TML8MtwHjP+8FmtYymEFEHOyQqGev5g2vb1meBYu/2dRtWp27KSduzbc3e7Tm7toADSND48JE9mx5cP9utbJx4p+lXc0a7uSNd7F4V9fOw+G0v/8OAaLSzsauZ3CknDrbR+1spaiGahn6sEWPaxahOKaZDgpYxils5FWD3jxTf2gi+0d4pwXVKcDJ6GRPzjIL8WyPEtDZWa4SYAQWlr5mk4IDfQKgEKEFDaTO3treFpBFjldxqIbmAXHVfQAErWISsGia1ksOqE0joRDqWyKyX9Wu6gSk1MCsHZvmz05yZOcZ3gDAFoL4CZZ9m8kfHXw1+KB79jP46S54DJVPyzHfs2ET9FDj5S5ycWyi+gjqf55uu/tkBhoqgiZNzkM8Z/20W9xWUjqEz75SehRD3x6HghjkA+e5D6dBI6dAb1Kdx2jyC0gHwc+LGv6M+TiLfjle/Awu0iBNA/SRAnACtzoSxSdS7z3ntPa813ZgPY6h3nx9IW4jjU8TxqYVaLPLELFgNPQlaoKEAM+iy/g6mf8nTs+CZmCR9m6j/9pU08Y06OQmmf+dxF9xP+j5NnfzGmpvlAUDj91ne9IwMAHhj3zoBMPf7nEDzTlhu7h607cgfFfjGRuUQWzk8MgFQeN317G4id/ApUsodAHgfgUv4jqQryJgrNUHnKiOvYGF7XkSczjMKSv3F1tUsINrAK9wsINYjPnPLsROyNjm2rvD7ZPv7HsaQEv+llzeqbPzSo9SIOLs3rsmIj1ieFB3gZu9kprcmJbrq1UNg9vPkm843HbJ+Jfd9X9P0x06wsE3FapOSJUwkn1TUzK4G936b6/sU5BENfbSdMaJhiBqKCeX3efXFQkoFB1ei4tW3i6jA254v3XJ6dR6p7CkXXypn1HbJqExs/vM7Z/MeXBQz0F9G1W0yNhldcmTXRlMjbT0zy7iV68rwVHn3CKe5XdH3dnQC0Ax/QpM5FRhyLb6hqgarbuvEYnFZGZkP7tzv6x7p7hju6x4Z/zw99uFrTUVtbHj0rz/9dOLAvi+jAx+G2t/0Ns996RvpFHzoE/drBNXlxQNdXb3K5neapn4BGeiTTigY/SwUvfhx0YObeDxR0j5SyNRcqJH/QeyDbboZvOVPvPLr6ReEVxTV5YL6P56hsvac35Z7J3btrpx9Z7af+nPr8Ytpm/au3XdGKjNeAAAgAElEQVRq3/mbey7cuV6C23+/AK95X8Bt33jlRdbpv2uUX1rngEs1wvvUtjVX8tZeeRW193L8wcuHn9cwOt/2v/kEzH4ff/emUyHrkHG/Dmvm3rc30cpG1bRP3ewv/Zw3nQ0KQaVaVtsirBzUUEdVzB4RYR5OkK3smn45ZVDBULBRw+rGTilFzsG08vHdzfT2JqqMg24RkoTMepVMDHyfGezovH7pypZ1W9asWLtj857lqWsyUnISY1dEhKXERGbFx6z0gIdqLTFwsDS8deWYnEf5PNyuaeJ86tdMvu371Nc2+2FwYqjjXbv8bbv0S0/zO434TZtgelg52d/8tUcy3MpUc7FyOhJ0tArwHSIiNCcrYyAVjWgVv65HDrY9N9S+bMSVMDGFAhIY15SyUex6MD7aIacMtjFVfIyaWzvRKxxrY/25Z+XtfdnvJbTPLfJVgaH5F6/NaQaAnk+zsn5A8X6W1w+IRgHhG0D8HpB8mpN9npN/mWseA+SfwZuiN4DkHSB+C7B6v5LVX8nqGUbXZEP7BL0DOt9o7eMNmnFq2xhFOUlVA8wuEJv5AwCnZ5bRMcvomGN1AfyBISRvuJoP8PsBycgctxcE6ZY3gKR7mqecbFTMCtTTPOVXlvwrSw5iuUA9J9J8F7ZNcVsnOC2TjYqvLPkHmnBM1PJR3NxLZUuq0E1IbDeV0UNlNNWikNdv4x8+YuUVNBYXcYtKuCXFksrKFgya/voVp6iQX1bKLyttLC5i5ufRX79i5L1m5udxigoZea/ZhQWiygpmfl79k8eM4tdCbJmAUNrUUNvOJ3LrSmRUZEPVS1F9uYBQzqx9Tal4zqh5JSZVqTh1bVxiOwcnqMmXYooVuHIlCakiV2to6B42vp9HGhRQBvjkdia2hVSlICPb6GgFGcmvKRJjqkTYWhGqWoCuluOxTcQ6Vllx9cN7NQ/+aigpkGBqRdhablU5o7yYXV7Cqiypy3/Gw9UI8LWE4le0quI2Lr2tkUavLm3EVHHrqqkVhbjCF9SKwoaqYmLxK2LxMxGujIfOYyGfs5DPhXWFzQ1VLTSkjFwuJZU1M6pb5reXpNSKZmZNM7MGLA+TECBXv4xeJqGUiqnFEkqpgFQgIhULSAXC+iIxtbiFiVTxatsFdRoBvr+JKaHU9EhZfc2NzUzi5371u67WZ7cuxQV6Hd62flvOikh/zyAvuIejTYCb6+85q9etyHr+6MHl87nB/j4IH8/UhNiEqKjY8HAfNzcfNzd3JxdHa1s7CytHa1tnOxgEwPbWNgvFzo62djA7e6jICup5hsjW3NhkIfFramhkamgEib26y7RMDY3srKyN9PQNdHR1li5bNl+VuvS3RcsWLdZaDKomP3ZWQSrusiVLF4gXknYXcBcyNv/n54Xdo4UFYIiEoQywkY6OiZ6euaGhtampvaUlJAJDCrAbDAYZob3hcD8PD4h7IeF3Iccb4O0BFVz5ebpBdmgvuDPCxzMs0N/NycHd2dHTFRwxgjqfoQwwwucfMRlqgY4IRoQi/EA89vEL8vUP8QfN0sH+3oG+nv5err4ezkF+Xj7urr7unm6ObtbGdsE+UTcu3Jc3tosbOlhYJaVG3kjo5FMHsKVNhU+YVXni+moNprQFXSwnV7UxMV0MVAeprAWbL8HmyesKWzHFamSRqqRQ+Spfce+59Mp9zvm7zOvPxKdvUI5fwt96JLh5j/3njYb8gqYHf5H2bL1942z5g0toHn741pmafZsePr3P+eNi3Z5jJVuPFf5+oijnwIucAy8OXqr+4yFt7eFXG44XbD9Xsf8K6sBV9O4LyM3H89fsf/r7yfx1h59nbLkdmnHaO3ZfUOqxrK23dp3Mz72BOvNnzakryOMXK/afzvt9/9/rd91dv+tucvaZxFWn4leciM06Fr/ieHL26Yz157M2/7H71JODF14evPBy54m/txy5vfP4vX2nHuw5dmfXgSt79l3cuuXYioyN8eEpMYioWERkLCI80j8o3M8/xNM3wHW+78rCylrf0ExLx1JX30xLB6Tf30DV12DxEsMlIAkbLgK13/8MwNDk78LoEcS0UDz4R75d0IcXosILnwqKEP8UEhIWGBjs6+vv6ent7u7pBj483NzcXFzgMBjMycnFw8MDomMfHx9fX7AmCqqM8nD3gcRSaLMXokcII93gXjBHV0gU1V6mp6djqK9rpKttsGwJ2FVkZGBqaW7j6uzu5eHr7enn7wuqsgj/YB8v/yBEaEx0QlJiWlpqVlpqVnra8syMlRnpK5KT0iMjYqMi49JSszLSV8TGJEIvi09IiYxMjIxJjolJiY1NjY5JjIiMCw2JCgoMh9qtghCg7RlKAgf5BQb4IXy9A3y8A/x8AwMRoSHBEYiAEDe4l50tzNXFw2V++9fayt7M1MrSwtbRwcUN7rUAwBDhm5tZQ/5nXR1DaCYK6vFysHd2dgJL5s2tHEHns5OXjZOnJczTytnHyTvMLTDWPybTOyrTMzLTPTIDHp4BC0m1QyRb+cbDwtJcozLsg+Kdw5PgYUmwwOjApKy41Rt9YlLCM7KDUlZFrwYV4JTfD2TuPL5q76mc/aeS1+/wjU23cEdoWTj9amizzNTJyM7LyM7H2T8uLG192qb92XtOrz10fvX+3KxdJ7KPnFt/7Pyq3ce8YpJ/1jX9eZmeth4YAF706+Ilv/4G+Z8hAP7XL7/965ff/rcK8I9w+/9y/d8BsN78A4oE6/zHQ1dX20DnH+g1NdQzNdSD0NfKzNja3MTGwtTOytzR1srJ3sYVZu/m7AhuZ7uCxw3u5OHuAgGwtxfc2wvu7u7o4QGDYsC+vi7+/nAEwh2BcPf3gSP83EMCvcND/CLDAv4vZW8BXcUBbvv3tsXaAkHiRtw9J+4uJCG4FqcUK9YCbYG20JYWSimlUNzi7slxd3eX2Im7H8m8NZnePF7fvff//qxvzZo5mTMnsBZh/dj72zshNjwuOhS6TIgNT4yDpSRGpSXHpCXHpCZFpyRGpCdH5WTEF+SmFOalFealbc5P3745e/f2vNzMhLzspMK8tC0FGZs2pmamxiTEhESF+6XER6bER6cnxRXkpO3ckrd7e962/Iy8jLidBRlZSbDk6MDc1IhtuYnbNsbv2Zx6dG/uiYObXz78mUdtUwqIMhZGzkbLWCgBtVnDxw1qOd0ycpeU1CHEtAvQYx3sYS2tW45XCeBdCvyonj2qZw93MYc6GXoVUcFr7ZBh+3XUfh21S4HXilEqAVzBa2XgSvGtL2Ts1sk+oXlcMzsk75DT2KTGmWEtm9j64uHty18c2789b9/WvCP7th3as+Xop1uPHdi6b0fugd35Z47uPb5/+6kju375/iKb2NrfzutVM7sVpOlBYX87SSdFmCelw130Pi1FI0BIGA1KbrNegetXEbokKAGpXMtvEZHLhKRSKa1SRq/SchqEhDIBoVxMrpLT6/5lgWaji5jIN3x8mZrd1M5vU7Ea5fQ6FatZRK6R0Rs0vBY1u0lOr+Ut+M0oqLdkbKmQjyJRW5pQ1XAKqpGKIciF/QAgAuYZ8ybC7Cx2ZhY9C+ZINUyZK0dm3/ZNvOwde9s3VjVugJvAXVzEPJh61TJjhhsAuAGMfW6eNsENoD8Z4mG4AYyDhhv+YeCGibmGibm2uX9QuWkKFIQhEbh5Gkx7XkRf7IJoDB3pAFA3NnNfKL9JZt5hC19ou6uHJ5unTdVD03Wjcw3jxpZpMAELZQLpt250Dm0AagfHmsdn0AagXD/wt1hR1K5vmzIgZ83QoObm0QYAYwR7gNEm0CmNWfg40FltmofPGeFzRoTBhDEujMmIMRlxJhPeDLYBL+wGm9umJ1Cz01QAoALzhNlZhsksAACBEaw7uvGqbLVHsI037Py1Oy1YjlA1INFPKAdmpV2TNXB2WR21BiFSDgKCIQClAy4VUy6UMw+9IGx/iDpaxD74ilnfA9wsR7knF3zkk7DCK3H/1Uf7r9yLyNrejCMYTGOAsVvKqhlrxwEGzYCc2COm9il5Ez3KoU7p3EgnE1tf9PAXDqZ+VMef6BTxcXUdAsJUt3hIx26XEAbb2V0qKhlR0lL+EFn1iIev6pHhhzTUkXbqsI7SLUV1iBBcfKmYUjuio+ulBAGxTsvFTnWLZeQWNQPJbCtltoE9n/i6Zzx8DQNdoeFj3jz6saH873YZ/ftLp8N8XWwtlq1d/VFoTLx2cLJn0kSXadX9452js73jpnokCU/jCWUamVxjNgOAef7t8+f5GWlhvn4d6i4KkaWS6Ab1o72d/YAZkPKk2zdtXfHef2QmxnOo2MEuOYPQ3KPjDXTyiKiqstdPOxTSQa18VCvt5JIMHRIZrqn57eO26nIWm4/lqqpYnQ/I+jOV0qz7xHW7frUvuLTj+ttLL7B/NvP3f/NHcOauzUfOn/r6Rj2KUFbfgmeyW3CEW388PHT6XEJuYeKmHQe//XH/1Z9vlTV++ejtvmu/H7jx6AlGVMrSH/mt/G9yx9Uqxk9w2flSSvBnP/ke/n7jN399+6iqgcBvH5qbAQB1exedRupUCYa6hMBsV5cMpxPDhbQKCbNyrJeqV6N61Vi9CNUrQg1Isd08pIbV0ivBDSgoalabgFjXq6RhG153SMlKLrZTQderWQOdkgF9R193V0VJaXZaVnxUwqbczfGRyemJ2YW527JT83LSNqUnZrs6ui99bxksEHb7hxudcvZUv4yGqmLhGnqU7JFOqWGoyzzaU/rk/o6clM3pcXvy0w9uyYJXvgKm+md75cNKRq8Q1yPGj6jpPWI8GGuEKOHjqvi4Kh4WpF+oU5eFLsPWPS15dBNR/hhb/ZKBqBBSmnnEBhK8mIB4S8dXgNXofEQ7t3VKS8WX3vtye/KfZ3cPsTF6Nn1vauaN418AuoEZQScg7gO0cwB/GBCOA/wJgDcJcMYB9qiJPTLHGjIxBwCKHiB3AZRugNxlRClHGvhDddyxJuFgLWewnjvcyB9tFo61iEbbxGNwyUSbZKpNCuC0ALHDiFFPtUknWyWzSIURowaoev6DRsZvVePNIoDSNdEmGWsRGXEqgNlhpihNZAVAUwN0zTxVBTC0ALcLYHcAdM0sXjKJFswRpKCGzOsGOB1zDAUg7QTkPXNc5SRDtpDCpZlhS3vQ1BEyd5olmWaLx2i8YTJ7lMqdZPLHaJxxJm+CwRulc4ZIjD4CtQ9H6SNQtS0oeUOrugmhbUPL61oElXWiynpBTZ0M3iRFNaoJcHLFa2FbLbXqLbXqLaH0Bb+lmtNYwawrZdaVMmpLSOWv2p4/qLv/K7uiiF9VIqouE9WWC6pLuVUlvOpSfk2ZoLacXVVMKX6Be/OEXPqSU1fGri2llr0VNDSyq+uoRWW4V2+pRWXs6jp2RQ3xbQm1qIxZWcMqr8a9etv21+Pmv/5G/v0M/fwVqbQcV1KMLS4ilJXSaqoZdbWUqkp8aQmpopxRV0uqAL/KqKtlNdTTaqpBqG6ppte8xRc/wbz9m1r1WthWLcc0SrGNjIYSLryKj6xht1Ywm8vYiCoBqlaAqmG2FHPgZTzkQh5bawm7rZSHrBCgwZQ4Cb5OhK3hoyq5iHIuopyPqhRiqrmoaikJjMIWEVo0LIKOS9ZyKN1STs3rx6cP7NyVn3Vw+6bkqDAvJ9swH6+48JCs1KSDe3fdu33r9k83slKTfNxdokJDY2GwuIiIhKiouAhwJdjPw8vdaYOrwwYXexB9XRydFjOuHG3tnOzsnezsHWxsIdszxL2Ltud1qy3WW6xZb7Fm7arVFp+sXLtqtc16Syc7+1UffbxyxUcrV3z0yfIV0ECXi1bnf1Z2/7PEaBFxF294Vx/+L88X0RfqBIaO61etgujXdt06R2trF3t7SP71cnHxcXOD9n79PT0DvLygSqRF4RdKgV48Bvt5hwf5QypuWKAf1NkbFRYMrQSHB/kv6saLtAy9CK0NQwpwZGhQLAwGzkJwdGxEaAwsJCosABbsnxgTGRUaHhkc6esaFBmY+Mt3f9EwEmwDp7WMzoRrmcgOVLWkvohb+oTy8k/8m4ek4sfU138Ry57Sm8tEqCp5UzGv9gWj7jmz8aUAVaFpLlUVPeM+f8p++oL/4AX/jxeCX59wvvwZfuyr8ks/tvz6gPrtzebL1+oePaaXFHOvXXn99blnz35HU1t7d2R8e/ta0/OHjDt38Zeu153+puLQxTfbjz88dqXomzttX/3cuPmzB7vPPT+6AMCnbtR+fq3y6NfFhy692XPuycFLr45cer3jxIPU7dciss9F5ZxPzL905Pzj89dKbvze+vOfyG9v1Zy+8vLkpefnrr49cPrezqO3cnd+k5R3NjrjeETqUVjKEVjKofjc46mFZzK2nkvbfDp769nNn17efeTqvqPf7tx3Yf+Bi3t2fp6bviUlKjUtMik9Ij4pJGKh5tc/2N3Tz9nFy97R1crGcc0625WrIe137dLla5cuB23PKz5e/9HHlis+hnh1kWzflXYX1d1Fq/O7VcD/unPx5n9laL0XHRUfGRELbcMGgA1bYByUv3+gu5u3p6e3v19waGh4WBgsNDQcBouMjY2HhUdHR8XHxiRGR4Hn4WFRUZFxkGYbFRkHGZhDgmGQbdjG2uGj5StXfbJmrYXlWgvLNavXW623dXZ09fLwDQkKj41OSIxPSU5MS0lKj46Mg4VFJSWkLuY8F+RvgdZ9ocirlOSMhPiU9LTs7Ky81JTM9LTsrMyNKamZSUlZ8UmZiYmZCQkZ8QmpcfEpcbHJcbHJ4WFR4WFREeGRkbCof3KwImKiI2NCg2HQ0m9IMAz6/iGShwReyMttb+cMpTp7e/mHhkSA2c4OLo4OLpAODG01LxYCQ65vSAb39PJ39Qpw9gx08gCPLr5hXiGxQdHpoQk5ftEZnhHpbuFprrAM94gc9+iNHjEF7rF5Xgn5/qmFrlHpPok53jEZHpHJ8fnbEwp2hKTkpGzZE5WzNW3nwc1HL+QdPrvjzLc7Tn+df+BEVHahc0CEhZPXx9ZuH1m5rrH3snINdPKNCkncmLnj2LbPvtx9+tvdZ69tP/1N4fGvdp+/tvfitU1HvnCHxS9bY/fBRxarVq9funQ5BMArlixdtjBLly6FAHhxRxeiWUjO/R96ff9foPfde/4/ARiSgi0sLBaIeLXVWpB77azWOdhYOthYOtpaOdvbuDrZuzjauTrZv0u/AT6egb5efr6e/n5eAf7eixMU6AMBcFCQV2ioLwwWEBkZAKLvwg5wRJhvFMw/Ljo4MS4sJTEiNSkyNSkyLTkqMS4sLTkqOyM+OyM+IzUmLTkqIzUme8HbnJ0SlZ8ZX5CVAM3m3OTtBenZKVF5GXGbshPzM+OzU6LSE8LT4sPS4mEFOWmpCVGRof7RMP/MpKjNuclb81I35STkpMBy08L3b8/86vTes59t37ct5ei+nO+vHEPXv1ZysaNdoqF2fo+SOdTBG+8WjXRwO4S4QTWjW0IcUNFHNKwxHWd+SDnbJ9IK4RoRvE8LRj13K3EdMnSPmqBX4WWcxk45ZlQPrgEPdzH1KmKXAt+tBNeDhzoZAzpGv5au19BFrFYGvo5DbhrukRY9+/38if1fHNt36ui+Q3u2Hd67/fNDe08d3XPiyM5DezcdP7QdjL86sOPGN2eRjSX9OpGch5Wx4aDhuZOmkyI04paBDlAHlrKbWLiyBam2SiNo08sw3VI0pMvJ6FUSaoWMXqXm1PdIEGJShZBY0SFA6iVYJbNJTm/oFKI6hSgwr5WwsHbFaFQwGjWc1i4RukOAVDAa2egSLraMhXrLRL7hYkvE1Go+uRrZ/ByFeMvio2vg5X+VPoULGSrjlMw4w52bJRlMGIMRPWtCzZkQM6amidmakanKwfGinpGKoamGKTPcBKAAAG4CGqdNteOzCOM/lAvpwOh5sPu3bmwG+09cM1hNVD082ThpQM+DgVL147P144tGaHDvF7I9t84a2uaMcKMBaTah5s2oedPCmEGteNLcPDXfPDVfP2Yo7h5+KNH+yhD+LWt/qe1929VfrB+sGBhrnDRAEvQC34J2Zfw80Do5g5w1govE4O/FsDjIWSNqzoQxzqPNoEkbaicGQ6oNprZZQ9usAWEwoQ1GrMmMB0DohXaACfPzeLMZa5yDT00QzEbQCD07QzOaROD/GgAyM3Du90ervUJ8YjP/eF5J5+lE0t7OvpneaeB1A6K8Gf+8pFnRPiGQD16//fr7h5XP2jjsMdA4DR8AHjP1N5oEz9hDrDmgAwByzty0jtsVuv3r7BN/Ru+4mrrzS9+YbDqX3aHjj+qZ7aKmQRUBGFMMqdkSOpyKqtCKCIPt3Am9EDD2AiPqTgFuooM31cHvFOB65ZThDlaHFN+tIHWpyHw6mBwLxsPiqjnYCjamdKFwq0VKr9UJWoe0JOOQcLyT1SsnDKioUlpjS+mD+pe3W4ruNb25i6p4iK15gqt7zCdUSxhNXEItn9LEo7awCC078tP93B2iQnzWrf7kE4t1B4+fmTYDswCg6hzoGpig8xT6oSkTALBYol9/+R2PJQBmYG50DFlf9+cvvwImYGJ4SiVWS3myTlXXQNfgWP+4cdL44O59VweH1R8tQzbVGCcHRRzC2IBaK2U0lDwhtVTLmISRDnmPSsImEypLyypqm0lirWgEaNXOPuGO3CQPHalXR/6GsT/5zOvIPYeNFz+735R46FrUlmObj5ytbEHwREKRmNfaVD01PtDZqQQAw8jkKEck+On+vbM//JC+e09kQWHWgSNHvrlx+Jsfz955cur283N/Vd5Hif8g6K7UC+4wh71O3vM889Bm1/Uttyp23nz9xYPaYrICK++lSLXavn59X8dAn0rARsh4SBqqiEeqGGwnD7aTxzppI0pCnxA5KMOOayjDKtKohjaiYXSLcBouSkhpVnIwbDyYJTY1qFbyyRopm0Il/PTzL2e+OHf0yOcHDxy98tXVc6cuZKVmRwZHeju7L33vvU/e/2BrTlbZ88dyDm2sS6nmoSWMpvFuwWSfVMnFj+sVI93KHXlp4T5uoV4uuzZl799eEBno5edqe+nM0elB3bCaPSSjDinoYxr2gIyqoreJiPVSSpOahRCTGsSURjGlkYOtYqErqG3FbeUPG9/cx9e+ZiAqmZhqHrFBwmwVMptYpGo2vlzHR/QIkUNi9N3ze7/enfrq22PtuPp+Pvvy/sPH87YCXSPDVLlZoDeBHuY+gDkAMPrnKX0mUs8soWMCpx3DqsZQimm4bKZFNNsqNqLkJrRiDiGdhUtmkNIpuHgaIZlDyw1YpQmvNhM080TtPFFrJusARjfA6DYSNbM45cKlHmD1TsLF2iKc+g1msJ490SaawyjMBI0Bqxxt44+08kbb+BNI0SRKPIEUTSBF0xjpaBt/Dq8wElVjcEFPLa2/gTmNkQKMjlGUcJIoAzhdgKgPEPYBnE6QloV6gN/1zwg6AH47ODwdwNMA4k5A1A7wNCaO0sCQzTKkRqbcxFECfO0sQwpw1YBQN0MVT1FFRqZ8miYcJNLHmZw+Apny8o2ktkFS29COQPMrqtEPH1NevhFW1WrbkHosoY9A7idSBggUM09s4opMbKGRIzRxRQaeaIbNn2Rye7HEHhyxG4PvxuAHSNQpDt8olc8rNJMs8SxPaeSrDQK1ka82CjVzXOUUWzZKEcxwFSaBZpannGJKJ5iScZpomMJVwXHsqkZ6WS2/rpVd1Yh+9rblr2eY50XoZ2+pJdXkokrM8yLcyxLsi2Lkk9fYl0Xwx08Qz57gXr+klJUwqioYVRW0ijJqZRm/uUGEbBWj2rgtDcyGGkZDDae5ntfaoCKiVCSEkgiXYJpYTRWkqjf48pfEytcCRJ0AUcdrq2E1VdDrS6FwMnZzJa2hWEVH8tC1kA5Mh1cR6ktHO+Tj3WoeEXn94pmcxOjclPiU6PBAL5fIYN/I0MD4qPCU+OgvThx7++Lpzz9cz0hOCPbzhgUFwYKCwgODg3z8fNw83J02LIjA4A4wVGjkaGsHbflCDudF7oWkXcjYvHLFR9Dl2lWrodIj6C3W69ZDdujF45qVqyw+WQkSssWatRZr1qy2WLPaAkLWf2VfQaz7X8Ltu6AL3bD4ChQuDbYrLaRAQ/Kvs62tm6Oj54YN3q6ukPwLZUEHentDlUih/iDHQp7niJBAKM4K0n6D/bwhyTcuMjwiJBBaEg4L9IuPAmk2MjQIMkiHLtQILyZgQdwLPQHqB46PjIyFwWJgobERYQnRsMSYiAUjdHgsDJaZlBnuH5kSnXP/1isKSopuENS9Ide9IjPadLQ2bd1rRtEjwpu/8E9/R/91B/70PvbFX4Sq1yx4jRxeJa15SSt7TKh6Sq1+zMBWatpKlW/+Zj1/zHr0hP37Y9aDN8LfnvPOfNdw8puab35BfPMz/NpPrT/cQly/Uff9jYrrV4sunX3CI40/vY3akv71tXOlTx8w7t+n/fAL+sL12r2nn27/7M+LP9RevwM/cObp1mMPdp5+sv/i64Nfvd1/8fX+cy8Pffnq6OW3Ry+/Aeer1/vPPt1+/F7+gVtZu3/I2vFdyqZL2w/9euF68a0HiNuP0N/dabj8Y9mlm6Vf3Sg5deXZvhN3Nu27nrXtUvrmi6mbzqYUfBGeuA+WtDcsYXdw7I7Q2J1xqftTc45k5h3evffc3j2ntxR8mhqblRAalxwenxoaFR8QHOHrH+zu7u3g4Gpl5bhurcPaNfZr1tqvWbv+o4/XLl9hsXSZxdJlEABbrgABeBF939V1F+EWevFdAF5cAF4Uh99tBl7cBF70Tr8XHAQLC42KjIiLjIiDhceELPBhgH+It5c/1JEL4nF4REhIGAwWGR+fCHXkJiakpiSDJY0QiEKCbUpyBkTFQYFhbq5eNtYOa9dYrV65FhqLVevWr7V2dnQN9A+JjoyLjU7ITM/Jzc7PycrLTM+JjU6IhA+U5owAACAASURBVMWkLsi/kPC7MXcTFHZVkL+lIH/LIgDnbSzMyc6Heozi4pMTEzPjEjPi4tJiY1NjYpPAxLu4lIT41AhYDCw8GhYWAQuLgHTguEhQCoYA2M83CNr4DQwIhbRrKObKwX6Dk6Org/0GaLnX0cHFy9Nvg7M79Lqzk5u9nTOU+wWFgUE5WI4OLlAVsJOzu6dfiKsPOB6BkT5h8f4RST6wZM/wZNfQ5A0hyU4hKeCEZbhG5njGFfokbfZJ2hScuc0tOsMveaNnVIp7RFLatn1R2YUhKTnZuw/F5u3I3X981+nLm45d2H3u+qZjF+Lyd3pEJFg4ea2w3vCJjfsqO09LZz8Hz9CA6MyEjbsKPz2z/fhX2z+/vO3klS0nLm/+/NLOs9/uPvtN7r7PrbyClq2xe3/F6pWr1n344dIVHy5fsWTpIgAvWbZ0ydLlH4C5VOAvCIM//PBDKPn5/ffffxdi3z3/vw3PEOK+e8+75/8vAAx1I4EJ5Ov+kXwhvXeDgy0EvV5uGzxcnCDb86L2G+jrFeTnHRjgExToGxToGxjgAzFwUKBPSLBfWJhfRERgTExofDwM6kCKjg6KjAyIDPeLjgiIjQqKiw6Oiw6OjwlJjAtLToDFx4QsAnBaclRyAiw9JTo7I35jemxeRhyEvvmZ8XkZcXkZcfmZ8RDZFuYkZSZFJEYFJkQGpMSGpMWHFealpSVFRob5hgW5x4b7psQFpyWEpsYHbUyHnf18R/Gz2wREaWPl30//vFby4hcyukzGhnOItSx8tYTZKmMjeeR6Dr5GSGnsU1D7lTQdH9OvpA2pGN0iwqCS3i3BC6nValHrcBd9oJ0iYtQKaNU9asLUAG9mSDDQTlELEVJ2k4zTDKnEA+00vYo4OyzWijA8cq2A0SxktumklIEOYV3Z0x++/gIUeA/vPXV0/+eH9n5+8NPjB/cc2bfl5NFdZ098+sXn+04c3Hnu+P6iZ390qbidCqaIidCJ8f06qkYE14hbOhVICbtGxKilYYpxTc+IrS9ZuBIRrUbFadLyW7X8lnZhm4pdp+U1iinlAmJJO69JgC8Vk6s6haguEVpCqRWRqjWcVi23TUKp5WLLZLR6JbMJajHpFmO6RGgFo1FIrBIRqhhtr+itLyktz9nYYi65qrr8Ho5Q1YypfNNUVM/ESQ0TWgBgG+dIBtAY3LZQd9QyY64dnijVD5R29VT09NcOT7RMGbDzIC62GoC6CWPlyGzl6EzLgv8ZchGDHUIAUDs6/aq95yaZ+adIUd4/ijCCkIkwguhbMTAGPRzyQjdPG5qnwS3clpk5iH4RJuM79AuS8IItGVR3G8ZNdaOG+jFj0+R82yzwtnOwpGfodUfvY4XumbqzcnB8QYueL+vurR0cQs4aMUYTctZIBgAaACBn50DcNYDci5ozoA1mjNGEW6BfCIAX7NxA68xcy/Rs26wBPmdsm5pGzs7hwL5fMPKKvBAKvbAJPA9t/xIMc+iJCR4A8ACgTq7OO/vVElffwJS84kacUDXAE3Zp1CP6vlk8T1oGx5W3YMTqXgpD8tu9l7fvvzlw5pvXreR+AFCZAR0AkPrm/mii0vvNtAHgJVm1Ifvoxq+e7bnZkHjk8d5va797THAKyk3K3rzv0+06BQmYVWr5rR1ClIKNGtOL+jQ0nQRMh+pXkka0tHY+QsdpG9PSDb0CsNJTShzWMsA+Ehm+R0vTSglDOq6Oh+dia9E1Txve3sXU/s1AvSG3Pu+WokbaKfOjkk4xko0BpWAmqhRd/ZDS9KKt5G79y18IdX/L6aDKJ6HWkeGvaehSrYgg52GxrRW7t2T7uTulxUcGeHvY2di+996HBZu2icSK2VlgeGx2dMKk6xzk85XfXf85OCA8PSmDhCGohJJXfz1mEyhsEt08bR4fGJfx5SO9o2P942qJpkfXOzk0iYWjo0LDP3zvve+/vdzbrVJKORMDGi0HxUaU4+vfkNENEjFf1dWDF2qxytHfW/nnSigX6iW3xaZzhKFdDRq/X9uWf/qbzZ5bUacfeWz50q/g86Ds3aL2PhqLOT7crRaRmyv+5hDrlQL8QLfUMDvY0anEktDSDkX7aB9Nyvvt2aPsHTucA0Oicgvzj53d9/Wv35dirtUxf8J3bvkb637uqfO5V56XS+2P3o//oWrrA8TBR/D9vxVfelLdyBSzVKr23naJhCFkodqqwURcGa2+T46b7KRPd1C1jFoltWpQhp3qYsx0s0d19E4RtkNMUnIwk70KjYhmGO3SSlkKAfXJw98uX73y6NXLl0Wld+//df7CpciI2NUrLZzs7FcvXebvuuHYnh34pipgvHuyR6rj4cY62IMakpLdKCLXqbiokQ7BdL+msfxlqJdLclRYbFhwQWbawb07jx/eHxrgZW+z5qerFzv5xOl23oSOq2Oj5JRmvRD8OakXEzVspIhYL6E2KVlwBbNNw0V1S4idQiKtuVSIbxQRmuioKha+VsVHq8U4AaMRNLCwG/UChART8u2nGd/ty3x55UgXrm5WJbt78VK6d8AYT24UdJh5XSMIEUDXm/DtJqzOiNEa0KC9eRopnUBKphASM0Y51yaZaRGZkHIAp57HqswY5Tx2wdVM1AIkHUBuX5x5SruJpgWTsei6WZLSSNUAXD3A0ZupWtGLlgm0GGB0DjSy1MWYWZwcEA2BdmimHmD2Aqw+gN0PDrMXoOsBWreRqANo3QCjx0Rqn0IrxuCSkVZRfyMPEI4CjJ55ahd05zhS1lPP7K6lm6laA0k1S1CAe8icbkA0AIgHwSOnA2Dp5ulqE1Vpoirn6WqAqQXY7QBLZ6QowEuWzkxTAQwNwO0EWGozQw5oBscJvAEkXVraPE7gmViKaQqIx/McFcBVG5nySZJgBMsexXEmiPxpPH8Sy53EcmeJQhNdBrBV8xyVma0EZN3gSDpNPPU0QzpFl0yzZAaOcpoqNzDVZo7OxNbOMVTTVPniGFkaM0dn5ujmue0AvxPgdRhZGkA9AGgGwVH2AdJus6jDJNAZBbp5UQegHQIUvTMc1SRDNkQS9KCZ/QQ2v6aZX9cqb0GrkAQVkiBvwyoReC2Owqtv5TfBeY1tzJpGUmkVtqicUFxBLKmAP3uBfPkC+/YNsbSEWFqCLy4ilZUyaqqJpSXk8jJKRTm1soJWVcmoqeY01PObG2h1JezWCh6imoeu5aHq2chaFrKejW2SMwlqHk0n5pY9f7RtY2ZOclxBVoq3i72/l1tkaODmvOys1MTwIP9D+3bf/eWnyxfO5qanp8TFRYWGB3r7ujk6O1jZ2FtaO9vaL4Y5QydWa9dB0VYWn6xcs3LV2lWr11ussVyzFkq9slq7zt7aBmJjR1s7N+cNbs4boG6kxRveTcYCGXjVamgWkXWxExii4n+B8bo1a//LWQRp6ARKlrZab/kv+fdd87O/p2eQjw9UBRzs6xvi5wdZoCEJd1HdhfAVKjqC+n4h1l1c+oU2fhcVYMg4HQMLjY+CQc5n6AlRYcFxkSDoRoWGQrvBcZFhiTERiTER8VGw5Nj4UL+wrKSC3396SkZKsE2SqleU+jdMYqMCUyWqf8WofkGve8V+/RD/4FbLX3fgJc8ZVW95bdUyTKMaXi2ufk0ve4wre4QvuodHlSnhZaqKV4KSN6I/H1F/+BV56yH1+u+ECz82X74FP/Nt5YFTz67cbLh1F3P81OMjx+/+9lt9Q7Wk/BX7wOYbJ/fd/+5C+e2biL/+Yv72J/XKjaZDZ19+9uWbG/fQ135p2XXs/o7jD7ef/HvXycfbPvtr06F7mw7d23b8zz1nHp+6Xn78m+Jjl94cu/Tmsyuvj3z1Yt8Xj3Yd/yN313fZ264W7Pn+wKn7568Vff1T1be/gHP5x7Iz37w49MUfO4/+vPXgjc37v9+07+qmPVc27/m6cOeXeVvP5RSeyd18ZvPO8zs/vbzv0OWTp74/sO9sXsb2hLDkmIDIhKCI5MDQWD//CG/vABcXN2trBwsL65WfLMwq65Wr1i5fsWbZ8tVLllosXQbanj/6xOqjTyxXfLyIuIvQC538dxZoh5UWUA6W3cerIDCGHNSQkrzYHgy93Xr5x+8FBUaEhkRHwOIjYPFhoTHBQbDAgLDAgDBfnyB/v5CQYFgELCYCFgMlJMfGJEZFxsXFJi0alSE6LcjfkpW5MTUlMz4OlF49PXxtrB3WWFiCeVEWlutXW1paWNlbOXhs8AwLDE+KTc5Oy8lOyyncuLlw4+aCnE352QXJcSkxsNikhNSM9JxFvs3K3Ji3sbBw07bCTdvSUrMSE1LT07JzsvMzM3KzMjdmZuTGJ6TExqZGx6XGxi5MXHJcfEp8HDiQuhseCgPznxdc0DGw6IjwyEUAhvzbUHqzh7uPq4unk6MrJPPa2zmvX2cDOZwX4dbZyc3J0RUqeYLivqyt7G1tHJ2d3DY4u0PSsfMGD3efIDffUPeACO+QGJ+weO/QONfAGEe/KLewFHdYukdUtntEzgZYzoaIXI/YzT6JW32TC0Ozd7hFZwSk5ntGpXhEJufsORyRWRCYmJm790h8wa7Co2cOXLxecPT8lhOX47cc8IhIsHT3W27puNzScZWN61oHTyfvcP+IlPjsHbm7ju04cnHrsYv5B89uPHS24NjFwuNfgVFYpy6lbD2wwnrDklXWHyxftdrCcunS5f8dAP//VYAhAP5XaNZi19G76Aud/3cAvCj8WlhYrF27diFy3NLKEhR+ne2sXB1t3Z3tPTY4eLk6+Xq4+Hu5+Xq4+Hq4+Hm6Bni7B/p4BPl6Bvt5BQf8A8ALq7++Af7gZUiwX3hYYECAx7sKcFRUYFRUYGRkQHxsUGJ8SFJCaGJ8SHxsUFxMIPRKYnxIajIsIy0qMz06PTUyNRmWlhKRnhq5OTe5MCepMCdpc27ylo0pWzamFOYkFWQl7N6SvbMwMz8zPiU2JCEyIDUuNCMRlpEIg0KzspKjIU04OzVyS27S7s3pN749VV3yQMSCK4UYCQcu5yM6laS+dsZIF6dDildw4QouXExr5uBrpIzWPhV9QEXvlhCVDESvlNotIvGwtQJ8PRdXTUW+5tMqu5SYbhVWzKqVcur7tKTxXraAVs2nVklYje1SjF5F7FYSuhT4HjWpXYrRiJBUVAkNXSpgNPfq2NMjaiELdfXL4198tvfYftD2fGDXls8Pfnr66OEje3cd2FVw8uiuC6cOnTyy+/SRPQ9/u8kmI/o7xO0yuoyHVgsw7VKMToLs1eL62wlKQaOEVc8ilNPRxTxSlYwFuqDbhXC9DCOmVokooPNZL0UoWbViSnmXsFVGrVYw6iH0lVLrlMwmJbNJRqsXk2uYyCIerlxEqhaTa6TUOjm9QU5vkFLrtOxWLbtVRqnRsJpYqLfYxsdMUkVj/RM0oaqZUEeQMTXmKS0AkKcnUOOTdABomgFqJ0xVo3MVQ1Ml3YNvdZ0V+p7GkVHMrAFnArORkQagYdxYOTxTMTxXNTrXNAPCLcr8j/MZbgABuFg/WNY38qq954FYeYctvMsVP9d0QbJw89R8yzTogm6dBduAF8bYOgvqw+iFuiMMMI8GQAUYaZ5Dmk21I7N1o6b6UaB2xFg1OFveN1HaM1aiH8EvxGuhzED9+HTt6GTDxEz18Pibzu7nCuVfQkFZtx4M3zKZG8dG26bAWCz8PICbN2NNZozpH2kXavfFAuAyM9IEtM2Zm6dmmqdmWmfmEAaQk0FInjf/SwGmgCRsJgPz6KlJzOSkCAAqZcrCy1ftYlOCcrbcL6rrGp3vHZ4fGJyfmwa69FOPSqr/rqxV949qeoZPnb1y+ZubdY2oaz/+JtTpZQMjFVhSh2EeI1FghLLOSaNmGnhBVQfu/+7QH9jN11v236I8RMz+Uqp0hu2+/bDs49Wrjh/drhChNCKkRojWSIizo+qhTppa1Nyrxg9pSQJCmYRcOSDFSggVGkaDXoQZ1lA7RWgRrUEhQHapyBoJnoOvl1BatVycnA4XEGt0fMSQltwjx+pl6G4pyjQs7FVgic1PW8t/byq+S219ha3+i9X2UkmvV9BrBYRyFqaI0vaCgnij4iObyh+xiE2myT4hi7Q1L9PJ1jIs0C8yMMjb2dXKYj0sKKyxpmlseErAl48MzXa2D44Ozz168LKpHjXUM4aD47FtODKSePrI5ywiDTABwPS8lCdjUzhaacfU0Oz02Kx5dv7H72462tpZfPJxfl4WDt021C2b0lInlFgOuhzRVNaARCgngCpB32Pm4H2h8VCVPOcF6zhx9AR96ihtPOg+ctWJP9fu+nHDrpvBB266Zx/GSrrIXL5aIaQiKwfkxHZ2E63pqYxWD696jG4pqix7LBJTdV2SadNw30h7/2jHpGG0a6CrvLFh0/4jAekFUXvO5H794BdyT8wPFSE3GtafeWV1sczuSu3Hnz9ff+Jxwu3mtJulMWd+2vv9n5f/fELkC+QamZhPIbZWymhwCbFhWE6Z1jEHJEgR9g0b8UxOrujgtw4qCIMqso6P0grww+38fg1vrEcpYuD+uHW98s3jHVvzkjNTUzbmJmRmOHl5vvcf71usXRMTHZkcH1Px9rlOwh7Xy3pltH4FsUsEloSPavFDGryCVa/hts2Pq3RCwsyA+vHvPwW4OsSGBPm7u0aEBEaEBmVmpERFhi1d8h+eztZ/37rCai0ZVbPGNOx+KWVARu0U4ISEui4hXkZtltFbVGyEmNIoJNVLac1SaquKjtRxCFo2VkRt5ZEbhcwWKRchZrdoBGC31rCCUHH/6x+ObPxuX+b9U9sGqc1zKkn5b3eibR3Ir0oBuR7g6WZwUoDRBWDVAEYNYDXg4FQATgngF4bSDhDUC5cqAKswoaQmtAzAq8x45TxBBRDVAEkDZkcvjJGsnqYqp5maKZpqkqo0sNtBwMaJlFU4eRl6mqwAJIPTOKmmDNvfxATTpJmdZkrnPFU/T9WbyF1gBBep00DsmMXrANbAPFU/R2ifI7QDtB6A1jMKl2lKKQZ8xzxZD9D6AHo/QO0xEjomkcrhZvE0RjkGlww08vobuINN4PTWMTsrKVNI0RRSNIkQTiKE0Dl0CZA1JoJyDiubxUiNeAVA1syT1CaCcp6kAni9ZqISYHWp3yJ7ayhg8DW/D6DpwCGrjXj5LEYygxaDyWEEhRGvMBNVJpLaTNaAWdm0hdxsfh8I/8wOMGJe1A8q1dxuM7sTFK6F/QBHDzA6zFStiaIxUTTzNB34EQuvzODlY0jhBFpsIKlApKeox3Diaap8lqqYIEmmyTIzRwdwOwxMNdhEJegCOO0GphqUvoXdALcDEOsBxaBJ2msU6cGjpMco6QHUw0DPDNAxDnSMgdM+Oq8ZMij7DYo+o7J3Vt4+IVKMCWSjfOkAS9BBpGtxlA4ivYvMhM5VaKICiZe2YcQtKEFzK6W6BFv+jN5YwmgtJ9eXiAgtWg6JhWmUMfBcAkLKovSqpSwi6uY3F7NT4mLCAvw8XT02OIQG+GwtyD157PCBPTuz05IToiOuXLhw8ujR3Vu35qanR4fB3J02WK9Zt24laGBeHFtLKzsra3trG3trG6u162zWW9pb2zjZ2bs4OkGs677BBZKLne0doPQsCIChJ0DSsZ2V9btja23zP4yNlbW1pRXIsf+ZF2213vK/G8t166GxWm9pbWlla21jZ2O7wc7Oxd7ezdHRw9nZ29XVx80Nin329/QM9PaGoDfU3x/UfgMCwgPfiWsOD1ns9Y0ICYyPgoH4GhEWHR4CJV1BR3BxN8B3UTQGf4AsDJT/DBmkoVeiwoLBBy5shy68yycqLCguMgx8ZlhYYnR8UnTyz9d+Z+BkuGZx7Vs6vEqKrJLS2zraSnjlf5PqXrPaysRFj0lP7qKKn9FrigUN5ZLWKmlrlaS1Uthczq97TSt/jCu7j8dVKFFV6oYyRU2F6u59wsVvq7/9FX7xZvPXd1Bf/dR64MzzzZ/ePXT66YUr5We+fH3lWlF5Fbe1Wb1n63fbc77++tTrO9ebv7tS++AB4/e/6N/+BD9/reb7u8jbD0lXbzZ89sXz/aef7T3zbM+pJ9uOPSg4cHfjvtsFB+5sPvz7p188OXThxfErRV98V3n+ZtUX35d/duX14fNPP7/0Ys9nv+XuuJq19evCfTf2n/zj3LXX1+/Ufv1zxblrrz+7+PDA6d/3nfh1z/FbO47c3H7w+pETvx767Mf9R37Yf+SHQ5/dPH7q59Pn7py/ePvzz77duulgUlRmVGB0bGBkXEBorLd/lIdXoJOzt52t87p1dqtWWX3y8fqPVqxdvmzNsqUQAFssXbZm2XLQ+fzRJzYrVlkvX/kv7l28/J9DsBbx+F/8vCj8Ljqi31tA39iw0JgA/1BvryAvT38/3+CgwHBvrwAvT39fn0AoTQrCYCihCgLR3JyCTQVbCzdty8/bnJtTAO3oJsSnhIZEODm6rlq5duUnayzX265ZvX79WmsHO2dvTz9YWFRyYlp25saNOQWb8rdsKdyev7EwL3dTQd7m1OSMqIjYuJjErVt2btu6q3DTtuysPKj3KCM9JzUlE4y8SkxLTkpPTkoH450TUjMzctNSs6KiE6JjEmNjU+MTwIEs0LExSdCicngoLCoiOjY6LjY6boF+w4KDwDVmqG/JZYOHk6PrYmw1FG0NScHWVvZQxbGNtYOtrb2jgwtEuVaWdpbrbCAMtlxvZ2fr7OLq5eHp5+rm7erm7e4VuMEryMU71NUv3M0vwtU/wtU/ytkv2skv1jko0S08zSdmo09sgWdsvmfsJr+kbcHpu/2SCsNzdnpEZQSnFXhGpXhFpRQcOA7LyPeJScnefSg+f/u2z84d+ur6xkOnsw+e9kveaOHit9zS6QML2+WWTqts3Nc7+XqEJMZkbM3ednTLgbM7j18uPHQ+Y8+p9L2ncg+dLzh2ccvJS4WfnY/N2/HeSqv3P17/wdKVa9Zaf7Ri1bIlyyHz87IlEJNCJcDLlyxZ9n9T6//wCqgSL1mgYKhBaRn4NFBPXrIE6lR697gYK710KSgyv1uD9J9rv6CxZu1ai/Xr11pZrbexBj3PGxxtQPp1dfRydfJx3+Dv5Rbk6xng7f5/oK+fV4i/d4i/d6CfZ2AAuP0bGOC94IX2Cgn2g4UHhYf7w2ABMFhARATIvVFRgdHRQTExwdERIAMnJ8BSksJTEiNSksJBt3MaaH7OyojJSo/LyYrbmJ20MSche6HuKC87KT8zMS8joTAnaVt+2o5NGdsL0iEMzsuIS40LjY/wB4XfnJQdm7K25WfkpsXkZ8bnZ8TmpERuTIvevyPn+yunnv31Iw1boxTixOw2dPMrEqq4W03pa2fwaPWI2sciRv2ADiThAS29W06Us+AsbFW7CK/mICXUpj4FtVtMZqEruNhaEbmBinzLwBTJ2Y1dMkynFIxi7pSiJax6MbNBJYDrVcReDVktRAjpdXJOW4+K0qOisAlV2KZXAmqjhIMc7BR0qdk3vjlz8dTBY/u3fbqjYGdh9o5NOYf27Tp5+MChPduOH9xx5vjes5/vP7Z/27cXThCRdaO9ap2M2d/Ok3CQFGQpj1LdpyWN9TIHO0mDnRSdBClnN8vZzZ1S7ICWOqAlj7Yzpns57UK4ADQ8lw+qCANKfK8MM9XN7BYheiUYAa6CjSzWspv1ErScXsfBFPPxZTIaKAhLqXVqdoucWs9ClFCbX7ORxXJqrYIGLgwPa2kCSl1r/VMOs41MR5Q1lbA6JN3AvHjegB0bJS34k6tGphpngMqR2ZK+8RL9SHHXQEVPf+vEJBR3TAQAtMHcNDFbOTxdPjRdOWasmwQtym1zZvgs0DAxUzc20zg5uxBzZWyYmGudNYG+YiOkCXf/IZDdonOfqjpe6vTF+sHq4XFo9RcLAPiFuqMF6DUhTKARunVutnlmGmwSngLqRuYr++fKe2cqB2bqRg3NUwtpzyNg0DTCCO4hN05Ol/b2/8JgnaiqLOrqeiQWvW3XYc1gSBUBADAmI2J2BmMyoo0GlOGfYGeMyYgH5sGvzi9kXxlA+bdpcrppcho+PYeaM5H/0/lMXNB+If8zzmQizIMKMHHehJqcIMzOcgHganX1ew5O/gVbPJOz4jbt+uXhS233mMkIaBR9KBQNQWWL9L3C9q6hmbm6ZjieRNcPjPx894G4U49kczECYcf0zL1Xr9qHhpgiIU3e/jdatutWw+lnvJ/bxu8TgDttUyVMwC3xMzhdFxKV8Msv35tmuvQaereC1CkjUVFlXGKljNXAWdD/e8RoGaVGSqjW81ETGnqfCKvjtCmZTWIKWKqp5CG65GQWqrqdT5rpkU10irrF5H4lbbyT06+h6BVgkG+nFI2s/av8+Y9k+GsWuoSLK2eji3jYYim1mostZqHe8IllLFwJh1DRr6WzCXUsYkN9+TOViM4gIo/t3+HmYOXtaB/p7xvg5mq/dp29pe3DPx4BZkCt6tKqe3v1YyNDhumJecMMMD1qEHPlRc+LcS2Yoa6+gY4efCsW0YiQ8GWdur52XS+HI7t79++QkGjLhX9Z/uO99z1dXX797pKcWDXTTh/QsLv1uoeltfcaqckXHmTfajwNHzjcMhjwMyruEesiD/hOCXh9V7V6302fAz/HH7+9IiDzJYLZNTFLZpCo+GYFG8GEv51QU4YVBHLjcy0PSYIXkzGVahm5Q8ubme7q6xXqe3lyNUWsoAyO6wemR980tYRs3BF36MvkS3/k/t4QcK0Sdo+87GTJqssNNjeQjt+1BvwMj/mlKfu3uq2/lcWevF545cZzFBYr5BM5FIWCg24pkdHg7Rz0kJLaJUJ3ClEdAmQHHwwmMI9qZ0c0vRqBSkSXcMlcGm5rXnp6QkRiRFBcZEhcQqx/aPCHHy1/7/33XF03nDn9OYWIMU4O6jXCoXa+nNEqpdZNddGmO4nd/LpBOVzJqOkUwsnNz+b6xe0i4li3dP+2oQcnSQAAIABJREFUjfHhQTYWq8J8/Y4dOHDn1s90MgGJbNyzp3DXlsxTewqf3boqwDUNyJndQjJUSKtktKlZCBGxXsmC66WkdgFWzUF2CHGdIryY3CynI3Q8nE5IkLHh4E9FRhO4/ctHjCiJpi7W90fz7pwo/H5f6u3DOSPM5hkpi1FZluvl9erSVUConmcqAJoGIKkBogYgaMD8KoIWPCGqwCGpFjBYBTIwQW1GywxICYBXgcnPJLAwCeQ9RifA6gbYenB4PSZup1nUZRJ2m0VdgHwQEHV3tjAID0sBYc80VQ7alWUDEwSppho32MYB2F0Aswdg9YPua3rPPK0XPGcNAux+I60H4A4CvBGA3W+i95oYPUZazxylW/AMNY5UAoJxgD1kIncD1B6A3j9P7p4nd5uInUZCh4nYuRDB1Q2QO80EnQmvhsZM0ECm6xmkdLJNNIOUziClQ/Xs3iraaBNvrJk/VMMcqmGONXCHapjgnwNOrXuNwVx/NoeQAkQdwOiBpGnwyOwFL6ldALkDYPQBnCFwGL1mgs6AVQOkDoDZ21fPGWkVGYg6gDcESCcA0SjAHQDfyBsAWD2gS5zdC/AHAW4/eE7tAI/0LlBCJ2lBYXzhHlDN5vaY6VoDRWWiaQBm+zxDZ6ZroSPA7jRQVFN4qZmuBZjtM0T5JFE+QVGPkpSTNK2J12MS9E6zOibo2ilm+zS3a4rTOcPrnhP2msT9BlGfUdRnFPcbJT1TwvYZQadZ3jMv7zdKu03SXkA9AMKztNso6ZmX9QCKQUA1ACgG5xVdU2LJEIepwaJ49TXEkjfol8/xxW9otZXUhmp6S50Ah+LikGIGaahLTca0HDu4Jz0pxsnWcuXyDy0+XuZsZ70lN/vaVxe/vXAxPz0jOyk5JzktLzM7Nz0zPjI6yM/fx8PTw8XVfYOLm/MGVydn9w0uXm7uYDKNj2+Qn3+Qn3+gr1+Ajy8UB+2+wcXVydnZHtzuW+BhJxdHJyc7qB7JcmF52HahCtjZy83d19MjwMc30NcnyM8/wN83wMfX18fL19PL08PNy83d3Q38RLCGw9HJyRFcOba3A6nb1trG2tLqvxxbaxuIlq0trWysrO1sbB3s7J3t7aAtX8jqHOTjszjQ0u8/0BsYCJ2AJvAgf1hwAGRXXlzcjQgJhLZ24yLDE6IjEmMi46NgUWHBsOCA0ACf8CC/yNDA6PDgGFhoDCx0EXqhxCxoefh/lwOHBYcG+kHuQrAZOAwMhY4Iigj0DPn1hz8oKBEZIcM2SrF1ckKDlocbQlfJEOXCxjecxiJuc7Gg/Bmt7BkDUaOqesWpecupfMWsfEFvLOGj6mTwCmH1U3LjYzq1SoupULaUyRuqVL/eQZ26+PbKz02Xf2m9dg9z5nr1p6ce7z76Z+6WH3bt//3276gHz4h1zcr9B38tzP/mzLFH1y6WXf6i6Nb3rXdv4369g/36u6arP7bcf0L/9T7+q6/Lz14uPXbx7eEv3x688HrvmWegCHz47qaDv206+Fv27h+3HPn90LlnJ78uPnu97MIPlV/9WPP1rdpz14u+uPrmxFfP9h6/m7fret72qwdP/HHp++If7zZfu1X11XdFZ6++PHv1+Zlvnp649Oiz8/e++OrP0+fvnTz726lzd7+4cPfchTsXLty+9OWv2zcfTo7NDvOOiPSDJYdGJwSERbp7hzq7uFtZuaxbZ796te3KldYrP1n/0Yo1y5auXvLhuhUfrVm2fM2y5WuXgwvA/y8AvOh2/r+xdpGTIc+z3cerHFetgXKwIEc0tC1s9/Gq9yKj4r19AvwDQgODwtw9fP0DQiKj4gKDwnx8A/0DQoKCw0NCI0LDImERMVHR8bFxoPabkZ6Tt7Fwc+H2rVt2Fm7aBnmS09OyYeHRnh6+DvYbLNfbQl1HDvYbLFavt7K0CwmGJSWmRUXGpSRnbN+2e+uWnYu7vvl5m7MyN6alZiUnpcfHJW/M3VS4advOHXt37/p0+7bd0PNzcwogAI6PS05KTEtKTIsHrc7JkA07Pi45KjI+AhazyOfQZ4WHRS3mXS2uOoeHRYeFR4fDYkLDogICwzw8/Ryd3GxsnezsN9jYOllZO1hZO1jbOP4zVvbW1rYLfzkdHewc7W0dbK3t7CztwdJZG2dHB3cHB3dbBzcnVz9P3zA331AHj0Bnr1Bnr9AN3mEuPiD9ugfEeYQkeoSmuIekeEZk+MRs9I8v8Eso8I3b5BMLHv0TN8GydvgnbIzJ2eEUFB2duXnb4VOxOYUJeVuzdh3YcuTkrlMXPj1/ZcuJ8yE5hWs8gj+x8/jY0uVjS5e1Dt427qGugXGhiQXJhQe2H/tqy5GLmw5f3HjwfM7+8zkHL+Qeuphz5MKWM1fyj3zhEZn8H6usP1y+btmy1R+8v/zjj1YvXbZi6TJIBl5A3w9XrHh/BViF++GyBQb+9/GDD5ZA8+GHSz8EoRa6YcmSZUs/WA6uD//r+MGS999f9sGSZR9+uGLJio+Xr1j10SqLlavXWCxf/tHypSuWfrhiyQdLly1Z/vGKTyxWrV63Zu0ai1Xr161ZKPVdZ2uz3t7OysnRdoOzvauLg5uro5e7s4e7s5e7s7fHBj9vtwBfj0Cf/z0hPp6hvl5hft6hAT4gAPu5B/l7Bfl7BAd4hwR6QRMe4hse4gsL9YsI848MD4iOCIqJDAbDrqJCwQajuIiUBFhKfGRqYkR6UkxmakxOeiLYb7RwnpsBBj7nZiRlpcbnZaUU5KQV5KTl5yQX5qVsK8woBFWNyPjogJyMmI1Z8YmxwdEw/+S4iOy0hJzU2K0bkwszY/dvy96SE3v2s52I+jdCBlLCRlGRlRohHt3wgooqG+ni9arp3QrKgI5BQRYTWl/zyLW9aupgO1PKaiEjigitr4c6WGo+sktG6JYTKfASZO1jIaWxW07sluBV7BYdH6FgNo3o6ApOS4cQ1asiKThtegVJK8IMd7I7ZYRuBUnJQw11cCb7pAoOZlwv6VOz9WpOt5L74uEvX54+dPbEpycO7zq0Z8vu7Xm7txXs2Vn46a4tB/ZsO/v5/nMn9588uuvLLw43VL3S6wQ9Ol5fB69bzehUUvh0UItrl2K45AoRo1YjgksYDSJynYLZ0iXGqTlwAbFKw0VM9/B65QQ1p1VKqwe/PTkBagcdVJGHFYReAXJMTR7XkDXsRg27US9B6XgtPFyJmt3UJUCpmc1yUr2c1CjDN/JR5fS2Zyz0Kyb6LQn+FoeowOAakQRkIwErHRsXzczx5wHGQvpx45yxesZQNT1XMzJV3jtS3N5X1jXYMDKJmpuHGnGbJmYxZpA2ywfHq0amaiYM1ZOGhpl50Ns8NtE2ZcDMA63TxsaJqaaJ2fqxidrRSfQ8KM++1HWwAKDVaCodGG6YnivrG3qu6bjHF9/jC992d7UZZnEAgAbMOABoM8xCum7DxEzLjBk9D0rNVcOGikFD+cBc5ZCxfgKMpG41gNM0Y66fmq2bnGmanWszGVuNhprxsbL+Psz8PM78fwx+HpR/8fMAas6AmjPgF1AfZwYd0WiDETEzC5mi0QbQNY2fBw3PtHfolzAPQAORMG7eTAYAwrypdWIMZ5zhAECRTLT79i3rxAS/vPzgrJyAuMRtew8VF1drFe19+qHBKYN6YFig0rDF0v7xyQmjeRIAXtW2sHR9xUhKI1MsG5n58eFzqkDCl0r14/OPmlTPKaa/qcAt5OQfFNPvpOmfWzosY/c/qCH/+vdbjU472qcV0Vupba87+K20lhftPJyWS2jnEjt4JA0TLSE2S0nNGiZqQEJWUcG0YQmpjo8qVdIblfRGbM0THra2T85oKXksocB7lUy9nN6nYo3pRf1a9lAHT8VHoxte1JfcwzQ+Z2DAvXQVp0nBqucRytjYYgGpgk+uVHJbR7pZo91cjRCLqn9JwVRyyE1aGU0toVw6fdDTYZ2r9ZoQbzdYgO/6Vaus163/8uKVzq6+4eHpnp6R9vYBqUQjFCgG+0YBMwDMAVMD0yKaiE/lygVyEVes1XQqNZ0NSIKTX/j7FvZL1zrZbAiwsnG3tXJxs3ZxWr020NGSS4DrO7Q9ozP8/vmvXqKdtn7nd/p1/kPeDS7wog+I/B6Xcov0KxM48FyUc6U0a9+31s6h/4uxs45q827j/rau3tUNdw0Wwd3doVgFSo26+9ZuXafVdbXVC8VdA4GQQNxIQkISILhToBRPCPf7/nJ3bM8eed9zrnOfX4wm+WNnn3zl+v72o7737ym0GiIhv1VEaheRyBXZY51Nw818KatOwsTzyaUCRhGfWjLR29reSG2T1nYO1E5Bwp4PtI5htqijQQ7Ji2tqbUOigk5fC/r+hc31d+Y/Vq87X6R1h7L1Zo3G93jLOxS7u2S7X2u8n9TF53PP0Tuj0ouPl1U+E3Cow530FmZZeXpTQ+3kcJdsfOjjQPv8x4Hxfulgu7AkN+3nH6799uBOUUnx6zepe/bs8XJz3RkVsTsy1AVtuXnd6vVfrfB0c/zpxtfPH97Oev2YS6me6JcMtjJH2pjDLaRBMX5cWifvo8901Y+IcRPtlN5GXI+gpkdI6BQQBbQqR6SxgZrKwd17assrFZMzHeKm3rYmSDGCK38d6ovxd7D+5ujRR99/RyrOXxjp7W9idXCJEnoll5jfya/pasS3NVR18/Fiagm7OptfX8glF0g4WGL56+F2+kRPQwM+u4OD5VdnNOHSod6Gfmr+2TCbV5d3/ZLsdT3OYYJTAknZjUWZyS52p/z9Ib5Exmj6gGND9I75uhYFUaoEP6UIDM5SwLqUTjDkjr+G0glROwH6MnvAwAzMGwQyKadnnCSBWscWGvtH65ug7pkxkqj6/rtZdsccp2uO1SHndEOCAUj0Xs7pGsBxRdm1UMMgxH8PNY7Ncwbk7EGINwwJx6GmMRlnUN4wIOcOKxqHZfz3c7zBWe7QNGdgCC9hvqiEOMNyRr+c0T/P6J2sa59n9M5Tu+WUrnkyGKWq3AMc1PS+BWoP8Esrz4A/WYNKxh6C6rsgUjco96L2gaH0QvXdAHRJnQpiy1RlI0RuhxoGJS8qPpZzIXo3GFoXVC+drhIMF9B7s+r7c8jDBczZSvFclURe3TJf2wbVdYLCMGofxBjozqRMYJtma1oAEpO7F+o7IXI3xBhQAn8v+MngH0P/JB3D+jCQhVk9EG8QtnaDm9wBiNM3V98yp1SnFdT2v888pU1Gap0jt86R2mbIHbOUzllK5xy1S0brltN75PQe8BUxehXMPgW7H7B3wyDYZcUdgoSjkHB4gT88z+2Xcfrn2D0yVp+M3SNn9sqZ3fOsPgWzR8HsW2D1LrD6F9jAmK2MWLfDbvApMm+kltFfTZaW497T2cz8Qmzq2yZqHZ9KxFcU8Dlkcl3ld9cuBni7WpgYbFv31fplS820dYPcvI4l7T+auC82ONLWAm2gpWdqYGKOsDA1But/rZEolIWllZk5jLvmJoBXF3uh9bS04ZYsuBNLS03VQEfT1NDAUFdLffu2bZvWq23bqqOhijAytEQYY6wsbdFWtmiUDcoSlMciLewwaHtrlAMGY6dUR23AptxP99hbo+zRaPB8JNIGZWljZYWxsjT502NpamiAMDI0Mzb6x5ibGFsiTJHmZmhLC4wVCDYvFlnBrVRIMxNYtoVzvEgzE0tTI0tTI1jI/bu6+/czxtIM9jA72WLgAm0lJ1vYosyskcYYSxMbJMIObWmPsYL7n60tLUHVMwaDsbCAC6JBOzQGaYYw9PJ0MTHWtzBHeDi7I83QZoYYQw2rX64/qcimNBC7iCWiyuxGWkU3s6q/Okec/4JelSMgFLViswTFqZzyDH5VnqQqT/L2ITH1EYgEZzwm5b9klr3jF79tKHhKq3zKxD9vIGVKCLnSjJfMn34suXgt5/KPRTsO/nbkm8wDF97uPPx4d8rj2N13Dhx6evs+8VW6IGrXT15+F44ce3H5Ss7Z02mXLmR9d734+jeFly7l3LxZ+ewF5+kL9nc/lJ+7lHXhWn7KlawjNwoOXcuKO/lH+IH7kYceRB96EJF8xz/+ZtieX+IO3Nt38o/jF96euZpx/lr2hetZRy+/OnPj3aUfc89eTz9+4fWBY48TEn8JjbqakPhL4v7b+47eP3jq94Nnfz988eHxr/84c+PF8UsPz37z9NSV34+e/fnMxVuXr9w9dvhKVNhuZ2sPByt7OwTG3hTpgLCyMzJHahuaqmpord+ktm7Dp3VHy1cutl4tlmBtXrFq+5q1cCP0hqXL4SQwjMSwL3rb6q/+x2xdtQZ+dPuatdvXrIXPW1etUflqnera9YsD125tW/3VZ/YOLhaWaDTGztrGAYZejLU9wswKRl/4fmsbB1s7J0cnN2cXD1iMhQE4MiImNCQSlmpRSBsTY3M1Va0N67ds3rRdQ11HR9tAS1NPQ1PXwNDU3sHFxdXT2sbB08svKjouNCwqIDA0JDQyNCwqMCjMxzfQy9vfxdXTzt7Z1ycQ3n60uOzXxzvAxzvA1yfQ3c3bxdkD1oFhwdnby9/J0c3WxhGNskUhbeB8srOTu4uzB9zIZYawMjdDwv5tFNLG3AxpaWVthbRBomwtrawRZkgDQ4Smlr6qmvZ/BGDgH1ECsIaaOpjt6mpbVdW2qqtv01TbrqMJbBom6tomWnqg70rbBKWiZ6ZpiNYwQMGjaWSji3DQs3Q1QLqb2vqZOgSYO4Wau4SZu4RZuIZbukdbeUaZuYbY+MaYuwY7BMToIV1cgqJj9h1zCYz0jIjzi9kduTcl/sjpyAPHHEKiVazslqvpr9qqv2qT7tptoPlZ28wJYefnEBAfEH84+sDFiP3ng5LO+u8+5bvrtP+eswHJFwL3n484dtFvz0FtpOPnqzfDAPzl5ytWLF8D0++SlSuXLF+xbOmqFUtWrv581erP/x8ADNPvvwPwkhUAgP8xXyxf8sXyJUtWAAZeumrZ8jUrVq1ZvWLFquVLV8EAvGLZyjWrvtqwbv3mjZs2Aa/8xu3bNqmqbFFT3aKhvk1LU0VXR93QQNvIUMfYCGz0NTbSNVHSL+BbU0OYgS1NDZEmhmiEMQb02puizD8RL8rSGG1lAnPvP+jXztoCBmBHO6STLdLFHg0A2NnW08XOy9Xe18PJ38slxN/zE+j6ewb7eQT5ugf5ugf7edihLX09XHaEB8ZGBUaFeQf7u3i6ou2tTRxtEc725q6OVq6OVm5OaG83hyBfz8ggr12R/rFBLkf2hJ/ct+PHK0dyXt1Nffzj41+vFGc8lPIJnU114318+YfWVl4Nk5BLrc5k1GaRKlPrsW9Jlam1pS+xeY9rip/T8ZnkqjRi+WtaTQaLmNNAyu9tJo10sSTsCgYunVmVLqaWSGilHzpZnfyaoRbKdD+/jV8tYVfQajJKMn/DFT7nUYo7m+raBXU8clmvhNnGJ411C7sl7PTn9745fyQ5IezAnuik+DDlh/KNDPOPjgiMiQqOjQ6KCfNJ3hV+aO+OV09/5bPwrU2UzmaagF3FZ1T0SmkSHrALNnMrROzSVn6FiF3Mr8+Ht4z0i+sHJKTeJmJvE3FAQhpqoQxISMAbycV1C2pbWBUiWkk3Hy+pz+/hVAwJaro4Ze2c0rG2urGO+hZWgYiaJyTnNBKzBHW5rdTSDnqlpLaYWZqGzbxTV/G0gZzLIBeVY3NyyvKwNCqzu18ig7hyiCyDcDNQ0bQiZ1KWMTWXOTH9urM3q2egcHgcMK0ccGPtAqhKLp9RlEzKckYnX3b2Z49MZI9Nls5BVQqoWg6VT0xXzYBgbfHHyYKx8bKpmfLpWTIE5Y+N3+ZwX7R1PO/oLJycyv0wXrUAFY5PFY5PFXz4WPhxHCubg4m3BpITIahSPkdQqsGlU/KyqYUqGZQ/OpszMpf9HjBw3pi8eGphEYDL5uZLZmTF0zNlc7OVivkqaL5cPls6Pfl3AK6dB55neGDihY3NJFDgDGK9dRBEmFfULUBExQJeJq+Vg11HcOXVn8IveOjvUyOXwc1Y1bKZ6tlptrIBizQ3kStpirx8QcPBztrfLzg23j84LGnPvrt3HjSK23pGPo7NyFo6ekTtne2Dw90fZx68K6B3jOJEvbUtg1WCzku3H7UMjfW8H3vwKu/MncrXVOgZHbpUOJD0UhDzkHQyS6AecPRePi29nMzm8PukTRJ6ZRurdFhU3c4s7mnAw9zLwxcK60ramNXtrJpmankrHUste8OsSm9llbUwS9sbsEPN9UMSMjTSPt0nme2XdvNpEiZBPtIlZtQOtHIbqbhGBq5TSB7t4g9ImY20cmp1JrM2K+PZDTYxQ8wqrq94RSx7IaAVdjTVdAhrR7pYTcwyfMmrzqa6VgGRVJ3V1lQv4tTcun420sdZdf1yXbUtdmgrVZVtW7Zs8/MPFja1fJya//BhViRql4jbOjv6pC0dLU3S2kpyE7eVyxBwmbzBngEmnXPoyElVHZMtuojlW7RXbzNYp2Kw+isV1c2aFnoIS209C20NT0c7MoXxKK3g0sOc0nZo14PapV4X9FPeZo1B9RB0HS8P/A536Clvzy+10aefb1PD/PLd7W6pVMijsGllXW1kYUMlo75QxK4X0OvxhXn15YWN5CohraKNj23nVTSRyhvrS1qFlSJBUfcAQdpdMzDM6unjCproo5Mffn72ChEYH3z9ReC9Ku3TuaqXK1adyVW/WY38jW79gG7/gOr+nOmb1uCdwYqoEoWVs2LLSNc4je86OwuaePXiBml/e3NHRz2J8sfTx9euXvDzdPZwsT5yKLmgMIdAIt+6/3vMzkRv/6DQ4DB/N3eDbZtXffaZM8rsx28ulOWmVuSlPb11g0vCjnby3rdzhpspQ831Y1LyVA9D1seU9dJmuymyXtp7MWFQRByTUiWMsj4RiVadr7t9naWBXnVJOSSHhKwGsGO5rbFNRBruoZXmPnSxMj8YE//L5Ss/XrhQnZfJJ+HGu8ViWuX7VlYruwpegySml7Jqsjk1OT1CQisPJ2koZ+DT2xqwHzsY70V1IwLCey6uvTZ7lFEqyH98OcLu5k6X+wd8nhwLnG+sgFpoH1iEw55OB12doUYxJOqcJTcpqG3zJClosSJ2QMQO4IWuaYVqJGCIrf+YhbpWYH6md31COKZSAeYNQg39C4xOqG0SkoxO09ugnrkP9WL26zI5p3uG0Q41DkD8ftBcJXoPiUcU3N5RYlNnKR0gFrsfEoxCrdNQyxQkGJE3DMzzhyDhyIIA5t6BaW7/DG9gRjAkEwzL+EP8TAIkGFEy26CiYXCeMwDxhudZoM0LxrwFeu8CvRdsLWb0AWxj9QPsXBxGP0gRU7ohsP2sFwxFOeQegMQg0tw2ixdB1A6oYaA3hzRYQAMflt4FaJ/VC9E6Ye+0nNi8UN8+i2ueqZJMYUUT5cLx0sbRIu5IYcP7Ak5Hal3bG8JEufBDCX+yommsmDde2jiDE4G2MJIUfNuUdvBP0JQ/JdC7gJDO6Po09E5gJieIQWq6oR9i90L0TgW1HexYZnZDykcXaB1/H9hQLSdLZfUdMrDPuRP+IQD+LeDTTwC03k8/BDD6P/0WwB6E+GMQfxTijSxw3y+whxSsQQUT6O1AkKcD5zkYSt8CuVdB6lGQu+YpHcp38udbpbUpKBI5pUnOFEHCtmEah1daTistoeHKyNVlZCI2O+NlRtqzguy0tBePT+xPtjE13b5yzerPPt+ybLXeNjUrAwQGYYGxQGGskKbGCC1l/7O2uoa2OhBj4X1I8FVdKfLoaGga6Oga6xvAsrCFqYmRnq6Jga6poZ6hrpaOhqqelrqpoR7KAmGHQTrZWbs52Xu6Onm6Ork7O8Dj6mDr7mTv6eLo5erk4ezg5mjn5mjn7mTv7ebs5erk5erk6eLo4ezg7mQPP+RoawMPCFL+bRbvtAdVPX/N3yEWzuLCYd3F+xd39sKqLxz9/Y9XB2uUky0GNkLDYi/ocMYgbFAmGCsjGICVrc5WtihLtLm5jZUVgHYLYIqGn2+NtLC3Q1shEY4OduYICyd7N6S5o/Z282vn7pRnUXF53Kocfll6Q1WWkFTSTipqx2Y0Frym4wvE9aXtldnCiszG2sIWXI44/yXzzX186gNC+iNyzjNGaVpjVbakPF1Y/JzNK+iip4kqn7GLnzML3nJTXzN/vVd15lpG2J6f3CIuxx95lHIxNTLhl+SUp0+fcXLyO8NifwyO/SEp5cmJc+9OnEm98nX+99+XX7qUc+7Mu4vnM3/6Afv0KfPhY9q1b4tPnEk9fC71+I3CYzeLDn2bnXjhTeyJp9GHH0YdvB++93bYnl8iE2/F7b+bmPL7/uNPU04+P3L65ZGzL45efnX6u7Tz32ed+zbj3DcZ57/OOHsp9cTpF0n77iYduJN04Nau/T8nHPhh15Gfks/cPnz5wZFLD45cuHvw9E/7j11P3H8xOuaAj0eYA/BBWtsgkLbGlrbG5jYGCCstA+NtGtobtmqu26i2boPKV+u2rf4KVD2vWAXvPdqycvXGZSvWf7ls0/KV21Z/BT8BbsOCuXeRbGGmXQTjfxwWn/YPAIZvqny1DkZfmI23rlrzmbWNAxJlY2vnZGfvbGaONDNHIlE2ZuZINMYOY21vY+sIDyz/urh6enn6+fkGhQRHhIdFh4VGLS7phQuiNqzfsmb1epXtGjB56mgbIMysbO2cPL38HJ3cMNb2vn5BMbE7Q0IjAwJDg4LDAwJD/fyDff2CvH0CnF08MNb2Pt4B/n7BgQGhgQGh/n7BPt4B3l7+cNWWp4cvTL9url5wC5ePd4CjgysMwH8Xex3sXZyd3K0x9hbmKAtzFMzGMACbmFqaIqzMzFEIM6SJqaWBIUJbx1BDU++/AfD27aqqqqoaasDZoamiobFdXWO7pqaKtoaqno62sZ6euZaemaauuYahpYahpYqema6prY6JDTy6CAdDSxcjtKfdq6NYAAAgAElEQVSpjY+5Q6CZU5C5c7CZc7CZa5iFewTSKxrjG2vuFmrtF2PpHmofGGNk6+UduXNH8lGP0Jjg+L3BO5N37D8af+S0b3ySjrXTSg3DL7dqL92gtXKjzkY1U01TO3N7fwffGP+4lB0HzkftvxCWDOjXJ+G4987jfntOBe4/H3LoQsTh8y7Ru7aboD9btenLFZtWrtyw9IuVS7/8JP/CALx0GSDSlV+A+R8K8L/Rr9IsvXyZcn0S3CH913UZMFODm18uW7Jk6RdLln7x5bIlXy5bunz5yuVLVyz7cvnypStWLl+1VtkruGXTZqX2u0VNdauG+nZNje0w/Rroa8HQa2qib2qib2Ks93cAtjQ1hAeWf/8OwIv0a41CwKovvNfXFmP+L/Rrj3KyRbo6YNydbGD69XZz8PN0DvB2DfB2hcXeIF93Xw8nL1d7H3dHfy+XIF/PmIiQXbER0eF+fl727s4od2ekpyva39vewwXl7ozy87IP8oNf7rUj1DfMxyna3/HIntDTB3ZcPZl457vTj29dznp5i1CW2kgrb2JWNDfg+NSSemwak5DNIubQ8Zk8SmEjrZhRm1VT/Lyq4Cm5Ko1HKaRWp5MqU+sq3hDLX7OIOd3iulYeDlfwtPDNraqsh7TKNAYuXUgpIpW9plSlNVKLekQkHqmIjs/OT71Lrc5sYlZ0i0n12HQWobBTSO2SMD70i4kVOeePJh5Jjk2KC9mbEL47JjguOigmMiA2KjAuOihuR3DcjuDdMcEHEqMO7Y0qyXvFpeFqytMlfAKHWsqjl/e10aVCvIRX1cytEDKLQRWWoLKdi2vn4pqZ5fz6fCGlqK2hSsqpFFKKeHV5MPp2NeL7RHUdvGp+fT6nJkusBOAuVpmUXjggqvnQTu5prGgiZ7UwChvrMrn4dEFdLtD9iIW8qlxWRXp13iNWXVYjB0sil5Tg8svJeE5PV+cC1KSAWHKIMLNQ/lGW92E6c2wibXT83fsPb7v784c/4GYVRKX1F8iz8yD3WzIpyxwcK/gwnT44VqWAiiZlVcoVwaD4Sr5AUqqmsJ2YBIG2ZwIEPRY3/y6WECAoZ+wDdl5RLpNnjYyWTM7i5oHnGW6fIoDeLBD3hQEYtF4tQGBD0sR8yYQie2gyd1SWOwrot/DjQsk0UIDL56Cy2YWSGVnJjKx0dq5sbhY7L6+C5quhBdDnrFSAYeiFVxnBSi+sYxMUC9VzMlDvDDqipzJ7+xogqHJqunh0jDCvoEJQrXy+Vj7PBBovGKJigTCvgO8kzCvAeV5RI5fB+eGyiQ/FY0ME+QwLWuBCCgm0UCkRH7t508rVw8AS6eDqGRAckbjv2MOnaZLW3pEPM71DH5q7h1jNvV/feykah+7k1EhmoQJW67fPM/pk0Mu84piUCyk3cx/WjJ/NaNv7RhTymONwA7svQ6AXc/VxBfdVXtXrl6/aeTRuTW43u3yulzHTQ+lpKBYR3rCxz4SE1E5OYSe3tIWRLyTn8ElZbGJGK79iuIfRI62Ximq6pfV9bfQRKbevkSUb7Mx6ci8x1Dft0W1qZWG/hAvNT/Q1c1j4El59uYBSWVeaUfD2t+wXtyhVaeTKN8zajEZqEZ9SSMW9I2HfMmqyxUxsr5hMq8nikosknCpGbY6Uj+9tpg22cNKe3Ar3ddHZvkFr22akuamRgeGSL1eYmaOKS7AyBdTTP9rc0tHTPcjjNpWU4ISSHlajtEnSxeMIb/9w29IQsfrzlepbNDZv1Ni4UVNNzUhX19RAzxhpboYxNdZX2bTui8+sLYzDIyO26iGMPSK/y6jL74Ai72CXeZ3x+K74QknvUx6UeL/6t5p+dNx1bduYo8eutQlaZR/HGCSsmIcf6KKxSHk8eimfgsXmvM198YhZU6pUgItbOSViZk5vU0UjKaOJXNJCr5nuaR6T8sa7Gvra6O1tLEl3S9c05JNy02Tnr7ufi9x/ZVl9W+9wj2l/j+x8n+ByH+d0p8Thdp7bw1Lf1/jIwobLounLvJGfxGM/MKTJL7J23PzVOXEfKiDE3i/Q3NbG0d05OMz3/PmjR44kxcaF29ihrTBoW0cnG1v7bZs2L//sMw8M+sEP1189vJX67F7Om8fSRiqztqiVS2iklHUJ66QsbDOjpIuLHWsjfWyrH2zCDgmxk+2kLja2mVYqZZbx6vKg+cG+ZpaFvpqrNXrPjrjpkY+DHd0zYyP9bUIhp7pHWv++h/3wp+sIDY2ju3e18zjfnj3+7sm9gRb+RG9zn5jJI5VKubUtnJq6sjQRo2K0ncUl5vaJ6t5LKWPtNCmzTEot5pS8Tv3x9LvvT2XfPI1/eE2c/yj3+v4nR0Jen4p8djhAlH17ll87L2ad9Pfw1lATZuZBTR1QQwdojaJ1QhSlKFrXCQC4ugXCiRU4kaJGrMBLFmqbQQyY0DJPaJbXSmR48VytWE5snq9rkdW1AC80oxuidwHLLn/gfTUfGliAeuW8NxXN2QRIMgZGNAKJR6HmD1DrRzCiEYjbJ2N08F5VARtwHwTx3oM+6k451DU/x+yFmieh5glIPA6JPkBi5UjGIck41DbdmEWca+iHhCNzDUC0BBomb3iBO6RoGFzgDCjY/Z9gWInEcnb/4ijY/Qp2/wJnAGIPyOk9CloPjMqfrkqtGCwoVlZYAx8yZ3CyWtSSil+gdMrr24BRmdn3ycBM6wamZWBUHoAAKPYBkCZ3Q6SuhfpORV3HcCGH/7hsDt86WSmarhSPFDZ8KOHP4ETDhaz3xUx4RkpY8AyXsBTktjli8zReNEdshs8jZZyu7PqZWjH4btl98ySpvL4VQDijG3zni/AMIzS1Y4HSvkBpl5M64fkHAP/FwPQ+4N/+xMADUMP7Be574NPmjoAzewgGYPC5wAyCofbDDnNZXfskXjxVK5olSOSkFogshajKobeCjc0c8ZygtbOOSszMIZcUCakkZh3u93s/3vr5+oO7P7x68tubxw+f3b370+XLR3clWukbmmpqa29RUd2wUXXzVm11NUN9A4SJKXByWlphrJDAt4nGLI6jrZ29tY0NCo2ysLQwRSCMjE0MDI319VS3gpSZjoaqoa4WwkgfbWnmaIuBWdfLzdnPyz3AxzPAx9PPy93Py93f28PD2cHbzdnP083fy93P022Re309XH3cXXzcXRbv8XRxBJzsBhybnq4unq4uHi7O7s5Obk6Obk6O8MHV0cHFwd7Z3s7JzvYTEittyTB/wpleGIPhHubFTK8dGhiYne1AP/N/HNjDvNiPBUd87TFWdmhzGyQCY2libWVmh7Z0sEbCZmk49wsXYtmhreCmaAtTI1sblLmZsb0tCG8aaJlYGNtcPfNTYXotuUKMzWaXvmPVFkqo5V21+c0lbzl5z2kFr+k1+aL60nZ8QTOxWErFduNyxO8e1qU+ILx7WAcDcNk7QW1BW21BR3WmhJTWRHjJLXlMK3hKq8gWlxW03P8Nf+DY46DY71yDzgfGfh8QcyMs4ee7jymv08W7kh9inI7E73/wzQ9ll68XnjiTevWbgmvXilJSnp08/vrrK3l37xKfP+c8ekK/+SP23KWsY+fSTt8sPPxtzsFvMg9ezUi+mLr71PO4o4/iDj+MOXA/7sBvOw/9tufIw73Hnxw8+ezwmedHz708cunlsa9fHb/65sSVN2e/Tr96I++7H4u++7Ho7IXXpy+8On7m6b6j9xIO/BCdfD16/7XYQ98mpNyI3Xc1fu+l+KSzoRHJTo7+lma2VsZojCnaBoF0QKDsTS0xBqYIdR29jdvVv9oIrMjrNqiuXQ+D6NZVa2AG3rB0+bolS9d+8eWGpcthwXb7mrWL6PsPrIXl4n+gL3zz31Xiv9/zDyresnL1Z+YWKEsrDMbaHo2xMzNH/l37he9EY+xgC7S9g4uTsztcUhUSHAGvKYKbn1FIG1UVTdD5vHbT9m3qpiYWGLSdhTlKV8cQhbb19PLz8Q3EWNuj0LZBweHxCXvCwqMDg8ICAkNh9PXzD/bzD3Zx9QRP9vBdZGC478rL08/D3cfXJ9Dby9/D3cfN1csFNF25u7p4enr4wrLw4k4mDNrOGmNvY+3g5OhmZ+uERtlaWqBhDIav+gamBoYIQyMzQyMzA0OEnr6Jjq6RlrbBfwNgFRU1NTU1TXUtTXUtLVVNLVVtbTVdbQ19Jf0iDAwstfTMVLRNt+uYquqbqxta6Zra6iHsDMwdDC0cjZFuJih3E2tvUxsfU1s/E3t/hGMgwikI4RJq5hpm6RGJ8t5h7gkywFae4bb+0Qhn/8Cd+6L2HvGN2hmSkByVlBJ/8EREEogEbzI0X7JF68stWkvWaazaqr9ND2lk7WHvs8Nnx/6ofWcTjl4NSz4bnAjo1zP2iGf8Ud/dJwP3nw9NuRiecs7aP2KDlvHnqzYtX7VpzepNK5auWfLF8r8rwP8/APzv9LtsmdI7vWL5shVLl/2X69Lly5QA/KWSgUFaWBk8XrF86YoVy5avXqlcyrRx0zZl3FdNdbumhoqWpqq2lqqujjrwPCu1XxNjPZh+jQx1jAx1/rcF2gphYGVuiLQw+gcDw+hrZ23hYGsFhF97lLMDGuz+VdKvl6s9PN5uDrAC7Ovh5Ofp7O/lAtOvcp2vrZerfaCPR7CfR7C/W4CPs5+XfUiAS2yUX+LOsAAfBz8vO19PuwAfx9BAj6gw35iIoISooMQdAfvjAg/EB+yL9TuRHHnzUsrLB99WFbyox6bXVbxrIBW2CwhtjbWdTcCl3MQsY9fltgvwg220dgGeTy3iUQpFrPIWbpWUXy1ilfMohXR8JrH8dW3py5ri55V5j6nY1CYy4MxmZrmAXFhb+Kwy7zG5MrW1obqjkTA5KBzr4U4MCMb7+BMDAjEb1yGgCOm4j4PNfHrVzSsnTuyPO7Y/PiVpR1J82J7YkJ2xoTtjQ3fHh+9JiNidELE7PjQlOeb4ofjrl49Wl6fX4XLK8p+3CuvbxWQxFycVEoTs8g4xUdpYVYd9xSFl9TTXDrdS+0R1MPSKaCVSTmUrGyukFBGLXzQQcpqoxS2siq5GfAurglObzcJl9DRUdTDLRXV5neyy8Q5KF6+CR0hrZRYISdliap6UWSJlljTUZJEKntNLU5vIZQ2kwkZOFYVaVozNxpJxwvd9nRAklC/Qp+WkaUXNtKJ0QpY/NpU+/CFtcDRtcLRidh4nA5IvANQFIPBiZ+bLp2SlU/LUnqHC8Zm80ck6CGz9JUBQ+Yz8Cq7mh3pKakd3jQz0RcHoWzo5XfRx8j5fkPthHDuvwM4r8sY/1kFQ3vjH0qm5KrlyjbBcgZXNVc3LaiAFPBVzs8o6aJArLhqX5Y/OZg9NFowrCsYVRRNQyTQo6CqdgYqn5EWTsoKJ6eLpuXKZvEI+XyGXVS7Iqz9leoH/GZRdycEqI9j2jJudq54D1EpWNmPBHum8oeHfefxnIjFuZpYOQTVzMtzMLBOCmBCEm5n9BwD/Rb8yecnERPX8PO1TwHiOqJCT5ue4EMSYmRQtKLohCMvlH7p81cbLF+3k6eETYefgu2tXyvOX2QJx94dZSNw7dSe1tEMOff28qG0BSqc238vD1Yg7k85eDt1/OuHiHzdyWgNuYCOfCYPftFveJOzOabc6/tg84qils9+u2OjRVu7HFno/r+pjB01MzZHSMxmldynFd1sZ6X1NpS2snCZaTpsQK+GXD/QwR98LuzpZTeL6jm7Oh6nO2en+IakQkk3/8dMPBpvWbV/2xZYlnxlu2xjq5njuwJ7U328LKDWtHDKhOCv9yd2sZ79V5rysK3tXlfcHDZcppJXVFL56+/D7kvSHYmYVoeT1aCeHRcwrzXrIIuYJ6GWNtFJWba6YiZsZbE17fAdtoq2jullfS01DXRWNtl61cu3/zc48efpyRgYNvx8HpuiRCTpHQBFIB6ahP1KzjYzNt6/darBVQ23VZp31qttWblXfqGGgaWiib2ygo6mrtVVL5autaz9H6GyLCPSMjo50DwpzjkxUcQoLv/YUOwIdSaWgDt823vntrl/z3tD6/Y/8sETLdsfBS73dox0isYRLF7BrBJxyHqugkVXY3UKS8glsYomQWj3V3zrcxpawK9631Y904KEJVhe/qItZM9zAVHR29DDo3TxydwtH1Crsn4Uo3dDVt40qATc/Q54Ku0Xz/6XO8XqFzTf5ttezXH7O8ryX7f0wNzQVt7OI/UsHdJU7lVwsOVndcapcGHTrncfXt70vfR987tugw2e9d++NO3rYJ9zfzgVjgtC0tjV1drFxdrHT0FRZ+uVnrg62Wa9etHKYDXVVpdkvq8veESoyBcwqFqFQzMbxSOCXiEFJ3aCEMNpKmuiiTXfRP7bVT7TVT7VTh4SEITFJyiyjYlN7hHUkbOb+hIi0Z48MNbTv3PxlpKd/tK+nvYk9OdLS00rubiFN9EmPJyX4OVofT0p4+/DutdNHf7pyrruJM9bV3CtuGJbyB6UNQhq2gVTc2oBv59eyqzNb6CUCfFbRk++z717Nu/dN/u3LDdmPhbl/tBe/kLPLK385mXZqx4vDgalHg8Xpv/bgsia5pOwbV3dhUEXf/wyJu+bpzR+rG4HCSe0GDt76brDIF4jAzRC+eb5GPE9oBiJwvRSqly7Utc4TmmV48XSVslkKy5+o4E1XCWarm2ZqmiarhZP4ponaJkg81lNIbXxVPkdulVGkyuanXojbDw7C92CaRiDRKCQeG6ng9RWwxqtEQIoUTUKsATDSWUgwBonGIckkUIalM0AclkyAe1qneBm104xuqGlU3jAwx+6DmifmuYMAg/+Uhec5AzIO4F6lp7dvltMHbjYMAG2ZO6jgDSl4Q7Os3jl2n4zVB1+B75fVJ2f2ymidEGdAQetaoHeDqDO7v/EldrJWIiO3z1M7IUbPAr17ntopp3TIKR3z1E9C618uaxgsmQMKcpfgacUnNqb0zuKa52vbIErXPFEqJzbLCJJZvGi6Wgg3ck1U8gfyqV3Z9d1Zdb15lPfFzMEiRmcGQfiivC2tZrySD3PvAszA5DYFWRnApnZ8wmD48CcAL/rAF+Vf2Af+LwwMYzCzH0i+DcOAfnmjnxhYKQKDzVggjz0MhjEE0QYgSp+C0jtDkM4QW2YJLbMEiYwgkRMloAmMJBnHN3wk8Wa5LWOsxqZKPL+yupVGb2bRCZVFuIp8YlUxrjgn/dnjp3duPfzxh1+/vno0MXFXeHiQh7u7va0tytLcxNDEQN/YyEBHQ1NbXUNTVU1DRRXe/QtfF0uht23arAJ6CEAblpaaqiXCFGNl7mRn7evpFhroFxkaFBkaFB4c4OflHujrFRLgGxroFxLgG+zvA4+/l3ugj2eQr1egj2eAtwdMwgHeHov0++8ADNMvDMAwA7s7O7k6OiyOi4P9IgY721kvzqJ4u1jpvJjyhQHYyRbzH+kXTvYqE7+moMgQZQlTroM1yhZlYYM0x1giMJYIG6SFPQYJ54Th0iw7tNViO7SlqZGJvo6BjraNNRqNxKCtbI11LfbvPk4nCMtzqbg8Djabgy9oolV2kUray9K4ec9pRa9Z+a9o5RlcQlErrbKHgesjl3dWZAiynlJyntGynlLSH5Ezn1BL0xrrijtp2EF6WV9dppicJanPaSHmtxJLu6pK2lNfs3++VXHi/NvElN8jdv2y78TzO0+pj940HDj+ytz6QPz+B4fPpV65Ufz1jZKLV3MvXs45ezb94MGnp0++vXmj7NEj2rNn7AcPKT//Wv3Nd8VnrmSf/DZv74W3SWdfHbqSfvjrzP3n3yaffXXwYurOI492Hnm0+8jDpONP9p96dvj86xNXUk99nXr44ouDF57uP/Mk+dSjQ6f+OH7h9bnLaeevpJ67+Obi16mXrqWe/frlkbMP9h77OSHlRtyha4B+919JSLoQGXvU2yfW1sYLbeVoa2Vng0DbIVAOCCsbIzMLLX2DrWra67aof7URNiGrrfuEwTDlLsq/65Ys3bD0X1qg/x1fYYj9b1fYLA2rxPD1U5u00hG9+Kptq7+C7/8MlnyRKBsLSzQMwBaWaBtbR5h7UWhbJMoGibLBWNs7OLq6uHrC8mxwUHhgQKiXp5+9nbOFOcrIEKGqogm3XiGtrN3dvG2sHUxNLExNLGxsHf0DQry8/c0tUEiUTVBw+I6YhJDQyMCgMD//YC9vf08vPz//YP+AEHcPH2sbBwd7F3jfb4By1xHsfHZ2cocLseAuaAd7F3s7Zwd7FydHN3c3b1cXT1gHxqDt0ChbmIHhAxpla2GOMjQw1dM1MjQwNTWx0NI20NYx1NE1WhxtHcP/AcCqqurq6pqamtpg1HW0NHR1NA30tI0MDcz19c10dc3UtU22ahht0TRS1bfQNsWo6yO1DG30TB2MLFyMkW7GSDcDpLu+lZsh2tPI1sfMKcjCNdTcDYyFe4SlR6SVT5RNULyVTyTaN8LSPThy39GIxJTA2MTgmMTYvUd2JKY4+YdrIjBrVPW+3Kjx+TrVFZt1N2pa6Fq4oFxDvcKTwhJPxBy8EJtyKXD3Cf+dx7ziDnvEHIIBOHjf+fBDF8MOnEK4+q1W0V2yZsvKNVvWfrVlzcr1Xy5Z8a8ADCTZ/60A/2v0d/kn+l0G/g6g3/9yXbpsBbxgaenyZcuWr1y+EnAvPKtWrPxq9ZoN69cqnc9bVLZvVVfbpqRfNR1tNT1dDUMD7UXbMwzA8E0zE30LxKcSLLgKy8rYAI4BK3uw/km/i6Hfv2zP9igXR4yLI8bVydrTxc7bzcHH3dHH3dHbDYR+fdwd4axvgLcrzMCBPiAADMOwv4eTn7tjgKdjmL97dIhXVIhHsK+jnwfGxc7U39M60Nvex9U6zN/9YGLsyZTklMS4I0nRJ5Ij9+7wOZYU/uT2lbLsJ1UFL8qyn9RVpJbnPGYScqV8vJRfPdhGG+5gSDjYtsaa/lYKDMOc+jwho1TKr24X4HmUwuaGyhZuFZ9aRMdnUnDvWMQcMau8rQE70kYdbWcMNpNhqqRUpguopYXv7jc34Mb7BB/7ha0C4lBXQ1tTPbO+sJGB62vlitjE3366enBPxJHkHSlJO/btDN8ZHZgQFbAzOnB3TPAnAI4P3xUXEh3qefro7uLsFyIugceoErBxXRJar5RBrc0GuhO1CHRWcysqCx4Ryp81sYDSy6vLE9FKuhrxwGHIxgrIhY2kgiYqyAZziblwQriBkMPAKZ3b1JJmWjGvNktEzusT4loYhTxCWhevjFOTKiRlt7FKpcwSZuW76pzHlLJUMbOqgV5ZSywpqswtIZTT2kUtsimhfL52bLzm4zRuer5ySlH0YSZr6EPm4Fje6MeSSWBdJiqLkeFi5yo50H7zx6bKJuVp3UP5Ix/zRz5WTMvLp2RAL10ASJk7+P5pk+Quq+E+rzF76H09BHLFdxp4rzq6CBBYGkyGoHKZHCxDUvYt1yyAyuhKGei7wivX8NZACzjFPFY2Vzo1Uz4jr5gFK3/zRmbgpUdlU2ANUsUMVDYFlU4qiifmij7OFk/MVMzO1ywAlq5eUOAU83CQeFEB/gcAV07P1Cn5nKh8z0wgXM9n9fX/SCI/lzTjZuc4yrddPSermpmtV8JtHdwdrcTpxVwx+CzTs2VTM/DKYpISmEnQAn4arETiLyg4U5NdEDQAQTmE+rjDp0yQLm6eUb7+sfaOfgHBO+8+ySgkcNOqGvijELZ5gjoM3S4m/5JTde1FxoGvb7jGJBt6JX6T1Rh0p87nD7HVQ4nad+TwgveON0t1gg9Z+4RFBHpTCt9+aCa30Ut7xeRWbhW39g2/9mUzI6tfXDksJXRL8F3N9f1dnNEx6eTs4PB4L7e5oYZGILApgu628ZkJSD6f+eSp7sYt5hqaKXHxP128VJGR8fv33+/w9bI1NrDU1ti/I7IqN2u8u2O0Qyqk1FIrC0X06iYarij10dNfvyl48zuhJDX/zf2yzMdCWgUNl0mvzuoS1glpZQx8poRV2SskNzNwrRxibXHWwd0x+hrbVLZs1NHWNDAw0tYx+Grtprj4Pb0DY/MQ1Ns7MiGD0rBES5+Q5ZvVVVR0Nixfp7lqk7Waof6qbdYaCGs9S0tdhK6K6uZ1Kzes+0JXZ42jvX5koIuHI1pXT9MjIMgtMt7IO0zXN84m8XztCHT2DXabW9Tr+qbvX+d/tkkz+ezVgbGptuYWAZPSxCKIGqoptamM+vQuSXVHE264g9HbTOuT0Me6eBJWJZeUO9lHXxjjTHQTP0oJso6GPiZBSqqhlRWIecyu/mFur+wNcSD0QpllQlrMDyzXk9mfGYf4XXp6/BUj5hY25HZhzPPKwKcFDrfehr7DX+V9eNQLHSzqOFrY+VAIpXZCKe+IWvFH1aKTt4Ukm8QdU/cK24Ky22igZ+/t6O5t6+hsaWauhUYb7UuKLcx51ybiSfkcEa2+lUNupFa0CohdzWRmfb6Uj+8Q1vZK6vmU/F4hflBC6G3EtTKLOtmlQ001/Y1VLdT8sWZyDx/Pqc7sERJmBoQ8ctmlEwe+u3Q2OijUAWnDJtHFDdwuCb+rhTnax5MK8UIW+O/bnuhAa4Tu9XMneJS62ODA2OBARm3N7Mhgl7CBjCse6RRODLWIWWDzFhuXIaUWU3OfFv3+3bsfzj4+v//t10cKfj7/7nJK6c1Tkox7t+JcKr89kHc+tvRSQlvmrVl29TSXPMEgfRu748aOBIjfCvG65ORWwFT17SDFSuz81AWNb4FqWxZqQcuxsuq5HcRiSW0wA0P1UhlePFspmME2zmAbpyv40xX8qcpG8GR2H+u3HPaD3PEK7nS1EKJ2jJVxZvEiJS8B0Xi+rgW0RtO7QG+WeHKspKHtLX4SK4DYgxC9V1Gn1FrBhiSlxNqgDAbzhpVR4fcQd0CSR5Kxe6DmcUg8Boi6YwasOxKPAaJuGoGEw1DjkKJxcIE/qGgEIxcMzvMHZI0Dc/x+eAw6O1cAACAASURBVGZ5fbO8vpl/vcI3Zxk9EG9Ywe6XM3uBN7vpg/BdbW9ZAwgnc4eghkH4IRmjR8YAQdk5atcspVNG7pwjdczWt8/Utc0SwUDMAdGralldO9jtxBiYJ7aDHxfovRBnCGL3A7Rm9IBQMaUD/lbBgaL8hmmdIG/M6IYoHQskaU9mXX8eZRLLB49SOoDqTmgG3FsvBd8hXEVGbgePKuu4FcoItIIC6rX/HYD/SkQr7dAL9F4Fc0DBGlT2jf3JwJzhBdagMq6sZGC2koGZQ0AKpoMlVeBVlO55UruiDjRpz9e1yEktc/XN88w2GaddIeiSi7q76pn8CnwLlUbHY8nVJTxabQuXQcdjS9NT0588fHH31tmUg8eTkw4n7j68d8/+xJ1xO8JDAnz9vT18PT283NxdHZ1gydfe2sZRae+0RWPgs6ujk7e7R6CvX1hQcGRoSHR42I6I0PgdkbviduxJiN0ZGx0dHgKT8I6I0Nio8Nio8JhI8JwdEaHgEB4SHRYcERwQ4u8T5OsV5OsVFugXGRIY4u+zOMF+3ovj6wnekq+nh5+Xp5+XJzBzKgeU2bq7+Xi4wwdPV5dP4rDSUw3bp10dbF3sbRZtzIsQCxueHW3Q/0MBdrG3UeKuJZwEdneyh43ZsJUaVpWtLcGj8N9xdbBxc7R1skWjzE0QhroIQ10zIz0zI30tNXWkmRXKHK2xTefY/rO4YnLBuxpqdXNNAZ9YIiIWS6pyBMVv2AUvGWVpXFx2U3EqpzCVU1PYwqodouH6SzMas1/Q89+ws18ws18ws54zcl+xK7Ka68v6qJVD5LIedkUfKb+1OkuEzRAUpvIynzPevWBlpTde/7bgQMqj05cy0nKbn6ULguN/tHI6mnDw8ckrWccuph87l3b2cvbV64WXruSeP5956VLOlSt5P/+Me/CAfPcu8fsfKr65XnTxau7JixknrmYlnX6589jT5LOvD15MPXj+TcrF1JPXsvedeZ58+lny6Wf7zjw/cBaUPx+59PrYldeHL7/cf+5x4vEHu4/eTzp8PzHl3t6DwPy8O/nXfSl3j5x6eOz846Pnfjt8/t7h8/eOXrx3/Pzts5fvHTn5fXjUQWenIDsbTzuUE9oMY22KwhhZIHWNTNW0dTdt11i7SW3NBrU1wPysunY9DMCLXmiYRTcpI8Ebli7fuGwF7IvetHwlDMD/rgAvouw/Dos68N/pd8vK1bD5GcbvxQAwyABbWmFsbB1h27OlFcbcAmVmjoQBGGZgJMoGjbGzs3d2dfPy9gkIDAgNUm7ohfO3VpYYfT1jDXWdbVvV1q3dpKtj6OsTGBwUbo2xNzE2t8bY29k7BwaFubl7m5haoNC2/gEhcADYzz/YxzfQ3cPHzd3b2ycAhmQHR+BndnRw9fTwDQwIhfulvTz9XJw9XF2A+xo+w41WcLjA3s55seDqU/Mz2s7GGiw0hknY0gJtZIjQ1THU1zM2NjLTALHkfxlNLX04BvzvJVhbt6mpqWppaGjBAAzoV0tfX8fYUA+04unomKhrGatqGm3TNN6iaaSiZ65taqOhj9E2sjUwczKxcjNFe5iiPQxRHvpWbkYYLxN7P3OXEKRHBNIr0soTWKAtvaLRAbG2ITut/KLMPIKtvEJjU06F7joQkpAcuetATNJh/8idJmin9ar6q7Zpr9yis2SD5mZtKy0zJ0unIKeghMCEw5H7z0TuOxuy54RXzCGvmEOAfmNTYAt0UPK5kP3ngvYe08W4LN+ssXzt9lWrNn+1ZuPaNRtABbSyAevLFSADvHTZ/xuA/2y9At1Xi/QL/MwrVv3HgUu2wF9Wtm0tX7Fq5ao1q1atAS9YsXLVipVrVq9ct3bNxg3rtmzeuG3rZpXtm/8jAJsY6yFMDeCBjdAWCEOkhYmFicFiEbSVscFiCRbGEuR+Ydvz393Ofxd+YfR1c7Zxc7aBvc2+Hk6+Hk4wBsPQGx7kE+znEeDtGujjFhrgFRboHezn4e/lEhHoHeTtGujlFB7gFhPuHR3qGR7oHOrvuCvG/9DeqH27I2LCvfcmhF+7ePLmNxfPHU2+dDLp9renrp/d99sP52Hbs4BewSIW8KklhLI3TEIuqfIdNu8xk5DdysP1NpOG2unK/5clNTdUNjHLYOgVscppNRnd4rq+FrKIVd7Kw/W1kLvFdWB5TAN2sLkeVoDZ+CxmbRYNlylmYrNf/SqglzFq8yi4LGptboeYnPrHz4eTwnLfPpr/2Pfs/s090f5njuzeExOQFBcSF+6zMzoQnt0xwXsSIhJ3RgIROD40Idr37s+XRFxCZzNNzKvtaqEpy6uryvKeNDKBNN0hrJU0lJOq3pBxr+k173h1OXDQTsqplHIqBeRCOBXcLajt4FW3srGd/JoOXjUDl16d94RcDlKdUhZWQi2hlr1iYF+LqXkiSi639h27+i27+i0H/45LyGLVZFKq0gCc1BXiCSV5Ffml9dW8ga5W+TRrcgI/OlozOVM5PVc2LSscn8keHs8aGCsc+Vg9A+qdiBCEW4CwcpDvxUOgw7lwfCZjYDSzH0zlLNiLi52ZJ0EQC6ipQPLFzcorJmeKRsdTu3tfSNvv8xq/rqk9UVic3j9YNDVdDUGls3OVioX0oeGyORn+T/MzfID7n0unp6rm5VVyRenUXOmUvGIGyh+dyRmeqpwD0FsxA2FnYQBeKJmUlUzKSqfmsHOKagV4t2DdEajRWsD/Tws0QbFQrwTaGpmcoFigKrf7wiVYT4RNd5is3MGheiUVV8/JKP8KwIv0S1AsgF8HlDufKmZlhR/Hy2dnqufnyyY+0iCoAYJ4EMSanWFNTgpm5toXgNESS2nce+SyoYUjxskf7eyvj3S3C9z5uJhM7l0oFX8kD0E3svBXnuftvPy9Y0SsOsblcx27awXCHa8Elnc4m39q1HjY6Vc2i/oJ95mhT9ShM8cOJGbcv/FeRBoQUdlUXAOzNv3VLTa58H0Pb+J98+zHHoV8bPzjUHO7pJZG/v3168RjZzwi4238IpzDd166+5zfMZydUWiiqa+ydvPZg8clbJ78/Tg0I4NkCkgub2axnv76a0xgoKGqqrG6+vG9e3GF+WImeUDC7xawyzNfvXnwCwtf1sGn4vJeF6X9TixNZdXmdzfVL4y3jffw2MQcXO7jTi5eyqpuZdV86BJ2iTnfXzlrrKe1bdN6CzOwznDjhq3rN2z1DwhNzyqsqKg9fuGbr/RNP9+u/cW6bevXb1fboKK7QQWxSRutZoJUNUWoGG1bs3ntilUa6tsskXrObojQEHsnG9Od0cG+Ph7+oaF6KFukX5hTbLK6S4DPobPhZ752iNlDauksrqv75eF9EoPCZlGpBGyXmMOnY2mELC49j8/KFTcUClkFHU1glZSQViaklzDwmVTcm85GbJ+oakBQOdlBne5ksfE5zLoSJoPMb++vEY6de0zVC7pjFPEm4QeBUehtVdeUDSjPz3Us9D327bqRfTyVHHgr2+12RjJWcJo2uKuoKSlHHHy7JvhGse/F1OPPCTdL2N5nf1APT14bfPwzk6DPTLyir97+8fW7288ff33jwp271wryXooE5I/v2/raGoVMopBW20SuYVQXfOxvbKAWCjmlIm75wmSLgFEk5VWOdVInepnyYf5kF6ObVzkgwM10MybaKR2s0g4mdlhC7mzAjXexucT8oncPj++Lv//TjUsnT2EQVsf3Hx7r6x/saBGwaiU8vJhbOdbP7xBRGhm4mGBPhLbq95cukLDYk/sO+Du7Pvrll26R6EN/VyufLuGR+tsaRjoaPkpZDeVvX944/fzascyfL1Q8utmByxmlls/zCGOE3J7iZylolYILO3NOR5Veimt6/f1IXVFXdRHULLh/6MB+O+cpChcSD0Kc3plasby2RYGXLtTAAeBWSAnACmKLor51gfQnbilFYAUR2KHl1SJ5tQhYo0GDNKiJhkjt48Vs6ctKyR9l0xV8qL5tuoI/WymYrRTMVQnhgWl5Bts4VyWUV4vAemF6P4Rv7X5L6HtXD1coz2CFIItb364gSucJyp3DlC4Q4uUOv6/gdRXSF1i9EH8YGKQb+qGWCYDBMADDDNw08qfCPLpowFY0DcsFg3P8/hlu71RDj0wwOCscnBEM/DVN4B4ZdwBqfK/gDck4/UBYFo/3YHnCrDqgMDe+h4PHsJI8zx2EfdegUErpvl7gDCxGjhfovT15jP4CFkjb0vrA56L0grXJfwrpcJQavoLvE+CrEmLrpeA7J7Z8WjFF7RwpYnZnEEEXF6UD1I8pV0/9tYMKfiH8WrCKqfN/oO+iFAwfFLSeeUb/PHNggT30iYGVRmjghVZmgD8lgQH3KocJwBg4xqk9QGcmdcLd2op68AOKgt4+TW5e4HdDHR8+MCT8omp+BX6oRcyur6JUl/BI1RxiJbE0N+/1kye/3jh9MOnEvt2Hk+JTEhMOJ+86cmDv8ZT9x48c2Je4J2nX7l1x8XHRO2KjouOid+yMjdsVF78vMSl5T2LSrt2JO3ftjk/YFRe/Ky5+Z2xM0q54mHvjd0TGRUfERoXviAiNDg+Ji45IiInaFbdjZ2x0QkxUXHRE/I7IhJiohB2RsZFhkSGBwX7e/l7uAd4eoQG+kSGB0WHB/3ECfX0CfX2C/HyD/f1CAvxBslE5QX6+8AT6+vh5eXq7u3m4OLs5gfzw4sBBYhiDXext4IFlYUcbtIu9jZuj3X9TgJ3trGG/NKzxwtFlD2cHZdOVjQPGxg6FskUibZFgeZISrVEu9taONiikmTG8XBNlbgLquCzR2mo6BpqGibH7izIr66saijLqQPNzkaCupBlfIC59xyl5y8FmNFak8/NfMSqyheVZAnxRK7WqF5ff/O4J6c3vhLzXrMxn9NxX7MJUXkW2mFDcTcEOEkt6sDkSQqG08BUz41G9UiKmPbtT/eDHige/Vl049ebXn7HpmeJfHxCDYm66BF2KO/zkwIV3+0+/OnU1+/TlrOPn3527kgOLwN99V3rvXt2DB+T79+tv/oi9dCX39Pn0k2fTjp1JPXE58+DZN0nHnyUdf7b3xLPk0y8Onn9z9EraqetZp65nnbyWeeKbd0evvE25+Org+Rf7zz09cuXF/nOP9558mHzq0YETj5IO39+579edST9GxV2L2fVt3J5v4xOvJ+z9Zvehbw+c/Pnohdvnr/525frvR45/6x+w09ba0w7jYY90Qhlb2SFQKEPgfIbpV2l+3qS5bvPfQXTRCA1DLJwK3rhsxYaly2EM3rgMrERaZNq/q8GLYPyPwz+eDKM1DMCLDViL/y4AYFOEJcba3twCBR+skNbwAYW2/bv86+jk5uXtHxgUFhIcERQY5ucb5ObqZY2xNzYyg2ufN2/arqaqhUHbhYZEBviHWFliTIzNgQkZY+ftE2Bn72xohIDV4MCgsKDgcG+fAE8vPxdXTydndzd3bx/fQG+fAFc38Dft7ZzdXL3gJcBBgWGwCGxn6+Tu5v13BdjO1snmb7l6NMrWyhJjZYmBE79olC3cjGVliTFDWBkbmRnom+jpGmlo6qlr6Kqp68DFV6pq2mrqOvDN/wzA6toamtpamnpg36+mnq62gaGeqYmhpa42Qk3NYLuqoZqWqZqO+XZthIqeuYYRWtfEXs/UydDc1djS3RTthcB4m1iDMbX1RTgGWLiFWHmEKek3Eu0TjfaPsQ7daRu+28ovytjF38orNOHo2aD45PDdB2L3HgmM2oVy9FLRRazepLlqs+Y6FYP16qa6lq5mTkGOgQm+MQfDk05FHzgfsueER/Q+l/BEt8i9HjGHfBKO+u05EZB0KnDv6cC9J313HVJBWIO1SetUVqzYuHrFuvWrFwF4+Zcrli9ZvuwTAC9ZvnLJ8v+WAV4E4H+hXyDprvpvA/D4z1mxYtXKlatXrly9euWq1atWrFm98qs1K9avW71xw1dbNq/fumXD9m2b4OZnWATW1dEw0Nc2MtQ1MtSBLdCwCGxqAhqekRYmYOvvnwM3YFmD9W4g3YFBGlujTGwxCHsbcwdbC0c7Syd7K/jq7IB0cUS5OqHdnDFg9ZErKH/2crP19XTw83L083L093YK9HUJ9ncLC/IMDfQICXAP9gcV0CDW6+Ps7+3k+X84ew+gpvK+7d937117r4CA0gTpvfcqvTfpTVGx97arq669rL0gAor0GiAkISSQkEJIJZXeOyK9pJx3To6bx+e+n2fm//5nvnPmcPiRKDuz4yfX9b0uW3NHKxNnGxNvV+uIIPfjh6Me/XXpa+bzvOyXme8fPfrryvWLx+7euPDu+YPnD+/8fj7t0+u7NcUfct7fK85+1gDPqSn+UF+dzSRUsMmgm3egFd/ORNFwxVxKFbupvJuLHu0mjvWQxnvJ473k0W5ifyuorzKJJS3kstFu4mg3sZuLHukijHYTO9kosOiIhx1twzMbi+m4QgLyC7epkkuuHu4gtzHqxnvodEIVAV3UxW0kY0vPHY9xtNr/9tmtZjziVGpMRIDbmaNxEQFuSVEBUcEH4iJ9wYnwSzgYkBQdlBIbkhwTnBQTeO/maTy6sItPELCwXGptKwv8hya5voiAyu1swXSwanu42DY6nIj6TK3PbyGWDvHrB7iYLgZC0ATjkys66TV9YIJrXTu1uoeFaqdWc4llLFxRfcWH0sz7xRn3CfBsDqGcR6hoqPhQV/SSiy/qbKogwj6wsHm0upwm1Bci6jMFW0BtLCNgihDwPBgShqKQmEMD3RIRH5DgZmZQM7NoMQBbWC6ZWSyYnC2anIPPLmGWAbwYlGoRIgAuAqqF0lkC/cbF32Zzh7/lDo5Vziw2AAADAPIHxxqlS7+1C0Jot5YkjZVCCcUoobhmcblwbOIlh5c3Mvamrf1NW/sDGv19Z9f7zi7YwiJaApqrpau/YAEvWgJKwRUzc9ULoDW6fHq+ZHKu7PvSl/6J7N4xxBIAmxFVzUngC2AKV+WcEMTjRTB6GtJ+MVL6rfsBwCAJ10kkskGLxbIB5Vzp4VqRCLm8XLO4WLO4CF9YwElJOLd/4GYd5jmdQZT+Bcu/TULB0TI3dZ1QBO0VwxeW4POgmk0A3xT8jAD61KB6fg45P0sEJC1SEiZMz1DnF3sAYAAAuhfE+Wh86tU/zTwCtWw9jH2i3sLJdd1Lt/IaaLPAwzJc2IU7ViExK+X3/KaovkLV/NTXJpeX5F1/EtY+7lArEFlWCPUeE/0fFOVgmmFlhTVf35Z/+pvb3ECmkGhcfv/IxOjk3MDINIPdVYUivs0uOXfjWVjSBeegIwZOkfuswm0CTrrHXLcJPh93Ob0c35uQfH79mq1fMvLEi8DS9BIgBMBZkgin50ASFgHAopBBbL559Q8nGwd15b0OJiZHo6PqYRXL4yPTA139PGY7ndhYU4qrKqCgywTNtRwSvLsFuzQuaGcgM/++1tZU04TIb2tC9rXgWQQkg1D78eVjU939Opr79qlr6Osbau3X27ZdfvOWnTvk9qzbqrBi3bZftu3era6jqKi+Y+MOA3Vdaz0LxY1KG/+1XXW3zs6dqus2btPS1XHzdnI6YGlprRvg6WSsrRnk5+vp5WPtcsDGy3+Luo6eq5dNcHjo0eMWHh67NdUoTGJHJ4PPIfAYWC61bqiN0ojMwyM+d3GQPFo5g5hHJ+R2sOF9gjoetbKLU9vHw7QQSznkUgGlfJCN7aQieIzK+sYCSjsZzuG8qhXEP8ZrR+bu9ftiHFOkeuCuqsPhfXb+a+Tl9G3tNMx85E1CNIMvBDytOFzVloTqS0aPXCDPBb3Gxb7AeJ95ZxJ0OvjYnXMPP/qmnF5r6LbCLGVTxFO9o6+Dbn468tfrzIpqEpU4NMBvZePb2A2tTCybgmQRqlsIVZzGKg4BRkbndLIR3/rJ3ObyTlZNU92XLiZ8bojax0ENt2L72ajWpvI2cnkfE9FDh3PxRdz6kq5mVDcNOT/EGm0j9fNJAe62Z4+mpL94eepwmvIOhbxPmX2tnJmxbj69jt0MZzXB2M1VYElbMzYywNPe1Pj2laulX/Ie3bzrae8cHxqJrake623rFtAFTDyPglro5yA+PYF/fMJHF43Q0HN8wiKPIOI1DjeUjjcUzeCKbvqbVlyPhV2LKT4TVH0jmZj+kJL7oQcJe3E09Zi9yzACBzB7JxGMRawARE1MJ1DXCfqfwU5gafyV1HAL4s0/Zb8gquE7hbW8JSRHjOYD+C6Q69CCJXjLYjWr5xOK8aQAxNfmYQDTBtR3fCsigebqulZJLV+E5C7XsKGTi9WshSrmIow1X84QwbkAun2ujD6QiflW2ATgeiWoVtmAC8l17aAuXd/JeV89Ut4MEHuXGzoA6vBiQztAHQLtyrRhgP7PsEaBlrEfRuufwZg9JmGPStijQvaIhDcu4o6BPUCc0SWudPhjQv64mDMBuq/ZkyLmOMD5DrAnl+mjlEyUkDEGjYg5LmZNiFkTIua4kDmyQOlfau4DY5NpA2LGEJjVzBwBGCNAU/9yYxfnEwLUe8n90pajASG2HWTFfwaC4R9XUAHuBn+ZuM4fg+8Ck7fpo8so7mghYaKEDDYwE3vBh9i2H5844DrBH4EyusGbLoDYKyH9DyMm9vzniIh9oqYhMWUYlHz/i4G/AcxJ0P9MGZGQh8SkQTFpEAzEAiOsR8SkQSF5UEQcEDX2g71TuG6oa2q5oQNsMMZwl8ldQlqfmDUwgec25Vc2lldQ6mpaqY08Uj2mLL8k8032q0cv/rqeGht6JjXuwvHkM0cST6bGH09NTE2KiY8KT0mIT0mIT46PS4qLTYyNkU1SXGxyfFxKQvyhxISfJyYyLPZgeFxURHx0ZGJsVEpCbGpywtFDSVHhIdERoRAAQ2z8g4HDgiNDAkP8fSAAPuDi6O3u4u/l8T/Sb2iAr4x4oZsAH29oIB728/L09Tzg7eEuFa4dnO3toM1h6CoL03KwtnCwtoBkYUgTtrM0c7C2cLazhvTh/7xCKrGs3RdaGHawsrK3tHa0tne0tre3BGHY0hisQZJStJGNubGVqaE0SFUbysGyMjGxt7DX2qtzwM4bXoQmIBmln1Fs4gCqmFZbwqor5aKKONW5rOocZk1uS9UXRsmnJkQRr7a8DV3RUVXAyftIynyFzX6Nz/1ALslmlH1hwXJ51QWt6PKe+qoBVGlPeQ6nOJta8JFU8JFc+YUJz+UWpVPe3kP8dSn//bOGetRYXr4gNPqBvfelM7dKb71tjD2bmXzm07mbJedvlFz4vfj6Ldjl68UXLxfce4D69In59m3T46fYm7cqL14uOHEm++TZz6cv5h4//znt4pfUs5kJae9ij7xOOPE++fSHlDPpp/7IO3Mz78ztgrN3Cs/cLjhx48uRq58OXUpPu5Zx6Nyb5DOvjlx8f+JixuFTbxKPPo07/Cgm8V5s8r2YxD8Pxl0Pj7kYEX8x9tDVlLQ/jh3/89Dhq2Ghhx3t/MyMHMwNba0MQP+zhbaRkaqmxs7dypu2Km7YrLxpq9KWHUpbdsgyqGTKrQyJITv0tlVrZAC8ffXan+dnuP3Z5Pzz/fbVa38+Bt3LkqWh95IpwGAI1l4VDV09I00tXU0tXUj4haRaQyMzQyMz6Tq9mYmppY2to7uHt68fuPrr4x3g7uZlZ+tkaGCqpqopt0sRSn7W3Kfj7OQe4B/i7OSuo22gpalrClYNGdvZOxsZm2vs07a2cYDoNyg43NnFw9HJzdbOycra3s7e2dXN083dy9nFAyJYC3MbqG3Yw93bxdnDwd7FxNjC3s7Z1eWAo4OrbH3A0sIW8kJDO8CGBqb6esbQK/yIvNLS096vr6tjqL1fX1Vln4K8MgTA0MavnLyynLyyvMKe/z0FWlEap/cDgFX2qKvt1dRU19uvZaikpLlDTmW7nJqCio7yPiMFdf2darq71AxUtG1UtKyhUdO122fgqGniomXmpmN5QMfGS9feR8/BV8/R39AlyNQjzMw70jIozjIozsgzVMPG3cjFP/r4ea+IhKC4wyExh8wdDsipaK/dpvjbBrnfNsht2KUmr2Gibe1p7hHuGpLsG3siJOV86KELntHHbPxirH2j7QPjncNTPaKPQ/TrlXDaK/6EW2Tydg29X9bvWLtx16qVG9f+tn7T2s1SBRik3//fAPwz2f6PALxmjTTwedWa/w7MqyD03bB+9cYNayAA3r5t084dW3bt3Kogv0OagAWuAavsVVRX27NPQ0VdTRlaBoYWgLU0VfW0NQx0NY319svGTE/bXF/HwkDX3EjHWE/T2GCfiaHmfzKwnbWRnbXRf6NfB3MHG2NnezM3J0sPF2uIfqX9Rq5Bfm6hgQfCgjyD/Nx8PR093Wy93O18PR3d7C09na0DPB1C/VyjQj3PHo/L+vCY0gjv4JHrUcXZ6c/ePv/ry8cXhV/ep796fPf38x9f3in49Pj53fN5Hx/iEbmlX55XFbymYIsYjeXN9YUgPTKQAlpNDxfLIpW2MWtGu4lDHfihDvxIF2G4s7GXj2lj1vColQJ6dTcX3cWpHerAf+untDLgLeSyb/2UHg6Il42ILAIyG1+T3cPBDLQSlifbxrpp00OcgXZKSxOildlw+2pakLfN4bigj68eXDqVkhQVkBwdGO7vGhnoDoVgxUX6xkb4xIT5yBg4KTooMTogJ+PJcA+tg4tv5zT0thJbWZihrqZmfGkvD9fFxrKI5Z0taB4FVlP0koDM7udjKbU5XGIZh1DajP7KbCjsYaF6WKgWfHErpbKTXkNGfi7OuFvw4XZp5n1osLBMdNlHYs1nEvxzI+yjgFg6yKxtqS/k4Ip5JHA5kITNb8QWERrL6rCFpVW5RbUI5sjYIACwFpcwk5M4Ibi7WzG/VDSzkDcJhjlXLUpIAEADAKIEQM0KQfkXAOm3bG65aHIub2yqcHy6aGIGtQxG7MJnl6pnFq/X1JWOfquXyr8ytzB8diF/d8DKQgAAIABJREFUZAw2M4eXwiEJ3BBeQgFA2exc5eJS1sBgyfRM0fepOimIgnZoobhmSYgSSSBHdPn0PHxRAsF23vDU+9a+d4Leyllx2fcl2Oxy1byoal5UOSesXhCiRFLQBUAfNVQaDLmRITe1jH5lNxAko4TCWpGoXsqr4Pby/HzF9DRsZga1uIQRiUkAgBVLPra23WnAZXZ0MqRfyhaJoRgtqCeJDIBtT1Xzi7Vi0NcNW1gEN5DFYHw0VJ6EXVwgiEQtUjWYODfHWl7mCYWtIuEQAOTiSWbBUev1LTMaWDDBt0cVZOIE8KioXtMpYN0eLUVtvV92KK5Qswh/Xqn7F3LLLfJvz/q2ZC0oZ01aZXWu8TzpEn/q8dMnDVVFZ1LjCI31XePTzKE5BHXgQQYi5dLruHMvIo4/cou+5hp1PfjYU6/Ee5aBl1WtD6naHTXxu2obcTftHhzFXLzx8NPNO88WlwGJBBAuA4AYmJ9ZBsSAZAkARIB4UbS8KAYkACABZqYXac3M+PCDO9dv2PB//uXn7Pz3nTvUhrqpwe7vfW39PFobtaGb1Yguy8x+dZuBKxvrpNCxxXxi1be2ptm+FlpdaW1J1lAbvaOl6cHNK3sUdu7ZrbBbXkFNTWO/lp6cvPKmzTsUVTS3yqtslVdZt3GHmqqWm7On7n7D9Wt3ye3W3rRTKyDqeOSRS4ZO3rpWDi6+fp4Bnu6eznYWFmG+AfZWdvZ2zla2TtYuBx69+eAeEurg62vv6aasoZyR+aow791AR1M3u47fXN1cX8prRoKFyY1FHEoZm1LSwYYT67K6uIihzno+DdbLRw914CnYAnJdXisVySHV1Fbl1BFK8W1k3NDAtUKM/amc7a5PVDwzwy6SfJIzrbxPaxu7mVrY4vEN/f2DUwsAdwhIe1q6wiBsQ+CNC/jZJ+1A2EdySjru4K3PHglXztx6c+1+uqNv/G5thxW77VUP5SoeKd8c8Fg/7sGJx/lNrUNsPq+2pphBRvCpiDY6QkCFtzOQfdKu4DYqrINVPdKN62DDGcSCPn7tcEd9B71SQClrp1V2Mqp7mDXdDHgXtaq9qaK9qaKDUjXIxE51Uqe6KIO8hnYqcmaYa2ei+eLBrUe3bhd9zks6GBd4wHuoo22okzPcxehvJ34foXfy0N183NSwgIZH2ZkYedjZP7l1X0Djsoj0g4FhWnv2vnn6iEGur0eW9bfSRnjk1zfOYPI/DDGw33hEUS+zn1wzw274zkCJ+FigHfc85cDrFLfiqwdRd5Ko6b9/a4QN42sqHt9JtLb0VtEgf8gB2seBlhGQb0F9shecBmkWNNgG3AmGY5F7QM/tf420BgnfBWIYuBvcKUJyR3Jxgjcw1rOi2dJmsKOoumWujArUCgAkD6jvFNdwACRPXMMRVrcIq1tEcLawumURxpgvp0ngvLkS2mwxVQLnAQjBTFFzXwa6/U31VBFlvpwB1PCl28gd4hrefCl9soBMfZA/C2MC+N55OBsg9M0hOKBzu7EHwHeLG7slhB4JqRd0FzcPSpFYyqLMUVAu5kwAXHDrGPROt06BfmneBMAdF3PHxNwxCW9cwp8ABN8AwZSE+x3gTYk5k4BgRtgyAXQv49OrFxmjS8wxEfub7LtLzLFF2iDAngD1Z9mwpHVQzBExpR/gTFJelf4AYOow0DQwhwaTw5axgiUMf7GOt4DmLqA480j2PJIN3UDCuAjNB53ndQJhLU9cBwZxC2t538ubp2E08HdO6IF+7eB/ncbuHz1VUFsVsef/CYDF4FbzMOiChhiYBi0DTwKs7+AwvgHNYD/zDwCmjADUMYA6Lp0xkJCl+VhA4wCk23+vaRFKN6UnUGxp4NkUIbMUmfUFU5xPrCrHw4ow5Xm4qoLirFd3Lh8/kxp97Uzq1bOpx5OjDsWFHj8UezI18VBCzOGk+NTkpCMpyUcPpRxJSU5JiE+MjYmPjoqPjkqIiYYmPjoq9mBkdER4VHiYr6d7kJ93ZGiQDIPjoyMTYg7Kvow9GA6JwJAgHHcwPCYi9GBoUIi/j7+XB2R1/k8ADgv0gyYkwD8kwD/Y3y/Y3y/IzzfQ1yfQ1yfAxxtSgwN8vKEn/t5ePgc8vD3coXxpKE3axd7mZxEYwmBoWRda3HWytZItDP/bDaTr2luZy2zS9lbmTjY2TjYOrnaurvbOzrb2dhZWViYmliaGVqaGthYmthYmliYGEPo6WFnZWVhYGJmY7Dd2Mnd//TC9voqMgVGISG5DJYeIaMdVttWV8qtzWcUZ5NzXDQXvGpH5nCbUYFVeC7aqq7a8Ped944dnqJz3jQUZzV/eEpAl7fBCQcVXbunnlso8Pqq0C1nSDSsQvP+7Nvs9LjedmPMWn/eWWPCW9PEh+v7lAgpmqqKgLT72qbvv1av3qk7dKglMfXnhMeLkjaJT1wuOX/r6+33432+Iv9+uvHq95O17SlZWy4sXjXfu1lz/o+zcpbzjp7OOn/187kpB6smPJy58OXHhS3La+7jDYN5VyukPCSfexp14lXz2/ZGrWaf+zDtzO+/0rdy0G5+PXstMu5aRcvZ18plXaZfTT17NOnb+Xcrx50nHniamPko59vjIiUeH0+4nH/0zKfX3lKO/H077IzHpYnBQsrNDgLW5m7mhraGWibGmgfl+Q2M1LS15RaWNW3atXie3Zr0UdzfvXAv2G8kSmMGyX2njESTJQsnP21evhbqRtq9eu3PtepkXWkbCENPKUPbfbv43AN61boMMuWV/ADAES1NLV0/fGBJ7dXQNoSYkI2Nzrf16UCAWFAdtaWXn7OIB4utPkux+LT0FeeVdO3crKars3KFgaGAKVmaER9vaOKrs1TDQNzE2MjcwNLW1czI2sVDX2G9sYnHA09fHN9DjgI+zi4eL6wE7e2cLS1t7BxdvnwBfvyB3D28LcxtdHUNDA1MXZw9fn0Ao+AoSnKV5cmADsJUl2PprbmZtYW4D7QNbWtiamVqZGFsYGZpBqVc62gbQEjJ03aehvXePuqJU71XYvXeXnNKOnbvlFfYo71FXVFLduUtRSVlNXmHPjp27d+zcLSevrKgEFokr71Hfrbh3z17wumOnwh5ldV0dIw113W1bFXbv1titrKmkoquoqq+gqienCtKvnLqhsqal6n5bDV0HTX0nDX0HDX0HdUNHdSMnA1sfHRsvbVsvPQdfI9cgc89wS+9IC9+DNkHxhl7hKlZuGjbuLqEJ0A5wYOwh75AYXTP7zbtUVm7Y9dsGudWbd29V0NytaWbsHGTpHe0efsQ/8SzYexR3yjk02do3GmRpv2j7kES3qCMHYtO84k/4JJ0OOHTWNSx+za69KzfJbdq6e83KTVvWbt20etOqX1auWrXqVzAN+jdpf+/Klb/+tvpfq1b/CwxnliHrzzdr1qxbuXL1v/7126+/rlwlFX5XrVoDBj1LO4FXrVqzdu36des2rF699tdfV65Y8cu//vXbypWrIQyG1OM1a9Zt2LBh7Zrf1q39bcP6VZs2rtmyed3WLeuhkdsF1v8q7t4F1f+q7FVUVVFSVVGCuFeWhqWjraGvs89AV1NPS11/v4ahDkjCEP1agJXo2mC+n/F+SzNdawt9WytDCHr/7QqJwE72Zk72Zi4O5i4O5q6OFm5Olgdcbbw97P28nAJ8XCJCvGMiwVogL3c7V0cLL3c7f28w+8rVzszPzd7f3c7PzfaPi2nVJVlETEUnj8iioJobq5AVOU/+uvr26V+Pb199+OfVK6dTb1xMPXck/M2jK9lv7pTl/M2nItqZaGj5jdFY2s3B9PDq+lvrhzrw3GZYLx8z0NYw2I4bbMf1t9b38jG9fPBAF6d2uLOxlQFvZcBHuggTfU3dXHQrAw4W8OLySbXZDdUZ2Mp0akPRWHfTZD+DS4GT60tImBIqvopOgCPKv/x9/9qp1KjEg/7nTiQmRQeF+LqE+rnGhPkkRgUmRgckRPknHvQP93dNjQ+NDfOODvE8khAWGegeFexOqi/ls2q7ePgWSjWdWMGjIztYdbzmmsG2Rr70n7bd7Lo2Orwg4y98VYagCUZCZDPqCziE0lZKZQ8L1cdGsxtLsOXvq3OfNcDSv765kfn3lQZYOrLwZWnmfQ65vKb4HaYys7EmB13yDlXwmoUt6KIi2A0ljPoiIjK3pjyjAVtYVJoOQ33NhX3KrshpmRinTc42Tc8SZxew84uI+QXYwmLZwlL2+GTB7EKVSFIrtfviRGAlEk4EqppVIgC2CFQsSEqmlnJHp6XrwbMQABOlG7+XK2sS0jP/qm9ELy0XDo/l9g+Vjk/exRNPl8NetHAyOruzevre8FvTO7qyB4cKvk2Wz83DhSKUVDIFY6XBTWBJrdRiLVWAJVXzIsQyIA2+WsgZ+IYWA2/5PccKK0kAUDY5jwOAypnFgpFvOADIGxpHi0ABuVYkqZOAJFz/D1FDoFsrEqHF4joJmAgNSc3QlQD+CKj9QudrFher5uZqRSLoGFosJktf51Fz8836evjCQqM0BBstFtcsLtaKQL7FSLEZSrpGiSRIoRgahFiEEIsa/nFNg0lgErBmiQQuFUuIwDxmdpQKzAsAgDI3hZsY9z579dT7vMqOyQ94fl3v4p3sSmVTpx2q2vLKKpuV1FZs1wx/jVC7WbXtAW13vnBtxuz29FHnkm+bQ3+3OHgiJiUVWQ07c/okhkStpLS9QbBPv6lLuFsZejUv4MJnr1MfXY+89kh7F3Qu2zn5uXHQTXmrVFWnU9aR96xC79z8SP2KHrx4NwNJYC0AwCIAjE0vT84uzy6IJAAwM7s4MvpNAgDzS5KJ7wtCAOgfnhIBIBjnZXz1cnDbtX7zqhUr7E1Nij9ndXOYU4PdkqmRiR4Oi1CDLs9iEasme5kDXNyogJj/9q/39y9/eXHr6+u7ZdmvEEWfyZhqMhaReDB83apfVfYqq6vvU1XT3LFTQVlJTU1Jc+dG+b27Ve1tnNX26WxTVNusorNiu8oOU3f2AnD6Zd5KDSuboES30ESf0FgXF28rY2tvJy9XB3dXpwNxscmv3n78+/U7Y0vLgNBAbR0N1T07u1uby7687GKgB1rQ3QxEH6+eiClgkMonBmhNuPzetvrRPjKXDhvrJ3XyUCO9hKFuArWxhNpYwSTBERXZzWQkhUmsY7PIE+LH6D7DxI/7w3MsIwqv3KOPjgILYwCwJB5iMac6OkWji/NjosmJZVrrqGAKeIHoXmGU+C+bExFPaq8UMNKe5Iaf+N0tODoo+pCtZ7SD37FdemH/Rytp31H05uhKpagvCp43zz6tprROIlFYckMtA1/NIpQNcDGdjOohQd1EZz278Ws7tWS4FT3Yhv7W19jFru5sqRruwLRRK9iEQi6ppJeN7GejBeQKLqG0l4UaETQMc7EDDMy3tqa5PjqHUM4nVy99aw/xstdWUYgJCaU1Nvm5ee3eukNAp410C0h1lf3t5LEeUg8PtKWMdNO/9bd+fP7ExsjQ3/XAscTDU0OTpV8LbYzNTPR1fr98dqCHPznUPiRoPpMYXPnl1Wwve5TfxKovn+mmL/bQp3kN83ws0FZ/P9Ht86WIL5dC09MOUDL+mCBVjZJqeVVFae4ubop7v169DfCHAeaglHJ7wWYgfB+A7wGRBoIrYreYDDbugAdAGJYWAoHXvuU6UP6dLKM0/PmReDd7uoIKYNsBFP/HIHkSBFeC4IprOBAAA9In4hoOBMDC6pblKpaoqgUaYSVrqYKxWE6fL6XOlTRznhR1va3+ntsoqmoBargzRU09b6uZ975Kqlok//yIuJr9A61RPDGKJ6oFM6tF0thqIUYgwkrXZRs7QXSHWotpQ6A8C4nDfGk2tWASRDX+NxB9+RMgHgumhIwxoHUOaJ0Db7qWAfYkOQMxie/6IQvzZ6aJvQB/Zpku7WpigSvH4BIyW6o5c8YB9jj4FsxRgDY0UkkbKGsCaZw5Bq40t84CpB4JoUvc2CnEtS9iBQto7hKGD2rCUtszxL0g9EIfLjSAVcwLNS0AdbgtHQ5mcUPNzNJEbvBeekCCaf3xLXwnGF4NrhD3SzeoB8G3Bot/h8An5D4JqVdM7BE2di3jOxcb2kH9/IerWVp6RBkBaOOg/NsyBd7Qxn/4ounjAHVUIg3HklCkyVi0CYD2DRzqOECRpmQRBoW47gVM+zymfamhS0gAu4inia3EgtLGsmJscT67HtWMgtWV5SCKs+5ePX4+Leb62cPXzh0+eyz+REr0ydTYY8nRiTHhRw8lHTt8KC31cFrq4WOHD6UmJ6UkxCfFxUaFh0WEBEeGhkSFh0WGhoQE+Af6+ki51AfaAY49GJ4YG5UcHwPNocS4xNgoiH6jI0JlRujIkMCosOCYiNCosODwIP8gXy9/Lw8/T/fQAN9AH88A7wOQFBzo4xno4xkW6BceHBQeHBQWFBjs7wexLrR4DDGwl7ubp5url7ubt4c7dO/maOfmCOrATrZWrg62UNA0ZGB2sLaAKFemBjtYW9hamEJqMKQPQ2cgmzQUIi3lWyMoFsvCyMjWzNbO3M7Bys7R2tbR2hbUhEFINjXU0bQ2M7IyNTTW0zYzMLAxs7CzsLI1s1XZqX7p2B+oYjy+mt4AYzRWc3AwXl1JS2NlJ7qIX53DrPrCqMwBB57Xgizmk+tGqop4uRnkLx8ImW/w6S+wWW8biz4zkOXdRZ9ZX9NpZV/5yLLempLu8lxB8ZeWh3+V5n9pLshqfnSzqPhjc/UX9qNLhZ//xg3wgLNHPni4XTh2MuPCzdKzt8tO3YXFns+6eK/yyIXPp67m332Ovf8Uc+5KwZVrxS9eEd6nU5+/BAH42u+l5y/nnzyfc+x0VuqJjBPnP5+88OX4uczU0+lJaW8Sjr85dCb96KVPx65kHb/2+cSNL6dv5Z75K//s3YKzdwvO/VVw8o+sY1c+HLnw7ujF96nn3yadepFw7GnCkccxSXcOpT06durx4eN3U47eOHLsxrETN48cvXY4+WKQX5y9hYeloYO1oY2lrrmZtPpIR1FFfYec4obNCuvXQ0u/YLXvuvWyRl/Zji7kUob2gaFQaAiAZZvAENNCx6DI6K0rV/8MsdCGMLRd/L8B8M/0C91D5Lxiv7a+gaGpiakltAYsA2Ao+wpaADYzt4Ys0D6+gT7eAdD2r5GhmarKvh3b5bdvk1OQV967R93K0s7byz8oMMzC3EZNVRNKYzY0MnNwdLWwtNXar2diaulxwMfXL8jXL8jB0dXewcXaxsHcwgZaMHZ28XB28bC3czYyNNPTNbK2speuD3i7uhxwcfawtXGECn4hALYwt4EYGAJgC3MbM1MrYyNzfT1jHW2D/Vp6+zS0NdT3q6tpqalqqqlqQvQrt0txt6IKJALvklPavkNhl5wS5HyWUfHOXYoKu/cqKasp71GXXtXk5JUUdu/R2KetpamnrKS2a6eyvLyKgoK6gqKW4l5diH53qOrsUNPfpWakom2joeugZeC839BFy8gZHFPXny3QRi6BRq5BJu4hFl4Rln5RZj4HjQ6EqVt7aNq4uwTHhyalBcYe9g2PN7P32K2u99v6nb+s2bZqk8KmXarK+0z2m7mYuIbYByb6xp8OPnTRL+GMW8QRh6AEW/9YS79om8A4x7Bk9+ijXvEnfJNO+x86F5R63j7g4OodSis37Ni8WW7dyg2b12zesGrdyl9A0l25+v8BgH/GXcjPvHr12pUrV69dux5k6V9X/vLLL7/9tmrNmjUbN27esmXL9u07N27cKD2zUnoelIJ/+WXFurUr169buXHD6s2b1m7dsn7b1g3btm7Yvm3jrp1b5eW2QzVIe/fshgBYTVVZBsAQA2vvV9eTMrD+fg0D7X0/A7CloZ65kZ6Zoba5ifZ/AjCEu9DV2cHcxdHC1cnSzdnK1dECGkgE9nK38zng4OfldMDVxs3JEnJH+3o6+nk5QSTsZmvm6Wjh726XEOn36c0DOhGJqy1CV39trCtBVX55fOfS9fOpJw9HXzt7NDUu4nBcyLVT8TcvJBdnP2MSKtsYtW2MWi4F3tmC7uFiOU2V3Vx0Rwuym4se7mzsZKNGugjtLEQ3F90nwPYJsP2t9RAGd7Qg+bSqTjYKEoc72Sh2UzmLVMqjVo524ltplSxCCYtQwibDOli13Zx6NhnOItd0cvCjPawuDrk8P/3auSMJkX6xET5J0UHRod4RgR4Hgz3BvKtw3/iDfkkxgVHBB8AypIP+sWHeSVEBceE+RxPDM97cbW3BdvDqOzhYHh1JJ1Y0NRQ3YQrJdWBjEx1fwm+ubqMjutm1BGR2NxM5xK8XNMF4pHICPLPi86PKnCcEeGYz+iuu8iMNk1eccRee9zcdm48oeJHx9NLXNzdguX8XZT0uznmGqcykYYrodQUsbFFLfTG55mtjTS6mOqcalo1AF5Ug8kowxWhWPW9miD4/1zQnxM8uYqbnq6dnyqZmimfmCqdn82fmS5dECKmJF+y8FQF4IdAgBBdcK+aB4qnlwu8L+eOzuaPTxd9mK+eEyCVJrRAUgeslYOrVU0rzjVr0TXQd7PtMvQSomp6709D4kEIt+z6dPzIGzuh43shY7th40fcpaAcYJQ3BgrK1UCKJlCEB+CK41ls6uZg/Mp0/Ml0xLSwcm0UuA1Vzkj8bKNfr8I0AUDg6iVoGF49z+kdIAFA8MYkDAJRQXCuSyHC3TiKB3M6Q8AvBsMwRjRaLK6ana0Wg+l0rEkE3KKGw7Pt3KBq6cna2Ynq6GQDIAPClv/8+mZw3PFw9Pw+5ppHLyyihEIJtyOYNoS+E8WhAggbA3WBwJKCSXC8W14vFOLGkAVimAAByeZQELNAAUf38Nx4AfOW0HXv3NZPWebu4HtO7+CgXqWxor6Cho66huVNFY4Waue+TEvUb5dvuk7d/HFv/YVT+w6B72fgq7zNux/4MSTh6/ebte09fZZTVvkcyHyPb/qjoOvGZE/scH3wX4fN7qfuFry6ns91OfnJIfb3ZPEk38Lph4DUl21Rtj9PZmJHHuU32wYeefykbXACG54He8Tkyi7cEABVwJJPDFwEAv6NnZlE0LwamhSAhf1/4RyWeXMAisG/+fhUWELRz43qj/fvOHTuUm/FGPDMKLE0IGPXUelgvl9BOx5RkPMGWZXYzsAtDPB6xho2Ho4qzSaiKNibp+f0/0w4n/bpihZKigr6+vrr6vq0btq1bsUZlu7KHnbuSoqq8quZWDd0V63es0DQL/PMFfBT4QOlV8UxcoWDsHHTE6UCUuZmbv2dofETS0cTjF05deXT/2cnjZ0xNzU1NjBTlt6ckRORlvpoZEnTS6topiNmuZl5jKRgNQIPz6MjRXiqfge7rIA53U6bH2VRiMQL2Dof+TCWW1iNzqUT4YDe7p0dAZjF5Y/OV3OnEJxi9uK/7w4vMQwo8gz6ejn2FfVdNe/cJ4DCB8dFhNH6gsWOAOTreOyYSAbzexaYOCWcCyKwd22kcKW/ku0FJ2zP84LMPH/eZ2hm5Jxj4XVN0+cv2ZMPmoDK1VJzd+QZVr7vhJ96S2aOdHX1UPKaTWd9BQwzzMb0t1d+6sAvDxH52xVgHUkApaaWXj3Q29PGR/QL0RC9hSFA31tHQy0YOCTCDXEx7c5WAXNHLQo214SfaSU3wr/zGyl56HbuxrJ/TMDfK//D3HT11pRuXLtTCapqwpPjw6Ag//04Oo0/AmBvvGOtuYhCKuU2VTEJlJ4sw3Mn5+PyZi5Xloai4nPRPz+4+yEn/5O7oaKKvExboi6utlMyOHokJ/Pr+iYCK6ec3jXczxrtowwLCZGvjdz5W0kd6eMQ3/VLEh7MBL4+4N7y7KhI0TnOIw8S6P6IjYsytXhw9A/CHAM4I0CylJpK0F5fYB5qWiSDligidIlKXmAgOiME/te8sYwUgXxF7Br7WD+XhQGbDtgF1YHY0ONIaYUktHxqwUel/GgiSIU4WwdnLVaylSuZSBQNAty3DmBNf8f0fUQPpyPHP9fPFFBGMCVSwJOVMcRlDWEYXltGXy+nCCsZSBUNU1SKuZovg4AgRHCGCI0JywZFS8Q+kbOiQmoSlGA/5pRkjIKmyx/9LH+ZMiv4BYDFzHOgWAoJZfhFxHNsGtM2DT/gzPw60gFvBQMvET+g7BrBGpRboYYA2BNCH5+vb+kpIY9UMQKonz9TxAdog2Ovb3A9Q+iSkbhG+Y7kB3LIWNYB7v0KMQFwngBgegKqnGjpA5zOuc6SgcayICKq+0Lo1ZH7GdQL17bIfAZkf3yVs7BITf1LCqUOgGN48CCLxTxgsInSLGnulO73/tP42DYMaL30CZGDWd+l18kc6NNSTBG4IfwMYkwDzO8CaAphTAOM7+IQ6AdAnQRImDYAFy6QBsGaJNgqwhtpReGJpKR0OZ6GRNFQlDQ1DFn36+PetSyfjfz9/6PcLRy6dSjp9JPZESvSJlNi0lLhDCbGQCzopLjYhJjomMuJgWGhkaIjsJjoi/GBYaFhQYGhgQHgwuPQbERII7ffGHgyHjNDJ8TGJsVEJMQfjoyN/VoCjwkPiDobHR0UkREfGR0VAGBwVFiyD4SBfr4jgAOjLYD/vIF+vkAD/8OCgyNCQiJDgkAB/mdILBUHbWVnaW1s52dm6OjpAmVhQrLS7kz20CQxlSjvaWEKdwzIvtMwdbWdpZm9lDj2HrpDqC+0AQxvC/5WeZWxsY2oDMrCFjb2ltb2lpdRQbWJjbuxoY2akq2VmqGdlYmKko2duaGptYq2rqpcadTz9SU5DBbWxugVX2YKr5OBgfFJNF7G6t7aQV5FFLftEgX2hIwrA0noSahBeIij4TP38vjH7Q2PmG/z7F5hPr3F5WdTyPF5NWVdVYUfOR1rOB2p5fmtlQXt+FuNrVtPnDMLZtNcP/ijIfUO4d+Hrx4doFnb68R8VKVGPDyW+/P3P8it3YOf/qrjwsOb4n6Vxp9Jjjr09dDZ+n2hkAAAgAElEQVTz4p9lN+/X3LwLv/eo9uVr4qMnmL/uIX6/UX75evGFa0XnrxaeuvAVZOC0D4ePvU9Je3vo+LvU0+nHzn06dvFT2qXMHwx8PevEjS8nb+acvPX11O3c07dzztzMPn7tY9rl9BNXM05czThy4W3qmVdHzr1MPf3s5IUXZy49P3Xu8emz986eu3f6zO3jadeiwlO9XUNsTV2sDexsDKwsdUzN9ukYq+3TkldU3bZTcePG3Rs2QJFXchtBAP63OCsZBkMiMBTOLCsHhmKxtq1aI8NaWXXwv63+ygRe2UnogMwC/W/nZbvBYAq0oZEZ1FGkq2cEAbCBoamFpa2pmRVkhDa3sLF3cHH38AbLe70DnJ3czUytNPfpyMspQeZnxd17jQzNDnj4+PsFex7w1dcz1lDfb2VpZ2piqaNraGfvbGllp6mlq29g4uDo6unl5+cfDFmgHRxdoe9CjA0WJrl5WVrY6ukaGeib2NmCrUturp72ds6WFrZQ7LOtjaO1lb0MgK0s7SwtbCEANjI009E2gDKfVVX27d2jrqykqqSooqSoslthj7yc0i6puguFYO3cpbhlK5gJv0tOSV5hzy45JWjkFfZA8u+PbeE9qvJKe1VUNXV0jTQ09HbsUNqyZbecnKqcnLr8bk0FZW25vTo79+pu36u7XVVvp6rhHk1rVS17dR3p6Dpo6DnuM3beb+ambuSkY+Nl4hZo5hFs7B5o5BZgeiDYyuegkUeoqVeEDmiN9vaMPHQw9bR/dIqTd4jSPoP125RWrNr8f9Zu27hTRVHdQM/Cxdo9xMYn1j3qRHDq1aDDV9yj0mwCEqz84mwDE638Y2yD4h3DklwPHvaMS/NLBuXf4MNnzNz9Vm/dvXLDjo0bd65buWHLqk3r/7V69S+/rv7vAPzbb7+t/hWc/00B/nkH+GcABqXjVb9BoVYb1q1fvw4MuFqzeuWmDRs3bVy/cf2G9evWrFuzds1qMA5r9ap/bVi/auPGlZs2rdqyZc3WrWu3b1+/Y/umHds37dyxWW7XDxf03j27VVWU1FSV1dXAHmAZA0OdwLpSBpbRr6kBaH62NNSzMtK3MNa3NPnR9GtjaWRnbQKlPdvbmLo4WsnG1cnazdnGw9XOw9UOSn6Gwp+hAiRvd0cfDyc/TxcvNwcfD6cQf8/wIJ8gXw8/Txc/Lyd/d4cAD/vIAI9DscGvHt9AlH/JzXyW/urW7xdTnt67dOVMyqVTSZdOpbx5evvBzUt3rp/542xSfXV2Hx/f2YKh4UqbMIXtTFS/ANfORLUxawbaGjrZqI6Wmh5eLbuptIVcRqrL4TVX9/LqO1i1bDKMRSyHorC62HVD7YR+AY5NhlEbijhNlT1c7GA7rk9QN9rdCGnCXEpVH79htJfaycXNjAq+D/F7W6nYmsJHty8nRgYcDPY8FBca5u8RFuQZFe4HZlyF+0YGHTgY7Bkf6R8d4nksKeJgkFtSlN/ZIzExwR5/nD/CIiM7OA0canULpZJHr+GBDsxCAiqHhM7F12TzKFWddCSfXNlKqaZhCjrpSBauhFKbS63LJ8CzMWUfqHX5g7yGYQEeqmhi1BeRkTn1FR9ri98iC1/X5L+syn9RWfQm99ODitwXBPgXXEUmquBtQ/knMiKfWl9eW52Xm/+hoDqPN97RJZzgL46xlqcoQiF+SYyZX0LMLFROzZZPz5bOLZTNL8KWRTUSUO/9IV2KAewSULcEoIRA2Ywob2w2Z3jq6+BkwehMxQy4nQv29C6Kq+cX6yTg+mudUJTV2XWvkZAuaP/Ab8to68wfHGmUmp+LJyaRyyL44nL59GzR96my2bkakVi6pgumQNdKwHuM1MBcswRGOpdOLkKBzwWjsxXTotLJpeIJUPUtmZw7VQ5Pb+smAUDp5FT51AxyGfQwl05O4f7hWIhmf8ZgmRILZTjLbMxUAMhoa/8Lh8/q7IICsTAiMNCrfGoK8497GQMAiKWlqrk52MzMx46O0slJ7D86MEoorJNIGkCaXYZ4GHrTn3VmiH6hdwR3hoUitGS5BphGAlM4YBEHzGGEM1QAYAHAsfSChingFYZDGAXuZMK2qBltU9RQUtqzTVHFPulCTDrK5AFc/SlR/rVA4X2P2juB+1eB9ZWMSxlVSedvHjp1+dbfGZf+znlQTrtd0/GQ8P33utGTJa0JGU1RLzHhT+C+N/Ncz703S7i9xytNw+fYHuf40IvPIy+9TEeyL/6d5xadFnj4zBQA4DkdFH53x+BYE4vz/M17QUf3oghcB/4+t9TeNzY2K+wcnpoRAbOzEkAMOqWhmZ+aa6HSq0pLQ329V65Y4WpjeuvKaRQsr5VBGOpgUjDllXlvOaSaLlbDZBeDT0IMcokV2a/yPzyh4+CFWW8e3LyipbLbSFdrzW+/aKjsNdivp7dX21bfxkTHfOsOxZ0auiu2K2y1c98TkhjwONPnQVbxABD/JE/JJnyjsmVo+KmYiLRA70gNJW1vF79gnxAjXWNTQyMrExNXB5uMN3/3tTJnhtrYBEQnDdPSUDHbw+hjYTtYtZ38Bjqpik1FM8m1DbUlxV9f18K/9LQTmkmlbDqiq4PUwqhnNON4LFoTncObAD7hv7ucgulEle0JKLVPQP/1tDUt4vFV58SbBnZvTW2LPQMBDB0YEAOdorb61qXhb5wmGpMkuP3725pKDgrOb+dPWVu66+gaBkUdvPzw6YoNe9T8rrpex+ufZW2PwumfYmgn18i5PnSMe51X085p/cZoonW3UHqYDT1M5DAfMyyoXRgkCceaxlurJ7vQ7dSy1ubysQ7cSBt2kF83JMD0tCC+dRP6OXWDPCyUINDHxvSxMUN83HgbsZOCnGglj/GJPSz0t66mbg6uhYzW2iN35/rV0q+FNy/+kf8p10rfOPP1yzZGUxsdx6fUMPAl33toY53U1mbMZK/gW4+gCYPyc3U+YG+Xn/Xp+rnzF0+fvnvzpqmBrsKOLadTE+LCfEP8nNu5TZRGBJdWz2xCTg6xxztIo3wsMMZ8fvHg24sRz9J8HiU7VT8/I2wnTnGIMxzKg2OHTvn5n/YJBrj9AHdkidy1TOoREnrB/tjGbtAOLc0WFhE6hUSQgaGRYbC4sXMOzQXreZijILzhwIpaEIkhPIOu9dIt4p+vECRjwXDpH1PHB9A/RoziipCc5ZoWYTVruYopgrcASK4EwRHDW5Zg9IVy6mJpM1DJAiqYQBldWEpdLmleLKYsFlMWipqEZbTlcpqwgi6soC/B6MuVDGgWYfSlSsZSJQN6QSGCDQ6KA2AEAFjv1AbgO8AIZWI3KG439QHNw6KmAYA1AfYSNw0A/BmAPzMCZw3AaEDnEkAbATeEuVPgcL6DDcacyR/D/gbCMGMMfEgbAW+owwB9dAzB5uVgFwk9QNvCFIYPdkExhgD6IDg0KQmTe8RgeFUXmOr8TwIWFDMGfqCAA2O3l9C85To+932lpKFdiBH8iMtqlC794jqgcmaQfhvaQADG/6/lTGAiF1QCTB4EpCMhDkqIYL8ROKRBcNG3eRTUflu+g8VUzG8/ABi6YU3+KExifpN+dxK0SdMnAJoUjKnjQNOIhDgoauwHSEOgOMwe/97MbyquaEHUUmAwcnUZB49EFGZU5r19+OfpPy+nXj6TePFk4oUTSWeOxJ86HH86NSk1Kf5QYlxyfEx8dGRMZNjBsGAowzkmMgzKuDoYFnwwLBiC3tiD4bKYK4iBYyLDIAZOiouGpOCkuGgIg2Miw8CF4X8mJiI0OjwkJiI0PioiKTYqKiw4NMA32M87IjgA+lZkSGBEcEBoYACE3zGREREhwQE+3p5urm5OjlZmphYmxmZGhubGRlZmpnZWlg421o62Np6uTj4erl5uzq4OtlB0s0wNhhgYgmEXezAuy8kW1G//E4ChJzKzNKQbg51JpqbWppY2pjZ2FjZ2FqB92tYCpF9rMwMrU0NnOys9LQ2D/Trujq466rrKO1WCD0QUfKhAF5OIlWw8jEOoEuDKefWlAnJ1X0N5B/xrS3kmtfIzA1XEa4B1kpEDzZhReImg6CsrN7P5S0ZT5rvG9NcNXzOoFUWtddVDGMQIrLD90zty5ltK8VdBWV5bzic6rIj7/kXty4fV2W8abl/MeXsPzmqYKc1ihXldO3n47d071Q8fo2/cg1++W3nmdsXRawVxp9KTz3xKOfPp8JnM89eL7j2p+/tV4+O/62/eqrz2e+mla0VX/yi9fgt2TdqBdOxsdtLRt/GHX8QffpF87M3Rs+knL2WlXco8cv7j0Usfj17JSLuWmfZ79vEbWSduZkOTevHtobOvDp19nXY5/dT1Tyeufjx15eOZ6x9PX3l37uqb81dfnL/y7PKVJ1cuPzx96sbhlLM+bqGuVp7WBnbW+tY2+haW+w0N9mro7FZW375r7+Ytihs3ggy8aYvi5q1yGzdtX7sOIl7I+SyzQ8vwFdJmoTQsWT8wJAVDKCu7Qo5omZ4s41vogOxLGejKSFv2BHqFHwAMWaAhANbWMdDTNzYztzY2sdA3MNE3MLGwtHV28YByqrw8/RzsXfT1jJWVVLdvk9u2ddduhT3qalqODq4hwRFBgWFOjm6a+3Q01PdDHKu1X8/WzsnaxkFbx0BH19DSys7N3SsgMBQKwXJxPeDs4mFpZadvYGJqZgVWIknjtYyNzPdr6RkamDrYuzg7udvaOEK7vjbWDtZW9hDxQkhsaWErA2AoeUtNVXOPshoEwKDnWWEPNAryyvL/OJ/l5JW3bZffuk0O0nsVlVRly8Ay7VdRSVVh9155pb1qmtpa0v4kObm9cnJ7d+1S2bJl945dajsVNHYqau1U3r9dWXvbHp1tKro7VQ2VNCz37rNV0bIBZ7+tuq6DDIC1rT1NXALMD4SYeAQZuwcauweaHgjWc/QzcQ8FfdFOfn7RR6JST7v5R+qY2m2WV125Se6XddvXbVdSUNXbb2Jn4xboHpJwICrNL+lCcOpVn4RzDiEp5t7Rlr6x9sHJkAJsH5LgFJ7sHn3EJ/GkX/Jpv8TjutYuq7fuXrNh58YNOzas3Lh1zcZ1v6xa99sqGQD/AlLvyv+PALxyJRgfDc3Klat//RUE6XVrV27csG7zpnUbN6xbt3blmtUrV638ZdPG9cpK8ro6+7U01Xbu2LZm9a9r16zasnn9xo0rN278ddOmVZs3r5YB8M4dmyEAhnKw9u7ZDdEvBMAyBpYBsO5+dUMdTSNdLRN9bTNDXSsjfWtjA2tj8P9iNub/VfMLpT072Jo52plD9OvsYOniaAUBsLuLrYer3QGXH+Ppau/pag/FPnu7O7o72fh4OAV4u/l4OLk72UgbgB1DfN383R2CPB1TYoJOpcY8vnPpc/qjZ/cv3rp29NGds3lZTysKPzy7d7Ug+w0KlodHVRR/flOV/66DVUdC59fBPjEay1vpqF5efXN9YRentpeP6RNgBfRqHrWik40Q0CtZpGKo9VdAq2khVbCI5bzmaj4VzibDBlrxXey6FlIFBVvQQqro4zd866N+H6QOtuNYpGI+rWqkiwA2EtER3wZbAGC8r5VCrCvNevfo5uUTRxMi4sJ84yP9jyRGhAR4RIR4x0UFJcaGxkX4hQe4hwe4R4V4JUcHpiVHhvk5HUsKu3g84XBM4OtHN+iEKg61hkmuYJIruDR4OxPFa66mNhQRa79S6wv7ePUD3Pp2ag0dW4gtT2+szoLnvcCUfcBXZVLr8tua4cMC/BAf14IvrSt9jy55xyGUt+BLEQWvYF+eQufR5R+wNZ+rit+iytKxsMyKz88K3t2Hf32Nq8qDl2bXY2CI+uo8RKlgYaITWOIA84Sl6XqhqE4oqV0SIZaEyGURUgiGJ9dK24nQ//iHob5fJNj3K6qaA0onhXnD018Hv+ePzJROLsIXwTVd6EzV3ALUgkuU/mzl7MwTCi3xU/YLRgsFAGoWl9FiMB267Ps0bHa+YmYOWgBGSYkX1GOllUVoAPQ/wxdFZVMLhWOzBaOzhWNz8AWgaHy+7PsyYgkoGp+rngfzpbN6B89VVsMXFqrnF0snp+jSV26Q0i+k7qLFYhn9YqV/JBkAQ8vJMigtHZ9AzC8UjYw+bqI8JJELhoahgCsiKCYLIYEXglvodcq+f6+en4e0Yll6Vs3iovTwcq1IVCcRg0FZgASKy4IisrAiMUYkhkqD68WSOkCIAObxAACXfK+VzNIBoGFZWNgzlvI2v6Rz7g2uHTsA/JEB07D23mdiq6VjaGDrjO6eedE84vCgXO2Pku1/VGk8b7JMpwVmUy8UUz41cK8+Sb/24M3B478HHr9zq4R2pYx9A9V3EztyFdVzooh5OIuQ/L428mGR19V33pdf6Eec1g06stbAeYW87kY9hzvZlVdefzkQd1zTxh3ZzKUIetuHJtp6h1OOpNk7OL1+804CACKxNBAaAJakHumpZaC799vcHCAUAlNTS/NzQmg9eGry++z3SUsTQ429inJb1ilsW6etonA6Ne7ji/uE2rJOFp5DRjVU5cAL3hPheXlv7xd/fIKrymuoLmhlEFLjIkx09znZWq797Rd/T+9TqWeVdqmtXbt9v7GNmWeAnn/EhZzSd8xuwxO3XP9895Y2/JHQm4Nt8ww9uVvewNbMw8XmwKHYIydTT3m7eRrs17EzM7l38+rsWP9IF2dqQNCMreCSUP1ccheroY1S20ZDD3U18Vh1BEwpjVTbzqEymnHI6kJkdQGqJhdTV8Cgo9gsHBGPIpPwnBY+pWX45ueWfRFZ2omY7b6V6uHYCg4wswjQy9or0m6/MHQutPBhRl8AePOLhZScs8+66pjLPQMzHd03jl64ffyPnKdfzyddpmNbrp27GRAcrWFiK29+YH/oJYOjXzWPN+j9PqR4pEU+LFc98HniLURjG8DrWW7E0XhUCr2+kt1Y0UGtHuSiJzpw8wPEya66HlpxL6u8n40UNMEg1u1tqW2lVDIbCntbatupYKPbIA870Ukcayf2ttR10pHddHQnpXa6izHCbRzg1n/vae5iY5enetOSog00NS6fOt/L7+5v7T2eeCjA3U1Aax5pZw/xSJ20uh4GdrS16VsnvYuJb6fhZgY7qDhkqI+bj4v9qdQURHlpSlxc1oePp44e1VbdY6avpbxr06Vzx76P9/DZpO7W5m4BebSLOsTHAVOtXx6cfHk+8tER77/i7Evupw1Rqvqaa2f41Ptph84EBYcaWy61dEs4QwtNXUvkniViL8jAhG4RoVsi7ZWVkEAL9M8jaeqRNPUAzX0LuFYxsQuggCox0NQL0IeEjR0gyP2PQ5I6qIndQGOnBN8BaZ7C+lZxfSvwz0iwAjGGL6rlimq5S4gWUS0XYmMRkiNEsAEkF1SVa7gAnANUtUhgTHEFQ1ROF5bRQPotpYIALMXg5XIQhqFZrKAtVtCWYCAVQ7MIoy/C6MJqlgjeAo24hg2NEMVdxrTNY9pF+J7F+s7ZWgEoZlKGvyO4/Ew0wJ4Cv2weAdmPPAiSYfOIFAgnAKZ0GOMAfQxUPumjAHtSTBkEmONiymB3CbmjmLhM6gPaZ8XUATG1D5zmXoDWD8IwbQC0lzf3g/gNtjH3/OBbMA0LlKzBX1d9G0Dp57yDzaHY4H0jSMVgNDcYAQ0ek8Z0d0kN6lKyJYFBzRJiP9hX1Ah+qAHh7n9ewSyrxn4hvk+I7wPviSAGg+HPUCwWbQx0QUNDG5NIjdCS5hFoIPu0TEMG4blpWEQcWMb1LuN6QQamDwk5/XxEPbMSQSopJVeWsrDVhOp8ArKg9POLFw8uXz2XfOFEwsUTKWeOJJ5IijuelJCaFJ+SEJsUF/1v2c6RoUGhgX4hAb7hwQERIYGRoUHREaGJsVHx0ZFxURE/W52hWKxDiXEpCbHJ8TEpCbGHpVCdGBsFnowMg/j2YGhQZEhgdHhIYszBQwmxCdGR0eEhkSGB0MPYyLD4qIjEmINR4WExkRFxUQchAA7y84VSrxxtbWwtLSxNTcyNjSxMjK3MTMGdRnMzF/sfDOzh7CALxILs0DIAlnUaOdqAEu7P8q9MBIayo6FwrP+KjzYzszGzsjW3trOwksq/ZnaWxjbmhtZmBmaGum6OdiZ6oPbr6ey1X0XX0tAh/dmXuhIyFdlKgbcSKniU6o6mmm58eSeuDKRfWDa9OodVX9ZBRg6QEP24yq668vaSXOaXjKZ3LzB/P4Q/vFP+5F5lxltCaT4Ph55AwPpK8wW5Wcz0V6RXT+o/vCTmZjGLcv4vZecd1VTCrvs538yoCKiA0kHpvffeey/SQaogduy9j13HrmMDQXqHJKQQaiCkk0LvvQkiPW3ftbMdvrnfueesddd61147Ozskxn/48Tzv81Cf3i0vyCQ+vV12NSOzrmq4PIcZFXQ9JfrxH9fLnzyqvXUH9scjzM3H6BNXS5JOfzl2ueDoJTDYOfH4h4yLBXefggD84An22o3Ky1fLLl0ru367+vYD1M17NWevlhw+lZV67EPKkbdJ6a+TD79JPfEu/dSHtNPgHLn4+eglsPfo6JWsY1czj17POn4NnNTTr5NOPE868SL19JtDZwUwfPJZasafx8+/On72+YmzT86ce3Th3KNTJ24kxh8LC4xztvCwN3a01re21rOw0TUxVdHSllVQFpfYu3OXgigo/4IMvEtcdpeYpOgOie3C/5MCDDHw5kLvJgNvtiJtGqEhuN2kYugHbhqkNwF4k3ihK/9RgLSJwSAAQ0lXBoam0A6wlrY+tP1rYGiqb2BiaGRmY+vo4enr6eXn4urp5uplbWWvpaknI60gIS4lK6OorqZtoG/i5uq1PzTSzzfI2speVUVTXU3b0sJWU0NXW8fA0cnNydndyNhcT9/Y3MLG1c0rOCQciryCdGAzc2vIiW1n7+zi7OHm6mVj7aCjbaChrmNibGFr47g5kPYLmautLO1sbRyhMiRzM2uo8ldTQ1dpn5qigjJ0hIRfWRlFOdm9sjKK4MayQOndvUdWXEJ6j6ScnLwSRL+ycvs2934h87O8grK8grKKuo6Kuo7CPjUJSTlxcVkpqb3S0sq7dyvullTeI6O6R05jt7yWhIKWuKK2hJL+HmVjSAFW0XJQ1XZU1XXQMHDWNvPQs/TWNHPTsvLUt/cxdg009Qwy8Qg0cPHVdfTRtvU2cgrSt/czcwn0i0wNjEo2sHLZJaO8dZfMlp3SwrsVpJS0NYxszJx93IJi/WLTQ1PPBxw8751wyiki3TIgwdzvgFVgvF1oslVArF1IgmNYklN4skdsmn/ycb+kY16xB5UMLIXE5UR2Su8Q3bNLSGy30M7t/7Vlx7btAgD+9TehX/8l9K/ft/72u2AX+H9XgDfpd8uWbX8Lwr/v3LF9h+g2EeGtwtt/3yEqJCUppqqyV09Xw8RY39XFPijQ18fbzcRYX1Zm9w5RIRHhLTt3/r5z5687d/6+a9cWcfFtu3dvl5TcISW1UyD//mxCUlZSUFXZq6aqrKb6swr4n4XAkAXaWE8Lol8LY5B+bU2NbE2NrM2MHKzBgt9/oq+TvYWTvcWm/PsfAAxBL8S9vh5Om+PqYOXn6ezv5eLmaO1sZ+Hlag+WIXk5uduZRwa4371yKuvN46qCj5iqnKy3d5/cOV1Z8LYk58WXdw/+uHwi+93T/E8vS3PeZ715WJ7zklhfjEPldhAR9NaKyrxnhLqCuWHizFCrwPCMAKGXXDnZ37g8Q/0xRV6ZYY51N1GbS4n1hUOsuuVpxrcRUhcZwSJU03Bl7S3lvTTUSGfDSGfDEKtuqKO2mwrvocG6KDBKcxGDWL0wSVue6+6h1718fOXK2YMH44ISIv1T48MOJ8ekxkckRAVHhflFhvnFRgYmxIYeiAYfRod6g8vAUeAa8IH9XsdTIlPjAs4ciUUUfcQhCzpJNX10ZB8d2UWB9dGRA0w0takIWfKKWJfX344coKKG6bWUukJ08Zu60r9qi982wzJba7I7WivHOxoGqCg8Mgdb9ldj1SccPAuW+wyScapynpZ8uk/E5MEKXlQVvW5C5/ZQ0R1t8NqSjxWZf1Zlvy7LflNdkl1akZ9dnve+upS2Mk9kLzet/8ByVpEcNoLHQwn6ciETb7OgDrdZoG2Cacx8sOsIsc6tWFkHiXR6uXBqpXBqpXhmpWqRi2aD6FsPANUrG1BxEZLDhq+voXkcFJddtbJ0u7mlls3LGhi+04grmv1WsbiUMzZRBwBFc/MVP5bhbA7Y/QuAgxEAMBRbBV/bKPu+nD+9kDuxkD/1o3huvWB6pWyBU7UEvheKDZR/30CywU/1tqvreElxLZvTCgCotfUGPlgyjNlgb5ItVkD49TxQyoYc2lAwNbiL+/c0CUKqUWvgCjSWwy2amn5MID4lkfPHwY9aC/BRXE7VyjJ8fa1F8JLi+W/1AmiHCoqhfzJ8fa1mfb2Wx63ncxoAfiPAa+TzG/ncBh6vnsvFstl1HE4DB3zYxOM3C9qGoc+AATg1nOUGgEsCABYAfO2ZO1/cyBCct3OBcx8QWm5R6lYeLoERV568/tRIP1dQ7/+4+CZp4f0C8JUNfJ4FHhAmjr0vf1XZeOfN16tPPgalXtb3PXjyL9SJL7hjX1qvVnfdrxu+g+q5WkG7WNR2Ogt7+E257cHLxhFHt+k5/qKo/8tOxd/VjH0PnYs8c8MuMM4jPPnQuZuzK/zFVW5FJYJEIMdERD59+Kivq7uL0YlvITY2Eiph2Oy8yqGxhcUVUBYeGvuGxDbPzi/xAWBmeh4AAAqJrK2loaWmrKIop66kICshqr5XRk1+T5i/S9a7R4uTvePdREYLvODdgw+PLldmPcPBcnsI6MH25oWR7jePbwd6OFoaaGd//nT34ctffhdTNrSx8tkfc+76hfdfU599rvsOOJ995HPl5c1iXPMY5+Std7SOiUDvsDDf/TamNqEBITpqGm6Odn89f0rBYefGuvvoLXQxs5sAACAASURBVL30ph4KltJYuTLXPzlAneijsYh1TCKGSkCga/Ja6+ED3azl+XnQ0s3ncDd+LHwb7uunNjXDYYjiltbG3p7B5kbq7ecwnagvcjEosbBa6djmre55dkcw5fUcVAFrtIgy8xLxTDMEFXAJwExWJN++7BI2jsbhswtzbt//8/h5YHDmG324Jhe+8R04c/FP64Aje6xiRe0Ou1xD62eg5Q+iZdJaxSNK5X1uvazuQVFnmtuHGcyudkLzIKOphwinNxYNUuEjTNR0b/1cX+MAuaK7JX+QWD7JqmM2lfUREUNU9CAN3U2AUeoK+ynIPnIN1JE23tEwxMSCHmZcGaO5AgLgsfb6oXbMML12kFn/fbKrHlFqpqdzIvVIYkT8+2fvMlKPulrbHE9KWp8dH6bhxxmtA8TakfaGxSHa4nD7CKuZ2YZYHGcNd7WdOhzv6WTlaGn+9I/7i1Pf7l+/5Wlvpywrpa4oJ79b7NHdGzMT/b1MQnd788wAZaKzGfjRj/ly/+nxsOdHg29G2uTfSutvLBkiotYGGQ8zDh8PCfbRNVqi9/O6prn0CS5tkieo8wHrecHF0XGBX3cMII8BlDE+efSfA9btUseh62zCEI88CrRPgg8FePzfjwBxBLoIsfS/9eTWAQA/+HNaBgBcP9DUx2/sBZr6gMZefn33Bpq5XkNno5hAYx+44IrpAgfVASBZ/xwOrJ0Da+dVg8fNc+ghKP8KZqOKCvHweiWFC6dvDgBnQMODM9fgzOUa5loN6wec/qOKtorq4Nb2LCEY9BflHDDUWtCW3DK6hu4EWsdAozh+AqxxIk6BMEyZ/TnUWZCEabN80iTQPsshjveV4ofKCUDXAps8xqONcyijbMIQhzgMfoe0CfAPClSBNZq4icGb/cCD7EaQfgHS+Eh+w0RpK9AyyGnqAxkYEq5bBQXCkIJNHAM/CSTztk2AhmQBA2/WAv+zGRiEefw4mOTcOMJpBJGV3TTCaR5l40Y5LWPrLaOctol/VwRTZtmkKXbbBKdtjNM2xsaPsvGjG60j/xwQ+Cmz4LZw2yS3dRxMzyJP8junF6n9tAoktRLOQCPJqKqu1lp6Sw2pvryq8N3bZzfuXDlx5nDiwej9ByP2H0k4EP83zW7WGoWHBEIicJCfd6CvV0gAuPQbHhK4CcAJsVHQQCQcHR4aFRaSEBsVE7E/KiwkPibyUEri0UMH05ITwCXhAzFJcdEJMZEHosLjIsMSYiIPJsSlpySmxMemJoIG7KS46PjoiE2ndGxkxKbpGgrBCvb3Cw0McHNydLS1sTY3Mzc2MjMyhMbUECzmdbK18nRx9HRxdHeyd3eyd3O0c7azdnWw3XRBO9pYboZjOdpY/ncAhi5CedHQkjB0bmNmJkBfawcrK8E95vZWJrYWRjbmho42Fvpa6k42dm72btrKel5OgS8efESW4OqKSUzsGB0z0lTKaqvuZ2CnCYixhtK+6i/06i90TFEXHjFGqp3CwYeRhYzybErBF1LmR/ybl3VPHyEe3Yc/e4LO+kSsKO0tLeopL+krK+r/8ol2/w7iwpm829cr37/ClefRv7xpuHs579b57PrqkfI8ZlTwjaTYh1fO5T24h7h6rezchYL7T+sePG84e73i1LWyg6ezEk98TDrx8ciF3Eu3Km8/Qt9/XHv3IfrqzcorNyqu3qy8fa/m3hPsnceYizcrTl4QpECfyTyU8T7l2JvEwy+Tj75OO/3X0Quff87Fj0cEc/jSz5NT178cv/ABdD6feZN88kXMoYfhybcjkm6knnicdvz+4RN/nDj1x4njN5LiT/p7Rzhbe9gZOdgZ2NroW1ppmZir6RkqqKhLSCkKiypsF5ETFpYTFZHfISq3U4AfIqLiQmCq8yajblIolHf1TwaGEqH3CAn/cx94k4GlhEX/FwDeZOx/MvA/q4/++b6/6OkbQ5QLlQDr6Brq6Brq6hnp6RsbGZsbm1iYmFraO7h4+wT4+Aa6uoFuZDNTK1UVTWj7d99eVX09Y3Mza3c378CAUDdXL3Mza6hx18rSTlMDDJe2s3d2dHIzMjaHuNrG1tHHN9DD0xcSgaENYUMjM2MTC0srOztbJ1cXT2cnd2MjczVVLS1NPRNjC2sre3s7ZztbJ2sre4h1TYwtzM2srSztNuuODPRNdLQN1FS1IPSFbM/SUvKg7VlKXkZaQUZaAdoBlpHdKyklDy0Ayysoy8juFZeQhoRfKPgKOldS1lBR1dI1MN0jrSC8Q2KPtIKsrPJOsOBRVkFBQwDAartlNcXlwRHbq71b2UBSxUROxXyvmo2Shh3IwAIA1jJ117Xw0rXy0rb20rHx1Hf0NXT1E9Cvl5aNh7FzkI1npJV7mJ1XuFdwgp1HkIKa4dZdMv+1XUJIXE5yn5a6oZWpk7dTQIRf9MHg5BP70y/5Jp1xiki3Ckw09ztg4R9vE5xoF5psGxzvHHHQLTrNLTrNO/5wUGqGb+JR14gESRXdbWLSortkdgiL794usVto57Zf/iUmLLxt669btv3/AfA/tV8o9UpERER4+xYxMSEZaQklJRkdbTVLS0N3N8fAQM+gQJ/QUN+I8OCIiEB/P09ra2OlfXIC5/NWMbHfxcS2ioltlZAQ2rNHWFp6l6ysuJzsHgV5KSj/GZJ/1VSV1dWUNDVUIOEXKgTW1VE31NM00gfp19RAx9xIz9IEpF87M2N7czDHz9HGzMHWbNP57GALPgT7fp2sN8fN2cbdxdbTzd7L3WFT9YXQ18/TGToJDfAK8fcM8Hb1cXf093IJ9vPw83R2d7CICvK+ciodU5lPaoTXwfPqEfl18K/N6MIuKhZe8uH5/YtVhe/rYAXY6sLsd3+WZL/BY4rxtQV11ZmkhhJmW1UbNr+9pbyfjpkebJkebOmhwfoZNRN9DTNDuB9T5KmBpiFW3SAT20GEkRqKmG1Vk30t86Pkqf5WqBB4uKN+vKe5n46ht1aALuhObAepamYINzfS1kNDDHTULc0y2xpKzx2POZYafjAuKD7CLzEyMC0hEgLg+JiQmIiAiP2+UWFg2W9i3P74mJDE6KDk2JCoYI/oEM8jiWFHEsOig10e3TrNakPTmqvBvWIGqo+OZBEru6nwQRamHVeCKHrRhPhMbSoiYvL6yDVQqW992Xs8IpvWUNxNgE334L4NtHW1VUOCcB+5hlJXiCl5S0DntjeW1JW/b0N9JdXm572/k/3+j6bavJFO0LtYW/IRkfcWnv+x4PPritK8Vx9ePcn6WEEjDgMAGQBgS98R3I1qgAMD+EgBgoIAzAca+UAjl98CAE08oI7NF9iVueWr6+Bi8PxS9vBcwdiPspn1qkU+RpD8DCquAkL+uQQL8JF8DgrgwthrxYvztTweuJG7zskbm3xAIL3t6kGxuSXfForm5quWV6HgKxQfDExGcLgo0HTNR/NAg3Tl0lrpwkrp/HrFIq96GShf4NesgWW/VUs8FBtk4Iof67BVdiMA3MU1P2zDt4DvstEscF83AwCUzIzZYGM22LVsHpbDx3L4dVzBCi7/JwxvAjD0Ksi5Xf5tHrm6hgeA6sUfD4nEVyxW7tQkisvBCYi3enUFsbHeLFCqIXszissp/b5QMDtTtbIs6FLiNgDcZoAPTROf28jj1HM2Gtkg/eIE6AuVDLf83ZBU/v07GQAKx6ZOFcD+bGKezq/3ufqxahIg8IHKESDxcYmSW6ymS+jlP99TxhbafwD5jImT2aiaH2CxcCsAEAGgbOD7iWeZ97NKXuZUXHr04da7UsuIk6c+oK6XUGLvF5/61PAA1vkCO/Sytv8FpucVpvsNppMwD2Q2dW/Vtv9FStc54UzSzZc+aRdd4467hR20cAmidIx29U3m5BQjYKhvY5Oo8oogD08lKWlUWdVwV//rZ2+nxueRiGZzS9eBkdm5Fe67zHxME3FpnT+3sMwFgLHx6bgDCYqKijpa2pLiYuI7hHfvFNknJy0pJizy+y9eLhalue8r8t7XVX39/PxmycfH9WWfZ7rbCMiCPlItDlFIaagZ6aLePH/85s3r8acuOsakxV64E3jk/Gd066NitPuhy1ez4c8QlLibfx248irl4uOPeVX37j7ubad72dt6Ojv7eLgnxkZ2s0grc6O42vK5UfrsKG2yDz81RPw+xRrtI9CJ6IEuwvRoJ41U34AtIbSgfnybBLgcgAfwOGDA9dzs9MLC5Dp7YW5+tLOH0T8w1D80XZhfG5L8p8PZFrHYOsk00raoWolErFJipeWBnGrsBjAJzNfMrJUMlET9gUh9NJ2JPmXudsU7JNXSOffSnal6PL0CtdQ/PTe+0saYjz73yeVEnnZKnvHZBpn4coPTjTpH0VLBn/QT/vrc0FdQ21Ld2ESg4huwZZ0kOHeewWjO6yOXj7JQPaTKYQZyjInuxJUMkaqmWbVzPS1drbA+IrqXUNNDQHW1wcnYom4CbIwFIm43AUZvKiU3FJEbiqhNJfSm8vle0toYa64bP0BF0RqKu8hIagticoAVGRTg6eAa6h1cW4VpQTcFe/jYGxvD879Od9BnOqg/BhiLA7QuXPUYow743j3IQPe3o5enWWO9pNePb1vq6147e+FgTLKlnomplp6Fnq6BmrrmPsUtv/xSnJM12scc6aFO9VDHmc3ATBcLmf0gLeDT2djroVY511ImyIhJZhMwN/jl4a3j+0P3W9pOtLQDgwsc5iSPMc1rn+HTZsAuH+oUCLSQX5c2KTifAGiCoY6D2NY+CTCnwaFP8mjjG5SRdfIwmzzyU94UiJx8ytjmcIjDXNIIl/TzBj5lDPwh1HGANAKQR38OaRQgjgCEYaBtaKOuk9/cBwrLxDFQ2Gzu59R1sTEsoKGHX98N1HXzsV2gjRnb/XNXFt0JQIPqAPEYGiQLknYhpZcDp3Ng7RAMQ2ZpbhWNV90O2qphDADOBARLyOsw5moVfbmCtlpFX6tmrMOYG3BW37uaiexGANPLRXZxkV3LFTQ+ugeo6+fW9nHrBvgNQwBuFGgV7L4KEJSNGwaYCyArEsaA3pVV/EhPccswjLROGgWYUwBrmkMZXScOQd8Dlwgq6uAQBSIwfhhU0ZtAnZyHG+A294P/HfjhBQSt/yuW3zIIXoHSyAijUKrWTxgGLwoUYMjnDMEwaRogTf+Tgf9ZFMxrHtscSApm40AGhgAY7AemfQO1bto3LmUGbAwmTfJJk1zCOITBG22jG22jbMLYOn6EQxwHAZg6B1Bm+aRpLmGSTRjboI4CfTMdsPr2aiQTgyEgyvtJjUw8qpOIbscjGpDF2e//vHr6cHLk/pTwsGNJCaA8+/eAtb0CmoU8z6GBfsH+PqGBfptNv3FR4VDaMwTAkNUZav0NDfQL9PUK9PWKCA1Kjo89nJp8KCUxOT42KS4amsTYqISYyKS46IMJcYeSE1ITDxxKTjiUnJB8IAZi46j9wVAI1v6gwGB/P39vLx8Pdz8vz2B/v7DgIFdHBwcba0tTExMDfWN9vc0x1NGEGNjVwdbdyd7TxRGSgv8DgDcRdzP7ahODoSuQOAyZnyEFGNoKtre0hOjX0cYCFEusjWwtDWws9M0MtQULwGZ66vqWhnY3zj9EleOrchuxhWQmdpxSM4jOodQVskjwMXzlMKagE53XhczrxJb04KqHm6oH0cWdldmk4ixifjYpN5vy9Qs5O5OYnUnOzaaVFnXBKgdLCrvLS/pyMulPHmDu3Kh68EfNnRtV5zO+PLlVmvOm8c9bZaiyHhxmOj3paUTw9ZfPsHduVf5xF3b+YuGZC/l37iNv3EWcu1J27W5N/LH3ccffHz7/9dI92M0HyHPXSk+czT11Lu/85eILV0ouXy+/dgd26yHq1kPU1T9gF2+WZ1zKPXnx67FzmWkn/0o++jrl2JvD5z6euvb18LmP6Wc/HDr7Lu3M29TTbw6efpN25m3ambenr2Ydv/Ah/dy7w+f/OnT2bdKJ5weOPDpw9EHKsYcHj949dOz2kaM3kpPOBPvHOtl42RjZ2urbOBhY2+iYmShr68spaUnKquwSV9guIr99u5ywsLyIiMwOERlRUUkRYYntwuJC28W3/V8LvZs7vZtmZohaN9l1MwUaOoFukxIW/Z8s0JA+/B8/ZNMRDbH3P3eMf9E3MIEUYKj0CFJ9oSOU/2xsYmFt4+Dh6evtE+Dq5mVhbmNoYLpvr6q4mKSEuJTSPjVDA1NzM2t/P7AhCeorUlXRVFPVMjezBvVYZXULS1sbW0c9fWOobAmKxfLy9ockZagJydrGwdLKztTMarPv18rSTltLX1VFU1fH0MzUytrKHvI/W5jbQJW/BvomUOCznq6Rro4hFHylrKS+V1FFUUF5c+lXSlIOol9oB1hKWmGz9EhaRlFOXklGdu/uPbLyCsrQbjB0oqSsoaVtYGBopqymLSouKSQiJi23T0FBbdcu6Z07ZeTl1fdIqeyR+RuA5bTF9uruUTGUVjOTVDSRU7Laq2ajrGmvouOopuesbuSiaeKmb+Oja+ujZ+etY+elZeeuaeumaeuiZeNm4xnhGpDgFpTg5h9r4xqirG0mIq64XUzu9x1SEvJq6oZWFk7eLoGRvlFJwUlHQ1IzfBIzXGJO2ISmmfmDAGwZkAABsE1wvEtUmkdsukdsum/i0aDUDO/4w/bB0aKyKlt2SorslBYR2rV7u4TEth1bf/llt7DIfwdgcJv3f90B3rJlG9R4JCQkLCKyQ0Jij7S0tLSUuIaqnJW5gYerjb+Pa5C/W0igV1iId3ioX0igR3CAZ3ioT3REUEigh5O9haGe6p49Qrt3b4NGQL875OQkFBT27FWU2bdXFlr9VVPdp6a6T11N5Z8ArK2lqqujbqCvZWKoY2qka2aoa26kB8q/Zj/p1wHMAzR1sDa1szaxtTK2sTSCxtbK2M7a5H9SgN2dbKDVX2jj19fDycfd0cfdMcTf08PZ1t3Jxs/T2dvNwcHa1MXeMtTP7f71C8/vXYMXf6ku/JT19n553ttmdCGLhCY3VyFKP35596AVW9ZWV4WuyPvw/H5h5su22pIBRt3iBK2LjGhGZneS4BN9TbPD+OnBlrGehvbW4gEmcrK/cYCJHOpA01qKGhFZLEJ1Xzuahitrw+azCNWjXY2TfS0zg23fRkgzg22DTCyLUN1JgoNJp4MtS9O0LkrVIAu1OsfoZWAy3944cyw6Nd4v43D0ibTo9OSIlLjQxOiQpJjQpJiwhJiwmPCgqPDAmMjghLjwpANhCbFg329qfFhcmE9iVEBGWszBmMCMgxHwwg+DDFwXCcPAVzIJZXR8Ca2liEUs76JUUZuKGmAfcfDPZGwetuwvelNpCyyrFf4Fj8gmIL+CxsV2DPS7LBlb0AzLrK/4UF/xobb0XUPlx/x3tz88Pt9U/XmQhm6tyc55e/PLX7dQ1R8Y+Oo2TEF1zkt47jtM6deK/Ky3b54XVpW39PWMCrZMkSsr5ctLYH4ywK8G+HCAhwR4GD7ozm3g8Jo4XDwPaObwa9c4yNWNytWN0pW1/B8refPL+RNLFTMcxCKAXgUaeKCIitoAyuZXMDwwurmGy6vhgvQrMFHz0AC4RlvPA1BrbBwAlM5//9g/WLW0Uv79R+XSCmKdvQnAghfykDw+hs9DcTk1GxzEOrdmA0AKpmYNwPKAopkN+CpQOr9e/p2N5QOVSxsYHgi0JAC4hKz5q6uzAeCjN9YRy2DTEnp9Q4C+HEE7EUi/WA6/ls2r5/HBGCq+APUFwA9pxbAfS1XfF2tWVuu4PMwGG760XMvmEASRV2+6u54zGSUL8wSBRl21stwCAIiN9Rr2BqRXVyz9KJ7/Vr260ggAdTx2A3+jGeC0ALwWgNcKcHE8djN3o4XLxfG4rTxeK8DH84EWPgDCMIffxAWwy3wWADyqJUbcfR/7OCfwRpZewh9m6S+D71UH3y3zv55tEH3WL+NOff/sOACgOsfLaIOXMsvpXKAXAGDDM5QVLqZ/LP3GXceQKP+YVK+o9Ihjt/R9kw+/KDn5FvEOOZjbNItgcsEqmUEA3c1Dd/MaBoFy8sL93JYDl/+6+Ab2opyCYC1W0uaiMh4p6Tt9yKmY/8H//p1d+LX42b3HsNwCV1MzNfHdOtKyQU6utaVV75+8CXQN9HUNCfSPjk8+2khmtFA71gWm6In5RQ4AXL5+S01dW0VFTVlZVXL3nn2Ke9WU9qnsVZSTlrAy1XdzMj+fcfDssYSX9y6WZ7/oI2EWBkgDRNQAuXaAXNtPxjZW5315/SDnzZOSsmKH+NRbFdjbxTVRVx91LAGfkIQ35S3nn+U1dS8euf7WLSxd19yZzuisQ1Sr7Nluqi6TlhC5vjLPWZvr6cSP9BLbCYguGrKfgaK0lrS3VQ50NTIoqA5GY1dHG4VUX1mZ29NFZK/PAXyQfgEusDi/MTE619nZPTTcxwfW+cA6kUZ49fbj2Qv3YmPPWfhesDpfZ3S3T/wk7pfYyn8l125PqtsZAVcNK3tesEIiAoya4em6TsSNZ/Dzd6bykTXnHhKe5QCjP4BFziyte7R3ity3pOF/wfBIofF11vbEZvUrY3LpbSYn6lWDHsVe/IIkDmIpxDJMYU1t3sQkfnmW0I77TMa+GaQW9VNKhugwct3XHiJ8gtXQ2wabZjYs9LR+6yEOUrDD1IauVgSjoYrRWElEF3XiYcP0ukFaLb2lvLkGrHNrx5WB/Ulk1CCptrsFMULFdrRWEtC5vTQMg4Benh1BV1Uo7JY5nJDOaKMnRcQ3I2tPp6WHurou9vXOd9CHCY1D5DoatpCC/TrOQrc35Y52YRYnKWsLfQB/CVle5GXvbG9iY2dsbaNrYq2jb6yiqbtPWUVGNsTLc3akv5vaMs4kjVAb1geoM0TE7TivwutpVwIsci4nLfU0T7CagG+DtbmfTkaGx7q4U8tQwOjSBnNigz7JaZ/mUKe44IbqJCROAu1T4NAFPNz+k4T57RNs8gjAnOIzJrn0CT5zitM+vkoaYtPGePQJfjs4AH0SHMbUfw59ErqBRxsHhzLCJ/8cEIaJIP2CQ50AiCO8ln5uYw+vqRdUhqEk6pYBfqtAKMb1gxeb+0EPMGgD7hOIxn3gWm99L0jF2B7wCA1WgMq1XSAkC9iYA2vnwul8GDgg/UKDYAJwJh/BYle1s6vaAWQnH8HiVNMBZOd6BbXjaQmA6uJU06FnwSOIysxVGGujpouD6eXWDYCluIIV3NWGfogVQQCmzwGs+fnG3p5S3GxDJ8iEXXN8xiSbOgp+Ue2TPx3REABDDPy3VxwUe4mjAGGEg+v/gWH25GDWG3uAtuGfudyCE3BPG9cP2tHBpO7xfzMwpEuTZ8COXwiMBbIwpP3+fZwC8H9P2xSAB0uPuK3jYNkvYRIkXvIMjzrLp80JbN6zYMUxBYz44pPGuaQxaDiU8Q0iOGzSBB8sZJ7mU6a4xKm1ttGl1gGga2YSx2ivrGlH1DCwSFYzhtWG7iCguml1DCK2FlaY+erp3cvnLxxOP5aYmBATkRAXmXggKik+OvFAVEJcZHxsxIGY8MQDUbFR+6PCg6PCgyP2B+4P9gsL8Y8MC4I2e6HjZt1RVFgIRL9Bft77g/yjwkIOREckxkUnHYiJDguB7M0JMZEJMZGJsVFJcdEp8bEp8bFxkWFBvl5erk5+nm5hQf4RIYFgVZKPN1T8C1X++nl5Bvr6BPv7ebq6uDjY21iYmxkZgr/H/z36Wuom+jqWJoa2FqbOdtaQFOzmaOfuZA9tBUPy76YCvHnyTwCGPNKb4vAmJEOJWQLXtDlEv3ZW+jYWulZmugbaqq4OtnoaOgaahhdP3iz9iir7iq0pasNVdNCRw/iK3tpcemNRd3NpPyaXBf/CQOd1YfK760sHmioHsWU9sNz20i+E0mxyzmf8l8+ErE/EzI+EzI+EL59JOVm0nCxaZdlAWXHvx3fEB3/U3L+D+PMR9ta1iuOpbxNCr985nVmVS2/FTJ459peH09Eb14tfvmq4/wh55x7s/OWiMxfyL10ru3Sl9MKl0iu3YCeuFGbcKrv2CHnzKeby7Spwy/fQu6RD706e+ZpxNvfUhYKzl4vPXy+7cKP8wu3Ki3cqz90qOX09//il7MPnPoOrv2c/HbuYefJK9uFzHw+deZ9++m1axuvUk69SMl6lnnyZevJl+uk3B0+8SMl4mX7u3ZFLHw5ffH/4/Nujl16nZTw+dPJe+vFbB1MvhIemONv7Whs72BnZ2elZ2+taWqgb6korqeySVNkhobJTbJ/IDgVhYQiApUWFJbdv371dCKRfoe0SQv9vBXgTTTf1YUgQ3iRkCIA3ReBNpt0kXmh/eFP+3Vwn3gzW2ixS+ufJL1DMlbGJBTSb4c/QUq6JKVjka2Jq6eTs7u7h4+ziYWJsoatjqCCvtHOHhNiuPfv2qhrom5gYW0RGxIYEh9vbORsbmasoayjtUzMyNFNT1VJW0bC0srOxdTQwNNXU0oOisGztnNzcvd3cve0dXEzNrKAELAtLW109IwtzGztbJxdnDztbJwN9E1UVTQ11HSNDM0jvtbF2gLK19PWMtTT1NNR1tLX0oRPwvf4RfAV5nmWkFSD/8+bDnbv2SEkrKCioQegLOZ/l5JX+OQqKKspq2gaGZmaWdjvEJHdJSEtIyu2RVpCRUZKRUdqzZ+9OcXAHGAJgCTlNCQUtib06ksqGMmom0vtMFFSslLVs1fUcNQyctYxctUzddSw89K29De19DBx8dWzdVc0dlU3t1a0cde3crN1D3QPivIITnLzCtI0dtuyQ+eW/RLaJye6Q2qeoaWzs4Cmg35SgxCMhKSdDDp52iTjkGH7ILvSgVWCihX+8hX+8dVACaIEOjHOOTPWITXePSfVJOBKUcswzJsXKN0RIQn6r8G5R0T3bt+4Q2y4mtk10yy+/CBTgf6ZAgxboLb/9Ds6W/3cN0m+/bdkiIGAhISFhYWExJcg71gAAIABJREFUMTFZWVllpb0OthYernYBvm4hgR5B/h6BfiADhwZ5Ruz3jdjvGxnmFxXuHx0REBnmFxrkGejnKi29Q0pKVFJSRFJSRFoapF9FRcl9+6SV9skpK8mrKCsK0FdJXe3nbJqfwQIkPU1DA20zYz1zE30IgC1NDKzNjGwtTED0tTC1tzKD0NfawtDSTN/STN/K3MDawtDawhCSgjcFYcgU7epk7WJv6epgtcnA3m4O0Ph5OjvZmfq4O8ZEBPh7O1mZ6YaHeP95/0Z+5qurp9POH0u8cjrl2b0LiNKP6Mqs4uzn+Z+fVOS/qUfkwoo/tmLLUOU5bXVVTCKmn15PbS7/NkKaHyXPDhGA5YGladrcSNvqHGO0ux5b/R6PzWYRK+n4ktHu+n4GitpcyiKAuiskFM8NEyd6cdAO8Nwwcaq/ta8dPcSqmx8lzw0T++mY4e7G79PUmdE2eOmbC6diDyX5nTgUdjRt/8EDAQfjg1MOhKTEhabEhSXH7j8QERwZ7BsbERwXGZIYG56SEAGtAcdHBqQcCDmaEnUkOTwjLSY52vfZvQtdVGw3uba9pbqfgWpvLSbV51KaC9pxRcS6r801mY3wT22o7PbGInTxG0pdYVtNTldrVWdLJa2huKMNTqgtRBS+qfj6lFSbP9XdPEyvxcGzWmuyyzIf1ld86CBUg9pOSzkTX4mpeJ/z7lZ18Zu2hmJ8fQmi9CO8NAtemVdUnJNXXtTa09G5stQDAIhv30BEBIBKLg8BADAAgAM8BGha5oDJTwJ3bisfaGAD6FUubJlTucIpXeHkL67nfVup/M5BrgDYdQDLBuq54LFsfiVzcKx6aR22uo5kc0HDMJ8Hlt/yORgwRGqJKFCA4avraA6vamkFsbZRNPsNsc4GKVeg+mIEBUi1gmPFymr58kr58lrVKhfBBmo4AGwdqFoCYCvA/TZW5Q8ulg/2IdWsAyXzoOKK2WC3AkDN6sqpivKswQGwzWiDjVhegei3jitYxAWzl4E6LoDlgPSL5f88gqzL5dayOWBs1foGWIO0tl62sFD1fRG6XrG4CIHuyw7WLVxz4dxsIwDUsDcEHm9u5fJS2eJ3+Poahs8DVeuNdcQGuANcx+M28bl4gEcCXc0cIsAh8NmtAB8nkHwhb3kDj1/H4WDX2Q3rQAsbaFoDnjcxqQBA4gDoOaB4ALhR1XXofb3LqTfe515rBKQFnrlHXwJw4z/qRhebpzduFSLpXICwCrxtInXxgFEA+Ixo0LDz1rH3Cz960zI0Pe76+9LOlc+tM8+rBp6WDfxZPvy0Yvh6DvPI84bEB+iUJ5iMt7jnyLGXqOEnlR3vMYMvK5mPCwmuURl+YSmLK8AGD2CzgfXFdWB19WHGMcVffrkcFXTM1yXU0jTcySU14kBNKbKyGBW+PzEu8TC6Eb/MAcrgmNpmAhsAXrx+L6ugvHefqraW/q6duyXEpZT3qeyRkNwjJq6tpmymr372WFIHqX5qkNZBQA2xmuYHST+GqRR0YTu2jIopbUMUlXx4TqlHdJOaRycnwi7fuVRa9xe+yyLuOKr7WxaKUs+cu/688OCZR7Ye0ZoGDtZ27iR864UTqa4WGhkp+1e/jc3PDHfQW/q68TPj1JG+5tG+xtlh/CATyyQhKXjU9GTv6NhAc1vTn+9eZ+Vl9/a2A5wfi3PT+MaWpfmVlYWN9SU2wAfY7HUqjXjtxlVPX5/9UfHnLt4/f+VFXMYrhcC7vzhet7xLsH0x9HsS+vekVqEEqnBEs4hnfsrT7no6MDnKB8aWOnIr30cfaTrzkJdfN/GmZLYSV/cFvrgCFJAXlZPeyRyFbz3YKHOuV/lst2xstbzXg5gzn1h98/X1WDwJja7LwbfmUwh55KbPYx1lc/3w9oaPrJY8VmtxQ+V7Fh4229c2TMPOdLZMd+CGadheQs0QFYz1IqGL6A0V7fWlA1QME1fZ1Vbd3ljShMjCY3J7qcjx7qYRViOzqaqx/EtXK4JSV1xfldneUt2OR/a2t070dscGhZio6ry59/Tt3cfEGsxff9xz1NV7ff3mFIM+RiWwGuBj7fW9xMrhdsS3gYZvg43j3XUDdMxkL5H3fWq4g/nw2g17I0s3a0cjdV0tRVVDDW1bE1M1BbmHN68Md1KGafghct18Z+sPVtPlSLeyPzLO+VlkXkxZ6cP3EZFrYx1tsOKTkfsPuHki3mUDoz/YXdPcjlkuc44PtvjM/V3tMw0wBEOfARmYPi1g1ymQcunTQOcslz7Fpo2BNUKdszzGNNANleJOCWqBpgHWHMCaATq+AR2zQP8y0LcIdH8HzxkzXOoYmzy2QRpmtw2y2wY4hEEOYZDXNsjFD3Ba+zm4Pj5+kIPr4zT38lr6QU2YNCqgu0HQmE0eE4ilI6A+TPi7lgmqKW6BnMODYFoyFJgMFeSCsV6D4DQOgNPQD5qZ6/sBbB9Q2wuguwFUF7hdXNPBR4ClTeyqdg6cAT6L6QZ7mGp7gNZx0t0cANXFhoEADKA6V8vIy2WkxVLyjzLKchVjDc5cR3atY7o2ML3rtd3c5uGVum6QPNtnlxr6uIRRgPV9BdffX477gesBv1X6FPgnBsY0wJwBaR9UgMcEAdHjoOgtkHaB1iEQd9un1xp6N5p6F5CM3q+1S7WdAGVivbGP3dzHwQ1ycP1g+27LANh+RAQ3lgHS3y5oSAcmTIL0K9CBweOmR/qnSjwLkObAIc8BJEG7L3EaagbmECY38ONrbeMbxEkuZQYEYOY82KjcPgNQp/iUCR55kkMZ51KmuJQpgD7Ha5/hUqZ41GkQ+BngUjSXMrPSNgJ0zgI9s8zqOgYSM0ohUrHwXmoTvQ3VTkCRcTWtddXNyKrqgq9/3ryRfiA2OSYy+UB0SnxMSmLswYTYpPjo+NiIuOiww2lJKYmxCXGRB2LCoyNC9gf7hQT6hIX4b/YbQXHQkfuDo8NDYyL2hwT4hocEbkrHoYF+kfuDD0RHQCHPUPBV8oEYaFIEynCAt4eJvo668l4zQz0/L/fosJDI/cE+Hu4BPt4hAf6hgQHB/n5Q+5G/t1ewvx/Y+utgD20CW5gYQ15oQx1NYz1tE30dM0M9eytzD2cHL1cnN0c7qA8Jyr6CdoMhRzQUhQVt/EL7wBD9QndCtAwFSjvZWm0WKdlbmdlbmdhZGdpY6FuZ6Vqa6Lk72ZnoGRjrGKceOFL0BVELI9eUEJtgXRTkELVmpLWyv61qmIaabikfrPnCgH9hwLLoqNzOxvKhVvhofXk/LLe9LJNY8oVUXdJZVsDKy6Jm/oX//K41631b9kfilw+Er5/JhTn0oq+sD+/w1y4Xpae+Pnn8072b5WfSXt44+am2vO/145og77NH01+9eln/8RPh8Z+1N25XZJz9eiwj6+zFwqs3K6/fgl+9Db/+EHnvVcPjty23H6FOXy46kvHlsKDy9+jJrOOnso+f+Xr8zNejZ3KOn8vNuFJ09kbptYdVF+4Unb6Sc/xS1smLWccvZR0//zn97Ifj5z8fPfvx8Jl3h069gRg4LeN1Wsar9NNvkk8+Sz75LO3Mq/Rzb9LOvkg79TT99NOjp58cPXX/yPGbyUmn/L0jrU0drQysHU3tbXTMbAXyr5qYrLzQzr0iu5R3iinvFANFYBEROVFRGWHhPUJC4tu2im0DGfg/lF4IXzfp95+UCwHw5nLvfyRC/081SP8TAEtu3yF4r38fpYR3SgmLggqwnr4xZHi2sLS1tLIzM7eGcqH1DUyMjM3NzK2trO3dPXx8fAOdnN2NTSz37lPbsXO3iKi4mLiUgqKKsYmlm7tP3IHk4JAIZxdPYxNLDU09FRB9NZVVNBUVlI2NzF1dPB0dXHW0DRTklVSUNYwMzaB0K1cXTydHNytLO6jBSFfH0MLcxsrSzt7O2cHeBcqaVlXR1NLU09UxNDI0g541N7M2NDDV1NAFpWZ1HRVVrX1K6gqKKv+E2L37VOUVlKRlFPZIyu7eIyUpJSMjKy8nD6q4cnIq0tLKMjJK8vKq8vKqUrJKEpIKCvvUlFS19qlq7FVR1zEwtrRzNDKzVFRS3yEmKbA9S0tIgOHPMjIqe6SVxPf83AGWktPYLasOjryGjJK+gprxPi1LJW0bFV07FV07VT17DUMnHVM3fQt3PXM3PSs3XUtXdWP7fbqWygaW+jau1q5+Tt4hTp6Blg4eavoWu2SUfxOV/FVUautuBQVtEx0rV1vfSM+IFP/4Y0HJGQGJJ33ijjqGJDsEJ9kGxFv4xkIJWLYhSU4Rafb7k+xCEz3jDnvHH/Y5cDDq6Cn/hFR1M2vR3bJiYjI7d+wWERYT2b5TWGiHsJCIsJDIf/3Xr//6179+/R1MwNq2bZugyui3f/3rX1u2Cv3625Zff9uyddv2rULbfv39t61bt+7cuVNERGTHDpFdO0XFdu2Ql5MxMtR3c3WGtkqCA7xDg3xDg8BjWIhvZFhAdERQbFRITGRwVLh/xH7f8FAfcPZ7hYf6WJjqaagqyEjulJXapaQopaokr7xXVklRRmWfnKqSvJqygobqXk21fVrqStDoaqlCsc9Q/a+RvpaRvpaxgba+jrqpka61hbGtlamVuZGFKUjCdtZmUPIzZHt2tDO3t/kpCG9eh9AXckFDKdD/FoHd7Xw87H09HXw9HXw87L3dbYL8XB1tjcyM1FOTIt69evD6z9uvnlx98eDC8/vnP7++U/r1ZWnuC0TZB2prdWtdcRM6P/PtnUZkPoOAbMWWTA6Qh7tbBpn1Q6y6XhpqvKd5aYo+0Yvra0eD+VXj1F4aqr2lfICJnujFDbIwXWRELw013d86SK/ro2JGO5rGOpsH6XWD9LrJntapXvy3IfLsAHGY2TDCapwbJH0fpU0NEUf625CIL9evHko84JueGnrscERSfEBMpHdsuNeNS8dvXjqZlhAOKcAJESEHYyPiI0MSokKTY/fHhQdEh/oeTow8fSThUELooYTQO1ePnUyPuHI2CQP70sdqZBDhNeXvSPX5tObCfipsur/p+wj+2yBuprd5tg/HaC7ppyBYLRVtqK/tjSW9JEQ/Bd1Pq+2h1uJqCzEVn5uRX2nNpdSmEgI6p7Umq6utktZQ2EmE9VCR3RTU3Bh1aohYC8sszXqCrfiEhWdXl31AIwvxJCysAfZnzrvmwS7qjzk6wMVz2fVsTqOgBRcpYE4UwEcBPIhCoVJcLA9UXGHLvMofXPgqULLAyxxbzJtho7gAch3cwsVyQGs0is2tWQebft8wOxHLa+h1DrRqW88Db6hlA2g2WJuEZHPhq+tgwdL895L57+WLS1XLq9AHADdsBa2/P3uP+EDlOrtygwNjAzA2AOeAx6p1oGqVj2ADb3pGLmNw1+rwmYMTtVxwoRfNBjAb3FaBE/gFrf0piVzPAzmznseHLNBg4pRA793MvmoQuJfBMOe1VdjKSvXqCmxlBba2itzYQPPAimAUl4NYW6teXQETrXhc+PoamCnN530ZG33b0104N4vksFFcTvXqCrj0KxCBUVwOmscFtWs+gIKKo3hAG2+DzF2m8pYovBUSwG7ggB1LtQCAAP/cACABAMnnINZW0avs+g0AxwPyhxZfk0fet09n0mcxMwCdC1B+AG0zvDLK0L2vVXe+lCOYI6MA0AEAmO/An619mGXQ/FwxDeDWgALW9+T72cl/fE7948uRJ4UZr+FnPtafzSacL2BGPaoLf9AU+ZR4pnzuSMGUxz28/3NGYu54evHU2aqZMyUD1yt67lewrmfVR5x6IqZuoaJnUFhePrW4vsIVBDuzl4+7m0arbFtH/tWXeftasMOZ8IA75851MPq+LXJv3Pnz5OlL7z9kvXn7MTAorLwCXlxUIS+npKqiZWJsKbRFVHmvusQuKek98pISsoZ6ppp79x2OCmZPds10t412NK3NdXVTUNMDhLl+wnw/eYTa0NOMHCW1IHI+TXcyutpaGhpbws/9kfKi8HPb8K2C+kr6NG5w9eDlF1o2QS6BSep6DiYWzpcuXvd2dbU3M/R2NL9yKr2mtLifRZ8e75kYpVGJlUxK9dIcva+9dpjVujY30dPOpFE7y+HNt/7MzEHhacPTVVUVOe9fMtpaGxDw9lb88uw8wAVmxiYe3X1ob+sQF5tYWlY9MrGwAQBrADC7DlS3jRkGnt1pcVgn9ovxaaLmmf7tCczfDjC3p9CEoxCWGegCPL+vB6BXEtgN9JrYY+W6rvTAIx/d0056npheA24if8ifrBY6XK18naB5vkHU655x1JOPFR3M7gUWvZdFJnSxWgZ7mrvoKAa+soNQCQInFbHQjxumIgfIyF4SooeM6qWge6nIThKc1VZFxuYxm4v6CNUdzaUUTG4PvnKYimThSpnNJT3E6gFqTQ8FvI3ZVtVDRQ6xGsA6JWpjP61+oL2hh4LtJKK7SNg+StPiUDexptpWVfVSXCK+oPRKVPylsNircUkuBkb05qapbuYondBHqu3GwxeH8SPtiPUpykQHhoT5Cm5hNFQsDNKne+n3r140MzG3tnEM8A/R1dV3sLe1tTJVlNqZ9e7J95HO7jbU4gB5ltl4K23/+8vpdw+GPD4Z09lQTK8vnqA19uJQ6UF+QRbWmTcfAXMcdvcct3uB37UIdH0Hp/vvmlzWLMCa5YNgPAMw5vj0aT59FjqCbt6+FaBncRE3wGufAgbWuFSBAMiaBxOSadNghPIwG2DMf0MzR8qJA8W47rxG5hc0IwvD/ILuym3oyW/oz6vry8X25GC6vqA6MmuYn+CMjzDG++rOzzXdWai+nNqh/IbhgsaB3LquTCT9Q/VYJfFHYw9o0m6f3mgdWmro2WgeAIjjfPwIHz8CtI7wW4YB3L9nHdkBdK3w6/rAcuP6fnBllzQDNA2DduWmYaCun1/bC4JuwyDQOAxewQ2BQdZ1PWBzElREBCVXt44sVpIZL0rBqt7aLja6g4/tZqNY63D6ShV1tYrOx3QB2D7wCoLFRrEWK6mLleTFSupSNXUV1SGIbh4G8CNrtR3fqkjfqkjcxl6oKgna7wVI4+CAS7yCIY3/fJY0sd7UDxAmgK4fdQ9yf9R2Ap1L6039a40Da4190HGjeYiNGwTTy1pH2TgwyYyHHwNfQpoCyNMghJNnQL0XJN4p8BvAjYKFz/hJ8KuAVGIIj8kzYIIXFOJFmQao4EB8y6FOsSmTbMokh/zv4VJmONQpDnWGQ50BGPN8xjyf/o1H/8Ztn+O2z3Fos1zaLJ/2baVtDOj6/oM2hCus6GluIWORjLa6rvaGbkZTF725AVlaXZjVhq1BFuWfTUs9cTD5UMKB5JgocAs3IuxAVHhSXHRqIrgbfCg54UhaSvrBpPSDSYdSEmNjIvz9vEIC/CNCQxJiY1IS4mMjI6AF3bioyOjwsJiI8PCQ4AAf7wAf7/CQ4JiIcPBKUFB0cEjc/rD48Ij4qKjEmJjkuLiD8fHJ8QcSYmPCgoM83F1dHR3c3Vz8vb38/Xzc3Vx8vD0DA/yCgwJCQ4JCQ4KCAv39fL39fL0D/H1dXZxMTYxMjA3t7WycHO2tLM2N9fUMdXX0tbWM9fVsLMxdHOy93Fx9PNw9XV3cnZ1cHR2c7e2gcRU0J0HqLgS9EAw72Vo52Vp5ODtA+8OuDrYQMLvY27g62FobGXs7OVsbGTtbW7rZWZsbaNmYG5sb6Tva2mkoa8aEJZYXoLEwGryM0ozqx1b2NFcN1pf0NJX3E2sm8LBRdH4H7AutJo+JLelprBhorBhAF3aWfyYV/dVa9olYndOOrRxCVw5WF3UVZJK/vG7+8ro59y98wUdi6Vd6QSa5opBZUcz68wn86JGXR4+/vvtHaUrcvaIv1OqS7lNH3kbvv/XkHjz/K/PZk9o/bsMuXio6kZGdfiLz0PGsw6dyTl4qvXgb9ukr49UH/ONn9fceIW/+Abt0rfT85aILV4pPnPuafvLz0VPZR09lHzz28cjp7LNXS85cKbrxoOLmo/KbD8qu3C06dy3n+IWPR06D0Jtx8fOR0+/SM94dPfPh2NmP6RnvDh57lXL8RWz6g9Qzz49feXvs8pujF14cPff82JmnRzLuHT/5x9Fj1xPiTwT4RDrbetpbONgaW1voGpuoaunIKymJSymIiCvuENu7U1xBdJec8A454R0ywsLSQiJS24Qlt4Krv9BA4LpHSBgCWmiVV2KrEBR2tflw836JrcK7t4ns3iayR0h0j5AodC6xVXiPkKiU8E5pkV0Cjt0pIyomu0NcRlRMbMv23UKi0qJiMjvEdwuJim3ZvkdIVG6nxK5ft0tu37FPTFpeVHz37yLyouL7xKR3/779FwNDUwhxzcyt9Q1MdHQNDY3MLCxtTUwtIQA2t7CxtnFwc/f29glwdHIzNbNWVtEUlwBDrcXEpeTklYyMLdw9fGNiE4OCw52cPYyMLdQ1dJVVNJWUNZSUNRQVlPV0jRzsXZwc3QwNTPcqquzbq6qjbWBqYmlpYQtV+1pb2UMtvoYGplaWdlaW4Cawo4OrlaWdro6hmqoWVOqrpakHqc0mxhYG+ibaWvoa6jrqGrqqatrKKpp796ltepgFNmZleQUlGVlFKWl5SSkZKWlZCIAFKq6KjIyKnJyaoqK6/F51OUU1WQVVhX1qqhq6WrpGekamplZ2lnaOesbmiioaEhJg9pW4uOzu3fIQAEvKKIMR37v3SkgpS8qqS8trSiloye7TVVQ1VNIy3atuvk/LUlnHWlXPVk3fTsPQQcfURd/CXdvUUdPYXs3ARlXfWsPIxsDKxcLJx94j0N7Nx8LWUVXHSExa8VcRiX+J7BGWVtqjrKNl4WzqFuASkuh34GhQ8qmg5FPu0Ufsg+LtAw7Y+8fZ+MZY+kSZ+8RY+R+w35/iHHnIMTzFKTLFO/6wb/whv/jUyCMnvGPi9+oZggr2zj2iIuLC23cJbRPdtlVEaJuo0DbRzSRnwcnWrVu3btmy5bctv2/dtv3Xrdu2bBXaLiy6bbvQb2A+9O/bt28XEtoqLS2pq6NhZWnq4mzv4+3u5+Xu7e4S5OcdEuAbGuS7P9hvf7BfeGgA5LCNjggSTEBUuH9kmF94qM/+EI/QIE9vD0dLM0MN1b1KijLKe2VV9slB6AvRr7qKIkS/2hrK0Ohpq0GpVwa6GoZ6msYG2sYG2pAL2srcyN7G3N7G3MbSxMrcyNrC2M765/bvpt4LLQPbWZtAA4VjOdqZO9lbODtYOjtYQvTr6WIHLgMLANjHw97Hw35/kLuTnbGLg2looNvZjIPF+R+qyrJvXTn+9N7Z6uJ3DchcVOXnRlQepaWqta4YU52FqvxcnPMMWfEJX1/SRasd7Gxub4OzyKgOIoi1/XTsRC/uxyTjx2T7whhteZqxMEabGyaOdeO6yAgaroLcWExqACt2B9qxXcSaHjJmortlbpAy00+YG6QsTTBm+klzg6RvQ9SFEeryZMe3ITKprjT308MbVw8fOx4bF+sTE+0VG+MdFGi/P9jlcFpkUd77dnLD57dPYsN8Dx4IT4gKDvRwPhQffTgxNj48MDEyOO1AWHy4v6D+1zctPuTMsbiEKM+IIPvMd39MjZAmhgjdDHQPAzndj/s2iJvtbxphoroI5QxcUUdreS8JNtFZP8bCUuuL6srfk2rzh9oxM734+WHK5CCJ0FReXfyuuuAVrOBFZe6f2LK3lLp8elMxo7mkrTYPX5vXTUGN9rb0MOqpeFgzMg+HLMA3VLS11sDQJR8KPz7P//CqqoC2vtAB8JkgK/KxbA7U3wPW9vB5SD6nhsdG8rhQGBWKByC5QNUqULnCr1wGyhaBom+8ojl++SJIv1U/1tAccPO2RVD5Uw8AT4iUl+1M8OEau3x2sWLuR+36T7WzjgveD1tdh69tVC2vli4sli4sVq+soThg19HmQAwMcjKbU80BKrkA7O+pYvOr1nmVa9yyH+s1HADDAwpnF59SWDfqWx+TGJmDY19HxvPGxounZ17RGe+7uiHuxXK4kAKM5XA3Dc8NfLBdqYa9UcMGWbdeEGdVDwDw9bWShfmShfni+W8lC/OwtVUozQsKvqphb0DwDF9fq1pZhlqa4OtrXycnShbmQcmXx4WM0CA/AyAAYwRpW228DQr3B42zSOH+IAAboD0bACoBoBwAKn4yMBvDW2sFAOwSB738fwg7y6i29ndb73O2VKBGizsUK1Dc3d3dHYq2hbq76657SynuDoFAkBAIAZJAcBJcilsSIuuOX1Y3/33vOWNcxjvWWAkrizT99GS+c04oe2zlMbo/OQt5D9F1u7jlU0N3Vf/M4AY0xYbwsxuFWNLHyqYXFS0pmdUml/82uvz6AqL/CnLU+k62Tspb41Pvbc99dLn42f9OVtL7uit5vddKKCcy+0Pfdfg+bXG52+D8AJ2QOxeZNW96H2f7ojco8+eVZuhSLdX376Zj7xpu53T6nPlbVNtxt7CMkIQILz+PnJrGzXuPWlCo1YGOlpdnB14lMHOuTH88RU6/fzPE5eGl8/l5xVtsaHhiMfV7Zkry2VHyxNrKZhsG5+LkLiF6WFRIkpdHUFhAXFRIUu6wIt9BIRkpBWV5FWtDI0p7I53ctTTQQp0izJFbe3DlU4Mtgx2I/pYq6njfBK55HNuCLilA5ubODQ2hGlquvM14Vo7NJ06Vds/W9i2k3PugZe2rauiobexgbeupr2dyWErGyc4WZKi6O7rb25jq6CZGRqV+fkUews5Odw2QEFMUNKWveaofTyb2DBJHUr+VPHmdU9w0UNY12dg/nZWV9eHZg8q8rKL01IK01PWZmbKcXHsTC38376/vvq4ubVI3mQvLVDoEqo/nN9jjPzd7KOtPUxsVbM4L2T3WPtUqnUISPTv5Wzj+N6cK3rA6MY/vD7+MTAxB081T9FL8zKl3XxV9PrrfvpeQEXYOoZpQLHsOdeQ6mi/0E5fVWbeTb6oxY7294w1VNY2Vpa0vuXb1AAAgAElEQVR1JRODbeODmIHO2u6W8j5MZS+6dKi1cr4fM95VR8HVDGGrhjsQlG4kuRvZj6/uxpW01aT2NOeOdJT1Nue1VX4lorIoHZVDbaVd9Vk9zfk96ILu5vweDv0OdlX34SrGSc1jPU0j+Pp+XG1fe00/rnawAzmMq18YxK+O9Kb4ezsePWoneyTM0CLZ1v2if5ihgnK4r8/q9PhEbyeF0DLb37Y127NExiyRMZM9yLbq7531ed1NpV2NJYtjJPrqHKIGGX/iTER0vJe3r7KyouIRGXlJQR2Vwz/ePIDWxifwDdAy+c3lhCsR7vcTAs8HO/U25FE6qjconTOE5rPB/t6GRml3nkHTm8zBRdbQCntwDRpYgwZXwQytgOldgnqX2KRFNmmR1bMA+nI5wyL+ZOHnqNgJIBeTlsCxZ4mOnYR6V0FRUM8y1DE7XtSOflmAfVc6UYxjtk2CRKiunxBxEVxAXOQUBc0CqRDuzu2cBplbnIJcoOvCcmjnNKjVJcyBley2sa1m8iaastU+BeF/QoR5sGcL37Zjjtky/h+ba/MYizNQ0xirngxhphk1g1DTONSxQEMM0Kr6prIwQ59qBj7VjHxBjv1omstpWyzqWislrpTh6bWckiHsJIQZY9YP0Gt7QRQzpz4XahrpepkPoSnrlQSodXyjisio6QWqcm0/XDu8Vdm9UdK5XtxBLcPTK4i0cgKtnEAtw2+Wdm2UdMJDqyQuFbT9zEEvF2I3yrqoFYQtBAkgd9MIhBkDbb1dc0Bl7ZoFPNw2Tm8gQ6RVqGt+q3m08335et0g1D7DwkywMBPMlnEGeozeRKE1kjkkPLKJGgYP0aPg04AZGMsJ6MLO/LMaPQ2hJ6HGMTDoSah15j/70m3Tv4C5YxbUOOFm2B1gmB0zMPTCAMzumv+fA+qRYQAmLrI4DLxFmN8iAAyGCKvU1ikWYWEVR27LrcQUl3XUVQ8RMP34JkJ7TXdH/VB3CwZZ9uXVo89PH1XnZl0+eTIuNCTU1zsqKCAiwM/b2dHVwdbH3cXXwzXYzzs8OCAqLDg6PCQ8OMDZyU5fT8va3MzX0yM6PAwmWLg9OMDH28PF2cvN1cPF2dXRwc3JEfbxOtrauNrYuljbuNna+Ti7BHh5Bfv6Bvn4+Ht6hgUFRoaGBAcFeLi7OtjbOjnau7u5eHt5+Pv5+Pp4eXq4ubo4OTs5uDg7urk6u7k6uzg7eri7OjnaGxsZaGtp6OvpGBsZGBnq62lpaquraagc1VJT1dPSNNbXMzU0MDMytLEwt7W0sLEwt7EwtzIztTAxNjMyNDUEZUjbfLudkmWkC9KkYREYln9h+rU0MTTW0rY1MTVQ1zDX17Uw0DXUVLMwNtBRU9NS1TTWNX/3d2pVEaYou7WucqA8vxdTO1ObN1CVRarJ6UPmD1ZnkYq+dYDk56KR+oIhZP5gTU5faRq+4DM2/zO2/AehJrcfWUypKRwpz+4r+I7P/YLN/4Yr/oEvzSCmf0Dn/+iqKOwvzCF+fI+6cy8/+dT7kLB7tdWTBbm9MWGPbc1P3LqS+/U95sXj2tQvHU8fI6/fKD6ZkhYd9z4s9n3MydQLd8ofv8G8+dz+7CXq3qOqW/fKrt8uvnQt7+LV/Cs3is5czkk6/T3pVFpiyvfIhA9xyd9OXco5dTnzwo2sS7cyr9zJvnw76/z1H6cvf0u+8OXEuU+nLn1LOvMhPuV94umPCac+RCe9Cot9FhL7KCj+Xszpp0mXXh+/+CLhzNOEUw/jT9yJjb92IulmdMQpD5dgCyM7Iy1TY01DfRUdDTlFBSFxqYN8IGV3F7cQ115h7n1CXHsFdnHz7di9Pfw7AQkL7t4DfsUNNNj/CcBw2NW2AvyvrKy9fLv3wpT776MA936Yfg/t5D7w5y4eDujyc+0T3n+Ij2sfzw4uGIOF9h0U2nNIkPvgEdHDh3bs5fl9txAXj+DuA/w79wns2s+3Y+9vWtr6+gYmBoamWtr6ykfVjyiqqKpp6eoZqalrKymrqalrwwBsaWVna+dkaGSmqaV/WOYIL5/wvv28+/bzCgiKqahq2dg6+fmHuLp5wwAsI6soLiEDB0qJiUrBfmBzM2s9XaPD0vKwCKwgrwynZ+nrGcPZzpoauupq2nCtkaGBqZmplbGRuYa6jryckrSUnIT4YWkpOXjnWfGIyhGFo/JySqDylyM1S0jK/iu6WVJEVFJYREJIWFxQSExQSExAUBQ+ERKW4BeSFBA+LCwmJyIuLyIOAFhMUl788BEJGUV5ZQ1NPRNDMytDMxtNPSM5JXVRKXkBAQk+PjFeXlFeXlF+fklBQWk+QSkgAvNJ8goeFhRVEJFQEpZUFpVWkZBV/zcASysB1pVRMZBTMzqiaSqlpCsmrykiqy6lpKusY6Ztaq9r7qhrZn9Uy0hS/ug+PpH/3rXvv3Yf4OIVE5RVOaymr2XhbOziZ+8f6xp+wi0yxTEkycQ9TN3KU8/e38DBX8/eX9fBX8cxSN8l1MQ72sI/ztw32jY43iUiySHkmFNojE9sormbN5+kzJ79vHv3HOTmOrBr596dO7h3/MW14y+unTu44STnP/7443fOzx+/Vpx37NzF9cfOXX/t3LGLa/dubi6uPdw8PPsFBflVVY8aGOjZWJs7Odq6uji4u4FABSc7axh6fTxdfDxdYGOJr5ezv49rgK9LoJ9rcIB7SKBHUICLn4+Dp7u1m7NVgK+bvY25jqaKksJhucPiMlKistJiR+SkZKXFYO33iJyUorw0LPwqKRyGhV84+GobfTXVlHQ0VQx0Nf4fADbQ1YDR93+GYMEe4H/nYFmZG1iZG8Do+ysL+l8AbGWmbWak7ulqmXI84s2Lu4iKnLysT+eSIx/cPFlXkUbqQLSi8tsaCojYyuba7MLMV2hkTl1FWntTURembIBQN0JqbEXlN1RnkLBVQ/jaif6Wif7mqcHWjTkSfXFofhRHwlZN9DeP9Tbj0cWdTcWUHtTkAGawCzk12ErubhjGo0ZJIE+VhK3CN5cRWsqaq7LqSlPLs9+XZL4uz36f//3505spiZEeYcFO/r52gf4O0ZFekeEewYFOD+9eJHQ00NZni/JSz544FhvuHxPqH+LrHuzlGuHvFeDu4Oti6+tiG+hhHxngHh/hGxvmGe7vFBXsfO5kyKsnF3Hoktlx3EhfwxAJ2Yev6GktmiDVzA01kPEVPS15/diiMWLNdB9qvLtuoqee1FLcWZ8z0lkz3dc8Sqjrb6/q76ipLv6S8/VJadYrZPHH6vy3iNxXqOIP5RnP6ove53y5n/7hdnN1eltDQQMiC99WSeqsa6jJL8j7Wlye2YxvxJKJpV1NLyvzS4d7kEs/McytRo4JFi7araAxy+i0Uhq1lEYt32JUMllVLKhiCyqng8XjcjpUsMJKm1pPnVjNnmcWrIACJLjLt5GjshYtLqEh6Gl7Zz0LKLEoTgMwmmP6rdhklC7TCpfWC1c2yqn0agYLLv4tWl2v2mI2QMAwXMMC8m8tG2AtfEEJlVZKZ5cyfgFwOQOIwOV0MLVskHqVu7BWQQN1u7VMqGiZmjk9/3188sPgYNrERMb0dPHqKlzVi2Sz4e6iWhYLyQY7z3WcCCskm93IodNqJuPH9NRLUs+b/r6CleUWoM2y4TBnmGl/ZXHRaVWMLVjdRf7TolTNZBStrX4dG81dXKhmMpAQhGAxYSl4uz4KxEqz6W3MtXbGSitzo5lNqwNdR1ABEypkAcIvoVMraMt1tJXmjY0+CModnvjSNdKyBdUuQ610qH4BQk5Qf7T2P82tTqtvH6ZDcxDUs8LKwA3crm53fPBF5+zfMtF3BINuSEU/Vk56a3u7yOlOkfejyqAXdREf2uKzhhLzp4LTKK5/dzjfrLI5k21zPj8pdfBk1pjHE0zQu56U/KmTmSNXi8ZOfWk9/qLCKf7uPhnDv/jlDitrqqsp6WkrG5kYq6mpKEsIfLoSBxFyIWIqhLz381PCWsWrM056D8+cvH7x8tLiJpsN5eQWhYXHNDe1MbYgL0+/gzz8yoqqosISfIcEefYfFBUQEeYTEuLjtza3EBcUbqlFUNpR3bU5+LqcJQoWoo5O9Dfi0cWrkwTaTP/mRN8KuQePrFweGaLPzuZ+/aqnZ/CjquFZfmV+KyGzrsXSK4hfSj46/qSxiYWBnjHfAV5NVTVvd7djMVE21pa+vt6REWEx4dGRoWEujlbHon1+pD3tIVb/nO6g9LeQSbiJwaHcrOLHTz+//1Fx+23WrS+FmKFpYk/31HAfe311foyyMTt78fhxGWGRpMiokZ4+iKOBr61srq3TmRC0sfWr/GmdDS1CUFknJfj6J2HHs3udn2hcJihcHN0d2C4Q1r3TvFDRvejY5Y6iso3lUQiiQNi06aTgjOjjNWreaUdCcrRPVvDY3pJ3vnrpRRkK3d+Bacc3IPowlaSWws7GrGkyZna0fWa4daofTcEj8fW5pKbCpeHW6R7UBAE52gWim8c5qfWD3dV9HWX45rwuVDaxKa+bM5Suqqke1BC2YqC1bARXNYAt7UEXDOHKJ/rqh/FVOFTW7EDjTH/DKAHRiy3ray/nbMSg+ttr5vo7Z/u6OhAV3mampjJHPLWNb0WfeHr6iquZ9REJSVRFGQnb3INFTfZjJ/sw8+SO6aG2ESJqGI+aHumcG+tlbc5TV+dLC/OePH156+6zqGOJzi4euto6YkL8+mpHNI9IuJtrvb59eoOMh2b6+xA53noKNR8fX4/0xCPSp/BI2jhhdajz3vF4X2OTjEevoKl1NnkFGlmDhjfAjKyDGV6FRlahgRUw/cu/hsPDUO/SFmEOGlhdah5mEuagkU0GfhbqXYa6FyDKFg0z1puBantfCnKP8T+hoU2IuMCE0Y60DA1ugGcG1qHeFbBSS1qCgGK8CF4LVq/nAf5tD55Dg8R5sHbbMc0CvL0Idc2x26dB5jCOo3C2A4oD+cbocZh72Y2j8LAaKFDTGB05BDC4eRzCzo1lNM/mYscz0WwUhYkiM5DDdOQQDTGwWtEzX9AxndOyUoZfLu1Yq8Az6wd+LRU3jdBqSIBOsZMjqTWr5V1AzsVO0mpIoMoY2c+s6WXV9kGooV9L101kCDO+Vd3DQJDg2aruoVd1b5bjN8q6GFU91DL8ajFuIQ8zm9U0k9m4kN+6UY5n1w3Qq3tWyjqXSnBrFXjQddQxDZGW2C0TEIUFYSYpWej5MgLgVQwnawpeZm6dYrdMMJvHGE2j9AYyDTXCaBrdav6/e4BhVzB8bJmE0BPwhwM1jYFzNPjiAPwVIBFPQQCYpyHcDAs7BQ+zfYrZDrad4fmlJ+PmQCXSPwMvSLMJC/9WgJn4eQ4Yr9GxM8yun5v48e7yhuyXb2qy09FVhV0YxAChuQuD6MIgSO2NZTmpaa/+rsnPefPwYVJkhJ+bS2JUxKVTySdjYyJDAmPCQ+BWXm93lwAfz4iQwOjwkJAAX09XJy01VVdHh0BfHziiOSTAPyTA39XRwcsNVPi6Ozu5ONi7OTl6uDi7OTk62Fg7W1nbm5nbGJs4WVr5uLmF+PmFBQSE+oO6o/DgoNCQIE8PN2srCzNTY3MzEwtzU1sbK3s7G2cnB1cXJxdnR3s7G0sLMzNTY1MTIxtrSwd7WytLcwN9XV0dLWMjA2srC1NDA2N9PVBtqqsDlwMDPNDXszY3s7W0sLe2sre2srW0gDO0DHV1YO3X0sTQytQIFnth6++2AdhEXwdehP7FyQZ6VkYGxtqaZno6RrqapgY6thamWipqKkdUk44lI0rRtWW4/AxMdXFveV4fonCwKrevPKunIqO7LLO7OLWzILWjrmCos2GxtWqqoWy0Jre/NINY9oNQkU2qLxxuLB+rzh8qzekrTCPkfMHlfG4rSO0oy+yuzuvP+Njy6WXdm2fVuRld6WnYY3HPomIeFxT15eWSTp74aG9zKjzkyaP7la9fNLx8Xv/pfeujB4jLV/ITj38Ji3oZFPEi5vjny/fKX3xuv/cMef1e6aWbBRdv5F+8kX/+Wu75a/mXbhZdulmUciEz+XzG8TNp0Ykf4k5+OXUh+9TFjOQL305f/nb++o8LN9LPXUs7denryfOfTpz7mHzhS+Lp9/Epb+FjVOLfocceh8Q8jEh6FHfm2fGLr5LOPU889ST+5P2YhBuRMReiIs/4eEVYmTjpq5sYqBkaqOqqy6nIColJHOAT2bMfVnoFd+/5/wIw7MiFARjG3X9DLyz8whvR8FFwzwEYdPl27z20k/vgDq4Df+468Oeuvf/9F89fuwW494vsPyR6gFdk/yHhfQdF9h/a+/sOnh1c/Nz7BfYcENhzAJxw8Qhw8fD8yc2/+4AUr4jkIWHenQf4dvFI7BcS2yvwm5GxOZw+pamlp61joKNrqKmlp6auDbciqappaWnr6+oZmVvYWFrZ6eoZgVwoaXkYgPfsPcjLJ6x8VMPK2sHbJ9DZxdPUzFpNXeewzBF4IVlEVEpcTFpcTFpZSc3M1MrM1EpJUVVMVEpMVEpaSk5BXhneatbVMYSznVVVNLU09bQ0QRQWvCNtoG+irKQGm4olxA9LSshIScpKS8lJS8n9cvyKHxYVkxYRlRIWkQS1vUIAev9FvOJCwv8eCQC9EgpikkeExeUFRaSFxGXEDx85rKCicFTzqIaenrGliaW9rqGVwlFNUckjwhKy4BohKU79rzg/vyQ/vySfoBS/kDS/sKygqLyIhJKY1FFRaZXtkZDXghVgySN64gpaYvKaYvKaEke0BaVVBKVVROU05NSMVPUt1Q2tlbRNZY7q8InL7uUV/oPrwO/cB/fwS4jIqshpGinqmevbelh4hDoGJziFJNr4x5p6hOvY+x01c9W19dGz89WzBwysxwFgY49IM99oc99oh7AkAMDBUS6hMZ4Rx3Ss7fYKinLvO/SP/LsXpl8YgP/4468/OPLuH//87NixY+fuXbt2c/+1m2vHrp1ce7gP8h4Sl5SA0dfFxcnd3dXN1dHRwcbB3trFGaQjgIAETqzCdrICRwp28PZwDPJ3Cw3yjAj1iQzzDQvxCPR39vKwgQHYxdHG1EhXS11Z+YiMvIzEETkpFSW5beF3e+H5qKLsUU7m8/9Dv7AHWFvjqJ62moGuhoGuhr6Oup62GvzQzFgH3nzeLkOCxV545/lX96+V8a8IaGsTB2vTbd/vtgLsaGtib20Q4ON44Uzc4/uX3768l5n2Nu3rywe3zuRnvGprKBgk1g91owYIdYS2ig50CakDQe5tWpwi4pqL+/HIEVIjEVs5Q8G1NRRQehrH+9AzQ+1D+DoCunx2pH1lsqe3vbo6/3NnU/FgZ10fDjFCaJgZxg511TdWZFTlfcr/8TLz45PUd/c+Prvx+FbK3YuJty7G3Twbe+V05Jm4wGMhzlF+DtFBjscCncP87WMivUKDXYICHDlH54gwz2+fnq8vT+JxDbFR/o5WRvGRgVHBvmH+ngkRweF+nhH+HlGBHpEB7pGBbpGBbsHedsHedrHh7rcux1cWfRnsRlH60biWImxzwehg4wABQSYilkZblscwMAAP4krGiDWjBNBfMt5dB8/sQAsFj8RUpVfmvC3LfluY+aI8501T1Xd8c0E3ppDQmNtRl9lY+qkNkVaZ9fLH29t5qc+K0l9mf3uWm/46Pz81tyAtqyi9GFmMJXePs1YHmWtN8xNfO1vzyENVK4s1NBpwvQIiZRavUYs3f00pjVHBYFcw2OV0qJTKKqVChWvM7IXNzLnNghVWDccY3AZBlRtA/q2h0RE0ejWVlv9z/iEGC6Mv6P5lQ4VL66mjU9/GpgpXqEBxpbOqGSyQj0VnlG5Qy6n0WjaIzoJ3nhFMdjWDVbUFYp/LNmngzVCZRTRmMZ1VyqHfCiaQo6uYUDmVlbuwljO/WrUFNXMgtoYBVVLBDnbx6mr55mYti4Xi7HUjGAwkm71d/wtnNcOtRXUQVLKxXguxURBUtLb6pr/vIa79VS8pbWqynAbeLci+5gBtGXWzgk6D9V7Y9FvNZNSwWVWMrTLqZvH6Wv7yUjmNClMxEoKqmcBBjWCyaznKdgNIwKJjWBstzPUmFhXFYlSxoHIWVMIGU7rFLN1YqV6bb1j/2Q+x09vaQu8+8r35KPZl2vV81Kc2ctkYtYMK4akQgrz0o7k7H9vfODrftwmNQVATG/o4yk6uHFA5//lg4F2Vcz/M7lZaP6hyfYY89qP7UtXM1drl89XLSaVLvmkU+6cY5yv59sc/OKZ8vvC982H5+KV00qOKiVQc7VXNeNyjAvuY22p2Yf99UO7PgxKyR/X27OWRFeeXENijo6lsZaxtdlS89u1FCP8dqrsFVZxb+RIzk3Ut7/qxnBf3H127hmvBLs2vffjw3c3NLzo6KTzi2G+//cl7SFBZUVWAT1BUWERKTJz/IM+enX+a6OsoSIplp35ZmxnDIfLwNVk9jQVrE520eRKmNgNR+HFmEPP0RrKJitQxH6eCr+9wSMSVlJNihw7qaGnvExXziU+ISEnRs7LSMTI4Fhfz6d1rPU1VOXERCQFeG3OTlONJDg4O1rY2rp5erp4+gf4hKUnJgQE+FhY6Af62jx+dbW7MX5rtpwwRM76nVlbUlVY2ZZc33X2X4ZV4/lspYnp2Znywb6gbT19aOBYcZKKhER0Y1INt/1V5TGdALDabCa2uri+vgK3w6flloAaz6JMbqxQa7WEu4rD7GR77u8qJzUeTyZLRZAHfbvmwbh6LXLO4pts/tso6oOSHZH3/AqOIStNEpFli+SHdM5FX82vRk/jOYVwdEpX/ZQRTuDSAIHfmTQ9Uj/XV/aS0rU93U2eI06QGbHV6R03m/AB6ugc1Q2qY5sxETz2ZWDuIr+zvqOxqLOxuLh4j1i+S2+GZ6mnsbiwYwVVNEOsoeNAMPEasWRhpmehBdjVkTvfWzvTXjBEqB9qLhjvLpvtQU71N/e2IqT7sIK5pfZLy6MIFN2NzDTE5Jx0LOy1Tc219KUEhHyfHTjSqr6N5jkIaxDcvT/eN9rXOjfUQ2uv7urEbqwutGPSDBw+uXrv14PHrU2evxcUlBwaEmhubqCrKp7576etgriUjYK8jX/rpKTTZSx9qDzRU/nw56fnJcHxlGgVbOdvduDbc9e7aJU99g6wnb6A5GkRZhcjrEHkTGtnknKwD+iWvQkNg2IMr7MH/i4QBAJOptK4ZqH8F6lmg4iahSRbUuzRRiW//WkVIr6PjpqDhTc6K7Aw0yd5GXBZ+DmRNE34C1u1egAiz//sQ59j4GVbXNKtrmg1SuGbZeE46V/cS1PWThZ1itk3+UixhebMFsBzMwFDTGLtxlNVAYTVQthrIjEYKKARCj88U4vq/IedL8Wz0+H+UT9gT2zrFbBpl1I9sInp/FrVNZDZM56E3q7s5ncYU0LLbApKZ1ysJ3e9LwGJwwyBA4qaRX9yLHgUVTehR8BBen0YNAV23Yfg/bmT4YW0/VA+uoVd1rxbjFvNb5/Mw83mYjXI8WKtuGAJ/CDMGNQ7TkL3r1USwt4ydmS7EdbwpBZjaOf+r5Wjb37t9wom5glt/wRcBnE8DdDVtAzBmEoI/pcZRRiP4cJhNo1uNFEbTKKNpFOjnmAl2KweD26ZgkRl+ht06uf08EI3bZkEDcPschPunJRhOiiYsQoRFIAVzRGAWh4ch4goDNwdIeHB5BtPz9urN93duv7pztTjzcyMiv7r4R3H2l9a6cnxTTVHqp2c3rt46fzYqwN/LySEy0D857lhiVERCZPjJhNjYyLBgP28PF0c3J3s42Pl4/LEzycf9vb1OJMSfST4ZHR4WEuAfFx11MjEh4VhMXHQU/IyPh7uXm6uvp0ewv194cFC4n3+Au4e7nb2LtY2rvb2Pm1uwr29YQECAj3dYUGBoSJCPt6eTo72drbW1lYWlhZmGuqqOtqaJsaGdrbWDva2NtaW5mYmZqfE28drZWpuZGutoa8KXWZgYW5gYw+vN1uZm8AByMDOFGRjWgS1NTUwNDcCyqK6Wib6OhbGBtZmxjbmJjbkJTMJwJhac/wx7g+FlaRsTI3N9HTM9HTM9bQNtddAwbGysekTJ3soh41tefjqitrSzpqw3Px2Hrp1L+4Apyegp/NFV+L2z8EdXUVpXSSYRVUrpbFpqq51trByvLRyqyu+vKRisLR5GFg3XFHHoN6M75wvux7uW1FeoH2+bCr93IgoHc75iH93Mf/6g9P7dgoT4F3fu5ecV9X761uLtc9PZ5XJi0scnjxAP7lU8fYT4+A7z8nn97ZulF85lJSZ9jo3/kHDiS/L5jKt3y+6/RF26B3KtTl/POXcr/+KtgvM38s5dy794o/DyreIzl3POXsk9fSk7Pvlr0unvpy9lp1xITzrz4eT5T6cvAwxOvvA58fS72JOvYo6/AIvQJ1/HnnydcOpdfMrb6KQXEfHPIhOfxJ96fvz83yfP/Z105nFiysPE5HtxCdcjo876eEY52vqY6lrpqxroKmlryqnKCkoI7jkgtu+QMPc+WN0V2bNfZM/+7YeCu/dsr0Bvq8H/riD6NwD/G3r/fQ7vPMPou33Ou2uPAPd+eCkaloUP7uDa9/uOPf/1J4y+8FHkAK8kn5DkIWGxAwJyQpL8uw/w7twnup9f4qCIFK+Y2AGh/b9z/6anb6yja6ija6inb2xoZKZvYKKppQd3Ix1RVFFR1YTB2MTU0szcmlPYqyIiKnWAh3/P3oNc3Ad4DgooHFExNbP28PRzcvaAFWDpwwrCIpICgmKCQuJwILOszBEjQzO4JEnmsIIYB4xhBoahV1tLH1aAVVU0VVU04eojczNrUxNLDXUdmcMKEuKH4VuJCEvALxcTlRIF0PsfvoXRV0BQlF9AhF9AREBQVEhYXFhEQkT0lyYsKCIpKiUvLCUvIiknIC4jKHZYWEr+sKKGorq+mq6pup6ZlqGllqGlorqhiKyHircAACAASURBVLTiIWEZPiFpIdHDwsLSgoKS/PzifHwSfHwSvAKAgQVE5ARF5YXFFUU58q+otIqI1FFhSWUJeS1JBW0JeS1RGXVByaP84kp8Yor84koCEsricpoKasaqulaqulZyKobC0qoHBA/v2C8INp+5eHbyCAtIKSpoGKoZ22iaO5m7Btn7x7iEHbf1P2bgHKRh7aVm6aFi7qZj4w0YmAPAug7+us6BBm4hxp7hFt5RTqFJzqEJDsFR7mHHHHyDj+gacB0S5ADwAa7d++D9Z7ACvYtr1y6uHTtAmhVnt3kXvP+8c+dfu7h2cu/ds5fnAJ8Av5iEuILiET0DfTs7Gzc3F2sbcydnO3c3JzdXR1Bx5OEMS74+ni6+Xq5+3m6+Xq4+nk4+nk6wBzgi1Cc6wv9YtH9sTEBUhE9IkJuvt72Hq42Xu4OTvZWVuZGxgbaWurKSwmEFWUlFeWkFWUlY+91eeFZRkoPXnmHT76/wZ04Clo6mirbGUeD71VGHGdhAV4Oz/wx2m02NtOEmJNgJbG6ia2Gqt90GbGmmD2Mw6ECyNtmOfQYY/I8H2MnO1NvdJizI/URC6IUzcXdunHn/+kHa15df3j0kddaR+9DjQ23TlI7JkfZ+Qj25D725NEzuQ6/M9RGwVeQ+9DSlY3yojbU5MdaPmR7ETg20TQ2097RWtSELx0jopfGeXiyCgK4cxqPGe1v7cbXNVTk5X54+vp5yJi7wdEJQYrR3bIhHTKhrTJBbVLBzdKBrTKhrgJtVeIBDTJBbeIBDsKdtkLd1uK9jZKBLMEBft+BAl6AA50BfpwAfx9Mno798+DslIfJEbFhkgHegh3OYr0e4nyfsAQ7xdA73dYkJ8jwZE3QiOjDCz+lySkx53udBAqqnHdHZUjpAqMO3lmIb82dH22kLvfMUzPpU+/xI00B7cXdz/nBHxSgBMYAtBeGuvQ2TpMaRzpr+tgpsTVZN3vuK7DcFac/qSr9iEJlNlakgtbW9bLq3fopUi6n8hqkCzyDyP+R/f44sTm2oys5Me/v684vHn16kluS0jfaP0FdJ1OVO2nIvBDVurjRsUeu2aFUc72sFbQsIsBBUsk4rWaeVbtDLqaxKOlRJB6hZusGoZkD5i9Ss2dXC5a3iVWbW7Fr61HLO3Fr1Bh0HQUjaFoJKa4OgFx2ED32DSAa7ZJWaM7eUOjrzdXQ6Y2Yxf4VaRgM4Xc2A4P3nkvXNciodwQRiLJBwOdbfSjqjbJNWukGF2biMvlVCY21PKZVVRmPDU7hCLaeyYMW4YpNVvEIrW2fUMsF9YDtxDZtVuUWH9dvKLXotxEZyVF/Y1bwNwAgWs4qxVcXYgi8oXl/7ODL8oB37nEj4Nj5WRt2Er9y+DLxVFsjKglVlYBje2Kje2kKy2bUsFqwww/JyDRPcGT5vgBgNEK2BvdnAotaxwEddyQLW3zI2cDVX0ekNW1Qsc5PAXG0eH3SIDrv57VvLzIJRWKKIhadGUEr0s8yHZbiiwZU+NjQKQSQqiL9qoMzVzTGwEPR8Agovn/TNJ5u+wipeKbV83uLztSchn3K+YuZGzdzVqtlz5bMniqdC0od8XqGPPSmJu/094e6Px5noh+lNEZc+eCQ8cI6+pmzmd0hGR1BW29ze51jC6Zz8ElLPwI+vn87EhhooS4ge3KUgwm2leGi6+gW99Dw7O3LppdP4M+fpjPM9mfevRvm+uXf77aMnEAPKyiqSVVA3MXfg3scnK6ckwC/Czytw8ACPqKCAiqI8z55dVsa6Yvz73jy5vbkwgakpJHfW9aGLJ3uQjJ/dmKrU3K8PBjsQfdjKwu8vQjysdI5ImmgedbM2l+TnvXPl0ubqipa+poKGorGFoW+Ae0iIzxFZUTkJAU3Fw9ZG2pEB3p4uju6ubvYOTu7eflpGpgam1jraxh5u3rFRkVHhAd6eNna22gmxvqWFaRBE6yYQAwMjbz54OTy90tRDzqhqvPb0Zd9AP8RmLMxMXjt3RkdZ6UxCPHt1FVtXh0OhCJjW1ZlZiMmir20waXSIDa2trTEhaHZxZo2+wITWfm5OzTE2KvAjFlEP9xpcOeSQ7vYMkoim/OnSJpE4Lh4/+IdbFbd/jcIpvEBQpUYiStrt8xG7+zdf1jejxyb6R4cwKGiWyB5v7ih9jsq509v8jbWImx5ETfajxntRswONU6S6zrrM9uo0YABuL58k1s4NNM5y9NvBzoqhrkpKN3KwA9nTUt2HRZBaq9rr8jsbikbxqJl+dHdz8RCucqSzeghXOdFduzjSMtOHGmgrGiWUTRDLxvBl5K6Sie7q+aGG2f6G4Q7EzCCW/pOyODpIwrR42zgaq+kelVRUkVK00jeWFRG1NzaeHCANdLZODhL6O9HD3dgBYit5kLC5tjg42P/q9duUc5fOXrl14fr9V+/S7j14ff78TX+/EHsrOzG+Q13NqLrCLE9zbTcDZTd9pZI396Gfg2/ORcfa6qTdThlpLprAIYbR5ZsjhJy/nzioqQMAXmCwKKssyjqLsgkYGJDwOqBfyip7+NdwFqQBBrMGllkDHEF4YAUaWoPGt2hdM2A7epJFqexCvs5faiFDY1tbhLmlFjKrZ4FNWpxvGoKG1qH+FWb3PK1rhto5TeuaYRB/gleRFsHAwjJsP94+khY53uN5cAGwJa9AfSsgYAk/D3X9M53/VO/CKcf/MB4sBTObRmmoEQg3x0KPM5vH2l8VL5QTwTM9qzTUCLV+GJZMASJuR0O1jLGaKZuI3sk8zHAqciy7mY4cALIzZoKDuGP4d6VQxxwdNQS1ToIe4FYOhwM9lpM1BZy3s8BG2zIBocegRgoLNcyuG2LWDwEHcj1wF0NNFOBSrhtkc2zGDARpvbRzKqPhZ27LannXFrKP3TDEbhhi1PVTa0lLFd0j6Y3kjKahNBSEnWE2jUJt01sNZMDwMNz+yrKa4Vh8p8GTLRNQM/gugGP05YRCwzlYnA8HBmPAyRz63WqkwAzMhJm5ZQJWg39VJXEoGv5mAT4CF3HbDKDfznlQj0RchrpXwJI22Hv/Z0hLQNgHswL1rEGdCyBEenSTOTDz48HzF5ev3jyZ+Pja2VsXTry4fzXt/bOM939nf3qV9urZw8sXIv18ogMD4kJDYkOCw3y8/dxcQn29EyLDE2Iiw4P8/TzdPF0cne1tXBxsA3w8OWbgyOSkxHOnUo7HxwX7+3m5uQb5+cZGRZ4/fepM8skTCfExEeHB/n6Bvj6RoSGJsceSoqLjwsLD/fy9nZztLCwsjIwsjY1tzMxsLECdm72djb2djaOD3bbea2NtCeu9lhZmsBrs5urs5+ttbWVhY23p6GDn4uxoa2Olr6ejqqJ8VFlxG3RhsXf7aGlqAg9MyNtHE30gAm93JsG1SdZmxrAf+N9lSHAlkrWxgbmBloWxvok+AGAjXS1dTQ11ZbUr56+hEK3ZPxAVRbiGanJ+emd95XTW186sr7j0T20ZH1qzv3UUp3eX5vQhCoaRZWM1hSMV+YMVOf1VhcN1JaM1JZTy7L7c710F6fi8tM7cb+3pH9Cf/q798AyR9bm1umAg+3N76jv0lbPfE+NevXvbUF5JfvysysP7qpfv7SvXCu/er7p1u+zlq+a3r1uePka+eYV+/LD62pW802fSzl/KunWv7N5TxL2niDtPq8/eyj91Pef0jdwLd4su3y+5cKfw7M288zfAnL6SdfFG/qWbBafPp58+n37+cvap89+Pn3qffO7j6YtfTl34fOLM+/iTr2ISn0fFP01MeRN34mXciZcJya/hJ2MSn8ed+Pv0pbenL79MPvcsKeX+8ZN3Tpy8nRB/OSo8xd0hwM7M2VjTREtB46ikohy/pPh+fiGu/WL7DonuPQBz7zb9wuvQ/ysAb2u8/3L57jq4Y9e/offf5/t+37H/j50H/tx1cAcX3+69gnsOiOw/JMbDJ8bDd2gn977fdxzcwQWbgQW49wvt5eHj2nfgr917/vsvnh1cUvzCR6XlFMQOixzgN9UykhGSkuQTU5SQlzgktv+PvYd28ogeEP5NXkFZQ1PXxNTS1MxKT99YXUMHruSFV6BVVDU1NHW1tPW3AVhWTklQSHzvvkNc3Ae4uA8c4OGXPqygo2vk5u7j5OxhbmGroaknfVhBUEicX0AU9AwJiQvwi0iIH9ZQ1zE3szYxtlA5qiElKSskKCYiLCEhflhOVvGosjrc66utpa+spKaspKZyVENTQ9fI0AyOwpKXUxIXk4ZvJSggKiIsAQvLoqDESAxmYGERie21Z5iBYR14G4BFxaSERKUEJKQFJWQFJWSFpeTFZZVklTVUtI21DC11jK21DC3VdM2VNIxklLRFpJUPCcvsPyTOLwToFwZgXl7xQ4fEDvKJ8wpIHuSXOsgvxSsoIyAiLyShJMLRgUWkjoocVhE5rCIkpcIvfuSQiMJBYXle0SP84kqiMuoyyvpHtS1Uda3kVY2EpVX38knv3A/qjv7Yy7/jgNA+QSlROVVFXTMdK1cTJ197/xjX0ESXsOPmnuEa1l7Kpi7Kpi5HzVw1LT20rb107fw4CnCAvlOgvmuwoXuopU+UU0i8Q1CMU3C0e0iMib2riJwi10G+PXt59nD/LwDMSXTeuWsXoF9g8/3zz127dnDv5RIQEpSSlVFVV9M3NLCwsnR0dnBzc3Fzc7F3sHZ1c/Rwd3ZzdXR1sffgOH493RzdXey93J18vVz9fdwDfN2CAzwjQv2iI/zjYoLjj4XExwbFHQuMjvQNDXb39wVpWB6uds4O1nbWZtYWxkb6WipKcrLSYtISwjAAw/LvNvrC2u//CsCw6ddAV8NQT9PYQNvUSNfMWM/cRN/USHt7YO3XwlTP0kwfdvzC9GtrZWxvY+pga+Zo96v1F9aB4QQsZ3szFwdzV0czPy/7kACXiBCPEwmhD+5c+P7lRUnhtwFi4+xY18xo5zCpaZjUNNLbTO5DT5FxzcjcZmQuAVvViSnv7UKODbYS26vbm8uIbQhiS1VXU2VrbQG2roTSjV4cI00P4lgrk8sTpL72+uL0t3cvHgdyrpdddKDrsVCPiCDQ3xvs6xjuD/KZ48J9EqL9w/ycwwNdo4M9joV7x4X7RId6hvk5B3jZ+Xvbh4d6RoR5hYd6Hov0iwz1CglwjwrzjQzyCg/wiAsLjA0NCPRwDvRwjvD3CvZy9rAzjfBzCXCzCfKweXDtVEXeNzymaobctTBBHCSgGhGZRGzlCAnV14WYGGqZH8V2NeUO4kpAmSepZm6waX4YPUpAcETd7OGOKnJXbS+mDAS0Fn2uznlbX/K1ufJHQ8X3qrw3JRnPm8u/9LeVkNB5DcUfKjKeFX57VFf4qbbwS+7XZzUlaZj6kszMj48/v35fUlDR3dm9vjQCsXshFpa+2bC52sZJigKFt2wguoJhgyDo0g1G6QajbINdQWNX0qEKGrt0g8Gp2GVm/1zJmV+toLELV6ive4dvNrXdbGhJHR5F0raq1zdRDFYPBD1obs2ami1f23zfP5I6Pl2wvAmcuhDgvcKNreyl9fzVjbzF5Zz5xYLl1QraFgylsPsXwWRX0LZK1jeL1zZgPObkQrPBFjSVVbzBKFyjF6zSClZp+SvUkvWtciqrggbeZz0EtXL+OUgWVLpBredotiXUzaK11cL1tToIKt+iIzleXBCyxZGFa+EVaE5rLqwDF6+vVTHA+6lhsyrotI8jw+8GB94PDf6YnoIxGMXZi0YwGLC2jIIgBINRur5etrFRRaeD37JYlTRaFZ1ey2LB2FzDZNRBzDpoqw6i1UG0ejYdCTEQnMirak7sdvkWVLYOOoEJEERgrLXNkT2OhTz9+nYJgj5VVP4mIKHpG22bdNMi8bZ2+EWblEc3cpuQ04weOjSwBU1C0BDnVlEYSPkZVu9Dn+qTdtEzxfbve87VbVxGzF8rH7tVNnyvcuhuxfDpjHafh8U2Ka+N/ZM1rf1Fj5oqGjjo2/iaOweGJ5w7fenO5+9Ztaimpib00GA/fWN9bfHn0vTE4vgwdXpgtrc19/PzADstE4n/ouRdGXjuNPPccuS6BvGq3mbFLcyHC/pi+/++dinIxWVqaAKFwopKKmnqmPIKiCscUREQFOXm5j4sDb592/n7b+YGapKCe+9eTSaTWqZHOtvq8rA1GX2YImJjLrmzsq36OzL/zSQJNdwFTA13LiclRPrJiwuY6mnISIhEBAW9fPbYz8/NyEjD1dVaRUVGVJRXUV7axsLU0dbK19PDzsbWxck1JDjCzz/EwtrJ3MrR1SPQyz3IzsLJ0drezdEu2N8t0NfRwcbAy832zu3rGxvUdSr73NW7/hEJlQ3Y6fWtjr6Bj58/UdeWvd3ddNRVPr78e3FifGF0lL26SiYSsXV1pLa21ZnphcnxrY1ViM1Y+jlDZ9DYEIPFWoMgMFTa8uwqtX1k83YaQcTm4QH7bzqXRvUebP7m1fybJ3p3Qu+OOMyhEy0qlzq4rJ4ouT/7UkTuwi/04nqaSrJGMIUbIzXDLV/HcZnzfRWtpW+aS9/Tf+LHe+vwDTk96IIpUt0YATHYWjLaWUVqyifjKqZ766d760cJiJHOSjKxdqK3abwHg2+sxtWVEpuru9FVw50NP0c6lseJvW0ctzAeOUqonewGrxon1gy1l5A7y0Y6iyn40snuyrn+2p8D9XMk5CSxDkRJdzUOtjWsjJHvX7xopKZlpK4f6ReSHH1MVoD/y/MnP4cHWmvK8U3IqcEeEg49Mdy7/HO6rbXlxs3b5y5eu/3o5fnrj67ceX7q3K1HT96fPn3V2yvAzdF1P9fO6qJciLle8v21t4Wmi658kIU6Ku3vSXSpv578x8vxE9iKpT70SEsFc6Kv6utHG+WjOc/eQT/p7NE19ugGe5TKHqX+AmAKB4BH1tgja9DI2jYJ/1KDR6mbxFmQ7TxGB4bhUdp6+wTqQzE0vL5BmFnvmGT2L0EjG9DwGjhOMra6f9J6fm51/6ST5uFzOnGOTpxj9MzDwyQtMEkLrN5FeMA1hNnNrunNrmkaYfbXNd3zDNw0WKsmAqURkHDnHNT5EwQUg7SnWaAJ/wN77BZglAVWWPz8GmqI2kxpfpEPERcZrROM1gnAZsRFqGMW3qaGJWUmANpxCDsFYae2GoYXy/GTeZiJ3Jap/FZG4wjUPg21jC2UddHqByHcDDi2TnDAeILdMLJW2b1U0rle1cNuGAFgDN7JFPgteuw/nNwxR6skggzqJgpoaUINgb/VPg01Uxg1vetlXbN5LeMZqMmsxoUiLLAfo8mj6Q3935DrNf101AiEnVmv6YdapxiNQLxlNY/9wuCWCRYHaMHKNxrQL5imMXCEq4nbZ8HHgpn8Na1T7NZJFnqcwWls+iUac3ahWTBXc4TiXzdpHAPxYJwBdceNY8BNjZ4EGVrYWSACw/Jv9zIwfvcsQ6RlsNz+a9Yg0gbUtcTAzYJVgrHlzqKq/Fdvvzx8cO98cmKoz/mEiIdXTt8+d+LJ9fMfH997dOViTKB/dGDAseCgxIjwkzHRSZERUUEBQV4eAd4e/l7uwX7eYYF+3u4u1uYmNhamHi6OsVGR8THRp04cP3cqJSos1NHWxtHWJtjfLy46KuFYTGLssbjoqNDAANgP7Ovp4e3kHODuEejh6eXoZGVioquurqGsrK6kpKelaaCjra+nY2Sob2Vp7uhgZ29nY2Fu6uXp7uri5Ori5OXp7u3lARuAYZXYydEedgVzAqEtjQz1NTXUrMxMbSzM7aws7awsbSzMYQUYPoETsMyMDM2MDC1MjK3NAXVvC7//Tr2yNDGE16Hh5GdjPW0jXS1DHU1DHQ0LQ21zAy1LEz0jXXUOA2uoKR+1s7TPTM0tzkFUl7XnpTcXZXUVZhC+vm2tKhrLTsVnfG3P/NKel04oy+2vKBwqzxsozuktSCfmZxCLs0hVxSP1FRO15WMl2b0g+OpdU9oHdM5XbM5X7NdX9S/vl759XJn2rin9U9urJ9XXL2akfmmrQ85cvJxuYX08Ov7V9duldx5U339ce/tu5Y1bZQ8eIp4/rX/yqPb1y8a7t0svXsq+dbvk71cNr943Pf675sbD0hOXM+IupcVdSjt5LevUzdzkq1knLmckX8k8fSUr5VLGpZsFV+8Un7uUdfZi5vnL2clnv8EAfOrC55Tzn06ceZ+Y8gYm3qRTb+NPvog9/iL2+POYxOcRsQ+j4h/HnXh27srbs5f+Tjn9KOnE7cSkGwnxlyNCT/p5Rdibu5jpmGvKqyuIyEgeEBbafUh0L6/UQZApJcy9D1Z9/xe9l+ME/rcH+OAO0AO8bfHdruT9N/RuszHnMhB8xfPXbnjzmeev3XAg1oE/d+35rz/3/7ETjr86uINr/x87D+3k3vnbf+koqSbHxH95+ba+rGqgkzg7MrE4PjvY1TdCHCRiujI//biQdC7cO9TGwEqKT+I3QSExWTlFuIgI3oWGd561dQxUVDXVNXS0tPW1dQxMzazgFWg5eWUYgLn38HDv4dl/gE9UTFpJWd3VzdvJ2cPC0g42CQsKifPxi/ALiPIeEuTjFRISFJOXUzI0MLW0sNXVMZSVOQL39AoKiIqKSMocVlBWUlNT1dJQ1znK6cSGGVhbS19fz1hDXUdOVlGak6cFN/rCIrCIsISQoBi/gJCAoLCgkIiQMNB7t0VgAUFRDgCLCwlLCItIiopJA5OwhAy/uJSA1GERWXlpZRVFTT01fRMtYwsdUyttIzDqehaK6oYKqvryKnpCEkrc+4V5eMX4+cXhFehDh8R4eEQOHBLl4RXj4ZM8wPsrCotXWE5QXBGeg8KyB0VkDgrL8ggf5hGS4RNTEJY+KiGvIa2oLaOsK6OsLyGvJSChvF9AZjeP+M79on/tF+IWlOKVUhRT1JRRN1Axsja097LyCHYMjHUMjLX0jtRz8FO3dFc1d1U2dTli5Khq6qJh4apt663n4KfnGGDgHGTkGmLiHmYXEAsAODDaLeSYW3C0qoEZN68Q9wFeLu79sPy74y+uv/7auWPHrp07d+/cufv333//888///rrL1CA9Ncfe/ZwCQryS0pLqGmo6xsbWdta2TvaObs6uXu6ubu7OjnbeXm7+fh6eHm6ODvZOjpYuwLuBavOXu4Ovl7OMPqGBnlHhvnHRgclxIYeT4hISghNiAuOjQmIDPcKDXYL9HcCTmA3exdHGyd7K0c7SytzI22NowqyklLiQv8TgLcx+H8CsLbGUUM9TXhg4dfUSBcejuqraWasZW6ibWGqsz3WFvrWFvo2lgZ21kb2NsYOtiaOdqZO9mawAgxvQTvYGDvZmbo6Wrg7W3m4WIYGukWFeYUHux+L9D2THP34/uX07y/z0l/XV2XVlqfnZ7wpzvlQXfK9OOdD5rfnr55cef7gwsdXt9+/uPnp9Z2v7+4/vnPm/o3k989uvX92683jm59f3itM/1hTnN5SW9KDrSP3YNE1hV9ePbxwIjLc1znY0zYu1PtsYgQIbQ72CPF19vd2CPRyCPR1CvEF0u6xMJ/QQLdgH6Dxwkd/Dztvd5sAH8fQQI8gP9cgP9fIUJ+wIM8QX9fIIK+UhGgbU30fZ7vk2MggT5cAd6f40EB/F7vYEK8zCaGR/s4J4d6l2Z/nRgkz5K4hYhMeUzE13E5oq2hvKiL3NkwMtYyQUB2NeR0N2d2YQkp3zcJo68okbmqgAd9cUF/6uTrvPRaZg28qwtXntVRnVed9rMx531SR1oHKryl8n/ftYUnGc3TFV2zNj5q819kfbjWXfyvPel2S+bok+1126qtvH55+evfk1fsXL/OyGqcnJ0BcMLtheaGFvtnBCb6q3lyvotNqIYBqtRBUyWQBuZW6VbLGLFljlq6zyzehCipUtsEuWqXlLa5nzMxnzS2WrNPguKxqBlS0ul64vHqzFvWB0Js5NlW2BNTgG7WoF109nwbIFZsMBBNCsKFSOjtneSNzaS1/g1HOgn7Mzmf/XChYXi2ngtrebccvrADDm8+wAgxnZZVu0Is2aEWrm4UrGwXL6/AUrmzkLqzUsOAQrKW0ydmi1c1qOrtknVa0sYmAoML1tdItWvkWvYi6gYIgUOnEZlWD3CkQPVUDsqlAOVM1m1WysQ7rw/A+M6zZNnPwuHB1JXViPHVivHB1BVQicwC4gkrdln8rqNQKKhV0JjEYAK1ZrOqtLfjhPzZjdi17EwltIiFqLURHcOi3GoIqOalXNRBIEate2cQyWD1MeikRd/vj34mXU5o6W8ZW5l9nZt77mnb6xWfDkOTQ+1/CHmdy63v+penofe31+zp829zGKBtqWoeu9EPaGT9FHxEPXmnafbxkb1yOSHya4ZXCpNS20PsZ7ifuOR877xF7NjD56vHbL269+fE5tyK7tDa3rAbV2k4g9ZJI3WPkgZHezgE8ZmII31Sdj0EWj/fjerB1+BbEZD9uY5JEm+qjzw6sjbQSCh+yMC8HHltNPtJffG62+tUH6v5W+TjRUIr35snjAY4uty/exGJ7TG3cZBRAvsNv/71DVEyCl/eg4hFZEUGeo0fEJYX3xEV4TAy1DnQihgnIeUobsTlnnFjd05jTXZ850VXZUZVWlfEc35A3SmoaIKLWFsgJx4L0NI+ePpHg6exsoq/j7+1kba4jKy2yd99uV08v/7AYCwdvJ58ITSNHO/ewmMSLcUkXtLXNw0Lirl2+dTL+tIuNt7mOlbOFg72JhY+jfVJUaLCPm7OddaB/UGzccXQrgQFBj5698wuOrG1AUyamIQi6cf2qiqLS8dhY6uLS5ODQGIm0OjU1NzTY19ba19bKWl2GOA5h2tLc4uzk0vJPJhP0JEFMiL64DrKhWRBpeKG6faKAsKoT9+Y3jUSTxz06T6f2JeL+jGyQvtgsFJ32p9E5h5S0nLoJ0uDScN9Qe1NFfsZDIi6rl5jXjPq4MoMdwlV+f3xjHNewPo6f7kORWgp7oA0mZwAAIABJREFUMUUzfaj5oWb42I8pHW6vHMMDmh3vrhsl1FLwSEpXfV8bqhfTOD1AWJsamezrJLXWd2NqSG3IvnZkD6ayD1NJwSOnehoniHWjnQhyRzVwW+DKhjsqpnuR83310/jq2a7qJVIDbQQ3hq1d6e9cHCC2lhd7WplHent/ffb8dESYighfX3MdqbEWV13a3VgDrf5cHB2kLcy+eHg/Oen4ieOn4uNTLl69d+XO80u3nn74knPy1OXo2BPJKWf1dHT9vNwnhnuHia2MBUrm23sng50inA28jRR6a7KibLUT3Ixb8t8v9TSNtlUzxnuRP77ZqaiWf0gDK9ATm9A4FRqngxnbhMY2OUi8Bo3+a8icpeiRFWhkBSKvUbtnoOGVrd6f0AQdGl7F59T3FqHXuiagKTowbY9tMPsXIPIqe3BppWucPbgEvwoa2+DcfwMir3Gcxmtg6Xp7yFQInuEN9uAao2+Z0bfM7F9hDayCY+8i2J3u/skpWJoHJ8S5fxqbOOeEWRAQ3TnNKekBRbVQ5zSzfYKGoWw0D7d/LIUGVqHO6Y3mYWb7BAM7Tm8d3WobY+EmQcgWeOEMs2WUiaaAQOnOWahrjtFMnixoJX6qmCluX0H0QK3jTDRlHdkHdc6u1faymikcBh6n1faP56D7PlV1f6zo/1zd9xUx9K12ILUWPo58rxtJR41lNI5nNg19qlwtxrFq+2iVRGoFAVQWN46AMC3cDEjAah2HGoc3a3oWS3FTuc1jmaiF4o6tukGodZKOHGA3khn1Q4Comyi/ZGT0GHjYPMpuJDNRw+DKJgrUSGY3jAAOb6IA9ga74tPg5m0TYLCTEG4aGIzbJpgto+AvcgbO0IZawN3+M00UqIEMV0aBJG3kEKt6EEzNELt2GKonQygK1AAc10D3hkOkO+dAvBknpQxIxJ1LUMciEzsD/puGFjd7KG15xQ15uVlvXjy/cfFiQtTJyMBz8RF3LyTfvXDqXFzM8cjwAFdnd1vrMB+vE9GRx6MiIgJ8Az3dgrzc/dycg3w9o8OCQvy9ne2snGwt/b1AyLOjrY2nq0uwv5+Hi7Ohro6+tpaNhfn/Yeuso6J62/XveV87COluFVBBpWsGhpruoTsFAQW7u+Nrt4IiSHd3d3d3C9Ixwf6tZ7Yvx3N+Z6177bXnYWYY+IsP13VfF41EpJNJdlYMOBaLTiZhzM0AcBoaYU1QBDNzvKkZytBQX1NTS11d4/BhUyQCxDVjLAl4LBx/BWdcEfBYPA5Dp1FcnB2dnRzIJIKFuSks/2IxlmhLczNTE0sLMwIei8OiTVEg5/kP2f4n8xk+QZuZWpqizIyRpkgECmEEczLYCjYzQZsaW6KQcOazGdJwY0wRBhs68H9agrUMddVNjDRRCC09TTVTYwN9bY1jaur+x09mphb/CE5OS6j5GVL040vZz5Cal49y0+OHEiLa4yJa4n42x0W0JEa1JUa3J0W3x0e2xke0xP5sTohsTY3vzk4ZyEjqS4xqi/xe9+l1XvD7opjQutSY9tjvtS/vJ10//e1SwOe3T7NuX4lIje9NTep3cnxIpV2/cRtItfee5Z44/ePOo5yXb8sCT/+4ci3+3fuKGzcTnz/LvXcn+eatuCdPM999LH39ofDOw8Sz136euBTqdjbYOeiz+5lgrwshPhe++V/6EXQt4szViMBLYRdvRF29FXP2QuiZ89/PXfxx6vTnk2c+Bp7/FHj+w6lz7wPOvPULeu1/+k3Ambc+J194nnjs7vPY3eehi9cDZ8+77j4P/QKfnT7//My5x6cC7/mfuOHrfcHdOYBGsDc1sNA+pKWmePCAhKKikKQUj5D4Dn6p3YKKAmLiu/jEd/HAYi/sc4Zx9789z9t2/g3AcM7zBgBv1PzCAAyjL2yNhmOxhHfywOHPAtt2/R3+LMknuLEbDEvESmJShkc0b527kBYVMz0wAi2urk7PTQ+OjnYNDLR2L4zPQsvr0Co0Pz73e2SWOcvqa+kP+xS+SUBQVERUUk5+n5q6hr4B0tjE3AiB0tUz0tUzOqahA/uf4R1gcwusvgFSRVVdQlKOl09oD48AD68gH7+wmLiM0j5VGIBNzTCaWvqKSiobAMzPJyQkKCYiLCEro6ilqWdhjjU0MN5QdEWEJURFJOGgLFUVNZh71dU0Dh08oqqiBtf/HlHX3KekonzgkIL8filJOQlxGUkJWUkJWVERSUEBUQFBYbjlSERUHHY+C4tICAmLwwAM27BhAAa5XHL7xBSUxJX2y6keUtXU1jA00TE210aaHTMwPqZnom1krqGPOqxpeETH5JieqcL+ozv2iILKXyGpDQDm55fg3SvBLyglJKa4V1iOV0CaT1Bmr6giXIYkIKa0W0h6j7AMj4gsr6icgKSSuMJBBVUt5SMG+w7ryh44JiJzkEdYYQe/9HY+qZ17ZXYJyG7hlxKQVYbR9ygSrYkiGGIZKJqjOcPNmOyojbY6giIfNaVomNPUTMgH9CwPGqDVkXgNc5oOxloPb29AdDQiOxtTXfBOfkSnE3g7T5rLcYqD2z41jX/v4tnFJ7BjJw/IfN66a+uWnVu2bNuyZRsXg4HqC5Z+t2/dsWMbL+8eKSmJI0fUjJCG5pYWWCKBSCZg8RgsHkOiEClUApGEtbBEEUlYOo3IoJMYdJK1FcWGQeTu+lKd7OkujlauTtZuzjYerjYwAAeedA/wc/E97uDlYePqTHW0J9rb4u1s8DQyhoS3JGDNiTgLrCXKSF/r/1wAhukXtkBv7ABrHDm4sQBsqKdpoKsBW6ANdDW4BUigBJib83zM2EgThdQ2NdYxNdaBGdjMRBeeDRK2MNW3MNX/XwBMwBiT8aZUojmFgGJQLIhYBB5tyKCYW9MsrWmWLg5kFzu8rzvN0xFYkX1c6T5uVCcrjDXZ2MuJcsrHlow2cLXDutkRSGhdLycKDYdwpGGc6Fg7suUJV+t7V04/vH72n7tXor+9e/P41s3z/sedGI40jLcjPdDb8bgTw5po7sAg2FkRbOg4GzrOzorgZEdxsqM42JAcbckb99Y0LJ1saUPHOdlRnO2pbk4MFweaqyPdzYkBXkjBeLvYULBmHo7WzlYUKwLaxZrqZkt1opE87egnXK1drLDHnagRwc9He2o7GwobyjOYc/3dTYW/hhrh4K7h7rLpkfrBzpKWytS2qpSmMrDK212fPtia29+c3dsIJjMG4G5hyres2I/pUR+Sw99kxnyqyY8rz/qZn/wlP/lLUVpIRuTLqE930iNe1BfHlmSGpcd/Dg9+mhj9JT87Pizsw6dPr1IKs7pYzBoWq2xpqXh5qYzDqeJmHeewmKAciJv5nMZip6wxk1fX4A5eLgBzkhfXU5YA/SYtsGN/L0VOzcXPLaWtsrPY6xlMcIWNxNlsdjUEpU7Pf2rtvJmdHxAZGxiT8KGtu5Lras7gQAnLrMQVNkhyXuP8mFn8PDz+fWwy9vdcBhOkLoMKIg6UvsaCY7E2tn9TV9Y2jNDR03MbE/t7IX5uKXFhJXlpLYsNUqOjp+det3Z+6RvKWQfLuoCrmaz0dXbk7Ewm1/OcuLqcDXEjpjjgPH2dnQFxMiBO+jo7jcNK47BSV0HFUdLSYsrKMhwHDbf45nJxF/ZFgypjNitlZTl+fg5Wd7PZ7OTFxeTFxdz19WLur3RjtRjeN4aF4nyIk8tZzFtfyIaWsyBWBrSezu09ygAfCcpdh3JX1gvml5tYrLrpqfshnzUtTWq7micWZ5LzswNv3hhnQQ0TC5c/xng+DLY8/WSPntUBxkm3Jz9srz13vv7ofUpGVPuU2dfmTX7JgtfLec5k7jkRKxEQtYt855jPS1VKgE3Q7S9RSW09PSMjQ22tDW2tDcOjA63d7S29HUXlhXn56UUFKdWlqf0tRZ01mf0NmQMNmR2VSQONOd31oFlnpLO8vSarpz6/NjehpSR1vrtkIPfdZNIlToInlO0DFQRAHa+gyveBeHWpbZtQmhoPLl5xojs0NfXYuZ5Q1zCUkj8gp6gsLiElISEmLrJXWpxfWUEEgzrWXJ0x0lna25w10lEw2pkPLbS3lEZMtWX/asseKItvyQ7LCf+nMT+ytyF3tK+6qb6gq6OagDWlU/B6mkfd7W111ZWFeLYfUT9MpFmT7L0NCK7mjud1yAFWJ58GpzReeRJ+6dY7lAnl69vQkFefs6NTL/ldRh5FIdX1zTQMzLV0aWaWVniCt6snEUfFYGhkuvO7T+ErTCg6KolOta6pqs3IyNLS0nr98tXi7Fx9ZXVtSelk/0BZVlZPXV1zaUl6ZHh/Yx3EXoXYq6z5qf6Opv6+LgiCOKsQ8zdncWytsay9v2NifR1KyCq+/SmscQ2i3/++SZWheSUN92lE607lTtxVWcZF17th+c2/ununx/sGawpSaooiKyrCiypDalvjiiojerrLOuuLU7+FjNZWt5eljbTmjbUXDTXnjbSCbLyx1sKF4bqhxvz+htyB+tyh5oKRlpKhpqLu6uzW0oyBxpqRlpah5ob0yPBADycHKub1o5vNlflFGTHZ8d/yk763lqYONxePNBeONhVOtJcPtpa21uR21uSMtZZOthQOV6ROVmWsthW3poT25sQ2JYUlvX748fq58y42gQ7Woc8eepPRThaGU00V9WnxU41VnUVZs90tnWUF5z1dz/scjwr5FhMe9eDukytX7py7cOf2/ZfXbz+5/+iFh7efg6OzvLzsq+ePF2fHZkY7uuoKoMWhW4HOFOTBIEe0vfmRtC8P7VFqX+8GDlWk95WnL/U05IQG449pFITFQVNr0OgqNLIGDbOgYSY0tMqF4SVo6D8zuAQNLP6Z/gWob4HV/gswbd/iXFU/NMpaqhvOfh0JDSxDI2vMjl+rbZMAdIdX2F0z6z2z0CQHAq/6m5+59/0LUP/q/z2DTHDes7TevcjpWuB0LbA65pht0wCPexYgsJA8C67wdM5CbdNQ6y9uY9Mkp2mC1TDGrB9l1Y1yGsaXK/qh1umF0p66bxmc+jEAz40T0P/cMebUg0pbVtUQAMXqUdCrVDHEKRv4g4jVo20hWS3BmVDdxEphN1QxtFbcu1bUs1rYvZTXAdCxapRTNsAs7OEApORyJnwtB2/CKupdzu9czG6bz2zJvvKu61MaCMGKrRgLLxyPKB4NL+z6mjHwIw+eoYjCibjy+fQGZn4HVMIVk7tWOIW9Pd9yZ1MaoLIhdkHPak4HgFtYWwbebK7OXNy/zkVfKL+Hnd8NrNeFveA5wKTNBeCqEQDAII1sAg4VA+3EoDqYe17J9XiX/SFqmKuhIi4A54HCZE5253pWJ5TRBQ9MwuysLlZ211p213rRAFiiLh7408ZUPgQr7etlo6BhuGYS/JeheQwamWtITG9Mz6pKTUkK+fzgXNA5b5erAd7H7Wm2eAt/F7sL/j7HHe3dba19nB1drOhUtIWLFf3q2aAgX283O2tbOtnJlmFLJ5OwFgwy3svV0YZOoXIDnx1srO2sGBQCnkLA2zLoBAwaY25GxGIcbW283Fyd7e1oJCIebUnD4kgWljiUqYURAqmnZ6itraehoXP0qL62lrmJMZGAo1HJDDrVxpphY81g0Kk4LNrSwgyHRTPoVPgh7HyG65HMzVC6OkA3hgOxTFHGJkaGMPHCUc8ohJEFygRjboaztMBamMMYDAvCcCL0/6Jfc2MjSxQSY2YCK8AbDcDwjYmhrp7WIRRCw8RIU/voQbS5saGujq6GzoO7z4ryahOiC398yYkJr4oNbwh5X/7tQ01UaFtCVEd8DCDeiLCG8JCasO+10WGN0RHNidHtMZEtMeFN0RHNCVFtMZEtkaH1oV8qv38qDQ+uTI/rLM+bzE/p//AsM9DzlR3l2o3zPwqzxiJDG+3t7lnb3LlwOfzW/cQ7jzOv38+49iD7+v2M63fT7z7MfPpPwbN/8h89zn5wL/XeneRHj9M/fCwLCa15/aHw2u3oE2e+BNyIcL/43Snwk3PQZ49zX09cCj19IwosBl+PCrr84+K1iEvXIwPPBJ86/fn0uW8BgR+Dzn0KPP8Jpt8Tga98Tr7wPfXyROALt+MAep087jh53nL0uOnkecvL/1Hg+ReBgQ+DTt096X/Lz+fScY/Tjtbu5kboY8pH5UVkpPlFZflFlYSllAQlpfcISe3YK7V7r8TO/wZgke27RLbvEt/FI7nnfxz+DcMbALzRAAyLwBuq79/0y78FrPXy/nsbnHclKyiqLCV3RElZU/nQESVlJTEp4HneyaMgIkE2Q39782Gsq2+gpa2noak6vzjue/iLe49OH/fDGVsoSyu6WjkFep/69i4kNzkv+E3I/etP0mOyVn6zNwkJiwsIigoKiYmJSysqKR85qmVoZIIytTRBWcAwrG+A1NUz0jdAIpCmKFNLuOVIRFRq9569O3fx8fAKCgqJi4pJ6+gamZphLNEEfQNj1YNH5OT3i4pJA0LmFRQSFBMUEBUUEN2/T9UYaWaKstTU0IXjoGEjNIyykhKyB1XVVVXUDh86qq6mcfjQUVUVNeUDh5QPHFJVUdsQgWEAhgVkYSFxIWFRYVFQciQmAYqOxCWkJKXkpKTl4U8lJa0gK7dPTk4ZHlkFFekDKvuPaqjpGajrG2oYIXVMTHWNTTUNkUYotJa+sYYuQlVdS0sPpa1vKiapBFiXX4yPT5SXV4SHR5iHR5SXV4yHXxycC8nCCjCfoMweATC790rvFpDayS/GKywtIr1PZt9hBZWjiqrHFFQ05A4cFZNRFRBT2iMgt5NPevde2T0Ccrv45bbzSYnvOyqnpqeqa6phgte1oOhjrRFEexOKE5LkoIezPmZGPYTAqxhgVA2xhxB4NWMioF9TspYlTdOCqmFO07JkGBIdUHQ3tI23Bd0VZ+1OsfdAWhClFZR38grs4t276b+2/Otfm7dt27F7N8/u3Tzbt+/ctm3bzp07N2/evGvXDhERISUlhWMaagikPhpjhidiLDEWaAIG1n6pdBKVTqJQCWQKnkzBUah4GpVApeCpVCyVCoRfuPHI2YGxwb0BJ9wCAzxPB3r6eNv7+Tr5+Toe97L1dLfiisBEW2sshWhJIWKoJCyVhMVaogx0NY6qqWyArvqhA2oH9x9W3XdIRemgsqLqAQXNo4eOqauqHzoAB2LB2i/SUEdP++jGAjAMwNxEaA3uDrAG0lDDBKFlaqwD4+7/ol/4EBaECWgUAY0iYkzBAOczCh4CBkHEIolYxP8aKt6YikfQCCY0ApJGMKHiERQckow1tCKbWVNMbagWtjRzW5qlDdXMimzGIJk60nHOVgQ3W6qnA83bydrbieHtZO3lSHe2IjnScfZUnC3Z0oaEtiaagysZbUXFbOxRw1VSNgyiNZ2wMfCKtb0NxdGO5mRP93a3c3Wkwxjs7kB3sibZUrE2FIynA8OOgnWiETxsaY5UvAMV42XP8HOzveDn4uNIenw9sKUiY360tb06u7YwcaitrLexEJBGXU5jWUpLZToI7uoBLU0NJXH1xdF1RTFNZQmdtWCLr78pv7suuzInMjPmQ1bs55L08ILk7znxX/MSQ/ISQ4pSv+cnBZdl/ciO/xD24Xbyzxe1hdE1hbHFWZEJUR+/BT/Pz08uLsv+EfMtvyx/nLNau7xawlwvZYGkKBjV4GgoOKA4A4JS2evJq6zE5bXE5bWkZXYOB4qZWs1YAZu0Mb+WIifm05Y5yQvM1CVmNgscwolTBVx8LeFaiIuYUCEb5EUl/Jr/p6rhVn7Jo8q6163dn/tHf04vxi+xY5dY4bPLIZOzwWNTyaus9DWQuZWz/qf3KJsDErCSFpczmGzgQOZAfxuhk+ZXruUWJS+sZqxyYqfnY37NJS+sZq6tZ66tf+4eeFzT8KlnIG0V4HQWG/ifU9aYKay1VDYzjUu8G7ibxVV9MyAOgF42eE4yczWZuZqyspy6upK4uBA9M52wMJ8DAbbP4oBgalgThhuSciEoeXkpYmoyfXU1ZX4h8fdsyvxC1upaPmc9j83ZKFuCO5bgw1wWO4e1WgVk3ulMziIoWOJqvzkQlMiCEpdYWcvsvNnF+jXWAAQFPnxoTKWWtra0j4/V9HS7BQXW9/f3zS19SczqWoJalyHG1be6HtfvJ9dVLEAON55L6pmqW+Jsrz3TvhErdzWD3zd8q/1bAbd3hwNDtP1eHrU9vUVC+f6LVwO9bXPjHaOtpX21mSMtuS016QNDLVkFSTl5Ce2dJV2t+Y1VCY1lUTW5X9vLIrqrYjoqo5pLI9qq4/tbs3pas5ur02oLkxtKMppK0nvLE8ZLvkKVr+Z/OEAVF6DU46Of7BgKmzSFNqlJCytJSJ708HWxdR2fWrx+77mGjvH+g+qyivuPahwTExdS3idz5JC8obZyV3NhZ2POVH/lVF9ZW3nCcGtWS2nEYEPS2kBJZ15obezb1tSvv5tyCqNfx3991NGQPTvdXVGZeeqUl4EuKJbUUFGWEuC3oVLtHD3wtj46JB8jp5s6ro9tbif4vSm+E9586WWGjftNpCHFGmP15sqtqH/evrryBK+DpRrgGEZY1EEttKaRqQbC0ghNxNvSrb0QZnRtPfT9+68aqloG2/ouB51Hocxu37kHQdD46NjC9O/5icmFicnfQ0MDTU31hQVfnz/NjY/JjItorihizU/9GumbnR4H8i8Hmp5Y7Wyc6Gr9NT3JWl+H+scnX30P7ltasLt4RQnnoO5wEXHyoxL9yhErn3+iEivbu0qLS9orihtzk+pzIzNjXzU2JdW0p1Z1Z1d1FeQVJTbVlWZHRrYW5I63lo+2FY51lnXXZXdUZ/Q15nVVZ7RXpY+2lk711kx2VvXU53fXFox31swPtsz1t3eWl8Z++XrGw1P/0CElEeEj++QxCP32uvKB9rqynKTq/OSGotTR1orZ3vq24tSJjuqJ/o7Kopzpwe5fXU3TLVWzjWWj+UnJDy/+vHLivb9D7K2g8pB/Cr/8UxH+sSYutDjs4xVnSk7wi/6ilMXWKmi0a7g0O/TeNX8q7p7/8bbCvIm2lr6GhmtB566euXjv+r0zgRfuP3h68dI1cwu0lo72teuXGuvKh/tb2hsL+9tKR7vKZgarn9/0s8dp+libeFEMvz48c9YBXRH3ZaGjcqW7Ie97MF79aM7XCGhyDSi9/UuAOQdWocEVwMDDK2BG18AMrQDZtp+bjNUzB3XNQp2/oZ55VvPEYs0g1DU7UdjW+DOX3TK51joJhN+eOfDkjZd0zwK6BoDNReuBJfDVPgDSf/TeDeF3QwoeWIP+nr4VoBL3LEBgSxl+IffavwgNLEEDS+tdv9e7fnM6Z1jtvzaG0/ZruXoQap1eqxmGehYznoSy68eg7gVwbZpk1Y2u1Qwza0eAONk6DcC4iate1k2CqqGqUahyFFQ3VY+DWqDq8aaQ7Jp3ycDlWzW2UtIPl+7+KSIqABVEK/mgnhes1JYOgt1abhozuwysHzNLQMoUVD1a+fRn45t44L4u6gFya+04SL0q64fKQcgWu7BrMbtlJrVuPL5iKKp4IKKw/2dRz4/82fSm8fiq0qcR7cFZ66UD66UDawXdrKJeUHoMSHsEDEjhGoSKgGDLKfgPAxf1gcPyIUDpMP1Wj0I1o0ABrp8Aadu142Cqx4AZu3Lkj6m7bAgIv4V9UH4vmNweKKf7z2R2QJkdUFYnlN0FZXdxsjs52Z3snE5OQQ/nj+Y8CCRlWG0Gi9kTq3l9YGe4dmypvAfqmlpt7i38EdlVWNJZUlwYH/3jzfMXty6f83bxd7G5fe4UCLNiUHyc7E55utoQMDiUkRUB7UAjnj/le/lMgL+XC4OIphIsPZxtvVztbenk4x6uMPfCSVe2DLq7s1NQgD8sCFMIeEdbGzcnR7gT2IZOI5pbUNAYChoD2nQ1NI6oqqopKx9RVdU+dlRXUwOJMNxYAKZSSHa21nQahUwi4LBo0A/MzX82NNDT19MxMzXBYiyJBBwOi0aZII0M9RFGBigT0G+EQhjBTb/mJsYYczNzE2OEvp4FygSuPoKRGDZIg3sThCUKCSvAcM6zubER2tQYjrz6Xy3BJoa6psY6BnqHD6vKo5C6Rnra2sc00Ba4uOi0lITCsG8ZXz9kRoZWJkW3xkV0RHxr+RnS/D247vu32rDv9V8+V7x+kff1S2ViXHdiQk9yQm98XFdSfE9Kcn98TOf3b7VfP1V8+1r58U3et48lseEN8RFNFflTGfFd18+F3rkcUZrz683THF+P157uLy9c/Hn3Qeq9R+m3H2UEXYoOuhJ/+XbK7YfZt++nX7+ZdOdu6pOnuY+fZD1/kR8cUhMV3R78vfruo6Rzl0NPXwnzvfLD/VyI86lPbqe/+l3+ceZ2zIW78Rfvxl+7n3D5TuzFaxFnL30/fS446NznM+eCz1z46h/4NiDozakz706f/3j20sczFz+cOvvGL/DFiVPP/QL/OXHqmbffQ/fjdz197/sFPjtz4YX/iZtBJ28FBlw/7nHa1soVa47XPKypIC4jwQ1bluETkuYVlNzFL7GTT2aXoAyPoNh2Hrj9aMMFDTceie3cA4/ojt0bI7J9l+D2ncI7dwtu38m3eavg9p3iPHziPHyC23eK7gYNSSK79gjt2MW/ZRvf5q18m7fyb9nG86+tckJiFHPMP7fvZ8QkVOQUtFTUjHT0VOYW5iWlRQeHRn39XltYujA2NTs83lxeXZ1fONLRFfU1BKmhJbKbT15EQmqv6K5N23du2rF105atm7btlzl4+sSFV08/vXr88cu7sE08vAI8vAK8fIJ7BUTExKXlFfarHlSHMRiBNDVBWaBMLY1NzJHGZkhjM2MTc/UjWnAP8M5dfHt4BAQExeBdX2UVNWMTCxyeom9grKyiJq9wQEJSjo9feM9ufn4+IX4+ob38wrAIDEe7Hdh/UEpSDpZ/5WSV4P1eSQlZebl9SorKB/YfVD5drhpRAAAgAElEQVRwaP8+VbgE+MD+g0qKynKySrDtWUJcRkJcRlxMGlCvpISI2B8GlpSSkZYB9CsuISMqJi0uIcstBFaQlt4nK3tAQUFVcf9hVU1tmH4Pause1tHTMELqGgMGVlE7pq6pa2qBQ5hY6Bma6OohlPapyiscEBCQgKuAuSQszssrtptXdBePyB5+SZ69UrACzCcszy+isFdUUUBcUVhKSUx2n5Siiux+Ndn9atJKhyTkD4rKKO8VVeQVktvFL7Ntj8TW3eLbeST3CCjwieyXPagnf8zwoJ6FhinZAGeDJDkgiPaGeFttNP2YGVnNmKhqiFXWR6sYYGAAPmpC1DSjaKPp2mi6liVDB2ONIDuZMzxwtl44a3eijRuW5qCtbyouJb9jN//OXbx8fHu3bNm2adO/Nm/eymXg3du3b9+8ebOYmIiy8n4EwhCPx5LIODwBjcaYWaBN8UQcjowHwi+NTKERyVz6JZFxRBKGRMZSyDgwFAyF8ofT7G0oGwDs6+3k5+MS4Ody0t/V3ZXh5WHj7Wnj4cZwc6G5u9JdnEgOdgR3F1tbKwqVhCUT0HiMmQlCT/PooY20Z/VDB+CBMfiw6j6NIwePqqnAh0fVVLSOHYbbj/4v+gWdwCYIHWMjTdgCbWaiuwHAsN5raWYAW6BhFzTWErERAY01R8I7wDhLBM4S8TcAk/HGFIIJlYiikUwpOMC91hRAuXZ0tA3VwopsRiei6EQUg2TKxWBza4o5TL90gqktGeNAw8PVu262VBdrshOD6EDDO9Dw9lScHQVrS8bAY0fB2tFwNrT/wbo2DNCrbGtFgm/srMkOtlRHO5qzAwNW3W0ZeAcbkqsj3d3ZytWO6mRN8nBk+Hs5nHCzd7Mlu9uSvRxoLlYENxviKS/Hiyc9nahmr+6fry9OnuqrG2ora63MbK3M7GkoaCpPrciNbixLGeuuHGwrKc2KyE74WpEb2V2f2dOQ0V6dWlsYXZLxvSTje01+TEt5Skt5SlVuVF1hQkNxUl5iSELoy4TQl4k/XpVlRmTFfsyO+1SY8q0iN7K3Ka+rKT8n9XtmWlhRcWpi6s+4tOjk/NT0svzWsYGBdWbFGquIAxVxo6EKuM7eHK4HOGltLZnJBPnDTHbSCjNxGTiNQdjVKhBmM1eh2OnluJmVuJml0KHJ9+09JVxRF05+4q62gvIhAMPrUN4ap4gDtnCL1qGEmYXoqdnkpbU3HX0feoa+Dk+FjE4Hj01/GZv+Oj7zbWKam4MFUqA3/M9w8nPUr5nPvf3fhkbS14CdGN4EzuNitn9MYvLccsT4dAF31zd1ifmlZ/B9e0/o0HjaKhusMQPtdzH290IGcx2o2czVNBYAYNBpDAGfcwbEgW3PGRx2KpuZygT0m7IG5ufkROLiQgEElXMl8dTVlSwOu5z7nnCjbw4EftIiriAMoqHZnKzVtfSl5YzlFbhVOI/N+b9LhtmcXPZaDnO+AALtviBomsWOW2PHMznR84tJM/NlTE7V4vIgBPnff4Ck0VOKy8bWOE2/5k4+ehGakds8NhWVU/AjPS88p/Lkk69PEyuLf0E5I9CV75kGdn6qKLyilo6IhsFBl+tSLvcVPZ6peD+XsbosYuapbRfkc+NZUU1dY115TX58b3XqTHv+cF3ycH1Kb2N6WWlCc0fR2ETT0EB5XWVMb0tqZ31Md21Uf31sX11MT21MV21sd0PSYEf2+EDJ9FjDSG9taXZ8fXHqbGfRixMWz6zlobIb7Te1l0PtPltLaWzf9OqSV09jbXxUnJeLh7GBSVpa3sDIDMIUIy23z9HJRU9Pz8TYUHmfzD55kWcPLg11VtSUJA62FUz2li5NNAw2Z+TFP2vM+9Jb9GMwP3StIX29NYfZmt9fHNteGttZl1FaHNfXXzu/MBLo76GpqqymKG+qp4s2tWTYeqBt/fWtz1r4v2XcTjE/H6Xn/en4s/znES0OXg8PHUAgVHTxhzWoR3WdLOi68hqHhJQcURRHFMVCHUk3ZegcQSFRjCO6OIrDKUuSm/pR4zMBV9qrWl7efyoiLIHGk5qa2+fnF+d+zbKXV1nzS6y5eYjFGWhpyY2Paywryk2K+/zqWV9rA7S+CkHMX1MTjQ2tVVUtHV3j7HWIvQ4NjU71Dg5V1lVdu3PjzrOnrqfOOp26ooKk2wfdaJmaaBpqr6zOayhJm+2omqrN7S9Lai9PGOgrHZlpaugrTyuOD4v5XFWWXZgUnRP5va0sva+xYKi1pKUyvbE0lRvsVzbV19BUltFenT/YWjkz0L4w2tPfWJEU+vnJpXOXvH3e3XlwJ/Dstxev40JCRrs6DI8diQz5VF+WP9TZ0NVQVp6VON3X3FdbDLF+r00O9ba393f1zY2Np3wPyf325cvloEski5BTbi9cKFHnvYIDHF970u474R+4U75fCwi/eyb97d2Md/fak8Oa478tN5a+CfT8cN6/+PuH9ozk9I9vGzNSoMW5zw8e+ljZPLh45d3TZzcvX9XS0KTTKAU5mUP9HS0NpZ3N3IzDvsqx7tKFsYblscaI9zftcZruFIOTjpavrh6PfXWrKuHbQnvNaGUZWUMr8dUXaGSR0/0b5Dx3L3JnHqBmzxyYgeU/A/D4r+mcBVudHb+hFmBI7k+uagzLgUbZnNYpdusUq2WS2TzBbp1ab58GtNwzz2n7Be47ZuCHYM24fwnA9sAq1L8Gpm8V6l0B07MMpnvpzw18+Oec288EK8kgo2sBiNKDS9DQMiwvr/fNsXt+s7pnWN0zzK5pVuc0NMKEmqfWaobZ9WPNP/MWynpBq1PzFNQ2AzVNsuvHOA1cd27zFLt+DHBy/SQY4OOdBNxb96cRF2qZHUtrKHsdv17LZWNQXzwNGncrR1gVw8zyobWywbWyQSZX+WRXjvz9ENZCub1NY9Wv4rq/ZUFVw4B4ywfATcUgVDG4XtoHD6esj1PWxy7thYdV0jef2TKX0bya3zWdUt/8Ka3rey67uI9V1Msu7gMAXD70Z8oGAVFzHdGwCxrAMHBBD0IVwwCAuVZndtkAq7R/rax/HWw7/w/tF7wbV0YGL8/rhgfK7V7P6VrPAbgL5i/6/ZuBWdkdazkdrLwudkEPcIZzvylYPC4bW8nuBslbFUPzhe3shuHVxr6G+IzmtOyuwpLm/Lz82Mjwdy8fXzl70c/jop/HBX8fFwbFhUHxdrCxI+Gs8WgPeytfV4drZ0/5eTp7u9idO+lz+dypIH9v/+NugX7H7axojrY2Lg72Hi7Oxz3cj3u4uzs7OdhYW1EppkiE9rGjJkaG1jSqq6ODk52tNY3qbmfvYe/gZmtnR6ES0WismRkRjaYTiSZGhgY62jramoYGesZII1OUMRZjueGFJuCxlhZmJsYII0N9fT0duPXXxBhhaWGGxVhi0BYwHqNMkBtFR3CqFuzQhp3PxoYGCH09uBMYBmAQFo00tDBBbOjAMP3iLEzNjY1MEQbwDjAcf8XNgtbS1TqEQmob6B41MwEfWEPtmKuTd25meVJ8UUxEYVRYaVxEXSIwObfHhHVEhrV/+1r7/Vvtz/CmkODqN68Lgr9WJSYA6M3KHE1O6ouKbP3+rfbL54pPH8u+fqkMDan+8Dr3y9uCuJ+NcT8bY0LrPjzPfnY3KT9t+OndlCC/j/6+H+7dSX7xsuDm3ZRL12Jv3k8/cyX2zLX4K3dS7z7Ovv84+9a9tFu3k+/dT3/9pjg4pC78Z3Pw99p/Xuddvx939uqPgEvf/a/89L0cfuJS2Mlrkedux168l3DpHhd9b0VfuPHz/JUfpy98DTr3OfDsp6Azn4LOfDx78XPQuQ8nT789efrtqbNvgs6/Czr/LvDc6+P+j31PPvELfOYX9MQv6EnAmWdBF15evPwy4MSN0ydvnDxxydHOE2uO19fUVdunvE9KWlpQSIKXV3w3KPuV2sMnwyMou1tIavfejfxnGIBhEXijB3jj4QYVi+zaA1cBw8vAYnt4RXbt4d+ybe/W7fxbtsE3GyIw3+atCiISknyCylJylgZIqgXWQh9hpmtINkMn/IgYauuCWBDEggZbO8M+fPGwcdBWVdNSOXjlVFBJRlbI67daqmr8W3fLCEru3c7Hs3mPhIC0wC7Rf2/awbNdmE50uHn54eWztzft2MmzazffHp69MAnDGCwjq6isclj9iKaunhHS2MwEZWGCskAamyGQpgaGJgcPHYXVXR5eQf69Inz8wjy8gpJS8voGxgQizQRlqX5EC2ZgEVEpnj17eXkEeHkE+PmERIQllBSVdbQNzM0w+noI5QOHpKXk5eX2wU2/EuIyIsIS4mLSUpJycrJKigoHFBUOwI1H8L2sjOLG5rA4N15LQkJKSkZaVFxESERYRExUWkZOVk5BSlpeVExKRlYJeJ6l90lL75ORUVZQOKSsfOygmpaGAUITYaxhhFTT1VfT1j2mb6hjiNQ1MjZD4/QRJlgcwRKNNTO3xGBwmpqaSkr7xcTBArCwsLSgoOTevZJ8fOIwAO/mk+DZK8UnKCsgoiAovk9Y8oCYjKq4nKqkgrKU0gEpJZA1LSa7T1hKQUBcnl9Udo+g9O690jt4pbbsEvv3DpEdvFJCEqrSSprK2qYH9MzVEAQdjDWSAszM+ng7YHg2Jh5GEg4a4VQMMCoGmINGuMNIgroJCSwAW5B10QxdNKBffbydCcXFwsoTbeVOsPUkWrkiLcjKBzUFhcS37+DZshls/HIrf7fAlb/bt28XFRU9cGAfGm1BoZBs7Ri2dgwqjUggYkhkHI1BJlMJRBqBTCWQKHgSBU8k40hkLJGEwRMsiSQMmYymUMCVSsVa0bC2VgS47sjD1cbbw/64l91xLzsfb3sfb3sXJ4q7K53LvRQXJ5KbC8XVGYQVe7k72NvQqCQsjYyjkrAWpgitY4fhJqS/M5+PqqkcOawMb/9u3MD1v3raRw10NeDw57+0Xy2EgTbCQBuF1OUyMLiBq4/MTPRNjfXgzGf4irFAwoO1NEabGqFNjSxRhqAQ2MwAbWYAZ0Fz5V8kAWNEwBgRsQgy3vgPAGONGUQzOxrGyZrgbEN0sibY0TA2FEsaHkXDo+gEUwbRjEE0oxNM6QRTGh5lQ0LbUbCOdIITg+hIJ9hTcdZESwbeHOAud2zJGDsK1p6KA1TMINgxSLZ0ojUVb0XBWVEAD9tbkR2sKQ7WFEcbqpMtzdmO/vd4OVu72FIcGGAxGP5Ing60E+42Xg40Lweqr4vVCVdrX0e6rxM10MP+or/r24cXK3Oip/vrhttKu2pzRjvKJ7qrehvyR9rL6osS6woTeurzmkpTUiPepUd9aCpN6mvObSxLKEr/lpf8pTjjR2VeVFV+dGVeVE1hfGVeTGNZSkNpclbc17jvL9OjPxWkhhanhTWXAdtqc0VaXlpocU5kVWlSbk5UYXFqSU1uWGLYl7gfOY1VXYsz4xDUvLpczlovWAdu5zwu1HE5EOygprDXU9jrG826IGB5mZ28xIoYn8tYhaImF0KHfmWuQalL7JD+sfDRqYxVTuryavLiIncJlpUHredw2Blra+lLq6lzKymzy6kLqynzK6Dp9/dyIkirYsbMrkbMLIX/Wgj7tRg1t5a0BmUC0zXQeGHVF0bfPxFcLM698krf6NgntfW5EFTD/cCJ84thQ+N+EQktEJQ8u/pz+Nf7lp43jZ1vm7pifi0kzK5kckXpnHUoaZGZtMjMYgP1OJW5BoKdOWxgZobWQYUv9wqWftmsNBYznbmWsraaxh3QYPwf3E1bW01aWoTt0DnQevY6B+49KuDCP/zvA7jxOJfFzmNzCtZBz1Mui521upbDZOWxOfkcQMvwgF/7OieHuVDF5efE1dW4ZWbiGieVycljcyrYnNLZ3xMQ9DklReaYxrWnL4sbOuqGZl6klHs+C+lkQok1rTdff7r3Lvjpt5iy3pmc7rn0zoWXaQ33wrODnnzSsCBoo1CmFOpW6QP7zKn7zOk7lfUPWdo8DU1o7J/oGhrpbGuEliZWJ1rhkPDJ7sKZoZqetry2trzyysSSkqia6tjGmripkZKmyojx3qz2qojagpDKvK+NFZGdDclN1fGl+WF5Gd8ri5IqChMbS1OnWnLfBmDP6O+Aqh79ekeZC3aZijjnri/15npQTXHJ5Ph0RnK6/3G/M6cvzMwtk2hWBCK5oaHhuLenMdJAWGD31YunRvubmXODc+Nt82Mt1QUx1QUxg82ZXVURP555Wyhvwylt/XnBaSDuTXvUq/Hi6JG6tIaSmLrK5Inx5omxdi8XujMV7+/sEHTc+6RvAJZoq2tp9+RnyeP45oAPJd5vS+jX4qwvhtN8nsvtt9A8aGxlTDCSUnQ2RLla0n1p7paHDAzl1PVlj2hIHTFUN92nqCcip2fOCHAJfIy2OamDoOhqWbhbe7oynD09fC9cue7g6JqbUwitQyP9w79Hp+C/AyA2Z2ZwODsxISE8LD0+BlpdWlucmZkY6eluq6wpHRgfWIU4CxCrZ2x0kclsbet2c/SoKakvyii8e+3e7Wt3DqmqW2AxWTUFrWMtk9Pdv4eaZjsq5hoKZ2oLlrvrFoZaR/oaGhqLW9sr62qz2+pzh9uKB+pze+rzJ3rqhtsrmyqzKvOTS7PjKwpSGyvzGivyh7uaZ0f6WqvKvr7655Sbs4cVI8DJyYNED7J37yqtqc8p8LV3iv327ePzf25dOt/T0jg+0LX8e6yttqyxJKe7pjT8zbOXd27evnnvxtU7Xo5uN/xPhty69eX8mRdudqEnPT57WP/wc7xDMrpBQrzwYtx2wN12I91yJT70ot10wj0/Yf/Cz+HDaa+ct4/rIr7EP7wxWpARfOVcyPVLTamJPx8/uHXc+6KzE0lfz1DtcOj7t78GegZa6xvKcgZayn711090V7RVpfzqKe2sSuZMt050FF4+Qbe2OOZM0Lt2nPb57uny2K+DZdkLLU22Bkbp775D/bPMtikQQ9U8w24G2cucpilO0wSnaQLkM8MJzJ3zUNcCF49hNF2B2ufBdC9D3ctjaQ3NoblQzwrUPL3eOMWun2DWjjFrx1h14+z6Cbj0aL1xitMwyaobX60eWa4cWqoYXCwfYNaPw7NWN/b3sBsnOU1T683cCOiNmOi231AHyKDmdM5ycZ0L6jBLD64A4XpgGepfWh9Y4vQvssGOMfjAa3VjUN8Kq2FiuqirPbZ0tXYU6lsBh+2zoPS47fdy9fBCxQAoNO5e4tRNrNdPgqzppmkwDVPrteNw8ha7drzifRKnbgJ0GrfNQa2zzMrh9drx/3NYVSOsqhFm5TCzcphVNcKpGVuvHYdqRhs+pkwmVi1kNUN141D5AKesD6oZgaqHIeC+/u9ZrxmCB0ipVePzWe3skkGoZX4ktqruXcpqQe86N675f11B/jMcglU8CLdAgTooOCuLm5INlwavFfbBSjUcfwXytAq5rcj5vaAVOadrNQe4muFhZXexc7rZOd2cbDB/MDgH7ANvsDEnu5OV3cHMamdmta/ldDBzO9kFPesAvweh8om13F7wqapGFos6mDUDUOvoVFlTeURcXUp6Z0lxaxFg4J/vX/1z69KFE+7XAwP8nOwDXByvBJy4GOB7xsfz9HGPk16up309nRhkRyvy+VO+Ny+dCfT18HaxO+Hl5mRn7eHi7OJgb02j2jLoHi7O7s5ONnQanHq1YYSGl4HdnZ087B087B1crG1syRQKDkfB4WxpNFd7ewaFjDE3MzTQ09XR0tfTQRgZWJib4nEYEhFPJhFIRDwWY2mKMkYYGcBir76ejpGhPszJRAIOzsEyMUZgzM3QZqbm3AVgmIHRZqZw/BXSQB8GYLgPyQJlAmzS3AIkSxQSbWoMD9YchbMwRZsaW5ggYAZG6uuYGOpxk6IN9bTVsZbGIDDVSN9AT/+ouua1y/cKc+vSkisyUxsyU9tSE9uSYtuSYroSInuiwjtgBTjiZ3PYj4bPn8pDv9clJvQkJfZGRbZGRbaGhzV+C6kJ/loVElz99Uvl5w8lt66Gn/R9+fFV7ptnGecDPqXGdLbXrX99U+Lh8NTX4/XNq/Ef3lW8/1B550HG1ZuJtx5kXL+fdu1e6o17aXcfZz94knP/cdajx9nP/skP/l4fFdv1M6r9+evCq3cSLt6KPnM13Pfc14DLPwOvRZ+7HX/pfvLVh8lX7yVeuh1z4Xrk6Us/zlz8FnQeaL+Bpz+eDHwXcOptwCnAvf6Br30DXvgGANX3xKnnvief+gQ88fZ7dNz/0YnAxyfPPj198cWZSy9PX3xx9vyTU/43An0veTqfwJmTNA9rHpBX3C8tc0BWSk5ESIKPR2THdpEdO6R5+OX4BaX3CEjs5IO7f+H85w3uFd62U2DzNsEt24W27hD+nzvAwjt3w0ovvAYMS758m7dK8QsI7djF86/NfJu3Cu/cLbaHV2jHLt5/b9mx6b92b9ostGOP8E6e7Zs28W3ejkWgnt68W5KR01HT0FXXlBQeFejpgzimrSItf0BSlu+/Nots3+Vt79heXVtfUkFDE3f91w55UVk5Edmtm3bwbhNUUTxqjiCeDbzx9OH7M6eub9q+Y8/uPfx8/EK8fIK79/Dv2s3Hxy8kJCwuLCIhJS2vrHJYQ1NX3wAJh2CZW2AtLPGwOiosIsnDKwhHYf3dh2RugTMwNDmspgGLwCLCEvx8Qjx79vLxCsL7wPuUVHR1DC3MsTraBsoHDsGUKyOtICkhC2vCEtzyJLjyV05WSVZGUUZaQVHhgKyMIrz6C28OAwaWkJKQkhSTEBURExUVF5OUkpGSBqVHYuLScvL75RUOyMurKCioKimpqahoHDmir6GNPKJjpGGE1EKaaCNMNA0RWvpGYPT0zTFYPQN9DMaSRMTTqGQ7W4aZsZGqygF5OYDQ4uLyXAaWFhCQ4hcEs1cYBEELiiqKSOwXkVIG9Ct7UEL+oLCUgpCUrKCkjABon5LmE5HiE5HhFZbeIyi9a6/kdh7JrbvFd/BKCYjtl9uvrXrURB1JPGpK0cFYG5EcEWQnmH4PIwmHEPiNOYwkAPOzCekICiRgaZqTdCzpehgrPZytAcHehOJiyXBDEe0I1q54qpOOgZm8vIqggNiunbybN2+Ftd8dO3bw8PAICAjIyckZGRlYWdE9Pd3d3Fzs7K3IFDwaY4bBmlNpRFt7KzKVQKAC7sUTMfAQiGgiCQMrwLD5mUrF0mg4Gwbe3oZkb0Nysqe6OVt5uNp4uFm5uzLcXRkeblauzlQPN4aHG8PVmboBwE4OJDtrUJhkwyDbWlEoRAzSUEft4H4lealDKkqHVfepHdy/EXl1TF31mLoqTL/H1FXh7V8dTXW48ndj79dIH6AvnICFNNQxNdaDGRgOf4bpF4XUtTA1hMccZWCOMjAz0Yfn7x1gGH3xaCQ3CBpJwCBwlgZYC32cpQEebUjEIkg4JA2PYhDNbKloezrWgYGzp2NtqWhrssUGAMPou3G1pwKfMzyw3ss1PFtuADB88+c5dLw9nQhEYCoeHhsaQGJ7K7KTLW1jHG2o9lZkWzoR3vi1p2Nd7cieTnQPR5qrPcnLiebnYetqTfByIHvak3xcKDfPege/upufHNZVV9DXWDDYUtxTn9deldnXWDDdXzfVW9PbkF+TH9dcltpWmdFcllqTH1eRHVWWGVGS/qO+BNBvRuy73KTPFbmRdcXx1QUx5TkRBamhecnfynOiynOi0qM/pUV9LM+Obi5Pry1IaClPqy9OzkoMiY94m5H0PTMjPDo+JC7tZ0Ra5LMf7z+nx+X1ttfM/mpcWy6eny1hA0jL4/qNgQ14HUrjAPrNgqOYWBAoGeKib+LCWuLcatzMUvTUfNjITOz0YsLsyoeO3jctnSmLa4Cf10HOE6zKwlVDuevAMJzDhlKXmHEzC3EzC9y0qpXo6YX4BVbM7Gr4r4XQidkfE/ORs6tJK1DG+h8A3kBfuP43mwMk1hIISlxYelBZfSIm7nxGVsjgcAkEvapvpz5986qu7W1jZ2jfWPT4bDEEVXKl4IxVCHyjOYDBsHc6iw02ijNYTLikF97ghSOm4c3eTDYL7kaC6RcuScpe5yQvL0VN/0pYmIc3k+FGX7jBaIOEAQyvrxfBMMxV1OF7GIA3kBiWi+EvFa6vF60DPTltbTVmbj5tHUpjQ8mLy8VMZgNrrXi4L62mUkbt8IO37xp6R9uHZ1/HFto/iYoahFKHmH5PvwanFgwtskdXQAdqXvuv0/+EXfmYFFfV73f9qYjiwScvX/b2d7168xxpZnzo2LF7z553DY0MjI01NTV0ttXPjXXNjzRPdpSsTTTOj9bXlyfVVWf09VaUlsZWVca2tmQM9RW2N6V2tqTFRzxurUvsa81oq0msKY2sLoloqIxvqU1urk6pq0hqrctpqc5qq0wbqUli1kVPxVydD3bvv48efe3wK+qG9VGJsuSYzubWttauqpIyJxub+3fvjY6Oh4WF2draenq4SUqI7N6x2QypN9jVNDvR11ZXnBYTcvGUKxqpZkswqimImO5K+90ak/jUJ+aaY8P7qzWvLnwPsOpKeNdTGF6U9L6+Mn54sKqqPMXTkWyLNb3u7+NmTXOxt3n/4UtMat7b8NT7X5JCsts+ZrTYnX2linQ4pE05eMhE75CRmZq+pfKRM9YOt/0vmh0xROzXJGqb2ZnQjQ4hRXj3a+rTGT531DBeIhoUks+dZ1/TndzPax5EYBB4U1NcTGJqfHKah6fPyxdvF+dXZsZmmHPLEBNaX1pdm12A1pgQhzP/6xdrZXFiZHDu13h7S+3wWPcqtLQILcxCCw29La8+vCNgKVQ0LfpD5PPLj9jjC89v3CaZIM6e8r336uH9d49evn3w6fWd2I9PquNDK6O/1SZFNmSn5cRGxIcHlxekNVZnVxREz49WL43WDbVV/BpsH+tpWpjqh1Zm5iYHf430zP0aXZr9lZ+V/ujWjdM+vnqn+EsAACAASURBVCdc3VwZ1nQ0nmJsEWTvbmVo/vTctc6S6l/dfV9fvs5JSnaytbp97fKT+3dO+np5ONh62lmd9fZ4eu3y20ePrGh2Yd+jA9x9huobW9LSgs+f/XHa75Onfdw5n/sk4/ee9NJ398eLEopCX3y4HvD8nOeD47afL/jed2fcdCRdomOeetrfsCGHXj791t87+cndzNfPUp8/Kg75XPojOPbJ/Xs+nt1FebPtzRON1SMN5etTPSvDLQPVWUO1WVOtBSuDNTMdxTMdxdBMx0B12vPLxz1IhlTDA9e8Gflhb+uSI5bbW70xuNTXwVD/HLNpnNk4ya6fYtVNsmrGmNWjzJrhteqhtaoRZvUoq2aMXTvOqZv4E27U+AtqX1ivHgNlvE0zUD+bWTLQEpw9kVwPdM66CYCObXNQxwIg5NZZqHmGUzP2BwK54VJ/3qdpmlU1svbXgO/LnaWygeXywZWKodXK4Y1ZqRpmNUyscYfZOMlqAtDOaZvhJk7D1U1cjXpDte5b4rRMc5qmoDEIJvm2mJKhjIa5sj5g9m6dWakZATzc9huAfdtvVsMEp2Hyv39GULk0BYi3dnyhpA9q+V0XkgV1LKzXT/7h5AaQ9gTwHgDzrz9X7gl4TsMku3Z8rQb89uB7ZuVw89eM5fz20fhy4LiuHWGX94GF5PpRqGEMXOtGODVD7OpBZmX/WkXfajlwVkNNvzmlQ+CmZR6qHh+Nqx6OqwK9TXDkNcia5vb0wohbOgSIt2gAFCDn964VgGEW9oH8Z26lMChALhuGa5A4JYPMwj52AXgmM69nLbd7JbtzOatjOatjJbtzJbtzNasTxmBmTjcrt4eVC5aBoTxunxPc6rShDxf0rud1Ax04sw0eVnYHO6cTKhlm5faB1OjaKWZJ31pFH9Qysd4+0hyfWfIzpi41o7O0pDY7PT8hOjbk/Ys7V+5fOnPxxPELvt63zwbdvnDm8im/Mz6epzxdAzxdTnq5nnBz9HK2Pe5q7+/l4u1iZ0sn+3q6+Xh6uDjYU4kEEg5rQ6e5Ojq4OzvRSERXRwcPF2crKgjKYlDIjrY2jrY2ng6OXo5Ong6Orja29gyGPYPhYmfn6ewMi8ZYjKWJMcJAX9dAX9cYaWRhbgpEXbQFjMGwEdrcDGVpYYYwMjAxRmw0IeFxGEsLM5QJ8u+aX2NDA1j7RRrowyvBJkaGcP4z/DQzY+R/yBas/m4M3AZshjSEM6LRpsZYcxQBbU7EgNwZEt4SaaCLQiDNUJa6Woi3L0Pysuuy0moLczsKc/syUjpT4jvSE3tT4vqifraFhzZ9C6kJD2uMimz9Gd4UHdWWEN8dGdHy4X3J1y+VIcHV30Jqwn40REe1RUa0hIZUP74Xf/dGxAmPZyePv4wPby7P+/X8fpoD/XbA8fcP7qa8e1X6+EnO7btpD5/mPvwn/+b99LuPs28/yrhxP/XGneQbd5LvP8x8/ab0a3B9WERr6M+W958r7zxOv3Az5vT1yFNXwn3PhZy6EH72asylWwlX7yZfuR1/4Xr0mcthZy6G+gV+8At8FxD0PiAIoK9fwOsT/q98/Z97HH/s5fvUx/+5X+ALv8AXPgFP3LzvOrhe8/Z76OV3z9v/rl/Qo6ALz09f/CfgzCM/rvnZ09mfYEnRVNfaJ6soLympJCW+X1ZcQVxISpBXdM8O0Z07JPbskdrDJ7mLX2w7iL+S2M0LL/2K7tgttHUHDL2CW7bDAPw3A4vu2L2RAr2RgyW4fSf/lm28/94itGOX2B5ewe07d2/6107AulvF9vCK8+yF+34VRCTMdA2vnz5fkVMALawsjE0Vp2dfP33eVMdAil9oz39t4fnXVsHtu6V4+GX4BLZv2qQoKv7t7efJvpGokAg6liYnpvjvTTvEBOTsrT2vXXp49+bzl8+CP72P3LRt++7de/j59wrz8QvBAMzDK7BXQIR/rzDMwPv2q6of0dTTR5iaobkL8HiksbmGpp6CorKgkPgeHgFePiEBQTEeXkEBQbEDyoeNTSxMzTDqR7Rk5fZJSStIScrt5Rfm2bMXNkLz8giIikjuU1LR10PoaBscO6qtonxYSlJOUEBUWEhcUkJWTFQKVnelJOWkpeRhz7OoiKSC/H5ZGUXQeyQqJSwkLiwkLiIsISYmISwqJCYhDBKgpcTFJEAitISkrLSMgoyskpz8fiWlQwcOqKuqaqqp6WpqGmvpmhzVNjyqi9AEqq8J0H4NkXpGCCMkAo/Hkkk4by/X454uLo5WdtZklJGO5lGwgayoeFBaeh9XB5YVEZETlVCUkN4vLq3MHRVxaRURKeU/I31gr4gEv7AYn5Aor6AIn5AYv7DkXmEZARGwMLybT4K7Ii4lJKqssE9b7SjqqC5a04ymh7c3prkhqa46WFt1FOWgEQ7e+P0bgGEGVjPGHzUhapgRtS0puhiaPtbaiGBnSnGyoLsisFY4hjOWDPzPSkqHJCXkhAXFeHbz8vLy79ixg5eXd//+/aamptbW1s7Ojq6uznb2Vja2dIYVhUYnUWkEMgWYnHFESwIJiyVhsHhLDM4CgzfHEizwBEsCEU0ioylc7qXRcDQahk4H8q+9DcmGgbezJjrak5wcyE4OZEd7krMj2cWJ4uxIdnele7jR3Fwo7q5UT3e6pwfV1Zlqa0VysKU72jHoFDzCQFtlv7yctJiinKTKfvmNDqS/GfjIYWWYfrU11GD0ha/cjV/geYbp19hIF65B2gBguP4Xfgj3IcEnG2AMAzABjcJbmgD/838s0ASMMQmHwlkacsdgg37/Y4QGEVn//9BIFhtDJ1vSyZYMCppBAZwME7IVydyKZG5DsbSjYRwYOFsq+u+xoVjaUCytyRbWZLQNBWNHw9kDGAZjR8PZUrGOVkQna9Lf42hFdLQiBng7ejrT3OxI3s50f087XzeGhx3RmYHxcaY9vXM29tur8uzokY6K30NN493VE73VfY2gxKW7Lru/KX+kvWS0o7S/Kb+zJrMo9UdtQXx5VmRqxLu0yPdVuTH1RYnFaaElmWHlOeHVBTEVuZE5iV9SIt/kJoVUF8SVZP4sSA39f2ydB1RT69qt3eecvW0oIL03ERQBpXdCSwJphJCE3pQOgr2Lbgv2XrCjIkjvvUNC7yAd6R0E6anrji/Ln7P/e6/jHWusrCxCNA6HD3O+c1YXJtYUJRWnfypM/ViR860yNz4l+llO/OuM2KhvHx8nfn2Rnhqdmv4lNuXjh5RPGTVF2e31tMnhqoXZ3LHhypVfTRBUzuGWcXjsyoPPPDZY+s1mcfI4AH1Tfq0n/lxJnl9L+bmetrCRPr+av8pJmV0s2gAyZszwRNT33qxfay08h3AVj/2KGMy81bW81TWgecKqMgfKXgNZWelLGzkMKIcBpa+wE3+uxc+tfJsFkzC/lrTISFtmZ6xyClhQPpOdz2QXsP5rhC6BQDkwDMNwJlbyz8VnHZ3n8goiCiqCviTdozU2Q1ALBOX8YuStsFNmwGZy3jo3nwmLyby+YgZYAwYvy2sq+p8cZiB9wxHNRWx2IYtVwGTmMxibk/prMY/JgLkXDrsq4gLI3wy1gi/ms5iFHND9W8bhlrE55RxuBS92q4ILlbE5JUxWKYtdxuZUcH8vWtN4qm8FFype3yhjc/I2mPkc4ILOWF5PGBuvWJzv4653zo+rGWm7+Hp3j4wNzaw09s66XXxFeVFC/lBtefl9fPv0DARNM6Hu8fkPSdm3X8d/zKru/gUVtY9bENy0jRA93Z1rC5PN9PyO+qLBrobJ0d7xod4fPe0Tg10rc8Pzw+0Lg80TXRVrMx0Lkx21Vdk1dUV9P+qL8z53NGX1tOc31aS11GWMD9VVlSc21WY31mT96KFPDTcN91Z3txR3NRd1NhW21uZ0txR2N+ZuTLX+as9l1sVAQ+njjyh1oTrcxPNJQSiCqth8b8dw30BdTf1Yf0/S148IE8OrEZcXfs719nyPiX5fmJf56V1UbkZSbUXBuxcPAr2ogV5UG1Mtfc29B+RFLXUVqzMfLn2Pn6t4N5nxeD75Scujk/ft9TKu+/cVfWwuiS4v+NDRkttYlXk22F1JcOvFQM/Ii2Heztgn9yJaGyuy0hNolSWdXW0FBXlv3rwxNTbT3K+Ot7LVUdHQUthvb2yN1DKWExAz1tC9f/Hm9bCLpmrGh5WNff2vlrbMIX1vSFj6YM9H3U1viniT/ehD9p27H5GWJCzBCU+iUl08w8JPXzgf8ezJy9EfY3Pjc79mfkEcsOsLhgtmdna2rbV5cXYK4jI5EGMNWl3k/kouSHMP8MIQ8N4u3mcCTz67dP/tzafXgs/6EEF96LOnj289fIKlOJkhTBHGuiijw9ZaqroK4taH9mP09TDGJpY6Onpq+3FWRvbWOldOuYYdxd86H/7oxtXIK+dTv31uqa/OyUyJ+xL9LebL/duRVy9dPh12MtAnkIJ1tDNHuRGcLwad8rK2j7pwI5zs0ZxXNtv94/b5K+fCTmirq0uKiqCtrTJSkp89eFBfUZkQ/amvuXWib/DV06iFmcW7V6720GnQ8I/4qxfeBPq8C3D/GOh+xkZ/MCsGWhqDGHMrI501JRklGbG0pOirPk5RZ4+9PR8effHki2P+93zcjhrrBpgbXyETr7s4XnNy+HA2PPHG5eRbEeXvnld9etuc8Hm0JLsrO74qJmqcls0dbJyozuT8qBuipc405Q9WpDVlRnNH22aayk44oex05IhGqk/OBuR/eMbo67no6vHu3A1oeJndNgXYr2mW2zjDqQc1OSAFqmZko2p4o2qYSQfhRvDAsiG3emyj/MdG2cB6aT8I+22YHoyj9XwqGUuum0pvWsj7vlrSx6gYBKlIvL7Z32IjfYRNH4Evguv0YW4tMMdyakY4NSOwO5dVNcSkD25UDmxUDoCsKdqPjcqB9Yr+tfK+lYo+Ru3oWs3If9m4YZzROMFongQyctsM6A3u5JUG9/4CvcE9v6AJLlge7loAGDzBZbVOj+S1tH0rW60fBVf6V4AI3L34X7W5YwFq/8ltm+e0zrFbZjmtc9y2eW7bPLNpmtk03fS5GOpbg7qXwY8Jmmeg3lVe8c8vqGvpvwPKbxehnhUwnb84bfOgI7dridM6t1I19P1LEadhZCiVDnXMQB0z7IYREN/VMgG1THBbJ6C2Sah9CuqYBvN9BuqcBTbsjgWoY5FdNw4qnbqX2dWjDW+yQRNy6xwoHObtJ4MQabgIqmYcyMK8iiNW5RCrcohZMQgolzYM9GHQUTwL6otqJ+CWI1go3lSAmaUDMAkDGC7tZ5YObJQNwAgNvw4vX7ofLDBXDnAr+qGyPm5pL6ekB6r8AZX3c0t6WIWdzILvzILvrMJOdmEPu7CPWdAPypPqplj0wTV6H6dpBOqeWmroqYlPLf36rbkgv620sKE4j5abmh734dmtqzfPnTgd4BPm4xZ+xB0cfT0vhAWeC/W/HXHu1uUzYX6egV7OZ4/5nz7m5+NODfL1CfLzDQsOCg8J9vPxdqVS3J2dAo4eoTgQXShkEgGPtrbCoJBUkoOjPQFpaUHFE1wdSN5Ozj7OLh5OTm4UiiuZ7EYB6VlOjr9jrkxNjPR0tWE7tImxIdLGyoFIoFIcHUlEPA6DsUPDnGxjbWmLRsIP7WxRGDs0FmOLRaNwtmg7pA2MvnDelZW5mR3SBoZeOPsKvg4DsJWZsbW5CRz+vJn8vAnGsCy8GRONs0WiUTYIM3M00hZpZYcwRX/9kk6v6MrLaiwu6CrO783N7M7O7C3MG83LBsu9yQk9nz82xXxqSUnsTU8ZyEofSkns/fiuHp73b2rfRlV/+tCYnNCTnTGcmzWcEt92OjzK0+XvmI81zTUrj25nuTleDw949fhuwYe3dW9f1V67lnnhUurteyW3H5ZduJp2+UbG9cism3dy/r6Zce1G+u17ea+iqr7EtH360v7oWcXVyOwrt7Iu3so8eTUp5GJsyPmvJ8/Hn7uUdOFK8vnLSWcuxJ048yX89Mfwkx/8Ap8GhDwNCnkWcux5yLHnQaGPA0MeBQQ/DAh+GBjyKCTs8bHjT8NOPAs+9sA3INLr6LXA0Nt+Qdf9gq4Hh986fub+ibP3Qk/cCgy5HBx4loRz1tbQVZJVVJKRU1GUU5GXVJQSVJIUVJQQkBXZLSXAJ7YThF2Jb9/NG2CKluLjl9y5W2zbzk0A/mfw1T/PN3uPhLft2PPXNoH//MX/7z8F/vPXti1b+Lb8S2znLkVRcRUpGUVRcdEdfDu3/KEgIkGwQt298ndpZu5U/9Dq9Hxfc3tuYuql8FMEK5SSmJQ4n8BecWk1OaW94tJS/EL8W/69a8sWGKQF/+JztCUkfU6oL6+jFVXfunofYYQ2M7KNuHj/S3T6u9dJT5982fLX1p07dvKDttjde3byCezYyc+3SxDeChYQFIEzomVkFVVUD2pp6xsZm9sggQgM9/3KySsL7hGDGVhYRHI3v7CklLy+gam1jZ2BoZnawcOq+zVkZRRFhCUE+IWF9ogJC4nvERQVFhKXkpRT3rtfU0PbQN9ER9tAee9+cTFpURFJCXEZ2OQsLiYtLiYtIS4DXxcWEpeVUZSVUZSRVgDVR6JScLuSuLikkMgeCSlRWXkZGTlpcUkJMQlxaRk5RSUVOXllRSVVFRVNNTVtDQ0DIP/qIHQNLAxMbLQMzbX0jbUNTPSMTA1NzayRNnjgwbAl2WOcKQQqyc7/iFOgjxPaUs/cSEdD45Cq6iEFhf1SUkri4oqSkoB+ZRUOSMurSckB+pWQ2S8ipSIkobxHfK+gOGjG2iMmKSgqwS8sxi8svsnA/EKyO8FfEpk9InvllXTUD1noGtjqmuAN0E6m9p6W5KOm9p6HrUmqxnYqhijY86xmitmcg2ZYdXOcBgKrZYXTtsYDF7SdoynOBWHvbkPyQjp62xBcMSQPNMHZyBSpoa6ruk9NWX6fnKSshJi4rKyslpYWgUDw9fUNDAw8csTbw8ONTCHC6VaOZHsnZ5KTM8mBhMMS0Fi8rS0e0K8tBonGWNtibTBYJBaHItijAQPztn+JRJSDA5pCsnMiY8kOtuCE8nucqRh3V7ynu72bC47ngiYd9SH5HnH096XwAJjo6UZ2c3Z0INiZGevtVZAW2bNLUmyPyl65AyqKaqpK6geU/18RWFdLHaZf2PYMx1/BhmdY+IXR1wphbIUAbmfYAr0JvQhTPTNjHV46tK6FGbBGI61MbJHmcA8wDg2qgO1szIEX2sYEgzKDe4DtkMYYFBB+7bEIEsGKTLShklBOjmheQLSNPdaKgLGE77THWhFx1jD0bqIvlWTn5IjhKbRoqj0StkOT8dZORJSro50HFQcT7+bRiYii2iMpBBuqPdqJaOvqiHWn4N0peDcyDg612uRhDyrBy5l4xM3R14Pi70XxdMYdC3A7F+4bfIRCwVu4OaJuXzmRnfS+s7FkarBpqIPWXpMz3Ekb66H3NBX1tYCgmv7mor6mwt7GgpHvFXODDePd9M7anL6m4jZ6Vkl6dNLHh2lfntJyY7/X5PY1FTdVptaVxteWJNALYgvT3mXFvyhK/1hfllJbkkTLj6srSWmuzKwtTq7MjStK+5zy+fnHJzdSPj/PiH+THv8uNen9l5iXr94/iop9lVVT3LU03cdd74Wgdgiq4jBrIRBMVcbmlLKhUjZUDLKmoFwWN4fJAau/DG7qCiPx50rC/HLqwkbWMjtvhZu7zMn6BczMdAjKXFy9X9v0urOvcINVsM5Mm1/MW90o5wKdtgKCStkcEPLEgeD94ZRf60kLq6lLG5lr7Mw1btoyK22Zlb7CzljlZm9AeSwonw3lMiFwzuAAkZYHwPAaMKzQFrA4qYtLSfMLOeuMfCYb5mGwi8uA7lY2WF++daeiPnlqMXsRvLdiBpS5xMhb/71InM8EfcW5TFCqVAxon/tP+i3hcos5HHgKWSyYgf/bVwRBifNzcdNT+SxmGU+qzWVs0HgJWMU84zSsABdD3FLeb7yYydrE3TI2Bx6YfjepGMi/XN6PHtic4nVWCYNTwIDymVDOOif956+SpcVeiNMyNxR8+bgVzrKz73tFdX3X4Fzo+Uem3tdFvJ/KnI6zvpNWxYAGIai6d7ioujExq7BvemXoF5Rc1mrrEiSrqnXm/BXO6vLG7Ojsj6aVyS720gS0/pO9Or88NzYz3D3W2zTZWwctD62MNo92lQ92VfR10/sHmzq+V7bWZjSWx1fkfqIXf+tsLm6qySsvSc3PTchI+ZKXFV8BHLZZrdWF32sLG0szyrO+9Lflr083McbrKj9fz7/uzs2+PfA3rve8dcdlez+Ffz3xd14Z7G+opLU2Ngx2Nva1VkecO3Fw/14KEXfm5DGyPfb188d3b0Z4OJPU9soeD/KJeftypKct8spZw0P7bRGGZoflDZW2vDpju0J7x6mI/hl/t+/5uWhPq49BmMaE+/U5rwrSn9ZWxpflfUmOfkww1KBa6Hjam3qSjMO8Udkxt7sqviz35TdnP01/daa7ODrtZQTFXFNXQdxKW9tKz9RcF6GnYWiora+quJeExHk7emgoaF2+8Kjjx7rnhVeiFkceVI6/aVv2f1cY9jIz6O93BubOTs6h9o7u6lp67l6+DmQXByLV28vv0oWIxpqmge4fs9M/f84uQVxo4edyX/9QS+v3jQ0mxAYFSBAEdfUPnr12HUOmeh71Dws9diooeLKrm5aWzpmefX7zduSVawEBQWZmSBzWzcKMEOAbgreztUbomxkcRJnrOBGQVoYGCF1DDAJtqW8a6u2NtTB2I1mTMebuDvhTQYFeTpRzJ8Mf378XHBTg5uLq7Ozq7xvk7xsU6Bfq6xnoiHW2M8e52XtcCDhzmnrk9bnrpyhe1wNPnPYJeHv/ybtnLw119XS1dUqLSyrKykd+DK4trty/fmtuePLJrbup8YnV5eU53+K+PLxT8elNBJXwJsgr7crJO1TsXQ8iNPMDYsxD7GUIWptfmi0uybkUfDT+8Z2054+fnz1eFx8DLc4x21rmKstbv8V+PBl+x93ltjv1LNbmkiP2mjPx9THfZz6uD1wdnh91+no6MOXq8bwHl6vf3Wv6+iz3yZW2pNejJUnQYAO3twGa6YOWJ9Of33AyUycY7IvwpURdPtGWlfEo7MQ11wBggWjjqbvNc6DZtZ7XplszxotE+g1UcNMsq3IIhiVGST8ov6meWMvv5pQNQnXTa/ndK7mdM6mN0ykNE4m14wk1Y/HV4wk1k0l1U8n1UO0kVDPx/5la+LuMQtUj3KphDn0IXnCFo57gI4c+xKr8wawYYJT3g3CpyiFGxeBGJZh1+hBA9JqRFdqPtaohRu0os2GC3QR810C5bZmG+sBWM6N5ktU6DQK3RpiM5sm5it7OJNp8ZR9oRRphQr1LwGvduwSNsgDH8iqCOa1zMP0C/vy+CA1szJT0tMWWc1rnoIENqHsZXOxf/w26MO7+89i/Dv1gAFruWgLHgQ1u+89F2sBAMh1qn57IaVivHoA65wD09i2CIyDeaahzBuqahbrnwPTMgxlY36gZAe+hd4VRPQIU9Y6Fpg95QHjn7SHzfNpAqQblQy2zvzEY/gRrgTgMuLd6bKNsgEMfAZ9CwwwA4JoJYEuGS31pvN5guD2Yd+TyZGQOfQQMrx+YXT0KTqrBB8Sh/wDx1PQfXBpgYE45YGAYgznF3eyiLm5RN1TcA4qOSwaY+T3c4kFQHVw9AdWMsqqGWHVD3PYxqH/6e1ZxwfvPRXGxNVmZdYVZVfnpRRnfou7dfHoz4urJ0DOBR84F+57y9z4Z4HPtTHi4r+el48FXz4afCwsI9/c6HuAdHugd6ucV7Hck2N/vZNix86dPhQUHuTs7ebg4B/v7ebq6HPH0cKVSMCikjQUCg0Li7WzR1laWhkZocwQRbUvB4ckEggMWa29nh0ejcbZoZ7Kju5sL0R5vbmair6djZKgPy7x2tihHEtGJSiY7OhDwWHjjF468gtVgWzQSi7El2uNBaTAWQ8RhCRg7uHUJjn22RpjDBcWbQdBISwsbCwSAZHMTKzNjS1MjGINhAEYYG1iZGcMKMNLCzMrM2ERfR++wxqGD+/W1tfR0dBFmFigbO30dU7ydU3JCYTWtJy2lKiO1ITO1JSOlPTO9Oz93sCB3JDdrMDtjMOZTy+ePTckJPekpA+kpA/Gx31+/pL97XfP+Te3nj01xMe3fvnbEfmn79rUjKb7zzYuSM8dfv48qKy0YuXgq2s/z3ttnFS8eFH18XfviSeX9u0WRkfk3Iwsibuaej0g/dSHhYkRS5P2cJ89Ln76oePK8/NnLyldRVVFva548q7z4d9rx83HnrqddupNz8lpK0MW4Yxe/nb2YeO5cwukzsSdPxRw/EX0s7H3osTdBoS+9jz7w8bvv6//AP/A39/oH3fMPuhcS9jQw5JFvwJ2j/rd9AyL9Am/7B9/2D74VGHrbP/hGQOj10BO3jp+5e/zM3aCwv/0CL1DJPmYGlkqyytJiUspycgeUFVTkxeUldytJCeyVBhgsK7JbYjefyPbtQLDdwS+6dYf4dsDAEjt2iW3bCbMu3HsELwBvXhTdukPkr+2w5xnOfBb4z198W/61649/C/65VUZQSF5YVHK3wPYtW7Zt2SIvLOpKID64dr2vuX2i98dQR3dVQUlazLcPT19ePn7aGUfU2ndAXlhc8M/t/P/eKrpjt8QuQdEdu0HE9H+2im7bJiMoJLGLf/uW//D/Z4emsoadFeblw7dpCTkpCfmZqSXNDQOVZa1Rr+Lv3nkLFOBt23dt37F7c3bs5N+xk3/b9l0wDO/avUdAUERUTEpaRkFBcZ+evomZubW1jR3CAnlYS19OXhmWf8XEZYSEJUREpZT27tfVMzZH2BibWGjrGG7KtjC1wkqvuJi0mKiUkqKKpoY23P27T/mArIyipIQsfBQTlRIV5zkRrwAAIABJREFUkYQxGP5CcTFpODIajsv67YKWlIYVYBk5aVl5GWlZsBKsoLh3r/J+FVX1A2qH1NWB9nvokImWlhkMwEZmKF0jhI6+ib6RuYmpBcLCCoPBUCiOaJSlM4Xg5UY8HuwZ/eb+22e3XEhW1ghdTc3DBw5oKSury8mpSEkpS0ruFZfaKyGtLCoJRkRCWVh8r6CYkoCoIr+Iwm4ROQDA4uKwArxbSIw3EvxC0nwCUvxCsiLiKnKKhw+om+noo43NCMaWjoZ2LoZ4T2O8uy6aetAcv88QrWJku98EA+vA8AIwLAgfQgD5V9sar2OD00c7GGMp5gQ3K5IXiuyDIvtgyN5oe1dLJFHfyOqQpv5BkKysrrbvgKy0jKamJgaD8fDw8PLycHamUqlkFxcnqhPJkWxPdMDZE3nxzmQChUokOxFhBRiLtwUMjLUBDGxnaWtnicFaY3E2OJwVFmuJwVhgMBYErBURb0MkWG2Og701xRHt6oyFW39hAAbbv94Eby+8u5sdlYzEY6wRpgbqB5RlpUSFBHYKCeyUkxY7uH/v/yv/6hw+qHP4oJ62xib9bnb/mhjqbHqe/zf9msD+Z4SpHq8QWA+mXxNDLfihpTnwSCOtTNA2ZnYoBAZtgbe1ggEY3gGGAdgea4WzNcPbgdVfR3trMtEGHhCChbdxwNsQcb9PeI3BQBCmONhuMjDFAYQ5O5OxLhQcWAm2t97Mx3ImoXhJ0ej/KzRrMzfLhYh2IaJdHWxdHWzdSHab40HGujti4IceZKy3E8HXjRTgSTke6OHmiHLEmh8PdPvy9mE9Lau/nfbjO22oq2pppmuki95MSxv6Xj7SVQ46e8sTJ3pp/S0FzaDgN6m/uWi6v3a4AzzVSstsr8pur8pupWU2V6TD01Se1ladWVkYW5wdTS/+Vl+ZUlOWWFWSWFueUlWSWJb3tao4qYme1UjLbqRl0wqTMhPe1hSllWbGJX95lZbwoaQoNTU95kX00xdfoxpGewbYKw2r8/S1pQaeQ7ich3abAcUA/FicXBY7h8nJZrCz1jnpK8y0RUbGEitvHSpkQkUbUP4qlLvCKGKwMxeXX3V03abXPGtpf9neeauy6uvIeNL0XO7Kehnnt8hZwTNF5zA5mRucLAY3lw3lcaBsJpS1DiblFyPlFyNtkZm5zMldh/I2oOxVKHOZk8fgwEVKmyFYm/vAeQxWIZtbzAV7vKmLS3kMVj0EVbCgig3oQVXziybggr5eUhXV0Z+5sF4OgfectcrKXGHmM39vOJfwFnr/1xYuL6V5M62qhMUG3M5kwSdFbHbOxvqHocF7jQ3PvnekLC7ABuZCDjuPycjj7RIXsFmwlRrWhIHVmTclPBLehOFyDncTgDdl4eINdjkTKub9wabMryXPLZcyOI1cVsOv6TP3I+QOStU2lja31DW3ddHq+8KvRBl6RSqeSxe7mKN3I+PrD/YYBLWNz1XUtzAgaGhm5UNSPpLip2mMITr5PHn8IjXmc8L7F09uRzy4c/X+vVtPnz389OljUWHuUN931vIUxJlfHWtpKorpqk4e6y7paMhuashua8xtKk1or0ya6qlamerua6XfvX4+PvZ9bk56Y21VfnZGetK3oswUWm5qeWZCbV5KV1XOWGf+bF/BQFXshwtOtLs+U29C0gjSg+fRUP7j02oCFS/v/erpGunuGv3RO9RRxZgf+DU1ePncCRTCyEBbXVqEX22vLNLc0M7KVFqEn0KwfXo3srq06Fx4qJqSvMEhdf0DkkiNbf6WIpkR1PhgZPEpR0bKkx+vLz13Nc24F1ISF5kRF9lck9TVkLM82p4X/dJqv7Sj1f5PT8KgqVJomfaT/mCj5i7U8ngh71zH+6Pcpvflr087GshbHNpnoKUjLauma2ijpa1rbGwouJOfgLZPTcy/c/8jyvWUoduF53VzIUnNpFcF9o/SdHxvKlp7iapYEJ1Drt1+GvX+E9IWb4dzOHninIf7EZI99VjwiYvnIirLqhd+ri0tb7DYgHlXGJz5n8sQC2Ivsb7FZOOxR62svY4fv/fhbVJhVmFm7Ifox1ezYh5U5H4pK8kYGB0+e/Ohk9dJZ7tAL1u/B5cemuro6+qqm1poYRwtjCy1jSyMVPerW1vibK2IT+++ouIoSGNzMgYb6On1Oer1zUuXT4SEhAaHODg4urp4enn7RVy5deb05QC/484Ub6w1CWWCJVpTjjr4uJvhjphjvBAYgq4ZxsDMYL+GnKiUML+Ql4d3Xl7BmzfvSopKv32Jj7x280nkI1cHcshRb0eM9dUw/8gw3/cXj78K9U64FBZJxUSQkLlPbkGrM9DKLJuzvg5BvyDo8cd318+ffXntytUAsOL7ICwMWl2Dfv6EpqahpWVofhaaGIX6O1u+fih9/uBFkHfM6eAPvm7ZZ0I/+bq8dCHEhni8O0q+T0VFh7p9Pu6Vf/fC21CP9yd8ip9FVr59NFGSBS0Ov444FkK1PuGKueDpGH/vTlzkXX8LPGjobZ0G+NQ0DzXMAUCq44mEdRPgvH7qN75WjYGtzophqGKYXfoDnDTMQmWD7OJ+4HEtG+RBziQ4Lx9iF/czCnrW87rg6XtXOPCheOhT2XgsfSax7mdq01Jm20p2B6+tpx+i/YCqhkBKE9xS2zgJspFrRsDUjv4+qR7mpRyPAGyrAGurm8OmDQOVsnKIF7Y0DtVNwCI2u258mT64VjfKaZ1hNk2yW3hI3LMEDayt1Y1OFLT3p9XOlnaDwK1ZCBpisJqnANl2L//G4M5fAIZ5w2ia/p5Any3rY7XMAuG3dxXcAw8s+QKdlofKnTxBuPMXYOPuZfDl/evQIJPTNj9b2j1V2Ab1LixUdI3lNvCU3imof5HTNgG4t3MG6pzhdE5zO6ZYHZPstglW6zjUs7xE+wEot38N7B73LEOdi+1fS4Hdum0O6vj5ewAM/wODm2d54vAM4GEeDLMqh7hVo7wfQEyCj6lqHKKPgWPVOHgI6HQSqpsCH3fD/zU8rzWoKQZNxYCBq/8nr4vHwJzyPk55H7u4m1PSwy3pAehb3Pt7Sga4hf0QbQIAcMUwqGuqG2PXDDIahrjfx6drWmuT0vOio2lpqQ3FOZU5KbnJXz4+vR/95P7DaxdvnD1+59KZqydDTwcdjTh1LNDD6dgR9+MB3scDvEOOuAV6OQd6OQcdcT8W6BcS4B8S4A/HX3m7ux318gz0Perr7QXLwj4e7g54HAFjRybau1DI9ijQhORsT3QjObqSyS6Ojs4kkpODA5lo7+Hi7ObqjMdhEOam8A4wrPfigbkS70Ak/DMO2tTEyNTEyMzUeNMjTXKwhwGYRMCTCHhYB4aFX2sE2A3GoJDwhvCm/Asag3mLvjAAw4bnzUJgpIUZfG5hYggD8GH1A5pqBzQOqpsamyFMrQ9pGJ49fb24oLEwtyk5gZ6cUJua2JCe3JaU0JoY35KW0pmXPVSSN5H49XtsdEvi1+8JMR3xX9pjo1vev6qOelrx5jnt2+e2nLShtITety/ozx4Uv35W/uhBdjV9Lvlby+nwqADvBxdPRb99VvHmafn7V9VPHpTeicy/fbsg8k5RxM3ci9eyL1xNu3kn59HTwqg3lW/f1bz/UPfufe2z5xWRd3MjrqWfvZJ04kL8yStJp69nnLieHhqRHHox4cy5+FMnYsJCP4YGvwsJeh0cGBXg/+yI70NP77tePnd8jt496nffN+CeX+Bdv+B7fsH3gkIf+wXe9/G95XXkhvfR60f9b/kFRfoH3woJvxd6/G746Xsnzt47fuZucPh1z6Nnnd1CjQ2RB/cfUpBWVJCRVVaQVZKXkJcWlJXcrSgtoCDFryDOLyfKLyu8R0pQQGzXbtEdu4X/3AYzMAzAm6lXm/QLw/BmELToDuCC3vPXNtj5vPtf/9nz1zbJ3QK7/vg3/7//VFdQCjviW5SWMdX/Y6y7t4VWdevCFT8XD9PDuvskZffLKGgqqSiJSQn+uV1il6DsHlEFEQk5ITEpfiGJXYLifAKiO4AHW4aff+eWLdu3bJHZI873x9a/tvwpslt0919CYoIyOofMg/xOR72I/fA+9cG96Bt/vwIhWNu279q6jW/rNr5NBt66je/Pv3Zs275rF58gvwDY3RXaI8ar85WWlJJXUdE0NLSwtsZaWNhq65kq7VOXkFbaJSC2R0R6t6A4H5+wnJyKsbEVAoHW0jZQ2rsfxCkrqEhKyAntERfaIyYqArp/9wiKwp7nvUqqagc0D6odUlJUkRCXUZRXlpVWkBCTlhCTlpKQhSt/JSVk4fthdzTIf4ad0tKyoMVRWkxKRlJWXkZBSVFBeZ+SygGlfWqHtI0O6xhr6QLu1dY219FBGOhZGRlYGRkC67WxsamlpSUS/LLG4tAUsn1kZERxQfpgX8vC7BAELTdWFzqTUNoaqhoah9TUtFVUNBUVD8jKqkpIKAmLye8RkRXY89/hF5ITEJYTEJYXEJbhFxbfLSS6a48on6AIn6AYGAEJPgGJnfySwuJ7FfZq79c01dJF6plgTa1ICFsXY4yrvp2zjg1ZE2GvZoLdb2S338jugDEoPQKqryn2oBlW0xyvZUkE4c8oRx0bnC4Sb2BLMsFRLYgeKLIPmnLEluyNox6xxlINTZFaWkbqB7UOqKodVN2vqXZQ46D64cOapqamWKwdmUxydHSwt8cTCDiCPcaBhCdTiBSqA2yBtidiiA5YoiPOnoTF22OwBLQdDojAKDQCiTJHoRFoWwtbW3MUyhSJNLGxMUahTO1QZngsAo9F4DDmOIw5HotwdEDCAOzlQfQ9QvE7SuZlX+GcnZBEAsIWZXRYQ0VGUmTntn9v+3OL4O7tMpIiqsrycMsRHIKlpXkARl9dLXVdLXV46RfOfN7c+zU10v3/ab8mm4ZncxPdzTE10jY2OGxtYWRtYWSDMLKxMPjnEOys8bZWGCQCxEEjTbFocwLGkoe4lg54K0d7gL6O9jZEnAXO1gyDMrHHWsDXKQ4oJ0dbKglNcUBt0i/sgiYT0ZsATMaDaGgXR7Qbxc6NYrcZHE3EgP4kMsFqMzgaZmBXRztgjSYCO7SzPcrVwdbdEQMTrwcZ6+pg62z/+zq46Iz3csLcjggvyowZ6KAPd1f3tZUPd9LmhpuHvlcujrf2NORX5ceOdJYtjjVNdFVM9dCGOkraqtKaKpK6G3J6GvIby5Kr8mNri+KbytN6G4t6GgrripNoubENpSlt9KzGirTqogR68bfm6oye1qKu5oL6ypS6iuS2uuwGWnpl4TdaUXx9aWpjeWZ7dX5bVR49P7E8N7G+Mo9ekpWfm5iY8vVl9Ku4vJSuX1Pd67/6IXbt2q8q5hrgRi67HIKKOewiBrOIwS4ExmAOr2gXKMDZDHbGKit1aSP9FzN7lZvPgAoYUPYyN/Xnes7yRu7K+qcfwx/7B8u5UDUEZf1ayVhY+joy/rqz535tw63Kqvu1Da86ur4MjcZNzH6b/RU7u5i4uA4YmAnMz6lLzIxVTg4DylwDNcLw6xeyoEIWlA+EUG4hL54KFO3yArHymew8BitzZS13g521ykhdXMljcCohcOfXsdmE8XkaBzBk+txKMwRl/2IkTi7krXMLGGD3GPZg/97y5VUoVfDanip5DmSw/MyGSljcYiYLRFL9DwzD9AvqizicrJUVOgTlrK09a29/8f175vJywszM9crKvNW17NXVnLW1vI2NQhYLtk/nMxjlHE45h1PGZhezmIWMjXzGRiGL+Tv+issTfnnfqIjNLmAy8zaYBWvcvBWgrmf+XCtcYnRAEH168kFstIqualFZRlsLrb2ltrGxuaSisbS6V41wfI//h4OPG7Rv5jo+z6vfgKYhaGwNqusavP3iA+VIiBHSAU/xtrUjOJPIeIQpBWXpiENh7JA4HIZMJlEojg5EkO7m42x/+9Kx5rLkuX76TB9tsL3we2NOZ3NRXUVyT21Gf3VGJz2zrjiZVpDy/uVDDnMVgjjzs3O/FhYhDgfisNprqm6fP3XWz/PF9dO3TrndO0Nl/ygaSL87m3yl5TrhmcEfUNrFiVfHrlrta0r4QMtIKc/PzctMLUiLSf/2ujg/mV6RX16Q8ezutWd3rp4O9jnh637r4umULx+jXz3NSo6LenLvRGhgsJ+XnY052vyQiQofat+fD7wsqPL/cpXc0nQvHKqIKb8bHHfJZb41qT73eWtldF9DYkPh+8nmzKKYv/uqXkFQzULH+5hrqGX6HWgoGqq5DZVchgY+QQ0vobb4Z0HYgyJ/Ik2MzCwx0ns1pRWUJaXknjx+2dbWf+/he2viUacTd1I6F8NjK7w/FRucf6F69KqmxzkTr3PqVi6nrj2l1be3fe/18Q1ydfMG//2zQHl7+H7+GBsccDw06OTzZ2+Li+lcLrS2xl1cZkJcaHFi4VzIBWsjh6sXXsZ8KHtw6+ubJ7HNtIY7F08cVtxFxRyuKPyUk/UVTUCbYokaujZ2+iSsFi7q1ktHjD3B3s7EUofkgXfwsLfGoQ3NLAgEZ001w4e3X54IOuvh6O7r5n3j/OWuptaUbwnHAkMxtlg9XSMHkpOXV8D589fDj533PXLMw9XPleRFxlBwFjissY2thq6RjILqbsEDwqJ7tmzZ9ccfAn/9qSgtTXEghh8L8zvqe+bU2YgLVyLOX/7y/lNWSlp5cdHsxFBPfUVnSUbc9dMvgl0/nTwSfdr3NMG6ryQHYq1wVpfYEDSxtLgAcS9H3joZHNBFL2ePjcTejXx/8Xx3Wtr3+G9zRQUVjx/NFOTMlxVC06PQ6hw00n3Z0/EcBfvYi/LMnfQtzC/5VOAbL8dX7oSPRx1fuGHeHyXdxJl8CnR66U2MDvGIPe3/JshtpjKLPdxyxtserbX3GAWb8uRB4dt3dsrq0PAvYL5tmYWa56FGmIFnoPoZqH6Sd5yGaqcAIMHURBsFCFo+tJHfDZ8A9C0bXM5qZxb2ruV2Mgp6uKU/wFPw/TxeBa9QNc4tH1ov6FnMbJtOqh+LqxqOqex5n98fXTD8tXwykb6Q2bya384s6YXK+qAqoAkDARPU/EyChp66SXh/FTxFHwMVteCVB8ERlOKOQdWjPIVzEiBc/QS4uXYUapz4WdLJrhtdq/oBn3Pqx9arB6HvP6G2GUb10Gxh+3hmw2xhO7dhnLcJ/AuorL0rUN8qOPYsg2Xm7wt9ydW1b7OhQQZPg/0J7wmDpWgedoJo6M0l51awEsyqH/8dKN0yA76kf43bNDWd375GG4B+rLDqhvoSyqDmcahtChQat0xwWsY5LePc1gkAw22TUMcU8EKDmYXaZsA7aZ9l1o1BPb84jZON77PBonUrb9f6+zz0fQHcBkRgXmMTaDaaAeVGjTNQ4yQAYPCnMQkKgWsmgSBMH4PoI1AV7yJA33Hw6cCfddMM+DsAxGQQAAaOIBZ7DnQmNc9AzVOs2hFO7RDwq9cMsquGWPQBkEdd0ccuA3ZosB5c2gsV9wMRuKCHnd/NLuyBaKPc0h9rBZ2AgatGNir6l8t712oHoJ6p0Yr68riExrzcvlp6bVFWftKXhPcvYl49ibxw6nSAz+XwoHPBvjztN/RsSMDlE8fOhweHHvUM9nE/GeJ3KtQ/1M/L38czNDAgJMDf19vLz8c7JMA/4OgRNyeqt7ubt7vbEU8P/yM+wf5+QX6+Ph7urmSyJ4XqQaZ4kCluJEcXx9/jSia7U6keLs5UkgPSEpTrWiPM4T5hOOAKeJt5A8u/NtaWZqbGRob6hgZ6CHNTOC/agUjA4zCO9gQnR5KTI4lEwBMwdng7WwwKCdue0dZWsCAMy7+AfnnZV7DGa4MwQVshMEhLLMoKg7S0Nje2QZjASPx7JdjU2NLEBGFiaqhjxJONrU0NUQlxee0t46mJtLTkBph+05M64j7Xf3hdERvdkJPWX1E0kxrf8+1zW/ynts9v6qOjqmPeNX5+U/vpdc2755Ux7+pTvnV+eV9/72Zm5I30V8/L6bSfCfGtXh63vD0jnzzMj3pR9u511Ye3NVEvaG9f1zx+Un7pSsqFS8m375Xcf0q7fb/o0dPix8+Knjwrevq8OOpNZdRr+t17uefOfz155svFiKSLf6eduPAt7ELcqWspp/5OPXY+7vjJL8dC3gb6vfD3fR7o98zf77GP9z13txseXpGe3pFePrd9fG/zxN47fsH3/EPuBwTfh6XggOC7gcfuBx67HxB61y/4dviZxyfOPTx76fHZS49OnL511P+cI9XPDuu8T1ldSWGfsvxeFSVFJXkpaYk9UmK75aUFFaUEZcV2yQjvkhMVVBQXVRQXkxLcI7wDVBaJbN0qvmOH+I4dYtu3i23fDgc+/3P1F06KBjHRu/h5zUb/4f/3n/AysNDW7VL8gvskpR2Q6NuXrtDyCr7X1qd++Rp+1M/kkJaSmIQUv5AYn4C0gLCiqKSMoIjQ1p3ifAL7JGXF+QRg1VfgP9sE/9wuumO30NadO7f8W2T7zl1//Bs0MO0SBLbqP7bKCUvLCssI7RSVFlW0QzqeOfX3rZuv3r9Ni08oiXqdvGX7Dr5t23fy6mG3b93Km792btvKt20r39a/dm77k2/Hdn5+PiHB3SICu4R37RAUE5EXE5GXkVFRV9c3MUcjrHH6xtYHDxmKSCgKisgKCMsIi8lLSSnv3auho2VqaYnV0TFTOXBYSkppzx5JQUEJoBKLyIgCh7OMqIgUzNXyskoHVNXV9mvs27tfSVZRXlJWUkRCXEhMQlhcXFRCXFRCVFhMUlJaXFwSZD1LSElKyUhISouKSewRFpKUEpWVk5RXlJNXVJCWV5Dbq6p8UEtdx0THwEr1oP7BQ8ZaOggNDSM9HQtTIxsdTT0TbT2dgwdcHAgOOJSRribJHnXnzuXm5sqVlSkIWuFwlqurS69GXMBhUQY6hzXVNfYf0FTYqy4jv19KVkVMUgnEX+2RFhGRExWVFxGRExICD/fskRUWlhUVVRQXVwRszNN7d+yW2L5LHNieBWXgomBpxUOqGiYHDltoG9qaWjsiUFRDS6KeFUnLkqhpjj9ogtlviFY1QKnoI1X0kTrWpEMIwiFTHEjJMiccNsNrI+x1bRw0zFG6aLwJjmyCI5thqVZENzuKD97pKBLvbI601zVCaGjpHlTXVFPbv/+AsqqKEjzqBw8YG+lh7JCOJII9AWNna2NPwDiSCGRHewcijmiPJTngHYg4HB6NwSJ5Yi8Kh0fiCSgszgZta2FtY4qwMDQ10zM20TE107O0MoaRGIUyxWDMMVgzDNYMh0cQHazJFLSzC9bVDe/hSfTyJnl6Obi44uyJVgiLw4e19qqqSgvs+mvXjj/5tv9HYNc2cREBRTlJVWV5NVUluAlJS/PAJvTCu75G+oeM9A8ZGxw2MdQyMdQyNdKG/cywwxle6LVCGFqY6Zub6JoaaZubaCNMQQ8waEIy1bcyM7AyM7I2N7YyM7Aw0bMy0bEx00EidHAoYw8nu7BAdx9XEtUebW2qa6avaWmsjTA8jDTXd3aww6PMCWiEva0FCWtJxm+ak4ELmuKApDggYUe0M9mWSkKRiUgXCgaLNrW1MaI4oNyd7akkO3uslQPehkpCbw7FAdzpaG9DIlj/A55RPIRGUUloJ0dbNyecCwXjRsa4OeHgVWE4cdqJiDri5uBJwfl7kD3IWLyNyakg70+vHjTRs0a6Kif7a3qaClro6R212V11ua209B+tJbODtT+aC5pKE/oacofbintrs/vrc+uLvnZWpw225DeXxTeXJXZWZ9QUxTZXJvc3F3XW5hSmfUj69Kgg9X1daXJ1UUJ5TkxlXmx9WUoLPbOFntlIT2ukp9WWJ9GKvtYUx9MLYivzYmm5cbSceHpuQn1BWnN5TllOUnVlXlVVUU5hVkJ+Rk5jdf3MeCeHWb++VsNk1HHZtRCnDmLXQMxq7kYFh1HM4YByoDVmzjorh8nJBQotJ22ZwfMnc7I3gDM5lwkU2pw1KGuFUwVBjxoar5WUtvMcv/lr63UQVLDOBKlXHGB+BoVATChtfilubPrLyPTLzsEHLd13GztfdA8lzKxkr3KzVjjJ82upCxuZy+w84HkGr5y9ys1dh8ACMIddALGLIG4RBBVC3HwON4fJytpgpa2spy0zYO902jIbnowldvoiI3OJlbPKzd8AlA68xBuc3A12PpP7zzJhEPXMAXvFxWyoiAWmkAkGbgwuZHHy1sFPATKXV0shEEOVtrhUBUGxExNP2zry1xgVENQGQRnzv+KGx9919n7uHzqVmBbV1lmwslHOgoCQywa/cZ60yyxlrxezNoohVgnIl2bncNbT15ZLuJwyLkiBBk1RbG4uh5PFZmWymGmrzLRl8Pq5c0tNTM4EBD34FL1fSzM3J72vA7Sw9rbWNVVV1ldX5eTk3fyYJkS9JRQYIx/+xeJmxqXcnrjOxfyBZb/rT0wc3I2xJBzFVcfA0AGP83dzMlRVoCLNCdaWFDyW6kDA29pgkJZORMxRd1KQD5WKsyBjTY/7UpNjXkwOtC7NDPa0VtHyEsbaijpK4hYGaqd7ahM+PE368gaCmMtLiykpKfOzPyEOF+Jw8tJSjjpTL4eFsGfHYh9f/3QzDBqj1T0P6HzuQr9oMvCUuJ5x9vMxs4+XXSDGJAStLS7+XFiYZ6ws/pwZXvg1Mf9r9P2be4207Jq8+PKUaHrq56zoV11VJfND3Q2VRUP97dOTfWPjXZ1d9OEfzY0l+YWfoi95UK44YSj7Rd3Uhb6dpY5nP/l2idqf+6C/8OEg/XlpwsmSxOO9dfchZvZq//35tmtjtX935V+GVmjQcG7GBfJRxS0RunvuWcjesVT8GkLE7hOyUFc00NcVlVLA4Fzu3H3X2TN3+vJjWTUzqUNWYnp2fvc+nP2cjblw3yw0QtsjTJ3obed/9lpUbGXHj+bO/isR14kOFDyB5ER1w+McDA3MBvpHauiSbyo8AAAgAElEQVQNZ05eCA898/LZu9Sk7OmJBYgDNde2hx05TrV1iX72daRrKj+5/PXDDx+evou8GOGMsTvp5/HqXgR7aaKpqtDEQF1bS91IT9dCz4xqR/IiuxIxOJQVws7WGodFodBWVIqjLQptYYKws7H1dHYP9g309fR2caQ42xN9nF0unj4bHhymJK9iaWFrYGAZGHgy8ubjUycv+voEUh2crI3NtFT3K4mLiu34j6zAn3L8W5REtploKIQdod6+ciojPrqltryzubq7tb6no2VkoHdpbo69trby8+fo8FhcUsb5S9c8yPZ68kLuBspJfwe9CXW65Yk/44SHFmYXxqZ+Ti/0dHRDXGh1fuZ0iO/zyCsrY10j1SUPgr2XaUXjSV/XslOh4uyvvm5lNy4MJH7Oexo51VQOsedTvr1xxJq7WBmT9Q67GGiesLO8TkbHn/J7QkHGBzl/9sRGe6A/edp+8cGnhLvSIk+98cKWPLoM/Rp/FnHGFWWC1VPLe/+8r6TAC2HB7RnmtI0DnGuagxp+QvU/oXpYB+ZJgnVTQBuEPczV4wA1QdTwGJD1Kn/rsbAszGPRUYg2yqkYYpX9AKzVNAvVTa6XDQAcrZsEYNY8C6ZpBqyt1k1wqkbZtEFm6cBK/vefma3TKXVj8dWjcZVdb/L7PhYOfy4f+1oxHkMb+VT6431xz5vcwejisW8Vy7ntEH0QqpuA6IO/t1Lpw+AK6LyFlcZR8Gz9GFQ1CHqG6sZA+W3lAJc2ADVOcirBFiuXNsAp79so6VrJa5vPbJhKqhqNr5jNbPqZ17Zc3LVW1rtS0j2X0zKUQOv+XMSk/QAv0sKLyALFuROAMFvneBIrjy1rxwFh1o4DDqcPg2PdBHhYNwEKcmvGoIapwZgyVnkv1DoD1Y1OptZMpdVCdaNQ68xGWQ94q/CAROgxkAvdMA4CohvH1ip6wLfumAU02zi2Wtbb+TkfSOUNsGA+Bt5M4xh4tmkcXG+eBGbjyn7AvS3T4G1UDwFArRgA3AuqksbAym5RH7ugczG5YT6xeiqOPv61bOxL+Xhs+VR81XRy9Vx641JBO4s+CDVP8Gh/mkfC06ymcU7LJE985kV/NU5wasbAbbUTUNUIt3yIW9oPlQ5C5YNQySDYAa7ogwdI/eVDUMUoRBvj0MaY9GGobYrTMTZQRK9KSm0qzG0uyy9M+ZoT/+nF7atXjgdfPRl67WT4uSD/y2EhD69G3Dh/9kxwYLjf0ZPBAaG+Pp4uFF8vtzPHQ48F+gX5+vh6uR/1dPP38QzxP3o8JPDkseCAI16+Xu7uTmSqA8GJZO/hTPF0obpSSO5kkpM93skeTyXgCCgbWwtzMg4T6O0Z5u/r6+XuSMAiLUAelSMB/JtPxNpSHIhOjiQ4Vtoei8GiURgUEmeLhnuMzI2N9LW1zIwM4ZwtBzwOb4u0x6AdCVgKEU8h4h1wdnhbJAZphUFabQY78/KcwXexs7G0s7FEWpgiLUztbMxxaGsMEoFDIghoS4y1maaqItLM2M7S3NJIH2VuYqGvhzQ1w1jYGhwyPqymb491fXzvY2VpZ13VcF52R2ZqR/TbyqhnRdFvqqKjqqMel8a8rSvMGM5PH0r+2hHzrv7jS3pMVE3Wt878xP7EDw2Zcd/fPCy6fiHuxcOCZw/yr19N/PihJq9g9OSZL8eOfzh19vPtezmv31W//VD77GXpwycFHz83vnpXdSMy6/ipT2fPxz98XPYyqvbBo9IXLys+fqr5HFP/7gP9xauSh4/zr1yNDw2LCjv+5uSZj+cuxly8Enf574RL1xJPnvscEPoiIOjJUb8HXp6Rru433N2vu3nccPe86e51/YjfHd+AOzDr+gX+1+0cGHrXx++6l+/fAaH3Qk4+Dgx/cCTkzpHQ28En7oefexB+9k5o+LXA4HMeHkFWFlhV5YP79qqoKCkqK8gryUkrykgqSIvLS4nJS4mpyEnvlZZQkBCVFxdREBNVEBOVFxWRExEW3r5VePtWoW1/iezYJsa3Q4xvh+iOHcLbtvE80sAmDbud4WYjoa3b+bb8a8+27SI7+QT+2rpn23Z1pb2uRIerZ84mff6SHvftzeMn3lQnTeV9UoJ7JPiByCyyY7cIH78Yn4D4LsF/jvA2PuFtfKJb+UT+2iny107hP3cI/7lD8M/twtv4RHgwLLl7DwzAOEu0N9VTUVxBXEAqwCf83Ztv0R/T4xNK3rxLf/AoZsv2nTu27QBlOb/pd+t2wL1b+XZu3719Kx8A4K27+bYL7NohuGsb/7Y/dwvvkRESkhMTU5KRU1NR09PQNdc2stY2stbQNVdQ1RIWV9rJL7l9p5iQkNy+vYf19CzNLOz0DC0PqOvJyO+Hy4RERWUlJBQkJeQkxGVFRYDVWUZKXllJVUX5gJLCPhUFZSUZBVlxaWlRSUkRCUkRCREhUSFBYTExCRERMWERMRFRcXEJIPuKSkqJiInKyEjJK0grKCnK71WWV96voKqxT1NPTcdUfp+WgZmdmqax4t5DpsZofR1zVcWDpnqmLni8pa6muY4GFW8Tee10Xk788GALzz+13NZRffvONQqVaGZmoq2tfVhTS+uw3r59GrIKByRl9klIK4uIKwgIgTIkERE5eIT3yMAjIiQrKgyomF9QZhe/1PZdEtv4xLfvkuATkN4lpCAguldKQRNov4a2OsYYA3OCBdoJYetkYO2gg7A/bIbXMMaoGaAP6KPUDNAHDW3Vjew0TbDwUceCqG/tqGvpoGdFMkKTdWxwhlgHMwL1NwATXFFEdxTR1dQar2dqc1jHUE3zkJr6wQMHVQ6oKavuV1DZp6i8V36fsoKG+n4TY30U0hJjhwSaDBaNx9nisGiMHRLsPzvgSQ54At4WhbYESi/P84zDAxiGAdjC0sjMXN/EVNfEVNccYWBpZWxpZWxhZYBA6CBRhjg8woFk40hGkSloCtXWyRnj7IJ1csY4klEYrJmJqeYBNRkJST5+/n9v/2vL9r/+2LXjT5E9u+RlxPfvU4DRF5Z/tQ+p6WlrbEY9G+od/icAmxppbwLwpsC7eYIw1UOY6lgh9K0sdK0Q+tYWBkDvBWMCxswAaa5vY6ZnY65NwiBOBnu8eXY9K+nj57dPHkZGBB91I2GtCWgE1sYUa2PqRLR1ItpS7dEUAopHvyCbyoUEuJTigCQ7WJEdrCgkaycy0okMYNjR3prigHIm2zmT7chEJM4WVAo74G1cqXgyEQnz7T/pl0SwdibbUUlomId5OjOSSkI7k+3g25zJdh4uwJDv5oSDQ7OOupM8qDhbhL6zPeryqeD3L+4204t+TfZN9td1N+bWFMWWZ3+sKYrtqMnoa8jta8jtrs0Cx+rMH435Mz304ZaioaaCldHmgcac8c7SkfaimvzPndUZC0P1nXVZtLzPbfSMjuqs8pyYlC9PshOiynNiqkoSG2jpdSUp8MYvvSC2qjCuvjKptTajrS6zpjiOlv+lpjABRGcVJBcnRxclfqrMTijNTaqszM8vyv6UFBtXlFszMdbF5TSyWDUsbhVPsK0B/mdWHcSo5a5VcTaK2NwCDlTIBVu4vHgqZvLiWuLPFXgvN58NFnRzGGA7N4e3p5q9uh5Jp+Usr5SyOTQIJEhXwXlOEJS7sp69tF7CAiScvbSePr+aucQq40IFTIC4uetA4y1i//dhDq9aKWedk7sB0qoKWFAhm5vHYeZxNnhHZi6Lmc3YgLeIefTLSF/hgFmG0pehtCUobYmbuczJWuHAr5/HADidu8HOWQdm6SIOCH/micDcYohTyGEVsFmFbMC9+RtQ7hrnd1DWBqeAwS1mg+3lxNl5AMMbzDaeUByakJj1a6UBgjJ/LsUMjsb9GA2M/no8NqkDgoqXNh5V1UeWVGbMLTZCgIEzfy6BjV8Wo4yzUQoxiyBmAcTIg5i54MgqhkBGdBmHW8Tm5rE52SxWOouZymLRISj550rJBrv812rnBvNp3DdxBXlLC9Oa0oKG0vyawsyK7OTy3BR6SVZFSXZKMQ195bNy6PtDpz55fqi+WTx06mullutxKROMJoqoY4U2srL08fGyMTMwPaQa6kbWUpA01DhghzDzcHQI8HQJ9HL2cbYn2pohDNQCvMhujraOWAt7tGmwj3NWYsxgZ2srrbCvNru/KmXye/lgc2n8+yeTQ50c5urU1MT09DQEQWwmB+JCUU+fUgm4x7duQIyV8z4ui81Fw5lPqx94NtzGpAQoLSQFsKtuH0NLDNbEQhvjK2uzq+srg8NDHS3NszMTbGhjbnE4OeF1ZV5szpen+Z8f0xLe5n96Mdle19dIG+pq6u9uaG0u62gvratJnxptaafTJto6RuvoC80VP2vSHx9Bav+xJfWiY9511+wbzrPlj0o++HaVRkDszLWFjz86IqDZZ0udf0MrydCv/O8Zd0+hVE3/2GK5ZYu/0Jbjkltu6Yp99bG55WxppiKhc/hA+OnzKanlPT2/Xr3PNLB2sfc5c+bRF/uwa2oEz/14D8cLkSdefiadvOJ0KuJjQWVZ53BBffvFqzfsiWQXZ4+jRwIQ5tbqBw+bmljU1TTOTP4sLih/+uhl5N93PryOLskve/fqAw6JP6x8OMz72Lng0+eCT7+4/STixPkAN48H166tzU63VVe+enAjPe59duLH+3+fuXTyqIWhhrGOxiE1VS31Ayb6OoY6hw+pqeod1kBZmutoHjykpqquqnxQZa+6qrLG/n3wuaWRfpCPJ5VIDDziq6q0/+D+Qxg7Bx+fkLBjZ7w9fC1MEEY6Ol5O5BsXz7x9cjsz7m1HQ35rbdaPzsqZ4ZaJgaaxgcaZke91Fbl9bbVz4wPs1YX1hbnetpb4mE8nQoNQKFsTawICRXS0s0Vq7A2wVP92wefLaY9HAdSrvh7Qyur0yExXx8D/4es9gJrK2/Z/n10VxYaA9A7Se68JvYfeQVDsBextLauurrvquvaGXWnSISEhDQIhIUBCD4ReRXqHkHb+881xfff9z/P+Zu45Ew+HcBIdh0+u674uajlNtMTlTXy9fuLQizu/lmW/PoTyPOzhOJD7ueHB7anPb1fzs5g3r0AkzBIZO1BWdHFP9HhPK4tFdXd3PLw7/kxyYoIXkpb1vh+X//JQXMGZA/dRTll7UIWHwnL2ol5HueQcDGHdO/M+yS/9VBI01vetjeVnY+ygrdBRgV7pbol1tB8sr4bY30TNEyLmFFQ3AxgYPADsClaC4YF3R2ESZoz+g8FDwBQNj3h9lEvqAj7bpmmAvjUjYFgTUOussGZYXIT7DdBUy9T/eHcbJ8EFzHEg29aOguu/F/n8Q9eUfojcy8d3crHty5iW8Zyab7m06eL6VVI7ME7TBwAcsr4BB3V1HxhqL5zPJKR0AU0SHDuhcg5E6RKRO0TkDojStYJtAucpXVBlN5iKTiGpnYdv5eKaZ0qYUyX1U0V1UyX1s2jWbGnDLJo1jWbOolkLZc1cIptLbl8htC3iW5bxrSuENgGxXUjqANbfcrFwXSH+oRVdQlIHROkGJyndPHwbuBNqX1da6SKmEdwhtW+qqG7gI2k0p1pA6gAvobpf7PcW02ztCNCuq/uhqh7A6nWA3nmVXcvkdojev0BobUlDf6fl2iGA9zUDEL1fROsD27msUV4FB3B+/YigsotXwRHL4KMAhqt6lzCN37KqBt8TB94Rvn4gj6dXzufVzufVzhXULRQxVzBNPHwbuJ8K4GpeIrR+K2T0ZJZ3pZMG86tnCM0rtG6gRbfPCpvGV+tGuLXDQuYo+BSgdZZX1Q8+7wCrxSNQ5YCovFdA6uaRO1crOavUDgG1B6j0wDgwJKIMCSoG58s4fNogjzkwRKqtL0A34kqbyLjyoqystMf3bly8cuLI9TOpt86f+fVk6uXUlF/PnDpz6NDZo0eOH9y/LyEuMTZqb2L8/uRde3fH79+962By0uF9e1IPHzh57PDJY4ePHzl47OC+Q3uBOJy8C7RkxkaEJkRHxEeFR4cF74oMjwsLSYyKOJCYsC8hLi4sJDY0eHdMVIivd4ivt58bEmlng7Sz8XVFBHi4eSKd/Tw8gvz9IkKCo8JCI0KC4V5feKMY3i72QCJ8PT1CAgNgo3VIgG9ooB8MwJEhqPCggGB/H5SvV5CfN8rXy9/L3dfDFS7+DfD2QPl6+XogPRCO7i52Pu7OsI8vwNM50MvFG+ng6mAVifL3cLL3dHTwd0W6WFmb7zQw17XwdPA7sCv16V8fy/FNjbVfSbiOj28p2Z/r056VP7lPfPGg/NWDytePqEXp7QzSFAk9lJ/R9vFlzZsnVR+fVmW/rsWktxILeipK+p78iU6Kun429cXd3wvyclvJFaMx8TfP/ZJ59UbRvQekZ2nVT19R/3pKfPiM/Pwd9fGLij/+wlz/Pf/WHyUPHpKePa9+9pz+7Hn1q9fV7z7UvHlHe/SEcOt2/qUrn0+ffZ1y/NmJUy/PXXh38dLH8xffnzkHmo1STzw/fPTh7uQ/EvfcjE+8HrfrWkLSjcQ9N5OSf0tK/u3A4TuHjt47mvrX0dS/jqTcO3zs7uGUO0dS7x48+vueg9f3HPjt0PG7x84+Onb20dFzj1IvPD537eXx8/dSTt06dvxqUtJRT48AazNbcyMzQ92d+jqaulrqOhqqYgBW1FBW0FBW0FJS0FSU11CQ01SU11ZU0FKQV98hqyqzHRDvJokdkuvlNknAALxDcgPgYbAk/F8AWGHrNpmNklvXrtu6dt2OTZs15RWMtbQt9Q005RV2KqtoKSgqSW1X3CalvkNOTXaH/JatspvA7Ni8TW7LdwaW3ywlv1kKjoaWk/hfDCy9XlJ2w2ZpIAWvld24RXbDZl0ltQi/4Ai/YCUpxX0JBx/eff76VVZuDikvv/JlWuGvN1+tkZSU3LjxvwAwrABLrAUi8Mb1WyQltm5cv01i7ZYtm+SkpFSA2qmkq6xuqGVgZWqDtEX6mtm7GVg66RjZaO40V1EzlFfcqaysp6lpYm3nam3vZmGD0De2UdM0lFfSllPUUFDW2rFDVV5BdYecsrSMgqyMopKiOnA7K6nvVNuppayloaihqqCmqqCmLKciv0Nph4zC90AseWU5eWVFJTUlZXUFFXUFFWB71tLR1tI10DEw0TO21DezM7B0MrJ22Wlsq6hhaGrpYuvgbmRo6enmGxEcaW5o7GRufP5I8pf3z7taahanB6cne5YXRyBojkAqOH32kI2tqYmpvo2NlZGRkaqymrycioaGPtj4VdSSU9SSkVPfJq28fbuyrCyQfGVlQSvSjxF/NKC6bbvqZillya1KkluVNkupSMtpyakYKqqb6Bg7mNl52iGCwLgGO3mGO7iHmjv7m4tB19DOR9/Gy8DW29jBz8w50BIZbOLob+zgZ+6CsvOMcPSJtveKtPeKdPSNtPMNcQoMhxVgt+AYr7B4r+BYV/8Iczs3E2tHYzNrAxNTIxNjIxN9I2NdQyNt3Z2aWpqq6mpKWpqqRoa6draWbq7OPt7uMP36+nh4uCM83BE+3u5enq5IhIMLwt4FYYtA2rm6OcCUi3S1d3ax+aEAOzpZwTqwC8LWGWHl4mLh4WEXGOgaGuoVHu4THu4TEeEbFeUfHOzh6+vs4mJhaqqlpia9ffs6CYk1P/20RmLtmk0bfpaR2qSmLKe/U8PMWM/SzNDSzNDcRB82P/8AYDjsysne4v8n/8LEC2/5IpysYSR2dbEVF/86eLrZe7rbgqObvYerA5CIkU6eSCc/d2c3R0s3R8tAb8eECD8YgEmYrAYGCVuY8fuvZxOjUREoj/BA9zBx029sGAivgs/A4VW7ogJ3xwaDZWAxAEdHeMEAHBnqFR7sEYpyT4wLPpAcnRgXDAdlwUHQESHAQR0Z6g0PLP/CABwT4RcV5gNfABuqxVTsHxHiExnqGx8dlBADio6AFzrMF+XlmHog/tqFlMx3T5pryN3NtHZmVRU+h1VVUIX7SMV9ZNeiv3ZSR7uqB1vIPayyheGG6b7aUXblVHfN4lDD1zZKTx32axuFwyhm4D8x8J9Y5Vk9rDI2vRiT/Rid9aiq9BObUdpej2dWFjLIuXTilypCFoOS30AtZlEKaWVZpOK3pOK31fjP9ZQcFjWHRkivxH6gEbIbqMUMUgEx/wMh72NVWQGtElteWYYmoPNJuApOWxef1wVB9JVVOPKKBsqERHSxAlwLrdIhAVEgIoggIgRAt3BhNXdmKW92uXBhFcsDxItegQrmeTnTyznTy4ULfCxXdJ/V+LS5pUks/8JRxiSeELu4ApcP1YD4KwDANJAvDRXP8cpWxMZmscxbPC8onOUVzfFKFgREIQimKlnkoZdW4ZoiuKmICFRTIQESlon4OHErL2zJFovSvJJl8QrxMlSyBDMw0I3BcEX/GgGWKyCJi53guGYySKv6DsB4vlhzXhGil/jopVXMMg+3IijjCgunZsuWV9Fzi/gVXtH0TOnCIpG7eqqgkCKCWBCUPz5xr4aBm5m/RSy/XFJK4fJbIKh4bPI1uyN75CtplVchFBH4YHO4nL9aKRJUQSIyJMAJuVgRjwCJKGAdWpy2zRcReCDoC83lF3F5hSurXybmsPPcaq5gAIKeFBbJ6e50dkcU5Wd3MOnV2PzSrDe43Pf4wozS/E+lBelFBGIJZ9rz4gvbg7dib38wDDtqErLPJizZwifCxhvlGxYRGhmVuCs2xM8jMSIg5+2z+nLsWG/H5FD37Gj/3Le+iaEOThOVXJqd+f7BrkjfhAiffQmhh3ZHhvu7oTxd7t+6NtbdMtPDmOJQ+ljEwbbq21dO1tHJo18HV1aWvn37Nr+wNDo6Njs9c/v69dNHDxOKCvqa6/cEuUJTHYw3vwxk/9L6KAYqvwb1vHt1wCTBbgu01MGd61vhzgohAZvNbmtqhER8AbRMIBWmv3tIJ+RUF38gZTypzElrJuaPd9S3M8hLE3308mJWNRpaGpgerBnroox31Yw0klZ7qhdYRXOUN53vf8lIdlouuj2WcfnvsJ2Dhb8KOz5AM/nQSn5D83Vy+XEIwvP73nbgb/51yMlh05ogmTU37BRywixfO+74disRwv7devcIJ+cxJf/dx8wPv9558PRF9uGj12ycgz1C9h65cj/s2BXL4CREUqqqW/Bmc2friKSLzz9UdA2zp5aeZBQGJ+wLi4wLCQnz9vTx9wW/YVqYWaICghpqQQgWJIQmvo5nfcy4euFyfGSsg5WduZ7xrYtX8t99bq+pw2XnPrp5k1SQX4kuSt0T31xN6mmkN1JxdeVFTdWYYQ59arCxCp/jYm3kYmtub2FkbqBtY6rv6WKHEosqESifmNCAxOjQ5PjIA0lge/DE4b1nUg6WFWaP9neM9Hfe//OWtbmZG9LdyRHp54sKRoU9uP+QVIZva2TOT4zMjvaP9bUJ5r/2senDXfUjPY0TQ+wBDqu/g7kyPTIx3D092tdcV/0p7cXxIwdDAnx93Nz8PDx8vAMCQxJCQ3fF+qMSkHZ/7ELlXzr06nDMEYQV/UsGxBPOTy3SaI0dHf1TUzOQiP/68f2Hv9+4euzQYVTg3f37Cq5cpt35c/xzBv3K1apLV8c+Z0LsDtab9/pr1y929VLRGEM1jb7W5ud//i69Zs2vyXFQZ+PjvZFfTiSnxfq9jfbK2u2ftcv3RYjjl72o+jun8lOiCy8d7iIVZzy58+bPqynR/jPtdeMNtBgHu6r3GRAHNADxGGM82jhUOwk2gRljYqQRQ6w4SOlHNpKAOiCiDf0YcNmPqR+HqocElD6wcQqqev61UArHFLPGxJHF30T1o6L6UVDt0zoHNc9CTTNiA/aE2HQ9DjEnwYIxuIdRqPorRBuFasaAEN04BUzRVb1gKnuEZA6PwOYR2IA2Kd9DiQWkDj6xnUdgr+LbVstaltEN3NImIXwNtQ9cRuaIiO0QmQO4tLLnX9MN1QwBVbm8k0cWL7UCQu4ByFrRBUKPK0H6MVTRxS/nwD+Ci2sR4Nkg8InEEeDZq9gWbmnzKrYFwCSudRULvrpU0gCuIXHanhbOFzOXsc0CYvsKruVrBqUzrXT8SzVE6eYT2NyyVi6uZQXXwiewwY3RBoDxu6oXog0IyZxVfBu4N+a3ZWxz/wciEHKBljsAOJnaB78b4A5rhxdxzQD+60Z45A4uEbwzy9jmgQ/EoU/k0XTK5BfaYkE9D9MM4dshUqcQ1yYqY0OEf2Kr/gH4FUIbYO/aIYj1FaodXKFwZsqaxjD1fQWMIUzDVDmHWzMImo0bviv5EGcZapgEydLVQ2K/wDcRpX8Jz16t6uRVc0S0PiCJ00agqmFhxSCP3L+A71yp7OWzhubqOvrI1V2Uyo6qitqy4vx3L57fuXHjbMrl4wd/PXXs11PHzh09eHzf7rNHDp09ejhlf3JyXHRibOTexLjkpLiE2Ig9u+J2J8QnxcfBhue9SYnJibv27EoAiVbiQKy4qEhYwo2NjIgODY0PC49CBcG+j33xCbEhoShPLz9XNx8EMsjLG+Xp5eHo5GJt42pnj7S1c7CycrGz83RFBvn7RYaGRIaGhKIC4eXe4AB/eKc3OMA/PDgoFBUY5O+H8gP0G4byjwgOhCc8KCA00C8kwDcM5R8a6Bfk5x3o4xno4wkjcUiAb6CPh7ebiwfC3s8TEezvGezvGejjFujjFuzjibSzDvR0R9ra+SLdLQ2M7c2sw3xD9kQd+O383dxPOHo5u5baSypty/pIffEI9/ge5sVDwrvntPQ39emv6zLT6go/tpTl9VThx/IzW14+IL15Qsn/0JCVxnj7sPzj0ypmxWTeR+af13Ju38gpLux49ZISHXvt8LGnt/7A3H9Ifvma8fpd7dMXlL8e4R4/J73+SPv7cdnlaxm/XP384BEh7XXN4yeVjx9WvH1d9/4j0H6fPCP9cafo/MX3R449PnLs8YlTL0+dSTt/8f2FXz6cOPXy8Hl3V7kAACAASURBVNFHBw8/OHj4wYFD9/fuv7tn320x995K3v8HvO578MjdIyn3xVHPD46fephy4m9AwsfvHT1+73Dq3QNH/zh47M7RU3+nnHt8/MLTU5efn7/+6tzVp2cu3T9+6rc9e0/4+4ZbmTsY6Rqb6BkZ6u402Kmlp60BAFhNWROIwIqaKopA35PfoaEgp6WkoKOkqKUgryojrSQFArHkN2/4h4E3ym3a+F0Q/r8BWHrDxq1r10lv2KgktR32UW/6z0+ykpu2rVu/de06WclNKtIyqjKyspKbwPl/ATCMvvKbpeQ2bYMBWH7DFvkNW2AMlpMQa8KSQDTe8tP6bWs3SK+XNNbQiQ0EhqZbl25ev3hzd9yBW9cfYIqrcvMonzMIQAH+vwB47c8b1v68Yd1PGyXWbtq4fsumDds2b5TetFF2/XrpLduUFZR0VTWN1XaaaRpa6Zk7mNgi1fTMNQ2t9M0czGxdzawQuvrW6upGyqoGalom2oaWJhbO5tYuJhaOOw0s1bWMVNR1t8sqy8ury8urS8soSG2Xk5FVVJBXVVRQVZEHo6qgpqaorqaorqKkrize+FUXNyopq2goKasrq2ioqmmpaGiraursNDDWNTAVo6+NsZWTqQ3SxBZpZO2ia2JnbO5gaGJtbgEi2Y10DW0trZKiI8vys/qaGd96m5em+hen+8X0O9vBqduzNwrhaqOnr2VopGtgYKCkBMBbQ32nkpIWvPQrI6cuvUNt63YlKSklWVm17dsBCYv9z0ATBiOlLCWlJLNDU0pWXbwVrLFDcaeKhrGmno2usaOBBcLS0ccOEWTrgrJ2CbRBoCyd/I3svMydA40d/AxsvXWtPPSsPY3sfc1dUFZiWdjcBWWJDLbzjHDwjrL1CLf1CHfwibD1Cbb3C3HwD0MERnqGxvlGJnoFx7p4BxuY2xua2RiZWhmZmZuYmRqbGhib6Bmb6O3U0dDWUtPUUNFQV9bRVjc20rOxNoelYH8/L3GuHwKJcEQiHF2c7R0dbFwQAHedXWwQSDukqz0CaefkbG3vYGHvYGFnb25rZ2ZrZ2bvYAFjsLOLjaen4/d9YH9XFMojONgrKMgzKMjTxcXK0lJfU1N++3YJCYk1a9eukZBYs2nTf6S2rJfdvllZQQauPoK7f82M9eDW3x+Bz/DSrzj2+X+Zn3/QLxx25Yawg+efciMHN4SNG9LKDWHj6mL9XRx2tEU62vq4OiLtzX1c7cNRbgEe9r6uVr+c3ktEZ7Y3VVeT0U/v3zy0Jzou3A9ewU2IDIiP8I8N840K9oIbfaOCvUCDUaRfdIRXVLgnLP/GRvnERvlEh/tEhABLM6wAx0b6x0cHxUcHRYX5hQSCLWIYgP+tA0eGesdE+P23CYgJR0UE+0UE+8VEBMRHB8VFoRKjUXviQvbEBmW8fdxYQxjubpgYaOttozXQsJjcNBohk07MqK/40kIv4jCxvc3EbxzqTH/ddF/tVC9jqJncx8JP9zBWv7VOd9d0MjADTfgWah6bXtjBKObUYmoJGdicp6zK3DpyTm8TeaiD1tNcwWERG6jFlfhMallmfXl+fXkug5hdXfapuuxTDSmTUZ5BI35qqSluoBbWVhbUlOfTSPlUfD6NWFhDwRKI6ILSAiyV1Dw6OAgJuyCogS9giiAYgKvFai0VEtJEfLpolQoJiQKwmoteERbMc3NnlvLnVtArQrwQLOsWLvBzZ1bSv81+HJn6PDqTN8vFckV7P6W/7+n90NuHX+EWTk0TV3m1YhjGLq6QeEJx/jMIyiqaXiicXCyYXimaE5YswPZpqHheVDz/fekXyxVhlgWYZR6WKyCIl3X/gVWIBMzPPwBYgOWLsHxR0SKveImPXgFaNGYFQi9DxYtQ0aIQx/1fAIwTbxGX8UAm848BaC0SwAowwGmuCMMVifVnHriBZT52mQ/TL4knJK7wmyAIv7hMXOYmv31HhaC7NYw7NDp2boENQc+YjefyCjN7B6p4wgYIqoMgzPxC8cxspbimuIzPKxcKKEJhuVBA4PPK+KtlQkGFWEwmi/eNSUB8FmKX+eglftEir2SRVy2CaCuCJp6I1Ndv4x+gaWKAxhay6OUjHQ3sGkJLFbqTSeIwy6vJ+bjiz4WY/MyK6tx6jn3k3nWaJsjovZbeofL6lnaegS6e/iER0adOnYqPCd+3K5qMyZ0YaO9urmmtrWigE1k0AptFGeisHe1vHO1nfe1jjvTWZ398lBjllxgVcO186q6IAE8n2zMHE0fZNGi2u6rkU1H688x3T9oaa0eG+8fHx7mrfBEIM4aGh79+fPuurKRkeXryzYM/bhxPhMZYrbl/UB/s+d1PejLn5MDnlD+idr67FA2tDkDcCQjiTU6Ol5VhO9ktEMSDIN6XzLd56a+qSjMqi94RMh6XvP2LUZoO8aeWv3VBvKmvHMbK11bucP0Ao2CUVQiN0cfq0ifpbwaKb1b+ETOWeRaqejKTfq7hj7iCE57DhdehvhxiVkpn20M+VMqHyrobXj2/FrXbXSXKbGuA3JpfHZULoqy/Xotb+j1W8GAPVHxrNv0qJ+chITutkcMuIFfvPnAmOGzv1VvPY/efNUEEBSSfcI45oO8bqejgbR+z9wW6vGF8Ib+aeejSDbfgmPCEvaFhUbsT9+yOT3KwsVVVVDp36nR/d8/85PRgd+9QT09+ekZybJytiamxtk5ybByppPhbD6etppJZgW+vrextYvQ00jvqKptp+DYGoYWO7WwgNdGKGeQvbbXo7iYCm0VooOM7m2ra6quqiSV1lWVDnU2TQ52DnMZBTmMfm9nHZg53NU8Nd82P9c+O9k4Oc+bGuvvaa+cm+m5cPWtrYaKisMPZyeHZk6e93T3Tk1MTo8ODPZyJ4d6JQU5PC6ODRR3vZ08OdXY00KaGe4SLU4xK4ptnD86kHIxEgdRpEN/q4hLi7x8dHhYWhPLx8vf0DvP2CEI5OichHB4lR2Qe3511ev+NMN9eIoE79G1pipuTj62iN6a9/7SwNN/YUHfn+o0D0XGUnHxocg6aXx4sQN8Pj32TtO+cHfJhRMJfkYkRO83uHzoNLUG/HjyzKzCCPzN3/tih3Si/l1fPLzXQHiVH3Y/yKz1/4Gko4nmQ04cot/cx7gWHwkgXk9GnEqofXKVnv7XVUUqJDToc7t1HJ8y21V+Mi0m/8QfUOc5v+LpcPbRcNSykj0G14xDtK1yiwxV3yX4vPRL3Hi2Xd4NQ6OpBgMRgWXdY9IOQxdlUQBOuHuJX9C6TuwAbt86J93JBuLSIMSKgD63Sv5cqTZQ0ThY1TBY1TBSyJvKZ43n143n1E7l1E7l14zm1Y1k13zLp45k1U1/qZvNY8wWsZUzLXDET6KgVXd8JkNItJHMEpI5/D5/Yzie2C4jtPBwAYH5Z63cArujiljaB76XAZNsHAPLHUPsATMI8CZ8UAzMQeGuGAG3++KpY4+Xh2+YL61exLeLkJw6/rG0F08QtbYYf8HCt3NJmAZ69jG4UEtohcmfb4wIernUR3bCCbRaROTx820QObSS9YiybKiJzBMR2Lq5lCdO4UMKaL2bOFzMXSljL6MbFYtZMHoOHa4UoPeNZ1M4X6KkcugDPFhLaf4yI2CEidoAQZlIHv5yzSmrnl3PA3VK6p/IZna8ww5/LJ3Pp4FYpYiN0VT9E7gIMTO4CgVVEDkToEODZ4J5xLcvYZlF5J0B9ej+sMItq+sWPBwCB0/onyloHC+v68xmjxaxZQvsypWee0AH+JTTPQC2zUM1XXnkPCAlnfuNRu3i0biG977v1mjoCVY2IKoELeqWyV1A/KGoZXmhsH69r7KumMnElTRVluJxPL/68cf3Msd/Onbh//dK961d+u3DmxsUzx/fv3b8r7iiQdhMTosPjosP27d6VGBcbGRri5+Xt6uyEcHRyR7j4eHgG+Hi7I5ABPt5hQcHhwUERIcDGnBATmxATnRAVFR0UHO4fEIUKiggI9Hdzd7Wzd7ayDvb2AbnQgagAdw8fBNLP1c3P1c3NycnV2cnb3Q3l5yt+nmBY5kX5+YYEBsC5VpGhIdHhIPw50NcnOABQ7n+diOBAGIaD/X2CxI2+sFYc7O/t64H0cnUM8HYNDfQODfQWx5p6BHq6udrbutrZm+sZ+rh4OVk47o1NfvX3m/yPpVXYhlb6QG1FV2Em7dVjzIsHmDfPSS8fEbM/srAFvbiC3pLM9vz3TTlvWF/e1H14UZ2b3pSf3pz3oSH7Td3zO7g/L395cLP4jytZ755R3jyrIOEGnjzC+wWcSj314uET0os02pOnlIePyI+ekJ69KH/+svzZC/LTF4S0N1U3f8+98mv6vfuYZ0/L/76Pf/yI/PED8+17xqMnhNt/Fv56PevMuTeHjz46lvr0/MX3p8++Pnfh3Zlzb46lPj1w6O/9B+/vPwjo99CRB/sP3U3eD3Z99x8CGVepJx+dOP0EPp488/jE6UcpJ/4GInDKnUMpd1JO/X3s9IOUMw9TxfJv6oXHp6+8uHjt1ZETv5+//HfqiV/9/aOszB1szO0sjMxA75E2oN+dmmo6Gqra6ira6io64oHlXw0FOcDACvIacjtUpLcrAPqV3CG5XnbjOpkNa3dIbtghueH/DcDbJTbISm6S27wF2Js3bZaV3LRj02b5LVvVZHcoSW1XktoOP5DesFF6w0bFbVIykltgBRiIwJvAAFO05NZ/AzCMwfIbtuzYuEV6vSR8gdS6jeI0aYWDcXs+PEm7dvaKpb6Fub7N33dflpZQszLLPn3G3fw9bY2k5OaNP3aA12+SEM8Gic3r1kquX7dp/bpNEus3b5DYJrlx++ZNMlvFFVBS0uqKyvoaOuZa+tbaRrY6xnbaJnYquuYKWsby6obKmibq2mbq2mbaOy31DGxVtEzV9S30TBxMbZCWDh5mtq4GJvZaumayCppKqjpKqjqy8mpSMkoycqpKSlrKKpoKO1QU5VSVFdRVFDVUFDWUlb6PqoqWiioYVTVtFXUddS09rZ2G2vrGhqZ2+mYOhhZOxjYIM3s3M3s3GIANzO0BFRub2do5ONo7ONnZXjxzsrOFyZ0e5s8MLE32rMz2z4xxIGhqdrrv4i/HHJxMbWxNzcyN9PR2KimpSG+XV9ihpqVpIC+vCS/6wpKvlBQAYBkZ1a1bFbZtU5SSUoJJGD5KSSnJKejIKmjLKujIK+spaRhr6VsbmiPMbDwsHLxtEQEO7qH2biG2yCBbZJC1S6C5s7+FC8rE0d/A1lvP2lPP2tPQzgdWgK3dQi0QQRaIIGs3sCds4x5m5xnh7B9t5xti7xfiHBCGQEV4hsZ6h8cj/cJsED6GFg4mlrZmVrZmVpbmlmbAB22qb2Kqr7tTU19P20Bfx0BfB94HNjbSMzUxsLI0Rbg4+Hi7e3u5wSKwl6crGG9XD0+Eu4eLu4eLm7sz0tXR2cXOwdHazNzQ3MLIwtLY0srExtbc3sHK2cUOgXTw9kZ4eDi5uzt6ejr7+rp6eyMQCFtbW1NNTUUlJemtW9evWweE3/Xr12zZsk5aWlJJXlpVaYeWupKutpqhnhbce2Ruog9HXv2Qf53sreDIK3jvF5Z5fwQ7u7rY/rvU91/Jz2AHGOligXS2QjhZwvqwi721i721u5NNgKdzeKAnysfJ3dEsNtTzY9rdsYHWnrbaNmZlYdab3y6dSD0Qvy8hdFekf2JUQFJ0YGJUwK5I//hw39hQ75gQr+hgz8hgj7ho39gon5hI79gon7ho3/gYv9hIv5gI3z27wuKiAmCZF87Eigrzi40M/EG/8IrvD+iFDc/x0YG7YoN2xQbFRwfC8m9MOEgJiosMToqLSI4P3x0bmhwfenB31KHdkaX5H3rbaL1t1EZ6aS2lsKulopdNgX957agvZVJyaogZTdUFsAV6tKNqhE3pbyBwatA99bhxTvVYe1UHvWSkjbwwzJzpZ1SXvqMUv+msK+2oL+1tJg62VQ6xq9h1Zayqopaa0mY6hkEB5uf68txGSn5TZQGrMreZVtjGKGquKaivzO5sJnQ2kxpqMBR8VnlZNp1SUkkuRqO/fPryKbO0iNreMiTkjUBQE5/HWAVER/8n/IkiLuCpFAgrhXyKEKzLFi8JC+Z5cDYVbHXGcKHCBX7+3GrO9HLm+HzG2FzO9DJ6BaRSve3tJ/D5cCLUb1XVv1VV361j3q1jvu8bftLSkdY5kDe58L7v6y1q3YMGdumSCHieVyHcyncGLlkQFs/zi+f5+TNL4nzm701FcI1QxT+kWsbnYVe5mGUuemmlZJFbsshFL/ExywLY6owVPxtmCUIvikqXQXsQ7KPGrYIaYTg++t/0CzcVgehmgbBklY9eFZUCHzIEZlWIXVnFLK2A/Go+VDAxmTc6hp6eLZtdYEJQenff5/6Bwskp/OIyaWUVN79YNDF1i1j+F5VeI26QIvMFVeI3lgCJMPxVLJ8HKoV5fOzKCnZlBWjCEGj3BXlj4t1j2HqNWeSjFwQlCwLsPK+eD9XOLLGXuNHHj8vp6Dx88bC9ta6BjmdRilqqSrrryoZaKb0t5U0MNJX0pQz/pYhQ2NzXMbmycPbqJQtHByMLC1RohL2Di5ubR1AgysHa4lTKQU5z7fhwR2dzdUcTZXygebirvr+9ZqCD3t1KaWKU1lUV1lOLhrpqFic6WVTcjQupSZGBe6KDIvy8EBYGJ3aH9rLIg23V926cG+puhiDezPTk3Nzc/MLSIpfPXRXicPiP7z/U0WmQiH/1zFFS3jNorHaY/JzLSJvGXl8qu3XGectxpHw/+RM01Q0Jl1e5i0NDQ2QycXioV8RfXpqdyv38oRJXQC78VPLxUUXea2z6w5bKQjatVDTdC830TXfVQpPs8Xr0chMW6sQOYG8PllzpzT05kH1sKu/4YuFpEe7KbM6Z/rfHyq6HdeVeg6bI053pEL+8vfvVtd8CQ30NIj3M3PVkA3VlLnua0C4lUve6spKsew/Zzl31hdKOQLj7hHsnfju5l97IHFrk7zl8xgGJSjlz88TlO37xh4P3n3KM2GPoHXr24etCZlvnAu9NES5i/zFU3O7gmCRUWExYSLg7Aqkip+CFRJYWFi7PzvKXF3rZrfduXvd1dVGS2upibfbntUv4otyW2urRnlY6oWCEw6hAf85Mu8uuxQ910GrL81oZmAZqITb3GaX0PY34qZrwEf5Uq4lWyKpGg0+yyMXNNcTWWjKoca4l97NrG2l4FhXHouKa6AR2fUUHq5JdX9FaR6ynFs1PdPRzGCH+zhYmWr5eCA67aWluemZifGbi2+riHMRbFi7PChbGJ4c5TCoBm5+d8Tbt+sVz0cEoOzMTZWmZEB9fV0fHcBTK193d1dHRA+mK8vMPDQ4JCkT5evuFhyb4u/qFOSNS/Ty+nDv65fiezKO7r/p5QIND0NjsQNtAxueC4tLyD9m5XEi0CgnRJbjfrt6C+BC0CkFjM9DsCjQyNYKv+oqrGigh133IG6U0QgtQA5oe4oC6lnq5q7HVQm9nB40qGulnZr1/eWT3yz0Rz2P8XkZ4vgxx+Rzrmb7LB5MahzmZ8OVQ2Odj8deSoxMD3dUk1wQ7GNMKPkDfeh6cTL1/9DjUNSFs+salj3Crv4pqxAlYjK8Cah+o7aUB1gVVwOLm3h9HPk3ckVMD6FdAH4KbfiHqIJfQuYRrBwuftWMgVZg6CLqCa0YE1IFFIme8pHHgC73jU3nrG3zTK2zPx4q+j5TBdOpwJm3sC2Myr366gDVb0DBb0DCTz5rOqZ/Mrh3PrBnLoH9Lp31Lp/a+IfS8wY2kVyxhGoEeW90PjiB+qfPfIxInEgNwJXcChbO8W4Bt5WGaZ77Qu56VzOfVDr8jDr8jjrwn/XuG3xFH0yljmVVTOfT5wvpldOMKpmmxmDVXUDfwjtD/Ft/3pqz/LX7gHWHgHaHvTVlPGnYio2ohv45f2gLh24W4NiGuDaip5C4BtlVUxgbnCR3gSOqEyF1tjwv4ZW08XCu/rA0wcwUIi1ooYo6mU75+rgDabDGLX9YmJLTzcK1LJQ2z+bULubUQtg0qa4ewbfPZ9JY7WZwH+RCpayW/nlvA/DGrhazVQtZyESBniNK9VNq0VNoE1QzNFdWznxV9y6iEKrqh8i6I0AHf1Sq6iVvSuFLcIMC08NHNq+imVXQTD9PMw7UKiO2wC5pfzlnGt87jmoD3u4ID1ODmidXKPhFjBGqaglpnoaYpQfXgDK7ta0H9YE5NfzZttJC5WtkHDPBN0xDjK4/aK6jp49N7eLQefnUf6GGifYXoYxBjAqodXy7vXqJ2ChoHeM09c6zW/ooqel5uSwWeXJD19q/frx4/dDnlwJ0rZ+9dv3TrlzNXz6Ye25uYHB95ODnhYHLirpiIXTERB5OTosLCgwMCvVw9ne0d7CxtbSwsrUwtLU3NzAxN7a1tXJ2Q7gikl6tnoK9fGCo0PDgkKTYW7v6NDQ8PR6ECvLy8XV29XV2DfH1DAwKC/fz8PDxQPj7RoaGx4eERQUERIcE/BhaB4SMMvSGBAdHhYVFhoXDYVXCAf7C/Dzww5cKP4a3gfwPwj68G+nh4uTp6IOx93J0DfdwCvF19PZA+7ggHa4tAb28PFzdTPdOEiKRbV+4UZJaWl9CrShvry3saKvtJxa2fXhIf3y1++RCf+ZaBK+iuLPtGJYzj83sLPjbmvanPf8sseFef9aYm+33dx+eVaQ8In15UZb6mP/kTffX026un3756SCSge8+deb0r4ebtPwt/v1P46i31c0bD67TqB3+X3f8L8+QJ/tUr8osXxMePMenpjOfPCffuFf71V8mjB7jHj4gvnlPevKY9eFR27eaXc7+8P3/pw7lf3p88m3bq3OuLVz6dOvf61LnXx0+/PJL65Ejqk6PHnx48+nD3vj/3Hfprz/4/EpNvJe39fd+hu8dOPD594cW5S2lnLr4Uz/OT554cO/k3HHYFAPjMw5Rzj1PPP0k59zjl/KPjF5+cufT03NWnqadvp568ERO938rCWVdT38zAxNLAWE9NXUcMvTD6AvrVUNXVVANtwOqqOipKmory6vJg9VdNVkZFeruS1FZZyQ3SG9dKSfwkJfGT9Ib1MhslZDZKSG9YLyu5UTybZDZKymyUhIFWesPG7RIbdmzarLB1m6zkpi0/r930n5+k1kvIbd6y+aefJdf8Z9u69XKbt8hslNz8088yGyW1FBRlJLfADAwwWIy+shu3yGzY/H8BsNTaDZv/s05OTMgb1qyRk9yamnyAU99y6uDxcL+wG7/czsvEpH8o/vC++OnjrN9v/98ALLlx2yZJKcmN2zZu2CqxfqsEzMCb5aRlNYGtV0lXUd1ITddC08hG28RO0xQwsPJOM1k1fVkVPTkVfSU1QzUtUx19az0zR20TOy1DGx1jO31zJwNLJz1Tey0Dqx0qusrq+kpqejIKIDpLWl5VTlFDXklTWUlLRVlTTRkc4T1hJUV1AMaKakrKGqpq2hqauhra+tq6RvpG5oZmNoaWLobWrsbWbiY27sbWSCMrhKGVs6GFg5G5rZrWTn1DA0MjXYST7evnD1dmv0HcqemR1tHu2sFOehuLSK8s6O9jVlehg0PcdXSVdfXUtbU1VVVV1VS1NDX0lRW0t22Wl9+hAQMwvPQLg66srNrWrQr/ZmDYCC29Q01eWVdBRU9R1UBV00RTz0rf1NHMxsPS0cfKydcWEWCLDLJBoKycA+CxRASau6DgBWADW28DW28je19TpwALRJAlMtjUKcDUKcASGfx9AdgnGomKc/APcwoMRwZFIoMi3YOj3QMj7Vz9jKydzG2cLO2crO0dbOxsrawszC2MzcwNTc0MDPR1jI30zEwNzc2MTIz1DQ126ulq6e4Eu8HWVmZIhKObqzPCxQEeF2d7F4S9k7Otg6O1nb2lrZ2FtY2ZuQVgaSNjXRNTfRiDYQZ2dLJBIB1cnO2cnWydnWwRLvYuznbWVqY62mryctslN66V3Lh244afJTeu3SS5buuWDVLbJKW3b1ZXkYfp10BXE86+goOv7KzN7KzN7G3M7W3MYfnXxdEG4WT7Y+/3B/3Cki/CydrVxRaOwoITsJwdLB3tTN2QVq4ISzgH63sZkpOdq5Odj6tjWIBHgKezh4vFwaSI/IyXg111U1/Zg53M/o46Grnk46u/fr96+ujeqJgQr0iUa0SgW1SQW0yIV3y4txiJ/QASx/gnxQbEx/jB5ufYKJ/4GL/46ID46IDEuOCTKcnXLp+8cOZwcmIkHAcdF4WCARim39hI/7ioAHjgneGEGFRiXHBiXHBCDEq8AOy3KyYsKS5qb2Lc/t1xyfHhCZFAAd6XGHbp9AEC+nNPa9VQV027OC+3uRbTUoduZZT0tZL7W8nsWjSHiR3uqBxsITdV5s0NMkfYlIlO2lR3TVdtaUtl/kADYaKTxmEU9zfh+xrL6LgPdcRMTi2GQcqkE9J7m8jdDUQ47KqnuaKnuaKxBsOqKmqrwbDpxc1V+Q0VOazKL43U3PrKbBohvYqQQSvPrSBkoYveY0o+E4j5WGxORu7HAnIZo6erb3W5VyRs5q7Wcfl14tVfEFIFQeVwES5fRObxiVwugbtaLE6WKl4C8Vd4Ici7KpjnZY7P581yc6aXsycXv0wt5c1yS5ZFZQLglK6CoKK5uSoIyh4bA08IQZillUoI+jz0LfvbVMbI5Iv23vvM1sfNnPThiZJ5PnYZKpmH8qcEeZP8vKnV3Mnl7LGFjK8z+TNLmGUeSQTuClZoSZCwHILEOi3v3wBcvLBSNL8slouBeiwe0Jn0zwAtF8sV4VbBFjFMv7D/GbT+inOkCUIBSMAS8HECUHGMEUBYIYQTQWVC0HuM4/JwS1zs/DJ+kXuDSM4bHv2LSv+dUP60llUvloJrxIXJLRDUBEG5X7/tf/3uNbuDAUEE7iqOCzqBqRBUKuCV8Lni4C6oqLmy3gAAIABJREFUjCfALHOxXB5J+M97LgAdy3g+sGqDF7IoxCwKS5dEpHle+fD4gBC69+GzsoHBwZTDra31Hc20uZE2KuZjA/lLW3V+U2VOfUVWHfVLXXUeg5rfxaF2d9Fnp7pRfi6+nk4hAT5WpkaWBoZu9g4KUlsvpB7raWWO9DT3ttMHuxgz39qGump62VX9HVUjPTV97ZVNjGIWrYDNKqORs5nVxQvjXZ2N1OvnU1L2xl1IORjhg/S0NTi6K2S8t7k4+/1ofyck5IqEQPvliaBFLl8ogrA4fHFhEaW8YmL0a9qjP0fbydA0g5V3E2rLmiH+VXk/6aKvxp0kpKCHAXGnIAFvdnpGKBROT0+uLM9BIl5rXf27x4+ZFfhxTkMLpYRe+rn4w9/TffVD7GrRdG9LRcFEM3m+mVRy9xTz7U3Oh8tNj3a1/B0y8D6x+SFqBXsCan0I1d2Dml483mN+GLG9If8WNEaZ6Cx4dDsuwEfey00ZYW/o7eTgbWGc6GyVdiCm+sp+0m4EJ9W9OdFo7gaK//IQRHtd/NtBlKPB/iP7MFW04YmF95lFKWevvcwouPs6wwEV5Zd05I/3X+j9o6XMlieZ+UG7kq0QnmGxSRHRCW6uXpamZgYamlfOnP3W3ytYnMcX5p87dmSniryJjmpUgNerB7frKDg2g9JRVznczhrraRjqoFbjP7fVosd6a5iVuRWlb+opOTXkdBYVHDkN6K6m0kZaTn1lZlXZ24pSkH7HpBS10ErZtfiOOkJ7HYFTT+yoJ7IoRW2Msp7Giq6GcjajrLUG19NYMdJZ87WL3tVC7m6l7Inzt7fURTiaZXxIqyBga6sry/HY3MzPf16/GhsW6GRpYqGvaaytpiGvsHHNz9ZGpjHBYX9eu/XuWVofp+fo/oNIBxcPpKu/t0+Qf4CPl7e7q5uXh2egP8rY0AxpbX86PvZabNiXM4c+7Y9J3x//MCoE6uiCFvmNRDo6F/vsaRqFxphenF1YXRFAUFFR2ft3mXU0JsBgHgRxIWhmBVqGoPElcFyBqvLLjyeeQJp4VJRQWdW17vZ2bDr1K5Px4uzxlyn7MlKS//BzfBri+jbSM2uX//sY97ITu8i/7M/aF3zcTvdifAgN/eWPM4cDbPQLXtyBxnozbt+8tmsP1DUBtYwL68eFtRPA/wz6kMag2mERY+S/DiiGrfmfr4IkJNognzoAtF9xSZKgvFdE6eeTe8YLmJ3vSI1PS5pelna+Iw1k08aLG+bw7auUXgF1gEvo5BE6+cQuIbkHZEdT+iHKAFQ5CFX0gynvhyoGwJHcB5F6IRIwOfOAsbkVLNmKuff7Cu4/NuDvRmgyR0gCiihE5AiwrVBlH7+0hYdpHk+vbLiTuZBft1hQv1hQv1TIXCpkLhcBdFwpblgpbgALsbmM2ZyauVzGQn7dUiETvnKluIFb0sjDNAuwrYBy8e1ANSV18jDNALDJXVB5NziDbwcATOSAk/h28KOJHHC9WGhte5C3im4C6FveBRukgXe6vEuAZw++Jw59IH39XDGeRZ3Nr13BNIld05384kaotI2bVz/xvnzyQ8VCFl1Y3ASRe0QlzaKSZmFxk6CokV/YsJrPXM1nruTXzxXU8QnshRIWF9ciJHWwnxW1PMyD6r9992aLQRfGdXDDlX0Qji3CtgmwrfzSlu+viwz2lsG3kzng84XaYfFCci+f0skltwNXtvizjO+9SsxxYGLvXIEaJifQTR0fyP3ZtEVSJ7z+LawZFNYP8mv7+bR+HgzA9FFAv/WTEHOKW9GzXMnh1/bwG7q5jZzRSkZtbj6rFE3Jz8p6+vefF05eOJx84ejes4d2H0mKPX1k75mU/ScO7z20J37/7oQj+/cc3rd7b2J8ZGhYTHj0rpjE3fFJ8VEJwf5BSEdXazMrYz0TM0NTM0NzI11DI11jC2NzWws7WwsblI9fRFBQQlRUUmxsfGRkVEhIZHBwVEhIVEhIbHh4ZHBwsJ9fOAq1Kzo6KTY2JiwsOXFXUnxcfHRUbGREbGREXFQkPPHRUdHhoDwpMjQkLAgV6OsDC8IoX68fE+Tn/WPCgwJgFzSsAMMrwShfT5Svp6+Hi4+7M2jx8EL6uDt7u7n4uCPdnJx83T3dHN0OJB5++yy9pry5ta6/htxOw3GqMB3kwtaSTGbma+qnF5XZ7+swuZzSvG5iyWB5yRD2S0fem/qsF9VZz6lZL6nUsmFsbntGGu3h70X3rud+eEb59KLq1uXMki9tpNL+sydexkb/+uv1rD/uFd++W3TnPvr9O/rH9zVvX1NfPCY8fVj64gn29QvCm5fEt69Ib14Snz0pe3C/5OHfpU8e4R/8jb39Z+HVa5lnLrxNOfn8xJlXMAafvfjuzIW3x0+/TD314ujxp4dTHh878Sz11ItDxx7t3vdn8oG7u/fd3rP/j/2H76WcfHL24uvL1z/8evPzxatvL159e+7Sy1Pnn6aefnjs5N8pp/5OPfvw0MkHx84+ST0P5sQvT89efnbm8uNTF++du3gnImqvlYXzTi0DLRUNDXklXRVVc31dsPcrHi015X8DsKGWhp66qrayIhCB5XZoyO1Qk5VRldkut1lSRnLd9g0/S0n8tF1iHczA/w8AltkouV1ig9R6ie0SG2A2llovsfmnn5WktsN/hH3RP/aE/w3AYK1XTL/SEpt+hGDJSWz+twKssFlKYs2abT9LyEhs2rjmP5vXrI30QzEp1a10FrWMUomr+vKxoDifVFZKf/E0K/1z6T8KsDjzGZZ/10tsltiwZaPkNslNUpKS0hs2SK1bt2WtxNaNG2U2bZWXltOSVtCVVzVS0jJT07fWMLbXMXfWsXTZaeGibmSnrGelpm+trmetomWuoGasoGasbeKgaeKgbeKgY+q408xpp5nDThN7HWM7NV0LDT0LVR1TOdWd0oraMkpackrasorqKio6qqo71dV0VVR0gCasrK2mpquuZaCiDo46eqa6Bua6Bub6RpZGpjYmFsBarG/taWzjaWjlrmvqpG1ss9PYWs/UWnOnvgsSoW+gY2am9/CvG93s2s7WmoYaXGczqbG6oLYyj07J6W6v6umuuX3rnIaGrM5OVQ1N5R07dmzZsk16u7wq+OxDX0leS36Hxg5ZlR2yKgry6nJyatLSStLSSrKyKlJSClJSClu3K2yTVtwuqywrryavpKmgrKOsbqisZawmlsf1TR1NrV0tHX1sXPwtHX3MHb3N7H1M7bwNbT0NbDyM7b3Nnb+HXRk7+BnZ+xrZ+5o4+pu7oCwQQTAYmzkHWrmG/FCAnfyiHHzCXAIiXIOjwKDCXXyDLJ3cdc2srR1cbJ2Afdne0cHa2tLC0sTC3MjSwtjEWN/EWN/M1NDM1NDUxMDIUBeOxTLQ1zEzNbSxNreztXSwt3ZytLWztbQwN7a2MbO0MjG3MDI1MzAx1Tc20TMw1NHV0zQ1M4AVYHMLIzNzQwtLY1gHtrYys7Yys7QwMTbS09ZSU5CX2bpl4waJn9ev+88GiZ83Sa7ftlVSRnqr3I7tCvIyigqyOpoqejrqxgY6cOqVhanBD9uzg60FHH/laGfp7GCNcLJFOtuJM58tga4rjncG2c5IW3ekrYujhVjjtYSPLo4W8AD/s9gCLb7SHgjFCEcPhGOgFzLIB+nhbO2JsDybkkxEZ3a1UpvrCP0cRj+H0VJHpuC/5H5+fvfmmeMH447sDU+K9k+K8d0dE7Anzj85DrU/MehgUtjBPeF74lHxMcAIHRnmER3hFRftmxATuCsWdfRgQtrze8X5nx7+dePQvvi4KFRMRIC4JdjzBwPDHmkYgGEp+AcSx0b6i88E7ImN2hsfs39X3L5d0Xviwg7ujrl8+siDP64wqZiR7rqhrpqRnprBdkozvYhdh2lnosf76cOdlK4GbGtNYXcjbqKPPjdYN9VL723ANVfl9rKw3zrA3m87vXCyk7r8taGztoRVnsWpLRluI4930dj04tIvTyiYdwxidhMVhEj3NJPHeusH26sbazDMysKmyoJmSh6TnF1L+MwgpdeSM6pwH3GFL3HFr9EFacVF70pK00uw2YWlXzCkYjyd3Do+OggJRyGILRAylpZr+RDYy+WJFUgh4ENAYqsi/ApPnFm1VDTHK14SYbhgBxjLg4qXhDnTyxljc1+mFjLHZzPHZ3NnlkqWBTj+9zQsokCUPTZRA0HYlVW6WNssml0qmV8p4wopEFQyv/qyo+9N91AZF7BfwRS3eA4qmoUKpoWFMyKxHVoIi8C4VXAncEgVUE0hIexSJgj5gFcFIMMZy+VhlrnFCyuFc0twYhZ68buAjF4UYpaAqiymX5D5TBCAV/ejNPjHA7y43gnPFxIEIFMaK4LQIggjEGH4Qswqr5THL1vlE1cFdRBEWFq5UFD8pW+ofGnlZX3Dyc+ZN/HEN+0dJTMz1RCEngZHOgTdKq/4jUQu5/NrIPDekiAhhrdSBpKroTIIKhEKSsV0jYeXkMUQThBniWF5EIYrKlkWoJf4pUsC/LKoapE/AkHlrCZTR8fQ6EgWs6azhdHTVNVVX9ZZW9Jbj+5rwHQxi9sYBS31he1N2O52fENN7vJkEybvmbn+jsNJ4SHeLjuVFPxcXFSkpH67cG55YqS3tY5JxfSyqwglr5nV+aN9NZ3NBDYL291G4DTjmmoL2Q2Yr730qREWlZjZ306DVscrSnNT98Xvj4u4ePzAx6f3PBzMfj2XQivHLs1OrizPQxC0vLIKim25/NFv45lZX16/Svvw7v3n9+/S3z6BRAPQNO2vE97j1Wn8xowB9F+4u8fOhTiMMEgTHc0rU5MQXwAB8zR/ZWVGyF1kUqry332sI5ZN97S103ENFXlvH15lVuTNj7Z9eXXnVFLQ1zrcMDn78d7A+scXhNjHUM65lTdJwtwjI+9iZzDHoL6XEOfFo7NOTjvXuFus3x1imhhseelIyJEol5QYl9/Pg/7Md28/11OqS9LSWrM/QkyCsPBJ64Xw1uMe0OezUP3bzkdHzvsaXkgKOLw/LvnA/ozs/N6hsdwSwvFfru07/cvd15/q+742DU9UtnUduXzNFRXuGxYRv3tf7K7dSKSbnZV1THAINi/3a3fXw9u3/N2c9VTk/BD251P21VGwQ2zmRF9LVwOlgYIGAj6tlM0o5TAx473Uyf4aJiWbUPC8qwGzNNY01lPNri2mEz6V5T0lFDynEz51skoH2kgNVTmkojRmRV4jJb8S87GWkNXFInTW4apKP7XRSjrqcD0sAptR2lCRB/67qCxgM0rZdZjWeizEHbl/+6y+hoy7k0WAJyLI2+PQ7sSjyXv93dydrS1D/Xx8XREeDnb74+NuX/3txIHjl09dOrrnyNvnb29eudnP6f+Q9s7fKyDQJyDID+Xj5eto72BhZu5gZ+/t6XX/zp8V2GJo+isl7f7n43seR3h9ORBfevZ43eNH0NBXaGCU/3WKWITpaW8XCrgQJORD0AIPYncNlBLKn758/ebt+87O7pGRUfBvQAT19w5dvngjeffRqIg9ZsYuMxOrf968c+3c+eHWVjap7N7hvU8OJT1NCP24N+JxEOJtpGfObtT7aE9sajz2dGLOwYhj1tq9FRj+WA+LkIfQVwIA/K2HmZ+TGhAMtY+ImuEUaHETEljBHQPxwnUjovr/PiBXmTUKhvlVUDvEqxngVfdNFjFBMHL7wgqhnf2qtPlZ8WBG5Sy6EcQgwyHJNcMQbVBY3S+g9PAruiFKL1TRC+pzyN1CYqeAwOHjO3hl7SulrVxsGw/LFpR1CPEciNgF6JfcA3zIsORb1fvduswYhlhj4GRlD0y/UHknrAADACZ0cEsaoYoeQH3krpXihrYHeTCgisrYojI2LNvCq7CAWiv7wc0QOEB0xbEhHFtY2irAtPBKmoSlrfAZEbZNhG0D15C7oaoBMJX9IPe4vAcidYHz+A5wJHDA9aQu8FTkbojY2XI/5zsMl3eLytgwHoN3oKof5DOTOleKG6ayqkc/ln/7VDGZSZ37UrOYwxh/Rx58XjrwDDP9qRLCcyBS90puHVTWAeHaISwbKm2DMK0QugXwMLqZW9K4jG6Ezcyj6ZTOF+jp3BqobvR/oB1m9fLu787n8m4A5/8yQgsJwDoO3sPyTnjFmlvWuoxvhW3V/IpuUVUf+KusFzcn1QzxKnuWyRyQEd08CTWOL1V0cj6TG9MwE6WNoGC5YQRigfpfYc3gP4vio1DNN6huArjoab1CRp+A2QO1DizXs7ux5M6K8vbK8lpMYX7a0ye/Xf7tXOrFY/tOHkw8czT5l9OHL505dirl4NEDyYf37d6XEBcbHh4VGhkfm3hg75HUYyePHzu9f++h6Ij4QP9gVxdPJweEmbGVtqaumrKWprqOtoaetpqOuaGxo7WtF9It0Ns32C8gNAAVERQSHRoeGx6ZnJC4L3F3YkxcfGT0rujY+MjoiKCQXbEx8dFRMPQmxETHR0fFRIRHhoaEBAaEBweFBaFQfr4BPt7w+Hp6/Njv/SEFw8T7A4BDAnzhWCyUr1egj0eIr1eQeOkX5evu5+XsiQSZL74erkH+fkhHBNLR7ePrLCqpoYnRz6T2saqG6kgD5IKOks8NBR+ZBZ8bCj41FWayMf8fX+8d1VT+rn17zoxSLCjSe++9hSa9914Uxd7Fhh27jjpWFAFRFAHpNRBKQhJCQkJCSYCEEnpVrIBSkpDsZ32zHX7zPOc971r32muzSXZIZv7wk+u6r6tkoPR9d3lONzKXhfzQXZrZlp9KzE8hFKY3Fb+lNlQO9LUv1RSzEvY9Prn/SXYGsaast6qkJ8D71IF9D+/fK799t+TvJ9VXb+Y/eFz1PLn+7StCzltyVkZjZho2KwOX+7bpwzvCqxeojBTAw6nPa5OfVv99v/zatdwzia8Tz2eevZB5KjHj5NlXZ86/OXfp3dkLmQln0o8mpBw/lXo0IeXQseSDR58dPv784NFnew8+3H/48YEjj44mJJ9KTLtw5W3SjZyrt7KTbr6/eDXzQtKbxEtpp869OHHmWcLZ5DMXUs4lpR89+/zExdTTl9POJKWdv5p28UbamUuPjiTcjNt1AoFwV5LXUFVQ01RWVdoKRF19dVVNFcXfq7//kLCmiqKWqpKuqrKOipKWkoKWkoK2IhihEVpKSXKz/Ob10htEJMX+lBRdJym6bovI2s3r/vxfFWBRMYl1IpvWrtsiKiazcZPsJomt4usl1onAR/hEdpOE9IaNm0VE1//3H1vF16+OlDjQk2EZWXKdqOQ6UThcWkZEXEZEXFZ0vbTYRmH48x+b/xTd9N/rxNes2bjmDy+EI7q4Ym58pqu5A5mHrMyrbiMzWyk9FSXYkkL0/wrAf64VByQsIvGnyKY/1m1cKyohvlFmk6Ty+i2qkgq6SpqWGka2mqbbNM0dtS1dtG1c9BEe6qb2CnrWCjoWStpWChqm8mpmippmsprmKkYIPRt3UwdvE3sfQ4S7vrWrobWzkY2LkY2Ljpm9qp65opaxkraJopaxnKquvJK2grKWioqOooo2gGE1XQ1tI10Dc10Dc0MTa1MLO1MLOyNTG0MTa0MTayMzBx1TJ11Ld31rT10zZ3V9KxVtYzVdYx1DE3NLiw0bRR0cLCvLc2Y/D06PMnoZjT0dGCa1aqCzboCJ7m5HzX5hdTIadu8KNjJS2yq1QVVN0cDAQFfHUFFBY4uEwuYNCls3K8rJqMtIK8tIK8vLqcnJqm7dqggDMEzCm7cqwP5toF2raCup64K9aD0LLQMbfVMHU2tXSwfgfLZ1CbTc5mtm72WC8DKy9tC1dNW1dBUuAPvBYVdGdr6r4c9w45GFM+hAsnAOtnEPR3hEwFvBlq5Blq4B9j6hzkGRrkFRrgFhjt7+lo6u+uZW1vbbbB23OYBFXoS1DTCyWFoYW1mawMKvoYGOoYGOkaGukaGuvp6Wro4G/KOxkR7shfbydBX2t1k5bkPYO1jD8q8NwtzaxszSysTcwsjSysTK2tTK2tTcwgg2V5uaGVhYGluYG5uZGurracnLSYmK/PFfa9b893+tERX5Y+MG0Q3rRTasF9m0UUxqq4SSoqymhgrwYGurGRtow6qvlbmRpZmhlbmRtYWxPcIC7j0SJj+vArD1KgD/p9xICMCwyXmbvbmjndk2e+B5dnUC4c/O28xhBRgsAzshYAD2cHbwdrEP8NwW5O3s72kX7u9yPmFPeUH6IKt5tJ86xm4Z7qUM9zb3MhrrKt+9TrmT+vTq3WsJNy4dunRm7+mjMUf3hR/aHXRgF5i9cUE7Ynwjw9zDQ1wjQt1iIr3iYgJ2bQ96/OAaDl1OwCJvJJ0ODfSIifCP3xEWGugRGvi7T3g15mp1VRgOwfrHNQ1ahWMjA+IiQuGJjwk7snf7X9fPoUqzB5mU8X7axEALnYJktqHYjNoOUjGrFTnYVd/VUs5qRY6xsN/GqN/GqGMsbD+tqrelsrelsgNfQMcX0NA5hMoMRmNhH7mCUJnR11I50IaaZOEG2lD9NFQ3qRxb+ZqC+dCEym5vLO0kI1m0mgEGjkWraxPyMLbsdVNlJrk2qw2bxyCVdFMqafhCXM17Oq0G21BU31DcSK6rI6KKakvrWnDMmfExiN/D5TKWlxkr/A4IogqAPkkCrbmAYH8PB6pZ4FbPLVb8AL1EYKt2GaBv6exyyY+lsjnQgVT8/Vfh1/nCr/MVPzloYZwymg9VL/NqljhECCr6/JUIQRWz86gFEH+F5giIEJQ5OPa4rbvg43ccH6pbElTOcuoWodKvvLJvKxU/BOU/eOU/eBWzXOQ8MDOThIo0FsRT/d7XbRBw67jLNctLNctLtcvcmiVO9cJSxdzP0u/zRV9+wNpp1c+VyrnfMVqohd/bvzD9wnovZgUIsHUcHsy99dwVeFYBGA1BKAiq4q5ULnEqFxZrljho7gp+Bar9+asHggqGxi6VITshqFUAMSGo7sv3t339F6ura+fmsUvLRL6ABkG4ZU7x1HSL8FPFAmGZK+xtguqglQreUukKpxpQMeD/RqHzGbsChOjaFQjF41ct85GA6ldqF3kNS3zKLw5j4qNXQADCzpbQiJkc6sajCvta0UNtdT3kUiapqJ9WOtqFGuxEMVvLOmllfZ2oERZ6oh+3L8bNTHurO8JQV0EyyGWbymaJpIQTX4bYTAqeUl/W14om1WUzW8p62yoGOmtoxMJmXG4HpZjeUtJC+NBBKR7uxfYyakb7CF202skB2vL38ZLs9Lgw30NxUc0Y5OvnD2zN9dGockjA+zzzcXZ2lrci+LWw9GN2nkyhvnjx4vmzZGwDuqq87PunwU9s7K9x9PFwwwHMS2gYjUu7eDHM4ZAX4s6x/RcO7Hub8hLi8LjLHC5nAUiBAm551gdcaRUqJyf3xaMPL+9/H2NgkVkluckUfEn2yzvXjm3HZj15fWZXycW9UEs5vzIZyr8M5R7rven1Nf8g1JcKjWfzPpa4Iv7bwVYi49XlQ3sDLp3a8/LuxedJp19ePHX96IGjh0+cPJtUVowsffu+7PkTQtrDb9VZXFR6TqT5ZcM/v+deHXmfdNHX8HyU854Ql13RgeGhYX8/Se4eGCZ1MMrRuN6pT53Dk9mVNTEHjwREx8btP7R9925vHz8HO3tLY+Nt1pZZqSlxoYG2xvp6yvKnD+4uy33d30b6PMTsbcVP97UyKbUtmCJ2e8NoJ66fVjvd28TuqGZRy8dYmOGuunZC4QC99tsYdaQbw2xBsqhVrfjCtsYiAuodAfWur62mi1wx2tnQTSrtwBf1UZGTrMapHvxYF3aEUU/D5FHq3lPqcuiNhQNttVM9+M8D5M8DZAaprKe1dordMt5P83Ox0ZTfvM3CJMLPZ090TNH77LIPBYVZOQ1VNdfOXQz39Uv+6+/ke8/evcx69lfykfij+LrGmNDYwuzC7rbuqNBoL1dPOytbR3uHyPCI69eSqpAV7H7Wl08jM2NM3jTr2YntqftCqs7vrz17MHtX5MuoUNz9++zSCl7fIDQ3Dy0uQLzF5R+fIa4A+AV40BJv5cuP2eHJ8fzS4o7eLlo3o5PdOzQ9hcLi4/Yf0jYwSzhzpbW1Oyok4tqZM3NDg9M0yoP9u96fOfp3mGdKpNfbWN93UZ7l+0OL9gRVHo16u907b1/I3RAXdkMlxPuRm3z7RLQvC1fxvbulrbQo1saewxjm0if4bTOC1s9gAZgmzGSGA5bpnyD6J1Co8++Br3R+FjbEfhK0TfGo4zzyKKg4Io6M5zW1PSsZeIfh4Qcg8vjP2u6FetYSppeLY4M6HOKIgDjCbxrmE4b4gL4Gfw9okR0CPAwPfkiAHQBVOvV9PDTAYH4Dm4fp4aJZPEyPQKjxcuqZIGMZzwbG3f8ZyAySsYYAAOMGAAATR3k13d1PioFO2zgEJFAsG3YF/weDYbit7wX42sCGMP2CWhavugsQL7oPXKnr4SAZi+XtHCRjFYkB6MI8TBA2AIESIOGbQvf9xunGYQg7wHpSApHG4BcFr04cBfQr/BvAn4Rlg7+KMAw7qH+Vt/0ooixVdMzmN4P7kyehup6Vqk7wQvW9/GqAu/zqLgGqGx6ohsmvAer0EqoTah5brGawXpT/QnZA7TNfi8irb3OllgkGLQy++kepBi8N6osGgWO8ASwDg+8OhBHWv79TaBwAK8HC0qmVxkEefoCHHxA0DYNoqzZhHVTr1AoZ9AND9BkBdeJrbedwSfNwSTPEmAbT/hF8mUKdBgxMmhQQJwTEMbAk3DLBp4xwWgag7gmoe3SGQOtG1bKwmM76Wkze+3dP7j1MOnf34smblxKuJB5NPLHvwtmj1y6dPXPiSHRYcICHW5CPX0RwZERoTExk3M7te/btPnRg75H9ew7vjT8YH7cvIjTG1cnTxNBCV8tQT9tIT9tIW1NPVUFFR03DWFff0tjU0cbWy8Ut0Ns31D/Q39M7LipI7LKzAAAgAElEQVTm8N79B+L3xMfu2Bkduz0iKjI4NCTAPzQwICIkODYyAtaBw4ODAn19XBwdfDzc4SBoT1cXf2+vAB9vLzdXGICD/bzhFV8Yd4P9vMOD/FcZGEZiIQB7BHi4Bng6w/nPHi6IbXZmTnaWHs6OHi7Ofp6+IX4RFYX1yCI8mdBHI4xS8ePosp7y7I7it23IPGZ96RCygF3wlpGdTsNWTiDzeoretOe9ouSnEgvSiNXZbYQKdk4KNjsVR8NNE+vGb1/MvnkpuzyfUV3aszPm5p74e3/dLX2bRSko6crOa7t9v+zK9Q/37pY8f4zKSEG/e4UvyGquKGwty6fmZzXlvMG9Tat/k4p+k455kVxz61ZeYmLG8YQU2PB86WrO6XOvE86knzn/5vS51zD3Hjv58tjJl/sPP4nf92D3/r/3HXq8/zCYQ8eeJJx5ee7Sm0tXsy4mvTt7Mf1kYkripVdnLqSdTHx+/PTTY6eeJJxNTryUevH665MXX55NenXu2usL19Iv3Uy/dONFwtm/9h5ItLJy0dY0UZBWUpZV1FFW01FWUZWWkpXYoC1c/YUZWFVRTlUYAa2mKKepKA/QV1lRV1XZQE1VH0iUipryshpyMirSvxkYNj9vXvenxNo//jcAlhQTl96wUXrDRkkx8Y1/rt3wx5+bRUSl1m+QWCcitX4DzL0b/1wLk7DMxk2r9AtO/qHfLSKiW9aKrDIw3DksIyIuJSq+5c/14mvWyq6XkPhDZOOaPxTWb4708qdhGmfHPo13szsIrVQsNf9dSVEusp3cU5SHWiMuunG92Cbx3yO0Pa/fLL5+8x/rgOq7VnSLsGdYUnSD9MYtCpukVaWU9CUVDaSUTZT0bHQt3Q3tvLStPVTNt+kivNTMtinq2cprW8poWEgpG8momiloWqgaOaqbO+nYeBo7gHgnc+cAMyd/UwdvK5cAG7cgCyc/Y4SrMcLVzN7DGOGqZ26vpWeuoWOqqWOqY2BpbGZnbG6va2ilrm1ibG5vYuFgYuFgZGZnaILQN7IGY2yrb+FqZOujYWgvo2KoY4zQNbJQ0dBG2NlulhC/eO44hVg33EebHO4YYBLIuGJczfuulvLpQQK+7m1l8Yt+Jo7FbAwJclVU3KKto6avr2tgYKSlqScvpya5WVFyk5K0pLKCrIactIqsFGBgaSklqa2KW7bIb9oks0VKUU5RQ0lVR0FZS1ZJQ05ZU05ZU1ZJQ1nLREPfUs/MwRThZmHvaW7nYWztZmDlYmLrYQzgHwysAGtbumiaO+lZe8K2Z2N7PwOEtwHCGw6Cho+w/AtHQAMd2D3EwsXfwsXXytXX1jNwm0+Qg5cfwtXd0mGbpZ2dlS3CxhaBQFgjbMAyB8LSzMbCdFX7NTbSMzLUNdDXXl0G1tfTMtDXNtDXNjTQMTczsrezdnVxdHN3cnK2t3ewgcfO3trK2szUDJQrGRnrGQgNMcYm+iamBqAj2VBHWUlBVkZq08b1Iuv+/POP/1q39o/14qISmzZs3CC+ZfMmGemtSory6moqmhpqwlFZFX4tzQytLYzhpV9bazMHW0s49vmf8Gd4B9hS2PFrDcu8MOXCAVeOdmbOjpZuzr8Dn12dwGMcbE3BArBwB1gIzDZgW3ibnds2kInv62Yf6OXk6mAaHeyBKs36NNZJI1bVlL4ZZBJ+fWFPDdHaiEjQ/UNE0inVjbV5Teh8Ql0+piqrujgDWZSGKnldj8xClb/LzHh4PenEwX0R0RGe4SGusZG+e3eFvc98nped9uTv6/t3R4YHe8XvCNsdFw6HYEWFgY5fuPQIbkWKifANCXCFY7FCAlwjQjx3x4Xui4+Iiwk+vGdHfExYVKDPqUN7q4pyJtidE/30zpb6jubqVmLFAKOhr72WQS5lkIs7KSUfh5oGu+oHu+pnJ9um+gk9NOQgow4G4DZsHq48vR2b14HLp6FzuoklfeSKSSZ2Soi+DEIRFZ3T2VQ62tlAwxW8fZ5U9v4JuT4PXg6k4ko6iJWMFrAomJ9xryTzPqUup7cF/HO5tbGkvbkCj86rQeXgCBXopqri2uJcVHFdO6nvx8fPEMTkcTv5gk5hdjGgXwHIZG7gC7OjuBCKC1UtCsAW7k9O7SIfwwW9RNVL0GqzbsmP5aJvC8LVXyD/ls79qhfSLwaCUJyV6mVePXcFptM6DqgUauDDzt6Vql/ctL7htN7Reg6QSat/8Qtn5qt+goIi5Lyg9Bun6PNi8ZeFilkO6EMSMiGax28Q8HFCERUPQeVz3551Mcq+fy/99qMJAmVFGf3DmYNjyQxWdOrrnPEZ5NxyIwTqi5Bzyzg+sHNXzXNql3/jLtx7BGMwVgDBxAtKj/6xH9dzBTVcfj0EFc7NVnO5tXygAIP3srjYBEENyxwmBBE5vAd4wqs2OpUr6IKgNgiiQ9BjKhXL4bSC+ijh57nMaeTyGrk8zBLoQK5dWiRDEJKzUDT3rQGCaiCoEoKQKzy04D+tyGCTmQP2gau4KygeD82DcobH2yGIDUHHLlzQ0lRtqK0a7e9sa6r5yKYNtNX3UirasTlDHZWjndXjzNpPQ4Sh7jp6Sxmzo/rTRDsene9oo6OnIaOvJmttpGuhq318186vw0NMCqGTWNdDrqXjinrIJRNM1BCjgobPGWbWk9Dv0JUpdHJhfcULVMnT+U/tP2cY9WXpvW3oqX7qVH/7p4GuC0f3Jh7Zd/LgHoj7Kynx9OF9uyEBb+HXvEAgWFpa4nA4MzMzeDweh2vo7WECZVjAY9GJ7U257NbcyszLk21F0HTL1Z1e56M906+eGaaSEvfvj/ANHO5jA/VvhQNB3NkvH4vf5JS+yWVg8U+vXrqVeKQ8+/lfV48/unv2dcqt3dFe3ta6/qbqd3f4t7y42f3yxue3d6Ye7B+/G/sp7TAHcx+aLIemkG9SDkpKrbFz03XxtbVztPZ0dTFSVnPRNz0fu9NJz/Di+Uu37z+89/BJ5us3lxKO7w/xPRPpXf3kSl9BcuYh//Q9btkngggpF5glzx8dCT8a7h4fExa3a+eeA/tLq6pYQyMf5+bvP38RsSs+MDJ698GDEZHRHh5ujrYIYz1tKwM9LweEG8L89P5dZe9fs9ubPw10TfS2DjOah+hNPdT64Q5cD6W6HVfIbK4YaK0eZdR/7CNMs5vGe3CdzaV0YvEAvb6zuZyMzmVRq6b7yawW1Gh3Y39bfVdzdXtjOa4yq5MEvh3rIZe2NXxoqXvXTSwZodcMtdd0E4vaGj60Y3M7cPlsWuV0D36UUcumVY13N7Db0Qxi1beRrp8fB4oyX7rbmEV4efo7O0f4+KHLq5hUelxodCuBmpX6Njcj+23Km9KcktfJb14+TH31NOPB9fsHduwP8Azw9/R1sXfaGbv9YuK5ipLifhZzoJfZ29NFJjfQGbjpcerXQeLRAIuMhMja64eJt07hLx9ruHiy6Nj+jH27Mw4fyr1yCZ2S3IMq+9xBW54Y537+Av38CXGWoJVlaGVphb/EhRYJLY1NVMKnH59GpsbCYqIsbKxfv8vKSH/lYe/QUFLyvYeJe5fx6tTRJ3HhD0M90yI9k33t30V5Fu4Ozt8dVHwo4u1O36JjsX+Fu6HfJI/RiSfjglDvktnEKia6dIpM2Ofq9qWJIej+KGj/DHXNLTeNg16i9k9Q9xdhB+wXUF0LT9cXqOsL1P31Nwz/A8CwCAz4p+vbeD6x+tJLiPEVokwIS3qHASkRR8CQRkFHLjykUfBj08gq7v6Hfgkj/AY2LAhzMUAQ5qB7eWiAwZx6Jgy9PEwPDL0rDb0gNlkYAb2q/QJ3NEhsBm23S9XdEHGcj+7n1fVC2MGvhS1zZe3Aa40bghoGBBg2fOTV9XKquyF0H6+6C8INcpAMgJ11PRBpHIAurOjC6q5QFuZVd3GrOnnVXSuo7t8kvCr8wjDcPPEbXBvYIBkb1T2chgJKb9MIOLbNgA+5efy3+koaAzzcNAIAGKjiQ//MoPBTGgYZV5hesMcr3ByGU6+AmxrHhjOo4Su8ehacdLVYzeh4VABRp5ZruuCEaj6mV9DwT9oz/vezfj9d6MQW3lwYDwYXOMGJ0HC89mpWNvxHNv3rvyYZ5FHzKWOgjIrxGWqbFrRNrdAmvmGY7ALCQFEjaCfu/gZ81PSvUMsUFz8E4r6bJwDSU8Yh6hhEG4PaR6H20RXGUFc5illb/62bSUNWVL5Nz09PvnziwJ0rZ+5eSzx1fE/iqUMpTx+E+fm42trtjt4e5BMQHhQRHhIdExm3IyZ+R0z89uhdcbG74+P27dt9KD5uX1hwlMs2DwtTGyN9MxiA9bX09LS0dTQ0tdU1dDW1TAwMbSwsHW3tIkPDgJs6InJHdMyO6JjtUdE7Y7fvi9+9L35X/I7t26Mid0RH7dkZt3fXzsjQEE9XFx8Pd293N3dnJxdHB3dnJ9j/7O3u5u/1WwT+zbfeHvC6L9wPHBboF+LvA/8qyNcrNMA32NsjIsA3Ktg3yNvVxdHS1srQ1toExMfY2TrbO8XF7n2fWXLt0tO7NzMmhwQludT8DHLZe3ptIRuZ14fM6yt+z8pKpRVls9AV4yVZjKznxA/pZHRhD6VmvKVmlFDeW5VDy8tofP8S8+R2cUFm83APH4Ma2Lvr9vnE17dvF+Z8aCss7c7NZ6RnNt+4W3rtVsGtG/lpz+rz35ELsigl2ZTKfFpFHrXgbeOH19iiHFJJXsubdMyNazknTiSfPJ125Xru+ctZZy++PX3+zcnEjOOn044kpBw6/vzA0We7Dzw8eCz5+Om0E2fSD594sefgo7g992Ljb+8++Pex0y8uXH2XdCv34rWss5den76QduZiekJiyuGEJweOPzh6+smJxORTF1IuXn9968GHM0lpV+5mXb3z9sLVl5eupVxKerpz1ylHB19FeS1lBU01RXV1RVUNeSU1WTmw3AsadySV5KTVlOTVlRXUlORVFGRV5GVU5GWUpbdqKsrrq6sCL7SykpaCvI6Sor6qspqctJayrKaSjMLWjZLiIlvE1sEjIbJ2syiQeWGClRQT3yIqtllEdLOIKHwRxmCp9Ru2iq+XFBP/32aLqNjqrC4SS4qK/bteWHqdmNRaUam1QBOWFpWQEpOQFd9irKZ7MDqu6NW7XgptitU30sGc7h3uJHWkPUx79fh1yoNXpR+qG9EtAIDFRTeK/Z5NYqKbxMQlxMQl1opKrBXfvFZMcp34VuC4lpDdKKW0RUFTVs1UWt1cVtNS2cBex9Jd385Hz95HG+GpZeOhZOIoo2Mtq2UFRtNSTstKSc9W3dxF09pd19bHcJu/sXOgiVOg8bYA421+Fm7B1u5B5s4BBrbuBjZuxvbuRrYe+pbbNA2sNA0shDZmGwMTBMi4MrLWNbTSNbQyNLU1tRSmSZvZ6Rla6ehbaOlZGlg4axrbqWqbG1rYa2gbGRgau7i4KMhLnU44kJed2kauY3Xg+rvwDFp1S2Mxo6VyepDQUJV65ljw2RORDbXve1iEQwdiDAzUdPU0DA31jY1N9XSNVZS1ZaRUpbYAAJaTVpOVUv49Mioy0spSUkpbtypKy6nKK2nKKwHb9lY5FTllTSV1XUUNAzVdcy1DsJlsinAzt/MAAIxwN7R2hQHYwMbDwMbDyNbLEOGpj/DQtXaDhV943dfYHgjCJg7+sP8ZjoOG468QHhEIjwgbj1Abj2Br9wAbd3+Eh5+dhw9Mv2Y2Njb2djYOCDs74dha2SIsba0AA1tbmVlamJiaGMDar56upq6Ohq6OBhyLBavBcFAWnIxlZW1mbWNubWNuZW1mbmFsamZoAu+CgKVicA5zr5a2mqKSrLTMls0SGzduEBcXExEVWSsmum7DerHNEhu3Sm6WlpKUk5VWVlLQUFfV1tLQ1dHS0QadTGbGeuYm+v+z8UgY+PwfBl4NwXLZZuPkYOFoZ+ZoZ+bkALzQTg4WsNt5VfV1d0G4OdvAv/q3BRreFoYB2N/DydfNPjzAY1dMwMvHt1jtjdMjdEx1NrsL30tHd5CrqISSTmrNIBPf34lrb67opTewu7BDrKZBJr6Pge1jYAaZhJG+ZgYNTSGhivLTr14+Fhfrt3O7//kzBx/dTyrIfZX6/N650wejw30CfJzDgjwjQ33Cg70iQjz/JwDDK8HhwR7hwR47ogP2xUfs2RkWE+EbGugWFex9eE/sk7vXmuqRE+zOge4WBhndzyCM9JLA0m8LklSfQ6zP6mopZTNQ3yZapgaaWK3I4S40i1pJrH2Hr3rdUJpKQr3tp1V1k0pHGfUDrdWs5rIecjmzqWS8C9NDLh8UVgGPdqIH2monWY0TvYRuSiUFnU9vKu8gljej80j1+aD7l1BGqs+vLUqrLX5JRed3CF2RZExhJ622taW2pr6gDldRVFP0uiS7rBnbPftlRMBpn/vRyRe08YGACdMvQQDh+GC5FyWk32phsxG8SVu/DCp5UQugTbd8jo9cEFT+4pf8WIb3fsvmlpALPBRnBcVZQS5ykIscFGelbgVCLS7Xc1fQPD5qcbl89lfZj5/wKu81fHP2BNgKxgmgillOyVdgrkYtCIq/LBR9/lX0+VfJ18XKOW7tsgAnTI2mCI94CKrnceu4HAyfV/D50+1mYtXPhXoOD8OFskYmH7d1lnyZRXME6b2D51ENcG1v1TwHDRTsFbwAHOs4fPjvWd3+hRn4H+cz4PN6rgCEXS2D91I8N9cIQSXz8w0QVL3MIUFQzuhYalf3X41N+WPjTAgqm5y+XFqB+/GTyuG1C6H3aWsrZmmpSSBoWuET+QKK8CJZWICM5XAqf3wv/Qb0cBywQPPzl+fLoRWs0BzeyF3B/lrCLXOJEIRaWsSB152t4XJqfv5qhaAOAfSwoERbX+/y6eOTA8zxvo5pdtviTN+XQYpgtmemHz/V2zBEr2bTq9iM2m5qRS+97vME49uXwb/+umxgoGZqCpLbjbU14iPD+9pbyZjaFkxVN7FmuB0zzWyYH2teGG/62FPXjH472FXLZqA6mgu6qCWtTR+I6MwOUmE/vaa/o26URWgjlLcTqj4PdxW/fbk3Jvhg3PbkB/ewdag715PITYSlxV/fv33hA2crf2HhJ4+7DEG8+blvfO4Cn7NYmv/65rkdL+7se5y0q7X2zdwAMfny4ZdXTzcUvJ/sYuyNiLh+7jxn9ufK4uLK8gIEcceH2IVvcpikjuGOzuWZaWx53r0rJ6xNVAK9Eca68srSokYqW7e72Tw/vic38eBEQUZWnG/xLg+IlAuRs+ca09HpZ4LsZbduWGNkIq+gIa2pr6umqaeiqKUho2avY+5lZK0vJa+joujl7Xr02MHbd66fPXXsyN44PxdEtKddyuVjWTeOXY91e7DbI+ts1M0wq8HSp4V3T+wK9YmJjYiJjYjbFVtYWvLg8aPdB/fvOXTg0LGjEVHhvj5emioKemrKh3ZFP7l55X3Koy/DrKk++kBHM5OC66Hh2B2NvdQGehNyhI4f7QT9Z8N09HgXpq+lktVcMt5VP8HEjjJxdGJpS0NeN6WSSanuodZ8GmgZYuC7yaj+NgyTUjPS1TTZS6E3IQdaMSMd6L6W8g7cB2p9VgfuQ19L+XAHaoRew2ouGWXUjtBrBtuqplgNE93orqZCcs07YlUOnVCNyn9Dqa+AFn9cTTgiKyJyKDY21i/w5YPHH9ljlxLO0xpbrpy+XFWIrMgrTzx69mDcgXDvUEcLex0lLQN1neig0Hs3b3e3t+Pq6hitLX3Mzi46bbCfye5ltLXjsfj88ZHGCVbd2bhtp/xNXh8JyTsSUXZiR925A+iLx7HXzuFuX0VevZB18nDqofgXh/cU3bqBfPq4KetdF6pylEqcHepZ+TEN8WYh6OePL6NNuKp7ty9bGevGRQaTG9CFbzPO7dtDKS9lY+tL7t1MPRT/Mj7yZbTfm1jfvPjA/F2BpfvD8/eFvN8d8OFgxLNI97sRnqcjfXf4bvvw/M7sAO1TJ2GShv1EJSWGhfeUYqC+r/y2Gah7XkD9KMSzT1DnDESfAfKv0OfMb51cHXBlVRkWPkDQNgX2RWlT6FuZHBwb6vo+U0YDduj2GYBwMPqSx6HV+Y3Bwhph2EgMH0GC9DgwFQsFUlgl5uEH+DgwXEwPT6j0rgjbd/nCsCuwrdo4AIKLhcZdQL//yXke56H7wGYyblCAHeA3sMff44feoAGA4Ye49b3LtSzwgMZhIZJNAS0U3QsQVBiMDO/3/l6ahfd70b0Quhc2MAMpVUi//Bom7IsW1LKADCv8EcL0A5bGDgAMJox8z2+eeIsB0Ct0YgNdGtMHKJc4CpEnAAbjhYZw4ihQiZuFHwJ5HGC8cL0ZvDsgww5DhEFQibTKpcIT2K4MQr+w/UABJo//KKX2pSLBxw7gFrQ0/Q4J+6foCNwNTg5bvQLfE87HXv0M4R9hAAavLpS4m0YAq69+o0Ee5xAGAeK2Cv8foM9AvbNQ5+dl4tBkObUnq+57XRfU9Q1qmQLlWIzvoCeJPAmmZQIMbRxqHYfaJgT0sZ/tfUM40ngztQeHYxKweWnP/r567s6VM5fPHjlxZPexg7uPH9oX5Onl5+qxMyI21C80KjQmMiwWBuCd2/fAAwPwnl0HYqN2+vsEOzu621o7mhlb6ekYGmjr62vr6GpqaatraKmpwxhsoKNrb4PwcnOPiYjcF787fkdcVFh4REhobGTUjuiouJjo7VGR8Lrvjuio+B3b43ds/3coNCwRw5vAsAIc4O3h7+Xu5wl4GAbd0ADf8CB/uBl4lYEDfTzD/LwjAnwjAr1DfN293OycHUAQjK21iQPCxtPdKzpiZ3FhbeLpv/buupT7Dk9unMxMxqc/anjzrOl9GrX4Pas8n53/rivndRumavJ9OiXlfk3hmxZy7TitfqL2Q3tOcj0dP11XyEi7X56Thu1rX6gq7T526NG1pPfv31NeZxLziztzC+m5hZ3vcttu3C09d+ndk0fV6cnot6nY7AxCWS4VVdxRltP89gWqJJuELG4ryCY9vFd0/nzG+Utvzl16e/xM6sFjyUcSUo6fTjuZmHEyMSPh7Ct4Vq8fO5V6+MSLA0efgTn29NCJ5ITE1PNJby9ey0q8/ObU+fRT51PPXEw/e+nVsdPJh08+Onn+xbmkVxeA5Jtx+Wbm5ZtA+z135cX5K0/PXXy4/+A5d7cQXW0zVSVtZTlVRWl5RWlZFTkFdUVFTQVFVQVZRVkpFQVZdWUFWARWU5LXUFbQVFHUUJDTUVHSU1PRU1PRVlTQlJfTlJfTAuXAMppKMhqK0iqyWxS3blaQlJDeKC4h8uemdWAk1olsERWD4RYmYfhH+Fxq/QYYgP//GXiVjeElYfgoLbZeWmw9jMHS68RgBpZcJyolsmnTH2IS/y1mpKx1OHpnfuqbZlRdSx2GiKz7wh4veZMX5hn8+PojVGEtFtnU0khfIyz43Si2DoyoCBgREQkwQu4VWS+1bqO0yCa59VLKWxQ0pZX1lLRtlHTtVAwd1c1ddWy89O39jLYFGjkHaSG8FI0ct2pZyejYKBo6qBpt0zB21jJ300F469j56DkEGGwLMHIOMnEOBuMSZOUVYekeYuIUqGcLUNDI3tPQzkvPxlXLBKFrZqdnbq9rZqdjjNA2soFDntV0zXVNbM2tXSxsXI3MHHQMrDV0zDV0zI2tnJS1jJRUdeSV1Wxt7U2M9XU0Ve7fudLfTRkfaJ0eaf8ywfjxkflxhPZptJX7sx9aGfkxTaUR8+nUSv7yJAT9SH5628hIy9BI18TExNTU3NDATENdX0FeXWYrAGD5raryW1XlpNXkpNXkQQu0hpwcGKFVW0daXmOzlPJmKWVZFR1VHRNNAwsdY4Seub2RlbMpws3M3sPUzt3E1sPIxs3Axk3f2lXPyg0owLbgzRoI3/iqBRpGX1PHAFPHAJiHTR1BRJaFc7ClSwicg2XjEWrnGYrwCLR180e4+SBcPK2cXMxs7U2trREO9ghHW3t7W6Dc2lnb2VrZ21jaWVtYW5lZmBubGOsb6GvDKdCw8Aufw/vAmhoqmhoqMAYbGOiZmBhZWJiZm5saGRkYGOgZGxuamZkYGxsaGurr6moLc8IUpaW3bty4XgRA75/iYmthq/OWzRuktkrISG+RlZGEm4e1tdT09bRguzVsw4bpF5Z/EVamdjbmMOv+G4BX6VeYgwWafv+dAu3kYOVoBxKe4Vgs2Ofs5mwrxF1rd1fhuCDcwfzuAXZ3so8M8vF2sQ30ctoZ7Y8qzR7uoc6Md7U1Vw2xGtn0+p7W2p5WFJuOgc+FG7a1Awz0CLNxhIkb6sINMNADjIaB7sYeRmNPN6mmKvfyhcPREZ4H9obfu33hddrD7Lcvrl85tWt7cESIZ3iwV7C/W2igR2xkACz5rirAq/vAO2ODIkO9osNBfPS++Igd0QEwCV84dRBdWTDWR2d3UQa7Wj6PMqcG23s7sJ9H2oe6cD2tKEJNFqkuq68N2dtaOUBHDXTWkepzuimVgwx0D62aRa3qo1Z/6ie1NuR34IvYVFR3U1l3U1lnY0lLTXZ/S/UkExgaJ1m46d7GSVbj5wHylxHqKBM3xiT0UGsINbnI/JfVhWn46uzGug+Yqix0eSa+OoveVNlJribW5TVUZePrC2vrCurxlUgcMr+urJCIJk+NTkDQCASR5+dA45EAIvMhIh9U8jbwgARavwIhl1YqF3mVv1Yqf4EoqdolkMxcuwTk2fI5fsW8APkL6MBF3xYLvvws/r6YPfWl8he3ng9VLXFL5+aRi0toAXD2Vi/zkIuc6mUeHIjVCEFViyv5n2dvktqKvwMptWpRUPDlF3JBULUIffg0+2Hqe8GnOcDD88t1HECJcGPQ7+wrPlSzxAF5UZAgZ2oysQYFtosXeZmDY8/ozPejU00QRINAddDud7kE4LUGCnATBFX8WMRwIeTcIlB6+SsNAj4WAmgNj9l3idAAACAASURBVFAB/jf6gqAsuPeobP5nDZeH4nCrfi3iIegBlZo7Nl72+UvN7Nyh99lZPX2Yubk+CLpWicxoa2/8+av+1/yzjtaG5UUcdxnPXSYKVqgQROHziRwO5uc8AwItwe0QVPL5IwESNAjRtw6Calc42KVlyvJKKw+icLj4hQUKBGFWljErizQIavg5S1lYwAyP69g7RIQHs9ubf4z397cTxlnNk72kjqYiKjZnaYaOKX/ZWP1mhNXApmPG+knzn3vHBzueJT80s7LUMdQ1NDbQ0dG6cPYUm9U53NtJxdf0tTWymmvaMPnDbdXLk1TOJOU7Gz/ORA911ve3o1rxH3DIdCo2p4dW0U0p7aEhPw2Sx1lNPdS6bnLNQHtjF6n+xO6Yw7t3ejg59Xd3kxsb7968Bgl4EA9Ar4C7NPvjC5+zCPKwQJjzZ4i7OD3KnGaTvo+S6Y2FBa/u3L94ONrb/tqJA7UFOddPJ0T4epMbMNAKn7f4E9yHz21tbsZWYWh4SmczBVdRmp/x/H3aYwKmPD3lQXlxthPCVF1ms7GC1OukCzdjQ18diUdeO33UTu9RvF+AjoTxxjVSa9Yoiq9BGKgba2s42Tmbm9iZ6CLU5fWsDKztjKztDIy3+3v5O5jE+NtfP38o9dmdR39fu3TppI2NkaaarK+rTYyP3bEwp3Ph9uSMq+VX45r+PjBRk3Zmd9j26JCYyKCTJw8FBPocOLjn8JH9u+K3b4+NdHZEKMluvZt07tv44EgXdZhBWZoZHups/jhA/zTYMdxFYnc0DnUS+kFCVcV0L2mEgemhIPtpVWxaFR1fwCQVfx+mDHXUj3c39lCqaZgCBqGM1Yzqa6kb72piNdfQ8RXNqLzGiveDbdgvA22DbfjpHvLHnqZRBtgA76ci2bSqofaaSSb2M5s41omeG6N97G3sJpYMtFZPsXCs5jJc6auqnJSKrBeT3dTxTurXAeZoB+3hpQu2Ojqhrm5xgSHZqRkpD56mPX4Z6R8eFxnn6eDuYedsoKqpJiXnirC9dfESuqKS1UpjdzHYXfQ3KckF71/nZ7/Jy37V1dE8MsDo623u6UF3M8rp5A+lGZdvHfB+sNfzbrh9xcU9xce3Fx2OyT0Q9X5fVNb+2MJTBxr+SupMTy49k5B//HDmvj0p8TtSDsS/SzxRev96bdojZk3JFzop+17SoQDXo4GeZ6OCjgV4O6kq0CuKv7aS+yqLCpLOvjm8M3NP1Kto3zcRnunBTi8D7LJigfP5w8GI2qSjL3cG5J4/9LmjKfXOee7HvqXxzv4mJLuxaobWfH3nrqqHqdDIPK91ChTtdnwFtUatoAAWzsHitwhznikTIO1ZOBBtGmr9COyv7TNQx+ff0z4zVdbam4WF6F95xFEAe7SPEHOe1zj8G3jIUxBlGvTBkqeg5knhTEHNq+fCK/BvWz6CRzZPwqla/KZRfuMInzC00sheaQQoCKpu4W5ewqCgaVCA/30dbusFRxjnSGNcTJ+Q1kZBMhN5YqaIMpiJBnZc8sRvE3IjcGLzGvo56F4AnPgBMMQRcMSCciNePQuuHYJV1t+dQ8IWotUtYjhlGk5XBou4wmAtODcLlO5i2f0plV/zSQsV7UuoTqDlNg5C2P7lmq6FKjpAVsIQGFgnbxoG5+DPYAP6JY9CzSNgKGPgKwbKGPgEyKO/p3kE1BQTh/gE4VcApBFwN+rkTCFpNAsDPoSWCXCE9XDiMIzT4CnwyvQq9P5+jFA2JwHMBp7n1SENg6eAZ41ATWPCrLJREPTdJIw9awal0CAcq3l8kTDEI48DJzz9CwjBah7teVs/Vkj6/VUIZQIOBgdfN4BnjQERuGUClC1RxwXt47yu8ZmW7hEClTM8Md3JyEt5dj0x4fThPUf37dgXD8I1Q/x9PBycwn1Do/0jowIiw0Oiw8NiIiO2x8bs2hm3d8/ug/Dsjj+wO/5A3I49EeGxQYHh3l4B9nbOJsYWBnqG+roGejr62po6GmqaqspqSgrKivJK0ltlFOQU9XT0tzk4BfoHRUVE74iNi9+5a2dsTPyO/1QN79kZtz0qMjQwIDo8LDYyIiYiPCosNDI0JCosNDQwwN/bCy74DfTxXAXgYD9vOP4KBuCI4ICwQBAWDedjhfv7hvp6hfp5hPp5BPm5+nrauzpb2iNMPD1cnBy3uTl7PXn06tnj7JjIU4cP3GmoG8h4gX92vzb5QV3Gc0JWOjUvi5H/vjMjhVSQ1Zn9quXlg9rkOxXFbygM/MwAdY6Bm8xLQRe+wqXeLxnuWiShR04cevg2A19azMjNayupYOGJM8jaoex8+stM0tW7JUk38h79jUx5XJP+rDbjeX1uBr4ki1T4GvcmuQpd0VXygfzyaeXVpLeJFzLOX848c/HNwYTnBxNeHD2TlnD+dcL518fOph86mXLgBLh4+NTLw6deHkx4sf948t6jT/cdeyZ8ZGpiUtaFG+8v3cq5eDP73LV3Z5Myz13LvHDj3blrmQkXUo8lJp9NepV0Nzvpbvb5G6/PXk65cvPV+SvJ5y8+Tjz3YN/eRHfXYD0tCzUFLS1VHWVZRZnNUjKbJZVk5NRBr6yKqqKCkpy0ioIsKOD5Z+AdYG1lRXjAGrCCvKa8nIYc8D/DAKypBDBYS0leS0leQVJiFYA3rV23ae26zSKikmLiUus3AEuzMBR69QjXIEmv37B65f85kRQXXZ2tYqKrI7t+vez69XLi4rJiYjKiotIiIqChd52o/IatkiISG9eIyIpKWGsZhLv57PIPjvbw2ekX8vzmvarsohe3H186cn5vxJ6rp6+/T81dA6Pv/wPAa0UlRDdIi26QFtkkI7JZVkxScZOsmrSKrrymMRB1TZxh9DVw8Iex1sgtRMfOR9Fkm5SujbyBvYalu56tj5Gdn6GDv669v45DgK5joL5TsKFLqJl7mIVnhKVXpI1vjKVnuJFTgK6dt56tt76dl4G9t769h46lo665vbaprbYJQsvYRtsEoW9mbyRUhg3MHcytXcysnA1M7LT1rbT1gSyspqlnbWNvYGCEsLHS1lA2M9Quzs3g/Zz+Md0796n319f+5dmBhW99XyY6Po+3LnxnjvTUz8+0zc7Qh3rxU6NtCz8nc7NTjYy0LCxNzM3NTUzM9PWMNdR1FRXU5KRVZLYqKUqrK0qrK8loKMj+HkV5LUVFbXklMFJy6hJblTbLqiqo62sZWuqa2OhbOBhabTO2djFFuAnp180Y4W6McNezctGxcNI2d9a1dNWzAQwMA7CRna8BwlvP2lPfxgtmYPiKiYP/qiBs6hgALwZbu4fYuIVYu/nbuPjZuHrbOHtYOTlbOzhY2iEQjrZ2//iWYQC2s7aws7aAs6+MDEHF9erer4mxvraWmraWmo62+uro6mjo6Wpqa2vq6ekYGOgZGOjp6eno6mrr6eno6+tqaWmoqirLyclISm7etGnDxo3rN2wQ37BBfLPE+i2bN6zGXCnISysqyCgqyGhpqupoq/87g9rM1NDUxMDC1OB/0u82e2tHOyuYgeEj3IEkzMECa8DOjmChFwZaoSYMrqx2Av/e9XWx83C1dXO2AQzsgvBwtfV0c/Byd/R2c/Jxdw72cYNrkGLCvLCoov5O0vyXgR+fegY7sWM9jTPDLTPDLWx6fWtjUXtTCZte392C7GuvHe7GjrLwI0zcYCdg4z4Gpq+rqZ2Gycp8sn9PWESo2/mz+1Of//U67eGta2cP7YuBC37jYoIjQ33CgjxjIkAxEqz3/tsCHR3usz3Kf2ds0O640J2xQdHhPru2ByddPJH56kkXDT/W3zHObu/vJPXTiQNdxNFe8tfJTiYV1ddeP8rCdwq7iCb7GrvIZaS6LBatmlSf00OrHu5q6G+v7W+vZZErB9vruohlPRQk0HMoVcPt9cPt9Z344pEO9Px461gXZqijdqwLM8LAjHfjxlh4dkfdOKupqxlZV/o6/83fHzLuV3x4gUa+w9fmopHvGus+tDVWtJOqmhuKG2ryaqo/VCA/oLDIUmxVbQe549vHXgGPzuO2rax0C2OZSAKIsAJhuXw0R6h8ckG6VdnP5ZK5xeLvi2VznOpfwJmM+sWvmgPFQpU/gQhcMS8o/cEr+rZY8mMJucAnC3dcy38uPqQzruAb77e1vxkdy/000wRBaAHAYBRnpYbLL/4xn9I7dL2ppXoJoG/5PLf4+2LJj+XyeXCr7KlvJd9+ls/+ql7g1HMFWMF/unnhNV3MiqBmiVPH4WEF0JuhkYP5hQ086P3o1OO2ztyJT2ThGm3V/BJeACWUIku/ztUtCdAcYH6u/smtWxJUzS+B4Kv/Qb+/w5+FwctC7fc3AAsxmIP8uYAVQDWLy/kfPx4vLGpY5tCEom7t3HzUk8eEpaU24Q7wPTTmHYtV/HEqvaebAK0Q+LwmPo+0wqPw+Zi5uS4IIi0to2dn8QsLnRBUOz8La9q10BIWWmmBoFYer31hqWuBw+TymAJ+C3cpd4D1hNKImf1MXfw5AUGBew8Y2SAa66u+DrPYbYTJHuogHfdpiDLagyWh3432YAc667pbkLSm8mEWiTM7Rm+uP5dw0MjY1DcoTFZRSU1D/f79v/r7uqfH+9vIaFYb9usoo59W21Cc1tGQ96UX/5nZMNJaNdoJvpfpa6sZ6qxntlS0NGS3E/IH6Kj+dtREL35miPKRTRnowLbiyoYZxAdJZ4/t2x0ZHJz+/Pns58974mLZrC4BZ/HL9Dgk4EKC5cW5L9yFHxBvoaujmUbGQoKf0OI0xP8KcT8Pd5GaMZVF79MvnzwS5OmELi9OOpvw6unj9GeP36Q8z87MKPyQm/32XWZq5tXzV9+9TD196EAXhcCd+7T4YwoSLKc8e+zh4uxoaYUwNCx7lX59T7ytpIT5hnXb1OQk16zZsmaNtaas+lZxE3VF323OesraqlvVna08I7xjbY3sLXWMrXR0onxdrx/feT7aLcpK8aCf1fFot52B20L97H297S9cPHroQMzls/t2BzsEmMscc9PA3Ns7WXgd9+jI8WgPd0eL2DCfw3tiLyUm+Hm77NweHhMZJPrHGndHGxoB/X1yoL+NOEQndRNrRruJ7YTKkW7ieA+5i4JqxZf3tqFHu5sG6Q3DdPQwHd1DqegmlXYTS1oxuYzGwonuBha5coSBHWFg+6g1/bTawXZ0D7mmA1fW1lDSiilurMgiVuUMtGL6qfVtDaWDbQ3zY+0z/U3TLMLXweb5sfYfIy2f+5s/9REGaDWzo9Rvgy3DHbVTzMZvQ+SRDnR7QwENXYTMfjHQipvoJvdTsL/G2N8HWJiC3EOR4Y5GRk5mZhE+fu62jk7Wtp7Orm529p52dhdPHMOUFk2xe+Y/ToCaYhqZjK2hNta/TXuc8vBWyuPbGSn366oLejuJwwMtTEYVrv5VH73i52QzDZmadetwYoBlUpBNko/FwzCnzH3BBSd25J2Ie7M36nls0ONwn6pThzHnTxJvXKTcu9b017W66+eLzh97f3J/buLR/IsJ+RcTKm9dLL58tvLGpepbV64EeA1XlQxXlRBT/s49dSD74I6CgzEfdgbl7QyoOhxZdiCs8EBYzt6QjPjAe8FO59zMb0R5PTy9//WDKyNt2BFaveAjizPCEIz23dm7L+X4BWhikUOd4FGnofYvS41DAvIYjzjIJQ1zSKNc4ii3eWyleZwPsqwA+gook6vnQC4GDPwFYnwd/NA0Wd4KMb6tNI9DwzyAwbSPgI6A33UKzCr9kiYg0gREHAfTNPafIQo1Ycq08MGToGq4eRweiDQK9odJAMz+cyQNQ83DAIyb4D3VYSEuCpmQOAi1TK4QhoCM3DQMkUa5+IGZUupAVgMXx+biB1YaB+Hrv3VpIEqPQo0Dv1AMoCoLcZGL6QG8jesHarNQYYaP4AoWtO+uCsJw0DRcKbRY2fGzrJWL6lqs7AAAjO5tv//hF7KDj+mFXcrLNV1LqM4lVCe3jilo6JuvaPtZ2b5QRV8W1giD2+KBi3ulkc0nDkKkYfj9QmQhD1NGAYs2C98pWcjGzeD9giGPAUM4aeRHOW3sfQN4C63TQooeA/zcAjgTahkDpb7gieC24M7gVsKB70YWQnXzP9ALXgt+FSH9/guABYRRsMpLEjq6aR95xNGfDf0/G/qXiSNc4ugifhB8S0Ic+VhM+VzeCqi47dMiph+iTK0QRlYIIzzi8ApphN88ym8eFZAnVihjv6iDS91jM1TmAnusKvPd8xvXDmyP2r8zcu+uyO2RwaeOHT5x6JCTlWN0YFSYV9iO0Lgg/7DgoIiw0OjIiO1xO/bs33fk4IFj+/cd2R4LuHV7bHxM9M7oqLiw0GhPDz+EjYOJkamxoYmhvpG+roGutp6Whra6qoaKkqqGmqaSgrKcjLyivJKmupa5qYWHm2dEWHh0eATc6e3v7eXn5Rnk5xsS4B/k5xsREgwXIMFRWGFBgUF+vr6eHoE+nvAC8Crihvj7hAX6rXb/wrvBsCAcERwQ6usd7O0Z7O0R4useEuAe7O/i6+0A/u3n4Wxubmpnuy0yMh5ZSTxy5GZYWMLjR2XZmeR3r5pfvySkv2z6+171vTtVyU+wt2+UvnpByM2kfnhDSXtU8/e1vOe3i4oy8LiSrndPkE+uvv/Yu9LRNH32yJO/buQW5LViMCMFJZ01DaMt7T/Lq9nPMwh/P69PulN861751aTcR/fKU5/WvXxc/fJv5JtnNQUZuOKsJmxVT9oz5NULr68mvb1y7f2Js2kHE56fuPD6xLmMUxczT196e+JcxsGEF7sPP959+PGeI0+OnU0/cjr1wInn+44923fs2YETz4+eSTtx7lXSnYKrf+Un3c27cufDpVs5l27lXL6dfeVOzvnrb89cyThzJf3Cjcyrf+Vc/Svnws03oPHoSvKlpKcXLj46sD/RzSVIW8NYTUFLT11fU1ldWVZRTlJKRnKrvLSMoryCkoIiGDlZZXkZFQVwVJKTVpKTVlWQVVeS11SUX60C1pSXg3OwtBTkVGWlNBSltVXktFXkdFQUdVQUVWWlZDatlxQX3SImIrFOZOOfa2EG3iq+XnrDxv8ryEpUbKuYuPT6DTIbNsL25n/Tr5T4evDg9WKr889eMShYktuwQW7DBvl/GFhaRAQw8FpRif8WkxbdIie2WWrtBpm165U3SGpLyuhslVUSk9CWlDu982B1Tmnp6/x7F+48uvYwM/ndbwAWF9kERmyLuNgWMbEtIuJbxDbKiG+SFZWQF92isF5KebOCppyGoYqehYqhg7aVt6lTqKVHlLlHpKFLqIFziL5LiKatr7yJs5S+vZKpi66tn7FjsKlTqKlLmI5DkLZjkK5TiL5LmLFHlIV3jLXfDkTATmu/HRaeEYZOgXoOfnp2vnr2PvoOvoYOPgY2blrm9iqGVmoGVlomtnoWjgYW2/TNHY0snEysXEytXQ3Nt+kaInQMbAxM7E0tHExMzAz0tR1sLTWUZXdFBw4yqfxfU9CvyU8DtMWZHujn6OKX3nF28yATP9jTOMjEfptomZ9p+zrVyqLXD/U1c5Y+MztbDuyP37bNAYFAmJiY6eoYqqtpqyiDPHAleTVlWXUVOS1VeW0VOS2YgYF7XllXVkFTTlFLWl5jq6yatJKWqo6Jtom1jqmNodU2I2snIxsXY4Sria2bMcLVQCj/6lm56Fo6a1k4a1u66Fq7Af+zcAxtffSsPXUs3eFlYGN7P/gKDMCr4ViwFGzlFmzlEmTl6gcDsLWTu+U2J2sHO2sHhI0Dwtbe2s7e2t7OygEhlH8tLW2tLI0MdY2N9EyM9VeXgWEY1tJUhUdbSw02RcNHdXVVNTUVFRUlVVVldXVVdXVVFRUlRUV5eXlZWVnprVu3bN68SUJi4+bNm6SkJGVkpGRlJOVkJeXltirISykpyqgoy6mpKqirKWprqerqqBvoaxkb6ZqZGpgLI6lBLpcw8ur/q+/XapWBHe3AOVyDJAzB+r8AGC49giuOYAaGAdjD1d7TzQ5kXzlbursgPN3svD22+Xo5+3u5BXi7eznbRQR67t8ZeXR/TBupfriH+m265+tU96chyjATw2bUDnWjBzrrmLTKnraqEVYDqxXJZtSO9mAn2YSpgaapgaZJNmGsnzTST6VR6nKyku/dOff86Y0P2S8e3U/atT1o767wHdFA7xVKvr4RId5hQZ5CI/RvAI6J8IV14JgIXzgIev/uyP27I+NiAvfsDLt9PRFZltPZThjppY30tfS04xiUmj46jt3Z2NeOYdOxhJpsOqliopfQ3147yEDPDDX3UUGOawexlIz5wGxB0omlVGx+F7mC3ljchi0Y7WwYbK8b78QO0GqG2+vHO7HMprJeMnKSiR1oQ40w6kcY9d2k8s6m0gF6/UQvgYYtItXmYireIvNflrx/WpaTXFeRScQUkLElJGxxY20BtiaPgCluwlc0NdUQqdjSuooqciN1enwYglgQhJ2da/i10CrUV8HSLw803NYs8aqXf0/Z/ELJ7M+yH0CJrVlYqV3k1/7kV/7g1i0DAC79wS/5zi35zi2d5VQvgbqj0tnFBuHdankrJbNzuZ8+pvT13mwmX8YRbpAod1s67rZ03KG0P6KzMkc/FX8H/t4aDtCQS2c5uR9nM0dnPnyaq14CAm8973fdEVyb1MAHOVWr56hFLozHb0cmTlZUp7IG/w9fbwHcxv1v8fb+bxtGMzMzMzMzx4nDzIwNN9g0DXOcxI6ZScwWgyWZZLZltuOYSZb3vZ82ze27c+fNfGdnvZHXkZXp9LPnfM/50NKTIx7BS8AKbunodG7vKBuC/mLz/yDTi4a/I2clFeMzxGUIuwihJUD4xUJSHJB/gQIMKn9lO88/GRikfy3IZh4cK6ZmKBBUPjnJgqBTpWUvBEIOBFWPT+AXFlHTM3ndXcdzc2hSKV+2/fu1o7Xs+2juUB8D9D9Ja6FlsmQRAPDY9/P5BbjxCS4EsZch5Og3NiwLLy8i58ex85PM+RmRVDoMQYMSiCvuL2GxycN9VV0i7LD4PRU3DEH3371bL6dUnF8w0FLfwsA3MTBj3fzWOsy3Pu6wmNHbTuYzyge7WM112BYheXq0G1ORvystMSYkKCIsOn3LDlVV9Qf37w4P9HS08JiUSpEAT8Hk9LVQuvgYBiKrsbZsoIHYXFtJq/zCxRU30GtYuAJy9RcK4nN1/hNE4TMRp6qBUdbCrZ4eFIgbyXXkci6xrF/EKP3yZkdq0snDh2PDwwVsdnpywu0rF5kkPKKsIO/zOxK6goAso+JrWuvZ2OrCktwPwz1Ns8Mds0NdS5NDoOVucRqC5tubBaWFX8IDPLCVRdLpb/UcWj2bgUMgPr3/cOXS74nxKfv27Pd2dX364O6zB7ce3LhEI6B2btuiKK+gqaG7Y9sePlsgYgt3RMUFW9rYqWqort/o5uDgam+/cc1Kc0NDf0/v5Jjk80cv3Lv859dXOTkvsz49fkGtKGkgVTaTi69uD7gQYLjd8Le/0z1pby51oD+2k/N7BEhovmduonVqpP7a8aRYF7W/DgWj7u9kPN7F+3hBgMmJ8HOyN9Xemx5379q5CH+PEF9XTaUNu7ck9LUJ+9sEbEJlEwvbKSANtzBZuKKuBnJPC62Jh6nF5tKxBU1sRDMHySIUMrA5HQKMuInYVodq4yAaqGUMVDalKlNIKWlhVXcLsN0CbBcf0yME4Vh0ZBah7B0N8YWNze2sQ/c3kTi4PHLlxwZq2Vy/YKiZ0l2HG2qmTIv502LeYFNtOxvBJxT3NxAnu3nTYt5cfz0gYQ5aRK9uYyG7eNgGSvmwiDHcRG8kV400M0EB1cL3Lh6Nhav++vZ5/qd3L/66h6ws5VAJ38QtvU3cZiaxkUHormeJGzl1ZFR1YSa6LJuCLXr+8Mrf9y8+f/T7rd+PFmY/rcUVMEi56LIXQkZxPR0sNn8TEaVi9pQQQ/l4u+Le8dcH4m7EeVyJdL2TFPxsd1Lm4Yysvamft8e92RLxOi38w/b4/MMZ1ReP4W6cw926UPfiAf7mhZpLJ/DXzpWfOlh2Yj/66rnc0wfyzhz8cjAjc2di7u7kkn0pFfuSaw6mfIzz+pIW/HFLyPttEaUX9txLDaS8vMX8+iL/6W0xn9zGQNErPg/y8RNNdKi3reTPh9dSdkHd0xJW3zxVDDH7Z/CiJUr7Iql1gdg2T+xYJHUukDqXKICBQY4RvQ8QKVUMnwOZF95o5Y7MENqqb32EWmahltkZQhtU920c2QgJvv9IAKbDDNwLBEBZYRJE6gYQRZQJvIROoPSSupYo3TJg7oVooGQYKLeMftlP6YdoPcsycpPKgA0cqZ0QrUtKbluitMPnPwEP/CmlSxa81CO7wyDEGoQ4I+DIHgZHaq+E3LVElFXU0mWaNqt3kSAaLKYNldABJbJ6AR/Su/9NicuU9iVSq4TYIsHLfMVYEbygu4RqhAcu8p2trJOimxZqhDDi1j3KB8IvpUuKbZ6t5s8jhEBlpXQu40TTlTyQbk3phAitS5imRVQDHPQFztGNi7jmZXzLIq55tkYwWV0HgJzcLsWJYCVcxr0yUiV3ANyt7YLIHeC70I2iN1Uy4hX/ODLFoMsXHkYPeHe0rmVqJzzwl+BI7/7xC5S94Md1AN6y+eeBBfypgY8PBmB6P0Tvhyg9C8QOUHAle2YhIXctYtsg9sh4GbfxTfX3Ch5YCyd3QtSeOXzLHL5lntAOv36R1Ckh9SxQupbqBubqxAtNAzWvv5xMzzi3Z8/O5HjQKJGeFB8Tfu/2rYqikiCPwISwxGi/+C0x26LC42JjEuPjkuPjklNTtu7Yvmf3rv07tu9JSkxLBv5lMGmp21JTtkZHxfv7BTvaO9la21mYWZoam8FSsLGhiaG+kZGBsUwoMdPV1lOUV1KUV5KpwR5hQcGpiQl7d+7YlbEtNTEhNjIiKiw0IiQ4PjoqKS4WC9QQwgAAIABJREFUFn5jIsLjoiLjoiKjw8MiQwJjwkPio8IToiPg4t/YiNDYiNCY8JCo0CDYGv3v1ySERySEhceGBkWH+EWG+kSEeIaHeoSHerq52Tm72Ht4eLm4+HzKLL12/UVCwtFtGb9/+UQtyOO/e0N6+gRz9ffco0denz71cfeuv67/XnDvZknWexqmsr3gI+3aiVfn9j18eDEz868KRA6Djmi7deHttQtvC3MZ79/jqxCttYwxMuMbnjL8+hP1j0dV958gr9wqvnQt9/Kl7Hu3iv6+X/H0QfnLh5WZL9AlXxiIwrrcD+R717+eO/Xi8uXMS1ezDp16uefk82OXPx449fLgyZcHTrzYe/QpzLr7jj07dOrVniNP4IEl4mPn3p28+PH05cwL17PPX/98/vpnmH5lUnDm2asfTl1+e/rKu7NX35279v7CjY8Xb2aev/H+/LWXFy49Pn/uzt5dpwN8okz0rLRVdPTU9Ux1DLWV1LVU1LRV1TVUVJUUlOXlFRUVlVVU1DTUVeHsK01VJXVlBTUleQ1lBS1Vpf8FwAZqqjIdWFlDYbOOuqKBtqqeprK2mpKOOjhqKMsry21U2Lhu05o161asWPvbb2t/+239SmCHhhEXpFjJRn71GoU1a38CsNw/L4Dp9/8HgH8qwP8WgRVXAPOz0mo5jfUKKqs3Kf66Rm3let11mw03KWquWq+xeqPqbxuCnbye3fwTU1iDzKvGlmCABXrNyg1rV21ct3rTurXy69crrl+vuG6j0rpNqmvl1NbIa6xV0NygoquobaJlYqtn7WJkH2DhHuUYlOIqg1jrgERTnxhjrygd52BVGx8VSy8t+wAT9whLrxhrr1gb33gjz2hDQMhxFv6JNsGpjhHbXKMy3GN2OIWnWwckWnhHmXtFmnlGGLsBBjbzCDFz8de3cdU0s9c0szeycQN50Q7eZnaedi4Bts7+Vg4+5raeZlZuZlZulraetg7uhgZ6jrYmqnKrDu9NG+1phKbEY911nXXY/ibS7IAAmmgb6WTUM6paBNiBblZ3K3lykPP/ppiKWyn9XcyJkdaFueG56ZGS4rygoAAPDw9ra1sjQzN9PWNdHUNdbQMdLX0tJV0dFUMdNSMtFQNggVbS1VAz1NY2BUZodQNldQNFDQN1PTNgfrZ2MrB0MLVzN7P3+BlzbeHkY+IABo6/BonZ9j5GDr7Gjn6GsjFxDDR2CDCy9zd2CIB1YFOnIBPHwJ/FSOZASw+1dAOFSbbeEbae4fY+oTAAO3j62bl52Lk42bk4uLg5usjo998A7GxvZ2dlbmtjYWf7I67ZwtwYyLwy6DU00IHNzzAJ6+tp6epo6OnpaGtramioaWqq6+ho6ehoaWioKSsrKijIKSsrwtc1NNTU1FRUVZVV1RRVVeR/0q+2lqq+nqaRoY6JsZ6xka6JsZ65maGVpYmNtRkcSe1gb+Vkb/Wz8hcOfIZbf2Ho/Xn8h36dPFzt4PF0s4eLf709gCbs6+Xs4wkyrn62AfvLFGAfT4f/BcARwf6RIQERgd5gATg5+vjBbQxidROP1FRH4DMRTexqAb2kkV3R3YQbaKcAym3C9TTjOxswXY3Ynma8WEQQiwjdTbjOBkxbPVbIRfeL63s660qLPpw9tTstOWRrauSeHYlbkiO2pkalJYXHRwfERPjHRwclxQEMhhXgn8nPaUnhcPfv9vTY3dsTd2Uk7N+d+seNc9XlOc31jN4OAZNcIW5jdDVRmaQSLrWiVUgQ0KpwFZ/41PJmDiBVfm0Jj1zUIcA00SvqKMW1yC+4ivdMXC6+4j227C3wQnMQnXVoIaWEjsxqplU0UErr8AVtrJpGSikXmwfskYS8OmI+nPXKIxQIqKVcUmHF16eIgleEqi80TD6pJhtZ/A5Z9oGEzKVgixikchK6AIfIJxPKCLgyBKoETUIh6UR2T2fL4lyTzIJbC4GwK8SCVFb/A7Zea+aXKuYWy2bmy2bmS6fn4KmckdTMAxEVOQ8hZ6DKSWnlNFQ4tpQ7PF/wTVIyIS2bllbNg51huKAIKYXKZ+eqFxdIsi5cEBYFQWgZ65ZMzueOTOSNTpZNg5KkvNHp4omFkklJ7sj0576xr0OTJZOS6gUILV2CC36JMjkXB5zAyzAAoyRQ1exi6QRgcowUqpyRvG7p+tTeh5heQs9BNVMSzDxUOT5fOjqNl0CImcWbhNrSb5PoeWnxyDgVAgCMW4ZwyzD6giOg32VQd4SSSGEAli0AA+5FLoKFZ4wEQs0tlo19r/g+Toegk8UlD2h0lizaCjM7d49MIS0uPGEy7uBxdGC9XubKHgGgluaZEERYWqyFlknz8zwIuJrdDh4+8v5jg4yTeRBEngI6MHluhgUt8aGlluWltunplr4hAo3z6OW7jGPHsvEYTHtjNhVfyqUShDw5FZXfz5yf7u0T13N6Gxn9IkZXA3mgkzkxIqxjljbXo1sbCTRSsUhI/j7QhijJ3ZYQF+Thvitt65bYVFc711D/wLGhvu6WOg61ureDLmCVUTGfOoXI7gbgwm1mVLdzcAJCJbEsS0CqGmpjC2qrijL/Kvn8F7LoJQXxuVOI7m8hcYh5/S2U4Q56I6OaSywVN1KHOwRH9+46tGdPbHj4m+dPzh49FBce+PbJn4Sa0qKs92W5H0nI0uriL6U5H8joUgqmjIQqqacRWVgUHYflsxlMBo0v4NTxWQMDnVhk8dH96ScPbK8syOLUknAIhJAraGvtyti+e9/+gynJiQ7W5voaStoqciryG+U3bjA0MC0orllahlpbB47sO2FlYKmvoK4tp2qobWpp7uThEXD/zyeitu43H7/ExKcdOHAqI3XPntRdiQFhYY522/ycziR6jTC+Sjk5vW/ODT0/sVz+aLH6b3HeLd6nKz3ED5207PkBxu/HYiI9NZ5f2bLYXN5UeKP5y7mvF+JY5e/EDfSt0QEOJhpxgR7+rtbWhhqXT+5v5dMpNcVtdRQmrpRQ8UXERjdQK5qYNRRkNp9RLuJj6tk1ssB2TDMHCVb3kV/a6lCdQmwjs7KNg+gWAMmXi88XMasaaaUtrEoRs4JPKhCQC4WUIhriE6H8FanyDR2V2VFX3cqpYOOyOvk13zpo39roYgGhmVbVWFvRycUMNtXCX7azUb1CYn8Dub+BLBYQGijlQlJpDx8vIBXMD/InuplLow399bh2Vs1wA6mZXC6i1vQ30lo5hEYOrrOJ2dJEr6+jDIkb2vnkTgGpS0juaajta6b3NdPb6whCWg2h6ouQhXh468THl7comLz8L4/pxOJ6dg2hIhNV8ErERrKJJQIGgoLMaWFV0yvfDXAqxwWIxUbMQj1qlFpWl/8y9/rJBztibyf63on3upvg/SjZ/1l6+JsdMR92J2XuSc7cmfwmLYZw5bTg0W3kmcOs25fEb54SLp8qP32g7MzBmnOHUOf2IY5tr9qfUr47pnRnVNX+hIpDibl7Yz7ujC65tPeP1KApJmKiDt9CrhLRkHxcCaPyixCTP8In9dHwlU/+PhOZAjUMQvyRRToo/pXUdkrIbcvUziVKJ8AYUidgYBnbLMh4+KcqC9RdmkwWZg4ApKwb4bytbsklL9LFUlY/JJqZwDRD7KEfHEsHLbIAbmv/yQH+RwSGY4Hh28J+2n+4tx8YrXnDIFWLPwK2TGUa5v9gG70bXIFpDT6X+WnBRXC9F+KCxh0pVbxA7JhEN4PbygAeIDFnGCQzcYYhRv8yVSyp7YQ4g4uUtqEyZsPHGvDtLDHE7gNHcGcZGTKAfCqldS5R2oE2CzqZ2oBai5Pt2eJawJfEdjhOGVwktMHhVT2ZGIjUPlvN/6HK1nbNI4SjRfSBHJI4Cy94UiR4Wtz4oqzlbbX4C26kkDZTVbeIaljCNIHNXkLrMk40jxBOV/IAORNaF5D1EvS/spp/OpxJ7RCtZx5ZD5HbG15XAKGYKmNaRs8P9GWJwdthydKnGN3L9K5lehd4ayCMqgfMz98eTML/i4eBKV2m2/8U7SkyxR4GYLpMt68Vg2clxE6Qd0XognAg1nu4gN74snKqRgjxv81jRTL6bYUBeJHYLSH1SEg9i7ViKW9omNAI9c4+P3PjeFLG4dQth3dkJEdHJMVGRoYGfXjzVtzRkx63Ncg9NMw9Kso/Pi4yISkxLTVla0J8SkJ8SvqW7Rnbdm1N3xEfl/xPZW9aSnJ6asrW+Ljk8LBoNxd3BztHCzNLY0MT2B0IA7Cutp62po6ejr6psZmFmaWRgbGWhraairqOhqapoYGro0N4cBCcg5UYGxPk5xsTEZ4QE50QEw0LwrGREfHRUbGRETDcJkRHJMZEwm7n2IjQuMiwxJjIuEiAx3BKFux/jg4NTYuOT46MigsLiQr2DQvyDAtyCwlyDQp2DQhw8w/wcnByDIuMu3Tl/pPnualbTrq4Jv/5Z0leAf/1K8KTZ+i79ysOHXmx/8Dz1LQ/9u7569SJ17eu5j79syL7Dakwk/r5GeLv69kf7hfVVjYeTPv94rG/yws4L59WlpfXY0k9Veh2EnOMKZjLLhLcf4K8/wR59Y/SKzcK79+ruHu79P7t4uePar5+oFXk1lXl8cuyWX/dzv/rTuGdm7nnL304ffHDmatfTlzNOnj+/ZFzbw+efPmTfmHcPXz6deqOP9J23tm298GeI0+OnHlz+vKnc1ezzl/Lunjj6/nrn89ezTx//fOlW9kXb2bB2u/xC69gAD595Q0c+3zm6puzl5+dO39/z64Tfl4RBlpmmkpahur6Buo6GvJKapsVtFTU9DS0NNU1FBSUNm5S2LRZUUFRWVMDZF/9TMACjmhVJW015Z/+Z311VT0VZV1l0AaspSSvJrdRR11RX0tFR11RQ1leU0VBR11ZR11ZU0VRVWGzwoYNG1evXrdixZpff4Ux+GeQ1eaVq2DchVkX5uF/A7Di2nWKa9f99D/Lrfkf/7P86lWKq1crrl6tLBulVat+zMo1KmvlFFZu2vyf1Zv/s1rlt7Xqqzao/rpa6b9WaK3eoLN2k9J/rdr8ywr1lXL7k3d8fvyu5GPhL+tWbli/auP6NfIb1ylu2qi8ebOqnJzGZtle60YlrQ3KOptU9eQ1jdQMLPWsnU2dvG29oh38k9zCt3rG7HCNynAITbPwjzfxjtZzDdVyDNRxDDL2iLT0AdqvjXecnX+iiXessV+imX+yVfAW2/B0h6gM15idbrG7HCPSrQITzbxjgIbsE2XkEWbsFmrmEWbs6Kdv66Fj5apj5Wpo62kqi4+ycgmwdg6wcvK3cvCzdvS3cwywsfezsPaysHAARbLW+h9f3p8abv3eI2ikVQpJxZM9rDZ2VY8APdxK6RBgOKTiViFutE/Q00btbyO38qu7RaRv/cLF6d65mUEImh8e6gsKCnB3d7e0tDY0NNbTM9DVBesN6qpa6vJaWkr62qqGmsr6qkq6asp6WhrGenoWqqpAAVbRMFTSNNQ0sDCwdDC2cTawdDCwcjaycTW19zR39DZ39DZz8JI5nz3NZS5ofVsvXWsP7X9Gy8pdx9JT18pLz9pbz9pb18oLPjew9f33GNr5/SBkJxAibe3qb+8Z7OAdaOfhZePqYuvsaOfi4Oru5Orh6O4GxsPF0d3Zwd3R0dXRwdHWyt7Oys7W0tbG4t89wGamhkaGuvp6Wnq6mjAG6+poaGupwQowjL46Olra2pqamuoaGmoqKkqamup6ejoGBnowJIPrmioa6kqamora2sp6emqGhpomJjrm5voWFgaWloZWVkbW1sa2tqb29uYODhaOjpaOjpYujjb/58Au6P8FwN4ezp5u9h6udu4utvDe77+h9+f2r5836PuVjRMwP/uBaOggf7fgAM+QQK+wQN+wQN/YsICIQM/EqKDfzx8moUo4tQgGqZzPRDBwuU2c8qFOytQQd2KAPdxV299GHGgnjXRTh7tqhzopgx3kn9PXToWkwzRK1Y2rx1MSg6LCPeKifZLiglISQuAl3rSk8KS4YBn3hiTHh/20QKclhcMv2JoalbElZsfWuD07knZui9+7M/nKhaNZmc8ZtajWJnZXC7ejqZbPqGRTylqFuFYhjoD4gi3/0MRG9DSRO4T4LiGBQyhiYfJEzBoBuZRfW8IhFuAq3tPQ2diytxU5f+Mr3tORWQ3UsjpiIbnyY68QP9BI4hMKu+swAw3ExtoyFjqLWP6WUvWBhcnmEQqElBIGNqc6/1lN/svKnGfo0g9MfBGHVArWfSs/4auzURVfmJRqJqWaSiinkqoRiMLCkq+lqPKmwZ7O+Zm2ZSlPArZS2TLHcsW8tEayXCMBcceyZd250umZ4skpsMQ7NQMqfxaWMRIIuwCh5yDUjBQxvVw2DuWNSPJGFkonocpZqGRSkjM89bnvG0oKIZagGskyYkmKWpYipUtVi3Ol01NECHQpgXys+WWMjIdlS79TWQPfswfHswbGswcnisYXahahmgWobHpJptBKcGA5VoqFpGipBKReLUhq5pdg9K2YXqyYWsIsgdKgmjkIMw9Km1Czy0VDE5Xj85h5qGpioXh4kg5B2T0D6HkpTgJVTc4BFF9YggEYvrOsSViKWgI51XBCtSz7CqqZBwvPyAUILQFlyMQl6KWwHjE5jZtf/NLeeaakrHhwiAtB2V0dL/g8gmSBIFnY/+Vj5fcRxPg3CrREgyA8JKVAEHZhjgZBhNlZvuyJw8X8Qt2o2Mt5ha9q6ZmcOsK38U4IYs7P02bHWyBp+9wsis54+OeTI/uPbt2yPTE1bfep42fu3zT0cHhd+DU4MjQ9KWlM1NFJZbTQCCMd3JEObj2j5vuAYHK0vqURK2rCdXcyxV0cUSPt9ZO7EQG+oT6+e9K2b41LSwuPi/D0O7NvbxuP1lVP7RBi24TVzbziFl5JG7+sqwEp4tSw8SVsXAWPgGSiKwUUZH8za7SD38bD8ykA4Vp5yAZGxVB7LYeYxyMXTfbX9TSQuMTiVi5W8l2cm/l+W0rK/u3bzh49fPnk8TBfj1sXTvW28LsaOQ0sYn+boE1AFfFqx/pF7Q10ErL0zL69u5JTvRxdwgJDw8PD4xPjEpJijxzdm/nhSdaHxwkRvoEe9iU5WflZWbu27SYRaXce/uXp7x8WFuJkb6WmuFFpw9otSfG/X7hSV9c8Nrnc1T977MxtY1OXkKD4A7uOsCl8bm1zeRHx1MlrRLqALeps/fadUN9w9Mq1k5d/z8jI2BYbfiQp5OOFnQ+3uHFeHoJQj6CSe99ub6fv8RCcC5fkX1lCPuzIv7TbfePNXW7f6gv7eV+hfpyktfx6mjXq0Y5rqXbntoVMieu76sgZsUFeNoZedkYFH55P9IlaubXT/a0iFq69jjDRzW9lIzm4AlJ1Zj27SiREioRoLr2Uhs/l1Ba3CjF97VQOqbieUcUhFNUisnmkEhEb2crFttdhBeRCOiqTR8zhk/OIFa9ra943MYpBtzMtv46UzcZ/bGTkMbHvBbXZM4P0ARGuiV7RzSd28vBCcgWfWNbOwYqF5E4eWA/urae0stD1lEo+sYyJyufiioGezCidFFMFxOwOTtl0V+1oM74BnzPfy+6pQ8wN1PFJRT1NxAYecnhQiEXl0EjFzSzweK6vkdjfRGrnIusoxSBbHp8HDALI7Of3z1bkPmvmICmYHE5tKQOX38JA0qty+GQEFVPKqkXmfX1JwuZTMDndQmRfPWpYgBiuq5lowM+10ebaWBON5G+8qjZsJu7jjS/Xdv+5J+JSrOtJf+uj7ia3Ijz/Tgr5KzbgYYTP153J5Ud35O9OKzm0nXb7Avn6KcatM+ybp2kXD5JPZuCPpFTuiirfHfUp1f/z9rAX6SHPdkT9sSVkjFEzwsLMdglamSghoUSAze+gVQ3xCAMMYkNF+QHfsCEcHxKMLjEHlsCiZt88QQSoj9oDq7VAmJXZVuEj0G8pPcvkbinpHxNsrRj4oln9kPAb8e+C1oLaZe6ghNG7SBcvULrAzjDjnwE6sGy5l9IDw/APQZjSs0wF26SAlhn9y4w+iNkvZfUvswdkWVxw5dIQxO2H2L0/aI3ZA845feD4A+1kgAdf5PYDvm2ellLFs8T2/hI2/x1C9BnPf4do+ULoLqSP1dTPkTrAj2MPAgs3fwT8IE7vPKmF9bIY4vTNU1qhukGAi+AHye7Mkf0gtiy6idEDlNvarh/7tHDyFrxnKzsHZUKMXkCw5I4FZD14JV0MCoEIrX155IYXZU1vq74VM4CSzBsGXUHUbgleNFPNHylh9MvAeK6KD/uiYZaGZGozhG9dRNRLkA0ArUG6lWxpGYA32IWGaOAmUmJrywfEJIIP0buBEk6TUe4/cVNSNsidWmZ2LzO7wbuDhy3+8R5//jJhJP5JwuApw/9XwweJZWCbF8i/jAGIMQjRB6DaXgmhYwHTOocSQdQBKaoV+N7J3b3ZJHEOGVQoEdqWKODZirQWfOJSat8yrR+iDy4zBuao4u/kNqh7FvOu4Pahs0e3ZBzevj0uLCQ8yD8xNqa0oGRs6Pvti3d9nYIiPOMCXMOiw2JTUtLS07clJibHxydu2bJ1x45dO3bsio6OTUhISkpKSUhIiotLiItLiIyMDg4OdXX2sLd1Mje1MjY0MzEyNzW2MDY0M9Q3sbV2MDY009U2MNQ3MTOxNDEy19Mx1NLQtrGwtDIztTIztbe28vPyjI2MSIyNget/YRE4PjoKrkqKjYyIDgfLvf+rACkuMgzmYTgCOiY8BJ7IkMCwgIDUqLj4kIiIAL+IQO+oMO/ocO/QYDc/f8foaH8PT8ewiNA7Dx6dPnvj9+tPMnactbSNiE869/4T5UMm9f0n6rNXuANHnh44/Pzo8dcnTr27djXn3Mm3GalXD22/++SPwswn1Y+vZeHyObdO/H3l8KPXDwo/v8W8eFLx/HkNmtCVW1xH5U629EAlyPa7fyNuP6q6frf87p81D/6svvdH2Z93y94+wxZmccq+cnPfUd49Rvx5I//F4+onj2uu3cg9f+XLxTv55+4UHLmUefr3z0fPvt137Nnuw3/vOfJk37Fn8N5v2s47W3bdzdj3cN+xZ8fPvz9/LfvSzdxLN3Ou3im4eDPrzO8fz17NhEXg01feHTv/8viFV6cuvz156dXxC6D19/SVN8cuPDt04t72jBMhfjGm+tZaSrp6KjpG6rp6yuqa8gpqm+XUFRW1VNTUVNQVFVQ3yylvlFOWk1cGybWqSvACsLa6ipaasraaMlyDBIdgGWlp6KuqaCsqgFFW0FDYrK2moKuhpKUqr6Wq+A/9KmirKWsoKyhv3iy3bt2GVavW/vbbml9/XfPrr5tWrPyJvj8Nz3C177+v/9wNlgHwSrk1YORX/2tWrZBftUJxJRilVSv/mVWbf127/pfV63/5Tf7XtVprN+tvUtLfIK+3Xk5r5foNv/yi+utanXWK63/5NcE/8tNfb5/f/OsXYHteI7duncKGDSob5dQ3K2jKKWlvVtHbpKq3WU1/k5q+nIaRko6Zhqmdkb2HhVugS0iKa1i6R/R2r9idP4TcoCQz31gjz0hDjwhTr2jrgET7oGTbgEQ7/0SH4BQTv3jTgETL4BSbsC32kdsco7e7RO9wid7hEL7FMiDB3CfW0i/ewjfOyD3CyDXM1CNcz87bwM7T0N4HHG09TRx8rF0DHbzCzOy8ze19rB39HdxCnD3DHV2CzSw9DAwsPFwdyNgyaH7kW2/D914BNN0tHRP1NuBA+Aqvqr+FNNhR21lPGOxijQ3UtzeSe9qogz3s2Yl2aGEIgqZmZkbGJ0byC776+Pk6OrmYmlno6hnp6BpqaumpqGrKy6koymmqK+qrKxuqq+irKoLiKx0tU0NDa3gH+CcAG1o5mlg7G1o56pk7GFqBHCxzey9zey9Te09jW09Da3czBx8DGw9tc1d1Uyd1UydVUycVE0dlYwcVQ0d1ExdNMzcNU1c1Y2dVIyd1ExctC/AyDTNnDTNnTXMXTXNwRcvCVcfCRc/M0djG1drJy97Nx9HtR/uRo5uTm4ezh6ds3J3c3ZxgBnZzsv+p/VpZmsJNSPAysLmZkbGRHgzA8L4uLAirqipraKhpa2v+dD6rqaloaqpraWno6Gjp6enApmhYH9Y30NbT1TAw0ABuZzM9C3MjS0tDCwsDCwsDe3tzeH6ir6OjpZOT1c+yXxiDYTXY2cHa083x3wwMK8DeHs6+Xs5e7j9ysECnkbcLvAkMEy987u/j+k8IlnOQv0eQv5vs6AEfg/08gv08wgO8Qnxdd26J/Zr5rIFDELIxHGp1XwdL3EYa6qR8E9O/ieljvYzvfcyxXsZoDw2URfMRbQJkVyN2oJ0y1suaHhJOjzZlf/77wrn9ifFBcbICpKS4oNhI3/jogLgo/6gw75gI39TEsC3JUbAFOjE2JDEWFCDBwi9Mvzu3xe/enrhve9LOLbFH9239696VktwPJEypgInvaGTIhN8yFqGQTigQ0Cr41HIepRQ2OgpoFSI2so5c2kCt6Bbgm+hV9bTKeno5seojl1QIq8G1SGBr7BZghZSS2upPE13sqR4uB5MrYpT3CvFcXE7em5uIvCd1xPxGWikTl8vC53GIBWREFhWdU5X/qvjrU2zlFzq+mILOx1ZnYau/Ikq/sClIBrkGiy7BYisqkeWV+Bq6SDgALTUvLvAW5pnS5VoAaRBKps3Cac9Vi1ClrOq2ZGq2cHwqf+x76cRU9dwCoN8lCD0vRcws1kzO10wB1Td/TFL0XVIlo8TC0ZlXos4H7DqUBKqZX0TKynvwENizRUuX0BCEllXals1KCydm88Zm8sZAZ1LROChPghm4ZHKxQgbS5TOAkPEgmGoJs7wkQ9+FmgVZ0+/cQvXcQtnkbM38EljHnZNWzkjANvLEYsXEUtXUMmJ6uWpaWjm+WDI2Uzk+j5hbrp6aByvNM4vVM4voeQlyQUKQQiB7eRkIvz+0X+lwJLEMAAAgAElEQVQSYkkKZ1xVL0rBlvIc6ByumZUi54H8i1+C0HPzOd095aPfQJHvkjSzpfUOkfS2qelNY2PeQC8VAvW/paPDR/Oya76PMmR/+ZqlObRkEbuwAAThqTkBBPHml868ydTyDthy8Uopt84sJITU1dU6P9shmeuDZgn1rIdPHh3cu+dIRsalQ4fP7D2wIyU1Kibazd/nxp/3XP08zc2Mst++6WZxOmm1dbjyDj6uX0SH/8nhEJ9F9QQhH9PVzh4eaL559bSznUVaXHRcaFhsSHjuu0wmChvi5PTH6eN99exuPrGFBWKiuxurRdxiPvVrh7Cmp5HAIZXS0CV1ZDSHgKinonGlXziE0gY6AlPygVj5qYlVxSUVMnFfO4VoDrGgp5HQQK8SsZGdAnwjE9PbWp+RnLAzLWV3WurW+FgfZ7vDO7aKRXXfupqGOwTjvY1jPYLJ/mZ0yaeEEDc3K730yJAXd++8efxXYU7W61cv7j3449TZY8dPHEhODg/yc9qTER/i6xro6fbp1etjB44E+gTFxMQFhQRvlt+koqaooLjp7q2bXU0ty9PSmW+LHEbz/QfvDx29uvvg+YIS1MjYDJnMYtQKqyqIIRHJqFrWm8JSwcBg9+zcjtMn9x0/tmfn1mNbY6+kBc1RciBq5lLJdSjnPPRkn/Ruesdx787LgVPvd84WHoGEzypu+l+KV6F8OgANlkMLVEhcLuF9wP+VsdN5fd5fZyXDLeA3yURV572up9X0ixjNTGwrh9BdTxkXCyd6hcMtTLjXt7eZ1MiqouKzkeWvkOWvqOhsHqW4rraESy6qZ1TxKSDLnYr8yiOVsHAFtYgcNjYfV/yyJucRA5lZTymorXrHxWWPd1GhqebxntpvnaShVtxQG6aO/EXELhzpwFVk361FfhI3ESfF3G4Btr62vIOHGRbRRlqYbSx0Xz2lr54iFpD6hZQOFqaBVCGiVo111PYIEJ28arEQ1cauGuug0ao/8wmF/U2UgRYaoF9OdW8HtbUJx2WWkbHZzezKNk51bwNuuIPa30Sop5ey8DksfA6m9A2+4j0N87W1DsOnlmPK3hORWSCaHlsiqkWJWAQ6rpLHwIIVDHzx109/1mK/CqiF7ZzKDnZlN6eqh4NoYyDqScUCYnYzPaeHVzbcgBjhV/dQCgUlr2mfHlbeO//h+PbfI72OuVv+Hup6M9zjarDLq20xrzNin6eFfd6VUHF8O+H8Ae7t040PznNvHq84mPo6yb/oaHru8Ywnu2I/n98/xkQNc7DsmqypHu5gI0nMR8938/io/D46YZjF2Ori01iAWebLkBXkVw3OoOtljmKxbD+293+OtD6IDnuYZXZlYjuwEJM6lsnAIL3E7Ftk9kKC0e4SJu15aX8l70dWFktmP2YNAifzD51QpiXCXmgZSwOclllnYQUYXjOW0sGy8RITwDC4lWAUZFNzBwHxsvsB+nIHId4AOAIM7pdptrLrvCGobniO1AYJRwGWN36H6r8v0ruhhnGI0z9FbBtBCjoKacJPKP5HVFs+eQzTJGH0QIJBqGEEEgxRnxdAvP7vuHqIP7jI6FxmdgNoZIshXh/Ek3Xb8vrBCasXSKa1wCMNKo5JbbJs5A5QgExun0M3QdzBRZwss4rZD7ZwOUPTKGH7J2zzh5pv5Vzw7exBCbEFrCIDTIXjoHqXqZ2LpPZFgqjvK7H7E6b/K3GuRgA80rIVZSm2GW6BAkvIOJkNG85zxstc2WATuGsO3dD1FT9QRIWY4kVSq7S2Q0rr/CH2/iReoAPLBvx6xRCzD/x9WLI3BSLQZFeA3t4rM0WLwV8PVnrBLrfs3wBMv/A5SHUegFjDAINhoZgiXkSKIEw76JoC3yLu+Ihp+YCChN9lt+r9gc3MYYg1AoYzOk/rhVpnF/hD49zOq3uOH0rZtjc5bW/6lshA/wO7dpEwuO9930q+FEV6RGwN2xrqHhYaEJ6UlLItPQOwblzi1q0Z+/YdOHDgUFhYRGxsfEJCUmxsfGRkdFhYRGBgsLe3r6O9i42VvZmJpamxhYWZtaW5DQzDmuo6RgamZiaW2pp6mzcqaKrrhIVEnj19oSCvkMfhDvb2sRjMv/98lJqcEuDj6+3pFR0ekRifkJ6SmpKUnBQXHx8bFxcVHR0eERMRHhMWFhUSEh4I+DYiOCA2IjQpFmi8MBgnREUlxcQkRkdHh4aGBgbFhMcG+4X4enqF+PvER4WkxoXFhvkE+DgG+bnaWhlfv/Y7ncG6du1ueGTarr3n/EO2qWq5P3pakZ3Hzi7gPH2NTd3xx65Dj2/eLb37Z9XN24V37hTduZl7bN/D1OiTx3f+8ep+UdEH/MEtF88duJ/1Gvn5LerN86ovn0mVVfWChtnmDojfJHn9iXrhRt6NR9W3/qy+8whx9UbR7TulTx+jM99Sst7T3j/DP7lT9uBa/qvHyJePkc+eIB89rrl1r+TCzZwz13PO3cw7efHjkZOv9h1+su/wk8MnXh499frQ8Re7D/994MSL/cefHzz58vj59xeuf716p+D6veLr94qu3ym4cPXT8Qtvjp57deLi2xMX3x45+3L/iccnLr4+cfHlifPPjp19fObS83NXnh859WDnnvN+PpHWpvb6GgbGOsYm2gaaCspaikpmunoa8gqq8vIqCopKCsD8rKCoKq+gKievLLdps7L8Jg0VZVCApAZqkGAA1lBW0NUANUgmOlr66qo6IP5KWV9dRUN5swx95bVU5fU0lQ11NHQ1VFQVNsEArCK/SWHDhk1r1qxfuRJWgDf8tuJnNPSP8OdVq386ov8PBXjVSrlVK+CRl0EvfNz822+bV/yqsGKFworfFFcCAIbV4A3/WSH32zqV1ZuUVq7b9Mtva3/5ZeMv/1H8z6rNv/xqKKeisWrz5l9WqPy68dK+k7nPMl/fefrLf6+T/3Wj4ko5lbWKWuuVdTaq6m1U1Vuvpi+vY7peTX+9mr6yvrWupauRg7eFWyDoLgpKcQ3P8Izb45O43zNuj2PYViv/JFOvWCP3KHhMPGMsfBNsAlPsA1Ntg5LtI9NtItJsItLsotKdY7e7xO1wic5wjEi3CU61DkqxDUq1D9liF5xm7hNv4Bqh7xQMOpOcA8zcQi08Qq09w6w9w2w8Qmw9Q80cfMwdfe3cAt38It38Ih3dgx3cgty9Aqm1ZOnCOARNT30XT491zIy1ittpTXxkWwN6qIc+JGa0NqCFnJq2RkJfB6u3kz010bOwOLq8PLm4NNE/0FlZU7r7wB4DE2MDMzNdI1N1fSMVbUNlLWBsllPVlVPSVVLUV1EyUFEyUFbWV1E2VFc31tGx0DOwUVY1VNMw0dQ109a30DGwBBHQJlaGZjb6xjbG5g6GFg66JnbaRjY6xraa+tbK2mby6iYKWmaKWpZyWhabNMw2aJhu1LDYpGm5QcNUTsdS2dBO1dhBzcRR3dRJ29JNz8Zd29JF29JFy8JZ3dRB2dBKUd9CUd9CVd9C18jMyMzS0srO1s7B3tHB0dnJ2dXJ1d3F3cPZ28fd28fd3cPZzR3owC7OdrDx2NbG3MrSxMIcZNibmRqYGOsZGeqYmuibmRqYmugbGmjraKtpaihra6nq6WpoaarqaKvr6mjoaKtraapqaqjAV2BIhlOj9XQ1dbTV9fW0QIyWnraJoY6Zkb65ib6FiaGlmaG1hbGtlamrk7Wbs42bs42zg6W9jbG9jbGTvZmbs81PAIb9zz8jr/x93H29XD3dHN2c7eA/8nB18HJ3+knC3h7OPp4u8Hh7OPt5u/2f4+XmHOjrFejrFeTnHRHsH+Lv6e/lEhLgHh7g5u9pe+f6KQEbI2SjGKQSIRvJpZcKWCWdzeieVlwjr7yOUdTMr+ptJw90UbuaiTxaaQMH0d5A6BZRZ8da+9vZeZ8f79+bmrE9Ljk5PC4+MD42MCEuKD42MC46KCE2BEwMkH/jo0LgiYsK3JISvSUlOj0talt6zNbUqPSUyN3b4g7vTTt1aPvxvelnDu24e/n4+8d3SrNekavyeeQqIbWijY/uaSS08dGtPGRXPa63mSRuIjYwKjoEGAG1tJld3cJFMLA5VFQWueYTE5tfX1suYtY00aua6BWt7Jp2LrKVXSMgF3LxuQJyYY8QM9ZJH+ui9jbg2riVTYySNm5lC7e6nl4K/u+ZXga8lDwknVhcVvi6OO9FeeE7BrmirZHKqq0hoYryM1+gSnPImMrqmrKc4pxCbA1T3NkDQfXLSzxIyoAgYH4G6LsMim2XlisWlyslUPkCVDwjyf0+83VkPPfbZMHEVOU8qJ/FLUNYKYSYX6yYmqkYnyobnyn4Pp8/Po9chkrGZ1ELyyQIetssesLloufmMPPzINhpGaqemibIene/9A7njc3kj88XTUmKZyQlM9LiGUnR5ELhxHz28ETBOEjPqphdKp+Rls9IaxaBX5ogk6bLp6dIEIRYXEBJpKAUdxqkNyMWJOVTM1l9Q5cwhA+d4pp5sBhcOb1cOr5UPLpQ9G2h7DsQh0FY1/RizSwQjVGyBiasFBQIY6Vg0BIpnHQNwq6lUI0Uql5arpJIa6TS4unpGslS6fgkCYI+tHa8aRDhJUtUSPq5vekJk4adnmBDEEGWgIWcncNCy0QIqlmYq5XlTuf0dF0oKqAsgfLe0vlptqwouA6ChBKQtn3/c+Ghy3/cfvwicev2oydPHDqyv7KqCIJmGwXUD8/u3rtw+MKupNOpUWeSo3/PSLuxd9eZ7RlJISEe9qAZwkBPvzA3p6u1CV2aL2IBQwEMohxScSMLWYsp4tUi+zuELXxmemKks41ZUnRokK9ngLf762ePoaVFBhrhYWly9+KJ8Z6mLiFZxAYJzx0CRCuvqolV1sQCm73NLASfUlFHrmigI5pZKFLVZ2zpe3Tx2+q8Fyx83mAbdbSL2dNIaGRWsvB5AmppdwO+Q4AR0sp4lPIWLqm6IDvSz2tHctK+rdsczc2SIsI5FHx3E6dPxJgbbZkZEl46nOpoJH90ayQbmT/dLZgVN0i/dU30ibpbefOzw0NDnZKl6d270319Xd1dbKPCg8L9ffduS8/98LEiJ+/k7t2J4WHuni7nblxGkknj03MiXjOxEP3HkRtFL/Jf3n+bnrYnKj41fe++XYcP7T5yMDVja9qu7bU87gwEdYyNjUgkBBZnx759J48cPL9n27X0KMGHu1OFj/qfHGk8Fz7zYMvYWd/v59xbj1mxjhktl+2AiIch7hmo9QY0+GSadQFq+3uKdGUMcVH0YTfiQsDjLdYd5Ow6Yn4HDzHaTu3gobj4fD6pqJlRPdRC62skt3PRg830gSZabz1luIXZRK9qZFb2iciNzEpM6RtC5Yc6SjGbkE+o/MDC59GRWXRkFp9U1M5FdvExzYxqHq5QgC8mFLxhIXIayeX06s9CYtFQE1EsxHzvpA824+cHeWIhStyAErFKs15cKvt6X9yCbuIWibilvY3oFnY5E/VFQCgcbaIKcUV9XNxIPbWLgW4jVYgZqEEuXszG9PJwjbVVAlLFdL+ot4k70t08Km7rbW9qa+A01VFr8RUdzfS+DlZbI25YzGhvxHQ3YbrqUT2NmL5WQncDtp5ZxiEVckiFXHIJvjKTVPOFTSyBVzCI1VmgjA2Zh8p/Q6j4zMQVk2tyKJg8OqEIU/a+gVktoJbWEQuFlJJmRqWIWSWklLGxuTxyAZvwlUvKFbHKQAuUENNXh+7nY+a62d/qCWJmtQhXQPz6NPPmiT8OJF/dHnEy3O2wr83FcPeHWyKebot5uyMx5/C24uO7XqRFV18+jvnjYv6FQ2fDPDHP7rYjC2aaqWJOVSe3splW1EgpbKaW1xPL2ynY6eaG4zGJRXeeQR2TM5QWiDO4RGiDGANLaBGMc6C5l9IhJXUskVoB64LYpG6ICuKLlijtMjWvHZxTu5YZYojTDxqSWH2zxNb+MlbTJzTnZVlfEX28ig9uCxhPRrPw5jCIvBIDXoKH0gNLzfBmKYBqmZN2ntAuIXSASC2A32LZQm+fbJVXtn4M6HcYiLf8b1D9GNQwATiZM7TEFC8DEbgPEHJdP9By6/rBOXyFPwAJhiFe3zy9axQj6Cqli/Lwzbm43krmBKGxq5Ra97EKahyFuL1L7B4pu2eZ2wu+XTAI8cEdpOyeRWbXAq0L3JY7JOX0QXUjUlbvLKVzkd49T+2ep3ZKqD0SatcSTQyOtT3AYs0a7M6jNLxBQOyBRbBW3Qn82LTuJZoYZCYD1AfWcdApxRkEmjAP4PFgMa0jC9uTSxyv5gFO5g4A93Vth5TcNo9rAudAi+6cxTRIyW1SctsspgHiDsxhGzlPC6G6oUWCSEbX4MOawTbO4ppkn1r7HLZRimtdxrYClzJsVybKYq7IXbKPowcot2AHewAcQSwZLPPKHmH89DwD4XcATiz7oQ/DajBrCMAwuQcidEkxbYvoFogzyv6zkPOoCKr7LiV0/hMiLfv0gQI8ADFljnTB2CS9CxpcYhShj6ZuP7fv4I74+OSIsD1b0ib6BvqbWsR1jRd3HQmycE31j47wCwsODIkKjUyIS0xNSElJSs3Yuv3AvoORkdEREVEREVFRUTGRUTHhEVGBQSF+fgGe7j52No6mxhbmplZWFraW5jYmRuaG+iZ6OiA+1dzUKsAv+Mqla0Q8ZWhgdHJ8ZrBvlMngPbz3eNvWXV7ufq4uXnraRps3KZmbWNvZOsdFJwUGhAUHhKembAsJjAgNjvDz8Q8NCAkNDPL39Pb39I7wD4gJDokOCo4LCY0PC0+Oio4ICokICouPiosOi4mMiHN08U3esjshIT3ALzgmLCo+NCzKxyc1PDwuIODu5cv4qmpWLeP928wzZ67sP3TaPzTZ3jXa3WfrjXtfawidr76Qz97MvvBH3vnbuVfvFT17R3z8BPHng9LLZ99cOPbk4uG/3vxVkpF65sCea5fPP318/+uHV5XZH9G5nwg5mUQh53sdb4JKH/uYxTx9JevCneJ7r4hXH1bf/xt77xHi7r2qu3cq7v1R8eB22YNbpQ9ulNy/WfT0YfXrZ9jnT9F375f9fiP3yo3cq7fyz57/dOnK13MXPh89/vrg0WdHT746cuLl3kN/Hzvz+sCxp/uPPzt58cPFWzmX/vh66Xbu73/k/34j58yFD0dPvzp25vXh068OnHi+/+Tzw+de7jx0/+CJP4+ffXTq/MOz5x6cPHFz29ZD4aEJhvomhjoGelra2uoa2qrq2qqquurqehoaGkpKKgrySnKbleXllBWVVJSUlRQU5TZtltsAFoKU5OQ1VVX0tXUMdLR1NNTVlZXUlZU0VVX0NNWMdLVM9HWM9bT1NFW1VBUBAKtt1tGQ19VU0NVU0FFX1FKV11SR01AGgrCWqqKK/KZNa1etXfHf61b+unHNynUrVqxbsWL9ypUbVq3auHr1xtWgJOnfNUigJ+kfJJZbAbzNyivBqKxarbJqterqNSpr1qiuXau2doPKmjVKK0EKtPLa9cprQSXS5t9+2/Sf/8j99wqFVWuU1mxQWrNBfsX6Tf+9bsN/rVFdp7Tpl7Xrf1m16Zc11urG53Ydy32W+fnRm19WKGqsUtZaq6a7XkN/k5bxZm0TOR1T2ZivVzfaqGmiamxnYOdt5hJo6x3hGJjgGrHVLXqnV/xer/i9btE7HULTLf0STb1iDd0iDVwjDFwjjNyjTL1iLXwTLP0Swd5vWKpNRApMv24Ju9wSdjlHbbMLTbUL3WIbkuYQmu4Uvg2+iaFbtK59sKaVl56Dn5lbqI0PqP+x84m09Qy3dg+2cQuydQ929Y3yCYn3Do5z8Ql38ghx9w45cuTY61fPcr5+/vrlHQZVLGqiDw40TI23T3xvaWshi5oIE6PNizM94yPN34dEi3ODMzMjVAbh9t3rMfERLm6Otk52FjbWBmZmesZmGgaAfhU09eQ19DerG2xS1dukpKesaqSqAkZN1VhNw1RDy0xT21xLx0JRWV9N00hLz1zHwFLHwFJT1wz0AOsYaWibaOuZa+qaqWoaKauDUVAz2qiou15Rb5OK4WY1U3kN882a5vLalgq6tsoGDnI6lor6NipG9qrGDrKxUzd10DR30jR30LJw1LZ00rJw1DC3Uzez1TC30zG31jMyNTU1tba2dnBwcHZ2dHNz8fR09/HxcnVz9PAEHUhOznYOjtaOTjYOjtY2tub2dpY21maWFsbmZob/BmATYz14U9dAX0tXRx1OrtLX0/xfAKylqaqtpfY/uGuoa6Cvraerqaer+SPn2VDP3NjAyszY2tzExsLU1tLMwdbCyd7K1srY0c7c1clatsFr4+5i7eZs5eZsJXM1O7q7gMrfnwzs4eoAX/93DpaXu5OPp4uvl6uPp4u3h7MsERowsJ+3m7+Pe4CvR4Cvh7+PO4zBvl6uP17p7uLv7RXo6xPo6xXs5xUe5CNrJPKLj/Q9uDupIPt5s5AgZCP5rKrWBnwDr4bPLK5jFDJI2VT8l3pO2bCYMTnCH+vndTQSGziogU724kTXzGh7Xxun4PPT5Fj/9LTIxOSw2NjAmJiAuLigxMTQlMSIlMSIhNiQxLjQJNkkx0Ukx0WkxEemJIQnJ4QnJUVs3RK9c3vC7u2JwPycEX9oV8qRXamnDmRcPLzj5pmDX58/4OEqxUJqVx1RSK2QReaiuxvw4iZiTyOhhYsQUEubWFVwws1Aa+1oF7OFixDSyjjEAj6phIXJI1Vk4kvfM1DZTfSKFlZ1I60c9H/yUd0C9KCINNpBGRDhO/k1rZyKnnpUlwDRwUO085HdjYRuEalFgK1jVjJry6nkUi4LRaNUcJjopvpaIrassuhLee7HyoKs3OzMd5/eFmGQ/OH+DggSQEtsCBTSUv6hX6R0qXppsUoiqZRApQtQyYy0YHI+b3w2f2KueGq+bFaCBQFREEZGv5XTs5XT0zVzcyiJtHhqsXhGUrMEVc9JcMsQA4JKRkae13HZEISbncHOzJKWlrHzS2Wjk5/a+/7iNRdNSQqmpYUzS4UzS0VTksLJxfyJubzx2ZzRqaLJhYrZpco5wMCVc1KEBAAwRgqB+iKJtFa2/Vs6MfW3oP6VqJUMQYXfvl9EY7/09v9VJ0h//xEjhXIGRytlruzib0sl3yXlk0tVMxBoLZ4FWm7NPPA2IyWLqCUJamlRNqAxGL0IVnyB6VoC0LdSNiQIyvv+nQFs1QvZPeJX9Q1P2FzCogQx9U0AQTdRVXveva4cGGyEIJbsIQJqSUL6saW8jF6YJUsWX9BpL5msehB/BWEXFkgz890QJJyQNAxNZxw4de3mw7jIhLTo+PjAgJ3xUZiCT48uH3965djZtKijET5n4wKub4m6nBByKT703u5tf588dvPAQU8zC39nV0sDw6So8HPH95cXZnY2U7vqMW111YjCF4PtjIFWVhMLD82OUtFVEf5eUQF+7vY2Ttam4QFe718/nhzr620XsvE1Pnam9y6dHGmva2Jg6mnVLRxUTyOhpxHX04jrEKCa2SDzGUQx8TDNLMR3MWewjdrbTOoQYJrZ1a08ZFsdSkAtHWqnCail8AMdIa2snY/uE5HraZX9LewmJvHkvl1709J2p21xtrTysLMtyvo43NU41lc/3Mk4sSfSx1at/NOf/ULSXA9/povTy8NMdvPGuuv62jidIhYETd+5e83P3zMxKcbP38vdzSnQxzPEx2tLdPTB9HR6dfWLu3cCAvw8Av0Sd+w4duFSaEiMhY5VuFNwnHtkqHNgiEdQQkJSfGpyfHry7qN7L944d/z8kfdZ72h1rJa+bqZQ8OTFy4tnz1w5fvDWge3VDy8PFr8Y/nhtOe/W3IvD0KcT83eioSex9IMG4meB86hdEuYRaOBuDzpdjNkBdd6HONe/VR7rzz7Ee5iSt9PhTqThIKtAQMlroBV28qvFDeihVuJwK6WLj6qvLe3goboF+OFWeo+A1MbGfGvnDLfSW9nIoZba0XZ6bwOhhVXNIxRwcHkN1DJC2Tsm+msru2akjfa9i9XfRBJSSqhVn9g1X7mIfAGmmFn5lYfKGxXRv7UwKBUfWajcBkrp4lDD7IBgoJnYyCyvI+bPjwpmRjlDXcReEbq7EdVALSGXfyCXZ/JxJW1UZC+X2F9HFnMIfTzSdxFrrksw2yXs4ZIXBztG2hpYOAQFhagoKnr9/MXli5eOHTmalpq4bUvCgT2pfDby2wB/pJfZwCptFyI6G1Ct/OoGVqmQUVrPLGMTC4jVmVxyCbL4DabsI5dcxsKXECqzqKh8PrWyiYkkVGRiS99TarIIFZmUmiw2vhC2eXMIRRxCEXDE0KuamDX1tEoepVTERQhZlY2sqjY+Gvz37f+h6z2gmsrXtu95zjkzTh8R6b333nvvvTdBwDooKCr2OnanWsZeQUB6TYAU0hNSICQE0kgIvaoISIf9ff9sj+e8z/t9rHvtFbYQMtk4y9++rvu6wG8mqDofERCH+vDjAtJ7GXN+hP1WSh/m4QY6W3paS7HPb725euSvA2kno30P+zsdDXA54uv06tDe2zkppyP8TscGXsqIZb15ym+pHCA3iGnVYka1sKNaTG+QdrbxqUgRFfuul3Mua9edgpOQ9P0SVQyykXD9EG0Cape31FLkycNk6Saxf40AwpZh+oIDhNfkxAUWhsmSDYr0I064QpJs0AbBsi5zdJM6uELo/4gVTNezJqo7hstJQyX4oRL8SClxopwyWUn7FP4MYzB5GM7E2sAPAPRiTEKdMxD7HTjSJ+QAJhceO8ZA5hZ7BuK8A6VN7BngXoZXeVkTQChmjIHSHc4M0H47R9eYg4BU6QMr9IFVhgzQbOfwSod0lSHb7JQrul0jgGbpA0vUfmkNaaixo7+KwC/Htt14/h7Xu8aQfULf7jGAvgCbJ6CeyU/Dm4b6Zte7JpYZIxvsyVXW2CJVtsYc3QS69CTUJR+AshNAvmaATT0P7swAACAASURBVOPuv5s+IHlQ5xTgefkeMsjTZo6Dgb8SdC8D+Rpig4VkQOnCOYgxNFJN6X3RIntDmEVxIdboCglcKaB4d47NYXgrBBHEGl0jiFZwAnCBaLJ1olhWhptuYEDMkRWcAKRky4OsNkj9q3jhKh7EaK0g+etIwTpSsNEi3GwVbbaKNlBiYFrGSCCsFMINgCVeeORZZXIwlnueYe2X8u98b7jXFz6CmxRyVGZMgIuIH4BIQxvtkrkmrugJaqqKAXWMb+Kkmzgp+COCDAy8UUwegpjTS/RRSLiwzB2fZol/PXb2QOqOAxk7chMT96amvB+QjXB6+ilMfHlNpLVrTnhiuE9QUmxiWmJqTHh0ZEhEakJKdlZOdlZOWlpGQkISjMHRMXExsfERkdGhYRGe7j72tk6w9gvTr7GhmZmJpa62QYBf8B+/3ZZJhzfWILFQWl5a+evNPwIDIhS2qv74g5KykpaVpaORoWVkRMKe3QcPHjhakF+Uf/DY6VOXTp28mH/wWOaO3a4uPgmxKRFh0RHBkbERMTFhUaE+/sEePhF+/rFBYSnRcTuT0zKS0hJjkvy8g5wdPH19w2/8+ej+84rHzyuePSkrflJy8+zV3QkZqUERr/64x2rDkZrbCEgMv5tPJnTcvHk7PDrN0y/J3T8tPefM74+aajHCKpTwTjHp3O91hReKb95tufVX8+VrFedPP8tJP1v2BJsRXxgfX7A/7/KVKy8f3Kt79qCp+BGy+hUOUc3EIPpwbWICbuRNNefan8jLt1tvPiSc/bX5+l3s9T9QV24gLl9runql/uovddcu1l47X3P9YvVv1xrv/Nb6x6/Ia1drLpwvO3eh7PzF8osXKi5eqDh7prTo2PPDRx4VHn186Oij/MIHhSeeFBx7WHD88YkLJWeulZ2+WnrycsmZK6VnLrwuOvGs4MiD/KMgOmtP/u09h+7kFf2dd/SvvMJf8w5dLSj85UjhpX17jkQExViaWOlr6+hpaeppaepqavz3aKqqqCsrqW5XVFHcprpdEX6gvE1h+1YwcDS0troGqEfS1tLX1lLdrqiuLA+F1lDV01IHS8JaqtoawPysq6moo7FNWx2QsI7GNh11GIOVdNSVddSV1bZvVfj+m++3/Ov7Lf/68ZuvvtsC5vuvt3z/9ScG3vrtt1u//fZz2e//AmCVLV+rfQVGfcs36ltgBv5e7Zvv1b79QemrbxT+8aXiv7bAncAKX275/ot/KH755TZ5H9KP/9zy3RdfffvFlu+++OaH//lhyxdbtn+93VbfLtg5IDc26/G1O6jXDdX3S774QdPgJ20jBV0TRX0zJQNLZUMreLbpWijomCsZ2OpYuZu5BNp6R4AS2rBUn/hd3gl7veL3eMbtdo3KdgjNsA5ItvBNMPeJN/OOM/WKNfeJtw5Itg0C6q5tSJp1aIpdRLpLXK530j6/1DzvpH3wdzmFZ7pE7vSIyvGIynGLyLEPTDd1j9W1D1a38NK187P0lMN2WKpraIqTf7ydT6Szf6xrYKxPWFJgdLp/ZKpncLy7f4yHX5S9vXtwUHhgQKibi6u/n09SYsy+fTtPHs9DtVa9nZZC0NzUmHhiRLgwO86ktV+5dNrTw9nWzsLUzNDMwtTKxtLY3ExTV0dJTV3HwFhD10BZQ2+bms42NT0FdT1wVNXX0DLXUDcFAKxurKVlpq1trqlpqq5uqKymr6FtomdoZWBspWtgrqFtpKymq6ispaSqp6JuANcj/bhNa+t2nR+36367VfMnFX0FNUNFLTMlHQslPRsVAzt1Y0dNU2cNEyctMxcdCzDa5s7w6Fg6Gdq5G9l7GDt4GNq56Vk761g6als46FvYmoO2JjtnZ2c3NzcPDw8vLy8fHy8/Px9XN0cPTxc3dycnZztHJxsXV3sXV0DC9nZWNtbmcPKzuZmRmamhqYkBXH30v0KwDA10DPS1PwMwvBIM0y8Ix5KvCn+Oy4Lp19TEwNzYwMrMGEZfe2sLR1srF0cbdxd7RztzRztzZwdLOQPbenvYe7nbebja/DcAu7vYe7g6eLk7+Xi6uLvYw/P5jJ+3m7+PO0y5vl6uMAD7ebsF+nkGB3j/t/wb4OvxeYL9fWD519/H3cvdKSTQKzYyICzIPdTf+eqFQjyqsouOZJIb+rpRg2LKgJAw3I8f7sfLhFgpHz0iIU0NMUf6KXw2anq4a/GdGNp8OzPMK3v2x+nDuw/kgH9RJ8QFxsQFxsQExMUFJSaGpqREpKdGpqdGpshZNy0pMj05akdqTGZabHZaXFZ6XHZmYtaO2Oys+N25yXtzk3dnJ+7NTjywK/Xoz5nH8rLOFuz642IRovShiIEd66PLugm9HQgutR5GgmE+AVZ96dhyOrac19HIwleKulpHBEQ+E9FLb+JS60XMVikb09+J4pLqGegyJqacS6rldzTBOc9DPZiR3vYBTgufXtfXUStkNkwI2qXdCCGzQcptHRMRZb04BrGmpeFJN72F1F5FQFc1Vj+vKX/SXFtcX/0K21ZLam9FNtWWvSmpRNQxJOJxCBqEIPrSR7qcfgny5lvUJtS6vgG6bVfWmlc26xbXYVW2dn61cWm9ZRVs7bbKBVLUGohlbphbqHk3Wzn9tmLqXd3CSt3iet3CCkhjXljErKzWz8ycRbY0z7ztludLYxaXX/XLHvYIy4amUKtQwxJUu7RZu7AO0Hd2ueL90icj9OxS/cd1xPImcgXEQSNXgB6LgSA4jKptdR3Ovmqc/3i9g1H99n312/e/dbJfyIZIEPBa55aU1n+Yb1vdRHyEmuahhg8bDR82mhc2kYtgMbhleRMG4Jbl1dbVFfkst6wsIZeX0KvycuDlTQDeS+AdaFpdb17bqJ6bK5uZQW1utCwBUffNyGje6zI6UHc36NAafmmuQiK+1tr2gMGkrEO4ddjgvUmCAK5jlj6KIQj/7t1dAqF+aFgo90VTZ94LPq6J3i5Mzq1kZ+8/WXhy/47sOG//FL+AjAC/P04U7o8JPZWVdDIj4VB00NHooJOxwUURPqeigy6mxp5PS7i+f0+6r0+0u5uziX5ShP/1c0c5HW1MUj2X1tBJqhR2tQ72kd8OchampNXFDz3tLGxN9N1sLdxsLUJ9XFtqy9cWpqT8zpXZcUprvbetyc0zR8YEzG4iopvUyGe0SIBboWVUSJjoJw/0oIWdLX2M5g70G2TF/aE+/JS0Y7AX18doFrPbpFwMh1JHannV341C1z3iUus/jLKH+vCDvThwW6cTJWbjRoWdj/64kRkfm52c4uXgaKqt9fuVC+MDPGh9+mR+iqnmvyqfXFud7J3oJQsozUPs9sVh7nAPaZhP6+sizM7I7ty54evn5uXrFhIW6OvrHR8Xk56Y6O3k7GnvEOnvF+Hne3jvnrNHj+UfOGjv4v6VgqKivtGOvPyyqobSFxXH9xZ6mzt5WzlkxCdk79mZsSs1MyMmIyVy/+6MY4V5p08dO1J48GTR4cpXj5/+evnuqYMyVCnU1bTQdBfCP+k8G1ccqbVRdni+eNdkcfYK7jjUex1aKX/PPjtMPgKJ/4R6b0PMO+vEO6ttdwV3j1z00G6/mvehDz3AQfZ3NUvYiOFe9DsZdUpM7iHXwEFWImbrSC9xQkgd7SO9H2BPCKnvZZ0fxzgLo92jfYRuQjUF+YrWWtJNqMY3PKWjSnvIdb3Uhi5cJan5Bbr6QWv53V5iwwyfOtFDpDWXEOueD3QBS7OwAznKI78bYC2O86ScdkprKRNfPcDFTUoZbweZYyKyrAcv6caJu9olbOK4sGt2SLj+bnRpUjY7JBwXcSQ9dG4HhoKua28sw1a/fv77tbMFBxJCQjLiEzyc3Gys7M3NrE1NLMEtWmd7N2erP26cHhtgDYlI8zPcUTF+epA6KibyO5vhpP1OYjWy6m8urQlV9wRV94xFqGPi6ojIMkpbBRNfyyE3tVU/aiq7i659gq59ApMwpbW0h9rEozXD6CtgtgInAqtN0NkGxGRqnbCrdVhAHBWRJVxMH6O5h9Yg7GzhM4FHRkBvHuhGy0PCmjuxZeNc7JyQBE30QGPc90w0p/pp/c3Tf+1NzQ9wKQh2P5cS/vRkHqX04TgT24ep4bVX8PClAlqFiFk7yGkd6yVIWBgxrX2K2/X3ydP54XGQaGKdKVshiDZBadAIwBKS7JPzlgS6YeEaXtDBSwJ2301iP+BhghyJ5dVEy3gQHL1Gkm5QZPKK15FPei9lcIMgWcYIFlF9y219H5E97+pYExVU0TOM6AVW/LK9/xUOHvHLdvHL9s479bxHLZJi/Hg1430zdxEtBGXC5KE1vBRkRHfA8u+k3FAN6mfh4lnQxsQYW6ENrdCGgO1ZLkRD9ME1imSFJF4hidcoEmADZg4DyO8AMcjydCt5QBRwI49C0o9Q/9wGXbbOHKTcfsN5iRyoIvJK2mZa2bO43jWaFKjHPVOAftljm53DwDXNHl9jDq8yhqCeGYj3FuJOQwK5BM2dkRu2pwHKApoFMDyH5NJ/rwAeYHk/kHz3eAqiy43HrDFg4Qa+7vH/DH8WYgyvEUTgdfLeQl3j75o7uY+b3jaxVoliqPcd4N6OQfC4cwwgLkUKNopZYyAdmixdxvSx79ZA9GGINghfL5CJJX8Mh0hvovsh1KfZRPd/njWUaA0lWkeLNzD9G+2SdWz/OrZ/Fdu/gQf1RZ/nUwQ0vAkMp2F9NkXDEjH7Hfgtoo1tEmT8x20zdV0QfWKtXQJaneWzjpN+HnBxKaNyF/TSHFMGyT4Q3zTlRiUe2pmdHhmZFhFBb0NtTr/tI1BnesVFGbvjPAPSY5JiwqMjgsNjI2KSYhNT4pOTE1NSk9Nys3elpaRHR8eGh0dGRkbHyBk4OibOzyfQxcndwc7ZycHVxsreUN/EQM/YwsxaW1Pv0YOn0Ca0trJZVVGbnbXL1tpBSVFVTVX35/2HX5dUNdS3SvpHZt8vfZhdHht9KxsY53KEeBytqRFVUlxZVdnY1Ih6cP/53j0HIsJjvD39gnwD/T19Ha3tPR1c40IjMhPTkiLjAt39wwMiMpJ2xsekx0Vl7N9/jM4WP3xeeebczXt3nrUjCTQUGVVWV/uoGFNez8N1IEtrKp+ViboFKwtr7VhKTFxWUHhmQESuT0hWbsG1alQvbxjiDkGcQejE9YqCsy9yD/559pfXmdmXb1yvOHX0QVjQ3rT0kz/n3/jl0ss/f6u4+1vV/T9rix+1VpcQK4pJ1WUdzY38mrreB0+Jt+5jrv+NOXer+dodzJXfWy/caDp7ue78peoLF6svnqu8dKbil7Nvrl6ouv5L1ZVfKi9eKD939vXpsyWnz5ZcvVJ74fyb02dLT54uKToBGLjgyMPDxx7nH31w+PjjovMvzl4tO3fjzakrr2EAPn76xdGiJwVHHh4sBEVKuw/+tffQXweO3S0oun3w2K8HDl/Zn3cqJ7sgOjLFztJBZZuqpqqatrqajob6ZwzW0VDX0VDXUlPVUlPVUAE6sJLC1u1bf1JS2KqiuE15myI8SgrbVBS3a6io6mtrGevraauryb8FNCTpyBnYQFfDUE/dWE/DQEdZR2ObpupPGspbtVS36WoowYnQepqquhoqGsrbFH/87oevv4RF4P8G4B+++frHb4EIDOvA2775VuHrb2AAhkVgoAB/tUX1yy2wCPxvHfg7la+/+/GLfyh99Y3aDz8pf/v9j//413df/M9P/9yi9M0Pqt8D4Xfrv77+5ot/ffPFlm1fKxqqmdgZO8aHJOUm7z6yu+ho7pHT+08+uv53zcPyV789+WKbnqmivtl2A3MlQwtlQysVI2tVYxtVYxslA2sVI1tNcxcjB18rj1BH/xjX4AS3sFT/JKD9esbtdo/JdY3Kdo7IcgjNsAtOs/RLtPBNsPBNsA5Itg9Jd47Iconc6RK50yF8h3PUTs+EPX6pef5pB3yT9nvE7oL/yCtml0/cHp+4PZ7Ru51Dsyw9E/QdQjStfPQdAqy8olxCUryjs7yjM73C092Ck73C0rzDUwMiMwAAR6T7hCX5hCX5hSVHxWXGJWRHRaX5+UW4ufu4uHp6enoGBQV4+7gHBvle/uV8VycTi0FlpKeCqisNNXNzUx0dLXV1dR0dHV1dfRVV9e1KKttVNTR09FU1dJVUtRRVtber6WzX0FPVNFLVNNLWtdTQMFFW1ldW1ldTM9LQMFJV1d++XVtF3UBD20jXwFzP0EJbz1RVQ3+7ivY2Jc1tStrbVXS3Kev8uE3jx21a25T1tqkablXWV9W1UNe3Uje01TCyUzewVzW0hwFY09RZ29xV19JVz8pN39odjI2rga2bsYOnqZOXmbO3mbO3iaOnkb27kb27qZ2zg4s7jL4eHh7u7u6u4MPZ1RUIv27yGiRnF3tnFzs3d0dXNwdHJ5vP2Vcw/ZqZGpoY6xsb6RkZ6sJOZn09LWMjPZiKDQ10YOLV19OCXdCwHRr+9DMDwyHSZqaG5mZG/58A7OZs5+Xu4OJoZWdtYmNp5GBr4upk6eFq4+n2KQHrv03OsMzr6gTc0e4u9rDzGT4Ji73+Pu6wuvsZiYP8vXw8XeQbwp8gOcjfKzjAOyTQJyzYL9DPM8jfK8DXzcfTKTzEOy7KP9DXMS0hqPjpb110JIPS0ElrEPZgZSLimKzj3XinTIhjUaqouNLeTuT0cNfCDH9uij8zzOV0tCBrnt+9eW5fZlxypG9mQtiO5PCEuKDY+KCEhJCkpLDk5PCUlIi0lIjU5PD0lGhgdU6NyUqP25kRn70jYdeOxF074vftSs3ZmbAzMy43O3FPTtLPu1IK9mYcO7jzZEFu4b6MayfzG18/4JFbhHSMkI6RdROmpcyBHiyfiRB2fooL6iJWs/CVsKrGaH/TTa4VdrbA0hnQ0zpR4wLKexlQhyRdbVxSLRtfxSHWMNCvOcQqEbNZ0tXS11HbTXzDo1ZLu5GjvWgRo76PWiNhIwa56B5aXXvTs7ryO5im4oriO4ial3hUNQFdh6x/XVX+FI9txmBbmlobsR1k0dT46OaaaHWla3mJtbnxWf7Fbsqtv2vriBV57PPCau2HpZrZxfr5FeQKyHNGb4JBrKyD8t7F1cb5pbrZhcp3H6pmZivezjYurSNWoYaFVQwErNGYlXXU4lJRXT0Dgkgbm6UDgw+4fdXjb1s/rrbJ46nqFzerP65XfVipeL9U/vZj+VuwBlz5frH+43rTMpBhAWzLB7UJABgsJ69ttK2uNy0sIhaXa99/OI3GNs5/vEFn3qAziXJ9lQxBV6kd93r5qDWoaX6jcW5TPuufAHh5U95jtNG2CuKjQcbV6oqcfheRy0uolc22ZQixuN60II+8XloBdwFW15tXV0kQ1La22vDhAwmCkHPz+eUVr8T9PXKaZWyud6yvYt/PPufwHrK5NZNTFAhqXvyI3lijQxB1cwMs+q6t4yem2HMLxJGxKy9LgjOyojKybvx+e2JskoknH92198nV67mhESczMpNdXX+OCLuQs7MgNvpYcuLxlMTTKQlHI4MOB3lfSor8M3fHjczkE/GRl3ZlZAd5+1jov753XcajynhkEvqNtI8g7sFIevGCbuzHGUn5s9tait942pv5udpZG2lnJkYJ2NRJGb+7A7s8Ozo9yKe2NQQ6W92+fPrtAFfciR/gEgZ5BAkw7bePi0lTUuowH8fraCS3FrdUPqgr/pOKes2h1OGanjWU/glX9Yi6WuHa6raaBx2YsoUJ7odRNlCMu1HDfaQuYuO4mE1saUgMC9mVlu7r7GKsqVF0cM/Ht0NdNETh3tiyx79AS0PToo6JXuoIhzjSQ5oU0t/KunsY6Nkp6asXdx0cLcOjglN2JAeGBYVFhCYkxDnZ2bvY2e3Lytm/M9vR2trfzT02KKxwf/7pM+d27N8fnJ259/KFnKJjgWGRfnYeJzL3EstrJ/sE0xPD09ODQ72sbhyC1Y4gNFe9ef7368e3H/5x9fzhPX+cLTi3K7721yL6yyuCsqvzbfdoN3a+ynKACH8soa9CQ+XQcCkkeyYmnTuRrVl8M+Tmz7ZrPcVQb8371ket5/f/Hutdf2TPSkfbnIAwJsBOS0jTEtJIH2awp03EbGZiSmckHXPDXcM8wmgfaVJEG+SCGKpBLm6gGz3dT5sQkjnEGlpriTxzu5mMeNlNqGbjq5iYchh9MTUPyYiXnZg3Ayz0RC95so8yKaB+kHVN99NFDBSH0DDEJY3waZP9rOkBNigWFjLejvT2srDvB/sWJyQr00PzI5JpqWCIx+FQyXhkc/HjB/f/+PXapXOnjh/auzcrNjbYx8fJzdnKXEdD8Z//dDKzSImMzUzO9PbwDwmO3r37YFBwRFR0vK6utru7fWykr4hH5rKQ4h7MIL99SkaZHuyA8/ZlfVgurQGPeCHobGPgqjqwVQxcDamlnIgso6JAHD269kl9yV9NZXdxjS+IiOL2hudERDEdUyHuQku6sVJOO2w06KMj+YwWPqu1A1vega/gUOtF7DZxN6qPieihNfTQGgZ6sDJeu5jVAt8jkHS1iZjIbkLlIAcl60IOdiL6qXVifM1UJ3pFQJvj4GW4+ikGer6HPEJvneaRx7kENqaKT21koV9xCaW9lCppF2KUhxczUHwSaoTV0XDvfoy10wJTCPEmFvEC0B6EG4BIw8AZCycMg7hjMchYwovBpisB0C8oyCWIP50hAuIC+6K0YbATS5SC9l35AJwGe6TyAQrtOEQd3sT1L6H5cO/R/8FRMEHRRjeIsvnWvvFqRv8rXN+TNt6jlt7HrYKXWEkpcayWOdvau0ocAAoq6B9+O9PSs4ATw1LqGn1kiSJbosjWqDLAtAyAu596bgHxDkGMETkTDsGlQSCWGU6uosjWSP2LeME6VQrx379v4wzXUKC+dxBrZLiGIqskSspx0jf40TraHIYHYpO5U+CpeO+gnrcAceUh1etUmRxfJyDW+KeB1V3WBMSakL7AyF5gId4c2KElAv8zRB4EMEyTb9jS4I3rIXDvgDYE9q7hBiayFPyHAHf3O4g+vIITSIsx75o7IdbYErYPoDVrFOLOLGP6APpSZSBSq2MIVBkzR3l/179rZAEtmj4M4cUAj0lS8LIpsnWsACIMQfghCDcIBv+fAdyL6d/ESqB2INXCs46TrrVLVnGfBvAqWP/+lIK2SQKVSJ8uJawMU0cg5qR8WxhkngmfotcJAxD73RJGBIqviPL6q//zuIiTQl0zYI28d3pVMLnaP1GUtTcvJWNHZExGROQf5y9Aq2tCKqOfxqLWteREJ0YFhoUHhUWFRibGJKTEJyfFJsbHJiTEJWZmZKUmp8XGxoeHR4aGhoeFRURGxcTGxkeERft6B3i6+/h4+bu7elmYWcOpV3o6hjVV9YsLK69evLa3dVJX1bKxsndycC08fHxyYnZ4aEoqGeX3SXt5/bk5P3t5BlpbOW39SUVDXX/rTyr//Me3hgYWYaGxeT8XXv7lxvlzl69f++3vuw9vXrm1L2dPXHhcXHhcgJvf7sw9P+cc3LPzQHry7sjw1MKCC+UVrc0t1PNX7pw+db2qHNHHFIoYfFYriVCBxJU3498gyLUo1Jvm1irEwtTHlXno6uXbHt5xLl4Jrr5JUWmHztwsKWvhEHhzvHGIwPt48a/GgrMvdhfevf5n05HjTwJD8uISi7L3XN2Td6PwyO0L55/9eavy0Z2GZ/cRLx8gS5/jyl4QqsoZlZVdT19S/rjbduX35gu/Nv3yZ9v5XxGnrtadvFR98kLFmfMVZ89VnDv75tzp0rOnXp859erM6eKzZ0rOnik5dab45OlXly5Wnj5Vcvzkq9NnS0+cepl/6H5ewb1DRx/tywcu6BMXX8Gtvycvl5y68vrs1bLCoseFRx8dOgo4Oe/wvX2Hbx88cufwiXs/H75VcOxW/uHLmTsPBgXF2No4GeuZ6Gnqaqioyqt9VWEM/iwCw59qq6upKW3fvvWnbT/+sH3rT3JTtKKKIigH3i63QyspbNNUVYFFYD0tTR0NVbgfWFtdRV9H3dhA00Rf01BXRU9ru7a6gpbqNm01RV0NJT1NZT1NVX0tNT1NVU0VRaWtPwDt96t/fvvlP2AA/iwCAwaWe6Fh9P1vAAb7wFu+gQFY+ast8Khs+Vp5C3A+b/2ffyluAeZn5W+/V/hyy4//+Oqnf25R+PKbr7/4x3dffKWpoGapb+Hl4B0fnnJg15GzR69cOH79+tnfr5y4eXz/qbMHzj25+ajxZX3jy/ovYNyFj2omtmomtuqmDvBoW7rA5mcbr3CngFi34GTX0BT/hD0+8bs8Y7I9Y7K9YnO8YnM8Y7Ldo7IsfWItvGMsfWJtAxKdQtPcIjM9one6x+S6x+R6xe/zTcoLSM0PSM0PTD7on5jnl/CzZ/TugIS84OT8gIQ8v7j9XlG7HfzTTFwj9ewDDZ1CzD2i7AOSPCOyfGOzfWOzvaOzfKOy/KKz/KOzfCLSvMPTfSPTA2IyQ2J3hkRnh0Rmh8fkhsXs9AtMcPMKc/MKdfcO8fYLDQiOCAmN8vIKMjOz09IyMjS0trNzU9iq9MN3W7f+qKiupq2tpa+hrqOlqWdoZK6hqaeqpq2soqmkqqWqoauuY6CpY6yla6Kra66mZqCgoLF1q7qiopaSks727doKCmqqqrrq6voaGgb/+UZlje0qmtuUNBVVdBVVdBWUtBVV9NW0TNX1LNR0zTUNbbSMbLWN7bRM7AADG9pqGttrmThoGNlpGttrmzrqWbgYWrsa27qb2HmY2HkY2bia2ntYOHlbunhZuXpbu/nYevg5ePq5eHh7enp7eXl5enq6ubk5OTk5Oto7Oto7Ozu6u4NNYFc3R2cXeydnOzt7K0srUxtrcytL08/0a2piAO/xGhrowIj7fwMwrPfC0As/hsVhGIBh+jU3M7K0MLG0MLEyM7axMLW3tnCwsXSwsXS0tfp3x6+NTW550QAAIABJREFUg62ZlbmBpZm+jaWBo52pi6OFq5Olg62FswOIwvrc9AvHX8FqMCz/wmIvvPQLHz/bnmHPM2x4hnn4sx06yN8LxmA4KCs4wD08xDshLiglISQ+xvfxvWudtJbBfrqQh5cKiFIBUdyLHZN1vB1nDwgJPZ1gD3ZYQpse4ciENHYH8vat00X52bnpUbnpMXuzEvZmJexMjkqMCkiSo29qamRaWtSO9OiMtKg0OQPvzIiFJ3tHXG5G3K4d8fDkZMbvzIjJ3hG7JwdUEB/Yk3Z4f8bxgpyC3alnjux6ff8ml9wyIeoc6qVIu3DDPaSFcd6MjDHMB1DRS2+C6beLWD3Uhx8RELuI1V3Eai61no4th2UNMauNQ6zrbK/qozUP83AjvXghA9HZXkFtedlNqJR0tQxywS4fj1otYjWO8rFAAWY3ipkNAxykiNVIx5bimp7hml8iKx+/fvJb9esHyNoSfFsdEd3QUPO6ubm6pKK0Hofijg7PQNAYBLHm5qkLC1x5cw8RgnCbQGJtW4eQqxvIpQ3E4mrd7EL9h4+N80utKxvtnzy9EGoNMDByBar9sFT5dr7y7XzN3FLT4jpyDap8v1C3sFI/v0KQwypFXnd0lUAkbGyWD4/8RmO+EEk75Cfr3y82LaxWz35C37KZhfJ3CxWzi9UflmvnVxHLmy2r4JWg5DW8n8t4P5cSta6sIRaXX4+O7yl783ef4IVsCAdBte8/1H+YJ0PQQ6H4Go0OXvzsSsMHYH5umgcKMOLjZoscgNHrkHw2wROuy6OkV5dbVkAy1n8DcOPiCuD8lXWghy8t1899aFtZeTM61g3KfueyHj6qGR3CL80xoQ3q8hJ9ZY25DqFnF+omp+kQhFlfR6+tUiCIvr6Be/uWvbQyAkHoLl5ocpqhtW1gaEROZlZqdNT1oqMd9bU3Dv78y66cm/v2XsvNDTEw2h8YuscvKN3dpyAu+VTWrtuFx/7IyysMDc51si3097wYF3YxMeLXPekHw71DrXUanvw+JWJ0EutFXBy7A8HuQIxKWdMjvCvn8q2N1dzsjG2MtSz11TITwgf5XQtTMiqmvpuKEnWT3w31YevKPK2Nrp08JO0mdRMRkm6clNPeQ2uYlFDE7BYutbaTUIGqfVj2+ErNy9/JLYB+RV2tlLYSZOW9bnLtRD91XEwZFZImJTQxu42GLu0m18KOhm5y7WQ/XdCJnpFxJwf6clMS8rJ3+jg5Wxjo/b/byC11r3ftCC/YFVPx7LqAjpRx2tnYuvcS9pSIKe0mjQhYS+9HmurK3N3tQ8ODkjNS/IODouPjImNjvHy8g4JCykvLoA1oY2W1k0Y/eeiIjaGprYlleESUa0igXXRYTMF+75S4A8eP4Jtboen30MyHD3zBpFiwMTvxtq9rXsBelPJWhgWrY2JoYWx9qp9HaBzjtE+w20Y66geJpYPYZz1VN/oqrw82/z6Du/+wIPBwtO7Ti7GYN0XnDromByuGOny1K0R3d4D+4yNpV9JCa84fG26qk9TXzHVSJnkEAaNe2o2clpBG+3D9nUgRs1lAbxzqaV9/K1gY7Z4SU/s7UXDw+3Q/HVV1v7O9YqinfZCLHehGzw13zQ138Sj1FOQrCvIVtaW4o+01C/umh1wnZrUMcrEiOmKslzAtok730yeEVHEXVtzVPinpXJzqHxWzxyWc5dnRycE+EadjSMwRc5kMDJqCQNa+fPn7+UtFPx/YvzM3JS4pyDfQy8PbyspGR09XS1/b3M48ICpwd8Gei1fP375xs62mgUWgN1U0Hjl4MiYq/eiRiwuL0PmLv2Xl7Hfx8PT0dvP1dX76+Nex4e5edhuX0cTvbIbDBSVcDJ+F7GU0Czpb+jnYAR5+gIfnUBup6AouDSFiY7tIDZi6p4TmVzRUeRehlkNuYOGq2cQ6cRda1Ak89pJurJDV1kNt6ibVc8gNXFpTHxPRRa3rJFZ3U+p49CZhV+tQH35SQuNQ6ngdjVxSLa21hNZawiXViphIAau5j9XEY9T1Mep7SJVsbPkAAzHTgxthtgx1tExwcMMsFKXpRRe2is9oYRFqBCwkE13Mbn/NxpXyafWwBZqHRwwxKfS62jAz654qJMSfBLZb6hBY2sTL1tFCuIYHwoshOGmJIO/+IQD6/TTwGRgj4VRkigywJXngPyPvud0k9q9g+Uvo3tV2AaBlxgggbXgog/K94qFPKEiWbZIG1gmSVZx4FQcWjwE/syY+YgUf2nhTjZ1DlRThKwznUTPz77qOO9WCYsxIbccclr9OG5Qv0w4BbRYG3Y7hf/PkoLxuV/4T8f0QXgKGIIUIAxBpEAxlCOqdBf5h9gSQVfHCrns1gC1pMnCGNQpRpEvYvveIrvEaqqwMJynB8J8hx6opk3Udo1Xk0QrScDlhopq6hO7dxIk+D3iXwN0BEGHFulUGtYsB+uIlEA4UJi0hOEABJspvNBAloBz4vwa0/gKinoAYIxvtQoC45AGoe2oF1SstxkxX04DSK16EKODJAeWyxsGzgazpcZCb1TW51MIVP20B9UvkAYgGqHgdwwfvA21IHqAlg9plEE4+7QNQ+wC48YEbkG8Fy/3Jn+uO5I3NG/gBsIz97/kMwJ/p9zMPg5xwyjAgXuYErNvPInogxvgGUbZCAM8A6oIJoGTrU/MzeWiDMrTULoVY0x9wIqh3ZqFTBk0s1t17tj8uJS8loyAr50BG1vrM+w+DI52o9nfiwconL72d3GPCotITUxOj46NCgfE4Qf7/zfjYhOTElOTk1Li4hLCwiKCgkPDwSKADR8UHB4b5+waFBIWHBIV7e/o52rvYWNmrqWj6+QQmJ6b5ePnr6Rhqa+pZmts4O7q5uniFh8VEhMficRQWk9OCxHh5+luY2+rpGmtq6FlbORw8UPj8WQkeRxGLZOwuHp8/wGRxEM2oxw+eX7t86/ovN+7ffvj6RVkXlTMgHO2k9XbSBX2cUWaHhN05xGTJ7t4vv//oTTuGMTrwdoA7TG4kYkoR1CpUVyMB+6q+owbDbCa/uf+a2Examl7hcwZydxW5+ca7+SXG7TicfejaxTuVzxpYj2qZmJ65OxX03ScfnbhVdenPRpfAfQFRhVl7byVkXNiRe+XA4b8uXiy++2f90wctT/9GPrrT9Owu4tVjdPkrUvUb5uvXHbfvtl25UfPLrYYLvzefuNlw7HJ14fk3R86XHT9XfvJc+amz5SdOFZ84/vJ40bOiE89PnHoJ0y/84GjR02PHn50+W3LizKv8wgd5BXcLjjzYX3DnyMmnZy4B2/OJi6+OnXt+7NzTk+df5hfeB07poieHjz0+fOzR4eMPj5z4+8gJEPi8J+9c2o4DAUFxVlZOujqGhjoG5sYmsHKrqaqioaIsj7ZS09XU0NfWggFYR0NdQ0VZSWErDMAqitsUf9qqvA0wsJLCtm0//qTww4/bt/6korgN1o211VXUlRVVFLeqKG7VUFXU0QQNwIa6KgbaqvpaKsAOrfHJ+Wygra6vpaaroaqhDAAYbP9u+df/DcDff70F3gf+/wNgEHD1b/pV2rIFpF59+fX2L79W/X6rXOb9n++++Jfi198rf6fw07++3fLFPzS2qjqY2SdFJBfsPXrm6C8XTt64dPq3y2f/OLTv7Jkj188cunwi7/zN03+W369oKkY0vGz8QtfaBV401bZ0gvdOtS1d4AQmIwdvC7dgK49QO59I1+AEz7A0j4h0v/jd3nG5XrE5PvG7ApL3BabsB5pwXK5dYBJIfg5KdgpNc4/K8onf5Ze4xy9hn39inn/KwcC0gqD0Q8GpBcGpBSFph0LTD/vF7Q9LOxy542hY6qHQlIKQ5HzvqN32fskmrpHGLmEmruFW3rEuwWk+0Tn+cbv943OD4neFJO4Jit/lG5XpG7kjIDY7NHF3WNKeuB1HIhMPxKUdjksrCIrc6R2U4hWY7OwV5ReSFByZGhSW5OwebGHtZWLupmtgr6JmrK1poqass11BXeFHlR9/UPrpR2Wl7ZpamvqaWvrqGrpq6jrqGrrqWvqaOoaaOoYa2gaamoYqKnoKCho//aSmoKChqKilqKihoKC2fbumkrLGdiX1bYqqCttUFLaBIDUVVS2F7RrbVfWU1PSV1PRVNIy19Cy1jWw0DazU9Cw1DKy1jGzh0TS21TFx1DV31jNz1jV3NrBwNbJxM7f3snT2tXLyBdwrR19LJ09TBzfQMGzjZGzjbGrj5Orm5enpDX94enrCOrCHh5un/Kact4877IJ2cLSxsbUwAzW8ZpYWJrDz2dTE4DMAfy5Ags3MsCZsoK8NmpB0NeFiJHjXFw67MjLUhf3PxkZ65mZGVpam1lZm1lZmn6DX3sbJztrR1gp8Kt8BtjI3sDI3sLE0srcxdbI3c3Ywd7I3c7QzhZVeD1cHuPHIw9XBzdkOToH+3IEEszGs8cKbwAG+HjDcBvp5wmpwcIA3TLz/axM4yN8jLNgr0M81KMAlMtw7PNQjNsp73+6kDmJjP58sFVL6+aQxGWOonyriYUYHaJ20BimfPD3CHRR1YJGv/7p54sDuxNTYgIQI76zkiH07E3dnxKfGBMcEeyVFBuSkxybGBycnh6enR+/YEQtyrTJiMjNisnaAZqOczPjcrAQQ8pwJZk9W4p6dCftykvbtSsn/OfPIwexDP2fuz03cn51wcE/S0byMl/euMbH1QhZGyiEM94EFYB65uYfaJOpqlXDQAhZIeeFQ6uDpJFQJWMguYjWvo1HAQrJJ4F9jQNbgtHOIdRRkCR1V3kttgPNvBrnYbkIlv6NhkIuGs6941Go+vU7GbZkdIMnYTX3U6j5qNQtT0lZ5F1F2G1v/AlP/suHNo4pX9+//ebX4yW1Ma11DbXlx6fNqTBtNJhlYX5VBUO/aOmcD6oIgirzOp12Omuh1oLs2y4OUmxaW62fnmuY/opfBQi/MtHLb81rDwmrDwmr9PGBdOLPq6eDE36LB0qn3FTNztXMf21Y3kYvLrcurzR/mfqMz8isq34xOgM5bCKRGg+Dopc3mhY03bxfKZsAA7Xd2sWZhtXFps3lls3XtE/2i5bZn2PmM2QDyL2ptAwRKy9uJmhYWbzE76z/Mo9c36fKvbFpYxG5CiMXlgzV1eAiqe7/c8GFNTr8bzQsbIMN5ebNtdRMrR334CEdSf94BRq3AHmlggYbpF7m6UTY13S5v8W1Z+Hi4uqawphY5O4f+uHi8prJ97l0/BNHX1nsgiLkOIaff94FSpVWanPOxy4v0tVXmxwXxJsQen/b0C3Gxd40MCPZ1dNyTEPf82i93ig6dSo27kpORF+RzIzvrWlZWsJZBqq3rqbgdv+YVtbyoqbj7EltSy21C1/3658nomHwvj7MRgddSoi6nhJ9JDo6x1T6zO56Dr+3vxot6CGx626CYKeHTfr96Ulv5G83t3wR52Wtu/+bSifwpWR+Pgaeg6yYlbF5Haw+t5f0gr7XylYeV4S/HDnDJLSTEGz6jTdKN7SbXTkmpAlZzD62Oz2witxZXPLve8Pp2N6n+7SDz7SATdvL3d6PGRGQJBw3/Yr8dZPbSm/DNz6VcDBzsNNSHl3DxIwLG/OTAlVNFe3dk+Dg52pubhPq5nTm6f0dSwKnCHU1v7tExFR9He4e4lFEeQ8alrbwfnp+WkfEIT0/H4BC/1Mw0/9DgkKio8NhYcxt7n4DABw8fj45NQBC0sbYJrUPQGjQ1OHby+Ck7J2cjW0vPmDCv2HCvUP/AIN/k0JC9UbEXcnc3Pbg/wmIsSkWjHURofGC2hznFJq8O977j096L6NAH6VQvfmOS815IGGY2vO9FDdGq1yQE6C2HW3d3p5defrwjuvzalKh1gFM7xkfSkA/7yZWUyr+7al9IsI2TTJIA3bLcLxzoII71khiYYmrrc7ChwGjqo9UL6I3y2l7E7CBLxsEIGQgRs5WFreyjNY8LSHBK1pSYOj/CHuppH+bh3krpo30EMuIlbIdmYd/wKPWwg3qkFz/aRxgXkAT0ZmzDE1zjK3F3+0Q/S8Qh0nFNRFRdW335i4d/3bh05sLp4wU/70mJj/F3dvd1cHcytTPRNLQ2tAr0CU6MS09Jzjp3/vKdvx8j0e2CQdm7lY+L0Nrcxsd3C7Nvx6d5HdzTh86lJeTk7T2Rkrw/JDxzaGIZR+nZm1eUu++AqaWFj697SIjH6vLk8rysn4cVspH8TkCebHItvf0Nh1o/wGsXsdGjIuq0jCXhtvcyWsfE9NnRnmEBVd6PhRay2riURtjwLOpEjQoowC3fhe5nY4Sstl55Hj4QgVmtHGo9i1zDodb3c9AjQtKoiDwiII4IiPDyuZCB6CZUMzHl3YRqIQMh4bT1sZs6O6qY5Dc0bDEF+YJDqJSykP2M5oHOthkR9W1/h5CBYOKre5hIXFsJEVXCp9cJaXU8cpWQ3ihjo8UMlIiKHu9hiQn4JGePl6evQj0joBqHNrTYJtjESVfb+OvyKtrNduEGVvApdhgvr71tF4FuHnjg8luiFFTy4PshohSkZ4GRArQj9AM8A+FVI7D/FujGQC4eWgch0pI1fD886wTJBhGkba3h+zdJA0AChUVROQ8DVKaPyp9kaIMi26DINqmD4GmZo+9auQvtgjXKwCZ9GB5Av6wx8FNgMgcWbnlnb7sYwoqgNj6EEkBoIYQRQWj5oITgU0I/0EvpI+AVMsf4TxAAXxkjAKE7gGK8QRDPN7OHyvC99xtYv79h/lbOf9TIf9jEuVvNvVPTd79+uKR9uZW7jOQuIbqXEJwlRPcqgrve0rPZ1geh+cwrxRB5cL2JA7X1Qa3gzHw1A7xpaAGE5oMjRgCajbDwEai16xj+IpKz1MKFL8RKG2+usRMiSd/XMYaKse/rGKuoXnBvgtD/CaRJ0k2MAOoYXmnpAW8Oe1r6vI3/d8NCMxu8exTZWhuoF/7UV4zthzBSwL2fBwZg+Ph5O/ffGAyD7udOrP8l4H+uxfos6X/EiiDG+BKuHyw8syYh+tiHtr5N6vAyXvKpBJgIGHid/CkAfIM8AmqBqUPLHbK17pG1vvFJJv/qgWO5EQmHMwEA4+qboNWN0T5hL5Up4fSeLzodFRLh5uCSEBWXsyM7OiwqwNs/OiwqMhzEYmWk7UhNTY+NjQ8LiwgPjwQrweExYSGRQQGhIUHhURGxMVHxIUHhHm7efj6BjvYuttYObi6e7q5e1pZ2RgamxoZmHu6+Bvqme/cceP9uQSoZplFZhw8VaWnqW1s5NDa0MOhsSf+QbGBUNjC6+HHtVXG5gbGVkamNlraBspKGi7PnlUs3uJ281YXNt+Pz76aW6ZS+xjris0f1jx7UoVC8lhZ2ZRUOg+5kUPlUbFfLG3TT84aOOuIYXSxCd1LKWmtvlxDKWjClLaV/verCsKAVCI3qyNl3wtUnzid8R1LOiT9fINu5082ssXs1zFslxN9LaX9Xd7lFHXYMPugVU5S6/zf/mCNpOVePnX5+9Wb1rVvVN66UXrtYfP3iq+vnXjz+q7H8JbG+ktVYy3n2BH/zevXVm3VnbjUcvVZbcPHNwTOvD55+VXC6uPB0yZFTJUeKnhcee1ZY9ORo0VOYgY+ffFF04nnRiecwAJ849fL46ZdHjj8tLHp89MTTo6eenb5YfP5KGZz5nH/8wcGie/lH/z5w6N6hQuCRln/Z46LTjwuP3z14+Ob+/EtxiXucXQNNTW0N9E30dQ1g2VZfW0tXUwN2O8MMDNuhPyvAmqoqsAtaSWGrksJWOfGCHeDPDLz1++9++u5bTVUV+Teq62ioaqhsV92uoKasoKkGdoANdJQNddSMdNWNdNX1tUAJsLaakqGOhp6mqpYqCMFS/PG7n77dArugPyvAn73QP2wBDLx1y9dbt3z93wqw4jffbv/6WxiAlb78Sh74/JXil2DpV+HLLd998c+tX36z/Zsftn753bdffPnDP77VVFAz1zXbk7H38P6iCyeuXbvw5y9nfj957OrhA5cO7jt38uit6xfuXz51+1LRr/dvvCh7UF1yr+LZH6++MHLwNLT30Ld107Nx1bV207Nx17MBKcT6tl7mrkG2XlG2XlGOfnFe4en+MTv94rJ943b5xOb6xu0KSt4fnpEfnpEflLzfN26XR2SWe0Qm6AeOzvaL3x2YtC8oeX9gcl5QSn5o+pGIzKKIzKLw9MLw9MKIjCPRWUWhKQWxO48n5J6Iyzwal3k0Mft4VNoh76hca58EC89YM/doa58El9AdvnG7ApP2BSbtC03Ji9xxMHLHweDkvcEJu0NS9oWn7A9O3huZcSQo8UBMxtH4rOMhCT+HJf8clXrQLzLLIzjVLyozOCY7KHpnaFxuaFyuV2CyjVOQmqqxvq6VmYmjmYmjiZGtob6VloaxspKWjo6JtraxlrYBPJpa+mrqQBDergIszfAoK2srKWlt366pqAjQV0lZQ2m7uuI2lW0KyorbVJSV1FXVtBWVtZTVDdS0jFU1jdS1zXQMrLWNbDT0LTX0LbUMrXVN7PRM7cGYOxiaOxtbu5nZeJjYuJtYuYHmJHtPC0cvczsPYxtnM1tXUKpkZqduYKqkqa+grrNNTUdJXdvM3NrKysbOzsHBwUk+Do6Ojk7gw8HFBajBNjZWVtZmtnaWtnaWVtZmVpbmFuampiZGJsaGoLncxMjYyMDIUN9AX9fIUN/YyMDYyMDQQM9AX1dfT0dfD1ig/xuADfS1P4Vd/ds7bWpiYGlhYmNtbmtjYWNt7mxv4+Jg6+Jg62RnbWdtZmNpYmNpYmtlamVuYGtl7GRv4eJo5eJo4exgDg/cdfQ5BAu2Pbu72P/3eVgHhvOu/tv2DEMvTLxwCNb/fQzwdYuPCQ4J9PD3dYwM9/bzsU+M87/716VeNq63G8tmILmdQOkdH2SOSKnjg8xxWefEIFvMIyNqn18+ezAnLTIrOWx/dtLPOcl5Oak7k6MSwgPiw/zjw/wTwgNS48KS4sNSUqIyM2J2ZsbBAAz3+uZkxuVmgYCrvdmJ+3KS9ucm5+Wm/Lwr5XBe1tH8nSeP7D59ZM+xgzsL9qUcO7DjfNHeF3ev0rE1w33UPnobHVPNITfxaEhmexW24UkXsZLPbOJQatikKj6zSdiJ4FJrOzCvxewWURcS3rTs7wYbvO+HOwe5OEkXWsxqEzJaeqkNsLIx2kfopdbxOxrELER/JxK2QHPJlUJm/TsJoYf4mtjwN63lWUfrC3T1322VfxOaS9obXyOqXqAa3iBqy1oRtXh8a21dRXFVGXtitH9zQwZB3LUN5vIaBwI5VS1zy9gVsPvatgIhlkFMVNP8esPccv37BeT8ImppmbAB8pwJmxB6baNlca354wpQfWcXGxY3mlegho+bpZNz90RDN7t6rzO6r9GYf7B7bjK6rtPo12n0k62owoam7GcvH/L7yRDUNLdSPDiBWFhr34Aqp+bLZ+aB8PvuY9XsUt3CWtMyMDyjNuSzCSKvPpPqZ+0XswHVvJsF+VWr60QIaltdZ0NQ4/zHiqkZGgQ1f1yqmnnXDkG5JaUNc4t1s4uNc2uIj5vIJaBpI5c22laB9vufZ/536RHA4PVN1BrQt9vkOVjy4t+N1hUwyKUVedj1PE2+yfyyX/JLO+5KO+4Vn38J0dQ0OtYLQbSltc5NiL4JoRYWMcsrhE0QiEVYWupcW5NCkGhprejKTQNNAwdd46zQiKsH8u4UHfo1L+dEQsiJuMAj4d4XUqLy/LyORUbucHCLNXVo/O0J4v6bktvlV47/fuP4b69uPX107tdz6TkFgcEFfp6nwn1/SQy5khm5J9Au1c+m/MH1MUmXgEtenB8ZH+k9nJ+l9NM/Xe2Nbcy0rI01asseQRsf+nvILHwjo712uI86N8qT9RBnBthtVcVhHvYPb10a5TO68E1SDn64j9RLbxroQQtYzYO92A+jndMD9F56E4fcMMgjzMgYAz3oXnpDF7Gyk1DRS2/oYzQy2stILS+G+bhhPo7PbBrm40aFBDG7RcrFDPDwEg5hcqCnpbosLSYqyMPd0dLM1c4sLSEkzN+2vuI+BE09u3ORga1ZfzfMJaOHhd0zo2Ixv8vfx9XN3SktIzUmId7d1zc0Nt7KycXGxf3+k+eLa5vrELS8sgFtAvqV9gjn5hbWIEgg7S84nB/g7eFgZLQzKirQ1ibG03VvQkyij3uAuXGWj9elnZmTrI4FPqcP3Sgltb7j00WkJgGpXtbVOiMiz/RT3klpjLbSkR4C9F6yNNbHRJRHW+vlR/kKsNXr47wpIUWeTly3OMoRUxGSjhbow/AQm9CJrZ+QcoclHAmfBjRPYhULW8bGVzDQrxno11xSdQ+5RsREDvNwZMRLUvMLSVebgN7Mo9QLGYgZSYeMg5oSk+FVYX5Hw7iAIOlqEbMQ8F92KbtVxkEN87DjAsKkiLQw2tXf3UpqeYVteDLAJUArk2xqy57M2ABP+5gI/705GVHhQZ6uTk6O9loamuZGZvl7C66dvV76+A2+lSLuHZx9u7y6DC0vQ6sb8K0DaHF9fWljbXlzdWZ+ZmBQOigaIrV2VJc0lxU3lZW07t5z2jsgDYntHnsL5Rf9krpzn6uXr5OLo7OLDRpdNzXeNyalj/dTZb04INWSarpINT0dzXxWay8D2cdsGeDhB/uIEm77iJAyIaEP8EBF1hgQrtEMbCVIyGdjPmu/km5sPxsDq8GfTnLbmfjKDkI5t6NuSICbGaKPS8iwMYGKKia3vqS1vmJiSrtwb7oJlQJ6o5SL6mbWMqgVPHajTIgdEuAm+slzw6wPQ8xJEWVSRBkTkUeEJHxrCYeJoJNr+/vaZRzUQGcLn1YvoiNknHYxEy3qQE3wmMMM6s8RUQdCYz7QejdYgxu0wWWseJMgW0MJNtD8TQw4rrX1wvWz66g+CMWHUHwAdSgY24SAKtvFn6gSKwKfYoQbaP46qm+ljbfSxgP2aeog6Nq1l36MAAAgAElEQVQB/tuBNZxwCd372TL9Hx2YCqy/nwAYjoymDUNkGcigJkggOQnDj9fw/SsEMKtECTD9wnu2rDGIMbJOG1ylDKxRBjYIwLa9jhWsovvW0H2rqN51VJ+cRYXgpbb2QS29UHPPZhMXauSuN3HW2no/IjngdcplW+kLFP9BIyDeYqz4aQvvXl337WrBw6axcuJyaw/QVAliiCqFsIL5Rsb7mo7JN/ipUsLHBsYakruC6FppYi81MJcaOpcbWavN3RvNbOEf1R/KieDnIrrX6rsgVO9KfedaY+d6U/d6U9dGM2cT0b2J4EJIDoTs2WzlLdSxlhDgVa228j42secbOhebu1dbeXP1LIgse1fdIXuO6v6jUs7MwmUkd7WVB64UsgdcI1w/KAqmjSw2dw8/R0+UEVeaOeAuAK4fdAi39gIGxsqnXQICz/ByMZwwABEGQAoaLI8T4RsZ/z6CPHAgzsOXAL5/Aa7Lv89vkgbggS/oKhEkoq1TZcvEfogzvU6VrZAkEH14TX511qkgOfzzbFCGoI6JJUw/xBhfJkkg9ug8ox8aeE8ua9wVlrgzPC4vJfPm6QvQ7EdoaY1L7eCzurtprEM/5zta20cGh+/ZuSsuIsbfyy82IgaowdFxKUmp6akZKUmpcTHxERFRwAsdEhkTBYzQ/r5BwYFhCXHJ8bFJQQGhgf4h4aFR4aFRPl7+zo5uDnbO8BgbWVhbORTkHx0bneb1CIcGx//4/a6lhd2pk+dFwoGhwXEWkyPgS7o6e65euaWiqmXn6JGSnvPL1d9KS2sYdM7M9Pzyx83Zt8uzM2usDuGje5WP79fcu1394gW6q3MGMDCCyaL3t7fQX90rK79fgSlto1biu+sp/ehuXlMH4l4FrhjJbqa1vWyi1ROnhJPC3uHyCmThiavhCbm+EZl5Z34vae1Ecadeofuet/VNQtCFRyjX+CKnqKNucSfcYo4HJpxOzr1x8NiTU+dfnz738tTJxyeP/X3m2P0T+X/e/6224gWxvoLZ2tBT/opy57f6X39vOnOr4fC1mv3nS/ecfLmr6MmeY0/2Hnuy98jjA0cfHzz25HDRkyPHn8Jz9MSzoyeeHTn+9OgJAMb5hQ8OHX14/PSLUxdKTl0oOfvL64vX3py/UlZ05knBsXsHj9w5UHh7f8FfQB8+/OBQ4YPDR+8fO/Gw6OSDA4duZeeeik3Y7eoeoqdnoaWpr69vaGigp6elrqWmbKADUqz+H8rOO6qpde3253zn7O1W6b33qoAoVorSe+9FQBAFQToiWBD7tvfeKyAQEghJKCG0QDpp9F5EEVQ6hCSsO94sD2d/59xxx7iMZ7xjESKE8oe/Neczp5aa6poUrKakCEvB6srAHQ2PsrwcrANLi0vISEjKgTIkOVCSJCMrIyEusWG9goy0urKSnpa6vrYG/JnVlOVgANZRV/wXAKvB3KulqqinqaalqqQiLyMnKSa9caPk+vUSf/wBypBEIVh/PeFcaBiAYQb+dxnSHxtg7pX77Q/p3wD3Sv+2Tuqff0j+8491f/sfmXXi6jJKiuLykr+Ja8pruNg4J8Uczcu+mHf88pmcq6eOXzuZff1U7s0zJ++fy3uUf+rBzT/fXs57cj737rNbBcUv0IVPUUXPkX8z2G6jb2Gtu9USBmCYgXXMrfS27TO1ct22z2fbPp+dDgG2XpGuQYfcguPt/QH9Ovgfcg1L8o5M84pKcwk+ss83dq/XAWuvaGuPKGuvaFufWDv/OHu/ODv/w04hyW4Rmd4Hcnxicr2jjnnuz/SKzPKJzvaMyAiKyw07dDIo9lhwbE5EwsmgmOMuwUk7nfab24aY7QvY5hBi5XnAMeiIS2iiS2iix/4Uv9iswLgsr6gUj4gkj/1H3cMTHQIPu4Yl2wcm+kRn+8fmuoQe9dif5hOVbuMJXsk+n2gH3xgH3xh7nwN23lG2HpG2LmFuHuFurqFWlu4G+hbqaptAp5GOmYaGkY6OiaaOsaamoZqmnrqGrrKKpqycsriUvJQssDQrq+mrahiqqOspK2vDGKyopK6krKGspKGkqKYgrwLoV1FNWUVTQVlLRcNQTctYVdNIXdtES2+Lup6ZivZmbaNtupu265vsNDDdBZ9GW/Zs2mpltGWPvslOPSMLHWMLfePt2kbmmromKtrGckra0koaUvKq66UU1kvIrZOQE5dRkpJXlpNXVlJSUVVVV1fX1NDQ0tDQEi0za+nq6urp6Whra6qrq2pqqRoa6ZqaGZuB/OdNm4wNYQA2NNAzNNBbA2ADfV1jIwMjQ31dHS0tTXUtTfX/AGBYB4Y9z5s3GcDqsbGRnpmp8VZzk63mJlvMNu3YarZTJP9uM9tsttlgk6EOPLt3mP3fapB+pUDDqu/uHeZWuy3gTiMbSxANDZckWe7attdqJ5yA5WRvs0a5ayZnF8d9a5lYsDjs6mTr5mzn7mJrtXtLkL+bu6u1o/3OAD9HNxfLlKT9dErNSB+tm9vApOIAAPeRp79xZybbJ8dYo320moqPl89kHIzwDvKyD/S0C/V1ivB3C3C3i/B3C/J08nWxDfN1iwryDvVxD/RyCQ3yDA/3jY70i470gy3QkWHeUeE+awAcL1r0TToEdn1T48NTDoelH9l/LPlAdmp0dmp03vH4+9dOFb2+RalDDLAbv/ZSu6jVRFxBM/Yjm4geYNW1NYFampGOOk5rWVtTcQ8D08PA0OoLqYSCAXZ1bxt2kAMChyh1H7kk5AC7uoeKa2+p6CRVjnDqxzsbB9qqRQvAH9tbyjjNpZzmUi4RwW7+xGws5BCLe2ioz1xcI+oe6vWF5oonXaSyHkpFDxU3zG1mEauK3z0ufv+8srwYXVlWXFpYWo6g9nb1CgVcEPsM0VchihBq5kP45VXcvAC3BNKh0EsQ6Bya5SOneYifC4jvs9VLKwS+oAnOLl4RVi3yKufBgPXaRQFihlc6y0MtrGJWINwqqA5uFAU1k0BEM2hIagAa7EwDBF2jtGWWV+UTWh62910i0k7XNj3pGq5cWAWRVyLbc9k8v3xpFSOi31pRBTFY+hWJ0jADw6lXNYJV2OpMEIVd4Xj8ivlF1Ox8jWC1DoIKvn5DLyyVTc9WLi4/6uq5TKIhZ5ZA6ZHI9iw6hdV8ANU1glXwyVeFcOsvXPwrUphha/SvUwTDq1XLwrpVCLewTIMg9Mxsk6jZiAhc0DNPmcw/a6tPlyFv4AlUPtQNQRVfpygQRIMg3Pw8CYLIQj5lcaFvFcJ39EgpaxzwCfkzKe1Gcsr9jLQbCQcuRvufi3BPcdye4br7xsGQ/TvMAkxN0jx9E539kbdfXcu4nJd1Ky35amJc/sHgtCjP2OSggyfDY477+KY67j0f4nk2xOXsAR9/q81R3vta6irmfo4xaQ1pRw+oKGzYvd1IS0Vis75iQ1XJ5BiX1oTu4zS2k6uYxIoeeu1YZ8vMSNvsCPvl7ctWpnowALdWlbQ1ohgNiFrkU2zxPcynu42YlyKgBenlY53Nk4PkflZNE/ZVVekDXMl9bPE9ekPRWBeIjB5uxw+wq7/2Nf8cpQ6wq2n1hVwS8nN3w49R+ngv+UsvfbSb6efq4Glva26kv1lPLdTf2c7auLGmcG6q+9alY6OdZFZT9dRg5+zECIVI8PZw3LPbIjQ02DcwwN7ZJTjqgKtvgIXNvvTcU72j42NTP2ks7tfv03wBNNg12N/Rv8BbmZz5yeMtQXz+6sDw84zsGPPtQZtNw6x3hzvvC3G0yYwO/XD+bMWdW8l+3slBflmRISfiwsJd9qREeNYWPyFXfyh58Sf206OlqR5GI7q7jSic+1b28dVWHfXkQF/+YN94G3mqmz0z1EEnlDPrK3hfuqGpgQkOsa8FNz/K+jZI/fa5jdOOHx4mc0jlA224r92NfXRMK+4NqeotLAJzichRLqEF+7ah/EVHazmD8IlB+NRNqYRV4mF2TT8D20lCzY3Red84bfVF9LqCLnL5WHvdVH/LZB9xvLN+mF0D2pWGWiYHidNjtJHOhk4aro/TWPT2ruPebU52u02MdXw93YKDAvZa2+jpGfj5Bn2b+MlbhADpCsEI+RCfD/F40OIitLAg5K1Ay0uCxfkF0YdX+MtzYwMDwrnVF/cLnt0rPHHs2qGDJwODU738EgMiMpqoQzcfFR4/c/VNIcJg02Zbe5u4Q5HTP4a7WHWfe5pHuxq76NhOGmaonTDAIcCF58Tqj/RGxACH0MfCc0hoRlMZue4Tm1j+pae1m1ZFxH3oIGNGO5q6qLi2xrJ+Jr6XAZThLioODsHqoVd3M3D97No2EoLaUMgmlfWxqwbba/uYuC4amtH4qbXmHbX2Q0crEvaZ91DRA+zqge5aBqW0jVLayQShXB2U8iFu7VhX/UQPkd2CbGsqnRqmkhtK+jsbKMSyHja+j47rIaFZ9SVwWxWnqYJdXz5Aa/xMJx8P3+9iYDpWQ+bThlaIg8v1/VDzqLC2B4YrwLFYzlIli4cGI8ByBViuEANmFdv+b0EV2w7oDtZXq7ug2m4w+G6I0Au314LFVOIQYGDYn0z7FY/8i4RJotAssqhqGN4ZbgEtu2BgGG4eAtewMvy/xeFfgrBoe1bQMrTU0Dtf2ylo7F2p61qs5s5hWfOVzEUsm1fFBXBY2w3QHdcBXjz8+mt7oLo+CN+9Ut0+jaROFDX3Pcdy7iEqMm9+LWyaLacvYdnAM9w8CPC4aQAi9PBr2hcqGMJa7mo1Z7WaA9V3QzXcJRSVV0GHqrmrOLYQ3baCovGQVB6SuoKi8cvp48+x7EtvAUOWMxZLWqHaTgjHmS1sWixpXSolLSPIvDLKCpLKR9HAlNMFlRw+hrNSyYYH/Mxx7atVHT8/tULNw/NltPkyWtvVgqXytgUkHartXq5gAvrFcmdLKRDp83wZbRHFACVGjYNf3hIGn2L5GA5YnCb0gYuaLkFVl7C6W1jdvVrTI+pD6gNb36ASSWQOB/T7L4867FSHfx3/uh+xJt3/+h2J2BhI96IngyA0ymeAvrTxJaCofwb0y/y2ShoB4rwoJxz+M1gljYBpGYbIX/h1gxBxFKJNLBEHeLTh1c5v/O6J83GZYfvcwxy9EsOiyfgGiA8J5+ZJhPrBjl5UcVlKwlGbXVbWOy0DvPzCg8L8PH29XD193L39fPxhBg4ODPHw8LK3d/Rw8w4JCvfzCbSxsrW23Oft6RfgFwzboR3tXZwd3Tzdffx9g7w8fO32Oe6w2G1qsm2T8ZbNm8wnv02v8KAv41O2+5y0NPUN9Dd7ewUQ6prJJAaxmfLi+Vs7W+fzF65U1TYRKUx2e19P/9jE1+nZGd63L7OAWt+Vv3tZ/qmglsv+Vo/vQqHoQ8MQkzn16jmK3tJVjyY9vfa65Ekpo5LKxTA6MHRaUQML0dL6Ad/wurL6BYpUWk9GNNzLu0VpbFtchKZ+8B+/LHHxjTba4WwbEJd09uHxWwUtw4K67sW0G6U7A445RF+wDj1j4ZXhFX3ZN+piyIErcUfvHMt9mX/+48ULHy/lv81IuvH4JrLoVWPpuxZ0adund8RHt9D37+NOXkWlXi6NP/0++tjzqIxHkakPopLvRx29dyj9UWLm05TsZ+nZz9N+GZifwk7mjOznyemP4hJuxifdzj7xKu9C4enzH85cLDh7uej0+XcZOY+PZtxNzryXnHkvMfVWUvK95NQHyWn3UtLvZmY/yDp253DCmaDgRIsd9kZG2zQ19LQ19fR0dLW11LQ1lHU0VXQ1NeDR0VDXVFVZC3+G6RcuN9JQUVZTUlSQkZYS2ygtLiEtLiErKQUnYKkqKinISEuLi4n9sU5eWkpLTVlfW0NHQ1VNSV5ZAYjA2moKOurAAg280JqqepqqsPlZT1NNU0VRSVZKRnwDHHMl8QdY9/0r+sLX/w8All2/Qeb3P+CR/m299G/rJQH9bpD4x3qFjbIS/xRb/7c/pNdJmeiYBrgF5iSfvHHx/rULD69feHL98osbf766eunVpXPPzuY9yTv5MP/kk7s3i65fAgz8/G5xwbOKt/dLPzxC/M14l73hDlu9bTY65la6W60NtoPGI1MrV1j7tbD1tXQJsfOOdg6Icw6IEzmQo5yDD3tHADHWKzwJPt3Cjuz12G/pHr7PM9IhAHiVHQPB812CjwA0jTsVFH/aP+6EV2SW5/5Mv9jskIRT+5PyY9MvJBz781DG+ZiUs1FJp8IO5/odyHQLTd7pHGnhGGq423OHc7hL6NF9/geDEnJ9YjMDDh8PPZIbkpgbeOiY14FUt/BEp9B4z5gMz5gMp/CkvQFxjmGJPnHHvGPS7IPi3COS3MITXcOOOIcedg4+5BZ22CvyaOCBFBevSHuHIEenEE/vSBe3UCsbT6NNu4w27VRVN9bUNdHQ3iSvoqWgrKWupa+hbaCkqiWnpK2qYyIho6qtbwairaRV1m2QVlTRVtXQl5JVkpCUU1LW0NM11tfbpCUiZyU1fVjp1dDfoqlrpq1vrme0VdfQ3Mhkh8EmC/ha1xDUBWvrmwHW1TAEcrGqnoKKroKyDvwlNkjKS8ooi8soSUgriUnLi0vJw6e4tNxGMSlxMWlJCVlpKXlZWXk5OQU5OQV5eXlNTU09Pb3NonY2MzMTU9PNZmYm5uZmpiabTDYbg9Y2083mW0y3mJlsMjaEVV9Y/l2jX10dLREhg4gseOlXT1dTX0/LyFAXzrsyNtIzNtIzNTHaam5isc0Mjtey3GmxzWyzsb6OgY6msYG2uakRvANsY2lhtXvrru2mO7YB+XfPTlMby637rEH7kdVuizULNLwAvHb+dfsXXvTda7UTHtgRvVYFDMc+r7Hxvy4sXZ2sPd337rPZ6mi/09/Xwctjb252fAenub2N0NfZPD7M+DHRPv+958cXbg+nvoVQmpeTmBgXGhbgEhbgEhXiFRnsGeLrHODpGOLrGuzjEuTtHOjlFOTtGurnER7gtT/IJzzEG56wYK+wIPeIEM+ocO8D+30T40ITYoMTDgQciQk8GheSfDj4aFzIkVj/zKP7M46EJ0T7Hgz3OJlxEEZfFrFyvIcy0knktIDi3wFWHbMJ2VL1ETj9WpA9DMxoJ2Gsq76HgWlrKmY0fuK0lg2wq7kkJJVQQMZ/YDR+amsqJuM/NGJetuI+kKo+dpIqvw9Qp4dpA23V9DrQCNpHx/QzsJSa950kFLelpBnzvJdeAfKfSSW0mhdk3PPOlpIRds0ws7afju9jNjJbamlEfEV56cfCd0VlxYUVZY0M2hQE9UIQdRVq5gmb+VA9D8LN8Stn+Jh5CDm9UjbLR84JEDMriB9LZT+XKxcF1TzQjVS7uFw5M1u9uIRfEVYvraDnltFzy0XfppFzPOwKUIzLF6GKJXCWzfMbIAizuIyeXySIAqUrF1dwPFBZhF+F0PPCijkBXgjag9HzwtLvi4gfSx8nZ0WRVytoHlj6hVOvqoSgkAk5s0CBu46mZ0E89SqEmpkr+jb1pKfvfnvn+89f0AtLmCVexfziWiBW1YoAvbBU+mO6Vgg0YeTMHGYJJHWhF3joBR5miV+1Aji5XrSfXAeanFZrV0EJMDz4VahO9CE4TIuwClUtC6t5qw2rUB1/FTOzcJ5QT+ALSKIWX4qo7ogKQRTh6ismN+7Bk/jHL9519JAgqFGwWrfCb4UgEgQRZqaZy8vjEHTg2An/oPAHeReOBwQ9zMi4FBNxPsLvRIBjtpfVSX/bOBuTmwkRkVbbjNb/fjkh2UJJ+2hgbMbBnOjok34hx109U719Uvy9j8QGH82NzcgOiU50dMj1c8sP9TwZ7hHjbu1lve38qawvY/1hQZ7mJtomRuoKMr+7O+5uqCkd6qL2tRMnhtq6WXVcMnZxsrOdVNnLqPnSReQ2o59eP2+zxeDdg+sj3FZaHYrVXDHMbaA3FJNq3yPeXiVUPCNWvWknVzCbEUOcemYzohn3lt2CQBfeHuLW9rOqumjoiX7i5+6G4XZ8DwNTjXg4Odg61lXfTa+E/+C5JOTkEO3bAOPrAPfauZO2u7aZGmhtNdWz2WPq521Tg3lHI5aXFz2eHu8Z5tLmvo6QGmpio8PBTTQ7Gy8vr4CQUA8f//DYQ7v22cckpk7MLn2dnadwOzoHRz5///n1+3R7R8/wyJgAglZ4S/NjY9D8MtTaRj13ozE7H52RneZga6OpuENb6aCfy6OTx/PjD147nu2ye4eevJSVif42fbXEKN/EKO8bFzK/DNBr0O87GE2DHW0zE+PnT5zcYrD5/pUb0Mz8ZG/fEJv1Y3RwariX0VzDbq7iT/T/6CQPE7GTjNr5nqZRZnkXtaibVcKiFrGIxaNcwiiXwCB8otcVTfWTZkboXCKyoxVJrytoQr+oRz1tQr8gVb2l1n6g1LwnV7+b7CPOjtKAFMms+tLVMMyu6WhFNqFf0PAfP3cQvnY39lDRX7sbfwySWI3F9IaCPiZm9mvb1/5WWkPp5Ajr4um0mHBfN8e9qkqyqipKaWkZNtZ2Gpp6Dx68WFqBVlehL99mvnybmVsUgp+SEJqfFwhXIcGKCHt5AmhhAVpZEXwbh1YWocXF6bHpF/cLij/Wph09Hx9/NnT/cTfvpJ02YSVoKpk19vhV2eD4D2d3r92Wu1xc7ZmMxpFe8rdB6sQA5Usf6dsglVz3qY+Fpzci2K0Vg9x6LrmCWv+pi47tZuDaKeihdkJfW+3nLuIQp36AVTfRR/7aS+K0VDRWvm1Av2E0INoayxgNiE4KFobhXmb1ILeOS6+gNRa14t9T6oEU3NuGHeLWjvc0gj8/cjk8nOZSZgOwJHS3oRmtxZT6D21NwJ7QSUJ1tCLbW8rIuPew5M5pRbGaURwSmkVG0xsRrHoEtwFJqSropVW11Zd2UatZDeW9ZPyPTtafKcneW7aXXbkvZI6tkIYFxJHFmm6YCWEhF9Yh/xf6VnJW/zoVbAjNhio5InNv1y9bb3WHEMeFgIwMRojvhAjdkCivGLTyAJ4U5UWTRQZpimh/lQSnQIlWdltFJ2nkl4P6r9vFILlqACzBNvXz8J3LdWB4hC4eoWvpXwM/slzXuVDD5eE74fguYR1YbP5l5warucOrtV1Tn1r6nmI49xDsu6Vdjyu+FjYt4zj8mo6fZZThN7VQY7+gtnMe3Qb8xo39/JoOoAC3DPGruPxqtrDq1whwLAGGKcAw+ZVtAgxTJOSyICys6LIgDEtYweBceT/0EAUbs5dKSStIKlTTIaxgCMrpfBRtBUkVIGmr5QyoUvQPse1CDBdgMJrNR7MFlRxA7LiOxTI6VN0FPz74GLOAoAkxXKi6C74l8d8n1DjER7O/vK4bfooDpuvmEZBNBRzXoAd4bQD6NgyAFWXRrCWZCer74GXs/xB4f3EvcfgX9P7vGxOg5ZgsutMB3+/4yylsHQYYDNvU4exrqsjcTvkKCoFBi9I4iMhmTUDtU1D3FKe8KdjSNSPiUKRn4O0Lf/Kn5yGhULC4SGsidTI41ShMoIfv7m07A7z8nG0do8Mi3RxdA7z9A30CvFw9/Xz8oyMPhASF2ts6uDp7uLt6eXv6eXv62ds6We62cXX2iNofExwY5ursAcp4vQNCgsJ9vPydHFztbZ327XXYt9dBV8fQy9PvTN75A9FxNtZ2m4zNtDT1jial9XQP0KjMzo5eP98gK8t9t+88rMDgC0srxr78EEDQzx+L0Co02PelEkXAVjQyyP39PT+bGrrLSloxGHb/gPDpIzSykFD+sfrV7Q9vbn1APSuvL8CzKqgtH+saXmCRNz5wkKSW97W1z1EtRfjqF2U9TRxaPa2rfYi3BDEYPWHRSYbm+3bYB1g4hl57gylu6q1gTCCoE5tc4m2j8vdFnrUJy3MJP+cUeNp7//m4tIfZee9On31//vyHa1c/3fzzU37us3MnX7x4iEMVUD69bnpxD3fvDuhDSr+MiM15FZH+ODL94YGMx9Hpj6KS70cm3Y5Le5h07EnysadJmSDDOT37efbJN+nHn2WdeJl96nXWiZcZOcD5nHvmzZmLBReulpzIf5127EFi6q2j6bdSs+6mZN45mn4nPvFaasa9rKyH6Rl3UtOuJyTk+wfE21h7GhlY6Ots1tLQ1VIFzb1aasoaqgpqynI6Gup6WpqGujpGeroGOto6Guqw5/lftUaK6sogHwsGY2V5OcmNYpIbxWAGlpOSlpeWUZCRVpCRltiwXnz9H9LiG9SU5A10NI30tDXVFOVlxLXVFPS1VAy01fW11Ay01Y10NfW11DVVFGH6ldqwQXzdOsn160Ui8EbxdeslNvwa8fV/iK//A94BBmvAv/0u/s/fxP/5m8Rvv8MKMBwELfnb72J//03iH+sUNkoricvKrBOX+MdGiX+Ki/9DQuKfkiqS6ru2WEcFHzp97MLVs3evXXh479rbezc/3LtRcPPPtxfPPs8//fRs3rPz+S/OnXl580rB9Yvvr5179fxuacmrqpKXuOIXmL+ZWDpt2u1gtNPOcIet0U67TbsdTK1ct9i4m9t4bd3rvd3O778B2DUIADCg37BEz7BEj9AjLoGHXAIP2XlH7/XY7+gX6xF6xDviqM/+ZCARR2b5HcwNTsgLOXIm6NCpgLicwEO5wfG58dlXEk9cPZJ7JT7rwuHM8/FZFw5lnItKyfPYn7bbLXK7U5ixpbeFY6htQJy1zwG/uGMBh48HJRwPO3oyPC0vIuV08NETgfHZPocyfBOyPA6nux9K84zP8InP9InP9E3ICkw87nUw3fdwZsCR7ODEY0FHsgIT0gMT0kPis9wD4vY5h7p4RnsHxvmHJoRGpfgEHfQKiLa09TQ2t1TW2iSnqiuroiOpoLZBUv63DVIbZdTWy6iKyWvIa+hLKWpr6JvqG2+TkldVVNNR0zTQ1tuso2ukoqqlIK+qpalvamahqWuibbRNx9hC08BcS2+LjsFWbX0zDVEzsKqmEZwsDU51XdedDkUAACAASURBVAC9yjrScupSsmrwiK5VxKUUN0rIb5SQF5OUE5eSl5BWAAAsJbtBQnqjmNSG9RIbN0iKbZSSEJeRlJSWlJSWkgIXsrKyCgoKKioq6uqqGhpqGhpqmprqWloa+no6OtqaWprq2loaujpasNtZW0sDpl/YC62poaauBiKy1dWA/xkeHW11mH5NNhuuSb4w+u7csXXnjq07tptbbDOz2GJibmJsYqRvamyw1cwYDrgShTlvs9q91XKX+Z6doAHYavcWG8ute61AyPParHHv2sV/A/B/Pxnm4b/uAK9FQLs42tjv22ltaebuah0S5ObhZhMU4Pz04dWhfsZQD23yc/vy7Ahvfniou7X04/3Mo+FezjsPRQeE+bv6uu3zc7cN9HII8LT393AI9HLyc/91EezjEuLrvjaBvi7BASDzOTLcLyrcJzrC98B+39go//BA1+gwjyMxgemJ4cdSojKP7k+JD0mKDTh6MDDjSHh+1uE7fx5HvL1LJZSNdrb+GGXRG5FA92hG9dCrJ/rIfW211LpiZjOCSijqoJQPcmr6WVWd1IoOSnlvG3a4Hc8lIdktCBaxlNNa1kEp55KQIk3jA7m6gN2E7GhFd5Exg8yaUS6BS0TiEU/odQXsphJKzXsa/iOjHkwHCcFuLuI0F3QQi7pJiF4q2GEbZhN66HhmSzWXTsRhyytw5YUoxMP372vo9C8CYffySitvhcDj1/GEdTyoenG1cl6ImYdwyxBiWgBmZqUUpEatVC4KagRAv61ZXGkQgvVaQH08AerHTOnUDGp6Abe0ipxZKp/lY1egikWocGqhbJZfD0FPunsLv37FLa/UifTbGgFwFOP4IDELOcdHzQtxy4B+iyZmP47/LJlaKP6xiJhbqVgWYkRPg9t3cQLAqHWiUCuQ+cwDVu33Y+N3WJw3I2PVfCF+FXo9PHqbxXk3No7j8WFwLfn+89Pkd9TsfPncAuLnDOLnTI0A1B1VLq7Ag10WwP8WhnMYgNcUYHAhWgwGxUVCCDW7XDnPg6Vv3ByPDEHVC7yXPb0fR0ZJohRoKgRhZ+bq5hcpwlU6BOGn5wq6+l9xu1BfJ1tEgjmBz2/gLVP5/G4IYnz77nUgLjUt60pqxqWo6FOB/ufCAvIC3M+GuOUFOqa67np67NDNowc8TPV3aagc8vHb7+q3WdUgxDfWyePQXo+kwJgLeddKbz3AnjnzLDP+dLxfVJyjW4L9vlQ321Ph3rlRARHu9o7We1wd7UwMtXdZGKkrSxyM9Ps6wh3qoQx1k1fmhvvbGydHmfRGBL0RAd+j6aZVzYxxL+WkbtFW+vDo5kQvo4uC76HXDnNBWRezuYRQ8Yzdguiiocd7mgc5+GFuQ0vVR0ZjSR8Tx2kt+z5M/jYAaofhCzg0C1t8j92CaGsqbq1518+qYrcgyPgPXFJ5OwUHu6A9HPeaGWqbGGla7tzk5b7nZPZBPO5DM750vI+5OPl5cqQ/PMhv21YTdzen6OhIvwD/4JAw/6DwPXvtY4+kcvtHOoc+N1Dp49Oz3+YXJucWWL19fV+/zq8Kp6a+/RgYBPRLYpJyzg9dut195s/69GzqzRtvstMOu9k5WRhv11UNcbV7duP67Pg48sM7m+1b5MX+EeTjEBXqefvqqYJ3j1Clb18+uffn+fzEmDiHPXbXz12bGpkc6Oqbmfy+MDP9beLz+OjAWH/7MJc62tY80lI9Ra2dY9T8pCBnWUhonACN40faCgYY6M8dDV+7m792N38fIE8P0752Nw+0VU/0NA2zazpJKGbDp7b6IngYhMJuSsWXrgZY5p3sI461141y8T+HyFwi4scgaaq/hUtEtLeUTfYR5z8zfgySmrAvuhnlndSK6c9twx2NveyGY8kHDHWVArxd9+211NLQjAiPdnP32bbDOi4+bVkIfZ9dJNLbauqbOb0D0wu82SX+zDwPWMcFELTImx0bmx8ZGWfQVkcG59vZP9s7yt+jLp258/xR6Z1bHyoq6NiajsrqzjOX3sanXx35Dl28/rKJ3J6bd8506zYfH6/HD65PT3SPdjUPdzT2sfAdVCy9EdFOwdAaSusr33RQsV10LIdU3tNW1c3AddGx471EZhMS7vjtIGPGOpu/9pKGuQ2DbAK3FT3Eqe+mVdHrS7mt6EE2YaS9cbSruYuOZbSWttS+a8S9aql9R2ssYjaXsIilXTT05+6GyT5iPwML0LeugNnwidVYPMipYjQWtla9YjUVjXBqxzsI3eRyWu0HStUHdkNpVyuoTeoiY7rIGE5LBauxrBXznl77iVJT2EurohFKGA2IxvK3xMrCmf6OVxcv+G3b9SL3PNQ1uUwaEpLGluv7Vwl9gBVFTua/AvAvHqtgCUTDL2cKUGBWyugCVNtqBQtgMIazWskWolkraCa/krUC1GPmMobFw7L5VVxBbYcQ3ynKYQLJ0mCFdS0Cqr4XgPHa7u6/IpqB9AqrwSLDLVCS/zVw4hT4PKKQagC6olomIXEARFi1Dgma+0EQdOvQanM/iOBqHYYDk7+WtNBvFjVffN3+EDVZ0rqE4wjwXYLazuUqLnhtDX0/yyjtD1FQQ98qoWcZx1mu4kINfcK6bh58Ab6FDrCyKzpX8e1QdQdQg6s7oBouOKtFZxXwMwuxLKA8Y9k9dxDt1wuABN00sFxGW61kQlguVMUFj9R2glXkapEuXckBtmRCP4TvFT3YBWzb8OpyTTcfzYaqOoUY7gKCNvOJtFLBWka1/Tf6wo/AwAzV9S0hGeOv8F9e1y2j2gDl/m8AXsX3CuvACPA9K3U9fEKvoL5PUN8H0rxFu9mwtAvOtdAykWX91yN/BWD4d/T/BmDyKGDgtSGPQWQR/YIm4c//YuBJqH0SGuM9yL7kuGnXsZjE9Nh4SkMzJBRCKysLUz/pzeRedmfR6w++7t7Oto5eLh7ujq6hASHebl7uTm6+Hj6B/kHwhASFenv6wWQL7wC7u3rZ2zpZW+4L9A/x9w3y9vRzc/GECdnPJ9DPJ3Cvjb2DvYu9nbPtPkdPD19Dg8062gZWlvsMDTanpmR+n5qh01jlKMzHD596ewa/fJ0anwDoOzE1B+67CaAf3xd6u4ZRiCoaqZPa2hXin3Au70Hhh/rKShaVMtHTOUusaqsra0S+Km8obqRX0GhIcj+hc6Sxp/4llvimpvV9bUclpfEt9kX+3eKbr+s/YT88eNuAbVxdhJbmoSdPPgSGxtm5hm7e7fa8lHDjLbaWO/UO3+Ucc8Y76Zpd9Fm/5Lt+8bddw8+5huSHHLqamPU48+Sr02ffX7lS/Oflgotn316/VPjsPub1k5pHN5DX8z+eO/3hzLWKtPPFh3JeR6U/AQCc9SQ262lM5pOwIzeijt45mHbvSOajxKzHyceepuW8yMp9lZT+ICXrMYzBx0+/OXn2Xf6lwovXSjNyHqcff5Se/TDt2IP07PvwpB27l5x2KzXjTnrG7ZTUawkJ+RFhKXa2vqabd+tpbzLQNjLSNdxkYLjJQF9fW0NdWUFRVkpLTVVbXW1NB4a90GpKisrycqJeXwDAa2qwioI8HP4sLS4hJSYOY7CCjLSSnKyclKRoGfgPOSlxdWUFHQ1VbQ3A2HDrr5YqWP3V01Q10tU00NbQVlNWV5JXlJGU2rBB4o8/pDZsgAFY7HcAvTD3wlXAIA76dzCSv6+T/P0XBov9zz/E/ucfkr/9Lr3uD0UxKbG/r1v3t39u+Ns66d8kpddJSf0uLb1ORllCY4vhTl+X0KTYzJzUc6ez/zx34tbF0/dvXH5z51rBg1vF964XX7/84eK5NxfOvr547k3eyadXLry/nP/q6tmXL++hEG/wJS9xhU/RfzOzdjG1cjaxdDGxdIHRd+te7237fLbb+e2w99/tFAwzrUvgIdegwyCGyi/GMzTBPyrFLzLZJyLJJyLJMzTBNTDOwSfayiXE0jnY3jvKK+yIf1RKQHRqwIF0j8h09+gMz5gs74PZgYdPhCadikw7G51xNizxRGTq6QMZ+XFZZ5NO/pl+9mZq/tUjuZcC4rL2+sTsco/Y6hhk6RXlEp7kHJboF38sIv1MeFoeoN/MM5GZ+eEZeUFJOT7x6R4JKa6HjnglpgVn5gakHHc/lOKTmHkg51z08fMHcs7F5J6PycmPzDoVnn48LC07IjUnIiHHxj3CIxh8CxHxx+Mzz8amnAqNS4uMzwyIjPcMPuDiF77bzl1n8zZ1A1M9051yGoZiClpam7Zrb94uo6KvbrDF2NxSSlFTSdNQS890k9kui502W7dbbd5soa9vqqNvYrgZ+Jx1jC009Ldo65vrGGzV0NmsqKonqwDysSRllOGRklWSllaWklKSlFSUkFAQF5eXkFBYe3ejmLToLoyMpJSctIyClLS8hKT0RjGJ9RvE4BsoMAOLi0mDEZcUE5MQnWJiYmISEhJSUlIy4E1KWlpSVVlFSUFRXlZOTkZWQQ6sKaupqKqrqqmpqKoqqygrKikpKCopKCrIyctKy0hJisvLScnLSSnISysqyKiqKGioK+toq+vpasJ7v9u2mlpsM9tusWXHdvOdO7bu2rltLfx5l4W55U4Lq13bLXdtEyVdbbHcZW61e6v1nm3We8zhsdq9ZU3R3Wu1c4171y7+G4Bhyfevsc9wA7Crk62L4z7YIO1kb+MiKkDycLXz9XLcZ23h5+3k42VnbWmWezyJzWj6PNwuXJqc+z7Y30muLHt17mRSeIBDkPfe2HAQ7Ozv8Wt83ex8XG0DPB3D/N19XG39PRyCfVzCAzwiAj3DAzxC/dzAu8Fe4cFeESHeosYjnwP7/eJEq79HYgJTDodlJkVlJUdmHAlPPRyUHBeQcigw/VDQ6fSYZzfzapAvmU3lHWRcX1vdeHfLaEfT5y7iAKtukIP/NkD63N3URcN0UNAiBRjX21bFaUUxGks4raguGqaLhmmpfk/GF9AbilnEMrgomNOK4pLKO1rR7S0VbfWlNPynTlLFMBvf3oKqRz0nIJ80V75kEApbcW/ohA99DDS3pYRW956Of9dNLuunV7QTEZxGZDsJx2zGNVQjCbWVyMqyR29e33r7GkkicWZmegRC1oqganoOZFCtQFXLEGZBgFkE9ItZhpCzq6U/+SU/lwEAzwvgxqM6CMLOL6Fn5pHfp8umflbOLlUvCbDzPMT3WdzSasUsDz0H3MWVC6uIGV7lwmo9BN2mM8unf7aKvNAwQtdCQBmuWIKQ88KyuVXknKBoauH16NT7sR+l3xeRc/yKRdAtXCUqFgb1witgEbd8bqEJgspn55sgCC8UFk1M3GexXw0O4lch1Ow8nHRVNj17v73zLqf9w/hX9MJS5eJyyfefsB26bHoWs8QjQCANC7PEA32/op1h2Pn8v6BXtAOMh4AyDA9yjofjgfXdZggq/vodMfGTAlh3gQtBLzq7D754hfr+gyxCXNDtxBfUzs43LQtYEESHIOyPOezMQquo/pcgFNQvL7VBULdgFcvkWrp5nz1z7kZaRq6v97mwoFN+HnF7zPOD3ZOd9rw9lUoueFZ4Nd/JxHCXnpa3re3lU+cMNA2dnf33uUf5xeYdyLwXknTTM+pcYPSZmJiTSVFpudEJmX6+qe6O6Z4OaQEeR0P8A11dd5ibbtJVlxP/x+X87InhjpEe+ucBxmgfhUOrmhgGfWCjvS3D3c0/gGuX3k7BCaeH8tLibbYYkKpREG+KNzkw/6XjS0/r7DizpuxRVekDKqGA2QwSyycHydOjzG5aFZdUPsjBTw1Rvg2QvvQS+1k1E/2tP0Zo4z3NA+xaekNxJ7Wyt62K0VjyubuJRSzlkhD9rCouGdvDaqQ3VbvZW5oZahvpqTo57Hxw/5yJscL7V9chaObLIHfx+9cTGamOdtYhwf4uzo4ODnbevj529o42tk6efkHvi1FjkzOjkz+IdOacEFqGoBpiy5el+QlI+GVlHlpZhia+Q830koi4d27+2PDYwQtX6lPSmk+cxJw6gbp68dnlPC+PvYbGGrtMTSL9/J7fvj3UwX397MGZU5kpSbEHD4YdORKTlHTQ290lKjTU28nV087tyP7DnvbuAML3h6blZr1HfOwe6pqdm5z+MjDRTlvqpK0wGyFWPcTEjZXdrroQS3qUusJGrI4zpvop3RTsIBM/M0L/2t3cS8OOdzb2M7B9dAy82TvAxIy213ztqf/W2zzKxcPrqd96W6b6SV+6mr52Ny9+YY+11w+0Vbdg37bi3vUzqjjNZW31xTMj1Mn+puXvrGbc6+GO+i56FZdaja8svHLxhIWZ0V6bPZuNNyUeSXF28TQ2sdhstmt8coYHQcQ2RkEZitjG/LnEm15emZ5fgiBoZXGJTKgn4XB9zc0MJGK0vo7x8WNPNZ5QVlWDbu7mfg0PTQ4KSn75Fn/lZrGz1xFr5+ihSaiwrOHRi6KiUoyxqfnevXt9vVy/DrPGulsHuY29zDp2a0U/u45LrmQSUT1tVSOdDf3s2p62qrGehs+9jX3sqj5WzSCbMMgmdJAxcAgWqxnosX1ttX1ttV96WgdYdYwGBLcV3c/Eg5VgANWVdCKitfYjsfo9ua6Q1lAMB+mT8QXtZECzcEtcDxXT3oIiYl51kco6WxE9FNQwCzfCrumnVna1IDuaEb3kyk4iituIYDeUsuoRTEJpB7Gin1bdRwXBV+zG8o4WTGt1AQX/iVTzidOEnh3qqC98H7Tb8nz0EWhkfpE8JKSOC4gjwob+VUIP7F5eqW7nVXFXcMD8DAOwEA32ZoXlLJh+BSgmDyHSMMvpwgoGUDUrGPxyOmwDFm3DUhdQlMVy6lIFbRlN51Uylip/ITEPy17BcVZwHB6WzcOygVZc07E2q7Wd/86FAhlRooHzt+BsajiSWsS9QBYmDgLuJQ1D5BGQ3gyXIZFHIPKIoLl/Cd8xXkJkPixruPy67QFiGseCWN9Afy9oSxoErULUcVCTC2KlRhex7M5nlYB7m8CPAuQwNwC6FuC7wFYzgPP+f5+igiiwGAxSpkUnQbQOXQP2pYESTuiF6rrnUPT+Z5j+x5V8DBuQHqEXyLwYoPEK0Sxgya7tBujbPAJwt+qXVRt2m69i24EI3DS8hGRANd2LZfQFBG3kWZWgkgMR+oU4sNz73wMbnqG6XiGu/een1i9vCd8LiSuVbLADXDcAJz+vEgYE+D5+bS+vuntF1PoLlx7BdUf/EfgMXttfi3+Jo8C33DIGtX4G0zIG3iWOgu/u/zqtY6sto2sDTNrw08jj4EL0UagFXK/SvgjaxpcZY/Ps0RNRR60NzW237sxMODr/4we0sgItrUArUGtdE5fKvH35usWmLfuDw90dXaPDIoNE8q+3mxdMwt5uXsF+QVH7Y3y9A/bZ2Ftb7nN2dPPx8nd19rDcbePi5B7oHxIUEOrq7OFg5+zl4RsSFB4SFO7p6e3h4bV3r62SksrWrRYODk6Ojs67d1vu2LHr4MFDXG4HJHpbXFwWCFZXIaiN3Tm/BC7ATbdViESkPX/0EldeW1/dciL7QkhAXBWGXFHW0ljf1dMz3989XfC0pPxVecVLFLG0qa2CwkCSBuo6Bgmd1Y9R9S+xlML6+teVj3KuPjl9vepl6eurD0uffBjlDCDeFBe+LIIE0NDAhJfPfr1NuwMjU/wOZNIHFx4VN/vEn3c/eHZPYEZQ8h2/+JsuYWftAk56RZ6NTLqZmPXoWN6r/IsfLv5ZcPNG6YM76Ie30Xevlt24+OnGuU9XLpTknitOO1N4OOd1dPqT/Sn3o9IexmQ+ict+Hp3+IDbj4aHMh/FZjw5nPoxPf3A47X586v2U7KfJx56kHH+cfuJZ9qmXOXmvc/JeHz/9IintdnLG3bRj9wD6Zt3LOHY/O/dx7qlnx08+zjx+Nz3zekrqhYMx2R6uYdvN9xrrmuppGhhq62/SMzA1NDQzMtpsoKurqSbq7AWtvxoqoA14LflZS011bfsXDohWVVSAR0VBUbT3KymxYaPEBuCIVpCRVpaXg9uSJDasE1//u4zERlVFOVENkoaGsryGsryqgoyqgoy2mrKRrpaBtoaWqpKyrKy8pKT0RnGpDWLSG8WlN4pL/LFh42/r1rgX9j9v+P23jb+Bkfwd5GBJ/r5O/J+/bfz7/2z8+/9I/va77B9iG/7+u9TvEvIb5WTXy2z8u5jY3yXVpLVN9CycbXwjAg8fSz53Nvd2fs7t0zm3Lp55cvPPt7cvv39wvfjJXdSTuxV3b5ReuwjuU5w/8/r08ScX819fOP382rlX759gKz42Il5XFzypAAAsGjeg+u712LrP08LW18IWlB5ZuYbu9djv4BvjEgi2f91DEtxDEmD6DY7NCIpJD4pJDzyQ5heZ7BES7x582Nk/1tk/do1+g2LSQ+KOHc69uj/9gt/hXI8D6V6xmcFHcvan5kVn5B/MvpB85lrutUeXn7y7/xH5DFH5qBB57UVB1qX7QYdz9vkf3OUeYRsQ538oC4i9iTmHTl6Jyb0Yk3vx0OnLSedvJV26deTstdjTF/zTMwMyssJzTkSfyo/IyQtMPx6Wdfpg3uXQzFMR2WcOnryYdOHasZv3zj17fbuw5AkSczD7wmZrT7fwxOi0/JT8m5nn7ybkXAxNOBZ6ODM8ITM6OScmNSfscKpLYOQeZx8LWzfjXbZKBluUDbdpmu6U0zIxsLA23Gq1ycLa0HyPtpG5qo6Jhs5mHYMtBsbmeobm2nqmRia7dDdth5OfRf5nCw2dzXJK2jLyasDVLKUoJiknKSUvJa0gJa0gKSUvI6MiJaUkJakoKakITil5cTGZDSKBV0JSVgqso8tLSYkCyWHQFZOWEJcB8q+ErKSErIS4jLi4pLi4pJQUuNiwYcPGjRthBpaSkpCQEJOTkRWBsJS0pJSstIyCnLySgqKKkjLAXQlJ8Y1ikuISstIyMCFLS0lISohJSmyAR0pyo7SUmIy0uKyMhIqyvKaGip6upqGBjpGh7iZj/S1mmyy2me2yMN+9favlTgvr3Tusd++w2rV99w5zkQvabM/OLSL519xyl9na2NrsXot3/m8G/m8A/g+rM7wG7GRv4+ZstwbAjnbWLo773F3sPd0cvdwd3JxtAv1cPd1soyL8mxsxELT4bbyX2lz9+O6l+JigiCC32HCf2HCfiADXMD/nAE/7IG9n2PAc4Ono524f6OUU6ucW4OkI029ksHdUiE9UiNf+IK+IQM8YuJHdy9HPyzE82ONgdOCRgyDsKiMxMvPo/syj+9OOhKTFBx9P3X8pL+n+leOo9/fxyNdsIvpzV+vkAH2sEwS6dJAxgIE7G7poGBaxrIOC7qZjWcQySl1hO7mik1rJIpaRaj+S8QVwBDSp9iOt/hOjsaStqZRKKCLVfqTUFbKIZd10bDcF24J9j0c8a8V9YDaU0PCF8H+CmytfNle+7KGiGYRCWt37DhKioeJJI/opo+49p+kTu7GIUvORhCtsrSltwJXhKko/lRS8LPpw6fHjZ5UY1tx8DwQ1z8y38AS4uSVQYiQQBR0vgtQrmH6Rs6uImZWSn8uIGV7FIigBRi/zyxd5dUKQ29wKQdVLAuT32bKpGfTMYuXs0qeJacyCALsoRP5crJznE1ahynn+q4HRByx2+Y8fDasQdgm4jmG/MWYFquRByHmodEZQMs0v/Lb4/st00cQcamYFNS9ALwnhzOcqIYQTKcail7eCXQbVu0TQJ7x8rLLy/fBIk6hbGMfjw0xbJ+oEfjU0kt/QdI/bgVni1QhWkTNzgNuXV+pFyVjgmbzlqhWg/cL0WyMUwPPL9vwvAIYV4CpR0TFmSVg6NYedB8JvKwThZpabhFCjAMIv8V50dqd8Kn7E4X768pUMv7zpmZLR8bLxifolAU0kleOFwipRAVIzJCSvLLEWFkqJrZv3WGenH0v28bkdF5Pt7nIlKvRciN+1A2GYG5ebXz16eCzldlaa2/at9tu2hXh5H4lLsNi2a5+D56HM/ONXXpx5hDqQ+9gmKHerU8Jep9gDEekJgdEJrh5ZXq45/m4ZPm7Z4cFHQkKcLHdbW5jcvXqGP/d14fsQpuzVxAiTRizv5uC7WbWN1R962PjZb+0Tw4zP/ZSRntalyf74MF+XPeYcYu3i197Jfub0KHuAVTc7zhzpqPs20DI52NpFQ7eTK4a4dZMD1NGOpt62qiFu3fJUxwC7tretikUsG24n/Bylj/c0j/c0f+klDnHrRjsb2C3IbwOkdjJqkItbmGj7OcYc6iSN93EiAj0tLUwtthiYmWjeupEXEujgaGdeU1nUwyGfyU633b3D1npPdFS4o6O9o6O9l5ePlfXemNjDj56+QlRUDX75xuru40HQ5MJiK4vZMTT4A+KxZ780djKg+XmI3UXMPf/WxRd6XzT7+OmPx49m374h5Z3uefFcwGlbGR8cGOE+fHnHx85276bNWhISsYEBx1OOZKYkxMaG+wd42DvYbN1moqupBv6roaziZmMX5OwR5O4d4O9t7WBtaWfp5OPiF+qXnnG04tOHn30dPxnkLzXlLbcvIDJjEGkRHw97vIt3Kj8bM8mqnuqnDLTVDrMJwh/d85+ZothnzBCrephdM8yuAVZnFnaIjRvhVn/uxI9y8dPDtIkeYh8dN9Ze/2OQ8q23Zay9fnaUwW5C1JU97Wgt/zlE7aZUkqs/DLThKLVvh9jY2tKHXTQMjVBCaUCO9jIGuxg1GOTZ/FPGhkZxh+J37Qb3cPWMt7wvKuVB0ODXz2VVuHoKeWpxYU7An15cnJ1bgFahlLhDjeXlEG+5q7q66fXLyaYmxLVbb+88ORB+ODYq+e2bippaVlrWjZj4s36hGU6eh9+XNH2bgf68+RxRjnd1896xY5ejnXVZwdMfo6yRTuJQe9NQe9PXfnI7BcNuBX1FXXQsk1hGIRQxmouZLaXUhsKW2ncdFHQnBcsmljObkMwmZGt1AbWueBD4VqoHvugAkQAAIABJREFU2QQ4AWuQTeimVYEmpJZyVguSTkSAKCx8AQzALGJZO7mCjC+gEopo+EJ6XVF7C6qPjmM1ltajnrYRCjuJpSNM3GcOoF92YzGnobiLhBqg4TpbyjuJqE4iilVXSsF+ZOJLBqi1g3RCL7mG04TmNFXQCCXMJmQPvfZLD/lbD72rGb/f3iHe2Qv6PL9EHRHSv0CUcdA/VN8LunPwXXxRjhS/qp1fBdZQfyVIYbhQJRdCc0RRUiwBqk1YwVhFt0GVTKiSuYpuE/wLg/nlIO1pBUVbG345fQn171kuZ6y9y6to41W0LZczlstBlNQKmgnLyCAgCs0GJ4YDVFMgnLaDwXeDPOq/ZlATh4C5mjIG0cfBUMcABtPHIfKIsKmv913tXA0X4kxB7T+ErYNz+HZeUy/U9mWlsRdgM2kYlCG1DkH0cUFjL9xyBB6hjoGTOACeQxwAI4LqXydwbg+DL0ocBGo2rGDDsraoRAr+MS5i2cAY3DTQ9xzb/wLHr+kAqNwyAkTU+n4QHlbdKcBy4aVfQL9/DayuE+3o1g/wyplAAaZOQE3DvHLm2Isa4IIWrQevVoGUr/8YqGmIj+EsohjgF4fv4WM4C0j6HIoOmn4Jg1D9ENQwDDUOQ/WDwrp+fm0vBJceNQ4JGgZBWVH9AFz/C8c+//f5C3dbxgD6wvNvJBY90vqfJ6DfpmFBM6gOBvFXxNFfGCyiXyFxRNg8Jmz5LGj9vEIZE7K+QYPzPTXUU3HpIc7eluZbnz98CPb7BdDqHO/72ASXyqQ1kR7dvOe4197Oap+/p290WGR0eJSfp6+rg4u7k5urg4ut1b6QoPCwkP0BfsHOjm4Ods6e7j5+PoHenn6Wu23cXDwD/IJ9vPzdXb083X18vQP8fAKjo2NcXNw8PLzy8vKTkpJ37tzt4OCUnZ3DYDCXlngQBP38ObO8vAJB0Pz84sTX78BrIoQWF/iQEDqVm38x/xIII1iGyA00Bxs3IoG+sghx20aHB+aGB+cf3yu4k38X96aiobCmoRDfUkRgllP6arnkogZqcRPlU0N3FaPg6vNX5+/WvEE8zLt2K/diYwnualb+mxuPmXWUXkaXcG51anz28uV723Y4BkYk93zm3XpZ6R2d6xVzyjYowy0yzykszzbgpH3gCY/IsyHxV6JTbiVlPzyW9+Li1U837yBv3UJdPv/x3KnXl88W3LqMuHW1Iud0QfrpgqSct3HpzyKP3gs/ejcy9UFM5pMDGQ8PHnuSkPM0IfvJwfT7MSl3DibfOZR6L/X4s6NZj5OyHiRnP8rIeZqR8zQ581588g1Y+03OuH00/VZK+u3M7Ae5p57lnXuVe/pxevb15NQLhw7nBPjG7NnhYGq41dTAzFjX0FBbV19TU09Dw0BLy1hXd7Ohgamxka6mhra6GmxyhguBYU34r8IvjL7/QmJlZXkFOSlpKTFx2AsN1yCpKMgrysrISGyU2LBOcuMf8tIS6iryetpquhoqWqqKqgoyynJSmiqK+lrquhqqaopy8pKSsuKAe+GR2iAmvm79GgD/LwwWAbDEb7/DI/7P3yR/+13q93XS6/6QWbdx4983yK6XU5ZQU9ioLLdeWVPRYN9Otwj/Q2kJZzKTzuWkXj2ddevsyUd/nnt568+C+zdKAP3eLntxr/LZ/coHN5HXLxVePPPu3KnXZ3KfXcx7dfHkizuX3iPeEKpKSGVvaj4+Lv+bqZWrqZWrmfUvAN5m62Vh6ytyPodau4XbekU5+sU6Bxx2DUpwCz7iHpLgE5EUHJ0WFpsZGpMRFpsZfjAr5EC6f8RRv/Ak75AEr+B4z6DD7gFxnkGHQ2MyYlPzgxJPBiSeCE09k3DmxtnHH5+XE1Ct3BpWX117f2vvCOvzVN/M4jgfmoSgz8uC7h9zJQT62fvv/OIyd3uE2/hGH8g8e/LOy8wrD9P+vJ96+U76lXs5955efF10sxh1p6TiVgnyERbzDF/7Ek94jK1+hKl5Vk14hqt/WI7/2Ej/1NqGbuuq6x6ifpnsXuBNQNB3CDpx96Wpo3/iuZvP0fUYRk8FuaOwjvoYUXXlReHZB69P3nhy/sGr5wjcB2zDpUdv9icft/Xfb+MTZrjLUWurlYLeVlMr53WymhKqegpamzQMzXU374RxV0Nns7a+ua6hyPysv1VFe7OK9mYdg60Gm3Zo65kqqujKK2kCEVhGUQo46hVlZcDISCvIySrLSCtKS8hLSshJS8hLScpLicuJi0lLS8oBvhUD6q7YBnGg7IqJS0iInM8ScpK/RgTAIh0YvuECJGAxMUlJSWlpaSkpKUlJSQkxcSkJSRkpaVlpGTkZWTkZWXlZORh3YQCWEBOXk5GFqVhFWVFGWlJGWlxaSkxKcuMaCUtKbBDbuE5aSkxeTkpJUVZZSU5NVVFbS81AX3vLZqOtppu2m5vusjDfs2Ob1a7tNpY79lrtXPM/795htmenqeUuM+s95jaWW/9/Afg/tF+Yhx1srVydbJ0d9q4lQq8BsJO9lY+nU4CvW4Cv27GMpPKyj3VVFQ/u/BkV4hPk7Rjs4xQd6h0d7OXvZuvtZB3kCbRfPxHNik57f28HPy97X0+7YH+XYH+XkABXeNF3f6hnVLhPVLhPZJivv5eLq6OVl5ttVIhX4sGwo4fDjxwMORjhnXw4+FRm3OW85LtXct4/v1Jd/goY/EjYIWb9CLtxgFHX11Y7wKpjNaMI5a/YLUhmM0Ik5yK4FFQXo5JNKiPWvB3k4PuY1e3kijXp7GtfS29bVSe1spuO7aRWsluQVEIRGV8AVyL10avb6kuptUXsJmR7C4rZUMJsKOkioznNpQxC4Vh7XQ8VTcW/a0Q/LXl5oab0HqfpEx3/nloLjNNsYmVLLRKPQWAqkR9LPj38+KGcRmfNLVAWeRQh8DAjv09jlvjoJWHF4mr5grByGezcVi5AiB8rqBk+aoaPnAMfxQkgnEBYvrxcNjePXuCj51bKZ5ZR00uV83zsohA1vVT45Uctb7VeCOFXABg3iqivYnrhAZNbt7LSLMLCulVRnDKoFIaQi1AFDyqZXf04tVzwfenTD17xT7ByjJoXoOYFQAHmr8LoK4JzYEWmiOTfGj4fLxS++T+UvXdUU1nfNjzvfd8zo9LB3us4OmN37A2RIr2KqKDYG6jYEHvvHXtHQHpJCKSRkEY6qSQkIQRCCb1DQtr+1s5xfOZ53uf74836rb12TshJAGXlOler0dymM2i2Zt3iQQPShIQZhLCWbMPAeV0912iML9oGgtmKKJ8LevqIFlDQ01cyZMAaDXizCcm7+rvxyIQ3mwgW8/cQrO9qbdgJnN83CH3IQyCzueutvPqjQlPSrRfaUq+ytbq8xmaq2VrQ3gFToMllEJD3D1DNVorJUtLTh+0dpFqgeLtkyECwmOkAlJmGmEODEr0+i0qf/OeCmG3bT4aHnvPf/OLgvlPemx7t2oV9cD/t/IX7e/ddjd19PCzCd9ny5XPm+GzcFBYS6usXEH8msQcAcWO7pMNc2QNQou6jt775RJw+d+7ppaOJcUEhx7w2nA/yuhDuf3Fb+JGgQM/F831WLm7XVuk76klFGVRchkpS1qhmdTbBcmxeeV6VmCgXESqYRQpxWZOGX1fFDnRfsT1gUxWHUl1BqWTimxQsBQ/Xoma2aZhArwH91Q1VZXxKtpSFUlVA+k6nYrSomdbe6no5pVqI51OylRXYFjWzRc1EHhKXF/DKsiiYTzViooyDYhM+S9m5KiG+QcWx9LWcjt+/+I9ZC/+cMXG84+uXt8sZaI+NC/9aNGtf7NZ1y5aEBfqFBPh6ebqHhgRFRUXOn78wOCSMSmPKlGoimd7a1afVtfUMmdgSqbhaZQBA29OuGmht6NHpxALUpWupkdGpm4NBZgbAFwNMfm9uOvX6hV4yAfS265s0g+buzp5mQ40am/wyZt36bRvc/Vcs912/OsTfZ+WKJfPm/374yL67t64+fXDrzJEDeyNC1/0512PRvEjfTVHBfntitm6NCF618q8VSxf5blgfvsH96p59L+PjPxw9+PXovpyEA5/2hr+O8f16OoaW8aJNxe2o4So4JU1yekcNt1ZE1AgJCg5axcOoBZgaYTEyteISrRRv0z+ztBJSNR/bomR01/GQ6LtWVbmKVyJnoeUstIyJQnzFHEKqgJwuonzjElLrxKU1IpJWVt5Yze/QqYB1oEou9t3svSMmesnSFctXrf9z0V+7Dxzp0et7DYNEBh1NJFRp6zv0hj6TpbWza3DQ8Pzh40fXblALCqhZWS8TE8kfPhI/fcGkZ9+6fPv1s/d7dx/z9Yv28tu51mP77sNXA7fERUQnaJqGPqaizp6/tXXrrgXzl/h6eRyK3dKpFWtl5TUSiq6aUyejS1hFUjZGLSbWycqaqmnaKrJagtdUErVVpZpKooxTBNOteDhECM3AptFLUitZGAT0VnGxjVWMthpuFRfLI+fIuCVMYjqTnMEmZTDwqdSSLww8bKJG/n7KuZgaAb5OXFrFLuIQ0pnYrxXkDDE1u4KUJiCny5l5NbYwbTmzQELPFZCyRNTcam6JVlSqZJfwCJk8QmYlvYhdks3B5ogoqEoGRsYuFtALJKyiKi5ezS9rEHEOBAVFLFtjUejM4iYTX2fl6WCOEU1toajMZTBL2Yw0IRERf+93chIylt9hsA2XwgTjf8zfSNhaJEAGoAUALbCiKqyoClNBhbGwYqiA/7+OIZ9nyOcNFfCNhRUmlMBcKABo0fcp+ttvDLXWNiSMrYTdQgT5fwPD5TbzMKseyqdZ9bBQFxK8jYBVZ6WroS6a3wQUPaC6H0jbLOxaIGwG3HrA0QKBDhpQeQ0mhtpAVco+YyFClrQBXgP8AmTlN8JTIRbWH0ZWW7iXma4x0zXfc7kQMfDf4cmApzOUqQZJClCu1eWwRC9RTdnMLrRgAFcJ/beQCG0CtDoLUWnASA1o4VCRyIgRm4olCL6FMmm8HH4lQwtKlUNFopo3xV1ZTHOJFOJnQpWV+L8PjL8mVsEU6FKFHiMyYqWwp4pUA8o0gKYFjAY49HoE+sINHO2P3iMjVWOkav6L+LXRvz/qf78DYAZ8ChwE/f64S7Md/OdqOzmg1sHeYEotrE2C76HeytJamHWW8nqoPqA3WOgNZkbDELMBSDu7GCpQ19st1R4Mjw7cuGnfjuh3L15Aa4MJjlaurhJIhUze3Ss3w3yD3FevDwsIidm6Y1v41tCAkCDfQO+NXmuWr161Ym1QQOjO6N3btkaHBIUjKDcoIHT92o0b1kGHcFjIlrCQLf6+Qb4+AQF+wZ6e3t7em48fTwAA9Pb2FxdjuVw+VJQYzUajGaF/u7p6urp6jEazQW9GiF+rBaR8TvPx2KyQyId6IUqnlJCX/Ln08e1naZ+yG+u6TEOgnCY9efj8lwcfaBk4eiaenFJM+FhETcHxc+mlH4qY30i0dGLxm9y0e+9qyiVSMut6/NmsFx/vn7h04/BZ9Jt0CYGF+ZKT9zFDyhK3ajvu33n+4VOOUNb07G3ult2JEXsuhu256BN11j0i0T3ygvf2K/4x1wJ2XQ3fe3Nn/MMj516ev/H12p2MKze+JSa+P3v67dULqTcupl9ISjl/KTPxcvbpS5lHE1P2nHgdE5e8Iz5554lXkUce7TzxYl/imwNn3+xNeLE34cWRxHcnLn05fOrVgYRn+088PXQq+fi5tyeS3sWdfL7/6IOTiS+h6ffYo/gTT04lvjh38e2Fi+/OX4Do91D81di9p0PDY1et8Jwxdc6MybMWzJk3b+bsudOmz7K110wdP3Hm5Klzf5s9f+4fc2bNRKy/CAaeNG7slAnjESH0j1xoBAAjJUkTx44bP3oM0oHk5gSZN8i2OTp8RyxuzqNcHF0d7Vwd7Ua5Oowd5fzbtMmzpk6aOmHsxDEjJ48bPW3iuImjR49ycnK1h+HP/x0A29n9/CviAf6nEBqpQXL8+Rf7f//H7l//dvjPzxD6Dhvu9PMvdj/9Mtp+jP1/3H79yXGk3cQlc9duCdgVv/fC2WO3Eo/dO5/w8NLZl3eufn5yNyv5Yd6TezkPb2W8epj/5nHhu6dFr5+ikx8UPr6dc/96xt2r6dfOf7h56dOtCx+T734rTKUScth5H3GpyXk/LVznt2CtLzKQ/nUPXOYRtnxT+EqvSAQAewTHbgrZuylkr1cYlECHbouLiDm2ZefxiJhjW2MTduw7s33v6S07j4ftiAuPjo/cdSJq98no/WePnLp5+8mXD1n4XJoomyEu5FaVVtZxtJ2VHXplr7m6z9RgAo0W0GQCDUNmnRm0AtBkMmv69fK2wUK6JOFm8qbIfWuDY848eEMUa4jSGqqygaysK1NpmdoWYUefYtCsNoIaC5APGaqtFuWQSdjVK+zqrxq0ynot7MYeTlOvsF1f1WdVG4DGCGqM1tohuH+UhVm7ff8bTJm4E0LiRgDqrUDaZRToejja9lJJTamkRt5h6ASgustSxJJ4bNkbf+3hs/TCGy9TYo5fiI5LmrvKe87yjWNnLpwwa8GEWQsmzlww9bfFs/5cNmvOX9NmLZo4ff6EafPGTpkzburcGbMXz5m34rc5iydPmztu4ozR46YivcFurmNGuo0d6TbWzdUGfe3dHEa4ONq5OjuMdHUa7eo8ysVppLMN/doNtx/2y/BhvwwfMczOfoQdxMN2MKoNprXZuzrYu9jbOduNcLIb8Z0BtrPd7O3tHRwcHB0dHRwc7IaP+MHxurm4ujg5Ozk4Ikd+7F2cnBFgPHqUm7OTg7OT3f89DvbDHB2GI8ddnO3dXB1Hj3IZO8Zt0rjRSDTc3N9mLPxzzvIlC9evgVf6161eumbldxswgn7XrV68Ye3S/1cJ9A/E+3fM1ZofWdA/AqI9N6718dyAMMCBfpuC/D03e60P9Nu0c0fE9q0hAT4b/bw2HNi1LSLQy99zbWSwz74dEbujQiP8Pf02rQnx3Rjs74FMeLDn1vDNW0K9QwI2Rob5bAn1jgjx2hLqtTXcZ3uk387tQbam34htEUHhwd5bw/32xYTH7d9xdP+2A7FhV88dff7gQm7q8zJsGpdWIGIXVQkJtZUUnZLdXStsVXI0AnKdlNJRy9cpmZVstIJfUkHNqaBmiRi5fFqWhF2gFJZIOYV8SjYdm0JCvaeVfEEgroCWyySkMQlpXHImwmbIOJBkkzALoQqagVJXENQVBDGt4Hu5pa00pbI8X8rIq5eW1okJQmoGufAVLvspj5RaycipIGdIYEUNDUbpsshlBAyOgH33LY0ik2sBzCUm9QyU9A4W601ZXf2oAVNejz6nS1/QZ0INWPN7TfldpvyuIVtZLlQ+w95d22Ct5iKjERpizbZipF5TYfcQqseAM0CMRzBYsnTt6fXN6M5edGfvl+ra5xXi53wBYWCwuLe7pK+PaIaKaKwF5A9YMntNWb3WtI6hry0DaW36nG5TQT9ADVgL+82oAQi5fwBgpKAI4Y1JkEbWlwGQiCku7OziA5DZ0sIAAN0/iOobQIKs8rt70f2DTADeKKtvsziYQQO6f5BoAZmt7cX6oTIAcCYj3mwkWs2lAAY+/wDAtuPfMTBSsIQdMpUYjBiD9WtTO7rfyAUgS9d+Mgd9DVdGMQD6ELiIwhZ3dPMBoFkAzSZ4zm5uIegNZWZLua3yl2y04gaHcEZzqS1nC2fSl/R38YG5GoACFmvi3HkhfgE398SeD9x8fMO6x7GxBZevfT2dKM0syL358OXJpAP+YYEr101xGxMWEIRGoxPOnN51aD+ahMUwqOK2Xo0Z1ABQqjS+SKcTSqUvbz29tnvfaR+Ps95rLwR4XIsMvhIddToqwm/FoksJ+2vE5RXUoio+gUvL69IJa6soajnZotc0a3lUQoZMUNqoEbQ1VpaTClfPn3Xx2P6+xurOWkmzkt9YxeSRc5iENFrJp+ZqenstyxZgXlgtxCN9rW0adpuG3VXPb1Eza8REduk3CbNQLSIo+CXKCmyjAlLEIkY+ryxLJcAp+JhKZhYu7wku94VGxjD16F4+vj1n+sTF82dNnez6+uVdw6AOVfBlw5pFK5b+cTru8LaI0N0x28NCA0OCA/18fYKDQ7OycoAV9PUbDEPW3sGhzr5BtkDAq5QaAGgb7NX1d9AkbFVNpRhfnJJwPPfAoa+hIaIL53q+vO349kH04h712a16EgZ0NLZrFdwKhlZVCerqgKqG8vzFMZ/NAYsWhq1fF+y9cf2a5bduXmlrq29r1hh6dEDfWS9m4dLePj4bd8Tf22fOb+6zfwtZuybEw2OLr//O4Ihtnv5b13r5/b4g/I9FV8MjPx2Le7F/15vDu1APLn+5l6STM4G+oV3N0UrKWpTMVlV5i5KB5LfL2fkqPrpWjG2QEXUKUrOyrFPDqhOXKjiYZgW9v1Goq6LVCPCtqvK2amYVu0hdgZOz0KV5MKdaKyGp+cXdNeUc7GdK/hsOLq1WROrUiiUcgpBDEvJo3R1NR48c8N7stXLVmsXLVs6aO3/F2g2VsiozAKq6OmwZlV8pb+zqNgDQMaDv7B0YGNDfvX7z7uUrxenfCj98LPn0ydjQ1NvUPNSnx6Jxly7cjj9+8fylx8lv8o8m3Is/8zBi+4mUb4QqVfuu3fFbtsQsXrRs9fKlvhuWiRiYhiqWWkRpUDBVQpKch62RkGsryXJesUJQrKkk1slJOjW9VkbgUjLqKsk6JbNBTkf4Xh45h16SyiVlN8jpVVysmIGCF1mUTBm7uIKSpxaTmMR0NiWLR8lmEtMRACwuL6gW4uvllEo2urK8sEaAV1fgBGXZvNKMyvJ8IQUm5MtYeWoBplaEV4twGgmhXk6WslCIx0TOQksZKBE1X8Ys0lSQqjkkGR2v5JRKyovlHByTmMEqzWTgMyS0oiYpJ3FXTMDCv+pKuUDeNsRvslY0w6Sicg1g1Fip1UilEKychbJeBYxQsqlzvwPgIuj4tbGy4n/GPn0HwzbQC4qEAG0blACgBKCwAqBFVrTICi3EAnNBBSSQCwUWlBA5YimEoBc5AnFvkdiaX2HNrwB5trUAPgRsqxUlhOf57j2WAiyS7WzLoyZUfW9sKlVAlrW8DhqMxe1Q9lyhg8wwZHHr4HC1QNZh5dfbNu2gst3Kr7eh4ibVN9IQqwbIOoC4GQh1QKQDgiYgtZ1BoINoWaCDZ+M3WXmNVl6jmVlnZtZZWForYnOFEV9w4F1uo5GhMTI0gK+zsrSdWHFDHkubxajPLm/OZbcV8HowokG8zATZbDXEqEgkFa0Wbig18CC5GhAVRoy47j1O+wFf9bwA8sYMLUxs/tHM/N83EPqSlEgTshkvMxSL4RHY9qSBxC8CgMsbQXkjgoSttgbg73W+CJplNkCGFlE4IyLnH2RveQOCe5EeYIhpaXXfkfDfBcLwVf459Hr4ojTtd7xtewg+3fZzMzPrLeX1VkajldFooTeaGI29ZWqzsAVo+lsrqh+du7Z1s3+4r1+wt8/H568gAB4CYMDU2dhKwuCFTN77568DvP3cV6/3WOseERQWFb41wMffc8MmHw/v5X+tcl+/6QfBGxocERwYFuAXHBIUjniDA/1DwkMjA/1D/DYHBgeGBQYGh4dvOXfuPML3Ioi3o6PLbIYyZ4VChcXiaTRGS0sb8pB+0ASs4Ma122tXrAnaHFBTVW3ugyVs5GKC19qN82b8cf7Uhb4OPbCAjFRU7Ja9JV/y8B9zi16kUVKKyj5jSl7lcbIolRgeOQWb9zz92dk7H24+L/6cQ8zMR39Of3n1zuU9xzLvvmRlFVPSCrOevPvy4EVa8vv0Nym4fHxJEbmkmP7xC2r3oQubQw4Gbj3pE3nKe9t5r+jLPjsue0YleWw54xV1LnTP1R1H7u2Ou3/wxJO4ky9OnH578eLXWzdyrl/NPHfmy4WLmZeu5l26lp94OfvY+a8Hz3zYe/Lt7lNvo08kx55+vf/c271nX+85CQHw0XPvT15JOXH+Y/y5N0fPvopLhCro4+feHk14tu/I/UPxDw7FP4g7/vjMudeXrn26fP3zuaTXxxPuHzl+fffBMxGRezds8P999oJJY6fMmDRt4ey5c6dOQ+a3SZOnT5w8bcKkaROnTp807c/f5yAYeNqkiVMmjEeIXyT4ChFFIwbgH0Lo8aPHIIN0II10hhHQzvZ2ro4Oo1ycx41yHTfKdYybs5uTvbPDMEe7X6ZPGj9zykSk9GjyuNGw+NfV1cXOznnECNvYO4+wdxpu5zhshMOvSAiW3T8xMETCth5gBACP+D//svvXvx3/87OjTQj960///uWn4c6/jp09eYHnmqC924+fP3H36rmnF089vnI2+dblj4/vZCY/zH9+v+DZvfxnD1AvHqKe3815cS/n1f38148KXz9Cv3yEfvEQlfyg8NblL/eupNy7/OXNgyx0KgWbRc96W/TlafZPf3kEL3EPXLwhAOF+l28KX+2zda3vttU+UYj+2TN0zz8BcNj2+IiYY+HR8eHR8VG7T+46lBR7+HzMgcR98ZePnr6VdD353vPUt1+LCnAcvkyn7QLqAVBtABoTxJkNANSZQbXequwz1Jsh+Gy0AK3RWG8yNQNrKwDNADQYQFXb0Gc0JfrEhdUhOy4+/1g/BJlb9aBF0W+S9w7J+vTyfoNSb6o2WWssQGk2VRmHJAODFd29Fe39gg49r3WA1dhHUjaXa7vF7UOqQQiAa01wVRvB/Uz0xj1H84UKYY9R2muu7LPUWYCow1DR0s9v7mPXddCrmwW6vrohUD8E5B3GiCPn9l+4q+qxtloAR92WT+FnE1g5eGbClYfRh06v8wmftWD19LnL5yxaM3fhuplzl42f+ueEafPGT/tj4ox5s+Ys/XPh6j/mL5/1+6IpU2ZPmDBjzOiJI93GIeh3lNvoUW5jXZ1GOzuMtF1ScXV2dHNxGomMs6OLk4Ozg52j/QgPw59TAAAgAElEQVQ7O+j9tXOws3e0dxo+zGHEcKcRw53sRnyHvt9dwXaQJUbmBwyGGNjO3sXJGWF9XZ1dHO0d7EdALG03fASif3Z2dHJygPQyPL+Dnd2IYXYjfrG3+9XBftg/B+GEHR2GOzmOQADwSDcnN1dHNyf7MW7OE8aMnDIBtoTN/W3G4gVzEQ/wPyXQq1csQOZHqNWalZAr/h/zf0ugf8BdL491Xh7rvDetRwa5ixz5gX4DfD0D/bwQcjjQzys0yDfA1zPE3ycmKsLPY0NEoE/0luBtYQFBXu4+61cFbFof5r8p1M8jLGhTeLBnaKBHRIjX9kj/7ZF+COiNDPPeEuoVGeYdFbF5R5TvrujA3TGhB/du3x+7ff/OyAO7tsYfiD6XcPDmxYSHNxNJxZlcepFKTGmoZterWDUyilJcqhTgZOxiFQ+n5GLlLIySi60VkTRCQhW7qEZMZBFTGbgvTMJXQuFLSsl7MStXxkM3KmjKCiyCkBX8EgmzUFxeIOMUlRV9pBZ/ZhLShPQ8Bb+kWohH2GAWLl1MKxBR8xnFXymoD2x8WgU5i0NIF1GzVTyMkluk5BbxyWllqNfc0q8iWqaQkiWm5VWxi6sF5KoKqoBFolKI+DISikrRmi0aAEht3bg+fX734Kfmzjy9BW205vbq83uNGANMfv5a35He1I3usxTb5NB4CyAC2GaEAxbbgMz2XqwJlhvldgwmYilbX39JKMR+qml8Xal8XiF9J1Nm1uveSqsu4wjXiKR3lbInXPZTPvedXJ7Z0lJiMGMtoMgI8vQgtd2Q2mlK6zBldBpze8wF/TA6Cz0Ik59xFoC3wiGY4SAx0YU9fZDyHTKSzZb47BySyVxmtaD7+or6B2k2hy0SdlVmY4BTG3WYQUMSoRRvsmAGDTBxekCPtATbaF4z0fpfg+ifcSbjDwyMM5oh9LWBZ4zBihowwfKk3iGyGZQOWj7J1BcKcRdR2HRVXRUAJIOxpKcP1dlFs/mc6bY3ies3kI1Wqi3gmmjLkSYAgDUOEgx9XItRBQBTo1m60dNn40Zm+pcLAd4n1q+7FhJ+eqN3olfQ+/hz3y7evRkbt33t5vC13oHrvdBZucAKHic/mTB9fPyZAwXEAk3/AE3Txu8AikHwOod5/c7Hw9v2XYiKvhrqf81/w82QTTdCN1/dEnwjdvuW9cvdl/xOLfrWpOR01ovkPCydmNZYQy/DpzTVsqQCHIuWr1EyG7WioUFdTvrbPyaPvnfhZLdW0dsg76yVSJnFxPz3BamPJMx8JNdKwcfIuZgmJb1aQGxSlDcp6fVyCrv0m1pEkDALqcWfEQAs4xTJOEX1ckp3Q0VDFbVRQasW4qt4RYPNXBk3V0jPaakVdNQrmGXFyxf+vnr5/CmTXCLCvPp76xm0ov27I0/GH7x2MenYoUPhwQG7dm6PCA8NCQ5M+fzVYoHOMSP8EAUMZiCQyqu12j6zqaGjtR+YdB0tPd1tvbo60N7YzaVpMr4wrpwr2hudFxPBvH5mqBwDtMKeBklvV217S21LQy3Q6YCymn7xqjj5leRLytngkLCVK+Jith/ZG7Nk4ZzU1LcKOUejYFt6a0F3NehSmlW8xrxs3PlLX4+dfHkkYd8mP5/5y4NWem1ZH3TtcNLby08+XX+auOOg/6JlPvMXbVm3JtJjzdFt/t9e3a4VlvVqxb31wr4GUXcdr1VV3qlhtaroDTJinQRXKy5RC4oU3IJKZm6LkqYREpTcYl0VDQG9leWF7WqWpVNRLyXXCPCIi5hL/KauwJnbK63tUg0fo+ZiGiRkQ4vM0q2pq2RW8qntjSoqGRsaEjBtxtTVa9at2eC+8K8V02b9npb2DfIzJlCpqK5U19Y0tw4C0GU0GwAwWEBXd7/FZG2oqQWDsEHK1NGhqZT2dXT0d/WV4ilfvuR+y8K9/lD44l3h+auvdh+8dODolfYu8O5DZmzsoQD/0GWLF/msW/rgyvGGKpZWVq4SkupkdLWY1KRidjcKGhS0RhW1QUlRCjGaSnytjFBBz5ZxYMCVWliq5OPrpBRtJVUthFQ2UoMkZqCQcmAFDycpR0OTMxst5qBF5QUVtFweJZtnC02w9VSXcsmZFNQHDiFdzkIrucUyJkrKyBOUZco4BVoZsVFBVotwlVyUSoRtqqbVV1FVQjwUVFOykZeA74GDrxcx5QyCklMqpKHVQnIFrVDMRPOpBSIKqkHMunM8PmDhX2Xvs0B1t4HXCJt1YTavFoqByzVI3jIU91LVUGxMVkHcRVD8FwwuscU44aUAK4FTgiBhMSgWQ6yLEkD0WyT6PighPAK102KAEv2AsqBQCLFuIcTACLj9vkeJAFpszeVbc/kgB66WHJ45l4es/wWDUfDpEAnbKGJzvsCCgi5lE6IZxkJtsB4jGiwWGQkymJVVrrGWa+D3WKED0nYLT2vk1Jq5ddaKBiBsAoJGuEpausmVcC9p+b6Km0FFAxDprKJmq7AViNqAqM0qbIV7QQu8cGAbUNHyffiw7QnaqnlNvdRqUNkFFH19lGr4aI3RwmoAFW2W8voenKwpj6v9xqjPKNflcNryuS3faO3f6Mi0pdNaUim6FHLTF1L9R4L2A74jgwHZYHI15I3J1X15XAhxkV/Q/1iRUDGbnRsqrm13LaVV31Hod74XYX3hioicERxrYWit5TZ9MgKAf+BeBBj/TQVbbHppU1kN4hlGYDAE0v/rIOgXeV0bDAaUWngGZp2JrYU/EOgE1gFmMyjXWZk6IOwE8h6DWNfElHXIak/uPRDk6XVs/4GAjV7Zn9MhALbxwP0tXeRiAo/GenTz3u6omHUr1nisdQ/xDw72C/Lz8vX13Oy+ftOaVevXrFrv4e7ltzkw0D8kKCA0ODAsKnJHoH+I16bNPl5+QQGhocERQQGhkAf29V+7dn16eobBYDSZLIODBvgnGoDW1napVJafX8jnCwAAev2QyQQfUKtqj8UlxO7YHREcvnb5alwBGr6xQX2dTHl0z/41S5ZlpWYgJW337zyNDNhCySwmfsjBJKfxcskSNKs8nVCFFTSVq8szS8vSsDnJqY/P3Uzaf+z17YcZr98djtj2/OQVyodsFY7JzizCvk2lZhSWpue9vfv049O3H5M/ffuSn/Kp4PKV5K3RJ7bsOOW3JWF9aMLa8DNrwk6vDk1YE3J8XciJ9aHH3UOPbww65hl83D88cXvszbgTr86dTz2flHrm9Jczp74mJX67eCnn0rX8c9eyEy6lHz2fcuDcp8OXvuxP+rD7zKtdJ5P3nHyx7/Srg2feHEl8m3gt7fSVzwkXP5y48D7h/Ntjia+OJjw7EPdw/5G7h489TDidDJXPlz8knX9z/MTjQ0duxOw9FRa1b+Om4D//XDZ1yqwZk2fOmTFr3sxZM8dPmA1rXaf9PmXqjElTpk2YMmX81KkTpsz9bfacWTNnz5g+c+qUH1roCWNG/9MS/M8U6Aljxk4YM3b86DHjRo0e4zbSlonlYIsasndzchzt6jR2pMvYkS6jXBydHYY5jPh5tIvj5HGjZ06ZOGPyhCnjx0wcM3KMiwsSeeU03A4Zx2H2Dr/aOQ6zhzB4+Ih/0r9QC20LwRrxf/5l/+//OP78i92//j38p5/s/s+/XIcNH+PoNtZh0urFnvt2HLtw8s7Vc0+un39+88KrWxff3r/x9cndrOf3C57ez390J+/Rnbzkh8XvkwnPbmUl381+dT//7RP0h+fYj8m498m4d8+xT29nPb+b/ex25ufnhcXf6NgMWvYbdOqznJ9Weocv9wz9yyN46UbY97vKO3K9/46NQTvX+W33CN71I/sK2fhtPbRl5/HIXcciYuDs2HdmX/zlA8ev7o6/tO/E1eMXHtx6lvI5h1hUJqQLayvrejRd1iYLqDUDZT8QturpmlaspCaPLc6gcXBiOVVVy2toFja3y7t6NPqhBrO1wQy0Q6ATAGpV/fFbT5dsDj987UFVt7EFgJohoDYAld5U1W+Q9Q7K+waVBmON2Vptsoh7+vjtXcKufl5rL7W2laZp4+r6yqpbGXUdfF2/pHNI3mtS9Fuq9Va1ETwvJESevcZu6Rf2GCl17dyWPi0Aoq4hXnMfWdVUIlaTFA2iNoNmCGiG4Nt+mo1fGbYbI6hR9AFFtzW/XFrVbZZ3GClyLVvdTBapPuRhEy7d2xwR+8df7uOnzxs37c+J0+dPmjl/8qwFs/9YNm/RmvmLVs3586/p0/+cPPm3cWNhXjQMYBs5DplxYyaOHjnOzWW0Dfe6Oju7Oju6ODo6u7i4/XOQqGcnJ5dhwx2Gj3AcYedkZ+/8Y0bYOQ0fYW9vcwI7OrnY20PJsu0kLi4uLqPcRo4ZNXr0yFEuTs4OdvYIlv7lPz/bj7BDXMFuLq4/MLCD/QhHh+GODnbI6mA/zN5uuN2IX1xdnJwcRyCPurk6jxntCoOzRjq7ucLErPGjR40d42aLlRs1deK4mdMmLl4wd+miP3+YgZE+pKWL5v6/1iAhkVcb16/6H1QwAoOR+l8/Hw+b+xeiXz8fDz8fj9Ag3+AAHx/PDRGhATsiwzZv2hAR7B/m5+O7cb3nuhUIGI4KCggP8A7x3RAR4mljfd2D/d0jQjwjw7zDgzdFRWyOiti8bYvv9ki/6KiAXdGBe3aG7d0Vvjc67MCuLUf2bD26N+pM/J5Ht87lf3vLpqJUYppaSquR0aqlFIWIWCUkqCRE2HIpItWISA2V1GYVq1lRDpNa+NgaMVHORTNwXwS0bLUIJ2Dk8KjfFIJilQhbV0mWcYqkLBRiD6ZjU9il35QVWOQuryxLQMtF5NASZiGXnFkrIspZGAm9UM7CSBkoNjGTX5ar4EFWTVdFkzLyeKXppLwXRan3GZh3uMwnHFyalIGSMEsYpQVEbC6JjCPQKWgarREAdntnWUcvoXswt7Urr8+AsYLM/iECAJghM95ky1ju1L9RaD/W6DADsBSXBGzo1wowQ0aUYbDIaCixWIr0ILtTn99rIlhBQffQY6HsAoF6qZT6UlJV0AbToXgAoNo7PylU+S1tXAAottJgihUQzVaCGRSbQHaP6V1j9+fWgfRuS04/yBmw5vZZCvrhmYuH4CsihDPRlr0MGWCzFSZIm60l+iFUb29Oe/vdcibBZML09kE/sM0AjDOaSbY9UvlLtcHg08VYmi04usQAZdilVlDQ22PLu7L83wAYa4RULd5kwZot2CELWm9E9enzegfSdW0lBjNCcZOGAHT5mkFRW3fMi7fXcKTPymoeABSLlQrbngbLACg1mhg2BThSlYSEVxcbTQX9fWU2/3BZf3fF4KByyOS3a8/KteuKP7x+vH/XnuXLroSGn/UJxD143seWMFJz31+7H+0fHuITcOvqTQBAT08PFl/iG+C1YePShMSjj96/P3b9wWt0OUMzeOVZVmTMiQM7Dl/dH3c5MvKMt/v1EN/bEYFXQvyuRIYlRUcEr1pwbv/W3lpxeXE6m5gpYaEEzILOZqFSSpIKcO06SZWYymWUWPRt968n/vX7lGc3zqv41BohrV5WziXliuiFci5GLYK55cVZz4qzntFKvmhlZdVCfJuG3VBFVVZgMz/c5lOyGbivJNR75HhXPb9WSqoW4ttrOSoBrqGKarO75yq4BfWV+NYaVodWKGISaqv4S/6cPmWC87LFvz24d7FOI075+DwiBP5HvnAq4frFiw/v3kk8e/LUyRN7du+6f/detVKt1w9Z4UemIWo5c8Bk6jLoOwb72vV99Z3Nrd3tvR0tzWpFf301aNKA/jbQqKpIvpt/+nD+5ROgTdldx2vXSdqaFQohE/R0A7kCl3CmPOmS4NGz5N37DvtsPhAatDPU92BM+Iwxw2+c2gvMzf0ajpqJYuS8fnb+0OdrSa8Pn3625+ybhJvJZ+/eS7zzJTn920f0lcTHq+f7Rnjt+fQ4q07c0ihvLi3AXzl7wXf9Wp+/ZvssmR7jt/bGqQNprx6wiAVtGom1V9uugUbfemlpvQTfUEmCGVcikoKHU/Bw9TJanZRSxcVKyqENFSnF7ajld9cLkbqg7nphk6IcStOr2V01nKZKSg0fJ2WgBNRCXlmBQkhpVIupJHSQv+fKFUuWLFm0eu2ahUv/Wu/h9fufC44cievogE48XVtnXUNLVW19l8HSYTC3Dpg6Bi0GABraekwA9OotNXVNbe2d1Sp5Q111rUat1+tV1XX3Hr6MjNrn47/Vwytizp+rZ81eVlRMq6io2rXzQNTWmMXzF3ivW+69eoFaRGtScsTlxbpqjlpMqq+iVtBya6SEvhZhjRif/el2xvsbAlpuk5IO26Rr+HVSmoyNVQvJdVKako+XsYtl7OI6KaWajxfT8hA7dDW3REzLqxETq/glUhZKXF4gLi9AxAUsYjpyJbGCnFVeklJeklJBzpAxYTi2nFcsZuVL2AUKQXG1GCfjoStouWxShkZKUotJigpitYjcpOa11Iok7NLi3NRv6alpqVlEPItBF9drW+XyymplhYRPFtEJdUL286SLQQtXZN16BjS9EACLOwG3GXBs/TRMWx8vvdZmbbUZXKlIyJMKZhQTFYCgtBJs5DBZDohVgAjzkL8nG+MrbYhUiERDA0wldPAWSQEaOof/CYBBgQACYJQIYXoteXxkIOuLPISWwGehxKBQBFAQJ/8v80MmDTcSUCwDJXL4oiWQEDZjJAN5PCsO1hoPFov0JWIT0VaP9L2QqRZUNIGKJjNLY2ZpIM0rbgH8BiBphX08/AYztw4ekbRYeFrIFQtbgLgViNq/r8IWILDRwiIbwyxshxcRBG2Ar4M/SS6MdAKSNhO30cStB9IuM6d+kK4Bsm5QAZEzEHZALM1rsZbXGcrUA3hZD4rfh64YQAsGMMLBImF/kaAfVdGL4gNmPYyhLtfCRC6KuqeQB6g1gKn9bjz+Z4C2bQ/zupg2NTjFls5VXgfvUqptWmUtoNVD9hjagG2EMJQ618OcZwhTNTZet8ZmBlbb6GL4NVZqjZVSC9OhyzTmsmpkbybXmMgqE0kNg6PLNP+/6JdSC88MX+Jv3TVNa6XY/MbMehO7wcpuBOxmwGoGzBY4rGYDpRYIWi2SFrOy1aRpq2ELj+3aExMafvfStQj/oNzUb4Md3ea+QWABXS0dLGq5hC96m/w6Iihs+aK/vN09d0ZFR4VFblrvsW7l+lUr1rqv8wwODIsIg6HQm739/X2DwkMjw0MjA/yCvT19/H0DtoRHBgeGbNzgsXrlmgA/f2CxWkzmvp5+/YChraW9vq5BJBBLxZUWkxVYwZDeaDSYLCbrw/uPdsXsCQkKDw0OCwsMDfTxP7RrT0ttPTBaaVhi+OaAdUtWPrp5D+hhKH3SyfNJ8Ymo12m4t5mYF6m01CJOdik9rYSdSSr7WvL5+osKNL08j3gn4VJm8of89ylx22JeXbnF/FaETU7BPP9C+5pHTS0oePEx68m7/NcpaU/fv77zPPNdxsfnX7NT0O9eZt289ioy6vjStduWbNi1zHPvGr+DG0PiNwQdXeoZ+/vKiHlrts9eFvH7X5F/rd/tGXQyJOrKtp13Y2IfHD7y5tjxj2fOpV+4knvhZt7Z69knLqcfSfpy9FJK7OnXUUcfbot7tOfMq7iLn+IufjqS9C4u6f2xpLfHkt4eP//u5AU4p86/Ppn06uiJRyfOPD+T9OJc0stTp5/GH797+PCNA4cuBYXEbPIOnj9/2YTxUyeMm/z7jNl//vb77MlTpo0ZPWPc2JkTJs6cMHHahEnTJ06dNXXmnJm/z54B0e/sGdNnTZs6Y8rkH1XACAmMyKERZhh+hh/pNnHsOAQA/2CAYdSQkyOCgV0d7UY6O4yGOlUnSALbD7f7+ecxLi7TJ06cMWnSlHFQ/zzW1XWko7PjsBF/o98R9r8Ms/9lGHLE4dfh/zAADxvxy692P8P5z0//GvGfYU7DHez+Y/fzTz+P+PeIia7j506fFxNx8NiBS5fOPLp67unVxOd3Lr9/eudb8v2s+zfS7t9If3gz6/l91OsnuNdPcM/vFz28mZN8J+f1vdy3j1AfnxWnvMSnvMR/TsZ+eIr58Bj98Qn64+OCjDdYYg4bn8XIfVuc8bLgpzW+kSu8wpZtClnpHb7OP8o9aMf6gG1rfCPXB2zzi9ofHB23ect+7/C9gduPhO48FrjjUGDk/rDoQ1tjj0ftPhERe2zL7uM7Dp7ZFX/+wKkbe09cPXD2VsK1p6duvjhx7Vni3Tc3XqU/zcDf+YK5/jbnyqvMc09STtx5feLO68THHxIff7jxLjM5B5tKZKE4MoqiXtjcq+qzdACg6DHVGkBaKTP08BnP6EPyLpNGD8nhZgC0JqDo1Vd29ir6+msMes2QsbKnv2pgSNY3JGjvZTe1c3RdFS29gtY+uqaZ3dAh7his1kPwrBqEALjWBNIo/KRXaQxtd0W7nlbb2QAAv2WgssfCauimqFtIysZybUdlj1ljAjVGoBgAOKnOM/ZM0stslRFUDgKcug2jaKTquosUdYVSZXljawMALQAItC1vs9GHzl7xDIqaMnuxy/gZ0+Yu+X3Byj+XrJ07f+XEKb/PmDFv7Njprs4TRo+aNHnCzKnjZ04aM23s6Anjxox1cnJwdXUeNcrNwcHh1+HDHGCkFUy9cnZxcxs5euSocS6jxto7u/1q5/ifYXbOI0c5uLjaO7s4uLg6uY10GTXayW2kvbOLk9tIBxdXO3vnX+BFFsfhDo6Irtnp75vj3zeHv2+Ojo4uLrA/CQZGOztDvbSd3Qh4G2YL0xpuZwfhss1WPML2bHtnZ5gs7erq6uYGn+jm5jIa3kaOHT1mzBgYrzVm9MjRkNp2mThhzMwZUxbNm7t86YIVfy2E65IFK5cuREqAV69Ysm71MiThed3qZWtWLl25bNGPg+7rViJW4bWr/tq4foXHhpWeG1d7eazx3rTWe9NaL481nhtX+2/e6Ofj7uu9YbPXej8f90C/TSGB3uEhvoGBXoGBXsHBPiEhm0NCNgcH+wQH+AT5e4cG+YYF+oYGbA4N2BzivznE3yfMb3OYv5ffplWh/usiQzwjgtzDAtwjgjyiwry3R2zeGRWwY4vvrqigg7GRB3Zt2bUtcFdU0IHYiEO7Q08cjDx1ZNvTO2cZxGylmKwUkxvVnJYaXoOCWVtJ0UjL6mTUOhlVIy1Ti0lV/BKVEK+swEpYKGj6tX0sEzLytXKKjIsR0PMkLFQVv6SqAiPjwhEx8qv5eBUPV0HO4RIzJfRCGbNISMnDZr4k5r4tL0kVUvIk9EIRNV/KQCk4mDohUV6OElFzJfRCATWfSczikHMrOVg2KYcPo6EzGJiP1ILXrKJ3fOwHAe5LFaNIJ2fp1CJRBYNAJeA5TE5DY6XBTO8ZJPYMYLoHC7v1hf1GjBHyumSbNJdktZIBIJgsWa3t9zg8ghHGHSMNQKU2JhZnASUmK2bIjDFYc3oMub1DMMbZZhguMYJivQXTP/SyUpmIwV4lUR6w2Dcp1Py2NjEAmJ7eUoO5zATIMMwZFPZbsntMGT3GzD7rtx5zao8prcuQ3jWQ3WvIGxgqMppLTGYb8WuFXUdGM85oRnKqSADkd/eSAHgkEL2qUp7DEUgAlgAj8mYCgDptnMVaYjJjzRai7Zu6zeV9bmjEDBlxFitykAhACdQ/m4hWMwnAb5kIn2hFnkgAADU4hLOAnF4oC8cYQVpzJ84MtdPITwkWIFkB1Qqzr9JrtRdLcDnNLTco1Mtk8jedDiZjmaGRmGS1llmgHZpshkM0wSGYAapnkAEAbmCQZbXyrIDZ1/8Uh/t16iTPDWv2BnifiYyI9/WN99z86uRpGbHU0Npy+UrS8k2rd5+JEzep9QB09vcO9PQe3rt36YI/4uMO5aHQ+4+dCdp+aO+pG5F7z3oG7Dp0MCnhwOlbJ5JOhm9LDAm/GBL8NHbn+UC/e7HRJ/y9/OdOK3r5oEPGqheXtWt4VUKCro7b1SrlMApLUJ+EbJxOI27XVkWHbV4ye0LWx2f1cjaXXEjHZlQLy8owX5tUzEpOsZCRLyov4JAz2aSMSk5RJadIU0msoGfL+UUMQkpxznM6/ouAkSPjoBqqynQqmlZGapSRtRJiFRtVzS9uqCTViQmNMkq9lNyq5rRq+BoZQ1cr3Lcz5MrF+GePrl1Kin/57O6OiKAtgX7r/1oa7uu3PST08rlzb1++ePrwwaF9e0+fSjhy6PCHDx/qGxv0JmPXQF/XQF+PUd8+0FvT0qhoqK3RaWu16sYGTZ1CBvq7gb63WyM3tWgGmxQVjGJdnaijVSHi4Gt4VNDWBKSyuq8Z5WcvapLffTt+JmzhstiQ0KMHYvdEB82dPOxo4OJG4seqtDvYm4fTzx54d/rovaOHr524um/f/YTLOWfuFNz9TP1KUtBqhshVg8oOUFkDEs99c1994K954WG+Bx7dfvPuxad7ly9e3BX6+uz+w0E+a36fvXmte6hfaHTUtge3r3OoJTolW68T9mt5bUqOgkVi4orpOLRcWKar5WtVLBGnRMgulgmISklZraK8Qc3pbpE1qDkqKaVFK9TVVsiFpCoBqUsr5pHzxQxMXSWzVs4y9NS1NcpTPj7bsTVg3twZp07Gx8buXLl61ZoN7qvWuf82d968xfNrGzU9fd1tHe3Vao1YIm9q6TZaYYx2betgdau+B0C/UgZVwGnqp6vqiEyKQiPp6NZ19jS3d+hamhskYiGhpDgnI/Pdy7dpXzMkQnlLUweplBEfd3rFkpWL5sxe/udvT29fMnY3CMox6soyCQulqYQ1WnIuukXNkDFRX5Ovvrt/Pu/9o9RnN9BfX4ooRY2VrCYZu6dB2lErFNHR/LJcGbMIyr/5OAklW8MvaRIRazloLR+rFRLrxWVISa+QAqUucha6gpyFyGEk9FwuMY1Xmi6mZ4nL83jUTKWY3KDmiNjF5YRvjcpyOjaFXpIqpKSEAhAAACAASURBVBXI2FgFv1QjYaolbFRmyqUzJ3fv2OEXvGVj9PFN+x/4HcqMOoU7eo2Q9Cj/c36RRClp0FT31TfhPmX5zl3+NO4cqO7sLK81C9qNjHoYR1TeaGU2WcobIRlIrQZlVYBWBWgyQJXDPYw7VpspdaayWkOpYqhUZiLKTaUyM1EOu44IctgMhJNZsVJQLLWlWNlAL1oCMBJDDgcSyBiJPocDKd+SSkuhYCiXa8zm2KhgMSgQQMo3r8KayzflcBE5NNRIIyj3n05gDHLa/waMzQUVkFv+mxC2omFMFzQe5/NNKAF8M9hKSKLiKs1oob6QbyHIaj/jzUSZHifuw1RYyxQDJcKmLJrkVYHiU0lbIdtAqRogSHQFzLYirpGq0uWWd6B5XWhBSz5Ll81syWW25nFacpk1KST1F4LyI171CdecwzKRFYCFaK3rgcjmQ4bQuh1UNMKYLrGNaec3QsE5uw4eh1bkRiBo/p7gxbPleP1YbeS8maqCvwtJOxC3myjKoVI5lHPbOp9gRhenHt7l1MNQLpoapnNR1fA3RauBXmhOI1zpGtvvTgVIagiGoRxaDajwGoe1FBZKwT1VDUiwCgu2Mdn2gKy0EJVGfKWhpBK2IpOqAV0zhJUZ8ZUmPGyQshBhbLiFqDQTFNZS9Y+xkNQwYcs2EBsjXcSsJsDRwcYjW/izmQFNvzD/makD5TYGmKGzCbPr4UUEkU7PrzPImkzqFnY+/sKhY2eOxu3esSM6amtBTnZPd6fZJp7p7e0lEUs5LHZuZtbhvfvXr1y9ceWaQA/vIK/Nq5etXbNyw/o1nu7rPDeu99rk7uPt6evrE+C1yTs4MMTfN8Brk2dwYFBQQOCqFStn/zZz3pzfr1w4P9DT3dXWqu/rtxpNwGKFqxXo+/oRLrdd14ZFl8Tu2H1wz6GoyG3u7h7h4Vu2bony3ugV4heUmHAG0tFbd3mu2rj4t4Xh3iE9DZ2gD5w+cOrp1QfUDEzqnZekT3mUNDTxc74IQyd/Lcx8+I6RWYJ+lXZxz/HUey9IqbkIZVeWnp/35H3+k0+o5ynFr1OLXqfnPv3w5ebzVxfvpdx58eXuy6/333x9+Dbt0ce0J5/Sn6Z8fZZ2LfFpQvzdmO1nAgIOeHjvcvfZvcF///qgQz5Rp1cFHPljXcy0peGTF4XOWBa5xOPAxuCzwVE3tu68H3v4xeGTH+OTUk5cTk+48i3hasbeU6/3nX2399TrbUefbI9/vP/c2xM30hLvZB499y4u6e3Rc2/iEl8nnH975vL70xdeHzvzJO7k/VPnHp9JfHj85K2jcVf3HzgfvSM+OCh68aLl8/6YP3P6rKmTp0yfPGXm1Gmzpk2dNWXK9IkTZ02ZMnvatN+mTp0+edK0SZNnTZs+Z9Zvs6dNQ5KxZk6ePGPSpOkTJ04ZN27SmDGTxoyZOn789IkTp44fP3H06HFubuPc3CaMGoVskHWsq+sYF5fRzs62PGc7V3t7NweHUU5Oo5ycRjo6ujk4uNrbu9o7ujm4jHEZNWnMhGkTJk0eO36Uk4vDr8NHObmMcnJxGj582L/+Nfzf/3YcNsz+l19++eknmxZ6uP0vw4b/++dh//plxL9HOA53cnUYaf+Ls+OwkcN/dvvlXy4uDhMXLVgbFbE/Ie7qpcTkC6eTL555cePi+4e3vj27n5N8L/fZnWwodb5f8OpB0euHGGTePcF+eIb/8BTz/knRp6dFX19gM9+UZr8jZ70p/fYSn/eWnPoE/fUxqvAjiZzDI2Wzcz/gPz/J/mmt39ZVPhErvcPX+m3dGBy9KXTnxuDo9QHb1gdsC9h+MHRXnF/Ufu+I3YE7DoXFxofuiguPObx1d/z2fSei9hwL3xUftjMuYs/xqAOnth9Jith3Knz/qe1x53fEXdx6JCnmxJVDFx7uP/8k9uyD2DP3Y88+2HX6XvSpW7Fn7h649GRf0sPDV58m3IZg+NqrjMfpRZ+L6dk0AVlex9N1NwFA1zRfeJWyduseFEfWBkDNIICqaSuoM1o1elOtwajR61UD/dUDRtWgparPKGzr5TZ18HSdPF0np7GdVtPIbmiTdA7UDEH9c7Xeqhq0qA2gSFhzNxVTVt0q6jBxmvrVQ4DT1Mtq6KbXtlNrWum1bbzmPnmftdYMtABy10ytPvrc44Sn6bwOIDMBUmM/Wt1SqG7KqqxO5UswylpJ/5DOFq/VYgGK9r53GYWJ1x4k3Xi0wTdszuLVoybPnjp70fjJc6b/tmjm7IW//bZwypQ5I10n2Y8Y5eY8YdLE6VOmTBk/YfTYsaMnTBg3ceL4MePGurm5OTg5uriOtHdwGjbcYdhwhxEOrk6uY1xGQiTs6Opm5+I0wtFhhLOjo6uL40hXR1c3BA/bgLGbvbObg8tIJ7fRLqPGjhw1ZtSoUSNHjkQgLuIKRoKyEJOws+0Gs7IcHe3t7W3oFy6IiNoGgJEv/24qtgFgBPq6jbTdxvz3G4TDiLZ7zKjJkyZARfT8P77nYy1bvHrZ4pXLFtkE0hDuInFZa1bC5iRE/Oy+buUPptdjw+qN61e5r1vuvm45AoM3ua/6Mb7eG3y9N/j5uPtv3hjg64FYfwMDvfz8PPz8N/n7bwoI8EQmyN870M8rOAAi4bBAv/Ag//Ag/7BAv7BAv9CAzbHbgsMDN/h5Lg/2XRMduXlPdFDMVv/IEM9t4T5bgjfByOgdwVGhPqH+Gw7GRt69eurts8vojOQyzBcOOVvGLbHljqIaleUCeoGQUSgqR0nZGBm3RM7DVnKKpWyMlI2WceEqoOcJ6HkyLox70UhJGimpklMkZORXcoqUApxSgIMwmF/CK81ScrEaYamUgeISMyvIOUJKHp+U3VBJrROTK8vRbPw3DgGaeKvYxVIGqk5IrBXiqthFfFImvSSVgc/gluUJ6KgyzFdacRqj+Gs55gsX91VMShcTU7kln8h5H6nFWfji3PyiXAyDymtqVAAgB6C4o7eoz1g8BHBWCBchYoSYzYI3GnH6QbzewAPgsUDwSaPBG814G6EKe3FtRbh4K5QlY00wIiunx5DXZywYMBcOWqA2uG+ooGcgv7ufYkOk+e0dTysE+1NSLhMIRd3dZJOZqLeUDgGyCRBMoGgQZHUbU1oHP+h6cwZB5qA1a8CUPWAo0A+hTUas1YwHkHkmWgAB0sX/NURbZBe6f/BVlTI+v/BmOSu1EWJOBsS0ZrTegBrUFxtNeCsoNpoyOzo/auvf1mhyunuwZkuJyVxsNCHfMtzApCvEAGwhACveCinfEhOM3SocMOCsoGDAiNJbIQBu7SnSW3gAGo8LO7vKLFb8oJ5oGOIDUNTZ/UVdw4VR2IZvLc2PhIJXKmV2TxdkgC0WstkCoa/ZCqGv8fuU9A/RASjpHaSaLSwrYJst6VXyVTu2L16+JGDDqutHjhzy87u+M/aIn3/Rp/eaKmHgtkDf3eE7Lx1rAP31/Z1dA30kLNHf3XPVwkU7o6Ie3n/kHxC6xiMgKjY+bEecZ+DOTd5bgwNitgXuOBwR8+Doift79h7fsOHRju1Jvj6H1646snHNPo9V2nJ8WyWzEaoYyLzygkohsVbFEvOILRpJR72cRy5eNW9mXGxEo4KrrCgjoVLJ6K/WXq2UXVKYnpz+7nY54VttJVklxKvFRBjqW4FhEFIqK4pUUnxVBQYh2dQSfK2U2KSkaiSEaiFWXVGi5BapK0raqhm6KoqQksMhZGglZa1qnpCB7qgT6WqFty4fO3Zo+6F9UVtCvYM3e8yZNnnZn3/sjNiyesEij5Wr1i7968DunUf273l499bJY0fPnkmIizuScOrE14xUoUxqsJoNwKrr7lA3N9S26eo7mxU1VRqtqrurtb+vs6td19xc29ndaAX9tTo5GvONzyGo+GVAVw3UcuHrV2ZiKRBVsm7fj5r/176g0L0xMbv3RC+cO3Hu2J/4qbdQSVHY01vTd/ulHIy+tS3q6v5jt69/fPBVnkzU38e1PiI13cBUPiNXvyCq4MdgKWDwgEgEvn7gbgtPXLMiaMUyD591a/duWr7ffdHp8KADAcExAZHBXiE7d+zZFbMzMtgn8VjM+/vniFkvVUxis1xYL5c3qpTtTcre9ur2JlmzVtzbXq3vqRvo0hh6ta0N0u5WZZ2KK60gqeVstZwtrShTiOhqCVvBo+nUElOPrrtZXU5CX7+Q4LVx+ZSJbvFH9uqatKmpKVOmTJszd76nl5+7p89vf8zOys+wApPRPFRfX9+sazcZYVhsVx/oMYE2EyjmVr9G08+9zSY3DObz5TmlmKZOjRH0VteKJRJmb3cDsA4MdDYBqwEMDXa3ttap1HQy4/GD5yGBkbNnzfVat8Zr7YrdW4NETIJaCv+lNSgp2qpSBR8tpGc1K6glGc/f3Ut6cf1swfvnxalv8z68yHn3NOvN47zPLxglOQo+uV5W3l0vrmRhmuRUTQVeSs3RcDBaHkZFzVHSc5tEJJ2UVickVTExVUxMDZ+g4hSLKblaCby8Us0vrizPlzCyYSdcWToV+0kmIIo4WB4NVk8r+UROaZZWTO1Q8/t18g6NNP3Nk0c3LyUcPpB06tTJ+ITwHQcWBx/8PfD82HW3/whKi7rC3XmLHHLqSUzSreSU/N4eUJxZun1jZJx/dC9XbRbqTNx6C6vBymywsnWA02xl66wwy1cD6CrAUACGHNBlgCYHtGorrc5Iqx+i/X90vQVUW3nb9X3r3NPptEAValDqMlN3N6y4uxWKFgrUDdpCHYrTFopUoDjEQ4AQQoIlIURJgru7xM+3/jkdnvt7n/fNutZZJyesQEpXV39n72vvHnF1q4QklKkG5GZVCYH2SBTCTcKgngcDMPhnaBaGq0AwVdW4XEkJHd7gVSCYYPW3BKwHQ0gVAMPybxEDADCCKUeCUaCAz3lxYMMzOAIMZoNgarSKt1XrxKq3+pmeBbaFEUx5CWMmhzKQiu9KQnYmIjoTEW1xxS3R+aL44rEcsigZMZ5LqY5I7fiMgyidzJjcPP9IzL04clQ6M7GwJ6dqtKRekIGtivzc8hHVmUloT8fzUxCiVEx/Nqk/m9SahgVSLappqpQ2UdywgGUBdKR0ggJhVbi0ktoBCorrupTUDhDEBZvMG3p+Xqf3Qw09P6839v7k2IYeQLN/jYTYAsTn5mFplUBcyQeczBwCEdaLAAyfwC1QjEGI0jGDamrPKGuOK2DFF7amYQezqycK61V1Ta3AzV4J9rqV5S0KAh/cs6gA5c9SHEeMYc2jmAvoZgmWDRdBy+DM7apWoDkTRTI8dx7UO7PEGJYEy5biODI8V14GbnyAdytvXRx5RSs80opWORFIyoCBVQVIytren8FX1H4FtR+gL2UAovRD5D6VOt0NUbollUJxjUhC65qjtU/T2wfr+M1lNd4OTpamV92dHVxdHAoL8pRK+czMDLyOy2Q0leHwqJLSiAePTK8Y6J0+Y3xJz83e/fIFoyP7Thw9dPrcyQunjp87e+LcxfNXjPWvWphZWpiYXr546ciB/du26p48esTT1QWSiccG+8YHB0HtsEwmnZ1ViqXS2fmFqRnx9Oxw7yCPyYl/F2tjZuVk7dRAaZyfXcjPL7x9+66DnaO1mY2LvauzjbOtme3lk5dO7TtxYs/x/br7rtteC/EI0j92+eXtp3QEiZyDRiR/q85GNSFJRfGZr2/cx6bmVGQV5r9PZWPJpUlZtxw84+6E58d+/P4mITc6tSA2vSTxCzLlO+pDdnFCVs7bj1lRCWkRMZ+fvs94HpcVlfDlReKXF4lZUQmfo5K+xn7LiM2Jf5F2JyjK1tLv0hXn8wZuVyz89O1unre+cdrsxgnTgMOGvnsvuO8+6/bnea8T+kHnjW8ZWT2ycIly8nnve+vTrYjsR2+Kw55m34rMDgn/4n07xf1mvHtYwvU7KdfvpNx48OnWs4z7kV/uPsu89fhT6P2kwLDo64GRYfdiHjyKu/8o+mbo02ueoeZmLieO6+3cfmDn9l3bdTdv0d6ku2njVh1tQL+bdbbqaMOzRXsTfHG77mZY+N2pqwvj8ZaNG7dpa2/T1oaJV1tLS2fdus3r18M8vH716nWrVq1btWr96tWLs27VKq2VK2EMhul31fLli7Ny2bKVy9RWAtltxcrfV65VX7t+tda6VZqr1VaqLQGlR6pXl6ktWbJ8yS8avy9RXwoYWP0/vy3715Kl/16isVRtrfra1cvXLPnnsn/+bcnf/7b0H39btnrFtiMH9Z0dgx89iH0R+el5RGpkeMazR+nPH6W/evr1/au8xOjipLcl8a8KE14XJb0t+RiN/hSDgSctFpcej8tIwKbHY7ISMN9TygpSicXp1aWpxOKPFYhPlblx6Jx4JDqTVF3cRCpiIL4Qc1JQQAE+ZWh7ytD2nInjZUs3PWuPSxau502dLpq7wNBr7OhjaOdl6uxnc+2mrVeIrXugw7VgGICt3AIsXf2tPIJsrt109L9v4XHT2DnA3POm5bUwC89Qm+t3nIMjHAMj7G9EuAQ/d7/9yuvOm2v3Xvs/jgl6nuj/OMYvPDowPMb3yVv/x+8Cn72/8zrlYVz6u29FmfgqFI1XxmrNJdHtgh/G5aJbJuUtk9IOMdQnh3rlUI8M6pEpuqXStgWwSwzzLW9KzJmYh4/MkWlye19dzzB7fK5NDL5ANK/gT0taZuQ1naOpWAqG1cmZVLInZPwZiDE8r6LfoZrOkbreCcbwHHda2iqBOhVQDwS1LkBvvpfdTfhBbJ/ugCDGHEQek6A6Biv6xkr47Qh+R2VHf23vKG9ivkcK9UuhPBz5bmR0HraKxODno4lxqd9D7keeumS6c/+pDdv+VF+7eZnGhmUaGzRW62it36GzZfeaNZqbNq7XXLN2+e/L1JYt19BYuXa1po6O7madbRvW66xds37N6nVr16xfvUpLbfkqIA8vV/9t+bKly35fqgZE4uUrNMARJFupL1fTUFNfoaYOIp/VNUCEm5r6CqDSamioqanBAu/iejAsDC8iMXz9/4W+y5Yt+++G4VWrVq1evVql/a7RVD0WKXjNGtApDOvAWpqgL3vPjq2H9/9x4sjB08cOnT526H8D8JmTR04dPwSnPcOG50vnT8GRV1cunrl47jg8l86f+G8p2FDvnJH++UX6NTG6ZGx40cjoopmZvqmZvtlfY25uYGV+1drC2MxYXwXARjbmxrYWJuBoamxretXy6gVzo7M2ZpfcHU2vuVi42F2FFWBnW4MAbztfT2tXe6MHt3xL8z/Xk7FE3A9aTamwidDBqermk3sFFAGjjFWLFDHL6yvzGORiTj1awCgTNhGETQQBo0x1DtosRcwybgOKU49soWNbmwmg35JTCdx3taUwIbNqS+nVBY1VebDqy69Dc6lILhUpaMDyalEMYkEPh9TNruJQEDXoL/VlOSIaHs5/FtSh2ul4LrWUjMqoLP5UW5bDJJcwSEU0YgHoqMRn1+Gzm6ryWeQiGiGnsjQdnZ+RFP/6WdSjhMyPOAaNNjJWMzaB6BtCT85j5xVlip+qbwWQTEE5UMnkZMnYeMnYOAWCbqFQ2IUFIgThJTKYfvEKCCMFfuDSOXHxtLhoaqF4VoZYUKIkSsSCvGhqIX98tnB8umhiJndoBCeWMiHQl1s8NprV0Z7K57+trYttbE5mCbPaBvKGZ0pnIIQYKpyDcmeURWKoSAwVi6FiiRwplWOUCkC/fyE3DN4wCcNqcN7IGFYsbYagaAbzaXWNa0bW5/ZOnARAL7xkC9K5IKhwavZDa8crWhOgWQXgfIxUgZbI4b1ijBSEPy/6n/EKOV4BRGOcXIESy0pmF7BSqGhqoXB6ASVRFs1IsVKocHySqWoALpeAHCyQ5CyVk2QAjBshCDk5hREv5AwNYqTATF44NQkAWy5X+b1BfTE8eFCzrAA26am5KqmMKlfSIYgqFb/I+3Hw1FG9M8c9TExv2zs+cXS9Y2X38kZQemy0la2Znu3Vu9FPpyDFAgR19PQGege6WNof2LHd0sTIyMDw1Onz1dQmMQS19U2398+wOF3I4oqvKVlxj5776Bu9dHN7YWv9xsEmzsMtIzTY6eBel1MHb1obdNMqaRV5nVwSl17GqEV1tdYPdrMG21nDnbzoiHsHt22Ifnq7i1tLKM5iVKOqUN862ORq7PeS7wltrEoREwT5jnXTxGN8KuF7M7WkGpvFa0Iz64s5DaV8OopdX8KjITvYhC5uRW9LVTevsr0JxyIXsGsKBwXVg4JqBvHHaFudckLY3lxJxmW3Mqu4jEqTKyczPsRwm+tu+Hoe3bdL/dd/o/NzZ4YGk9+8sblqeP74keOH9nk4219zd7p/J+RpxENfn2v37t+65u0eGHIj83vW4PiwDFKMzU8xBbwGNmNotG9ouBuCxHMLo30DrZ3dXDIFS2uqLCxKG+hqhhRjkGS4m4Kt+hDTVpQ9Xo6mpyZeO34wxMba1dzMydH+2NEDG1b82lCcPoT/+s702Bcn/S9uZskeLo3ZhTQsta5+IOIT/W46PySt3je5zCexNOwzJvxL5dPU8kdvURGRyFcv0KGBH1wcHthYBZw9b3LuxAk/00suJ/bYHthjuvePExs2H9HdfvSPP/f/sfPo4Z1nj++8eGSrxdl9N50tnof6P7sbFvn47utn914+DXt42+9uiHfEg6Co8LDYN0++pcdXl5dwm8gdLYzhHoF0ZkgxPzo/0See6J8Z7B7vbGumVpV8z3j+IOzK6SO7dNedPXEoNzuLVFE2NTFZVVV9+NCJkycvnjtneOzkOZ1tm928XJSQTK6U1dfXU8h1vV2D83OKkTHJtBjqnVS+zyqOzUHHF5WzZ6CMMlLv1PCsdHxBMTE52z862tnXw6+rwed9TY18fPvR7WAfNxdjPT29i5esLKy9PH1u+AYGerqfO/zn8/vBnfw6Vi24MzjSVVdP/MatL24i5w8KanI/vUx9/TAiyPPtvZD48Hs5ye9Lv36qQuRi8tLjXzyIuOub8vZx0Zf4xqqiHh55SFjbRsO1UBGCmuK2OuQQh9jbXNXDqm6nV/CpGFEDboAHgrVHWmsZxDwmqYBDKRI0ILvZ5YOC6l5upagJK2QRmhvRzDpkn7BOQCMMihrko209bCoZ8eO2j6v+yYMERH5fm3Cgu0PA5YyNTqEIlNuRqeY+CcftEzYaxRzxL7CLb7B4gz16/Y317cRcDM/KxO+E9vF5WifUPzOBrYEaO0HocWMfRB8EodCN/aq8qE6ovgOqbYXqhBBVBFE7FNQeCbVPUtv7/wJgGK5+hlHhVBVKuL8SqioE4DoOiMN/9RtxAcpiOBCKBSTf0ibwtJQpLaIpUM0y9M+BSfjnEY7LgpXhn7nQXFDUhGLBkAy4ejEoC8WSFtMnvlX3p+IH0sqmcyiAwwGWs2XoZuDfrukc+lYFMYYUBN5QTrXoI0qCZ0vLuVNIWve3ip6cKkkFD/AnZwyQLVEIjjUdMgJvqpQGRFHagEr95gOZFMeWEXiKihZpGXcW1SQp40oJPCmBJynjAp38vwZos6rGKXBCagUrykShjCj4v460sgWIug29cEY3VNcNfkd13aCBCW4/pnbA2d0Kkkr1XTRFAxN7h7K8Za6EPvaDwo8vFiUju9Lwg1+rpgrqJahmoIerqpgUOC5cxSTDsCWo5tliGsiaVgVozSGbfsZogZXjdkDR/8XP8jLe4ijKRIoykZzwc2TlItAzXC4CPcPENjkJ+Kuhmm55DehDkpI7FdR+sPFL7YcofRC5FyL1gIqmqg5ZuWAaywZB3M0DYnrXRJ1ogt421CQU0mivnz4x1bt0+tihMyeOJifFKRWy0ZGh6ckpSAl1tneUYbDkCmLCm2jD85cunzp/4eTFK+cMja+YGF0xvnjq0rGDJ04cPHHu5PkLp85dOH3+zLETRw8e2r9793bdzUf27bMxMwsLCrju4Rrx4IFiQZUaMDcHyZXi6dn+zm7p7PzUyMRQz0BO1vcr5y6dPXa2kUqDU6DlUgWzsen9m1g3R/eLpy7am9oe2nHg2J4jJueNjM8Z6h+7fOHA2WM7Dhuf1MOm5fMJ9fWFhIaicpWim5H84MW7m48eugWkhr9Fffj2wNU/0Ny5MO5zeVZeaXJGUXxmadJX9McczKcfyJTvxQlZ+e8/50anpkXEpD+LzYpK+Poy6evLJBiA05/HpzxLSn2dkRGf/Tkx9/2b9Ht33jp73Day9Llqd0PfLsjAPvSq8x1DxzsXrULOmASdMw02d3xi5/7S0z/O52aKf9in4Puf70R8e/gq/25kzv1Xufdf/Ah9+iX4SUZwRPrN8PTgJ6m+YXGhjz8+jMx6EJlxJyL19qPkWw/iQ+9Gh959Gxj8zNkl2EDf7sjhi7t3HtmsvXed1mbtjTpwj9EW7U0w/W7R3qSzYf2OLbrwie6mjdt1N+/cugUOf969det2HZ0tGzdu3bRpx+bNOzZv3rJx4yZNzc3r1+usW6etpQXPJk1NWP5dpF8YiRcBeFH4hbVfGINXq2msXL5Cfana8iXL1H5bvnL5itXqq1aqqWssW75syW8ay5avWL5s2ZJfl/z7X0v+/a+l//lF1fq7ROM3jdXLV2v8tuLXf/72778t+e1f6hpLtY4cOK930crJPiA48Onjh3GvXqS/fpkR9exzzOvct1E5byOzY17mxr8tTIopSX5XmvC6KP5VYdLbkk8xqLRYDDwZsfisePzXFMLXD2XZHwi5qZXF6dWILAomswadQUalVRYl4wo/4AnZtVRkMwXBxP2gFGeU/+2kgc1JAxvY83zJwhVWgM+bOunbeBo7+pg6+111uG7s6GPpfsPWK8TaM9jS2dfa1d/O44adxw1r90Br90BbrxD762Eu/g+sroWauwfbeN9yCnjoFPjINTjcI/SZrc99O/+HToFPXEOeuYc8dw97du1WpPe9lzeexAQ/iw2LSgiJig1+h/hGJQAAIABJREFU+j4g/E3A49cB4W9uv0u8F/fhSXJmfB7qW3ld0Iv4lxn5JXWcpoEpkCA9JRFMzotmFroksj6Fol8JdUqU7RJIOCfnT0sEszKwJzyv4E2JG/vH6IMTnIn5RQVYMCsTzilp/TO5FHZRQwt7QsGfgZrHJC2zUNPIPLV7jNI1WtM5Uts7yhiZ4U5LRar46F4lhKR1RmWikczuVgXEFkMsKUQeWajom0AJe3Bt/TV943W9E8yR+fZ5qGsB6luAbr+IdQm619w9zGwfGpFA3ZMyCrsVVUV7lZRu5uy988jZtZv3LNfU/XXFhl/U1misWKOtvXnj+k1rVq3duF5n43qdNau0NNesX6G+eoX66pUaa9au0NRatU5zpdYqtTXLf9dQU9OAvcxqamqwHgv4VgPsDC9y73I1jWXL1ZctB1Ve/424ixCroaGxqAn//vvv/1vvXVSJYbs0/CaLlmlAuWvXampqamlpaWpqwvQL8/CaNWs0167WXLt6/TrNdVprtddrbtfV3rdn59GD+04eOXDyCBB+Tx47ePLYwdMnDp87fWzRBQ2XA8PH82eOXzh7At77hQ3PsPCrd+m0wZWzsPB71eACLP8aG17877G0NDKHnc8qF7SlpZGtlamdtZmlmRHsgrY2u2ptdtXG3NjOzNje4qqjlaGdxRV7Sz0HK31L4/Mm+qecbY1CAlyuuZhZmZy75mL2OeVlcyOhS9TY38mcGOR1CajtbKKAUdbaXNHNJ7eziS10fAsd31RTwm3AiJjl7WxiG6uytblCFW1Kam0mdHKJ3XwSLIvxaRhOPZJJKQb5WI1odh2C24DiNaK5DaimGlBfySKXNBB+kFFZVOw3FrmkpR7TVFVIQmSQUVkNhB+wINxSj2lvAqu/9WU53JoSDrmYVvGDjMqoxWayyQWCekRLXSm/rpRLLWWQihqIhQ3VxfQaJJVYWIb9weY2lOJKCvAIRk97N6Rky2SkqbmqBTnQJBVQmQIowDiFStGVK0AXrkxWKZNXyuS5/QNPSSS4sqha5SIGvmiYk1X+Z9SCArWgQCwoMTIIK4eQYgUMwMWTs8hZca0qAgozM1syNo6fXyBBygqJBDM9UyFW5g9MJLJbX9U1v2tqSe8eQ0rAdnHhPFQoVhYtKEqkCqRUjlbIgQKsVFQowavwAAO2TAFv+RZPTsOrvMjZ+azu3khKbRS17lV9YwJfGM8TvGOyn1Hrn1RTXtOZX/qHMFIFHF5dBhaY5RipAk7VwkhlquRnOUEhK5NLsTJ4gPUaJZYVz8yXzkrzxmZ+jEwhxeBmAV4OxbO5n4RC5ORUAwRVyRVl8wuYyekXVdWJzOZyibRCKiNDEGp+Ds55BnvLALBBw7BqfvYYl8kgnERRqYRwc+IqubxaKquHIDYEEXo7rTxdjPQuGZ8+c8/VI9TM5q1PwBN3Tz8baxd76wt6578U/2B3t0kgqJHG0Dund8PT98KxoxvWrgoJvkmnN8lV6Z4SCJqXQuC/H3MQJIWgmfnkO3fvmZnEebhEWZs9MjaIsDJ/YHH1iYPFXQfT1Mg7w4JaTj26uR7TxqvhNRHbuHUcGmm4k+9gfPnsgV2oH2ncekJDZcnckKiLS2FRMVXory10Ap+Go1cXUQnf2XWIgVZq0dfoFjqW24BiNZY2kHNFzbjBdko7h9DKwvcJSJ2c8i5uRQ+fOCio7mDiYSxppWOaq/OHRTX9/KqRjnoBoxyb//nxbd+c9KTLZ468eh7uYm995czJnTobKQR8K5vBqaf0i7gJb54nxby4HXR922ZNE4OLvt6uTx7eevzorq/fNR8/L3dPF//ggMzvWR19XbNS8cDooFQ2Nz0zMj033NrN4whpHFFjJakEi/nWyq6GZCPQZDc03VuX8yE38tZ8U1VTbtodW0OXKye87c09nG319C9qrlZ//+QO1C8awWR/sNUr9nHIcrVNuubFQVYKG9vxla2hb8ps7he6vSi1f5qlH/L62uv0+FLqzahMA8vbltYP3V1fuDo89fd5ERz80trR18ba4f3jMFTy26TA6x8CAzLv3CV9ycyIefklNa4U8eXTx5ch3nZmZw7oHdx19o8te3U1t21adWC3zukjey6fOWRw4djFU4cO/7Ht1OG9duYGR/7cfv7EAaNLZ6xN9N3sLa+7Ofh5Ogdf9/BzdXYyMT59YN+uTRu2rtM8tGvHTV/vCjQCki6MDQ2ODox0tHXb27ieP2t4+OC506cvn7t8/vyVcxweG4IUvd09jfU0kaAddKUooclpJbdtMBdNIja3UVuH+iGorImTiypKz0p+8fpJYJCHnY3hVf3TllcvuNgaO9tc9Xa1DfByDfTyuO7h6mRna3D5yrEDB47v2629emlZybdOPpVKyAX/9DUiWhhIbn1xB5vAq0Xlp75NfHYn0NH8hqO1v4Nl6DXnJyF+2R/j+HRyj6CJ3ViJKsgIv+f79J7Pu6fBH989RHyP51GQg3xyVxOBTSpsqcW20co7GJVttPI2Wlk7nSBsxIHUg5piFrmIXVPcUo/oYOK72eUdTHwLDUWnFrAaS2vLs/k0HJOMGO1oEtRVfnwVYXXx1IWDe2KePhzuEHW1sNt4zAYKkdVQ283jdbR0FGHr/F5knw74ut27YO8dkn6yKKx8Zq11RFAi4caDzyf3mtHyyBCrDeIIIXobRO8BgU8gFLpfQe9TAE2yW0XF3VBDFxgQbtwnq++X1ffKKEDSVKrm/xeaBYpwVTJjuUC1MCwA6VkEAYg1Lm+Bi4sUOI4SVhcrBMCZjOdBWI4cqXI7Y7kQmi0tZSiwbDmWLcew5BgWTMIwAIuLadJiOjA2w1HSKpkXlpRhBl4E4J8qMYajQDClxXRQrYTl/ozywnIgAl+GYU0X1oP1WnK7GNOc5/u872slVCWEiAJllUBcxu7NJvI+IQfya4AYzhqDajrEOPYClgV8wlUiCZ4zWdIoxrHhiwtYFnw+h2ZOldLA4rFKUAVBXCgmrJeCtd4SGiy9SnEcZXkLzJkyPHcBy/rvgd8Khuo5NBNoy8Co3CYjAAcyVCUC+8xEIfAzqwzP8nK+GMeeQzMlWDZQaP9qVJKj2RIEc76YDv78K0UKHBfm4b7Mio5P2NYU1ExR40xR41wJHa5fmi9lDHwhCpMQYFe5rheqapWX8aQ4zqLe+98aMtzD9LOMqrwNUs3/6MAEwMAyFQPDOjDYH64GIyN3ymp6ZJQ+OQUUIP03AEsrhZJKoaK2Q0nvkTF6lJzBGVo7H0/pbmqWTY630BudLMysrhoG+V0PCw6anBiDlFB/bx+Mo7XkGjwSXZpf6OnsfuLgyctnrhheNLpyVs/ggqGJnsnFUxf379r/5869R/cf3rt959ZNOgf27Dl15MjBvXt3bdly7OC+Pdu32FtaEvH44txcEoHQ19E12N27MDUDSUDZLySHOoXtEQ+eHNt/rOB7AWyK/nmUQ7wmnrut69G9hy8fv3h6/8nje45cOHzW8ISe8WlDwxN6R7bsC3PybUaT2VhK5ZeSj4/foj/m5MV8CrJ0jb0VUZyQEWrrecveC/3xe0liZm5MSkVWIS4tryy9gJBRiE3NLUn8kheT9uPdp9zo1MzIeFj7/fYqOfvNh5y3H3+8+5TzLjXzdWry8+S4iITY50kJbz7Hx2S8fpMeHpniExzp7PPQ2v2OudsdS9d7lu4P7bwj3Pxf2biGu3m/9rkRFxiaHHTrQ9jDjMcvcl68L3kZj3gRVxrxNvfe86ygRx/97iZ6hUZ7BL+5+SDp7pNPd598CLkXHxDy2jco0ifwmbfvQ2Mzz/MXrP7Ye1pr7Ta1ZetWqK/fuG7bNt1dmzeCXt/NGzfobtqosjpvgDuNtutu3qqjrbtpIywCw+fa69ft2rJlp67u4sAe6a2bNm3dtAmWf7W1tDavX795/fqNa9fCzmdYCl5EX9gCDevAsPn5L/pVW6OuvlJNXX2p2rJff1++ZJn6UrUVy1TK23I1VdjVb0v/88uv//rnL//4+3/++Y+l//ll2ZLflv5rqdqv6uq/rvztH8v+8/dla9Q3HPnzrJmBvY/nnbuhL6Kepbx49vFZxAeAvm+zE+OKkt6XJkQXx78tjH9bCOTfmJKktyWJb4oTXhclvytNfY9Wqb74jAT8l4Tyr4mE3M+k3PSq/M9VhZ9JJRlkdBYVm0XBfaHiMqtRaZXoTFJVPq0OCXrly3NrUd9IwAJ95qr9ORPHC2bOMABfsnC9aO5iZO9taOelb+NpaOdl7hpg6xVic+2mhVugueN1S+fr1q6+Nm5+1u6BNh437L1u2l8HDGztGWztEWLve9c16LH7zXB4bK/fsfe77xTw0DHgoaP/A4eA+47+9x0C7rsGPfYIC79+57nfw6iAh6/8H70IePQi4PFL/6cv70QnvEzPfvn5x/OP2bfepMRmIz+VVGBoAiK3s7a9n9YzxB6ZaJ8X98rl/UqwEiyYlvAnFzhjs/zJhdY5uXBGyhmb5U3Mc8fn+JML7QvKTgnUvqBsU1mgaQPT6KbW4noeY3CONSpp7JtuE0PCOYg+OEPtGiYKe0itfY39E7wpMdyf1DEPMfoWPiKo2SQWtX+O0j9Hm4YaJhW49pFibidG2E8ZmGGMSARzUL9qGXgMgvIr6g2dfAoq6wQjCy3Dsw2tg9yh6XrRQK2ot1bUS2S3ZqErg569PWVmr/PnsfU62zds1F2zer3m2o3btu7etnX36hVav/zzN61V6+HR1NBaq75WU0Nzw+oN2pra4BaLqtF3pcaK/5mVoOAXZtq/dn5BFfCKFSsWld7ly5fD/cArVwL3Mrz6CyvDi7VJsBH6rx1hUKS0+Fg0PwPE1dRct27detXj/1CAtbS01q/T3LBea4uujo72Rp0NWlu0N8ANSUf27z2yf+8iAC9u/C4y8GJDEgzGsBoMA/CVi6euXDylf/kMvPELe55NjC7Ba8AwEpsYXTIzvgIUYFM9E5MrxsagD8ncRM/SzMDK3NDO0tjW4qqVqYGFsZ6VsZ6NqYGduZGDpbGzlZGDub6zldE1R4trTuZOVgYOFpedrfX9PW2e3PUpzE5u49UMdTOFbJKQTRruYfaIqJ1cUhevuptPbm2uaKHjYcm3tvxHAzGfXl0ED4NcDPoh6Xg+DSNilrU2E/g0DLsOwaotZVKKaaT8ppoiJqUYXgDu4FT2Csi9AnIXr2qghSJsxDGIBQxiAYeC4NWiWOQSBrGgFve9viyHQ0GocqQr2DWltIo8BrFA0IAFi76oTFr5d15NAZ9SyK3J41Hya7HpjcQcBrm4gVxKJaPINZiqajSehCksR+PodYzBPqF0oWF6GtHdixweq1HRaYWqhQglUSLn5eh5KWZBghNLcXMgRZkCQU8I5RkdXVjVRcy8GDUnQc6KS2elwOQ8IymdlSLmZIg5GXIedCNhJBBiTlY8OVs0MYOcFeOlSvTcAumvjeI61RtWSGUkJYSfl+HnFLgFqEwKTNTIBSh3YiFjcKJgTl44rygVK5FSJVqmwMjlOLkMJ5fB2i+sP5croMVA5ioIQszMfesbKJMpiBCoHcofHf/S0/eK1vSxtbtoagF2aKPFSpwMxGjhZD892/AVghLAP1amJEBQmVKBV8ixMilGKlsc5KwYMbMAPvL0fOH4LFoMyodzh8fvYvGo2dmyBTFe5X+OozPeUmpR45MOScllCwD7KyAlan4OI5WULsyBvWIVAIN7DbBvXAkoGicDHA6QWCwjKRREiZQkEdMhqEmykFL0w8LW0snS6oaD0yMnz0d2rkm3H4TaO/k6OmamfRwaH66i1ojlisGB0cToJC8HtyCvazEvno8ODoBwEalyZHxmQQoNjkzPTEtB1OfMPLQg7agoD7h49rGpQbK3e5K3xxML09yIBymh/rGhPk6Xj9Zhc9qbq6hleZ2CWj6zikHF94pYdUTcqf277Uwu97bQunnU8W5Wb0tdv7BhsJVGry4h47ILv8Rw6tHdfDKvETvYVksj5UsnBCJmWU35d0pFdieXOD3QPNBK7eaTevikFhoGzjDvYlWMdzT08Ugt9SgutZRFLuDXF493UgdEZCLqS+h1+66Wpm4BZ9dmcPf6wqlTWzese3QrpIPX3C1gNVHK50a6IOUMh0Z0sTEKu+FhcOHYzq1a5saXrC0M4mJe3r8XdiPQN/CGr6enu6+/T07uj+nZKSUIchJPzg9zO1kVDXgMqaSJReLQK/pYNZB4FJrqE6JymvI+ibnVgoofoc76XvYX/bwsHJxMbOxNNNevuhcWPC7iitmNUHMd9lZAvpdruqtzwePnKfejfqSVxCSUPkogejwtuRGLSSrj7jbxuOBxMyqt4H0mysnjoZ/vywe3kkMCom/ceO0XFOnkdTvg5p1QP6/ilGjsm6jc0GDK25fztcSFNsZ4P7urmzkwLBju5k6088S9olEhg16DLMdkB3g6uNuZm145e+nkoYsnDhucOxng6ZIaH40vyccU/kDl/cjPyvj4Publ40cPbgaH+Fz3d3X3d3J98eBRybdvjUSikNnUzuNwGmkdAsHCzOzM+HR3Z9+dsEfODl6mRvZXLhufPnvmz0N/3L57a3CwH/z3VwFJZsWQAhoZnGCzhNm5iKh3yddu3jN39bnq6n3B3Or42ZM2dsaeXg4uLhYeblZB/q5+1+xszS+72l41Nzhz8cT+U4f3Hj+w5+Afuw79uef4oX36Z4/cC3bvbamjkYr7RbVdvKpKxKf5YVa/sHp2kIX4Ev81IfKhv7uXlfEdL/fb19wi74YEeji5WBo/fxCCL8kBDcbQzFAPt64KWZr3KfHtoye3vSLCrqW8uY/+nkRGfGmllbfRK0WNBB4Vw6lBcSnASsOuKVVZaQAGcyigL51XiwB/36hFzbUFrSxsTVkWiNanVbQ2koo+Jz8O8Dl/4M8Dutq1eEyfkEevqegWNXcKmrh1xEE6lUfEt7Wxy5r5zq8Rh29j9zzi/sMZZfxjJKxG4phEup1MtLAOR6STpOw+BaMFYrRBjA4lvVNJ75bTuqX0XjA00JCkoIO+H9UAZVg1vXDZD9gvreuBav8aqipjqboTInVAxHawcUpsV00rRO6Ql/OBhEjuAM5bogikMZXxlaDRtwUqa1FiuUosFyoDlUtyNBsq44M+WzwPuKlxXDmWo8Bw5Gi2FKnKeUYwZQimtLQJTDFDUsKAK5qUaLYCxVKgWMq/xGEZggk/VaLZcmSzpISxUESbL2yEyB1iZBP4yet6R/Mo+LvxoCuIKITIbRI8W4xjQdUiiCQcL6nv/EJoy8AN5dZAtAGIPw002zIu1NgPNfTNY5oVFS0wlMoI8C40X0bgyfDgs0hKGPC3Bj+eSgafzq0d/UqSI5shDAc+widKLBeorypfMYyaMjwXNhir0p7bleUtP5XY2h6I2g0bmOGvAS1HVa1gygUKHBeqECpw3IUSxkxBwxwQ0lngj5TYNlvYOFdEWyhhSJHNwJ2O54N7AeXCseya0e/k8RzKbGHjQgljKq+u6xOOHZM/ll87j2kGgA23ScGRWqRWWPEGC8AVLaqFYRWEA2W44+dUtEMV7Yv7wMoKsA+sJLYrqjpATPRfNUiS6i4xsNN3y0Eu18+eJPAqfQiq6ZRWt0lq2iX1HRBvBGoZnaQJ2WWVZT+yR0Si7A8plvpXfN1drnu4Bvp6V5UTIKUCUkKz0zMKmbK/q4+AKStHl6clpdlctdqxcdupAydMLxufPnjyjy17juw9sG/7ntOHjh/Zu2/7Rp1dOlsO7tp7aPeeI3v/2LNl88bVKyMfPuoRijp4/MmBQfHE9GhP/2BH91jvALizJocUsxJKOcnsisnnhFT5vFQplsrnpfBL82PT94Lu2Blbnz10Sv/05UPb9x/ZeVDvxCWjM/rGZ69eOnDmpO4+QlYBPiMvPfL9x/A3KY9fvb8d8Snibe77T9FhT0LsPH/EfKwvLitKzEB8+IpOzcZnFJRlFOE+FyBSsnNjPn99lfLlZfLXVylpT2PTnsZ+fhaX/jz+y8vk7Lef8t6nF8ZnZcek58Rmfnuf+en1x/fPEqKjEhPeZ6Z+ynsbk/X4WVLQ7Vc+wZFe/s88/CKuBTzzCXoVFBZ3MywxKCwhMCQuKCzh3uPPL9/lxX/EJH/Gx6Ygo97nPX755Xb4h6B7cX63o/3C3oXei715J+Z64DMHt9smltcv6TkcPma0c/eJtWu2r129ZfVKnVUaG1aqa63SWLd+tfbmDbq6m0CY8+aNgHvhCCsYemHVd/f2bTu3boEDn2GheLuOzu6tW//YsWPv9u07dXW36+js1NXds20b7IuGXdC6GzbobtiwSVPz/2qBhteA161atcjAsBq8Rl19rYYGCCtSSW0qvVdt8elvv/xnyb9/WfLvX5b+51cYhn//dcnSX3777R/Llvx9+bL/rN68ftf5E4audj4hgREP77y5F/Ym/EFc1NNPb15kxb7NTY4rTo4rTogp+hiPSnmPgquMkt+VwpP0tiT5TcnHaOTnOGxmYtnXRMK3pPLslMofH6uKv9YWfaUUZ9UUZ5BLMkjIDNCFR/haW5ldV/6NSsyppZQ01SFZpCJaWQ4F+636b5ct3RbnipU7PHrWHkb23vo2nnrWHlcdrlt5BNl5h9pcu2nu6mfh6mPt6gsDsJVbACwCg6NnMPBIXwtz9Lnr4v/AKeABAF2/e65Bjz1Dw6+HPfcIeeJ587FHyBOv0HD3kIdeoY89Qh95BD9wu3nP8+b9a7ce+d2N8HvwzPt+xM2X0dFZea8ycp4mZcZ8K/1OqEsuwH9GVuVVNZYxRdS2vubBceH0fPu8uG1uQTQraZ2Ti2Zl/MmFlimxcEYqmJZwxma543PNw1PMoUnu+FzLlJg3Mc+bmG+ZErOG50miwTJOV0PvFK1/pr53gj+tEMwqmkfn6npGq0S91W299MEJwaysUwbs1h1zUNs0hGW0/6huxnJ6y1tHqvtnaZPKmsF5VEt/Cacbw+/HCwZre2f501DrPGhsGoegoMj3DsEPaN1jJH43tknAn5DUdQK6Jgr7GgemuVNy1riE0jVayelI/1H6MPyVpa3b7j+P/bJkxb//vWzdOt1tW/eqq61dpaGptWbjRk3tTWu1N6zeoLVCRcIrQUA5HFO+ZsXK1SoYXr1yFdxjBKdYLV26dNmyZTCyLtLs/3GyYsUK2Bq9qO7CkvKi5Auj7yJOr1y5cvXq1WvXrgWIu379hg0bNqoe6/7rsWHDhk2bNm3W2bRFV2fH9q1bdHU2b1wHM/Cubbr79+w49Odu2AINJ2OdPgFqgRe1X5iEF7Xfv5aBgfP58oWTcA7WogJsBlw4/wPAJkaXYNY1NzeA/c8gCstEz8JU38JU39LMwNbiqrWZoaWJvvnVK5ZXr9iYGqjk36uWhhedLA29na18XG2uOZl7OJh6u5j7X7PKzngv4lTPjApbmivrSEVtfNJIX1OnsKabT+bUo1vo+J6Wml4BpVdAaWcTmZRSMu4bGfetGvu1GvuVjPtWV5ELMzBMvy10LINcWFeRAw+V8B2Ov+I1olvo2DZWeU9LdU9LdSeXyKvHwOZnXi2KXVPKJBUJG3EwFXMoCH4duo1BYNeUViMzqdhvLfWYlnpMLe47qSSNVv6VV53bRMisRX6goj+WFyVSy7/SKAgqBVlehUATUehqfGlNJYZJb54aF0EQfWG+anKaqoBqVYIqLPxi5YBdMQsy1IwYMT2LnJwpGhmthiCiXBFWUgp6esXScrkSL5HhpUqsGLTyFk+LCyfnCybm8sdn88dBQBRiTlY6Ky2aWiiamCmZmsMsyMoVoKyIrErVwktk5RIpQSwhiMHWa5Ucwi0oiyfEBaNzRVNgCblSReMl80qEBELJIIwCbCODURmS4R1g2PyMl8ph+RduJELOzsPKKl4qL5mawUvlNSpPcpkCKpmR5I/PFk0tALYXK+HuIuS8HH6KkwEKxcsBAKu4FHY+A/pFS6QosQQlBpvMqDkJVgzSpDELijIZSO2KZrBimax6COJAUOHwyLNKYjyjqQ6CmiHI43N6hVSGm5svmgSrv3QIQsskCPE8TNcgeUupxCogMKrsa5RYhpUBa3SlXFYuFhPmZ6vEczTpAn9+Kux5hL6hgZ+L231X7yivgHd+wU/cvB77BUAyECUyOTUDGhWV0PTYrLuDu52JMaehbqS/B49GTUwAG9vwyMTI8MT02BQQgqUySDwvxGFCjK7Eebmm3fBpLyqoS/tY9PJZ7ssnvkbnvUzO2V0+0tpUOdbVzGcQRWxqB5+mmB3xdbPfv21zVnLsVB+/lVk12cupryikVZXwGwk1+Jz8zJhvH6PQecnwbvxwR30LHdsrIBNR6QxqcXM9QtiEFzBwrNpSPg3TyansYFf0Ccj1FTn1Zd/bGHi4v6eLVdHLrexoxkhGmFlJj99HhrJrCQPt/LGeLsPzF47sO+Bi53D51GlscQEkmR7rFfUI6MNdLC6NcOO6dd7XBAia4DdVRz4J1Tt/eMcWzT926bg6WUc9exz+5EFwkP+NQP/g4OAbgf6o4oKx4Z4Fxcy0crJeWFeAz2Gyato4FKivDRrqaiv6MVmFgfoEpC+x971NrjtfsrQ86eRu5HLdZsW6ZSbmhj3tLSMtLKinDWppnijOjjczLAgOSr8ZlhnxNiky+dUr0HhhFZxsdyuROwOZ33h83t7Lyjsk9lP208gUb497rvahHi73goJehd6LcfS+a+Pm5+zseOeac2XMm3Q3+2/uNoSIm1BHXW9L5diEoG+ohcuoaSCgeNWETkZVt5A83Nckmxkc6hTQayowhdmfE6NDfD1MLp/TP3vi8qmj+mdOedjZPL9/Lz0xoQKJEDKbe4Wi2b7BXm5LD1/QL2xtZ7FETU31xMpvaZ+iI6NeRERYmZhdPnfp5JHThw+cNLpsanDF+OjxY2fOndy1a4evj/fbly/i38XcD7t9w8fP4qqZk62juZnH6ArTAAAgAElEQVS1g6OrkZmVjZuHlYubs7fXNW93W1vTK1dOXTx/2PDKCROjUwYXD585tmP/Lq1j+3SNLx/zcbN+GOr3+tm99JT3yIIvtZXF432cqX4On4abHmgGRpgGRDevcqqvaaK7KT0m/NObx7525j42Fne9r4Vec/dysLkd6B3g6RTk4xbs6x7zJry3kwtBM1NjXaNDwtH+FgGrGpWflh7/LOnVvTePb7x6GPA5NqK84DOnBtXJrGpnVHIpaHplvqAB21KPETRghY0YQQMaREDXIVvpmJ6W8g4etpmSP9JRPyxspKIL8z+mfE1IyE9NMzp9uryosE/Imx7s6BY20WqwdCKii4yf4Te28YkYKj4WQ3dKoR8OZx161a39iBRaDyUIIad3WCu/TzHvCbM90CitR8bsgZoAACtoHTJap4TWJaX1S+iDUvqwlD4sow/J6EMK+gAIN27sg2g9yrpukORUqxpqN9BR4antAUW1NV0QuQtEK8HMQ+6CKJ3AzQsSmLvkFapm2rqeieIGMY6tElSBt/Znhy18UiEA1yvA/FQaCS0AlVW0DOH5SixXjmbLUCyAtXCqlmrlWI5mAwxWnSux3LmChoUSBnxFiWYDxq4QQeQuoP3W9Srx3PFcCvZ27GgeBXwWUBfUpqxsmUbQRguoAINrOyGiYLSA2vDme1dWOWD42m5FRcsMkgEwGE5jJgphTRgYm39ioQgiCGQlTRCGC+Fb5KVMqEwAlQlGs6r6U8vAdSxPgWiGd5iVSBaE5cpQLBmGLUez5ViOEguYH1I1OUHEtvlSxngOZbqwQYJgipFM1d2BFojaC+4yEAQwWoMT1SwU0QBa43hQuRB8UxRbXEib+VErLW2SIJjwSJHNiwNAHcGcK6LNF9PBz4BizRY2jubU0N/mCD+hR/Kpc2imGMcGH5zcDiK1qF1gKJ3gV6myhcO3AECwVmUnROwEGKxiYKgcxGJBle0/p6oDmJyru0AGNblbTOr8HwAGBUt/YTBjWEYUKckdEHNY2dA1RxEpm/uhtrGu6joBidRKreug09PevbO9auhpbxsS6Ofn5YFBlA4O9M1Oz8A68GD/SDONhc5H4oux0c/fnj96Vnv1xoO7/jz25yGdtRsO79l/eM/+/Tt2H9r9x6Hdf+zYtHnHJu2TBw5ePn3yj21b0pOSFbNz82PjsukZ2fQcJIda2bw2Dh+mXHAUKyIfPIuOfA1JIfnU3MzguHRiDhQgSaEnYQ/tjK0P7thncObKpaPn9U5csjW0MrtofOHQ+dN7j+1ftz3p4QtMWk7C/chw75sR10MyomIxaTm3HL19TOw/P49BfPiaH5eGScspTfmCzyhAffyB/JBTkvQtPzbj+5uPWS+SMqMSM6MSFwE4Myrx2+sPee/TixO/IlKys14nZ8ek5id9KfqUnfcp52vK90/xWUnvP8e9//z61YenzxKfPkt8FB4fdvuNf+DT677hoWHv791Nfvwk7Xnkl5evst+8zXn7Pi86ruB1dHb487TQe7H+N195+j5xdL9j7Rxi4xx8xchVz8DlwmW746dM9x+4tG3H0VUrt/zrnxq//bp6mSonaN2qTVqr1q/RWKu5Umuj5gbt9aDOF85t3rROa/PGDdt1N+/evm3HFt09O7b/uXvX3p07YDv0Vh3t7bogAWvXli2LALxj8+ZdW7bs3b4dTsbasnEjPIvLwIumaG0trU2amhvXroVN0Yuy8FoNDRiJYQBeqQZEYHgW6Vdt6e+//7rk91+XLF+yTAMUBv/+y9///c+//eOff/vX8l9Wb9bcde64kbtDwP2QF1GP458/SXz6KOH1889xb3MSYgpiXue8jvz2Nion9k1BQnTxxzjMh1h0cgwy8S/6TYlGfIhBwuZnIPwml39PrvjxsSo/jVyUWYPKrkd+r0N+rS3JrEGkAwCG6ZecT6/Oo1GLGI1Idh2SVZXfgM+uwX0n/83A1sPA1kPP2u2ypcslC+fLli5XrFz1bdz1rN0MbD2MHb0t3PytPW/YXAuy9rxh7XnDyt3Pyt3P0s3X0s3357mrv4WLHywFO16/ZX89zP56mKPvbSffe85+953973oEP/C6+cTtxj23gLueNx96hzz2vHk/6GGk/72nvrefXL/9yOfWI9+7T/zvhvvfj/B//Nw/PPJhTNKb9Jz0knJUHRtJ5eSU1X3HUUspzEpWW62ol947zB2b4k9Mcccm2malXWJltwTqmJe3zUrb52Qd8/LWGQl3dLp5cJw5MMYdnW6ZmOONzXBGpjhjs6IZqGlght43xeifbh6a442LuWMLvHExb1zcPDxF7x+j9Y0yhyb5k3Nt87JOCdS7AKZ5YA5NE+K5PbW909XdE4xJed2QuEw0jG0ZwgmGcfyhmq4Z3gyIm26dAQyMbOS734vEsdvbxBBnUsYYnedMy6u6hhGcdkLbAH1axpdDHAnEmpQyOoer6Dxe5zC/a+Tjl3wP/7ALBpabdPes0tystkLr999XLVdbtXrVunVa2pqrN6xasXb9mnUb1q7fqLlh3WqtNStWrlLXWKWusWbFSnW1ZfCoLQd1vqo1YdBa9NtvIMYZJEurHjDuLl26FObbRfqF9WF1dfXF64voCwdlwZ7ndevWwei76X89tLW1N2/evG3btt27duzds2vrls2bdTZpr9fcoLl6o9aarTob/9y17eiBP04cPXDs8D5VPRJIhP4/APjiuZOXL5yGu38vXzitysE6fun8scsXjutdOmlw5bSh3hkj/bNG+mdNjC6YGF0wNjxvYnTB9OpFM+NLFqZXLM0MLC2NLC2MrVVjZW4IrpjoWxjrmRpeMjW8ZHn1krXJFVszfTtzAwdzQ0cLIy8nax9XO1cbY5PLpywMz94JupaTEU8lFg91s9r5FC4DbIg11SOZDQgBm9DbThUwyqiEnMaqgtbmii5edb+otqelhkkpBVorMZ9KyKGUZddV5NJIhUwKqIgUNuHb2GWtLNAwyajJb6jKoZZ/JWHT+XSUkIkVNGG4jQhuI4JPR3EbEUxKMTYvBf0jqbw4rbYsp6Eij4rPZpCKRAyCiEEQ0PAtjThOLYqKzy4r/FRZmt5YmV9fnl+L+05FZzWUZTHLvzYRMutxaVTsp/qKr3RKUV0tEl9VUlRWUkQi4Jrpla1CxvwcC4Jocjlxeq5KKqepaLNoRoqUQkgphJIoUQsK9LwUPStBT8+hp2fKJfIGCMofHImqpsDxVyRIldskB/urGAkE8yRGAmRMIGZKIPS8tHR6vnhyFobGMpmiEgKxVVixFCwPK0FLcJVqkRgw9rQENQtahTHzEGJOUTwtLZyWFEyJS+cVSLECKwfouxjjjJMD8zC89IuTyLBiIFPDgxVLkbPzmAUJcnYeJ5EVTUwVTUzljUygFhQlM7KiKQlyXklQAu0XI4GKp6WIOQViToGcV6LF0OJgpcCTjJMr4GhorEyOlvzs+y2dnkXNLaBnJeAnFysqFSC9+RmJ+o7GoEBQZlv7PTTmW2dXvariCD8zd/3LV/z8AkX1SbEScZVqAxnAs1yqGjlaJkPLgLsbKQUq98+Ma5kCMz9XLhZXiOcJM5P1MnEXBCGaGo0dHb2vXb9z3e/jk+ceF/SuXTZ84u0319evnBNDoEgCEkuUSiXk7nrNw8Hue1rK5GDf3ORYd3tbVSWR3cxqF4ogqVQ+OQlNjtcVFT5ycYz29WxDFEDcJmFRfkVibNajOxFutsFWBl7G50/u0EqKujPSxhSxyN1C+uRgWwMJt33jGiuDyz0trNFOVjubNNrV1NNCZZBL6dUlrFp0NfZ7DT6n8EssJj+ltblCPtU21N7QySW1sSr72qhjfYxOLrG2PLsG/7WZWtLBrhhspc4NsfmNaFrFDy61VNCA7mAShoSU8Y66JtK3T++C0+MfdHCqW5uoC+NDkQ8eHtq9z0T/qrmR6e7Nurdv+NcRcQMdrOmhluZ6zOekiLfPg2Qzna0cUgePMj0iqiUiUuKizAzOHj+859TR/e5OduEP7j6+fyfkRmCwn5+ng2P0qyh0GYomaGpsa6IJG3v7RdLRHmhuBhIJC0LCamOjWwqzX99wu+Nv7eRw0dFV3yfQXmen1qFTf7K4DBGPOdTS3Esth5prIWFTXpBXbpBvpKVF3tOohNvhQW6hNs73L9rduewYWtcxhaHxfe5FXLV1fhjxIu1Tzp3g8Hs3ox7djQ4MjHTzfnjVMfiqw3W/kFt+TvboqKfUpw/wgc7FAdad2NR2ejGPV97aRe9u5w6KuHPdopluVp+oql1Q3iWsa+M2CJi1/W0cyeTA3GhPr4jTyWfWEFCZKfHPH9z2c3MxPHfm3JFDl04cP3Po4IWDR6wu6zteNbU3MrI21Nc/ffLkgb2nDv5xaNcOGxMjX3fXt1FRxbn5eheunD5y+uyJM6dPn7S2MT977uSF86ftrcw97B28nJy9nJw9HRy9nV2cbGzMrhoZGepfNTE6fvLYoSP79/25a9/ebedOH7Iyu2xqdNbw0pFAb5uMDy+ImO+N1aUtTZUdPEq3oKG3tam/vXmwgznSw+xpqeE1otvZFR1sAqeuZLSzjltfOtXX1FBR8Pn9s9cPb7qaGQW6OHrb2HhaW7nZWN30u2ZvcdXF3tLJ3sLHx4VGq4ag2cnJXn5LA49T29vFGhsQTA219goZNYSC4q9JX5JfxT2/8+K+37vw4O8fXlHxue3NVWwquqUR18Ui9nKrW+llTFIRg1jAIhd08XAM8nd2bWFfC4VfX47L/VZVUlqa9U3UwKxGYoZEotZm+mi3YLCTLWBVcepwQjKBR0a38sv4XfXFjYyXJUyf9HazONErDmT0oT65HbqDEjlFYU390j/lds6OQ7PscWVTFwzAClqXgtatoA/IAP2OSujjUvq4jDaqpA0B+gWrwt3Kuk6Ygf8Hg2tVDFzfB6yzQKiESbgbFPBQe6C6bnm1COQ81XcDEqb1Q3Xdogz8NJKhqBQAoFJtxgKjL+j7+V9T3Qa00J+bqG2gERdUE7eA0GnsX/rwX+gIAyRQjLGw1KlSlbEcKbJZgmoGzIzlAD92dTtUIai8nzSHZECciemSRgmWNVNKU5bzIVIrOFYKwP4tpVNezoPI7aJUDCMmd6K4AUjBdT0/oZcEJyer1oNVAqmMwAOLspWtAHTxLVC5CLBuuQgiCPs+4ftTywDxEoSLCV7gKYYrV0GpAsUCfIsBDAw0bRyv/zOB976wNaF0LLtmMofSnoLuSEZNZNcACbdCBBKby4UQhgML3aD/CS7jJbZDFa1QmRAMQRX+TAQhz6oiKyEsswNIxnLBTYoKETjBcsFbwV9WLhzKIY8V1k2V0iZLGkfyqUO5NaMFtZMljbATG/yy4MJhFfODjwxL/ZVtQPavaIXKRUq4LqtcBD57RSv47pVtUFU7QGUycEFLKV1ySreCovobsigCk9olFQKovg9ijyvruueqhGJqh4TWCXWN8HEV9cUIOgo73d5GKMg1PHvSx8Up2P+6ubFhYkLcxNi4TCIHnmQlND+1MNzVTyPVEkowRV9z7wSE7Nu6e9s6HcOzFw/u2PPnlh17dLYe3vXH6QNH9m3duVVr417dLft2bDtxYN+H97GQXDE/Nj4/Nr4wPgXJIcnkzEh332jP4MzwhHIO6L10cmNmUupY58DMwAjocJepFnjm5Hf9Q8wvGemduHhm/4kTe4+c2Hvk0tHzRmf0zx08fWzHgaObd9+wdcVl5cbcDb/vGZjw6AU6/UfM3achjl5JT15VfEfkxqXnvE8r+fA981VS2Zfi0o85Rcnf8uIzc95//h6d+uXNh8xXyekvElOfx6W/SMx6nZIdk5YXn1mY9LU45XvJh++YtJwfcalpkXGfXyb8SMwsSs/NTf3xJfnLy/B3Tx++Dr/36unjd0+fvH9w91VocETQjXArCz97m5vurncC/J4GB78MDn7p7//M+/pDF7dbFla+l/UdT5212HdYX3fHyXU6+9dv2rdt+/Edu45v33ZEe9Of67R2rFmjq6G2YemvK1eoaWr8vlLj95Urf1+p8ZuG+m/LNVes2bJRe6OWJgzAm9ZpwedbdbRh1XdRBN61bevOrVvgEKztOiAjGg6I3rVly+6tW2EdeOumTdu0teFX4SxoOBYL1oThDWGddetgBt6wZg0MwIsYrLlixRp1deCO1gBNqCvUNdSWLYc7Vn8H2LFs+e9qasvU1ZevXLZU/d///PXvf/vX0iXL163VOX7gkq2p94PQ1+8iU189/xTxMD78fsLzxx9fP8tKeJefElsa+zr/9bNvMS/yUxNw2enklPeYlPeYD9HolHcoGH3TYjHp8XDeFf5rEv57CiHnY0VeWlVpFhWV3YDKrkdl16K+UxFfa5AZ1ZgvFGJOPaWwqbaQWVfcRENxmrD8enRzVUEd4UdNeS7lb4Z2nga2HlesXC+aO503dThv6nDJwlnP2u2iuZOhnaele4Cd902ba0GW7gHWnjccfEIt3XwtXH3MXa5buPrAAAxHYVm6+tt6Btl7hdp63rTxCLbzDnX1f+Bx46FbwF3vkMe+oU88gu5eu3H3etijgNvhPrceeQbe9gy+6xf26MaDiLAnkaHhUWFPIoMePr39IvpW1P/H1VtHtZWvbf/zvr9zRuqlSktdpz7tdDrTqU+dOoUqFSi01AXqU3c36lDcLcQ9hLgQd09whxCX/a5v9hye83v2utdusldC0sA/n1zXfV3Prj179y6/DM0Sk0W6MloNWWwkiQx0hY2tq2frarnmRlF9q7y1U97aqWzvhhnY6PDp7R6T029xBy3uoNHh03a5dN1uizto80JmV0Bv92i7XDYPpGz3aruDshaHpstXF4AAA4dUYnWXW9XpkrV2iRrbahpaZa1d6g6HzQWZuiB9R4AkNVE19bIOH8PaVtPu4zS6qOaOamsPw+bAq1txqhaG2cGxOW0BSG0PNkHQ23LCxTdpKgdkgiCyqZHZ0EWxteJNjRhjPcbYiK9tY3f7tBBwX+fiGYhqkbbVqWnu0bc5NA2dCArr5uM3exNOzFq4ZODwiH6DR4SNGDNy9MTwUePCR44JxUWPCx8xamgYqPYdPHDQkMFhYyPGjB0zeuyY0RGjw8NHDh8SNmjggH59+/zYr1+/gQMHDhkyBBZvw8PDR4wYMXz4cHjvF2ZjOBEaJt7/BcAw/Q4aNAj2PMMa77j/Oib855g0adLUqVNnzJgxb+7s+b/MHTc2YkzEqIiRw8KHhYUPC5swZtTcGVPhGqTFi0AW9OJF85cuXrhi6e+w1Xnp4oXLlyzqBWCYflcuWxQKvvpj3eo/N65bBuPupg0rNm1YAd/dErlq2+bVIfRdu2MrmC2b12/dsmF7aLZtXrslcvWmdSsj165Yu/LPDWuWbN+4Kmbruj07Nu6NAvS7Z9uG2J2bD0Rv2rNt3YGYyLvXzpJQ+VYdv6VWqldUa6RUlYSolZOsekatkaGSYDlV+TXVpTxqsVZENCuqBFWlQnqZSU6zqRmhGhgEj1rMJhVwKUV8WgmfVgJXwsh5CJOCZFVTzUqyVowVs0rZ5BytGAuDsVKAhCOCAACzSnnkInJFGrkiTcJAmKRUrZAgCfUbqXhYi7yqVsXQCPAcYgGp/Cu6ILUi+xW1MpNPARlXNZR8CS1Px6swiZEqQYVShBYJcRQ6ohBbkI0rrxTxhB3tRggSBKFqn58JgcZaGgSVd7vLnX4CBFX6oAoPiDgu63IB2dbuJjq9FK+P5PGTvYHreNIlFPYqgfRcKHorVT3liV6IZK8kirdK/WeDLbu+tbTTifFAgDCDYJ0VtgrD5mdK6IVC1wH9VoXQ9x8l2RtEdLvRjiDODWFdENIZrHQE0G4gigJPtdsLS7IhWzLgUpDkHCpAwroBl8KDcXlg+sV5fKXtnQRfoKyjixSAkD1OrBtovDCcY70AdGHoRbmg/55KB4BkpDOI8QARGAZgmIGBAuxwVdodsMhc1taNd4NWJ2oQ2MIfsrlnKyqe8vkf5AqcwymGIILThevu4UDQ+bLywvqGqiCIwqro7kK5XXgoUNbTjfK6UV430uNBejyVHh/C7UW4/Qi3/x+bt8dX2d1F9Lhpfi/Z0c2BvCxHhxWCXhfl74zd/+jmnUfJFyPnzF87bdbF/QepxaWQ2wsFgp1dDpcXcgeg4yfOHj0YyyJiIbfToJAyaWQRjx10uwNuB+TzsnDY59eupMTuK37+1K2QCfKy6ykkDaI89+b105vXLxs/MnLetBUzxu1Y8Wvkn3NSH15tMcnsTaYmi/JM4sEFMya9fnCnyai2KNjtNkmDnuds0agEBIuS0WoRVWFyuJQSKRvdZOR11IqNMqqQXlaFyQLfAfHQzVa+UUamob9RUelMQg4Dl8Um5rZZ+A06ZquB02rgWKRko4gQOuM+PD6JK3pep6nSS6haIaOzwZqwb/+0sZN+mfHL3p27V/7+Z1oqCCSBXM386oo3T1LePb4AuSwGBU0vp5pUDIO8uq1W0dmoq9VLctPf7d6+Yf7MKcsX/Rp/YN/ty1ee3rl75+LVuP0H4o8dOX0tOa0sR9do6ra3QV63X6aquHKTdvuxJj0r/fyZ4zvWx+5ec+Dwprj4qAW/Tp0waTiNjm1prWVXE8wyXquS0yOmeQWkZmzex/io8mtn3xzeX3nv3tnte/ZGJ22KObMt9uzD1Cw7BJ28dC16b+zJU+cKc4rOJSWfiD+fcPj8lq3x++Iv33qZl4tmEhjCrE+fX8bHse9eRRzaWhq/seRGbI+eYNZTjWa+FmQ4sxqVgg6joNnCaK5jmzTVNr3AouXZ9IJmm8yiEYg5RAED32rTWtSi7iYr5OrsqLfopEIWGVeSmfbl+bO8jx/upiSfPLDvVsqZvy8cv3XxVFnuV0E1obvJ3N1kNamlXU31O7dGRkVuOHJw/6GD+44mHj518ui+3VEn4g/FbNq4be3qyBXL1i/9c+Vv81f98eu8aRPXLv9j84YVB/btPH8m8cn9mzlpqTR8uYhLlgooChHVrGE328QGBd2qZerlVCkPrRaTGw18m4otYaEEVcUcSq5KiDLKiU0GpkGCF9AKGnRMe72s4MuTzLcPLiTs37X+r5TE+CM7o4/v3x+3O+bM8cTdUZtPJsUdPXpw2/YN3zLft3XUBqAel6c1GOx22OtVMo5WyfPYG6BgV7CnscOmUHCJ+NJv397ef3M/5dXdC+8eXsr9+AiZlyoglRhqiEYRSclGqbkYs4RUpyUJ6TkWBdkkrRJSMXwyoVGtK/iU0VPXCnkhNpH89fVLFglZpwfVUxox1SBg6oR0Ma9CY2A09DTj5abL6czDbznnSm2nK217szj5LdCxXGl8qnjNKXQRKdimCvgkDX5RLei85VsggQ0SNEI1rT5Bu1fQ6RV0BvjtEK851BVshXhm0Nwjbv6fETWDXlxRc8gbXA8ABsbgkMcY3ObX+1lGSNQA8WxOigo8nW0Wvi1preSDoGOeDWJbgnR9KMnJABKeqg1gGMZ/WIthApAMc3K1MaQ9gk1j2AwMEVRAPsXKgaGaoIKd1X6s3IcBVmowRDUAZqoeouiCeKUXLYVYVh9Gyr6TbksnQNVGP0HhwUqBBZqqdWMkTpTIT1D48PKeSqEbdgLTDRC31oEWy9+Vy96W9aBEQP6lG/7RP6la8N4YpgAZ9AMBgzfV4EWIgCpLNQBJlgw0YdN7VH0aEaAm1QDOIZkauJRh/gwRLyBbgho8kaSFSFrxw9yuAha4jQWQDOFVXoSoIZ1keIPoyKkGxEvWQxiFr0IEMBun8peLgohQKzJKDhqYMUoIpwa83Uu/RM1/AzDsDPdVioFpHPZFh9R1kB1dzgNkG2LdAFndgxK1l3HNGcS6XFp7GdeNk4GPKyTpg4+iF31D9AsRtQGCJkDQAPrtHYDBIVd8lSnIsgVCEwRflNhCyjAIwQpQdMBBwKn1ULQ9JBX4A1N09FRrfBJDE0soKkeZ6KwWmazLoFewqo/F7jmZcPBY/MGorZvOnD7JYbFBYW/IZwR5go0GC4tYhStFECswBWmZx2IPT4sYP3P85D/n/bpo1ryfx06cOX7yvCk/z5vy8y/Tpv88fsKm1auuX0iGPN46vcHXbffbnY7Wjgajpa22oVZnDjq8rnY75IccLfaSzPwOc12XuR7qckFeyNXY4W/rSUk8tXnFushl636ZPHvtH6s2r9iw5vdV21dvWbd49aJpv8wdNWnf6k0Zj1/fOHqm+F162YfMd38/PLZ934tLtys+ZWc9+VD8NqPiY27m4/eor4XE7ApMeknl54KSd1lFbzIKX3/Lf5mW9eRj+oN3n26/TLv/Nvvpp8LX30pTs0tTs0OP+Vb6Nh3xIaPyS27Fp+yCt1/Tn6Sm3nvx+vazpzce3bxwMznp0tljKRdOXD1/8uqFU9eSz968fOHxsfirOzbHL1+y/ddf1s6esXza5EUTJyyYPGnhmIg5YyJmTZry688zF8+Y9eesOX/Om7980W+rFy5Y8fO0X4cPndDnh7Cfvh/cv8+Qgf2G9P2+/0//6tP/+/6D+gyAQ5WHDRw8YfQY2PY8YQzQgSNGjogYOWLc6FETx4LrY0eFjxs9avL4cT9PmTxz2lSYiqdPnAjv904YPRr2Qk+bMGH8qFGTxoyB7dCgNinUjdQbCj1+1KjefKwxI0ZEDB8OB2L15mPBdujhgwYNHTRwxJCwoUMGDx44qH/ffn1+/OmnH/r0+bFvvz4D+/UZ2L/P4AF9w/r8MOBf/6fPwH7D5s/9fee2A5fOPLh58fWjm5+f3U1/ci/jyb2M5w9yXz8pfPe87PWTkpePilKfV2Z8JOemMT6/wT+7V/z+Bfr9C1B0BDcefX6FhlXfjHeEzFRiznsCDMAl6XRkNgdXIEDmspC5LFQuC5XNRGcyCLksRkkNr1LOKRfxEJIajFKC1wjQ0qpSLqWIRSvlfrd258G/tu9fuXUvDMDLNu7fQocAACAASURBVO2C0Xdd9KENu+I270vccehEzJEzMUfORB0+uf3g8ahDSdFxx2PiT0THHd95GEx03IldR07tjjsNp0PvSzi3N/78noQLsYkph5Iux5+6cvhEyuGk5LiTFxNPXzl67urRs1eOnL6UeObysQtXTqZcP3X5+pnLf5+9dvPC9dspt+5dvv/08sMXt158eJVZWIil47lKutRSrbAJTW015nahpZVvamTrapkac7XOxNCbRbVNiuYOQ7er1hOs90E2d8Bod2s7ehTNHZp2u9Hutjh9ph6PrtOhbuuWt3SZnZDVDcbiAuc6P2T1QIYev94OpGOzK2BweFQddmV7t7bbaXL6bS7IYoe07R5xfRfP2s6xtQubHNJOn6DJxazrrjZ3MixdDIu92tzNtDh5dW5VFwjlaoAgsqb2UU55AUtsDEJaP8Rt89Dqu/CWFqy1BWdtx9V20Ns9Yjek8kCmAPQVV/0ot1Te4bZ4ILrapuv21rohY5eLKJB9Lavcm3T6tzUbw8ZNGRIxYWDYiPBRY8ePmzJu7KThw0YNGhQGgqNHjIiIiIBRdOLEiWPHjIZ14Anjxw4dOnT48OGjR4+eMGHC5MmTJ0yYEB4ePnjw4J9CB2yWhuVfGID79OkD26fhVWG4Qmnw4MHh4eEwA48ZM2bs2LHjxo0bHzrGjh0LU/HUqVPnzJkzd+7c6dOmjBsbMXbM6FHhI8KHhY0aPmR8RPi0SePn/Dxl3sxp/639wmFXcOVvr/8ZjoP+Tyg0iIBes+qP9WuWwMIvrABHrl++cd2yyPXLN21YATPwjq1ro7at27kdVP7Cxb+R6//atG7l1o2rt0Wu2bLhrz07NkZtWh2zeW3M5tVRG1fui1oft2fbvh0bTsbt2bhi0c6NK7+8fqgU0I1yjlpEMyoYxlAZjEpEaLLwVGIMGfNZzC2V8hGhaB8MzLfw9q+EVSlmItikgipMFgOfK2aCmGiVAMenlYAUXD5awi6Tcsq1YqxOgpNxKwT0Qh4tX0AvNClIDQaGToKTckBMroxbwaPlKzhoKbNSwkDIWEgVDwtrv1ohQcFBGyUUi7xKwUFzSYUsfB6fUiyil0uZKK2QVFNVxsHnyJllourCKmw6nZRDJuWXozJykTkVLAKnzqz0uqW+AKPHXR0Ajb44TwAfAKnIMPoW93jL4cQphxfR40U5PASXn+IJ0HwglokBQWdLKzB2J8ETzK9vKW3tyrY2vFPoPmnNH7TWFxLNTTovBUe7iK+6RmG8kalSFaqvemNRcyve44PFXnIQQjvdIVL1471BvDeIcfmQPe6KLkdZl4sMAXIu6/KUdTjKO51lHY7Srh6Uw4MPBDEuDxsCKEsKQCi3B3QphZRYCQS9U6jeqzR/U2jnKlEAqr3+XirGur04jy8kEQPDM8oFuLfC7ivv9lbYfTADYzyAgRE9/vJuLywIo91AxMaFjNBwNDTK7at0AkkZjN2RV9/IhSC800P2BrA9LqLbx4Kgis5OjNNJhyABBJW3tAohSAxBJKf7bElpQV09B4KIAT/G7QJp0kE/2udBed3YgA8XDGL8/kqPDzQ8eYNoP4T2BdA+oGnj3C6C20X2uKp9bmbQLYB8Ap9D63XcfPPq2rVr0Rs2RC5clLR124OTp64lHO2y1kEBqKPd3txh7/ZB+w4dOXboAAOPbLMaFXxuq9UMBbzuzvZGo/7h9atPrl/j4/EtSoWFzdIQiczcPFZO9pNjRw+vWrE4YtSCEUOWTh2/as6U1Qt+XvfHnINR6+o0QsjVlvnh+YqFc1f+No9HJeqlXKuSxaMWq4V4OOlNykaSEN+E9IpGA59cmVGNy6vVsG1qll5ClXOxJESaRcNQ1uAReW/Kc17hSj8VfXtKKP0sYyE7rCKTlNpm5FukVG1ImjNLKM/+TiSVvYXs6s5agVnO0AoZUMD97M7dE3EJK/9c/ufCRW+fPC3K+vbp1cNagzAt9c7rx8m1mmp/t0bCqrCqqtVCfLNVZJAz63QinYTdYtV01JuIlaW7NkfOmDhuw/Jl+3dEXTudcvfqzYuXruw4sH/d7h1X7t/msJnB5lZFCarq8Tvt18KcE8k3Y/Ye3bF5d8zGQ3HRG1YsGvbjd3lp71tq9UoZT6cRdLXoepoU7dqqTinGK8Uh7x3/eDCy6NQ+9v1LuedPn9x9OCY6fmvUwa0xB9wQJFPrdu/Zd/ny5VfPnp9ISLp47vLbl2l4giA9j5iD5CHoSiSVn59V8ObEyYKkOMHNU/mxq97ELuUWPPS2irQKaludWsWratIIWg08nRjFZ+ZadVU2HavRzLfpWDoZxaRi6GV0XlWFTlptlHNMCr6ISazTSanokiaTsk4n1QhYZplQzq5q0svbLWqDjN1gFBkVLBmP2GKVKQU0KY9cZ5Bmp72O3vRXzNZ161YvXbls0e8L5/wya+r8mVOW/jp3y19LY7dtPHEg5umNi4Vf39HRJSphtUXFrzfKupqM9mZLg1GhlbIVQppSRFZLKAohTsKtFDLLVCIcnH4PGqFlZKuCbpAQTTKihFksZZXoxRhtDabZyBIzytosfIOYWprx6sbZhFMHdh3bF52wa+eJ2NiUpKQT8YfOnji6O2rrlsi1O3du+mv1kgvJJ+saTb6gw+Xt8Aa6XZ5WCHJ6XC0Q1OPoqoeCXa1WJRTogvxtHfUqq5IjqkYXfH2WlXr/1oX47Lf3Ml7dIhZ/MYtpXWaxmovS1qBo6E96CdEopVsVQiWfSyqtfHbz0fUzlx9cu3su8fjB6KhDu7YcOxSVm/6szihosWqMCoGQhdJpGAo1U25SsTSNsTe+LYp/c4fUuvUtIYVa+0IFrbhP2/DQGHNFqBJCkBVyi1vcvFo/2wKpOj1VRojTCAm7vJx2F7MlwO2ARB0Q29ZdyTNn4MwFVeZitqWEYyvj1SOErWipnaRxVxkB1TBB2C+c+gucuuw6gM01jZCkBRI1hVpeW0ClLdPUhBCoM4gBpjnIsvwDzEwLJG2HGGZ/lQH4YJkW4KyGd4xZIWc1HeiHwGLNsP7jsqaFlo1JQOek/f3VXiECNFVt7Sjhg+XSXgUSBjP4LogyVgue5IqeFwCZl1Prx8rcSJEPI/VjZT6M1IuWeNESH0YKwrqIQAoGKEg3gP9ItbEulyZ8XmBMx/8jh9J0PqLSg5cDIAxtzAbIobgvmh4OiHJjpEATpumV7yocSBHcGwQxzAGiyoWWQHQjAHW86h8kJqhDYqkewil9lWLJozxAvyG9FzBq6CKEkXvLayzvUOa3SH+5CCLqvKVCb6kQohjdpQIIpwLEi5YDbTlkvQZqMwEsWv/D1WTdPy9BNQAyJ+vAS8BgHAruBgbsKr3xG6GlhO0lKsGXGtzarkohgGGWJUjVdiNrGgsZthxqbS6tMSQO+/HqIFEL1F1mLcSuB2eKwQ8L4ARNAKcK4FTgzcAMTDM6CEpPlf6fBXKGOQC0fRNwCtBMQarRTzX6aKA/CfwhsWwBrtnF10O6emkp2kCgaUgUPYNhkwg7rPoPLx7uiFyza8eW7Zs3btu6OTszq6Gu3t3jgNw+LpWGL6vkUKgMPLkKQyBWoLI/fo3btW/JLwsnh4+ZM2na4rkLFkyfNWPcpJ/HjZ8UPmr14j92bd7S1dDoaGk1K1We9u6g3aWpkaoE4hZzfUdtM+T0Q+5g0O5TcETNGlOTUgu1d0PdTsjuqZVpDmyOilyyctWCxcvm/rZk7u9//bZ8zeJVKxYu/WPObwunz10wfuqfU2eivuW8vn77y4Pnxe/TTu+Je3XtHuJLfv7rtIrPedRCNKUATcpDEnIQlV8LkV9LEJ+Lyj7kl77PK3qbnfsi/ev91Pc3X369n5r97GvB60x4it5mF73NLniVnvv0Xd7zt3kvP+S/+pjzPPXrw1dv/n7wOOXW1aQLV5KSL59IuXj8YkrSpfNHU04nXjiVkHz8cPKphKvnkm6cPXHzVNLVo/HJcQfOHNh3cvvW2K2b90VuiFm3Lmr9+p0bNkSvWbN9xYqNf62InDFt/rCw0YP6Dx/cd1j/Hwf2+2HA4H5hg34a1O/7PgN/6j90wKDBffv3+de/hvTpC/zJIf/z+IjR8MD7wPBKMJyMBadDw2rw9MnA/AwHQcPBV1PHj4ct0DMmT545Zcq8GTPmz5o1c8oUmHhhTRjOx+rNhYY9z6OHDYsYPnzMiBFjR47stUaHDxs6dNDgIYPDwgYNHjRgYP++A/r82PfH7/v++O9+/fsMGdB3aP8+w8IGjpo6cd7GtTtPJV2+/feLq8kvbl/78OhO+rMHWc8f5D67n/P8Qf6Lh4UfXyM/vER9fIVOSyXlfKrK+lD1+SX+7aPKzy/xn17gvr4mZn+k5X6qynpPyXhHALbnDyH6TSUUfCSXplUhMpnIbDZwPmfSEVnVqOxqdA6DkM+mFvHZ5RIBUsavlApR8hq0jI+SsCuE9DIevYxbXc77buPu+HXRh9ZEHYBd0Ku27VsTdSByz5GNu+M37U3YGnss6vBJ2P+8/eDxrbGJUYeORccd351wanfCqV1HwOxOOL336Nm9R87uSzi3P/H8/sTz+45c2HcEAPDhpIv7j5zbG3dqb9yp/UfOHEo6H3ciOe5E8qGk8yeSr51MuX76Uoh+r9w4f+3WpVv3r959lHLrQfLth1cfvnzwLu1DbkUuklKC55aSBeXUGiRThuerSGIdSayhyvRVaiPHYOUabTW2RlVzp77Laep267uc2ja7qrXL0Ok09XhsTr/NHbA5/Ranz+rwWRx+iyMI06/JGTS7oJA4DGm7XCan3+oN1gVAx5LJ5TM6vVZvsDEAWZ0Bc09A1+GWNfWI6jpFDV3SNreyG1Qo1TS7uXX2anMnVdtC0jQxTN3CRo/FD9mCUAsEKbsDuVWC3Gohu6Fb5oBEdojV6iLVtiONDSVKa7HKira0Mtq9NT2QGYLwurrHxaivZBbJUE83NzMsTWipWtDQzrU2cK0NVWqjwNaUhSVdevx87fbocVNn/dAvbODQkaPHTx4ZMW7E6LFjJ06KGDNudMTY0WMiYBl2TMSoQQP7DwkDCu7gwYOHDh0KJ1eFh4cPHz58yJAhvdLuoEGDerVfGH3hp8AZWmH/OeAF4FGjRo0ZM6aXfsePHx8RETF+/Php06bNnj17zpw5M2bMmDJ54oTxYwH9jhwOy7+jRwydOHb07OmTf507c9Gvc//47ZfeCOiVy/7oBeD/P/ouhpXhv1b80Wt+Xr9mCeyCjly/HLZAb93017bNq3dsXbtz+/roHRtiooD5+Z/A522R2yLXRK5dsXn9qp3b1kVvWbt+5aLt65cnxO44sn/7rq2royJXRG9etWH5wjuXT1fjy+t0ohaLok4v1MvoCiFBIcTJ+BgxB2HVVsuFSAr2i4hTIuaW48s+Mgl5fFqJnIs2K6r0EjLsf5Zz0TIOSsnH6sQkvYQMC8IiRgXIvuJWyLgV6ho0bHiW8xBKAZJNzpHzEOoatJhVWsMolvMQEjYI0a3XsDQCvJRZCZaBOWgBtQQIvMzKWhXDKKHI2SguCfT9ckmFSi7GIq9S8wlSJkpER4DkXlYlAZWORWfwBNhSVBaCWkGSsniNZrm7RwYF+b4A3QVyp4hBEPWMDYL1WoQXKnUHip2+Uqe/3OkFJbcOH8blI7oDVG+Q5gOLuySP/zqeRHT7CJ4gstuFcXjL2+0YVwAXsj2H8q4CZV2ekg5XWYfjvUL7XCi6XVV9lUC6RaO/lsjyG5sxLuAchhOkgYU4BMA4T4AIanX9oDS4x490BrHuIM4TABvIDldJazsNgkrbOmD7NBcChUNYH1j6JQehjxrdR42utL0T5XDFZeeGfiYA4F47dC8Aw6ALA3CF3Yfo8feKwEhnENHjhy/+I/+GgrhwftCNBNNvRY8L0d1T0WUHxUW+ANHtwzs9PAhiQVB1EKJ4AtgeByOUuUV0e0QQhGhrp/uDHAh6xuFWdnQyIAjv8+J9XhIE9QJwSAT2AgXY7a30+NB+8LtAeUFfMcrhgi3QVX4vK+hjQ/5qr0MM+awQhGAzTpw7M3vKpL3r1948mnB6Z3Ty/v34vALIH/C6fZ4AZKhv2bwj+kDMTo2ABXmcUE8n5PdaVYrPL5/fuZTCJ5Oa9XojX1j2+Su9pJyHQN8+dnLXkpWzwoYtmzp11tChkwf2+3P6xHnjRiz6eXxKUqycQ4ICXXRc2dY1f86fPg5ZkCVmUqvxFXoxTc5FN+g5NjVDzkWzSQW40i9CegW66GPel8dUVJZBStOJKWZFdatFVKth6+VVWimZgvyGyHtTmvWiNOsFj1xkEJNVPGybWdis48gYCIuUSin/Wpr+tOzbE1+bzCYnv7l/vuDrMzYBwaeTozasP7Jv/56o6G0bN8Zs2ZT64hG2LDcn7Xnmx4fNVmGbVdBgYJgVVBGjrNHANUhprTZpR73KIOPaNCKDnG9RS/z2dnRx4bJf5/8+a9aa35aCqLBT589dvXL+xvX9CUeOxh9Jf/oa+fyjOL0I8/ezRzFxccvXxEZGHk86smTpwqkjhr69cU3PZTJxldUEhFbFaaiV6NVUm5ZorCmBGpgN1K9v9i0pOroJm7SD8+Di/cQjB3fs2RO1a9PGrWKRvMfhevr06ZMnj148eXwl5SKPyfd5IV8AMta5z15/d+zSM5W1R6e2od9/+Xw0HnMhHpu891vi+q8XolTkLEe9yCihqfhkORvboGaq+AitCGmQ4ZQipEaK0cqwKjHGpKLV6sGHrKwhGhWMWp2gs16LKkqvxpdbVMJ6vfTz8/ulGR/8HfV6MQNf+s3TZnC0ablVJRYNw9WhNauZCiHBquHkpj/bu31VzJaVO7etOZ4Y+/zxjYrCb1waVl3DtCmFDVpJq1Fmr9O2m2U2BcciZ+hFVL2IWqfhK7hkKYciYROlXJyMj5NwUUJmGZdeYFCSbHparZaqESKlLNA/JK4q4uCzjGKMRoi0KIiNejrcCG1RUDusoipUTsab+9dOxSXtjYqP2XY4alt89M6EvbsP7tq5Z+e2pMTDjx/d/fDh5dNn9z58fk2koBvba/2Qu9vRrNaJG5tNHR119fV6COqBPG2Qu8XbXQc5myFfB+RvgwIdzmZ9nYqn5OJpFZlFn59+enyVjc3nE4qMIpIp5E1oMgp6mo1UVFls1I5TcYk7N2zfvm7bnq27tq3buHPTxkN7tp+I331oz4YTCdEfXt9n0zAWtajOINbIq2rr1VKzJenep1nRd9ffRM+/kjvvZt7bOui3+5RTKGj/04ZP6epuHdQtdXUB6G2GuLVgRbbaBnHa/JwOH6szyOuEBB1A2qWo3FhhC1LQhBI3VNbUlvOtpdxeEtZkUdWZFFUGWZFOlKcR5GkERTpRkU6UZRIU2SR1HtVUxGioFLRgxHUVPEN+Fe9dGSRt7SYovHRDgGl2UbUBJshAAm+AVwfQS9AAht8A8erB9AZu/Y/LOrRvLGoLknUQs1b/Bd+DEId813XdCBEAYJoxQND0ICVerBJgc5XZjZHyHuUYvmCA6kvTeVBiV2UNRADW5SBeEcDJfRgpDMP/ADBJDVWD9iOAwWwrxK1142TWLLLyPaILIQAYLGyE+PWwTAqk0Sq9n6wG5UYkVYCiceFkILGZppO9K+9BiwMUDdiCrjb6yWoXTgZVGwE8E9X/eJJhbzNFD+FVPpQUADBZBwCYogeKMV4FdGCgGCshgtZVxLO8R7d+owKwpBp7CjngOkYOozIM1XAwGGwLB0lj+FArFRDGQwvVJC3QxoHaHFKGCSrwLALIuHJgJNovmABFA948t9aJlQK9l6aDaLogVRugaHwklYegcOFkTqzUkkGxZFDqsqqaC9k9CDFAX2B4NoHzfzRhiKgN4tU+jMKFkv3zC+XUQkxLkG4MUvVBqh6iGWALd4BmAkM3B6sBAAObvbTBW2Nw8FU1hQg1jizGYJVVFDmd0mxQcai4yuLcS+dPz5o+ZdLEsaePJzFo1Dq9gYrGYEpKaRgsurik8FtGSWZuSWYuDY3/+jr1+MH4P+bMHz8sfOb4yX/Mmb9wxpy1S5bOnDD+t1mzBfRqyB8wK1XttgbIB/k6e4ozcjztPZ11LZoaOTA8u6CehnaHtbFVofPXtUAtnVCr3SyUHYjcvn7R0tUL/lw297c/5yxa+evSVYuWL52/+LeZCxZMnf3L+KkLxk9OvXW//GvG1YST5w8m5L3+TC/DkvIqyYWoGhyDjaRUfi2kFGE4ldTiD9mAfj8VlL7PK36fW/wuJ+91RuaTz18epKY//JD76lvxuxz4evH73KK32Xmv0gpef8l98T7zyZuv95+/v/nw5eU7D85dvXUi+fqxC1eTLlw9lnz52IXkxAvnEs6djjt98vCZ0/HJZxIvXTh+LfnU3+dPXDt97GJS/LmEw2cOx544FHsMzMGjB2OP7d51MHLjjhXL182cMnfUsIj+Pw4c2Gfw4H5D+v84oP+PA8L6Dw7rN6jvv3/o86/vB/ftH9av38CffhrWr/+YEUDv7Z3/hcG9EdBTJoyfNmni9MmTpk+eNPfnn2EGnj5xIlyDNH3ixJ8nTZozffqMyZNnTJ48Z/r02dOmTZswATZFwzHR8IYwbI3udUHDADxmxIj/kYWHD5swbnz4iJED+wP07ftTv/59B/XvM7jfT2H/57ufBvQZOW3S/LWrth+NT75++fGNK88vnnt09+9Pj25nPH+Q/+px0avHRS8fFb16XPz6cdnnN9i0VMK3D5TMT7SsD1Xpb8mfX+I/PMNkpFLT3pDS35KzPlTlfKRlppIB/X6iFqdVFX2lFX2mwvSLyuGgc7noPDYyh4nKZWFymfg8FjGPTSvgMUsE3AqxACmrQStEGLkAKWGVC+jFHEoRk1LE/G7zviMbdh1aH3NwfczBtTtj/9q+d+3O2E174zfvO7I1NnHHoaSdcSd2xp3YcShpa2zilv0JOw4ejY47tjvh1J7E0zAG7z1yel/Cmf2JZ2OPnjuQeCE24fz+I+f2Hzl3ICHl0LGUffFn98Wf3hd/Ojbh7OHjF+JPphw5dTH+ZErS+SuhuZR0/tLxC5dPXbx24frtS7fun78GHNGX7zz9+8nb+6/Tnn7KeZ1e9ja7MjUXlVZOLiRyy6uE5dUCJFtMFCnpSgNbaxaY6uR1reqWLl2rXdtmh8/GDqexy2Xp9pjtHnOX22z31Dr8dW5Q1dvohxp8UJ0HTIMPAlqr3W3q8Vhd/nofVO8L2tw+m9tX5w00BoCkbHH4TXavptOtbAM7w5oun9YBKbv8ig6/rM1b0+xmmTuouiamqbOm0SVtc8o7nNZQhzDD0pRbzS+tUXGa7Uo3JOoJsNvclPpOlL6xVGVD6JoItZ3cLmCE1kBQsUz3oASdXi2g2FqJhnqCvk7c5WY3dmAVhjK+hN/Yzm9sr9Ka2GoTTSh78y03cveBiGmzB4WPHTRizE+Dhw4NHzNo6IgBYUOGDhsxdOhwWNQdPnw4TLNw5FXv7aH/OeAs6MGDB/diMPzIwaEjLCwM5l6462jkyJGjR4+GFeCxY8eOGTMmIiJi3Lhx06dPnz9//oIFC2bOnAnrz2MiRo0cMSx85PBRw4f0WqDnzZy2eOEvvy+c998dSDAAw1Lwf1RfgL7/ScD6c+1fS9atXrp+zbL1a5atW720Nwh6S+TqLZEg5xnOuNq5fWP0jsjoHZG7o7bu3AqafvdGb9+5dcOmdSu3b1y1P3rztnUr9m5fv2vLmo2rFkVtWH40dvuhmI1rl8x7/+QGn4pot8pr1Ty1gGJRMG0qtpIPsp0VPIyCh7Kp6RoRhkvNU/ABx7KIuVI2UsHDKPlYTQ1BzkWLGBVKPhZOxjLKqCY5TS3ES9lIJR8bqkQiqYVYORcpYVUI6SVcSgGfViRmliv56N5+YLUQa1HS9BKiiFFmlFEFVaVsUoGci1bysXxaiZBeZpBSRIwKBj6XXJlORWXQ0Jk0dCaLmC9mImjILDahsKYawSKXkDB5ZEoZjYFGUioKCGUECVvc0aANemVQgON20x1Osgt4d4HiCoXo1x0s7vGWOD2lLm+J3VXm8CCcPpQbBFyRvRDNB4YJQbnWhocMLtEdQHQ6cC4/useH7PZUdvsQXV5Ejx/rBURNDAKDMaLLW9DYjHe6uCGLNdLu+KjW3qLRk1GY0+XIO9XsL3pzYXN7YWt3UZu9wu4B6cdeqKjTXWb3An+yHWRNYV0erAv8BGqImdEOByUIGonJQajSDqKkS9o6btLohc2tlJDceqqsoqLL3tuHBMKrQUYXQGWsG/if0W6Qaw1Hc8E51aCuKRTW1XsX7Q75n73/RFLBT4GN3BUdPeXtYBcaY3e+rZF+lKmK6huqA0DyrQ4NULkDQUrIWP5Npyc53TwIqmhto/j8VH8A5/XApU24oB8b8KE9bqTLWel0IVwulNeP8QdxAdA7FepSBjozzumg+nxMKMiBAhzIL4IgemebFYJyyPjZv8/fumndhSMHrx+Ne3DyxMX9+5IPHRbT6e7uniAESdTGDZu3pb1+7aqzQV431NlGKC64fvpE0dcvrUaDisutyMwpz8gt+5bz+PKdzUvWThg4evKQMdOGRwz87rsx/QdMGTZsRkT4nZQzrSYV5O+GAl11OtHl03ERYT9ePBnXZFI2GOTV+HIJC6UWYjtqa9ptQpOcVlNdji/7TK5ML816Ra7MsCpZXXUKs5xhVbI6bLImo0AlIulkNBGjkk0qoiAzGfh8XQ1ZxkLzyCW1Kla7scYgJNtk1YjM1yVfn6m5mA6zUMVBb1n5y57NyyOXLXx4IyX7c+qsyRPys9LRFSWXz5348OrR3avnzhzd216n1EpoNSxEk4XnsxtrWAi1mNxWJ221Sfl0pJxHMyn4eilXLWTLOHTI7w7aO3asWzNpaPi0iPFLf1+yL3Z/yrUrT148f3Tn3rlDiTcOJL0/fSXr4t2klZsu7ovbtT5y397dsXtiU8gksgAAIABJREFUVs+bq6dR9fQqRnmRqBprVHOaGmUaPVVvICrERe56GmTCV97YU5q4lpi4jn7xQP61s1cPx57dvy96w4bUl6+hIIRAIM+cOXPvzt1DBw42N7aE+oQguab16fsStdVXxTWikNWpt5/cj4/LOpuAvp6Ufyr67aG/UM/OQ/U1tVKSWoCRsCpVPKxRRGjSVluUBDm/RCEo10nROgmmVkvtrBd21Yv1ErKcizVIqiwK9qfnN2vVgmajlFCWJWORnU1mf2etRcFm4PM55EKTnGKUkWXcCpuGxqXm0TBpZgVVIyGwSQUaCcWmq7EZJFa92KQSaCQMdQ1dL6abZEyNgGSS0g1CsoaL1/JxMgYCxNQzUDIWRs4hKHkEtRCUn2tleKOKaNaQRKxCtahSL0GrBBUqbpmOX6nhVkjphUxsGp+cpRMiTRKsmlup4iBaTFyDmJz26tbDKydPx8XEx2yJi94aH73jUPT2gzHb4/fHbFq3MjP9g8PR1tBgamg0ByCXtdFo93S09zS32Zu0BvnHL29evX786fObpiZTwNMOQfaAqwVyt0FBe4NJqpeyIB+gYleT3iJh0CoyP9y/RClJF1MqrNJqBQfbZBA26ETXzh1LjN19LulozLYdB/fE7tq2K2ZrzKa167dt3Bi7e+fd68lb1i1dsXjO2hXz5k6LiI/eKWLQOxsNNWImQy6nGLrmx72dfaLglxuon/8uGZD44o9n9CQEdCLddTgZRyG0dRqgNmF3oKYdMDDbBvGaIHYzxO2E+N3gzA5dZBuBR5prBYFYodJgP6/Ox6318+pAe3BNMwjyDfFqkFsX5NZBPBAc7eNaexj6Tpq6i6puJynqUUJzGdtSwso+/agZLZJ+xSgzCMYCuuIbXvoVo82haLLJmmyyOoukyiSqMonqDDCaTFJjBb+pjNdYym0o4TT+Z5pKuaYMsjmT0lkuVH5AMe9leQgqSOt2YuUenBIoxnSzh6AChFxtbivh8Z/maT4g/QQFUCDJaoC+VB1EVHlQYqD3EpRBnDyAlQWwsiBODlqaiKogCRT8AgCu0gMGDlUitZawVR8qle8R5gwiMEWHWoKBF5pj81LUPqrGRVT4aVoXURGo0gWqdJLU8m6MOEjXeynqIF3vp2ndJCXENHkICiARwwxMUAEcpQDLdBCvFD3KA7cJaohmAIvBJA1YEsarQLwWUQthld2F7MY0Umt2la9SDCC52hLAgG1ngM1UQwAj91SKQYY2DsRKw+cgHvT3wmfAveRQYVXoDHLIiOogSe0jqSCOVf0V01rB89NATXHIjm5wERXwmwc29ZBT3UfVAJWYZvAStT1IWVuZsLWY31LEay7kNhVwQM1vlQUEYhH1QaI+lI8FqNiFkdtRoq5KoR10JqsA+jIswPzcuwxMt4DvXxi1ELMO2KSFDXa6CjK0ayvJikq8nkJTU8hSKl7OpIiYpLZaXVu98ePb57F7o0GZWUzU6iWLryefR5cWk9HI7C+f0t+/o+MJzRYrtqy8CofnUOnpqR9jNm9bMGP27Mk/jxseHhE2ZOLIEUvmL7h39Zqzta1eb2iz1jtbOqAeN6qwtCK32N1mtze2t1oAFUOuoLeutUWq7taY3JYGX22zkVsTtzV67cI/1/y6ZNnc3xbP/nXZL78vW/DnH3N+W/DzL/OnzZ46YtSiadN3LP9LzmDfOnVu67LV985eyX+fXl1OkNEF1GJs2dcCDpJOr6CUfsyvzCgrSs3JT80uSs0peJ9TlJqT+zYz89mXL48/pD36kP36G+Dej3lFqTl577JyXqanP3mf8Sz1y4OXb/5+8CTlxv2zV24dv3gj8QLINDqWcuP4xevHL147cfHKicshHTglOenSxRPXLp7+++r529eT7167cOfSub8vnLpy7sSl5NNXz52+dOZkyoljZw7uT9i4bsv8ub9NHDc1rP/Qfv/u1+f/6zPwx4FhfcMG/NhvwI/9hvQfOPCnvt9/93//9d13ff71r4E//TTgxx8H9+07YvDgsaPC4flfUjDcigR3IE2ZMH7qxAnwDvDMKVNmTpkya+rU2aEg6JlTpsyYPPnnSZN+mTlz+sSJk8eOnTF58rwZM+bNmAELxdMmTIAJGe5PgjuE4YzoXhL+Hy/08GGgkmbo8KFDhw8aOLRvn0E/fD/gx+9Bgte4MTMXL1q/f8/J82fu/X3l1d2b7x/c+fLgTtqT+7nPHxW8fFz86klJaMrePCl/+7Qy9Tnq8xt8Rir12zsKjL6fnmG/viRkpVZ9e0P59oaclUrL+UDP+Ugr/FxVms5EZLIqMpgVGQxEJhOdw8Hlc/EFPFw+F5PPwRaw8QUcYgGHmMek5rMZxXx2WQ2vvEaAEAtR0hAA86uKWKSCakJe1Xeb9sbDALxh16F10QdgAI7cEwcDcNTh4zvjTkQdPr794LFtB45uPZCw/UDizsNHdx05uTvhFGyEjjl0fNfhE/8NwCHoPXvgSPKhxORDx1IOHbtw6NiFw0nJMP0mnL6UcPpS/MkLCadTEs9cTDyTfPRsStL5S6cuXjt39ebZKzeS/75z5c7ja/df/P3w9c2nH+6//vYoNfdVWunnInwejlVCERSSOUUUNoJZgxPI+Hqb2NKobGjXtnTrWu2Gdoep02W1e/VtPYCBQ2NodxjaHeYut9XubfgPANe6AfrWeyGry6/vcobM0p5aj7/OG7C5fVaX1+ry2ty+Wk/Q4gkAa3SPV9ftBkXE3R6t3StrcSjaXDo7ZHRCmq6AuLFHYOsS1nWxTPWCumZlh9PihzQ9PkSNMpPKJqit4k4fmO6goNPPanaTrB0YXUultp7W2M1odeogSBmECiWaT1ROucJIsrYglCaSpZnV2E2vbS/gydJp3HKxpqa1h6w04IVyltaibOrAsGuOX7kx58+VEdNm9h8++l/9Bv7Yf9DQkaNHjR4zevSYUaMihg0bBqc3Dxs2LCwsDI68GjRoUG8N0n/0XfDvkNABZ0GHhYXBovHo0aPHjh0Lu53HjRsHQ+9/BT+Pmj59+pw5cxYsWDB37twpU6aMHj16xPChI4YPHRU+AjBwaAF4TPjwaZPGL5w3a+nvvy5eNP/P3xfAG7//zb3/i35Xr1wCD4y+MP3CMLxx3YpNG1Zt3vgXXIYEdx3BGLxj6/robZtjtm/ZtQNM9LaNO7du2LVt/d6oyIMxm3dvWxO9eVX05hVb1/yxbe3iG8nHKOi8Rn1Nq1ncbKyp1bDrtJxmk9CqYsq5aJOcFir7JdZqqrVirJRTrhQgZdwKTQ3OoqTrJWQlH6vkY6VsJOx57pV/tSKilI3kUYtrqstVApxeQtTU4ORcpJBewiLmMvDZHHK+kF6i5KO1IlCSJGKUSVhAKFbwUHxakU3NUAlwMD9L2Ug2qYBJyBPSy8RMBJOQV43LEVSV1lSXs4j5MABTEBkkxDcGsaiKWIpGF1JYRDKv6huqmKZTclvr5QGPHAqyPW6y3U529FB9fjiNCecDeVflTn+Zw1Pm8JQ7vcXdzjK7G+ny4r1Bkg8i+yGqH6J6g3QIeimQvJepyV4ov74F6/SVtzvQPb7yDjeYbi+snaJcUEmHO6++o6y9E2PvIbo9BJcb1ePEuoBvmQ9szO7yzp6cuqZXctUdJv8+p+ajzlLQ1oP0QGU9fpQHvJ+Sti5El53i85NDRbhlLa3VoeeWtXdWdvewQdGRC+fxPRXUZNnqYKok+AKvpfJPWj3RH4Rd0CBqy+v/n6AsHyBblCsAZz4jnX64rxiubkK5AmDv1wsGbm9CukH4FgzMcPVRZZcT0enA2J3vZcqXvJoXPP4tAgmm3KpAsAaCkHY7LRBkQ9BLvqC4oZHuD9K8fpiNSR4vzgvUbyIURHndhCDgYYzbBbaXPV58KOAafAvgDiIcbrC03OMiezyMINjQZgd9TI+L1dMtdruUTvvPy5ccOBr34umDWWNGfrh19e/Dscm7oy/FHnhw/gKPQlNKFJVI3NbNO76+eOFrqFfSq55cvvjoYjKPiHPW15dnZqLzCsuz898/fbtx2fphfUYunLF4zeLI0YPGD+s7dHj/sL8WL0199lzO49bpVTatrFYn1YiY96+dmTslPGbTCjmPopdyOuv1ZiVPJSBoRXirqipU3MU0SClsUgG25COfVmaQ0uwNqg6bTCeimuWMNoukUS9Q1hBrWEgOuVhIr2CTikSMSou8mkcuYWDzaMgsu01mFtMwee/RuakdJhHkagi0GTF5n6LW/L5h6S8Xju579ejvYwdjXjz8G4KcIj4t5XRi5OrFz+5elQuqzEpBsKfR3qJWi4lNlhqrlt1gEiiFJL2M0VmvFbNIKmF1R52+q8Ho7WiqzM/8beaUJb/MlrOYfCr1RGL8lAlj16xecfjQ/uOH457fuH3v1IVzMbGJ67beTjyTsGP35lVrHz14GLN9S+nn9+0KsYlV1aaskVCRPGqpUk5msItqZEi1GtVgwDt0mDpsatHxdfQzW4tiVxIfJH9MPnbtQEzCts3HDxyCAlCtrfHkqXOXLl+NiorWaHTtbXZ/EJIpG75k4l+mll+8+vbosesHdh9JjNlz98jB3EvHS88fSj8UmXM6xkZI95qZRjFaK8NX43JMQmqDvLpOQ1UISlU15RY10aTEW1SkZjO7zSrQiUliJrLFJMKXfivP/gD1NPra694/vlX49R3U0wI5mrrqVCZZdWhHo5xDyQ2tYBBk3DIuNUdbg9GIMFJWhVlRxacjhCyMhIOXcPA1TJSQgZSwUHIuVsnFGcRki5Rar6K36Tk2GUnJRKhYlSYx2SKpAvEEanq9ll6rpVo1JKMaZ5Cja3WkRgO1Xk2slRNqZXiLCKvjIqqRn5jYr2J6gYReLKEX80n5TXouofRrzoeHt84nxG5fs3PdspgNK/dsWnsgavPRA7tiY7bsid507mRiWXGOxaKx2nQKtUhrVprqdBqTQmNSyDQirUFezSJfuXo+K+sj5O/yO5shyO7urne2296/uPvg+llPhy3QVWeRsZo0AlzBl/f3Lhe8f2STVOsF1E6btqfZci7x0OHdUWePJcbHxiYcjtscuWV3zJ6Ynbu2bt62fvWav5Yve3D7Rsz2zVFb1l88f3TpH/PGhI2cN3nO1eRkiUJudfiwuq5Nt5Fj43Nm3iSHJ5euzZBfFUOzr7Aj72u2pZAuP2LJ5VCXCeritkBap4esgqQdEKcZ4ndCAnuA2+Fn1kEMM8Q1QkKrn2X0A2NzEyRugSStYGTtkLzDz6vrHVCYJAxBck0jpOyERA0BYR0kaYJqGrwci49rhSTN0jSsg6aF5CDxCNikebV+lhni2pxVOgdNa6eou0jKTqKii6joJintZFUbVtKGFrcga5orhS0VglaEsK2yph0paizheIlqUwbZS1SrP2Ekb8ohaUeAovOTtYCsWDbgsKWbfCSNOZNCu50OMJVt9eHlQARm26Bqkwcl9mNlIBzrPwwMYeVgQFOxAtiYq/RQtdFLUMDtRwCDeXVunMyQhpO8LqnLpcE7sYF/dF2Dn67zkFVBhsFLUQeq9UG6XvoR0YEUQiyTj6rxVWmDdD3Yf2YYwUddBXKw4YpgQKRwlzJZI3yaDyqOyBqIboTro/wEJaBWvMpVJgBKL93sRoh07yptXwkAlWkGoN8SQ41TVYYAUQU6mUINzHCqNnwGadUkNdhYJoD2JvC6oSu9jwGqL8PYhRbJPiAgjrULLYKEDX6aFoZhL0XtIavcJKWbpPSQVSDVjNMAseoguiVAM/nJejdebUfJuirEmo84Yxq5KY/tqJQBAKaYIKIhiFeDPDO4vYkGtGsQjkU1gDfPrAXDCC0GM2r/AWBmnY9hcTGNkLTRJ7aIClFWOltHpZj4DDEVq62hc6nI1lpNs03z8tGt4/Gx965fuXkpOWbLpn1R2yuLCqCADwr4Aj0OyOmyaXWVhUVluQU1TA6fzsz+nHbs4JG5U39e8duiaWMiZk6YmLBvv6OltbO+wSRX+7scVpWOT2NsWxNZhSFBPkjBE9sbOwPtDrelqZ4vbRTKe3QWj7neypec3nNo7YI//pq/eOmchX/OWrBk7m9Lfvnj9zm/LZy5YNGs+bPHTvh9+s+Th47ITf3IQGGP7tq76pdFezdsz3+fUfGtkFqKJxaiSz4XVKSXlH0t+vjgXebLtOzX3/LeZRW8BySc/fpb2tNPHx+8+/QwNfNlWn5qNkDil2lpTz99uP/21Y1nz68/eHjx1u2zV28cT/k7KflmUsqt45duJ126d/ra3TPX7p+9eS/59v2UO/cv3bt3+d79Kw/vXn5w9/KDO1cf3r326O61R7cu372WcvPy+euXz1+/cDolKfHUvt0H/1qxbtqUGWGDhv3w7z4DfhjQ79/9BvwwIKxvWFi/Qf1/6Nv/h58G9+0/8Ke+P/7ff33/3Xc//ftf/b7/vt+PPwzq02d42P8AMLzxC68Ew41HveXAvVXAoA04ImLKuHGw0guD7pzp02EenjYBZETPnDJlwezZv86ZM2f6dLguGPZIz542beaUKTAkw5lY48LD4VBoOAoLLAYPH/Hj9z+FDR4ePnLMkLCRMP2OGjll9sw/9u46dur4zRtXX9+89u7qxdc3rqY+vpf19kXZi0dFLx4VvXxcHGLgstdP/6HfN08Qqc9RX14RvrwifHqB+/wSn/6alJVK+/qS+Pk5/utLYvb7qvzPzIIvrLJvnMpsXmUWO8TAjMosFjaPQyjkE4sEhEI+rpBDKOSSi3ikQi41n00r4DCK+axSIauYxykV8BAiHkLELuPTi9nkPDouhwoU4I27D2/cfThyT9yGXYfW7oxdH3Nw874jm/bGA8PzfwHw9oPHdhw+FhWXFH0kaXfCiV1HjkfHHQeO6INgYhPOHkg8dzDh3IEjZ/fHgTkYd+5gwoVDx1IOJqUcTLpwMOnCgWPnQ3PuwLFzh45fOHIm5ej5y8dTrsFz4uJV2BGdfO32lVuPrt59du3ui78fvr39/Mv9txnPPhV+yMfk4VilVGExlVdM5fQCsMTWoGpq07Z2als79e3dFrurzuWz2F02h6fW6a11ei12l7nbae52hgRhr9Xht/T4TN0eUzdQhvUdDlVzZ63LV+f2N3iDDT5/vddX6/bYXG6Awd6gye03OL26Hre229kbKC1r7pY0dirbHEZHwOKC9N0BebND3NAhbmjT2V3aLpfFCzVCEL+2pZglQggUgka7oLFH0OTit7j5LV5WvYOoay4XmyqVVqTGymi2q4OQoNtXWKPKYIjRmjqypa1SaSVb2oRdAXaLq1CoyecqsBobUWMTtfZI2nuqjXVsc4OsubNaqc+oxOw4mDBn0ZLBI8f+0G/Qv7/vM2DgkKFDRvbpAxKwYJqFbc/wXRiM/5fYCwPwoEGDwsLChg8fPmrUqN5d33HjxsH7wxEREeHh4SNHjgwPD4dXf2eEjunTp0+ePHns2LEgZGv40GFDw0aFjxg2NGzIwH4jhw6eNC5i3qyff18w98/f5i/549elixfC4c8wAMNW514A/mvFn71B0Gv/AsLvhrXLN6xdDjPw+jXLItevhLVf0Pobavr977qjnVs37Y3esTtq6/ZN63duXrdv55Y9OzZu27Byy5oliQeiYqM2bFzx69nEvajir2YVp6tR1Wjg1+u4RlkVLLGyiPkyDsokpxikJDiq1CgjK/loJR8NM6qEVampIcDbvxYl3SClwFKtTkzSiog6MUknJil4GEFVKYdcyKMWw08Em8Csil7W1UuIYma5SoCBAZhPKxIxyuCKYBh9VQKcnIuWspEwYAuqSnViUk11OZwvzaUU0bHZbFKBgocxSmjE8m8UbL5UzKAxKQXYygpWNUGtVPj80iBo3+H6Awyvl+710AM+UDsEgfRmlMNX0QM6gYDz1uNDuDxlPc5Kpwft8RNC9Ev2QxQfRPaCxOYH1Zw8azMTgoqaOnGuYFmbk+ABoc04eGnWB5Zpy7t9RW3OwqZunMNN8XrpIWmU6g8QXG60w4XqccKFwCBmOZQdHeJMIP+W9fgrnEGkG0K6QbcQ3EiM7Oj4ptNl6PXvpf+PrvcAampt1/73Oed99952RcXee+8Ve+8i9l4QFXvBAiLYCyiKYhcFG9JbCOm9J6QnpJMCoXdIT57/PFkevj3v//uYe9YsFiuYZBzHX67rvi4pC4DcxmYBgOHSWJfvvUb3tEREBTBMi+CFanCywfhCIkMAGHE+IwD8Oy7L7St2+5Cd3iKnp2Py2uzI68V4ANYLV3/hPQ5fXrsLWrJtsMwJ1e4usnnQ7S50uwtrc0ZjCUSnq7C+8XpOPtPro7s9xc0tPAAKWlo4AGRUVsXg8DQfYPgA2Qnfaug2dzhxHjcZgCKnI8/WBpeuPW44bi/RByVuKMXbvfktjsI2B9rmIDg9NJ8P0c/pLju1uVnp8Spa20Nv3py9amXqz69LF85eMWNiTNih63u2X9y64eHx0Cs7d5PTs5rNlW+fvZ47ZebJHbtSn8Y/vnK5KDXFZa2QUkjZycnpH5Kf335w9mj4hGET+/casXThli3rj2xce2TPztPz5qx49fJdTVW9vd1h1Gm1SmmVRd9cY7x38+LKoKlTRvctzvlSWyaxlPI1QlqjRWFRMcrkJMTRUCpA+8uNCmnF38ior3TMTwbmF6ngK6ngu4RZXKHmV+tLOJRsLjWnVIBrsEhMSoaEhVJwiimFXy1KZgkl11WjYaF/Po+9QM79AlottVrBg4jTGxfOPLk3uEzKBd7m9K8vd29d8enNQ5NBVMLDh2xatm75vD1b14Qf2Ru6J+Twzk3XLx5J/fDYpOFYdLyGSoVGRi/Xl9RalMDV6GiqMMj5Iibh9JHdowf2ir9zo9akqjGW1hhL6ywaIirz0O6t0yeM2Lxq6eVTJ25dOB9x4sT5I0fC9u7ftGLltw8fY29G52X+Ki2h12qFTXqR3STjor4JiZlKfnEJp4BXUiAWoywGSr2GADRE0qPwbweWFZ8Lwd4Ky4g6Ebl9zdltG3avXWdUGx1O3627jy9ejdwUvD07p8AHQGOj++q1x+Fn7u7Ze3XPzsuHDt3Yf+xy8PZ9h0J2vLh0tuD6he8Htvw4tA5185BdWdhgJCrEhRTMDwkRraJijRKClJulFhdWaCmmUpJWjNOKCWohQUgrMCnYwNvMxuWrBQzQWuusK0elffn59uW3pOdNJg2w19UZJGYFk41LF5CzFNzCchXFKCdIWTkiSiYb/4OL+yGG/woVyfiYUgFOyYc2FgmrQM6F//RVqOlmJUnDR5Vy8vUlaCUrW0xJV3Hy9QKMoQRrkROrdLRaI8Osxkm5vxj4D6XCbJ2swKgoMslRJjHKLCw08QsNvPxKBdEgLNLyUSpOvkGEU3HRFiXzy8u7j6PPhx/cenj72mvhR+5HXYy+HH71zLGoS6fOnzx49GDI4f0hB/fBCOjEV49RxVlFmOzswrTUtI8NbVWGcpVAxKpvqpTK+A8fRtdW6+2tVbaWSkuZvNKkOBO6J/XtM+Btbq3UehosVaUlqYn3X8Rcfn3vuoiY36CXueqqn8TGbFy5PDw09NTx0A3r1h85cmTlypVr1q3duGnL9u07N2zYtHD+gugbkbtCtu/euevchfMLg5YuWbhuxpQlw4dMXbP54JOUAl4reCUBIy5mDrpGmPNKuyGt5gQZLH4m35Cg3pto2H6T+jq9vLUJVAoafdJ6wCmDoc0lNUDgj8Li13v4SAq0AfANLmaZm2v1Cqq9gmo3r9LFtTo5FU5OhZtX6eZVevhVXkG1r6TGI6zxldQAEaxQsrNNDo4ZrgGLaqBnWNYADE5rfgn/TQGwAAAjpquAuB6I6twsKC97eBUujsXBMtmZRicDjotpgtFcvErAqfCxywEynArAsQJuFeBV+6hG2DcrbSbEfrbj1JDKuFWAZnKT9Iir1oHXtBTJW1ESGFVFVNlQIphxRdY6CkW2/BJoscaXwsEqIff6Q6rgsVgOEZRuAFQd3O9Flldpeqj6Cip9JLW9WIrEX9nQEqgScyz+riC/YZht8pLUMNyLplcnF1fDviW4RguhkW7wUDTw11LgT6G1mKT+XaRE+Z2GLXiaBv84f9wUpFN/7Ba8QisDJJ2vWOEqksJYL4y86idNlpjdnC+AL42m95GgMAsTtqk6SLMdwdp+DzPiZAb+7WWXv8EYurWJKmh4RjzPdD3Ecq5F9jYfarwkFWAZ4avgmAHL6KPpkItusv+l0fVuCtzadVMM/t1vCyRYmglaoGkmJ07dlCuqSmOXf6NbvtLKU2nWVEpLJtdTKIZaN7UMci9J4yNq/QlYfgBmWgELjo9Z4WNavYwK+OELv9rBKgP6ZlUukZ2WJccU65hkOQ1jENP55Hw+rdCsEjibrVIuZeem1edOHHl459aNKxd2Bm86ezK0uCCnvake+NzA6xWwWL++fscUoGgECgGNQ+UU5Pz4tXvzlqBp0wb16LVm4SI5hwdcnnKVrsFsBQ5Pg9kadS7ixN4j1ToLcAGr2gwa7Ta9pYovruSJ2lV6p6GiWqyMDjuzYsrMFdPmBE2esXDSTD8Az1swfc6C6XOCZs5ZOmvWhEEDxw8cuGjqVF2JOO3dx6Mhu5fNmL9gwqwvz99T8wl5KZnFaajvSalPbjz+GPfh87Pkr4mpv96mZbxPT3vzM/VFyvvH75LuvXr/+N2XhM9fE1O/JHxGriTcevbo+v3YSzG3LkbdOncj5nzk3YvRjyNux0fcf3r1wbNrD59ef/jsxpP4qLinN+Pjbz2Nj30WfzvhSczTR9FxD6Ie3496cCfyfsy1Ozcu3ow4d/XC6UthR07u2LZn+dJV48dOCujZt0un7rC5pVO3Hp269ezSo1fXnt07devyZ+cuf/3do0vXnl279ejSFfYJde7S5a8/O/39Z0D3boP6Bf6/FOAOBu7YCkZOhg0YMHLw4PEjR04ZN27ahAmIIxrpAR43YgQCxjM922rlAAAgAElEQVQnT541Zcq0CRMmjBo1acwY5M7pEydOHT9+wqhRyEowwsAdADygd++BffoM6BvYP3BQv8DBAb36dekc0K1L4JhR0zdv2H/u9K2o60+jbyTG3nzz4Pbn53EZr5/nv4jLeXj7+/P4nIS47IS47OfxOS+f5iUlFMCQ5xfFyS9xnxKxnxKxyS9xKa9I395Qf7yjp31gvn+Kef8U8zmR+PM9MyuZk/mJnZXMyk1h53ymZyfTcj/T8lMY6B9sXDqfkAkHk8bGpXNJmXCo6VxaBo+ZxePmlHBzSni5Ql5eCTevhJXNo6QzsV8JRZ8xf2w5ELZpX+imfaFbDoQhMLxpX+i2w6c27QsNPnSyw/8cfOgktEOHnt594syek2f3nji7J+wMogDvPnp6b+jZfwLwwdBLB0MvHT1+5ejJq8dOXz929kbouetHz1w9dOrywZOXoFP6FJxjZ/8PAIdHRIVH3AiPuHEuIurSjZir0fevxzy8cTv+5r2E2Mdv7yZ8upPw+fmnrJQ8chZJkM8Uo3kKglhNV+q5GpPIVKGsqlPVNJRW16trGw1NbZZ2p6XdWWF3V9jdCACXNbeXNbcjDPxPADa1uQzNdlVtY4XDA8fp+o2+Nrup3VbW1m50uXUOt6bVrmpuVzW1KRtaZLWN4qo6bVO7rKpeXF5bWtsCWbrVpWuyaxralbVNSBCXrs3RAOCOMdtgJcgN0hqbuNZWUtnGK2/lW+18q51pbCaoKwtlsBgJq62glTdI23xUS32GQJUr0QsaXGRLM8XUVKytJpqac6TmDKHhK0tOtTbmKw0Fcj2joo5jbUCJlGkUZiaFySo1pKFwjxPf7T50fOiIsV269uwd0K9H997+FiSIwR07vUgsVmBgIBJw1WF+RgzSgYGB/7Q6DxkyZNCgQQMGDBg6dOigQYP69+8fGBjYr1+/QYMGDR8+fNSoUaNHjx4+fDhyD5KShWi/0BzRs3uvbp0HBvaeOHbU3JnToP951rQlQXP/Sb8drb8dJwj9rlm5ZO2qpWtXQe5dv2bpxnXLN65bvmHtMoR+kcpfWHG0dd324PX/nJ3Bm/ftDNm7Izhk83qY4hC8Ycfm1ZtWB21csSBkw9LQvZvfP7+nkdAqDSKtlGrRcvxVRkwhPfvzq1uPok98SYphE34aZERVSbGUnW9UkDUirJSdr5Pg9VKC3z1INsjISn6xgocuk1P+VygmasUERBPWS0nmUrpBRkYgVi3EaERY5LdJWHkKHkojwmrFOAEVsrFGhEXEYYSHdRI8Pu8Tl5SBcK+cW2SQkY0KqqoEi/ii2YRffEoWh5hORqUQ8pOp6K8SRiELl8GiFLC5pCIKLptKoZssan8VLccLaE4f1e1lAlj2ywQemhfuAGPsnoJmW0GrvdjhwXvgRm6h3YVyuBH6xXug/EtwA4LTh3d4KV5wl8z4YaqmeEBOfVuxzZtd145zQrczqs1baIPom17X/qOqOa2mNbveRvECsttNcDkJLifJ7aH6Y5+p/qVZEgAF7e6sxvaMxracVgfKCW3YOXZfvgtktjjybW4ufJLgl7UiSSz+aSrLqqx4xuXeQKGQ66hWB84N7tAYiOEZbXeS/TbppyWi10oVwQsQFzRCv0ghMLwCa41gtjMyaJcXmQKb01+968N6Ac73G4BRDncHAMMSJriTDHBOH94FSG7fmZ8ZIgCKm1sjsrLZADA8XprHS/Z4kfXmWALxp9nC8ydgsQEgOl1kj5focuO9HiLwFdjac9tbiQAQfF6Sz4c8c5J/HbqwzZXT2I5ud+EdbqoHvgMcH2C73DRbG6OpWdFio8jUizZumbN0yaDB/W5cOPXh0e0Fg/tE791+bs3y23v2xOzel3LnUbuh/Orxs5MHjQjbGvLh7l0zj+e2VlCzMvM+JZOzciLDz44fNHLqyKkj+k+YNnHJhnVHdu26fPhI7O791zZuORwWfjkrv1itN5YZzW2tjRIh+1z4oZmThy+YMfrLm0cGBcsoZ5mVLC4x178dUKyT4Dv+Gss4MAGOUpQq46AVPIxWRDYrWeUqnlHOKpMxzUpWU6Wypaa0qULWbJVrREQ+Jceq5rRUyGsNJToRySKjZ3yIoxd+A82mFrM069Pz1BdPqLnZ5w7tPXNo14XQ3ZvXzEZlf7AYeAxaNir/c8qHp8lv4xdMnzB3yvjg1SujLpxhkQrfJd7ZtWU5k5SjV3AMSm5RdopJLTCqSlLePTsXum/q6EGrFs5IS06ScsiVepmxlFNjEls1vAaz3NVgZGCyQvdunTxmUPCmlQkJD9++STxzOmzDmpVLFsyNvhKhUUjKDAKdhm5UkI0ifK2c1qbna3mYBovEqOfhsD9EJZgKNR2UCx1C9NOQReRboTnnQ3Kv7X96cPO1nVt2LFvxIObBx48/Nu84cC4iasWGzWGnzrW1uwgEzqmT169cehRxMf7U0bvHjsXsO3Nrx6kruw6G3jgelnHxAv3qmcKjm1L2L5LnPnDX0UW8DIWQwC8slOOwShZazMrWSjCVeoZFxTDIyCoBpF8JE9tcoQZtdY1mjaOmErQ0litlYhrZUVVVnJaW/uGtXsgGjsaW8lI5u9goo4npeVJWnoqLUrBg2biSjbKWMlrLJbVlXHMpVc4tZBN+0jFfS+gZBhmx3sLTiTEaIUrFy9OLimo01CoVuVpNsVcKrXKCSVRsEBaZ5dgqPbmmjGzRFmtluYqSdJUwUy/OKxPnW0SoSmlxnZxQpyQ1l7HL5Xh9CVovgPXmVSqOjIVOvB9x61Jo6O71B4JXXTm5/871c5EXwi6fOhRx9ujl8CNXzh47G7Z/+9ZVRw/tLECl1zeWl5lLBVIWmpBHpBenpn2UlwpN5drvP5L37t0qEtCBt0Ul5xo0Ip2Sd+Xc0foKTXutCZ/7DXibSwgFSfciX9+7/vre9Q+Po2vU0q9v3q0KWpYY/3xZ0NIdIdsPHz68bsP6Xft3b9iyef3mTcE7dgZv2750ycoz4ed379i/Y8ehQ6evLd6w79T5+5u3nB4wcP74aZuGzdveZ9nB/1pxen48eeRt1vRX1vnvGoZE8SbeYQXFi/d8a9vzynLgLl1pBjUaXzXLAMwOD1MDhFbgL0NySZqBvAko6oDUAoRGIKwEkgYga4IjbYTgKq4HkgaIu8JaIKz1imo9Qlgg7ORXOvmVQN0KFI1AWgenpOq3X1pca6Pq0XeSgbIViOo8TDMQ1QFZk5Nh9GdKVyMWay/f6uFBNzUyXk65l2XxMM3IeJlmH8viIGqdBC3gVbeiFYBfU53FF78qAMJ6wLZ6/KFKUJ9kWJwErYuoA5zypjy+B6fw4pXOYqkXI/cUy6D8S9IALNR7If0WyyH6FskALBaWwuQqP50ieAkRl6pDOnJhITBND4mXqoP0yyiDbO9Pw4Jwy7H8ZlqWyfqTWvYFh9wJQZpphGRL1cGH0PRICDaisnqpWh9NB+h6XsIvQNdD8mSbIC0zy+A5vN8AhWuyzoYSQ72XbXbhFIYvONNXIuKydhCUbRipi6L2MfQeigY+6p/o+7887CGqPH7uRXZ9kV1liOJIIjfX0lAgMP+kAIEVMjCzDLCMsBqKY/49bBO8wiqDn19wrXBfl+7PJ2P6GZhuhm87pxKmqdEtdrTSlELhPfpFuP5G+Syz/H1xewYXKWeGm8kELaR6xALNrEAA2M/AVh/T6mNVuxhWF6cCyKvb+FrC+xQVAa+iYkuZWLOUziNmixkoSymXSy4UMnCe1prXiY9jbkbcuhFxNzYq/PiR4M3rrl06X5SfY2tqqrSYhRweCYdnkGg8JpdJpuNQ6LyfaXnfv5/cf3DGmHE712/M/5GmLpEAuxsant2AjiaOChxy/uipVmt9raFSL5DbtOZmqapeKLeV6h0ac7NS//RK5OLxU5ZOnrlwwrSFk2YGTZ+7aAYE4Pkz5y6ePW/BlCmThw6ZMWrU6MDAexHXtQLR99cf9m0MHtFr0Jwx02IvRFHy8PhMzLdXKV8SPqc8/5Ly/Mv3V9/S3/3KeJ/+8/UPBHffPHj94cn7z8+SvyR8/vDkfdK9V4m3XzyLfvoo8vH9Gw/vXb937/qDR5EPn96Mf34rPjH6WWLU06Rbz1/eSkiIfhofFfco8nGH9vsg6vHtq/duXoq+cT7y6rkbMPn/+NkTh0+ePBa+M3j3ooVLJ4ybHNhnQKe/unb6q3NAz95d/uzc7a8uXf3T5c/Onf/tr8/t3AWW6Hbu0q1L105//f3vf/33n//+nx7duw7oH/gfzuf/wN2ObzvWg0cOHjx66NDxI0ciqVdIDdK4ESNGDRmCbAIjVIzg7qQxY6aOHz9twoQZkybNnDx52oQJk8aMQVzQCAAP7d8fqUQa0Lt3/4CAfr37DOw/pG+fwX37DB4+dMKCeav27Dp+9fKDh/fe3Y15++je56eP0hIeZ7x8mvf6edHLeNTTh1kvE/ITn+W9eJr7MiH/zQvUu5foDy+x7xMxqW9IX5IIyS9xyS9xX14SU5PIX19Tvr6mfE4kfk4kf31N/fWRnZXMSf/A/PWeBl3QyYysT9ScZGp+Cu2fAIxL5xIy+ZRsOPRMOOwsPjenRISSlRRI+PlCbq6AAYsIaOgv2PwPqD827T+2Ye+RTfuPbT0UtuXg8Y37jm4+EBpy9NTWQ2Hbj4XvCju78/iZbUdObjl4PPjwCf+V07vCTu8+fnpXaPjOY6d2hYbvDzsPgfbEpcMnLx89eeXoySvHwiKOhUWEnboediYy7AIs/j1xOeb4xeij5yKPnLsG+5AuRh48ffnIuavHL0WeuHLzxJVIZH4D8LXoK9dvX4m6GxH96HpsXNS9l1EPk24+fvfkzc9PWfhscglGUEqRlzHV5TydVaAvV5RX62qbDPUtutomfV2zudlWZfdYWuyWFru52VbW0Kqva9bXNRsb24wttgqbt9IBKh2gwua12n1VTlBhd5c1t1sdngq709Jut7Tby202ZMx2R7kP6N1urd2hbrdp223a1nZ1c6uqvsnU5tDUN5fWNGnqW8ua7Pomm77JZmhul1fWGprbdY2t6obmKjeo8QFNg51rrBJbm0vrXepGr7zWKalyyGpcshqPsMrONNUzLfVErZWotXKr24QNTpq5Ea20ZAm06NIqXrWbVNbErwOMCge93J4tMRVoynNLy34KlZlSNb/eZgKAY6lJRuHyGbxiFp8r1+QUE0JPnZ8xe8Gw4WP++rtrjx69EOdz9+7de/Xq1ZHt3Ldv3w4ARgKxEBf0AP9Xh8m5ozYpMDCwr/+rg5ARa/SQIUMGDhzYz/+FKMMD+gf279c3oFePgF49BvQNGDVs8IwpE4PmzV6yYM6iebOWLpqHTIf8i6z7/gcA+9F32brVy9asXLR+zdJN61f8c+n3n8T7H+chmzds27R+99bNB3eG7A7esHHVkq1rlu4PWb92yZzk13EyLlElpBlLOVoptYRRKOUVV+nZNUa2lJObmfr467tYYuEHKSdXws5R8FBiZq6/srJYQM3WSYh6KcmiYtSU8a1adqkAI2bmlwowqhKskl/sX8ArEtJzhfRctRBXrmZWaFhIRJZeStCKcXJuIZ+SwSOni5m5Mk6BhAV3iUWMHDm3UMzMRRaDpWwYMS1k5csFxaUinIyPFrLyBYxcLjWLRUoXMHKFrHwZH62REnVyslKI5VKzaMXfCn68LKHmcxiYfFR2IY0sqKhWe4AcALodkF2A5AIUL5I+5aF57WSXjex0420ebJsL0+7A2V1ItS/G6cZ7fAQv1FThuCH1Yew+dLuH6AS3sNQksSq/vj2/yV7U5s6ua8fYoQJc1O7Lb/NmNTp+1bZl1NvyWwHOBXB2F8EBRWCy201yewhOF9rmKGxtz2lsLWi1o50wepoA4Kptbpv7V2N7nhMUA5DV6iywe9gApFdXx3M5yepSNgBUjyu/tu7Qhw/oVlt+cysDgC8GS4JIQvfnQhfZHHh/3FQcv+SVXEn0waphrMuDdXmQ14I0BmM83n9OsdtT7PagXe4ipwvtcmM8XpwPYL0+pPK30O5CpGmUE6rTWBdUyxFDOMntO/0jHdPS9kmpuoPFMTxelsdXAgDRBZOuU/SGRwwmGwCaD+DabEx/HxKyGAwTsHxelMOeb28nAkD0eileH9UHiF7YJ1zU5ixoduQ32WHstttH9wG610dzuGjtNoatXWhzGFtd2w+Ezl60dNDgobOmTkr/9GbFpDH4D6/ijx26uHLZ/V17Hu49cGrZug837wXPXb5y8uxfz1+1aw1KAvn97XsZSW8+PX6yJWjxwE49Fk2bv27xxn3bww7uvzJjZvCk6cF7Dt0N3ntj4YqdU+evWLxm85e0jPqW9h9p31euWLxs8exVS2bevnHGVm8oFRKNcgZMdWYXmxUMGQd2Vgvp2RYVrdbI00sJpQIMpShVwkJpRMRqfUmLVVnKJ6YkPbxz9eTj6LMfX95hk7PK1Wx3k8HdZLBquSY5XS3Ai2j5YnqBlFbw7dU9k4QKPHUKZtGbh5HJ8U/e3HuQ+en97g0r5k8e/uTuhdoKkdtu+Pk9nsvOy/712tVWxSKig2ZMmzZqzL7gradD976Ii968Nujdy/uxkecO7Nowd/row3s3b1q1YNWiGWuWzPry9mllmbxUxBAx8QoBsblWUaYi1Rg4VWpGKQvVYoZ9wsWob1u3rxo3bfjtpzGHTx+YOGX0hrUruGRSc325talUU8FUyNESZqa7Qug08MuYmBqVoFwjJmCyaRSUrITaXCYBbeWYZ7e+n9uTd35LzrmtOVFh9w7uOLtr79bVW9au37nz4Km12/Zdi33IKZF4ALgTGxd17VFkRNzJQzcvhj06sD9q44mbO67d3Xc+8vi+Y68PHOPfiCAfD/m5e3723d1myTdNKcqk42opTA2RJiIXiBg5OgmxXM00KeDoxIwSapFOxHbUWhqMek9DLWhtBXa7USIn5RboBCJfQ3Pmx0+piYn1BjVwNYPGCimtSEzJ5+EyNDxcpYqp4+PF5Fw+LoNa8EXJQ5XyC1UClJyTJ2RkCmhpQkamhJ0lYmbIeNmqknxzKb6+jGGWY3WCAquS0GhgVKtIFhnWJENbVJhKPc5qwJXriqsMOKsOU6FCW+RF5eKiCnFRrQzfWEq2iIr1/CItD63jF5eJieVyRnbKi9tXQj+/vP8w6uzJg9t2bly6bW3Qzo1L94WsPrhzXfC6xVcvhG5dv/jIgWBTmQyAtupagw+01bdWipU8jpBGYeHSs1LvPbx56cqp8+ePq5UlbkejQsIyG2RFOd+fPYwGrkaDnJeaFF9vLMX++vwp/k7622epzx/EXTuT8f5lyOpN50LPnz95YeOaTRER15YuXxa0bNGqjavWb924Yt2qNZs2rN8cPH/BkvXrgndtPxSy+/SC7edHLTtyIz79UPiTAYNXT5t3aOzCg93n7Phjwc4+JxLW/qgddFsz87V35P2Kd06wLad57gvr2lfVm2Lod9+XmDSeelElMLX4+DogrvCJa1ySRqei2V3a7CutAworkFW4eGYPvwqyLoK+4nogawSKZpjhLGuEI28CMqgkeyV1XlGti1fuESDLwHBbGHqnhTVwVVhUK3xfVI+WAY0dcK0Qqkvb4I8kMCn690hqYR2OEPIwtFXz/WlY/kwsiMSIDsytBKJ6IG4A3EobXg0kjcS7KQ6iFqZeMS2AWwlKagG30k0x2PBqGw6u8nqJUASGfb84JbTjElQtWRyAlsHxc+/vI0rqK5LaUGIIt2SNh1DqxMohBjPKYEyXX56F2qw/5grqrn6PNPQwU3TQ6Msye3BKyKjcitb8EsWrXGgj91cQw4xrxO3MNgO63seA46XrkPEx9IBp4D7/BQmWpgVcs5euAxwTvM42/SZnGJRthK/FLw4DrqXsG7Emj2sjKJxUDTJuus5Nh/1SyCBc/btiCrZM+eumOo4MA9z1Ra7DDmRIvKpPaHgbxwyvs4zwhGuBjdC8cngCGRjWGsFSX1j4XAElen4VlOVZ5U6Cti5XqP2El7zMVyShyr/R7WhYVgxLm9Dy36nU/m1nD1blwqtgCjTVCBjlPsjAlT52pZdl9TKrfKxaO7XCw61yCaxAW6tGE0uxWBUZo2IWk3I+80nZcnYxC5vOIeSoS8hVRoWjrRaLzX/8IObcubCjh/YeObxv/+4dy5ctOnvqJJVCqrSU8zhcEpaIw+CxKAwZiy/KzCrOzPz29n3S47jD23cumz133aJlF0JPUouw9tpGi1K/ZsGyNQuWJT1KsFW3NOutNpXRqSprlarbFNo2pcFpqEi+H7ds0vTFE6cvGD914aTpQdNnB02fO2/qrDnTZi2cMXvy8OGLp02dPnJk0JQpU4aOKPyeRivEPImKXb9g5fCeA0cGDDl/6Ezel9ysj5mfnyXnp+Slvkj59vLr91ffUl+kJD/99OHJ+/eP33148v7twzcf4z68f/zu1d2XL2KfJ95+ARk4NiH+dsLj28+exCTExz57HvPiRUzCi5sJCZFPX8UkJkY/j78R//Dqo9uX70VfuB11Ifb6heibF2Ounrl29viF8KNnTx4+ffzAyYN7Du8O2btr2+5F8xYPHzoqsM+AXj0COv3V+c8//+7Sqevf//NXp3/9jUznP//q+nenzv75+8+/Ov31999//vXnv/7973//u3PnzgEBAQP69f9n+DOy94scRw8fNnr4sFHDho4aNhS5gsBwRwlwx2bvhFGjkP1exAjdEYU1dfx4ZGF4yrhxCAYjQVmIU7rDBY0w8IDevfv16tW3V0BAj8Dhw8bNn7t8R8jhM+HXo64/vhPz6l7sm/hHX9++zPv0BvMiLufuze/3on+8eFL46TUp6UXRi+eQgREAfptY9PY52m9+xkD0fYVPTsR+SEB/SEB/eYH9+or04x3j2xvGzzf0zI8cBIDT39GyPtHzUzl5Kcz8FAbqGxOTxsVn8IhZAjjZPHKugJZbQsstoWfyoQKcwWVl8sSF0pI8ESeHz8riMrJYlF807FcCKrn4j3W7D63ddXD9nsObD4R2wPC2IydDjp7aFXZ2z8nzu8LOBh8+sflA6JaDx5Hr24+cCDl8ctuh4/5ArNMHTlw4cvoKpN/wiGOnr4aGXz126lpo+PUTZ6NOXogOPRd5/GL0icsxYZduHTsfdfRcZOjFyLDLN8MuR52MiD519Vb4tZjwazGnr986F3X3UvTdi9dvXb5+6/K12CvX716JfHD11uNrMfHXYhNuP/309H16SjYxnyomivSM0gqOtpqns0otNbrapvJWh7XdhUBvld1T7wEVbU5Li93Y2KarbdLWNBrqWywt9iq7p9zmsjo8VrsPnth9VS6f1eExtthqvaDa7a1yeapcnhqPp87nqwegDoAaACoAMLk9JrfH4vbCcbjN7U5Tm8Pod1lXOr0IQmsbWvRNbfqmNuRH/hOXxeZR1bXyy6oYKpO8qrWsHRjagKrBrWrwqBu96kavrMFJ1VVQdZUcSwPLXC+qtcGqYWMdRmFBScrIujq0zCKq83CrHeJ6QDTUF6gsBRpzgcqUq4A6MFZjYZfXiWtbMqjcr2hiMUdMFanS0aTktLyEtymnL0X2GzgsIHBAj559unUP6NGzT6+AwF4BgT16BvQKgAHmPXoG9Oj1OyYaKQr25131RXAXEXsRrEXwGMnEQiAZOQ7yfw0eCFXi/oF++3PvXrAZrGf3foEw/HnqxHHzZ89YGjR/xWKYbuWvO5qLHP3QO9/veUYyn3+f++XfxetWL1u/ZunKFYvXrl26ccPqLVtgx69/13fDjm0b/FHP60I2r0Vm26Y1yGxet2r1skXBG9eeOLz3wM7Nq4Jmbl698ELYXmxearlWUF8uM6s55VpeqZgoE2AbK6W1Rp5Bjmfiv+anJRRnJ4lZ2aZSkkVNkbDyBNRMo4JaQsvxC1woGQelkxBlnAK1EFMqQCMpVkp+kYCaKaRnd5iZpex8jQiLSLtiZq5aiFHyi0poWUzcdw4xTcYp8BcpoZCHl8mhiRGxWGtEWBhOw0eL2AViTqFcAGGYQfhBx38XUDMNMqJGhJVxkKdBLlez9RKqmI0uzv9GpRah8ag8AoZvNJU63bx2N6XFTfPbiZl+TZUOANXrpgEXA/gIDifR4SO6YKCxP27KiXX+tumSACD6IADj3ADGR7W7itqcJC+IxlMeMPjfLTXodg/GAfKbnL9re1u9GfW2H1XNP6qaMxvsKDsg+QDB4yN53FD5dMAsK4zDgXd7/UnOfuu1w53f5sptg2lbRS4Y/pTR3I4HoNDpxnphptRrqSyeyxEDQPG42ADS4FeD4UYRmuqDIvYNDC6jth7v8RF9AOrJre14j++TvuwJT/D/B2CCFyJxR6kv1utDqn0RAIaB0h4v1uvrAGCUw1ngcKDdAO2GfI5xA7xfCSd7YBgY1Q2i0biciqr3YtlPnYEHALndTrbDjii0zRaBQuXVNzABwLTbKB4vtt2GdzhpftzFuJwEnxfjcaNdTqgAe2AyFsntw9ldhS32vMa2gmYHusVFcPqoHmifprnc5JZWSkszx+FQub2Pkj5t3Lg9aNGyAf36Z35LXR80/929mEapwEjERoUEX1q7Lnbn7oeHj8efuXhg6ar5w0Zpaczs16+zk95+fhx3aMPGCf36De3ea8bIcVtWbDq698TO4ONhoTfDTtwPWnps3qJjS9ednL9y58xF6xatCd59JPxA6Jl1G0OCFi1btWLlrx8pteU6k1qoEBBVJfh6Y4mllNpiETRa+FpRMT73rYydX2/i1xp5daYSv1WBWq7lNVpLa00KdNa3Y3uDV8ybsWfrun3Ba29dOX3ryuln96KwuT9KRYxai6rOqjLrhJUmSVu9Pu3zs+TEO2kf4uKizkSFHybl5JQrlVmfk2eNH/no1pWCzI/vX96mEzLopEx80Q8uvTj75+cDO7ZNHzd+9qSpE4aPmDJ6yJzJo2ZNHLFn6xzE9uIAACAASURBVBpSUdb0cUODZk6YN3XM7EkjEx/HNleV2RvLNVK2XsGr0IosGq5JSxVzsyrU5LYKoV6AUbILNCI8k56jUDHZYuLMxZNnL5qy/9B2qYhlkIk4NDSG+lOoLjZb6GxSqoaVUy+nAGupVcZkFOcoRUxJCYNHxxql7BadyG0QPzmwFn9tb/rhFZy4q08PhLy9fiN856Hjh07zhBqdtelF8k+prkJdVnvpyt2z4TGH9165cSHh2J6oM2fjD1x+sin8+raw82FHjt8L2fl2y1rMiW0/9gUlhQVhU6+2VMACoQapSEMicjDpfEpGqQCjERFVAoJBytCK6FxCoVbIAq31noZae3WVq64WNDc3mc3pHz9WKFTu2jp7ZVVeSkrau9e1OoW30eqsNZayccS8FBb6p4aHU7LQCmaRP9oqt4SapuBlGRXYCg3JoiYZ5FiNuFglLDLI8UYlHqY366k1ZXSDuKiUm2WRF5eLi2uU+AYDscGAKy/NlrDekQofFKRFYbPvYbPu4rMe0PIec9EJcnKSkf+5RpFhEWVZZAVWRbFFhlXDEKyiuKjTZw9vvXrywPN717++iUt5E5f86tH75/duR4aHHti0J3jl+uWz3yfed7dXAm9zS5PF7WnweBvtzjqnu+FzyqtrN85cuBAafvrAndgrerUQeNqqLHq9QaXSqyPvxn76mtLS1mxraayx6OstmtISOrkos4RSjM/5iU77GnnmzOaVWy6EXx8/ZvrwYeMmT5sdsnv/3tCwVVu3Ba3fELR+w8Zd+3YcOrJs9foFC5ce3nf06InIRXtiByw+d++L8ML9wt7Ddw6YsC9w6o6ec4L/mLP+j6B902/j570w9zwrGf/QujS1ZtxDTp+z6ImXCXvjmFPXRAhYVR6Ls4auAFIzkFp98hqPstGhbLTJ62yySpeswiu3+sQ1v1lX2uAT18GR1gNZg7OkyiWs9ohrkW+90nqEgSHKKpvgrq+wyiesArJ6IKy2McqAuNaKErFf5gC908sphw5nST2Q1kPilVb7AbgGHuHmcDUosULvtLAS6sNiP0KX+AOiuVYIz1wr4Fd5GCYgrHXRylQpxKq8Eojo0kaoSDPNbroR3sOpcFN0gGNuR/uN0EyjCyOHK75Eja9Y4UZJvZB4ZaBIDgclA4UyX6EUBlDhSmGmMdUAyHAdFxb/EFTQ6MswAmqZn4H1EEdpRh9J7cbA3Cx4P9PkKoahU0BQ68YqRE8zAd2vcxLVgGHxb+fqALfcSzN4GDAH28s0eBhlbrrOwyjzMg3s5xlepsFLM0AA9h/9a9hmmBfF8qdGweQtE2RRTrmXqrVmsq1ZzMZiKeCYgKDSzdTDtiG2ESYtQ0m5DEIsLJcyQgGZbfo/RyjkQnuz/2iG93DKYeg3y2z8TqnM4gCdw0PVA3Hd708uOqqeOTCvG34MwamA3Muv8rIsrXiVNYev+05VfsSafjKgLM+qgII8rxpQyuxoOczrwqlAseL3GwtTrOEOsI9s8FLKYPzV/4rAUP6Fjug6H6PGzawEomqPyOJRmujffgoLcsjpn0lZn9VcnJheIKTmq0uIfHKumI0hYLIUMrapTFZUmPb4QXRS4uP7d6KWL5k3ZeKYowf3Hdq3e8f2bUkvEpl0BpvGYlCoZDS2MD0j/fNXVHr2r+TUp3cenD4cOnXUuFH9h0acPJ+T+mvT0jUzRk8a3W/or4/fQYOtUa53aS2tcl2zTNso1wJrXcarj+tmLVw0YRoCwIumz144bc7sSdNnTZw2d8r02eMnLp01a974SeMHDx3Xf9D2tRuldA42q/D2pRtBU+cF/He3Qd3771i1LeXlF0IW9v2TN5+fJX9+lvwp/uO7R2+T7r1Kuvfq3aO3H55+fHX35asHSUn3Xj2NeRYXHZ9w+3nivZeJD149v58UdzcxLvZ53K2EuOhnT28+e3Ij7sn1R8+insVFPnl49cHty3duXrh149zN62ejIs5GXj59/ezxC2EHTx3Zd/zIntCDu4/uDtm7bdP2JQuWjhg88u8/u3Tt3M0fktOve/ee3bp076DfTv/6G1F9u/7d6c9//btXt+7dunTtCpt1/+7RrXv/wH7DhgwdPnQYgrUd6IsQ76hhQ8eOHDF25IgxI4b/Bwl33IBEQyNVwFPHj0cQd6J/cXHs8OFTxo2bMR7qvUiA1vjRoyaMgRnR40cNHzti6Ohhg4cP6t/RDzy4/4D+ffr27RXQq0efgQPHLpi/7uiRy5E34mJvvYy99erh/U8J8T9fPIO256SEgqcPsx7dTo+7l50Yh3qdgHn1HJX4rCAxPh/Kws9Qr5+hXsblv3iQ/Sa+8PNL3Pd3lK9vSB+fF396hv76ipDxkZH+gfnzDf3nW1rGR1bmJ3bmB0ZOMrvgKxf9k1/0nVP0nVP8k0P4xSdmCch+AKbkimgFImaBlJErpGbxoQs6nUv/xebmwDVgRjqHkcFmZHIgA6cxCD/If2zeF7pu56G1Ow5u2nts64GwLfuPhxw+tffEhV2hZ/+vs/1I+J5jZ/yxzxf2HT+/N/TcnmNn9xw7i3ibD56EOjASeXXs9NWjZ66Gnrt+/PyNsAuRJy5GnbocHX7l1umImDNXY8MuRJ6OiLkYdf/SzQfnb9w9d/32xaj7V2MeXb52J+L67Yhrd69cvxtx4/6VyAcR0U+uxsZfv/38QeKXpNT8T1n4n2gmml3K1dQoKlsNjbayhuayhmZLS3uV3VXr8tY4PVV2V6XNWeP01Dg95a02bU19qbVaW1NvbGwxN7dV2px1btDgBfUegNxf6/JW2V3VDneN01Pr8nYMRGI3MLc7tQ0tyup6ZXW9uq5J19iKKMZWB8RpS7vT3OZA1ozLWmxWp9fY7tI125BgLW1Tu7SyjmeoKDFVlZiqJBV16vo2U7vHbAP6Zpeyvl1a3SytbZHUNAsrG/jltVxzNb+8VlBRJyhvoGsrSEojXVshtDZJ6toF5Q0UbTnH2sSuaqaX12M1llyxOl+kJmjKOeWN/MqWNLowGUMvFKrREt3bAuKdT2mPP6aHXbo1fnrQX937d+sztGvvQV0CBvbqO7RbQP+AvgOHDB/Tq2//Pzt36RvYf8DAwQG9+/p13L59evcICOjZu3evXr17du/ZrXvPbr169+w/cECfwL6IVtwnoHf/wH4D+vUf0K//sKGDBw8aMKhf4ID+gYP79xvULzAwoFevbl0H9O0zatjQaZMmzp05Y/7sWfNnzwqaN3fJwnmLF85atGjmkiVzly2bu3z5guXL5y1bNn/ZsrkrVwatWrVwzZolq1cHrVq1aOXKBf4rizZsXL1q7bLlK5esWrts85b1Ids2bdu8YeO6lRtWr9gdsuXgzpCdG9eHrFuzZ/PGHevXrlu6MHjTyk3rl4VsWblh1fwVQZMundpNLEixqBiVOlaFhmE1sE1qmlyIUYhxulKqRk6q0LP0UkIJLcv/30q0VowzKsgNlhIpO18rxokYsJpIzMwV0rMF1EydBG9RU0pLUBJ2jlJQWFqCUvALNOLiCi1NysnlUdKQWiMFv8BUShLQ0vnUXwjuCunZfEqGlJ2vlxJMSkqZnCTjFMi5hQoeSs4tlHEKlPwivZRgUTEkXLSAWcCn54jYEJW1EoxahFLy8nRijJJXoOAWaoVEvZhSyiWJaVg2HferMPs7Bo0q4Ynq63UASH2AaXdQ7C6km4cKICgSPbD7F+uExItqsyF6L87thVFMNgfW5SECqILifNAMjAAhVE2dbrTdWdDaXthmQ7U74TasDUY9F9tBkR1gXCCnyfOjsvVHVXN2kxPtBDivf9xeZMcV5/Z2DMbjhT1AHm+RE3qt0S5vsdvn7xmCcVBYN3y2TADSyituk4hkrwdrt9EB4MFm3VoaAOFpPwubmr+bzA+YTBji5de00XaYrkwD4LVS9YjDQzzPiPZL9EGSRwThjuvwWy/kYbTLjXa5UQ7YM4wDAO3x5NuRTGZXkdud2doCV3bd7tzWti9lpq9lZqhFO9xsD8DWNV3+9ivfXKkFgOnwYOuaeACkWyufCkuSlAqSDwrCRe3tWXV1JJ+P6PUSvV681/N76dcDvdAEn5fohbVSmHYHqrmtoNkGfd02H9EJ5XoRAPimNkxtA62ljWOzidweqtG8fMPWubMXDOw/aOvGTWfCwlAZ6bV6jUVSUq9SkH6kntiw9siKZS8uX7y2Z9fGKVNC5s/Lepv0IiYq5uzpqcMGD+jSeeKwIX/98cekkWPGDB0zd9aSyxdjwk9Gx9x+fzP209YdEZNnbBkycu7YyYumz1m3aPnO7XvOhuwInzN3YzGa09rss5qqasxGIZMgoOZW6+lVakK1Bi+hpuEyEulFH1vLS0xSfLWeXanjWLVcOR9nbzTXWw0SLuvw3r1bN2xZEbRi3fL1QTMWrVu0bt2idXu27D646+DJsFN37997/el1MR3LkrIqmowNLRa9VmA1SN49vnls29qUty+2b1w3ffyYO5HXqso0JpXsSUzUusVBdAw64e7dqIsX5kyeMnf6zHmzZo8bOXb+zJmzJ4xZPX/mlGGDV8+brZOIZowdPX7IoEUzp8+dPHHd0oWvnz4o10qBva611mAs5ZSVMiT8fGlJXmOVsK1eJmbmGlVUpRBr0rBNOq5By2uo1ShljHKDVC1hybgUBZ9MKE7lsTI97WqDFKfiFrSYSlrNQiE5yyCh1JskLdUaOQfHJ+XUavm1Kq6m6OuPw2vw4dsIlw59P74nK/Lqzd17SZn5PgeorHfXu8CnLMLzz4VHT909d/7pjctJp48/PB76YPueq0fOxG7dG3bgSGjovp3Zz+4+3rs2/eLO5GMrvpxb9/rMai3urauMWifGGDj5LMxnFvmbWorRygh8ep6YjVYJaRwSqrnSUGdW2+uswNbUXlMOXG1SNjX1zQseAdtkLgOtTRI6JTUpgVKY3VZZ5m6oqNGJJMwiDj5DSM2Rcwq0omKtqEjMTCthpsr4PyXcH3J+lllFNKvIsMiNgzIpaUimfaWeVq4lqYV5WnFelRZv4OUDh7ZCmpGbfOZ+xPynMYtTX4UUpZ2m5EeJiPEWyZcadWqLMcUkuV+ju88oOkbNvVCr+dlcli8mvanX4NrMvAY93yCkstE59yLObV+z5PjuLc/uXf/15QWuMJVHzzeWsuwNek+rGbhrgKsWOKqArxk469ytsPLX3mSsq1AohKSm6lJ7kxE46kBbg7uxkSdXfiPQY1KynmRgyQqLHQCtpqym0mwxKaqr9Q5ns8vlAC5owgQe0FDnIuC5x09cGTt54aylWzceOLtoe9j8kNDZWw4HbTu0Yvv+ZRs2rVi1fP+OTefPXxu18MTiw19uvDfO3P5h/t5PI1dGzt4V2Wvepv4rtvwxdPrg4BsrY/FTr9G6H80fFcvpevxb3x2Phq6PGLX0xMadNx7FfAQ1oE1SCXRNQFHtVVY7S6scpTXIuBU1cCTV/xyPtMYrq/XKajsueqQ1HmmNy3/0SGuAoh7I64Gsziet9YlrvHATuNonrLKzTUDVQoj70UrVQWVYVAPpV1IL5HVAVg1ElT5hOZDVAlUDUNTDc3EVEFt/H0X+c1EVEPm1aEE1ZDAY3AWP1lyB9jsV4rSoFgZT/+/4BJUwm5ppgsMwQiakGvxrqDrowsWpfcWlniKFt1DuKZB5CmS+QjlAKbx5UlCoABgdwOsAzgBwWoDTAZwGHvEaf8SxxkvQ+YhaH4x00gOSAZ4T9TB6mmSAm64w09gsSsiBwdT8WljORNDB8CcYdAxlaj/3Gt10g4tWBougGGbAKec9z4bPkwZxFK43M01QIGVb/OvNfncxBNFKSKpc/5Fjrc0TSN6ggLDGRzfZyRogqndTdPBRvw3GRn/ElN+czLLAHWm6ERqP4Sp1JWRpmul3DJWk0UnSAXF9I0pa+oUAlXlpIzQ5syy/cZdXCZ3P4jr4Jguq2im68ly+MpUoTcaqUkmWLG4tSvJbDRZU/97x5sBIZ/ghBaccUA0uvMqGU7oJag980/wNwESdF+lPgk/Y/2QoZkA2AV4joFUCZiX0vXPKgKbaJiylp3wXFuQKi3PZRelCUq6CU0zHfCfkJ0u4aAYxU15C1ClZGjlDp2RVlIkqzBKDVrBlw5KToXsiI85v3bR26IDANSuWf3z9llCMZ1GZNCIdjybkZuRlfs/M/ZWblvwj4UHcvuA9cyZOHz9k1MRhY2aOmTwqcMiCybN+JH1ylzf4yuvLebJWtRnUtJh4UkExZc+qzSumzlswfvq88dMWT5+3ePq8OROnzxw3Zc7E6XMnTVs0Y87s8ZOnjBw7fvDwEYGDTx88blEZCn9mH997eMHkOVNGTvz7j39NGDr21cPn2SkZnxI+fk1K/ZTwMenhq6SHr17eT3wW+/TZnWdPY57Fxz57FpuQcPfFi3tJCXdexsc8fxQVf/vqvdiIu3eu3nsQ+ejJrfgnt+Lv33gYeyU25vLtmMsxMZdjbkfcjr16++al6CvhEWdCz58+fvHEkbNH9p3Yt/vYnpADWzftXLNyw9JFKyeOn9Lpr669egT0CejbpVPXHt26d+nUudNff8Ol33936vQ/f/393392+p+/uv7ZuWfn7nAf+O+uPTp37+HfCu7ZpcegwIHDBw0bNmjwyKFDhg+DM2L40BHDh44cMQyZUSOHd5yPHDFs1Mjho0eNGDN65MTxE8aNGTt65KjRI0eNHTNq4tgxk8aNnTRuLGKKnjp29NSxoyePHjllzKiZ48fNnDx5/NhxY8eOHTli2LChg8eNGj5j8vhZk8ZPGjV87NBBA/sG9A8IGDpw0KABg3sH9OvbZ+CQYZPWbDy679DN85ef34z99PhJ2us3RZ+TiV8+kz68xyfEZd+OTo2J+vL47q/EuMKX8ajnj/NfxaNeP0O/ewFtzx9fwL3fz6/wKUkESL+vST/fkr4l4T8/R39OKPr6Epv2lpT5gZH5gZHxnp7xng7p9xMj/wu7IIWF/s4r/sYp/sbB/uAQ0/jkTCElQ0jOFGK+synZJYwcKTmDT0jjUNP5jCwhHW4CC+gZPBrkYTY9g8PI5NAzOPQMNgTgDbuPbNh9ZCusODoVDJt+w/eEnd9x9PT2I+Hbj4TvOHp657EzCAzvPHZmx6FTu49CAD548tKBExf3h11AOpCQK0dORxw9A7n3yOmIjuCrw+FXjpyOOHb2WtiFyJOXbiIYfOpy9Lnrdy5HP7wc/fBi1P0LkfcuRz+8Hht3I+rhzZuPIpG59STq9tNb9xJjHr669fB13JvvH36ivuaS07EcDEfFVlVJzY3GRpuxscXU1Freaqt2uOvcvjq3r8bpqWizV9qcVXZXRZvd1NRqamqtaLNXO9zlrbYONkY4GUHfSpsTuR/B4Bqnp9rhrna4q1xQKzY0tWnrm3UNLYamNmSXWN/Yioyhqc3c5rA6PLVe0ABArQ9Y3TBZ2mz3VLhAudNX1uZUN7QKLVUl5kpRebWiplHfYje2uwytDm1Tu7bRpqxvldU0SaoaJFUN4sr6kvIanqlSUtXANVqpKgNdYxRYqpEf8SxVbHMtu7yOaaojqsuLZPpCiRajNJH1VeSyGpymIrtEk0oVfmNK0vmlXyiixGz85zzSxei4hWt29Bs17a9eQ/7qNahL76F/9uj/7659/vgvmEIXOGjon126/6tz5159A7v16B4Y2Cegd/deAd169+kR0KdXj17dewb06N03oFdvqBV37969Z8+efXv3QQC4f2C/gYF9B/fvN2RA/yED+kMM7tunf5/e/XoHjBs1curECfNnz1q8YD4yS4MWrlgStHjxnCVLZvvpd96KFfORWb58np97F65cucB/ZeGKFfNXrgxasTJo+arFS1ctWbZ66ao1y9dvWL1x09otG+CEHtq/cc2KFQvnBa9ZtT94y651a4NXLA9Zv2pnyPopU4cHzZ8QeSU083uigJFt1TIbLfzmCn6NgVFjZFrLmGoZXiHBqOUkpQSvluBUJcWIM9kgI+qlBH/OMywlMpdSlfwiMTNXJ8HrJHhVSbFFTdGIi3mUH9TiTxzSNwk7S8rJlvNy1SJUaUkBj/JDzMrkUX7IebkWNUnGzZGws8ylVCRGS8LK65B/O3hYI8LC9UIFWSvGKXgoCatAJSaqJSS1hIAUCEtZOXJOTik/X0z7JaRl8IgZ9OI0GjqDjs2lFeejivLy2Uy83iBsbpU4nVy7nWFrZ7hcTOCDqq9/KH4Gxrlh2BKq3e1f93WiHM4ip6vDBoyoox1yKEKJRU5Xod2R3w47e+Cj7F6UHRTaQEEbnOxGb0ad41eNLavRUWjzYT2wCQmB547f9h8niM0Y5YB/OsrhhLW3tna82010u0geN97p+KLXPWTQeQAI/WSLc9gx7TYuALEEYhyH/UosSTWZClracptaClrbM+saCttsRB/4XlEZxy8h/6983UG8SAhWx7eIGozxeDsUYCgC+3xY2NDrK3K7i9zuYq+XCADK4yT4G5iS5PLwHz9fcgV8AMgtNr4HJDF594twqdJSGYC8SnW438jkPyqtRXYb1u0qdkKYh5QLfEj9L9btwvnRFyFhjMuJtTmL2+xFLe0FLW2F/lJlnBM61bFtLqob0OxuBQDMlnap2ytxOvdEXA1auXrm1Gld/+7Ur3fAysWL8ehCT0tzlV4L3C6LXHIt9PDlg3s+3Lm1bc7MmYG9rx/aF3sufN7E0YO7dxnUs2u3//mvXp3+Wjh79uzpM8aOnjBp4swpkxcGbwsNOxm9c+/lG9Hv7zxICQ452bP32D//HtKn/4xps7bs3Htt2aqjy1cciol+KZcaLTpLY5W52igR0jL0wnw+IdksxghJaUJSWp2eZRDBDdhyNdNq4BtVfLNW4mxrevMycdXS1bOmL4iOvE/Ccd6//H77etzuTQcXzFi2YuHazRu2b9gYvHHH9s0Hdt94cufqg6iXn1+yeWRne42UQ96+ftmzx/fv3I7euW1L3MMHwO1WiaT7tm5fMmvBusUrk548P7xj35jBI2ZNmTZu1Og1q1bPmDRp0dQpI3v3nDFiRManT3cjIhbPmBU0bca0MWOnjBodNGP6snkzH9+JVArpRhXfUMpWCPFyIVojx9mbS806RqkEW1MusBq4cgH25+f4rG8vOeQcKiadVPSTXJTOo6DKZMxGs6hCTXXUyat0jNZKiVXD0Iqw5SpapYbNxqVRUd8E5BwxvUDOhnF0dhUjPTwYd3bnr8ObyLcufAzbf+/AbnpGtlaibnMAvtoadu3x2VuJh8Pvnr/87Gz4470hl8JP3Nm/+3zogbNPYh4S03+p8IVV1IL8mHBMzInPR1d/OLQi+8bejxeDy0hfNPRvXNx7rbhAXpJXKkaXMHNI6FQuJVctpko5hJaqstZqo6upEtgbbHUW0F4nYhJyf3zK+vKWgy+015iBvblSIzdIuC0Vel9zVXu1vlJbohXDfjUeJU0pyNdKi0SsNL0i36hCaSR5CgHMvRfSs1n4NB4526RkVOo4VHRKS1VJtZGqkeSVlRZalOgaJTH16f9H11sAtbWubf97vvf9n/fsXaPUvbi3pQYtUFxKjToVqNGWUndX6r6pKy2luAYISSDuRoiQoCEhwd1C/Pnmyerm7O+c9z9zzzNrrayVLEJnym9d133dJxO2uEV4/Xbn1IJvSWvO7p+Dzz355dG2gq8nQA+ZirrR3/gFgII+VWKPMrGCcJpReo6Pv91ek9YmzZNQf1bR83StNd31En2nerhNwSpDPbxxZl/06phtIfH71md/e84j5zdKKH3N4oEWaX9zFRhph6XrNPY1dTYKTP1KMNQEzF0jXbW9SinQ6yU82Y0/k4sbei9kUdbe/JhCU3QDMGwEAACtYcAINAag1+gNdbJmCkGAKWUymDUSWRuVVf/qa3HClVcbj9wLiL3iG3NtQdTRpVGHfDcfWLk6KigiLHrr+h2xcVMW79x0A7/nWbVLdFrYBdLCmA+zI46PXbx6jt/aPxx9pi3bEXrkg8vON2NXP/xjy5/2hz9vvJb8ILkMR1cKhd20YsFQdX8/Vz3CVwFpO5C1m2Xtpup2c3W3pfqBrN8s7TFVdZslXQaEe8WdZkmXUdI1Cr16CxIjr5rEnUAKCfbvDIxgsJ7XomOr9Bx1wa2PQNpnrmjrKZcBSZeZ1wyErUDUBgTNkHglHbCErXD3fy1hNxR7ua3Qes1vB6KeYVJ91bdyIOm16Mmd/0qrFljc1JxWyGYWQRgwm38hH00F8HJQ3gBw9WZMrbm0xoSuBiXVoLjaVCABhVJQUgMZGCcHZXKAg6cBggIQFTDcmNgIM58sDl5Im0gv6+gKY41hvFPV+9L2HC7gdiChXPBMeBxSpZHeZKApkTLS4PxbwG5hP88BtCYTRQFYrcjJvy5hWDLA/nPld2oIdY2plA6UALBaoOjNbQesX43QUFwdBUvk3izRzRA1GfBLMJEa9fh6I1GuI8gBu11HUgB+9wC2pvY7eYTUqKc2AW4HEPQAyQAsbvsAvk6Rx5WmkoWfMTWppOYC3gC+xshUwV8Evx3q+dxWuPIRuR7OxzKzm41My89LU+rIch1ZDn86ugreALPFTJTDJwjwy1T8KkIjwCsAudlMUAJqC6CrdNQ6IGga4ddICzH09PTKUlQVGSNjYqq5uEp6IbM8g1aezqMVSnhYVT27Q1VZJyEzSbkMcq5EUN5Ywz6VELs6dOXFM8eOxO11sbeZN2NWiH/w43tPCnKL8TgyKh9dkI1K+57x/eP3nJ85b568On345MawtUucFyxzXrjIztVm8qzAxSvERNawor23VtVXpwZdw8a2fpWges3KID/3pStcPb1dFvl6LPVZsMzL1XOZ80JYrotWLFi62MljqcvCxU4e8ybP9Fvs/fjmve6mtvzUrP3bYyb9c/y0sdZzrKdPG2t95eRFbDbm3aO3L26//PTs85cXX1Ne//ia9O3R9ScPrj66ODAsfAAAIABJREFUf+Xh/cuPH159+vjmiye3Xj65BYXfxIv3bp69eeXEtQsJF84duXjpxOUb524mXr5768Ltq6evnUs4e/rwqbNHzlw4dv7SiYsXT106cuDk3pj4bZtj167eEha8NiQwMjRodXjIGldnj3/+Y4zV+IlTJ08bP3actdXEcWPG/vHP3xEA/uO///n7f/3PH//9z7H/+GP8P8daWdB34pgJVn+MH/c/Y6zHWs2eOtNm1rz5s+fMnztvlH7/DYDtbOePlr2dDVJOTk729va2trY2NvCIk6O9q6MDou66OzoucraUo8MiR4fFzk5L3FzcXd3cF3i4ubk4Odq6ONoscHFY5GLnZjff1XbenOlT5s+e4+zoNnPGvDFjJtk7Lt645eD5K+/uPMxKeot994nw8Qvp4xfSu3dlf/5Z8vB+9v27mQ/vZj55kPPycUHSU9TLxwXP7+d+eI799LLs6yt88mvCt1dwvtG31+Xf3+C/J5WlviFkfCBlfCClvyOkvyNkfiDALt+v9NwvtOxPlKyP5OwP5JyPlNxP5LzPFFwaF5PKxqSwsD/YZT/ZhAweUkXJFFwam5RVQcjgEbO4lNwKWk6FBYN5tBweLZtLy+bSc2AyFj2LTctk/bZ+V9zaHfvX74rbvPfI1v1HEeLdHnd8894jUTGHNuw+uDH28Nb9R6MPnth24Bik4pjD2/Ym7Iw7sfvQKaQsoVZndh86tTfhHKL0xp24hDDwvqPnkVdHATj+zDVEAT56/ubJy4lnrz84d+Ph2esPzl5/cP7mo8u3n1679eT6zSc3bj2Ddef5rftJ9568e/jy0+uvWd9zsQXlrFK6qJxXw5S1iFUDNR1DFtvzMIK1nXpTj+mXtNs2okcKwdoOHfRF95gAgrttI/qWYa16UKMe1LQMa5HdvzPwvy7XGZpHdE1DmqYhjaU9WKsaHmka0iANw4qBocb+QcXAkFqjbdNDBu4GoMME2gyg3QhhGJqoTaBVD6o7+6XtvVVtPdWd/Q19GsUgzKCu79coh42QgTv6ZZ0DtT3D1V2DwmaoGMs6ByrVnax6FaNWyZE3V6o7JW29ks5+lqqLqe5iqDqpijZCbTNOqsTKYJXXNrNbBwjy9lSaIJUmxFQ3F0ubvuG5+ZTKDDT1blLyhph4B0+/2S6Lwzfuuv7g5ccfWc/ffX7z9cf9l0lh6zdaTZ/5+8RJE6dNmzp9yqTJEyZaj7OePOHvCvD48WPHjx9rZTV+8mTYijBrxsxZM2bOnD7DAsBTZk2bPH3yxCkTx0+bZDVv1nRH23mLF7h5LVnk670Mqr4rlvutWO7v4x24aoW/v9co/VpkXqj0Bgf7hIb6BQWt9Pf38vf3Cgr0hSJwkF9AoM8K32V+ASuCQqECHBoWEBYeuC4yNGpdRGiA77aNaw7t2bEvevP60IBg76VhPl4bwvy9lrnExEb9THlVJ6W2Nwm61PwuJbepmlhByaBhvnJI6RJ+URUfLRNiG6opjTVUaUUpMqaoilOMpPtwSVl8Sg4CvUJGgYhZ2CQjtzUwW+ronUpWp5Il4eRTMF/oZd8qGdkSTr6Ek1/FLVDKysXsPASApbzC1gZKgxiKt/XCMhkPXUnP51NyxCyUJbUVsi4Ln15Bza3mlyqqiE0ycl0lrpIOQ57FLHRdJQFma/FL+eRMHj5NxipUSfAKCfxTlYLNoOJzOQwcm4GnUHBoIo6haJQY9HIABAY9qa+PohliAjPdApBkS+Yz0SKZYnSmkiEDalBnmTerhRHQI3q03jQagAxH8lgKiYwq0RmLRvQojQ6lgZfAiCytuXgEFA6Z8vtNub2GH8396e3DeX3GEi0UfpHO3jKLkvxv3IvsovWG0ebbohGtBaq1pTptudGIN+iRsUnf5Y1P2RxkfC7ZDIr7B8hmqAx/lysTSeRP1XVlBhOibBMsPxR6RIfVG3O6ey9hyxDQHdWcR1uaRwHYEogF+4GRNuByAJBO4DJLFHOJwVCk05WaTGUApHV1FI1oKABmOP9sVD4kUq6j0Lju/koLmf+Q1t4oLHlGYTwiUP7k8j/W1uKMBhYAGL2ucHCAYCFnBHcRBi43m4jIMwijoWREU9Q3WNQ3jOrXFA2MlGiMMGTLADVtHgBlw7qyviFS3wCxrUukNSSTqVM8Fnp6ec2cMW3iuLHLF3tGhoSsDgnct31beWG+WlqlaVXnffxw9dCBa3H7o1f5LZ89y3PGNJeZ09zmz55jbTVt3Jjp48ceP3igv7Nz17adM6fPcbB3nzRpnqu7j8ei4MVe66J3n49LuHPt9usrN5MSTiZ6+W118gj38t2xduOJsMiDoaExURv2JH/4UVdVVS/mVPHKJCxUJTlLzse2yajNElKLjFLPx6hlNCkXyyTkdjTJmuXSMjRq3eqIDZFRa1dv+vguhcMUlePoDbUqk8ZMxVIeXr8Xt2PfKq9VK1f6rvD3X71pQ+DaiIjN6/YdPnDpyvkPb5LOnjzhvdwrNDR8lX9gzO59L1+8PnPqvPdyH+/lPiuWrozevB1fWhYVufYfv/22wMVx7owpXgvdPR3t43fu+PTs6fM7dxbY2jvNnn90b9yV0+ciA0NcbWyXebh6L/G4cPJwVQWts7lmoLOuUy1UNdCHuqoETFQVH6Oopva0iBtltNyUl68eXvj58SGHkFcnIHY2CnkkFCrtbXMNVcYtknGLxMz84XZxg7BMzCwc6axqqMSLGUVcQi4Tl8nAZogZJUoJtZmHrk578nlvSNaZHXlX439cPnovbhcbjeLQaDmFxR/ScvaduXL58ev9R6/sij0Zt+/cuaM3Es/fxaTmV+NpXRxu5bevpMQb1CunmeeP5GwJQ+/d8Dp82fMon88no3skZY1irEyMllUWCVnZbGIaJvddVvITdNZHZlkuDZMz0Nyg61Lru5vN/e3DbYqh1kZaaT42J7Xwx8esz68qSKVgoBMMdnU1SGEi9FCnua/Z2KMcaK6ScbB07A8hPbdOUCJi5Cir8CoZUS4qr+GXVrFKOHj40K22AiOk58u4RZ2N9FpBYUcjcaCN3q0iDjRTvzw5u9nf8evjg5iM88WpR6o5z+T8NyOt6Ox3587tC355dW+Ax7ikm1sLU47mf9sF+tOk7Ct1FbdoJafweWfJhbe65aUt0vJKYm6TiN4sq2itFXXKqwba6ntbZJXs0rz0N3u2BO3dGrx3S8jzO2eYZdlt9bzBVlmDkNytFILhZmDqBqbu4fYaXXcD0LYA05C2z/D4ZVrM9bfBF17FfiGkysHOOz/pDboRAAY1Bq1J06fpSHr38uzZs5dOXb137dnhg1e27jwVvu7g2s3How/djj76ZNuJpJiryUeeFEYkvNh9/fPtz6Unbr2O2h2/YcvO4K17pkfuO5wt8r1eOjcmZedbud+5kjE+R/9YtHXG0k3WDqHT7NdHxb54l9v4tkT9rLSxuMHEbwGc6kGVGsiF3eR0WjOhBjTqQOMwkLSDqlYg7QCyDiDrAdW9oHrQUv2gph/I+ixk2/OvVdKNgK4ZSrhdyArEXaCqB5a4Gxa0NHfCquwwcJshmlYP4p+kyXOYoKqvo0QIxF1aaoOZrwKVraBCbeYo4bagBQIwXw0q1P++8tUwPQtRgCu7YXI1pxWIejhvCqE+KeiErt2KDotW2QU/rsLCZhDP/lacNsBp+wWuZCWkL7wcSruYWhO62oiqMhRKDIUSyMNlDZB78Y1wrg+lCdIjWWEmK4zkRhNFYaIoYBAU05JNzWqBrbDMZsCAlAvoKnUmU/YZBzhtkPqQg0woisJYL6bKwGhCyvSXysp6mftLMuW0QU2Y3WpRhn9dglz49xWwWww0ZW+phPcGBemX1awjywFTbaD+dWO0pl990Qw1vAF2K1yRDU4b3OW2g4ouM1VlpqoMJIWZqhohyNvyBf2YaiAaAKzWgbLaxgxm5QcM/z1alkJqRVUOEuoHCbUjFPkvEzu/HXBa9HSlhtwAg7VHGXgUiTkwLgsJ8YYbv25JDRnY8hABkBWwSApIwlBLbwR4pQmvAPQ2wGweIddpmfX6SnkvR0T+DkXgWmqZlIYWUVDVfKyMh6Hj0pjEHGJpKrUsQ8zF1FURq0XlNSKispbV217T39kgFTG/vE+KP7BnbXiI9+KldnNtbWbb+vsFJd6+n5tdkPUzuyC7sCSv5PObz8XZBdkp6e+fvYrbscd/6cqlLgsdps9znDZ30Tyn4m+ZYNgMekbaq+Q9Dc369v7LCae9XRatcPVcYeFeL1fPFe5LvFw9lzgiIrDnIge35W6evp5eDjPnz544zct98Zek9821ityUjJhN0S5z7cf/1+920+dO/n1iyPLgtw/fFf4ofvfo47tHH78l/fj8PPlb0o9H157dv/w48cLDO+cfJF54aKnHd87ff3D10aPrDx5df5R48fbVk1cvJJxDWPdcwtlzCWfPHz13/ui5M/Gnj+0/unfHvp2bd+3YvGfLxt3rIjeHBEYG+IWFBa/dHLU9dtd+z4VLx/w+HgHgiROsp0yaOmHc+LF/wPgryMB/FZKGNfZ/xkz4Y7zVmAlWYyaM/32c9biJM6fMmD9rng3igrZov3+n379Lvg72tg72tvZ2Nogm7OBgZ2dng8jFdrbzHextne1tnO1tXOxt3J3sFzk7ero4LXRygFKwve0CR3tnJzt3d9eFC1zdXB1dnWzdHG3dnezcHG0ts5GcbefYTbKaNmOGXUDQ+tPnEp+/Snv1Hv3uC/HzN+qHL6S3H8pfvkI/fJhz61bqtSvJd++kP3+cn/S8KOkp9Dwjw36/viJ8f0tO/UBN/UD98Z7y7Q3x+xvIwD9e43++Jaa/J2Z9gi2+uV9ouV8ouV8oll5fZn4yI+8rPf8LveArA/WNUfSdic+sgAycwsKksHCprPI0Dj6di0/nlv6wPLDN5BMz+eQcPjVPQMni4X8yaTk8ei6fmcdj5vEYuZCBaZksagbzt7U79q/beSAq5hCi9G7Zl4DUpj3xiCN6Y+zhbQeO7Th0MvrgiVEFeGfcCUT7RUg45vDpvQnn4k5cij9zLf7MtbgTl/Yfu3Dg+MWDJy8jFmjE/5xw7saxC7dOXLpj8TzfPnXlLgLA5248PHfj4YVbj6/ceXbt1pMbt57euvPi9r0/Ex+8evj8458fUt9/yy7A0QgsEbdaKWxsq1L11HVpmgZNzRpzq8aAMG2n3oQgLuJt7gPQ4Yy4oJHj3UbQZTAjr7ZrDS3D2uahEYR+O3TGUfkXEX6h9mtB6BatHqk2vbHdYGo3mFotSNwLQJcZtg0jJDyKx3CQkh4CcIcJAnCnGZJwmwG06IB6xKQc0iuH9E3DBiR9uq5naDQ+urZnGMmRlrT1VjS1yzoHxK09FU3tHHkzu0Fd0dQuaeuV9QxVdg7wOwa4bX3slh6mqoem6CTVt5bXqgn1rRRFJ1nZVVbXgpaqisSKXEFdFkucTxdjuTX5ZMGz5OwtcafnLPD2Co269+ozWyrvM4Gm3mE0jfn8w5eQDRvHTJ0+ac7cKTOnTppiNXHSeOvJsEF47PgxY8b9Md5qnJXVeGtrq6lTJ8+cOX3u7DlzZ8+ZPXPWrJnT586cNmv6pCkTx08c//ukCWPnzJzi5mS/fMkCiL4+ywN8VwT4ea9a6bXKZ3mg38rgAJ+AAMT8/C/5NyhoZVDQysDAFav8vP18vQIDfMPDglZHhISGBAT4r/RescRnlVdAsG9IqH9YeODq1YHr14RFrQvbtS0qJMArYIXnhoiAjRGBob7L1gT57Nu56d2bh+W4bEUDT62saJBS66UEOHOIkVvDL2Ljf7CJaRJOoYhZyKXmsKm5THK2kA3tx0JGQSU9H9F7meVpbEKGZb5LIZuQUUHNbZQQOhWcHhW/t5k33CmSS7Bcchqi9NaLShurcEpZeY2gWMTKraBlcslpIlZuvai0uqJIwoHvKWQUsAkZLHy6iFmolJIQMzYy9AgZjCRhF0m5JZZAXRijVc3F1FfipEwUC5tKR38X0/IVYpKUjSFj0sswmSx2GZ1LLCEWY6hltBqRWDMgNOh4ei1dM0jTatjAxIJRTGaSJSEZyUYu1RqLh3VFA7rCAS1qcKRgaAROnbUA8Gg88mhUMlpvKtZCoRil0SGnFY/A+UDFIwA1bM4fMGR36zI7R76rejO7hotHoPALW1stGFkGfpmoR93UoxslOn2pwYjETSEAXKLTQ5FWp8MbYGAyHYCC7p63Ysl3eeOrSjGqd6CwZ7C4X5PV2pXX2fdD0Zzb0VsypHtfU5eiav7Z0obYszE6A1ZvvIjBFQ4MwTm6liHAo0ZoOGfIaB6lYqTvF8nEwsPRRPpirQ5RrQs0UOjGmUFOX2/eQD8EWq0WpxkRA1A+qPlZKz+Tnn0hO/+LSMo0QlhlA0AzwIZqnF6P5DzjAcx2JgGAB2aMHtqz8cCMB/AXQbUcxxr0RUMaVO9QUd9w8aAWPWKAI4iNAGspzIixqLufNDhC7OptAoDQoFi2ccv4+bYPnj3ZE7tzdWjIMs8FAT7ee3Zu37Z+7d5tW88nxBf9TO2ork55/iLYY6Gfk0uoh4eXne1ie7tAr+WBXss3hIdGBKy6cOoUMJrWRq5zdnJ3cPBwX7DS3nnpWGtbWyef8ZNdnRYELl6xZuHysI3RR28++PziTf6+Q4kJJ5/u2nf1duLnQ4evHku4dP/2wwoWq7Opjl5WCDVDbjm3LLuCkNfbJOxXi9n43KKsTxxKSXdLfUNN5dkTRwN8/fx8Au4nPu3p1AwO6FtaO/mCCmAG5mEt0OiBHqhlclRm3t0790JCwyPWRXkHBIWtWR8cHrlu/aYj8SdOHD9/+NCJQ4dOxO6Lj1izZYVv6IpVISv9QwOCI2ztnNavjyrIz33+6P6G8JBbF89cOX2sMC310fXruzZuGvt//is+Zt/HP1+r6xSa7j6gMyd/+OTqYDt/zvRFbg67ozfw2QS9pmOgs0YuozU3cFrk3L62KkU1vYqP41ILSrLef3p5A5X+RimFiV9tDVxiccr317dJxV9JxZ9pmG/4wg9yUXl9JU5dTRlsFVJKUjoaONrO2rY6Tg2vTC1jqKR0UvZb0Eh5eSDkx8Xd745v/3Ip/s7+7YnHDj29cfVt0our169FbY0+f/nahfNXTiecjtuxb/+6LcTvP/g/f2KePCy8cj770J707etTw/1RUeGlmyLyokKSo4JfbgquK/7RLqM2ytmSamKNGFsvRldxUczyNDzqKwWdRsdmE1BpnXLpYIu8T1U33KYYbJF3yqWlWSklGclcPAqV+gGV+qGSgm2tqeySV/UqqzVtjcYelalXre9qVMuYkHIJGRIWzIUW0oolDKyEViK2NAazyzMFpEyVDN9RTy7NeS7jZNVW5ooZqcOdzD4V6cjulZHe85NuxbPRb3j4JHLhLQH55WBTKbfs4/oVjt72M2LCAnaG+R1Y77PKY8LdM5H1/Ne3LziVo2KknBuMssu43AuY7Js8/Nf+Ji4DmymiYZuqeG11onoRQ8TG1YgoHcrKwTZpSx0blfb2+ul9W1ev2L7G50Xi2ZLMDwJqkbqaNdAi1XbVQxHY1A20LQOdzVRGTWTsTd/4J8tPf3guNkU+Rq+5lPKTou7QQL9zSkba1p2bVwWu9F/lO2firMDl4evW7ItLuHvw2MOoXZeDN51dtvrEwjVnA/Y82Xbp59ZLKTe/sRO/01dtv2C7fMOanSdjrz5zPXIloVS86Fqu25mCE4UjK85hxvies/aKG2sfOdU2wsl1+5Kl++VK0DEAVIOgD4A/PxUfO/awII0sI9S305WgagBUDwyXiQFfBSos8ClqA6JOmG8s7geSftjQK+2Dwc5ISfuADCrD/zpS1QskPf8qBH0R+hVZKLQSqrIGthpIB4ZJ9YDXRnqSPoCvsQi5EHJMbAXgQfo1MuRwm600c5SA0wS4Tf++cpoAB0ZD65EuX06rliwHtRrCo5+A02JmN5tYamh7hpZdqEnCTGleK1LwCCyLRxciNIKsLRDGqE2A1Ggqrzdia43oai1KoikQ6YulUCImQUJGzLpGIhz/oyNbrMtUBSLhQkcxuwV+4qjUzFSbGaqh8hr+G9Qv/ON3IH3LgAXvEJmfrGepIEZyWwGnxchUcV8XwnOYavi1sFvgirTaQsfy/1KIjAw4rYL3Ja0FfFDZrSHW6yiNo4nZEK0Ruka6dis6kQcHRnqTjiwfJtRpCHVaUgMMYaY3Q+Kt6AGcjrZ8AfVxVnUyseJNSe0PSleJxEhXg4ouwOvQ0ZoGCfXQBV3Rgdyznq7U05VGJvxB/vrm/8Jg7l892//Kymo2khuREG89vv6XAoxgMNGiq8NVCUhqQFYDJkR0PU0+wqgzCRWgXl2ZW8jOzaooLWSXZpMLU0T0YkUVVcwqrhOTxFwMBZeOQyWzKDmNNdSmOpasEs9joCUVpDoZr05WUYZGXTh9ws/La4Gzq/08O5t59hPGWXsuXPr80QtcSVlRThE6H532JSU/LRuPwuR8T394PTE+5kCot7/TTJsl9m7OM+av8Q1OffN5uKUb9ikM6O5fvuVp7+bl6rncZZGnvdsSR4+VHktXuC/xtIfcu9RlobuNk6eju6+n1yIHt/lTZtnPmOftsST9c0pLnTL1Q/KuqG2LnTzG/9fvU/6wtpti7zLL/fieU1mfc78n/fzzzpukxLf3Lz5+fvvVkxsvH1599uDK0/uXn9279DTxwuPb5+7dOHPt1vnrdy7evHH26qXj508dPH5s35GEvbDiYw8f2n0wbueB/dH79kfv2xO9NzZ6/9qwqDURGyPDo8KC14YGrdmwdvOBvYfPnroY6B9ibTXFavzEKZOm/rVOGD923PjfYUG3s6XG/z4OQWKEfpHVetzE6ZOmzZs513buPJt58//T/IwIv/Z2No4Odk6O9k6O9g72tna28EwIwPbQJm1nO9fB3tbRAdKvs72Nk+08F3sbDwe7BY72Hg52bnY2rvPnOs2bbTN3hp3tHEeH+ZB+ne3cnezcnezdHBzcnV3cHN3nzXawtXVfH7XnyfPktGxC8k/8k5d5D57l332Yfetu+q3ENFi3Um/cSLl7J/3Rg5yXTwtfPi188Sj/zyeFH/7EJL+D9PvjPTXtEz39MyP1A/X7W9K31+XfXpenviFYqjztHSHrIznnMzXnMzn7E6noBwep4lRu6U8+LqOyPKuSkCMiZAnK0nnYH2xEAYYuaAv0UvNF5NxKaIfO5BOzuNAIncooTSZTsji0HEi/zDwePYdDyWSS0+ikn7Tf1m3fF7UzbnPM4S2x8Vv3HNm2N2FLbPym3Yc2xxzetPvQxl0Ht8TG7zhwHHE774w7MUq8oxbo3YdOxcafQYgXQd+9Cef2Jpw7cPzi4dNXkaZfRPU9fvH28Yu3T1y6c/Jy4olLd5AG4DPX7iMYfOHW48u3n1668fj67Wd37ic9ePLuxavkj99yMlFlxXgGlS+trFXVtvY29gw39WtbNaZ2PWg3QKbtNpl6zGakuk2mbpOpy2gcBAAyqtHYZTT2AvhfUbfJ1K7TDVq2u4zGDr2+XafrNBiQyzsNhk6DATm/y2hEdjv0+jZLtRsMnSYTjMUymzuMxladrsMIs7I6TaZOk6nDaGw3GNr0+lYdzMdq1hrbjRCA242gRWdSafRNwzoEg9sMCAybmoZ18v7h2u7Bmu6hul5NQ7+2oV9b16up7hqUdvRXtfeJW3skbb3i1p5KdSfSPyxq6ZZ09lf3a8U9w4KOfl5rD7ell93Sg6jBJHkbob6FouhktfSTlV0oUUMOT4aqrCutqC/l1xaxpSiW+EMuZvPhU3ZeAW7+YafvPkGzBXx5c3mFqJTNf/4txW/DxjEzZlpNnQxzo63GWVlDAB43AQq/EydOmDxp4rSpk2fOmDZn9kzIvjOnI+OOpk2eMHniH5OsxkybPM523sxFHo4+3ksCV3mFBvmFBvmEBvmFBK4MCfQNCVwZHgLH+VoAGFqgLeUN24ADfIICff18vXx9vPxXrQwNCVq7ZvW6tZHhYSGBAb4+vst9/Zb5B3iHha1auzZkw4bQjevDo9aFrAlftX1zRPTG8NVB3mtDfc4dP5Cd+rGSQ+hoq1E08utrGAo5W15N4dBg+pSAntOrYjcIS+sEpQpJeW0FRsQsrKDm0/GQS4WMAsSfXFf5yw4tYhYibbpcUlYFNVfKLVFVU9rlrJZ6qoxfLKBncUg/BfSs6oqixiqcqobQUk+ml33jUdJ5lHQ+NaOCllnJyBaz8ypomXIxHrFPV3GKayowiOG5XlimqCLCzGdqLnRvkLNFzEIpt6SaXyrjljRUYOv5GAk1n1X6g1b0nYPLEtKK8cU/KcQCFgdP4ZELSCWZxCJirbDOOCw26SiDfeU93dSRYTYwM4GZBguSGMxe0hkgdPVrCi2qI2pwJK93uHBIj9YBtA4Uj5iKNEa0DjIYWgcslAuPoIbhFFzUMAysKtIYizRmS4GCQWNurwFxPmd0DuUPGDCGX9ovzmwqA2Y45/avRuJ/20Dr4UQiC21aJu7qjBgj7E8uMxjKjUYctG0DnN6Y2d75uV7+mF1xA095wOBfwZIuovF3qbxXorpHLOEDBv8hG2Y+f6itz+8byO8bwOqNFAAesDjZXT0F/YOlWv3fpeDRvl9E9R0NvsKazGVGc6lWj5yP1RtRmhGMDuY5X8ZiT+bnv6oUfq2t+9GowAwMETU6KQBVAFD1po9CyVMG6xau/CWPL7DMdqLDUUbGEo0W0X6JcMwybH5GHkAgSIz0LZdotPl9A+hBLWbIiNVC4RdjgoOgYOyWDuT3DJZrtJTBERkA9Qbz0cQH420cNu6OLSgp9PXzWuG9dGPUGvj8yMcrMihg65rI2E2bgpYufXjp8rUjRyOWeQUtWORt73g6du/Vk6dvXby0f8fOkFWrIoKCLp4919HWfvjwEWcXj5lzbN0Xenv5hM2Y5zFj/iLrGW5BrD+eAAAgAElEQVTrthw6cf5e8Npd3gGbF65cvyp0z837KYUYyWKvLfcepT57kXbh4pML5+5cvXS7JL/IMDAoZFEryBgOAcUsy2cTi2R8soiDl/DIchm/t02R9OxBWEDAjq3borftquRLgQn09Q5rzfqcwizNcB8wGYBOB4ZGgA7AP2uMQNmoljeqX7/7ejjhbHjk5pUrw1b5ro4I3Lhhzc6tm/ft33fy5Nmbcccuro/eFxq1zd5j8Xxnt2U+PsuWLdu5bfPL+3cvHT9y6fiRnVEbZlhNDPFZlZGcCowAmIBuQKcbHDFpTMAEaqWyDevXujjY+q9aERER8PbV43ZVVbO8ol5MGWiv7lKJGiRUFj6bWZ7VICJQMamV1IIOOauah+5ScOorcSJGAZeYzipPreGXiJn51Tx0g7BsuF0Mh+JWUdQyWg2vTC4kVXNxNbyyfrW4q5bWIywq/3D53t7Q1KsHP5zck5l44Vhk4PGoyMOb1iVEb9kTteb8gT3n9+66Hrf3QcKhNyeO5Fw6nn/u0M8DWz9sDC4+uA0dG1WyNZy8ZxN2+9pHnk6Ec0eqU95qargkbGaNWlxRS5NVlavrCAopHE4uZhUL6SXMslwCKk0tE3TKpe31kqHWRm2naqi1sSwvrSQjmYXLraSUsHC5+PxUARnd3SgdamnoqBdrO5QD6hpNW8Ngc3UNr5yBzWDi0jn4XBmDUM+lybk0RSVVJSLVcIrquIWdcsKAmtwgzO6oL61i/2iWoRpF+dtXO0avdsVmJnXUUivw3/nEz7Xc1C45VsbICvK0WbN8CROFvX3k4uldhxn5JWf37nad9nvCzuUEVIKq5k5NxY3PSWvIJVczPp3IS77BxCbDr5GDl7JJ9QJGg5gpr2KoarmdTUK5iNIkZchFlF6VuFcl5pMLf354dPl4zKGdkYkXD+d8e8kqz6mvJHXIK8CQGphNTz+WLNlyc2bUjfeNIOI1w/3Mz/DLWXdSuFRR/774K0t9/ZeuXD7bZpavz4pQ78CgZWE287ycFqxx9oxaHLh/3Z57aw889d1+12fX47D49167noTFvw8//NZ3R+L2U+/3XvrqHnXqt2WrF1x943kjxzeRHP2lafLG155xn+IeY3+bsspl8Q5vrwMzrH2JxfUtDdr6GnWNtLE4h3zv4p+NDFU/vx3GO3NbAcxMqgO0esBoAEwFYDfBRlMoEnbAFlYkqBnJahZ3Q+6V9YPqgf8HjEcBWGxp67UQLxRgoQn5r+LCob5wAFLVgCqHzXyZC0S9BnqjkdYI2ErAbjKzFPDTOU2AqdDTLHlOliPI8dHVyFDoqA0aUq2RoTAxlUOEaiDtK7uXbGIqDfRGPU1uoDeaGUozq8nEVMIhxlyVgasy8tRmXjO0W/NaAL8VVkUbzNlCqJjTArttYWhzoxlfpy+VDheLRtASI77W0k/baCQ36Il1OnI9LGoD/BSGwsRqMrNVMB6Zo4ZRycjb8lpGY5NFn9GDeBncFXbCVwXt8NN5LbCTWdAGbwaOmOoA/FYDQyH8VAJvia2CqWAci1rOaQa81l+XIBf+fa1oMzKVQNbflMvkv0fBX4rlow0MhYGhMDIURqbSxFQiq4nVpCHV6umN8By+5T05auQrAqK+EVxNd4FA/B4t+4yr+0ZgP8/pLKqEPM9UG2hKBKrhrrAHVA2MkBr0VAVMgbZEkUFp3eIw/wXefwna/4J2+HSgDarNTAjAMJobWz2CqzEQGuDQZgJMw4JqMJSClYCiBox2QGsFNIuWzmzSMxqM/EZQ39pG5XBzc+k5GcyiLELOV1ppWk1FuVxMruLj6sQkmaCcRcql4zMqWUVSQXlVRZmIV14vZcmEdAmf3lgr5bPoD+7cDPX3X7JgscN8e0/3RS72zhN+H+fluezx3YeonAJMfjEqMy/re1p2SnpuSkbqh+QbZy+H+QR6Orp7LVjiauM46Y8JPouWv3/2qkvZis4u9LB1XuK8YLGTh4et8yIHN2+PJSvclyx2cF/s5OHp7OFu5+xu57zYZcFilwUe9i4e9i6ezh7zps769u6zrm+4OLvgyN6Dvku8p42dPOa3sRP/z5QZf8zZFLzty/Pv35N+Pr+Z9O3P1EdXnj28/HS07l98fOfs/Runbl44cuZUXHxC7P743XuP7Tl0+tCx8wmnLh0/f/bI6bNHTp8+fOrY/qMHdh3auSlm85pt6yM2RYasDw9ZFxq0JjggPDxkzfYtu04eO3vn1r1tW3bMnW1jGY1iPX7shEkTJ8MhwOOskAnA1uOg5GQ9biIi+Y7759hRAJ441sp63MQpVpPnTJ9tN28+AsCj7b6jnmdE3XWCEq6Ds5ODo4MdIgI7O9k5Osx3sJ/vYD8Pupqd7VydoLfZyX6es8N8VwcbN0co87rYz3eeP8dx7qz5c6bOmz1l/pypTvbzFrg5LnRzdnd2cnFwdHZ0g2nP3iGnztx+/zH/3Zeip69ynyTl3bybevVmyuXr367eTLl55+edexkPHmQ/epT74hnqz2eoUe337fOST69wowD88yPt50caogCPAvCP1/iUV7jUN+WZH0i5X2gw5Pk7A5MhwGQIStMrMBmCskwhPltMypOQ86sIWYLyDD4ulYNLhdov1HuzBeRsAbNISsoR4FJZmBQG5getNIVamkwu+UIkpjMpWRxE+yVnMAg/qfgUMj6F/NvabXsRAEagd0ts/OaYwxt2HBjd3bY3Yfu+ozsOHEdU3z2Whl6k0Rfp8kX6fvccORtz+PSugzAZa9fBk7HxZ5AErCNnryOVcO7GqPkZ8T+fvJw4ysCIAnz59tOL1x/dTHxx//Hb50lf333JzMjH4hkCXpW8olpZ29yp6tO0DmvbtYZuI+g1A9h2azb3AtBvwdoeM4RhpPoAfKnLaOw2mfosJyA83G8BY+QcBIxHrx2laOR9EBju/otvkWjoLrO502RqNxhGkbgHQNtzl9mMMLBao23VmzvNEIBbdBB0lUNa5ZC2aVin0uibtcYWnUk9YlAOaeX9w3U9AzVdA3W9GvmArqFfi1igq7sgFQubu6Dk2zkg7egXtcCBw7Bau/8NgDnNPWx1N1PdRZG3UxQdFEUHSd5OkrcTGzvwDW1lNeoCjqyIX1vAlRYLaglSRTqRffLBnyExcav3xt/99L2uV9MDAFfRjK0Q3nj1fqqz6++TrMdYjR1jNXbiJCvryTAHa/Jk6+nTp06ZbD192pQZ06fOmD552tTJU6dMnDLZeuqUiVbj/jF54j/nzprs4Wrju2JxaNCKsGDf4ACviNBV4SE+YcG+IYHeIYErQ4NWhIf4hYf4BAYuCwxcFhCw3N9/mSX+yjswwCcwwMfXx2uV34qgQP+I8NC1kWvWRq4JCwkNDFi1ys971aqlQUErIyJWbVwfumVT2OaNoRs3BEeG+WxY479zS8TF0wcKs7+0NUlG+lXtqqrqKlpzk6BFLWhqYDbIyJWsQhbhZwUtu4qdzyOlCajZVexCKae4vhLXKCJKuSUV1Ny6SlyjhKCoIjbX0uRivJBRwKfkyMV4EbNQQMuroOYi44tkPLSIBc3PTHxKJSO7RlDcIMYgSm8Vt4BNTK2uKKquKGoQY+qE6OqKoqZqfL2oVC4pU9dQEQe1qpoiF+OrOMU8cra6htooIcD3ZEJFGhGBa/glMlZhNRtVzSySUPMFhBx+eQ4cfEItZZFL+QIarYKeRykt5FE5PeoaoBMDLcugIQz3EUeGEPol6LVEk5FlkR9xRkOJRls4MFTQCwvaboe0+X2aIo0RUR2LR0yFQ7C5F2sECPcWDulHy8LAJtSwCWUZd1QwaMzrM+b06LO6tJldw0UaiG04E7DYno1YswEHfoVpjbqp/76BMf6yWCOma6zlQrwF1Almc9HgoAWDjUQAUP2a3K5BrBYQzTBxmmgC5XoYAY3TQjt0iUZfotEiYi9qcBirN5abwMe6hvy+gRKNFmcwlZt+EWnxsCVhyxJ8hbivkblHkH4BwOgMiHqM8CoiGhMB4ALwU9n0tbYuVa74XtfwTih+QCDfxpRdRZUk8SqeMdlPWezLJeiTOblYzQhqYKB4eKTcBBDuxegMeDN89IA0JP8VqW0q1ULtt6B/MK93sGwElOlhvjTOBLBmCMBFejNKq8do9TwAmEMjSgBe5RRMdXZfFb724fPnW7dvSv72Pj8/fe+enWsigsODVoX7+20MDwvx9t4YGnruYHy418rIlX7r/YIX2zi9f/RcKa0vzM6/dOZCfNzB/bF7Vvn6nTx5ckPUpjMXLj9Lenvt9oNzVxMjona5eK7y9t+wImjj+ZtPQtbtXhoQtXH3iR1xVw4cv3//WebuAzenz/U+fvrxg0ffTpxMPHTw/MXzd7IziprqmtS11c11IimfUZT1nYJFqeolJk1PV6sSU5S/PjLcx2t59ObtOAwemEAlX9pQr8xGZYesDXz556PuNjUwGED/ABgxQQDWGIAJ6EcgsgIj6GjqZ+ErLh25Fh2+039RsN/i4IAVq71WRASvid4Um7B6+94DZy7HJJzatnd/SMQa35U+qwP9F9rbBixdOmfytN3bd0kEYmACxmFjZ0uXpncEvqcJdHX06kb0Wq32yJEj//jHf69c6b06IvjVi/sSHrm9sco02FonpHMpRTRMhpBRzCPn41Ff2fj0CkoWueSLmJkromUJqZkttZQqdqG6mtTZyGySkiQsVH+zQC4q71cLa3hYdOZ7BjZDQCkU0YsHW6r6lRwlM8dcT/p2dd/7o9uyLieU3ruSe/Xcw+2bLqwOvrAm9ML6sEf7tn8/n4C+f6X41vncM3HfdoQXH95MubAnd18kJmELat/azOhgzOEtr8KWl1+M7ypO1wnpigoSriyXJWUK5FyxEKOsLquugMHyQgZKQC2ioDPKC1JVUsQ/LEVc0EDTwyOWYnN+YLI/yYVkuZCMz0/B56c0CGgD6rqRdoW2Q9leJ+pRyLQdjW21fAEFRStNpxalCcrRDRyaupKpFlNbq/BN4mKVuLBbga7hJI904AfVWELhA3MP59aZDZErZ9Tx8turadzyTCE5o0dBVYqKNG387I+PnadZRSzxfXrx4fmY8ztDdu1dHbMrfPOSeTYR3jYv74XWCG+I2NcOx87K+3GUiXsuZqQV/3yOy/0sopUqq9j1AoaQWSZi48QcrIAJCV/KwQnpJfWVJGTs03B7jb63QcRAv3967eSBzXHRETfPHnjz6DKXmN/T1Z1w5ZO19+Fr6JZFl7JmxH1al8Te/ohw4wtv68EHVtMXznZY4LTQc/rc2TBV1XqW61x3z4Whdq5hs+yDZzivnuSwZrzD+kVrLhy4UxC0/5XfnhcxNwrPvWEdSCzecTlr6/m0lXHPZ2+/+P+FHfvN6/g/wx8vPoGeGPks4Ez6/kfFv031sV28ZZ7tmgl/LLl69qOE04xDEUuzS87sOXv78K12eqMesl8roDTo0QI4BYdYDUjVgGQZV0tthHZfihpQLJN4LRIf9Ljy2qDNWGiZhCTshhuVXf+P9xjxvv7SWi2u41FplKmGkUiCLiO5EXDaxO/R8h9kmNJMl8McY44KgjdHBbhqwG4yUOFxE13+n6uJ/guAEeIdgYNzmyhP08wMpSVcCkYrA5oCMjDVwsPsJgjAHJWJq/5FqtxmCKVwPtNfiVlIC6tl3hK06RIbDLhqLVZqxNeaKXJLorLCTIWsDouhMLOgEP0LJtkwGxlwWyyw2vqvldPclEVvyqLDV/ltcEVotqINOsMrO+DlFW2QjXktI+S6qi8YOAyZoYRn0pXwq2aqLJFXltvm/Mcq7DTQG0FlR0sBh/Q4FdJ1ZQcs5Kf7j3WYWAPpGtHnK9rMFiTux0pE70rEb0s6cnm9KCH8pbNaVBkMdSbTovrCsDGoGFMadZRGPVUBhXd+B1SSuW1wGrCFkLVk+Qip4VdLs2Vos8ni9P41tgp2L1tc4rABG04PRpqTkaHN/w7AsF25GTDbTSSlgQR93XpGwzCj2iBsNFXJZaU4Tl6uEFfMLs0mFXznEvIaRCQaNp2E+cmh5NeKiA1VJDiskVks4eMapDQBG0vFF+KKMrPTvn16m/T0QWLijavrIyKj1q6DmYV29otcFzjOt7WbYxPo4//kzoOcHxm5qZmpn76lfkjOSv6Zlfzz2d1H6yPWLvbwXOzhuWKp92L3RTMmTVsTuvpQzH53O+cFdi4L7FwQAF7u5unlatF+7ZwXOLgudHTzsHdxtXF0s3XysHdxt3OePWn6Qkc3dzvn109eDrT3SPmilA9f90fvdZrlMm+i7axxc8f9ZjXlf6bvWLP74ZUnF+IvJ56/n3j+buL5+3cv3Lt74cHts3eunbh5KeHimUMJR/fs2b9tW8zGjTvXR22LXBsVErF6VYivp5eP54qVi7xXLPRevmCF9yIfv2UB/iuCA1aG+Hj7ey/z9V0RsC5yY/zBY3fvPHj35mP8oaNODq7WVpOsxk8c+8c4a6tJCAAjfDtpvDVSE8dCJEY0YWSdONYKOWfmlBl28+bbzrf5T/pFWNci8EIF2NnJAdGBHR1sXJztnJ1snRxtnJ1sXV3s3Vwd3F3s3Zzt3CwkjDicPZzt3Z3sXOznO9nOdXWcYzd/mu286a5O8z0XuCxyd3Fxcna0d5kz297PN/LEydt/vs16/bE48XHa5TvfbzxIu57482Zi2t2H2U9fFr1IKnn2sujZs8KXz4tevyx5/bLkzYuSd3+WfkzCIsN+373AJL8mWkRgSso7MpR/LRbolLdQ/h21QOcnM4p+cDAZ/LLsyvIccVm2CJtZCUk4rQKbLsBlVJRlChAALk/jlafB7l9E/iVk8PCZPHQKvfATEdZnfOFnPPorCZdCI6QxyJlsWjYMwcKnUrDfCLhkQtk3IlSAEdbduOsgovciALxhxwGk3RfRhLfExkfvP4aIvQgDj8ZcIaAbc/j0zrgT2/cdjd5/DKHf/ccuIL7ouL9SoJEELCQE6/TVe0j21emr985ef3Dh1uOLt59cvv308s1nN+4m3X389vHLz68+pqZml2ApXLaoRtLYLG/vbh7UtI9ou/QGhF0h4uoNvSbzAAADAPSZQa/J3GeG270mM1J9ZojHAwgkm0GX3tCp049eNfTXhX1mePlo9ZrMPUaoJFukY2OnQd+h13Ua9N0mY7fJ2GU09AIzUj1mU7cJntCu07Zo/9UJ3G4AqmGdYkCjGta16kxNQ1rVsA6JjFYMaOR9Qw29g/W9g0gzsLz/1yTh+t7hup6h2u5BSWs3MmS4rmeourNf0totbukStnRWdQ1IugfEXf3Cjl4YHN3SzWnu4jR3MZQdNGU7qaEZX6OmNnawW/sZ6h5iQ2uJsAEjUaBFDXmcqhyWuERUm0HlPUjJ3Hjs7IEb94oF0kYDIDcocdKaz5jy8N17xs2YNn6y1fjJVpOmT546fcrkqZOmTrOeNXPqjCnWs6ZNhr2+U6ymTBw/xXrclMlW06dZz5k50dF++lJP50D/JZHhq9ZGrooI9Q0JWh4Zvmp1uE9Y8MrQYC/IwEHLQwK9gwOXwd2g5cEBXkH+y4P8vYMDVoQE+oYG+QX7+4YE+IUFBUaEhEYEh4cHhYX4Bwet8lvlszQ4cNnqML/1awM2rgvavCF4S1TI1k3B0ZtCdm0NffHocl0Vvb+jWsTFcmmo1iaBupHb0Szgs1ClhR8qOaiOJq5CiudTs4T0XAE1W0zLFZAy+YTManZxPR/DI2XVCrCtDbQ2OV1VQ1LXkuWSMiEzj0/N4lOzGOU/Khm5IlY+vSyFTUwTswv41CweJV3Eyq0RFMslWMuMkBIxO49HSa8TotvkVLkE21SNV8rK60WlnUqGqoYg5RUpZYQ2Ob25jtIgxkl5RQJ6DpuYViNA11bCkGdLzjO6uqKkuqKkhl8iIGWKqTlVtAIpvUhKL5HQSkX0cgGLxGHTyuj4HCI2m00mtTVKgK4C6LAD7STDMAXo6cDEAGYyMBKMOqJFAcYa9Bi9Dq0dKdYMFw9pigaHYQ1pi4b0JVo44wdRfYtHQPEIzHYuGDTkD+iRKhg0FA5B4Rc2/Q6CggFzXh/UfnN69LB6tbl9WqxFzrV4nk04swkHjGXAVA5g0vLfuXd0G7FYI/nPCP0irulyIzQJlwyPlBlM6GEYB40eNhLNIL9nJL9bm9MxXDoMcju1+d3G7HZtUb8ZPWIq6B8sHh4p6B9EQrDQI7ri4RH0iA6hX5zBhB7RFQ1pSjRaiLh/S35GALjcBDOiEXIuM5hKR3Sj95CmamEBwAeQtyk6Y2lPP1GjE1oMz5VwlJSZaDByABABUDw0xLT0/Rb0DxIsJmes3lg0pMHqjcg0KazeiKA1Ivzm9vRZbluH18HBwuXGX/SLMgCUzgTd5j39hCFNLQDEekXUgcMOCz137tqTEH/k8pVzGm23QiFNSNifcHhvTPSmTZHhWyJXH9+37897DxJi93vYOBzaGXv91MWwFQF7t+5KepIkFcqEPFFeTv7nj18ePXry4MGj1ZFr3RYujo7Zt333/nVbdu88cAwG9R+9aL9g5cqQqM17jgat3x22af+uQ5f2Hbu1buuxgPB90+d6z7HxPX856fHTn0ePJsYdvHL86K2cLEy7qpVPp4g4LBGHWS8RSYUVLUp5TZVof2xMZFho9JatVy9f6+roNWiBuFKm05p27d/ltMBx7YaIN69fAN2IWTOE6LRAbwYmMNA5CJ2pAwDmBw4CfU0PaBiszKdl/Zl67eh132WhCz0DQtbvDNocszx849ZDJzbvjd+xN37T5ujozTtWLlw2Z/KMjB+ZfT2DwAy62vsGe4Yh+uoBlyWolSn0I2ZgBgODI2YACkvQbgsXWU+e6Gw37+alU4SSvIF2haZLJWYTqaWZ+MLvud9ecAnZ2nZJazVZTM/mE1Or6NmqKlxrHVkuwtXwSxrFZa11dAE1V11NqRNgxYwiuZDAJWRL2WgpG1NJRTVUEssy33QLsUDJbCtLe7g5OOfEgS/RG8vOHPu6dUNy9Kbi44c5969Tr58uiN+Zvmtd5u612ENbGKd2pEV53Vw4+ZzHxD83LcHeOfBmf/DtLV7Zt+OBgqVrYLZWkbk0FJOLK6UV4dklinpql5JeX4mpoOTIOKUyDo5Tns/C5bfXijvqJEPNctDXrutQAU2vlEkqSf+Mz/0ipOTzynPKc76U5yTTijIbeDTQ365vb2qTVbZXC4dUdQPKmpYqrpReRi1Kw6R+EpNQSl5ZNTNXRvtRxfhSy/6klHxTCr80VH4uTb9QQXyNTr21Odh2sJFRxy4io5JlnNIqRmGdoFRdRWitZZ6M3XLr1Ck/l2WL5y0JdA1Zv3LzvjV7T8YcXesduNjW2m3+b4/vrOxSpQhoTwt+XEiIWfni9mFy4feMj8/KclMEFGx9JU1exZBLqbUiPBwFR0Epq5itddxupbBRQhHQUKpqRq+6sl3O61RUDLXLxCx0Qerrqyf3nIvfeSzhqH/UCff11/a9o0/Z/sA6+qnHse+R57OeZ9XaLNw2yyFgY8zRZUERB46fpFBZVVzJ45vPbt9KijlwOWr76ajYyyHbLy4KP+IccMg5MGHftfTVh5LWHv2w/07RoQe43bfRW66i1pzLWhrzynPXuwU7v89d++E35zO/Tdhg5X98841vU1dstfaItLaPnDwnIizy4vOX6LPnn58/fufK/kv8LIqW16wh1wFGowkrAlgJKBWAcgkgSM2EajOx1kyEDlVAUJgJCj2xAbZiUur1NPm/2I9rkVL/pnaaWU2IoohsICtgqX4VUwVH+7DUMNyYIgc0hYncIHxT2JHHGcaK4fBbOKdHYRk/CwfSAkYjMi/3P1cTXaGnNMDQY5ZKR643M5Q9RQLe63wIjTSFiWKZJERtNFMbTeQGA6keysL0RoOloC7KUFhGECHDgVQQMmHSsmUOEDJgidMG06qgI7rWWFZjJtZDEZjRBE+D04P+KpYKsNWwWJb6t1eZKjNFrsFJhW8K4SU0OJ3oX9fyLDHONAW8Z3azidzQV1wp+1QK2M1QcyY1GMprYGIzoR6Q5SZyw/9f6fA1RlK9PIUg+1RqIjf8+gio3v9vVdEONXm2ug8jVmRQZck40ceSyjeFwxjZMLoKCrBIPlZFtwZbXfeNAKkVqV9fi8XjzbU8NGGrjbRGHbleT4HznOCXwGuFTxwYSuS7RbYBswkWkr8N5xhbEqGRpwycFuS4idxgJNWbCHWWf3L18GvHN0LrAUVlSedqMTGVA2TpMLsWVKubKaxKVLEYhxYT0ZSCVErJz/pKkphZyiHkcYi5Mh6uurKMTy+glWdSyzMFLDSlLJuKLywrzvr46snD21fvXb9y5fyZm1cuxsXG7t25MzY6OmRVwGJ3dw8nF9vZcx3m2Rw9ePj1k+eFGdm4wuK0L9/SvqT8TP7x43vqmTPn/P0CbObZurm4z5g2026u7dwZc9wcXFzmOzjPs4fqriMUfpe6LPRyX4xwr4e9ywIHV5f5Di7zHdxsnZzn2XsvXGo3c57zPPsZVlMOxeyvqayqFki4ZPb3N8mXj19etcjPZtJ82ynzZoydOnvCjJUeXmHLAyO8g9b5RWwJWR+zLvrA5piDW/ce2h57eEf06bjYxPNn3j9+kPnpIyr9JzorC52Tm5uS9uH560snLmxds3nlEh9P18XLF3r5LPfzWe63fOmKld5+q8PXxu0/fOtG4ptX75O/pJw+ecbd1WPSxMkTJ1hPGGc12XrK+LETkEJIGFmRI+PGjB83ZvyY38eO/WPchHFWyMGpk6fZ/A2AR7Xf0bwrJPYZcUE7Ozm4ODu6ujhAAHae7+wEtV9Iv26Ori72Ls52Hi6Obk72Lg62ro527s4O7s4OcNd+vofLfGf7WU72czxcHRZ4uLi5uMLQaKeFXivCjp289fxV5u2HKWeufrx6P+3O0/xr9zNvP8i+9yjv+Uv0m3f4t2/LX7woef606M8X6KRnJd0vOFsAACAASURBVK9flL57if2QVPYxqez9S+z7Z6XvnqK/viIkvyZ+ewML5mC9Iaa+J6V9pGR+pOYls4p/8tDpFaWWwmZWlGVXlmWLcFlCTIYAncZHp/IsxSn9ySVmV+IzK/DpfEtxy36yMSmMkmRqUTIl/xMh7305AsAFn8pLk8nEdDYCwNQsFimdjvtORH8pw3wphwC8YceBLbHxW2Ljo3bGRe2M27rnyJbY+A07DiBgvH3f0W17EzbtPoS8tOvgSUQK/nsCFuJ2jo0/s+PAcSQgGjE/x524NCoX7z92Ie7EpUOnriCm6CNnr5+5dh9h4NNX75278fDi7SeX7jy9nPjsyp0XN++9uvPwdeKjNw9ffHjzOS0ThcWQWcJ6RV1Lh7K3r3lwqE2j6dLru4yGDr2uQ6vrNhj7/+JbhH6HLbsIFY+iL4LHLUPDLUPD7SPaHqNpEIAhy5ndBuMo+iIbCAB3G4zwbzOzqUOva9OOtP9fut4COI473fq+31dvvXWDu4kT74bMFpods2zZMjMzMzMzk9iWLNtihhGMhplBAxpmkEbMNBrG/uo/nWhz9+5X9VRXq9UaTSRVxb8+5znH4x5h4B6vp9vjhqfH6+nz+waCgUEI6vEH+0LSNFwO3Dhkb3f5+oJQpyfQ4fbDSGweGDb1W0391oZBW6cXarZ7zYMO86DDMuxusnlMA3Zdz5C+12rst8HXjf02Xc+QurNf2dmn7B5U9w9rB+2aAZuyd0jWNSjp6Ift0DR9M1nTyGvpkXTbBW2DTHMnzdTOsvTg1RaKoZVmakfJDFilmahtRAjk8WXVp18l3Ej7VCGQSPoGlVZ7db3sblr6DxPH/fDbP7//ZfToX//548+jf/xxVAh0R/36zx9//emHX/45CgDw99+MHvUtoN/ffvx9VljMwmmrVsxftyZm3ZqY1SsXrFoxf9WK+du2rNi8cdmGdUvWrYlZu3rRmlULV60AGAzfsDJuAeBhQL8LV8YtBsW/y5euWbFs9fK4lcvi4pbELl0UuyxmadySxYvmT1+5bM7m9bHbNsVtXh+7df3inZuX7duxIi3poVpCsfUZjCqmlI9qNnDNagYVm2fS0LRyIo9WKmBWNBvYLTqWUgDiTM1yokVFaVXTjGKstg7doWP3NQhMMpJRim8zspq0NIMMH+q6pJmVJIuGSkF9oqI/K+pqTAoi4Oe6GouGGqrEBDKvToLWSzEmBX5EBG7WUbsaOUpBtUpYoxRUSzjljWqSSgjakiwaaoueYZDhJRyEgF5SRysW0Evq2RWKuhqdBGuUE4xygkGGNymIjUqyglOh4dXohVi9EK/i4+vZRAGLxGZRGTwOkkHFKaUKt00LQQzXAN7Rx4F8dMjDCaEv2eegBb38UAgTyePGu10EjxvEDvu8IwVIaJsLNj/jPX8wMNEH6Bdl99dYPTVWT/WQu8bqQQ57YQAGYAzoNwgLv4g+d9UgfIMbzo4C6AvMzwB9qZCfCoGeIaIf+o8DB2vhPH5SKDQrJB1DGLubHZJMuRCEs3tofqi0vQ815EEP+dBDPoIDQg36awcCBAdEckIVnXaCO1hrtVEDENbhoviDbAhCDoHiIpLXD6u4RI8P63BhHS6SF+jJIwA8EnlNDQDrNT30TcleP9buBE3FQaiss/stX3i1svqdQFza0FQXBD1MTK8ftBO53OwghLfZ+RCEHh5mQhDJ56VBQTjgCl4zhmuH8S4PzumGzdUwAGMdruqBoar+QYzdSfGH5F8vRPaCnz/e94f8i7E76yCI1N1rgaDj9x9+/9vYvQcP7du5d8fmDWazUqbgmkwynVpcUvDpyN7tT25fe3DtyrNbtx5cubZyweK4eYsObtuzYMacyLHhG+LW3bxyWyJSKKQaGoX5LvXDjRu3EhKTHz56MnZi2Nff/RA1ffa0OYvuPH6dVVx98eaT2YvXzopZs+XAmT0nrmw9eD52zd5z11+cvfpi255Lv05Y+I/f5vw8ZsGRE4/jkyuv33h/7vzbo8duJ7x5x6Qwejt6WFRmfZ3YNezs7+p79OAxEKeXLj988IhKofW6A34v5PdCb97Eh0WEx65Ysixu8abN6wx6rd/ngSDIHwwEIcjlcAMY9kAgnHAIEqYhEraezTl1X12EN2N4rVztcLOtpAC9ZtOhlduPzFu7+9yD+F0nri5bv3vXvlO7dx6Li1mDrMA4hn3WIWdbay8UgJw2v93q1akbyktqCFhak6XT7YKsVs+ww++DIHadOG7V2qiwyXOmRm9cGZeTnuIe7GozKvRSLpeIwJR95BHLOnRs0HXUJhpuE3ZoqXoRskVLHWwVqwW1QlpJp4mnEWIsKppBQrB3qh1dGhkbySeVoorTEDmJejFZx0dLsTlSRDrUKEZcO1l15jDl0pmKXdvqb1+rv32FeGIf9sjO6n3rsAc3YPavRm5fgtq55O3U0QXrZxXtXpxzKPbasnHpVzbd2b/gzdWtbQpUowwtpBW1mrgSMV6pYRqa6wVifJOR2d/CN0rxYkZFiL1JAnJ1HalmwKLvb9QB9B3q7mvQ+vs7VFwaIvudiIwgV2bU5qey0YVSOopQms1EljnazO7Opi6dvE1V32dSO9oavN3N3Xq5mFQtwBUPGNneTmG3DtNQn98gyWxRZfaY8ts0mcOtCF8v0SDI3rV8ggD7uZ5QqOdhtXx8s5ZrqCf1t0gN9aROk/jkrs0r582b9P2Y2GlL056kK5iqPmNXn7ljoNFSnZ96bNeU9bFffU462NOIb9XiP765WvDuGY9QQygvqMn7RKoq1oroRgVTxK4WcxGNWoZRStfX06VsbIOC1arnG6RUk5yqrMNwiMVmBc3aoTbJ6bZOnX+oydZpoJGI63ZcDos7O3bD9cmHX085mzHvfNaGK4VzNzxcte3e7mNP9py9P2/tTpG+2QNB1n4f/Cyms8cjVrblIpjnHqRvPfkkdsf1CXN3/zRj24p9j3deylh1PGnr9aLrWbJzH+UrLlZO3ZAUvTp1Ylz6nJ3lEZs+T9/z6dc1N+cefxF3/vXE1ac3n/u4al/SliPpB09/OnQq4drlxGt7L0OmIUjWbqepIY4JyL/iVjdaBNE1EEMXZBp8DIOPYQLSHM0SoDd4qCYn3eCmGVwMI2wDDjXZAiYEciUPME+QY/FxGoFPOEREMAWB66EbAPnwmqEQkQLs4TaB9iBxV4BukqVW91TyHSQVxG4Iss0+qs5D00EsM2Bglhn02f6vY4Dd6GGZnXQDVNfiphmgulZLMVP1CTsCVABZmaBpNkA3eWgGD90Ij5duHBk/zQigC9QXgQHNtCxLKKKpFZL0gQ5bbitEbwiQDUGKERh04fioP2KcmkN9QhYAxuzQV3GawT100K4EXo1qguhmH1EHsZvqXhSBGiSywUcOdQUzGwN0E/gqZoOXpAtdNDtxqq4Srv4DFmI3+/AaP0HrxighitFP0EJkg5eg/Y9jR8kDZEOAbGjIJAXIBohq8uA1ASrg55GBqXLk6KcZh1BSSz7NlE3qRtQB2K5rA/VIvDaorgMcWU2QuCfIalJl4Hz0BqDVc1tgDIYDurxs8IsG0AtoFjwRgJV2H6cx9CgBPB3445deF3pSEDKWB9mNfqYZ8Dm88xxae/7jgQLH4mea/TQjPF660UnSQ/X9kKALKMAhndnO1Ln4JkjdPsBXKJE4CapWQyfysQgerrxJxaln1hqldKOMxqdUEJCZTGKRQog3KhkaKZWCLWQQEPja4pePblw4efDO1fMPb167e+PKjcsXLp09dfHMyaMH9sbFxEwJC5saHh42bsL0yOiZEdH3r92k44jVxWX5H7OLcguLi0sLi0ruP3i0dGncokWLo6KmzJw+a9qU6VGTIyeNAerx1EmRsyKnzZgcPSt86vzpv8+KnBY+ZmLkuMnTJkcBlXhy1IzwKdETwif9Mm56WHTE2EnwcXbU9Pinr/QydV9zp0Ykp6OI+WmZt89d3btx67ZV67avXr8pdsWOlWuObd9189TZpEdPC9My0IUlZASCg0VycTVcXA0DXUWsLMGUFGJLS7Dl5aiycnwlEl+NriwsS32bevXc1Z2bdq6IXbl82arly1ZsWLf52JGTD+8/SUl6n/YuIzU57ca1m1Ojp4367odR3/3w/d9Hjf7hHzDZwqz7v49ff/nNl/8NSoP/9g2oC/76y29++P7HcWPGjijAI3u/fwVgmIHDwyZFRoRFR0VMiQ7/NwCOjpocFTkpInzClIjJkZMnhE0YGz5xXORkcH9U2GQQjhU2NnzSL1Hh46ZOiYiOiggLiwgLmxY1Zf6V6y+evMx6m1r1NL7i/svy+28q776svPGw+GV87at4ZFIK7l0aKTUVHx9fm5yIyUinpCXjP6QSP6aSPiQT0hKwaQnYz8nEnPdUGIDz0um5abTcNFpBBqBfRC6/Jk+AL5PTkVpGrY5SqcSV1GOKBJgiAaz94ksluBJAv4QSCbG0nlQmYVTK6QgZvRwwMLVURCzko7OZgHtzmMgsOjqbic/n4vJZ6Bw6qYDDRtTDFmguiI/kEvNouGwyMYdKLWD+17Z9JzfuPLJmy/41W/av335o8+5jW/Yc37z72M6DZ3YePLP78Lk9R87/dWCNF94Ehg3PMCTvPnr+0JlrcNHRyct3T16+e+bag/M3H8OxWH89nr56//TV+5dCm8CwBRreAb75+G0oByvl0au05wkZr5I/x6dlp2WX5JUjK9AkMk+oamyx9PQ19fZ3OhyDgcBQEAi/Lgiy+qEBT2DIB3VYHXKThSmWUevEXJmKr9AIVDq+QkMXStA0VkktNqe8Kr8SWViNQuBIBDZfqNYb27s7h50DnoDVDzlCr+aCqdgPDflCenKIkGGbdH8g8NdV4S63u93h6HA6u9zubo+nw+lstdngiKwur7/V4TIPDLW7PP0Q1OnxNdsczTYHnJXV7vLAwVqdHl+nN9jq9FqGnU02V6vTC58b+62mgWHzoM3Yb9V292u6+jRdffLWTlFDs75/WDvwr9EM2OBR9FgFrT0scyvD2Mxp7BS1D8h6bPJ+h3zAXd/vFPbYeB2DnLZeVks3q6Wb2dxFNbYUckRvKmqeFJR+JNJIRgtKqUsoQ0yPXTJ6/G/f/fzj30d//+PPo3/77ZfRP34Hkq5Gf//TD38f/d03//j+6zG//BAVPm7OnKmLF8+OWThtScz0lcvnbt64dPfONbt2rN64fsnK5XN371yzYd3ibVuWb9uyfFnsrOXLfl+/NmZZ7Ow1KxasWbFo/eolm9fHrV+1dEXsgpVLYzasXr5+FZi4mJh5M2fOmzkzdsGipQtjFvw+c2nMzJWxM/ftWLVry9LzJ3e+T7hbWfy+QctpbxQblTSDgtxq4rab2BoxWkAv4VOLpGyEWlCrrceohLVKARLwrZ7d3VDXqmO16lgtWiYYFbVJQW6UEY1SvFaEhm+W86v1UlybkdVqYBpkeAYuW8wq10mwrQZmu4mtl+J0Emy3hS/hlMMicJOW0t8q6G8VNKiI8NIvqBIJIXGLntZhZjVpKdp6FHhL3EqVsJZDysdUpNKxWRIOQsgoNSmIirqaOlqxkFGqFCDh11fVIc1SbKOM2KRiNqm56noGl0kgkXFYGrmMQKDptCqXQwH5WW4bwTlA8tvogDm9TJC0FGRAARoUoAb9tIAfFoG5oSxokAIdDMCCMMENtn9DYc5+lB0M2hEY0X5h4Re+XmP1VA26KgdcKBuEtEJVA97Kfk/1kAftCBC8wPaM94JCXYLPSwx4/5R/AQADXTcI6I7gBR5pQoj0SH4I7fBhXQEYvIk+cAO4xxcETOgPLcR6IJzTj7Z5kIPumgEXctBTO+RFWQMoawBthdBWCDUEoawBoGCHpF2KP0gLAo4dcRqTvH7wH+jyjERh0f5cSEY5nCiHE46qxjpcaJuD4PLQAhDWakcNWGneAMnpwdsAheL7h0qMjSlcwWM86RGOmMgXlLW2MfwBmNL/Wu0Lop6DAXrIxQ1v+cJhYzinl+D2Ez0BvMtXa3VUDwyjhp1kH3ifFD9ED0CoIRdq2M2FoKpBBzBse3xMf4Dv8Sp9gSwSafzs2QeOHTtx/OiRXbvbTQZLg0KjFbQ2q1ubNU1mhbSO8fbJ/e1rVj24cuXw9p2/R05dOmdB7NxFi+ctChsbtjpuTfLb1OKC8sMHjq9ds3Hrlp1r12zcsXP3tOkzo6fP2rZ73+0HT/YfO/PkdcrNR6/PXn3wsaDy3ovk9TsP7zl2YdOeE1fuvHydkn3wxI2Dx25u2HoyctqKL74J27Lj8rGTL7Zsv/HwScG586/37jnz4P7zWiTB0tjRYulqbepGI4nL49asWr5u/ZrNaCQ+6IeGBmxdHb0mQ+Psmb9vXL9l7ep1mzZsXrw4tl4q8UGQLeh1Q5AbCgzbrZA/AA0MQ4NeSGx8vXCT4FZi/bM0F45jyEeeXbxBiKBCg9DuHac37zqzaP3+/RcenbzxetX2U8vXHdy45fjG9UcG+wK5uYgjR87Ex6dDAaipsRuHoXOYQjyG6rJDbidkHw70DrgGhn0OP2T1Ql39tvNnL0wJi5geGbk6dvHJg/skXBoUsBvlfAampFnD6zDwmzUMObt8uE3YaaDLWKViRkmDgtRrqetrEvQ3i/ubxU1qupRdpeJjWjTsRgVdREOgitOYmMIuk6hDx20QotoE6ICaDUkYH3dvZN26gj26v3bvtsod61H7NxGPbSUd24Q/tAZ/YAXp4ArK0dXYg2txZ7cRbx0SfXxwbeOMF+c3smrfC+n5ZhVer8BqZZjeNtFwn7LRyNBpqBYT06wkNGlIzRqamFGhExGa1Vw+sVLGwtvbG52dTQMW/VCz0dFhgYZ7FWwKA1WqqyNIGQgBsbyeWqXi4BVMfB2+hl5d2mvQWC2mwQZDj1493GSGBjrdnU0daj4TmdahrrE24drURQ3SDzphYoMsuc+ShSw4Vkd8ONRUvXfNb/ii501ivIqGlJCrtEJiV5OkUcVqNvCNUrqYjVm9cNaEf/x4Zu8hHpExYOmwqHRCClnGow616S1qZuqzkztWh+/bMPPWuR1UZF6XUSEik1UcLr60jI3F1BRk4Svy2/SCJg1Dzq/sbxXJOBidmNao5OrEFL2EMtimdPbqWvVsHCKdjMwySKnKOpxJxoAcnRohLT3x7aXLT3+POxi28ujsA/cWnHzz87JzX0/aFj7n2KHTqUfOJa0/fGfF/ostbqjXB/mCIft9EPJ4g84ANOSHBoJQiw2iSVuKsILbr3IWrT8RtWTvgq3X9z8ou/RJdCil7lK2ceMFZHjs2wmLUqatyRm7JHnsijcz9ydNP/By/qn4Wftfz9+ftu5M+fojBat2vX+TwTt3LplVwbIKjJCyw8vRBxhasPrLMUAcPcQ2+Nl6L8fo45j93FDKMc3io5oCTLABC5S6/3kMshuDHGA2/kPYhLt2YVXzz+rdIMcCbmMDGROq77bjlG6SFuK1BKhG0JELqnFbVGk1xiz8UK0Y4jdD/GYXUeUmqiBeE8Q0ARLmNEJcC/gQGJst4ENBMyRus5GUdrIKKMaCFuyd98DCzWmEWOYA3eCn6rxkDTw+itZDUntIai9Z4yP9awJEjRsj96DlbpQsgFe7UTJXrTRI0FgRAoiggUg6iGKAqEaIZgInJB1E1IIjWQeRdEGSNkDUeIlqP0Htw6scNfXga3EqcA9e7cUoAlgleE2kBOK2DFfUSV+XdOXRAGATtT1FLC9GAVENPrzKjZLBr9xbzDa9rx0q4zmqRH6UHMKqAmiFFyn1IqW+WpkfJfeh/8MEcaoAVulDy70omRcl86HlAawyiAMv68EqfHiVnwDeYYCoAW+baggQNQGiJkjSwgMuwlPXDrCZ1wpxmt0EDUBiUWdbObe5hOWm6mEntocOnn2A3ybH4mOa/bDaPPK7Dj3UAIjLCUnl3CY/0+xlmMDfhqgj9DDFBD9xAH8G3CaAwaKOf+nhf7Y0w2owxG4GNmnQpdwGcUGcGMjNFljsPAPU2Gchs5VYvJZGYlYV8TBlQkoNj1TRpOa26vlyHkbMBFsYKjFeL6dYdFw+oxpTlZ3/KeH1I5Dyd/vKmesXTt2+cu7BjasPbly9den85dMnThzYt2ntqoVzZkVOnDg9MjJ8/PiwceN2bdmW8/EzCYOrLCuvqanNKyrGEIifM7PXb9gUPWXatGkzIsOjoiKiIydFTAmPnhk9fVrElIixk2C4nR01fUbUtGkRU4BEPDE8YkJY+PjJ4eMnR04MDx8/OWJCWNSkiIgJYRN/Gz9pzISo8ZOO792Xn/GhuqhQJ6nnkUiEKgSfSKDWVJKrKngErJCMY9RW0moq2JgaRk0ZpjALX5KDLcpC5X9C5n+uLchEFmbX5OdU5ueW5WRlpqYkv3yV+jo+M/1TYXZ+7uecj+8zrl6+du/O3edPXyTGJ31Iy/j8MTMlKfXp42fHjhyPioiGV3/hFOhvvvr2+7+PGkHfr7/85usvv/nqi6/hGZGC4evw2vA/fhwN1/lOnjQBTn6GN34nTRwfFRkOr/6CoqPI8CnRkaErE6dOCYcH5t6I8AnRUWFTp0SETZ4YHRVC3MkTwyZNjowEYm9E+OQFc2dGTB4XPnHc9GlTJk0K++XX8YuXbbh6+/Xzt3mPX+XffVZw+2nx3edld15U3X2JvPe8KvEdIeUd4d07QmoqPiUFl5KCe59KyHhHSkvEpSfh38djkl7WvH+Nykol56bRQkd6iIGB9lv4EcRBl2dzK3J4qEJxaISYYjGupB4GYFQBH1dSjy0W40slZISCUqEglkrJ5VJGtYpaLiGViEIR0GAHmFoqwudzUVmM2mwGKoeJy+MQCnjEIi6pmEcp4pELuWyEiFLEoRQymWU8VjmfkEutSUMjUmr+a8OOw+u2HVyzZf/qzfvWbNm/dusBGIY37z62de+J7ftP7Tp0ds+R83uPXth37OL+4/9qP4JToPcev7jn2IXdR8/vO3HpyLkbsMZ78vJdWO89e/3hX/d+L9x6MjJX7r0YWQAeAWDAwI8S7j9Pffo2/XlCxvPEDy+TP8anZad8ykvNKsAyOApzU+vA0DAEYHXAH+hxe4YDkLa5E8+qK6hCv8sufP3+U0JG9sfC8tSsgvc5Rel5JR/yS9Nyi1My8xMyst+kfU7IyE7IyE78mJOaVfCxsDy3AllYjSlG4ghsAV0oE6qNaku7ubO/bdDR5wJUPOAH6VkDAXAEi8fAqQd046HQDAbB9V4viNeC46M7nZ5Wh6vd5bFYbdquHovV1hv4Iyy6zeluc4IWJfgExuA2p7fJ5rIMO5vtbjguyzxo0/UMNFodlmFnKCjLaugbMvQNabr6ZC0dqo4+VVe/untA3TekHRjWD9kNQ0691RnyRduUvcPy0Ei7h8Udg4LWPmmfvb7fXt9jF/ZY67oG+Z0D/M4BXkc/t72PbunA6c25LN6riupXFdXJKFxyVc32Uyd+CZ/4/W//+Hncr8AFPfqHH0b97ecfv/vx71///OPfJvz2jynh4+fOnhIbM3vFioWrVy9auXze5o1Lt29dsX5tzIq4OTu2rbx7+1zmp4S7t8/t2LZy1Yp5mzbEbly/ZOP6JRvWLV66ZNbSmNkrl81fsXTe4gUzFs2dsXTRnLjF82IXzp0zY8rcmVPnzpw2f/aM2IXz1q5Ytn7lyrUrlq5dPm/bhpgLp3Z9SH6gk9ODztbuZqleQmoz8BT8WhYuh4n+xMFlCSn5Wn5Vq4o00Mjt0FIbJFiTBNOuZfSaeU1qeijMpkLOrdGKsCYZqUFBapQRG6QEoxRv0VBh9bXNyGo3sc1KkrYeE0q6qpLzq2W8Kp0Ea9FQtfUYOb865FjGt+hpXY2crkYOHP4M9/02qIhyfqWcXwlvBdfRCvnUglAhMFNRVyNklAroJRxSvoBeAr8szNt6KU7GA99IJ8GqRSgREyTuSNlVsjqskIOhU2vxFByBxSQIhfyWVsnQsNwfqPN5yA4rzjmE89kIQScF8tGgwAgA0wJ+ehAkMHH/LAGGAfiPYh6vn+AFki/aEYDpFz5BDnthBRg+Ioe9tTYfzMOw87my3wNrv2iHj+ALkoNQKFDKRwx44e1fmIEpEPgU2G71A/TFugJoh6/W5kEOu2ttHjhSC86U/pcQ7YEIbmBsxti9qGGwolzd76zqc6CsPvSwH2MLYGwQ1g4GY4MwtkAIL72wgZkW/IN+R6KeSV7/yGYvbHUu6+2jhSzKsOOaHASdQxwQ8uwle/1kl5fmBdVKTB9EcYImXq4vyPMG4S5ihseXYzDeRGP2fv5MDwbpwSAl4B8ZuO+X7AP0TvIGCW5/aD8Z0C/JG8TY3TinF+vwoIadWIeH7AP0C8qonP5aq0sakrvLO/vAQwqPnzowKLY7q+ul648enrZwfkLC29WxMXI2o0UjkQhpNVU5rc1Ko1bU2axpNSoGWhsYqJqTu3fFzJixcMbMJXPmTh47PiosPGJi+KULV9eu2rhq+Ybp036fP2/xwgVLfv5pzPejfhw7bsL3o386e/FK3Mp1tx88S3qXef3ei4IyjL6xJ7OwOmbF5ri12zfuOPQ2NbMSTX3wJCFm6foLlx8dPHJ12oyVJRVsc1Ng/5Enq9ZdvH3v89kLj4+fvHbk2NXHT5P7en0Gfcemjfs3rt+zfeuBh/dfWcztHmdgaMA22D+8dfO2VctWbly+fv2ytWvj1q5cvqq9o8seAGu/HY6BoYA9AHkgjwNyOKEBO+LIxfrLzxiHrkLkuu6cio4y9K24zX5N57t7ibs2Htm5+8KG3RdvvcxeufPCgjWH9x5/MGfR9oxPKH8AwhN5SDRFb2qrr9fyuTKVwqyQ6ob6nf09Dq8L8nmg7l5XY0t/S4+j3wXZfVAQgooKSufNmhs5OSxm7txDu7ajEMVdFq1eyrV1Gly9Jo0A19Mo6G3gOLukjk5Ji5beoqWbZARVHdIgIbTqWE1qklp/wQAAIABJREFUulqA5hFLGuS0OnIZtiydWJlJR+ULKAg+qXSwVWJrFkNDjVCzgp34pPjEvo+bVjKuncGe2Vd5eHPRnuUl++Nqjq3Bnl6POraifH8s4dL+0tO7Ci7uubRi2q3dcfdPby7NeOwbNIDHdkaOtUU81CLoNrEcPVJbj1jILDDJsXJeRR2liIbK0grxrVo+G1tGry3p0Mm7japWtaRDJ+8xqd3dLRI6gYku4+FK+ITiEP1iVRx8Hb4KW5RV+iGZXVvVIK6ztzS6O1ocrRYwbQ3DzQopPbsk/ZScmVRHfKwTJg61FBglrzPernz3PM7bW3t485jcxFMdSkKDAKdj4XU8UpOK06jlmFTMFoOg3SwR0LFTJ/588dihDpOhVa81SEVdjRqjgk3F5inFqK5GXrdZeGb/+v0b4/ZvWHn9+PGKT7k8LJ2JJFGr8DImj4PDVuZmECpztGJci55m0VC7GyQyDoFHqpRxMFoxSS8hwU1yZgXFICUOtMr6W+QdRlFV/vu3D6/u37Lh4qlLR49fi4xZP2nZ9vXnXyzccXPOivMTondt2fl42+FnMduvrThyqx0C9YTgkbcblAM73Y4Bpxs8SYeg/iDU6QD/uhjyQk3dbgxHdexO6uozCYfe4tc+ws47X3IxTbHpYs3SgxUxeyrDV2WMWfpm/NoXY9c9/HX1vZl70+fvK1iyv2zx1swth/NXbHp64UyCkaXzKNsgVbuPb4T4ZkjYBLKveCYf1+DhGN1cE4gdgn3CTIuP3hBkAfvu/x7gXGU1wPuxgGr+dLrCJmQ/bD9mmHwME6y7AvSV9HgpeojbDDEa/BSDn2IADKzoa8wl8V8VdJaxwZaspAugLLsB4C67IUg3+ChaL1njp+ogBthPHsJKg9wGsC2sGxrGy5uK6fJ3VcCFyzIDZmYYg1R9gALo7g/Soxggsh4MUQvgFq8O4lQwPfoxCj9KHsSpvEipGykJoBUOhNBWXudACN2VYnd1vaeq3lUldiCE9gqBq0oMj7Na/NdxVYmdlSJnBbjHXlZnrxB4qur9KLm3WuKsFEFYdX8hS/68qK+ACbFbghilu7regRBCFCNE1IETeiNENsqeFXqrJYEaKVQrB4MMTa0CQiuhWnkgdPHfjxgV/Fk/UhZEysBn0UoIo4KwKginBoNVAXiulflqZQG0Ap4gRhnEKME9oQHcTjM7sEpYi/aSdEAMp5u7KviGTEI/SgK7r30ME+BVuONX3geC03jNPobJTdXDNux/abyw8zz0e4ct2QG6KUAHAAyGaQZ/MPyWP3zjsPNc0AbU4JA3HqA1oN9/ATDEaw/y2gP8VifPBGk77WKDAoUXI2tEmGpGdREfX6GuI2iEJLWQoBERlXUYLqmESy0zqeitJoGUj6ETSqpLM1JeP7h/7eydq6fvXD17+8qZO1fP37p89vqFU9cvnLp27vTpY4cO7N4Ru2DB/FmzpkdGho0bN+HXMTFz5z+8fZeIxSGRqGoU+nNmdnlFZXZO3t59BxYsWDR79pxQtFNEdFjU9Khps6fOnDVlxpSwqEljJkwNj4ZnSlgUzLrh4yeHjZsUMSEsbNykERKeNGZC2LhJ0ZPDv//yv2dFTlo4c0pxVjq2oohSiyBXl9FRFbjyfAKiAFeWW52XXpv3gVCaTSzPwhZmUBH5xNJsbEFmbd7H6uwPFZlpJZ/eF6a/+5T0NvXVizdPHr1+/PDt8+dJr18nvY1PfPMWUV5RUVZeVFCY+enzh7T0dynv37x6+/D+o107dk8cPwm2QH/3t+9HfffDl//91bdf/+3/D4D/ev2rL77+9uu/hXTjHyeMGw8XHf3RaRT6uYwAMLwAHNJ+I6OjIiIjwuA14BHhNyJ8YnRU2IzpU2fPmjElKjpsUvjkyeHh4ZEREVER4VMiI6NnTJ86d87smdNnTJgwacKEqMXLNpy68ODpm6xnb4seviq6/azw+sOCqw+Lbjwpv/MS+fgNJj4Zm5iMhdE3KQkD/M+J2LRkPAzAaQnY1DeoD/HYnPfU/A+MnPfUggxWaJgw/ZZm8SpyeIhcfm2BqCZPUJ3LQ+bXYYpEIQYW4UpEIwlY/wbAtAopoUiAymLVZjIxOSx8Phefz8XmsmsyabXZDPgKoZBDLOKSC8HAAEwuYNBLOIxSLiGXWvsBW/0e9V/rtx/auPPIpl1HN+06unHnkQ07Dm/YcRi+smXP8W37TsI68AgAw6ovzL17jl3YF4q8OnDqyuGz12Hn85lrD+D2I1gNhrVfmIQv3HoCp0BfuvPs2oNX8MAlwHAT0o1Hb649eHX7acKDV6lP4tOfJWa8fpeZ/KkgLacUReEqzC3ddq8tCFTfPpdPbWnlK3QZ+RXJnwoSPuTCx6cJ6fdfJj98nfokPu1JfNrThPTnSRmvUj/Hp+ckfcxP+VyY8CE3Pj0nPj0nMSMvNbMoLac0Laf0fXZJyufC99klHwsQmcXVWSU12aXInLLavAp0KYZUQSDXUFhYNo8mkgt1Rk1LV0PvQFO/rd3m7HEF+ryBPg80GAD/17SH3HxwQFen02Po6m3oG4TBuNcbgMuW/lq/1OnxwVvBLXZ3u8vX6Qm0Ob2NQ3Z9z4B5YBjeEzb2DRn7hkz9Vn3PgKKty9hvhUffP6TrG9T0ABhWdPfLu/qUvUPaQbve6tQNOTQDDmXvsKzHKu+3yQftykGX0upUWp2KIYd80C4bsAl7BrntPXVd/czmjiK+KL4a9aig6E5GxtWXz8dOi/zmn9//c/yv343+ftSo7/75w3e//fOHqAljp0dMmDcjasnCmcuXzlu1Yv7KlQvALJ+3euWCjetjDx3Y8vD+5bKSz3Ipu7e7AVGeffP66R2hzKrNG5etDt25fNmc2EWz1q5YsmrZooVzpi+aO2N1XMzyJfN/nx45c0rY9KhJc2ZErYhdsHXDqu2b1mxcE7d6+cJnDy7xGdW9bcqeVrlORhUzqwxSYoeRbarH6UW1Wn6Vvq7SIq5tk+O61YReLalNhm0QVKuZZRouollG6NQxzRKiiB7KOGVUynlIEDolQCr5NWpBjVaEbjUwdfV4k5zcYxG26FgCWhmPXKwRYY0yklqIETMRcHdRk4ZhlJFa9IyeJh4s/HaYWSYFXimolvMrlYJqGQ+hEddKuRU0zCcSMl3ELGlQEVsN9MH2ejkPyaeUwE1LYiZCLcQ0qmhiJsKiprcZOMo6ULYE52CJGBU8crGEV1tfh6VQa1CkGjyPydBrOC1tMpdH7PZxXV6aw0nzeFiQnwXkXzc16KWHunaYEATQNxhgQUFOqAmJBWThID0IZGFqEORUkQLAfgyjaSje2Y9x+lF2b63NU2vz1FhdVYOOygF75YC9esiJHHaj7P6KXheiz13Z76mxgnwsHEhvDi39hvZ+yZAfTMgIHToCUfcPdReQdhBl91YPOSsH7MhhNzwjJIxzB+HoaYwzCHuwq4fcVYMueGA+h/eQ4UVl+Ej0BEbcztQAoFmYfkf6fmEjNPwpagB0HQF5FoLQTrAnjHO6a4eGkYNWVhCiuH1Ulw87aCswN2VrjeUtHajewc9y1Tu+6C2Tk8StS5PIsvWG0ta26v5+is9H9v8xlICfGtJ+Q9lXECz8Yh0enNMbentBsg+qHhjG2N1/pWL4NtSwE3iwAxCyb1ACQdRBG9dqV3r9VWLJibv3Fqxcfuj44aWL52YkvdKLWMSqfDK2uKTwnbXX1NWkalDV9TfpgoNdqMKchdFhaxfN7240B532iqKi6dFRixfFjPruh9E//PTtV99//7fRX/33377/bvQvv/w2Zuz4uOUrX76Kv/vwydMXb2sx5Nv3nr98m84TanAkHgrHPHvxzskzVy9cvnXi5LktW3eOGz/562++Gz8+ctu2A4ePXtp/6Cqipq67H8or5q7ecO7E2cc37iY+ff7p0NEbDx+l3b2XPHfe2nVr9+7ccUypbIQCUHfXUGdbb2py2tzf521cvX7j4tWr5sTOnDT16J6DHpfX5nJ6IJ8DcnkgNwQ5IZ8dcthUn7JTYteIztxueZgA6Zsb0zJTN+xW5SB0NfSDcduP7jizc/vZ/cfvXXmQsXzr+VU7Lq3admHxikNS9YDNDQzULR1WS0tvbm45g85vsXT1tA1Afqijqceoa7E0dA3bwZbxoAvqtAZ6bUGrPeB0BMQC2Y5tu8f+PCY6PGxZzILk1087m7SyOnJ/m8bRo+9rlmhF2J5GQZOa2m5gNampqjokl5jPIRRI2VVaEVYrwnYa67z9RiG1srbovZRVqxEQlDysRkJubRZZGrjDHfJhc51Nxqh4dOnB2vnvDqxL3LM8ae/ypP1LE/cvjt89P2HX3MRdvyfvXvBq+9J7GxZfWx9DzUq8d2Br4esHbUIm1GLsk/I7+JQGWk2PhOJvq29XYiX0HJO0Si+qVvEQchZCSC5RcVEaHp6BLGTUFJvF3DZVfYdGOtioG7Lone2NbBQClZ/BROaxUXkcdCEXXczHlouINVIKVkEnksuKNCymvbkh2NvpaDH36BS9eqW1ST7QSJbQEqX0eIPoXV9jQcab1VW5B51dZY5OxK3TMx6cj7U20rRsREs9XYhGqFgEFR8nq0Pr5TSDnDXYbtCI2VFjf6LUIvpbjWaloI6OVNcTGrRknQLVbCK0NtB6GuVSFmXNwgW7Vm+4c+bau6fJmEJsPUXCRDJIFVgensIjYKsLPiCL38P9c82auiaVyCznakVkZR1OwUdL2FV8alGLnqGsQ4WehNY1qbnnDm07e2D72QO7zu7fv3Pz9qhZc2YsW7v91M11+65PitqwYPHxqzfydh2Ln7f12u77H7hdUAKCkVPN7egPtHV1+wJuJxQEj9QD4P/gdgjqsbndAcgT+pdGhwcq4bfveFo5avPzn/Ykjd/9MvJAwpJzFZtvMzZcZaw6h990nXTgOfdsqmbbDfqeG4LnH/tTMrvLq3o/pNML0msdxn7I1B9QtvtEFkjaDknaIYElKLB4BA2uugZ7ndktaPQKQIoy2FyFV0NBINa/DwBj+LOcFmAYBvFFYPwsi48J6oK8jAYvzeyhmjxUk5tiNGSSINmAl2L0UoygcIhicuI0foohQNND/GY/VddcQDV8xvZV1Y0Q74h+6yGpfRRtkG4IMoyQqNXH0HtoWqi+3ZSDFyYUO3AyEAHFMEB0A0T7c6h6iKKDSFog4cIADAu5IQaG/hRsIbwanGMUAbTcXyv110ohrBJcwalDtAyAGVzBKFyVwpFxV4lcoXFXiQIoGYRRQIAqlRAKvIi3UuRECIJIqadaHERKIZzKWshSvS5pfo8CkjJR66kW+5CSP74Rzews43NvpkN4DSBYpCxYLYFqZBCgXxWEUUMoBYRW/IcjWgmuA/qVQoCcZeAejBK8c3xosMoASuZDSnxIib9WGkDJ4Ami5UG0PPSeFQDIMUrgoGYDF7cHr3Hh1UCslvQ6cSpg1Ra0Q6xGLwWArodmcJA0ToLWC9vCua2gQYrXBn8tMIEzLUFGYyCU7QynW4U2yRuDtAY/zeynmeE2KXA/pwUSdAL3tbgbjAi0/kLcllC1sgWEpYXkXxCIxWmHuB1BXrub0+AVWyBTnwFP45cjNFQiu6ZEgEcYJTQVHy9loTQCglqIYxOKmLgCXT3RpKKL2EgWsQyDyHr39sGdKydvnD9288LxWxdP3Dh/4uqZo5dPHb52/vjNS2eunDl55sjBQ3t3rV+1PHbBgrkzZvzyj39+/d9fzJw67dyp09XVSAwWz2CwiopKqquRFRWVu3bsnhI1ddqU6VOipoZNCh8/dsLkcZOmRkyZFjk1anJkdFjUlPBo+MMp4UAlnjxu0sQxE8LGT544ZsLEMeBmUMX067hJYydGTQoLH/vr1Em/RYz9Z1Hmu6rCz7Wl2aWfU+noUiIiD1PyqTY/DZn3HlOQRij5SCz7SCr9RCrJxBZm1GS/L/+YVJyWkJf69nPii4y3z5OePUh49vD1k3vP7995eOfmwzs3nzy4++LJw7t3bj198ujtm1dv37x68fzpvTt3z589d+jAwZXLV/3y06+w//nv3476+7ej/u//+eKrL779+mswX331zch8+eXXX3759V8//OKLr7766pu//e27UaNGjf1tDFx3BO/6RkaERYRPhgEYPv/T/AwAOCoyPHIycDtPj46YHh0Bqn0jw6dOiZoxbfr06TNnz54zf17M73MWhEdM/W3MxAkTI6ZNnR0WFjF9+szoKTMnhU+LWbrhwrVn8e+K49OrH70tufey5Nrjwot38y7eLbj2qPT+a9SLJPzreExiAiY5CZechEtKwCTGo5PfolPiMWmJ+PQkwodEwsdEQmYKOf8DsyiDnZ/GKP7MDQ3oAS7J5I4AcFUOH5HFBSXAOVxUgQBfKiGWS0JrwEo4CJqMUJDKZIQSCfA/V6vIpWJsPq82k4n8zEBnA8kXZmBYAcbmsvH53BEFmFLEY5TVkQtB9hW1iEUrZhPzaJhPhNoP2P/auPPIlj3Ht+8/tX3/qa17T2zde2LnwTN7jpzfvv/UjgOndx48s+vQ2b8aoeEl4R2htWF44xfeAYYlXxh3YQUYzr46FioEHvksXAV88fZTmHtHjiMAfPd5Ejz3X6Y8iU9P+JD3qbCysApXpzBqLF3qxk6hyswQKisw1ORPBc8SP7xM+fw04cOzxE+v32W9eZ/7POnjk/iMpwkfHr1Jf/Tm/cPXaY/evH+a8PFlyue3aXmJGfnPEj89T/r4KjU74UPeu6yy9NzyD3mV6bnl6bmID3kVGflVGfkI+EpaTkVaTllqTsm73OL3eWXv80rS8ss/FiNyEOiCGuynkursCmQhklCGJVeT2VhWHVWoYMs0xu4+y4C11xvo8wWbh2zNQ7aRLuJeb6DL5e1wuEfKh/t8wU5PAF4P7vQEurzBDre/xe6G0ddidVisjoZBW+OQ3WJ1mAeGdd39TTYXrBg3DNkNA1ZND1gMlrf3SNq7ZZ29so6++vYeUWuXuK1b3j2kGXDIegcV/Vb1kF1tdWiGnaohu2LALu0fkg3YmC1trJZOfmcf3dKGkCiSatFXU1LupiTOXb3sh/E/f/fzj7+O/21y2PjJ48f8PiVy+cI5cQt+j1swa9nCGbGLZixdMis2dvbSpb+viJt78/ppHKasqVHZ19PY290w0Ndks7YjyrMf3Lu0e+fa7VtX7t65dse2VevWxMTFzl0WM3d1XMyqZYtiF/6+dNGcFUvnLZo3LTp8zMypkxYvmLZ25cJVcfNi5k9dt2rRkwdXSZiy/g6ta6hBK6MqRTitmCBlV+nrsXJ2ua6uxixAmuuqzNzy5rqqXjlmUE3oV+Jseoq7ge0wsbvkRAOvWsWqAL1g3BoZGynnoUDCMw9kXMl4VRpxrUmBb9Gx9BKCUUZq1jLVQgwNnc3C5+slBLOCYpSRlHUojQjbrGU2aRgWNciy6jBzzEqCSlijEtYYZFiTAq8WISWc8jpaYYOKaJTjmPgsBi4TDsECaVgKSj0LgLdRRlLwa0WMCl09vtPMV/BrG1W0RhVNyqnmU0ok7CqtGKcVg39NamVUiZROYmHRHBLdoBb09dXZ7HSrnTLsIAw7yU4XBwLrqQIIYvg8VL+PHgwwwBowGHYQ0C8vBMCgDTgYgAGYFARqLdHvI4f8yXDjEdYVgJuQ0A7QSQuHQtdYXZUDdkS/raJvuKJvuLzXjuh31li9aEfgr/RLgcDqL0y/Ia7+Y/sXxlpY4IW/C1ynBNNvjdVVY3XV2jywIxrnBnI0xhkEEdN/2UCutflCxUv+v8rFOHcQ5/GHLNPBEb4FRUde/wgSw5rwiDJMDgK3NjEYRDmcGJebEVr9pQVAxhXB7sINO+ieQHVX32MS7Qqi5gWd/V4orWnvIlvtgtBPmBUIEh1Oqt8P513BC9Vkvw/Qb/DP1l+QpxXEu3yw8AvKjYDM663qt2IdHlgZhtkYFoRJARATXdraQXd7FRBEaO0w+KHaetnl5y8WrV6d+C5p3tyZR/ZuHmjT9zUqZBwMk1Qm5KJcQ02Qu7tRyff2NXPQiH1r41bNmVaZ/RHyuzsbDRtWLz918siUqRGjR//wz9G/jB7188//GPPD9/+IiojevXvvo0dPikvKSoorEhLfpaR8vHztfnJyJoki0GpaeVxlXl5lYmLGurVblyyO+3/+6/+NXRJz7OhhVG2NTCK9cOHS7NmLjp24uv/Q1bWbTqR9RFOYDYdPPt64/fzR04+fv85//jr/5OlHp88+2bDxKA4vsNugjjar0xGoF8rnzZm/feu2VYuXbly4dPWMuQsmRaa/eA1SoP1en9sGHNCQM2Dv9bQ3elTyxB07BQ9fqO4+hyg8iC+rPHP5/a5DkNz0aN+ZI6v37d98csumUxeuJS5dd3LTgVubDt6YEbOtHCMEuyo+iC1QU5liDl8mkxkcw6GtTj/UZGwLuqH+HpvJ0KbRtTa1DvcMQz02qLXfMzAcGLB6vV5ocNB1+dL1X3/+beWyuNnTovds38gi13Y3awfatRYtr1XPl7BrmtT0DiN3oEU02Cpu0zN1YpxagDbLye0Gjq1D5RswSZhIYmWmlFWrE5EM9RS1hNzSIdM3cpVykqoOBXXrbFquhV7ZRKtopJd1CpHDGsKwBtcjqW7lFbWxCjo4ZU2MKiMVlfn4xrV9W64c2In4kOqyWOw6QwuTpaqtccgFVhlHgcvvkmNtTcx6WrZFgW2QYU31OG0dWs1DS+lIek0BqTzXIq1rU9W3qyVDFr291eztbuHjavAlOQJ8uYqNNgkpej5ZSkVzUQh6ZQm5rKj68yd0bg6jqlxMxIoIKFZNObO6jI8r0fKLISuvoT5XSHqV8WrbzVNTe81F7dqcK0emnNsb3aqosDezLCJcv07obja42g1toFRZ0NFQr5eyOxvUQjrxt++/zUx5K+NRjQq2XIDj0YvlIkRHE7WzhSwTVlhUPGdX54dXb2Om/n716KVnV59vXbo9N7FQSBRjizC0aoKEwSBXl5V8TsIhPsm46EaFQMWnqQXUTpO4xyIBjwsZpXoprrdZoJNgNSKsSU7XisjnDm07vG3trdNHTu/cenzPrgOH9n/70y+7TlzcuOfC/gP3o6O37t73csfx5Flbbux+lMPqhXJYhuefUY8Tc7KKSmQaVZ/L0+n0WYY9liE3SP1wegatQx4f8OoPQFADBOXK3LFP8H/bFf9fCw//n7izo9c/jd7zeeGRst935c7YmrFwf+6yYxUX32j2X63bfYp08ix6wdyLCc8KLPVNwWYb1DDgV7QHpW2QuheSdoCGIVm7V9TkEDU6RI0uEagOAinH/JbQ7u4fZDuCuP/jhNsK6JfXNjJBTnOA3RRgN/lZFlCcG2q78dEb5O9qeypFELvZRdTBAOwh6sHeLLcF+JMpWojdYEXV6z6i9Z8wAzVCH0UL2Bh2QbMbIIbRS9Y4CUoXRe1nGgbQYnFKOedlroukhCyewWpBgKIFxEszQHQjGKoBouiBx5igAUPU/mljDqnBZD1wOJN04Ah7nolaX60UoPJf7/9TNIYhGYbGP9FRAZ/AhOmtqXdXibw19QGUzF8rhc8hrNJdJQJfy7L05FIVL4t6cqngW3BbvDX1ALaFnU6EwBBf4SzjQ2QDYGCkDNAsQFkVAGBAuUqAtf9x0DAbyyGUHMAwOgTAaMUfAA/QXRXC7BDMw4gOCBlWiUOQj1eDX0EIfd04NUBTXluAbLBjFMAOTTeDbWe2BRxBKXEnUG4lfQBcua1BRqOPavJSjD6qyU8zwxgM0y/c8RugN/jAOjQA4AD9XwwM5z+DPxt+OyTsBPQLOrc6waI1r/WPiLK/AnAIgz1si4tvhgw9vTy5Ek3QUIlyEkZOxypYWCUPV89AiunVMi5axKhkE4p45FKlCMehlNJwhdjKzE/vnj67d/HetdM3Lxy/eeH41TOHL508cPnU4esXTly/cOLCycMnDuw9c/zw0QN7d2/dumHN6pj5CyImTf559D9Gfff9rh27P374hEFh8VhC1ufs0uIyEoF85NDRmIWLZ82YHREWOWHcxHG/jB33y9hJYydGToqInARk4WmRU2dET58eNS06LCp8QhjMvRN+Gz/+13HwccxPv43/dVz4+InTwiZOmThmysRf3715isj/WFuaU5b5DlueTajIRRVloArSCWWfyOWZ+JIP6LxUVG4KIiOhLO1NYfLL3MRnWW+efnr9+P2L+ynP7sU/uf32yd1XD289vnPl9rULN6+cu33j4v07169dvXj/3p0Xz5++eP707p1bp0+d2L5128rlK+bPXfDjqNEwAH/79Xfffv3d//0/X3z95d9GQPffTr744iuYhL/44iv4/Ntv//7dd9/98tPPE8aPHak7AogLZF7gZ46KDI+KDIfl3ynRkfDMnDpl5tSo0HHKjOlTZ0ybPnP6jBkzZi2OWbZk8fLFS5bHxq5evXrr2rXbY2JWRUXN+v33mKlT58z6fenWnUdvP0hJSqtIzEC+TK26+6r0+pPCi/dyLtzJvfqw6O7L6ieJ2FdJhDf/E4AT3qKS3qCS36LTkwgZScTPyaSsVEpeOqPwI7sog134gVWSyRsBYJiBy7I4YD6xyj6xKjJZNXl8bLGYWC4jI2SkCikZoSCUSfGlEkKZFFckxhQIcUVCcrkUV8DH5vPw+Xy4B3gkBAubz8EVADWYUMD7qwJMKmAR85nkAgYMwKR8OvYzEQDwll3Htu4+vm3Pic07j27cfnjTjiPb957cc+jc7oNn9xw6t/fw+b2Hz+87cgGePUdAJhY8sO0ZbgA+GVr6hf3Pp6/eHwFguBb4+MXbsBoM0y+8/QvX/44A8MjJozfvHrxKufMsEdQCP096Ep8en577LqsktxRVUIHNyK14+y77dUr249fpNx68vX7/TWJ6wavkrCevPz56lfbo5YdHr9Iev8p4Fv8RPh+58uTNh6dvPj2L//jwRfqjV2mO/2dMAAAgAElEQVRPXn98kfj5dXLu23e5b1LyXiVnPY/PfJH4+UVC1qvkrNfJuW9Sc96k5L1+l5OUWZScVZSSXZKcVZT4uTDhU37i58KkzMIPhZVp+eXv88rTCyoyy2rzqrAFNYSCGnwJloDhcJQtLZ0uF7wePPhnIzFoFXa7O12uLre71+cbCAaHQH8SyM3q9PjgreAOt7fd5YE90mBD2OODndJdXn+H29s0bG8YtDYODVts9ia7o8nuaBy2ma124+CwYcCmHRhW9gzUt3XxG1p55hZRc6eso0/S0SMD4vCgon9I0T8k7ekXd/bWtXcqBobFPX11Hd2UBgtSoaqWKQo4vISKiicZacduXv59OdgEnjZ7+pLYhbOnT1mzdPGKRXPjFvy+dN6MJfOmLl4A9n5jl86Ki5u7dfPyE0f3JL59QqegezobIb/N5x4c6m8b6G2hkmpvXju7avnCuNi5G9Yu3bB26eoVi4D8u2TR8pi5cYvmLFs4a/HcaQtmRc2fGb566dzF86KXL55+6si294kPCKgCtZTe0SRvNYu0Miqm8hOPVt6gpIJKEjWlTUVqlWF7VYQBDWFQjXdoSW4d0abE9AgRraySARnGqiK18GvkxPx6Yr6Oj27WMCTMahm3ViFEK8QYVT1aK8OZ1MQWPa1Jw2jVs9uNXIuaruDX8sjFIkaFRoTV1eMtanqDkgq6eevxch5SzkM2qikmBbA619EK69llcBa0th5Vzy4zKwkWDbndxOy2cNuMDJ0ELeGUCxnF9axKCRuo1mYFBW48MsnJcDOwSoCGZWG4bEklQBsUVAkfI6sn8YRkNBuHlvBpbRaW1UocHMaCWGMv3uUjeXycAABgkT/AdjgZPh8zEGQFIXZoOAGIG4T4IQbmABc0UIApAR/B78H7nDg/CK8iBeAN3gCcyYz3BrBuH+wQBvqwL4hxeWuGHZWDw+W91soBZ40V8CreGwgVCAUpUPDf6BcOviL4gvDeL84N1oxD/UmgRemPNGm7/6/LxmhHAE6fhjuWkNZA9RDYMUYOgwDq0Ff5sW4fzuOHl43xXh88I4g7ov3+RwCGP0sKBAk+P87nIwQCNAjkZmWaGrLNjWSvH8i/Hn89BLH90Id6xR0k9lY1+kpZ1RMC+S2TkyaRZShVaXJFulpd2tVJ9PvwXg8+lChGCfhpAQDAzECQGQBdTRQ/RPICI3SIfiG0zVM9YMfYvSQvEKiJod1mgjtI8oIfOxWsT3uw1mEhBCHNFpXTq+4fPnz15t6jx69cu3r10tl5MyLq2XiLmu3o0XaaBUI2UlqH1cvowx3aPrOsTSl4dOHY/MljHpw9Brmtzu7mC8f3nTiyu7vb8uPoUJfC30dNHDNp8fwlx44cP3Xi9OGDhx4/fJKZmV1WgviQnnnxwo2jR89jUHS9rl2jbP3wvujzh6Lsz4UH9xxOS34/IzqCT6c0aKWNOplaJrSYdTwOd/u2Pdt3Hk1+V3j4xJ19R+5gKbqSKuGN+592H7r/9FXRnQcf7z36fO1GAo9v6usNBP1QW0v/7h37F8xbuH71msWzZy0Mm7w6OuLUutWI5ATI6YScDqi7HRrub1OIIa8Nctm8Ok357XupO/eLX6b4cAzG84Qzc2K8Mn3Z85Rzm48c2Xzs5MEbV668uXwzZU7snu2Hb85eunXzgQsOCGrqsTOFyrzSWpmqsavX7nBAbkcw6IGkdTJEUSUVR+vrGPJ7IJOpUyQxt/a67QGozwEU485e56AtOGQPOD1QBaImIiJq8qQJa1YsW7Vs0dtn94a6GroalQ1qnqae0qhiWVS0ThPH2i4Z7pB2mflmOVlfjzfJSM1qVruepxeTFVyMkFoppFYquBgiKheFyyXRy5gMhEqMV/PQXVq23SIabhB0G5htWopFS2o1Urobmd0mukWKVnMqGsVkNRtvlvLOHNx9dO8umagOXVGVlfiuOCWdX13bLRE1skhGJqpJhFGzihqkyDYtySCuldDLlJwas4TcIKELSVXlH/8/yt4CuK08XfOe3drde+9Mc0/3TFOgw+SQw5xO0h3sMDrgMDrMcewYY2ZmZlvMzGBJFsuSLdmyZWYQS+erv04623fura36qt46dXREtpJK5afneZ8nwaKSdCnEbWKORSUZMqic/WYFkyQmoUSEehULA9Mvo6GSUFGEKclDFuZKiAQ+GiXEoZQMioZNldMICjrBICTrBYiipKC18/9XaWoQZGuBII1eXHxgy1eJISeH2nEjRqpFRdBym9QspJ5PbBdThzpEPQY+aOtVNw+0tSLLSn/++9+vnjzRrZVrhAwJC9HMrNNKkd0GSo+R1Gtkdur404NmEZ165uCRw78cXLdo/e1zQYd3nGzIQ4qIzQICF1lag6mspKPqyY0V6Ko8JqZeyiRImFgZG2vRC0a6JF2tYBG6p41p1tFHuiQDJkmnml9TkHLj7JErJw89vHz+0a2rv+ze7r9124Y9h3buO//74fvz5h64cDnp4oP8zRcjr6agiiS9sShxCVlBlXZkldeHJadF55YUoBl841AdU6rpHu4aGnd7oNHxse7B8TEIMkNQHHN4+3vW1gTu2tCqOVdjv9n3ds7v8VsuFW85l+N/KHrd4ajdF7IWbQ1euiXyt8PZh3+Pu305TkSRlCdlu/SDUOuQV9EPKQdBl6+sHxTnaEedkm5rs3la3GkTm93iTl8fbyfE/X/S7x+qL4CZ/4vBXR6u2cM1uzl/ImGmqbuKx46qgCRDQBVkdgAxEOCWebjRt/0r7J7GyW0EJSSyeGit+jycMr2pNRfbWUodqOONoyRT2JZpnBwciQpebJk0uWYUKYI4RgdROd4kgljtHoIKIqoBA5N1YGDPs28vFyiigIF9GAwWX30PAIKwGqK3QXgVRAXAPF0vBLAHHvbH4FXgXkCMig8IDSMx/GrgZVXgvXBKa4NotJJtbRABzZnRDtEMHozc3tQMETVerAJcB8bvNlVctTC0YLya60a3gBVceltbGkIaXvJBpsarwRsBCVoFYBgNJNwPci4s6v75CGRq3w8GP+WDcK30oFrAK8C/MnyEV5o/Pvc/E/5Ugxj81oz2qabm4WpuXyWro5Ckz8aoMxC6bLQhD9deQDCX0fpqOIP1/IE6gR2vdZMNoLOXa4F4PRC7y0ttd5H04ArdBBzdNCM4oZuA8EsGAPyBgSlABP44oASY8UfIFhw0LbBA/O5/BWBWL8TqhdgWF8vs5nfaBG0edYeFK5IgEVo6WcHAiUgNEipCQK4TUetVfJyM1cTElTKwJRoxXkSv41Jr6biKpsqs8tzEnJSo2LDn4S/vv3pw/cHN8w9vXnx27+rzoBuP7lwJuhF45cLZW1cvXQu8cPr4kYN7f9u5Y9sKv+Uzfvxp/ux5/stX52flEdD4wpyC2oqa2ooaIoZw8fylX3bsWr5sxQq/lcuXrfh51pzv/vH9d//4fvaPs+bM+HnhnAWwFOwLOV644Of5C+csgLXfebPm/vzT7Jnfz5j1w8z5s37+4auvv/7bf/zw5ecnD+zLTYojNNSQG6src1JQZflNhZmNeenIogxUYVpddmx1amRlcmRZQlhh7LvcqOCsyNeZEa/Swl4kvXsWH/IsOvhx+KuHwU/uPH9w/VHQlfv3AsHcvRJ07+aN65cDzp06dHDvju1b163191+9co3/qlUrVn79JXA+f/n5V5/89fPPPvnyP/7tk88//epfuPfjzY8A/Ne/fgKff/LJZ59//vl3//jn7Fkz4JBnWOxdsnjhwgXzYO5dtnTxn8dv2RL/FctXLlvqt3jJiqXLVq9ctX7tho0btm7csO2Xnb+dO3fl2rX7J09e2n/wzNHjl46dCNy7/9TW7Qd37j5+9tKDd+9zMwuxSTmosISaNzE1T8PKg94U3Xle8DC47G10Y3QyHkw8JjYenRCPSU7EJfkU4LgYQL/JMeisRCIMwAWp1NIMZlnmBwAuzWKVZrFKMhnwlGYxy7JAEHRZOrUyi1GXz0aBAiSZL/lZgq0QYcrFyBIBskSAKhUiCnkNeeymAjamVIAt4WFLeIRSAbkCLABTKkVw9y+2hAOmiI0pZKEL6agCGiYfDDqPjCukwQBMKWPCCjCwQJ84d+PYmWtHTl05eOzigaMXDh67eOTUlRPnbpwMuAkz8NlLd88F3gu4HBRwOejclaDz1x4EXH9w/sbDCzcffexDCrzz9PLdZ//twFR863HwnachQS/CHryKgNEXXgB++Drykc8L/RGAn4a8fxYK0rBAK1J4wuvIpODolLfvU8PjsiMTcoMjU1+HpUbG579PKomML4xNKXsRkvI6LDU0OicqoSAmuTQyPj8kKvvVu5SQqOx377PDY/Mj4vIi4wsj4vLCY/PDYnLevc8Njc4Ki8mLiMuLTiwG9JtQFBGXl5BeGZdaGptSFptSEpdaHp9WFpdaHpNc/CYqNTg2LSwpOzI1731GYVx2SWJeeXJBZVpxTWJeeUxmUWxWcWJeeWoRgOHkgoq4nPy8ujq2Utk9NTUAoqrdcP8wnJ414HT2OxyDLhfcTjzxJwCG14Ph/WEYhvucbph7+5xuGJLNU9YPSVo2e7fd0W13dE5bTRPWtvGpjmlnp9Vlsrnapx36cZtudFo7MqUdnVQODquHRzUjY5qxcfXomGJwVNY3JO4d4HZ2c7ssvO4eiqEdo9Rgta310pZMDCa6OD86N/3S/dtL1q5avd7/l13b1q5avmvzhu3rVu1ct3LnhhU7N63cuXnF1s3Lt2zy27TZb/6c7zesXbb/t22HD+46dXz/y2f3cOja3m4DUHic40Ie9d3bp8eP/LZzG6g++v3A7uMH9h7YtWPP1k27t67fuWn19g0r9+/aeO7E3kO/bX799AYeWaJXswwatkJC1CpoXUaR2SAgoguyk1/TMYVj3c3DJq5e2CQlFQ2riYMt6P7mxgFhbS+n0kjKldfGcQtDaDlvOCWRwqp4QXWKCJGjolUZmwldKjqQf4UYtQyvV1EManKrkqiRY1QSpE6Ct+g5gx2iDjVdJUTLOI0SVr2QVi1h1bfJySYVrVVKUIswEla9lN3QriS1KYhtCny7kgDnP7cp8AY5Tt+ChQ3PPW3MrlaaSU36qAzLOI0qIVovI+okeLUIY1LRTCqahFWvk+CbmXUwbMNSs5TdIOOjuIwGFhtN4mLRQipWJ6cO9uHHJ+qGRpB2N8oNcoMJNjfT7hJ7vAov1OKB2C43ywuWWjleiOX2ghVWj5fvK/IBV7xeKlhbBQCMdVsxLhtQgN2AcoFX+Y9uXoIbooLqYF+mFORTTd0Qxu5CWYE1+j/T7wfhFxiqvS6C20Vwe/AuYGaG5+OO8ce9YniXGOZhOGHrY/4WatrbMOr6WLDUMAaM1ohJF2oaoC+c2wxyttxAvsa7HXiXEw5whoOv/rz6+9ECDWcvw0eCG3Av1uVC2e14j6dhZCyCy3+IRL9jsnGTVvTIBM3uFvt6j0QQxHVD1CkHfmQcPTyKHh3DTU5hpqYQE+NNkxNomxX+MUhuF/A/u900l5vmdFGdHrIT0C/BAQbeZG4as9YNTYC8K9/n6dsQBpAMupc8UMPkJMZhpTgdjMkp0cSUyQ1FZOaevXzt1o3bD25en/vDtxRUdY9e1Mxs0CuJEl69QUlr5iDVQmKvXjRuUmZHvNy9cv7hzauHW1tc/aasmNAT+3foVIKhYVPAhSPffPvZyuUrNq3duGX95j07dm/asHHfb3vjYuIb6hqRTZiK0ho0gpidWXbv1ouC3LrcrNrSwqaIt/Hb1u1cMntRTXHJz//8tqogfXqw06QVtQjIbWpxV0erSikPfRd14NDZ+4/CHzyLv3QjIreMReZYjp57dfnm+1chBTfvxd5/nHj9ZkhWdr1MaoyPzVi6aMWGdRt3bNm6ceXSY9vWnt26+v7BXVe3rK0PDc65e6vo4cP8xw8xiQlVEWE10VG0/DzI2Am1dYxQ2fTk7MJnbxFJ2d08xe3jgfcC7p8/fuv29eC7QdHb91w4EvDgwu1X2w+cRtJ4426IxOGW1NX3jlhdoEgYMnf2W8z9Ha2d967cKUzPT45KIiIpQ/1TXi80OOqSaXo0prFRO2QZdo5MQSNTgITHpjyTVo+4uWXNmnU//fj95vVrft25+fDeHSRk9WS/aXrQpJGA77/UQqSuGdOppnaq6RoRRkSr5pHK+wyC/jahRcfvULIE5FouoUrFx5HRxShkAQFfJuVjIO9Qt5Ldo2b3ablmJWPALO4y8dr0TJ2O1qqlGXUMk5bRqWG1tzDcEz39vQYyEx+aEFXUVH/l8eOSJsSrkPAb125yyaSp3s4WGkpGrTE2YyxqsppbpxU2yll1WgG6XUruUnIMYhqyOFMvZJmkfLNcNNKuGWnXjHe08rCNTEQ1o7GUjaygN5RhSnLRxbmspho5jaTjMmVkkpxK0bDprTyGnEbgYxrEBKSGQ1CzMP0abrsYDw1rR9u5FemvTuxaSKqJg8aVRgmyVdA40sbRC1B6AaZdRBzUC7p1LCH4QOotupbp3p6UsMhlM+YEHDxskst5RDSHUC9hAatLv4nny8nnmvVcCQc7ajGU52Rt9FsVePxC4LGrp/deuHjwWmV6LR8nINbgMBX1+Oo6fE01ubG6KjddxiIZ5YJ2Obu3TdSlY/mS87HAvKOjT/UrLXqBWSNob+HHBj+9ePRA0JWLh/f/evdR0L2XL5dv3rV516m//OXHnbvuvQpDbj8RMXNXUAbbIvNCdephsnZYaXGYRt0IljS6sDG6FFvN0YflNeXWkxKyijNzCxhMrlRrNNsguRN6hjaveEtb9Iq86lX9zIC4GQcjlx1JWLon5IeVl39YfnzRlgtLt1/ZcvjVjiORm3a/2rEzKDG6MuN9yvsnz6ZUXV7tEKQegVQjkGbC1+I7AOmn3C39dilgYDsMwEIzSKXidvgSj/87DPaZov/VCM3tAilKvvH6MpPhlU5gbWV2UEIKgXrsKxkCNlpOF8Ro99LbrHiFm6oDVbq8zmmc3E5UgWVgVrubqpvEyPpqOMYikjYbrUhrlCXXGUvJEzgZxG5zUtRuigZq7plGS51YuRun8OCVgEjxf3iAYXuzD1a9BBU8HrwSHjdO4cS0QHSDA9MCdGOytreUBjHbPwjIsJUa9lEDqNaC6x/91X8+YbSBZ1FbvUQ1RNFBNL0D0zJQwQRL0TQ9RNK4cIoPb8Fo8xBUNpS0t5TWmU9QJtYy32RrUxvBy0oH/i91E32BWwQNBGKu5IDq/38NzvchwAyPU0LwTaLmwyeDV/3nN9K4sUqIrHNiFd1FFFVSfVsWZriOb8PKISpwpztJahteMYVtmUBLRxHi4UahPofYWcwYrm+247UAdFlmMMzOP6MvTMJearuX2v7h+n/Wgd0+b7yT2uZiGIFZgNPp5XWBvzD87g8VShwzcEGzLIB+mT1g2BZI2DNMUUBay7SiVdTY0ELANBOaNBySmNzII9boxKRuLU/BRbEJ5VJ2k0aMVwowciFOxGpik+r4tCYarqaqKL0iLyk56tXLh9fv3wi4fx1g8INbgQ9uBd69ceV64PnA82cDz58NOHfmyOFDv+zYuWnd+hn//NFv4dL1y/1jwqMZJFpVaWVNeXV9VV1ZYWnQ3ftbNm1d4bfSf9UaP78Vc+fOnzlz9j+++ecP334/8/sZP/80e/7seQvnLFg0d+HieYt8UccAgxfPWwRrwnNm/Lzg5/nL5i5YMGP24llgrp4+mxYdTWlswNdUYsuK0CUFiIKsuuzUmozEqrTYmlQwZfERxTHv8iODs8JfZYS/TH33PDnkaVzI49i3j969vPv68c0nDy8/eXj50YPA+/cu3Ltz8dGj29euXjpx/PC+vbt/2bl9x/atv+7Zdejgfr+ly7764suvv/z7F599+bf/+OyLz77+5K+ff/n53//F8Py3v30Km6Jh6IV5GH7MJ5989tlnn/3jm29nzfzpzwC8dAlwOy9dsmjZ0sXL/Zb6LVsCM7DfMrDQu2zRYnjA7vRK/62bd+z97dCRw6fPnAm8f//lvXsv9x88u3rNzvUbf/1l9/Gdu48vWrrt2Om7b8KyY1KqwxOqQ+Oq3sTUvIiufhhSfj+49GFw2auo+vepuKQsSlwaPjoBmZCES0rEJSfiEuMx8bGohPfI5Bh0SiwmJ5kMA3BhGq00g1mSzihOo5ekM4rS6YVpIALalwgNgqCL0yklGdTSNEplFqO+gIMuF8PJz+gyQVMRpz6fXZfHqs9nNxZy63NZ1Zm0mixqQx4TXwYYGF3ARuYxYQs0oZRHrhCiCpnIAgYil9aUQ23IJtZnERozwTRl4bEFVGIxjVhMIxRRcQVkVBauLrnpLzD9Hj55+fDJy0dPXz1x7sap87fggRXgj/Lv2Ut3T1+6Axj4xsNLt5/AuHvp9pPzNx6eu3YfLkaCT2A2vnjr8cVbj2EjNNx+BDPw/ZfhD15FBL0I+3MQ9EdB+P6biPtvIh6+jXryLgYG4DdRqW+iUkOiMkOjs16GJr8OS49OLI5KKA6Nzg2LyY9LrXifVBIeW/A2Mis4Iis4IvNNeOard2nPgpN9bJwRHJH5NjIbvvdNeMbrsIzXYelvwjPfRmaFxeRHxBVExBWGx+aHROWERGWHROVExBXEppQnZVanZNelZNcmZJUlZJXFZ5bGphdHJedHJuVFJedHpxQk5VTA1+MzS5NyKtIKarJKGjLL6pMKigvq6tlyRc/U9IjbA3cRD9gdI27PiNsz7HIPu9zwddC3BEGDHjD9Lg8s9lpsjj/CsewwBndb7Rabo8/phoO1LDabr23Y2ed09tidZqsNiMBj4x3T9k6ro8vusTihbjfU5YJMNlfblF0/OmEYG28bnzBMTuonJrTjE6qRUfnwCM/cRTUYWB0dor4+QU8fw9TZ0CxNR6GSqsvjinPC0xN/P3ty6cplGzau2bph7foVy/4MwDs2Ld+8cdmGdQvXrF342+7Nu3du2rZ5zYa1y9f5L9u8YdWvu7YcOfRreOjLhtoyChFVWpT9+sXDI4d+3bF13eGDezb7r/xl0/o9Wzft2Oi/Za3fr9vXB5zYf+/GORKmUimhDvYoR/rV5na+Rk5WSLFyCUbRjCNhCnGNOSJ6Ta+B3d/K0LBq2gUNg3KcpCmtIe5+0avzRS/OlL8+1xRxlZgYpEdm6BCZakRmK77QxG7okuD0AoyEVtMmp+payJoWklZJ0mvIOhVRIUVKhfUyPsLQQoJBVylAKfhIKbuBT6mUcRpbpQS9jAhvCLdKCdpm0JNkUlNgmddiYMA9wDD6aiWo3nZWn5GtFiPk/PoODbm3nWVSkxR8pLYZ1yYnwzKyoYUEe60NLeAuCatezkNoxFilACVm1HIoVXxWE4uDYzTT6K1SWq+JPDGMmpqsmZyqc3iaPBDGA3CL4/DIvZAegnQQxHV5YM8zzwMCnDgOD9fl4XsgjtvDcnsYbhAKTfY4CB47zmPDeRxED1ji9UVYeUAilG8/Fu40gkXgP/qN4AIhgME4J2g2Inq8JK8HtlLj3Tacy4pz2X26KHgA8Cf/4WdGW71wttZ/wV0gCMN3wWpw47izbthVN+yqH3E3jrl98i/8GBC1RXB7iB7fjjHkJPmG6HX9CwB/5F4YhgkO18cgaILjg2iMtNnqJyYwTicTgpATUwXtpmyd/jkG/xyFe4HCxbD51aZuwugUfcrJ80BaHw/zfLlZYMUXEL6LBHkJXrDqDIKvPB6ay011OMk2O2nagZt24mwg2goz7UJNOlCTDl9ONbBqw5RO9BGyT5EGH2b12DABcjUNDrKnrQYvVIQnnw68fuP6nVOHjmxYsvjNvevQZM9gh9SkZUwMtxg0RIOS1qHjOoYM7qE2Can+ysHtB9YuaspJhOzDyKK0wGO/KQSUidGOnl6tXMlNSolavGjBvNk/b9246ddfdh0+cPDx/QexUdFpiakRIZFBtx6cPxW4ZuW2q+fvIRtod2+8fvcy8VlQsN/c5ZdOnDPI5LcCTt65cMIgo3eo2f3G5pFerZBL5HOog4ODuXnFu/YcjUksufMk5fSV8PAExJY9N1ZtCvj14P3jZ17u//3uvgPX/Nfs3fvb6YP7T16+eH3Nav9d27ft27Hx5dVjL8/uObVi5tPdG1JPHYnd9xv64SNjcZm5tiE18Fps4LXts+a8uXgFsrqg/mHI5uluaYWsUOijkLtXnhw9GHj65N2AC88Pnwza9MvpgJsvfjt+6U10gs0XIm0e6e4atvieZ7U6IJ3W5LFD0yPTEa/CEBUNLRxpY3kTCcMY6JvuMI/WIhhNBGHPBMiPGJjwDE9DKoOltaPPBUEON9TW3nnm1Gm/xYuWLZy7eun8M0f3RQU/0cl4romuLh3HpCR3qoEObNYwVAJUC6dRLUQPGsVTvaoOJUstwLewUc30RrgNWC0gsFBluLIMm0k5IOOM6kS2TqXVolaLCBo5VatmyFsozUKcQkIyt4omenTQZFeHXiTV8NmtzTfjQ/+2ccXeN09/e/3syOuXd+Lek1vEEq1MIWWPdWsG9YJRk0BMLjXJcR1yUoec0irCd8pZPRohtjy3mYwxSnhDBpWtxzRkUPVqZIymai6mvpmEUNJBk2czASkhoNUMqobJaCGTtCxmu4DfJRV3iHkaJkVGxiho2FYuZahVPdbe6ugxo4tz417ex1fkFMS/6VYyNVykvVdp75P36ZiTXc1icnmXktLRQhzqEEhZ9QoOXi/mjXV0BZ2/MfvzH64dv6DhSsRkiprHVHDIOhHdJOcA2ySjUS5C9HTwRGxEX4fy6e2bR/fsO7jtwP7Nvwfsu3Tp0NXkt+kcNJfeRKnIKGooLBOQSFw8hoas4eAbhzoUjpE2PqWS0Jgx2AlwuqeNPWxu1oiJHSpep0qMqSq6ef7MsUP77z98wJJK1/y6d9OBk7uOXP3867W/7nt68lLKvkspK0+Hv6qVhiJlGW2mcYEAACAASURBVHStchSSddv0o9AwBKkmIMEAVC3qia/l5CN5SQW1CCw5PacoMilH3uttg6AHTZafHuCWvhXsfsdffals55XqI7eqlm6885d/W/CX//nF//zy2//9zxn/45tZX83Z8uOivT/O2f4uLJPHYJkVygm5GdKMQPJht7gPkg2DkQ5CyjFIPuyS9dmbu5wiMzBF83zByywjxDLBEPsvxw/NQNwu0JTD7QI3+RZI0AM194P2GnEfJOqFYGUPrpMV9xuKaZ3lbEjQ62GYHBQDxO0GmVggA6nTRW+dxMvdDD0k7YNE3VaSCmK3e5gGXydTq4dpADnPom5I0gtxjRDXOIYSQ7I+O0ExjZVNo6UQTQ8AGANWeT2+HVew5ooEm65unMLlGydWDo8dJ4fHipFB7PYpjNRL0zlJqtYcNDihqMGQVA6i0k5Q2PByeLwULUTVgTVjuh6kbbHaIZYRYhvtBIWHroOYei+jFWLqnRR1VwVNFF8xhZNBQjPE1LtpWkjUNYmVDjbwINUwxG4bauQ7yCpI0AkAXtgFNfcM1HI8ZA14C5pvk5mig0gaeLwU7X878OM//FRUHfwY4AMnaQCHf1iBVsPYD5E0H05glv7jxcGDNVN9JXTZ+0pTNm6yUQy+7xD2gBQxugEMnMXNBH1UH875vW6yYbBWZCygtuWRu8vYE0i5m2xwEHQeStuftV9wk2aEqL6BleE/YTDsjXfQ2hy0NjujHRQscTrdXLOHD/qEwd8oGICZPRC9DwAwq9vL7x5naGwSg0tnMjHZQkS9GN+o5ZJbGOhmSoOWj/f964cV0qplnEYZB9EqJRlAJyVaxES1KTn6Fg4NU03DVJflJES+vv/s7qUHN8/fu3ru9pVzd64GPA66fePyhUsBZ65fvnjr5vWLFwIOHTi4e8fOlQuX/fj1P3/66p/r/Fa/D4mgE6mI2kZEXRObxirOK7p14/bWzduWL1/p77/W33+tn9+KmT/NmvXDzJnfz4A13p9/mj1v1tz5s+fNnTln7sw5C36ev2T+4sXzFs2fPW/erLmL5i5cOGP+whnzF89c8P3n3yz84efff/k14umLyuzsyvT0xvx8ZEF+TXpaZWJ8bWpyfVpSbUpCaUxEYfS7vIi3mWGv/wzAcSGPI98Ghb648+r59RdPrz57euXxk8sPH11+/vz+3TvXAy+dO3f2xLGjh37ds3Pb1s1bNm9cvHDRF5+BIKsvPvvy07998fWX38I6MAy3H5d+Yfr95JPP4Ct/3hD+rwAMC79+y5b4LVuydMkimHhXLF8GM/Byv6UrV/gtnr9g5dIV61atXbNi7eqVa7dt/uXUyYC7dx4/fRpy+HDA/IX+P/y0eKnfljXrf52/aONnX85dvf7QzaCoxIym96kNryLLXr+vfh1T/yis8uG7iqfhtcExTZEp+PhMUmImKSENG5eESkohJCcRk+Lx8TGY+ChUfBQqOQabFk/IS6VnJpCy4oj5ybTiNGZhCr0oCZzkp1Dyksl5yaS8ZFJ+CrkglVKURi5Op5Rn0KqymXX5bESJAFMuRpeJGgvZtbn0ykxqRQalOptel8eqy2FWplMq0ojVmRR0EQdZwGrKoTdkURuyyE05VDj4CpQA51IbsykNWeT6LEJ9FqEpi4jIJiGyCdgCKr6Qgs4lILNxqBw8MhMLFOC9v4P8532HAw6dDDwZcBNEPQfeA6AbeA8+PxN49/SF2yfO3zx+9vrRs9eOnb9xKvBOwPUHl24/Cbzz9OKtx2evBp0KvAOXIZ28dBu2RsMq8Z+F4st3n32Mxbr1OPhjINb9l+GwDgyLwM8j4h+Hvr//JuLeqzC4IvhFWOLL8CSAwZHpz4ITnocmhcfmh8bkPn+b8iIk9embRB/opgdHZIZG54TF5IVG57wOS38ZmvrqXdqb8Iy3kVkhUdmh0TDfZofG5Ia8z3kbnR3yPuddbF5YXP672LzQmNyY1LLIhOKw2IKw2IKI+KLIhOLwuMJ3sXlRSYVRyfkRiblh8dlh8dkRibkxaUUJWWVxGSUJWWWJ2eUwG8dnlqbmV2eV1CUXlOVW19GaZZ2jE8Mu7zgcGe2FPvYMj3pAYtaoB+RLg4hpNzTqI+FhCBpyefucbtj53Otw9bs8MBh/VIA7J6fbR8dN4+Nd07Zeh+uDROx0WRxOs81pnLS2jkxqh8Z1wxOqoTFF75C0q0czOKIdGNENj+mGRzQjY+rhUeXwiGJoWG+1iXv7JIODyvFxdmdnk0RSweWUMmgZiLrw3PTMmop7b54v9Fu6Zp3/gd92r1+xbPNqv82r/TatWrLJf/HGtUs2b1y2ecvyrVtXrV/jt2Ht8o3rVm1av3LLxjXbt6z9Zfum3Ts37di6Ye+ebTu2bti6yX/3zi0b163YsHblkUN7M1MSULVVLBKehG7AI6qFLIKpVdJnVrVrhUM9mvGh1p5OiUFNN6ipplamqZWpFGNaBEiLngP+D9pKt6gpLZQyswTVL8MI65LqEx7Wvb+LTX5MzX7dXBGlQ2e24fPbSEUmemWvEDmqpY8a2EYpXkKr6dQwtDKCVICQChBqGbZdSzXpqcZWikqEBIVJfKSc36jgg3OVEK0Wo9rkZKOKrBZhlEJEu4LSpiACxzL/w94vrPrChcD6FixsybMYGCPdQuuQvLed1cKrk7CrDXJcM7NOLcJ0qOmtUgKfUtnMrOtQ0/uNArOW2a6gyHkIPqVSSKsGy8msejq+VCzA88UUgYYvtuh5o72k8SHk5HiDzd7o9qJ92iwDgoReSO6FlHZv86Rd4PJyIYjvhXgeiOv0cpxujtPN9bhZThfd5aC5HRSPg+h1ECCbbxxEr6+7yOkguV1UkJIFVlLpvjIheJ8W7rDFOpw+SP6oFQP/M8ENnotz2bFOGxiHHetwYpxusOvrgDA+AAZ+6QkXdtqLt0FEx4ch2CHMlAcz5cFOezFTHvSkGznubByxgcDnUXvDqAtGX59Z2sfSoCsY8DYZ9CrBDcNuCuQmQ6B2CAZLGCl9AAxysHw+ZDfOBpcAg7ArnA0AcPXICNH3uaEdDrwLdAWDmGiHi+6G2F4INTxeZjQX6tqimdxnDagQHDmayc5WqZEjo3DvEdZmbZqcQFmnfcbvD29Nc3nJdhdxyo6fAoXDWKsdM+1ATdpQ41bslIPi8qVM27xEO0SwebFWN9CHXWDFun5sEu9yUpw2VH+PEYIqObx9ZwIiImM2rvRf9MMP1479Pt3ValawW7jIng6epZMz1CeuK0s0KljW/tbJLtWb2wH71i16eP4o5BxVMbCXD++iIcqGulSKZkqrjtfXrx0Z7UyMi5j3808zvvtmzozvVy5duG/nti1rVl88deJ24OWEiGgSEifjSjr15v7OIZ3CePzAmWVz/DYuX1eWlTfZ12PRteTEvbXo+GJ6DaI8EVGdhm3MbxZQ1Apxd7dZKm05B1rxnh4JeHHswpsFK34/cOJZeEwdEqs7e/7t0mX7D/5+PfDys72/nVy4yO/YsRNHjx4OPHsYXZjQlPj693nfiLNiS6+cTdy/uzrwIsSgP1u/IfTAoUE259b+g3dOnAaBvNMfNngpBP6NK4+OHLp44GDg+UuPX75OjoorTMutvXD94d9/mpucnTfhstsghxWadkCucatjZNIxZfPy+M0Wcz/kgQZ7htlkHgVDL8mrKitq4LBaRM0GPElM42pNfY4BK9Q95q5BU8vqsZb+KYcbmhi3gWxoNxT9LnzOD99tWOm3wd9v45rllwKOsSgIo5LZo+eMW2Rj3VK9lMAjlUuYdV1apqWVDU2YLDquUc6Y6tX0GcQGKc0oZ/aq+QYBiVFb0CdnD8o53RK6uZnWKiTi6nIQNVlNtVkYZDGH1igXUrQStk7K6dA3m3t0T2KDj755sCv81ZnygsuYxmCJ6CEWczg6ooTDkJnbhCKWVsLUi0h9GpZOhOjWUFpF6FYR1tBMHNCLulX8gviwZjK6vZnTq5ENtCr0QpZZLlJzqGMm3bhRO6iTG/gMAbZJjEMbBBxLi6xLJu2WSS3yll6FrEcpG1C3jBjUE0btWLtWx2G/vXPvxI5fUt6GjujbcqKj53/1dcLrl44es5pDkZCRPEylhovtbKFoeE29OmarBC9lIkxyHhuD7NXqb54KXPSPOdHPQpUsEROF1Qi4BilPI6LJ2FghtWmwQ2oxcvisCr2CPGJRccnIX9avvXDk7PnfLyEKcfvWHTu48WR5ai2tgYGrRJNqMdjKOjGFrhUKGouL0qJCxTScZ6x3qEMhYSKF1AYFD2dSstVConWgbcCoGDAqEsLeHNizh8cXHjh5av6a9V/NWfbL0RuLVp7cdeD1+duFv15IXnHs9Zsq/vXE6usxRUkVlNsh6bkYSTW/K7ZOpJiClNNQuxvSjEKS9gF9Z6/TA3UN2rudkAKCHhOn/BJ1S95r9kQqfvwtbd6vKQeuVW87/H7W8tPfL97x3bL1n85b/sXS9X/5ZtmP644HPEw8fy8KQRH0dI+OKvu9mjGHpG+cbXIKLFDzgEvY4xL2QPIRj6zfJe5yCk1enslXLNQOMA+U38DBvP/pCMpyhX0gyggeEGg0AEkGIfkImJZhSDYE0Fo6CDUPgBH3Q4JeQVwtJB0GIjCnGxINgNZcVruH1goyn6X9QARm+KBLZIFbkT6o0Kx2iGFwU3UuihZqtow0CqjBWZCk105QAP8zTW9HST0YuRvd4kJInb7YJ1eTxNsEkp+siGYrUmJDSe1omQPTAvRYvMJJUDoJSgdeAfE6rLgWiKF3klSq9EYXWQ2B8mEDxNCDVC2qzkP9wJ9WjMyGbXHgFW6SGpAwwGBfS5OwC0Asu91L04EPTdoL8UyTWKkwrnwCI4F045DQPImVQuJuSDk0jBR5WQYnTWunqCF2G8Rpn8LJACqLugAnM/Xg3Rl6D1UL2JjeCrHawDlN+1+PXpoOgDe9FYC37+il6cDPAChdD9gVlqwpOqAw0w0wTvss4toPhOzjZGuTRJVQN1DGBH9G7A4bSuYlakCGNhymDZ4LpG83Reshaz1UHehMorUByZdhdJH04wippZxjLCBPY1QgShq4oNtcJFBz9dH/DDDYF5EFp2SB5WGfAd7DMDnp7XaqwUoz2OhtDqbRye7w8Dt9DOwDYLYFYnXDCrCTaXayzU5B5zBDBbX22DTtwtomBQEvwDSo2cRmMpKBKBNS6pUCnIBRR8EUCRh1bSp6d5tQLsQ1s1G9BsmgSS5j4xm42qqClITw56Ev7gU/vf086NqjO1ce3r56PfD8/dvXg27fuHIx4MLZU4GXAi4HXrx47uzve/auX77Kb97CxbPn+s1beP/WHRIGR8IQEHVNRAyhIK/w8qUrG9ZtXLNm3dq165cCvdNv0YLF82cvmP3jrBnf/TTju59m/TBz9o+zfvzHDz/988eff5oN7wnPmzV33qy5C+csmD9z/pzvZv/8z9lLZy+a8fUPC3+as/znRYd27ol89jI3NqEqPbM4ISn/fUxxfEJhbFxW2LuciJCs8Dfp716nhb5MffcyOexl0rsXCaHPo948iAx+EP466O2L2wCAH19++uTy86c379+/dvXKhXNnT5w7e+LUyaMH9v+6Y/vWrVs2LZg3/7NPPv3qi6+//Pyrzz/96u9f/eNv//HZX//90/8HAH/yyWeffvr5p59+2BMGFuhPv/j279/ACjBcgLRk8cLlfmC5d+mSRYB4l69Y4bfcb+myZUv8VvitXLVi9aJFS9at27Bj++5NG7etWrluy+ZdFy9cDw6O3rXr8IJFa//+7Zxv/rngH98v+fLbRX//bumMOevuPI59n9pQWMPNqeIkFlCiM/EvY+puvCx4EFb9Oq4pOoMUn0OJzyTGpuLiUzFJabiUZADAiXG42GhUbAQiLhKZ9B6TFk/IT2NkJpAyYwl5yeSCFHpeIikvkVKUSstNIuUmEeGBGRgG4IocJigE9oVgNRbxGgq5NbnMikxqaSqxLI1UlUWry2PVZjMq0shlKfjKdFJdFqUhh+aTf1kf9N4sMiDhPFpjHrkxm9KYQ2rKJSPyKKgCGrqQDlugMQWkhkx0bRqiMQuDyMI2ZqD/cuTM9UOnrx46eeXw2esnL9w5FXjv1MW7xy/cPn3p3unLQWcCg04F3jt54c6Ji3dOX7p35sr9U4H3Tl99EHDzybkbj09duX/s4p2jF24fu3jnwOmrR87fOnk56My1h2euPTx34/GF288u338RGPT8xpM3t569vfbo1dWHL28+DYbPbz4Nvvcq7N6rsFvP3t5+HnL/TcSD4Mi7L989Cnn/8G30g+CoB8FRD99GP3kX+zwi4WVU0rPw+GdhiS/CEuHj03cJz0Lj4Xn+LuH5uwSYk1+GJ72KSH4Vkfw6MuW/nTcxqa/fp8Dz5n16cEzG29jskLic8KSCt7G5IXF5kSklUSlloXEFb6JzgmNyQuNzQ+OzP867hJx3CTlhiblRqYVRqYXRaUXv04tjMkrissoScioS88rjc0pTi6oKalF1BAaRJ+UpDS3tFrV5oHPEahyc1HYPNbd2slt07BadSGuSG3v0vaOmoYmuMbtlyjFo9w67oT6bu2N0qt/uGvWC1iVfpfB0t9Xa6wA6cOe0tctmt9jdvU5vnwvqdXp7HB74JnzebXOZJqzaoVGFpV9itgiNXfy2Tp6hg99mEnZaJJZeaV+/rH+AbepgthtpbXqqoZWk06DlsmoBt5hBTWmsfZud8S4rPb6o4PczZ+csWrR169blSxav9Vu6foXfxlXLN/mD/yBuWLtsw4blGzev3LjB3zdrNm7w37Rx7eZNa7dsXr91y/otm9dv2bzu43HzprXg3g3+Rw789uDOtZLcdDGH1mPSjg90TA+bp4c7Rnv1Qxa1UcvVyWmdrRyznmvUMLt0rC4tvV/P7m9lDRpYQ23sdjFay67rkuGgQeWYjqalljOrEqml0aKm9A5u7ZiG3MavF+EKZLTyVkGjnFmt4tUbW3BaMbrXwB7sFBhVZDm/sV1JGOjg9rQx4a3dDg1ZLUaJmZVSTp1WgtJJsUpho6YZrRA0SDmg2UglQuqkaJ0Uq2lGSjk1AloZj1Ii5dRoJSiDHAc7onvbWQY5rlWGaVcS5Px6KjqbgsoSMyvhkGcZpxFO0pKw6gXUKqUAxSaUStkNKiFaym7gkso5xDIBtUrEamhr5TG5GIqQIO83aJxj9JE+xGAv1mZFOVx4LyBVni/+SuyG5G5I6YWaPZDAC/HcXq7Lw3F7OG4X2+tmQU6a0051WSkeGwWykiArAZomQNN4aIrgmiK6bGS3neJxUME6q5vucdPdYKmV4vaSXR6qG+y10iDg2sXb3TBwEtxgfxVjd6BtdpTdiXa4kDYHOLF7UA4PyuZtnHbVTzjrRu1No3b0hAM37cZbPfAQ/kBB3LQbM+lEjdsRo1Z4kGO2xtHJprEp5ITV1xtkh/Gb4PA5jb0eKuSl+fic8UfdLixQk+GCXw9E8oLKJTjaGuvwhWY53MCM7QT5XshpO8JqR9p9lO7yoB0ujB0MCGSetOMm7USri+YCJMzyQDSbFz9hzZArojncxwhkUF19JJdfOzAE8zbJ5YGTtwgOD3rKjhifRoxPo6esaPs0xjGFs1sJdjvF4aQ7vSwXxHZDNBtEmoIwY068FfyEdRPWitEJvAeiO5zc6Wn24KDOat196tTT169PHz36w6d/vXni9z6V2CAkawVYjZQ4MiDvH5JhsXmEpsIutcja115XkHpw86qDW1ZAtmGLVhRwaEdVXsJ0v2GsV4euz1VISCY936DjjwzqEQ2FdRVZXCqCTWxQC6mTlrbxLr21z6Tm09pk/IF29ZC51aiWDnQZ+AxS9NsQXEMjorIcclupyApsdbZFxx3uFNYXR7GJxWBnXoQ36gTSZrpWLSwuLbgW9PzS3TcHT4Mc5qt33odEVp08G7Jmw4Xvftx26uzL8xefHT918+jJi5t37ly13n+d/5KMt8+wye+vb/VXluWU3LkoTomE2ARVdsLzHev6SSioXfvu2uXbp087RychD+hlHRxwP3sScyXw2fFj144cvnD69NXMzGK1uv3V61ClSrdr968bt25Ly8oeHB93QSDe2ebxDI1PTdpdlr5hNk+iM3S7vZDVDk1PQQy6TCxqs3RbqRQpj28YnwAyc9e4t7CJSOTJhqe8NgfkBS8BQU7IM2aztLY/vnFr2bw5q5YtPnL4wJy5M58/uWcfMbewUYNGSbeWQ0HkCqlVeinOrKFZWpkgDUvH7W8TdyjZ/QbpRHerRSsaMslkLKReRFJykFoBVkqv71IxNUIcHVNMQhUIGA1tSlavUTZi0YyYNaZWicncyjMofn1051xB3kNx82255hiNd6NZldjZv/bxi2c5eVKjoaenTcEjdMioHVJCt5rmGtVqxWi9lGBWs7o03A4lO+Z1EI9QJ6Fj6MjquoJ0ARFl7e2AJkegyVFbj2lQr7Qomjtl4lYeS0Yla9msXrVy1NA23dU1qNUM6XXQ2Phga2thbMzFg/v3rfd/ceuqjErt0bSSq1D7N/y6Z+WuuV/OvX/2joLRDE3YtVwupa7cJGMNG8VyVlMzDSmmYtQ8ulHWPNLRcWDL9g2Ll1MbkVw8XsygdOvlXa0Sg4KplZGaeY0qKaazlcWjVfkyFxj97TJyY+XejdsC9p/71f/w7pXHrx95ceqX6xVpDS10eU1OWX1BuUmmT49IWb9wzbn9p4/vOpL4NsbaMz5u7pfSORqBQEQhKriUqT79mEWpbSboZIywF88f33vo7+//1y+++PKHeT8u2blk/dXDl9KPXc3fH5i2Yt+9QoI8D8VpG4aQZNXlR/E1kt4baY1nQksy8G3h5dxX2aiWAccIBE3YnB2m7h7L9DgEKSHobHXfzDTjnOzele8EXx9KX3q+Zsmp0m1XmjYFlC0/lLj5YtbyU7Ez9784GY3KEU1fjMetPh+942bK6wRkp3wE6nBOS/pcLUMuST8kG5pktnnEPaCaVdQN9oFFZtC1yzdBPCPEMQIrb/MAxLNM4tSQbAQSD0iSmxQZGG02XpOF02Th9Hkkcxmrv1Y4VCceamgeREj7GsSdlRxdAbk5HclPqufH1woS6mSpyNZ8MvpRKju0pDOPOlYjNmUQLHkUQya6PRvTkYfvzCd05OHbszGt6QhNSoMxB2vKxXXk4c0FxK5CUlchyVxA7CgkqlIbjPl41IO4gWq2i6iCOB3D1RyIovNiFV6sL+HJt+MK0LeKN1xCl0WVyWIq5HFVqsRabUpDa1qTPh1hyEBqUxo0yfXyuCpZTEVrWlNnHl6ZUEN9njZRL1Am1PSX0XWpjV25eEMGUpdU35GFMWWiO7Iw5hxcdx6hO49gzsHBF9szMe2ZGGMWtiMH35lLMBeQugrJXYVkXSYK/zSlq4zmIKqsOLmTrIH003aiyknT+T5V4xRBAc55HUD3FpgBPHOMMOeDbwF8pcfAGS7tn8C1+CziFhdF66BqIb4Z8DZdD57IMHhZbb7WKCBHg2cx2qZQUkjcC45sE8Q2uUkaDxkA7Qcwpra6SRo3SQNusoyC8GIHRg6RtKAxmN4GNpPJOnAOr1KTdeCJfz7C31DQQSwZRGsD0dxUg5fWaiwgtxcQOotpo+AriTbwzQXT5CTr3NQ2J7XNTTcC97svNdrDMNmpBjgtHESF/2kcTKOH1+UB9Ug9wEHg+5LFy+9x8y1ObpdH3OMQdk3y2p2yLkg3NCE0qBAUBYGspJF56AYaokoloJg0fCEL0ViT0VSb2VSbyWPUdrbyLHqBScFqa6YquQQ6tqa6OC07OfJ96NPHtwPvXb/w7P6tlw+Dbl8LvB54ITDg9MWAU4EXzly5dO7yxdOBF84EBpzZv3v3+lWr/BYunD9r1pqVKx4F3UM1NuHRmIaaWgIGW1ladvUiYOC1/utW+K3ctGGr37JV8+csnj930dyfF8z4cfaMH2f/PGvejB9nzvxp1uwfgT4MI/GcmbMABs+cA7qRfl60bO6ipXMWLpo1b96Ps3/+bsZ3X3ztN2fBwZ17gq7ciH4Tmh6TkBWfnB0fn/k+Mjn8dWzw8/evH0cHP3n/9ml08JOIVw8jXj8KfR6UGPnm7dO7R/ZtP7hn84VTB48c3Hnq+MEjR/b+8ssmf/+la/yXb9+2cfu2TevWrlq0cP53//z2s08+/fLzL7764mu48veLz76E+34/9iHBrb+f/PXT//O//u3f/ve//8e//RWev/773z7922dffPbld998O2fmrCUL5i9duMBv8SKw37tsyaKF85ctWbpsyVLwjcDSlX7LVvstW7Pcb62f39rFfis3bf9l++69G7fsXLR09alTFxMTs69ffzRv7qqvv5k7b/76z76cO3v+xl37L2zbc+Z5SHppIy+nhp1WRo0vIL5NaXoUWXEnpPhOSOnDyOonUbUvYxrexje9S0SEJyAiEhqjYpsS4nGJcYSkGHxCNDY+CpUUg81IJOWk0vIz6OkJ+LRYbHYyMS+VmptEzEkk5qeQizPoRemUwjRyQSqpIJVUnEEtz2FW5XOqC7iVeeyKHGZpJq04HcjChamkwlRCaRqpIoNSk8MACnAeqyaHUZlOKk8FzYPVWeT6bCq6iIMuAu1HDVlkRC6tIZfUmEdEFFCRhRR4EAXkpnxSQza+PgtXl4mFpzoNVZbYUBRb85cDJy/vPxF44OTl389cOxpw88TFOycv3QW4eznozJX7Z67cP305CL5yKhAA8OGAm8cu3jkReO/4pbtHzt86dPb6obPXfz9343DAzaMXbh+/dPfk5aBTV+6fu/H44p3nl4NeXbz79OrDl9cfv758/3lg0LPrj1/fePLm2qNX1x69gtH3xpM3N58G3335Dobhe6/C4bn/JvLPAPw0LO5pWBzA4PD4p2FxT97FPg6NARMcDSdIgw5h3+bw83dxL8LiP958ERb/KiLxdWTSm6jk4OiUBLDTjwAAIABJREFUl1GJL6ITX0Ylvnyf9CYmNTguPSQuKyQhOyq1OCQhNzgm521c3tvY3OcR6U9CUp6+SwmOyfJBcmZIXFZofDZMv2GJubGZpTEZJe/Ti9+nF8MYDJ/H55Qm5VekFddklTfkVSMLatFF9djiBlwZgliOJJU2EQrrMDmVTTmVTUX12AoUuQ5LayKy0AwBVaSQ6DvaB8a6J+1dEzbj8JhlCsi83Va7eWrKYrP1u1wDbnfnlN087ei2uSx2t8XuhquDOyZtXVZnt83VbXOZpx0dk7a20cnWoTHtwEhzZ4/Y1CPusEjMvRJLv8TSL+6yCMxdAnMX3dCGVymQMkmDWFjD55ayqIU0YlxNVVhRXlhedmpF2fPw8C17di9fvtx/xUp/Pz8YgDf4r1jnv2ztWr/16/3Wb1i5ft2q9etWr1+3esN6/40b1mzaCAB4y+b1GzesgW9u2rh244Y1G9b7ww9bs2LpulVLt65b+duOTedPHnr7/F5ZbgoZXW3UCAe7VSMWzUBnS3+ntMsA/hkds8hHTIJRE88oxRrEqNF27mg7t1tBGtIxpjr4fSoyCILmNXZJsINq6pCG1qciD5u4RgVBL8XopRglv0HJb9BLMW0tOI0I0aEiwXd1qEhdWqpBhlULm5pZVVxyMY9SohA0wGu9ajFCxq1tlWH0LVh9C1YrQSmFjXDHr0LQwKeWSjk1Oim6XUnQSdE+VEaa1CRNM9IgxxnkOKWwUcatlfPrffxcA1JbdCyjktqpYegkeD6lkoUvEdKq4ZswD8MkLOM0cihVVEIFjd5E4+FpLSy+xaB0TTZ7XRTbNOsPAmT5GBguqpVCgH65Hi/T5aY7nGBcDqbHxYJcVK+T6rWDniQfABOhaSI0TfBOEd3TH+gXPMDJ8HpgACbbHSSb0zduot1DtHt8zl4nLAvjbGAfuGnS2jgx3Thua5iwYRxeQL82L8LmabK6wUx7ENNu9ISDMOUmWb0kq5cw5cZNOLHjDtyEkzDlxk+6sOMO9KgNNWJFDk8jh6cRo1OIsQnExDh6egprs+IddqLLSfK1DcFVQx8BmO7DYOBJ9vUMkzwf2oaJbiCuElwAMj82D6OmXWgrgGGMzdM0bWuyAmhH2hwIq71p2oacBg29qHEresKGnXIQbG6Kw0u2e4hTTtz4tMCXH0a02hoHh5DjkzTflw54m8OXPg1irvB2L9wghbF5cE4XyjaBdozjHdMUp4PucoMmYScY0qSXNOlFjdgRo3as3YtyeOqm7egpK2lomNZt6YWgu+/Cgl68vHnz+neff3pgy/pOCWeyQ9FCb2qm17eraaPDKrWOrFCQQCixXMDFNx7bvfnQ9jVcfP2gSRn65Gb4qzsqMUVARzSzMQJmEw1f0SLEi7io0WGdooUsbya0KuitEqpFJ+jTCaW0Joua5+jXt0toEgaiv10y1qtxTnZWl6bnpyU2sxgiJonQWJ4Z+8YoZ1g0zC41uVNDalfhjSpyh5413Ctva+UN9mnFEtaTNyEnLt5at/XQktW/HT315NHzrNtBaU9eFOz//cnKtSdPBzy/FRR2+sLt+ctWz1m6pLamwtPXC/X31ke/K3l2n5Ec4RKRuclhIQc2mRDF0EiHiYZdN+v78MePIQ80Mjo17YBS02v27r96LuDh9RsvTxy//PpVWItUScSTjh89lpQYX1pccvr06SNHj9+8e39geGLC6hgaG3d4vJM256TdPeWAZJoOtlA9OA4NjEGtxnGBpANPkpjM032D7tExqKNrKrcSJVAbRcq24XE35IHcU4B+h9q7jTINn0Ddv23Hb1u3XQo4d/LEsZ27dly5fN6sk/bqRSYFU8ZqItRnoiqTZey6vjaOe0zX18bp0jI7VUy1gKARAKNvMw3daxC3Kxj9RpFeRja0kIxK6kSvvEvHgmPw+trFU/3aEbOqXc42Knj9Fr3BrNeMDx0MeXsoJ/9t1+ARtnQbmnVLba72Qr+ExZ0Nfkfgcww62ahZMdou7JQRLRp6XxtHTK+RMOtUfIxRThvpbOHgq07v25Ie9RJRmiVl4DsV4k6FeKLLONbZBjmt0PiwuaWZj0UqGLSJDqPN0mVRyu093Z7BfkevRUYlP7x4ceann66aNevt3ds6IYuDRQgIhA6Zdv+GvXO/XOA/a9Pvm04t/PuKAxuPJrxKaCZzh9uNE13GkQ71SIdy3GyYsJjGOo29rTpsVeX+LZsX/fC9WSXvMWh1Uq5awmjmorVycp9ZoFPhW0QIOr6Uha/oN4pauEgRvUHBpYQ9eXJwy77jO84HHnxUn8W4f/bdntVHarIa2GhaSUqemNR8dm/AwU1H9vjvO7r95K9r9l86dLU4qdQg0k+Yh81KHY+Al7FIllbxUKdstEubHZ8Y+vT1pjVrvv7m7zMXrpy9bPeCNZd/v5R9+k7FrtOxWw4/bB+FjEOOaS+kNUzVEVWlAtOdHOTthIZyVvf7Mua14Ayy0jQFQTgS+cmjp2+eRhZW8VBt0KWm8Z+yLX+LUf/8nOR3p37O6cJ5J0qOvhafeiPZc4f42wPCxtu1Sy/lLrqScbVQejSetu1Z/c5nTb9cTsHXNDu0Y9PyQatsYErY7VUM2/idbpEFoC+YblCxK+oE/cACIAXbKDovuxPi9zipbRC3u6uS25KCGKwXjyJkg/Xi/mpBXxV/oEY4WCsarBb2Vwt6a4X9jc1DSNkQRj5GUE9T9S52B8S3TJN0DorBUs6RJzZB5HaIYnI2KjwopRMtd2HlHrzSS1B58EonpsWGlEw3iScbhON1/JFqzkA5o7eE2l1I6iogmguIA9Xs/iqWuYCoz0B6CCo3XgmRNA60zLf668uF+iPVGezQImWAij+uwvpOvFifWRoj92IVTqTU1igGq7Z41UQNz5iBGiymeVAtYxXssQq2vUE8VsHuKyBP1womq3nTtQJrndDeILY3iK11Qviis0nqQsjgPmEQtQUnTlH1EL1tvF4oiauCFCMg45rbYcXJP/Qbi4Dr20HVAnblmpw0nYfp41iuCTjPfSTsYRrGsbKeWs4wUgxAl9cBsdthcgZHfufHR8JecTdD76K3uqk6UJjM7QR8y2z3UgC+gnNuJ9CB4XxsGqhKBljrU4Yl7ysA7lJagfALAzB8/gcAfyThDxgMA7Cvchm0LtNa4YFEFhdZ01fNbi8gdBSThxsE8G/tg94uOBXc13LkszdzwZX/Oi52h5ffDQAYfB3zYVzCbni80j6PpNcp6nZJeiHFkENsGWCotARGK4Mtp1KkFIJOzNa1sMVcLItej8cWIxpzSJhCLrVaSKtvYYPkeb2ITEKUl+UlJr8PfvvsTtCNiw9vX375MOhZ0J2gW9dvX7t8PfD8tUsB168E3Lz2/9H13lFNruu69/r2d8Y5e+/Z11xrOYvTXrBLExQVsXexYKV3FBS7oIgoxUrvKL33EtIbSUgnIT0BAqH3Ii097/c9eZ0sz9p7j3GPZ7x5QUKif/jLdd3X5R7o5xrg6xbo53n10vmTRw/t271r49pVq5b/6rRv7+2bQRUlpdXlFVVl5c0NjZUlFX6evtbbrQ7sd9ptt9fWZs+O7TZbNu/cbLFtw7pNq1euW/7byn/8bdkv//h1+bLflzThNStWrlu1es3yVWv/WL1uxZr1K9duWLUOnvUr127buGXDqnXL//Hbrz8vW/37SsstO444Hrpw+uyD4KCnD4JjI558iH2eGPfyfUzE68jw6IiHsRFPntwNevH43qM7AdecT106c8Tl9LG9tjuOHtp75Mg+R0c7W9tt9nZWB532Hjl8wHH/nvXr1iz7x9++//a7H7//wZyD9d03//HtTz/89X8C4G/+41sYhr/5j2//89+/gQH4h+9+XP37HxZr1m212AgzsOU2IP8CC/TmLdu2bN2x3drK0s7G2mGXjaOd7UE7OyfbPft32O3eamO3e//hYyfPPw5/lZqaf9nFZ9mvFv/n33/78ecN6zbtO3jc/YrHg8DQuISchvhcdGx288v0hojE2odvK4JfFAS9KAx+VXI3phwwcHT5o+iyJzHlT2PKn8dWRsVVvX3T9O5187uYpjevGt68qvsQ15T6AQMDcHoCJvU9AODsZFxmIiYrHp2TiM1NweUkorPikTmJ6Pw0QlEmuSiTXJhBKsokF6QT4a9mJ6ByEtEfkzB5KTgYgMszSZXZLUAEzm6pyCCUpeEqMvGlaZjKdFxdDrkuh1iVga1Kw9RmYWuysTXZ6NocDDw12eiabHR1FqoiHVGe1lSa0lCSXF+cVFcQX/3pbXl2XMlfYPo9e9X33DW/c9f8nK/7X3ANvOR+87JnMFCDvUJcPG5ddAu66BYE3zzvFnTR4xYs/Dq7Bp67EQDT742A+1d9Q6/43IH1Yc/gJ76hz/zvPXe7ed/r9mPvO088gh+aYTg84EFE4MPn/vefBT2KDHoUCT8MDnsZHPby5uMX8EVI+Ks7z2JCI2LvRb6+/+LNEu4+iHoLX8NC8d3ncUvpWQ+ev4ahF8Zg+P6D56+X8rTCo+PDo+OfvHwPJOVXQFWOiEuKAF3BgGxfvE0PN7usI99lRX/4+CrhU2xCfmxyflhMUnhs8tO4lIg3aTAJP3+bHvEm7WV89sv47FcJOTFJn+JS8t6mF77PLP6QVfIuswBm4MRPpYmfShM+lnzIBvHRcG5WRnFNRnFNWmFVelF1dln9p8qm7OKa7OKarNLaono0hs4V9gz2ziwMzmu7J2eGFjSjeqPZ56wbNxqnzJUMMPcu0W/vvKZndlE5M98zC9KwemYXVeaepKVTOj4jHZ+RT4KYaMXUnGh8mjswRFf1MnpVpK4OlFjYyG+r47GqOfQyekthC/5tWVFcQe7LzPR3uR8zi4vdA/zXrl27y8radseOXZbb7a132Fvv2GW91dp6i63tll12O2xtdtja7Nxla7nL1tLezhqG3r0OdrvtbWAkhkkYBmC7XVaOe3YdcLA74GDnuMfGaY/NUUe7c8f3Xzl/5EmoX05KLAVTqZLR58YU08PigU72UCdrfrB9tp/bwUF0cBCLQ22TSpqYVtXBrJdQq1Q85GQXZba7dVxGHBSgB9pRIB1agutqR7bTKjmkEkFrlZBeLWbWdgvRQnq1nNvYI8L0ywj9MkKPCNPBQ8g4DR3tzVxKGYtULGtr7JMTeiRYBR+h4CO6hChZW6OQWSPh1He0g8wVGIyFzJouIWqkmzreS1dJcTDlwtAr5TbAf0TIrIH5WcKp75WSO9uxcMWRhI0Qs5rkbSjgqf6zZolJKKNhiuDYLR61jtBcyKY20RkYHBXdIuHKF2aUEMSHIIYR7PRSzAnPcG4TB4JajYYWyEQwGnF6PUarxWi1OL0OtAFDoBiJBBmIkJ4Iac0YrMGZ1DijFmfU44x6vMlAgIwECAi/BKORZIAwi1p4UPPqplk1Yk7TPK9FLQK3MFqjQy5qGueA5lk3M187PVc1PQv01UV93by+dk5XM6utm9c3LILAZ6wWIuogkh6cODUEcy9qTg9fIGd1iBlN07T6CwbPLDTNLTQtzCM1arTZlb3EvWDbFjLBAPxl7xcywTlSQPL9k3vResC9KB0EE695FdkEVzFhDBDOBNUtqOsXgQ5ct6AG9D670DinBgVFGpBfRTCAIeohgg4eY8PUNFajJuoNOI0Wp9e3gCRtCGeWf7F6kJvdrDWg9CaMWXzGmqCGxblm9RxWpyUYjS0mqMUAkfUQUQOhZ43YRQizACHmDEi1Ea2HmtS6homZ1qnZYQiKzMq+5O9//9nTVatW2G/fiqstHZZw2on1Si5+pJOpmVFoF7pIhGJlJ+3zoAyaH/e+dMph27oQj0uQ4XNRxjv/62cZxLqBTi4VW8GnN08NS+QC0rCK1yGhiIUERmttGwehlFPEbVgyuoRFrO4VU8eU3LkRaY+IOtbbPtLL5zIQkyOSiqK0/IzEN8/DrzsfQ1fnK9oIMjZKJcBqxwUCemWfAj/YSRFyEQoRoUtBV3awSss/nb98/dwVX6djV1Zt3GNp63z5+uPL18Kv3nh++25q5Muiq65h3v6RHr5Pzl8JKK/H6Q0QpDNC6kWoX5V69xa3OLsXVRF+2pHx8T002imsLTy6eeVx2x0DCplOo51b1Cv7p2+Fxt7wCD9xyjsg8NnDB9HHjjhfv+Lu6+23ffOWID/fJw/uHz185NixE65uHvcfPJmcmoUgaHJy+vPsogGCpud1w1OavpF5Br8L3dJOoEtKagnCzrGJBWgRgshMCZ7Gb8LSmlBknQ7SaqCp0RlID80Pz6hEHTX5ZdfPXgj29A708HQ+edLD3dXWxmr3Lsu0d5Ft5Hp8XW4LokDMbGTiS7va0bND3OFOajutmk0sF9AaRHSkgkNUCVuVfIpKTJO34Ya7mEOdDHjbXynCdrSDojUJGyGgI3qltLHudkErio6tVUq5Qlk7f0jlnRh/Pb/QpRHzF7eA/3z06lAZ0rMO7/Qs+nFWNr9TxmbihzvYY3LaiJTYJ8Ir2po7eOheCUklIg8p6JMq/pCCVZ2bFOx+viInkUduxtUUS5mk0Q7RWKdYM9SnHx2EJkdNEyNzvcphiWBUJppVdY3JxcjifI8zJzb+/afzjg7NRXldbDqhqiwv8Z2Sx+nmCW6cvHTU9pjVKvtda512LN973NbFeu1+27UOV49di37wPD8pta4gF11VUpKRWv4p58nNoMO77dYs+/u3/89f3kc9nRro5NFwIhahQ0BhkmvYtNreTmqXFC8TYJQSCptY28HH0TAlDaWpXe00fgs57nHUGYeL148F+Dk/vnIo8IKjx0l754LEwsmuieqcWps19jdOeFw/7n7lyA0vZ5+LB11O7j514+T1N2GxiOJaPpkx2d1rmpkekktIDfXXT1046Xhk5a+/fvvt96strP62yn7ltutXAvPdQiudXOJ2nw6ehqBZEzSnhzQ6aFIDdeogkQbiDJraB6EynPhdbh1Z1DE4Mxse/iTAxzczMa+6qT04mbonlvZ9NG9LwbhtJHHl+fe/OEU5+VeeC2lyDmlydC/4Xxb+f1l2dtWFGKvAjEf13c/RY/cqekMKOi/eL01/V6OWTOlk0wv8kTlmPySeNrYN61kDEHcITNsgxB2AQA1SH8RSmZgqE71XR1KC5V4ww5z4GlUR5UvmM7Xvi7W1pRckIVHNbcDMoS87wJwRoOMxB4GUB7aCRwEL0QfZbyqgVpDrC6E6wIIoscu8a9oFHMWwcRfeXyV3AULDSg0oka5ZoEcKjWixCSPRooQapAAidcjTG0aKSLpmAdTau1jPhZAgMsrQ1A5oFq75xcgAjgJJUwYbgE1oMZx9pW3iG5BCOFwKTs8yocXztezBPJw8oRpqG5uvYgKixsoMTe3gGi0BP/brfCkQtQWeUVPXpq3n6Rr4hiaBESE0IsUmlAQgJXvYgJXK0hpGSilQ+7gaJVSjhBC1G0jBrT3Glk6g5VKVJkqXjig3kDs0eCkAXVo3AODWHhOlaw4lGK5qlWQ1AYs1fxTIxcw+iK5S4yQAhs3fBjCY0QvuswfMMwjUY2q3IgsxWkGDWlWAh1u6wFPDS7ykDqDcmsdIkOtxUkFCFQBjMy1/Oc2EDN78/3aWAPhPBoZ/GngiUgf8LDqsZKaeM1JO7S0kzDQJDeZiYYg9oiMpF7Dmz1P4k//X6jhj8M8OpD4TYwD8m2GCyCuIPWRiDZpYg3rWgIE9aOIOm3gjJt6IgTuk5wwCHhYNCxrw7SgsF4XkYprbiCgKupqMqWhjNrdSa8nECiq+goIta0EW81rqlRyCnIlhkZoaKz9lJsZEPLwZ4u/+IMQv7O7tED/v0FuBIYF+Qf5egX6eQf4etwK9goM8g4O8A3w9PF2vuV27fPnCuX27d61fvcJi3dq99naP79/Lzc4qLSwqLy4h4wlVZeUB3v52tvZ2tnsc9jjusd+3c7u1xYYtG9dvttiwaeN6i99/Xf7bL7///o/ffv/Hb3/8snzlbyvgvGhYEF7aGYZvLuVFw/HRFms3WqzduHHNho2r1/76t59W/PozaA+2WLPHaseJw/vdL1+86edxy8fTz/P63SD/IF/3i6eOXz5/6paPp7/XjSuXzly5cu7ihTOnTh45cfzQmdPHThw/7HRg78oVy//280/fffPtD98BIfe7b77/9j+/+xqAl0Tg7775/rtvvl8CYxiDv/vm+59++Ovf/vp3QL8bLLZtstiyccOWjRt2bt1iZbnD2mrnlk2bt23ZunOHjY31bns7R4fdh/c5HN+379jBY2es7By2W+8+cfpi4K0HKSl5iQmfjhy+tGq19fc/rP3hpw1HTnp6Bb3wvRMTl1SZUUpIKSa/+YiNTK5/+Lbi5vM8zwcZrvfTPB/lhESVBr8oCXlWdPtZQWhE/qMXRU9flUVGV8bG1MVFN7x+WR8XVff6Ze372EYYgLNTCGnx6NT3zRkJ6KwkLDjj0dkJmE/J2Kx4ZOaH5k/JWFj7LcwgfUwC93MS0ZkfmjPeIzLeI7LikUAfTsUXpeKK0/BlGcQlEbgqi1SZSazIxJelYyvSsNWZhOpMXGU6pjIdU5ONrc7CVGUiKzOaYeItT2uCpyS5viixNv9DVe67ik9vyz++KcuKLU5/VfCXM1eA+fmCa+D5GwFnr/qeueIDS8Ew8V5yv3nBNdD5ur/zdf/zNwIACZvpFwbg825B592CYAu0W9DD6/73rvjcueZ3F5ifb4f73HkKK8CeIY+8bj/2DHnkGfLI92540KNImHVvPYlawt3bT6PvPIuBTxh9YRc0fHOJh+GboRGxS/eX5N8lyXdJAX4Y+WYJiR+9eAvP46h35vmwpAybu4JTX77PjHyTFhGXAiY2LTw68cnL+MdRH2D6/dMsnf787ZcBuvG7jKgPWa8ScmKTc9+kFcAA/DotdykXOq2wKq2wKrWgMrWgEgbg9KLqjGKQlZVeVJ1ZUptdVp9f2fSxtC6juDqvGoGksoQ9g32fF4cWdCNq3ZQRpGRNgqAs44TJNG40AhHYCI0ZoVEDMD8PqPW985ruzwtd03PwdE7Ndk3PwTzcO6/pX9R1fV7s+ryonFUrZ9WdMwvS8Zm2wWFGTy9RLsNLJTiJGCuTYKTCJmFbFZNW3EJIb6p7X1YY+zHrVXryp4qyF7HRVjbWVpY7bHZus7MC9Gtntd3GcrON5WZr603WNlutrbZZW223ttpuY70DZuCvuddhD3A+wwPrwIf27zlyYO9Rp33g3O9w1HH3iYN7Th3e42C16dQhe9/rZ5Neh7FbGif6xQsTSuOsaryHNT/S3icldguxMwNclRDNxhd28RAyRm2/CDuppI0pSN1tTRJapYxerWxrEpuJl47Np6Fzpex6GaehnVYp5zZ2C9FybqNSgBpUkAbkxH4ZYVBBGlSQOgVIWVujlNsAdxp1izGdAqSc19QpQEq5DUJmjZhdBz+U85rE7DqlCN0jwQ51tUz0McZUrUoRWsisaaOWd7QD47SYXdclRMl5TW3Ucn5rJfjhXDBiVpOAXg+Kjsx9SJ3tWHjvV8RsZBHLyc15FFQBt6VKzGzsaSdIWRg+A8tikVo4VKKAwx7uV0BGCQSZ9V4TAzLQISMd0tMgbYtJizcZ0CYDyqhHGUFcE8ZowAHbsAn2DJPMNUiw1Rk+sSaQfQUbiZeWafEGE0YLaoFwGj16QdM0CxgYSKN6CNzR6DCLWuQiQOKmefDVxjl1vbnRt2ZG82VmtXDaMwzAZANENkAELWBg7KIJpwYX8DVmwbhExYg5DQDsr9AXbw6agk8YgOETvgM2eP9EX5h7l9Kn62Y1IDtaA/Ko4f5hcK0zNi5qYbc2wOB5dT3Y2tUi1XqSCaKYk65aIIhkAEMxa7+o+QWCXkc06LFqDXJx0fyZAvgUAF4eNjchg3cPb9aiQceSehGj1YAPESBgHceDmG4IuWBqmtU3zwPGxmoh5KwOOadBL+hwU7MDEIRuaz927ca958+3W1muXbOitqxgblQ12tkupaMGJa1yDrpTROxXtrbgivq7WBMqYUNRtvPB3ZePO/aJWdTmSrfzR1qay3qkjKbKnHYGUimmjva193WyBpQcSTteISO3t6MZrbUsRj2LVo9pzGslVE4Pi7sEpLE+vma6e1jFayXXMFsbJ8dkCW/CeiTcsuxkr0unBmXs+WGplIXkEkrZ+EI+rXxYSZkd4XfLyQohqbeLJeQTc3PTDx877XLNz8v3/qmzXqfOeHv5PPPwfO7mGXnG+c7JM8Ee3lG+gTE3PMKvuT16n1yp00OaqUVIqwe4OTrIriqNuHEhOcQ35/Gt4JMH3A/seh7gMTfQA5n0BgMwI1/3Djl+1v+8yz2fgBchd6JvuN72cLsZGvLgkNNhq+07CnM/nThy+EHonXNnzl6+5HL+3IUrLleZVIbJAEEmaHh4Wq0DpuihKa1yeI7C66jFM7rGFkbV0DwEtYq6KAJ5FQLH50khDTQ9MrMwPgfpoZnBcQaegqqudz3vEuTu7XfD1ef6Da8bNxzsdq3+Y/mG1b83leV0C8igRZxaDyp/OmhKAUYpQI33MBRtzUJ6vZyD7mjDd/KIKhF1SMGqKUzEN+QJ6I3yNoxKQhpRMib6WP0KMpyox6c1yttwY93tQjqa1FQm5rZMz4wMa2Y9YmNWubr9fvvRxQbC6zH1+ufvHeNSLsR9KCSTOwZ7BG0tnwdEc72cbi6Cgy+hIHOVAly3EC/noHuEJAkTpeDioPkBRGnW2QO2CVGP+iVcUkM5rrpEzqIoOQzdyAA0OwXOqTFoflJGJ6VFR+zftmH7H//wcj6OKs3tYLXIGaQOVouSS6vMSW8sLKQ1YS4dPrfbYs/25bsct56223DcavURJ6uL5w64XTvlHXgjONT3tsel64f3OOy1st65bsPubTucbG1tN284tndXr6ytW8ysL8tkEGs6hCQKtoSMLuiSEnsVlG5py6CCg6nJIzcX9Uopne1XCIfEAAAgAElEQVT4XgljTCmjo/Cup9y8nW/6X3h4zz2Kh+v0v3jnxgkPamMrHcH2POtvudLW65zfYeujR22PXT12xeXwJS9nz6vHXdzOXA92DXoccC/85sMQt0CXI847Vm7euXbr1rUbLCw229gf/ve/bvn7mnNXA3Kv3Sw85fbh0KV7w2poeN4wsWDSm6AFA9SrhsYhaNIEjS5CA9NQ35RhAUSsQTHRL+Nfv2eRBR090OXwyqMfON9FtFrmDx98Sdp24Y3V+bcHrqf9ui3w35Y5/58Vl5bbBz7Ioj8u5J4IL7ryHh3wifu4uu9xxUDkJ0HmhzpIpdHJZ+YFowttwwCA+aMGgL4wAA9AbWYA5vSZ2CojSwUJJrTELsAw9AGofZqXVA+80IyhpT4bUGhEVoGdXvoQ2Aqmm/2r3NE/07CGYQDWU0EzMMQaobwqVCMkUEu/tlEMtkOxMhNGAmu5BpTo69EjhXBslQEl+pKxTOpQN7eDpCiCfKaWxXyVB8uYIP8ZC4KOv1Z3zVVAgHhhxDWa859BJlYz0Jx1iHYTWvzPdCiczIQWqxvaeDGFEEYKcNcMvUaEQN/IN5rl4i9i8pegadEX07W5XsjULNIjhHqEUIsQaJrawSCFM7VsdbMAF5YGkTvnmngQo0+Hk35ubIOhFyR7MXqBCExXAXaFORZkj5kFXtDDDNzRoowGgMqcQUC8MOWav+FzM3+qkTtaw+grJXfmYcSZjfyUGm5ipSC5hvO+jBSZXXvnrYmoAJHagglA3RTgmgZqrTnEy0Tq0OOki0iBNL0BOKXhzGpKN/x+LmnF/83F1wC8dG1uaQa9zRQlSA6nKHVYyWxj23g1o7eYOtHA15O7QUYafQDeJ/9nahprGHwywhkFVcDMIXOOmpl+zQwM0y98GjlDOma/njVg4o3oOYOLdJWOPQBJxwZpfAWRykdieDhUOwlNRdZQcbUKEZVCqGRS60RcjJiLETGRynZSv4gmZ2IEDBwJVVmUkxgVdjvYzw0G4Fs+nneDg4AIHOAd6OcZ6Oce5O8R5O92M8DT2+O6p+s1X0+3AB/Pay4XHB3sd2zZvH3zpr32drdvBhV8yi0pKCzOL6AQSVWlldcuXbW23GW3y2H/Xqd9DgesLXdt2rjVYsOmbVu2b7bYsn7tBngZeImBYS80HJr1xy/L4YE3h5fqlLZv2ma93crOatce290OdvaHHPcedtp75MC+/Q67bHdu27xxzbqVy1cuX2axdtXe3TZ+nm4R4Q/DH9578jA0/OG90JDAWzf9ggJ9vL1cb1x3uXrlwsULZ44ecbLbZfXrL//46cfvv/3Pb77/9rsfvvsRRtx/AeAl6P3um++/+Y9v4fn2P7+D6XfZ339Z/tsfW9Zv3LZx07ZNgIG3bbKAAdjG2tJyx06rnZY21va77ffv33fkkNPp40cvnjx56eLFG0dPOJ87d8XP787Tp3EpyfnPIz447Dm9fsOeX37bsXnHEXffZ3fCkh+9/Jici04pIqSV0l7n4MI+1Aa/KHC/l3Yx4P05v7cXg+IDnxYFPS24FV4Q8hRkQT+OKnkWXREVWx31ojI6qvb1y/q30Y3vYho+xDUlv0OlJ+BS3iOT3zUnv21Kfd+cHo/KSAD0a176Baybl4ovyiSX5lCLs1ryUvFZ8UiYezPeIzI/NGfFIz8mYXJTcPlphNIMYmkGsTyTVJFF/jIZhIoMQlU2YOCqDHiwVRnY6kxcTTa2MgMFK73FSXVFibWFCTVFibVFibUF8dV57ys/vinLjiuBJzOmKCO6EFigYeK94BoIi8CwEfr8jYALroEX3YKWABhWhi+43zzvFuTsGujsGrgEwBfcb7p4hcBU7OIVct3/nmvgA5iHvW4/hhVgn9Awn9Aw//vPbj2JuvMsBkbf4LCXS9D7Nfcuge7tp9Eh4a+WOHnJIB0c9vLWk6ibj18sxUf/iwK8RLz/chEWFf/kxYcnkQngfPEhLCo+LCo+/GVCZFxyZFzy89gk86RExCSGv/zwMPLN1wpw5LuMl/HZ0YkfY5I+wc7n2OTc6MSPrxJyYEEY7AanfIxL/fQ2A64LLvpgln/fZRZ8AH3CxUuT8LEkKbcsJb8iPb8i+WNJfE5RTnk9upUjGxgbURvGddC4zjgDFwiboFG9fkSnG1Sre+fmxk1fAHhIa+xf1Knm1MqZ+c6p2c6p2Y7Jz4qJGfn4tGJipmPyM0zCHZNziolZ6fiMZGxaNDLOHxhmqvpoXd1YoRAlaEe2t6EEPGR7Wx2XWU4hFeDQxSRsUmVpannp2+yMrKLCnIK8K9eubt608V8A2HrnJiurzdbWWyx3brHcudXKEmAwzMB2u4Ap+msFGHZBwwC828YSnj22lnvtrJ327jp5aN/ZY44up4+cPbL34O6dpw/vDva+Gh7q++Cm+93AKyRE/mQfd3ZYAFKpRIQBOXmogzI3zJ8baBuSExWchg52Q58QPSTFq9qRUmYNrPHKOA1Sdv1YN22ogyxi1Ahaq3olOCG9Wsqu75Pi+6T4QQVpVEntleDqS9+xySUwBsvaGpUitKytkUEo7BZjusWg8UjW1ihgVPNbK4XMGim3QcKpl/OaVFLcUFfLYCcZNkLDd5QidLcYo5LipNwGNrmER6uAQ7AEdBCsJeU0dwlwAwrqgILaLSKwSRXclip42lvrxKwmEArdUjUkonQyMVImTsqjtrRgKuor6skEdr+q22SUQQYhZGAZ1BTtHFE302Kco0AaNKRHQhAGgrDmqCes+RpjBLu7JAj6U+A1kgxGstFENKMv1vzN4DQX86ANsLPX7HzW6pGLGuTcImpeTdAZKRCEWwS+aPjEqnVojQ6rNqDVhrqphbqZxYZZDcg9njOA8t5ZfcNnHbBAL+hwGuOfmirQV2HChE+i/oviiteasFoTwQgtgS4eVBYbvrZAwzrwF/o1GszlRuC3xehMGJ0JrTUuDfwQqdY3zWsaZhcbZhdBKtWi1pxirUfpDUgdCIhGaXQYHYjCIhghogkM3mCCvd9EvYkKgYJlJgBjE9Ggxxv0RJORaDJidTq0TovWgRgtrAn0RZnrfPVN84s4vZGoB28sEQKtv0gtVL9gqAFlTobqiUXAwAtQ/egscnyOqYMkBojXO3z68tXXicn2e/ctW/b3nOy0z2N9Ym7LWK9QJaaJWSgqulhAbxxQtE728dQTHa2oyhtnDu7dvpaGrJodULg7H0l49XCkiyfjkepK08QcbJ+C2S2j0UnVLEodg1LbQirn85ux6LzK8gQ+GzE+yO9RUPmsJjEXI2CjlFIqEVNCb6kV8vHM1sb0xBejPaKkV0+iHwX1CakcfAU0q+wVgj2C2SGuSoob6W5dmJaN9vGV8laJsKVL0Y5oQnt737ay2r9ls73NriO795y23332zDl/P/+Xx08EnHG+c801wuXasyMngk+evRsTW8hqFQ+rhqF5HfT5M/R5ZkzIS494EhPsRyj+tNDbAekXjXOzkAn0GCVl57kHPnBxfeTqFRn6IMHV/eHhI1euXfE9d/riPvu9KR8SXC9f3rF54x5bq5u+vg/vhp48euyay+ULpy7gEHj9ohEyQSYT9HkBGpzUqCFoXAO4d1wLDSwYipoxKFYbksmmsNvUE7OQxgRKkBb0Q7IuPpVRW1TmdsklyNPL7ZJLoIenr7v7Phvbdb8v32drff74oak+6Ugnu19KZeLKGbiSTj5GSK8VtNbMj7RP93PGuplglOwBGX1QzpjpF9YUJrZR6sWsZjapSsZF6qYV2mlpv4LcLSIsjImnB4R9staudgqxsbimIK0FU7s4N9Y3OXjI0/0vO6z/4nTyGUdeA0E7n7/930fOHr3/hCSX9Ax193a2LQ6LoWlFLx8lpFYzcCXdQjyPUs3ElfeKWzra8CoRhYosnejhC6hI/6unnt32aaeg6Og6PhnDw6NVPDY0NwHp5/lEVIjrJdt1yy1X/fLh2b263FRlG3lIypLSUV1cAkhfIzVP9cjrCvLjI6PtLaxP2J/cv/24007nfdvOH7G9fnKv57VTwQHXH3ldDTl39MqRfSePOZ50snPcvHL9nh3Wa35Ztvzn75G1RRIeUconMMlVba21ba21yNoMBql8erh9QNHKJtWIGDhkZW51fqKY1dwvp3W2E4c7BENyWW585lHb4z7OwW8fZ3DQ8vdhWbs3HPa/eEdK64Zmoffhycd3nT5sfeTGyeveFzycD5y6cuzClWOX/F387nnd93cJvHTw6lGb03ss9u/8Y6fFL+t3b9916MCx02dv/PzbrjU7XN2Ciy75ZJ/zjL8RHDsLQQsQQF+DCZr8bJzQm8a0ht6xuTk1+PTkswb6rDXoIaiupvZ9zHsmSdg/DEXkCi6ki36P5dp97Nvu/dHpeqKTy+t9p549i2sOepi3Yuv5W5H5uy7e3eZ8e8P5u5ZeMY6hOReimk88qY8v7yzMQEHDptn2kVn+sEE8AUkmjYIxU/uYiWdm4DaYhPuNXNAGrGcDNlskdmrISjWpC+KOtac1zWNkWmKXkdxjIHWbSN1GotJA6DJjcA9E6dVTVUZ6P4DetlEwPPgc09N6gabHGZVkogZKaBBnXIuUAU3YnNUERy6BmCXztirs0YVvGrBSPRB+RepmATwGvEyDFELUntZXeRqkEHh3CR3mLt8OCN8BOnVBx6/0ywBPshzCK758D/ydhI6lNVc48wl8layEyEpFcn1XWhNEURmR4oVarh4hhLDyxbo2E0oCD/xj//mQ0PnlSUH5sMyEkRrREj1GMt/I06JEEK2nJw/LelMMMfoWmtu1WMkiSgixB/QkBVBxqcrPzfwv15xBoPTSuvWkP1OvqUodUd6RixZlNPSWkMZqmTDoSrKaOAkVqmJiXyl5uKp1soEzhxJ8MVTTugEqtw1DkhlxZuMcgm+Wi7uBekwBqdpGogLeHDaQO7RYyQJSIMtoBMhK7/2yePynirskFP/rxRL0/ssFRWkiKvQ4KZCCzSo02Elu6VrEyMfq2vrKWsfreUYKvE8+oMZ3gA9KmEOAe7nm7DTuGLhmDX+Rf2ER+CsMhtpGNfReDb0XahuB2kbgawN/QCvpHWjlcBoQ9IZ6Hg7FwNS34upEbQQ8qphGqhZy0FIeTsJGq0SUYRmzo43AJDbimkpLc1NiIu7BCnDEw3v3bwXeC7kZeiswOMg3yN/L3we4oAN8b5hJ2MvH84avl2uQv5efl/uFs6cc7Gy2b964ce0aexvrR/fulxYWlRUVV5dXIBubKkvLzp1x3uew387W3snx4CGnwzZWthvXW6xfu2HLJkDC69asX7Nq7eqVa1YsX/nrst/+/vM/vobeFb/+8ccvy5cvA0Lx2hVr1q5YAwdHb7PYarPD2mHXngN799la7rSy3GZrudPGeoedtZXlzq1bLTauX7dq9R/L165ZsW+3vbvbtfBHD19EPn18/563l5uvj4e727XLLucvXTzncsn57JkTe3bbbVi/9m8///TjD9999823ZgD+Hsbg/wmAv//2hyUA/uY/vv3um+//+uPPv/3y+8o/Vm1au37L+i/bv8D/vBV0HVlZ7rCz3WW/y85hj+NBp2MnT5y/dMHN9XqAl0ewv+8db89bobfDwp/ExMWkJCfkBwc927Ht4Lffrvv9j10Xrt57+CzzxbuytCJiVnlrSjEl/EPN3egSv7CPrqFpF4Piz/q+uxiUeD0042ZE2a2IktsRpXcjSx9GVYS9rHgWXfEiujLyeXnMy7r3sYiEN6jEt8iEN81Jb5FJb5HvY+ri4xqS3jTCDJyRgIYznz8mYQrSiaU51NIcakE6EVZ90981pb5pSH/XBKNvXio+P40AT3kWuTyLXJZJApNBLEnDF6diilLQ5Rm48gxcWTq2NA1TnoqqSENXpmMq0pGlKU0lyfWFCTWw2Jv7riL3XUXe+8rcdxWw6psVW5wdV5LzujQ7riQrtvgvJy56nHLxOnvVd0njvewZfNX79hIAwwwMU/EV8+ovLAIvrfte8bkDrwRf8gx28QqBReBrfnfh+7D263X7se/dcL97T/3uPQ16FHn7afStJ1GwBTo47GVI+CtYDV4C45DwVzAYw1FYd5/HLQEzzMMw/d58/OJO2Cu4V+m/VgrD68FfW6CfxiSFR4EJe5EIGPgrDH4c+fbJi3dPXrx7/OJNWNT7ZzHxT6M/gOtXHx6Zk7cev0oIj02OfJcBS75xKXmxybkxSZ9gAH6VkANPTHIOzMCv03LfpOctTaLZEQ2fX9DXrAan5ZUn5RQnfCzOq0aQuMKeidlJczT0uM44ZQTy75jBNKrXw/LvoFo9YjAO60zw9u8S/XZMfoYxWDExIx2dlIxMLI18/LN0dFowNM4fGOX1D3F7B5hKFa2ri9bVRZRKkXxuHYteQ6eWU0jFBGweGpGLakoqL8yoLE3Kz0nL/1hcWRp6786qlX/8twBsYwPQd2lgBoYd0fBpt8sK5mH4AligHewP7Xc46rT/xGGn44cOHHZ0cNq9a9+unYf22J466HD60N4LJw54uJx2v3Ty8umDV846Pgy5TiOWz0/I+jtpCgF2rI8zPcBTSQkDHS0dPGB1FjEA9A52EPvEGHlbg0qMHVSQYIF3up81oaJ3tSNh9GURisTM2l4JrluI7pcR+qR4Lrm0oey9iFXbryCKWLWwkNvR3swml4x0U2VtjSxSMY9W0SPBDispXUIUj1YhYtV2izGjPbTBTrKIVUvHF8Bpz11C1GgPDf5T/NZKeElYwUdwWkBJgJTTrBTihzpbJ3o5Yz2sAQUVVoBhazTInWYjQMp0a52UVt/BQHZziXI2gU5AIBDVjagmJIWI5rLJSgV/dkIGaSSQrg1aYECfW6BZLKTDQKYv0VBmsjXHNRvhTiNzVDJItwK8ZzRHW5kAKgNONkFoI4QyAGYD8VELWsSCtnlBjZhfRM4tYhe0RK2RYoTwi4B+8Wo9QWMgaAxmldiI0xgRMxrEnA61aMRoIIwGQqkh1CLUPK8Hoq45WYpshFr+VFlbIXANP6SYr8lGQMXgFwM8CazOBMgEAzBGr/uXTWD4/hc21gMA/q8MjDdCaK2xcU7dMLuIWNBi9eDFkiEIqf4S/rwkdxPMa70EI3h2nN6I1Rmwah1eayAZwG+I12mxmgWMeh6vU5MgUwv4EMGI0WpQWg1ap8UYwVuNh0ApFEKjbZidBy/TACzfWD2E0EL1amPVvL5iVos0QJWTC4gZHWZWjxqdZc4bFRAkmdXdD38Rciv08qUr/+d//68Pb2OG+rvGh7tEbSRmS4OinSTj42VcbJ+stVfcYpju/twrCHY/72RtEXnXf7JHHHDt7NMQz14Jg4wo5bUieuUMOqG6W0KbHBKhG3JZlDq5EF9fnUIhl1FJpUxa1ZCKPTksaGcjsIhcOrGKRamjk6prylNVnUxma2NOZgyVUGOY6XsXERoWdH1ISucSKqd62N18tJhZqxJjBYzaThF+eljY38UaVLV1iGkDKlmnTI5swtZUNiS8T7l6xcPaet+OHQ7HT147ecrtZvAr5/MhFy8/vuH2ys0r7s69nAOH/Pfuv+jte/f5szgsgihtE0ILagjowhpIp9NPTmpnPkNGSKM10TiCmw8ibgQ8dPeLCrj9zsPnxZVroXdCo++FRpw6fi7uZWwriXTx1IntYMdrheul8+eOHTl79LDrxUvnjpw5d9w5OzV3emLBZIK0RsC2n/Ug2WpcA8kHJytRBBKbV97UzBRJFhbUkMYIzSxC81olg81AIMuzPrpdvBTo7X0nKCg4MCDAx9tyy5b1y//Y+MfyzatWkhD1fVImn9LQL6UysGVNZUkSVpNKTBzrpvdJiRMq5oSKPdbNnOrljXdzxpRAQh9RcjrbiQx8uZSDUvDQYlYTl1LRryCP9bDUE9KpfoFKQpVxCGREaVVeSm1xdo+c193bERL14vKzyDU3fJe73/yHa+BfXdx/OeNy/vETqlTYLuUKOTglD6Md5k92UodkZJWYONnLkbCa2sg1cBdxn4TGpzQquPj5IcVMnyQu7PZN1/PE+hJyY8V4h6hfyGkqzPE+f8Jy1S+nHSwz4yLENJSyjdzBxilYmHZyPaUpn4Eu6eCg+0VUUSt+pENWX1i4ZfnaI3ZHD9uedNx5Zu+2s2ccvS+duOV/I+JeUKy/+6OTB6/Zbj+wc9Nuux177bfbbV29ceeG9W9ehKmn+9roTQRUnojb2CFCKaVYBrlUzGqa6ucL6Ijq/GQZu6VHyKJjK9E1OUxChYKH7ZexeoTsYXlnYfKnI9Yn7rg+8XEO9XW+H+TyZN+m077n77JREmgG4hNEH999OuVw/MDOPTdOX3Q5esbPxeOuV/Bdz9AAl1sXnW7s2Xho4993XD14bdOyjbYWVkccTzhf8Fq94dCeI/c9gotcg/KPXoryuf9+3izwLhoMej2kN38SooWAg8Cog0xGSK2GptU6jRGanppL/JDJZ/dOfIZQcsgxkrQ6lnsgr//o/dp9Z186noqw23+zlTlOZw9v3nn0t/V2Wx2dVzmctr4cbHPtwabzDw/4p5wOLSYLocRXBdCAboLbP8MbMsmn9aJxE8DgKWP7MMQfhtpHwMkbMLb1G7h9Bnb/AklhoPVC3FFtSzdE65Nko0druUDLpZrLgWn9EKUXalGBs3UAYpj9z7wxuF7YxAXmah2zX8fsByud7ZMQZ2QaIZRkoiDWCEgJpvYC02wL7IL+s3eH1AnuAFkSZDiZOQpELhlxMh1WYiIqtBgxECop3YNFJGUOCiJ3AVRGS4Db+QsJK8C12f8M4ygc+6THSHRosRYl0iCFOrQYvoahWosSGbBSCCefq+Xw35ZBFBWEV5jpVwZRVHqk6IubGvZUf3UaUGIDSgw/y9fPBREUC0188BIYfZSXnwx42VhlK0RRgoYnumqkmj5Rzx6rZUqzEb0lpJ4igjizUZqNkOU0y3KaO/MwPUWErnysJKtJVUxsickTZzZqCbIvAVriKah97MsO8J9lUVqCTIOXqnGSGQQPXioeKKe0p9ZCbcNAZOYOAWHZ7LgGGNzSaSB36IhyNU4iSq0D7zDIrDInV8ENT7Bf+l8Q978+hP/uzOeXTWByJ/hR7EGI2Q+RO4H+zBo0tPRMNQkGKhj95fQvajDww5t7s1jDgHuXRGBYB4a5lwF6j77wMPjHM2FkDujpfQCA+WMG9qCW0adjqwzSwTGWkFfXTCopZzTWsbBNrei6VkK9kIPjs1FCDqaN3sTAV/JpjR1tBDkHx6OhyeiqmpLsxNcRD2/7P7zt//R+6MOQm/dCbgIR+BYQgQN83cxrwK43A9xv3/IN9PP083YL8PUI8vP2crt+/szJQ457rXds32qx0XLb9lsBgXVV1U119aWFRQQMNiMt3c/H187Wfsc2UD6/x97B2tJmx7ada1atXbt63YZ1GzdbbNlssWXdmvW//fL7Tz/89Zefl/36t1+WdoOXHNEbVq/funGL7U6bffZ7Dzg47t+9z97azmqnteO+/ba21pstNoEft2bthg3rLDZs3LBh3aaNFqtWrfjj9+UbN67f57DX2fmsl4dnSPBNH2/PG9cvXzh/xvncqbNnThw6uH/b1s2//brspx+///GH73747nuzBfoH2Aj9LwD8w3c/Ls2P3/8EC8XwMjAMwKtWrLZYs27zug3bN2+ytdwJ4Hz7tp07tllb7bS1ttltZ3/A8fCpk85Xr3j4eAUH33x8986z8McvH9+Pin7+/lVkfEpC/qfMam+PByuWW/3bvy23tHUOj/z4JrnuQw66oJ6fVkKPyUSHRBb5PvnkGpp25WbyhcCEC4FJN+5m+4YXBUdW3o6sDI2sfPCi8vGLirAXlc+iKiJeVLyMqomLbkh4g0p+j016h0p405zwGhEf1/QuujbhdWPKO0Ty26aUd4isJGxeKjEvlfgxCVOUSS7/1FqSTfmYhEl905Dyuj71TUPa28aM94jsBBSsDxekE+EpzgQKcGkGsSSdUJyKK0zG5CUgPn1oLEhEFKegilNQBYmIwviGkiREcWJTYUJdYQLY710i3pzXpUuTFVucGVMEAzBMv18U4NOXvU9f9j571feLydm88Qvfgc3PMBtfcr8JtoJ97lz2vg2nPbsGPnALeghv/171Db3md/e6/71rfnev+oZe9Q297n/vRsB9t6CHroEP3G8+8rnz1OfOU6+QMJ87T4MeRgU9jPK/9zzgfuStx6+Cn0TDd26Hxy6RLbwPfPtpNLwJDCPx7afR8Cxh8L/0CS9hMKwMw7IwbIoOe/UBpEO/TH4Wlfr0RcrTqKSnUUnPXiZHvEqKeJX0PDoxIjo+7MXbe2FR98Ojw168Do968ygyNi4JqLvP36Y/jUuBN4GjPmRFJ35cioNeWgN+k1bwNr0wJjlniYHfpOfB+8BJuWXvswrfZxXCG8LxgHhL4PlYWgdE4LyyglpkC0+smpwb05pG1IYRtW5Ma4BrkEb1+kmzF3rMYBjWG4Z0+gGNtm9R3TM33z07p/w82zXzGW4D7pialo1PiEdGhUPD7QOD/P4B2diUeHhcMDDC7xtqUw2we/ronV1UuYLdo6J1yHECfiOHWU+nVlCIxVhUPrIpvao0vaLoQ25mQk5GVmFeXnH+k/DHmyzW2ezcZmveAbaz2m5rtQW4oG222tpus7HeYW21/WsGhjHYxvrLbvAS+sIXjg579trb7ba1sbex3Gtnc2i/w4nDTmeOHz663+HM0QPHHfc42Vse3G112MHq9KE9rpdOnDm6KzLcn0GuGenj9iioChFOxkczyRUCdr2IVS/hNMp5TfCObmc7Qs5vlHDqOwXIoa6WkW5qn5ww0EEa6AA+Z3iDF67n7RQge2V4lRTXgvooYFQPKykTfQw5r4nfWtnR3twtxkg49UNdLe30qhbUR35r5UQfQzMlGlZS+K2V3WLMSDd1epA92Enm0SqIiKxWXD5sjR7oIHWLMfzWyiN+rk8AACAASURBVHZ6lUqKG+ggdbQ398lJShG2U4AGeUJSQpcQY86XruPRquS8ZqUIaw6dBq9F1obo5KNkzIZONlLBRgloCB4FyaFgqGQMBttcUltRg0cRhBz2SLdwcUxonOCbJtjQdCtkoEAQvAaM1enA6I1wZDHGCKEN5h4jI5CIcRCQLjEm8xgB/SKNEEIPmbOsDA0LZuH081zz7AJmYZGk1bfojRSDqUWjJ+sMf46JoDEANXhBi1s0YNWGJW8zRgMczoCEF/VYrYloBH5gkCZtviBDf27bmh8SjeAh8Febf1Ws4UvmMw5UFn9RgGHFFf4SvBgMfxVn1qu/ZuAlNbh5UYdY0KK1IK4ZZ4AQC9qaqdnGuQWkWos3/LPwCW5+IgOyBQyMN5jIxi92aBoEMSCIZlaAaRC4SYT0KPVi4+xnlFaN0WvNBnIj2qBH6rSgKUpjAEu/Zqd384Kpft5YvWCoWgSDgqC6WR16To+b0VCnFjogiDM8m1xUdfH85XeRr779t//Xw+XS7PigXMDqknMHeoWiNsJwH39E1cajNrRTG/mkuk4Wru5Twsk9266dOqCb6Hlxz+/ycQcZC68UUNnE2jZak1JMrStL5TMQfZ1MFqVO3IbtllOkPJRcgBpQUhemxJODPAapHFWXzWqprilM7JHRRlV8TGO+uI0gYGPrK7IKst/S0VUf30cmv7w/LGNMdnOmetgLowJkZTKHVCZk1g10tU4M8HvkrQszSiEXT8LUNNdXoxsbOyTCgZ6uLrmEzWLExcQeOXJs61Ybi812Xj5PvP2jPH1i79zNdPV4+/BJwemLd1zc7vndfH7Bxd/f72Hk0zf3bz3pkfX1dfZDRhDCbDJBfSPzz2KTbwQ9OHsj2M3/lYdfzDW38AuXbh1wcvHxun3VxdXJYZ+/u+teq50cCiEr8Z3VpnXeVy+H+Hi5nDrpfc39/MkLh/YdC3sU2SHv1xmhmXmjFoLGPuu5ok4krqVvcGx8YmZsbGJ4eBTSG6F57XxbO7eiRoREpz5/cePU6fDQO4E+nh7urj7enpY7t9ta7lz967JTTgfyk5MVXPpQBxdO4xvqZEg5qF4peaq/bWaQ3ysjzo7wx3uZShG2T9bSIyaaXR6oyb52JqGqsSylV0pRSUiExo+N5QkzQ23qCam5/Kx1rKdtslekEtMFrRhOSzO/FUehYN+mpybV1CcT6AnU9qcNhKgmfDKuJSIrO7+mFI2taSVWK9hNQxLcqJzYyQULwH1SsojRwCZUwgZsEb25W0AW0JoG5czPA+JxZTuhrjDqvn9c2O1b1y8ctt6y22JVqMcVQnXhiJwzLGN3cvAsTAWPVC2i1XVwkN18tJzV2MFtHOuk94kZuon+QbmwjURystlntc76gPUx17OBl475+N8Iu+P70uvq/Uunfc8cd3fcc3aHxZ6t66xX/G3lH3/7NS4yYnpIyW1tYrVU0gj5TEphXxd+cZIn5TbQscUiehOHWEtBlEmYpDGleKpPLOVghIymHjFZysHQsdV1hR///1Xe57efup3ycT0R8OlN7WIv9MTn/WGrq97nH3ayx4Buq4HGlMP1xeUeFy+ePeR0+eTJi8dOXTrmfOXE1SO7Tu3acOCw1enUiIxDOw8f23309OHzJ0/cWLHW6ejZiKs+Oe638h3PhoVGpk/qoEn14oJucWEekO/o1IhGPw8ZjZDGaFCbwGcoZkLWmaD4hKL6Ov7oZ0g0B52LF2yI49m8Fx0JrrHc/9D56pvjJ+8yaD1D/fPVVU3J6VmnXK5sP3B4td3B1Q6nV+1xsT0XauEYeNU71s/ljrZrZl48uigZM8mndcIxSDYNiSYg0dg/RzBqEowY24dNvCE9XQXwSThhBB7dflU5VZ6PgzhDsyjRPEayiJOpzaMlKEyUbojep27p1NK6jcw+I2fAxB0EOC0cg0QTRg5YMzYx+0z0Xl5KnRong2gqHU5uJCpADRKpA1hzvzr1OKkOJ9VhJVqsRIeV6HBSvXmAyZbUAfRM0FEkB+Iqe1ANmo3EgGDNa6tGnAxcAx42t/j8ufVqIiqM5pgokM/0Z4ATrHD+M8yJ1NmVjZwsbzXvJHeZG3HNfI5X/GseMs6cIwUnS8GVuTC6w1hIUc42tplJvnu0slWehVCjRTAAawkycWZjTxFhrJap+IQaqqQpC3AzCN4cSqDGSYAg3NoDhFxmH7BJi6dmke3jdSzAscw+PUmhJciAiruUifX1MjCjF2KooNbuKUSbgdLZllIN0XsMlE4DpRMke8ND7zFSuwyUTiO1C6IquYmV5t1jsHUMMfrASe0GZ0vXfz3By1nC4D9fJvgboSgB8baqIHIn/A6biIovdmhqD8QahJgD82ixqpjclY+fbGgDn2u09oKh90GMftAFzRr8MswB8BDc/3NY5vXmtmGwGc/qBz5wkFU+YGKBz2ggyRDUNTLKFPAbUQIMpoNJkzCIbDKiQ0QVcjAiLlbARjPx1QxclbC1WcxEy9paKNiaurKPWUmxL8LuPrkb9CQ05G6Q/+0g/zs3A0Ju+sEAHODrdjPAPeSmV3CQ961Arz93g8GFn5e7x42rxw877bW3Xf7Lsq0WG8MfPawqKy0vLinOLyBgsFlpqb6eXg529pbbtu+13+3keGD/3n2bNlpsWLd+PSDWjRYWmzdu3LR69drly1f8uuy3X5f9BtaDf12+/Lc/VixfuWrF6tUr1+zYtnP71h3w7NxuaWNla2drv8feYf36jRabN23fvtPS2srS0nrTls2rVq355bdff/zxr78t/33NmnXrNqzfsMFi05bN+/Y5Xrt2zc/X28Pd9eoVl/POZ48dPWxrY7V65aq//fXnH7773pz//NNPP/z44/c/mKOwwMWS7RlG3x+//wkeuDEYXgz+/tsf/v7zP1YsX7luzfrN6zZsWb8R1LJYWdrbWNvsBAvAdrtsHHbvOXjA6dzZi26u3jeD7t4Lffr44cvwR9ExkR9ev0xM/5D7Ljo9J6W8KBdxzSX4x+83rFmzP+DW6/fJjYk5uHfZuOgM1IvU5pCo4rsxlYFPizzuZV8JSb8QkHwhIPna7Szvx4UBYWWBYSU3w4pDworuPS1+/Lw84mVl1Kvq13EgBCvhDSrhDSr+tbkKOKbhQ2xjwuvGtHh0ZiIm7QMy7QMyOxnkP+engbCrkmxKaQ61KJP8MQmT8R6R/q4J1n4zPzTDA2NwfhoBxGIlo/NTsQVpuII0EIiVl4jK+dCQ+bb24/v6/EREYVJzXnxj7oe6gsTGvPj67DcVH99VfXxfkfOuPOddefbbsszXJRlxxemxRfCZFlOYFlOYHluUGl2QFJUb/zznL7Dz+fRlb3j799w1vzNXfE5e8jx23g0Wh7/G40vuoPEIXvqFo55h+r3kGQwT7zW/u5e9b1/0uAXfgReDr/qG3gi47xUS5hUS5hb00P3mI9/QZzcfvYQBOPhJdEhYzBIAw2R78/GLwIfPAx8+X8LgfzFIL+0Ah4ZHh4ZHL3Hv16HQ8A7w/32+i3iV8iwq9VlUasSrlOfRqZExKVFxaS9fpz59+T4yNvHlm6S4+PTMvLI6JJ5E51K5osJqZHZpY9KnijdpBdGJH6MTP8Ym575OzYflX1gBhk3RMUmfgCM6KftVYtbLhMyXCZmvErNiUz6+Sc97l1nwtfk5AXiei99lFrxJz0vNLfuQkf8mPTezpAZD58oHx/s+L/ZMzfXOzPXPLvTOLahm5/sXFkZ0ulG9fkijAQqw3jCo1fWrNX2L6t6FRdX8gmp+ASbhzukZ+cSkeGRUMDjE6+tv6+1bQl9Odx+rS9Wq6CCKxFh+e4tMQhQL8e18NI+LZDNrqOQiVHN2XWVGZXFhU1V0SvzbjMT8iuKc/I8RkeGOBxzMPpB/hmDZWm2xtQVZ0LY2wBzyXxl4KRYL9kIvnbusLO2srfbsst23295p726nvbv3797lsMvaafeu04edzh055HzsoMvpY+ePO506uO/8cUeXc07HDu54E31XKacp5TQytphNq+2Wk/uVrQohWshpUAjRQz3UMVVrtwTdzgAEq5LiPg9zpwZYcCnReC99sJMMB1zNDHGmB9kd7c39CuKwksIkFsGwOqZqHewkd4sxsKWZ31opZtcp+AiYY/sVxF4ZvkeC7RZjBjpIg53kwU5yrwwv5Ta0Uct5tAopt2GwkyzlNpi7lP5Zj2Rm6UYupYJNBjih4CPh6RJihpW0TgGaR6vit1b3SPDjvczBToqc1zyspEk4jXRcCQNfyaM08mhoFhlFJ6HYDDKOiKpEVJU0V9a1oluUPPFCXxc0J4R0HKOpVa0hzc7hZ+fx8wtEjY6kNxB0RowO+H6b9cZmgwkJQeg/hV+s0ZyZrIeQZtGyUW1oUGvNAAwymZFz8wStjmo0FwsbQMMwwwS1QhDNBFEMEElrJKj12AUtQWPCq43wQi963oBZMOLUEF4DgXqhBR3abJNGLugQcxp4sFoTTgeg9wv6guVYsHiM1KiXwp9h0IUNz//T/T+Lf7/owEtSMGj9Veth4RdvhCrHp+P5ojAsvm76M8JsVIa5dylNGjC5EcLqDDg9cHqDF2heCSYZDUSDlmTUtUAGMqgdBi5oMgShdRqsQYc1Afo1FyBrMEZQ0dSig4iLEHoeavgMiqAqF/RVGlOdDmrUQo1zWuycDj/+mTO52GeEqgiM/UfOxL+MXfvDTxednGQs+mCHmNeKl7ZT2AxkK6WuQ0Lp7WDgG/JkbOy0ks9GVXiePXhyz7axLkF1bpL3pWP8FsRoJ6+dhtBMdA0puZj6PER1FuhdbG2cGBSqFHRQNkOu5JLL22nVYmZ9O62WTSwXMxDDHQwuqbYVU9EnpU/3S1RiOh1bjakruununBLz5L7fVRqqrE9Cm+rltdNqqagCTkt5Bx/DoVYrBPjJQWG3rHWop625NreiILW5ughTX6aS8fq62kFFsIg+2C+bnh7ktjFjYl87HTp3xtnHP+BVSGjKs+cldx5kB9xLPnXtwb4TPheu3ff0jbjuejfAL9zL/W5oyIuXUUn1DVQsub0Rw7kd/tbF+76L1+PbD5Ofvsh1POR+5VpoUGD4yeMuG1Zv3Ll5c+yzp59SE4yzE2M9ivy0BLutG0467g5wu+Fy7uLFsy5XL14/dfy8h7s/hcI1QKBUeGxsHoUkSgVyoAXPaoHwq4U0yr4JKoNXUNyS/Sk7/Om969fvenkFeoL/YF244Lxvn8Mvy/6+7Ocfzxw5pJKIhqTSAUn7WHf74riiR0wZ6mSMq3i9Usr0QPtwF72Dj5nqbxtQUMWsph4xsV9OMWdc1XeLSCoJlUet65VSZFwki1jeXJUs4TQOdbZKOc09YgqcAt3z/xH2FlBt5ev6/7l69J4zZ7zeztQpTr3UZerUvaUtUqdUqECBtkBxd3f3kIS4u7sHCS6FUpwk+7++2R3O3HN+d/1nvWuvdCeEXcia1c9+nvd5ZIxujeBzrw4yjwW+eGTn7Lh+x26HI+fsTl5xu3rH/db9c08CPLxuxSRH6zRchQAro9fxcUVDOoqcUS9hNEiZjUJqLRNTLmU092jYfTquXkQcahN2KkAr0kindNQk0wnIxMaSmNePUWU5SgZBTsMIiU0qVqueT1AyUUx0aaeM2K+ldcgwHTKMhteoYNV2KfEmJU3Nw6n55H698pPJ9Prhs+O7jjmv3HjqwKXr5+75Xn965cydA+6nndftXLnEccn3q1d8v/rKyStV+aUTg/08WuugSayVoVGNiSpRzaCJ9KmPRcPm1RREMTGVHXL69EBbr1YiYxJMKo5RRuGRa2F3TLeWPdyh0Am4nTLt3Yt3rhy+HXI/Hl3M8zr5+tqRF0e33n7hE22SfRwyjnSp2ttksrFe07BJK+dSKnIzY0Levrz/7NbZ23HBSSOGiQ+Po12XuO122bN/x9Gtm499t3DbmUsxtx+Vn72RdvBMSEI+YgKCxi2zZmju8+cJs9lshWY/jw9B05OQGRro+kihCIprW4sbCYk5Dff84yNikKZRqE4EXUjR2X0QH8w2bb9Vse2X8EMnQ9133xZw2yR8GZNC1GukOr1cqpFWNiMi03Ku3X118vIjt52X7O0P7XPaP6kZhjqnLPpPXwBYPTon6oOUw/8YBeBhqxRgMCQbBgDMMc0x2iBR/zBSzEuph7jdFqrRatsdtdLazGS9mawHe6RsG5yAjeJeSNBj5nfN8UxmfpdF0G3ld89xbFlNkkFxJuIjQgRJhqdwqi8ByKBw2ACkSBqgKRjGgMhJNZjJ2nnjLrzICrFNs1gFHO/E+lAMCfrGkWKAW3APkI2QAYDZjLgWomaOBBZfAUySgfIJ1l9JmhmsAtAmHlwARNGDFGW8CuzKknUf6zm8qDIAxoyOSRTwXX9RoQH+2QgQBl2yrX8IBkIbus8DNrg2mhHi9cDpU1aSVphQDTZjcUorFXwvSVpDXy0TYnUA+BQPWKk22rTJuTYcNQI7tG1D2ErVT2BksAUasB/NMIYSw2ZpWNS1UHQwFU/jlSBJi6qbo2gncHJI3C/LalbnoyFOJ6BirglEfPO7wR8ZRivdAJ9kx5bDcVzg58AGBUsQHQDw/zX/FwCDewpkHWBgmhEiab9kYoECZwP88bBSjWayfgwl7SijyDNbwKdlfhgd/wuDYQCGCZnVCQEAtknKNu6dY7bDd1gABgu7RmkqSDc4KTZImrH8ZqSaTpMziCxsEwVdQ0CV8+jNGilZzsOK6S0KdqvKpgC31BYUZyekx78PDw4Iev7wlf8jW3bUzXvet+763PT1uuF964rPbSD/+j24fc/X0++Bt98D3zvenrc9r9z2vOJz64bPrRsXz546uHfXtk0b7dasdnV0CHji31BTW1NRXl5chGioz8/O8r19a/eO7bu279iza/fWzVu2bdnq5OC48qdVS5YsW778p9Wr19rZ2W/Y4LB86Yqli5ctWrAYxuDFC5eAtqRlP61fa2e3boO9nYOjvZOzows8Tk4ujo5gu9bRyW2DvePadfZr19nZO7g4u7itXmO3es26JUt/+nHBokWLly9dtsLeweWXw0fPnTl79syp0x6njhw+tG3L1rWr1yz44cdv/v713/7nr19/9fdv/v7111/9HaZfmIT/LwCGFWAYgP/+t68X/LBw5U+rwBWuWbdh9VpHu/WbXV22uLludHbatNF1x/atR345fPb0mdu3fJ8+eRn8JvxdaMzbkNjQoOjwkLiU6JzyvMaU6LycpKqirKYzx33/9PufDuy/nZSKiE5sjklrDU1svhWQ9TS69sbz7Ifvq70DS6/4Z5+9m3rSK+n4rYSzd9Ov+ud7+hfc9Mu9+SjH2z/n4bPCl28q3obVRUYjYmPQcdHo+EhUbERL1HuQgxUT1hgX0ZwSi8pOIeSlETMTMenx6JwUfFE6uSCVWF3AqspnwgBclE4sSMXnJmHg2OeseFRadDMsCGfFo/JTcMUZpKw4RG4i6gsGJ2PyE1DZsY0ZUXU5MQ1FScjSFHRhAqIwoak4CRyzo6qyIgH3/haA0yNKYOhNCy9ODStKDStKeV+YGJoXE5j54UXq7w6dugaz7pGznr+dgx5X4Xys4xdun7jode4GqAg+9yv9zkdhnfV8cOG237zwe+G231nPB3BP0iVv/2t3n5+/9QgGYFgHhruRvP3f3HkW6vs0xOdJsLf/G5iE7z5/ey/g3d2AEDgj2udpEDx3ngffDQi5//ItbJP+rTsarAr/Sr9w7PPzkCg43erF25j5MwGh0bAU/Op9QkBQbODbpNCI9PdRWe+jst5FpsMAHBKRGJmQFRaTkpxVxBLKpyFwJ3hsDvo4DW49936GalvpMP1GpxeHxmaGJ+X9duY7gSNScsOTc36LwTAMhyVlw8ownJIVk1kET0ZRNWyBzq9B4Dkidfdgx+iEcXjMODza9XmybxaIwH2zs7YSYJAFDTKxIAjG4J7ZOZiE28cnTFPTMAYbxz7DyrD244iif0DZPyzp6uMYjDSVmixXkGRy20ipSgVBIm7lcVrYzBYWo45CKkUjcuqrsyqLUosy04pzMktyskpyMnLTs3LSt27b6Oxk5+piv8nVYZOrg5vzBlcnO1endUAHdnV0dtrg6LDe2WkDvAO8aaOzm6sjPP9khN6y2XX7ti3btm7evnnT9s2bdmzZ6L510+7tW/a6bzu0d9fBPe6Hdu04tGvH4T07jx/cfebwoXPHDpw87O5969Sxw1vehz4cG9FrFRS1jNTTwTOoqaMD0pF+kV6JN6hxo/2C4R6uWoIcMLF62mg9bbTednqbGi8XNClFiDY1frRf0G2kSnkNckETnVDUbaS2qfEscimyJlHJbxpoZ3SqCToJqk2BhS3QSn5Tp5qgFSNhY7NaiOhQ4eeLf7u0JJOGCKdnqYUIMbNGLQS9wSxCMQWdyyGVKniNSn6TzQuN5FOrWIRSGaexS0vpMzI61SS9FNOuJMi5TXopRsZp7FST4EVBlRilUeNlUhSNUolqysE2F9Bx1VRUdXNZLqKqkICqpZORFBqKyEQTuBg8F9PMxOIUUlZPn3xySjk7K5mZ4U/PsKZmaJNTNIuVZBNUcbatYBQENUFQswVCTkOttrGFRUFNk5b6z9O1Y+P1Y6DVFj01Q5wzw1nTHNtCLBeCOLa1WIDBZghownMQZQ5Cjo4jR8dbRiZaRiaQY1OtE7P4aZD8TIYgzMxc89h4w8inpk+fEZ8nWsYnW2zvjJ01w65jOFkaO2sGPmSrBWsGOVjzxEsA+dXg/PxKMAzG8FazAIIK2jooEGBXNgQ1jHxi2b4j0QohPk8gJ6ZoNpRFT800j423Ts82ffyUKBC+aEF6FRWHUajvSOQ0qay0oxMx+gkzOUWxQrRfl6XJti+0JWNZGbauKVgEhoPEQB8yZMVaIRB8NTML5N85M94CYcYsqI+WxsGZ6oHJ8qHJitGZqvHZuklz0+QcxQo1mnoVZkgzPtfKkWzceSgxLvXkjp0bvv1WRsT1qcQaPq1bJ8KjykVctISPGeiWdBv5DEwVuiL7o14c9th7y8oFpakfxFSk382zXUrOoFHYIacPGIUCSpNeTuHTm1ik2m4Dl06sVIgwvR08Fb9VSKhS0usNPHSHCNchJhLrckwy2mi7WM8ntEmpBhEVVZmn5VP6deKStNimksypfmNe0nsWrm6wTSRmIASMRgGjUSfDy3gopRgLbBdqBptUb9Jy2KR6QkuJnIdV8HFqMUErJ2pkOLkYLRKghAKMUsVp79D09PTl5pbv2H788OHbkR8qImMbgqJqrtyPPXEt+PrdKM+7kacvPD9z4ZnvnbD7DyMePY7y9A70uhfq9yL+qlegxxX/BwEJj1+kHD/td+3may/f11ev3P3LH79e+O2PNSVFU8ODGiF7wKBQ82i9WqmIij1zcOeBHZuPHfzllqf3xfNXDh08duLk2StXbmek509+NkNz0OTAODRuBQA8AUGmoc8CtR6Bk5ZU4RISUx48fH7uvN/lS49v3bx87vRO9+2Lly5atGThqtUrPrwP/dzfZxkbHdRretUSGQvTY+BrJeR2NaNTw+7UsroNXCkXzSbX9Xfwh7pEA528Lj1DJ8N3G+m9bezRbomcg7bRMr/PwBLR6/VSjErQMtjOVfFRInpzp4rRJmMMtklENLSKR4ImB4Ke37969fJlL5/rj1/fePHe/pcz289e2XHyzOK1K2vqSzqMguFuMRB+uY29KqJegNIKW7UCrF6Eb5OCIGgNHyOmNXIJtQJyg4KN1gkJWgFew8d1yOlDbSKjkMLD1TORNfSWCnpLhYaD7ZLTJdQGOrJQyWo0KXBGMVLGqJbSK/TCph41TsVrMkrxehFeycV2KvhDHQY1n4+qagx9Fnz99PVju48d2XV8/9ZDR/d5PLn3PCMuU0DmmpRtvTpDn0GjlzJl7JY2JUYva2bgMj92UdSCOlJLJr4uszw9AuwbqwUaAUUvpo+YFBMDao0QC9ehd2loBgmFjq4fbjNWZBSd3nP26mFfj+23Tu+453nszUE3r02rj79/lqQVtPUZuvvbDAMd6v4O+VC34mOPpk0p6G8zTA9/Gusdgcag09vP7bU7tMd1/6GdJ+3W7frr1xvPXIq5ca/42p18190PGoiyCQgamhg1Q7Nzc3MwAM/Mjn8eHobMEIMiuvvgzdvk0qM3X57xCXsYUqbtgZqZUAYeOhWnXPaCcjin2+169cZfYg+fjf7lxBM2Q61TqNpVQjalgYStoJGbZDKOTqtUKzVqhd6o7rx26tr2n12n1ANQx/iUst+iGoK0I5BicEbQBUkG58cqHfzH8LshxQgkHQJMK+qfY7RRYsqs7E4Lo93CaDfT2+ZoRgsVjJXWBpCYY4JlOiu/2yrssQp7LOJeMIJuSNADMJjZPkHSjONVc2T9FxkQRp1/OjI7ASDR2sCbUwwWqtFmh26DgBO7A6J3zOLUEK+PH1c91aoAT5ENQIKmGCFqG0RrB69hdAIhkdkJvgutzUwxzJF0sySdmayfsxH7HFlvoRjMFAN8/ILxFKOFqFOkNo80CmZalWaCFuQVg/Vg4xxeY8FrbW8OzljwWitJD8P5PGADjRQemhEo24z2ObwKYpuECdVDdWyIrAM2Zl63Jg/dXkqEl4GncAoA+TZnsk2AtdUdzeu6dCPE7eqtYegLsXBnEpwIbSZr/58zgZNb6YYZknqaqLLSDYyYUojTOUVQAr2X3QHTL8QwAhjmdUHMtvZS4kA9G9xroBkgQS/AYPHAPwDbZpy23ZsAdyXA5cFC/Xz7kS1SCxa6v0jB8F//V6EY/Igo4FcDA/AUTvUJKfnYLJSkNVkoBojbM4FRzJF0ELMT/PrgeyjwJ8GGweD3Dpqoe63MDqAJs02Ae+HEcvgo7fvM1kPtY700Ea28Rk2l6zgMCR3HwDVwaQi5AMdnIISMFiGjhYWrUfPxXVohHd9QVZSenx6TFP0u8NmDuWXTiAAAIABJREFUe7du+N64etfr5tNH95/43fO5ff3WjYsP7t6y0e/1+3du3rx+4fqVs75e1+76gH3gWzcu+3rduO/rdf3yhV3bt9itWWm3ZvUmF+e73l6IhvqSvLya8hJMS1NVadFd71uujg6ujg7Hfjm0eeOmXe47t23bsXr12gULFi1Zunz1Gju79Y5wRvTPK1YuXbxs4Y+LlixaCmTVtXarV65Zt2a9vZ2Ds6OLq7Obi5Ork4Ozvb2jg72LvYOLvYOrvYPLBnuXdesd1qy1X7V6/fIVq5evWLV8xeqly35etHjFwkXLFi1esXjJChcnVzcX142um1ycnNevtVuxbPnCHxd8/+13MPr+/W9fzevAf/3L//z5j3/6w3//8Y+//9O3X3/31V///p///l+g6feHhfBJePX326+/++6b7xf+uGjFsp/WrFprt2rNhtVr169e5bTBDuwk22qQ9uzeeeSXw963vQKev371MjjsfUx6akFaSmFYaHzgk/cJYWlZcUVZiSWF6fUZCRWel5/9tGT7m6Dct2Fl72MaQmIbAmMankfVP3xf6f2m5MH72luvSk7dSd5zMWzbqTd7LkSc8km7/rTY50WZ7/NiL/98nye5L4KrI+PQ0XGo9+H179/Vh72tt0VAN0a9b4h63/AhtDY8uPrt69IPodVx4fWJkU3p8ej8dFJpFq0kk1qVzyxIxWcnoAtS8cUZoBM4L/lLN1J2Ano+BTozDglTcWpkfVYcIi8JnZ/cmpOABDwc35yXgMhLaC5IailKQhYmtuTFN+TG1efG1OXF1mZEVmRGlf/TZESWZUVXpEWUJL7NjwvOiQvOiX2THfU6I+JF6u9+C72Hz9z45fT1Q6euHfS4euDkFXg3+Oi5m0fP3YSTooEX2pb8PH/8bfcv7IK+6PUY9khfsFUiwcowLPxevxdw/V7AjfsvYCM0bIqGj16Pg7weB3n7v4EB2PfZG5h+fW2dSXcDQu69CP1tajSchvXg1bsnQRH/Ov6B4WB315b8/Oo9CHx+Fhz59M0HcCY4JiAo+tnr6OeBUS+DY4PDEt9HpUXEZqbmlNks0JHVTZjej8AdNWkBaZBTENQzZiXz1dnlzdHpxTEZJRHJ+a8jkuHgK7gWGFaAYU0Yxt354/vELBh938ZnvEvIDEsCKVnwenB0RmF0RmFKXnlSTmlSfnlRPYomVppGJwdnoe7xmfaRMTBA/p3qmZ7unZnpmZ7unpqC5d957bft87h+9JNm+KNm+KNqcEjRPyDv6wfcOzCoGhxSDgwq+oYkXX389g623sDU6hgaLVWpIMtlOIEAw+Mh2cxmBq2eQirHoPPqqtPKC9OKc5Lz0tIKM7NKcnKKczLzMnLyMt13bnV0WOfsZOfmvMHNeYOzwzon+7VO9qudwUlAv/Yb1jrYg8f/qgbDXuj5qqTNm1xAWLSb69aNLls3umzf7Oa+ZaP7lo02AN75DwA+sPfUoQNnjh08fGDb4YObz3jsuX/nAqKxYHhA1aZl9XYKTUZ2Twevp53doaO064idBnKbGq8StxhVOJW4RSVu0SswegVGKUIoRQi9AqOTt7ZrCFoZukNLFHPqdPJWQL/1ySxCsYLXCGdfCelVsPar5DfppehONUHObdBJUEY5RiVoblfi5NwGKbtOxqlXCxFqIUIlaDZpiF1akpRdxyaWcEilTHwRtTWPiS+SsGrVQoRG1CKgVYuZdXJuk1YMWlXhfw1L2Q2DHWytGG2QYZV8hE7S2qOn6SSt7VqyRk9S6ggCMZJGq2JTa6VctJjewkBXg3878shcYjO5tQbbUt6KqqDRWyRyTg2quZFMwvL5DJ2G190lHBoQjo3xpieY0xOkqXHMxGfU9CTSPI2EzK225VW8BeQzk20OZPS0tWFsump4tKx/oHF8whZoPEOxWOlWEATFsQ3PhsHzDEy3QjQLkIKxEzOY8Wn0GBg44hg7acXDou7kdPPYePPY+Dz34uYs6KkZzMwcWLidNbdO28K0fgVgnMWMmfuSMoU1z80HX807oue7kYgQVP9xlPorY9NsKm6OzpCl0cULxeEMVjCRHIQnBhPJiWIpempGCkF8CEKPTzQMDoEMsDlzcVt7rkYbSiD6lpa9JZLKTV0022s4NgxunZ4iWy0Um6ucZlshJtlapvBm4M3GzJpbpmeaJ6fgQUzNgn6jMSv6E4QctTaPWevHLPXjX/qQm0YnCONT9E+TBitElmmct+3ye/z8+P7DS/74h9aCnOkOnYSIHu1UTQ0aTHouWN+VENvUDCmnFZronuzRJIcGnHJ38/I41CGh+146hqrM6ZAxBeRGCb0F31hIb61sU9F7jDwZr5VNrivIeo9DFqileBG9noUskhEqxbhKTkuRlFTPaa0c0vH6NVwNBytnYqR0DLWlpl3CHdDJBXjkgE5u0ogSI98g6wp1MiaT1IBHllAJVd3tfK2CImAiNFJSp47NJtX3GgUDRqFWROjWMoH+KcMwiMW4lgwasZDHquawa9vaWHhCHYdD6e3tpVG5wUHRD+6FhIblhSU1vYqqufk46ciFV8cuvLjuG3n7TuTFa2+uXH9z6drrq7eCrnsFX7rx6srNV94Pwx48izl+5uH5y0+3bDt59frDFcs2/OVPf/O+cXO0p0vJY6gE9KmBDmJzOb6h/GOHWkhp9b567tC+3RfOnT979ryHx+mTHmf37D7gcfzsh9BIk6oD3MIch2bUJsg4ZOZr5YV19MTc+tD3KXfvB1++/Ora1ac3PG+dP3/2xImTJ49f97xx87bnteuXYj6EkZAIDhHbLuHPDHZClk8qIUnCxpi0PIOc0anhDplAQ1u3nqeREJnEGpUI29/B721jD5g4bSqyQUqkYyq4pBopCwS/S1lNoz0CaEI/0MaRcxB0TAWHWGuQ0NrlTJ2IxqMge/Tim5c9PE4e9Th74fyNOxe9Hu85efmUp++9ZwFHPI6xWLh2HbuvnSegVIlI5XJ6zcc2rpzdLKI26EV4o4SoE+K0Aqya1ypnoTrkNKOEzMHXUFpK+KR6GRMppDTq+QQpFSGno6VUBBdbo2AgDUKciFyjYDYomA0yRo2EViln1qi5dQpWtYhS2iFDaUUIJbtezm7WCvBtErpexFRx6WNdpgG9vlOp1okkKp7IpNaP9Qx87OzR8yRqNk9AIBiErG412yDBdSlxRklTm7RRQCvUC5tMClynjMjFViuZGBamVssnGSQUk4rVpWEpeRgquoTUks8lVXUoqRIGkthU2avRJL2N37Ryx70LL066e+91uHnQzefsvoe7nT0iA+OGOvq7tOoeo0wpImERRcj6/E6tQCfljfZ0QWZLeVbJnvX7nZdsdVu1ZYfrwdUrd3z17daLN1K8/aov+eS57n3YytJPQNDI7Di4QWL7b3JuwgrNfewftk5DmRkV3g/fvUqoeJmGOPs4405oYyHio28w9WmG6UHpp1OFgx65ffYXK5wPJe4/E/2LxzM6TaKWiXsMQq2wVSVoYeErBXREj146YFBo+MxetSw74sPmRev62TqLfmRc0j0j7YWUQOydE/WAHKxfxyIZsEgGzFJwhEQDgIhE/TB4WDkmTkrdJ5zCwuqwMjtgBjbTAfpaaW0WRjtAFNinygUWaJCtJQIADD+ABD1znM5ZunGaqjfT22A6BWzDAO/2v45MYJa20r4A9hzti+AMcAiQrQmgKb9fktY0hpLCiAsr0l+gGkZflglIiyzAwBZGOxCrbZdqpgOuht/zt2cAxlMB6EIUI/NDKfgW3F4zQQtgm9EJUYxWkh4+zuE14DHLBKRjyj/w9Qsl2lzBwNTNaDcT1BCnS53V0lVGBuoozQAx2/vrWABo6UYAnDQDqPD9Vwb+tRIJ3u/V5rdOYuXAIM3unH8xvM37WxKGWXeaqJola+YoWn0xrr2cBAl6ZskawL2sdivdYKbqgAIMeNg0iZUrs1sAwQp6gYQrHrBdsAlcKqBf2xHW56kG8LJfreNfln7nARg2QsOv+Y1TGgZg+OYF+NmSdFM41QRGMYIQ8RNru6sYkGTYSjWCXyKzEyyKc7q/3LawGafBh4pqBL9TOmjkAr9KThcYuLaa2wU+TtxOi7RnXGgQ1mMwhSXY8rKa3DQxE29UcnraRBJuq1KA79bzjFJqm5LRrROpRFQ6vqmuLDsuItj/3q07ntceeN2873P78f07j+773PH29PW69ui+l/8j74f3bnpeO3/l4qmb1y/4PfB+5v/g0X2fuz43H9z18r3t6Xf/zq3rV44c3Ofq6LBqxfI97jtePvMvyM6oKS/JzUgtzMmsryp/7v9ok4vz9s2b9u3Z6+biamdn7+DgtMHe8aefVy1Z+tOy5SvXrQNKr926DTD0/rxi5YplPy1fusLZ0cXR3snezgF+ChaE7ezsV6/ZsGat/fysWm23ctX6n1euswHw6mXLVy1ZCgPw8oWLli9avGLpYmCoXvnTqpU/rVqx7Kcli5Yu/HHRgh9+/O6bb7/5+9fz/uev/grWgG2ZWH/70x/+DJf9/v6//vDXv/zt66++gSuC/+s//vvffvfv//2fv1/446L1a+02rLdfs2rtmhU/O63f4OJgv8nFedf2be5bt2ze5LZj+9bjR4/5eHnPA3BGWmFeTmVaUkH02+TokMS4t4CBS3Mas5Ornz78cOyQd1RkZUx8U1QS8l18y5tYxMvYJv8P9ffeVt8Jqbr+vOCEd9LeS+G7z4cf8Uy46l94503tjcf5N/1yvZ/kPwksfxNWH/ahMeRt9etXJW+Da0LfVL8LgqfyXVDlu8CK0Fdl4cGVMWH1SVHNqbFIsACcQS7JpBalk0uzKHnJ2N8CcE5ia3YCOj0GAbcfZSeg4YHbktKjG+dF4LwkdG4iyka/iNz4ppy4xpyYhqyousyo6vQPlanvy1LeFSe+LUx6V5ASVpQaXpwaXpwSVpT0riDxbT6MvjFBWdGBmdGBmVGvM8IDUt49TfwCwIfP3IDpFwZgmIGPnrt5/MLteQu0x2Wfk5e84Qjok1d8T1z2OXHZ5+QVX7gJCQ6ChteAYQY+6/nAZoR+ctnn2bW7L67dfXH1TsBln2eXfZ5d8X3u+eC154PXNx8G3noUdNvvDTy3Hr32eRoEZ2V5+b+ez82CS4PnGRjeE77zPNj32Zt7z4LvPw959PKdf2D4s+DI+XXfgNBoWA1+8yEpODI5MDzhdVh8UERi4Pv4oLCEkA+p76LTwmIz3sekh0amvIlIeBEalVFYhaVxNZ39I9NA+/00CwBYYxpGkHjJ+dXR6cXx2eVxWWURyfnv4rPfxmWFxGTAzcBwNDSMxKFx6SGxafMTGpceGpf+Nj5jXgGGHdFx2SXwDnBidklSTim8A0yXqPom5kYhqHdyzjQ20T4yZhj51D42DrKvZmd7pqdNExNg+3diBu7+1Y981g5/grd8VQMfVQMfFX1Dsp4BSVefrAdov9rhT5LuHpGpi9/ewTW2cfV6lkZDVyopMhmaxUSzmEgGvYlCrsaiCxvrMspLkgpzEnNSErOT0gszcoqzc4qzs/IzCktyDx7a4+S43sV5w0YXexiAHTescbJbA46Odg7262AAdnK0m18GdnK0c3IEAdG/zYj+VRYGhUmbNzlv2+yyfYsrPIf27oS7kQ7s3vHLbvej+3afOLjP4/C+Y7+4Hzm47dypA5fOH3ri52nUcXs7RXoVTSMnirgtUn6LUU00GSkGNa5Nje/rYHRoiWoJUiVuadcQuo3UTh2pTY3v0BJl/MZ2DcGgxHbqSAphM49e2VKX1FKXpJOgNKIWuOKIT61gEYrhTWCDrLVdiZOwauFS3zYFts9I00lQcm4D7I7WSVDtStywid1npIkY1TJOvV6K7lDhNaIWLrmMhMzGNKSi65I5pHI4AUvJQwppdUJanYheL6DWwqlX/Ub2eL9spEvYJifyyNVibjNf1MyTItj8Jgq9ikGp5NLreeRaJqZSyUQLiQ0yCsIgIMqZGEJTCbIqB9NUTiSiEMjGhpb6VgqeIRHw2zSq0aF2aE4JzUigWR40S7dMEc1TOOsUFpolQkDbJE9ZkR8n6vtHavs/Nox8Qk/PEiArcmqy1VZmC+/BsiGIbYVYli8YzIaXY7/Qr5VstpBmrcQZC256DjMJYp9bJ2Yxk3MgIHpiGjM5BQ92aho/M0syA48xfmaWMDtHmJ3DTc9gp6Zx00BqJlpB8NV8xtWXLV+bcP1PJ+drgVvGx4lWK6zNFnd2Zmu1uXp9UUcHZmaGZWuKIlqtuXp9KJn8HIl8iUQRZmYFEEScnqFYLBSLhTAzw4Qg/PQ04tMoemIcOz2Fm5nGzEzj5mbJNiM0yWIGY7YQ58x4MxjcnAXeVUZNzcFFSs2TM4ip2eaJueaxOeSoFfUJQo2DGDDkNISYhJrGzYixGfSnCezAx04IEvcNOWx197zpffOq5+qFC5HFubMm3SeDdMQgaRORkZUZXRqWVkoaNIklzBYlFzszpNdw8M9uXdzvvF5BxT28ejry9cOxbgUVWcbEVGn4eFJLcV1xopiN1EiIOER+XVlifua75tp0EqaopSqFVJeloTa287B6FqpfyRrS8ca6FQoOziAB9+mZmCYWtpmFbUFXl7ZWlcvYdBa5tTA3hU3HdLbLFTImn4tjMVs6O0QSIY5GrOHRm3vbhVRshZiB6NGwgdjIrGtTYHVSJBWfS2xNlwpr2rRYnRojFyMNOrpESOIwCe16Tbuxg4ijFpU0ej36EBJXHZGCeByY4+MX/zAg7aZPxJ6DPre8w656vrnvF+17P+L4qXsXrj7xffDu7CW/w0c9T5y87eP9YvvWgz9+t9TNyVnEYnTrFb0GuYpHUnAI/QbRp27NWI92sEOhk3LueHvu2L55584d586dOXHihIfH6UsXrh4/ePzuVW9WEwFov+3D8jIkNTaXFZ2ND0t6f+na8zOn/U6d8rtwwevsuTOHjxz75bCHh8fBQ4cPHz2yY8e2HVvdXDesXrf0x72uG07v3+5z+URNUZpBxho2qaCpwR69WM4lTg61D5tUnRqukNEiYDSzSNV8el1fB2ugkyfnIDH1uQ2liWxClYzdDFLftZQ2BV4tQCu4LToxUUhrapMxZCxMr07UruRq5cwjv+w4dHDPoUOHPc5cPXryyi/HLh4+fv7Q0WPHjh9SKdhtWtZQl0hMr20XY7oVxGEjh9FaxiVUDxp5w+2CNilJJ8QpOageDXPUJB408pQcFI9YI6E3yVktQkojE1XObq2U05FqdquY3CijN2m4aBm9wShqVbGbhORyPrFEzqzR8ptkjGo2Nk/OrBKQimW0KoMIqeW1cHHlXGy1itWqYROlFIyY1CoioqVkvFHE7ZIK5VSigc0SYlDk2jItEzes5fUpyZ862J86GR/bqDRkZpcc2y7B8gnVpIYCanNZfVFSRXYUC18p56BBHVSboN/IF9HriYg8MbNOLUBzifU9GolBKAl+FHh066kze732OFw9u/fJLoeL+zeePbbrzIfA8IH2ji6dXM6nKIREOr6h2yAV0HERb17evXHdZZXD5p93bvhhk/1SV6e17osWbfzLVxtPX026drfM82Hp7pOvhcYJOARrYm5qfGJqZtY8C/bQQQJWu34g4kOOX2BKQFJDClL7JJXqHYYLTlb5hnCC8oa8003n8npvV362v1DlfDR995mYY+dfkUg8IYvSJqdqeE0mGVZOrxMQa/R8vIFH4LVWGTmtuMKM7YtXals5Vv3whLhzUtRlkfWbxb3A6izqh0T9FtuYxYNm8eAcOPZDkkEztxsS9lt4PVZ+LyT72FbNHG6VWwGfdFtZXRamyczotDA6rUyTlWmC5rOLuOD1FsGX7lb4/SFBH3gTuB8YTvpldVrZYNvzX48Wlg2wmTadmQHoGgD2r3ZZoB/y+7QFuIEGHqBceGuUaRMJ2SbA4fPDMdlstDZw4nZBbBO8igx/R4DrtjPgGkCAU88MQQPR2iYwCkZUGcTrtVEuCOWCZUyY4mYIGnAB7C5gOabpLb+OlW4AbGmLmwJ6qa3yF+J09VRQdbloEBDFBnu2cySNvhA72iIE0iu3C64Chjn2iyfclhENS68gN4tm6K9jGYpwEKsDOJZtRcEwbM+HWgEUJwG/N9wqDNEMsCma9qEIFo3hp0D+M0E1hVMA9rb9ZHS5aFAaLPsIfOO8HthbDlj3f2u5v9V+4QXsf2bgf/0Sss5C1FltaeFwZTQcGw4ywyntg7U8TTamu5wBQtTYvWaCfhqjBuFq5DZwhm4CsWrUDjPJOEc2WqjtVloHUOPnk7Fsnx8QOS4dnuS0Q7rhfoYMmZnXnJtfnppIaKyQsHAyPh5Zn0/FVHbreV1qtl5GlXEIYjaOhmusLEyLCHnhf++Wn6/X84f3Xj9/EuD/yP/RXb8Hvo8f+vg9APR7z/e657WzntfO3vG+HvD0wasAP/9Hvvd8gVPa89pF/0d3nzy673n10sG9u9av/nnl8iWbXByDXz1vqCitLi7ITktCNdVVlxV7ed7Y5OLs4uS8dfMWd/ddW7ftcHbZtHad/aJlP333/cKVK0FBmoODk6vrxo0bNzs7u65fv2HVqjVr1qwDbGwDZmB7dnR2cHCyt3ecR9/VazbA6LvipzW/pd/FS35auAjQ74KFyxYsXPbdNz/++P2iRQuWLlm0fMmi5UsXL4Mt1osWLP7x+wXffv3N1199WQMG+Atakf72zd+//eqvf//Ln0A9EuyI/v7bH/7yp/+Bn1q8cMnKn1atW7N+3Zr1IOB62QqXDQ4uDvbO9htsMpKbs5ODk6P9gX37r16+4v/4eeDr0PCw2NTkvNzsirysisTIjJBnYa/93yV+yC7OAgpw8MvkB3cjYmNqYuKbIuKbg6MbX0U2PI9s9Auvvxdadft16UW/rF88Y3dfDNt3Jer0nYxbL8ofvG28dC/z8p0032eFQeGN4dEtQSGVT57lPPbLCH9XF/a2PjykLiy4Niy4OjykJvJtXeTburiIxpRYVGYiJjsZl5dGLMqilmbRCtNIcA8wXPML+58zYlvSopvTopsz45A5ia15yVj4NWnRzckfGlKi6lOjG9Jjm7ISWnITUbmJqKy4poyYhuzYhvTImuSwisR3ZUnvShJCi2KC8j68zIh6nRUTlBX7Jnte6Y0Jyop6nRETBM7PPwUrwB9epv3uwMkr8Bz0uHro1LVfTl+HNeFfTl+HG5LmS4BPX70D5vo9j6t3jl/yPnbR6/glbxiDT1z2OW5jYzgF+vytRzD92nKh/S7c9oeh97LPs4teTy7c9r/o9cTzwetbj4K8Hgd7+4f4PAn1eRLq7R/i9TgItAf7vfynuf34FWyEvvci9N6L0LsBIb7P3ng/Cbz9+NXDF28fvw57EgS80A9fvP0tDMOSb2B4QmB4QkBoNLweHBgWFxKZ9C4m9V1Makhk0puIBHhyy+o5Ul3/2Mz4r8KvwtiNInMyy+qj04vfJ+REphbCD2D/c0hMRuCHFLgkCS4EDo3NDI4GuBsSm/YmOiUoKjkwMun1h0R4/gmA43NKE/PKk20R0Mm5ZYl5ZdkVDRgm3zAw2j9tsVUBT3d9nuz4PNE5PtkzPd0/N/elDGna/P8EYO3wJ7gMSTXwUdrdL+nqU/QNqQdH+O0dHIORpdMzNFqGSkVTKMhSKUEkQjEZKCYDQaPW4/GliMac6orUksKUgpyErKSkzMSM/PTsoqycQjCVNaWnzh53cbV3c3XY7Oa4ydXB1cnOyX6t84a1TvZrXR03wKwL4+58Apajw/p5BoZLkuC64E0bnTZvdty6xXX7to07t2/atWPzzu2b3LdtPLB7x/5d2/ft3LZv57aDO7fDDHzswK7DB3Zcv3zS49iesx77r106XlqU3KnnG9QMuQjHptWxqdVKcatBRdAqgMA73MPVyVtl/EYpr0ErQxtVOI0UpRQh1BKkUYXrNlI1UpRc0CTlNdDwha1NaVxaBbzfC2//akQtCl6jlF0Hy7waUYuS3wRX+/a30Ud7eDADz9cgdaoJ7UqcWoiYx2aThtimwEpYtSxCMQNXyCIUK3lIo4ygEbayCRWw30/JQ8KFwBphq0lN7dEx2hUkuCtYK8cLBAieqIUnRLBYdUxqFZtazaPVC6j1ImoDG1POQpXzcTWc1kpSfT6proCFrqZjG5H1pY21Ra2ttTgiEklCoVkEsoLP6+8QfhqQzI6JLZN8aJoHzbKgGaZlFjs4ghv6hB/5jP80gZuYAjg6O4s1g+BlvHmOarP+fpF/zRBjzsKwWBkWK91socyBKCzSnJk4O0ecnQPRx2aIMGuBc6FBINY04GFbnLKFYoVIZgt+ZhY7NU2YnSNbrCQzqGIiguVkgMHEOTPZAsqKCRYAwP+UAt06O/NbGIYfw6hMA+bnWQoEFXV0JIrFsXw+BYLwZrPNCD1T//Fj6/S0GIKkEFQ3PAw8z3gCeXZODkFNg0Pgr2A2t46PMyFIYBN+2bakK+zsDMzAJAhcp+0iwd8L1qvh7WWCFUJPm5vGZ5vGZ+G24ZYpqHlsrvHjXPMohPgMtYxDyAkIOW5BfpppHRlvNvWaIIjb03/imufhE6fu+fiuXbosPiRoukcvxNVpWBijgIAuT+cTqqGprqE2vlFC1ouIE31qnYCcEx26adWS2MBnoX6+1z0OKNk4PqmB0lKq5GBY2Gp0bbZBSjbp2B0aJr6lAFWfhUMW4JAFbGo1iB2mNXQICXpOKxdTJSDUaYXETg1XxiN2GaU6OZdHx0t5DHxzY3ZifEVebl1ZSXlJfl19pUDI5vHpbC5JpmCzOHgWGyuTUGVikpDdOvFRrxHiWdgqDQejF7TqROhODd4gR/NppWxqsVra3K7F6pStGjna1MZUSYl8Jkqn4rfrZUwKrqKi6kN8fmRKVXhCZUhEYeC73Ndv8/wDUrzuhO/ad33/wRvnL/p73npx7foTH99XDx6GXLvxaNdOj6s3IeeMAAAgAElEQVRX7p86efV//vTNisXLMS1NQyZ9p1pIbqkkIcowdQV9emGHgjXSo2pTcMaHOiQC+usXjw/s33XyxJHz588eP3785PETl89evOJx8eovZ2IfB9EK6uRlSHlBAyowLmDvCb9jHo8vnr979sz5/fsPbtvxy669B/cc2OW+2919l4eHx4XzZ8+fObFnm9sm+5VH3N0ObnVyd13399//7tShnY99ruGbq6DpkcEOdZuCT22tl7LxQgYKjyguyoqoKIjm0+tErEaTmq7gtrLwlSY1vd/InhpS6qUYHqWST6lh4ct79VyjjAI2YKV0o5Q52qeTSai7d7vt37dz/94DZzwuHdzrcfTQuc1u7k4OjteunRvuN7RpWT1GDgtf3qUgj3bwu9UMKrKYS6ju13P6dOx2GdnWhIRtl5ENYkK7jNyjYbbLyDImQspo1glxtJYiDrZCyUQZRXgdH6PmoLQ8lI6P1nARwFbNa5EzayW0KgWrVs1tBJvAzCo5o7Jd0jJiBBXrama9itHQJSXq2GgOqkKArtIzMe1cQjuX1MEjG5n4Ca1sTCXs5pIG5cw+CUnPbOqT4wdVpG45Vkap0vORdEQBqiwFVZ5OQ5SWZ0WqeMjP/WKjjERGlqh4uD49X8ZuoaKLCIhMlaB5pEvIxteO93aMtHd7elw7uMnDY7fvATfPEzu9D2w6t91+/9Fdx6NDwoc6OwY7DQo+Y6y/U8Zl+Hl77XBxdVq1btUPK92W79iwYOuGpRvX/rz5u++c//zVptPXUs57FR2+mOR2wJ9vnPxkc3WNW2anbSrwDAR9npmZnoIy00sf+oXdCUjyfFMQkMMIKVX7RrFfJahjCkcKCdD9tI4jUcJTiSrny1WbTufsOhN5/uZbIpFNxjTwCdXUpgwhvrRDhFHREVx0JRNRLGgt0TPrKRXph1bbi6rxUOf4nLx3WthlkfTNCbtBTpUNgH9lYADA8EDSIdA9Ix608nsBu2onzCzTDL0dkCEPlNZYbcQLOITVBej31wcgv9fGwPMYDGCY3wvx+0BFML8fYDCry8ZgNtEYwNj/GoCp7E6Awb8OrBLbRF0TcMxye3pqWG2lZMC63O4vY9sU/VKZy+0Cb8L51Tcr6AXu2V/Fw38208JfKB6aIWrBMjO/r62ExE2ogWQjEL9vlqidJenAN7UZdIHiTTWaKQYz/X8NUFltA+iXbpNP6UaIbRqu56gyEbA8Dp5id/ZU03UFGKC7/gsAwwwM8y2c/DyNV0LMdl5CFcRsn8DIvizr2iDZStX/loEhmgF4qglqiNkOQpjZnbzYCrA2TNZN4225YkT1LE45gZEBbzYQ4TvMeJUgrhKs73K7J1ESiN873SqbTwWDWdeMV8Hz2z9aCGrAzHDG2K+e538sCdvOwC1Z863RcGMWfBKSjI42iUWJDf3VHIjWCQOwhWiYxWlncVozQQ8zs5lkNJOMoHaL0vaFgRngVsuvN1x6IdEw+IiqhyyqHjWGwmtG0prqiE1VfCqKS0XWlafjEcUdala7nK4RkwSMVjYZgW4ozU2NCg8OeBPw6M3zJ8EBTwMDnvo/uHv/zm2/B75P/O74PfC+63PN5/Zlr5sXb9047+t17fFDn6eP79rAGKwEe928CrTi2563b1y9ceXiyaO/bHJxXLV88e6trk/ue5cXZFUU5GYkx9dVltZWloUEvt62ZeuWLVu2bXd337l7+47dTm6bV6+3X75yzZKly5cv/2nVqjWOjs5btmzbuRP8n3/7dvcNGxzs7OzXr9+wbp3d+vUb7Ozs7e0dAQbbA+ez3XqntescVq+y++nntSuWA+F3+TKg/S5etAIIvwtt9Pvj0gU/Ll34w9JFC5YuXrgMniWLli9b8hNcxbRsyfLFCxct/HHBD999D7aC//qXP//pD//2u3//+qtv/vqXv/3Hv/3nH/77j7//rz/893/+/rtvvv/TH/789VffwCvKcFLX2tXrHO2dnNZv2OLitsnFeaOz07ZNG0EOlquz+45tm9w2Ahe0193Xr0I+RMQnxGWmpxblZpYnfEgPevb+hV9w9Nvk3JTKtLjS928yXj5PjoqsjIypfx/TEPih7kVE3bOIer93tT5BZTcCCs/cS91/NdL93Nt9V6I87qRff1biG1R18V7mBe9kL/+c4A+N4dHNAS8LHj1K9ffPiAxvjAxvjg4DExPeFB/ZkhqHyUjEZyRi4R3gnBQ8DMCwApwVj0qPQaRFN8OSb3oMIiWyMSmiHvY85yaBluCcxNaM2JakiPr49zWJETUJ4dUJ4dXJkXUZMU2Zsc2pkbWJYZUZUbVJ78tjg4uigwrigsFEvsp+/ywl8lVm5Kv0Dy/T5ifyVXrkq/R/AuD4kNz4kNy44Jzf7Tt+aX4OnLxy0OPqL6evHz5z49Cpa0fOep646PWFe22dwOdu3D9z477H1TvHLnodvXAbBmAYho+cv3XsotfJK75wP/C8Nfqs56PfAjBMwlfvBMwDsM+TUN+nb39l4DfAEW1rDIYVYPgxXCAM26Fh4dfnaZCX/2sYgJ8ERbx4G/MPxA1PeBebHhqd+uZD0rz8+yw40j8w3D8w7FlI+PPQiGch4Y8D3/oHvQuOSkgtKCtvQnePTM/vi3WPTBPZkszimqiUvJCYjIjk/NjM0uj04nfx2UGRqa8jkgM/pARFpr4KT3rxPuFlWCKcDg0/BQNwcEwqzMBBUcnwzEvB88lYsVnFcTb5NymnNC67OKWwsgqFZyt0uoGRjtGJrs+TPRPTPdOz3VMzXZOTsAg8aLF0Tc11jE8bP03oRz7D3b+wAgzjrnb4k3pwBI59lnb3y3sHeW3tLJ0e5l6iWEwQiQgCPp7PQ9HpCAqlDo8pb27Mq6pILy5MLcxNK8xOzUlJyUrIzE/NLkzPLUgvKM6qa6y4eOW0i6u9q5vDRjdHVxd7F8f1wAJttwZgsP36edb9LQP/H/Kvw6bNjpu3Omzf7uruvnHnzk27dm3e7b5pt/umvbu27Nm5ea87mH07tx3YDTaBj+zdtW/nlgtnjlw6fcTj8C4fz7MBj2+1NhWN9Cl72wVGNVUlapXxWqS8Jgm3US5oAs5nFVYpaVFJkQY1zqDGqaRI+HGngdxpIKtlKKmgUato5TIqGeQSjRTYmzvVBDgiy6Qh9hlpRjlGSK9i4ArFzBqdBKUVIw2y1j4jDV4GNsoxsC/apCEqeI1sYgmXXCagVcq5DSpBs1aMVAmaZZx6ObcBzovu1tI7VRQ5B8HElQmote0KUpeGphVh1AJ0m5xokOI1wlYVH6UVYfQSnJyP5NJrOYxaNr2GSa2iEcqo+FIOrUbCQ2ilOAW3hUuopiIKac2FfFyVmoHS83DEpkIcopBBrJUKsHwuDomuqqgrKGsqaaAgW4VUkk5E79IIPvbKZ8aU1kmZeVo6axZOzbHGpyifx4nj44TpSZJllgxZCBYzCQJFuEzbxi9gYBsA081zVMsc1Wwhm82kuTnSHKBfwuzcr0ALUpRhjRQ/B0KVSWYQnky3dR3Bei9+ZhaIvTb0xc/MwlIwcc6mslqtsLt4vgkJtkOjZ6b/FYDhfmD01JQAgnLUmpdIVMPQMG56hgEB2MZMTrFsV946MVnbP4AY/US1mbffoFujKFQlBBGmplkQRDVbWkZHCTMz2Okpwtzsl0u1dR3h5kCGNskMEeeshFkIrinGgrJiCMR3WSD0tBXUHU9YUDMQehaIvQ1jc02fLPPTMjqHGgWxz6SP4wozJB35fP3J0+0HDvr5PfzTv//uidfNEaMKU5uLrExjoEq4uEo9D2Md1ox1CLpkpAENq1/NhkbaaYjynU6rAu7cyE+IvHbiEJ/YpObhJPSWHg3HKCEr2OiSzAgmroqKLTPpmB0auk5GVIpb8ah8FqXKqCQpOSi9iKgVEfi0ZgKqlIirJuBqyRQEnYljcygEYiuPz8Tj0NVVZQwKGY1qQWNaKSwaR8TDUXEUNlnVJlfqpXIVX2cQK+WshtocpYigExNpqDJac6GS0TRgZOqlaB6lnIbJ55BK5QJEm5po0lMHTByFCK2REfo7RZ06joyP5dFbyHgEhkBOyii57x9y3evJTd8Xt3xfX/F8dv7iwxu3np8567Nl61EnR/fdO4/u3X103+7DZzwuPbwf8C4keqPL1v/63X++9Hvc365jEhFKAVFMb0FUZOjFZK2QWF+WquDjjAomHd9gkPM+D3WVFmTt2bl5x/bNR48ePnDgwMnjJ84cP3Xj9CXPY+deXbub9yo8/pbf8wNnQs7duHvmnPeF8+ePHNnpttHNzmmr27adW3dt3bxj+9adO7a5L1+8ZOmC729fPStmESHLp7E+PZ+KobQ2eBzafe3s8YL0pLDAAK2E/6nPpJVwpRwyFVvHZyDlAqxChFFLsQxCuUaI7TPwOpTUfiNXJ8b26pltCnyvga4VYdC16Uoepk1O7VSypwYNXGJzX7usCVG2fZfzL4f3Hdx/6PihU3u3HTp/4sq+Hfu3ubkFvfQbG2nXKqideqaI3jhk4E71KQYMXCmjmYOv4hKq2bhKBRvZpaKblLROJdkgwZlUlI+d/ME2TpuMYJTi+/RMNafFlvOM71ZSelRUgxCj5rQYRVgtD9UuwXdICRouQkavU7Dq9AJUhwyjYNSqWXU6bmM7H9EhaDGJUP0y/IiGaqDXq4jVJjZyVEH/KKH0cvEddJQKW9vLap1SMz8KSSZmixpXJUGV6Kj1CnylhtpoEuK46HJGS7GBjxcS6jQcTEtFarsC02MgC+k1ZGSRkNpCQ1fVFSciKpN5lPJ2FbZTg1dwWwwS2tzHPhGZdvHIpY2rDxzZ4bnT6ZTDCvdD209tddi5a+Pu6sLK0Z6PlvEZg0z3yOvB+uV225127tl0cOPaHZt+3ue8fLfL6p3r1+xYsHDLt4v3XfUtuHyn4vK98qPX4pS9UO80NGq1jpnnJudAMto0BE1YoKlJ64fwlOueL0Ljay4GZPulUm5Gku7HCZ7HKJ+GSbMa5jJaIa90hcPNYpfzhVtPp7kfD/Z9FM1hC0joWlpzPqIoClkSZ+RhjXyiiNDAx9WYZPhBLVFLb/Bw2kjMqII6JyFF/6zIBElt27myIUhs2wEWD0MSMFbpsFXy0SodhmTDs9wuSDlqFfaBB4oRSDUGXizoByjL67VyvjAwKK1hdQGNjmECAyt13B4Ygy28HgsPPAZfJRgAAMzuAbTM7gbv8P83FnYXGKbJ9v5dEMMEWIjZNYZWiDJaAGzz+r4MAGybzswDvG1hdwEFm9f7ayMxuGzA4XBHsdDm8YaPtuLiWWobpJs2U9rmaO2QdJSf2qQtIIALZgK2t9I6LIxOiNUN6J3eOU3WWVht/2sYRgs8ND3EhKOVOyBGe381w5CPsYnSnUD1tXGsMLkWADANBH3ND0yz8NFK1QP05XUD1ZfbpSvADDZwAFcz2r7Q9a8MPI/BEKMdVA3b6ohmsQqIZhxp4IqTaiHbTrIZrwLGbLLOanMyf2FXbo8qramrmAjxej83CSBuz3ye9m8LmeGW5nkSnufhLzrw/wHAQMslt1lJxnkGthANFqJhDq8bQ0ghuslKMqoy0ZpsDJCFuf0Q0WglGMw43RxWO4fXwf3SQAQmGmAMttI6vmAwvRM8YHTPUIFuP8FuMyt6Z7XdKiJViMUISa1iJlbMxpFaK9mUJpWYzCE3sEn1WilDzidRMPXF2QmRb1+FvvJ/9/pFWNCrh3e8vT2v3bx+6Y63J6wAwwB88/q561dOX79yGsbgh/duv3j2MCTo+dPH9+/63Lx14/Jtzyv3fG4/uON96dzp3ds3b3Zav9Vpnf+9WxWF2flZaZkpCdXlJQ01le/ehpw8eXK9nb2zi5v7nv1b3Xc7b9ziunnbTz+vWrZsxZIly1as+HnDBoctW7bt2bPvwAHg/9m1a4+Li9uqVWuWLVsBQzLQhNc7rl/nsG7NhtWr1q/8ac2K5atWLFu5bOnPK5atXLJ4xaIFSxf8uGTRgqULFyxd8MPiH75dtOjHZYt+XLbwh6U/frf4+28Wfv/tggU/LF60YOmyJcuXLVm+fOmy5UuXLVu6eNHCH7/79uuv/vY/333z/eKFS/78x7/82+/+/X/+/Ne//uVv//67//iPf/vPb/7+7Y/fL1ix7Cd7O4dNbps3b9zi5OC8bs16kIC1zs5h/TpXR4fNri4O64Gfe8f2rQ4b7De5bTx+7NT9e4/fBIWFv49PjM8pyKlKS8iJDkt8Gxj1Pig2KSo/K6kyObY8/F1efFxtXGJTdGLL+1hEcCzidVSz37va26+Krz7N87ibvPdKmPv5kL2XI076plx9WuD1qvzKo6xzXgnX76W+CK4Mfl/1LCD36dOMN4HF4e9ADRIMwLERzUkx6KxkYkEmPSsZn5NKzE7Gpcej4RCsglRiXjIe1nuTIuoTwmoTwmqTIuqTPzQkRdRnxLbAFugvzmdbM3BKZGN8WFXc+8q495WJETWp0Q2p0Q1J4VVxb8uSP1TFvSuNCsyPCsyPDS6ICymMDsyNeJEeE5wbGZgR/jL13fOkd8+Twl+mRgZmxARnRwVlRgZmfHidDg98Mi4093f7T1zed/zS3mMX9xy9sOfohb3HLu47fmn/icuwIAxv/3pc9jl+4fbxC7dBOfD1eycu+xw5f+vwuZvHLnqduOxz7KLXkfO3jpy/dfTC7XlZ2OPqHTgI+sJt/0veT6/4Pr96J+DqnYBrd1/A6Hv93ssb91/NW6C9HgfbBqwB+zwN8n32Zn7mTdGwNXr+CC8J33365kFAKByFZUPc8KdvPjwPiQoIjYZ3g+Ee4IDQ6JfvYoMiEt7FJUWmZ6XkF2eWV5U2IFsoLJG2vW1o7NMcsMsNjFtIfHlBVfOH1Ly3MWkgyyohJzq9OCqt6F18dmhsZlhi7rv4bFj4fR2R/Co86WVY4ov3CTAJvwxLDI5JhSckNu1tfAa8AxyRkvvbrWA4Gjo2qxjowNkl8ZlFcdnFyQUVuVUNjQQaT9tmC4L+ZBqbsNHvdMfnz+1jY12Tk32zszD6aoZG1YMjqoGPyv5hGHclXX3y3kHVwMf588r+YdXAR0FHJ1tvoCkURLEYJxBg+XwMh93KZjUSidWtrSUNddnlpamF+Ul5Ocl5WSm5GRm5aanZiTAAFxRnFZXm1DVWnL/k4eC4zsnZzsV5g5ONfh3sVjusW+Vgt9p+3WrY/2y/YS08sBH6X83PG92cNro5btzksGmL/datjtu3O+/Y4eLuvhEG4N3um2AA3rdzy/5d2w/ucT+yd9eRvbtOHN63f9fWB943Du/d5nXtzM0rJ/3vXu0yCD4NqIe6pZ1ahkKAErHrJdxGCbeez6jq0JP0KqxBjfv/CHsL4Kjyde13f+ee83337L3PHoEZbBhmhsHd3S3BJRAgEBKCBA9ugWBxd4cQgXi60+nutLu7u6bj7tKy7v33Ythz9zlVt+qtVSurLZ2kuuqX53mfp8lMc1joFj3JbqJ2NHO1CoxWgTHrQGJWWxNbKamX8GvkIoRKgDDKsUY5VitGWVR4OA5aLUSyCEV8ahmsDMMMDK8KwwIv7IIWMyvgvCurmqDg1eokDTYNsdlAtajwGhEoZNKKUe1mrk1NVQvQSh7KrqH1OsQdFp5egpOy6swKkkaI0YqwRhnBJCcaZQQWvpRPqmTjPrEJn9nkzwxCKQX3kcOoVEgwGhnOoCLBGKzmYQxCnI6LkVKqpMxqKbtGJW4waShaBYnPRTGY9UwulsTCkPlEkoCM41FIMi7XpBbajEyzQTEwJBocEgwOcoYHWaNDbPcEG3JzIAgOPWZ4bcBsr+GZ54LYLg/b42ZAbgYE0T0eusdD9biBcuvdp/U6hEHDMDxEN6BEmGxhyReGXvgK7HzGjYzCvmjShJM4PoEbh/Xnf9Yg4V1OeB/4awESTMLwddAPPDrW0D/wCNVQ3d7B8W4pYwaH6BBEdXtg2ZnsdMECLweCCKNj2P6BcxmZn8wWgZeBmR5ICUECrwIMy78k5wRufAwP7N8u0I3k9JCdENkJkbzcix+H4AEO52EPYtCJGHTVD3tQIxBi0FXTN14/AtUPQYgBTz1Mv/1OxoCLPzjeCkFn7z3YuGff+eCgqZO+DTh60ChgqlkEOQdtVJJY+NJWA2ukVW4SNooIn9VMBNRtHLLJ1UxM8NG9R3duEJAxD64GGyUcs5RhklIHmlUWOd0so2oFeFxtQUFqREl+lJyPNijIfHqNTIBikj8JWDUsSgWdUM5nIPQqutnA53AxFEZ9ed0HRGNFAxlF4pDRFCyNz6JxGEw+19Jkl2k0ju4uQ7PD1NrS0t/dPTbQNzEw6B6agEb7h9pZ7Ma46CeVJel0bBmpNr86L4pUndOkoSm49RziJz6lSsXHGKREg4JqVFI6m8RGJcUkJxtlJK0I22pkd9uFagnJaFBTqPSk5PSAc8Fbtu/bst13z74TPvv9t2w7sHv34TVrtm3dsuuM/zmf3Xvm//b7onnz165YN/2HGVO+//HCmTM2jcqo4HfaVEoB3j1glbKQrn6LUogzKKhSHrbVKu1yaOQsYneTvtth+FiY4bNv57r1q3z279uzZ4//ydPnTp09c9gvYP/x0MP+Nw/63/E9dfvo6XNHj+7evmX1KuCRW7501ZKFK1avWL9j654Na7fMnz1v/+69uAbkQGeTUkxXCindzVqrRtxq1tRXlC6f+3teSlJDZfndq1fUQv5wV6uMSysrTCM2fLbpuTo5RchGMMnlMnZDi4Fn1zBMcvDvrTYTx6GntVvYzXomj1xu14AaJIuCNd5tEVIbetsNkbHPtuxZe+r0iWNHju7dtm/76u3nj50/fejkyvkL3jy/bzNLdEpaT6vSYeS06LhNCoZdRbcqqFIGgox8z8CUKNgonRCn5mHaTZzeJlGPXdiiZzq09HYTp9PCa9EzNVyUio2UM2r1AoxdQdZwURJqlUGIdaioTUqKWYLXcFFqTr2Oj9bx0Rp2vYT0Wc2s1THrVLQKLb3KzK7V0ytl2CI9ubxNiOmXER0MhIVY0S8iDUmpFmJFK6NmTEnuEWBbGHU2ap2dgWzh4eSYcgOtoUPBEmErNEx0t1FIR340CAgqHgrxOary4ytsTZpdwxho0fJIyPpPWSJ6bbOB2mlnSDmftJJ6rQhnljN7bWZsJfLIjtMbl/hO/du8basO7FhzYN6MZb5bj+zZeKDifd1Q+8T7tE9nDoVcPfvg7KFrfvtC9m86e2Rr0KGt5322+m9Yc/CX33f8NOdw4PXSExdLNh9O2HLsLU7YQZGZOCptc29f35B7zA219PXDPcBivu5ZeDqe23z+adHLEunB+9U3EiThyYaAUMzDKHEeauRmhmRdcP6yw6kbjsRv8nnwKDxNo1DyyfUC/CdKFaikVNBQZhHDruRpheD33mGhdRlZJ9dsrHqTAVkGIXmrU9wEKTsgUQuk6gFMC6b7ywAM7gEwrAToC2n6XcIWp6B5nNcEqfr+fwCYYff6V/9gYJ6XgXnNAIABM3sHyL/NXgXYS8VeTgZ4/C8D68wwRcOkDXywXsBm2iGm3cmwMhMqvgCwF31BTyw84nZI3O7ig9f1Em8bYGB4RN5zCbzh7H3j8Lmo3cm0QbIeQLmiDvDtiTposZ+aqriA2AVtEMfhYnoZ2OvidrGtHl6Tm2f1cL+Mm2PxsMHAOjCIdOY7ILpJn4/pqeODFVa2FQjdXoLV5KNh3zK8DPwVfWHtFz5+DYWG24/kWQjYRA27o//1SDdBTAvoSfaewI1EkKCFHfURGJu9sdhf4rK9cc1AvyXrPUTtRKNSnlI9jlVAZD040kwQXO9E1sPNUl9J2EXUwH1U8NFF1Px/dOD/rgazHOD3xbB/JWHYEe0iGYfQSiDzshyDDQpbMa35EwsgMcUC0e0Q3e4hASnYRTLC9/8nANOAF/qPaYJYrSMkMyTtHWQYRsVWqLlPT2HSaqo5jUg2sV7CwgmYDQohUS4gEFHFFMxnGY8o55O4VHR1aW7sm2cPb195fOfm66eP7t++cef61RuhIbeuX753J9RrdQ68eOFU6OVzly+eCTrvFxhwPOg8kILv3Ql99jjs4b1b169evBISeCn4XNC5M1cuXgi9FHzO/8S29StXL/p946pFYdeCK4oLKkqLcjPTij7kE/CNpaXFYXfvb9q8dcGS5es3b9u8Y/eKNetXrlqzaNGSX375bfr0n2bOnDV37vwVK1atW7dhz559u3fv3bVrz7ZtO9av3whbo+fOnT/39wVzZs+f/evcX2f9/svPs2fN/O1n76LvLz/Pnjnjl2lTfpr644zpXgae+uMMgLs/zpz246ypP/z0w/fTJn07ZfJ3U6f8MN17t2nTpkz/afqMWTN//vWXn3+ZNfOnGdOmTvkBRt//9Zd/++XnXw8fPBJw5tyRQ0d99vr+9stsOLAaFoHnzZm/asXqzRu3rFi0ZPXS5SuWLF6zYvnWjRvWr161fNmSdWtXr1+7bvHCRStXrD129NT1a3cfPYiIiUp/X/A5J/N9VkpezJukZw/evH6WkJ5UnJtZnZpUkZxUk5iCjE1GvUlAvIhFPomsuxH++cK9gnP3C4/fyNh7IWb7mTe7AqIPX0k7d//D5WdlAbdzjgXFngyOvX4v93F48eNnhS9fFsXH1sZF1yfEYuAapORYdFpCY146pSiXlZGIzUoGHUgpMciUGGRmIiY3qTE7Aci/WfGotOi6hNcV8a/Kk99Vp0XXfZ30GARcCJyTiM5NwuQlY1OigAicGl2dFlOTHlubFlOT/PZz4uuy5Hef4l8VwwAc/wIwcMKL93HP8xIiCmPDc/4MwLHhOQkR+V8n7kVuzPPsmOfZcS9yEyLy/wKj7zbfk1t9/Lb6+G3zPbnjgP+uQ2fgdOj9fkFHzlw+fPoSvBsMvgy4uv/Uxb3HA/ceD4RV3wP+IT5+QbAafCTgKrwefPRc6B9Z0PfhvV89AcUAACAASURBVF/4CGu/IXdeBF5/As+FG09hJA658wLOwbp87/lX+oWtzrDbOSTsKWyNvnQXrArD0dBhz97BC8DPI5Mjk3OjU/NfRKfeC496l5TzOj7zdXxmdGp+YvbH9MLP+WV1pbXYRjaPKpVKTGZjV1fr8FiX09PvgfrBptgwX2ctrEQ9i0l9k5yTkFf2JinvfkT8y7isl3FZX9TdhBxQdJRS8CI282lk6lcd+MGrhHsv4x68SnjyLiU8Nu1FXPrL+IyIhMw3yTmRafnRGYUxme+jMwqjMwqj0guiMwr/3A+cnFucmF2UUliWWVyZ+r40s7i8gcHVt/eYu/vgECzb4LBtcPDraDt7YehVtHTAAxcdwbZnaVMrLPyq2rpUbV3K1k5v/JWBqVZTZDKSSITj8VAMOoJKKcdgSurq8stKMz+8TyvMTS3IScnNSspOy8xPzchOyC1I/VCcXfKpsORTYXlV8YHDexYvmbN02bwVyxfBALxs4Vwwi+ctnj9n8aJ58Brw4kXzFi+at2zpwpUrlnwFYNj//EcU1rI16xavXb9o7fpF6zYs3rhx6ebNK7dvWb1j65odW9fs3LZ297YNe3ds8tm1xXf31gN7tx/ct+P00UP7tm8MDQ444rP9zNF95/x8j+/fgkeVNBsFTQauRUM3KklmJcGiAjVFBmWjRo4W86oF7Aq5CKGRo9WyBph7lZJ6qaDWbqKatASrgSzh16ikKAG7QsapVguROkkDvAn8tVUYrjgyK3FmJc4gw2jFKAHtk07S8HUNWCVAaET1di2pxUjTS9F4RCaHVGyUY9stzGYDFQ6FVvLrQMCpHGwAmhWkNhOn08q3a2gaIcauoZkVJDr2IxNXIqBWytgIh45hlRHtIqKJjTFwsWYJUSPEiNl1UiHSoCdbLQy1CicU1HGZFXx6lZhRI2cj1Px6tQgh5VfyWWU85icBu0LMr5OIMFIJQSKliiQ0JhuHI6KIlEYGl05l0ZAkQimZVC2WkJsdkvFRJeBAN3V8EDPYwwDJT04v67qZHojtgfhusAbMArIwYGA6GIgGeTnTa10mud0AfT1gYPoluEDQ1J+FX4oLADPF5f66+gs7oqluD2nC2Tg2BmZiHOcEHuw/z1cA/poFDYMxC4KKTObbVdVUt4c4PoEdGiaMjXMhiDQBUpfpXjWYMDYOy850L+6+xRHeEogqCGK63HC8c0NfH3ZwEDc8TJwYB0gPErA8BLcTNz5OHPcQxwD9kieA8IsfB+XGjSMQatCNGnQjh9yIAQ9iwFPX767tc1X3OZGjEHIUqh/2NAy4cQNu6oCTM+CU9E8kVSDmbdhy9PTZpUsWhQScblJKzAImuiRbLye12blqCbrTxtVwkU0ywqhdZOKih0yiEas88dnNtb9PZ2FrH1y9kBrz2qGXWRQsh4YjINcS6z6YZdT6sgw5B21W0FSiRquWIWbXoaoyOLQKCQ/ZZucb1FQuG0khV5LI1WRabQOhgq9ikgV4iVWqatUZe+yaNrO+s8nc3Wbv6eoeHekaGxv0QM19A63DI8Nea+gg5ByD3OPQhAsaI1NRZR8zuTQkj1glZyDoiAI6srDTLHIY+AY5TSkgqvlEFY/AJ9cTEcXNOoFBQlFxsTYVpcPMVvHqKA05VEwhobFCJee1tlqMBg2RiM/Ozr1779Ep/wAf30M3b94uyCuUCPg97S1Wg6qh5nNKTOTBvT6b1248eeSYWiyQ8+hSNpGBrchPecmnVHVa+V0OCYdS2d0s725RDveYXYMOT18zB1PdopNC7iEUomL3nm3L16zY5btn++5dW7dvCzhz7mrwZb99hy8d879/7tLJPT4b1q+dt2TB7HlzFyxZunTZ6kULVy5bvGbD2m1TJ01PiU2x6AzDfd3dLWatnKmV07VSRotJKWZRhzraTh8+uGvD+pLcnML0jIun/bViYZtFz6NieTSMwyQyKGkqCc6qZ1qU9C6bpMXAMUiJI50qV7+hxyEwKwlyDtKqogy2qftblA4tv9UgatIIOps1/kFHNvmsCwg6eznk0pkjp/19T4WcCDqz/9iGZUszk6L0Gq5GTjGq6CoRntVYzsR+0glxrXqOktPAaizTCXEWOUXKrJV4Pw20QoxOhFVy65VchF6MMUiwWmGDjF4lo1cJiGUKZo1Z0iilVfLwZSYxrkVDd6io4EOGi1axUfBRRq3VcxrtImKzmNwkxDsEWCsHqSKU8mqybYyqbhGmV4DWo4tVdQW9XKxTRmujVI1KMJCBNipvHBLjenjYVga6jUvQ4hEOHrVZxGiWMK0iioaNwZXnGIS4Jg1FI6niUvMl7IoOi6C3SWWUMk0yxkinDjS3W8h6ea2YVdpipNnUdAkdN9LRgash7Nt0bOfag1tW7Fswc9X21QfXL969et6OY7uDgk7cvXTqcfyLorcP8h+HpubGoZ9cTQ0LfHcnKOJywIMDvhcWLT/8+5JTgddLD5zNP3ShMPBeKUs7gmTKsz9Voan0mgYyEk0mc3kihcJqcvR0jKWkfuIp+47dSntSyPd7Un8zVpBY2HbrEe1eOCPhvdH/UfWeK7mrDkRvPxa9Zd+NN28zjUq5kFKnpNfKiJ/pdR8F+Ho1j2HTyoRsvF7L0Gnx/++H//mtuz48iIbM/R5Zs0fsgFSdoKFX1gnBKqikCwLT7ZHC0wXJe9ySdkjZM8Z3QIruQYYJ1PaIvQAp+qIAA5WV0+TiNAGFlm4Dw/DqwH/sA4OFYX6LV3Tt/Kf5mdMM8YGPGjZX/8vxn9TqpVmPsBWgLNdrsWY7ILYD4jQDTBV3kiKLwfPwWr64sr/AbTvI7oLjuyTtHnEbPMDp/afrX86/XhG3Q8r+dqQYMjuBAixshziOUYpRkd/YiZKOkA0AiTkO8LpcrwjsjftyC+0evg2MF4NB0BTbAsdNgcwqQbOTomPFlsBQCnFA9BQYtrWvQdxcwQCIy7F9Rdk/0y/sowbyL69plKCCuHZtAQbeHIbv9uVRf8RlARszzQjYlW729hgbAL7yWyyFuLZPdKDrsu3gOkkH7sCwwC3Hg7UCiOPoKKPbCnAenHoMJYWIOoigBYPXwOPBqT04tQv/pY0ZNDPjVf/CwP9cCYaTsWBNmNEEAy1Es4GhWgHiUiwuggESdo03antrxRCvHaJYTAVEbTZ2uF4BkcwQ0wFRrW6i0UMywUZoN9kE9oepFg/NCv+NeRm4CeK0u2lNkKDTLWgZ4ptd+rYOiZJZV8tpRLGJoLWRS0XJBQSNlMqn1Sv4BCETK2SCD0kCqrwgMzH84a2w0Mv3b4Q+uR/2/NH9Jw/D7ofdeHD3+uMHt+7cDLl44dTtGyAO+tb14NDL5y4Fnw4J8r8Sci70cuC1KxcCA/wuXwTR0IFn/S8GBty6duX65eDNa5asXfL7/FlTN6xc+OTujapPxVgUAomoppCJBoNOJJbGxMYfPn5y1779u3wObtiyfdv2nRs2bFq6dPns2aAhCZaC586dv3Dh4tWr1+7cufvgwcOHDh3Zs2ffhg2bli9fuWTR0iXzFy+cs2Dur3Nm//zbLzNmzZr+86zpP/8289efp82cNnnqtMlTf5oyY+bUn6b/MO3H76ZMmTxjyuSZUybP/OH7GZO+nTLp2yk/Tp7mZeMpP06e8uPkH6b+OGXG9Kk/zZg2Y/rU6dOmfP/tpH//t//YsG5jcVGJyWDWaw1yqUKj0qqVGiadVfT+4/27D3z37V+xbOXihUuWL12xfePmfTt2bd24YfP6dWdPnXx07+7DB/duXA8NOHN288ZNK1esPXzoxLXQsLt3nr16GZ+dWQQAOL0gLjrt2aN3Tx9GRb/JSkkoSUoojY4qexv1+eWbsscRpY8iyu9FVFx/Wno+LC/ocdGpe7kHribvDIzaGfDO92L8qVvZQQ+Ljl9O3n/mzcHTr4KvJT18+v7l69KYmMrU5IbMNFJ2Bi0vg56VQk5LaEyNx2YlE/LSKckxoAkpMxGTHt+QHt+QmYjJTsCkx3zZ9c2KRyW/q056W5UWXZcRi4RF4NSoWhiAs+JRMADnJmESIyuTo6vTY2vTY2tTo6sT35YnvCoF87okLgL4n2OeFUY/zYt5lh/7vCDuRX7M89zoZ1mRTzLePU5/9zg98klG9LOsmOfZCRH5yW/ep74rSnn7ISEiP+Z5dtTTzKinmX/Zsu/E5r3HN+05tmnPsS37Tmzff2rXoTNwBLTviQtgDTjg6uHTl3YfPQeuHzt/8PQlH7+gXUcCdh895+MXdMA/xPdk8N7jgX9Ow4KDsuBwrNOX7sF7v6cuhp0MvnP60j2YgS/ceHrhxlNYB4YB+LJ3GTj4FqBcQML3nl++++LS3WcX7zwJvv0Ypt+gW4/g8ysPXtx48vrW83fXHr+6+extRGLWpwaSwtbR5YQ6xyBL15DC2iY2NAm0VrGhSW5p1Ti6bD0jHaPuAQjq9UA9bgC9QxA0AEHtY5Ctb5Qm1WSX1T6JSn6dnPMurfD6k7eX7798m1rw8HXig1cJj98mh8dkhMdkPHmX8uhNEqz3hsdkvIzLehaVdu9l3J3n0fdexsEA/GcGhsOf36bkwvQbmZYPlyHBDJzkNT/H5xSlfficU1YTm1XwOinjY22D2GS39g5ZevotPYPWgSHHyFjz6Lh1aNjQ2wfHXMmb26XNbbKWdllLu8TRKrI3S5vbBNYmjt7M1pl4RqvAYhWY7XyzhWs0sPVaplpNVchIIiGGzaolkyoa0Z/qEUWVFdkfizLf53snNy0nKykzKS0nKS0zLrcgtbgs73PlR5iBd+7ZvHTZvGXLQQ4WmKWLVi5ZsHLJwpVLF8H0u3zZIjgLesni+XAW9J8XgL8y8OpVS9evX7puw+L165du2LBk48blW7as2rlt7a7t6+CB6Xf/nm2HfHYe9t11ZP/uI/t2H/Pde2jPzgC/w8d9dwYc97107lh+epRBztBIiHo5yWFkddpAElWrid5uZ5vUeBG3ik39JOJWaWRYwMBSoP3qlXgJv8ZmoEkFtQJWFYP8UafASXk1Mk61gldrUjQ26cjwNi+fWqaTNLSZGQperUWFt6oJFhXeKMeKGOVWNUHOrYErjlQChFVNGOmStVuYFHQem/hRxCiHWVrMrGDiP/CpZSA7WkWBDc8mOdGqohhlBI0Qoxag5RykmFFDRObL2Ai9BCdjI6wqikVKaFPQbXy8VYC3yyh6cSOfXsWll8tE9TotkcOupJCLOYxyPrOaRfrEp1SohSgpr1rCrxRzy8W8KqUIqZKghexaSmMZEVtKbiwnYsoJ6AoGpUEioPLZJCwehWKSKxmUEiqhjEmulvCIDqNwtE8NQQLPOM8zxnWNsVzjLNc42+XiekACFsPtoXtcNLcbgKLHTfa4vdzrJns83oHIHqAAe23DbtKEm+6ByBNOsF08OkYZd1JdbuqEizQ+TgWbwxNUlwt2WbMhiOb2EP9oP8KOj2HH/0nCjS4nkHzdLpzbhfe4cW5Xo8uJmRjHjk0Qx11MCLpdUXettLK2vZfmAoHVlAkP+w/0JTtdNK+Xm+m1c9O928shhR9Q3b3EkQkeBJHH3Vz4JgiiuCdITuDQhgVk0Pc7NoYbHydNfAFg3CiEHQb7vYhBF3LEXT/qQY64EYOu2j4Xog8c64ahumEIOeTGDrpJ/S5W37iwZ1TZPbBsx54NO3bNnDnjRkhQX7PFLuPpucSG0gx8QwEeky9iV/e3itt0dFenZsQmHTJLoTa9CFt5ZNPyhGdhJZlx14NOiVh4vZzVohdqBQB+sJW5WgFezmqwKOnddqlJTrbrWV020MHTZuXxaJUaSaOIg5QJG1lMBINZzxdTJBr+GDTWNtzZC404xnrb3EOd0HgP5BmAINCmNuEe8jYE9UNQl9PT7Xbb+vvbRkbGQFHq2MBoX03NRwmP4B5q1ouIHTqOTUpUeVt8HAa+VkJl4KtYuBoVj6Tmk7lEhJKNG2xRW+Q0Mb26w8xu1lFElFK1EDncYzBruSI+QSVjtdh1nW22VofFbtG3OixGndJqUBlVIrmA1mpRdjk0fDqWRW40qeT9bU08Ks6qFupl9LqS9KqiJDkH1dMkUgqxnhGbUoiT8bECZj0eWSQm10GDrS1agZSNHx9o43BIYF9j3fK1W9b6HN5/9Pix06fPhoZcPXfitO/W3Yf37J82Y/qs+XPmLl7429x58+YvXr5s9bIlK3//bZ6Qze9wOExaVZNRPT7Y2t2iNqoYaglloMOiFrF7W2zh98JmT5v+4MZtjVixc8PmZ3fvGZXyNoteJWS0WRXtNjHwootxMh7GpmPb1EwO/nOzltVqYLUa2UYVAVWXpVGR9VqGUcPsalKaZKzRFqOAjN64edmaTSv8/U8+uvvw2e1nL8Ne3Dofemyn7/a1qz/mpUhFRCq5Ao0ooDSW0Ro/W5T0ZjWjzyaUMhA0TLFNx2w2cVVctE1O4aNLOTUFcnRZJx83ICa3MZCtdMSgmDggIg2Iye1cbLeY2Kei62k1cuynDgm5lY/vk9IGpMw2Nt5MRBgItRZKvYOC6aUT+wjYblRdD7K6H1E5Ulc1UVcJIar6CnO787L6CnO78rObMlKaMlPN6UnSyAh2+B1twktzSlT3++yugvyW7LzRaoQLS4SYnHYMGtIoe4QMEwNjl5C7rSIZp1ojqjQrkQ4dySQjqHk4m4LdrOGrBTg1v94gR1k1GLsO7Ju0GtkgRVbO721q1QnVF05cmDXp183Ltm9dsXPD4u37t/ptXbl//aJ9O1Yf377cz3dD4BnfsID9j66ejnh8M+5JWPTtG69OnLixZuPZxesuXb6POBxctuZg8oWn9fJeiN8G1Qss9lHI0AFZeyEMT5NbhUY0ssRKR3JWBYZp9rudHFEkOP0cGRrFTvvU++CN4HWS/EN998EruYv2PNp8LM7ndMIO31tRkdkakZCNqVDSa/UsBLXmPQdbKWERVWImHlOpU7P0WopZQQv1PVxw/y1kG4CUrW5pM6TuAvW8Yq9DGKijnWBEXV9G3AlJ2l3ejOhxYRNkHhthm70iqtdCLGzxkifgXjfH5o3CguHE4gVgm9cI7WVFsKMLWpSAvCxuB/QIsqyaISEMwMCi7BH+T0dhG/jegGkZILQbxGU5wIIuMCF7AVjZi3vzARiJwcqxA2A2qIdtB48C+dXtkKwLHMXtQOgGbNwK5GtZx5dzcTskaQP3hH8CohbwPOo+wLqKbjcLBFZD4s4xupGbUmOvZnuRuw1+18C8zbWDlxN4+415gGw9XCuQeTmgEtnNMIJ1YhFI1WoMz4KkXYBXvQW/4PthmCB+szKnHiQtgwLeLx3I4PrX1GWvkDtBUIOdXo59tFHRhxSqspDg50Y1fAmp8t4HoC/bBgbQLyiFgkh6UApFMwOaxWtUKTXDCBFohyJoAeIStBDF6G5UQUQduE7UQ9xmRUJl5ycGRLMMI0RujNKFVbrQCidG4WyQT6Dl8NGDUztxqq/jwqvdBI2HqIVIuv8ZgMlmL8FaAfrC9Es2Q94ZxagBG3Nax7CaEbRqFKNuKWM5ShhDKAV85y8ATLNCNOu/AjDD/se/Wpo9NPsYyQSJ2wbZhkG+HrJ3akhUIRbDb2xgYmvrynKxtR+4NCSbUqcQEpuNIp2EoeBRZDwyqaEqIzHy3o3Ll877XwsOvHsz9MGdG7dvXLl3JzT86b0nD29fvwonQl+8H3bt3p0rt29cunYFtARfvHD6wrmTx4/4XDjnH3Yr9Gbo5bCb154+vHf/9vWbly/s2Lh667oVW9YuX7lozvXLwY1oBItGxuPQTBbVarW2trbW1iEDLwTv3OvrHxC4ffeerTt3rdu0ecmKlb/NnTdj1i8zZv0y89ffZv8+d978hUuXrViz9svm8Latu7Zv37l545ZNazeuWb566YIl82fPgxn452kzf5v568ypP02bPHXKDwCAZ0z7acoPUyd99+Pk76Z6Z/p3//jhm79P+sffvv/2H5O+//aH6VNn/DgZ4C5cgzT5+0k/TJr84+QfJn8z6T///a+BZy4Y1Mae9l5kdX1mSlbR+5LiorL6OoyIL2uythp11uoKREjQ1cULli+cs2jdyrXz586bM/v3wHPny0qL0WhUScnHV69enT591mffwYshoc+fvnv+PPp1REJaSmFu1oeczIK05Jzod8mvwuNfv0h69zorOjI/IiL/+cvCR88Kw54U3ntefP9V5Z3w8suPPl558SnwSeGxWxm7g6K3nHm1M+DdwctJ/rezfQKjd518se9k+LlL8Q+fvo+KqkxKrMtMxbzPpX/IZb3PYeakkVPjMAmRdYlR9alxDV9DsHJT8bmp+Lw0Qk4iNj2mPiMWmZMCcp7T4gD3pseDZeCUmJqMuLr0eERWAjIzsT47sT49HpEeW5sSUxP3tiwpuiI9tjotpirx7afYiOKY8KLYl0WAfr0AHP204N2j7HePsqOe5MY+L3j7KOPto4zIJ1l/DPjy7aO0qKeZ8S/zUt5+SHn7Ie5F7puHqS/CEp7fjvvLlj1HN+8+snar74oNu9du37/rkL/P8cC9R8/tOhLg4xd0+Gzo4XPXDvhf3n38wo5DAdsOnIFtz4fOXPY9Gex7MvjwH8VIR8+FwvLvsfPX/IJuwk1IJ4Nv+QXd9gu6fTL4zqmLYfCcDL5zMvgOHAr91RQdcufFlXuvrj18G3L3ZfCdZxduPQu6/TTk7suQu+FBt5+ev/Ho1KU7/pfDAq49CL7z7NK95xfvP78Y9vTCvafP07OzEQ1ktV7bN2QfdTWNOVsnoC4I6oOgdifUOjLeMe7q9YAvu11Q+5i71wWszkMQ1O8BJ31uiKM0ZZfWgNzm+OyXcVkvYjPhdCvY2xwWHgOruw9fJz58nfjoTdKTdynwGvDz6PT/YWJSX8Slw/Lv25TcN8k5r5OyXyVmwRborzVIcdlFX3aAiz4nvy9LyC9O+1ieWVyZlF9SUIEk8eWtQ672MXeXE7yLpuFxsPHbN2gZGjUNjGq7BxRt3dK2Lll7p7wDHCWt7TybjW02s/QGjsHIN1uEZrPAZOEZDBS5lCDme23PrEYOE0WnVOIwZciags8lWR/yknPSU7LSMvOysguyMnIzkzOS0nOT03KSYPNzWfnHwqLcnNz0VauXLlu+cOkysO7rFXsXLl04b8mC+UsWzF26ZMHSJQv+vAYMo++SxfOXL1u0auXStWtWwM3A3sKkBatWLVqzZtHGdcu3blr5xfa8bf1O7+zavmHPzk17d2322bPVZ89W373bfPduO7B357GDPod99/gd8fU7tO/8qcN+h3YVZMUJWWg+AylgIpVijMPE6G7ht9tZVh3Rpqfa9FS7niHjIyjYIhkf0Wxi6+SNejnBoiUbFES9AodD5uHqc1rMHL0CZ1HhTYpGeHdXI6o3yrHNBmqXndNl5zj0FDgj2ijHwsKvkP7ZIMPYtaRWE73NzABKhYaoFiKF9M8mRSMcfCVlV4mZFSJGOdycZFNTzQqSTU01yghCWpWQVqURYgxSPMBXAdooI6gFaLD2JieCe8qJXSZuqxZIwTqvNRrws5wg56P49Co6voSCLWIQSjmUchG9Wi1A29RUeuMHGr5IJai36xlmBUnORwkYtdTGEnz9BwEDIeE0mFVMjZgkZjUYFXQWHVnfWJlVnIEg1jaycXXE+gpcXTkRxbNqNQOdDsijdY3xBnulHqcEcjMmhlnuCYl3b5Y4Nk5xASM0xTs0rwJMhUCJLujd9dYmsZ0QddhJHXbSRlysMRfbCQk8wGws8YYzC/+oU+J5/dVsL4IyIQgzNoIaG0aNDTeMj6AnRrGucQC9kKfR5cS6nVi3Gx6ct82YAEG0CYjnhnA9rjSO6n455n4F+g2BmcKTl5mbKxxt9T29hNFRGuRiQB4mEK5dTMiNHh7KN5ie42kAkr3NSfhxkCNNg1y40QH0YB9x1Ml0Q0wXRByBkMMddGiU6B4luaGGPmfjCFTXA2EmoKohZ+24C+l21oyOVPYOVXeNYPoh8jhIfq4bhOr7nPQxiNTWL+0fsw5P7D12YsOWzbN/mRF2NcimFLRpBXo+oV3LZWA/WnUkrQKjFKEG2+SdBkGXXmjkUhxSXptMcP3UkeDD+6rzU88c2Oow8AVMpIRT32LgdVmEOiFBQq9r0bEHmuVtBm6Ljq0VNPLIlTIm0qFjdVgErUauVUVT8TFaEU4pwBtUPEIjsqOjbXh8YgyCLN09bWNj9pFh2/CQZWjY2Dusbu/TtA+besZMXb2to6PmviGOzkST67StXX3jnjGPB/JMlL3PENMxnQahXU4fbFIoGCgxDaHkYXViopyDpqJL0JU5NEypgovRCPHtZmGzntukZUqYCLvXJi1l1rLwpWY1zaik9berm/Q8o4Ju1nD4DJRKTNZIqUYVS8bFWdSsFpOwxSRst4kZ+IrGuiIRA9tsFPFp9a0GgZTZUP0xmYz62KRle5+8XsnDUtEljYjCyuJkGqaUiihqUbE6zaLhdl23Q9HfadBreX5+Pnv2bd68be3uvbuO+504FxB0LiB429bdkydN++77yavWrJ63YP6iJYvnzJn9+5xfjhz2NRqVrU36zlajWSuU8YgmJavDJu20ittMgnarrNkkdxiUH7Iz5vw0y++QX2/74NsX0b/PnJOfkd9hs9u0CrOSb5CSB1qknVb+SL95qNvU36zqMgptYoqCjpAwa6VitExDkpnpCivb0aXqaNVa5Tyovbk2I/3Ali3n/fw3Ll9/dO+xqwHX9m3yPbLz4IHtu3dsXE3AVpWXpem1tCYb32LiapQ0hRCn5zaM2IRGKV7IRgh49SoF2aHj0KoKNfUVXXiUi4CdqKvuzsuyxkeZIl8bol4PfyhyVlW7MQ1OInacTpjgUye4lBEazkXBjzc2OBvqISIe4rAgPgeiEV31KKi0xhOf0/84qv/6856zYS17g9o3n+3bEtC/8Uz76hNNq084Np2277pg2hek7gV6uQAAIABJREFU2HNetNNfe/i8/djFTr+rPUev9fhe7dl/c+D4g4HAl6qTt3W3X7VnFY3g8cMiRrOYqOY3aGVYObPCJEI51EQurlRCrWnVcCSUOgamhI0t1onQzTpaj50PzNs6dk+TpNcuN/AZYy2OfputLDvr4Nat83/6ad6MWT9PmvbblFkr565cNXfdytlr183fsvzX9Uumr127cPvaDTvnL1vjdzbU7/TdJStPb/V5cfpquW9wxaqTH3zvYkOzlM8qLAmYtjoVJOuDlEOQBQJjhSDDEFRFltx5nRkWUxxVzPEJzb+fJn+ea7kWKb4ZzY8rNgc+rAi4W7LhUMzekwlb99xJTCzjUVkyBl5JrzVwaq0SNAtbSEIUimhIrYRq0/JA1JmAGXbs1IPDAZC1e0LZBGnaJ6QOSAEXIMHar/cIA7C428vDrZCkGZK0ArlY1OIReQOlBE3NNVxTGbmpnDlKUgPs5DWBgiIQ+OQAeiZo37WAtCqBA2jLcq/CLPZiswg2Qns1YYEDpFKJ/nQUwoFVTYBmhU3gVnEz4FtJC1BrZe2QtNPNMkP85gG8AuI5XEyTOAvZ1SACCViCL9+bF0rh53FA4jZI6mVvWZtX720FV+Bng19X0gIJW4CNmdcEee/j4lrGGSaAtSAYDNwKvgdph7QAJctHg+u6wQm2CbCxtMP7WvAGcgtQjAHSt0GCFkjcOUTUQIq+MaqB8q7YXEKBDOPeH4u3KYqiB7DKczR/olmLCIDJ/3uEMmwnZpjhbVtAyFTDIErcXcPtRwoBJMNtQxQ9bHUGeixOBeHVEE4NNarAYJUQRgFhFB60XJNU1fuJ4ayXgCvwrd6bILxmqJY/gRRDZP1orcCYVd/xkQyx7c56iQsjh7BKJ1o2jhCNIkXOeom7Qeasl7pQMg9aAWFVUKMaalS7G1UApPGaP5Mw2C7+ogDbwX9DvvIq3Qa80DQrzMBA7CWaIKLJQzB6CEY30dhbKyaE50PcVojdPI7XwUvCgHW9u8Tw8jCcpAW4mu5tewa90FY3y+zhWt1Cm1tmd6qsvPI6AbJBgseSqksFFJSE24it/yAX4BR8gpKLJ9SV1JXlo6s+ZiW+exp2NSri8cPboWE3Lt++FnL7WkjYrdB7d67fuX3t1s2r3lzoy2G3Qh/cvX4/DODx9asXb4SGXLxwNjDg1MULZ2/fuPLoPoiPvhEacu3yxfu3b1y/fHH/np0rFi9Yvmje9i3rnz+5z2GSRHwGg0GQy0QWs35woI/HZV+7Gnrk2NGjAf6Hz58+fP70ruOHVm3bsmDNql8XLfxh1s8z58ybMXvOL3Pmz1+yfPHyVYuWrVy1esPmLTu2bt62Zf3m9avWrV62atnCpQvnLIDLjWbO+Pnnn2bNnPHztGkzpv44bcqUaVOnTp8yZdp330ye/D3QgX+YNPW7byb//a/f/O0///H3v34z6bsfv/3HpP/6G8h5/u6b7yd9N/n7bydN+sfkSX+f9Pd/+1uwf9Bo90h/+5Bz0GPROGgETs1nVOjFsHu3w188jU5NLqSQBB2tY8g60sH9J2f/vmD6jFk/zfx16bIVEa9f1dTVvouKjHj1JvTajXPng69evxMeHhXxOjHiZUJERHxBfklmWm5yQmZCbMa71wnPH0eGP4179yY7KqooKrrsddSnJ69KH7z4dP9V5YPXtbcjqq6+KA24n33kWpLPpdh9ITH7QuIOXE06divDPyzHJzBy78nwMxdjHzx5HxlZlZ6Eyc8kfC7ivc+mpieg49/VxL+tToysTY1BZSSgs5KwmYmYrHhMdgI2J7ExNwmXkwgs0HlpuIyk+qSoqvjICiDtJiLz0rAFWY05qajMZGR6Qm1ybFVyTEVSbEVKbGVqXFX8u7KEyE9xb0ujIorePs1/8yQv8nlhTMT76PCC2Jfv41+8j31eEPk45ysAv3qY+e5pbnR4wbunua8eZkY8SHv3NDcuovDtk6zIZznRL3KiwrPfPEl/cT/pWVj8k9uxf9m46+CWvUe27j22w9fP5/i5o2cvHfIPAT3Ax877+AX5+l/yORWy1y949/ELe04E7fUDe7+HzlyG53jgdbjx6Nj5azD9/vfjsfM3jgfePHHhnyQMI/HpS/fOXL4Pz1eV2D/k7oVbz4LvhHvR92XwnfDgO+EXw56H3A0/G3r/0r0XN56+C7kbfurqnXO3Hj6JTU0rq8bJNUy7Q9U/ZBidMAyP6AeGrMNjLU6PfWS03e3ph6AeCIILhDrdQPHonoC6xqBBr/RhaB2sI3BSCyvis0teJeS8SsiBGfh5dPqTdykPXyfej4i/8zz67ovY+xHx8Dx4lQAzMCwCw8vAsBf6RWwmgGcvAL9KzIK3f8EWsReDYfMzbIeOyXz/dRLyi2Nyi6KzCgEDf/iclF/yoaKewpM39Y21DDrbx0Boh31wQtczqOroVXT2iuytInur0NEmam4XNLdwbHaawUjSaNlWC9NsYhuMHKNJaDaLLBaRySQw6OkqBVkmIgi4OB67kUNH0UlVWFRpXVVucWF6QXZKdkpSZlJ6Zkpmdlp6ZkpqRmJOYVbuh8yCD1ll5R8+lhaWlX988/bFipWLl69YvAz4n5csW7p46ZJFSxYvXLpwgXcFH9ie4Vm0cO7CBXMWzP99/rzZixaC3WBYDfZu/y5ftXLpyhWL161etn7N0o3rlm/esHLrptXwAjDY/vUy8O4dG3fv2Lhn5yZ4du/YeMhnj9+Rg/v37Djsu8f/6P5zJw/57Fj3JjzMYQRZOyY1QyvHa6QYrQytV2AMSmyrlW1QEM1qSrOJbdXS9HKCSUW2aKhaKU7KRUq5SGrjRxwyTyXC2PUMhbDeW8bbaNMQm3TkJh3ZqiaYFI0GGabFSLOo8HDZL+yOlrKreJRSmJaV/DpYOtaI6uXcGj61TMqu4lPLZJxqvRQN7wzDD7epqT1NotEudYuBpeDW6yW4Ji1dJ24k1ReQUYWMxmIhrUrBrdeKsCY50a6hwags5yAF1EoRvVrJQ8EB0QpuPZf0mYYpYuFLQWESqw7mZ6uKphZg1QKsio/hkSvZhM8CajU8egnBKCN5Y2kxAmq1UUYSsuprEflkRp3BLBJKyHQmhsMj4ogoEp1QT0LzDSptf6d+fFDlHhY7hwTuISkEMUfHmBMgYxn0J7lcuNERzMgwsAq7XCQ3CHYmjU/Qxz1cNyRwQzwnRB9yMkfcnAkP3w06eOEBJOwB53zv1i4XpGS5aa4JinOc7BonuMYax0YxI8Po4SHMyDAsBcO+6EaXG+f24D0QGAh4rTG9E6xxwNUcF8QYg4gDnipbd5ZEm8yVRNPZL/GE51hsBAmfKOC+N2oqWu0U9wQTguq6uiMoNIILIsGxzx4IOTxCAgZv7/tyQuQhD6HX3dA9hBrvQbt7kSP9RCdEAVFYAIDrhiGEE6qemKgcH6kcGaoZGkENuvBDEGkEwo6D4UEQewTi9442uaA1u3av2bD++2/+ev96sJyJG2nRNCuZDhW93y6Ss2t724QWPWmsR6UV4bqMIouYqaDi3W3NFRmphzauzomOuH7uGKIk3aAgN5vYLRZWi4HTrGVp+FgpA2GWkeFzLqGcji4WUWtUXDSrsQxRkkJGvrfIKX1NUiWnQcpskHPJJHT90MDw2Bg07IIUppamgVFVaydHbyYr1ESphqayisw9us5RmbVJ39FhHRixDU3Yhzxt49AIBLkgqL+7ozAjXscj9phEnXo+YHWLxKHjdFrFInotn1LFI1cKaTV2DcOqogmo1TY13SAlwn9vvQ6pVoQTUKtF9FoisrDNxBtqV8F/h3IOSifGG6TEViN3sE1pVdGUPLSEifBmR/GEtJqs+Kfoyhy9hNSkZQ+0qjRCPB1bphURpCwUpaG4ODuyNDe6/nMmpaEYX1fIwJTVl6TI6HVKTkOrkUvDlIrYqHaHzKjj7tq99tgJn81b1v0+d/aevT6Ll63+v//2/b/9x19XrVqzZNHiZUuWzvr5p59m/HjnzlW3s1chYzps0pF+c3eLUikiKASNFiW9RccGoc0qZptZ7h7qFrMZC2bPW7V0jVZuNulag85euRQYKmDxbDp1m1nZrOO1mzjddqHdxO9oVTcbBUYJuU3D6beKHVq6XIxu61LY2mUSHU2ipBq1wmatdNhkiH/4OPjU2e1bdl+9dOdCwLUDu/2O+Pof8Tm6bcOmgFNHZWIKqbFMpyTrlGSrgWUz8oxKWouS6pATtUKMSoJjMWpNaoaaiRFVFTtp1PbcAlZQKGLjXtJWX92x8ya/QNk+P+WB88oTlxUXbirvPDZHxnbk5fcVF/cWfoDKKqHsorGYjIHwuI67r0yX7gtOhrD2+tOX76P9tpU9c6Ny1nbLzJ2OH7b1/7DL89PBvn9s7f7HlvbvtjdP3WX/7YBjqV/bxvM9uy4P7woZ2RHk3HYR2nEF2nET2nxtcOUFxyL/5s0h+n2X6D7nKReuG3OymxoqJ0wCmxDbrCBYxRiTCMNAFQjwnzp0LLuCahTh9YJGu4Lq0DDtKrqEXkep/yBm1DSpGeOtum6DpMsg67GqHGoRl1D/PiP+2Z1rj2/d2L523e9Tfp4/4/e5P/762/ezFkyZN3f63B+nT9t5wGfDlr1HjoWu3xjsdzbpYhhyf1DF3usY38fMQ28FO8Kpq8Nq97xoPJfCu5DBvfNZnyd1MfsgxRhUSpFfepZ88XHa3dia4Ajky/eGqIrua/Hy+2mK5Ap7ObE3Jk+45Wj8Xv/kbT73MzORbAqHia2jId6zGvI03Aoh+aOIUiZh1PBJNQJCrZpFsArYSXce3D3kD9m6x1VNE4rmCUWLW9HpkXe6JWC88m8nJOyEhF1gCRZYnQEAe8QOAMBiBwBgwKhNhhKiJLOWm/BJlFolT68VJ1eKEsslKVXClEp+Ujkv8TM34RMv8bMwpVKSXiPPQmgLMIYPOGspua2a3dcg/lLDwzIDAVbqHUkr9OcRNUN8OxBUBU3guqjZyTINklTjNP0IWQMexbODfxIouy2fqWNUHWi1/fNwrECG9bqRvaqsFeJ57/D1yG+C93UhoQMC8rIdPFzQBCk6Ae7y7eBt8u0urgU8UNrq5lgggd1SQSPFFnU0CJ0cM3igvAOowQJvrrWoA5xwm11M2wTdMk4zQ7qRUYpRnodtqRV42bjdC8Cg8+lL1RC3qaOSZSzAgi/hHt1/aR6iGoCiS9LBK7gQSefCq/vrBK1lNIhiAPOnW4GfGa/xoOVQw58GrYC8M/CZpYorh7CqiToRhFFCOM1YjQAmZBdKCk7IBgir7P3EaH1P6CymgLpjtHwcIQI3eZ8WBmAPSg41KCC08gsA4zQQTuPBqb84pf+Qgv8JwFSL+4+Bt3nhJqR/AWCYgd1E4wRO117Jk6TUQby2MZz2S140t/UrAMNhWnA4FtC6mTZYPPcwTRDb+8sSN3nkTXokhV+B0JDIJj5TxSEKWWghp8GoYWoEJIuMycLVVH1I/5AZ//rxrWtB/g9vhoQGn3l4+0rEswcRzx48uHvz5rVLt26G3r93++G9W3duXr12JfjqpQuXgs9dvHD2SkjgzWuXgs6fDjh94vzZk6GXg+DypGtXgq9cvHDrWui1y5cuBJw9etB3zcolv8z8ceum1Y/u3zTpZUxao9mgbnVYxHzOcH9Pf3fXk2ePtx/0OXLx3IHA07tPHjl0/uzek8eXbtk4b9WK72b8NGnmz9N/+332oiULlq6ct3DZb3MW/vrb3DWrN6xeuQZuCV66eNnihUvmz10wZ/bcX37+FaQ6/+QF4KnTp06d/uOUaT/+CDZ+p0+dOXPGLzOm/Tzlh+nff/vDt/+Y9O0/Jn33zeRv/uv7//rbt//1t2///tdv/vP//P3f/+3//F9/+fdv/uMf3//vby+fudxj72nWt3XZerscg85BqNMx1GLppRCE4U9iw269unzxYXLCBwZV1mTvyyv8dPb8pQWLV3z3w9T1m7ecCwref/jIzbC7F0KuBASG3L77JCE5p/BDVXbup/i4nOSkrMy03My0/ITYtFcvYp49evfieezrV2lR7wreRX6MeFf65FXp41cVj9/WPHxTdzui8vrLksCH2ceuJfqGRO0MfLs98M2ekNiD11P87+cdvBS370yEX1BU2MPC2Pj69wWMyjJRcmxdYmR13JuK2NflcW+qEt7VJEbWJkbWwqu/6TGorHhMXjK+IJVYmEbKSyOkJ6JS4mqTYqqTY2vSE5HZqejcdHReBiYnHZWZgkhNqE6MKY+LLIl5+xGe6FcfYl4XxbwuinxZ+PZZ7usn2W+e5rx9lvv2SU7kM+B8jn6a9+5R9tuHWTADRz4rePc0/+2TvDePAQC/epj5+lHWm8eZL+6lvLyf+vJBcvi9xCe3Yx9cjwy78vrO5Vd/OeB3HsyJwEMng46fu+IXGHrw1MUdB/z3nbjg4xcE0++uY4HbDwfAc8A/5IB/CLz9ezzw+qmLt4+eC917PBC2Q8OJ0L4ng338gvafuuhdDA49EnDt6LnrMAbDJHziwq0zl8FucMDVhwFXH5698sA/5K5f0O3jgTdPX7l//saTi2Evgm4/Pxv68PSV++euP74Y9uLSwwh4boRHvUzOza/G4AUqoaXFMDRuHHPZJjzmUadhcNQwOOoYd3VAUJsTaptwtY47W8ednRPuHjcQgQEPe8OuusYggaapFEGMzy55GZf15F1KRHw2TL+wz/nBq4Sw8Jjbz6JuP4uCReB7L+PggRn4wauEh68TH79NhpeBX8QCAflVQg4MwBHeBKyvwVdwGtbblFzYAh2Zlv8VjCMz8iMz8t+k5kRm5MfnFMVnvs8prkKR2HpHt7V7uHXEDQOwvndI1dEra+9Wd/Zpuwd0/cO6/mFlT6+kvYPX3MJpctCNBrrRAAOwwGTiG408nY6tVjGVCqpURBCyG3mMBga5hogtRVa+ryhJy89Kyc1IzkpOzEhMTk1ISUtMTU9Ky0wq+JhXWJKbV5jxqaLo/ce8TxXFQcEBixbPXbJ0AZjFC5csXrh40YJFC+d7FeD58+fNnj9v9oL5v38d+MrCBXMWLQT6MKwDf90B3rB2xYa1yzasXbZx3fJN61ds2bhq2+YvOVhfMXjX9g0wD+/Yum77pvVn/I6dOnbo6IF9R3x2+uzYcHDPptz0SBkfb1Qx2u2SrhZxs5mpV2CVIhAEbVR90UsVggYQiivGSrlIvZxg1zPUYqxBQSQ2FDKJZe02vlKI5tI+C2jlElalSoAwyDBGOVYjqpewKrnkEq0YpRIglPw6rRhlVuJgMNaKUXDgM4zEKgFCwauVsCp5lFIxs0LOrTEpGu1aUpOO3GXndFhZWjFKJ25sN3M7rXw5B8kjl1uUZJuaysSV0LEfcbU5pPoCMaNGJ27UiRvhJeFWIxsmZDGjRkCtlHOQOnEj7JHmED9R0R9Y+FIxowYGY70Ep5cQVHyMUUayqelA/eOhtSKcRtjIJnxWcBu0IpxWhOMQy2mYYjkHJWAgcJgSlZIq4GJzMqM+FqYKOEQ+m0CjYcm0xmpMbQ0RTVQIBO021Xiv0tXPH+7ijQ5zJ5zs8Qna6ChtfIzuARFTLC9GMr3yL8jEcnnXht0QY8LNHIfYTojnxV2hN24KwLPbA4qF/1B96R4P2eUkjI/hR0aAIOyGGONOyvAoYXAIPzCI7x/C9w8RhseJIxOkMRfVCdFcEN0NhuYCCA2E3DGIMORkuCCxl7GpToDEMGxzvJ3DVW3teRptqkiM7x2WQxDdORzFxNX0WbCeHirkQrvHsR4I64SwI1BDP0QYhtgA111syIn1TKDcHvQE1DDkwY1C+GHvAvAIhPVAteOuiuHhypER1ISH4ISIYxB+CEL1eyqa+1jjEKWj3+CCAsIertmx4/vJ323buJpLbhjvNBuFJC23sdcqGm1TmJWgi2u4T9FqYprk5DYtT8nAjTpMKjpx/7oV7+7euHXOL+Hl3XajUC8nUbBFShHK2Wcc7dAMtig6THyLnKIT4oSUanR5poyJHGiWQ4NWnRBXU5SI+pQuodfBHbBsfCW5obIRUQO5IY8HGhiHTK19bJVeYLLpuns6vZEH/RDU7YY6XeBTsdPp7PR+PHZ5oOYRT+eQc2TCPdDTWZgRL6HUy2lINuYTriK3Rcczyih2DYuOLVHy0Apug5hR12Lg9DRJBtuUfc2yLpvIqqI169lGGUlArcbV5jFxZURkoUlOZuE/cYjlMnY9HVtCwxTXliTDjzVIiUxcGQFRwKdU6cR4DrG8tiSVjPrIp9R0WsUtBp6UheIQK0V0BKWhmIj8UPkhMent3bToh3nJL+o/Z3IJlVC/zSqlYiuzbWo6n1LDodYgqnLolFqNih0eHnbw4O6jxw4ePXr07//1zdRpM8+fC9arNT67d02dPGnq5O8K89KbrBoCtkoiJDWZRN1tqq5mRbNZYNWyVCK8lIXSCPF6GdWuFY72tDqMug2r1s37bUHZhyrIBV0KvL5y8drYt9FtVrNaxJTzGsF7N7FtFr5KQVbLSH0dSmefUSvEyBm1zi5Nq54z0KzstEjsam67RdXfZtGIOX4njviePLnW5+Dvazav231o1RbfxSu3PnwSsWPHrri4N90dBp2calJRldz6JjWjyyLp0POVrPpBh4xHq6Y0ltl0bAUNZWish3RaxYuoqk0Hin5YLF7uO3HoGuRzxb09ENoXOrjq9MDGwM7dFx1HQ60X7jbdeu548KrlXoT2zHX9wYu6jafUi/4fwt4CuKpEX/PtO+/OuzPvzr1z72k73U03TeNNN427u7smQAIhhISQQELcjXiIJxACIe6y3d3d3eLuunVNrb3onPPOzKtX9a9Va6+9tqSKouq3v+//fee1q05qfziq/eaQ+qsD6u8OKr7Zp//u0ODKU+MrT41/f3x2xSnb6ouLv1yaW31xev3luW23Hcf8gGuvgHuxwIME4PIL4LTfwsH7Iztvdf9xXbf+kuynk/xvDtP/fXf7f9mA/HYPctOJhr2npDHxThJ6gY+3MGG9Uvxcr9gkxLJR1RJyi4IJ03BRQ1rWkJY1bOB2K6hsXAOysYRNaBwx8gY1TJMQbxKRBrScYYOgX8sfsSjmxrpnhnuGzLohk1FAo7d9qiN0oFrf13teunnyyIFLF8+eP3Xh4lmPHVuuHj8R4vmw8qp3zd7rlUeedF1K5t8oUl0slp17KztRJtyZhjmVSfEo4viV0mJr2fHvMUEZn8LftIe/Qd98URecyy/smkuvH056p4vIoXO1QHwO8eiNvJO38o6dD6+uIfNoQgq8DdNQQm4vVrGbZYwGKb2JT26iwapJ7Z+E+K4eHgtTXvns5BXAOGJX9i2JuwHVCFj2qxj/fwHw3xKVBwDxoEMM0i84wt5lAAbkYwDbYiVrwCGq57HyJazCRdbNY+VzGNkMSjKNFE8jxbNo6QJOsYhXjnfxR9o5/U10UzVBXYGUFLfz3zSxc+vp2bXMNw2C0nbFB5SpkTLQyRlHi6dwMgfLBDIntxsQ9oPCr2IMRFPZCCgpS0cA5cQ0WrJEUgOiQRtFC+hmQfiBhmmCynihbl47VWel6uxUnY2md9INUGevg2EE2BboHORkXi9Iv0yTg2FcomitdD0kJ7pYZgfLBD4rH7U0UsGvIR9zsEzcgmZLM20aKwO/DJTmBa0lcwYAwQggHgdkU4B0ch6nUVVgle8wU0i5u8C2H3RBU80A3WzHKkHbMKtnHi7u/UScaueBq7nQQGQLwS1JB4IlxQiQ9CBkEkF7sw0p668igv5k94AWZZTchgRdylZQoRWD4i1c4oBLnAgpyMN/Kr2aN62DH/AupMyJkAIYpbVT6ELKwBtwKrdurAQIGgCrHK2jKvKaP1/BKoE/x4GSWeFiEJ6hQSv/xsDubeH/swLspl+oymi5BBjEV/cm8D9gMLjxS+txkU3Swq6+OgbAHphFyAFWP0i/bhF4+R1cZLezmmoC6BaAZnTRTE6woQoUgQF+t11sAbondViKCIG0CNl8IgLb+UnAhPMZMAEFNqQTDhulGgGFim4ryU4K9PF46nUr8qV/VEhAdFhwXGRIXHRYVPjL4CB//6c+ywD8+OG9B5637t298cjLI8Dv0YvnT/0eez3y8vB77PU8wDfA79EjL497d2/cvn7F9+GD2MiwuOgwH2/P0ycO7ty2af2aHx553VIr+HIJn8+hL8xMzkyMjw4OTU5OwojYG75e208cuurtecPnwcW7Ny973j1/88bpq9f+2Lvvm59+/p/ffrdyzYbN23dv3r577cbfNv66ecOGX9euXb969dpVq1avXLlqxYqfvv9+BRQl/f33K0AF2K39fvPNX7/++tvVq9asW7N+w7qN69duWPPLWnf10Y8/fLfi6y+/+eovX3/5n1999Zevv/7ym6+//ObL//zqy3//y09frfiXL/75t182YdrRo91jwCIwZBnvN470mcaGe6fHh5eG+mbHh208lrqjlVhXDUejGBKJgc9Xp6W9OXjw5N59h2/cvHvn7v29+w6dv3DlsW9ATExKbm5ZWVlNYcHH9PSi9Nd5ma9z05KzE2LTEmLTXyfnZ6aXpL8uz8r4kJ5ZnfK6LiGtISG9PSEbGZOBDE1uC89oD0j6dD+s7Frgm9M+Gce9Us/65V57UeoZ8f52cMlN/zzvoKLIpMbcQkx+ISY7szM++mNidFVqXH1WSmteeuebjK6ctPbM5JbslNbslNaclPb8dFhxNqosD1uWhy3NQ2engdpvXkZrYU5naT6ivBBVmg8rzussye8szG3LzWjMSKlJTahMjHmbEF0eH1WWEFmWHPMuLb4SnNiKlOi3yVHlyVHlCa+Kk8JLU6PeghNelvyqBJrUqLcJ4SWxoYUxIQWxoYWxoYXRL/Mig3NiQt5Ev8yJDM4Kf57xKjA1JCD5xdPEYL+EL27cf3Lh5oOTF++cuHD7zLV752+CBUhHzt06dsnj5NVCNpAhAAAgAElEQVT7p28+Onv78dnbj0/ffHTyuvfxqw8ueTy57Ol38a4vlPx87tajE1fuHThz48iFOyev3ocunr7udfq61/nbPu7CpCcX7/pd9vT/Byl4uQ/pvn/Eg4BIyBHt6feZeB8ERnn6h9/0eXHjUfCdJ6GezyIfvox/GBL7LCYjq6IOw1HqxxeHlsByAc30knbealywGxds5kV7t9U56ABGAWDMBQzZXD1zSz1zC+MO0PM866bfOQDon3YSOIq8d/VxmSVpBZWp+e/Dk/Mg23NEyptXiTkv4zKDY9KDol8/j0r7ewU4JD4rNCH7fwdgaBkYAmCo9AjKwYLKkKA+pOVYLKgQGALglPy3CXklyQXlCXklSXmlGYUVaW/Ks0s+VDZ08hRG7cDE0DwIwN0zVv3EnH5qXj8L+p814zPK8WnJ0Bivr5/T08vp6xcMDVN0WqpeBwEwW6tlqFRUqZQkElIkQoKAi2JTu2iEFhyytrO1or6q+OPb3NKCvLJCCICz87Ny32QVFOUVl+VXfCp7+7HkY/Xbqpp3NfUfy94VHTt+8JfVP278de2GjWs2bli3ccO6DevXbli/duPaNRvXrlmzeuXaNT+vX/fLxg1rftu0HkqE3vz7xk2/rlt+uMzAu3Zu2b9n+77dWyAG3rvrD4iBD+3fcWj/jsMHdkIMfPzI3uU5sn/3rasXb165cPXCqUunDx8/sC3g8R0Jj9BnFPYauL1Gdq+R2WekD5jpE4P8xSlFv4kxMSDu0dE1EmyfgdmjoysESIUAadFQLRqqWU3h01sVAmSPji5ktnNpjTIOqOVCm706CRJyO2vFCOiigtehkyAtKnyPhtitJpgUWCK8XMpuhc6l7FYBrUHCalHyO6EOYehmiwo/YKBC4VgD7iVAk5wopLXKObDpAclkn4hLalQLUHIOTMlDGKR4i5JskhN71NQRM7dXQ+vXMSxKskaIVvIQegmuR03t1zGEtFYuqZFNqOcQG/iUZgG1RUhrFdHbpCyYnIPo0zKn+qWDBo5RRlILMGJGp5DWruShoFReAbWNQ2wSMzpZpKa2+iIxB0XFNda9z+WQYGM9KrWQTkG3k/GdMEQTno4h8iiNhK5mGpJhkYmn+vWAUwW4RDYrd3Ge57AKASfdvoScGqO5HJB8SgVAAKa6MZi0ZIO6iCDc5bjdzhAnL9MyyWHH2cDgZTB7eWkRAleeHWBZHbT5JfLMPHFqDjsxQ5heJM5ZKYsOhh1gOgCGEzzSHAB+yR1b5XLilhaxC4tQ9hXFCcCnZlGzSwQrmNHFcCM6eHQBuAmrEmRvZ5mc2zllwdiHycAC0j5LAAASALiLiMHMZ4rDRrSOI+bHYQ6gwwGqzYhFADUHYOcBSP1GWIGOBUfLnK1jyYV2AXgXGI6FmrYSFwCWDcANT5sBICSv8F+++2Hb/n2rfvkR1lIzNaAb1AoklM5uGXmyVzjVJ+rTUcWc9h49lUtqHDHz9XzClFk5aVAmBD65cnB3cVK0/51LBhF1zCw2ykiYzrdkzAcS/CMTU2eUEIcN3F4VfdwiXBhWDek56OYy0P+sZmgFWB4R9ELLWXAKvEpIaeMQWlGt1aiuNsAFarmTC8DEEvgf4KgTGLTah2yOYRswvAjOqBUYWrD2TLmzBqaXLLM2y8Ri3/jc2NTswsxkRWFm8/s3DaWvs2P90yJ9ucQ2BrbBbXjG2Cb18yOqUYugR02XsmBzw0oIg3VivIwNx3e+JyOq8J3vJcyubhVNyUPBGoqYuPpuFY1LaoY1FLVU5UiYXcMm3qhFYFZQDFIi9O+WS2ru07K1IgK+84NeQpKyEEoeRsXHkhHVbdX5JPgnMqI6Py00Mz4wPTags65ISOvUCQlcQgsdVTc7pBi1iFQifGtdoUyImxjVTYwZy0oyjx3es2H96m1b/3gVEjo1Nt6t1/+25pcv//W/N336MGBWm9RCGq5tpFc+0ivVyUGPcY+eM9wtknCQNHSdiAYzyBl9OtFEv2mkx3z3yvUtm7YFPgmZHLX6+wQf3H30wumLI/09BqVQKaSM9ko0MoJBxzToWTwejMPpNBsZWjme0vUeW18yJqPbzQq7Rd0n4eokbLNB3oFuPXj1zAEvz19vXN/n5bvpwvVTDwIOX/U8cPbywePHYfCWqXFTr57Tr6KqmV29IvyInDksZ3ZLqVoRQSnA86idQkqnioQApifYaZmB/74CffDanHe043rI3IEHtj2ewMGHwH5vYIsHsPeR/ZT/7JXnQ3eCe71DenzDBnwjZn1jxi4H9Gy5ZvzuaPe/7x/914Pz/+Po4n+cGPuPQwP/eXD0m2OLP19wrL28tObi4uoLi2suzq+7Mrf+yvzvN4D9D4FLocCtKOBCkG2fl2PLTWCXJ3Dk0fwx77GjD8dPPrFfCQE8EgG/fCD0vet8CPOXo22/7KZd8qw7dQ5gU1Wwah0HMWnidUsI5PZ32MZiStcHOuKTnNGlYMKMEqKcBWdh65mYOhG9Y9jIXhiUTJo5JjFOI0ANaFmjvaI+Pc+gZFo0fJWQoZPyerSKmcF+YHGRTyB7X7t27/LZ80f2XTh2/Miek0EBKVeuvHr8tPxxUNNNv6ZTPk0nAmFnE+mXS+T32oceYKfudPSfyeN5l8u98mhemfC70ZV3QoqCMlpe5WBC8+jPs1jPM/ihOeKHYTDvlw1iA/Ao6MPJm/nHrmcfOx/e0SmQcOQ8ApaFrFPSW4xCuJLZwsXVsPF1QmKbEN8mJyP6BWwNEuu175hd2eNS9oOpudpxG9gDPOYUj7qEI6DqC3YUgelWbm0T1H4hAHa66ddtge4B+D12ptFG04NZx9weqJYWTGxiuV3QdKOTqod6fZxUPbjUyjCBz9KNoC+a6zY2i4cB2RigGLfTDQsUzSRWOtDJMdST5JVIQWk7p7CZkVfPK24VlnVwi1oYefXsgibFB1RPM91USxxoZU4iRcMdHBBNVZOGajwhueJz+y7DCHGvg6a3Q9xL0dooWjsZPIJfiaYHG4PoBvCbMN1rt+6jgwZ+YZCWyRoHTQ+yNNNkp+oWiaolktpG0dIyPk2jJZ+fYplHu3ii4jZjDWGsSziP04CQJh4H+CN2imm0XWiupUmL4bT0OmMVGeAOAoJRJ82yhNdNISTuNGYDtDoLmsaJ2plOwTxcDGq5bjn3H1KXwQ1esgGUZ6ETmhnAqWfaeA60Yhl9rQjpElyyCBMvdopsCBB9IfqFAPgz5bqdz/ToMtD/jJKDXmiizoaQONFyAKdyouVLMBF4TtRa4eLBT8TuCjT4kNUD4FQLnQLoNhCAMSqQe1HgerATpYDMzwBeA5UkLS8D/6kAG6FNXRfVAoZXuW3MUKjVchoWSMJE0+chmRx4sPrIhtfJi+ELaBUYE80ZBL3QULjan6VKn98EfE8TQDU4qSADuxhG8HcTrsUuMAGmMT2GjCh7y0fBFXQ8nwzXy+hcSoeEgdIJyGo+WUxHkxDN7/Jfx4cFJoQ/z0qJSYx6GfYiIOxFQHRESExk6IvggCe+3sGBfsGBfi+eP33x/ClEuT7enk99vWOjXr0M8n/q6/3U1zvQ//Gzpz4+3p6ed64H+j9+5OXxyMvj1cuAqspSBhXzJidl/Zofvvvm33wf3W1vqTfpVRaD3qBRT42NDw8PW4YHeCpZbEbqoXOnTlw+f/7WtTPXrt71eXT0/IVzN26euXJt58HDP2/Y9NefV//w85off1m7duOvq9dv+HnN2pWr16xcvWbVL2tW/vzLTz+B2u+333739dffgqrv351s/u2PLZv/2LZl+/at27b+sW3zb6Bm9OuGjb/9+vvG9RAS//TjDz+t+B5cG/7xrytW/fXHP9b+vurblVvW/eF184GQKVmctM2MLNrngbGBubGhheH+uV7zxHD/wuSY02wYN+nHJGKzQTc0OrpIowifPAnatfPg4SMnb97wiIiM+1RV39mJaajrfPeutrKisa6ms7GuvfZTY+W7mvzc0oTY9JdBUS+fx4aFpOVkVWVm16Zl1qekN6dkd6bmouIykGHJrSGpjQHxHx+ElV0LyDnlnXLII+HEo4xLgYWPE+t8E2ofRVY+Dn8XmlSfkNkWlVATEFgYHVkZH/0xJbYuPbk5J60993VHdmpbRlJzVnJLZlJzZmJLVhKIwTkp7VlJrRmJTWkJdelJdZkpDXkZrQXZHQXZHW8yW3JeN2al1WWk1KQlViXFvo+PKosJL44OK4p6VRgdWhgfUZoc8+51wofMxI/pbgxOjXmXGFaSHFGWElm+DMAJLwtjXxZEBeVFBOWGP8/5c7LCn2eFBWZGvciOCMoMC0wPDUgLfZbyKjA19FlK6LOUL46dv7Hv+IWdB8/sOXL+8NnrJy+D+c+nrtw7evHusUsex68+OH3z0UXPp1e9Am/6vLjtGwKt+F57EHDu1qPjlz2PXrx79OLdIxfu/D0Ag9KxOxf62oOAi3f9LnmAIvDV+8+uez1f9kJDtmfo6PHk1b2n4Q8CIr0Dwe3fB4FR9wIi7jwJvfH45U3fkLv+4fcCozyfRUZkllS04dFcpcA0ph1fsswAphmnccE9cw7DrFU3vaibXjROL5lml8xTi8N2UPIF12gXHGNWcOl3Fkx7XmjFMOKzSsOT86Au3/DkvOjXhRD3Po9K8w9LevoqMSA8OTAyNSj6NeR/fpWY8yoxB3JBQ8LvcvURpADHZhTHZZaAkdF/1iDFZRXFZBREp+dHpuVFpOYm5JRAm8DL1miIgSPT8xLflCbmggCcWfQ+veBdev7b/LfVaCpPYuwfnHP0Lzh1ozOq4Un91HzPokM3OQeqwePT4sFRdncP3WiimcxM8MTANJu4JjPHaGJpNBSZjCAQYDhsAp+DYdNgVEIzFlHT0fKuvrroQ3ne26Lsktzcsjf5Zfm5xbnZ+ZnZ+ZmFJXll74refiwpqShobqutrCprbKmNiY/Ytv33n1f9sH7D6vUbVm9Yv3b9ujXQbFizesOa1csA/OvGz3HQf2z+vCoMrQdDG8Jbt/y2fdvmHds379+zff+ezyLw3wPwwX3bD+3fcfTQ7uNH9kJrwNAO8DXw5/xjxw/tu3zuhOeNCzcuHs/LiB2wSIa6xWA4qrt+06QmGlU4nRytlaHUElSfgWlSkZVClFqMYZMbkW2lmM63cj5CIUBSMJ+EzHa9nKAQIDUSrFKEkLJBCVdIb4QkXI0IbpRjoB4jtRAGSrhihEYEVwm6ZJw2yOcs57ZDGdFQVZJWjOjTkXu1JBmnTcHr6FYTLCo8VCCsEoBJVzxyE4fYwCbUC2mtZgXJJCeyCfU6MbZPSx8ysrtVFL0EZ1aQejW0Pi1dwuyAloQ1QrSKj9SKMFBJEgtfJ6C2SJgdQlorC19HQ3+iY6qZuNpuFU0nxpsVlB41XclDCahtbEIjGVElZnRKWTCTHGymkbJgQlo7A1uHbi1v/fSGhW+iImq42OYRHX9EJ5RR0SxMGxXZRMd3atU8jUEEx7dWd3yAMxBkObuZSaL3GI1Omx6w8+cmaJMjHOu8FACoS7MU+yLZtoSZm0HPzhJsVpobO5fzpSjuZCyyA1y7dccsA0TAhbU5UEuLqEUrxmbFg83DoCzMc5cS8QAwdBqUgueW8DPz4MwvkpYcNAdAdwJ0F0B3ABQngFycJQJ2llt8JgJ2nANsMMLbbSK3uZoOxkEDhEUn2Qa+BLzNDgjdn9I1Mk1zuKgOG81pJTvmMYuTRNcCBbBjXAtw6zTKOU8AHCQAaLECxb1A9Zi7yhgAYBML7cOTneMznVPWjlkHbAlAOQCsE+wBRi0sIadnyFPzEjugA4AqMu27zVs37d79P7/6j9KinLFe3ZhFZpbRJt3IOqhn9qqpeilGLoARUe/1EpxFSe9Xslzjvflx4bdPHCqIj7h39piBT+3XcIb0PAUXOTUkFbJAa7FWgO1R0ob0HJOUZJKSNHwMBV7V/imv/u3rlg/ZxM5KCb2zV0XvVlAF5FYRvUPIgBMRLVQC1rbknJl3mQemhmbs/XP2numFnum5vtkFy/isontYoLJw5QYMnUkVi/k6o7xv1Dy1NGYDpqzAxMz8YJ+5LC+tPCuuriQtLdynMC2EiW1iEJo4xBZI++UQmwb0bJ0Yj+uoGDbxpgdkk30SyHVPRlTBG4s7avPlHIRRRpKx4UoeCvIjiOgdRNgHnRhvkpP7tMxeDcOipPZpmQouEtv+Dtlc2q1i6MREQtdHOQclZsDGusULo1ohrRPWUELo+kiCf6opf41pq6CiavUSkkVJZ+Ga9RLSVL98cUw31i1kk5s7G4vkAqxCiLfoeAMWmVLKepOdrJQIAMfi+FBfelzs6r9+ExUU4JwZ04iYFpWgTy8Qs5CDJqFJRZdyUQoB1qRkqIQEMQupFhG7NdzRbuXiRL9jbjolOu73DZtPHj4/3D9bXlx9cN/xjet/g7W3TU8MdhulfSaRgI2wzXcvLVkUGjIc+5FAaRCL0Qo2QknuGuVR58Rcp04zoZDrFSKpXva6qmjDjdN/BDxe+dBr6/OgVdc9fr/jtfrExR937t136hSFTlDK6HoJaVhNN3NQPWxUNx3TzyUOqTg6EUklJLHxbVouAZga7sVjr379LcE/VBsUP+QXN3431HEvHHiSCNwOHdl7C7gQNLrXU7X9St81fyC5GPjQBrxrANJLgfR3tsdx3btuyb/er/m/t/f+113j/7x34p/3At+etX5zwvrtSdfKC8CaK9ZfLkx8f3zwq4N9X+4fX3Fiae0l56/XgU03HWsvj3912PJ/bR74r1sXvjsGMvCZAOBGCOAZBTxJBZ6/AW5EjezwGNx6W77hXNP/WI/87Qj/uhf3Rcgsl9gtIqqYcBGxRYBvUjHhFilJx8fI6J1yRpdWgGVi6ljYeqOEqBXhTDJCjwI718+Z7eeNmpkjJpZFSzYoyANmwWCPmMdASbkk2/TQzJC5sjDHA6xRPuh99viVAzu3rVlV/b7K5QK8Hkff8Ij1CSwLT0A9etF2M6DtbGD7waDO/XG4w3nco/l839rBRORiBmq6ADuW266NLSeHZCM8Qqo9X7U+TSR5vEQkFKujs1iNyJGBCeDklfjTd/KPXss4ei4Mg1WKuUolm6FhYcZ0DIsErefDhKQGMaXNJCTquXg9EzMq4faQ6bc2755iKwHlgEPaB2gn7O4F18/xV2ACFhgQBfYG8ftdgs8A7BT2QgDsFID0CwGw2xXcB3qk+X0uhtFO1YG4y7JAHT8A3fgZehmmz6W1DBA4ITa2kUDdeJGoglpzP1cH/elbBjjdoAbLMtvphjmCcgwhHIHxpzDSRbJmsI2lrkT1tzDG4QJeflPpvbC3XpHqStTfq74gzboHZGAySL8OosZG0jiIGjBymQIysLsTyAi241L1doLaRtKAK7UM8992caGH3D53XNbwVJeAn9MAxmXxBwBun52gBnpdpo+4aZi4t4GuLIVzchr5OU3qCvRoK3cBp5qBSwDxKMAdmEZKbXhQ7AX9ulSTDaMAhVyCFkRHghY8x6kBvAaKWXZhP6/UOjFKSOAF8FoXtG1LMgBE/d+fg8lVeC2AVYOLuG4itSNkLrTShVaCaOoeB1IOzWKnCOANidLr+irxANlog0sBignAqFzozx8E4bQDrQClZoJWW9w13siEsrLA/V73oq8DrQAwGhda7UAq7ShwHGiVC6tx4rSfh6BzEfUuoh4gGQCyEdSuae7aXlo3xMAgBlPM4Hzm4T+TschmgGQGSCYwAYvZ5yQZFzFqWRHMhteBd0JbxNAi8d+DNPhu4KdAAOykgRq+g2WycU0LPP0UT0n9VM9qbesRckwSpknGEFLhciaGhWkhwerZ+A4quq26PC8zMSIrKTI+Ijgx6mVcZEhk6POXQf5Bz54EPX/6Ijgg0P+xOxYrICzkeUhwQIDfo6e+3pACDPUAP/Ly8H/yMOjZk2dPfXwf3b93++rLwCeJMWHhIf4JMSEoWINUSEPBGo4c2L57+683Lp8vyc8xa7X9ZjOfyR7sHzB2WywDPX3jI+1oxPV7d/cdP3L+xvXjF85fvHXz+j3Pm/e9Lt26c+TMua37D6ze9Pt3q1b/ddXP36z86ZsVK75ZseKvP/30/c9gaNaKH1d+8+13f/ny67/85auvvvrm66+//fLLr7/79vuff1q1bcvW7du27Ny+Y9fO7bt37tq9a8fO7Tt2bN+6feu2Hdu37ti2ffu2LVv/2ALuEv6+eevvm7f/vnX/tt37t+0+sPPAqu9XrVu5/uq5a8V55RgYwaIbGB+ZnxqzWefBYoapMfvEiN2gHu21zKuk/SK+wWIY16r76qs7X4XEZaXnp6XmpCZlJcS/DgmO9nkY6OfzMiwkLvP1m6L8svqa1tYmWMmbt6EvYl4ExiTE5mZlVGZlVWdk1qVkNKZmtafmdCVkdEWktMTmtIdlND5Pqn4UVXEzuPD806zLzwtuh719+rr5ZS4sJKvdJ+Ldbf/c+8/ynoaVBUdUxMXVxMVUx0d9ioupToqtTYmvT4mvT46ry0hqTk9sep3Q+DqhMT2hMS2uPjm6Jj78Y3JsdVLMx6SYj8mxVanx1WkJNanxVSlxH+Oj3sZFlsdGlMVGgPS7PHGRpQnR5SmxFa8TPqQnfoSM0IkRpZAOnBJZnhJZnhxRlvCqOC44P/J5bpBP0sunaWGBmWGBmSH+r0P8X0P0GxaYHuKf+tw37plPTODj2MDHsc98ogMeRX2x99j5XYfP7D587vDpaycv3z11xePkZc+Tlz0v3Hl8+rrX4YseB8/fOXr53plbPpfvB1x/GOROxnpy8a4vJPweOHMD0opPXXsANQNDtcDQuVsr/hsAX3sQuDweT17d9Q297fPyts/LO49DPJ68uu8fAeZCu7Xf274hoPz7+KVHQMTDl/FPIlOjst9WdhDpyl75wJxqeFE1ZtVPOLSTDuOsSzdrU08syIanRf3jwr4R+eCEenTGOLU4sOgasQOjNtD2PG4D+ibnleahmk5sdllNeHJeWFJu9OvCiJQ3wTHp/mFJgZGp/mFJvi/jfIJjfIJjnoTEB4QnP49KexGbsbwD/DIuc5mHw5PzluOgI1Pzo9IKoEnIKYGE35iMgqjXbyLT8sJTcsJTciBlOCaj4B8mLDU7Ia8EAuCc0o+5ZVVZRe9zSz/WtqOZYo15bM4yuSDvGxX3DCmGJ7QTs4bpBePMomFuSTs9Lxsb5/cP0M0WisHINJs4Pd2C7h6uycxUq8HWXz4fw2FjOUwEndSKR9V2toL0W/X2zbvinLKCrOKc7JLcvJK8nKKcnIKs3MLs4rL88oritx9L3n4s6YA1faqtqKp573H/1qbf1q1d9/OGjWuWFWBIB960ft2m9evWrV21ft0vkAv6141roR3gjRvWLIdjQflYfwZBb96/Z+u+3Vug2b9n64G92yD0hRTgY4f3nDp+AMy+OnP04rnjl86fuHL+9Oljhy6eOXbnxvl7N8973jzbWF082C3VySlyIVohQvUYGIMWMOaKhv+IaCuS8jrp+Foi8gOb3EjH17bW5nY05ItYHSoRmk1ubKnJ4VKb9XKChNPVo6OrJSgW4ROXXCugNQjpjdCImc3utFKYVozQSZBaMUIl6FLwOmScNhmnzaTA6iRIyPms4HWYlbg+HRkqQ4LKgSf6uOO9HIsKrxUjFLwOHqVBwuywKMmDBpZFSbYoyf06Rq+Gxqc0G2WEPi1dJ8bK2F1QT5JRRoDOdWKskocQM9oF1BYOsYGJq8V1vGUT6qUsMFOHQ2zgEBtE9DY5B6YWYIS0dhkbrhPjVXy0nIOQMLvYhEYGto6OqdWKcJBHWi3AcIhNhK5KFrZRTO4gt39gImqFuBZicwUTVqtjYyWULgkDoZNTdWoGl4ch0zqIzE4cE8FQ8FpImCpkO0rI1syODQKACXAIFqdkgF0CuLhOK2F2Cj05QVicZwIuLrjcC1by4pesIB/Og6yLsztxLoAAAFinC2WzI5asiCUrxuGE1nGhUGjun+vBTACg2sG9YtznxmAH2c29UPgWEYy2AoiAA+2cR9hm0M55ImCH9F747AxmaYnqAgVbnlt5pjpAlzIdwm8bQFoCPdJsK0CfW2Ja52m2SYJ1BLk4jHLN4gEADQA1i0BON7A/l/u9f+veNHTtCPi3iNxULwZJeAk5D2BtANYBZmLBFxyIuVnczCRnblEwPoOQKn87cerH33/77peViUkxQ3360W61ko0TEFqHdcyJHoFJTtRJ0CxCTZ+RrpPhx7qFZhkVmOtD1VVcO7r3yc2LMU8f5sS8tI0Y9SJStwL8HaRfxxAzW40SooDcysE3ypgwk5RkkVOElDZYXSGxs7KuPK22LBXfXiFldBklRKOEKGV0kRFVbFIbAw8T8dizM4ujE4say6hpdI6nNlMlchyPh2Gx8SweXSCXaXstg5MKk1k3NGQanzKMz/XOOaZcwLwLmFmwalXST2/zEA1lfEITrCbfvZPZpRBgkc2lPHJLW3Vee80bvYTAp7TCG4s1QqxZQYHMCLNDigE9mwj70FlXoBZgFFykUUayTui0IhwdUwt5p4dNvKVx7VS/dMgIVuaOWgQGKZGC/CRmgFZnyHtskJJlbOSQkT/eI+GR2whdH8E6YlgVvLGUS2pV8jAaIV7OQdW9zWThmjUCglFGGesWmuRk8PcgNW28X8YktSLbP0wO6gZM8qFutVbGG+s3PvN+cHT7Flxr06BOZp/onx3U09ENFGSNkNY50SudH9H06Nh9et5Ev2LILDLIGaM9cqOc3aeXLU6NwJtbfl27afOGHWK+lkrk//Lzpl079/v6+o6NDuj1UqmM0W0R6VV0lYKsN3MGJ9UjM7qBYcWARTKiFS/oVKMC3rRCNaBSmyzGXttMEb7zSk5iEBZ2pary94jIvdHxfzwO3PvQ3zf59f0XQRQmCY9p0gjxUybeqIw0LCD00lGDfIpJQNEIKEx8l5RNBDj/mJgAACAASURBVObHANt04PlT2Z6enUEhtVfvwi96yryCFLf9iPvOMQ5e6r/zzHTWa+hG4Oij8AHfCN3jEFNQtC2rFKiDAelvrX7xPYfv6dad7f35zMzaK7a1151rroKK8ebb4Gy549p6Z2nTtdFVp/v/enj4h2Pgxd2PgA03F//n4Yn/sm3yiy1TX2ye/aet0/9t59TXh6fWn5/ae2f69OPZK8/mbrwYP+c3d/VF9xEv4ZaLvD2Xi/6fnyTXvEt2HVA1f9IwUUxELb65nImoFhFbtDy0hovqV9FNYoJRQsS2vsW3V5hlZBkbLqa3TfWw9aJ2CqyES6oeMFCNKoKY22XW0iV8zOy4EbCODVnkHXUVvp5XLx/bF/Lw7p2Du07+tpYKawEA29ySlS3RXrjue+NmqOeN+Ie3c14FNERFYR8Gd573bzoe3HokFLY/sOvES8SpoBa/bHJRh6mdNYOROOpJEy/TKaWtQ8GpbL9owqUH7z6199N49lNXkk7fyT9+Pf3Y+Vd4goZD4SvZLC0XN6pjaThdPTK8QYgxCHH9CoaGiZbjO0aEbDOefH3Tjl4s06XoAdRDgHL48+Yt2BjkTsACA5NBAHYJ+p3Cfqew1y4C6RccQQ8EwMuVP6BJmGF00PRWsgYUWqk6qNgWVFxJIHPaSBoIQRfxyiWCykpU28laJ9WNoG4wtpI1i/+ncbHMVqpukayx0w3Qcu8SRTuDkQKKcUAyPNLOIaa8JyW/H2png5lbTJBjHTT93x8/9wmRdS6Sdrm9drm31oZTgi24ZB30FHgOZi+bXATNEko20sjQlSNk+a2SvGZxbpMgq15R2E5NqCBEl2pKYeLcJkles/RNi/kjTlbQoSiBactRxg/4nk/kvjraYD1jsJG5gJQvYpSg4ZnZAwIh3QLQuxeQchAv8RoIgK0IqQ0pgxZo/97PvGxpBp9FK5e6xCCv4jQutHKhQ2hHyAB6N0i/fwIwRLxgYjNCBuDc3UXuvVwIbp0oUCv+rNZi1ezkjyBIg0FZKhAdMUqQyfEasBiJoF1ESkEyZ1hm2/nmSuzAJxK4acwfAkg6G1IGEHUurAYkXozajlFDRwdW41hm4P8NgF1Ui5MGyr/QJrCDbII2gf9UdN3FSFBANAmsR7IT9ACjdx6lBLhD/fVMWREMrBHmDYNHqE/4HzEYBGBQ/qWZXHSzg2G2M41WjtEmMgP9U70UNqWmjg/vkFOwahbBIKKqOHgWBuwLUHAIQjq2vfZdXlpsUmRwVEhAeLBfyHO/sBcBEa+Cw0ODgp4/fer3CEq9CvB79DzAF7I6P3vqE/TsCbQSDJmiHz64C0nBPt53XwT6+Pt6+Pl4+Pt6hAT5lBSkMamobqMsOvzZ5fPH7ly/ePrYIW/POxIezzo7b9TqTCZDT1+3pa93dHJCZzKm52afv3r1zoMHl27fOn7h/OHTZ09fvnr5rsfF23eOnr+w59jxVb9v+nHj+u9W//L1yp/+suKHv/zw/X9+++1/fPX11999D6Y4f/UNJP9++eXXP61Y+fum30DW3bZl29Y/dmzfumvn9j27d+7ZvXP3rh1bt2yGruzauX3b1j82/75p068bftuwfu3KVbu27NixedvhvQcjXkQg25GlBeUXTl9a8c3Pe7Yd8Lj9KDEuozDvPY0k0Cr79OqhHuPsSL9juNvaZ54f6Vkc7J3rN00M9Exh4eSk+MxjB86sXLH+x29Xr1yxftUP63/8fu2OrfsO7jt638MnO6Og4VNLTWVTScHH/JyK3KzK/LzaNwXNWXktWW86cgpRWYXo1/mIjDJMShEi9k1neFZLQHKtd3Tl/agP3vHV3vHVUSW4jGpmaHbHJd/0IzfCLj9K8XtVGh1fEx1dFRn5ISKiMjq6Ki6mOiGuNim2NjWhITWuPjWuPi2+AQLgpKjquIjKuIiK6Ffl4S+Kw4KLIl6WRIWWxYSBExlaFBlaFB1WEhNeGhdZCpqfo8sTostTEypT4t+nxFakxFYkx7yLjyiNDS2MDM5LjChNCC9JeFUcH1oUH1oU+7IgOjA3LCAj0CcxxP91RFB2+POsl0/Tgp8khQakRQZnhQWmv3iaGPAo2s8rws8r4smDMB/PEK/bQV/sPnJ295GzB05cPnnxzqkrHscu3Dp6/vaJSx6XPf3O3nx45JLnwfN3Dp6/c+SS57Er949ffXDsksepaw9OXr1/6Nyt/aevHzp36/hlz5NX75+9+fDcrUfnb/tcuPMYCsqCzNIX7oAWaEgEvnIv4Mq9gMue/pc9/ZcV4OVlYCgR+u6TcA+/CA+/CPAkIMo3LDUsvSS5uPpjJwXOUrJ1w+L+Wc2Ew7IImOYA1ZhN3D8jG5qVD89JB2dEfZOSwUnl2Jxx2maZc3bP2S3T1oF5x4Qd6Ju2krmysk/N0en5KW8qEnPKX8ZlBkamQscHAeFPQuKX6ReqI/YLTfAPS3oWkfI8Kg1aBg6MTA2MTIV80dA+8HIy1t8yot16b3hKTlhy9qukrOVZvhKamBmamBmWnB2RmusWh3OS35Ql5BTHZhZkFFbkln7MLKzILKwoel+HJHPkliHd8JSif0zaNyLpHxH2DPLMfXxLP69ngN87yO3tY1m6STo9TqWmGfQMk5FrMrP0BppCQRCJcDww/BlOI3fg0XWwlor6qsLKspyyguziN9kludmF2e7JyirIzCnIyivKKSzPK6koePuxpLrxQ1NrTXNbbVpG0r6Du1av+WnTb+v+fwF4eRMY2gGG/M9/bP71T+33D3ccNGh+3rd78/49fxzct/XQ/m3Lc+TgDrAH+Oie0yf2nzt96MLZI5fOH7t0/sS5k0cvnD7+8N4tL89rNy+deProFp+JHOgWzYxq+kwcvZJo0lDAeGcFzqDE9xpo/SaGgNkiYrdZtGStDMOjN+kVOOuMRsRuIyArKNiPCiFcKUIoRQiDEi/hdghoDQpeh0GGNsoxELIqeB0Q8aqFMCjRSi2EqYUgD0O36aUoSBCGDNIGGVorRpiVOCW/0yjHjPdyJvq4w2ZGt5qg4HWwCDU8SoNGhDTIsDJOh4LXZZBh9VKMgNak5MOMcpxeilEJ4Apel1qI0EnQBhnWpMAbZFgFr0tIb+ZTG9nEWjq2iob5KKQ3K3hdElabkN4s43TopRiLkiyktTNx9WJGZ7eKNmjgDOjZFiVVxoZDDGySkw1SoloALihCbCwgtypZcCGhWctBqegwWscHMa5JQmxlIqoNQlyPmi7nI2jEBjy2msVq1+iYEhmbJ2SxBUwKj9ZJRNWiu9AijnhsUL4wpXIuqQCHyGFlL82zrQtcp53tslPsVoLNil1cQMzNIebmkIsLWJsDCrLCuIDPkc5OBx5wkcEcZrBYmPZnmjTdfQWSizG2JbTDinGXIYFNSIATB7hwgAvptMLtiyjnItH9QgoA4IAltG32c0cx4CI7HWSHEzJC0wEAAwAIAEDYAKIdXE5mLwKs6UXO3KzQMScAFrnuT2y2A4lK29FKyX8Gwr4P5v7bA/R3jxueIyyRWCFsfLZzaLi1r58wDxAWwUwssBhpAUAu2FCL0+TFCQsAkFSaY7duf//rxh/WrNp3YLdOLdJKWRYFS8nBkDsr+YQGnQijFaMMMqyE2zFs4iyMqgd13IluqU5A9r52+s65o6G+96L9H3bLOQJSl15EUrBRagGKBK+koj9w8I1MTB0FXsXE1MmYMAG5Fd1c1vIhG15fVP/2dUf1Gw6+UcVFGSVEvQgvZXQRYR+YhBYeHa9TKSfGZydm7D0j8z2TS+YxUPuddLrmAWBy0dY/MtHdN9rTPzZttY9braNWx6gNGLICQ4uu8QX73JJVJRe11b3Ti0haHppLaGJg62i4Bp2M3F7zRslDSZhdQ0bu9ICMhW9ANpc2f8zurCtoqcohwT9alFTrhM4kJyt5qD4ts1tFG7UIgPnuISOXga2TcxBDRq5FSRXS2uUchJKH4hCbZGw4n9IKayhyh2Z9lDDh0wOKbhVDwUVDOjAVVcvANojoXVRULarlbXtNQVd9cUtVXld9cd37bDELKWIienSgHC1jw80K0qCB47Zbtw6bBPaZbp2UxqUiNBKmkIE/vGPL7o3rCpITnBOD070aQvunpVFdv4ZJR9UM6NmzQ4pBs2CkWzI5pOo3iTRS6tSgRi0iayTMPqPaIFfs3rZr3c+/vskpUym6t207cP789QsXr3JFvO4Bs86iGhjSm/QCOqWjuq44JSsyqyiRI6WMTfUopLyFidFend6g0dLYPKxQYAGAVqO6UCmI4rPvIeGPkZhDadnrHvo/zCs+/OChV+hLIoPQ1VFlUtGnzPwBKWlMRu1lY3v5ZKOYhW6vM8h5gHNuaaKfg+tK9PdRoWHq9ua+rvbRtvbxhqaF5lago3Oxum4kr2Am/Y0+MIxxy4t220vgEyDxfc7zfMy6cm/gSZj5hp/yyC3FjkuGnVf7dt8c3Hmzf/t1y66r/QdvjZ14MHnSe+q418zRBwuHvG0HvJe23AQOPgEO+AE/X57/px3TX2xc/OJ3xxdbrF9snv3it9Evfh/4152DK49P7rs7f/O51S/WHpkxFBRn9A+XPQqCH78c92/fUS560PyC6OUFsxbZuF5oEZMHVQyjAGeREoa0jG4ZUcWG6cVYVHMxvL4INELjm8T0NqMYMWYmD2jwRhlKK0YREJXIjrcqKXF+yjjUI0N31bx8dv/Sqf23L5+4e/nk2T1bzvy+TkNBueZGJqf7OnFdqm49VyB9eOtJzIPYV2dfRZ2OTbqcE3EpP/hm6UvfuuchsEu+jddDYOf8Pp70Kjx8K/nM/Yzg1I7kMlZZcw9dDaC4QAPellGuqoGNxmWRj1xMOnY989T19FOXwshkLRlNE1NJIlKXhg0XEuvNEqxJjDNLiIMqloLUyWz5oCMg1HCkx5Z92jacQ2IGdGMucS/YEiQectcFjYJxxGAnEFga5BINQAC8rP1CALzceetkgwqtjaYHl2mZJnf3T/c/1Nh+FoEh87NbAYaUYUgHdlB0kHL7/3V0xxqB8VROumEOJx+HC8gplS3BmYy0KlBt5g+Md/HnUVJAMuIggqTtJIE+Z4ACkvBnLZdiAMh6F0HjwIE1tsu1PdCJHevGP6IWoBicePUcTKR402p6ixr4RBqupU40sawIKajTkvSAwTrdygXpkdG90CUChCOz7Xw3ExoceK0VpZyFSSZb+SNN7OF65mA9Y6KFR0+u4qXXDzUwez6SjO9x8zApiHAErROlgPKTrTCJFSZZxtdltdaOcHcOwaU2uNQB/1vwshMhs8MkToQMVG6RchdS7kTI/n5scCnU1rt8tGPBiGYwHZqom+7gA/whbRl8sJq8hJKBci7F4CJo7HgVaF0GY6WN4M8BWKWTCPLwSDPT8gE32eHeT6aCdwIknROndeF14BD1AEHvJOicBJ0Dr4XG6QZgJ0nvIhsgbRagm13ucUKMSjM5qaBg6/5FwAKq4qAwbgblaGjoFjtBC1CM4JE3KC3smOgQgPeAUc9/Drj3C8rpy9qvy11rvAzANpZhlqGySUwTHDm1ugH1vkKMhhs41AEl3yikSOkoDqGT2FXXWl1eXZ5XnJ2cGhOSEvsqNPCxr7dHgK9XZNiLuOiwoOdPH9y/8zzA94nPg0deHlDlLwS6YN6VzwO/x14+3p4PPG953bvt++i+G4k9HnvffPr4znP/By8CvZ8+vvPE50ZhXrJcTNcouF6e104fO+Drfe/8qePXLlyofv9hsLdvsLfHoNeazcb+/t6RseHxyTEqnRYeHXXszJljZ86cvXb18p3bxy5c3Lr/wPbDh49durT/3OmdJ45uObBv487ta7Zs/vnXjT+uW/vj6tUrfl713Y8/rfhx5U8//Qwy8JffrF29bt+evfv27t61c6s78PX3Hdv/2L1rGzT79u7cu2fH8lO7dm49dHDvyRPHEmNj6qtrhFwem8749L4qOizq0tnLP/+w6uypi/fuer96Gf0yKOLX9dvWrd585sS1wKdRyDamRjzSp5uXcCwKXu/0MGCdAnoNE1ODS0yyMC4sdd+OI2t//HXzhh1bNuz8ZcW6H79f9cNfV679ef3pY2ejX8W/L616W/QxJSE3J+Nt4ZvaoqKW/IK23MLOgjJ06XtS6Qfa6yJ4Un5HfF5HdG578OtGn5jKO2Flt1+V3o/5GJzblVhJjixB3wsvO+YZffhOxEXvJL/g4sCgkqAXZSGvKiKiquJia+PiauJjwUmMqYE04dT42uTY6vjIDzFhFWHBRS+f5z/3zwl8mh0UkPvyef6rFwWvXhRER5TGRJbFRpXHx7xLiH2bGPcuKb4iKb4iNbEiMbYsJqIwKiw/KvRNZEjeq6Csl8/So17kRgRlQ0ovWH33PDssICP0KSj5hgS+fhWUERL4+rlfUsDjeH+fOP/HMUH+iQG+Mb7e4T4PXvl6hz/2CvX2DL53+9kXv24/sGnHwa17T+w7dvHAqSsHTl05ev72uRvexy55QBboM7d8Lnj4XfDwO3PL58Q1r1PXHpy+7nXy6n3II738ENr7PX3d69ytR1A30rUHAdceBFy482SZgS95PL141w8ayBR9wzvots9LiIGhRGjPp5EPg+KfhKY8fpXiF/H61evi3I9tVXBqLZoF56opqj6adphjnhQPL4mHl3jd01zzuHRwTj/tMs0BxllAP+s0zQE9VkA+PNezAK69DVkB4+gCXaJ9+6n1RXRqSu7bkPiswMjU4Jh0v9CEO49fePqFBkamPgqK9gkGm4efhMRDA7YQv4j1C02AHNGQNRqiYkgcDop+HRyTDknEy+vBwbFp0ATFpEInL+Jev4xPj0jNDU/JgXg4IjU3JqMAqkqKychPLXgbn10UmZydnF2cUfAuNbc0Obs4Pf9tIwzPV5rUA+P6kWnd6Ix8YIxj7GFoTVSVnqDQkNV6utEE7QCze/sIKiVZq6FrtFSVmigWY3g8DIeDZbPbcZhmZNfH5tqiD+VZJW/S8rPSCzIzCrOyCrIy8zMz3qRnvEnPKch6U5xbWA52IJV/KG7qqPvwqbwT3hwY/HTthlXf//D175s3rF23at36X5b9z+vXgQvA0A4wJAJv3LAG2vuFEqGXQ7C2bf19544tu3dt27N7+949290R0JsP7AVrkA4f2H7k4I7DB7YfPgC2AZ84uufU8X1nTh6AAPjC2SMXzx29dfX8lfMn79+9cuPKybvXT2enRUyPaS16tlFN1chwGhlOrySqJSgxp10tQfWbGFxaI51QrZaghrrZWhlGzGmXcDu4tMaOxrzmmkyjitCjpwpZrVoZRsbvEjBbOKQaGadNL0XppSglv1PCapFx2lSCLiW/E/I/qwRdUnarmNkMXZewWuTcdiG9EddZ0lqdDm/KYxOrNSK4jNO2HKZlVuKGTPReLUnCagFdr9xOMbOVT20U0Jr0UkyPhgyhr06CNinwAwZ6j4YMMTAEwyoBXM7tFDFaJKw2lQCuk6B1ErRFRezTUS0qooLXJWK0yDgdaiFCI0IOGblQ6pVFSe3VMCBHNJ/SSkPXEGEflDwUj9xC6KpkYOtwHRWErkoOvlFAbqXBqyTUViWjU0HvMAkwtM53fFy9nNHGwFQR4eUSbptSAmfT6+nkeoWAjOmob62rJGA6mCwSmoBs6Gqq7mrGiXnsHqNqfsoA2HWASw04pHYrd3GOujRLXJojLM7iF+dxS4s4m43gcBCcAM4O5jnj3Zu3kCkaXB52OVnuRGgaYKcCNipgowFOiIfxjiW83YZzfB68044HXO4Bd3ehe0gAgHVZ8a5FMmCnAHYyYKO4rGTnEtlpo7jskPaLApwIAEABoARNsQMcJ8BdcnEWndQZqwAUq4F8xeLVSunqcNzXgYSvgwT/co+7Jsy04ilqbwJ807PUhp4Rms2KGBljOwGaDexJws66d4MXrATrNGtpUj414REQ8N3atf/2zZfbdvyBQLRyqGgln6ziYkdNQjUHKWG06yRoObfTrCFZp3V9WqaMjRw2CKb7FPEvfK4c233/8okXj27rBFQZA92tYDAxDTImzCDB6cRYHqVByUEOG7gjRl6PkmYQExjoWkRDManrg4wJ4xGbJfROg5jQraD2a5gWOUVC75Sx4Qo+TilimU2GoeGJqTlgZAbom7YNzTv7ZubNo6NKk5ErFDEZXCFPqlEbSAwGgcMRGy1QUMKIFRiZXVpyOOUSfmvt22GDgI6qoSA+tFXndDWV6hXUho9ZuI6Kjtp8BRcpY8PJiCqtCIdqKUM0leA73zOwdUTYh14No1fD0EsIdEytiN6hFeEGDZyxbiH0QqiuqbEyk4Vv0InxbEIjn9LKxNU3VmZSUdU8cpuI3rUwqtVLSDoxUcZGCqgdUhZiQM8dMQulLISA2oHrqKQga2ANJXh4lUZK7TUIEC3vevUcjRB0Vo+YOGMW3rCBO6hjDxn5LHzTwrhhZlQ/O2aQ8chHdm87snN7flqSQczuqntLRdQq2CgwP4yHENPbmLh6AbVNKyErRQQpl6BXMIYt4pFu2dxY94BRNTMydPLw8d/Xb33oFaDXD1674b1l+4FDx0+XVX0cnBrX9urrWj7hUG0tte+6uurevi+4evfShTuX8itLsRx6O4lIlkpNCwv84VGk3iBzAXlUWjgKebSooHhsPIhI2xuf9uMtr1MvIy8GBH3o6sBSUS2t73sN3AEdQ8XssggJeiZawUDjEc0jgxYAWAKABcC1UJ6X1vy2gIdq43c2adDtPXhEN6Ld1Fbf09k0iYM5aYSJljorrB3AIJfamk35eaLoaHV84lhugSUyoS88YSQ8aTYm3ZmYB6QVAWnFQGrBYsxrIO0NkFkKJOY5ghOtj6MBr2jAKx446Q+cfAbsegj8cHbxv+5c+qcti1/8NvXF2okvVs9+8dvcf9s1/D92av6yU7r6kPLYTfX9p8oX4T05udrs7MmamtmaWuyjpw/+6b8vNrY1JsUOyNhaNl5EaB9QMo0CnJLVpeEiehVkHR813s2Xs7tE1PYBLcsgJc8OKVSc9hEDVcntoGOrdDLigFlg1rEHu6VSPtHv4c2DuzfdunLi2tkjpw7uuHzywNXj+7o5VMA6bZ/uLy9Np7MxLBYu0v/JAJ032EQhPntTceh5wQ7/rF0vk/ZHhB2Oun8k8uKl9JuPK+4FVDwNr3kc+u72k1zPgKLrj/NvPC674Vt5068uLJ2ZX20prDOfu19y/l7hoUvJp64nXrgWzqRrSQiigIRnIBrYqFo2pkbNgYMubh56VMdTkrvwn4pZjVWy9k7v3YdljTCbSA8YJmxcE6AYcTcMjYMRTeCMgjwMVhaBDAwFX7nc8i/A7/lMv7xuO9MIDhQr5bYrOxjGz3u2FFAHdlJBCl3m4eWV4H+4DurDkG7sdlBDKi64o0s3guHM/P45nFzzHkVNryIlv6enf5ro4DlJWoBqsBPUixg5WCbEH5jo4NnwKhteZSeoHUSNC+rggRKV6e41UWiH1m02/mw8JukBvMaOkoMcSDYAVNMiTNz7Aa8r6ppsZIHiKsUEHrFqJ0phhUmmmtgAxWRHyLjJVQC924lSgG5kvNaGVNjQKidOCxD0ANEAMiFOC4migGoeIOhB7mUPaEuRHYHZ+lIkQNJbYRIHUg7gQRIGTzCqz/u07ocQBkMMDB5hEoiWbV1iB1wKep4xqoU2PlRH5ETIwEYi1J+ZzBiVFS23YhU2jMKGUzpwKjse7Ol1EMCqXgdBvYSSAaxuZsrH8TYOQNbbcEqAanAQNVasYgmrABd3GWaArFtAy6ASo8kOnvYdsreGBD7k9FpxStDhTHbbm0H+NAFko4sIYvD/EYBB0GX1/G2Y3WD/M1iXZfkMwJ9R9m8A7CTpnSQ9wOp1EHVg5zNvkJL0AdTSmT2fB4x9/hsAQ9ovQDd/fluGBRKBnYLuSboC0A/0kFnkTzUiBJzT0YKpreSg2zQ8Yo+KJ6ajEc1VbTVv3xVkQE1IceFBL575+j9+8NTXG+w0gubJw0deHhDighefPPTx9vS+f+fhg7vLDOz76H7QsyehL56FvvAPfuYd/MzLx+u6973/RddbAEe1r2m/+1bN/e58M3dmzjlz9tlnC+7OZgMbd4dASCBC3N3dIIEQJYIkIcTdrTvt7u4uaYl7gLiuW6sXJ7PvuXWr3upavfinSQeo4tfP8z6PtZ/3U38fu5cvwuHdNQatUMQje7g8OXvy6LOnNg9u3bK1soqPjBSwWMP95snREUOfTq/TDAyYBwYGDCYjgUKNS0k5d+XKr+fOXrv34LrVw/M3b52+du345QuHzp/Zd/q33b8d33386O7jR/ccPbL7yOFd+/bv2LN39559u3bvhUqAD+4/dP3qtatXLp0/d/rUSbD0ZPP/vb+fPgGlwJ4/d/runRs+3u55b7JQSJhUIuiF96QkJzo+tbt8/sLeHXt++v7H7T/v+PGvP3m5+3V39CJguM623tSUrJO/XviP//2Dm1MwtpuDbOOQkRIqWtZShS3Ja2ws7yX0ctSi/n7NOLaH6uUUuH/7kb1bDx3Zc3zXln07ftm1f8/hnVt2//2/fzp59Eyof+T7vNLiwvL0lLzczI8FebVv3tRn5zXnv+8uKceX11JLaslvK4n5Ffi8CmL6R0x0boffizq35Eq/V80uSVVOCWUeL2rcUypswwvv+Ly6655q/ey5vfNLN++coLCiqLiKuITq2PjK2Njy5OTalCRwUpNr0pJqnsdXJkSVxoQVhQS8CfLL8ffO9PfODPLLCQvKjwjJjwwtSE0pT3tekfa84uWLypcvyqFJe16WkvAhProgKiwnIiQrKiQ7OjQnOjQnMjgrMiAjzPdViHdaqM/LSL/X0QGZUf4ZoPk5LDsqJDMs4BVEvz7ucW7PIpzsgr3dYtydIlwcQl0dQ7xcI73dojycw10cgr87dubqbxdunrly/8KNR5fu2Fy6Y3Pxtu2FWzaX79tfqD11CwAAIABJREFUeeBwzdrlpi2YBX3X3vu+o+99R997dp53nrjffOxy/ZETpP3etnW7+9QDImEoHRoqSXrg4H3f3mtT/oWE30dOARAGb4ZC27qF2LgGQyT8zDfaNSjJLzo9Ov3966L6D/W9FZ3EWjitFkGvx3DbqFI4V4sQmbDyIWrfNHtgjjs4LxqeEw/PycaXlNMr8oll4dicYmrZsABovqyPAYB6fEE/tdhLFaW++Zj7vjoiKTM8MSM4Pt0/OtUzNNHZP/qZb6STX5RLQIyzf7RHSALEt/7RqZvyL3QN6cO+kc83NeGQhNfB8elBca8CY18GxKRtjld4gndEok9kkm9Usn/M84DYF4FxqUHxaYFxqaFJ6VGp2ZDwG/86PyGjIDGzMCmrMCXnXWrO+7TcDy9zP6Rmv3v+uiAlPT8loyDrXVkLHC/sGzTNLGjGvyjHZvQz8/KxaeHAKKPPTNH0kTRakkaLU6kxCiVWLsMp5ESZHC+RkiQSkkSC5XJhZHJjT0dtW+Onusp3ZcW5RXkg/RZkZRVk5X14k12YlZWXkVuYXVCUW1CU+7Ykr6jsbW1zZVlNSTe89UNJ/qWr57bt/PnI0f1bt/24e8/2fft3HTywb/++Pbt37di5Y9venTsO7Nm9Z/f2TQCGoBfCYKgGCdoHhnTgk78dO33q+JlTR8+ePnLu928MfOXiyauXTl27fPrmtbPXr/xude/q/TuXr10+/fjhTUc7qxtXz9g+vGN151qAj7OT/YMQP0cJDyfmoYbNPAv9okWcLgapQczuGepjjhjZWimOQayn4WtF7E4pr4dJamBTmhjE+s6mvJbaLBG7UyfHKkUIs5Y8oKeqJSiNFL2Z26yTIKHgK5MSNzPEHdAQ+2RoiIH1UpRBjtFJkNBTiISF9BZ053tibylkjR7UkgxyDOSF7lcT+tUEkxJnyZHugWReDqmRS24aNTAm+zlCehsDV2tSEqYGuAY5TsRoV/BgZhVxSEdVCxEaEdKymdyuEYGih4zTDSGxWUU0KvA8SjMFVckhNfIozXRsjYQJg2KE1AKMXkIQ0bsZ2EYJE4buKOUQW6UsOAFWCTqfcU3YrjICrFIlAiuRZWyYiN6p5PZKmZ18QiOfWK/iwYX0FhahloKtwCE/ouFFOHQpDV8Lr3tPaKkkddQJSEgeEYmFt+ExMBiiswcFh5NwcBqZrlZKJ0Y1C1/7gTUdsMpZmKEvfqYsfKYszbIAsD+JtLqKmpsHFdoN0B1NWV+nrYMlvSxggw2sCYEN/sYqZ3WJs7okBDakFtcxc2WJC2zQlpfJCwuM1VVwPRgA6Gvr5JU1qmWzlwIA8K+LxA3QdI1bW0ItfSWszRHXwSFtzJOBRRqwQgehehUHLPUCX7pWhuFrY0RgngKskNfB4mLMLFAkAFxKzL+FMfYHsPYHi35wo313D/Gjv/nfnYT7Irgn4xEHA7IajOOM9Q3K4jJxbkMAAIhJADsLJk4TFpeZG/NaYNUnIe77rVv2HTl06Mj+ioqiydE+AQM9qhdKGb1mKWmsjyWmd2qE6LkxmVlDNalpn4dkA0rm+kx/SXbyg0u/Pbxy6tnDa+MGab+SK6Yj2bg2CR2uE+L0YqxRRhjWUsf0HKOUNGHgTRh4ZjlFwUbwiG19YoKahzbJyCJqFxVRqxfhoUAsMa2biWshopqwyI7xsZHJybnJ2fXJBWB0DlwDYUmVdKGof3RYIBBUfioryX9fV1m7tLaq7jd3YnD6ic9gX/o6MPJldnl9jc+httV9HNZyZUx4bXFqR0O+WkKUC7D15ZmQvbmlMgdKe2bimmjoegKsUi8hDOtYRjlZyUMR4VXtNXnw5g8cYquM3SvnIMSMHnxPhYKLFNK6DDISE9ekE+M5xFYlD2WUk41yMqr9I7arjIpqIMJrJMxeGRuJaP3IJrSN9vEGNayvIwopCyGgdg9p2SI6jENsVwtwDRU5BGRjU3VhV2NRW10hvLl40sg3SwkzJt6AnDSiY5gUFCK8Zsws5FC7p4blXS0Vp44fvnXlyou4aINCyCDAqJjWjtrC3qYPcjZMxuqZH1dqhFgupXvEJNTLWYN9gn4Ne1DH1cmYUg51dfZLoLf/7q37XZ39VlaAV6/f/nrm2q/nrsakvpwHgMzi9zes7ty9ee3iqRPnTp3w9fF6/jLt7J2b1gG+yVVl2Uh4aG3l2YhQ7/KKyKY235Lyh4mvrkYl38otdKxvOpP06rtzN/9y9f7+e7a1KHwnFl1S8b67s4rPgmvlRKUQwyZ3kJBNGETL16Xp6fmpdWAZAJYGTars1DgZA49vrZYTECp8jwLVoYC3iFuryB/zORUfzJiOCSFeQ2zjd1VIuqv0qKZBbPsYrnMS2zWF6phGtM+iuxdx8M9dLUO15cM15Z9b6mYaq4HeLqAXvlpWNZLwcsA39rNnPOD5HLCNBm4FAr+7rO15OPPnc8P/x8Gh7/ZMfHdg/Lt9498d7v+XI9r//FX8y1n6octiO4+pgsLpprrx3taB3tYhTPcsFTfS3eH4w9+ne+GsxhotkzQk4wjx3Toutl9CInWXsTH1/TK8mNKq5iNHdAyDhAh+rKOk68REOqJ6SEnqV5KRbSXorso+JRMAZukEuIfLk4tnTjg8vv/M1urWxdM3zp+M8vfsVwiAxc+Lw4aqomw+FanmEqIcrIYRPWOVDWLfZLl93IT3m1Gft2KnLJr7m8yzHm9d0rOjKxyfpFy97O3qmvroSaSrd/ozn9fuwe8eOWe5BlXZ+1bddSy651r6wLP8hkvxLad3Z+4k3LVJsn+WQMQJ0V29Eiqh9VMuvq0U3fJBTGnnElo5mJZxDWdtWD0iJiswnSYiKcbqKTr/I/gpFK8PkI2C5bf84X/4ny2FvQIL/VpSryDoXWMb1zmWJiGOeYNt+paNzDKB/meofoZhWCFrFvAKiyHZuLnrCyqxdAPANIHRUxYkBp+yzAAL1Io3bdIg09L6LNW4AwCrH2CZx1oZilI4/XU1Ia1MkN8y2EwF127ZA5bOGzD3CEQyi715g6iBTM5QX+6myRnEOZIWFG9BrdJiGIY8wzgNCK5wCSg8YlQQ5QJEvakUJXvTarEQq8H70FiqbkEExWlAgzHZoH7bNV5HAV+T1AdiMEYJDdQDBHqJLQOhNSgRk/QA1ThWT9GX9M53CwD20CpSBkI4ST/fLbDIsH3QxWawMxRwBQU7QyT8R0KG7kDwDNHyN0kZCzqrVzCqZaxqFatewanXcJpVvAakU4J2Fau25EUZF9GKyTbOaAtzvlcK6qg0C45SQGF2g6RfJenWCNoVona2VwJWOtNM/Y1UdSlyrIMDKro04xpBv0LQg11EJMM3GzPZuFnP+49wZktoMxRbxRkCOIPgsAdAEv4HAH/TgS0bvN+0Yss1yL3kvm8YbIHe6S6+9H03wBtdJ4LfG5jNRjVa1qoHNkj6NfK3AV+QbFyngo7rVZphia5b4RkB1dAMRy7rRsoQKA2OQG9vFuB6lGzclFnBI8Hbaz92N5YX56W/SoxIig5OjAqKDPEL9AF1XU+3Z16eLr4+7tERwQG+Hs6OTxyeWru7OAT5e4UF+4UG+Xq5O3m5O3l7OHt7OPt4ukBRWOEhvgE+zxKj/V+/iHqZHP48PjAjNbK4MLX60xspn6iVswf00hfx4fu2/XLv2hUfF6enVvefWt0v//BuQKeZGR8xqNUGrWZwwGww6EfHx8xDgxQW69Wb3Hu2NsfOnjny++lfL54/dO73g+d+P3j29L7Tv+359diOI4e27d+3Ze+eHXv27jt0eOeuPX/+C9joe+TQ0UdW1l4enlcuX7xw/veTvx2D/tN76uTxk78d+/X44XNnT8XFRr5/l/+28E3emywvT1cHe9vjxw798vOPf/3rX3bt2Pn9f//1p7///OMPP+3fewisUPrrz9kZeWQCE9aF7mxDPn7o+G//66/R4Wka0SgDq2YTdHiYoCi3saGsN+9VWf7rT40VsPqyThlXR0Ixb19+cHz/qd2/7Nuz7cD+nYd3bN23c8vunVt2//L9lgM7D7rZe358V5n1sjDz1bus1x/f5FS/e9daWtZbWUuqqqeU1VPeV+JzS5E5pejcMsLrUmxCISw0o9k+utg6pMAqKM8uutgjtcr9RaVNRP4tt+dWTqkP7VKsHV44uWf5Bb8LiyoNiSgJCHoXG18ZE1MWHVkSG12aFFf+PLEiJaE8Ob4sJuJDREhhsH9ugE9WkF9OeHBBXNSH5PjSpPiSxLjihNiixLji5ITilMSS5ITipPiisODMsODM0KCM4ID0IL+XIQHp4cGZ0eG5kA68ycDhfunQxm9CVF5cZHZ0WEZ40MtAn2RPlygnu2B7G38Xh1Bn+yAXh2B3pzAQgN0jvNzCPV3DwB5gcK5ZXbjx6OLtxxdvPz53w/r3q1YQ315/7ArNNWuXq4+crz5y/qYMW+j3hrXzDUtj8C0b1+uPnDavoQ4kyAh9395nUwS2cvSDru/b+0BgbO0c+Ngl6LFL0BP3UAfvSCe/GLfg5NCk3LS31e9qez614Sq7SJU95AoY7WMXqQbH72CpEeIBomaSNbjAHV7lDi1xTJ+55hnR8IJ0clkysSIYm5dMLWsXAMnkYv8KoBxbpCnMH2q7QhOzEl+9C4l75R2e7Bma6BoY6+QXBdGvs3+0S0CMe3C8Z2iid3iyd3iyV1gSJAhDmjB0E3r0jXwOacJBca+gnWGPkASXgBgnvyhHnwhHnwiXwCiXwCjXoGi34Bj3kFiP0DjPsHjPsHi/6JSg+LSI55mxr94kZBQkZb19nvshNa84KaswOfvti+x3L7LfpUKT+fZFRmFKRsGrN0XF1S3dBAZVomYo+9gak8A0rJ2Zk49N8wZGGH1mMAFL30fU6vBqDVmrIapVOLGkl8PtZTIRLBaMSm3HYms7Wqqa60qqywpLP+R8eAMBcHZhdnruq8KSgoIPeRm56RlvXmYXvC4oyoUSsNphzfVNlf5Bnr+ePLJzz9a9+3bs3LUFlH/374K2f/ft3b1n9859u3bu371r396dm7N/3y4oCuvI4f1QHPTxY4eOHzv06/HD/9CBf/395JEzpw6fPX0EckFDIvDVS6ce3L1y5eLJW9fP3bt96drl03dvXXxqc9fa6sajezdcnz2+f/uCj8dTo4YzPiT9PKEgYmtUEtSggT7azzaoiQoBUilEqcU4pRADlRuxyI1yAdyoJuoVOAq2uqI4mUVu1MmxGilawu3WyjB9SrxKjNTJsZtJV5sxV1DGFXRfLYTrJEizCj+oJfXJ0BDripltSn6PXorSS1FGBdYgxyh43VMD7CEdeVhPGdKRIVRW8nv41CYaplpIb9NLMWohQkhvU/BgOglawurUiJCQ3ititEvZXSYlYaSPPqilGOQ4CauTgasV0tv6ZFg5t4eBq2UTG6joKg6pUUhv41NbIPoFv5DVoxXhIOengNopoHbS0PWI1mJ48wcqqg7dUUrqraah60V0UBikYxoEjG4JB6ZXEjUSrIQDA93gPJiA1swlN/TJ0Cpxr5DVSifVENCf8KgSEr6MTqgxCfBKUo8U26kkI4itNZjmShWXKufRUbB2DpfOE3OxNGIrEtZBRJMlPIpWrgPmDaAgvMxenKF8nSbMTJJmv3AtHUVgCfDaOnt1jbO6wl1d4i0vCpcWRLNfVIsL+rVVzeqKdG5e9OWrfGFRBwDyxWXJ3IJ4dl6yuCRdWpUsrshX1hUAgJtcwUxvQI1HxKU1/MIiZX2VCawRV2dJa3M0YJkNcjVABpZxa3OYla9kYAm5NIkFZonACgZYJVrU4FIT8LRUfT6Ru8sVf8CdcTpQ9HsA91GaNr4LOPN86U/O8gOR4hMxmGMh73qnNriWGicOABBmAcw0gJneIHxZI3+ZNwJAXk/TtqMHTp///cefvi8qypseN5p1IpWQ1Ceh9IlJcgZMzoZJmd3DOsb0sETM7RWxemfM8oVRHa6j+uGV326cPmR7+/yITjRhlIB9iTKaTgju8Wr4mFE90yDFMzB1lN4aOqpeK8DqRXgZEy6idgnIHWY5hYqoHVDSJgw8aDGYhqwT07rpmAYOpZOKayNie6amJqY+L87MA1MLQP/0Si+FQ+QIlgHAaDbUVlYAK0tfhkayU9OkctkSAKgHhlpRhDFLQfrE/OL88hIR19vTUq7iY1U8hITZDW7Ri7EMYhuys1TKgnNJbdiuMgUXycA2QqXT1UVp6I5SAbUT8iOwCS247nKIikf07AkTf0jLFNK69BICl9QGfWozomcreaghLXN6QDRpFlCQtYjWYiK8hgCr7mn80FqV11X/Dt8DOqLHDPwBNXNIy+aRO+UclF5CwnZVtFXnN1bm9nZUtNS9b6t/19n4nk1oWxhTKlmwQQV5ZUI5YeRMmPgiFkwpwnPoPYNmYVJC8L4Dew8fPWJr+7inu21sSDs9qlUIcWoxbnZUKuN0mxRgNFefgqqVkCUs3Fi/dMQg0ErIejlr1KgE1lfiIqJ++WGrq7OfoW+itRO779i5e/ZuNh6+b+uafrt954c9exLi4jHdPTKuQKfUDo9NpxZ8OHDn3o3ISI+q8gh074XMV/uDQ7baux528Dpwy+Gvp278XxdufHfizL+cvfqnc7f23bY588AeRWVq+vRSKVsuoepVNKOWKRHiaNRuHp9o7FctAEuLwOoysDQ3PyUVMpDtdSMaMb6tRkToYSOb6T21UkK7iYPRkLplqBY9tYcGq8R2FuPbizioGi0bNijC6lkwCb5JQW7TMbq1lA4pok7WVaWF1xtgDab2msmO+i/NtVPlZSO5hePJmVPhLydd4yetglYehAF3Q4FzHp933hn4r1Pmfzts/D/3a7/bafhu39C/nZD/x1H+TydHbHyAt5+AHhiAQ6yy8IP4bh2mQwZvViPbJxnELGdHTU8Xv7tDz6J+NarHVIIpHVgxrWIjJvSs2UGBiNzCJ7eaFSQ1D01HNRJ6avA9VdAOvJDWY1ZzFDzS5xEDFt7m7eZk6cZ7eO/alTtXLtrcuZWeFKsV8YC1hc9Dxvy0BCWb1FVWmOPvBhg0XyuqMfdsccdvzjrGzNnFaW54612SpIGv2p+FA0w98BVYHtoQU9Q1Hzsy0ooCAl88cYi49zjE2TvLM+iDZ3CFW3CNY2CtlWfZRbuCs9bp1x4l3X8clZr6kcOQIds7UM01iIZiZMN7UneZkNIppsHkLOSQnG7g4UXoZlFvixKJSnzqXB2fBvRPL7LV63wjWHjLMoFRT/wxywyDPMwbgsKuwGpcthk8wDKBF5x+qFz3m/mZAuYqr9P0G5b45VWKdgmvXCVZaJbWt0YGn0Lbv2BSNN2wStJsbgJ/c0eDv+8IwB7YIGmnu7jq0l7KywpYVD47u15ZAptoZ4Ggyx8Bh2H6Ju1auHedAEqaqzhQ5ARNvETNOkG9OdB+L7i/irWgLFYNaqd4LQiuRD1A1IPQSNR/w10QHbWqws6Bcix4DFyjtcwfMBg8TzFuoBSfW1iGEgSAUVkWbsEKXGiJ958AeAkuBgjadbRi0ZK3DJD0U80MRWEHeIzZDzIwZwigGsHyXpwaLEDCqUGPMRiLpYFClaFXhqgYjLaybO2CYVRIsAAJDL5CW/Ku0AqQz0FxG4zUAvVYi4j6T4+gbAuVBlncxaDBmGIAEZduAqH0H9rsOqVvhahdwqsBhnkRpwIlXP7oV6RUWgzTVeEs+DqwQTOvk40rFhJeJYLYCVDN68S+dWLfPwMwrR9gDYDoy+rfYH7TfiFH9DflFsxw/n8N9H1+Y12aCWAOLKDk5lrSZAf3m2hM7gO90BZIBqjGfwJgKGprnWpapOgWadoNkXlFbBijcPuwZDOFOcBiGgU0k5TxdVir5pPxsGZUR92H3JdJkQGJUUEJkYERwb5BvqD8Gx7iHxTo4+3lmhgXGR8TDsVf+Xi6QAnPHq6OYEpWkG9IoI+/j/umJuzl7hgR6B4W4JISF/TxXUZdRUFdRUFXSymN0AFrrxSysdOj+gG9tLGqxPru9V8P7PVwtHN6bO302DrEy7OtrmZyYHB6dFQlk6qUcjabrevTj01N94+OsoXC8oZ6v/Cwi7dvHblwds/JX7cc2PfDrh0/7NqxZd/e3UcOHzh2bOvOXVt27Pxly7Zdu/ZcuHDpmYOTj5evu6vbr8ePHjt6EDI/Hz60b8/u7RcvnHF1cSz6UOju5nTi1yP79u7cvWvbzh1bfvjbX7Zv27J7985t27b9+c9//v7773fs2HXl0tXDB49t/WXHscO/bflpB5XElghVDKogPCT+8vm7xQU1/eovyzOATjLZXInJSC75mN9UVdT5NrOqq4HwIbeahORwyJK6starZ29t+2Hnvh2Htv24a/uWvaB0tfvQ1h+2/fzXX04fPev42PlVUlZ8ZGps5KvM9JKy0q7aWmxNHb6qjvixCvexhvipgVLaRH9fS3tdhIrMaPFOqngckGcdUmAb/u5J5Ae7mA/PEj66PS/zTat66pNt6/b68bO0Jy7pTl45nn55Xv75Hj65weFFIWFFkZHF8bFlzxMrnidWJMaWxkYWxUUVQwwcFpQfHlwQHf4+ProoOb40OeFjYlxxfMwHy7yLj3kXG1UYHZEfGZYTEZoNTWRo9uZEh+aEB2aEeKcFeb4I9XkZFZgZF5qbEJ6XEJ0bH5UTHZYRGvDC3yvByzXa0wUUe/294nzcoz1dItydQ9ycgl0cA5/Z+Tk88QFDsM5cvff75Xtnrz64cMv64u3H528+Pnv90YU7Ty7efXrhnj20A3zxvsOFe/YX7tlftXLcFH6htOc7T9xv27pde/gMSoSGDkCZWPftve4+BeeenffmQHdu23rcs/N+4OC76YV28I509o/1CH0enfb2TXlbZSehrpdeA6NW9lDLuimfemh1eHEXtw+jGKcZ51jDK4zBZaphlm6Y4Zg+i4aXpJOrosk1wfiSYGpF+nVdMrOimgUEg18b0MzYjKKA2IywpFzfyFSXgBhHnwg7z9CnHiGOPhFOflHO/tFOflEeIQluQXGQFOwSEANdOPlFuQfHe4QkeIQkeIYmQgM9dQ+Ohyja0SfC3ivMwTvc0SfimW+knVewvXeIo2+Yk3+Ea1C0e0gsBMARzzOj03I25V/oAiTh1/lJr/OTLfP8dcGLjMLUzLdpWe/Sc4te55fklVRXtfci6Dy6Qs/vG+QbhyTDE3zzMF1vIqv1JI2WrNWRdHqSTv9HAIYzGDA6vR2Pb4DDKxprymrLPpR9yC/Kz3mbk1WQlV2YlfM2O+Vl0ruSwoKi3Ne5aYXFb4rK3n74lF9Z//F9aQESD8t+8+r02eO79m7bd3DXjp2/HDi4e9/+XZAFGmJgsAxp9669O3dAG78QA0MAvNmEtIm+UALW6VO/QhZoqAT4wtkTl86fvHLx9LXLZ65fOWt17/qVi6fv3LxkZ/vA2urWnZuX7t2+8uDuNXCLw8PB+sHVtubS6THloJE3MyFVSlFKMdKsJ00M8cYGOCY1RS3GaSREg5KiFKIMSpJBSdJKcXI+gkVqJqNrWKRms4Zq1lBlvF4erV3CgUEDAbBOgoQWgGWcTgmrHer+FTFa5dwuORcsSdKKEQMaok6CZBPrWIRaKDFLxumE6pGMCuyAhvhlhD9uYkyYmSN9VK0YoeT3KPk9YmabiNEONfdCCVg6MVbFR4ronRJmt5TVAzUhKXkIBbdXxoZJWT0Kbi8VVYPuKBHSOgY1NLUAxSY0CajtUPyVjA3TCNEqPlLM6JIwu7UisPiXQ2yFdDawWraPM9rH6ZMSNUKsnIMwyskqPhpyRKM7SpnEFoOSNDMmGRvgyYVIEadLyOogY8DwMCapTsBuE3LamdQGGqmWzWjksVt49GYBrkmCbTVz8VNKtgjTzkW1jCh4ahZJSMHoZXyllINCdTW31MBQ3XgKFknDfoI1wCRU+qBGsTwzDAADACBZXZYBG7zFJfbcPGf2K39uTrq8pN1YMwIbI8CGfnKSK1fCcOTatu735TWpuQUxqRnRL15HpryKfPE6/nVe+tvSDzUtrRgyR2XSfVnTrAEKAGB+AUjTS9xVgLcB0FeXmMCyCAAo6/Po+Sn86iwFWCMDG2RLfhVqfEpqyYKGfQaQ60ChEbhdKtkagfjRH7UriLzdFX7CB+mWKUooUZTBhhnDgHcN8IOb4miU9FgY8ljwR9KyJUp6HczWQk3Pg0boOYA5u6wEALRRf/z+jW0Hdhw8tCfI30OvFo32Kwd0QjkPL6TChjVsOatXQu9RcVEjevaAji3loU0qpl5IG1bwnO5duXPu2INLv+nFdDEdOWaSTA7IwfBhHkbDxxilJJMEr+b0SmmdUyaBmoeWMmAcfIuUATPLKZDnWUjp1AqwMiacR2zTCXFiWrec1Qs6eOk9VHw7mYCcmZmZnFmamgdGvwBSwySGxl8AgK9LSyUlRbCOltXP03P9/biurp6erom52S+r6504CpgUPTO/BACTn2fQiHYWCSbnoDQC1PSAADRcyAh8Vo+AAX6YQkbUYDo/QeniUAxbb0sRBMBmJdWspOolBIOMBI1JQTHKyVIWnIauhxRgFR89YeJPmPhQfdekWTCiZ0Ne/d6WEjqmqbUqr+JdKg3dSITXYDrLjXIqh9g+rOMMalgLE5qNWTOb0FZb8rqp6g0V14bsrm6pLWytLaChG/sVVGxbMQtdx8bUy9mgOULGxwg5SBq1UywhZea8yCstySsrLyj92NzZKlcJ6QwUAlbFpXd+HQfLmS3/SCkjeu6oUWiQs1VC0lAf16RmmNUctYg5MzLYUFVzeN/R82dvqDTDo9NrNx85XXnoGJiSfuDKrYt2zxrReLWmTy2Sq4VKqUA+MDAl0A88S3i+64mDd2ODZ2f7kYS4vX5BN6Ofx7+v/1iNqmkn15C4R586b7185+gtm5PXHjk4+2lVhjGTeXbcPGoUD+i5Rj1HIMQTGQipVvTGJB99AAAgAElEQVR1Y+4rsDQHLH1d/Ly4OENGdRO6mw0CmkFM45G6SOgGNLyCQWlWSjESQS+H1qZg9rA7KwQdlcLOKjmqqZ+NGpGSZPQudEcJtrecT++QUDs4sGolrP4LFb1AQE7UV38u/jj35v1EUqbRO1b/JLjfKnDmfujinTDApwBwzwZuhI79cl35r4d1/35I9++HJP+yS/mvhzn/dkh++CaQmA1gCAABM9XTNIFtnyDBNuTsRT7DjIZNsijDDHLVy+cmFm1EJFDTyEY+c1jGn+mTQACs4SJE5BYOroZDaOASm7mEVhG1h4Zqai5/Y5RSVFysiIYYNUiBpZk+ucjdwc7O2trW6tHNq9fcnz0LCwio/fRxZmTwy+iAlEOFdzWOmVRfDCp4YQ7AYqrS0km3bT+7hSuO3f56y33smjP39APGY9e+jDfKT6XA9BRgHgO+rAALwITKBJZw9k+KRLoeGD0xuejGbV8bu+SE1PaQhBb3yHr3mFZrnw+PHJOv33bPyfzY29GL72wjtNcqGYjehkJKbw2b0CJh9hqkVKOIRIPVouvesbprRT1db4IjXrr4AKaJBa5mkakBuGDkMshC/zMDYAEvNFBH7iYAQzDMMEDQC8q5tL5vwzCC0i5/eIOqB2uB8UrwqXAUZGmwc8j4PwHRFk0Y4A4CghFTDV5R1M14XU18XsrMqNGVIWfhQnAflQoJwoOgLEzSglZecDG1D+oK2sCDvTuba71rWCXUHgQQNCBGEjTfWoX+/wH4G+jitaCTGa8FsGruqxpQFiZooZRmkEX/IecCODW4DMweglh3oBI33cIEyRbsv1WugzZj5QZoMwYHIKgBgnoZJQUI6g28ah4uXMXIAc7gOk6peN+p/4QEuEPLKJnlDfYDZB14TQEXlS2uY/23a1C71gIEDbSr/A2PIUjGgm/82x0s6G0Gvw2wRUkHgjQo6oLzLRfqD5u3a2SwLgj8VciWTDdB4ckgA7MGQCDnDAHM/nWqYZWsBxjmFZIOvGANAHTTNFxkqCOpytFrFOM6ox+w9B5v0CwJz4wBgDX8x5grMOSZagajm+kDAGNggzmwzuhfo5vX6OZVmmmNYlyjGDdDob/VI0HZztAjrR8gW9KwyEaoBHgeqRAVdoEvyx5ZRKssLzu4hFED9AEIgKGELcDSOQzFbq3Rjcs03RJLvy7pn+eptDCcrBM5yGTr2BQxFaHmk4VUJAnRhutpKnuXDYVgJUQGRob4Bft5RIYFgi1H4UHubs8S4yJDg3x9PF2CLJ3AkWGB7i4OVvduBlryscJD/EMCfaBlYIsO7Brm7x7g6RAX7lv6PhPeUYWBN5CxrTwGgkHqEnFwUj5RKaarxEwJl1yUn3Fk7/YgD7eHN67funD+/vWrPi5OnS2NMxPjX7/M9JuNBoNeppBzBHyeSChVKwUyGZnDrmhqzC56H5YQb+fudsv60eU7ty9ev37x6rUbd+7a2Tv6+wfGxMSlpLxISEjy8fJ9+MDq1MkTv504fvfOrdQXKTgs2mjQT06MzUxPUshEP1/vk7/9emD/3l9+/vHQwf1//tN/7t+3Z8eOHb9s2Xbo8NHcN/kNja06rbG8rOb+Peu//Nfff/77jqT4VxqluU811N2K9nMPT47JZBEUyzOAQT5FgPPRnazq4q62Gmx1cWdrNbqquA3ZQR7UTfZrxxysXX7567aj+0/s2XZgx9Z9u7bu2bV1z7a/b//xLz/99Kcft3y/Pdw/KjY8OTk2PS3lTX5uZVlpZ1l5z/ui9tpmalULvbyB+qGKkPmhNyGrJfR5tU9CuUPo+2eRxc+iS+yiip5EvHWIKfJIrQjJavSM/uga/N7eK9fGNd3W+dVT19eOHhnOHpne/nkBQW8jI4sTEsqep1QlJ1UkxBRHh79NiP8UH1caF/sxNqYkNqYkLvZjfFxJQvzHqMi3EeEFYaF5oSFvQkNzQkNzQkKyg4IyA3xfBfi+CvRLDw3KigrPi4ksiAp9Ex6UHRWcGx6QFeT9yt8jNcD9hb/bc1+XZB/nhADvpCD/lOCA54F+yb5e8d4e0T6eMX7ecZ5ukW7OIU4OAQ523g523vZPveyeeD6xcf/u0MmLx85cPXXxDgTAl+7YXLkH5mCdv217/rbtuTtPoTl7+8nvN21+v2nzR6X3lo3r5vyxD2kTkm/ZuN554nnniScEvdAjdOeWjfvdp15/BGB7r4hnvtEeoc+jUgtzPrVUdRGb0OxGDLsawSyD0T/BWXVESQfHgFSMkQyztIElknEOo54iqSdpfdOcgTne8CJ7dJE+NEcfmmOMzEq+bPDH58n60fwGeEBybnByrn/Ma5eABNfAeEefiCfuwU/cgx19IiAXtL1XmGtgrKNPxFOPkCfuwXaeofZeYXaeodCZZ76RkEq8qfQ6eIdDJ21cwT3nJ+7B9l5h0DE7r2AHn1An/wj3kFifyKSA2BfBCS9Dk9IhzzMUDR2XnhedlhOVmh2dlhObmh3zIivWMvEvspNevnn+uiDVIgK/zH6f9fZTaV07nMzm6/plgxPigTGheYRjGKBo+ggKDUYmx8jkaLkCo1AiREK0VIITS9ACIYrD6aHRGhCI0qam4qpPH8o+FBYVQPQLAXDuu5xXWWn5799kvHmZmfeqsv5TRV1pYXFOScXbupaq6sZyVw+HX7b9bdvOn/cf2r1z15ZDh/fu3bdz957tu3ft2Ld398ED+0Av9O5du7dv+2MK9OYO8Kb8C2m/fwTgc7+fgMKfodbf61fO3rx2/tb1C1b3rkMFSE8e37N/YmXz6I611a3HD297utjfvHomMTZIp+YoJcSxQaFRRzVoCf19ZK0CrZFh+vXUURNnQMc0quhGFX1Qzxo2sFQitIQDU4sxIlY3m9yikWDNGioke4pYoJzFpbYJmV1aGUYl6O2ToQ1yjJzbxSbWcUj1GlHvmJHeryYM6cgGOUbG6dRJkBNm5rCeIuN0khCfIAu0SgAzyDEQ6I6bGKMG2pCOPGFmjpsYRgW2T4Y2q/B9MrScA4cajPqkeIOMAOGrhNnNI7fKOWBgj1FOFNE7ifAKMqJKCG4h1pN6K4nwCiGtwygnqvhIAbVdzoEPqKl9UrxGiIb6gcWMLigvWs5BkBE1BFglBVlLQdaKGT0qPpqJa2LimmTs3hE9W85BMHFNEiYMagNmEBr7FKACzCI18xltKglKyO4koCow8FIuvVUuRkgEMKkQrlXiNAq0hNtJ7vmkZffqOWgFtYePalRQ4VNavklIVTFwOgHVJOMKGFgmCSHkkthMLIWBwjARaC62Ht1ejW7DyLh0s14wMTYMAKqFJf3q+gCIxBvKz1MEmbgS3pn7qeR1RlZsREygT1B4UERsdEJURGxoUGRoUGREeGxIcGSAf7ivT4inZ6C3d3B4eGLci5zSbrJ+HdCtA+ypBTUAsGbnsBOjcgBgbSwzN1bZFqmZBrb4rnd+WUZ+XecuAqzPAGcZqFYDj94Kj8WRjiRz/u6H3BqIPhlPuhIPj6gQknQATTpTUYvMKWNmEYAtHuJfI8UH/Xv2eRXhFgDCArg8TF5bJy4t8wCAMb+sAwDl0optWPjfDuw7efY3a6sb5j65US3UyZjLX/snjKIhLXtYwx7v40KrjOBfSx131Cxa+dJP7mryf/rQ5upZq8snlWzC12EtFdNKQTcNaDlSLkrM6NFLCANykoaLULPgRjFufVpnkBB5xDZ8VzmX0GqWU1RclJQBM8nIMiYc014Kb3wvonbphDgVFwV+DsJDsyg9LDphdnZ2bGphcg4YmFynCHRDM8tz68Dg6Ehba+OIQUPuaV8ZGmwsLobDuk1jowsAQOGLR+ZWtCNTmwCskVINMoqKj1QIezHwUq2C1N/H6tcymLim5opsaNd3zMAdM4ClTcM6FhRqpeShaOh6Um+1kNYFhZOLGT1MXFNP47uu+kIBtVMjxI4beRohViPEQvVdEEiL6N1iRg8BVi3noMiIuvrSTBa+lYKspyDr9RKSjI1UcNFGObVfxRBQu/E9VQxsM4/WTSe0wTsqultKUF3loGUa19xRmd1Rmd1ZlTNp5I+ZhSYde3xMoTfyzUPy0a8jY8D6FACMAxvK4QG2nEtgIHHENpEALRMgho0MvQSMUh9QM6fMkn4ll4RskvHQAzr24rRx2CCbMBvFXO6tq3eOHz2bmJwdnZx9w9rV2jP0moPXKWvHjwgcSiTT9vVPDE/OzcxPT3yVKgwsuT4gPXf7XauzoZEBDY3vOEJk/4R4ZFFj+DqimV2aBPuZq3txv129t33viTc5JZgurI4v+2wwrIyYP5tkQxqORskQSWhiNW9kbmIeWJ8H1peA9Q1gBVidRzXU0DuaWD2NRj5RQOjgEFspuDoCrpZEqMciK8jYWj0PZUC3jaA6TD1NqrZqHaLZRO4RoRuRDW+76/MZmDoFuUPe22CGNc8ie740NAxn5o2FPZ8PTl3wffHFKf6zdeSSTTzgnAl4FwJebwGHdOCC3+AvV2X/dlT+rwfk/3uf4H/t4v/XMcA9GWgjAhQ20NMl/5jPKMkSt3wC+lWDiI4FGhmQSkZJhD4cRo5H89C90xq1gkwSYJFyClbLxhsEBDkDxsbUcvG1UnqrmN7OxNZzCa0GCblfyZSz0ZTeehqykUfqETFws+MDb7MzLpw+7WLvaH3/0ZULF08fP9Hd2ro6+2VmZPDr2GDVx0ImHf1lwghMDU5RiOjIaKSNM/+Bk/G2s/Twja8PvIetPEjn7/Q8sDYWF45jO4HPA8DsFPBlBpifXR0wAvNfJwf7RweHlDLt8jyARXAe3fXa9sv5qzcD7dwybDzeeEUUX7rh6uUZierBMXB4AQnJRjbruEhE41sWroGOb5JwkP0atklGZSIbcc0lrJ46MQreUfA24O5DoG9oVaRfYKhBpZe5uUJpEQOZRqiXaINpYVq68ZvxmG4Ed0RpFgcy1VLqywCLfzdIYNsQSG4M4yxKAlKxaAzgDa0Q1V+R4kWcAqAbviLFoOQrHAUEIwtYuaoMgU4ubg5Il7xt15UhLSupWoA7BJYMMUygfks3WrzQ/QDVksyEU4Kvz+oHGY+kg+BwE3qhiw08KKL+sZAWhFjIAv3/dUGTDaDJ2WJjBgt7sGpa8ieAOQCeJ1kGKub9RzcvGJUMbq4aodws/SckFKz1T9wL0S/4SNEv9IpAHqYZllHSFTRIvOsEFTenYbZXBHAGv8KF4NtkmtcJanD/FtpY3nz8h8Eb0rRBsCeC4jDo98aDQvcf74A/DdDvbUFoaMN2U9fdXMG1cOy3XVlmP0A3rZJ0CzjVKlm/RrcgMfjDHwF//uDnIANLBI1FmR+cJ4BqMKD4vELSiUpgI138LxjlBnPA0hc9BrCGwGEPg1BK64cw+BsAg/Q7uEH7xr2rNNMK1bhCBel3lWyAkHUTXMEv2axHovUDFNMaQQ/qyVD4M9koedcz3SUEmEPgTaoZYA2vE/sA+gBkpf7j63y7poOa8yJNu8o1rooMfXASp6Zd3ouSElG4jmpUWxWmowbVUYdoq6kuyc98HhMfEZAcExIbERQa4BUVHvQ8KTY6KtTD3Skk0MfVyc7+ySMfT5e46LCYyBCXZ09v37js4ero5+0WEugTGuQb4Ovh5+0GInGAT2SQT2JUUHpKTFF+OqKrTiGiGNRspZiskdFmp/pW5gY/j2vFXLxaSh8fVHc2lB/YtuXBlSvONo89Heyf2Vif/+3XR3fvVn4qlYtFRoO+v79frlRQ6bTuXnh1fcPbkpKq5qbyhvrSqqqSiorSqqrqxsbWzi54LxKFxnb3wMvLK1NSXnh4eD148PDCuYvHjhy3uv+gIP+NXCr7PDM1MjRMpZBSn7+4dfP6uTNnd2zfunvnrp9/+vvf//bDgf17QRvl7t179x3405//++ChIyg0nsXmf/m6aDIOhYfFHT9y+vRvl/78nz+Wf2wEVgEOVbp7y5Gj+86mxeeKWfoRw6xGPLQ0DfTJJqRsMxOvIPbymQQprIU4pJ9ikYR+bsG7ft67d/vBXw+d2r3j4C8/bP3lh62gm3P7/h0/bP/hP/62f+s+2/t2EQGxIX4xYUHJOZmfqiq7yyvh1Y3E0mpsQWlv1tvOl3ltKTntiVlt8Vnt/sk1XgmVbnFlbgnlHknlHs8r3VPK3BPLglMbAuKr3MOKHXzzbD0ybN1e23u8fuaZ6RWQ5xeUHxrxLjb2Y2JCWVLip6S4j/HRRUmJ5clJFSnJlSnJlclJFYkJZfFxJXGxxf5+Gb4+6d5eL729Xvr6vvT3T/f3T/fzA9HXzzvNzzstyP91RGhuVHheeFB2sN/rMP/MUL+MUL+MEN/XQZ5p3k6JTjYRtlYBto98nRxCvNxB6PX1ioUA2Ncr2tkx0OGp7xMb98ePXKwfOkPzyMrpuwMnzp84f+PCjUdX7thevP34wi3ry3efXrfIvNcePrvy0OnSA8cL9+zP3n5y+sbjU9etIaX38n17UB+2qMSX7tldtgDzxbtPL9+3v/bwGeSFvvnY5eZjl036hRTgPzLwfXufh8/8IRe0rVvIU48wB+9It+DkgISs5Dfl7+vg9QhWC15Qj+FXIljlCE49Sd7BMcKlIzjNF5JxgWiYR6tnekWDWNkIUTdFMnwmmb7gTdNY0xTaMEEdnqMNfSH3Tbxrx/kmvXGPSHMOSHzqGekWlACBrp1nKLT96+QXZe8V5uQXZecZau3sb+XoA+VXP3zm+8DB++EzX2tnf4hybd2CbFwDLd1OPo9dAqyd/R85+UGHrZ39bd2CnrgHuwRGuQXHeIbF+0YlB8WnhSW/jnyRFZ2WE56SAV3EvMyFBhKBwxNfhSW8DItPC4tPi0x4FZuSmZya+/xlXmxKZmxKZlxqdnp+SUUrDMMWsdRGts6sHJuRDE9wzENUrQErVyDFEphQBA6f1ysUoPiCXg4XRqe34HDl7e1vKyrefQTpN78wNysvM/PNa2jpN+9dbu7bzJzCjFfZL3LfZn6sfl/4MTfn3euP1e9buhpCogJ+PXnol21/27F7y66923btBl3Qu/ds37lr684d2yAG3rd3996dO3Zu3bJ7F8jABw/sgaD3yOH9hw/tg55CBUi/Hj+8aYE+8/uJfwLgG1fP3bp+4faNi1b3rt+9dRlSgx89uPnM3trZ0cblma3Dk/t2NreVUubIoMysZ/dpyEYdWafCTgxzdEq0Qgw3acljZq5Zw1QK8BI2SsLpHdDRB3R0nQyvEqHZ5BYGoREq/pVwYCoR2qAkqURoEatbzkcYVASVAGw5EjPBNCwappJFqJVxOqGuI6MCqxaCm7EKXveQjmxW4aEtWaMCO25ifB7mzY4JjQqshNVukGNMSpxRgR3WU0YNtD8CMBlRJaC296so/SqKgNrOwjeKGV1yDtysJKv4SCmrR8rq4VPaGNh6PqVNI0TT0LVyDhzSeEX0Tq6lQ1hI64BqgQXUdjqmjoGtFzO61AKUWoBamdFBsboKLpKJaxLRuzVCLJ/SwcQ1EeFVfEoHl9QmZcGhphkKspbUW6ng9ooZXUR4BVjFpCAqhSgarp7P7NTIcH0qkkqCUUkwBjVZpyCIuTBc76eJQa5WhKEgqsSUdr0AaxDgxKQuOqyej+8Y0/OHtVyVkCRkociYFh4bJRDi6RxER299XWd1NwGOYBJJUqFyfOwzAPR9+YricD7U16VkZ4YlxvqFB/kH+rk6OHg7ugS4e4V4+/m6eDrZ2Ds9dfRx8/J28fZx9Qn2C42NiI+PSowIjgr0CXb3Cnzk4ptV1dRMYXOHxw3rgHjuq2hxQbC6RJn9SlteZQGgYEtcB/uKiFC10hLQrgA8C2RnA3BXYiS/BXG3Pes9GYa7m4ZP6lJ2qSf1q4Dp80xtU03Juzd8+VilANjpwT4Rxj3sB9/u9B4+BWAXwC4lCrBB21iiLH1lL34xAEBWbd3Ok2f2H//tx5/+2tVWPTnaJxNQFqbN0yOquVE12KajYixOaqf6xSY5fXJAuvzZPG6WimgoP7uHN08cOndgB5+ImOiTyli45c9mePsnWFsph9IJGdqhXNwBKVFC7RCRO/ikdhUXJaR0CsgdSg5SSOmUMmAqLkovwkMrwWwcKJpREbVsQotGQhSwUGIBc3l5eXRyfmIeME2uIali0/jcMgCwuZy46DCDTCAlYUaFgggX5+b6mhVgY2x2Dk6kTi4DU0sbE7Pzs0tz8O4mmYAwbODpxFgiqqK2/KVSThjs5w3omAJqJ6bzk15CmBtTTPULh3UsyHoALfpySW2I1mJsV5mKjx7UMGTsXi6pjUdux3R+oiBr1QKMQUYa0jIpyFpcdzn0qQ2+p4LUW63gIvtVNL2E1K9iyDmo6qJX7TUFuO7KfhUDCoU2ykEgZ+JaWqvy4M3FEmbviJHf1Vxc8fE1orNcxOqFNxdTEbVUeDW6pbilPHtIy1aKCCR8G4ePk2o4FA4WRsOU4wjdCh1apaHo1LWoTq6axxDiUJh6jYo8Psg3qSlDWubXIfl4n6BfztEKyX1SslqAmxpUjJoUEhaDiEY/fmD7yMrh9n17G8eAmzaeLuHPD916XEfhFfZg7SJjQ2LikEhkRUXV+5JPn6oaajvg1T1onEgpGvkiG5sTGSdRBAG6nUppIhNLepuzqieHP5MZnDe5759aOZw/dMbznr0aS10zmJZ0qjm9dFDK5NNRTCZe2accmf0yvbY2Nv9lFVhf+DI9qpRjykqnuEwjukfR3STurhMh6pk95fjWD8j6/O6yDHRtngrZMIOFreCQs71dg021Q631M+ieCTysD9Ei6ajSo1vHSPBpVPdMS9NUyafhtOzRoKTlZ7EbDyPXHkQCj+MBu5fAkzTgQdLy9ajly6HTx52H9zwe3X1vZNuN/r+dNf33CeNPZ0xH7o/c9xrxjOpPeD5WVvoZ0bHAxAIyJiBmATLxBo0xDkcOINDs+kYxEjWp1qipdDWVrqASxQQUF92uZCDGdcxxHX2ij6bidPFITSJaBxPTiGguoaObxw1CHrED2fJRxsIM68XorsZntlZPHj24ffXq3Zu3bl695mBj4+vhWl5UMDGoX5oZ1shY5n7poFkKfB4awqNrXdyRTt64O/YqO3/i6XtfglMINx+XHDstSEkGuNTPTCwwYwQU7FkWHuhXAnOjy6OGAY1oesT4eXRoSKNZn54d0wzmvyy8du7RlUt2Zy8++7//dKjwbR0RR5fzhGR4h5yOGpAQDHwkFVYqpHWwyW1iDtKoZvZr2Bo+ToBvpffUKolYbneP04Wr81INoDBDCjDA2LShWlJ5wUKgPgBMotJ/w12yBa4gPCProLVbULGk9m1YmoRWIIWWDPYAr1N0izjFIk4BUjHdAJqfOQOA6ssaWaupQBHSytDJxYK3bZ97hWDctOIz2JfLGgBreMj6zVlGyUB7MPhZoPGPHl1wpZakt2CtRaqFBFsiaHWGPMNQYy1oD4bMyUQdeBga6LClhhf00+I1ANUIirpUI0DUMdMqLfulFvH5jyBqee8gf9IM0OIxQDcONZAtQKsGSBpoNojqPw7I/DD+OkEF8IfX8MqvMD5A1UOKt+h9ByCbnkNLQRGYZQZoBjC5mtpnkdMtnck0i65u2XNeJ4LR1uC2s2WleQOyf1vWnv/nPvSnY3m0dOGaARD/BkA05QwDnBGwx0gwAVY988bA98gcXGf0Q2gKyrPgyUGAbTnMtRzmjYJfzh4Cv0Q6AwgnNliD4Bn+mKGJOQaTLJKNG6xhgD2ywRjaYAwBzGGAPQo+0gY3KP0AuR+gDAC0IYA5AnLvP2aTgVeoIAOvkg1rpH8eEIOh1l+yEWRdimWdmGKa7hKqPqLWCHpAMAmiL2MQFIf/CYBJZsAykEMbYPYvUbVLdC0gG15kq3VdeGkXwsijs7Ed+O56Orqdiu5Ed9bXfXr7OjkqLtz/RXx4clxEdFhATGRISmJMfFxkSLAftOvr7+MeEugT4OsBwbCd7UNfL9fNfeAAXw8fTxdvD2c/T9dAT7fIAO/4MP+MlOiWmmIplzCg55s0LJ2cOjelk/IwEi56yCCU8nBiDkYppLGIGGcb6x0/fH9ox7Yzx48+un3Tyc727s1rN65cDg4KqCgrR6PRFAqFSqVisdiunu7axqa6puaquvoPH0uz3uSlv87MyMzOzc1LS3sVGhr+5IndjRu3rl+/efv23Rs3bl28ePkvf/rvK5cuu7m4P7GxvXLp6oVz5y+cu3j65KmD+w8dPnjo4P5D//Uf/3nk0NGjh49YP3x85MixPXv3b925Z+/BI5U1jXKFVi7XLyxsYLH0g/t/27bl4LafD+zZcZxNkQCrQKhfwoGdJ/ZsPfo255NBNULB8ocNs6uzwLBhXsw2DupnZ0bW5Hwzgyh0f+b/979s/f6/fgQXgH/es/XvO3/5fsuWv23d9eOO3T/t3PnDti3//fNf/vVPvx8/42rnEegdHugbHR+bXvSurrmFkPu2KS2rNu75p6jk0vi06pTM1uTs9sSsjqiXLeEvm0NfNgW/bApObwxMb/BNrfFKqQxObQhMrveOLXcLLXIOLHDyy3P2zXHxyfELeesfXBAUWhAcVhgeURgd8yE+rgTEYAsAP0+pevG8OiW5MjGhLC62ODrqvb9fho/3Ky/PNE+PVG/vVF/fl35+r/z8XkVE5AUHZ/n7pwcGZoSH5ESGvQkNygr0Sw/xzwjxBwE4zD8zzD8z2Cfdz/2Ft2uiw9NAZ8dgD9cIL/coL/cob49IX6/oAN84b49IN5cgBztvG2vXhw8c79+1u3v7ya0bj8EapEu3rW9aOdy0crh0x+bsdatzN6wv3LK5ePcpSLZWIAODq7/WLtDcsAbXgKEOpHO3bM7ftoVOnrpqdeaG9cW7T6Fa4M1QaIh4N/3P9+y8N9Xg+/Y+j5wCNteAbd1CbD1CnQMS3MNfhL0oSC9q+NRGqMdwQQBG8TrYfQjJMFYzjdXOYLVfMMvuMcMAACAASURBVPqvSPWXXvkEXDSEVYzjdVMEwwzB/IU0OIcf+Io2TcJ1I9TRed7EUjdfG5tXYeMT+9QnBixY8o229wp74h781CPEwTv8mW8k5GG29wqzdQt6+MwXSvm6bQvmXd987HLb1m1zpfmBJdbr7lMPqAz5kZPfJhvbe4VBhup/CsGCErCCE15COvBmQHRI4quw5NcRzzODYp4HRqcEWSYsNjUy4VVcUkbi8+yU9PzYlMyIxFexqdkZ78sqO3rhdB5ZpmFpTUydiaYzklQ6rFyBlsqQliGqVXilAi0QdtJA+q1DIEpbWt5WVOR/KMwvzM3Ny8rKeZ2Rm74JwFn56a9z03LfZr77mJ9fnJ1fnF1WV9wKa8jMe3X28qm//finnXt+2bln65btP+7ctWXb9p927tq6Y+eWHdtBBt61E5SC9+7csef/oeutg6tK1HTv+et+dW/NrZlz7jlzrJumaaHpxt0h7u7u7g4JIbgEEiAESZCQhLhnZ7u7u7vF3T1ZX629OEzP1L1Vb63aWey9s7ILqPzW87zP8/3eH3/4bv/P+74C8OFDB74C8OFDByAX9O8B+OwpsAQY8j/bXT7zFYDdnK/4+7j6eDp5utkH+XsEB3j6eDqBJBzshUP1bKxMjFjEZh3LamSMWVnjIwytAqWWIfQq7JiZOWZk6WRkCRslYiLY5O4RPWNuTKQWYwiIBnjPaxapY0TP4NN7BYw+o5I0ZQV/zVWLMUYlyawhWVREJX9QQOsQ0DoUvAG1cEjK7uWSW+nYT3xqu5DeyaO0QTHRcm4/A9dolGPMSpxVTZgyM+ZHuRYVXsrulXH6IL3XrMRZVHiVAAbVJoFvRerUibFzw4JpM1ctQMk5Q3LOEIfYYZITWfg2TF8dC99mkOKtKoqKj+SRu3jkrlEtfcLAUnDhPHIXl9QpZvRrRRgIgHnkLgqykYlrVXDhBileK8JA/lK9hCBmDLLwHTI23KqiDavpRhkJEoR1YrxGiIWid9m4DjljYExFNYqwXFybiNarl+DknCEqtlXCgUs4cC61l4ptZxK7JRyknI8RsmFI+HurlSkRIUm4Zikf/KZyNowGb6Ijmgl9780S4hSYUQyuaDJxnWI2QsAYGOp719lWiyf0KjVCy4RZN2ISazXP3r27++xZccXNzPzc1PSU+ISoqPCg4ADvyJDAiOCAYH8/Hw93DxdnX0+PiLDw5MSk7MysjLTMrKyc69fL7t69f/fu/fIbt4tLy4sqbntHRwckJT3/3NSAgiPkolEAEK6tqgGAtwvgVwDsCsjALAAYXALqlEDsW+mVQsylbOzFDPwPPq3HwrsTK6V3WvQkA8C2rIqsY1Ors7vAqskg5NNRWstihxz4NYV2LJ18PAP1XdjbDiuY3cW09RsTdxY5wJIK2MKoZT+cOfvLsfMHfj0SERqgV/O1cvaYWWrWcOQCglkFhg+b5FQQ2+T0ETV3e2l4ZcqI7mvOig25dPCnS7/+KCFj1FyKikOcHVGIWWiLlo2BfWKQOuUchFaEs0gJIwryqJxslRC0PLSEPqgVYKUMmJg2IGXAmJg2HrFbxhwyy8hWBVXNQzPQrUxMG6anXkjrl3JRLMqgWMBcW980jMyNzu0aJje70ew1AJhZ3vz4qeHimRNVt0q3xyxyNCLWw7UoL7sPDiOyOWKdaREAFraB6eXVueX5/p7PHNrQhJlnURGFrF543yuxEKFSENnkbp0YL+cgIAOziD7AwndIWUMWJRUyPEOOaAUXOWsVbs3rEF1v0L31EiaMT+k1yUG8VPHRPHIPsvtt2/tHLfUPOj5WUlGfuaRuvQSsLxrTcUxyqkVJH2ithXe+pWPa16Y1q1NqnZi4MCob1bJJ8GZ07/uB1trBtldWLQs10PDp3aOuphc0XEf7u0p8/wcFc0jFRQmoAxY1a8IqFUsoAgl1dmMCz8ZeCvT0Kbme+LLuWmNzHR5b8eEVRcHha1gkep9eT19f1CxMSDRCrFlGHddyrXLOpE44aeTrJaRJs2TcIJPzmAIWKzEm6ejhc6fPO3sGJV72jrrgFxOUV97DVwVeuxdSWFrx5HEvrOdzZzuWRmVLZVy50jQ2Mza2sL4IdL/rrbv1quvRJ003YwGjVH9Av8+8MyE36BQqWGtPe21DZXZpYUB04/Xbj2Lj8G9qJQOdejpWL2RMjZp2gZ0NAFizzRawA2xvrRuMhiHEDoMN0OkAgwbQiAAdv0aALaF7VxA90x3NYx/qF5saZ1/VLb96t1D1avLOk8mKxwsPXyxVv56rfjVa+czy8On4w+q5+8+mi+8Nx+QP+6fN+WQsXk5YOhe/cCFxxT5z1a142ev6ok/pst+NnYh7Ew5p1pMRc+ejNi9Gb50NBS5HAN4Z8y6JCvtwpmMwIzSOkJTSHR+DuVk81tu2gkWu4jAAiz2JwBBr3rA+t08LZWoSTYTBa2gMHgrJgvcJcIMaNnrWyJk1skaU+DE10aIgGCQ4Abl3sKW2t6mWhes2iAmTRu6kQbA6Z3zx+KaH40VvNycfdxe7SxfzsjJDA3y93RyCvJ0rrmcN68Sba6MAMDc1qVgelgNzowCb3RIV1+YX/snB+/nRi/0B0c/O2ZcdPVnrH0CrquTU1Rr62maJfered1McJLBsAbangc2J1RnDsIozo5Nsj5uB9dUJqfxZ2b24gNhAj8jTx+1oBNbcxMyIRsXBwXRs1LSGZhYhTCKkiNFDJ3ZwGYNKCVEro+hkZDkDRuprUNIIehYz8MwFLYYMKC1rLNUuy7hLsZUGfa2i+YK7GoCsAYmUoAFZEQ+umELS6xeVlaAGgRDKo/ryEh0o2JI0ID8LxgHpDEA3mluIjMrPnxJvIkprle/gIPjZkBgMwcIqVuCi1SFwvhAvwfYdiVrQjks1fvUAf/U8f7ElY5Rfdm6hYGes6iv9/j5KCoJhyLcMvhD8KWxWYVDmtVE0UQe+j20NVfy0w8bb/0RQmgGEUqoeIOtA7drG9stwEQi0eNUOWQuGcoHVQRoALF7S/DcSBojqTYwMPEnVf33COka6Q9YS737YwCvBT4k7soFXbhJUoEucYfovQzeCPGxT1/9LqDVJCzIwxMNfP/N/3pgAo7bJoMq6RTWBiAtBLMjAoyD3cm1r3uxRyJMMnuTZeJg9Crq7mcPQgNzLGgFEM9t0yxbNDDIwf3KTagIZWLG0gNOskAybVMs2fXibPrzDGAHYEwB/BjyyxgH6KEAbASjD4FBHAPooaHv+50Au6C9HmxH69zrwf6q4kH2aYgZsDPylN5g5yq7sWBgUA6I5EIPpwwBzFFSYbR7vL6+10e8uwbRLMG1hQUjeohpWSSqAbwUkI7NEobQXbhEwNTyinI23KrkGGYdLRg51NVXdKyvJTb1ZknOrrKj8Wn5pSX7ZtYLS64XXSvIz0xJTEmNSEmMy0xIz0xKT4qMSYiNSEmNyMlPystNsyc8ZkBE6IzUhIzk+IyE2NjgwNsT/em7au5rH8J5PLPKAjI8Vc5DzE4oRA1cjJY2bBTOj0jETXyOl8ml4NhH/4EbphWNHDv30w8mDv54/ddzH3cXx8mVnezv7y1fOnj5z+eKlAD//5MSkzMzMa9dKr10rLSgoSk1Nj4iICgwMDgkJi4iI8vLy8fb29fb29fDwcnJyuXjx8okTpw4ePOzm4n729LnDB4+cOnH64vlLZ0+fO3Lo6K+//HbqxOnDB4/89MPPx44cb2luxaCwo8NjaDR23w/79+z76f/7X/8WHBY9MbFgtU6NjS0YjRM5WaXv6lqRMEqwf5yHY/CoccGsmT595Mq3f/khOjSRiucqRaap4eX1BcCgmFKLxwc7ybAuklk9O2KYRfQR0xPzwwJijhw48cu+gwd+OHR4/5FDPx/e/+1Pe/70zXd/+ubnf/zw7f/5xz/+8LfTB0/FhMRnJOXFRWUU5d2qe9v58GlT7rVnwVElrj4ZLr45vmGlwbF3QxIfZt9oLLrXVfp0sOhxb/rt5oSyDykVjVn32xJLGxNLGuIL6+MK6hLy6xLyXsdlv4hNr0rJeZmW8yI1qyo142l6RmV2TnVR4cvS62+vldRdv1Zfev1d6fV316/VFxe9KSx4mZ/3Ij/veXbW0/S0R6kpD9LS7qenP0hPBx8kJ99JTLyVkFCRlHQ7Mw1k4NysypzMx4U5VTnpXyzQqXG3MhLvZiXfz069l5VekZZ8PSG2ICYyJyYyKyE2LzWpOCP1emJ8bkxURlhIkk0EjvTyCHV3DXJx8v8Xe49AO/eAKy7+l51B+fe8o/c5B58zdl6n7LzOOPiccwm85BFq5xPp6B/jFBDrHBjn4BPxVQS+4hECzVXP0HNOfued/S+6Bl7x+LInDOnA/y8FGLJAe4WlQOnQEAb7x2aFJhVFZpall1beqPrw7NNgXS/xI4zxbojVxzFiFFMk47JN+F0YlM30S2Z6hOMY9SxZv0g2LRNNS3jLMmFkGW1dgOmnuhUW3PA8dXiJNbLyogsTmFYanlEelV4WFAfSb0BMBiThflVxPUISPEISIPqF0Nfm3451DYx1C4rzsPUb/z7dGlKGA2MzQxNzI1MLYzJKoD3h2Kzi/+ukFt2EJqWwPDGv9Csnp+aXpeaXpRfcyCgszyq8mV98u+j6veLS+3cra0tvPym6+fDanSc3n7x8/LahoR8JZwkGaJwhtgAhkKBEMqRYghRLEBIpSibHKeRoqWSIzekgED8jEB/7+1+1tFTV1T2tqX5a/fjxkwcPH997WHm3surBkxcPq2srH1bdvVd5q7a++u3HmqpXj95/ftPS86nq1SNH96t7f/7mKwDv+f7v3+/7Zs93fwPl3x/2/LBv7/d790AYvP+HfQd++hHaAT7wy49QBPTXBeCv9Hv82KHfW6AvnD3xe/p1cbzk5nzF3eUqtP0bGuQdFuwTEern5e7g6nQ5Msy/v7t5eX5EzCcrpBSTlg5smydH2To1RsLvU4hhehXWqqcO65gmFV0rIatFxEkL36gkiVgDZHQTBdOsFKJMKrKMBxexBvj0Xr2cMKJnqMUYtRgDYrAEZVWToAVgnQRpUeHNSpySD+ZCQZ1GauGQVoyABF6dBKngDQxrQGBWCWBmJQ4SirVihE6ChIRfKBMLKhA2yNAqAWhdNsmJIxramI5hUZKNMoKMDSPAPjCwLTR0MxPXKucMmRUkk5woZQ1CZDusplqUZAUXDi0J6yW4WSvfqqJohGhIMZZzhqC1YdvmMMgeJjlZzBgUUPtkbLhWhLOqaDI2HD/4UcaG6yUEIa0fUt6MEiIb2WzmoU18nITYK6cNGoQ4LQ9ta4IZoKHbsP0fCYNNHEKvgoPRCAhKEV6hIwnUaCKrg0RvI5NbpMKhqREuKF9z4UxUs1GENYqwEzr2yrhcwUZohWjSQD2qo1bDxwBroysLI1Ipt6n5Y2Z2RmxiQkhEuI+Pl6eHi7+XW6ifW4Sve4ivq4PzFUcPh6vu9pdcrjj5uITEhcWkJ0anJWRdy0/KzYzNTE0pyMm9ca3w1o2CivLCirLqt88fvniUUpAWnZ3oHh0UX1aEUkro01PU2WUxAMgAgL4L9E4DL4S7IXX87xIbvs8Y3Jvavyf649nMlrw3tPohNYE3NjUDSHmGMd30/PD8ysTS5vz65MiETCIni8bgJuB0DuNQEup8PvGH8HefNAANjNQCRWDC9pwMWOeujUaVFfz7nu9OnnYI8YuQCjgqGcuo5s+Oa9iUQSkPZ1TQR/U8nYg0oeebZIxZi2zCKO1vfZ+TFHHm131e508yh3onVGK9kLE4rBYykBY1x6JlW7QsAQu0qasFKLMEr2IP6XmoGR1rzsSXMmB8Ug8T08YldPFJPcTBBiqiWSvAavgYBRshoQ9CVcDEwQYwnoraTyb0CIXM1bUNtWlyZHbHMrvbg+EsbAFzq9uFhYUnDx7obXi7qJWXRoWVxkcnRIeX371NZnPXAGAFAGbWtzcAwDJmhQDYrKZJWH0WLZnD6CLgmsVCBBXbOmHg8Mig4ZZL6hYzBumYViaufVhNnxsWjelYUEswlPys4qMH214OtNZwSd00dIteQjDJyQoukolrH2it6fhY2fGxsu/zc72EoBFijTLSuJ5tlFFkbOSwmimgDoxoWEoeZtLIh05KmHA5B0VGfO5vedlQe+fjy9syHlrGx5JxHS0fKgc73wy21JJgTSJS/5iGbZBQtDLKzKRWpeEpDMIlYIEkIJ/wdnEoKAmpfpVa9+F2V+e1d7UN6G4UGynR0FmcoRETZ8LMIcAayEPNSiaKi+k3SejDaqZRRpkZlk5bVFaNfMxgrH787PDBM6ER6Y5ekaWVdc9bhz5i2a0sWadI3yOQEkUcmoA6sjixCGxaFqat01PADgDMbQHTQF9JDaaoxlDTv93DAYbEi60kTMWLCYFUwWKhmtsVWEpvZW3z9buGPuTD4DD/n/bluDo8z09vf1lNQSG0ap1lZFZlHufptEwRl0ciId/U9xSWNgRGsHOujd+pGi+/P1vxYPb6neVrd4DSR7uZFatR+auRhVMR+SMB6WbHGOPZYOsR//HDATNHg+dPhC2ejx47ETx8xH/yePDckeC5n31X9vms/BJg3u+tPx485pC6ElEB5L4EbjcBtUNAMwV40rFa+Hw6qmwuKG/DPxPwTQd8M4Gw/J2oEiD7/mLKDUNUzmh+xVxljbWymn/3juJ1rbGjDVdd3XP/AbO5TYPEM5q6yU2dahJDS2fhOzrpg91aNlFGGZLS+kTkTi0ftjElXp2UWBQki5xiklIkDBSP1C+i9S5PimcsAouW3fLheXJM0NkTh9yc7eKiwu2vnA8P8c3NTMhOjfRwOhXqby/gIRdWDAAwOaLnAGsTwJgRsJrrs7Oue3h1ld/ifvg0hSEYuwceegTctfOglD5Y7B8Sv3smaHnGaKtBNj/ZXdQBO+PA5sjKhBTYGt+1Sjory/HvXwJrS7yhId9LdolB4ckRMW0f3o9pJGtjqgUdW0ntVDF7ZvRUKbufim/jsGBKGVkhBv/nVPPQHEyXkkEck0r8zpynNHcASssWT/cFgG01sF8MxqAHWLNLUu8SVF+0VlvCsC1EygbDNv4EFVq8GoRGsh7q2gVrddjDAGd4A69UvUegy98MXasR1HRP9rIgxtsha6HkZ7ABmALSMsjPBA3kXoYodwst30BKlwb4q0OiLbQcvCSqEayoxShWh0S7aDD86Svl/h5x/9sfbSNlOyj5lyxlW90RJAvb8qJAYAbDh6EtX7wGoBiN9cipDjpAN4GGcHBj2YagdBuF0kAS3iJrQDs3ywyuN/NHIWs3QNGCQ7bdLCDbPjSSepek3sTJbbq6ZgMrA4V0pmmboFxGCAGaQdeElbwdWMMrAJZ5Da8AH7BtLnTQcG4LGwMvwPClG5lia4SywTCExFCR8pcIMZrhy361bRkbjNoGM5C/zO+BE/Qe08w7dAu0jgvu8TKHAfboJtW0RTPvMKwg30IiMATA/EmAM7ZBMa4QtKBELJoBeBNrJD0gmP6nkjwOcCYA3hQgmAVE8yAAsycA5jjAGPuCwdQRUBC2Kcw7tuMuA9wH/jK2/eEvW8RQXvTXI7QJTDEDZBNEv6AUzJngVXVPdXNBU7RtGRjEYOboP8O0TOBJonmXYALwtiMI4eZdqnGdpF6lgGFva0ylHk5g9ncKyUMyFm5MKzQr+UI6loTsfV1170ZRVnlx9q2yonsV12+WFRflZ+Vkp+XnZRblZyXERoSH+CfFR+XnpBfmZebnpOfnpEMJWJAFOjcr9QsDJ8cXZWWkRkelREVUFOc1vn2GGWxjEPu4tEG5AEvFt8kEKJOGZlRTxy28YQNLK6Mp+AwOicCjkIY623NSks4fP/rL3j3f/OVPv+zbd+rIEbsLF5zt7fy8vGMjo1ITkxLjE/x8/KEJ8AsMDgwJCwkPD42ICIt0d/Xw8/EPDAz29fWH5F8PT+/g4NAL5y4fP3rq5PEzly5cPXfm4q+/HDqw/+CpE2fPnr7w6y+H/v7Xb387cJhEoC4trG5vAiqlrrKq5qKd05//vveb7/dj8IzlNcBimZ2b20IMUQQ8jdU4r1dP5qdX9LRgdlcBZD/lyMFTf/3zNzGRSUKe0mKY4bM1A92ktibEYA/15vWq+7dq39Y2q2TWrTVgYXYDOUQMD4y+cOrK3r99b9v+/et//Ouf/vKvf/zmD3/Z95dv/8///MMPf9vn4eAdFZIQ4BMVE5F2o+zJ/cqPudeehURfs3dLOns5+sTFqBMXYk5cinMNLA1KeJRYUJ9R3pxW/inpxseUm5/SbzfHlXyMLnwXnVeXUPQu/fqnzNKGtOK65NyXqbm1mfm1OYW1Ofkvc3Kf5eQ+K8h/UVxUW1j4urDwdUHBq4KCV/n5tbm5NTm5z7JzqkuuvS4orMnJrc7KfpqVXZmd8yQn92lO7tP4+JsJCRWJibeSkm6nJt1JSbydnHArMe5mZsr91ITbCdE34iJLEyLLkqLLU2IrUuNv5mbdSUu+HhedEx2RGRedkxCblxifmxCXEx6aHBKU4O8bBcm/Lk7+DnaeVy+7gQB83sHz+AXHExeczzl4XXb1v+jse87BB9oB/rIG7Bx41jngrKP/GQe/39uer3iEXHYPvuQWdMktyM4r7Kpn6GX34IuugdBA1miXgDjXwHj3gC9rwNACsEtAnINPlLN/tHtwos1yDHqJfSNT/WIyg+LzIzNvZJQ9KX3y4dG77uctqDc9lLcw1ss+WiNJ3i8aGZBN9orHukWjPeKxPsk40bBEN6+STctY3RxSM4PQzvQrx1tFpi6JuVc+3MbVMsc3PpOlkUWPI/Mf+icVB8RlB8al+8ekekckugXFfe1zgszbtpXmWCe/GJeAOI+QJN/IdI+IVM/INK+odO/oDJ+YTN/YLH/bBMRlByWAydXhyeBAMnJwfDb4ZUouNBGpedBEpoEnI9PyoXTo+Mzi+JySlLyy9MLy1PyytPzr6QWlmQVl2UXl+cUVhdduF12/c/3Wo4LSO4Xl927cf3rjYVXpw6qq+k8tQ2gYnY3kCLACCUYoQfKEgxzeAJvbz+F2UiidFEoXkdSCRn0aHKzraH9aX3/raeWTF1WVz/4rAD9/XF1bWfPmeeXzB28/1r79WPvs1ZPPnZ9q65+7+zr/2x//557v/7rvpz3f7fvHDz/u+fGn7/b98K1t9kA7wPu+/+67Pd98v3fPLz/+cOjAz5De+8t+MA76l/0//Pbrz0cO/3r82CFI+z1x/DA0p04ePXvmxPlzYOqV3eVTDlfPODucd3O+4ulm7+3h6OPp5O3h6O/j6uXu4O3h6Ofl6Op4ISbC/9WLB9OjGqOaOzks06voFj1TLccMGyk6JcakxeuUaKUErhQjjUrKiJ5jUbO0UpJBQdZIsFopTsQa4FC6rFrazIhAxoND8VdS7pBSiOJSuyUcmEaC5dN7bQXCQ0Y5uK8LVf5CIVhQFbCc22+rMgLTsBS8AZUAJuP0CemdI1rS8qTQqiZA+VgjWtLsMNuiwhtkaIMMrZMghzXEGStrwkjTS3AKLlwjRKsFKDahnQRvIMEbsP31uIF3Sh5i2sy1qigcYgcZ8UlI6zUrSJCuC+buUnug4CslDzFj4RmkeAG1h0PsUPGRWhGGTwGztdiEdha+w6ygGKREAbVPzBiUMGEi+oBWhJNzECR4I4/cQ0V9xva/1wixegmBimimDn7Uc5EmPk6A72IiPtPgTaT+T/j+Bg0fxyf1MXGdEgbCqmBM6vnjWq5FyxqZEBBZHWIVemFVpVKBt1nWF1V6BU4vxaj58IURvoIzyCd3mWQEEa3XLCeOyqlmEWFnRj9vkdc/f5AYFRQe5OPmbOft7uLh4ujhbO/n7hji6Rzibu919czVM4ev2J/LKslu6GpEUjAUIUNkVKkmzLJxo2zCIhgxcsxahlGLlgmbcOhHLY3lr58X3Stnyjj3ah/bBbm7xwT7JEen3r1R/PpFRVsHfHiZAwA1AsD9EfVQesfxnPZzJf1HCwfOXh8IfUF4OCRHSsfl1lmZVE1GYKZUhmG+cligHZUNS1kKApYhkRsWAYAxATiWMPbHE04XC/ZGtryWgACMXgNVZfrOohRYbKTC/uXP/3rJxfnCWTtYN0yvFnGYCCy8hYTu0IhJNGynRcGY0PFUXOyUQTBjlGxMGejonrhAj8vHDlw5eqD9zbONUaOMirXKOSYJ3aJgjRsFwzq2SUU1KMCFWyG1B0xvEmFVTBgL2SxnwTn4ThUXpRfhoUVfEbXfIqeIaQMym9Sp4WMgjzSi4zUd386hD1LJg3KFYAvYNYxMzawBs5sAmiHUDM98au9ycnJxtr9Sff/W4xvFEe4OYd7u5Teu8aXiDQCYWllbtTHwFgDoDOrezkYhEyPnoAbbXujkWBat43PTY7EQoZMRV6eUg20vG1/fYeE7NmY1VhWNR+6hoVvUAgwUNi5lDUHVXFAlEphNTejs+/wccihoRTgFF9nZ8ATWXosf/EhBNs8Ni/QSglaEmzaDciuX2q/iYyUcJLA2ohYTpCwEl9SNG/jwoeamUUYCVswCal9v87OuT9XIvvdKEV4jJ3d/foEbaoQ+H+pQo0lKGtGwzCqmUc3G4Xs4AqJEwyVwCM8+f6gnM5qFqna+olcoQ2s1bXR8B6FPpGYYVXQlFzaqIig4gyo+mkPuh3V8WJsxz48paNjOgbZ3TXXPn9y9VffyVWdbb0NDV+8QhSuzYphKqmIYJdRjFBbJ4o5+Ywe8ibAxswxsamati+C+LrA8uwjeWpgGaGVvBSVv1Dferb9Dgb95o4UN8XnCfvj25GT/m3eEhhZuSz/s8Uti7YfUy/a3wsLvJsbdz0q7U5BbUVxyu+LO/UfPHj17df3+3dJbN65lZgYdP1122fnJqavy5GJNWAbhiIPsrLfpYtDM1chtl1TAIRm4mgJ45QOBhdMO8eaDPpbvXCb/6rT4H86byKMmYwAAIABJREFUf3UFvvUCfgsHfgzY3usN/BAA/BIO/BYN/BwB7A9bu5Q8Zpe0GFgC3PgENJCANgbwFr7w+PPYrXejN15a8ivNKTdH4q5ZQ7NUjuHU027wi17t59w+HrdvOO3UcMnz9XmXty6+nUnpHxOSBm7f7rl/v7Hi5qPUtKdZ+R9u3tMSqBIC3shns+ADSipuRMyi9DcR+uq5xDazHG+V4YWETvpQk4qJNInIRil11ioW0QcIsA8zI5LpEemIXtTZXBce7PXT3r+fPnYoJjw4KTbc0/VKalxIYXa8t+t5L/dzHe214Ir3ztTGjB5YmgBWpjZGjcNizsa4GdhcBlYWgLExeu3bZwERTeHJIx8/v4kI0Ha/Hyb3friXuz6tWJlTAltWYGdkSk4YeF5emxbGe/8cUEkWcZiGjKy0C5fjL1wOPnOqpiiHO9S6ZOCaBCirHKviDWmEaDa5WyXCj5uFRiVNIyGa1TSjjKJkEGZUcv+z52C1dbsqKyAyARwzCHvgZq8RIBoAgh7A68BQZTBXWQkqpV/bg6AUZVs61BZCCrHlJgrkzHWEZKmXO9VBJ9ysw918Q73XoKqHgXop2wLmS3NtWVY0G+5StOD3ooL1s+tosK52Cw021oJhTuAuqxbAq7+YnwmaHaxyEyVbR0g2kFLoaVto2/ORYNXtNlK2hQatzl9DoXbRii20fAcFPgdi4y8XCZdswiUbQ+KvA6Y0kwxgtjPGVnpEMU00kfRv4V8AmGEC8RXM7rIJwmDVk2kBLgB4o4sIoU2qNW4R1TtkDQi3v2Ng8K6BbbZsfAsQ1RtoKUDR7RJUW1g5wBtZxcgA8STx7ocZGA/UfkH0NW2S1CC72tqPQe6l6KA+ZFAlBtHXCF7V1wE3sQ3gZwhengk0UTPN4CVBDEw1btPANqBNin6LZFgnaTeJ+jWiBjoDtgSBhG8rJaJbt2nmBbRiBa/ZpBhB+oUkYt4E+MBmeAa5VzAFqscQHoMy8sSX4U8B/GlAMANwp77QL8TAIAaPfbFDU0Fz9Vdt+Qtj2wAbVKfp/3WgdV+qZccm/ILh0mQTdASXfskmyauh8Q7WEkIOMjB3ElSDORNQ5NU/I7jM20TTLsG8SzADtNF1rA6M2qIal3HyXZYJkEwss+S9NS+IPc30oW4FHS8ko8hDXdiB9prHt+5czy0vzr5dmv/gdtmtspKs9CSo5SgvMzUlPjoxJiI1KTY9Cdz1zc5ILrtWkJGakJwQDYVCJ8ZFJsRGREcEhwX7xYYGJUaGJUeFFqQnvH9ZySLBRSwsAdmGgzePGnnLMxopD23RsmZGpTI+dm5cNTWsmxu3GBRSGY89OWKeGR/p+NwYGuB78eyZsKDAwtyca4VFORmZ8bEJIf7BHm6egT4Bvt5+gT4BocFhcZGx0ZExgf5BEP16e4IicFBQSHh4ZGBgsJOz64ULl5wc3Vyc3O2uOJ48fubYkZPOjm7pqVkP7j329Q5wcnDd/9Ovf/z3P795Vb+0sDozuTA2Oo1EEg8fO3/mnNOf//JDVk7ZxPiqQT81ObGmkA73dGLHLKsG9YxJO4eCsYVMw9oSkJlW+OP3v5w6foHNEE+Pr45aFqRC07vXnXmZt+6Uv3h4t7Yo705ZyQMhV6NVjliNMwszW80NPZHB8d6ugQkRyTkp+bnJOVkJmSlRSSlRyanRKcnRafHhSRFBcRFBcZHhqUXXnhSVvSi+UZNX8iwh7a5nQO7pi5H7j/r9aY/d3kM+510zwtKe5N/5fP1pT+69luTSD4nX3sUUvI3Je5NY/D77ZlPB7dbc8k/pJXWpBS+zS94W33hfUv6hqLQ+v6g2r/BlQeHL/PzavLxXOTkvs7OfZ2U9+zLZVUXFr/ILXuTkVmfnVOXkPs0tfFZY9KKouKak5MW1azXFxc9zcytTEisiQgv8fdK93JMC/TJDAnOiwgoTYq6lJd1KT65ITaxIji+Liy6ICs+KDEuPjcpOii9IjM+NikgL9o8LD04M8ovx8QhzdfK9esn17KmrRw+d/u2XY/9y2s4FmjN27mftPc45eJ539Lrg5HPW3vPUFbcTl1yOX3Y/A6nBkDJ82evUZa/TV7z/21xwDLjkHHTRKfCCY4Cde5irX6yTd9Ql5yB7j3AHzwgnr3BH73BwtdgrzMknwtWWnuUSGOUSFOsaHOMemuAVkegTlewXkx4YlxeZdiOl+HHRg/qbL1sfvB94/Bn9uB1f1UOpgbM/UhWtfEMzR/uRLvvM1fTLRwbFI2j5JE41g5BP9AqsnRxjJ9/cJxmFKWc6+NYh1axwAWBPAW/QkoS7771Sy8PSiiOTcyKSssMSMgOiUjyDY139I139o6+4BQVFZ7n4xviGpQdGZbv4xgVGZXtHZHgl5Lkl5Lol5HrE53ok5Hgl5PrE5/ol5HlGZ3pHZ/jH5ATF5YDxXQn5YfF5YTZzdUBcZkBcZmB8FpQOHZ6SC2JwUnZkck5USm5MWn58RmFCdmFyzrXknOL0gmsZ+f85mQXXockqLM0tKc+/XlFQeqvo5t3yB0+e1NbVNjS29A+2IxD9BCKSyURz+Wi+AMUVIth8OJvTSSC2wOHNMFhDT8/rpk/P6+te1L+peVv7oOpBxb2btx/cul957+HTB09fPKl58/xp9ePXdTVv39W+rqt59/FN9YvKgGCfP/zpf3+/75u93/9j7/ffgPPdP77b83dofti356cf90Jpzz//9P3vu39/PfAjNL/9+tPB334+dHD/4UO/HDl84OiRX48fOwjNqZNHzp09cfHiyePHfz53/qCz4xlvz6u2xqOzjlfOuTvZOdtdCvbzCPJ193a3Cw9wK8lLgvc1b6+OTlrFw3qOUU01qqlmLTgGJV4tQUm4A0YVQSGEMwhtfHqvVkpQi3FSLsKoJPFoPSRUIx3fCi39qkRolQitFKLMaopBQRSxBgSMPp0Mb9XSjErSqIEp5g7QcC0caoeUN6gQwhVCuFoCNgAreANK7oCaD1Py+uWcXhV/QC9BKHgDUN8v1AysFSNknD4OqUUtHJq2MCHF2KomGGToES1JyR+E4p1p6OaB1ueIrldMXCsV1TTQ+pyGbtaJsWM6hlVFsSjJJjlxVEtfnpBqRRgmrhVa9KWhm6FcaDLik1aEGVZTx/VMq4pikOJ1Yiy0J2xWkCB3tF6CM8oIcs4QE9cKLR5zSZ0iep9agNII0XLOkJKHMMoIBjFBSOlj4zp0QtyEjq3mocW0AYuSOq5nC2n9BFgDC9+lEeKhfUudjDhqYnEYXTIRXMjuU0kROjl61Eiloj9KWH08SoeUNWiSE9UCDJfUreShFkZlWzMWq5zX+f5ldlxYgPNlb4dLfs5XAz0co4O8g72cvR0uOV884XD6sNfVMznxYS8eluPQgyIxd2xieG55dm59aXZzdXx9xbyyZN3ZNGxvqjY35NtbKgDQAmD4s2hzgzU+RtBpYDK+e0aic0K0d2pMYmlWyp2ClKf3Bsxzr8TAb1noU0XCo1mkgzFv7bJq06t66lEijHRMPr5GE2vECp1cqpifnN6aX1ZwxRQkUcAUouCE9vZBtW5kDQAmtgHXbPgvmeqj5XN/jeyrV4Ctv2wAoK9uGgCAN2I+4Xjxt7NH9h34/uXzJwalEDnUjII1cKj9ZjXY06MTEqxS6oJJNKPhbYyqFg3SrrqqWB8nr4vHzxzY217/bFTBtkioYxqOUUK2yGlTBhD5NEKsVUUDFVQNU86CM9Ctah56xsClo1oE5F69hDCiYUwauZD32CgjiRmDw2qw5JZH7hHS+vUSAhPXju6tl/LQLCYcS+wfnzcvbM0vA5szG2tLADC/uT2IwSdnZB89durYqZOXHe3t3J0SslNffaqfmJldWFld391d2NxYB4DFrfVdYEenVWAGOgVk1Mv713obnzOwbWjYBzy+RSHDGxRki5La2/ysp6ka6vWFHAcKLtIgJYroA0xcu0aIHVbTx3SspXGZWUEZbHvZ01Td3VhlUVIZ2DYVH21V0QZaayRM2IxFMGsVjmgYo1rmtJk/axUC2xObSyaVCE8ndMn5KCEbRkQ2UbGfEb1veLQeAqJh0sIVM/rlnKGlcRmP1qdXgEVBHEqfjIecMrK1QjQL3YTpqjXLiVqw3wgv4aJZ9CGZnD41Y5pdn18AgHkAWLd5iS07wAQAcIbVbDFFQx8SD36gdVVNaLAi4YBAiuMI8G/qnjZ+fPb54/Omdy8w8L6ejnY6ncnnyzWGCcPwonFseXEbZNvJdWB2G4yzWgSA5c31NWBjGdiaA7YmgNWZ3fXt7V3w+01saesH+2PLNfcarc86AO0CgBO25NzAfWgCJqabH1V1Pq2VDOCmOPKb0WkB5+x5aPy7Zy/ys7MyMjLSMtJDIyN8AgL9Q0OLb9zIzMwMcfV4f6Oi2j/83uELE/n3ZXYR7H9cFP7hDOBVApxLAc6nApczd+xzAK+S7cCSNZ/cebv48cMB4z+6L/3sAxwMAo5FAD/7AccigaPhwOHw3d9C137yX/85CLiYunAhwXgqfDu8Ash9vZn1HLjVtFz+QZlZSY4uQ0UW9YblwmILKXn3VA/fTtV3zLfDlilUA2JI1NaFqH59KzTB8R8Hjv6PP1384x7Hv+1z+mZfy80K2Itn7J7OJa2SOdRvlvE0UrJajKMPfia1fzTS0CYOjkvqlgkQVi1NxhqU4fplyL5RNtnEwfOIvSxSD6rvo5SDZZL6KZgeEQs/aVaxKZgAT+dv/vSHX/d95+VknxARGhXgH+nvlxkfW5SZ4uV44eWTW4uTemB3YWnKsDZnATYnJ80SYGUEWB4GtmaAlXE9dqAuO+W2r0dteCjtVoW2/i0gZL0pyZw1CDZXzBtrlgkr/9XdnAfxgeauRkDMX6p/3+rgCnP3I4bHN3kEVjm7J/z2a6r9OWTjy7lhiVFFJ6FbcX0NIkL/iJC8YpGS+kCDj1yMYFO7lHT0pJiX6+/7NDMHMIwB8uEFvBRsqaGaQcwAScMMkEwACVzuhYKX/lvW1JcvwSBiJYCWAxgFQNTuoGT6NzBkfjW6pIb96JPmLUz/fkj+sldY3Sp+1ql83WttxI18xk22U+f7mGtw0Q5OBpqKqRBe2lgOtBzrAJJmB6/cxil28ModvBLaqoXObGJkG2jpFla+hZVvY/77EcydooARyjt45RZato1TAAQ1OLbr3EJIVvp564MC6II3h0Q7SOlSJ3NrULgNE610swGcemtQSLtZDxI4QQG+GwkMc97CSLYxcoBoi3cm2N6TpAITp0gq8M3B6C/tfw7khYaOZC3ofAaTq8D3+TrbBCXAtlhbCJLXfWtoCUDVgUemCQRmhhFUkllmQLUgftULcGz1VFQDIJoCbyIwzF9Cwhhm8DEUlA0dwRsKtqGB68RbZM0uxQDe0uKMArwRgGndpeltIc+2UiImWPxrw2zDDsUwNyTB3/lEvNcECGcA+dIyWgnwJgGaBZAugKALovIoeIYzDj5g2raCueO21eJRkJM5Y7vM4U2qCdR4bfLyF2c1b2KXYV0n6UETtXplHqsE+BPbTJvOzBkDidrmuwap27Zd/IWHabZ8aRoYpgWGRRP/uSdMNq5jNet47QZOu0EAK4h3KLbdYDq4qAwuIdOGdyiWHYpll2oFqMOgDRsa6jC4D0zUb5ON4MULR4xIIuHTJ2ZXuxAJg32sa6x+9L76/tOK4oflBY9vlTy5d6Pybtm98pKS/Oys1MSU+Jj89NTS/NxrudnpSfEpMVEZyQl5mam5GSmg2zk5Pj0lNiE2LC46JCczKS8vLT4mND46IDUxLCsloignobb6Dg7RKWTjuXQ0cqCFTUVOWpTL02aLRqgU0oxK3qhRvrU+t7Ext7Y2NzlpkUg4gwPdL2uqb1WUJSXGR0VE+vv6ebp7ebh5erj7eHn4enr4BvqHBAaEhodGRUbERoRFBwWGBQWGhYdFe3n6+fkGxccl+/kGhYZEZmbkBgaEerj7BAYG+/j42ds77t9/gEAgra1tLC2uAbtAddXL8+eunDl98bdfj544fpbHFa+u7IyNzIv4BjxOQKXIXr9qu3LZt7+HMjG6ZTWtWIzLD+/VNTUMzc8AM5OAUbs4al6X8M1ivjY8JP7f/vUvTx+9np/eVMuHTbqp6fENs372Y31XYe7t5ob+B3deZqZep5MlJt2MkGfUa2YoRMn7uu7GD72oIToVx6MT+T0tgx9eNT2seFqcfT09Pis2NCHEJ9zXPTgwIC4t/Ub5zec3b9eUlFal59wPjSxydE+86BBz9Fzw3t/c/vqT0y+nglyCi+LzanIrPiUVvc673VTysL3g7ufcik/5t5uK77YU320uvtt8zTYld5pKbjXml9VnFtWm59akpD3LzKzJy3tTWPi2sPBtQcGr3ILa3IKa3IKajOyqlIxHSWkPUjMfZuY/zSuqLih5fr2spqzsZVnZy+vXX+QXPEpLr4iJLQqPyI2Kzk9Mup6deTs7qyI1uSwhvjA+tigxoSgv+3ZCdH5UaGZ8dE5sZFaQX6y/d1REUIKve7C7o7fdBaczxy4c+eXogX2//vzdzz/t+elfjl20P3HZ8eQVp1NXnU9fdTt1xfXEJefjF52OX3Q+et7x8Fn7o+cdT0IMbOd1+qrnsfNux867Hb/gfuKix8lLnl9h+KJT4FcAvuoW6uwT7eAZcdEp0NEjwsU72s0v2t0/xi0AHI+gOK+QBCf/COeASGeQgaPdQmI9wxO8oxJ9olL9o7NDE0rism+nlVbnP3x/vab11vvBO03Iu62Yex24GiSnQ2TGmOexIwso0zRCN9HJNfSwwenlW+CyCYJhiTUO8OcByvAObx5gTgEY4wbesoMxbj7p5wYUVDoEJwbGZ4Sn5gUn5gQlZIel5AfEZboGJwTE5jr6xTn6xYenXCu8XZtb/jw642Zc/j2PlCKXlELXpALnhDynuBynmEznqAyXqIyo3IrwzNKgpMKA2Fz/6OzAqMyg6Cxw4rKCE3NCknKDE0GvtW9kqkdonGtQdGRyTmRyTnRKbmxaflx6XkJmQWJWYVJ2QUp2YWpuQWpuQVpeYVpeYXp+ETQZBcVZRdeyi69DU3ij4uaDxw+qX7z+1Pi+ta2lr78XjYVTGRg2D8sX44VSGJ2N4vDwPCGKwexGoT52tr9tanzb+PFpTfX9p/fvVt59WP2w8tnjh08fPHhy/3H1o5evnj98fK+m9llbx+fnL556+7jv+e7vf/6PP3y/F+ReaCD03fPt3/Z8+7d933/JuwI7wH/cC8Gwzf+875f9X+YAVDdmw+Ajhw8cO/rbieOHThw/dPLE4dOnjp47e+LChRMOjqev2h27cumo3ZUTjnZnXZ0ue7s5+Xu5ebo4+Lg7hvq5uTuciwx2J2G6d1ZHVWKiSoRVidAaCVYvJ0BVRjoZXiVCa6W4cRPbrKYImf1CZr9KhNbLCRYNVcwepONbCYgGGq5FyOyXcockHJiYPSjlDunlBJ0ML2T282g9SiEK6kmS8uE8Ri+L0smhdQtZvRLugFKE0MmxWjFCI4LrxUijFK2XIDRCmF6CsKpwSxOCYQ3RrMSN6sgqAYyO/SRidM1YWaM68uI4Xy9F6SRIsxKnFSOgp+klOK0II2EOsPBtLHybgNoDRV4peQjIEa3kIdQClFaE0Ymxw2oqfvA9GfFJxoZBLmgauhnbXw/vrKUgG4W0Xp0Ya1aQLEqyWUHSibFyzhD05iJ6n0aIhk4Kab0MbAv0NIMUL2UNckmdAmqPnAPKFCMahkFKVPHRRhnJrKAIaf1gcpIAQ4I3MrBtAmqfWoAZVtPH9WyLkgplVo/paQoejIJq0IoRIkYXA9eoEsCtatKkkW2UEfgUMLppfUa7MqlS84l1T+/GB/k4nT3ufumMj/3FEHf7ME9Hj8unLx7Zf/a3fW4XT5TlJKC6miwKzpxVOW1RKUUsHpNMJqCpNIJSp5panpvZ3rCurZg214zArmZ3V7ixzlpZ5+2CAKwDAOnG9igAPBnqL//c4JgY554QdcL1XEB66DNYmxIA7lG29qeT/xZK/i5kKKte/BouwYuM85uA3DDCESsVGv38/OLU2PjSzIyAxcIhUMgBuFykmJyYW1ndWt8CFteBmXUgsgz7XbLu27yZ75LwrRaAuQWQ5ycNAIBRmcJSUn/6bf+hkwejEkIsBimLPADrrWdQOji0XiUPNW8VzRp5VhF5VsublDE3rApsS32Q3ekQpwtnf/6G2Nu6PWWeNgo0fIySg5QyYFoBdkRFV/PQGj5GK8COqhlmGVkvwksZMCkDZpQQhZQ+SE21KKljOpZOjIeSpaCgbwG1T0DtU/JQIxqGToyXsoZMSgaDgsDg+sZmQABeBTYXwdpYYGlndwMADNYxOIbw/nNbQ08PiseRzU2OAzsLALAK/BPewAebW8CWRMqHdX+WMQnwz/UKBtIkpfBofXRSJ5fRz6X2ihmDnQ1P0L31kAUaN/BhqOMVousNtOU7rKZrRTgRfUDFR88Ni6CEthENAzImkBFNUE4b9BMNq+kQ+a9OKdUCTH/LCx5tAI9olnBRPPpg47v78L46pRhNxjb3tVfDe2snLKztFa2MDYOMEtPDwnGzYH5KKeGizGoa+K9DjheRO2mI90JSBxXZKGHCRg3cqWHJ7LhKp+INoPrb6dRuvgzH19M1U70aa6/Z8oqKhrFxI3KGHt/O6nkuIjYymO1sKaazv6mhqQ6N6EH0dbQ3N2CRQxqVdnMLWN8CljaBDQBY2gIWbbO8AxLuyjYwPDGzuraxvr2zCOyO76xbt1cnttdXt7eBtV1gEVA1ItrjS+VPPpvr+gCB0dCOeJNVgm1qBWYWGh5V307OeVf+2EAR9b9tSQmO7W3qvlFaER4REx4Tn5ieHp+cFBsfl5SU5OnpHR4YfDe7YFdtQpbeuXvovCqhSO4UrT8ZsHY+dv5AIHApHXApAewLZg/HWQ+GAz7FgF/hjlvm+uWEzfMxwPk44ET4+q++wMX47SPBOyfCgEsJGxfi1i8nrVxJMp8On/TJWUm8u5pRCdz/DDxp12Q+xoUVkTPuSR5+tDQjdphKwDwLTK8B8xvA8iawDoZRg3+DdreWZha2FraBDWBYYul51fwwpTDygmP4+UuFoSEtz5/RkUOTFpNGI5FqONNzBr2IRe7txLV9xne3kPC9dMYQj4tUCUnzShGr47MSBVMQBmetwqG+OgETbtHwNRI6Ftbe/blOzCIuTZq1Em7N43v7v/3HN3/892BPj/jQsLSY2ILUzDAf7+zYqEA3h9sl2SoJA9iY2VgdW5wzTE8oVud0i2PSrWk1sGLZNovYHfWv8xPvBXgicvPh2flDt28WB3kKKYMAMD1s4cPaa0ujfbe4ZECrmn7+ouP8VYydO+WqO8szGOkZ/Oaq6+vAoHynq/YHvy8vThbxcSIOpuNdNa79w4pGyIe19r6rHGqv4XH7pEKEhDgwLebcS0koCggEtMPbIuMGy7DDsmxTrQBtGIQHshXEYBCAQR34/06/eDVoSyZqt+Di5V7OFlwMuaA3YMJtlBggKL/ooljZBlywOshdg/E0r/vUr3pVtT3Kl93yF52y5x2S6jZJdZvmLUz3HmFuxI63U+b7OasI0SZGtoNXriHFG2jpNk4B2rDJWhBuoYGWY8HVXC1ABDXqLax8EyNbgQtB6IVw1LaRu41TrCPEIKWD28sgCe8gpTtI6RZcvAETAgjpSjd7FyYGhiQrnSwAKQfgUm1Nn/UDcqGHsY0Sb6PEW0jRLka6i5FuIoTQg12MFMDKAJwcHLzCNmD2FYTo2zgFdDFbaBnUjQQdwWuA9G2SFlzrJakBsob/rB2EYcEYQNGCD6g6gDu8iZMvDvEnu+mYG68GC6uMDWjV60HDe5Tq9aDkebeitl/yvJvz6DP78WdOZQunsoX7pJX3tA2cqnZBdQe/ukNc0yOu6ZG87JW/HlC+hSnfwqS1fcLnXbyqdl5VO9/2HMGzTmiEz7tkbxCcqu7BotrxLs4qWgVwJraJBoA1toxUzMMk8zDJBk77pdDIlk21gtds0y0Q+m7TzBsUI0iwgqkvJdKcsS2aeZ2kB89zxgDxLAjAvPEd1jDAGwdk8yCTc8e/eK2h5eSvJAxZryHMptvahimmHYoJsklDoVlgbhYZ1LdBRAfrl4Z36SM7jJFtqnWLYoHmP0mYNgxQrDsk8xbBuEMygzvJnJFNgVaNwAh6BwSDA7TODlJXK6qtofFl5f1rObeKM8vy0wqzkrJT4tLiI5OjIxIjw1OiIvNSkkvzc0vzc4uyMvLSUtKT4pLjoiAAzslMykyLT0mMystOKSzMzEiNSU4Myc2KLshJKMpLqnpYButu4tGxEi7ZrBFJuFSVmL00aQW2loHNpZlho4BJfPu2+uHjm9m5SSGhvu4eDm7ujr5+niEhQZ6enu7u7m5uHh4eXr4+gUGBYcFBEcFBERHhMaEhkSHBESHBEUGBYX6+Qf5+wcFB4ZkZuXGxSfZ2zpERsWGhUR7uPlmZeeCrgkPd3Dzs7R0vXboikykAAFhb3QJ2gfa2Hnc3n/Pnrvzj73v3/3y45kXd/Nzawty2ST/Pomvmp4HpiV3UEPd68RMh17KzCcxNATi0ID66qL0FMzcF7G4BJt2S1bQ0Yp5v/zy4b8/BsyftKQSeSTfJokl5LKVBM7W+DJj1sxbD3JhltasVU1PViEawsUgBBiVAIXitn9Hv63ph/VQKQdjXhUH0Edsa+15V1d8pfZiVlBsZGBMVEJkYmeLuGuTjHRkVmZ6bU15W/vT6jaq8wodp2Xf8QrLc/FLPXY388ZD7t784/njc5+SVqAuuqbnlH3IrPubc/JBz80Ph3aaSBy35FQ0phbXFd5vzKxqyy95lXHubfb0u78b7woqGkluN2bmv8/Le5Oe/zc9/bZvavMJX+UW1GdlVaVmVaVmVGTmVOUXPCktrim/UXit/WVzy9J/zpLjkSVFgBU7sAAAgAElEQVRxZWHR48Kih0XFj/IL7ufk3crKuZmVczM7tyIn71Ze7q38nFvJ8QVRoZkxEZnR4WkBPlFeLkEeTn72550unb58+siZw/sP/7r3l/17foDmXw6dvXjk/OXjlxxOXnE6cdnx2EX7w2ftDp6+cvis3aEzVw+dsTtyzuH4RedTV9xOX/U8fdXz5GX3k5fdT13xOH3V84yd11l777P24NrwBacvBcJn7b0vOPlddQ++7Bp41t77snOAnVuwk1e4i0+ks2+ki1+Uq3+0my1iCgyaCoyyKcBxIABHJvlEpQbG5obEF0am3YjNu59a+jznfn3Ji/ay+r7aIW4tmtdAU/bLx7CmRZRxtk823MbT9YuHe/mWXr4FJp3E65fpI9tgNMAY0MUfH1TMD8jmeyQzaMMGaRxoF04/aCeHFdwLSi32jMlyjUh3Ck1xDEl2jUj3jss/6RLqE1f0qg2L4hj4xhWmeq6+m/JxiF2HYDwfID1ohV9//Tn94auo6w8Dsm74JBc6hiS7haf7xuaGJhVFpF4LTSz0i8ryCEkKiMv0j83wjU7zjU7zj04HTdE283N4YlZ4YtYXHTg5KzolOyY1JyY1KyE9NyEjOzEzJykrNzk7LyUnH+LhlJx8iIdTcwuSs/NScwuyiq7ll5bfqay6/+xF9dv6N02tn3oHOlD4PhITRmfDmVy6Ui0xDwsMBppEgqZTWwf7X316f7/68YOqB4+ePXr68mlVzdPH1Y8ePLn/8OmDW3fKX7563tj04XHlfW8f939885c//PF/f7f3PyVfiHv3fPu3b7/567ff/PX7vd9ADPzjD99B8/NPUAnwfwHg34vAx47+BqHv6VNHz5wGS4AvXDgBcq/9KSeH0472p53sz4EuaBcHTxeHAG/X0AAvh4sno0O8SJjuhSmtSc1UivA6GVEnw+vlBAhfNRKQh6Ew51ED06AgyvkIpRAFndRKcToZXs5HSLlDEBJDtKwQILVS3LCOPqyjQw1JMh5czB5kkTqE7AGFCKWWYqV8uJDVK+b0q8RIgxKvEcFBAJYgzAqMSQ4ysEGKtKpws8NslQAm5/aPG6gzVhYU+AzV/0KZWMMa4oiWpBHBzUrcuIEKqa9QsLOCCxcz+qWsQY0QbZQRTHKijA3jkbtkbJicM8SndHNJnRRkI5vQLucMWZRkrQhDHPo41PGSgmzkkbsUXDj0Kui3fyUPIWUN4gffswntMjZMxoax8G0E2AcaullE7xvXM0e1dI0QzSN3CWm9BineoiRrhGAGr4KLhIJ5JUwYC98BZfBCvTUyNpxL6mYTOsWMQdsyJxhYPWPlyLmDQnr3sIZskGF5lI5ZK9/W3tRvE/SwS+OKSYOgr/llQUqY09kjQa5Xve3Oedudi/J1db908vD3fz19YG9coEfbu2fzwypgbWJMK+STYUIqXCv+//l6D6CoFn3N90zdefOmZubeO+fcc86Obt3qNmIEDCAgoKggoOQgOeeMAVEQRDBhQgyICCI5d+6mc8450wGaJDmnbtarxdrHe+65M6/qX6tWr26apkWqfv19/++jsUiIYZ10YWZEoxHBUT1NnV/6mWTFiFEzOzFkWR8DACMAKMAy4XXu6hp3aWUYAHQAgBsyFH2ujyy6S9Nrbz0rvfO6nDw2oAGA3N6JA6nkXyOofg8MH2jLbQx9I5y6AgCTS+aRiZmR0XEhX0AnEjUSkVosNKoUgyq1SiJbml0ENoGVZfP8MjBvBrIqObuTtdsyx3bFYZsNAHsDkAPr7PnF6y+rf9z92559u/Yc3tXeXa+WsxnEbgkfAwBfR40cFr51c86wOqYUE7pnB/jAhA5VX+V16lDkZecTu3/ENNdufDV8VfMmdDwpAyam9UIpVuNalpKDkrMQMiZ8QNgvpvWquGgFG0lHfxFSujV8UEod0TAMMpJBRpIwYVCNECiabW13a0X9fEoXHdvE7G/hENu5xG4+CUvHYRZmJlfXl9a2LM0gAG8CU8ugHXcVAKbXgPENYBoAJgDABACjAGAA3+RN9frSEGAe2lyZBlaIbHJPT4tKyBCTkLM64YSGoxXgRCwYk9iikxBGtUweuXNQQRlW00X03s6Gyi/vHzS+K6Njm8C8Ij0H6j2SMGFaUf+AGAwxmjEJ1QIsEf4J4uSxARaf0qUWYLWifiUPDYVjMftbPr4qavr4uKfl9fAAc3iA2fnlObqnRszua2t43P75Sf27ksZ3pRJmLwlRB299xad0yPlotYRo0nMYxA6lEEtFN5jUpBE1eUCE3phR6SX9BhlpzMAzqplGDYdFQ99/+/R8WZHrq6rA959jWvoC23uutjZ7v39eSehRG8QGQb+c2MLFNfC5cJmc2lj/Fo9GLHyd2Jhf2FhaWV4EP8ifnJpXaYf0I9Pza7/LyAtmYHbFMrm4smgGNgAA3Pi1gGD8dW1zEgDmABCV1xfWgVmztAXzNja/OeNeTcJNzNMP2HeNtE7EmNYAbABNbz5ec/NJ9Arl9ZImJMa26oai7LspsanxMck3rt8uLS27fft2TlZ2XlZ2eNA1fzePW9diAd1Y/83S+0fsGOGpjKtRxmsZQHpJy//YM2IfZnZNBZzSNo5EA7aJwPks4GIWcDZh8WjQ4iE/4FQE4BgD2EcAF5KBy2mATw4QkA/E3LNEFy9F3B6JvInxCjfef8HIKHx7KSBxh5X3H38hPKoGhmeAuTVgxQKsW4D1jeWlhbmF2cW1BQuwvrQ4szg7ZVlbB39wM7Axu7kwvLg+vAhMrQOTK9PSAQYMk5eYcemcR0BwtNuV4KKXbzsJDL5wYGZsdWFifcgwbhqfFGpkeFr/0JCG0N2G/VzL7P6iYiJkIoRUiiL3t/LoCJ2CwaUisX1fhMx+o1IwplfKuLTupnrv864//Ou/nLM7nRwZkRQRmRYTHePvkxUf6WZvG+xzUcqjAJa5ya8aAJgBLF+BjbH1KfX6qBxYHQHmBzltNXd8Lj10dy9xdfXc+VP320fAxhihv/lZRX5FdvQakwRIxKiga/TAcKqHX5e1A9M7oPfsRWxgFD4t94n3layL567HBLmfO+HqfPxddfmAiEbqqOf1tiBrnus4OB6xo6Pl2cSwQMVAL2ukDWX3QuzsN+S6Vb52k29ap+ktVNPvAEwBlyfBXCjiACh1/v8wMEEDYBVrMOEGQrwVHwUiMUBQgliIlYKzhYibGAlIxdCi7N/uhfByHSGYaqN/baaY6vu17+DSFx28R18Y9+toJbWKqm5o5K+6ZC87Jc/bxc/aRJWtspedytc9A+8Rpvr+iRbqXBd7GSZYQ4qhqqFlmGCmgznTwfy9goigBhVgnBJ8YaQBAKeE6BckdpRspZMDwCUAUrbcxrL0CgGMcrGNKX78ZaKRsAEXLHezFzoYZoTQghQtdbE24IJ1GB+aDbjAjBBuosQAVrrUx4degAW7pQ+D7VAGMLYaqwAHI98ETdpbOjlo81YsI4SLMD7AHBRUtgx8QAKsIUu/Yh0jXUYIAbLWjJOvoSVzPZyZLhb65kuwKpm8FdCNVYLxXQwTQDWCUV5E7b9/MAHVNYG1SX+X1E3a2q8mDwBEjRmnWENLF2GCJbgQjBxDiFaQ4lWUZA0tXUNLwdVZsnGuV0R/8AWMXKYOraKVYMUue3yuVyR7DWdWNAuedZkaqeC98iVAOg8wTItoxTxGAVIoF2xCWiOBXLqVubWVtgV2I5lAxZU9CjCHwc1h4dQCTgVyMmsE7E/6hr7fArogWRg8joGx1RAGb7UNQ53D/+iXpm89P2vEQt3K4qKaIAZeJxk3iIZ1gt5MMppJxk3SoIUI+qLNBANAHATt38rhaTZf1otgtrZKkAg1GU/rbWuoelx2M/NObnJ+WmxGfERKbHhS9LWEiGtxYSFRgQHJkRE3MtPu3bpedCMvLy05JT46KTYyLTE2OS4qIzUuOyMxNSk6My0+Pyc1OyM+IuxqUkJIanJ4emrk/eL87vYGhYQ9ZtIsz48vz00A64tL02M0POrpg+LIIH8nOxtn59MOjidOnT5mbXP46LGDR44ePHrM6ujRw87Ozq6u5y9d9PT28vX3CwnwD/XzDfW5GhgVGRcSHO7nG+TnG+TrE3j1ir+vT2CAf4ivTyB009vLNzwsOiE+JTQk4lpoZEFBYVRUzPnzF+zsztDpTAAANtaB1RUzBk1ISc48fMja0cH14gXvkyccx8dmx0fnhwcXxoZXG+uRywvA8OCKiG+UCIdHTSsri4BOMx3gm3jJLbjuQ+/KIvjXdcgwp1EMz8+sv61q+Pn7PbbHnHAo+tyUmdTPfV/9pflzn1Y5PjG6+nVkxbIGGLWzfd2UF08bnz6uh/UyYL2MzLR74aHpLyvrEL0kPJKBhVOa6zsfl70oulFyK7swPiLB47z3Va9gZ6fLrs5eoSGJ2Vl3r98sz7/58PrtysS04sT00rC42y6X4/Zbe/281/Xn31y27XP7cd95J8/klJuviyvbiyvbr9+vzyh8l3yjKin3RWbB21v3G4oftxY/br11vyGz4G1yzqu86x/y8t7n5r7LyQFF4Pz8NzduvLtV8A4UgXOfZ+Q8y8ytzMp7lpn7JC3rYXLG/bT0kvTU4tTku6nJd9NTi7OzSvLzHty88bC0pOrWzYrMjLvpaYXZWXfzcu9lZd5JTbkZF5MVHpIU4BPj6x3u4xV2+WKAq8MlOxtHG6uTR/cfO7DrwO5fdu76cfvun37Zs23Hvu07/2B10v7QqTOHTzsdsTt71N75iN1ZCH2P2rluzblj9uetHS5AAPyNeL9x72lXb2gcL/qdcfOxO3cFCpF2vOjncMHX7tyV085eDud9nC8FuHoEuVwOcvYIdPYIdLkcBKUrX/AP/wcADo7OConPD0suCEsvisp5EH/7eVr5h5zKxoetpGqMsJU31C0b6xQNtwqMPdJRtHYGpZxCKqZRyhm0dr5/YBGpmu8Ujn9mGhpZQ+2iiV7FfK9ivlM+2yaZ+swZqyVr8161+KYXn4/M8cu455lYcMQ97Ih7xOWE26UfYS1UFUk79wHFe1CPfPQFW/y+t6IR08JUN9JldQTRGxTjeSe+vLHvXm373bfNKUXPI3PueUdmuvrFuvhEXwxKuBqeERCTExSfExiX6R+T7he9pQZHpwfFgRMQmRQYlQxNUFRicHQSNBHxqZGJKVFJqdHJaX+Pwd94OD49KyYlHbo3Pj0rp+BO3u17N4vK7pZXggnO7xteN7a/aen+gsQjmFyKWMFWaeWmYcXwcD+L9a7xU+Wbl0+rnlY8AzG4pPzevQfFJeX37j8sffSk/F1Nden9onPnz/71uz/99bs//bpz245ff4Zw9z8ft//y4687ft6185dvA4nABw/89m2sDu75Zn4+fGjf8WNWJ2yPnjp5/NTJ46dPgQvA9vbWJ233OztZX7pgf8nNAUrA8rrkevWyW5Cvp5P98YzEcDYVMTki18gpMj5WKyeO6pnDA3Sjigy1136TgvUKol5BhKTgER3DoCRBS78mLc2gJEG0rJHg5HykiNXLp3dBaViDaopGgoMkZTkfCUrBIvTQAG3EwFSKMd8AWC1Ba0Sg21nJ69FJkIMKLMTAA2IEj9IM7QMreL1DKvy0iTWiJYmZHQper16GMcixI1rSiJak4PXKuT1DKrDIl0Ns5ZLa1AK0RoiB3JvDaqqKj9KKsBJmLyTeKnlIaEMYiomGNNsBMU7C7KVjG0X07mE1dURDG1SQlDykgNrJJbVBS8JQjJZBRlDykHRsI77vA5vQspUOTRAzemiYz2xCi16KnxrkmlQUCRPcb2T2t8BaqlAdb8WMPgUXRUF9hre+1ghxagFWSOshwj9hut5TUJ955E4RvXt0gKqX4aTsnnE9fVBJmB7iDSpIQ0rqgBgvZSFVvH6jjEZGNN/Nibtgf+T4nh+DL7tedjoR5OFy2enEr3/+n/ZHdlVVFPJIcPOsyTw7OD0olTCQNHQLl9itERCGFKxBFVsjoStEFK2SOzgo1+gkZDahFdEOo+AIYi7fZFQtzBoBi2mLexVr66KpWdnCEt6gPxEU6BgWQdJp85+UdLLxesDCWAUKsYtWaaQjSewPHKCZtVjdTmjH0CaXzDLtIJ3No9PpFAJeJeIPqWXAyoKCy2z68L4wL0cpEG6sgMA4P29e3QQK3ggPpmn25E38GNzyRQXIQUS0RJWU7rQ789vBg9Y2hyseFwvFNL2WNz4oHjXwJDxkPxxs8VkclavZGCGhC5jW1z0sjPJw9Dhp5XJ4Fw/bM67gTaiFY0qOiotl97fSQc9kDRPbrOZh+KROJrZZK8ANyshcQruA3AU2+uJaxLTeYSUNKkaSMGEqPkbKgosZfQYZScqCQ7q9XkqEKnb7e2vB7itMu5BMElCZm2uWNcvmHACMWzanAcC0AYxbgCkA5N7RTUC7silbXBEtLvNWlqUAwFxfY5vXyAtTzKVp3tKkzjzfTUIi0N0KIV1MRY/KGDoOblDUPyjBKzhgxvjcCBiVDFmyifBPHfVP+3trUR1vuaQOo5ws5yCp6EYlDz2uY6v4GKOcPKSkakX9Kj4G3voa2f6GhvmikxBE9F61ACzdJSMb+ppf9TW/grVU9Xx5QcY0yXgYNrkD0fkW0/sBB/uI7HqDg31YnVVJOLCO+sdaEVYrwmK73wmonVRck0KIl4vw/YjPWNin9s+Vcg58YVQ0rKIouWArGJ/eJ2ahyNg2IRujktAaSfDdd/J+evJk/4s3B1/W7Htft/v16yMvH93A93GG5IN64aCEOCwl69WMARUP2d7KROOXJxaAdZBppyfmpyYX75dXJqbllFdWLW8p5zOr4McKa1szPDU7ObM6ZliRCUdxBHEfgUdV6IyLoAIPbALA8uYwQ9Jf/VmPpq+pRsBA562ntVgAAAAYREZ6VEpqYHz9o/cNDz/cisv3cb4a7B2SmZxbfv/x04rKu7fu5KZn52RkpqZlBF71TfMLWaDzlC9qXju6EwJiSZ4hQF0X8LEbf/j81JWUkVOhQ3uujG/zWtkbDLhmA1cLAd87wIUswCkecEkCLiRtno+zXE7aDMyRnwlo+ckaae3+8Te7hz8cfHjg1OewmIc+vtddz5f4B5aGRsSeu2AxjYK2ALMF2DSvWtZWAfPKVh3xPLCxAmxsAhbwp9sEzGvA0rxlfnJ9cXxlbWJ1fWxxYXByZXR+dXptZhJ8l9404bMffj4ZcuPg5YzDDrEpOW8qXyJefcDgBAayckg+NilUKRUC3oxBRej4KKR2SmUIuQoj5CCZpC6FkAi6oLFtUi6BQ0FJ2CSTRvzVqCajYbGhAb9+9xfr/XsTwkKL83Pv5ebkxsdEB/p6nXeMDL6K6G0CwP8Hc2PD0s2VYcAyAczrgTkDsDIMDEu/UpGDbV/Ij8oHUF3LQ1Jk94f8zJA7KSFLPBJAIvBTMvkBkdKrEbqIZIZXIOaS91ubU7UXvGv9r/XfL/9SVBh0wcn7kkNsdMDli2delhWSuhq1FBwf0U7s+Cii9nW2vJTxsaMyhnlIi3j32ue49QSdbxYb1lj6NarOQt+ykoJu0mFQ8SPrQQDeaqMFV3P/05iREvAiaQAspAUXbqVrMOF8BwuSfJd62Ct9XAtaDDIwTgZgpasw3iqMtwbnbyCFZpTIghZDaqoFJTVjQEszWJlLUINWXroRYJlAkzNauooQLfXx57rY0+2MiRbqeBN5vpsz3c4YbSTqapDSFx3s8gZKcQ3xzltKcQ299COtpJZ09x2tpFb+qmuihQoqwFvaL8iiW9vFZoTYjBBvoalirZsHwMQAWrHRzTf3CMBlYKTM9B4x20o19/FXe7nrPVyQctHSTZR4vYe70sNZ6WQtdbFWu9hrfTwLTGBBin5/Z0CRWfkNekHq3grugr4pgFVAb5EFJV2BC0FCJg/Md3MIhW/WUZJlmAAgarZeKuiUtmDli708gGbgPmxcQ4qhHK/FDg64tIzXghiM2orvwqlAEoZCvLYyyX6vfSLpwH87aEi6rRVuFZj49fePh74KC9Ymg89JMgK04f7bNbNdAgtOu9k/YMZqQBs8XgcQ9ADRsAyXGeuInIet+Lu16g+46T4RwBwFLdPUoWWsahW7tWDcr13t16yD+cxDYDIWbwKgmdbwWoA7vkrSAYJJQwt9uJMDar/ccRCAoV4lSPX9Dxi8BcDfGBjqGYaqhqHzb1QMXhy2UMEkaqiNyUI1gSIw0bCG160T9BtEg4VohGZrN9hgJg1scLXrYvUggcbv7FH3EwxMOqmz+d3jkvKC7Hs30u/kptzOSS7ITrmemZyZGJccHZEWE5UaHZmTkliYl12Yl52bmpSdnJCflZaTnpwYE5EUHwGJwGnJMdkZiVnpCZlpsblZiblZiTfz015UluHQvXq1dHJ8cNykQyN6yooLw4L8HE7Z2Bw5eOLYYeujB+3tbE+cPHbs+CGrQ/sOWu09dOjg0aOHra2tHRycXJzd3C95+VwNDPAP9fe7dvVKkJenf2REXFDgNd8tI3RgQGiAf0iAf0hQ4LW83JsPyh5p1HoSkZaWmhUZERsSHB4SHB4ZGR0aGubicm7fvgPV1W/BP+5bfx7lMo3DGZea959mZ5YGjeMJ8ekV5c/WV4G5GYtSNpKReretGT0zCYyaltSKr+MjK2PDq+srAA7NtT3uanfS/Wb+g8U5wLIOTI2vrC4BXKY82D/mf/+vHw/utb2ZV8qgiOViIx7D+lLf97Kyrq0JpZQOj5tWl2YBuWSspQn38UNvQz2souxt4a1HFfdfP3rwuvD6/ScPqmpe19e8rn/1uLrsTkVeen5CdFJoUNSF81cc7M5fdPO9FpKQmJCXknY7NaPoRsHTu6VvCkveJmdXeAdknj4bYmXtvevQxb/+6vDH7XY/7HY54hDkH3kn8w4IvTdKPuYV1V6/V3uj5NPN0rqCss93KhqLH7fef9pRWNRw5059YeGnO3fqiosbSkobSu9/vl/2ueBuzc3CN/m3qnKug/SbklkWn1IcE3crJvZGXAw4CfE3khJvpaYUpqfdzcy4m51VnJJ8KzYmJyY6My42OyY6Mzgo/op3mOelwMsXAy64Xj17xt3h9AUHu/N2No7HD9kc2XfU6jerPTt2//rTtl+//2nnDz9uMfAvfzhgfeqA9an9x08esD510Ob04ZNnjp4+e9zexcbh3Na4WZ85b33mvI2Dm63DxS0Mdrd18TjhevnkOc9T571Ou3nbXbhid+GKi3eQ02V/B3dfB3dfRw8/aM66+zld8HNxDzzvGeLmFXrOK+QbA0MZ0ed8ws77hrv5RVwMiHIPivEIjvUPTwuMyQlNvBmaXBiaWnQtqyzyZmVs0ev8V+2P22kNFG0jU1eLl73FiRtp2i7xGHMMoAxvEozrOMMqTreC0a0iNUsw1UKXdIY0AlDGgE7ZfLNgEjGwjtKbOyXTeMPGnVrkhYQiu5AcW/90W//U8DvV1Uh+J38YJp24+xHhl/vIL/dRzsvmGpykjiirQnFeY9hvMbz3ON4HHP8jjluH5X7CcuswnOfNqIJnnxILHl9Lu+sXl+cdnuURmuLiE3ExOMYnMiUoPiskMScoPss3MulKWLxfVJJfVFJA5NZEJQREJQRGghMWmxwelwJicEJadFJGTHJmbEpWXGp2dFIGdBKXmh2bkgVNXGp2Ru6tjJzb6XmFmTfv5d0tv/Xg2d0nr0uevyut+vC8vuVde3c9DIFhs/m6AYpI1ALv+9Dw8fX7qoeVFXdL7xQU3bpTUnj/wb3yh/dr696nZSSfPGX987bvf972/fYdP237+fvvv/u3n3/6Dpp/YOBftv2wY/tPO3/d9n8DYGj7F3I+Hz9mdfTIAevjhyDh1+60DUi/drZnztg4nbF2tD9+1sHmvIu9h9tZr0uuPp4XAnwuebo5Ft/KFDAw8xMavZIuE6CHBhhfTdwBGV4nJ0BAq5X26xVEk5Y2ZmAZlCSTlgaZoiEvtJQLF7P7Jk28MQNrUE35pv1CYi+D0CxgdMt4CEgNNqrIUBmSSoI1qMl6FQlSgGV8mFqCVolRJjVhQILSCGFDStxXPWVcRzap+o1yDIf0ZURLGh0gM/ENuN5qIb0NSs+SsDpVAhhUkqSXYSSsTh6lWS8DF3clzF4BtRMCYCGtS0Tv1kvxKj5KL8WrBWgFFwEpujxyO2STlrL6OMRWNqHFKCeOaGgyNoxP6TDKidBXCWld9K0EaQ6xVcrqg/Z+OcRWFr5ZQO2UsvpE9G4OsVXFR1HRDf29NUJaF/S1MjZMRO82yslSFpyEqKdjm4xy8riODUb+ENoGFRSospVP6ZKxEXIOUslDa0XY2RHeoLJfxukd1pBlbNiQkqoWYCH0nTVJhxSsuldlod6uLicOQNzrZnfY8fieX/70304c+KX2RdmQgvVVJ5w0CFW8/gm9YG5YNqSkyzlojRA/YeAvT6hGNKxRPXfcyB/R87QqplRMEYqpIhkDSYChaVg0i4DlUklygXh8yLi+PLElqUkmpnwyM218/RNKy5+2dkTezBkC1lTABssCPOcDh1Jx2/26P3MAvHy9CU7kK436kUm+RI7F4YmEfp1KtjY7LmLg3z25nxMfHuFzOczHa1yntSwtbC4tz04tL28AxTWifYnifVmmXwK/kGdA0/Xzns/f2RzffuzYAav99bVVUjlrZFQ1MawwadiDakZPyysqrkUnIfGIXeMq1pxe1PH+yVXHo1ccjrge2d3x9unSkGJmQMTH9wyKKUYpRSvASRkwZGs1uv0tpP0KyF3DStrMoEDBRkoZsEEZWSvA6cUEk4IK1QtB9UhSFpxP6VLy0FAoFASZMjaiv7eWim4EL/Z+oeLxTAZv2QLKvJqVDdHiqtQCMOZXyVMLxIk56uQic2GNubBOmluiLK4yAaBvYb5rboYAWHCWFdzqLGV5SmFebMB0f+luolMwLGy3io6SEbtGxYRxBWlUQdSJwYxxaJVXwnmh0xYAACAASURBVIRR0Y0kRP2AGK/koQXUbhG9l0fuZOCadRLCwpgUap9W8TFQGTUR/skoJxvlZIifFVwUvu9j+6cnTTXlPV9e0LFNKj6GR+7UivrRne+6G59rhDglD03HNg2r6SYVDdtdA1UlDavpMjYC3vpawIAZ1WwxF98Pb37/qrS2qhTW/nZISYdKlcAmqnH5zIhMLiCoJJRBLR8uYf10p+C/lj/+16fV/63s+f96/u5fnrz8a3n5pdq3+BGdyiiXsPpnDaIRncioFgr7Cd01jVsCLmBeBoR8zfDwTPmjV4lpOYWlD/EM7vSKeRUAZlaBwfE5Ok9W09BRXvG+/Hbd3Zz3aUkPI+LuxuSUlL9toAjlS+ub81NzIPFCKvySZXZqUT8yOW0GdJNTxslphdpYVvK49tlHLobd8qqp5VVTqPu1SL/orKTc8pKHr568elr+uKzwXsHtOyFZSR6RgdFhIfy2ruk22JMjDvCzPqOx+dQTl1m2HoxD54GEEiDs9saltNkTYRP7/AD7RHAr+HjY7N6r4795jO731FtdFu936/rLobYdtp3W55//ZvP69LkaDz9C/l3CvQe3Ll9uKLpdmZYScNo21v1SoKsLsLG+sTA3PmwaGTGNTo7NLs+vAuZVwDKzPj82N7m2sg6YwQ8IVpeA0aE5nXpsbHB6eXoNWAIWvy4tz27K5GOGrwBTs+Gf/jq6DBH/Vny1hOyd1X29klP4ghV/pzPtSV/q05YbVY2fYNgh0wiPjp8YFDFITcj+93INVinpH5CRJ4fEEjaaR+3TyehKAXFcL1EL6VwyekDC1kl4j4puW/267eCOn2OD/SuLi9MiIjJiYvJSknw9Lvp5X/pUWzUJbjDMLc4Zlqa1wPoYsDayOaEGpjXA6hgwMQTMfwUWR3Btb8N9nZ7dTQFM8mVkNzo4jHzel37anWvnyXS+Qr8aAjS1zdfW4nNukEsrPmXmZFzxDLhw1vOSo4/PxaT4MC9Xh4LkGETtu2Eug9zZSEO2UnCtBESjUUCZkQvgb6t8rW34bb2AZnyOqjKzh8BaV/rfBowjMoB7pCQtiHD/99nEKaFsKpAz8aDcCmItWgJgpABWBg5G+vugt67/xyP4YJBL1QBGASZXfQvWgoPg9w/zO+DhlKCiC6VPE7WgQErRA1TDGkwIvgCaEVJ6waelDwKcUfDebwy8JcmCmLpV7GTuE4IWaLQCQEhBEoZLALjE3Mtb6WRt9HABLLgJvAkXbvRwzX18AC0FUBIAKQYQIvCIlgI4BSiPo2TgXvG/m5y14Asg67YYWw7ehZZtoqSbKCl0DrIxa3ipmwuQdfyKRtNH7FI3F7yJkZuRkk20bA0mnGtnmpESYw2KVFC9iZRtImUrndzFDs5Gr3Cpk7vQylztEaz3idb7RBswsRkuMcMlFoTUgpBuImWglxslB38otAI8Qco24ZJNuAQ8/z/NSq/IjFYu9YomW5i0e58Aon4VLgXIxsUe4Vwnb76LvwqXmtFKC0YF4DQAUT/SRFV9QMte9+nq8UsICfgm0wY3wHd7aJOsW8cqlzHyDZwK/OWhGsF7mVs6MHfc0EzjvOyGzM8bFAOUUA11NYHSMcTDkG78DXoZw7/Lv5DeC938++gshgmgj4C/uoxRKHkL5GHyoHlLBzaTQPrdJA3+PnjDOkGzSJUCcsOSUGnop+iIZB2VQutua337orL4Rtnt7OLr6UXX0+/dzC66nnkjIzkzIfpWVmpOclx2Umx+WmJuSnxqXERafGR+RtKtvIzkuIj4qNCU+Mik+IjUpOis9IS05JiCG1k38zNyclLy89MfPLj79s3L2vevq15VxkSGuro42hw9dMrmmJP9qfPOjk72does9p06bXPs+KG9e3/bvn3btm0/7dy5c//+g4cPHbexPmVvd/b8Ofcr3oGBAeEhQTHgBEddC42C9N7AgNDgoLDAgFBIDS5/8Bha7rWYAb1u6H5pRUR4TGhIhLf31aCgEE9Pb0fHsw8eVCwtgb4hYBNQKgZuXC8c0A4Cm8DaKqDXjVApnPnZjYU5YHpy/dmT2qveYc2NiNHhhYmxtdHhBb12ampiTaMc97occmDvqd07j966Xq5Vj60uAkMGsFlAKTP4XQn/8a+7d/5itePnA6mJ1xs+dqJgFAKW3ddFfPTgzfMntRg4a8iwZNQtkAnS6ldNRYXP7t5+8qTi3fvqL0W3H0aFpcSEJT0ue/G5trmy4mVOam5SdHKwX+gVzwC3s+6O9m7uF3zCryUlJeQlxOfn33hQVPKq/FHt3dI3GbkPQ6OuX/SKtzsbstPqwrb9rn/eZvf//PHgf/3nAz/tdb5wJS0l79mN4trbZZ+KKr4UP/pyt7zxdtmnWyV1t0vqbhXWFhR8uH279m7Rx3sl9fdKPt25+6Hg9puMzMcpaWXxicXRsQURUTfCInJDrmUFhWSEhGZEhGfGxuQlJlxPSryRmHA9LjY3Jjrz6pVwL89QD/cgd/eAS5f83dx8nJ09HRwu2Z10cbA7f/qEM5RxdejAsWNW1kcPHjt64PChvfv3/rpr588///r9D9u/+8uO777/9Yfv/rD/+Ml9x07sPWq796jt/uMnrWztjtk5W59xtXE4Z+t43tbxgo2D23H7c8fsXK3tQQY+5QKi72k37zOXfBw9/Jy9Al2vBJ+7GuLo4Wd/8eppN2/7i1ftLlyBwNjB3dfFPfDc5WA3r1A3r1BXz2AIgF0uB53dGifPoLNewc7eIa5Xf29a8gyIuxqWEhiTExCf7xd30zexMCC9LDTv6f06bFUfr4Vh7BFO9ggnu4XjnfzRdu5wp3C8gaGvxsqewfgvEML3BNVn1lALf6x/0NIpma5jmOoYpib+RKdsHqZZRRss3bLZGoLmXiMp53VvVlXXzQ/I8nb6K5TwHV7+tl+W/qI1p7qjuBFbWA+v7GOVteE/kuUfybJPW1NHkNT2Cz5guB9QrJedhFedhDddpHddxKpWbPn79qzSquickuCkfP/4TN+oVO+wRK9rCd5hib6RSf7RKf7Ryf7RvyvAgdGJQTG/K8DXYpKuxST9PQZHJaZHJaZDVByVmB6TnBmXmh2flgNNWubNtIyCtKzbaTl3M2+UZN4uzy16nFfyNP1uxa1HL28/eXW94knpy9cfOjpaUaimvp6q99XPXz8rf/KguKyopPxexdPyx08rHj5+EBoWZHPi2Hff/9sPP/5l1+7t23f89NOPf/1Gvz//9N03AP7mhf57AN69aztkgd6/bxc0B/bvhhTgo0cOHDt68PgxKxvrw/+u/drZOpw56ehw6pKbk6O9jaO9Ddj3uxV5dcHV7oLrqcryO4Na/txXtYiN0inJkyP8QS3VpKPL+UjI4QxlO2ul/RoJTiPBqcXYcSN7zMDSSHCQ51khQJm0tK+DHMgarRCgFAKUFoztAU3UQmaPlAuX85EQABuUJIOSpJX2K0RohQgt5SPEXJhCiNAr8UNa8qCGNG1ijekoYwOkqUH63Ah7xsScNNImjbRhDfGrATxC2VdCehvUnwQJv2DsswSlFsKV/D4Ro31YQ5wwMo1yIrRMK2b0sPDNDNwXCFC34qNQInq3lNUnYfbyyO0CaieErGJGD5vQImb0DIhxKj74GDkHDm0Ly7f6gWmYz8z+JiGtS86B88jtFFQ9ZJOWsvpAZWzLBU1B1dOxjQouQi1AC2mgmXlEQ4MIRMXHKLgovZQ4IMYruCiNEGeQkVj4VlzPBwauWc5BqviYrWYa/KCSMDfK1YrBBqatLiWSkoed0Au+6oR0TOeDW1lXXO2cbQ5edjrp7mB72mqX9d4fjuz6twcFaSsTGsAyNaJmKzggMM+NSOdHJRMGvlbUL6L3Spi9WlH/kJJsnldNDbF1kn45HynhIfksOJ3STSZ1iSQ0qZLNkzDwdGwvHoZlEsR6+dDMhGZkzDsqztb7SvD1mxWf2xKK7he/qzZYVjmLs0oAeMYBrNPxu33bXiEsw8sAkcUfnpzv6EXA0Ri1Wjk7NaaRcjs/v0sJ88mJC0qP9E8K9akuLwYWZlenJtZmplfmV1c3gBftA7/FsPekD9gmI7QA0M7l7LC3+qvV/j3HjxfeyluaHFLImAadQMrrl/NwJi1rflQyNShU83AmKXV+UIz4/Pqq07Frl+ydD+9oellu/qobljDUTJyMhhISe7aCrzgLIxINHytjwqEdYD6pUyfCT+g4OhFeLyaMaZgjKrpJQZUywE8ctsR2uIqPEVC7aZgvfEoXGdkg5yBHtUxot5aC+kxFN1LRjVh4Ux8K20tha1fN3Pml/plZ2Oxs78LSxyFT48jXnvll5PJG3+xS1+Rc1+RM0+h4zYC+jM+rkIjblucRlhXU2gJ5fU62ufymr7W64S0B18fAdklJfRJ8xxAPZeTBpzS0UQ1NJyHAW19zSR1qAVbJQ0Ou7K96DlT2C7noqehGKQs+rmMb5WSNEEdGNiDaqtvqHo9qmUtf5VDvkYDaTUF9JsDqyMgGNqFNwUUNKanY7hpczwcWvhXyWg8pwWixGZMY3/cJ2107qKCNatmzwxKTiqbiY0Z1vDGDRKfkSrmktobXRHQLDdcxP67USygcQpeIBhezUCxiD4PYrZFSJ0eUspmRvffu/yGv+L8UVf7h1pN/KnvzT8WV/++t4p/y8uslQppciEd2mOScYb1oclhj4PMbn9esTliAdWBxFiAReEr16Ks3DWm5d5Iyb5RVvjF+XVgFAKFyuKa+9+Wbtqcvm0qL60rzm6or8A0fOM9eIRNzH8fmljTCsIubwOLSyuri0sTw+OTo1MrKlhd9y39uXNsYXjXrxuYqHlW/f9EgIErqn3+ueVSbHpGdGJaWFpf94F5FQ21jy+fW6udVt+8URt7K8kuJio4JIzY0AixBlf2FnjNe61n3F4JzZMcua455zblETdpdG7cNGj3iP3rAx/Srh/ovZ8X/elr6nYNq9wXJfjfKb469O09rQ9Pe7DuBDIml3bgjflX9FYXeEInf5udSmxqApTnY+9cZgb6Urs7e+vqViQl0VyesrR3V20vEYFgUipTPH9LrluamAYtlc9FsXrJsLGxOjS4IeUoSniEXKZfA9XNgbnpFqR6ncAa1M0DErcYzka/879OOZfafuslxL2B7ZPdfTOlyT2/3vdMT+xwTUPDmbGhqccVjFp0gZCFppC9ofC2R1ijho0xa1sSQUCMhDsjIQ2qWSkgYkNIUPJKcSxTScWM66bRJU/XonvX+HTu/+6Onk1NRVm5mbGxkgH9eWsoVjwuuZ09XPi5ZnB82r08AGxPmpSGw8nd5yDKtWdJxgbnhVTFDhmrNCrnY/fYBMK372tXUFRzC8o3gnPU1eETIXQMkvpHA+8/6iocTjY2bRFpjZn7QMRs/u9Phvt4Xzzs6n7UPD/VLiQ4L8XDzOn3iSV7WvE7B7+9DddVxKTAOukNJQmNq3/mfPNn56AVgnFmgawDB2N9TBFiySjUAFD3YtfN7x+zWCfHvjmD1EVhfZAHzorSgcrtVhrTaB9qDIei1IEV/5xb+Gw+jJZsosQUpsiBFZgQYzrwOF29s1RSBQiXk9cVrNhASaKA2I7C7aKvFdw0m/DarfQJoVnr56/Df133NSMlKL3+5h7fcw1vs4vzuf96CcxBBIXjGKcEnRG5xL1IGab+WXiGoA/crN3q4IACDAVqyqQa89kWH5nk7v/Qjr6SWe+8Dp7iGe+8Dr6SWX/pRcL9O/KBRXPFF9rhF8bxj4FWP7g1s6B1ysAa1DhOuw4RmhBhEX4wchHAI19GyDbhoupkK3sSrR+pwAGNosZNtRohXeni/C9TQ66QZmfdql9rZEM1u9Ao3eoWrXbzlDo65T7TSyV3t4m10C8x9IgAuBR+DUQFY9Vonz9wlsHQLLd3CjU7+egdvvYO30clfa+eutXOhc+gBmz0iS68IoAxtopVbIrCJU/p54gvNDJdZUApQ/sWqN5GKTbRyE6lYh0vNcBmAUa2h5Gso+Vw3f/ATQV7Vp32PXugVgi5olBwUkylGgDCwipQtwyUWnBqgGsGNYvYYwB6bxyj4L3vWSDqAblrGa751NX2DYQiJf1/upQ39u/OZOghepJtAbXnrHAxsg07oQ/8AwOCHOFuZWADVtEkZ2iQNAuStWCyKCSAObhC1S1SFWTiwIdFN0PlaHEmFw4vQSEp3a8OrJ1Xld+/fyLyTm1KUl1FyK6foenZBdtrd/KybmSl5qQnZSbFpsREJ4cEx1wLiwoNu5WVkJMemJkSlxEcmxoWnp8TmZCalJkWnp8Snp8QnJ8WmJMelpiTExkR4Xr54wtba1ua4rc1xJ8czjmccrA4c3L1796GDVseOHdu/f//BgwcPHz589OjxI0eOWVkd3rfX6rfd+48dPXHqpMM5Vw8vT39/3/DgwOiw0PjwsLjgoHBI9Q0OCgsG4/YCvTx9vDx9PNy95TL14sLqxNcZYBOYmpx7UPYoJDg8Li7B3z/w7FmX8+cvFBeXLC2trK2CHhm9zpSTfeNaaJRYpAA2gU0LSMX6gbEh4zRgAT9d/W3XUcczl7Bo+vysZW0F/EhxcR5YmNt896bx6GH7/Xtt9u+1uRaSMDIEPn7q65JRN66SDWWk3Py3f922e8fh/b/ZJMfn3cq/X3L3aUsjgstU0Ujil5V1hbeetHxBc5gaHlvT2oTKSCuIDk8rL31ZV9NaXvoiO/VGduqNh6VPq5+/L751D8wXC44MD4708fRztj/vcsbN7+q16PDUaHC5JDM1vfDGzUeFd54V3Hmef/NxStq98Jibnr4pNvb+P+9y+PMvJ3/YYffdr3Z/+sH6v//poI1j4IWrydGp9/OL3t4p/1Rwvzb3TnX2zaoiEHrrS+9/Lq9oeviopexBw52772/cepma/iAhqSgi6kZQSIZfQMpVvwRvnzgv75gr3lG+PtEB/nEB/nG+PtEe7kGuLlccHTxOnTx/8qSrra2ztbXT8eOONjaOp06dO2N3/oT1GZtjp45YWe/fc2jXr3t27vht3679VnsPHj1gdWjv3v27du3e/vPOH7//5a9//vnPf/r5z3/6w+ETpw/ZnoLmyEm7Y6fP2Ng7255xsT3jctLx3CmnCycd3WzPnLM9c+6k48XTLh5nQMS9cubSVQd3H0cP37Oe/s5eAc5eAXYXvE+4eti6uJ88d/nkucs2zpdOuHqcueRz9qK/i3ugq0eQq0fQWfeAs+4BkAXaySPYySPY8TI4Z71Cnb2vuV6JPOcT4eEXc+VackB0tn9cnl/cTb+kO6FZFZG3Xj6o76/qEzTTB5HSeYphkzu+tQ0xAvTIZpp5o5/oxnrGYKvga5d0plMy3Sr42iaZetTHu91ArOjmPYWL77XQyzrY78n6Ju54E3f8A3ngOUL0Ci2pZxgbOYMfadoWwUindLxFYOpTTeJNK3DtVLd8HKaeek+U1JCktSTZR7KsjiT9iBfXYEEGrmzHP6jvK6xuvv2ysfhN64OaroranocfOiveN91+Up1w455PTJqbX4TLldBzPqEXAyJ8IhJ8IhJ8IxN9IxMDIAU4OjEwOjE4OgGakJjEkJjE0Nik0Nika3HJQVHxQVHxITGJYfEpUckZMalZsWnZ8Wl5icn5SSk3ktNvJWUUJmffTcgpTsy9l5BXFJt3N7mgJOFWUVTujaSCwjvPnj2r+/i6vq70IZh6VfboPhgBXVFadK8wLSM55Frgn//yv7f9AkZb/fzTdz98/+ftv/y489dtv+74+T+j77corB3bf9q18xdoARjyP+/ft/sb/R488Nshq73fFGBo+xcCYHD7187W0eGU81n7S27OLg6nL7o6Bfpc9vO+5O7mEBZwufB6yvykTq9ijeh5ehWFx+gaNTKWZ2R8RgeU+Szl9Yk5PVJen0KIUAgRcgFcyusb0pIH5Dg2pYVFbhaxuxVChE7RrxAipLw+Lq2NTgCDnWV8mEqMkgvgBhUB3OyVoOUCuEKI0EgxGilGKUJC278g/YrQOkW/QUUwqAhGNXF0gDyup04N0qcG6aNa4qACO6olzpiYE0a6QY6Fio6+GmgjWpJRgTMqcON6Kvj4ISYUH60VI0WMdqMCpxWjB5UEowIvZfdwSM0swhcmvpGK+SRidKqFSGi3VszsEjO7+NQ2EaMTOkLXmfhGIb1DCQpX3WJml5zbpxGhNCKUgNZORn0kIj7QcQ1Ceoec26cSIBQ8mJzbp+TD5dw+MbOLjmsgIj7QsPUiRqeU3SNidMq5YCmxgotSC7AKLkrGRkhZcDahjU1oUwuwUCBWf28t5H+G0pU0Qoyc2zcgQemkWCGtSyvqH9Wy54YVE3qJgIwuSI87c2Svs42Vt4ud47GDVtt/OLTju4wYfyGtb2FUIaLDZGzU6pRmcVyh4KK2rLCgG1YjxIB9TsQmBRcxOkDVCOByTpeE0SFld0nZYEA3j9EjYCMEbKSQhxPw8GxOP49Hkit5OoPMaBooe/R07/ETzxqaCl5W33z+3jM2FScSGzdWxWurEgB4LQBOpGNPRaPeI9YWAWDAOEhlcbFEytrGul6nrnlTGebvnh7tB2uqVrHQDGRzXlwQtqN+fngAWJzeXJwHNsAlxxbqwm8xzMPZesdMdLtwMex67n/5t3/6cf/ug8eODKllBgl7eFBCwLXxGchxg2BUyx5RMSV0uElBXx5RfH5139vpqP/5Ey5Hd1aV5AFzQ9Na/oSKoxcQWehW8+QAE9vKJ3WC0q6MrBPhVVw0BdGA76mVMeFaAQ5c+v3bXUYpiUto51O6OMR2Bq5ZxkaIGX0CKqjhQ6VBSh6ahKhHd777tk87oBe1UIgfWGz84mLb1ETd3MS7hanK6a/ZIl6JXvdoeLhUqUzGYK+1tkd3dsZ2d4e1tNwXCMt4gi/TU70ri4jFOdr6ohxYedHe0NjTJOBSBBQkB9VK7arlIj6xEbVzRqZJSVbxMW11jyEIl3OQBFgdtrvGICNBoC6k9XCI7WRkAwPXrBX1Txi4UEg4trvm/bPbqI63Kj5GK+pXC7AjGsaIhqHgogTUbuhHo2ObkG1VnfWPoWInVNs7EuzzoJw+KKeT4I1yNoZPg9FwbUoBXsCAmbQsIQupV/InRnXjg2oRmzioFWqlrMVJ/YRRNqoTzI+rDQomE9/Lp6N1ctaYQWKcn4z93P2nrAd/LKj659tv/nLv47/cevV9YeUvWTfzmpqxAh6XQVJxiBola2RQTkfB22o+LU9tWlaBlUVALhvVaKcrX3xKSCtIySlKzSkpe/LxeXXHndLarNyXJWVNz57Byoo6X5aQOmv1dMJSb58+8+Ybz5C08qpa4+Ts5Pz82sY6ZIibXbGMLJmH14ChTYA3PqVdWjPOrJKZUgKWa5SNo9oIhZn34kJSQv1jggKiUlKzyiueVr16W1b6ICMjIy0nIys/83pGKvFLo4UraI2I/3LGnXjqsuHstUWnSMAjEwi/DwTdNZ8Kl/7ZnvHPNvyfzwp2uw3ahS4HZC9fy9d7xws9I7hBcQPX79Eyr6+jMHP4/mECXk8hzutVXTWvV3QqYGaiIi3588OKjaEhSkcXH4XVUNnjYvWUXLegNiypjfMK7YJcs6jQLqoMwMwasLg5rBrq78NhYTi5SCHhCXo7u9Qy1dTkIk8yNDgL5uPaBj+5kNPrVS4+mCu0KdIFVk1eLZWFPZJHVkrs0trP3+jI+UjPfNp8ysVDJOQIWUgRp6++8SFfjBwd5I7q2UxiGwn9WcyGSzgoKRct42KHtRwRE22Qs/UyloCGNqn5yI6G00f2nNi31/usa1JYRGxIaPCVq0mxUfEx4U5nbDMy4lgMLOggMU9MDkvW5nSAZRxYNlkGRUtSWueTO5wvr4ExjfbDK3hEOMbTF3bMyXA1hnjYFXbIsc/J3VzXCEjFhi+f38QnXffyiXW76O/qfPGsg8/VyyGhAR4XznmfP5ceHu5x8sThH/5aX1nBRvf0dzdJmThSV4OCiFIRsdfOOlXnFwKmObNoeJM/sgmaTrdkNLDDxgRKqSADbxUXQQz8H4+beNUmQQ1mEYOtPHqAqNnAyldREtAa/U0R/SbVkgZ+1z//tg37u1sYBNG/zZZiuYmUWRBSM1wCYFXgXSg5dPObyAkSLLRbi5JCiVbrMOFan2CtT7Day1/u5q5DUjBjCPwR8OrBD2hQHCYNAFgFuPq7tRJsQUoAhAQkapQcFH63vrWlVwhuAqNlAEwIwEWgctvLn6zDDTzvUD5uBlDSfx+kBPjbbHTxVjs4S63MmS+UiTr8cA16sBquf90nf9Iqe9wCjfxJq+Jpm7KyXfWsY72HP9tEXe5ggy+AOTzzhQKKn1glgJaDYjJCYu4TAijZRq8AwGuGa9DiiqaFViaAVpp7hOtdfJB4e4QAXLrYwlxsYa60slc7uBudfPBirxjokwDdQvAIk0Lnm10C8Eqv2NLJh2azS/D7xS1IXusSjtYRgX7dao/I9A4rrGgBCIYNmNTSJ13pFq52ClZ7RBs94vU+CYBUglRMNoJdWf1acHl4Sy42fSJKn3ePf6HNtHNWYBJIK97Eqs1o5RpKbsFrzEQtKAUzhga/kIdb6QAdBFELGcyg/jZm0sA6GRwLWbe5JemD/3xbv4SbFP3vV6hgp9F/uEkfgkKwQOGXCgZigYnQ9C1BmDkGnkD0SxsBq4nJJjBSi22Yp8hWuZplvkqHJUtgaBkWw0X2YlrqG19XPim6XpSfeu9GxoPC3LKCvHvXs+7kpBVmp15PT0iPC0+OCkmKDI4LD4oK8ctMislOicvLTM5Ijk2IDk9PisvLTE1Nik2Ki05Jjk9LTUyIjw4NCfJwv3j69EkrKytra+v9+/cfOnTI2tr28OGjhw4fPX7c5siRY0ePHj98+OiBA1Z79xzc89uBfXutrA4eO3zI+uiRk6dOOp1z8fT0CPC9Gh7gFxUUAIrAQYGg6hsSHH4tNBJaBr56xd/PN+jSRc/UY2a8SwAAIABJREFUlEwo4GrQOAJsArqBweKi+xERUdnZuYmJyUFBIWlpGXNzC5ACDGwCBbeKXF0uenn6vq76MDe7Cl3/OrZg0I0DFiA0ONbmuMOBfdYNn9oX5szzsxvzsxvmdQCFIO3fe/y3XYd//H7XX/+8/ZKbt4ArW1kEZqdWATPwdXT+bVXDsUP2P/5196MHVXgM63F59ePyajyGJRcbJ8fWdOqJho/dJXefvXvd1NmKra/teFxeXXL3SUbKzbdVDZ8/tRfeuh99LT4rJe9B8aNHZU/S4tPiwuMCvAPcnNyc7VwuulwOuBISHhof6BsVEZacGJ+bmlKQnVVy88bDWwVPrt96EhV/OyTyxtXADBf3qCO2ntt+O/PTr6e373X8H3/a/6cfj23f63j4hKejW5hvaHZi5oPrd19n5z/Puf7q+o3XhXfeFd+rvVv87vrNFxlZ5YmJRdExN0JCM339Er28Y9w9wi5cDDnn5m93+pL96Qt2p9xOnThnc/zsYavT+/fa7Nl97Ohh+6OHTx85dOrIoVNHD5+2Pm53wsbp9Kmzttan9u+12rlj12+79uzZvffX7Tt2/rL9t193HNq712rv7oN7du3btX3PLz/t+un77d/9edtf/vQHa3sHmzOOtg5OJxydTzg6n3RyAcfx3EnHc6fPutm7uNs5Xzp99uLpsxfPuHo4Xbxqf97r1HnPk+cuQ7hr43zJ+uzF404XHD18T7uBd9lfvGJ/8Qp0cs4r8OxFUASGABhC33NeIReuhjl7hjp7hp71AsfFOwKk36tR532iPYMT/CLTg+Pzg5NuBiXfCc14EFNQlVr2Kf955/06/LMOzvNO/vNOfjVMWoNWfcCp3mAVb/qVn+jGPuUCaQToH7R84Yw8gwsjy+tTX3VmvulNftGe8aqnsJHwqJv3pJdX2ct/1ieoxso+Mwc7xV+7pZPtwpEmjhEOdghPE0zLbcJBmGqcOr7Wwte18HV9yq+9iq890rEOoamFPdBAVdT2i96hedUw+v16WMbD91EFj6/lP4jILw/PexCeU5pR/CTtTnnizZKo7NvXkvP8Y9KvhCd4hsZ6hcZA430t1icsxjc81i8izi8iLjDy94GI99vRLyzaLyzaPzwmODohLD4lMik9OiUzJjk7OjYrNj4nLvF6bPKN6KSbYUnXQxPywMXjxOyAhAz/xPSwzNyc+w/K3717Vvex8v3bO6VFpRUlZY/u33tQfLMgPywi5Jj14f/5z//9l+0//vQziL4//vCXbT9/v/2XHyES/gfhF6LfHdt/+mXbD9AO8DcA3rd314H94AKw1cE9f+9/tj5+yNbmiK3NkZMnjn1bALa3s3VyPO3ifObyBdeLrk7e7m6+XhddnU64u9lXVZaAblIdf9wkMqipailuQNEvFyJUYsTMGHdYR1WJUVxaG4P4hc/oUEvQpgHK+CBTxodpZVg+o4OI/ihgduqVeOhhShFSxofx6O1MUpOQ1aWVYQ0qAoS7CiFCxO7m0dshWoYuamT9Eh5czIWpJFitDCvl9UFZ0Ep+n1EBmp9HNAQFt1tAbVYL+r7qKTopGvI5GxU4qAlpQIIyKnBybo9aCDepCXxqi4DWqhLAGP31QnobE9+ok2JHtBQ5tw/sDWJ1y7l9Alo7m9gE8aqSD99qIcZI2T1Sdo9ehoOg16jAy7l9UnaPhNVNw9ZzyS18ahv0GCa+EdvzBtvzhoKuEzE6IX6WcXoHJBi9DCdmdhERH4iID5juanTXaxKylk9tEzO72MQmArxGxkaI6L0cYruA2i1jI7ikDjahTcXHaIQ4KEmYjm2CRGCdhKAVYZV8OLzthYKL2PK49o5qOMDyV3xPc5CHq9PxA842h33OO9kf3rf7uz9G+XmRYG1rUwMmFUMjxENrnyo+ZlhNnzHxlTykgosAl5Pl/RoRSkjvENDaFbxeAemLkt1hkKENMrSY3s4ifFbwYBMGtlFFlXBQ1P42JqlHI2OMDUr1Kg6XRfT2vJKVfzswLtE7OvHmo+rk22WG+WWT2WwCAMo80DMMWCf02YR01KFWv86ACRRz84uziwsbG2uPHpWkxoUW30hqrX26NCbDd9UYRaSXJbkbU4NTBuX6zPjC+ChgAZY2gF6+ZXc07Xj+0JGIpuBbH/6yf+/OI7/8dmTv+5pqHhGzOTXEpSNY9L7OpqpRDWdExVTzcHNG0aSW21RdnhbmFeB28uzRXwtSrpknB2Z1Qg0HZ5LSZvTCRZOMBm9k4Vqwne9ZuBYRtUdM6+Xg2wi9H/mkTsj8rGAjR9UMrQAnY8KH5BQpA/a3OG6MQUaSsRE8MtiKpBZgoaTlvuZX2O6asQHW3IgY9AlPaNrEvFdiQcfS3JupkZeLE5VrM7e/Gn2JGH88OoXPua/XPx8dqRoeeTMy8nFi4sv0FNYMdE3OEMwAYW0dtzDLXl3SbK6+aKqjcaljJpWChe9vrWmvLut6dx/2+dHKuEAvAXOtEG3VLHyrkodW8tBkZEN/by2b0DaiYWiEOArqs5DWY/r/GHvPqKjydd3XPc69Z9+79z5r9epu7TZnERAk55yTKAqSMwoImBUTZu02tDknFATJqYoqqJxzzjmTs+Q4z5hM27t2n/XhjvGOOf5MsESsD/zm87zPo6RCRU3Ytg915fdY+HqLkopt+1D74a6UhQBmLN1q+ohFYJASKZ1VLHx9r5bZp2MJqK1f3t7qbHitE+IMYhK+rQIPqxJSOxmYFmR9OQ5e06MVttW8Y+BbBrukFjVrsEuKaW9USYViDo1OQJHQsOaaj3WVr2s/vqyvfKUS0Hq0wi41f3rENDNqHupS9I4NP+xgbcy79rfC2/959I8fjj75n7k3fzl7f+OJspgbt7FyyfCARc4ispkoFhv95M7VqrfvgFnAoP0q5Fuksn6dceL+489Hz/z++GVj2Y23uQW3TpW+efoS++Qp/o8HuIpyCaypt+qVtv6DGd7U/7laduzMy4PZpR/qENDC79DY6OjE5NTc4uQCMLIA7mN3LwDaGUA1PsNQmoXK7rpadEsNtvxFbbDXnuJDZ7Iyig4cTN+fmJqbf+TshYvXbly/efXKqfz8u2dLTx1Mup2e/Sbz0F33wJfbXB+u+LX537YM2uwd2RQDuOcA7jnGDWGU/3IQWkfxPA9SvA5Q/ROxfnGfbX1e2bjjUvJGXn3oL6/EXrv2LD+vLC1RRyP1aSRcCvbRb1dvnCzio9rPZKV/uHun4dVr+McKKYHaJ1KAsc9dwzMq07zKDJj7gb4xoHcM6BoZU1nMIk2XVD+g69KKZARkBxrWwiAT+roswBJA5xlGAeB5qyHmVFNMGcnjLNP+snbDCWH0g64jVZOVSqBCDoRdIYVd6oi/DrvyARt5IFOrlNFxzUxig1pF1WroeiW5W8ekYmv49DadjMgmN4lYSIUAyyQ0i5gdWglZwceJmCi9jG5Ssrjkzhg/351r1vg5ORXn5BZmZWckJRXkZRcV5IaE+Jw7d5RCap+Z6gGAkblJ08SQanZYha5++vpSccvtc4BeOtX45VN4OCwkGuUToUs4hHIMxPntQYUdqAyJQR0/MdjWcjE2OtvL91BYdFZUTHJ09IHY6PCwkKBA/+jwsL1h4WEeHlmxsYnBQSnhwWwUTM2jiakYBqLBzKcBfebDUZEPj54BTCOAaniKaVj4lj/Uu+wmtSzRQACGOmkhHfivV5IWwmOwdwcjn8HIQB6mgv1JkBcaJEkogApCVsh+jJKBN5eNwdAVIlsQRP87CQOd8u8wDBl9IYsvZCdeRIoXEKL5diEktIKpzljlUodkDi4AFVeCZqlDYnrXQb3ylnjpVW8lHnREo2QzbTwQfdHyObgAJEyCFqw4hotACzRSCh3mm9kAQgR+kx0S8ACBbrtwsZX7fRZaOPPN7NlG5mwjc6GFt9DCW2zlL7TyF9tATzWULA0x7VK7aLaFO9nAHKuhDleRhj4Tdc/bdM/bzG+Qhpdw4e9VrGsfpPdr+z/hvgE5Qgx+Y52yRbhwES4E6BbiuRejX6ggcyJlC62CJZhoCSYC4OKFZv5f5hvZNvGBFiHQKgKaBQv1nLla1nwde7GBu9TIW2zgLtRz5uvYc7WsmS+M6Wr61Bf6bBN/CS5dgksBjLbnPU71qBXoUEJ3FtrEizAJgJAvwaVzLcK5FuEiTDLbJlpAygC0CtSHOxULSNliB6gSj9azTO8xymcwSzluHiEFaF0AyQgqySTDV5hgCa8BGF1jbXzekyaAbgY7mf5E2UWSboGoXSBqZ4maWSIIxv8NgKnG79D7zwfw6QzVCNBN4N4v5VsE9ALZDGa50boBRi/YTkzvAVPNyRaQfum9AKUbXG4XDQ5hhDNMNSDv7iWwpe0oWSea0dJEbqlrev/i2e2y3y6c+P3iqd8vn7l54UTZqSOXT5VcOVN8tuTwkeyUgsyk4/lZJwpyi/IyclITThzJu1R64mRJfl5matHhnDPHi0sKDmWmphzKy8nLzY4/EOfv5+Ps6OTi4uLp6RkQEOTh4eXt7evnF+Dk7G5n72Rn72RtY7/b3hkaezvnXbaO1jvtd2y33b7NxmqHvZOjZ4BfZExUwoG4jMSEnJSkQ+mph5MSQeE3LTUrMyM3PS07KTEtJTkjMyO3uOh4WmrWsaOnJGIFhLIT4zNSifLs2XMmkwUAgPZ25PHjJy2W7sUFUO+dnVn6WF51KO+Ir09QcFDU6VMXZVLt4gKoA4+OTHd3DbW2dOyydbaxdvTzDT1+rPTG9btXr/yWnJQV4B8eHhbr5uq7aaPVls3Wvl7BH99X4zF0rapr8uvi2PDscP8MAcNycwr4+YcN7a0EudiUn3vy95tPZSJjt2lsoGdKr+6XCk3N9aj7v7/8/LG5rhpeeura+TM3Sk9du3b5zu0bD04UndkfczAxLvXU0TMni05mpWTsjdwTHhga5B0U6BW0NyouNz0/NSEzMy0/O70oPbUgM/VI/qFTJ46VnT514/yFB0XHb+YVXsktuJSZd2FfQmFgWJpnwIHttoFbbHzXbvX4x+pd/88P2//971v+tsp25XonJ7e9zu77PDwT/ANTwiNzIqKyg0PTfP3jnZwjdjuE2O4KsLbx2WntbWXtYbXDbcd2Z6vtzju2Oe7Y5rRjm6O1lYudrZvjbh9nRx+Qe3e7Ozv6uLv5eXoEuLv5ODl62ts5Ozk4b1y/YdXPK7ds3miz03rb1s0b167ZtG71Lqttu6y22e3ctstq665tm3duWr99/Zqta39dsWPXrt2urm4+Ph6+AZ5+gd4Bwd4BwR6+ge4+AV7+wT6B4T6B4Z5+Ie4+QZ4gEkd4BEZ4h8V4h8W4B0W4B307uwWGuwdFeIZEQZ/yCo32DInyCo32Do31CdnrE7LXN3S/X9gBv4h4UAGOSg6KTgmKzfCLSvGJTA6MzYhIOByVWBASl+MblRIclxFxMDcxv7Twwv3Cy0+zSx8cKnt58v6XO59JT5r5L2DiJ83Cpy2itx2q90jV8zbR7/X0O03M2/W0sgrs6dfw489bTrxoPfmy7foX0s1ayv1Wzius/ANR+wavfIdXf6LqK8maJo4Fqx7HqscR0n6MepSgH2+X9GLUQ52KfqS8u1PZjdH04fWDOF0fWtvXJLRQeuaxhokO9Ug5QdzANVQQpR+wwlft9N+rkJdf1x2/9y7vyqNjd94UXH8all4SX3Aq6cjp1JLS9GPn04+eSz5yOuHw0f25RXszDkUmZUYkpMem5u5Lz41JzoxOytiXmn0w8zA0CRmH4tPzDqTlxqVk70vOikvJTszKTztUnHao+GDm4f2pOQfSchMzDielFaRllCSmFCVlHM3KL03IPhYalxkQm+oesT8qNTf96JmbL960ESnNePzj8vLfnz06d/nCrd+uX756MSklwdZu508rf/jxp7/9uvrn7x2/4HLvutUb1/4KDaQAb1i/euOGNZs2rt28aR2U//x9+3fb1o3bt22CeoB3Wm3dsX2T9c6tdrusoMxnV5fdLs72Ls72gQHedrus3N0cA/y9nJ3sfLzd9sSEhwT7RQT7R4UGers5+Hk6ZyXHNVa/GxvQmrVck5ppUNK6tAww8FmGMSixUl6bgNmoFHWoxJ0M4hcU7DWHWm9UEUxqokaK7tZTlaIOEvqTUtQxYGEZlPheI10jRXfpKF06ikrcKWA2Qzown9EEUTT0IoTOcjGnTa/AQV8j4sClfKSEh1BJMF06CkTLZg3JosLLOK0ydrNaAJexm6WsJrUArhbABbR6CatZzm1T8uEmBbbfQO3VkaGlX52kU8Zp1UtRAlp9e/0jOrZiOTGrFeJSBa9dSG/iUxu45DpQ/+TCqegKtbBDI+qUsFoHTcxhC1st7KBjP3PJdZBsqxZ26KUYMbOFiPwgYbUy8dU8Sj2PUk9AvKdjP0vZbQJaIx37mdRRTuoo55BqIbVZym6joD5BxAsJxeTOj9CfFdKbKJ1VUhYC8iFziI1yTgcU5ztiEUhZCBUfrRPjdWK8RQk6XQ1S/ICRwSHVTvZLpCyEXkwGZvrfPbwdF+IT7uW0N8jHzXprgLOd1ZofzxZmzw5aho2KEbNYzulYjvbFy9jtCi6yW03t0VK6NWQmvlrOhY/38aYGhXopSkhvGO5iaPltQwZClxzFQL2ndbzXCBA6EYqFq+GRGiZ7pSY5ddQi6VaxJnpVY11yeH1FSV5+ZUXN3uTUxMNFDn6RXhFxdKnCPD2lmJlWAECjDnDMbnRJrrtbrpsHd29ml5aWevq6JyZHhTxqS92Hq6WH+3QcoxQvIDa8uXfuy5u7wGTfgFGxODEy2tu9MA/+nk80AJuyKJsLJIHHOzb75/5stX2L7Zpnr5+Y9CoOGj6sEQhZKK2C2m8WcojNIhJMTIYDXy0sVH1efGis3+4ID+ui1JjZPlWvmt0to+t4eAkFbhKRehUMEalNw8cMG3kyJoKNq0c1viEjKonwTwYxQSvAavgYrQArZbRz8A1SRrteBDbZMnF1XSpar5ZJx9TAap5ROqu0Ily3mt6nY6n4aEpnFYfYSGj/pBXhzAqK0iR8iINX9lsqxvtfjveWAzPPgYmbX3seL0y8Wpwun596OzTwUK18rdfDJieIAECcX2TOLPHnAP4coAQA9thX6eRXxdjQo/cvqDSCVsJmYVq5mAZq2ydi65v22odaMajeU1HVAmorh9goZsD5lJa2L08xre81QuxEn3RhTNulovHIzVMD8h4No1/PpqKquaQmKQvRr2fzKS3tdS+EtDYBtVVAbYUewQhpbd1q+tyIWs7paK970fjxj34tS83DjprFI2a5nEXk4JEjXRqTXCjlUPUy7qBZpZdzWJQOCqaZhGmp/vT+zfMnjTVV7189r6+uoBIwb188evDbtVuXz8LqPlEwrUImjopuFjEwqNYKBAL+hSiySin9W86l/yi8dVU2+5t26dfT93ZeueN98SJMIezq1WulDBS2Dt5Z+eHt/ery14tzgF43zGGrOVx9V88CvJN//0kDvFNeWcs9dvrd73dRMHh/fZ0F1jraAZt6ck9YWgJ/81ROIczfuNUeG38uOfuceWh2dHZpcnZhdm5hYR4MBZ2cBsangK+zwNgSoB1bME4u8TQ9Mt0AGsV6/rgiN/P408fls7NAd/94B4H8trIqv6TIL9h/3/49B6Mjr6RlXd5zoMTF97pPeOHfNl78jw0VP+1G/egq+yVA8u9OPStD5P/lzv6bm3BrmC4ww5h8rN5/b8uBjBdeoeErVmT9fVXAihUNR4oAlQJQSgCTBvfxlYqMHtJIM+Nj4/eEpxzc8+TBrbMnCz1ddyXuj8nLTOVQSEwCsU9nAsamlobGF3uHgO5BYHAMGJ0CeocX1KalroG5rsFeqXKyq3e8y7I0OtSlkmjEnPGB3sH+kdpmvMAIXHzDCCquiSyjuZ/nOt3Q7zgvDbmnDLpMazADr/iA69HWlEeC4pec04/ak7OPmnVqDY9oFpOVQopWzlQIsP16sKJcxkZalNTRLiGb0EBFVcNqXpCQVXIOyqKkm+V0nYhkkFC6VRytgHXuSKHD9q2OVjuKcnILc3Pj9+0tPXW88HB2eIhvUkJMW8vnsRHD0ny/2cCt+fjHvQsForZKoFfLKLvQvi9ekXWk1c6rP+d43+HTMO9waclZ3Z0HzFu326+UHQvyz/bzORQRlRQUmhgekbE/PjEuLhT0M3kF+vrFRURH+wcGOTmnRUWFuTi1V5ZTEa2MzjYZBSUhIIflwuMHE07FpwDdX6c4BkAxAmbzgnWvfQATaqkxA3QTQAfXJheIWpA3lkU88LosxH27kvUgsUAMQ9CADEzULsdHawCcGhys6lv80rKBGfzw+33oU3gdgNOCiiJGDWHVtyteB6CU84hlOy5KCaCUoBe3E+wcXuqQTLdyZ9p4IOui5QsI0VQLB/QYLy/3LiBEqmctnacekstem993LiBBUXoe9Fr/f7QMkjBcuNT+J/oipdAaMMiu7f96Flo4/3KATsViK3+6njnbyAZgQvB12sXg6yAli3Cwb+lb5hZGAXRKQabFawCifr6Fp/ijnnrhlfD25973aLCHaXkD+RuKf1/iRSmATnnz4ZsAQQfgNPMt/JlGDijDtokAhAz0OTfxgBbBUjN/to41V8sCmviLDVygfnkaeEADD2jkfxvo3CQAmoVAkwC8WQ/yMAATQy8738IH8LrOo38AGPVMI+c7aYP+aoT020ALxtAuMbRmDD22QC9r6Vg10CkfqqYoHjcrHjeP1NAAgnYKJgJIhgmYcKpdDDC6ZS/hvbW05Q1hcMkcPCy/hRaIoPYLvakg0P1ncXiBqP1Ov+BbEaJfqnGJZvyuAH9vQvqW/0w2g7XAywvAf7qglwPeOH1zFN0cTQuILDM8jQ5N4jXDubA2JQXPRsEqnt37/eLJP66W3jhbUpKbXJyTlJ0YW5ARf/xw+smCzDNFOaVHD50pPnSiILsgO7UgO/XEkbwzRwtKCvKgyUlPyU5PS0tKDg8O8fPyDvDzd3Z0sbO1Dw4M8XD3cXP1cnH1XB4vZxdPe0c3+90uDrtdd9u7LI/bbns3u10u1jsdtm/btWPb7l02rm4uoAi8LzY56WB2StKh5TXgTCjdKjUlMz0tOzMjNzvrUE724YL84oL84pTkjFs37/R0D0BS8NIioNHowOqj6dnp6dmZmbmenj4Ij+dmATisMykxPW7fwZDgaA93/7h9SXAYetk+/RVYAnp7hgh4alTkXuud9pERsZERsSHBkYEBYcFBESHBkR7uvju2265ds+mnH1bfun5PxFfAWjo5TNHM5JJe0/N1ZM6kG8zJKPZwCeIwZNhORkZK4eULd4hYzmDXZL/l6+Tw0lDPJIsmQbQRKj40XLl4p+TImeSD2S6OPtERB+7cfnjt8m8ZqXnHi06eKjlRnHs4+UDinvDoiKAwP3e/EN+Q5PjU/JzCwtySw1lHMlIPZ6UU5GaWHM45npdz/Ejhxeycs9k5pcXHrp89B3YmZeWU7k88EnsgP2JvdkB4Skh0+m63yNWbnNZv91i53uFvP1mD86Pt33+2+fFn259W2qxcZbPqF+v1GxxWr7VZ/evOdWutt25xsNrhYrXdeduW3dZWLjt3OO7Y5rh9q73Vdoddts4O9p4uzt4uzt5urt6eHgFenv5env6eHr5urt4uzh52trtsbXaC3AvyC1jdun3zhk3rVm/dsNZm+2bHXTsdbK12bdtstXGd1aY11lvWrVi5du26LVs2W1lttbbeYWu/y9Flt4v7bhd3CIB9g8L8giN9gyJ8gyL8Q6KCwvd4BkX6hO/xCQUB2CMwAqTckGi3wHCPwGUADokG6TcoEkTiAPCmR2CUu3+Uu38MOIF7PIP3Qo3B4Qdyg2IzvCOS3EMS3EMSPMMSvSOSfSJT9mYeDdiXGZlSXHjx4cnfy7PPP84497Tk96pLr5G/V1Ef1HPv1bDu17KftohetIgfNXKftAvvNrOuVhHKKrA3ashPkKJyiv4Lp/sz3fyeqH6Fkb1Ei192Sp53Ct9iZVVUTQvHBOdbCOpRsm4cqxggaUfppnGCepCg6ccqe9ByM0Zhxqm68epunKoLrbQ0C4xEywzBPE20TNcwNV8Y6iet1Ds1qJdw2tMWwh81nWWvao/dfXv83rtjd97kXribVFyaXHQmpfhsSvHZ1OVJKTqVUnTqQE7hnrTcmOTs2NTcvWk5McmZsanZCVmHIdbdn5oDIS50iEvJhjKik7ILErPyIUJOyi5IzSnOyjuekX08Nj7PP+ygm3+srXuog190cFxaStGZ4rJblx89K29qxXA4jWj0jScPT12+8PzNi8Kiw+6eLhs3r1u/cc36jWvWrf91zdpVkLS7ccOavwDwmtUroWVgKPXqe/IzBMB/od9lEXgbZH522G0D7f1CpUe2NttDQ/x9vN2cHHdFRYbE7YsODPAO9PMMD/KDMp8jQrzfPL0z2q/RK5nDfTKDktZtYI31ifrNTJ0cK+PDxJwWpaiDz2jSSNEyfjuP3qiWoPrNzH4zs8dA6zMxNFI0vuODhAuT8dtF7Fa9AmfRkuUCBIdaj+/4QEJ/EjCbIe+0Qoik4ato+Co6oZpJquHSGqC+X6Wog0Gq4zFahGyYhIeQ8uBsSh2P3mjRklWCdi65hk34zCFW0TEfOcQqKatJwmykYyt4lFoJq/k7AEMrwRoRskdL0ktRZiVOQKvvaHrKxH8WM5u6NWSTAg85nLVilEmBl3FgXHJdj5bCJtawiTUU1CcGrsqsJBjlOCG9iYaphGBVxoEZZFjo6xm4Kg6plkX4IqA1ipktXHIdJOryKPWolpcCWmOPltKjpUhYreTOj5AvmoaplHPhRjlOJ0GblYRBE9OsJPApoH6oE+ONMpJluex3wMAZMvGGzfzRLiEkAvPIzeSOz0Jam0FKHO+VcEkN/Xoml9Qk56CA8a6mihdRvq77Q31j/D3drLf6OdqCFGgcAAAgAElEQVT++p//48PjO8DCuICMUvFIMnaniA7r1zOXxrXjvaIhE2eki9OtIauFHQpeu0kB9kvppaiRLtagiT7Wy9YIYT0a3EQ3c8hEkzObKIh3HGy1QYgxiXFCUrOGj5vqU5hltPlhnVFMe/fwt+tnz2WmZPkEBLsHhO509IqOTxcq1e/qa6rwmE7daK0M8DzU4pFUf/OVfHQcGO7vWVyc7+/vXZifmhrvH+pRvnt+A8z6wtWQkZ/OHDmIbCr/2q+X8hgz46Ozk1OWntGvAIDSARty6BvzpV5H4FsC8na4uLj52jFZlIWJMYuA2S2gGhX0PotQwkWp+NghLW9xQCsmws7kJqTF+EZ62sQFOmkFBKOEYpbR+rVcg5jMwzUpmZ0DIA/TupW0Pg2TS2gUkFukjHaTlCSitql5aBUXJaHDNXxMt5LWo6L3qOh6EZ5HbMK0vpexkWYFBbIKQ7nKOjEesg3L2MguFY1DbISokikglLMIyNmR1rmRl33at5N9H5a+vlsYqwMWEACABgAiADAAQLjcLKUAANkCIBwcJ6kNSIGknS+oxuEaCDgkGf+m/HUHvB7fXk+Bf+Gg61VMJBn5qbPtFZNci2p+jYd/hHqkzQqKiA6r/3i/seKBio+G9nsHjVw6poZNaMC2fZBzOsa6RUoeCnJE0zE1kN5LQla2fXkKLfpCAI+Hf0Q2vKKhv6h56H4tp1fNBsZ7DGKWgIqnoZGtNZUVr17cvX7l2vmzt6+cv32l9Peb5588uPHiyZ3Xzx5XlX8SsrlCNlcrl1sM+upPH66XnT97ogjeWKURs2Q8Mr69FtXyub32LZ1GrEEzd+eU/q/Cc/9+/MZJbv/DXmBN2ZNNl393uHLpk4St69VLRWShksST4aorH1WWP5uemtcbh/hCnVjWY+xeQGBkL99huMJpEm384uXW3+8QuVygqWH4+RN59cfezx+6r5cR3r1RvnjJLT72LnLPcSRWPLEADH2dGZ2YnpqamZ9dmp8BZqeA6UlgegqYmgW+AoBpfFGk6e3Ec4cGF86X3jp5/PLz55+EEu3UPJjANTE3o9Go3rx8cuvyOWEnchiBB6QmAM3l5JzD+afQHePHI48POqbJ/uFHW7GL9u9Okm1Rsxll3RlnP+3yS13x70Er/kfo//rhy/FTKTt2uv/f/1fQyh9itm/4KqADZuWIhF3x4BYwNTzbb65++/zmxbNvXzwymlRylTA8KnDD5jX2u23EYiGFRJYIhIsT0wtjkxNdvYNK7ahKO2fsmteZxiSKYbFiwdzTL5Frmaz5vh5grH9xuAdYmJgdHejp6q2q7+Tq5gp+aw8urvM/g/e7JnK4qtx5jpvwRh/3BxM7ATxjAF4n4KkPBGc+yJJPvknOLJFwmCICXMfGargMBZcuY6GWY/xIGiG2X8/WinB6CYFDbMS0ljdWPELUv5ZzUP16rlFG0QjxFgVDL2JOD3YfP5Rtu3mjq51tVtLB/OzsmIjwjJTE/LzM0CDvfXtC4G1VADCmU7MyEkO/vLgJTPboP76lFBTx4rMxTkHj2aeHck8t3HygKr1Un50DGPT8yo/HYqJOxe3LiwjPjI5JDI84EB4ZHxUdHRoe6O0b4OUXFhAS5hsQ4ROwxy8w0NEpNTq6WyKqffMcUfVBREQa+VQNg/hbSfG55Eygb3KWbx6n65a4/f/EwN0A0wwwzUsMwyIVHGAZNgCqETxTDAsU0In6lytEwqApGmTgP9OzcCoQTaGBoqShSC3ojFUuoVVLaBWAUi6AfKtY6FQAKOUiSgnKjEQDQDTMIWXgedlwu4CUzLUvy7N49TedGS0H/zqGBaCbB6qI2NKntblXaFffgUhM1gMYBZgy/ScDQ4ox5Jf+JrHCRaDwuzx/ircC0AL9f8x3+fcvh4VGDgiHeC2AVS+1CSbrGFP1zPk2PijkYpWgSknULi6vJYNlSCQwlpl+6U191mXlgwZQf8aqvwVxtYtB+oW0aAiAUQoArZhp5mqetppeIwF611wzD3w6ABMD7VIAKQcxeNneDIm9IM02C0Do/Wf0bRKAuAsRL3T4DsANoCYMwCXzLXyQfuFiAKOmXngNysutAmgW24QQCS/BRIttQnDfeDmU61ue1j8zMEEHifbLsdL6OZhQ9bQVV/p8uJYxi5BOw8VzSNkSWjVYz9S9R4OPSKim5YgsC6gG083g22lZB15a5mGIfqE73+9DDPwNgJcZeOm/W6AhBoYA+Fsb8J8JWCADkyxgwjkVLG2ap+oBUQ8gtgxQBXIkhtMG6xXwTHwmHdFU+/bJi9+vlB3PLz2SfefKmYKM+CNZB4uyE4tzkk4WZF44nn/pVPGFE0dOFx0uzEnLSU1I3h8TGxm6Nyps/57I2Miw9MTEnIzMqJAwRzt7L1dPf98ANxd3JwdnV2cPJ0c3h90u9rud7cGri42d005bB3s75+Vx3W0PArC9nauNtaPVDvsd23bbWru4OvsFBUTHxiQejM9MTsxJTsxJS81OS82CJj0tOyM9JzMjNysz7/ChI8lJ6bk5+YcPHXn54i1EuTPTCwAASKVyMPwZAPr6BqAU6J7uAWAJqKttPrA/KXbPgciIfbF7Eny8g/39wp49fb0sAk8uh2MtUcjMgwmpLs6ebq7eQYHhkRGxfr7BTo7uri5ezk4e27fZbN5gFR+XolWZ5RLtH3efshnCpXnAYhzsNo2ODc2nJh66c+upkKt5+vBDxYfG7PSiphrE18G5+UkAvE4DHXBSQlymj0cYlBS1cZ3V2l+3Jsanv3td8ezxm/SU7OzUzJOFxfnZh6JCIlx3OzvtcgjyDkqNT81Oy83NOJSdeijtYFZqQnZWyuG8jCN5GcXpKUUpyUXZmaePHb167uy9U6dvFxSWZeWeLr3wR96RC/HJxRmHzqRkn4renxO5L8fVJ3anXeAOW//tNn5bd/pst/LZYQ3qvda2XvYO/rZ2XjbW7ra27g723s6OPi5OvpDSa2/namcLPqrYbe8GWp1dfT09/NzdfNzdfNxcvd1cvVxdPL+Nq7vDbjt7O+sd2zdDBa5bt2zYuW2z1dZNm9b+smX96u2b1llt2WCzZaP15g1Wm9Zs3/DritXr14Grn5s2/rpu7S9r163btHnTtu2btm23tnPY5eC829nN0cXTydXLxd3H3cvf0y/Iwz/UKzjCJzjSMyjcJzjSP2JPYESsb1i0X2g0dPaP2OMHUnGkT3CkT2iMX/g+39B93sGxXkF7vjUkhR8MiExyDz7gFXbQNyrVPyYzYE9W0N6c0P2Hwg8WekWnhyQWRKUdj8o8HVd4LefS86LblYW3P5940HS1HHe/jvOoSfAcJv2IM9RQu77Qut4TNC/Q0qdI4WusHKw+EvQ3CPpruV1VdNMHgvI1WvIGK/5IUFYz9XDJAF43jhCaYFwNRtZFM4yQNAMkzQDNMETS9OGV3TilBasw45QmgrqbqOkiarrw6h6CfoxknkKph9GakXqWrooiewajPm4lPGnGP27C3f7UdvFlVenTT0fvvjp8/VHB9Yc5Z69lnypLP3Y+uehM0pHTKcVn04+ezTx+Lin/aHzukbis/H2ZhyEA3puWczA7H+TelJz41NyEtDxo4lNz41NzD6Yfik/NPZCSk5CWl5xVkJJdmJxVcDA9PyI2xT883sEj1MrRd5uD3zYnf6+IA6nFZwsvXL/z5lMVHNmAQn9sarr1+OGZa2WXf7t+6Eiel4/7ql9+/HnlD6Dnec3KX3/5af26X6Foq03r/pv8u3EtGAT9z77o77bnvwDwTqutywvA2+x2WdntsoLajyARGEp+dnayCwsN8Pfz9PRwDg8LDAn2C/D3Sozfu39PeESgp5ez7fMHN81a/tdBzcKkmU1t7tIyevSMATNnwMKCqE8lAMVDGQ8JNSEphSitFGfRULu0tF4Dc6iLp5Fg0bB3UD0SFAc93M0XMtuo2GocopyOr4FCsOT8DhELRsfXcKlNQmabkNnGpTaxyQ18eouYDeczW3mMFi69WcwF94pp+CoG8YtBiRcxGpn4zwzsJxq6nNL5XkCtVQvgck4LAfEWknYFtHoxs0nBgyn5cAUPBhX/akRInaSTT60jIN6KGI1gCrSKaJQROMR6Jq7GoiT365kKLlJEb7UoyQJqMwtfS+mslLLgfTqGjN1ORX2moatIyE80dJWY0aYVYdQCFBSIxac0SVlwMaNNRG+F8pyhgl8hrUUrwgwYWAMGlpQFx8HeY1rf0jHVHGI9m1Cn4neOWHijXXytCCOit8o5CB65WcJslzDbxQy4SU6e7JeNWARqAQYKvoI2NomICiauDopZ6tXSe7WgtXV2WGOQ0E4XpAW52oV5Ood6OHnZWe1Y/Y8LJYdGzHIo7RndXC5ldcg5HcNm7syQvEdD61ZTx3p4gyYmh1Sr5CNMCiwDV8nAVXapwS3rLjVBxGzgUWt0YuR4H2/UwlJw4AJKk4aP6dMwmZh6g4AwZhTp+SQdj/jhwbXrp4twLS3XzpWFhUV4+PivXrf15av3bDaTK+FWINsqSMJn2HGfw23B2cjf3uimZwFgcQkAgPGJka9jg10mpVnLv3GpsPnLExkPySQ25GftIWObl+bGZqbHp6dnLT2DPWOLQwDQrAK2H1NsO2l0PQz71S1to539LoctfB5zrNsyKOXL8e1DRuFAtxgF+2iSU4Eh/bheUvX4dmqk78EwzwCHrR+f3hjQ8QxiskFCMcooIno7AVbBwjaYJcReJc0kJWkFWAa6Bqr5NUlJPGITC1unF+HpqC+k9goxDaYVYKENYTENJmG2a4RYg5SoEWKhrDKDlKjio/mUFga2lkdu7lbToT4hNqEBT2p90VZNGDAx5r/ChoyImUECMItemsTOjXOABfbkhGBkTDb8VWDuwfOErXhSCxrbhsJ+rKr9VN9Q1dz0ubm+sq6yvOJtY90ncmdLZ/1HLrqRh21UsTsQ9c8729+Q8Z+Rza+IiAo5p0MjxEpZiI7G149vn3zy2ykBtRXqahLRYe11L+C1z2E1zwTUVoOUyMLXY9s+QNisE+Px8I/Nnx+hW97xKS0aIZaOqYHXPv/y7vemyodGGalLxQAmu9DNlXeunLl8quRQanJmQvyTO3ebq2ubamrgTU111ZUvnz189fxBXV1FO7y5/O27hi/1Er5Yq9CMD39dmFvsbEfcvn7t1tWypupKtYgtYZOMcq6IhiLCqkkkVDWJ6n7u8r+dOLni7KX9WOGzOWDzk48rb93ZeONiGREu7FJyuHjzkNTUL2que/ny8a2vX7929Y6otX1Do8DACNDQys8reHDjNzgc2f/sJS83t/zBA17lJ1Nb42h709fGmv6Hj5gPHlMKS95ExJzcG3+iewCYmgMGR6bGJ2anp+bnZ5eAOWBpCuwRWhgHk5NVppG+8UWteYTNVUklpksXfjt79qpKZbL0DLL5ArlSJuQxFVxmj0SgpxEBrQ4wDQE4ET/xZPUq976AQt2W/YJ/92b/mzPnP7309kn9B04vXH7x2MY7aMUKVOnl67H73H/6KS8q8mJOxuoVK/Z6OOUfiPKx2cTHtg7rhComHtNUOWZWDenkRhHbIhWI6OTm5i8ytSR6X+Sm7RsDgnxn52f4QoFAIBruG5oeHhvv6+9VavpV6rnuXqC7b0KtG1OogcGRfomM1NQ8aTaOGZTjJjUwMwYszM1OzNBZSmUvkHaxNuRonX1eg8d5plOZwPoULuuDPO0JkbkAXIf3+J+Epd3n3W0d9Dlw6eyF2xoh18DCDkmZQ0qFkskUUZCoxjcKdodJSupW0tQ89LCRp+KiuIRGVOObzobXYhqsR0XvUlANYoJRRtHL6CoRXSflhPu5//qP/9wXEVp6rCQnLS0vI6PocO6hrLTIEL+Ug9FSIRUAxjCwz0CfGlDwkSXFyL0HlfGHNJFpQ6lH6SH78SlZAJ32+cyxUTG7rDAn1ts9xsk5P+5AfFhYfFR04p7Y+OiYPSHhYb5BQZ5+gR6+jjt2edo7pccdOBAaGuvnZxDyaPCW2lePiS3VBh6F2lp3//TJvPAYQNcHaEaWRH1gRytvABSBOf1geDLLsgQysHEZg01LNOMCDeTeOYpungzywwJFP0/VL1INCzSQkBdoBtA1TTWCAAwyMBSXpQaDsnBKaMCWI8JyVy10Xf7UAloJTqdiHgXS7wJ6GYmxapCKwYYeA0A2LqKUk3ARyMY00zeLNV4NOmm5fQDVONHMNr7rwJQ+rcy40FL0W38VEbxPMUy38SZbOIsdku8MDLmmIQyGABja+4WuEAAvwfn/chZhvH85IAoiJEttgsVWPgjSKAVA1IN0h1HOwvgTTazFDgnIeIIBgGZcQIob828wrrz7WksD85DJhplmDojKNDOYyIWUgGvAYKy0DMzoQslBHzVaOdXMRRz7AxSBaRagQzZZxwTVcqQcXPSF9n5bRUATH5wW4bcD9GGzAETiZgF4//uhRfjtwyY+KCC3i2ebOOB3vpyGLb1bM1ZNARCSf7ZzQz+ZRTCFiw8gwUTr/5ZrDRna8eoFhGiymT3TxgOleLwa6JROt/CY1yvM7/FApxqg9gAYHUA0iZ+0jbTwl/C65f9cE0A2LZGNiyTDX2aBqF8g6ucJOmiWyMbvAyVgARTTvwRgCH2/Xf+sQQLTsIggAy/gDfM4/QLFCPC6AGnf9LIITK9rGBKL+iR8NYvEwcE66z++uHv5yqn862ePnC/JLs6Kz06ILEjbd+lkwf3r534rO1169NDV0uOni/Ly0hOT98ck7IlK3BuTeiAuLX5/hH9AVEiYr4u7/U4bNwcXH3dvbzcvLw9vFyd3h90udrscd9k62O5ytN3laL3LcactKCFCY2/n6rDbHRKBbawdt2/bZWPt6OzkFeAfHhN9ICE+LSkxMzkpKzMjLyM9Jz0t+/tkpOdAU5BfnJqSmZmRW1hQIhRIwSq4eWBycppCocHhiJkZMPFhZGRsbnYJWAKmpxZoVHZx0Ymw0OjQkJjwsFhnJy9vr6DTp86TSYyZ6cWpyfn+vpGlRaDmS6O3V4Cnh194WIybq/due5fwsBh/v5Dt22ysd9qv+mmNnY0jEo6eGp/DosjVlQ1MGh9YAFvozIYBqVBfeuoaoo0wNjRfWwW7VnavJP+MWmwY7p1QS41gXP8s8PD+S2+PYBsrJ+sdjrbWLuvX7rCzdbt+9V5dDez82St56Xl5GTmJcQmRweGRweEhfkE+rj6+br5pCWlZyVnZKTkZiZnpCVk5KYcOpRfkZRzJTD2SnlKUk3my8HBpceGlgvzS/MPnDheUnj7z2/FT14tOXDt3+X7xyetJWSWpOSf3JeaHRKYFhCZ5+e938Ypycg1zdAl2cgl2dg1ydQkC46wcfB13eznt9nJx9HJ38fVw9fNyD/B08/V08/dw9fFw9fF08/Vy9/P2BMfT3Qd8zOHg7LjbycnB2cXJ1dXZxcnRztHB1sZ626aNa9av+2XL5nU2Vlt2WW/btnHtprW/bFi9cvO6X603b7DduskKTMP6ZcW6TRs3bt2yfvOmVWtW//TLrytXr1m1Zu3K1WtWrl73y9oNq9dvWrtxy/pN2zdt3bllu802q13W9i67HN13u3g5ufu6eQd6+Yf6BkX4BUcGhEYHhe8JjdoXFh0XGrXv2yEmHgJg39B9PiF7vUPjfML2+4TG+4TGe4Ud9A5L8o5I9QpP8QhNcgsCxzUk2SUsxe/A4YCEIz77C/cduVH6pPG3z6QrH9AvEdJygr6G1vuZZCnH6stx2k84XTlOXcU0V9AMnxmmBkF/s3iolm15i5U9hrNaBD0NHHMt01DP0jfzzDBRT4d8EKsaREnMcLaSIO8S9EzyusbpukGqpp+o7CIquonKLrzcjJOZsFIjWqzvFGoRAm27yFRFk79D8ytJks9k6UcC/3k75Vkr8ROO96qdfOtT882PTU+aMDc/NpTceXn09+cl1+4fuXQ798yV9GPnU4rPJhedSSs5k3GsNK3oZOqRE8kFxxLyiuIy8vakZO1JyYpLWxZ+U0AGPpCSsz85Oy4pa+/BjL0HM/YlZsYlZUE3YxPSw/Yk+ARHu/mG77D33LDTZd0Op10eISH7M/dkFKQfPXf+7pM7bz799uLtzSdP7718ee/l89Lrl5Nz0iP3Ra7bvPaX1T+vXrMSqvld9cuPK3/+Ye2aVdCu73fn8/cDRL/QF0Au6C2b1/+z/xkyP1vv3GZjvd3GejuEvlDy8z8HXwUH+bq7OQYF+oSG+Lu7OYYE+8UfiI0M8w8L8owN9614+1gtpaulVI2cYlBRek2soS6eWUOSCxAmNdGiIsrY7WoBSi/BGRTEATPHrKaIWDAxG64WY0wqcr+JPWDmKASdaNg7KPZ5fECiFKJ0Mjyb3MAmN4jZcKUQBfX9Qo3BFEwVCVVJRn/mUBqVQhQEzDoZHgyaFnTwGC1qKbbXSFcIkRxqvYzfLqDVc8k1QlqdiF4votfrJR09GoJe0sEiVEEuaAmrWcxskrJbVIJ2naRTyYcr+XAJq1nEaGQRqiiociG9QSNCQjW/UHMvVHfEIzdKWXAZu11Ia4EYGCJYGbudT2kS0VsZ2C80dJWA2iznIET0Vg6xnkOsVwtQZgUJynyWMGE8ciMdUy2it0I1SMsRzeCSLZfUwMTVcEkNUNYUn9Kk5HUIqM2Y1rfkjgqtCMMjNzOwtQxsrZSFgHZHh0w8i5JKRVXL2MiZIeWQiQflYy1nNcO7VBQBtXVhTK8Tkc4UpidFByVEBHjYbrdZ/4uL1caj2clLX7vZ+FYlD8OntGhFOGjzs0/HMEjxNHQVm1AHYr+BrhWjzErC114+5C1X8GBybptFhe8zMXRyrJjTJmS1aIRok5y43IXTQu2slTI7ZQy0nIlRcYhcPLzp4/OFoe77l8oCXD2vlV2ys7PLzT7cbTL3m7UWi0pqUlbhOb81GAMLkJH5+LKH8q5+YHpifnR0dH5hem52YnjQMDNpefrgwsvHFym4mrJzOZ8/PRgZMmp1CrXe8HUWGJ4C5bgamu7EZ/XKw8LtZwe8jxM2BRRau3s5OG3HdLSbFbIZvapfxJgZ1PSY+ExSy4hZDAybqc2fiw9GZ+8Jctr089MbZw1isllOH7VITDKakAYnIavIiCopA9mjoA5omCYpySKnGCVEo4So5qFlTISQ0ipjIroUVAryc0f9K2pHFZfQKKHD9SJ8l4IKbfxCoWVQDhaX1MTA1poVFB65mUNsVAswYgacTWjgEBu5rE48G6+fGOgBZqVTA5yJPupIF1wjbuTRm+iUZjyupQMFgyNgrW2tjQ0tDfWtjXXtLY11VRUdyDY8oYMvpHE4pA54rUJA1fIpPEyLit4ho8JondW1n+7iMJVyKUbOB7eR+/XsEYtgyMSDVpH1EoJBStSJ8QJqK6b1fXvdCzahAYoZF9FhbEIDA1sLrQ1DarCA2tqrZUKlRwxsrYgOY+LqiIiKfj1XxcOhWisqXz9ENFbzKCStRNqjM/aaunl0HofOJWHJHz98un712sNH95AdMB6fNdg/1GPqG+od6Tb3z8+AK1VYNOHypSvnz5yt/PB2rN9ikPN6dRIysraz/gOF0tHMYex59mjF2eIV506513S8AgDXZszf7/2x9u61hKpX7C6VVM4y9su7h+VEdP0fNy/OzEzpzD1YIkeqHlDqZ5vb5WnZ906Vfrn7B4lAmr9Uhjh9punObfzvtzCnj1Vdu9J65OjbY6Xvbt5tuHnnC5ogm5wB5heBka+zk1PzU9PzM9MLc9NL85PA/DiwMAbMfgXGJoHpJWBoZJ5E4lV8bHz25P3dO49HRyby8wtDAwNOFhxGfv6ox6LH6TSASQdkKuBVLSMyj+qSsJh6nb8mnPNDwIRHwUzE2eH959ud4u5v9ypau/O4s1eqjX1BQOCXO3ecN2/csXZ1cW5G0t6IU0eyU+Ijzp08fPVC8XC3csgs71IL+aTOurfPRETUuEHFxXUSOxFIRKuPt7v1zm15udkzU9N8roBBpnfpzdPDY/OjE0NG86BGO2E0j6g1eibbzOWPqLU6FoeBQHw1mYDRIeDrEEj2M9PAIjA+A0i7gdQLNQElNTZZNQ7HMF6X+btOIPLLBZmPOvgLwMkP3MjzyNxH4rJyzd+27blz76WaRzNy0H0iionHJ7S0MlDN7TXPkXWvzTKyho/rUdFNUlKXgsojNkkZ7VJGO4/YxCU0ShntchZSSGsDw6JlFBEbzaWiwgPcrLesiwjwO5SWXpiVnRi7tzA7s/hQppezbV5WgkkjABbG5rXimjMnsCXH2VlHlPH5i8dvDOSd6T5Z1vv0BffVsyWz6kJJnr/b7pzEhNSIqNx98Qf3xCbs3XsgKjomOCTKPzg6ICzKNyTMMyA6IGxvSESwu2eQm1tBSsq4xWgW8hFVH+Q0zLhJ0SvlVf1xLzMofEygBpSDgHxoSTAI8JeHOwBwegF21/KYFunG7wMyMM0wTwXR90+J2LTE+DaLdNCSuizQ6QCSFtoZXiSql/CqBYJqCa9aJIL0+/0+eMarFnHqRZx6CQteQeIFy4eXm2wJYKfOXKccIBuWY4R7AKJ+Ab2cpbws7XZ/wlKvvkOefEC+/EbysL77E3aqlQuKrhjFPEI0CxeAcVwo2fcCXpCEkWJoeRi0JSPES+2iJZjwO/2CENguXoLzF5cZ+P/PdQm+DL0w4WIr/5uQi5LPtfKGvpBBezZE6TTjLFKkL++k3ipHnH5o+YAC+4cR4qlGFsiTJD2AUYJRWIjlXK6/YrAMLBNCyenXy/WvEADFNNPMBbBqULBtl35LuoKJoY1fCHTBXd8mHtC0nHQFIjEEwMsM3LqMvtB1+T6YhgUXzTSyQeUZo1po5ZtetptetoMw/L1RCTpA1u52MNT6Xw4YMIZRgGo8TrXUIQF/whgFQDIstEsHq+jKJ3D1c+RksxBgDXZXUtRvUEtYLZinRTEvEvRzWNX0W28AACAASURBVM08QQfxLYTBf6HfeYIOuv8XBgZblKhdUA8wlIO1QDYvLZuf/wLAiwQjQFhmYLwJIJjBniSqHuBb5gQ6I4ZCqa5R4nFqOkFFJ4iISAqivuHD0wfXz5adOFScFX/2SMbFY7nnirNOFWaWluReOVN888KJo4cyCjKT0uP3JsVFpx7Yl7g3Zn9URHxMVN3HT0dz8wNcPQM9vMP9gl3snRxs7IN8A73dQDpy3O1ib+cESr7LIrD9bhdbGycba0dbGydIUfzOwDu229lYOzo5evr5BkdH7Y8/kJyclJWSnPl/0m9mRm5mRm5Ges6hvELIDn2k8Oj5c2WQzAtpv0+ePLt587ZAIBodBe3N0K6vRm28dfPugf1JcfuSYqIPuLr4uDh7X7/2m8Xcx6Bz1SoDZISemV6kUdnBQRF+vsG+PkFRkXvDQqO3btm5ft2WwICwA/sS/byDEvYnf3hbwedIXz3/cPHcNbXC2N/zta97bGEGQMKITXUdFALvw5uaKxfvBHiEBntHNNe2L04DZm3fcO/E2PBsVUVjSmKOjZXTpg3WWzfvWvXzRm/PkOtX71V8qj119PSRQ4Up8Ul7o2KjQiK8XDxc7V2DvIPiouKS9ydnJWeDk5Sbm3o4Ly0/JyX/cOaxnIySnNSSjJTClIP5iQm5GanFhw+dOlpSdvbcreu3nj17U33z7qvCYxcPlVxIyirZn1QQG58Xvic9ICzePyjOP3hvUEhcSNh+H58IP7+IAL9If78wf59Qf5/gYL/Q0IBwf59gf59gP+8gX69Abw9/T3cfd1cvNxdPLw9fDzdPFydXx91Ou+1A3dfBfrejg/1ue9CI6rDbxmrH5s2b1m7ZvM5q20arbRttd2yx2rJh64Y12zautdmyyXbrpp2bNmxbt3rFDz/+feUvP/+yetXPq3768eeffl61cuUvq35a+fM/fgTnh3+s/MePq376+deVq9b88uu6X1evX/nr+lWrN6xet3nD5h1bttts32m309bB1t7ZwdnD2c3b3cvfyzfIxz/ELzAsIDgiKHxPSHRCSExiWGxy+N6UsH1poXtTg2NSg6LTQvZm+0eluYckOgcccAk46BGS5hOR5ROd4x9XaB+S6hlXmH/tzf0vpGdtvJcI8UeioYJsqWb21bH7P1Mt73Ha12j5m07Zm07pZ5rxA0H5Fiv7QFCCg5N+JMiraepWQRc07cJulGwArx4laMYI6mGsvLtDpKcbh1UTgHxsidM9TtUP4hRdOEUPTtGDkXV1iIwwrqaJIa+jiGtIwiqS6Bmc/BJOq6FKO2XdLVx1BZ77EkZ810F73oq9XdF0vwb+Hkm5/6Xt5P3XZ/54fezWo5Jrd/Mv3sw5eyXj+IW0o+fSjp1NP16aUnQyreR0RsnplMLj8bkFezNyo5IzwuNTouPTYw6AE70/LSouNXJfSnhsUtiexJgD6XviMyL3pfiF7rV39d+4w2HVeqsf127bssttm5O3g194dFpewfkbx67ePX3r4a0XHx6VV1+69+BYWVnxubO5xfnR+6Ntdu/820//9fOqf/y88oeffv77ylX/WLvul02b123csAaMff5z6Xfj2l83/Tkb14I+AIiNIYn4ewgWlP8MhT//GX+1Y5ctqP1Clb9urg5Q5rOHu5O7m6OPt5uHu1NIsF9IsJ+/n2dC/N7Eg3GO9lZZaXG4joaZUbNOTleKCGYtXSVCj/TytDKMStwppDdZVMRldbRVxkaKGXBI9VWJ0Dxas4yHNCpJvQbmWJ/IqCTJ+R003JehLh4EyXR8DYfSyKE0cqlNGgnWoCDKeEiVCN2lpZnVFKUQJWLBuNQmEQumleJMKrJeTlAKURYdTS0Fy5C69PTRPr5OjuVQ64WsFgGtnk+tU3BbNcJ2FR9mkHaa5GgFt5VHqRXSG8TMJjGzSUCrF9IbVALQ2WtW4pR8OES/NMwnGuYTZJaGdFeo41dAbWYT6qiozzxyI4dYDxUgkTsqmLgaqCfJoiT3aGgqPtg5JGHCINDlkRvFjDYlr8MMBvCCNCthwjjEeirqs5DWQkNXQXqvmNEmpLXwyI1yDqJbTVXxOwcMLLOCRER8bPvymIr6DBUp6cR4csdnErJSLyH0aBgSZruUhRgwcJi4OiGtbdDI7VLRljd4QZlRzungkpoGjdxeLftOWUmwu22Et1Owm73rzi0bf/yP1NiwuWETA9M0PagasfC0YtSwhW1WkKBX1opwePhHQnu5gos0SPHgP01LmR2RjXRxlHwEm1jDwFVqZRiZoKNLz+w18tQSooiFlHJRch5WxOwYsoBBvgxMi05EGzLIOXjE89+v1H94lbl3n6+jM7Awm52WnJFwcMRimhs0dmkFQjm7qpNyr8EYlI8Mysace6Ay9QMDA9PLD2Lnv37t16r5k1+NHz/cKT2Zdr40q7XlnVbH6+4zmPt6+sdnJgFAbBgre1qXf/9LyJXO/5Ur2nhm0LeUuTX0pJWbt82uze9fv9IJBFMq2bRGbFGweEyEWcce0POJjRUnk/dnRwWFOVm/uHlu1CDuVbN7NRw5B8UkNnU2vYPVvCAjKqWMdoMQZ5GSpIx2JacTinqWs5A8YpOah+5VMyxyioDcIqbBjBIiFIKlE+L6teCiL7Tf262mQ0ZoaAdSK8KBW9kSgk6Mp6G/wGufs/D1RgWdRelgsXBEOhqOgzVhmr8gGyqaqyobP2OwHRQ8mtgB62yoxjR/4RE7FDyKgkeRcUhsIpJBguPQDSI+TiWhUHFNFgWjX8HSM9EqCsIiJDA6q3GITxRSvU5DlfE6tSIw4cwoI+nEeMh93aNh9OlY3Wq6lIUgtH8itH9iExqg9w+f0gIFPvMpLQJqq5SFoKKq9RLCRJ9UzungEBtlbOSgkWtWUNiEBp2Y2KsXEDrqmQTkgEU3Pz7WYzTL+DI+S9jXPdLXOzo8NNnbN2y29PYPDw2OjuiNhqH+sYGukd6uYbOhb3hgYnhosrODcPvmnauXr93//TeTSi5mkQ0yDra1El79ugNR28GnlzRVr7h8fMX187bv6l4BQBxH/R93Hq5/ft/jwQ2aUTMw3KMwi7sGNSaN4Nm9mzqdRqU3kWj8wTGgbxigcUZTMu5l5L1Iz31ZUPQxI+txfZPaZALE4snmZvaXGopIOW4ZAKPUxqaAhUVgaGRhZg7oH5r4Oj0/NjU3Ojk7NjE7MTk3Nbk4M7k0M7n09etCT//43BzQUA/jcaW11Y1MOuf5o2d7w8JFJNKcTj1CJgFsDsDkLVXWqYvOC4My5lIuazzSRQ4Jcvf0yczr3KjCO+tdL1v7lPlHBa1clxsQcqeo5ExCyrYV//OPo6celV3ZtOqXhD3R714+FXJo588UZ6Tt8/bcRSa0jvSpe3WiLiX37qVTMjKmX8af0GuAmZm39+7bbdhsu27j6z8ez49O6CWqlqp6LoFulCpHDF1DWsNXvXGpf3Cpt39MqxOTKXIGW0JlSJlsNp7YrdKMGMy9GoNOopkcA2aWgHqcPv50pWd+hetxuHsp0fcyz/MM+my15OR7vAoAjjzDJd0kFj9TFt5jrPh/Hd+VV0uZaAMH/r/Zeg+oqg692/fcN8Z333fPSTSKSBVpgvTeQUBEioAKUqSKoLF3Y0wvmsSYamKMXbHQ+2b33nvvvdJ7b5v13mIZT8Y93xj/scbaa2+2uMOI/Nb8zznNHJSKQUM2NcObHqPaHsIa7+mEBKuCoRcRGehmk5RiVdDHjIIxo8AoIcuYCDkLqeaBSX46BUElw6plJK2CqpEwc9MTd7i5ZCTEHykpPV5ZVZiddbyy/OKJusxd0ZWHcnqf35O2N8E+/BBz8rzo9Afmkx/OX78F/PQQaGhagMOGKdjPztaVHcqpriipLiuryCs6WlR+pLz80IH8zNTU5Mio1Ki4vJTdhRm5B9KzD2Xn7YqMrSkuSQ4PjwsIGNYo10aHZVSckk2wSlhrI9aWu3dq9+6bEKhX5IOr4kFAPA4Ix8ARjAL8IYDXDw7fusow2ZlWgN0PysIgGA8A7P41lg1UWaGHf12xM61rzPW91r/yeyF759p62C90hKKP3gQgrVtA7USDfX29GTqukYwgF1HM4FEwDnBHZhHyiS7BMk4LUC1rBC33+9eULx/hPv6DfuOp9kHfdBcHwClBwZmiB7gD4HdONwF41RpWsYqWLcJFayjZv+dv8PYmdblPAu0/gxbcdYPrWp9wFS78z6MdJljpA9n470c7DAy+AlVfrBrok6x0gdZi0PNM1AKCEYCg7n9J4P/UxPyuQfpH50g7fQ2/3mAMlRhjFHOdnNHXZHBbm6RbhYshPoeObyFzGcr0wipZN54bHiCmWpgAd3iqiQ5uLPetRz33iIFuETjr8q+9g7+yHvi80sFfWw/KWltvRQIXp3vEQI94bf3Fb492sFqJC4rPWNVSF6//MVr1SzuoPEMS9NsjSg5p1Gvrijqkq//9CO2Zg3I3RgHehkDLl2DC2XbOfBsPoPQDeNN4I6v/KUn2c/fIK0b/C+oiQgH+J2YNAox+AOydtgA0yyrJ8FYH/r8Y+O31vzPwfwIwGIIFFSCtk/AayWxfF4FBBRgEYCtA7AdIA6sE0wJBu8o0rApNIxS+sKtPhkJaeYxhuUDJwNGRrUx0OwPVhu14/suND25/fvGrD058dO7IR+eOfnrx2PXzx66cqr1+7sSH50+cP157pq76wvH6o2UlhbnZZQX5Rqn8g1NnQrx84kJCc3btTgiPig4KTUtMTolPXgekuIjwGHAiY6EJDooICgwPCgwPDooIC31jCQ4JjvT3Cw4MCIuMiEtJTs/JLigqLD1cVl1R/m8DMOQBrq46eqSmvvbIsfq6E/l5B8+euVh+uLru6Pvlh6s//+xrs6kfEn4BAGhoeFlTU/v8+QuzqX98DMTghflVYA3QakwfXf+ypLiq+FClv19oZUWdTmudnVlhs0Rslmhhfm1qcnFmenlocPJo7cnEhPS9mflhobEXL3yo19nmZlfXG9dXuzv69ucVRUfEpyZnJCfszkjLwSApC7OAUTe4tgJoFLYvP71dWlQbGZqcGrcnOjgu1C/iTP15Ll04ZBkzqq1TI3MMKu/sqcu+3iGuzj5OTl4ODtsSEjIuX/ro7p3739y4VVt5NCUpLT4qIT4qISE6MTUxLWNX5v7cg5Wl1Ucqjr6Zw7XrUvDJI+UnjpSeqCypP5RflZ9TeqCgsrS0rr7u4vETVy5f+/r3P1/c+fPltc++O3L8UmrmweQ9B+PT8qMSskKj08KiUiNjd8clZCam7I2KSomL3ZWcsHtX0u7UxPTUxLS0hLTUxLT42KSEuOS3ExcTHxsdFxMVu34SExsdEx0ZFRkesb75HBQSHBgYsCMiPCgmOjw8LChgp+8OX09vDzcPV6cAXy9odvp47twO0m+gl3ewr/c/Njm8t9XZ0cXNeauzo4PjFhB9HTZveG+jw5at721y2LDR4d0NmzdsdHhvkyM0mzY7bXzPcdN7Wx23ujk7bdvq5O7i7OHm7uXm6rnNw8fby993R6C/X/DOgFDwRy00JipxD9genLYvKaMgJasInL2lyZklKdnlyVmHE7PKU3JqUvfV7co9mpRVE5NR5Rmdn1R09vTNJ793sp/iVPeRsvtoVQPNcqdPdhep/BOjeoDTPCZonpF1r6jGRobxAVZ2DyX+Ey15TJQ/JcifEWVtHCNGPd7JN3fzzJ0cYw/PiJYNUg2TbMsCwzyDldswCgvbOiWbsguHl5jWaYpuFCW1wYUmhNiCEvcjJf0IobWXb+rlgl/bxdE+wXCeYrmvyEKU3NrN13awla/J/Fuvum839t5u7P2lDXGnHfn1k+arvzz86M6jszd+OPvl9yc+uVn/4ZdHr3xWe/nT2isf1175uOLM5apzV2vOXa08fenwibMlx07lV9ZmFpZlFpTuzQcnM69kz77i3TlF6dmFaVkHY1OyohL3BEeleOwI2+zis3Gr59Zt/tv8wiJTs9MLy4vqz9Rf++zSjZ8u3rh9+cYPn/9y7+qNWyevfXTkzJnsov0+ATvec9zg6LzRxXWzq5vjNg8XV7etEAN7bAejrVxdHD1cnd7O3wHYa5vrW3vw30/+DsABO32DAkH6DQneCfUexUSHQV1HiQnRCfFR0Bb0ngywIzFrb3pBfnZyUmxOdsbXX1ynEGCL01arjmdUMfRKskKEGjIzyZjnPa0/s8ivBbS2IT3Ybiqg9hikZK2IoJMRrVqaXk5QidBmNWXQyII2pVUitFqM0UpxIxauWowZNLIkHJhJRbZoqEohyqgkWbU0tRgDnYhYPRYN1aqlWTRUg4KoFKKk3D6oFljMhWlkOKOabDMwrDqKhNvDobaAZUu8HgGtRc7p1Ir6FNwuCbNNRG9hE15ASq9KAFPwekSMNlAlZrQp+WBXkJjZDi1Oc0ivpexO8Mu53YM6hoTZA/X0Qg3AbEIzDf2SjHjOI7eZ5EQxoxvSe6WsXqOMMGxgWZRktQAF0S+X1CqkdSp5CDahWcGFa0UYFR8pY8O4pFYG9jWP3EZDv2QTmoW0TjGjW0TvEjO6IfFczukzK0h6CY6FbyLBn/Ep7So+UskD7ylohFgVH80ltVNRrxjYJi6pHdyehT3D9TyRMGEyNlzGhkNdO2oBZqpfPD0gu3vrenFO0nrlb3C0v5ev06YjRfu0ArpJxmAT2oW0zulBnkbcp5Mi1mVqBKRbEvueE2DPFFy4WQFK+noJbszCVgngLMJrHqWFS25UCOFz45phm9igYok4GAKyCdH9nEdDDpql9rlhlYiuFjFnhk3Y3pY/frxx9HBh4Ha3WD//42VlUwO29ITY6AB/k5gzIKUtj2mFIgqRr+jkATlncFEHuz/8yTSxAkzOAKNjU/a1penpYZmMtbhg67cI9VqG1cJfWh6cXRxeBBYXAaCxD/+oHddKlFV9+FvRZ892f0V0vGBxPD+UcJXjkXHBPSTay9ft2uUrGq7ATKeMiphcYg+d2DUzrpEy0efLDuyPDsmNCLx+rHJlSDfbr5q2yUS0PjK6kUlsp6IayYhXfFKHhN4rZ8CMIjwD3UjsfSZlwFRcFOT7HVAzRvQcg5igYCMscsqYkacT4iCByyQlQRFl/RqGSQ72D4noPTxyB4fYBmGwkofSCLEyNhzKNjOISToeXkKH86h9fCZawMOLxFSlnKVXci1y3ohOapOwRIReLrZdycPo5BSFCEyTlrL6aLgmFOwJm9bJZ/YQEA0CcueEljMoIStJ3RNqlllE0InxeNQLIuaVVkro1zDe3uPA9TzB9z7lktrNCopZQTFIiRD3kuANEiZMyUNBW9Azg9IJq3BQxzJIiRImTC8hKLhINqFVK8IN6lj9GoZWhANTtThIg5Ip5hIZRCSip4NJpja/bGl91Tk8MD0xtjwwMGO1TmoNg2qdeWh8an51dWpucWRwam5iZWkeFB2XFwH7CjA9uWIxDz748/G1y1coeAyLiLKqhQYRVU5HsEhwCptyj0l2/P6j//fHbwJ/bfh+FLgysLzx9m/Ov/y045MPWmn0ubk5sVai71fNjFof//7zzNz07OoahS2WqEcReE1Xn6ak6va5K6/3F3+bkfthc5ts0Q4sLgP9w/MLy8DQ+LRxcGYBAGwjS4OjixMTK4ODs6sAsAIAM8vA5PLq2OLy2OLy1NLq7NLq7OLK3PyK2TJoXwXmZlcbnjcSsJQbn98cGxy9eOIkG43WkYiy5haAyQJkGuBJ08jZjznJB4BTtyazz1gyj5sPXpAUnvvSKeSMW2ClT3B+QEhRSmpx1t7a0pJhvbG2oPDsofIYd+8H3/5YVVAU6u338cVLP978Ki4yOC0l2mu7w8fXThvV3BGLnIHr/vP7LznoHi2TpGNSliy28xVVwU7uYe6eLCQeWAaARYCFp75++LynsR3b3UfqQ/AIBJ2AP6BQ2BTyfq2uX2ccMQ8MGwfbGlrgbX1kOJGEIEo4yskJYHAC+OD79rxzT6Lqn6R9Skz7iht9kZT9KeU7mOlWl0gLALXfdFXepJz8VV73NfH/cU5F4YhSLsokhBn5cB2fJSSTOp//iel4wid1KzmYuUElA92C7XwiZcBn+mVmGdUso05axKMGvpKDVnHBW356FVbI7RRyu21G7li/3CDnHcrJjA7wTw4Pry8rrzp48Fh52ScXz9aVF+3PTK7am/b6gw+MD5+pvvmJfPQsr+68/Ny10V/uAkRyf1/Xybw9VUU5mZkppSWFJQeLS3MPleYdKsjNydyTlp6UtCcxKTcpLT959764tMzo5JTQqN2xiU7vbrj4/vGi7L1pkWF0RA8wNTyg4mv5lIV+/fMfbhXFpwyzZYBmbE06DEgnAMkEIFrHYMEwIBgE+AOAwPZv9OUNAfxhkOug4Q+DDyEM/guMwRezrOAw1jO0IOcwdd1FTP1rR5oBQvKbfWkquPi6RjJCGGwnGt4AMNkE0KwzcNkSVgMoFwC9fRGjpt9qaj57S/Jbx2gLDYyb5g4AZN0qWgYCMB0MBJ5oZ/a/JCzCRQBetQgXraCkAKcfzHP+n2d9xxjKc3qb6oRWACjJ/zhQcfF/HkF+Xs/QAuuL4BKI/ea7eYybz6g3nrC/f6l9gpiFCwCKdpWomkeKAIJ6oZu30M0DxVKaCQr0+r/o998kjJSuoGRzfUKA3T/WyuDfem14gJht5wBoJVjh2yd9swXdLQL5tlu81ilY6VivSuoEbb32LtDKC2Zl9YjAV8JABgZtvVADcA8YKL3SI1jtFYJ5YCj5aq/Q8gCh/LkNBOC/a9FIGfgQDurnYDvUX/N3AAZwquU+0XQ7a6qNudgreKMGk42rPRIAqV3plq7BFABvcgUmX4Ur6V+/VN6Fj7SwV7AaEINpVpCEWQPgVvNfq85viRci4b+z8dvXrFLfhGBBBUigGrwOwADV+qYNmAxWAb+JwiJZAKIVIA4ApGGAYF0mGFbpekBoXuCpBmkc6uvXzO5WAQbGRnYwEC0yBlrFwdORrVRkU8/rPx789MXtzy/e/vzyj19e/fLa2csna07VHD5fX11bVlRZVHC0rORgVubuxPjC7KzPzl/KSUwJ9/JNDA1Pj0lIiYxNi0nYnZCcHJsYHxUXEx4bGR4TCTFweExYeHRoSFRIcCQEwKEhUWGh4JXgoAh/v+CAnSHhYdGJCbv2ZuYePFAMBT6XlVaWlVYeLqsqPwzyMJSDdaSmvqa6ru7o+0WFpbVHjlVWHCkpLj+w/9CdX/9YWbFPTEwBADA+PvnixauOjq7RkcmB/hG5TAP5hA166+ICQCGzT564sCslMzQkBoMmQ09JJZqW5u7lJfCfg9mZlfk5O5HAOHf2amxMir9f6PFjZ3lc6fLC2vLCGmAHi4IxSELl4SMBfmHe23emJGY2PG2ZGF2YmVwR8TRm/ejPt+9HBsfv9AwK3xkVGRgTsiN8V/zuaxc/7mzupRPZXe3wr7+4lZyY6e66w8cnxM1tx3vvuW7f7n/h/NUfb//y1Rc3Cw8UQ1prbERcRHBkctyufXvzy4sra8prIQCuLT9aU3q0ruJEXcWpY1Vn6itPlxfW5u4p3JWYnZyYlZGxv6CgvKb27Bc3fv70yx9qjl8oKK6JTMiISckOj88MCEvy8o/y8A519wzy8Ar09Ane6R8WGBAWEhgRHhq13iETExUcFRkUGREcGR4aFRkeEx0ZFxsdFxcTHx+bEB+bEBMVHRsdEx8bFx8XExsTFRkRFhoSFBTot9PfJyw0IDoqLDICNAMH7PT19dzm7uzo4bLVd7v7Tm9vfy+vHe7bfN3cA728I3YG/MPDw93b29PHx8vDw93V1dnFxWnr1q2bN292dHTavHnLu+9ufOedDRve3bxxg8PGDQ4b3t28xcHlvY2OmzY4Om5x3ergunmTk8N7Tk5b3TdtcHTY7LzVwXWro5vTFretjm7Oju5OTts3OG7b6Oy12XWH0/ZAtx0RXkFxfmFpAZEZCXtKEjNL4zPLYtJLw5MPBcYW+Efl+0TlBaVVnPz6ySOE+CFK9ksn9w+E/BFB9ztS+YxqfUgw/IlT/4lTP8SrH5M0T0napyT1c5K6gaxqZhl7JcO9oqFWtqGLa0bLR0i6aaJmHCUd6BMY4UITRmZFiyw9XA1ONYBTDzIsUzTzJFYxiFUNETWjSNlAn9CGkAxiZKNo+ShKMgoXD8OFQwjRYCdb85LIf0nk/96Ff4ph3eslvCJwXxG493uJd7sw92GEh3DSbx2o2687bz5r/uyPZxe+/fncV7dPfvoNBMBHr3xW98Gn9dc+qzx7pfLslfLTlw6fulh15mLNucslx07tK6vOyCvOyD2UlnUwZU9BfGpOdFJmeFx6aEyqq1fQ1m3+m5y9393isdnFx2tnZHRSZnpu0d7iypKT52suXT/6waenPrv5/sdf1Vy6XnPhWtn7p6J3Z3gGBjh5ur3nuNHF3dHH193VzcFhywZXt61e3tu8vLe5OG/Z4rDR2clhu4frNpet0Hi4Om13dYIYeLubMwTAntvd/jMC2tdnu98OL0j+heg3NCTgbfBVfFxkYkL020ndlZC5J3VPxq7cnD25OXvS05I+un6l36K1L4wIWajFKcPkkJxJbqMTm+Cdd0noJ22vbrEpjRxSk1lBMsnJIjpsRM83y+lqMc6ioRqVJL2cYNPRbTq6SUW2amk6GV4txpjVFOhkYkAIicNDJrZGgrVqacNmztsvYZFa2ORWKbfPoCCaVGSdDK+Vgm87bObwGJ1aOd6gImlkYEuwjA9TCOEWLXnYSFPwehTcLoMUqeB28SmNInqLlNVuUeHNShxkYTUpsBAJa0RwHgWUNGWcLgGtRcxsNytxBhl6zMLs19AoyAZ872MWvomFb5KyepU8BBX1ggR/xsI3DemZZgWJS2qFJF8RHVwDNsoIeglOwuzhEFv4lHYlD2GQ4iHdWCfG6sTYt9zLIbao+Eg5pw9s1iU08flUqgAAIABJREFUS1m9egkOomW9BMcmNFOQDRA/Q+9vkOJF9J6ZQenskIxH7oCIVy3AMLBNuJ4n8NZ7UGAvJC0apESbmj43rHz6+1cFuyP3xAfuTQgP9XKJ3LH9UFa6hI43y7gDGjDxCNtzX8btRHffkbBbx8xcGRup5GH0EhIT10yCN0DxrRJmj4ILN8mJUlavnNs7oKOCUr+WppFTXjX8eun8kfLS7P05SblZ8e/XFt/+9mOtjKMSM4G1+WGLJi8zJSbULyM5dm9KfGZM7JEDB7/84JLrxv/T/uQ+MGZd0HFHVBQ+E4ll8GACoOgDZuSBnlNfKc0TgG0UmJpeWAeQRbNZbrNITUbuQL/INiBeWBm2DutlRvXN3/4orL/wpI+hnAbqv2lIPf9b2k26y0cT/33cnHBduLPgc//4tOi48OryiiG1zsqkTcr4Zjlz2Cq1GrjPfv+mYk/y+/uy9seGqWhYMRE2bpQM63gqHk4pxFk0TKOSYpSRRg3cIS1rQEmZtQmVHCQL22ySkoZ17AmzwCwjj5v4NiVNxuyDXMEWOQXKiBaQO6UMGOTNlrL6GNgmYt9zCvIlA9vEwDZJWX1kxAseuUNI6zYrKGoBxiAliqjdJgHGIsINqug2Nd2goOoVNK2ELKbDxeReBQMhZ8D45DY2tUUg7JaqUHINRinpUwh7GeRXQm6nRoEWcDr4jHYRrX1CxxpT0vQMRL+AMGeW9KuYeMTL7rY/BYwetQAjYcIsSqpBSoTs4koeCoqqNspICi5SJ8bzyB0jRi5UbgQlipvkZCmrT0DtGtSxZgalJHgDou1POQehEWLZhFaIlqVcVL9e9OTej13NL3o7WtEwpJAjHh+ZH+yfHbDOjY6sLK2AMDk5ax+dWZpYWBqbnl9aAFbngdnJtenx1bGRpaGhuenp1YX5tT/vPrp07rxcxLdpFTohQy+kDKs5kwaZms3mGE2RP990/f62//Vfr1CsDwEg+HH75q+/9bl27Yt7j4cGRuUGtcyg6Dfp7935mc1l2cYmiAyRxjyLJunxlKFDFbeq6n47WPZN9oFrLP7oxDwwNj2/CCysAlND06aJ5flFAFi0g36ruTn72howuwAMTy1NrgAjy/aBpSXr4oJtbtY0OaYZsClNxoHB0cX5FVg38sK5y1fOX71147vZkVFsRwfi6VMjEgnoDABbpDt7HR+TObDvCFB7XZdyeKb6Y2HB8Ya4nFdFNafCYkrDI6oyM8qys08dqUmPiz+QlX3r65sSniA/KycpPLY0Pb/11ychWz13bHa+89XXpXm5SZFBsWE7/L0cXz65g+hs+OaTC6S+Zr2QtjJsnLfoFq22q0fro3z8/JxcxXT28tQ8YAeW55ZGhkYHbIMWk9lk1JuMWqtJO2A1DPWb5qdnFuaWATuwsghIhBoqnssmi4QslVE7NjMLoCnGwlO/7LvYEH/mdeLHuLSvuJGncFU/Kh5Spx8TzMIZ4NC151U3aOfvarNOvn7XJ5fKZnNo7Qp2o4TaKGXg1QIeBd6OaX/GJ/aqOPgJs1hA7mHj2nnELhkTSYK9pCEbdUKCho8j9jYQep6D99oMRLG4i8dq0yoJgyaBRsKUsamlOdnh3t5pEdGHMrPriovL8/YdKd5/+fiRuqw9J8KjmquPDd57IvviW1hVHe70ecntHxbx6G+OlJ4sys7bnVBeWrgvK/t4zfHcXblVRZXJiUlJibF7du06mJlVtDs7Ny5lT1hsZmR8aXb+w59/++GrrxPCQo8UF928diU7IRrd3DBjU9snrMD0MKWjNT8yTodjAvpJEIBlkyAAiyEGHgEBWDAICPsBwTDAG1xl25aZlmWmxc7pB1VW4QjAGwSHPwQOCMzD4EXBCMDtB4dtA9jrJMwCSRhUhhlmcGuaafn3dSYEyaD093fyeePwBK3IQwBrYLJPQr3V2HL+R/bP7aDHmG4CSJpVrHwVKwdIGrCKiahexcpnYXzwnQVDa3jlMloK0I0AUT3STAXpF6P4H+aNtvlXC/F63jIoe2LlAO5/GowU+M9BSxfa2CtdoJMWTLemWwC0XPxj84vaT6wNuBWMDJCNA+oZgGtbIigWcDI7SQ0aoddLiWc7ObOdHPDbW88Me0uVfz8B8Z6sm+jiLKGkAN001EgxP0Yrf+1c7Bas51HJAbgcRN9eyfqJFBR716Oq7D0iOwzk2zVQ4paARzDJGWRgOwxk4LfPgmvYaMV6ILYEQCu0v3Xp7/YAWNVfKdnri9nQejYcrJ5680mu31OAvtW3GAzGklEMYNAXWr7cJwK30EFdXQnAlGs98jcMjNEB1P4VpIp7q0X3CDvcyh7r4E30iECFH2yfBn8S3g4EuhAJQxj8loqhp/4TgMEeYGjo/WAfEtUG1iCBCVjrIVgkG0i/4AzYyeYVmmGZY1gSaOYlKguNJkT0yAkos5BukzHHdMIhLVfGRFIRjUJKL5/c09f88PfvPrnx4ZmbH1/86cZHZ49WXj1V/3714aOHD506Ul1WkF+wJ+N4ZUV5Xl5Zds6x4rJjJYcP7s7MSkrJSk5LjopNiIqJjYyKDgMNohFhkWD9b0hkcFB4RHhsWGh0SHBkcFBESDA4wUHhgQGhvj47/XYEBgeFx8bG7969p6DgQHFxaVlZOQTAbzG4orymsuJIVWVt+eHqC+ev5GTnnzp5rqa67lBR2ZGa+sNlVU1NLdAW9NLSitXaz+XyV5ZBb/DoyFR3F9xkBBuD3y5Fo1Gkqsr6uqOnHj5ogPfhxCJVaUl1ZUXdxPj88hIw0D8+P2dnMYUF+cUe23bEx6XGxe56cO+JQqoB/3VZZ+CJ0ZkH956FBEZtc/Vxd/E+dvSsWmGeGl9SyoxsuhTZg9+XUeDl5Ln5Xw5BvsExobEhfqGx4Yn5WQfDgmPiY3YF+Ec6b/Xats1/+/aAzY4eGzc6bXFwqaqsvfPrH99+c7u8tDoyLDbQPzQ+Jjk6In536t6DeUXFB0qLD5QePlRRWVpdU3q0vvJkXdnx+sPv11eerC6p259TnJqcFR+bHhublpm5v7S87uLVz94/faWwpKbwcG3OgfK8QzVZ+8vT9hbGpeRExqaHRe0Ki0wKi0yKj0uNiU6MjgCLU5Oik1LiknbFJCbFJEQEh0cEh0eFRsaER8dFxiZExyfFxSfHJ8RFRSfExCbFgZMYGxMbGRYVFhweHBAU6BcWGhgeFhQaEhAaEhAWGhi803+Hl6eLg4Onq+uO7dt9PTy8Xdy9nN38PbxCfP3/4e7u6uW9zdvbc7un23YPdy+v7T7enl7bPV2cnB0dtmzauPm9DZs2bdzssGmLw6atmzZu2bRxyzv/2rThX5s3b3Lassn5vY2Omzdu3erotmWTq+MW960O7lsc3DZvdN64YevGd5w2bHB+Z7PHO1u8Nmz12ewW6OYb5RueFhKfG7XrQMzu4vDUQzvjCrwisn2j8+Oza0uOf3Hy0z8+vttxq5H0B0x4Dy5+jFW9pJufk01/oBQP8dq7SPlvfaJ7KNkzsq6RZW3j2jr4NrhsuFto7ZMOYTUTONU4TGiDiSx41WgnW9PLN6zTrwEvs1E1IwR5fy9PSzON0c3jTOs0TjXQzdOg5VaqYZKgHiFpJ8i6SZJ2CiMf6eaYm8iqFzjpc6yonanq4qpxqoEmqriZJrrXS3iJ57zAsRvJvN86UL+0wn9tQ3z/quuHxq6vnzS//9XtD364d/HbO6c//77u2lc1lz+rufxJ7eVP6z74tPL8B5Vnr5SdvFB64nzV+ct1V69Xn7108MixlOwCMEY7dW9YfOrOsARP/wgXz0BHd7/NLj4bHLf/08F9o7OXh394VHLG3v0lBypqy0+eq7t0reLsxbJT545d+7ju6vV95VWxezLd/P3/5bhls5uzu5ebo/MmF9fN3t7OLi6b3FwdN21+d7PDhm0eYLOR45b3nLZu9vH2+DsAgwy8vgW93e1NONZb9+9b4Rc6+TsAQz9esTERbwdi4OSk2JTkuISEiN27E/fvz0pPT0hNjfnuu8/UCv7IkHZiWDE9KldJcDYDa2xAwCA1dzX/3NzwHdTly8Q1ytgwFR+97hLkSFkIHq1LKUQphSiFAKmXEyD6HbPxBwxMOR8BbUHLePARC1fK7aPhXguZ3Rxqi0lFHrGytVKcTU8ds/FBrBUgNVK0UUkya0gGBVEtAd9QxoeBKrGaqBZjxJxuqEVp0MQYtXHWZlVmJU4r6rOp8XoJQs7pNEiRwwYKFf2Ujn0uoLVoRHCdBKng9UCtSFC2k16KknG6pOxOq5pgVuLmRoQCakf361/IiOcqPlJA7VDyEGYFiYVv4lPa6ZhXJjlRxUcS+54KaZ0qPhKScA1SvEVJVnDhkA3YoiQP6ZkcYguP3AbFYhH7nuJ6HkHe4PWGXgSf0k5BNvDIbRYleUBL1wjRNjVVzOgmwZ9RkA1yTt+Alj6gpZvkREgzNMnBRWUhrZOCbOCSWg1SvJzTx8Q1K7hIFR8tYcINUvKoSQDM9xN6X5XuSzmYmbA3ITw5zG+nm0NsgJeKSxk3KZVc/KCOw6eANwV0UgS8/ScJu31mUKoW4Kwqxtyw0iAlcohtInoPxOTQXQAxo9usII2ZuWYFyaKhnz1+qObwvurS/FN1FSdqS0sO7NmXEZufFVecn3b62GEhg9jR+LwgK/3s8eozxyq+/ezq/Z++++Gzj7MTE6v277/79dev79z+/kLt56eKP7lYdbS+7tqPsEOXkDknKBe+15vHgUkwa3dtbmpyYWZSLuEqZfzhYePSyuTYzBBbymErhOap8e8ePPrtVTdHPyEfAI598Xj/x39UPRDG3ZrbfFSTek3qt+8rl7Bk/1D/zPS0cb2hn82akAiWhrTA4mBn8/28zJiDqTHpgd4KClrDwk0YxHMDah6xSy8mqwU4vYQkYYJy+qiBP2EWjOk5yyNKk5QkofdOWoQz/ZIJs0BC71VxUWxcCwPdyEA3KjlIaB1azUNL6L0sbDPEuloRTslDqfhIk4xglOKVXPi4masVoo1SvJDSJWfBecR2NQ8rILYL0K+0jJ5+KV7HR0gY3RohWivCMXGNTOxrGuoFHfuCTWlkMprp3BaeAqax4NUKuJTfgUXcF3E7JIIeAvqxkNUuY3VbpbghBcXMQwtxbfM2iVlG5tF6GKTWIRN33MJTC1A2NdUkJ9LQL2Vs2ICWrhPjjTISGfHiyW+fw5rv0jGNE1ahlNUHbUqr+OhBHVhmg+t5AhmGiX3PX96/iWy/j+l61P36jowNBxfyOWgeDQ3vbKRgkL3t7Rq5bnRodnJ8BfSTrgLDo0sDQ3MjE4vj0yuzS+vEObuyMAdMji73m6emJ9cW5oHJydXp6dWpqaX21q5zp05zGdQho0ovYvYrOXo+noPpGJRLh2fnsn++5fv5F251H1e/oiEBIK+L4fDZd8Ffflf++XdS/YBxcFipU0nEvJ9/+l4oF4/PLxLoQrVphkA18aXzZUduFpZ/vmf/+Yuf3p0DgLHF1SXAPrEwODlnWgNmVgD7wOjkCgAsrgCzs2vzS8DAyOzY7OrgzIJ1esY4OakeG5H0WxlqJZrN6iYQ7j19fvnaR4eKS9PSM54/fQasrQCrywtWo6S709LZbXvwlHXsvKzshKmgVhyUOZJTO378k/aU/JdZhYY/nzVcvHJ0b0Zlfu75U8fPnjxeWlR4pLIqK2OPh6sbnUp7/PTJ3t0ZGWHxlw/XP/n25wh3r+z4hGi/Hf7uW1NjQ368+dGIRd7X/qy76f6wXjiqF6k4eGC8H5ga/+LCxRi/gOidgYtjU+BvWivgb2xgp/aKfX5haXnFvmJfXVxeWFpaWFtbXVxchlJe5mZXV5YBEV9FIfBoZInBODswDnz7AJNS+d2+6+0p1xHhH2CTv2ClXMR++NzUIQEaWeO0ASDv/P3j39O/fGVJLPthW/gBkUwuAMvYukWUJgENZVEJTTIWrutZ7+s/dEKimocbNfANYjKf1EXoaSDBXvBJXQo2io1rgzf/iW4H/5fIZ7Sg++5yGc0Sbg+D0GZRc6wKvk7IrjlYkBYZEezpWZyTc/bokbL8feX78y+Uld0sKqn19Pu96PBgY6v493u83+4Inz05n51xsiBr/664+oqSsqID+Vk5RXlFFfsrYoNjcjL3pqckr8u/u/ZGxewKCsmNjavMzTWKRVaVbGrQwqfhz9dXVxRkV+/PrcjLfHLnG4OEMW1Sm/m8gpgEKZwI2OYB1RQIwBADgxg8CoiGQPoFZ2SNO7BAM04R1FME9SxZt8y0QEhs5/SvQVvHwhFAPAZIxkGE5g2AA2EwZx2DQRIGM6VBQH1jLV43GLOt6zy8Lv0x+wGGDUQgaBg2gNkPsAf1L0htF38m3nwBPlQtzCAkdrwKXHgm6wCiZhkjX0LL7Osr0KtYxRJKuoKRAwS1HadcREpWsQqAblrDKt/OeqYUGK0MbimjFODqMkYFbi9j1eAJ2OgjByVcggLA/8cRpwTwclBt/vsRrDhWguiLUYLqKFoO4NVzvXxzA5b9/UvpH52WRuI0XLBCUq1RtXa6bo2qnYcLwTehGkARm6IHU8FwSlCsxikBnHINq3g7AEaxhlUuo2UART/fJ5noZINR2Hi1+TGWdeP5CkwK/hVQapBs++QASgnAQVl4DSZbr1aW2+FSO1y+BoY2Q4ZeJRjgDJPZYWKw4BcmBrt/4VIQpAmatT4xCLdEnfLnNssDBIBTQyFhb8AYUoOhI1b15mNcv4OwhpJDY0fK/j7QRfCGAkK53CUBMHoArZt8zQJoA3aECqD22xooY23c0VaO4Qle+xg71MKaQyqgRXcQg/9Gwm9Ydz0T660O/FYEBmi2f0PvW/ql2dbrrAfABmCIgaFCYIoNIA+CQx0AqGAc9BxJuchQr4h0wzQuv6NT1NejIqNp3a8xrY84+HYlBy2m9dFRzcjWh72N9/uaH7c+/e2nLz88f6zyWPmhS+/XHqssrS4+UF9eVrBnd3pcTGXhgW+vX79wpPZUedWp8qqqgoOV+QdK9+3PiE9OCI+KDY+MCQMZODI8Kjw8MiQ4IigwLCoyPiI8FlJ9g8FMLJB+d/oHe3v5+frsDAgIioqKSU1N37cvv7DwUElJ2eEysAf4LQZDD8sPV9ceOZa1d9+5s5eO1IApWVA0dPGhw2Vl5RgMbmZmDsJgCoX26SdfvmholMs0V698VHvkeHNTB7AGzM+tgPvMayDlNjxv3J2ek5NdsDs9p/BgaUR4/N7MfSQic2Z6cWF+bWF+dWR4+uOPvnB18QoOinBz9f7/q5KaX3eODk1OjS9MTyxyWeLjdWfcXbzXpeDAlMRMLIqqUVroZCEVz+5q6i3ed8jTxcvTxcvDaXugT1BkcOx2F5+wgCgfzwAvjwDv7YEuTt6ODh7Ozt6urt6bNzk5O7mn7sr48oubj+4/O3vqYlR4nI+nf4BfSExkQvq6NXdP6t7czLzC/EMlB8sqiqqL88tK9h0uL6yqKa2vLDlSerCqcH9ZUsKe+LjUhISM4uKq8qrjh0qry6uO79tflp1XvDe3aPfe/akZeWkZubsz87Ky9ufk7k/dlZEQlxwZHhUZEhEbEZMUE5ccm5gYHRsXGRsXFR0bAd7OiIuMjY+OSYiJTYyNg45/AXBUXFR4TEQoyMBhQWGhgUGBfgE7fYOD/CMjQqLDw8KDg9y3bvVyc/P18IAA2NPJ1dvFfYf79n/4eHv4eEMpR9v8vMGK152+Xjt9fXw9t/v7eO/03eG1zWPrZoeN/3pn0782btnoAGrC7256951N727YvHHDlvc2bXXY7Org4LbhHad//nPLO/902rzZw8nRx2Gz53vveryzYdsGB7+tHhGeO5N2hO8JjMkJSdgfknwwKKnQP+GgT9z+0D2VJWdu/PiKgBQOE9UzCMnIM6LqBU3/lKR+QlQ1kHQPUbI/4eLXJH0z1fSSoG0kG3p4w3DRaDd3oJVl6eJaW+kgoCIlVrx6kKQbeTOaYY5tVjK2yrbOIMWGPoEWJTGStUOCoXnVlF04OEvXD1O1gyzTGNs8TlRaezkKQf8sWmSA8zRMw5hwYA4vs7RRRK8I3A6mDCUzETQDMKG2iSpspAjamNJOjuI5jvWSyH2Cpt/pQN961f3ti46bz9u/etz06d3nH//29MI3v9Veu1F1+Yu66zfqP/y68sL16kvXj1z+qObSh5Xnr5adPl9y8uzh0+crz13Ir6r0i4528vbdst3nf2/c+l8bnDY6e72zZft/vev8fza5b/Hw949OTsk9kHu4Mr+qal9FRV5ZWXn9sWPnL9SePlNQWhKZlOjh6+3g4uTk7rzVzdHZbYuzi4OLyyZn5w2uThucnDa6ODu4ujhC5UZQvxFk8XV3c3pr94WueLq7vPX9QvLvW/r12+EF/mD4+wQG7AgO8ofk3/CwIPDHKzo6ODg4LCwkISEuPi4qNGRnTHRYVlZqanJU4YE9mRlxKUmhn3x0WiwkjQ4plXKSWUvWyVFaGUohhFMwL7uafkV2PeTTuw0KspSL4FA6+PROtRis+R22sIbMTBapBXTqamkGBVEhQEKe3jEb36QiU7Gvelp+o2BeGhTEQSNLJUKzya0CZodJjR+2sAxKrIwP00iRNj112MIwqghaGUou6FNLEANG+qiNpZVhaPgGAbODQ20S0ts1IrhJgdVLUWphn1rYpxUjLCo8VPOrkyCl7E6NCD6op0AFSBJWh4jRphHBjXKMRgTXiOACWgu0Dm2UY0bNjGEjTcnvZeAa1AKUXoIT0bsgydcgxevEWBa+CdP1gENskbFhkE4LGXe1IoyCC4cisqBVZx65jUduEzO69RKckNZJ7HsKhTzLOX06MVYLrrCirSqKTU1lYF8reQg5p88gxSt5iOkBkVFGkLFhGiHaKCOo+Egpq1fGhulkRLUYB2ngUIOUUoQQsjpJ6GdCZrdKhBWx4HIeVs7DL46b+VT0sbLC9OjQPXERyWH+UX4eDv/7H7juV0M6wYiRb5ASQWka0yBigI7ovtY7RhlhQMse0vFGjHwVHwxngjK9VAL4gI5qkOLXHzYbZZT5EdV0v/za6YpjlfvOH6s4Vlpyorz8SOHBioK9x8qy9ib77EvdsS8t+NPzx29cu/jVlYtfXD798zdXTx/bf/VC5ecfnP360icfHr9yoeb9c9XVp0rya3ITPqrPv/HRufLjV7bF1B66Qqr9hGUZBRZmAWAZmB2YnOkfW51aAFYBpdxEpotRFME3957fedVqmJ37/slTy+RS/xiAxSp/vNtGNlgEi0DZt6aII+K0M4IduT/57Dq4xccjOSFySCHhdXcNc9nAiFkrJB/ISyvI3RUX4kXseWVTsM0yml5EktDhBjGZS+jUCggKNlrOQpll1HG9wCQiqVgom4w2ZRVNWUUWOUXFRZllZBa2WS/Cc/CtAnInE9M0ZuRNmAWQQ5iKeAlv/kNMA6uDNQIUn9zGxL5UsDr7lfhRPUVAeC2ltmq4fSYxziQmGAQEg4BoFpPVTBgd9oTYdV/J6pmy8SZsXBkPTkA9VYqRHEYbmfRCKunrH2AqNGgs5TkC84CCf84lNyO77wlZnbNjEpueKueC5nMeqZWJfU2BPSXDn/FIrTI2zCgjjdn4dOwLdNc9KbubCH9sVZOMctyIiWlWEnRirIwNg7fe7X79C4fYQkY873jxM6brkYoPhmbxKZ1U1CsVH3RpEvued778Bd56j4x4QYA9w/c+RbT9SYA9E1C7sF3PZBxSw73ftGKJXqZemgFmptbGx1ZmF4H+4bnpecA2OGG2Da+sAAsLwGD/zPSkfXhwbmhgdmwE3DceG1vqH5oeHZ2dnVvu7YbVVpWrZQK1iDmoB5VDVNtDHOyFQsayzY9/2tHke+rEjkuf7Lj87ZMR4AfjqtdXdzdf+CTh828f0ThciUolFWkMotfdzwksUv/45PQSMLsMtHYyueLRg4cvxOwuis4q6KbRpwBgEliaXJlZBlaWl5fXf7Oxz88DE1NrA8NLtsGlgbGVobEl29A0hy9BYLDPGxt//ONuQ3vnH6+aSk6eP1h/Ij439113l3ddHJt6Wuxg7dH8ejz0BKBXqe7fbz5U8To5m5BWJN1TZdtbrz909ovAqOcnTwEy2bxYXJGeVpmXV1FYdPL9E4WFhUePHs3Nzd2TkZ6YELd3d6pEyPnx5ld1ZSWVBQWH9+XuS0nO373rl5ufixh4JZ/arxVyyL1UTJucjTbL6SN6/oRZNKoXDWnlPAI+Ly0tYoc/GYkCVoGlyRlIbVhbAlPlVpfAxFHwF7jppaVF+9zcgt1uX1tbW1u1r63aJ8YmDXqrVj8ytQrQ1AtFlx8c/Lw78QOY76mu8C+FEddJKSeeNpDGHmFtNNCoCKTX/XLtHv3Wa7F/UnVGwdGJ8RkmCWVTsaasEgOYo05X87BMTAsb1yak9AjI3SouyiAmCSldKi4GsspLGTCTlGRT0pQcJJ/cJqW30RCPGKinXGKTToQxSohKHmbCIhMxMIdy0wsyd8UGB6YnxB2vqs7JyKzav/+L+robtTVVCQmXDuzntrVzuzo/qa8vzdhzIC3tVHV1RWHRgazsY5U1ZflFCaHR6dFJBbv3xgaG5qWk5aekpEeGxfp73vny2qCaZ5HTJQyETkRaHjf2q/k/f/lh3q6YrITw0tz0Y2X7+QQ0MDV1ICGV2gQD+hcWpMOr8gm7bHJNMm4Xj62Kh1fFgysi24rQusKyAtJJQDo5jpJRfmp5deGHF+e+b//wd+TXT/u+eNTz6f3ezx6gbz6n/9oueYLWNlLG4JI5nBqMOBZPAPIZQDYNrlXzht8kbPFHwHPOIMDqBxhWMMWXYgLRlz0IIi7VDJIPZwgQT84g5d0f/I745IGdbAQkU9MI2TRCBvBGALrZTtIt4VTLeDXYIgv2DOnBAC2Sfr1/WAcmaeG1AEEHDlG/hgMTttZw6wlbf3sKjN3CqlcxqmWUYgXaKVrhAAAgAElEQVSpWEEr7WiVHQsqtGt4pR2nXBeZFXacYg2EYdUKRm7HKdaDrNUggRPXE60Jf7UcQ53GGBC2QSGUqAHopokujvTPHvZPTZL7PYMdjEWiCmCZVwgqMBKMrAW1a/B9NHa8ahWyMRPUq1jFCka+/metvw8Ypm1Yw2lW0OpllGIVs/53wWhXUUrCJ4/NT/EAwQi6ZzG6VQS4WgzWJqM1K2jlChKskgJwegCnXUOqQVpGqtcQijWYwt4rXeuRAzAZ0KcCEMqx11SAZl6BicGOZd5Iz+lbIy/JAE4DOaLf1B1BPcB90rU+iR25/nH97biMkC8j5OCn9x8DoFVg/jP4R6ugsSNUa0g1eJFiY958DcqzVNsaRjvbLdb8iVLeQ+if4kc7+eAmPGsQoFlXCfoVvG6VoAfDoklG6Bx8dv0heJ1oANOkySZgfZEeegqgWd/u1YNX1lVlO9m4StCvL9ubAMJ6JhYRtJqvUUwrNJ2da5C3IJQwpIVGYfc0yag9DMwri4JkVdBVLKySieHiexUsPLr95cOfvrnyfk1dWWHNoYLyg7kl+XsLslIzd8XuiguLjwiqLyu7evzk9VNnrx4/ebX+1MnymvJ9B4qy9hWkZ6fHJseERUWFgju0QYFhQcHhEZGxQYFhATtDAnaGBAWGhYZEhq0/5e8X5Ouz02Ob93YPn8CA0Pi45Mw9OQf2HyorrSwpLn87pSUVh8uqoEXot/bgyoojR2rq646+X193AprqqqNm0xuld3UFQMAx585eunD+yrmzl3JzCrKz8m58/Z1YJIekYOhoMQ/e/f1+3r6Daal7dqdnBa4bSJsa20ZHpuZml9adw8Yzpy96bPPx9wt1d/f12h5YWlJ955eHN7/+aV/OoZCg2J07wrdscg/aGeWy1Wund+idH/5kUQS97agPL3xcsPdgdHCc00ZXT2cfNwePQO8Qb9cdvu7+vh47d2wP8Hb32+7i477V032rp5uzl4ebt8N7oLQZHRF/4tiZb2/cvv7Bp5WHj/j5BO7wDvD3DYoIjUlNzsjZm5+XcyAvq+BgXtGh/SWHD1aWF1ceLqoqLTxccqC85GBZdUV90YHSvRl5aSl7MtJysjPzcvbuz87KT0lOT0/PyMrK2bcvPzs7Ny1td1xcQnh4OEgPMbGQoTcyPCImIjw+OiYxNiYhLj4mOjImKjoxIS4pITEuNjo6KiI6KiIsNDgsNDgiPDQmOjIhPjYuNjo0JMhvhw90MTwsJCQ4MDwsJDoqIiosNNBvR+jOnX6enh7Ozp6urgGeXsE+vju3e3o5u/xjh+92fz+vQH/vAD8vf9/tfj5gb1Kgn4+vh4efp6e/l5fPtm3bnFycN29x2uTg7OC0ZcvWzQ5O721y3Pie44aNW9591/Hddx3/tcFp61bvDe9t++c7Lv98x+1f73i88+52hy1+rtvCPXemeAXv9ovICorLD00sDE4qDEo6FJRSHJBScvjirTst1HaGsZ1paaLoG4jqpwT5Q4LsKU39mKR4iJe+IKla6NoergUvH6dqZwmyMax4GCMagnGtbVRtB9OAlPT3CfQoiXE9xcqGV9pImkGWZVI4vIAQ6YnqAbpxjKgeQEtNRPUAt39GNLpgWgAMc4BqYlk0MM02jtC1AxSVlaQwqyaWJUOzdO0ARqTFinVkpYWstKDFWpzCilFYYEJtG1PaQhe3MaWtDMlrMv8FgdOAZz9G0e52435tR/3Shvz+dc+Xj5u/edz6xb1Xl7//s/7jW9VXvlyfzysufVR96Xrt1U+OffhZ/bVPj1y+Vnn+csW5S5XnLlSeORmRvstpx46Nru7/658b/9c/N/3LweO/33Nz9w3zD0uMSc1OzSvcW1y+r6qm6NixitOnak68X1xxOD0rMzgyfLuvp/M2F1d3F3cPFzC323WLq8sWUPV13uTmvHF9Nrm6bIEA+O3RxXmLi/MWN9et0EAk/BaG39QjbXeDCpB2+HpCsc+Q9hv0l/U3NCQgIjw4KjI8MTExNjY2LCwsJCQoLjYyY3fK7t2JcXEhudnJcTE7kxODPv3klICLGh2Sa1RUAafHpMXbDASlCEZCP0H1/EnHN0o4SCkXpRTiwABPGVErxalEaI0UadWRRqxMkxq07CoESIuGOmhkmdUUjQSrkWAVAiSy635X069cavvbRWiLliwX9A2aaNMjgkETTStDKUV9CiFMyuvWylAaKVIrQxlVuAEjtd9AUYnhHGoTi/CSRXgpYrTppShIttVJkDoJElQ1JUgIca1qglVNsKjwNg2RT22Wc7uh10CorBLAZBwwNEvMbFcJYBBCS1gdCl6PSYEdNrBAnCC3QTFXVNQLAuwJm9DMxDVSkA0k+DMS/BmX1GqSE01yIpvQjGy/xyY0G6R4m5oqY8Mg8zCH2GJRki1KspKH4BBbBNQOtQCl4MJZ+CYJs8ckJ0L50noJziQnSpg9kHNYxUcOaOljZq5FSZYwe/iUdimrVyFAg0G+SlAGB7O+WO3QZ6KVYXi0Do0EP2aVSNiYxXGzjEP+/Mq5kuys4qy9oZ7bkkJ3ur77Xx+dOyqg9PHIXevm4VaLiqjk96kEcC65uevVz0YZaW3G1K9mQ/S7vivbg4c9ZOJfGWRYJQ+hXe/OMcloKxMGTOfz9yv21RRl1BbnlOfuqyk4tD95d2ZURP2hPaerMsrzIk9V7D1XVVJ3cP/5I1UXjh4+XpFZuC/s42uVl85Unyg5ejT/SF1R9enKmjPlJe8XZR/Li//wVFV5/dltCUd2n+gt/5hpmgTGZ4CJKfvY6BSwBkyMzrS1IPg8Q1MbjScd/+ZuE5avnAKA318+f9rchMKSBEylbXCBaR0wAsDx25aIEmbWBZVP7t3/3pkanpGSkhKlYpK0eOIgk2O36n789ELRgfSYKN8Xj36waTlSJpKBaRXR+gSUXg0fz8K2YTufCsg9cjqCh+tgoVpYqBYJBWaT0QxicPl5pl8yqGGO6DmQGZiBbhTTeswy8oCaIab1CMidImo3A90opHRJGTC9CG+U4qXMLgGxWURpllJbRORXcnqbktmh4cC0HISWg9JwMAYB0SKhCvBtKiasX04YVJF1IpSU2aXgwQxKPA3fQME/Z5BfqeWokX6WXoVl0ZqYlNdg5zanj4VvUnDhagEoMo8Y2aMmjlVFYeGbaOiXFGRDb9MdAuwJaEqnttKxL2AtP8s4XToJ0qomyDhdIkbHhI2rFiKsahK0kG9WkIS0TkzXIxa+RSPEWlU0OQdBQ7+mIF8i2v5sffZD9+s7EibMqqIZpEQBtQvT9QgqSeKTexZHzK3PHvEpDB6FMzdhX5gDRsaWh8eXBicWhidmdEab0WSbnVmZnVodtc1Nja2ODi+OjS1NTq5OTKzYBqeMluGRkZnFJfvrl69OHa8z62VKIa1fx9eKCFxCB5vSrdLwbHMjcLko6GiN7/kr8bfvIwGgdRUI+em50yffBX116zMkWm0a0IiEOqOgF9uq1KtnFldn5oDlJQCN5Al45p/vvGjqwZDF4jHAPgXYzXMTk6urM4trFtOEUTUyZJsdHpw3GKd5QgueIu+C0/948PqjT7959PBZW0srmUQgUyltMPj1b7/PPlybW1UXmJj4wVefdaB6B8b7x8YsdHwvsaNBjuzQd7dK/viN88nnzNOXSYVHu2NzOwLTX8Znj8Lh4zI+sDzz+Pa3u6MjDu8vOJhfkJSUkpGRuTcrJzE5KSkpoSA3KzYi6MLJWmxfe115cWJEcEyw/1fXL+ll/Pkx64BOYlXzp2wKvZis4GB0YqJVQZ+0CBeGFdM2mV7EAlYX6RhUQUb6gT177t7+nghHyHnCEfOAfd4OLANTozMTQzNrK+AO3soisLy8urS0MDU5Pjs5Zl9anJuaNhqsMpV1FgB+aWbkXXyY/VFn6Om24Cv46Jvy2M/oZV/B0AqgmbNIGwJec+0pdXdO3UZe+xXuvHN3QfExk97GIuFVXIqICjMICJb1QLh13EUNaph6ER4q0NbwMXoRXsqAsXEtbFyLjNlnkpKMEqKc0UPueYhr/Y3YdY/YdU9K6zDL8Ro+ZkDLVouIQiYmIdw/JTY8Pio8wMfneO2xU7X1x0sPnS0/dPlI5YXqyjPVVVdPnrx6+kxdecXhA0X79+ZUFpXUlBzOiE+OCQrOiEvIS9udm5BatDs7LzklyN1lb1z4gx8+1wrAjQwJo3t+WDqsYzMxTWoebswg7nz+x6G9KXviQuMCvT48Wd/x6FF5Rg62oR0wTwO6GbticlU2aZdNrEpHVyQjy5LBJbFtVWQDAZjdD3l911g2MOmKZXsTiAVZgrmDixTDcJ9I20iRPEFTf2zB3Wzovv5H6+Vfuj68S/j2pfgBwtBIHYdLptGKBYJ2jW4B+5akU4ByDtAsAupFQDoNMPtBEuaPAqoFgDM01iNsv/SLrYUJiCcBhm0JrwUkU4BwfKiDO49RLeI0IBXTrSAz06x2omEJqwE5h2SE6oIBggEcohGcv11fI+jXCHo7XmfH6wCiATpfxWlXsJpVnHb9umYRJV/BKkA0hURaqgFSm9cIYJD132ucwIcE9QpKtoqW29fVWlBqxqvA15C0c3ARwDABopE1stbwCs/7rU34Z7f+NQGgGwC6wU7RLhGU82jpIlYOkjDbCirbFD1on+YNgvZmumkN///R9d7hTZ179u+5c+dOOScJCbj33nvvxg1jGxtjGzd6h9AhkECAUEIqyUlCCgm92bh3S7J67733LllybxjXfX9bm3Eyc+f6eZ/9bG1t65Fl/fN51/quJQedzzjdKlq9NKRYGlKAyckYDYDRrKBUAGtU8ssA6dbz8Q42wLADGM0iQg4w7OAf5fjTFpGK1zAJmDWF0YCciVT/uVAasJEIqQFQKjCDCqcab6EADOtIExF+/geAPz7bwXRIx+K3AAyXOOacQcV4Fa5YRvwvaxWp+l8XyLr/60JptL8jbc/JYDsR9H5QmpUh5XgXR/EQxfmxW/EQNT8kB4PQuOMAxbyEUQMUM8AaARi2VbxuAaUE6ZdsAhfBAOD1IAMTDeB2AJSgRtC/ZWDCnwC8hNNArcJvQ6GxjqlgsB5JD4jGXlMkotZ+XmeHnoIW4bv5hDYps0/LxVqljHG1UEHHWmRcCQ3b/vi3U/saQPm3saZxW+nWTbkFWQmF2Yl52Qlp8ZGlOTlH6neA9Hv42OVjpz8+fOJow+49ldu3FZZtLSwt2ViUk56dlJAaG5MYFR0fFQ2KwBHhMRHhMZERsVGRcZAsHBEe4+8X7OsT6O8XHBYaBU0Cby7eUlNdv72moXZ7Y13tjrW1Ng/c2LAbOv8/xLt/3+GDB44eOnjs4IGjOxr3XLt6c3UFmJtdWF0BpibnXjW3nzt78djRk8eOnmxs2J2ZkZuTnf/5ra+UCi2wCkxPvV5dAV02cBiqvm5nXGxSYkJqdFS8m6vX5UvXVEqdRm0YH5tmMrhlpZW+vqHx8Zmxsek+PmEBfpExUamx0WmR4UkBvhHv/t05PCQ+0C/yvf9wCvWPzkzOy0krzEzMiQtL9HMLdHnPPcgr1NvZL8AjOD48yd89KMAjONAzJMgrNMAj2M8t0MfF38vFL9AvNMA3xN3Fe907G9ycvdJTsvfvOXzl0vXTJ84f2HuksrwmN6sgPSU7JzO/bPPW7VUNO2p37Wncd2D3oYN7Dh/cc3j/roP7dh7Yt/NAZVlVSWFZQU7Rxsz8/OzCvKyCrNSc1IS0tJTUjPTU7KyMnOzMzIy0lOTE+LiY6KgIkFTBMKuYOEemc0I8KNyD6JuUAJ2npiSlp6WkpSanpSZnZqRBt8XHxaQkJ6anpaQkJ8ZER4aGBEVFhsdERzrmgcNioiMTE+IgBTgxOjoqJASUf728gr28Q318Q7x9Aj08/7bGOUGBvn6+nr4+HoG+PiEB/r6eXn5e3v7ePv7ePn6evt5uXh7O7m4bXJ2d3Dc4uUNRWO+sc/nHe65/f9flP991+/s7bn9/z2Pden8X9wg3nxgv/6TgiOyY5M3RaVsi0itisqsSCuriNtbF5tVlbDm4eedHH3/34l4PtYeubyUp7/Wzfu1lPBoSPCdInxAlzSzVK5bqKVn8kiTp5WrR0mG8zI7g6LtI0jYcv5cqG2Sq+umKfqYcwdM04zldDPEATznIV/VzFTCBmqAeZlmnRROLwvEF7SKgmANIWjtZNyIYe8MenjEuAIY3gGp6hWueJMpNJIVZPPLavARwTBM8yxRVPYzgKgaYEqxYR9PYaDp7BxUk3hYyv4XM72JK4SIdSgYicQdd3ELmP8cyHw1RHiLIfwwS/tkGu/W47ePvH5z7+rcTt348+tl3+z7+vPHM1YbTl3ee/3TP+csHPr527MrN49c+P/rpZwc//nTPuYu7z5w7+NH5/G0Vkamp/lExnkHhvmGxYTEZodHp6bllaRvLsjZt3bx9R93h440nTm07cKCkoT6rqDAuKdnLz3fdhvXrPnh/g/N6FzdnF7cNbu4O7ddtg4fHei/3P5enh7Onh4uHu7O7m5Ob6wY31w2uLutdXdav8fD/wOA1AA7w914b+g0PCwoNCYDk3+ioMMj8DMq/ibE+3p5xsdE52Zk52enZ6Sk5mSm5WcmgASU2aN+ubb/e/ZxM6LEauCMWgUnLtBjoKinCrMXq5Cghq1vKG7RoqEYljU8flPHQOhnZqmWY1RRwrFcI08pQVh3JqCJAtme7gWk3MI1Kkl5OsGiomMHHqP6HTGK7WU2BBGGlEKWTY0XsPoMSazdSzRqCVobSSJEO4bePS2sXsroVQphOjlZLhsScXi6tnUsDVVyox8iqJozoKWYlTi2Eyzh9dh1ZJ0GqBDCDDG3XkUcNVJuWZFHh6dgXbOIrCIDp2BcM3EshvZOJb1IL4RoRwiBD6yRIIb2Tjn0hoIHeYIhyocoiaKwX8j8zsC1QeBUL3wYZlZm4ViqqiY55xcC2cIhgshQL30ZBviQhntPQzWxCu5Q1KKL3UZAvIVwR0fsIsKfY/kcsfBsJ8RwCbJ0YS0M3Qy8ONQlDU8FQBtWwmmpUUpRCDDQLLWL3cWmdcsGg46OmiNmDJhV13CyyqDkLE8Z7398uzkrZkpOZFRNdkJzgu/7vp/bV2zU8vZgsZoBznnTMKyYeXHopRidB4wefqAWYObtMykRyiD0i+oBBSpQwB4a6fyMjn8nYYCOUToxXCzAWBWN+RHnjwpHdVfkHG4r2126qK9lcW1Res7Hk6PaG37+63nb/zvUz+x58e+Py0aOnduy5e+vWy9+/++7Wh7/9ePbRH1evfXxkf0VdY1HN/ur6D/fsOrln58md22+eOnTtwsWqA1e98i7G7UfUfanSA4BhCTADAMWqwyr4dJWspR/+ohU+NgGMTgLf/vSiB0VAULDPuh5Redi5BTuXQ3/S1iUDADYAVH5uD9zOKb5sjGh4+n+FZoVvTEtJiSL3d0zyJVMcAb2zua4otSArorw0VcRGztjlEsYQC9ctpMIYmE4BeYCOaqej2vmkfhaqA9f9FN/zjND7nDzQxMF0Egdfqrio1SmNTUVXcpBQiQsb1yFjwjV8DKz1t9aH36C7Hw51/IHqesAldKG6HrCw7XI2TMmFabhwnQCu4Q1I6Z2kwfts7As5o0/HR2l5aCkDwSX0slDtmI77LGSzjNonJnWz0U1sdJOI1KFk9jOGngtwrQpar1WMndMxR6RYPXvAJBiyKAhiRr+I3qcWoEiI5+ShF3Yt3aqi8MhdA60/Q/1bUIiaVoTB9N8nIp5AACxl95KRT4iIRwNtP1lUxGE11aIkC2m9QlqvXcuEWo40QqxOjIeCr7ikbikLLqIPsPAdPHIPDd0CPUXHtLY//a775Y9cUjcT22WUsF/8/ouEyZVwJfNTwPTkqtX2emxqeWYesIxMaPQWi3UEzMmcXJoZXZ4bX52aWLHZ5ozGCZ1uVKezm0yjExPzC4urA339ly6cM+tlBgV30iqzqhg6IWHSJLKZFUqD0rzwpvDMWafd+0I/+/pLzdTzVSD1YZvzlVvx39459PSxxGDgknAKEYmI73/8+OnKEgAsAxb1OKaPNDO8MDexAji02lkAUNmmpKYx2zRgHQU0mjcjVgCHYj9+2PrlF79+8fUfX//z8b1H7VSmBIyDHhk1alV93W3nz51KSksNjU+o2LHvwwuf3rr5pc1oRg4M4OCDj+7+E93ZLCMhe3799tUXV+6fPvzTru0PdtV3HDrMuHx1+uEzgEgZo+DtQua8SX1we+WWvNzNG3NyM7PS0tJSUtJi4xKysrLy87JTk2KrKzaXb8rJSY5Kjgo+0FgN73o1rJXIuRQmHibjkDQimppPVHAwZjl9wiQY1/NGtSyDmMAj9irYJBWXbpII5RxG5/Onl06frCvfUpSdeerQ4ZtXrv1+97ff7/729c2vv7z5VfOzFhqFOT46MT/3emn+DbAMJpSuzC8ZtBahWG+dBuqPf11x6rfic81RB55nfkpMvc6N+widcuTxfeLrR/RV7CjwFWyi+FzL2d9oX75guUZuOnH+tkFnlnEZciYG1/VQxxmyK4gWKUlMG6CjWvikHq0Aq+QgoU5gKDWdhW3nEbsF5F6jhAhGpjMHES0/cTDNWi6chXpJ7H9IR4OlYiY5VcQcsmoFeHhX8caMsk35aQkJ8ZGx27ds3VddWbe54GhD7am9e6qLi6tLSj/68Pity1c/PffxuRNnKoo2J0XGFGZkVoBmpvSchKSsqNhteYVJQUENpUWE/jajhILpecTGt3GJHXL2gJjeJyD3agV4q4JhFDN0Auqlk/v2VJXUlxTWFuaXJKS9unMP0E5CALwqmQREE6ui0VXR6IrQtiK0rggsYDgWxw5CL4TBHDvAsCxRDG8xGErGYtugiwskHSj8CiZAvZdmnkUrrN1sxXOc8AECcfMx8vOnqNvPMF++wH3dhP+mmfDtK8K3r6j/bJc8Qpra6ZNwMUC3LBK0pDstX1Qc170ig6gsngaYwwt4zWuM8g1ODQrLNDOoHtPMqxTjMgnsjwXJ2RGeBKp5eDBS6y30EhxQtEZEDjxeg15IM4QwGAJjsJkWp34NE71BiJZQUgh3wQ4ntAxEYsJ/9Rv/tcoYlHAdC+94lqh5i80UPUA3LWHls3DBAlYG0PQAWTPcTRc/HETdvC95MDCHFAEsM8AwrhBVS1g5WBDlsEMvIiXzcOEbuBDycjvYWwcRLwi9GM1bqsdqXw+IAap1flDC+a6D/0M3yMbssYUh+RukYgGjWsZrQV2daQd1VIIexEW0CoJ8AKNZRauXkcoluHwBDiq3b+DCFaQUkM0+23tlES5agAnBGWC4GNSE4RKH0VoKHqGosKH/H9BFqYH/ba0MKVeRKvApUI7WACj1KlK1MqQEUOplhIL3XSf0ELxCtwN4Pbg3QTEDBL21lc78voN+p83SQgMpnTsOEA1zcOkbpOItCVPMoGUaBGD9Wx0YjJI2AUQDmCgOJku/jdQCSIYVsmGRoH2DU0MA/DYWC2cEcEZHP7B+maQG1GN6GJ707Kmegsa1PhDgO2T0fh6uW0aB63hEEQk2rOAaxQwyvOuHW5fPH9t7sHHbgcbqndVbSvIzSvIzyopzNqYnxoUEbysqPtqw88y+g1dOnrl2+tzZ/UeONuyuKa5oqKipq6guKdycmZ6TmJAaE5sYHvGWe8Fy4L+QcHRUvJ9vkJ9vUIB/SHBQODQMnJmRW1a6tWpbLWhsdkRhrTFwfd3OHY176ut2QlegNmCoEmlb5fY9uw+UbC5/1dwOrAIQ2ZqMw/f/eNxQv6umur6xYXdd7Y6qbbXZWXn5eZuuXrlht41DOvDSItDR3lNUWBISHBEeFp2dlefvF5yelv3tN/88d/ZiRHhMQnyql1fQu+86u7v7x8WlhYXFOTt7+3gHJyVmhofErnvH2c3Zx8s9wOV9D9cPPD2dfUP9Iz2cfIJ9w903eINw6x3q4xbwwT+cg33Dfd0Dfd0D/TyC/D2DA7xC/D2DvV39PZx8XDZ4+Hj5+/kEurl4frDOydXZIzQ4Iikh9dCBo4cPHtu352BNVd2mwpK83MJNhSUVW7ZtLigp27Rla2llZdm2raWV5ZsrthSXbykuL87fXJBTuDEzLyc9Nyc9NzMlyxGmBSq9EMemJCf+FXrj42KgBU5sO+gXUnoT4mPjYqPj42LWHiYnJWSkpyYnJSQlxkPRWGmpyUmJ8VGR4cFBAaEhQZERYdFREVGR4VGR4XGx0cnxIAMnRkfHRUREBgcH+/oGengGenhCGPy3taRfh+vVx9/Px8/X29fbJ9DXz8/HN8DHN9A/KDQgJNA/yM/T18PN29XN29XV19XV19nN19nN39k9yMUj2Nkz1D802S8kyT8sLSg6JzgmNzAqOyQmLzxpU3haWVze9tSSXXH5tQGpW5JKdn/01ZMeqqaboh7gmPqYxlcEeTNe1sUE/czNFEUrR9UnNcKU1k6e4hWF38OWwbjKDiIHzVd1EzgdWDqKI6MpTFiBvB1Lud87hJcbKfpRjm2WPzrPsc0yzJMM8yTLOi2bWWUPz8hmVoXjC30ceT9XQdaNYKVGvnVaNr6gnwcxWDG5JLTNSkbn1TOrNI2NpDBT1cNc8yRNY0NwFXCOnKAwEdV2hmWaOzLPtM7g1TaMwoJX2yiG8S6mtJUieI5lPkSQ7/XjICP0jfuvTn/x88nPfzr9xc/nvv7tw+vfNZy+XH3so7pTF3ed/WTfhStHP71x4rPbJz67dezK9cOXrh68+MnhixdqDx7cXL19Y9nWnOKK/LKqksrG0sqdZdt2gX1IW+srGvbU7D9U1rgrqbDQLyZmg5vnB84u7zttcHJz9fT28vT2cnLZ8O66d9zcXNzeir1O3h7O3h4bfDxdfDxBmXeNdSHtF8Lgv5qiIfkXQl8fb3BUGNoWgVRfqPIXSn6G0Dc2JsIh/8akJMcX5OekpiSkJcXn52YUbK27p98AACAASURBVMzMTIvfmJ20rTz/0L7tsP6X4yOKYSNPwkcrxPhhPWd2XGJS43VyFORSnrIJxswcrZQgZMLVYoJWStDLSQYF0aAEJ3X1CoxegTGpiaMm9piZY1ZToEZfrRSnkWCHeu8Lmf1mNcWkIuvlBOhZPqNbxoepxAi1ZEguGFSK4AYl1qIlmjUEMGKa1i7jD6jECDGnl0Vu4dLa5YLBET3FKMdoRAi9FGVW4qA2Ix6lTcEbkHH65Nx+lQCm5A9KWD0iRpeE1cMltzJwL5X8QTm3H913Dw97IKB1rJUeCemdElYPhM0GGVothDNw4FSzkjckZQ1KmANrGc6QV3ncyLYoyVRUE6rnPofYoRVhtCKMiN5HQzeTEM8h1oVoljz0Ahr6paGbmbhWSK8TM/qh/Gc65pVDX0VCtcB6CQ7yP9PQzVRUE6QSW5Rkk5xoVFL49H4+vVchQEp5gyJ2n5Q3KOEOKIWoYR1z1MRXCvDAgh070LK3trw8P2tTWnJ8oF9iiF+0n5tJypkdVliVTEcxEp2Fb0P3/YHpv29S4N+Mi9UClEaIHVYz9RKSTcMa0YHDojoxlo5tkrBA97Uj0AuhFuBmrFKdiHJ0Z8XuqvzKotiaktSSzLSc2JSqnNIbJy/+dvvW9dNHPj68++eb1z49euLm2Y//+ObbX776bF9d1sHdWa0vv7r+8dG95dU7N1cfqKs7srvh6K6G47t2fvnx5T07T0YXnfWt+DnhJL/+l2nhKkCZBH6hi671dg9ZpLebf73w7WdIMuXNAiARjf76W1vfEIEppU+sWjWTMiyXQGALdW+AHitwvHsp7pzRu1Gac0nvX/uHU/ZWt9jQkBAvQlcLYLTbyayPG2vrCpNTYz2ePLhl1bHHTELKUGtf82+wtvtDnY94xD4xDa7m4ZQcjIDQx0Z38nA9dEQreaCJje4gw5tZ2HaTlMTEtFEQTZCKxSV0yZhwBrr1+a+3Op9+P9jy68t7t9HdD/mknr6muxREk4IDN0hwFinOpsTbVQSLEksbeiygtBtFaJuabFOD5agSOpyD6cS0/UHre8IcfM4YeMaGPxfj2oSYFsbAEzWtz8hBGNhwE3doRIyz8lFGNnxYgtMK0ZDdYMrCc2SkdevEWClrUMoaxA08hr5smL6Hcg58zi6CPM9iZrdVTRhs/7H1yW0i4hGs42c6tmlYTYU8C2JG/4iONW0V2rVMu5apFmC0IpySh1LyUDYNY9YmnrII7FomBdkMjQ1DaV4MbJtNwzDJaFwC4sGP3ym4Qo1UMz8F2KxzWv34yMTi3AJgHZ0cHpmcnpmfGp+fGpmfG12ZHlmanQaMxgmRSCeRGMzmiZmZpYUFYHFhdQiOOLRvNw7VJ+EQtRIqFdXKGGod1XKXpoYFHOYSAHzf0e2yc7fT2YuZ95vvA8AV08S7H10KvnE97+Y1ocU0bjMalRxEd7OQIwaWgRnrzPLoa7Aq+s0qMDU/Pzq9OLdstc2xBAYsRQ5Di+8/Hvriy5d37jQ9f9oFG8BxOSqzdXbJMT9rH5vlcHgPf/vtk7PHs1NiijZmXPvsMpZIGMDit2zb/uGBD4Gp11aZuvPJE2J/z7CUZ5OyhwVkBa5PQ+if5OIAnQDQSVYF9AUG4TWHMq8SLlp11MGuutLC6pLinJSkhJjY7Mys1NT0vLw8Tw+3zYV51RWlRTkpiRH+ZXlpT3773qwSGuQ8EqpHwaOoBBQWYVAroRqlVAF1gEvqFTMGJfRBGWtQI0CpeWiDiCogo8Q0nJpHU7CpegnPplEoBez+1le3r366p7Zu9/bao3v2Hztw6NyJU59dvnb6w1PffXWn9cUrMgprkKvmx2eggBat6c2u41/sOHe/4MhvqYeeFl3Bbv6Cm3OZkH+h/xcK8FwKUBaA803mjWfbG2/Bbj7nhOfs+OrHZ/bhMaNMoOFg8V2/C7HNRj5CzUFoBVgGuhXX90TFRY3p2AYxQcEe0glxbFyHlAHTi/AQEtvVDBG1H91+T0LpmtDStFw4B/uKgXzBwrbbNCwJGyWkoy1qkULIrNhUULQxuyg3L8I/oKFiy+H67buqKuvKynbXbG/cVlO/terIvgN3vvjm8kefVJVsKczMqtxUnB4bkxgauruysqGkNDk4eE9lOXmwi4nuFdPgUgZMwuhVcmEqHpxL7KAiXwopfSouRs0l6ARkYH6k/dHdhs15lVmZjXnFv1y6PS+xLontEP2CuAvGQY+uiuyrQisgsIKCJBT7zBpeohgWSDqwFQniXoZlkayfJ2hA7mVYwCIl2ezUkHQOo1wi6QGGFVR6oW5h6IRtB+iWJZJ+DqOcgIvtfTxrN1v8cIj/+yDhm+a+T+/Brz8kf9dK/PbV4LX739eeF/wBWybpQeJl28HFsIJuapYNYFhXqaZlsmGJpAeLcChGyE0NOV2h6VBQBoT0QKhiB3roIGQAKl76i04IXVnFakBRkWYGlVuC+s/WYpIWvIJXQZ3GIK9iHMgKjSI7bMyQ6rsGyeDvkrWrBNUiTr5KUgMMIxipzTSBJMyxWtrJxK+fYW8/kj+Gz6Ml4Fw0ywICMKQ5UxxBX2Qd+JCoAbVNnO6/adqQvo3Xz/WLlpFKgGod72BTv2gS/9wP/slUM/RprJBB6gM/HLrF4Tm3gjHLdCsom0NxU45PY2FICorPkinWnWbaV88BknamjwPgVMtDEkjZ/nNwGuxGkv83yoWY9q/H/2LgNTUYYl0AowXd2lgdeIJSv71IsUru9s908wGMdmFQCmB1c/0iAKedg0tnYRKQYHkTANmkf0Ek3H4h+KXf1s4E0Zc7DlAtb33RZNPbzY619izHv/Wtr94xSAx9CGsAvAKWcun+GwDjQHP1JJwPyEenqXxee6cE0UfqfMrHdEjIPQJ8D6n3BWWwhTzwSsPBS2hoKR1DR/WdPbJ7V3XpwR01Jw/uaqgqrSwpqCwr2rwxOyYoMCchaevGgv3VtR8fPf7JsROn9x46tefgrsq6hoqa2vKqraUVhfnFKckZMbEOETgyLgZsBgYDscJCo8JCoyIjYmNjEgMDQv39giEM9vEOCPAPiY1JzM7KK9+yrWpbbV3tDkjv/SsD19XuqN0OpmQ1NuyGkrF27thbta22oX5XdVVdTXW9UCBd8zn398GPHjkBKcCbikrLt2zLSM/J21hUubUmP2/TR+c/6euF/frLH6UlFZERsSnJGdFR8T7eARCT+/kGQaJ0aEhkaFi0p2egj0+Ir2+ol1dQSEhMSHD0P/6+3pFz7Ovq5P3+uy6uH3h6OPms+88Nf//X9z74hzNEtoHeoRvedfX3DPZw8vFy8QvwCvHzCPJxC/BxC4Bg2MvFz8PZy983yMvD18XJ3Wm9q4uTu/MGt3Xvrv+Pf/uHl4dvVERsbnb+5k1lhfnFWRm5UEZ0bsbGvKz8wtyigpzCvKz83IyNEPHmZmzMSs1OS0xPiU9NiU8FtV+wVCk1Iy0dcixDBAsqtA5L85rkm5KcmJqSlJaaDIY+pySlJCeuUW5yUgIEw8lJCZkZaRnpqWssHR8XExEeGhToHxToHx4WEhsTBRUjxUSDWWcJMdExYWFxERFvGdjLO8DdI8jTK8zX72+Bgf6+vt7e3p7+/r6hoaHh4eHBwcF+fgHhoREhIWGhwWHhYdHRjknxkKBwX5+ggIAo/6Bo/8BY/+C4wNCEwPDk4Mj04OiMyKSCoOgc38hMv+icoPj84OSiiPQtsRurEoobvRKLvBKLSvae++JhVyte2EmSv0DzO6nKfrYexrP0sg09LP0gzwrjD/dy9f0SHUyhw2gtgyJVK5kzyJXgRMpeMrMJjnoFQyGoDLnVPrGyOr66YpyZlo+Na1+vaucBaKnnAOnEEm94lmmcoGjsSKGWaZzgDc8OCTQ4mUk0+oZtnrIsA5pZQDa+IB17I7LPsY3jDN0IyzAmG1+AYFg5tSy0zeKlBgRXgRJpuhlSuECLU1ixcssAV9VC5L3Esppw7CGRfpCn7mZIW4i8p0ja7324X7vRv3ShvnzUfuNe02e/vrhy9+np2z/tPHe15sML9ac/bjx1YeeZj/d9dPnwpc+OXbl+/NrND6/e+PDKtaOffHLw3Pnte/cXbq3O3bw1b3Pl5i11W6t3V9Xuq9t9tHHf8fLaXUm5BV4R0e/7+K7z9HTx9HFz93R183B183Bxc3V2dXF2dt6w4QMPd1cPd1dPDzdPDxew38jTBWr6dXf70wL9P8Tev9qefX3AeqS18OfAAB+o8hei38iIkIjwYEfpEYi+8XFRCfHRyUlxqSkJGSmJmWmJhbmZmwtys9MS0pOj6qpLb1w+o5YyTRqeWcu1G/l2I08lJojZcLUYM2qm6xUYuWBQLoCrRGiNBAtxr0KAVomwGglozdXJsXoFzqjCmTWEuXGRWU1RidB6OcGgIIpYA0TkC4h+9XKCVorjULqYxHalEGVUkjRStFVHManxGilSyuuX8sAZYI0UqZEiReweKa9fJYbGj/vFnF61ZGhYT7bryBoRAmowgsBVJYAJaB0aEQKKuTLI0AYZWskfFDG6BDRwVFhA69BJkHopClKDoVlfMvKJgNYhYnSxCM1iZrdZiVMJYETEIyG9m0VoYRNbxcxeMbOXTWyFSoCk7H42sZVH6RAxeliEFib+lZDeLWaCyc8iep+SNyRjg9FWkCbMwrexCe3QOY/cxSN3QUIxn9INdSZBQdBK3hAT18ojd6n4SJOcKKT1UlFNEFeb5KAYC1I0qYuIbGIS26FoMRkPoRZjoJHgyWGhRcMc1nKmhuVXzx/ZlJVYW1aUERWeHRvl/B//8uPnny6OG5jYHr0YdK4iux8wca0KHkzGGTDJiTPDAlBelpEMUvKIjjNnlzmae3AqPpKJa4UioPkUsAnWICUDc2Z4+6MjO7ZuL0mvLkuq2ZJau7moInfTnrK6q8c+OtnQmBsVcvf65VunT+0trz5Wv/fkrr1Xzxy59vGO33/+6Man+w40lFdvLKwvKttVU76rdsueuprDu/afPXQ+M2fPhsQzcYcx4WcM4WellwZsx5/hsz55eOw5ggfMqQHTNy8+wzIHeDwFlaiiUTTW8TdSuxQlR/OmdAYATFe98nK28BvtugMUjyPWDY2y3BuG/9h41bNoW2B6tI/X+3wUDBie7v/+95rkxPLU8AN1uSYtwaZn6WVUwmBTX/NvyK7HhMEmMvwVov0BdahVLyKZRGQutpuOaOXhepRMlFlMNojfoi+i/XcGunVcz5GzEFADMJfQBbUfdT79/uW921oB1qai8/CdGi7KqiQbpXgZq19I7RDRwE0WHqlVSO8U03sENLAXWs4ZknOGZPRBIeKVmQYf5WI1xF4+rEmAbFGR+7RshJoJ0/NQCuaggNItYQ4Iab0MQhvYm41vUwtQUAXXmIGl4CKgb5qUNQjNjTOwLdA9VhXFpMAvT8ttWtKEmfHy/nVYx88CWheHBO6DkIde6CW4Obvk9YgUQlyTnGySk4W0foOUaFFSIe1XxUdbVTS9hAD1TrMJnRxiFwvfIecMzdkl4waBRc57+utPPDKdz+BP2t+YDJMyqVmtHbGNvTbbx0cnZicmZ82GEb3SalSMaCXWYdOMUT+u149ZrTMzMyuLi8CbedBUxqQzTh47jEf3G5U8rQQs62Kh2jUcrEHIwvX2WlUmHF/mWlf3zocf/vvpc3fmV35ZBf6f46eDP78ecf7EMzzKPmEbt2tlXEZ3a79ZbbdrDMDcFDCqt7CwIlQ3tu3F4x9//O2Hez989+jeve7eQS5XOG4aBl4vOMI5V4HVVWB5FRibWkagyJcuX6soL0uLiz7/4b5Xj34WMnF6tej1/JTZNnzj5uflxWWfnj4PLAFjWu28bXjaqJnWy00iqpQKNwhxMwbO/LDQrqRouEMGCW7KxDeLaXNWzY2PTlQVF2wtLtxRW11cUJiSlBwdGbWpsKh0U1HttvLYEP/UqJA7n12cMiltWrFWyhjWCEb0Yo2IppVQJ02iWZvUrKAxsG005CsZa1DJRchY/SYxZkRLF5AHLDKmWcrg4vs5uAGjlGlXi1QCulbEsenkVo1cyCAjujoe/vLT1Qvn9tU3NFTXnTp64tKZC1fPffLV1Rt3v/r+4d37zU87XjwfOHPxh8MX79WfebDnFqz2FqbmNjX7XP/5V/Z7XOCBGMDMA+faxqu/INd9jvyxT5dceuzug45hi00jYmrYSCG2Gdf2gxjfxMa0mKQks4ys4WOsCqpZRpbQB0XUfikDxkC3gvZmBVXGhKt5aIucIqL2k/oeE3sfCYntavbgsJxglmAl9MFhNXPEwJewMVIuSSliYGA9ZQV5dRVbN+dujA4MqN1SVluxJS8tvby4ZP+ufbsbdtVsrb526WpjTX391qra8oqshPicxPiKjbkbE+LTwsIuHz/Kw6PmrBoyrFXFxVgUJDr6JR390ihF60QoFq6VS+iSs5AcfDe6+wmPMADM2XVc2rcXz6d6+d84cBKYAZbEjhokEH3HwSUYBYR2kH4FVtACzbU7Lo69TX4WTwLqN2BiFnQ/fxRKil5lWcGMaMk0SMJM6xobg8DMtK7QTNBaphqXqcZFsn6BpHtD1IJYy7CCfMsZARjWZbJhlWoC2PYlkl76BD1064n0CRqkaLZ9GilbJOoWyfoligF8TZaDzFm2VarpDR4CV8dQMcUIUh/ZCGIe1QyegCD0/zmCeAxCMgjMeB0YMozVLGLVAN0MdjiR9atELZhpTNaDD+lm8ISke7vWLjIsq1jVCka5ilWBQ8hkAxgETdKDRccEDbhNIJkG+GNLRM0UQjSDlCwS1LMoMUA3AGzL7JBQ8mCAcucl7+dO3QvMAlq6hHXYp4kaMB/LUewERmevYTzRAHm8Ib16GYxNNgNEwxuEbBGpWMVqbK102retxjba1JAU+khXKMY3eM0y2QDuGvy1qophATcsoE+eNwrI50S/9MIv/QoQdQuO350fFK2gFCsoBTg7jXq7VpGKVaQCBGCHDRs8rvnMcaBMDa1VtHoFpYLWMlL5p3CN17+FeYeFG7yO1Y62MfVPcGBrEcEAEI0AVruMVoEavkO1nh4QzcGloKgrmBrr5upfEOUPkIaXpNcIGagJk01LGLVjxNcIPnToxlBKFvif/a+NAHDOnGJcoRgXiboFPEi/fwFgAwDSrwF01NNNy3TVG5bcSqSKBnotHJIA1UmDvZRRYWxUOx8LbhnLaAgeYUDDI+uEjAc/fX360M7GbaUHGqv3NlTXV5ZXlRaX5OXmJCUmh4cnh4dXFhae2rP/1J79H+7Y/fHR46cPHNlVVVtdurW2sqaybGtmZnZMbHxcfGJ0VHxsTCLoiI6MCw+LXgNgKAfL28vfy9PPy9PPxzsgNCQyLjapsGDzlrLK2u2NEADXbm+ETNHQYDBEv7t27oNyoevrdh49cqKsdCt02/9JxtJpTdNTr1/PLXLYgj27D5SVbt1SVllaUgEpwCWby/M2Fm2vaYAweFNRaX7epsQEsLs4KDAsOCg8NCTSzzfIw90nJDgiKDDsH39f5+rmvcHF08s3yNMn0MnZw9cvOCAw7N33NnzwvktgQJinm+97/1jv9IGbr1dgbFRidkbe4X1HPzx04tSxM3t37Pd08Q70CQ4LjHDb4BHiHxboE+zr4e8FsoK3h7OXh7OXu5Onq7MHtJw3uK1/33n9+84uTu6e7j7/+e/vvP/eBjcXT0gf9vMJ9PMJ9PcNSo5LgeA2JT41MSYpLjI+NiIuNiIuMiQqKjQ6OiwmJjw2NiIuIToxOS4lLTE1MR7s7YVk3jXVNz4uJiE+NikxPiU5MS01eY1sIbdzRnpqVmZ6bk5WdlYGpBtDc79gG5LDFJ2SnJiYEAfZnoMC/SPCQ6HZ4IT4WFAKDguNDg+LCgmJi4hIiomJi4iI8A8I9PD0d3MPcPf4W2BgoJ+fn4+PT0BAQFhYREREVHBwqK9PYFhoVHBIREhwRGhYdER4bFh4THBQhJ9fWFhESmhkamhEenBkekhURkhMZmhcbnB8nmdoqkdEhl/cxrD0ssicrWHZFeE5W6MKtrslFBTvP//54+42irSXrWmjSF8RJe1k+SDX2MPQdFKVXTRVN13bzdQNcExgB69M382XIGRqmEjRRWMTlVrVxIxk2C42mtQ228jc63kAmFldtE6P6setptkZsW2SaZwgKq14uZmstjEM42zzFNs8JRlf5A3Pal4DwwCgmgWUM4BhETzq5wGeZYqkMJMUZrLSghXrhnhKBFchGZ3XzIKzwXStnay0cM2TPMsUWW2FcVS9LPkAV4WRmYlqO0Zm7mMr2inCfo6yhynroIpaiLxnKPqDQeKDQeJTJO2X9qE7z3tu3Gu6+N394ze+3/fxzb0Xbxy4fLPu+Ln6E+d3nPpo7/lLhz65cuzK9Q+v3jh+9cbhC58cOv/Rlrodcek50UlZSWl5mbmbN5VWl26pLy6ryS3YEp2U4REY9q6bxzuu7uvcPTx8fL28fT29fFzdPDY4Ozk5Obm5uXl5eXl5uq8tHw93iH59Pd0g1RfSe/8afLV2Dkm+UOpVgL+3IxQNpN+/yr/Q6C8095sQH52YEJOUGJuSHJ+ZmlSYm1mYm5mZkhAfFVK4MfWzT88wiIiFGevsuG5Yz1dLSGYNa3JYbFBQRSyYQoA0qYlWHUUjRfNoPVxqt0aCtWjoRiVFwBhQi3EORzRJLoBLeYN6BWbMwrIb6WL2oIyHgERgPOJZf/svROQLqO9XyOyXcGBQJ7BBQRyzsKw6kllD0CswkPlZIYRBM8A6OVorQymEMAm3Ty4AX9yqI1l1pHET3aLCqwQwObdfJ0Fa1QSjHKPkD9p1ZK14SMEbMCtx08PsSQvTIEOLmd0qAUzG6YPmgaXsXkglpmGeS1g9ZiVOL0WxCM0M3EsFb0DO7aein9EwL1mEFjq2iQB/TIA/pmObGLhm0tBTDqkNO/AA03+fjHxGRoK3UdEvwHFZh9tZQO0R0npFdDCOiE/pZuHbJMwBFr6NT+l21EThIDaGsqO5pE4+pZuEeK7gIqBaYDahHbJbM3GtMjZMJ8YquAgBtYdD7GCTuwWMAUgzh6apTSqyWU2z6VkWDVMjJgHzw10vf99ZtWlTVkJOUmS0n4fv+nc+OX5gVCuxqfkqHk7CRDh6gx+p+MjpYe6oASwutijJZgVJI0QPq5ljBt6YgSNlgbXDBilezOiH1GkxY5BH7ps0iRbGtN/duHCwrqIwM6o4LzI9wa8gLaU4LbckLb8mr7g0Nb4gPvhwzebqjRlbszbuKK0szcwpSEvIzwoqKQw9sLu0rrygtqB455bynTUldTVFO2qrDu46eGTXhdTMo+uTrm28rPE8ov9b+WD2Z31F1x81/oCp+7r1s5aXWD3lj+473/z8qVgkn50GFJoFrmZKMvuat7CEGQfOPJdtvqz0beT9vZH5Lzv46/Ya328U1v0x9a9ZJ99PzYrIigoLcJLhUBN00Zni7Xs3FuSEefY2f2szkMGNGyFBKySq+Xg5Gy2gDNJR7ejuJ+juJwYxWcvFDbXex3Q+1vHwVilNSoVZ5BQ1Dy2kgFZJEbV/VMsySogWOUXOQggpfQYxQc5CtD++Qxx8Pm+XGsQEJQuhF2D1YqycDWPhWqGvCofUQse+4JDAjRUa5iW0xQB+VQgdInSbgQYzM4ekuE5G31M2/KWWjZjQMdn4NilrUMjsZ1O7uOx+JrMHhXo22H+fhHopoPYMtv2C7P5DwUVAXyQS4nnfq5+EtF7oy2bT0MCGVSFaxOiRcQYI8IcM3MsXf3zGIbUJ6d1KPpwAf9z98p8MbItBSrSqwB5vqLhYyoILqH08cg8T147pe4zpewwVJklZ8GE1XSPE8sg9cg6YU22Sk5en1AtjaiWH/PCn78UMjkKomB1f1mvHxCKDRjeq1tsttnGLdVQuUwtYEjZZwMDyiENMIVdjNk7OzwMrK2Ay1tjYnNk0qtUYYQODh/fvwSF61GIGDdUJpijhumHN92iwLkJnhwBJZPOkMYcP/fv+XX/bv28vnfXj7KLfZ7f8rl8LunD6UmuzbGp8bnVp/s3ij3cfd3fBnv7x8/3vr14/XvHt2Yq2H890/3qV0v3SKBQBc6A7enkFWFoF5leA0cmFsfGZ2Zk3RstYS3tfw67DSalZDQ077n7/LYuI0gqpsxb57LBCyiVJBHSlQtzb3/PZjet1dXWf37oxbNKPmvRWjXR5elhAgZtkNJOcatHQhw0Mo5Yil2MlcpRGRZ4f13LwiKKMpOKc9LjIsPyc7OKiTVWV2+pr65LiYqsryhIiQqs354tpOGB+VEhFyHl4nZwuYqK0EvLKrNGqYXNJvY6NKqKI3qcVoqfMbLuGImcPSKjdEmqvWUZW87ASOlzBRknoCAqihUcYmDJLVTwSGdkDa32K7msVMfAmBX9YLTWrpEwCsa+14/qFS3Vl5bWlW47t2vPp6fNfXr390akrJ07eKNpyNLX4WOmBO6Uf/r7nc/iuL/GlV5Al13AFl9EH72s2XcWUfArfdLbpn12y9PKjLzuGLAajXsQclpLH5DjGwD0ltV3FHhRS+kTUfrOMPKplQenoBjFBK8CKqP1qHtosIys5SAiAtQIsF9NKgz0Xk7o1HJhJjJHR+0nwZ1IGzKKk23RcBY9ExQzIeUwWCZ8WF7O9vKwwKyMuIiI7NbWitKx885aGusZjRz7cs2vviSPHSzcVF2RnlxcVbMrKKExPLk5PyYmP/Pn2dZOYIyAhWx/8E939mIlpIyOeTpmZYnqXRgDXi9EGCUYrRAvIvUJKn1lGFdPgcjqKhx4089gPbt6+1HAQ0E6tSEZWBSOrgjGAD60RgD8CCGxgFrRwFAqCXmaYV5iWFaZlkWacJ+sWqIZFmnGJboKyoFdZVmgtU42gO5o1/LY0mG0DmNZVunmZagSplWH58ynuCMAbBTgjSyQ9SLB0C2iBJupAYOOONhn5lwAAIABJREFUgg+Fk5MICeHbV7DrD8WPkCsUI6BfAaTTgHgCekvQ+wGp+y3RgdboP5fjBf+EYYiHQS5yLAiMHcdVImilXsKBACx7iFA+QembCJY2qq2TMdxBt7RRTS1kcytlbVnaqNZ22nAH3dbJeIOSzSOli0jZMk4FAjDEzyQdKJvTTCAwU41gQZRwHGBZV8g6UAqm6laIKoCqA1jmVZLa3kmT3h9g/dAqfwib6GaCMjLDDOZj45QLYA2SFmRgsglk+P9ycYOOX4fXFzwh6B0lusOLSMVwG0P+CCV9jFK/JIwOCMCPArKjQx87VFu11lnlqK2aQohGull9n/z8GikF3yrHvoCWA0TtMk4FUj1ODS6MCsoMcyDxfwHwGv2ukS2kVDtIeA2DV9Fq0FuOdURVgVPZWtDRjQFfZAFMHVOJfx1YgMscf44RYNjAG4gGgGYF/dsMG5SDBQ4DO6zOszCJ/gVR+OuA9A/EeA8PmgAH76eYwUUCUfatKx5U8sENEfDoWMtkwwJBCzYngVseIPe+pV+cHnSM002zOAkgNa1KNILuLgsdjMLiwNsYsFdyGtwmpYuJA0omSsFAGkRUCQ1tlLCbHtw9srO2urRgX932gzsbGrZt3VpcVJa3MTUyMtLXNy85eV/V9kO1Dccad4Fe6HMXP9xzYFdV/c7axrqq2sL8ouTk1ITEZCj4Kib6bSj02jBwZERsUGCYr0+gj3eAt5e/t5d/YEBoRHhMVubG4k1l1VV1UCDWtsrtWyuqoVW5taa6qg4Sh3fu2NvYsLu+bufePQdrquuhi9VVdTdvfNHc1PbyRcuVT6831O86dPDYnt0HtlZUrxFv5daamOiEgvzi8i3bIsJjUlMyCws2u7p4Qoo09E58vAM8PXzdXL3cPXzWb3D91//4x7r1rgEh4T6+Qes3uHp4+oWFR7u7+Xi4+/h4BpRuLr94/vKXt7958fQVegjPZfDZNK6QI+541bW5oDTINyTYL9Rtg0ewH5j4FOAd5O3m67bBw+UDN9f17u5Onu+/t2HDBy7url4+Xv6QFOy8wc3d1cvd1QtSg9/5+7p3//E+dJvzBjcvV29vNx8fd18vV293Jw/X9W7Q8nL1DvQJigqNjo9KSIhOTIhOTIxJciRyx0P0+z+Of2XgNeH3rzPA6WkpWZmgepySnLiGwZBc/FetODwsJDIiDJoNTkqMj46KACE2JDg2PDwhKio5NjYpJiY+LDzczz/A3cPH2eVvAQFBgYHBwcGhwcGhgUFh/gEhfv7BPr5BwSGRgSGRwSGRQaExoaGxwWGxISExgSGxkbGZYTFZYTE5odCKywtJyA9MLIjIKI3euC1xU11CcWNkfk3Ixm0xmxsyth8+8fXvP3Sje/i6bp72OY73FMNpp8vhQhNMYOxiKGF8A904yzIvoMS2Xpq6m6FESPVtdD5MpMAq9AiehGe2TwLANAAYRseNY+Ojc7OzK4vTS69H5sbG5idmgVWRbZyms6PFWjhPgRZr6foRyfgbSBBWTC+rZkF9WDmzIrDPMo1jNJ19gCmBc+RU9bB8YlE+sUhSmDuInGdwIllp4VunueZJrFiHEqjpWjvHNEFWW+FcdTtF2IzntFOEXXRJK4n/DEV/BCc/gpPv9WJ/6UL92o2+2zH0XXP/ty97v2vuv/O858tH7Z/+9OTU7btHr3175OpXhz79Yv+lG9uPndl+7Ez98bO7zlw8cPHykcvXDl+6eviTK0cufHL47IWiiuqg6ITQmKT4lKzElOzMnKLk5NyQ8Dg3z4D1rp4unr7u/oFufgFOXj4bnFxcXd09PDw8oR93D29PL19vH29Pr7+uNRhe8z9DJ5AIvHaERGBI/vX38/L384LQFwq+CgsNhBTgNfl3jX6Tk+LSUhOz0pLTk+IyEqO3FOXeuvIRj44HVmaAhclhnVjOJ01aZZNWiV5GNUjJNg3LrmWO6FgGBdGioVq1NLOaZlJRoWVQkB3JTMRhHd2spihFQ1LeoFqCsmjJInafjA8zKPEmNZFH70IPPqDimnRyrEaKFrJ6Rew+vQJn1pBUYqRCiDAo8VDSlUaK1MnROjlaI0UqRXCFEGbREvUKjJDVzSA2S3n9NgPFrCGI2D1Q+LNJgdVLUZCuC43+asVDQnonh9Qi4/SZFFizEgdpvwreADQALOP0iRhdUOkRj9IGGaT51HYG7iWP0qaTIEf0lDEjzawkzNh4I3oah9SGhz1i4JoZuGZ03x8iRo+U3Q9Nzwrp3VxyO5fcTkW/kLL7OaQ2AvwxHvaIS25XC4dUAgSf2mlREbVilEmBn7HxXo8K7TqqWUmwaSlKPlzK7udROgS0LrOSYJTjFDyYmNnLo3QwcM18aqdOgtaKUUJ6t5w7CP6WmmLV0kZNbKuWppUSzGqaRUOX81FaKUkpwFs1bLWIfPpQQ0VhWnF2YlSAe6iHU1Ko/6RROWNVqngEm5otYSKEtP5hNdWqJlnVJLuOapITdWKso2MJNm0VzwxLZm1ik5xsUZJHdAydGGvX0s0Kiog+wKf0L4ypuUTY8d3b68vy89Niyjel5GfE7qys3FO5va64dG9F6cHq3AuHyg7XZh2szv2woepgzfYj9TsONdafOdZw5nj97saKndu37qncvreqqrGmsHZ7we6G6qP7jm3J3xUete9fAi5kXzB4HbH8vYGw+Zuhg/e7d956sePiXYLYhGIwtSbN2PiwVmfQWadosgmKASBPAd/igcLb+neqqf9WpXxnx8g/9hjdT9o+2KOMOKus/qf031IaXZLjwpJ8MmN9SS3Pmm/cqU/Iq0/PvbCvXitB8Fnt4xauSoTXCPE6MVHMgPPIfWoedsokZKDb1TysmDxA6H3Gx/cMy2gqForY91zFRVnkFAV7yKqggjW/9EEVF2VT0fUiPHHwORvXwcS0YXsfS+iDWgGWjesQU/rEDlrmk7u4pE4uuR2UfNl9kNtfLnBUefFgOglaJUAIaF0MXDMd2wTtp5CGnlJQzzmULqUQRcI0iXgwIR/OYvVyeHAmdxCNfzUAf6iR4VQCBAH+mIx8BnkQFDwYn9rZ+uRL3OBDBQ+m4MEEtC69FDOsIUvZ/b2v/tnX8gOs42dU7+8yzgCb2KoWoBjYFgLsOQnxkoR4SYS/YBO6jTKKRUkX0WFSFhzR+UdP00+4gad8Sq9FSbVrmY7NEQQd04obeCqg9nFJ3eShJikLruBgKKjeu199LmFyjSrj6htgxDZv0E9MTq+ah6dmXi9pdWY8jkxEUykYJrIbP9CKVEjMo/b55UVgdRl4PQvYhieVCgOPK6KQyGdOHONQsZPDahqqU8lBv7ZIOJhOPZ9k5NDNFKZBrrnZ1f6fjTXrTp6I+v7Hx6+BA0PE/3v/YffzHx1oaWtRaDq5kns98JrDZ5LyC+p3liukg8AUDpgYBCydwCgWsHOBpTFgCSwmHh2ZnH49twQszi7NWIatLa2dO3YfKCwp//T6FyQaUyGXUgkoBZvEw/WomEgZDS4gD5hUXKtRJlYIL3752Qtk35Zd2x+2PrWOW/RGmULCXJgyzY9rbRqWio8GvS1qssVA1WmJGjlxfsLwy51bp4/u/em7L69+cqG2altKUnJwYFB2elpR3sbGqq356Uk0ZJ9dxTeIqHIWyiCh6KSUSavEqmXRMe2Oejm6QYof0dJtaqpNTdUIhljoJhYGDBiXM/oUzEGLlDCuZckZsMHmn+Etv8rpiHE9b0zHU3KxSg7GIKGJ6UhcfxOPBH9t0xlkEpNCLqbTqQg4eWAA0dLy6Pvvv/z06t66nWePXzh0+JOL1345e/3hjtM/FO+5nVp7s+py59YrsLJLA5XXhoov9NTdRFSce/YMpU/Iq8cQ2Bq5xCxnj6vp03qqgdM3LEVP6ll0VAu+/6mMCdcKsDImXCfETRp5UFi6TogzSogmKUkvwmsFWDUPLaX0a9iIERVVL0CLyN0U2DNEx298Ug80BjxhlouZeBGdqJMKUH2d+RmpZ48fL8rLT01MKikurazYVrK5vKK8Cpzxa9i5Kb+gKDd3X0Nd7ZbSKH/vmuI8ZGeTXsigI7tpQx0URAu29/Fg689kxFMWrmlMT50ZZhkkKCG1SydCjRvAmWoBuZ8y2CQhDSqpmBmllNraeay0ClCOrkhGlnm2FdDqPAount2xhgEe2Aa8wjQt0Q2rLDMgGAGLbfl2gG0BJKBTGuBYlxnGRZp+mWEEb+BYwYvc4SW6YZ6seU1SL1B1K0zT21ZhjhW8gW2BXnCRpn9D0QIM0xJFt0jWrtKNANO8QjMskrULJM0q3TiNloIX5TMzGBntbgfs5gP0V89mSao3TAPAta6wzfNU7TxVu8I2g55tlhl8AwzTnwuqXKJDdcSOI81RRLx2hJ5y1BGvkHVLRM0iQc2828n/vV/+FKV7RTS2UQytZE0TXvUCK3oA++sS3h8U/DEgvNdP/qaJ+NUL0lcvqHdecX7q5NztYv7QTr3zivVjB+9en+gBTHh/EDrRt5DGBnij/ezxQe4sSrxC1oCfBs8GDgPT9ABFNzXAVTyCs35oFf7cZW+jgBisXVzEKFbwahCkyf8lLBO1AEn3BiUDr3DsAGt4Ba+eR0rBewTjAMUw3EHn3O1i/NShacK/xsjB14GKqTjD4P9OMALwbcss0zxVO0tQih8j8F+/eINTLhLU4OYCWT+PkgEMy1sBHJKyceoVjHIZrVhCyf+M1HaEbAM4DYDXgouoBxdBB57jNOByBHGvYlUQS/+P4zJaAb5hvEb5GGluIi7jQCEdpH2aGSBol1DyRaQMJHCSHtxWgKR1Ing/eIWkf4OQGF/g+b/0TA3wx/u4kwN88G2TdOCmA9WwRNQANOMqRb9C1YMd1I4WrmWqfokMAjDEwJAOvILTr+C0y3jtHFq2TNMAYvOqSKNH41kdbYyOFiMTzxx4paDC7XK6jApTsVAyGkLDxwtIsGmLQiWg/Xrn1o6qsn1120/s37tre3VteUVZ3sb8tNSEsNDkyIgtGzc2VlQc3F5/7sDhSydPXzxx8uT+w7vrG+uqayortubnFyYmJsfGJEL0Gx0Vv4bBUC50aEgkJLRCwOnvFxwZEZuakpmft2lrRXVNdX3l1pqSzeVFhSVFhSX5eZvy8zYV5BdvLt5SUV5VU11fX7ezoX5X5daafXsP7dyxt6K86qPzn2wpq4RKkupqd+zdc3Df3kOVW2u2lFVCOF1aUlFaUpGftykuNikmOiEjPSctNSsxITU7Ky8oMMzfL3j9By7vvbvew93H28s/JDgid2Phzl37Tp07v2PP/sjYOGd3Lw8fXw9P33Xvr9/g5PbOu+uCAsNu3/6SSmHS6Uw+V8Rh8QVcCZvB57FFQzDM7ZtfpyZlerr5BviGeLr5+nkHBfqF+noFujl7QcnPrk6eIUHh7q4e77/3wfvvfbDhAyen9c4uTq4ebp4uTq5O6503fOC0/v0NH6xbv7bWv/uB07oNzu87Ob/v5LRuw4b31ju/7+TygbOfp29YYGh8VFySI4gb6vJNiU9OS0pOTUxIjo+DVmpiQnpyUmZqSlJcbFJc7Np16ASc3U2Ii4wICwsNjo2JSk0Bs6DT01Iy0lPXBoAh+oVc02mpybExUVAOFuSsjomOhBTg+MjI2PDwuIiIxOjo1JjYpMioyIDAIE+vvwUHge3P8XEp0TGJwSGRvn7Bfv4hAcFRYZEJoZFJ4VHJ4dEpETGpkbFpUXGZ0fHZ0YkFUYlF4EreFJ28OSq1JDKzLDKrIiavKiqvKix3m3/mFr/MLSnVBw7euPtNK+I+itnKknXzda1MRTtLOSA29XK1L/Bgv24LSdzP0RJUIwie4fkQqwnNHRIZUTJTG1WAkupYpnGSTC+yjk+Dki8wswwMT05bRsan5ueWAGABWJpemB6b/38pe+voOO5829fn3vvugUwSswxCi5mZZVmyLMmyDDJDYowTOw7zhCc0YXAcs8WslpqZuau6q7mauVsMlmVbkuvd6nJ85s0594/n9Vu1ytXd1SStpU/t/d37nuvekmH6odw9yTG6mDq7wOKDRu9a5hFo9K7CM8U3ewUWn9w9KbT6WXoHuu+cEFsDUvsYNutLhyx0yCIwedk6Bx/2yJ0ToGdaYPKSFIZhsZoo198g8P7Ac64RebeooltU0W2auFcAkSFbB1txncS/MsK+TuLfIAsu45jfdxO/7cR/ebP/q1sDH11uf/Wryy9+/N0LH359/I2Pms+h9IsB8LFX3jr55run337/5Jvvnnj1zQvv/fWlt96radobl5qdll2YnVeclJyRkJgWERkbERkbHhG9MSxy/abN60NDN0VGRkTHhIaGb9q0aWPIhg3rQzaGbNgcBODwUHRsOzw0LDw0DMPg0E2bQzdvxBzRT0KwsBwsLAQLs0ZjxUj/KALHx23BVkJ8NAbAiQkxiQkxaamJGenJmPaLyb8F+dmlRblbywrqq8vOnzx87ddv2ZRBuYCGxq5a1Q+n3fen7B6zwgAyAxbFvTHjpEvlNorujhsdRqHDKJyfMMyN6bBWnnE36DaLnDA6zeuEeWjwFcw2aag6kGBQkfwOkc3AZJKuEwZ+kQt6zVp0eNWkocJqihbAg+IBpWRQC+C1AF4pGQyaq9HpX4uOipmfbQa608Qac4tdZrZS0i9g3tEr8VN+udvCEbJa+1u/5JKvY7O7KlEfZmPWyoZsWqoZIpkhkk1LtetoVg3FpqViGVdumGUARqTsdim7HeB3a2VDGO7q5Dgh/TYWi6WT4wzAiBki+Sx8zCdshigAv5cy+BubeN0IEkFBnwEg+K0Cv1VgUVNNKrIBIEjZnRjhKIX9mFaslgxhEOIxce06hlVDc+iZPgsfe6DPwncaWDYtXcRo00hxVg1t2qvQyUdAQZ8RJELiQYuaOuMDxp0SrWxYI8X5LPwpn9Jl4htVVK2CaNNzZ0e1AYdczO7nUbsNIPPBtOOPHz/Zu6OsqiClMj81Iy40ftPqq9/9bdZj1koYrJFWxvAthw7No/aaeXoFXq/AjzslfovICJCDnUx0p57ngcXTHpXXJDIpqXJOLwt/QyvFTzgBlRCv5OPvj1vbLn93qHFbU1VRQ1VhcU7Kjq2lb124+Mrps6f2N790dMehhvh9dRtPtiS+82LNR68ce25vw8snTz63/8ChPY31tWV7djfua951oHFPy46GXY0le3aXnTiy58LJF7fm7Y6PP7pi/YWii+aoc95VR7iFb7fVv/v1yfd/ah3gKyDv1DRiMno1GrtG7x97gHrlvhmZrnxL8R+N5BX1stCXl58+u7SiZeypg7aw05aYM5qDPwVSj/+yYnN6amVeXkFkXUFM59efnC7f8cK2PQWbtoB0ollP5bFv3ps2iFh9AmqXVc3xwGIYZGjFJKeWL6H3qvgjFgVjFJZOWgGTjKZg9Gv4eEy8og9eMwE0rZgACYYhwbCC3W9Xs0k9lwXkdnQgU0ZWsPtpA1e1YoIVpBskRBUfpxbj0YosBariKiWDehVJryKB4gFME9ZKBmGAqJYMgLIhEBgyaCiwjqIQ9bPINzjUWwrBgIDRgaapqygy0YBchJNJhvncXi6zfdQpM6nIKtGAXoGXcdA+MIeeKWK03frtg8H2v1s1NK+Zx6PcUvB6NFJc143POaQbdh1DJx9xwxyrhgaJB516DsDrNynpFogJgzQZG/00jAAd+zT0cjKx9zIddx3rQEInTmUkpQCn4A4IqB0SZo/bKIBBGptwG62MFhAcesXPX3/OJlBAMYgEsXZuFnmwiCygHUOIw+4l4ilcqkDOARlDXHw39eEcsjCPzM+h6/495N78ssc9Dim1alB55rljfBp+fszBxneohQRk3jNukU571AG9bFIqHTea5OO+f6kq2Xju9P/TcujCCOuKc+bfT1965uU3nzl98d92H326/sCa6j2bq5rXZ+cfunAIdtLczu7Fib4F5+1ld9+sgTBnET8MOJbnZpYe3L17LwBqmFdbv2vau3Plug2FldUyte4BggCQmkojTo057RrhqFGCTJs9apaGj59yQmMuncNt/OL2L6e/eOc2G3f8jXM95F7YrvH7zR6b2grx3XrRpBWYdiknnHKvTeC28NxW8dyYdU9D9Z6d25sbtn/43tu3r19rb217/+136rZV52el56UmHGyqmfNaNEIKMmXXiIiM4VsSzoDXKpsd1frMYruWg/lBxPQOh5Y17ZablWQR5aaK121TkQzSIWtwdNYKkl0ahoLZrRXiHBBDRG63qphOLddjEHgMAoeGZ5TTIAFezsQZAIEH1rh0gFkh9GoV0zb9rAOedVk9sIFPo//+29W/f//7qfPvHjn7zt6Tb594/ftDr1198WvyW5fFJz4Z3v162/GP+lsu/TrEc2xJLpHKlIAQrT7y6HhOiBIwsj16hs8k0EtJNojlMQjUwhEVH+cxCKac4L2AbsKusEEsh4YzZpU5NByQOyhj9mqFIzaA7jMIDBK8UUqwglRIOGRR0Rw67oNJM8gjSNl4WCnymXUuAzTS3VmQlfXc0WNlJeUb1m8sK6vY3dzSUL/r+edP1dXu2NO8++Sxw1uLC5KiQt99+QVYIfCbIC6+Wyuieo0S2sD1gTt/J/b8ZJAPg7xuUt8PWulAwMIbswmcOjSzXSsZ8RqFeiHeqeJomCNSXJ98EPdcRR3imEX0Y4ugfwkI+pDRed1AcPkQEOVbFHcxcAL9KLOBKEcty9yPiRdEIRkjW/SIwvuY61Sj6KNAP6LwPqZThffxrcGdR3IPSsJCO/pcqjFE6l4SObCi4EWhfVnsRP8r9y6LnctiJwLfRQA/dIvS+9dfpdfx0zwY0U8i2vGHCvdDqXNZ4XkEPH6WZZkbRW6MfuXex73EMi96BCVeFyJyLoscKBbKvcifxx+JncsC+0O+9QHH/JBvfSR0BFuLsYf7gyfxo68TCCCAH32UxLUssC/xbYgY3UEnSwVBsVfkXGSb52i6abJ6gQUv8W0LLHhsBHD2CJw9Au+ABL5DU10ZFn7XyfriFvvL25Ife3TXCNY2hq9XMD4kncYD03hgtFdovk6W/b2T9en1eYr2AVb4xLejzuo/XdkoFQudCN/+kGVCrdpyPyJ2L9D0KFiiU9OBRZbJ2cFV/YpT/orTXid7+sU+nCyAB/wjClu/UHOHJrk8xPm+y9TBRj98he8u04BIPegbx5TqJ35vnm2ZY1lkmR4wjPfphiVG0Bf9pFDqCQBjc8VYf+8TEuaij11iowy8yDItskzY/jLHMkNQIYrAMscyNQJa7zCXOZZljuUh2iBlQSk3yLoYdS8x4GWm6QFVj/KwwImI3CgD/8nkjnaO6RbddIs+OihDPxz0ioAP/V5Ezv8E4OBlEfQHSYTS7z8C8BIHlX8fcm2LAhuiDkxzVJN8JWJ2A72DBjJlWg36IZFZQnUo2UYx2SKnSyjdat6IQUYD2CNzPhOXPHjx5NHjLc1njhw62LSzZWdDTUlxQ1VlWU52Wkx0SUZG87ZtR3c2P7+n5fyxE++9/MpbL106tu/AnsamQy37dzY0ZWfnYqiZEpwEzkjPeVKDFBeblJSYlpqSmZiQGh62ZUNIaFRkbFpqVk52QUV5dWNDc/OuffU7mqoqa0pLKkuKK3JzCnOyC3KyCwoLSqsqaxrqd2Fq8OFDx48cPrFn9/6jR57b3dxy8vmzWIDWgf1H9uzev7224cD+I1hK1taq2tqa+uKi8qrKmoL8krzcosqKbfl5xVgCVkpyxpaouIT4lIry6jOnz/9++RqRQMUTKD0Dg1IAVKigviHcm+++l1tYtGbt+s2h4ZFR0avXrNu0KfTkydO//PJbW1uHVCxTqzR6LSwWyOkUNp3C5rKEe5sPrHpmXXRk/NpVG0I3RsZEJURHxm8KCV+zMmTNypCQdZtWr1yzZtXaDes3hm4K2xiyadWzq1evXLMxZNPTTz3z7NMrMTB+9umVzz69cvXKNevWrP/Lvz71zL8/veovK1c/vQqD4fWr1m1YE5IUm5iWmJqZkpGelJYUm5gcl5SVmlmYixb55mWh1UTYaG5eVmZRXm5pYUFeFlp99F9XSXFhRnpqQnxsWmpyYUFeeVlJRXlpZUVZQX7uP1qgMa0YU4ZTkhOTEuMz0lOzszIy0lPTk5MyU1PSExOTY2MTo6MzkpJKsnPKcvPy09LT4+JXJCdnJyalx8c/XnGJGbEJ6dHxGdn5FTHJuQkp+SnZpfFpBQnphZn5W7OLt6fl1mYU1OeUNGWX7UovaUop3plRuSe39nBS+e6wnJr1mVXpDUdOfvTTTzheO1/Xylf3KcxdckOXVNct0/fJjQOAaUBm7BFpR0ALWeMkQ44hkbaHoxoU6phqt9g2RYYcUu9dhe8uTWVTuWYCDxBLYN4xdnfiHlqSGJi8G5iceRgMF1lEEP/sHF9v5eidWJsR5J/TjS9QQBgnghSuSZljXD9x334PUQfuSu1j6sBdy9wjPuxhae0iix9wT4mtAZHFr3BNyp0TfNhDAeFBgXJQoMRLtXipdoAPdrOkfTxVDwfs5SqHJXoSYMbLjF0sxXU89/IA/SaRf4skuE0W/tJLuTLEbKWKP/2j64WPvnvj73+8/s2VU+99hfUAn3n/i+ff+fjwy2/uPffyrpMv7Dnz0uGLr2JNSPtfuHDshQsX3353x+59YbEJ0Qkp8clp4RHRMdEJcXEJERFRYWFhkcF/oeFh4ZERsfFxWyKjwkI3hW/aGBUWGhm6OXRDSPimjbFRkaGbNmM8jEaXRUZFhIVv2rAxZP3adWtXbtywNix0Q3jYxrDQDaGbQzD5FzsSGbH5ie05ekv4lqiw/1vfb3ZWWm5ORl5uZn5eVmFBTmlJwdaqsrqayn27duysLa+vLtlVV7m3cev+XTWnj+5+/aXnfv7qg6HO3w0gezYAz/mMPpPMC0unXGqnUey3AV6LfMqnMSgZPpvcbUajiX028ZhLblTY4T30AAAgAElEQVRRAeGgRUd3wGyLjh4c6OVBMpxGMcKj3wFE/X6HyAiRDSpSwCk2QmQW+QYGwFgBkhZAG4+MEFEHjigl/RoFDjNCq6QDCmEPJBvUKHDYMLBJQ9aBIwphDw33G596UyXqw7KgrRoKxr0KXhdW/Buw8TFN2GVkTrjEmBoMKwlSdruQfhvgd6tEfXJuJyjoETHuQOJ+pbCXS76uk+PcMEvG6eCSr2NuVUjcb4ZIWMo0KOgB+N16xbAbZvksXJOKKOd2ipmtCl4XBszBZt0hnXxELRlCFT8pTins18lHMCHOZ+G7YU7AJpzxAU4DC8NpKbtTxulS8Hrk3G4puxPg9zoNrAmX1KFnQuJBtWTIaWBNumU+uxD99BxSQDjoMgkVgmEnLFKJSW6T1GcFHXrZqUM7qwrSKvJSynOT02I2FaXG0Ac7fCaQQ+hsv/JVMDhniE24adPS7ToGJjj/mWiNA3iDejlZJyM59Ty7liNj92DuXDGjc9qj0supPpPMbwbefvH5xoqC+rKCitzMV184f/vq9b11Tc011Y2VmU1VkeW5K5TCDzXSz5XCb946v10vo3Vfv3760ImqkrLC/IKm5l3V22qba3ft27Gzob7w6JHaC2eOPN9yqDBx69qnK/4j8rWy8+q0i4Gnm/E1H3T8zpRA9okHi4gZ9tEoIq/7wYMlRKJCfmr31b/ITD3K2nIMiL3g+deDxhUtpk2vP/pf+03JL7lbvpkrvcB9Nv+N/xFZlVxWvSVuXUbcUy/sKbm0u/ZoUcXR4ro3j5ydtJltJq5U0uMw8frbfyD3Xwm2IrPtWrSSVMkb4hLumADanFt11wN5dDydCC8ktdH6rphBupzVB3AGzCDdqmJalAyMhMW0Li7hjpDSAXAGsGhoHrEV1/Yjd+SWBaAJyO3DnT9DohE9SOZSW7n0Ng6tVSboR5uuVWQYwJsUw2b5CAyOSMQ9BiPF7RJMjMpcZjabeJXa95NJhvdBDFgwBDF6DLwhi5hgEROsErIdpGnE6JURTOY1AASTiizjdEHiQZVoAFaS9Ao8qf8XDumGjNNF6v8Fu4Zi1zEmnPI5P+QycO1algcWmpR0GbtvYdyA3HPbNFwuqR3g4QwKmlZKNgJUCbNHzOgGeIMydp+CO4CZojUSQsAq9ZnFRoCK/cyYlPRxu3Laa/7lm7/J2HwH7EAeoFg7N4t6mx88QGbn7s/OLPBZAr3CAAk1bByfgxdOeO+hEc3O6bmp5WVUjJ2bGp932j1aFfTCqedwXbenveb5gGnUIrcBaHGORc+6P2ZAPOYJrcoy43+78+b/LiuteOejVo3nssqzp5v6P868ueK5V1bsP7eifG/4S5+kv/jpu10EIqzsYt+C4E6fq2Pa3oZMkBdsNGTKoOaQmLjezz547fSp3Y27clMyN22M3Hj07Dn31MwCglxp6/jrF38bHffZTMp7o/CcUxnQsJb8yoCe5zeITSDH6daBo8btFw6/+PW7Xeyhk6+d6Ri4LRJQ/HatQcqyK3kBvcSnEyIz1rt+COT1T/k0SimzoiT79POHdzVuT0uK31ZZ0dy489WLL3/92WevvXiuIj9jsP3qmE09YVcapSS3ni9h9kCiEZOSbtMwsWw8vYwgZ/eoBP1uA3veC971AAGYZ1dRTbJhvWhAxmgFOZ0TNoEfZkuorbAMH4B5MnonqetnMaVNI0Bt0rAMnU92QCyjhIKGaQnJIG/EoeH7DRKzlK7jE2EpQy2g+izqCa/d47A6nU4VpOsZHPn255vvfPxbw/7X9jz/8anXf73w0e0vfid++G3nuUuf5uaWC9lcq0bm1Ih8sAgMJgJaIDr2u6AWjhjlFJA7iLkk3Hq+1yicsCt8sEgtHJGz+jDHhA1iudQ8r07o1Qn1YoIDYs04QY+RF7CI9FKSWkjQiskwwIYBrk7CNgFCF6wlDPVnpCS/fOFicWFRTExMUVFJQ8POQ4eO7Nuz98D+fccOtlSXFMaGhgA8Bp80KKYPOdRCi5LlN0mXpswa8bBeNqKX4TTiAZDXDfK6xfQ7HiPLY+SIaK1ydo+U2UXvvRwwCOXEboAwJBsYOrV1x7QcRiwzi6B/UeFbkvkXpb4lufcRqhYGEPUYoptENOOPAO99sf2+2P4I8AZlYR96qyqAQKOPd4KS7JLcjd76/2v9KQujbPwnKv9/gDl4cFnmXpK6FmWuBwq34jZ5+G/XJdfxMwIzhsHLSt8i4EHUY8sKz+MXqfCi6I4iq//xUvgeC6Eo9wZFUUwXlaG6MSo1S1woaUu8C1wrmralnkLN2FIvar1WTaBjtKid249WQKHTs6hhG5F4H3BtD7i2RZ4dS+RC7yxyoyHVIvcc3Yjo7z7kBuecFaNoorXEjQBeBPQhMtdDvvk+2zjP0AVwUvgOzXyHJv+p93Fv8GWc7g88/u2fiO/+Al0emaFogs5qJ2pRFrsW2WYUrTmWh1w003iRZ13mWrHtI64VdSljw7oMMybDLjHgBZre2cE132ZorpGgPwjwHYZ/SLbAMaGXAKTex6VW2LsTe7B0sQccK7aC1UGoRoqO17JtGHliCu0DatD7zYD/0yzNsQY923aUYNFZaDtGttj2EdeKjkYHh6sXWSZE6p0lQossk/4qydHOQXi2h8zHIjOqHmPCMtOMdTU/Vp6x41izETrm7UJFb3DsIRO2t7GBnwfBX4YM1ynWVhb0B8HWyZ0mqxd5VvTqhuhPNVjmR7++oEH6SWoaSsVC+wIPnufr78tNiyrLjASCCXRBe4dHLlCzhy1SulXOlNN6jRLKlA106QQ6CUXOHh53GvhU3JHmxhMtez9/793d22sP7d5VWZhXnptdnJmeEhlZkpFxuLHxyM6dR5v3vHvx0ruXXjm2r+XscycP7ms5fPBQeWlFXm5RZkZuclJ6XGxSbEwilvmMTnrGJSeiw55piQmp2E3xcclJiWkYlzbU79rZuHtH3c7Kim052QXYPTHFODkpPSM9Jy+3qKK8ekfdzsaG5pZ9h44eee7woeMHDxzFuLehfte+vQf/TyzWnt37m3ft29m4u35HU932xtqaegynCwtK8/OKc3MKszLzMERPTEiNCI/+4ftfJGKFVmPUqA1ajVEokkkBUCiXM3g8KpvNE4kpDOZnX361vaFxc2j4qtVr/+f/+t/5BUU///xrb29/e3sni8WhkOiEETKXLWi70zk8RLhx7XZ6albY5sjw0KiwzZFhmyNjoxNioxNWr1z31L8/s3ljeERY5MaQTWtXr1u7et3qlWtWPrNq9co1Ies2rF8b8uzTK59gMLazbs36lU89u/rpVZjqG7J6/eb1m6LDtyTGJCTHJSXHJaXEJ6cmpKQnpWUkp2emZGSlpRdm5xZmZxdkZeVnZuZnZhZkZRVkZRVmZ+dlZORnZuZlZOSmo4nNOWlp6K056HAvFoKFpWHl5WYXFeYHS2eKCwvysJtKS4oqK8rKy0qKiwpKiguxfKyC/NzHTulgCnRKXFxqfDxmhC5IzyjMyMxPS89NSV0RH58ZF5cRF5cRE58Rl5iVkJKfmIribkp2aUJGcVpeZXZxTVre1pS8qszi2syiurS8uvSinakFDfE5tXG52xOLGuIKGkIzq8NyanaceuOT6wOtbGWv1NwjMXVJ4E6xfkTrGNE6BlWWPgDGqaw0k59jHWeaAmSNkw37OAYvQQ4PCjUEhZGldXGNPprWy7NMgt77YsukzDwp1HkFKod/9tG9R8jkPOIavXsvWEExfX9x9uFy4O59ns4iNPuk9jGaysyHPZB/TmIbxSZ4hWYfH/YoXJOAe4pndLN1DizvSmj2Kb0zWPGv1D7GNbiIcj1VaSLIdMNi9YhEQ5DpCDLdiESDE0FUlY2itJJBC1FhGpbo+/lQF0vRRpPcIgk6GLKbRP5tsvDaCOfKEPPqMPvTP7o+/K3t82s9n1zpfO3r3zEL9Lm/fnX6/c8Ov/xmy/lX9p690PLCy0cvvf78G+889/rbx1957fSlV8+//mZ1Q1NETHxsYlJCYnJERERcbHRszJboLZHx0ZGJCTEJ8dERkZs3h4aEhm3YHLI2dMO66IjQpLjohJioyNCNGANHb4mMi0EfFLY5NGTd+g3rQ8JDw2KiozZtXPck7OrJ3G9E+KbwsI3Y3G/0lvCY6IjYmMjYmMgnvUfY0C/WeIQFPmORV4UFOUWFuSXF+eVlRduqK+q3b23aUd20vaJpe8Xu+q17G7ft31VzvKXx7PG9L548cPZo8ytnD//wt3fJfbfUIopTJ/abgYVJ24zf6DRKzWquAWROeKCAA+VeGKL5bGKfTWzVofZmu5FlN7LcFt78pEYpGRSxO/RKot8h8lj5eiXRqmd4rGjkFSgesBmYZi06WqyWDyslg2r5EIa4sJpkUBE0CpxKOqCSDtgMdMwRDatJFh3VZUZDtqx6mtPAMIJ4jXTQpCL6LNyAjW9SERW8LpWoTyXq00gHzRDJDbO8Zo5DTzepiCLGHVDQYwTxFjUZawDWK4YtajIk7mcTr8o4HVrZkJB+W8HrwsK0eJQbIsYdObdTIx2062gBGx9jYGxsGBL3M/FX2MSresWwGSIFA7SGAX6vmNkuYXXIud1YPpaM04VRil3HcBpYZohiAAhmiOIysjHpWCsbxvyregUeVpJMKrJNS3caWJhF2WvmOfRMj4k77pRg+jkM0QSMLquO57cBTqN41AEF7Kp74/Yf/vburpqiyvzUxq2F+anRVQVpv3/zCSSkmkCOjDWol1PvBrR6OXGw7TudfARFr6DdWiNBQ57VYrxKOGzXcgDeoII7AIM0q5phDYYMm1WMGa/GqRNOubSk3pun9jfVFuXUFOSWZWUZIN2tq7cr8ktKs9K2FmzJT1nx1zfTRp3fBxzfUYfPX3gu/5Uzu/fX19eVb6/f1rSraV9J5baS8upd2/cd3LWvZW/t6eebzj+/f19tbdrmtH9dkRiV/eHu9+2p5+zJLwA/C2cMS4jMEmDwNSyeeeEhEphAPv+W1vz8b7sv9p//wZH/gjTyoDzunGvjcdPmM6bYV83ln7rLL8j+JebNFf+j7NnYhjWRGSv+ZUVBRtgrJ2outZS/c7DhSEn51th0PUcRsFgmxjRWG9trF/PpnXJO/6hNNukC/RaJGaSzR25R+/9QC0csAG3MLAHZ/SruoIjcrgrWGnHwt9XCEVhBxf64NwE0dzAUmtj921DrDwJyu4qP45PaaANXOfjbJjnFqmLK2H1cartWQQYlI2xqm4jTrQVJkBS9PgIDeCuAN8twNtmwW0mQkK/Bwl6/mjxjZI1DFBOrW0+64+QMqIdvjkrIkyDDxhpy8PHzsGRKy4cYPQCrR8ru1CvwZogSsAl9Fj5mJTCCRKeBpZHi6MNXJKwOlWhAyu506JmwkgTw0dysCafcqmYoUWP2kJTV6zLwzSqGXcvjktrHHaBDxw/GLPXbtRyQP8Qh3sF3/0ruv2JQUCwQkzp4VcLsMQLUSRfoNgr4lHYO8Q7IHwJ5Iy4j+NVH7/GoDJPGtDiP3J1F18ICMjOzOH/34d2Z+ywqW8aRa0U6OQ3gjginffeRRTSgam5qeXZ6cXJifnrintPuMesMr790frDjpkHG1YqoehFJJyDIWN2wkcGj37GxhgOAIDDnp8NQ48sXE3bsqTv3/sWrw58onM+xoYxfeleceHPF2Q9PCW1dc8jvkP/laze/7btmn5ROTbLH7UMOoE048NO3b55569TRd18803rlh5+//fAv/7EiIXn95TvXfAsLswjSTqK88PZ7515/XSAXTE46x10QMgnP2UQ+NQ1kdLrQ9l2R064CHSqGQVTUXP7Wl2//dP37C5dOUwg9QvrInMc8Y9ctT9gnLIBOQnZquW6jwKhiAlIW2mIbuTkqbFNJQX5FSXF0RCT6N0Rm+vMHWmpL8iAxUyUgOTS8UatYyR+YcKI+aoOC5DbyPDBfIxmRsbpBXr8X5s75QL+RK6O3g+zuAMzzaJkCwjW9ZNCmpri0tFm31GtgevSMux5AQm3l4a9LaW1iyh0h6ZZGMOQz8JwqhozeqeLjYAUVhWpGF8DqMYrxKnYfre/KjBOcdChNIEfCwSslLL1aqoVkWhVgNdpUgFEN2Tt7aG9/8MMb73578MiLKSl5f/zymwlSqEU0nYTiM0vVMqKYM0DG3ZAwe5S8IRNA8xgEXqPQBNDkrD4O/rYZpDs0HKuKqeLj5Kw+9HdNybBBLIA5YANZd90aVDx3AHc9kE3NsEJ0WEENzgmLJ+xKr0Gml7G0IqYBEAQc1oGezqS42HfefrO8rGT16pV1dXXbtm3bu6e5uqK0vCivJDf9tfMnQQFdL+XopEy3XhQwS1w6nsfIgwEyJBwQUu/I2R12DR0S9pF6f5axOr0wN2AReGG+jNVtBanzbsgoJBs4FBUBf6i40kYTPYA8i6AXA+AlmX9Z4QuqsigAL8lRiRXlXt0kYpxBt9oJxDCNYTCqu2JEpwwCMzSK0t1/uzBg/q9bZQC1AWMyMqYk/yMS/7mPycVLcvcUD0asd5eUPtHV4eG/XYc6GNM8eJoHo1Kwwn2Xb54XWFBu104sy9wPxQ705MogBqNaNObBRm3YKBVjRxQoD6OisRRlbAQYvS90IIrAXa4FJd5gCxQCTaASK9rQG9zK0IFnlBtlPvQ+GDrKg2SFJUtJfYhyAgHHlwXOx4O4mplxvOqR0PGAZ3nINy8KLIsCCzoGjIrVbjQWSzUaLEZyo1AqtKP6s8I3R4Hus01YxtgDjvk+24QK1FwLInIu8W3/daESKMeGsKwIw4wutNgpaEhmYQ1SblQ0FjjQJXSibmEpCur/WeyMwaHE+0jkxkKkH0dJ84Jzs8EtirJM0z8B8GP3Mga9AieGvqiQy7agJMxDsRmzQAcB2I4InYt0I8rAIjeiHF9iwI52zjxRjZqfqYYlmhFhBumdY0M91UFbNRrHxbZiyIqwLAtEzXivxNPGVf00qL1C0F3Gy3/oE37dIfymU/Jdj/jbbuE3ndAfBO+AZIEFowPV6AWdcfTbDHZoPQZgdCwcXY9E7od866LIek8A3xXoHyjMDwGLiyLg3WhXUwnMnpsCXIec0ssfadXwRrx6Piwjy5j9CvaQXSOecBk5xKFLp5/bu2P7q+fO7G2o21mzta68tLa0uCwrKz06ujg1dX9d3YGGna+cPnvpzNkXjp94+cwLzx85duzQ4eqqrQX5JTnZBelp2UmJaRjBxsYkooJTbFJCfAoWi4WGLQfpNzUls7xsa21NfWNDc/2Opm3VdaUllVmZeWhAUkxiZERMRHg01pyUmJCamZFbWFBavXV70849Bw8cxXKhjx87eeTwCSwT6wkANzY076jbWVtTX7NtR/XW7VWVNWWlVYUFpbk5hZkZuVg1cUJ8yqaN4bU19Sqlls8Ti0Vyl9Nnd3gMZpvd67W6vIBGI5DIBRIpiyfEkyk//PjrkaPHV68J+cvTz+5vOfzzz792dfaRSXQinjKCIxJGyIP9w/29Q3dutZ8/dyEhLjkyPBpj4OiouOiouHVrNjzzl1Uh6zasfGYVpu5uWL9xY8imdWvWr1m1dt2a9c8+vfIv//H00089g5mfMQBeu3rds//xzMqnnsWcz5vWbYzcHBG/JS4lPhlTfTEATktMfczAqWkY+uZlZDxZ/0TC+ZmZ2KRubnp6XlZmfnYWNuiLpUZj8VelJUXFRQX/GASNdQtXlJc+AWAsHwu1Rudk52dn5aSlZaWkZCQlZSYn56WmYQxcmJG5YktMRnRsZkxcVlxCTmJyfkpGSXp2eXpuZXJ2WVpBdUZRTWr+1qTsqoQcdMVkVqaXNMXn1SfkN6SV70mv2JtY3JRQtDO5Ys97P7X9NsTBg3amaYxi9BN1HqLeS4EDZNhLM/nxGkenSNMr0ZB1DibspWgdgxIdVWtn6pxEACbKjWydQ2gO8GC/1D0vcd7TjSNq/yJgm+Oq3By51TuFQKZxKWRTGjxjc488U/cNroA5MCU3OckyiKO1CmEXFdBLrT7PA8R+d9l9H6EodP0c6W0Cc1gISq0+tsZClKpFJrfrASK1j1GVJrxUOyhQkhQGrsHFNbi6WdJ+HoCXaikgzNTYOHonlpJFVzuYWhdd7cDLjD0csJ0u7WIp+vnQHYqogyH7pZfy+yDjBoH3Yxfxq1sD7/98++PfOz663P7ujzdf/tsvp9/78uhrfz3y6gdHXnvv0MU3Drz02v7zlw6+9CoGwKfeeu/0W+88f+HlI2fO5pdXhsfExCYmxCXEhodtTIiNjIsOj47cGB2+ISZqU+yWzdHRm2NjIhITopNioxKiI+K3hMdFhUWHb4oK3RATGZYUFx2xeUN89Ja42OiIcDQQKyI8NDIiDNWKg7VG4WEbMe03dHNIRPimLVFhT+gXG/r9R+czNvGblpqI2Z6xvt+C/OzCgpziorzSkoKy0sKqytLamqqGuuq66rKddVt3N9Y2N1bv3rltX/P2A811+3fVHNuPZhQd3bfjzLE9r5w9+v6rZ77866s/ffk+qf+2Ts6e9sJuk9yq5cMQy6Jlo3/Ky/BOE2fKDwScKAO7TPyAQ+oy8X02MSQdEbG60IwrD4DlNjmMXBiiwRBNqyBi+yY1XSnGqaRDbgsH8zwHnGgctEFFMKgIbgtn0ifDXNBYEHSwYInjtnBG7QIzRFKJ+rSyIYee7jIydXJcMLyqFRNpMUEY6z0ygnhMBMZCsCxqsoLXJeN0YHAr43QYQfykW2LX0TATtcvIHHcJ3SamRUOyaEhmNVErH1TwO8WsO7AKDwq7BfSbQsYtUNitkQ0oRWjBEire8vpVwiG1eFgnI6DBReJhOafXbxGN2iQBq9ihY+vlREiEg0Q4jWQES8bCWpFMSqpVzXAbeaM2yaRL4YH5MEjRy4nYFK7fIrJrWQphnxbAB684MFwm8YRbrVMw58dsD6fd3Td/PXdsb2l24r76yqKMuE/efunY3u2QkDrrNSDzvnG70muSwCDNCJAx6p7xAbN+EJWgAbKc0yth9sAgzW0UgPwhLqlVKcBZ1Qy9nGhQUMYdilmf9t4oPGqFPnz1hb215duLc+tLi2pKir/67OvGHc2leaXN27fuqIjPS1kx1H1Yo3hNyDqtVXwy7SF9/9nF+sqKysLqmq07y8vrsgtKSiu27a47dLj50NGDu86d3vv8gYZtedmF0embV2WffYd2/Et3+jlz0mmF7CHiRBBwFjEuIEw18uUVa8nOH7K3f/AzTmFCkA+6pBeu6tOOMCsuOIvPmcovKVJPXF5TcX7Ful1PbWreGFMdGZeTHJ9wdFetE2Sb2L1ndmS91lLdmJ760dkLkxYPrAQ1aubcXa3LIoCkaLetEaCOOxTzo7oxqwxWULHCUhG5PQCLzArqpE2uFxMsAA2TeSHBsC5obDbIyA4NB4vF4pPa8J2/cAl3MLFLQG7XS0lOLVctHJGx+yApQaugCpi9DGIrj9Fp0XPQ5mfZiEk2bBT06VntVm7PtBz/SDQy3n9N+d1HpDfODl56TvbNh+O41kUeEVGwFhXMRQ1vEZaMgnQlrUNAuCGldXCJt5gj1+XBiCyfWeg1CSARzqyiAbx+s4omYXaJ6B0GBQmLMfPAfOyITcO8G1C7DHyANwiJRqxqllXN8Zok86MGrZQ8ZgPl7CGXXnRvzAiJRlTCYRikKQU4AbXDAwtnfWo5p3/ao/JbJPfG9A4dd6D1ezruugcWOnVCrxn6/m8fS9g8u9G+vIDS78zU8uzso0dLyMz0PZ97jEliUvoptH46Z4ArJIg1MrNR7ViYQ2Ynl0Z9s3PTD2YmFxw2t1lneO+1Vwh97ToJW8UjWgGmW80zyIlSWR+dfNXCxTlEVK8fnl6eY0hEl9v6Sncc3pBfH3/mrTMU2YfwVPkdyorT7//bpW/yv+jbdPD9VZX7svft/73rKmwWXvn+9bdON148sOPON5/zh3A+PYwsLvKp5FdfOAGpZXMIMokgn169fvCV1w5cuFR78CBNyNbq5RadcMGvXfAoZq1Cj5qx4IVmHCoHLFWpBbBDpTFIDxxouPDi8au/fP3Rmxe8RpVWzJYxCTop02sBhKz+wZ7fdBrW4n0PIOPW1VQmxEZWlRW/dOZMTUXV5nUhmQmJYevWtDRu/+rDNx9MuUwgK2CVPpjSybndHpjv0LFdBq7byDMqSAC3zwrRH0zoH4xqx8wijFdNUqJXy7GDNCWnx6ggOPRMHummRUWZcEi8MPfhpA7VOcU4gNXFGrrCHPzdIMbNOKQ+PVtGa1Pz+ydt4lmX3CAZljM6dKIhjWCAO3JNJxoySgkqwaBGhLdreTY9X6ega2R0o5gppQxb1SqP2WLRm1xWt1FjAARCp17t0QN6KVUrJll1PL2SIeQN8TkDIH9YLyVhdgksLs4E0KSMHhG1E+AMYPMCGhFexcehYwJCAsQdgbgjehFZQumWM3ocEMur5866ALeW7dJwvHp+wChxqfkGKcMKcLxGpR4QuawGFpWYkZrw0rnT1VvLQ9avTU9LSk2MqygtqCjOj4/cxCHjpr0Wl05hVnLpgzc04mG1CCegtBrkRIDbp+D0uvQsKbPLqCCoRTiNeNiiorkNXJeeI6Z3qAT9Km6/gt5nlXKcEsHZ7Y12uhhxzS8pfUEROLCoCCwB/kfKUTQIWjOGGOcQ5SiKxKqxR4B/QeRYEDlQfVgziR1ZknsXZZ4luRdlZuXoMhj4bxfqs/1vl3oCUU+gudPYenKf4Nn+nEYeRcDAI8C/BPgR7eSUwLKkDCA+ZEHmZvzYQ/zyDtwnnBc5EN00YppHX7Buelnheyh2ocyjCp5ZGXx25Rh6QhCbcA4ewfYB9OSIIkj+aBHUJKKdtg9JUcoFA8sy75IcTf9ChXG5b1mB0i+2RRT+JalnSYqWJKNZXBgSY1vtTDCqOuAZkGlv0NDJaieCIjT6uQVQHVjmWhRY7jJ1czTNXbp2gTJf2j4AACAASURBVGVARPb7TD0idsxRoFmyCtFNz9M0qLNa5n8kcqPNUhJUjn4QHJRdDiYb/9M2GHntQdhOtG2IYUW3HCfCdaEByxwHGqMl9DwOTA6W5aKNwQI0UvsxA0t9GB+iQdxYnFiQD/9M0kZzs9GJWZZ1kWl5QDdh6yHDvMi0LFCND+gmrJ1oOVg0tcRCw67QtGo01yr41Hy0tWiRCi+Q9Yh+AT0uHUXbp2gm1U841x0uoppBBJ7HodBY/xPbjr5yjmORCs/iVO5Wnv43ouqHIehHnP43oukP6nivbA6vRuugsO5fNArLtcSyTuKUdyn6x31IQjcq0bOtaJU09o6eFEpLHqdhoxZomWdRZJ1haxelNkTrm+FqZK0DOipFONgtJfbLyf2svhv8kVYVd1BK6+IRW80g067hj9s1s34bvrv1hWOHDu6qP35g94nD++oqy0pyMmtKinKSEpLCw6sLCnbX1Jw9fPi5/Qcunjp98fSZi+fOnTx+Ysf2OmzOFmPg5KT0hPgUDIMxERgrRsJIGLNJb62qxezNe3bvb2xort66PTenMCE+JXpLfHjYFiwvGisrio9LTk3JzM8r3lpVu6tp7/6Ww0cOnzhx/NTxYyefqMEt+w7t2b0fGwPGFODttQ3VW7eXl20tKizD1Okn/UyrVq7bEhX3+WdfCfgSLkfosHs83lGN0awymkCNQQpCMqUGUOvkoEYkA/qHCFyh5MbNtsadu4tLKl97/e2bN9pu3mjt6x3q7e2/fbt1ZIRw+3brzZu3b926U1hYvGVLTFhYRGhoeHh4ZHh4ZEjIxtWr165evTY45btq7eo1G9aHhKxbv+rZlU8/9Zenn/rLs08/s/KZZ9esWr1uzdrVK1c985enn0Wzp1dvWLsuZM3akDVrN4dsiAwNi9sSjTY1JSYlxcUnxcUnxyekJCSmJSWnJ6ekJ6dkpKRiGi+GuDlpaSjlBmG4MDu7KCenODe3KCfnCQPnZKSjA8M56MJmenNzsrCY6LzcbEzvzcvNTktNxoKvsNRoDIyLCvOxVZyfh67c3LyMDGwSOCsxKTclFWPgFdGxWXEJuYnJBcnp6IhvSlZFanZlam5VSl5VWtH2xNyt0emlibnb0orrUwrrEgvr8rYdiC9oiMmtiytoCM+ojilseP6tr7vZEAG0jyisg1LTgMyEVznIBg9B6x4ATGSti2Uepeo9fRJ9n1hD1tipOuewwjAk0zF1Tp7Jx9TZn2izApNfYp/lw1MS6xxb6xcaxuWWKbbCzgFsPNAmN/jN/nu+eUTrmlQ5Rw2BmUGuhAmZeHo73+AgyTRis0cbmB0RKa/jqCSZZlgIdlB5ZLlW45/h6e0ECaR0T6h8swKTV2DySmyjPKObobZSQHhIqCIDRobaytY5WFo7U2PDjuOl2i6WoocDdrOBOxTR1WH2HzjWLZKgkykfEKiHRNrfBxk3ifw+nuryAP3r24NYB9J7P9164+9/vPLlb+c/+vb5tz898ebHp9779MBLr6HrxVf2n7904MWXD1989firb5568+1j58/vOnggu7AwJjE2OTUhPmFLVHhIfMzm9OTIlISwxNhN8dEbYiLXRUWsiQpfFxW+bsvmNXERIckxoUmxEfFbQqNC14dvXBO2aV18TERi7JboLeHhYZu3REUkJsRFRYavXvXsk55nzP/8BICjIkMx8/MTAH4SeZWSHI+hb0Z6cmZGCjbx+4R+y8uKKsqLt1aV1dZU1e+oqa4saWrYtm/XjuaGmuaGmpbddft27dhVV7mztvxoS8P5k4fPHW850FSzq7bsYFPNmSN7juyu+/Wbjw0A36oRu2CZnI9Ty9DJRiNEhtUUr03gtQnMGobfLpnwAAYlhUW6ZVLTdQAJ20LSEb9dYtWx1DK8Rk7QyAl6kKySDEPSER1AshtZThPHrKVgUVhGiKgFho0Q0WliTXilAafQaWKZtRSDimCEiLCaBKtJAL8bFPQohb3YALBaMoBFW8m5nWrJANaEhCm9asmAWjIw7hTZtFS9YtikItq0VJOKqFcMY92/SmGvTUud8cldRqZGOojdx2/jmiCCWtqvlQ9i9CvltCn4nQE7TyMbkHHbNbIBPYDDqFjB65KwOjSSEaua4TJwfWahzyzEmoG9JjRTCqNftXg4qLgOYxVHWNaUB+YbAbJKOASJcFjPDQpIcqJGMuLUcyZdCoOCNNL1k5TXrQMJFi1zygc5jEJYxXXDwN1Rq4CGO3ds7/7GrQ1VBQnha9v++OGvr59rvfLttFuHBtIaxBoJyapmKbh9mMgM8HvHHGJsgNlrEti1LJOSPu1RATxUEhTRuyTMHoDXzyXdlrJ6Z7zQhEOFzPs4hO4jTbUN5YV1xQW7q7c2bq2uKq3MSMuuLqvaVpKfuuUvL57Icpl+tuo+nvT+zKe9KaT+cHR3RUZcfFFWaXVlQ05OSWFZZc2OxpbGYwcbDx89sPvsc3taGiryE6KiV64tytrRw7q/50NdziV/2GGpEkG4M0iPFXmj21N2lhJbe6PlVXqvaMGKIF4E+aJ/6JNO7ulPJXtfFm89iv/oiqni2Jsr1kX/+9qcqNiqrMzClqa6tt++feg2IhOeT88cOFKRXJuycUdmkoxEFBBpLBIBN3RVrSGYtAyDkiagdnBJrTYNe8qt9MEih4bj1HIl9G5i5y9a4YgVpHt0PJDdL2f0KNj9CnY/FmyrkxDder7fJIYVVI0IHQ9W8oYE5HYTQMNCbq0qpl5KElA7ZLwBA0QHxQQBs5fP6uXSushDV4XUNojba+D3mrndXvHAvJqKGLiaL9+VvXZWfOmM6OXTzLPHRG+cV376Dvf9V+8zBu9x8QH2gJMzMGPiL41r9Qr87T8+EtLaxYxOlXBIJUQbgL0mgUo4pJGMuI28WZ8KBikOHdtt5MnYPQJqG7n/sgWi6+VEC0QPfukctRgP8AYB3qDbKBqzA0aArpGQbGoe2pWl5i2MmcSMXg7xjk5GMqsYEmYPlv+MVSLxyG0ydp+Q1kkZ+MOgoCALLuS+32uGfvrqM0AgdlpcyAM012puBpmdffRgAdGpYYMathlskBBiD7JUNOWocZw6yO7rwN+dfvRgHpmeuL9wd3nMP2MxWPUq9duXLtJxvQGzOmACJiwKv1aok+IZjNsWI31cy5PgW7msAbGUzmPTPA6nyer77PfW8F0HV5TWZb7x5Sss9UmhsewG8X82vRJ99JN/z2+qPvVK9d695RVF3376jl5AGdWByETAIBDBMmBxam7S7QnYrAiCiM2Ws59/sf/1t8sOHy9qOTjIF8wijwYJvVqIZwJoDhV11i5eGtUgk/C8RztqBRZnXQ6DZMKlN6kEb188VVOS/fFbFz9/71UeZWjCbXKYwIBXPzEOCwU4BUidmXWeeu7A+jXPZKYmNdZtb65vPLS35XjLwbC169JjY3Zuq4DErCmvftQJBhxSi5rMJl7Fwr3n/NCMV+k3C70w328W+kwCB8QwyUl2kBZMnAIDBr4LYrs0LK0UrwMJdNxVObfba0LHWT1GjkVFCcA8Nb+fO3JNSmtzaxizTlnAyDVKhi0AadImXprQzXtBm5Ki4vbqxTiXhmEFyXoxTkJtlVBbNYIBSDgAcHsMYpxXSZOO3NbxCDaVUC8XQhK+gs/SyXkWOZc73CoktDKGrnOId+QiPJczKJeQFcGwdL2UpJeSjHKKQ8MZtUinnKCM2Stn9WH9YQBnQELvljF71UKCXkSW0wdB1jB3uJWDu61Hp+ipXj3XZ+DZVXQrSLcpGVi4jkXBRKVgBU+n4GsBIWmoq6o0/9zpY0nxW44e2nfquSMp8VGVRTl7G7dVFqSrJSyNmM4ldhG7fwN5/SaQwhy+xiffIfX+KmF0wgCZNnDVpmZMu5RuA/pbLGf3qEU4JX9AJx1mjVyX0XoDWum0Xv3izl381gEEHluC/Muq0SXl2JJybBkMPILGUCLV/BdqRQ9OIvoZNIoZA1csMQttTppADz4h2H/aeYK4/7TzfwNg5ejjU0Hjj3eUo4+UowsyN2K9hxhmJrmmeYkTsdybFzlEV0Z6P7gs/gPvJSoXRA4EDDyQuFAA1k7/J1r/0/P+I28/Dv1CMfue0I5CsnpC+gd+XmBDwd4wi9gfom/ZMIsu4xy64LvownjbMIvoZh73QkETaLS1chyR+1ErtW6O+ukt4ofX1NcoqB2aZ18WOR7yzY/EdlRCh0YRhQdtCVZ4HwltaDwVatv2IxIn2g+MisBe1J0rcN7nWFFztRJ1YgeN2UFSDXqwH5Pqk/hrNCzagWBdwWw7Wi/EdQYZ0o6GSHMd6MKqlQRuROhBETrYUIUycNC5vSx0oU/x5IQi9z8CMPpYbjA4KojBGPGi/clY3zK2FbjR0GYsmVkSQHiuRSo8j9fM4zWLVBjlW+nofZJ+tFuCgjHfjcjHx3tlthtMBJhEhF6Ebb9H0I52S2w3mPrfiNCPOPC7AdUPQ9pf8OarNG+7YHoQRIOjWShX3yNo7xG09wm6B2QDWq3Etj1iWRfppmWsIQl9GcEAbb4zyP9/gj320T2R66U+zBW/LHYu8OBHUgeiGV2W2D0UKetWO7PjjoIyrGGTxIROOaXHIqe6NCwprcMGsaY9aqdOaAR5o3Y9dbB7b331kX1NJ48d2Ne4Y2txQU1JUXludlZcXGZs7LbCwqPNzfvrG8+feO7M0WPvvfraS2fO1dduryyvwuTW7Kz81JTMpMQ0bGHoiynAWCZWclJ6SnJGSXFF3fZGLN75+LGTe/ccqKzYhtUURYRHYwAcER4dER4dFRkbF5uUnJSem1P4ZCq4Zd8hrC746JHnjgSTove3HN6750Dzrn2NDc0N9btqa+qxuWLMBZ2dlZ+WmpWUmBa9JT4sNComOuH/pGHdvtWuUmoFfIkK0mlhqwiEuCKZWKHSGC06k02qgOgsPk8oGxoh4wlUApF25Y+bf/vi77/8fKWttburs6+jo+uPP64NDuKuX795/frNwUHc0aPHExOTw8IiNmzYtHHjZmyFhGxcuXL1pg0bMcRdvXLVymeexeh35TPPrl+7LmTd+pB169evXbd65arVK1etX7sudNPmxNi4uC3R0RGRMZFRCTGxyfEJyfEJT+gXA+DUxKQnDPwEfXPS0v4RgPMzMwuzs4tzc4tzUY80ZofOy8jISkvNzEjDjNBY/jOWd4UBcGlJUX5eTkpyYlxsdEJ8bGpKEjYYjAVlYSpxWVFhWVFhSV5efmZmZnJyWkJCZkJidlJybkpqXmraioSkwpS00ozsqqzc6ozsqpSsqqSMisSMiviM8pSC7XFZqOqbU7k7v3Z/ZmVz1tY9EVlbU8p2p5bvSa3ad+DCX68OcegqJ1FhGRDrh6TGQZmxT6wblBkJaitV76HqPUTIzrGMCRxTLFOAaw5I3TNSzzTP5BPZxpTeGc3oPOidlLvGFO5xmRPtHwI8c2x9QABP8I2jgGPWOPpQZPAzFGaddx4efWCffeSYQ/gGF11t4ptcN4lMIezC1N02Moei0OlG56RWn8DopIEGjtZKBfRcnU1uDwzxFbfwDIYK1ozOY5FXNJV5SKgaFCjJgJECwmTASFOZGWorHbKwdQ6uwUWHLCMSTR9X2cdV9nLAbpaigy5tp0naaZIOurSVImqnSb5rG/6tj3qHLPz7naGPL7d/eqXz3R9vvvb17xc+++mlT388/9G3p979/Pm3Pz39/meo/Pviqy0vvLz79ItNz59pPnWu5YULRy5eOvHSS00H9hWWF6dlp6ZnJSelRCXEbUpNDIuPWpMcG5KeuDkzOSwzOSI1EYXhhKiQgsz43LSYtPiw+MgNMWHrYiJDEmI2J8VGpCZFpyTGxESHY4gbFxsVExu5OTQEm/XFMBhjYOwIlvm8JSoM8z/Hx23BAp+f0G9WZiqm/eblZhbkZz9xPleUF1dWlFRvLa+tqdpRt616a9nOxu17dtU3NdQ2NdTu213fsmdnc0PNrvptqCbcWLt/1/bDextOHGw+eWjPyUN76iuKTh/e/eMXHwy0/e4wSExqtkXLRmt+YbZGMWKEyGjCs44V7P5l0fE36fjrbrPApmfrQTIoGtLICRMewKpj6QCSHkSbhA1KilZBhKQjNj173CPTK1GyxczPBhXBZqDbDHQjRMQCsSw6qkVHhdUkLTCslg+p5UMSVptK1IdBrFLYCwp6tLIhi5rs0NN1cpyC1wWJ+y1qslVDwYZ7RYw7KlGfARiBlQSbluoyMq0aikY66NDTHXq618xxwyxYSdDJcUYQbwTxOsWQlNMmoN/EuFfO61CKegzgsMNA81k5ZjVRQL/JwF+Wctq08kG1ZAANIhIMaqV4I0C2qhkOHfsJcti1LAtEx2qNJl2KCafcqeeYlFSXgTtmlwas4iCFoiKwy8C1qhk6GUHB7QN4/QYFCet3ZQxfw0zjNj3bb5fBEMsE8ZDlGbWEdfHU4ecPNB3YuS0tZvOxvTtm/dbqojSvWbkwZrFCXBPIUouJHlhogeg+C9+mpY/aBX4rD5s3nvEqF8Z1Foipl1MJPb+hcmVQoMaKiGXsPr9F4jFK5nzGT996cdfW4rriguq83Mby8u1lpUWFueXlpVVl5RUFubmJGzn4H83g73zSa799Wbuj9N8qs9fXFqfXV22rrayv3lpXVFxaUlnc1NR0pOnE0aZjJw8fPHlkd115bkpEyIZ/+7cP3v87MIo0fqyNfsH1zD7VJzTk7K2pyLPgX/bxI4+LM08xviXMuhHE9GAhgMxNI4sDXB6OA7/+UVd2ydn3PmtPL9wWlZD21w++Ge7Hy3hESDBsFlKmNUrCr7+9vGvnucaSqpSQXz55XS/mqEUiOZctF+GoxCtmHdNuQFOgRPQOC0Q3q2hieoeA0goJh6gDvzMGrnBHbmgEQzz8TSxSiDF0XUTt1IjwauGIgt1vkJGDqUJohI8PFmHqllZMQFVfZq9RTtFKiXJOv1ZB1YF0EXtAISYYIbZcMMwh3tEIhmxSglU44JPg7irJ/y9f7x0dxYGm/c4fN+x+e3d2HMHkJAkFlFGWkBBCAmUhso3BYIyNcY44Y4wDBgO2MTkpZ3XOuTp3dVWn6uqck0IrAgKFurdUjMY7O9895z11St2tUkuHoF89z/s8I/LeYN81yw8fA0f38Q/uEh/dzzm0BzhxGDnzGXL+a9L7R+wdV6b1/HED36kioRqyTtMnFbWC0l6Hnht2yInjRFhvg9lE85ZFy4SA3rBDPhHWE2524k+mStDB6r3G7rtuVNJCdoVdJ5BzO+cDn9kAs11Ea0E13AGn1qkHzGqO1yxVC7uV/E6CdVGQ5TVLQHGvRtRDPKIR9Tj0fJdRqJdTlLweRCP+/stPZTyh3eyYeYAHXD28jz14gI1GH4kFMplIEfUPWdSooJcPMjQWmZXZw7/+e9PUOF5HND2FPZiYGQyMeOxeqxF559hRWmfzqM865kO8ejHE7eF0X5XwWmwmXtgsMQFkCb+T3HeD3nLdrBC57GbHUITvdX90rymues+isoatP19+j68+JTS9+kdv1v634oqq9h85rlGpQxbkvt8xbDWGzTA2GR0J+DwW80gwAsnUp777qeLgkZIjx57JKqg4/q4yPDyIYWKTgcylWlG1Qc2ERd2wsMOuoflN4lGfYWrQFjbLHwXNPp0EG/Nj9wd67vxRX7GpODfl5uXzo0O+gbAdRVShsHVk1D0x6Q+GLEIe/f23judlZn7w1ls6hfrdY8eXPfVcXmpa8rq1H504NhZxOs3SsFcTdMtkgnu03ku4K0THt2hYZhXDh0hGvBBxL0ZMum1R0MNmacAoHkSVD3z6cRfs1vHtOh4CMy063FDjMuP/jEiY9yxa5lgAQlRUDa/dDjIjVqnXwHeCLKJZ2qZhBM3iUY+GyKkibuWMBfDlW1jULWc2aQXtBkm3RUkOI3wTr8ku6x2yAoiMLqJ1qIR0WMZ16CRaXk//7XP87su01l+4fTdQHV+poCukVFBK1gi69VIyvt+LSFx6gd8MjHghok5MLyUTGdFi2j1Y0u82iAesoEcHDNkhq4oDUJtBfpdZQfHoeX4T3wkxXVp20CQJGMVWJUsvIsFCkgMSy9jdPgv4aCRw7+qFzflpxblpZcV51RWbX9xTuzk/44uP3vru8/ffOrp/wG00yFn4m5H1BywSJa+N23eD03vdKKfKWK1SZhsk7rOCXJOCphX166VkPOndJrXpmOzey1J6U8AgHzEbPtz/YtfZy5htaNoYmTUMzuqHZ/XDc/rhOeMQnudsHB4HnDh/ouM43+oGccTVDz1U+h4ovA+VvimV/7Fm3js9L8/iCq2OaFT65yN+tX85f+LkuXnEnZuXkXEJGq9i+rsyvIDBzocPVL4RiR0Xgc1jxKdg1slHSh/aLmZ8d0f0S+cwB/kHjv75CgSl/xNyL1x5/p1MqYKYaQwzjop+7fNQIKQdkP5BoZ65R/u+ifZ9E/2HZvoPzYwfW5g/tRIDXCbLr9LAGyz9XT7aBjh7VD6SNkjVjXGtmHEcA4dUv5KnAZ+zTeZql2POaRyk9RFMG8CgIAYGZuWuKbH1gRCdARy4F1rlmxHbMC1ufjbfpONJ0cgEpo9Oy7yPADduwFYFZ/BeJRywnwwhOBNFUMogXvyDw573SQ3yfBMy3nOrGcRbhRQhHE3xVuR5QFUE56SBWVlgTh7En1KE8EYleQgfRfjJyEOYLIRJg3+febgFfJgY709emCeX/Tsb4/KvEK8+esyyzLCsMyzrLNs2x7EvDAZGMeUApohgIu9DqmmgTcH99Jr+l37t2W74XK/xItl2hRW4Jxnt0T5moLiaDQSevAEggMvaPOc00zJFQ/DH+a5ZhuUxA8W/Ctc+w7HNcGyPmOgUC58H8z3JOKJL/fh3R3xfC+iLk/D87rc2PKf0zcjwOxRPHlH553QBWVuPuLNTSyejIo5JRDeJKXY1y63jKljNUlbTkAecGsbbKEI2yGMGm65dPPRS464dVQf24uXAVZuLi7My81OTE1etyIiJqS0trS8re3X/vkN79n7zyafvnzhRUli0vaKSYM7cnMLUlMzEhJSFJiRiAXhBBCZO0tOyNhWV1tU2vrj/4CuHjr584HB93c7NJVuTElMXapOI1OilS1YuX7aaSK7KSM/eVFS6tWx75fba2podDfW79u97ef++l4mqpJ2NewkduLZmB8HAxZu24L/Z5G3KzsonVpRXrVyXmpK5bOmqZ59ZvLVsO4vJYzK4coVGazBrDBYljIiVEE+s4EuUco0eNtkUar1QouIJ5b0kZlNTF4XCIZPZP5+71NGOLwM3NbW0t3c2N7feu9d8927T2bPncnPzV6xY9eyzzz///OJnn33+hReWLl26/Kmnnnnmqaf/9tf/+q///OvTf3vqmaeefuapp59/9rmlLyx59ulnnn/2ueeffe65Z55d9NzzK5eviI9bn5qckrYheUN8QnxMbHxMLIG7iXHrCRJOWh+ftD5+Q3zCPwFw1oZkYrKTUxasyIQtOT89oyAjMz89Iy8tPS8N3w3eEL9+Q1IC0eubk70xJ3sjUZJEiL1FhfkF+bnZWZlpqcnJGxI3JCUQfmkiIutJgXB+3qb8vMLsbGLTODMZ/+rZySlZG5LxHeCUtOKMjVs25pRnZm9NztySkFaCT8bmlYn5CdnlMemlMRvLMkp3xOdtX55ctD6/Kr/u0Dz6fk2SWRzjGGAZ6BLrSQqUZfCyDF4a5OzXoBTQykX9MvewwjvCMfml9iGNbwL0T4L+cdA/rvZEZfaI1j+CA/DgBDJ8XxceVXsHVJ4Q6B+yjs8JEL/GO4pGZyxDj80DU7B31BSacIzMar3DCnsICoyydLYWoZIMmXoUkMY3aBuZCk1j1uhDZGBC6x3sk2g6eLJesZoLWwh3tMzq6wfAdq5UaHQQi75cvQOwBngGJxu28QxOjs5OnBAALDJ7Fc4IYA2wYVsvoO8Ww51CbadQ2yEAm9mKG2Th5W722bt955vJX19u/v5m1w+3uj88e/WDn668/+Mfn/xyE89/PnXh6Bdnj37+I96B9Mm3Bz78Yv/bH+158/3G107UHHqt8sArVS8fxhn42Bsvv36sds+OTVuKMrNTU9PjNm6MLy1Oq9qWU7c9r3JrRkne+swNS1PWL05PWpGVuiY7LSZhzaL41c/HrHwmZsWzSTFLNyavy0qPz0yNW7Lob7h0HLs6fv3a2Bh8mzcmdvX6+HXLly0mWo5WrVxKGKEXAHjN6uUEABOVvwnxMYkJsX+2PWdmpBB1R3m5G/Pnzc/Fm/I3lxSWbi4q21JcUV66fVtZRfnm6qry2ppt+LGqfEdd5c6G6p0N1ft21u9uqNpRs31HTcX+xpoDu+t31W6r3FK0Y3vZgR3Vb76y9/zpTwwqTsil8VqlblTksQqJzGePVehGRSaQLma39LRccCICr1ViN/JcZqHLjKOyzwYQPIzCLJ8NcJj4TkSgU5JtBjw6C1L0WvR0B8K2m1hE+HPAKTZpyWqgXSvvMmj6LXo6qqMZNP2wsken6nUaWQ4D06ajo1oKoiEZVX3EuExsREPSAh1aoIOQhbVAB7HN6zKxg3aRBaJqgQ6jqo/A4yGvfCykibgAREOCZV1WmOZGOC4T24NyUIgMyzshWQcs79Qru81akt1AD7vEg15pyClCIbKcf1fEvK4UNhmUvSY1WS3slDDvyTgtoBgnSURNs2iZhDGVgGGnAU8hGvKoXUa+StChl5NsMNttEhCiMRFQNBaETSoqKO4mtnBBcTco7nYZ+bCyL+JVRDyqiEcbdmnHwpbJAfdXHx4/uKv6xYZtm3NSthdnz05Evvn4xBfvvzYWtngRRdCqmhlzTQ1bCEwaDYJTURP20D4VNdj1LKOKNORRD3u1JhVTye8mzM82mO01i3yoGFHT1MJuCCB7ERkkoR2or6jfUlBVlF+WnVWek1+am1NcnFVSmpO2IaEgI8axHgAAIABJREFUM612c+6QQxZC+x4PsL77YOuJl3L3bsutLSlKjUuKWxOfnp6ekp6YX5heX7PtYO3LR3ccPX7wyIGddQXp8euWPJW8drkMNIPjWN0597/tRv99nyf2df3il6R/PTL8H0fGl7/u+7ctzXtOixwz2BiGPcTuTz4eejz7YA7D5max9979Jje37JtvT4XCPrMBxh5GH0X1AxaeS8E2MRif7Xv1wKby2uzEr9/a4zOKIAnNqJS6jPhdGFDW4bWJnIgAlvYRCio67zK1gAyrlsnsvszrvUptuWBV01WcVp9REEIlGkG3itepFfXCkn5CCkbVTFjSD0v6UTXTKKfqpWRY0i8g3xaQb9shLgqyzBDbZhSBMgqH3gQqaC5UplMwAqh80CobQkSDEOu+nvtAS0M6L/Z/foTz1aukt3czPnxJ+d07qjPvAl+fkHx9QnTqHfn5z2in3mb9/LGu5w+XpAcVdxolHVYNWcbG8WbIo/ZbJEMe9WTEYNEytZKeoE1KONj9FokPFcPSPo2oS8pulrKbYWkfwGphdF8Bxb0Rpyrq0w24QIDVppNRh9ywgtuNarigiOQySOWcLsI44EHERNJV2KGMOFXzjdAkgIUnewlpd/0WKVELHHRoLJD07Okv1WKp3ex4PImHYE2O4wrw1AOMyxK23euApKCQLJDTpGYRIukHuu6Qfjt/Y2J4em4KB+CJ0UdT4zOTI/eDDvc7R1/tvns9YtMP2SGHhqtitHO7rgasuJdh1KPFJtx2VCDjtxl5PUZ+P6xiMyVkllHifjxidnl/vHwj9/Ar/1dezoHzl47/dqX6jXeu95AgA2LTG7Dx4YBRdT+A6KVUUEYNuvVhv208Oui02rILNm+oqF1SUvFlW48oPOLFMI7V0fjGMQmsdLoNIbc2ZJVrOG0aTptJRol6dA8ilumwecID2tUsi5LlMckfjflNOum9O79lZSQcObKPxyZh2IMH4yEDJPE5dOODnmMHX9qzo+7rkycvnj3760/nvv/ymxsXf7/12+8Jq1ay+jsCDthrU5p1LLeND6m6WdTLfosEEvcJKXeU3A4ryMaTnBFJ0AzohL1aXhfI7daLSC4NL2ySRRC53whEPFqbSRBwqqWCDqWo2wyxJczmYa9mPAhbtUyjtN9r4PtNQgPQB/E7rUoGqqSb5QyznOHU8sM29aBT69KLYQnFh8iCFoVHL7CDbK+O59VzvDB7CBWYxW0w9y6q6IMl/TJet5jVySE3aUUkbtdVbudvZmmPlt+i4bV7LIANlbrsSr9dScRcEavyDphn0bBcekHErgzbFD5EgqqZkLhPI+jWASSzioUqOBYF/2HIGrGoJJRmGaPZrKDhG8sGrlVNtSiobojjgfk2FdOiYNrns9lDVmXYprbDYo9Z3d18dW9d+euv7JNwqQ8nBvra7+A3I37/aUtB2vnTn0wO2r1miR3GydakpCg47aia6UOknN6blNbf+5suAYxWSExClEwHLHDqhGMBCJR09ree6717Xici+yDF2Xffu/PNj9goNm0amDUN40uSC2Maxtd9DUO44ImOz2jDUyr/LBTB9EP4ERnFxzyGHwk1WDc4Bw/MwJF/OfM9w/9MxfiDf4Jewjs9M8/S/w2A/+SRnpC7cfS1jGP2+5hpZEaLZ3fh78cYxayT00o/0iwgfXXt3jtnhec7xoW2J+rxAgYT9PunC/6DsQkUN09EhXb1Tdb5g59zz3f6aLpJmXdM4nqkDi3MY014YR6pQw8U/qjQHmAYHN1KY5NQe4OlukLj/9hmbZEIf2wnnbzKOd2k/YPe9s4vwLnOYaZ+lGsg5qHIgmn8uA5sGMSjszUBfF0Zh96RWYld+1vPGEuPi7FavOsIT6uCBjF16LHUg5//f/dWifVjzXwuFx7N9aQP+YkZG4zMf2KEME7PAJ5ZqZfoxcWkvjnJfPqxwDEL+Gek/icMrAzjkKwawNSD/wBgRRiT/2kIXZeg6Hk1eE7knhW6pjjWBQv0nMj9D5FZ6MYkfhx0lQMYEJhhWcd6oUirHD7Xa/6Npvq+HfypS/V9e+CeRPNjp/qHDpx1uQ6M6yBQGT/nuzCBG+O75jj2aablEd08w7JiQg/+rjTDGN+NsWwzdBRj2TCOY5Ztm2ZappkWHJL5zmm29QEDuU83PWSaH3Os03zHE7ZfAGAF3ryFR5Frgo+lrscSNzYfA/ZAYMcld8vIiNZiEUq0dCoiYLnUQruSDfG7Fcy7zI5LtNZfFNzWQbfm4aAtbNfa9TKXWdPVduuN1w7urNt+YO+OnZXbqktLtm8qzEqMX79kSVFqakVBAd6wuHPXZ++9/9l7728pLqmpqiVWcDeXbM3amEfEPsev30CowYQjmtgBJqKwEhNSiF6iivKqHQ279+09sHvX/rraxsKCkoz0bCIxa+2aOEINJmp7V65YGxebmJ6WlZdbVLxpy7aK6vq6nY079uxs3Lvz71FYDfW76ut21tU27tq5r6a6YWvZ9pLiMsIInZ6WlZiQEr9+Q8y6eEIEfubpRbt37RcJpWKJAlBCGoMFNFp5gKqXwurqp9PYQqFUrQKNHL5UpoRB2Eyj8Zqaujo7yb191LbWrqamlo6Orlu37ty713zvXvP58xfu3Lm3Y8fO2Nj1zzzz3PPPL37qqWeee27RsmUrnnnmuWeeevqp//rbs08/s2TxC0tfWLL4+UWLn1+0ZPELBAm/sGjx8qXLYtfFZKSlF+TlFxUUJq2PT4iN+ycAJlzQC+i7IP+mJCYt0C9BoQQA56Wlb0zC24lyU9MI9M1LS89PxwXh5IT4pMT45A2J6WkpWRszFgB4IRwrLzc7Py+HCMQiXkO8LDcni/BIb8rPKy7I35SbW5STU5CVVZCVtSkre1NWdmHmxvz0jL9kZJVvzNm2MWdbWmZZYmppQlppSlZFZmHNupSStKLa5PyaDQW1WWV71m0sX5NRVrrrtcbXT7byQMsoJrEO9ABGrgFPruqXm5iQg61z8eajrZTuqNI/IkT9FBUqtQ5KrYNK54jWN6n2jEhtEZklpHAOKl0DMntI4xucB+CoxOqWO/3I8AQUGqNqEKKUSGh0KewhuS2osAcMoXHQPySx+8DwiCIwyEIdQGBAFYkiwxOwf1Bu85KkGrIM5OstAOpyjj/i6y0Ku88QiqJDE6bIqNYb0Xojpsi4xjvMMziZWgsbtrFhm9wRto5Oe6cw0BeFg2NK1wDhiO4FoHa+8hZVcLWPd7WPd50kuEEWXicJfu9i/Xyv/7vrHb93sa718//o4VwnCX6+1//V700/3u45daX1zM2u09c7Prt0590fLr/3w+8f/fzHu99feu3LM4c+/Hz/2x/tPPZW7SvHqg8eqX3laMOrr+869saeVw5V76rfsq00rzAzvzB1776q09+8c+OP0xEvZDeJAW5H6+2f/7jw5ZWLX934/bubv//AJrfw6R18egejr7n51qVTn79TX705MW7ZlpKc7MzElJS4tLT4lFTcSh0Tuyo+AY/JWrN6+epVy1auWLJ82WKCh1evWrZ2zYqF+Ku42DULe78pyQmE7Xkh85nQfgsLcgjnc9mW4q1lJYT8W1VZXllVvr1ya2VVeW1dZW3N9uqqitqa7TsaaraVbd5RV7l/d+O+3Q27G2p21lXVVZZXlW2qKSt+89D+11/edfKdo6T2q25U6jLj1UdOM29+L1cSdEmteo6QeZdFuqEUdQ941WaIadVz8HokG2DVc2AFyYkIzBCTWAC26NhORKABegxqqkFDVkk6IEX3QtQzofciEEUj7dBIO/TqPmIrmJB/UR2NSLciNFtEQzKDZEK5JTBYr+iZtyU3q0WtekWPBaJaYZpdz0C1FC3QoeA36RU9fqtgIqJ1GJh+q8ACURX8JkJVJhKhzVqSWUsyqHp0ii4UIgcdwtGQanJQ+zCqC7vEQYcwGlA4TUwx64aQcc2kxrOaNaIuEf2OStBhVFIMCrJRSbFCLC7pul5OsmiZoLibeMqopCj57V4z3mviNPAcei6hQM7XEbENCrJeTvKh4pkx26MoiqPvvLBsBCl+hyTkUoyGTZOD1mgAuXbhTHVp3juvvlxXtiklZplJLX447CvKTIBlbHxPWw8Y5AwrxBvxw8Qmoc8iJKTv+aJjVdiJe7PDDuWgWxv16QgpD1HTfKiYqEGat0N32yDBH2e/2FtVur0wu6oov6qocHNGVll+bn7Rhm3VBbU12xq2V9RtLnnv0N7awrj9FQl7tsS/UldwsGb75oycwoyCiq2V26u35hRsKNuSvqe24uXq/Ufrj7z+4qv15VuTY1asXfJUTXmhJRhlh7CS7+3/djD8H68+euol898OWv6Po9N/eWli0RvR9a/BWS+2nLujHpvEsMezeIPr41m/2YM9xrRq/bbK7cfeOXT+8jdet27Qpx1wc7E5Bzbs6zj760uFjfsKa0s2xDLaf436QL2Kwei8B4lZBnmfB2G7TFytrE8l6CCkeKOSYlbTxoOwxyTg9F0lN50n3TtnVdOtarrfJLSDzLBNgShxeRlR0gkdGJb0A4xmAn11AAmW9Cs47SLqXVjSH7LKYSnJouM6zQCkoAk57Sop2aBhq0T9iJJpUzDCIPu+STil50W4Ldob3/X98Ppv3+8/d3b/z9/t/uOng52/nei98Fbbt4fbPz90+929pC9fp3/zdu+nr7G//8jRff2xkvnIIFRSb6uFnU4Dz20ShB3yoE1qUJBtMBsFGRLmPVDcjYIMi5aJggzCme/Q80cDuoBVBop7QXGvSUW36wQDLtChFyr53Q6dCGC2W0ABquGH7VpG1/W+5ktGJS1glflQIGCVuU0iogTYhwISZjOt87KY0STntss4bYiaMeCBw07jtV/PmbU6n9NPhGCNj86NjEw/vI+13Ov47sszaqHCLDeOOqOPfFNKuurs1xd//+XmZHRmYnj6/vjsyNB9bAabe4QNePwfn3iz++51Gwi4ILEbEtiVbIOQdN9n9hlkgy5o+r7LZhFyqFdU/Vd1rLshLxAcgcV6mkBOHjDD2PCgJWA723bl8Om3r7FbNB494jSgJo1Tp4g6IVROidj4EbdAyLsGansdLiWsk1gtxurde8qPHu+3eV0Yppyc/r6XtvW1NwsaG6VGKDzoHgyYJsJGr4EfNAN2vBwOGnBqTUoKKGn326VOi2R4wGyzq1QavtdvtjsNr732cklR9pmvPkaUkodhz4TbGrWjJ145mLRuTWZiUmZiUkHaxuyk1JS1cSuefvbE4UMIKDOBQrdFrgOpqIlugPvUsnYe+YaE3qSXkv1mIOrURizKgEkaMElDiEzN7hT330MAukcrRKUMu5Iz7NBG3JDdLLEhEj6rhc9o1qkYehVjJKSP+iCnQYAo6VaQ7YS4ZgUNFvXCol67iuvTSfxGuc8gi9jgsYAlgEKQhOHQSUM20KUX68UUREpzgpyQSTTuVtwPqLXCFrzwHOK6rSqNjEnrvQVJKN3Xvxf2XrEr+myqfrO8Hw8aMIqCeHaAwWMU6QASJO4zyCgmBY1YCXbAvIhdOewG/WbACrIRJR2W9Kt43T23L/XdveyGJcMOLapgWdVMm4aFyMlOLQNVkBBZn0VJRuUUVE7x64QTbmjYrnJo2BpOl98IBK2agA2KeBAXqo14URG7/9F4+OJPX9dszb979fzmvJT+titBm/x+xDDihewQVyvCNWeDjE5rv0JpvUxpvQyJyWYV2wrynDqhUU73IRJEQ1IKmqntl/RiiksNXDt16ttXT2ChyRlzZNYcnUNGFwbnYdMwZpvE2dIwjC/WQpFxwDkhdT3RXQmFlnA+Ew5hywReyWv8F4PLy/9j/n8AGLdh/08RmDBgo+OYMTql8j9S+nC7sn4IX1GGBzFDFB/zOKaPDtB0uhtM8Dod15N1AwR+/0OCNg7/74B8Vjf0UB2ckHutvcoxqRvzzmKWSfyEuLghisvjf5opTWhKE5oG51uUdcOYcRQzjuGBz5YHuN6rjoywUcbXtzH1wCgLlZ7vAn7pMN5hWFq44NV+2YV29e892iv9yl+7kFsM6I9+3VWy4TrVfJOuv0LifHOt/Z0f3R2yKYnria3aMILphueUAXy7GO+s+u8MPL+HPAtFngR6E4vc+M5zZBYMPZLju77zkBzCs6z/noQ8I/VPA74ZiW9a7H0s8jzGa4HwmRV7Z3H7tA/HV4kfF1qBID6EvZmwOs+LwDMC54zAiUMv4MM1ZPUATtFS/6zQNc21RVrl3ht80y8k9XdtilPNmjPtxvP91t/oobuSRxTTNM2M8VyYwIMpBuaYVsO5Phxcib1lsQ8/EbgJJP6HDkzoxmLfLNv2kGrCOI45hgVjWnESFngwjgMnYa5jhmUlSHiabZ3jOTCcw5/sIc9JcbM3/hOYv2vwpHBLFcR/PvMm8BmJ77HIg78MCk/q3XaRTEkiQQyKUyVyqLgGca8R6OH2XJZQb9I7L0kYd/HfNLx6q07sRsGQ30bua//0g7f276rbV191YGfd7qrtZXk5G+PikletykpIKM/Pb9xeeezlg999/sUrLx4oLdlSUV5FMDBRO5SakrmQO0XkQi8AMBGOlRCfnJKckZ2VTwRc1dftrKqs21q2PS+3iGhRIvK0iEDpVSvXLV+2mmDgDUlpmRk5m4pKCR24rraxvm5nQ/2uHQ27F+bPAFy8aUtBfnFGenZiQkryhvQXFi9ft3b9iuVrFj2/9JmnF/189gKJzACUEIQ49RaPDDTxAA0P0LB4sj4Kt6WdRGUI+SIVgy1hswEIsmg0SG8vvburv7Ozu7e3/+bN21euXLt+/ea5c79cvPjru+++n5aW8fzzi5csWfa3vz391FPPLF26/LnnFhHQ+8KixcuWLF2+dNmSxS8sWfzC8qXL1q5eEx+3PmVD8saMzML8gi2bS4uLNmVvzIpbu279uhjC80ws/W6IT0hJTPoz9KYmbVgY4n8u4kiYkAkGXgimyklJJZRhnIQzM7PS01JTNiQl4hickpyUkZ5KGKEz0lMz0lMzM9II3F0AY8IgvUC/RYX5JYUFuOu9oKA4L29Tbu6m3NzSvPwt+QWlefmbc/P+QtBv+satiWklccnFielbMgtr8st3b8jbnl+5P3fb3vyqF8t2Hc2t2l954MS3V9uEpiALdtM0dobWyTP6uQYfWWlu42tICoQO2piQg6q2UNRmls4hRP0SS1DjisqtEaV9UB+Y1AcmQXdUH5hwjT+pJoKCUevYI114lGe0Cs0uZPi+NjDMNdj4JkcPoOmTaHSBKOQboin1XIPNODgBBofVwWF4eEI7PA6PTMp8EcDmERptcptX5QygQxPo0ITc5tUHhy3Dk+bBcdvIA8vwJOQb0LhDKmdIYLBT1YY+KczR2TXeYY13WO4I842uPilMVhjYsI0Bom08xU2K8DZNeJcB3KQIb9JE99iydqGmG4C7AbhdADax5HfowC2quJmt6BCAnULtLy2UMzc6r/YKzjWRTl3t+PZa+8mLt9/89uKJ7y5+eO6Pd364dOjkN4dPfn3gvU93vvF2/ZE36o8ca3zt+O433tp//Piul19s2F1fXbdta0VhXX3pD999pJFTR8Km0bBhcsg0MWiMBqFoUDc+hIwPotGQ6eGoc3LYNhJGhgKmkYhlOGSxmZSAkNrVduO9t4/m56TEx69OTFwbH796fdyaxIQY3Au9duXqVcsW5N/Vq5YRmc/EMTZmdfz6dUmJcSnJCakpiakpielpGwj6XTA/FxbkbCrK21xSuLWspKK8tKK8dFvFlqrK8uqqiqrqioptW7ZXbq1vqK6vq9pWsWX7trL6uqrGuurdO+p2NdTWV29vqN2+u7F23876XfXVO7aXfXTi2P6Gyn0N5We//ciiF7pRqd8udyKC4aBmNAKF3UqdkkzquCRg3JkcMqEwSwP0uFGR3cgzgXSdkizhNFv1HOJDJyLQqyh2I08l7sJXgkGK3cRBIAoCUYhNYDNMdaHc4aDKbmJZ9Hg/MFGMhOpoNiPTZxc6DEyXie0wMFEtxajqs0DUgE04FtLY9QxI2ilh3QLYtyFppxWmEUIxofEqBa2gpN2g7J93TXfP1whTXCb2fCoy3tw7T8hd86nO/aiWYlL3E3JxwCYcDapHg+qJiDbqV3pRnkHZSzxlhWk2HT1ol0DSbgWvzaZjBqyATcc0KMhmkMrpv2bT4Uqdy8Q1qaguEzdgBVxGfsAKOBGBDcZjtPG0GxsQsAJuVIQjqA0I2WVmmI6oaR6rcMClDNjEHjN/fkOYOuSBBl06RMWv31Lw6v6GY/t3ZiXGvP3qi9jsxI9fvf/e6/u8FpXDKAlaVRBA1oh6hr1ah57rt+CB0j6L0GFg+yzCqF897NX4LdKQXTHi1w95wJBLAXBbpLzWeQ2/id71u5Lf6dALQRHp6L6a/fXlOckxpXkbqzYX56Ykby7MragqrGrY0rizbnNB0Y7yytKMjIZNObvLshs3Z5ZuTNq9bVtRRu7WTVvx/vTslB2NW3c2lL68q/blyl0vV+4+1LBzS+7GmGXPxax4/rtTXwQnMdkYln1Sueydob80ep464Pyvl2z/eXjouWNDGz8aqP/avjz35KE3LmIzGDY5jY3fxzH4MTY3OTs6OPb7b5dS0+OqqguHgsjcA8/DAdWkTw4z+g9u3r4jq2JbSsFXb75qVjEmBo0Rj0Yrpqt5/SMuxahXjqjIBCgOulUhuwxgNXH7rxnkJJeBBwO9ClazVtBpVdNdMOfJ6AWEEOdDJMTGr1bUi6qZOoBkUtCMciqR/6wDSBG7csitkjObLCDD55A7UKlew9XI6EohScxu00vJNiVlwizAnLJhQbvo/Kddnx1p/vE4nrv3x2sv/7h7z6mGj2+8c6Hj1O/XTt785cPW795rP3mc/sV7ip++Upw5Kf7yXfOlb0foLR5xDyRot6qpfhM/4pC6TPi+/eSQ2QxxudS7BgXdDvEdWo5XJ0DllAGL1A7xzVqeiNnGoTYbNQKbSWkARYheDqmFfd1NPT0tNHp/D7kXMhksXg+Dx5KIaFolHZRRXGbxg0GT08BTcFtdMEdKa+m8+bNWRJqMmO06gVLU7TDxQx51yGW8/usFFIJ9Tv+CBXoSl4Lnzv382/tvfehFPROhiVHXiI6vO/PJjx+//fm9253YLDY+Oj0x/nggMobNYRNjD/xuz8kP3+tpvg0KGRo+xabkuEG+SUzRMHscaoGK34tA3IEwBAjusVvPOjS9qIlscjCFqnaTkRlQczX9zUpxvxxiQi4xGlZDZoHNKvOgcgWz/WFQ7zew3AbSSEg8OapiMH5FUe7YqB2GZZ00UhDDLBh2UW4o+fTM8p1H1u08HFPTeKG7Z2xm0mTAQ+mCiGB2CPXoBR6T3GdV4pXOMNVsYLKZt612QKqgRKLW8JBDpuIOj/glQsbOmorjL+2D+dwJlxObevDaSy+mxMdnp6XFr1qdmZi0Ye265c88m7Bihd9i8qLQkBcZ8EKTQ6aIX+6ysieGIK8Z7+WyaTlaUS/RKTLiglyQwKbmOLV8NyRwaLgONc8DCwMGaRCROYwSr03hQAAE4ho1LBPINoFsWEoZdGt8KGBWMfRSskPLCZoBJ8TV8ntRBSuIKMe9phGPMWDWOHRSKwhYNBKtmO4zq/2I0qRgIjK6Xc1xghw3xIFEbTLuXaWoUyHqNcN8F6qw6IVRn07FaQU5LVpuswukjXlUA06FzcC36PCo56BF5jeJcWvx/NIvqmbaIa7XJB50qkNWuVFOVfO7iDtKeilZze/quPEjt+eakt0G8rsiVjnehIRIDOJes4zshbkhk8CjYZjFPU4FZQQReqQ9YQ0VG0Etku6oQznqgy2wANWJICVHwOkTcPqDLtPVi2fqtxVd/vlUVXEmvePqsBsKWhRmFVsHUMM2NapgoWpO0KJElCw7JNBLaQgu5ku1EpJORkY1VBvEkFDv+nSSEZuedvP614ePYZEH0+jQrHkUp0d8xuaQ6CwyiJkGMXRsSuXHWdT+YERko31/9/fXvrl+/DvG93fZPzULL3SqrlGRVqGPAo4ILPelrnlZmBCH/9vxCYgSOPqn4xPL9P/QgQk1+F8wsDFKPIUzuTGK67fzBD6nCc2oAlMyD65/wkOzCv+0zIt/L/Mg/eQ6f/ZU/8l6/UQl/rsCjOmjs9CglwqjnbJpMIKZJ/CWdpxsRzHDCN67o4/ixUg6nIQxUxQfIy6Vzy9R4xFi02DoscqPp4IZhseFNqRZgC8JI2MTIrvuNvM+YMXs45hxAFN7MV0YDxvT+DBdZE7hnpE5MdMwHhCtDWLomOJSZ5gC4UqvaeyJwAsN4l8dGf/fATAGD8xAwUfqwJTaO19nFcSTt8B59VgTxOT+aQnebzQltBH9RvMrst4ZgXOKY73PNI/TjOMU/RhZ94htwSVTrm2GZ8cBku98sleMo+/8FrEYdzjPCezzSVf4K/EsaBx6LSP9kPM2FzzfIzl1B7nY77rGGmlXTNNNGM+BB1NzbHMsFGNZML4DY1sfknUYE52i6DGxF/qp4yHJ8JiKzDGtOPfyXLj8O68G45LvvAhMGKpxZVjgnidkD8a249DLc+EKMMMyy7DgnzsvGuOfjgvILoyPR209Ylumhe5p8bwS/vf4q3/kQmsHMe0gHgotDeAyuDwyJXHNIuFhLYJyhBCNrqWTJX3Nov47sKjbKO01yPsA5h127xU5uw1Vs70macAOOlHNo/sDoIz7ybuvvdRYfWhP/Z7qbTWlm7YVFax7YdG6xYvT4mLLC4t2V9ec/+7M6S+/zkzfWFhUXLm9tq4OrzUqLt6M50Jnzgc7x8StXRMXszY2LiYhPi5pfWxi7Lr4Nati4mISNiSmZmbklMzLueVbK4s3bSnetCUzIychPplIzCKKkZISU3HZdsV8ONbKtWvXxMWtT8KbhEvKqqvqa2p34AC8YzcuBe+a3w3evb+2Zkd5RRVARqltAAAgAElEQVRugS7CMS2/oDgzIydpQ1pcbGJMbMLSJSsXv7D8hcXLV6+JTUxIuXmricYUKECD1mARy0GeWCFT65Qag1CiEoiVJCqnq4vS1UVpa+u7d6+zq4vCYgvYLD6TyWYwWK2t7Zcu/Xb16vWrV69/+eXXZ878kJ9f+MILS1esWPXUU8/89a9/e+GFpc8/jwu8i557njA8L1n8woply+NiYlOTUwry8ktLNm8rr6iurKqrqa3aXpmXkxu7LiZu7bqE2DhC7CUWgJMTEtM2JC8QL3GStiGZmNSEhNSEhPR4PI05MzEpYwO+iLsxBdd+8TXgVDwCemMSXoOUk5Kak55elJebmZGWmLA+LnZd/PrYlOSkjZnp2VmZC41HRN1R1saM3Jysgvzche3fgvzcosL8TUU4/ZZuKiopLCCM0IXZ2cV5eZsLCkoLC0sLC/+SmFaSll2emoUDcGp2eUHpjsKtOzOLa0rrD2yqPVBY/WJxw8HGox98+vO1NrZCZo9w9W4GaKOqUBbkEJkDQsRPU1s6BCBNbWHDThbkoCjNZAXCAG0syMEArYA5IDb5uJCDpkAYKhRAfbB/xBSZ1AVGxYiHrbVwYRtDjfQDIBe26YMjsH9YjLj6AbBbqCSCnTXuCIB6IN+QKTIucwTEFg8LRmlak8o3oI+Mwf5ByB+R2dwsrYGu0gkM1r/D8H1jeEzrHQRQD1Nj6gdAkhRmqI1snUVi98ndIb7ZSVYZ++Q6sspIA809Ul27UNMp1tJAC0fvZuudLNjJMbhYRgcVQjul2rtc6W225DZbep0i+LWL0cRW3KSKL7Qxvr3W+c3lth9u9l5oYV5qY37xW+vnvzadvHj35MXbH/9y/cQPFw99/t3eDz478PHne979aMfxtxtee7Pu8GvVB480HDn24hvHDx19ZXtlaUNDxclP3my+e2nQbww61WG3OuyUhp3SkAMIO6URlyzskQddUrwESMewGtlGLd1rByI+MOKHscchDBtD9bLqbUX52ck5G5MT16/Oykhet2r5hqT16+PWxsasJvRe4kgIwrExq2NjVhOrv38uPcrMSN6YmZKdlZaXm5mft7EgPys/b2N+3sYtpUX/csq2bCrfWrJ92xbCCF1bs622ZltNdUVF+eaG+qo9uxsad9TU11U27qjZs7Nud2Pt7oaqeUd07Ys7K7/4+DjA7w+6ICPI8Vjleg1dqyAbQJoG6OHTbytFnV6rxATSHSY+CrPUkm68ItjEtxt5oLRXLemW8ds0QI8ZYhrUVIDbImY3gbJuKb/ZamD47EIXyiV2fZ1mzsQQjEAUt4WnU/VK+feIcyIKSy1qVQqaYVmX08jymLkEhfqtAiLCSiloVglb/FaB08iCpJ3zyqfQCjMCVsBnEcq5rTJuk0FBxjt4hZ12PR65rBK2wdI+M0jVy0lqEQ7JKmGbStimFLTKec0GZb/PIvRbRTYd02FgG1UkUNJpVJFQLc0C0T1mvkmNx2vNdx0x9Iq+eSs1b96bTXIaWQRaz5cA42ysBbpAaa8K6HajIq8d516HWWA1sAYD6kG/ymsX+x0Sl5VnBClGiOyziwf9qmGP2qUXmRTMuVGfWSk8cWD3i9VbDzXWvFhdkbp2Kae35X7EsaeqgNN/y2uVwgpKxKnyoYAHERPVvjYYX3Ml7M2DbtWgW+U0CKZH7XYdD5aSzBBTq+qTiVsEnFt6DVnMbVZLumEFZSRk/PHrtw/u2l6UlZifnbSlJKekJHfz5rytFaW1O3fU795dXlG1taS8tqw6ZW1ccXr6wZ31u6orGmu31VZWFBXmZmekV24tPbBrx/6G6p01Fa8f3L97W8Unrx99qXZrYVpMGr4Pv8RqcYLWYbEHK/+IHfuq7Ok9quWH7fHH7bt+Gil5Xbgk66slG15dGbMN1DixWQzDHk9PT0RHInMYNjoyOTU67dA5Xtt5uCgho+/unUdDvgmPadyuO9FYd6Si/PC27dlrVnK77ka9+sfjLhTmaIT9LkgwgAIBo3DCDxnlVK2olwiykjJbJPQmObvNIKMMuTQjXkgHkFjdV/mkW6CwRweQiPBnl14QtMiIXB8fIrFDXAWn3ablDLk0U4NoxK506viTIePjAYOJ12KRdsMaCiAjCbn9Ui4FFNFgKWU4rNLJm+c8ggfqLtnPHwh/eLf39JvnPjv81hdHD/zyXtWNTwtufZx85b30i+82Xvriiz9+vnT62/avvu37+BP2px9CP35l+vkz8Kvjws9f9dFvT5gFjzzyiInt1jMcBqYBpCkBEgLj99edOmUI0QZhqUfKGgb5QRUXkbF0Sj4Cyd0ONBqN6vRG2IBqDBa9zc0ANBQ5DEYmZQOP+23RZmT4skDHUquVGhEECxGjQKfql7Jv6UTtDzyaKa8patVFEMiulUTcUDQMa9TdAv49rYL78+lTXovVpNM/mnw8M409msIikYm5Oezu3a6G+r0/fX+B3M28d63t07c+P7T3yGcnvw4ODE88mL4/NXt/ajY68XAaw6Lj930B/zfffHXl9wsAjyLjki1q/oBVFTbL9SKSnNEW9cCjA0YO655GRVJKO0M+mdnK8Q+qpKpuo4Ex6teM+zRSdjMo79ODLGrfdWr3Va2o1wlxQ4g4jAhtShIi7fIaWRYtGdFQ/Ha5AwGMWrEt4Lgpl1X+9Ov/2nHk3/e+9+8vnvxL3fEX9r+768wF2+SoGuIjqn4v2D+IcB4GIKtWSO66rhB24LfhUA4gbFEqut1umcuj1Jn4KpBtNEl9PjOfQ87JSDm4Z5dRpXwwNLyttLSspDg1KbEgK2vNsmUZifExS1/YXVVxf8DvQ0AvohgPGIc9apOyz6TqHXRJvYgwaJF5TeIBh2oiiKupVpA9GTLKWHioDCKnmmSUMY8uhEp1IpLbIPSapWNBvRXiEZq8UUmTsltBYY8D5g25NAMOFapmIkr6gEM16sPz3sI2ldsgiXp0JgVTTGvRAVRITEaULBWvR83v1QFUrwkIoPIgIhu0qV0wL2STqgUdKMhSCbpgKcWsYQ+4wFEfjP91UFAUrGaLiha2AF6T2GkQmFUMt44/5FCA3HZI2KVkNvN6rzohtllBcWhZw07loEtpVtNAUdd8JS8NknQg6i6l4IbTQLFoyRLGTSWvDVHSg4hsAFX5dWJUQka4XTZh17COM2UVh4B2N/Wi+uan6qavApI7WFA+5hY7dAy1tMeo4ztsGpWCY9JJgw7jjUs/7qsu++DVAxXZKbfPnxlzoy4tYBAzJ7zooAVygEK/UT5kh0a8eh1AlbI6DCoWouU4DSIFowWRkHWcHknPnTCkoF29fP7djzDv2Kx1dAadnDM/wNCHmPU+ZhvHLIOYOfIIDOIfGkdxLNREbJ1ytA3A0PuYdvCh1BtlmQP9WkerVHeNJfm5i/ntXea3dxnf3RP81K6+Sne0y0I0fZRlHuagc8oQThe6EUw/gmmH8FRkOIorpfohXBnWDeC6JRQm7NOzOlzXxbl0PvwZj2gmQqHnXdaE/ow7pf8eQD0fUj2ExzurQwT6PpZ6Hks9OAMbR+5LXVMKL2YaeSBz4xlX6Die4bxwzT8lYOEPwgO4sGwaGeIi8j9IeAjWn5O9CCs14aM2RjFjdNYQ+ZczrQthKP4shgwDV/ow4+CcHj/30lSUb69iUABz3b8vtU2rPZjr/kO5A4ODc1o//rg+jCFDeAiTxvtAalP9TsKJ1zj6D713Hu9xuRIZxwwj+Ik6hD+rCuJBVkofJnfPyTzz2VoRTOWbZBo9LQL5Dy2qs63Q+W7Dr72mSyTjpV7d+R7o5y7D+R7D+R79uW79uW7D+R7jL72mC33IxX7opw71mRbD+Z5wk3iGZsI4NoxtxdgWvF2Jb8XZVWCbr1maD3kWOeY4Vkxgi3ap1D+2iL+6Zb9Gn6IZMb4Nb/Tl2zGOBWOZMYZplm7E6MY5hmmGopum6jG6EWMiGBOZY5gwunGGZlB924TJwjjTCjzTVAQ/4blwoZhlw9j4CvGCQZpY9yUk4jmOfZZtm2FZ8Rfg9IsT7z+gff7DOZ4DZ3WBm9C354j8LWkAkwbw5K2FE2IFWja/+Sz3T8gcmO8+ShVD/UxJR7eS2qfhkJTcbr9ZZlLQECXdqcP3F0wA1SpnWhVsg5xhULECdtCg4vzy3acHGrfvrd26v76iMD1pS35WUWZ64trV61eu2pJf8Obho6e//FoikRw8criwqHjL1rKa2vq6hvrCwk2ZmZn5uQVpKakxa2NXL1+xdsWauDWx8evWr18bH7dm/fq1CbGr18esiU9LysjP2VSQW5yVkZeekpW6ITMxITUuNmnd2vg1q+NWr4pdvSp2zdr1K9fErVwVs2zlulWrY9fFJaWkbszMLijZXF5WUV1bt3PHrv27dr/YsHNfw449tQ279+1/uXbHrvKKqqLNZUWbSvOKSrJzClIzs1NSM1eujV26bNWKNTErVq5dtHRFTGxCXv4mMoXJZPG1kFGt0TGYPL0BpTO4bI7wXlP75T9ukEmMnm7y7VvN9+62/XH5Bu5/vtd253bztau3Lvzy2/dnzp765sypb86c/vaHH38417hjz4rla/6f//jb0089v3jRskXPL120CNd7161dnZaanJ+XU7Zlc011ZW1NVVXltprqyob62p2NDbU1VaWbizMz0uLXx65buzoxLjZpfRy+qRu/nsgTI85TkxJTkxJTEhPSNiRlpCRnpCSnJ29ITUpMTohPScQZODUpEe/7TU3Ba5Ay8FpgvPTofxwJaTcjPZVIuoqNWZu8IZHoBCZWgomM6H86L8jP3VRUUFJctDClm4tLivF7DLgdOj+vMDcnL2tjTmbGX/JL6pMzt2zIKC3c0lhW9WJR+a68rY3FNfvLdx9JK63dsKly5+sfXOlmSCx+mT1EUyNcvYsNOxmgja6x0jVWqgolyU19UgPP4BGYfDyDhw07uXq3yBwQmHwsyN7JV1IVBi5s4+nsPJ1dYHAKDE6ezo4M3JdZAxzIytc7ANQntfjVrgFjeELpCErMbr7extfbRCan0OhggQhZBjHURi5soSp0xGavyOTUegfVriALNMpsbn1oyBiJwv5BlTMgMFgpci2AemRWn8zqk5jdQqNLZHIDqA+wBpiQmQGbqaCRojEwYSvX6GTCVpLSwDG4aKCFqrYwIQcLdtI0VrLSTNKYOwCQpDVSdeZ2KXidLvi1l/FrL+u3PvYtmuQmVXy5h3eumfrTbfJPt8k/3Ow/fbX7s0vNn1649/H5Wx/+fO3tHy+/fvqXQ1+eefHTr/Z/9MWutz+oP/ZW7ZHXqw8erXzpUPXLh/ccfvWVIy8fO3ago+WaVETzO8CwBxp0ayYjhoBFELaLo17FRAicHIDGQpoBnzzgFBsh8tgQFPbJ7AjX75Q9GLVORG0KMfmDtw5mbFhdsSW/qmJTcvzajalJKYnr42Nwb3Nc7Bqi43fd2pXr1q5cu2bFmtXLCfpdH7eWWP0lKn9TkhMIAM7JTs/LzSzIzyosyCamdHMhMQQGl23ZtDDlW0sqt5fhLtb6qh0N1cRUVW5t3FGze1d9Q31VXe32HQ3Vu3fV79nd8PK+xpf3Ne7dWbVvV/WOqs0/nf7EbdWadSJa7y1y15X+jsv0/mtSXisk7wdl3QCvSSnqVEu6laJODdBDdAV7LGJYQdLK+owaGhGX5bMBiJahEHYIWbfNMN1t4dmMTJ2qVyvvUgPtOlXvwjKwGabqVL0IRDFpyYQdWi3CtVyjqs9pZPmtAqLyd8AtDdiEQbtIJ+8GJe0+C99j5log6pBXHvWBXrMIAnoVvDa9nGRSUWFpn1bSo+C1EZHLcm4rMQCrScZp0Yi6DAoyCjIgoFct7LTBbJeRrxF1ybmtZg3dBrMtWqbbJCBaOgc9Ci/65D2gWoqC/6SKSSfvXrBea8RtSkEzsXts0dMVwg47wh8fMrosIp2aYjVyEZhuNbI9NpFM2Crk3NJp+lAD3QiR9WC/QUPWinpDZvnjAcekz/LHmS8PVG8tSkn4/MSxhtKisqyUkFWn5PVVFidL2c1htzLokuKxxnaF1yzxIPivpCjIIqpcIaCfyC5SC7tdRiGiZjj0fK9VMjKoddl5UmGTXkOe1+0Fw17YIGd8+Pr+xu1FhRsTCnOTt5TkFG3KLtqUXVpWnF9YkJOVX1NRVVm8dcOKtT+d/KL9yvWj+/Y1Vm2vLN+ypax4U3F+eWnx0UMHfvzii1++/XZ3dc3u2uo3D730/tGXyrITshOWLPqPvxw7tD86PC6QWyXmmbfOAdmHepIPcYs+9RS+p//PxPeXJhwqqfgoO3tvQXalz+6feTj5cHJ48uFQ9MHgNDY9g83nJw0+uHTyp7qs0i9OvDUdDWPDka9eO3ykoux4bWX2ikXnT7496Te7jQAK81xm/HaAVc20yukuDSeASMwqBtHoa1LQvCaxTcsBGM16KTlokQ27QaKqlIh91op6F5ycIupdWvvveil5yKXxmwG3QejU8a0gG9e7zIDfDDwcMN8PaAf0zAET2wwxxYJeIatPIWKoJXSA365Tdww7GSHRDc21T8Vn3uz59PBvnxw8fer4yUun3+268dtD2/uj8H9d/XjVja9PANT371xva+02UXnQrXsdJ95sPrJP9Okb+tPvgKdOkD89Sjr1lrn3yoSO6QQ6lLQbMsYdAaPZZwERjRgUMgNmbdQK2aUMr5zuUbG9Jk3IZR8Kh8Ri4JvTZ99857Mz568bHVGtbYgPB/uU3sssy2kS+rM4esWMtTmxVrGZpQCpAlZo2NXX94cSaAPo17uufmvk96NixojNOOJEpobsPodUIW9Xq3rNsOy7Lz5D9XqLCXk8Nf340dzjx9jExHQ4PD43h4lE6vfe+/zFfa/u3XXorWPvXb9yOzp+HyfeiQeDoxMjDx9HH0xNTM/OM/DYu++/c+qbz0GlEJSyRbQ2SEwOo4oQIhv1aAedoIzfodXQ+MJ2UMe0uoFwVB8Z1UF6hlrdZzGxUR1NzLyt4rebpDQtv4/Repl89xedoCtg4EWMgkGLaMgqtqmpNg0Dt+BCPDm/B+D28RWCrIMvL95/+N92vfG317//y85P/texn/7Pne8s2XmYYoCNDs2wV/bAK5pyA5NeVcCiVIhIMn6by8T2O0QOlOOwcK0IC9KSVap+t0ulUTNcDjgcsJ/66mTuxsy7N2/pQG3M2nUlm4rn77ivL8zZuHrZ4v/7L3+59fv5qMfiNio8RmDIpQmaRHpxl0HSGTDjUc9Bi8yHSIiaXOJmjQPmcftuyFitfNItMe2eU8d36QU6gERkZfnNAJE4hcuhGhbhzw9aZBG7MmJXBlCp3wwEUKnXJHbAvKgHtmg4Aw7NmN8w6tMPOkFITJKx2vmkO3J2Bywhu/SioEXhNQEeowRvJ3ao7BDXpuXIWK0OmGdS0DSCbkRJ5/bdoLb9Rm65pOC0W0E2sQ+vFfWq2a0+Pd+qpA3Z8KV3VE4JmsVGab9Nw0CVVBvEchv5elm/gHJTzmnxmDijQYlR1QpJ78l4twzK3rGI3ocCQso9WNivF/TbxSQzp/W+nvtQzxRe/oJy6gjzy73GK+9Lzr1OPXOk+4ejTlGTW92rk3SM+GGPVWHS8o0qftAChy369j8u1BRmvVRZ3lhacO7zD7U8+pDN4NOrLHLezKAHkbGsGoHHCIAikorfi0J8vYqhl9MsMoZdyrABdLOQPADJaFcv//D629gkhtkn5yxTmPkRhj7GbA8w+xhmG8YskRn9AOaYwtAJXAhFJ4NMo7VDNiX34+FMxjFMP4pHPSH3MfMDzDiB6UYx7dC0zD/CRv19oLVFAl37f/l6D+AmDr3dO/PNfPe9M2/LOTknITQ3MLj3bowLzRjTwfQOISSkJyS0kJBAAgQSCL0abONeZPXeu7QrabWr3qstV9zbfrNa4pNz3ns/5j87q7VkyWNm4LfP838eKv8XDIy5VxtYP9UxL9dyrzbIb3caXvC87epuGoxpp0gfan6FWoawzV6oZ1zlw5onpa5xhRdzOEO9r/eNw3rvlNKHRW2Fg5qxL2HW61eoafgfxbx4Ny/mEO5GwdAIz4orw6Mix4QUi4aeFYqnFVit0exMK7Aqo3GJC4UHRnhWVBVgXn6BanumJG5MVcZWasOVv0DYewx2Yxu5YDBcFhVAoX+dGZ0fNfWi+iBqCIkftqFIN3Zu7EGh4CDfQPrx4YjYgpr6UcDbz4VRU/+U0jWpcE7IHZMK57TKjYI+VONHtQHl3U7sw4A94Y6lAPamyiB2lGG4i/UVyX2oKvyRpN4JoW2KZ53imrAEaYXXW8ejn7nDvfDQ9Zw1RtZOUCGUjqBMI8o04USKYydGobND0WNESkNQGjJJACc6AOwch1i6ATunG1DGnwb7bn+M0IlyLAPNsq5a/lCbcoaGkS1KgVCybpqomeoEJwnAJAGY6gSnOkGUrMOGAqFUPYo9Ux8e2PRrx2C9AhV4p0gIZmzmODFFl2nDSJhhDcvCNvyIAS0W++xAOXb8fJr5D7H6tWo9K1yHeXiabZ3mOqe5zhmea+Z1QVTY4C3w/LPZ+4/ALSnmKZgCPGOAk/esiV/byG1q1LApAI+o5LYruK1mNQszgwgJKnqDUUByqjlOiOeE+WaQ3efR9vsN1fd+3lZRsq2iZOPq4uXZKVlJ8ZmJcQkxUfFR0WtLVnx+8uPW1tYpFBXLZUffP55XkJ+Slrp27dqcnJylsUuSE5Oy0zMyU9OSl8bHRkbHLIiKnhcdGxEbFx2/NAabpKUpmSnZaclZCUtTkhPSE+NS45Ymxy5O+DMAR0QuXhC5eN7CmHfnR81dEL0wzMDxSemFy1eUrapYv2l71a79e/Yf2Xvg6L6Dx/YdOlq1e9/GrVVr1m0oW722ZOWaZSUrcgqK0rPzMnLy45JSY5bER8fGzYuI/svf5/z17XfnL4g6/t6HjQ2tbBZfJlUp5ACFzOByhIQOcl1t4y/Xfjt75sLt3++3txFbWwjPntbc/O3Ozd/uXL1y4+L3l3HovfLz9R9/+Pnb8xe/PX9x5469mRm5+P5zWmpWdlZ+YWHRRuyuwPqNGypx6N22dfPOHdvx2bxpw6qVZbk5WUmJ8UtiF+HBy4nhrDCcflMS4lMS4nEMxukXY93EhPTkpIyU5LSkxNTEhMzUlMzUFJyH8esZKcmZqSlZaanZ6RgD/3nwEmCcgdPTUhLil8YtjU1MiEtNScrMSMvJzszJzsxIT01PS8nMSMtIT01NSUpPS8Ef5uVmY/JvyfKS4qKiZQWlJcvLSovLSouLlhXk5mThMnJebvYbK9ftyS/ZlFe8sWj19oIVW9KL1i0rr9p84GRBxY6dH5y6dK+mla/CANXs4+gdFMBIAywsnYOjdzE0NorKRFWbOXqXxNolMPoERh8P8XBht8DoE5kDHL2LojJxdDY+7ORCdprKQFUiHJ1NYvYp7F0iowdLtHL3wl3Dxp4xuGtY5QyJjB6hwcmFrHh4FR+2421GJJkWcIdAT4/Q4FQ6goA7JDK6BIiDIFZxdCaFwwt39xt7sV1flTPA01soCi1NBYcp2jrL2ALExdBYcPWYIIcIcoiutXAQJ11r65DpcQW4jqXAe4/qOap6juolX/WcJW6RaztBQ5NEW82UPKEJa9iKBgF4q5F+q5F+vZZy+QnGvRfvNZ2/VX/q2tNvrld/c/3pl9ceffrTnfcv/nrk2yuHzl06ePbirs9Pb/nw08ojJ9YdPFa+59DqHfvX7jywZe/+Lds3nDnzsdOqCXjhmVEvpKI7Ya7fKvSbeT0u8XCXeqJPN9ID9ngkDiPLoCH1+FXDfXqPTehzSEcGzH1dMIP84v3DW3KzYpflJaUnL14SM7cgN21jJVZQlJYcl5S4dJaB8cYjHIaXLonBY58T4mNx+sX9z1mZKdlZqbk56QX5WcsKc5YX5RUvzy9enl9SXFBaUlhWumxFWdHKFctXrSxevaoEn/I1ZesqVm1YX75pY8XmTevw2bhh7dYt67dt3bAJ2w0u37K5ckfV5t27tm3fVLF9U8XWjas/eG9f1cZVF05/NNTrGul3kNuedjbfJ7Y84NBe4IlWOiVBxK5xmQSwmqIWt+lVZLdZ6LNJLBALlHZASpId4bpMAgNIA6UdWnmnXkWGVJ06JQEBiYC0WS54CUib8aQrM0Qd7AbsBqYZojpNbDNERUCiw8gKusRGgGgJC1/40QEzbBDNCBCtOqrPwrNBNBtEC7kkuCbsMrDCgU9KraRDLWjpdsh9ZpGC24jHVqkFLYCwVc5pkHMaJMw6OacBUZJBUZuC24hfETNqdVKCCaDhgUlDQV24TJVv0TAQJVkjbgfFLW4j12vm+q18s4Ys59biu8dK/ksbRDNryHgYNb39tphZ7USYLjOW/uU0C3wOKY/xgkF6bNaz7EaOQUv12kUWmOmy8HsDaoeJKxM0gPL2kAfjMZeWjw4H6A1Pt60o3FOxYsuK5aeOHy7NSP5gzzZ06tWV85/s31qK9dzYJD0+ZZ8HDFhlboPQhQjwcRuEPrMEVlDwEzkHawBW8VutWrYZpHusAhjopLff5ZIfu2CuBWAOODXPb17cXVm8tih9eVbiysKsNSUFWMfmstxVJcs2lRV/cXBvWUJc1bJCG5835bCjXd2ijvb9mzauW1FaXJgXvlGXtX7lmuN7D39y9IMjuw9sWFX+7ZefH921NSc+KnPp3Lf+7Q1a+0u/2xXsHu0eRW/WqrZ+9HLbKXb8xuo35h/7f99dV1bxybH3Lq0o2pGwMIXaRBwL9aIYIk3MoGNTmA16HEUn0OFX9Pq6QxsqyvOzui365rs339+8bm9pwa7l2cc3rgroJX12wIrZ9QVusxgUdUgZ9VpeG8hpgSVEu5Zj13K0IoKK2wLLyHopCQ8cClpkvU61BxEalTSTim4BmCYVHZFTQEG7gPyi7fmN1urrSk6zTcPGM2N14k41r9UJ8TyI0GjefVcAACAASURBVAnxghaZGaAZZW0OkOxUs4wSGiLnwTqhTElhMJ6a1a2oR2B+/iPvu2Ocy59Unzt69fKJzy9/dPDy6ecuqB2dfN8hXFL3c9qLK7ubH3/59KHJ6kJHptBXI4N8LuunC0+P7mx8r0p07mPkt8u6Gz+QTx2nf/dJiFk/pWNZ2Q1KcjUsIDh0fEhKVQgJckG7TkXy2kVWg1CvkfpcTjab+/6Jjy/9fLOlg0VnqW/ebTn5xa+7jlz+7GLrlWr9b52D377s2XvdfLZp4IXoFUHVRdfY1Q6HSCPQwBybiUOo/0XNadQLCZNB85AHeeWDFdxWFuWxRkEKOI0/njujU6mMenh8dOLV4OjoKDo8PO0LDo6Oo+Pj6PAw6naG1Eqkt3sInUFHRqeGx7BfZ3f/kK97YHhiZnB0IjQ4OIWi35z+8vIP5wJOxGfTgEKyTcND++yDLm3QogAEnTJ+m0JGfPLsCk/cptTT26iPAT3N4VFACNPvVQ726qwIh9hwi0d84dAJ5PTG9urralaDS8vw6liTQZ0ToLFa7ogpz81qBiAkqISdDoPCYEfWffH5/1pd+beDn79R9dkbmz5/o+qb/9r3zV8rd78QcG1BgwNmuIC2AQtnyCUfDhotelHAoQi5ZAGbwGXm2BC6TtmmBzv9brEBYijlJIdV3RdyC7iMkuKiny9fuXfnfk5WblZGZmZqWlpSYlZq0vx33kqPW2QAxD4j6IDETgi7dWJT0QBOPcCpM8o7JdQXFoBp13L0UhK+QIs78PHoNRmzQSPs8BpE/W4wZFf6TRJM6NawrSDLAjA9iBD/y4zIKbh0bNOwe53qIT/UZZW7YYEbFgTMcq2IaNNwHTq+gt3CIVTLWc3dNpWK22ZQ0BE5zahkeBCxFeTAMmqYhPkOHReWkdkdT1x6vpLT3PTkKqXxLrPtEX5UsJvwXQBQ0K4Rdri17D6b3KaiYU3FGibAbbKqaRp+iw/hG+UkXAd26jkKToNO0jHoU1vURK242QxQQHELIOvw2iVmHVvKemkD6H4tK6Ako3aJteNezWdVnMsfAje/Yp3aW7dvZcfH2xpObmH/9EnrheNuVh3aa3QKCQE1Z8IDjzj0DqUgZNAMWGGIR9+7fvXK7JTVuWlHq9a/vP+rB1b12/U9dqjbCppVXK2IJKTW6yQUbJUa4mnERIOEomO16bltdhljwAgYmNRz+w6PwG7UMjRtGJ2Bx7CCVuMQxmamEGoIoA6MfgfEzjGlH/WgqG18XOGfAUOzEzYD96KaXkza1fS+BmNd/+s9WNMoJhfrB1EgNK0Mjkk8r/j2AAWCa/mc602tFx41nLvT+v1D2i91ssdkW7v8FW6ito+jlhEsfEvXi3ft4uyKNRupg5garArgnudxiWtMYMcoV+L+cynulMg1JXROCBwYPeoHUFVwmGvBIBYMTYic+Botppf+ERyFy6fTUg/WXWQY6qfBqLZXdL1phGcd49kwJVkRTl1WBLBvogyTMIadYWla48dg9X8O0oNd1HfL77dhoq4uiOq7pxRONDCD1DGld1tQXXBK4RyTWDHVV+PHoBfwTitdUwrntNKFqcGagPE5x9koQdXdGOvKMNYd59kw/RwITYZzrVC5f1rkwgqWRK5JgW2CY0a1oQESQPrmFuPs3Ukmgur7p5jIDNOAsowoy/SPYRgxmqXo/2n+oF8MemnINFE7Q9LNkHRTnZqpTg32kKKfnWkyNDtTJB3G1Tw79kIcsKnwRKcGh96JDvV4u2qiQz3RocYZ+DUA4xg8S8JUOFQr0l5tQUX+4VYQI16+Z7RDh/I9mPCLNxvjluY/RN0Zju1/Dsq1Y6zLts5wbFg/cLgbaSbcS4yj75+PGPry3TM8F87GOB5ja88iHyrxoqrglNKF+iegVhbveb2cQED4LAcgktJb2J3VYlq9TtCp47fDAoJNwbSr2T4j9s+xgttq0/G6XTqLTljz4NcPDlbt3lxRUVpQvnzZ+hWlBRlpMfPeTYldsqG8/Isvvmhpa51B0UBX8OHDhx9++GFmZnZeXkF6akZaSnpqQkrS0sT4RUvjYpbERcfFx8RHz4uOmR8TvSAmcl5U9IKYpTFxS2MTliyOxwcPyloUszQmekl0VGxUJKbWLoyIWbAwet78yLnzIubNj4yIXBQdsyQ1LSs3b9nKVWs3bd6+Y+fevfsO7T9w5OChYzt27t2ydXvl+o3la9etWl1eUroiv2BZVnZuUnJqQmJyXHxi7JK4qOhF8xdE/P3tOW/+5a2YmMWnT59tbW1nMFggqG1ubmWxOCQShUgk//DDpfj4xOTk1AMHDn3++ZfXr/9648Zvv/9+5/r1Xy9f/vn77384f/7Cl1+eOnHiw4MHD+/ff3Dz5q3l5RVr166rrNywfv3GrVu37927f2fVjn17dx/Yv3f/vj347Nm9c/u2LaUly3OyM+OWxi5cMG/+vHejIhfGxy1JSU6cRV9c8p0VfrH6oqTEtKTE9GRM5s1KS8UZGOdb/CGuDOPHrLRUfPAnYJpweDIz0vDA57zc7Iz01KTE+IT4pQnxS/Hrf/Y/41iblZmenpaSlpqcnZWBc2/RsoJZGF5RVlK8fFlebjZuoi4pLnojc9m6wpVbS9buLFq7o6Ry96qtB8urjqzcduj8r48etTN4eoc28Erp6mHorO1SbbNQzdI5hCa/zB6SWLu4sJsNOYUmv9LVx4acOPoKjD6+wcvRu+iglaw0Cg1uhb1L4+3XB4eQ7hF9cEjp6MbNz0pHt7lvwtQ7jgVchemXCWKlvnQ1QlPBfNiO9xhxdBalI6jx9hpCw6CnB+kewruOFPYAW2vWeDHtV9/Vpwv0qF1BmdUjMjoEiI0JGjk6CxM0k+V6msrA0ztY4d4jisrAgMxMyEZWGwhyqEOm65Dp2yS6FwxJNU30jCKqpoqf0yTPaZIXdOlzpqxeoK7lKZ8yxLc7mL81UX9rov7aSPnlJflGHfnqc+L395tO//bim+vV527Wnv2t7pvrL765/vT0jWenrj/57Oe773/3y8Gzlw+c+eHg2R+3f/T1hmMfVew/vnbvkfJdh9ZU7VtbtX/jrj1btm948ujG0IDLY1O/ChltMK/Xo/CYOC6EEbDy+jzSgYCi1yv1WLlmiKpXE/uCGo9N6rKI0Wn/+JCjo/n+R8d3LM9LyMuKW1GcOX/Of27ZsKq16fnFC9/k56Smp8SnJMcnJizBjdBLYqPxiV0cFR+3OD5ucWLCkqTEpfj2b1pqYnpaUnZWak52Wl5uRmFBdtGy3FnunWXgFWVFOP2WrykrX1NWsXZlxdqV6ypWVa5bXblu9bqKVfiVTRsrtmyu3Lpl/ZbNlZs3rcMs0FWbd+3cumNL5Zb1a7ZtWvPBe/sO7d706Qf7SW0vZIJOKa+DTakRshphkP7a8CxpsRvYE4Nmv12KL/1a9Wzc8AyrKS6TAAGoUm4Dn/5CIWg2auhOI99l5qnEzXo1AQY6TTqKx8rDi39tCMNpYmsVbUYt2Wliw0CnUUsOOEVBl9iipbgMLCfCxJuNcLEXVnbAyg4nwnTADCfC9Fv5Vh1VI2mGlR0GFcWmY+mkBEDYivfucklP+ZRqMaMWJ2G1oEUr6VDxmzXido9RYNOxuKSn7M7HeCqViF4jxxyAFDvE7vcC3Q45rCDhUc+QrBOSd4Tt0J0uA8ttZON+bCNAVAnqYWWHTtbqNXMdMINPfSzn1roMLIuWohS28Jk1TPKTlpc32NRnDhPfirD0AGmgW+M08xANxWHi+p0Ss54Bg2Snke83SXqsKrdOfGLnhh2rl28pLTi6fdOBTesyF0c+++3KzEBgx7qixzcvDPo1CEC1wkwXwrNoWEY13aple03ikFPV79UM+nXh1Ctlt0MJKyhixkspq0EjJsg5DRaQqpe1yRk1UlqNTUXzw0KzjPHdx4crC9LW5KSsyssoL8pfU1RYVpBXUlBQUVxYnhpXNP+tD1YVuRhE9cvnqAnpkkoafrm2a9XKtUVFa5YXryotKylYvrp49d5Nu4/tOvLRkZO7tuw69dHHFSXLsxKi4xf+tSh9kc8Cdnssfd0hszUoVnpo4uDtOu2KHb8c/ryGyrNB+uCxQ5+vL9lcGJ9NrWlBhybQyWl0BmPgscmhKUyOGULRgZAbunX5mxU5yQ+uXTyxfcPxDWt2FmXtKsqwCSkhWBo0YB2qU0PWyVcWBMBqez06nllONYRNWQ4dhvp6KUnOasTYWETACdZvksAysozZoOQ0m1R0DE40bBG1ltp0j096jjuiVdwWHrEaj78CBe1uWOCEeAYFFTsqyWphEyxp9yqYQY3IBUv1CF8B0dSq1gEdxdX2u/DC+6yzx2rOHr50+sCZ65/su/ThfRWPONH/GchOenAxs+6X3Cc/766+w3BZx1EUnUTR/ldobwh1W52k5o6zXzzet4360Qf8Lz4x/HJZ+dO5tk8Oym99289r8bAbTIw6PadewXxp1bODAaXVIQARKpVV19XjEwjFR45/UF3TMDI+U99E+PnnWxKZQal2M7i2Zw3aTQdvl2y/u/FD8tKKx6nbak/8pr1O9D4TuC88bmnksigiolRNNCA0AfOZnF0XssotSqYHEslZzZhp3K0d7Q3+evUnGNRCgG741dhA/8jQ0NTA0PTUDDrwCouDHh1Fe7pH3M5Qb/eQQq6VyTR6g30KRUcm0Z7BseEJ7KfsezXUFer+9sKZyz+cc5pAs06MKBhOSBg0yoa9sM+gcOolk0MuJq2Oznzp8AJaE9/sVTZ03GdwG1w+1diES6djaEGaHqSTWx459SIPItHwOiARARK0QYI2P8LVC9uVrHq9uNOkYsJyutMg6XLr9FbtT82Nc7bsjDx+6t/3n/pfB77/34e/n3f8+7fW7/m5qdHd59QDJBXziRsgBhHeWMjit2F3VbxGQZdNPOhTDvoVdoislzfbYRqk6gDlRIOWD2slVovh808/++rL0/v3Hc5Iy1yyeGlKQmJuZkZmcnJs1IK9WzdwyC0eRO2AxHYtH7sdo6YbpB16USssadcKWh06zAXt0HHNaga+PRu0yHDXvZBSgzfowjKyWc1QcVvEtDqXHvsmeK6ySUXHG7m0f9QR+YziVz7dK5+u3w0OerUOHV/GbNKKiD6j1IOIYRkV4HfoxCSbhmvTcAF+h5BSp5dStCKiiPrSoePjgVWwjCyk1Dh0XCWnue35DeLL34WUGmbbIz7pOZ/0HF8iEFFrQQEWOm1X0yXk5zJqjZxRp2TV+xB+l1lsUVHNSopRTkKknbCcaFRRLCDdCrJsaraYXCdntWglJIOGbYLYcn44i0HUZBHWT5jZiueXyBePmZ9e5H57uHb/Ks2Vr31PbgBXTiuufP3k4AbahZO0S5+rn/6CGsR9crquswZhtA2a1K+sWq9G2mXUQBL2nZ8vbFuzPDchuqIo6/xnx2gt1ViemQXAbkDoRYiCYQY4XqMMklFU/HZ64wMlrVHP71BTG6WEWruY9/OHn6DewUlD75R+cFI7OK0J77tie60BFPJPqL2YAmwemdb2jKuDA2LnoMSFia7wALZhCw+gUN+0JjQJYB3C05oQ1j+k653WhKY1oRltz7QmNKEOjip8KNSHP3ydU4WJzKNYkrNleFrTFWIbDI1C8T0C/Vod6cenhO8fqR5TTPUCrNBIHcQ82NYx1DSCqdAKPxaJrO76B3gDoTCRhiVffI1T2YXKAxi9SDzTYvek0IkqAq8BUt2NBSApg9jxz2Ww+Hk4ARiVvW7f9bUqNA8ok+FkYCwzaXYUAYyHsfGhMtf/ddR+VOJAlV75rw3YFq7cjeU8G/pRuBfV97B/euZsEqDGARTp66NpULkLG5kTnxmpY1pinxLbejs12rskVNU9I3DOCJyo2NNDALEfTeSe5Nrwht5humGMZQ5fdKISt/RaHfn07/4mEXabgGMap0GowjfNQKbo8AwNnqbqpyjQFOU1u86QdNNELc63rxE3TLy4Y/mflGGGEeVY/0y8k0TtJFE70amZ6NSMdQAjbapxAoipvmHDMyYvU+EZknaGpJ0mav48s1dwPJ4kANNEzQwJc0RPEiHljy8nOvUTnXrM9sxxjrRrUZ4bdz6/ZuBZ+mVZp1iWKRa2h/xnDA6vJb++iAPwLAP/GX1niXea65ziOCbZ9gmWbYJlm2Tbp7lOjIHFnimRa1xqQ7WBQZmR8eCFsq1D0dlhFHPU3E4esYZPqpUxm5TMZkRM9OlF3SY5dhON1yJhNgqodQJ6g8eM5dgR6p988cGhPVvWrSzMKcpMz09PSY9finmho6PPnDnz0ScfNzQ1zqDYn46OjrNnz69fv3H5suL01Iy4RUsTYuNz0rLy0vNSlqZEz4teGrV0SeSS6AUxC+YsnPf2/Ii5kdGRi2MXxUUujImOXBwdFRsTvQSfqMjFkRGLFkZgnbgRkdjJ/AVR8+ZHLlgYvTAiJjpmSXxCSnZOQWnZ6rUVGzZu2oatAe/Ys2Pn7q3bqtZv2FS+dt3KVWuKS8ry8gszs3Li4hMTk1Li4hNjFmGbtkuWxkfHLH5nzty///2d3Nz83367VV/fSKMx6HRmezuByWTTaIynT6tXrFj1t7+9PX/+wqiomIyMrLKylQcOHDpx4sNPP/38ww8/2rfvwObNWzdu3Lx589YdO3bt3Ll7//6Dx44dP3Lk2J49+3bu3L1nz56tm7dUbd+6fduW9ZUVK8pK8vNykhLjo6MiYqIjIxbOnzd3zoL5czHnc/zSlOTEtNRkXOPFQTc9OWmWe7PSUnGxNystNScjPTczIzs9Ddd+/8y9s9rv7JNnATg3MyM3MyMjPRWH1YL83JzszPS0FIy6E+PxQCzc/5yTnVlYkLesML8gPzc/LwdXjPGV4MKCvPy8nOysjPy8nGWF+cXLl5UUFxUvX1a8fFlZafGqlWVv5K7YnFpUUVC+vWLnseL1u3NWb33vmx8b2TLcMCwwepiQjaRCOpR6ssbEhh0Sa5fS1afxD6nc/QKjjwZYiHKEKEc6JBANsAiMPrElyIXddNDK0Ng4epfY5JVa/Ap7l9Y3YO6bsPRPgp4+nt4hMftUzpDMGmCCZqoS4UJ2ocHN0zt4ehtVqWcABrnND7hDUotXYvYA7pAAcWi8vWpXN+jpERlddDWCO5xVzgDo6db5e3X+XrUrKDI6wtxr5MN2PmxnaSxUJcLSWMQmrxDx0gBTh0RLVMIkFdIu1TYJVOEBGniqdom+XaJvE0ONPKCWqaymSp+QRA+Igt+aqDdb6Tdb6b82U2+1MO92cO+0c242s241Mq/X0H540Hb25stzN19+f7f5+zut52/Vn77x7OzNZ2d+e/rF1fsnvr9+6PSlfV99v++rC1ve/6Li0InVu4+s2X2oYuehtVUHKqsObtq5p3xtKYNeP9hnQbRsnYrSH9CM90HYf4BkLSagww5TPGam18LxWLleG99rFwFSkt+hnhh2TY16mOS6g7srSpenlhWn5WfHR85/M27JPEJ7jdupP3ygasHcv+RmJaemvAZgHH3jli7CB0ff5KQ4PPYZr/zNzMC2f2f9z8uL8kqKC8pKl61csfxfAHjN6tLyNWVry1esq1iFD06/swC8YX057nzevm3j9m0bt23dsG3rhqrtm3Zv31i1ed3enRt3ba88tn/bsQNbT763u73xgVbBUEuICMjyOeRusxBSkqwwc6hH5zYLEYAKKUlmHRbPoxK16hREr1Xc41UrhS10wkOVqDXolPf6ABvMAaStMEBymTk+uyDgFPX6FT67wArT7QYmDHRCqg67gWmF6YC0GQGJLjMHBrDqI5xyTSDJBtF6PTK8zchj4njNWESWTtaqlbZopS2QvM2ixQp1cdCVcxq4pKcydr1BRdFJCWpBi5LXJGW9xD3P+HMwRdQowJuK+jxqv0UsZb1kdz7G1gv5zSaAppcTZWys+NeoppoAbMUXEy5EjUaA6DayvWZu0C70WXiIiqAWNuDQ2+UQ6RXtJpDkt/IRFYHR+ejFwx9aaq+LWHVWPduOcJXCFkDSbgBpZh0TUpJgNSXgkAWdckwwR3hWkDXo0j65/l1FfuoHuzYXxMdUrSk7uLkyLXqBUS5Qcshri1LNIDtglUg49Xo1EVGStZIOQNiqkxLsELvLLutxKbsd8i67DK8ahmSdUtZLOacB6xzmN/sNPKuK6ABpFgXFpqAPu3RNd68dWr9ydWbymuz0Nbm55QUFK/MKSnPzyvKXrS/MP1CYSvrxlPbZ7QC5BQVlQRrJTGj/8fChrYWFFQWFG1aVb6rYsLq0vKJs/f6th07sP3lo19GPj39yZPeBzPiE9LhFb//H/3Pp9Ed9bv2A39zlNCgEXAGLBypNdksfnQqODqE93f0+h6M0O39VRt6atDxZG7VLZx71haaHRlF0OgzAI5Po4DTaOzru6Wh9+N7+zZ8f3XN005p9qworUmIQRgvqh3tg4URAi0g77HrmSJ8+4JDZIbZLx0WkJHwlEqcFD4LtLurEnVoRAbeVInKKgt0kYzboxJ0GBRXfYlKwm/AClS6rHO/+ReSUgFlqVjNAQbtNw8bWnNSMXqc6ZFcGbXKnlhNQcrt1EkTLFkrbFNqOHgd3iN8g/e4k64uDxHPHb3x37LMf3zt5+/TPghY2OnJKyF5b97Cs9k7WnR9XPbh6BxA7UdQ/PDw+Pj4YCg0F/ejECDo2NG0yQM+rH+3a03b0WNPBfdTPTkDXfxB+/xn57HHo2RUP5Rlq5vXo6HLGE3rnHbmi2RmQacwCxGW5dufeg+c1/p7uh4/vkSltEglHIReJBEKVSt83gCq1gzceSSv23PzrkmP5O54UHiOcbeqr06A/Niu+vv+cbQBYSlL3kB4EOkTsaiW3nt/5xKMT+GExIqIoWISRnsDTB3dtBhMgV4+PTk1OoJgCPIYODqGewCsyVchkyz2eXpcrBEN2DWDq75/QQFYlYDDb/BDiYPOk41Po4KvRQCBw7erln384b4WVgARbFYNlNBmzWc3tdCMKrxlQSWjPn/3m8mpHZoJigA67lO3Mmnb682byE7GaYrCKu/sMGpAp4bephJ0WkOuEhZCErGA2hOclp/1x0CTpc6isIKfLph7rs/nsgEjBqRPzkg+/99a2w38/+PW/H7rw9w+vzD9+IWLX8V3nz5u7bT6PCpG1mmRtkLCly6YO2EEVt92koNpBhlvP6LHxfAjVKG+AJfX9XplZQ4VUDFDJ6+vtevmyYdv23dk5hUuXJJaVrMhMTctISY6NjPz7m//x9ccn3CaNC5abAZ5JxbJrOQFEEDTyPRDLDtL6ncpum6LHoeqyyq0gSysi6KUks5oxEoRdej6u4uJXPAiWcSVnNTp0XA+WU40FTeGvkrMaIQkRkVNwbdYCMLus8l6nOmiRyZhNCnaLFeQM+eFBL+TQ8VXcNlL9XZOKCQoIIupLbudzK8jxIGKNsLPPpXHp+bjmjKVJa9iQhAjw2xTsJgn9JbfzmYrbgm/RKznNCnYT1mAsJ0Gidhm9FuQ1wxICLCG4dGwvzNMKWvFUOZDXrGC+hCUEi4pqkFJdGhnApqi5FBWPhO0HSokq3kuXjmwU1vZpCa2Xj7Wc3SO68mHd4VXMz6psdy50fv7esyN7SN983PLpMfmN75o/PUw5f7L51FHVo6sTABu1K4NKpl1OsynZRhXHBklfBa1DXTYRo+3LD/Yvy1hSmLFoe2XRgao1LdW3xPTGPrduKGAI2pTY3xYZxQKwDQq6A+Q6QbZVztAwWrs0yu+PvhdSwFNw96SudxLonwL6w3JuCNX6Ua1vVOHCgM00iKGa+RXGb3rMtDyq8o4C/kld9wzci100DaLWYdQxNgWFpqAQdtE4gF2xj+Izre+Z1vdM6rrHwMCwyjui9k3qulGkb0zumQJ8WA9QGAtRMDApc42KbIY6DvCAyLlSQ/7uIf3Hp4o77a5m8QBDjy0G41u7WPxVL6oJYSFPcu+MwI6KMPzDRF0cksP9QMFWueBqXYgIoOrgMMswJbSjMs+0KLwlK3GhUvc/RuIKr856h1kGVOKe4FtnBHbO5ecjDAR7C5ET++o/H1GhA+VZ/o8zwzaiAtskA0a5ZvGlalRgQzkmlGvGPrzCg8J9M0Ir7/KzQKukj6RGtd3jHMMoCx5mQCNM/QTXOMU3T/HNkzzTDMcm+ekllq78h6oZalHOcGyz1T4TDNM024qFM3Ptfe0qzoXH5keUMRqEYp/WgXJMY1TdQIcS5VqwrV22CZOC/+Fh/sMOTTdgajA+DOPrlV2mCdNyZ1Vi3P/8h1kaJ+dZeEbJ0FibarhZPkkAX2MzDcG2f8NuauyI2aHDajMZmn3tJAHEB5easRfSTfZ7dMd9Bsq04eVG2AJwuN8IK0ZiWWcH3wGeTerCJd/Z4ywVzwIwfvIv0IutBIcHp99xpnWMYRlnWifZdswjLXRhtxXk2DI26hy004SqFgJIpgB0EvXlY3b7CwW7VUyrb39xs6P6NyWz2QFiN/U8RhEko6gFHQ5IaFRxQDE9aNfrZNwfT39RuWLZ5vIVm9esykqIS4iJXJablZ+Xs3v37p07d169erUr0I3OoAFfkEggXTjz3aG9h4vylscvTkhcnJgWn56yNDU+JiEpNilhUcLSmLjFkbFR86MXvhuxYF5kxILohfOjIhZER0YsigpjMC7/RkYsmiXeWR14/oKoBQujFyyMXrQ4LjklIy+/qLRsdfna9Rs3bdu6beeu3Xu3V+3cuGnL2orKFStXLy8uzS9Ylp2Tl5GZnZGZHZ+QtDAiasHCyMWxSxctXjJv/sKIiKg33/xrVdXO+/cfPnnyjE5ntra2t7V1PH1aXVdXf/78hYSEpDff/Ovf/vb2f//3XxITk3Ny8latWrN9+459+w7s3bt/7979R44c++CDk4cOHTlw4NCBA4f27t2/bVtVeXlFSUlZUVERJo5mZSQnJcRER86f9+68uXPenfP2ldTaPwAAIABJREFU239/a1FM1OJF0UuXLE5OSsjMSMvKTE9LTcYaesMaL25jxiEWp9xZqzMOwJiZ+f8XgP9vCjBed4T3+uJ6b1ZmemZGWnzckuSkhJTkxOSkhNSUJDwLGi8Bxut/cWDGr+CSb24O9ttfXlS4oqxk1cqystLi5UWFbyQWlm86+NHGAydTS9eX737vYQtNbgtyYSdH75A6uhTuHgZsrxcoa7kyitas9PdLHSHAOwh1jWr8QxJrF0NjI0j1rUJNE09NUZnElqDC2Ss0+dmQU2D0qdy9KmdIbPIyQTMDMImMHo23X+sbUDq6ZdYAH3aS5fp2IUBVIiKjR2L2hZd1bTy9TWEPWPrHncMzUGBAaHDici7o6VG7upWOIFtr7pSAIqNL6cAkX4nZJTY5RUYHT29hADADMLC1ZqnFy4ftTNBMVxvx3WNmOJSrRQQ08pV1bOlLjqxVDBKVcJtEV8uSVVPFuP85nG4lvNfGudlAu1pLPHf/5S8NlMdU2XO2spqBzXOm6jlT9Wsd43oN7eenxB8etF162H7pYfu3t5q+uvrs9I1np399cuqXh59evn38wrUDX/+w+/Nvd358duOxT9fue39l1cHVOw6t23mosupg5bYDm6t2rVqVDyhpPQEI0TL59BcDXWCvVwopmhFlq0XT6UCobhPDZWZ77LygR9IbACEVY2YkONBt7Wx5euLI9rJlKcvykhKXzl8497+S4xf+duPiYL+n9sXdzPTYtJSY9JTYlOS4hPjYJbHRs2W/iQlLEhOWJCfF4ZW/aamJGenJeOVvdham/eblZuALwLgCjNueZ6VgPPVqFoD/rADj0IsbofEorE0bK7Zv21i1fRMuBWMYvHHtji2VB/durSwvPrJ3y7EDW4/u3wKp2Ra9yGEUuy0yl0XstYoDDlnAKfHahPgCsEZGwLKOdUyNjIATndcq1qvIOgXRZRL4bBLcCA2pOg0aktPEdhhZOPeadBQEJFphOgISnSZ20CX2WHk2hBFwikJemcPI8ll4PW5pl0Nk1VGNANGJMN1Gtg2iBe3CgE3gNrKNADFcz9uOqAiwskMjaaW13uNTqgFhq4xdbwJoAatELycqeU34Zq+S16SXEzXidkDYim/8IkqyHWL7LWKLhoE7okX0GgmzDvM8h/eH9XIiJOtU8poUvHobRMNrh3FvttfM7XKI8I+hlbbY9fRup9hv5fe4pX1euQNmqCUtxObbQmatw8ALOGS4eO4yCWS8xoBD1uvDUrX7/GC3W+k2C/u9msleK6n29vZVefvXr1hXkLG1rPDsyeMHN1eWZiSj/cFbl84d2r7mVQBWC1pErDobwrLpWEY1lkQNyToxX7RZhPcbddllZpCOlxUruI1aSQcoajMDtICBh4jaHGq6V8vzQ6J+K/DtB4c2FGatzkxdlZ29Oie3LDOvOCO/NGdZaW5xeXbujtRY8NF1d0s1quD5Ca2oCW749kJVVvb63Pw1eYXlxSvLilbkZuQvzyvbUrFj35aDezbtP/f5+Z0bqtJi4xOjI6Pm/LeCR+nx6Hucmj63rs+tl9I72qsfjXf5R/0Bv0HvM4IAj7x/3codxUUnt2wfMTsQlhhzPU+i6Aw6PjMxjk6OoGMj6MgYOuILOT54f++B7ZUbl+eszYz7/fRJtN/Vr+ejPUjIxIelrRpJs07ZrlVgxctmNUNCfylnNdo0bL2UhO8uOiGeTtwJ8NusIMukogP8NhW3xaHjDng0TojHJz3Hy40CZqkFYDp0XL9JErIrB73aQa/WAjAV7CaHjhu0yHxGcb8b9BpEvU7QoxX6NcIeq8pqFUkVzRppQ7+GaLrznfzMCfqZ9++fOfzj7a8/vH/6k/obcnTqtsP8mZB/gsfY+PJp3s8XfhCxrCjqRCddw6/GUOznHpkYHx8bmRkaRnsG0dAAarHLb96qOXG89vjh1o+PiX78RvnL2bbP9redOuCjPJ6BmUMw0ybvMCgJDotAAfCoItVXl26LtKZn9Y10FlEPi8XCNrdNaoS4eo1Iq1HRaDy+xCxWdX31bV3aqjN/X3457wT5OYheaoerzly90dxIkJAJnNqahqtadcdoj9Zv4MmodazGh8TqW1JKS8Buevn8qcNiVsjk6Aw6NY12dQ0ODE33Dk539Y7DBk9P3ySCOGUyHYclZTHEXK6yrY3x6FH9rdvVt249vnbt94HB0aFXYxNj4w/v/v7LpQt9PqtdLzNpuNgKt4Lh0itHgk4rpHj54q7NAsygr6bQVwPTQb1L/aTp7m9Prjxvv09g15P5zYBBYLTJIR2P1PaU3vkCUbPMAMeoZJhUTL24k9H0sNumwtzUQoLbJBvpsQScGsSs0vX68469P2/bwbf3frr+Ce2NNUf/tv+rxQc+Wv3xx0KDyu5UqgSNAO+lht9kh/hOvcii5Hj1IruabpK2+/S0fiur20D1Q8SxoPKVHwg61SZIOjzUD2r0m7bviYpNLF6+Ijoy5t//7X8viYl+929/SYmPvXbxLJvUbAGFehlNL6U4dFwszdiuCFlEQZOoyyw1KmlmNcOlx9RXSEI0KKiInBK0yOxaTjjFSorIKa8dBwqqS8/HH/qM4m6bAt/19RpEfpOkzwV4EKGc1Sggv4AkRAvAhCRECb3BpGK6YZEbFgH8DgEZk2hozQ9pzQ8bH18j1d/ldj73IOIhP4xDcpdVDkmIPQ6VE+IZlTQovEGA9V0rqFoRwW+SGJU0LGg6vB4ctMj8BoENoBvlJIeG6dFz7SDDoqJaVFSdsM0G0H0I36qmyRl1/M4nIK/ZqxchYo5FLrUqRTJqK8BudQI0L0iacAosrCfPzu6SPPhGcf9r4td7TA/Oa65+em/nat7ta6jDir7qQQ1A+4Uv2s6cbPn6OPeX04Jb3wK1N0KyzlcGgR/hDnfBgz1GpYxsN8pMOgGs5jlNciap9pP3d65YlpQR/25hRvS6svSznxx49vsPHOJzWPHa+x20KKwgx6SgBhCJnk9E2JQfj5+YtvhnDD0zur5pcGBa3Y/FU2lCr325hv5pTdeozD0kdY7I3eMq3xQYnNQE8a4jHGunoNCEtmsMDIyofRj3GvpRQ/8M3Dt7fRTwjwJ+bNfXMYa6JrB9Y7h3XBOcAAMoEuZn4yC2AGwYwFaCgSCq9L2u51UHpsSOXqrW+pKnut0uvPay88wdytl7rO+fSK7V6+4RrdUsRw3XUcPtbpZ1N8tCLfKeVkVvCzY9zfJQi1x7h/DsyAVHDRcFQ8M0/TTPiopdkxzzDN82w7ehAvvsvL4i9YyzTZMcM6rwT3LMuntET70QFTqmuJZJrmWSY57gmCc55nG2aYJtmmKZphkItliLweE/HbG0Jzoy1gFMUSDhuYco0zhNxnTXQL0AFdoxElYHu5sl/ItPDPeJ/RigmqdYhjEaNEzWDJM1YzRokolMsQwo18Y6/RBl2fBe3EmqcZSon6abJyiGGYZllKgfJyNYIy7H4XrKVV5tcL9gj9P1GNVzzZj2yzWjci+q8M0wDbgIPEl7rQBjIjC2f/tPaIohaBhTp4laDFkxCfe1/3mqUzPerv6HJhzmWNwgPUPSoXiuFQHEXvjHl7BvNQvA+Bv9Qb9//j6v3zT8dijNONKm0VxpRumWKbJhvFOPMm0TFMM03YxNeMsX3/idYpgnma/nzzowDrp4fvWfXdCvr7Ptk2z7LPfOnvwLAE+wbFMcrN84XOnknJbYUWMItYW0bWQbly9tb2U1vhARG3UiKijopDU/ItT+zmp/KqTUyVmNZpDp0AsQJV0rJoNCIiihIiqeRSsd8NsAMevcFyc3ri6tWl++bkXJkuiFS2IXFRcXnzx5cu/evZd//AmGEFCt0WkguUjR3tRx+fuf9u86UFpQlp6QkbAoMS4as0BHzY2Kmh+9ODI2NmpJ1PzoBfMicQaOWBAdsTAmMmLR7EQsjJnz7gLc+YxboN+du/DduQvnzsPCnBcsjF4cG5+UnJ6dU1BcsjKsA2/ZXrVz67aqTZu3rqvcsGp1eXFJWUFhUW5eQWZWTlp6ZuySuHfnzn9nztyIyOiYRbFR0YsiI6PffPOv8+cvPH/+wrVr16urX3R2kh48eIQD8N2799euXZeRkVVZuaGycsMHH5w8ePDwvn0Hdu/eu2fPvr179+/atWfz5q0VFZXFxaV5eQUpKWlLl8YvWhQbFRUTGRkdEREx552/L5g/N2Lh/MiIBYsXReMLt7joiqPmn4uI0lKxdKtZFXfW3ow7nHFBOCMlGd/vzUxNSU9Owo3N2elpsxIxjsr4a//nMTMjDedtHGXxsKu83Oz0tJSM9FQcwpMS42fXgPGYaFwHxheDc3OylhXm5+fl5GRnZmdlFOTnYmlYJcsLC/KyMtPf2HHii+Titfnrtv9a02LsGTH0jbIgS7sMZOotLNjKMdg5JifX7GIa7VS9mawxyF0hjX8QDo3qgkMyexcXdrJ0NjZkJysRNmSXO7pB34Dc0c03uMUWP+gb4MNOocEpMrrEJrfM6lPYA0KDE2dUttbM0Vm4kFVocEotXpkV6/tV2AOAOwR3vbIOTNgGJ/XBQYnZwwSNZLlOZHSJjC6cgaUWr7FnxNI/LrN6uJCZqtQRpQBBDJBkWo7OorAHREYPXW0kSWGa0kSRG1q46nqGrIGjrGVJXrAlzxjiZwxxDUdeL1DXsBWPKcKrtYQ77awnVMkTquQhSXiPwLvZzLhaS7zZwn5IljxjqB+SJbeauVdrqBcftZ+70/jTk87Ljwk/PiRcvN9+6QHh0gPC2V/rP7308PQvj7786c7Ji7++d+7KwVM/7P38wo6Pzmz/8JtNRz8p3/3eqq3712w9ULntQOXWfRWb96zfvOX7i192B7WhAOBxiCBVx0CXKugQmLWdDj3Fa6J3OfkhtzDgFPqcgqBH0u1Xv+qxd3tMDS/uHtm3ubQofUVx5vKC1Lf/+m/RkX/7+fIZFH01Pdl7+szJ5cXpq9fkR0S8lZS4JD4OK0NavChy6ZKYhPhYXPWdtT3j9JudlZaTnZ6bg6EvPrM7wPjqL37EF4BXryqZBeC15StwBq5ct3p95ZqNG9biUVgbN6zFr2zZXLlt6wZ8MXj7to07t67fuXX97qr1leXFOzat3lJZcmTfZjG33WGUWWEBDDBBOVEr74TVFAQk69VEo5aqkWPpTTasKJhr0FD0aqJJRzNDdJeZF3RJPVYBli7LrgFlbR6rAAGJFj0NBjpnw64gVYcZouqU7TgSO03sLrekxycPeWX9QdWAXznUBeAwCcnbwoVGmP/ZZ+H5LDycgc0aMl4ULOfWMgn3qa232cSHCl49JO9AVERQ3MKjPBEzX6gEjWphEyBqRlREWNkJKzudCNsBs4wA2aKlWbS0sLqLfdUIkJmE+xJWjVrYhKiwTiNY2QmImmFlZ9AutGgpsLIDryDWK9pxKbjbKXYZWHY93Wfh9XpkfV6538q3aCkBpwRSdZp0NBvCsiNcPDE75FG5TAKvVQwpKQaQMdZvHunF3PV2iOtBxEe3rVyTm7BzTVFFfjqp5nHN7V8rCnOObt+EDvceqVp//fsvBv16CRPrMbIhLL9F7EJ4JoBmUFEceo7fIrZDbJ2U4IS5XpNQzmlQ8po04nY7xNaI260ahh2kmRVEn57Xb1eN+QwqRtv7OzZuLitcnZu1Kj+/LKegKKOgOHv5ymVrVhSWr8jIy37rP79Yswy16mcAGVxXB7yoWR2zpDwlvTgprSA1e1luUV5uUUF+6cbK7e/t//DE/pMn9rz/6ZGP1peszUlMXTxv7u7NFYNBh8+mCbm1sII26NX22pUqekMQEvhBrhfkoMNONatpf3lhXuS7l068N+VyEx8+lRCp6OgkOoNOoOgwig6iqGNo0jQw7hgYK1m5IiE2sqIo99CGNWMOSE2omXSoujQMu4LQaxP2eqUISFSJm7FiakSAu0a7bQqfUYyXlCo5zSJqLSwjW0GWFWSpea0C8guDgvrKp/MZxTxitZLTHDBL8SggnIF9RvFwQB8wYxyi4rZ4EGHALLVp2JgKp2T6NUK7gmsEOQ6H1N2lcJgZVsYzW/U1zof7+F8drz733tfnDx3+/YsjDdcuSTrpM68u6rQP+gY/EwgLLn7/fu0L+eSYH0V7UXQARQOTo45Xfd2TE0Mo6vGHDFqLC7FjdVDjY5N2C/3urdvHD93YvfHlBweUv5xF7v/Q8cX++s92+SnVqFnhF1NcYoYXNlc3yk6crVGahr/7+Y4KUAp57aCiFZC8sEBtSnGNTNAgFrTzOWSpRKQBYZVxYMupjtQDz69RQrfozrOPOnafOtMuYNWTatpJTymkJ3TCQ5Oa6tFxBhxqdtMDYs1tk0ZZV/3EBOslIjE6gzpdfgqFo9YYbt19JlPBRotXoUaOHv3499+fUMjsxw/rfvj+17u3X7S1MO7fr62v66BSOOhM+NbG8NC9WzfOn/rYZ9PpFRxEzXIjEqtG4DIAbpOO0PSCSmpG0ZHQoGdgvGsMHdI5QREsaOU0P2i+c+X+D09a7rUwX3ZymsQyKpn0gtjxTKNgeG1qKyTQY203bLOa7UEkLr3IqGJBCrpWRtXJaVqdyDnSd+TqlcR976V9dOGxH8367mHed3cXH/io9IOTTXwqZJaJePVKPrYpYAU5ZjXbJGeFTMohJzjqBdCQZsIrDuiIdnlTt4k51gWGPBq7Gejt6+qk0NdsqIqOS3v7nfllJSvu3Lx18/ovMQvnlRRm373+o8OgMgM8SEpF5DQ3LOgyitxatkvDCtMjU8VtAfht+A6wE8JakXA516ikeQ2ibpvCgwjdsMBrEDkhXrdNgddTu/TYsi4OxviG8Fi3odepVvNacanWpKKbVHSHjuuEeIgcCwPzGcVWkAVJiI2PrzQ/vfb75S9aq68z2x7pxJ1uWID9V1XN8JskFoCJFVwL2mEZGY9Gn/0m+LvLWY2InKLkNLthgQvmgsJmObsOEDQZVSS7juGGWD02CVaLImzBSn2lHRLKM2r9b0LiY4uS6YWUiIgnJ7fJOmr7dQLUobDTn+kar7dcOKh8cq75mz3t5w7wrn9+/2gl4eyRMYCFTg557GaLRuHWSPohKfXupaffHLv94XbW7bPNP31Ee3LRGl480WnJAkkzk9ugUTOCLtCg4WnkVJOe77TIlBLijZ++PLhrdUn+kqykuZlx75RkL6ooSlqWtCA/af7qgoTK0tT1Jck71uQWLJ27fGnksqhIJ1c2g3RNa3umVD0zqh5UGQonSPlR0I+tuer7UdPIhNQNPKZSf3ouvUewt8leVwfpQijSjynDpkFU3zMBBkZV3nHAj0Vn6XswEsZ1Y+swpgaHnzMZ5t4ZKIQ9tI1i2q/aPyNzT4odk2IHlt4Ubg+aljgxisPSpwLYKP2o1IOKXajAPsY09HUC/iaJq45veUzX/d6h/KVR8P0z/ndPud8+Zp19wPzmHv3UHdpXt6lf/u6vEzLO3u/vUKOKwATDgIpcKM+GFflwrdjwbP8Y/IrAgQqwLh9U7huhQK8oOuQeyVMvnGZj3DvFwrh3kmkcZxknmcZJuuF11BMOb38+hvONx9vVUySd+NxDTFMNpxyPEMEhIuCr4/nqeCgyOEhQ9bRI2efv97RIh0ngNMswzTKMUXXDJHCMqsPUWo6N8dXtCRKEVQfRjVhdEMc2QYKwQGaBa4oCYydSf3edSHGp1nqPgso8KN86yYAx8ZlvRUWOCbo+1CzB9GeOKRzgHD5i+8Dh8Cp8Exin09nPj1PrH6u8GAmzzJgaHOZhlKh7PSQI/WOmOkDsnKxHibqZTi1+xNXg6XDs82ucDgdBT5F0uJUat0m/hvDX726YoRng39r7GmUo0zxO1KF85zhZP8MwTTNNMywzyraEu5ew38UUyzTDsWD3JsJ3Jaa4FuymhtCBipzjLCP2m+KYp7iWaZ4Vv7sxzX1tcsZ9zjj94prwZBiMcQv0BMs2zrSGxzxGM7yi6EZZ8CBTh+q8DqoA6qBwX9QaeSw9n2FVce1aPqJgQFIqICQIKXW05vs8YrVeShFRX9be/5lHqrVqBEJqc8gFOxGVz6JzG7RNzx/u3lxRkJ5UXlqYmohFKOXn5bx//FjVlq07tm7jMjhehwfWIHoQBuQaNo379P6LU5+e2VSxLT+rMCc1JzE2PmZhdPSCqOgFUZHzIhbOj4iKiI6OjImKiI6IiFq4MHJ2IiKi3n133rx5C+bPXzhv3oI5c+a+886777zz7pw5c99+e86cOXPnzVsQGRkdG7s0NTW9oGBZaemKNWvWrl27tjL8p7y8vLS0tKCgICcnJyUlJTExcdGiRfPmzZszZ868efOio6NjY2Pnz503f+68//qP/1y1YuXXX5268cv1hpf1z59Vt7W0trW0Vj99du7M2fffO/7e0WN7d++p2rZ93569mzduKispzc3OSU9Ni1uydP7ceX/57zfxvt+//fWtv/z3m3/761tz57wbsWBhVERkfNyStNRkvE33z+lTqSlJaanJs4MDZ0525uzi7uzWLn4yy7f/YoHOy8rEvc2zz8cfzl6cpejXpujMdFzyzcpMn638xbXc/LycrMz05KQEHIDxaOj0tBQ84Ar7bOHX5uVmLyvMxxuS8J9r1i+NhWCllK07fOrCCwqXb3TyjU6G1sQx2OXuLprWyEZsfKuHZ3EzjXaGwcaxuMTOgLZryNA7buqf1PgHBUYPHTQztVZ+OCVLYg0A3n5dcEjl7hWavAKjR2bv0gcHtb4+qcVLU8GdEqyIiKOz4DnPMqtP4+3FV3mZoBFwh7zjqCE0bOwZgbteAe6Qytml8fbi3UhSixd3RIOeHsAdEpvccpufC1m5kJmmgkgykKLQUhQQVann6W0qZxddbWwTqFt5AA7A9f8fZW8ZJce1Z3v2wHsz7/X07Xtti9GSxVDMKGZmJluyLMm2bKEtW8wW2+JSScVcyczMGQmRERnJWMysgpgXeeSy+nbPh9E6K9bJSKisUgp+sfd/b646nyErEWifVXNzOdICoeYVQ/ygjH63iHy/hP6onPWMLCgQaEkaO1mLVamQMpkln697SZO/5Rpe0JQPywX3Srh/VEleUBQPS/lXX5NuvCZfe1l96WnlxT8qrj0n3XpNu/K06ty9t2fvPP/+2oPD52/u+fHSrpO/7vjuwrYTP209enbTVydX7vpq6ca9KzbtWbN57+r1O1as3bx67RqRsLKrA7PDHIeN7bKxQx6hy0rHTBQHRApg7KagvK1e31Kva6zVNtXpWuqtPW0hFrn00O7NizMSFmYmZKZGZaTMnzNj/JGvdpiMUnyonULK37xlWVz89KjoKXPnTp47Z/rMGVNB8NWM6VM+7vsFQ79xsfMT4qMB/SYnxYHSo+EOpI/HgIfzn4cBeHgGGDDw8DDw2jXLN21cs2b1slUrlwAkBsdtWzds27h609rlG9Ys3rdr4+F9W3ZvXfnL2WNsan4rEQkjMWtZNohjUlM0knK7mdXVbG2u0TusHIOyEjbQ3AjfCXOJKGNlpRPm+jCR3yEGJ712oQcVYBZ2yC0Btme7meFGuA4ry6on24xUpahAKytRCPMNynI3QnQFmzRVQZfYa+OC0CkfwgMpU3UeGSjprXFJ/CgfNVCN8jKrphrRU3SSYkhRCXgVUlSCHiOiCUlNUvDyYS1R2GtSVpmUVYCEUQO91i1HDXSvjd8a1vsQgVZcYpRXuCwc0JBkNzK8Nr7bytVLy5T8ApuOWu+Ve2COw8Qwqyrl3LdqYQEG0X0Ij4gBj8jUQJ0O2AWQolwlyA84JeBygElDwszcer/WaeWDhLCQS2EzsFGI2xw2hVwqn12B94TOHdu5ImXW8d3rYj7/7OaZb/H+jnu/nk+aOfXqqe966/zL02Kr8/9oDpjMSnLYrbToKAFU4rbwER0D0TGGARiSV2uEpSFMZpBW6iUViI5R71GbFCSblm4QlrgM7DpMWe/Stfrh3y6dWpmRsCQ1cWl62tKM7AWpC9ITsxemL1+xZNOSBeuzEjL3Ll1qpVY9PH7cTmdW3Ppt1eyYlVHJy+Mz0qIjf8ulZiWmZGZkLtqyeeehvV/tXLv9wrHTO5avz5gbnzBrzsRPPnl8+9r7jjq7RYmYxC6btMapENFe88ufYIpKTFLSjIo6vSq7knpkw6L4if/448LZsEEjJ1WLyeSB9jY8kn/VguNQePBmnmjFkXsrDl6eGpUWHRuzef2a5oDHa5C9D8B4Hapj5Pr0NL+FEXIKG4LKoEuql1eZFJRGn77OqW5wa90mgc8qbvToTDKylJEP1DavRaQVlFfk/kYpfAyr6C6Ir+aViqhvtYJyIBE3efVei8iuY7f4jbUOlQviWxRUt0lgUVBV3BKvRdTo0LYjhiAk12roSj3Z6eK3Onh11a90F7+TnvyKfuHYk3s/nn9zccPzc99LSyndNTe0iuMiyTGRfMXj5/tevpG2tIdwXOFwCs2QrSHcgA8043hdBIa7cLylC69r6u0YHGrqaBvo78P73/c6HfLXz19+ve/Gyqyyr7dr75xR3DzNu3xS/eR2A4uOm2GnyPbzFfaXZ9nfnCu9fb+CzZQo+DSvlacVvHLoS7zWKi9MxyxMs4buRVTNQYdabeEjA6df6b68SeZifbkc46YjP7woLjE7bCxOtYhfJWAWEAY2FcVr4jCKHqh5pVatJC/npdWok4kIlBWL5Feu3iosqf7twdPiMuqtu7/TmKK8vAoE8aCIJxRo7mjD3c56fBDv6cCJY+cgPoB3trb1drTmvXz2y6kTiFEmYVWY1RwfLNfL6LBOHvbYyRVFXe0NON7b3tvYh3fXdteUccvL+GVsHdvT7uboOY8LH116cimfkktmlai0HK2ag1ildQFYK6ORip+reFWoTiCiFdj1/L4ml8cmF7OK5bxytZLlagpwUduIzMWz9h6/ILAKcPwJ0rjt8dtpG7c8Z1TV94Q9Pq3dxAsgRB01CjrWAAAgAElEQVSRzySuR3WtbnOLU9uCyVsxSdhE0G/ITGt2iV0Gpl5GrQ876utrDxz+Zvy0+XPjMkaOnPjjyTMVxeV7d+749G//unvbhh+/ORBwGNxmGaIjgtYIzdbEN4srzeJKl4HdEvmMOQxcq5JmkpGBS19AfqPhl1kUVEC8TV59g1tb61CF7QqQ0+azimswJYgld0F8ICC3BqBmnwHYpGEVvc6p7ghb3CZBCJW7ID54rlZQjmiYclYhomHSS/4AmecgQ0vNK0U0TD8sCaFyj1koor6169gafpmEngcG5jE9p86p1gkrwDUjs5zSEtDXuZSQrELOfidl5qp4BVphsZZXSEzF24RuI8uuptgUhJ/cLCm3yioRBcWlF6EKjl/LbzGK+mGJh/ySdOFL5sUvmb8eqj67m3Ptm/Kfv3x39oCx7BnuN+L9TR2DXWhDDV8lEUmYdqO0CdOqK5+/Onfw0YlNpPs/kp+e17FfddZp9eqKwpK7WgPVrGc7rWKdlGLVc6x6rl5FC7g1Abemzm/UySlc6tt3L248vn7qzi/Hr/xw8N6l7y7+eOinH/Z9d3DDb7988+rOT4UPrl3Yv8dEYvZbw0QRkaZ+QF2Pq+simU9BXBfEjQ29fMeA2INbWnGoqYNnx/JF0vtlzCtvOLfyVU/JzgpFu8RJ8DDSRsQ1/9lXhEP1Q4bafm0IrAFd+EP5UKRut18bahHaa+iGQZWfaO6JrCGVf1DuJZKcCHLz4TLvkNQzJHEPil3DCxDsEN8xJHTikZlYYg5W5MElPlzsJTYCV6Skx03c/F81dMpwfakSl/pxoes904bLA8RRFSYqfMREPBIu8RKPBHuRGxe5cYkHl/oA3+LKIPw7RXevjMh2ErlwoYv4ugLnoMAxxHcMEg7hiPD7sc4J9iwbzkF7ycYhJqy4mEMAJMtGyMKKQFu1lsBmvr2hSIor/O/p5iEeKv31Ffac1kuFCK8yB+mhmwaYkRohkZd/5mkPCRpiIjgL7aoy4LJgd7WxrUyDC9zEyUgSsu1Btf5GEa5v7GfDfWzrAA/BRY4hgf09BwYiMEBrAnqJEiMM59uHeCix2EQFEaFO0y0DdEs/zQw2EU0bHWLCPSRDL9kIHtBDMhBeZSqx/gMDM+B+khFn2nA2+gGAWQixZ8LvqaYBuuUv0P2TtIl8LJqZ+IFEuHf4PQyykAGmzZ/Dc79gAfTFpf5+FgLQl/BUR34jhoQfMBj/8xMCQJegX4UfVwX/SwAekriBw7mP5xpmYJB6BQB4GIM/eKE59vdsOy7xDkmcPUK0V47i7iZrNdNMZYmLi2TVZZCQDknoEkaRiFag4JZKWUXUoicSep6A/JZR+pxW8rzi7UNmeY4TkgQxQ63bXO+1NfjQGjesk3LuX/9185ol2ekpMdFzgRoZiWWav2bFynev34Z9IRfqthhgo8akU0BCtrQ0v/LZ4xcnDp/YvHZjYkzCtMlfTBg9fuyIMePGjJ8yeeoXU6ZN/ZzQYydOnDxhwqQJEyYBDAb7CRMm/RMAjxkzbsyYcaNHjx09euz48RO/+GL6/PnRCQlJycnJWVlZy5YtW7Vq1fLly7Ozs5OSkmJjY+Pj46OiombNmjVlypSxY8eOHDlyzJgxkydPnjh+wsTxEyZPnPTv//a3Lw8eenDv/pNHjzks9u+Pn9y5dfubr48e+erwpg0bkxOT0lJSP580eeRnI0aNGDnysxGfffLpp//4ZNSIkRPGjZ8y+fOpn0+ZOX3G3NlzoubNj42OSYiLT0pIJFZiPEiTiomeHxsTBeZvU1OSUlOSwIRtYkIcMfobGQAmtNlIejOY8h1G2aS42GHQTUmIT0tKTE9OArVDw9ybkhCfmpiQkZKcmZqSHVFjwVOS4mIBPINRYYC1gH5B7DM4A+TcmOj5s2fNmD1rBnBBg3ebkpw4LBSDWuBhBk5NSUpJTgTjwQuyMxcvWvAvL8lsjsmuDzaK7F6qzsI22xWesC7UKHYGhJhPiPkkrqDSX6cONigCdXJvjT7UovE2qNx1On+Tpa4TaeqFG7rNtR10rY2mgYWw11LX6WgbsNZ3GUOtppp2jbuGY0CEFqfE5tF6as3hFrndr3KGDP4GS02rvanb3tRtDDQqHUGNu8ZS06p0BEHyswz1oY1djpZea20bIF6R1aV2hc3hFrUrLLQ4OQaEqoRKeHIg/FIURobGIobdUsTPgxwVQj1JaiJJTSVcdS5F/IYsKuaoSQrL/SLK40rWC5oQ5DkXifQ5TNmTSg7HGiiRmF4z5Pl8XZXKTtI4yuW2YrH5D5L0BU39mql7RlHeK+Jdf0O7lkO+kUu9/or06++l5x8UXHhcfPV55eWn5aduvzly4cGxX3878vO1Q2ev7P3hl50nft7y9Zl1B79fvff42r3HVm4/tHD1lnXb961av3X5qvW79xz49rujnW3upjodDFEN6nKXje200GBNhR9hNgZkvS3Q+zZrV7Oppx3ubIU7Wmz9vSEOo/yHE0dS4ucnxc5dmJEUKf6duzArcf+ezWdOfX3ixIElS1KiY6YmJs2KjZ8+6fPPAAB/MXXS9GmfA/qdO2fGrJlfAOfzx+iblBgbWR8SsDL+LEDKzEjOykxZuiR70cKMBdlpC7LTQA7WksVZixZmDKPvP23Wr1sJvNCbN60djsIiCoHXrdizfePOrWu+P35o/451e7atOnvyKwGrJOwxhtxau1kIG4nhVbuJ47By6vwqq57qsHK8dqHLxrObWaiJUIateqoT5gacEq9diJqYTpgb9sh9mMikIRGFIpEpX0hd6YTZdjMDZEELmK/0ijKTpgpSV4IorFqfvKMRagqoMIgexISd9cYGnyLsFNd5ZD6EV+uWhhwiD8yBtSSNqFDBe6cVF1k11XUeRY2LKAEG9AspKu1GRsghsWrI7bXGBp9KJSgUMXLMqmq3leu18Wvd8q4Gc3utEdHTxMw3ElYueIrDxDIpq3yIIOSQQIpKq4bssnCU/AKzqtKkrDDISpX8PDn3rUZUCGaP6zwyP0oYtl0WllZchBqowLndFND4EIFOUqqXljlNXJOCpBGWe6yiwXa3RUWzadkeq8RpEvoR+WCbr/j1nQ2L49ZnR6/PjluTEd3sgvGWmmO7t2XMn0XOy3EbVauzEtmVuY0+Y71HTZROeRW1brnbyrWoSbCWohYWacUlgN51klKVoFDGeafkFyB6WtgpDdhFiJ5mlFV5rILGoLG7yWnW8LeuX5yREr1kYcbK5StSkjNSUhasWbcrPnHRvKjMTZsPr1i2RcwUDjS1t7hrCx6+WhKTkTYrKW5afPTMhC++mD87KmFefGpsasbi5at27tx9cM+B/Zu3Xzrx47rUrOw50fFfTIueNhVSS1sbA3ZEa7PKvS5NfcjoQoQaQYFOkI+qK+yqKj/E03PKN2bFpM+cUP7svkMldmqldp3MjZhwHO/Fca429OWFkqM3pdkHK356YU9Yc3TS/AS2QNbR1h5ArWGrps4ix+SkGpjvMTFQPdmqrVJLSqTcAr2kymkShlA5GLBEtSydsMIgrjLLKaBRRsUt0QrKuVWvgA4GAp8DNimqZYEHBBFZDaYECb16USUkJal5pXYdW8UtMUqqNfwyp5br14i07EqNgW6yMeowrqnwN+vNs/qfjhcf3cnKvf3jwx/WPfz+SVhzx6O5a1E9dzt/NVpSbj3Y96aw0u5vwHFbTXMRjV5AJdUP9gXed4bxfqAGNwzgDT2EMlyD47U43jiEd/YNvm/pwju6eyGId+dqzoGtr3avEV88qbz5C/PsWfG1u9jb6qAo/ON55ek7oaUbX9OZ9S5rG6Iy9oTsBk4epq6uQfh+C9FwE4JVTrVETSOLGRyx3lXMN7+la8p5EF/juHjr2e6D39rtPovJbFBLYb2kzmcg/ph4JJC8WMF7p5OxXz19bNKprZARH8Ldbi+DyYVMNqczaLE4Ghs7h4ZwzO6rCTcGfbWw2WHU2utCnR0tQx1N/Z3Nva0N7e2NrXhvX09L47P7t+9eOW+QcYpeP+RRCxT8Cg+isRnVL54+ev7HQ7NJ19Xb1j3U0T7Q1tDXKDbJODpeC96GtTg5RkEj3lwhJt3Pvffkzb280hdKNbeg8A+5lKFTc/yY3qTkBjEDrOYiWr4TkvBp+aD3NeA1wi5I48GWHT02etmGQ29IVW34ohsvJu38etaOPdcL82r6mjC3HoZ49R41JK4yCircOkEjpquxyv0Qr9Upa8bEQQuzySWFlZUtQUinYHS21f504eeUzIVZS9dPnBY1Y0bUymVrK4rLo+bMnf75xGUL0x/d/hWzSE1yuoJbCvq3ghax3yQ0iaok1LdekwB0F1mVNLOcQjT9whI4MrsOBs7ByLrXIsL0HKAGuyA+aDyqwZQ1mDJgk3aELeAuYGCGVfRGj85nFQdsUpuGhhlYVhUlgIgbPGonxEG0dERLV3ILVbwii5IMzvtgoV5cLqTmQFISGDA2iKtMMiJNXckp9lpEPfVICJWjWham5zBKn+qEFZCUKDcySCstapKY+QZSVNo0FK2wGFZUyxm5PjPXrqHWY1I9vyho5tXaRE4NzaWlB618OflFJyzCMZnu+VXJ9e8Nd04zv9/JPXuQc+HIu+M7ybfOdCBqvL9xoLOmH+/V1gaqTFoRcQlNL5ayaj0QXo+YGW9fnN37x4/bc349WPzbd3rWqza/vK/Z7LJwFNxiRMcySMk6WXXYowt5NQY1VaMiwxAHMXExM99hEbhNIqdR4NTxMA0njGncNqleVO2B+AGzxK8TM189F7zJx12NHUo3bm4dVNb0S/y4sWlI5sKlToIPCUT0EGQo9hDaqSKAq4KDYteA2NVMNRqekmkXntEvvoBz2V1CO2G4jXhuP2zUQULIVRJk2y2w45E5236pG7e2tLGtRd/exnU13QJkQObq5MG4JtDOMnVxrR1s86DYMSDC+oX2AT7az0PAGuAhQNsc4BAK5wDnwyIo7s8FgOqvI5ew/g6y4H42DI44JxKJTFTUOoiiWgFGFPkIMIJvpZ5+NkyMzsp9g3yCD3GRo4Osd7xiOF7Qe5hmYsZY5OhjWgg1VeLGBRiRLMVDBzi2Xoa5l2EevkmAGQ/FxS7sOQ19SsFVwSEe2sswR75iRE3lEdW4gD8HmNZ+mtn3mm24WWh7VNVdrceVRAIToRuLfdTjvzUVKXC+q4cE4WJfR4UOlNwSG4kfZ6GdlXrZLzlE+S3PQXyzkQX4lgBdAbE+KMBABx4+CrC/5oE5hIv7rx/jnzdBYtZwbtZf1mUw0DssGv85G/xh0PfP80NMZJCFAPka52LDq58BDzBtf53n2IfY6CCLePAgC3nPtPUx4D4G3M9CBtjoANdOXPKIXPUgLkAA6f4j+/qwj524bqLwE0tGKPkAj//yusu8Q2L/gNDbx3P1cBw9HEcfjyhGwiWBYS/08JAwMQMs9uIC4qf6nou+F9lxrR83BduUFgdLaKYxBEUFtHcvuWVvheQCITVfLSb+/TXLKc6IDyVyNa1CTMtXcsstSiZmELlMctQgcZpVdR7YbdXwqGUFOU++++bwquWLMpITMpIT5s2cNmHUqKkTJkTPnvvLuQtinqi5rsXr8GnkOp3SoJLoGGQWtYJa8Cbv4d0HF87+vHvbrtSElC+mTPt80pTxYyeMHzsBiL0TJ06eNOlzoAYPb8aPnwiE35EjR48aNebTT0d88slnn346AgjCo0ePnThx8rRpM2JiYmJjYxMTE9PS0tLT01NSUhISEgD9zp49e/r06VOmTBk/fvzIkSNHjRo1fvz4zz759F//x//8P/63/330yFEb1q2/fvXa3dt3Tv3w44ply7MyMqPnR30xZer4sePGjRk7fuy4CePGfz5p8ueTJgPcnT93XnxsXFJCIlCDASQnxifERsfEx8YlJyalJhORUWBiNjEhDiyAxEmJ8WC2FuiuwIGcEB87TLYfS76JsTHJ8XHpyUmgcRckYKUkxKcnJyXHxwESBsbptKTEzNSU9OQkAMnpyUlgn5IQD8aGgXU5LjYajPtGzZ8LxOeszHQA6okJcfFxMfPnzQFu7YT4WDDom52VMTwGnJgQB0g4LTU5Iz0VVASDVqR/kTuDKk+N1Bng21xizKcPN0F1rdpggzbcpPTXiRx+ttXBtbkkrqDUHRI5/HJXjdwRljvCKnedPtBsDLUagi1aX6PKXafxNljruzxduLN90Bhq1foaoRoCVqWIV++r13nr4Lp2X9eQo6XX2znYiuM1/YTeq8ACDI2FJNOD4CtQgARc0JaaVrndD6RjisLIN2FaT60CC9DVZrrazDWiDI2FojDyILvA7GDpYLraHDlaK0RaltbO1KDVEqiEqyZJzQKTl2twlYuNr2miEqmBokfLFaZctuIVXfKWoywQaOlGN9B+y+XWfL7hNUOZy9YUi6wv6ZrXTN0rhvb3atndAs71N5QbudTbeYyI/Ft+4XHxhSeFvz4p+flh/g83X5+49OjExbtHf77+5RkCgHcc/2nLkdPrDny3evfRBet2Lt20e+m6rUvXbti4ddvO3bvS0lJsFk17q72pThf0iENucWuNqiWsbAnKuhu0nQ06l5XZWqfD+92dzVa839/WglKq3+zfvWn1skUZyfGZKQmZKXGJMXNio2Ymxs1OS45atChl4cLk+PiZc+dOjoqeEhM3fX70tLlzps+a+cXMSOnR/HmzYqLnxkTPjY6akxAfnZgQA5zPSYmxYJ8Q/1cBUmZGMlggCmvpkuzFizLBPDBQgJctXfBP88AgC3rtmuUfDwMPNwODzfZNa/bu2LRt08otG5Yf2Ln+0J4N53884oDlPkzjw5SQmqFTkBwWHmJkGZSVdjPLoqOgJiZmYQNHNAIxbEa6VU/1oAIAwx5U4LULEYgBqatNGhJo/fU7hAhEgw0Uq55s1lbDBoqEmwsbKHYzw2akeu38Gq8s4BQRm0jhUMAuqPPIPDDHh/AafIo6j8yqqQaOaKO8TCMqVAsL9NISi5qQdl0WToNPVedRoAY6EIQ7602InhbExIBy1cIi1EA3q6plnHeRWiOJ18a3ashacYlKUKjg5UvZbx0mlkVNCthFtW45rKWgBrrTzFbw8rXiIoOsVCsuUvDeqQT5sJbkQ3hhp7jGJQFv0o/yQS0wGAZ2WTi1brnLwjGrqlE9M7LYIUzhs0lsWiYkp/oRuRMS4Z1BjaBq/6ZF25Yl7VmTEf/FKEhI7wm7Gx3WH7/cFz9tMqe8SEgqXZ2VKGGUQHKqWUl2Wvkht8xpZqMGulZcAikqTcoqRE9r8KlCDgkGMWEtxSiv0EvLzKpqDGJ6bXw/KnTbhGEvoYe0NdpfPru1ZdOypKSojKz0mNj4BUtXp2WtTF+4Pn3RpqylO1ZtOJKYtu7q9d/tSAi1ho5/dTY5avHuzUevXf79yrUnV+788fRt6auiiic5ucdOnty3b9/+nTt/PHLk+Pada5JSMmbMnvL3v1/64WTQYfM6LR6XyWJV+PxQQ73NiUmNajJmYXtgjlFa7tbznRrBV5tWpM/5PP/xrTavzQ1JzQqWUkBva23uHcLPXC/adbL8+F3H8Ydtxx6FbxSb/3V6yu4TvzR24hqVPoShdaihO2QJWvmIutogJz4DsIFw6RtlJL2EhOmJ7FlMz4FVdLuOMKAGbIQ12qqkcSpfssqfM8ueKdhFbpMAkpL4pByznILpOcBx6jELHQYucDuDDiQJPc+ioJpk5A/twVKqS8Ozq9lmiOlBuX5BAfz8quyHL6nH9rBfXv/17sndT06tevnL72EovyN8XsYvam3ZWVq5+M7jxzJ9GMeVsNcZaKCxeT34YFck6trf3qKwwTyNXoO4Aq19LTgewHHnEO7q7u/C8aEBHO8Ywrv68WCwTyngXDld8PWekuNf0s/+pLz9u/ruW9YT4YUr6NWX7+cm3TBb8Dr3ACzWuBQCl5LiUpKCZp7HKLRIGSp6tayiTE+lOVVqs0mntRq5IqlEYRSKDXnvyMeP/lRVxvY5A1aDQa/g2c0irbzcrKuQCV4qhHlqCaUo94XDAtX4PfjQIOFnxiOW5t6hutpmG+xwOf1Ou7e1uaPGX1sXrO/uGPK5GrxY2I+FrHrYqNBqJVIhnVr27vXRvdsvnj7mtqoiwi9fLap2wSohj261GIUC9s1bV357dMfmghu7m8RGSSG9pIhV5mrxyDE1SU4jqxiWetTfGeRr2DlFf9x+eInFq6TRSvjcKgmXHHSamkJYncfSGkQNEhqPmgep6F5U7ndpKqreBprD5x4+HL9o5aKz11ld+NfFrDGbD87ec+Dg7VumWjfshcIhU9itNkurZNRcJaPIrmQTfR6wtKfW0hU2huzioF1q0TNr/WYc77x85UJGVubuA19Nmj5/Xkz6zOkx8+fE7t91YNa06QvSU5LiZt+5crYhaLVpOCYFxaKgOo28MCz1QQJEQTOKKu0aJuDY4cZdj1nogvjgE9gRtgCrc4vfCD66ViVNL6oE9ma7jm3XsSEpCViXgVyM6TnEfzqNPKeR1+I3YgaW1yoIohKHkW3T0DwWfgAR+20iWE11QhxUxzDJqzEDq8YhdxjZEsZbAfkNpuc0enQOAxfkPNc51e0hs5JTrOKWeMzC1gCE6YkBe6OkmpT/MGiX+lGhVUO26aiojmZRVts1VIus0m1k6fhFFmlFwMKrgYVeA0tJz1XRXgcMZLxeF5YWk698bXt5xXTvXO7mBdC1U/zTh1/uXmcvzcF7GnvrfW0dtW0DnVSNrBLSVVuMUFOtq7UexixdLQG8vwlv9/Fe3Hhz7tDDbzaVXDlWdO2YX1LaaROgohJIUOI18YjyYSXZoCBbDSyjhiYVlGgVJJW0Ui4sFbMLJMxCogNZWG2V0VAdz6piqbhlsIIK8atM3CrS7w/L797HPc2dKg9RVqQID0gDuLauX2jHJQ6c58C5DpwTQRde5CbfSUishO7qjsiwXlzu72RZ0dcs8fV3qttFyHN6U5WWsBZra4mkZbG7j4MQG0WAcFYrAt1MKy52dzEs0mvverjwoNTZw4U7WWZc5u7jI0MS55AQGxQQ6DvIRwd4CFiDXAJch6F3eDPMbP+1GzkCmX9FH7Ng4mER0iPE28hmEJzkorjAEYFeJy6IDPeKnLg6RFivBZj8aq7/LY/gZLlvkIt0UY0EKks9BFjKPAQzS92E5VjqxsXOAT7aSYcI8lf4uBeeNVQoiSlfY/0gH4180f8YNwWypiRenO/oIRkCrznmu6XQ7WLnH9S6PJH2WoHq8jvClK6qbS1Vf1B9+a5+mpWowBW4cZ7TfLe8oUCGCz2DLOI7+v8BwMKPMrEiP42PGXj4h9bPsHwAYBahFX8Y2f0nAAYFwoB7h/VwwiJOLMKnPUy/HDvOsQ8wbf8BjCMniUdyMeJeNgrWEPdP2/OfAPyBfsV/zm//CbofGDjif/7/BGCpH5eFAO4Cn/Ofs75EOfCHAiRJgMh/lgaJR0pDBACLiG4nQmGWu3Gtr0uN1kr0kncl4oIiXsFbdlGugERQrlpQIWMXEymSOrZJRjZKqpWcUjEt3yynN3iMqE6A6gRKQbWIUaaTMIxytoRTzSYXleW/unP94rHD+9euWJQcFxUzd9ac6VPHjxwZ+es0+6fT57kMnt3qMOksCpFGKVErhAohm8+iMknl1Xk57+7euPPjyVNfHz66fOmKtJT0WbPmjBs3YcSIUSNHjh4zZtzYseMnTJg0fvzEsWPHA8kXnBw7dvzkyVNGjx77j398+ve/f/LJJ5+NGDFqwoRJ06ZNmxn5NWfOnOjo6Pj4+ISEhNjY2Ojo6GnTpk2aNGncuHFjxoz57LPP/va3v/3bv/3b3//+93lz5mZnZm3asHHfnr0H9x/YvnVbWkrqpAkTJ02YOH4sEVk1fuy4zydNnjl9RtS8+XExsUDXTU5MSklKTk1OSU9Ny0zPyMrITElKzsrIXJCVnZ6alpyYBOg3LSU1MyMNGIbT01LSUpPBAlnK6Wkp4ORwGBUxUpuUCID24/FdwK6AeFMTEwAbJ8bGANUXMDN4fGpiQlpSIqDiYQYefs2kuNi01OSU5ERAuWAYGARigfNAzo2LjZ47Z9bcObNioucPPwbgOnjnw4IwOAkYODuSBf0vKl9Y4QnK3QGp0yd3B9T+GmNtk7WpXR9uMNY2qXxhvs0hRF3aYJ0uVC91+jS+Oq2/XhdoMISajOFmY7jZEGoyhJq0/nqopsXe2uvuGoQbO9XeWo2vDm7s1Lhr9L5ae1MnFGwwh5vc7X22+jakoV3vq9W4Q0qHX4q4+SaUByFyuxcKNiiwgC7S9AvIWWR1CcwOHmQH0dB8E0ZXmykKoxgmsrLKhaoKkZqptfIgB1NroyrNVKWZJDWV8bVVYiNFbinj6/LoMpLULEdr+JDnHVOeQ5NUSE0MvYOkhEuE+nIJxDJ6ZI6GUhFUJjaViS0FXP2zKtH9QubjEv5LqvIlXfOcqvq9WnK3iH0th3z5ZRXhf35LvvKi/OLTkgtPCs89yD19J+fkjWffXn164tKDw+euHfjxl10nzm8+/MO6A9+t3P3Nki0HF2/ct3Dd9tiMRbsOHU5fuHDLto3p6fF5uU/bW7w9HVhjjaYhqGyu0TQF5S1hZXeDvqte19lgeN9m7Wm1dTTBgz2+jmasovTpzu0rUhPnLUhPzk5Lio+aM3fWF9HzpsfHzI6LnhUVNWP27MmzZ0+eHz1tXtQXM2aNnz3387iE2fPmEpFXw8FX0VFzYmPmxcXOB3ov4N7hAeCU5PjhAqSszBSwsrNSFy5IB/5noP2CAeBlSxcsXpS5fNlCcHPVyiVg6HeYfjesXwVEYNCHtGXzOjADvG/n5u2bVy1blHpk/9YjB7bcuHSqo8mFmsRuRKZXUPUR8y1m5orYuQphod3EwcxcFGJbdXRYz0AhNmhCsuroJjXFqqM7rXynlW8zMC1ams1Ihw0UUC2RIC4AACAASURBVJislZUgEC3oEoMIaIOy3GvnE57nSP1vfUCJWZgGZTmkKEcNxORtc1AdxIRhp7jeK/ejfLOqEtZ+CL4CMIwaqA4Tw6ohApBCmKzBqwEDsR6rIITJal1KkAtllFW5zLwQJkN0DLWgBNYQoigREAVxAqjEYxVY1VS9pMJnEyE6hgPiIDqGgltokFZiRrZBRjR2WNRVFnUVIGGHieGBORhEBwzcEtI0+pUemONH+QCAg6igNagJ2cWojlbjkLcE9JieE5k1rapzalEt1wWJOkJoRwi9fvabzOipu1alR03696s/HsZbw3hbXdCiO7pzS/KsL0wSfv7v93asXuQ2y1T8ciWviEgX88h7mqy9zbAPEYAxZrOq2qajwloK8Ht7YF7IIXFbuWZVtUVNclk4RFezV9PWiFog4ddHdy1fmZWUGpeQlnLwyLHXhRW/vy7d9/X5jCU7EzI2L1v79YbtP0ybt3Dn/jPHTlyLT1y3ZMm+bdtOfnfqzrEfrp/46c7pq/dPX7t96e69b77/9uChvbs3bzi6a/vWhQtWxMfFjp84Y8SnNpW8vcZn0cn+V+x5IGjzBywms4hKy6OQc2CrsCYEoSYhoub5TcpTh/dkx8764+aveFs4bFfXOnVBVGM1aju78T9yJV9f4K4/Jvv2MX46F38mGzzxnDU6afPPD4ob2nAhX2JWSuschrBdYdfTteIilbjQKK+ANbQIu4pcEB/M7mr4ZbCK7rOKnUaeQVyl4pYwy55xq14xSp8KKbmIhmmSkcH/+B0GLig6UnFLpIx8vajSrmM7jTy7jm2UVIM9KKqxKKgKRhGmZSDKKr+kVP/wF8P1U+yTB0t/Pfbz9W+23Ph6d9HdSrzuba3rpkH1R9B9gFy16N79U9V0dAi3N/W6fE0V5dQhHG/v7lIZNHklBU+f/1FZWclgcguKK569LXxdTnJ19TTgeBOO9+BEFFitq5kYie5+j3e1mMveFP/8bc6JQ++++77i3LXKs/eLbpJvPMZu5rXNSzun0XX44XCH24EKKltgXqNN0IjJukK2Zi8Ci0UKEsXK5LrkYlhDC3sVqFnixxCTEjJr7LcuPv7h6E9hdx1msiqETKOGKRG8U8vzlNIcG0TyIgp2dZFFI+1ta+hua+pqa37f3eXzeFub2wbe426nD0MdiNmmVaooFVVyobQkv+zdq8LSvLLS/OK8F6/L3ubmPHl06uihW7+efvHbVWbZO7OCwyHnuWGFRkplUYrKy/Nr6oJDeL/NAf/+4sm5i2ef5PzOUws1mL4N76oUksuEpCJu2ZOSZ214t8AiKWMVGxwaPaq6dOv8i9eP9HpxWVGOVsZRCuiIUdYaxlRCEmoUhN1aP6aUcEvEgmq3D/294N3nmQtnbN1/Wwxdk5hmHPp25p5DS7//TubBvM2+9q5g2KupdyhcWjqmZgatMi8kgjUsu0mAwWK7Tepx65pafB3dDRXVJXHJ8V8fP7Fj78EpM+ZNmxkzZtSU3NeFBbmFcVHRUyaMmTppZMHrR25EbpRRTAqKXcf2WPg+SODUsh0ajkvP1/JKHQZuwCYFOW2gZReUGwHfMigHbnBrvRaRVUnzWcU2NQPTcyApCTgaVJFaL9BlDaKzQFuSmldK9AA7FaiO0ezXuc08OTvfEImCxwwsh5HthDg2DQ2Iw5215nq3yqwgqbglkJTU6NGBkXgVtyRsV4RQeZ1T7TYJ6l2aECoHdU11TjWm5zQH9CGXosajctuEThOXGMfQ0onAZzXNLK5EFRS801tnFTuVNJeKXmfh9jk5ZtLdvLNbZA++l974puzwOu2Vk8KzR1mnj+NaGV7r6/Y7+t93BdqbaHp1uUYOt7di7e0NQwOdQ4Nt7U2D7c14dwte78XrPeqch9UXT744vKXi7JGq80fqaHnv9ZxaHZMQnFGx28jSCEvV4jKDiiQTFatk5UppmUxQImLli+jvZMwCA7/cKqNZlUxIRjNKyIiKrqIXmNiV4oI3BVeu4u7GXq13QBMaVISG5CFcEezhwrjQjrNQnBlZLDvORIeYCKHpMWw4F3tPt3aToX4GTBCCPIiLvUNcrKVM7c/hQXfLlFfe6W8VB97wCarR1uNibzcZIkY6BS5cFsB1DX00i/RSruX3aiIVOaI297DNzSR1FxPqY1sGeLZ+LjzA+bAGuTac0FqRQa5teOEc4uSHxYZxNowzrf+82PAQyzrEsg4yLYNMC9jjbBjs8ci94C7i6VwEJFSBL4EL7IR/WOQgKBdudbygqW6866FDuK2NmK1lWXC5p5+HvBeg3RxrG93YzoB6ebYBETYgwnp5NlwbqimXC6/m4FB9B9OEmxv7ODARmgVCmHmRVl5CiHbiQieRRyV0EgK72N1LhWryhNgfFOuDCt9rbmcVhBtaca6rvcJANOJKgkMsjMhGltfgHCfOdgjPv8KFPlzgjXDmRyHPYNAXHIdVXyE29Ocivq8Pk8B/PutPDB4mYXB1AFw1wLmEKRqsvzT2YdwFm4+jpIlA6Y8unRAXUwi+BWLvfwnGIOuLyLv6M/IKyN3DLUdEoZHYOwT87RIfEdQs84OOKKImSuYnLs0ogsMnByXeQYn3Q4kUcW84QrZBUPw7LPwSbcDD3CsP44oaIlpMQaSLRWCYGB3vF2P9cud7rafX4LRUssxUlpnFhLgMA59qlFCsSoZdx9VwS8SUXL2gPIzIwohMKyiXMYvMclqTz9TsN2MGgYJToZVQUaPIYZI7rUqlkEYqzX364Oa5k0d3bFy9YmF6Snz0tMkT0hMT4+ZFzZk+Oz0p7eTxH6rLSCadxWZCVBKFhCdgUKikikpyZRWNRK6urCopKs7NefP44aNffvnlyJEjGzduTE9Pnz59+ujRo8ePHTdqxMhP//HJp//4ZORnI8aMGj1m1OhRI0aOGzMW+JBHfjZi5Gcj/vHvf//3f/vbP/7976NHjho7ZtTECeOmfD7pi6mfD7cNgf3MGdMS4mMXLcxes3rl9m1b9u/b88O3J04c/XrPju0LMzNmfjF17MgR40ePmjpp4sSxYyaPHzft88lzZkyPnT8vNTEhOz1tUVbmoqzMJQuyly5csCgrMzs9LTM1ZUFGOji/YsniVcuWLl24YEFGenZ6Grg3KzM9KzMdwCHYAyT+GIwBBgOhOCUh/r9cAHfTkhJTEog54fjoKHAmPTkpMzUlIyUZaLzA9hwfHQXYOC0pEazUxIQPLxtxLAOCBaO/aanJ6WkpYA9YPS42es7smXPnzIqNiYqNiYqOmgdKklJTkjIz0sD0L8DmYR0YwHxGeuq/iOxuMeZRekP6cIPKFxaiLiHqUnpDAsSpDdYZahqJu4L19vYeuLFd5vBZGzqsDR2W+naopkUfbNQHGw2hJqimRe4MKt1hrb9e66+XYn6+1SlzBKCaFq0nbA43eTv7LTXNplAj1twFYqv4JlRoweR2r9YTVruCYtjJgxAehOi8dSpnSGhxgipgMPErt/t5kJ2ptQLJl6YyiWG3wOwo5SuqJFoAwCwdQlNZ6GorTQlT5JZciqhcoCNJzWV8XblAT1XAFLm1iKfhQG6W0UXVoJUyc4XUVCW3VEgtxQLDS7L4jwrew2L2w2L2kzLekzLeo2LevSLO43LxgzL+nULWtVzKpReVvz4vvfii7PKrikvPSn9+nHf6t9ff3/zjxJUn31y6f+SXu0d+urX3+ws7j53e+OX3q/YcXbLtq4Ub92Wt2ZmxYsuiNVvTl6xctWHDus1rExLmXL74Q2uT0+dUDfa46kOqhqCyKayucQtbwsr+VnN7jbatVtvbbOluRvo6XE211tKiJ7t2Ls9Mj1qclbI4Ky0lPnr2tM9nTpscFz0nKX5ezPwZSUlR8+ZNmzV7SnTsjKjomTNmTp4+Y9L8qBnz5n4IfJ43d+ac2dOBCzomeu6w5AvoNzUlIT0tKTMjJSWZGAMGtmegAGdnpQLn88IF6cOS7/JlC4EmDDqQwHFNpAoYHDduWA0AGBQCgw6kHds3bd+0Zv+uLft2bdy6ccWJw7sP7dmQn/OouRaFDQK/Q4WaBE6bqKcFDbkUUl6eQljos0t8dokLFmBmrsPCc8ECu4lj1lANimrQ+mNSUyAVGezNWnLECy3QyUvFnDcmTZUH5TlhNmqiuxFu2COt8cpqffKGoMqNcPWKMq2sRCMqdJqZQPUNO8WNfmVTQAVSlwFngkgqm46MQXSXheW28J0mLkh1rnOrQCQyomNgRrYXFqJ6pkFaaVKQCH0gsnGauDYtHYRF17lVThPXqqbCGprHKgDVR5C8Wkh7o+AWElnQGrLdyPBHSoCdZqbXxgWUazfSPDAniAnB26t1SwEPhxyiZr+qLaQNoiJESw0g4paA3mHgcqteGcSkgRZ3g9vgNArxjnDhszvbV2ZtXpqyOH5a8szRfrM8aFH31nh8kPrAxjWL4qOCMPTw8k9fblvbUWPHjHyTguS0EqljjX51bzMcsIv8qLDWLUf0NIuaZNMRlcWwluJHhc1BrR8V6iSlGlExaqDDepYbkfW2eXJe3t6+dUVScnRSemLm4sXHfjh3/NTFdduPRKeti0vdnLn8UPayL+NSt63Z/O2aTccWLd4fG7du0aJ9UdGr50StTF24I37BxvV7jx4/f/Hw9yd37Nm9ddPab7/af/3MyXVpqZmz50z+f/710IZ1PbWBWofFqhPX+Cx2m9JikqhVDL6gQq6g+fxQMGTRqVm1TkNbAH1w+dzKjITTX++vxYxugxBv9dai6u46H4fOO/bdb9/9yrz5tvXEw+6rZPwyt/8ar2HHjepJ2QeKGEaTNVCcVyRmkZ2QiAjENrP0igpQ5uyChE1eowvi29SMyL+7BSpuiV5UCQZ91bxSISVXL6oEdwHDJ6bnoFqWVUnT8Mv4pBxW+XM+KUfJKTaIq8AsJYgj8piFAZvUYxYSA5kqajMqrldV2wruMU7spn6zo/TMgVcPTh+8993GnIvPGqwcfOiqSv4bZDwp4a14+fu+d2+VPf22tveIp14pNTmszq6ObgaDVlZeFHA78P7+9/UNNajDh9oVGnV+ZcXbqio4EG4fwNt78J4uvKVmCO/D++vb8famRrPczi5jPrrx+vvvXnxzKu/ba6V3yc+KQ0dvqb88VXj7ThGqgzqchkGfusXKqLUwHFpKjVPTHESJPi023cymG5ilmKakxkH3mJguowxWqOscteQC+tZVOzywy22zKsV0m4mvVVaoFYVaZYETZnXWojJmVXXh6+aQu87vtJn0Ro2Sx2JSq0livqAoL7+yuLTobd675y/e/PGUS6G+e5WrlqkELA6jskrMZDy4dumHIweq3r1QcsgtAaS73o3qRHxaYb3PbFSxyotf+QOOzr6O7v6ujvcdXQNdZqf1dVHOL7cvlrMrxCaZCJLSFKwiVgnW4kYaHSw9T2wWkQSV9d21tR0hKrvy0e+33+Y8ZdMrRGyyRSP2IXpW9Vsho9CiZZk1dAmnuK0WMUNSuoCdtmnT5KXrtt55lu9unPXV95O37U37+hgTsYb6mp1eEwLx2/zaTr/GqWXWoPIQpkIggUHPNZrFFrsW8Vt78fcUPnP8jKnfnj1z/c693fsPzZsfN2H8F+NGTy0rJh07fHzWtOnzZ02bOmkkm1zgtSstKgaiY7lMXLeZh6mZZnG1VUrFNBxIXGXXsX1Wov/MpmYA8zO4BBNC5SC2ymcVt/iNDW4tcEfDKnrAJgXJzOBZwI/gNPLqnGqfVQxJSQp2kZxVaBBXaYWleU8vAcrVi8t1ojKNoKTJp/2Au7wiu57Z4FE3ejUhuzSAEK5pnbDCpmbUOdWIhill5CvYRXpRJXgnIB0aQDgxVGzkhlwKn13S1WSr9aqDdmm9R41o6W4zz6FhYGo6Iid3+g2YnGKXkTs9ukYzu/LmIeqNfYrfT7IuH+RdOqy7f57763HBtXO4TY+H3HhDuK02YHMgdJWCYTE6ertr379v6utr6urp6u4d7Ovtb2vtqwnhYT/eVo97EMnjW5xr5ypOHpJcPcU9f9Rf/qwL4tdBnJCRFbLwfWauSVmllVbARqZMUKSWV0QSHOlGGUkrKNfySnW8ChW3XMooUrNL9bwyQelzHb1YU1n86LvvcSzUb/D3Kf39iiCurBkQezpZ5kGBPTLjiuEcR2RhOAsdZNgG6HAv2fRhAJWF9pJNvWQTQV+yAGHKFfvwiETZVKTAnlBVl98Jzj4LvRE0FytxvguXh4aYCCFgstAeilF9Ox8XY3Wl0h6maUiA4io/LnF2kHX9bGs/2zrI+rCGAJ0SIvBfi+DV4QUAmAXjrP+AwYB4/wmAP2Awx/bh6eC5XISgQam7qVxhflguu5IjvvhSdeMd+pRcXyKtLRK3k7Q1hSLTgzJPDouQfAlFFxkQYYNS56DU2SeMuGTlblzlwxUeHGnt5FiYvzz1FApwYy2uCbwX2fv4xGguYb3+z0vuAx5pgpBBmZPY1UM34bomXFXXx0C6qVac78ZFPlzkG2BjhIzJxoa4zi6KRXG1gLiL5yKuRHAjjm5eJODqIwAeNkL/Rb+A7YEDHDz+r3qkP3n4P7H6sN4O9PN/Pg6/AnhB4ujA+c4P6yMA/kC/HyvDEVQe5DgG2BgA4AEuEfv8IflZ6Ca+O5GHuM4yTL8SH4G7/xmAPzr5zwAsCxEADJY0SHCvJEC4neXh/2LJwgQAS4gvgUu9A2LXe5lzQOsbgHwBjspQSdNVkSwchppewS59redXtflMRlGlnJGv4ZY4dGynnmMgppBIbpOo1qlrCVh8sFwnIumkFFjHRQxCzCRR8sm0ilxKWW5F0cubl87s2bp25aKMRZmpM6dOnjV1alJc/JLsxRnJ6SnxqQf3HHrx+0sOjSVkc/lsDoNCpZMpTCqtqqIy7+27spLS8tKyqqoqMplcVVX15s2bmzdvnjlzZteOnevXrluYvSAxPmH+3HnTpn4xbszYT//xyX//P//b//Xf/vv//L//B+Dev//t30d8+tn4seNGfPbJ1CmTY2Oi0tNSFi9asGb1yi2bN27ftmXrlk07d2w7cvjLc2dPX77068VfL5w/d+bM6R+3b960MDNj9vRpE8aMHvXpJ2NGfDbzi6nAbwyGaRdkpC/MzADcu2zRwuz0tMXZWQCAgSF5QUb60oULlizIXrVs6ZoVy1csWbxkQfaSBdkfCDkjLTMjDQBwdlbGMPcuyM4EMJmelpKVmZ6ZkQYMxsnxcf/EroBgh0d/gcALhoSB3puZmpKZmgJ0448BGLxOamLCx+tjG/YwBoMNkHPTUpMTE+Kio+aBVqSo+XPnzpk1Z/bM+fPmxMWCIBligBloxQCAh0ea01KT/8VU2yx3+iV2jy5QB9U0yZ1+lhGmaiAR4jKEGiz1rfpgvbW2xdX5Hmlol2JegL5af73cGRSjXjHqBSZqwkcd4V42hDL0MNNgAwys9YRNoUZvZz8Qft3tfUqHn623qpwBKeIWw04Z6pEibqEF4xptPAgBidAgFNoYaDSFmoUWZylfUSZQVkt1fBMmsrqqpboygRK4oEVWjxTxS2w+HuRgaGBCBFZYKXJLCVdTLTGxtBjX4KIp0XKBsUIIkRUI2+iiqJESob6Aqy4WGAD6/pZPfVTC+S2ffiuX/Fs+/WmF+DVF+aJa9rCU/1sh+3YB82Ye/fpb8vVc0tWcqsuvKi6+KLn4tOjs/dffXn/yzZX7xy4/OHrxt0Pnb+w/dXHfyZ93HT+z6dD3q3cfXbbty0Wb9i9cv2fB2m0LV23MWrZi0fLFC5eknz/7dVODzWUXdbfa+jqRhqCqtUbT02zqqjfgXXZ8wNvXbG4Na2EtpasJxQfrq0qeb9u8ZNmS5GXL0pLi58VFz4qZPys2anZ8zNy46Dnz5s6YNXPq3DnT58yeNnPW1JmzPp8zd/q8+TPnzJ8xe840AL2g9Gi49Tcudv6w9puYEBMJf/4AwEmJMaAD6eMZ4GEReNnSBaD+d8XyRcuXLVy2dMHH6Lt2zXLgf163dgWIfQbHTRvXbN2yfvu2jTt3bN61df3+XVsO7Nl87Mjer/Zu3r9zrVJMd9oUqEkcdGnciMznkHc0WEMuBaSuRiCGBxH57BIvKgabgEPmggWwnkFMqHpUfoyII9JIyjEz120TmrVkr13ohNmQulIjLVZLiqS8typxocvGAZ5nHyYAG420GBCyy8KqcUl8CM+irkL0lFq3tDWsbQlpQCUSCMEyyEoNslIQEA3Jq0EclB8R2w0sk4IEa2huC1/OKTApSCYFSSsq04nLCXEgUvALyasJmDRxg3YpZmTrxOVWNbXeo0b1TJeZ50fEqJ6pFpSoBSUW1YcMLVhLMquINmAMotd75XUeGahocllYXhs3iAlBObAP4RFTwZioxiEO2cV2PR24Deuc6mafwa7jdtWiXTVYW8BmENH3rl+yeWnGugWJ0ZP/wSx+FoJVzS5Lo8NiFDAPb9u4LDmuBrVcOHF419olYUwXtCvtBhboAXZZWHUeGVC/Qw4RrCXZdGS3lQ0yqB0mhtfGRfQUJT9PJyn22vgmGbnOrfPbFD8e27tyaVp83PyUtOT9Xx754fzlZet2L161d/XmY0tWHlm5/vv1m88uXfFNcvL6dasPbFzz5c4Nx5dk7chI2bx8yf7TZ+8f//H6z9cf3Xuas/vAl3v27Nm8esV3B3cf3rx+ZWrqnHHjJ/7tb8yS/IBVb5Zxw6i22W8OIEqzhmlQ0mwmvt+ja2t2NNSjqEXU5Ifwvlp68esty7PXZKeKKeU2CXuwBuv1Wcw88pUffli7bNusmK0/PVDdKeu5TMLPcfFNL+Bjxa7dt+ixq78rZxoNJqy6rFghoNpNgoBDhkJstaBEzinQCirNEopOWDHc8QtJSQZxlV5UqRdV+mGJgl1kllOCiKw+0vcLUohAy4uCXSQgv5ExC4Bn1WnkYZFa1IBNCgqEQYi0U8tsRsWNamoN6ZXs8re8H/dXnt5b/OTc/fxrB/KuvGpDX7b5bqLmRwhyTaNJvXt9e2FOdThg6+uHgw0w7JGyZfh7vLqsistk9LY24+/f4w3NPr5YU1aOSkV+N+z2oU+ePhAIxe1dQ23t+MAAPtiP4wN4R3MX3teJDzbhbR4TOa/k4s+Fp37KO/Zr7i9vnxa6v72nWLXzMpkiu3/xJ4ekosFQ1WytDhgrIGm+WUexW0X6yBR00MyrgzmNGM1vqbCrq9XsCotcFrZ7XWbs0M59OqXM44B0akbAo3DZBRY9lQi607Ma3AYZo/TM13vuXz5359LZm7+efXT7xpsXTxViQX5OztcHD548euT4lwd/+fHky4f3K/Levnn+vODNG71cyqgqP3PsyJtHtwM2PaIWtPphj0nmNIjDmM5hksNaIYdSKJMwWjsa+/H+fry/sbu5C+/uxnucYZfSor5w68K1x9dpErrarpNaZd52P1fPV9rVP9/7paavrqanvhfvNdkNOrOKy6HfvnGxNO8ll1JqkHHUQiqr+o1Fy7KbeI0+fb1LF3ToahuCvzy8PyI5feOV30Tv8Zlffjdq/Y7YQ0eecdme7kaulKaWkdxGVsDEDsE8t5kH61kaNV1vkrjqXLW9zYHu1nIhP2bJ4ujs7Gd5BRlLlj1+8uzzSVNmfTE7OSFbwFXs3bF/UVZ2fNScT/7234TMstY6WwCVBVBJyC71WgU2OVXDLlazSgyCqlq7AjjtPWZhEJGFUHkQkYHEZj8scRp5PqvYZxU7DFy7jg2r6NSiJzJmQcAmBQ1JTV49sExbFFQAzMCq4DELQeOXnJ3/8v4Zg6QsjElgNdmqIhkkZc1+TU+Dxa6nq3gFsJrsg/lOiBXJcOaDzjBISgrYpC1+o0lG5lW/NoirjJJqo6Q6bFcEbNIGt9Zp5AURmQPieRCRGxV1NsJhtzKAShq8GmC6bnFrahGpQ023yUgBA7fVoXofMFEe/0y6uBd6epJ2YRf06oL8yU/39i1XvP4Nb/Dgdf8vX28ZXNeVb/v2h/c+3arzzjkN6XQ64MQsWbZlyQKLGYwys2OKk5hix3bMzMwksGQx7q3NzMzMzFsMFkvr3bmno3b36XurZq1aWlp77S1HVdFvjvEfw4H0h5HJEY/XgSXjDX5PP4LYu8Khrs6hDwMfBgYH+vr7u3uCbnfY6UL6eieDPiTsHdfLm84fRZ091HxkO+fK0eZjO0yo0n4NvVtL80pwYSPTpsDJOI12A41GqOAx6hQitFaKUwswImoDG/OO2lyqYKAEhHoxqUFOaeShynSUZgO5/fYP+z/I9IjaPyJ0j/E8iDgwwrR9oGgnmDAwyfxxcpUGRkahMxahRUCLbARzqpF84BG0oq9R+KFVOoySj8MSHSgGRnKP7C9x4quV3PNvtfebumq54CUCH8J1iW5WIRwbQjMiHPsHjHyCrJuiGhCyHqLvNL4CeZb8EXenGfgf9AsxeFoN/gSDAfr+u/WRqCEiwpdTjQjdPIRVDGLlkzQDIvEhIs8wQRVq4PhrmdZSvPkNVvusVXCzEnP8fsuhm5yrZY4K0gBBBbzifCfI8RJ7wZFjA+K5wGUqI3BuVk4wzeFW4SjNAERgofsfpcGQP6ePEe80TK76OLLLtCAsaySEyT1CMICdBVFolGgcJ5vBuC/HM042T1AsA+1qzpUqCIpgThtAZoR+pxE08jNCAJ6kmyAAT7Isk6yIuA0zsX5PxgJbANP5WDAli2oEF+lmCO0fo7MipUrT88b/cjI9fhx5mhXAOd0BVoTSpyjWSbIFKr3TR0DvVBtCs3+q/cLKX1jtO42+0/LvR1GX5/n3DPw7Ff8LAAPWhWIv1/eReCEM8wNA9f1dH/5IxQwX2M1hOIHbnAO05Umec0LoGBXbB0VmHZrCq2kUt7YI0U3M5kolHdVtk5lFBAO/XcfH6AVYLa9dH6lV63LKTFKKR8+zKOkqPlYrIhikZL2YbFIyNGISl9bCo6H4dHT9u+fnkOyOiAAAIABJREFUT/38/ZbVa5fnZKUmxMybNWvGV/GLF2WmpqUkLFu4YFHMvAUFWTlnT5xqqqsnYnHN9Q1176ubG5uw7ZjW5paWpubm5ua2tjYUCtXY2FhRUfHixQsYRnX+7Lnjvxw79PPB/Xv3bduydf3adZs3btqwbv26krXr167bunnLwZ9+vnPrdnXVewGfK5WIOGxmbc37Wzevnzr564lfj508cfzc2dOXL124c/vmg/t3r1y+uH/fnoL83MSE+K+/+Nuf/vP/+/N//SfkXkibaclJUObNz87Ky8rMyUjPzcwoyMkuzs/LyUgvyMkuysstyMnOyUjPSkvNy8oszs/LTk+bvp6fnQVfmJWWCuXfzIw0uKYZeBqAoX84PS0FyrDT9JuSmJAKUl4+LvjB4EDvtJwLT+A98By6nZfGLv4UeuE5fMKn7UfT1uu4JYsh0057mxMT4mMXL4ToGx01b0H0fGiKhq3Fn3IvpN/p4x9ETj/H7GSbHAK7V2D3sk0OltHOs7oN3YPWgVFz9welt0Pl6zR1DepCvSKbV+7rErtCHLObrrNRNRaa1so0ONgmF9/mY+jtRIUBL9NR1GaW0cm3+UROoO6KbF5NoFts90kcfqW3g6o0tPNlsLOXLNexdFah1SO0emCXL0VhFFp9MPmZb/aQ5YZWtqSWzGlhiZuZIrIcEDKcCibLDUytjaGx01RWksyIFWrQPCWKq2hjK1tZija2qpEmbWUpCWITVmCsI0uqCcIGuqICx6nAc8txnNco+qs2xstW+uN64p1K9M1yFLA9N1Ae15Mf1VKeNtBfNLOet7IhAN96j71djbtbg7/9vv1qWfOFVzVnHlccv/vy4LVHP16+//PlBwcu3N518vLWI2e2Hf5t44Fjq3YeLNi0L3f97rx13+eu2Z6/Zkv28jVJ6elZ+Rm/HN8XDGiQcbfHzkQQV6dP1OEVDoRlIz3qsR7N1IBhvFfb7QYjplNDDmTUz6TUH9i9LitjSVZGXGJiTIR+58THLkhaunhxzLyZM/7+3bdfRkfNnjXz66j5s+ZHzZo56+s5c79buCgqZlHU7LnfzZs7E1Yfgey7JQvj4xbBBduPput/E5bGJiXGJSfFJyz9RwhWyrKlKcuWQjU4JzstPy9zuvQIniwvzvvU/7xqZSHUe2HqFRz6Xbd2JTQ/b9pYsnnT2l1b12/buGbn1pIjP+/euq7o5NG9dqNUp2CY1GyQgCWn6BQkk4oMa5BAxpWSZNPRnUaWy8T2WLheK89lYkPcNanIGglWIUAphWi9nGDXMzxWtozfzGe8Z1MqZPxGgxIr5TWI2LVmDQHW/5o1BLuBYlLj2ZQKOuGtXoGBgOfUU9TCFpMCCzuH4GCwy0B16ilGOUYnQUH516zEGWUEnRirE2P1EpxG2C5jN4sZDRJmI5f0Xs5pUXBbFdxWs4IElV7Y9KsVYSxKsllBEjMamLgKtQDd7ZG5DSyPkQ0vsgmVQlqdQYp3GxlGOU7Ba+RR3vEo79TCluleYvhhTAqsXUvq8ghhK5LPwrSriRYFzm9mdzqFbj3TrWd2u+T9PrVDzXbreF0Oda9bd+KHbcvTlmwuzor55s8/bi5ChgMhk3QkYBsLufi41q3L81ekJXm0ih+3rN1QmKEVkp06jkvPZJGqtDJgDg87eRCALSq8jFNvkLXbtaSwk2fXkiwqoFfbNEQFr1HBa7QqiU4VfcirR717unNtftKieZkpiVkZmTdu3mtoIqxYuycxdW1OwZ7MnH1FK47m5B1avKhkW8lPO1fv+WH9z9eO3dlavK84dcPa4j3XLr9oaqZX1qCfvny3c9feE78cO33k0IWDB1anpWTGJ3zxX/+dtyyp12OTM4hSaluPXd7nlAcNHA23RcpsBNsTRk7Yowz71A4Th0ssHwooJfTWQzs3FCQtbSt76xSwwzKeHt9wZd/GLZnJy1Mz0jNKfrvV+J7Rd6rOd4yBbEcNFT5QXMSGN52tWffDdb7MJpcrJQK6Tk7XSglCZgOX9F5AruNg3uNrX3AJ1XoRPmwTdzllMODKICZY5JQBv0bBboOxQ0GLMGQVGSVEvQhvlBCtCpAUBc9hKJFdRbfIKSouWivA6oQ4fwRanBqmU0Ic1jIt9U9lt0/iD2/i3jjUdOun1+8u/FZ99Qy3AYuMnpTxDjFopwWC/KePC549uspnOBGEqtWa7G6VWI18QNg4OhlL7AmFRoIhJQYnK68eZPAQjcbDJIvprVoNS8AjtrbU9/UODQ4hI5NIsBvpGkCGxpGR4X4E6UEmgkp0Rd2ZX5uPn279+Xzdmcq31YGVP6PXbH9YU8Uov/3oaEl+hwTr4tS55CibluCwca1WrkqBN6lx3S7GaIgXtmC9OqxfzzBJ6GGrqcPlHu7u+Xn/bhy6xmYWSESogEfYFZAFHGKXUeDU8nU8fL9bI6OhFCw8B9+Cbax8++T+nSsXUfU1Lx/eO/LDvjePHtSWviG3NZkVEo9Ri29tkot46MbqmxdO1ZY+tSr4bq1AxcV6tTw+vk7GRFmVbA6hqabsEbqhvKfLNYGM9Y0P+HoCHR+6PiBDfeP9PaO9o8hY12gXU8o8fvH49ac3ZBapyCw2BI2Pqp4EJztRPCxDxcFx8K/fv+ke6ESQMYfdhEM1Vpc9x7dUO/Vio4L+ocvY6VX0+ZU2KbHHrQ6HnRy17MuUtIxDx9uCA3vfNX25cffcLd8fffXSNBDmyOkWPduuINrF6CG/1Guk61UUtY6td2nsPQGxx1HFoMWVrPsiIflhdUNsZt7WPfsbGpuB5Ds3Oi4msbkBG78o4cvP//b13z7LTo8LOjUKIc6soFhVFKeWblNR9DyMlNIko7RoOJhuO8htltCbYLku3F5x69gwuc1r4A4GtIMBLRwJ9hq4cEPHo+eYpCSjhOjUMGE2m06IA+N2kd9Sk5TU7ZKPd1v8Zq5NRRHTa/1mtt/M1ovbzXK8RtBmURCcWqpdTXZoKD4Tq9MpDNv5NhVJxWuRMpph35JVQYXVXyxspYzZYhATdEIctEhA7wNobDLzjUqSWUt1mzk6GV4rwgADjpJsV1MdcnLIyO21i/VcVJ9VNBnUBZT0uwdKTKWX6Ke3dKOfcR6deHZwrY3egPTYkYmuocHg2ORgsCcQ6g2NIuOBrpDT5wJt4GPDyMjAYE9nZ0eoq6fbGww5PN5AKPihrxsZG0TG+pAOW8Olw1VHtjQc2dx2+vuWq4fCAsyYmWfjNFt4rTYZVicCZXhCZoOY2ywXolQi4EWXMpr5hGoWutIioeq5eC2r3chpN7FRLgExIGI9PHTQS+UhhuC4xDPKdYPGILZtnGkFOVjThMYwT9FNIEyYYpgg6xGGZYyo/YCSDbcrgD+WDrKREYoJ5P2SDYBv6RYQfUwxTuK1o1gVoDKaeQKnCb5nau418i+XK27V2l7hMIfv2N7igfFYER4jaoZxyhGMAtApWQ+gd1rXJekRUkSwBTz2+6IakekFrLyRLykGcCdJD6Rg6H8m6T4+kKyfipxDJAZvMf0SqAbTIhI00wwAmGFCGKZxig7o0jxHL0qMcO2gFErojnCsxfiqvfbA5fbjD4innzEvlwpvVxteYUKNvGGiZoJmlN6vlz1oQPguRNsTauTZyklTkWlhkOnFABQK+JNlBfDPtiFc+wgpst3AdwGE5jommOYxih44q9tVCN8H6AuonV4ofk4w7KNkEyIKjlMtQyQj8fSrCYZ9imEfJxuB1ko1g+0JuEMBjNZgwRRoCMBAtWZZpthW8AGmFelpEv6dgSHWTpD100PF05FaH38T/nlI++OoduQi5G1A8jT7PwD4dwb+iLtU2z8BMORkeGQ6AXl+XDCmGxw/1X4/AjDf+28A+BNf9L8AcKTd1wUwGE75fir8gqFfoAlPMl0TDOc43TFJc4B9B7p9km4D/wn4vim+Z5Rr/8A3gzhHocaAJUtaWrQUvFfOcStYeh6G0VoqJtUYhDi7gmqTU4wiPAyhtCkZdhXTKKOY5FSPke8zC/0WUX9AZ9OxtRKymINmEOvbm97Wv3t6++qp77es3lBSuHfn5nVrlkfPBeLqougFSQnJi2IWx8ydP/ubb+fNmr28oPDapcvN9Q0tTc0VZeXvyiuq3lXW1NQ0NgIduLW1tbm5ubGxsfTN21cvXj5/+uzZk6fPnz57/vTZk0ePHz14eOPa9auXr1y+eOnyxUvXrlx9+vhJa3MLn8vT6zRmk0EmFTc11t+5ffPC+bNXLl+8eePa7Vs3Ll4498vRwzt3bCvIz128KGbmdzO+nfH14gXRUXNmR8+dk7AkNn1ZclZaakFO9qriIijzQvrNSkvNSkvNz85aXpAPZd6VRYXF+XmQciEYQxIuyMnOy8rMz84qzM2BUnBOduanKzsrIyszPSszPSMdsPG0QRqKwMBIHImtgvQLpd30Zcnpy5Ih2UKU/RePNHwJvAhfCJVh+JLpm+HFaeV2Ott5us43KXFpfKToKDkpITUlOWFpHIzCglJwdNS8eXNnw4DohKVxnz5nmn6TkxL+QNebORaH0OkVODwco41rsss9QVP3gGto3NY/rAt2y10BuSug9nWovGGpyy/1hAR2L2RmrsUFsZlv87BNDqbBRtdZGHor3+aRecPKQJcy0MU3u+gaI8doI8k1RJmaqTOTFVqW3iJx+nhmB8doE9k9ck9QYHVRlDqMQE6U6pham8Di5RicGIGykS5A8+QMjRVO/xKlOrrawtTaeCY3W+/AClVonrKFJW2ki5qZEhj73MpSNNGltSRhHVnUQJU00qQ1RFE5ml2GYpVjuDUUURVJ8AbNeFCDuVHWcu1t0+VXjeef1V4vbX1UR3rZwn5ST7tbib9biX9QTXpQR7lXS7hZhblWgbpWgbpZibpe0Xr+Ze2px+WHrz89eO3RT1ceHLh0Z/+5m7tOXdx89LcNPx1fu++XlTt+ztuwJ3PNjsxV2zJXbctetTV31abU/MIVa9f8eHBPKGzu6zF+6NP2dYn7OkQOI6XLL+4LSLs8wh6PqNstDNu5nU5+h1OMjPslbPT+Xatz0mLzchIT46NnzfoyaenChLgFUAeeN/vrGV99BgF4ztzvoqLnRC+YO3fezDnzZs+Pnjcvau7subOmp3/h3O/S+MWLF0UviJ47Z/a38+bOjI6as2hhVNyShdMAnJgQm5wUl5qSkJaaCEXg9LSkjPTk7KzU3Jx0OPELQ7CKCnNWLM8vLMiGZUjTJcCQeGH4M0Rf0H4UWRvWr/5+24aNJcv37tr4w54te7evba5947Gp7EahTc8HHUgKqkXH0EpxBgXRbWG5zEyLhuo0sjwWLtSB4RE6onUyvEKAkvFaNRKsXc8Ao2JOvpTXxKNXMYilckGT18byWJl6BUavwFi0RIeRatESjSqcSY1Xilok3HrQkCRFh528DhffY6IHbGynnqKXoi0qvFVNsKoJRjnGIGt3G2ndXlHYybOo8C49Ew7xakUYm5pqkOIF1Fpy22smrkLKahLS6tiESjjxa5CCv9j6A6pOl8RjZMM7ae2lHGKVgtsatAncBpac08LAlvPI1Upem0lOdBnoHS6hRYVXCZoNsnZI43YtyaTAdntFfisLtjF1e0XdXhEMhXZqySYZJmTjjXbpBoPqfr+yywlc0B4932sQ+I2SprInRSlL1mQnFyQvzk+KkVCaBzya0ZDVqxEhPQEFnbAqY9n6vEyLVLCpMOvA1hK7mmvXsLo9Mo0Ea9ODaiiDrF0tbHHqKZZIOZPHRPeaGXBfwKomBGxsuF8AXOJy/IBT4ZExrxzeU5KZtCxmbl5K8rZNm588fnnq5LUVK3cXFu5Jz9iRlbFv7+7b505Xv3qAfnTm4Q/Fm3dlrjm5+dAv638+uePXK0dvXD119/iRS2fP3jx06MS6ko2r84v2btiwe+WK5cnJ8dELP//TX5/cvjMQ9BpETBAgJCOF9XQ58Z2CXGERtPp1lJCJHbbwLUoqh/QOW3PNKKo3irANrx78snP7i0tXeHUN7Q/vHi1IO1WStXrx1+uz4kQ8tjM8gBLZLqKMJ4TIFhyyHzux4YnyLW/46K3mfceu601OtUKskTEEzBYKppxNeK/iomW0FnLjGzGtUS/Ce/Sc6RJUrQBrlBA77BKTlASBQcZsgT1JsAAGtJtGxDe7iu7WsS1yipzVqhfhBeQ6yMw+Iw/WJoWU1HEhwfryJv/UfvrJXehr+x7d2H361ZHjzXfZyOBlFf8Ij5309On8a9cyXzw9SsTqEMQ6MczTqqhkxmT/2ETnUN2bSo/NgUxMauksZUOr/k2Vs6zaXlWla3in47R5HHy7TXj/4eVgZ0fvMBIcQNSOfp2ndxhBugfDCNI1GdTQXt2oO/Qj9tBx6g/nSBdaHz3szNnCzCsuu3WBfO3He3cOnPQymX4hXc1A27Q8q02mM3KMFqbFSDAo6vXiKr2owW9mh6zSsFPf5XV0BjyjQ10//7ilru6h2UJlsSoMWkzAIex0Kjtter9O3ufQTHRY/HqBQURVcAh+q7rDadZK+Lcunnl44/Lhvbvry15zSTjU+7KKJ/de3rtRU/7q4tljv/3yA6q+LGhXu/VCNQ/n1/M9arZXy+3zalU8QkPZ47a6N1atCEGGwn2hzuGevsmBjuGu0EC4f2JgYLLf2+0ZmOzvGu0aQPqq29/ff3vvUfnDenyNzCmz9bveoCvYWv79skfOTvc4Mh4IeRFkbGSgq73pPa75vUpEVfBxfruowyN36RgBHStkFGoUnNBg9/fnL/wxLfc3NLXW2xN39My3G7dvuXZV1emz+I0Oq8ivp4V0ZJ+e5LMy+nr0fUNunc/cLuH9+uzpgtUlf0pK//7K7WP3n/0/n32pNtuuXLmWGBs756sZB3YfJGAZJSvWFeTkfvGXPybFz3ebZWYNU8ZuBXyoBnqyUYBTMVEGHsGj4Xg0HPC7Gsm1cqgZBjFBL8LbVXSDmGBVUJUcFEy6UnHRTg3TrqJD87NZRhZRGxTsNqeGKWe1MtortAKsz8gziAkaPgbWGg0GtF4j2ywn2lSkoJUbsvGcWqpVSbQqiS4dTStEWZXEsJ0/3KEZ7dL1eCQuHc0kw8HnhG1iOAYfia6p45Nq4dsp2G1we0grwHIJ1TxyrZTbolcSleJ2hQClEbab5ES/mWtXU7mYCqMAEzZy/3fJWUDNGLCK2U2v7+1fK71+RHf9sPHFJe6Tswbie2TEPTwWcPc6/JNdXchwNzIc/NDZ0RuaGB1EPvT1+xzIQMdg2BX02HwBd8dQfy+ChCYn7IN9zoGewGAHSI6b6kK69ajHJ14cWlN7ZmfFiZ20l1fcjAY3t1lJfGcStro0JCH9vV6BU0nQChFaKUTrxHi9CK/hohWMNgWtTc1A/+8gejWt2S7A2TjtQTHz+bGj6sZ2xNyBKAKjXCciCU4ASdML3Lw8+xTXNsmxTrBBLPMEE0yQgiRkkhZMkHIcIG6XYZkgaIfbFUNo+SRRN0rQjGCUHzCKEYxyjKgFGctMK+DhSMEPgGeWHWFaRzDK/hax8GpF7ffn1fcbQtVMgKnSIEBrrBIMysJ5VICyvy+yAczlMkzgOL0iwAYkymkZk2oE4jAIu4pQNITbT1h3iqSbIGjA20F5kwI0ZyTirx4ja8eounGafpJhHKfph4iqQbxiEK9AFMEPBGVnq2CUoh2n6fsw0lGKFlF3fMApO5sFptdY7rUK4m9Pib89pZx9QT33knutwloaaeVlWvrQUs7VcoRjBynWDNMY0wQCrlmAQifYQImd5FgRiW+CbenHK3vxCuCUFkQqkaU+ROAHUjnH/YFsHKfbEFkHIgpOsBxjNCsiCiBs1xjDJrrX5K7jgXOQ42UD+w6wthcy8P8dgAEDW/9hyZ7+ZwQR2ZEJ4YggDCkaHCPzw5N0E1wTNOP0mr74Ty7riK77UQFmREKVP1GDkQgDQ+0X3ANusAN9m+UC5PlxRQqu2C6wBRBZ0xO/YOj3fwDwx0ng/4MCDAH4nyKvIoLwFMsNF/wWnA2eojsRrhd8HqYD2Pt53nGOc5RjGxHYRiSOD1KzjylUtLUrMG1mLsnAwnLR76SUBhaqlNb8CgQKEmsExBoFs8UiJdmUwIzGp9QpeWi7hmFRUs0KSodTalCQNRKiQoAV0FsYxHoWqRndVPHk7uUTvxzYvqlkfcmKfd/v2LNzR3Z6GoxTXjgvasmChUsWLlowb/7cmbMS4+J3bNt+9fKVl89flJeW1dTUNDQ01NXVVVZWlpaWvn79uuZ9dU1lVVV5Rfmbt6+fv3j26PHDu/fu3br99OGjB3fu3r156+7NW/du3X5w5+7zx0/KXr/BotroZAKFgK1+V/bgzs3rly9cuXD2wplTvx49tHfX9uUFuUsWRn/z98+/+OxPs7/9emnswtyM1Pys9MKczOK87KLcrILsjPys9ILsjOK87BUFuSsL84rzsnMzUrPTluVlphXmZK4oyF2en1Ocl12Ykzl9Mzwpys2CT5i+rSAnsyA/Nz8vJy83Oy83OzcnKzcnC55npKdmZabD5OTMjLRpjzTEXTjWO91plJmakpqUCOVfKORO8/CyhKXwW7AzCQLw9EUoC8NvQW35X2zP0xwLZ3oTlsbFLVmcmBCfmpKcnJQQt2QxHACG5cDRUfNiFkTBZKxpK/V0xTF81B/0XQOKQAfgWIdH7e8ydPapfJ18C8ijEju8PJOTa7ILLW6R3SO2eYVWj9ju41ndHLNTYPfKvGGFv1PmDYucfoHdK3L6xa6A2BWQuIMSd1DsCkAwxss0NJURL1YRJGrwZF84NIUofWGuyU5TG9gGq8juEdqcbIOVpjYQJGqiVENVmmgqM1aoamaKcCI13+yBYMw3e6hKE5qnJMtNdLWtjSPHCNQQgNvYSpxQjxXoWlmKeoq4HM1sY6sIYlMjTV7axnzbyqjC8atJ4lIM51Ej6Xpp87kXNdfettyvxj+oIdyuwN5/T3zaQH/exHxUS3lQTXlUS3tQTblRgblVibtc2nb+ReO5F3XnX9affV594h5wPn//241952//ePHeD+dv7TxxaePhk+sO/FKy/5fVu44Ubfkxp2RnxsrNGcs3Za7ckLt6Xf6akvTczNVrizxe/fiYb6BHH3Bywi6mTtpi1hB6Q4rugMxtYQXtvA6nuD+gQsZ9I7220qdXdm4sWp6XnBQ7N2HJ/LRlcbEL50bNnRETNXNR1JyF0bMWx8xbtGDuvNkzvvryr6Dpd9Y3c+bMmj9/7rx5c2bNmTlnzqzo6PmLFkYtjJm/MGZ+7OIF8XGLYhcvmDvnu2++/uJvn//5qy8/n/nd19FRc5bExiQmLPmfM8CfhmClpyXBKKzsrNSszJTsrFQoCAML9IrclSvzVq3KB9VHa4AIXLJm+afC76aNJRs3rNmwfvXGdau2bVyzbkXu4R927t2+9tTR/Q6TzGEQhz2akFtpVNGDbumHHkPAIQx7RAOdaq+N47Vxgi5ByCV2W1g2Hd2mp9r1oBLJrmcEXQKHgSli18t4rT47N+AAnUl6BcZlpjuMVKMKZ9WRLFqiXoGB4c8+O9tlphuUWLuB4rEyQWGppM2uJQ2E5L1+id/K8lmYJgVWI2r1mOhqYYuMUw+dvR4TfSAkD9jYci5oGwI9RnKi28gABmY5TslrA51ANDABq+S10bFvuaT3einGbWCFnYKgTWBVk+A9Sl4biDOV4PRSAM82DVkjbNeK0cC7aGHrJTgpu0ErbuNTK7nkCr0UDQ3YAloVDfOqLyD1mhliZo2EVeu3soJ2jlmJc+opVjXBoSP3BeQDAYVTS/eb+IMBbbddHjZLRkPWkEm6KT91fU7ymuzEhV/96daZQ0i/2ywjOxRMq5wVNikMIuaW4px1uWlKFrVoWdz5X/YNBs1OHWe02+izc11mplrYJmXXqYUtfivLKMeIGNU6CUrCqlUJmpX8Jq24zaIi2rUUu5biMTE7HKKRgIHaWP7T5lVZS6KLU5Mz4uJOHz3x4ObDjau25aesSFuUX5C4tuxOfZ91fMiOjNvHJvS+bq58WGZyEnhhjg5x9HZrvDd+vXL/8v2rZ29sLNm0Z8furWtKLh07tjk/PyU6etGc+TO+/EotFrr0yi6HPmgUifA1dhHWwmtxSlAeBdYqbDPyW316htfIlLPrtYIavaA2aGIHDOK3d64e3Ljhyv59uzJTDhelFc7+48PjO6ZC2k6fjsYkUESiGqHlDLX7+9b+w3jkOHrqEnbyFXtq+/naKy9aSWyBUMSSC3ASJvA8uwBLkNi4KgmjQUyvjRzrBdRaAbVWxm4GmyMaskVF9JpZGgFaxUV3OqSdVqlDAWqT7Co6tEM71IywTWxX0QXkOjGtkYl5p+a1q3ntRgmRhgKFMT0auvL5VfHpA4y9JcqLP6HO7Ci/+9PrttvEbjEL6bpqEGSWP4u+d2t1Y/33zW04b2cQQeRuD5XP4/OFyAQi5wnlPP5gZ3g4FBQ0NBFu3xNcux96VxeoqiFfv1x67kjFo/PhoOb67TMDE8P9k4jJP8RQOKhCbVf/EPjTv9/lZzdjLhzEH/lReuqcYP9p4vGGi+cCy9YqclegVhU+3ZR3NCB1BEXyAYNGx6bYtWKlnC0SUz1uWWdIbFQ2COlvRLS6gEWilZLMGpaUT3ZYlEP9gV9/2dXaeN9lp5DxT9mUchUfa5QyzTKekk3yaXgifJ2M2qzn4zV8fIdD1WHXMbCtzZVlLVXvDmzfWv36ZafDpOJSSx9de3j11NnjB148usahtBpkLAUHp+bh7HK6WUx2q9lOJTNklXIpze2NFXoFb3ggPDExODQ55O7yBfrDfeP9gb5gaCA8MDnYM9rdPdLVOdTROdQxggyZfAY0re3i3fMPyx5QlCyFV1eFraWKGF3D3cEu//jEEIKMqGTcN09vi1h4q46n4OPkfEynVwH8FwZeSMOzqASDowMUleL/jYrZev8Ztmd4+c10R26zAAAgAElEQVSH323ZuebiRZrTqgs5aTyiTEyymQUmj8QQ1hoHnFS78jqqbs/jB1nHjv01tyD34PEr7+o/i4r94dcz4wiyZcu2BfPmz/j7Nwf2Hb557f5Xn38TMz/qy7/+ad+OdaP9bpUIrxXhHFp6h0MUsgmsMrKa3W4Wk0MmkCxllhP9Jv5Yt3E4bHDrmaCnysRxaVlhu1DFRYtodTwiqCyC9ntqWym55Q2PWCOiNngN3Kk+u0fPEZDrDGJCyCZwaGjgCQqSktvqiORRufXMoJUbsPA+hFRhu5BPruIQKrVCVI9HZlOR7Gpqr1fa4RABmVSC6/HIupwyvQjv0nK6XXKjhCxjtoDPQG3QCrAgeYvVChzXcopTRZdGmop55GqjiqAQtprVFLcB5GMPhbXg86tpDjnVIiY6ZdROAx8Jm3DvHpae3q9+ejlc+9TT9ObU6vTSG78hSN/gRE8/8iE02ecaCPgHQgPjvUPDPYM9oZGu0Hhv+EOHa6TXMznU2d8fdofczr4O9/iwZWTAPf5hEJksr37z5N4FZMAxGZS9vbKn6c7P6Ms/Pd2xnPX0ao+YqCPXGfmtAROdRXyrl6HU/GYlq1nNQRmFRKOEDHPdxcRGHRurZqCMnPYOLdsnoQ4aZQ03r3MrahFrGNEEhrg2RBqcEngRWRBUGQldiMA5ybNPcG1TkQWEUJ4jMqxrG6PogXQZaZ1FWDaEbQdtQ2CY1hzBKhCnjJAN4yTdYJs0AlRmEJ4Ma4eopkhrq0tw/V1Pi1D9qIly+pnoZlWgig5SfCF9TaMsFHXJ+v8jAE9T3Kcv/J1sP4IuVIkjFyeJWgDJnzJzBIbHwY8DcrZGSZpRgnqMrJ0g68bI2p4WIZhSBj1MOjCcTAOjyGNEDew6+kcEscADJng5jgG0bAAtk9yukd6pdZaTUYfvRO4Eki/4Z2SDDYVxhmmUYRylGYZp+kGieoiqG6MbIRKP0A2DRHUPRjbOsPRgFEB+5DonGHbwcLYLEfsRSXiQqEXEoVGaqQulYFytADlkbFiDbIlgsDkyeQuncE2TVDMQgemWCJ1aI/ozCKwGrml4BFKwDWxqgK5dcyRcKlKSzLb94x5wbvv4BMDAlgj9midoxkgxb6RKClgGbOCZLDvCskMbM4BbpvOjlxg6igEGg7nlSaoVADDgXqD6wonfCHNGRGAm6HaeYtin6ffTk48ALPhH5NU0G08PBv+LAgyzr6DGCykXEi9sAJ6+AmEYmKUF/o+NSjzwLmMMGyipFnlGhbZJuXNEbvYxBdLWZnbdOyGqVkNrc6sYbEw5uuo+rfU1n1AtINbo+JjOyP6ajNlCx1RIWS1mBUXOaRNQ6w1Sok5GVImwNh3bZxNrZRQ+o41HQ/EYmFePb964eOroz/t+3Lvr4A97f96/Z8uG9QU52VGzZs3+5pvZ386YN2vmd19/9dc//fGzP/73F5//bc6s2fFL4ooKCrdv337kyJHLly8/efKkrKzs9cs35W/eVpVVvq94V1VW+a60rOJNecXb0pp31S+fPrt97dbNq9fuXAcA/OT+4xdPnla/q0A1N6CaG0pfPb9y4eyBvd+vKMxbGrvw6y/++s3fP//u67/PmvHVrBlfRc+dlb4ssWRl8YqC3KLcrPys9NyMVAiukHiL87JXFeWXrChaVZRfmJOZl5kGAXh5fg6k3ILsjKLcLIjNhTmZy/NzVhbmLc/PKczJLMrNWlmYt7IwrygPuKahXxrKxfnZWQU52YW5OdnpaXlZmYW5OdNWaqg5Z6WlwvQsaGyGc8jwYvqy5E81YVh3lJqUmL4sOSUxARYCw+RnWIaUmpQIQ7Om+4ST4gHfwmDn+LhYyK6wkThuyWJobJ4WgWHYFWRg6IKG6Bu3ZPGS2EWfPudTW/Uf6DpbRMj1i5x+bceAbXBME+5nGmxklYkg1+KkWrLKwDO5pZ6Q2t+j9nex9bb3RFpZO4GhNZl7Bo1d/bpwj31gROkLC6wuoc2t9IXFDi9NbeAYbZpwr9ARwCv0OKlW6Ahowv0yb1jsCij8nVKXn2uy01U6skyFFUjQPD5ZpuKbbFSFjq4yMDVmhtpEkesIYhVZqmeqrUy1XWQJ8AwensEjtXdS5dZWppwoMaG56lauqoklr6WKQcgzhvW6jfayGawKLO8djv8WxSlFc6tJ0nqaspYiv/0ee6Ws9fST2guvmx810B430m9V4u68J92vpV4rw1x42XL5Derya/S5Z82nHzecedJ49S3mRgXuVjnu6uvWC88azj6pPnm3/Mi15wcvP9l/7s7+07f2/XZj6+FzK74/uHzHT2v3HS/ecigxd1Pumu/TC9em5a8sWLM6KSMpIy95xep0hZzcHdJ0BWR9AblbT+11C4NWdtApCnvlAacs5FYgo34E6TIo6S8fXVqZl1SUlZCTuiQ9cdGyuJik2OiE2JiE2JglMfMXR89dNHd21Oxv588CK2r2d1FzZi6Mmrsgeu504HP0grlw7ndhDGDguCULl8TGRM2f/c3XX3zxt7989eXnX/ztL998/cWc2d8ujJn/aRtwUmLcsuSlqSmJaalJaalJ6WnJmRkp2Vlp+XlZ/25lLl+Ru3xVzsrVuStX565YmbdqTV7J2uL1G1aWlBTt2LFh+5a160uKt2xcvX3L2p3bNv6we9uuzWtOHtq7ZU3B/h1r2eS2Tq/BoReEnAq/XRJwiEMuaZdP3hNQ9gTlnT5J2CMIunjdAUl3QOa1sUxqokEJZEmPlekyM90WhkVL1snbbXpq2CMIe0ROE60vIPWY6BYV3ijHTFuaDbJ2KbsOjvgOhhUQJm0aok1DNMoxLgMVyph+KwvGX0nZdYSWJwJalVrYopeiPSZ6t1fk1FP41EqVoDnSlgTk4v6gwmOiR9KPiZEwZBKHBHzLVjVJLWyxaykqQTNoBtKSZJxGLrlCJwGirsfE9JoZVjUpIjUTI4IqaDnyWdgmBVbObXDoyH4ry6omwKljoxwDYdikwBrlmGlLtlMPvNxSXr1JS7BoyaCjklwdMAt6HAq3ku2SM5HR7rM/bs+Pn7dnTW5O3Jy9JTlDfr1NRbGoiKDRxClH+t0GCWNDYcam4iy3TpaxZP7F4/t8JlGXWz7ea4YFxTxKlU1DHurU9AXkXjNDwWvs8Yu0klYpuw4YwuW4kS6DWUExykhhhyzokPeHzLcundi7fW3MnBlpcbFb15TcPnf11z0/p8xZ9OTXS9RXtcpqTCdJqH5TV/vTyebDpzvaCIjeOkDnD7IlfVzJoELv4Yo3pmUd2bbr8O69G5av2LhqxeG9e3ZtWF+Ymho/f+7n//m/VuWle4zqfp9NL6arOHiTlOrVsc0SPAdbxsNXhC3csJ1vVRIjvcTt/cBiyrSpKG4dV0JvfXDp+M9bl5/Yu+7E7jUiwnukz9ZlF3Eo9Wxqs0LGlGgV7VLTE5LzFhn5uQYpvj+5vwk51Dyx9KfS10QpWy6mkhrVnFaHnMrFVTmNPHJ7mZLbyMW/ZuJeswilfEaN00IPeQVKWatOjXZYiDYDAQSYaWguFcsmYVjFdIeCoRdjjVK8U0u3KEgqXptBggta+Wo+it5equK16UQYnQhDbH4hoNTYWE2Myz/xDm/RHdnlu/iL4cJh9K87S+8eeY19/NjQnlR2Kq3tcR66bG1VRYPO3T+MIKMIS6CpQmEGIxXHzfhWOouIjPeNB10eGlnw6Knoxn3783LT0zLJvWekG3dLz5zm0dob22uGEcTROejrR5qwPLXajowjyHAP0uOgnv2B+csu6bGfJD/+pDtyrv3gu81b5IvW6FPXkv4662c222vT2/wmpVVK1fDx9PZatYDV6bFa1XwFF2WWtllkGK2AMdrj1ykxIv57Ib+lw6cb6vIf/n4TB/fWIGyQ0Su1nDadgG4Qs4JuqU1Hl1Ca+JhqAxdjl5GcSpJJjAsYxPi6d+jKKgmVderAIRmddfW3Y+j61zRcuYBZqxGT7Dq+zyTSCYkCcoOej7crqCoWWi8iklvLLSoendiMxzT29gZHRgemkHFXwBPo7eDJRSwhq3+0fxwZD/eFR5GRnqHu/tG+jv6wt9vTO9YzODWgMMnLG8vP3rp48+V9uUU9MDk4jowMDndOTPT2dDkrXt+mE+pUYqJWRtHKyDI+RsxB6YSEHo3Aw6f7tDKFVKB3O19g0H/JSC9XqWN/PPjVpi2zN29rsVi0w6MMi1XisEs7Q22dvrsW9UkJ95hMmPr6RebLF3/euSvmwE83mtvyt+2cMS/aYrF1d/cuS0mLTUz8bm7U8WNnigtWfffVzLnffvuX//hfj29d9FllfovIrmF8CGkcGorfzO31ymFos9cAxFKtEKUXY30mVsDCgzeMdGr7/cqQjeczcQwSjIhWZ1USQzaBQYLDN7yQMduYmCoBucFv4vd5Vd1uqUND63SKZawGPrnKoiCA/21Z2W4DxSzHuvVMn4kTsorCdiF8O5eWFbSCYGdQiaTndLkkPiNPyW2Vs1otckqHXebR82wy+qBX69XyPBqOgtEmp7fa5fSgUWiX0YBqrWZ6Naweu1TJaFKxm6xKvEWFt2nIfjMbWKyF7X4zmKv36/lOJdOv59ul9B6botMoe3b+kKT+2fktedlzPs9bEr1sUUzZy5fI1ORQX/fUh96J/tBYtxv5EEKQwaGh7s6+jhFkuLPXhUx1Ih9C430BZKx3YKjLMxjuQcbdA13P376ufPrUxuP0aCXIoHuwQ/rkwnbK+f3EgzsYF08yH95xMvAaZptK2MCkPPcZsFZBo7St0kxqtzBJUnKrQtAuF6JoqAoFvVXDbtew2018gk/B1lLbqe9Ka2/cnjK5EGt4Uu5GtF2gtUgQAHqjwAMYWOT+uAROqAkjPDsgYQ5gOThQCj29cIIXJDZD9zKcy4UgOj2j+9FvHFFxhR7NS7S9gozoehGuw/GOon+Bpp57qXzU5KthApbmuxG2HbpwPwqVzN9FSzpo8QGdwCQd4G1YgcOygSogYgSzWfYI1Nk+OrShTxtgng1YsuGCg8pE/RQBdPx8jDjGa2Hfzz+OkRuQSAbyp0cwEf17HTH8JGNE7ShBM04CzcMIzwV3BJQPGku3nHRUkDXP2jx1rEEcyIsGWjrPgbCsQ2TtEEE9RNaCuuOIQXqcYRqnGkbJulGSFmjm1Ih+TrMCigYdVK4JkhFUNLGcYN+BZtU/Q2ketSHyrjFC5Ga6YxKUCcEOITugX6p1imYBnAn41gEYlR5psWI5pxhWYPEFNchuhAe81qDdiu1COE4ge3KgA9kOzvmeiBDqilx3TDDs4wzLBMM+yQKvHaObR6kWULrLdo0zLECjjmRWIUz3v1ksD7jIcAGVle4ER4Yrshzg4/3PBUg4sqAOzHGDT8txj7PdY5HjOBucTy+g3EbWFOdjzBVk2nGKDWF5ELZ3jGwdJpgiJmcQrI1IujqaZIio4wPOMEI0I1w/IgyPUi0TXMcE3z7Fd4ATlmOcbhun28DPy7OP86yI2v1BrNW0YYQNdaLmetL7VyxsJar+cc2bG+11T5U8jEVO0wkJehFRw8cZxKDCzSghKnltHGKVktemE2NNKrJWisM2v9RIiP1hg0XN0ogpcj6JQWhsqHzx9M7lCycOH/tx7+mjP186+eupIwc3r1u9Yc2K1cX5y/Oz87PSUxLj58/+7ovP/jJv1sw5s2fOmTV7/tx5CxcsiouNT0hISk5OKVm9fuf2XUcPH794/tKtG3fv3bn/4N7jRw8eP7z/5O7tezeu3b5y6eqlC1cvnLt49vSF06fOHDt86Md9uzevL8nLSk9Ysihm/pyoOTOj5sz821/++NXfPpv97ddLFkZnpiYX5+esLMpfWZRfkJ2xoiB3zfLC1cUFUN1dXVywfvWK4rxsyLTwIlR3gSxcmLeiMA++dlVxwerlhWtWFJWsLM5MTc7PzoDfKs7PKczNgm+xurhgVVF+cR74YaGwXJCdkZWaXJiT+enKz0r/yNi5WTnZ6ZkZKWmpSakpidPgkJmRkpG+LC01KWVZwrLkpXB9bFFamrA0Lj4hfumypOTUZSkpyaDSaFlS8tK4+MULF8UuWgy/BfqPEuITE+LjliyEzTVL4xdHemriEpbGpixLSE6KT0qMS0xY8mmGEUyHTkpcGrt4YdT8ufPnzYldvHDa87w0fsmS2EUJS+NSU5ITE+JjFkT9QewKiV0hntXL0NuZBofYFdJ2DBi6h+BAb7tIhRGrKWoz2+TimN0so7OOwsaK5FyTXeL0CW1urskusntU/g5Iv1KXX+XvUAc6Vf4OcBLqAVXArg6Jp0sZ7BfY/SSlka6zKANdbINVaHOLbS6+ycY1mrhGE12twYnEFLmWoTZy9FaO3kpXGckyLUVmoCvNApNPZAlw9V6awoYX6hup4nqSCMPXYQW6Opq4tJ35BkWvwHEqCby3KNbzRko5hluO4b5ooj+pI1cRxBihpY6quvMOd+l1C1B0X7VcKWt/0EC/X0+78570uJF5s4Jw8WXb6ccNvz2qP3G/5uitd0duVh67U3XhWfPF583nnjT8eqfy6PU3h668/OHcw+9P3tx76ta2Ixc2/nR688EzWw6eWbvveNG2A3kb9i3N3pC9cndy9rpVG3en5RXGJsYVFGf8x3/94fGjswN9xrFBc9Al6PPJJrsNyGSwyyUZ7rUNdFs+9Nr6Ok0SHu7ejd+2rMvLy4hLT4xJS1iYEr8wecmCxEULlsZExUXPWxI1d+GcWTGzZ0bP/Dbquxlzv/sGhNfNnDFv5owF82YvmDc7av7HFR01Z0E0YOC4JQsXxsyPjpoTNX/2rJnf/P2Lzz77y39/9pf//urLz7+d8eW8uTNhJ3DC0tjEhCXTRuiUZQnTv7hQGc7NyZheebmZ+XlZhQU5hUU5Rcszi1dmryrJX722YHVJ/uqS/DVrC0rWFe7cuXHHjg2bN6zatrlk/55te3Zt3rKxZMfmtQd2bti5vnjf1jWlT254TLLRXpffJjUqaQGH1GcTBp2i/rBmtN842KXx2lg6ebvDSPXZ2WGPIOTmuy0g4MpuoLgtDIWw2awhuMx0l5nutbEieIwXsWsVvEadBAXNw1Y1waICfzypBM1GOcahIwftnLCT59RTdBKUToKadvB6THSbhmhR4fVStJhZQ0G/oGNfG2TtARvba2Y4dGSnnmJW4uTcBosK7zUzwk5el0fY6Ra4jTSHjtzh4kMftdfMgGFaUC9lE8vgxKxeipZx6vVSNMiR1pKceorHRHfoyCYFVitug8lSeinaKMeAmlkJyq4l+SxMh44MK5EsKjykevgT6SQomNFl1ZFU0lYxr14hBA29dhW9xylzKVidJsmY30KofHFgXeHa9LjipKj12fFGAWG80zQUVvcFpL0+RZdbPhDUy1iYjcXpO0sKLXJeUVrskxu/DQT1Ibu42yvxmIAerpfgbGpqyMH3WdhWNUHGqe8LSrwWuphZo+Q3KXltZgVJxceq+Finljva6yJhalYVZ2SlxRfmZJQUFRzas/fs4RNb81fjS2v6VWbE4hnmSnpxFMOLN8Ir1ywvX/FvPyBfvRXCU+woDPXZ87b7D05s3FgUu+jK0cM7V6/Yv2njznUlp48c3rJ6VfKihQkLor77y380lj2zKvg2FU/JJYpobR9CJr2EpJeQ5Jw2tQAdsgvtWopGhOp0C/qDii63NGgTqQUYAbXepqb3+dVuA0dIa3DqwIShz8w3SIksfBWp9Y2U1eI0iyUyIUPp3nuDs//t6O46JOHyxOYq5PuKzuXHy1EcdVtrI67ujYTc6NFw2htfukxcj44sIpeJKJUuAz3g5NuNdLuZ5vVwlcpmjbLFpGt36EkuHc2n5YZ04pBO7NGyDBKcVthukhG0wnYBpUZAqVHzUWY50SDBwRRfJrYcU/eYhn5roNW2HN/KP7nT+NsBx6mf3OeOGq+foj449erZqduEJ2dFVRvxzzJeX73D54YRQL9DPqS7C/H3jHSNT31AkEpUA1/JGxvpNApoFiLWh8Mwbt5BHT9jqajzthGYD15WXbneWFvm7fbpPJ4PCMIQGmzOHmQQwb0qRaw65f3zghO7pEe2S3/Yrj180HDkt9rdT0vWSb5KFyevp/9twbGTF99hceROvznsVmgEBAEZLaGRPTp1wKRUcto1vMYep8irU3rNKr0Krde2BPxih0ky0d+3Y9Vy3PuHSmqlgdPoVTE9aolBzLKbGVpVu0vN0DDRVjHepSK61UQ9v8UqpTa+fkxpalazBO8ev6p79ba+/LlNx3aZaQYlxiQnhx2yHrfKKAH6od/A7bSJ1TysXc3mkJuwzZX49jqn0ziFjI+Oj3QP9PQO9Tv8DoFc0IxpJjFJUo3EFXS5gs6uwc7+0b7hqaFRZGQYGfww2T+MDA4jIzyluAbVeO76pRv3r2tMiilkYGqip7HuBRHzTiHEyQVYAqqspfYpvq1UxG5z67ghBbtbI0R6/To5X6GVK9zWi+Wvcw79uOXOnUV79i7+4cenQim1qx/rCT2hcU+iCZnl7zcIJMdCXfl09n/dvJva0HzL5jxPY+y5cevv86Pu37031N3pcznjlsbHpiyLT8848OPhIwePx8xb8N2XX37xp/9ob3g3EDBZVYyAWQBpFiROqSg6MTZoA7HJFgXJriZrBG1c4jsps96tp/tMLIME49RS9eJ2oxSrF7eLaDVSZr1G0Cai1XEJ1RY5TS8iWhWglKjTIQ1a+RoB2iDBcAgVTGyphFGj4jUZZWiPkeozMTwGloaPgR1gQYuw0yF1aVk6IQ76q+WsVrOM7NKyTFKSnNUqpjU6NcAPb5FQO62ybrvCo+EwUe/E5EaTkOjTcr0aTtgksoiJWg661ybttAjM0nabAufSUcBYkENglAIA9hi5XU6F3yQClWZmmV3OGvSYLCLGloKUDdmx8bP+nJ20KCUhLi42YWF0PBlDARs6/b1IdwDp9SE97oFO9+Bwd//UmP9D9zgyNDoWRib7kOHwaI8HQQY+IENMrfDK/ZsyiXwq0EeraKi9/8hr0XZOBX1hzftTP3Evn67Zt4f/8A7m9vkuFVUvajCrWwW0N3Yx2snBBbj0oIjrkjD1SjKdXEnHVAiJ9WJyo4qF9qg4XRaZQ8KWYdvenDs3ZXFN6pzDEisi849zXZNsNyIMTnEcgHUFToDBcAmcIOWYD65DdzSMQQY+XpYVADDE3WkAng5qnsZgiuGjJEs3IVyHs5bBv1ONKEKTLAuQQ4maAazC/Z6uftoqvPVe+6ytu1UEFEWGeQivArzHAG29sBb4I/cKPJMUwwhePYRVAlyMGLMnKYYBtOyjGZhsRCJZXJ+4qX8v4/39W5N47QROM4XTINjIwmmRTxe8+M/HKZxmiqSfnpKF09Ef0Zce0bo5DoCsIt8IXq243zBFNwXrOaY3OMm9OsGt9/KHjfYKcj9GDsaA5SHgOWdZR0jaQZxyiKAepxoiOqoN+MlRsoiT3AbejqAFAjvFiLAdYPqaYkR47v4Wsfl5u6eShvADYyTTIEYDlFWOB2E6x8nmUaLxo52Y4wEX4WJHGBIgbmTAGLqLWUBnHqNZAdYyHXAB0I2A3zjdBq9H8NgNNGeBHxGHEFknIgxMsZyjVMso1TJCMX8gGobJJiBZQ/pleSB2AtTkRPp12V5wJcLAv6OvK/Llv6NfQOy/AzAcDIbuaI57guMZ535cExzP9Jqm338BYEDakfedpEVGfJnuKbpzlGQZJpgQpnuCaocfb4rujLCxa4JvnxA6JgUOEH/FAswPNhGAKG0dZRimRLZJmSVA5+sxBD2eYKCTyC2lJHQpqv5pW90TDrFWRG+moSraa57RUBUSeguXUM3Bv2cTKpm4ChahvOX9HTq+gootqy2/jW54JudjNBKiUUF3GoRg05ZHYuCaqt88vnTiyC/7dx0/sPeXA3t+3rtjz45NOzaD8Jq9O7fu3r55/ZqVBTmZ82fPmjXjmy+/+HukevfL72bMnDd3wYLoxTO/BS7MqHkxMdGLFy+MS4hPTkvJzMnKT12WkZKcviwpLSkhJX5JYkz04lnfzf36y2+Wxi6OXxyzeMH8ebO+hXrvgnmzl8YuzExNzkpblpeVvrwgd+2q5RvXrt5Qsmrd6hUrCnJXFxesXVlcsqJodXHB6uKCkhVF61evWF1csGZ5YcmKInh9VVE+XJ8C8IrCvOUFuUV52YW5WTkZqYW5WauKC1YVF8CLEIDXFheuLS5cXZC3PCdrRW726oK8lXk5hZnpq/JzV+blrMjNLs7OLMxMz09PzUtLAUbrrPTsrDTIutMADGUzyMDpaclQS4PHZUnJib8DMOTe5MSkpITExKUJcbFLFi6IWRSzMC52SUL80qVx8dDenLA0FuYWwbzeaeJNSgQkDFtsoG4XYZbE1JRkyLeLF8XELIhatHAB1JCh5xkqxkmJS2FF8B9ghBWEW7LKRFIa+TafrnNQ2zEgcYeZBgdNa2UZnVyLh2N2gy8jnb1UpYGuNnEMdpHNK3MFld4OnskpcwVVvk6Vr1Mf7rP2Dhs7ByTuIE1rxckMeIWeaXKyTS6K2kxWGUDUlt4isnv4JhtZpqIqNEKLg2s0YQRCskxDkWspch1JqiFK1DSlgW90S+1BodlPlhrbueoWhuw9lluN4zXTZK0sZR1Z9A7PfYtmvEUzyrHsciz7LYr1oolaTRI/ayCXtfMIUgdGaHlcS7r+pu1pA/1+LflxM+NeHflmFe5aGebUo9qjtytOP6m/8hZ97nnT6Ye1J+5WHb1Rfujq26M3yk/cff/bvZrT92t+vfXu4OUX+88+2nv6wZ4Tt3f8cmXXL1e3HTq/bt+JFTsPFW/9qXDz/qySncsKNqUWbClcvWdZVkn0ktS4lLRZ0bO+/vazlWsy7DZRb7ehr0ODIEFkKtjtliIf3MhU54duq8+haG8uPfTDxryM2Jy0RRnJMYvnf7Mk+tu4BbPiY+bGL+PAsWgAACAASURBVJgfFz1/SdS8xfPmAOH3uxnTC6IvPMJ9o3lzZ8LUq2kAjo9bBCd+Z8385rtvv/ry73/9/K9/+vyvf5o185t5c2dCQoY7KHBDZVny0pRlCfBX+fdtG/Blbk5GTjb4Xc/JTs/NySjIzy4uylu+Ir+wKKt4Ze6akqJ161esXbe8ZG1xSUkRlH83b16zbs3yrZvW7tu9ffuW9RvWrvx+24aTh/ZuKym4duawnEsMOTQdbk3IqTCrGSYV3WsVdPnkIZfYqCKI2PUscjmLXK4QNqslbRYt0WtjQQOzVoY2qnDQ6hxy80NuftDF89nZZg1Bxm9kE8u04jZIpDoJCtb8mhRY2BsElVUJq5ZFKBUxqvVStENHhnKxWYmDPUMhB9dloJoU2A4Xf6hT1euXdLj+f8beAjjqfNH3vFtbW/tevXffPe+ce2zOCBokIQmugQBBQtwdgrszzAAjyGDDADMDDB4s7p1293+7u7uku+MJ8fx3f/1jcrh3X+1u1a+6/t00nU4KZvj015Bur6jHJw45+TAhHLRzg3auXopRCZrtWnLQzu0LSLViYKg2KXBmJd6sxNM6HiO0NxzSS7gnLOPWy7j1URN1vUrQrJO0G+VYKadOzmtwGWhWNVHIeMejvJpGcShQQ4ezzwJEY6eeCi/gODD4Hj2CvojCqCFYdVSbhtLnVYUsQouIOujSBDTCY8UZmWsSdqUlL/rHv766+z062tlpFgQs4J13uaV+iyBgFYvobRU5Ww6UZKt41G1rE+5dPdflVlpVdJuGYtcC5ncb2HYNPXpNNMg6lEhTxIMEHRy1sEUrBrnlaHqZZpBS3Hpkqt9b++xezrb165fHb1m7evXihAMVOy+cOLenoNwoUER0trBcY6Mw7DiCA4PxYNrDVHLTlWs/VFQSH/3Wdv/ndzdvkN+8qXvwKw/f8e3JE5W5OYcqyvYWF146eTI1KSkpIWHBPz5Z+NmftQKGScZ2aASdNpXXKEYHPFYVU8ZpV/IxOjHOa+IaZDg5r8lnYYWcgmi+GqOXEE1yit8iGAhqu9xyu4bZ7VHYNUyDlOTQshxall5CNCuoAadSpRKprf6XBMfJx7a9z6bSfxzf+G1Xxf3+vC+ZF3+kIgIrHYvT8CkCYp0GwYNmID1Hy21Tslt9RkGnXSrhYdi0WqOWqpC08thvNfJ2jxlU4DqU1IhFAo5NDEZcFGTYWGaUEnQirFlOknOazXKSWU7yGjkIpVovxplkxE4NFXv7FOmbPYJvDrrufNN597Lhyjn29yc7frrw443jQgf/Gbv5DrnZi6JhFDW7hyYm0a7gBDqB9g+i7ydRAouNoeDdHhsD367j0PRkvKq1GXfv7rXdu84VFzy98i0N04Qlt/VMDETGxrX2gEhmitp7UfKDX5GfLlNPVagv7hEeyrVdOKI7c8zw1SXm5ZaCQunna/kJ27CfLfo6fmlJSdG+h3dvGmTskE3rN2nkLKacy+xxmyIOuUOF63ULep2agEXislD9Hk4ooLcaNGFXKD05Rc3pMInaNOwGPbdDySRJmQS3ndsbBhZZk5BkFuGtUqxFgjGI2npdUgWzA1fz9t5339/46uKVs2dNCqTbp3WZGWYNQcRodOq4nVaJVoDT8DD9HuX7Tr1BTFYjBIWQ1Fr/QoTQUXRsCh3v7e/xhfy+kNfps49ODevMGgyhrYPUanWZJSpB10BnuC/gC7s8nY6u/vDQ2ECwy680KEfRSVvQjaHgf3v5SKpAevq8Bh3y/MlNrYJm1rAk3FZKx0s2uVbG75DwMBJWs1VC1PMxXgOildG1WqHZazIEncdvXZuXun1eTvb6k2e3f//D0hPnki5cWffN9R1P3m7tYKynIOXmYJnJ99efn8Y/ffMo1HODi8xK2bJk/XqHxYiOvEcYtAXzY+bHx63euHnN2uTXL6sry3atXLz4L//2Xwkt1UGrHPzt03E0AoxJho84wdaaRUmJuGSgfk9BDli4NhWZT34jpFV7DEy/maNGWi0KopLXrBW2GyRYMaOWQ6hCKG8F1Bou7o2W32ESEz1atk/PDVmEA16FTU62ycl6QbsOaZMz67m4lxL6O7uSEDCyfSaujNVCb38J261CNrFeRGB2vOKTapgdr+DKl15EsCpoYNSaXCuhNrlUbBUb41AwRztNvU6lnNHq1rCcKoZXx/HruJ1GRMNpFxCqnQp6yMQfDWl0SJuW39rtACV/EmaDVUFD3/siDnnYLg+YpGh/oM9jfHrnakHKuqS4ORuXzl8RNztu3pzZs+bFLFy6Pb1o5ZrNGqUBnZhEhwd73aYet2lqrG98ciT8vj8yPNA32IWO96MTfehEz9h4p94hrsK8/Pb+98GeoM1geXfnOb6qvTc00oeiCnTqDo1QVdtw68y5xu8vPNlboHt1E3/rqEfcHHJwwd96DdOtYoY03LCK5VXQ7BqmkNMs57apeBgVD6sVEPx6gVfNc0q5bhHv3qlTqM0zLDONiq3jAvsoxzHGdKA83wQLCLygMIlnB13HiBMVuMD5Xf6FCvAUx/qhVIkezd/+J7F3On87DcMfuoVNYFCXYSRcfDjFsQ6TNKgg2pMs8YP+JK59imb0vKHzr71if//c/AT3HqcEpmWWFSAu3wUkX6ZlgqIfIaij8VQgk07RjCCETFAD9ZhpQT9qov4PA7Yfr9f+Lv9O4DWTODU8gIQJWnCIOiD5Rtn4P90CYCbrpzuiYPvx9N0BjGyCoh/skIP3zLTYnhO91UxU24Ny7e+J6iGCKtwsMDzBin6sEd6ulvxUZ6sivyeqAQbLgqjAPckwDRPVKMM8SdKNE8AXgtu8QNwGhdhGlGaaIGrB49H14HAtV3anDiwkMaPVTUzHOMUMKqNZThTxw0mhKTo0G3+AzKlomdY07k4w7ZBvQdcU3/vhID7QwsX3olz3JMsBiPf36zG6dYRqHqaYhimmDxTN9wIeFnd+KO7ieT42FUf3hKITRHz/h9Hd6AQR1GbhbVTT/mfr1X++C+Xfj0Tg/xcAhugL+5ynv8QHIIfgzfagbM8YxdqH0ah/xaHy3vcEIyroBPIvyw20Yo5rAnFOCFxTQvcU4gFuajBDFf28gOea5FrHeJZJmW1QrDXjaZp2nI3HktJa9BKyjNPOxL0V05sNYrIGwUsYLVJmq4qHFVLrNQjWrCBrRVgpuwnX8ADb9JCMecYkvmUQ3iiFeIeBZ1axPGaJxyQzyjk6CVtAx757+vO1C6e+Onbg1MHK00f2HN5TumdnwcG9paePHTh38uixQ/v37irfV7mrrKgwddv2NatWx8clzJ0d8/nnMz755NO5s2Nmz5wz84tZn3/6xRefzZg9c87C+bEJixIXzo+dPgvmLZw7O+aLz2Z88re///l//uHTv/151uf/mDPjs5hZXyTEzk9etzojdWt5cUF5cUFFSeGusuLK8pLK8pKdpUVlRfn5Wen5WekF2RkF2RkfX+dlpsG78BYSck56avr2LdMKMATg1C2bQNY3ZWP69i1QEM7csS1tW0ratpSM1K0QgHNSt2Vs2Zy5NSUndRuE4ZzUbVnbtqSnbNqxKXl78vptG5K2bUjakpwEAXhj8roN69dsWL8mecPajcnrpu/CR5I3rJ3GYKj3rlqxctWKlatXrpqm39UrVy1fumxxQuLihMRlS5auWLZ8+dJlcMcIqr6rVi6FyzVQpYPoO93pCwW81auAtAuLrCEDL12SCFPBixPjV69aAR9csjhh2dLFa9esSt6Q9C+wz5ltdArsfo7JRVGZWAaHMtDjeD9l6h1R+LsFdj/P4uFbvYjNJ7D7NYHuDkRWTWJSFXq1v0sT6NYEus3dQ2p/lz7Upw/1qf1dKl9EE+hWesNCh4+itOBlBrLahDj8Mm9E5AzCuiyWzsw12phqI04gIYhkLI2BrTWSJAqB2cnV2ygybRtH1MISEIRqrs4htvr5Bk8DVfAKw3zdwXrZyqgni9pYylcd7GcttFd47juyoArHedhIuvsO80st8bcm2ms8QpLZyXLXkxbW5Uf1V35ruPq4+cL96ivPWqObRtirL9svP207+9PbEzdffvVz7YVf67/6GdLvy2NXnx67+vT0zVcX7tYcu/zkxLUnRy8/2nfh3u7zd/Z+ebvy7A/lJ78rPPhV6bGL+QfOpRTuWZdesiGrfGPOzuTMsh05u5evTVu0dMMnX8z9Yu7cv376l+WrFnERfFfE2N9r6Qqq+yP6iFfV5VNP9DrtOl7d65/PnajcsmHxisRZy+JnJS78fHn8nI1rliQumLl44ZzFC2KiZx6k38T5MQtnzYidPXPR3NnxMXMWzZ87fRZGjdAL5s9ZuABMHy2Kmw/Nz4kJsbELY+bPmz1/3uy5c2bMnPHpzBmfzpn9xaK4+dAavXrVsmnihRcff34D/0Bv3rQ+dXvK9m2bt27ZuCUledvWTTtSt2Skb8/OSktL35qRvS03Lw0CcF5+en705OWllZbmlhblFuVnlRTmFORmlBblHj1Quack++zhCmzDS59VZtXwtBKKyyjwWkUeCxJyy0JuiUlF4VDfkDCPubTXIKNroFq0JJeZEfGJQh4B3PV1W5idbiTg5DlNdJOaYFIToA4M/k2sxLuN9C6P0G2ky7j1Cn6jx8SIuAVwOshtpJuVeCXSBPVYt5He65dE3AJoge7yCPuDsv6grMcnHgore/0Sn4Vl05AcOorHBF5Zxq1XIk2wN6vTwZOwaxHaGzjS67Ow2MQXPMortbDFIOuQsGuhhszAPYXMrBI0K/iNcl4DzPHqpZhOB89jYriN9KGwMmjnQu3ab2WHnHy3kQ7hvD8o6/IIjXKsXUuGCnbQzrWqiS4DrdcveR9RBV18o4ZgN9CdOmavR9njUKCjYbTP8/zmN9nrFuckLUlfHbs3Z3PIJOqyyYwSkoIL3n/QJgg5JF1upUFCP1SevbcwQ0jtWJc459LJ3Q4tRyvCAz1ZC3Ryp47p1EHDNnBf2zQkv41l1RBsGpLbSI+4JCDq7JB5jMhg0KgX046X56auWbpxWfzWtatvfvtNwO5CJ1B0dGq8f3isa3Ai0jPZGUY7O9HuMNodQr1ONBJBQ5FRnx/t6kKHhtDxMXSwX87j7CstPrFvz97iwkOlJYfLypIWxacsXvrJf/svd7/7yqUTRZzaiFMdcar9ZjET+07EaIaIq5fgfWZewMazaYBorxVjFLxWk5ziMyNOHVvGaRXSG3RigkvP6bSLu9zygFVoVlA1QpxJTgEkrOcblIhWZzAFxx912Ct+UBT+4F++RxdfIE4/rEorb718gxD0jamFAq2QMhI2qzkdNiktoEWsYoaKjdMIqEJmO4tcJ+V3KMUdNMILhbAZmOQF4F/wPj3bq+M4NHStsAMOVjk0dLOcpBNhDRI8lH+tSopLxzTJiN1uacDCNwvbe1V42s9fvtiXQTq32/7LFc8v17W3LolvfUO8eantlxvU1pqBwcgIioZGRgdRtGcY9NqiQ2DKKNw9rDI77j5+ItFqLDazTMhX8tk6hM1srWt48VDIwquV3NrGF4HBUOfYYGhkFENi9USGdTy5ug2LPLjfuCfPdvu0/uudqpOFnqunteePOW/caDn7Ij2dtiJHv2BdzZ9nHk1cWl5ecmTLuqRLp47IWfQelzNkt+slIpdBNhDURlxcr4HYZRegvabugLjTJ1UrxAFXmNDG3pGcJueR5JxGFbveJMQZBXStkOYwMbuCEqOEpGZjfDoGgGc3P2BiTPUYLXKGmku7+92ld48eUpobJgc6u7waq46qkbbTMM8VvHabkq7md8jZrW4dx2fkS1itXEqTmIMXsomdfhuKjg0M9bv9PqfPNYGO+MKOscn+cJ+vu88f6HK5feZnr38j07BiJeLx2/qGu0YnhobGBnr6w/6wb3ByJNAbHkXHO3uDHr9NImE+fngd3/7SpueZ1EyVCKeXk/12icuEiLntDNJbhbBZr8AqhK16JcVpEYqFZI/f4un2H7x0YU1x8cwdmXNKds09cCzh6++XX7+35NequHfETTxzqtSZIbX98ccnBxXm7+S6uL0H/hAf/7z6jcduRt/3vvrtl4Uxsz+bOSM2cWlZaSWTxi3JL54/a9aCWZ8a5Hy3XsgmVIMALa9VK2x3amlmBdmipNjUDDGzQSfCgDiAlm5XUwxCjBpptcoIHgPTq2PYVGSbnKgTYSS0Gh7ptYRWo2Q3ujUARN0alk/PNYmJNjk1YhNq+e06BGOTk706lkmMF5Krlexmj5YZNPFgzRtUen1GvkfP1QnxYnojA1PFJ9UIKCBgLGU2GyUko4QkZ7cixGoVp01GbzFLSF02WadZYBIT3RqWQ0m3K2hOBd2lBDNOGk67SUjQcFqV7GazhBC2CoImnklK9puQbpfSImd49aL/u99+KGBlYRsPFGVvWhqXnrQqeemihTM/3bIxOTYu8S+fzY1fs3VG3JoVyelb0vP1eiM6NT7SF/ZYtejkyOj4iD3gH5gY7+3tHhvu7wu5+7vdKNoTHLQr3FLXoKu+rf6X+w9dah86hnZPoATPyEEC9xAF+ZEuv/+m5buTRwh3L705lMa8cYjy69d+JVWvZKk1XKUEjNuZxRgp5a1ZhHdpwX9z5Nw2GaedR6yVsdppzS+RjjqngPPjsWMTJsd7qXFcah/lWyd4oAgX5fnGGOYxBigu/oDBXFBZjPLs085n2IwFi4VBpTD99yrmj1kX4u50UTPk4WijEsq1o4pO+pXnvRgpmB1mRzEY1GvZR0gaQI9MC2jG4jpcr6is757xr71S3mt0vaL2t0sB9P5OwqNEzRBWMdghB7VbTEDC42QdQFAiMDNPH1BSTdKjZMOHi2i9FjQ/T+A14GBVE1jVJE79AYDh80l6iMH/FJB/52cIwB8P/3y4ZtvAO+HYx0hRDzPH7npFRW68mWKCxCz4QSEuVOgBkM80TzJMoSbE/Y6h+w0jvVsvv9/oeksHCrAyDARtkR+VBFGaaQSrBLhLB0gM96hAtRjNNE7QgAuKwfeOSbv03PWa9YGBwXiPZ4pu62tX/hN9Yb8UFIF5HmB+5rgAryI+YGwGPmcf6NmKqr6jNOBkhmA8zrCNUM1whQgQMtcNYFgSQqVhVBYBxmCWA7xUVFKeYjsnWY4pNuhSHmM6QKkyC9DjJAd0TQFzAdc7xQUDvJMcN0jkskEzc3Sj6J9lV+DV/r/OJM87wf9wJnne6QNe/D+an2HW94PaPK1LM12jZMsAVke5+ALIv1EwHqNYUX4A5QdGabZJvhvk4QXeKeT3xeCogxr8lMT+Ua55GDGNK6wBplDZgtWSiBo23iihSBitpKZnDMxrBQdjVTD8JqFNyRTRmujtL0HlgZmn5LfJuS1ybguH8o5BeKWTgdl2s5rpt0v0MprXInboBVIOQcohGWRcIQPf8Oq32999fepg5bmj+47uK9+/u/jQvrLjh/YcP7Tn0P7K/bt3njp29PjhQwf3H9i7e09F2c7c7LyUlK1r1ybFxyVEZczFCYvi4xYumjc3ZtaM2TM+/2Le3PlzZ8+ZOztm3tyYRbHxSxcvWbkcyJ6x82IWL1q4evmS9WtWbt6wbsfWzQU5mTtLi0oKcksKcksL88qLC3aWFu0qK95VVgwez88pzssuzMksys0qzsuG1xCG8zLTPsZgKAVD8/O0BRq6oLPTU6Hem5OxIydjBxSBIQPnpKfmp+/I3bE9Y8vm9JRNUPjdsSk5c2sKpN/UjRu2J6/fsSk5PQUkirdu2gCFsU0bkzZtTJpWyKaFNAjG0CAN+CLqeV67es2aVas/PuvXJUFxeOXyFZCNgQi8fOnKFWCbZu2aFatXLVu+LHHpkngY2Fy+LHHZ0oTps3xZIpSC1yethVXVcKl4xfKlSxYnJMTHLVmcsHrVivVJa9esXrlkcQKUhUELtG1wQuIOcc1usatT6gkL7H6pJ2zqHdGE+tWdfTJvhGfx0DQWuGwkdATYOitRomaoTdpgj7l7SOEJKTwha++wtXfYEO7XBLoVnhBidrG0Fp7RIXEH2Qa3yBVWdvZKfRGm3o6TaAgyDUNnoauMTK2Jq7fyDDaWxkSSqPBCOUGk6OBLCUI1UaTBIUqiSMNS2wUmn8Dkwwt07/DcN1j2WxzneTPtLZZbRxL+1kB6jeW8xLKftNLu12BvvWz96U3H01ZmDUVCV/taOLqbLzB7vvppz1c/Xbxf/f3DhpPXn/3wEnPjDe7ai/Yrz1qvPGs9f//dyevPzv/05sytl2dvV52+8fzo5UcHv/nl4De/HLv85MwPzyrP3Npz7sfKM7dKj10uOvxt8eFLBQe+ztlzZlvRwbSyIztKD2/K3bUlr3JH8d7thbuTMwpjFyf9/bP5//PPny9ctORf/+cf4hcvxBMbfUHD2GjA51Wa9FyvQxpwqRxGYWv1k/z0DZvWJS6Jn7UkflbyusSk1fEL5n46+4u/LJo/KzF2bvyCuXHzZsfGzF44Z07s3LmL5s2Lnz8/dvbMuDmzFs2dDbzQC2ISFs6DJ27+3Lj5c6fpN37RgsSE2MWJcVAQTohfGL9owbyYWZB+YfkzrMVatXIp/MMKPc9J61ZBAJ7+07x1y8bt2zZnZe7ISN+etmNr6vaUHalb0tO2ZWXuyMlOz8rekZ2TlpuXAU9efiac/C3Izdizq3T3zpLiguzSgpyywtyK4vyDlaVFWSlvHt9x6ERht8ZlFBkVDJOS6TIhfrvIpKIJmPV0fBWL/ErCazSq8E4TPejie6wg7uuzc6KhX5JFS4J3rTqyQtgsZNfIkEaTmuC2ML02QI9wuQcyJBwN6vVLgnau18z0mBiQMCNuQV9AOtwF9pZ7fOJur2gakgM2DqRlq5oIW5fhFpFO0o7Q3kB/8lBYOdAp10sxSqTJriXbtWRoXeZRXgkZ7yAkQ75VIk1eM9NvZcMVX+hk1orbNKLWHp844hZEE8VghVjBbww5+S4DzWWgQfk34hYMd6l9FpaA/tasxFvVRJ+F5TbS4dfyWVhdHqHTRLcbqFY12aVneQ28brscHe8SExsqUtenLl9YvGXltmUxOi6+0yQKmcVeIweokTpKn1852Kkb67F12hSn95cUpiZTW2vWJsz+5tSeoE1iUdJ0kg6HjqYSNIO6LwMb9HWJ2i0qQl9AGrCzTUqs20gPu5D+gKrPr4y4FCBRPOB5ce/K/ty0vOQ1W5clblm5QsxgoBPo2OCIQWdm0NhsJk8mkcvFIjaZyCJ2CGgENgmrEgmcZjOpo0PA5fSEAujU+MTw4IvHD8sK8/ZXlB0qLz++a1fO+uSUxCUJf/9HclzsgNfmNUr9ZrnPJNGJqHoxpfXtrzJOu1lBNUhJCLUGKNIKgkbUrhWDcjKtCGtV0T1GnkFKkrJbLEqa28BV8Nr1EmLQJgo7pbAhQyvC6yVEJR9rENHMKrFAJOSr3bdfydcW1y7L5c1PES3aIknK4W3OfvWmRutydAUdZp2AJiY1WoX0brPKIeUj+BYpA2+UcKxKnscM/rfKItWokA6PkaMRtKn4LS4d1a4GCy46EVaNtBulBIuCrBfj1Ei7GmlX8dsU3BajlKDktdpU1KAV6fHIzGLsoJnr5TSwn1ytPrez4Vgp7/tTtvvX/A/uKL+/pLl9o/3sKeTZ4xGnFZ0aGUXHg/196Dj6vnMcnUAH36MDU+jrNlxVSzuWzRaqlBqjVqNVGE0qlVZU11pVi3nt6rH3oCPhqTECm+t2Baa6RzQ4MvnGdfa3Z4zXTpgv7VKdyApeP6Q8Xaa+cFRw/sypdZWp29u3VJgSNrz5t7/uKi2/rlf5rl+8nLp27dGKitZXb/v9ocFQp1bC0cupXhvLrm3vcTHGI5Jev8RmkJgNbqd16MzxO7kZu6UCNo9WJ6LX6JA2m4Lj0PBtOobXBtKkUSKidVpYXQ6O30If6lQIKHUPrl88XJ7/4v5tixyxqPh+m3SoS+8ys8TMBrUAY9fQLUqKnNsiZjYJaPWUtpdcShMFV++yaScnh8YnhgeG+p1ej9FmMllVvk7z+GRP35B/dLy7d9A/+L7T32lvw9Q2tryl0fF2l7GvPxLuDnR1B0fGB7uHul1hT/dQ9wQ6MjLWw2JjX7+8JxXgTGqWQUHTy8l2Pdth4El5GCG71WpkKlWY0TFjT0Rm0hL1UqxTx7Zp+SODnf6w79ead0sLihZW7E48e2nWmUsJPz38w6U7nz7DflHDWUXTFWg6l9QQ8/Cs+Avf/yMjc8+lrxxem0HOR4d7r351egXY41gwPy7h6ZMqFp2XmrL973/604ZVS7wWUHyt5GONEvBJCo/0mtr2GI6Ny7lt4OMVpE3NazSJ2h0qokHQKqK+UbHrPTqqT0frdiIhM9soblex69W8Ri0PBG4DRq5Hy3QoqR4t0ywh2RW0LrtEh2DxtQ8QYjWoV5VT9QKcU8WIWKVBo1BIrZexWowSktfAC5gFHj0XzHdpWHB4Sc5u5ZNqJIwmi5xqllGkzGY5s5lPeGMUETxapklMVHMB4tJbnwpI71ScFpeabldQrDJSyIL49GxIvzoEC/Vhs4zmNQh63Tq/UdbrMYftuid3rm1ckbhp2eLk5Yvnf/b3xJi58QsWJSVtuffw9bGLNz9fnPw/Zi9bmJQWs3Jj2b7DcrUKRccnx4YCfndnZyAQjoS6e3oG+sNdoanx9+jUUP+Ab3gq4u6x1JFqf6l6pLN7IgOodwh9J+k+jtGeUPen4tV7aebvSNKnTU03z+97ezqv/Wy+8NeLlIdXTCKaQsnhSYlSNUnIa2B1PDazm4IKapdd5DRy9XIyQq2zKZkIoU7DxA1YtXdPHu9ExGNK64TEPsIxg2kZpgvl+X8vOvpflP1OMkwfNwDD7t9/1krBcmY4IQtlW1gsPN0zHNVFAebJguoHrZbnBFQaQJlmUKlFN40SNWMk7ThBM9yhGGyTjuHVoFRJ2jmMVwXqOOpfW7jXqng/vNI+bOts4IFKdSdPowAAIABJREFUap4D8KTAPcUwDWDlve2SEZIGZdsmiNoJInidMbwannGCZpygmSTpJkm6KbIeHjhuDH4Jpx7HqYEUHM0DfyBeaJ+G0AslZZgfppmA7ZlmmKQbPwzt/r4MNA5qtMC7mqQbxyg6VOAexCl0j9qHCCr4VifoRjiYNMU0A+lb6AFIzLL0Y+Weaqb+cYfsXoPkTi0o0yaowY8iGiqGdmtgq2ZagB7OtKBcx2CHHGjgUbt1T6tcca9VfrdlEKtBEf8Y2QSWhBU9/0EBBklgcKai40nT1DrOsEEPM6ibFgb+AxILA6goCKRdHmjhgtZoOEoEWRdVdKPyLmiEHqNbAQwDROxEo1A6FTUnT0YzuhNs1xjbNf3IGBvQL7wFGMwFB+SQ///dThPv9MWH9C/nn9FfiLUQfSdp9im6A1yz3FN0xzjFOkG1TdEdinvtxsdkIP8yXeMUK/gt/MAY3Q5eFnw64J/i+1COdwqIxsDFDRLOYv8o2zzI0qNa/5TW7aMLdXiKlk5Uc7BCUhOj9RW9pYreUsUj1holFLeOJ2e30zAv4afbQnqDVoR36th6OZnY9oxFekfHv2YSq8WcNhGrzWsR9waMehlDJaDatUKTgs/EN1U9vHP1wqlLZw6fO7739JE9Z47uPXlk35H9uw7vqzx6YA/UZvdV7jpyYP+xI0cPHTi4s7wC7v2Wl5XsLK/YWVFWVFCYnpa6IWn9iuVLFycAKTIxPmH5siXr1qzdkrIpLXVHZkbadPg2PzujpCC3rCi/rCi/tDAvPzujICezICezMDerKC+7OD+ntDCvrCi/vCi/tCC3JD9n+kAGLszJhBhckJ1RmJNZmJOZn5Wek56al5Wem5mWlbYdMnB29JGCnMyM1K1ZadthHjg7PTUjdSsE4LzMNPg6sFA6fVsKLMqajhZv35wM+7TSt6VkbN+Skgy4d5p+IQCnbN4wraUlb1g7rQADuEhavyFp/fp1SZCE161Zu27N2qS165LXb1i/LmndmrVrV6+BB2aAowtGoJYIAvB0GHgafeEFBOAVyxeDZaa1q9euWQWHgkHaeNkS2IwF07+rVwGuXrI4YXFi/JLFCf9i6R+TeSNCR0AZ6NFFBuW+Lok7pPB3i5xBiTskcgZ5Fg9DZ2PobIjNB37V4TeE+219I4Zwv8oXgSKwyheRuzsFFjdHb2NpLSSppgOR0ZQGsauTY3FzLT6m0UFUGrBiNUGmo2lMTL2VZ3QwQdOVkak2EsXKVrYAwxNTZNpmhhByL0ttZ6psdIUFy1fVkQVPGkmvMMxGmriOLHjWRH3WRH2L5b7Gct6SkF/q8Fef1F5/3vCkhdHC0ZDlDprKXU2WHr38IGvfhaOXH1170nLp55pLP9f89JZ4v552r4F24xX2yrPWy09bzv70+sjlR8evPTl988W5DwD84NDFnw9dvHfwwv39X90pPXIFoO+hb7Iqz6SVn0grP5ZaemRr4f5tRQdS8ndvztm5vXB3VsWhtJI9Kzanz4xd9l//9S9//OMnf/3bZ3/+y9/iExc9e/5gaDgUCtuG3vvHR0Mo2uf3aH+8cXHbxuUbVsVvWb8sdt6nq5YtWLUsdt7sT2Z+9u+xMTPiF8yeN+vzKP3OWTBn5rxZX8TMmDF/1qyFc2LiYmIWzpwFReC4ObPi5gERGGLwot8zwHG/p38hAM+fNzsudt7ixLiE+IVz58z47NO/zZr52aJoPDgxIRZ+oLJq5VJoM4C369aunDYzbN60HgJwbk5GdlZaZkZqRvr2jPTtmRmp2VlpOdnpObnpuXkZefmZ0wBcXJRbVlpQVpy3e2dJeUl+SWHOrtLCnSUF5UV5e8vzXz+567VIhyI2l1EQsMsCDqlFw3Ia+QYFRSnEIow6JvE1m/JawvvAtDDlazdQDUqcStyqFLVoZRiTmgAHjfQKrEGJgxNHLjPDaaI79VSnnhq0c8MuJGDjRNwCqAZDmddvZUOZty8ghWNCVjXRriXDDSSvmek20n0WVsQt0IrbjHKAeV0eIeRnu5YMM7rTS7xmJR5s/4AuKFC4ZdeSISGblXiNqLXbK+p08HSSdp+FBQVkiKwuA8BdAf2tVtymFrZoRK1uI92uJcNMco9PrBG1ChnvLCoCNGPDF3cb6R4To9PBcxvpcl6DhF0L9diwFzRmO7QMv5nn1yPddnnEJDlemp63YVl+8vJNCTN/+f70ZJdNQmsY8Kp6vfKQE+SWIy5JyCEZ7DR0u7Xnj+xM37Ci8eXDdYlzbn1zYqTL4tJz5Lwmi4ok5zUYZUSHlmGQ4VSCVoeOMjlgDDo4bhPNb2VH3IJen6LbI/OaBL0+TadNdv5QWd6GVVsXx6UuX1a4davPZALy7wSKTqHDI5OR3oFQd18w0uXxucHoSMTvD7hHxkbHJycGBt/39veNjIz4/d7Xr17mZ2cdP3gwLy3162PHTu/es2XJsrSVq/76v/3vP397YaLbF7DINAKy1yi0qznA/mqXek0Cm5phVlBZ+FdMXBWX/JqOfabgNzr1dJuaJue2GWVkr4lvVlBNcopFSZNxWkWMRhGjUYV0WJQ0q4quExNUSIdWQFCyMFYF06BkqNQypsB66nvSwqR3CVuFCzYoF2wUbC3nbMh4yEJCfk83F4/jdzTZpRyLiCmjYjiYOgGhVcbEGcVMn0lmU/CkrA6diOzUsU0yollO8BoZLh3VqaXBoK9Lx3TpmGDRVEP3GNgSZgNCqTbJiDJ2k0lGNEjw/X5ln0vsl5CG9JwhPdtMfIO9ffbt8TL8mT3Ky18GfrrpvfGD6sLXrPNn8de+UWEbRntd46Nd6MjEVP/EQNfwyDg6jKK+4fFXHYSHdU2/VtdWNbe8qK99VvOqjYpR2RSRsc5BdMQx2CVz2lUmy+TgqIZE9xHJ6vs3NZdPBa4fUx9Oc3yVH7y+X36mhHtm942kFQ8OXv36ompFGiFxw8O/fla2p/I6Oo4GzJ7Ht+5sXbluV14Rpra5xx/wWXU6Oc2iJ5tUzQN+il3Z5DHytHLlYA+KxZg2Jh86ePCK3+fRqhigtl3c4dLyghaJQUrQSTq6nDKzhGQU4YzSDq+J7jXRPQbmq1+/N0ioNy6e6Kh5gQ53u43SgF3WE1CbVBSrigr2w/Qsr4mrl4CObh6tgYZ9S8fXIywcOjGAomPBoD/QGfSHwv6gb2Ss6/2o3+fXhrttKNo7MhYJR+xjEz2joz1dPV6tVsrmUDRq2cBg9+jIgC/ocnjt4+iYy++YQkdCITsWU60QUU1qll3P1ckoCkGHSUWzatlSHkbCw7isiMvL7x5UdkVkWlk7j/B8IqLptomcGq7TqtI5DI9am660tL40O971jz7pH5/107P/cev1ggbkoGeyQORcVtU668LVT0rLt5w4IrFqZTK2TcVHh7oOlRWsWpq4fMWaZSvXtbbg7//0YEtyyqxPP91XUeQ0yI1ShkXJUHDaopHyd6Tmh/ATATm3zWNgB4xsj4ZiErVruI16pMUmw9nleIukw6EgDPmkfS6hU0l0KAhuNTn6nGYB6Z2M0SCl1xuEWJOYaJGS/QaeHiGQ6p/w8bUWCc2t5tpkDKeS7VRytTw8l1DDJ9XAIV+LnAo4XIjXiwhCaj1CrmVgqmCfOSw/F1LrGW3PcDU/u9T0XpfUrqBo+e02OZna/JjW8kTDa+tzyzxapkGIDVoRv4GjE2F7XXKbkmkQkPQisknC8BnEg37LaMQjZZIrC7KSlsRnbN6YtHTJjL/9JW7OrNLCohcvqvkSw88vGtvZqv3f3Pt8VepnK7fOXLlp1rJVpQcOqI16FJ0c6O/1ed2D/QMenzf8vj840NPTGx7oDg30+MfGesfQoa5JsIcURlFFz9TX1fRD1cgJujcdYzlmQrNJlkM07VUs6dbDH59dPtx6qZL63WH8t8d47x7qhCSlgS+z8CQqohJpCogwdkZD2MJTiXBUbFX1i5sqHpZY95hc91xObHvw5VlBdT2qcY4IzMNMI4qAbCRIbEZbfyHrjtMMY1T9GFU/TjN8TL8ToF4YbNvChSQgbzLAaDBczYnqsRaQ3QU5Xgv8VdAzHL0GT0NcgToOGAqS+AErRpl5GK8CCiqYULJFy40tkwSwtAReB4zlelGeYwivtFeRkRtvCOd/kd2td7+lA3iW+EF5Nds6TtUDBmZGF5hoJtiMBXkYyML/EYCBkEvSTcvF/zRL/670/pOEyQZgq4YATI9uL0V3ocD3NT2VTDfCUVyUaZ4mYZTvfE9Qye419LRLgNOb7wRH3olK/OM0kHwGnwVwot+dwA3ImWEapeiszwicyy94V6tC9TyUbZukgkptaP8ewMjANc85QdGDnxVMHbPsqKxroEPNvfpWcKN2hGhABYHeNsU/FeDpPC1c95mWbUHLMey48qKIb9oLDaVgsDPMjnZiga5p1wcFWBgACrAkhIqC78lGoAlLw4CE4ZF3odIQKgmj4hAq6kSFQVCrFiXJKb4P8iowMHPcY2zXR+VV7mgB9f/6drrkeYrrgvXO06Hf6Quo/U57noGq/KFeCxRuQeJFo51bE1TbKMk8Gc39jpLMwpsNAH25PpQfGCGaJqg2lOcHL8v3TgHP9kcAzPENUywo3zPKtvbRtZNSF6oP9CEGE44mw7Wr6Dgdm2Tgk/U8EkKoY7W/EdObvQYkYBZpRXglHxMtB8EGrMKAVeg0cmm4V6T251RsFa75KbbpCQ37VikgjPQ4vRapQydyG6UmBV/CJjJwje21L69/c/bCmUNnj+05e2zfyaN7Du/beWT/rlNHDx49tPfg3sr9uysP7Nl9cP+Bg/sP7N5VWVZaXFpSVFZaWFFeurOipKK8tLgoLzsrY0fqlqzM9OystLzc7OKiPEDIFSU7K8rKy4pgshfSL1R6y4ryi/Kyd5YW7SwtKi8uKCnILczNKsjJLMrLLinIrSgugKe8KL+sMK+0IBee8qL8kvwcKAuXFeaVF+UX52UXRKG6MDcrLyv9YwaGqm92empuZhok5Oz01Mwd29K3bynMyYQic27GjszUrVk7tmWnbc9M3fpBT44WR8MqaXC7dfOm9YBvoe3549uPkXjzpvWbN63ftDEpao0GrJu8fsOGpPVJa9clrV23fl0SpN9pKob68OqVq6Lbv4BN1qxevmb18ukwMJR/p/3P0BoNb2E1NKRfOH0Ea7EWxS2Mi12QEB+3fNmSVSuXL1+2ZOmSxKVLEv8Fsfn4Vq/QEZB6wkJHgGVwMHQ26IhGbD6excOzeBCbT+IOKQM92vCApX/MOjCuiwxCPJZ5I4jNR1WbyUpjNN9rIsh0Ucq1cM1uoSPAtwP6xct1WKmGbXQq/N0Kfzff6uXobQy1iSRRY3iSdq6YIFIyVEaOzqrwdCu9PXyjH8NTv8Vzn7fS7r9tv/Lw3aN6Yg1JUE8Vv8ZyXrQxnjRRfmsgvWhj/FxD+PFV+9232DcEAUXhZOn8bTzDszZOwZFvd569cejbX8/drrr+rO3XOtrP1bTrzzu+/qXm4oO6L++9/fLe20u/1H555/XpG08v3Htz4tpvZ354cvra46Pf3T988d7hiz/tPXer7Nh3RQcu5e//KrPi1Oa8vcnZlZty96Tk792SV5lVcSS1aM/2/ModRZUpOaUJ61L+OnPh//mHv/73f/v3P//73+fPX7hoUeyDh/cmJga7u93vhztRdCAQNDc1vCgqSF047/MVSxasX700MXbu2hWJc2f+bdZnf10aP3/F4tg5X/xj9uefLFm0EDQ8z5mzYPbs+bNmzZ81Z8HsuQvnxMTOnRs7a/bCWTPgWTBnZmzMbMjA8QvnTZdgTTNw/KIFsQtj4N3YhTFzZn8x44t/xMydCXl4GoChq36agWHr1ccMvCUlOStzR1bmjsyM1MyM1KzMHZB+ARXnpOfmZRbkZxcW5MBTWpRbXpJfUVpQUphTnJexsyRvV2l+cV7GsYO7H/98K+TWjfY6AnaZTkr1mEUBh9Rh4PlsQpOK5jbz/XawbKSWYJSitmi3s8htYUZ8oi6/2GVmmNQEm57itjDdFqZZQ4T6cKcb8drYAH1NdFCFpcDBaquwC4FzQXCl1m9lu410l4Hms7DgtV1LtmlIEbcgaOdCCzQ0SBtkHWYlHuZsoVzs0FHkvAY+9TWf+hq2ScNpXFhepRG1asVtNg0JmpydeqpdSxazasSsGq24TcKutagIJgVOLWxxGWhhF2LTkCTsWiXSpBI066UYr5k5GFK8j6g6HTybhtQXkGpErRJ2rVNP9VvZBlkH1F27PEIYRfaYGHCfSYk0aUStRhXRrCFbVVSPgd1lk/U6lY2PbxenrK5IXZ+fvDx7faJfi4QtEr0AF7ZLwEqKAwEOaj3LrmFGXIp+v/H7swczklc2v/otafHcK18eHAoZXXqOgg/6q9VCMPikE4NIrVGO91vZoz1avazdbaJ5zUyfhdXjlTu0DKeO2x/QNVbd21+0o3DT2h3LE9NWrlgfF3e4ouLkgcPnT3959+79129q7v7y8MJ3V85dvHjx8uVvrl7+8uL5Y6dOXr9x6+Klby9//8P5819/9833Vy9fObz/wPHDh86dOHGgvOLSyZNHy8q3LV++em5M/Cf/0LLp3U7dYNDo0HC7XKrhsMVnFo50WaJNSADpNcIOvQRvVhKFjBqdpKPHJ0WHXTY1w6FlddrFCl47n1ILA8DRhCReSG+IGhRbuaRqEaPRIqeq2Rgtt23QL0UYTUIeHxGFCirbElNwM9Zw/7iYPn87e1UuJndPlc40YVY7AiajUcwWkho4He8QQi0fXysg1iuY7SouwSbl6IV0nYBiEFPMCmo0R022qAgwdWlRACTWiTAqfotRigMtWSa2WU5w6xl+M1DpVfwWs5zg0zAnbfKggOTidfTp2RE1VVD3c+OlgzWHCpHzR0M/3+r86ab8q1PcC6eazxzA3b4w4VChAxF0YizgcQcj4fD7kUEU9Q5PmnsGZc5AI5XDlKp9vf2+nu7IUO8IOtY52G2KBBG9bmR0PKgztN+6zf7hivjrY9rT5YYjGZ4vc7uu7tScyZJfqHhbmvL9xmU9YguBPLF82/PEtd9+Pivn2JGrXrNvIBAO22xPbv+0t6hsX1llU02N32Hq9OgsOrpJ1RKytVvlDQYZ12PtNhvQ06cali7ff+PHOofTbdQLgm5p2CkeChqGQyY5p5nS+oRHrJYwWtw6jtfEDdr5biPTKCPe/u6I1yg8c6CU1Py6z2d6H7L2erVhpzzslPqtXLsWBOBtappeTjQoKGoJmUNrFrDxfV1uFB2ZQkc9Prfd6egZGIx0h4dHQuOTwZ5u88hoQCaltLRWNdQ9c7m1oaAVRd+/H4hwOJTmhmo+j+lz2TtDPoNZM4GODY/1vR/pYtDamxueiXk4GYJzGMBctlFGtqkZQafMaQRjSCJeu92FKDUEk46klrQqmDU9Fs6gU+BV0wTUpp4ej7MneKP67bavLiw/dyGvqjr22v0596pn/FyfTVef0ftzG7AzDxzNvXaZZlb6upw8Rqtbxx/rdKSvX7s4dtGSJWuSUzJUSmNWet782fP+8ec//3rnen+nUy+miRjNUmaziF6nEbRJmHUwCKCXEK1KyqBPPuiVdZo4VinepaJ02wVdNsShIFkkuJCZ69XSLRKcR0NzqSgGQbtJ1KFDMF4dyygiGEUEgxAvYzQpWe1SWrOE2qxgdtjlbL9e5JDzrBK2UUCX0dtFtCaEXAt3vMT0RiG1XkxvBFZnci1CruURqwWUOqME7DDZlHQhrRZbfZfc+CBgZPe6xBEb4lCCDWGtsF1Er9OJsD0emVFK4Ean1BXcFgWvnUuoGQ5b0D6vRcayK/mDfpuMRfrx26+SEuLXJCxKXrVicWxswoLYzes3Xb/8Q1/v+3EUDfejNJH5u1/etgiMh64/+MfqlH9fvDpm/aZP4uJ2Hz2i1KmmJsfH3w+M9fYM9HcrnEbnYDjcG0FHR9HxyaFQt93h6kdReX9vq8t9vAFzpI15gWsvb1aUt1kOscO7GPYygqSymXyLRPv52a8vLp9pPF7G+/Yw+ZsjyqanSjFFaZMorUK9itorx/tYtR4NRSnuYBLfvnt+Qysg4Gse4d7+hrTVVV3+rvbaTdTqH+LrhlkGUP7MdIE5Vq4TUBnLMk28cO4V4u70NcA/sHwTPRAFAeL+jsRsK7A6c6IMDGZyPjrR3zJK1lIuPkJZVhjoBb5fphWlGqF4C+CTBud5rCjdNEEzjIFpIh3MCQPclXeGmxDR7ermYzdx5+4DMZllAXqyyAsQenpSGA4LRwO0UP79MDUcfRxKwR8/8uGaagSvAA/NBF4QcK8FvENmNI3McwBRF36Dv2MweITnmJaFAZlz7SjfGWzgjZC1KMc2QTeOUfXgJ8axAfQVeQEPsyxjVP0gXtnZyLe+JKl+bdE9aEN+eC39sTbSiIDwMwv8BIDxm20bIagBALNtQHWPrvUCHZhhDTcKe1qlKMfZj1EIb9ZwrrxyVNGGcOphgnaMbAAt0BwnUPiFflQcAPlhfvQIPKBWWuwHtwIPyFeL/agijMo6wV04+CzwoHzXCM0YahU73jF1T/Hie42Mq1WEi7+pf+vwNyLjTAv4XbJOVBJA+a5RhhWVRkBFliwC2BjSMgwJCwNTAv8k4ps2ME/wgdY6hXimENf/80zynfCANmaeY5xrjx7nNPdORD3PH+g3aq4G6PtRydZUtGt6iu4YI1sA6DKc0woweBoSdL5iu15zRogmFAlO0uzgOfzABMs9wfWi3MAUxz/F8qFML8ryoBzfFNsNOrF4rhGOdYhlHhXahwU2H03MeP1WjGlWkrEaGs7AJamYGCGpQUht1CB4h5alEeIkrGYhvUnOxbj0PKuKadezlUKsQtBhVtPFnDY6/q2Y3c6jNkbdiCyzimPT8s1KnkXFt6j4aiHj1eOfbl85/+XJvWeO7j59pPL4gZ1HDlScOLz35JEDh/dV7tlZtndX+dGDB86cOH761ImTJ44BCbc4r6KkcPfOkv27dx7Yu3PvrvLKiuL87Iz8nPT87AwQCSzILSnMKcrLLsjJrCgpLCvKh4bnsqL8ipJCePbv3rmvsmLPzrKKksLi/JzC3Kzi/BzwhOKCyrLiPRWllWXFFcUF5UX5O0sKK8uKd5UWQXG4rDBvV2kRvFuUG/1aBbnwFQpyMiHuQuE3Lwu8n8LcLAjYuZlpQB/OTIMUnZeZBhu28rPSpxPFOempWTu2ZaZuzdi+JWP7lrRtKSnJwPY8fSD3bkxet23rJpiXhAbp6SdMZ3Sh4Avvbtq4Yd3a1bC8CqjAUf0WVjfDHiLogoYeVRgGnvY8w/TvqmgXdPSXlq5ZvTJp3Zp1a1dD+XfVyuXr1q5OTFi0KG7horiFS5ckQvqFDVv/wrN4YMqXrDQ2ccRNHDFVbZZ6wiyDg6o2kxQGmsbCt3pl3ojc1wW1YrbRidh86s4+qSdMkOnqGEgdA8FLtWyjk2t20zQAfWGVtMQdIqtNbLOLY3FTNGaiXE9WGolyfbtA0c6TUBV62PPM1loU7k65M8RSWxFTgKawVRORH182XX9S96ieWE1E6igiDE9DkphrycLHjeQqDOtxI/mHx7WXH7z99td3997hWjgakb1H7hls4+ku3HuTte+r0pNXd527eezKb5d+rrn6uPnyo8bvfm389kHjV3fffv1Lzekfq45df3r0ym+7v/6x4sz1g9/c3/vl7YMX7xy6cGf/+Vv7z986cP7GzuOX8/aezdl5Oq3s6Obs3Su2Fq7YnJ+0ozQld9e2vF2pBbvTindnlu1LzStPWL3pD/+Y+X/829/++5/+PmPm7D/96U+zZn7x26NfRkcGonMkQ6GQvaHh5cmTe7duXrNqedzaVYvXrFySEDt/aWJs3LzZK5fErVqaEDdvdszMz2JjgK47d8Zn82bOXDAbmJ/jYmIWzVsAD7ieMxdWQC+cBfqfY2Nmxy+ISYydDxXghQuACxoaoeNi58XFzotftGDhgrnz582eFzMrZu7MeTGz4hctWLVy6ZLFi6bl3zWrl8Pa56R1qyD9Qt8CvN20MSll84a0HVvT07Z9rP3m5mTk5WZmZu3IzcssKswtKc4vKc4vLgJ/t0sKcypKC4oLMiuKcw/tragozs3JSLl17Vu3RRXyaPRyqojVppNR3GaBw8Cz6Vg+m9Cspls0DKuWDo6OatVR7Qa6wwhme0HVU0jusbKmzc9OE92iJXmsLEi/egVWKWoxqQl+B9epp7oMtKCd6zExIMp6TAxY+wz9zLCHGRqSfRZWX0AK3dGwXwoOI8E1YNhZpZdiDLIO2MZsUuCUSJNJgZNx6/nU13opxqomwoivhF2rFrZAyVfOazDIOkitD1qrb4uY1bCJWidp95qZPT6xU0+VcethY1aXRxhy8mFZl0NH6XTwoN7rt7KHu9TvIypYQw0bp6G126GjiJjVXHKVhF0r49Yb5YD3wMCJmunXIxYRdXfGpvzk5eXbk5IWfH7vmxNjIXOPUzYYVEecYr+ZA2eiOu1CnxnpD+gmet0/fncmb2sSs6Mhedn80/uL/BaR28C1aSgDnUqrmmiUEcXMBgG92m1kwiYwJuGpQQ50b7MS3+2RqZB2u4bd41UfrsgoSVu/bdmi9JVL9mSllaWn5mzZsr+8Ym/FrpKi4oqKXbv37KvcvXfnnr17Dx7as2/v7r17jh49enD/oS9PnTt/+qvzp86dPX768N79pw4euXrh4tHde+79cO3s/v2VuTmpq1d/8t/+y66MtLBVZ1NxA1axzyRy6rgTfY6AVRywCm1qhkvP8Rh5agHGa+J2eyUybiOf+lYtbHPpOVYVHZCSRaDkY6wqetAmUvBAY5aSjzHJKR4jz65hyjitAhowc1plFAm1WkZ7zcU+IzVXKWXGVpx3Xebb+Az2v69lxGTIP9+Ei9nw4NxlituFBhwhFcJCqA1SZrNGgNHwWhxKkJOMrrDqsthEAAAgAElEQVTSrRK2hkOSMrD6KANrRKCSzaokufUMr5FlVZJk7AY++Q0gFnGHU0tT8VtU/JaRiDbsEPjNHIME61JQnRxiSMwMypkOGdkqxZpFbVrCC+mrWy0nyuvKMnTfn/Hc+d74wwXVtfO4k7tqTlXyqh9Nhm1Dnbbxwcjk5Hhnd98wivahaHAU7UfRnknU1zMS3UtCPcGwxmoR6HRd74dkPP6wxWyqfUc+ecB15bTzbLn3dG7kYoHv20LRsR24g6nXtsRTb15Au4ZkKjR919MVG0/8/bM1Tx6+DdodFpm002IcCYWe//Lr9g2bDu7ezWfRvE6dSc1ymelmeXWfH9FLFCN96Ksq86bNP6xcc/xNLc/icCuUHKOGqRZgnBrWUFBnU1G1wg4lt8OqZPnNYhG9hdJaJaA2ddoUdMw7YtOrU/uKg1YlQmm1qbh2Nc8opTm0rB6f1GdhmZVEGb9VjmAsWrZWziDianwuPYq+j3QFfAH34PuBSHfX8PiE2WqgM1ob6h88e3pdLMJXvbzz+Lcfnj/9yaATouhgb7e7K+R5PxBx2owsOkkmQt4P9U2ho129ARR9bzRKm+tfmLUIDf8OYTTpJeSIS9HjVboNXLuea1Yz5XwcwmwR8jvMRm7AJXHoaBErV8ttcMk6XEqCXtyBsFu7B/3ugfBbNm1VZeUnadkx+08s/PZOEZaTW48/iKOlXL/9PaaV5dSZQmaBkBCwil0qdo9DvSZhUdy82PkLV2xPL/Z5utesXL8sYenf/vjHuzcuWzViq5ITcshMUjILV6VGWkX0GiauyqKk2DVMowR4iXudoj6nNGLlBw3coJEdNHADBpaejzGJOqTUOgm12iTEabjNMlq9XUYOmniT3ZaITezVcXx6rkVC9Wi4PQ4lF1vL7ahXs4kOOeKQIy6lMKCXezUiMR2wt5zdKmU2Q+jVIFi3jmOSkt06TsAs8Bp4Li3boWbqhHghrZaHr9ILW3tdYp+eGbEhOqTNKMUZpTiDBC9lNZrlJD6lGtfwgIV/xcC+QhhNToMwaFeHXYbhkKvHbW55/WxXTub6pYs3r1y9PC5h7fLVCYuW7K48IBIruroHnN4ugy1sD4w4IpNkqeVRM6WBrzp9/2lcatbfl6xITNkSs2RJxe5Ku82EToxNdofRqZFBdMQ/1RcZHujtGez2D0y8R0dQVN898kKq/JpEOkNn7cGQCt5gLrJMdwThg7WiExTtAariEFN9HM+9XNd8587thgsniScrcYeKmT+codf+plKw1Hq+mI8JCtv65Tgu9hmfWSdgNjZU/agVEDBvfqHUPzOwSHW3b/568izqjgzxdWNcM8AYQL8eAEhcOBULJmQ/gO5/QtkoxYGnRZ8J9pBYlgkWoF94DfqxuNHZJA6YTQI4HX0O5OpJuhHlOdhXXgCQQ9yjRA3KtADPM9UIbM8sG0oxwhAvaIGiAbMx5MYPb4wJFm7BGxN5UbFvhKSxviCKf6yR/lSne9Te2yrubxEPtEreY+QjWOXHbVKwVuqfcAvxGCIuxOZp7qUaAfFC6AUjt3YgSoOVICf0XQNFF3EB6IU/Gaa5u1XU2y4J1HG6WoS97RLPO4a/lt3bLgk3C3raJQM4xSBe2d0m9tWyrS9J+scdnGtVtG+fkC8+Yl5+Lr1bb3yKs1WR7a8ooAGbYwc8Ge33AiDKsQ/jVeAzAmgsp5vANd0E2JhpGSXpgYKKeKfolgmqCWXahglaXzVHeLPm/6LsraPjyu5837x7Z93cmckkN5lJJrmTBqMkgyyTZFu2zEwii1m2LDNzm6HbzHabLclihmJmZjjFzKoS2hbrvLdruxUn790/3lp77XXq1JGrpK5eqz7n+/19v6JbNapHLcaXeFcFI1gv6GuVfcQou1skvga+s5pl+0C3lFMNb4mq5+3SR02Sh43IKxw8qXmBET9oEN6rkzxs5Nys5NysFNytVf/c4axmdbfLPuLVnwiarjbpECVc7MyygiYknhO8Z6EHyL+Qe+Eu7gQkLO4E7miBD6wwCY/zPMB0zf//C8CWCel4hBkeJ/5l/zJR/AsAf6HfsPA7hDcAyg3HQU8wMNB7mS7JnSZnORt4pIVBlOkao1hHaM4Rpnuc6UEZHkC/NAcAYIYL5XoHSSaU60Ilgc800yDLjKqCqNrHr6zX4vFKbDunoVqCbdKxCTouXs3DiqiNUlazgFqnFmCUPIyA2oCIiSYFTSXCG1VUg5LitQq1UpKM1+GzSjViEN7BJjWImO1aCdWi4fqtKrdRpuSTWaSW8pf3r/xw+Myx3WeP7TlxcOfhPYUH9xYe2ruztDi/IBckVO0qLNiza2fJruKiwlw491eYl7mzMGdXUW5xQXb4m3Ai9ELuSAYYnJ66PScztSA3oyg/C1JufnYGVHozUpNyM9OK8rJh8FV+dgYUhNNTErPTU8EYcGZaUW7WroLcnfk5+VnpuRk7CnMydxXkFmRnQBEYAjB8mB6G28wdyXCQGMJ2RmoSNFdDf3VGalLmL4Scsn3Lto3roAsasi6MmN6RuHVCDU7asnFiJW7ZuP7v61EnoBcC8JrVy6Hwu3LFUsjG8UsWwTFdoP+G7crLE5auXrVi2dIlE+O7EF/hsxNFStCXujxhSfyS2Lhfwp//wbsatknPWxq/eGVYU168KHbB/LlxsQvilyyKi10AR3/hHj175ry5c+KXLPqVxBVkGRx4GdImUDRxJM1cKVGh51u9TL0dar9QImbq7TSthaI2STwhvELXwBE382VNPGkNg9/IlRBVBrLGRFIbiSoDUWWgaM1Mo4Nn84pcYPpX6u1imZwdEnUjW9zCk7ULlW0CBVtnp6lMFJmepjAy1RauzsE3eARGbwtLebus+cCVxyduv3jeQGnhaBuZqjIsr56uqCZL3rSx7n/AXHtZc/l55bWXNT++qb9b3v6BIBTZevVdaCNTs/uH+2sy96/PObTv0tPTd8svPWk4fedD6Q9PSs4+OnW74qe3mNILjw/++Kr08tOSi4/3X32adeRq4q7ThcevH7r06PDlh4cu3i89/VPewQvpO4+nFBxJKTi8YnNuwubsxWt3zFu+feHKpJVbs7dklKTk7tmWUZRWsGd7ZlF0XML/+N2ffvXffv0/fvenbyZP//c//sd33/7vn58/QtHhsbFPTqcRg6nPyNgWHz83Pn7u4sVzF8yPhsLszBmR0bNnzp8za96cGTGzomADWNS0yRFTJk+fPGlmxPSZEdNB2xh4OCViytQZ0yNmR0TMmR4RPX1q9PSpMZFgADg6avqMaZOnff/NnJmRc2eDyt850TNmz4qc6EOa/Us5MIzFmjd39oL5c2IXzp2YJoefIdiBFBc77+vP65rVy9evW7Vh/eoN61fDud+/OZ8TgaMjcfvm1asS0nYkFeRnZYXdzoV5mYV5mZlp23MzkgtyUorz09JTNuWmbXvx6CdEzndbVWoJSSnEKIU4o4rqs4m6PAq/XewwcJxGtsPAcpu5frvQZ+fZ9DREjlWKWhXCJpOG4DTR3RZmp4vf5RU5TXSVuMWCkOBJp4nusbI6XXyfnWM3UDvtXJeB1ueTDHapPCYGHN/VSdsNcky4cZdmVGDhsc/CglVDSn6jRtQSsHH6/VKfheXQUbxmJhzrRSRtNi0Jlg9Bm3SPR+Qy0OTcej61ApG0QaO1WtisFjZL2bUswlvYHgzDruB5HqWcSy6jdrzQyzrMKrzLQNNJ2/1WNnx1KCbLOHVwSdm1cPQX0mafTwJTr6AsrJd1IJI2SvvPHBIoHGbgXouZtT0uqVFK6rKK0X7n0YLk4u1rdqyM3R4fsyl2Zr9d5dFyx7tNn/yqTqugyyXq80nk3HpEjPUYeUG7zG+WVb+6v3VFXO3rxwujvilO3zjUZdIIsUo+mKQ1KrB2Ld2BMGxaCiIBSdo+C0spaDCrQQqX38o2yolWNXW010ppe5+2aUnyukUpqxZlbVy1Nzv1WEnBgaK8Q7uKj+/fe3h36bEDh47sO1BSUHTqyLHSop1HSvfsKyo+e+jY+SMnTpUeOLvv6KG8nZcOnbhw8MjNs+evnTx558KFl3du78nO2r4yYeqf/j3qr3+qfv0s5NRblEy9lKjiY9UCjEVF81uEQbvEbxEquC1mJdmBMIC4rSYhkg6TkhByCh0Iyygnuw1cl56j4LbJOa06CUHOaeVTao1y8qeAVi8lsvAfTApK2EFdFrKBzFsdt6nj/U8dFfeZhBYF4q6h+OKy6iNTaX9ey/z9MnxcGv0PEWfPXScazZ9NOo0FYXusHDGryiBrdmqx3Xa2WYL1arkKRoeI2KbmUkS0dmzdS1L7a0QO6kzhN36tsE3Fa7aqSAEL161naIVtMla91wh6WYXUKreeEbBwQyb+oF3VjYgcMrpBQtTLsAZph1nc4hI0OIjvm84WvcxcTTyUY75zxvvwkvHaMcaJXTUnClrvnjISq9EuBzrcjw4OfOzu7+8f+TwKsrG6R1D/J7TzE+rvHdWbfSy+1BfqGR8baX/3lvv2dcexA7zDJbYzJcGzBd6jSR+v5SsPbSDsWnl91bSa43moRRrSISb7eN7BB5HzN347eXZ9dZXPqrUouX6zwmtQDvcGmyqrVi9blpa0jYJv6/Vb3BaRw0S0IGyt1M1jDqYmv1m99v7C+AMsvttkc7pcOr9L4QMOYbpJgteJsToxVsZu63SoeJT2W5dOsfBtiJhrUcksKtnre7cZHU02lbDyxV05G9vlUJvkdBG9Sclr1YjaVKIOp5HNpTUIOW18Dlar5g0NdQ8N9/X2BT8N9PX0dQ+MDId6e96+f3Xz1tnr1w49eXwRiyljMprv3D7zw9kDChlz8HPA69b3hDxuh9Hntn3qC3kc1u6gd2SkH0U/h0LOmqqXDbUvjRqg9MrYbWYlXcFudek5DoRlRdhGFZ3cXk7H1XBIbSIGHhHRHBqOD7RkkQziViW72qLB04nvlQqK3ihBLFqJHrnx7NmyrLy5u/dsvn0798XzuzRyvUokD9okRqFKy3CbuV4dY7hTJ6K0LZkX84ff/fnC5UfZBcfu3Pl5fkzc/Oh5//Hb35I6mkIuo4yF8RgFPiMfEWGU3CZi0zMWvtyBMPRSol5McGtZoFFZRuk0cD0alprVLCHXKRmNalarU0n167gOBcUsJjoUFK+W7VaD+CuHhu0zCrvs8oBZbFUydSKSTkgxy9hBiyZk1QbN2pAFuXbioEHEHvDbnFquitsuotazsBXU1rcqbnvALOxxyhEhzqaid9mlViXNJCO7ELaa1yFh1JskoOCq3y3qcwl1gjYVu1EvwSk4YEjBbeD2epQfg4iE00LHVzgMPKWIYFLz3GYlOvZRLWDtzslYvSh2w9KlsbNmL5w1d+bUmTuSM1ta8G5/n83bq7MHvN3D7q4xTzfq+Yh6B1CO3vWwrrWBLz756Om8Tdv+c+asiIULFyxZlJ2eGrSb0eHP4x87u0c7fWi3vbfLFujv7EeDg6jAOvAIK34u0Sc+eb71+bPbKmWdN6BHUfMoKu9Bse6BQy3MYrw4r4NzuJ1VyZJcP3SEduMi68Qe3L7sxh/2iZpeg1lfQpWV3ezgtbExb8XsRiWv1SAjyJjNtOZ3ElKjiUtqe/rwRErqkFQ3yNehMg+Q8gS+sCc2zHVQ4YQiJ9OMMs0gsIplAeAXNusOk8KttmwrIB+u48uCoqLICyRBiR9kWU0IjDwnuBIoijYg4fKd8gf1gB75TnANVCC5DpTvBiqlEKARKKHl2MEr8hzgsjDuAsOzyAPE3vAA7TBJO4BXdTULkZ/bMScfvsk9/Trr5L0tpW+yT0nv1HwZmqUZoW0Y9vfC0GZYqhRu2Q27msOCKjRjA7BkmFGe0/GeLLtb6yqnfmqXhep57gpaoIatetwkvV8nulMtuFXJvv6edukV/fJrzo0y1rV3knu1jCtvuD+WC29Xsa+/B3POr3H6lxj5wwb5wwbp/TrWtXe8nyr0LzGOCupnnPLL3zAsFAOWZpjGaYZhomaEpB0haeGk8cSwMfhbsSwozTBEUAPfeFh5BqnRNDNE31GSPlz8a0Kp4QZgGihDHiXpP2NUwXqB9S1Z9ahFdKdW+bgFeYWzVtCc1SxXDdtTxw22iHsxikGyrh+nCrUCPPbW8zqbRX1Y5WdYMQWDx6BuHMbdUboJ5TnBs1wHFIGHqQZU4B6iGoDtGZAt0HvBARwkFvr/Tg0OYzAEYBA6xQ3/V+Y7UT5Qg0H/0N8kXyj8/m0HGVq/rL+zPYcTnlHYtAQjr6ARmmwdJ1nGSZYxonmMaIbHKNk6SjChvECoTiL6qR5SLjgD8q68KMuLMsLyL0RfJvBCA0c0GyZagwlh8PkUeMYlzk6WlFNeI2tukzQ3SzEtnKYqHZcopDTQ2so4xCqNBO8y8axqpoTRKqY1IyKSTk7RySkCRhMFU64QYLs8KqeRT8N9YBFr+bQmSkcFpuEVj9poUrEdeqHbJJHxiB0N794+u3n76slTh3Ye3V9w7vjeC6cOle7MPnpg9+F9u4tyQUTz3pLi0p2F2emph/aW5Gel5WellRbn7yrIKchOL8zJyMvcUZSbWZiTkZ+VlpOeAgNxCnMydhXk5GTsKMrL3lWYV5CTORH7DJOfczJ2ZKQmZaQmTeBrVljdzctMy83YkZeZlp+VDrXfvMy0CR7Oy0yD/ueMlEQAw2GEzkgFgjME3dTErUlbN8FjeBJK0KmJW7dv3gD90olbNsKGpMQtG+Fx0tZN2zat37Ru9YY1KzeF64VhntamjWvXrwNVwFDjXbP6SyYW9DyvX7dqy+b1GzesgZVI4ctWrFq5fOWKBLi+DP6GJd+l8YthgPPyhKUJy+IhD8cviYUxWlClgyANqRjKddAaDRuS4pfErlyRALVfGKAFRWDodp43d0707JkQuxYumAc7gYECTNNaYMwVtDHzrV5t6BNTbxfYfDJPF4zIoiNWqAM382W1TEE1ndfIlRCUepbJKXD4xe5gu1gFHwqdAbE7KHD42WYXw2DHSDU1DP4HCrtFIKdqzBNc3cwS84wulbtbZPZzECdb62hjy5/V4vb8cDf36PXD139+1cJoZGretrN/bqR+IAhftzIfVuFuvm2+U9Z2v7Idrkc12Ga2xtSLuobQdx2c9TmHZixP3lZ88uz98nMPKk/fLT964+3BKy9BkvOVl0euvzl28/21l81nH1fvv/6i+Py93OM3knefztx//tCVh4cvPzx44V7p6Z8KDpxP33k8MWfvlozSzem7lqxLi1udFLN0y6xF6xYs27JqS8bmHYXbMooyi/YlrN/2zfTZ//off/mX3//nb//4X7/7019//6e/zJsf3dpai6IDHo+lsvJNYWFmXNychQtnx8XNiYudu3DBnLkxs2bOiIyMmBYVAWqaZ0V+ab6eMX1K1LTJkVMnRUwBDDxj+rQZ06dFTp0CeThiyuSoaQCJgeF5+lQYggUBeOb0KZFTvo+eEREzK2pO9AwIwFD+hVHPMXNmwnlgSL/QMzCRGw7dBdBpEP4AgRBz+DmDgc+g73fDmq+dzynJ21KSt6WmbE9N2Z6bk7EjdfvWLeu3blmfmrQlM217dkZSTmbiqWN7C3OTU7avKc5PffXklhkRfe5xea3K0Y/2Xr/aaeSa1DSzhh5GX67TyHWbuR4Lz2PhOY1sm55m0pC0MoxC2ALnfg0qnNfGhmW/FoTU45eYNAQ4HmzSEAwqnAUhfQmI1lEgJcJYKagGa0QtUnbthGNZJ213GWhQ+AWMF2Y5mL0MUo5NjI8BWZdL4NBR4NKIWpT8Roua4DUzxcxq2MprVuFhMJVRgVUJmhS8BjGzmk18J6RXwuul7FpY80vteAG90wY5ho59xSG9l3HqRIwqWAgMB3pheZKYWe01M60aIpw99pgYcm69gPZBLWzmUyvwTY9hGhbM0OKSy8qeX9CJsQELv88pRwd9Ta/vZaxblL560Y6VsRsWRLW8ffDJpe6yip1aFp9S7TWzjQpg+QYz0maezywIOeSDQQu+4f3WFXFXTuxP37x8x8Z4JQ9jVlIdOppK0AJ+fYRh09C8ZnbAxvvUKe+0czXiZp+VOdqHgGQjJdkoJ3qMgurXt9I3xxenbzy9v+D0vqLLx/ddP3343OG9F44dunr6+MXjR88ePHj+yJEzBw7cuXDh2vETN8+cPbdv/8X9B8/u2nuqoOTh2UsX9+x/fePm9UNHH1+8dOPosfaydyXpqTvTkxJXL/vXX/3qSGn+aH9AzidpJEREjDfISDYNw6XnuPQcu5Zp0zBMCpLHyOn1yLucEpOSIOc2qoWtwBmuY4fTrVoV3DYVv8OspLoNXAfCgtkYFhWNjinDN75QCzAqfgeHWGXXc10I14+wrEIMq+1nMaNeq5cKLf5rVep5BU1TUph/Wk3/djX+T/OexW54dOsx1eYMqtV8s5HrsDCo+CcGeYOGXyWlgQxYhIPTcagGAVPJJjEJdWRMOR1fZpARTHK8x8D0GllaYZuUWWeS4zutPKMMp+Q2eQxMh5ZqkuPdeoZNTfaZuD0utdcoMcnpiJiIiLF6CcYkbbdLWyysqj5Zq6P9edWB5Psb5pEPZnkfXLTcOcW/cRB/oaTlzE7W/ctdTAKoPx0YRofRkU9oV8+ov3e8axDtGwEMbPV+1Jvcn/o/oyODqNPGfXhbf+dK6O5558nC7h8Kg+eyNXs3KE6lPt0043nealRD65Ez7EpZZx9643n94pVbIqNm1la+NKmYDoSj4mMdWr5GzDKqpe1N9bkZOzISt9aVvfbZNEY9W6/TepzoT9eki5fcXbPh0aakixQ2wuJxBTySCqi4TNCRw26WMutU/Da9nGZU8Joq3hEaG/s9IbPcYFWa0GEU/TiCDo+NdnXa1eLGsqdqPpGBqTQr6QJqjVFONKkpNgO7p1OHbS8X8kkjI92jY58+Dfb6Ol3eoMfhtXd/7Okf/EikYO/eu1BT/VgowCBatlrFaG1+//b1fbGQMj7aE/Tb/B6rz20JBdw9IZ/PZe/q9KDo4Mc+D6a9uqHmNY1QK+F2eE1Cg4zy0at2IWybih7+RPFDbqXXIgnZNQ6VVIDDWKU8r17KJdRoRZiBkNJuoPCZ5SzyOytCB1oxG2/TyLwmg8fnpuhkeLtK0uXU9rkERpHSyOdxW4f79T4D3akifnQr698+XThnznffRL6vJNy8V3706IWczIL50fMiJk1ikbFGpcBvlpmVdK0A3D7ocgiDNn6PWzYQ1JoUIBnbpQbRAAG9wKfjOxQMo4hkEBBMYrKE3GAUkXwIz68XhEziHpu80yC0ymhKDuajT4eOBj/59RY5yyRnuhGh1yiT0LAd1W8fXzt/+fj+YztzN8TPv3z0QOXzeyGb3KKgylktGj6Gha1Qcdt9Rr5NRZfQG9W8DrOcouFjbCp6p0VkUVDtGppbQ/Ui1B4H329kqNiNGm6zSU5U89s8Rp5RRdUrqAGHzKRmaGWUgFOhFJM9Vo3FoLhw6siq+IUbEpYunTc/dnZM7KwFKxavfPHsncvVFegaNjp7bMFB7yfU3j0aHERDQ6je3Ss1uftQVOEKPKtvISq1Bad/iFm7YfbS5TPnL1yyZElJXvaA245+Cn4e7gwMh3zjI24UdaJotbTz8CtSmaor61HF7zYl/6xWX8K1Yu0GDwom6j+jqG0EVaHoXa27EMffSxC+ktuasIynJ89Rzp+jndjLvnqEcuuEDl+BBhENvdkmA5Hv1PY3DOx7ObtJxW3XcNvFhLpBByJtbTybkTksN6AyKyp2jjAMgDaB8dWOcsIWX9B79EXFRVnAFD1MBaO/oBhJ6kdVoXB5j32YZuwnaYOtEms1U/sKJ3zUyLlVRfuxXPSgQfCwQXi/nv+gHu6iBw2iBw30a28Ftyp5P1Xc276XdO4Z5/p73o/lzCtveNfL+DfKhT99EN2slPxUKf7xg/B6Oe96GfPKG/rl17RLrygXXpB+eE4894xw9in+zBPc6cfYU48IZ58yr75VPGq0vif56zihJgHKA5IyQF+mBaA13TSAUcC64In+Xpjb/HWSM0BfuMJJXSjdpH/ezrr8hnDqMefqO+mdGsntauRpq6+G1dnAg6IuTLQCIMpzgD8IzwH+IPAeAd8JHdFdzUI42Qu09HD+Mzj4xWEOXeUwJhqS/GecEhIvGJmGJnOmGf5T4Axk4HBD8jhV/yVtK4y7Y2TDGNkwTjFCGAbOZ7oFZVhRlv3LhC3LDh7SzSNk/RjDDP5bcx1gB7cYwl5ovgucYVnHGGag6AKt24UKPeNMC3jIsoLMLaZljGEeY5gBALOsAHp5TqAD85yDZB3KsY8yrGDElwXWENM+zHKMsMFILXQ7/4P/Gdb5jrIB8X5h4PDNjgkGhubnv99BrPTE+v8AYIi+v+jAwNX/fwDgMaIZZXs/tqo1jzCBaiEqCAIApjuA8BumXxB/RQ8XF0O0ZrrCGOwCfU6cMAPzwoq31uul8Tnvq5EOvLSlSdheT214r+FgZEzg8NJI8CY1AxGROIRaclMZqblMSG1iEKpouA8STptNx3EYeCJWS1vdcyrmg4TdzqM24pre4Jvfcsj1ahHRZRTbDUIJB09qr6orf/rzg+u3rpw6e2zPnqKMEwdLDu4t3FcCArF2FubkZaXvKsw7cmDv/t3FuRmpmamJ2WnJGSnbc9JTduZnF+dlFeZkFOdl7SrI2VWQszM/e2d+dklh7u6ivPzsjOL8nOL8nMLcLGioLsjJzEpLgcJsVlrKl+yrcBZ0QU5mflY6RNycsB0aknBeZlph+Kn8rPTCnMzCnEw4IZybsSM/O+Nrl3XmjmRYKQxfAvqfIWZD9M1OT4USMTRIpyZuha5piM3bNq2HxcIwNGvTOiCMbVi/Gpakrl2zYt3alVAEhvv6das2blizds0KmAK9auWytWtWrVm9cvWqFatXfSHhCQZOWBa/YvmyFcuXfQ3ASxYvhAAcvzBgHxYAACAASURBVCR2yeKFy5YugvS7PGHJ0vi4xYsWQAFvyeKF0Bo9kYAFHdQTUVixC+cvXDAvZs7sWTOjgO44L2bB/LlzY6LBDDDX7OZbvQKbj2/1wjQsQ+8QLECCqi/cO0SqeqawkSNr5ingIipNXIuPbfIQlSaJu1sZ+Ih0DyHdQ3JfH9fio2hA8FUNg9/EE+PkGrreAnuAodRMkOg6+CDkGfEPGILDHVz1ubuvUnef3Hny1uVn9RV4SRvP0MhE3mP4T2rJd8o6HlUT75ZjfnzdeOlp1dn772+8amhkqtT+Yf84yjf3XHxSHbclP2Lp9m3FJ4/ceHXmXsXFx/XHf3q/98KzfRefH/+p7PzDuguP6s89rLn6oqno3P2k0rPJe84llZxJ2/fD3vP3zt15ffDCvZKT13P3nk3JP7A5fdf6pNxVm7NWbEpbmLB13tIN0XHrYpasW7omaWNSzpbU/I3J2YtXbPpuevQ//evvf/VPv/7v//M3v/n9H//y7eTpM2aWlb+22bRNTR+SktavXbts2bKFM2dOWbkift7cWXNjZsXMmTlrZlRkxLTpU6dFTp0WNW3qtKmTp039ftrU76dPmwQtyhHTJ8M1fdqkaVO/nzrlu6lTvgtfAAgZ9B5NmzJRgxQdBZAYpGFFTZ8zE1QfwcBnGHM1J3rG/HnRE2vB/DkwQ/wfnAOQgWH3L7Q9r1yxdPWqBNj3O5H5/PXob2rKdjj3m7h1Q1rKltyslILctMK89ILc1MLc1IKcpPzsxJyMLccOFDZU/WzVi3wOtcssCbpVgz3GLo/MYWAZVWSTmmLXM10mMPobdEn6Aqq+gCroknQ6xb1+ZX+nutsnlfEbFMImq47c45d0uvh6JRaRd7jMDLOWaNNTrDqyXonVSNsQeYdBhTNpCFCt1Yha+NQKIb3SY2L0esUQNU1KnErQBO3HUM6FU8FQ49WKW6GZGc4Gu410GKYFu3+55DIepVxA+8CnVhjkYBrWoiYo+Y0yTh10Vls1RIMco+A1gLlcabuUXcsll8HXMilxARsHpmSBYqGwpMwhvQc9urIOlaBJL+uAcrRa2BywcWScOiW/0WNi2LQkKbtWJWhyGWgDIWU41rjaIMdAFO+0c40KUBvr0jDHuyxBk3j3jvXpa2LTVsWtiZl26UA+GrI6FIygWejRc5W8VquGLObUwjcfcogtKppdyx7rdfJIzVtXxF07dbAka1vS2jijnArGGsPjl2C8WdAu5zTbEWrIKQTEq8IL6BV2HZhP9pgYnTZht0va61FT28v25m1LWb/4x3OHLp7Yc/nUvqtnDl04Unrp2L4bZ45cPX7g+K6CH08cuXv25IPzZy7u3X1x7+6zRQXndxVfKd1zKivn7uGj+7Zv+3Hf3sL1607kZu/evrU0ZduhvPTYiO///Nt/unPtjNeukQgofGabUUUHDKkg2TQ0s5KsEXZoRRiLiqKX4tWCdrOSbFFRYOGBRtghZtTbNAxEjOeRa6DkC5MwfGYBdD6r+B34xhcMbLlOQlBw22S8Do2UbNGw3Rpun1UqIr6Xc6rlqg5TyMj19BfeJM7J7piyjfbHxa1/WVz3bxE3Fm64dedpm8HqYHLIYimBx64kYu7TsPdl9HdqdqNFQrFKWBo2RcUhGxRMvZImF7bZtXREhNGJsU6EYVGSZaxGKbNBJ8Z6jRyjjGBRkuHSCNp5pEqNjKDRsZQIS6mgqMQEEEokwJgFrSZeg0vcYmBUdAoa+4VN0pdXqkqTagq30o7l6G8e1d88Kj2/l3SggHrioPnNK1ShBJHQPZ9GeoeGhsD3+OAQ6uweCQ2BeDK0rw8d6O0kYzFH9xiunVIfyg1dLHUcy/BdLJQe2l6ZtuhcwuRBUcewkTdgU5pU0u4B9O6bhnmLV86bF9PeWKYWEwI2nlGB77SJLQjHa9cEPObGyvIdmzemb978+smjQLAz2IsSSeNzYm7FxT9bvu7exeu1Sr1drZFZdGK3XuLVi706jksH4s2tOqrbIkU/9549dGz2pNmLZqzckpCRtDJv05IdmZvyd6XvLE7NLH/y8NH1H4wyBgNTKaQ1akU4B8IyqRkqMVEhpVRXPlOpeCj6ue9TsKs/GOrr7BvqDfZ39gz0fBz5KNOIrl47WVf7HNGydVqeVEyhU1vfvLp3786l3i53d9DpdZm7Ol2hgNvjtPT3dA4P9ADzs1rw4f0TEqaaQ20itr7XS8lmOcUHbpQAVVMtwOilZIOUalQyFByCgcux8IVOudgq5Sq5eBmvTSPD6NQ4HvODgFlpVuBUzCZBW7mVhe9Ti4fcJo2By1QQzX6V06e0WYU+h5hDKAuZ2Wi3pt8pHA6ZLpzYHzFl6jffRLVjxJXV1PQd4PvSzOkz1i5fbtOrbIg0YJGrBTgpo0kr7OhxiT8HlB/9qh63zKSg6KVkr0HoNQjNEqqA3AAiiLlYv17Y59Z0GsV+k9ij5VkUDLuC6dBwjCKymNZsU3NtCN+lE4ecCDrQOf7RJ2Phnt6+fKwkN3/Hluxt6/YWpBekbN2ZmVKYuq00OxkREl0IW8VtdyFsEbUeEeI8ei4ixEnojUpOm4aPkTKazHKKWU7hEqrk7CYvQnepKT4QzUVWsprUnBaLggoM0kK8lNuOSCl+h1ynoMkEBL9TFXBpX/18Pys9MT523qyIqbExMXOiZs+YMuPk4bMapdnl6un6iAY/obbQmM4/pAmMaIPDTVTRmR8faRyBTyhKFcskRotncPh5QzNOpEwuORC9csP0+YvnxS2JXTg/ad2aTz4HOtI3ig77URQT6DvL0BzAaw7jkMK3lDn5J2cl51cwWJ6xTzgBqXc0iKL9ff2hARR1oKgRRR9prSXtrAsM9c1WYTNO+P7KHc69m+8z11LP5LBuH7YRKzr1Eh6lndFRRm17KWXWyei1ckaDD+Ewm993IxIznbh/00YvjYcqLMM8wyjXAvhH4AY7zwYYmGsFOyfMwJxwJ7DYjfId3Rip4mkz5tyTmv03Kvddw154gb/ymnqjjH2vRvykWfEKo31LQMpI+jKyrpysLyPrKyjGCqqxkmaupFuqGIEmfj9O0YuR4c49Nb3Bh5oEPa1ibw3LU8WYWN5KBlzuSnpPq7ir7cvqbpdMLPDeYEExxzrGCFusOVagEvMcAH0ZZrAzLSCdK9zJNNHW+w/c+3WkczipC6R5jVP1QwQ1SHVmmgHcygJAgmZZoOz8pQKKZR6lGwZImgGSZoSmH6Hpx5mmYaoOtkahfMcgWcu4/g6Vd4J3FZ4BHqXoIPSCYeCJQWLoJGdbv6RkhT3VsCppInN7lKKDOWTgPXDAkDbMJwNz2iQ9DHwGOc+M8BQ3zTpOMQ/ikEEcMkwAz4JArHBDEmj0Zdi+DnOGkVfDFNNE3dEY3TpxcohshH2/8FmYBf1L3ZEZPMV1g2vC+yjNgnKcgzTrIM06QLUMUC2DNOsQ3TYcznye2L/2MIdtzDaQ/8x2gCllrutvi/1/isX6UncESobhgoD6/0Zfig2l2L6Wf78WgQEA052jBJOngqt60I6yPCjFFg6LDs/90hzjVPs41f4lT4vxVVMxqAV2hgVhD5CCFZ5hqVlUVs+vqJM2NatJWHpDmVFE4pPq+JRaIbNZIcAiIpKajxdRWpjYGjUfzyLVYJteEVrfCpnNOjnFoKRpJEQOpc6sYdp0HAGjCdf8uq3uOZCI+ThEStPLGWoRmUdtJrR+qK949vz+tcvnDp06XHKotADOAx8oLdpdlFdSmLt3V2FpcT6UeTNTE9OSthbmZOwrAc8W5WbuKsjZu6twX0kRvKykMBesovxwmBaY+N1dXFC6s7AwNys9JbE4P6ekKL+kKL8wNytzRzIYIQ7P6xblZkHWhQpwYU5mcV72roJcaIfOz0ovzssuzsvOy0zLTkuBAAz7k3IydmSlpcCg6ZyMHROgC+OmYdA0yJrO3JGRnrIjNRHqW6kp21OStyUlbkkKWz63h5OAYCMM1H6hwAu5F9pFYWHq5k3roHV0/bpVq1clQLV2ecKSCUKGzAwNpyuWxycsWzwRpjVRGrw8YQkE4JUrliYsWxy/JBaW1MArl8bHwfQiSC5wrnPC8wx91BNx0IviFkIXNJwEnhsTPTcmOnr2zF9pgh9VgT5YeiT3dktcQZEjILT79T2DEleQqbfDQCy20YkRq6upXLrOQUPsNMTOMXsV/n5dz7A6+Fns6hI6gnxbgGlwERTGFr6ykSNr4spbhYpWoYKgRDokykoqq5rKxUm1FLUJK9EQJDqhxW8MjQhNgftlzVn7z6bvOXXk2uMHlcQPeHkNWf2snn63HPegknj9ZfOha8+P/fTq0tOau+XtDyqxT+tIdTS5yNbrGkI7BKYDV55GLN0+KXbj9p2nzj2ouPGq5eKT2iPX3xy6+urQ1VfHQJ1v1cXHDVeft1z5ubn4zINFSbvmbczeWHA048CFknN3Ttx4duTqw8Ijl7L3nEzM2bshOW/Vloxla5Pjlm+ZH78ham7CzPkrYhatXbRi8+rNaRuSslasT5q/ZNW//uF//89/+/df/+Z//fNv//Dr3/yvf/ndHyZNi4xfnrAjLTE3PzUxcd2yZfOXLVu4fHnc3JiZkyf9NXp2VNiNHDUjKiJi2vSIKVPDazIEYIi+keG23qjIqVGRU6dPmzR1yndTJn87ZfK3U6d8B/E4cuokwLphAAb7LxHQMTMjZ0ZMjZ4BJn4hAMODmDkz582dPS887jt/XvREYvjCBTFwajwudh6UgqHBIGHZYph9Bed+Yf7z5k3rtoWzryb27ds2JSdtTU3ZnrYjMT11a1F+RnFBZsaOLRk7tuwqTt+3O2dX4Y7ELStu/XiaRWl2W2VdPp1ezVCKCD67VK8gIjI8IsNbtDSfTdDpFHutfLueCR8GHCKXieMycUJuaV9A1eWVeG3ckEfYH5QP9KhHPuqG+5Fun9hposNlN1BBCZCGYFSDeiSDCidmVmvFrXBYV86tt2qILgNNL+vodgvtCBlmWck4dVAZ9pgYMHoKWp2DDl6XS+A1M21aEuwKNsgxLgMNkbQJ6ZV8agWPUj4xQmyQYxBJm1bcquQ3Qt+yz8KC8GxRE6TsWib+DbRDe83MT51yRNKmk7ablLhOOxfOJIsYVWJmtUVN6LRz/Va2TUsyq/B+KxtW/kJOBkFTbiH8ESW/0aoh9vkkQQfPZaAFbJxut9gsJfQ6ZCOdxte3z2WsjcvfkpC0bF7aqjgDj4D2OAwCglvH6XHLQh4xl1Yh4zfAWiaXniXntCp5mE9+4//zrT1r65oTpfn5KesXz/7OrKSHHNJOOz/kFFrUBDGjXsyot2rITj2oRFbwGtikt4i0VS1sdhlonwLqkEP8KaDrcatq39w9UJiUuH7RuqUxGxLmbVmxYN2S6LVxs9Yvjl49L3Lt/Kjty+YnLl24ZeHstdGRW2Ojty2M2TI/OmXJwnWzI1PjY9fOmJK7ctn66KiM5UsSF89PW7V43vd/KkrdiKl/Z1RxdUomouZ87DaF3HIHwtBJcIgYq+K3gdIjKd5n5vktfAW3RcFtUQvaZewmB8IIOcRqQbtGiLWq6ToJQSvCQbkYEeOtarrbwHXq2DoJgUeu0UkIsBtJLSbIhDitjGaU0F0qloxSKWOWS0SVKhNN4bHXcG2bD7bMSWn/dlXHn2Ib/7q0/o/RP61Mul7TJtGYfQwuHdGzmLS3ItZbh6ZdQHhvEuDtMg7CpWr5NLtO4DQJ9CqgvTu0dJOc6NDS/eFjgxRvVpC6nRKfiauX4JTcFqOMoOA0c4kf1DKCVEtVmDkmq9BlFgb0vE4ty6sg20Udek6DhPBWQ6/wipv9nHpj8zPW/TOth7OYx3M1F0t99897710SHd+HKSkUXrvSiWlHe3vQUHAg1DU0MBwuZka7+0d7Al3o5/4xKRd37gj39H7k1G5FaUrv1f3+88W2y7tIe7eWRv6bsf7pmEngVbC67druzoDF+3nPyZvfT5+XkLCCR8drJWSHFvRsd7vFQY/UhLBdFmV/wElpazlYULB55abTFx9VtVpzCsmzYl4dOYVsTHzSiBGrdGqLSR5yIiGT2iJmWmW0bqeoLyj22nkmLd9jMW1btS3qvxbM/mZV3PSUJdPTE2ZmzPl2VfR3sdP+OLkgOfnD8/teo8SqYonoTRJmC5/eiEgpaim1+sNTq02Jop/H0cGu/mCwv7N/uG8EHe4b6u0eCPYOdTl8pjt3LlVX/qzTCgw6EZeNp1Pbqj78fPfWZY1S0BNyBf2O3i6vz21z2owo0J0HAx4zBVcv5RMVQiIdV8XAfmBhKxwapklCDJqFBgnRLKcgIpKE0aqX06R0jBjXZuNzETZVzSJZVRyFAEvGlXEYVXJhCxjyN7BsIqyTj/uo5nWLaGp8nYTboFC2e518n5330adEe/RWCc4satcLWuwaCvrZfWRv0aL5cTHR8a3NnHdv2jPSdq5YtuYP//b79StXOowas1rExteJ6E0KdqtG0G7XUFw6ulVNBaq4guI1CVU8glHGcmqEHoM0aFH1eQyDAetg0Nbn0nc7kU6z0meS9ziQoZB9OGjv9xrH+v29fotFI6ZhGx/+dHFfUWZRZuKBndl7CtKLs5Ly07YeKsktykzeV5Sdn7Y9eUPC89vnHBqmToR3allaAdaioDo0TIuCKqTUQQXYoqD2OOVBq1jDx3gNvKCR51JTvAi908A1SfBSWgM4bxIalDS/TeYyS9RSulUv+tRtZ5JbstI2x8yZsXbdyvnzQInId998vyx+RUsj1mLyBvwDoR7U0TksNgWF5i6kF3WOg9XKU/9w/9nz2kbE7XlTXfO0rOwjiirdnU1sWRNXubX48PRFayIWLI2NXx4TPefEgX3j/b2Do2PUQOipNZBFkuaxzVf0A/OPP1pdeiVjz5lmHBFFBzHYKhKxCkVDQwOBcXQsODqq/TQgHkMrvB9zK0nXua5HVD2GLL11+JjgwcWa4nXk83ktl3e7JDQ1n6xgNqtYDSpWg17QZhRiQwYBve61mUPyiThFK5Yr69pQrWOAq0fFwIAKrMU829drnAtIeJxrVf7cir/0onLftdojt0QP60IYKSpwoFIvKnSBJXKjYg/YBc4xnn2Ua/t6jfHs43wHKnCiQtcYy4QKnSjXJnpY56phjtINKM8+QgPR0ADtJsKlgPgMhGhAeuFeYjBjDEaLw73EHGtPh3SIggAGFrrAzjKHn7KCrKww8ULD85e5WZrx77h3opkpXML0N9E1nOM1Fo50BkZrthUmS4NEqzCXgkZfvgMsoQuVeMHvyw3fLOA7wHH41wc7y4yKPSM0fdvJB0DIZVtHKbpPWAX4cQi6XPsgQT1E1AwRNTBkeyJYGyBu2HP+JWBsImmMYYLJ2+AChmmEjMAQ6XGKeYxs+rr0aJxiHiUZAQzTbWDRrH9bMNiZ5fhSt8tyQL6FTAtOshxfoqHD1wBUhmHR4SBoiMHwsgGiHv4sPBihmgeIekDOdBuA3jAGj4TpF5YhwR2WIcGqJKCjctyjDOsY0xZuZgq/NNcFXpEbTqjmwJDqv9sn+n7/EYB/SX4GyEq1gUWxfS3/jhJMowTThAsaADAV6MNDWL3qQbuvko+yvcALTf2CvmMU6xjF+qU4CkSjm+DxOM0S5uSwWZrt+kzXjYosfoqQ8PCFpL5BiW3TMnECQi29vZyF/8Ch1AlBPD5eL6GB2kJqCxNbJWK1cKn1uObX5A5wA9eoost4HXx6oxVheywiaJAmtb/HNr2i4T7QcVWIlGZWc2RcHJfayiI1kTtqcc0fHt66dPva2ZNH9+wqzNhXUnDm+MEj+0tz0lMKczIg6xZkp2enJe8qyNm/u7goNxPqvXt2FkBrNBSBd+YD8zMEYKgDQy90VhqI0crPzijMzSrMzcrLSs/NTMvLSi8I425xXnZhTmZBdkZBdkZxXvbuovy9u4qKcrNg9hUk5Il8LOimLsjJzM1MgwCcm5k2ITJDBRgmbMHa4bQdSRB6JzyeKcnbkpO2TgBw4vZw+Uvilu3bNsFUoAnW3bhhzeZN6+Dasnk9PICcvHpVAjSWQpX46wnhVStBi9KK5fGweBUeT5BI/JLYFcvjoaEainNQmVuxPH7Z0kXxS2LhbHDCssWLFy1YMB+YnBfMnwsnjeOXLFoUtxBmQcN93tw5s2YCBIuePXNO9KzZs2b8Stc9oAr0Sd0hsbNTGu5AYuhsOKmWprXAfCyGzoaXIXgZwtDZxM5Obdcg1x5gmj1ib4+88yPfGWSaPWyrr0WkbhGpmwTKWrakiiGsYYlbRGq8ylDLFNQyeTUMbgNHSFToQeCWwU2UGxWuPlP3GEli3H/hzuJNWVtyD1y4/+5tKxOgbwP71nv87TL8j286zj6oPHH7/Zn7H47efHXq3vsrL+rfdHCF9l7XCCpxfawgCjflH41enTZrZVry7h/O3Ku4/Kz+zN3Kk7fKC0/c3X3u8dEb787drzn/sO7krYrSH57mHru1fMf+WWszl6eV5p34seTcndLz9/acvZV94Nz2/IObM0tWb89N2JC6ZNX22KUb5ixcOSNm6aSI+VFz4hcsWbd01bbla5PiEjZMjZz/+z9++99+/W//1z/98z//5vd//ut3k6ZFTp4eERE5IzpmztwFs2fMnrwsIXbFysVTp303afJf58+Lnjd3dvSMqNlRkbMio2ZGRM6MiJwxdXrUlGnA3jxtyj9ov5ERkyMjJk+f9v3UKd9OnvTXKZO/mT7t+4jpk8Ca+h2IfZ42BY4BQwCOmRk5d1bU1wAMdWBoe4by79foG7twbuzCudA8ADF48aIFE9lXyxOWrFyxdM3q5fCTumH96i2b1ydu3/wPEdApydvSdiSlpyXlZadmZ2zPTNuanbm1MDe5KC+5ICcxN2vzsweXTAh7sN/mMAvsBl7Iq/A7JQ4T265nGtVEnQJn1VEDTkHII3Zb2EY10awlu8xgBtiK0C1amsPAchhYZi25P6gMeYQw59lpogecvKBb0Oni+x1cj5UFMRj2AytFzWIOmMLlkN5zyWViZjX0PMPMZIMcI2XXMnCv6dhXMk6dQ0cJ2DgBGweRtEGvcr9fOtSthj1DnXauWtjMo5QL6ZUwBAuiKfRFw5JeaKK2I2Qlv5FLLvOYGFA0doarhvWyDhmnTitutWlJehmYnnXqqW4jXcysVgubYcMwVHdhbxOsRDIpcX0+yceALOTkm1V4RNI28a9BCdqkxHW7hU49Vc6t14havGa2XohDh/xqZkfu5mW5GxPSVsUti/r27a2Lo35j0CD26/gePdepY9r0NCbpHSIHXU1+K9uqpiq4bVJWq88k1Ynpx3fn7crYfu5Q8fT//Zv69/f6vCqTksAivAfQLsEZ5cROO9+mpUDJWi1qMijADYU+n6TbJZWxm1R87Ec/4jOJpcy26ld33zy8+v7JjaoXN988uPTzT2eeXj9x78LBsgeXXt06+/TqiceXjlQ9vt5R9ghT/qT6yQ1izUtc5XNy3WshrkZOaRYT6pnNZdT6N5jyJ3YZo8+t6XVrHHq+VkHVyGgsap3PJoAjvuERZTwoQEaoARvPa2ZrRG2IGKsWtAuoNWYlOWAVyDnNPHKNU8cO2iUeIw+U8QgwMnaLA2GFk5lpVjVdLcBY1XSrmi6k1atEeD6rRSOneAxCo4hkFHVIqGVyTqWY38gWUk2BT/cqpItTX0Wsrf7z4oap6xh/iaues/LpojWXuLLPYpWTwaYgGqpcWKfkVTPbXug4HX5E5EMkFjmozBGyG+jE9xJmg0NLt2toKl6rmt+mFXboJTi3nhW0CXvdMmgHtampFiUZgDFCEyvxSgPTaOCY1DSLhGQTEa18rIHVKsSXK5m1Gk6DiFSmplf36+mfEJq17RXxzK6O3SmUvVnGq6cCD340Xf+Bc+Ig7ug+2q0rATYJHexFhz+ivd1odw86PIZ+HkQVIuzpA5LLx03Xj+uPFwWv7Dcfy7X8UMw9mnVszp/bLu5Fu006ZofPJO90GIeHxrEUw5othyNnrd+6OVMrkTt0UgEZ2ApsCNGgwftcok6Pym/VfPI5VAzG6cMXl284sjGrPGphxZqt7NxdvKTM5wKlkcXF6NUMs5xu5nOMXIZdTu+0crr9vJBf/LnHhSg065ZsS1lbunXp4bhpxbP/nL0sqnT+d8kJs5Nm/9fcPVmFlJY6RESzq1k+o5BHqsc2vtVJmWIusaOtCkU/938OSZSi/uG+zk/B7qGu0EDQ2+3y97q6B3wDY9237165d+8anY6VStmNjRWPH9+8fPnUDz8cFwqZoZDb57P5fDa/z9nb04miwwMfQwxKGxXf4LEozGoOh1yv4mN1InynSaATYANGvl5MCGc7NbDxNR6ztNupcSm5QnyDhNSM8PAqHi4ccS+Uclv1CvJwt3EkiNjlZDMX65PSHFw8p+l1S+WPOlmTWYEziDpUjEZue7lNQvbpuSCz3SnvdGtWL4+NmDw9IznPZxsY7kPPn/lxZ2Hp9EnTDpaW9nW6fVYtDMEySkk2NdWJ0PxmjtsA/gf3mvjdLuVoj6vTjrgQqduocCFStZAupmEFNIyQ0iGkY4WUDgaukdj4oenDyw/P7/187/qlM0d2F2RkJG3MTdtWlJ2Sm7YtI2ljVsrmzORNu/LS8jO2Feck78xNSdu+9sjegp05STmJKwwSotfAM8nIwOSsZujFBK+BhwhxRinJhbAdGqbfJPAaeHoxIWgVB/Qcp5Ia0HMGPGq/gSck1omojZ1WmUMvNMjZn0I2FO03qPlXLhxdtypu6eKYdRtWT5o+eXpkRMzc+Vev/GjQWx22zvFx1OMf1Fl7FZZufSfqGgMDukzHQI3AYB5BW0TK0vOXmqhUncN5/8XLdw1tfShKVjlr2chLrGjjzlOT4tb+KWJuwsatM6LnXjp3BcMUvVJbS5iyPJX7oGMopUn0x+SD23dfTNux68nNu8TGytyUmwP8YgAAIABJREFU9ScO5bNo7X09LqNR8Wm4v298OICigjH0NFl1Xd1/EK95xjW8rG97duE44+G5u6mLyTf2V18+qCHW9hq5dhmBh3lnFmG8GoZHQVeSm6w80kdEsWfTBvqrctQRGhFbUJl7XOBEBc5xvm2cDxgY7qjAjvLtqMBuqaKFcDJwLPWMcSyfaMgATTfMNg2zLSNcxxjfBTKQxL6J6d9RnnOU5xzhOoY59ok1wgEsDQCYb1e/xjhqGICHgbBsH6UbRmj6IQoyQAJYOETUjJCRMDFaUBZI0hpjGEdo+mGqboiCDJK1AEEFTjQs/8Izw1Sgr37RadlWQJ50I8RFMDQbhtsv+0QqNcM09kulE7weGpJHyIitjGwrI+tfYsR3a7g/lrOvvyef/7n16N36Qzdbjt8jXXwhvFej/rnN8BZvr6T5GrgDJA14A0zTFxpXd6HaHuQVBriy+c4vHmmhG+U5oJz7Re/l2gH5h8O04Et/wio+45RDRA2UiwEGQ4k4XAT15ZcKZ3QDOzp41onSbWNk0wjRAEuAhwn6IbxuCK8bJuhHiAbIxmNkE+Bkign9ReD9UnTEDHfwMsIICumX40InxnfhWDjLAbt/v24DhuLwKM0yTDGBGmGmfZhiGiQZxuig5neUZhuh28bowLGMMr9otuMsJ/APs11gmBbQrwfleEZpFiAd062gSfgfCBzy+d/vf2d7nlB9oecZci8VcO/fFtGCEszjeNPEQglmlGgZx5tQsg0cs7z+Cp7gajXK9ADPM8WOUuyAfqnm8AJRcFCQH6MCh3m4X8qGUh0ozQ3Csdi2Ub4FVTm1DVh+ZS2vvkZF62grf6TgdigEHVJuO5/eyCXWsfF1tNYqbN1bObvDomWZNUwerYGKrRCzWxEZWSMh8un1SiFGJcKqxSCeRislCBgNHEodn9ZkVrNMKqaU06HgE5QCopCJETA66MSmjsaKp/duHNsPyoFPHN57/NCeksLc4uyMkrycvUUFxdmZWcmJRVkZpQV5+ek79hYV7CnM352fW5ydWZiZXpyduTs/d8/OwnCGVl5JUT50Qe8sAJpwSVH+vt07S3cWlhTlgyjp8A7SpHMySwrzSgrzdubnFOZkQhF4goF3FeQW5WZBAJ54aoKi4TAwROuCnMyvLdbQaA13iLsw4Db8DT85bUfSjtTEHamJsAl1wgcKoSBx++atWzZs2rh208a1MCh3y+b1cMHE3G3h5lQIyWvXrID4CgEYUvEE98IOYQjAEzocBGPII6tWLoN26FUrl0FChlC9PGEJVJjjl8TOjYmOi10Aw6UngqAnYp/nxkTPiIqIjJg2c0YkLEb6lcDm45hcsP2IZXCwjU6yytgmUMB5YIJcBx3LHSIVx+RSdvZpuwaZZg9RY6EbXSSttY4j/UDj13Nl7VIErzKRERtBbW4RqWvZkmqmqIYlfIOlVFJZJLVeEQA9wwKbT2jr1HR+ljt7b79tWJ6UH71iW9Gxq+9a6E002ZsWxusW/s9N3Kf1rAdV1Ouv2s/crzpxu/z0vYofHlXfqcBUUWRcc7djCFX6h66/bojblvfXuWtiN+dlHrx69MfXp+6U7bv0NOfwTym7L+YdvbXz9IMj199efNxw6UnjgcsvtxaenbehYPrSpCUpu/NP/nTkp5el5+/lHLqQtvtUYsGhVYm5yzenx69Nilu+af7itdELl8+KiY+avShi9uJ5i9YsWbFlycrNMXErJ0XG/PYP//Wr//7Pv/6X3/3uD//5X99NnhY1a+as6KgZs6ZMnf795O/mzIuKXRwduzhmQVz0osXzY+PmRs+OioqcGqbfCEi/MNJ5xtTpkZMnR0wB/uev1nfTpoI1fdr3UyZ/M3nSX6dO+TYyYnJU1KTIyO8jpn4zY9okmIAVExmeB44CUVhzZ0XNipwWPSNiTvSXHCx4MDdmFhR+YxfOnRj6hdA7MfQ7gb7wgwhvt6xbuxJ+RuEUe2I47wre+0lJBqVHMPY5HHy1NTlxTWb65t27MorzU3IyN50+UVL29q7VwAt6VV1+jc8pCbikPofQbeX5HPyPIZXHytEpcBpph1lLdltAgJDTxHQYGQ4jw2XieK38gEMUcIh8NoHbwg55xCYNQafAWBCSQthEwb5kkd+btcROF99rY3usLJD8rKcohE0s8nsy5oVG1CJmVtOxr0SMKo+J4TUzNaIWCatGzKzmUyu45DIRowqRtNkRUOTj1FNhZZGMU9ftFg6ElGYVXsyslnPr7QhZwWtQ8hsn8qJhKpVTT7VqiHBM16ImIJI2RNJmVuHtCNmhAy3EbiM9YONYNUSoKmvFrbDp16GjdNq5EKc1ohYB7YNZhe+0c6EuzaOUyzh1sHnYZaAZ5BiNqMWowMIfh9Sql3VI2bUyTp2EVSOkVxoV2E9+xUe3csivv3ggf/PimQVbVqavXrRl0WwjjxzUi9xqtlPFcutZNg2YqXbbWIgSE3QL+nwSm4ZmkJGUPIxVxTErODd/OLYzfdvp/QUzv/v93SuHETFezm3kkisYuNdGOdEgI/gsHL0MK2XXAnVaSzAqMSEnH6RSWwUqfhufUo+IiR6DEP3oCloUTi03YJZ8cmu6rTK/gddpEgSMXJBGaxePBJFeh6Tfq+hyiAeD2oGgFloATGpKl1Pi1rMCRq5ZTLTLqX12mU/PVXPaQjbZ6Ee70yS0G/hem0TEapBzGxFJh1VDdhuZLgPDqiEb5DgRo0YtbHUgDESMZeHLxQwQ9CWg1sDeIwjAeilRzmk1yEg9bgUixpuVABLMSqpJQTHKQV2wVkqg4D9o5ORur9KiJHu0NDGxXE6tktEbRSys1+tFrJ9zD72buebJ9ysbfjMX800C6y+z306Zeys1/x2dH+KJ1FIpU68iiegfEF6TS0kNGSWdRqldzdZI8BJ+vZBTwyaWGWUEWPnDJX5QcJrlbGBedemYQZvQKCPoxFijjKARtGsE7WJGvVKK0aopWjlRzGjkE6rCCUbNSlaLnNEECmYkuF6PPGDj6SUYvaDNJWzXN7+QPr1COFnSVpLBPlJsvHrKdPOc7PJx4um9tB9PM59cV1S/+izhod0h1OMd4nKUj242FqY4bp81/7DHfDzfeiLfd2U/bdfWmwlRjzLXoW6NW0rvcRqcJnXQ7woEPp8+Xx29oHRpwu7stOMWlb3P62bjqjmkcp2szWYgdnoEXrvApmZ79fKPNqvf1v/Tc/m0pS8iYnHxG4Tfzrhz+Q6zb2RQb6LZDXQlo1VDoXSqVD0WuVVF0GtaXE52V8DKo/NXLdy+OCpt/vcFW+KuJS6+vW7O+c0LT2SuO746ZgutmehG1FohlY2rsippbr1IwsLp5BxcS5XPbRoY7OGL2Bhyhy1gtwXsXYOh0ECwZ7CzfyTYNeAZQfuJpPZzZ08cOrjnzOljF/5vut4DOIozX/c+t+7de/fuOWf3nHVaR6JQIoMFCCGUUEASyjmigMjBYBtjwJhoksFkMEmAcpZGk3PqyTnnnJQDQij1V+801vr4nq/qra6enp6eLkl28evn+T/PqeM3blxqqK9ls8l6vdzrtdpsOptNNz42CMNTbyfH5BIuqrNOK2WqhGSVkChm9Cgg9KhdouNjFaxugxCvYHVziU2oxgfNT3+moBvkEKbfwrPJiSqoWyfCDtnEb3zaQavEoYaUHOyIQ2FVMPnkNj6hhU9oYfXWtT+7AhGfeowkp5I4Yua7FSxi069DZhk81T/gUrwetTpsytioTUsWLCzKKm38taPzFXbzl9FF+WUfv/+Pi2fOeKx6CUT2GEQKLsZn5A3aBE4trc8M9Vv5oFzKpxp2KIQMXN3j22ePHzq2r2J/RUFpTkppdvKukuySrO3leTsqC9LL83aUZG0vzEgsykgsykzOz0otzMnISU/ZkRSbm5G8v2bnDyeOXTz73d1ffmppeNpc/+uv9689efhzScGO/btLdhalpkSvoqFqx90Ko4RkVdAMYqICQrl1kEfPQY6A7Ctqm5LTK2f3mMRECaVFTm83CvADBp5PxxPTu6RM1LBD5dCJJgbtQ17ji19/ycmI3/Tl8rUrAzZvXhe6evnCZUvjtm+nMNhvpuC+wddjY7BUabW63lr6Zr1TsA8GI5B3sYILLdTbOMGNHop2Cq7Fk68/q/VNTIg0ut1ffd+E4/TBcAPLjFKNnHyKiyz5asHmpP+7MGhzUuaCwPUpu76+LDJmYNhbsLxK3fCX1xqCS77O3HnsUPXh0pSUoxWFmYmRh/eUtTc3sOgEdM8LrYYNw1NDc7DsLVxnn/pa4PlOPbIHL6xVW3+6f+fisd2Me+ceVyU3HytsOVXZdeuUhtHukhJ1rE4JoVFN7/BIGRJsq08IHUxLfXnmImzpm5FYZ0U2WOia5dhmuZZZrgXmWud4gHthvg3m2cBW4plk6gexklGyEhY6Yc0QrOiHRU5QnIN05wg8c1znDGR/y7RMMszzIVjIQQSGp9mWKaZpkq6bZhhM9RRzA/UNRQOQGLIAPZmDjB8D4vXLuSaYZZ6jG+YXYnVGtlNkzSRRNYFXIA5kYDz2C7NIRhQSJQVwl25EgqPm0fGfyqpfaH2XdP0bEv+GOtr6mrPMC88dddTRHhECpa/R0tEeEaL6ztL0E3iFtw3SPsFI7rSLbrXSLz5nX3nFuvySf6OJfeWV6Far5jEaf/qB6n43+AquA2zZVgDDdCPMdfyTb3+b7EW+GuDubyox4nZGwBjcP3LcP0KMqMTgmnQbkHnJJiDz0m0AL/3K6rsjVAuQggGF+hfD9k7RRRqAf9cDDCKp2E6YaZ+jWRCsfUvUA8r1a7+ILxqB1XfICrnA+f4LDvfIgG7Mcfs/a5mh/HPNUq3/BVnnfcvARQzmaX/jTECbQFylmmGExn/vOv7d/u8vPh/1DCqs/WuOZAaRzr/N/c4RAP3+NwCMM85i9DDBDDCY6YFxRtYPL990KYFoTLKBwiSKaZasB8RL0c1RtTBNN0MGj2OAWQAwsBkAMNkJUx0wzztJ181wDbDOLWnt5LY0MdtfElsfqwV4hQAj4fQCvRffSkXVkzsbSF11Kh5ezsfKeBgBs4uGqyejX4ohlMPA1cvJajFewOwQQ91WLdNhgLRSolKIVYkIVg2k4OMFjG6Tkm1Ssrk0FIvUKWDjGaQubFdD/bP7P507dWB3RWVp/u7KkkM11furKg5UV1YVF+alpRZnZ9aUlVSXFO0uL0V2KgrzKwrzq0uK9laUH9hdXVlatKe64sCeXXt3gWLhvbsqD+6tObRv91cH9x3Ys6umsnxXRdme6gokZKt6Z+ne6op9uyr3Vlfs2lmK6MAIAB/aW7Onamd1eQkSEF1ZWrRrZ+m+XZXIaHFFadHOkkJkHhgRkwtzs5BsLaRtGLQ35WUX5+cg5uf5f+EXFeb6u12yCgty8nIz5xkYcUGnJCdkZqQiUvDv6Td5e/zv6ReJzt2RmpSUGBcbE4kYS5HorPlZS4R+/SlZ77RixIWKMDPCJtFREUgE9MYN6xDhFwFgZMAYMVEjHUjILHHkls2ICLwhbD3SfrR2zarQkKDAZUtDggPfATBFZaKqzUS5HiNSIaVHBJkOLVTyrF6WwYFM/yIJWJDJxTa7KGorVm7Ayg0kjZWkseIURgSGO/mKHpG6W6hqZome4uh3O3G32zF3OzEg+0ptgCxOyOLkWb1y36hm8K16YHLf6WubUgrXxmYdOnOzmSBEsdTNBGELSXq9Fn+niXnjFeXEzcYD5349fPHJN9defn31+ZXnvT1ck3US1NNTVK6vLj8Mjkr/lw+XrYzNLTp84czd5uPXXxQeOp+y85vcvWerjt/86uLT49denfql+fsbjft+eJBRffrLpKolmzLCUnYWHrtw7OqTgxful399MaPqaEL+7vjc6s1JueHxmWFRKas3xoasjghesTFk+caQlRtWb4jeEJkYHpm0fPXmTxeE/O29z/71rx/9+V///m9/e39xQMiatWHBIcs//eyLTz79fOHiRUuXLVm47LOQ1UuXhiz8dNFHS5YtCAhcHBS0bP26NcuDgkOWBYYsXbZ8WdDqQLBWLA0IWbR42eIFS5d8MQ+978TewAWBgQuWLv1s8eJPAgI+Dw5eFBq6KDh4QeDSz4OXLly5bOnakKC1IUGrQgLnRWBkBni1P+/q9wowwsDI6O+mjevn1/zc7/yzFsSKEB0VgYz+JibEIhicvD1+/mFPZkYq8t9Gfl5WQX52YUF21c788tKMooKUgrztlWVZl85/zaF3z046vQ6JQowzqmlvRrTDPplailFJ0C4rs8/BcRhpCNMitUY+O3fQLdQr8DJ+l5yPsmhoIAjawnWZII8Vej2ocFuYHisLaUKCqK8g6iuDEocc7HdyfXbIoMRx6fUU7GMy5lckaVkKtUqhVq+ZOejgmhQ4jahHJehS8juV/M75ml/EzDzuExtkGCQFetwntmlIEnaLgN7g1FORS7mNdAR6LSqCWYlHZF6TAodIyhDphUrQ1W+DbBqSXUtGeoYRGzOC2RDpBZ9WrxH1CBmN8xO/YlaznNtuURF8FpZTT0VUaAm7RSXokkKtBhlGxGwSMZtsGiC6CugNiDHbIMNIoVakPwmpVnLrGVN9mt5Xd7ZvDMmNCyuM35wXu/HZ1TMDWpFVTHOr2EYhyalluA3sPgfP5+Ro5L2Dbj7Ix9az3AaOQUqxq7luvfjB1bNZ8Vu2R65dsei92z99Y5CSDDIAvaDZmNnOwL5Q8LpkHHAnBhnGqMCoReA+tWKU28C2KClaEVHOQcshzIRXaxZTFcxeLRdvlVB1XIyWg7LJiV4dwyzHOfXUt0Pgt2nWkSBGvVKBNltoejNZrsWI5d0aLU6jAGFmPgs0M6xRQd0WKdGuoMjZPQYx0akDd+sycQV0EC1mVRN/9xiCoOR3i5gtTj0d6SWWsjtBXpQIK2F1KHlojRBnUdLMCiqy71fGJHoJKNEZ9yr7LAKkRUkvIWqlRA6tXSECXnqTHONVU9T0Dhmm1cym2ESQU60Y7BttRomj824HxNb9ZSX6o02ij0JQsWmsT5f9cPEGRyDxCgQ8u4lvkOHcaqpPw3TIGVouXsPHGlVEsw6vU/YaZDi7msYh1uPa7ktZHWp+L5/SJGa0gecUCjLif5axO+no50JaCxvzwibE96kYXjVDL8DIWN1qMQhVNuvYGjlFr6K7zAK3RahX0NRSgkyA5pAanEpyv5RoxdbTr3zXWpPXuytHenq/6/aPyp+O8c8fxn9b1XWojHziiPzyReWlS9zj30p/OGa7esJ58Zjj9O7BH/f7zuwduvZte0HcuZjVsIQ6rOAMWtRDHovVojebjUyWOjXzSmDIkS0R39SUX7MqBn1Gl4pDUQvQOmm3x0bVKlBqWe+QQ+LR8N0yITwJ7ztJ/2jNsyVhjA1xkuAND+6/lGutCpeLatfgdSyUnkx1CyUeFQc83BHUi4TtPpfx5k93VwdsS9p8MH7NyZQvr6euv5m+8eaOsDMxK6pXfByhgdRGsciqhOwqxrBd4jGITAoen4EVcEj+zrkp35DH5rWRIApbxrEN2jzjrtfw8Ft4bGDC/mZusAfdcf3nyw8f3aXRSQ6n5fXE8PBI/5vJ0f4Bt81udDjNXp9jemYchid1ejmB0MVjYl0mqYyLl0BglkzNw7nUTCm9wyzCK9ldRhFBK8BxSW3o5kcNT2/0tNxTS7vG+zkWNdqswMLTjtl+nZ5L6NMKJWSUikUidzZwKT1mLVchpwnFeDa73WtjDzu5Hi1zwCB4bdcKiSiLnO/QyzQKjtkiw+HawsPXrl2+/MmtR+xeSMfVf/Hhkq0RsV98/HlDbe1Yv8sg5/VbZAouxqFm+kwcjQAFstOMkM/MHXJI1CLS0X3lu8ryduZn7CrLO1hdureyaFdJbmVx9oGqkt07CyoLs4pzUgszthdmJVcUZNaUFx7Zv/vcDyfv3brx7PH92qcPa5/ef/zw1p1frly/8uPDe9frXz149OBaZ3vtkUMVZSXpX+0vLcmMun7mwLBdAmzhYqKKizaIiXYVw6lhSRidBjFRzcNIGJ39ZsG4W9Fn4ELoVzoIbeATDHyCSwXZVWyrnD1oU8CzI5iOV+UFacsDPl+/OjBu66bgZQsWLfx05fq1R09+P/Tm7TQMs3gSicLo8b1x9U9ZPdPmfhgyjLRChg6xg2SfbJC6f2gm3aXwOxQG49QcTaE58/MNvkqntg9duNdIUA47YLheMHyLoK+6Vh+3+/RnEckfh8UtTyj8nytiN/z0aznXkMrUbevmFtWRn3EMQ2/gubG3IhrhxoWTBHRndVXFqRMXDtTs6e24r1NiWxprhSqzHYZ7B+BfXNN7RJYDStsJmeGxXHf23n30s/uiRxe6amII36SdyY/sfHQO9iqMUDcf9UJBavFIGbSmJwYK7tv83Mu79sI625TY8ppjgOW+ab59hm+d4QP6nRUA7gVbgX1OaJ9k6mGxE1YNwMq+OZ51nKGdZOqneZZprmOa65jhOecEbqBzSvth+SCsGIJlA2Bf7INF3jmBe07gnuW7EOfwDMcMi92TdN0wXgZ0Zq4VFjjn/EbrOaZxlmGYoeuRNUvTvyWp35KAC/qfFmgwmWwGxMu2ALkVAtiMjOOOY2UINAJcpIH6JaRDeBop4J23EyMeY0RZBfz5TmGeoeqQ+d5Zmn6kVwyqmzg2mGGcwCte4+TIy0miapKoAs5t/20AyRdhb7EXFnlmafo5umEMI7XVU13NTPNL0v38o6yLtaIbzayLtar73fZXFGc9bQwlRvRtP8EawT2DNGwn8F3Pp177W4LfYOVDnXxvM0vzEDXSLQRn+vOiAUtDNj/M++d+6TZ/hZUDEYSBSsl2ARhG8JhiBpAMaq785memHbAry/HO8Ay5QESzP7oZaL+/vYWovu9U2d/M0vM8DDPtb4n6abJxmmyU3UUNdklgyAVUXL8VGUHTdwO0IFnK/sf1m3g7b+GeIej/YOSeIxn/sGbB15nnF+JSfudV/n/QF5n4naffWYx+FqNHdGAYAWA/GwMdmO5yPWdqb2PeorXAFw1M1CYQpv0b/cI0zSxFNUNWIwAM5GWSDSb5p4UZtjcU3QRVDZv6XHS2tKeL2vxMRAajMSxSI5MIxoDFjF4hrUfKwGsEVHTzI3z3Mw61TcbDCFndFMwrUu8LJrHJqmWaVDQZr9dfEUzQyQhKIVorJcp4GJOKIYHQfHqXUcFSiyhscpcYwkMUFJeGFrKJHBqmveHZlXPfH95fube67Oi+PQeqqg/tqtlfWVWSnVOQnlFZWFRTWrarpLSmtGxP+c7dZeW7Skqrioqrioorioury0v2VFcgeu/vi38TYqMSYqMS46JTk+JzMnYgIVt7qiuQKV8EdBG9FwFdBImryop37SytqSjbtbN0T9XOg3t2IX3CVeUlyKooLSotzCvKyy4vLthZUlheXIC8nFeGkTZT/7/tc4qL8hAAzsvNzM/LQtzRmRmp89CblBiXnZWWkZ6SmpL4e+fz9qRtyLRw8vZ4BHeR8cntSdviYiMT4qOTt29LSozdFrc1NmbLtritiQkxsTFb4mIj42IjY2O2xERHxERHIGcmxMcgbmeEgbdEbNzg70Cal3wRAQ+hGL9H+l2GFtKrhEwCh2/asCFs/aaNYWFfrluxPAQkEActWx4aHBoS9C+I1ZmutSJNSL0CBU6iwUk0nZCYpDDwLH18az9dY8dL9DixjiA34qR6MAOss2PlBpRYh5Ya0DJjj1j3isp/QeY+wTLudhJ+ae190ENsYQhxUj3P6rVOwsbxGYG9z/waHoThNoYktfLwRyvC12/P//bKQzRXx1C5m4hC4H8mSZ708E7dbdt79tGhC08OXXh84Nyji4+6mykKmXvGPA5bJ2CMwFx69PwHIZvfDw7flF5x8Dyo8605davyu593fnut+vubhy48Pv5z3c8v8HebaDdfEY9eepZQdHRZeOZnq5MWrEuu+v762YdNP9ypqz5xteTwD5mVRyN3lIQn5mxOyAqPS/9yS+LytZHLQr5cGrQuKCRsxepNa9ZvWb8xetXazR9/FvCnP//tf/yvf/3r397/+JMFH3+yIHT56pWr1nz62Rf/+Z/vffzpJ0uXLg0IXLp+w+oFiz8OCl28IXxdiL/SNyQkKDhoGfihBywNWhoQGhCwMihoZRAA4KAlCwOXLFwWABaQeYOWhAQvDQ0JCA1dErhsEQDgRZ8FBHweGrpkxYqAkJDFQQFfBC9duCIoYM3y4LUrQlaFBC4PCgCxWMHLkBToeQCenwFGdpD8Z0QHRuZ+EUF4c3gY8uAEsdcjfoP4bdFI8nP8NhDphgBwir8EOD0tOTsLVHIDBRjUeadl7oipKNtRXZG1f0/+i8fXXFbRm1GzUcM0qmk6BdlhYjvNkElD9tq5/S6BSorSyUF6s9fG8duYweRbn4OHzPqqxL0yXo9Nx+h3CJE4aI+FOz4g99rYZg3ZoMSZNWSrjuwwAtXXpqd5bezRPumQR2BUETm0OibpJZ/ZSEY9RAZxBfQGJI9Kwm4Rs5pNCpCPpRWjEE1Vye80yDAI5SKjuUiKlYzThhiP3UY6UnWLyLyIjXnQwTXKsXopGknVUvI7EUkZwVHke+1assfEMCvxeinaZaD5LCwhoxE0Dwm7zUo8DfNYxGxy6ChuI10KgYlct5E+YAcAIKA3IPT7ul9sVuLFrGaHjiLjd9AJzxxGml/uZtk0FJeBMeoRDzkFfVbOuEdm4OK/KsvIiwvbl789eWPItrVL3zjVI2apW8X26qB+s6DfyrdpKB4ri0p4oldh++3smVH1kFMw7pX7zPxhh+JNn7nuwY3cpOjcpKgNoQseXDsNz/hUIgwV/auM08al1Hc33uAQX6kEPSr/HKNZgdXLetV84O62KkliZrtOiHdoWWYZbdytGjAKjUKSjo/V8jB8YgMH90LFabco8INOjlbSo5Gi5KJeyRhhAAAgAElEQVROt4OlUqJ1WrxM3qMxEZV6jN3NtlhpdhtDLuq0G6hjXtGETyaHOoYsXDW/V8VDzQzrTHKKkofymtmv+ySjHrFJgVPyu81KotvIdOrpFhUJVMLqmBJWh5TdqRVhxcx2au8zlx5S8tBqAdYgJakFWJua0WcRWJQ0vYRoklOmhw0TfWqbmuExgvZjpRBr1UFKMY7U80gr7PGoGV45S0HsHlDyh3VCmwLSqYRDr+GyI88Ctt4JiGN8uJ69dIvwr4vrNqWS1m17eO4XOktio7PIIm6Plt9lE6F1TIwA2yah9ujlZJmsnUx+JOW1m2RELqkB3/6AganFtNztqrvBpzQNWPkaAZpPabKpqEpuDxP7wiwn2aQkMbbeykF55FSTGK8R4gwqqsXENRs5GhXNqGF67GKfXWJSM3Vyql5FV0rwUpCwhfJJCSN8tK7+F/TxyrZd6fhD+cbbJ4y3T+hvHFdeOio7eUj67UHNt0dMx486Tn818NM3nrN7bD9U2M/vhlGP6/MSb6fFCe7fgE1Kl4QOzw5bLBo6m9s/Ct+6T0tMfRq88uzatYeP7L9rUQ1JmUKrjP/Go9SKOvmMZzJBo8WA89rYb4fNoy4fRPd9HHJxRQL9izWEwA1dyyOuRCcf3H2wgs2qd2ioIybJgFJp4nLscvaoT97nEyjk5LGBodPHrq1cvD12/aHI4OPxq64krf45ed3l3K2Xtq2pSt6Y69M5JXSKHMKNOKRKHlpAR2ukEKancWzMOzP7emJ6/C08LTUo6nuaO4jdXDWPr+VZB40T8IhvwjYFj3r77S639fXE8Nj4YP+Ax+tzOuzm8bGhkeF+o0E9PNQ3+WZ0bnZybKyPySQScZ1GNd8oh1xGkZpPsKtYPiNPQmt3KOkWMYnd+1LFRpvFwIyt4ePxHU8gYj0YfBC2W9RYr4k+YGYNGNk+LeRRcexitp5HJ3bUK4V0l1srkFAkBo5nWOswsUEkuIYlpnR6VAKXUthnUrmMCrdd4/MYGhqerFsdvODDj678cOHsVz/8dOJyfGRy4NLQpQsCml6+HHI7+u06NZ/k0EJcYpNWiBEzWsxy0oBN4DFyjTJyR/39gsztRbmZZXnZZYXZNeWFB2vK9lUVVxRl7ako3F9ZeGxf1ZmvD10+ffzG+dN3fzr74Oq5R9fPX/juwOmvdl0+c+TW5RPXzx/95fI3tffOd9b9gm277/eDEMb71V3N90sL4r89XHqgKqs4PcqqYjo1kIqLlbN7vAauXUHz6iAhuckkxutEWDGjbdAmGLZLpPQOq4Q87dMMm8VaLt6lgsacGp9JZlULa0pzUuMjE6M3b1q/ev2q5aDRIDSooCAPQyINT007h4bFWr1zcMw9OGGw9Nldr92+WaHCzZS45N455QSMd048kVjv8fWkwZnnAnWLWG+ZgX96XHf18StT/xu6zHqnHv+KqJCMwrU817luSeaFVx+k7P3Tpow/rYz6IC77X9ZGr7/69JDIUdrJeaYedMDw6FsYnpt+O+rhQ0S5TESlMA/sOaGRarGtdzS8DmJPc0NzF07m4k3BPwjt32mHDmj6qznG79n6OqH29vXr3ZeOGX7Zi6rZjPtp940D2X0CTJ+EMKJmG9loI4SXk7otEP3qgX1nK6phnW1aYh2kqWCJZ4JtmuHZZ3j2Oa59lg+Ge+cE/tFWvzj8z+N8Jyz2wBKfvwp1GBCvpB+kPYl8YCvuA+gr6QdbEQBgvzXa824rdE9DJhAiLfW8oRtgrnWKaQIMzHUAERhUJVn86cQgiHiOaQRxxCzTHMMMwJhmnKbppqmGKap2iuIPvgLRxIZpij+hGoQbm2cIIL8KxCBTQCoyMD+TDQAvaf5yY7q/uReU+pr8vb4mf9aXCaHuaZpuhq6fZRhmGYa3FM0kWf2Wopmh6+eYxjkm+Oq3FA3MAieDu4JALTByPzDLNEFQT5LVQygJuCDfPY6Xz9CMsMQr/KUNkDPTOtDFH+2ReFrZirvdsnud7EuvGJdqGedrqeefMs7XMi7Vci7X867Wi2+2SG+1Ke52Ku91yW638681MM4/I//wqOPwVf1jDAB7pKWZ6wAD2ywLzPX367KcMM0yhdMOtAutz6nqBxjoYj3j/EvqD89Ip5+QTz2hna2FLtZzrzRRz71gXqrnXG3mXG1mX26ErjSJfulU3Ee7mji+NsEISv4u+IrjBs29fB/g4Xedvf5+IwSPmfbhHpmzEfK28t3N3LbDN6R3el5j1SMo+TvQRfgWtAr5C4RAh5ALLIYTLLpjnocRAJ73b//Bs404t3+/nSGapkimGeIf1x+0X4R+waDvb/7nPwDwOxImWqZQGpjmhJke2vfPXnfIwRgwYHgzAsD+Jyk6mK6fpYAIdKDbk/R+dd0Kk+0wFVQHg0cJPPswRTYrN8s7UezmBjGhW0zppPa8JHY+5xBb3wEwC6cX08xyhsPANakYQlY3l9Yu5wONVwyh+IxOOR8t5aJF7C4x1M2jt/EZ7WoxnkfvMKuZKiGRT+8Ss3vpuGYqptGi5aoEVK2UKeNRaLh2fHcDuv3lk3vXznx3ZHc5MDkfrKo8sqdmZ35BTkpqQXpGSXZOVVHxnvKdB6qqD1bv2lO+szw/Nz99R2bq9rKCgvLiotLCgoKc7MyMtOTtiZHhG9YsDw5fuzp87epNq1asCw5cBWYel6xfHhy+ZnlqTGROYkzxjuTSrLSy7PSKvKzdpcUHqyqqioGzuqIwHzirdwIA3ltRvr+mak/VzpqKspqKst2V5ch+eVF+UW7WPEKXFuQW5mQi7cGVZcWlRblFhTmFBUDcKirMKcjPzs3JyMrckZUGcrByMkD5S14WsEOnJScmJcYh1ugdqcn+oV+AwduTEhITYhFIToiP2RoZHrs1AiBxMnBKb4vbmpQYm5qSkLx9W0J8NEK525Pi/gDAsTFb4rdFJSbExMVujdi8IXzTlzHRWxITYuNityJpWMjQLyLsbYnYiBint0RsjI6K3BIRvmlj2KaNYRGbN0Vu2bwlInxz+MbN4Ru3RISHb9qwetWK4KBlwUHLQkOCAACjhAqi0kBSGdFiFVaqYZmcUu+YvO81UWGiae0MvZumdVLUdoraTpCbe4VahtbB0rvoOkevRF9PFT7sZdzuJN/qoDzoZb2kSppY8hdE7jM8q40lZeqcKt9rxwSsdk8YBme8MzDP2PfdjcdrEnP/vnzT1oJdv7TgiSpnM1PZQlfgpfZGkuTHB83nn3WXn7pRefqXPWfvVRy/fv0Fhq0ZFBhH+qZg+yj8qoeTVn7ssxXR/7E4bE1sXtV316pO/VJx6tauH+7mH7mUUv39gYuP77TR7ncyW2iqO82UoiMXN6VVLY/N+cuidZ+sid37w61HbcSzd18dPPNzwb7votLLNsZnRSTmRsRnhselrw1PCFoZvnjZ2sXL1gYGh61YHr5q1eatkfHLAkL//d/+/qf/9Zc//59/+4+/vf/pJwsCAgLDwyPCwjYGBgZ+8MEH7//9vQULPgfZzsuWBgUvDQpe4l9gH0m0Cg5aGhS4xL+/LDRwaciyJUFLFy1bvCBg0RdBgUuQhSQ/I9tlAYgpesFSEAH9BSIRI5wcGrgUWcuDApYHBYSGLFsRvCw0ZNma1e9SphEGXrN6+Vp//NWa1aFrVoeuXbN83doVX64HVUybNq4L37R+44a14ZvWb4nYELllI7KiozbHxmzZGhUeHROB/Jmm7UjKSE9OT03cnhATG7U5LSUhJzM1M217TnpKcUF2aUFOXtb24tz4wuzIS2cOqCT4qXGTy8JTinEmDX3AKTIoSFop3mPhDrkliKI75BF5rQB3B13iQTdIezarqVYtfbxf6TZz7Hpmn10w1qewaGgsUr2A2eaxcN1mjtfG0ckIYEjYwHJb2CNemcvMGnJLhjwilwlSS9AidoeQ3cpntLLIrxTCLpMab1BixZwWIbtJI0UZlFi1pMduoJg1BL0CY9YQ+hzQsFfgNNEUwk6dFCVmNyn47SYlVivpUfDbVcJOBb/9db/Ya2GYlFiNuFvOa5NAzWpRl1VDsGvJWjGKT6uHSC+kUKtRjjUr8cgRm4ZkUuD4tHoho9GkwCGtuR4Tw2NiIDKyVoxCYqL1UrSC1yGFWuf92CJmk4Td8rpP4jHSLEqMXtYrgZpJ6IdUwhO5qMugxusUeLUUZ9XSPUaIT211alheAxcesV7/ek/u5tXVqdE5W9duW7WY2vFs0qsasAjNcpJTT/dZIKeeqpf1KvitcmGbVtKlk6KsKnyfhakToUacwhGHtM8s5pFQVQVZMRvWrQ5Y8N2hXT6rzG6E1BKUjN+uF/fS0Y/pqEc88ise8YWE2awTdIsZTVxCrYLTrhf2yNjtCla7SYYfMEFDdv6wQ6AXY0DqKaNFye2yq0leI8OqJiKarc8CupqR0DI+s5HHapQKOjx2ltcB2YxUt4VpUhOQGWmHjtJvgwwStF1L1UuxfFqjTUNx6EAjsc8C2TV0t5HpMUJWFdWhZagFaK+JM2gX9lv5agHaoqQMOURqAZpHafIYoSGHyGviIGc6tAy7hu41cTxGyCgjipntQnor8HgbIbeBbZSRgT8K6uWR25UcrEPBUrF6RaQmu5LgtdBkoi6rSyZUa1F094qoCyuiGv6xuvWLCPJfV/f+dXXvl/mClekNLykjArMTT2li4R/1K7CKnlYtjuiVyOnY1qaOy/Vt5+prz4toILKop/52y9OruNaHNFQttee5R8+RsboVEEonxINeXDGRS2wS0loonb8KSI3+liCgxqtEGJ2MpBbjLRqGXk5WCrESTg+P3saltUq5KJOcJGa0iMh1Zm5XvwzXx+/uY7dKXvz0ZG9a3f4Mxrndxrsn7bdPGi8cMZ7cZ/lur/ub3ePHD459v9d+smDg0cGB1rMtx4uqNq2riU2Y0pn7FCKHkuxzCU1WlVTnNfrg0r3kzbHdXyy5tDps13cnr1v1TotCMWCQwcMGr4Zsk3fPjon73DSXlyySU95MwkWlLZ+HNgZvYUbsIC9c8+OJy6hrd18lbk8oK8q8f+0nl1oBDw+4dTK3UdrvUlnNMoNGPeicyow/GLmiKnbVsW2rzm4NOrM18FTCmpN5cSe3rso+sf+UlAVh2sDslk3NsGrZQi4JjW27++D6rQc/kyDywNTwa3h6EH5NkrIgvbiXR8Bwcb1slL5fa+xX693yyZmBycn+wUHb6KhncNDV3+d6MzbscVhHB/s0CunroSF4bhqemzZqFO1NdVw6UcImMbGtIno3UDKZ7UYpzqEkc/F1Oh6eh28xCagGHtGlYr/1qUdtfHjUNGpR9OulHj3fqWNaVKCSTSPqMcmIHGyjio0xydgaCUsgoHJEVK6KJdWx+l0SkxAnJDYaBfi3LvUbp9qt5jlUXL2Y8WbI8eTez4GLv1gTGqqRqeAZuL2x++MPF0VHJny5ekNOWobDoO2zab1GMR1TJ2V26cW4UZfEa4QG7WK1AC+Deqno5twdKVVllUU5ednpaRUlBd8c2Xf29NeP7169c/Xs3as/Xj359cl9Vaf3VV8/fvT299/9fHTvi/N7a89XYJ6c4HX/zO35Wct4PG5EvbX2jqiaZi2oWVsv3EeftJFcqt6agoijuzMrC5N3FWeiW5/bVByrgunSctScXpeS5lEzfDqGS0UxijAGIdoixVsUZKOUICS3DFpFDjVbzSdMD1lf95kf37mcGL1pc9jq7PTUkGUBa1atXbl8TfimyEsXrw0OjY9MTGlsDr3XJ3c6LaOjw3Ow2uRQqSwQWTzsnoJnYN8oTDcOvpAYH2lt9d7RTu9Uu+1NnbIf55qWT8KHrz160UMyOH0ECv3U2QumgXH5GHyf5854QF99hfKXop/+PTLlP8I2LEnL/x9ro+O/udZhGLtQhx+A4fE5eGrmDQyPiwTU65cvSkTym9ee2FQWZntt168X4ekRj8t94X6tCobvqsZPiEZ3MfrPaOGTdMcdsoJEY974qsL04rT+zt62g6mt3xR2/LjHy+pQEZp1TMyky6CBqBoGuePunX3JOyZEaljhhCUuMMfLc8GyQWBjppvnuE6Y75nlOOYgB+BYgZ9juS5/ta/LT7M+QLk8NyBe2RAsH4KFvnfvgipgn59+/TwsQmzSPlgI1OAZnh1wstAFNGG+8y3TMs22wKqxYbwC5rmnQPBy/wzNCMKBIRvMc89xkVli8yzbDsK0OKBGGIYccwzzNNU0SdJOEnRvSdppMmjogSnmWSIyDasGI680E+ATCDh7J4kakLfEQ0pcHbDAOwtZZyHzLGSeYZvm1yxknuNY/OPNhvntNMs4wzb5T7aCT7FB1tfvt2/p5km64S3dPM16d58zLNs0w9TXKYKuNcKSoWnQnet6Q9T4zcY2UJDLAVFPMzTjW6J+HKcc7VUMoyQDXXxfO8fTyna3sPrbOGMoMYiMpurBcwQaIPlJrJx/uY7242PZzVbelTra2Vr6hVesi3WUs7XkH54yL9WrH2CcjdBrtBKkUpEMUyTDFEEHpnPJRiTFqvXQz7onRFjYP4HTTOA0Iyi5r01gr2cZnpFld1Hcay2Mi3X0C6+Yl+rZlxtV99Gq+2jFXZT4ZgfnciPT/13QTw28q82y292SXzottVRLLbVxz09PSk9ZaqkzFBMyzYtYqd/5pUGulV9zplt/76YGhmey6Q8yL4LEyMF3o8t+cXgar5vG60DEFwmEfiHM/BarQfKu/9+LABmcaIRx+v92ve1WwAQjTDTNojUw0QRTbYMNXO65OpjmmCOZJzFgfBrm+SYxalg6PEXQ/TMBC1G5qbY5mg3MDNNc0wTTDM0KC31zQrsdB3HqWglPnklxvU4pj4/r4BE7RNQefPtTFq5JSOvSCIguHU/GRvMpHf7ZYJALzcQ29jY9VHAxQhpIBlXxcXxqu4DWQeh8ysI3qgV4MbNbSO+0KBlKLo6BaRCzeyVMlIKPF7N7IXKbiIVSi0gMfMvLh9dvnD+9u6zwUFXFd4cOnDh8KH9H6t7ynbuKS/aU7wRrZ9mu0uLSgtyC7PSC7PTivOzc9OzSvNKc9OyEbYmxsbERERGbvlwfGbY+YuXKiJCQiKDAbatXZUSGFyVtK9mRUJq6bU9GwqGsxCO5qUfyMw7k7qjO2F6RllSekbIrP6eqIK+qIK+yIK+qsKCquLCmpLimrORAdcWhmqrDu6sP7qrcW1FWU1ZcXVJYXVK4t6JsV2lRRWHezoLcisK8yqL8isK88vycksKs4oLMovyMgty0/JwdedlpyCrOy8rOSElPTkxPScpNTy/Iyc7PzMxK25GZkZa2IyU1OSVtR0p2ekbmjtTkhMS4qK3JCfEZqSm5mRm5mRkZKUlJ22IS/YL2trioqOiI6JgtCYmxSdu3xSfEJCTGpqQmxifExMRGxsRGbouPjk+IiY3biuwjJuffbxGtDkl+RiaBEfkXOQdpUZqPgI7YvGlLRDiiBodv2rB+3ZqVK0KRMeDAZUuDAgP+ha63ERR6tFiFl+vYZpfA2U/XObp5CpRAg5UY8DITXmYiyq1UtZOqdpKU1la6sJUubKIJX5J4T3DQg17W7W7mrS7GY4LwPop9r4teS+Ch+Fqmzim2DyrdY2LzoNrxWuEYb6eIdx47t3Rz0prE/NLjl9p5GpLWjVe6Gujyux3UM49ajl19cvT608ozN/dcvFd5+sbR608bSRKx9bVxEO6bgh3D8Pmb9RGJpZ+GbP3bwvVhicVV31zZ+e21fRd/zTlyMefwhYpTt45cq73eSHiOE97rYJx/2lF+4mp8yaGAiB1/WbRmRVz2vrO3zj6oP33zaenh04n51VHpJZEpBVuTC7YkZK3ZnPDFsnWfLlrxyRchXyxeGRSyYc26qLAvY8PCYhZ+vvT9v3/0lz//+7/95W8fvPfhogWLV69cs2VzZFTk1vVr1y1euOiD997/8IP3Fi74HPmBzgPtH3YQBg5cBkqP/FgLmo0Cli5cvOjzJYu/WLL4C6QJKXDZYuSDyLvImUvf1SAtCly2GCHqkOCA5aGB811HCPSuXhWKmJ/nB4D9+c8r1q9biawv16+aXxGbwyK3bIzaGh61NTw6anNMNIDeRPDnGJO0PS4lOR6h38yMlMy07TuS49NTE9NTE/Myd5QWZJUVZhflphflpu8sTN9Tkdbbds9n45vVVD6jVSXCOAwsm47hs/H1cqJajLXrmW4zx6SiaKV4s5rqNLL77ALE5Oy18mw6hlULaNllgpC3htwSi4YmYLYpBL0DTpFdz9RIcBJOl8/G73cIFYJevZzoNLI9Fq5Nx9BIcGKoU8TukPNRKhGYK/b3A5OsOpJJjbdoiS4z3WGkGlU4lbhbLenRydEGJdaowhmUWL0Co5OjLWq8UtDhMlJnxlRDLq5a1KUWddl1JJuWaFJiQd+PkWpUYMTsJhm31aoBI75IARKPWidiNiHqsU7SqxH1ICHSdi3ZpiEZ5Vgho5GOfaIR9SBWakQTRnK5kCZhu5bMIb9ENd/gUl4hXcQjHv6Aje3QEoyKXp0CpVdgrAaySUeSCLqY1AaVBCvlopxGzqBVoheR4LdeRmftV3kpB9ITszetLIwJK00MHzDw7ArakF3oNbPNSrxRhXeZ6W4TRSftlvOaVMJ2nbjHqSP3Weh6SbdJhrUoiDY1SyOgHt1dkRK9deOK0MPVZW4zAGCNHK2RouxqkkGEMop7bQq8XtijhNpkzGYB+ZWQUkdHPWJhnugE3V49zaOjurWUPjPLpiLqpWhE7u63QT4LSyfp5dPqJewWgwwz7OIjvm6NqEcj6nEZaFY1cX476hG6jXREOUeivI1yrJLfiSAxIrOPuqVjHplZQTZICQYpwawgDzlEPjOXhX8l53Q7dUy7hj5gE7zpVw3YBBN9yqkhrUPLkEFdRhlx0C50aBl6Cd6pY5r8zUlqAdooIzq0DKeOiZQqeYxcq5KlF9Ktcl6fTmKXM/VijF2HG/AypPJ2qZYmM2pF2td7v+kM2nAtILzuo029H0VDf9vC/mAb65Oknrj9qFaew/N6UCPDeuTYfi7DTmWa2TwhFdvceaWu/UdUxy0ps0vO7iF3Pe2uu9XbeJeJeaXhY50allaA0wnxcnYPEiNkU9I9eo6cA3LIdGKcVoTVirAmOcmipFiUlEG70CQnSdmdMqhr/rhNRTVLcHJGq4zaKKU0qOhN/Qr8mJJgJj7vOrfn5YGsjgNZystH+u/+6Lp01HZqz9CZQzPffz31wyHnuWL19WIv7upPe1J2paTGr94ixrEGDboRp1Ah6bW5LUPT8O26ga3p2LAo4uKQG6vDS6/due+02gxSoVPOHTMJx02QRdxjlHRaDBirh2z1GnoJfUErb364uHlTkiR086OojEs618z4DNze3l6an5+Xkl6amfnk1jWrVjQ+aLGbFXqNfKj/tVU1kbr18KbA6q2hR+NW/hgdeiYq+Pu4VccSvqzeGBx/68INtYBD7q0Hk1oqqk5OVcrZGHwHiYFr6Wk8fv7ErRf35Q6dccTlnh2ma/jdHIKqz0CTM170vniJqtV7VGNTvpm54ZEx5/g4AGCH1TDU5xkZ8LkslrGBgamRUXh22mHQEXo6VSK+SSkSMvBaIc0soxmlBDnUwafUaXk9IzZgcxg0SfVcikvBgcfsKlYXqfXW02vHJViUTSgYMCjcOvA/N4eRppNjeNQGt4ahYqOBF0DKctvVZruCo6CSWJ0KEdYsIdgVFJ+W5dNCOi5OSusyCqk2BReeHvuqpnJtSFDytoTaxy9QXdj8vLIFnwWmJGXv2rn7sw//ce/nawY5KOl16bk+I+9Nn/K1Vy6HujikJgmrx6Jg6qXQzoK84tz89O3bD+yuOna45uql73/4bs+Z72pOHtt58lDp2SNlN0/tr71ysuv+FXbjEy22blqLGpO+gk09sAs/KK83M++aGb/oSZcttKuwqxN29cBeHDzM9qi6v92fcvZE5a7SjMrCjPvXz7kMEp2A4jXwDXzcoJFrFePsUoJFgjEIeowijF1BsqnI4KmchmXXsAes0lGvjtLbVJydtH5FQHZa0poVISuXr/j8s0Uf/+OLAwe+1mrtk1Owxd5vt/eZrK7+icmB6RnT4CBfq+MIpUaDY24MHrKNjXpnZmZh4zCsnIZ7+8f2t6AeSZ2tlkl0P3wXsmGsb9WTcPW3Pz5vbB7qd9Ip2AtXL0s8oz0uuKxVt/6+JvgS4a8J+X8OXfF/gtYsjU77Yn1S0eEL+v4Zod7hGBqZhGdH346Mvx2trX1259b9h7drW542PPjhBKPlGTwzgaNQ9l28gXZNXeT7vuEM7qH2lXdrzlHNz+jK3h7U3WOV2senrA+PoA/vqK9JfL43fYDZKex8ISF2CUhoKZ2kgxjYp08qYrYNssWwxAacz6AP1jPDcgA2Ew/C0mFY0DfLds5BLljYPwe5wA7HDd79L8sFAyp2A0IGoNsPlqgPHPnD4vtFYMUQkI4Rd7SkD6jHAoDZrg4BbJmdYVphvgdmO17jNbCoH4Yc4xT9KFU/RjO8ob9L25qDHLNsu78/1gZDTpjjemfcZdr/6dcFI69WmGZBcptmaGZwGscFSwdh6SD4OMs2x3VOMoz+9GYbsHxzLTMc8wzHjExBI/vTkGkaMs1wzGAimm+Dhf6sL74bJH791zUf9DUD2Wc5jlmOAwSAMSwjOBXt4itY4APszbJPUYzvmn6YtjmGdY5hnaVbQH0u1TRFMU5R9P66XQMSCQZirqh6MO7rbz8CRm6mZY6o0T/s1dzr9jYw7C/Joz2ycYxqkqADoPtbHhXMdk6RDAiL/r67CHieleO4k792HbsNfpU8LyzoA+7l35mi52eAJwm6N3htXyt/oF041Cke7BANdoiGOsVjKPkERjVLNoInC3QruIhooL9NoHmIHeoUI5eaxGmmSAaYaZ8iGRDwBmf+9ht5F3mFjPsiOdV+DP59lNe86usPnfIMZ0cAACAASURBVDK9G2mm/C7R+r/uI3j8h+0MTvff0i+M08/0qmG8AcbpAQATjDDVNtEhNdzDul9BMMs9hdPDDOcMwQgzXUDjpQOld5YE3NfIEDKS9TULwrccc2T7DNk+y3TMcZ3jTJ2xh8Z+2Szq7Lbz2Eoano/vFFF7IEILi9TMJrfwyO0cYiux87mEiZJDGAamgU/p4BBbBdROGRtN7n4BEVoE1E5SVy0b38wjt2NaH3FILcSuZ4TOpwYpxW3gqQV4JQ8rYfWo+Dg5B82jtIkYXRohQcHFsPHNhK6Gq2dOfLt/996yor3lpcWZGXvLdxZnZlUWFu3MLyjNzS7KAgkL2WnJuRnJBdkZ2cnphen5qYk7tm6JioiI3LRp08a1ayPXr4tcvjxp/bqirZG7tifsy9xxIDf9QGHWV8UZX+elHMuMP7gjdu+O2N2pcZUpceXJ8aXJCaVpKSVpO4oz0oozM0qzs3bm5VYW5FcVFhzeVX2opupQddW+yvI9ZaU1ZcV7ykr3VpRVFRbsLMgtz80pz8+pKiwAVFxUWFmUX1qQVVyQjjBwUX5GcUFmST7QusoKc/3ZEKlZO5Jz09PzMzPzMjKy09My0tKRlZmekZORmZWWnpackgK04djUpMTMlJTMlJS07QmpidvSkxMzdyQDETg+Om5bVEJibHxCTHTMluiYLXHborYnxyNHEhJj47ZFbY3avDVqc2zcViSKaH42OGrr5q2R4b/vSUJezjtYEckXgV6Ee7dGRsxXDSPDwKtXrUAGgIECjJNpyWoTTWclKPRtLHEdCWpjiQlyI+BehQUvNaOF+l6BDis2YsXGXoHuBZ79HMt8hmE8xbKeE3m1ZNFTkvgxQfiCIn1OEjcyFDi5hWcZkDiGxNYBkanP1DfN13jvvsIkFe5/b9mGz9bFln1z8TGahZKY6umSX3vZj9HQ7WbikZ8e1Zy+eeJO3e7zt3aeunr2cUsHW0VTuUXWUa1vRuWcLN53Zl1M3v/+IOTfv1i7o+zomVv1p2411Jy6te/ir7lHLpZ8c+XUveZ7HYxnWMH9NvrZhy2lX1+KyKr+j4CwP30SujYh/9D5uxcfN5+4+TSr+mhESsHaqNT1MWlhMTu+jE5dHR6/MCTs/c8CP/o8+IvFKwNDw1at2bJqzZaQkLDFi5f/+U//9pc///t//u39zz9dGBIUGrZ+Q1zMth0padFbo1aELv/4Hx9+8P7fP/v048WLFgQsXRy4DNQX/bcrJDggKHAJQryLFn42T7wLF3y6cMGnixZ+hpAwwr3L/A3Av0flZQGAfpEVFLgkJBhovytXBK9eFYqIvfPo+/sBYL/zeSUi/G7csHbTxnUbN6zdELZmQ9gahH4R9EXoNykxNiU5PjEpbnsyGGH3xz4npqYkpKfGZ+xIKCvOyfFHpFSW5e4syS7MTT2wq/TK+eN6BW3EKxv2SPVyolaKR+BWzkc5jWydjKAWY81qqkVDU4uxcj5KLcYaFCS7nmlUkjUSnElFQcBYJyMgZOs2c/odQrueidDyoEvsNLIHXWKPhTvoEvfZBUhDksfC9dn4yGXnrwnag30St4WJiL1mDcGmJ9v0ZLOGoJOjtbJejRRl1hC8NpbPzkaO2/RkOa/NrMINOKB+O9tlpA44oD4bSyPuFrOb1KIup4Ey6ORYNQQhs0HIbNDLei0qAjJUjGi5RjnWqae6jXSnntpvg9xGuk1DchvpVjVRweuQsFsUvA4Fr0Mj6kFys5DMZyQR2mdhybntlN5HSn7nmFc05OSZlFiDtNelJ3ktDJse+L09drbLBhk0JKUYYzeyVCLcgFMCTziH7bKZfsO5wztLYzfuS4srjg6LX7kY/fzWhFPuUNLtappVTZbxO5Sibo+VOeBgGeQopaDNqOi1a4geI82mxpkVaBWv06Ig2jVsn0n2Vc3ObeFh64MDc7bHaSQMi46pU2KtOpJFgffoqB4d1aEiGsW9CPeysU+VUBuP+EJAfmWRYQfMLI+OahChVLxOr5Hh1FOlUKuI2YTkgSE/EIMMY1biPSYGMo+N/MQ8JgbysEAn6XXqqQN2DtIFNeTkIbPWQ04eMrY96hEiQ792Dd1n5prkJKuKatfQrSpqn4VnVVERUHTqmE4ds8/CA8ZvNW3cK/cYgVxskpMQKRjZ77fylTyUgtujl+C9Js6ATeA2sB1ahkvP8pm5FiXDLGVaZJBFzHIq2Q4NVS/rMelQIlEzkdpAYVOk2sF2rHdr0i8ro16892XXhzHcfyTx3kugfJKK/yjuYcWPGJVr1mhUmkXkGYvSw2eJ0Cgqqr6l7Scm9zm647aU2WVXMWxKuoTRiW6619t4l09uYePqkcZURAd268CMq13F0IqwSNuTDOpScHsU3B4Vv1crwmqEGBW/F2lp5lGauORGBbfHqqKaZRQVhJIx2iW0VgWzzaumTNv5Exqqm9ECPfyx7lDeq8pUxvFK683v+++eHbp+ZuT097avapxX91iefIW7Vlm5LfTSwSMlCdmXj54Zt9r1IpJcRHAPDAh1M7u/50Vnk9ZGdASu/ClwdWpdS5PHabEpxf06yZhRMqThmARYHqHepKG6PJLRN1OHv+r4j/dOhK7vTciRLF5z/scbRINnwuJyeNw2rVTU29RUnplWkLbt5LGa+uc3NQqOz2UfHZpi4Q3xG/etX1oRHnx426qz0aFnopd/H7XiUPKmPYmbcllYmtugkkBYrZRo0dDkApzZIJRImERyD5mJxzMJPz+6ef7OFRyPah31DMOTrqlBuVON5uApEipNRoeUTKGS/WZ6YHzSNzDk6Ot32G1Gr8cx0O9x2cxTr0Ff0lifh08nkXvbbVqZlEPRSyGznCVhdMuhLreeoRF0S+ktIzaxmNJpFjHHrOq5ftvFr6u/qc54fPXIuYMF3xblXdy7p+vRHY+KNzNkQP44vUbIpWQ4pHSPEurTC9QiEp3URGe2qtUklw2YXCwahkVJs6lZeglZJ6C49WKPXj7mcZRkZQd+sWRt6LqG2racjLLI8MSPP1hSXrLr6MGvVwaF3Pv5Wr9dpxcz6Jg6n5Hn1rMcGrpbzxLS22noV2JGz6BDc7CyZFdJfkl28tF9paV5265fOvT0/vcvHp5g4O7JWS+cyq4xM3HSQpww4Ca0mAkNGrYSBiXNY+pO2EWeMKP7lS2j+o4pG0qMuSQnXG25t4fYcgae1cFvtb/eP7m7OvPQnpKKgvQjNSVes1zLJ/uMApeSMemWu9VUpPLXJiPYFSS3hmZTUY1SgklOmxgwGBWM89/vjwlfFbN5TcyWDYFLF2wIW/+f//leSWnl42eNFsfQ4Oic3fvGah/2WAYmB9+Oj0wOj0wYbS6pSudw94+PvZ0cnYGnYXgGnpuFaTwthqepZ4orL9879KjthcR9lSAj9cG1PAvkmlS4hh88f/n0ycPRkf7bD+9DJpdkDj5J61t3nbvtmWLd0Z8/Tsr7vysj/xayOTh8+8rwxIcv23yvp8dheBSGB+HZ1zCMppDPnb94+fyV53ceXP3m6/anT1taO7dX7I89duFnZd85zfh589QhyHyMILxF4z5saGB3N9BuHNdcP2i/eVBxdV/D3tSfsiPYTy4zGx5KSd1MdJuIgjXy2OzWloJNERYsFZZa33KM/iRnL8z3wsI+WOCb47pnOS7wku+d47rnuG6Y54EFPsClon5wDt8LjqjHYNngu8grST/Ylw7AIt98/vNbpmWKZUWSoue4TlMrpKmnqV5RlC/JihckbQNdV0fj3e36pfDbCYoBALDAC4sHQCusfASGHLBkAOjMIGfLB/M9c5BjkmYaJ+mADoyAN88NQ845hnWKYvSnEJtBec9vSU7TVFBOC3Pds3TLNMMCc5xzbKBvg2+RDYEcabEXFrtAmpfADvMBCSMLzD//hsRgaBmhX7HLr4R7/5stxzkH+dVy5Ma4rjnIATCbbcf9+HSWZYO5rmmGZc6P7jDkmGaA+0Ewfo4NBO13yjbHbwXn2f2GcH8qmH9EGWmEQiaEx3pEr3slMMM0BwjZH57Mcrx7NgG5YIYN5Cr7x33BjwKJVvYP8b4b62XYTmwpttezYMWYv7zXgaiy705m2pHPIgcB6M6jJhK1BWaJ7eAgw/6ubIntgmlWbyNHcqNjlmiABX2jXdJJnAaG3G/x2jmScZoIwpP9BUL+jCswkOyvaPLnVwOdlmiEyWaYYoGpVphmg2m2OYLh3XGSCSaZwLvvTvAXO/0GzIgU/AfunX85g9PNYXXw//+aw2jnMFqgAJMtMFb3ukMqvtYxgzMAtzbN/hargzm+sR4lzPbMA/A8A/tjrm1zwAjtnCbZxgn6GZYNlriGWSp1F5HxslGOQWuoRKi3RUjqVHJxbDJgYCkL2LtovXVyCKMVknjkdkQKFtG7NQKigNopZfWq+QTkIKXnJarpPqn7edPTa7X3zvOp7V6TwKygy6BeUAcgJKgFeAmrR0jvVHAxJjnNqeWyCF2193++fPr4/p0lu0sBbX6z/8D+isqa0rLKwqLi7My8tNTstOSc9JS8zJSCjLTUmMTMhLS4LXFh6zdsDNuwccOXm9etiQ5bH7d6VX5U5KGMtG8Kco7mpu/P3n6gYMfXZZlf5SYfTI+v2R5TmRhdnhBTnBCTEx2VEhGRvCUiacuWpK2RSVHRyTGxqXHb0uIT0hMSCzMyC7IzirOygck5N6+ipHBfReX/R9d7AEdxr1nf93u/ra92796w9nUiB5ODAOWcc86RjAkmGgy2wQSTg8mYjAABEsp5cs455+nJeUZZQggJpP7qP83Veu/6rXqqq6dnpjWacpn66ZznHLAbvN4fGV1RubmqfGsFqFDaWAK80BsqERG4uKq8CJn15SXry0uQFqXSwoKivNyivNzi/LzSwoKyosJp+i0qKCwqzC/Iz83Lzc7NycpMTclOT8vNzMjJSM9KS87JSC3Kyy4vLsjJTs/ITElLT0rPSE5LT0pMik1IjElKjsvOSc/MSs3ITEnPSE5KjouNi4xPiE5JBcuY6WlJSBTW/9aBEe5FGBg5RkWGI6pvbEwUgr7IMToqIjoqAqkFnsZg0AOMkWqaWcLXVE4rR9wtVPu1XzVebiAozCSVFS8zdwt07RxVO0fVwpTXU0SvyIJXZEEtRVhLk9TS5bV0+Qua4gVF9pIqR8tsHOsg3zrAM3qEJo/M1qu0DYj0PTeedoSmVfzpH4tmr4nfefL6MzS7haOuo0trSIK7bdSrdZizj5r3nPlt0w+Xvv3l9tE7L049rHuB45AVDplj1DUGo5iazIq9s1fGz1ubPHt1QnzhjlO3as8+aNpx/NbWn2+UfXdu2/GbJ+83PeriPMMKb77GHbr8uOK7M0GZ6z9fEfX/fLF0RVz+wQv3Lz9r2X/6ZuH270NSCtfFZYelFIanFiwPSZi7InT2ksAv561YuCx4aUD42uC4oLDEgLXRC75e89ln8//858/+9p+ffv6Pr75esCRoXWh8bEJaSnpGWmZmekZYSOj8ufM++a+/ffnFZwj9fr1w/qKv/5h+lyxesHzZIkT+RfTeaQCefvj1wrkLF8xBZsH82dMK8DQSI8owQsIIA/+hCLzWn4M13f0buG5VcFBAeFhgVGTItNs5JjosLjZiWvtFADgzIzknOy09Izk9Izk7Ky03JyM7KzUzIzk/J7WkMKuiNG99Rf62TaVbNxZVlmbt2VnVWv9kqAeCP3gH3FJIQQQCrAitEHSrRGi9nGDTMwxKkl5OQChXLyfoZHiTmgJMvBaeWUNVizHIQ60UJ+N1UjDPxew2i5aGmKXtENNhYHmtfL2c4LXyjSqySoRWClEGJclr5UMKIpJSIOd3qcUYrRSnk+GtOrrPzut18qx6kkbapRC2SXnNInaDhNukFLVrZd0idoOM3+Iy04d8IpeZrpF2yQWtcl6zStimFLSKWfWQHDU+qBjrl6mEbTJuk1VL6LWz3SYaJEephG0aMfAP27Qkm5aEyLlmFd5tpPdY2UiWlRMCTbkmJQ6xPXtMjGGPyKTEQTK0UYF16CleMxMBP4eeIuM0qwTtOkk30lRsUuKQmC4lr8VpIDkgskLYppJ22U00r5PvtnP73BKHiW3RMnxmwVuvFv7Q21Fza095xoaUiB1Z8ZWJoTsLkuBB65BFPGARmBQkjRStFHUZVDiPlekyUjXiNjmvUSftckM0q4ogYzeCVV5pd5+V5zbwBx3q8z8fyk6IiQ1alxEbLmJh3RaR3cjodXJNcmyvielQExEdWMZoYGOfypmNWn67Q030QjSbEm9XEXwGul1FkLGaTHKsz8JC1q0HXYJeG8eswvdY2S4DzaGnIL+4kt/mMTEsagIkQ6sE7dM72JAMjaxte0wMJGW638FDvr1Bl8BrZnrNYMXXKCca5SDpp9cq8Kd5sTVC9JBL6jawrWqqktdlkBGsaqqM3Y4gYq9VMOyWeU1cr4nrNrANMoKK391nE7ogUBjjMXIsKoqS16UVYVwQy6ohQ1KiRcGARHQFHWuVgWwhvaTLqOmymYlsXiuW0C6QGY12+OxlRlzeqyWppL9HUb/MYs0rFczIZ66oos+IvfHzTZbOPGCDVL1aCcTA8FCN3a/v1deeEYvrOxpvypgdvWbhqEfl0rHZuDpM43066gUH/1rFRfWYBFbQD0Ry6zk2Fd2tBx5vtQDlT/PqRrgXkuKRJmSzkoxI2SJ6MwP7QsJs9e82k9V8vJKHUfIwGj7GJMGbRDiI1eoRot/KiT5SPfnKkadbcmu35rFP7XPcvjBx757x2GH7bz8oHx48WRr47Ow+DZn2y+4fs0ISGe3dbkjitmvt7sFWgjNvGy6ukBAcU7d8zc9zFkd2YtqtRqVFwR8wKvo0QreE0aPiW6Vst1nZ02M1mUciws7MnHUxNZsZEPFyddhxoXpcZ3NrIblayR3xWYdcFjqqrfbhtS2V6WkJ6345eZCEQw/1j1ff7o4P3B6xfGfs6sOpa8/GLT+euPpY7Mo9CWs35MSVm2Ras0qo4OP0cgKkIIo4HQY112yUWc0KFofYjW8XqkV0EevszYs3nt0liRje8YFReMI65BJAYoKAjONg6SKKyihtbH/1uOa+TCkan3gz9m7EYob6vK6xNwPw5IRawuNSsEalgEdDM/HtDq1QycXTul+K6c29Fq7HwFSy2hWMrrcu3Rs71KOVYWof3z13+O65774piihPXHlsffH1vbt//e7bE99u/O3cET6lZcihGPfqpnpNw2bZgE74zqYc96i9RpZC2M6hv3r3RjfYqzDrGDoFyQ5xHRDfqRP4LGpIKhzt8YWtClwye/E36/d0NBJfPetKisv/8h8Lnj5+dfncrzevXEW1NLKIKIuSqxYA7wAkwVmUZHjEaNcykZKzEbfu2L5vdlUVHtpRuX9rYWVeVM3946M+/ocR4aiHDI+wx5wYNe22CHXewrrn4j/WEm64eK8l3fdE6HsmfoNN2qzlvrKI63uN3S5N6+QA12smCNmvhIKWusZbNx+c3b1/07Ef9mytyK8qSNNLmVYF265mgVpyn9qro7s1VJea4tJQvXqGx8B0gL9DUd4NmO7dOFWSE5+VFBoXHhAetDo6IjgkJGjp0uWVG7byROqRcXjkPayzDSmN/V7fh/GeD16lnYNhWpSmQe+Qz9kLT8LIjPSN9XveSIX6+rru6metZZV7Dp26efjWy2qGuts4QnJ9wBlHaulKvsHjHR47dOg7Ah6tt1h0PaMWGG50weubzbE36Tm30HOKDizI3Py3ZRFfr45YtHRtVGzSi8bm3g8fdEND1smpPj8Ji9Sqs2d+yU1PP7z/u59Pnj906W7esV8Po8VXDG9OagePCM1XVaZzaNSD1hfo1scW7DPaL98oftk8UXeOf3pL1w8V19cntV0+zGmqFuFadQK6hIqDuEwFDlsRES2ua4VVzvd8sLkK+FbUM8Vzv2NYx5k2WDYAa0YnWHZrM/8DxznJdX3EYL4H5nsQQn5LM/ZhldZmrrqGJHrQzbndSr/WQL5ciznzFH26uvvU466Tj7pPPUafrsade44/XyN42M2738m608r+rY1yrZ55u0Vwr7P95/sX8va2/vib7CG64+g9zPFHxNPPGJfqRHc7FU9wmuckSwO7H6MEoCjrh7WjMPQOVo8AghV6gReabQf0KPDC4t5xsgFIrNJ+WD4IKB04pa0AfeUDQJf2vx6AiqwfVg69Z5mBHC11f2RgkQNovCIH4GEg9to+cM3TIjBgYKH9D9AXmMP9w3cDJp/Gcq5zkm2H5QOEs8+H8RpY0gs+htALIJ/nmmLbkQHo+5F+gbV7km4Cm88sZDkZZH0hFVBg3ZdmAJvSAtdHWZjv9Gdi/Q9eBU28/mCq6TxngLh+9XWSagaqLNdtq2UKrre0HbrV1y4BVyT9wyglIvyOE6ExvG4M73eVEyFAv0iZMNmEyLPTluMJnO4dRjOB042h1WNoNUyzDnfIuBdfW55RYK5nDK0ex2phlnMCp4Mp5jG0epJoAFouEsc1XVBMNr3H6j7g9JN46CMDIwBMtyMY/PFItQIwRob2z0Tr6Whr/8m0Yvz7kymC4f8KwHjDJFoL5F+8AQAwwQiGbIHu4kyPyTC/F9AvzQ5TQCUSzHAisV4fKP5uJ6oVaXiaogH6hSmOcaLpDQF6z7TCEueE2NzDkjKe15FrXopRHYy2Oh6uWcPHs3ANAmorJKFYlEw1H88nt7LxjVwiaLDrrn9AR9dZVSyzgiFjoXQikk3NlrPR3fUPIClZKyJQul901d+Tsrp6LGKvSQi80HysVkSApGSdmCjnoCTMTp2Y6NTx5Fwyi9BJ6mx+cuvXk0e+27t187aK8u1V6/d9s33Xps2bykrK83P98m9OUW56QUZqamRsVnxqYkRsaGBQZGhITHhIbHBgWnhIVWrSvoKcn9dXnFhfcqg4e09e8t6StO/X5+7MTPw2O3lndsrmjKSK5Lj82Ojk4ODwVavig0Njg0Oig0Ijg5EJjgkOiwoJiw2PjI+OSY6NT01Myk5NL8jJrSgq2VBRub60fH15xYayig0VlRvLK6vKyiuLS8uLizZVlSO50JWlRSDrpyj/n1NYWlJUVlRYWJBXkOM3PBcVlJeVFBUU+pk3Jy8nNz8vJz8vJyc7MyM9NS8rMz87Kz87CwHg7PSU/OyMgvxshHIzMlMys1J/f46gL0IfSclxiPybmZWakhyfnBSXmBCTEB+N5GClJMenpiQk+tuDE+KjEU04NiYCyYKOjAhD1n1jY6KQQbh3moqRaOiw0ODAdWvWBKz600sy5wWJ3cyRknU2lqWHpLWDXCuZ4TVN3MxWtHJVzWxFE0vZzFY1MOSvyKJqHKeGJKilSV5Spc+IwsdY7mMstxrPb+HqaJBPYB1g69wCo1frHVFYeyki/d6jV9bGFf+ffyydsTLumx+uvMAJMGJLG0/fLjDU0eRXXqEOXH6048SNrUd/3X3q9s83ay49a+niqXnmXsPAlGscfoViJeRv++zr0C+XRf951pr08gO3XuIuVXdu+fFq8e7TuTt/Ltr7y4nf6qq72c8xvBt12P1n7yVX7F0Slf3XhUH/9uWS5LIdZ+/V/nD5wc5jlyr3HluTkLc2NisgMjUkIScwLn3e8qDP5y2fuXD1nCVrVgfHBoUlBocmrloTPm/e8s8+m/vJJ7M+/XTmnFnzFy0Ei0mJ8Um52Xl5OfnJiUnhoWGLv170+Wef/u2v/zlzxpcIlC5cMGfB/Nl/KP8iiu7vn5pWd6dNzv9Cwgj3TtPvtPl52gK9cgVY/UUYePWqZYHrVq/zrwEj6BsctCYkeG1oyLp1a1ciAIx4nuNiI+JiI2JjwhHtN9kfvJYCnAYgmS03Jz0/Lys3Jys/LwuUX+dm5GSm5OeklpfkFuenbdtUvLEyt7wk9dfzP5q0fHiq/92IxWXi9TpEbjNXJ8OrxRiLluY0sq06utPItukZFi3NpKYYlCSjioxctGhpLhPHqCIrBN06GR5SEKXcDi61gUttUAi6kQZgq46OjE3PMGuoCkE3k1jrD+XDC5ktajEGUhCRh4i8DCmISiFKLcYYVAQbRDGq8To5WinqELEb+YzXMn6rP0CLKBe0KYTtDiOtz8W3G6g6OVojBUDLwD1FZFi7jowAbY+VrRV39VjZSHGRjNNs05JAfa4Kj/T9IhiMvNhloCFBWcg+MNIPbFbhteIuqwb4gSEZ2qoh+iysPjvXoadoRJ1SdlNXw3UK6pFG1InkTlPRj4X013Yd2QGRfVamRtzBprzQq7D9XqHXzrPoqV67wKAmm9Q0vYQ0aJcPWqTfbczfUZSyKS1qb0Fq/PJZMkILPGyHh80eA7vPJrQb6A4j6Em26klWLcGgQEtZrxnYJ3pxt1bYKWa8tqrxBhnKZ2Latcw+q6L6zpXCtISk8OCotSuaXt4zaZhqKdqgwjm05EEb162jWBW4XhPTraMYJSin3xft0pJdWjLijh6y84bsPKuK4NRRxvrkSCx2n51r05LUwg6PiYFUIvfaOBpRJ7L5jNikNaJOSIY2yDFIOJlO0o2UJKuFHUYFFom89uddtSMtU1oRxqKiaEUYk4Jk19IdOsaAQ+w2sCEp3qwkG+VEHrkeZGWZuAYZAZLikRe4IJZOjLVpaC6IJWG2opvu9tmEDn9BlFlJVgtQYkaLXoIbdIlsEMVuoPvMIrOMKadhQD6TXWpVEQyKbgtEUCmxDGa3QCiVK70EiqNw08vwctacTN5XeczFm9VfFkgWlSlnpaBWZjxrJXo9vjGNmMNG18lpbbTOx+2NF7pbr+Da7oF1TX96sF6E1/AxSk43Yn7Wi/AeiGuSkVVclE6IM0pJg3apU89ERGCtCIP8RiYFyalnIpI1kHyVZK0II6I3c0mvuaQGp05gkLMVfIKCT9BKyCoRXsbuVjDbdJwOE6utX4wbkxGN7dXtJ3ZXby+u37Ve8PNx74O7H4gvXx3OlvG5bwAAIABJREFUP1QQ4BCg4LfvGC34rZnlm3OK3nrt78fe+IZgHG9ibcrzdclN4QlPVq/bv2RVOJWJ1ivZejHVqeBo6RiHgDmkU427nS69YbBnuLGON+Mf3y79+lZGNmZZwIVTF/BW96RCK+8fMKqlVDkPb1eLBmy6Nx4tBfPq3Km9leVZxfk5l87dPrzrasyarUlBB1OCf05edyZs0Q8Jq36MWfltyKLcypwtLoNRJaIblOB/Mm4z16ZneW1yg5pvg2RyCbulpbaju0WiFCuMqtr2xns1j1+01Qu0ksHJN76xfrlZTRHSO8mdPAW3HdvS3NWk1Mk9fa7B4b6BwZ7BAR8Mv5t8288kdYlYeKtGwCK2aMQUnYgiYXSpeUg3VYdBirUpqHJ6l5jU5VAInXLhdxuLj++pqswIyY5asD41YEtcUHnQii1JEad2Vp0/suvono2nvt/54MopPZfokrJ6FByvhOqRk/p05F6I5NRibUaqxy1w2XhmPdOq5xhUDK2YbpDzeq1mIY0VGRC+ZNbyFw+bOxqoBvVgeHDWV599/eJZ/bVL1/HdaK1U9OTOVQWHIGejLQr6iEvRZxX0WvgaIbbXKvKZRf025YtblzfmpB7esWFXVdaejVk3zn47NSSDx+STg2x4iN4HNUmJl6W4872K6nFTw6CqziFqlZNrxaSXVhnGrSNKWa8p6PsMUnVH67Xqp6du3T125faxuy+u/1Z7pxbfVLZz/dGjB7ZW5JfnJmNaanwGiZqHfeOUD1gEFinOLMGapWBl2qNjuiGWU8uyaVivn98sL0wOXDU/LGhZeEhAQnxUbGz07PkLqjZuk6hNfaOw3j7MlFqU1mH7IDw4AsN9MKeRePfYr/xO+qi516uxj/eOwuPw8OBoa1Pn+orNLa87JAxZ04Omx2cf/rj7ZFrxN1m7fsBpfSi1l+2c6BKZmokCvd3H4wu3b9+OwhH1niHlG5g2DD+G4JATLQnnO/fWixZl7fpiZeyawKiVS5etXr4sPDLi+NWrArdPPT6pevehx8/AOjN0+ca1om/2lP5w9sgr7HGi6obpwwl5/xXD0Hme/CYJ+6zzGQ39SNZ0kXR6Pe9EBdx5w3p138uNcV3HNtzdnqtqr1bim3iYJr2QIaXhFVS8jkLempjScfkWrPd+EFn9Wc1esGsq8rznOcY5tnGOzYdVMG+3VO+50Hr8fsvP95qP3W06+lvT0d+aj91t+fle6/H76HPP8JdeUq7Vs39rEz/B6F7TXd2SfqLGn4blg0UekA4t8oDbIgHRsl5Y5c/N0o4A5Jb1waaJXoyCe6tV/hg7QTcDuOW5Jlk2RzPP1sgR3Gnn3GimXa4jnqsh/PIUffJx188POo7eo195Lb7XZW3kjJIh4JqW9CISMTgXemG++z3TOkY1ArGX74blA9BLqqddNEE3T7Ht76hGwJwi3yTLAovcsNDxcUROWOyCJW5Y6gFHkRPm26a4FmRP+GNgtcADfsT/Hr9A/T8A2C8Cw5o33FutjhY+LB8AgCTtA/jNd/v1XidQpP268ccj1zbJskyyTJMsE2iHQgqiOEjgFiBhEHzNtvrDnw0w3Qg80tMJVUw7otkC/ZbjQgAYgWFk9fc9GSjksMDnbRbQzr2EZYPPt50BkVdcNyjy5brBu5BoaMSu7K8FBsotwfDfeqxfrQUPabb3WB3QbCmWcbQGkCrT2dcoYJ15CYzHZDPyFnBOtY51qwDfTgu5ZDNMMk0RDIB7/7mjO4UFau0kRofMB7QWmekrU1j9B5x+HK2ZwGj/NzMjH/IPjv83+RcxP2P1MMkMBgcBEqbaxjpU/IuNIA6aaIaRKC+OF8RiTcd6gWSvjx1O/kwvzweidZwI1oA/MK3vGMZxvmlSadN2EXCPnrEbGzjtjXxsq5jWQUfVylgoMb1TxcOp/TyMb32Kb33aWXevofoaE1uvERBkLBS+9SmH0GRVsfRisoDSphbgpKwuBraO3FXDITaK6O1CWpuI3i5ldSm4aL2EZFbS9RKSlNUlZnQoOBi9lKkW0k1KgZhBan759NfTp7aWl+1YX7V9/QZEAS7OzszPSivITs9OS0iNjcqIiStKy8hJSk6IjkiMiUiKDk0MW5cdFXyoovjEprJL2zZc3Frxy8biY5U5P1Vl/bQxb2ta/M7cjB25meUpCVkRYQlBQZEBa4NXBsSFRkWHRkaGREQEh4MJCY30n4QFhoaFhEcDKoxCjjHh0dGRMUmxicmJKVmpmbnZecV5RaXFZZUlFVWllRsrqzZUlFeUl5aXlZSVFpeWFH2c4pKysrLy0rLi4uKCvPy8vLzCwsLS0tLKirKiwvzsrIzsrIz8vJyC/NyszPSU5MS83GyEh8GGcHZmVmZ6ZkZaVmY64jBF6DcrOy07Jz0nNyM756MsjCjDKakJiC86IzMlKTEWoV9E/kXakhBBePqpaQb2R0N/XPqdzn8ODwtBmoERTfhfAbiZI8UpjWyrj2n2dIq0L8m8OpqwU6StIXDrqKIGhvQ1TVpHldRRJTUE/mMM63Yb6S6K+QTHe4zl3u9m3u8G5y/JEorOw7P0S2yDStewbRg29rx93U369sjZGcui/s8/ls4JSPz+/EMU34iX2euoshqC8MSDhn2XHlYePl/x/bldp24dufr0Tj0BL7HQlDbT8GQvDCtdby49bFgUkvKnvy+cuyZhxorYjKoDZ+82XXuB2f3L3eztR7O+OfaRfjsZNWje+UdNO4/fSC7bNXN17J/+sfCL5eGJRdtOXH965Unjjp8upJRtD0wsmBsQFZKQszgwauGq0AUrQ2YvWTt/eeCKoOhVQTHh0WlBYfHLVgZ/OXPBX/7yxV/+8tlXX81fvGTl0sUrAlatiQiLTElKzc3Oy8rIjAgLX7Jo8eefffpff//rp5/8fc7smQgAf71w7ry54PwPZ9rhjDy76Ot5iOSLmJ8XLpjz+0Xf6VXhaQBGMrRWLF+8etUyZAJWL0cG8TwH+iOvpuk39J/Fv8FBAaEha5HIq6jIkOlJTopNTYnPSE/KzEjOzEjOykzJyU7Ly80oLirwexgyQNx5XmZWekJ2RmJRftruHVWZqZHf7ijjsVFT7zxum0QtI3ttEoOSZNHSrDq6y8R506uaemse9ikQnbbHLvRYeFYdfRqA7RDTqqN7rXzEBW3V0U1qikqEVonQTiPbDjEtWppRRdbLQQw9wswuE8dt5hqUJKeR7bMJkO1fg5JkUlM8Ft6gR9bnFDuNbLOGCimIWhlGLekyaQgOI80GUZCwJWAktrJ8do7TRHcYaU4THclhskGUPhdfLewQMxuQLVOtuAuSoRFLM1IFbFRgOaQXPMorJJMJiZI2yDGIoddtpPfaOC4DDdn4VfBa5dwWKbtJym5iEZ6Tuh4wcE95lFdiZgMkQyMCpl6KYhNr8O13656cZhGef1Q12U1iZgMCyU4DZbRX4jTR1JJOh5nuc3JtBrrdyPA5hANuudvAt6tZk33Gurvnt+YlbM2O25ASUZUcWhy7Fn7r7jPwJ3q0NjV1xCPvcfCdJqZOjlaJO+16Uo+NpRN3EjvuShhNOhHKosS7DVSDDGWSY+1a5rBL3Vb7uCA1Pj5kXdCyhRdOHjSqmWopaAMCKVYQzakhOTWkfgt7wMpx6yggFAqiaXhtQvIrBasJUYA9eqpVRfCamaM90l4bx6Im2LQk5LsacPKRXWgnRDXIMciWL/I3BbeRjqjfMk6zRtTZY2W7jXQe5ZWU3WRUYOXcFsRVziG9UPBaeZRXeikAYBUfyKGIEbrfLnIb2AzsC4OM0GPha0UYSIrvtQoQS3OvVeA1cSEpHjE86yU4xEWMWKNtGppNQzPKiXoJzqlnvvHJHEaQLu418bVCopSCMolpHi3XKgeaOZfyXKtAQzomBClYTL7BOHT5DjOstCNwk3zNNl3Igb6VO4b/FEyP+HbgL2ufZmyuo4kHNVqjgIGWMTuE5JcixnNC+01i+wMxrVVIaaZ2PeeTGoFwJyZoBVgVF6XkdDs0TJOMrOahVVyUnNXp0DD9jc04pNUJkuIhKd4oJ1pUFMQB7tQzEdGbhX9FRT1jYF+59EKbVgjJWEY122EU6eRUEatTwe22qihqVoee2TaiZcB26ZAQx6m53nz8u+pNm6m/nOQ/Onsgazn6yc+DBuaQQTfu6KM3oWJWrL1z6UJ/78DwBHz1iXRt+ovEUlxQ9OU1gZtSs/K0Oo4FAj7tXr1QS8dATLJNxB8ym3VCxbB34qeD1bM/2x206k5KYnVG5jWNflKmhCRSuhGiu0w8j1Hg0Yv6LQqLiuaxCIb7dHh04/7d3xbkVBVl7I1avTk9/IfUkOMJASfWzd2XsPpI9IpvAhem/bj7eJ/dJuMRbXqQMuAwMvpdMhkLNeI1OgwyKq6NScUIhUyRmKs3aCCLgScXNXW3Xbx9tQndbvTZ38GTtgGXUCcx+Uxah97kMStNKiwFI5Dy34wNTk29heG3ZHxbV0uNRkRTCvB6GdWiYuhEJAUX7dAwrSoKn1ynEaD6jCKzhO5Wi/sMqtrbV0/s2bIpN3ZTXvh3m5K+Xx9zKD/sVGXa4bKUypTg8vSIfdvKjh7YfmjXppP7tt89/VPno5syTONbIw8e1o9aWFLKS7MKbzcyDGqiVopzGrm9drnXKHPoZfDY6NM790NXhQQsCSnJ2frdnjN7d52dPzsoOT7v5rV7tc/rCCjM1NuRhucPBWSUQUrtt0p9Rr5JBoKm1AKMWUk1K+l2FZeP7a5ISzu8deO+jWVHtpd/U5xsluLgEe07L7cHwthlDS7pa5fkpY3/1MZ5ZOO/wtVea3h4+cWdX9pfXaehn7c13Hr88JfH1efvPjp78srhs7+dPvfw0pnq69eanjULGDtPHt6zf/u2DQUbSjKvnTvihkRCSmuvQQgJcR4NSMDyy78sl55pVdJMCopJxdyzvSw6fHV48Mq05KhIv/YbGhm1PCBwz6FjFt8b1zBs6nmP40JtVCVN4e0dhif7YQcH6rz9uv7iI9rzDidbDXtGp/rfscisiLDo1y/qa+4/v3futo2lqTt5r+bcI6f7jdDSQ1La2JahbpGVYxgYhmEKRz7y9n3Ni7onz14pjC6p7z2nF8b64L2vZVufS64yehckfzN7dVxkRFzk2jXR/n8xV0dH7L90uUNtaFZBeKNVNTJqGh7sg2Fq72irdxw1Ble74cvq4R/I6jsi6EZnd3XtvREbm1f9U+vBFF/N4dFXR5239gqOV+GPVrX/tOFyVfKolGTlYI0CioyBVzBJEiIaopN/KC27sfMArPN8EFknuPb3PNcASfuObQX4qh6C9aMw9BbWDAN2BSHPSISV8wPfCfKr/Fg7XYA0KXBNcO0TXDu4Lu97z3NMcO3jHNs7tvUd2zrOsfnv73jLNE8KXB/4Tlg1CEzXIi9sHIfq6JrnJEcLH3/mGSzrH6MYgFor6/cfB5As4t+vy45RDAMYpaWexb3V2n3iUfOR220/3cWdeUa7Wi99jDE0soZJOnBn5SCsHALar6y/6fubvFutb8kQLOt/z7CMkvQw0wbznKB8GGRQW/11x3YAvb9nYLELsDHf9vE1oLHJ9Qf0i/Cwn3hBZtg/XdDgRDForGMoq/GwfMAfJ9YDLvLdIECLbf8X1zSoiRI6Yb4dfCqOBQAwwsBc6/+sfbJ8zIKmGd4RtcC6jGQ1061I6BS48k8LNEK/iPkZ0YdhurX5wHVYPTpBMtTvuYLQ7xheN06EkPwq2B9VhaRngeVbImDgjwqtH1wB1hKNbzrkgGDJ5jcdcsDADAdMsbDPvnK9ZAIwJpnART/0TmC0HwEY8TP7bziJh8BgdECkRfgTkWGJJkCk/oQqoM2C0l3LRwSl2YERmvTxI03ioQ84/XusbgKj/Xg35J6/O04D9h+cYPUf5V+i6eOzRBPM9Gh+w0APCDDT/RalgXk9wA5NsQI1mO74OEwnPD0M1wei9T3ZArPcHxj2N2TtGNsAazxjEr2gvpVd3yhGd4pw7VxsExfbpPBv+RLanonpnUouVkhtp3S97Ki9i2z80tF1NFQtoe0Zn9yqE5HUfLxTx9OKCFoRwSCj2DQss5KuExNVfKySh+GRm0X0dhUfa5RTjXKqio8V0sAusU0rVAvpBjnXohZpxBw6rvun/Xv3f7NtQ3HJptKyqqKCwsz0nPTkvMzUrNT4lJjI0vT0bSUlG4uLirLS89ITs5Oic+PCK1Kif6goOF5ZcG598ZXNxZe3lFzYUnBifcaR8vTdeel7iwu35WZlR4ZHrloVtjogKjAsOiQ6MiQ6PCQ6LDQ6PDQqPDQqKjQyOiwqKiI2aF1ocFC4/6mo0KDIoMCw4HXhyDE0JDI6Ij4uNikxLjU5KT09JTsrI7cwv6g4r6gwv6iooLi4sKS0uKSspLS8tKysrKyioqKqqqq8vBwwcEFBQVFhcXHhpo3ry8uK/M7nzMKCvMKCvNycrIz0VHAvIKQBJM7Py8nNyUIYOCMzJSs7LctvNUVysNIzklPTErOy05Ad4H+xRicnxSHze9yNj4tKSoz9/ZXfbQVHI8IvEv4cER6KADCiAP/eBR0ctC4ocO2fBK4hmsHdKdI2MCWNTFkLR1lPlzzDsVu5mna+rpWrqacrXpLEz/GCR92sO62Um+2Umx30W+302x2MByhWDVncytNjZDaxc1ThHYP6Pxj6J4R69+PXXYWbds1aGvLJ/KCQlPU/XnzazTaA1j665tzTtgOXHxXsOZ6948e8HT/tPHnz1+cdNWgOQWzW9b4fgmH7KNzJlFZ8+8M/vg6csTx8ZXT2zJVRu3++9rSdeflpV9aWH2KKdqVu+r7q8JVTD5qfo9h1OO6Fh40lu34MSa+YtSr6P2ev+nRRYPbGvadvPf/x4r3CrQdyNuwOTS2asTR44dqowOjUecsDZy1aPX954KLVoQEhMaExKaGRSYGhcctXBc2au/hvnwD6/cdnMxZ+vWx1QNC6NcGR4VGJ8QmpySmpySkxUdHLly77/LNP//qXP3/2j09mzfxi3tyZCxfMQRTd+fNmTSu6/3KyYP7s/z2IaDy9APx7BkbejgDwUn8yFrL3i6i+iPCLhF1NrwEjDBwUGBActGYagMPDApHt36jIkOioUCT2OS42Aom8yspMyc5Kzc5KzcpMQSY/LycjPTUrLbkoL7ukMCcvOyU/O6m0MC0/O76p/uHogPnNgMGoZepVFJ2CJGC1SLkdCmGnWUvucfBdZpZOjtVI0SYNyWvjDnol/qVcUGLkbzCimrVkt4U94BEjT73pU/S5hD47b7Rf2ePg2w10k4Zk0VHMWrJRTbToKG4LeC/yLHITr43b7xbJBR16Bc5pYnqsHOT1DiPDrCXLBR06ORphGBtEMWkI/tokAMMI/Vr1ZJ0crRC2K4TtegXGBlH41FqLmuAxMaTsJib+mVGB9ZgYCl4rQlwaUaec26IStFs1RLuOrJeiphVLowKLtP469BSzCq8WdqiFHVzyS2LnfQrqERX9mNz9kI6tpmGesIk1SOuvTUvSiruE9NdsYg0D91Qn6R7xiofcQuQD+CwsJb9NLWof9gr7XHyrnuyysM06il5J7HNLRnrUE8NGn1n0rkdvk9L3V+XsKErZlhO/NTs2I2hx092LUz16l4rh0jBtauqgU+K1cc1aslLUoRR1gPVjHVEtaGPhn4rpjXox2mOgW1Q4sxJrlGFAZFQPJGERNhXnZsVHxwatPrx305BP2++RDnolVg3RKMMYpGhIgoIkKKeO4jHQzQpcj5llkKKlzEYFp8Ukxzq0ZIsSD0lQiNLrs7AGnPw+OxfJDDPIMcj2L/Kl9dm5b3tlPVZ2v4PXa+Mg9cgKXqta2OE1M3ttHJWg3ajAIr3KDj3FqiFqxV0yTjObWKMVo6wask6CNquINi3FrCK6DAxIhlXw2p0QfbRH7jYyXQZGj5WLPIVEYVvUJAWvXcnvgGRYt5E51qccH1C/7VUMukRuI9OkJOilGL0U/F3DaQIAbJQThbQ2BQNtFFHNYrJRjFNxWnjkFx4z3WVh93u0kEY8MjAo140UHeqK2MmJ/c4bdQgOPgD/KUS2uML314ju/1h5ftdxDIVnMxj0Ei5Kwqwzyzt1glZG9zMpo11EbWFiXknobQj9KthdWgHWqqSNuBQ9JoFTy/JAXIOEaJAQgbLt/00tapJVQ3ZCdI+J5TYyjQq828gccAp9Fo5a2MUhvRLQ6rUiHJAr+USNgGRUMlxmkVpC5NHbtFIQGNZj5g1YeHYZwSpA9ynJwxr6gJgie/my7cyJ63tKTn2TCvfwJ3vlKjqhXw9NOH03jv+SFBH+ouZ1S7c4Oud0eH5dckX3uoifgoJK9h846PUorRDDa2S9c6u8Kr6BS7OK+S612iBRD7onijJ/XD7/YHTQ1ZiwE5fOd5uMfXI5f2hA7TCRnRDVrqEZhES7msUj15vUlIkRy3C/zW42dbQQE8OrIgM2p4Qdjl1zOGr5kdWzdsauPhi6bMOiLyJunLvts5jEHIxBTRWwmvjMZreZP+bTk9peiGiot702m04uF3E0SgmDTubxOFKlwup00Disl80NV+7ewNFJjgH3KDxhH/EwpByqgIGl41tRrQIpz+W1wfA7uYT9+P6vJEwDJKfJeN0WFU0jxOrERLUAB4kJJjlRL8aCklsF06HgWSTcERt0bOeWn3as31mavDk/LDt61r0zG9gNp9tufHv7aOWJvYXbqtJz0yNzMuLXlxXs2lBxfN+uqz8dvPbj3vu/HMK/vOVVALuyS0v2GhkmOVYv6O418t/3QO98xjdO07u+ngfXbv3Xf3wSujZ2xhfLFy0Mnzkz+M//PjcjreTHwz/fu3W/vbFZwKD9dGDXnQsn3nj0vWaJkNIsprW6dOwBh1TK6hAz2swKDiQQbi2oOLTl24Nbt/+069sd5SU6IRMecZukDC62Hvv6Lr72Nvr5r233fsE8vcRqr6a21XbVPa25e7mu+jq+q6a95dHDR5fuVf969taZk79dPPfs3sln9069ePJrZ8tjOunUoztlG4p2f1O+fUPhgR1lJjlTyug0SyhCUmOPgeOD2L1Gbp//v2ejlGKUU61azpbK/IzUmOQEEL4YEhIUExebnJEdFps8b3ng9Ud1Rt+EawxmafqaqKounkVpeTvSD+TXfoWr4cKjmh9/NXSyYVM/3POW2oFNj0u26E18CuvsvqNPjv/6+tgN3it0v2toDIatAxPmIXgQBiMy9vKVFqd3+AMMq7RmZ/+Y4w1sfAuLB+EaYf/3L4RLi44tTdwUllwyd/aCoOVLc5JjoiPWhidEfxWw6uTzF/USZZ1Ehbd6LrV2POCJzwg13/P0J8T2X7im61zTXYrkNZrUWPNkTE7FnNzMOVH6vvHE0PODPdUHrA/2te1JNTz75eV3Ja2nd/s43TYBwSCkcPFtQjJKScPbeKyb3x08mFEA69wfJPZxnv2DwAMqfGW9sMgzwbUPU6F+omaUYQJM62/0BSd+URep9gXqrtQLy3xgpF5Y7J4SOicFDlChJPHAYjcYkWtK6Jy+PkY3TLDMbyg6WOKdYJmneHZY3ku6WGNtYsEiN/+3Vk+nEJQkSX1TXNsoSTtFN8FUIxiGGZQk8Zz+oGnnuD8SGbxSNwKrB2GBc4Ss9XaLxU9Q1Jv1HacevD5yvfX4XdbNRnMjc4ioJpx/JrzXPkJQA7AX+95TQXmSP5kZ6KtICzFgTsDDNoCgfDss8OMoKIICPTfgOtcKAqj/cHgOmIPot5Yp9u9exneMkDSsGw1g2ZhnB8N3wDx/nPX0Q77Dn8Xlb5wSOmABsgAMPtUkywTs0MgIHKCXmGMFN2FbQDgW2zpFMcB0M8y2fxSfOQ5Q7wQ6n0zgOsMCjjT/d+i/8p4CvcWr0cfugcRs1ZDhObHrxztTdNM7onaCrAcXGWaYYZ6kGd9ToA8kPUwxwSQDTNDDeB2M103htOPditF2CXIyhdPCRGgCpXyPVoFX0q09dSzZ1aZ3XXKYbBzvVsBUM3iKoP/vwes+nhMhcGe8/uMQIJgAwUTDx/mdTRoGec7IdQgmGz8OyQDe/s+ZIuj/cP77/tM/CDnB6cCPI0AwTgcG+dF4A8xwj7YplLe633appwgmmOme8odgTfc2fWRgUOzkH6odZEH7256mGHaw182xTknssMFnxtN5Da0KHFaK6+JhWjQcvJyJwbVUd9c/AKn+AoKaj5cyu8mdLwSUNgbmNamjhkdq4ZFaVDwcJAHGH7uGI2F2yjkonZgI0hkkJIOMohHiuaQmAbVVyuoCe0ZCPALJcg5KSG0fdGttWqFJyTerhA5IaVJJf9q/tzw3e1NZyTfrKzeXlxZlZWSlJuZmpOSkJ6YnRK3Pzdm/af3eLRs2l+VXFWZU5KVsK0w/vLHowvb15zcVn6/IvViRebkq+3xlxomyxMNFid+XFxyoLNuSk50WFha2cnXkutC48PjYqOSQoNjg4NigoKigoKjgoIjQYDBhIZFr14SsCwwLDooKCo5AjsBnHREbHBQVEhoVBnzTkUGBkesCw0KCAT8nxKYkxCUnxqckJQAqTk1Nz8jIyszMRiTf4tISvzRcXFxaVFQCAHjD+vINlSWVpUWlRbkF+dn5eVkF+dlFhbm5ORlg/KbZvLyc3NzsrKyMDCACp+bmZORkp6enJaWlJiIrvslJcf6K4LikxNj0tKTMjJS01ESk2SglITY1MQ6pRE5Lik9NjEuKi06MjUqOj0EmKS4auZIYG5UQE5kQHxsfF4NEYSG4i3QgIdu/CA+Hh4VEhIciZuk/1dGEKClE1Ni6RPomlryNp0ZLjTiFDS01o6XmTqGxkal6RZa8IIqe4fgPuzl3u9k32mlXmojXWyiPsdwWro6k8XDNA3LPW13ve+PAJFvtvHj3RXR68RfzV30yZ+WcVQknb9bxDW9o6p5H7awzD1o2H70WVbIja/sP5YfOfvOxOq24AAAgAElEQVTzteN3aptpcoVn3PkOtAR7x+FGAiut7JsvlwbPWhn59wVrlkdm/njl4dMO+vZjv6ZvOpiz7af8b098e+bejXric5zoWSfjt1rUN0fOr0nI+3Rh4L999vWM5eGZ5dtP/vr42KW72w6ejM0sXbwubklg7JqotHWxaUvXRsxbtmbJ6rA1obEBITFB4bHh0SkhkfHzv14xY/aCTz6b8clnM2bOmr94yQpAv4GhMVGxaSnpudk5GWnpsdExawPWzJr51X/8+//3l//8j5kzvly4YM68uTPnzpmBsCuSbvV7M/P0+YL5s+fPmzVn9lezZ305e9aXc+fMmD9vFiL8Iqw7/UpkDXgagBF5efmyRQgAIzC8fNkiUIC0atl04PNa/+ovEogVFBiA+J/DQkHwVUR4UFRkSEx0WHxc5HS/VmJCdGpKfCZY9wX0m5GelJaakJaakJuTkZqSkJmaVFqUu7GquLIst6ose8uGAjajW6dmuaxis54NqalWI9Nj47ssbJ+d57Vx7Qa6UU00qAgmDQlS4lXibpeZNdwjezug6nMJnSam345LN2vJYk6LRooGnUagzpeFgO5Ir9ygIqjE3VoZxmliIiztMrN6nYJep6DPJTRryTaIZlAR5IIOo5po0pBsEK3HwXdb2MitRvuVQz6p/5yGiL0qcaeU16KRdmtlKCmvpc/F99rYv6dik4agEncivmWDHCNhNfKptZAM7dBTVIJ2PrVWwWu1aoi9Nk6vjePQU4wKLFId7DUzkRVWpONkOtXJZaCpBO1c8ksJq1HObRHQ6rjkl1zyS0QE1og6ETnUpMTZtCQkDxmxUhvkGISucW2/yXnNNh1RJe5UCNu9dp7TzNLK8R4b32sVug1cSEya6jc13Lu0IS1ya3bc3tKM/eWZhXEBIxbJmEtpFBN6TGABeNin8Nl5dgPdrCUaVDg5t4WBe0pHP+GCHqNWGavFIEWLGa8tKpxNTRz1KUc8apOSu6UsNy06NCJgWXl+ks8u89iEoKXZyjYrcEYZRivslDIbbWriG4+418K2KPGDDv6gg29W4Exy7KCDP+IWufTUQZfACVGRHWm1sAP5Pm1akkNPgWRoj4nhNTORfWCblvS2V2bTkqbXocXMBoSBvWYmYoq2aohiZoNK0N5n5+qlKJWgfRpuESC0qEleM9uiJrmNTIee5rNw3EbmoEs04pXatJReG89rZr/xycwqIhNfI+e2DTiFA04h8l6blmJSEnQSNCTD2nVUP1jSexycfjdfJwZ/0DXLmD69yCFnutVMKa1Rxqj3mWlCRp1GgrXoOBatwObuu94sjdjeHr3bEbBpfPF6eFbJ2J9WkefkS2andMwIuXStWmp2jatUPI0UrRd26vldMnqLVgDqUsU00J+MsG6fRWSSkT0Qd9Au1fAxCnaXS8c2ycgaAQos97Ka1cIuJb9DJeg0KQkI9uskaJWgE6F6Ba9dzGwS0hvEjBbM6/u0jhpKJ/BrKXkoIbNNxusc9Mh67EKtGCVlt5jkeJ+e4ZATzYIuuxA/YdSMqMVqagMkaBy0UXqMVKuMPmKDenSaQYtl7zdbk5IzIpM3rYjevzj6ypy1pyLjD0dHFl66cNHjVMqFnQYpesQm7oNE/XrZW7thwAL12xy99rehAWWrv94VHXh03bINDtOEUWuQS4gmHc6i7XLriCMOUb9ZaFczOISXbgvbYeSr5eyxkTdCri4mqDwyYHN84L7QpbtDF+1fMWNzbMC+4CVli74MaXze9G7AZ4N4A16FUoxWiFCToxanluNQsiARVcMjy7kUIYOoEvE9dkuP2yUSiWQKuVSpUOq1r1sante9eNpQQxBQHW+8Y/B731g/S8Khcijefvf7qdG3b3ufP72N66q1QTytlKTgdorpjZAEwyHWqwUYnQhjUZK9Ro6C3SUktvh0EnjIV331/K8/HaxIi9iYE1GesaL+4SF4iAGPkOC3VHiQbtehiNhnt++c3bd/R3FJfmFuVmFmWlVO5oGNZecO7r5x4vs7Z47du3BUTm0etnCnetWDJq5LQbfJaA4526OXwW+GKvLyo4KjPv37V2mpxcUlO//8lwWff7V86+Z9589cPnPi9PvRsbGBvqd3b548uMsNiexqtoQOrPVuPWdy2OTUsz1Gns8kfeP0HN/7w7frt28uWr+jYvPWsqrn9+7funjh0K6dR/ftO3vk8OWjR2+dOP7g3Nmaq7/W3rn1+vHjuiePHt+88vLhDXxnbXPDo4uXf/7p7JFj189erK3+5eWz/Xdv//js6emmhl8aai/X1WQVpH2/b8uebaVbKjOVAiJQSLgYNuaVXoA2iIBdHMQ+q1kmBc2h4/Q6Vbt3bMjOSk3y12DExseFRUVHJ6TEpOYEx6ZHZ5a1kETOd7BlFG6gqB938ykyt9Xzrsf9dqpnSo0WYK++ZN9tMrQxYOeInSdPDYs+fvCISaFR0fg/VmxnPWmF+6fg93Df4NgYDI/CsKl/kiw20cQms3fUOzihhWwOd//AyAe9Y9D1FjaNwBee41ak7fw6uio4eUNIdHZBXnF8eGjE2uXhwcsjo4ISctOuvayRDI08onEfcuV1Wvv+VvxBnuZblvIQRXKRJmrgK9ow+M7qB6rXj8jHtusu7Rm4e0h/uqzv4T64+wLvTCnheBHn+ne3N6dNKckGQr2Zj8M3VhNaXpDa6ox8hlcqeHX+7NaoeFjvguWucYETGIllvUCe5buAUVk9DIRfvl/sFfptzJIev7cZqMGwwP2B7/zAsb5jm9+zLQB6xR6AwQLnBNc6xfvYJwyKhTnWcY5lnGkCqctAQQWwCkt979mAFmCevfbAZWBFNo4NE9UPt50A9+HZ39ENAMVBc68FZlqBaZnnAq5pnhNm20APk8AFlmZBlRH4ceDOEg9AcbkPlnom+LZ+okpfT2PfasKerX657+Lj7afQJx86mjlTDDOoIOLYAV376Re0+/ohExzZZkCeDAM451o/kvA/Vdn3DNMfDkK/yFPAWc2xIZwMfgu+g3jhOfh4fAfYOuY7Jjl+JVnoQr4NQL980LrsHxsQnBEC/xiFBaTgCaoOfBiW2d8qbAIx0UQN0IGZVphq/EDSAxJmWgEJMyyTZD+7Uo0I/SIPP6Iy19HfKSadroYlPW+wSljgVtzvopx9Br4QlnWSZpwg+zulKBD4chgWQJtECCAryQAQl2KCCfoPGDUCvR8w6kmsBmCwH48nsRqY72WcrO6pY8EkwwRKCdMso+0SmGycwmmncNr/fjHRj7LUfyZpkYxTGM14p3ykWThQz+2rY5sfYI330Po7XeobbfJfm8QXXwvOveKdeSG72qS42aa7h7JUE711rMEW4dsu+Tha9d9gPE3IyAlCuf/7iNcjXD2JVk9hNB9TpvF6mGCGGW7zE4ruHg4WD71DaQEGM5wfLdBU20cSBsQLZpJkgZlukJJFtQFrtADsmY8zTbCur4cuFdS3qTA4KaZLhOt0KflyOgrd8BDXUi2iddDRdUws6ECioWrJnS9YuAbQfcjD0dF1PFILJKGIaB0aAdB+DTKKXkICm0RctAvi2bVsDrFRzkFphHikbQ4514oICi5aKcCrhCStmK4RMRyQfMBlPn/8x/WF+duqKnZt3ri1sjw/PTUlPjo9KS4jOTY1LmJDbtZ3W9Z/v2Pzzg3F2yrydlbkHtlWdv3wztfnj774afe9HeVXq7Ivl6ddqki5UJF4qjLth4qCQ5XlW3NzsqKi44LC4iPiE2OSI8OTwsOTQ8KSgkIS1gXHBAZGBq4LC1wXtm5taGhobHBYbFBQTMC68NWrw1YGhKxdG7kuOGrt2sg1gRGBgdEB68IDAsJXrQldty4qJCRm3drwwDWhgWtCg9aGBQWGBweFhwRHhIaGJyYmpqamZmdnFxbml5YWl5UXlZYWl5QWlJfkb6gs2VxVVlFakOdv9y0syKmsKCkqRHgYoG9OTlZ2dmZmZnp6empWZmpebmZebiaCvv724NTUlISU5HhExU1NScjJBn3CKcnxwPwcE5kcH5OWFJ+ZmpSVlpyZmpSenJCaGPcvADzNwIkJcUgTEsLAiO05Pi4GQd/QkKDQkKCw0OCoyPC42OiE+Ng/1ZB49Uxpp1iPVzvopl6GuQ+rtDVztC1cXQNT1cjSNnP0L8myW82U88+7Tj9tP/sKdexx8/k6zFOSpEtqYVkHlP2Tmv4PhoEpmX0Ix9Oev/0iIqXo3/5r7l9nLA2IyrpW3d3NNhGErvtNjH1nH6VUfRdesD17+9Gdp2/vPnf3l/sND9poHWyN0v3OOwE7RuHTt54HJeT+4+u1XywJ+q+FaxOLt15+3PCgCXfk0v3SPcfTNu7P3PJ95cGzZ560PEaxb9Xjr1a3bNh3fHlE+l9mL//3zxfPWx1ZsfPw7aeNv96v/fbI6ej04q9Xhy1dFxMUkxYQnjh/WdCKdRGhMUlRcemBYTEr14auWB24cPGqL2bM/fyLWTNmzp03f9HiJStWrlobFBwaGRUXF58YFxOfkZaemZ4RHRm1fNmSWTO/+vSTv//nn//973/78xeffzJ3zox5c2fOnvXFrJmfz583c/Ei0NyLFBohe79fL5w7f96seXNnIgA8d86MObO/mjP7K+TKtPN5OuF58aL5iDUa4eHpu/2zRhgkaa1csWRNwIrVq5Yh1UqrVy0LCgxYE7AicN1qZPUXod/wsKDIiJDIiODoqNC42IiE+ChkkMrp1JT4lOS43Jz0kuK89LTEsNB18XGR5WWFxQXZCbERxQXZ+3ZvK8pNT4oLPX/6CKTlDXh1Ri1LIyXZDGyXhWvUkIwaksfGteqpRjVRr8CZNCSHkeE0MU0akMAEKfEDHvHbAZXTxESetegokBLvMoMuX0iJZ1NqmaSXGikaUJaD3+PgK0VdRjWx3y1C5FyXmYXAcK9TgPCzStwt5bWZNCSFsFPEbjaoCBYdRa/A2Q30sUH12wGV3UAf8oF+4D6XsNcpcJlZZi0ZoWWXmdXj4Fv1VCmvTSXu7nHwe50Cg4pgVhHtOqpNS1Hw2kWMRoMcZ1GTRIxGvRRjVOBNSgJCXJAMK2Y2KXjtiAsaWeu1aogaUadG1IkkGOsk3SJGvYLXqpN0IxutSIIxImZCMrSc22LVEEe84mGPyGdhmVX4XhtnxCtG5GWkMchlZjhN9B4H16wlCtnNBjWx3yO1GZhOI9cF8eBxr03O2JARe7Aqf2tm/J6itLjlsxTUtnGP2ion+fxduE49U8BoFnNaIBXBYWSYNCQ/PrXpRF2QBKXgdGgEKDW/U8VvVfJaRPQ6tbBrwAG6WM/8dCA+ZE1SxNqooGUKId6iZ9oNdIMc49JTXXqqRtAhor1W8do8BvpYj2zELXLqKH1WzqCDP+qVvPGIbWqiQ0tGeNWqIU63HyP0i1CxWYV3QlSblqQRdSIx2gpeq1GB1UtRPgtLK+5CFn0HXQLkq/OamWphx/TOsF8uRiO8J+e2GRV4J0R3QnSLGvyOamEXcsWqIWvFKKMC32PlOiG6StDpNjJtWoqI0ajkd5iUBLeR2Wfnm1XEQZfoba9CK0Yp+R3++xA8VqbdQLXrqE4926HhWBQMt4Y7ZJUB/7CwExJ1aoStOjH4WwYkxfOFFGnvYOLu6rCNmtDN8MpK+PPsgU+y1f9vDPavUV1z45vmh11E0Qe0Rjuk5XkMQq+Op+ahjVISJCYgq79OLcuhYWoF2CGHrNcsfONWDjlkDg3TA3GtShoN9UxAbVTw2tXCLgmrmUuuFTObIBnWCdH1UgwN85SKrhbQ6gW0ehmnVcpuIbY/IDU/EBPrGZ1P5YxmKa1RxesQMRp7bTy/dMwAK+iCDiG1TkJ7reO1WyQEDQvnVHF9JqZDj3Ho0f12xpBT4jOKbErB1EgfGYdaFxiWWbInKPnAwrBjs1YfCAz5//l6D+goznzb97z17tyZcyZ4PDY2BgeiCcoooZxzQggFMiLaYAM22BgwmJzBBJkclXPsVuecc845t1qtnFGou74uRuMz756n9a1arepSq6tarMWv9v7vvSMhtoBNZxi0PJeFJWTUz/QprTLyW7fWpeK+7TcPOC1qscFvRUpk0O71wXvePMK4zX1aGUfK7xz2MAacJLcOZxJ1O5SUXhPHrafqFRirnumwKGcmputeIQJWZseG7o4NOhCybM/axbtClu2LWLUryr8s3C+1x9pjUPK1CqrXJdEo8GIugkNpxbW+kFK7tFwCn9jl0cl7jeqO2mpsexuXQlVKJUqFTCDgKVRyk93ME/OrWmoq3jx62viKwCXbBp0DU4Pekd6RyaE5aBKLbX1YcZVGaFGK8G4zTydBSxhNfHKtToy1KKk6EUbCAHK9WUY1iag2Kdci5lz98cix8tKi5HWpYYsun9g4O0CFhjHQWBs03jY7ilHIayHIPg0NMURMJBH37XdH9+/fv2PLZtAekZO7pXDTtwcOXfn59LXjXz/8+VDns+sWLhbyaCCvccym8uok4z22woy0Txd+kpiQWtvQzhNpf7507y//+Hzv3m8Of/Pd/dv3JoeHLRrVj99+lR4VYlVyjWKakoNWcrpNUpIeuKCRZgVpyK0asJtfVvy2q3RLednWA+X79uzYfeL7n6pf1Rw7/MPV8zev/nLr3A8Xzxw5e+H4xRsnb57+9lTlo1dvHj3urq/Btdaq+WSzlt/WVvXozcNGErpDzLva1PTT69c/vX59rb3tXPXrV5j24q2Fx4/uPbi3ZNfmLGTzi9EelUlKMUqIXgPXIMR5DPxBm9TqS5cBATMc/P7yrVu3lBTk54LSy7iEqPikmOTM2PSC2KyNq8KTA+PzjEOQbhDiWye6+NYrrzsIMrOuZ3h8GIJ6Z91EefeFJ9yKJqh3FuoZa3v8Ojl0/cGde05++93Nn85CziFoYAqamoPmoPEpSKKy4Rlysd5r7QfEqzb1WJ0DFnuvwz00DUFas/foqSsrA+MKyw4mZ5Zl523LzC3Nyi5IS02OCgssyIxPXO+3e1eRe8ClG+izQFCNwtbcM/Orqu+Squea2vZMrntNJDY0vJEi64x1D3BHN7vvn554fn7kt5O6C7sd974dq/2FcWrDg4LV+Iv73NhKD73FzUcNaDkSCoLYXsPCtBr51GmrjllXUxIUNsCQTAuto0zzKBOUA82yrXNs6yzbCpRGngOgqdANSXpBXpTA9S9a4zvBt/CCWW5+j9AN0O73yyd7QhzAqxDPMUnVg0Zfjg1SD7efqhA86oBEPeNkLWSclDzv7jr7GICx0D1DN0Hivlm8FiIZILZjlqgDEiXPBQCY7hNaWb4XgRVU8Nt9DCwCQvQc3wHegNgDVGLlICTxon55aqunz1KNEM81RzVOETTgdcBULciaAiorzQC4l6KboeogmmGSqJoiqOD9EwTlNEkD8ezjRE0fUmxvZlkbGe523hBGPkXRA+L1zU4DJuc6QFQVxw4e8JzgfKVe4rVK8GZgqufap2iGd7jL86m+/9SEwTWBJ36B1OzTojnWd4q0D30B/bIsENMyS9RMYuSTGDm4MmQjWET9LF47g9PMEXRgJ8X0bsHPko2+Iw0Q2z6IEAMA5jjAxWRYII5D8QTJulk3TfJdXt+tARiDZ4k68MoE/dzvARivm8Go/6cFC7+Mc68AEhMNQAr2MTOE1cyiVYCQ8ToIrxvvEFue48Q3G5m/vGKff8O/XCO+3iC/3aK626590KWrQLjfUDxVtIF69nATb7RFMNoiGGnmDzfxBho5ffWsnmqa4zXJ/Ayrf9StftCpvNcuvtkovtkoudUk/7VV+xvC8hznrqL21bMGGzhDjdyRZv54m2iqUzqDVADcxWjeScoEA0BfON36neZsg8h2iNtveIQbaBBAFDvgW7xpjvCvBSdCw9s52J4NDnNCDBfEckFMEAA+RFZCxgFFC5paWWeiUZUEjBjfJSF1iWld7dUV2NaXAkoHpuVFW9UDMqKaQ2jRCokcQgsD08DGN1OQNTRUHWyTVvGxGiHeoqSLGV1sQpOI3snCN3JJLbAILKR1SJgIMaNLykLqJSSnjiNho3jULgWf4EvioMyMeO9du3hg+9Y9Wzdvys3etmnj1qLCvMzUhOiIqLDgTXkZx/aW7yjIvnb6h4fXz/94cMfBbQU/7StpvHMOcec8+sbpjjNHqg5ve/5V0dOvCn/dlX5mU/xPZXk/7dyyKyczKzIyLSomISImLCQ6NjYdoG94UlBoQlBIXGBIdEhIlA9fowKCo9YGRgYGx4aExweFxK32D1/rvz44LC4wONY/OMo/MHptYKRfADgmICgmMCQ6IiIxJHi939p1a1YH+q0NDvAPCQxYFxAQtC44ZF1wSFhoSHRUeEpyfG5OetHG/M0lhZs35W8pLti6Kb90Y27xhmzQFFO8YUvpxtKiDcWbNsC50Hl5OTk5WdngC5Btbk5GXi4IG4IV49ycjPmc58SEGNjeDIvDQBZOjMtMScxJT8lJT8lKTcpITshKTcpJT4EfpCfFJ8VGJcasT4mPSYmPSQSW7rjkpITUlKTkpAR43BfOhY6MCIuMCIO1XzglKzEhDgAwxdBL1nuIWjdWaUfLrUiJqYmpeoXltfP0DXTFa5zwCYL1sIP+oJVyu55wpRJ1vRH3FMfvEFuJul6GZUA5OKsemGXoemSOkS6adOc3Py8JiFuwbN2fF64Oicu7/rCBLO5BsC03XqK2fX8jp/xk2o7jGw+dP3z12fc3Xx2/86qOKGYbBsW20UEIktnHdx75ZUlA3MrQxL9+BmzMW789/aQZe6+688jl+4UHfsjYfmjLd7+c/a3mYQuhliB41c28+Lhh66FTn/mt/9//WPKXhV+uCU85d+txM5p+9lpF9qZdgRFJK/wjIxOzEjOLQmPTAkITwmLSVgeErg4IWbrCb8HCzxYs/OzzpV8uWb560edLP/1s6WefL1m2fJV/QFDk+mhgJPe1ciUlJGamZ6Qmp4QEBX/26aIP/vH39//+t/f//rePFrzzPy/5YvHnny38/LOFS75YtHzZZ0t+12m0bCn4FlZ94e3iRR8t+mTB4kUfffbpQvjIeeH398QLG6p/3ww8rwAHBqyBh37hLex/Dl0XOE+/EeEhsP85Oio8Lnb9vPYL029yUmxqSnxaasKmovwcMGIel5gQDavBuTnpGwtzizZk7dxWvGfX5uyM+KKC9MbaZ71ujVHHlYvwehVoxzGoSDYDbaBH1OfmWfTApWzTUy1astPEgLHTqqOoxN1WHcWqo7gtrD4n32liqMTdEm67QohwmZkuM9OsISmECKUIadGSXWam08TQK3B8RhMs8MJPWXUUm57q8onMNj3VYaRbtGSbntpr5yqECAm3Hf6lOjlWr8C5LSyHka4QIjw2zmCPaHxAMeKVwpZsrQxj1VGcJoZWhpHxO5UipFKEFHPaBMxmMadNK0ZpRN0GGVYtRIoYzVJ2m4TVSsO8ZhNrNKJui4pokGGV/C6YnTxmMPErZbdoRAg4+8qkwFpUeFg9hmeJYc2zx0SHRWM4SavPxnbqKXAP0ICD69RTBhzcHhNdK0bC+qdWjISN0DY92awhDLj5w70ijQwj4rRpZDidjOg28IbsshGbvOrexcNleXtyko4W5+5Ij754tNwhp/abuCJai4rfbdPRnUaWUohSirt5jCYOtV4hRNi1FLuWohUiJIwWNq7eJCO49XSnjuTSk60qnEqAkHOQPWbJ7YsnU6ND0mNDo0K+ZFM63Fa+QQHMxlYl3qYi+H68ScZq0Qi6DBKUx0h3asn9VrZbT+2zsN72y/ssrB4DbT7m2mWg9pjoHjMDFsz77RyzEgfXIGvFSHgZZOh+O8coxwho9SYFViMCmWR2LWlqQG5W4uxa0liv2KEjqwSdsHVcye+QczvEzBY5t8OsJHitnAEHv9/O67NxYQJUCRCAXX1IbFWTPGaWSYGXcdp7TEyPmaWXYkwKvFGOMysJDh1VLUTCcrFWjFILkXYtRS/FuMz0Xjvba+U4wYArEK9sMppFQnEqKBpOp4RWr2A1y9iNXNIbNuEVk9ksdikuVhKjNjFitk6vLpxaWTr6Xjb3D4nd/xVHeD8avSqlNW1zJZnn6vF4HWatRcUzyWhgsldGVnFRMK7YVXSrgmoQE/rMglGXXCvAUpGVUkanToijIitp6EoFrxO+/8Ih1cIubpUAYVYSJKxWBa/TrCTAgrac24FurpBRmpTURhbyhYLWJKU2gG4qdqtdTbQq8S4D1W2kGWRoJbddI+hyqoleM9dtErvMQqeFbjfirXq024zvs7GHnNK5Yfugy/j9kYNhkbEJGdsS84/5xR7/MvSrrOyvUxLyOXS2QSk0a8leB1vNRzjUjCmvbtKr73NITRoBl8YL9kuOCS/NTtsn5xlFDKZGTBpyc5yGboO8ZcBC79XRrTJir4nTZ2U6TTSFCCPhkvucfXeuvFgfUrR785WNaafLsq+uW743IeTwlwvzEsO2ZCUWi7nCySHXkFctF2H0KorTBPqEuIRmGRNplzPG3Tro7ZCUhr/047GXD+5VP33S3dosYDPUKplcIeYLORK5QG1ScZX8ijePHlY+pouZ9n7HNDQ5PTemVAtePr+L7Kzqd6nMaoaACsbRjVK0itfhGw5nagQoKbPdd1eC1mcQT7nNXZXPju/ZWl6QcqAkeVue//Nf99hVlRBEgCaq5yZqlYr7MlX1wFv1JDTUNzvS+3ZiEoJQJMr3J04Vl20vKt1VWLonZ+Pu/PyyQ9u3XD/21W/nf6w498PLG79Q22v7DTJoanB22BsWsGpdoB8CgaAw2A2tnScvXA+OjMvN2/jTjyfbm1vUUmndqxd5qQkhKz6Vs4heo8ShZhslZKOECIe9ufRMpxHcuOzurNu9o3hv+Za9e3bs3Ln9yJHvmls6L1y4cfLEpe+Pnj1x7NKJI5d+OHTx0qn79y4/qX9e215dS0N04JuqGF2gJLOp7tmrmsBDgDgAACAASURBVGeXHt17hOj8taPrUmPThdra6w21vzZWNRK7fjp99NCBrd/sL9temnHj/PdDbpVBTOozC0bsEq+BqxMSLHK6VkiUcrBemxzZVvX1/vIdO7YVFRWlZ2TFJ6fFJKYCAE7LjcsuCo7PSirckVK8xzMLafvmeOYRsranhilASTUmxxA0BUGuWUMzFRK7WBV1kHEAsvS6FTpUczsRiZ4cGIWmobmRaWgSUim0DIZAKDWoDD1657DVO2npHZPpHdaeod7+sfEpqLubmJNTlJCQsXvn/uyEtIM795Vv2x0Tm5S/sTgpJTknM2Xx+3/cuym1o/LXAadqcnpUaHMq5yAhBF2g6++KzNVK0zMkAoGo7xdh1VWXKD+VDr/8ub/ipPPW90NPzptvfKe4sHf09dnR16ef5K15fSBb8Pr6jJo6IKcIsE207lpqdz2+9Y2I0OGRspl11YVrA3QduGmxbZhpGmfbp+hmoFKyrIDQ+D70FfYA+y4APBcAPCBX+tgS+KJ7/rUHUJzPygs/C7KvXOAV5n+KDQzAM0wzxHfOsa2DWDnEd44QVHXf3Zyg6MDLij293WJI6BY+6UKeewoZJsB7oJkAgzHtoPLXZ+WF2XWOZgJCLt08ywAkPDcP7UIX0IFFPQB9hW6I55hlWQBIC3vUr3HCB22An7lOIG/SzcBTzTCBRQf0O0fVw5HLgDNpBh8bm0dQEslvbciTD5AnHzCuVzUcvtFxsoJ8rYr3oFXwWzv7bhP5WhX2wgv8pVfEK2+oN2rYd5tEjzqVLzGGGrK5njaKV00zTJx7zUAK5vi0X5EHnKzEC0l9k9XgtgJ4n0AxZln/m92aaQLSNA28K08r215PddXTBtp5kxg5iL9iWsAPwgBM8V0lkgEi6v+FxGTjOwammoGKTrMAiZhueQfAbPu7KyD0DHSJeL82sW7WQaqRCZyqr0MABHZRL7BA+7h6FqsBtyFAKLQRIhpm8dpZrGYGp/m37awPemfRKsG1uqFmHkQxAxGYbIK90zMo5XS3AsbgiU5JTzXN9BQz3iaa7JC87ZLNIBUQWg3Q1GdRnkbIZ5CKWZ88O4dSzSAVb7tkgGBRSlh2BoANm6hBUZMRwuvmMOq3SPlom3CgkeOpobsqKY7XJM39TvW9DtXddvntFunNJvH1BuHVOsGVWtmtZtmtZunNJsmNRsmNRvH1BvH1BtG1Rtb5GvKpl4KrTbgfntSVXx5oEIBALKrj9wz8fwdgqgMcRrXPkq3TZDP405U4xrg6VSdW0NKuJeK0NIKSjqV3NzAwDXR0PQ1VR0PVETsrKcgaAaWDhWuCMdiuZiu5WB6pTUjtlDK7lTwMDV3LITbDqVcCajuh8zUDW29TM1V8LBPXgG17gWt/6fNboXRiopyPEbO6VUKCSkjiUlFuk/LZ/Zt7t5bsKisu31y6q6wkLy0lOy1pQ05GVmpiWWHO/tJN32wvu3fpZ2xL9W/Xz9w5e+TWj1+13juPvneBdPcc/uoPXacOtP5Q3nJiZ833pQ8PFp7dkn12V8nBgszs8HUJQcHxoZHR4bFRvvjedRHJwWGJQaHxgcGxAcGRwUGRQUGR/kHr1wZG+QfHBIXGB4TErvKLWO0fGRAS6xcU7RcUvTYwak3A+jUB747xD44BMLw2bNWqkNWrgtauCQrwXxfgHxLgFxgZHhEZui5iXdD68OC49WHJcZEZybG5aQn5GQml+RnlZYX7dpTt3V66pbhgY15WXmZqYW5WQU5mQU52fl4OyMECDJyTlZWRn5fzzh2dl1WQn52flwUbnjMzUuAFF/+mpyUBBk5LhkE3NyN1HoAzUxKz05IzUxJhHk6Jj0mKjUpNiE1NiAUAHBsDM3BiQhycgxUbExUfFwMbnuFJYHg/bIr+jy6xGSGxICSWLrEZJbdjVa5umaONb6ymyJ6hubcbiJdeI69Woe80km7Vg8f3u+gvSUKkwk429BJUdrbZaxiBXG+hKiRtz7ELq8LS/tf7y/6fv30RnlZ860kzRex42ca58RKz72RFTvnJ3N2nNh46v/v0vZ8e1N5rJKIlDr5tzDAMWcegxw24mJytXwQlfO4X+58ffbkqMuPYpYqnTbhrzxoPnLmx6Zuf8vZ9V3b058svGlBCPUPX00gWHr/xOKV4zx8XLPv7p6s/WR4UGpd18uKv3WTu89r24u1ffRkYFRAWHxGXEZeaG5eaHxaTsjYwasmKgI8++fyDjxf97b0P/+vP733w4cLlK1avWRu4YuWqJUuWrVq1Kjh43fr162PAV1R0dHRUVFRyYlJSQmJkRNiypV/8/b2//uXP//nBP/72ycIPYe13yReLli5ZvGzpp8uWfrp06SdLlyz+537Q7utj408+Xfzx4kUfweuThR/Ca/Gijz5d/PFnny6EleEvPl/0xeeLlnyxePmyz79cuXT1quWw83k++2o+8DksNCgk2B+mXxh6Q9cFhgT7z3ueIyPW+ZzPYXGx6xMTYuDw5/m+35TkODjzOS42MjMjOT8vMzcnPT8vc1NR/qai/Ly8tM0ledvK8ko2Zlw+/4NRKxwfsZs0HIueo1fQPDax1ym26Giw0Nrv4ukVQPg1KIgmFdlpZPU5hH0OoV3P0MnwPRYunNTqtQvg4iIpt0vC6fRYeXDNr5yPVInQBgURZjaDggjv0UiwCkG3QUF0mdh2PQOu/zWpyHY9w6aj23R0q5ZGx9fw6S06Gd6oJMl4CCGzTc5HSjidDEKtXNBl1pC8Dp7HxoFt1VYdZaxfPuKVOox02EqtkaIZxGoi6gWDWC1iNHPJdUp+l0NHtapJOglaJUCImS0qAcKkwKuFSAGtUUhvgqHLKMfB48EgukZDpGFe8ql1VjUBlj1NCixc7QMX//TbOWDcUUOE46DMShxsdbZpiDJO61ivuM/GZhEqMW0VGhHCriWZlbhht8B3SXEOI92gxDNIdQxSnU5GdJm4HpMAmvUKcC1fFWcc2Zy/Pz/1YEHmxuhgNQMx5VH0aBl8ciOf0qSRYG16qkKEFHPbJTwwnq2RgqnXARuvR0szCAF0DdklQw6BSY62qfF9VqZVTZCxEYMudc2ze7nJUZnx4RGByzsanw73qhWC7h4TSKUyKbAyTquI0QhP51pUeK0YCfM8/GCsV9xv58AOZ/hcbBpir4U54OB6zAy7lgRng8GDvipBp5LfAU9Tj3slKkEnFf1CI0IYZGiDDK0WdrmNNL0UZVbi+u0cu5akFSNhdV1Ib6CgXhK7XrAJdQYp3qljmOREuPRIL8HBOclws5FFSYYjstwGFqyGGaR4JQ9plBHg9iCbmqrkIS1KstfCgwOlPCaOSU7USdBqIVIrwpjkRLit16Fm9Og5XgOIwlKxOxSsFhWnVcluUrKbxIJWsYlI01q3HuZH5ev88uyrNtk+zqf9ZzLyT7G0pQWaZWmsxWHPjl8mGFyQxzOqEPMdeoHHwO3RcxxqhklKMklJdhW9R8/xGLheE99j4GoFWBmzy6YEnAyyspCvNEK0WUGSsjpE9Fa9BKcVYdiEOgmznU9pkrE7DVK8TU11G1g6MZbY+RRbfxdbe5vSUqHltJmEiF4dxS7HGUTIQSt70iudHlANOQROLdWuJveaWIMOkc3Is1uEdjNDr0LplQibAec00axaxohXz2cT8nIz8wtL0nJ3pBZ8G5l6eG3olpB1GSF+kTUva/VyiUFFmZvQ8mjNoBaCjzOq6CopfmTQgmxHrV0ZFRqU/tvd6sn+cQmT7DZzoAmZ09CtFTfblXiPjqliI20qSr+NNdwrkvCQUh5ltG/s/Mm7Lx+hv9p1fe+WW2e+b4wN/Do6YF9W3LeZ8btWLPY/uHd/S8MLo45t0bN77GKVhKKRUvut0iGn3CKnO9W8Qaum9tHdJzcuq7ksl0apFvDkXLZOKTVoZWIxm8nE05g4oZLDkrE0NrVIxSfQMN4B58TkYFtbVUdbpZCH7XcptFICpfu1XUtyaskSRpNNA/5CDBKcnN3pMXAVbHSfQexWCW6c/O7HfVt3FyblxCw9cTCRjPxFK/p11PtmZvLV2NgrJv9K7xi5f0Y3DA2NQtAoBFkHh1xjk4befgxbdO1pbfmPV3P2nM7eeqSsdHtaTHRBWsrZ49/fu3bx0ukfK65fxnW21L95VlKYt3jhB3X1VXMQ1NLRGRAampSelZ2de/ibIwqJFJqd9dqtR/fvXbXoQ1Rj5ZBNPWiTuXVckxQEpPUY2W4jA2QxONhyOXr37szde/N3lOdv3p6/Y8+21q62n8+dP3DwyIGDx078eOn8ubsP7lY11eMoWG5HTRu6voHcVNv26Hbz/Ysdz68///WXWzfOnL5y9uKTh3ebW242NNxtqr1X+6Kmq7YD0/j6zYNd2zYc+Xrr3h355WVZHovYIqeNOBX9FvGwQy4gt/NJbSIakktGjHvNty6fPnRg7+7du8vKyvLyN6RkZMenZMQkZ0anZMek5Sfll/qvTw1PyT95/bFpYE7fPyPrnbjU0PaGztZ4hh2WAWgMmpa7hC86sdefmxGMCYVtwuyBxmagWWgOggZHJ/oGx4QCmVymsdu9Ls+I1tijNLh09j6dvW94CuoZnLQ5+27dqsjMyMvOzEtNSCvJzft++5btmSnbiwpLi0uS0tJXrlkdHxOWnxxRef2HCR2j4+HFQbPM7nYJHANN6l7WOFSD5z5/Uy2h46zUppYTRdgfcgYqjzsffWP49ZDq1hH3iyumBz9rrh4xXT4E1VxG7oz/bVvSrT15OlztoJLB6q7lk9oUHJyCheVjW00sghzZWRwYwnxeC+n6J/mOWVEvaO5h297ZngU+7uUB7p0m66co+rck3SQZjM5OA/OtT4MFaGqHGKDUB6KD2lsfrNpBKREoB/KAcGa+x5fM7AtPFnhGcGpI3AeagZQjHScfCh52QarRKboZkvYPEzQzLNso1UC6Xc993AUs2b4wJ9DHQzGDmGKqBYQ2MXzVtRTTzD8XXKs7TTPDyc/gLH5XRwTz8yzVjPn5GYg7ZjpA2hMIjrIBFzG8qIZ36cpkHUTWjSLFY90SYDOm6GcI6rFuyRRWAVCZ7Ts1QS/oQGaCE4c4LlCMzLTPUs3jOE1fp9jewNK/IameY+VPUPTrdfRbDa3H7mHOv2TfbqLdrGfdaqTdrFc+w2jeEG31zN4u8SRB50ul7oUkfXP0dyr0NEkzRVBN4pXjWKD0elvYjlqKtZJgqyI6aynuelpfE2uwneeTfP9ZVkQyzeuZIL0Zljfh5iGqFdT20sEaQshwZ1+AbiQ485njhtiuSZzWVElp/PYWuCzigVGUcgytgnieOZJxlmiYwelmCHrw4hSzrxjJNIvXzxD0/7YFJcC+1CvtI7TuMQaiO0BcFlzqSzTBYVqzWN0cTg/nOY93yeHw53chWFg9hNG92zNfTYQFVUazKM1Mt3oaqZrqUrxFKKeRqpluNUjPwurhBqNppGoWpXn3OnCYFs4AnoVDnvFG8Bijm0Np4PajaYQSXm+7FFOd8skOGbxmkdrpLvXbThWENYlvtPbWcCBuPwzAv2dgWBCeJZjmiKAYCQjFVAdEcc4RbdM48zgGfKADOClkHu2lCbGPXgjb22XYbh6qlYFqNEqpIloXvv01h9DCwjVhWl5QkDVCaicFWcPENspYKDkbLWV2S5ndQirQezGtzynd1UwcaFHiU9qoqBohrUMvIakFOLgASS0A9eZyDoqOqROzkRJOt1FBN8gZMh7ZohbhOpuO7C/fv2Pr/h1btxcXZSbG52WmbczLTkuM3bwx9/DObZd+OHr34mkSsunxrXMPr5yo+OVw/c2ThIeXOU+vCR5eYN76iXrte+qN7whXD7Wd23/3QNG1vSUnSnNLY8Nj16yMCQpJjEoMD4sNi0gOjUwJBgwMROCA4MjAgHA/v1C/gKg1AVF+QTEBIXF+QTFfro34cm3E2sDoNb79q/3Xr/ZfvwYowNF+QTH+wTFrAtav9gv7cs26NWtCAvzXBQWGhQSFBQPC8AvxXxPqtzosYFVU8JqEiKC06LCs+PUFabEbMxNKclM252duKcjaUpi9fVPB9pINxXnZG/Oyi/Lyigs3lG0CUdKFBRvycrM3bSjYmJ/jY+PM/OyMvCyQN5SVBlg3NzMN3p+bmQbvAU/59N7fA3BGcgJMvzASpyXGpcTHpCfFpyfFJ8fHJMREJ8THJibEzU8Cx8cBJI6OioRJeL4WOGp9RGREGADgbpkNrXB0y2xIqbVTZGpgql/hhb910m/UYc6/6LzwsutqFfpGLe5mHeFWPaGWqWgXG7iuMf0kZJqAlN4Jgtj4rAWXveXrfywL+cM/lr/3eciX4Zk/Xn7aSlQ8qiOfuFm76/ivaVt+SCr5rujQ5YMXnp593Ha7ntBEV1N1A6ZRiGsaPnXzxeqonL9+FvDB8tA/LFi5JirryLn7j5uwN1+2HL/xePvxC3HF5cXfnjz7sLKVKcWItL81de88dnZtbOYfP16xYGnAe5+sDI3JrHhex5ebrtx5EhyRvMIvPCY5NyNnU3p2Udj6pC/Xhi5ZEbBg4dI//tf7f/nr++//46OPFiz6ZNHnK5av9vMPXLvWf9myZcuXLw8JCYkHX7Hh4aHBwYEREWEJCSBLLGxd6MoVyz784P2//Pk///bXP3+04P3PPl0Iq7vzwu/KFV8sX7546VLgiIZRFnY+w55nmHVhEl70yQKYgRd9smDRJwuW+sKx5nXjFcu/gNEXNkXDADxPvwH+q0OC/YOD/OblX1gBDg7yg7l3fWQovKKjwuPjopISY+Pj1sMab0pyHGx+zgDt0im5OekbCrIL8rPgFOiNhbllpRs3by4szEs+9eNBKql9sM/Y36u3W8RWA1cpIVi0LLOWrlcSVRKMXNA1v5RClEaCNSiIRiUJCIa+MiQ5H2lSkXtt/D6HEG707XeKPFYejKxwi69BQZwvCoYTnu16hl5OUInQOhnebeZ47QKrluY0slQiNJ/eYlZTXCa2TUfvsXA1EqxWijOrKXCfMAzMcFcwLPY6TQy1BEXDV2K7nnCo9YDSfZPDWhlGzGljEKvJmFd45DNs1xMxs4WKfiVhtfbbeUMuoU1D1oi65dwOjahbL8WIGM0MXKWY2aIWIqXsNgGtkY59xSXXwMotvvMRh1QNdyD12zl9vpYjmNZg6J1PcnLqKbAluN/OGXBw4QBknaSbiHiC73wEZ0TD4qdC2NkDZDEGk1SD6ngi5nZ6rAKPVdBnFkETrooLx4sT1pVnJZzaWVIUEfxdSd6IVew1cy0KkooPSph1CoJFR1GKu4XsVpMGNPqoJSizHD/iEo06hBYpwaZkjLkVvSaWlNUk57RYlADatSLMiEeD66gpykpMigz0W77w12s/DfeqBaw2t5EBu5fVwi6VAIxMu420AQdXJejUipF2LQmOzobTsJ16il6KgseqbRoifMo6SbeQ3iCg1RtkaDjkWStGyrltsFTea2HC37oMVI+ZYZRjJKxmKbsFfh342sq5bWphl4LXruAB6mPiaiTMdqeO0QMaejEw39rUVJhjgfDlA2M4Ldlr4cHJyWoBSi1AWVUUi5Lca+baNTQVvxvuSbJraL1mbr9NYFNTvRaBWoCRMNtB55AII6A0CShNWiFaK0Q7tXS7gqxgtumFiFEnb9TJ0SmQEk2nsdf+ptmbUkgMzmItSiQsLaL+NRX9pzjWqhLPmgJrSD4/KO3ptcc8Vz/E5ghMKj5MvH1mQMJWBRUQi5zSo+fAidB9ZsF4j3LAKrKr6HoRntL9Wsrq0AjREma7iN4q53TxKU3YtidwJ7CK360WoGxq6qBD1GvmagRIcvsjdO0dcutDEaFGRKp1KMDArdfAdKkpQw7BpFc55BDBjaxmGdmkostFeLtF6HGIzFqyRUvsd/F6rGylCG/VCyvu3UhPTy/ZvHvTloPZG75KTN//5dq0tJQNKfFpD24+tugMMiHWZqQYlDQRG93nVDpMIp2GPjHmPnXiQn7OruysrSaD22kw2rXCkR6hw4Cxa7sdWqyE2mKRUBQMYNZ16MijHpFKhPVYtLMjc0f2nclM2vXph1HbN53PiPsuMfTrNZ8Wlpec81uW4Lc8uHhD3sb85DOnDjDILS6LRMQhmDSCXqtk1Ktprrr/4OpJXFvVmSP7hST0qMPs1Mi8Jo1Lr1QJWVwmjsvGiQRkgYjShWl6VvUQS0a4+iwOt0Gm4BKJiJfP71oMEr2SqRQRtFICC1/r0IFIczG9EYyIi7F6MVYrRLu0HLOMBg1YBfjOozuL9xVnflWakhv3qZB6f3YECY21QFDn3EyNxf5ApPhtCpKNQE7XhKdncsw6NOqdnvNMzcjdPXiZBqu2YfSD99CKvVfe5O74ZtOOAyU79xeW7cjbWLyxpPTrr78+c+b08WPfbSoqWLrk059OHBMJ+RgM6vvvj+bl5e0p37tz+67O1jalWCxhc77dU75m8UJsS82gVTVsVw1YpT16DqgH01JAGpyJZjESentZBw/l7N6XuXNP9tZduUWbc2qaq6/cuvH9iVPHfjp7+PvT3x8/d+fui2dPG59WVD6+fvfV9Zv1Ny/XXzuNeXhB0vmC2f6s7tnNp8/vXb5/89arF1efP3rdUl3d/AKHre1oe4pD123fmnvoq81Hvt5cUhAn42L6bRKnhu3ScvrMIiUHw8A08andSj7Za9d8s2/7/n17ysvLN2/ZVrhxU2ZuAczA0UkZCZkFiVkbYtMLUvJKIlJyz9951D8Nyd0D4qHxs6+qESyh1Tk06X0LjUEmLB93t+r5sctKBL1PZh62egf7RnsHRy3eQbpI5vSMyGQGlcri6Rv1DozbewYs7n6Lu989MNZNoJXv/6ZwY2lmRl5uRs7Xe/ZlRK0vio34emN2SU7a+sh1IRHrUtOTln72DxkNUXXp6JgIPSXGN98641CKBEKx0NHXTGDh2zv7BUzh67uN322S3NrjfH5Ie2eb5dF+6e292sc/cq9+gz2+VXL+YEdpnPf6N4YrB3EXDx7Pj+yqOGdloyTkdj65nYJuUHAwCipCS+220ojbo2Lar92DXFOzst45sRcwp9ADIpTnp23p5jmaaRQtH0HLR1CyYZRsFC0fxSgmcKoJXwTxDMU0SzZNk40gZNi3naH48JLtBLTJ6wExznzPu624fxSvmWVYIf1Ub5f4SflZHyH3TNJMgIFVIz0IMSTyTHPsDSfuGxsYoMuX457CaqawoPJnjmScwGoggReONf7X7/WV304TDRN47ThOM47TTBJ002QjAFSuGwAq1QIJ+7pPPh7olEB02zTRAApy6WZfTJQBBEpR9GD56BdsVcNA6IZ30owQRT9L1ADdlWGH2E4AvSzHHM0CE/gs1QwvkCzN9B3AdcOlyr7374I47mGUAmI5Z6nmaaJhiqh31LOsdQzjG7LqOVb8oBOw8ZUa8qXX9GvV9GuVrGtVrGtV7OvV8OLeqFE+7JA9aJX82iS8Vc++Ukk++xRz/F7n0VuTSOVbjAaQJ9E4R/CRKk43g9NNY7XTWO0MTgcX8L6DYaIRYjoGOiXo009BAzDDPkMygiYkbg8kHhjskhpekxAnHoJbDEzHDMkIjqFaQKY02QQuF9kEHvtKkuZI4OP+t+0cGBI2QTS7p47NuVIHYqLwBtCQhDe8a/Elmd/FOBNNYA/VBuMuvIUp9y1COdWlmIfe+TKkd3Drq02af3YaqYKP/xcSw4HSPtyFiXcOpYF+HzSNN0J4I4zBcyjNv571/SBAX6JttFkC0dzj7XL8j08hsn2sTQZakf67EXqOYIKl4BmS+R0Ak50Q0T6DNU+iDeM4nQchhLQDb8VG+qs6wqtX9PoaSmMlratWQOmgIGsQ9Y/JiGpqdy2i/nFr5X1E/ePapzcaXtzGtLygoepEtC6jlGpTsRjYetjeTEXVYFqfC6jtUhZSKyI4tGyLkg7PABukZI9J4NRxlDyMkNkh43U7DFy3SegwiC0aoVbC/fnY4e++3r9na9nWosKyDfnbSjdlpiSGBfltLsw/Ur7j5s8nbpw70Vz5+NHNX66fPPjg7LfPfj6Iu3ee/+yG5vVt5fMrske/SB/+zH3wA+nWkaYz+yq+LrlSXng4PyU9aE302rVJEdGRYTFhYfEh4UnrIpJDwhODQ32Tvb8D4LXA6gygd5Vf5JdrI1b5RcLr3wDYLyjGLyh6tX/kl2vWrVwdtGZtUGDAutCQsMjQsHX+/uEBayMD10QFro4LXp0S7p8ZHZIbH16WlVycnlCYHJOXuD4/KaYoM3n7xvy9W0s2F+SVbcjbvKFwa3HxjrKyraUlmzYU5mdnwQAMo29eVnpeVnpuZlpORmp6ckJORuoGn24Mz/rmZaUX5mXnZqTmZqTmZablZqTCwi/MutlpyTAVZyQnpCXGZSQnZCQnACN0QnxSIljwJPA8DM/3A8MADAy+MVEx0ev/o1tmwyidaIWrU2Rp4errGapXOPHDTta9FurFV4hfnnVcr8H92kS53UB61MWro6nZjhGqsQevthHUFr61T2DxPKjpSCna9Y9lQX9asPL//WD5uqRNF+7VVyMEVx937jlxf/M3N7J2nE4uPb5h37lvL7+6W0+uxMuqiDKaflA3ClFVnh3Hrry/LOwvnwUtWBn+vz5csXBV9JFz9+9Xoc7cfXP4YkXhVz9G5m9L2nbg+puWTq6cKDfdqmrK3rb/s6Covy9d8+Eyv6V+4Zkbtt5/XF3Z0LV518Fla0LXRSTlFJSlZGwIDIleuiJg+ZcBn3y6/A9/eu8Pf/jrgo8Wf7Rg0eLFny39YtmyZStWLFu5YsWKFcuWL1myJDw8PCoqMi4uJjp6fVjYunWhgZHrQ+Pio4KDApYvW/LhB+//7a9/fv/vf4Gdzz7lFjifP1380eefLVy+fPHKlZ+tWAFE4M8/+28LnviFg6/mt599uhA+DE6QXr7s83m3Mzw5vHLFkv8JgAP8VwcH+cGtr+hNcgAAIABJREFUvwH+q/39VgUH+c3HPketD4NXTHQEDMCw9gujL2x+zspMyclOKy0pLNyQU5CftbEwd1NRftHGvJLiDdu2bXzw68Uep2Jk0CQR4kxallnH1sjJowM6tYSoU5BA1ZAYI+cj4cAqnRxrVJJgxNXJ8Hx6Cx1fwyLVCxitUm6XXc/w2gVwj9GgW+K1C0wqsojVrpXiPFbesEfmtQssGipcHTzSK++xcGU8BJvcoBZj+hzCfqfIYWB67QIRq52GqzarKTYdXc5HwpVLcPWRUogSsztUIrRVS4P3wOXDcL0wFVuF63rOINTKeAgJp1Mh6JbzkUJmG5faxKf78qt5CK0Iw8TVCKjNTh3DpWcqeUgmrgbf8ay76Tc2oY5PaWLha4W0Fhm7U8Jsl3HaRYxGoxwDFx3BdT5wOBNsLtWIEBYV3qmnmJU4laBTxmmFi44GnTzY+dxjovfbOT0mukrQySFVC2j1ElYzj1ILB01rxcCeDVKyPWKdAqeSYOxGpsvENSjIs4MmLrZpZ15ScULYjpTYo0V56auWoV9U6HkYIbVRzQeeWL0CZ9FR7Ea6SUc2qslaOV7GQ4jZHUYp3mNkuzV0La/bKCH3GgVuPV0vQaoFHTJ2M59aJ2a0DTgVXDJiy4aMyIAVX37+wdGvN3tsEjEXIWGBkWarmuAyUJ16ik1DtGmI8AOYYC0qvFVNgLug4Mxnp57Sa2H2mOgwOcu5bWxiFVzy1GOia0QIPrVOxGjUipEWFd6uJfWY6EMu/qCTB+u9cICWU09x6ik6SbeC1y5lt8i5bfD11ImxMnanRoh2G1guPVPF71ZwERYlWSvCwFoo3O5rkOJhHUwnxqoFKFgW7rcJBh0iq4riMXGsKopagFLykBoh2iQnuvRMt4FlVlDsKqZBTNLwMToRBrYDSNltQnqTgNpskpOtCqqKizJIcEMOgdfMlPNaFdIOo1lqtELHz+KDU14tjqz8IgvzUQb5vRTBXxPkUXuhL7M0y+M7/JPud9EHeDKzRsoFkcISokPNcGlZFjlFJ8RpBVg6qpqDb1Dz0L1G3oBVZJaRdUKcQ82A+41taqpTx7CpqToxVsJs55IanDqGQ0vXS3ByTpdWhLGqKEYZQcXvVvG6FJwOu5psU5Hg6KY+s8AsI6t5WIeWPWiXD9hkHqPQoRe4dAK7jq+VM406rtMs9tgkXruk1yZ0mvgWHc9qUpaVlQQEh+/YfXjL9sOlmw8Hh6T7r4lOjksJDQhpru6aGJw06XlWI2PYq2dQutVynkLGspjEdptxY8Hexjrmt4fOC3hKo1Ju1nAcRiqD9IJJfKqTIqUMhEFEtyt5DjXbpMCCYXgVfXq416q0ZieWBaxKuXq+qqtJvuAvMdHBu9cu3bAx48jC99bevVHBZpBPHN+XFO+3c1tOU90zk1o81u/UyGgeh+TBrVOXzx7mUZDnjx+a6DFreXQ1h6oTMvUiplbMNKt5PTZZj1Nhs4pdPToyFfmm6mFj8ysMpqWt5Q2qq16n4PTYFA6j0KRk9NqE8xZogwQFAreleLhf16ZkDFil073Gx1fP/HRge1nm+m25oSe+Tu63tSgF19Dt2w2q89BcK5NzSamtc3q5A5Muz9hQ/+TboRmob3pmGJTaQmxHzxuO7AFV/kjorVJP1Eh77iCZu688TN9/LHv/d2VHTuTt2BeZnP79iVPfHj564cKF18+fNVRVdbc2E7sR20tLM1PTTv102m13jPb3Ow3Ge1cvxwSsfXX/xluvrc8kdet4gzbxsEvSa2H3mJh9Tq5Vj58ckV2//NWBfbmHDhbv219StnVDxZP71Q01p385d+rMhaPHTn3zzfELF25cOHfz9PGfn1y50XznFv7RHfar25qWinFBx6SSIMRUt9c/e1Bx68GT3+4/udfRWY3reikiVpLbHnBp7d8e2rZzW97hr8q2Fac0vP717YBBycM41CyHmjVol0sYKBmH4DErWURkcX76ls2lpWVbikvKNhYV5+VvTM/OS0rLjEtOT8nMzS8qzSkqCYtNiE3Jik/L6UATh30xzvV4xosmBE9u8HrG5kYhaBzSEgX0KkTl+fvDSseEY0inMOktLhxXZBmckOtdPX1TfUMzap1dLFN7+obHpmZMdtfl23cTM/JyNpRsKCrbUFC8pXhzTnLa3rKy3UX5mVHr0uIjAgKWR0YFIrvrb138/tqxXXZS852dOf24+nEWivLsDrXuJa27VUnFuNGNiooL/OuHlbe/Ud7eq7+/x/DbHv61UuHNXfIHh1iXdxNPlmluHUXsSnXe+k5x+WDdsa03DxSinl5jtL5koerkbDQZVStno9UMlBjdbKOT9iYmPjx8AnJMQIq+CY4DZFzxncCLSwM1s1ME1VucchKvhLdTWMUETgFvfXvUs0TDW4J+Gq+bxGnf4rTz2xmCHnAUSDmyAmicr6tl2iHV2BRRD4n62n/6TfECC6nHJsiGOY5jjKwH7UrSvjGacY7vGqUaOs88cbRwAb6KB2ZIRrjndgKrmW/rgShmGM/mfDAGhGK6DaKYZ4mGabzuLU47jdfNEg3geJoVYrt4d1okFV2wgAwUTjockuxD3/8OwILb9erHXd5m1hzo2rW+W2zbSLdiBK2cwGtnqWaAwYJesHg9gIpZDkC/dCugXLLxLQmA7izZBDCS39vXLoKVZ/BWKebfo+P8NXyLU0/jNTMENfilJC3gcKoBCNRUI0TSgS0cc+VLuoKw6rdI6QRC8RalBjVFvnKg/6kNCN4/g9NBLGdPMw916gngXp+QPoSQQXTbKEoJtF+a1V7HbPz21rtv6Tbw2YGTAvI+gGGaBQAw3QpuQFDBxf/9FnwWFAtEt0+h1ZRzrwEMUywQ1QqRTIDAYS3a9/jdtxTLOzAm+x7M4zHeMIMBrb/TaM00WjOD0b47QaL5XV+RD4P/pRtj9aAqCS5PwuggtBYmWwC3WP279bv9MP3Odqv/vwAMofQQzjzcKILQBojq4l2s76vjQWwvDMD/hsGzBJPv79wEgqApDojihkhuiOCcw1snsPq3VNMkXQfJrHYSi/jyDbuxUYJFUDqqm1792vLmHqblBb79NR1dz8A0IOof1z272VHzG5fYKmOh4DIkOAVazkFZVQyPScAltRC73sjYwBQNh0LrxEQlDyNhItQCnF3Dcuo4JjlVLcapxTibjm3XcV0mqVHJ81i0965dPPrVPtgFvXfblt3bt2SnJUeEBJbk5+wqLjxz9ODti6eeV1yvefbr+eN7K345fP9YecO5w9T7ZzWvbxte39S9uKJ+fkH65GdexY+MX49VfVf28OtN1/YU7UiOTPJfFRcSGhMWA5KcQxNCwhNDwhPXhccHh0aHBK8PCopc67/eLyDaLyB6rX8UvNb4rV+1JmL12sg1fuvX+K2Hd747BkDy+uVrw5auDPxi2ZoVK9cG+IdEh0elxMXlp6ZsSEspTI3fkLA+N2pddkRAdoRf7vqg0tS4LRmJ23NTt+embslKLkpN2JAUn5cQW5SZXpSVUZILGHhbUcnmouKiPFAwU1SQX5iXDQNwfnZGQU4mDL2wApyfnZGbmZaZmpSZmpSXlV5UkJuflV6QkZafnpqfnpqbmpyTkpSVlJCREJebmgzvz05OzEpKgLepCbFZaalpqckpyYnzGDyfiQXHYsXFRsMLbkv6j2aOpoWrbWRpqimySpKkmiKrJiveEKS3G4jnX3SeedJ2rRp7t5n6qIvTwDAQtQPNbGULW8J19DshSGjtvfqkKia35I8Ll/3vD5d+uDQkddPeyxUNL1qYFx60bD1yI3vnz2FZX2XtOLP/9OPvrtf8XNH6CiWh6IY59intCIQUWku/+eUvn6/7j/eW/sefFv/lk7WJBbvP3av5+U7l+Qd1x68/jy3a96dlIYGZxRde1Et6xkgqy6VnVQlFWxb7h72/ZNX7S1YtXhkYGJl4+Pi5X67c3VBaHpuYU1C0I6egLHBdzBfL/P6x4NP//MsHf/7bgvfe+/i99z7+4MNPFi/64uMFCz9esPCjDz9e8MFHCz/6eOkXSwL8/CPCQ9PSUmJiokJCgtaFBkbHRMTFR0VErgsIXLN0yecfLfjAR7/A+QwD7b8B8NKln6xY8emKFZ8uW7Zo3u0MP4Bl3kWfLFj48QeLPlkA5z/DYdEw9MIxV/NW59WrlsMlwPNpz3D4M9x7FBiwJsB/9bqQgIjwkLDQIFgHDgsNio4KjwgPgVOvYqIjYqIjYmMi4+OifAPlcTD3pqUmwObn7KzUvNyMrMyUgvys0pLCstKNGwtzN5cV/Xz6x8rKxxA0YNAxeWykgNetEON7ndKxQb3NyBZxuuxGdp9DaFKRtVIcMCTrqUoR0q5neKw8j5VnVJKEzDYOpVHK7TIqSXA58DzoaiRYHq2ZRaqX8RAWDbXPIYQFXqOS5DSyBt2SUa+ix8IVszvY5AaLhjoxoJ4c1Iz3qwwKIgn1GtH8m5yPVApRdHyNnI80qykDLrFFQxWzO3i0Zim3y6Agwh3Ccj5SzkeqxRijkmRSkWF7tl3P6LXxrVqaTUf32gVuM0cnwxsUxF4bXyvC8MiN4L+8/G5YXqOhK9Etj5CNFSTESxLiJQ1dKWG2K7gIAbWZT23wRQqx4NRor5XlNtLg0V+vlQUrmWYlzmNmOPWU+Wgrj5kx6OTBIU9wRBasmqqFXX02do+JzsS/4ZJr3Eaa18rSybFmDcmsJbut7KFemdvKtemYA3YpNOM9d7Q8LypwY2xIeXpCTuDq8sQYr5ghp7WxiTU6CVonx8qFCLUUrZKhjVqSzcCQC7ul3C6gtwvRAkqTnNHu1jDdOq7XJPQYmW491abGytiNAnqdToIecCoMMtaRfVujgr4MWfP5rs1ZIOhYS5cLumBShaOb4ZlneJoUnls2K3EWFd6sxMm5bXDAtdfKGnTy3EaaTQM6b2Ba1ogQeilKJegUMRrhUii43Mgox7gM1EEnD04Xg4erYZy2qglKfoeC1y7ntklYzWphF2hU9jX6yjldQKH1wbCc02WSE1X8bqOMYNfQrCqKToyF1V2risIjN0qY7WYFCebeHiMb8IyVDx+pl+DgPmGbmuorBCZyCS0mKdWhZhgkOIeOPDUoG3BwxcwmrQijFeEMUrJNBWaDdUKclNHpC0tD6uSUwYFePFWdueluUMabjyIbF6dzPsqQ/jFK6L/57SeJhiUJvDVJTaXf1gn0Awa11Cwj60V4g5hgVYBfBDpm5RQmplbDx2gFWDUP7dKyhuwSj4FrU9JgQbvXzB12SQbsQouSrBGi4WWSE7UiDFyJrOAi4Ns0RiXFpmMOumU2HdNh4LpM/BGPxmUUWDVcj1k+7NQOOHReq9pjUfeYlA69zGGSiblEKZfkNspdBomMQ1BL6cP9NgIRExuXFBGd9uhp085dxzcV7v3w71/ERSZ9tXt3VGi4hK2xaOxCLrG3Rz471T8y2Ds62GezGsfHvW63p6jgaGeLsrDw28rXrbOTYyY1SHTjMWra666xiTV2Jcci5Q1atG6twBfiTe93yuZGBlretEUHpp86fkfEddPxtrVLc/2Xbwz3L02J2rHw76t5TMHM1KiIT7h350xq0rriwnRUW/PEsNek5w0P6jpan+G6q3Ry+vVfjkEzI0M2rZZP4+DaObh2u5r7dsg81q8zaZlCPorHRc+87ZsYcwv5JBKuvbuzDouolwupOhnTbZF4bdJBt0zFB+6PXhNDI+jqs/JtauqwUzxoE5tl1MlenZyO+m5XSXlh6ra86M3ZAe1VJxy6lw7jXYXwOAS19nmqCMTLNhvB4ZJMvh0bn5obfwvGV8dAwcGkB4KcEMQYnbnDUp8mqG6I+itUo090Y9XmyTfqvosIxraLFZlf/ZC/90hEWu6G0u379n69r3z31TNnfzp48OTXB8uLS/ds33nn1m2dSt3rcGgkolsXzsUF+b+8d31u0GVTsFVcbI+eM+FVDrmE8D9Yu5Yy1CNFND/Zt7PgyNfbD+zdumP75lOnTnWjMIe++e7QoWM//HDm2PenLpy/fuGXa3ev3Km+c5dTX2VBNVk6nsnfXHIhfpsUdci7XzY9vVH59NfaqqctDS/pmDo+6rkG/ZsK+1TFR9+980vRhoS95Rt2lKadO3lgvFejEeKdGrZBTJ70GjUCkoxD6rNp7l37JSE6LCM9NTMrJzevIL+gML+gKDunIC09OyElNT0jKysvPzUzq3jzlvCo6KLSspyCDVyRbHgKcvZPC9XWe8+qiSwxX6SeHJ6BpiA5nl9/84UIwbDwDQapeWgEsg1OKZyD1v4Zk3NcY+rVmdzDI5NTb2ewOMK2XeWxSaklO8rzizaXbN6xsbB0Q07B17v25CSn5KSlrQv0W78+ePfeUjyhaaRfq+Ojzu8v/CE3epTSXrE1W/X8lrPlKfP+Gd6LK66OR4qbh1WX9roeHR+ru2j+7TD7fKngyjZdxVeu18dJP+V2H0lr3R/fVB7beSBjpP469/q3FzbFkp5f6eFjSY1PcE3PbCqWVkJW8/FqRjcPUWul44/m550rK4e0XkgzNAZmYi3A9ItXjaOkYz4b8CRaNoVVzPn0T3g7S1DPENTvtj4r7AxON4XVvMVoJjHqtxig1o4jFeMo5RRa/RanBXZcWBuEhUTVGCTuR595Blp/xX0QvwcGYIjrnGCYIc0o3B4MGacUr/GtPz4Y6pZD6nGI7QREzXFDLOc4Rg2AFl5UyztfLjAAm0ADLbCkWsEimWfx+kmUaqxbAUCOarHX0MkXKwGN020AgBkWMNT639EXFoFHESLTKyzj8mvUifv4nx8J7zRY3uB7m1mQbBgS9QH0/acOPEs1A9ClmgEcMmwAgzkuIDvzeiBuzwwBWIUhtnsEIYMYDoDoRFAX5IPDd3ZiiAhsxsBOjAOjtrO+aztLUM/h/7XGO4STXeLJLvFUp3gGKYOwagirnkMBpRTAIdF37j4GBnIr3vBOaP1n7y68EwjFTIe1ho7/5SVQdH33JkZRSrgrGK4CBmI1Uv56zwVbLQMI+LCmzXKA82LY5mg+BqZbwf7/+7L5CNlOv1w9jlT47kf4mJlk8knHvk+N8s+PjGwGV8Pnmv73U/gnz8MkDDMw8E53q2F8nUGqZpCqeSfzOzCeV3rxRoDEZCvQfv/Jw7//wX/bP/9qENE2g9AA+vWt8VYZ8siDyU7l/y8AG3xFwQ6I4plfc0SQCO3u5E9ydFMSPb+5TYZEWnkMDQePqH+Ma3slYSAFlA4ZC2WQUMR0BKmritoN7kwZJBQRrYtHatMKiS4dT0Bt5xCbpSwkrP0apGQZu1vBRVNRNSx8o5DWIeegNEI86HhT0m1quklF9vkTCf+HrbeAjurc1//7u/ecnraUQltaHJIgIe5uk4m7E4IEd1q8OBRa3KW4a4C4zUwy7u7uPhMXIAkJyf6vdzbNOf9771rv2mtnh8ns2Tsri89+nu/zKARYnZyul3OGeuyUloZf1q8pX1y0ZumSpYX5+VnpeZlpSfExGYnxm1aU7d2y7uKfh04f2/Pg+um9m5ac3bP2yu7V1zaXNvz+i+DmH6r7p5V3/1A/OK5+eEL+4Jjo9kHU72te7yt/9Nuao8vzS2LDkMHBiIjY8JBoUIMERODE4DDQhwRKj4Kj/fyifP1jfP1jvH3BTkBQvF9A7P/g3nFC9vKJWOgXMc87eO5C/7nzved7+oaEhKUkIosys5bl564qzFtXlL0mL31lOmIpMnJpQmhZYlhJfPiS5LjyzKTyrORl6cjipNjc2MiM6IisuNgcJKIoLWNJbt6y/OKy/KLS3ILi3NziXADAeVnA/5yfnVGQk1mYmwUfyc/OyM1My0xNSkUmpCITMlOT8jLT8tM/A3BOSlJOSlJ2MhIG4KykRJiKYSSGt0nxMVlpqakpSTAAI1wxVzAAJyERyMSEhPjY8cHg2Jio2JioL+oFpnqB6S1TDWzPdfQrlaTzr7CnnqJ+v19/4mHjiYeNJ5+gbtQyK5lGrLKXqO1TvIPkfcPmYYhv69p/4a+5wVFfTXefsSjku1leIYj8Q+ce3Hjeumb3xdj8rbEFO6Lzfs1f/+e244/PPiaceYz9417TK5Ka5xjjt43dqqW7ReV8McXzJ8+YLyZ7fO8etHLbkTO33lx62LRh/6Xy3WcQpZu/dgsOzCy7/Lq5jqesoPB/u3R7UULaF1NmfjXdbfLc+T+7ey4MCA+LTV27cdfq9TtWrN62adveyNiUf33z44zZC7/55ocffpgxefK0f301ceK3P8ya6T5rpvuk73787ttJkyZ8+/3E76ZN+cnDzT3Azz8mOjIJiYiPi4kIDw4M8g0NC4yJjYiKDvX183Rzn/XTlB8mT5o4edLEaVN/Gqdf17DubHe3mW5u0+bOnermNs3dfbqHx4xxAB7n3v/k4fH2o3kec2Cr88IF7uM5z54LPbwWzYfDrry9FoynXo2jb4C/N9x1BI/+hoYEhLgqfyMjQmKiw8PDgqIiwdxvQnw0vBAJMYmIz5FXcOYz3P2bnZWal5uxpLRw2dKSxSX5ebkZS8uKz5w+wWZRR0b6NEqGUc+Qi3ACdqNeRWm3CTrA4vGZtQYVMCHDTmM5HyXjNfPpNV02fq9TBKu1anGrUogxqymdVl63XeAwMB0GZqeV5zAwpdwmcsuzlvp7Um6TRUNtN3NMKrJK1KKV4mw6OjwkrJcTpNwmlajlQ5d89IP+fadsoFtBQD2urbha8+qKkFmnk+HV4tYOC7fTyhv9oO+y8TUSLAzGsLkaNkXDMOwwMJ1GlklF1kiwKlELPELsNLK67QLYRC1g1AoYtUJajYheK2U1CKjV9NYXfEqVnNMkoFbDWwr6KQP7Us5pknOa+JQqAQ0wsENHdujIGlGzToKWsmu45FdqYZNTTzHIWtTCJpjouq2sXjunz8GFQ7DG+37hiVmDrMWuJbUZqHBTroxTq+Q3dJjoQ90SnRyrEqMFrDq1FNth49mNzHYzDxrtULBbCpEhxYiwwujApQmRhWEBDdcuDmlFRkGry0FNVwibufRKMbeew6hUy1tlApRaijWrKQYFUUSroWGeyRmNPUZep4HfoedZlWSrEu/Q4k1ytEnZ2mPj9rcpuyyKU4d3xYf6xIZ65afHMIjVZi3d1bSMU0tQaglKI0VrZRiTGu800cwagkLYqJagxJwa0CYlb5Fwa6W8OpAarSU5dGQYaO1aUreV1W1liZlVMB7rJGizEge3BMMj02phE5x0pZOgBbQ3GlGzVoySsKq1YhSf+lrMrILHj+GDNjUVnvvVS3BGGcEoI8ATsGoBxiQnwrqoQYpX8dHwXSM2PeKRK2FQVPJQUlYDC19hUZJtamqnieNSfcHMpFFGUAswSh7GIKJ26YSdBr5VCUK83rVzLFoCg/jcoqHq5RSTktFmFDk0PBUPJ2NhtAK8XUpX89FOK6mjR3/uei2y+PFPARVTo5k/Ivk/piinpjk8cvp+ipCHF4k8Ek7efEPRKCV2Fd2qoOpFeIOY4FAz2rQsq4IK6lvNAr0IL6bVdxq4o726HrPAICbAv5DwPDM8xiygVoNoaGa9QYo3K0gOLb3LzNVLcEoeqs3E7bCLLUaeXEJuRb9SSWjtVjk02Dnc73jXbupzGjqMaqNCrBHz1GKBks8Vc2gWtUTMIosZJJNEaBBzpSyKRSuFxj6ePHUmLjFzxaqddQ3MVeW7YyLSp347Iy40anFBVkl+TqflfZetXy5lspiNTx/dvnLp8sXzV3bu2Lt///5du44Gei9eu/JaWMiS6rf4/s7OdqvUqCYqJU0M4nM+va5DL7PKJd0mjUkGsqn7nYLhfoNNLd+0dHOUX4rfooSYiHxkbHmo3+KAhUURAUvCffPcpwfyWQK9RtrZpn7fZ7zz11lEbMjSkkK1TGR3KLp6VFwOSquio+ueXD1zwCRjWWTsVzcvYKufKDmtNjVTLQaN5SzKWz6rQS7CK6Q0tYJp1PH1Si6D1ETHNxiVPK2YblFznFquXcPQS3BaMabfzhXR3gIYFuHgm2VV0Ed7jS9vnj2wefny7LhfyjO2Lo+RMG6JmKf1ilN24++fBu9LBFfEgpc9HUJopBcag0Y+Qh8HoYEBEE5se99n+TRghSAJBD02dp7gWU/I+zeTzcfUH88ZPp2S9FyVdr/Q999naf943gByH5etz84uzkzKLMvM27Fs1Ylt28/vP3xkz75Tf568e/MWGYsloptPHT6YFBb87OaVd1adVc7R8MHgeruB5dSDkHkVH92hFrapZVaZeG1p6bZV69aWrd60evP6lVtJOM7Gtbs2rt21fevBTet27dt9fNe2g0d2HLhx8BDl/l/qt/ckD06iDi9nX9v+nvJU2XC76sbvqFe36yvuk5srpPhXasxd+Zs/jC1/mcStGFRFaXHSxnVFy0uStm9abJRR2g28Nh1PKyQ6tXyNgCRi4Kxq4ZbVSyJD/EKCgiMiYxGJKekZOTk5ednZuenpmcmpKTk5OQEBAaWlpUuWLMnKyigoyIuPj920YfNwP+Q0vet/DzXhGVcevZTb2j+MQZ0d73rNPZinjc/O3Hun7YWGIJ3KaW0fMnWNWHohtsxhcLwfgSClSnfs+O9ZOdnJ6WnrNm/LLynLL12RU7h4SVn5ksVliZExKYjkeYv8/SOjz109p1Rz2xxCLvEl1C0ZUpOvbCz5DRmmvn+VdPRXxeV9H6svtd/fKz5e3H5j7bsHv1qubVRd3Gy7f9h874j68nbLXzsbVoXfRE4hbouz3drAPlVa+WtK3ZElt7Zkke8e7xG0QFaRktZIx1TIuK1STgsVXaFmoAXoN3Ym8cSq8u1p+T10JaTuf0czDWKVwy2yoWbxQLNosEk0iBIPo6UjrfJPLfKRVvloq2IUp4RwLn0SrwYqJUAvPYQF/DbaApy3QLhrUQ81yYdQimEU4GGg47UANW8Yo4Koln6UzFHJfrXtXA9KCnHZ8UKBAAAgAElEQVSco3TLR7JhjGUDpmtx1wjLClRoSfcA3QiJOsnnK/g3G5y1PDBdDPuK2W0ApT7TrxlojONCIsEEJkJxBgAkRDNYBCOEBcZgAJw0a/tbNvmPp4DKKOYRvA5EYYEQKTD0+z8X1wFRDQDysYqRVnlvLUdxq5504kHDb3/hTjwW3Wx0VLKBjs20w1Zn4P12DSSPEPUf8dpBrPpDixKwJU7nkkCN4ByotiGUYgQNHMuA61rBNCy4esAPbASnCpfu4lRjWOVoq2IMIx9Fyz6hpCPNEgDqRD2EVUPNUrCwagingTAK8Hlh7P97yBaw7jgJwwA8vsUD6NU9JtDPVkBUC/wcYbBFBcMwsDSTjB9dYv4ARtl84LblJW0Qqx4mG8DFZ9oghnWUZh6lgUnv/3O5+N8OFG9eJ/dydftbNnjuQARX/vOCJWX4S9ddABeHYvn3Iv99Q13zzGM4+LnA345ujBrcWYIJ3GJ4SNil6wKaJZj+LQKj1Z+aFMMNsqE6CSzz/tsCjdX/eyr4P8aMx/l5sEb6oUoMtRgAAGNNELuH/WeF9mYLqEdqBS7o8QVboGEl33VWFiD/EtogUhdE6YRwllGiqRst7iNLP/CUZgJN2twsw6O1XAIbX83CVYnpzRIGSsJAqfl4o5RKRVfUPLte/fQaqemFlIl2aDgf2lRDnVoK+iWp+TmPXMshVsvYaJuaCZre2GgRvZGFr6S3vmbi3rLwlRxitVqA6zIDfUglalEIWgSMRgETLeeTeh16m1Z27dzp9SuWli8uLsrKQMREpich0pAJiVHhW9es2L6u/NSRPUf2brlw4rcda0r2rC68sW/jmfLcin0bmJcPi24cE984orh7VPfkpPHFSfnd/ZLb+6mXdtX9+cuD/Zv2ryguSUpMjY2LiUyIjESCSeCwRLgQONTFwH5+EQEBMQEBMX5+UYGBsWFhiSEhCX5+Uf7+0fDxgIAYf3/AyT4+EYu8wxf6RXj4BLt5Brgt8Jnv6RscHJocjyhMTytKQS7LTltfmLW1OHtrftrmHOSW7MQtucjlydFlyOjFCVF5MaFZ4UHpYQEZESGZMZEpYWFZcbGFqeklWdklmblFmTkl2XmL8/NLCwpK8nOKcrPAhHBuFrxTkJ1RkJ0BPxfISU/JSk3KTEHCyc/56am5qckw/Y4Tbzoi/j8BOBOJgAEYGRedkZKchEQkxIMU43H/M9x4BPuixwVhmIS/eEVWvKapK6iqhy2Ca9WUk8/RB+9U7bzyfM/1V6deYM6/wZ9/hX2Ck9BMg3wnhFW045U24xAk63x/6PLtOYHR/5rmMWmm55c/uEUkFZ24/PjUX2+KNxyNL94WnLnBP2ND2qqjv116c+5RSwVO3cx3ktX90k4II3buv/rqJx/EBI/QL6Z4fvG9h0dI0uYDZy89rD5+9cmuP/5a/usJ/8TCr2b7e8Xnnbj9spGrfEPmJi9b64/MmuTh9e3s+TO9A2Z7B8akZu49fOLUuevH/riwYvU2b/+ICZOmTZg0bdIPMyd8N/Xnn+d8880PE779ftr0OTNmuk387sdvvp70/eSfJk2c/OOkybOmTffz8o6KiEyIi4+NiYqKDPdaND8o0DcqMjQ6JjwsNNDLe76726xZM6dO+u7bSd99+9OUH2bPAn2/sIoLR1WBuV8PFwbPnTF3znQ4EGu86Ag2PI+7neFZXw/32eMLjr8aLwGGkdhr0Xy43Ree+/X18fR3xT7Ds75Bgb6uGWDvAH/voECfsNDAyIhg2PMcER4cEx2OSIhBJsYlIeNBgxYiNhERm5KckJqCSE9BwFsQfJWVmp+fvrwMTPwuLyvctWtT1ZsnVqu6v8duMoj1GiYO/ZRFrXZaeGYtXacg9baLPw3obQaGQUWCXc02HV3OR2kk2C4bf2zAMPJO+75T1m7mGJUkrRRnUBDhXKs2E9uspsBJV20mtkFBZJHeUFqf6+WE/nZJf7ukw8J1GJhaKY5Hq26uvsUkvhazG2w6+tiA4UOXXC8nwCquWtwq56PaTOxep6jHIXzXIdXLCbACLGY3sMlv6fhXdPwrNvktzLQ8WrWAUQvPErv+GKGVQgyT+NqoJHVYuFYtzaQiWzRUCacRXXuHR66ENUAO8U1r7V0eudIkJxqkeHigFLaVSpj1HOIbBbe53yEyKfBaMUotBGKmmFkj59ZpxRi1sInW+lTKrnHFCxO7LOzBLvH7dlGbgQrjHOx8tmmIVjWh3UhrN9LMSpxFhedRKhi4p7BrWi/FtBtpWhnGbqBopC1yPsquZ3RaBX02GTTYfnrflnhfj7KU2KLY0Mwg76Pry6Eu63u9yCIl2LWk3jaBQtgsZNUoxWghu9aio3Bob01qoklF5lHesAmv9WKsWU6UMhplTJSGj1Pz0QYJpstM7bbR243Aqd5tk/Y5NJdPHo4OWhQdtCg21PPV4ytibrNVR1FLUHJBg07eYtYQDEqsRopWiZtNarxWhtHKMGzKKwGz0qYHfTYyfj1sAjfIWsZlW60YpeQ3iJlVsBospL+lYB7yKBUqQaNG1GxW4lSCxnYjKFse7JIq+aDw1uUzb3UFbtdIWNUiRjWPUmFSgEhqm5pqkhN1YqxG2KKX4MwKkk1NtWtoMnajVtRqUZJhMzM8BqzkoRoqrnFJby1KslFG0ImxHOKbxtfX2YTXBim+y8yFE7AMUryShxJQq/mUmk6tQM3GSRnNViW528y0aQkGOcakBvZym47ZZhRYNWyrkt2m43WZRN1GSbdOpmQ165TVg0NygVyfUXJ2QeidqQFvp0bXz0BiF+YIA4o0HgmsmWHVAZn3kktPsFgSo4Jv14p1UppGiDfLyFYZUctDt2vovSauRUpScTEWOUUnxktZTQYpkYV/oxXhnBqmVUWDfyd1YqyIUc2nvlULUaDSSUvvNHGUPJSEWd9pFyqkFL2Wp9cKRDzSp6GugX6HSS0mtdT/eWjPoV2/bF2zYnlhfmledllBbmledlFWeklWxqrSwnVlpUvzcspyszevLj+yf++fJ/7YvutAWlbp5m3Hzpx9WFK43tsjKNgzYOGs2YjIsLKiokunrh/c9/vGTasKSlILCrNLiopz0rLyMvMzMopiYpekpP2eknJy8ncJy5fsrqus7W7Xq2UEKb+xv1PcaRW068XtOlm7TqoRkNoNnKEu1adeK6mpadEMn+D58QtnRwf75fgtyAz3L8lK2hYdXBromZybVmY12MwGtd0shz51WY2yzeuXu8+ajkM3vu+3dHYoNEraYJ+pofJ+a/2z6qc3rp/c31xxT8XFduh5egkBiORitJhTh0M9UorwKjHRpufbDQKlkKIUUjQiGo+CMilZOinFqgI2eCUPQ0E/7TAw1EJUp4kz0qs1yckKNsamZHbp+OtL0reWZa3Ki1uWHXD41zRolAFBWIv+3PDg7Xd99+nECx12ZptdBo2NDHwY/fAeGhuFhkag3oGBnk8f2qEPemiIM/ax4f3ATXPPMXnbn07oV3nfZoFzv7LvuKrvmMB+SWh/qet/I3M+wvJPXH+2bstvxQVLNi5bmRocUhAXuzQv58DOX7esWfn7vl0n9u0+uG1zbkLswwtnHHJBn1H+ziJ3ath6EUiGAy1uIvx7i7ZNoYCGPm4qW761fP3qxeV7tuwtX7yWiGbs3nb4wK4Te3458uvGfRdO/nXswOn9m3Y///M0+9Ft2dOL5HObn6yJQO3L6qg6Jbh7kProJLfhQdPLywzMQxX5qQl3R3h3j77ybIcEZEBsXJm579cVy0tSdmxaxiTUDnTp++1y+D+LwBbIxZuV/DVl+cjoiIXzF/j5BURHxaekpGVn52Zn52ZkZKSmpqanpyORyJycnJSUlNLSkuzszNLSEkR84tHdx6FhSGfo7B2G7lY1oHlCslSptnUMfnBli32AuvR9/Y6hD32QStthdH6QaLt6P0K9A9Db6qZly1elp2eWlZWVr1qZl1+4eOmKjJz8rLzCkpJSZHxcuL9vWFBgydIVKCLBZNWxWSi9kqji1JKrro0YGJCGdbwo+WpZtub++afLkxz3DrXf3gHV/9lzf4vxUrnkZDn5wOKqTVn124vF57d3Pv7deGkTdnMca1961+Nd0hsb7q6PebI3/72wFnLwLdRaWeubDiXDqqDzqA18WiMTW6lkYiS4WgeXdmHL1pVRyZp6KiTp7MWrBlsVIxjZ+PrUAtB31HUQIBlWCeHVEFELkXTAkQvcucAZC/DSNYMKMBirhbnl836rC4zRqmGUcgilgOh2w2Pc9eLdAygpRLcN4VTDBJ0rpbljmKoHgrCka4RuBjHO8r5PDAukGiCefdl87P4HvAaSv/tI0g9i1RDL8dmL65pHdUmLLgwmmSC6AxS0Ek0AAlv/1kIJxmGUEmK12V/QGGdefXLNr0IU80ecClQB/W/6JWo+NIuAMsyygkgwsuvfUA0QyzpGMvY1S/XPSOzLVaRTz2nnKmR30eZXNOAThqOq/zZCAx4m6AHzk81DTXJA6XTHR7QSnBhQPg2ui+ZC378fIgBaBvVFWhfuakD1Lk411qoewypHmmVjGNBYO9wgGm2WuwBY52oVcknKOD0M1WAeuAXM/cKPG2DMBkgMC61gQNesf4QXXKmBaNauat4IFkj3Q63qjy2qEbzuA1rxrlkGnMz8Lohsqt19ra9ZOohVg6sNf0CaBVAuvP9/bpkOMK0t7FHcRpmfkeFZYmCupgJleJQIxsXB/aICKRi8EQg5M0NkK9iSLK4HASZwtiSL69GGawseZLgeahAMI2jV55QsOP7qb6AdqpcON8pBLBa46a5bj9GAWCy0Ghx0bUEClmvodxSlGmmUDzfKgYbcpADKsOs44GSUFiLahusVoAMJbxlFaSCciXr8+Tj9jgH2/lyJNIrXwbPooAwJZ4LwVohgByIwuQPCWfqbFBDHOUTV9FJlA3yVtAZFevYC/eIhtfl1S+Wjhld3SE0v4DFgnZgopDWgq+7VvbzRWvuQinrJJVRL6GBah0euNStoXWYhn1LHJlQ5tGyzgiZloUR08C0ZG22UURTcFlLzc3TVPXzDE6OSopcTNBI8j1ZPanlDbqkSMvAGuYBLwe/euqm8uHB5cSEyOhIRGZ4SF5MaH1uckbKyOPfEgR0XTx68fvbY8d0bNi9Ov7Z/85+r8l/u30S+eIh15TDn8j7JX4f1T07aX51R397b8fa05vHvxIu7ms7tu7Nv67ai7PzE+OSY+LjoxMhIREh4QnBYfFBoHLx8/KL9AxP8A+N8/WOCgxIiI5PDw5GB/jFBAbFBAbHBgXGBgbEwHvuAweDwuYsCZi/yn+mxaMbceXPnzPNasDAyIDAlIjwrNqI0OX5NbtrmwszN+RkbcpM35SRvzEtZk5WyPA1ZgojJjAhJ8F0UucA91GNOiPtcRJB/emRkXmJiQVJSTnxiZjwiJzEpPzVlWVFBWUFeaV7O4tzsxbnZJTlZRVkZBRlpeWkpOekpwNWckZqflZ6flZ6bkZqdlgxvgfk5NQn+N9nJyNTEeAC9qUm5qSAlC47FSkUgkLGxqchEREIcPN8Lx18B4o2Lj46Mio2OSYiLRyIS4WBjRDzQg7+oZ1tfU7R3m/kXKoh/Pm059qhx9803G889OPECfbYK94wqIxr6BJ2fWNYPOIUTLTBIO4dkne93/nH554UhP88L+fqnBV9PnpeStfqP808Pn3m8dveFmILN8+NLA/M3lx25deQR+nY9624trQIvYxs/GAcgrMRWvvvUBLeQ7xdG/GPqom9m+4emlGzYd/rI5QcHzt/Z8fvldXuOR2Usnjjb2y0o5rfTVxuo/HO3n0Sk5P68wPd7N89Js+bPDwgrXLF299ETa7ftjEvOdF/o+83EKV/814RvJk758efZE7776Z9fTfpqwg/fT5k56YfpEydP/frbH7/8evKXX0/+9tspkyb/9POUn+a7zQ3294uNjIiNjAgPDgrw8fZeuCDAxzs8OCgmIjwsNNh74YIZ03/66fvJP076bsrkSdOm/Dh7+rQ5M6bPnj5t1rSpc2ZMd589a6GH+wL3OfPmznKfPcN99gyPOTPnzZ013w30Ho0nWsGsC6PveC2wu9ssD/fZ8Nyv50IPd7eZ8JrnMdtzobvXonlei+Yt8vQI8Pfy91vk67PQx3uBj/cCX5+F/n6LAvy9goN8Q0J8QkP8w8L8wsMCIyNhBg6Ji42Ij4tMiI9CJEQjEmIS4qMTEbHIxLhUZEI2mCBPSkHG5aQjy5cVb1i9bNWK4hVluQV5SQd/20Ih1Xe1a3q7De96TUMfrDoFSciuN6hIGhlOKcT0t0ved8ocBqZCgLZoqN12wbsOaV+bGNZR7XpGh4WrkWBNKrKcj9JKcR0WrlFJajOxu2x8m45u09F7HML+dkm7mQOHQsPHOyzcvjaxVUtTCNAiVj2b/BYeHpbzUbBruq9N/K5DOvJO220XSLlNMBi3mzl2PcOsBn9iBIxanQxPxb7ANz9qM7G77QIutYqGe4mpvk1qfvzOKXZo6TxypUNLt6ooTNwrOadJK2q1a2jdFl6fXdhp4sjYjZjq20YlSS8nyHjN8I+C3dQCRi18nmY1hUerlnAa5XwUHf/KrmcAR7EEY9WCUqXWhvuY+ttgCFnYTMe/0khblEKMRtoCErxsnG67wFU+zIRB0aIFIUNmDcFhBOE0Ul6dUtQkZFVJuLUqcTMV94Tc+qjdQh8bUtqNRCGrCrTaCnF9VumQQyfANxfER2ZGBBXERy5JiY/3m2eVMj7Y5HIW2q4FTmO4fEjOrROxq+WCBrmgQcCsdJUzvZJz6/oc/MEuKSjFVVP5lBopq0kjQoNKXi2u3UR16mlGJcWi5owNdLx8cBMRERwT7BPgNfvh7XM8egOX9pZLfgVHNFtUeL0UMz7YrODVw8HXLMJzAe2NQdbiKohq1ojQaiFKSK+iYB7DAWNmJQFYMR18kwLPJb8WM2vEzBou+bWEVSukVzHxYAYbzl7WiNASZj0Z/YiKeSZlgxIaIb2KTwEhZGoBRsKshxOt4DBkrajVKCPA4qeM3agRtliU5HYDq9PE6TCy2w2sdgNLwqx3aOn9DhELXwFnPtc8v8QmvNaJsW16ZoeRrRG28MiVInqtXoJzaJkmEVlEqpdQGhwaWreZbZBglNx6vRQjoL0xKYBnXsisU4txA90qu55l1bAVPKpJxTXpyGNjVggauXm7Jixye3zypZi06wl59/0SzyQU3U9d8iYo8XZE6pO4jKvLV/1ht/drVHoRl0nD1YqodW0qsp7X0KOhvDdzbRKCmtPs0DKdRo5BQ3aYOLj6x/i6JzYZzaqgK9ioLhOn28yWsWpYhOcaUbOQVaWWYExqYruFJRc0GVSUbqd6oN/R4dC/67QySa1nTxwuyEzOS0emJ8ZkJcfHhQcmxYbnpSNL8zNXLinMz0hamp9XkJa6Zsni1UuL8zKT42Ijli0rS03LLl68dumKHempy8sWb81LX+I+w91//rwfv/5XdlJyWVFpZEhEbn5eZEp8ICI8pzR37dplB7ZtuHn63PXLL9PzjnhHHV39C+bH7/MzkFuL8suOHtqlkNKsJr5aigd/PexCs4JillFtSuZQu86pkUADAztWbYn0io30Sg1dlB/oWZgWu3Fz+akzR59sWX00OjgjP3PJYP9QT4ezw27UqYQQNHDhzLEg34X3blx432l6du9Sm0GCbXh+4sCWY7vXX/nzNzUfb1bQZOxmLumtlF1nUYEHTzxKRf3bqzIeWsIBq9MqMiioNh1bykIxcW/VApxeQjIrKBYl1SgjaUU4FR+t4DaDZnK7QC8h2ZRMqN9WeffS3jXFawviVueHlmXOk7H+EjLPMigHzKbLEFSr013XyKvHPto7Okx4Mqmjf8jR+7F7cGwIgno+9g1BQ7bhNkm/UQq9w33sumNUn9XpTjt7Dtvf7TB2bFRZN6natmt7f1P27Rd3HWE7r0v7q0wfn7LUd2qbV2/ZXJSXWpQSnZMQXJwcUZoWXZ6N3LG86NSurdcO/nZl/55jm9ac3Lnlzc2L7Ur+aJex3yazyOlSBqrHJG/XyYa7bKcO7V2/dMn6ZUu3b9i8rKSspqLm3o37v2zcvfuXAzt/OXT5/J3jRy5sXbbh9fGz3LvXxU+O06+sfr7Wi3ciw3RpjfHaNkjWBLXRxLTb6PrfheTrmparzoqLlmdnBkVvoB766V0lm0pTVhdn7d++5ejeHQNdVlcaFk8rbNaL0dCI067mNlQ8TYyKCPELCAkIDPQPCg0OiQyPCAkKjoqKycsrQCQmpaSmp6RmZmTm5heX5haWpOfk5xWW5uSU3rz9fACCuoYhvsFeTWY9Q+HvVjVWY2lKc2fPB8ho7VVpnD19o739Y1KFcQSCeGLlrr0HU1KzypaUr161vqiwtLRkaVnp0uVLVxTmFyQhEYi4yPAgnzRE5B+Hd5k1IiEbTyfUKIW4LjPXJifIqZUaWvWglmEh1+wvTDiSH0O/cYR0fifq0OqmvWXYfUta9xTzzmwWXNjeerD80YqkZ2tSNbcPtb/40/bkqOTytkHUddHNPbUHl7zYXYi/tg9qk7cJiFzUS6uEIqI1CehNEi5WyMJQ0ZUKOt7O594/8kfsz/PYD+ogcft7vPIjRvqxUQQkR5waImjBFui9GrBlWCCGZbRVMYgSA+2XZgQA7Mp//kQyDGLVQBF1TYoOtaohinkAJQfhSa5MJsCBRBedYrWPlvxmf0SARD2gJBavBmU2RM0oXjNCUI0QtaD1hw5acEEXMcMESXvHWDbRfTT6j0cgE4vfDnGdQxTDKNMK8TsgfscYw/qJZoZY9lG65QNODdEsIBkLHj+m2QAPky0QVt9fyYe4Xb01AtzRBxC7bZigA1DHMI9Q9CMU8Kbgfam68SW/28g4/wK0KJE0w3jlMF4JOoEprlfR/w6CZtj6mqXaJwTetVr8H0/Yl6v0z0h9zVIwHuxyCwNlFXZo02zACM1wDKIVoCqWbAJbogG2iLvY2AaRTCNYDfgWBWRNjZKAb3wUD+KXP+HgOCu165mCGgAtYGOXeZhgAPZyl4n6s9UcD9KqAEkSAWPD34X3wUF2B/bAXctTMkSzQQTDYLMcotkAsn5+lcH1WvAqEP6M07755UJnDR+eFoaVc7Blt8FMC084A6aFx7yBtOsAwjuzXX2nVXETPYhSQbyegWYleCpBsULUz2v07x0AumRX1y7NARp3KTYwT0swjeKMY3jjGN4EYpZxxk9Y/UirfqRVB7zirhMDl8X1qwVvx1q1Y65HLZ+nnTGAez9hQHz0MArER4O0sEb5x2YQHw1EeBQwJvyP7eccaYzG5SNwZWW1aAYbZX21Qs6Z1xC306Xnm4CY7zIgwNbxUbJ5jAQvyxjp32uUbB4mGAbwmhGaYYxl6UQL+M8aSa8qWOg6KaVVREFzcLV0zGsy6gW+4RG+4RGm+m5r9T1iw2Nyw2Nc9T1c5V1i7WNC41Mho7nTItaISWxSrVKAl3Fb+bRGOq6SiHpZ//q2Rkz60KnhkOvwTc+1EjKXWidmo+Q8rEZM0UlpUjZexiHb1NJ2g+rInu1bVq5Ytbg4OToqPzUlKxEZ7u29LD+7LDv513XLju/75fH1c3fO//7LivwDa0tuHd56YmV28/n9hAv7Wv/YJrxxWHR1v/bO4d6Xf9ju/WZ/esz0/DT7xmHUhQOPjm7/bcXi1YV5ZfkF6alZ4VGIoEhEaFxqQFTSPL8o76CkwLCMwLB03wCEr39cSDAiPDQxLDgu0C8yOCA6NCg2NDguxNUe7Osf4+kXNc8vfK63/8x5C93cF/h7+8SFBCeFBiEDfFICfRBe81KDfEsQMSsyk9cV5q4qyC5IQqzIySlJSU2PjIrz84vx8Yn19Q1bsMB39oywee7IQP+ixIQVWRkrc7KWpqeWJCXmJ8YXpSSXZKYvL8hbVVJUlpudg0RkIxGF6amF6alFWemLszOLszMKMlJzU5NyQMxVUlYqMjUpPgURm56CyEpFpqcgQAR0CjIdiUxFJqYiEMmIhKSE+GREQkoiMhWZlOxaiPiEuJhYGHcR8Qkus3NsfGxCQhzCNQKckBCHjI9NjI6M++JBk+hek/BqJePw3cbNZx9vOPVgx/VXR581na8lNiqdaJWzRd0m6RmlGbpbxWbDB4ikMC/fcWjKwuD/mjT3i39One4evmL94Qs33u48dLNgxb7gpJX+qauQK/YvPfzXnjsNZ6soZ5+jHjUyGNoepq731L3K5NJNc4KQ/5i68It//Txxjn/K4g3Hrz+58rhm98nrq3YcW7PrmFcEcsJ0D7/opFPX7z+uairftHPGfL9vpsx28wmKTEwvXLZm6dot2SVLQ2ITp81d8OXEHyf/OGPSD4By//Gvb7+ZOOWHn2Z89/20//5ywv/7x4T/+uc3//3lxH/869uvJvww6Yep02Z6uLkv8F7kFezvFxUWGhUWGhoYEODj7ee1yN/bKywoMCwoMNjfz2vB/Dkzpv/8w/dTJk+aMnnS7OnTYO6d8fNP03+aMmvaVJh+PebMnjd3zny3ufCaN3eO++xZbrNmznW1GY0zMEy/7m6z5s+bO89jzviX4wA8f96ceR6z53nMXjB/7iJPD2+v+d5e870WzYN3fH0W+vl6wugb4O8V4O8VFOQVHOwdGuobHu4fFRUUGxsaHx+OQETGxUakJCdkZaakpyFhBTg5KSE1JbE4LzsjGZGZkri0JG/l0uLFhRlFeallJZlryguvXzkuFREH3hk72+QaJU0ixAk5KCG7kUOpNKspcJpUf7uky8bXywk2Hd1pZDmNLJuODkOjTobXyfAMQgWL9Aaev9XJ8HY9Ax7QtWioanGrjNesFrfC0c1dNn6PQ2jT0cdB2qajK4UYAaOWin1Bx78SserNakqvUwQDM2xatusZ8MthhIZ/PjxszKFUompuwwDc1yYWsxvILc945EohrUxjkPAAACAASURBVEYjbGETXgtpNZ0mjkVJ1opahbQadNUtCbP+nVOsl+CEtBoVHy1jN1o01PGTFLMbSJinPFq1RUOFkZ5LreJQKjUSrEKApmJfiNkNcj7KqCR1WnkWDZVDqWQSX2uluE4rr8chHOhW9LdLHAZmt10AS+JOEwO2EFt1pDYz/XPHrI1l1ZFo+Kc8+hsRu5qKe9JUfQ2PuidgVsr4dQLWK72ymUcFzUxdOl6vUTLiNP25c2tBfHSiv/fyrORIb/dbZ492m8W9TplVy3DVF79R8hvg3l2bhgjPJ4sYlXAetYxTCxuz7VrSQKfEpqZrhKAaV8atMauw3TZml53rNHLaTNLR9x0Vj+4mRoZEBHpHBnk21z5ttwiVQqBLf+gQmpU42LmtETVbVHi4thee46VgHoqZVRYVXsysgouU+dS3bOIrBu45j/JGK8a0GegfOoAkDjcSD/cqPvbIjXKchFUrZtSJ6LWwgRlWdB1aukVJBkm2fw/0SlkNYkadhFkvZTUQmx4xca/EjDr4cQYcZ6XgNpvkRKuK4tQxOozsDiPboaXDQjF8EM6C7rUJOk0cUvNj10Avxq6hOXUMtQAjoFb/3SdE7TEIpNRGOuq5mFKt4jVJGDUi2ls1v1HBq1fw6m16kKot56NMKqqUi5LxsUohrc2iGBkw6rW0W3+dKi8vLyrYuGTJ0azcQ8vWXClY8UfJ2nOZS84GxB0OSbgeEn8xIuHXM5cqunrGWjF4g1L4zil3KIiDFna7HNerpRr5aDmtziAl6hQEkaBZIcYquVgutsospuj5eC6hUitEGyStItpbjbhJyHgjZFXBgecaCdaqpckFWI2MBY0NSHmM7ZvWrFlamhwblZEYn5uWuG552dkTh988eyDmAJOzTS9/12ntazfrpWIln6uVCUQ8qohPk8n5VrvldWVdTFxmQCDy2pUXS0o2FeUvW1u+DhkXHRsROvmb77Zs2Hjh7J9Pnj9oIOMYSrHOquvrdkDvu4YcPe/eQUs3P3WLOYNcVhUcccjbs3jpkg3xcZGH9u902JRaBdWkoenk2H6n4GOnSsXFOlRC6F2/livftW73yvz1x3ZcvnDs7e0L2IoHzJoX7Me3mtct3xPqFxcfiexp79arVU6LkYRt1siFv+3aHBsZ8PuB7Ud2b8HVvrKr+b/v2bSlPP/NwysqHq7dwDPKSDAAixjVBhnIWlMJGtnEV1YVhYGtwNU/pKCfixkNRhmp2yLoMvPVglaNEKsT4/USgk6Ml3NQXFIVueUZi1yhlmL77NI2Dd8qYZ3Yse6X0ozl6YFbl0RcPl7YY3ujEl9QKy/2vntqcd5saNpj0OL6eix0Dq2FSmv/OGb98MncN+AcGPgADUpNQkWbpAfqNUK9+Pe6ijbZTav8otP0h8P2m9n8i8G41di20/Z+j3lkt/bjLsn7PeyOs5LuB/K2Zo2liojfsWPdr2sKV+bGl2dFr86KW5eLWJuVuDItbkNm6vaivAu7fz2/59fTO7ZcOLCr5sH10U7zcKdBQkO36UROrXCo21r9/O7G8pItq5dvXbtqaUHhw9t3K19Ubli9afPaXzat33Hs0Nkjh87uWPtLxe9nhpm4Ec4LS83ext0BzIOR6qNZHTc2Q5T7kBWl5V0j449pxbd6RU+H0Q/bnp0b5DyEOrBN9w5uXZy4ZVnx6tLFOzdusOvkJiWj3cjQCxvU3JoPbaI2Hc8oE7x4cC8nOSXY199t1uzs9AwkItHLc5GPj19sbHxKamZ6Rg4iKT0BmZaeU5CVX5xVuGTxirWItLziZWtrWygfIIirs918XavqHSKrTIeu3W1kinTdA84PY47ejzpTu8PRNzYGvXz11hUxvXjd+s1ZmflZmfmrVqzLycovyM4vzM3LSEpCxER4zZ9TlJdMbKluM4u5hBo5vVlAruGTqs1yYreZa5Xhlcw6OfnNsIlDenH58PKUX9KCXx3ZqKt9UHN445NNxU835d9ZmXY6J+zVLyW8Gwca95ffWBbfVvuX5unJS4tjCKe39WAecO8c/jM3+PWhtdh7ZwZ1fA29idrwhNz0XMxoEjKaNVKqnEUUklp61dr663eWhSU/3n0aknYMk3WgXRavHmoWf2gQDDWLR1sVgHVduDvomgoG0MtvA9IoaELSDxF1n2jmUbplhGqCu4iGcJqeRvG7ZhnEcg6iFQDAiAaI1+ViYMPzFUdMt5sBJ2MUYFGMYxg5RARTx59wyk9ENSjgZZkhrg3iOyChE4jA8j5I/UH5klTx21XFCyJkHIEU/WNcxyDNOOTqwh3jOgaoBjA/zHW+x6lBBxKvHWI5AAkDujYCDOb3QEwn82yF8Ho9sCgTtJCoe5hiBAW8bDPENEEM4xjdMErTf6LqRijaD63SpkM3PpE1fSghxLMPYGUjBBVENYLIa7IRnD/DBizZTPsYxfQRr/1EMrTX8EQ3G4knn5FPv5Dfw4DYZ/APAO4C7oXzk4mf2RIMAzPsELcDYtg/4bRDGCW4Suy2UTJ4CzhAaxinhW3JQDt1gR+QHF2461JEXRoyYN1//8zPV5toAG/nSm+G48HAD4eP0OzovTc7KlggohkPHk9ABMMwRgVEe9cPH0ffEawGXD2Ws3HvDdnNJpDg5UqHhui24VY16ECCP4KgG6LbBlBy8BEY9s8ES28zPCTq7uMB39IcYyQzeDsX9I5RLJ8ollGqFTAwDRTnggIhqot+qQ6wT7S4uNc0hjdBBDNEMI/hAQ9/who+YfUu1DR+VpJdHxz+gP9pOhhPAhufHwZW/L/X+MH/c+dzHnWLxiWbu0bK8UBdV95C2Z5TIaZjuFUN3w6I5QTkP07y//+dUbIZotnGKJaPeP0nEnje8YlkascIyM9eU2sqOehGEREto7aIqI009CtU5W1C42Nay3Ni40N05U0G+pma1cTDvql6eL7h1a2XDy7gm56zSbWUltdkTAUZUyFmoTVikkFOwzY8bXhzh46rFNCbVEKCVkJueHOn6vn16hc3myofYGqeUTBVGhGjz6E3Kfj01qZdG9fCZqsIH5+MuDhEWEhGbPimZUWLMxAHf1n34MrpW+eOXzmxb2l69OOzBw6vzLm1a1XlsS2E87/pnl1U3jouOLvdenef8/7+D5Xne6ouSm4doV0/jP/rj7dnj+xfuWTP+lWrl5QhEUnBYdGhccmh8Wl+EUmBEZmh0flh0blBoWmBQUmhIUlhIYiggNiQwJiQwJjgwJigoDj/wFggEQfGegfGeviGuXn5z5nnuWCBZ2RAYFZcbHFiXHFcREFkSEagT4r/ImSAV4KfV1JYcGpsdHJ0VISff6RvYIinl7/H/AC3ecHz5wd7zAuYOzfUwyPOxysnKnJZevKqnIzyjNTihNjsqLDs2NichPiStNQVebkr8nJLM9ILUpOL0lML0lLyU5Nzk5E5SYnZyf+x0pLSkhPSkxKy0pOy0sF+MiIuGRGXikxMSfxMv4mIeGRiQlIiMhmZlBAXD1y90TFREZExUdGIeAC9LgCOT4hDIuKT4mMTE2KTXFPGqfExyC9OPW499QR75jn2+CPUzqsVW88/PfSw/noz6zVPh1F3cDtHOOB5XxffOci3fWjiqLLKt/1z6oIvvps92S1gintw0ardZ/96u3XfxYzSnSFJy4NSVuVvOrH70usTT1vPvqX/1cRt4pv5pn6qwnnqzpvIrOVfTvX6YuLsL6d6eoQk7T154+4bzN6TNzbtPXns8v3dxy/FZ5d+N3M+Mq90w44DeWVr3H1Cp7p5hcYlF69Yl1m0FJlREJmQ4hMcOWWm+xdffvvFf//rq4nf//OriRO/++G7SVMmfDv524k//PDj1O9/mPrNhEnfTJj87cTvJ3734+Tvf5ry04yZs9zmL/D29QmMDI+IiQiPCgsN9vfz8VzotWC+n9eiYH+/kAB/30WeHnNmT5vy47jwO3Pqz3NnzoAXjMGzp09znz1rvtvcuTNnuM+etcDdbdH8eZ7zPOa7zXWbNRMIxbNBExIMwOO46zZ3pof77PEvPdxnj9cdLfL08FzovnCBG0y/sOTr7TUf5mEf7wUAegN9goN8g4N8gwJ9QoL9gPwbGhARHhQdFRoXG5EQH5WIiElOik9CxiESYuJiI5OTEnKy07MyU4EdOj66OC9jeWnBkuKsZaW5G9aUbly7ZEVZTl31I7EA392htluELHoDtuUFi1GvVZDMWjDH398u6XEIO628oV5Vr1MEK70OA9OkIsPOZJOK7DAwOyxcGa8ZMJKZ4zAwYWxWi1tNKrJJRVYI0DAiSjiNZjWl3cxpM7GtWprTyHrfKXvXIYVzm7VSnJjdIGTWaSRYeGa42y7oaxPDo8U6GV7CaZTxmo1KEnwaZjVFwKgVsxvgt9bJ8FYtDS4flvNRLh2PrhG2MLAvtaLWNj1TK2rttQnknKbqZxdZ+AqHlk5vfYFveCBjN3JJbzmUSljjVYlaNBIsEHhdk8xcahWL9IaAeizlNsGTz3o5wWlkwf3GanGrWtwKXwG7ngGfmNPI6msTwwI4HN9lUhM10ha1BKVXtOrkLTp5i9NE67AydfIWGv6phFvbYWWqxM3Vr85j6m+6nMb1amljbzsbDNCKWtvVbKjHrKITChOiCuKjc2MicmLD0qOD+q2qfru8xyHtsvElLJAR5dRTBrvEbQYqEIEZlUL6W70Uo5dipOwaMbMKLuzttrI+9sjlHJRRRuqysPucnHYT1aRs1cmxRiWlx6Ee7nPWv36emRgb7LMgMsiztelVl10i4TTaNMQ+B1cnQauFTWYlTiNqtmmIXRZmt5X1ro1vVRMkrGr4BCwqPJxi1WkGOWHUlkeEprsSVjVs+ba5WpE7TPTBLnGnmaHkN0hY1VY1yaYhd1s53VaOWUmwacjv2oRD3bJuK8eqJukkLVoxRslvkrBqlfwmiwq0+2qELTJ2I5x+DHvUeeRKq4oCMzM8Bmx09UIJaTUGKV7KahDSanRirFPHkLIaaC3PpawGBbcZ9kuD7l9hi1lB6jCyu8zcDi1LzUGLqHVqPlonwkiZ4PLqpSAR2q6lmDUkEateKWyVcjEsck2bWQgNdWgV1Dt/Hd6wPmPduuztO9f9un3Pxi1H1m85vXHH1ZI1J4rWnixYdyFt2cXEkhtBiUdiM/b6hBY9eo4eG4OcNiNw4XLQOl6zRdTqlBP1XLSMDnRvpbhFxKsX8RqBvaruKZ9UK6bVs3CvpMxaBa8RThRj4p/RCS9seqpK1ELDVdgMLLuBN/yurfb1s8To0KLs1MN7t+/YvDY/I+n5g7/0CtHwu47BXmebWamWsJRiutMsN2kEFo3QrBZ02tUmjUCn4psN8r7eTgwGExuHLF26tq3tQ2pq4fLlmyormy9dvrFm9YYfv59S9folBL1vc2h0Zo3WrFdr5O862voNpnZdT9d7KCL36sLsBzHlNdnL7s92yzp18tb69euTkxJv/3Wpy6HpcSolHLTTyHvnUJhkrD6r3qJQrS4uv3DsauVD1KFfL2xfd2Hd8pPpiI0JkWWxIbk+8yL9F4XHhMfRiNSejvYup81p0W3dsCojJTYy1IdFRr+8f11Axjy8dmr72lJ05cNus7TPJpMwmzuMXJOcDLqv+E0GGdamIds0RLMSzFRXPrlY9/IaqvK2kodRcNFOHQs8cRDj1YJWFb9FK8KZ5GTYCM2j1SqFGLkQPdSlgd5bSXXPf12eu3Vx0uaS6FW5i7DVR3psFUzqEZvlDgRh7e0PNKYXENT+CRp5Xl2FYXLsHyHzh0+Gvg+2d+8kBtm+P3cdu7iHqiFwOgUYO6veyb+totyyyW50Gm/02K/0dl7se3eqa+Cg6f2v0o7jVmgnt+0Yz/rM2M/qHuDptBtWL9uwOGN1PmJVTuya7PiNBUlbCtM35qWsTUtamZRQhohZnZm8IS9jbX7G7tWlxJoXVjlLwyO26QQ2La/fqdWKmeuWFW5ds2Lz6vKVi0uPHThEbiVvXrd105ptm9bv2LHt4IF9J3/bsudo+coxCRnS1g6zzwmupivOJdsvloy+2j/achHqxHQbHjIpx+Scs13C2/3N18TXtvfT/4LsjVryo3X5kbvWLSvNydqyqpxJQHfbpCYF3ixFafl1BkmrRkDoNGnseu2lk6fSEpNmTp2Wn52TlZoZERYZHBS+YL4XMik9LT0nAZkWHYdMTM1OyczPyC0uLlu5ZMXalOzCkvL1eKao+xP0EkWgKUxto9CZ+y9eYSgyS6e5c8Dk7O8fgIRC9cEDx1JS08tXrSwoLE5JTS9bsqKkuCw3u2DDus35WXk+nosCfX0iQgMO/bZDIWHqVDylkKIV4JWsZiGlFoweKEig8IzT2K6mGHhNPSrygIb+QU5qvn7s1Kqse7tWXd9Q9HLf2ud7yuk3f9dW3qRcP3K6FLEL4fV4Z+ml8rRrazNQp3esDZmleXtD9ury4oWTTi1PfnpkS48Q3yUmWHhoBa1ORq/jEio1AoKc1iqnYPsUSn51w5qotMM5KyFlD8Qyd9ayQdkPywpImKKDqHqIogPsxzRDDBPARa59hKDqquO8w4ghtmWEYvxENQ2TDR9watBnS7OAmVhBF8SwvccoRlztRBDTAVBK0F217Rz5yH0wN4vXDtTxwVgpTjXYJAI2Y6oBLJoBvCPdABbDCLhU/g4wMNsOyfu7MbLWU0/pV6sgrhMSdUHibrDlOD4xLJ8YllGm9RPDAgdoDVEMwxTjCAVkFIPaIawGzLsaxlCH78oftkJsB8Rv/8gwQzwniLzm2kHjEex2ZpjH6CYgQQvahbcbGJffjNJACxREN48QtRDdDD6gK+f5syuYBfc8tYHgK247CKxmOd6h5aqHWMKfT2v2XJPdRoGYZYoZUg4O40AoNFzjBJFNH7EasE82QTwQcw0M4a3qz1HScMOw643GYQ/WZl1YC6dnuSKXSYAGYVM3vB39u6wIdufCLx8/CBEMDbuufWiUAnIDI8GWj2jlCBbozDBjw7dsGKeFh4FBHLS4j3zyOe73R7CNebBFBazLriCxoVZ1f5MUfAqXIgruMsEEmJbuVN7CWJ/RIHbncIsWYrVDNDvAXar10zgA020Q3Q5R7RDF/hmAKXbQJ+QiXoC+RMu/l+sgcBqTXSFbsK7uIvzPzwJcDnxArVgdrAZ/Lv79WxaGcRdm4//UisdpGd6Bi4iBONyiARo76GoCJu3Otxz22dfwJfp8Iyhml/RtA5/rfy+qFWK1QQzHMMEwiNWOUSwQ0/mJYxLXNDOrq2hVb9lNtQoqTssl8Ii1rdX3MNV3hbQ6BaeJiX3Jw781CHEqNopU/whT9eDF/fPU1jdmFdMgp3HIdS11j6mtb5iEajapltD8gkOuk/OwYhZawsYw8FXYxidvn12pfnGj4c2dikdXal/eZREaJCyCXSvptujQVa/WL11clpu5acWygtRkRFhItJ9nbmLU2sW560rzju/7teHlg5e3L+7fsHRLcWr19RM7c+JeHtrUfGoX7tROy+vrsr8Oqq7tst472P/2fPfbS4q7R7k3DzNuHW+5eozw4OrZnRu3LCnetmbV8iVloWFRi/xC4hKzQ8LTwiKzQiMyg0JTAoOSAoMT/QMTvH2jgkMTA4MT4Ews38BYv6A4/+B435C4eb4h7l6+bvM9PT0948JCilOTVuWkrclKWZORvCI5rjgmNDnQK2K+W/A8tzDvhVEBfgELFoZ6+YV7+wct8PRzn+fnPi/AbZ6/m5vf7DkBc+dGLFiA8PdNDw/NDA9LDgyI9V4UuWhRlI8PMjQ0LzFxSWZmWVZWcXp6YWrqktyckqzMwvS0grTUgoy0oqyM4uzMkpys3NSkjGREdjISxEFnpmUkJ6Yg4pITYuEypGREXFJCbFJCbDIiLiURkZIIspzi42JioiMjI8KiI6MS4uJhNTgqIjouJj4hDuHaIpGIFCQiJSEO+cV9lPiPJ607Lr389cLznVcrDt6tudJAr+KbMOqOOqGZ2/ZR1gvRjT2S9uFqijSr/JevZ3h/M8PrX1M9J7sFxues2n3ir80HLwUllc0Pzw3PXFu67fRvlypOPm49/5pyDyOr5VrFjk9YnmH9b2fmBCT+4B76/753/9dUz7ic5ZfvV168++bk1SdHz90+eu729kNnE7LKJk5fkJJXlphZFBafFhiFRGQUFpatTs0p8Q2J8Q+Lm+m28MsJ33/xzwn//dV3X06Y9PW330+Y9MM3Eyb988uvJn77/fQZs6b+PPOrryd88/V3U6fNmDZ11oyZs2fPcp/r5uHhvnDBwkU+3gH+/oHhoWGw8Ou9cIHXgvk+ngv9vb0CfX0WuLvNmTF9yuRJk7+d8MN3E6f/NGXuzBnz5s6Z8fNPc2ZM95gzG1Z63WfPmj192sypP8NG6AXubp7zPGAAnjtzxqxpU+Gh3//NwOOjv/P+TsD6O/l5/iJPj0WeHl6L5sFWZx/vBd5e82E7tK/PQhiAQ4L94BUZETy+oiJDoqNCY6LDYmPCExExiYiY2JiIyIgQREJMTnZ6QX52Xnba+lVLczMTs9MTlpVmF+YmFeQkuoqOFO0OucMq6u5Qvu/X6TT0FvQTGqXyXbdysE/VbRf0OkXwND8swDoMTNh7bFKRYYLttPL62sSDPcrBHmWXjd9mYtv1jDYTG571VYtbRax6AaOWSXwNtxA5DCBB2mlkwSKqwRUlLWDUynjNBgVRK8Xx6TXwXLFOhncYmO87ZR+65HDoNKwPGxREm44O50s7DEy4f7jLxn/fKYNFafgMG19f51Oq4JZUk5yoFbVqRa3DPSoRvZbW8hzOu2LiXsGSI6HxIaburohVrxCgYQKHh4RFrHq7nqEUYrCND+BZXBmvWSfDA4ezBAsPMFu1NJ0ML+U2qcWtA90Ks5qiFrd22wVwQXGbif3/0fUWwFEl6tb2+b//nnvOmWEUGSRAiHuIu7uHKFGCu7u7zOAwDO4WSIgn3Um7u7u7xwVCCNlf7WyGO/fe81W91bWze7eFmUo9vda7FrrrMQH5TCVGaqTgSLgdYk673UAZtLGgM1oZasjOHnZwIC+0QghXCGEjfaxhB3vARO/VMfpULGDMevHAzoLY8JKkuMqMpFDXBbd/PQaMWc1yulnNsGppGhGYwDxsZX0aEhtk6K8NQ1Y1QStGcMkNQnpzr54yaudMd/AS7RpGv4ED4qUCLWI2c8hv5ILuXiNHK2X0GRWItndleZlBPm4hfi5N9ffkAvCfBqpBgiqLNKIeCattyMIEi1Knw58lrDYuuUErRlhUeDGzlUtuMMjQ/UaaXopiEerp2JcqAXzIwoTCos1KXJ+B2qungOXD0zVIYFupktBnoPcZ6BAAD1nYIzZur55mlOMUPLiM0yXnwjQipFVNGjSzBoxss4Ik53RDQdBQeRW0tq3iI9UCFNQYZJQRoIxoyDjNxDVAZng65g2f0sqntKr4SKhJGMp/tqmp/QZWn56p4iHUnB6dCGOUYiEAVgngAya6SQHGRBuVJCETRkS+kXLQdoPAqhXg4M2nD+3cv3PloQOrV9Rmr15Ttn3ntqKyFWs2nVq+8lR6yeGkomMZVZdLNj8u3vIiafkVr6j1oUlrQqJLXjX2WK12nUpIQr4zS4h6HsoowGjYPXJGl5KHUEvRSilCKUaOWIVyeo9BTLCpKBoBSsbq5JAahXRw+VzMbKcT3hgURIeBzSa32/TcEYf63s2LyTFhG1dVy/jMVVWl61aUK4TMIbuWR8c6jHIpn4zsqkfD3yrF1AGbTMxD65VkAQumkpIMKo5ByZcKGXaTDofqCQsLufH7TYFEHhgavfPAqRPnfv/9/ru03Gp3n6XHjh0xqYUsCkKtFr8fG7QZdSaZyizSOPSfYZRPsyOOh63tztxPiS254eJbAu/hPH3yqqqidllhvpjH0Mo4Y33a973aMYduxKb9NNgvYwu9F/oGukYkhuQlR5QmhldkJa1LT6hbXrRtddWu/IyKpJiMIL8Qk9Y4NjRIxqG3bVwbEexXuizzxJHdGimXQ0LAG58c3bn23pUTg0Zxr5YrYyNtaqZJTtaJ8So+UsVHakRIvRRjUeH7DKDjHdX2qLvpXk/zfSrqDQ39VsVHa0U4s4KiE+OVPJSKj9aJ8SY5GXwGGbHXyOEz4BoB4WOv8tqJnauLElfkBK8tCtq1Msyuqv840CrmXR4eePtxogONO6K1tI9N2q3DQ7/dfcDUmPoBwDAByHoHFQ5rJ65z1eaymvW5d16fayI/65S0EXrp3b2Md/3c+n7hE6vwto5/Xau4ZrJeto2etX46aZrcJ+4/K+mFfwDkANBDpW1fu/rEltX7VpfsX7tsS1lmRUpYVUrUzoqCc5vW/bZt09V9O38/uv/awd2H1tdtrig4tHGFUUwb71X364UmJcsoZ4/3G1cuL1hdWbyhrmbjyhV1ldVsKvPgnkM7Nu3ZvePw5vV79+89fXD7/sOrakd5CMAOA0xPtS8r9PcKxx6vGX26lXulGpA9e296wqIcZZMODYl+B3jP7M1nh6i/Aw7YuLp7c3n8jlXla6vL19Usv3/jV4eeJ6S3miRImxqvFaKFjB4Zh2xWK0RMVlVpuY+H51I//7jI2ILs/OzMvCXO7qEhUQmJafFJ6bEJqUnpualZBWnZhfnFFUXlNSUVKzLyy7bsPWJ7P8VVW/acvbr/wo3Dl/7AcKV9E8A4AIx8mN74rVyVkpxZXFxaWV1VWVWzrKiktKRi9ar1K2pWZaZnuSxcUr28YslCp7qa5aMDNoNGDO94I+UTpSyEXUGF8ufePb14al/d3ct7ZfR2LvaNgdetpXd+UFI+q+ky+Etp+1MzrlnQ9GCMiwJUDDOuyUFqG2bCOq4cPFAU9/bM9tfHNgA6FufVtdXRbm9PbFoV6bIjI+TOrprOa0cJz6/IUK/J724rKM2DaqpNSqZ11Zs5lF4200FlVi6N3hqfD3DNAMf8CScHtVCi6gNKPIFXQzmzSQAAIABJREFUgEosRTsA44KqLEX7Hi0Z7hF8JqkBQS/ANA33CMD1Xfp0GxDDBpAMH9HKsR7pMEwEKaUTGBWolxL0AM3ysO445cJLEFmJuvEu/vQKsQZ0U2MVoJhM0YPITdYCBNUkVj6BlU1gZR9x8nGcGmDbwa1gphVQT4xhleTr77AXXwN08yeyfoKkA73QDAtIyHQzeCAZAji2jxQ9iM1MG2iTppkn8JoJvAagGDuO3LW2sgHxMMDr7UNJAF7vFM0A0AwggdOMIAbTTQDDDA7LClANLQduDsIFn/FqMC+aaQUP/rr4CvmcpwXbcZTiI1r55fMSpzl5OjlZeBfGvtmKO/Mcffop+3oLKB3TrGBzEmnaR82wA2TjBAp8IIiUgiGQq0mGLxHTNAtABreOQUf3X7edp5EMBLPpNdr/DbogoEJtvdM1UZBTFzrzsUfWsfsmCI14PWjoZdhBpzpeB4U5fW1yhiRo8BsNgh60QAuGNc9wLbtv2N8xAQoYx93fygXfFdUCkMD3/wFaJEYqJpFqEIBpDvypF/a3TIDR+75bDlCtoOWbbP78FwCeopjBk5DzGVKA/wrAYLGQ8Uu/LnQA8jDkNJ52d/8pfYMY/3W+pn8hVV/aj/7kYYiKv7Dxvzv55S4E+EDQOw2JwNNXQi5r2R246hEK/OZiupJ6tFMI/p6J/45+Qe+9GaDbAZrtE1b7AamcwGimCIZPZG0fhS9HoqkN74hv33AQHQoaRkyG0ZANmLanLHyTlAGXMDqFlA4JHaZgdsuYCBGtG9H2FN9dT0S8xXS9xHfXE3recMidCj6ORWwnIRtkXIyUg2YS2mRcjIyL4dG6YM0PEO1PMF0vG5/f6Gh4wCHDeBSEVsxUCxlmpeD2pXMrSvJ3rltVnpuZGBYU5uUS7e++oaq4Kj99dUXhsztX3zy4+fqPS1sqco6sKm26cvxYRcb9bVUv966g/3FScPek9PZh1Z2DxscnrC8vWF5f1L38lXf3BOLXXcS751B3L764cPT45jUbq5bXlS/Pz84JD4uJikgNDwOFXxB9g5IDg1P8Q1J8g5ICQlMDQlP9Q5L8ghP9guMDvkycm2/QEm8/F1dPLw/PhLDQsozUNQXZ6/Mzthbl7CjN3ZCXXpEYlR22NNrLLdB5QYDrknA//5ilofHB4dEBweE+AWHevmEe3kEu7oHOrr4LnNxnz3GdOdNrzhz/BfOWLloUtHixn9PCAGfncC+vpJCQ3Pj4otTUovT04owMsGYpPW1ZRnphehoUeVUImqKzCjPToR+XZWUUZWfmpKdA+WEQAKcnxUOC8NdbUApOToTWgGOjYxLjE6YbkRIiw6Nio+PiYuJjomJjo0ELdEJcckxU/N/OPkdtvfxq5ck7Wy49P/qw7dc36DvdzHqaslNoJupG6MYxnnWCYxx73EbIrNj47QLfb+d6/7Qo8MfFwX5xBWXrD2bW7HCPKXSOyvNNrcxZe2TbuSdHb7f8+hz9CC7o4jqo6vfPO6hVmw/PdA35Pz+7fPOL18+LA9OKVl2533D+5vOtB8/vOXrpt5vPtu0/5x+RMs81MCwuOyGjKD6tIKtweXntuoz8MjevoBk/zvvu57n/5x/f/eObn/757c//8Y8Zf//nd99+PxNSfX/88ecZM2bM+nn24sWLneYvnDFjxvczfnBycpo7Z56Tk5Obi7uXl5e/b0BAQADYcBQUHOTv5+vp4enq4u3uBqGvnxe4ijtv9qzZP/3403czZv7w/fw5s52dFrguXuS6eNGCX+ZAqi9keF6y0Mlp7i/zZs9astDpry5ol0ULQf/zgvn/A4C/ci8UdgVVH0Ho6+vj4evjARme/wrAfr7gScjwDJmflwb6BAf5hYYEhIct/dpyFBsTERsTERMdHh0VBtUgJSbEZGakpKclgau/aUnLCnOrK0qWl+SUFaaW5CevqS28+uthIrrJpOH0WUU2I0+roBg1jLFBuVFD62i5DWu/12/nTYwqB608q5bGpbbS8Q1g5S+ry6QiQ6IuVMzbOx3sbFSSLBrqoJUHxV9BfUi9RhaU8CxgdMh4PTIeGOYEacIaCVbMhjEIjWxys5TbLeP1CBgdKhEaypGGDNVQO5Fdz3jfLxm08nQyfL+ZoxSioOYkg4Io4cCVQpRFQ8X3PMfAnsh4PYNWHvQMDgOTR2tDtT3gkpotSvKIla8TY5m4Bh65RcaGE7ufa0Vg3q+A2qaX4EZtAouSzCU1k1CvdDI81FcMBVPLeOASr15OoOHeNjy/xCS+g+RljQTLIDTqZPj3/ZLRXpFRSYK0awkHPmwXKARg6a5dz5DzEXo5oc/EJqFecahNVh2l10TrM9N1crRagui3MAZtLLkAZtYQpsOu4BopcqSXO2BlKkXdCiFcLugSslotKuLHfjnwqZeFasmLDsmPCS1LiYv3dS+ID9fwyDoBWSMgSLkom46uk6BFjBYlH+bQkSHo1YoREI5Ctk8pux1Kn1IJ4Ep+94deqV3DkHG6+LRGKafNIEdZtGDVMJvcrZNycPD26uL8ED+PYN8lLx9fF3OQGglWxGgRM1uF9Gao54mMfCplt0vZ7VT0c0L3IwbuFY/SKGK0CGhNDNwrraRHLYLLeR0SdquC36mV9CgFXQL6O4McJWG3yrjtZhXWoSdZ1DijAq2XIZV8mJjZCqVh6aUoq5rg0JGNcsyAiT6NnVioMgqqkurV02xqqkVJ1ktwWhHGJCdCu75GGUEjRENRyVYVpd/A6jewLEqyVoSBOFnC7OrVMTRCNAP7ViNEc0nNegnOpqZaVWDkr4wNBzFJCEYH2VQUnQglZ3cJqWDyFlT7PGCi2w00FqlJKyVpJWRk50ujkjM+aHpx//eD2/Yc2r6/rrx6XU3tqaOH1q6szc8v3HfgTHbB1ujkHdFpp4OSL3jHnQtfdidz3av8zS+Tyi5mVpyNz9k61zns9LmrQgHPrBGp+USDmGwQEHQ8nJID5ntpZBiDFqdTYuwamozZbZIR7GqqUUZQCXp4lCYpu1MlRprVFJOKOmAR9poEY/3qIZuy9c2jnOS45fm5/Sbtvq0b1laXmpSC931GEqrNouH3maRCFoqCbeJQu4wq+mifXCvH2y1UFr2BRWmWcLEWtciskvYa1K1vnwUFuD9/ee/6H1eTc3PewrDOgalZyw8uTahNyq+tWbVWIxf2mxUmtbDfpB02GkYNNpvEwmf27zxPmBF9YUlN5/Lrep+8824hles3nykpqSstri3ML962YUNNadGls0e3r6vZtLLy3NEDB7fvWLW8bnlezaGd5wrTV6THVeamrSkr3FKQtTovszYrrSw8ODE6NL4gu/Dk4aPbN27My0zLy0y9fe23N88etLx5DlptJSwJA0OANXS+uc8nw+1qtogONytobEIzm9AsoLaBdncuTMbpUgl6TArQV6/kocQMmFqAoWMa+JR2OQdhlJGMMpJBStSJ8WoBRslDKbhIJQ+lFOIGLWK9gmFXc1nYlt2ri+sKo9YWhVZkLL51oaRX/1IhuMFjXxwdaRscbsUQLgCAchwYd3wGrr1okA58sAKAcuSTtLfP+mH4IzBq7BUS6fX1Led/f7r31wfbrtQfvNtz+aXgZYO6s9OIbzMyGvXCp0bVHxb7b9bhU7bxo4bhC5pBFAAIxoHjFy5vq6s7u2X9jsrcvasLDq4u3V6RsyY3eW1eyoHq5Re2bDi7Zf3VA7tOblqzoTR/Y3leUVKEQUSd/oVwtRKqnEsE3vfu3bK6qihn/YrqzatXFucVkLHEq79d27Vl3/49x7ds3LN/76lj+4/tWFGOfvXbB+VrQH2XdSuT/VvC+OsNvQ/Xvt0Q+oF+FRhu0El/FZD394svAbpXn6g35e2HAAcMGKRcP1a3dnnm7k0ra0sLt6+r0YhJfEqrUYwcs3GGzVyziinnUgxKscOgK87Liw4Nn/3DTz7u3hnJ6csKSqIi4yLCYzMy8zJzilLS89Iyl6VnFaVnF+ctq1xWUlVQVF5SsSI2Jef89Xv2D2ChFFWsUdiGVfaR0UmALzPsO3gqO2tZWXF15fKa2tq67OzstLSMysrqDRs2lZaWx0TFBgUGZ2Vk+3h5V5aVrltd+9v5Ew6rZrjfwKb2GGUUCR3W/OzqjbO7Xtw9TUPXK3kIvRj7wSr45BBKSK3UtodKQrONjejjou0slALXoiC22fh4hxA/JCHb2Chhd72W0DosIgzx0WZSB/DByGm8e31L5b5lCeVBi5rPbhe8ua7qfGDG1wu7HvQJegalWGrbQyMdMSZjjwh5gFx1uLCixj9G14ieJMk/EuSTZPVnigZgmQBh7wecrOfMg6MZK15uPy96DAOYRkAyALBMk2T1BFH5AQdu7U7iwDjlzzjVJFYJZkpRDADLNo6STeJUANM6SdRMYBTPNp2lXXkL9u6StCD0ch0AwzzYwgADnxjmCYQYLL/FyAGc8jNOMYmVf8YpQP2Zoh1FykCjMq9/kqQfRckB5UdAPMK+3VG/84roEQKgmQHBIMDpBYdp+0TWj1P1U2wrwO8F2LZxsm6coAF1Zm4foPzYdPAW6sILQNA/QTWAEdNc+yeGCXwGmhlkeIYVBGamDbRPs+zgo4RDhgYq8sxTgG4Zx6oATu8E/i/+Z5oFVH2hyCuS4b8VApMMn/HaCYwKBEimHeAPAAxbz6nHjTuvEi7W8293sv9oH+jgg0zO6QPvpYHP/x4hG0PJoYxlkIG/kvbXzGSwjPe/D5ggBZYMQYj7V9CFJNn/hs3TIu1wO7/n8D0QtrFghy3A6gW1cZoV6vidIugmiWDR0SeCdgKvmcRpwHuZDtDQTrUMtvO7Dt4R34WD4Mfq/dAjG4YgkKB/3y0FrwSLhXUgE1LtzbtuDneKQdkTpwP1z2kAniKZQAYmGT+TTf8FwCQIg6ft03jjFM7wGQTd6d1gggn0VEMDmqVBBv6igYOxWNPzNeMapN/p+CuEClzi/doADB3825P/4xooWOvr9Ugw3nyyW/6xSwLgdGMdQsZvb4dauNBvFfziAEz2MkwR/s2AmjDFAg7ROEUwfMbrP2G1o2jpZ4HOQWWLuxD0xiZ66zshCiYiwLjYVjauhYlphL4S5VM6FVy0nIXkUzoZ+Na2N3c6Gu611t9uevk7sv0ZFdMk52Edep5Ny1GLiEoBnkvpYhHbNWKSjIsxKKhY+POuprst9bfuXDv6/N6v+O56CrpZL2Ua5VyNiNFnkL95/EdJVkpNUW5VYXa0v2dmVGhqRNCq0oK60oL1NSUv71x7defq3fNHt1fk/rZt1YPDWw6WJD/aXddycnvr0Q2C28fld44p7h0zPDk93Hzjfedte8Ml5dPTxCt7OI9/pT25Un/h8KU9m45vWbeltqYsNy8rOSs5Nj0qPCk0NDE4NCUwLM0/NN0/PMMrJM17+iAgIj0gPCUgNDEgOM5vaZS7z9IlHt4uLm4+Hu5J4aGVmanri3M3LcveUpCxuzx3S0HGqoz46rS4jBC/QKc5PgvmBri5L/X0C/EKCPUOjPALjg4MifIPCvXyCfXyCXHz9Fvo7DZnjvOPPy356SfPX+b6L1zkv3hxkKtrmKdnpI9PXGBganh4VlxcXlJSdmJCUWZGRUF+RUF+UXZmfnpqUXZmeQEoCy/LyCxISy/KzCrKzMhLS4Eyn7OTQV90ZkpCRnJ8elJcWmJsSmJMSmJMelpSZkZKWmpyYkIcFIKVlJA4vQYcHR8bFx/7ZR84LiY+NjouMjzqbyV7Li/beaHy0PXdN99efod/jBG28IwY9SBeM0RQD3DM43TN4PUXnbF5K/41z/v//3HJ/zfDea5rRErB2rL1h0Myq75xC5sZkBRauHbdqdv7btSfeQK/+Y7cSFRjhAMdFNP9RnJ2+aafFwV8N9dnlvPS7+Z4phfUXbj+7MSvd5av2L59/5m9Ry5Vrdwen1oUk5SXX7Kqds2O4vJVKRmFPgERM39x/ua7Od9+P/vb72d/883P//EfM77/YdaPP8351z+//8+/fzvj2x9/+H7mjBnfz/p55kKn+S6LFi+YP3fBL3MXOs13dlo4f94vroudPdxdA3x8lwb6g6kbgf7BAYFB/n5Q5JWnq4uvp8dSP98AH28358Xz58yeO2vmnJ9/+mXmzwt+mePstAAC2kXz57kuXgR5m0F1d97cxQvmOzstgPDYZdFCl0ULlyx0+utAAAxZoF1dFn0dD/clnh4uUNcRVO0L5Tx/BWAfbzco6crfz9PP1yM0JCAk2B+yPUPOZzDyKiI4OiosJjoc6vhNTIiJj4uKjYmIjgqLigwNCQ4IC12anBSXm5ORm5ORk51emJeenx2flRK2f+dKLr0HmOwd6gVlHwG7x6hhSAUoMq6BTn4n5neTcPVY5HOlFGNQEPVygk6GZ5OboThlGu6tQoBUClFqMQYiXoeBCUm4KhEa8v1CS7BWLU3ORyiFKCGzk4KpFzI7NRIs9GwQP2ulOAkHLuHATSoyBK5DNv7kqAoY1/WZ2CoRmkFoJKNfC5md0wHIYGHvxLACyos2qyl2PWOsT2xWUwiIF61vbuC6n5lUZEiChmp+KZh6aL1Tzuk2SPECahu6/SGm41F7/Q0uqXnIzIUKY0xyooTZRep5wSU1Q01OUJSXQUG0aKhaKSj0ITsedrfew/c8h/BbJ8NDnvDRXlGvkaUWY1QitF3PgJaBv6ZVG5UkKbdbI8FaNFQBo0Mrw6glCL0C8zUkWSnqFnPaUV336ITXDiPVoATzrtQShFGF08nRgzaWiN0hYnfoxFgIgHfUFedEBuVGBS+Lj/CYOePptXOjZhkN2aiXkHi0jn4zh0NqZBHqoSYhrRihFnYbZGi9FOXQkfVSFI/SyKe+g7qILCq8WUnQisCkH5WgR8Ju1Yi7B8y0QRvHqmVIOPgBs4pNwtaUFAT7ugd6Lbp/67yMjwGrqsDU604q+jmP0qgWdjPxr6EEJib+NRX9XMbpsGmIUHOvgtfVayA79CSjAq3gdyr4nWoRXMJupeNesIivmYRXcl6HUYFWi+BqEdykxJiUYIS1SgD/+rbNSpxJgZVzO41yjE1D1EmQQnoz9BIOHVklgGvFYPuRkocQ0tp55Bao/hfqMYLWgG1qKuhk1tKhwiQJswsKjrZraFoRRszohCKjVXwktGMMdSPJOd1aEUYjQn5wCGwqgoLTKWW2KfkwjQj8+CBwgq3RbAkbJWFj+kxyo4Lf9PLRxhW1u9fv3lSzfXPdznVVGysKyrdu3NTS1Gyxja1ZfyEkeqd/2Dm/mHtukXcDsp5FVr5IWfuyek9LZvXVZXW/5lXtCwhLq1uzXibm6WVcg4ylFZJ1IpJagANtBQKYRo6U8DsYuHoG5o2U2SWmt8k4XdMh5N0mBV4jwWqlhH6zYNAiFjCRwOQAi4hIjQnNTooFJifuXP0tOylazCI6DFKFgKwQEnVyuoyPZVM6dAqSRcdQitF2I3O4j6vXdmtUMJOGpODj9BLekEH/0WFtefUwMtitpfXp4dN7ylbVMhT275ckucdsyll5o2DdOb/Y3LcNzcDkR2BybMSqp8A7n1y+vrlyU072Fpf4o7My7vxY9GZnExBUevVnt+zoxOUrarcVFdZkZ+SnJCSWFuYty06NjwisKslPj49ZX7uiKKco2CcixC8+MbKwMGdV2NKM6LCcpNjClITCwtzKuOiUIL/g9avWxUdGblhdd/7UMZmQC0yNW7TyxpePWUTUmEMHTPYDo+bGJzde37/4sU8lYyOJ3a955DYuqRXKBv8SpUZsENLahbRO6H+BfgOHS2pV8lASJlzOQYgZMDkHoRFidWK8RohV8lDTW8FonYTxccAAvLffunBgc3VWbX7ottro2sIlBvFjYAJpVN4365+Nj/fY7K0YwjXrAMs40ivtHbnbAleOTlmnFWDj+Icx4FPvmB4AzDoDsrX9TDfyPIl+g8C4wVQ8QUge0Cyt0mGSoI+O09Ebldy7WuVvRtOFoQ8nrCNnNfa29wBMZiirXL25rOpQdeWe2sK6fHAHeHdNwYG6MtAFnZOxo6RwW2nhpuK8rWWFh9bX/bp/a21eyrBRYpDQVDyCgk+QcQgfBwzP718rz89Yt6JiTXVlRXFx/bNXr56+3rR2y67tB3ZsPXDowNmzJ84d37v56Y29U7YOwPJM8ryc/lsi0L4X6Dh6q9zNhjwJjDYMGm/wCTuUpL0Tgmt29MnGC7mD/AdALxbXdKUiN2rHhpqqoqyakhwmoUMnxutEqGEze8wmGDCLdBKWVSPVySQl+fnpiYlui5zdl7gs9Q3MysguLV5eVlq1ds2muroNeYXlaZnLElNy45JyUzMK09Pzs3MKK6pX167emFtaffT8tQ8AYBv5/AEArEMTl24+TEzJTU7OLlm2vLSwvLK0qqykPC0traqqpq5uVURE1NKlSwvyCkuLSxLi4kuKl1WUFq2srcjJTFpdV07GdxvVfDUfP2oRjlqE0ynroGWAQ2whdj/Xi/BcXKOM2mUUYMSENhmx1czBKCldAnybkNIlZfSw0U0SCswsIunYmH4ZtVdEGhARdeROGxMJjJsvba68vXv179uqOE9//UBtFNdfYT4/j394qvHyzqs7y38/sOrM+tKNWbHn19Q2njlzbfWmvAWehCuPAOUAQNNO0XWfSKoPBDnAMIC+aHE/wDKx77T0nHnQdOBa9+n7zD+atG/xE0QloBgFhIMAB1RZQe4laEAAJmpBMZaoBVi2UaRkiqy7veIQ8sxjwAR8Jmk/IEQTaCnAtn3GKT7ABQBZN4WRT2HkkygpKAUTNQBBDTHwFF4J2qHZtsFu8XCPBERThvUjfhpoRcMAzdx1/MGzTef1DVRANQFw+z7iwBDpKaYF4NoBQT84vF4oNAtgWslXG1/vuvIepwKEA6N4FSjwKt+DF0O4C91CAMywgjBMNYG30jHE6Seql3hAONTfJQCYNlCh/bP/9r9c0CwHQDFBy8DvEbL3CNknLBgPBu4AU4zge2bamLfa7G0cQDzymaQXPuzBXniJPPuMcLFe/Bg5gpCCiC4eAYRD4C1/AMTm6d7daRI2QULrfzUJfcVgqAtqGoP/i36hk9A1fxIyyMPTZyz1FMKZ5wDFDOVXATQrKOROq/cAxfh1psiGzyT9JFEHUM1gYTIVXKgGiIZxhJx68S3nRivYdUQE88aGO4Ug+lItANUCeqFJ5imCYaRL0nnoHrgHSzQCVCuIiJAoSjYDZPMU5c8BTdGQC/qvlGsEpjEYVJIh9AVt0tAFxj/B/s+2JJxuuj5KC9qVkdPc+1f07VaAEdDdCnAgrJ0+Bk/+b/T9ywXgvVCZFli5pAbFYZQKwGpld+DiW50AxQy2Ok+bwKdw+s/4/+d8IX+aDaDZpgiG91j5BEM1xhDZ8Qw5DMVpbWV1tHDgLcyeJg6mRcZECGkwPOw5rusFnw5T8kA5Fwt79erhpY6Gezj4a0zXS1THc2T7MxaxXUDv5lFhPCrMruOalAx8dz0O/ppBaJl6rzOpqEohRsLpIaMbKJhGKQetEhJsWp5RzhYzsWYlXyNi3Pz1eHVRZnVRVl5idLS/Z7Sfd2Vu1trKsg015RcO731847fb5469vnUxO9jr0al9T0/uOlqZcW3j8sbjW4iXDwpvnxL+cVR4c7/q/mHTk+O25yeHmy6Ott9k3diDvLCD+fgS8cmNO0d27q+t2FFTUZ2fX5CamRyTHBOZFBGR4h+S5B2c4hGU4hma4R2e5RuZFRCdGRiVFhCRGBAc4xcU4erl5+Lh7ebi7u/pmRoVUZubuaW0YHtJzpb81D1luRuyE1ekRK7OSVoWHRy2ZH6ws1OAi5u/m7e/i5e/i9dSd98wn6WhXn6Brp6hXn4Rvv4RvoHBHl5+C53d583zmufk4+QUuGRJsJtbkKur36JFfosWBbu5Rfr5xQQGpkRF5qUkl+Zkl+Xm5KenZieDtudlGelF6ZkFKWkFKWlFmVnFWdkFaam5yUlQB1IeWJWUnJ2WlJmSkJYYm5wQnRQflZqSkJmRkpGeCrqhY6NBR3RsXFxMbHxsXFJCYlJCMoS+8bEJXwC4aO/F4n2Xqo/f2nO74TaMCZf2cQcA9SeAbhrHyh1ogfnqs/aQ1LL/mOX2zS9e38z2nucWHZG8vKBqd2hq1b8Wh84JSi3ccnLPrfrfO6k32sl3Ouj1eFk3x9KIkuw98zQpb/0/Z7r/n2/nf/+L13zX4JDo7O37zp04fzu/bPX2vafXbNpXVr2ptGJt7aptdWu25xRUBYUl+i+N+nm209//+cNPsxbMm7dkxoxZ//mf38/49qf//Pu3//rn9z98P2vunAXz5y6cPXPuD9/9/P2/vnNZtNDDZbH74sWLF8x1XbjQx8PV193dzXlhiL9/SKBfWGBgcIBvoLe3r6ebj5ubl5urr6cHZH72dnfzdHVZstBp/pzZs378YcEvc5zm/gKFPEOIC8U+e7gs+R+2Z0gZhuj3rwz85VHTO8BLnJ0gq7O7mzM0EP3+aXt29/H+MpDhGaJfyO0ctNR3aaBPaEgAtOsbFhoYHrY0IjwIcj5Hh4fERkYkxsYkx8clxcXGRUVGhgaFBQVEh4d4uS1xd1kYGbY0LTkuPSU+Pye9tqpo946V7+pvmXXskX6FRk7hs7rlIpzVwFJKcBoFnstsF/Nho4Miu5nBoDTSSG8ZxLcSbpdOjpXyYHJBt5DVTkA+E7LaVWKkWoIyqYl2A02vwEGcppGi7QbaWL/QYaQPWNlGFYFDbeJQm7Ddj5vrr2C7H4vYIARqZRi9Ajdk5wKTeq0MI2J3qCWofgvLYaSbNaR+C2usX2jRknn0FmTnfVjLH7ieJzx6i1aGsRtoHwbFQ3auSU1UiZF2Aw34pBuwstGwh2jYQ60MA4yrx/qFckG3iN0h5nTSCW8I3U8YuPrGZ7+2vLpM7HmKbLuLgz0iIZ6phQijHKcRISWsDg6pEdF6p7PhBhkUzhimAAAgAElEQVT5XMLtsumpInYHGfPSoiWPD0mMKoKI3cGlNXNpzXYDzaqjiNgdUNYuuG/Jh0Ofpd/CAsuKOJ06Odamp/ZbWP0WlkVLVooQMj5cwGxjEN8KWe1yAUzK65TyOvmMZqgxiEl609N+m0543WuiTYxITGo8g1hPwb7QSJGTY4o+E9uuZ/XqWB/7lbjWZ6mhnhXpCblRwYn+HmWp0WYRY8gg5hHb1QKMjIc0qchsYoOE1QalUrGJbzikt3Jup5zbadMQ9VKUkN4sYrSAfbY29pCFOWLjmuTkQRPPpMBTMc9wPQ9V4u7RPsH7fplOxgTe98l5zOri/GBfd1+3+dd+O6ISE8xqCrTuC/Ubj9o5RjnGIANl52kXbqtOghww0R06sloI1kFJ2K1mFdqhJ2glcAm7WS3qsmlxA2YKh/xawm526AkOPUHGbVUJO/tN5AEzZcTOgpjZrMLKeR0ybrtG3K0UdEnYrRJ2q4D+DlKqNeJuOa+DQ3rLIrwV0ltFjDYW4S0V/VJAa7GoiGMOvlaMMsiwZiXBqiZZVES9FAMtDzt01H4jw6IiTjct0exaCvSjWogwKfAGGVbC6hDQWpT8bugaq5pgUmIMcpRJibFpCTYNUSnq5tKa5XzU5zG9iI1WCMgTQ9bW+udraypXVVTvXr93ddmm2sL1p/aeRzR3K8XSXqtpfBx418LLKbjiG3IrKL41KB0RU06MXdmds707svhO2ZZXwRn7Dv3WWLPhyNKIpF27dpkNaqNCqBbSTUqWQU4TseBSHkwh7mJR63mURq0Y5dBRIY1dK0YIWe0idsd0XDleJSZatQIhE+fQyw7s3BwZ5Cti0KRsZnSQH6KtYcSuM6m4Uh7u83sDh9rJZ3ZJeN1jA6KJUblBRVBJUGJeK532UCZpGrBx9DK6lse2SmXvzWbY22fhgQvr395atbmyYsNaoXnCL2WLX9rZwq2tEeXXvJI2Xb/bolaZmt+8ObF3Z3VeemVmen5Cek7O+oJtrz0qXy1eCT+GAIJLr34zL/FFPc6gH7xw7npCbMqxQ4eNWhWbRlBKOVajQsCm9lqMp4+ejAlLqCxbs2nd/gDf+Iy04sjwlLiYzKiI5MryuqLC0tSElKa3DUqx2G7SD9stBAQc+DgyPuTQSQWXTh/pbHjcrxeO2RQv7lz447dDFgUDqqYwykhQopVRRtCJsWJGJ7T+oBXhtCKcnIPgEFtIPa8UXKRJTlbx0RImXMrqlnMQkCPaICWCsrCUKmLg3vca+OSezbX51XmRtQVLq3Jdz+xPEdEu2/VPB+z1U59RUwB5corVN0DRWrkvOtqf9+BvvYPJhj/2A8AgABjeDw5ODbyfMgOAViFtwKPOOfSvAQD9cbDBbnkyCsDHAMzAMEIgbujEPntN7nhtkr8BJo5ZrYdMjsuWwZaRyfvdhI0bd57dsuv6rh1t9y9fP755e0VObWb06pykHcvzj9RVn1hTd37bxi2lBTsqivevqdlSWbiuLAuyQIvpPXIeVikgmhQcAQNbmpu2eU3tyoqylVVVp46cwPRgN63dsmfnocMHTh8+eO70yXOnT+w/dXjFsLZpgH9N9W7tm62enTvCEAdSbyz3kjTunTI8GtH/LqPt0dAPflb9Psy82HOnwkK/8cnQ6ZB11hZFb1xVuKqyoLok69nd3/r1fLOM3K9n9mqYJiVDJaDopByjUnb++NGc9JTk2FgPZ2cfD8/U5LTU5Iyy0qpNG7dv2LCjrKw2K7c0KTUvJi4rPik7v6CkcFlpdk5heeXKguLqlOyi5i6s0tT/+/2XFTUb0jKKq6rWVletLiooKykoK84vSU/N2LNrd01VdfDSoMjwiKTE+O1btzHoVAqZWF1VnpGevGnjmk3r69JTogvzUp8/vqkRk0xyqpKH4VI7xWyEUojRSIgWDV3OQVlVtDGrxCghyuk9NjnFJqUKyJ1qMcGm5wzaJGoRUcHHGSQUOQtlEpEGNRwzDwuYhLyul5e3VT84vEHU9niY1m7tut/ffa/5yIpne8ueH6p+cXxV5419DloLrf7W0YqcI6X5l9eserH3cLVPyK2V2wC+6QNWAtB0ANvymaIZhPMcnawPGClohBYPgCdJ6gEYl3e3rfXgjTfbL7Ttu0Y485R1pcH4HPcZrQD9xtxe0KvMsABkPagAs21/1B6kXG8AtBP9cD6InTw7QDeMwHiTeAVA0X1AiMaR4lE4fxwpBlVfkhYgaqYw8k9IyQRCPIGWjqNkAMv6ASkdhAtA0qYahmECgGkBqEZA+eE9QtK07/rTdackj3umF4N7AZ4DYFnAtV6eAxD2AwxTP5yveo17tumsqZkG6Cc/kbWg7ZnfC3Iy1QRqv1Trfw2k2lEsAMMBuliFo4MwSeexhwCr19bGA2kZFGb1AEk3RdBA6jfojqYawf5kjAI8pplA/qcYPuPV41jFe6z8PU4BsK38hzDhIzj4xjg2QDQAyEYAtrW3i8u+2444+xh14Zn4SU9vF3cCP10KRTV8cWLTTeDLEbXgLTQkHUDUAQTtlwF/BLeUv860zK6D3iR4/HVI4EnJfRjl4muArJ8iaMB/oOnHgv5zih70gYNWcHCgCO7PJC34oTgOgKSbwCg+ouWgg51tx5592nnoD3szA5CMgDHdBFDkn8AoRuBigGYb6ZGzbrSxb3WCBmC8Hgy7mjY/gwxMmf5t08BssM9kUA0GCRlc652eL0nRJoBo+ozVgdFZeMOX+GjoLvBWDzZFTfufwdpkaNAqMEscIQd6pqdbBkADl07CxJMw8VS39OtAZ4Ae2b8fuHQKJgH7pXpkYNT2n88/2S0F0KoPXULxrXb7G8poOw+gW8HAMKzu/zWTGC2ohxOMYAYb2QJ+NUA2vMdLP9LlHxhSK5oqbodxWlvZnS3snlYa7I2Q0iWiw/E9r7ua7mPgLwX0brWIKOWgke3PYE0P3724+fbpNXjzI3jzI2T7MxkXQ0S8ba2/LWT0aCXkrncP4M2PNBIik9hMwdQzCE3gH3EuQszuVgpxRgVdLSLScW18Wg+y7ZWQDn6veuHYroqCtOU5aWGebmkRoYlhQZUFOQe3bdq2esX9KxceXP312vH9147tKU8KhT28dqAqZ3NO7OtTO94d20a6dox29SD+7Eba+fWsMyt551cZ7+768O5C/9vz4tsHUGe3YK8fJT++Vn/60J7ygm1lRXX5uSXp6flp2WmpuZGxmaD8G5buFZHtFZHtHZXlG5kZEJkaEJEYGBIbEBLl4R3g4enr5eoZ5OWdHhlWnZO6YVnWpoL0TblJB5bnbc5JrEuO3FyQWhEfFue2MM7HA6TcgJAwvyB/N29vZ3dfF09/Fy9fZ48gD78QL79w36Bw38Awb3BV2H+Ju+/iJf6LwPGev9Bt9lz3eQsCXNxCPL2D3D0D3T2CvbzDfP3C/fxDff1CfHyDvLyDvbwTQiKSQyKzohOK0jOX5+aX5uQWZWZBe8LLsjLys8CCm8y0xLTkuKT4iITYiMSEGPDPSVp6SlIyFIgFsW5cTHxifFJifEpcTGJsNFgMHBeTGBUR+7e0jceXH7lx5HH7G5qaMwDIxgGibuQ1XgTnG5QjwKNWfGBi0b/mec+Y5/PNbM9Zi0NiUirjMuqc/VK/XRgSmFm9+sSNM89h95Gch2jezQ7K7y2k+x30P+qxWw/fCoor/8f3Xv/43nmWk/d3M13DY7PP/Hbv+NmbNXXbd+49uXn74RNnrp0+e2PVmh1RMRmuHoGLF/s6OXn8/e/fff/9nJkzF3z33ex//vPHGd/+NF1FNHvubKeffpg186c5835xmvXD7Bn/+NbplwWRoWEh/v5LnOY5/TLL223JUl8vH3cXH3eX0EC/QB/PQB9Pfy93b7cl7s4LXRctcFvs5O68EIqt8nZ3c3Ne7DT3l69dR4vmz/sfAwEtJAVDmrD7EmcPlyWQJuzstOCrCxqKgF68YP6i+V8SsL4WHXm4L4HmrwDs7eXm7eXm5enq5en6tejI388TUnqhXd+vnmdo0Tc6KjQqMgScsNDYyIiEmOjE2JjpGqfAAB9Pb3cXb3cXH0+XsGD/2KhQP283D1en0qK836+d/fzBMtQrdpj5/TaB3cTTyIkKMVarJEgEPWY9TaPAqmRos57CojXB2v+gEV+rJahBGwf4qPk0KgfG1aN9AqUI0WdmmtREvQKnV+C0Mgyf0UpEPacT3sj4cLUEpZNj2ZR3CmGPXoGTcLsk3C5czxMxp1MtQVl1FIiK8YinXFqzTU8d6eWrxEiVGAnRr1oCWnBHevl9ZqZBidfKMGYNCXqUSU10GOl9Zuawg/d+QOQw0lVipF6BcxjpRhVByGrvMzOH7FwpD0bBvmKRGznUJiLquYzTNWLjIlrvvHv+G4/SREY+p6Be6KUYAa0FauUh9jzFdj2kY19LWB18anOfmamRoqHPMtLLV4oQVNxrvQLXa2IwSQ1iTieb8o5La4ZenUlq4DNaRewOmx4MT5Zwu4SsdrUEJRd0Q8SuFCEMSrxNT9UrcDY9ddDGGbAyTWq8RoqU8joFzBaVuMeowilF3cMOjkGJHevnf34vF3PacT2PxJx2s4bUZ+KaVPT3djkwatxRV1wQH1qSHJka7BW4cObLm+f/LDghCKjgljKf0WqQoVUCuITVBi3cSlhtCl4XVFzk0JEHzQyLCg9doJMgP/QJzQrKsEVgURFBSZZUb1RhjSoCk9gs4eA/jzpkXEZFYU54oHeA58IrFw6Z1NNlTkqcXUuCqowtKryU3W7XkqbzqzBWNcGiwg+Y6H0GqlrYLWK0mJQYh55gUWOknBY+7a1S0GFSokxKlEGOkHJa5Lw2CbuZR32jl/X0GUkKfrtDT7JpCXYdUSPuZuBfMgmvVEKYRY1TCWFCRhOP2iDjtisFXSJmMw0LOq7lXJhDRx1z8Hv1NAUPLmK0KXjw6Z4bnFVNcuioDh3VoiJqxajpruYOm4asEYGp12JmOxS4NZ0JjLNrKQMmpk1DlrI72USwLEcjQhpkaC4ZfEW1CC7jtgsZTRJWG/hfHRhOLhKyECoRFRjvw8HbN9RWr62p2li3clV5TVFGwb0r92xqs1Wtsmkl70eMeoNaqR5bv+VFYvqr+GxscCY+vJSWsY219aaxfC8qpfpBxbbnyaVHNx+8uXLTwaTUrCNHDumUUo2YY9dLeg1ChQCrFCFU0h4G+VXr60s8SpNOgqSgnlFQz8AoY8IbIvIlFdvQZxZwad1WrWh8wMqnEUP9vE8fPgBMjB/etbVyWW6fUUHHw2R8vEFJ1ylIQw7BoJ0r5naxaY0yIcyiJ/XbmGJeq4D/ikF7opFhBgyScattTG/+ZLVjW9/GBC/5/ebxpMzIoxcv9gNA5orrEcvup6zu8i56MT/uZNry0/uP3SksrEyKjcpKCN+/sQ7Z9I7N0bXzgSXFdzzXwg80A8EFv/qEV7M4xr6+D/Wv32WkZV67dHGoH1y/VMnYOhV/sNcwYDdfv3zp8MEjVZV1ocFx+bkVWZmFcbGpuTnLIiPiipeVFS8rqa2sAqYA4PPnV08flRfkHdixtePd68mxAeD9EIeIfvL7BRWPIKTCX9y5AGu4/8GhUHDRfXrwix4FFwnZm60qil6C04mxFiVZI8RqhFiHlilldVtVtD49u9/AoSDrodAsMQMmoHbI2D1aEc4oI5lkNJtGNN5vunX+2LaVy2rywvdvyChMmkPoOjkx2PZppO3DcJtc+hAGOyuRtQKAcfSTYwQAxPaRJhKLJNcILKDRVuHQ9X+yTQH2kTEuj/WQjDpjlt6dcrwa1txUs0/oddeHhl4DY7ABQzuH2dBBb3+hYT0csR6zGE7a+x6/B1rsYzt/vblu5YYdpZUnV9SQm59q2T08xLtL+zasyU3esTz/6MqaHSWFW4rzt5UvO7N1/Z5Vy+vyU1/eumCVs2QsjJSJVAkJahGZT0X2mxUlOck7N61aV1u1dsWK9StX81m8XVv3HD10+vyZq4cPnjt65NTFS+eP7F89YuweVzwFbPW0G0WvNoa825FCuLZ2mH4X6G8GHM+MvFNm3inAcG9YcG1CcQ/QvwKsXcB79vY1metX5mxaXVxRnLZ7Y82AQdSn5QybhGAbM4iLBJWIPtpnwcI7c1IS87PSnRfMDfH3T09OmTtnXvDSsIL8kprqVWVltcXFNbkFy9MzSzKyi6OjEtJSs6prVmVlF5RXriyvWpOeXRoSkRwamZKZU1JWVldeVltcWJ6fVVCYVVhdVrl7+46oiEh/X7/EhLjkpISNG9ZhMSgA+DT56cPEx7E7t2/kZKetWrF857b1NZXFxQWppw5vpmGbHXqelIuSsFG9Rl6fUaAWExj4VqOSxqfD6Jh3wxaRTc3Edb0QsxEyIZbF6OAx4VwGTCnCq8VguZGGj1OzUIMKevOtM3uWp/TcP2fENZjxjTrY49ZjK3tOr3m+reDpjsIHO5dJWq4CGvyUHAv0STqvnThenneytOjBth0nCkpP5lUAPN1ngmIcLRlHS8AYKroBIGs+4eQfMdJpQ7IODKmC2nEF/QDd9LFb6HhLld7upJx5jj3+EHPsAf70E8alN4Lb7YMdXIBla95zjXL1LaD/DHDtQwgRwOsFd4wZxjGEEBD0fsRI7S00gG2V3O90NNOGu7hg/hZOCQnC0PFHlOw9QgKCJVE7CheCOMe2gyRG1A518SexSkA4OI6U4s49a9p1BX36sexRj6Ge2NfGtrYwZI968OefN+2++mLjWRCYmVbw4SwrQDGAz0DSDcMEn9AqCFS+4BaIZNMLnLyhcYwGXOMUv0edeSF4gAD4Q+NY1Zd9YGjlmDoNwxQD+ORsO4T9n/Fq8BqidvoVLYCgb4pmmKToDE1U6XMUIOgbxcgAju0zVQ/QjSCES4YA8eAESaOqx5OvNxAuv+bf67S1Mj+TtKBRnOsAqEaQVP8tAIOWcvA385WBoWPw5DSlf70XPJg+ybr+jn7lLRjrNc3wExgFSLl41RcAhjai/wTgSTIYrP3l4zAsYAEVSgZ+JaH59B4hQZ161H7g995WFiAamiJowH8mbi9AsdhauA27bpjfsQCG4yNWO4pQADTbJCQCUyxgNBTNBlAtUyTTJOFP9P0KwOBKrRkgWyCq/F8MrAcwKgANtUApQUBFKr4MRL9f0RcmBabnU4fwU5doEib+DAexdhIm/tQlmugU/nv67QHJGSxb7hROdAonYWLwMiRYyDwBE4OvS7PY6sn4k48BtBLAacbBAHNoLfnf3H7G6iYx2k9oDTQgCdMsH3FygKn5zFL14diKdoSwtVMM75LiEGxkS3fjg7ZXf/S0PUZ2PoO3PiKiGuQCnFpElPOwUg66u+UxvPmRhI2ioN+9uP+bRkwyyGlQGpZGTOJSupiENjkfFH6FzE42uZVH64AAWMZDW7UsjZgkYiJkXIxNy5NxcQ69oM8ounhyb1FaQk1BbrivZ5iPR05ifFlO1t5N607t39389NGtC6dunDx4ase62syY2yd27a/J35gVe3/3eviFQ+hf96PPbGFd2sY6v5p+fLnkwgr9zU2DL4/ZX5xiXNrafXID9vIh7I3TrRePHasr27l82YbiwrXl5TXlVfm55YkpRZFJRX5R2b6RWT4RmT7hqX7hyQFhCUFh8cFhsb6+IT7eAT7u3kFe3qnhYWVp8XVZSXVp0avToveXZ2/NS16bFr2tML0yPiTedX6Cj3uUj390UHjU0rBAD1+PhS6ei1wDXL2DPf1DvQODPf2XuvuGeAVE+C2N9AdJOMTLz3fxEr+Fzp5zF3jOXRDo6h67NDguKCTC1z/YyzvAzd13iYu/qxuIvt4+gR6evktcfBa5BLl4JgaFF6dmVReW1CwrrixcVlFQWJKTuyw3qzAnMy8rPSsteRqAo+JiI+PjYlJTUzPTs1JT05MSkhMTk5MSUuPjkiPDY2KiE2KjEqMi46Mj4mNjkmKjkiMjEv62737TlXbyW5YOLu1DyPsxikGiZpiqG7NMAleedPjG5v/th8V/m+H0j1nuc1yCXQMSQ+PL57jE/rgoMq5g/f5rL+50Uh4gWPeRrFcU6V04/X4X7W4zcfPhG25LM//xvdfMeYE/zvFwcglIyyzfte/U8VPX9xw4c+TYxZu3np44dWXVmh1xcVkuLn7z5rnOmbNo5k9O382Y9a9//vjNv3749psfv/0GPPjmH9/P+NeP38/4aeb3s+bNmjt/9rxZP8yc8+Ms14WLg/0CokPDPZcs8fdyD/LzXurr5evh6uvhGuTnHRmydKmv11f6dVk4f4nTPJeF810XLXBf4uzstADyPM+fM3vBL3OgYwhiIdUX5Nhpml00f56Hy5Lpyl9nN+fpZujpxWA358XQSdfFiyAXNETLzk4LnBb84rx4AbTr6+7mDKU9Q8QLqb5/rv66QyehXd/AAO+/LvpGhAdFhAeFhQaGhgREhAfFxoQnxEclxEfFx0XGR0dBjc8xYWGxEaHhQQEB3h5LfT3dnZ3SEqPDlvr4ejgvy03ftK7m5pULWiXXZuT1WTgWHcOgIukUJCm/RyZA2Aw0q57ab2X3WVj9VrZWge7uuN327ppUAMqhZg3JrCEN2bn9FpaQ1c4iN+oVOLOGpBQh+IxWNuUdJPNCGqlWhqHh63va77LIjTY9FZJPJdwuvQJnUOINSrxC2MOmvKNgX3FpzWoJCuLbQRtn0Max6alDdu7kmGJiRDYxIvs0Kv84LP0wKO4zM6HXhRDaoiWbNSSDEq8SIxXCHp0c6zDSIenVqqPY9FToPeB6nrAp77RiFLjpJ8cZ5TizkqCToI1y3Kidp+DBGbh6TOcDROsddMd9Aa3FKMfpJOiRXr5Ojh3tE4z2CVjkRhG7o9fEkHC7ZHw49EkNSvywg2fTU4WsdhL6BZ3whs9otempEJNrpGilCCHmdCpFCIuW7DDSHUZ6r4mhV+AgtncYqTo5utdEG+vnO4zUXhPNbqCIOe1DdvZIL1cl7rHpyYM21qCNJea0a6Rog4I6YBYBo2YK4l12VGBWZEBxUkROVGBZavQnm+qDRarh4yb65KCoxYYJmG02DdGkwGrFCBGjhU18o+B1QbZhqKbIriW97+VBLcF9BqpVTRqzi7UiMFxKK+mR8TvFHAjwSHo5a8iqkbBpqypKvF2cAr0WnT663aCkgc5zLUnJh8k4HXYtyaomqIXdJgW2V0+xaYhf7dYjNjC4yyBDWzX4PiPFpiXIeR1CRpNS0GVSYixqnIzbLud1kFFPhIwmIaOJinmmlyGtGhCnVQJ4n4EKfQqdBAmlWCt4XSoBHDJvm5U4Ib2ZiX/NJr4xynHDVg7YaTydHW3TkKc7jZGQtGtVk4xynEVF1IiQYma7jNPVq6dBK6Aswlu1EDHeL9JLMRJWB5QpDQVNa8WoXj3NoaNqRD06CbLPSLGocVzKWwr2hYjdphQhQE++hqmRUods6kGbprasePPqletq6lZVlmelhHU1P+wzSdUislKIMqhQGhVMr6dae/tIjIGIxMvJy+BBmT2hJQTvkraDz8eOP7Yn1z6u2vk2f/WVwpXHD52/U7VqS0Zm7s2rV3otBptWphLROdQuq57eZ2WwqG9xsAdQYTKYg82DqcRIPr0d3fXYqmOLOSilkMKjYxVC9q5N67OSEoRMupzLjvT3xna29uplZGQLGdWoFOLAkiQVQSGEs8hvafiXMn5nH2h9Z5l1uD4H3qhHmrV0s4xn4ovHDfYPeouQhF1ekLh2TVFYTOCVB4/7AWDPRVxg5p3AZW3OBd3epV0pda+8ojc4+6UePXWByyI7jMJRq7LXMci3A5GrHiXtwx95O5ZSdi0kslah6v00ARw7cjQmOpyER0y8dxCwrTo1y2IUSEXkqcnBMycPgX+34uOXl1evW7+5qrouIzM7NCwiIzM7Lg7sNjh9/AQwBdgMhts3rvaZDLjuruf3bk2NDQKT4wouvfHJ7w2PrxJgr+9ePiqgdmmEeCUPI2Z0yzmofgNPI8TqJQS9hCCkdRqkRJOczMS9E1A72IRmKaubTWiWsXt45DYBtUPK6hbRuzRCrFlBUfHRMnYPGIUlozl0Ur2Et7mmZH1ldmlawIrCwO3/l673gIrq0Nd48+69p+TkpBiNXRHpVUCQXqWJoCKggChFwd41tthjj9EYe42KhV5mgOm99957Z+ggvey3NtvDybvv3LX+a6+ZzcwmA6wVf/v7/t9XEjbRg+q1VQGTOKetSqV8C4PfpNE/Vn64h6Eg2UpVPwB0TAJ8o/FDG3zvmcPbD5ddvH2qAfFMIK3jsp+JmHcnnNVAV+Wg6taU48FQ9zM57+KQ8Q3QgRrt4/KN9DuMlrejnadM2gt22/uB8Rdc5ebyQzu3lh/JLzics7b2wbXqxz+jKh/+dmb/2fIt5Vmrj2zaeHnn9jNlW0+VFR0qyDlcnJeTGC6no9rVPDEdaVUy5Txsh0ncrhdPDXUc2rlt66Z1O4uLdu8ozV23QSGWX7988/CBE4cPnDj548W9e4+ePHXmp9P7KS33gXYEoH4LCJ8A3NdW2K9jvBpABQPMdZ80z8etz9vF16fsr0e0TwHr20njm0lbIzBAffbbga2bYyuKs/bs2LQtN92q5HbpRQ41u8ckknEx3VZJu0lkUgraTZqyLXm5WWmr46KSYqNCAgNcliz18vBOS127NmND1rqcHTv2bdmyPSU9Ozt3S+baDTExcevX5YAi8Obi4rLda9dtXr9xy+rU9QUF2ws2l6UlZ6Ulr91WUFxaWLp+TVZYcEhIYEDO+nUFebmpKat/uXUNAMY/DXSPDPcDwBgAjOFxyJ0VpVsK8w7s31W6LW9jZkJRXkpj1ZM+p0InpytFhHaDUMHH6eR0AbONS4MrhHiVmCjmoGR8rEnN4DFhLFqdw8zVKkhCdouI1cIjN/UYuP0Gzt3T5Se3ptM+3hXWPQCsbB38WdVPxdjru2uPb2r6qQh5fTpDtLwAACAASURBVGfTz9sJj07YCW/HFZh+XuuUkv7Ljvw7FSWVJ0/c2LIt181nEM8F2MahNhFA0oL+ZLppDCWdxCoAvGocKZ3CKACCBhQeIQWSqAOLgrnOaZtxOyh7knRjKGlvI9tZQ2PcqLyUWvLrxn3UW5XSZ/CuFh4g7QZ49imKFuBOBy+Dac8GgGkeQkn0b7GMG5VjaBlogWZZwSVhmhEgqEeQEoCgnSRqJ3HqUaxyDK0Yw6kAog6kOwLEhOZp0gPV0Qmsqq+ZL38Ip1+tRJ16hDrzmH61Uvm4tb+JD5qWSYZ/jR7Aa6ew6nGUYgwpn8KCbbfjGPUYWgUW/0BVQFCIFNMOhlHRLYNYFeLCC4DTDlqCqcbPiDst/EJPP+PudE8yaAWHkJhlA5VqgXOYpAHY1nGaQfuRZGtigwqwwAkeIaWaYwN4DkDcBSj6AfXgJN3ohPP4T2DEW+/4j5q7WgRgLpewE6RrnhMkTKpxFOpkZttHMIrPZAvx7Z+PEABTDKM41SRJB4m0gKCzctfPo1jlIEo2hlePYJUgCU+XIU9Q9ODQDBM0wyQdLGGGpOB/Xx8i8JnPOP1zMH0gE6++IV17a6uhg78Itp17Hw4/80z2AgsIegGWcwClGieZAJptgmiEmoE+b8aC+c/gcixYlQxVNP3Jzg1u+UJPoegvKO0ZSr1Cq0ClF8RdUMKdQioAxPSg1QBS9XkQSoh+gTbFZKsMmqk2+VSb/POLp2Xe/8+ZGXJGqSAG/vxGSApGqwCcFmTgaeO3/CFceLceoFnGMUow9Xpa3R3D6kbQGlCynpav/y1rz+jb4APQIDCIlQFs0yRXK6mCEZ+/5dU38Fubac1V9LZqJrqejKqi4mqlPIyMjyUgPyj4OJWQIGIiWMRGCRulk1KYhIYPL2/Xv7vPITeTUVXNVY/puDoxC8kmNXGpzToZUSXCKoUYpRDDozWR0e9puBoRq03CQVq1LIuGqRTgtRKyWcU0KRkWNefa2WP7SrfkZ61Z5ee1yt83Oy2laOOGn44euPjjEVxTzcUje9/d/+VA0caSzMQH548czc8qiAysuXwCe+c8+tph1NnSpn1rKadz+Bc2K26UdL062fX2nPbxCcn9U6y7p3E3jyNunGq6eebdlZP3Txy8sGvHoZKSiq1lhZtL1mdvi0naEJ6wPiQ6A/Q/r0pcsSohOCwuODR65croAN/gQJ8VIT6+0QH+GxNitmcml6RElSVHHshefTwv/cC6xIrU6K3xYZmBnquWzI/y948OCo0OCg31CQh0A73Q0NHf1QukX98VYf7BYf7BoX5BoX5BYb6BK718wjx9Qj28Q9w8A5e7By53D/bwCvX2XeUfAGq/vn7BXt4B7h5+y9383dxXeHj6LXYNXOIR5Ood7r0iLjgiLTp+3eq0nPTMLRvzNm3YkJmaujo+LikOzDxak56clpYSF5eQkJiSvDp9dXJ6UmJaXHxyTHRiVHRCdFRSZGRixKrE8PDEyPCk6OiUhLg1iYlrv7hZR/yDLG+ROtGqbqyym6jpIal7iArn4cuPQlM2/88c97/84LHQK2KpX7SLf4znyuS/fu87Z1lU/q6Lt1+13H2PrqWrWPZRhNR6433rg0birTfwooMXlgcn/8+3bv/4znPB0uB5C33Kdx//UNNW24h+9qL65i+P9x04vSYzz88v3MXFZ9asRX/727d//cvXf/3L1//z31/91//zt39+Neurf3z35d+/+dtf//n3v/zzqy+/mfXtnLlz5s2d9cPcWT/M+37u0oWLArx8IkJCVwas8HJ19fN08/dyD/D28Pdyh+Rffy/3QB9PH3dXH3dXb7dlnq5LPZYtcXdZ7LZ0kdvSRRDxQugLthb9S/h1X+YyE2QF6b3QZq+H6zIP18/0CxmeIQv0DA9DUVhQRBb4SjeXP+ddeXq4Qg3AXp7LZ7Kv/P28ZiYwwDswwDtohe9MxdGqsKBVYUGRESvDVwVDe78QACfER8XHRWakJK2OjV0VFBS6wj8yNHhloG+Qn1dU2IrwEP+wYO+IUL/D+3e0warbYB9rP77gsTF2A9dmYBhUJIOKZNaCAMyl1wnZTToFzqKjjA+qnRYWquUxCfuHUYNXSsB/YRtVBIMSb1QRIEVXwoUZVQRI54R80ZDqCyGuWoKScGEQ3DrNTPAf6OwmjRQNXcSgxOsVOLUEpRQhIEuzTU+1aMlOM7PTynaamQOdotF+RZ9TMNAp6nHwzBqSTo7VybGQxdqiJfe28zssYAQRZL2GRFeFEGQ/pQh0ikLmZI0UrRIjLVoyse0laGzmwjuMjC4zy6IimpUEh45qVZNIiFfopsciRoNaiIBkQ1BFlKCErEaVGGnVUSCrNmR7FrGblCKEw0gf7pUNdkscRrpJTYReA30Qp5kpF7SyKdUzdwQg1Re6fQCp5dOgDlMIW+wGSqeV6TBSe9u5DiOVSXovF8DtBopC2DIdfNVm1hDEnEaNBDvYqe53aEY6DYfLC9LDAzKjg3MSw4OWfi8mtgyapb0GgVPL6jSAgckWLbndxOgw0oxyDASKJgWY2Ay19dq1JGh71q4lWVRgBG6vjd1lZhllJFD4MrMMchSPXq0Qwm16qklFtWoFA04jk4DOX5/h7+ES7LvsxaMbve0yp4ltUeGh7t9+B7fHyjIpsAYZ2qTAQs3AWjECWjnuNNEdOrJDTzKrsAY5CpJwuZQPEna9SYlRCeFqUYuC3wwWL0na+LQqGRcsKIaSuvRSzPR1wJVgEaOBS/4oZjbaNMSJfiUwou138DWiNgkLzD3WSdBqIULBazHKcR1GBpQUrZdiJgdUw12SDiPDpMDrJGgIca1qkl1LkbCaVII2laANYmaVANzptWnIvTZur41r05ChvxCTAj/trP5okKM6TXSrmqCVoXRyrEKA5NAarTqOSc2eGum8cen0jqKCzNXJm9dl52alfay8pVWhh/vkPQ5Or4PSbcO3WxGdnayOTotI0b3nWHNQ/NPYPKLPGsTS9Pr0w+xWKbD7Z3rG9uc5ex5uKLm4qezkvmMXT5/9efv28lvXrvY77Q69rMeu0skpNgNtoFsI7h1MRzfpJGgoCF0vJwhYcK2MMtit67SpFEJ6p1WfvSa1YEM2MDn+6v69ouwsnZhrVgqEdLRWQjYqQd++UtSqk6OtOqLDSLFoCQYl1qwhdFjoWiVcLWu1alkOtdgqkvXpLENmq0ksKN2cFRPhH58UDcdTqZKBdaVPCg/iUsoZs5Oxs5JRX4fc9kq58rhB2Q0Anf393Z0GNZ+olIqM/cCR+5QTb+znK53+4fvz8k44nZ90WnVqSsLWwmyVjKVRMnRqhtXME/CQagV1cqzj4P7S9PSEwi2bKnbt3FyQn5G5dnVKcmDQisjoqISEhI0bN166cHGofwAJa2FRKBaNSsJhDrTbgbFBYKi/06SkImvaap49uHGK2PJOLyF1m4UCKkxEb6EgP0iYbVxSvUaINSsoUlYrtOg7Y4Fu17Gg4l85B2FWUCBftIKLNMpIHQaOU8+2qmgWBWOww/TH77fLN68r3phUsCakYnNE64dzQB8BGCN1WWos+o947O3a2ptaPV1nktQ01T1990FmsfdOgVlNaqf59ou7W/YV5e1Y/7rx98r6W01ttwzaj8CnVofkjp19ERirBgBYr+XxlO0j0I4EAO0g0PVSSb2k4lzvsh8Vij86+nfffrLv0JnyTQVX9u3MifSveXhFgKsmVD//sWRjWUbCsaKNV/dUHMvPPVWy5afy4nM7S0+WbztWlu9UcSU0pISBkrFQEjbKoReYlKzxAdudaz+VFm7cWVK4b+eOwtxcTBv6yf2nu8r37dt95MihM3v3Hj1x+vzhw7vRNfeAPgbQjQW0dYC2bULa2strHlGiPslrOoVPHYK7Jva1EevbMeubccOLKdPrcWsNMEgiIe8V5oXvq9hQnJ9euCG15eOr0Q6DQUR1qLgaMcmu53TbpRIOscuipuFb1ibHbNucnbchc/mShWAkh4+vr7dfelpmSXH55vytublF67LzIyISklanpaSkxcetLsjfWrZ91969R4uLd+bkbM3J2Zqetj45MSNzzYaC3MJN2XmpCcnhwSs3ZK6NjYzIzsrcuG7twQN7xscGOztso6N9wNQoBMAAMOawm25cv7w2I2Xbltw9FVsKctJKCjOf37+ml7P62jV2rRDMzdZyBUwkiwxTiYlaBVXIQfKYrSopUcJrJWPfamQYAQv04Ei5CGDSSWx+8dOe3NvHtrU8uUx9e3Nchha9v/VLcRLy+h7CrX1v9q+rOVkgeHORX/lz6+39mEenFS1PAD0daJc9OFh2b9/2N6eOP9yzN8fDm/77K0BoH0GIAYJ6HCkFyPrxVjGAVoBVvYjpgcp7kQoAqQAJBK0crOeMwASTCCkAwoAGIGoBvBrAq+DH7jCuvx1GiMcxcvadKtyl5/grL9/t/Vn4oMFQietr5o5j5KDqyLEDJG1fM5d0+SXAMA+1Cqdwyk9wPkDSguBNM44h5RNYFaj7EXVTWPUYWjGKkI0gZZ/P4zSg9RpcuDUBBN0YWCxsAjOBCXpwY5ZiBnDaSZRyCq2aRCnHEfJxiGdwWvAFOB0k7k1/VQ2+DKsFcJpJjAYEG7Kps5EDpj0xQOFO8BjW9tNTMD6aahyGsJNmGkTJQD6U9ELaL0iAEPoyLOC7wDdaAEk3KPZKugFpzye8EoRhgXOcZpigG4dJmm6k2NrI0nwgyl6jRS/aBM9aOlr4jmZOO4xrrqMz7tZUHf6l5uivxBuVfa0i0rW3tJvvx/FqQNQN3hQgagFxz78B9c/0Cz2eVoZnfM6gckszVe2/MUXSjePVkIUbRHeaaYKiB5ufICM00wxK0yzLdEMy1A4183GsoMF7ej77vanGAYTE9IEseNCEOPvk3Z7r8pc4bSVlEKMB6PZhnA7UeFlOqAt3kmQCd2IpFlALJZkhjfdznzB+uqaYMN1djIcczlCP8Z/OQJFX/8u6PAOu/5J8gVY5OC2ymfkzAM8wMES/M09BMJ651LQI/O8XQN+RZPzUJACN0GRTbwNXer9Z/xIDtvtidMMo9ShGCxIv1QaQLZDq+38AsBncHKYap2j6CYauHcVi/FGFffqSVV9HqnknwMENIrpGQGKTYHxGq1ZG0cooOimFga8nIj4I6K1SDpqGrUU2vkI2viIhP2Lhb/m0Fj6tBVb9pLXuOZPQQEZVTW9SIHm0JjTsJbz2ERFZyaGAYMynwy0aZruRp5eDkrJKSDCrmJ86NGO9tgvHD+ZnpW1ISVwV4J0UsSpv7ZqijRuO76k4f/hA/aunx8q3oavf/LijsGRd8uNLJ05uzd2eFFn98wn8vfPwczuoV3eij+ewLhRQT2wQ/bxV8etu7aPjpleXlM8uiR5fkr253XrteOsvPzXdOlf586m7J46c3b2rvGBLTmbOuqy8lLScuITMiJi08OjUsMjklavig0NjQ0Ji/HxDArwDg739Ivz9s+OjS7NSS9JjSpIj9q5LOLIxZX9Wwu41ceXJ0XmhAQnuy6L9/KKDQ2KCQkGB18sv2NN3hbuv3zLP5fOWeC5y9XXxCHD3AVOyfFeEB66MCQ6PDAiO9A1Y5eULAXCQu2eYj19UYFB4QCAEwEGeXn7L3bxdlvksc/Vb5u632M1rvovbnEVLZ813nbPIc5FroJsPeLXgsMjQiIiV4UGBwQF+gUFBQStXhq0MXRUbmxKbkBaXmBGbsCYqNjUyJiU6dk1s/NrY+LUxcWujYzOiYtZERqdPD/j4i0qKkmgcYtjH0fJOoqaPZx+vI8mPXnmyJDDpe9fQv871/OtczznuK5cGxv7gEfrXuR6LfOMLdl+49qj+j2YGSd7Jsw7XU+W33jSfuffm9N2XxYcueEek/22221dzPJZ6hHkHxuzef+qnC7euXr9/7MSF3E1loeEJCxe6/+1v33755eyvvpr9zdc/fP3P7yGxF1R6v/p+etf366//Oevbb2Z/B86s776ZNevb7+fO+mHZ4iXTVX4BIf6BIf7+gd7ePm5ugT6efp5u3m7LvJa7eLst83F39Vru4u6y2NN1qafrUq/lLl7LXSALtOviBS4LQc/z/DmzoV1fiH6hXKsZG7PLdMHvjLQLge6fw65m9n5neBgqQ/J2d/P19PD2cnN3c4Gafn283X19PDw9XJe7LvH0cIUA2N/PK8Dfe0WgLzQB/l6BAd4Q/ULrvmGhK8JCV0RHhUGeZ6jsNyE+CpqosJDCvI3ZmWv8PJf7ergmxYYnxqwK9HWNDPPft2trzYfnfDYej254+vAmrPH16JDVbmSbNCSFCKGRYRwmhklDEnGaeYx6q57a7eBp5Vga4b2Q3WQz0PRKPJtaoxSiLBoqlIesFmPkfISQ2Sxmw6H+IaOSBJX9mlRkvZygleJELJiYDYfyrux6hlKI4tPB8kyzGuwThtKhdDI8lKFlUpGh7l+oTmkmU1onw0OBz33tom4bv8vKm064BYOynCY2VLDU1y7qtHDVYlABk3BaxGy4jNfGo4EpVjoZHmpC0ssJQlojDvYCKjoSM5pF9CaDFG/X0Jx6JgX5Fg9/qRagoBhhi5LcYWCpxRioscmioQ51y6GA65FeZYeZY1ZToLpjh4EJFSBDH18vJ0D/eTJem4DRpBSidDI8AfHaqCT1OoTt013HUH2xgNkw0ClwGKlWHcmkxmtlKKMKZ1Bihax6IavepMZLuE0yPkwugDuMVJW4DfzhqzljvTYasjE60CN5pd+G+LCkIM/9W9YD3QajgGCdrsNx6hhmJUHChZk1BJuGaFbi+h3cyQFFt4VpkKEtKnyHkWaQoSHJVC1slXObJayG6TZgqlFGcurZfXaeVYOXsOtVQjgorUsJLFKLRS1qrqrcuCY5LNA70GtJQ9Uzs4bpMDAlrAYhvRaiXLuWBNULW9WEdj3FriUZ5Ri9FGVR4TtN9D47x6Yh8qnVTHylggdT8uFs4nsu+aNeiuqzc7rMjJFu8Ui3GIp3VglazEpcu54mYjQIqA18aq2ShwDxVYxt19PAtCoNud8u7DKz9BKcjAM296oFqF4rXyNE6yW4AYdouFPWY+E59UzI46riT5cn65k9Fp5BihfSGrmkWi6pFg9/ySZUK7htRhlYI8yn1MvYLVIWHMqRhqKznHqmRUmWc8Flb7OGAJnw9QqcQUE0a6k2A0shxA906eUCWn722sy05HXp6elJybevX7JbORYjwWak9DnYQx3sbgvRrkfZTdSeTrPZNtyM7ApJvLemhOaZ3Oqail6yuh6vA+BcYOuPDQWHnu8+9TQ5Z9eWHUd/unDj5q27BZsL3zx/7jRrDXKeTc9XiDBcegNUdi3jIacLt7A2HdNp4dkNXLuBp1cylWK6WsIhYdtCAnzu//orMDm+r7T4xpmTIx1WvQgMQLIo6eCPRYS0aYh2HbHLQu+2MoxyjJTdbJDiP3WJacS3TMoHpQBvlHDUbLaeL+hQqzu0qsunD6cmRfoF+K6MSg6OKfRetXNt4au4zXCXTLZLtmRxWuPfAy+uPViDkE0Y+gC5WgVme8iEnZ+A91jb/jucY3f5IRF7frnxfnIc+PHonpAg96a61xolg0lpnBo1m7R0OqnWZuFPjDqKCrMyM5M2528oLi1an70uISUxPjkhMCQ4Nj4uKytr06ZNP50+C0wBJo2Oz2T2OmxTn/on+3uB8eGpvo6alw9ZuEYZG1n/9rdus9CipJvkVBkbaVUxzAqaQUqWMNsMUrJDyzbJqQ4t26piQGW/MnabU89W8dFyDkLKanXq2WYFpdvMt2sYegkBKgFW8lDdJlGvWXV6/85DZQWFmfF7C1NLskM52IfD7RhgjOEw1unVNYjW21otUaPnieRCLJksVGoGJoEhABgBJjtGultpyN8/Prr5+vaLlhcPau88qb7eRnigUX3otVWN2d9Ndrw1KO6YVQ+AAQzQRx8akIg7Zb8K8Tctqp/0mp/l2lb74OY9p/ZXHLi0f5+C1CIl1N05u7vmyZVL+7YdKsw8UrjhdFn+pYqyE1s2n91RfKKk8OKeHcWZKW9/u9ZnkEnpqC6j2CSjmdWMDpNQJST1tWtgNX+UFGTvLCncU15WumXL/Tu/tza1lRVX7Co/cGDfiWNHzt669eDSubMNz2/pqZVqxK/El8daHp6ovnuC2vBYSngnbLunwP4qbDunpFzp0bwetX+YML4E7JXj1iqgD9thbindGnVwd3ZxfnrRxvQzBypGnWY5k6BgYc1qhklF/dSl6rLJpFyC0yQv3bI+Y3VkXnZ6+urYFf5enh6uHu7LfXz8EhNSiraWbt+xu7ikvGz7rpLS7bv37lmdnLo5vyhr3caNOfnbtpZvytu6LisvLXVdRtq6/E1bijZv3bB2ffrqtIzUtMTo6OKCgtSk+Kw1qXaLfmr8E0i/wND4+MDISO/4xKeJycEpYHRouA/e0rgpb0NRwcai/PX5uWuyMxLO/bjXYZACkwNyLlHEwGjEFI2UKuZghBykVIBlMWCollePfztR8/oqpvmRToLuMLBMMgIB/nJTSvCZimzSx9+YNb8bMG9IT87ujFqEvL6Lfv94zeki/N1jjGfniA9OYu//iPj9R/hvx+H3TnCr73OqHp4tWHsqd+3Dg3v2p6yOmzP39rYKQNY5hVGAYi9aAeA1YzAhgFKMw0UgALdKJpuF44388XreRAMfaBYBcDGAlAEocKYQkvEW4VATd6Ce1V1Lf5BzgHvrPUDSAlTDJzhvEisHKLr+Zo7qaQvv1yrs2cctx++izzzk36m2fyCNIMSkSy9AnZOs+1xBzDAPtghAuzVBBxAMAE4/hdWCTa0YDYADK3zA4/R58AxGCwYCY7STbUoArQPQerBFlmwDU5Qwus8BSDgDgNKAL0CqAawBLJjFGEDBEK2ZapOOwcQTLWJQV8RrAJwW/Phk4zS9K8EOZJByuxA/PbZUUael1OluJ4qps4nPv98seABz1LHBRGiWA0yT4jg/D/i4HWBYu5HSPoyiFy1XvSOKX6L4T1vRV9+0XnyB/PkP3I13tN/q+E9bFW/x+mqauZ6lektg3mug/lojfo5UvMax7zcRrr/DX6tEXHjxevdV2MmHlio6VEQ8jFKC4cxU8xTtPwwY5jwdZAXFSk9QjMN4sKGq7tAd8NYAyQjQrJ/Lgcmmz91LUAgWYzoZm2UHt6P/40C52XTLJNUEhmZNJ4dN0czQd3Q28EHK5XVPkc3DGA0Yhsxsn8AbpoigSfizsRlnmMTqJzC6SYwOahj6nDKF1YH3IDDafx+x0xVH0BGnB3D6yTblVJsSQKg+T5sKgAauAOAKACb/PM0yoFk21SwDWhT/nlYlAE2b6vODmafQRRBqAKH+fMHWP30jpBrA6MZb5ABWN45QAkST4x2Neukt+FdHsgy3KYfblGBMF8MJEExgERQYVW3+z4M3AvT2cYIGDFqXOkwICuXVexG8te3lUzqs1sCnGkRUFq6Rgq6V8/BWDddpFIiYCO50yDMEwzQsmGtFx9W11b9g4OtFTERb/YvWuudKAb7LIlYKcRoJUcJBUrHVFEyViNWmnV6UELMRSiFOJQIjBiwaplpMEDJbZVyMUkgxKQW1b5+uT42PDPJLi4tMCFuZmRi/b9vWy8eP3Llwpurp7wdLCh5eOXvl2L7suPCX1y7uy86oSI2+t3/rm2Nbq45upt3YI/h1H/X8FvLpzYQTuayfy2S//yi9f1L+5IK97oGp/rGk8lfi/YvN109WXz354vzxK/t2HigsKNm4MSdjfUpCGiiNhieFhycGr4wPDIoJCorx8Qrx8wwI9PZf5e+XFRdZnJlSkhFfnBy5c03c/qykfZmJBzJX71+bVByzKiPAJ8bXNyowMCYgKMI/MMovMDJgeuPXzcvPxc0XHA+fpe7eS9x8lrr7u4EpWRH+QZG+KyJ8AsM8/ULcvIOXewW5e4d4+q70BneGgz19A928fJa5eS5Z5rlkmfcSV7+lHt4Lli2fvXDh13Pm/WP2vH/Omf/N3AXfL5g/e8HSxa7LXTwXL3JdsNBlqYu7p2egj//KmITMxJTs5LRNSSm5sQnro2IzY+I3xCflTE9eXGJubEJOTPzG6LjsqJjsqNgNXzQJrG2yDpSsAy3rIKq6a4iysmPXZ7tH/Ncs9y/n+81yDZ7jHvrdshXfLA34wSNkcWDM4cuP7lWintdTmikKqrzj9h9NJYcvn7vz6tazmo3FB+csC/zib3O/nO3i6rMqImFtxoaiVVEpHj4hvgGr4hIzImNSFi31mD170fLlvv/855yvv5n97Tdz/vnVrC///s2Xf//663/M+u7bOV/941so4fm7776f9e33s2eB8u+CefM9l4ORzqFBwUH+fj5ubh4uLt7Llwd4efl7ufu4u0IyL7jiOy32gjeVl7tAJ92WLlq2aP6S+T8smjt74Q/fL5z7w5IF86HKosXz5y2c+8Pi+fNcFi0EG4wWzIeinqH9XtcliyEp+M8mZ0gWnuFhSP6FANjHA4wO93BfBiU/e3q4+ni7+/t5+fl6Qhu/Pt7ufr6eEP0GrfCDJsDfa0WgT0iwf1joCsj5vCosKCx0RUz0quioMKjjNy42IiE+KnE65jsjJTEpNnJVcECwv6e/l6uby9ywYO+i/KxHv1+vfv8U2VLV3PDH+7f3mxte8tgok5bZ3ynpsLK1cqxGhnFaWE4LSyvHqiQou5GuFCNbGx/iEC8HusTDfXIRp5mCew+6JTVUk4qsleJ0MryU28oi1bBINWY1xaajQ7XAUHOvQoAUs+ECRhOHUkfHfxQymyEqlnJb5XyEWoyBapDUYgz0SjEbLucjFAIkVAU8Eytt1zMUAqSM1waFMDtN7IEOSa9DaFKRNRKsQUE0KIjtRtanTmmPXaCV4qTcVqUQxSbXilgwDqWOTa5Vi8EtTTkfwaXWO/VMKqqShn4nojeR2l7T0O+MDbysLAAAIABJREFUMkK7jiHntNLQ78iIN3xKvYLbBtGvVQXGPgsYTUJms8PAdJrYSiFKJUJ3mDnAuAUKfO53iod7FL0OoU1HNypJcj5CwmkxKIgdZo7DwGw3snrsgm4bn4b7YNPRe+wCCJX1coKE08IkfVSKEAziOxL6FYv8gUurFrEbDEpst52tV2A0UiSHWqWTo+0GynCvxKwhKIUos5LbZ9ftK96cHL5iTURQdsKq+AA3ObWtU83+ZBZ26ZgWBWG4Q9xhpHFp1RYtGKHs0JEHOwT9Dq7TQIXag/RSlEmB1YoRVjWhy8zQiNpYhHcSVkOHkTHgkJjkoObZaaZZNXiNGDR7KwRoIrLWqhG/ffpgfWpiZIj/Cu+lNEKzXkF1mtgc0gcW4Z2SD5dxmqTsRiUfLmLU6SRIkwJrlGOg9WMO6YOc2zyN30QW4QOx7aWU3WxWEnQStE6Cduio7XqaToKGFFeDDAttZZuVBLUAJWXB7RpGpxHU3FR85LRqhx5wSIY7ZX02sMtqOp0IDCiSsuAdBpaKj7QoyQMOERT1bFaQZOwWs4JEQ7/DwV7I2C3tOoZTz5x+Y5uM3SKgNsg5rVDvkU1NheqCtSKMSU40yYl6Cc4kJ5oVJCkLTka8oWLfCxhNRiWpw8yx6xlqMUbCQ0i4KAkPN/bJ9uTe9a2bNsRFrtqQkVFWtM2sU/X3qtVyjFqK/dQuBnqV413iTzZOh4HT225sbx+0tAMlBxqSC1oDM3HBG8VLE5HnnvTaAOBRna3w4PNTN6pzt59OzioqKNlz8eKtc2cvH9i9n4xDa6R8m05sUNLVEqJORtbJiBoJaKzSSgkmFdWsYZrUTIdJZDOIOm2qqeGe33+9HrrCz6hWf+p07ijY/Pbh3dFOixWMlaZM233rDDJ0t5XRbgDzvaZ1e7Dzyaam91gEEi5Mxm8xK2gderFdJbIqRH123dRg54uHv+RmZ+Tl5QWsiP5ubtBi97VegTuKDuKyT/bMWU2dvxr2bcyTr6Ku++Tc/qWK3TcG9FmtNoVCp+ljyseuV8peIjr2HHny7En9iyePV65wu3ntZKdNJhfhjGpqT7vYqKYqxdgOm8ioZqcmh+XkrMlal5q1bs2atekxibGRcVGhEeGZG9bnbd6UnJxavLVkegcYkPKFCh5fSKd1GHR9NhOlrYmGbKQgPto1rD6bxKnn6iUkARXm0LI7jXyHlq0W4GRspEEK3gWwKOlOPdehZVuUVEjdbdexeOQGJq6a2PqGR27QSwiDTplDyxTRYUJaMxNXLWbAR7u0DW+eHNq+ZVdh9sbk8IuHSg5sS0FWXQem5MA4TyWqxLTdfvbslFpLF0qYKBy2BYUzd3QPTgJdQwMDUyPDwJh1tEs36lSOOrEWUYuG+Y7ecL/hbi36flcvEQA4DtN7jea5QvZsuB019Ulg75U2Ssk/kmGXTaofJbLntp57MFrFzlNHtu38cOta1aOLuMYHVjGW2fZ2d07K4S1ZP27L3Z+39mzp1l8O7TtXXnJ8W/7J0i05CZEqBs4mZWv5pF6LZMAud5r4FjVLyGgzq3lcKmrb5qz9FSVlWwt2lZUd3n9AwObv3LG3vGz3gf3Hz565evP6g/u37lbfvwp/eLr2l4o3V0sfXNpx7WQp7ONDBrKSVHNLirrDqDspxl5WMO/qePcAxxugvRJwVk10wccHKOdO5+4qS99fkbu9YMOWdekaFk3BJLGxzVYty6Ag9jpFWhlZJSba9HwKtm5zdsqapIjd5UVZ6UnREStdly0OClyxfn32pk35W7eVlZZVrN+QG5cQX1i0paR0+6HDR3eU787NK9iYvTklOTM+LjV59ZrU5DVJCSmr45LSVidnpq9Zl7EmISpqZ1lxTERYS3MdAIz099gAYKi/3zE5OTA42AHelwBGenqdE5MjADAulvBPnzqWn7ehdNvm8pLCjNXRByuKGbiWT06DVS106EQaMYVFbhIw27QKioDdBq9/SMdWSpkNMlajRUFw6hgKNuJ4Rc6R0ixc1UPyx98/yXBDIsTeJM+bW2LZT07CLpTWnN3eQ60dFyLor67A7h4jvrqMfn6h9pejT89U3D9e+uB4xR8XjmOe/pYd6Bsz94cDiemA0A5Q9JNoOSjk4tRjLSIArQQxGCkHWqUgANfzRms5Y3XcyWkMnoAJxuDgjML4ozD+SDNvuIk73MTtraaNtwgn28Tgl6ZnrEU4iZCABmaCFvRRk/TDzXzNIzjz59fkiy+up5bBjv5qeoO1viOAEjTdNAFJxBgtGPA7nfE7hYZY1wAQTcNw6UiLbLRVPtammECqQAbGQhU4OqBNDcDkY43iwXrBUKNoolXx+Qrof1XjQJCM1IIA3CYbqWP3VJK735GG6zkAUgpg1eBnxyoBnmP6v8QAesJ1wxNYBfr8k3GCBmA5euCivlYJIB0YQMgoNz4wf60lXXtHvFpJuPIWGuLVStK1d4Tr75CXXjWffYK9Xsl+2Cx8jtBVUdvhAlMdExSN/zws2xTTOsW0gjwp6AIrnSjGSZoZLHmSfwJzoXkdExSj6QMVe+kPxNln5o80gNUOMO3/kX4h9AXolnGyAaBbZki4s4nfePQeCMDTCvkUXgdavmdKg8lgARKItVTz5zhohhXMCZuZP8VEgxHZYPQ3iMFjJP0QTj2AVgygFeMEA5SKDFqdGY5RjBY0BrM6QRokmAC8cQqrn+Ze7SRqetqUk9MzhVD9O7H5/5/eDJUYYXQQ905BGDwNt1Nw+RT8X9wLk4PQ++eBTX91BoNnGBg6M/N0BqT//GAGsxGqoUYRiLgEU189HyCaptAa2e9w/UscQHMARPMkVj+FM0xNgz34Man2/0y/RPMkWg9QwEhtUHKXdY5yNRo4VtgEp1Z9JNV9FOLalAwcE92Ih72jo+s4ZLiA3ipmISVsFJ/WwsDX03F1HHKziImATlLQ1aDqSwfDolFNf6iEBDkPy6fDxSykQUE1KRkyHlrCRmmlJBkPLWS2ssmNYjZCJcKzSA2o5lf41nf4tmoOBWnXS4iIhrKCjcHebpGBvsmR4fkZa07u2Xm4rPjlnZvbc7P2b9uMq3u3fWNGbmJ0w7P7J0s2bYr0u7d/S9VP5U3ntsPPbMNfKMWcLoQf2Yg8sZlxZRfz+j72zQPSxz/1I19aGx6Inv+MvXWs6dKB6vMHXp7c+9vhiqOFOWXr166LT0oIj4kKiwkPS1gJAnBsgH+Uu3uQp5u/v1fASh/ftMhVhWuSitLjwTXgtOjytJjda+IOZiUfzErenhCVHRoU5+sT4+8f5esX4esb4x8QH7QyNjA4zMcv1Nt/pZdfkDsYiOW5yNVt/lK3+UvdF7h4LXIJdHEP8/SL8AmM9F0R7h0AvTLQzWuFu/cKd++A5Z4+y9y8lrp6uyz3dXHzWugKjcfCZcvnuSyZvXj+rAU/fLvg+2/nz5u7dOF8t3nzXOcv9FzuGRwYEhsWmRK3elNK5rbMnIrMnIqUzOK4lPzopLyYpPzoxM3RiZujEvKjEwtikgpjV2+JTylOSN32RTPP/BYn/kCQwVnGhzWErOLjs5av+uLr5bOWrfxqvt93y4IW+UV97RLwX3OW+0Snbf/x53sfEC0cHVvb90czrezwz/nlPx46c/vs1Ucxq3PmLwv4atYST/+I2OR1K2NSXLxXzFvquXCpV+DKyNik9LCoBFd3v29mzf+fv33zxX/97R9fffflP0Du/fLvX3/1j2+/+ea7776d8/33c+bPXzjnh3nffvf9P7/+9rvvvl+wYIGnp2dQUFB42Cp/P7CyaPnSJdMtvss9l7u4LlnovswFcilDEi6ErG7Tm7quSxYvXbhg0by5C36YM3/O7AU/zFnww5yZHqMlC+ZDZxbPn7ds8SJo+xcyRUMADEEyRLwzK77QlyDtd+bo5rIUysfyclvutnzpjNg7I/muCPSFhN/AAJ8Vgb4z9Bu0wg9Kfg4LXRERHgJJvlDac0z0qtiYcHDpNzYiPi4SpN+k2LTk+ILcDSlxEf4eLr5ui6JW+q1Liz1xqOLjm4e17x8jYW/RLe/+eHb9/p2fsIhKh5nf5RD1OkV9ToHdQDOpiQ4D06qlQWgqYDQ1fvwN1/oKKuA1qyntRpacj4DoVyPBaiRYtRjDpdYzCFVSbqtFQ7Xp6BYNVS8nQOVGECRDDEzHf2QSqyEtVCPBmlRkMRsu5baqxRidDK8SoSEq1snwQmYzjwbqWtCXHAZml5UHoS/o7WQ0STgt3Tb+p06pVopjEquhFqIOM6fXIYQUZim3VSVCU7HvIeWWS61XClF6OQESqxXcNlLbaxm7pdPI1gjRMnaLSU7UibFUVCWx9Q8G9gOfUi+gNqgFKKuKAiKQioxtecml1pvVFDr+I7blJcTn0NGspvS1i3rsApOKDLGxnI+AVN92I6vTwu2y8jrMHKOSJGA02XR0k4osZDarxZguK6/LCsZiY1uf0wmVLPIHJum9gFmnkSLtBkpvO1crQ3Fp1Qziuy4bq7edO9ApMGsIVi0DmBxoqa4M93VfG7cqIzI4YYXHpUMVQLehzyAAerRWGVHJbbEqiToJ0qDEdljoeinKIENb1QSrmgCR8EA7TydBOnRkm4bo0JGdBqpOgmQR3vEoVVY1KP+qBRidBO00Uuw6olGBBmO6FWStlDHe3/7s3u2MxJiV/p7Rob52o/hTl6rfKZZzm0WMOgmrgY59w8RXakRtJgXWrMRZVCBNqQQtfGo1m/hexKgDV4uleLUApeIj9RKcWUGyqaldJs6gU6KX4KQsOCTVmuTETiPbIMX3WARiBpxDrNMI8SY5WS8hqQUYBRfdZeKZ5NROI7fHImrXsawqhkPLtGtYBilRzmlVcNvsGppDSwf7ciU4o4zAJdXa1FQ2oZpDrIEu3m3mdhhA6dihpUOcbFGS23UgZrfrGNAbDVK8QYo3yYkdBla3mWuQ4rmkWja5XsiE62TEdiPHYeLolWSQQuUUi47XYVX+eGRnWlJMVnpyYnT0xzeVo5/6TAaJTExRi0GAHLSoxmzaIZPaIRe06zRGnbWjB3hZrQrPfLZqIz4iTx+yQRSzqY5rAiTtwPl72F2nHpUdvppTtH9j/o78worf7z3dvWNv6ZatJpXCrJFoJHS9gmFRs0wqukXNajfyOizCdhPfpudadRyFiOQwSQQcwmCf48KZ4+szUvs7O9ViYXlhPuz9H8NOU69FYVEwxIxmjQhsxjIq0B0mareF6dCBBNhvl/aYxRYFw6ammhUkk5zo0DIdBq5Fy+q0S6ZGnBQCPHV1zLatW6gUjkRsbWnh19XxpTrg8isgYqtobnzN7NUfVu5lfZ10z2vtjV+fUWlILrISduHknYPHHz1t0h7/tW1V4taUNblhIQGnj+3o79ToFTSNlASMmAUMmNPEbTfy+juUVHxT+Eqvgk3rc3LXJSUlREZHhawKWxkZHhUXn7khe2NOXlRkXGhIOB5LGPs0MvZpSC+VSdmsoY52LZ/T9OZFt0EuYSA0Quxkv45Lqpex2+QchFXFUPIwHGIDA1ujEeIh7u0w8Np1HIOUrBPjB52yAYek08gV0WFQ/jPUhOTQMmXsNha+RiPEQjrwaLfmyqn9Ryu2lm9ed3h7/i+n9137sezm6RKzBAYMCXodxME+Dp1W/ebt702tDQQqoxaGtHX39Y6M2Xp7Okb6eoARK/DJCgAqAJAAAHaop7XDWK1gvybV4aQIxydB9yC7Y5DcNUgBJuQj4zqxU/aEgz1IRV2wGq8Z26vbR0oOXdu2vmx3xoa2J3eunirAtP32/JejVY8u79+85vSOTecqis5VFF0sLz2Uu+FkceHlfRU7N2RcObJ3qtNkk7LlTIycje6zSg0KqoKPk7BRJhXXpOJXFOcd2VtekLthX0XF1oJCuUh24tiZsuKKvXuOnDtz9fqluw9v3P3wy8XGeyfbnhyve3Tk+e8/Pn54/mPVIyT8j8YX5/HvzzU9KIe/2Fn7R0X18+IJy0vA+hLoqZ3saR7pw9Z8PJ+fs+r4gaIdhdn5GWnVjx/aFWIBqc2iYYKGIAVOK8WN9mnkAuxwr7a59vnZE7uL8jNXrnAPWeG5alUgeMvY3zc9PX3NmrWpaWuKS8r2HTq4a//ukz+d2Va2fUtRSW5eQcaa9elpWXm5helpWTFR8TFR8empa7LXb1iXmZW2OmlnaWl4yIrnj+4DU2Of+pwAMDTQa6dTkQMDdgAYmgKGAWBkChgbGhnoG+gFgEmjUf/g/r3cDVmFeRt3l27LSo4v25zd8vGPoXZDu1aoEZCm94EpBjVVKcEJ2TC7miyh1rerqHJGC5/UdHJvYcGaqFe/npPimwy0lhEllfTy6taVC8n3T2Ju7Hmxbx3h8XkrqbafjzQSqwWNjxBPL1TdPt78+CLs8WXky1t8+NtOAUUIqypOiI5fsijdxeMTFsxqBkuJSFqApB1HywCcaqJNAqAUIAO3SQG4eAommmgSTDTwxxv5Q3Ws4Xr2cD17tJE71sSbgAmmWkRAq3iojjXayB2qYY7UsSebBQMfaf0fqABKMdrIG6hmDNayxpsFo82C4UYeeFmmbaCejTp5f7hFSDz/DHX6AevmO9G9OuUT+GCzGJRtcQZQziWawQcoDaji4gxgUQ1WD2m8Y3DZcJN4uEk8CZOB4h5iuvYGrQU7ckgmgGweRSgm0GqQkzE68AoINYDUAEjVRCOv9zVO+1uD4pePxgew7kr8aD1nAsb7VM8CqLpRuAAQtgNEzVArD+A5HNXkhqN3umFCQDkMcJzDGNXnxiOaZQit/ISU97VKumHCbpiwt0U8gJB9wig/NypBPcNQ6DSvA6xToltAsGTZQeLldYDD7wSPbDsg7QMkveM00xBeM0E1QQXIYMkTWGjcDTDtgyjFIEoxjFF1NQv+LwAGCZZpA+uL6RZImwW4TlsNE3HqMUC1ghIr2Qzg9VN43eeFW4L+c5kw2QjayKnmz/Nn6J1maeg7DqAVUzQz+OmgjyDpmy40tgEMxwha86lNAW7GcrvH0drBFjnA7PjXr88IYPSTKO0EUjOFAGeiRT7RIoXmz17lyVbZf9jRRanAXxwk0rYopuDyiWbpRKNkolHyb+0XJgea5QBMAc60JvyZkP8XA/+vp63Kz8LvnwH4sywMqs3DjSKAap9CqEZhUrBkmADegmFe//gJJgU/Gr19HK0dalVM4Qwg/ZKt/wcAWwCiHSCAQV/jZMMgUTEhMPbQReS3H+UoDLOpjoeCSSkoLqaZBK8it1STWj+imv6AiJeE/IhoeEloe88kNDAJDdBuMB1Xx6XAuixim5ZDx9WRkB8b3j+ofn23pfYFk9DAwDfCa55W/fFb/bv7LGIjlwLjUmA8KpyBr0c2gvSrlpAELBQZ26BXsj91m1BNH/eWbUmJWhXstiw1PLR8U86J8u2HthXWPX+wNTNlR85axIdXxyuKt+dmvbh5+c6pA7vWxl4pzX6wL//loYLKQ/mw08Wtp7a2ndhCubyTeX0f+UI5/lwZ6/ZhxbPz+jdXJY9/IlzbBzuzo/pk6buT5Xf3bvlpW255Zvq6uPikiISo8ISw0KTglUk+flGuywLdlwf4eAYEefnGh4ZkJ8VuWh1Tkh5Xmhpdlhy1IzVmb8bqfWuTtyfE5K1amREWkhoaEh8QEOHtHe3jExe4Ii5wRaSfX4ibZ7CHV4ind5C7d4Crx7QaDGrCLrPnec5bHLDULcTNe5WXf5RfUExQaPzK8BAvP0gEDvHyC/Tw9nfzhMZ17mK3+Us9Fi73XOTmvtBt2QLXJfNcF8x1nTvHddEir6XLAtw8wwKCEsNjs2JX58SszotL3bp6bVnaul2pWTuT1myPSymOTy1JTN8Rs7o4OmlbZMLWyIStUYnb4lLKktJ3pWTu/gLGMxOUPSiB/fpzeMLGXd8sDfvrD76zXcLmuYcv8o78ZmnAF18t/O8f3MIz8n+6++wDlgXnaREi8y+v4WuLDqTnVRw+e3v/savxSTme3uEeXqFuHsGuHoEubv6LlnsvcvdZ6gU+8PANWurm8/evZ3/x3//4x9fff/v9PPD43Zxvvp393bdz5syeP3/+woULF8+bt2D27B9mfT/nh7nzFy1euszVzdPT08fHJzAwMDg42Mfb090NTGB2X+bivmzJ8qWLli1e4LoEbOWFZFgId5cuXACV9EK7vvNmfw+1+y74YQ6k9EK258Xz50EvgOh3Bp4hvoX4GVoJ/l8A/OfkZ8gmDX13iMM9l4M+Z0jm9fP19PJc7unh6uvjERjgM4O+wUH+IcEB0AQH+a8MCYCSriIjVkKSL3SEVN+kxJikxJjVSbEpyfHpaUlZGSlJseFFeVk5mclJ0cG7Sjd/fPOQhGlEwd/Xf3z8/vWvH97cgdU/pZPqzTpGh02gU4F9RdDyqllDsusZEMgpBEhc6ysa7gNkb56uVCE4DGybjjnYJeu0cLVS3HSWXQMRCWpiWinOqqVZtTSdDC/nI1QitFlNsWioOhlexIKpRGBKEJtcy6M1iNlwjQTrNLFB76iaAmmkZjUF0nutWppFQ4W0ZahKF2r3hfBVI8GqRGitFGfT0fVyAp/eyCLVQO5ryHJsUBAh/NbLCVJuq06GV4sxkCAs5yMghZlNqGYTqm1q6nivqsvEMUjxWhFmuv8TxiXVQj5YMaOZjnnPI9cpuG0qERrZ9JRPbzQqSUTkGzr+I3SPQCPBynigJ9mmo3fb+J0WbruR1WHmyHhtbHItn96oFmO0UpxGgpXzERxKHZNYDfm95XyETUeHfow6OVbAbOhz8pxmOoP4jkurdprpA52CDgtDxG5gEN9Jec1Tw+ouG8uqI1l1pPEB3VivfVvO+oyYyLhgv2hftwivJXYpc7JDO9WltYjxUlqTUYqVs5uUfPhov7TPCaq+UnajhNUAFec6DdQuMwNyI0OJzUo+3KzE6SRIBQ9mlOP4lEaNEPQYm1VYpQBmUePALWszz6TijvU5bl06mx4fFejlui4ttsuudJoFPXYBuA0rRogYdRTUKwburU6C7LYwe6ysThO9w0jrMNIcOjKUhmVRgYDaaeQOdyqceraCi1RwkVDxElSsalPTnXp2t5kPJlFrGHYNA5jq/NQu77dLIURxaNkaId6ipHcYeJ/a5cOdqm6z0Kyg6SUko4xiVtAgfdiuoRlloHpsU1M7DCytCKPgtokZzQ4tfahDCsm8Kj6STajWijAOLR1iXauK0mFg9Vr5OjFWxm5R8hBaEcaqovTZBCNd8n670KamWzRMnYysEuHVYhzIvVpWl0081KOdVlwlRflZsREhaUlxpUUFHVar02oy6RU2k9ys5ulENLuU3aeSdEoEBjZNK6BrlQK91cyQO9eVP4vOh69YK4gpUAcmPz3/O68DAARm4OjPb8qP3Sg/cH5tdnHRtr379548sPdYRsraW1eu2A2qDpNSLweLkbQSskZMsmrYTrPQpuea1EyjiqFTMFQSGo+Fmxjp2VNevGXTxqnRISGTnp+1lopoHnQY+m0qp55rU1OHOsUmBVYjbh1o5433KTqNbJuaOWCXj3Qaei0yu4puluMVPJiM36xTotUKpFKBsVkFA32m92+frgoJPn/2klZu7LIPDvVOaXQAlgfsvGxPPyD22oQL3Cv7NqPxLyuu/GXe5uWzY9JXZAa6xLi7p5KVQFrppS/+Pi9+Tcb9+zelPNxQj17OwxoU1OFOlVFG6bWKrUomMNknZOISY0PXpCampSavCg0LDgkNCl0ZnRiftjYzOX3Nhuy8detzli11215awaVxgQkAWd/8/ulTBYupF3EsUp5ZCt4cgfzMYgaciavWikDVF9J+hTR4h4Hn1HO1IkKHgddh4BmkZDED3msV9lrB37WYAe8wgHK9XcMQM+A2Nd2qounEeLAASUm1qmhDHcqLx3fuLMw+vnNbzYt7L3+58PHRtaNl6y4fL4S9v6rg1wOAEQCcUjmLJ+aTGRyR0jg6LTL2jY91TQzbJgc1k0MaAGADQHV330Ot8ZnJ9sFur1QKm9VcfqdM1S3Cimo0HZT2HrFQx2oQkn9lk49LeD9ZrOek+ns09aEjty5sP3V35/66X87uKAo7fiz99e8nqx5dvnG0/PzuLfvz1h7YlHl55/ZTWwt+3Jp//fDe7KhQcmPVoFnZZ5Bp+SS9mNxrFRuVNKOC7tDzOi3yfqf+x4PlO0sK83PW79+5M3dDNpVAuXfnYcX2Pfv2Hv3x6LmHt57du3jj2fmjhD+uyVGPG16cuvJzxd3HF+48vvLq9S+v7x1venSk6UEF7HlFa9WR5g+7B9QPJs1PgL7aqd6moR6kXFK1KXvl/oqc0s3rtm1Yf27fvk6tyiRh6+Vgj52Q02BQgv8HMarJw33q8SETMGZvt8nx6IbMjLjVCeHT+z4Rq1cnpqamxicmrIoI/9vXX3757VdhkRGJKcmlZTtOnjpbtKU0Z2N+Qf621JQMsD8pd3Px1m2b8nJyNm4o2lKwMStj+7YtE8MDU6MDwNTgyJBTJmHwOISuLuPISOfIWE9vX/vo+NAUMD4FAA5nOwAAPT09DXX1B/fuKcrJLdmUW5SdlZuW+OyXKyIKcqxT32eTaCR4jQxnUJE0EqxWiJbRm9vBv97Ohtf3c1Iizh+uwNS+csrYQI9xQEa5VLz2SHoQ/rcThDuHXx7O7eW02tmt7VzEkIoyoqPbOC06Wn2HFNcuxvWrmVpa65hB/PLyyYMbMzICfAK+/Ir3rB6Q9UyQ1FBNEVjJOx2C9S9fNLj3C8Jwm3SqRTwJWqOlQJtkqkU0AROAxFvHGqphfqqiD9cwAbgIaBYCjXygFcTm8Vr2WA0LgImnmoQAfDqGt0023iyYahEDGNVIE79hzzVwn5ZmAvCqoVah8TWGfu0N7cIb5uV3gpu1qvut9tdkUIgjmEBFEW8EGZhoBotkyVbwKd4IoghU8YrWgnIxFqS7SZwWbLKlWgCaFXS/F967AAAgAElEQVTkks0ARjfRqhhpEo/U8freEC33m0SXXtFPPmD/9ERyvVJ3r978BO54hRpuYg82MHtrqQDfMYmRTKDFgKzXWc8iXq00vCMDLMcAQgaah6UDoBrMtENVwBNE/ThB97kimAEi6ATVBIqlTBvAsE5QTeMUI3hmpnkYYkiGdZJmBs+zbMMk3SBBA6rBXOdnwuQ6AboFZGCKCczloprBI7sdoJj+TwCepushnBrSgUFdV9CleoWlXKkEWE7QN06artIF126niZc4vW0LhU5BpcHgTwxUj0HQnXFHQ2ow9HH4nQDLPoBW9CFl42TDJNU0iFUBVNskwTgO2tTN4K+DZAFwhjHwhoURHIwBNKgjtUCbZqpVPdmqmITJJmGSSZhkolk8CZNMwaXg7m6rfAou/fx4ZpsXWu6F3Mv/ot/xJsl4g3isXvQZgD8boRUAXAlOi3KqWQYBMKgSz0Dv9Nv//XRGB/6zI3qGtBEq0HSN1gJI9UAdH/yTw+pBsZpskf0Olz1o+wSXAfT2KZxh5P8l7D2gojr0tt/zft/9vveck5goKh2k996R3quAgCiCoEiz19g1JjGmaaJRYzd2VKSXmWF6YXrvvTIz9Kp02Hft2Tm+57v3veuy/muvcdZmBoZR+e3n+T8PXA5+vyQT6ILGG/67AQF4Ba0HyEPLeM0onAPwBwC5UdQJJ79tRj5/gn33itbbRulppvS+52C6OfhuQu8biHKZxE4C4g2m5yUF0yJiIjnknt6WR70tj0jId3wafGpQMj+hFrNQLFKPiIkGq9e5eCEDxaXAabgOYl8zsvMFDvYa+lwoERpUiWUULgP+cVqnFJOphG69nCNmEm9euZQeFR60yXFLYlxtcdHlw/vvXLn46JcrhYlRB3eVtb54XF6QfaRm5/ObP109Wre/IPVEcdql7ZnPTu7p/vZA54Wat4dKOo9vR1/Yjbu4G39pD+VKA+VqI/2H/exrBwU3j/FuHMdfaWj5qvLtqT1/HKy8UFG8Ny8nLyktITolPCw5OCTV1y/exS3UwyMkwDcsyCcgNjgoJy6mKCGqOju5KjN+d1rc3oy4xqzkxqzkvcnx5ZujK9JSSpOT8qKjkgL943y9E/z9E/z9Y3x8Iz29orz9on38I3z8Qj19g929QY3X3Ttok0eAk5uv/SZPawdPawdf+01Bbl7h3v5R/sGfwqLDfAOCvXyh8XFytwjILi7Wzs42m1zsPVydfd1dgxzsfdw8wgNDUqLiClIyd2YV7EnLqY5L2xmfuSc2fXd08q6IpIrIxIrY9N3JOY3phYcSsxrjsxo2p9VGp9bEJNfGptUnZOxLzD7wtx72AEo0cqeZkFx68O+2wX+3CbL12Gznsflv/3ReY+//Dzuff9r7ppfVPO3Gck1TLOMUUmLcd+WOS3RWbG7lics3d9We8vaLc3MNdXb0CwqIjQxP9PUNdXDxsnVxt3F13+Ds4uYbvHajw//4z8/+1z+/WGNlvcbK+vMvN6xZt8Fqvc06K2ur9RvXb7C2trbduNFm/fqNoO3ZaoOto5OXj3dQSHBIWGhAUKC3t6e7u6udnY2zsyOUruzoYLPe6gu7jVYeLk7OTg6O9g72tnb2tnYOdvaO9g4Odvb2tnYb12+AxnrDRpuN1va2do72Dk4Ojp/Q1wFU0O0goP201vvvfAvJwhAAfzp+wl0IkqEjFArt7e7m4+H+Kd3K388Lin0O8PcOCvQNDPAJCvQNCfYPCw0MDwuKCA+OjAiJjAALfqOjQqGuo0+qLyT5pqclZmYkZ2elZmel5uakFxbklG7NL8xN37+34qdvz717cR8Lb4V1vGpput/V8hjR9QIFe0nv71DLiEMD7AEtRSXDKSQoFvk92C1kEW/NGuqAsh/8X1yEIWPemjV0KRdJxrzVSokjBq5aTDSqqJODvOlhwYCyX8DoZhDfU7BvuNSOAWW/UUXWy4lSLoJDaYc8wBCFSjhwSArm07sgbVYjwZk11DEje3SABWmkQzq6Xk6EkHjcxNFK8TJeH2SHNihIRhVZwoFjYU8ZxPciVi+kSDOI73HwZzT8OzEbppMRoM1hg4IEbQjrZARIsoZWf5VCNJvcRkK9An3RlA4VHzWkpg6pqRohRsqCSVkwGRs+qKIY5SSIhRi4d5BHWsqCaSQ4SJGGUHZIR58dlxgUJBGrl4R61df5kIR6JWB0Q/KvUojm07sg9zXE3mwyWPuG7nlCJzRrpXjodR43cSYHeToZQcDsFDA7hw0UGb8X1XOfTmwya0lTw+ypYbaE2y1kdQyo8MCKzqwlGZS4USMNWDI1Pb4d6eezPSczxt8zxtvl22MNwIx5zij5OCDUcpBjatq4nm6UYccGKNMj7KUPEsjhDKmyCl4vhLujegpkitaKkVoxcn5csDwtGR8As6/EDBi4Bqyl6KRIIaNVI0aMDNDNGrqMRxrWSU/sr0uPiwrw3FRXVTqoFwpZfToZYcxANasIYmYHl9wsoLVqRH1Q8S+oK0pQw9r+SRMDyuIC86VYiDE9d3FCNWUS6sQkBRejERL0kv5Jo2DaLBrWgKLuxADfICXL2CgK6l3Tw1+a//yNgmyWMJBmBWPKKDJIKAYJZXFcPWUUDalYJjldLybL2Rg+uZdD6mQRQAe7iN7NJrYIaV0Kbp9agNaJcQYpQcaGG6QErQhLw7zhkdu1IqyA2skjt0M+51EdY2KAPaSmfhgSDGtow5ZV4Wkzb9zAGlRRoLZYtQArYYNtKBIuRiHEa2UUg5KulJCEHJRGRhsfVJYUphfmpgf6eFz/8fvl2VmDWj41oV9aNE0M8XQSzKSGNa8XjoloZh5RxmgfMhFVZoJ8TH63s7/gUItvFiy+nJO6/U3GjhsYLjAOAB041fkfHtceupSeuyMze1tx0a5L56+ePXk+NT65s+XdmEn7cdQArEx9GFGatdxxs2R2QjM7oZqdUi/NGqZGFNOj6rkZ88SIvmxrXkVZ8dLsDJOEL8pIkTKIQ0qBQUIbN/BMiv6ZIS6UWzZpYsyOiIY1DL2YPKjkTujlEwbJiJo1pqNpxDApv9Wgg2u0cKm8R6PvF4qIC7Njxw8figwOPbi3Ht3VPWk0AMsAjQNklbeUHGcVfzPkv0/7t6iWDcktG70uFaders06Ee2Z5+SYeLeZnVV38e+uXr39GACYGdRw5TzCqJZrlNHMcvrKpHbKKBlW84HFSTy8Y0tGalJsbPzmhKCA0KTEtPjU1NS83JIdFVl5BcUlO/bW7vN0801Nyjx34hwdT86MS8pNTMR2tGoFLLOUtzCiNSvpegkR4lUysklE71XysBbLAEPFx00aBXIOmtz3Ti8mG2U0ER1uVlIXxuVjerZWhKdh3im4KGiEtJ5BFW1mUAhZJGTsvgEZ+Kb9+dLRbTkJJ+srnt368cXNHzDvnz746ezV0zVn9hddPlVx/YcjOPS7D7MjCyvLAql6/CMwNL0wtQxMrq5OA8AYAGgt2m/71Nzpft6RfuFJuuxrjvyWVNU5PEQYG+hTMrq43Uh+Tweu+R2uq1nGeWRUn1Yrahicx5NA/a13dZVnz27d9/bMBSXiNZv+8G3L+dMHC2qK4k/sKrx6tOZiXcWBkpyzu8pP7ig9XVV+bGdpRXqiScAckrDGVYJhJWfaJB7RssH0KaNwalAyZpQuzQz++sPFym2FldtLDtTVFeVvef3sVVc77NSJc+fPfXv2xMUnvz/9/eK3N080Ut5cm1PBGeg/rt8+cefVzzdfXH/f/ZiMfCzDPzQzHhmZf0wbWyeNTXOau8DYC2Dk5fzw26UP6OkJwtEDW+qq8uorS2pKS2oKt0oolDGNWMCAqyVIpQRhVBPEnB5gQWNQ9VMI74Uc5PiIfGRQ1tPVFBLo4enplJaaEBUddvPmb0wmc9+B/Z+tW7PW3up//P3/stvkZG3vkJu3JSE+JTUlM9lSbpGZkVtSsq20tDQvL6egIL+yYntJQZ5eLl38OAUsfRwf1hl1Yko/YmFueGl53GSSA5btbDaXgUD2mkeGlwHgw8cF0GC/CuhVuq9Pnd6alVldWtyws7QgKea3b05xCT1GObgWLuP1Qf9vKjmoIRlNTkePafgNO7dWFGQ8+u0HGYMwoRQZWATgg2lfdvTPtYXcl7/cbcyH/XJcjW3m9r5i9zzjIV/LSW1DAtS4nGDioT5o6DNqho6JnFawfj21//j2gn1bcsKs1r/86gdAObNIUn7ESgC6YZWsmUWJgH7NMloK9hKhZQBGDuZdIaVAn2QVIV7q5Cx3cUHW7REAvcL/mg7uSitr4Q11vokCtLCBbhHQxp1/2b/whjb/lrbYzFhuYS22sBbb2MsdFgamGAkXH5hf4VdRUlB2xsoBohrMwepTzrXzjU9w/F9aiBeeoE/dQ5+6hzv7UPUHXH0XYXyCm3zLmG3jLXWLQTWYMgTCMHEAwGmX0cpltHIBo5zo5uveklf69Qt49TxSvoBSLCMVH7uFQ68phvt92hstsqvPWef+IJ74lXD8ev/pm/QLfzC+vi++9kp1p0X/oJPz07MlGBvASWbayGBDsnpR9Ryneo4DSPoFjHKqV7iM16wQtKuQf5igXcZr/n0gDfYvF7FlJRiMkqYa53GqBbx6kaAB0fSTFMwaXiBpQRFYOAkIJ5f79ZMI8SwUtU03r/Trl0m6eZxqHq0AeZs9Cj4p2bDy3w2oMDMGP6DlAM20QNAsEDQAa5j263vub22gMAuXgUvU4IBrt5bNajWoBkOBzJAp2pLDvETULhK1ELSDlux/AfAsVrlE0oHyL0TyjMEVsmGRoAGIA6AKSjIBOP1sjwS8WkE0zbQLQOgFRw0OXAX0Kla7ZStd4JruapdwpVMAzWqXEHyr9IjB479mtUv4aSzALP7r2CFa+df8a/X3k/b7XwAMPovFJv3vDPzfy8K9IDODA9Gv5fiX3RqtAa+YdArB7witsWySaz52CljXWgebaOC1GJwePFp8Ckt9yv+Ofg0AbgBAGQHcIEAcXMbr5okqgG8CZOZZgZzw8nXn/Tsd9+/AXz7GtrxgINoEeBgL3U6EvUV3v8DDmyiYFhzsNaz1MR7eBAFwX8dTeNuTzrf3Xj36Bdv7SiUkSthoOY+gElDkXBKPgqRiOsmodhq2i0nsxsPfortfobpe8qiIUQN/WMcVMvqo+DaTji0VEZRi8oCayyYjFTzqoEL07Pfr5VkZMV4eudHhB3aUnqmrfnPnt/f3f8+MDinLy3j/4lF1acG27OT2P+/e//7CvoK03cnhvx/a9ezU3pfHKp/UFz6vz3/TmN99rJT8TY3oxjHKt3uRJ0uxp7bxf6xT3jrK+akBcWZn56nKlyd3/76/6uyu8l1birKScjdHZ4dHZPsHpbi5R/p4RwYHxgT7hUQFBqVGh+fGhlVmp/wLgBMaMlPqM5JrUxKqkxP25mZW5WSWpSRmR4YmB/omBvglBvht9vNLCAyMDwqK9feP9PYOdvcMdHUPdPUMdveO8g4Ic/cJcHLztHZwWWftss7adaOdp51ToJtXsIcPpAOH+viHePuF+viH+vgHevj6u3l7O3l62Lu5O3p4bvL18Qzx84n09YkJC8+ISy5Nza7K2lKXXdSQkV+fmL03Ibs2OqMmMnl3WFJ1dGrN5qyGxOwDCbkH4zP3bc7aF5+5PzZz3+b0xqi0+qik+vCkur9109Snrz0Lz6j4clPUP2wDP7MJ/NIxeKNLxJf2AX/7zGG9e1jNycs9NKF4eIasNLdReEWNJ4PSizN31FcfuZSSW+4bnBAUkuDlERYSFOfpHmRrs2nDBkcb+012rh4bN7mstXf4+5p1/1yz4bMv1v9zjdU/Pl8Har/rra1tHGztnGztnGxs7Tda21pb29rZOTg7u7i5efj6Bfj4+Xp4ebq4uTpbPtzcXDw93b28PBwd7W2srRzsrZ2d7OztNtpuWGez3srVxdne1m6DhaQhyrW1trFauw7iXltrGwiMISq2t7NxsrOFtF8nO1tXJ0eo1PfTVjBkkIa2f6EzP6HvJza2SNB/VSJBt0Hh18Pd39PT39sryM/X18fLx8Pdx9szMMAvNCQoNCQgOMjP388rwN87OMgvLDQwIjw4KhJEX4vtOSI2JiI+Blz3TYyLSk6ISU3anJYcl5GakJ2RmJ+TWpCXXpCXvrUga1txXsX2ggtfHYB3vp4aUgJLY1NDSjqpu7P5fsf7+yI20qhljg/yR0zcIQNDJcPJBAitHGfS9H8YE0wPCwa1YKWNXk6EpEsBo1fA6NXJSEYVVSXCjRjYH8fkA0qKgNE9qKWZNVQxGyZk9qhEmEEtbWZECO39Qmu3kMhpVJFlvD6jijyko2skODkfOaSjTw8LRgxMyC+tkxG0Ujx0AvTskLTLJLUQkS8p2DcCRrdJTRkxMJVCtElN4VI7ML1/svpbzRqqUUUWs2FiNmxQS5sa4o8Z2ToZYVBLm5+UTZi5YjZMaTFaDyj7B7U0g4LEIL7v63yI6f2TTWzRirAGKQGSBAXUToiLBmTEKRN3VMdg4N4h2x/I2PApE3dIDUriOhlByOzhUNpNasritGLcxJFw4G1NN2Bt9yjYN1DgFpPUwqV2QNArYvVC+C3j9VFxb1Hdj9vf3NRK8WNGNiR9m9SU0QHWiIE5YmCOmZgQAEu43SYNUS1BClkdOjnGqCZoZWBP8uqcCqwO1tEnB3lzE8qGyrKUqIhYf5/EUP+s2JAprVjLxQ/JaBJqz6SOCcwoef3Ncl63SYXDwh/OjHLMKsL4AG3SxFDyYWTUMxbxjVqIUAsRMk73oJqok6C0YuSHYc7sKM+kBKuh5kbFBikB7LxVgrqukNUh5SJkfOyQTjhikNZWlG4O9/faZHP2RMP0qFohJMg5iA+D3CkjQy1E6KRIvQxlkKPHjdTpITDvyiDDTAyyV6aVH8fEBgVZxOozKKhmNWvcKPw4qpifUM8MK0wqtoJPRLQ/Q7Q/e/T71Qe3vrv108Wzx2tO7K8o25JYVZpdVZpdX7W1fGvmjqKMg7Xl5443/Hr1/K1fLl+9dOy3H84hOl4alaxJs1QjpnCIXToxGNjLIbXTMG8kzF4xo0dI6zLKSXIOgtvfphVhLdc48OMGzqSRxyK0kpGvxIweKQsGgS6H1Cpjwy0yNWNuVAx+5cNCk6IfMmybNfQPE4oxkxBEbjpSw8ENyllGNVspo8vkzKEhVX1N+Y6iLb6um659d2XUZFIrxHq9eGpSrZGDV0wm9LwZPV/DwCkZSDGjbWGONzhB1k2IjPPLB757G5X3KKuic+f+N7FZJ09daTZMAiNzwMMm2N4DZ0p31MZsztxVUb+nqqF06449lbt3V+66f/vm/ds3rn3/9akjDQcaqr4+f/TRvetdbS8pRLhUSJsc1U2OGp7/ea8SFL0yDjbWNb9+UVFWUpaXZZBxxTQcj4Ic0/EE1F45B2FUECSsbo0IBeafmYQTBoFJzpSzCQJyr46PHFHhlIJOAfuNRtWrUHbzeG1SCXJmUjWkl/JppB8vnk+NjqwsyKsuzr9x9bfL515Hbj6XtfNJfHV74hHxhswe6/imta5n//kfmzf+T39Xq7i9e3560izppg2m7ijTT+pYDIxaSJ0wiGbMsnE9f8Ig+DikmB1Wrn4YNsh535w7mRgblZeVXVSwNSYyvrCgNC+/KDMrZ2fFruKS7cUl22v2NgQGhJZsLa2pqnZ3cooODuzvgxvEXCEFKyChxVS0WUkf1bGgdl8OqZ1P6Zoy8WVs1IiWbZCSl6c0JgVNQO75YBZPGgQCaq9BShrSMTVCnEKAYRPbtFLisIbxcUxquQenFuClXLSYgdBISKM6jlnBwHW/PNm481TjrtqSnO9P7n9371rPizuo5odvH/xw9WzjxZN7TxyounT2BLIPPjoytWyRf8cBQDk1zZ8cxw4NvtEb7uuHjlKFtRTlbrp+L8u4n206xdb/IBx4qh3uGh7DjBn7pwawg3rU2HDTyPDXIvEBgfArqepXsX7L0e8uHr1ypWLfV1lZbdfO6GWtXZ1Xe5qun6kp/Xpf5fm6HWd2lx0vL76wt7IuP+tkRVlpQvTXB2oXzKo5k1LNBbOXjVLQDW7JtWabFQydlLbycbDpyZ3KbVv2VO6or6nekpd/7dqvNDr7yo+//Hz994uXvnv65MXd67/8dKa+89l30yacTNxy59nFnx9ffAN/SOV1Tw31Lw1igEncR/U7YBa/MgUDRt4DS8g5Y9Oo9jWwQF2Z5/7286G6qvxjDVV7txWXZmYgmt+MasQUTItORpgaBu0kH0e4GikYMDE3pRjSc1gUmJRPGhyQtbx7VlVReuzoAZ1WOTMzdeXb7+zt7Yu2bT126mjk5qiyiu12DvbJKWkRYNRnUmHh1q1bS3Jzc9PT0wsLt1RV79xeXpqRmdLd1gzMfQBW56fHjWaDlNaPGBtRLy2Mzs2NTE2ZJ6dGdHrV0+fPqnfXXPnxF9PQONgwvQxMTX6cn12YHh19/eTR7rLSqpLCY7WVaVGBlUXp+J6m2WG5nI/lUrumzSKDgPRhQLI4rHr5xy/VJVnH6yqf3PxRy6cI8D2zWoEI+b4odNOf5xpavz/yW90WefdjbX8nH/1ORe0xCTFaNnyA3zcoxsgobeTuJ9iW+2NSyopJ2v3oxt7spBM7tvp/9vmPlYcA9YdFsmoSJQDYxlWqdrKPD1B1C1jpIka6jAZnBS1dxchWMRYYRitAJMYoALQFjBFgVhbIw73ChRYGqAAjpEAbZ/EtDejgAaCF1RK3C5MBPUKQc8BwadkqTASQDPI7ndTvX4IFSATtYp/oY69gppO71CsCs6lwejDSGatbRUjnOgQzrSz57V7Bry3Mq2+o3z3Hnn3Ye+wG7NgtzNl75O9f8X5v074gTPfywVQqsK94YLJPqH1Hkj9Hgy3BTcSpTs50B2fgGU5yo5X37Z+crx8wzv9BPnWT+NVvhJO/4ixDOHMTceRHytd3FbeaBddfCW80jb7GzHTSP/RwAeqA9BGc+MMLsIVYPA2mMVMHVvCWZVqS4a/0aYJuGateRCvn0YplvGYWKZvtE4ORy/06gKgBg5QZgyDo0oygLk0ygFou0QBmJoMwbFogaecIanAZWDQ93MVFX33x5uj11lO3hI8QIDDTB5dw6iUcKAj/twrwCiTbMgZBSZYxuIBXz2GVAM2E+uZPye0egD023yNeRkhXkcplhHShVzLbI1jpUywjZctIxQpKDhqkMUooTHvRchFhEauCOB+UoPsNAHkA4IxBNA7FX80gpeBzkcEWZdDzbFHmp9r5IAMTjHPdkqUe2XKvHIApQfqFKYEe+XInuKcNqr4WAF7u4K90Cv4C4F7Jv9MvxMbLHfzlDv5iG3exnQfanjv4Kx0i8Pwuy8ng3q8Q6BADnSKLBVoMWqB7wJVgi8IstkjKUDq0FOiBkFhkQWJLUBYoL8vA+OhuKXgEHfJy0CQPvjllFm+2dKGTD+ANiz1C0JNP1IOZWLRh6V2Y8SXpL9THg29REIOxuv9PAMaYAdrUKs64gFEDjMGPJPk4QQCoBk1EGvXde9jDe/A/H5Dam4Q4GBvVDmt6QEO9p6Le09At/ahmHOw1DvaaQeiQsNF0fLtRyYBisXCw1z3vH+LhTSN63oCCyaf1WZaH4f2olq53D5GdL4QMlIiJZvd3Y3peo7tfMImdHHIPBdPSj2nmMmCjZoFeRVdLKAIamo7rHlGLF0cG+ETMoary0E0OebGRFw7Unq6vvvrVYUzbm/L8zJzEmJP79tZVFBelxV2/fLr5wY1rZw/syYo5sz3zZmPZi6+q3p2sfFqb+7Imu+/0Ttz5Sup3Nawre8kXyjHHC9DHthBPb+u/UAk7tbPzTM3r0w2/H6o7VVmxK7+4IDU/IykvJDjB0zvC3z86PDQ+GPSnhiZGRqVER27PTivPTN6VmVyTlVyfkVyfltCYltCYkbQ3K60mN3NXRlpRXExWWHB6aGB6SHBqSFAiuBjsF+3tE+ruHuziHujqHu7hG+0TCNYabfIIdfMOc/cJcfUKdvEMdAXHycra1dre29HF38Uj0MM72Ms3zDcgwj8owNU7wNU70M0v0D0gwCPYzzvM1zvCxzsydnN+asaOrPya9NyalOya9Ly6nKL9OSWHU/IPJuSCk7zlSFrRiZSCY7GZ+8KSaiJTGqLT9m3OPBiffTgu60h02oGwxPrguL1/u3LzeWzmdqtNIeucg//TyuM/N3h+buf7t88c/uNLR3u/6PO/3MPxlUiOtJfO+/V5c0RWgVtIbFxGYX5pdVpeWUh0ipdfpIdPqJdvmKtHoL2Tx3prp/XWDtYOmzbYOf19rdV//O9/fPb5OmjAyKu1oPC7YaOdjbUD6HZet97KaoONjZ2Li4uPj0+A5cPPz8/Ly8PNzcXFxdnVxdnNdZOb6yZXF2eXTU5Ojva2Nhs3brDauMHKxnoDSLOO9o4Odo4Odg72trY2GzesXwcGZ637cr3VWns7Gztba1ubjXa21g72ts5ODs5ODk6O9pajraODDYjQNuttbdbb2210sLd22eTg5GjrYG/t6GCzydneZZPDJmd7J0fwTCdHW5dNDm6uTu5uzuBxk6Obs4Obkz2UNe3j7uLn6ebv5R7oCTJwgJePr4ePr7u3v5dfkJ9/aGBQSIB/kJ9vREhgREhgWGhARHhQTHTY5s3gxMaEpycnRIaGhAcGJsXFZKUmpcTHJMZGpiXGFOSkpSZG5qbF7tiatSUrLjs16ttzR9hkxMdx5cgAb9wkmBwSD+nYg3rmmJE7YuR8HJMOD7BBVjSD/CbhIaC92ZkR4ZiRDYU2fRwT8+ldeMTzAWW/QoCS85GQDKsSgWm3CsFf+VIKAQrKcIbSoVQiDJiuTOtUi7HTwwIoihlSSo0qMKh5wswdHWBB2AytGUOxVSMG5pCObtZQh/WMcRNnUEtTi7HIrkfd7+/A2u6x+luhTx/WM/RyIpUnlgUAACAASURBVKu/FdHxANn1iElqYZPbWP2tUi5CLyfy6V2Q6Volwpg11AkzF9oE1krBlWZoqVjI7IGyqcRsGJSaC32WVooXMLqZpBa1GAtu5Cr7IarXy4kTZu6glgbJ15C/GnJ3y3h9kJAr5SLwiOcCRrdORqATmpmkFq0UDy0zi1i9YjbonRYyeyCLuFYK7hJDVwS0UvzchBR6zaeHBQsT4vEBBuhB5cOUfJhKAJdzeySszjED3agAg5d0YgK+9+Wolrs0oYE1/5kaGZwQHJAdF+m2cc0fP19aGFFL6IhBJVkrRBkk6EElQSvpW5oWDWoIOilSLYIr+bBBNVHO7ZGyu0b1FIMMw6e2aER9nP53QnqbmNmhFSMnTYxRPUUlgEvZXVoZdnZCtDgjmxkTgAZvLV3CRStE/R/GtRR815asuIgQDxfHtUj4Wz4Ho1fQVqfUs2a+SYKTsTslzFaduHfCTFyc4i5+4DNITf2Yl3oledwonDDLx41Ko1IwOaxc+micGJLxmZiejlf3bv90/vThI/tr99VWZabE7a7YXlVRGh8dfuHscRIW8fzx3ZNHDhTlZZWVFDQ27K3YuaOsrLS6ete2bSVHjx387tuLly+fyUiN3VGa09f9RiWi6qQ0s4IhoMAmBviTRp6E2cvEN1OQLxQcmFaIkrFgYnq3jImQMZFSBlLJxhvEZDEDxsC945HbzUryuIGll+CVPKRBSoBmQEY0SAlqARo0w3MQGhlepaHMfVQPC8lGEnKIjJsSc8CLssMapUnxYWmGgEfX7NieHhmTFh37+vmzubmP83MzM5MjE8MDk6OG6RHDhEkzalCOGuTTo1qZiMZi4Zksyvu23iMnf8zOO5ycvj8lC7xUmbe1oaLmZMORC9X1R3dW19U1HkpLz87JLUhNydxZXnX44LGa3XsPHThcUV5ZtaumoWHfrl3VdXUNR48ez8jI8PHxyc3NLdxSUFy0NSwkNCsjs2Rr8ZlTpxUSaX3NnuKcdDK6d0DOEzLxnH4Ek9itEhLFbKRJTRs38dQC7JCabvEAc3ikDj75vVkOmzHjRwwYMbdVJUeK+TAM/LmAAR/X8fRc0qxBuWDS4lrf/3zh/NHa+h35O/eWnMlOaIiMKnYJLIzJ/yk0+4+AlNv+m89/aRv5j883/Xi1xaAFUMiVO3cpX106L9P0MyndZgVLJ6LMjajMao5WQjVpOFPD8vFB5dVvTxfmp5UUbykv3x6XEL99x878vKKywrLKkh2FOVuC/QOysrLyC/Jc3Jzik2LsHdYnJIQzKJgJk0rGIWPb346rxP2w93Qs+Lcb+qeAS+2gYN+wiS0KLkpCh2kFOL2IoOFjzdL+aQN3XM1WcdGTg4LpUaGcj6aTWhnEVjG3b8TANShpcj7WoKTrpGD7q4iJHtLzpweVQ1oeMGN8efeHvSWZFw/t/v6rxr0lmadqdzz99VtE0+PXd355+tsPf/569Zvjh2pKik7W1z/64w8ECcceGsCaDG8Uyu/o7HNCVTVdXsYZ2Cb9UCJfLOR9LOPPHtEA53XARdnqVdnCt1zTNdnQyzng0Tzw+yxw0TDRQOXcGxo719Kx98z5Q3trHl46M8MhfhBiOx5dbH38zQ9Ha74/WHf1UP2PRxq/2V9zqnr78YqSE9Vlx6u2VW9Je//gxvygYkonlDOxEhpKzkIrmSgNF61gIKf1AgkNtTCmU/Kp5UVZDTWV5TtKauv3VNZUibTKO8/+/O3x40u//XTzxd1f/7z2+5/fw4nPBj+wByapGNbzTuxttqx1dIK0OEsDAAEwjQdmyVO69hHFu4+GHuAjDfhAmzFjlz9wgQUljdhy/mTN3oqCI/W7tqQnXDhxEJif0EvZE0aZUUbTibAr45JZM392WDiiZS5OqBR8Ig3bNTdunBjUfhwfHBscGDYZ9u9rWLfmi7CQ0J9/+uHSxfP5eTmZGWn+fj5ffvF5dVXl1qKCnJysnJysioryuvo96ZkpNXVVqRmJ9x/cXvw4AazOzn8YmpkwoBEtMhENAGbmZ4enpswz02OLi/MvX7w5fvzc8eOXqqsOP3zYBKwC8/Pzq6ury0sLc7MfVhfnaCTc4YY9u8qKGqt3lOSmbM1OunP9W42EOaQTShjYMRXXwOsflbNvfXOiqiDpVH0ZoeOZWUxSM+FDQjwP/rIw3Pn+mbqX3xx68FWNBvtOgn9P7nkmJrcNy/Fqdg8P30SFP4E1XW95fIXU+QD//q4I857f+64uJ/FcZWnwZ2u2+8cDyg9zZOUCVQ1wTfMkxSpVA1A1AE0P0PRzaPEMjAcGWfXrwSNRCzYDo+VAnwTUhNEWEkbJVhHi+Q7OYhcPJFukDEDJwSNcDP6xT2bpJVKCFUQoFVRBtIyULSJkw28pfWfvA6zhRaR8oU8y8p4B4NRz3YL5Xv5Cr2gJIVrqs7A3GFIlB9Oh8UoArwH6LZ2xWMV8j3CynaF9iRM97qXeaEZ886Dj/J3ey/f6f2viPwKLiGdRouZDV3/I2iP8vWWymUL99hH16wfkC3f7z/9BOHMLd+om9qsbuFM38ad/J5y5RTx3B3/mFu7077jTvxPP3aF885Bz9Rnvl1fCW80AQQ7gZbwbb0S3WsGvhG76q/sXpwGwajBgGa8H3dcoFYDXQTU/q2hLqhaYrS0B+oQAQgBuSqOk4IUDlAJUYvvNQP/gCk6/QNABDPMkUgIo5haJWurN1rfHf6P93jbdJ1klGwT3el/u+2GolWlBTT0YgoXXAyRQ9F7B6cCGIfowGD2F04JRzMzRBYwabN+lj8z0SgDKIOzM3Yn3DLDUiqAD867Bgh8JgJQvgznesiWEaBEmhl7tRbjQQshycF8aaVmcRlmiyCxBzSsoJQjJ/9bfu4rXQsC/bAnWWsGA7corKCVI1H3gLPVIlnulK73SvwRVuCW9Ga4AubRH8O8DRot3C1Y6eSudvNUO3ko7d6UdXDiHBrzdwV1p51vu/6/jUit4DsjAXQKgW2xx2gvAe2BSiwNftNoFAjb4mKDILLCUJFnUZvDpRODlmF4JABOD51suyoCr6XCL279PDnr+La/VKgKsBFvpk60gJatIOfizo5nhp+8sImRT7VwwlhyylIM39BZNWA9gLIO1yL94I7gAjDOu4owAAaxBXunXL5G18zTVKl+ngeH4bV28rg4urB3z5rGBS2D0vUM2PyJ1v+qHvyHCmqjYVgEdwab04BBNOEQTm9IjYqOY/V14eBOx762QCteJ+oWMPgahg4ptpePbqdhWbO8rVNdzHOy1ScUc1LKwva+QXU+RXU+xsJddzffEbKRcgOPQunh0mF4ObqloxP1yLkknok0a5JMGxc0rF0I9HJPCAurLS47u3XX52MG+pmffHWnMjwtvrCg+dXhvcX5yY03Zn/d/+fmbo43bs2pzY3+oLfrz+K7nh8ub9m9/d7AEfamCfHU35bsq0oUy/Oli2IGs7sZMzIlS7k+HONe/aj9de3//zntH6y/tKtudnlyVn5sSkxATnRASGuXrF+wbEBoaERsdkxAZERsfE5sZH7ctLWVXRkptWmJDcuy+xMjG5Jg9qQnVmak7UxIKIkOzAgMygwLS/P3jvb2S/APSQsKi3L29bez97V1CXL3C3XxifINifINC3bwDnd1DXL2C3LwCXDxAWdgvKNwnINjDB0y9cnTxdnb3c/UK9PAN9vCL8gsKcfUJdPEN8woJ9AzzcgsJC07OzNiekrYjI3d3fnFj8Y6jRWVHcwr3ZeTVpeXW528/XbDjQmH5xbxtZzMLT6XkHoMmNvVAYtbRpOxjsakHIhP3RSXtj0hoDI7Z+7eIhIIvbHz+95cuVg4BX9j4/GOjp5VzgJVLYHhK/s3n7x+3wn99+u41Anf0yi++8WnxW0rrj5zZVl6TmJoXHB7v4RPqsMnHztnDyc3HxtHNysZpjZX1F+ttrGwcrGwc1lht/PvnX1qtt92w3s56o4OtjZONtcOG9bZrv9zwxRorW1t7OzsHR0dnFxc3T09Pn399+Pl6e3m6u7lu2uTsCPEthLKfgNYGLAXeAJGtvZ3NhvXrNm6wst643nrj+k9sDEGvvZ3NJwB2crSHHs3Zyc5lk4Ori+MmZ3tHBxsHe2uIbyH6tbfb6OhgA+Gum6uTq4ujyyaHT+Pq4ujm6uTp6uxlaVrydHHycnX2cXfxd3cN9HQP8vII9vKOCAoLCwgJ9QsNDwyNCo2MiYiMDg+LDA0JC/IPC/IPCfYLDwuMjg6OjQ3dvDkkNjbU18M1KiQkPTExOy05NWFzQkxEekL0lszEvPT4ssKMwqz43NTI8yfqmf09s2PqcaNwxMCGJNnFacXUEH9Yz4Ak0E/HQS0NcvNCa7cQ+0GlPioRhtXfyqG0D+noXGoHh9LOpXZAPUZQlZGYDZNyEdAvlAYFScjsEbNBk7BCgNLJCBAnQ4uvE2buzIhQzge7SYf1jBEDE1rQNWuoZg1VLcZCd0Iq6LiJM2JgqkQYJqmlq/k2EflSwoFDsdJQ5ZJGgqMTmmFt99A9T8RsmFqMlXIR0K+zkC9azkdCzwVR/ZiRPT8pMyhIVNxbCvYNpAZLuQgRq3d6WGBQkKDcaSaphUlqgbaFF6bkbHJbT8sfWNjTfvTrvs6HqO7HTFILpIpDq8hqMZZDaefTu/Ry4odRESRNU3FvkV2PCH0vIDO2mA1TCFAQfkMIDZ0P9TNppXjoEyGQ/jAq0kuxKkEfBL1UzAtE221c70Me5b2CB1cLkUJaDyhpCkmjWv7CmO5kQ1VmbHi0n0dmbGhSmK+CQ1RyceMGjl6KlXNhXHIzuLJrpoPqqwqnEsJIyCeQJ5lHec8mvR3SkCaMdLOKMDPElrK7oGwqBa/XrCIo+TARo90gA0uYBlR4vQJMZNUrwVwiNqXHpOXOTuqf3Ps5OzUiOMApyN9RJu5XyqhmLcgM4xr6ByN7WEMcUuMmTP0jerxS3E0lPGdRmzUy/KCOPWIQL30YXZgaVwjZsK6mB3evnj+z79ihPUcO7amrqagsL91VXrZta1FxwZbSkq1XvvsGi0H1dLefPXNye1nx9Z+u3vrt2qGD+/PycnaUV1TV7C0u215UVla2s2JvQ/3R44e+OnV0e2leUlzIdxePmdS8SZNcJwIN0qM6joDaPaSmThgYWiHq4xBPzUexcC0iKswsp49p+EYJXcHCga5mZq+Sh4Q8zyZFv06MM8pJSh7SKCdB7UeQWUDKgimlWKWebDIxdXSUuOPtooANTIyMG9X9DPx7RDuJQ0H0dO/IL6gr3Vm+ZWtMTNTZixfu3Ll77efrVy5/c+7s6eOHD+ytqaosLy3bVlRSmF9YkL+9pHRPdW39nsbK8pqyosqthZWZ2dszsrenZGxNyShKzylMSM1My8rdUbkrJS01MjoqJDQ8JTW9pHh7Rnpu8dbtubnFRUU7S7fvLti6o7K6/vS5b2obDicmpUdFx2dl5nu4+4YER4Au0K1lV6/8BKwC7143hfp6/fr9pQ8j+mGdVMwmDunEUjaB3d+rEhIHlDQhrUfBRck5CPC9R20fVGGnjNhRbZ9G3MMgv6Xgm2HtT+BtTz+YZDNa/rSSDYzpgPmxWYNyQCzQSaRyrgLWhC/N3J2SmIMmiNgi4Pz3zIjUX5yC6j0ic9Y4+Px+F81mAU1Pxwpzv23c37ACGBemtTRcx6hWOKIXcKnIEaMIDFeb0v9x+4fc7PiTJw9mZqWkpCRV7KqMT0jakr81OzEz0i/M18UzNDAoOTkxOSMpuyC9umHng6e/UxiowUEllYxg96Mw3c0CElpCx0s4KFzfSwr2nUKA0UgIYH8buw/T9Se/v1PNwwzKyCYJySQhjShp4yrGkJwyAZZIkRUClElN0UrxDOJ7Hq1byIQJmQiVCFy0NqmYehldI6ZoRDSdlKYVkoAZAxfXdaaxoiwz9nTDzhuXTh7cWfT98QM/nTp669LZp79cfX/39tvbN2+cP3Ns7+6tpVsu/vrjA3hvm0Z3Xznwk2b0gNB8QL9YyJ0oEM7l8WZLRcuNBuCADtjDXdrDmD7Imjwlm788ClwaA86OAKcGPl6UmZ4aR0svXNh75MDh2p13Lh1+eKHxpwMlAtifGlLbyfKis7t2XjlQf/PMiRtnT1w51HChsfrivt2nance2VXyVd2OY3tK5UyshkeaMkqGlMxRJXNuUDSmZM6ZJQNi2tKEbkDO3Zafdmjf7vLyrXvqd+eXFVCF3NewjicdLb++ePCg5/nPr3/7/s8rz5GPWXq8YpTK18E58jalvttohk+MYAa1nUZpq4r9Sk59ysc9GNOglic4wJwcmJUvfZCbtPT3r24dbtxRXpJRtSO/ICuhdlfJgIJvUglH9TKdiKYX4Ejdj0cVlEkdW0jpJcHfjGh4GhFjalCjFLEmBvXA4uyJIwc3rlsbHhzyxT8/s1lvlZ+dlZeVmZeVSSbgTxw57O3ltq+xdmvxlorK7cUlBdW7K/ILs/fWVx880mge1AKrMx/G9QAwQyXBhVzS8vzo8uL40vzEyvLcxPioWq2trqrv6EB/fenXutpTcpl5fGwGAIDl5cWFhbmZ6cmV5XlgdUnAZVw4fWLXjuJdZUVlhVkZ8ZHnju0XMkgLEyYNi8jHdqyOqI5XF21NDmr648q4kiqjdKjpnYsDLHLL3QzfDe03Lz79+uDtY1UfxQQdE8YnNIvJLRJaGx31rB/2CNly4/nt0/2wR0pmF7njEav35SAb//2+qhPbtqS5uhW4ha+yTcsMHQjAHOMcWQkwdCsU9Uq/GmAMABQt0K8GdUuSFvQSoy0gipWvICWgXRkNysIrSMkCQmjRNnUATrmMkizChQsI4XKfGJSOsaDVdhWrXkYrl1CKhT7ZHFwyCxMDjOE5uAR18RFA0C0i5QBjGOQrqhmgDYIPRR0AlWGiBXqx8hWMbMWiRYMqNE4BkjBW8Zd3mqYHBCOA8gMgnwbYxkmUQNdMkL/oe1p/6act9d9lVF5Jq7iWvaf36M/SG28Y3z3sv3CXdP4Pwtnb2FM3ocGd/h1/5tanIZy9TTx3h3zxHu3yQ+q3j2jfPSRdviv/o2Whhym59Z72/ZO5TvZsBwuEf7AwWWrpUrIIgGjNMkK+iJAt9UmX+8SrCBEYMQ3jA70coIcNwIUAHDSNL/eIwGofpHoFqZlHqgCyaRwhAkTTCwQN9sdX7Wf/+CsuizcOGoxJeuM7aufpOwsY5SxSBoYJQ4vQUOoSwfBXxS7UuPuv/iGg3wyupxKNXcd/n+8RgtQNXrlQ/XXBAoRwGWRrB+kOLgJbnT9d0QAjx5RAnwrEYGj6lECf8q8Va7C/V2cBPw0EvUsoxRL4xgD95ysocFaR4Cz3Spf/Rb9/MTAYMSW1xF/9/wPwvzPwJxj+f9xYaedaqrmE4IZ5t4WEuwRAjwVuLcltq1381S5LdxfoPrBgsAW2LTwsBDkZJrYcRf9n67UEQEhWYaJlmBCaRbhwCSEC389IyTJSNtHKhJ++A9AHwZQ1nHa2RwTWI1kir/+iX4we+H8DMN5S00UCY7SXKOoVpmaSxGM2taqxaCGikwtvJbc/56Jb2ahWPq6TiWrBd78kwppYJLAimIpv6+t5TiN1CFlIHh1OwbQQ+95SkM00dAuD2I7pfQFvf4xHvKYT2pikDja5S8CAC5kINrmr/c2d9y9vKoX4ASWNiHzT/OIGoe+VnI8e1rOMKqpCgJNy0VxKLxndSkS0COk4nYT18OaP4T5uYd6uB/dUXDy87/vDjc23rz3/7cecuLCtOYkXzx4q3Za1ozzv3p2rj29/d6autDTW50BmxK3a4ueHKt4eKX97rIjwYw3157q+syW9R/N79ue216a31GQQzuxiXj1Ev3a6++K+hwcrf2/ceWV38b6CjK2Z6elJaVFRMcEhEf4hEf5hMUGRCWEWJI6NiMncvHlbckJ1anxD6uYDydGNyTG7kzbvyUipTkveGhmW5ueV6uOdEeifHRKSFhicH7M5Kzwy3jcw3jcw2tsv1NUjzNU7ytM/1M071M0brEHy8gt09fTf5B7k5hXhGwh1IAW4ega4+wS4+/i7efu7eAU6u/s7uvs5eQW6+gd4hAb7b46Py8vL351TUJtbWJdb1JhT2JC1pSG7oLGg9HDJzlPbqr7esv18at7xmJTGiITayMS6uPRDyTnHoWNyzsnY1EMRCY3h8Q2hm+sCo/b87e9fuq618d3kFePsHfO/vnD623+s/YeVq19U+uFzVy//ev/ne8+OfvNTQXVD0d79+859e+r7ayU7a2PjM7z9wn0DIn0Dwh2cPa02Olrbuaxdb7tm7cbPvlgPrfh+YbVxzboNn69d//kaqy/WrF/75UYr0LD811its/539PX29vbw8HCzyL7ubi6uLs7gZq9F17WztbbeuH691Vrrjesh9IWOEO5uWL9u7ZdrrNZ9+QmDIWXY0cHOCdoMtrW2t7NxsLeF6NfB3tbebuMmZ3tIy3V2soP0Xnc3Z2cnO0jv/UTIEP1CZ0KCsMsmB3c3Z293F19PN6h5GCof9nd3DfLyCPHxCvP1Cw8MttQUh0QEhUSGhkWHgxMVFhoZGhQREhgZFhgdAdJvXFx4fHxEXFx4ZkpCbkYqpP1mJMcX5KQV56XlZ8RlJ0XlpcWcOboX3/du1CA0q1laCXlYzzGpaVopHlrKlfH6IFzUSvGjA6zJQR60wfthVDSkA2snDArSsJ4BBTJB4ie0cyvj9UHNQ5C4KmL1ssltfHoX1CcEVftAeikUf6USYQwKkozXJ2T2CJk9SiF6wgzGI0k4cD69SylEQ5W5UJ0vBJMTZi5kCR4xMKEQqU8hz3o5EVJsoCxoSNeF4FzA6B5Q9kMCNZ/eRcW9hb5sJqmFhHrFJLVoJLghHR3Kjh7U0gSMbkLfC1D2IbfxaJ1SLgKK5tLJCAoBioJ9Q0S+ZPW3svpbxWwYuucJBNgSDhwHf9aPfj2g7IcuAZjUFGj1F3o0s4ZqUJAmzFylEE3GNHGpoE/YUsSKVIuxkGsaKj0aMTCNKvLoAAv6mifM3MlBHp3QTMY0DSj7QR1YjGaTmmnY1wJaO4/yngB/TOr7U0hvk7J7tGL0qI41rGGNarnAjJGG7kiPDsqICUsODwz1cHx88/tpk1QnJg2qaDoJxiDDUTEvRMy2cSNVxu3SSvo0YgQe/lDEaDcqcHJuD5fcbFYRPo5wJ02M6UGWUYGTsrvk3J7pQdbsKE/EaCejnin5MLUIrldg5QLQIDBiYMsFOAap06ThzIyojx3YlRof5OVita0w6eOExqDlGLVMMCFZTzcriCoBXCvpGzWQx43UARV+cohj1FAWpjUAMDFmVnS8e3710vmjB+qqKwpPHK0uLkzOyYjd31hZUpQTGxVau6fyp++/hXW1T4+PjA2ZHj74Y8f2ktKSwn31e7JS46t3ll6+eObSxTPV1bvKdmyr3ltTUV1VvquyuGxbanrSiZOHz58/kZoUVZSfdu7EvvnxgSGN4OOoalDDljD7BlW0UR1DLUBDsVgqLlrJQclZKBkTpWTjtQLizKBw3MAa1tCG1GDiMVR9ZFL0G+UkKClazOghwp8TYM/o2LcsWjuJ3kqmtX4cEAJjesCsQ719cen88dzSnPzthQdPHKwu2763tPxQ1d5t+YV7GuoSczK2Fpdu2VKYn5u3ZUtewZac3LzMnOz0nNyM/LycwsItOVnZsTEJ0RFx8XFpcTFpQUGbI2MzohNyojZnRMSkRMWlRMcn52wpajhwsHxXVUx8QkxsQkRkbEpqVmJSelHh9rKy3UVFO4u3VRVvq6yoqjt64tzJ05e2lVWEhEb5B4R6+wSmpmTGbU6qrNi9rbT8xbPX33192dvN+cZP34wNqNQiJp+OFbEIsJZn2N4mdn+3RkIySEnTZoFGiOFRWvGwJxJGh0mKNEnRJiVRKcZJeXgSqg3T83pUy50ziecGBEsmwYJJNK0XDGvFo0bV+PCQTKxJiM/fWrbfNAFMLgJtfcD/tGr43LnKJXTLP2wDnzbxCCQAjQQiIvbXHjwyMz+gUbLUYpqM0z86IFGJ6EYNb2Vu5PH96zvKcreX5pWWFOwoL01NTd20yTU8LNrO1tluvZOHo3dCTFJpyY707Kzyml19JOQ8MD8PzA5MaBQ6kc4o0SgFSFjr+1eP4e2v0N2vdDKyWkzkULrlfKxajNeKiB+GJBxSJ5vYwSW2i6g9clYf+MZg9cnoPdiuhzJONxiiLkZqRGAcuk6MY+KbNUKcnIPUCHHgXzcxiU/pkTD7hjUsrYAIXk/RclcmtUYR9d2D69cuHLlwYM+Z+sofvzp8/dyJ747u+/HE4Uc/fPvuzo2m2zce/fzjpZMnSkvL9hw+efbO03tk0T3ZyKuPwEXFx/MDwCHNYpV4qkI4UcYf3SmePGBYbeTOnFSsHlEBB5TLdZLpQ5Kxy5LBi2jKjvNfl1SWX/v61DAX/+TrAx03z/1ydFtdbuTlusqrh/bdOvfVo+8uPbxy6ea5k98cqj29d+fpuop7Vy8cqCjYnrV5QEzT8vv1YqpBQhnTcoAZ7biaPaJmjai4cyOqjyO6/Xt2HGys3rVrW+P+usKyQjgRi2FRn3W0/vrs4St0++OeV8/gL18hXz7vfvAW/hDPfC9UILDEp2Tyc4Wkm0d7peF3MlCPmegnmLbfmx9fvvPz4QtHyw7uyauvymnYXbBvb8m+uvLa3aU1VSW7ywu3F2X3dbyZGtQYZFw5m8AhdIypadMGLpfYruHjGdg2GQs7aVKaVMKZ0YFxs+7K1+etvvhsk4Ot1bovw8NCstPTCnJzQgMD4N1dwOrSw7u34+Oid1dXlBQX1NXu3r6jJDMrta5+99bifLGMb3GgzyzODqtkLCoJ/nHGtDA3Aqx+nJ0ZB4Alg06/f9/h58/e9vWR6+tOtLVixscXdVqjyWSanZ0FgJXFxfmPH2cAYAUAlj5MjsG622p2ledlJu8uRAERTQAAIABJREFULynOy9izs7T52T1gfACYH3l6/eu64rQTuwvvfX9Sy+6b1tIHuPBpZX//+z/ygu1Rj3+8fbL6zffHFuRkMw81IESPKAjDcrxRgjLLMGJGG+z9DRa+ScnuRr77o+f5zXEp4+mPl3YmxeT5ByRv9BropgM88wJNs8oyLNI0ANu4TFZ/QImWSaoVgnoZrwL6dasE9TJWDXIpQWNRYpVgajTJosf2awGSZg7GX+gTQau8oEgLDUkDao8kA+j7pQ0CzBGAPQZwxsHpH5js4jcfvi6824v99hnph9ddp+60Hf2t7eAv3Ud+7fvqNv7SY9rVV7wbrdI73fL7sIFnOMNznPE5fuAZbuAZzvwcP/yKNPSGrHqOkfzZx77XTrj2Ev7tg66Ld3ou3UF8e591qxn9zYPxdgpAkHN+eUm/8kR2821Hw2XyxXsQAH/SeyH0hTCYcPY2BMDEc3eI5+7gzt1m/fAn4qtr6LM3iF//oXvcK/jtTc/RayAAk3QWepSA3yBOs9AtWOwRAkT9IkKyiJAsIcXLfaJVhGgVzgd6eas9XKCXt9zFBkVyhBRsMEaBALyE0QLUwXGYEGAONR251n/9HSCegTzPYOoVxQi+ULxJ9s12zDdPAe7EKlYNFfCAuEUYAHD6JYwGlIL7TWAGFbgLbdEhcfoVtGYFrWk9dB1AKwG8CiCowaonrAIU8C3XDkAfOxq8eLHcJ4bQDixDRllqkxGWSG0L94KCMEIBIEBR978YGPtfu8RLfXJolpGWE1AWbEapoZajv9AXypoCI6kszuR/KcCQ9gsdVztA+RcaoJ0LzWobZ6WV/d/OahtntY0DntbBAzG4S2CRgv+NhD/dAyKx6K8ToDtB0VgI3tlroWVQDbbchv2LhC3mhZXevwB4GSZcgYvAHzdSAnrFGUOo8/cNz3EAxfwX/WLUoAsatEP/nwowbuC/FOB/A+BlshbgmeaZMlFLj6irW4qEyfAwfPOTQRFFx8HrOHgJBU7pe4frfklAvOnHvCei3nW3PSJimvkMhISLEbNQPCqMhe8g973D9L5A9zwnY5rFbKRKRFAK8SoRwaCgjpsEUi4a1f3s9ZNf5HysSkRQiQhCJuL9y99o+HdaKV4lApuBWf2dXEovn9ZHRrci2l4oeJQRneT5vd+2pG2OC/XZkhh9tq7yxrkjz29c7Xhxr7GqNCMp/NK5wwcaKjITQy8crXn7xw8PLh/7amvKV3lxN/ZsfbSv9MXRkqcHch7uTX29P7vvbDnm7M6+E9sIZ3Z1HyyBnajk3brAun256eSeR4erHpyoOb+ruH57aX5mdkxUbFhoVGBIpE9guFdgZGBYjH9QeEhQeFxoWG5MzI6kuL2pCfUpcbVJ0XtSExpy0+tyMkpjIlI8XWNdHJO83bOCAzNCAkuSEstS04oSkvJj41KDQ6PcPSM8vKO9/SI9fSI8faK8/SK9fEPdwPXgYHcQg/03ufs6u/m7eAS4evq7ePg6u3k5bPK0c/Jz8vB19vJ28vH3DI2NzsjK3lmwtTanoDanEOTe9Nza1KzazLzGrWUndlRfKN/zfX7ZufjM/aFx1SGxuyMSajen7U/IPBSTsj8u/dDmtIORiQ0hsbXBMXuDomsCInf/zcElfKNj0Gdr3f/3GqfPrNzW2/uFRGdtqz5w+pvrX31z/Zd7z+68eP/DnSdnrv5WVnvINSjK3tXX3snLxT3ALzDK2y/U2s5lzVqbL63svlhnvWbtxs+/3ADu+q5Z+481az/70urzteu/WLP+X02/X3z+2VqrddZ2tk5Ojq7Ozi7u7n8Jvx4eHs7Ozo6Ojg4Of3GvvZ3Np7Gx3gBpvJDAC/mc1639Yu2Xa7784vMN69dZb1xva7PR1mbjv4vDEEJDDwLxMETUGzf833y9B1RU+brt2+/dc+7Z3W2bsyKiAgpKkCw5CIiAgOQcBMkYEBXFbJvbNofWNmclZ4rKOeecI1XkLHHdsVi92X32Pe8xvlHjT1VRQRwOfzXnN+fidWtXQnALGaHN1q+GpF2LjevnJd95//MmCzNICobuAwHw1i0WtlabbSw3bdtisW2LxfYtm+ytLXfabHXebuNgA46j7Y6d27c72ds5O9i7ODo4O+wAt3zdnD3dnbw8nH29XHx8XP28XX29XHa52Af7e0buCdwb7Bcc4BESuCsyxDt6r29FaQ6us3aoWyLjY/k02KCRP2QUskjNcyu74AIV1FFEw1VD1KqT4SGbsU6G79XRoV5cjQQLIXGXksSlNgmZbaO9/LE+gYDRKuPBxWwQ56BqX2gx2DAXXjVk4gx3czUSLKTTQjVFbHID9AjQTxkURL2cAMmeEDlD0ChitavFmNFe/kAXq1tDhdzFkAUawuCRHt6gka0WYyCfM1gO2cUa7eXr5QSIn6GNXDa5AQrTAibUPVoak1iH63zPozWb1JQeLQ2K0YIOqLbXbXVPcZ3voTVdIvKTiNUOvTAarhrX+R4qTEK0vITKfgeN7C4lab6Eqbn6ERb2TiVCD5k4cj4C0/GWQagdMnEgHRsP/9DR8AwqSerV0aEiYijQC4p6Hu3lm9QUaOl3tJc/3M1lEGobvtynYr9Bb18tRHDJdXTsFwGtUcJq5lFq+dQ6ObdNI0J2K8nAhK5fy5axUMB036Gc5CA3u0BXO9dtFnt9XHpVPCUX36tmiujtaiFCJ0Ey8V/ouI9GJYZLqVYJOyTsJirmvYBW36clmZQ4KbvFIEOPmBg9agKUCK0VI7rkmKlB/kQ/V0hvoKDeK3jtImbDsInWJcfo5OCHI2oxTsxCKkUkCQefGhvi5WxtvubH366eGDCJNXKKTAimjo12sycHBCO9HK0MM7eY3SYToEwa1vigqtcgaq1/X1VRmpeVUpKffbQs70BmbELs7vwDiYV5yYF+bpF7A14+f6xTy4ApUFrpaGmMjYqICNudmBATHbknOSHyYGb80eJsVGd9X7f68+fXuXmZKWmJSenJsUlxyRkpoWEhmdlpFy5WlRQfjI4M8XJzLM1Nl7KJ3SoBCVnXp+NODchlbHifhiFmtBnlxNEuXrecwie1UhHVQkqHUUoZ1LN71VS9BAd1YonorSo+sktG4BDr+ZQmCvJzW/Xj1m+P6JhvYJKWDKfUkqj0ZpOC9l0vbHn/rORASnJaTEZBZmRcpLubS2pETEpoZJCTR2hAkN/eEHsfD6+AAC9vX29vX78AUMn09t3l4+Pl6+/j4+MVFLw7ICDIxXXXLg/fsLCYmKiUsLDYkL3xEbHpkTEpe6Pi90TGBO0JD4+Kzs47ePhYhaevn7uHt/lGSwdH19jY1OTEnMTE7OjYtLjErMycwsycwtSMvILio4WFR6Ki4+0dXOwdXDx3+TrtdMvOyvNw97a2tNm0wXy3nxeyra5HI+1WS0wqYZeS16sR0LGtXQpmnw4syx3UsznERmLnB3zHO60QOaxl9CtpGgGBhm8WsfB6JVfGIXRJqXoeSsPqUNBatNzOLglRLiBIhdSubjWKSnQMCA+IPtI3A3xsAiwcHv2y/rhH+O8ZRx8H7D/cjBz8863645chs01JJZUXlSZFl05KxrTh4I04eOOAUfF9xPjmxf1AX+eM1LioiND4uGgPd9f1a802mG3aZrXD1ckrKS4nJSE3LSUvdG+UV1BwVnH+x6Zq/Vg3U8nhawUICoLKJXR1q2eBUQ6HUl/95v2fd25cOFr38YlaRGQSmmENr1m4prm6I5SY0Smiw8SMDiGllUto5BGbJIw2fPvLHhWuX4VX8tqk9AY1H9YlRhJhbzXcTj65XkiqV/EQGi5CQGmS0lq7JES9iDjVJzfJaEJKh5KJGtbwR3VCJrLh0eVTl48WVOanny7IPlece6Yw53xJ3vUjpc/PVlXfvfPi2s0bZy6npeTFpObHHzp7/GX9S1HvM834NeXwcUl3qbQ7R2RIE+kOKgdLRROnNECJaKZMBpSIJ07LJ36Xj+S//BaYnhsRHUVqrW17frvx3jkt9puWVH0ya8+pnKSbR8seVp14fLby7a0r9X88eH/32u1TR4qS9t2oPLQ/0PXx9Sotn6Ti4Gmohi4p1SAlT/SJlRy0lIXQi6kKPmG8V3PzYmVKQmRKyv60jOSouH0PXzzjKqWfWpveNtYJTFq2XibpVdFkzLf1rx6//b265TUM9bkT8eHLp7uP7pwsL44rzQ7PjvcrSd9bkr43PzW4ID30cF5M5ZGMU+UHDhelHcxJOJAZV5yfkX8gJT8rKS4y+MqZY+N9OjGTIKQih3Tc793CiR7RqElIQ9VpJVSDjMWjIXv10unv/SeOlqxfs3zThnV2NtbWVltCQ3b7e3tF7AluqqsFZqeYVJLPLrfiooMx0REx0RF5uVmxcVFp6UkhoQHfqj/OABNT0yMAMDzUL+9s/zLYq5qdHhgZNE2MDU6Nj81MzT6497ik+Eh/31hFxblr1+6NjgI0Gq+ne4DBYBgMBqMRTIQGgJkug25mehKYnfk+MshhUG9dvRS7b29cVNiB1KSE8OCnV08PSRkHogMORAe8+q3q7Z1z3ULCgJw8LCdJcNVCxKdE7611d6vOZ4Wzqp8ayU2MttcsxCcRoUZGa1SyW7T8DhG9ngh73Vn3qKPmUe2r3749v9UtoqGr36Xu9k329nVZsBZz7xMg7JsgKWao6mmKCmAapghygKYDaHoAqwSLcKFFVrQKoBkBjGIWLQWQkhmUBEBKppHiWYR4CiECYZigAogagAyJt7IpmGCsnWv8StF+wIufw2i/18DPv6w9evdd/pUX2efryu/VH7t/O+Yw8149636D6i1G95HQX8uYbOFPNIJLvz0f8OoXcMnjFv69es7vNfQbn5m3vjJvfaVd/0S98p7y6zvG9U/MW18pt79Q79dw/mgUvenQfMP1t7Fm8DKArgd4fQBOPlBL5N770nn8Tmf5bfK5J7SLz/BVj3GnH2EqH6BP3v+76juvA0MMDF0iK+/jzz2mXXvZWn6DdPkZ9tyTlqM3ceeePYgqZt74OF7PALCa7w3skRo6iME47Wg9a7ZTMgOf82wjxAAokvOBDh7Qzp1uZk41sUChFYxfVk11yCbapNMIZXctE1ADHef+hP/6ZgatBJh93zslw638oSYuQDSAHzpQuwFSV1vlk/5aBvgsCPBnpzpkUA/tFNj8pAIIf5XTgpuoCBUYSozWDtVzq8t+A03jc8QLitKwOdEeJpxq40Ep39PtfNBqPidv/oXBrWKIeEH0/Sf9zraKp9vEfzEw2CwFDqT0zu0S/2V7hszP//rBuVpdMFEZzJoSAnNRzH+3QP8dgEGIrWf/BcB1rL8zMMS6/3Y59ZU6PzPVdBCGIRKee5z/xsN/B+B/u7UJjCv/a0AM5oK9X9C0gTowaONvA+cvhRwGLgMDKMVoI7u27NZIA2eiVQhgNKA/HALgThXQ+U8MhkTgeQv0PwEYwGohAB7AckaoPOrnL8L2VmZTNbn+o4aGFBPaZJROKbWTjWsid4JKL7rtI7rjE6L9Ax5VTcM3ssitfBpMyIDzye0MTMOQSaCXU/j0DizsU8OXx3WfHhKR38BgFAWVgqltrv4DugbR8pZDaR3u5o/28iHzI5NYpxJhWaTmzqbX7XUvKeg6GRcn5xKVfGqvRsTEw04dzne23hAX6HY8J/FIVsLZw3kd1e9uXa70drEpyIq/e/VMpJ9LpOeOW0fzHh0vPL5/97G93tczIh8X779/MOx2WsDj7OBvh+PqDsd/yY/4VhhVUxzzNjus/XQu8+G59l8PvShLelqSeO9I1pmi3MTICG83N3dXNw93b/udbjY7nHc4uO10cnewc3Ky2eFjZx/p4Z7i65Xl653h41EYHlQavacoMjjZ13W3zeZd5qt3Waz327Y5bKddQoBvakhwfID/fl+fYOedPtu3B9g7em2zdbPe6mK51cnSEqxK2mQJjqX1NjPzbWYWNhs2bbewdLDc5mhl42C5zW6z9VYzC0er7faWO7Zs2Gq71SnAf190zIHI/QdDI/Mi9pdExR+KiCkL21ccEVO2P7EiPvV0ZHxlUOQRz90FHoEHvXYX+4SUegYVufrm7fQ84OSVu9PzgJ1bpq1zho1Tuo1Tuq1zxg/LV21dvcFu5Rqbn5dY/NcvZguWbtxq5xUem3Xp5pPnH+qwdOGnhs6o5Bzz7c7rtjosWrPJwtLOcqvjJsvtq9dtWrhk9U+/gMT70y9LQeF3Maj6/rzoLwBesHgZmHe1Yu3yZauXLF4B1vwuWbli+Zq1a9ebmZmbm1ts3mxpaWm5ZcsWc3PzdeDXmvVzsi3kdl4zJ96uWb0SAuBlSxcvXbIIgt6Fv/y8aOGCJYsXLl2yaNXK5ZDhGUyCnlv6hWzPkIN63drV69au/jsAg/HRq5dvMFuzwWzNurUrIc+z+Ya183wL4a75hrWQJjx/05bN5pZbNoIx1JvMrTaZ222z2rHV0tZqs60VaH523GbtZLvNZYetk52tk/12F0cH1532rjvt3ZwcPFx2erg6Bvrs8vdy993l6ufp5u/l7ucNnn08nIIDPJwdrL097OJjQqLCfHb7OlUdL2CS23t0PIOSbpDT9HLKXC9Lp0FBnRqW62R4jQQLyapKIWo+C0ovJ0DcK2S2QfgHpTcrBEgohgpKseo3MMf7hSY1hUNpZJHqoeJfo4o8T6pQd1Gvjg4FVpnUlIEulk6Gh6zI0NNBtmHIZsylNkEG6bktYnCvWCUCI50gTXh+ObZbQx0ycSDfMhTExaE08uktajEGImfox2U8uIjVTsNVs8kNkII6MSju1lCFzDY2uUEpRM3v7iqFKCGzDdf5Hgt7B/mNOZRGIvITJAKj2980fLkPObqZxLo+PUPM7oC2keV8BLQqzCDUYmHvIPVYwGiF6pElHJhBQRzt5RsUROhlQMnPcj4CQneFAKmXE6BoLmBc+X1ApBKhebRmvZwwMSjWSnGottd4+AcoNVTCgQmozWADrQIv53awCF9ZhK8yTqtRge2S44a72FMDUp2YqBeTFRycu+2mYA+H3e4O6xb+7y9/PhjQ8lU8nIKL1EtwBhlWym5R8juEjPp+PcmoxOhlSBrmI1TP263C96gJ0B36tKQeNVgOLOO0qgQwqCVYLeyUsJrl3LZBA1XMaBgx0sBdYn7nXCsvZkDL7dNxq989TIoJcNq+fofVSjKmQcbHKoR4IQvOJNd2qQjfBwWD3RydnKKTU/sMgtF+1XCPGotsOnf6aFJs5MHs1KrKo0fK8pPiIw7mJqYkhfl42QcFuNy9/Wt3lwIAJmenxogYROWxw/5e7qkJ+08cLYmL2bNvb8CFM0f4DHD3sr9LOPvdNDSg/fbtTUlpXtaBtPTMlLiE2Nj4/XEJsUePHq46XZkQHxsZFuLv4RofEdz45e3MqKlLydGIKaM9EjEbXG3tVdMH9cxBPbNfzehRULskZL0Iz6c0iRltUlaHgNrMIdbzyI1QObCU1cElNaBbXjV/eYBte6PkIbqVZI0Mh8V+pdObtTLy+IDyzz9unj1fnpQVGxa9Z39MZNze8NTdEYk+IQlBYeGhe5yCfPbnZwVFhO/eExa6Z29YZER4ZETw3pDQsD2h4Xv3x8XuT4iPT0iKiU+KT0hNTjuQmVmYkV2UkpGfV3L00PGqqstXf3/w5NGzFy/evatparrz4HFA8B5HZ49Va82DgsLfvq0+ffrX6Oi0fTEpEdHJ6dlF2Xll++MzMrILyo+fOXS0MjUte/OWbRYbrbw8/VOSM9LTsh3snVcuXxES4OPt6nD6WIlJI+nTSQUM7KBRyqejerW8Hg3boKAOmXggE9JaJMz2QS2rS0hRsgkKNplHxehl/JFejUpAEdFhegFSSKzmYD6pue0mBUkuwimUzKHZgRsf/rAOjc670Pj7+6lNzm9/WnfLIfDFos35ezJvekdVvqzpuv9C9eCFfrPdgQv3PhhGx1hsmk4p7ulSTI71ArOj714/8fdxy0iNS0mIjY3aFx66x8XB2cZyu593cLBfeJBfpMMOHwd7X/ddISvXWm532RWRlJRSlE+WcARdcrZWeP3p7Td1b8VaCYGBvXnnOoGIVIoYuI66+9fPvHx43SBjTQ1p5gzMOKUAr5WSoH886Zg6TOt7CvIruObNajZK4F0i2KAG3ytHyZlNej5My4dJqQ1Ccq2M1qgXIPsVxB4ZXsVq5xPqacgaER0mosPUApyah5UxkT0KRq+SOWmScbEtTe8ef/3jzsvfLt04WXa1ovjp+dPn0lJuHcy7lJn54NiJlxevvr/z9PyxswVFx0MSDhRef/QbkvJK1/dqbOp69+BRhfqQwnRIOHxSBuQzh0t534/xx6/KJu/xerNuPs85djYvO+fTg9+66cgxHrr16QXCt7vn82PO5ac/OlP5/NLZB6ePf/j9Oq76Y/PrJ7dOHrp0JL88J2l/oCsX3yaiwFU8gpSJNspoGiG+38CWc1ByPkYvo9OwTQYZ58vrJ+nJ0aVFBzIyU3IPZl++cc041I+mUjgKmXF8nCGTYRi02o6WGw9uVVQdKz6Sn5q+PycnoTAvuSg36XR5wcmy3AvHio/nZx3LzyjPTz1WnFZRnHmsJPv4obzjRwuPlBwsPJiZk5mUnZGYmhCdFBOWFru3TyeVcUgqAQUY1ZkUNK2IMNEnFdPhEADrZMzvg4aC3NRNZqscdljZ2VpZbjFPToqLi41KiouBtzUBs1NSASc6ck9C7L6w4MDM1KTUlIS9YcF5B7PjE2KOVRwGNdvRgamp4fExLZnQqFYxAGB4ZLALACb7enpnp4GOVkRaco5B3/fq5cf8gyUadVeXoZeApwiEYr3BODg0Yugy9fcPzszMTE1NAcDM4EDfnBQ8o1XKfr95LSs9KS0xLi02IinE81ByeGKA87GM6E8Pr7S8vTcop/WI8bNGrpra0s9HJnpvfXv50LF4fwXio4HY0MNH6DidWna7UYTsU+JNUrRBgupRk8TMFlz7Wxa+kYaq0wspXHxH8h7/cGdnx59XvzjyKyAbnKT8E4BZXdNExQRGNoVTTKJlAFkH8IYBeg/4X3+CBkxyouoAkgYgqgCsfAYjnUaKp1Dinlqy6gOS/bAW+euLppP3ao79Vlv+W92x23Xl91oqn2B+fcd+0Kh+hx1s5EzBZQBWM9LC138iYn5995c4jNXMopQAQQ8W+cL/+8zX/0JRQwgV0CEDa2na53qPsErwVZH1ANUAkNTTWNkkUjTeyR9sogMYadd7FPnyK/a1t5xrb4lnnlAvPIcAGHvqIcTAf8fdv2vCmMoHuNOPcGefdBy73XL0puxJParqYX3pFc7tj/jzz3Hnnr3POtN8+DfmjY/d7zFgcFe7CPRCg3KrFPyAAFxXlgIoiIQFAFwALgN3CkEBFqWYgUnHW0QTbVJQvKX18Z62vi+4CsZNUUyDjZxZlHKsTTjdKZ3sEINBzXA5tGhaW3a76wMBwKjBm0CjtXi6Awy4BiOdUUoAAT4s6E+Gy8EDTqd6jWo58Qh8WIR4om3OlA4TTMNAdXqijQulmoHG8n9eOdXBB4XrOdCFWHe2Qwox7XSbGFJ0QTaGwHjeHQ0uDMsgVJ5tFYPubjBESgjeE6rVnZd/50p658Ou/nVo4AENPKCO+9fUcoCaualmA9VsoJbzP87UF/r8TH9lzHxjAjXgnWfrwJnbDZ572EY+uCEMLgnzwCvnp4EHXtkkAK8Hz3MDNTBB9UutIqBNBEa4QdMmAhPdYJLZDvFkmwBAKRi/fSVf+wRgtaONXPB3BKVhQQAMMfBfAKwBkHODmuuIwmohAJ7ASfsQLEDdp+hAkD9/IX39SG34iq99R2r+SIdV8/EtAnI7B99MQddRMfVMUgub0sYgNuMR3xCt71GtH0jIGia2kYFp4NHaxWyEVkoyquhyPoaCqcXCPhEQX7nUNjK6Bg//YlTRh7uF/QaumI1Qi3FqMUbMaTMo8aO9fC616e2zK1/f3hax4FRMvVHJGuuV6yQMrZg+NajTiBhvHt3wc9gc7GpdWZh2ojDjaG7qt5ePPv5xLz0qJHCnzamCjKKEyARfl9/LCz7dOHcmfX+Wn2P+bseLGSE3ssOvJgc+yNr7qiDmz+ywJ4kBn/Jj3udFvMmNbKvKJd2prKvKfVoU/bIy987JsoOJcaHensE+Xnt3hwT6B7m7ebk473JxAkOhd2yycrbcutvRKc7TK9XPN83PqzgyqGRfUHFk0IFQ74RdO/c6WIfusAqxs47zcU8N9U/e7Rft4x6xyzXQYbvfdts9bi5+dnb+9vb+dg4+dnaetts9ttm4WFo5bt7sZGnptMV652YrJ+ttrjZ27tsd3GztXW3tbTfNbZXucLLavN3BznNvRGpiSml0fOH+pMNJGSeTs6ri0yrjU04mZ1SlZZ5PzjjrF1oM0a93SFFQ5JGgyCPewSUuPrkuPrlOXjmOu3J2uGZs25liZZ9o7ZBi45T+g9lGx5VrbBYs2vi/f1y9fJVV8J7E3++9xpL5dx69uf/0fXB44sIV5lt2uG6wdli8ZpO7b8hmawfzTbZLV6z/j/9a+B//tfCXxasWLln5j58X//TLUtD/vPiv+WXJ8kXLVi5bvnrBz4sXL1q+csXa9es2bjAD+4bWr9+wdu36jRs3Wcx9mZubm5mZgdrv+rXr5zZ1oUSrVSuXQz7nZUsXz3PvLwt+WvjLz4sX/QKZoqFMrNWrVkCUC2m80HneRA35n+dDsNasXg7t/UJ8a7Z+NRR5BXmhoaQryPYMnaF9YMstG62tNm213mxttcl6M8jA9jbW9jbWdtus7LZZzdOvs/12F4cdrk527s6O7i4O7s6OHq6Onu5O3rtcArw9/Dzd5qDXxXeXq+8uV293Z09XB9ed1jGRAaG7Xe23m+WkRVDxzTPjBpOODeGHkNmpEmF7daCx1qiiqsWYHi1NJ8N3KUldShLUGNSlJM37n/VyArQAzCY3CJltXUpmfyajAAAgAElEQVRSv4FpUlMgyzSktfbpGToZnkdrhqhPIUBCnl6IkFmkeh6tWSvF9WhpkHIL5TlBorGMB1eJwD5hCQdGQn2GLMomNcWoIrNI9XR8jVqM0csJPFoz9PhSbqdWioPKgaADCfWZSayDEp4hQzXEzwNdLOhNdSlJajFGI8EqhSgWqZ6E+gwt8apE6PnMZxGrXcaDw5tf1H68wyY3DHdz5yVuaNu54cv9mg+/QzAvYLRCpUQsUj0UPQ25rCH7NNhzK8NzKI0k1Gchs23QyB7vF/bpGUJmGwXztU/PAKZ1GglWxoMPGtndGupYn2DIxDGpKb06+lifoE/PUAiQcj7CoCD26RlyPgIibRapvr3+DyLyk5zTCRbw6KgqAVzEaNaI4AN6yoiJpRNjh7vANiA1Hw9MdD+4VuXjuNXL3srbwdrJyqxPzdeJKAoORsrqHNAxRkwsjQjeoyaoRbAuBbpLgRazGqnoDxoRXCOCd6vwOgmSS67hkmt0EqReiuJT6+jYT0p+xzz6qgQwjQhuVGKkrCYlr0VAqVNw2gxSvJjRMT2oGO+WnDqSExfubbN5WWrc7m4tm0eHyfhYERsh4rVrFFiwUJoJM6hYwPTAaJ+eTsKcOXnsUFF+UV5O1cmKK5fOlhblpSRG5+Uk793jFRTgdPvWOZmEbjLIpycGxoZ72prr4qMj0hJjj5QcjN23x3HHlsqKIgGHqBRTe7SMkR5er44pF2DVCrqpS4JCNV26XJV3MGtfdHhickJUTHRBQcHVq9dzcnLDw/amxcZFBgfG7An68OejIaPSqOKKWWiVkKAR4rUinF5CMMqJAxrmkI5tlJIUnE4euVHGhhmkeKOcqOSB+8BiRptWhPneK+hWkkX01vneLI0QzSLVqyQ4jZwo5KENeu6ps6V5pRm7IwLCIoL3BQbmhMcEWzqke4dGeQYE+fmnlOYnHSosO3Wq4tSZs5eu3Lx798Effzx58fzl+/cfvn1pQyDakUgMkULnCHhiuUCqliqNmq6+vtGpocmZ3tHvvaPj32eA8WlgeGLi++xsOxwVtT/RfqfbZqsdBw6UTk0BL158iYxKTUjJC49KSkzNzTl4KDktLy2zoLCkPL/oSFHx4X1RcW6uXruDwpKT0lOSM8w3bLbZartzh81OW8sQv12Xz1SYVOJhkwrXWf99QKMV03VSWpeCPjEo10tIJgVFC7bdEvjETgayTSdkj3Trvw929+gkHFInl9Qy1cPTctvF5Fo5u1XE6WTQYUIpXTvaXfnmD7Pw9LL7YtvQagu3Giuvrz/8ELXUJt8/8bprxPmq33nVcODifemabQd2huRll5/7XF0HAFPdXZqRwZ7mhurQ3X6hQf7vXv2J6GjPSkv33eVja7XD0dYlNCBy2YL12y3dNpk7b9ro4u4RYbnVLTQ62Tcscqu7O0sl/9hWx9VJOulYBAOr7FFPAJNDE4OzwCQwO6YVszrqPj68eeH6uYqOund6KVPERGnEFCkHzSG30fANVFw9CV2DgX2CN78gdLziE7/xid9UnFYVp1VMrdPwOuTMZhWnTcPrUHNgSla7QYjqUxC7RGgJtYWK+qbkYRRctIKLljDhImqHmocTkNs1HKxJTBlUcfvkDAmps+PT82fXz/x2vOzFuVOffr1wt7jg+oGci6lpDw4fvX346N3TZ69VnS8oLAuMTw4pLD384dN9nuBpl+lJ3+gdI3DHBFxSTF8QjV/iDV+nmapq8EkVV3OLK66dPXcqO+3TzTN/nC7ktb15/1t5SULAzfLCl1cuvr3x65MLp9/eutL06umrW5cqDiQXJEZmR4f8du7ouFGq5hPlbOyAli9mgUtleiVZJSb0aFkDBqGQgVQKaUwCPCc1tvJYWWFBbvmxQ6eqTiPx2CcvXrz48Kng6LHMgtKsguIDxaV5xcXFh8qOlB8uLS2uOHa44mhpwYGsqmNHjpcUXz1Tda68/MrpyqP52ScPFVSVl5wqLz136vjlC1VnKo+XFeUXHTxQkJeVkRx/MDN5f1ggA99pVPB61HythDzQxTNIKCRkTb9e0K3l9mgFfV3Ss6cOebjY7LCxWL1ioZ+fu+cul+SkWCaDPNxnAmYnMfD20EDfuJiIgrysrLTk+Jh9SYmxUfv27osMS01LNJp0k1NjADA1MzPM56GY9DawgmpmYHpiCJidAWYBAVdWkHf466fGzg58Xm5RextcKpXT6XSdTqfVGSRSeV19o9HUMzsLqFSaOR0YLEYCgJnvY+MQBjc31WWmpsTv23M4M/5ApJ/lov/nxc2qlrcPeOgGFR2hY6MmdexpA3tCQ08N3PH49MFTqSG4D7cHeQgh4hMf9VWE+6bnwgaUBDm7lYED2/66lCQ2ucmoZGglVCkbr+aTM/eHBdrZui1Zfy42F1CAADxL00yRlQDTAFDUAEUHkLXTWMUURj7SJmA+aPhUfONJeuXL3PMv88+/K7r0tvjyh5JfP5Rd/XrkxtfyW/BLz+G/vsBef0O591X8sq2rlvQdLgBXiMl6cLOXaPgr/RitmkEqQAZmD/bXs9CX384gFaAvGqeFQpVAhEMo5zBYASVLQUojSFlwBRg3hdaAl0gVOCjw0Sbg4tF2/nArd6id8x0pAvAKcHsZJZ6G8Q3vkPhzz5pLrmIrHzAuviBVPcFXPYYYGFoG/jsGzwMw+uR97KmHhDNPCOf/QFU9FD+saS2/RbnyUvmsqe3Yb+3H7jCuv4effPgy5cSfSRXYs88UT9u0L+CgDkwzQtr4PxlYDCDFAEIwC+fPdArA7WW4dLpTPDP3EQBANAJE41AT9178se5q2hRc9r1NCBAN460C8IBUgmSFVg/XssASI3o//14jsurP7y2CyQ4QfSdaheC5DYwTG2/mz9mqpWAd1NxiKoDX029XE66+AzOcEWKQbGECcGF7jnjB/W0I0ZGgjA8gxP/i4b+iof+1zQsx8L8AGGLg+aAsmByAycFt4TYJKBQ3C6ebBGBJ1d/pF2JgqLP3n11H/w7A9X9jYAiAoct5MP7vh9lq1mw1C4ReaP7JyXNxWey/GHgOd/+FxPXcf50hAIbAGALgv9MvxMBN/Lk4aPBytkUAknC7aKoVXAOeahcCWLXsGex7i+CvhLC5T21mYcpZmPIvERihmdsE/u8AjNEBc2vAk3jZJEUG8LRDZE7bw6ecxnopEiZGtbNhdczOGi66UUhsY+OaKIgaCrqOQ23n0jrohCZU+8fGb380fnmKbHnPwDTwye1E5Dcs7BMFU6sU4np17C4lTcpF8ekdnU2vKZhaIvKbhIMUMGAmNYNBaOxo+JOOr+FQ61ViZLcW7AqlYr91Nr2ENb5Atr4TMRFSDlrCxuikNDkPL2HhhoxiDR9/sjh1+4YlRWlRl8sLK3LTvj651/T62bni3HB3x6LYyEslB2M9nVMDvZ6cP/7mxtnT2fuLIn0yfHYcDt91Kzv6blbUw4y974sTn2fu/XY46VVO+JuDEfhbR8h3j9ecTHtTkfHgROGRlP3xgV6xgV6JYSExocHB3j4+Lu7u9jt3WtvusNjsYmkV5OAY5+Wb7h+YFeSXF+qdt8cjf693UaRfYbh/TohnRqB7RpBHzl7/A5GBqbu9o7ycwlztvW0277LcGOS4I8RpZ4SnR2yAX2yAX4yfT9iuXf6Ojm7WW12trCFNeOdmKzAgeguYEW27cYuNhZXjdgf7HTu3Wtu7ugZEx+akZpXHJh9Kza5Myz4bn1a5L/5oTMLx1KzzmTmXUjIuBIUf8pljYN89Jbv3HQ2NqQiKKPcNLfMJKfUIKHD2znPclWPrnAYBMGiBXrzU4ocfFv7nf620tHbdHRKflXMoM7vMf3d0QHDMJivHtRu2rd+4bcWaTZutHSy3O/+0cNUvi9f8+OOS//zPX378ccniJSuXLlu9cNHynxcsWbho2cJFYM7z4iUrlixdvmTp8sVLli1avPTHf/yyeNHytWs2bLKwsrLaumWL1caNIAObmZlBnud169ZA1b2rV69cOZftvGrl8mVLFy9ZvHDe57zwl5+hb/9t3RdKfl61cvn/DcDzAVoQAJtvWG++Yf0Gs3Ub16/ZsHaV2ZqVG9ausjBbC+Y5b1hnYbZ2/eoVG9evgQKuLC02QAfrzXOSr6UFRL/btm7ZtnWLrTU4DrZboXHcvs15u43zdhtI/nW2t3V12u7u4uDhag8ysIudp6uDj4eTn6eL7y5nPw8nPw+nAE+XAE8Xf/Bbx9AAZ08Xy7go7xdPr6ikpMEeoU5OkfAQIhZMKcSoRFiQIUWYfh21V03ViJCDJqZagpLxYWJOG5tSJ2K3mjSkoW6WUoQQslrEnDYpr4NHb+TSGiTcdhkfBnyXj/RypLwOlRgJTCiAKVWXiiDhtos5bWoJSivDSLjtPHqjiN0qYrdyaQ0caj2TVCMXdPbqoQofkkGJVwjhCiG8S0VQiZFiTpuA2UxAvke1v+RQ6+WCTr0CpxQhWORaHr3RoMQb1UQprwO6m5TXYVDie/VUnRwrYreyKXV0wjca/iubUidktfDojSxyrZTX0aunTo2IR/u4I72cASPDqCZ2qQhyQScJ/ZGM+SQXdPYZaIMm5oCRMWhi9nfRTRoSg1hNRH0goT/K+LBuLVnGh/HojVoZRiNFs8i1eMQ7Lq1BJ8cqhHAJt92gxHNpDRjYawzstVKEmBgSjvZxVWLkXEkvyagmygWdHGq9mNPWo6MMGBkGJd6kIaklKJOG1KOjKEUInRw72scd6+eN9fN69VSNFN2lIvR30aGnMGlIvXqqQYnvUhEGjAytDIOBve5ofMogVg93sYcMrB4VRSsGW4i6VcShLhBoFVy4io9U8jBDev6YSZqyLzDUc6ebjYXD5rUXjxcN6kQGCUXKQih5KKOcODkg6JJjlIJ2nRShFLTzqXVE+Bspu2XQQB3rYUGSL49SK6Q36KUoJb+D0Pmaiv6gFSN6NcRuFb5PS+pW4cHaXiFYz8OnfBNQ6rRCuFFGkDE7pwbkDExDSkxgsLfdVvPFrx5fM2lYWhlFysOIeaiebkZvD7PHxOnrFvYaZTw25c8nDwty8yqPnfzt2q1fL1wsLSkqKszLzEwMCfH28NhxIDtOJCACs4NKOWt4wABMD9d8fhsRGpCetL/4YFZYoGdEsFf1h+fDvSqjhifmgH8gSn7HsJE5aGSL2IjeLt5Ar7yt5cvJk4fzC3IKC/MzMjLi4hNLSo8cq6hMT8+MjYzKTE4O9PQI8vK4ev6URsoGZoeFTAyL2CLjoQ1SoooPFgILqM0iWouI1mSQYY0K/KCBPmJi6aUYHqVezGzpVhG7VUSdBK0WIvRSzICeNmJiDRroJgWpW07p1tBVcopax668eCQuMyoozO9ARkqy/+70XUFPi069KL98+9g5AYsnMGjFw72q/n5D/1Df2MTYLDAxt4M4AYCHocnp0Rng+9x5HABGpoHhSWB0Ghianpn7dnZoahK65xQATAEAhcmNSUixtnE032S7Jzxuehb47ffnEftSMnJK49MOpmYWZB4oScsqTM8uysguSEjOikvMKDtyMjEpPTgkPC09x93D54cf/nPt6nX2tlu3bdmYk54cu29PbMRuOqFzdrwX1VEz2qs0aTgKPk4tJtDxDVAodK+aOaAWyJhEnZjbpRBqpFyNjKXgE0wKyoCWquK0yRmtIno7GdvMZJE0Rp1wYCjy3JXfyf3lryeXuX7eurvjf5tf/F/m6VuDjjqEn9kR/Ktn9Pt77wGv6NfrHA6v2JG0xT0qOCIuL+9ATfVXjVrZ1trY3FQXE73Pz8eXSqC8+fOtk52Lo63bumWb/uOHBRtW2FiaOQd6J+zYFrDdJsDVbe/h45dTc0t99kRwVCo0i4pikpQD+nFgahyYHAXGR6dHB0d6dXKhTshWcmgyJhlW9+VKVfmDG+flXKKQieHR4UxSG53ULGAjJHw0jdjY1vCcgvwsY7XxSHUMzBcK4gMF8YGB+QarfSpltmsEKDUfKaK1cIn1Uma7UUbo0zCUPAz0X5bhbiEwru1RMYS0DmTTm3GTaFDL0YtIWgF+UMUe0wtULDSu6eOjX0+/uXPl6cVTzy+c/K3kwM3CrAsZSXcPF1dlpf1edfLOlV9PnDyVWlgSU1hacPXWlQbYY77umWb08yDwqRv4opv5k6o58ehLSeX1UxVVRzIzX1w8eykv5deCpNsV2UfT95Sl7r12pPBuZcWjc5WPz596dvns82sX7p2tuHj4YFZU8KnCTETd2z4lp1vBAlugdXyVkCDiIrs0NL2K1q1l9eh4PTqeWszo1UrS4yKLczNy0lPSUhMLCgpOVJ48kHswISW9+PCxoyfOHK6oLCo9WlR2pKT0yNHyinPnLpw6efr0iZPnTp29e/O3h7/fv3vtt4snzlQeLr9QeeLcqRNnTlacqTx56dzZa1euXv31ysXzF4rzD2anp2Qkx+dlJMVHBD/+7fKwXmZUgJYNIQsxZBRLuFgxBzPSoxjuVt69ec7NaauHi42rk83uAA9nx605mUkajaSvTw9Mj6E7W0IDvVMTomP37SnMzSgpzE1Pic9ITcg/mL1juzUBjwKAqdGRAQCYmp4eIuDrh4cl01PG6ck+AJgc7B8aGZx8fP/11Uv3JAJ9ckL2p/ff+nsHUEi4WiX9PjEyCwAPHj4ODQ3744/nJlPP8PDo5OS0UCg2GIw9PT0QDE9OTgLAjFKuqDpRnhUVXJG539tmPab2NbrmlYTUoefiuZgGI58woeVMali3K7Iv5u+/UhT3+tfSLmozseYJvf01o/2dmFg/oCQZJBgGtpqE+kzH11Fx9XIBTsbHSzj4733qk2W52fv2+q7fnO+1F1AMTNDkAFP7fS4KC6DqAZIebO6hGgHuIMAbnkTIdJ+J2k+4vmbWQDt7DC74jhZPoiXTeDmYF03Xg7IwwwAwjQDLCHqnyeopjPQ7UvS9UzQBF08iJNMocKN4FqOAZgIuNnwloq+8GWhiAVgluGlM0MxiVGD7DlIFZh2jNeCaKwgMegCrB5dmYeAGLCi1YcD2nbkwZDW4Wkw2AtQucCgGgKCZwUgnEEIAIx9uoGtfd7JufEBU3COcfsq79o51+RW+6in2zF+DqXqCPv0YdeoRsvIh/MR9+In7iJMPkJUPUaceYaqeYKqeYM88fRJ7qHBr4MPYMtTZp7iLf7J//0K78R574TnpymvW7c+IqifPU46/yapi3f4yUE0eqKXMoCTTaPEMRjKLlsygxABKPIsUzSCEkx18kI3hkolOEbgUTeueQsq1H/Afi65r3qLAcl2kbLJNYHiPBTAqAC6dbOHPdohnO8Tj9SwAqxmrYwKMPsbNL6LHraAXGi6fbBONNXCnWkXTbeLxRh6ouMLBjwxAWsbrAZwOVvVM9LQFwKlBjzpMMIuYM6vDBNOgEC0BV7jRsnkMnp1LGptrvRLPITr4Umc752buZcylIs+JomBIsgTokIIfSXTKgA4JKI22iyG9FATFuUXfudRlPpi0PD8tQjBy+f8HgOcZuJb7lwhc8z/Lv6AmPKf3/l03nq1mzXxjTtewZmpBAIZmppY9XcOaqmZC2u+/ABiMj54TgSF9+N/oF4ySBt/I/w3A4C+lUwJmkuO1AFrdX00HSMapdjFkW5jtVMyChoV/GqFBEfifg9ICKOjvM5iDBbqgOV2jeOEoRcD8Us+rb1ai0b0sGh/ZxIBVM+G1PFwzA12PafmAbHlPQtaQ0LVkTB0O9gVsA/76DNX0jolpEFJhHQ0vO5teU7F1ajHBoKCyyS1N356+fXaNiPzGo7XzaO0ExFd48xsOpVXEgtNwtWDrpxI/0ssxKMFWUR6tmYT63FLztPHrI5UIL2DA0G0fwQBLCZlFbONRO3q1nPE+GQvTnBjqGeBgVZocfShp/6vrl1pfPnt782pGSGCkh/PZwtzyrJTEEL/TRTnv71+/dCg3N8I/P8z3RGxoRbjPqXCvuxmRD9LDXuXHvi2M+XQoDnW1iPX4FPpG8YdjyQ8OpZ0/EFu2PyRvr19OeFDG3qC4QN9w713+O+29d+zwtt0WaG8X7eGW4u+XHRx4IMQ/L9jjwG6n/D1uZVE+h6L8iyJ9CiJ8i2MCC/YF5EcFZYb6JAa4xXg6+dhYOK1f7rZ5fcCOrXtcd0Z5e8T4eu7389rv7xvptSvExcVn+3ZPW1tP2+1zY+e21XbnJktbcwtLcwubrba22+ysre3dPHZHx+YkZxyJSSxNTD8Rl3pib0xZUFhheNTR5PTzaZkXYxNPRcSdDI466r+31C+sJCjySEj0seCo8sCIwz4hpe7++U5eOTs9syEReLtLupNX7g9m5nbrN+xwdt3t5bPX0trZ0tp5u53nqjWWK1dvWWtmZbZxGzhm1qvXbVmx2mLJ8nWLFq36xz8WL1iwfOXKDcuWr/mP//zp//1f/1jwy9Jly1cvXbZqydKVc7N80eKlPy9Y+I8ff95gtslio6Xllm1brbdv3WpjaWltYbF5w4YNa9asWbVq1YoVy1auXL569cpVq1YsXbp44cIFkN77y4Kffv7pH5Deu2jhgkULF0DJz1Ci1do1q1atXA4tA69YvnReAZ53Qa9ZvRJSg6H7g9xrbrbR3Mx8w/rN5us3rF21duWydauWm69bDdHvhrWrzNet3my+3nrzxq1bLCwtNmw2B++5ZaOZzTbLbVu3bLXevNV6M0i/Nlb2tlsdd9hA9Ltzh42Tna3LDltXu+1zAGzjttPOw9Xey2Onl8dOT3dHT3dHHw8nfy/XeQAO8HQK8nYL9nUL9vXY7eMcHux662o5l9Ex0M0z6RhqGUErJ+qVRKUQBSU5MUk1DNzXuQ3SVhGjGaIvrQxjUOLVEpROju0z0PoMNC6tgYT+CEGgUoTQyjBGNVHGh+kVuP4uulzQKeV1TA6LpkbEXSpCj45CJ3xTCOFqCYpDrafivvAZTdB9dHKsgNkMUWWXiqCRoiGqlPI6IPLkM5owsNe1n27DW56bNKRuLZlHb6Thv8r4sC4VQSfHGtXEkV4ORLAyPsyoJg73sLu1ZBG7lYb/KmS1MIjVXFoD9ApVYqRagurRUbpUBKOaaNKQlCIExKJqCUrCbVdLUEY1sVtL7lIRTBrSgJHRq6dqZRiIXSH0lQs6NVI0xLpSXgcR9UEjRY8P8Hn0RhL6o06OHenlKIRwGR8m48NUYqRWhpELOpmkGjziHQ7+FiJw6HMBEbtVKUIYlPgeHWXQxNTKMCox8vugYHZcZlDi+YwmLq2Bz2hSihCjfVzoSgGzWSGEG9VElRg51M0aMDJI6I+o9pdyQWd/F32yXzTRJxzv4XcryVxyHaHzLYdUa1IShLQWEvxzt5IOjBuQjR/9nGzcbTd72VvZbFiKbv5olDHEdHC1lYWv1UsxIyaGkFGPg70wqbDdahyHVI1qeWaQobtV+Il+rl6KkrCa53eAdRIkuvU5l1wDSr4KrEmJG9BTBvSUPi1pxMQgI95IWU1GGcYkx/coyQYpcbxb8ujGqehQDw8HCxuLpVwKTMrDjfXLJFy0iItUyLAqFWF0RDE1YSLhO89XVRbnF1youlh57PTp41VHD5cfLjtUVJgXHb0nLm7P2XNHBvpUE+NdI0M6ABgBpoefP70TERqQkRybmhAdGuSZnRLdXPt2bEA72C3TK5nTY8o+HVHGbpRxWyb6udOjEgkPwaF3DPYp6FTkmTMVe0KDUlOTExOT09Kzr1y9dfJEVUzU/uT4hKy09Mzk5JAAnxOHi6Q8mkktELNxehm1W0lX8lAcYj0TV8PGV3MINV1ynEaE1EtBF7qM084iVCv5nbMjEpOS0CXHGRX4Xg25V0PuVhH7tJQxE1fNQkwYRd16DhxVXVSek5i5Hyzi9vTO3LWb9OST+E2rohqlxbOB8elRAOgBgCEAGAWA8Tn0HZkFesa+m0bG+r5Pdo+OD8+AN0Hn/ompwUnoPDYyOzMyMz00NTkOAGPA7PD3qbEpQChTpWXn2+/0NN9ku8Vqp1zZc/LU1dTM4qS0/LQDpVm5pamZBSkZ+Vm5pTl5ZelZ+VH7k0P3xkRFx+8J25ealu0fEGKx0WrhgiVbNppvt968Y+uWhJjIrOTY9IR9tZ9eTQx1qUR0pZCiFBC7FHQ+DTbQxRs08lUifK+KYxCzBvRSnYytkbFG+uR6BZVHbpYwWvjkeikDTsE0N9R+wZGoQmV3C1v3O1FzATnhf0S01r91heuLH1bm2IYfswrJ2xRwbHfWZ/eoxmsvgR+WFi/fXr54W8aKbWE2Dl5r167fvz/OaDRi0RiNSt1Q17g7MHjzhi0njlZ+eVeXEpez5B/rnG39LFbZ+7hG+rsn+O9Kct0ZsdMhOGxv2rYdHnYu3u1onLqnewyYGgO+908Mjs2MDY0PCGV8MglLQnaIqSQVhymlU6QsikbIJnQ2Prp96f2f9/DIepmAxGbAUfBvnbCPKORXDOqrlIdmEJswsE9CFlzMQeIRX5mkZgkXhWh9z6a0qiUkpQjPIrfS8OAWwKBJoJORRSw4Hd9gUjMmBuUGBVVI60C3vCPBv8pZyEEtZ0jHNYhJSiZSw8EaJLR+g5SO73jz6ManJzc/3r30/mbV7SPZjyqLz2TGnc6MO5ISV56def7Y8XMnzx0pq8w7VJlw+kLJ81cv6Pxasb5T3vsFzT55+cHF87/drLpw/ciRq0W5T04dvnkktzwj8uqJ/FNFqW9uX/3j4tnH5089vlR16+SRk3kZFQeSz5XlGoX0XgUXTD5noLoVrEGdQM7D9+g4PQbO2Iist4urlBCkPNxwj1TKJQ2bVBUleWV5WQcz0qL2hh4/VlFWVnb16vVTp8+UHztZeepcccnhg/nFJyvPVJ0+f6z85KnKs5UnqgoOFpcVHio+WHL5zOUzJ05fPX/18tmLl86cO3e66sKZs1cu/Hrx/KWK8uMFBwsPZOdGR0QGeO8KD/KPCgmICfE/mBw9pPzFU3AAACAASURBVJOq+WQZh6CRUrlUsHh8tFc53C2/d+u8v6e9t4ddWLDnTjtLl53bKo+XigV0qYjZY1ROjvbnZiaHBnrnZaXER+89VJRbkJd18EDG5QtV/j4eRw4XA8DkxPcRkH5nvk9M9AvFuPExFQD0Tox3j48NAbPAh7c15YfOjA8Dt649vnjuhsnQx2Vzhod6v38fGB/v5/E4JSVlCQlJQUHB5eUVMpmit7d/fHxCqVRrtXq1WtvfPwhhMBiUNT3x6verlkv/4+HFY6SWL2/v/pqzP5jU8mWmWyYlw0T4lu8aNrnpdVGMz63y9LsnsmgNz1TEehWlkdL8ClP3h5rdMaimqPhIEQuml1OGu4V9Oq6ch5fz8BP9msO5SWlhQcGbt6U6eAPyXhCAWboxvHQWRFkTQDPO4DVD7YK+Zs5AE8fwldz1jfIdKQEjl7k94LCMAEUzS1TOEpUASQVQtdC303g5NDMEBXgTUftXqjMY7KwG87Qwihm0HOzIpRj6GhgguOJU4zAhQNTO4lUzeN0MXjdL0IMUBw1OD4Y8kUwA3gDgdOCVZBMoGtN75/ZjDXNNvMpZjAJ8TIIGfEayZhYhHqqnce58JV18wb3xkXLuT9SxO8xLL/FVT3Fn/8Cd/QN75unfARhWcRd+4j6y8iGEvujTj0EqPvkAfe4P3MU/X6SduOCX8lv4wQ+55+CnH5GuvObfr8FfekG68ob9+9fWirtPE8tbjt0ZqqfOoiWzWCk0AEYKYfAUam5NGqcAMIophATAaWbQSv4fbe8LripedgIE7XA9E0xXmivdHWtgA2gVWLqDUoKJWQT9TKsAgEmmW/gAVtNR+VT9Bg3A5dNt4tF6DmgF71T8lTUFVwLt0olmsK4WwGrrD9/RvkMDaNl0pxAC4Bm4aKKdB6I4CtzihmYefadggskO/r/oFyEF4FIQ9uZ8v/8DAHfO9SS1/XercOscOjYLZsGqIT44EABD9Nsq+v8EYNCiPDeQ0gvJvxDozsu8fzvMe55BBq7lzFazpr7Qxz9Tp2tY8wwM0e/kN8bEVzrwT/n3Xww8D8DzLxIsRpqjdLAb6W/vC3qPcxboyRY+uFYNlw7XMyfbRABaDcDl4CYwXAnRL3j5dxH43wAYDVZYAVjtULsAYOinqMpJugyQ6HEvPxA+fGbU1eBr3yG/vcA3vudgGtnoBmzLB0TDG2zHZ2zHZwq2noZtwLR/aq/+s736T3TTO2LHFyaugY5vYJGaudQ2CqYW2foO1faegqmt+/Tw27u7yNZ3sMZXJFQ1AfF1DoY/g+ZBJV4jRYvYrVD5yEAXay56lkjBVOvllIlBuYDeCaGvRkzCdn6hYOvHu2WzA5qHlyojdzmWJcZUZqVeLSuqfngX/un9lfJDYe7OccH+JZnJSZGheUn7X965/vr2tYNRoVFOtkV7fE/Hhpbv8bibE30t3v9NcQL81xLk1RLC74eJd45Un0r980jSw0MpNw/GnkkJPbo/qCwmqCAiIDvEJ9rdMcrNIdrdMdHbNSPAC0TfUL+DIV6Fe9zzQ50Kw1xKIncVhbvnhbjk7XErivLNC/PKj/TN3euTFeaVGuQeZGfhsHqB/ZqFO9etcN20zsNyg7vlBj9bqzA3p2ifXfu8PaO8PKN8fPb7+8cG7Y4PDInyCwx19wxwcrU0t7C2tNpqZQsqwO5BkdGZsUnFEfsLohIO74s/EhpZGhRWuG9/RXr25bTMi/v2V4THngiOOhoQXuYXVuIXVuoXVuodUrQrKN/N76Djriw7t3R79ww7t8ztLumOu3J2BRb/YLPNbdtWV2sr5y1bHDZtstu4cbu5ua25+bYVK8zXrNlsZmZtZma5do3FsmXrfvllxU8/L16ydNWixSsWLlr+y8JlvywEQ55/XrD4x58W/rIQZOCVq9YsWbr8x58W/OPHn5cuX2ZmvgFSfeegd+O6dWZr165fM/e1cuXKFSuWLVu2ZOnSxYuXLFi46KdfFv74y8IfF/wMzvyW77Kli6GEZ8jSDIVCQ5lYq1etWLtm1bzt+e/rvhvM1s0boTdZmG/ZbLF508aN5mbr161Zu3LZ+lXLzVavMF+7ymL9ms0b1m0xX2+50Qw6Q81GVhYbrDeZb9tiYWO12crSwup/UoCd7be7Otq5Ozm47bR3tdvuarfd3cHOw9nBx8PFZaets+NWD9cdnu727i7bvdztA31d/XftjAj2idztE+rrutvLJchz5/6wwJLcZAz882APf3pMaVCRVBKMlA8Hi4gEnRBrCWiNIkYjn1rHIVWLmU06CVLGh/UZaCoxkoL9DJGkiN0KMa1OjlWJkSoxEtJaJdz2Hh1FK8MM97Db6h8rRYg+Aw3SY7UyjF6BE7FbhawWjRStV+AUQrhOjh3r53FpDRAissi1VNwXvQI33MNWS1DdWrJOjpXyOrCdbzoan0q47SYNiU741vD1rpDVMtzDNqqJLHItnfBNLUGN9fN0cqyYA76RPgPNpCFxqPVE1AcGsVqvwEHP3q0ld2vJegUOYmwIXwXMZh69kU2pY1PqxJw2rQzMapILOhVCOATbKjFSwm2XCzoZxGqtDDPWz4PUby6tQcBslgs6VWLkSC9HJUZyaQ3YzjfYzjd6BQ56IqUIoRIjoafr0VFMGpKQ1SLldWikaBz87bf3N2n4r9AfkYDZbNKQIG1cKUKYNKAMLhd0ititeMQ7GR8mF3SqJag+A43PaIK3PKfhv4rYrb166nAPGxKWhawWSKU3yolaEQ6y4ArpTYTOtzxK/bCRySM3diupPSrGqFFUdTg3ZJejx/YtTlZm8WE+3QqWTkTqVtINUmK3EsQzRNPTjvoHbbX3yKi3ehmShHgr47T2asgDejDtWStGcMk1eNgrIb1hqIuml6Kw7S/o2E+g5CuAEeFvSIi3eilqQE9R8ju0QrhBAgLz9JBook/8vVdiktNTYgLj9vqaLfuv42XZwKTJqGbPjhv0Ckafkd/bIxgeVQhFhPsPrlRUlF69cvnShcuHy8oLD5ZmZ+aWFJUezDuwLzwkPze1o+3r1ETP+GhXb7ccmB0CZgZfv3iYmRYbHuqbmbo/xM89KSaUQYAB4yaliGRUMwdNArAmWo7gUz/J2PUTA6zpYT74myU1iLgolYQm4BBPVpQFBvgUFBQcyMmPjUu+dv12akpmSlJqfGxCcnxCenJSoM+urNR4uYA20CXTSOjDJlGvji2gtqJbXjGxX0eNDJOSoBLAJaxWyIX+f9h6C6ioFr39/77/N+695xwTLBQQEEVEaQwQUAywW5ESFJAQRAwQxC7sAhVbRJDuGKaY7u7uGbqkYf/Xnu3h3Pf+3lnftdeePcPAoC7XZ57n+zxccnWnGkzVFjEaOtUkkwKv4LXKOC08So2AVtevoStJzcNaXo+R/6O0IONq6s7dm4/tCNnj6v3j0h35p3rUjTfUN2WA8ScA0uxwFzDVNT4xBAA9Y1PGgeHO4fG+CaB3HOgcHu8enewamegZm+qfBPonge7R8Y6hkfahoREA6J8c1XR1mukXJGR9d98oAMjUxnMXr7p6+tk6uKxavb6yGp6QdCkiOjky5kz06XOxyRdPJV2Ijj0LYTB4jIw9eCQiYHOIvaNL6PGo3XsOWi1e+s9/zFjpuNzZ0X7bJn8MoiUlIfbA7u3hh3fn3syUCSj9nfI2GPjfJwFVYVDSGIQ6Kra6XUHr0XA0YpJSRDBpWRJ+GxlbxiZUd6kopNYSAry2raWp4E0hEiuE4dW5RfTbrYORBR0u4ZQlW+pne9623ZTmE55gH3x4a9ybgMjq9YcIDhvr/mZxft6anFkr42bZ77Jx9F6wcElJcTnoKJ0EOjq6KCR6dua1o4fCsjKuiziq6h8tC2c7Lrfx9vfZ4+m81dftgJN1gOMS33WuO1Yt97OzcT24P7y9o7eru3cKmJwCxkdGB6QyAQ4HJ5PbyDgkh4gd7zRJ6EQxjSBjUx/dyDbIeRODJjyqrqWxmIRvhLUUk8hNdfVfeXwsmdIsFpIUMqZKwZZJ6CRCS2X5p8b6YrGQZNSLDDo+i9Emk1A5LCyJ0FRX841MaBJx0QxiAxlThWz6JuNjxByUnI8RMuFqMYFNqJexUQNGfqeKoeS0afg4g5whEVD1GnF/t7pTz2cQ68u/PX77+OKrO6lFL699uJ/xIivtWvzJ1MPHLoefepRy5X7GjUvXslJuZZzOupCUmXnz4bOvX8t/fC398uLtp7u5hfdu52Wmv7uecT3pxO30+OsXEl7ezSl+9eTRhbSX1zIfZqR9yL35/GpGUuje0rdPh/VSGQPLI7RoBCSTjCHn4RV8QqeO09POV8jwWgVFwEYoRSQ2Bdau5I/26F8/uXfi6IHrmZduXLl8+eKlC+nnH9x/+ODBo4yMjMzMzEuXMlNT0+LiTseejEtKSE5PO58cn5SScCYt+ey5M2lpyWfPJCSePhkfe+JUwqnTe3fs2bE15Mih0KOHj+/fe2jPrv07Q3btCg4JO3Lw6O6dKScjUmOOh+7cjK4q6tMITQpOn0mqFNIGOpQDHcp71y6sdXfcG7IxYP3qzf4eQQFeMZEH6WRkh0GqUXBHBk1FX96EbN4QE3bw/JnY/bu3HNq3PTL04PnUhA8FeQ/v33qT96ypvqqr0wgx8Pj4gE7PHfipBIC+7m4tAEzyuaLYmDM6VQ+XqdgdcpRFF/R2D4h4XAAYmRjtnZjov3njWuLphLDQ4+HHw44ePrZvz/7a6rrJ8amenr6+vgGDwSSRyLq7e6emgPHxSWBqfLJHnxZxoDT/IQ1WHX9k1+Htfse2b/z2MrdLyu5TcQ08AjBiPBsW/OBi9KXoHfXv7oxqqOzW71zkDz62Al31TkxpGO+WdCipw53iXh1HRG8d7ZKNdclE1NaYA0EXIo9stnU44OQxTBECQgMgbAfYxnGSGmB2APTOfrgE87D0aWjG02MXqjPzWm68L0q5/+ZkVkn6A9yT7+oy7E+kYJKgAIVfXhdA0YAMTNeDd0FBWDtFVIL6MESkJB2IwQQNyMAEDXiOVf4anAoM2cKrzQ+px4i6EYJ2lKCdIhnAbiRK+xRON45SgtBL6wLYfQCts69VLC8jiUvwmmo6mJlMbQcYXQDZCBC0AEkLEjXN9LOBZVaAEcz737FZr/FZb6jXPlCvfyRe/4i79h579R00bVfeorPfoLJewzNeQYPIzENk5iEv5yMv56OyXqOvFuBugqBLvPMFkf26Ivne+7CLz/clPd+XVBJ/g3jns+RNnTCvGnP9XXHc9bwjZ2lPiodgLPA3QFBMYqTDcD4oR7O7ALx6sk0+hpQAnJ6+Bjbs2rvi5Ht9oPqtAoEKGqhYGC4Fi2fN0AsgZOBeMSSxIuQARt1RTEDmvAOXfrEaEIlBw7PqL2wz7wOD8Mzq+RiZDXI1UQNg5FMIEWSBhtzOoAUaI/+lAP9pgYbc0WMw4fSAfU4wESREgxvOLeBOLKjxNpgrc5v/lIJbJOAPUM8HG57+dAtD2ulUowCayQbw0fE6LhiI9edW8FSdYLKWP1HFHa/kjFdyJv5lpio40ADVfKCGD9QKwKkBz6eqeZNV3H998r+egw/9y0CvDL64+eL03ekrUzX8ydpfAyZ1NYiAJvOesznBC/jfkWBgDjZCCiBl4KDkYPuReePavIxtTvZulZul4D9rkFBasLYK2l3H6ACMHmgDC4HBrmaCdgAuGCMpQCO0QNeBoTc+f4v8+AlZ9LHy3eMfr3MbivKVTHSHnM4lNkk5bSxiI5j8jAVLgJvL39cXv24oyq8tyqv5/orcVqkWE5jE+sbKd5Dwi2j42lz94dv7XBapQS0mVBW/aqx8J+O1kdvKm6vfEpDFRFRJc/Xbhop8clupQtCml5P0cpKI1coi1QkYLQoBVinESbloCQfFIjcxiA29Wm6Pmq3nEmHf38XvC97l6XI5Ovx6QmzBnZuY6vLyDwV7twRucHe5mZURc+xIgJdbfOiRdw9uZZ2K3OXufNhrVeK2DdeOBGfv8X8QtrUgYd/nlIO1V6LRD88034otPHf064Ww4ssx3zKiXyYeunY06OJe/4yDQak7fS8fCb4esTfraEjqzo3xQd6nAj1OBrgmb/c6s8MrdZdPyp71KXvWJ+8GJ3G3b/LejSkHNyfv23xqh++JbevDt6494ue6w2N5iPuKYPeV292ctro7bXdz3uruvM3dZavHmk0uKwNdVgW6rN7k6rrFzWObp/d2L5+ta9e6O620sVq8aIGV04rVLi4+20OOxCXl7Dpwev+xcwdCL4RGXT1+4trRsJyI6FuRMXf3H83auid1y97UoN1nN+1M8Q9O8t16eu2mWO+Ak17+Me6+US7e4U7ux1Z6hK5ZG+ntH7shKPFvtjYudnarly1zc3R0d3BwtbFxWrjQ3tLSZt482wULbBdb2Vstsps/z3rO7PlQnvM8S6tZs0ES/u332bNmz7OwXGQ5b5GF5ULLeYv+mDHrf/7+z3/88/c5cy2tFluDhmNrMO9q8WLrhQutLC3nz51rOXv27Fnm2+zZM/+aPwH4jxn/mDnjd2jLF3I7QwnPixbOn97pXbRwPpSPBSEuVPA7fbSxXmxrswRiXQiJrZdYQVegWCzHpdaOS62X2S5ZZrvEwWYxNPbWVhD0OjksdXJYutzOBrq7wmHpqhWg7XlaAXZe6bjGeYWr2f/s5eqy1sN1nafbenfXdW5rwPF0c15h77feY8umDX7r3Xw8nTducAfpd6PXlo3eQX4em9e7bfP33LVlfcyxPUXvng91yZVi7GAvr7edrZKg9Uq8SoJmkiqJ6O98Rj3oWxa0yjhNUJ+NStBqkLVNDcsg2jSqCEoRkoj+jmr+yCRVTjOemNPMIlcxiBVCVqNOjjWqCDJ+a1N1vklNHOrhmdREvQI3TaF6BU4ugLPIVRTsDzalWsZvFbGbpDwYBHvT0igZU6JX4BjECjqhHMJaSHEltRVTsD8gtNYrcEJWo4DZACm6Qz08vQIHsaKY08wkVUJuZ50cK+G2CFmNEEB2G2iQDVshRIjYTXxGPYSOagm6S08d6uHJBXBIKzYo8ZABm02phr6pWoJWicFPBCAc1cmxkBkbMjxzabVsSjWDWKEUga0/Yk6zUoTsNTGGenh97cyBTnZfO1MjbVOJUb0mhpQHw7R+YZkDnzp1lE4dxaQmKkVIKQ+mlWHaNSToMwIpD8YiVymECKUI2amjjA+KNdI2BrFCI21TS9A9RrpShITVvW2syuMz6g1KvJQLV3BRQlqzgNogoDaQkSXI+nd0bKlJThRQm3Ri4lC7mEtsOb5nc6Cn81pnezcHqx8fnvZquSx8nZQF10twZncuQ0CvZuBLyOhCBb95oJ0m5zabG4/YZmcvQyVoZeJL2cRytRDeocJrxUgRo84ga1ML4WxiOQlZKGLU9eopXRqiiFGnl6LblQS1EGluwaUBI4bXT67t3+7r47J060YPJhHeoeEDU30/e1RcKhKsOOoUo9uqbt/JuH0769HDu9euXsnJvpIQn3jpQkZSQnL0icj4U1F5L3L1WgEA9Bl0/N5ulVbNGxlqF/LJcSePB270igo74Om6LPFkqEHFA0Y6tDLaUI+sS8em4ap4lBpkwytq20etqHnASNRJ4eAboVTrlWSNlKyRMZCwmpvXssKOHzt06FBU5MnkM2kZl7ITTp85eTI2LDQ8LPR46OFDhw/sTk85rZZw2tUCsGyW0MCnNHYoyToRWsWDd2nIOkmbnAvr0pDVQqSAVmeU40SMBjGzUS/FGGRYSB82yLAGGbZLTjKy0BN64WCXrODdw7T02D3bA45uDDzk5I27+072por88KuujgAMAMDIVP/ISN/kJEMsbyVQhBpD/yTQNTLVNTLVNw4SL+hzBkAYNpPwWO/45JBZKO4eGR4xy8V942NdwyO9YxOtWEIjAtvRM5Kanu2zIcjGftUa9w2Pn72NiU05GX/2RHzaycTzp5IunEw8Hx17NiI6OSzqdFjU6T37j+/ed3Rj4Hbn1V7HQiPDwqNXOK2eOWPuP//7fw7v3evm7Pzw7q2p0aGczAubNnjt2rpxX0hAdelHKraRRW5p13DkAhwRWcGlNovoLUImjE1toBFrqORaMr6cRiiXcFtgVe+Qtd/Kvn5At2JaYEwcpScu/VPcTfh9OBCZ3xeQJPQ82uSw7Zr/icz/cHI8euVOyjOSU0iR1bq6vy/7Msv52f/YnZvjlLRw5eH//MeSly/eAFPA5ARgMnahkNjHD55fvnTt/p0nBa+/VpXBSr41uK8MdHb0W2Gz3trS3d5ybcGjKuclG+f+w8HJxmfz+h0Z53LAYpopAJga1yglTAquDVGPhderxMxunbRHLaW0Nv7UK/gkNA3Tgm+tfXjzMhHdCEz2mT+O0QNAX9+gZgroGRwxDAwbp4ChgaEuY4e6p9/UO9Cu1knpLDwa28xgEzp7tFPA0BQwNH3S168FgD5g3DTar1RLiEIWkoKtxraWNFQU8OkwOr6WjqkGRg0GKdkgJfOIjR0KllrEVMm4MhFdIiTptMyuLp6A39JQ/+bR3TNPb6cVPMj+dP963uXMJykXck+lXToWkXk2+mpOwv07l+5ey7iVeSnvzn1sZV2vQCxshVErSytePCx5ev9pzvlnN7LuZF14cuva86tZH+7c+JB789X1y/cvpp6LOhZ3eCcDUdchYyu5RAkDreATdFKaXkY3KVldeu7YT5VOQ1WI8XIRrl3D0cnpnWphj06Ka6lLiT2Rc/H8pXOpSbHx51JSH+Y+ynv5KjPj4oXzZ1POJMXFnow+ERkddSL25KmE+NMxEdFhR4/t3bkrKCDQb93adV6e5m4/t43r/Hx9/DYFbNkaFLwpYEvwtp2HDhw9sv9w2OHDofv3psXF3MlMzzkbf2Lv1pJXud1SpppH7dAItVLWzy514btnwYHeB3YEuK60DvJ127h2VWpChEkjYJFRSjG9Sy/lUNtORRzc7OsedmhHSnxU5oXks8kn94QExUWHxZ+Kev/21cd3+UVfP7wryG836aYmwRWE/gHNzyFtX59ufHygu6vj3p0H+S/fc5iSk1Fn6qpbO029fT39/d0dADAyNGisLPsaFxN1/MjhmMiok1EnUhKT9u7eE3U88vbNOwN9g1NTwMDAT6VS3dXVMzkJjIyMTQwN8fDIx9nnCPWlhS8e7PTzjj9+IHTXlgNbN2YkndTwaQoWVi8iUWGle/2dX1xPunsuAlP+Ws9qHZCTjHyUigFjocoorSUyOqxDTuuS0ZQshJaDnjAJ3+dmno/ak3Py2DZ7+/1Obj1YOsBRAyzNFF0LAjC9A2D2gkMyjWM1ALUTkI4C0mGA1TmMFhmqSex3dcj7n6suPy9Jf1CR8bTh2mvuhwb+pybJN7imHNfdxBzDSkEI5HYCBPVfIrBZAQZBl6gFoXeaeyH6xaunCNopunGMbpqkmsw/QzdIvCzz4PWKInzzjc+fk3PzY2+8ir9ZcOZ+YfrT52EZ387kom5/FXxs7W7ggM5tVifA7ATEQyPNXFF+LeXOV+LVd6Scd5x7RcpXtcTrH/HXP6Cz38AzXiEy8zA5BZicAuTl/H8D4L8YOOctKuct+moBNKict8grrxHZ+Yjs/A/hl675h97aHFF06irxzmf+y0rOi9Jv8TnNOS+ZL8tNlQSArAHYHQBJC2aJUfQjKElPHRN+40Pxmfu8tw2gYZukBxt625TmrGYZiLsoBWiQJuhBxEXIppqFE42gEde8gAqGMI018tuufxxvEoCZZC1i0IqMVAIgi0p/2ZKRCpCZWb3f425NwMzp3G0ysPQIKQb7kLCgCg3SLyiYm8+nr7TJwesI6RQSnGkLNPhqcOm/AzAkljaJflmFa7ljtRxoxuvAruOpRsFkE0i/k03gTDTyxxt4Y/XcyQbhv85UnWCihjdRwxuv/gtcJ6u40/MLfaH94VrBFATAEAObnzbxv48gTptf6t+Ov0C3Gvxek+YjdAVoACO7purAvWVowB3mesFkowgM9Gr639nXCPD3828APAWXmQuQQYv+Xxbo6T6kNnP2FXSEXNBo7RRaA2C14xjlBMHcv83R/qSIaN+qGl++xZcWNn/Nq/v8ovFbPhNVLaTAqKgqJRerEZM0YhKL2Air/Iiq/colNNIRlZVfntd8f9Vc/QGq/8W2lpDQFXhEaVnhs4aKgsrvL4mocqUQx6E04RGl0HOIqFI2uZZPb6bhKpCNXxANnymYCiETJmC08OnNAgb4vzOP1sKnw9RiQq+Rp5aQmKRGAqJcwcGIyXA5FSUhtN49e3rt0oXJx/ZfiAlPj4748T6fCG++nnlxhe2SuMiwsP17dwT4Htyy6VpK4vv7N7JiwrYsXxK10f3KseDTAavD1ix6FLW9Kie2Iju68VY85ml64634qisxdTfiYffPtuSmN95Nq79z7vvl2O+X49+fi3pwYveVAwGZe3yz9/tfORSYEuyessMjdad3yk7v5BDv08GecVs9Yrd5JO/2PbPPP3lvQPwu3/idGxP2Bsbu9I/aCq4HhwWtPRrgeXCjx0Ff94N+Xof91x0O9N27wTvY0y3AeeWG5SvM47Ru2XIPe4eVtjbWCxZYWc53sFvuuMxlU+CeEyfPb991YteB5OC9SbsPpe07cnH/4YzQiGvhJ27vPZwZvP/ctv1pEAAHhCT7bUtYtznOJ/DU2k2xPoGnPP1OrvaJWOkR6uId7u0f67c1+W8LFjkuWuK4xNbJeunKxTYr5i+yt7CwnjVrgaXlknnzrOfPs7a0WDR71ryZMyxm/WExc8Zci7kLZ820/P232TNnWFhaLFy4YMmC+YstLRZaWs6fMWPWP//5+6xZs6ytrZctW7Z06dKFCxfOm7fAwmLe7NmzZ8yY8dtvv/3z1+3vv/32jz/++G3mrN9mzf599pw/Zs/5Y9bs32fO+m3unFkWc2dDGi8EutMZztAJxLpQqJUZQzArRQAAIABJREFUsa2gdd8lixdBT4AYeLoHGLJDQxdtbZZAiLvC3na5nY3jUutpAIYafaFaoxX2ttBdp2V2q1cuX+W83Hmlo/NKx1XOy11WrXBf7eyxZtWalcs9Vjuv9XBd7+Xu6+kOMbCP+xp/Xx93t1WrnR093VYGbPDaErh2q7/Plo2eUUd2H9kTtGWD2+GdAR9e3tMIKN1qrpTT1tvOHuhmmTQklRSpV2DkAhgFW9wG+6jkw9qVuB4d2aTAaoUIvRjVrSb2G0E1tVvPGOjgdunoULSVnI+kYssJyGIaroJBAJcKWKQapRDd386ZGJT1mdg4eFFDRb5WiuvQUFWiNikX3qWjy/lIo5JkUBCFzGYqthzcxafUcan1GgkWisWCkqIMCqKUC8e2fqPjK/GI71xqvV5OUInaRKwWMRsGZT5Ph3IZFESDgqiV4qD8KgahikGogtKeRawWlagNagyCGpi0Uly3ngF1LInZMCj/WcRqkZuLdrVSnEFBhFp2ewzMTi1NwmmFOnvZ5FoKpsykIrerKdBb6NTS+kzsHgPTpCJDKdlQYxOf3kjHV/LpjWxybbuaAqVhd2ppUNFxj4EJRW1NJ0sLmc0yHkLKhct4CAahikWqEbFatFJcu5rSoaF2amlQOLZeTpDxEFopDioKZhKrDQoiuMLKakE1fW6qeoNo+EjBlEFfK2G28imNfEqjgNrAxFUSWovomHI5By5lwdUCHPBTV/g6d8Ma+0BPZ5+VdlvXuar5RLUAR8dUm+TkfgNrsJ3VoyPrZSgZt5GB/y7ngWW8QnqtgFZjUuC1YvTUoEjJB/Ol5dxmoxyjESF0ElS/kfazg6mToPjUajGzvlNN+NnBNMoxPEqVVozWyfASTiuP1tRr4AuYqPBD24MDvV2XW8efOAKM9XZoxd0G2VC/fmzQyGVivxe/vZd75enzu9euZ17JvnTzRk5yUkLOlazY6MidwUGXL52VChnAVH+7gS+XEE1GvkRENZlkQwPt51LjQrb6Bfp5rvdwupga264SDnQoBzukw90yHq2JT6kfbGdhmj8g6vMobZ/FrCopp4ZFLCGhvjJwP8x/u5B6BaNDJ2pD1F/PyTx1MirxdEJiYuKDh0/Ppl1ISU2Ljj4ZFhaRnJgUEXos0Hdt5rnkqeEuMRvXrmK3K2gmOXmkS6ATY/sNrC411SDFd2toBileyUMapHgBtUHCbJFzwO16vQTXqaKMdgt/tnM1XKSR0zaqFwz1KO7cuhAXc3TfJv+Da7yjVq5XvqvlPi3hv6sDhB3AEAAMTY2OTfUMj2KorO81TTJj9zAAGPrGuoaBrmHANDCh7x1tH5zsHgXF4Z6xie7R8e6xse6xsc6Roc6Rwe6xkc6RkWEAGJgEKpvgLLFqaBJIuXDFLzBk6bLVrp5+yWmXouOSU9Iz41MyTiVfijl9/kTcucjY1PCTZ8KiEo+Fx+7ef3z3/uN+AdtcXH2Ctu2OjD7t5rlh9pz5DnbL1nt7BfhucFpmxyATJoYHSFhEROi+eTP/a//OADqxhU1tHelT6RW0ltrPOESplIvkUOqY5BoaqQoJL2ysfVtXAQbI1Rbn4VtrCgs+FBfWo7GGvA+MFWvTU3I5yW+6912Xpb0eXrUzb82us0v9t0Vev0zvn9p/vmH++s+/u5T/zerNLJenM1dcmml38n8sAh0cN6jkOmASjOH9+KEw9/6T9HOXnzzOu3fnWe69V8mJGdmZuSvs19lYuTvarg/wOVz0GlaU1zLrb3aeyzevWOwZvHHPlbQrwM/xke4enUSEhTVgmqsI8FoaqlEvpvdoBEo2idxaK6Zi2mVcMROv5FNfP73dXPv97s1L377m6QyingEtlYnGUppx1Nb2XnUzovFj4Yfqhipjl2ECGJ8AxnliTl7By9u5N/MKXooUvDFgaHCsd2C0p2vABENWf/74HI+q6uuQAEBnh45n0rJUYiINX0dqq6JgawSM1m49p63le4+BO2gS8AgtXWJul5hvELLUQrpOzTJ18dVGOleG6h4WY4mVn97nvszNybud8+HOnYKcm7nJiQmHAs6Gb7qZEvrscvL9s0l3EhNKHjwQNDd3s2gKLLyt5Evdp/wPj+68fXT3+Z07bx49env35ru7N64lxz7MSHt+NeN6SvydC0lyGkbOxCm5RCUXL+VgFXwC+G9Hy23XsDr07A49s13D7NJzlAKijIvTCuj9RgWPjI2LOHY+OfHSudS4EzEpiUkZFzOzMi8nnD4VHRl6cO+u7UGBgX7r/datXe/ttdbTw87aZumSxXbWSxztbFY5Obi6rHB1cVzt7OhoZ+/qvMbHa63bGndnp1W+6/12btuxNWDTkd17QgI2xhzem34q4uHlsyf3brkQsZ/eUqlkk4Y6NcDk4Iv719YsW+zr7uS9yj4kcO3mdWtOhe+X8ykKAVkjYUq5hD6THBjubKws3ObvuW+Hf+rpyIgju87EhacmxUQe358YGxUdfuTZ4/vfCz+i4S0F+S/JeNzwUB8ADA4OmbR6yejYYHV19Zag4GtXbp1JTL9940F/zxCLypYIhH1d7ROj/RQCIi4mNCbieFpyQviRI2GHD18+f/5EeNjpmFNhR4/dyLnahkKbP3YBeBy+TqMHzycn675/vpIap+ZQB/TKT6+exYUdDQnYGHl43/H9u/ZtD2ypKmpXsSd7lQWPr0Qf2HgrPerr4ywZsf6nktavpA6qmDJyMxNZ3i2jSElNKjq8g9vWL8K1M1rvJh99mXHy2FqnYHu73cuctS1YQKABuDqAawIYpila+xBG/ROpGMNoIBl2DKMcQUkmcUrQAs00gsMyASRVbwtbXYaVFiEQ9z7Bbr+vv5pfkfG0JP3B97T7RWfvFZ29R31ZyXrTIPwEVxbjjFW03ibeCEoGyrYELTRTeM30TOI1vSixAcaVVxCZH5oxj3803/hYl/2mLjP/dUTWi7CMd7E34PcKtTU0gNUByEcA1TjA6OptFtJf1Vdm5BeeyS0596QqM682K68i/Qnm7lfC3S+tl/Nodwp171rYd4sKwzLrUx6Sbn3mPS2n3i2E5F/k5fym9Ketl162Xnr5/2IwJuc9KustIvN166U8eMYrdPYb3LX3xJufEJmvKHe+MB9+Q2a9LDyRmX8w+WtURk3afX5eBe9thfxrs/wLjP6ynPSkmJFfw3vfIi1El51/1pj9VvShFfwIAKMAyLqRZj6oAONATyxkpjUX6ijB/WeEAlyyhclARbFNC/YbtconGoQAVoO//bXrBwlE5WYx6DH+tcUqBOr4U7VcUIlt5AN4XVHsTTCrydz3Cxb8IsQASgZ+X7QcJGGkFIykRpkrgtvM7nHwJ4HkaDBdDIyeRiigvWIwjQz2K+oZynmGTNdTjaJpbhyv40PoOF4vmGgQQs1J0HGiWTzeJBprFI41CsGUrAYhhJfg0RyaBeVmTSuxIOX+OUA91KL057FeCNQKpupAQfj/PI5Xc8dqzURdB+q6E/UCoB5EbqABjKf+df6vV8zZXYA5v3r6B4M2q38FYrdKwT8UEH0hyfdPAAZ14F99yFNw2S//szkEC4rC+hWIBW6wm7fZwYYq8z4wFAfdpjV/uqQaxysnaZoplq4dyax/+rqt6Au24jMbWc1G1fDxjSxsHbG1TMXD0bC1QgaCjW9oqfjQ+OMtoeUHqflHffHrupL85uoPFEwVHV+LaPgKq/1ERJXT8WA6NAVT1VT1Ht1cxCY3wmo/lRU+I6LK5XyMmA0Xs5ESDoJNbsQjSgnIMiaxnkdrwcF/NFa+a6goQDV9o+NrwYgTBVXIQsoFBDkPqxEQ8M0lHEwd0K/VcQh8bFNqxMHQ4MCrZxOyUxOuXzz7+fWL7x/e7Njkt3uzf+zRQycO7A3ycg0N3nTnXNKTjLORQRuObXC9dGT79fAdcRtXXtjp/Sb58IvYncT8TMzTNHjumZZbpxuuxTVej0c/SCfn5ZBeXSHnXcM8u1x3I+nLubBXsXvuh26+sn/dxV1eabs8zmx3S9i6+vSWNQnb3JKCvRJ3eJ/e7nU6xPt0yNq4kLUJu/zOHNiUvG/z6T0BcbsCYoJ9I4J8jgV6hfp7Ht+8LmpbQPSOLSeCtxzy27B19aoNjsvWOzhuWLZ8nf0yTzs7dwd7V0cHF3sHl+XOq5av3hy4Oyr67I7dJ4K2n9gYFBG4/dSWnae37kzad+TikfCcPYcuhhxI37rv7KZdyf4hCX7b4zdsjV276ZSXf/T6oPgNW06v2xzn7hu1yitstU+ET0BcYMjZv1lZL4f2ey3m286xtJ5tYWVhsdjCYvHcuVZzwfqiX8Lv77+BxUNzZlnO+GPurJmWc2bPt5i70NJi4dw582fOmAs+OnP2vHkLbGxs7OzsbG1tFy1aNG/ePEtLy7lzLefMsZg1a9aMGTP+MN9mzPh9embO+m32nD/mWsy0nDd73vw58xfM/T8FXhvrxdA2LyTnTiu6tjZLpuuC/1UWhkh4sdVC6NHpr7KzXmK3ZJG9tZW9tRWEvpD/GSJhx6XWv7jXYelKc9PvaidHF6df6LvaxWnN6pWua5zdV4PjsdoZckGDDPynAuzjvsbT1WWtj7u/r4+/r4+vj8cGb9dNGzyCN61d5+a4xc81LT4MXvftp0nUo+FImAgFFwXmLemI7TqiQY1TiuA8eg2LXMFngIQjZtZDQb5SZgPfHMfaoSDwKfUKAQqiXwmntdfIGu4RQr1HELlBHKsWY7p09C4dXcRqKfmci2j4CEU9Q6U+EKZCbUZSLlzCaVUK0VCpEhQZDaGslAsXMpulXLiI1cIgVPHpjRC7cqn1YjZMJ8NDT1aLMToZvsfAHOoW9JnYKlEbh1JHbiuFnsajNdDxldCXSzitUGQ0hJRGJUklalMK0RoJFmpvUosxJhUZug5lXOvlhA4N1aQiK4VoCLmhSiSNBKyo7TOxdTK8mA2DoqQheodYWsJp5VDqKJgyAaNJLyeYVGQutZ6CKWORaiScVp0ML+MhiKgSLrVezkdCvA29HQ6ljoAsRjV9puMroYc0EqxajIFSrHsMTIOCyKHU0XAVUJ3SdGg29IUcSp2UC+fTG6GCKDEDJmMjNEKsSU7WibFSFoxHruMQaxRcVIeSPtGrvJgY6e1ku229u5uDdUZSzIBBIKK3aITYsR5Rt5YCWgC4jQY5erSXpRI2a8RwDrmcT61mEco61aQOFbFHR1YJWgW0GiG9VkivFTHqdBLUYDsD2v7tUOG7NERoAVgthPMoNXx6o5iL4NOb9QrqxE/dlUsJYQeD13s4rfdwJuFaDWppu1420KNXyFiIlsq8l/dyc2/kv35+JScj98HtWzdzEhNOXc48HxsbcflSChxW0d+t7moXaVX0nwPy0UGlSk6hU5GTk31EXKun24o9Ozb5rXM9tDuoXSPqNcqMSjCEabRPPtEnEdDqGLgfDHyJSgJjkn/gUZ+YhGIpp07GrefTqpj4Uh65Ts7HSHk4IRuPb2t+8vB2YnxMWlrqvfsPzmdkXsrKTkhMjog8kZiYnBB/Ojb6xME9O25mXwQmBoxKTruKqeCCgVgDRnanitKtoXWpwQw5gxSvEbapBWgRvcn8GQRMI2zTS3BGGWG8VzzSJeCTGhR0RJ+W290hvpB+6vj+4P3r1+93WH1pw67OIgT90Td1NR7oAbOHx0enpgCgs+8nHE9BU9nDZnW3fXBqGAD6xoHuEXAGzDow9NAQAPROTJh+Dgyb1xP7Jic7h0dHAKBraPxTSZVM3zUKABev3PbfvNNptaezq3d0XGJCyrn0rJzk9CuxZzJOxJ2LOJkacSol/OSZ45EJR47H7j0YHrzrsM/6zStdPJ1WeYSGnwzYHLLUbnlledWiefN3h+zYuilw+6ZNbfAWYGoM3lSzPXDdqmVWRjW/XcvXSOi9JhGquYSMqabjaxsq39VXFLTUf6yqyK8oe1FW9Pj18+wvb+6Vfnr75kl+zuVnz14ifQKzlvnk3PzQdel9b8aHnmWbHwSGPlm19ci2E9FGAMhr4thsev7bmk9/c/z+x5qS/7C9auly8Z+LjtosP/TowecOY5+QJ4W3oD+++5r3quDRw5ePHr4MPx5/7Mip5ITL6eduLbNf9/f/tv77f9k6LvWPOHB+/ao9vmt2RexLXDJ7+YXTmQ+u3m+Xq9l4PBUNwzdXi2hoJRvHxtULKTARqYWJqu2Ws7ANJYNGsVZIFTDaxFw8hQDLykx+/eZBdX3RONCf9/4RHF+fc/cino6uaa7++O0zEovq6OvqGeztGuz6OTbY3mcqLPly5nxy9vXLP2q+dw+2jwMjPT87ahtKifhmDKoaj6oRsDDEtrp2LdeoYoG/N0J9ZXFeW3OxUogb6BDyaC1SFtIkovaJue0sWgef1asWKMVkIrmeympRdbApvFaRhtz/U9nVIcXBaz6/fPjy+pUnmSnfHpy/lbArZa/vxSMh9+JPvLqYXv74IbaoUIhs4SMbyU0ViPJvJW9ffH7x9POLFyVv3ubfupZ/48qTrPNv7lx9nHX+wqnw2i+v+zRCIRUlZWJlXJyMi5PycAohUSujGZR0tYTYY+J0G7g/u8R8GgKUiNmk0U6tSS5MPhmZGh+bdTE9JjLqRGRUaGjY/v37N2/y27jB09NtlfNyh2VLrZcuWbxk4QKr+fOWLbV1sLWxt1nsaG+9Ypn1MruFNlZz5lv8YbvYaukSazvbpbbWNsvsHdZ7+wRu8PNY6bzBzXXV0iWHtwXs8fU6HOB1K/nE90fXrsaHfXqWW/a54Or5FB8XB+9V9gdDAkMCfDa4rYg9tlcloOlEtHYlt1vNF9DQYnob5Jd+/yo37sShA7sCo4/vu5gaGxt9LDri0MnIY/Ex4WkpCW/znxd+el9ZWlxeUtzcVNfbB6q75kC68aampqysKzEnYhNPn+np6teqdTKhdGJkeGpsuK/bVPb989EDu8IO7jt3Ou7Vg9z0pITkUzGJ0THxkVERR48mnorLupRRVVY+0DcITAIGnbGzvWt0YODjy6e5Vy50qyTAxMjkQB+5DfXw5q3IY8f27wpJios5tj/kZtZZnYQBjBie372QGLEjPWZPbsYpeGl+pxg/rOX0SCkdfJyOiVQQm4x0+JCIACjIn3NOP00+VHEvLdhu9i7Hpdus7XhldYDMBIjaAWEXwOoYIxkARu840TRJMIHGY7JpDKOcwmsAdld/K7cPxhlCCQGyGnQ7U7WTBAWo9/K6QL2XaQTI6pE2cXcTU19FVJViWG8aGPl1pGcVyLuFtVmvf5x7Uph8/3PCnbcxV6F5E50zPfknrnxLf1yS+aLmWkHr3a+EJ2XcN42qQkxnOdUsBfcC7F6A0wuwuqaohhGi+idOATqlGV0AdwDgD4J5XVRjX4tAWYLnvW9C3vr0Le764z0JmV77zyzfku25/3lIfNh8z+e7E9uuvDVDLGh1xuQUtF15CwHw9HGahFFZb5GX38Az8lsv5bVceN6U/rTx3JPGc0+wVwua0p/Upt5DX8njPfvBf16KzHr5NSbj2YH4ezuiihOv89/W9tTSQJs31TSCkrXXMACKsbOaYSqjAETtGEw4WM8EGO0TcHPXUZsKwGhABkYqJmASMMiqVQZyoxkmzYVPCpCEkUqAYmI+Ke8owoHPb5GAC64lVKCSPVXGHC+lD5VQfpZSh6uYI/XcTxHZA1WMiUbuRCN3soELltk2C8A+2yb+ZBMPaDJ327YIQTZuFYM8DNp6Zb/itVHmLG5zqhaUxQ3AFb/Sns3lwFAoNATDv3zCoAQtA58DDtgSbNZFfx3HWyVjMPF4i3i0STjWDAZ3QXj56wSSW80VStNo/QtZmyV/dS81S8Dv1SQGUXbaovy/TybMvzEIsMEvnM6s/hPgf12cvt4i/StmHP6rcQpoU4O6LuKvGUfIxs13f8m/kAsaqYAY2IzHYHcXBL2TMAU0EzAZWN0MjlkHRusAtA50QUNSMKljBKmYJGrHiKopuhbgGHAffzS9e42t+KykIVUMNLetjtT8A9dUrOBgKMhKOq6OR2rmEBopiApcUzEFVsbC1sGqPuDgPziUJiaxHl7/paGiAI8oFTLhCgGWT4e11HyE1X7i0VpI6Ap4/RchE64U4ni0FjqujkVq4FFhTGI9FvajpeajgA7HwIorv78s//a8te4zHV8rYiFkXIxCSKRg6/DwstbaL3xyi4KDIcJ+6EVEvYg0ZJQ0FL8P37P18LaAzOS43CuXHl7PKi54deNC6k7/dQe3BFxOiovcuyNwjfOJ3dtfXM1IPrw7ZI3DAa+VsVu8w9c5xW92e5V87NnJnSWXwtueXqC9vYp/erEu51Tx2aOFyQcLkw9WXIxouhbfeicZfvdMw824H5fCC5L3PY4JuRUelLlvQ2qIR9JWt6Tt7meCvVN2rj291SNuq0f8Nu/4YJ/EHb6Juzcm7PKP2+F3YotP+GbP0AC3Y/7uoQEekUHrToUExu7aGh0cdMR/Q4i7q//yZb4ODn7LnTavdAla7brJdXXwep8gb++Nnl7r1vgEb94TcyJl/4FTm4KO+wWGBm6N2RwS5781Ztuu5P1HM/cczQg+mB60J8Vve/y6oJNrN8f4bIr23HjC3TdyfVD82k2xnhuj3TaAa8Cefid9tyRt2pH2t0XWyxcsXma5yHbO/CWzLK1mWVrNsVw8d57V7DnzZ8+ZP2um5R+/z/7tnzN//23WrBlz584GRWCoztdi7gIIfWfMmDV79tw5cyysrJY4ODjY2dnNnz9/JngDidnCwmLu3Llz/rxZWFhAwVfz5s+xnDfbwnKWheWsefNnL1xkscR6ge1S0MAMxTX/m7oLtfsuWbxoWsuFROBpyoVY91990RAG29ossVtqY29na7fUxs56ic2i+XaLFthbLVy2xMrRevEKW2unpTYr7Wyh85V2ts72S53tl65ysFvt6LDayXGlo/1Kp2Uuq1a4ua5yd3MBj6udXVc5rfdyX+vh6u22GjRCu64GF4DdXdd6uLqucvLzXbt500Z/X59NfutCtvhv9ffxWu0QuG71x/xco4LerWEZxIQOOaVLRelQEUE/rQRhUuPbNQS5AMZn1Cp4LSYFVsmHC2h1UmaTUYpV8xEcQqWM3tivpw8Y2TIeQi3GGJUkHq2BhquQcFrVYky7mvKziz/YydPJ8EohGiJYOR/ZXP32y9ubHEqdQUGElFuoWAgSQo1KEqSaKgSo6a8CjbsClEaClXBaIVZsV1Pa1RS1GCNgNEFFu5A2K+cjIclUJwN7zEb7xO1qCpdaj0d8h56mk+G51HocvIiEBmU9vZww/X2hn0fKhcv5SI0EC4nJUF1wr5HVoaF2aKi9RpaUC4ce6jEwBzt57WqKjIcQMJo0EixExXjE9/ryvNa693R8pZgNgzRwEPPYMAGjiUdrkPEQvUYWi1SDbv7S1vIVAmAZD0HDVdSVvSKhf7DJtRoJtscABhF3aKhyPpKOr6Riy5VCNCT5ChhNdHwlDVdBw1VAHxNQseUYWCGLVAN1Mnfp6GI2DNxoNSvqkMauleLIbaV8SqOcgzZIiZ0qEMPaFSQFF8El1ar4baPdUiUXu3/ren93pyCfNY4L55Z9zAMGNHIOslfH6tUxhPR6Bu6HmFXXqcECQwKTEq2VIFjEUiG9lk0sb1cSujRks6iLVAlaKegiTPMHLrlSK0bqJCg5t7ldievWknQSlErQqhUjFbwW0F3fViZgIzq07KkRI5PcGhTgeXRfsL31gqcPbgMTPw1axdBAJ59D/fLl9c1rl54+vVdTXXnvzt2nTx5lZ11KTY5PTT4ZHxv6Jv9ef498oE860C3u6+T3dXG7TMwOHa3LyFXImBMT/RcvJu8MDgj083RfvUzAxE8MtTOJsKlhw1i/QsFF9evpEkZ9bfFDlRCmVaDppFIStkgpbhlop3RpcTpxq0GKkrNBlZiJq5Zy2lQiakPlt5zLaafjY1LSU7Nv3Lh5/35iSuqp2PjExOTTcQlXs7Iz09PXua3+9u7VYKeKjK7Ry6jtCpqCi1LyILM3ySgj6MRYFR8lZcGUPKRegtMI20xyInQyYGT36ZkMbJWIhehpF0hllLMp0UdCNu339D6wxDnvcEJnMZLzprKbKgVGgeGh8dEpYAIATJ19P6qbOVLdCAD8nATts70jgEjV3fUTkOsHpNoerkxP4UpIbAFdKKYLRWQuh6uUQ9qvaXCoexSUiAsKS1Ek9tAkcOvBi3UB210811vbO56Iizt78WLy+YupF3PiUy9HxqWFnUwBGfhk6rGohAOhJ7fvPOKzIchr3SY3r4229qsOHT1x8EiEr9+mwf7hAF+/lY7LT0ZFmuU7j9TEuO2b/YICfI4dCunvVPZ3ylsbiim4elhdIaa1rLWm6PObh/lPbrx8nHP3VtrD3AtvX+a8fHT5dvaZG5nn79/IvXf7U1TcS0v7qD2nKq8VGE/fJdv6nffaeck75NTBU8lkmYYoH/Led3fF9h//3/JPf1v6bqF/+W8rs/9uG2XlGJGc+lop6+/r+Mkkc7kscX1N8+cP3/Jevc+9/+z48bhVzuvSzl7bszd6kZXrzJnLLS3XLLVe5+ocvGpZ0IGQUx7OmxbOWnp8X9i61Z7vnj4V0ckSOp5PhGsFBCUTRUeWiciNCiZczW4DraQcjJiO4BJbZHy8QkSiklpyH2Q9f3WLSIVrOyT5X56/+PTk5eeno8CQxqh697kg/81LGps6ONQ3AYxNAWMDoz1TwIhYyX/3MS86PuzG7cvFFV/UOvHoePfQoBEY7xn9aeKxcDevpj95eKW+8jMZW1dT9q6p5ktD5UccogwAumR8LBb2o1PB6OEzVHiknIDslbMHDCK1lCqVEDR6llLHUGjp7V3ivn6lySBUSGlsMhxV+/XhxahXmSdfZyQ8PnMqJyo8KyLidlLyi6xMROk3RNV3bEMpqqYEXvG98dvXuk9fKgvefX54/3Hm+c+P737dFYY7AAAgAElEQVR4cOtOenJ6zHExCWmSMGUsnJjeJuPidFKaVkZTCIk6Ob2vXdjfIRzsFBgU1D49V8UjdChYRgl70KCYGujKOnfm0K4dEccOB/ptXOez1svLZ9WqVfZ21g721sscbO3tzKWFNrbLltott3ewWWi1yMLCErSB/bZg7h/Wi2Y7LJnrYDvfZvH8BRazreZb2FgtWLpkMWSwWmI5x8XO2tvJ3sfRepvHyttnoguuplc+v/XlbnZZwcuw3TvcHZauW+UY4OHis9Jho5tT1IEdUjqOimxQsglCKoqGrNGJKBR4lZyNHTDJpFxC8acXUUd3BG/2iY08lBIfdTo6NDk++krGuTOnT8WeCD+bnFD6vaixtqb4+7eiosLe/p7h0aGxiVEAmBSJRI8fPhILRcDUpFwMHoHJMSGHWfa98MXj3AtnEpNjTpyJiZwa6DPIJDXFRe9fPI85djQ1PjY+Mura5cunY2Ie3L2nV2uAKWBk8Ge7Vnv90oWqb5+B4Z8jvd3A2BgwBYh5oqcPnoQePgJ9DLcrOCApNrS6tAAAumpLX9+6EHMuem/OmbDi/NvkxmIVBT6kYAAd0k4G0oCvlzYW4t/fTQpY/jb5QMu9MwXJx2L9fLba2KHyPwJiLagAc4wAo3OUqB/CaEfxhiliO0AyASTjFEE7gVOPYeUArxugaMcx0nGMdAIrg45TeMVPOH8EJZrAysDqI5IaHKLKfP5nmjTVBMZKU4xg4jG9AyDq/o8haMH6JYbpl42Z1m5OeO4A6N1gyDBKAYqleA0oVJK0oAgsGADpl9UNUNvHiLoJgg58ZVYXOBQdwOkeaRXy8mp5LypNhWje47Jvkdkx1n5Pdye3XMpDXXkHy8hHZhe0Xf2AzC5ouZT3r9N88RU0sIuvzNpvPiLzNSLztZmEQa247cobwo0PpNsfMFdft1x81HT+ATLrOeHmW9rDL/i77/h5FbKPTcSHRcRHJfIiTHs1C7SRqwHa8ypufsMYTAiIhqFu3tEWwVCzcLhFBHYjYdTgG2xTgZJjm3q8RdxbTtd9wag+IE1FBDDqGQn6pcVv67uKcQBRDzQLR8uoo8UkoIo1/p00Wkzq/4br/44fqqR1lOAKQi+0F2MHysg/K6ijVfSRasZ4DXOsljVRyxqvY0/VcybqOUADd6rRDMMgGwsBmAgEXTgE26o/u23N6AshMdjS/Fc91SQYB22GXrjC3EqlBn7Fd4MkD/55oRST5plAyscRsjG4dBwmG4eB67LTkVHgOUw+2SIDmv/3NJnvwhRAq/KvgSmAFjn4zBb5/ztTMPClpmByoFUBwJUAQgUg1b9ymBEq8C5c+ddMX4F6p5EqAKX+K3gcRFbNFFo9iVJNIJVjSMUoQj4GN2vmv+jXrACDb1MJDtL864Krphl4okU+AZOBnVVwMfgEcAfYAE6bEWgzgIPVD8NkANk0jlcPExSAqFfXSm5486qlMJ+Pqee21bVVfWn5UQCr+MDGNxBgpcjar7CKD6jar/iG77j6ImxNYVvNV1xLMR1fy6E0cShNLFIDEVXeWve5ruwNCV1Bw9XQ8bVscqOQCWeRGrBgLd9XTEsJCVVJRtcQkRU0bD0dVwev+1b0/mHV99dNlR/QTd9xraW41lI8vIyMrqJiariUVioG9B/BGwrZlCYOtRne+NmophqVtOEeKTBsULCwj66eDw0OTAw98OJG1q20xI+Pb317+TA58vBmT5fYYwduXjwbF3pw21qPi7GRGbGRB3w9t7jY7/d2Dvf3jNvqczNix6OTuz+khdfcOoN9lk18mYO6f77+SlxpWmh5elhZ+rGStCNlF49XZkdUZkcVZ0YUZkS9PRf6JG7fzYhtWYcDz+1Zl7TNM3bzmoRtoBc6fpt34s71ybs2Ju30Ox28/tT2tdFbvKK2eEYGeURu9jqxxedkiF/czsCEPVujggKOBfju8fIMcFzmZbXYfdGi9bb2m1au3OHhdjjQd4/fhh0bfIN8Nu7ctCM6Iul4aEJwSOTWHaARetf+lMDtp4J2xO85evFQRPbOI+e37D3juy3OO/AENB5+UW4bIrwDYlzXhzt7HXPxOe7lH+O7NcE/OHnj9qS/zVm4dO4iu/mLwZlntXTuAutZcxfMmD1vxkyLmbMsZ80EifeP32eDdb4z58ydDdqe/1X4nTXTYuFCK1tbu8WLrRcsWDR37tw/V3xnQyu+luabhfk2b968BQsWLFq0YPHiRUusFy5esmCR1bwFCy0WLrJYvGS+je2ipXZgXPM0A0PeZmiVFwLgfyv1tV5iNV3wO30O6cPQdYh+lznYLXOws7eztbcBt3+X24CzwtYaol+npTZOS20g6HVZZu+yzH6agZ0d7SEAXu3i5O7m4uG+Gpw1IAP7rfVa7+U+DcAbPNx8Pd03eHts27zJzXX1ahdnP3Pr71oPl93b/NOSovh0tFJAbFfQBozcAQNLwYEJKLUaEUIrQ8uEMK0MbVLjVWKESoxoV+KMcky/kaGXYoxS7KCR2aejaYWoLjkBGJRO9ks7tTTIh8wgVEFNvJAY+7OLP9Ir6jWyunT0/nYOpFWS20rRzV8gmZRJrMbBi9DNX5jEaoUApZXiunR0yAksZDarRG0DHVylEA05jVWiNqOSBIGoRoLVSMBCJgmntUNDHezkyflIGq5CwGhSCtFyPlIvJ0DfUcyGkdA/8IjvAkaTStQGSbsUTBkVWy7htEKIKOXCebQGCGvVYoxSiJbxEJDHGBJ1ewxM6C2M9Uu0UpyA0SRgNBkUxF4jCxJpoffboaEqhWgqthwHL2IQqni0Bg6ljk2upWLLBYwmyFatEKA4lDoBo0nOR0JULOcjebQGFqmGRaqhYMpouArI+K0WY7jUesiwTcdXYmCFUi68XU1RCFCQl5tPbxSxWvj0RqidmIgqETCaIEo3KknQ71POR0KvDH12AMI2E6ER4nVivFqAMcoI/QaQbPUSgk5MBIa09SUFG90d/d2d1q1yWLlkPh3dNGAQSJgtHUqyVgxGVYmYte2qtl4DUS9DKPiNMm6jgF4tZTfyqdUyTotKgGARytqVuA4VnokvJSK+yjhNUCi0RoTQS9EKXguHVMGnVmtECLUQzqXVkrEVGjkFGDVpVeyM86c3bfTwcl3p5e4yNtzf19vR3WVqaa57+iT3w4e8b9/el/4oel/w6e3r92mp59LOppxPS7x+9RyJ2KDXMU0G+vCQuL+bpVViOvSkTgNZym+lEqqHfxoVCt6RI7v27t26wsEqNSkGmBrkM7H97TI5DzvSJVHykNimTzxyBZ9SLmHXUgk/qMRSuRg+2MPqNVFl3HoNr2nYRDWKkVxihYID1wixLGIjj45ANJVlZ54Njw67eDX79oMHqRcunLt4KSs7JzExOS31XEpiUnxMlM9qJyyspkMlMCqYAwaBub4VpeAiDFK8QYrvVFGMMoKE2dKtoXVraD1aeo+WbpITdWJsp4qil+AYhBqlnNQ/qIC1VaWejTm4ZeNBN6/Di52bzt9vL0ErKtBj+j5gCugYHu6ZnOwbGtUaOr+V1Yk1nX2jYNGRvnu8pBqR++xzRT1ObRrtGAB6hoH2gTFD78/2QXB0Pd0YBkOiNw4CwMAU0DMGaHt+ltUjpLrugTHgwfO3PhuDnD2858xfdCT8+PnLGSeTk9IyriWkZcckXoiMSwNd0KfOHo9OOhwet2tfmIubb9D2fdt3HnJY7hq0be/R49Hbg3cP9g/Hx8S5r15jZ22z2X+ji5Oju8tKlxV26zxXtzZVygU0uZDa2lBc/v1NeVFe/pMbb5/cf5F7+1nujdybmZfOx6afjbqZnfDw9rl7V8/mXDh77fKt/PxqT98E901XIy9gDqU0/c1q9xyn7ZsOxOw8FvmtsroZx3tfKrX2uL0yuPW/nctm+JT9fc2Lheuu/2Z7xMc/9fr1b7UVbVyqgI5n0YlseBPybf6HB7nP378rvHLlvr2da1T02SW2bnMtVzq7BK33PeTpvcfFJdhyjsvf/9Pq7/+1wGmZh7PDquXWS9+/eMYhtkkYGDCAhNEqJNUxUCV6PrJfTRFTGgTEWg0XTUdXSJgIo4phUDPa0JUEYlNFzecXb3Nlet6bwpcIKuxe3l00Dd0Aqyv89hHd1joyCm5y9w909PaZBoc6TB1K89b2IJ2JKXj/5HRi+OXslJq6ouGfpp99+pFB0+jPdq2S190uH+nX93XI0LByAroa2VTcVP0Z3lCoV9C6dVwJA2ngETqE5A4RpUNC7dfxhjtkHVquhIcTc7GdJiEw2Tk2rNdrmHoNs8vIMyppgwqqEt/Y+Pb5s/S0u4kpD9Mu3jp77vypUwVPc18/vf3l7aPv71+01ZYRaioJ5VWN7z98f/LowcW0d/dvPMm+kHMm9vn1zGGTXMunGCQMFY+kEVN69IIeo9CkZvcYhZND2j4Tf6hD0KvjdKoYciZGzSUYxaxBg2LAqL539bK/j9f+3Ts2rFu/atUqVzcP+2UOtrbWdkvBj4ytl1gtmjd/3mzLebMt58+ZZ7vI2mah1ZIFlgstZi2Y/ZvljP+c+/t/zPntbwssfltqPd93nfuBvTuiw49dSk2+ezX7bk6mq/2SQHfngFX28fu3Nb9/XvzgSvmjHMz3gogdW/5/yt47KopE7faeN933njPHMaIICOYcUUElCIqAOYICIiIIiKACSgYRzDmLIqAiSM40dM45d9M5J7rJWcl1V1GOZ+557/fH53pWreqmaBpwZvmrvZ+9wfsca1dtWbbYfcs6r+2bz+zfoxeydEIGB9dMaamq//oOUZ4PK80D+vUqHm64S6WVMs0aAarxW+ApX49dG88HHA0P9ruZej0+NjItMT74zKnYS1Hh50NyX7+qr61DIFDPnr9msjhgjy8w2d3dCQDjOq1yeKB7qL9rYnSot9OCgcOC/E+GBARcCg2JPHvm/ImjNZ8Lxvu6fnRZWqoqygvzH2ffuhIelnz12tWIyJiIiLQbSXQyBZgC2FTqxaAAIrwZmBwHJicnRyZGvo9PjAGDAz+Ki0qDAgLj4676nzx09NDeM6d8373OAUbapEwEFfb1UWpUdIBP+qXAu9cufMiKY1YXCOs/1z5Kfn8lKOvErsKY49QXN6hP4/rgX19Gnj++dl3tvSeAwgQIjZM8EyixCvoA7iDQOgLwByep7ZNg8LJ5imocxsrGCIoRnGycqAQRl2kEqFoIhgGaboqi+Vl9hJON4uXjROUkWT1B0oHSMdU4RTGA7S8kHeR/niDpoJkk66GBjNBQhBXAMIM0CJeNVHMHS2j9n0mWXGTPZ+JIFQdciMWqQQwmga5ssHqX3wPwe6bYHZNMyxSrfYplHqcbAXHfFA3MnQKIGkspsSHuyf2955Mcj2LT82h3vtLvFmPT81ApufjMfEzah8a45xD9/uLelhuvofkl/0IkjEnJJWR8IN382HTtcXP8U1TyC3zGW/KtXGrOB2jIt942JtxDp7/WfUaCK7WcjiG4TPgBwX7dSH5Ynn/+5o8WyVADfwIhHqpng2+eYgAIujG0chSlABkYpwG3f3GaaVetaqxZ2l/NtRRTTF+IlmJKVxmtv5aj/4QCAZigHavhjJYzRr5Sxkpo/fnY3gKs5T3c9AHeXUKSv6l/eSxG/bHFmI9s/4TpKsL3lpD6SylDFfSRGvZ4PW+khj1ayxmbpuKJBv5Uk3BqmofB/l74NNZC6U1YHVTw809lGD9tkP7T/Qvqw2g1SMVYLXgNQQ8OyQD++ojTJ2QDQNJPEXWTBC04ON0k2OGs/zlYHRgTBc1f6RQ9Db1oLUiw0OAM4Mm/QOy/fMqv9wy9Pn7aewyVaeENoI3819fF6cGH0OD0EL5OYbQT2D/fIckERo6TjFNEwwReN4rTjoAMrAR/O38FYJwWtIuDjvHpF8HooQ6kny5otOZHi2QUIQHvaOC0AKHtTwAGGXgSaxzD6EEjNMU4TFQDgq5xgR77uRD++Y0Y16CkIzmoagrsG6qmkNBULGWhVHy8iNZCbimlw8ulNLiCjuRgauiYylYWXMJFidgIGR90NdPx1SxSHbyugIgsFXOQcgGWT4fxaE1scj2q4Uvxxye45lIhHS2gIwR0hJiNYZOakPVFBW/u1n7LpWJqZDysTkpVCPAMfC2i7kuXXizjEhsqP2KaixnkOnErut3MwWNLELB8vZIiF2Db5AxgpBNbVRTk4+G/xyX5wulHydHv7qQUPMl5mJ5wxHOny+b1kWfPPMrKPOnrdWzP7rOHfT03rt6xfNFhp82HHdeknD54M/BAdtCBB+cO514KqEq9hLp3g/w4mfsui/EyBXsntibpbPHVk5+vHM2PPvgmwvfjtdPvr57OvXLmbezpl5f87oQcSDruftl7a9TeLeGeGy96bon03n7Jd2eEt3O41/ZwLzAj+qKv0wUfp1Dv7aH7nC9477i43/3iAc/w/XvCfb3Oerj5btywzcZ2/Zy5WxbY7HRYfGzblkBP15MuO095eB7z2Ht4z4HQgIiLFxJO+V06cepSQHDimXPJ+4/FeB+OPnomye9cxvGzqT4nrrn6RDp5hm73OA8ed19wdA3Z5h663ilg5eZT67YHOHtedPeNcfWOdvII/+2PBXYzrRfNtrafbW0/y9r2j/kLZ8yZ//useX+bMev3mXOgXt9Zs+bMnDkbknmt5i2cAyrDc2f+AcKwzUJ7e/vF09W+dlZWVjNnzvzjjz/mzJk1f/48KOTZ2tp6wYIF83/+ARuPbGysbW0X2jvY2DvYLLJfuMh+od2iBbZ2821srWxsraBV3v95hCzQvxZ9f6VeQbQMicYQ+oJK7/T8YmkoCHr5siUrliwG452X/HMg+l292H7DimUbVy7ftGrFplUrQO13+uGG1WDk1T/Nz5vXb3Xc6OS4yXnrZkgBhlzQLlu37Hbevtt5u5uzs+uOnVu3OHq47z5y+KCr8zanLetupcYbVHyFkDLQLrWo6ExcOY9UqRMhFewGCuIT2O8qQ7frKZ1GmlaGbtMQ+80cKJLHKAd7KfVinFGEa5MQulS0PiNYVQpRmZDZyKfXCxgNkNb6o1c6Pqgc6ZNB3AvxaiurScSGCRgNGgmORapik6sR9XkUzDetFA+xK7RDC5l7u4zsPgtfJyNIuC0qEaZDz+w186D9WCkPDjGtQUGCnNViTjObXG1UkvvbBWYNrU1NhSRiCP/UYmy3idOuY+hkBBEbRsOVERBFVGwpl1oLgWgrq0nZijapKJAZWy8nDneLe9q4HXomtGoL7fdatOA3a1CQVCIMRJhtaqpJRYH2k7uMbGirGfqQSoThUGoUQpSUB29TU6ETZSuaQahgEit7zTy9nKiR4GR8BATk0BuA/NJyAZJDqUE3FVAw37jUWjz8S1PVWy61ViXC8Gh1VGypiA3rNLCGu8V6ORG6p8AmV8v4CK0Ub1SS9XJip4EFWawh8zMF841JrARFdSWjx8BvVzNUAoxeQhzuEI/3KQfMwm49D/hhen470XUzGP68bZXDQfcdJinXrGToxLhOLWO6uYekam3uM9O6DCSFoMGoQJmU2D4zo8dI79JTDTJcl56uboWbFDhI8lW3wvVStEYEFgV3G2hmFUErRkJPWtTEDi0ZrGiWEAf7NDo19/HDDA93x13OGxcvmv/s6YOhwV65TNTUWJ+YFF9c8hmNaflSlF9XV/PyWW7CtZQrl67GX4ktK8nv7lQODaiGh6R6DW70u2hkUNimw2vlCJmgSSaAtWkZE2PdBEJLYOAxN7et9jazCZgmi07CpYPZWgJ6i5QN7zWxvnfwTHKMhFEu4dQwqeV8XqNeTewyM4wqnJzfaBC1DBipFjnaIEIYpRg5F86l1pu1bIuO3wIrS7+VGpsYl3nv9p1Hj3Lu3b//AOxGir+WEBkWnnjtWmxY6J6djt0GeadOpG2lDLfLjDKyhAVTCVAGKWGoXdhr5Mi58EGLoNfIgR52aOg9BnaHhq7gIXiMRlO7oOu7+uHb7MjLZ4967DyxaWuQ/Ubhs6+WcnwHng8Mgy2+bRNjyoE+nlwh1xiqm9DmvtGBMRCASUxFTEJOSETylRt3qhpJXImx9wdYBfx9OvUKyr7SdnUZe/t7x0CztLF3mMKTNaKooHF6DLjz9M1OD+8VGzbNtlnoecAn43ZGVNyV+JRbsTeyI6+mhsckhV1ODL10PTj8SmDo5YDz0Ss3OJ/wD/EPDFu2ctPqddtO+J07evT0Pq/9//bbvx87dPjSxYi0pMRlDnb/+dtvm9etyEiOH+xt41DRBFQtCVNbU5ZX8unl7YyEqxcjUq7EZyUl376Z/uBO+u2s6/dvxb16nHo340pWUnxO5p1r8Y9mWO/zPPXM8dC7GWuif5u92cs/0OfEgdjrMW/ef6ioYe30fLh8+2cbJ+ScHehFvvD/WH97luPVfyw54ugcGhP1IDYi+cWD12QMRSKQqWVaOAyd+66wsKDk5cuCgDMRt3Jeunkc3+zos2KtxwLbbb/PXP3bfy6ab7vFzsFxkcNGe/u19rZLXZydkuJjYNVFJGQlDQ1642XsJgmr1izDtEnRmOo3ZFihgFitE2F7jbx2A3u4T0ml1OPwNXB0JZ2H6xg2GXp1bUMmQ7+xb6IPVPKGuoaGOqZ/Ld/Hxnp6evRd3ZrOLrVSxVWq2J1dSh4fW1NbUPT1ZWNTMQpRTcK3yCUcg07U0aawGKWjw+3TyVjdFFw9qqkYBy/7/OFhfUWeVka16DgyIbKrjTPcLe3QMPUikkVKN0sYWg7hu1E6oBeZJTQBuYlHBnuYLVo6j1zHxzcOaxVAd5eGxvn2Mu9ufEbm1cSbNxJTb8SlJF2+l5N0Pyuh/P2Lpvz3jPIK0tfib08f1nx4U/rm6YPEq9dCTtcWvpvoMUz1mXr04h69uMvQ2mMSd7eJey3S/k7F916VWcnoM/B+dMiMEoqEimCia5Uccruy1SgTFrx57u607cK5oNN+/i4uLnu9vDdu2rJ06VJ7ezsb64Xz5y2wmms9b86C+bMXWM2aP2/GvMU29o5r1ro7bfNycdrnutXbbZuP5/bD+90D/Q9HhQdFhQVHhQbFX754NSL0zGGfdXZWm+znZ0Scy4wIzLkYSPjyhl2WF7x7m91///sxD49l82Y7r14ReuLwCQ/XG+HBzzKT3txOby4paPmWX/nxWe7dVDa6urn4Hbb+CwlZaVJzetpkvWa5gIFNvnbRc9dmvyPewf7HMpPi0hLjszNS/I4fu3QxPCYq8k7O7bLyGgSaUFVd39jUDACTE5MjgwPdQ0Ndfd1GYHJodKgHmBrr72rPffnyasSl4z6+1yPCkqLCTvvurS3KH+k0iZlUYHRYzuPIuOykq7GhAaef3bsTFXL+SlQUAYWpLCk5e+qEgEEFJiaB8ckfAyNQPNv4OBjSlpyceurUqdgrUSdPHjzjfyA05FhslF+nmg2MmEYtUh62Bln6vuzl7VdJl57EnvuScTn1uNvj4P2Fl0+aq18Nwt4rPqT3NuVXZiUdX7vuc+pNQNcByDunhGZQVhUPTTF6AGbvFK3rB94wgteBRMrvAYTdIPRSNBMExThePoaTjeFkAEUDFv9StQBZPUFQjOFko1jpGE42QVBMS8TaCbJ+kmKYIOvHSboxonacpIMeQs9PUY2gFEwHGRtMciZqwd1UhBSAtY5Xc4a/kvs+oDteNyvulCrulcnul0kelutyYYOVjCmUFCBqhrCKIaL2O1n/nWYE5V/RACDqBWuc+N2AoLerkVtx7XHKrtOZbkE1sQ/kuY2MeyWUnC+olNym+BfN11+hU99j0/OQye/+J/o2X3/VfP0VLvUjJvkD8sY7eMKbloSX8OuvoFVhWk4hMfMDJvUVKvkFNu0lPuM1PuM1Nu0l+dZbak4uMfsD81GxuZQIlh7RLKCNnNndXS/4EJxOf1gmy4V9b+SNNfFHYALQAk2cXgMm6scxqhGkfBylmMKqx5DT1mgimJYE4LSjLdK+Gm5nOa2vhj1Yx+6vpAMIaV8RcbScMfSJ0PG62fCkVvekRnL3m/BuifZdE+VWwX3vC60vqwUPvokflcufVStf1Kpf1evfwSz5qO4v+PYCdEchpuszrqeI0F9CHiylDpfThysZP6p4ozWCyQYx6DFGKP+0NP+JuBDsgUeQ0kHrLwTAKBVE7D8BnqgHKCaAagJlanob+PudvgMC3gohQ2AJ1Tj/VFlB/vwrmkLnoHg7Lcn+XzlS0xALya3/z+MvrP2XEyIYv/yTeKEP/QLjP5VeUOzFgwOmNJOMkyTjBNEwQTSME/RjRHDGidp/AjCYhjUt/+Knsf/nezYAv+KvMCASjyPk4wjpOEI+gVQASC2AMQB4C0BsBzBtUzgTQG4fw+snKaYJhuk7RQtILEoMClf6kQuvlFFapJQWFRsjIDexsDUcQr2IDueTGknN3yiwbzxcHRddQ6gvIsG/0fHVNFwVi1THp8MomAomsbZDz4XXFZBQZVBDkpDZIuYgwQ5Co7Cq6B2i9isZWcfANXLJcBETK6Sj2cRmHKycAC+nYmpELLRFw+szSw1yJo/aImXh9FIWl9bCpDTAGgtrat6xeU1EShmX2zDUJxkZUMo4KAGhoV3EUJBQFa8eRB3xDPJySr7g9+5OSuHTu8W5z7OS4jevXrFj88actJTbqSmn9vv4+3id8d7jumbFZut5HivsAly2JBz3yTxz+Nbp/XfP7H8WdPh1yOH6tEjYzejmm1H16RdqUoIrU86WJgV8jvd/FXnkecSRF5HHX0WfehNz5mnUyTshh9JPe13Z7xyxd/MF940XPDeH7dl6fvfm8x5bIQAO83EM2bP57O5NZ3dvCfbcGrpvV7jP7qiD+6IO+V7c733G1cVnw8bdK1buWb1u//qNZ1ycz+1xP+XiHLjPK8Db94CbV9Dxs5Fh8WeDYk/6RZ8Ouh54PvWIX5zP8ZiDp+IO+cWfCsnYfyrexTt82+7gn9DAjesAACAASURBVADscd7R7acCvG57wKadwU4e4Tv3Rm5zv7Bxx9nf5tosnrVg0T/mLvzb7Hl/nzn391nzZsyZP3Pegv/+/Y+//zF71myrOXOtZs+ZN2v23Nl/zowZM2fMmGlltWDx4qXLlq2wtV00Z86cuXPnLliwwNbW1s7OzsbG2tp6/vz58+bPn7do0SJbW1ub6aesredbW89fuHCBjY213SJrewebxUvsFi+xs3ewsbG1mr9gztx5MyGl968LvRDr/kLiX+j7Kwfrl1kaEoEhDF6+bAl0G9vOdqGDvd3SJQ4rli9dvXwZlAK9ymHRyiWg8Avx8KqlDuuWLVm3ctmmVSs2rlm5efXKTWtXbV23ZuvGn7bnjRvWbVi/etNGEIB3OW132+kEab/bNq3fsXXzbufte1127tm1Y/cuZ/edTj57Pbw8Xfe4OV8MPVNe9F4pZnToRUYFY6hL1mfiq1uRYIgRs45PKeeRyvVStFGFH+oW9ndwlCKkXoEf6uB3GxhaMdqsAh2bInqDhNlkUVK6dUyTjAjWyU57jKGNXHRTAaz6nbIVPdAh7G8XdJs40HarhNvCp9ezydUNFa/RTQVQpFObmgptvfa0caHkKr2cCOmc44PKgQ6hQoiCTNGDna3feySQz1kvJ0p5cAKiSC3GQvIptPHbaWD1mnnAqL7PwoegFFq71Urxo/3y8UEl5AHGwApRjfkkVLGIDTOpKCI2TCFEQclSkPvarKH1tHGht2RQkLqM7KEuEcSrUh4cshZD3x1EyAohio4vF3Oa9XKiQUESMhtZpCoBo0HAaGAQKiDP82Bnq7IVzSJViTnNkNwtYsOo2FIqthQyMwuZjZDNu9PAkguQEOWSUMXQOjQR+RXX8lnCbVG2oqnYUlRjPptc3aamDna29rcLSKhiWPU7NrlayoND9xEgp7RKBFZYKVvRylY0pFqDXmg9Z7hD3GNgqwQorQg7aGkd7ZH3GLhD7RLguzEz/sJe5zVrF83buX75tbCgIYtyrFcx2iv+3iVsU+INMgwN+8WkxJrVWCGjyqjAGOToHz38fjNruJPXpiRCTcVCVi2PXqVXYDt1FKUQxiGXsknf+tsYnXpyv5k13i/+0S3o0lMHLFxgRNfXKZ0Y66yuLNzpvM5lx5Yl9gtXr1o2ONDH43Czs7OTk5PRaDSdTi2vKHnz7mVKSlJ6Ulrc5distGQMos6kE6kVNKUUq1Fg+jrZnW0Uoxbd10H70c+XCZoYxG9aOenHoBmBqD122OvwAU8765kiPqXDKJULyL1tIq0UZNEf3YLhDo5BihjppHcZCHo1XibBCLmNIl6DUYUb6uR872T3GygWOXrYzJAyasjwQoME365maEXEDmMrCt10NfHqzTu3PpV8ffz8xa3su9k593Oy712PT/qcX3AhINBp47qYsLMdOqlZJTTImToZhUGoApMV2c2DFkG3nsWn1HYbGF065qBF0KGht6tpwx1ii5YpYDRzGc2GDqmhR3Xx2vnz5/0PuOw4tnl7wPJtqq/N6hq8hSWdGgcToE2TkxyDsRGL54qVlQ3I/hGQcocngGoYPeranZTbH6LiH52+kHz7WVEdgomli/AMIU+mNvcOfAcAulBkGRgaGAcGxgGuVEPliJkC5Y9xYHgUyLr9ZLfXgaWr1totXbrdZefDZ4+SMzPj07KvJGfHXL95KS494kpaeHTi+ci48+FXQy9ecVi+9sTpIL8zwYsWr1pgs8Q/4EJISORi+2U2VgsP+x5qqqvHoZAuztus5sxYvsQG1lDOouNaGsvev3n44fX996/uPX+Y+eh2enZKalZS+tVLl+Njox/ezXhwJzUzOTon42pyXOTN1KTPBd+On4y2W77/TMQ7m42XfvtPp/81e8W58PBriVEXY89nPXwceuWFzdqbG72QSzwZC3aTZ+0qtdvz5j+WnP7tj21zrJxuXH1w/+bzsKCIgneFmGYsnyWk4Gn1NS0F+cUFH8tyc78Wf20MOR/vvOPQjJnL/+0/7GZbbbRd5LR8pZvVgvWzZi9bsWKLq8verVscz54+WVtWiG0pxcNLeLQ6BR8m5zeqBI1sQgm84kVj8VNDK3Zoet+728STC3E8DpzLQUmkFIGI1DNs6hjUjwKDo8DQ4Gjnj2HL6KDZohe38gk8BoZGhpHw9VRSEwZZDocVE7CVYiEOj6nQ61g6LQuDruAwMCI+pd0kN2pFXW1yFgXBpaMVIupIn2Hqe7tcQM59nkPDNRTkPqwseatXMXicZnErUqMgGFRUvYSs4xPMImqfkm/gkkZN8slOlY6P5xJqjDJir5mnExM6lNxupahPrRxt7wD6fwy3dXOI1NIvX67FRqUkXn10Lz01LupBasLztGT4xwJKWYWUiJNScS+yUhIuBKXFhrcrBN8tKouS12+SjXSpB9rlbSqOUcGCMNikZPaZhO1qVpeGI6bDlRw8Fw+TMPACMlrEIBV9eLN2xZLjhw8c2O+zcuVKpx3ODksW21gvnDd39rxZs+2sF65ftc7V2WXf7r0+nnsDTvqFngmIDAmOOBcUFugXeuZ4RPCpmLDAq1HnU+JjUhNir0SGXrsUmpUSFx0a6Lxh+cqFs3atXxYbdDziqE/5y/tNuc8DXLZss5uzfunCpQ7WWzav8/Rw3e3mfv5scFZS6sWA4JizwdH+frF+x1PDgj4/zfr29m5T6buG0rdN1R8JyAoeBaHgU1VCOo+O/ZD72HOv08GDnn5+hxPjLmfciM9KTAoLDA4LDo0Ijcy6dbeopAqBxBaXlJaUfB0ZHRqf+D45OdzX1zY83Dk80PljqLujzQBMjpEwmITLl6JCAq9cPBcbHuJ3yOdbfp6Uw5awWQPtHQa5goEnpFxLiA4Pj4u6dCks7NOHD2QsNuS0H52EH+zuBsYnREIxGoVnsQVTACCWKKMuxXp7ex88uP9SVFhw4MkAv0PBAYdPHHJ/cjexTc4Beg19UhbQpQMMYmLu/YeB3qneG8lP4kfRn7tqXnbXvtB9yaG/SC1Ju+65yOHZ5auAqRvQ9U8I2qYEnZO87iluL5gCLRgE+H0AwzJC1IwQVVM0/QRJA5Cny40YoBV5FCsdxcgnicpxnHKSqARXXqlagKKfIqkm8KoRnGKUoBkn6SbI+l8APEEG054hEobOQUBimKcN0m1gSRJaMV7P6y8hW97DFQ8rOKkfKdde4S8/ZSTmstPzqakfaBkfW59UmL9g+2qZIzjVME45hFWMkrQAtxMQDwC8rgmKlvyk/FNUzqsz1+sTX8rzWrSFaN7TckLWR2x6HunWJ9qdr+Tsz+jU983XX8ET36BT3/8LAMNugPQLS3jZfP1Ny4238MR3yOT3yOR3iKS3LTdeN994Abv+HJH8GpP+DpuRi05/jU5/jc18S8p6j894y7hbiEp7BU95pciDDcOEkzgNWOaE1wI6gPuyTvqxZahJIHxdA0t8Qb1fJM9HddVxQeczqxMgGyewapAhyUZwcJpxlGIcpQCXSCkmgGYGB6cA6CZwiRcl7/1CmKrhDhWRtI+rlffLpfdKWRn51PQ80dNKZOKr214hgueVhLT31PQ8emY+42YB42YBO/tz64NS2dMq6ZNK2dMq5YtazesGQ25zWx4CQuKeIlJ/CfV7OWe8lg9iMEwyvZQrAa3OYBw0ZGzWgSI86IVWguLt9NLvJEIxiVKCSAxKnTrwrdKnB7yvMZ13DWKw+edQLOAJ2Tyd/mWcAo3TEJ3+5YibPocwFfQPTw902Z+a7U/j8V9JmGCArMtTeP1fB/z0n4u4BhCDoXOi6dc1YPAYyQi2TFPNAM0yhteN4XXjBP0E0QCSMNk4BaH7TwV4Gv6x03I9JHT/BPjpmCucYQoPzjTVayZRyjG4bKRZNtYsn0JoAJwJIHZMofQA0QIw+74jlOArC/oG0DJA0AaodPTyb4j8dy2FuYSKIg0b3y5jWRRMtYBAaimFV+Vz8HUmKc0gJNHh5Y1f32AaPleXvPr68QGq8TOfDoPCrsjociaxtpUFp+GqCIhvZHR5ffm76pJXPCqMga9vLC/4+uFpxec38JoiLOwbqr4EXvuZiW+iYWsxTSUN5XnN1YUsYqNexug2ir53KDs1fIWAyKM3D3TLDDpGdfVroRBOJVcKubBuE+9Hl1zHxwuwdVoGdlDFU1Hh2THnzuxzTgj1u3M9+mHGjfdP73/JfXvMe5/zhvUnfH1uJSUmRkcf9fTwcXb299rjtMzBdfUSr3XLjzquDd+7K/PM4ccX/J9fOPnqwvG8KL+Cy/6Fl/0+xZwqTjhTlnT2W/LZwrjTb6OPP72w//457wchPg/OH7h3zjcn2DfjtFfcoV1Re7dE7HG86Lnl/G4Qg6N8d0b4bD/vtSnIfb2/y9rTLhvOejqF7t8dcdg72MstxNsz1Nfr3D7PAA/X0+67AjxcQ/Z6BHvsOrfX9ZizY9Bez4B93nsddxzZcyg0ICo4IPr40fDjJ6P9z14/6n/N90Ss99EYj/0Rp0LSfE5c2+l1wdEtyNEteNvukK3u5zbvCp6Owrrg6Hp+q1vo9t1hW91CNzgHrXb0+22+rcOcBba/z5r3X3//4z/+1+//9bd//G3GrH/Mmjtj9rxZ86zmLrCeu8B61jyr32f+8fd//P633/9uZWVlZ2Nrb7fIdqGN7UIbh0X2DovsoeQq+0WggXmRnc2C+fPmW821tbFeusThl2kZimX+lWVlZ7tw2dLFy5YutrNdaL3AytZmPmR4BsM0plt8rRdYLZg/b6H1fGitF9J4Ifr9q0fawdZ6sd3CJYtsoFlst9DB1treZsHKpQ7LHOygh2B0xxL71cuXrFmxdPniRWC283S61bqVy1YvX7J2xdJ1q5avW7ls3arl61ctX78aZOCNa1dtXrd68/o1G9av3bJl09Ytjps3bXDcvGXnDifXHTt3bNu6c/u2LRvW73B03Ovm5uXu7rtnzwEvr31uu7zcHY/t3+m9e1NyXKhKTOoyCbi0JrOGYVLR2nUMcEdXTaLivjLxJUpBs4zbaNFRJTyYTkZo19Mk3BYerU4lwminI6k69MzJYTXwQ9ffxmtTkDWtGCENdO1Ox6Y3q8VYhRCFgRWimwqgTVRogfZ7j2Sws7WnjStiw+rKXpZ/eaQSYSxauklF0UhwAkaDQoiCcozBDu7p3GZIxoTcxVopHmJgg4KkkxHMGvBt/+JbiLohvbfLyIa8ynIBkkWqgt55u44x2Nk6Pqjss/B5tDo6vhyKRIZk0oEOoVlDgwAYgsZ2HaPTwJLxEcpWNMS3kG6sEKLMGppeTtTLiQMdwuFuMfSeNRKchNtCw5VB68dCZiMNV8YkVraymni0OhKqWMZHdBpYRiWZRaqCZGchsxFi+FZWk4DRABG4TkaA9GedjMCj1fFodZAhXCvFQ9J6K6vpR69UyoPXlb1sqX0PKcCQsCwXIKHQaTa5mkOpMSrJUCwZi1SFbf4k4bZ0Gdl6OZE7bVCXcWEKPkwvxbZrKO0a0IjbY2CP9siBiY5uPS/63BG3LcscV9osmvXf8MqiyX7DUJeox8zsbmP0tbN7zEyTmqCRorQylFaG7m5jdBioOjm4Md7fwenv4Ax0CSTCFoOGpFMRLAaKSY1Xi2AdGrxFhTXLUD0G8lA7u9fEMKsIJjUJdGu3iwGgn8PC7duzc/XqxfaLFjpu2VRa8q2xvik2Jq6qsg6PIzc2wevqG9/mvktOTcm6mXo7M76pMq9Dzx0fVFu0TPD+ghjV184eH5L2mBkWHanbSDWr8UpBs7oV3q5jWfTilqbqIwc83XZuXrPChoCqHR3Q6+Q0lQgHdi9ryT0myoCZ2tdG7GsjqlobDGq8TkXSKHDTKeiEbiO130Ifamf26ckiajkHV2yWYIZNnC4FtVNO+d4uM+hETbDax08fJNyIf/3m3fMXb588eXPr1oMH959n37r3+tmbqPCLq5ct/vzh9fhAp0bCatcLdHIal9YkF6CH2oVGGVFAqTZI0G1ywqCZO2DmyzgIk5KpkzMwsDKJkDYw3BN0PjAwwC/qXPC+zdv3rNp49UhAG5lHrWr53t4HTIHgOgQASDYfSeP1jgKmrqFxAOgeBHuP8opxSbe/xqYVXE4pCIt7G3fzy6HApCvJL4qrcC/eFXOFyt6hMY5QAjYAjwNCqZpAZjGZQplU29vzfXBg7HbOI1cXz1Ur19sstD944Oir17m3bj9IznkQf/Pe1ZScK4k5MQk50dcyIy8nhUVcvZGcsWGLY+C54L0+3gsX2a9Zv8Vh+drz56N2bnO5l3Wvua7JZ6/X/ds5zk6O//2//m3NmiWlpQVVVUXv3z55eC8zO/NGZmrcvazklPiYnLSU5IRr1y5fvBobmhAXnpx4KSPt6q3MpKSE+KePXqal3LOx3bTbMzDi8v1/zN38txlrD+w7m5JwKy4h/lJygm9o1AqfaLfwhi3BjFUnxX/bBtt1nvmfy278NtPr73Oc5s5aFxeV9uLB28L3Rd++lL1+9vbF41df8r9WfavLy/38rajuS0FlWTGsvoZw4mj4UvvtK5e6rVzmvmG196KF25baO1tbrV04b7XjRlePXV77vXyLP32k4mBEdBWb0iBgNXaYaCopQidHC6h17UqmRcHo1HIMUopeQu5pEwoYzRxqIwlbQSHVqJVUqYTA5sLFUgKVUkdClnMI9YjqAjy8BF6Vj276gm3+2q4Dw6KELLheRe8w8QVsOI/TrNMwZBKCiIdWishGBcui4XWoeRYlxyRj6kT0do1QxMRatEIJl1RXUchj4R7cSyPi6gxqppSPGeiUChjNWgllpEs52q0atkjNcgYwoFdwsWoBYbxP3aHnmlSgN2SwTWgQEnt1rQNGxVi36UdXW5tKCowMhwT6b163ar+ne0x46IPM9Pjw8PiQ0IzomBc52bdTbty8fi0+MjT/+f0hs3q4XaUTUbWtlIk+bb9JpOLj+4zi8V5dt05oUXI61ByjgqEXUxQCopiN4VEQNFwTAV7bXFv64vHdtSuW2FlbrVm9fOWKZb///jebhQv++99/27Z+7X5P93P+J6MvhIQHn44Gpd2ApGtRCdFh2SnxcVGhUSGB1yIvhAX6Xb0YlhIbmxgdnRQbcz8z/em9WzEXg3dtXbPY5g97638EnfQ9tGfnBb+jGVcub1u6dM5vv21fu9p+5YI/ls2xc1rnFRoSkp59Nj7r8JmYA77nzh44H+B+1G+b25mdzmEHd1+/eCI7M+zJk7iCj3caq/LYqHpKUxULCx8Z6uz90fGtpcTzqPtOr22++1zjIsLvxCcmhV2JDYmJDIkOOHMuPjGlsKgEjSfUNzYUfMonkLAAMD45NdLbZ+no0Pf0tLW36/r720dG+lQqUWrajVN+R6MvR9y4Hn/GP+D501cmfWenqVcmVAETAA5JiAq7FB0ekZWaCkxOKsTCyAvn3jx/DEyNI2BNWAzq4cOHT549/f5j9PLl2LNnzx3cf+iAt0/gKf/Y8MiY0IvBp08fOn7Y09fTbdd2dHUZ0N0+RCdkeu+MXreQlh2leH2981t2T9W9AdgLbekdfe2zwrhA32WL3GwWZwZdAAzdgLYHUHSN8NsAWf8Ev2uS3zXJ7ZzgdEyyzRMs4yTTOEU3gMu3NMjSDHqbpyiQw1k/vdD78/lpS7P2p8OZYpj8S84z5HOG7NDTn2ICwZiiBxhtoB+YZQbQMqBFNFxJ17+H8e4UUdM/UECE+8C6VUjNzCOmvsMkv8alvaNmF7AflQhfVKkL4JpP6KEmAcDtAigGSW5TbdzTr+E3WY/KTMW4KYwMQMssJQTukzLKrQJqNtiBBPUAEzI+YNJzUalvkSlvEMmv4Sk/pyX5VUvyK1jSy+akl82Jr5sT3zYmvIIn5+KzPmEzC5oT3yJTP9DuFVPvfiXlfMZmfkSm5iJTczEZeYRbheTbX7DpeYz7X8k5hbDrz7EZ73WFyHGkGMDJwY1otqWjmsZ4VgHIhgCmaZysGULLGS9rEDcLYWl5/LewHwgFwOkF2D0A1QJQ/mTFaWicJBnHCfpxnHoU3jqBEE22tI7Vcb5X0Pu+EgyvG0R3i5k38zHxz2kZeZSsj8Kn5fnBSa/9r9LufyGkvSelvSem5v51CCnvaDfzoaFnFTCzP7Fvf+HdKxbcK5E8LFc9rzV/QPUVEb+XMUcqmCMV7O9ldAAmBVqm63+bxWDrL1wKar+46ajqf4Ykq6eLi9XTO8xQ+BNIlSDgUc3gMjmjE6C1g98dteOfR0oHQLEAJAtAagOZ8F+OYIry/2OmCMYpiI2hj5LN4ItQLJMk0yQJRGXogkm8AZrpl/0ToaFPJEwX80JW55+6NGh4niToQQUYeubP40/6JZsArG4Kq55EaybRmikM6JeeJudpWZtsmpzWjSFgniCDGjJo+UZrxuCKkWbZKEwGbi+jdSAD49vAAU3RJoDcBoI3pW2SpgfE7d0EFvLlh4bnr1thMFpdRXNxnpDcwiU2cClNiPpCTMNnjZCoayXx8Y1SGhwP+0pFlSNrC2qLX+GaigTUJiENxiXV45qKWunNQhoMXf+p5uvLhtK3TFx1u5pFQ1VSkVUCSgu2obi5Ih9RXdDw7T2f3NRUltdYmivnYBRcbCutRcZGMzDVbHydSUYf6VL2GVvb1Mzhbvlgp1TeimFT6yRcBAVThod9baU3d2k4PTqekoWmIsoV06+Aqv58KyEizO/A9YjgJ5lJr+9kNZUU3YiMWGtnu8bWNiIwMDsx8XJISOCRI/t3u29ZtWL5/Lkb7Bd6b90Q5OV6+ahX4infNH/vxxdOfIgN/HD59JsLh9+EHcq/dLw4LuDT1eMFV4/nXzn2Puboq4j9j0K8bgd63grwuHPWO93fM+GIy5WDO+KOuFw94hbl4xTisTHMa3Owx8bA3RtPu208smOdl+PqPVvW7N224dQ+96ADe0MOeYcc9Drr7XLWa8cFX5fIwx5Be51PuTqecnM+6+Vxeo+n7/adnpt37NnmeeF01PFD5329z+4/GH7oRMyB47F7D13yOBh59MyNg6fivA5H79p7YZvbOUeXs5ucg9ZvC9jkfHary/ntbhe2uYZudQnZsjN4zRa/xWsO/Pbff5/59xlzZs5ZMMfKZraV9YzZ8/73P2b+5//+fc78BbOt5s+cO+8fs2b/PvOPGbNnzZlvBaYqL7CCQpUhFoVsxrY21tMQaw1BLES5DvZ2y5ct+VVNBOm0v4KpbG2sFzssWuywyNbGGmoqWmRnY7NwgfUCq18iMMTV0BG6+Jfh+RcPQ/S7zMFumYPdUnvbxXYLFy2cb7tg3q+HSxbZLHMAyxugWbnUYdWyxauXL1m9fMnKpQ6/ngR3fVcsXQth8LTzGTI/O27e4uTktMPJ2WnbduftTq67XNx3ubg4O+3z9PB0c92/d+9+L09XJ6ed27bsdXPbv8fV13PLfs/1dzKiDAoK8EMr4yMYhAqjkjzc0/qrg1cnx2hlaJ0coxIjzBoa1P1jUlHUYqxGgtNIcDxaHbRwC/EkBFRiTjMZDQogkHcXynAWsWGtrCYo4RlKxoKQcqBDaFJRqNhSGR/8EnIBUsZHQHHNnQYWdD0kw0JrtHR8OZ9ez6XW/kpXblNToUYiiIdNKgpUoQRppCYVBSoiglRQZSsaCrjqma5oGu2XGxQkHq0OMmDLBUijkgzt/YrYMDGnuV3HgPKipTy4kNlIRH4VMBpkfASfXi/lwTUSHLSBLBcgxRwQ9SFxVS3GQnjModR0GlgGBUnGR0CLu62sJujHyCZXi9gwFqkK1/IZ1/IZD/+Ch3+h4cq41Foi8iuTWKmTEVQiDOTHhjaNDQoStD8s5jSL2DAerY5JrIR+VlDCVkPF68bKN0TkV2gxmEmsVIkw3SaOlAcXc5q7jOyBDiEBUQTtHqvFWJOKAmndeMQnTOP7Vmb1tADLNshwUk6TXoIf7mhtV7O69byw0z6OK+dvWbFg07IF+S/ugP+EbRf86Gsd7mnttbAGOvnfe4WdRoZMAAPTwg1URSuCz6ierlBm6uQ4HqOWRqnSqEidZs7ooGywi9umwnRqCRY5WieEGaQIi5JgUuBUIoxSjOkw8MaG9TQK/Ngx73Xrls2dM8POdmFmesbXL8V3cu7X1jQ2NcKxGCKsGf7y5eu4hPjk5MRXrx6IOMg2Jb7fzOrSU7VipFLQbJRje4z00d5WyGVtlGMl7Ho69quAVtWmpg9265hUzMXQM7uc1i23n/PycSYw2m5Sg9FoIk6jjNfQ20a1qNAsQqGQXqIWgSRj0lG0CoxahtQrMBYdqc9MG+pkmZUYDb9RQq+W0WuVrCYtB9HWiutUMLvNCoVCWN9Q9erVi5zbdzMycy5fuREZneDre8LV1ctpu8uDew/v385Zt3KplM8EJgYmvlsMKrZMgGvTsLp0bK0YrRdjBtpYA22sXgOzQ8NUtuJ1UnqXUWbRSXo6jXn5H/d5+14MCY04ffbwjt3e67dnR8UJMWQGkvCjf3gKAPp+gC5oilDBU5s1XUMIDHV4FBgFgP5R4P6ruribX+JvlcdklCbcrom/VR6dnFdSx/4BAJm3X3+rgE0AgFihGQOAkUlAptRxuK18nlit0P8YGFVJNRnJN5227Fi3epOD3bLDh068zy24mX0v9c6jhOwHcWl3YpNyriTcjU3IuRZ/81pCas7t+xs3bzh7LuDAIZ/lq1ctWbH691nzN27ZdfpUSJBfSHbGbadtO9evXQcaZxYtWLrM9tGT7Bcv7mVmXk++EZN8/XJ68tWHORlZKQlJ8THxsZE3EiKzs+JuZyekpcTcuHE5OSkhJTnj/t0XZ4Mu73Y/lp72ZO+eE//2H7PmzloSG5KYdjUnICD06Lkw16DYTQG3DqRS3OOlS08y5nvAlniV/mZ14bff3f82Y/POrYfTE24/vvsSiyJLRUoSnvbta8X9O49TEm/eyryXmpSdmnj7yd23b18UnzgctnaFw98inQAAIABJREFU6+a13quWuG1Yuc9h4fYlttutZq2ynbvWdbvPwX3Hjx86eT87+35ORm15AZ8FF7CbqcQSLqtKwK5t17HaVWw5B6MXUzStBDkXbZLTeOQGi4ou46MYhCohu1nIbqLgSjGIzyWf7ovpMLOUrOAgpcwWCryET6oTM5t7jbxOA0fCRegU5A4jR8RDCDktRg1dr6Ka1ODfEAUXa5BQuzTcLg23XcHpUHL5ZDib2IyoLdEpuBwquqGumEZBPHuS1WUSdRkEdFzNcJdCIcArBHithKKTUuV8nFnNFrGQFg1nathoVDAkHLSci/7RKTLJiH0GnkkGbvCaNa197ZqBTpPPble7eXN83HcT4AgiHJEYExvqd/rVg4dvHz96+/hhxvWrgccPqFuZg+0ak4Krk9IVXCz0Q2hXsdukTKOYbpIw9GJap4ZvkNNVrWSFgCjhEjgUOLKxvKrk46N7mWlJVzasXWGzYM58q9kLrefN/OMfNvPnrl3qcHTf3sDjhyKC/WPCzl48ezL6wunIkFPXY0KvRp5NiA6NCvEPPXMy8lxAbFjozRvXM+ISHt28dS8t7U5aSnbK9WP7dy+xnbls0WyX7WsCT+7f47J9lYPd2iVLV9gsXjTHZv68hXNWOMzYuGrF8WNBT95mwOjXy0lHk3O3Hoxdv+Wo145jfm4H/Xa4Hti02mf7Ev9DW6LCvO9kRee/zoF9eU+oKOYgm5RClq5dbviuR3HhZy/5HT24299nT8j+Q/fi0+6l3L188WrM5bijJ/1DL0a8epdbXllRVlFeWV1RW18zPjkyAYyMgOq/dnCoq6NLJ5ayp4DvY8BIDawmJi42OPTChbCo8PCYB/deY1B0BkXU0TZUU9Zw8Xzk1egrMlFrX6cFmBp/lHMrJy0FGP2hkUvIeFzijQQCAffy5XNPT88z/qfPnPLb4+ru47437My5yMDQo977zwT6HTl+wP+wb1rkeVl91Z3j3vf2bf9R+Wa88smPspxJ2OMfsMdtlXfVVY9rciKu+G73Wrp4t8Pym+ciAVMPoOmeVHSOtrYBsp4pcc+kqBvMdhZ2AYL2Kb4F4JrAof/T1Ar1GP08Qk7XP82u0FovuABMNYIm5/8xo3g1uAwMab/sdoDdPkrVD6EkIzDBQBlFl9vEv19Mz8qnZuaRb4KDTHyJSXlDyHhPzvpIzikgZecTsvLwNz/I39Rr81rY94u/BKc+8b1YFXXHUoQDc7bwagAtH65laz40029/xqa+I938yLr3lZyVT87Kh5KfMem56LR3yJQ3yJQ3fwXg5uRXzdMMDEt6iUzPa05+B0t6C0t6W3754Yeg1Df+N/LOpr3xv/H5wq2G66+It4uYjysYj8pJd75iswpJt75QbxdTbxcRswrJWfmtzyq6S0kARgzgZQBJ0VXLQN76ALDNAMM4xTKDC8/8foDePtgilRVg8LeL0VmfJR+Qwy0ygNsLMDqmiIYRrGYEqwHbmKc11eEm3o96zkg950cde7icZslHSh+Xs28Vsm4VElPfMUDIL+A9LcvyCPx0IY3+oIiY/oGc/oE0jcF/JWFq5kdq5sdfDMy4VQhicPZn1s1CbtYnQU6R9EGZ7mV950fUUDF5rII5Wc0B6vhAkwholvycFimYTIaUgyHSKBUAYvD0gCvB4Exh1T9Xagn6SVBcNf8JvR3TAPx/H0EA/nOIFpCEQRi2TJHb/n/NBNk0AYKoaYJohAYC4CmCcXJalZ3E6Sdx+ml5dloH/isA/7n0C1mgQUH4fw6k605rzpM4Hahd/3nNFNk0RTZNUsCZoIIzSTGBRI3TgWlYcMVks2KqRQkgNKAXGq0HzdK4P+VoohEgm0CLOMMwSpGJvzXTCkrlzUgxoplYU0purmylIQT0FhKqjIQqk7HREiaSiaxmoKuoiHIqqpwE/8bAVokYLXxKIxNXLaTB2IRaLqmeQ6xjE2oJzcXVRS9gFe/FTLiSh4Mol9j8DVlTiKwprPr8AlP/pbkir+HbO1JLKQ1VSUGU88lNrbQWCRNpkFL621o7NGytiGhRMc1Khl5CblezjDKqmAknwb8havKxjV/4lEaTnNZnEbUyEXIh0ahgKYUkWGl+zo2YS2eORfoffZaRUvH+3ZPMNO8dziutrbetXn3myNHUuPjoiIsnjx5xdty00t52+UKrjQ7Wu9ctPbx9XZCbY6S3c9Ixz+zT3ndP77t9yiPr8I70A1sfB7k9CXF/GbbvTdT+15EHHp/fe9N/V/KR7anHXVKOud446ppwxCXhiOu1w7su+ziH73UM9dgQ6LbujNt6P/fNR3Zt2rNtneumVbs2rdm2ZpnH1g1HPXYGH/IKO+oVetDt7J6tp902Bvvs9PfY7ue+48xed39PjwNOO7wdXXyc94ScCPM/fOGQb4iPT4jPwQjfo5f3HbnseShq/8krvidAGHbxCt3qGrxpR8BGp6CNTkHrtwVt3hHiuAucrS7gbHQ+s2rz8d9m/DH3Z97VLKtZs61mz5k/e878OXMXQLbnmbNn/TEL3P+dazXPxs4WtEjZWEMeY4hFlyy2h1TfXxblX8S7GIzTsIcU4F+aLZTh/Ot5O9uFNgsXQNnOkBQ8b+7s+VZzoSd/4bT1AqtfPmfoC0HJWKDIbG+7zMFu+eJFyxcvWmpv62BrbWdtZTN/7lJ7W0gTXmpv++ujSxbZrFmxdNWyxX/l4RVL7JcvXgSKwNPy74Y1KzdNa79g2vPGtdsct/4VgHc673BxdtqxbauT45b1q1ds3bjO03WHz57dB/Z5+nq4uzltPLbfua7s9cSQZrBTDMGbRUuXC5ACZp1KjDKpSQYlQcSpp+K+irkNP/rA0CmLlg65iKHinDY1VSPBQSu1bWoqRMhCZqNcgIT0T40EZ9bQtFK8jI8wKEgdeia0asuj1UHNQxDEGhQkCuabjI+Q8uBQ2hOfXq8SYUDrnYwArdoOdAg79EyoXggKo4LEzMHO1jY1FcqRMmto3SaORQsurenlREithURgs4YGGYkhGDYqyVDZ7/ceCbRmDIVLGxQkCIAl3Ba9nGjW0L73SIa7xVBClZDZyKXWQhnOQmYj9BDKW4b6hMWcZqjLV8ZHtOsYPW1cqHfXqCRDtwkgalW2onvNPKguGN1UAK/7QEIVk1DFuJbPUBMyHV/Oo9VBmArVAnMoNTRcGQ1XRkIVE5FfebQ6vZzYpqZqpfhWVhOkIf9i8uFu8UCHEOLbwc7WTgPrl2OcQahoqHgNBUdD32ybmirjI8iYryzCNzbpm4hZa5BhuvR0i5qsFqIlLJhBSunQsCMCD7hscnDbsmzbapurYacn+w1Tg5o2JVHJR1rU5G49C6ztlZP6zRwGtkwvBbOLlQK4UUbs0tO1IiyXWmsxMr8PyAZ6RP2dfK0My6NUyDmNMk69kgezKAmDZv5ojxQYMQGjbWYdn0aG7d+/e+WqJXPmzli7bmVkRPi9O3dfPn9VX9uAaEHyOPz62rrs7Kz0tJR793MqyovbjNLBbslYn2iwnQOVLalb4d0G2nAnr1NH6THShzq4Qx1cs4og5TQo+LA2Nb3brOCzSZlJVz13bd62cenFkOM9ZolSRJDykGALtJKo4MMY2CISPE8laDQp0YNdvC4zY1roRqolCIMK3WUgDbQzBi0MiwqraW0xilFdKkqvmmGRkNV8vErGBoARS7uhpOTrxYioxKT060mZKek5yclZq1Zt8vTwvhp77eHdO/7HDx/bv7el7ptFLzaBnaiCDgOvXc0YbOeN9Yh79LSRrlaTDK8V4Q1yulJIGuzUApODUhFnt6eHs/POq5cuBx48dtx1r88Gp69P3jCa0RqBDBibmgCAzqHR/gkAwxTKLf0IKhdP5vQPA98nQMfiwzd1aQ8rku9XxqYXJ2RXXLzxPvtF/YcSXEUDLe3WM7m63dTRJ1So+0bGB0cmJHKNQChlMflymWZ4YFQslN/KvLN5w7aNG7baL1p2+MjJL0Wltx88yXzwLPne0xs3H1xLvRuX+OBG2qObt57euf/sQ17h+o3rjhw76Lbbdc2GjfZLVs63WbZ05RaPPcfXrd115Eigu7v37FlWS5YsWbLYbu7c32NiLiTduBQTfe7q5fOJ8ZHpybH3b6dlpFxLuX4lKSE6K/3a00fpjx6kpiRFxcaGxV2LSU/Lunfn+arl28NDrz96+HHJ4s2//fvM7Vs9rl9KibuUvP/g6b3HQt1PJzoHPTt4nbj7MsP9En/DKfh/r0r9bebx/5q75/eZjv7Hr8ZH33z14iMKTcBiSM0wFA5LRiJwpd+q6mpbXr/Mz0x/EH8lI/Rc3E6ng/Y2W9x2ntrt4r9+5Z6ldjuW2++YM2P5/D9WOG/e4+rk5bRlR/i589cuRzbWFmNRFYimQgyi0GKkSgRNCh6KR2xgoKt0rSSznK7m45RcDA1ZbpKSh9pFnVrwrgf439F0m3e7mmaUkLpUDKOEpBXieMRarRCn5KP5lHohE0ZAFPOZTUY1TSZEi3iINh2zy8wf6BLrZCQZB6WXkLu1XIuCoeBghBSYiI4EO4eEVBKm1qQRYtG1TQ0l34pzv+Y/UbUS2aQGCrrSIKdrJZQeU2uHjtdtFOqkVCkXM9QpB0Yt/RZJb5towCzqUDGMUsJYt7zfJGrTcM060eT3HhoR7ey40XHD2vBz5xgkEhmFPed3xn0bWAXh4+a639N969oVHs6bgdG+4W69lENgEhp4VBgFXakREjs13FYaQkiFawVUIRWuF9OkXByX1sKltXAocGxzedHHl4/vpN3KuH4zLf7oIR+XHVs3rF+9beumtWtWzJ35j/2e7pdCgi9fCL5y8dy1yPPRoWeuRARdCvVPuhqelhCVdOVixvXL1y9HRASfuXox7Hr0pbvpGZnXb9zLSL9/MzXoxMFlNrMdFvzDY8eGc36HXLevW7/CwWrG7//1278tmG1lv8BhzrzFf7ddZ7f7pOu1+365TafLGQeKyK7P6pzT8z2vPd5+7OK6Dbscl63ev3l9kJtjoMuaQ1sdQk7sPuXj/OBKZP2rp5XPHiG+fRK3kvlycquWpu8QZqVG792+/qSHa+CBg1eiopOSUjJv3oqIvBQWHnEtLuHu/Xs1dbUoDPLTl8Lausrevo4pYHRy6rulXWcwKqeAH1qDXGtSTwDjRBrpUmxMyPnwkJBI/1MhkRev3cx4+PD+q/SU7LOBIQ01tVNjoyadGpgcR9bURZwOlDDZw51d5Z+/vnj0KO/d26DAM2eDAnx99vns3RPgdwpsRfLdf8zX+7zf8fAzvmcP7jzvvd3fceldP2/Gs4wpRFF30d3JhueDFTmTqJe9TU9wTy/j3yQnHtu5f/VCFzsbd4flGeciwP+haLrG5O1j0vZJSdeUGGRgQNwzzcAdgKAdEJgB/jSz/XK0QknOEBJDT05j8BTVODkt/E5SDD+BGbrmL0cIjCFrNMA0A7wugGUZJ6onkZLOL1j+/WJi6jty+nvOnS/8R9+ET8qET8s5D4qp2QXEzA/EWx9ZD4vFr2tUebDSsKxbrgHJW499CU5l3y9W5Tb1VdCmy3X1o418bV4L824RPv091N9Lv/0Zkn//CsCQCAwBcEvK65aU1xAAQwyMTM9rScmFp76Hp76vufas8PzN94EpH4PT886mvTwZf8f7YoZ78E2PkMeHYz4Gp3+LuodMft9y4y0+PY9+u4iUkYdJeSN6XjlYzwBYRoBpAFhmVHbeFEU3SdWNU0Ar+DhOO4JUTmC1oDrK6v4Ol0s+IPG3ixlPqlVfCCNoFWhEFw4CjI4fGHU/rBUgayeahUPVjP4KavcXnOZ1vehhqfB+CeNmPjn9PQPUtz9S73y6vG5f9bUH5DuFEAD/YuBfOjAp7T05/QMlIw8i4Z88nPGRdbOQkQH6zCkp7xkZ+YI7xYqn1dpXDe0fUb1fCN/L6BM1XKBeADS2AjAxSMLw6exopAxMkEYpwAF90UqwzAmlGEWpxtDqMaxmHKedthMbAUr7vw65HSC3/5N+f2Hw9Mn/F/1OszSok0MX/JN4/wTgX89A6PsTg6cZ+E9/8rRLGQLgaQEWlGH/ZOBfWPuvJz+t1P80WoOOayI40JUQBk9R26ao025qsgkgGkHdGK0B4CqQgWHgAGDG9XSQNUrzzxVogg5cpxeaR2hSLez/cPbeUVElbLZ33/vNTL+hW9ssSE4qICAZRAQBxZxzQhSzgiTJoIBZUVSQJAICSo4FVM4555wLiowoRqS+dTg2b8/MnT/uXetZtc45FFVFufzjd/Z+9sbK+1BaIkFKQNNh7UIyTEDpY5MgLGI3h9BNR7cRIe+Q7VXdb1+iu4EsaAqyiUvq5hC7WPgOER3KJXWDarCMjVRw0RxiF48MGVIxRDQYlwihoVp7GsugLa+QHdWNlQWNlQXd70o664vba1/0NVf0NVegu97wyb1sfJeMjdSKCAoumkvqpiCbUF3VBOhbOQelEeL7ZRS1AMfEtQNJ1Lh2JQ+jl1OUAjwN34HuqWOTekdV3AEJs/tNeU7shfjTR3OuXXpyM6Oi4OHDrMwDWyPdHR3Wrl55YM/u6JMnLsVEnzq0f3OQv6ej9eql81f+8bdIV9v93qvPbPC6uskvcWtgxs7g/MMRj05uzdnrn3fI/97xDY+jIwrORN47tenmoeC0vQGxmzzit/gk7lyXtHt94q7117cHxm71v7rVDwDgdasPBqzev9591zqPcC+XQBcn31WOvi4r/VxXrfdw3uTnsXeD/5GIwBObA49v8j+xOfBAqO/+kIBDGzfsW79hs6ffRje/0LVBR7afOLrn7N5dZzdtOhkaERWx/UL4jksbImM2bj8fvvNi+I5LwZvPegWdcPE+AMq/q9ceXONz1N3vuIf/Ca91p3yDAX3Y3f/IL0uWrli4aPn8P5b89vvC3+ctXLBw6ZKl5svNLP/+j99+nwdw7zKz5WYrzMExt1gB+pzBlCkgVxlsALRcYW9nA5LwXOkuqOjO8S1IsHO/DtYXgbu+4K9YrDBbtnTx3PNBfgaVXosVZv+l32gOs+e0X1tLc9DwDFqgHW2tQBF4DoDBU5eVDqscbEEkBvzPTvYgEru7rAK519PNxcvd1WctEHbl67nW19sHBGA/H19gfL0DfLz9vDwiQoNDgwM2ha4PC/b383QN8HbbFh68f0eYmIU0/TB+GBZyqd2jBub0RwVo5TUo8QNqopjTwyQ1C1mdfEa7gNkxpCN9HBF8HBEMaqgSDlQhQILLt3o54eOIoF9J0ssJOhke9PcqhSgwEQrs+xXMdiDpZPiPI4IBFWCfpmIbWaQ2MBFKJUIzCC2QlmIBA/BXg+FSAgZEwICAG7YqEVrOR4A6p06GB9OwpFwYGIkM6qtSLgxMeB7UUMHsK72cIGb3KYWosX7WhJEDhlEPqMjgtjAo2KpE6GEdHaRl3WyD7hwTjhqYU6NC0KE95z0G/y6FAGlQECUcKNgbTMc3g4I2l9oJesIFDAiL1Cblwsb6WdMfFSN6Blj4BJbucqmdUi5sQEUe0TP49G5oRxmssxzEfjq+GcwJAznfoCCC0VlgmDPYDMyndwtnm5PAjiUQkkFxG/yiBlTkb5MyrRSHh9cqhagPw3zwA7wf5OrlhL72UrB+WcqF6WT4ARUZLJESsSFEeBWH3Kjg9WpEcBmnV0DrENEhcg5QDmxU0ApyEyKDXAPWWK+xXbRtw1oaqv37hNKooOhF+DEda1BOEdJ6FGzEx0EBB98+omGMaZhiRp+I2iPnIETUHjqm2ailvx8WDOqAPLABORGQlwc5X0cFI2rq5xHx1JB4WMuZHJb1q7llxQ/CQ/2dXRwXL/nD0dE+IeH6i2fPa6qqiXhCL6TnbV39wwf37t7JvZmVmpEaD+ttnZocNBqEXGrniJb0eZTbL8dwSE18amu/HDM1zNaI4CNaEuiv1ojgWjFCye/j07sVIopMRH9T8ezQnoiNQW7B/s6dTeUDaqZGQvw2qZgwsER0CAlWw8Y3jGmBEuOJQcZoP8WowWtlSJWkTy2F9iuQg2rMt/fcER1xQIF9P8D8PCx4r+eMqlnAZuOgUqOVvmuozbmVnZV9s7Kmrri06t7DZ/fvF95IyTyw/2hAwLqo48cKHz949vgupLVeyie3vC0te55HQDZ+GBYCNVQ82NQg6/MwTyvCqAW48X6BXs6a/jj4dXLobn6OhZVlaGhY4rW4HcFhOwNCNrp4od+1M6DojwNjpu9A9dH4lx9DU987UCTV6Kd3nXDj+NTUV9P4lElu+PTwZVtyXtX17OrrN2svpJTfKeo5c/3xqcu5d59WowicL9Om8Y9f5P3Gj7MtpUrdgFylZ3OEOv2gacY0Mvz+ZXGFr886dw+fpcssduw+0NDc8bioJK/gRc6jFxm3n6TkPErJenwz70XB01cl5TUoNHZT5OYDh/YHbljn6rF2wVKLpeaO8xbbrfHe7OgSar9qnYW126Kl1tY2DvPn/WZrsyLqxP6rF09cPn8s6XpMRsqVzNSrudkJSdfPpSVfzUyNu5UVn3czPifzSlrKxdTkq6kpiTlZudmZd//5N7P8Wy+iTl1fusTxn7+bHzhw6sb19GuXk7ftPB2y7aLvtjT3bfdDo1vXn+nddp3osPnlL/P3/TJv8yKb7YuWBR7cF3/8yLWCwrLOXjgKS8KT6D1QVHtX36uqujf1TY2NnSUlNcVFbx49LI+PzXN32bhm9UZH2yAHq0DbFX6r7IKWLli1/I+V3ms2uK3yNV9sFeQbGH3i6JvXxa1NFe1NL4nYd6ODTK0cq+RhJHS4iosd03De63njWs6wkiFnIUnQ+gExQc6A8gkdQmoXh9AqZfZqBCgmqomNaZHQ+6QMKBXRIKRAZGw4Dd2EhFRBWkro+FadgiQToHiMHo2MMD7I+zAqMijIIjqUT+lRsFFaAV7KQDDQbQJKn4iG+DKu7m2rmRxRjg3LmxvLuWzMi8dZ8M7qD0MSFKSWQ+4B0VcpwBvkNBaxm02CDKpZk4PiT6Ny0yfDlwmF6bNuwsAZ1bKFDDgVDxHxSKaZKUhni4fraic768S4WBqBIOEJvJzXrHFwdLK08nNzX21rPe/f/vem9f5SDlXEJLCJcAKsFd3zloZtl7FQPFIPFvKWju7gEaCI9loKuh0HbURA6hCQOmhHbUN1ccHdrLSEi3dy0+7mpV+/dv7cmZNnTh2/cvn8/n27/vjt79vCQq6eOR137mzCpZiU2AsJl04nXTlzNeZo9o0r+ZnxKbHn7uWk5mfcuHLmZMLF85dPR2Ukxseej7mVknzp9HH75Qsdls3ftTFgR4jfjrBAi0W/2ZottVy2bMH8hSvMrRctWrFgufM8u7CV25PXJVe75zQvTn87L7vR8nGvZykqqKA1LLs44mxySOS+UN/AbV5eB/28jwR5R/i5Htux8XR4cPz2LbXZGbBXRZCGUgzmnVJL0Q/QP45Iap7lHd8WuisiKDw86Mr1y7n5edk5t65ejT10+OjJkyezcrLfvKnu7YU0NTUUFRcqVVKT6du371M/Zj6pNTK1RjL2fqh/WP95+pNEKc3LvxN1+lzsteSrVxIPHYg6euT0/j2HnxYUvh8dGTEa+nXKmU8fPhmGM85fe5Zz+5NheGpwlEumnDl6LCJk/YHdO3ZEhkeGbdi5JezY/p3H9m/ftnFdsJvt6TCXhO3u+UeCic/Th9pejjYX6itvmbCvx97dmup6qG+4Bbt3llSWZRpgIV49DLRa5L5ggb+ZVcL+4ybtEAjAM/LRr8Kh74KRaf7ID94wMBzjD45xmmMAMqJZQ7NeZSNArXNDNwJiJv3Pi9T+GYrhB1n/g6z/nwAYuD7LzAAJUwwmunGapPuKlA7X4RTP25n51fTc1+w7b1i3a4g55Zj0Ynx2GePuG+HTZlFhCyH31bvzt+5Hnkny2pnpf+DNqQz6nTeiwlbmvTpKXhX3UYO8uMvwGiF53k67XYPPLifkVJBzX5NuAZIsPrscn13+XwAYnlYETXsBTXsBAvB/ZmBA+4Wml6JyKhFZFaAaDMso605+Acsow+XVEG7XonIq2+OfVkXffHnoxoPIiw+3XCo7mNR4Lr/5XF5jzE10WpH8ZftEE2Gqi27ijaFyK4BNaeYgIFOzR03iLybeR8D5TB0GNFLADTtgogx9gIh4RT09aWXwm1XqGjzAV9QhIFeZqP3WzZlsIn9opozUoEUPGyhZ5eCQsspo+VWEnHJ42ovbm6JgmUW43Iq/WqCxqcWYlKK5waYW/xWDiZllxMwy5s0qRs5rWtYrSkY5Ob2MnF5GSislpZXy79RLHjZpnncNlgPu6C+NNFMnD6DfXtFsvbB4tkVJOisIAxj8HSr9BpN+g8q/wORf4YqvSOV3tPobRjNDMM7NTxL+fwNg4gDwRf0FgEHz8w9iPzCzRmiQgf+rWXrOUI2btR//FwD+k4H/iwX6X6ez/mqAaf8SnQVGW/8UhMFdYoIBdDUD/6CEfmDlGK01wVUzvfLvneJvHaLpLsmPbikAw71yoAIKDlRPAZo5VjZNVHyjyNVdGHxlHbWpRYDoI3e3kPqaKIhmLhEAYELfO0zXG3RHbU9Dade7YhB0UV3V+L56CROuFuAUXLSYAdOKCBImnIJsoqKaQQAW0aEiGoxD6EZ3vYE0lBKhDWx8F7ztddPrJ+21L3qbytvePEd2VENbXnW/K2Fg2jHdtXIOSsFFg69JQTZ1vi3qaynnkSFaEWFEwwKi/nkYMQMm56AkTDgd3z6oYerkFCkHLaDD+iWUqQHphEqgoGOrn967nxp/4cjec0f23UtPKX/6KCspbt+2SEuzpZ5r3ffs2Hr21PEr0VHRh/btCPYLcLK2+fv/Wj3v3wMtFu5xd4wJ9YrdEpS8KyRtf2j2oeBbhzfkHQ29dXhD1sH1WQfX3zy8Mf/4pqvhHpc3elyO8Izb6pewfV38jnUJ2wEp+Hz42uPrXfb7rdwX4Lo0HcvsAAAgAElEQVQ70H2Tl+s615U+K502eHsGuLmudbLzsLP2XWkX7uW6N8T32ObgIxFBB8MDj0aEnNi66XB4xFa/dRvcfINc/faEHzi2N+bIwctbt0Zv3HQqcueFzTsvB28+G7I1Jnznxc27r27cdsEn+JSz135nz4Me/idWeRxw8Tq8xueom+9Rz8CTfiGn/UIAifiXefMXzSZdLVu8xGzR4uULFi6dN3/Bb7/Pnzd/waLFS1dYWljb2ljb2lhaW5lbmC03XzYn/M7RL3jFwd52DoBBXzSo6C5ftuSvci4o9tpYW1qsMDNbvhT86Vyjr9nypaCkDHLvXMyVtZXFCvPlIDyDLw7mWgH9RrPCr42FmZX5stkqQjPQ8OzsZA+uAc9ZoJ3srJ3srFc52IJs7GBjudrRznWV45rVTi4rHTxcV3u4rp6jXz8vD3/vtQE+3kGB69YFBK0LCFwXELg+wB+cDev8Q4P817o6rQ/w2LElZIO/2+YQ39Lndz9NaCeHRNMfVXo5iU3u5NO7yeh3TGLrt0nZxCDry3uRUoRA91ViYZUUbB0VV8+jA6nIIEyCqVTvB7kjeoZKhBaz+8B9XYOCKOcj+PRucIV1rJ8l48GlXBhYJqSRYMH+IbBK16AgThg5SiGKhHqLhdbg4bWDGuqEkfNpTPR5XKwUokSs3lEDUyfDcygdIBvP6agSDpRBaAFVYoOCCNqkwe1flQj9cUQwYeSAy7RgYdL7Qa5OhgcBFVwV1ssJSiEKVGUNCiKY2DyooYIbyKDfGNw0BiOpiMh6sMd4SEsb62fp5QQmsRXMcDaqKSN6hlKI4tG6FAIkGGrNpQJfqU6Gnxzi6eWEQQ21X0kCARgMnQLXdwmIOlhnOQn1VsTq5VI7QW0ZvJsAKupyPgJ0XA9qqJNDvFEDEwydVosxXGonBdNARr/7Nin7MiGZGhV+HheDXxG4V8yjdYFZ02AZFY/WRcU2UrGNYL/xwGwgtk6GB63sWhmGgnrDITdK2d0KXq+M0ytl98jYUAUXzsK3GaREBrbt4sntEQGrfVabbfCyT7xwmE/q+T6mME2PmD5oJ7XcKaPo84BoUE4blFDGNGwVC0VDNqtYqCmj6ItRPKpmqUT4IS1rSMv6Mir5Ni6b0LHf63n9EvK3MaVpeuTHhwEOBVn+suD6tfOREcFOjjYWFuYRm8NfFBeVv6p4/vx5d3c3Eo6A9vU8vn/nTl52TmZyXXWJXs0fGZQKuBgRF0nBvh1QYD+PcgcUWAbuLRlZI2Z2Dqrwn0e5X8f5Bhmaiq5l4t8NKLBGJQ7w5wsI74dVHBoqPen89nC/ldYLTx/dqhQRhrWcUQPXoKAOaVkqPpqJa1XxgbBrtRCmlcD1MqReBteI+9SiXhCDjRr8oJZoVFP0cpJaTNBKyMNa3uSQikZGFT57FBt3OelGclX1m7LK6rJXtVV1TXl3Ht+7X3D40AkrK5uE2LjX5SV4FCzuckxI0Nq614UVRbfjLh6CdlSapg0/PkjH9LRPw4IhFcUgJX8cln4cUZm+jQuYxOB1vrb2dvv3H7x6/mJkQPAO/w2RawMYECQHTZx+//nz1JdPX2e+mEyGyS/taFL/h+kuJGl48suXH4AFmiMbyLxbfj750aXUosTc6tisiujrj/edTi+vh0l04+OfTJ+nTYPvP0r0/WNfv0+ZTDyZUiRXk6gsrWFoxmT6MWOqq28K3hDuttZ33oKl+w4ff9fSUVha8aCo/M7z8vyCkpv3im7eKb73sOxFcU1l9bs3tfXhmyJ27N0ZvDHUJyBo0TIbGwePhWau9m5b7Tx2LLUL+tsfjhZ2HguXWPz6698d7SzPRh2KvxIVd+l4WuK5jNRLqcnnszOvJcefi70clZF0OTv1clL86eSE6Fs51+/dzszPy3l478mxI+eWLnK6e7vMx3vTvN8trW3dLl5MyMnOu3AhcUNY1NqA8y4Byc7B+QH7KkJP1btsffCL2b5f/hb8/y0JM7Pbtnj5uojwM8eOx72ub826fz8uLb2wvCL/UcG9p88ePHlW+eZtHxz3trHrTV1nbT2k6Pm7Dev3uawOXeMStmKZx4plHk42gWaLXSyXuwX5bQvw3Ohk42q2eIXPbBpWadGD3u43JEIbCdsk5SM/DoimDOIpg1DPJ4hIvVoublBC0fFw5N63QkI3srkM+q6YhWxio5qZiEZid03vu6Ku+uckaD0V0YDqqCRB63Vi/LCaziV10vGtYjZMLydJOHA6sU3MhQ8bWAYVRSsngvowHdNskBInDfxhJeBAU/PxEjZKr2B8fq8ZHZKIhPiG+iIM9G3VyzssYve392oqpm1QzdKISUoBnkvpJcAbBXSYTkoxyGmfRuWfxxRqMUEjwWulhLEB/sSweEAv0GuFRoPy/r08ezurAH/fO/m3oZAeJBTm6+EZ7B+4ytomcK2nm5OD2YJ528KDiaie3vb6ntY3HQ0VdZUFsK43kOZXdRWPW9687Hhb3vjqRcOrwrqKx7WvHtdWPKl79bSqrKD4af69WynZKdfSkq9mpV1PS4pNvH4p7Ub83fycpPirtlZm/h5up48cvHL2dNK1C+mJV27EnUu5fv7quePZKdcyki7HnDyYdO1cRlLs9Yvnsm8k3Yi9eu3iuazUpGvnzrg72Zr99h97w4IuHNrlZWdus+Afy377m5358gXz/1i0zNzSwfk//jD7tyWrbdadW7n3jtPF12aJjb/n9PzjEe4/HqP/d377kvzGgMKuQ89aD2c8337kSljInnD/TZv9QndHRoR6u+3xWnvCxycmwPdF3AV8cwUaUiFkQ/o1eAUHNqFhItpeH9sfvnGLn2/w2usJcSkpaedjzkVHR1+9fOXYsWMxZ85WVlY0Nr5DoqAVr0rIFLzJ9P3L1w9fvn4cGjYYh7Vfpz8MjhjGJoY/fflc/7Yh+vT59LSca1eTkpPSL5y7qNfqRoYHxkaNI4PaqdEh04dv+IbujJhYfCvENDJ550ba0e3bju/ZEbneb/em9Yd3hh/bE3F4e8ieCL8dGzwPBDk9iw4VlSeasBWD726/b330oeXRN8izidZ7A+9uoe9FQW5HCVsefBXBJ3gYHQ3TUPjY+Y8FHouWRYdv/64wmLTjXyVGk2oCBOBv/OHvPGB+8AanucZpbv8Pbr+JO2JiDwMYzBz817CGgCvgRYZxhj4wQx/4Qev/QesHlnv/Ivz+PKX2A5lVtAEgtoo1bKIZpwnaSZh4uI2uLuvlP3hLyamg3ark3qsTPmoQPW2WvWhXl/UQb1ZUn0i9G3Yqb+OJ0sMJ8LQX/MJmwZNm7qMGEHRJtyoZd2tJtyrhN54LnjQz7tbissqQqUWotGJsZilofgbp968AjEgvngPgvv/GwJAbRd3JLyA3inpTX/amvuxJKe5LK0FkVYCG597Ul52JzzoTn/WkFMMzyzE5r/E3q/FZr9GpJZDYgndRWeX74l7uuvJy75WGs1m9iY9kZZBHOy/2ZZbg7r5B3XmDvlvbcr0Ql1srLOpVVKCkpXB5OVJfTx5r5052CwHAY45/hStkZQjS/UZWYae6Ck3OfY3PKmXefaMt7zVWwiVPmhmAdfk1ObucklPBuFNDvFnRk/QEnlGEzavA3ipHpxaD3Iu+8QKV/ByZ9AyZ9AyRWIhILEQmPUPfeIFLe0nIKAXt0JScV+T0MkpGOS3rFT27kp5dSct6Rc2sIKeXUTMraFmvmDerQE14oBT6sZ403c42QWZrhKFiwAiNlAEDZGX9VIBnRWDZN4TyO1I1jVJPYzQz2P4ZsA0IN/BT9f1/AuA5xAUVYBCGTcQBEIBnCP9i4P8EwITZ5C3wEQRg3KzP+V+8+rP96Ce+zinDcwc4/V/pF/B4I1TTcCU44GLwT0UXzJoGARg/y8BIjalPMd0l+dounO4Q/egUz/yJwYAgDFXOwOTTaPlntMhEV42hWLiyN70vK4hNjfi2d91vSpFtNQxMJw3VjmyvgrdWomdrgZGdVUJaH5vQ2d3wsrvhJRH2jo5ppaKa9RLS+37+gJzKp/TwKT2APCshGRU0ORstpEJBymVg2jmEblRnTWNlQWvNs77miq63L7GQOlhrJQjAuJ56UP4Fsv0NPCUPQ0Y0Ap0CMsqwmjmqZWuEeBq6hQh7J6T1AYkYUpKAARWw+vRyyvtBoV5EpCKaOZiOYRlTycBx0JCmVy8y4y7EHN4df+HU/ZtphQ/y7+bnHNi/297awmLZ4rB1/hejjsVFnzq9d8cmrzVu5oss/v0Xu19/8TNfuN3D8WiQ59lwv6S9wZlHwnKOb0o7GBK/3e/6Nt/0AxvzT22P2+oXE7wmKmDVuQ1usZF+8dsCk7cHJe8KvrbN/3SI+yG/Vfv8XHb5um/yWrPezSXAxdnd3t7DyXHtSid3e3t3WxugKH61U4ib8+4N/vvDgk5u2xyzb8+Z3XsPhG+NDAgJ8VofEbj14K7TJ4/FHThwdffey3sOXd99KHHTrithOy6E77wYuefa5t1XgyLOufkddvY86OZ7dPXag67eR9b4ALM24ITvhqhZAD72y4KFS/9YsGTe/EW/zwMU4Nneo0ULFy2xsra1trWxsbO1sbO1srG2srG2trWytbUG0RTkTztbayvLFSDTWltZgI5lSwtzcF8XVIDnUqxAFfevjmhw+xeUdkFLs8UKM7vZt5jD47n1YFAcBhePwSdbWa6wtQHcy6Dz2dJsqZX5MltLczDvymWlw0p7G9AIbW9tAaLvake7v8rCqxxs52zPbs4rgeCrWQb29lgDdh35e3utCwj09w3w9fbx9/Vb5+e7zs87ONAvLGRdkN/aqOP7jh3a7ulmt3d7MKqvcWpcJeGiFQIsjwZhkTqgHRUtdQUCBuT9IBcIBxbAPoxwh/VUIqq2u6UQ1VvOJDVKuBB0XyWH0gHu0E4O8fqVJAqmobetpLethIZrMsxuk9LxzXh4LY/WpRSihnV0hQCpFKJm2QCIX+pXksb6WeAK7pcJyaiBSUa/62l9ScU2qsUYkBU5lA4JBwoW8w6oyBxKBx3fLOXCQPYDLcQiVq+Y3Sdm96nFGPB9BzXUET0DbOJ9P8gd1FBB2lSJ0CN6xpCWBuZC62T4ObEa3BMWMnt4tC7wdUDJF2wSBj+5QoDkUjtZpDY5HwH6rrVS3JCWBpq95xRalQgN2o9BbRzMfFaLMaCtWsaDg3AuZPaAGdcMQgsO9qa1/klvWwmYhmVQEEWsXhquiUfrErP7FAIkj9aF6avGQmtErF5QXR8fYOvlBLAzCbzFAN6SAG868GhdoOoO1gXz6YCqP6Aig7cSwG1hFqkN3K/+PC7+MaUc1tHlfAS4Pq0SI8XMTh61mUNqknEg4wb6lzHBiIYmY0O1IpyECR3VspGdVaWPs07tC9uyfs2xncHReyMKsuMhdSWI5teE7rdyOmpCzfuoF30bUpimjDNjmkmt4ItRZhrXfhtSTBnE7w2Cr6OKj0ax6YPO9EH3Xs8fkrNENASyo+75/Zy481Gnj+7fsWWT25rVwOaCjc3JqFOPC54+fFTwsqSMSqWSycTXlRX3b+fezs0ofJyPQ3UN6YUDGs6IgTtm5Iq5UJUYqZeitGKEhNXFJjZySE0KXu+QmvBxiDVpZKgEUBqmTkhvn+injRuoAgZEr6CN9AuVYmpt5dO0+JhNwWvXOC3Ny7w6qOZ8HlON94sG1RwFB8MlQpRcLOAFIrUIGW0KfrdK2PNzJH1aGVIpgmlkGLUUrxDjjVrumFEq5hK72mqzs2/k5mUXPn9678H9iqrqgmdF5VW1tQ1tZa9qk1IyU1IzPTw89+3ZW19TfeLwARcnm9KiB58/DHS3Vu3bHviqKHesn6MTYxU86OQAZ1TLVAkJRhX72+TAuFFZ+qLA1srM1W1NVFT0ycNHt4eE7wgMObllNxuGlZCZpi8/Pn38/PHrjy8mk1A32I4mSfrHu5Ak/cj41A8gBRpGYN3IfZZxrzz1buX5G0+i4u6fib/XgeKOfgXysUY//fhqMtF4Alm/0fjp88jnrxgagy2WEWks/eDo9xnTl++m8so3oeFb1nj6/rZgSfSlq9UNzQUlZU/LqwtKqh8+r7xTUH73QfndB6UPH5c+eVYaGxfv6e3l5uXu5Ozi6Oy2YLmdm3e4W8AuB++DS513OfocXLE63M55w3KLVW7u3j7enhfOnEi8eib24rHE69GJ16PiYk9kZ17LyriaePVM5o3LWSmXkuOiAADOir+dm5adlfH4wXMnB09LC7d9e85ZmLv//R8WkVsPpWffjY65ErJpv+PqXfbOp529U539s52DM103pi90PvrLv639u/mmpfa7lliGz1voExx8ODomsbCi6tjlSzuPH3/V1PS6qSm3oGDfiZMnYs7H3khLy87Pu/ustr6rtq531+6zVtbeliu8bC19zZe6267wWTzfyWyxS4D31pCAbf5rQ5fMN1tp57TS1vb4oT1PH93EoVtR0HomqVsvpAxK6JNagZjch++q5+G6hMQeHq5TSUcaRSQ5BaphIkaltDEZ9ZOOO6liSqg90ObStponrdUFhN5aDrFjtpSbqBPjVXy0hAMXsaAcSheDAADwkJ7JY/SoJDi1GCdg9EqY0CEV7UO/YFTN0ktIMx80HArk/ZDo84SyX8M0aFl4TAsG+hYFqa16eYdD7nlvFCn4OKUAP6RhK/g4DrlHwceJmAgupdeoArKpOOQenYzcr6Ib1Ixho8igEw4OKvr7lUQSFgbrY7EYbDZbwOPjMNiqilcP7947sGvPycNHQ/0DzBbMX/L7P/o6mt5WlZQ/v1dwJ+1RfsqLx1l3s+PuZseVFOQ+uJmUm3y17Omdm6lXbmfHPshNfph34+6t5PzshNyM+LzMhOT4izkZCblZKcnXLycnXMtITcxMSwoN8ne0XHFgx7YLUSfiL8ekxl9Jjj2fcv38lZhjqfEXkmNjLp05lnDlbGZSfGZSfPaNpPirlzLSk5MSY4P81lot+WPrer8TOzevW2Vn+8ffLef9fcUf85b+sXDe/EULV9j8utTylwXmy70i1+zNWHm80OZCtXlq57JH1CWlgl8Lab/k9Cx7ire6A3HJqN+Q+ebYnYaY3Npd5277RBx3Wuu3MXRDhKv7FjvHKE/P077uuecO8jCNIhrQbT4kw8uokI8DfDat58jpraHb1/n5e52POZdwPf56bFx2Ztbli5cO7Nt/8fyFe3dvv31bhyegK1+XdXW3fZ/+PAMsNHzXGuRSBXdyauTDp3G1VvXx0xSXIzwTff7SxWuXLl5rbmwaGR5Uq6SfPo19+jBkVCumB8b66aIX6XlVdx9X3nt4PHLLNn/vmL3bj28NObI5IHpP6Pn9YbvWr964Zvm1w6HQ4nQToeJjY87Hxlsm6HP9q7SpzidjbQ/Ijy+0pu+TNt8eJVXzO59T20rokLemIYMAgw60dfBYarbXL/iTWA3caRMPmDST30TDM+LxGfG4SQTOqEk0ahINAyMYAcqQuCMmzvC/5i+nM+whE2twmmmcYRp/AMuufwIwdRaG/3wEVN9ZoXiapAM3gWf9wHJ+QRP/wVvJk2Z1cZfkSTMm5cXb6Kzyg/FXVoZlBRwoOxjfm1BAyn9Nv19Lvl2Fu1nOefgOnf4Snf6S/eAt6349yLqiwlYw72ou8mqOe3FZZSD9YjJKUJkl4BowsAmcDojAfbMzpwP3pj6HZQDmZ8iNoq6k552Jz7qSnkNuFPWkFLfHP+1MfNad/KI39SU0vRSeWY7IqkBmVqAyKkg3ayi3qvGZQMoUM7+akVdFyCg2VkKnIWwTa5j3rMVQhxtupRmbaQNN1O8wxXgrR/0aKytDaKpwuhqC4GUf8V5Db3o5JLW0L7UMc7OGer+J8bCFkFeHSAN4vuf6o65r9+HJhdjUIlTyM2RSISblBfrGc3xWKS6rFJVW1JP0hF/YjMgshmcUoVKK0DdegPSLSCyEJzyFJzyFxT8BDxCJhajk59jUYkJGKTm7ggrsEr+m5QAuaHJmOSWjnJJVAZDwTUATJmeWA9bo9FJqZgXvbr2qsKO/DPq5hf6tnfUDwgcs0Ci5Ca0wAQHRChNc8QMu/wGXTyPkPxCq70gVKJPOAKlUQATUTwwGDc//9xbon/u9eMO/ABjI1jLOkAAGnvNFg4FYJpwBWAD+a2gWzmDC6E1AXLP2p3v5z7yrn57nudP/fAAs/f4ZNA0s96LU03Dld5jiO0zxA678AQRiq4ABC4pRGkD7BZh5Nn8LowNF4B/d0jkANnVLTRCZqUcOTJ/MRNTN4BXA/zLhoKobQ6h+R3jbgG2oa39VTOxu5BGgDFQHofctvqeeAm9iYtpFdKiQ1sfCd9AxrQxsGwH6lgB9y6f0UFHNDGwbDd3CxLWDsVh8So9RQQNjESmIZhqqlU/upaPbyPAmTHct6H9urnraWV/c9uZ5T2MZE9vBwLSLGTA6plVI69MI8Sx8B6qrmopqlrIQcg5qSMUY1bJlbCQF2URDt0hZCL2cwiZ3kjCNJFQDl9qt5qFVXIyA0E2DNXGxnWIybFwjnNCLYa016ddjTh/ZefLQjtTk63fv5D64k3c26oTrSvtl83/zd3eOOXrw0olDhyLDQj1WrzFfbPv7f9jP/1uQo/WhDT4nQjyubPO/cTAi5VB4/K6g2O0BSXtCs45uTdy14ewG96NeDqf8V14K8bgW7h0f6Z+4I+j69sCYcK+jgS77/V13+rhFeLgEu7uud3d3sbVzd1jludLF3WHVamubVVbWbnYO3qtWrXNdHebtvnND0OHIyKNbd+yP2Lp1fXiYX+gG7/BdkUdPHI09cTLh2Inko1Fph06m7T6atGn35Y3bARF4y97Y8B1XfDdErfE54up9+K8A7BFw1Cf4lPf64x4Bh38Be31//23BP/8xf968P5YsWWZpaW1v7+jk5OTo6Ghvb29tDTQZWVqusLGxsre3BcVYSwtzUKqdi7Ca29EFZVsw8xmkX7CdCMTjOeuyna01+BwQjEG+BTVkMFJr6ZJFS5csmhOQ5xaDV5gvX7Z08ZLFC5cvA0qD7axWzK372lqaz60Er7S3AdkYtEDPBV/Nnc6lXoEi8P8EwP6+fl5rvT3d3H3Wevp5efp7r90Q6Lt5Y9D2yPVe7vbbIvxeFGQLOcj3I5IRA1fGxzAIbWR0o0qE1UjwWGgNk9j6YZg/NSqcGGQN66kGJV4pQqgliIlBxvshplqCkPL6cPDqjsanbErrzGfFxCAL2llS/iIdC6uScHvHjUydHEvG1FNx7zRS9LCeOqAmGjUko4Y0rKcO6ShKEUIpQowNMAxK/MQga9zI5NLa+zpekjH1aglKIwWid3VyLAldx6G2DWrJo/30iUGWQYmfdWJ3a6RouQDGIDaxKa1KEUIjRcv4UK0M068iDKiJw3rquJFp1ADZS3IBTMjq5lDbONQ2MadHJUZqpGjwI40YaEYNSSNFq8RItQSlEMKFrG4K9q2E26sQwieHOe+H2HIBTCGEsymtWhlGr8CJOT1iTs+wnjqsp4IvpZNjh3SUuZ8SUbUscguH2qYQwsWcHgm3Vy1BaWUYpQihEMLVEpSE26sSI1ViJJ/RScbUY2FVeEQNGVOPgJTT8A1CVrdagupXEWR8KI/eIRfATN81LHILtLNEwOzSSNEU7FtU7ysWuUUpQsgFMPBF8IgaJqlZLUGNGGj9KoJBiZfxoaP99I+jPLUEpZagdHKsWoL6MMIdUBNJ6DoavmFATRwbYIB/0aCW/HGUN9pPBz+nXAATc3pYhAYpu1srRqiFMJUArpdihjXkcQN9WE0V0SFGBeXziHhMx2mpeRp7du/VqN2Xjuw6t3/rhYPbrxzdHbNvy4ltoTH7tiSfPfowLe5d8SNMay0L0SmjoFQMnI5DGpVzNRy8iALvbah4U3TvQWb8tagD0Qe274oI2hzst3Nz6P5d2zaHhTja2pktM9+2Zef9e4+fvygpLCqufF2NweLr6uoePLhX9brsbn7W4/vZQjZ2QMPhM6ByPhDGppagvk4KdRIkh9REhFcxcG/BP2RITfgwyFQJoDIORMzslLC6FLxeJb9PwuriUNsG1AwZH6uWUOiE7oaaZ2kJZ/ZEBoQFurwuviuko4fUfK2YLmJgFDzSsEYkZ2MlLIiCC1Hxe5W8HjkPohT06uQoo444oKEIOTAeG2E08MdH1TwOoaqqOCcn5UZK/P0Htx8VPLxz727pq8rahubyqtr7Bc/u3C94Wfb63v3H0dFnrSwsTxw5vCU8tOZV6eSYwWT6UFF8LzTQ+XXxbdM3w/R72aiWPmHgTBg4ch5WKSB+mxwgoSH7d21xsLH09vW5dOnK3u07923ettVvfdbFOAGWPCAGImGnp2c+TgMR0FiWAEphkwXKhi7E6OevH77/+DBtaoKgkm4+yntalVNQfSn1YcqdcqHhy0eTSTP69bPJNPZ5un9sQqTRjv+Y+WgyjU3/gJMoMsOAVGv4OmP6bjJ9/PrjyYuSsMjtLh7e/1y0NCn7ZlVjc3FVzYvXdYXltQXF1fcLK+7cL8nJe5KakZ+QnB59JiYsItxh1colZua/LVj2y7/9YW7tae+2dU3YJRv/s6s3nLPx2LvA0m+ppcfmLQcPHTx26tjRaxfPXLt06kbC+YS405cvHk1Nu5SZfiUnNTYj8WJqQkzmjYuZaZcBd3RaUnZm1tnTV+b/Zmlh7m5m7v77PHt7p4ATUbGHT15y9tyweIXPvCVhZtYnbFddsVp5YbnTIWu3A+bO2/9toY+5/c4VdjsXLwtZtNRn646Tx6Iv7DsTfTkrLTo+9vGrsoJXZfnPn15JSa5tbz8cffb0hWsR2w8ePXnp4pXMiMhj9o6Ba9zCHOz8zZa4WpmvXTjPcfF8J3fnED/PyACfTQ5Wri5Oa5xsHVc52G7bHPysIBeNaKHhuwQkOA/baxQx1GyciILsF9PUXIKKi1Uw0AMi8oiUPqlia0Eh2wYAACAASURBVFkYMbZrTEydUDCn+nl8Sndvc8m7V/eFtB69hKAV4SiYJoUALeUimMR2CqaJSwUyw5VCjF5JFrJ7ZSKkXgk0luvEeBkbLmVAZUwYj9w1qmUKmX1yIXrcKHg/Ih4wsE2mERK6ZVTPQ3a/eXY/FYRejZg0e5+FKWTA5Twsi9hNQbeKmAg2CcImQeiEDr2KNqBlTY4rFTImn0+Fwro1OiWDRX9TV/u6qkanM/z4AdTM/vg+Y5ox8dmcFwUFB3bvMFv8R2ritUf3cgof3MzLir+ZfjUr5VL2jUt5GbG56XGp189lJlwqyE9PiTuTnnQ+K+VKVsqV9KSLaYkX0pIvZ6XFZqbG3b6Vejc380b8FUAHjr2YlZpwZP9ui8ULd0duijlx9Oq5qIQr5xKunE1LuBh/+XRq/IX0xEu30hMykq5m30i8k52REnftyvmzt3IzN4attzRfFODpujdig98qe6t//mo7/5+rzcwsFi747R+/L15hO9/K8ZdF5gs9Aj2PXHI9fdPlSpFzylu7nC6z25glD2hLCrjLC3gWj1h29yl2N2EO6e1eeX2bnpG2vCBte9AeeDreb9O2bSGR57bsPOHju8PBKm53aMPzbCWzZ1CK+2xgTQ8JB6WkD2Ni7RA3LfdaaMi6fbt2Rp88ceHsmdjLlxLjYi+fP3fwwL5zMWeux10rLnpOwGNbmhsb3tUbdPrJD2Mzpi8j4/rxCWP/gEYk5n369NFkMgkEoqysnOTkZKOxX6mSGvrVo2P9X7+Oa2UC0/iHjzJN+8vyrrJXNQ8etJe8uLJv+/FQ31NhPtf3b7y6M2DPWvM97oszj23oepogbrirLk8yQZ8Mv0414V+biG/edz9rSz/Crs7SI4rUyJJ+Sr2W1iTENMkoiAmlVMfhHA3ftM7OMdLdZ0IgNw18mBLoTdoPP6RjJtmkSfrnyCZMwIwBIxwFRjBi4g+beEPA8Id/zuzpzGxi1jR74Ad7YJrVD+w00v8yjNkrjH4Td3iGbvhGUH0jqIBQKPbQD4J6EsKdaCTz7te3nsst3XPt0eYzdzeeLNgSU7o/DpVWhM8uo92uZj+oZz6sp9ypxuaUIdKBDGfWo3fsxw3QlOfdCQXEvNe0e7XIjJfQlOeozBJCbiXlTg317htSfhXuZgUaQMT/EYBh6UUgAP9VB4ZllEDTX/alFfekvOhNLepLKwZPwWNYRgk8s3QWkoEn9CQ/70suRqWWYdJK0aklpKxyZn41K6+anF1Kz3012UQ0oeSjjaRP3TxgS5liNJH6gUoe0qCJOgKEGP+0y+q+whV/SppAsjFQF4TUfOkWf2xhT3fzRmrQnLu10OuPm8/efHsqo/5keu2p9J7rj0g3K3oTCmDJhbib5Zjs0p4bT/tuFAICeEoR8sYLRPJzWGIhNOFpX/yTvvgn4EHv9YK++CewxEJUShFuloHZd2oZedW0nEpgKzgDMEWTM4GsLPrN19SbldTsV4BTOh1YHqblVDLyqnWlPQNViIkG4rcutgkqMiGkJrgEqGiGy2YQshmEAgBgpGIGBWRizbYWARlUQPjTX3F0zpb83w5AlP2/eCQNzJB+LgaDOjAInz8BGN8PfJlA/VI/CMB/Yvks1v6p7oKI+398/IGdBeZZBjZhgYArIAsaoQJWfEH0halMc4NQA9u/GO2/ipdQWhNcbYKqZrokM10SU5cUmG6ZqUtm6pabeqTTMMkXuNBE1Zi4hvdYrqQdTqpv6n1V2VNdIcDCZFQ0A9VBR7VSEc00ZLOEDiMjGuHtlW21zyCNJeBBU1UBouO1gotWcNFCWp+A2itmwLgkoA1ewUUrudhxHc8goQwqGGo+noJoljAQgwoGHd0GaSjtqCtqrCxornqKhdTRUK1sfBcd04rurmFg20R0KLq7pq32WV9LObq7hoxoVAtwU0Pi9/18KQtBRTXTMa18eo9Ohh8f5AyoyCxSG4/UPqSgjiioYnIvqaeej+9W83BSJppH6hMxUbDOupvpsQf3bDt2eF9C3OWCh3ce3smNPnHEy2WV2YJ5Pq4rN/p57d0ctn9T2Lo1ztYL5pn9829OS+YF2i3dssb6aLDn2cjAC9vWX94WfG3nhvg9GxN3bzyzYe1R75Un/FdFr3M9E7TmcqhX/Lag2K2B58O8TgW7Hw503+njFu7uHOwKALCfq4eXs7ubg6ujlaPdCjsHSwcXBxdvFzdXGxtPB3t/59XBHh4bvXzD/NaF+a4P8Q4O8QnbGrbv0P7zIADvP5q4+1DCroPxm3ZfXr85KmjT6cg917btT9gQedHD/7iz50Ent73OngddvQ+7eh/2CDjqvf6kV9AxN7+Dv/zt199+/23BksVmlha2dnYODg5ODg5O9vb2dnZ2s482NjZWlpYrLCzMLSzMrawsrCxXgCHPoBUZtDHPRTrPmZ/Nli9dumTRksULwf1e8PqcRAwGRIOisaWFudnypUsWLzQ3W2ZvZwO+IFikNFeDBCK0na012O47Jx0DIvAs9DrYWIJZVmAQtJX5sjkqBuXflfY2YObzzxqk2aIj11WOLisd5lKv/ir/+nuvDfT1AiTfgEBvTy8vdw9fz7UBPp5BAd7hGwJ2bg0N8Fl9IeYgpO312KDw86RyyMCS8pFkbBO8q5KOb6XjW7nUbjAaCjRCg9T6dVI8PSUzagj9KtzEIGNIR5ILYCApgexHQL6BdpaI2BCQ7rQyjFaGMWpIU2P8YT2Vhm8YMdC+Too/jHAHteQhHQWk0E/jgiEd5f0QWyVGwrpKEZDyYT11aozPobaJ2ECAsJDVDTKhhNurV+A+jHBBTpPxoSI2RMSGgPw8pKOIOT1qCcqgxBuU+CEdZWKQNWKgaWUYIqoWj6ghomrphEYOtU3A7FKKEGCHk1aGGdZTR/vpYwMMkMk51DY6oVHM6eHS2vUKnEGJB99dyOoG/yIGsYmErpPyAGGcR++Q8vpAhGYQm5ikZjqhkYB8w6N3CFndUl6fiA0RsoAMYQaxiYp7J2JDQFRWS1AqMVLK66Ng38K6SgnINxJur06ONWpIWhlGwu2VcHvFnB7wBoFGiuYzOoWs7mE99fOEcMRAUwjhEm4vEVUrZHVLuL1U3DsiqlbA7FJLUEoRQq/AfZ4QgncEhnQUkKXphMYhHWVqjD+ko0i4vXIBTC1BCVndDGKTUoRgU1oFzK4RA+39EFspQnBp7SI2RC2ECWhtJEQ1ru8Vh9SiESF1ErSM00tDNwzIibObwJRv47LPI+Lyp9kXj28/tTM8asem41s2Ht0ccnrn5itH9l49uu/8/h0XD+66dGh3zN5tFw7svH7y0NWj+87u2Xpu/9ZjW0NO7gzdFeq9K9R3e7BPhL/Hroig7WFBOyI2hm8I8nRb42Bju9bd+9iRkznZ+U+fFJVXVJVUvMJg8fcfPsjPzy0rfRF39Vx9zcsPo6ov71VDOrZRTfk8CiQ89yvQX8a5bGIjovNlX+tzJv6dVozol2OG1IRJI+PrOH9QhTfI0CNakkYEp2HqGLi3GhFyQEWV8tAfRqR6Ba294eWDvMTSp7eO7wv3cbFOvx6D6Wn+MKiaNCqVfJpBxjUqucNq6rCKMCDDgEQtF/QZVIQRI2tskEcjd7OY8OERJZOJvZmbcvHS2Tv3c2/lZqWk3bgae+1xIWCmzbv3MD0n71VNfeGL0sIXpZWv36Rn5AT6r1u8cJHF8mVUAoZGQgq5JDoRymci+QzYswcp97IuKXmoqSHhpzGZTkpTi2nTU8N11SUO1ivcnFcGBa9PTEzevinywJYdYR6+z3JuSymsDwPD05+/z5hMUwC7mqAUJlOhp0u0bTDMhx+miW/fP5lMrVDkhaTMmISspNwntwqr5CPftZMmgW5MO/6ZLpJJDQMcmZzK543NzAz/+KEYHX0L6eEp1VJ9/9QPgH6/m0wFz19G7tjj5Lb274uW5D1+UtfWUdPcWlxd97yy9klJ9YOnFfl3i2+k37l4JelEVEzEpsjQiHBbRwdza7v5S61++XXZvMXOi21D/263bWVY/NotSR5hl63W7FywwtfK3s/XJ2zvroMXY87Fx17KzkhITr504eKx6wkxCYnnbmbGXz13/NLZwxkpV/JyEtNTYrOzMp4+ebHKyXvp4tXW1n6/z18174/VkTtOb98b/R+/Wy9Y4f2/f/P42/yI3xft+eeCXf9YsHmJ9Uav9Ycd3DYvXuE/f+H6eX+ELFy83tYuOCrm8u5jhw5diG7GIu6WFac8uHO/tLi4/k1U7JW8Z0/Cd+8+cf6i/4bNW/ccO3k6bueeaAtrzyXLXaws1i5e4GRlvnb5YhfzJa7uzqF+nluC/HY42/ssmW/p7rzW2WnlKnubzWGBb16/oOJ7hRQ0qqWOiehmY/tEFPSQktsvZU7oxWxsDw3RxsNBBkRUJRUlwkPGJXSjgKjmYQdUVLWYgO6tUYsJOhngE+PRIFIuCnA+49up2GaFAGtU05RCnIDVN6Cli/kwPhMi4cE4lC58Xy0d1aThY4wKCp/SzSF2GNU0lQQnFaBGBjg8Zq9CiBPQYUoBvuPdy7vZ13RSiulz/3i/YMzAV4uIYPbViI47pGEL6DCFEC8VYEYGhQIuhkzsKS19/KTwTkZ2ysBgv0AiRuMJOn3/x6mvQPnW+09TH758+/JdI1cj+qB93V33828d3LMjJz3p4d3sjKTLuZnX87Linj+8+fh2etLV6Kzky0/uZOWlx+dnJ+RnX8/PTriVEZd543J60sXUpEtpyZeT4y+m37iWnhx3/cq53KyUlISrOelJZ04eNlswf+em8Oijhy9Enbh6Lur6peisG7HpiZeyU65lJl+5dyst7uKZa+fO5GempSdcT0tOuHD57DLzRatX227bFGKx4Hfzf/7N38lh2a+/Lvr1VzsLm2XLLX8zs/3ljxV/X+0dGHV19fGrqy/nOyU9d8l553q3z+Eu3uoOxeoex+mR2PmJ1PWpxO4ObWFK74LUXuuHJOcyUUAZ9WBR6/ZrKX7rNod7rT+5bsPu1Q67PewzoveQe2qYqAYtC9nPw/cLiXoFVSDBMoWYnq7mnVs2+Xt5XD53JjH2yvWrlzJTk1OTEk8dO3o66uSN5MRXFWVIOKK9ta225g2RgJv+MWUyffry9f2AUa3VKbQ6pdHY/+nTRy6Xy+GwTMC9qW9qjWR4RD/5cXBydODH+Jjp6zcqpLux6FlneVFxRgK2rqz+Tkp+9K7YLZ4x6+yy9/q8TTtCeXlDUn9b23BnsuXeSE2OCVkx3PRotKsY9SheBXn5TdQzwWtn9ryQEGuNIhgX0wrcwWFSP+n1iVGnN3l4Rrh6jvNlpoGPH7lak/YDgLtz9CudnKXfCZNi3CQfN4lnGVgw8pOB+bOaMMjDfyLxDHcQ2BmeZWATcwDgW8YAcMAcMLF+zgyzf4ZuAK4IJ0zyTyZav7Qa0ZP+Imfd4WzffQ/Dohqjs3GZJfTb1ax7tdyHbyl5r0m3XuGzy3BZpeisEmxOGf5WBTGvkpj3GpUJaLnEvNfk29VA029mCe5mBSm/ipBbickuQwPPL8XmlONvvcIDGVpl2MxSbGbpnAL8Mws6vQgQgf9k4DkRGOTe3tQiyI3nAOKmvOhOftYeXwC58XxuelOLoOkvYRklyMwyXE4VLrMSn1lByHpFzq4gZs7WOGW+7Lp8e/A17Es7a6ZPOAOTmoh6AIAxaoADZxH3O1L1Fa6YLeDpN+H035Gqz1DZVLdoqlv0vVcGrIlClaY+2cdGylgtVlsC4T94y7pdw7hTQ8mtxGa8hCU95Tx82xP/GJ1eLHjW8u78LVjqc1TmS1RaMTq1GGRgeNKzOQaGJRb2xT/piXsMiX3UE/cYlliITi3GzXqhKTmvwFBoem4V7dZrwBedXTHXlkTPrSJnV+DSXoKqMuterfBJk66ib6KB+KWTPd3Dn+7hf4fwwECsGRggAgMDBETP1iYh1SbULAADAciz0uh/g96/9h79T+j7P4VgAfRL+k+7wT/VV5wBeFmi0UQeAoZoNOH6TVgDIOGigDajOWn3/7jcO7fl+xOAAeP0bLoVdrbsF6X5KfnC1QDfwmYHSHsG2pKAhDP0XxgYrTMhtUAOFjgg/XbNMjBEDijnSBlQtU3Xmdi6KZpE3ocmAgxcISWgxQQksbuRCm3GQeowXTUCcs+AnKriY6moZjCeigh7h+2pxffV0zGtEiYc1Gxp6BYlD6MR4gEHHKF7RM0eVDCGVSwWrrPh1WMitMEop49puWR4E773bfe7kr7mCjAoi4nt4BABBtYI8SMaFo8MwfbUkhGN4F4xl9QtYyOlLAQT106CN3BJ3RoJfrYBBA56EvVirF6MVbERInL3kIwsIvVIGcCKsogGk3ExRg1Lp2DBelpSk2MjI0IOH9idnZZ8Ly8nJSH24tkod2cnBwszBwszXzeXjYH+gZ4eq22t7ZYtWvG3/7Vy/r/7WC6KWGN/IHDtyTD/6E2BZzetu7Yz7HSo93F/15OBrif9XY75rDqzzj1uS+DlTb7nw3yiQryOrffc5eu+cc2qIGfnda7uPs5u7o5rVtmudrB2crBaZWe9ytZqpZ2lg4ud4xp7B1c7exdbOzf7lb4ua4PWBqz3CgpbFxkZumfPztOHj1zbf/Dqlh0XwiJjwredj9h1wS/0qG/IsU27L+86nBSx86pX0Alnz4MOrrtXeex38Trk6nNwFoCP/wTgP/5YuGKFpZ2dAziOjisdHR3tZlHYzg6gX1tba3sHazt7K2ubFRaWQBGSpYW5vZ3NSicHezsboBdpNrkKjIYGQRf0Rc+t+JqbLQPHYoWZtZWFrY0VWP8L+pnBIGiw+gisQQKTsczNloEFSKBrGnwyuG8MPoJX5iTfuWBn8GC1o52jrZWNhZmNBbAVDNLvnBfa2cnedZXjXNqzp5uLy0oHX0/34EC/9QG+AT6A0uvn5TF7JSAkKAC46Ls2ZJ3P5rDALRGBkeH+tzKucenwzxPKIR27X01VSTASHmxQR9PJiJ/GJEJmH7SjgoJpwMHeYKE1I3rG1BjQbTNioM1Kjn06OVorQ8n4vWMDjDnW5dLaqbh3Yk5Pv4ow2k8XsSGfJ4SfxgVaGWZIR5HxoUxS85f3IoUQPmKgDeupIKyCmjDor+bRO2BdpXRC45f3oq+TYlBxFbK6WeQWMadHK8MYlHi9AqdX4PpVBIUQrlfghvVUrQyjEiONGtK4kQlCo06O/TQu+P5ROm5k6hU4rQxDwzewyC0MYhOf0WlQ4vtVBLkABj5ZyuubGGR9GOHqFbj3Q+zJYQ6L3ILuqySiamV8qFFDUgjhIHwKWd18Rico/7IprSxyi4TbO6glfxjhgh9SJUaC6jQZU68Qwge1ZJDzQQlaxoeKOT3g5zEo8UYNCURTUJ2W8vo0UjSd0Mijd8j4UIUQLuX1ge8FysUKIRzwJHN6dHKgF5eAfNPX8RKUmlnkFhK6jk5oVImRQzrKoJYsF8AG1EQRG8JndILqPYvcQsW9Myjxn8YFA2qiXAAbG2AM66ng+w6oiXRCI5fWrpGiqbh3nU2FeESNUoT4MMgE/cNKfp9eitFJ0DoJ2qgkCOmdFFQdiMEDcuLUEH9Uy3yQdfXKsT0xe7cd37LxyKYNxyJDj0WGHt+y8a9zLDL0cETwgY3r9oUE7A3x3RPiuz/cb2eIz56wwINbQiMCvYO83LaHh/q5uXu7eXi5eR47cjItJTPr/6fsLcCiavy0f9/d/e0+baAi3SEpAiIpBnZgd4CCdEl32CK2ICCoGChI58B0N1NMDwxDDN0d5/0fjg/Ps7vvb//Xen2vuQ5niOF4iXzOfX/vOyH94YNnd24//PjpS+H7d5GREYlJsU+yHty9m1hf+3VkULYw3dndDiaxtfFgg53E+RH2YAeOjvmIacwnIz+SkR9723BSTgOHXIZveifnNw8qSEoZdrSHJuc3d4lRHHKZQohQyvD9imVZjItWttNHlfwvBY8fpIZnZ6WkxQSePrTzgLvDy0fp/R3C8T6FjMfobeP1SChKKXGyjzukAFPNBroZSgVdIsLLpOSZ2R6prOVz8Vtf/2uRcREZ92+/fPPq6fMnT549vXLtanxyyoOsZ4+fv3rw7OXTnLyi4tLUjPvpGfeynry4dOGypbnFxnUq/j7eODSssb7k2iXP28lhSjmLSarNunvrxqUDynZ6XweYqrU42TesbPe6dMbUQMdss8nRo0eDg0P3uu86e9jTc4dHWd57FoowNzw+NTE9Pb8wsQQCMJ4rJPFlecWVrfKeGQB0OPdPT3Pb5M1kZg2WgqS30kQK2cCkpG9c0jsq7RtRDI0oJyb6Jyf6pydHAWAQAKSDgxUIJJHNRVFoyxVKCzOLQHLGPXtXd11T85/Wrf9cUVVcXfupoiq3qPjhi9y7j7PTH7yIjL3tFxDt5eV/+syFg0eP2djbaenpq2rq/rFBB0RTVRsdi6N6jj6b7G7obve13hNq5XpD3eSAivo2NW07W/s9589fj4tNSklJunrtgn+Q1w2/C6npUfHRweEB3gHXLz7NzLibHncrLPBp1rPoyJR1a4z++MN0u+PZ31ZbrVO109Bz/peftP/YZPvTepdVP7uu+vedq/591//52UlFw93C7oC9y2FTy53aOm7Ghqc3qHj8498sXHec8g8N9DixMyAhvBKHqCOi60mYjJdZG4x1VfS19p05GZma6hMWcc0/7Ng5rys3Irxuxuibbl+73shA327VqjW2Nns11KyN9LabGrraWO51djjq4nBET8tKR83Iztre3MR0/Zrfjx32gFWXzA8pgYlhYKR3uEPUKWLJuFQsrBJe+42CqWeTEHRUvYCGYiJqOjnkERm3X8xo5xO4dBiX3iQXEcH/8iXkdiFRISH3tDNayHV15W8bKgtayPUyPq5DTO7vZMklhN6elqrv2e0iHB1fUVOaPdjBmBkUAmNtXSJCBx+rbKeODXB7FBQBt2mknycXEQnwUhkPx6E03k8J+VLweGZY1iWh8mhNba34Hhm9Q0jqFFNGlfzBTg6X3iRuxeIx5Xk596oqiu7eTXz2/OG7D29pLPrU3Pw8AHT1Drx+U7Bv/xFbO0dLi61Psl7gsYT3he9ePHseGRYaHOATEeqXnhIdFuTl6332wZ24rHtJcRF+SdFBGYkRSdEh8bf80xJC46MDIkK8QwOvRoX7JsYGx0cHRoRcD/K7GnMLVHTT4iMSIoPiIsDjR7eTzY0NbCw2nzvpedP7SnR44I1rZ0MCvOKjgzNSokMDvaPCApJiI0L8fVITYgN9fO5lpFpu2axvomthaWJpZqSlslZbZa3xJlXVX3/VVdVU26T92wbtP3QtVqmZGB+5ZHf9lqlPjGlclnFavvm9UquHjVaPSFaPWmwe8W0fiy3ucg3SqFte8DemoP8jrkH9NVstj2/+nrUzp+bI3exTgQn2NjtOOe88vtX66FaTY06bqz48R1UXtSCq2IhqLqZOxEAJBTiBkDg11oNHNIT5+exwsDtxcF9ogO+tkICQgJvB/r7+Pt4+XtciQoJfvXhZV1NbW11XWJDf0FAxNtELADNLwPT4xFBXt7xDIVN0tg0NDYjErYNDvQAw16Ns7+5pY3FIIyPdE4NdwPxk6dvXN04eKHqcSq/+2JDzAJ5zB/U6lfY2A34vEPcoeKAii/k0WFGUMlLxeLjiWX/5qzlc6Sy5Ouaw4yO/U/NtZHrDWxG1TMIsV/AaBJSKTh5muI3d29oyKpVEXrl2ae9+V0OzEZ5kUdoHyEfnW5WAZPQHAAtHAeEoIBoGRzwIiAYByRjQOrDI6QVN0eJR8E1oeP3LNunBRU7vNF0xReuYa+kGlWGmEmAoAUbPIrVznqqYZ3SB5CwaBQTDgGAEoHeLPiFLop4U+KaVhGVWRjxGLnf5QNu/7Mxi+r0iUnoBMe0tLiUPGmxyLjoFZGBo0Cl50ECgC8EwMunNX8Sb9hbCYHRKHiYVDMTCpeRDAIxIzEEmvUGBnzCvOTG7OTG7KTEb9jcMXhaEsxvjwWmIe90Q9xpi4PrYV43x2SvyLywh54csHPMKFpPTHJeLTsyDAJiUkk9KyiMm5SCinpJScuW5DUCzEKAPANRegNAFDvpPLRS/HBpM7AFISnAI3Yso+XyTdKFZBuqlyI7FevF0BXuukjnyCSt+Xk5NLySk5lPvvCdnFKISsrHJuZikN2iw2Ok1PPZlU/RzWNSzxsiniLjX8NhX8NhXzTEvm2NeNkW/gAYe+6op+kV9xJPasMe1YY/rI540Rb+Ax77CJLwBg6OT84mpBaS0QmJqAT45H5eUR0wtgIaQ8hYafHI+PjkfEfsSm5RNu/tB8Lys613z2HfyMv0KgSbBAqx1voG/0AiqwQBKBoDm4Q4A2bEEb1tokoKSKaoD5H+0AlSGcV3g/M1v/CNO+c8apB+S+LLP+Qf9rhwvR2H9iLz6JwrwD9V3OcMZtGGjwFcCXtVlG/McXAaFdc3Bweom0Bf9T+bP3WCQsUHFHrf8N4jqWIRJl5rAVGcw1Go53Qpc621e3hBeAWxQ+l7+uoiO5dsZMvB96iSg/FsjBqqX1WDwr1u2iJbOokVLlPYlprwXTWOWVuO+fEV/+SzAwelNlUxklZyFocBLqYgSLrmeBC+BV73DNX5pwVczsJVccn1fGx1d91HeihvuZItbECR4CQNbKWLCpWyUmIlczlNskrSgOMR6VM3HhtJ8eOV7NqGuo5XQgqtp/P6W2FTSSoGx8LV0dCUJXiKgNwkZzSImXCEgCOhNkJW6U0gU0JtYhBqIkPGwYgryO6QAywQIJqmMivvGI1fTUN94hMqZXu6YgtEvIYOmaC5KxkHT8VU0fFWbiDg9rhTyaJ/e5Qbd9Nq3y8XD3enyhdPRt0L8bnid8jyy1cpcfaOKltomy82mFuabDXU0dVV+N1jzi8GaX4zW/WqlruJqrH3Yzuycq921PY439rt6uTucXSkR+gAAIABJREFUtDX1tDK86GB+zWXLZUdzvz3bfPbYe+20u+Bm6+mwxWOLuau5+TYTM3szqy2bt5gZWRjobtbT3qyjZaqrvVlfx1Rfy8BQW99YS3d59I009QzV9fXU9bdZOTra79635/TJU37HTwbsPeize7/PwePB7geve3j6ehzzcz/os/uw//7jYe4HAmycLi5HYV2ycbpoYX/GzPaU5bbTVg5nzO2Or9LTMzA1NTM3tzQ1NTM2NoX+GBkZGRsbGhrq6+np6OvrGhiCDKynr6WjC67d6upo6evpGBnqQ8FXujpaBvq6kPMZQlMIgFdodqXOF5KOV1zQUCUStDC8UvMLvc9KRjQEw9Bu8H/PxwI15D9Xf1eUXlNDvc1G+itgbKirBSVFQ4/QsyvCr42lmY2l2VYrc3sbK8vNxpuN9K3NTR1stzjab3V2sHN13GZmou/iaLfN1sLN2e7EUQ9XR6uTx3aXfs2Vi6kTwxLwNyQxfmyAOz7IGVIyFqYk8+OSuTGpiA2vL8+FVeUxiRVQhhOkB4q5sOVpkIsQSjl+oIs80EUVshs6xOipYV6XDIeDF+HgRUJ2A7+ljk4ohYTZwW6wElYpJwrZDXIRSikn9naQIMwb62d1SrFCdgOdUNrKrK34+uRDXhrEqFx6tbS1mceoYVMroXeGTNGQtDvQRYUYsqedIOI0ijiN3W14COfaBAiFBANBOOTBZlMrcfAiSE8Wc2GQA5lJKmshl0OgCOF3TzthYVI8OyZgUSo4tKoWcjkkyUIytZgLo+FLqLhvXHq1iNMIwbO0tRn6WmIurIVcDr1OiFo7xOjeDpKYC+uS4dqFyE4ptk2AgJRnEaexU4oVcRpbmbUQsva0E7j0akzT++baPHCtmlLRIUaLuTAyppiC/SriNELKc6cU28qslfCaOsRoDq1KyG6g4UtI6C9E1OcWcjl0R6BNgOC31FFx36i4b5AmPKxk9CnI7UJkfydlaVo6MchpZdYyiN97O0gjvUxpazObWkknlPJb6nDwou+fM6tKnqEaCyFZeKiTKuc3t7c29csJAx3kDgGyjdfcLcFKOTBw/ZVaK+PAeZSa/nYKMN+lFJPiAy7fPH3o0kH368f33Tx96OqR3RcP7LhyeNfFAzsuHXRf3jRzPbnTwdPN7vgO+xM7HQ45bdnvZH1m/479zrbWhtoHd7qcPnLQUEfz3IkTd9LSCThizuu84MCwlMSMuxkPKytqc3JyHmc9SIiPiogIyHyQyuMQAGBUJiTwWWBTdKcIqWzDKATNCgFMwqqmIN9LuaCLG12f3ylC9ssJcn4zpuEtBfWJhvnSKUICk6LeNlwbD8Ymfe9tw030sfjMBhEb3i7AdkqIY318ARNR9TXn5aPEN08y3r3OjPC/tnO7tde54+WfC9v57OFuqYCJmh2VjSr5PW00aStWLiFNjbd3KliDQzI8sbHw/evImJC7j+5kvXya+67gwZMn2Xn59x5lpt25GxAWdv/x08fPXz17k//4VU7qnQcpt+8npd2+c/dhfHzizh277mfcY1DIqUmxB/a6OjtYZKSG3/Q6/vXDUyahNujG8bLPL8b7hEtTvYvT/Sw6bt8uN/WNKg7b7M6cORMYGLx/154T+w4ddt7ZWFzGROGBiZmZqdmxmZneialxAOiamO2ZWixvxEq6hwemZobnZ0cXF0fmFwfmFgfngDEAtEkPLgD9c0D/zNLA3OLowtI4AEwtnx9YWOhbWGDIZJVIVCOOQGJzZwEwQ2t4YiYqPtnawUnDwPh3VbUvldXF1bUfyyuz3316Xfjx0fP8qLjbgcHx4bdSrl69aWfv6L7HY4udrb6pqaq24W/rdH/6w1DXZI/z/kBDR1/DHSEGjn669t6W7oFOByLMtl1avclxnZq9kcWOPQfP3PAP9Q8OSUpP9A3yDgr1jY0KiwwN9L9xJSM1ISku+lZ4RFrqfc9jV3/+2WD9BrstW89tUHP7ebXNqv+jveofuv/6+5bfVI/8pHL8t42nftt46BcVJy1DN+fdRw94XrCy3m1ivFdD9cDqX910NXcePnrZN+jauRtHT1w9/fJTIZJBpkt4CQ8zNhppb7a3OXL+dHpW5r7jJzIynx2/4JWYnmXj4GFlt0tlo8mqVWsuXwr5/LHRwsxdZbWp5eY9DrZHHe09ne2PmRk5a6uamOhZbrd1tNtis8Vis5ujPRnRDIyPAQszc6MDwNIMsDTT0dYKLE1yWSQRn8FmYHHw6q/vsss+5qGqvxGbyunEegK2ioCtopEb6JRGAraKTKgV8HB0Yj2NUEfF19IIdS0UmICNUcpZE8OSZtgnOrVupJ/fQq0VsZFE5Lf+dtrimGy0k6UUk5Y7lhhgHn47iUmuFHERrYwmJqF2pKd1ekha/vlVZkZEU9X7tlY8FVPZJaH2d7Da+QQxG82jNbHJDSIOuq6yoCDv4ZPMpLLSwk+f8ihU/BKwuAAAbYruVpF0cGTSPyj819/WGhhuXrXqH69f5Z0/e2njetUD+w6673D19b76+OGd0CCfRDDHO+rGtdNJcSHPHqamJ4THht98dDsxOT78VuiN2Ei/hJjA5QlaNj+HxEcHhgZ63wr1jYsIiIsIiA33j4sISIoOSYuPdHGwM9HTu3D6hK/XlejwYJ9rF4L9vKPC/eKjg8GJCo2LDEuJj4kKC358796pk8e1dNTXq63T1lHX09XcpLJGe+N6I00t9fUb1TZp/7xGfdVqzbXmTgb7L7iHZrjHZFqE3TNOzTG899H8cc2Wp5itT2jbsniOT0TOzyRb7jJ1E9BGt3EaacjfkupVHmJ08rnbSiW7PuE9X5efjntivW3v+f2e+y02n3LZemCbydOMW+VFr7jYpk4WtbeVOdTOG+4VDvWLWGTEcLe0S8R9cjdlt5Ptkb3uYf7XA329o8KCgvx8bl739ve5ERYSevf2nW/FJWQSAdZYU1SUJ5HyAGBmanoUAOZm5yaHhvv6+rtZbPrC4vQcmFg306EQT82OLP87nigtzve57Hn1pEdCwIWqnHut9UWc7zmi0lecd3fEH+7I3qdLcuMnKh7PVjxWfEgXfMzkfcvODvM6aqG7XXNtdlrkcFsLaPxpJ/d2Ekd66eDPzxb4sJTZw6EMCnjpwUE3Dh3da751kt+2JOkDpENznG5AOAy0/jngGvAgIBgEBP3g8PoB0QggmwBHPArwB+dauiepcugYfFYwBEjHQSrm9c/QFAsUBeiC5g0B8lmgcx5oHVQ2czhfEBW3895HPvoYmYnO/NxXwwBrkAgd8ncITMIbciq4Osu6/wmSN/+fALzCwP8DAGPT3oKS738GYGgZeEUBhoAZlZz7vwXgFV90bfSLupiXsIQceHIeMvUtLO4NPD4PlZSPTwXpkZz6FmTglFz67UJCai4n8xvY0gRmRAnnmkQARg7QhgA6NINgzjOpZx6nmMXIAWLPElYxj1juyAEzhDuBBul8JXe6lNr/DiF4XEJKyccl51JuvyNlFGKS3kD0i0jMhgC4OeYFxMAQ/f53AG6OeQmLet5w62ldeFZdeFbDraewqOfNMS+Rsa/R8TkQAxNS3kL0i03MXeFe6CR0Hpeci4p/jUl8TUjNp98r4j0tbcutUxahBovxM9Utc7Xs+QY+SL/IZe0X2Q7AZSB2wtuXmmQgAKMVP+RZzLKg+r8CYCgF+r8xMKQAr+jGKzvAfy0AQ5ZyMJUKXANeAWAwqnq5tOn/B4CXC3uXWX053hm7DPCojsVmGfhNNcl+dB2Bfb8yAA4CMBQAtoiS/1V3hJRDtAw2If2dgWtE4BowHLSLzyHFALEdaOkaJ7ZK6zGEzyWkku8N7/KZTVUSCkJCa+4WEgiNn6moMkz9J3jVOxq6XMpG8SgNVFQZ1IEkYsJ5lAZsw2d41TsK8nsrtZFPgzGx1fjGr0xstYJPFNLhsLKCxu9vWfhaBqaKia1uwdXI2JhBOUvBJ1IQZfDK9xIWsqmigEuun+jlC+ig41ohIEDHfW30mUHxRC+/R0KBepKISDDPlUkup+FL0LB3qJoCVE0BqfEjB1fezmqe7GZN9HCVUnKXiCBiw7HwLzXfcxmkZiYVRcM31VYWP8+6E3jzyuF9O52325w6fvjiuZMXL5w5dBAMlAEVTfVNJgb6BmqqBhvW6a1brbPmV4O1v5uprbPX13Ax1Ttsb3naxf6si62nrfkxG5Mz260uOm85s838mrvt1R1bL7nZnnOx8XTYstfGws3CwmHzZhswy2Szka6JjqaRhpqhmpqRurqxhoaRjqaRjpa+vpaBvpaBnqaunoaOrpqutpqugZbJZiPbbbZ73Hee9vC4vGvPZbddl932XNlzGATg3Ud8Xfddcz/gu88zePfh4O07vaHwZ1uXy1scL2xxPGfnesnO9cIWxzOrLMwsrSysLczMjQ2N9HX1DPT0DfUNDPR1TU2MjI0MDPS19fW09PW0DPS1oWOowneT6oYVYVZXR8vQQO/vWLsCwCta7kptLyQFQ7vB0LGWprq+no6Bvq6erjbkr16pFIZEYChE2tjIAPI/rwREQ5rzSgkw1Gy0knGlra4K5TxDcdCQR/rvqVfW5qYr9LvVytzdxdHBdou9jZWr4zZ3F8ftdja21hZ2Nhb7d7uam2jvcbc/5enhaL/Z+6onndgI/r46KO6SUWmECg69FsxhVjKghdiFCSkZXVpfnkvB/Gjf6eugtgvQxOUtXGlrc4cYLRchOqXoYSVtbpwvF/2IehrtZY8oWTx6Ha75Ewn1tab0FR7+mU2phjqEZK1IhRj0M/CZDeP93OGeFi6ttl9BW5iQQie7pAQpDwGvLUDWv1OIcXxmA1TYw2c2iDnN7QJ0hwgr5SEELY0idpNciIFiqzoleBG7CUp46pYRofYjWStSzGmWCzHKdjLUBswglPOZDT1tpKFuJpSb1S5AS7hwKLCqXYBWiHGDXYxuGRHKYRZzmvsVYPcmlInFZzZIuHAhC0ZEFkNxXFBIMhRn1cZHiTnNwz0tUHcuh1rDplRD3bwMQjnUwyThwsEuZUo1HV8GvXgoaRlqSIIyomm47/DaAijySspDiDnNZPS3pup8bNNHLq12uKcFavelYEqkPESvnAIVDteX50CZWP0K2mAXo0OElXDhbXwUg1BOx5fxmQ1QCjcFU9LKqJ8eFkwPC9r4KCKymIIp6ZTgJwdble1kLq2Wii1VtpMJiC9vXyU3VLxhkavYlGq5CCXjNnHIFXx6TZcY094KZ+BKaJivopZ6Pr2GjPwMtiLRawSM2n45aWqAszAiGpIxP79+4H3Cw9Pd9uw+p4uH3C4fcb9xat9pj+3n9jtfPOR24aDraY/tx3faebrberrbnt7jdGznNkdzfXdb85MHdx/a4xbi70MhYCdGhoV8wd3b9+JjE+5n3Ht458HbnPyo8IiUxJhz5zxvp8XSqYjhAenkiLSzjcplNPSAW+Vgwe9wN7mdD+sUI8Z6qJN9jJFuKpv0vfprFhn5sY0H65FieNQKUUutqKW2U4TsbcNxKeViVp1CiBjtofW24dpb4WDKFLtZyka08TFTQ+LediYZVZkc7Z8eH/wyMy33+T3fq6e3bNa5ee2cmE1dnOzrlXNHlNI2IbVHzhkfkUuF9NHhjtLSd7fvJoRHBt8M8n2Y9fjh06ev8wqevMzOK/xw71FWTn5hQGhEVHzSoxevnmS/efDsRebL1/cyn0THJyUlpz/JehESFP76WXbxx097d7vdvHHx2qXjF88e2ulseeqI8//HIYHex6u+5kwPSYGl0aXpwScPb9tamYF+EGvL69evB/gFHt1/0NPjwBG33UwEjo7GAwvAzMzc5Px8z9jEGACMggw8/7kCxhR2jC0CY0tLY0tLo8vnhxYA5dSsYnRiZFkrHpxfGlpYHFlaGllaGl1cHFpY6J+fHwQAZlsbjs1pJpJ5bfKRmfk5ABganw6NjLWyddi0/LO9tK7hW03dh9Ky/KKv95+8SkrLvBWT7usXeeGy7+EjJxy2O9nY21lssTYys1TTNf3pD+1/+0Vf23CP274QtyPRjodjzF0DDex9tu2PPXL1ye6Tt03svTcaHvpNzXm9rpP19gP7j18Iioz2DQoIiwi97n0tNDAgyO9mclJCRsadu/cy0zKeurmfXbvefoPaDpVNu/7lZ/tV/7BYtUpfc/MBjc2eq9UvrFa7pmbgpW50UlXfbfPWnfs8z5694mtptdvEeP+aX5zW/urouv3chQs3vHzO+Idf8A7yikqNLyorbhFz3pd+jLud+K7k04fvXz+WfY9MTC788i0sJunwycvr1Y1V1EzWqOi77jj6tbiBgOfr625bv87M3HS3ufEed+fzTnaeDjaHDHXsNVSNLYy3bLNxMDcx1dPQcN/m8D47B1icB5bm+3q7FhZnFoCZBWBuHpgbmx4ZneifnBoaG+tTtAvlUm5vl6inS0Ag1r/Ovnfvfmzptzw6tZlMbGisL25q+NpY9wXZ/B2HrsIgK/CYajyysraqqFPe0i6lUPBVOGTJcDdvvF9AQX4fV7bKudhOPmGwg9HfThvr440NtLYJsZ0yUqeEDFmgJwfEChG5tOh53vO0pqr3pUXP68veVn9701hRSEKWNVd/qPjyGlH/Ket+bFSE1/MnqUR8Y09P28Li9PTs1MvXrxyc3TKfvKythR86dFJby0hTw8Dawv7+nUx/v2AVlQ2rVv3Lzz//7ObqfOH8qeBgn6SkW48fpl25eCImMvDxg9R7GfEhAV4ZybGJsaFxUQHJiWEpSeGx0QGRYT5QBXRKQlhchF9MmG9MmG/8Lf+U6OC02NC02NDkmNAzx49uWq9y6dzpG9cuR0UE+/lcCfL3Dgm8ER5yMzYqJD4mIiTQNyo8JDYyPC0pEXRyaWtsUF2nrr5JU1N9w/p1G1TWb9qkvlpl4x+q2qt1zTZu2aG985S9d5x9YMb2yKdbE/LM738zzaqzfIbZ8oJm94Jj/1Kw/ZXYKVuy/SVn812kTlKlYUb12vD3//B5pX+71jmfvL+YceYT9kTiK0unQ+cPn3Yx1D+z236njV5U0OXC7EwWBt7D4wwIeYNtrcPd/JFe/nCXkEdF9ko4w13i99lZh3Y57nay9bpwKsTfJzTANyIkMCIk+KaPr5/vzdvpGR+L3tfVViARjQVvc9gsGgDMLcxPzcyOA8AcAMyBpcHA7BIwJ5TwhBLe9Nz47MK4okcYGn796GHX65cOn9y77daVI/W594kfnrR+fckqvNv2JbPjy4OWJ+FDpZmtz8Ik724Lq98NcYmn3bYZq/y+Y4u578WzA11SZaegsa4I1vCeTvzeIUDS4MUDYvKQgDqnkL5ITvI7duKordO0oB0Q9wKCvjmmAtzy5fw53EGA17/Y2r/Y2gsOpxfUhPnDM4zuSaoCbAmWTQHy2Wl6F5iYJZsCWofGSO1DOMksswcQTwDtc4BgfArXxv2IqLpbWBT3rCTtTf3jT4r6lkGkcImhBFiDALl7EdM+WMHkvaxaduHmUdIKqOmFlLQCUko+ITX/7wowDpR8QREYYmBop/fvxmao9RebnAfFPuNT30LPYpPzIO0XskBjk0F3NJSDhUjM+R8BGMzBaox/AwVBQ4/I1EJESkFTYh4sIReWkNuUmNeclI9IKUCkFKBT32HSCvHp74nphaT0AkJqPiE1FxH7vC7sITYxt+cDEsyIwnWAC8CMwdlm6TyqHQxeIikBah9A7/8xZOUioQt0RIPE1QNgupcXR/njxcTuvEbO/c+4hBxMYg54dyC9AJOaB7qdk3IgAEbEvYLHvoTHvIDHvICE3/8i/zZFv4BFPYdFPW+MfNZw62nDraeNkc+gM80xL+Gxr5Dx2ejEN9CFgm4WQPVRf88SW372DS4lD5OcjU56jU56jU/Np979wH78tfXZ987C5t6P6LHvlLlaNtiNBFqgpUCzDEBAS7DLrIiQ/xDAVwB4JWz5z4MVlP0vCvAS1BcFATCp9y9N+Id+vqzQLivDfxmqIf8zuR+0QON7QAM2aMbuAJDylSTn/xTjDAm2f3tcQoOK8Q+zNLQwDAEwWrEIB3uMwGluW4RJfzQbLX/mJUQ7NJCPenkRGqwFBmdZNAYZuF4CbgLXihdqhNDdgTm4BKzLYnYvMjpGiTzmtyr85xJ40Qc5nTAoZvbwiUNyBqHpC7H5G7bhMx5WLG5BDHeyO/h4KJaZjqmgocuJzd/QdR+xDZ/pmAoBvQkkZHIjHV3JJTV0tBIkLShScykB9o1LahAxECx8LZfU0MbBdrQSFHxiOxfHpzZRkN9h5W9RtUVdItL0gEjKRpERpRxSnZSNgrKgO/h4DqkOUpi7pCQurZZOLMc1f4JV5eEbi4T0eja2rOJ9JgvzvV9CHJRTO/jobjG+U4Jnkiubat5jmkoqvhV8ff+6saqYRUFRic2f3uekJERcPHfcY5ezi/M2z2MHr1w9f8zzkM1WS20tNRMdLUP1Tdrr16mv/lX9t581fv9Fd+1vRiqr7fU13c2N920x22tput/a9Ng26xMOVkdtTc84WZ11tj7nsuWM81ZPR5t9dlbuVhZOFhZbTcwtjM2M9Ux1tYw11UH63aRuoqZhoqlprKVpqK1hqK2hr6Whq7VJW1NVS2OjlpqKlo6miamx3Rab3S6uJ/bsvbprr5fLrkseR27sPnpjxwFvx92XXDy89xwJ8Dga6rbPb6vzpa3Ol6y3n7fcdtbG6fy2HZfs3S7aOJ0FAdjMFKRfXW0dLQ1NbU0tqIDXxNjQyFBfX09LV0dDV0dDT1cTImFdHa1NqhtU1q3ZsH7dijyrraWx0tP79xCslQIkSOyF2BXaBIb0YdWN6zXUN0GmaB1tTejkyket1P9qa2nog6HU2isiMKQY6+lq/935DKVeQYXA0K4vFPJsbmJoZmwAqb4rYVeQ8GtrbQGNjaXZtq3Wzg52zg529jZWWyw2W5ubbrU2c3W0OnrQbdeOLbZb9IIDLjJpTSN9IhqxRsLD8FlNLZQqEbf5z8VX0NDbJSUg6z/Aa99JeWBUcr+CBlXs8FvqIE21S4ZrEzR3yTD9naT+ThJUvUvHl7Uy6ge7QDGhlVEPry2AVeW18VFyIQYiSTalWtlOHu1lD/e0QFVJUO3tWB8Hqj5ammrjMxuELBgUawyBLnSmXYAG7zfLKXIhRsiCCVoaxZxmqBCoW0ZsZdQTEF/YlGqohwnq0eVQawY66aO9bBG7CSpGkvIQ3TIihJ1yIUbWimwXoPsVNKjEuK+DCtUR4+GfqdjS6WHBYBdjqJvZr6CJ2E1Qra5ciIEqjqDV6J42ElQgDJUGd0kJg10MuRDTyqiHtqYJiC8SLhyKmIYKjWi471RsKUTmUM1ShwjLZzZAsMqmVPPodQoxbnKwdaCTTkB8qSh+hqgrZBIrWkiV7QJ0C6mShPpKRBZDncNQW1JN6SsS6qtciBnqZg500jtEWBG7ic9sgOKple3kfgWNQ63BNX/i0esGOunQt0PBlPDodR0i7IiSBaG1lAfe1OfR60ior1C6NXQXoEuMEbXUy7hN/XIS+LsO5isN87W9Fc6lVLKIZQohSsCoFbXUdwiQLYTvYlbDiKJloI3RxcNT4KVvHycFXT164aDThSMu5/ZvP77H9oir5QEX8yOulsd22Zz2sD+9f/vpfU7BXqffv3xERtZJWxnTYwPA0vzs5Nj7dwXhoWGhwSEP7tzNfZ39PDMzOTb2Web9YP9rX4qy+7v4Q0pBh5RMwZU1VOUO9tB7OwjtwmYZr4HPqKTjvvDpVX3teLCntxtUsPFN7zANb/n0Kqj7d7K/ZWqApZRhhcwaNul7pwg50k3ta8fz6VXTg9weKU5Ar1cIMExcBWgQ7eNPDoiHevgf859Eh3g9vhP/Ljcr/pb/gV3bnWzNPxW8nhntHx/o7u4Qjgwoxkd6FO38Z88ehEcE3IoO9Qu+GRUffd3f/1ZsQkLG3TcFH7JzC5+8eJ357GVyxt2L133SHjxKe/DodmZWeFxCXFrG/cwnt+8/io6Kv3vnYYBf8P2Me16XLzhvt7l+9czN62ePH3J1226qkNCigy/lPU8DgOHp0S4BixgdHmhtbqqtrrbD1S0kJOyGt88ZzxMn9x++cMizgyNgYonAIjA2NjELAIPzC6MA0DuzyBAr3n6pZAo7xpeA4fn5vpmZvpmZwfmFoYXF/tk55dTUKACMLAHDi0sjS6AmDM7S0tDCwtASGII1MDc/ODPXPTI2Pr80v7xoODI56xccbmpps15Ny2qbY3lj05fK6uz3RVmv8qIS04PC4vyCYk6d8Xbffdh9597de/Yam202MDHWMTRR1Tb9Za3Bv/5i/PsGR22Tox7Hbu04FL7rWMK+c3d3nrhruSvOyOmWqWu02Y7IDWbnf9fx+EnVboPuVvsdB/YdO3HDz//aNe+wkPDw0IjYmMTIyMSAoLgz54I3aTr+sW77v/6yfdW/2a9aZfXrJg+jrZcOnE+y2RG0Xu/mei0/bTNfU/urlo7HXfafOX7h+plLAQZGbqobt//xs42h9q6jB72uXb7h5XXaL/DcidOHDx47FBQe+LXia1lt2bfKb80YxIfij09evfhaXl6PRD96nmNh62xitf3n1Rqauhb5BSXNTeQvnxvWrzPV0rC1Mt9vqLPDzfH8TqeLTrYnTPVdtNUsDbTMjXXNtlra7tu110BLb7frzuwXL2Ew2NfvpeW11UOz47wOMZ5LF/cpxoHpzuGentHekemRybnxBWBqYLhzen6QxSN++JxT31g6MCRfFuYnlpbGJid7p6b6Jsd7+pSSjnZuCw1d/v3d40eJtTUfyITa/i4eHlEmZqOHOtgKAaFfRu/g4dp5WAkL3iMh9cppUh6qV0GfHBALmAgKukLARIz1ChQicm1p3ue3maj6zxR0hYiF4lAav757cicx8Nn9mOpvb6pK8t5mPyBj6weUUgCYUfYo4uPjf/r516/fyks6Z0iGAAAgAElEQVTKquvqEOrq+poaBvp6m08dv4BFkR8+eOLmuuu3X9eoqKjscHPZ6e5y9szx8+ePR4YHRN8KSIwLCwn0vpcRHxZ0PSosIDEuIirCPy4mMD42KDrSLyrcNzriZnTEzVuhN6JDfWLCfBMiA1LjQu8k3rqbFJkeF5YUHRIW6Lfmt18vnPkBwKFBN0ODfAJuXosI9bsV5h8fExEW7OfjdeVOWvLeXTs3qW7Q1dXW0FDT1NTU1NZSVdu0Zv2G39Zv/ElF7V836PxiaLPOfv8a1xNu4ZlOUS8cY99YxuRb36/a/Ahm8RhjlUXa8oRp84Jr+6rVPpvr8pbtnEc1u1dlcad8jU/WqmOJFnFfXLOa9rwlnv9EdruZscX5iOfO/c76WqfctrhZawb4nHj2OA1VW95KwstopA4utVvK6JUz+tuYI51cBqZGxEABMwPI2pKLx/cf37/T++LpQF/vyNDAkICbXpcvXTx/wc/3ZnTUrY9FhY0N1WJR65fP778WFwFLswAwNzU9CqnB41PDc4tTZBq+p0+xBMwPjPYlpkf7Bl25cu3k5fNHTh50Pr3bPvjM3vv+Z7+kh5LePhR+faGsyW/7+qQk4mycu1HN7WAB4ruCRzm5f5f7Nrvdrq72NlvQqGahkAVHlJWXvcEgPg310BnIb718bBcTPSvnFz16cOPQ0RN2LuNcySK/e5HbPUuTA9zlrqM/c57BXCtu3xJXucBTLrD7APE4IJlY5PTPMnuWlruCQfoVjy9xB0DobR0C2mcA2dQMo7sPwce/Km+896EiNReW+bn1G3YQL51pUc60KCcoHQsMJSCaAERTAGsIoPTON4sV75CYhDeEpFyo1AeSTwmp+fiUPDzoXs6HXNCY1L8Y+J8BMCYpF2oAXoFeCIAhPMYkgWlY6JQ8CICb41//cwD+Qb8QA6+QMCwhtzH+TVNi3goJN8TlQA1JYBx0Sj4qBbReQ8IsOuEV4/4HXOobfOrb1pcVw2W0JaQEwHYsodsB2sCPYQwCzEGwGZg5ADAHlmi9i6TuJdASvLy5iv0BwBNfiN25Day7H3EJOeiEbPCapL/FpOYhErOhgSe8RsS9Aif2JQL0Qv/wPP+XgxXihbh3hYchHRgR9xqVkPN3Bv4n1zmHkJ6HS32DTnqNSnwFObGJ6QXk2+9o9z5Chczd7xEjJZTZGg6Iwag2AAyLal82AC9vNS/334LcCO7o/mmB/pN+gT/znH/gLqHnL9CFjkm9ALkPrFCGBjzuA8i9AGl5IDwmLAeJUQcB6iAYNgbRL6ZzEd4+3yQDAXiZgX9kWS3DKsSo/8/HFTn3LwzGdAKYziVwt1n+90/19zchAF7ZN4ZkZ/BDloEZvBoNUgiD56sFQCPopl5oki4gZQC5E2RgVoekGl31PJv8vbSlsZoJrxTRm0lNxei6d3Ulb5oqCrANnwX0pr42sC0PqvylosqoqDIK8juh6SuqtghT/4lNrFUICCx8LYdYz8RWk5pLwZBnWjOX1EBsKkFUfWjB1XSLKG0cLBNbLWWhe8RUDrG+V0brb2eQEaWw8rdQ3y+24XNzZSEeVoxt+MynwUa7uUoplYYuZxFqBjpZPW0UHrOejq8AxSd8eZ+MpOAiaz8/ayVWSegNrZQaHqVGym4Wc5rFPHhXG/lb0bOyz2/qyz9gm8qo2DoiuhZWU/z969u87MzoSL9jh3c7O9s4Otpsd7RxdrJ3dXEw0dcx0NbQVF2vtvaPTX/8tumP39T++E199a/669eaa6pu1dW009PabqTjbmmyd6u5h43p0W1mJ7dbnnayPuWy9Zjz1gPbtuy2sXaxsrQzM7cyNTM12KyrY6SlYaymAdKvmpapuqappqYxOBoGGuq6GmraaqqamzZqbFinpqFmqK1lbmS4zc7+4L4D3geP+u/a773roNfOw9dc9l3evuui056ruw757TkS5H4gwMHda4vjBVObE8bWR81sPa23n97ieMbK4dQq881mJkbG+rp6ejq6ejq6Bnr6xkYGm02NTU0MTIz1DQ10lhlYXU9Xw0Bfy8gQXP2FSBVqP1rJtVpRgP/ugoaE35UcrP9CsFBP0ooCrK2lAUVnQdVHfy8B1tXRgqh4ZYUY4mGwT3jTBqj9yFBXy1hfZ7ORvpmxgZmxgeVmYzNjA8jwvBJz9felX1Dg3WJpb2MFjbW5KWR7hnh4h/P2fbvd9+522elqs81WPzjgPKcFvjjT1S4mcplNAz0cKR/d1UaGdFd+S13Lss0AXBMFK2GZQ90sQUuTiN0EERRYfivFTg5xJwY5Mj5cyK7racf1tONamdU9bSSorUfQ0gh1yTII5fDaAiaxApKOu6QEuRADFfBAtbQQDZLR3xiE8sEuxtQQf6yP08qoR9a/Y1OqoXYiiFeFLBgk3irEOAg7IVEXUm4hPpdw4ZBqChX/dsuIXFqtkAUb6+OM93MlXLigpRF6JW18FI9ex6HWtPFRHSJsGx8FidLQyxaxQQ9tuwDd10GFOoc7RFioYYhLq4WKjtr4KDq+jE2pbmXUQ71EnRI81J2rbCePKFnQ9YRAnUev65YRIb1XzGmW8hBCFoxJrGhl1LeQKtv4KAkXziJXYZs+ohs/0HDfwf3V5Rc21sfplVMIiC+NlblQ2xOPXoeHfyajv3FptSxyFcTYqIb3RGSxkAUTc5q5tFoGoVzIgnVJCa2M+sbKXEFLI1S/BN2haOOjIFDnMxv+3pYMcX6nBA81JEPack8bCfrewXsKMrycDy7HTvaz++UkLqWSTfoOhUIPdZJnhjhs0ndC83sWsZSEKJJxG5VS4pCCOaJoGVIwp3pbF0alU72tPRKShNnMwJajqt/BqwrIzV95lDoZC9HGxYx0cif72yYHOwa6xNPjfQAwo2iTPHxwJzQkID4u5nnW43sZqXfTkrPuZkSHBAZdv8QgNA50ccb6BUR0CRX/XcJrwjQV0vDFHWJEm6Cppx2rlOOkrTAowVvCbuxrx4/20DpFSBaxVM5vHlPSx5R0pQw7qCD1tuF6pJiBDmKnCCnlNEAZ0TMDXAUfKWbWD3fRBPR6eSumjY9RiEnDytbFqW65mPouNzM1PijzbnxaUvjFs4d3uTplJCX1yOWDvd0dMnELk3rndmpg0M2sJw8zsx6FRd7yCwo+df5SaGRsfMqdR09fP3v55vmr3NQ7DzKfvfLyD/QJDo3LuJ3y4GF0cmrSnXu37z9KSEmPjUl6/SovKiIuJSn1/r2MU6cO79vj7LLd0mOHbWTIleSYm45b9RMib8CqiyStlFYmcZero762hq21lbOjU1hYxLkz5y+cOnPm0LGgazeUknYmjgQsAcMjY7PLTDsKAAPzAL9zAEnmDM0Aowsg5Q4tLC7PwsjS0uTyVvDQ3Nzg7Gz/7OzA3Bz07OD8Qv/sXNf4RM/k1OQydc0sm59BAF4CupSD5y5e0zUw/WW1yo49+8vrYe+/lj58/ioqPjU8OtHXP+Lo8Quurvvc3fe7uO4yNtmspaerqqG+dqP6Hxt0/thg+vt6m1/WOfyyzsHU8ojb7utXb2b6RBQ6Hkz9P6onV60+/rtpoJnHfQPXWCOXkNX6B39StVujZaVhaGlt5+TsvNtjz+G9HkcOHDjpuuOwlc0ebUO3f/nJYtUqq1X/cFTRPPnvKvutd0Sc8nmx/+IdTasrupa3NIyCjbb6O3gE7TkRdPxK+PFLYR5HbqzdsPXf/8NIY5Ptrh2nzp/xuuntG+jrff3KuVthgV7XLh084HH4yP4TJ49cvHQmKiYi4076w6zHRV+Kcws/WNg4rN2kq21kfej45de5n7+WNDTAiJVVOD39bRvWWVqZH7Q2P7zF4pjHjutO9qfNjXaa6DtabnYyMbQ2NjDbusV+p8sua8utJsbml65dR5Ophd+/E4S8229e3nqY/gVRV4aHxz+5n13yYQiYHl6a5rTze8eV88DU6HQ/jU2gc4hiOa+zRzI22TczN7wEZpxNAcDU1NTA2JhyYlQ5NNTJF1AK8h+nJoVUlRYAS6PCFrSQjuxvYwJjHXIulkusYxFqhIxmBqEaWf+BQ60b7OQImAiFiCzj4SQcTI+MzqXCsLCvlcXZRbkP0A1fOJTGmpLchvICZRsDmO6eHJL1KnjA3ND4cPdQf3dlRam2traevmFB4ceMjEdnT18zNrR23r5bXVV/j9vBV8/z3Fx3r1r1b+tUVH/6+dc9e/bcigy9eu1CSmrs9esXb90KTIgN9/e9GhsVEhxwPSoiODUpOuDmlcBAr9BQn+jooJTEW6lJkbdCfcH7QdfOhPlfTYjwT48LS48LS44KSozwjw31S4mPWfv7b8ePHL5x7XJkeFBMZOitMH8/nyvL9BsGJoQnxsRFRQT53dRSU9fV1Nq4fsPGjRtVVdVUNTQ3qGv9tnHTf2xU+1XHeONW120XAg7HZW0Pun0g/Z1z/NsdqZ/d7lVYpn4zTiszSqk2TmswuY02e0i0fEq1fkmxfoV3/8Tc/rrZ6m7pBu/M9RfvHXoAO/Wa5JYJO5WDNNnr4+J63MPK7pCZwTF7Q49tOt6X92Wkh5UWFxLgDQIqtotPW65Dp0/0cMWMpn4ZvVdG41ObpgZlnSJGdMj1Y/vdjh/Zc/3KheiI0OiIUF9vr0sXz3tduxJ407eoML+2sgINh30sKiz+UjQ6Njg7NzkwqASrkoD54dGBmcXpidnxBWCx+PuXg8cPXPa5cPrcsSNHdvtcOXXzwvHjO+yPOJgdszXxP+Di5W7tvcMiwGOrh84vD64fHWHBJbRmCq4uJszPWE/bwnTzPo+9SYnx3V3tQj6lofYDAfVtaVwqptX28NASYt2klFPx+tXl3Xs9bRwHqNx5dscCq3OO0g6w+gB6L8DoA4fZB7B7lxlYucRVLrL6AO7gIqtvmto5z1QCglFANA6AKvEQ0DYDyOdmaF3sz8jKOwVFMU+Lop7Q39Z31zDBwiTZNCAeX+AO/BCK22fAD2H2AjQlQOkBSD0T1RzO0/IVAKamF9Iy3kGbrrjkXAiAIQbGpOatMPA/AbM36MQ3EPH+FwBe4boVBRjqAf5fAXBj/BtU2rvmpHyw+zf9PTr9PTz5LTz5LTr9fVPy2+aUAkR6ATq9EAdmdBUS77wj3ymg3X9PvlOASgC3joU5dSAAs0YAxiBA7QeZjaJcoPTMU3rm6b2LzH6ANbhI612kKgHS8kowQQnKlY2yxerW6W+U7twG9r1PhKRcbNKyAJuah07LQyTngLOMwch4kIGRy9MU/aIx5v8x9VHPGqKf//2phujnKydhsS+b418jEnOgBel/5jNHJuVgU3Iwya8wydnQYFNy8Cl5hNR8bNIbcEX59gf2o6+SV9V9RejZKjbQLAEBGJpmGQCTLMLEC03ixWYJ6AbHdoDCOK5jiaBYIigAYuf/BMAQ4kL0Sx0A/pr+5UvaD4IxuQ8kYeLy0IZ+RG1juxZRHQugNtu+CG8HJWj0n0FWSDDS+QfKIpcdy//tcRH+I9fqP0nBuK4fPLycjLWEVfyVlfXnJ19CgGlbC2j5Alq+iOlYxHSAB8sh0n9JwTDZYq0Y9EXD2hYaJXMwySKmHaB2AayuBVYH6VMp8WsJ4vMH5Pf3LdgqbF0RHvYRWfOBjChl4qr4NJiMgxYymsUtiP52hpDRzCbWUpDfMfWfGsvya7/loGqLWvDV8Mr32PovyOqi2q9vmsoL6ehKDrGehqrA1n+BuJeBqYKVFZCaS3nkRlxDsZDRLGEhFQICDV1eV/KmldrY386gIL9XfXlV8ekFHlbcwcdL2ShkzYemigIGoZpNqWeSqyVctISLZGLKOYRqIaWe0lQsINfJmGCjAZ/WwKfVMYkVDFKFmIeU8XBERHlNSX59WSEBXkZAVJZ9fvMyK/XNi3vZL+5l3k8KD71+7szBXbu22doYGRuomxkbGOrqaKlt2rR+7SaVNZtU1qitXa26+jf1NX9oL0dC6Kz9w2DDOksdTQdTIzdL471bNx+yN/N0sj7uutXTxfbAdptdtlbOWyxsTIzNjYyMdA21NPXU1fQ2bNLbqKa/Qc1QTWuzuuZmdU1TDQ0jdQ1ddTUdtU1am1Q116uoqW7U3rBBT3WjsbGJi+uOc/sP39x72HfXQS/3Q1d3HLzmuu+a2/7ruw757ToU4H7Ab+fBQHu3q6Y2noaWh42tD5vbHbfaftLa8dQqEyNjPR1dHS1tPR1dQ30DIwNDE2NDs80mpiYG0BgZ6oL+a30tQwNtYyPQGg3V/0JyLrSsu1IFDKnHf898XlGJoSTnFayFDM8rhAxVIm1S3bBxg4rapo0QM69EXunqaEE1SNpaGgb6utD6sf7y69bVVNPTUjfQ0YTqf1cA2NrcFDI/G+vrmJsYWpubWpmZWJgarQi/9jZWf5b92my3s3F2sNvhvN3NycFpm62bk8PeXTs8drq5OG51d7WIj70uEeGnJ9sZ5Fous3Ggh8Wm1ws58E4ZCZJVoXSlVmYtAfGl7PMzBqGyldHIoYL8BumxYHFuF3VuXDg1zFNIMAoJamKQNdrHkPAap4b4o71sZTt5uKdlRMmi4b7XlWXTcN8h028LqZLPbJDyEHIhZqCT3tNGomBK6sqy8fDPRGQxk1gBqZ3oxg9QUTCPXgeprBCPSbhwGu57K6NeLsRAcutAJ13ZToaehXhV1ork0evEnGaI4kTsJqhbuFdOUbaTITqF1NpuGVHKQ7TxUYNdDMgt3MZHyVqRoMsCXwYJxRDwQxzLo9e1MuqFLJisFdklJYjYTaiG9yVFmY2VuSTUVzalWsRugrzZbXxUTxsJsihzabVyIUYuxEDtxH0dVKhZV8xpbmXUU7GlTCJ4N4tJrIComIIpaazMba55C6my0LWCvhfI8g31G0OU28qoh7qFWxn12KaPVGxpXwe1r4MqaGmEeFjWipTyEATEF1TDewkX3iHCUjAl6MYPXFptlxSsQoFeGB1fBt2wGOvjQEXB7QI0dBklXDiTWMGj1wlZMDL6m0KI6hAg++WkmSHeRB9rOQIajIaG0FEhROCb3hGa3wsY1XxGpailloouHlRQgKn2qQGOUkpUyvCdQqyQWdfGRUg5sHYecqCDPDcsXJoQT/Xz+jrocgFxfEAy3CsdG1IM9Xd8+/YhOirs/r2Mx5n3U5Ljva9eeHA7NSMx+uaVs/Vln2aGOvoVLWxKdbcEjOYmIIvQsLcc+vcOSbOyAzPcSwZmxMCsFMwA48LlQgzYtCxCd4lRopZaHKwQsj13S9CiltreNlynCClm1cn5zTTMFzLyYyutcmqA1SvFy9gwPrW6U4DqlZGmB1oHOpkSLlIuIvZ2tMyMtw8pBZjm0sI3D148TXuamXby2FE3l51Xzl/GYfBIOCIgICAqKurFq5c5uW+ePn+WfvfeZa8b/iER4dGJt+8/i028k/UsJ/PJywdZzx89fZl89/6xs+dj0zNSHjx8/Cr7eW5+Ytrt2MSUtwVFWY9fPH/y2s838OWLZ7ExEdvtrfZ5OHrssPU86BIX4W1moPIw49bbV/ffPL//8G6S63Y7y82mGmrqJzyPh4SEHTpw+MKpM2cPe2bEJMh5whY8eWFmdm4ebAAemJsfXgLGAWBwDugZnZ8GwOPJP2dkaal/drZ/erJ/enISfOqH+RlSgCFNeAwAlFPT0wAwMrcwAwCTc0ujE7MT0wsUOttj/xFtPePfVq/3PHmurLo+//2n9IePw6MTL3ndPHbi4t4DJ1xc9m7d6qSnb/LLr7+rqG5cq7rhDxXVn9dq/rbO9A9Vu9Wqbn+oOKpttN2z89JV7zuHT6VrWNxYtfH8L8ZhujuzrI7lW3tmO559oW5zXcXowFodxzVqpms36K5Zo7lmjebatVoqG/TXrjf6ZbXRT39Y/brO5Y8NBwwtfZ32pmtb+u088fCE7xu7A9FrDM8a2kTpbA4xcwh0Oxpx4FzU4QtRbgduGlt7/sdvZr+uNt2ydce5s5d8bniHBQRE+IdcO3vJ69z5cP+b/je8fL2uBAf4XDp/at/eXUePHTx79vR1nxs+/kGaekZb7Fz1TLfuPnD63eeqok+Vxd/qa+rw1lv2/PqTgZa6o+XmwzaWJxxtz3vs8HLddtbcaIe5sZOV2XYTQ2t9HdOTnuePHT1jar51nbrWtZDwxKys9tmpB5/ff8YjsR2SEgou/Mm9W1n3ahmkF98+Zrx++uD1Y7aENQPMKgY7vtWUxKVFF34uWABmphcml4CZRWB2fmECAOZmZkdnpscAYGZ6un9xaYROhsdG+hXlPZW1koV0tIyNG+8SCKhNXGK9hInoFpNFTDgBUSJrxSrbGFwqbG60faJfxKXCRCyUiIWC4q+qv70p+fAMVvkOUftRwsHMjrT1ydnDPaLBLtF4n7ynXTA22JuX/frXn3/xuxk0Nwv09Aybb7Yz0LPYsE7LxND6ZVYuHIZ337Fvo6rmJjWtf/z7Tw4ODmfPnvY8fviGz9Xk5OirV8+GBftmpMb5eF/0unI2MjzoVph/UlJUdHRQcPB1f/+rYcE3oiL8w4Ku+3qf97rgGXLzcnJU0O2EiNSYkLiwmzHBN6KDfdMS49Q3qu50dbl+9VJooF9KYkxsVAhkhE5JjIqPiUhLjrubnmZtbqahuklVZf361SqqGzatX79x7YZNq9U0/rFe9V81dFS2Olgev3wg8s6Vp19OZ5WcfFK99165x8Maj6x6+4yv1smfTGI/GUZ/NoyrMEltMLuPMH+MMHpY5/SO5JSPNU75su76U5PQ9yeeEU+/pLjfbTySUa5hdczD5dg+E7PLDhaHrNVO7Da+fN4tLsH3w7sXCFg5j4ruElK72pY7EXjwqR52Nx9DRZSw8TViJrKtlTjUKXj+MOXa+WN7dzp7Xz6fFB8VFR7i7XX16pVL3lcuXzhzOj05qaK0hM1i1lSXv8l5OTTct2zLmF8C5ucWpheAxZnFWSQOddXH67z35WOnjx/yPHz8xJELZ09cPXfizCGPvQ5bj7k5nN+74+bJ/ec8HNwtdfbaGjYVvxFRYB1iUr+Sn5Zyy9LMyGmbvauj0w5np065RMAlN9V+wsOLR7qYMmZDFw8hJdVPy7noL58vuu06au2gxDHmWPIFpmKBtNxLROkBqEpwGL1Ai3KJpVzi9CxyepbY/QstvQstvQBnAKRf4RjAG1po6Z2hdUkqyE1Piituv8VmV3Q1ssFnlQA44kmw5YjVBwZrSSfneQMjFPkyCY8A0mmAPw5+FXznQpO47xMOl5QHKcDU9EL67fe0jHc/aCrt7QoDQwAMPf4zAEYl5EAy70rr798VYEgHhuRfeEI2yMD/NATrLwUYcjtDj6QHxYiUgvrY7LqY19WRL76HPC4Pe1Ibm10V86omLrsuIRuWnItMzcNmgFHVpHuFlLuFjMefaA8/kx98FOc3zsL4AKFrAd0GMIbATCx63yKtd46mnGf2LbT0L7EHF1r6AcayHZqyHFmMUiw1SBaqeFNfyV1v6jn3PpFT3xJS86EbAajUXGTKG3CWXdDI+NfIOLAZGBG7vOgb/fz/EvYWUFHvi973fu57z3PPLt1Kd3cKSKgoJvZWTERUQsXCoKRFxQ7AAgREUFEQkJ5huru7k27FBuZZ//m7Ofve5z3vu9ZvsQYcZ8ZhLdd8/t+CGM//wN3/G4AhmWXd6SU9GaXQrAew7EeI3Ceo/AqwPOzfMHA5MucBMqcUlfsQk/8YW/AEBGCQgQHvd2E16VINvbheXNo68hz7uZlp6JUDRmgQLBEqAwxYDJ5DKAxo1RxGDRycZpagnSX8wOB/Z4H+ofH+D/kXVIABEdiIviAkgwowcdCA75/D6L4j1d+RaqAEC+ig7gdauMAirr9IFRgu+su0/O9u/LfiaGMqGBgTJvQZSANAeJvQN0PQzxD0gIBvrN0yoI1tWxjNd6x2BqcD/hSnm8HpgG8xfz0dOKQEURqgKkOvegai+AaVAaVceM0sXWuQjkwzJcTXjeyeDhUDGNcVkLt6WyuEtB4ZGwlOAVOQb9Fd9TjIKz6lh4Vvp6Fb6JhWLqmLT+mhoVuQHc+7GsuJvY14yGtQ/iVA38Df1ZLhb5Vc7JCCIaBAyfC3IB5jul7iIa+Biqzmp1RUs4QJ51N66JhWHrmbR+7GQxvIiCYi7A2qs66rsfzt8/vNdSVdjeWIrjo8/A0B2cSjQeR8jJACoaPe0hGNlN4GQne9moMcklN0YrxGiBYyezCw+u6WCgEVAs4RQ989a6orfVtfhux6xSJDoO11Dc9Lb17JOHfmUOqpg2fPHDoYu3lV5JIAfy9PDzcHe1srS3ML88WWpovMFy80/eN3S5M/zBctMF/wm8mv/zT/7Vc7k8UedraBzg4R7g6rfBw3BHlsDvffGhEUHeoftcQ7wt8z2MvDz9PN3dnFwc7RxtrR0tLR3MrR3NrNwtoLODYeljau1tbOVtYAAFtZ2lmY21qY25uaOposdra1CwoM3Lxm7eGN21PWbklcsy1h9dbEqC0JUZuPRm0+umrj8ZXRxzbuvLBi/bGA8H3ewTHewTt8l8YELtsTsjL2J3dnF0dbO3trGxcHR3dnJzcnR1dHBw8XZ3dnB1A+BQZ1nWxdHG1cnWzdXexdjVPA8+O9oBfa2srCydHe2ckBPE6O9uDEEXg3EJLBxC9IvGAd9PxW8HwFNHgfWxsrEKTnLdPz2WCwcMvVxcnVxcnF2dHZCXiR4OsEb3i4OIKmaD8vd3DlCHRBg9/OA3BIoF9oUEB4CLBstCw0eFlocMTSoNCggIilQSuXha0IXxoZEbp9c/TRxFgaucsw2z8+xKMSWnVK8sgAk0ProBNb+MxumQAxoCJPDLCnRwVfp6QjOjqH0v669nb1o0tdzeVaKWF6VAACsITTC/YkTw2zx/rpY/3UySHGiJ6skSJHdPR+JUnORwxpqCAAo3pqB1Rk0E8LQohWipsYYI/3s/RyQnvjA3hntZQLA03IOiE5bB4AACAASURBVBmegHjV/PIeaEge0lB1MvyAigxKr1IujEfrBGO04A9BcZVDaSciG4jIBiGzB4AcOZABAIYujTFjnQwPWp3VYgzolNZKcVopDhQ25x3ISiEKdGgTkQ1G3RuwTPcrSeBfGdHRZTw4mP5VCJByPoJJbO1ueQJ6krVS3IiOPt7Pmhhgj/UxhzRUOr4Z21uPh7/kUNqVQtSQhqqXE3i0zgEVcJVByoUJmT1MYisB8YpFekfHNzOJrQMq8vSoQCvFkdFv0JDnZPQbNrkNVHRB4NfJ8FIuDJSaQWs3Gf2GgHgFpqCp2CYa7i0oWYO6N5vcJuPBVSK0mA2lYBrBVDO2tx58zaBvXCvFKYUo8MLExAB7SEPl07u41A6lECXh9NLxzXj4SxruLRhXJiIbxnTUUS1loo/+eYz/fUr8dUL4cYT9YYjZJ0MreBAa9iWL+EbB79HLkFoJnIFvmB7jfJ7kvx/hDGmBHeapYeaAmsijvyOhX7HIwNjS+ADt86RweowzpCWrROghLXu0X2gwfBjqkz4qu5mdfb605HZJ6e2bt65mX0y7WpRzPOlAyc3CQbVgok/ydUwx1c8WMzuoqHoa9iUNW6+X9X5/z1EKOoXsFhGnTStDqiUICq4Jj3wtYMJ0MuKAAg/6nInw5zJON5fcrBbCRrWk94OMAQWWTWzikpuxkGo2sUnC6pzspym5vTJWj5DaLqS2fxjkzr6Xf5mUjOpZs581Ei6Kx+wdHeBPjctUckpX+/PiK1l3b9+L3rA95s+9p06eO5uadrX4ZmnZw2e1dZevFBffvHPzbknKqXOnz6afPJOeW3gj/WLRjdtlN+88eFhRfbfs8fX7pXFJR09lZF69d/98dm5JeeXjpzVljytqnr24XHS9qqKurOTR8WPJ6WmpKyKCrl3JeXy/OHp1cHlpkVZGUwjIF07Gn0yKPZ540NnOKjjA38/Hd//e2HPnLqxfu+HA7r2x22Mq7pYKqUwhg/3ty9cZgHIBpXd0zjA+a5icBcqfJ74CJDw+C2Dw9F81V9OGuWnDzGcjFQPZ4NnZidm5idm5sRnD6HdAHx74+Glo+tPw9CfN0Oj4h88q7cD7D19ev2kJCg53dvFcuNhiz/746rpXN++VpWfnp5xJ27Bl54pVG9es375kyXJzc/sFC00Wm5hZ29v5LAlYumylR8AyU+vAX0yCFpitMrdeZW8VuCxoU1joXjPbjf+xeJuJz3nfLU+XxjYvjWtZdrh13dFGU//jvztvM3WJsnUNs7DzsbT2MLNwNTFzXmzmamm3xMIu7HeTsIXm60JXZe6Mqwhbf83G+1Tkjtshmy4FrM90Dj3hHHjWLTB16doLa2OyV/15PmTNUSf//b+Yr/zFJMQ3eP2GrZtj4/+8cC458/yZ43En4rYdSolLPJuUdCYp4VTC4YvnzmSfTz2eeOhY4uG4A/tXr17t5e3v4Oxh7+zj7L7EwW1JduHtV687a+taGt5A/APW/vG7p8nCQHvrVcH+e/3c/9y09nj06iQfjzUu9iF+XuHBAZFLgyKdHX1WrNgQdzglbM0Gp+Cw9QfiXmLRmY9Lrze+aOUzagnI/NqK5OKC5+jeopqKF4genlb2xfDti+H71OwHhph9vfRGekFmc+fb91/fzxi+ffw2/f7j+MfP75kcaktrIwrd29cnI5FgcjFDzCefTNz3ouq+Vkilo9tlDDSP2K3kYAZltKk+waiGpRBg3w+LhtQsLgUyNSga0XI0YtKYnifjYsAdYK2EzKVAiIi3DHyHWkQc1XEn+kUcEkzEwgsZeGBjdu5bUX6eySLT7Iv5pSWPr165HblsvbuLv8nvVtuid6WdulheVuPi7G1uYfuP//2LuYVVzO5d+2L3HjuemJB48O7d4ri4Xbt2bSkqyk46Enc8+fCxpEPHk+OvXMktLMy4cCElKSn2UFxMcsL+1JMJaWePnUo+kJGaXHQR8D8XZZ3JPX/8YmpyVurx7PTzbk7Ofl6eCfEHThxNvHIpN/fi+ePJ8efOHEs/f/JixrkLZ0/GbN+24Jef7a1t/vjtd/NFZnaW9mamVgtNLRfZ2v9s62gSEByw+0DokdNWm+MWbToSmlby5/2Ow3X0mApS9D3I/mew7Q+bo4pfhGTXBmS+8Mtu8i1453253b24w/sONLAMZZHV8HtKtV8RYtU99rrbtK23MRvOVju6b9y8dONub98Ty323ei88tMUn4dCq7Pzk6pp7PV2vmUQo0J8HbBnA5OzuL0PcQQkW0/UM21UnZsD6FfTJAfHUkPLdm2dJh/euiQzbvmVDytEjF86fOX8uNfFQ/OHYuONJyTeLr1aVP8FiUHKZ6FntU5lcNDE1Ojo+MmeYnfjwXqnV5F8pij0cf+j4se279u7YvW9/bNzWrds3rFm7LTo6ZtPmXVs2bVq9cvum9WEhfv4+rpcuZSrVAr6IKBKhPn6QnzkZu3ZVyIbVkctDg71cnZ6U3BpUC+Q8vIqPVvORInKbigWRkLtHJTQBAnZo9fpdQcsHMPQZjnaOpftOUMwRNQZyH3Ao/QYqsFc0w+qfAWSovhn20DfmACD5yj/OcUf6oFz2CwS5qqs2/S6yrKm/lwfouopPBtk0AMDi90CWWPweYGDR5Df24Cdm/6xo3KD6ZJBMfWMPAi5oQPAcN7AnZmAyRXkPgEwFTwl5FaSCH0lgUlE1AFRF1cS/GBhXBIDf/y8AgyLw3wGYcKkaTLSic8vRueUg+iLzyv8/M8A/AHg+6wvLewrLe1q84Whe5MGc5QcKVh3KXxmfEbonI3RP7sr4vHUJeesSCtYevrTuyJV1h4ujj1yPTrix8cidLUkPd52qT8jvySrjlLWONlMBwZMzYRBMGwQfDIL3Bv6UgTc+wxn9yhz6TB8w8CcMvAkDd8LAGgdwDgMA8Pc2/vuXBM2jDk5xPRCQBiq+gMlfTNFT9OWn6EtAObZx+ugHACOyHkDTS3sygPN/M/DfeXj+dueFe50X7nWnl0Ayy0AGBkVg7KWq/8HAxtrtClTuQ2ROKSK7BJFdgsx5gM57hMuvIBQ+JRVVky/XUC4Zd4Pzn9KvPBffb9Y8gXxp4cx2CAHuRaoBKfgvAJ5DKWfAg1F9x6ln8JoZgnaGoP23APx3OzRp0GCM+wJ3/u8zSIB3GgdQ6CxGN2MUfgHtF2yfxvUbCIM/AHgeg412aOC1/bvzl2X6x8Av1si9xH4gxU3sB6atqEMG8sAsuR9wsJOM9nWgcEsP5Ifn6ZcEEPJ3vA44RgYGmrfAZ4RpDD+Oehaq/ApXfMUovxBV4xjBd4Ga3d7J7GqTkxEkQMWtbntVQkE2gtzb21rd21rd9urhm5o7rS/KkB3PyYgmEb1XLyENKekaIZ6Ja4O3PRNSe9n4ThENpheTFRwMBdEMdj4Lqb3g9BGP1KPiAUtFuJ4GaHO1jI0cVjE4xE6wSQvVWddSX4rseM4ldck5KBUfy6f0UJBvQUc0srueT+tlU3po2DYWqVPFxchZSB6ug41+R+iuFxA7FGxEnxRostBI8FR8Cwb6gopqxve8QrbVIjueY3teoiEvoe+etb8pb37x4O3LB6+fl1Y9vna7OCPt3OEDu9etW7M0Ijw4IMDP1dXZzs7GxsbKxtrS0sLMzHSxpamJ+eJFZov+MFn42+LffjP5/XeLRYvsTRd7mC/0t10c7m4bFeC2LthnbZB3pL9HmK97iLdnoKe7l4ubo72TjbWDlbWDhbWTubXbIgu3xZaeppauZlauFtYullb2IABbWthZmNubmztbmLtbWPo6Oy8LDdu1cevxtVsSV20+tHLT4RXR8RFrD4WtPhgWdTh89ZE1W04vW5scvCIuMGK/f9huUAEOjtz/k5ebu7O9g5OdvYeLq5ebq5uTo7O9naujg5OdNWgqdnW0c7Kztrcxd7CxBLRWZ0cHe1tbGysrS3NTk0WL/lhgbmYCCrMgl7q6OIHaLOiO/rtQDNZBg5QL4qujgx2IwSASOzs5gNovCNLgE4H8PB/6BRuzXJwdjU/n4OZk7+7s4OHiOK/9ghZob3cXf2+PIH+fIH8fUPv19XTz9/YAFeCQQL/5qucV4UtXhC9dHxW5PDRo1bLQTetWro9atmv7xopHd4b6JNMTsgEdVS5GKaWYQS11QENRS7EKEYpNbWeQgGookAxBZVXEgsA6arqayxUC9PthgZDZoxSiPo4JNRLssI5i1H6xI3rqgJoo5nSxKa1cWhuH0s6htGOgdRRM45CGChqeZz8qQbfw1BB3vJ8lZPaApVNiNpSGe6sSoT+M8Mf7WRoJFtZR9bL6Gov0bryfJWB0D6opoB1aK8V9GhfJeHAutUMlQg+q/3JrsyAcSjsV28Qmt9HxzUoh6sMIH5Qx9XKCUoga1tLAVi2Qb+V8xHwQd3KQAzJhn4Kok+EH1ZRP4yIisqG3/SmP1jmio4Ny7oiOrhAgP44J+5Uk0AmsECClXJicjxCxIKB7GXQOg5SrFmOUQhTI6qAUDJqr9XICl9rBJLaC/AxGiMnoN0xiKwXTqBKhh7W0iQH2iI4Ours1EiyP1knHA91jEk4vg9BCw70FXc19CiKb3AaapbG99Xx6l0KABElbLcZoJFitFAdGoEHqxkDrhrW0qSEuk9gKbatUClFfp6Rg9Bq80KAWYwBVX8/gUjvevS7tan4M2qqhbZWIrhqdDA9GjvVywoia2ifDKnkIlQA+pASarkAMHlIR+2RYMbNjREMcUuFlnO4RDVHJh47raR+G2B+G2AMKrJzboxbCJgeoc5+lCiFUKepVCIF5J40UPaShTo+Kvk9rvk0PfpjQo2DtVy5l5WSdKyrKzstLz8xMvX//+vHkuMRDMbCuhi9TmhEtRy8hqflInQjxbYInYbYruJ0fRxmjOnyfHCZmtQjZ7zi0JjGnUyEElHYhu7dfSZkY4E72M3QS5EQfdWqA/m1SwCU3qwS9hk+yYTXpwxAb2D3SkAW0drUQIWZ2KXi9AkqbiNah4sEUHOi3SVG/HAe8Wi3ZeNnonVyEGennjgwKPn3QfphUCfnkBw8enT6dfjY181LRtYzM3Nt3SupfvC4oLLpx5/79B49zC66cS7u4a29c8vHUlNMZF/OKCy/fvH3vweOnzx4/fZZ7pTgjvzA2IelW2cOS8srSiqfl1bVAV1bZk8amd6Ulj982vbt27dq5s6c6O1qkIuaW6BXPn95FQl4bDGPDOl5K4u7Egzti92z1dHP09/Oyt7c/e/Z8Rnr22jXRB/fFxe7a96q6jkmgyoXS2VnD1McvU19/SL4D099GPs59MRhGpmcnvs2NfPrSN/leMzquHh5RD4+ohgaVQ30ijZqvVLAkUrpQRBWIKHwhhS8k80QYOhuKJbVBkHga510XjCuSQWBogVhx7eY9O0c3eyf3XxeYbN+5t/jWvXMZ2fGJxzZu27lp684Nm7YHBC79Y6HZb7/+YVytcw4KCty7f9/p8xm7Yo+6+a35eXHAL6bhFnarrKz9bax9//mr908/+fz0+ybLwEyXtfesV97x31UfmdC89eS7hZ4J/zBft8AqwsE1zMnJz9baw8HO29U10Mtn2ap1+zf+eTowItE14GjU9vt7j7eae6b/7nh6xa4ndmHpvtF5HlEXnUIu+kQWro65Fn2gODw61TVoj6njhn8sCLC0D9mxJ25v7PZdu9fkZKVcPHdmz8bYmPX7Lhw9ffZoUtaZU2ePJ59MPJyWeirzfGr6uTPxcQc9PLzsHVzcPP18/MO8/SPsnPy2/Bl3/0FNSzsSAqP6B6w1Nw+0s46wMgt3c9zo77FjVXjCitADfp4bfD1XBfqtDAqMDFsatSpyo49/2PJVGzfvOhCxcZtNQKDX6tVpJffwWrXk6/SDjpZD+RdP3yweMRiaSfh7L56jmCTd5MDA++HRzxNfDN8ZYnZJZdm1khstXS3aIe3HmY8zhu/fDF/hGNjjp4/QOLhaLZRLmSjYO4WESUJ3p506QkJ0fBxS8MlwORMzLGfpRSSwoYRP6dFIiGoxQcSCDygZAjoMMDl/H9aISXIeloRs1krINGwbuufV5IDQ8HUQqNQalqkElDGdRC1i9iuEhtlvMUCFu8v14lvxBxKiVkXbWbu4u/h6uAYs/M3s4oWCV/Vv16yO/uXXhWZmFv/85edNmzalnEjeui36xMnkrKyziYkHQkP9kxLjz54+Xph7MW7f7tRTx47E7z135lhO1rm0cyeOJ8cfS4xNPZGUlXYy7XRy9oWUS1mpoP85+/yxzNNJaaeTz58+4efl6WRne+jAvuQj8VeL8vKy048nH75cmHMs6VB+duaxxMO//tf/tjIztTQ1s1xsavbLH/Zm1iamVr9Z2Jh6+JkuCfPdfmDvpZJ1WXd8jub7nL617WFncHZ1RE7drhJ4AURZBOOlvUUdefh26+WaVVmVoRk1Phdfuea88bjSbpXT4Hmj3TKt1iatfuUD6soybvR96uH7iOjDRV4eq9b5Lz8QEpy0PGCDx+LD24OOHl5fUHCspvp2R1sdBd+mkuBGBxlTo6z3/fRhGX5IiuuXYtV8ZJ+UOCAnC5kwKQc7pOHjEG1nUw6tXx1+cN/O1BNJR+L3pyQmnk45ceRg/O4dO3Mys5rfvEajEBw2vb7+OQaDMhhmDYbZbzPf617U79wV8+eumM3bd+7cs3/b9pg/d+zev+9g9PqNkeErtm/esmn9hnVrV6+MXB4cErAjZhsCC6NyKGgiRCzCsmld507tD/F3Dl/i9ejurc1RK7evj+JTMXIuUcnFYrte4Lrr+aROKbV3UEjVMWkJG7bsDVs1gGPM8bUGlvYrTvYdIwUKeAiaOaJmjqydo+hm6PrvTOOIEWdooIfFru0lPGpG3G1A3H3Jf4GcwEoM/bMG7VeD8iMwcSQaBwaQuENznEEDZwjQkFlDgAtaOGEQTcwKxr5xh+f4o0YN+b1B9B6QOunDs2jV0Gsy5XItqeApLucJLucJMb8SiAEbZ5BAAJ5nYGAH2DiM9O8UYLDGaZ5+QRgmXPoxiYTMrQRyv9lA9xUytxJZUAHPrTDOIFUYZ5DK/z6AZJxBqjBuHVXC8oDcLyyv4unB3KcHs1+fuAHPr8QXv0BdqkYW1uCL65BXniMu18AKn/bmlkOyH/ZklXVnlnRn3IXllL1MKngYc6Z05+m721LubkupTy5CXXmGvf2a9KhdUI/Wd7AnscpvzCEAfUXvDcL3Rip+b2BPAv5erH4OIv/WIRirRStKW5lXnlOLaqhXa4lFQAAYe7kKe7kKZGBU/o8lJGMR9AOQfnvSHwAAnPEQAN3MR9CsB71Zj8Hbf/9578WH7WfvtZ+703HuPsDAGQ9h2Y+QucYh5cIa7KUqbGENgMEFxrcxvwpdUIkrLMfkP0Zkl8GySmBZJcjsHwCMzTN6oQur8flPccZaadrlWs6NV2P1+OlG2lynwNArNcBkhl6JoVcy2wu4oGeRiu9IIPg6g1HNYo0MjNOBAGyc8DX2Wv1V+zyL75tnY3AA6TtW9w2jncX3gd/O4PSzGN38mcPo5sDFKUDv/dsx4vEPnXZeBP539Is07jbP3w0AaR0QXQYBmDQAxI9pwwbK4BwJAGCjIDwEFG4BOrBuzqj6zhL75kj9oEQ8z8DfMJrvaMAjbUCpAYUcrjYggG3hGbjyK1L5Fav6QlIYRIMfuRJMfT3qdR26pbap6iaP2IFor4G3PYO2VOEgr4Q0qJAGJcEbsT0vSfBGIQ1q7IxAGX/eI2H2SphwOqaVjmll4zvlHFS/lKoVElm4H75ooPIK2QJtrqahWhUcjJSJFFJ7SfBGPqVrWEXTS0hkRBMd0yrnoECFmU/p0YoIoxqWVkRg4d9RUU1cUgdgSlIzJBwkA/tORIco2AgFGwEIv3wMA91MhL5S8lBT/Vy1GCdi9Q6qGSx8O3CwbXRMKxXVTII34uFvcLDXb57fe15xreZJ8fPKG4/u5WVdOHwkNnr3zjUrV4aGLA308nR1drJzcrR1dLCxt7OytbEwNzMBzLxmplZmpmaL/vjjt18X/PLr4l/+afbLfzou/tnH3jzUy2lFgEdkoHe4n0eIj3uAh6uXq5OLg6ONla2FhZWpmZWpmfViM9s/TB0XmTktNnc2tXA0s3SwAPzPwDFZbGmy2NpogXY1NXEzNfPy9l6zdv3BqI3xyzccCFuzP2TlvsBle/zDdgeE7wtafiAsKiFo+cHAiP1LlsX6he7xCNzmuWS7f/iun0Ct1dXFyc0VSP+C+Ap2Tbm6OBmLoIGJIxtrwJYM8irIpZYWZpYWZqD52dbGCgRaUAcGb9vZWltamJmaLLIwN/177TNoinZ2cgAfB0Tff7mmLc0cbCwdbCxtjTfAXisw6AsOHbk4ANNHtpZmzvY2Xm7Ovp5uXu5O7i727i72Xu5Oft5ugX6eS/y9Anw9lgb5LQ3yC/D1CPD1CA32XxYWFBG6JCJkia+Ha4i//4rQ0CBf36UBAVHLli0PDV67PGLtitBNa5Zt3bDs3MmDNEKXYXbkw5hofJAr5vZyaB1aOR7E0UE1ZVBN0UiwYH2xnI/QywmDagroN6YgXwtpXRImhE1opWOaxIwevQQ3pCTrJbh+GUHOgXFJbXxKBwPXiIPU4SB1ZPQbMvqNgNHdpyBqpTg+vQvM3Eq5MFA9HlRT9HKCnI8Y62OqRGgpC6bgIuUcBI/cycS1Qlsq1QKMlAXTifETevaHQf6QkqoT4wfk5BE1fVBB6ZcRFFy4TowdVlE0QrSUBZWxe6UsKB3TJGVBB+TECT1zTEuXsqA8crtaAIi6IK+CBmMQhkG78oiOPjnIASXZqSGuXk6gYptwkDoJE9IvI2hFGJ0Y+36AMzMl+zYhmZmSfR4VjusYGiGaR26not7Q0I1sQivYIz2qZ4CXDNRijJgNBYmUR+sc0lA/T4hBOgVN4FoRblzHAqKkfPT7AV6/jMQmtMnY8DEtU8VHyznAFSyNEMsldXBJHSo+WsLpHdUzwDywTobn0Tr59C4c7AUa8pyKbSIiG+j4Zr2c0KcgghFfsC9aK8V9mZRMjwoQXTU1jwu7W54MqMiTgxwW6R0a8lwlQvcpiDIefFTPUAEfqvCDCpKcA8NB6lpf3Gt9cQ/aUq7kIaioN/C2p31S/KiGBr69AP1K8RTkayqqSc6ByTkIGbtXzoFxiO/AXwEZ0SCgdqoFKAUXziEC/2dNqFiDYrKY0k1HvOKTW4ZVuA+D1DE9bkxPELPeSXk9KhFaxEZIuNgRndgw92mkr6+2qvrc6TO5WZl3bhTfvHrpamF2cdHFyDCf65fO6eUUwxf9sJKoFcKHlFglr0dAbRlU4mY/iD+Pc7QSuILfI+V0MvANKiFUxu2Scbrl3B4Jq1vA7NSKUe8HWZieKhGj/dMoRydByjgQKrqhT4b9MMQW0bt1YgDs5RyYWoBhE9qIsAYhrWtIQRhXEwWUVq0I1q9Aq4TQsX6KVobsU+PEXIhCjB3QMkcGRTNfh79+HJIIGZcuXTp7ISs9Iwck3ivXb+UXXb164/bTZ3W37pVeu3X3TsmD2PgjR1POnDh9/uDh5NS0rOJbd++WPbpb9uj+wyf5l4vPpmflFV19/LSm5FH527bOmvpX1XUvm9s6nz6rK3n45OWr15u2bKx8+tjf351EgHz5qKeSOr9+1lY9uZKXfSz1dHxYmI+rm51foJeLp2tGds6B+MRdu+KOHElJTDhx5fKtnm4kAU8XCBRq3bC6b4TJk/CkWipHotSOsHhyMl1AY/N7UVgyg80TywZGJ1h8EU8sEykUUpVWJFdxRVIGV0BlcaksLp3DZ3CFHL6CwZYw2BK1fowjUArkWhpXrB2ZPJ150c7Da6GVza8m5vHJJ2+WPE45m7F15x6fwOCDRxJCwyJ++umn33/7xdXRwdPFcXXkstSTJw4djD+Tmnb6QsGBpHQb9xW/WoWYukYudPIz8wz71Sbyp5+X/WSy3S4ozSPqku2yi96bi9cnPdub+tY+4Lh/aLK3z+bo1X9GBoWvD18dvWLdqvColSs2bdx8eN220xHRmSEbr2850uq68tEf3tdtIh54bHzisOaaafgFk7C0gK3lIX/WhO98ELAhx8ZvzwLbMDP7AFevgGUrlsfEbDx8cNuZ47EFWWcvnEw5svtQ8oGk4sJCY5HS8az0s1lp5wryc3OzcxISEtxcvZxdPF1cfNw8l/j4RQQsWRmwZKVf4KqU1LwXjZCXTdDozXEmpl6mi3ytzELdHTd4OmwO8todERQXHrQ70He9n++K4ODIFZFr1qzeFBGxOnz5mvWbd2zbGxcds3vp+vUeERFxZ1ORXE5pff0raM/lstKx2RmyWEQW8QtvXZUPqL4avn8xfPtk+DLxdYor5999cv/mg9v3ykuGPox8NXz9YvjS0tUiUUswRBSDgZv5Mlb/7CEc0gxtf43obMpKPaoS0OlYaJ+YpeAQ1HyilIEQ02CDMqqYAdXJiO+HgbJoKRfFJHaoxQStlETBtAyqmCNajoQNhKz65AylgDii5X0cVYzq+DwKgonvHdFKvk6ObFu/xs/Dq/ROCYPGDl+6wt8v2NTEyt7OzcvT/9SptDWrox0cnCwsLMxMF/+x6LddMduTEuMPHIhJTj544kTC+fMn0i6cidm5Lf7ggeSkhMz0jDMnUuL27jqTkpydfu7okYOnjiUePbQ/6+zpk0nxV/OzMs8ez89MvXk5J/vCyWOH96QePZSblZp29vSSQF9bG4tNG9clHoorzL2YlnrqTMrR7LS0vMzM+H373Bwc/vmf/1i8YKGFmfnin3+z+s+f7X5bbGnrYObt95Oty5K4U4eu1yeUdkXl1AVlPQ+59nb5/Y7gwucrc6pSH0IetvOf4TXXmgh336Lvt2CP3nsRmV62JO+FX3GX902oa9Fb0+TrP21M8Ui9F1HU4HS+LraCcKn8XUjomqX+oSsDgnZFrdgcGrB1mX/sT9bEAAAAIABJREFU1hWnEnfmpic+vJvf0vAIC3vDofZIhQi1FKuX4HQilE6E0oiAzIiMA9GKUaMamoILF7Nhg2oGh9yTn3Y8OjL4wI4N2RdOJsTFJR5JSjySFBd78OCB+PNnzz0qLWttahQJhCgEsrnp7fev3xgUcuKh+LSzqVs2bd6+ddvWzdt2bN+5O2bXluiNkRHha1asiNm2ecuGtWsiI1YtC3VztH5ZW8mhE8kEJIeBZRC7xRzUycQ9G1YGu1ibMAnos8mJS9xdH926JmaQhHQc4l0DuvM1G9+t4OB4JJiWx07YunO995JRGv8zUz7LVE+jeHN4uQFjPDgFgMFkrYGqn2X0zdH7PqGlguru5oySysTcutPXeooqiCWNtCctiJu19PLWgW66gd1vkE0YRCMGwZBBPDpD0xiYAwbuiIE7bGANzDH7Z3/A8CQgDrPHAPmXM2Fgjs4Q9F8QMsr1esqVZ0DrlTFKSiqqplx5Bq7dgo3KhMKn+IJKXEElvqASX/iUfKWWdPnZ34O+hEvVxKKaef8zSMiYvAp0bjk85zGqoMp4apD5T5H51fD8SkReFfC1ALjdm1tpHPsFVn+N3c4VvdlPYLmPYTnGmujcCkR+OSKvEpFfjiqomsdm4KGMCA3LfQyCNLgwDJqHcUVVxKJq2rU6+vV6avFzULjm3G8ce4s34OSf0NLBbo6gHkl40IK804C4/Qp6tbYtr5xT2SOtQw23Mr7ApAaCsSOaBJh4v79jDT9DSu41c282sG82sG410G+9ot1+Rb/TQL39inzzBeHac8zlavilSkjeY0j2Q/yV55CsR23nSrozHsBzn8JyyqEXy3uzn0CynkCyHkGynvRkPuzJfNyd8aA741F3xoPOtAedaaUdF8o6LpR0pj3oyXzYmw1cHUDkVSHzn6ILn2Eu1WCLnmOLnmEu1WIKqo0DSz8ml2CZZYiLj8CUNfgV7OIGxoQvGUk4r5J/+7W+oufzW6oBJjagFAak3ICQAQXRKKUB/lce+K82KWAFCqv/sWAEtGT1AzBptDR/x+pmcHqAcvF9M4S+WWL/LFCdNTCL14MRXJAn/5XU/Zty+6OeCuRhlNaA1PzrAL3QOoCQEWrgwFXAAW8jNcbW6D5gkgqpM6CMB60HCrrxA8CoEvgKwRdJGABeKmEA6NwiDxsoI8YzDHR9E/p+mJ8JehCGQR7+jtd9w6rmsHIDSjIDB/aTZ6DSWdAujtV9xSgNNO13lnqUxJLAYIzOVmJ7A6atDtNd19Vc3vyyhIRqZOHbUZ11VMRbPqm7p7GCjmoZ1zCHFVQW/p2CCx/V0HjkdhEdQoQ19LZWY3vqmbg2LqmLiQPgc1BBY+HbSbAmNr6TBGvqaHiC6nipERBEdAgIEQou8v2AQMZG4iGvQQFZTIfrxMRRDUvGhoP0geyoHtGQh9UknQQt50KVPES/jDAgJ+olBBa2ldD7qquxvLe1WkTvHZBT1QKciAUnI5pIqEYpC9GvpKlEeAGjl4HvwPW+6W6uQnW/7Gyqqiy9XHoj+0nJpfvXsi6eS9qxdW1UZHhwoE+gn2eAr4enm6OLo42zg7Wbk72zvY2jjaWdpZmNuYnF4oWLf/ttwT//ufj3nxf//l9mf/xmY77Y0cbC1cHW38s9PGRJgI+3r6eXm4uro72TrbWdpaW1hbmNhbmNqZm1qamtqamtmZmdhaWdtZWDrY2Tna2rpYWDmamt6WI7c1MnS3MXaysPF+dAb5/ITTuSVqyLDVu1d/mag+Gr4vyXxiwJ27dy3TFj+XNc0PKD/mF7PQL/dPXb7BG4zXdpzA8ABoO1bq7OYLwWHCUCZVgQeudTviAGO9jbgsIsKNja2wH7wKDYC64TgUVZFuam89u/oB163ggNFkeDmjBYoAXewcHG0tnexsnOen7g18HG0spssZOdtZOdtbO9Dbh7BPZd+Xi4+nm7eXs4e7o5erk7+Xq5+vu4B/p5Bvp5+vu4Bwf6hCzxBb9dGuQXvjQwLCQgdIlfkJ/38tDgqOXhoYGBS3y9li0JigoPXR0B0O/q8IC0U4eUIoLBMAxIoyMcRFcNvLOaTW7TywlqMQbMzQ6qKcNaGsirZPQbKrZJxIJoJFidDD+uY7wf4Ixp6VoRRsVH6iW4PileyUOAecj3AxwFF05DNyLaq+BtT8mIBjEbKmT2gL3EUi6MgmlkEFqUQpSIBQGty+BW0KieMd7PmhzkKHmoISWVR+4kwhqgLZU09Ns+KZFL6hDSetQCjF5CUAswWhFuWEUbUdP7pEQBtVPChEzomTNTsnEdQ8GFS1lQCRMiZUFVfKRGiO6XEYaUZJCNlTxgrAjUfhUCpIDRzaG0CxjdoH6rFKLAo5cTwPAzn95FxzSBADympY9p6aMa2rCKMqggfR0Xvx/gqPhIChIox2Ng3yp5iAE5EXzrQPoFWI4F4dO7hMweGQ/epyCqxRgerRN8RpFRrBbSevQSgl5CmNCzDdPqATmZS+rQSwgaIVYrwmlFOBUfDV4RkLJgIjqw+QS2VYOIi+x+hoO9EDJ7Po4JB1RkMCM9McD+OiWdGGCDtnAOpZ1NbgMbrcHaMFAQBguoZTw4i/ROLcZ8GOEDM1Fi7LiOMaFnSpiQ3taKdy/vo7ueCWldIBhLmBCNEK0RoiVMyKCCpJcAJbFcUgef0iWiQ+iYZhL8NXBZjocaUdPVAgwL/w4HeYGDvGDiWoGrGEKCjoefULCmdZxxFXVAgtKKYApup5DxVivp5dJaNFL09w9KrYw2qBYYvr6n47EXzpwvKijOv1iQk5l1u7j4amFuSkJs3K6NMi5uclCg4MDo6FdjKvynQZpe1NMvgyl5PcNqAujB5lNbFTzIkAqvkyDVQtiQCt8nQ/OprSxCo4zTreRDhfS2Phl6VEv6OsHXS1FqIYJFeCthQsSMHjqmiYF9i4fWU1FNCi5SSOshwhrIiDd6AVLJ7lbxoH1S5HgfeXqEOawjDqhxfWqcUopSSfEDes6nD/qpMU1vd9OF86fTMzPSsnIuX7tZXvWsqrb+TsmDy9duXrl+q+Thk5t3Sx5XVl++djMtK2fXvgMpp89ezCvMKbx8p/ThndKHt+6XlVfXljwqP5dxMT7x6N2yRw8rqp6/etPWDYUg0FAk5l0X5GFFVdnjJ/fKSj29XKNWR8hkrI8f9B/fq/p0zC+fNB+nVQWFZ9w8rNy9ABFry85tFwsK9uyP37xt98kzmffLKtq7kFQGn8WVjYx//PTVMP15bnBkum9wQqUd6R+alKsG+SKltm9YqtRo9EMDI+OjE9NytU6p6e8bGhVKlCKZUiLXyNU6jX6of3hscGRyZHRqZGh6dPjj0NCH8alvUuWAemBMoNQpBoejY3YvtnMwsXf8x8JFoStXb98bGxq51jsg+OCRpBUrIy0tLU1NFrrY23i7OW2Misw4czL99MmU5KOpZ9KOn8pMOVu4eush96Wbf7MPsQhaaxu+w8L/wM92+3+1T7RfkuGxKtd1VbrH+qxVcXdjjld5hh5ftzE1eu2BhH37d0ev3r95U8KefQn74w7EJuyJO7Vh9/llWwvC/3ywZGu948pa87Aa6xW1lpGPTZbdtF5z3Xvnw6C9L/y3Vbuvvma95PgCxw0LbZY4eviFhgfv2L4m4dC2Y4d2nkjYm5V6IuP0mdSjJ9POnM/NSk9LO5WRfvbC+TMXLpzLy8tJSTkZGhru5u7j5u7j6hHo6RPiHxi5JDhqSfCagKDVG7cfun6vpvEdcvO2Q78vcDZd7O1gvczVfp273WZ/t5gQv30h/jEBvtEB/lEhYVErVq2LjFy/eXPMhg3bQ8JWLlu1dvv+A3/Gxi1bH+0aFJxVXNyGQKiGhh/WPOtGol82t956UNba1Tbxafyr4evk54kP3z58M3z9NPuJJWSWVZSl5Vx4VPWIK+F8mv2kGVR/M3x7/2X869cJtZyTEB9TmHuu5sn9zuaXV3LS0D0tUwPKfjlXxSMNyBgSOlzOQspZcBEdIqT1jPcD3ZsExGsismlARR/v50k4yM/jik9jcpWQoBGTBpQsOQ+vFpG1EqqIiaKiOwU0zPSI9uvkyNrl4eFBQY9Ky941tW2K3urs5OFg7+rk7PHTT/9Yv3Fbadnjbdu2/a+ffvqP//WTg731vr07jxzZf/RofEzMZhCA79+7effOjdQzp2J27ExOPHoxPePYkSMnEg6fTDxyND7uZOLhY4fizqUcTT2WlHXuZF7G2St56fmZqRdOJWWdSynIOptx7uSVy/lBwf7mZot27th6OuX4xfS0cydP5mZklN6+u2vbn1YmZr//189WZua2llZmixab/vy7++8mIU4e9i4eP1nZ/eQVFJ11+8QT2NbCt15Hn/imvwq7B13xGBpx7cX263WXq3uftzNLGoi36uCPXnY9ft15uebt0QdNG+51Bl7rcr/cFnSz0zbpismu1Ki8x0FppX/EFe+41Xoy83JEgH+En9/GyOUbloetCVuyO3rV4ZjNJw7uSj956M6V9Jc1dxDdL5iULhEXKReigTiPBKeToDUi4IKdkN4m43RrxYhRLQX4LKiiGaa13ydUr6vu7YpevirUL/XEsYMH4g7sjz1+9NiJ4ykJh4+cOHosN+tiS2MTi0aXCITd7R3HjhzZuWVLakrKtuhNe3bGHNwfu3vHzpXLlkcEB69fterPzdHbN63fsHJ5ZGigj6t92e0reFgnCdmF6m4mo7tYBKiST846k7RqqY+Po7WAiu9qfL0mbGnC3t2wd29paDgTD4O3v+GSkRRUh4JNYqPRB9ZvjvYNHqMLPtGlM3T5ZwTPgJMaEGLgIKUACeNUswT1LMlIwkSVgaAykLUGYMFo2EBSj3YyFC+RgpouxpMWctkbYtlryqMmTm1Hfxf5K1kBbAgLRoytWv0zVHAWeBAo1uKMGtjDgPbLGjWwx+YYw5/xug9wmbyqh3O7AUDc/AoAcY03wCUk8mXA9Pv3Q7pcA0krgWU+QOU8AVkLJGF0bjmxyAhdhVVg9Jd0+Rnl6nPK9XpUAbBUhCysAWurjNwLdFmBN4wAXA72OYMADMspB7DWmBAG6De/HFlQgSyoQBUCGDz/cwCA8wBURmY/RuU8ma/aMjZRA/3VpMs1+MKnxMtPyVersQVP8JcqlJVt33q5wJvAHTOwR4AyMNqAgdL/HaeehorU9Vjlc7SsCsZ/1Em9+Qae+7T19N3XSZerd6U/3XG2Ykdq+Z9nyracuLvxaMmWlIcxqY/2nKuMy3x5rKjlwp2e/MeIK1Wo67XYG8+hORWUG68Zd96iC591pj3oSn/YnfGo/XypEYABDO7JfGwE4EdGAH7Ulf6wM+2BEYDLjAD8GHqxHJZTCcuphOcClwyMDFyLLnyGKqgBLiXkVIAjw70ZZbBMYHUJ/Of/HYAB+jX+InD5gLNdcPvVYA30czN5rotrgAgMvWIDTGIsiJbPwYADAOp8NxVaB7iUQZ0W3w8wMB5wNYPo+0PvBTK3fzGwEYDBvaIfs0PzO0Z/b7QCMsDGR/53AIwEBNgfAPx3DIapDTD1XK9qFqqc61UZYEapFmnEZrQOgGfwBYOealzfj7QzGpyz6gdarKnDBtoIGAb+jgfywN+J+hlS3wypb5aom8XJZjCiWaRkBiaZgcmAnSS4xoAEIsTfccrvVNUXpnyISBf2QrmwLiEegmivRXTVYntfynhIARUCe1fDJXSOqVkESAOX0DmpY38aEsrYvSx8CxPfhO15TkM38sid4Od5eFs1or0G2/MSD22QsYGKUxUPJ6T24noauhsre1tqCdA3U/3sAQWeQ3yn5CHmPmhG1EwSrIkEa6IgmqVMAIkn9Gwa+m3H67Ke5odYyDO1EDY1QB/TkUWMdgGtfURD/jjMH9XQ+JQueFt1c10J7F0NCd6IaK/FdL1UcNFaKYlP7+FQugWMXgGjl0eDkFEtHY0VXW+fontewTte1FXcuns14/bltNIb2WW38m9fzUs9kbR909qIEP8Ab1dvNwcvV0dfDxdPFwdXBxt7K3Nrs8WWJn9YLF5osQhwRC9e8OvCBb/8sfBXk8ULTE0WmZuZ2Nlau7k6hwQF+/v6ubt62NnYW5pbWZhZWppbWVn8wGALc1tQ+LWytLeydLS2cjI3szMztTU3dbCycLa2dLG2dLG3BRh42aqYyPUHojYeXrEubtnq+Iio+LDI+JBlB5csiwtddSRiTVLoqkMB4ft8Qnb5Lo0JCN/z0393FAPZWhCDQaAFJ3n/Xklla2M1v1oEUjEoF4MS7t/njkA7OPin4DLwfAAYZF0rS3NQRgYnlMDnAhEXuHjwV7uVk521raWZm5M94MS2tnCys/ZycwYzvZ6uAPT6eLp4ezj7eLr4ebv5+7j7+7j7ebv5ebsFBXiHLPENDvQJCvBeGuQXGuy/NMgv2N97RVhweHBAoI9HSIBvREhgVHjoxqjIlUsDY3dE11XeVwgBGxvAgSKEjN/LobQzia2gKRd01YLB14m/5oi0Utz8tpBCgMRD63nkdhAsh1WUCT1zVEPTS3BaEWZCzxyQE5m4ZmRHNbSlHNvznE/pmBzkDGtpQxrqgApoHgIrmsD2KbUYMzXElfHgoKoJFjuPahjvB3gCajd46UgnxuvEeBr67aCCImH2EnpfobueC6jdk32cL2OS9wM8OQcmYUIG5MQPg9wxLd1YMgwgOrD9JcEB18UZPXIODEBfJoRHBhqShcwe0EtMRDaQ0W94tE5w8hcsiALpF8wYA3emdRnLftEg/WqEaBm7V8lDTPaxJvtY/TKCiN7Np3SoBahhFWVUQwMLsYBabDlhPiQMLgZPDLCFzB48/CWY4yWhXpNQr3GQF1IWTCvCDSooHwb5/TKSlAUbVFDGtMw+KVHFR8vYwOdODrGdgW1hYFtUIvT3D3LDN51ajGGR3oG1z2I29OuUdEhDVQiQfHoXi/ROzIaCpVZ6OQHs054a4n7/IB/VM3QyfJ+CKGZDudQOUCUGM8lqMQbZ/Qy8ltEvI9AxTd1NjyDNT+iYJhm7V8zoGVKS1QIUn9LBxDXzKR1aEUZE75axgUVcCbMXVOwpSMDBMqph9MtI/TKSVoRT8lBKHkotwMjYcB6xQ8FADMvInwcFX0aF04PsST0VOP00oIxKQfw0LpELcMNawcz0UHtTfUFmWn52TkrS8YKc3NvXrx1LOHQsIa6tsfb9sGJQxVQI0BJGj4LTM6UjGz5JZifZakHPqIbwfpAxNUCXsrvo2AaVoPf9IGNMR57sp30cYY/pyEo+VMkHyp8HFFgJq3NMRzaWPPcycI1CeoeA1i5l9/Ao78TMLpUArhL8MBdoRRgJE6LiIyXUDgbqpV4IV/N7h9WE71NCjRTZp8RrZDi1jDA2KPj2uV8pZT55eDv1VHLahdSrxdcvX7tZfPPO9dv3im/eKb55507Jg8eV1aWPyh88qSyvegb+cF/cofiE5Pyiq8dOpd68V1pR87y8urb25euq5y/yLxcnHDtRfOvuk6pnjyqre+AoCALd1g1FYAn1r5tu3y95XFmxYcM6D0/nzs7G0WGFTs3SqRnjY5LPn7S796y3tV/kF+hhYrl4x96YM2lpcYeS0rPyXjS0ECnMscnPMwYDeD5/M0x/npn+PDc0OjU2+XlodGp4bFrXPyKR6+QqvUzZp9EPiaQakVQlEKuUmn46S0ggM+AoYlsn9NWbd08qn924XXbp0o3Hj6ofPay6d/dRaWlF0dXb127fT88rPHziZEDEsgWWViZ29v/52wIHD6/wyKiQiMgVUWv3xR1083BfuHChhfliVwfbbevXZJ5JyTp7OvVYcnpqal5O4YnTaRm5109cKNoed9rWf4Nl0C7rsCS7pRnWftkW3tlWvhdtQ9LtI845RZ0N3Ja9fOcle99dazYk7Ni2+2RCTMLeqNid6xIO7UlKPnTk2LFDJzN3JResj7u17nCdy+onjlH1Dqve2kS+MQuvMV9W7rKpKuTAy+BdVe6rr5n4Hv2n3dafrZZZuYaGLl/9544tcbHbTh7ffzo59vihPedOJGWdPXPx7IWc9MyM86lpF85czE7Pzsm4cOFcSsqx9Rs2mltYuXv4enj6efku9V+yLHjpmqVh60JC1waFrvENiko8mdXcgdkbe/LnX+xNFnk520U6WK1ytdno6bDd121ngNefgX6blwZvXLZiY9TazRs37tiwYXvU2s3LozaER62NjN4UvXPX9ti4kKiogOXLs69c1YwMfzE2Gg1PTjL5XO2ABhh1nv00+WnUOIwEjAZ/mZtmcGk1LyrPpp959baOK2J/mgEiwXNAKfS0YXYKh2gb1Aqnx3QaKbuy9Eb6qcSJPrlWzJSxcEMKloKNHlbQVVzg0qSECWQH9HISWH6uFhOGNEyDYfTLhPLTmFzBJygFRL2MLmahhQwkhwwVMTBUdCeLBNfLuMMaefSqyJTERAS0FwlFZWXk2No4/fzPBVbWDrZ2zqfOXmhr7wwKCjL2bvzx8z//M2bn1gOxu+Pj98TF7UpIiD1+/PCZ08fv3L5+986tY0eTtm3ZevbU6fOnTh07dPBAzI7kgweSD8amHIk/Gn/gdHLCuRNJ2RdOX8pOy75wOu10clHOheuXLmaeP5WXnR4eFmxhvnjrluikw4fOnzmdfu7szeKrB/fu9XBy+ud//IfpggX2ltZ//Pb7gl9+dbSwXuro5W/vudjG+f9x9PTZl/xnUfm+600r0545Hbq7NK9xUzU2ugq27s7L+Idvbr6EVbxGXX/y7mFtd3lt0+PaN5XvEPe76EdfUtY/RC29CVldhnBIuOKeWLC9uN4jqXjR/qux97vWbotd6u253M83dsvGlYF+68KWHN2/41jszmMHY1KT9xddPFH16Aqk7Rmd1ClgI8Q81ICK2i8j6MTA6LqE1c2ntgnpbXJuj5wLZeKbRHRIn5Q8pGAMypntryr3bV+/YXXkrpgdKcePnj+Xeur4sfjY/XH79iYeis84f+Hl87rx4REUDH7q6PGEuPgDu/fu3LJtS/TGXX/u2LZpc2TEssiI8C3RG7ZsWLsiLHj9yvAl3s4rlvqR0N14WDus4zWs4zUV2yViYNRC6vX8tLURAf4udr2tb/QS0akjh/ycHXPPnWYTMARYu4RFZBFgci6xT8zurK2LCYva7h/xkS79RBDPEKRfoTwDSgaQCURggIoAPoHLAKUOrZjFKAxErYGkM1D7AVqj6Q1UnYGiBQ5Q6TzwDS8f7KSynrZ1Xy5vSLtZf7a462ol4WGjqgX/lawEBoSVnwziSUANVnwGssHcCWAHmDMO5F3ZYwbGkKIaQrtWh859Qi1+zr/fxL7dQL7yjGRcuwX9z7iCSnTuEwRQ71QKTS9h3HhJvfGCVPwcDwRiq7GXqnBF1biiasC7m1eOvVRFuPKMcOUZ9lIVMq8clv1oHoD/BwMjC2vg+VWwvKfg0JGRfp8a9WEAdP+Ovv+vAAzCcG/OI2R2OSoHUJvBDSEjfv9wawP24MJy2vVabMETSPpd+o1nI024abhohqQD3gT+FOB5FrwH3gfKgIE9AXREU4YAey1aMwOVfnrHnWyiSkvayIXV8LRSzMXHtKt1zJuvSJefIfPKodkP29PuNaRcqYjPurf7zPVtx65uTrq6MfH+jrN1CUWdaQ96syuMWu5TzKVawtUX/w6AQRgGMRikZUjWE+hFUDeuABnYiL41yPxqQBPOrUTlPIFnAXtLIAODM8LzADw/RgVI8fkVyIwyUn658E5D39Pu92+I39tZBogQAGCU0oAASqFne2UGhBJwAv/QbLWAdXleXMX1zWEBb/O8/3mO0D9jBGDw6xwOcBoDzmSsbg6jBcqZjaVWP0B0noGBBwd5FbjDv848GP8VBp5DqGbhyn8dqHIGogDPd6hiplc5C1PNwdUzcBVYKz2LUM+gNPPnc68MPF/hCsDhTOgDfqf0UcAdTQRCwrNEI/oaM8MGct93nHwWJ5vFyOZQgCccKIg2PrgBq/uElH0iyOb42mmOWIXBiVEwFQ3LJXSJ6L0yNnJQQePgOxqr73S9fkKBNw3JaTxiFxPTomAj1AIUm9CK6a6Ftz0VUDuHlORRDU1I68JD64mwl2TEGzz0Zc/bSiUPM/tePa7j4CGvW+sfYLtfqQU4FR/JJbeiOmtY+Jb3A0D3BJfYzSF0gRNKSh6gfuklgNVUzOzSiJBCelu/HDOoJIgYnSzCW2BxU4RR8hAaIVYjxLLw7b2t1e9ePnhdfbvh6e22Vw85lG4utUvA6GUSO/DwNwxCu5ABZxG72t+UwzvqCPBmZNerN7Wlj+8WPLiVW1F6tbbi/vUrOaeOHdm/a9umdSuXhwb6e7m5O9l5uTq6O9k52VrZW5nbWZrZWZrZWpham5tYmCxe9MeCPxb+/sfC3xf89vuvP/+y4LffTRebODk4uzq7ebh5erp7ubl42ts6mZtaLVpoampiaWpiaXRSW5mb2Zib2Rjrr2zNTIFjaeEAzCNZuZqbOpiZ2FuYu7p6rVixdu+mP4+ujj68Yu3hNZuOrViT6LNkZ1D4gbDIw8vWJkasSQiJPAjGgL2Dd/zk7uYCOp9B3zKo+ro4Ozo62NlYW4LuZTtb63mOtbG2dHZycHdzAT3Mjg524F8BJ47+PnQEhnvBh7K1sQKlYLALel5Anm+9mifnvyu9bk72Hi6O7s4Oro52Hi6OLg62oD7s6erk4+HqCVjGbUH69fZwBuVffx93Xy9XL3cnfx/3oADv0GB/QPUN9p8/gT5uayLDli0N8PdyWRG2ZMPq5etXhm9eG3lg52Y8vG16TKEUEcjoppZX92GdlV+mBB9G+DoZXi8nqERocC4I3OYB07bfP4AdPwzQtQvcgdzeJ8VPD/Gmh3iTfaypfvb0EO/TiEAvweklODahFdFehe15zsQ1g7IhyM9cageX2gHmgSWcXr2cAEqjcj6CQWgBN36YxFag+pgNZ2BbcJCD3lg7AAAgAElEQVQXMjZcyUOBtuepfq6E2QuyloqP7peRRjWMQQVFxUcPqygSJkTChOgluAE5cVhFmepnT/WzdWIs8ClBgBIzenjkdgUXDjIMuHMLDhHjYC84lHawcGtERx/VMyYHOe+HeaA3W8yGcijtoKcXFJNBQyyohYJS8JCSDArCfVK8VoTRGK/Qgw/VryQphSjQXTyspWkkWJD/RSyIXk4QMLrx8Jd0fDMO8kLOQSh5KB65U8aG98tIwyrahJ79dVwqZcEY2BYZGy5h9uIgLzDddUIaELoe72d9nhCzSO/AjisKppGAeAWmgsEG6a7mxxhonVKIAludKZhGEQvyaVz0aVwEKttCZg8oAoOl09/ey6aGuERkA6KrZkxLfz/AAd9VAbVTxUf+H8beAirqvcHjvrv77HPLoAUDpSRsRClBwgAMFKUMQEAE6e4WRExAEERQEZDunO4epothgmFI++pVr6Lzvv/5uzz37J7d973nd+ZwcUAGD8x8/t+aEWLA6wgSNoxPBSRxEvw5HdPFpw5zSANiJmyaj+FTR7nkYVDKlvPQrxQTqs/KF3IanzrKo4yAiv2cmAh2oij4qIUpwusZ+ocF9qeXwBKS6pNCMUn89nFmVkpTfX2x/GGxtrI0ISo4ISYsKzWxuuJO1OXQI+7OlXdKXs6K3y5I2FTotBC4kqcUYl7I8Aou5N0M6dsb9owQ8naWDLZwTbFHJ3DtIOtKueOvZkgSzhiX0itmjSgnkbNilEIIVwjhs2KUgD5AhDcjhx9N4DrBQeMlOVEhRM5NYecluAUpcCvlQvm0QT5lgAprIY495eJ7WPjuyYmRRRkBMBSI8WI+RvVt6cM7xehw282y/PS0xIz05NLSa3n5haXlt+9W1dytqrldcf/WvaryOxXXb965W1VTUV17rezm/dr6wpKy1Mycc0GXwq5cTUjNKLt9r6a+sfphw8PHTQ1NLRU1dQUlZTGJKQUlZeV3Kzt6B560tD1uft7a2fO4+fndqpq8ouLGJw1mW40CAk7NzAioZNi71zKV6g0RP7J9x+bNRjobDHX1Nuh6nvTKzM3x8Qt82tL2+s2HP/9anl94NT27IBRJKRMsHJ4CRWJQaEJ7d19P71Bdw5PGx833Hzy6UX73bmXd9et3y2/fz8wsLCq5lZVVlJ1Xkp9/Pb/oRlnZvcrqR0+ftj/v6O/oGGjv6IWMIgZ6R3q6+mFQ1DgEMQpFdPYNFt+6abHbWsNAf+06g981NbeYWdg7OdvZOzo5uxgbm2ppaWlram0y0HOw3pUcE1GWn3X5gn9ogF9GckJZ6fWExNS0rOKkrJKo5PyD3hHau/w0d0ast84yti0z2ntd1ypT0yJae+dlnb2hRs5XrVxjDcyPO7j4eRzxvOjr5n/K5lLwqYiokIjYiIjE5PC0Iu/w/J2eGYaOufq25QYO9RsOtGxybjc51Gl5vGObd8u2Ew9MDhbo7Qj7eaPnL+udDcwO7rHzOO59NuTShQuBQKtwUvSl2IighKiwlPiYlLi4hJjopMTY+LiorOy0ayUFsbHRbm5uZlstNhkam1vssNq2e/suuz02Tvts3ffbHd5ne2ivrbvlLqfDxwKbn49cuZq5ZvVmjTVbDQ3sN+odMDY4YrrBy3zzyR1bT9nsPOVof9rdzeeIx1nP474u7l4HD3kdPu7jcvTEXqeD+13cDnmfPhMcvG2fjYX1nqvJSZKZGeAqxjfVdyDS+QXcOgJvvyy/e//n0oePL97/ucQX0tMz42LiwgqLM9DYMS6fKpGwBDzC8l9Ln97NfPv04uNb5euFKQYBnp0c2dtSr5ycEFDh0zy8nIN5IaUqeJj3C1yZACPmIEiozglC/7SIwKNDBAyY6vPs7BR1XkpnkyEcClTERNNxw1TMIB7WTYT34yA9FPQYn06Y4jEO2FgfcXEJvRBkYWK5zXKnyRZzoy1bDfQNf/q3f9o7OO/YudvAwABs3Pi3n37y9HD3Punp53fy8uWLly4FZmQk+Jw+HhtzpfnZ00f1dYH+AVcjLqfExcWEh4YE+EVdCg49558cHRl2PiA6LCQ1LjLuyqXUuMjctITslJi89Pii7OSc9MS87DSPo+462msd7PcFnz+Xk5GeHB8XFhykvXq1nobGRj29jXp6Gr+t+u0f/1ynqb3TzMpS39hIz1TL0ErHxvV0QeWJ4gbH+PsWQeWGF284FHaefIr1qh87VtkW3zxS0Yepahq+Xdv16OlQTV3TvQePG/tg90epce3Uc0+p59sFp+rxO2LvuWXXeeU/Nj6XuyO2PuTeiNUeR3src8ftlhdPee2zMD5stzsx/MKVi2evhvjFXj6XnRxRdTu3r+MhHtPPmoDzWYjFaRqYx5FxEZPMUQF9CFSAX81QZkSol9N0DmloqK1WzsV9XJoa62m+4H/65AmP0yc9L4deTE2MS4qLjrocevlSSFhwUFhwyLPHTx7V1iXFxEWFXQk84x8VduXUMe8jbu5uzgc9Dh0+6eXpedjNxdHWbu+OfTu3Wm8zupab3NlSN9LzDDHSDht6joV1cchwDhl+PTf5uJv9DuONVWVFUyx6b3PTXoutRxxte5sbMaP9Eg6FRYTPTbGFZExVVp6npY3/HucvE5I/UdxvSP7XETYAJMMc1RBHNcwDzqhQNSZSjYu+QUR/DrE/jfG+wkRfEJNfEMJl1CQgCFNmVEQ5cMtYANzOHCAADIwJC97M9BJYDUPjJY/a0m+3p98bvf6YVNvHbYYRH/RzWpCLUAHAfpK/VOJP3xgvPuJkKoxEUjsETascTboDbPlk1aCyH6wEgAmFDeDMLLW0iV7WTCtvUVcxASFVsKsJW9iAK2oEiRdX1Ei49oRU2kQqbSJce4ItbEAVALO94HLvf9OBQR4GGRikX2gOAMCgvRmE3v92C8/9IQ6DeAzLeQDJqoZl1qoZ+F8iMCa3Dqv2bKOyH+ALH1JKH+MK6qDp9/CFtfyanteDjE8oyY/CbYJShZ8B94G/ISTLUPFXyCTgg4WIv49N/jXI+9jLmH+Ckj8Y5t/uZJS1Uq81kYqBB0i/+Zx6s5VV0SWoHRQ1jPLqBin32uHFj4Yzq2r808qOXrnnHd+fcA+Z19ifcK8j6sZgUuX/AcArDDycch9k4NG0mrH0ByA/I3Ib/g7AmNxHQJ1YRvUKAMPS768YoUEj+g/5N68em/MQlX4fl1VNKajn3Xo++2j8Qyfp+yhPBZtUwadUMIB+fzxe6NQ3mBSAT7i6sRmj/OF/xs+DCrDaCw2kglcA+CtO7YjGKAAAxiqBAzIwAkjS/kBcMNz7g3hBBv5fABgM+qo/dhkq+QKZ+qo+3yGylQOi73d1XvcrVPoVKl2GyZZhsi9wGdg1rb6VfYGru6xgkr8QUsCYrZ5B+jF/RV0CMsPURRVlQd2bpfyKlyzjJEACH5iJVqiQim9wxTJs+jtG+REh/oAVfZmQfWJNzRNpIiicOTZEgXQzsQMMzIB4As4jjWKGm3GjrciBpzN8PA3ZA+t9REUAegmL0EeEtTJwPVzy4KKU9H6BrRRhWYQ+tbGuh4bunsD2kuCdE9h+CRsFVFuRxnjkcYXgh71FQBsBxCrqKAXZjRpqpiB6+BTIq2nW6xnWjBAn4yIEtBEZD/bt/SSH3DOBa+dS+qcFiGkBgkcdYOJ7+dRhErxdSB9nE4fRI81EWAeLMESGdyOHmnj0McUk/sUMc4qLJiK7aLh+wQScRRrFwzphg03IkecU9AAe1t3TUvOo6tqDu0VVt4pKCjPSk2JiI0NDL/qfOnbYYd8eKzOj7eYm27YaW5kZW5oaWZhsMd280dBAz0BXa8M6oDpKS3OtlubaNatW//bLr7/98uvq31et/n2Njpbupg2GZiYW5mZWJkZbN67fvE53vaaGrqaGrsZaHY21Opoaetpa+iAD6+lu0tPdpL9u84b1xvp6Rppr169dra+hsVFL32KP3bGjJy8d8gpxcr948Eiog2vQTpuz1nYB+w8EObpecjwUZucatMfBf5vNafPdJ35ST/6amZkag7Zn0MYM4uh6AyDKrL9O13DTBnB3F+y1MjbabGZqDDZdgQLyj0WizZtATl5pbwbJedPG9aDYu95gneGmDWCd1YoXemUJ6ccfbTQAM8DgstFWY6DmynTLJvCAlVdg7bOlmbGFKRD6Bc+u7eZ7dlru2Wm5c9vWbRYmoPxrt2+3o91eB1tr0P9st2/nfmvLg47WLgf2HnV3OOXpetTF7pTnwbT4y2T0yB9LEiED0d9eQ0K1q6uGEF/eC+j4HjK6g0HsY5L6Jwi9Uj5yQU4G/brg1o5MAOROwSpgIMUqJc1PEeQ8JKh8ipkQMAMMTNpIiALaCBXVAQaDQf4EBckJQi+PPgLO2Er5SCFznIB4Du4ATbKhYOPU+xdcgAwpI6jhp2REBw3dPcmAghH2jy8EYDL+69upD4s8GRfFIQ2JJiAzQtwUC8qnDoP686KUJOMixEwIjzI0xYIqBOjXM/Q5MR7cwn6loC3JyBzqEBndAe4qgTVRYEc02EQNri7NiHHTIsyPhi0uYklGfiGnAC84GOMzQszLaerLaeoLOQXMFU+xoBI2jEcZAr+Md4vsP5Y4r+cYc1IiWD0NOpZFLAi4Y6ScAuR3NmWQRx8BrgsQB3mUESa+n4buZhMHJxnQ+SnSn0t8pQhPRXURYW1SDnJOTBTQxniUkTkxcXGaAn4nZQIUOFkEGahnUwYFjDEisg0Ue2m4bgkPARZoyQQoBrFPykeuNIGBoevFaYqUj4QOPoIPN4IDyDhYi5SPfKOc+LDIeaOcmBFiFAL0CzllUUqSsGFAfJqPmmJBaehOMAAspI+yCH0MHHDNgk8dFU1AXikmXikmQL1X9Vk5I8TRMT1c8rBCgJ2dJMyJiS/klCU58dUM6c0sDSj3klLmJLRFOeuFkqv69valUqD68oZOhJYVpWWnRqUlhFdXlKYlXbHftz3q8oVJPvXDawWHjmRRIBI+7vUcZ/mD7M0MfV6M/vqG9+fSxJwQ/kZJeiknvJmlvJmlTAtgfFq/nA9VTiJ51L4FKVZAH6Bj23jUvmkBbFaMAjF4QYpXCJE86gCL2MOj9s1LMG9mKe8XJ/51f1ovyMlsUjek5z5x7CkH00OGtDCw3ULaCJDcXhK8nOV8+aBUyrlNTbVx8VfSM5LLb90ouV6am1dQVHqj/Hbl3coHdysf3Kuqrax+eLfyQdnNewXFZdl5xUUl5XWPnmbnFRcUl0VGJxzxPHm7sjr/2vX0nPycwms37lRUPnh4p6qmoKQsLDL6Skx8QUlZ/ZNn1Q8begZHHj5uAt6ue1T14OGNm+UxMVctLUwgkIH3b+c/flhQqd7fvV1gaqpvuW2LkekmA0P97IKc/OKiayXXE5NSwsMiU1LTb5bfrai8f7+q9l5F1ePGZ48aHnd39bc+bx8bhfX1DyIRWAQSSyLSmSw+hczg8iYn6ByZfJbPE3O4IjZLQKOzCXgqAokbH0MMDI51dvS1NLffLb9TWlBUlJdfXnYjOzs3OiYuITHZ4/gxQ2MTzXW6q7W112pr6RtsMDEzBaKeurrAM8XqNRv1DQ67OCVHRxakJ2XFR6fHXYkOvZidnFBeWpycnJySkR2TnBmfkR8Ymb39cOxG+8SNNlmm9mWm+8v0tqdrWERo7wxbZXVhg22EmWPs5p2Bts7nXF09z5xwOuvj5Bd4KjgqMiwxKTQ5OzCu0PFssr5N+C9bI37emrZm9w0Dhzpj92arY207vFvNjlRvcMjWNA9Yvdl9teGBTZbu1g4njh7z9w+4cCkk6EroheSY8JzU2MykmJSYqNSEmLTEuLirVxITYjKzUouKCjIz0318fExNTQ3Wb9yx09rcapfVDutd1o579x+0sXO3sXPfawsowHts3XfauBSVVialXtPSNFn1m7G+9t6NOo5G+odNDI6Zb/LeaX7GzjrA1fm8l0fQ8ZMXD7qfPOYd4HkqwOmQl6Obh6uX94EjHjvtHI77AXNMJ86csbGzjY6NGRzsZzNZKtXXV0vTSgVfJmEp5NzFebF0ismgo/lcEhLePzU5gUYOohADDDpayKcQcGOD/c2yKeqSkjstplJwI1TsiHKK8eWPeehga1x4wGulcGaSKmajZydJMi5KxgX4Sj0Cz8FC2zqa7jKIQy9mmEoxRS4giJhIuYBAxQwS4D04aNdwV8NQR2Nf68Pe5+rT2jDU2YxHjLnY7Tc3Mlqvo7dnu/V6/U0bDAwtLXY4O7n99NM/9ljvP3LU08vL65//+R9r16zS09U8fOjgMa/DgYGnT548cvq0Z2pqbOilC2GhF/Nys581PcnKyLwYGBATEREbeTnmSnhkWEhQoF9OekpkWHB0RGhSbFR0RGhiTERWanxGcmx2WkJuZkJGcmzlnZv+fmfXrP7ddr9NVGREZkbaqePHNhnoa69erbv2R45L+7ffN+ut27rJ0NzQZO1/rDU3sd5qd8TQzSegrPF0+XPrmArt01mGQeU2Oc2H7w+7VXaeut+eNYCthdGqWoerH/U0PO6pqXlSXddU0zaS3ThwsWo46Ck1blTpeQ/iVdoR9QTpkVW/41Lp0aKewwmV5lZ7XXZaOW+38DvqYmNm6OVkk3IlKDLobFzE+fioixlJEWUlaU8a7owMtRBwwwwadE5KnRECmSMpBy7hQKRc6KwY9WqGtCDFv5mlzU+RAMcNG8OnQARU+JKcS8NDM1JjnOx3H/c4mBB9OSM5Pv4q8B0LuXDe56T3pYtBl0PCw4JCk2KTE6ITo8Kvhl68dMLj+EHHA2oGdj/s6nzQYb+z/V7TTbohgd7Q4edPHpYjRp/j4J3QoaaOZxVYaA8BMZiVGHnEycbKaH1FWSEZBVWK+Wmxkft3WAR4ezCJKOhAO5eGJqNHUP1dKYEhbobbQ/YdUTEU72GcZRj/2xBLNcpXDXBV/eozwFUN8IEzyFeNCFQQ0Xe4WIWSqjBy4KCl3xDirzDRd+TUMmrqC2LyM0z4GS5axogBoZiqBIqv2EsqmvILQfIGypZ0Yah1A4g7rci77dCbLSNlTZBbrZRHY9ODjI+UWRX/nYqoWHyOYd5pZ9xu41Z2M++0U8qeUW80M++008pbSKVPf/Qe5z/EFj7CFTUAOz2FjwilT8k3monXmzBFDdDsmpG0CuL1JmxxIzwXkEYhWdXI/IeE0qeU8hYQgP8nA68IwuC673/d/l8ADHqeQYM0CMMgAMMya+FZdfCsOjAJjMytU59a8AtG5z9E5T/AFj3EFj1EFTx82UcD4p0TL4FDmAV2gJDSb7Cpz6OCPwc4b7sn3nbQXrdRXjQTlA1I6YNRVnkHsaARl1vPKGuVPhiW148JqvuZdzpYFV2ogvrmywU3TlzJPhiY5RxQcCT4+rHLt07EZNkHFrleao8swxY1IfMa4TmPiKWt/58APJIK2KFXGPjvAIzKf7xigQYBGJFZAwIwJLXy7wAMyuAgBgO3OQ9J+Y/wOXW47FpyQQP/dudsI+zPHhrAwPApkIFVUAD4wbMMlSzDZN8R04Bai1U3KoOjvsRFMAmsIvxgYNALDTRjgfIvCMDoGRWw9yv7AcAr1VZwORD6Rapd0OqBIuBuKEAHBpgTEJzV20gY4MO/ImRfoZLPUGCVFxjmhaoB+EdJ1bQKPv0dARwQfVe4dxk5/VV9wEFgMJa8jJ7+gpT9CZv6ABV/A1ujKerSLNoLFWXxO3n+G0m5TJxeJk5/JyoBiRg/r0LPfUMqv8IVX5HTf2GmP6LFH/Cij3TxhwmRDIbFtLZQR3sExDE6vI8G6+bihqUTSKWAwMQOjHU+pMC7hPRxMRPGJQP8ycD1zU8RgNeKzNEFKX5eguPTBkmIFhL8ORPfqxRhaehuWH8DHtLKp45K2CjRBPAycn6K8G5+4t0cc0FCFDNhVFQPEdrJwA7SUH1AURYDCNwJaCNADxFj5LWSyiH3kRAtFGS7nId8O8t4OQ38epzmY4iwNlh/w2jXwwls/xsl+4953pyYrBQRefQxCQ+1IKfPy2gzYtKSgqEUU+i4wSkOBgftGOluhA+1oEbbBjvqnzfefVZ/p/5++Z3ywrysxPjo0PDgwHO+3ic83NycbO1tdqvTppY7Lc22bTUxN95srDbwbgREVV0dLW1dbR1tTZ01q9au/n3NmlVrNdZor1mlufp3jdW/aWqt1dugv9nUyMLKfOc6vQ26OgZamnogA2tp6uloA1Kw/rpNakEY6ILW1lq/epXOqt9016xZv2qtodFWe4eDPu4eF5xcz+1z9N3n4G/ndH6/43k75yAn9zCXIxHOR8PtXIN22Z+13HvyJwtzM/OtpiAAA3PAmzaA/mSQWsEQLzg+BIaBwQwwuOK72XAj2MZstMUQtEMbbtoACr8r0V9Q7F2np7NOT2fDen2QcjcbbtRfpwsy8HqDdStbwUCWWP1t2mSgB677btloYLh+HVhAbWZkaGlmvM3cFFw22rXNYu+uHxHfPTst9+7eBrZe7d29bc9OS9DzbL9/j5PDvgP2NiAAO9juPuJma7vX3GG/lfexg6e8nL0O2RXnJk5yCarll2zq+HD3w7G+ehq+c1FBmJViEKP1vW13ECOPUWNPIQP1BMRzmQD1eo7xbpH9anZCOYUH53m4tGEwXCrlA30bMi5CfXkGwM4FCRFY2aIOM/G903yUQoAWMyEzQgz4fjETAjYnL8jJ719wv3+ULX+QLMjJXNowaHsG9czPb0V/vuKrvs29mp1gEQY4pKH3C1wxEybnoeU89KKUolZ6qXNiooSN4FFGQLF0for0bo4NXu95OU399JI/J8aDPlV1Dh4QhD+95L+bY7KJ/Ux8r5yHlHLgOFgLBdPJoQ6B7l+QyUFJFqx0FjDG2JRBMQc2LcIAfuZJ3J9L3E8v+QsSIki/rxQ0pQgr5cAnsN1UVMckYxz0RU+xoLOTgLsYrPsCC5/fLrDAeSe5EM2fABqehMxx9HgTCKXA3i+uD9JbD+mtp2OAC2OIwcdkRMecmDiB7WURgAqBv7d/Ad8TIRpcbwJFexZ5gIRqB6ueZQIgITYjxolYkEk2VKHedppkQyfZ0CUF9dMbIZjyBRuz5UL0aG9t7/N7BMTzCUIvmIVmkYGesBdyyisFbZqPEtBGhPRRCRsGGshBUR03Duyhg//omNGnmNFnPMqIhI0QM2FTLLhoAsImDjLx/WBccEaI+/hC8NfrySUZVcYFwsNvF+mf/uB+esufnybL+Pg5KevDy+nl90uqL+9fzkoeVd9Ojgm9EuKXHHvpWkHKmVOuh1yt4ZD2Tx9mJQIin4VYmGG+nue+WxKIOYhFKenDAvPLa/7yW/67OcqiGLUoxbxWkpfkeLB6WjmJXJLjX82QZkSIBSl2SY6fFsBAEfjFNGFJjp9kAsXOCiFSwoGoM3Ujs2KUnA+V86FS7jib3MWhdE+yhmT88XkpeloIpWNa+cSBeSGeTxxSCnBvlOw3czzV8ss3i2IOA1d173pYeFBqesrdinuFJaXpWfnXb927cavievndopLyvMLSwms3btyquFv5oOJ+XXZecUp6zqPHzdW1DQXFZXGJaQnJGQcOHjrh4+vl7XMuODQ2KTU2KTU6IflKTPyFS+H+F4Ldjnq5HfXy8T8XGHSptuFJYemN4rKbjx431z9uys0rqKt/eOSoW9DFgI8fX3/59FYh418IPGViYrB587qduyyttpuLxMK7FXd6e3sxGAyDwZidnV1YWJBKpbOzszMzM0wmk6L+D41Gw+Hwnp6erq6uzs7Ou3crbt26k5dblJ6eGRUZGxER6Xs28NixE4cPeR4+fPTIYS8PDy8vz5MnT546fcrX94xf6IULEUEXrl4OjY+ODLp43sfnVEzMVWcXJyANsk5n1ZrVWjqampprTU2MrCzNbfdaO+y39XA75OHmFn7h3J1rRcVZqYkRISVZKTcLskpz064X5WWkJObm5iakpKZk5kQk5flcuebgk2d1MMPcPtt4b8a6bVe1LUN194RtsI/e4pikvztmjVHg5m2+u/efPHHiRFh48KnAEL/QpOMXYvZ7BBnt91299eTPJmc0d1791TzWYH/R1iNV2zxqTFxvGOzPWrsjapW5n4aJ6zpTW6MdTvudj3mdDPT1vXgu4HzQucCM5ITMxLji7IzivKz0pLjUpNicTLUBOv7q9bLi/Pzcs2d9du3atXHT5s1bTHfttrHaYb1zj531PmcbWxfr/a7q42a9322v/WETy32+gZfTMko01hr9/rOh7pod67XsDXUPGesftzD02WMe6LD34uGDYcc9w0+dvnzM+/yRE75unqddPE+5enm7enk7e3g5Hj6yy852n6O9x/FjDgfst2+3OuZ1JCM5gUbE8hl4LLwXNtIGG2mbIEG4EygydljAwjLIUCEbh0P0EdGDYh6RTUNwJ1ACFvbNkmBewfjrw/TrBeELJXdBzvljSSITUIJ9PWV84p8vxbMSyvsF/owQKMb7Y561IKd/fC1ekNMFDJhikrikYChEpGkhkU+HSbhYEH27nt1/WFFUe6eosiznwd2imjvFFWX5lTeLO589OXnkkLmRkfX2nTa79m1ct0lXW9/G2raosFRTQ1ffYJO39+mQoEvbrbbp6mitXbPK2cn+jM8JLy+3gwdtjxxxPn78UEx0RGzMFd+zp6oq7zU3PTsX6B8eFBQWdD428nLAmVNnvY+nxMeEB5+PCg+JuRKWHHc1MyUuJT4qIfpyXmZyQU5yXFRYTkaqz2lvbS0NN9eD588FuLu5bNm44Zd//IfRhg2av//+2z/+sV5Lw8rIeLuxkdE6/XVrNA31jCys7He4nHYOSwup6nHLbzQOLTO+fM8y4eHe3GbH8s4DN1o87rZEt0GL+7AFDb1VT/prGrrrn3Y3do3fbBkJv/HsRElbQD3+xH2UVXxdwP2xvEHeibzHJ3KfBlVCLI5F7dphfWiP1aE9VtGiHAEAACAASURBVB62u+y3GZ9yd4gNC4wJD0yMDk6MvZSWFJGbHXfzRu6TxsqRoTY8ZlDCxU4yoKIJoGtQxkUohEg1+lLErDEWsYcAbWHi++enKLMiMoc4TkEPvF6YZNJQNZWlgb6erk42Z08dTYyJKMzJCAu+cN7fL+Csb8SlyzFXYmMj4+KiEoLPXfI77XvS65irk7Oj7X5nB1sXJzt7m507LLccddnf+uT+cO/j/q46NKQNNtwEGXzS3HATA+lmkZAZ8REH9+/Yuknvcc1dAnxsZpKHGh1wsbU226jb2VSPGO4io0bJqNGhlicXDx51Wrf1yoETKvbsH2PMr1AeAMCDbFU/R9X398NW9XEBKh6fXB7lfxpg/dnH+DTA+muE9w0iUsHEf43wgE4j3IyKNAcc/IwKKfk0xvuGFi9jxN9xEkAipipVE3NAeJg+r2K+VE0sfiHNvEYIJV1kSt3I2PXm/pxaaH5df3z5s0s5DefTav0S752MKjty6ZrbxXKPsJue4XeOX7nvE9twPu355YL++PKRtHuE0qfYa48xRQ3oogZ8yRNyeQvjbge7qgdd+AhT3Ii79hhX8gRb3IgqBDqroDkPUIWN/5OBQTX4v2nCagZ++HfVd8ULDSaB/w7A4NvjmfeBZmn1ARg4+wG4sQTMLGVVYwrqUXl1kIwqRG41sbQRU1g3lHKHWz2w2EUFaq4YrwExEKP4Cpn8OMh92z2x2EpUNqIUjxAzjxCKerikZkxY0U8vbSYWNBILGhllraxb7YTCxoGEWy1h+Zn2Z0sOhzwISO6ILh3Jug8vrIcX1gNVWJk16u6rh6NpNeqCq6qBxIrumFv/GwCDSeD/djucAhRlgWFgUAH+LwYGiqD/DwUY3FvG5D4EDzavnlz8mJhXj8mswWTWEAsaeXe6Zhthb9uJ38eFKujkjzYsuBQYB4ZOqSeCARFY3T6lNkLj51XERaBWCqyY+i8AXnFE/9B+1fIvYKJeAWA1/QKOYri61OpHo5UCXOgF08L/asz6m4C8jJR/RfxLxf06Lvk2/sP2/B0m/w6TA55nNaUDGKw2P38DoFrxo4AaVKRxSsD8jFN+wyg+I2Uf4ZI/YVOfkbIvWAUwlQSOJ1EAHXiZMvuNOqfWhJdUpBcqwpIKu6TCLn5GKpbxs3/h5H+gRJ+psu+8mRd4Jq2rX4xBLHCpPPQYtr8F29/CQg8o2FgGph812MTCAS2tYiaMhu6mIDsnGdAlGfWlgjzFHufTBhVC5GsldUEKvESfwHaDxTpyHpoAfY4afsolD8t5WDXxdnDIQIfWjBAzJybOTgLjSVzSGHb0OQnWRYJ3sggDShEWqLwVABYYHnWATx0GX4pPsaDv5pivFBNC+riQPs7A9cEHnmBGW5Qi4scXojkxmUseHe6uxcPb5EL8q1n2ixnm6znOopwhZCA4lHEKug8z3oEabUMMt450N3Y3Vz9/XNnZ/LD5yYPqirLi/LSk2CuXQ84FnDlx0tP9hMehI65OB2z32uzatnubxU7LrTsszLaZmxqu3wAMBuvoGqwDUr46WupL/Gu11qzSXPXb2t9+XvPbz2vW/K6lo6m/QX/zlk2mG9ZvXm9gqL9uo66OgY62vrbWOi1N4KzT26ijbaCjvUFHe4Omhv6q37VX/aarobFx1ZoNWrpbza0cHQ76HHD1t97vbb3/9AHXoP2OgbYHztk5Bx1wDzl4JMzePWiPo5+VjfdPJsZbwAOquGA3FYiv4C0o/4J/CjY2rxiYDTdtAKePwD5n0N68aeN6kGk3rNcHFeCNGwxWKqNBcRh0RK90X61UYQF/l+GGTQZ6mwz0jA03mG7ZBAIwmAc2MzK02mqyw3LrDsutu7ZZ7NlhBQIw2PO8Z6elzZ7t+6x3gLlf0Plst283CMC2NrtsbXY52u3xPOzgbGd10H6bp/u+08ecUuODUePtqs9zciF+RkzCQFogA/UixggV3dr9rAzaX4NHNIu5EDKmbbCrkoJtV0qwr+Zon98JXigpC9PERQXp5SwVnDiSi5AKMXrFDiqcGBazxtikXsRQfVfTDRKiRcaDKSfR6mvSGLCZDbhELYArJdhFBen1PP39S/a7JaZchKQTusRciFyEnOSMT3LG5SKkUoKVi5As8gAD1yeagCy/k4DdyEsy6oKEDPwgTdNFExAKspOJ758R4l5O05UioDIOkHxZY8pJ9KKMIOPB5Hz4hyWW6i/5SwXwE/JmlvZmlsYkdFNQz3nUgQlc5wSxm0MbmOSMSwVwuQgpEyLAI+ZCJjnjAuYIlz7IZwxP8aAKMXpOhn+pIL9WUl9Mk+amsKAnVsaDcSn9dGwHA9/Fpw1OCxAvpkkvFeQZEUo4AYw/8SaG+IxhEXtsVooDH/KsFLcwTZyeRPEZw2RMGxHVypsYEjBHyOgO7FjzeM9DdUVeL3asebSrFjfeAoZ+RRMQKQc5zce8kNOAJncemgQHCskWpolSAZyIakWONRKQLRzaAJvaLxMi3ixMfHjFWZgmAp8Z00bGtAmYI2IuZHoSNSvFvZqjfXrLf7MwMcWDgo8Rj2hmkHrmZHj1dDNNLkLi4M/kfPiCFP9aSV2SE2U8mIgxImaNyXgwBr4L+MXEgeChTTjIU+HEMAX1HDvWREUBl/0UAiz4rzOB7eWSh8Fb8OLFopSyJKO+nmG8UQKrwgsz+BcLZKUUx2dBZULSx7dK1ec/Pr15ScNhruVkRgSdT024eqssN+5q0NFD+6Ij/ZUyqoANU0jIf7zkv15gv5hlTItwRGTbopQkZo39MTfx5yKLgW2nIltmBHA5F/JunjYrRi1IsW/nqK9mSEty/KIMpxDCZTzI3BRaIYTzqH08ap+MB5lij9KxbWxSr3BimEXsUT/YoXkJRkAfYBG7GIR2NrlLIYIpxTAerXuKM7QgQ80IYTNc5KKIvCAkvZ3hfH0z/enVtFRIg452pSZFZ2akFF0rLCq9nldcWnzzzvU7Nfmlt5Iz8rLziktv3Ll9r/rGrYqC4rKs3KKM7ILi0pslZbeftXbWPXp6t/JBSnpOclr2uYuhhzyPB4VF3LxX1fistaKm7l51bfXDhvK7lblFJbFJqV7ePmcCzp8JOF/b8KS24UlVbX1NHbCK9ORpy527FSkpKdu3W3X3tKu+fxHwWUePuFpZmmpq/G6grxN4zlel+orDox7W11RV3omLjYq4fOlq1OWrUZejIsOPeR055nXE46i7m6vT0SNuzk72jg77rffs2Gez+5D7QZeDjkcOu3scdT/jc8rn9Ilzgf4XzvtfvHDuUsiF8LBL4WHBoZeCw0KDIq9cjo+OjAq9kBYbUZSZcru04GF1RVNjfW9Ph8+Zk5qaa/XWaa1e/buZKbDJdPqk56WgwMSYqJBz59ITk+Mjrlzy90u5GlmYlpSXGF2YHld9s6i8MKusMDMtMTorMzUuLiY1PSUmJS0ys9A/MuuoX7rD0cQdDlc277igt81v3a6LJq6pRgdzdXdlrd2apGces2V7yB4Hf8/TkR6nkw4eSzTbe+43A7ef1tj/9KvdT2vd/7nZV3/P1c32SVbu2ZbuKZttw7S3ndaw9Fi3zd3cxmnnfvsDrodPnD577nxw8MWQ8JBLkaHhealpqbHRhTmZt64X52akpCbF5malZmelpqQm5OfnXgwO2r5zh+FmIxPTrWZbrax27tllbWu974CNnauNHUC/e/a57FbLv7ttXa32OO53OJyWUfLrL+tX/bJZd80O7d+tN2q4GOseszT022sZ5GB96ZBTxHGP6FOnrvqej3Y+esrB/bjHmUDPswF27kcdDx894R9wws/Xxs7W1d3lkPtB72MettY7jzo5Qvo75HzKBH6EjOrHQjrFbOybOYFCRHk5w1WKAauFYAKpFNNeKXkLMuaCjDkvpXPpEAZp+NNbyZsF/qs5rlJCl/GJ3z7MluTEPm+8+/HV1KtZ9vsXwlkJaV5G+mOJM8lGyoX4N/PcT2+m5qV0KqYfD+vkUiFERC8VM9jTXNt4v6z2TtHNwtQb+cmF6dEFGbE3itOr71xrqLnT9PDBYRen1T//7O157ICtk+lmMzMTC+cDrklJKWvXav7nf/7s5XX8rI+vv6+fmanxf/z7T9ustvqcPu7ouPf48UOBgac9PV0TEiIzM5Ivh4dcK87v7em6c/tmWkJCyLlzUWFhHm5uJzwOA6XRvj5XQoPjr0YkxUZlpSZmpiQkx0VmpcbnZiQlxkRejQi7EOC/Yb3+Xuvdu3ft0NbSWLP6V10dDV3NNdprfl+vq2VlvHmXmanZev2NGhrrNTSd7A5abne0OngqvOxJfBPaPv2Rln/h7szWfUU9ewra95V02Ja2OJY8OVnRGVI3FHa3rfjxcMnD3vsdyNohcsqj4ZOFTw6XtHvXoCyTGnQuXPO7P371CcYzvTaqZjiyesTQ4ZTNzt1HdpmfsN/tYGF4ZN82/2MHr1w8kxobmhZ/OT05MjP1alpKZGZabFlZXnPzQ/h4D4MwzMT3c0hDYMsj+JQ3I0K9VlIVQsCWpb5sClmQUGUcLGywScRGfflT8e6FuOXx3fO+nscPO4YG+aYDpueIoICAgLO+gWcDfE/5nTl59rzfxajwaM9DHs4OjrZ7bRxt9zvZ77e12WW9w3z3dpPb17OR453Pn1YM9tSP9TeODzYM99Z1tVRioX2CCWJ2UrTHQTsjfc27pfkcCp6GRUh5zIz4q9tNNp73OYYY7sHDhiVcesOdm8f32NnrmkS7+aj486/H6V9gnC/DrOV+hmqApepnqXqZwOlhqHoZqh7G917GH88Jn7qo3wfZqjGBalwIhIRHuN+HOV/6WF8Ggds/eyb+GuAC+64AfshUGKkKLV6G8T+PsT+Nsv+C8ICeW9K0Cj+tIiqAnWHynIo0+42k/EZSAnXT7FcqzNT0U+h4ZtXTS9mPgzPbIot642+0RxW3RhQ8CcmqDUiqOB1d7hVecji4yO1Cvsv5LOeATAffTCf/IvegOz4xDUGZzZFF7VdLepNvw3JrcWVNlJut+BvPMMWN8Lw6VGGjmoEbkAXAQeQ/+vtZeQ88rx6ep7ZAqyuvVkzOK9C7EvpdqciCZteMZ96HZjyAZT78bxgMz34Ay6pRzw7XwLKqUXl12MJHyLya8fRKTFGDpBG6DJ8EFGDGK0AEhk5+GmC96SArHyME9/qYN9pZ19vYZe2MklZK8TPmjef8ih7u3S5oWlX1qdg8e78S9+CHASnowkfY4kbC9SZyeQvpRjP2+lNkMdAFPZpRjb/WRCxthmQ+GEy6N55Rg8ith2XXqSugq8fSq9Ut0PfVLdBVI6lVwymVwymV4P+Opv3r/SOpYCP0A1h2HSK3HijBBmq065G5AOdDM4FppbG0yvH0KmhmNdC2nQsI4OABNXBgMymvnljQSMhvALzQmQ/QWbXkoif8u92y2pEP3dS/BpjAKhJC8kMKholVMAmY4P0GeKGBAziZweUh/CyAlEDz898OoJrOAbtEGCVIv+C4LgC9oPz79zorOCACf0crltHTKwcUbIFRXzWvAsNF6oGiryj5F6RsGSn/MjYFMLA69wuGfpdhMsD8/D/RFxxhWgFgnBL4tDjlN/X5ilGAZxk7A6jBxHmgHIv2QkVfAg4NKMpSUV4Bh/RaRXr9DQdo3UBTOlb2F1n2jan8RJMsYie4IyOTaBh9pI823M2A9vFxIwo2lkcalTCRoLGZTRwkI7pYhCE5DythIz69AupFOeQe9SIm6cMSa16C41EHFAK0Wq3FqAtlhl/IaXNiIg3dDYT4UK14eKt6ELSfSxsno3r72x6M9TbyaNA/lgSvZplMUj8O1jJB7OYzAGVOJsAIGBAc7DkJ1Snlo2UCDB3fR8H0ilgIEqp7oOMBGd3zYoY5IyYRkV3D3bUERPushPJukT8jJk2ykSImkksFuqB5NCiPBqfjhmnYIRp2CDHc2tFU3dX6sLfzSXd7Y0PdnRslOWlJUWHBfn4+nuf9Tvn7HD917KjnIZdDBx1dHG2B6iWbPVuNTTZv2rJpg+HmTYAV2GDdeh2tddqaer/+c/WqXzU0Vutoa6zT1jDQXLNu9W/av/+yVkcLEE8N1q3fYLBxvf6mdbrrtTX1NNZo62jqa63V09ZYp6tloK1hsOZ3nbWrdLU0NmhobPxtlYHuuq0797g5u/g6HPTdZ++z38F3v2OAjb2fjb2/rfO5A+7Bjm5Be50Ctu/3/gl0O4PzRSvFVxvW6xvo64EEu5LyBSnXaIshuG+00t9lYrxl08b1YFHW3z8DqBWbGAMrSqDYC94H1JZBKfjv9werpMHKq00GeqZbNlmYGoH+Z/CNrcabwfQvyMBgD9YOKzOwBwscQLLeZQUeu32791nvsLXZdcDexsHWGhSEHe32ONttP35kv98pF29P+7CLJzpbq4QsJAnds6Sgg4XMNHznaHcldrxRzB7m0/r5jOE3CxMc2gBsuF4uQoKAKhXAQURcVJDev2S/f8l+oaQsKkiv5mhf3wk/veK+m5+Yl+DErDEOuY9D7hPQhxak+PeLzBfTpGkB4tUM5dMrLviULBXAZ6YwCjFawodJ+DCFGC0VwHkTQwxSDx7RzKb2E1GtLErfvJzAmxji0gdVn2bezrLezrIWJGTE4GM8pBU90jQnJqo+Kt4omaIJCBXVRYK309Ddahf02IdFDpjPlHAgMh5sbgr7bn4C/DFjEXvASKdwYlhAB2ZvBPShl7PU6UmUgDkiZI0qxOiFaaJSgpUK4C9nqRI+bOWdCjFaLkLOSnFvZmkg8YoYQOpgkjnKJHSTka1EeDOX0i+cGOZS+iUcCIiLeGgTg9TDZwwLWaMi9phCjH45S12YJoKQz5sYgg3XY2FNs1LczBSGSx+cnkThIa1C+vjsJIFLHsaMPmPg+uQ8tHpPCMYmDjJwfUB5MuB5Q7IIAwRoyxQXvqggUXEdOPgzHPwZYrQBpFyFGP1qjjYrxcmEiHk5QSqAs6n9k5xxpQQYqqXhO6m4DvBKhIg9xmcMI0YbwEsS83LC+5fsmSkMEdVKJ3SB36sp9jjQSiXGTDJHGfguMrKVQ+7DQ5sE9CEBfYhL6WcRe3CQpyLGyDQfA1I6nzpKhLWBiV8OaYhHGQG9KBzSkJSD/PxK9PmVaFqE4bOGuKwBKrGHjOtTSplf3r9QTAqGuzuTr0YnRkbdLb9eWphtu9figN327o66T39IF5TUOTlhQUF694L1co4mYI2KWJC3iwwJB7IoI8yLsfNi7JIUJ6QNTGDapnnQlwriFHt0WgB7N097qSCCuV8a5vncFHpGhAA14QUpVsodV8u/ANtLOEADloQDIPHbOSr4IdNCqIQ7uijHLk1jZPzRBRnqj0XK7BRSxkbyyeMLk/S5SdqrGdG8lNf4sCIp/mpqSkJ8fHxR6fWq2vryigelt6uv3a5Jzyu9duNuSdntspv3rpffzcm/lpiSmZqRW3jtRknZ7aqa+tv3qptaOhqetDx4+Di3oOTGrYoTPr4XLoWn5+TnFpVkFxRX1dY/bW2/XVmdkVtw815VyOXI+JT0c8GhpTfvVNXW51+7Xlx6s+FJS93DxtLrN8vKyo8ePZqQkKBSfat9UL161S9mplsszI3112k9fVL/8c+3yhmpSvUFCh0Mv3TO39870M/78GEnH28Pb++jZ055+vh4nfByDw72D/TzvnQpMNDPOzjYP/xSwPnzp6Mjgy9fPp+RGhMXF15SlHnzZuG929fq6u62tzYMDLTBIf14PJTHJk9L2K9mJ9/NSxZl/AWZUPX5D9XXT3KJ0NnJ/tdf/qGts1Zba42ri6P/We+UxKsJ0ZejwoMiQ0MTI6Migy4GnDx+0edkcmTo9ayUW/npRRnxRRnxpblp8ZEh0ZGXgoP9Y+MiE5JjkrOSY9NSL0dnBgalHPKM2GHnt2X3af3dfuusr2x2LjR1q919rHXn0frNe7NWGZ5ca3j031c5/fSL40//tven3xx1jf02bg/W2RqgaXJms/XF9Tt8N+46ZWLrY2HnbW7nsf2Ap+0hL+dDLoeOunif8jp33jf00sXI8LCEq1ezEpNSomOuXgrNy8iouF1ekJOZmAA0P6ekxufmZkdFRe23szXYsN7EdKuF5TbjrZbbd9ns3e+0z+7gfgf3ffZu1vtdd9sc3L3fzdrefee+g/ZOHtt3OqRnlvznv2uv+c1Id82OVf/YZrD6oJHO8e2GgXstQh33RLg5RB07FOd9Ms7jRIiXz0UPnwuux846e3q7Hj/lfsLb/fgxd8+jQWHB/gFnTLZsCDsfcNzd2dfryOIUV8LCsghDHMIIBdk9wyd8fCGSstASNmoC3T8nJgupUIUAP8VAvlGyX8mZUyykcoo4yUV8eiuZ4mHm5RMfXomnODjVlxf9bXWJkYFL08ylaeashDLJhnOoI9MiIHowK6HIBLhJNpJDGedSITTswHjf477ntQPtD++X593IT75zLaO8IKW8IKUgI7r8WkZFecGj6ttN9dXV924dO+JuaWLW19FVW/Vg8/otv/zz90Nuh8NDL5uZma9Zo2FtbRN15aqj/QE9HWCA0EBf5/Chg0cOu/j7e1+86BsU5BcffyUuLiIlOS7A/0xhQR4SAauprLgaHh4XGXnExeX0cc/As6f9Tp+MuRKelZoYFR6SFBtVUpCTl5mcEH05OS4yNyOlpDAvPTlpvZ6upgbQ0qmtpWGgr6OluVpz9W8b12mbbNDfpK25fu1qI20tyw3rt23e7HzAdb+zp/3J4LjKjquPkUdLe/WCbxnGPNpd2GeR2bwzt9mmqNUm76lTccvxe4P+lQNxD0fj7/fmPcfmdNPP3uq1z3pysKz/SBXcPKVx05U7Z6rHjhU3210pTqwbDC97YrjHZd82y0PbjX0P2lhv0TnptPfcSbfQgJO56dGZqVdzsuJyMhNSEiPj4sJzcpIePboPGekkwHtI8E4GbkA0AQEnD8DqPiq67e0cHayi+Pp2SsxEYEZaX89x3i0JZJOEuWn6u5ciHKInPuq8+wFrj0OOFwPORlwKSktKPOfn73PidMSlKyHnQy+HXAk44793104zoy32+6wP2NtsszCytd4e6Os10tcM0G93Q9uzeyO9j/DI9vZnt1sf3xrpeUZGjafHXfE/eXSz3trEyEtKMZ+Mgk6yaCQkxG6XxXaTjTW3S/l0gmCCmB4V6bZtj42eceSRsyrhwhKU/ieK+3GM8WGQujzIXB6gf+tnLPfRvvZSv/RR/+ql/NVLUQ2yVENs1QDray/9czv5UwflWx9TNSr41sdWDfJUA9yvPcxvfVzVyKRqWLTcz14eZH0f46pgQhVcpO77FQINWxiJCi1T4aZVhFkVcQ7QP3EzgGiMn/4C5QOhYtTkXCtq4k4b8fpTQukTbHEDofQJqayJUt5Mu9VKu9VKKW8mlTXhrz8Zy7w/knV/KKOyJ+nW08v5Fb7xhYeD0x19U+3PZBzwy3O7UH4y8mFQRldCObywnnizBQTgFQb+b/QLUjGIwSAAr6i+YOEzMImUXQPJql4BYMD2rO6IhmRVqwG4DppRtwLAP9Tg7AfI3DpIxn1o5n3QCI3IeQDPAd4eT69iV/S+66EDNchYhQoh+TzI/kG/lf2U4me43AZqYRPnRofwTq/gXt/EjdZnQdlZ+3wy9p564BM/nlJBvv6McbudUt5CVm8gYdRyN6B4Fz1CFzVgi57AsuvGM2ogmQ9GUqt64271xd8eSa363wB4KLkCBGAQjFfwGHz/WHo1sAgFrCI9BA8ipxae/QCSASwMrwAwXP14VwAYtIL/CGnn1RPyG0AGRmfV4nLr6aXN/Lvdi02ot+3Ev4Y4AANDJ8F94O/QSRUacCYvw6RfIFN/jYu/QiVfETLAroxVM+oKAxPnAYYkLQCmaPwcYGNWd18BzPxfzmcAg0EA/rFs9P8LgL9h/kXIQBUz9If8q0IAAd3viOlvcPlXxI/iq28oxbL6rOwPr4D0v9CaMAd8nYw3AOIS50F3NHA3sByL/kI9i/0SKMqivlbR3qio74BDeaUiLgGZZ+LcV4L8E2FqmaZQ8eZmUAQJEskZHZqjk95PcRe45GkGmo7qZeOH4AON4MtXBm6AiuoR0qFs4iAF9XyKPSrjQSioFvjgQxKiZZI5Oi1ACOmjSzIy2NgM+jq55GEOCeijpWK74MONw921Iz31mPE2xHBz+5O73c3VyJEWKQ8n5WMxkBbU2FMGsY+O7xEyoXIhVjFJBJ+h+BPjYg5CwkPx6BARCwE2XZFQ3WR0Dw7WjoO1I0aeIkaesimjSwrG2wXe2wXeCwVLLiDMTJLnJLRJFoaCHmCRxhUiipCBgg62djTX9nU97et6+rSh8k55YX52UnJ8RNTlC8Hnzl664Bd6MTD0YuDFgLNnTnodBYSD/TuttpmbWZgam201NTc1Ntu0wXCdLsDAWmv1NNforl2lvfo3zVW/av3+i6b6rP3Hv//8+6+rdLR0Nxhs3LRhy3rg+UdvzSpNjdU6Gqt1tNbq6Wmv19XaoLFaT2O1nraGgbbmxl9/1V31u4Hp1n0urr5HPYMOOPvu2OPl5HrBzumc7YFARxcgGOzqEW7vfmGvk99PYC4XnEEyNTECLc1bzUxAqdZoi6GpiZHRFsO/I/FKjhdM8xobbQY/EGRjUM5db7AOxF2wK+vvQV/1M7feSgX0yj1/JIfV5meg3tnCzNxky5aNBls2GoCjUkabgHWp7RZmOyy3gl7oPTusfowbqRueQQV4pe9q/96dNnu22+zZ7mBr7eps7+Jk52i3y8PNxueEw7FD1qc8bUd6G5ZmmC+VDBZ54M08UyYElgNnxRjUSL2MB3kzS1EI4dOTKIUYTSd0IUYbGCRgh0bMhdAJXTIhQiFGAx/Chy1ME//6Q/j1w+S7Jebn17zlP0Rf3gpA3F2Q4mdEKCkXyiH3vV9kvpmlzYhQb2ZpizKCgD4k5UKneFAxFyLhuRCfpAAAIABJREFUw2j4TuRYo5gL+fCKs6ggMcm9LEofcqwRj2hemCbOyfA0fCcZ06YQYD+9FM5PkRCDjzGjz9Rr2pAVLXFRSlEIsBPYXvRIEwPXNyfGg10gIJ0qJ9HgPoScDwf+avY4m9TLow7MTWGBsiIudJI5KhchZ6YwEj4M1GABTVtOmJnCiLkQMRciZI2CPCxkjS5ME2emMG/n6C8V5EUZYUaEEtCHyMhWHOQpAfaMQ+6TcqFg8n5uCivhQEgI4Cd8igeVCuAg6s/J8CL2GJPcC362hWkiCKhTPOgkZ5w3MTRB7AZNwgLamJSD/HOJvyilzE4SwBlk9UscxCQD+D1CQ3eTER0k+HOgtZvYzSD1cGgDUzzo0gxZJkQgxxpp+E4xF7I0Q36hpMhFSD5jmEMbAFF8qLtqpLeaSe6d5IwvKkggP09yxuflhM/vBKCw/26JyWcMs6n9DDzAwGLWGI8K1MqLGCMcch8B9gxge3wXZuwxFd3Gpw0yCd3q/pUx0QTk4wuBhI2gorq45GHQ7SzlILnkYS55GNwu/nOJ/0bJZBEGYEMNLHofCvl0Wkb6/Kdi+fNLFo2Ql5YSGRySk5x2s6j4SvBFbw+3ezfyJ7mERSVreoowxYfNy3EKMVLEHpEKoLNSzKsZyseXLDkf+mqGNDeJmZwYUQpR7+cZfy6y3s8zXivJn19zVN9nvrzlzYgQVHQrfLBWODE4L8GAOvC0ADYjQiiEcDFrhEsB5F85Hz4vwc1LcOolJKiAPsDAd8h4kNezpNkppJg9PCdBzUlQcgFkUYaT87AcMnxJzv/6foGAHM1KjY+KuFSQn1tUVFR8rayk7Hb53epbVfW3qhtvVNZfv1N7p7L+enlFXmFZZk5xTn5pUcmt0hv3ym5W5hfduHGrqqbuyeOm9sanbfcfNAItysVlBSVldk4uCakZl6/G5haV3LxXVVPfWNvw5H7do+Kym/nXrnucOJWUnvXg0eN71bXP2jqftrTduH3vbuUDAKpLyxMSUx0PuExJZGfPnrWyslhvoGtmullPew0eA52bmZpViOaVYgIWkhwfcT7AOzzE3++MV/B5n5CLZ8/5nQjwPR4W7BcdGZwUd7m4IP1hze0njZXjIy1IRAcW1U0mDfE5KKEAK5dQ3r4RSyaJQgFWMkmcm2UtznGkEvKkACcR4qeFZIWIsiTnzkk5chFLxJ3AY+Bmppt/+/U/dbTXrl318zl/H3+fk5FhF6PDL8Rcvng1NCQyJCjxSkRWQlx+SsKNvIwbeRnZiZG5yVEFaTHlhRkleSnx0aG5WYkxUaH5uYk5WdHpyZExERFhF68EXbh6JiDa5XiopVPQlgNxW1xLrY63Wnh1bT/Rtd/3uY3PHUefaw5Hsw+4p5vsCNntEGt9IH6TecBG87M/a9uvMrDfZOm62/GEw6FTB9yPHTh09PCxYyfPnDh+0vXCuWMhQadDgnyuhJ2LjghNi4spyy+IDb9ckJ6RkZSUEBOVmZoUFxsZeSU0Ny8zPj7ezt5RW0dvk+EWi+27TMytLLbttj/gutfOGTi2LnttXfbYua2cffaHdts42Tq45xfeXqdjprHaWPM3S62fd+n/5mSocczcwH+HUbCNZZij9ZVDB2I9D8X4X0hwP+Z3+ETAEe+A/QePuHp5n70QfNz3rG9gQEho8OlTxw+7HLDbZeV//Ah+bODNtPD9HH+KAZtA9FARnVwcYNR/K2fOiQhLkxQFD6NgY0S08T9neQti0gwHyycDl8/VtfAk5RRZISLNSWhv5gSfXsv+35mxhCsBrY9vv385qRCTyNjusYFHbNqIcoq8NM3EjLeJmEgKuo+OGxSzsZjxjr7Whw1V128Xp5fmJJTmJFVcz71XmpOXFn3vRn55aXbF7WsVt0rbnj2+HHJRX0c36nJEU8PTfbtt1vy62vOoV9ilcC8Pz3/+4z/NzSzMTLbqauvp660zMzXW0V67a6flxQv+vr4n4uLCQ0L8rlwJzspKSkyIPhd4Nioy/M7tmygYNCkuPjYq8tTxY97HvC4E+EeEBp/zO5MUF52enJCeEp+cEJ0UfzUtOS4tOSYp/mpidLSzg6O5ibGFqYn+Ol2Ntat19TT1dDU3GugYbzLYqKNpbKBjqqe9fdP6w3v37LOyOH78pIHJdt//h7S3AIorUbf95917zxmLuyfEIK4QIIG4GyFCIIZ7cHd3d3d3bXd3b7qbFhoal0Bskon1q82ew5uqc/+36v1f1Vddm50O6d4hhN9e61vLNdQts/lBQtOV+M693pVn09H6idCzacgTES3Hg+tM47vPxXedS+h9VEq+ldBqltJ5O63PvJh4Nhl6JLLDJA+vF9myw7v4XErX9dQOnechBg6RoVW9ho9sD5w2Prxz89MLp+8ZHjqzd4P5JX3za8Y+rq88XV4E+7v6+Tj6+7gEBXmEBHqFBHrFx4TnZye11RQQoPVEWINSAHQQAnEbg3gZF0JG1iyMs8GU/nE5VSMljcvpH6Ykail+bIg6qqLJRXiVhCwTEvMyYgyO7bt745KF+T0vdzerJxZOto5PHljcvnbX6vGzs2cML583NdI/bXj6hKH+8d07N924bNJUVwztrq+vzKwtT+9pL4F1V7Q3ZrfWZ0I6y3taq3Hw3oTIYBOD4zpb1jlZWzFJKAYRScFC2RRMQ2Xx3u0br5icYVNwJDT0gv4p/X16e5atywuOkUAJ71iy99SBrzSZljX0DSPWkmTfkMKPfYzvKIEWK/4MZX/qZXxqpf7oZGm7Od87mN/bWIBQDBEDO8P94rc1BIB7O4VvK4k/2ng/2gTaXsn3DvaXDsaPHh5Q99on+LODBbANalALES3G//6rAxYIAQaaYAE2Jiq1uMF3PSx5aT8loQoVVgAOOrwQE1GEiyohxpaT4yuJseWYqGJ8TDkuroKQUEVKqgGHmFhNTKympTXg4yv7gnKq7COS7zoFGD9yPnzNdv+FjPvuXd4Z/JxOcUEvPqay1y8bEVpES24gxFbhYyoJsVWI0CJMZBk2qrzPPwcVDmwOg0vFIAlDA3NgQbm4qFKg8WhRHEaE5EMDc6CBOYiQfGRoQb9fXrt7Wo93NjaiAhdZCQqnxJgqZGgBOrwIF1VKjK0gx1eS4ioIMWX4yBJ4YC4tvm64DAmwH16txao+9fBnGymqQqiqEDqY28tPaSGFlHY5JpY/9Mu84Rxh9CT7vlu7WyI2vBgMuKbEVQHlycl14NCSaskJ1aT4KkJsBT6mHB9VgYsE4pqRIUXQgLx+v5wllIUF5sODCsBZkoL/zr1/P16sBc6G+OfCg4BWZCD/ORL45CAAo0IKkMH5S4MKKViaRd37/1jB8WGlhPAyQngZMaKcGFEOHISVEEKL2Ql16mLofBPlQzvza58AsNPjVMCXCmZIiwGWon+glT+wKuA2AW7oG1b1A6/+hlV9xSi/AXdSRrSkke8E9ResEtCHiWOL27MaILwKLgeqdHH/KvtFqbUotRY5BAxC9QOpAhKqMKov2CEwngpYIV6E6r94dQmwFwVh4JNjAe4FdpLxo0D3L+Ff7cTkiR+E0b/2fvEacCcZaDAmjy1WH81ombNaxoyWNrW4tzwOHC8NfVoLDmMaiP7mvdHyFoDhvtNy3mpZC1rmvJbzTst+q2W9AcCYPa3lTgEFWqLJj2zpGIEm6OkX9PUN4lFCVB+5txHsQFLw0UxiBw3XCpiZuVgWtlPKRGB6y5l4wGc3qSLTsQ29zVmNZQkkeC2f0oXoLGZgW7WfR+dHeYjOUlx/LbavCg+vI6IbsfDa7pbCxqqM+oqMmtLU8oKE2lLgoKOxkIBsZpK66cR2BqlDwIKI2IgJNXtCzRGy4HwGdHyINT8pHh9iqWUUhZggYMLImFY0pBYDrSNjWpmkbi61h0nsEDJhTGIXHt4wqqBr/xibHua9GRO9GRONKdhMQi+iu4aO6x5gY9hkWHNtYXtzRUtDaUVJZkFOYlZadFSYr7vzK5sXj149M39p+dD62WP7V5a2LyyePTF/eP/O1YsXTp88pbdfV28/8KPAHp29WzZt3bBu46YNW9ev3QQy8Mpla1cuW7vid8AX/fM/fllMyQL2hFcuX7Vm1dpNG7Zu37oLyMdauW7Zr3/tDIOC8Irf1yz/be3KFRuW/bZ+5cqtuvsNLl56dPmK5cnTtw2NH549b2V03vKU0cMzpk8v3rC9eMPW8LzlT5s2rt++bcue3bv279sDRluBSc66+/fu3aMDZl9t27p5/bo169et2bRxPVjzC4ZdgZlYoPMZrAUGFtk2rAPV4507tv1dWN6xfSs44O8CN423bN4ILg8vtSht37xh59ZN+3R2HNLde2DfbjD7Sm+vjt5eHd09uw7u33PskN7Rg7oH9+85pLv32CE9UNoF055BnzMIwOAa8JnTx8AcLBNjfdOzBiZGx41O7TtvrPvS4mpZfsyokjE2RBezAVvv7BhT+3X47QRHI8OxCM0CWruI0f1hmq9REIakGCGrR8jqGVUSJ9QUkNnUMuz8JOfjG9G0hg5ahYcHcSoJeoDVO62mfpwRTChJbGLLEhEtjLPfTnDACpkJJUkjw4G+/xE5flAIH5JiBoVwKq6BSWpRDqDUMuzsGBNksIUprlyEELJ6ROxeAqJWRO+fUNCGBwggUI3LqXMjnK8LCiaubUJBWxjjy3koDrFTwoJJWDA6pkUjJYgY3UJ6l0aGm1ZThyUY0IMtoHUOiVEjUqxKhBwSo1QipEaGezfJBelUJoCBRmUpHyrm9IG+ZSqugYiqUcuwE2rKiBz/bob/dpq3MM4eVxBBnVDE6GbgGrnkNvCzzQzTwLcpoHUy8U0gGEv5UPANjg+Rp0ZoMgGMSWrhM7qUAyiNgjChpowPkUEC5zO6KJhGjZQEQv7sMHtuhDOlYkypGHxKD4/cTce0MLCtYAGySoiVcRCSxR5gKR8KWsdB7VfI6kFDyoSsHuUAanyIPD5EVsuwoPN8dowpYvdSsPXgrQ2NggD+dXNpHW31qRhoOfhmFWIkgL60DrUM2IalYxuI8Co+tUNI78JDK2Ad+Uu37kSM7gkl6fMb8YgUK6R3cUkdcyOchTH+ABMqoPZyiJ0qIZZH7uYQO0GzuoQFA/8GQSRWiLCjaurbeenUhODDWzUZD/F0tQ/0dC/NzY4LDbt16YLF/TtMEkr74/2QjI6B1o2rGXIRTKPAyni9bErzsAT1ZpSuHkCyiU0TSsLsCFUlQHCJrUo+fF7D/DDJez/B/TQnmBmmvJ1gLYwzx+Q4HqWVTWz6NCd4P8X5/EY4P8aQcfs4pGYxs0sphCmFsAFWr4Tdpx5AzwzTZoYpI1I0mJv1xywfzMTSfhycVBGHJaiPM7yPcwPvZxVf3k2MD4lb68oCvN38vF5HR0WEhoZnZOYmp2XHp2TFJ+ckZRamF1TmlNbllzVEx2fExKeBE5uQHhOfFhmTHBaZEBIeF5+UmVtQXlHdVFXbUlJel51XmpqRGxGb+NjqxdMX1p5+gX7BYVHxSQmpGUXlVTWNLWnZedEJyU9fWD94YpmalVteU1/d0JySkZ1bWJJbUBoWGRcdkxifkPrwkeWz59YmJud37dq1c8e2fXt3Hj+yXzXIn5lQzEwopjSSEZUA0ddUWpianRoZGeqZEhdUUpDS11GDRXYO8EhTY7L3c8PT44MjCp5KzpjUcMc0DNUgXiJGKaRYiRg1OIAe0zDY9C6RAK6QYmUSzOAAWqUgTo4y30wJJ4ZYc8P8KTV/SMJQCBk8FrG3o2nnto0rlv+6Yf3qtSuXPTa/e//WlZdWD+yem7vYWnk42vm4OsUEBaRERSRGBCdFhsSH+Pm72/m6WId4O8eF+oQHuLvaWQb7uzraWvq+tvF0tPBzfh7g6Ojt4OJh725n4/7gqbPJPecTd0L1bqYdvNt42Lxf/zncxL7X8FXRuWeJ5+4GmVzzPGHscMrYce8hi19WnfnPX4/89I/du/VMTxpeu3rjgdmDx2Zm5vfu3DW7c/eh2e1Xz+862t93tDZztDb3cnnl627v/9o1MtA/3M/fz8Mr0NcnLDQ4MMDPy9PN08vNy9v9ytXrhw4f3bxlB5D8fOjo4eOnjp8yNDBapN//DoBPG148durcufM3oqJS9u89uezn7VvXnFj366lNv53fvvz27rWPdDc9O7jj5cn99sYnXC8YO96973zD7MXF649Nrz24cd/S3PLVMztHZw+P4NCQ5y+emt+/dfGcwf1r5xPCfMcGuJ+mVAtqnkaEH+KhVVyUiNwDLKuLCbNKhvat6v0of0JKltIh82r21CB1RkEfk5LfTwoWS8uZ0yPsuVHh9DBvaIAqZqHnxyVhvvZ56eHKAdKHOfmokjEkJc9PiuUCvFpCYRF7xpUsAR3W21Lc1ViUmxKamxwOqr6A8BvgHuHnGhPkERHglhgVkBgbkpEcGxsRkpYYZ/fixYkjR3s6OiOCw4/oHV6/at2Jw8fPm5haPH6yf+++9WvXbduyc/eufYu3w7dtWL/2yGG9SxfPAQ1WrtY2Nhbu7vbx8eFxsRFurg6vXlq5ONt3trZUlpb5eno8ffTwwd07Vk8eWz9/Zv3c0vKxuZ/X6+AAbxdHGw83x5jIkABfd/P7twyOH9+/a/eubVt1tgM5HevWrl6/YfX6Dau2bV63Z8emQ3t3HNu76/D2LVdOHr107NDNs4anDc8cM73sEJb2IrrU2D3bNKJFP7rnTDLcNBNzt5ByPQV6Pqz1fHjbmeBm/ciuW3nEe7noS8n9h8JaD8dBdCJ7d0R074/v/cUuc5Vdqn5s47mYOl3bqDsh2a8zyo9eur1HV+/Ers0PjI5cOapz7sDWx1cNXzy4GuBh5+/tEBnuHejv4u3t5Ovr4uPp7OFm7+/lHhPqW5wZ29dUREO1DXLRUjachW/lUdo5pFYmvglIMVgMgOSSgGzCURl1UkkH6uIFMC61i05sFzBhI3K6kIlprS++cdHo9rUL5ndvBQDGcBez2/cdrB2P6B2+ZHr+wd1bD+7e0j95RGfHZhPjUykJ4RwGFgtv72wubW8sREJq0ZC69oa8+orU1rq82rK8ruba8AAv0zMndm9d/+KJGaSzsbOpqr+jYYBLFTDJns62B3Zvc7V7ERHofV7/lO7W7ReO6dfnFPWW1UTZulsZXcpw9CYW1onqeiZ7iQsIxlsk8wtJ8CeR/x7N/APF/N7P1EI5WphAC+EB08//1s54X0fUYlWfm+naPpG2WwwkZmE12i7R91YucAYh0fYKvrWzvrYxAWCGSbU9Ai1kACDn/gFgIBItfBBQ53BqQCgmKEAReL6TLivuJcdXIkPzMRFF2MhibGQxLqoEH11KjC0nxpYTYsqwUaWg1AlgcGwFLg6gPkxMGSq8CBVVAgqhuOgybGw5cXEfOOW2c7CxhffJ+4k3HDq90hmpTYzUJkxkGT6mEh9TCSrAqPASZFgxJrIMSIGOKIYH50EDc0CCXZJ/wQ/R4UWIkHxYUC4IxvCgAlxkJSG6Gh9VhQguhvjnL2ZHFS6eL4cG5nR6pvT6ZmAjiykJVaS4CmxkCSm6ihRZwUpsGKvCAvxPHdei5G/bmLzkZoRvbslD35izzyLOWGTecG6zjUUHFGDCiihxVezURnZqIy2hBux8IsdW0pJqaUm11MQaamINsPYcVwncGoguI0RXEqIrQQZGBBeCDNzvlwMNyANF4CUA/p8ZeEkWBgEYHQbEgwFG6EUF+P8dgKlRFZzEenlez1wDCfBCg91IGDkQDY1SfEPKvyHlQC0QyMB49Xfc0Be04k+U/Ata8RWn+opTfcEqPyMHAc8zWJuE13xHqb7A5d+QSkAEBrXfRe7VIlRauFILV35HKL+jh75g/5qliGYAgynjf0nKtElAsF1sLQLM1X8HYJCBF6uJfxBGwdESx36QF/t+qZPAujJpDCBe6hSAuGB2FxhkDe4wg8eLzcYAtxNGv+CHvxBHvhFHgU9CmdQyZgHu5b7Viv7Uij9pRX9oRR+0wvdAfxhQoD2hlU9/FSpG0CRRd78Y2s+BdmLbq5GtpWRY45SKMTHEYJG62fhuMR3OQHWiOiuZuDZIWy6f2jGpIisEcCkbqhZjmbiW2WG2UoAhwurUYvzCmJCBbYe2lfS0FPa2FrXWZbfUZnc2FXQ1FzdX59WWZtWUZKbEBGYnhxUDvUTJLbXZkM4yHLyBjGkd4KJVEvIAF41HNKEhdTw6RDlAVIgJQ1Iyg9iFRzQyiF1UXDu8pxLVX8Om9IpYUBapc4CDlPExRGQTDlYvZiGHBsgDbBSHDDifKegOdF89HtZMw3bh4W3drZWVpVnJ8SExEb7Z6THlxRmZqTGBvq6uji8cbJ5aP3ts/eyx3cun9q8sX1k9AW7uPzS/ce36WSPjk8dPHDpwcI/O3l07dHbv2rN187ZNG7ZuWLd53ZqN61ZvWrt6URBevuaXfwIx0ct+W/77r8t+++X3339dtmLZ6tUr123euG3Dus1rVm4AaXnV8nWrV6xfs3LDst9WLsLzuuW/b9i+9cCpk5fOm5ifMzE/Y2R24dKzS9dsLlyzvnzL/qaZ6+Vb9mdMn/605HNeQlAQcXfr7AT3gUHtF4ywAk+CTwDjspbCrsAtX1D+BXt9/26uBkEa1Hh37tj2l9i7aJxe8kKDL2D3DmANGATgQ7p7dffsAsuQDi+uUB89qHviyMHjhw8cObD/6EHdk0cPgYhrZHDC+MzJs4anwDE+c/L0icNnTh8zPgP4lM4ZnTYx1r903vjGlbOP7l2wfXYzJzVYOUBcmBTL+CgKplHKB3oC5zS0QR6UQ2qloeqE1E7xYkD5yCBxWEZYSmwaV1HlQiBpScKFTQzR3k4JZjSsUQV5XEWdHmFOjzAF1O5JJfXDlHBskMQmtNExTQo+cmGMCxRzsaEMbLOA2j2looGdQ1Mq2piSMiwjqKV4AaMXD69hkdrHVdS3U8BPXUMS3Ltp4Zd3cikPTkY3MAitJFQ9HdPyeU6m/Tg8PECQsGAjEuKIhChlwztqM4cHCF/m5SohloZulrBgM2rW/ChvboQlpPUwsM2DXDh4/1vM6AM7mSYUFDAUWi3GjkjwGilhboSlkZOUYoxChB6WAdKHagAr4cLAKmAGoZWKbRpXUcEc7Lkxzh9vJGDkuojeK2b0cYjtVFQDn9I1KiPKODCNlCDnIeiYJgK0GtdfSUHWi+i9Uh4c6MWREcBwaRGrf9GnAR/gAA1GY0rKpJoOxlANCpBcKuBw7mnMFdH7344LFmOiCEoBBttXNaViDDChNHQzHdPCIXbyyN1iBkTBRy+1K4GvXMZHKERoMRsCtvuCyViDAqRSjAGDx95NC2c0LLUUrxRjlGIMl9qF7q+AdBRioVVCZp9GTpob44yrqGNKyoyGJeMj0D1lZEQdC9/KxLUwcS1gxpiMAxMz+jRSAliCpf04NKNmKPhIjZTweU6mFuM5xM4hEY5H7uaRu2mLAYBkRAMN3SxmQGaH2R+mxGoxXsqGA+F7I1ytdn5EwcnPjPVwepEYFZSVGGN6+uSZowdqS/LfTY1MDQ9IubjxIfb8hAiIuWZ2TQ+TJpV4Ga93XI79OM2ZVVMGOX0TcvyEHC+iddFQdTJ2/8wQdVZNm1SQ3k2yJ1VEMONqMRyVqJFhtH/I5zQ00BHNIjQOsLrBD2XcPrAQeE5D+zjDmxqiiBjd4K2TAVbv/ChnSkUDr8DCGPfdBH9YRvn6aUbApZSX5Pp4ujo62ISHh2dkZMUnpETHJEbHpcYlZyanF6TllqbnlaXmlCRlFgaFx0ZEJ8UlZiSl5iSmZMcmpIMAHBGdlJCclVtQXl7VWFXbUlbZkF9UmZlTGJuU5h8Sbm5h5ejm4R8S7ublGxoVW1hWWVJZk5FbkJqVGxGbcOOuWXhMfHlNfVp2XkhEZGZWTkZOfmFpRVZuUXxSempG7pXrdw4cPLpjx66DB3R37dzy0Oz6H+8mpjSS2XHp/KT0+6cJ7deZiWG+mIPh0uECJnJ6VDSm4owoWFI+XiYkjqk4UgFBwERqVIyP85I302y1HCMVQZVSpFyCUEqRk6PU2QnG2zne/DRbM0QYUxMXZrl/vBW9neGrpcTZYa5CSGBTIFwqCofqzc1IWr3iV7Aafv3qFfduX7t19bzl4zs2Vmauds9iQv2jgvxjQ4MiAr29Xe193BwCXju+dnzpYm3p99ouzN8tzN/Nzd4qyNvJ4eUjV5unfnbPw5ydol29wl18Ap28PZ29bB29zW38TJ5EHLmbsudGsZ5Z01GLZr1H+XvMgvffdlind2HLvrMHT98/eOLe+m1G//Xr/v/6RUdn75mLF+7dvGH25IHFC4tnrx6/ePX4pc1jG1uLF662Fq4ODxxe3nOyeRjgZR/i6+bn6Rbg7REfGenl7hbg4xvoH+Dq7OLn5+Pv72tubrZ9x+5de3V19h7Q2XtA79BxfUOTM+cunTA49y/t98IJw78U4ONGgA586syFo6eMzl+6GRmZeEb/0q//tWn3ZsMtyw23r7yyc+VdnVVPdq+x3L3+md5W6+P7HQyO2V69Znv/sd3FKw9Nr5hZ23s6ufs4uHqERES6urs8ML977fI5s5sXPZ2ef34zIqIgv8+PAEqvEDcuIU3KKDIGVETuGRHi5lTMD2OCORVzWk4b4qH/mBDNKhnTctqImDClogHZ7ENM4NssFzPARimEJI2M/XZKERfmGRnoiuyr+/BGpZSSR4dYk8NcuQAvYiJo2C4BHYGHNeelhpVmx6dE+eUmh0cHuoX5OMcGe8aFACJwbLBnoKe9m9Pz0CDP9JTYpPiolIRY79fuB/btb29qCw8K275p27aNW02NTEyNzz5/anH2jMHalav26OxftWLtzu279u7es2P7ViPD00aGp8zMbri52bx8+ejFi4ceHvZBQV6enk7Wr6ysLB9HRYZD+vqDAgJfPHtudu++xZNHz6yeOtjbgsvtTo6XyGoAAAAgAElEQVS2To62Ls52L188NTUx1Nm+Zfe2bXu279y4ds3K339bv27Nli2bNm9Zv2Xr+q2b1u7ZsUn/qN7pA3tO79tlZnLmvO4e8ysX9x09dMXyuWNU5m2PlJ1mQYddi2/lkW8WUm/nE+5lIG6FNN0Nqn+RjHiegb0eDzOJ7jErJN4rpRvlUg+mU7bGoLbGIg4kwzd5l653SjeKbz7uV3jYKd4pr9XCN3Lf8dP7dbZfPn7A3Pi4ie62a6f1Hl41trG47e5o5eVuHRnuHRDg6u/jEuDr6vPayc3R2tPZNsjTOSnCpzI3lgxvFtKAMEgeuRO88TrI65fzgbwGhQBOQQKxqPOjQB0gmG8vZUOlPCSb3MOlQYYHGbPj0rb60lvXTC6bGt+/df3h/Xvuzi43r9+4dePmtUsXL5oYnzPUP6i72+DU0fiYUDS8q6WhvLetpqEqr74yt6ulrKuptLokpbwgob48pyw/s768xM/dxUT/pM6WdfeuXyzOSUlPiKgsysLBu7k0QnNNmeHxIwd0dpganDqmu2/L6jUe9g5UJBrW1Gx19dbe31e6339UH5da6BPSGJnUHJXUFJ7Ql5xDKq4ZaO2bR9O0eIEWK9AieT/gHC2Sp8UPaHFSLXLgaw/7Yxv9Wy/vj1bGH60MbZ/wWzdPC5N+aqV/62J96WB862IBIjBOBcjFMIkWpdAiBgEYhgxo+yVaqEwLX9z5REi0GJmWqNKShrRo6WwLWZDVig0vwkUU4yNL/j6AlziuAhdViosuw0eXgY/YqFJsZAk6AoiGBgzAoAoaDXAyeIaX3UGIrWlySUq94+Zv8Pj10bs+p8yDjS3zHvs1Oif2B+SzM9px0VW9frnUpMY+/7+kXZByQdUXHV4EDcwBl4ERIfmg8xlkYGhAXp9/Xr9/Yb9/ISSgCBVeRoyrxcdUw0MKe/2ycdEVzLRGOpBEXYqOKKYl1w0UdCODCnvcM5rt4jucUyBeOT3uGRVPQ1KuOEYZP8+86Vb/KhoVUMSMb+SntvNT2jjJTZy0JlZaIy2pdinjGoy5piRUg0OOryKBqWDRZbioUkJ0JTGmhhhTg4+qwoSXg1je55sLDSgAy43Ajl8wEws8+T88gp3AyJASVGgpOqwMwOCwImxIISa4AB2UvzSY4IKlwYYUYkOAUihwsGGl2LByXHgFLrwClILxYaX4sFJyRBkmMJ8aVTFUBHnfQv3cyQLC2DAKLUL2HQHUQQGNUEj5D7QSEIEJw9rFuOwlBv6CVnxGyz8jB7+CuIvXaPGaH+ihrwjFd4QSoN9F4tXClT9gCi0UmB8Q+VeYHDBXo4EB0p4xwJbvN6wasFgvxmsB4i31X7Zq0hjgu/47ABNGlwqKvy9S9yK1As1Mi9A7+VdYF0C/M8CQJ7QY9Weo7H2PSFoIlxTApPkwSR5UnNMvyu4byOoTZvWy0jroae30tHZmRic3p1dcBB8sx6qqCQtdwnf9A18QCuA10Ke1nDda/lut8I2WN6YdnPouVM5SORoiSYKBMyCtVGgjCdpAgtcrRPiPc4NTSjYd3Y7qqMb21NAxLfCOorkR1oyaoRSg3mi4394qa4vi+JS+GTWHimrB9FbLuVgqsrWnoQDdV9vfVlpRGJ+XHl5RkFxdnJGbGpUSHZQWG+LjYh3h7x4d5Bnq6xwV5JafEdFQmdlckwXprMRAG3HwZkRvNaK3mohqYRC7GcRuNqUX0VsF6SyjYNuY5E4MrAbeW45H1gsY/WR0ExHZxCJ1UzCtsK7y/rZSTH8dDtrQ1VjQ01yChTSCOVjovnpoZw2sp6GloaQgJyElISQzNaq0MK2kIDUrLTrQ19XD1cbB5qnNi0cgANu9fPrquYXNCyvLp0/M7t+9euWSgf6pg3oHDujqHTl0ePcuQHjdsW3nti1A98GWTVsXrdHrVy1bvnr5itXLV6z8fdmyX3797Z8///aPX3//528bVm/ctHbzlvVbN6/bsn7VxtXL1i7OmpW/rVj524oVv65a9uua1cu37tx+6PSpq5cuWxife3jpyrOrN22v3LK9ds/hlrnLtXsO5648+wm0KIONRxvWr928aQOYegUmV4FyLoi1O7Zv3bd3N6jZgku/27ZuBoOsQKb9O9kuCbygDgyKyTt3bAPlYnD1FxSEd+7YBnYpgUXEB/fv0d2zS3fPrsN6+0AX9J6d2/bs3AZKviAAnzhy8MSRg6ePHzlzCmg5WppzRqdNzxpcMDG8aGpketbA+MxJ4zMnQe3X9KzBtcum5veumt0yTYzywsEb5yfFailxeoQ5NcxYmOJOq8kaGQZcVSVAqpR85NtRvpjWP6EAyGd2lD0/wQObcibV9A+z4ukRJtiXo5GTpoYZYKfOsIwAFHCJMOCukUqIBgtyhwdwEwrK3AhrUkkdl5MnldRBLlxE79VICTI+YnqEOTFEYxBaCYhasI9nboyjFGNmNCywImhkkEhC1UM6CgWM3u/vVBxiJ7KrbHqI+WlWysS1gUboIRFOyoYvBqZjJhS0KRVjVEZWCbEaKYGJa1nCNha+VczoGxskAcrGMBNsKgJbfMDYTBkfwaF0skjtAxyoUoyR8REDHChI4CRUPQ3XLOXBabhmWFcxEIksxdMxTSACiei9HGI7m9AmoHaDqC9lQ8WMPjqmiQSvJcJqKMh6AbV7UIAEgV8pxkh5cC61S8KFzU/wJtX0v19SjZwE9kuR4PWlWWFUVNOojAy25pIRDfCOEhkHIWZAmLg2XH81rr+aTegYkRAXxvjjKirYnyTlwQcFyFEFeX6CtzDJn1TTwYupGsAqRGi1FD89wnw3Lfw4N/BuWqgQoZVizKd56ewom4ptQvWVz2hYH2bF4H2NSTV9RsP6NC/l03ukbCCJflJJlXFgQlqPgo9U8JECardajJ0eonNJHVI29N0EXyMlDIkw7yaAbW0hrY+Fb59Q0IS0vsWfybpF9H4xAyLjIMD47ncTwikVY0bN+v5xRKt9j0f3BHk7+bjZNFYVBXo5H9i12ebpfc0g/92k6vObkelhwfgg48OU5I2Gy6d0DQnhYLnRiAQ5q6Z8muH/Mc17P8FWixBDQjiP1MbANCh4sEkFaUiIHGD0KATQqSHSwjhzSAw4lr8siKeGSBoZRimEybh9QnqHjNu3MM7UflIsjDMFtHawFvjtBOvjDG9SRR7kQYfEqDca9sdp0bsJIYfYTYQ1TCqZn+fkH6Yk2s+TFCIiITHa0ck2OMQ/OTUlJTU9KTkjPinTPygyOCw2Ki49KS0/JbswKTM/JjkzMi4lLDIhKjYlLhF4TmxCemxCOmiBTkzJTsssyC0oLymvK6tsKCqtycotSc3IT83Ki09Jd/X0uXnvQWBYpOVLm6DwqILSiozcgvSc/JzCkqz8omfWdi4e3qlZudEJyfEJSXHxiWVV1U1tncVl1SHhMVGxKRev3Dxw8Ni+/XonThzbtH6V92t77Z9zQ1LahJojYMJlAuzcuEjKx/Do0EEhjk3pkwmwk8PcyWGOlI9VSUjzkwODQhyd0DUsJ09p6GNqgkwElQr7NSr8xAhpeoz2x1vhp3fimXEagMQDsPFh0sIMe2qUqhwA+r1GFVQ+HYJHtJCxvZCe5uAAz+W//nPlimXLfv91w5rVt29cfnDnmu3Lx07WT7xcbKJD/EL9PIK83Txc7BxfWbrYv/R2tXVxeO74ysLd4YW3q21smE+gl3Owj7OT9VNP+5fJgYGpfiGJXiERLj6Bjh4+Lh7O7p4v3IKuPAs/9SBx9+Ws/bcqtl5K/49Ddv9x9Pbvxy/sNb6uZ3D5qpn9mfNP1m8//Y/fdX5bvsvU5PZDc6snDx4/MTO3evDo1aPnzlZOPjZ+/k5+Ds8fO1mb2VrddbJ5HOzjDHbnBAd4R4UBwq+nh7uttY2dnV1wcLCTk9Ox4yfXb9iya4/egcMnDhw+cfSEgeHZC4Yml4/rn/3/AOALx/XPHjtpdPHS9fDweBOj6yt+3b5/69nd6y/s23BXd+OTA5te6W2w1d1oq7fV7qiO06mDdtevOdy+9+r6DSuzR9aevhGBYTEe3gE+vv6PHpmb3b916/qFS2dP8OmY7x/GJmSsKQVrWERUcFHDAmBZXcFGDIvwoNIrZ8FlLPiIEKfgoj5NimdUzKlBqlqIUwlQ43LyjJqlkVKkLNQAGzOh5H9+MzI/MVicHZccHQDtrNF+mVVKqONqnlpOG5JSFlsT2/vbypsqs+LDXpflJOQmh+enRiZF+ET6Awwc4eeaGh2YHhsc7ucWFxUYHxMaGuTrZP/K+7V7aGDAlvWbQ/yD4yJj1yxfrbt7/yOzBzevXrG3fmV25/aGNWs3rNv8+y8rQ4Mj3FzcN2/ctHbNivOmRvfvX7e2fmJpef/Ro1tWVmbOztZeXs6v3Z0c7K2tX71oqKtPT02ztba5dePmwwfmVpYW1q9eONhbv3pp9fKF5fNnFnduXzt+7ODOHUABIQjAq5b9/vtvvwD/d+/evmHjms1b1unobD6sq6N/dP8J3R1XTx+5fvLI9aMHb5413Hvq6E0H58c+MSbWEavOu2x+GGteRLdtlVpX0u5F1Rs9Dte/4XP7ZfKLoHrL2N57cT2Xo1tuZKPO5dIOppC2RKO2RsF0wlrXO2edCq+5ltK+3zHlpEtSUBX8sqXTft0Dp/bvemBicM/gsMHujXdNjj+6dtbpxQP7l+auzs/c3F65u1v7+7iEBLz29XR0s3/u4WAd4uUU4eOYEuEFbS0lI5r4lD6lAEVG1FHRdeoB5JAYIWb2SNh9i2WbbQtj/O/vFAJaJ5fcBtQxiAFvDgHRSMN38ujwN5MKDLT91tXzJoanze/dfmJ+39jojOEZ/Qd3b100NTpx9MCB/Tp3b12uKi+gkZDN9WWNVUU1pdlN1YXdLVXt9SVVRek1JZmdDeVtddUdDXWhvt7Xz587tHfH43s3Kouy8jMSspKjG6uKIJ3NaEhXkNdrvV3b923funv7lhW//jM5LhrV15MeG218+NCx7dszg0N7S0t78gtRFVWQguKGhMTCwKAYWzvfh4+CzR/nvHJu942kZ5Yra7tnOzGfEIzvOIGWIPqC5GkJg1qaWouXf0cOfEOI/4QKtUiJFiP92sP+0s3SQvhajPxrF2e6Ev2ti6OFSoCBSYGBy7WwwcWRaFGDP1CS78gBAIMxso+9HEVJPymmHB1agA4tAOOjwDhlfGQJJa6SFFNBiCkHUqAXeQ8b+VduM6jQYiKKlwqKwLSqXr9cbFQlK72Nk9lBjKvt8s4qfxme89AnyOjpix0mhj9terT+tJPe9fhrDviY6iaXBIh/Lrju2+eXCQvKJS4mS6PCCrGRJaD5GRaUCw/OgwXlQgIAhzAitAQeXIoIKUOHV8JDivv88+AhxYsYDCjM5IRqVnoTPaW+xzcj7a6z57Fbzzcbv9a9GX/epvRxYKtDYr9nNsKvAB1YPJDVI8ro4qW00RMaKVE1ADGGlKGCiwBFdxHsyfFVlIRq8mLGNR64F1C5NAD2/+tqEKKrwQEZGB1WBg0o6PXJgfjn/x2A4UFFS7nQ/+0ByMnwoCJEcDEiuBgZUrI4RbjQkv8bAC7BhJb9OwDjQkto0ZXYoAJsUAE3uX60FLbQSPrSzQG+fpCDP4BOYGAAERil+AuASRotYfj7oh36K0b5FaP8ggUeP8MGAc8zdliLG/mBHgKKlOAAA3+HypfmB0T+AyL/3j/4DTL4BS7/jFR8RSq/oFVAYRJW/QNY6F2UkQmLFI3/Kyn6B0YNbBTjNH8NIP8uAjBx7C8MJgM5Vd9JY18Jmq8Ezf+RcBmzQJ4zaeI7QvmmlaMuwYgze0kRNcTwamJoFSGkEhdUjg0swwWUov1L4AHF0IAiiH8hxL8QGlAEDypChZZjwivRYRWEmDpWWoesGDneQFvoFX1FAvbveTj/T5r8E1M6R2YPY3H8/m4uskvNw9FRrRxi56Sa/WFWNj7IGJMx1QIqoa8R21dTX5KA66+Gd5Q0lSezCV3f3g4JqP0tFRlgvDOio4KKbCfBmiAtZYjuGkhnZUVBckpMYEKEb0ywV5Cns7ezna+rg6vNcx8XW19XO3c7K1dbiwAPm7gwz9TYgILMyPKChMaqrO6WEkRvLQndyqb0CVmIRQzuYhC7ANWXAxNxYCRMU1dLHpvcJWRCuNQ+BqGTS+0DjNCwRiykHtVb01yV2ViR2dcKvAwspBHT39DbVtbTVtXVVtVcX1xenF6Ym1SUl1yUl5yfnRAV5hvg4+Lm9NLe2sL+lSXogn757JGVhbmV5WMry8ePHt6/fu2KsdGZUyePnzh+9PDBQ3r7dffo7N61Y+fO7bsWSXH71s1bgP/y1qxdv3rN2pWrQAxe/suy5b8sW/bz8tXL1mxet2XH5p3bN+3cuGbz6mVrl/28fM2yFSt++W3ZP5Yt+3nFsn8CDKy3z+DC+QcXL1lcuvLs/OXn5y5Ymlx+duWO3Q0zp2v3HH4Co602bVy/Yf1asPUX1G/B8+AxiMcbN6xbIt6/m5mX4q+WSoDBJqTNi3HXYHA0qACDojH4/CVHNNixtH/fHtCDfVhvH2h4BgFYb68O6IIG85+PHdI7dkjv+OEDJ48e0j9x1ODkMRNj/bOGp4wMTpw5fczI4MQ5o9MXTAwvnTc2PWtgqH/cyODERVOjyxfOmhjrXzAxvH3d1PzOhYbKTM0g/d20RMyGvRnnzo9yRqRYHqV1WILSvpdPKigUeMOQAKtdUA+LiNNDzPkJHshmH+cG/nw7+HZK8GacOywjKERoGR/oMZob43yYFYOarUZKGB7AqYRotRg7oaCMy8lSNpSKahiXk+dGWBMKyiAXLmFBFHykWowdlRHFbAhI10MSnFKMAQVMNrljWEZ4PyN6M84dU1KGJDgyugEPrwEEUiV9gAmlY1oGmND+loKseG8qqkn7Y1pE78f1V5Pg9WODlC/z8jcarpyHkrBgNHQjHlKF7CpB95RRUQ1CWo9SgBqR4IcHcKMy4iAXzqd0CWk9YkafnIeYHqIPSXB8eg+D0MqjdYvZkAEOFERWsAWKQWjl03vI6AYisk4hQqsGsCR4LSj2yjiwAWY/KCbLODDw5JAII6L3ggXfVFQDC98Kdh2BiquUBxcwetVSvPaT+tsH5ecFGXhh5ULUoAAJ9i11N+RUF8Rg+6pE9H7QJwxrL2bi2pi4Nj6lh4lrQ3aVYfuqljKlhiQ4JrGNhmsWsyEg5YKdw3IhCnzBI4NEEGvnxjjzEzwQkkH9WftF83FugIptQvSUvpsWfl6QgU3FoCo+N8aRC1Hf3ylm1AyNlDCjZkwoKCJ6LxXVQMc0qcXYt+O8IRGweLYk+GukQAIWj9zNJXWNDVKADAM+WsKC8cjdM2rWhynx7DB7REIcl1MXxvg/3g9pf8xJuYzEyLD02OiK/CxXGyvdHevNb5ybGRF+ez/y5xvFwphwSISTsZCTctqbYY5ahHmnYY1J0GJKp5Lb/3aM/X6COyEnaiRYcMT0bh4JcKSDeV18ageP0jokRoxI0aDSC2ZiCekdE0qCRoYBOzPnxxiTKqJCABUzuxj4umEpcmGCMTVEAns1F2/lcLQfNQNMOBPbKWVhxmRM7edZ7fe3EypxRGSwT6B3SGRoQkpyYmpGXGJadFxqYGhcbGJWdHxGRGxyZFxKTGIqUICUkZ2alRcVmxKbkBmflB2XmBUdlx4dlx6XmJWYkhuflJ2YkpuWWZSTX1FYUltQXJOdV56eVZiZVwTKvBeu3nBwff3M2s7TLxCMg84tKs0uKI5NSvULDnv6wto3KDQxPT06NiYnL7extQ2KxPTCUHHJ6d4BYfsPHTt09JSu3sFjxw+tWflLenLElw/jchFhRsObGxOMq+gfZmVDEsIABzmqoC7agVDgI4/WrxBh389Ih2UkPh0yNcxamOLOjTNGlcQxFWFhijs/yXozwf5jHggb5zM6SOhaNqVFJoDJRTDQdc+ldYwqyEImjIRuJ6K7+7ubXrs6rFr5+5rVK3/5+R9bt2y6fevac8tHr11t3Jye+3jYebjauDu/8vV0DPRzC/RxDw3yDvbzcHF8Zf/KEvQXxUcHRYf4+Xs4Ots883VxSgmNSAoMj/IMDnb28ndx8/N0d3vt+tLZ+651xCXL1GO38wye1G4ziflp/Y2f9hqvNzhvcMdS//rj21aeJ02fLFt75Kf/3Prb8l0XL99/avH8KRCYdPep2b2XDy2cnjn42AUFuQbbW1m6WFs4vnrsZm8V4usWFuQZEvA6ItQvJNAnNCTA1cXJ3t4+ODjUxzvg8qXrO3bu2aWzX2fvId2DJ46eMDxlaKpvfAFMfl4UfkH598JxI3AunTC8cOy08dETBjdu3gsKijI9e23rhoO6284d2XX7pM5T/d32Bns9DPb4nNrtc3Kvt76uj+FRt+uXHc+ZPDC7b+PqHhocmhSbkBkeEWtr5/DsmeXLF0/1Tx6Ij/T9480whwz58XZYycMC9DtAGJWQpGy4kNILBOYPsZQCjIwFl7BgCi5Q0vhmmDOhAP59vRnmTCsZs0OsBY3g/eTAh0np2zHJ1JBwTM6fGBKV5CTGhfu2NZRov85PjogmxwYGRaQBLpZPA/p1WqpzSnNiE8I9CtKiYoNfB3nYp0YH5qVERQe+9nR4Hunvnp0YkRIdFOjrGhsVHBEa4O3hEhsZkZ+dtWntxhOHjwf7Ba1ZvvrEoSO3r16/dO6ch7Ozi73NTqCjcMem9ds62roz0jJNzp77+Z//ceG8MRDPdvfys2cPnJxeuLnZeHk5BgS4+/i4ujjbuTg5J8YnNdY3ODs6Xbpw8d6duzbWL58/s3xq8djF2dHO9qXJOcOdO7Zs2bx+29aNWzasXfHLLxtWrVm/es32rdsOHzqwbfumZSt+3bR57fHjeob6R0/o6ZzW3WlxxdRo97bnF84ZHjlw6MLZR4GhjwOSTW3jNt/w2/Ek0bKY6lDHdi1FOcXVODgn2jwJeGbm8+pZhINvkWNcg0VMzd3ENpNEyNF45IkM6olU3CannP917fWNpNarUTU7noafc88KKOozuPbk0O59Z/V2mxmdOq+36+SuDfcu6D+5ecHd3tLe+tFrt5fPnt+zd7Dw93UKC3rt62rj8Mzc5fmTABcbP+fncUGuvY2FqO5KKqpFxoGx8K0iRveQGDE7QuWS26joOj6lC7RE/TEjnhumy9j9XGI7l9TBI3cLGFAOtR8Hbx4U0eYnVamJEVfOG504qnv1yvmbN648eWx27bLplYvGBqcO79+z7aDurts3LkaHBbQ31ZDQUFR/e197fWtdWXleZn5aYn1ZIbqvs6Ohrq2xzt/rtamRvs62DWa3r9ZU5FeUZMZHB9RVFSL6O1HQ7u62Jv3jR7Zv3Lhnx9a1K34ryc+uKi18/vj+nk3rLuufLEtJqkxLqstM6yjIacvLas5Ka0hPygsNiHGxj3GwyXJxLfX2L/MJyHZyy7Z3awqJ49e2LxDYf9Il31iDWrZKyx/VcjVa5tAfOMlIK+4rWrTQTfkDwlnoon3sY31DCj/1cLTk4a/9/K/9/G+9/O99Am2/CJCF4YOL6UdSLWLgO0ykRQxosfIfcPF4NZqVWIsJzkcH5eHDiqgxFbTYSmJECSG8mBRTToqpIEaXE6LK8JFAIvFS+DA8MBfMIsZHlhKiykgxFdT4alpSrSC3h5LYgAwrRYSWEONq2Rnt3KxOdkY7NamRGFdbaR2Zctv1yUYDi01nuryzCLFVfb7ZYLxzt3caPDiPk9EsKezhZ7fRk+swEcWQgGxoYA7okQaOFxVgVFgFProWFVYBCSiCB5cS42oXebuNmlTf6ZWeeMPBZrfJo/XHHfZfDDF+nPfAp9EmFhlUTImto8bVU2LrmEnN/IxOYlQ1MaqaFF1DjgPOUxMaaPEN1IQ6Umw1COGUBODtgHXHwGpxNHApwFm6IEBH0WJnLz6qCsRgbEQFLLDwvwXgv0vB/87AIPf+22Ph/w8ARodVLDEwcBBaggstAdOhSaFFxJBCYVLDbA36Ww9bCxECtnC0AoyG/o4a/IZcrKHGKrVENTCEIS1e9Q2n+IqVf8XKv2FVfy55nrHDWrT6B1L1Da4AlF4IgLsg+i49fofKP0Gkn6CyrwgF0BWMUQPkDM4i7gIIjVJ9R6kA2kQqAXkZp/mB1wDouzQgAFMAofgHeRwAYNLoN/IYYJymTQNbu6QJLVz5vp0/XkWS5kBYcc3E0CpGTCMjppEZ3UCPrKOH19LCaqih1ZSQKmJYBTGsghBaTggtx4WUYYKLkEHFiMCifp/cfr88WGAhOqyMFFvPTG0X5vSJCiEjLcSBGhi1qIla3shobCU21tH6mof5+Bk1RynGzY7yZ0f5PFKfiIYYk7DEVBQB0lBdEFeYFtJRm12VH9tamUlFtk7ImZ21+Vxi/8gAjUPoI0JbaaiOvqaynKSwsrzkvIyYhEj/QC9nb1d7Lxc7L2eH1w62bnbWrravXjvYejrbutha2T03d7WzDPCyT0sISokLSEsIysuIqC1Ph3ZXs6lQhYQk4qIGxQS1nDqmZs1O8Gcn+BIBCguvJSDqF3OzgB9RCIhGSEcportqsQCpqae5qLkqu7ECCNwC24C7motb6orqqvLKi9NLC1PLitJKC1NzMmITY4PiovxDAtw83Wyd7Z852lravXryyuqR5RMgWPSphflTC/NHD+/du3vz2tWLJucM9U8fP3Xy+NEjh/bv2wN08W4D6nh3bt+xY/vWjWvXbFizet0qYNauXLV25ao1y1evXrZq2c+/L/v591W/r96weuO2jduBysBVG1b9tmLjipUr//nzsv/8ZcXPK5b/vHrFohH6+LGLFy9ZXLhkYXLpqfH5x+cuPb1yy/rmA8c7j1x+2rB+LSjzglru1i1AUfHaNauWqozAal9QBAaDnXft3L6U3rzU5QvGXIGEDB7/veB3SRwGnwBS8ZJHeu8enSUA3uWLfg8AACAASURBVL97J+h5Bst+D+zbDSY/Hzukd/LooVPHDoM7wCADnzx66KzhKUP942DeFRj7fNbwlOlZoJ/g1HHgV29eu3jj6gVQHL5741JsuDcJ3T4zwh9XMfl0CFADy4UvLnOWaWS4WTWDS2wfZCOUPKyah5cygXypkUEi2BYLgq5GThKx+jmUzgEOdGSQODvKfjsleDctnJ/gzY6y308KJpVUCQvCJrTxKV0KPhKkTTEDKGaQ8xByHmJcTv40O/BxWgRoCxrWjIY1PcJcmOR/mBWrpXg+vUfChYFluX+8kbyfEbFI7XR8y7iKujAJyIkaKQnVXV6eE1GVH80hdn6Zl4sZEHRPBRXVJOMgxgYpIxKgMWx4gDA/yiMj6kBVlkfuFFC7JSzIYhVE1wCzX0TvZWCb6ZgmKRs6PIAbl5PnRwEmHFWQZXyEiNUvYvVLuLAhCW5STQdJWMyGqAawI4OAcv55QTampPDInRopYUJBAd/ajJoxP8oZlRFnh5lvx3ngeaUABTrA5TwEjwaIwED0yGIhMOi1/uONBLyAE0M0UBmWcGEiVj+X2tXdkIPtqwJN3WCDGbavaniAAK469zXn15ckQFoLRfR+OQ/FJnSoBrACRq+I1Q8aqqdHmBo5iU/vETL7wHZl8I8eVZBVA1gZHyHlwaeGGUoxRsyGjKuoSjGGhmsGrNcC5NspgZQHx8Gqhcy+qWGGQoTuby8Y5MLBuuMpFU3GgbEJbTxyJ/jeZ4eZozLiuJw8NkhSClCjMuKIBM8mdIB5V8MDBBkHMTfCGZdTFXz0Gw33jYarFuPBcK/v71QTChqHDMmMj8tPy4wPDXv5yPyEno6vm/WsRjA/IRBQuwEtHVbFwjUpeIipQerCMOfjuHBcQpCz+sWUzlEx5t04Z0pJVotQU0ryvIY5r2EOi9FSFrDBq5HhFAL4IA8q5fQK6R18ahsZWcUiNErYPWJm19QQ6ft76YSSIOX0gl5BEaOTT20TM7to2Bqw6VdAb+OQWhd7pHGDXDQD0yHn4ifk7PFBzvyI7NP0CJ+ESU+ICg0P8o8IDYuPiUxKDI6Oi4hNjopLBwE4JiEzOiEtJjE1LjktIS0tMTUtMTVjUf4FiDcxJTcuMSsyJjUkPCEoNC4kPCEsMikqNi05LT+3oLK4rL64rL6wpDozrygzrzAqPsnqla3Z46c2ji6Obh5J6VnxKemZeYX5JeXRCcm5RaXOr73snN1ikpLyCnLjE+PwZBIcjWls60zPKbh575HJpWt6h47v3rNP78DebZvXdLdXA1FGg9T3M6J30+IZDevdtHhkkMin9w0KkBo5ZXqE+edbxcIkXyECvmbGlDSNnDSpZmq/js6Ncd6McyfV9KlhBngwLCOAH8r4gN4rYPSCngIOpfPNOBfIz5PgBEwYCdPR21nb3FD+8sXTVSuXb1i3/teff9Hdv9fs/m17m+feHk6L3GsfEeLt7+Pi5+3s5+3s4+kc5O8R6PfaxfGVnfWzl8+eWJjfiwkPjAry93a1d7K2eu1g6+vm4ufmHuD+OsDdLdTndXDAaw9v51cubg/twm48zzC4k3/TuuPY9fSfNt3ceOLGyTuW+rdenb76yuCq/faDt376/dBPP+/dvtvw9n0rC8unlpYPnlvde2l139bKwvGFtetL99c2rz0dHH3dHb1c7Dxc7AJ9XQP93AAVLsQrKMgrwN/Lzd0pLCwsJSXtqcULnV37dXQO6Ooe27n7wJ79R46dNDptdP6EwbmTBucNz139HwBY79DxV9YOHh4BN689OKxndFjnosGBR8Z6tqYHPS8cDbl4NOr8kcjzRyIvnIy+fCbwsonNWaN7z608IyMyYqIzk5JyYmKTXlnbWlk9NTI8ZfHo9vSoVMzGaQbpg1z0iIQs56HGlLS5EY5ciAGyErjAN8xBAXpIhFNLiVMqhlpK/GNGMjXMmh1mAyVzctqMijmn5s4OcSfk7DEZWyPjjg7yZjWDuSnRfq/t8tJjJ4cl06PSwQEGUCOM6yIiWuFd1cVZ0SnRPmmxfnkpEbHBrz0dnsUGe2YnhseHegd7OiaG+2UnRsSF+qQmRKUlxwT6eT5/+tjV0SEjJfn6pWt3b9yJCY9eu2LNsQOH7ly7cePSpecWQCjx1YsXdm7ZtXbVxkC/UH/fAD8f3+3bNh0+pPvgwc3796/b21v5+bl6ezu5udm4u9u+fu3g6mLv7+vn5uJeW13j5eF59fKVe3fuujg72li/fPL44eVLFw4f0tXZtW3P7h179+zctnXjulXL169cvX3j5r07du3RAdxev/72j5Wrlx06qnvy5MHTJ/T2b19nfGTfk8vnTm3b4HT7+tE9O02fPnYvLPcqaH0cWmnolG/qU/OylPoyDxZSDvePKojxjM9wjox7HhBq5R/snuATku2bVuOU1WZZiLuZQ75VyrucTdhln7rhge+d6GoD5+Q9j8LuBVU4RFUc0b91bNc+0306D88ZGO7danpo74PLxk/uXHKxs7B79dDJ4am1zUM395fhwR5x4b7+7naOlg+cnj7wdXju5/w8JyEE3l6J7a3F9tWwCW0DzP4xOWFcgdd+HFSJkCxCM0jFAmr3/ChnYZQ1raJMyMlKwMjTO8hFqiUUmYAg4uBYFMSAgJqVHmd69uSZM8dMTQ2iooIM9Y8eObjn2OF9l84bnj+nv3vnpr07N1+/dO72FVNbK4vk6IimqvL22pqqgvzS7KzKwvzWmtqetrbwIH8Tw9Ob1q68cuFMUV5qXlZ8XJR/cX4KtKetua4CDeu/esFk15Yt2zetf/Lgbl1l8WtnW/2j+08e2O3l8Kq+KCc3Lry7qrijNK8mM6kyPbYuJ6kiLSo/NrgkIbwiJqInPxtdWd6dm10WFp7j418YGFITGV/kH1oTHt+emNOTVtwUmY4taHhLk35iKt7j+PMwplYw8Rk/sABhaelDf8D4C10MLUWtxSu0CMmfffw/e3hA7hFEokVIv0OFAPqiFsOiycNavHKhlTqQ3U6OKsOFFuLDiuhxVcyEGnJUGSG8mBxVRowoxUWUgGU8S8FLqJACMHMYpGJUSAEiKG8xhDm/0yMDGlSIj6kmxdfhY6rREeXoiHJsVCUlsYEYVwsPKaYmNaIjyiGBBfSU5h7frB7vTGhgTr9/Vq9vBj66TFEGnWunzXcyFGVQRko9aI0GpWBIQDY8qKDTKxP0P8OCSqiJzdzMbkhgQc5Dn2Bji0DDx2EmVlkPPFrcElDhRdioUlRYITWunh5bT4tvoCc00hMaAcpdxGBOahs9qYkUW4uLrMRGVBCiqynx9fSkBko8YH4GbN7hRWAdMZjFBS4DLz2CdwSAKxNRATb3EqKrSbG1hOhqZEgJxD+/3y/v30XgJZn33w/+DX0BHRgR/H8HwJhQQAEGARgbVg4OCMCE0GJaNFARjPHPoYYXDRf2fGyl/NnF/gYVAVnQWJUWq/qBln9DykAG/oFVaPEqAIAJQyAAf8EMfsUCkVd/lf0u7v0uATAo/4LmZ+ARpgQGrvzcL/0TNvgVofirKulf9PsDPfQdpQIE5MX5vojBwHNA4XeJfpdWf/9Fv4D5mT4FJDzTp4AlXoz6Y6dQU44Xp/ew41vo0Q20iFpKWDU9so4RAaAvPbSGFlJND66iBVVSgirx/sWEgBJiYCkhqBgfWIQJLET558P9cslRlfiISnRIKSwQVIZLUKHAly4tvbknLK/eJx6SUiju7pejkUJ0j5jcL+dhMJBqMRsxO8pnYLraqnIwXY0CEnyQgxkWk+nodja+mwBpoCJbu+oKEB1Vvf+btfcOiipR173PuXufM2HPmEAUEypmFBUQEXMccxYJknPO0HSim+4m5yg5Z5EcGjrnSEcaOkKTo2EcZ2bP6HBrsWZ79zn7fLfuH1/VW6uaxWqK7q5Cf+t53udpLCZ3Ny5oJWoRvauhpKeprLEkBxUTBIvwR0Mj4iFhUcG+QV7uQV4eAR5u3s5O/m7u3s5OAR5uEQG+Ib7uHk5PPF88DfVziQnzignzgER4IWL9UzDRJfnYlrr87rZyKqGZPNg4zO1dnJH8+kH7flkxPyWc1fNHRYMyft+oiDAmJtKHml7V5bQ3FFD6Gzjk10Nd1e0NRY0VWU2V2QPtVcSe+raGwvbm0tctFa+aymor84rykjJTkWlJ8NREGCY+CgRgf+8Xvp6OXm7PQQD2dHNwdn727Nm9B/dv3b938/69mz/cuHzxgq3tmVNWlsePmh08sN/0n6t5jTcbGm0C0HfTuvUG6zcAJLzewGDdJqONm9d/u+7b//jbd199b7DO0Nhwm7Hhtq2bjLZv3GTwzdfr//r1xq+/3/jtpo1/22K0aY/JjmPWVrfO2D64cOn55Rsvrt5yvX7H/cZ9zx8eeAEADDIw6G0Gnc+GBhvB88ZbjUDTMhhVBXYagTQL9v2Cq79bt2wGCRnkYVA3Bm3SX8AYxF1QWDbeamS6ZvoGWRqMngYt0KYmO8ACpKOH9oN26MP795ofOXji6OFTJ81PnTQHAdjC3MzqxDELczObUyfAIGgwAQv88oz1Seu1XOhL523u37lx5+bVa5fP2T25HxMe2NVSOSIgzmoFahllVgfQ0YKO8+O86N2s8M00f0HLVgrwb3TDClY/F99C660HTMVr26Eq6RBo2RUyXyslg/MT3Dezop+WR35clC3oeeCqMLAMrGaqxYMcYuNQRwm5pwJciF2ZFLyZEi5N8N7Pin9dGf3trfLXldGVSYFKhP9peWRlZnhawwRBWikBEHFBz5vRskBxcmKMyqMBwunSlECvpPW2FHY15oGiqIDaNibEr/48+WZKBGqJYBCURkLUycgaCXEtPmrgixatkxG/GJX1CopyeIBHbuaRm8flpHktG1wMntYwJ1V0pWRQxO4QMNrA7V+9kjY3zhkfpYwI+6Y1zMVJ/tKU4N28RC0DMG9WDbzqqTHajAp4MxfHuXMa1uI49+308KyaqZUS9ArKjIoxp2G9mRKOCPvAvVywNnNunAMy8KyOPa1hauREuaBXyutWDPcrhvtl/B4Gvn5cTtFKSfNa7o9zMim7m0NsnhihjgoGCJ3ldcW45opUYLlCQtQrgPVgUOkFPw61jDCpok+pGYrh/i88DwI8yMlscpNGTnw7BxTwgr/GtIa5oOd9/qgTczoVw/0DHcU1JRg+/ZV2hNTVkldZhJKwOt5MCX9ZVuhkRDahAVzqlrI7xcx20PIt43QJqAAovpsRaaUELqlFKyUp+P1qMUErJf20MLKg482q2XoFbWqMMS6nLOh4v64op8YY7XXZSYjwFGRCqGfw/m277O/fG6YT57QSoC9ONqgUdn+YF8yMEtj4SgmtdVHJXNHwFsZYOtHglJw8JSfPKxnLWs6MgjqvZPy+PPrj7PAvS7I3k7wZJXVaRZ1QEFViYNF9mNEsYraMDXdL2K/WQp67x4a7PywMv5vlK0U9jMFKOr5CzGpVS/p0crxOjpfx2oSMesZQBWOoQs4D1tfXGJ4rY/cv6sTvplS/Lk29n9a9ri6FBvnjENCM3MxoFDwCDoPhEmG4JAQ2FZ2cjUrKQaBT4zHpaw7nzOT0DFxKcgIWA0eh0dg0UAEGGTgBlwlFJEbFoiAwbCwUA0MmYZOys/PKXpbWlVY0lpTX5ReXZ+YVYpLTkJhEJzfPR3YOIZEx0PiESAgMk5wGdgKX19TnvSwNiYxBJyXl5ucMEvpTMtJ7BvBJ6Vm3Hj0NiozbZmJ6yOzE7j2mh4/st7Y8opKzlqYlM1rO+7lhYE9BB9zCmFHTpOzOEX7XL8uK1Y+an5dG3s8NA7K/ljE1RtPKgJKVtVs/nGW9aEEnWNAJlvWiqTEW0J2jZGskZJ2MOjFCHxMOUfvqepqL2ISWOQ2HSWwQczo5tFdDvfWlRWlF+RmPH937/rtvDQ0Nv/nmG4uTxx8/uufp5hQc4Bno6xIXHZCThcGgo2MiA3x9nV+8eOru7uDr4+7m6ujn6xkc5Ofi+BwBjYZGR0SGBAR7e7i/sPPysg8MdI0I84qJ8IFEe0Gg3hFx/v5RYU6+8beeJx87n3rfuevy/bJ1O+2PnHG8/CjgsVfqfbdMy6tR2w45/OfGi99vPmdz3vGxvY+ji7OLx1MPrweeHvc83B94uT3zd3cN8vSBRUQioiOjgwNDA3yiwwIiw3xDAj3Cw32jowMjo4IgcVHx8fG+PoGnrGx3bDfdt+8oMAfNjxyztrS+aGVz+eSpCydtLlmf/xOA/6H9/ikCn7S5ZGlzwWTvQSwuxc3dx8M1wMbqus2xe2fNHc6beV86Gn7lOPLqiYQrJ7DXLBJvnkm/eynh9hV/+2cBkWG4JGxBEi4PiUyOiIR4+/jd+OHK2bOWDFrf/CSwv72oF0tYPSrRkHaEMiYljI/SJlQMpYSglBEnVcwJFWNSxZyd4L2bl81O8H5+o5zSssdHaWoZaWqMMa/mzKt541KanDM4yifPaqQ/L0/99n6xPD8Di4h+mZMkHaavLOhkIgaN0DHYVd9akwfSLzzCJzsRmp+KzE6EYuJC4RF+8dGBawvAkWloSEp8TFyYb1R4ABQagURAoHHRKDgMi4q3e/Tswpnz0WFR679dZ3HU/PmjJy/s7J4+uOvr4RoXHXXI9PD67wyePrLPzsxJS0k12rxxi9EmFxe7588feHk5+vu7urs/d3J65OZm5+/vHhzkGxIU7O7qkYDCIGDI+3fvXb546eH9B9evXjtqdnj9uu++/eY/Dh00PWtrfdz8yP59wNrRkX0HDuzeu2/X7s0Ghn/9y7//7buvDh3Zf+6izcGDJqa7t5gYfX/ngvUNy6PXjx70u3PdyuyAXUxkSFVjXO2QX17fY3T7bXibXUafZ04Xtrzb3zsq/IdnSbfsMFefIK8/Rb0IgAfF+QVBHCISn6Jqr6Ne3UwlXMV0HvVIvBCcZo+ttnwBP+2Z6pXaecM5/sChy9Z7jtw4dMD+4lmb/bseXDj9+Po5h0c3PFweu7s+dnZ5GBTsGhbuCYcEYRDh0DCfEHf7MNfncX5u0CD34gx0a2VOf2spqbuaS2oal5Mmx8j6UcLnD2NvZ3jjI4Njw71SDnDf9t0M4Jd5M875ZWnk/YxIOTwImHRkNL2KpxDTJlTDY3LO4rym/VWttfVRS8vDNjbml85b7TUxunHVNisdU1KUHRrkff3SucP7dh/YtX3vtq37d263Nj/64PqNIA/P7MSk1praosycztbWtETMnRtXdm/fcuv6uaK81IwUZGoiDIeOaW+pqyzJLy3Mu3Xt8sE9e7YZGkaG+EHC/fft3Lxt49d3r5xJiY+pzk9vLM6uyU9rKADmdUXOYEt5V01efUFyQ2FKVRauoSCtMT+jIg1bhEUWJyZUpSXXZWW25ha05RY1pucgPPzNN2yz3ro3OwLekpJfA0lMdvAnZ1WONQ1omgm/sVW/MdSfmJrfKGO/kUZ/J4z+PqT4HT/yO37k88DIH3jF/+lMIoytUrWrjInP/bKleupoThsPW0VHFPOwVcKkWja6nIEsAQGYhiihwP7cRCXFFYJLp6S4QgrsJQ0BdM+CRyaqnImplOV2sZMbQQWYgq5i4Ooo6KoheGlfbOEgrIQUX8HA1dEwNQREGR5a3BmRBYQ/xeT0xQA6sCC9ca6R9okwukrXfewVq0v76JgKcBkYvGYwroiZWD8ILcPHldIS6oZg5RUuqISrHjGn7drDsvDQYmZiLTe1kZ1cz0ys5aTUCTOaOLgGWnwVEVpKgpXRUdVrMm8DE1tHgJVS4isB6E1t5qY2M3B1RGT5QFwhJ6WBvZbzDGR6YSuZuCp2Ug03pQ5E3y8K8P8RgeMrSYhyEqKchq5mYuuY2DpKfOUQtOS/ATDIt//KvV/O/P8FwERoKRFeQYRXkBCVZHg5CVa2piEXk2ILGIhSLqqcDi2iQfIECeUThZ1v6mkfXvN/7ZUDOjBJu0pQf8KPfRpSAlIwUQUAMHMSGMbEZ6r2E0XzmQq2TwPaL5h69ceQ7o8Bzed+9Z87wAD06oAZHAdmaBw0SAMXk/TArInGgGV6EPBOg/N5UPvHkA74mWT9PwPwl+Ar4AFz9hN9+jNjBsh5Fq6s8hZ/oUy861HoK6iq3H4hroWNqGHBqznIWlDv5cfXC5DACBF1wMBqhbBaAbSGHVvGji1hQoBhxJUwYMU0WDEVXsxCV9DiK8jwUsKaJrxWtQXcSmiPyGmLzm6OTO1JzFN09S0KeJMCqoLV19mQj+8sk3D7RoSDrMFXPFKHmIYndzYsaEV/XxmfHuOxh9pYg6/UIqpqmCZjD+HbqttriiWMIfZgZ1VeakVOcmEKOhEeCficg3yign0jAnwDPd08nRzcntu72zt4Obl4v3D2dXUO8HD1c3P2cXXwdXMM8HTyePHQ3/N5qL9zeKBzXKQ3FhmWhA7HIILLX+IqS5I6X70UsLs1o1Sdkj6l4yzNit/OSVVSokZOnVJzRkUECbdPzO5jEloF9C5Sb91QVy2hu26gvQrfUT3YWbNmga7o76nH9za3NpbmZ2OxqKgkDCQ7HY1GRECi/IP93Xw9HcHxcnvu5vzU28MB/Bfq2bN7z57ds7d/+PTp3bt3bly/dvHSRduztqesT520tDA/cdzs2NFDRw7vP7B3z94dO3YYGRkbGBgbbN5maLTN0MjYYPMOo21bNm7e9LdNG77ZsPHbjYbfGxqtNzLaYLjL0MB4/brN367b9M26jd9u2vSd0aZ1QHeB6R7rw0cuWlnfO3f5+YVrjuevOpy9an/2qj3QA2y81chg0waw9894qxEo0u422QkSLBiFBarE4MUg34LhWCD6glVGX9RdkJbBrCxwGXj7tq1/1vyu1QgbbzU6sN8UXAzeu8cEHED73mm8b/fOA3tNjhwwBb3QpiY7Duw1ASOvLI8ftTpxDHRBnzppfuaUxRr0HjtjffyszcnztpbnbYF9YFAQvnDm1LnTltcvnXt45/rdHy4/uH0NEhn8qr5UJWX+vKL79GFyblyw+vvsT8ujgOw5I5hVMym9lRMj5HdTYr2czsI3T8joGhGALmBa0vwEl0VqfFWXwSQ2/P5B82ZWtDjJ/xJhNamig5vAKhGQ5AaGQoExSDoZEbgJrWKoxYN6BWVey9ZIhuTcbpUID2wIK2ng/vDcOGdunCPj9zCJDTJ+z9s58ds58TCrndRXqZETpzVMIfM1k9jAJjR1N+VXFaBFjA6NhDjC6/tpYUSvoEnZ3WJmp3J4cFbNnlGx1GLCxAj17bR4RgX8f31ey34zJZxW0mWcLhmna2KEPK9lv50eBn8ZUBOWc7v1CsCGDTIw2IqsV9KWpgQrM8MrM8NgJtaHJfm7ecmUmrE8LZzRsj4uyhfHuQs6zod56U8LsjkNa2KEDK5AL03wQACeGCHrFRTQNqxX0tQyAphK9XFFsTwN1C/L+D3vF6SLk3yNnDjMaudSW4TM1xJul5jTOSoY+HFOtqwX/rqiXJkcZhOa+JRXYmanRkJkDTUy8PVqMWFey9VIiGC2JyjeTqoAbzmH0jwqGgA1dsVw/4iwb0yMnxijgvvAahlBwu1SywhvZkXvF6Rz44Csp5YR5ILeMTF+ZWaY1Ff5qi6DS21ZmRkm9JTnpkZOquhLE4IRXh+X1ASayZWiPjGrTUBrpvZXsAi1PEojj9JI7CoTM9unlXRiV5mM0wU6AkZ4PWNC/JyGMyoYAOrFJaSVGenvP+o/LqtHh4n1ZWk4eCAWHn7m2LG9W7ZXFxT8sjw/oRBMjLLmNBydfOj9DH9lkiWg1tN7S3WiAb2UOMLq1kvJP04NL41zNcIBKatjQkKYUdJnR2lzauaijvXLkuyXJdm7acGSnjM+QpBxO0b4XR0NGSJmy+IEWyfHr7UZk1Xi/skxIp/aJOcBnVhrhPxKJ8evTPF+nBeurk7O6cgCeoOI2QK0Xs3Llqclk2r+jFb8Zlb9cXlGyCAnIWBhPt5YKCwtKRGZgMZmZqQXFiWkZ0bB4+GYlMSMAjQuMy3rZWJaDgqTjEBj41EJGGxiYnJSckoaNgmIgF5zPmeuMXAOJjELiU5GooH1YHh8MiYxIyO7OL+oorC4Jr+oorymPiUrKz0nP7eoJA6Jtjl/GYVLCY2CRMUh4Ghcek4BLjUzLTuve2AoJTOnsKS4srosMiqEL+TExkGeOTgqdXr/kIiDR48fO2mx78D+E8fNHty9+tObiSkNd1JFn1HT5rSA03uY0aoS9/MojWxi3fu54fdzwJYEuNegkQyJme3D9DYpG3C2v52WflxQ/jQ/9uOs4sdZxbxGMKlgLeqGaX0NYnbfpIIFJiiOCIamVNwPS2Pk/jo6oZky1NTVXpWaDE9Pxz64f3s9kPG//quvvrI5ferxo3tuzvZ+3i6Bvi4JyEhsQgwSFgGBhAQFeTg7P3N2fubu5uTo8DQiPAiNggX5eSOg0ZDIMFgMwMAOdvf8gpzCot2jIb7RkV6REW4x0Z6xsKBoJMwrJOnm08R9J+Nv23fceFxnsNvryGn3MzdDbzjkXX1euN3M9z833/1f35812H7xzkMfJ9cALx9vb98X3j52nh733d3ue3k8CQ50jQoPiIfGIiDRYYF+Ab4e4SG+YcE+vr7Ofn4uIaG+0TFhiUkJQUFBJ0+c2rXT9PChE3v2HDbZe9jM/JT1mSs2Z69Z2Vy2PH3J4sxlizOXvyjAJ84ARmjwCLDx2ctbtplU1zQ8t3sBjUq4YvPwsrX9+RMvzh7zOH8s6IJ5LKD9Hku8bpF272zG0+vJdvdjYdFZybiSJGxBSlJueFjMixcu/v6+J80P9/e0zk6O6sZ4s+PCiTHmrJotYrzWKxlMcjOb3KJXM9/MShamhPMT/NkJ3sqMGHwsHx7QKxkyYb9SQgDs7vPylQnhnIo7p+EtT4jfzY29m1e/mdEsTKqKslMzUzAVxXnkoa7ZyVE+m8Ci9bU3lpTk4lLQUdnJMBQkMCcFHIBcoQAAIABJREFUnoiMTEZFp2Eg0AhfeJQ/DhEBi/AP83WJCfZCxgbHRgVGRgbCoNE4LAqLQoQE+D+6d9/s4KHzNue+/+bbi2fOPLj9g5vT8yBfd2x8XF52WkRw+Faj7ZcvXmHQmI31DebHzLYZb75y+fzjR3ednJ64uj4HC4G9vF4EBHgEBnj7eAMuaB8v39TklGdPnh45dHjv7j0GGzf97duvTxw/9vDBnTu3b5gdOWBosH6L0aZ9u012b9thvMFg8/qN3339zVf/+dcD+/dcvnTO1tbCdPeWbQbfmBpvcH9y+9yhPS7XL/jfvXHjvI1fYrJTxkvvnJaAQrxDcte54JeXIorCC7u9w7Bej92yX/jhIxF1zt6oiz+EXrrhe/uByzPHi7eeWdz3sXBEPEQ3O2T0XAnLfYKq9M/tOuOOvRdVGl1EtLjiucfE6tz+Yw9OHr972srcZOuTG5ceXD/nbHfX290uwO+Fp+fzoCC3oACXsBAPSJR/XJhvhJ9rlK8rPMQbFuKdiYWko6JqilMJnZU8cuu4nCSkveJTm6aUlJUp3oyaxqM0DjNa38+K300Pv58RasQDSmG/foSsk5FVoiHF8JCE0z8qpihEZB6jr7+zflwtKivJPH/G3PyIia21mamJYZCfM4XQOdDT2lRX2lxXkZ2CCfF1f3z7B4sjB3dvNdpusHGXkeFhk10Wh488e/AAg0BEBAecO21puP5vF22t0hJRiLiwnPREDBJCJfS1tzSEB/nbWJ44tHfv/t07D5gYmx80MVr/ld29a5k4eEFaAiIyoCAN3VyeU1OYWpAEzUuMqchBV+VjG0tS+1pKWipyawpTC1OR2RhoUWpCTUFG48u8+sKcpsL8utzcutxcVHDoYUNj6z0HypMzOorKX6XlPjthE/vYsSImPsc/qig4rjIygZBdyS1pkdf1THcyfiRKPjFVn1nqz3TlbxTFZ7Jilar8RJB/7BX+HS9ZZWhW6erf8fKpikFJehMjvpSLqRQm1nHQlQxEKRtVwUSVM+LLaIgSKryYAntJhReDuEuGFFLiimggP0BfUqEvmfASRnwFEV5GRlXSMDU0TA0FXUVGVZJRlRQ04BAmI4Hv9kUXgLjYH1NIRpat5RvnD8UV0NHl8vz2pVbWKlm1yptZZelnG2lgohUeUdQdm9MVk90PKxqIe9kWkkGKr+CkNGU/CntiaIm44Kwuw4uy27mpjTRMFQ1TxU6u56Y2MhOrKegyekINA1PLwNTSE2pAlzIDU8vC1QvTX/FTWzhJjSC1snCAC5qb3ESJL6dhKhi4GiDqOaEKyACLLwcs0KhKwAWNrgIYGF0FAHA8gExUVBUoAtPQ1YCPOqmRnlBDQpT/jwA8GFf8hXj/xwf/jMFAFFZcCenPHeCXawlYReBxLQHrJXhcux8BfDQUQP4tAQGYBKsgw/8LAJMhwGfERlXw0JXkmDx8WAYXVT5Z3LfSwPipXfAHXrFKVK0SlJ/wY58HAQD+g6hepU2ssmdWeXOr7OlVph5oUQZmZq30aALUbIHjoPb3ATVAwkM6IP95aBxoQiJMrBL1wICdwGC0FQn48hNe81u/Cpy/9yl/61f9PqD+M0kLiJj+0/z8X+iXBqDvnwDMXVwVrHyiTy90SLRVNAa6jgGvpkErmYgaPrqBj25gwaupsWWA9vuP4cEBHRgcNrSCASmjxZRQYoopMUWUuGIaoowRXwEWSv9j9bpkCFpGgJUTYOXtETkUXHUPsqAqDNWZlKPo6Z3hMvVCxrScTemuJXfX6qS0Ba1wapQ9PcZb0IrGZXQBpUMpJI7yh+ScAXxbuYjeqx9hj/LJbdUFrRUFdUWZ1fnpdUVZaUgIOiYsLsw/yNs10MM5ItA71NfL08ne64VjqI+vu72Dn6ubj8sLF7snLnZP/NycA71cvF3sAzwdQv1cgn1e+LrZBfk4ImIDscgwFDQoKwVWXZrW1ljU1ljU21HOoXdIBPhhdq+I0yfnD85o+Fo5nUft0Mrpi3qxgN4lZveR++qZhNYRwZCQ0b0Gw9VDPTWt9QV11bnVpVnlxRnFBSk5GegkDASNiIiHhcVE+Ab6uni72/t6Ogb4OAf4OPt6Obk4PXZ3f+7p6eTu7uDu7uDh4fjixdOnT+/ev3fz7p0bt25evXH90tUrFy6cP3Pa2sLqxDFri5PHzY4c3LNnz84de7Zv371j++5tO3Zt277N0Gj7lq07t2zfttnYaIPhhr+tX/f1d99/9c0uozUG3rDR4NvvN3y7DkjGWme84bttWzab7txx9OChcycsb1ha3zppfcvi9G2rM3f/DSy7N9i0AWw5An3LoJz7RdQFiReUcL+kRn8JdgY3fr9Q8ZefAGLwjq2bd23bAtb5mmzfumvbFpPtW3fvMN6+xXDPzm1g3tXeXdvBa0xNdpgd3Gd2yNTskOmRg3sP7d99+MAes0Om5mYHTlkcO2VxzPKE2UnzwyeOHbI8AWi/520tT1seOnPq8Pkz5pfOnbx83uqirdVZawsby+MXrC2vn7e1f3Tn6jmr5w9vRAS6t9QU6ZWCX95o387Jp9QcEbuLNlgv4/ctTgrfzUsGOkpHhAPaEQqH2EzqrhQxuiZG6HoFDVgSnhMvTQnUMoKU1z2lZrydE89oWcvTQo2cOKmi/7Q8Ajp4PyzJgZmXKvi9I7we0ACslRKWJngqEV7K7gSzN+TcbuXwAOikXdNI2bNq9vtZ6ayaLWF1zWu5n95rp5VA7IpaTBhsLxXSXiv4/bT+WjDYeWqM0dWYR+uvnRih8imvppVMKbt7rdSBOaNifXqvfT8r1UiIk6N0nYy8xlpDahlBLSOAO8agm1ojJ76ZFYFxUPMT3Ck1Q8zpFHM6wXTrd/OS1V8mPq4o5sY54Lrs0pRgTIwfH6VMqugg6v+0PAKuPYNGX1D+BZQxKQF0eoNJYGrx4DC9Tc7t1smIIIfPqpngXYAf5yRzGpaE1SFld86oGIvjXBmnS8runFUzp5V0CatDJcL//c3YxxUFGF61PC2cVNH59Fc8WqtaRng7J55U0YdZ7aBjmUdrZRIbBIw20H4MRlKPCft/WpD9/k41raRrpYRxOWmtl0jw89KIgt87JuxXiwfnteyPi/J3M6LFce7iOHdUAMCtnNs9r2VPjlJ55OZflhWzamZ3U65ORpzXcqeVbFp/PbWvRsxsF7PaNNL+OR11TNQ1Oty+qGd8WBTOaoDaSY1kaFbNXNBxtLJBNrFGwn4NEJSCvKAXLE2Jh9m9fEbPh5Xxj2+nBvta05MRcEjoo3vXNq37jzPH9zdX5v2ypNWIaQreoEZC5pFbl/X8OQ1rQccZE/YreD0KXo9SgF+ZEK5MCGdVDGDLmtmukQytfhyXc7s5hAa9gvLz0gjovX87DaiaegVFwe8VUFsBdOd2AOZ8KX5xnDvC72IN1WtlgyLG6/dzwxJWBx1fJWa2v5sVTo3RPiyIP/+oWJigCugNhN7SMengbx/1DGrH5IRsbk6r1ysHh/owGExAQBAEAk3EpiSgExPXrMiJaVmIhERMcjocjYMgMCnpeQm49JT0HExiWlQsPDoOnpSWmZ1flJ6dh0QnxickoTCpuOSMjOyinPzipNQcKCIBjU1LwKUmp+WmZuSiMKkQGCoxJbussu5VVxcuM62isQGXkZWeXxQYAblx71lEHDoOlZycVZSYlpOQlFFWXV/T2FJWU5OUlpqZmciiDwYHewcG+Lx790avHz97/pyV9Skzs8O2Z07t3Ln5ZWHqp59n3y0oNHLylJoxraWr5YMqGR5oAhP2gfeewDy2t3NSLvUVfahBLSP98lYF3iidVLB+XdYtjYuWxkXvpuX6Eea0mvduTqFT0Of1w9MarlZBX5qW/PxWszIrm1CyKQOtNEJHe1NFZio6PSWhsCD74gVbIyPDb775yth4y8EDey9dtHV8/jjI1x0aGRge7AWDhMLjIuBxEcEBns+f3nOyfxQW7BMXE4pCxCTEQ+LhsShEDC4BERcTGuDr5u/vGhLhHhDuGhsbDI+LiAj0DvB2DQzw8QsM8wlLu+uYtmF34PlHjbfdeg3MIvdfiLrsmH3NoenYxbxN+3z+14bL3262tLK9/dze2cnBMcDLx8/DC3A+e3lFhgUGBrp7+z0Pi/SIiwkOC/YJD/GFQcIh0SF+fm5+fm6REcGQuCgMNj4sLOTChQu7TPaY7jt08NDRXSb7LK3PW1hf/NcBpOC1OXEa+C6g/Z4G1oMtrC+bmZ/Oyy26cflmQ0nHi3shZw49fnAx6NYF/zPH3U8fDbE6GHvLJv/26Tzbg5AAx+JgryxodF5SwsvG2s5A/xAvN1dfL+fjR01zUlGzE3Ihc3BSyRuX0xZ0PCnr9YSCKGF1KYaHfpwb+f3DBCDd64d/nBuZ1fG1Usr8hHBBJxgfZUwr2dMa7oJO8OPcyMwYe17NAZP85yd581NChYwyrZcuzY831Fb4ebmnJWMGel+/WZrs7W4Y7AfasxCxgWm4OFx8JDTKD4uMQEPDklAxaVhoVLBnPCQEEROEhob5e9hDI/3hkGAEIjIiMjA42DsRh4oIDw4JDnz+5LHVieN+Xt77dptcOmsT4O0Kiw2pry7sel1TV1NYUVp41tZm187tVpYnA/0DYHHQTRs22lifvnzx0nO7p54ebp4eLl6erp4ezr4+7lGRIeHBQX5eni/sHX64euXA3j0bvvubyfZtZ09b37p+7d6tm6ctLUxNdu3fs9tk+7athgamJruOHzb76t/+8t1/fv31//rr9998fcbq5PVL5y/bWu3essHou7/cvXDqzpnjl4/sDXt298bhPc9v3UTlVyIaBr1zWmIamWdCMg85QJ/BS0MwVY8f+jhdetKGSNPXtxNRST3w+PrYOKczNj+cPn3pwtXTF28fv/LE+PSDS75Ye1xDTBP/XnzdwecIv7y+p5G5m/edOXzQ4or58Wfnz5w6tNfW0uzWlXN2j2+9sH/wwuGhm/NTH0/HIH+3IH+3qHA/BDQ8LjooJMA9ItATGRuahoFEB7vFBruX5GEGO2to+CYerX1URBgRDojYXWJmOxjAAfiSRohzavqkggL+zaf1V7+dFiuHB9mEJg6xVTE8JOPhBfQeOZ/ApXTqVby60vRLZw4fNNn05M6FisKUmpKM9ubSuorsohxcbXlOdWlWbho6LsLPzeHR3evnT1se2bdz86bvv9r0/TeGG787enjf7p1bjxwwtbE6GezvEw+DpCbiyosLK0tfwiHRd29eP3Jw7w5jw21bNu0y3myyzdD+yT1kbGg6DgGL8M/AwjJw0CxcXBYuLjsJkpsCyU+DvsxGVOShqwtwreW51XmpeTh4RnxMPg5ZkZVcnplUkIhuKS3sqq0qy0zLwyUc2LrFdLPhy9SU3trqxqw01xuXIxyeVmLiU0MCaxIx1RhMDRZbicYUxsRlBUXkhERVwjEdGfnkkhp2ZdM0nr5C5H5kSv7gq1aHtasC3SpPu8rR/YKXLrUyJVmtNEQJE1nBRFawERXCxAYwF5qCLCbBi+jIEg6mkoOuBKpl44oYcS9ZsDIOrJwLr+AhKgXwSl58FS2+iooCBqRNSnwlEV4GpDpBiqnISlp8FSGuZAhSTEFUAFu4yHI6opgKK2Chy0dzXy800n7plwAtTfzpVYbu45BcU00cwlS0Rme1x+V1I192I4r6oIVgvy4ZWcbA1eChRSVOEPh5+5aQ1O7YHAq2gpvRKMhu4WY0MlNqaYlVdGwtSOM0TA0dWwviLjOhlplQy0mo42LqedgG/j8NYJDGAYT85bj2FICi6QnAi6InVK3lXQHO5yEoAJxg7hT46oCl4rUfToKVDca+7IvM748qGIIUE6Gl4JeARRlaSoSWEuLWYHXt6SRYGSEOwN1/nbWLgacTof/lSIKVgYbn/3osWztfRoH+9yHHlVJgJXRkORNZwYqvZCIr6PAyGqx4vLD7p1bOar8c2AceVKzS9asU3W+90j93gyn6VbC5lz0LZCwDA4DoJ8okOJ+pU58pk5/IerBkCMBXytQfJP1n4gQwAAyP/zH0JyQDq8JriVl/DOl+H1jLiAZF4CHtF2f1Z+I4kBH954rv/Cpr9hN96jeq/hN96hN9am3vd63plz6z2CJgYOo5CQ1sdD0zvvbPyCt4FR1RzUDWUKAV/zokWAURCmDtP88QrHwIVk5CVoFDRFQOwcrxcWX9sSU9sS/7YEW9iMIueF4bNKMNmUnKr1L1Et6JZSoSUdDbLiZ1sfDNGhFJygN29Makg0oJMGJOp4zfAxaj8Omv+16Xkvvq+19XNlfm5SQhYOF+kGDfUC83+3u3PJ4/CvZyjvTzCPZyDnB3DPF2CfRw9nB46u/uEuDhCo6vh4uPu7OPu7Ofu1Ogl0uoj2u4n3uIt0uAu2OAu2Ooj2t0kHdcmH9yfExBOqY4O6m2JKeruWqgvaGntYYy0MYidUp5RJ2Cq1fxNCNMlYyqltMUIgKb2spntot5PRxayzCnQ8zrIvRVDXRWN1Tl5qQgcfGRqVhIdioSh4yKCvaMifBdG//ocL8gfzcPVztnxyeuL575+7gG+LoF+Hr4erl6uDq+cHjqYPfo+dMHzx4DJYsP7v5w99a12z9cuXH1wuULZ87bnjptecLK8jggfJofMT9y8NBB00P7gL7encZbAVV1mzEAnlu3bDECnNKGG77f+P23m9Z/u3njuq2GBsZrwVYb1hl8982GTeu3GgCdBvsPHbC0trpy7uwtm9PXLU5e/C8ADMq8YJfvF2/zF433y2YvuMG722TnmmYL5HJsM94CXg8y89Ytm0FNGLhmh/HeXdvBICtTkx17d203Ndmxf88u8ORB091fOn4P7DU5sNfE7JDp0cP7jh4GMPjIwb0g/Z40P2x5wgwci+NHLI4fsTp51ObUiXNnLKwtDtiePnTB1vz8GXNb62NnrMwvnra6Ynv63vUr1y/Y+LnaP7l92cflSd/r6h8XVGMi0ohwcGVGvDwtErG76EMNUh6QajMq+vOkYhiP7yzrby+R8noXJ4VvZiVgLNOCnvfrO+XbOTHYprM4yV+eFoLp0JMqupTXPSoamNWxF/S8aSUdjFMGl4HH5SRQaBUz20H1FXwAAhIQOiWnKPj9U2OMOQ1HKyUtTQjez0oV/P6uxryBtuKBtmIZpwfs+5kcpX9cVGgkxGW9UCcjT4xQQdOvjNOjHB4Ei3Dl3F4euVXO7VXw+9mEpjEhHsxqnlTRtSOk8VHK+CgFlEB/fadc0PMmxqhg3rJc0Dsi7NMraXolbXGS/2ZWBHqewYXG5Wnh3DhnQc8D582sCKR9IERKhFcOD4DBWuNykpTdycDXErvKBtuLBdRW0P8MasLzWvbUGFArsqznr0wKFnSciRGyWjwIsjF9ANjXGpeTFse5MyqGSoRXifCTo1SdAsAScDWaPlTHJDbIBb1rG5jcUdEAsbeiv/0lk9gwzGofEfYBzuc1a/eooE85PDA5Sn0/K17W82WcLiHt1aigD5TiF8e5YOznyqTg15XRj4vylUnBsp4PJtFLWB0gAIOy9uQoFdzlntOwlvXCeS1fOUyQsoG7GKPCHjaxRkBvmNEQ38ywptWEGQ15XkefHCNPjJC1UtIIr4dHaVSJe7nkBh69eUHPU8tIPHrnyqxi9bdljYJXUpiWhIWFh/hu3bzO7JApg9KPgfqrRENLEwI5t3dihDqv5YKf7Kya/cvy2IKOpxweBHfVFnS8NQtAz6igD3wbF3QcObdbxHitkxF/nJPIOF0cYuOooG9aSV/QceY0LK2UQB+o4ZKaRnhAPiqY/j0xQh4T9r+ZEr6bEck4XfSBmp7mvGF6m4TVoRT1LeuZ5L5iIb1peVagGaXrtFyxhP72/TR/mF1SVhQWFRkeDcEkpqVm5Kak5CQnZ6MwyWmZeWmZeUmpWcDJ9Bw0NgWBwsXB0dik9KTUrPiEJBgSE5+QlIBLRWGSwQe45Iyk1Kz0rPyc/OKs3KLUjNz8ojJMYhoEhoLHYzGJaUmpWZk5hUVllXllxdiM1KyXRen5hdkvS7MKy7wCI/3DoJjU/HhMelrWy8y8YhgKU9vcXFZVXddQW1yYcfvG2Xh45Ke//7i6+ltBfvadO7eOHDlkcfLYWdtTB0x3EAZff3w7vjAtGR+laUdIehVlRsd4vyj+sAxYEmZ1bI2cyKW2DHSUSnm9oyLC3Lhgblzw8xu1UkJiEJolzN63UyNAta9WqJPSuMQ2OX9wUS/+sKx8MyefVHPGJCTtGGNxRjKpZQs5vXRiZ/erurzMZBgkPBmHKizIPnfOduPG9evWfbdx0/fHjh56/Oiuq+NTD+fnUcHeMRH+kSF+0RGB8LiI6IhAH88X/j6ADBsZ5o9GAugLrgQjoJGxUcHhIYAPOQYRGBHnGxbmF+LvAywIuXuEBPhHxSIDozOvPUYbm0Va3Cy/403YbIEyso687Fp5/nHrwbP5m/b5/NXgwvpt5rYXr7q6Ofl5uob6+Ef5h0f4RIT7hkWGhvn5u7t5P/INso+KApADCYuIiQwICfEBJtgvMMAHg0GHhgbfvXv38OHD27bvXLOXHz1iftLq9AUw8BnQfv+JhL8AMHjyn665bGl9trGhzsbCqruhP8QFduuM251z3mdPPrU8anf6eOCpIxBbs8TrFum3T6Ecbya4PU+AROa8biZDYxO83NzRyNgTR/cE+zrpFNy3c6oZtei395Nv9OLVj+Nvp7hyzmsgAUvJ/nVF/ccH/dLE8IyKM6vmqsWkUcGgWkzSKxhvp6W/rqjfTkvfTElWf5p8Py1bHhfoZESgt3yKO65lCPl9EhFlZWWqvq4qJjryZVFedUWxQsbD9zeVlaSl4OKwqOiMFGRcdEBMhG9GChKHjoFDgpHQUEiUfwoOikZEoODhESGeKHg4LC44IMAtKiYwKioIBov09fGIigx1dXK0PG7uaPfM1GTHwzs/pCfHV5ZmD/W3kgltHa+qyITemOgwk13b9u/bnZqckpmesWHdRhvrM472Tg7PHV84OgX4+0ZHRQQH+YUE+6FRMA8X52uXLh7Yu8d4s+H2LUYHTffaWp+688MNW+tTNlaWpia7thhs2rNzx95dO/fs3HHiqJmVucU3f/nqb//x1Vf//pfd27ZdOW97+8qlS6ctdm9ev8fg22fXzt21Of7o7Ikoh4f2506iI0JTCmqR5V0+mY3oDt4DdJm5E+S2P87JH+vwwNf75os2ZKay7jUpJasfl9ydlIhxd3W+dfP2lUuWlqfOXb976ubz/dcdTzpD3fP6zocXngvJiSgduuQYueOAxYHd+65bmN+wMDPfv+u01bFrl23v37nm+Pyhl7ujh6u9g90DN2c7D1f7IH8PSHQIJDokMswfGhuWhIFCwn393e0CPJ6loKOaa3IHu2s55Ndy/qB2hCbh9gmobRJWF3gDepTfreAB/y5MjAB/roW0V2vLHezJUfrUGEPO7RcxusZl9OkxjlJIlDB7h2ldQ+2VOHhwYQaS0F33qja/p628sSq7JBdXWZRanIfLy4hPxUIwiHBYbGBkqKevp72zw31ry6OHD5gcPrDHYMPfthhs2mpocOzwkX279xw3O2p28NDa275t/55de3YZm+42tjh+yGjj93t3Gp+1PpGAiIVHB6dh4Ynx0TVl2ZmJsAwcJCMxJjMpOic5Njc1NiclJgcX3VaZ3/wy+2VSfFJMSGJsWB4WUZKGLUxC5Seh61/mVuRlVBVkWR3ev894cwoSWlOQ1V9f6vng2n3b4yWJsAiXZ035aa35mW2F2cVoREkCsgKLqU5KrEtNqU5KLEclFEHhqQHBeWExFXGoJkxqX2YRq6xJ9Qo/28f6hTH6C2V0oZ2tqhhQlQ6MFvbwU5voCVXMlBpmahUtsZKMLiEgiwjwwkFowUBMLg9Xw0FXcpDA8FHVfFQ1F1nJgpezsfVMbB0oujKxdYCyurZzS0VWsjAAcDLjqxnIKmZ8NRNZRYkrZiFKWIiXosTqiZKe9684nwZHVunaVe7UKkv/B02z1CEQFnT0xhe/is15HZfXBS/sgxbi17qRiMhiBq6Kk1JHRpV2Rmcl3HBLvO2V9sA/+2lIgUNkqWtctXd8Q0Bid0xBR2RuR2RuX9xLErqKldTAwtUzMLUjud3yHCAIWpr+WpzSKsA18tF1bFQNCwPYmEFBmJPUyE1u4qU081KaQbkY3PIF2R6sI2Zj6xnoGiqykoKooCIrmQm1/ORmUXobM6EW3Cklwcpo8VUMdA0dVU1BVID8PwQB7giA86/Q+89nQFr+fz/+K/qCZ0iQEgq0jAavoCMqGcgqOqKSCiunQktkqY0LlYO/dwpWe8UABhOUQE54/8gf+DFghjSrRB0g+dJnAPplza8ygSSqT/Tp32lTv1Enf6NO/k7W/0aa+BOA13Z3/6CuBVmtqb5gTPTvA2pQ8v3CwOCDPxOk/7FXDMZEf6ZNAgDMngPLgT8zpn+nTa5yFz4zpoHzQFvSzCp1araWNQQpZaHqmPG1YOYzDV5Fg1dREMAQoeX/jXVB0MXDK/7HGUJWgTOIqMTDKwZg5X1xpb2Q4m5Ifhc0rzMuty02sxWa1Z9cwq1sG+0k6Eh0DYU8K+UruYMTMppKOjSpoYn4HaSBCmJfGYNYK+V3akaGJpRkMASHRWqm4hu6W0rzUhDhvi7+LvZ+zg4vHt1zfnLb58WTALfnAW7PQ32c48J8IaF+Yb5usWF+iJiwBFh0AiwaGh0aEewf7OcV4O3u4fDUz9Ux2AsQjX2c7b1fPAfUY3+vUB/3CH+vuLBADDQ6LQGRm4Itzc2oKc7vaKzCdzTyaXjtCE+vHFbLWHIhUSYYHB9jSvi9En6viNvJJDfyma1iXgeNUNfXXtlSU1Cck5idjMhNRxVmYzOTEGhoWGigW0iAa0iAe0iAu7+Ps6fbc083Bz9vF3cXBy/3F94ezt4ezh6ujm7O9i5OduA42T8psFQNAAAgAElEQVSxf/bwCwnfuXn1h2sXz9pan7Gx+mdftNmRA0cO799narJ3z87dJtt37ti6zXjzFqNNRps3bjbcsGH9t+vXfbN+3bcbN3wHlNgbbjLYaLhpg4Hhpi0b1hms/85gi+HOg/uO256+cvPa4wd3HP5ts+EmUATebLhpi5EhSL/gVvAWI8N/HeOtRiDcgjHOXwKfvwDwlwcgJ4M7vWC0FYjBYMYVeGb/nl2H9+89emj/scMHzA7uO7Rvz7Ej+83NDpibHQAx2NzsgMXxI6csjp04dsji+BHLE2ZWJ49anTxqbWm+lvlsYWN1+PyZY5fOnTh/xvy05REby2PXzp25d/3Kwx+u3L16wf7BTafHt9pqi4DyGK2Aim8Qsbvezcvezknlgn42uYXcXzPYVU7F142KBmd13KWpYZ2CKuZ0i9hdI8KBMfHQrI49MUYFR6+kLU8LFyf5Y2K8WkZYmRn+sCRXSgap+BoRuwMsyOWRgYwN5fCARjIkYXVwiI1Ax6CwX8HvHRX0SdmdQtor5fDA4jh3aYI3MUKWsLqG6e1ghc+8ljun4UyNMfiUV1J2N5fUQh+oAwEYxCGVaEjG6Vn9aWJZLxzh9UlYXbT+WpUISO8gdVeSuiu7m/IH2orBFdn2umwGvl7K617Q8+bGOV8QF+TJd/OSGS1LLSMoJYPaEdKkig5uNYP5zBo5EURlMDIKLGQC64sAlWxtT3hiDIgHm1Uzx+Uk8CWDVmqwIxdMnF7W89/NiCZGyLNq5o9zkgUdZ1xOejcj+jAvBVuC9QqKXkH5UphE7atiExrk3G6NZEgnI+pkRPC9VUmHlGu5XGBc87SGCXYRs8lNQI3zWrcwuMSrlRLANiYQgOe17HE5iU9pETFej8tJQNHxWkw3KM+u/qT7+5uxqTGaRjIErH2qGIAJXEpQDg+A6vSchgVWOoMIPaNijQoGp8ZYo4IBObd7TssANspEXe/mOO/nuVJui5ABxEqJmK/4lBYh7TUDX08ZqCX2VtEG64c5XWo5dVrLX5qWvpkbJQ20FGShMYjw65etN3z37xEh3nOTmkm1pLIQNzlKl3N7pezulcnhlcnhGRWLOdjAHGwAN4dFjA4+5ZVyeHBayRRQ2wRUwOMHFEqrGCLGawW/F3zrZtVMsJZZyu7UrlW5LI5zp5V0Hrl5mN4Gbm5rJEMf5qV/fNBqJENf7keoxYMMfK2C36uVEuS8zlF+55sZzpKeI2S3M8ivfv1lZmFB29pWk1+YExYd7uHjG4dApWXm4ZKzEhJSU1IAkzM2KT09Kz89Kz81IzczpzAlPScWGh+fkJSclp2d9zIzpxCXnIFEJyJQOBQmGYbEYJPSQWZOz8rPzCnMyi3KyC5Iz8pHohMhMBQmMQ08g0vOiMcmpeblZhW/TMrOyi0pyyh42do1kJFT4h8cExASi8amoTDJsTBkdX1DeXXV6442Xz8Px+f3ifjXP72fX5gd//H9cnRU2I0b16ytgT+px80PXzhrNT+rer+kXZ6TL09LptSsn9+M/vx25Oe3IyuzghktCzT/a0dIfPprLvUVn94hYveQ++s0curSlHhaw9VJaR8XlO+m5Qta4ZiAwBhoUggJb2bknz5OLU1LpzRczQhNLhrSKZkjYkJXW8lAV0NNaR42Pg4SHZKMQ2VnpZ46ZQk0uxtu+urrv1hamHt6OLu/sHOyexge4AGHhEYEA2ui8LgIGCQ8PMQ3MswfEh0SHuKLQcUlxEPiYkJjo4JhkPCo8ICQQK/ISH8oOhyKDg8O9vb1cA339w319QoM8I5DoEKh2efuxe08CTE9m/M4mLX1dMpGy8hr7rXHr5fsPI7+bofjfxqe3bL75NWbdwICgeXeAHePmMDwqIDIYJ+QsKDggEBPD59nXr5PIyJ8kLAIJCwqMsw/OMg3KjIkJjo8LDQwLi72/v27+w7s37rNeOeu3XtN95sdPWFpfdb6zJ+xzyDifmHgLwB88tSFLyctrC9anb5w0tKis73GxmKfgEJBhiHunLf7wdb+7nWv0yefnzkZdOMczvpQ/JUTWI8HWU+vRTs9hKTj6gpzGu/fsYNERd+8fuH+7YsSPnFWJ5kY4y9MSBb14nk17/2MaEZJ1kr65zScOQ0PiHReGAWajYRDcm4/n/J6mN6p4OPVYtK0kv12Wro4LtQrGDMqzhu9GKhE0nFmdIy3CyKNijoqp6qVvJWVqabG2uQk3KvW5qz0JHxfG2GwNR4RgoKHJWEgydi4mAhfJDQ0MzUejYhAxIX4eDwPC3JPxsaBAIyEhqbgoAhYaFCQBwQaCoVGQKERXp6uIcH+Tx7cPXnsyA9XLx3Ya+LqaFdf/ZIw0CbkEoc5g0P9rQR8V0X5y7O21lu3GLxwdAr0D9huvGPHtp1PHz/z8vB2d3VzfuEYGRGGRsGDAn0ePbyzf8/uXduMd20zPnro4KVzZ29cuXzO5vRxsyOH9pnu222yzWjzrm3Gxw4fOm52xML82JUL562OW37/9Xff/udXX/3lrzZWlvduXr9/49ql0xa7DL4/ZmLkeOvypaOmL67Zhj6943zZuiQZC4lPSa5sD8mq8cusfxxf6JJY6Ykstr3h4vI44MXFJ2g73y5UOj2nhFdeQymrqMJioH4+yJioH67f3H3w+CHbm8fvuNkhX/rmd5/yxLqltcaV9h2//OzIMWvzvXuf2FpeO7rb4pDJeVvLWzcuPrx3w93leXiIr7+P69NHtx3sHjjZP/L2cAoL9okI9QsN8o6OCETBI0N8nX3cnvq6PoZGeBdlo7pflbFJbVLugGJ4SMzpFTOBCroxYT/IwOB9Q7V4EFxH+rio0EpJKtHQj3OyqTGWiNElY/dzCK+krD5CR5WA0iFl9TGGXhG668h9jQ3lmd2vytoaCuvLs+vLszOToanYGFx8JBoWiogLjov2j4nwjQz1igzz93C1f3T/1tHD+3ZtM96xdctB033Gm40O7DU9vP+A0aaN6//29UHT3edtTz24e93P28X65LGdWw2P7Ddxf2GXnYJOgEWioWFFObjUhNjUhOg0bFQ6LjITF5WBjUxBhyTDg4rTUHV5aeVZienI6BRYRH4ioiAZlYGCZGMQ5dmphWm4ovTEY3t3bd/wHSIqtK44r6koqxALvWl9NMjxIdzPvTEvPS8e0lyQ2V1WWJ+ZXISE5kCi8mGxxSj4SySiAAYtRaNeolC5kLiUoLB4D594N59E76DMgKj8EFhZeEJpKKo0CNUUl0HJqhdV9MhqBiRV3cLyNnZhMy2rhphaTkwuo6XXcnKaBpCFA/CCAXghGVXKTqoRpDcKM9YadJOA/VsGphroEwI6cqtYmBo2tpYCAwzS3IQaPrZuOKlRnNIswjVw46s4iFJhQpUqq225lvKpWwykc1G0qww94LllTnwmqBZa2MLM1h5Ifkdkbj+saBBZQkSXk+LLBpElQ/GlVFw1K7WBldrAy2yhJdX2wYoag5KLXaA5dhFZT8OynobhbvvFX/OAXXKJv+aRdDcg/UFI8p0A7HWvzHvB+U8iq13i24MySLAyQUrLWG6P+iVelt0pynzNT21h4epp6GowIouEKGdi68CiIyoKUIC/eKq/aN3gxUR42RC0BA95yU5soKGrCbBSsNMIfDAQW/QFbr8A8P8dg//f0Re88v8LgImxxYAIvMbANHgFdS0DGbwBMZbZ/KaO/KlL+EevFJj+kdUh5ad+xe99I7/2Kv7eN/oJrwIwmD4DADA4zLlV+swftDUpmKz/hwI8s0pbG+r0mhQ8vUqZ/td1X3Dj9/dBDRAN/U/a7yoJaEhapU2tgqDLml1lzf7Bnv3MmvnMmlkVLn9mTANsDFwwu8qaX2oRUJHVgPD7j6Egqsjwyn+VeUH0/b8DMB5eMYio/DIgA/dDS7shhd0wYDqgua+hOR3x+b0pJYM5lUMvKyU9fT/rNfNjfBG9m0tv06moI5IB3RgQrDM+SpnWMBWi3pHhHtCqKWR28OkdTEJra01eIjwizMfZ0/7x4x8uR/i5QkK8EJH+6NjgZFR0VhI8CRkdF+abAAtPxcDy0rEFmYnpyfFoeExMeGBYoLer3SPvF88D3F/4uzl5Odl5Odn5uzmF+XqEeLv5ONv7ujhE+HtBQgNiQ/wT4qJyU7CFGYm1JTlDXc1SHlkj546J6VIeUczFaxWMkeEhCa9/Lb6kkoyvphPr8d3lXa2lzdWFpXnJWUnw9ERoVgoiKxmZjoNFhnqFBroF+rkG+Lr4eDp6uNp5uTv6+7i6uzh4ujn5eLr4eLp4ezh7ub8AedjFye6f1eDHD26D4U1Xr1y4dPHs+XM2XzDY4uQxi5OAILyWmLVnz+4dQH+B8eatWwy2bjEw2rzRYNO69eu+Xff9N+vXfbdxwzqDjYYGGw2NDI03rDP49qt1332zydhoz4ljNj9ce2D3xAUIwQK+vzYg9xptNthsuOm/MTCYiQXapI23GoGG5y9lv+CZLxIxqAODFug9O7eBqi8o/4LCL6gAg1LwQdPdYMev2cF9Rw6YnjQ/DJqcjx89aG524PjRg5YnzKwtzUEABnOewX6jszbA0u85m2MXz564fN7igu3Jc6dPXrS1unPtwtN7Pzz84cr96xd8XZ7lpMBnNMKJURaD0KwYxg+zOlVSopjTzSI10wbr68qSyvLjKQO146O0WR13cVI4qWKOCAfEnG7FMH58FCDeuXHOxBhVLSPMjXNWf9X//b1KMdwvYndMqujvF6TTGqZc0As2GAHcKCf9ugLsFYO5UHoFZWVSAHpQx4T9gKo2PLCs5/+yrFia4K01JDUBxRtToo+Lilk1WycjK/j99IG6Zb1QKyWNCfE6GVmvoM2oWHoFjUtqWZoQvJ0W//5Oo5EQSd2V1L6aX5bHVKIhHrmVR27lklpEjI53M5KlCQFYkAumHE+q6ELma3A/VjtC0siJU2qGXgnciAJ7iUCYfzcvUQz3f4mh/hLuBZb0TqkZYOkxmNUMkvM/Qy+f0iKgtoKvUSMB4rWX9fzFcS7oZ17W88EUri8vf1xOGpeT1OJB8CmU3sqhjhIJq0MrJUjZnTxys4TVwae/YpObRoR9KzPD7xekoEkbtHDP6tijogGlZHBpSvBmVjSpousUwG4zCH5jwn7QdA2amceE/TMqxsdFuYLfK2a2T45SQVvjmymhmNkOqqYgqL+ZEs5pWCO8nqkxoNV5TsPSyYgCaqtKhCd1l4uZ3aOCQZVoCNhqVlLAqORf30p/fSsdV+A10n6lqI81VM8jA0ldk6NMrZze31ExJqG+W1AqROQ3c6MfljVNVXlJ6Ei7h1eMDf7j6vmTfCZ+dfXDlEba1VIuYvf8vDS6OM6fUbGWJgRjQjyb0DTQVswmNM2q2fNa7owK2Ap+MyUCnQL/m7L3gGoqXfS+z3frnDPj2HXsir2iNEWaYO+gIr33EhJqeiMJIfSqVOkioPQOKSQkIZWQnlBCL2Iddaoj39rsc7zz3vKWtZ7Fymz3YhhEJ7/9byO85ik1a3lSuDQxRG8tAYPcozKgomlspA9YsZ4Ufn1CoRK2D9FrZdymcXn/qKxXI+4Ey7rVog5wwAmssJ7WDLybG349LQaKo6XtKz+PzWjZAs4LnYIzLGFVVDzGEVHhkWFwNIpCA0RdgH4paUQiDYMhU1MyccQkWlp2Vm4BmZpGpgLOZxwxKTUjF+Th7LzClPQcfCIVR0xKomUkIHFEMi0lPQcEZlpadhItAxSNccSkVV90fmpGLj6RGo/AxsDR1MzsvCdlSRlZGY8Kk7Nyaxvb23uYyem5CHRiakZuQWFp/uNHZDK5uqbczd354cM7Q7zexVnt62XDpx+Xlpdn7jndOmdpdv36VavzFrt2bo0M8//919cvZ9UvZ5WLBunMKO+PTxPvX8omdczhoUbZUMvrOenKz5M/vdEoRJ2yoTbxYMsQ6wW7t1Yp7lkwiN/MK15Nyt5My8dkLK24f5jTxumqBeO+75Y0kzr+wqRkcUqqHqFr5Awht6WskFbzJO9xVjKNjEsiYdJTKBQy/sSJY1u2bNqyZdP/909/OWthEhzk6+V6z8f9QXxUMBYJQ8ZFgYZnLCoWBGBkAjQuOjwRj6Akook4OB4Tj8fEwyDB/j6u/v6u0YhQFCEGGgU8ACYiExDREYGB7tD42Ehkit09zMZjsO1mtIexw5vMaLvsqA6+Tw9ap6zfD/nXTTe//cHq8Gk7Fw9PJCIWj4oL9fWOC4PAgqGhfqHRkKi4eEgUzD8iyismJjgWFgKmf2NjIEhELBqVAEfEOjndNTY+ueWHrTt37zp67MSJk8anjE1NLazMz18wt3QAp4++isB/pt//5bWFtZWdw/ETBxoaMm9eO6qX03NpBHszm9v2ztcuuluddT9rEm5pgji5FxbhUd1QJIvwJD24AcEk5EBCMV7uAc5OjvY2ZvyBjl8/zE3rJS+nVa9nVQphz29vx99Mi5VDjb+/Vc3pebM6/tKEGERctahneLBVyHyhH6a/m1MsTYjVop4p9eDHJc3ypFQt6plUsOd1vPfzspkx9usFiUrRaxgTvFwcnZzUVleVUZPIzU0v0lMoRY8znj19DIV4U0lwcAEClRBBo6BI+Dh4bGhSIjw00A0a4UvExpAJ8URsTCIuNikRjkJEIhBR0OjgmJhwAgEBjQoLDQm4aGdtaW5iYWJ86vihYD+PmooCRm+TUjaoV/JY/c0drQ3PaiujIGGnjY/v3L7D+f6DoIDgLZu22tlc8HDz9PHydn5wL8DfNyw00MHeetPG73f+sNX4+LFLF+xuX792/TLwRP30ieP79+ze+cPWnT9s3b9nt6nxKdvzltbnztqet7xx5fKxI0e/+9u33/zbv3+/5tsb16/eu3PT6da1qxfOH9i20db4iPfty6Z7tvhds4fdv+lpa5EGj8nLeYym5npE4yNphfH59VHplWHYfGePaN8H4S7Wdz0tLuPv+9agKc2pOTXJ6YUkSl4Shd3bXV5e6ewZaHLp3rHLrl7EQutAnJkHIr6wLRCbe9jU3szE3ObEQRfLU1eP77I0PnTBxuL2jYvuLo5hwT4x0NDwEF93F0dX5zuebveCAzy/AnAMNBSZAImN9I+J9IWFesRDfNPI8Mbax3xGk4zfOTLUpZXRJ1UDwIyctFsr6QKX239aVk0o6GBZ9EuDSCPuFrGeq0Vd7+eVc/qhEW5Hz4tSyUCLlN3K661vq33Mozf2NFe01hVVFNC6Wyranpc0PytuqHr0tDynOJ+aTkUT0dCEmOBoiF9MVEB8dDAOHYdFxcIgofa2lju2bjLavevqxUvuD10CfHzDggIvWFtt37LR7MwJD9f7Ab5uft4uPu4PDxvt3rrhO/PTxzKTCWRsPA4OwcEhRGRUEi46JTE+hRRLI0Qn46NoBGhGYkwOGVmRlVySQUnDxadgYgtSiEXplCwSOjMRk5+cmEnGZVHwR3dv3/jNv0CD/Z4W55emkfvry2FeDy+dOQZxu5cUE5FPRJUkE+ty0kqTCHloeAEeXZ1KrctKLaeSctHwLDwiA4/KxCIzMKhMNCoLg83DEQrwpMw4NDk4KuaBt+u5i9bbj5ht2Gu36+SNQ2Zhl50QD3zzoZjmlMf0vOre7IqutNKejDLRk1ZhcRMvv56VWc1IqaDTypmplQOpVcP5jcO5L4azXqzu8dbyk6sEyU9FtJqRjBeKjAZFxgtleoMy/YUytU5KrhEQnogIT5TJT2cKOn9qEAAKZC9QVb1CH11hjq8wxlaYE390a6bLGIPE8u74R0BEFl3ASHwyQKmgE0t7sIU92MJuTEEn6lE/sZSe+IRJLmeSy1mUCk5yNS+1VpjZIMlp5mU0DNJqB2m1vNQ6XmodJ6mGQSxviEqvj0ipDiKXeGFyH8TSboSRHPzxtt45TtEFLvBKP2IzNJOOKREkP5Nnt2gedX6tegZmk5IAGZlNrGBgS/vRxXRcKUDF5FXjNPUpP+kpN6kGCAOTq5i4J32YYjqmhI4DirLomBLg/n/YnkFkBZH4/xV0v4L0f3rxvwFgBqIIZGDwHiaymIkqZMHzhITiibymjw28P9pHPrfJ/uhUrjDGvvRoP3epf25X/dSm/KVDDTAwaxogT1AH5q82MA/O/32sCAjurqIvC4DeFebMCmN6hQ6eSaDd6s9ntQ0LRF/Q+fy/zCNx576sHpB7/xia/yJY+CJYWBEt/T646oLmzq0Il1dkP35hTOoL+5iYsgF02Vftl4F+0o8s6YUDId6vpxdV8vX8t/IviLvd6NKvGAze1o0u6cEUd2MLu7HFnbjCdlxBMz6/mZj/nJRLDYCWE6kqet+cUqwc6h0e6tBrOTJp19KMZEI9APRQTPDlwjaDlvF+ST6t54wpmUpxl2yog9NbV1ee/Th9tQEr1IeQEElBQ1OJ8FwaviiHWpidlEyIj48MSMLH0xIRGVRsTiopK42UkoQlYGIRsZDwAK9wP89QH/cQb7cQb7cwXw9IoA802A8W4h/u5xni7Rbh7xUZ4A0J9ImPDCHAY4iI6NREdPnjrK7GGm5/m5DdJeH2yoV0uahPJe1XSfuFnGZ6Z1VPW2l7Y0FDdXZtWU55QXpeGpGKj8MhIvFISBI+PpUMGJ3Q8Mj4mLDoqKCIUJ8AoAEL8Ox8lX8DfD38vN18PF18vVz9vN283J1BBfjh/TvO925/BeBrVy9euWzvYG9ja2N53tLc8pzZubOm586ampudNjlz8uSJI4cPGRnt2wXqwNt+2LR717ZtP2z6BwN/u/b7777/bs33363dtGHrxvVbNqwFztZNu4z2HDtzytLa8tJ/KMBfm59BTRjUfkH/Myjqfu2L/q+m6D8jMUjF4GDSfqO9e3duAxl4367tYBLYaPeOg/t2796+df+enaD/GTQ/Hzu0/9Sxw6DMa3r6uInxsdMnj5w+eeTMqaNmZ06AH8+Znz5/1sTqnKm1pZnNeXM7a3Mby9M2lqdtzwPoe8nm7HUH67vXHB7cvux0zd7X5U5vc/XsqHjRIB3mt+pG+t8uyKd0g/MTAr2crpfT58aHwPe1P73Rfflp6vWcbFzFAn8cX8/J5icEQGWorEc8+EIr63m/JP/5rfbd4sjSlHBKx57Wc8CZ2Q/LSrBGeELNFHGeayVdy5NCYO+H26QWdUwo6MuTwjn94OI4f0JBn1KzflwY+fWNFkTiCQUdnDX6sKh8NzcyP8qfVA3I+W19zSWdDY95fbVTavarKcnbWdnHJdXraemMdvDtrEwj7v64pFIMtdNbnwiZDXN6nk7aCxZBjcsZw4PNMm7LrI6rH+4TD7wA07+6kV6FqF0r6wFzy28XZAuGIbDEC2xFfjM//GpWMqVjg/tD4yoG6PGeUAOWDHDWBdR+FycFUzq2QtQu4jyXcBt5fTUiVj04I6yVdIGTwmD719hIHyh066Td4DruqKxXLepYGOMBnbrzskkVUyloA0PRoD8cXA9SDLXSW0vYXRU6affipAD8GsAKrmF+M4jxr2YlM6OD4MwMWCj9ek4KzlApBW2g+3pxnP9qSvRhUf7TsurNjOT9vOznV2rw8f/ypHBCQX9pELyaEqmEgIsYTMwuTwp/fqV+Py9bnhSOjfRxuivl/BY5vwX0Eg/Ra6fUg2pRz+tp6aeXSkZ7cV4KtLsx98dFyadl2atp/sI4WzcMpIi1kp63s/LXs4pXsxoxr1cj4638/vb3T0v0roZkQjwc6m96fLf5yb1pZPirOdWbBY16mAnUrkj6Py4BX+rbWenUajiN013ZWJUuYtVPawbA65/fj375MP5+XrY0MaQStoP+PVDQ7m8plvNbDErAeg3Kwr+/039+P7o4ztdJu2XcJk53pYhVrx/uUYs65PwWsJlsbASAeZWwHYxA97cUgw8sJOzn/P6n3J6K+TFgDXveIJYJ+3EYmI+PCwaHjImLJVKSqWlZpOQMWlpu3uPy1IzH8Qh8akYuBk9OzcgtLKmgpmSisImJlBRqSmZyahaRTANZl5aWjU+korCJoMaLIyYlUlISKSmkpFRKcjqZmoZPpCbRMqgpmbS0bNA1jUATgPtJ1FgsnpSRlZSVQ83OTcnJzy1+whfLWjt6c/MKcnLzs7OzS0oLSoof29pakAjIIV7v0rxmaV7z7s3UysrHlpY6d7cHrm4PTp85YWd7fveuH6rKC9+9np0aHZ4zDGukdL2cOTvG1St6RoTNYm6DQtS+PCP+sKxcHc0amBnlyYVdPEaDXs5UiLpHBJ1z48L3c6qlccnoMNOg4KiFvWJW86h8YFLDW5wantBwX80p3iyo1CMMmaibw2goeZRUVpCRnZJITcTQkvAZqUlEAvrIkUNbtmzauHH9P/3zX85bmgNf4f3bkFB/bEIUMj4yDhqGTICSiSgCNiEGCiwhoeAwRHwUCg7DoeNAZRiNiI4M8/f2eODt/SA8yjcBGQWDhMZAwqgEBDIm1NvHKTAiMCQ+8YY36Z+2eW05k3w/Zvjbk1STh9VnXcuMzhG/3+35rxsdNu+1trS/FRQWisHEIeIiEqIi0NEx0CBIsE9wLBSGQsfHJYRFwfxjY8MSEqKgUWFBgYBcicUg4uNjfXy8Dh8+vNdo3569RoePHDtlYm5iYWliYWlqYWVmCZQ/g/VXXwEYCP3+IwP85xcm5ucdLl62OHu49hnu4YN9HGZWS0Oqwzlj55v3bS1v37waesUefvJQmMkh2IuKqZUPK6VZz52uBD68HRoTgQ0LjDh9/EhbU/XKynutnP1qTgVEmBSDrK6nH5c0kyomu/OJQdG3NCFcHBfNjwpeGiTLk9Ip9aBW0qeT9k9ruO/nlVPqQX5/vUrY/WFR/WFRDTzAkjHHZUB/gVLcMTsxODLcqdcMGsZlMtnQk9JCDBpZXVWRnUHDoqKJ+JiIMPe0ZGAEIj46OD46mEyIxyKjEHFhJHwcERuDjA/HoaCpVExSIpyEj8Mio+JjQ2JiQoODPUNDfYQQRiAAACAASURBVOFwaFx0ZAw03N7W0tbK4vghI+uzppBQ//KSXEbXi3GNaHFayR3oaGuuqygvJhIwN29c2bBu/c3rN7Iysk+dMD5/zurq5Wv3ne65ujhfv3bl4IG9mzZ+v2/vDhvLc85OjsH+fu4PnW3PWx7ev5qe2rpl784d+/fsNjl10t7G2sHWxs7q/BUH+1s3r+/YseNvf/vbN998s2vXDkfHO06Ot5wdbznduHTSaOc1K1Pf21dMd24KunER6+safO0Cwsc9n0bLznmEo2bEkNKxuRXkx8/I2dUxsdRIn2iYa2jQ5QfBDndgjh7hd10DHd1iA8NKcrLbm5v4Q+IOBj+Wknv2XpAfseCCP9reDxGXWW19y+OYsfnZk8evnjl04+gPlw5vtTM5am1pcvOava/XQ2D+2s8dfCMFuqAjQv0SYiNRcBgKDsMgYwjYODgsGB0fBo8Oion0JqGjnpZlsvsaxNw2/QhrUsudGeUZNGywqHJspA/cRwC2CYTtjLZSAaMejJywu6p00v7FcZFyqJvf1zDY/Uwj6uP3NfQ2PmF0PO1tqexqLGt5VshjNnU0PmmqLaouyWyqK64qzczPJKUloYirLmgMApKIi42LDifi4GhE7N1bV7duXLd35zaX+/fIBHxGCi0qPMz4+LFN69ZcsDkXGRYY4Ot24+qFIF/PB3dvblr7110/bLh12SYvnUIlJODgEHRsKAkdRSPGJeGhBHgoLj6QioPkUpH1Jdl1xTmPaQQcLAQDDc4ioUqzkovSKbhYCBWTkJ9CrirIuXDWZNu6bz3u3c5NTnxWmNNYmp9Pxvo73bA6YuR25UJlJi0VEVNKSyylJVakkKvSkmoykqvTKRUp5OJkYnE2NS+dlJ2Mz0zCZ1EJmWRcCh6djELmUsjJCCQNiUGGRV63sD68abvxTqMLx01Obd1l9O16o7+uPbV5h43R8ZunLQOvOKI8gylBMQUISmvWE25Vi+RZD3jktb2stEpuRs1QVp0ou06YVSfMqJVk1Emz6gS0agG1UkCtkiRXy2i10uRqSVK1lFKpSH46lt30qoL5uWUYGCtuV3xpk690Klf6xla6dcDHvrFPDVJdZusgqrQ37hHQJo0tYSZWsEiV4OnDlXYgHvfhSumEMmZiBYNYTieU9eOf0All9MRyemI5k1zJolQNJFWzKFUsShWbWsNJfirObhJnNgrTn/NT/o7EdFxpH6a4K+FRQ3hKoSuCdi2UfDGAdi00735siQdakPxsiFoLFmWBjmjwiiTjBY/2jE2q7MWW9KKLerElLGL5ALmKSSjrW/2E3eiifmxJP/4JWAbWjy4GGBhTAp4+VBHYjAVe/7//+Ke6pqI/vwYzwP/142qtMZAx/jNpM1GFHFTBACJfSqlcLOv/rWX49/ZVBZg+CmSAe3WACNwm/7ld9VuXdqV/tQKaDXqhl1b4S8AAL8i9nAWAe1mzK4wZgHv7Jr/0GlZ6Jr50jwOdWGAtFn21BZrx9x1gcEvpD7oBUH2ZUwBds1bVXf7CV9X3M3/ud8H8H6LFL+KlX/mzv3FnVoYWgBiwaHlF+WlFsPzmxTADDWR9mZgyUP6lo0p7kcU9iL8D8Ffu/frifwLgLlTJnwEYNEL3YJ704VZ/H3FlvfjSbkJpJ7G0jVjURH5M8YmKc/aiwWKZL+rGZfylGcWkQSIDrGE8ICSl5igkXVxmrUE38GZRKhM2zxn4oyqmZqRPwmvrbilrqS/oaqrsbq7KScbkpWIKM0kVj1OflefWVeSV5FHTKajsVCB/QcbFAH0TVExaMpZCTAAeoMdERoX4BXq5+Hs4A0OJwb5RIX4Rgd6hfh6QYN/wAC9/D2dft/vBPm7hAV5h/p5xkBA4LJyIisuiEZ88zqyvKuxuqR1ktHLoLarhgTH1kFLKEPM6B/rrWl8U1ZSn56cT8tKIWclYGjGBgISCDRdUQkJSIpKIBZ79YZAxCbGREaF+4AM+fx93fx93kHjdXe65PXRyd7nn6fbA38fdx9MFxGB3l3suD+7ed7zpePvajeuXr129ePnSBfsL1rY2ltZWZ89bmp+3ND9rYWKx2hd96uTRo0cO7DfavXvXth3bt+zds2Pnjq0/bN24aeNasNp57Zrv13z73do16zau37J1046tm3Zs2bj9h827d23fb7TnyN8zwBvWA3eDLug/K8Cg4RnstQLd0SAYf73+VfUFc7+gMgzS78EDRkcOHzTavQM8IADv27Ud7Hneu3MbkPhdVX0P7997yGjPiSMHz5w8Znzi8NfELygFgwwM6sCWFmeszgFVz/8A4LPWZ89YWZwGtd+rF87fuWp3/9Yl5zuX7ly2Lsmjvl/UvZqRv1tUgHQ62F8jF3ZM67l6OV0u7JjUclYfvQjezI/MTwjmxocWJ0Xvl5Q/v9W/W1To5XQeo663tZjTV60Z7p7UDoDOZzDr+/Nb7ewYd8Ew9NuPo58/jr9fkoNzO2BwdFbHAcOxszrOp5fKxXH+y9VxoA+L8pVPho9LilFZr07avTqMJP+wqHw/L38/LwfrjrWSHsA621EhYTeOyvrBROjHJdWsjrs4LlCLuuT8trERen9LKae7mt//rL0uX8hsGJX1q0Vd0xqOeOAFo61sXM4ANi1VAwYNa0xJ1wx3g+irlwOdWOBg6es5KTiTC44wvZwWGTSs+Qn+tJ4DeoxBHh5V9IOoPDM6OK3ngGNIfOYzRmdZf3upUtCmlXQBUxOaAYOSoR/uASH2zYxkWjMApnxB6P1xYQQsowJLsOZHuSphO6+vBoz+gv5kcBpKyKwTserBzzylY4Nkq5X1CAbqpbwm3UjvhJo5qQX+05TiDrW06+W0CByjmh0D1phErHoB4xmY8p1UMUG770/Lqq+zTC8Ngg+L8vlRLkjIYGf1lJoFvh9angSC3C8NgupCUmdDPviVyLhNnQ35Omn3pGpgeVL8+f34uLy/poj8oipFJWpdrVMG1obU4jYB45mM27Ka0B7USJkGrXTeoFv59YNeIaIlonBwSLif64a//cXj/pXulorPn+amtPz+tsoJNWfl5znwx2BU1gvM7awqzxL2867njyYUdDDEO6Nl//pG++sb7YSCrhF3Dg82gl1iYKx6hNcMhBVXv7EzWvb8KPfd3DCIyrM6jlbSNdBZDmrdiiGgD2ZaMzAq61UMtS5PCsUDDSAn9zUXgeKwiFUP1B2zn8/pB1d+mZPyu9KpaEi4HwYNx+JxqZk5gFSblEZMSqOm5KakP6KmAE1XZGoagZScmfO4tLwmI/sRGkfCEijUlEzQ7Qy+TknPSaQAvVYJSByWQMEnUsGQMAZPJlPTQDU4OTWLmpKZRMtITs1KSc9JTs0iJaXiSNTwuAQUhUrLzU/OycsqKKakZHT20js6ezMys9PSUqqrytCI6Iu25yQCxudPy0opa1wveLmgfr08trLyobAw886dK5cu292+c/2shYmtzTnR0IBhTDEzPvLupX5UzpmfAP4IaEe69IqeCQ2QAlgwDM2N89TSrk+vtW/mR4TspvbnhUpxD4/RwO6tndLxFsfEczrBnE7wcVG7MCrSiIC25xm9YNX/LFycGp4ZE0qGOgaZz3vaqsqL0iqKstIoWFQ8UG1FSyKSErFHjhzasGHdunXf//s3/2xrY+l494br/duoeCgODoXHhocH+cTCwkgEJImAjI+JAFZz4DAw8QvaniPD/KGRQWHBQPkTDBYcDvGHxYZDwoNgESG4+MhYiI+v313/cK/QBLxTUNJf1t/fcibZIYD97ak0++Cu4zfzdpyC/W3rrX/bcG7XEVv7a3eCQgJhkMAAn4eJiAR8fBw0OCLIJwASFhoFDQsJ8w4MdY+JCSeR0Bh0QoC/V1Cgb3xCtK+vt6npmW07thsd2H/8xKmTp06fMjE3O2d11srWwtLW5Oz/oQTrjLntaTMb8Jwxs7Sxsr5kf+p5Q/ydO9/kZd8RDubcvHji7pWrLvf9rzgEXLoQa2Uef/5MXCqhW8qaKs6scXcM83OD+bqHWptbP8pOn51ULk4rlVLG509zs+OSDy9HlyaHf1wACuHm9ex5PfulQbQwJpxUceb0Q29n5QtjwrER5rSG+3paNj8qkHHbuL3PlIKuKfXg/KhgeVI6qWCrBd1CZgOf+Wx6jD0zNTQ5LhzVicXiwdKSIgIO//hRXhqNHB7iHRLkGhcTkExGZqcnIuLCwoM9YqGBf6cgWBABEx0HC4qJAm4g4eOSyUgCJhqFiIyOCoLBAAUYKG0ODUAmRNucNzc+cfj4IaOrDtawyIDykmxWb+OEVvxqXjs02N3YUF33rCqFRgkM8DE5feaA0X5/34DbN++cPnXm5vVbD+7dt7O13rN75/dr/nrwwB4nx5t+Xp6+nh4u9+9dtLM9fvjQjq1btm3etGvbD2anjc3PnLa3sb7iYA9ao+/fvXP/nuO6Deu/+dtf//2v/2Zidub2neuOTjddnR0fOt00O37gosUp18t2Vgd2u9udIwR4Rd+/Cb13K8L1Xk1RQf3T2khoXAI+ubK+60Uzk0bJo6FT0uHkeLcQv8tOvtec79nftDe3v3rh2vVL1+7cccSRaD3ckResEWReXWBi0X57N8/41GBk8oGTFuamFtYnj9wxPWK/d63Dwc1Xz5+xsza/fePiqnrg7u7i6Ol2D3w7FRrkDdj+YWHxMRHgSYgNh0b4wqOD4qL8ISEeyOjAwmxyT2sln9WsHWZopHSFqFsh6tQP9xmUjLGRPvDR5/wod9WK9ZTdVTU/yn9pEE0omKMyhk7aL6C/UAl6OF21koEWRmvlQEdNX2sVq+sZs7OW2Vkr5Xe11Bc9r35cmp9clJeUnYpNpSDTklBUEhyHikLGh2MQEAwSlkzBURKxIYE+QNZ31/brly8h4+NSqUm3r18z2r3D5NRxlwd3IeEBMdBQYP07JCARi3xw9/r67/5tx6bvIoO8MpNxiejoVQCGJRPiE1EQJDQAHuVDgIemEGMaynJrC7MKUogUeBQ+JoyKik4nINLwcHxcFAUVV5iR/KKy5O4V+92b1925fCGNiC1KTarJSy9NpeaTsTfOnrlucdrn1pVQ57uZ6LhSWmJtblpVGjkXE5eeEPWYgKjISspKRiclJhAwMDwaSsHFpZCQqWRMKhmTjEdh46AUNDIhMtzG1GTP5k2mR49cs7Y2OXTo8LZtx3buvHD6zI3zNhdPm1kfPXnh+GmrQyetDpywNDpmdeDEjdNWwbdcaFBUDSVnqLRRVtYqr+gEvNOFTcL8OkFOnTD32cjjJvnjF6rHzZrCZnVekzy7Tp7VoMlpnChony/v/9go/NKt/NKl+q1l+Ndm6R/t8pXeUQCAe0dX+se/tGsWnwwMU54x4IUAN67WStMJZeDaMJtUCbJrH6YYQE0sILeyiOXcJGDiCKRlNqWaTalmJlYwEys4STX8lDrgCrVmkPqUm/KMn1I3lFo/lFovTK3vRRZyydXK3Lbxkn7No85BUtXziNQSDzTBzgdv651o75dyPazQFVEfRutBFLCI5f34JwxiOZtSPUh9Okh9OkCuoq+iLz+ljkd7Bl5hJlaATN6PBwRhEIBBQRj0S3fDH39F4v/04v8eicE7/yv6gle+CsVfARhcSOLiSljwvEF0gTbz+asazs/NUkABBkT4sZU+PagD/9qp+b1b98fq7wUAq+y5Fd7SCndxlXinAbGXOQtwb//USt8ksH60ir5/dI197hz9o2v0S/fYSs84UBDdv9qJRTeAm8B/R1+QftkzgJjMmQVyv0OrDDw0/1m48Fm4AALwz9zpX/mzK+KXK8Il4B7xqz9YUzNVXFABBp3Pf5d/kcW9yGKw5urP5uf/vQW6G1363wMw+kk/5kk/pqwX+6QHW9aNL+smlbVTn9Thc1Guwa42l3DhEbVFeQJOl1LOXV7Sz4xLZsaE06MChbiHP9CglfeOqujMnjLNSI9O0Tc7wZvQsgf6alobChhdNaLB1ubagsaaRw2VucCpzmuoevSsPLe6JLOiODMvI5FKjCdhoynEBCoJAT5jRcdFQkP9/dwf+LjeC/ZxAxqkA71DfN0DvVwgwb6QYF9/D2dvF6dgH7dgHzcf13sgHkcEekeHB6JiIUl4+KNManVpbkN1EZfZNiygCwc7xbzuQUZzS0Px0/IcGjEhlYTIpGJyUvDpSRgKLo6IgiWio7FIGBoetfpQMgGHjouPiYCEB4SH+IKeZzD96+Xu7OXu7OvlGuDrEejn+WcGdnV2/ArA169dunrF4dJFO/sL1jbW56zOW5y3NAd1YAvzM2amxsanjoGp4H17d+7Zvf2rGgwS66YNAAh/97c1a9esW79204a1W9Z/v3njuq1bN+3YuW3vXzZuWLdh/VrAKv0PAAYKtVZ90V97ocF1368A/FUB3r5t65+90Dt3bNu1czs4hrR71w6jfXsOHjAC/c9Gu3f8GYAP7997YO+uw/v3Hj1odPSg0ZED+8AksPHxI0cO7j1x9MBXBjYxPgaaosHcLzjz+ycLtLnNOTN7S4uLVueu2Fled7B2vG7v7nTN1/V2IiJSIex7O68aYjUsTwo1kvammrS+loK5cd7bBfnyjNSgYU/pBl/PActXCwagnQjMAM9PCAwa9piSqZX1yYUdQ6w67UiXQcsYHmoUcurmJgZ/eqt6OSP48Eo+O85Zmh76+FrxdlE6b+CCZ0LZNz/GmR8DmpDkQ016WdfPr5XLU0PAyLCBtzw19G5esmTgGVT9MzrW+3nZr2/07+ZGXk9Lf1rWfHqpNihZIN/+tKz5sKg0KFm8vtpxOWNawxnsqdFKevTDgIhhULIk7EZeX62Q2cDqqJBxW6ScJoOS9X5ePqka0El7F8aGXhpEv7zWAb1Qetakjjlv4C5O8TWyTgnvuXaka1LHnB3nTI8OjKn6DFrG4hT/1Zzo5Yzg9bx4cYo/NzE4PTowquzVyDrH1f2LU/zX8+J3S8Ov58UzY2ztSJdc1CLhPRewgUrhYe5z6WCDfKhJKQR2U7XSjnFF74SyTyvtkHDqB3srhKzaMXnP3Ch7SgNOMjKmNIxxRa98qEnAfDrMfa6XdYHft7lR9oSyb1JNnx/j6GVdvP4qvaJnbgLo5tXIOuWiFpBMdPJujaxzTNWnkXXq5N3gF2/QMjSyzhF+I6enXMB8qhvu1Mu6NJJ23XCnVtoxN8rWSNoHup7IeC/mRtlj8h6lsEXGezGlYbyc5E9pGCDHgr80wm9sqkkry8fw6dX0tiIxu+7Tslwlah0ebJQNtf3ybvSXd6OCgfqBnsq3C7Kf32ol3MYpHXtmdFA8+ILHqJvSDc6NC3Uy5oRasDQ78ePrl80NtYlYJDIm8uSh3dvXf0NERr2b13/+MDs3JhoebNWIu3XSXoOC/usb7cclxY8LI6ByC7rHxQMNU2rWxyXF21np0sTQr2+0HxblYMh8Ss36tCx/Ny/59a36zaxocYL7ekb4dk48wm/USjtGR7qnNAyDqn9M3jOtZRpU/aKBZyP8RqWwZYTfKOHUg0chaJ7SMCaUfYsT3Ldz4mkt8928ZELZtzA++NOy6vd3+oWxoVcz8tqKXDwahsMlZGamPy4oysotoGXkJaVmU1OB9qkEFAmFJVOSAck3OTUrPSsfpFYimYYjJoFUvNr2nExKAqaPQJMzGkdCYogEEnARR0xC40igRJyZ85hASiaSaWRqWnJqVmpGLi0NSBfDMYQYNIGQmklOz6Hl5ucUlabn5BeWPqmoqiwuLqyvqw4N8IoM9Xo5o5vQCkWczim98PefZuamhxfm1LPTqvj4iNBQXx9f9/NW5idPHEGj4vUamVo5NDM+8vP7qdlR8avZEeCR0Bgb/IkC++HAbsY38yN6OV3Ka+Ez6ye1XCG7aYj1QiHqnpCzZYPtI9yOlxPSGb1AI6VPafkqcd/CpGxSJ9DIWBJe50BfQ1dLRW1FbkEOOS+dRCUgUPFQFBxGScQS8KjDhw+CJVhrvv/rRQdbAFo8H+JRcQnQEFQCBBrhHwMNxiBhGCQsBhocFx2KgkfFRYfGwkJiYSERoT4hgR4RoT4RoT7QyAAsNjY6JhwKC4+GhMdBwxCwoOgIj9DwB4EQTxiefDeQ9JfNzhvOkI/ferHlXKFDKH2fA23DQa+/bbHdsMvS2OLKLacHQcG+4SHenq638QnRmBgYLCQ8LCAoIiTYP8DLy+dBYIhnTEw4ChmHxsDjE6IhkAhvb08bG5udu3cdOHgYcD6fNj1tdtbE/LzZWWvzczbm5+yMzc4bm50/bW512tzqjIU1wMNnbUzP2Z6xsAYP+EvgbSam585bnL1oc7irM8H14T8nEk6qZBl3rx+9Ymfpct/f5Mz9CzYxl+1xxoeCzI/73L3s6+scHOAOjQpCXbK+HuDu9fnTW5mwX8rvWpiUKkX9agljSitYNEgXx0VaSc+Sgbc4wZ3WcAxKtlLQNSpjvJoantMP6aT9M1oeWHw1KmOoRT3TGu7iuGhpQvx+Xjmj5o3LmEP0Ogm3EXg8/0q1MKtYmNMODbHycoElXho1ORoS7ul2L8DvAQ4DSUqEJ5OR0RD/8GCP8GCP+OhgCjEhIsQTGuEL9oIQsTGohIiMFDyVhMCiocDvLCaOgE2IjgqJCPWLiw43OXn45BEjK4vTt67ZBfu4FOYkd7XU8Ac69HI+l9He0drQ0tzwKD8bj0P5eHn/sGXrWfNzbi7uhw8euX71xiWHi7t2bt+8aYOpyal7Trf8fD1gkRGOt24eP3zoh00bN61bu2PrluOHD1mfO2tndd7G8twVB/urFx0u2tnev3vHx8P97p1b6zas/WbNX//lr/96+caVy1cd7t2/7epy7+H9W5dszC2NDznanbthYexw1Cjy7vXoe7ehTtfjXG8j/F1w0PCY0JCs1OzsjMeljyteVDVWZJdUZhTSYjAxnqGxfpAQj5BrDo4WZnY3bznZXLi86/CZQxaXr3hGh1GKPRFZNi5R0UmFjt4R+w4ctzIxdTA+etfs6JVDWy8d2X7jgsWVi+fv3rro9vC2h+tdV+dbPp73w0O8IeF+kHC/iFCf0CDPkECP0CDP8BDv8BDvyFCvmKgAWKRveLB7TKR3OhX5ovYxq7deyGkZHuqUC7tGBO1KcddqhTvwv/gJBR0oO1hdJeT2PpXz27SSntX4iXR4sFUy0GJQcJRD3VJ2q5DRyO2pY3U94/a/6G8DJjH5rOba8qyGqkflBalFeUmZNDTYg5pOw5LwsWh4JCohAhEfSSLAyURUfAzkxJGD2zZvMDl10t/by9vd7eA+4Lm/s9OdQD/PkEAvRHwUmYigEFA56dScdOp5c+MDuzafPLQ7DhJAwsTgEyCJKCgFG0NERmJiglGwQGxsCBEekZmIzCajc5OwWSRUMjqGGBeBjQ3HxUWkEdEUVFx2MrGyMOemg822dd9etLZII+HICbHFadSi1OTSDFoiLNLj+uVj2zZctTB2uWQT5fEgBRFVSME8SkRmoKCp8MgUFORxBj4nDZeWhCDjYHh4JC4hgoiMIqNjslMSydh4AjLW28Xp0J5tB3f/cOuynddDRyvT0/u2bflh3RqTI4eu29necXC4e/Gi640bl8zPXbe0vmNrf9fO4Zq5leWhE4c3bd/1b9+bbNh1cdcxVxN76JUHFPeIIhiuiZRHz3giKGiQFj9XlbdrqzrUJa3S/GfD+Q3q4paXzznvWwS/96lWmLrfepUfWsQfW6W/dSs/g3bo/rGV/rGVHt3HFxJDQbeQUs0hVAxSgJ4qJgEY4GXhy1irS7xg8xZYNAV2LDPQJQO4skFSxSClEoglUyrBkSQ2qRy8wqFWcZOqONQqDrmCTSpnEZ8wCaUjWY3i1LpBUgUTV8LAFnMSy4W02uGM5yNZjfyk6m54fl1oUqknKu9+dMbtiJSboYVeyPIg4vPo9B5c0UBS5SCthk2tYlEqWJQKNrWKk1zNSa5mU6sGkiqBQ6lg4EtY+NIBwhM2sWyA8AQYgkIX9qEK6Jii//b0owv/n85qKTSwh/SfzmqJdOHXj8C6EqZ4AFPMxZUwEY/oCXlDxDJ9bsurGs4vLcNADLhHs9Kt/nsVVo92pVe30gswMMCuA6spXPbsl74JsNoKpNwv3WMA63aP//l87tT/fSX4TwD8R/8EANKr58sAGOtdpV+g/BkwPH8RANz7h2jxs2jxD/HSH+Kln3kzvw3NgQAMeKQ5M4svJNzkOiYOqLxiYsrAyquvtuc/o28PpvRP578vwQKV4f+UAQaQGFnSBzBwBWCTRpV1oUu7COVdlPL+rNpSBM3L4abH1esQH+9UMqbiSb5OI5KLWaMK3vSoaFLH18mZWnm/TtGnU/QJB+uHBU0z45xX81LVcBezp6q/s5zV83Sgu3agu5bRUd3VWPq8Jre6NL2yOLWqJO1peU7Jo+RMGpqCj8ahotDwCERcaHx0cExEQESgZ6CXs7/H/SDvh6F+bqF+bsE+LkHeD8P8gaHgEF/XIO+HwT4uIb6uwHqwj2eAh2uAh2uwt0e4vw801B8VC6HgEmiJqJonefVVhU/L8tueV3Y2V9dXFzwtz0sjoai4+CRsXDI+gYKLw8EhyJhwVGwEPDY8PjoUHgfBomJx6Dh4HAQaGRIZFhgW7Bca5Bsc4A1aoP193IMDvMOC/QL9PP283bw9Hnq43nd76OR877bTneu3b1y+fu0SeEAGtrM9D9ZifcVgUAc+bXz81MmjJ44fPrB/z769O0EO3bH9B6CeecvWrZu3rPt+/brv13//3do1365b8+26dd9v3Lzxh21bd/4FuLzu+3Vr12xYvxZUgEEA3rB+7aaN68Fe6D8D8NeOK5B+v0q++/bu3rd3N7geDCrG4GDSvl3bwfN1Awm0QB/ev/fgvt2gGnz0oBGwfrSqBhvt2X74wJ5Txw+BfVegFxqsfTY3OWlhego8Z82MV0uwgMLnq3bWNy9euHnJ9sZFK6cbF3xduuWfwwAAIABJREFUb0cGuuhH2GMK9vKMVDBQ399a2FCRLGTVrPw0/um1emlKvGAQLhiEE+oBg4a9YBCC0d/FSdHipGh2jL9gAGYhZ8f4ClH7hJopYD/js56qhzsMWsbMGNugZSjErTNj7JkxNgiN6uEOKf8FyMl9LQVDjBq9rGtSTefTq+VDTZ9/1P38Wvnx5ciMjgUi4qx+4MfF4Q9Lsrdz4oWxoUnVANjxuzguYLSVsToqXk9LX01JPr8ffzMzDDYeybgtLU9zxkboC2ND7+ZGZrSDc3pec002u6tqcVwAjgCDZmmdtHdczgDroD8uKcZVjLmJwaXpodfz4reL0gkNXcJ7LuW/MGgZBi1Dr+hRStqUkrYJDR2k3IVJHki/Bi1jTNUHFtPNjnNmxzkvZwQLkzydvHtE2KwQtyrErVL+CwHzKZ9eLR1sGFf0Lhl4C+ODE8q+1XrkaqWwRS1u0w13Lhl4Py4Ov5kVvZzkL05wwXeiMzrWhLJPL+vSSjvU4rb3C9IpDUM+1CQdbJBw6kf4jQZV/+sZ4ac3ylFlr4D9TMp/oZN3a0e6RoTNEt5z9XCHRtYp5NQN0quUkrZJHXNSx5zSs1SiVgmnXiVqndYypzSMSTV9Vg9os0sGnlba0d2Yrxa3vZoWKIUtw9znQ4walah1ycAbV/RKOPUTyr6Xk3y9rEs08OxFVUp9ObXzea5S2DI3yn6/IP3jg/7n10qFqP2nN7qPr1Rz47wfXyp+fKkA0xp6OX1CzRnsrwOFwVH5gFzQ/W5xlMvqf1JUSEAjrl2027b++4d3r/Lo7Z9eT+tlg/oRFhgnntNxptUMvbRzfKRHOtiwMMabUrOmNQPigYb+luIZLRscc/rtrQ7sD5vVccAqNaDe2cB7Oyf+8nEUxNf3C9J38xI+vZrXX6UQNE+q6brhTvAbMibvUQialww8kPln9QNidp1G0v56RrgwPvhmVqQUtoBzwZye8rqyJBnvxfIUUMn240vN4tRwIgaWTiNUVT7JyckpKa9KomVRaDnk5GwSNYtEzSImpWHwSQlIQjwCC9ZcRcchUdhESnI6aG8G88AEUjISQ0xA4lDYRJB7o+OQBFJyelY+iLigHZqakkkk00hJqUQyDYkhxsSjYhPQKGwinpyMICYlZebBCZSkjOzcguKauvqcvNyS0oJH+VkuD25iEyK1Mu7ipGLRIJsbE82OCRZnhj//Ov/p4zRnoD0qyj8w0P2u4w2ne7dOHD/c0twwqh0ZGeZo5bzlOZVOBowzz45xp/SsNwuST28A57NupHdmdPDN/PAv70ZlQ20KUadS3DWp5SpE3QsG8fyE6O2MQjLQwmqvNig4S5PDiwbp61mFStynV3DUw0wes6m/o6a/81lTXXFBDjmVgsTBIWRsfDIJm0TCkIkYJCL24MH9mzdvXLPm23Xrv7t6xeGhs2N4kA8OGQsJ9sahonGo6ITY8PiYMBgkMCzYCwYJBIKOsBA0AopGQGOgwZBwPxgkEPyIxcYnwKNh0RGIuGgiKg4dGxoP84qJcQ+J8kTSaDd8UP+y22OdMXGHZaHR5Sobv45d1viNB+5t2mV98KTDpZvOXn7+sOiIuJjg8AA3RHQYKgaaEBUZFxUVExURGOQTGOQVB4+Kjon09/OKgoanZ9AIBNzVq5f3Gu3bt9/ojInZ8ROnjxubWFjanrdxMDtrbWxieerMuZMmwDllagli8P8JgM/an7OyNtvFY6NjYevzc8x1qlTHmwev2FvZWd++ciksIqz4gWOqybFgs2OeZ09euXnB0c857Lrt3buX78yPT+gVojnDiF4xoB1h8Bkv5selfEaTWtK/8svi+3n5rH5geWpobISuk/aLB5pUwu5XU8PzowL9MH1hDJxKEk8oBmTctnE5C8gvTMvm9EOLo6I3U8A6jl7ep5R2zkwJJ0aFr15O0Pu7SImE9NQ0FALpdPvG3VuXgwJcCLjolCQ0Ii4s0Nc5FhoYFe4TFuSOQ0EhYd6wSD8sMgqDgJAJ8fHRwVlpxGQyEhEXRklEw+FQPCYefJcQFRF44vC+C9amt67Z3bxq7XznUgoJWVOW+6zyEbu3qb+jobXpWW5OOgYNR8BjYVHQE8eOm54xs7GyNT55+tQJ453bd2zZvNHM9MxDZycfbzdPj4cX7WxPHj2yd+eOIwf2nz5x/NSxoyePHjE1PnXOzPSsqYm9jfVl+wuX7S+4P3T28XC3v2C7YevGb77/2z/9+z87PXS0v2j7wMXRzf3eA6cbHg9uWZ857uRg5XXjosm2Ta42FpG3ryU43yL6OoVes/RysHRxsEnH4jKBvw5SStLzanNLuqqeNxaWZ+Gp+BhMZGC04x1P2wu3Dx0zvebkbn7R8dTFh9f8kf6Eoku+CPdYWhwl3+rinf37DpkfO2J/6sj1M4dvGu+3P777so3J1UtWN67a3rhqe/uG/cP7N7zcnXy9HkSGAU9qgvzd/Lyd/X0ehgZ5QiMDYmEh0AjfOFhQLDQAEuYVE+lLJcY+Lc/p73zKZTTq5Kz5cfGYckDCbRVxGtXSnkktZ04/+GpKNDbSpxhq7Wx4LGE3Chj1jLYyXl9d27NHI9wOtbB3hNvB7akbHWZK2a0yfreU29nbUtlWX9zfUVP6KKmuIq+yKL2sMDWThk4ixKVSkClJKBI+FouMwqGAP6FEXHxqMpGSiLYwPbXzh83mZ05HhYdZnzv73Tf/un/PTj9vt+ioEGQCBI+JhYT75WelZKVSstOSkklY0xMHtm/89oqdOVCsioAmImGJKCgJDSOjYCQkhJAQiYsLR0cF4WPCkpAwkH6RkQH4+Mi0RGQKHolPgKaRMGWPMm862GxZ8825M8cTkXGZRBw2KqIsKz0dh84h4eL8ve/Zn79keuLSmWOXTY7fsTYJvHeNCPHPI8QXUZGPKfBULCyLnJCXjMkkwZNQUSR4BA0bnUVCpRLhFHQMNjbc8YrNns3fWZzYH+hxL9TH1fG6/bGDe3ZuXmt28vDdaw7Ot64637zu4XTX7c6tB9euOV66dO/KFZfr152vXr1pbedgYm6yY9+5XQcsdx8+t93IfPNei827rbYfdNh95O5RCz/LS7gH/sVQTBMhqy+9SFz6wtDEfNsv+cRS/s7Tf+aPfmKoXnWI33VKf+lXvWkV/9anXmGNrjCBTdrfejTLz/ja/HYGtpRHqRHS6niUmgFCOQtfxiFUsPHlvfACBrpkEFfOI1SCRdODYN0xoQwY8sWWDBCe8EiVPEoVnwx0dHESywdJFVzy6pWkav4/DhMH3MklVw5Ra4S02iEqsIcE3vn1fvAKC1/ajy2qDiUX+aDTnCCEy35IW3eUnQf+ki/pWiDlRnCqY2SeW/yTAPzTCOrz6PRWeG4n6tEg5T/+jeDnGSA8YeFL/1v6pWOK/if6/Z/u/0/c+5/+EQRg8CITUwx8WzCFLOTj/vhcBjxfTKmaLu75+EL0uUPxe7v8j07lFxB9+/QrffqVXt3fe6EBr/LcCnP6ty79xxblpybFT83K3zt0nzv1XzpHV7rGVnomAB24b3Klf+pL56oCDNDv5Mpq+hdI/K7anv9gTX0ZmP7CWW29Wi2+AsiWD4R+QdUXRN8/xEufRYu/8Gd/4c+uiJYABubN/8I0jJazmmPzBgiVA7gKEIBB+u1Hl9IBzfY/Ti/2ydfzP1mgv6Z/QQb+RwlWSQ/yCR1dwcBV0bGV3aiyTkRpJ7a8i1jRnVLdklIW+yAg+K4L1M8PFQONDPPPyUwSDfZqhgdnRqVL0/Jx9SCX0cBl1k1oWXJxO4/1VC5uXZjiL0wJxjVMtaxXJmxXinr1I6wJ1aBOxhSwm3vbKjoan3Q1l5cXpZU8Ss5NxycRYhBxobBI36hw76hw71A/tzB/91A/NxB0QdYFGdjXzcnf4354gEd4gEeA54Mg74fQUH8flwc+Ls7+7i4hPp7gtFJUcEAcJCQOEpKehEujYJPw8OK8tLrKgponj55VPH6UTk7CxiGgwbHhfrAwH0iwJyTYOzrcHxEXER8dGhcdjkyAIhOgq+WFfsEB3qFBviGBPgG+Hj6eLp5uD0AFONDPMzjAO9DP09fL1cvdGbRAgzHg69cu3bh++cZ1gISvXLa3v2BtbXX23FlT0A5tuVoQbW4GTCWZm502Nzt9/Nihw4eM9u3dDdYzAygKLBRt2br5h00bNq9fuwFk4O+/W792zYZ132/8y7q1a8AGLNAFDTqcQRIGKqRXZeFtP2z5itRgwdVX7RccB967Z9fRI4dW+ya3bt+2de+eXfuN9u7ZvXP7NiDoC8aAwdpncBUJpN+D+3YfMtpz7NB+4+NHzpw8dvrE0ZNHDx07bHTm1FEw63vWzBicPgK7r0Dns6XFGUuLM3bWZy/ZW192sLG3tLhwzvz2Jbs7ly+43Ll6/cJZ1zsOjI6n+hEWn/l8eLBZPNDQ+iyzr+XRmLxrRsdanhGv/D7/clrC7gXs0G8X5EtTYq2sb3aMLxd2DPRUy4UdowrGmJI5O8ZXijsk3EZGV6mE93x5Vvh2UQoglrRdwns+PNT4ak7001vVzBhbr+gxaBkqaXt/RzGvv4pPrxYwnyoEzYCG9krxdk5sUPUPc5/3Nj9md5f1tRQ01aRx+yon1fSfXileTUmEzAYJu3Faw9EP9/U0Fi1NCJcnxWDNL5jsHR5sHuG1GpSspQnhlJo9wmuVcVu0kh5QEJ5QMMdG6MODzcuT4ldTkmkNZ4TXKmDUq4SARXZSO/BmQfJqTjSlZ40qe8GiuXF1/4SGPqVnzYyxp0cHQHQEiXdCQ58d58yMscdUfRMaOqi+jqv79YqeMVWfTt6tELdqZJ0TGrpK2s5lVBtU/eOKXr2sSyVqlQ81jfAbFYJmpbBFzK6TcOoVgubFCe6nZfniBBfEyyUDTyVqHeE3zuoH3s6J50bZoyPdoD5sUPUDA0JqOkjOc6Ps1zPCCQ1dPdwhGqzn9Fey+yr4rKeiwXoJ73lX8yMes2ZE2DypY4Jf2JSeJRM0KQTNGkk7qEjP6Fjjil6lsGVKw/j5tXJxgjs3yn4zK3q/IH0zK9INd/a1FAz2VsiHmoC2J1nX6Ei3kFX7alowoeyrLMDXlpLpbUUGVf+HJdmPi8OvpgXLU0MLhiG1rHtSz9aM9KiGe0ZVTDG3VSdnchkNBi1PyGmR8jtezoz89NYwMyauKMxAxUfHRUUZHzt89MDeisJHbxYMc2OKCbXg1YxSJ6HrJb0fFkb00vaXBs7LsYFRWfsQo0bIquX2VXL7KvWyrg9Lsg9LsikNQyls+bQs/+ODfkLZN8So0UjaX07y38yKZnQsbl+lbrhTJWp9Myv6/KOO118l4dQLWbXAHLG8R8yuY7QDP5ZqcduUBtDep7VM8Nsywm/Uy7rmRtnLU0OflgFCWJzgvpkVqcVtvc2P2+uzu17kDbEa3i2qpPwuZGzIi2eVz2prnjwpT0nPIVOzip7UwXHJKCKNRM3CkWihkNis/EJAp0XhwYZncPgXFovAEihYAgWDJ+OISaAXGo7C44hJKek5oCCMT6QmIHEJSBwGT0ZiiNAYOIGUnEhJwRIoMfEoWCwC3ENCYInE5IwYJD4lJz8lM/d5c0tGVmZzy/PsbNq1y9aN9U8Wp5VTeuG0bmhxXLQ8Kf3tR8P7V9o/fltYWXlb8IgGh0eEhfncvnPt5q0r5y3NpqZ0MgmQ5xzXCF7Nq98vqRcMQt1I74/LIz+/U8+Oc5TiDtByv1oRp54d42tlfbqR/rlx4es5+biKzeyqnlRxJlWceb3w3azyw0vduwX1qxnl8rRiaUqpFDNHBP30jmc1ZblFeclkXAwyNgQTH5FMRNLIODIRlYhHwaDhO3du37Zt6/r1a0EF2MPdOTYqNDIE2DVFxEVQiAhEfGRwgDsMsmpO9nWJjgoC3y7HQIOjIvzhcREYJAwRH4lMgGCx8WhMAhIVD4+OhkMj8fBIMj4SjfYLg3mHIxC3/VD/vtdtzTHUZtP03ReKHII6t5nHfbvNdt8RK1PLqzcdHwYGB0REBMAiA3BwiL/H/cggHwQMgoyLhkWGBYf4Q6JCkZh4NAbu6+sdHx+bmEhwdXc7duL47j37jp84deK0qbGphdlZ67Pn7c3PXzA2O3/khPn+w6f3HDi2Y+8h8/MXjhmbb9t9wMzSDpSCTc/Znja3+jMVA5B8yvTU/sNeTpbtjYHlJefKSyxlQkygj+W1i3ZXLj68dy+hpET60DnD+mz0kb1OZXmtqfhcx0uuF0wv9TZ1LU9NLkyoNDLWz2/HOH3PBvvqdTKmRkSXDLSohUBr3YSC/nZWqpMCc0cqYbdS0GVQsme0vCn1IGh4/vRSC9qhpzXcOf3Q8GDr/KhAzu0wyAc04u4Fg/DHV+qJMf6olq+U8+qeVaWmJKck0+xsbE+fOP7A6UZkuHdCXEg0xB8NjwwLco+G+GMQEEiYNzTCFw2PjIUGUkmIRFwsHg1zc75BJSGiIf4RIZ6URDQyAUpJRCfERlKIiDs37HdtW3fRzuy6wzm3+1f93O7AoYEdLyqHWB1jSkFjbWlqMrGk+BE1KRGDhicSiHdv3zHau9/y7HmwC3rNt9+dNj7pePe2q8v94CDf+/dub/h+zcF9e83PnL560eGCtZWludmlC3bnzEytz529YG110c7W6qyF1VkLx1s3nZ0cbazPr9nw3b98+y9rt6x1dHF0eujo6ePq4+vq7f3Qz+uB14PbZw7sfHDRys3B+swPG70dbBNc7yT63CJ4XoE52gdes/G6dMHr2lVCZFRbWcXTnLynOXm1eQVPH5eU55dm0nIT4kmBoXFWDresrjkZX3A8fOGhGzzbJSHHMSLpXijePQR+8sx5i9Mmxvv2XjY7aXPUyMJoxxXzkzYWJ65cPO9877qnm6Onm6O7yx1PN0cfz/u+Xg/Cgr2iIvzBQeAYaHBCbHhCbHgsNPD/Z+w8gNrK0y0/772d2Znp5A622zlnG5NzBpMxOQgUQEgiCSEJBAqIHG2McyKDscE2YLLIQhFFhCSCyDk7td3R7W52L/8eXtdsvaqt+kp1dQUYhMu+v3vOdw4RH4qPQESHB8dEIuiJEXevpz1/fLeHVT2i7F2ekS9MisdUbCm/UcKt0wxC4f/zoxwFv77t+d0B3ou5Ea6wq7qnqXRc0SPjvFD3s8bkPZLeemHnMzmnUdRdy+t8LuE0CXvqW2tLaipu1lTcfFZ5t6b8dkXRteJ7uXevZxTkJmWlUZLphMS4iLhYTAqTlJYSl5lGzclkRkeEffXFP8+dOu7v7XHkwN5//PU/He2soyPCkmjkCCw8KOAyIsiLQozKTKFlJFMzkql4LOLovq937/g7KtAzP4OeySCnJhKYWxpvJp2YxSAzSOHUaDQxLIiGD8uixiaRI+KjQijR6AR8GDM+Ji8VYuB0RlwY3H//zi9OHPw2KhSeiI9IJsakkAgpJMIVZmJBCj0Og/CwNrHTPetqqutlbXjZQs/Z6JybqRbcxTwmyC0+1Ccx1JeBDUqOQDDD4cxweDohLJ8amx0fdT2JQkD4aR/affTLf3hYGlLDUUkxOKSvq72FwcGdn586uDvgsmOov6ev8yV0gA/SxyPIwz3QxTnQxTnY3Q3hcTnY3R3m6mp05ozx6TOmZy/YXtRxMTLzMLPwMLb0MDR11jZ0uqDrcl7fU8cIZmyDu+RGh6ELouJLKKnPUgvaC4r5hTXq6valDsl7/sgvkslfRFO/iWd+4o2961b/zB3flC783De2XCsYvtesKKgV5z6R5FVLcp4I0qEyYS6zmJdcIkwrl2Q8kmZWidMrhSlQJxOfWSLJqoK4N62cn1Yu2sqjFmdCDNyf+UiQXiFILetPr5BmPx7Iq5HnQl+QnwaBMcTJW0gszHokyKwEwLzVAFz+50duRjkkIG/JvLzcKk52ZU96aUdyISvpQS3pWjU+txybdi848aonPs0BTbMMSjD1p5kG0M0CU22QV1wjiuC0+tj8vrRSaf5TYU5VT3JRV9LDnuSiTsaDbmYhUKR7kovA9KYUs1Oh+OtuZmEn4wE47k0pBq92Mwu7mYVdSQ97mUVgACEDft5WmIHaDJ72MiEA7k+v4EIYXAR1MieXiDMhBv6dNfzHMnAX1Iq02TUGmaI7NZvdE1AaFnsrq7l35pfm4R9eKD+0jGx2Tn5oHv7QPPxb88hmq2aTNb7ZPrHZOQUNa3ILibeWgXu2GPiPdd8tyZe/tLmV9gwFPgugtOcPggVoREu/y9Y2FS83B1/9Ll//VbLyc//iB/HypnxjU/FqU/5qU7w2U8Wvjb3RwyzrZZZBxLvd7ruFvv8yPP+39tvOLGlnlmxrvP92sL0D3JFUyqIXbz9tp5a0J5Z1UMs7aRVd9MoORnkHs4KVWt6aUd5f0nqbnIFx8SOFYsIRcD9PNxIhnEqKbHxWPjkimR2Xrc6rPv60+O7VqFrRJhbUCjg1i7P9GysDEsELuahpZpw/IGqaVHOnhngaRe9gf5uI86KX9fh51Z0HN9MKcunZqWQGJZwSGwroNxILw4T4RuEQmJCAELhPKMI3PCwoEgvHhASggr0RME8EzBMV7B2K8EUj/TAhAdjQQGxIEBoBC4VDExIcGAqHoREwbAgcF4qgEPH48NBoXEgiGZ+bwbyRn3HrWs7t/MzURAIYZnx0Qmw4KQpNCEfF4JCJZDwxGgv0XnwkhhCNi44IC8egQhCBaFQQMDwjg/0RQX7IYP8QRCAAYxANDfAY5u/l6+Xm7eXu7uYEorAcHWwv2VtbW5mZmhhYWZoCEjYx1jczNQTWaGMjvfPnzlw4f/bc2dMnT0BRj2BFF3Il7923f+++Pbu//earrz//9ItP/wklY335xVeQAgwAGEjBO7/5auc3XwE1GJz/NyM0UHcBBgON99DB/YcPHTh65NCRwwcPHdwP6pEOHzpw5PDBo0cOHT98ADQhAegFAHz6+JGzJ48B/zPoQDp/+sSpY4ePHdqvo3XGQPeCiaGOsYG2nvY5Ha0zoAZJX+c8WAA2MdQxNdK1tjC+ZGvhYGNhZaTv5WJvaaDtYmPqbm9GioQPSbvnNP2jiu6p4b7XC/LFcQ6HVcqquyVmQ5rkVtkP1PmpGex6uaj44ZXm5aJifV4+qugcEDbyu6vlggZR33Ne15NRReewHAphmtH0rs2Lfv5u9O2aYnaMPSRvlvCeKkT1s2Ps6dEemeC5TPB8dow9P8FRSRs35kSr04KZ4e5Recv4IAtYT4ckjQDt+J0VtZV5wKA7JGn85bUGRDePytq3pAkoy2rzI6RXqPqbZ4c5b5eUq1NiaV+toPPJuKLr5Zx8Utkj7Koe4L1Ym5YsT/SPytqnVL0v5+Sv5gdeLyiWJ/o3ZmUTg92CzicjUtbSuBAKlNsC19kx9oymF3y3QOOdn+AsTHKXpvmAcpem+atz/d+/Ur9ali1O8WY0veAHVEoaeN2VvO7KEUUr8EUDN7iQ/bivo2xC2Q5mTNE2ImtWixuU/fUKQW1/D8TGy5O8meHu6aGuudHe1WnB9+vKX96MjA+yAMJtzEH9OlPqTrW4YXmS93pRujEnUole9LWVDPCfT6o6VKIXMsHzXlZJe+N9Tmc5kOKF7MciTnVfR5mU/2xI3rw8I5if4IwOto0OtnE6yweFdeCtnlR1AJF5St35Zkm2OM75bmVg84fJ79eVI7JmKadGIaiV856tTPHHB1l9bSVAdp5Qtr+cF0+pO3tbimTcp4vjnJ9eDb1fG5zXsCdV0G2OCXV3b3t5X2clt7tK3t84JO8UsuuUks7v1sc5nc/+Lyj+8m7+9cpoR1PlzSv0K+mJ9hZGn/ztvwI93SeHFe9fLk8Py1Znh18val7Pq4bELHV/49xwz5Cofn606/Usb26kc1TeJOM+lXJqpoe6vl9Xfr+uBMTL6yjXDLQujnPGB1nbdxZ+fj2sFjcM8J8vjPXNDHevTPFfLUigv+TTAs1AK7+zAvi3xxRtAIaBCPZ6Uboyxd9+EyZVHcuTvMVxzqSqY2NO9P26cl7DHh9kzQx3a+QsQU/N7JhwerQ/L4tWWVbY0tz4qLL67oOyyicvqEk5ZFpG5tXbRArj2q17Ofk38KT4azfupmddyc4rSM+6kpaZR2emE+OowAKdlJLJSM4A3ubktOzktOyM7KtgB3i7EBi4oxnJGXEJjBgiJZEOpWrlX78D+Dkv/2bWlYKsKwXP65uLyyseFhU2NdcTiREuTuZN9ZUrc+qfv5tbmpRurXcOvplXrM9IX64Mra+MvHk1XZCfEh8fFREREhTsZ21jFh2FnZ8fHxuVLswNLUzJ15eU378c/emNRiVtBKsN8xNQyxeIu9tYkEl59Upxy4CwcasaTTok65BwX8yP9/c2V8i5DSsT0l9eTb1eGtIoepWiDo0C8jWJ+pr72U1Nz8oe3Mq+lsOgknGxEchMJiUvnZ6bwczLTsnLTiOT8Lt37/zyyy8++eQfX371mcMlGz9fD3x4aGwUJpEYQSFFpDHjk2jEOGJ4WjIlmUGOjkCRCFjgfwYu0MT46GQGmUknMemklJREIik6hhAZFxOTRCYy4yITYhGk2EBifFhUQgIsOuPTo8H/OEbYcT7VyP+padCjr8+jP92td1rL1NLGydPLLzQEKieIxMIpBFw0Bh6Hx9ApsbQEEokQGRWJJccRUtOZdDqUesVg0NDokIs62gcOHTx56oy2jsEFHX1tPWM9Qws9Q4uL+qbntU3OXTQ+d9FYS9fsgq7x4RPndI0s9E2sdI0stPRMjMxtDUytwdNtX7SOobm+nrG1vqG/k1ZHEyY348D1/BPjQ9kwHx17K3NPd3RxcR8loTI2tsJID2dnFhUfefXj202EJ9rN2m1KNbI6Mz6rkU6PCt6tD89qeOMq9sK4eG64f1jcpe5nbZXJQc1ecyPc5QnxzBC3v/uZtK/+p5fjmx9WlyfEcyN8Bb9pRNrxekEpYddJ++qVwpZI1gyhAAAgAElEQVRRWeeSRjQx0KuRd40MdGwsKb5/NzU9IVErBcVF9/KvXA2GwY8cOmxubAStcUajoiKCSTHoxLiIKFwwmRBGo0ArqXGxGDIhDDzNTKWQYtDYUH9qfGRcLAYfgcpMo9+4lr21IhXKpBFPHNllY6GbmkSMJ6DxuKDs5LjCWzliTptS3KsU9wp6W57XVJSXFeZfzaFR49NT00KQqMMHjxw9fGzP7r1HDh3VOn/ByFDfxdkxwN/b1sb8zOljJ48e0de+aGFi7GRvt3XloO98yd7OytJQVwfAsI2Fubmx0WUXZ+/L7vp6Op/v+OQ//v4f+47u8wny9oV5o7HIYLgvAuEXAvcJ8nH1uGRueu641fmTvhZG3ib6HnqnY90MmQHWjMBLFB9Hss/lCBen0Ev2ODf3JwUFdQ/uN5QWP75//07etbz0K1dz7t66VVpwtwRLZrghYqxhse7ROboeMfZIGjH9gbMXUvuigd6Z0wYnj9lqnzc7c8L4zElbIz17KxM3Z+tAPzdEkBciyAsZ7B0WEhCOCQYHuLAgLBoGSJgQjY7EIeJicaQYNBEfSohCxUQiKSTs1azEsodXWY0VMmHbmKpvYog7ru5TSlgDwsZRReeQuHlU1ibn1rY8vd3bXCZhP+98UcRuKZ8Z4g4KmmV9DQPcJllfg6yvYZDfMsBtaqsr7W6u6m190v6ivPFZYcPTh41Pi5uelTwpv1VRdO3h7ZwbV5Kz0iipSUQmjQBFoCVEMWgxWem0KznJDGrcyWMH9+3+xkhPe+eXn584cnBr/w22VfRNTKRE4qOQODSMQoxiUsm5Gcys5ITLjlaH93x58tDuaDQsjRqbzYxPTSQkx0dTCdgkcuT1rKTMRAKTGJ7LIN/LSy3IpGfSiSkUPJ0UQSdFZSVRkhNj89LpeCzq4O4vj+7biUUGxkVgMhKIV5n0LCo5hYxPJkUz8Nh4LNLL2tjRUOuS/ll3c10fG6PL5tqOBmcc9E64XDzurnPSS/+8r9FFH0MtT71zvibawdZGSDtztLNtgKWR5alDZsf3e5vpYS87hPu4EUICLpnp7Pr0v/bu+Ju7tXEk3Dca6R8fHhoJ98cEeIX4uCM93UO9PUJ9PEO8LsMvu18yM9E7d1r75HFrQ30Pe9vLdjZulhaXLS3hbm6+trae5hbBjk54/0AqGsMMj0yLwKdjozIw+CQENtYzMMrZO94HnhMWezuWUZdzp/t2hbyqZaKBM88SrfUMvBOM/S6fX64VjJWwpNefCvIe9ec+EuVVya/VqG7V8TPLBBllvLQSXnIRL7moP7VUnl2lzH/KTyvnppRykks4ySW81DJBegWgX35KqSC1TJRWIct6PJBTLct6LEwpY9MfirMhyZeXXs5JLQUDtOI/c+/2MWSc3gqdBp7nvqyK3oyy7rSSrtRift7jbfMzON+TXtqbXtqXWd7NLGwkX6/Cpt/1j8t1xiVbwakm/g+DEruZhcKcKk56WX/uY15mBYt6t4N+H5BtT3JRb0oxmD9Ad+vpNh5vY/A2AP8Zg/8NhrsZD3uSCnuZRezkYl5qWR+jkE1/yGUW9zEKuczi0Rv1r6sFv7aoPraqoX3g9hHIDg0c0azhD61DUBoWZ36zd+ZDy8gPL5Q/Nao/tmk+to5+bB2F6LdtDKLfjkmIfrum/7BDd07/sQPcM/tH3hV/CSr1FS5vLf2ubor/NRDfbmxKVn8VL38QLX0QL/8qWflVsrI5sAHtA4uWPwoWoRyswbe/9E4PP+jo+Rf9bpufO+nF/y/9diRB9Pv/D8BttCKwEgxJvlQIgLcZuDOpgpVcwUqr4Nyue5rxICmEEO4NC/ULCAn0D0MGIfw9KQRc6f1rAnbzqJI3PsSfGReuzMuGBztVctbCtGhtcWBylLM0K1tfUipl7Spx+4SKM67sE7HrG57eryy6Wng74/6N1BRaNJWMIUbB8bjASCwsAhMYhvJBBXtiQgJCEb7IIC9UsDca6ReG8g+B+yBgngE+LkH+7giYJ2DjUIRvCNwHFeSLQQWHwmGooABEoB8S5r81fkiYX0wEJhITEoVFkfA4alwMnRLLpJJTGRRydFhCDIZGDKeTImjkKOB/ZsTj4wgRMRFoALSRuNCocHQENgR0/4Ig6LCQ4JCtEmAUPAB0I4FwrFAkLAQRCF5CBPnBAn19vC9fdnd2c3V0c3V02frfy8rS1N7OCtQjmZsZWVqYWFmaWpgbm5oYXNQ6r33xgtaFc2fPnDpxHJKCjxw+eOzo4b3f7gGz65udX36x47NPPv3sk88///Szfwfgr7/a8fVXO4AjGuRCb1cBb6/+7vl217YRet/ebw8e2Hf40IG9e3YfPLAPMDCwTB8+dODkiWOg6whs+R4/fODw/j3HDu0/c+LoyaOHTh07fPr4kfOnT2idPaV19tS5U8fPnDgK9ntNDHUM9bR0tM5cPA/lQhvoXtC9eNbYQHs7AcvWyhQAsJONmbO1iZeTDUS/4cGC7ro3y8NLU6L5Ud6UqntQAG2ZqoT1Y/JWjawF6oYdF6ilbQPCxsXJ/u9fji5MCEED8NwYf3Gyf3Gyf3VWqhS3cDqqNINdsxoo82lQ1Cjj16kkzRPq7peL8u9fDr9clI+rukAclKDniYxfBypDFyb436+pf1gf2o6AWhrnL08I5kb6wFbnuKKjueYWr71Swn7a9vyunFurFrWMytrfrw79/GpsStW7oOFPqXqHJW3zo7xRWfuChr8+Ay2wDYlb50a486O8icFuUc9TBb9hQcOfVrMV/Aa1qAWIwBuzskllj5xbL+p5CqqVNmZl6/PSuTHuhLobRHaNKtqH5W0vF+UgCHp5uh8cv1yUv1oaeLeufruqnB/ngaCpxUnBVgNqbXdLCb/7MfjxQQj2zGjf3Bh3bow7M9Q7O8wGbUbDkhZVfyO4pBiWtKxNi9ZnxFOqbpCMtTTOB4HMK5PCicFOEFI1N9I3re6ZVHYp+PUS9lNee2VPU7GE/RTEhg3w6jqbijgdlRLuc6W4aUjWOiRrVUmaB0WNKknzsLxtXNX1ZmUQRHO/XlZMj0DfyQ/rQ2+XFPOjnJVJIXjzQabU+1XVx+8mXs5J1aImVX/j2EC7WtQ0P8oRdFY9Lswckba+nJNu/rr0/Zp6VNYGunN/WB/69e34m8WBaXUP1BU52rcyKxTznnK6HgEAHh3sGR7oXZgYmBoWrc8Pb358I+OzHtzIuJZFDfK+ZHDhqL2ZbmXR7e83Ft+uTCuEPaNyzpxGrBSxXi8oR6QsKIl0pGdhtGd9hvfxO/X7Vdn0UIdCUDsia/5+Xbn549T6bL+yv17MfiLnPQPL0tuy9uxIzw8bqlFZ2+wwG5Qbg8ixSWXXyznp8oRA3FvT01SsFjWBsGtQcbQ61f9+VfXTy5FX87LZYfa4ogN0JoGs8h83hn/cGAa50O9XVSuTwnFVz8QQ5/XKaHnxjdys1EePKu7eK7x1tzg9+3pK9o1rd4qz8u8QEmjMrJwbDx8oR0dral8U3LyXe/VGetaVlPScpJTMuARGRvbVjOyrQN1NSc/JzMnPyL4KXgWFwGmZedl5BaAfmMpITaSnpGddSaSnMJIzrly7lZV7LT4xiZaUdv3W/bLK6oYW1u0790pLSysqymyszfCRIT0ddQtTio1F1fKMTCVhDQoa16YlP61DbVJvNzSrSyOqQV5WRmJMTFhISKB/gNdF7bNVVcUTE8q5GdXczODKvGJuUghFqW0owSIDMP+vzopfLsqXp/uXp/sFPTUT6t4hWceQrGNpSjIgbBb0PHu3PirjvBjgNU4q2W+X1O9XRpfHJdPDwvkxyaCoq6e1pqu55lHhTZDjSghHRKKD0hlxjHh8Aik6JYmyDcA7d37997//beeuL12cL3l5uoaj4XGECBCCRYuHkiToicSruWl52SmJ8THJDGhlNDE+hkKOjiNGxpOiEuLwifExCXH4+Hh8IpVMSSClMRhX01JTE2LwYb74cB8qIyqakoCl5O+5gP7rfvSOs4mXo1ouOOd+cdL74EkTSxsHH++AYBg8AhNGiMQSwkOJkaHRGDgpCp0IqWp4QjQuKhIbTyFmZqZnZqZnZWXFkohmFubf7Nx95OhxQ1MLXUOTi7pG2nrQuu95bZMzFwzPaplc0LfUMbY2sXCwc/TcuefoiTO6R09e/ObbI0dPXjS1dNQ1tNpuBv4jAcvA0sjQzOTMGZjTeY2cef/G6RtXT71eLfW7rONi78CgFdy625KR84yR8tjRgax/AUbF31ocfY/wRPs7+7xfWdPI+8cGOcvTYtBn/npB+WpO+WZheH16cFrFnVRCNpmtXL2OSSV7dUo6qWRL2HVzI/zNHxY+fjfz+/u5mSHuxGDvyqSkr/URu6VyXNHz/droyxnF/DAUkTUy0DWm7nm1MTKhEc9MKW/fusag0c+dOX/syHEcOhQZ7E/AhxAJoQnk8MS4CCI+NDEOWsFKIIenJpFIMeg0JpkaH3n9aioRH5qaRKLGR6YmkWgUfEFexr2bV6lxMUwaMTwsaN/uT/MyEmufPLh9NTmdHlNZeK3iYX5P81Mph9Xb8lzQ3fqi9vGD+7euXsmm0yipySmkWKKhvtHRw8cO7j90YN9BGytrG2tLO1trezurgwe+3bd3p62lhYsDtM972cXZ2tzM3NjIx+Oyr6eHiYE+kIXdnBzBDrD3Zfczp09++vk//vK//nJB91wA3A8G94vEh8GCvENDYSEIX+giKcDT5PzxC/t3uhrrOupeMD7wVZSLXnKQNd3PNsrBONrBkuDqGOl4Cetg72dikICCFeakPrlz415ubiaNmUnPuJJZkJGZV1pd38xTpd595kvIswlOCKUUEBnX9fWtTbT1dI4estE+Y3HulPHZM6Y6uhZGRq5Odl6XHWH+HoggH2SwbygyIBKHisVjMaFBmNCgsBAYqJeMiQqLxKHQKP9YfBgxBkOOxZEgFzQyNhqVRIvKz6O31JfyeurkotbhwZ4ZjWBiiDM80DWugiID12fEa9OiQcELYVc1r70KdM5J++rl3AZJb72ou1bSW89jVbObHwk7n7XWlrS/KO9tfcJpf9rT9qTtRVlLbRnrReXjspsAgKEmJCYpiYpPpsdCXSC0mCQ6IS+bmZ+Xeu1KloOd5Zef/fPg3t1ffPJ3MyN9QjTUXpYYDxFyXg4jMz0hgRxJIUXExeIYiYQrGQxGPN7Byuibz/5qoX8hBoNIo5KY8TFZ9PgMKplJxucmUzLpRDoRl5YYcy2DlpdCSacSkuKiKPiw+GgMIx5PI0ddz02NI0Qc2vvNob3f4FCwtATildTE65nJmXRSXGQIHg2jRodl00ixoYH+TlY2emetdU85Gp53MrrgaHjexfBcoJlesKkewtwAZWkUbKrnp3/B30ALZqbna6jlY3Ah0FQ31N48wtUu3MU2wtUu0tMZ4+3kc8nUVv+cxcXjTqY6fo6WCA+HUG9XtI8bytMZ7u6A8nTF+XpGwHyjAn1xgVACrbmRztkTh8wMtS8723luTcBlZzTMN8jLLcjDNRweSInC0WOjE/ERCRHYtNjY3PiEXDIlCRdJhqPikaHpkbFXiYk0JDYhMIQahEmChycGoOO8EZlo4iP6FXbBo74rFdz8R5I7z5WFjYMPGwbu1A7cqeXlVYjyH0uv1wzceCq99qQ/p4KXUcJJK2KnlnCzqsT5zwduNgzebJDmPxdkVvWllMmvPBdnVwtTK3nMMkFyuTi9aiCzWp5d05/5GKwTc9MqwPDSK3npldtP/3zA2Qqd7k0rBwNCtsAjSKjmZD7iZD4CEVy87Me87MeC3GphXg3Ix+pJLWui3KmJvlKJzcxwwEZrued7EDqZxSz6w4a4WyBeqyOpqCOpqJNZDGVKJ5dAWdNMqJsHHGyfB69C2dfJJWB6U0r/PCAerCupCESFQbVMKaXs5NI+ZimIxWInlfRQ73cl3O1Pr9Dcbvq+TvrjC/nPjYqPrerN9mFo2iBf9M/NKigNq29us3fml7bR9w3KHxtUvzQPf2gZ+dAy8rF19Lc2ze+ssc328X/pwFAmFhSC1TH1W+cUlIMFUq94ixAAQ5FXq1CulWz9j5Gub0q3kq4kqx8lK3/owKo3kBQsW4Ms0BAqr22q3m2K1l7VKXqSSoH820Uv7qAVgemkF28v/QLu3X78nyzQ28Tbzihh0YvbaEUs6IuUttJKWmklLFo5i/aHCNxFr2xPKu9Ir+zIfdxzt64oKT/MzR/u6hUejPBzdw3y9vC77BQRCsvPYlQUXX/++L6I2/R6bWR+Sjw70T+q6pWLWtQDnctzA0uzcqWsQ9Bdx2l/2lZXWl16vfhu1p38lKsZCRkMAiU2jBSNigkPxuOConDBkdggbKg/Ggk5ZUIQ/ii4HxioKiLYFxHk4+ftCprkQhD+UPsa3A8O8w4K8ATqa3CgDwhnBiJtcKAPKCvCohGRuNBwDAoTCo/AhpDwOFIUmoLHJsTgEgnh8THYODwG+KVjo3DRuD8AODwsJAITikOjMCEIkHf158grIAIDOzSIxUIE+aHgAWhUEBaNCIL5+ft5eXq4AgYGAGxtZeboYGtna2llaWppYWJtZQZg2NTEQF9PR19PR09X+6LW+XNnT585ffLM6ZNnz5wCAVUHD+zbt/fb3bu+gXKxvoA4F7JAf/3Vjm++/vLLHZ8D4XfXzq9BMtaunV+DtGewFbx71zeAbPd8u2ubivfu2X1g/95DB/fv2vk1YOD9+/aAj9+/bw/Ui7F/z/HDB0Dd0bFD+48c2HviyEHAumdOHD178hgAYJ0LZ3W1zulqnQMOZwDAIAEL5D/r65w3NdK1NDO0MDWwNDO0sza7ZGtxydrU3cHS2drIz80Oh/TqbKxcm1VwOqoGRY1Qu2x/fVPN9ZZnN5fGOL+8Gn05K1mbFK/PSFWSVqW4ZWNh4NXSoFLcIubUzoxyp0c4i5P9a3Oy9xsjE+pefnf1qKJzeoSjlrawWeUNNTcbam4Kep4A0B1Tdi5NCUE/8JCsVTPYsTQlXJ0Vz2o4IEB4fUa8NM5fGuevTYtAIvSUqntE2jo7zBb1VDc+ucFuKeWyKrobizTyjrkR7sfvpn56qZFx6iaVPYOCxrkR7tq0ZID3Qi1qWRoXTqvZM0N9q1Pi+VHegoY/MdgNkFgtaplS9U4Mdot7nw2JW9emJSNSVk9TaU9T6dhA5/drUOnly0X5u3U1uI7fWJBtLMiWp/tXZ8Xv1tWgWGhtTvJuXf16WbE+L91YkE0O9ailLWD5eX6cpxnsAE28Eu5zuaB+QPhiUNQIFiNBXvTKpHBtWrQ8IZgY7FTw6xX8etB+BGqfNHIWKEBamRQuaLggCBq8M4tj0P4V+PT1GfHEYKew6zGXVaHg108Mdi5ouKCesbIwg/XiQT+7RtHfsDDB/+mN5rs11eRQT1v9fTarXMqr/e93fquQeX6UAxKeR6St4HcB0j5BKvLKpBBEVa9MCtdnxBo562lpbl1lfk9T8dI4H9D4qKxtRNq6OtUPvsP1GfGrednLOenrBeid/Om70Y0l6cwYZ2igfUTRvTApebWk+enN4vcv51Znh5+W36eRcOn0WE8ns5MHv0wghA5Jej+8XZxQ9vM66hbGpUPSTnbb442FwbVpyZSq+/VWctXrRfHSJPvHDcX6HH9M0aIWN0ypO98uy18vSidVHRPK9vXZ/tmRHrBY/mZJ9nZZvjDWNzvSA/nJJS3jig5BZ5Wqv3F5QrA8IXi/qnq7pHi9IF+fEYMg7uUJwesF+cs5KfD7gezrjVkJmNWp/gUNF7QxA5DubS7hsirAHvIPr0Zmx4Tri0PsrhcpSZSMjLSC63du3C16UFydceVOWu4NAoVxq7B49bu3y29eStSDXWzujdsPwN4vyHCmJaWBeGcQc8VMzQL7vakZucApnZSSmZKes9UnfI2WlBafmERlpKZl5mXlXgNB0Fm51/Kv3yksqXzytP7+vaL8/ILy0rKbN/L1dc7XP6/8+fvVN2sTMxrhiKJ7TNk9IGzksh5NqXo/vNa8XVK/XB55/2ahvrY8mUHG4ZBIpL/9JStzCyOlUjw6Kl9bGZ+c6F9fUsxNcWfHeiaGWGvzotW5/qmRbo2SNT/OW5qCPBRLU8LlafH7jZHlaemYsndpSrI8LZ0e4S1OilcmJRuzAxBuzQ+uTsqgyBxpt5zfKuxtfFFd/KTkzpU0KiEcEYNDRqKDCOGonFQqhYCLxCAhy2s6k0SM3rNn9549uz/99J/f7Nzh5Gjn4+0ehUXFx0am0cnJdBI1LoZBJSXGx2Sk0kATUjIjPjONzqCSGFQSlUIgx0YQojExUWH4SHRkZCiVFpfEpOZlZBVkZqVSYom4oPhYeFp6PJmeFJWQf9GK/F+7Ag8a0Dwjag6Z4HeddTW2dPH29g0KDEYFw8l4fDItITEWKk7AoQJicMh4YnhifDSJFEmIiaAkkNLTU7OzsxMSEhydnY6fPHHw0BEdXX0rO4cL2ga6BtDS71ktozMXDM9dNL2oZ6ljbKtnan9Rz9zc2lnHwNLBxcfMyumsltHx0zpHTmiduWB4QccUdCBd1DPX0jXT1rcwNjQzPH6YhrUfk9Oupu8JR/1lcig/DG7LiGcUXCtjpj9IzS6+9aDJxgZrZYoO8UlG+8R7WPtEI7HvlxblvM5JNRcqaRvvW5zivVkcXJuW/bA29uubuTcL6jeLqjeLg9Nq9rCkfWlc9N3y0Kv5wbkR/thA9+ww7+WcYm6ED0KhVyYli2P90r56Luvx8oT47fzwyxnFmwX1woRIo+oe1/AmNOIJjYKZRHV1djm4/5CHu+fNa/lhIVAOU3JSLChAIsWg42IxkdiguFgM2Aq+eS09mR5bcCUlgRx++3pmZiolKy0hMzUxLSmBHBOem8HMSEkw0jvt4Wol7++oryl8UV3Y+LS4s+nxk9KbLc/KFYIuMbuN3fai6MHNmzeupqcxU1MYTEYSkRDr7xtw4ZzW8aMn9uzea6Cn73DJztzM5OSJI/v27jQzNfBwdfG+7O7u7HTZxdnCxNjEQN/f2wsZBLO1tDDQ0bazsrzs4uzicAnm5+vp5rpv765PPv3bX/7zL1a2ZkEI/yCEL4EUAUf4RUSGotGB+MiQYF83f3cH3RMHvv3Hf9ponbbXOmZ7ckekoxbN3zbO3ZrobEtyuUR0cSR7uEa62gRbG/hb64X7ueZQSPdzcm6mZqeQaVeyc65cvf74RfutyiZiZnEQITsh/UECLffssbOXDAwMj+67bHTR7PRRg7OnTQ1MjA1N3J0dfDydAQCj4H5hIbCo8BBiDC4CiwzHIAAG48LgkThUBBaJRQdH4hDRESjAwLHRITGRyHgiJiUppvbJg+62J8K+hkFp+9QIHwDwmLpnaRy6Sfp6QT6l6pZz63ntVc01d7obS9rriiCTvJo3reJOKNjCzmfttcX89po+Vk13cxW7rVrQXcdur2l8Vvis8m7d4wePSq5XFF0rupt340rydg1SahIpI42Snhp/7UpaXjbz9o08LBrx7Tdf7t319c4vPzc30d8KgEGlJVNoidGpyeSb1zOy02mJcVFEfBgpBsNMIGzptwi988d3fvpXR0sjCh6bRiVlUMlXUmg5SQmJeFwmnUSJDo2PCqETcbRYLJ2IY5AjEwnQlSiFAF2eXstOjo+NBAAciQ6CQmuYcRk0SChOwIfFYuHU6LAsKjGDgqdGhYZ4OzsYX7Q4f9xO97SHpWGAnWmQhRHcTB9pYRhiZYyyhI5RlkYYO3OUjUmgqS7c0hB/2YHk6xblfincxRbv5RRobxLiaRcD944Kcoc5WfrZmwY4mHvbmPjYmnpaGXlYGvrYmsGcbJDuDiEeTnAP5xgMwsne7MKZw9rnj1mb67k6Wvp4OMADPQJ9XYMDLm/tJYbE4TFQFmB0WEJseJifNwEFp+DC4jChJDQqHotOiopKJRCySOR0AvFKfOKd5LQCCo0MQwVY2nvomHmcMXQ+dMFh33nPk/oYY2f6ZcStMEoFOb09p5B9vUxy/9lgSb2qpHGwqG7gfq38Xh03/wn7ypOu7Mr2tNL2tNKerErBlRppQV03s7gvpUyQWSXJqZHmPpVkPhGmVPTRi7kp5bz0SmEWVOQLeo/4GY/+DL3/dty3Rb/s1DKohCm1rDetnLOVNQ3YeLsMiUV/2E570Eq93xh/u432oCe1jJ/zBCRF87IfczIfia4+42ZVpdiGBuw1ue5NAoTcziiEPpFRCDC4nVEIBiqn/ddJQMLbAAxCsAHfQoi79V1B396/wPjfXupLKWMnlfQxIRLupT3oiL/dQ70vTCtfKO7cqOL+UC/72KaC+plZQ5tt6t9Y6p9a1JALunfm967Jn1tH3jdACvCHlpHfWGO/scb+QN/2cQiAOya2BhKBf2+f/I018Wv7xMeuqd97Zj6yZ8H272/8xd/7lzclqxDZbs0H3jx0Rrq+KdvYlK3/LluDuFe+Do10bXPwzabizWb/yu+c+XdNQ+OF3ezk8m0L9HbX0TYAb3Pvfx9spT2DzOc/P24TbzujpI1WBJ6yGCXNdGhaaWUs2h8icCetAjJCp1a0ZpRz771oKCijI/EoN+8QL39vJ0eEnw/S3wcV6I0O9onBwTOTyZXFBe1NlVMawcq8YkDUXl/zoK2hXCZsU8vZQwN9Pa01UAn5/av38lOv59Dz0uKZlAhyFIoUjYqNRBAi4NDFRiQyOhwegYFB8i8yANwlDAuBARIGNXJwmDciyAcco1GBgIG37jBClbygnQhQKGjr/bczyGB/NCoIEoSjMORINDkSHYtDRYUFb8VrQWFaMRGYaBw6HIPChSFxaBQYbCgSqLtA4IXDfEETEvji2wy8vRuMRgUFB/kHBvj4eF8GDOzq4gDQFxQjWZgbW5gbW1mabivAJsaGxkYGhgZ6ujoXL2qdv3D+7PlzZ86fO3P82JHjx45AvbyHDhzYvxcKxyd4+xYAACAASURBVNq9c/eub/7y+WefgLwr8AgafaGt4S36BaW+4EPBS8ACDc6A6qP9+/YcPLBvOxMLQPL2kvCBPbuOHdoPio6AF/r08SPnTh030NHS1ToHhN+zJ4+dO3X84rnTulrnDPW0jPQvgjHU0zLYCr4y2oq8sjI3srUytbYwtrE0sbcxd7CzdLAxs7fQQwd5BLjbFN3KmB0VDoqaB3h1CkEtv7MCCgGWNk8oWN+vqjampWMS1pJGMDHYLeXVDwgbQRMSv7tawq0DG78Ag9+sqLYKP1tnRrkzo1xeVxWvq0rQ80TYWw0YbFbDEfQ8WZkRrc1JVmZEc2Nc0Mozq+FMDfcCapob6ZtSdYOOVlV/I7ultL/7iainelLZJeM8b6+7L+qplnGeC7seL44Jflgf+X5tWNpX21R9+/WCApiZQYsvaDbSyDugJbRJ0bsVNWgDBty7NC78cQOSuYRd1SuTUF6Rqr95SNw6JG5VCpsWNHzo5AR/fR5q2V6Y4AMAXpjgL0zwl6f/2HAeV3WtzUmAUDyu6hpTQnEvc2PcpSnhhLpbyqsV9T1V9DcoxU1izjM2q7y3rayfXTMoalT0N4g5UD8tEBhnhnoHeHVybu20uufdivLN4sDsMHtY0rI0zv/51ej7VdWrednPr0ZnhnrHBtoBGP+4Mfzxu4m3S4q5kT4wa9OipXG+Ughtbo8rOhY0XE5HZWdTUXvDQ1Hf07kx7tqcRC1tYb14UFWc1d7wUC6oBz8aWNdsrbsHKnPHBtrFvTWgh1kpbJCwnwo6q4bEzYtjvGl1j6q/cVLZBf6ssYF2CfvpzFDv6lT/q3nZpLJrYrBTI2dNqbrHBtrHFR2zw+zVqf7XC/If1od+fju2vih5+1K5uiidGecvz8l//G76p+8WlmbUQnbr7fz0FCoxKgx2ZO8Ofa2jTbXlGwsjbxbU6zNypaCV01alkXdt1fwqxgbaZ4ag4OWXS9Itq3nPoLhuUsUaljZMqliTKtb0UMfsSNekijWhbFue5PywMTimaBmVN02qWGsz/PdrA2+XpUsTfZOqDiBfgBsHq1P9a9OiH9aHFsd471dV4LewMimcH+XMj0K3ZpbG+QsarkbOkrCfgmbjtWnR2yXFq3mZoLOK01Y+rYa6kaV9zwSdVUvj/F/fjv/4enRaw50Y4S3MqMuK78bHk+/dL75bWJ6ZezsxOZfMSM++cUswIOfJxE+bn08szrS0d2XlXkvNyN0u8gWeZ4DEqRm5wAgN/M/ZeQWpGbl0ZjojOQOUAKdm5KZm5OZcuU6hMlMzckEHUv71O7fuFt59UHL/QfHd2/eeVD4iRIVfPH9KPSD6/tXCqJL3anno9crQ5EjfyowEKpTvb55S9UKJ6BrBtEb2/s1yTia0aRkaCkOHwg2NdMhxMa9fL09Pq16/nBpS964tydaWRCtznJHBhlfLkrdrirV50cIkF9zimdVw1uagwDyVpHVY3jks75TyGiCdWdTaWlfYXHNvStX369vpt0vqMXmPlP2C3Vbd/LSk8Wnp/euZ+Rl0Yjgy2NcNiwyMwYXQyPjruanMBAIJj2PS467kpJNJ+G+++WrHjs937Pj808/+bmVp6ufrERuFgT4ggZCZmshIIDLpUJsoSJIIRQZER4QSojHEGNx2wkQcMXKrYCAoJCQQjUXGEqMZlMQkchwtOopBwKXR8FkZiYzkDBwp55JX2v/e7aNjn2LumbXnov8po8tuHv4wP19fTy+Yjx8llpSbkk4nkSNCEHgsihgJyZhMOolGI1HiY+MpRBotkRwf5+3jd/jIseMnTukZmeoYGBuaWJ7T0tMxND+vY3TqnP5ZLZOLhtb6Zpf0TC5pG9mYWTntO3TawMTW1sHD0NTuzAXDY6e0wXrwmQuG2voWekbW27XAxoYmFw98/fR21IySVvXwYmLsZ5PqG1RicEHe9eTUawV3KukZV6LITAQqwc4qxNYgxNkEaXnBuij/5o8rixMDguUJ8ewwFH03pmh7OSefG+GvTw+8Xxlbm1W8WlK9Wx9enoZuWGx+WH2zqNLIu96vjnx4MzUx2CvnNiiFLWvTsvUZ+YJG+HpBOa3mDIlZi2P9P6yMv5odHBK1v1xUbiwqR4c4C7NKdnezu5vTwf0HTIxMaYn0B3fu4sKQaJR/IiUyJhIJsq/CwwKD/F3DwwJzM2kpDOLVnCRGIj4xLgI0IWWnJ1JIOEj1RcOjsKjCu9eDAy7v3vG34ntXZsdlve01vO5apaST3Vbd1fi4r61WzusYFPa0PK+6WZBz88ZVYmx0agojOYkZGR6BQWNPHDt55NDRs6fPaZ2/YG1loX3xwq6dX+rrafn6XHZ1dHB3dnKyt3O+ZG+oq6Nz4byPx+UQeLCnm6upoYG5sZGTvZ2nmysCFuhoZ/vlZ//85J9//evf/uLiageD+wQhfPGxODQWTiRF4iIQGEwQKtibEI5ytDT66n//x8XD+7ys9LR3/4eXwYEoZ0OCi2WMg1W4pSnGwjjGyRpjaxjjaU30vxTqYu5lpg2zNWeEhT1Iz7ydmUKMDIun0GKpabTsexkF5clpt+wsHA2OHvc20bc/uc/P5IL56SOGp08ZQ7vJZu5uTr5eLnCYN7iSw4XBo8JDCNGYcAwCFwbHhAahUYFAxMCFwfGRaExoIC4sKCocGYsPi40JJeBDyAQ0LSG8pPBqQ10xu+OpiNegkncqJCy5sHkYakRnqfobwY3CcUXXsKSN3VLeXvewtuK6uLd2RNIJKr7lnEbW86L22mJe53MQAc1uq+5oqnxededRUUFV8fVHJderSm9UFF1/cCv7ylYVcAqDmJpESk6KTUsh5+UwcjIZNwtyaAmxZ08d3bv7q2937rA0M0SjgmKiwjLTqKTYMFpidG42nRofTcSH0RNikumkRGJECpXIiCfA/TwO7txx5Nuv/d2d0qhxNEIUk0y4ksJgEKOyGOTEmLAEPJpBCqeTw1OpMdnM+DRqbBIFimONiQyBtvQiw/bu/GLfrh1YpH8ajUAnYxlxEWk0QkoinkbCJcdH5aVQmMTw/JSEzMRYTICHp42pt72Zp42po/4FL1NdbyNtH2OdAHMDmKVRsLVJyCXzcDc7jLN1yCXzkEvmOFfbCHd7nKstdODpgPVyCPOyiwp0iwl2j4a5xyK88EGXkW62IR6X4K42gY4WgY5WQc42wS62Qc42/o7WoQGXvZyszPTPap85ZKxzysXOJMDTAebtFOTvGhzghkb6gFhvMhFDIeFolKgMKjk1LiYhMgyPgkUjAykR6DRybFZCXHZifEpsLC08nIrDMaOjU/AEKjY8Nhjhb2Hna2LtZ2oXaGEfYGLndsHA6uAZo12HTHcdtd5/0v2UPtLYjuIWdD2cXM282na1WFjcJClvl1V2yso7RIUtvNt1fQVP+65Wi27Wi27U9ec/E+RWC7IfC7If92c/EeVUC7Me/3n4GY/+J/kXkDD0akYlJ7UcqvlNKetNKYWQMrWMm1bBSYc0ZE56BRTWlVYOHkEfUldySTujsJV6v4lypyHuVj3pRmP8bV72Y2lB3W1/it+3RhTjgCbKHRb9YRvtAWBgFv1hS+K95oS7rdT7LPrD7fl3Ev6XxgtIeFsE/jfuBaXE7NQyTmplXwqUIsZLrWAnlXQmPuhOvNdLezCQ83jqXsu7p8LfWpSbrerN1sFNlmqzW/NL2/CvnZpfOzU/s4bfNSq+axj4oUn5gTWy2Tv1x/RMQhVKYLqgHeDft8qQPraNAwD+rXv6194ZaPpmf+XOfxQsgr5fqPJXtAwJwqItjVe8+ptw6VchVP8LNQDLNz4KFn/jL/7SO71eNzBbzh2+yxJkPulLrWSnVPQml/cwy7qTSrsY/730u217BvTbtmWB/jP0/vkYEC8400YraqUWQpvAjJImRlEjo6iJXtJGL2XRSjtopZ3U0k56WQezjJVe3pZb2XK9oiT5Wow/0tfGMdDNzcvZERXkjwsNRgV7h8C9YiIRcbFhsXhEc0PFsIojE3fWPi18Xl3Eaq7m9jYPD/C7mmu6Gh+3PCuvfFCQl5aQGIshRSLJkSF4bHA0Jmhr4BGYYBwahkb6oYIgywwmNCgcg8CigwHlgjNhITDAvSEIfzChSIiWt6XgoABPZDCkHoOTQQGeAb7ugX6ecJgvCh6ADPZHwQPCkBDrRqACI0OCw5EwDCIgDO6PgcNwyOBwNDIiDBUeFoINRYah4GAwIYgQRCD4dESQHxzmC6RmmL8XHOYLloEBG4Ms6EA/TyQCBg8OgAX6+vt5+fp4eHu5AynY4ZKNrY0FQF8ba3NbGwsgAltamJmZGhsZ6uvr6QAv9Lmzp8+eOXXu7OnTp06AjOhDB/ceOrj34IE9Bw/s+ctnn/4TdCB9/dWOXTu/Bmu9ID/6zx2/wP8Mzm8j7jbl7t+358jhgwcP7ANCM1gABk+BAgwSsE4cOQi2f8+ePKZ9/gygXyAOnzt1XFfrnJGetoHuhW3oBaVHYOnXwtQAqL521mb2NuZOl6xdnexcHaydbIyiw/yrivLVko5hebtK0jw70jMia5Zxq5cnOa/mxG8W5N8tKpX8ZvaLshFxOxTzyKlV9DcNCBuFvU8V/U0LE8K1OdlvP8yuzckm1L0bCwNbWTjd8+OCqeE+buejIVkruBQeV3UtT/e/XVUC+l2e7oeKZ7facUELzsqMCEidE4Od44oOcGt5cYwHGAzULfQ2l6hFTaOyNk5buUbO+m5ZtTIpUvU3c9oqZZy6dyvqLW2wd26EC/4/nhjsXhwTgOXeH9ZH3i4pp1S944ouEAf9ekExrujqbiwR9z5TCpvk3HqwTjyp7FmbliyNQxCrlrYoxU3z4zwg8I4MsLYu6NlqaYuMXzckawVsvDgpGFd1QanRU8JXSwOrs+JRRbuUV6vob5hQdw/L24D9WNHfIBfUg5Hx60akrfOjHNCdOyxpGRS8mBjsXJsWvVtR/vJa82ZxAFiRX85JX85J3ywOrEwKgWV6bVr03fLgxqxkZqh3RNo6KmsDkCbjPAfG3Zdz0o1ZyayGIxfUS7jPNYMdamlLe8PDuscFrBcPBD1PgAUaVBPPajhLU0Ipr5bTVg6E5SFxs1LYIOfW9nc/GeDV8dorlcIGoJGOSFs1ctbSOH91qn9E2tpR/0DOrRX31oBfkKq/EdyeAIr9ggayeW9tD0LK0pi6Y2VBuDAj3Fge/PXH+Y8/Li/PDrXWV6XSoOsVrVOHzhzdSyNHDA/wN3/7bmpEuDol1sjaVsf475YHp1Wd4wNta1OC1WkBtFE83D033jc62DauZo0OtsxoumfHejbmhCtT3JnhzkkVa260e2WKuzjOnlSxpJwnCsEztbh+TNEyr+nZol+WQvDs3Yryx41hUGgJ+PbVvGxBw32/qppUdo1IW0HdsUbOGhI3A8+zgl/P73jEa69U9TfOjfQtaLhTqm5p37NhScu7FeXmz/MbsxJVf+O0uuenN5qFSa5qoFU90PXTD8sSCZdKTbhx825O/q2MK7fiGRkF94uZOXm09LT+Qel3v76/dv/68xcNqRm5mTn5Vwtub1cZXbtxF5ics/MKktOyaUlpyWnZOVeuA7N0SnoOLSmNzkxPTstOSc8B+nBKeg5oRbpx+8H9wrLb94oKbt67cfPu7es3EL5+MK/LyzNjr1emelprpPyWMRX7zZp6WNExNdy7Pi+dHeYsaPhr05IhaefilHpuaogYg0uIw8MCfWCBPjq652ueVrx/v7a8MrayPCSVNs9NcVcWea9XhQtTXUvT3DerA9+tD77bUL7fGFqfl4KWbKW4hfWiUNHfAu39tj2qrbrZUHO39F5GbcV1pbAFgNOwuEPOaexsqHpcdL34Tl4WEwqtIWCR6GA/cjQ2iRKbm8agx0VTCLg4QkR6CrXgajYlPvbrr7/85z//vmPH53/9238YGuh4e7mRY8JJeBwjHp+eTEkgRYMq+WRGPJVCiMAigduTEI2JJ0WlMhNys5KTaGQsOtjfx83b2yUkDI4nRMYTSeTwaDIGQ43GMkjhkOM6NQsbneEZmPPFfh/DS0knjcL2ajkb2Hn6B8CC/X283dyCvf1oREpuSiadFB8dFkohRBDx0OZqIiUyMTGGTMLHECLx+Ch0GNbJ2XXP3v1aF3Ws7BzOXNDW0TcxMLbQNjA7r21yVstES9dCz9TeyNLJwMxR28jmvLaZkZl9bUMHX6Ssft7icjng6MmL5y4anzyrd+6isba+hb6xjYGJrb6xjZ6Rtamh0YW9n4iaMpZH6c015vVVlxYnCpMpGGocLSU97/rDIlJyorOvJy4qwdTIG3aZejerVu+o/kAv55f1lZWxgflRwYiseVLFGpI0bv3Dwp0c7JtW8TWK3skhzuIk1PS+Ni17tzKskXep+lt/3Bj7cWNsQSN8s6gaG+hW8JvmRwVTqr4RacfcCP+3d7Ov5pQzSv76pELdz/r57dTbtRGFrGNhVvm8puzM6eOnT57CoMPzcq7k5+bhI7AxUaERW/YzQhQKG+qPDfVHBXuGhwVmpMRnplLoCdEUEg4b6h+FC06Mi0hPjsOhA2gUPCOBWF50t6rsodbZQ2YGZ9Ry9rCCvTAlV4jaRhQ9nY2VaknXoLCb217f11b3tPxhwdXM7KxUFDIogUJKS0kl4GNCkKH79uw/sO+grbWdiZGxjrbWsaOHjx454OpyydUFMj+7OTk6X7J3dXQw1tfT1brg7+0VHoYOgQe7OTlam5s5X7JHwALDUEgbC/MvP/vnp//4Xzt2/N3b2yUY7gtH+IXhEFExGFJ8dHgk0t/fjRyLw6FhQT6u9mb6B7/+zM1Sz+jEF14mR0LsdMIvmRCdbWPsrSOsTGIumWFtdDB22mgHnTAnA5yLebizFdbBLszBNpeIuZ5CLr5zk0SkhGBiSZS0JFq6o5mVi9bZQMPzXuf3++geszlzyOQsBMBm5jaeHq4Bvu7IYF9wGReBRUaFh0RHhAIFOByD2NaB8ZHohDh8BBaOCQ3EomGQDkxAEwloMgEdT8TcLEiprrrb0fyI11MnFTZLBE1SfuOwomNU0Qka0bd8ScK1aYmqv7mnqbSjvri3uYLd/Ki/6/motGtE0sljVbc9K2S3VXc2Vra/KO9qetTZ/KilrqS26v7Tijsl9/PKHl4tfZD/8HbOtTxmZmo8VBpHjyUSQunU6BQmKTebnp+XnpXOsLE02fnVZ1/v+MTZwWbLuBGSRCMmxEdkplMocbjEuKjEuKjcTMaVbCb0DwUek5GUkMlMRMN8D3zzxZFvvw7yciPh0EmkmLxkenJcDJWAJUcgE2PCUijRyQnRGQxiNjM+JQEq8MxIiifFYNKTKVFY1Ldff7bry08CfFwYlMhUanReWnx+ZmJmEgkA8JXUBHoMJj8lIT8lMTEKTQwNSowIjUHC/BysXEx0HPTP2mufstc+ZXfxpPX5Y9bnj9hrn/Aw0/Yw0/ay0IXZGSOdLFDOlkgnC4SjOcbLLszLDu1pi/a0DfOyQ7lbwRzN/B1Mgpyt/OxNvawNPa0MfGxNfe3MvG1MLlsbedma+TvbeNmb25lo25vq+LrYIHxdg72dcSi/IB9nX89LoQjvuFgMLTGaEgclzOWmJKRTCZRodHRoQExYEJWAzUggZFHJmAAvEgaZQozJSojLpSXk0RMz4+OTCDHYgIBAFxdXcysnYxNnE3MPc8sAW0ekk6urvqmrrqGjlr7d6QtWx8/ZHD9z6dRFp7P6Pvr2GHtYCir+IfVabV5Z553n/OIWaVk753Yd98ZzTn5Nb05Vd2YFO7OSlwtJsgPX66VXnoGIaXYyZBLmpEKa8P80gkyokwmoxCCVupdZ0sss6aA+6KA+6KQ9BNNFLwQDqoM7koraaA/aaA/aGYVdySU9qWUs+sOOpKKWxHu87MeDt5sa4m6Vh6Xzsh+3Uu8DBm5JvAdQuSHuFsBg8BW2HwESdzIK/zzA8/znhuRtWRiwcV9KxTYAc1PK2UklbPrDXtoDNvWeIvfJSmnXD7XiDw3S35oHNtvVm+yJX7tGPnRpPnSM/tiqfteoeNeo2NKEt3qDeyY3uye286J/ax+FphWKhgZVwL93TUMtSr2zv/XNfWTP/tI3+4E3/0Gw8Ev/IrTuK1r62L+0OfB6UwLlPP8ODNJACpa//L1/+VXL0EKNSFPULcp9xst43J9dw894zE2v4qQ9AgwMkp9B4DOwQP+38MssadsaEHD1/z4C4t32P7dSCyEkZpQ0MopeJBU1bknBbdQSAMAdtNJ2RklnWkVt0r2m3OLWu1Vp4URvC3u4u6f/Zbdgf280AoZBwcJQ/mEoX0yIHzbUj54Q9exJYWfbs+fVxdWPHlQ/KqyrqezraGysKat79PBJ8a3iW7n5mbSk+EhyZAgxHInHBuOxCDwWEY2B49CwMGRgSLAfEvaHxgu2RVBwP8C0aFQgFh0MNGHgiEYE+aDgfkAiRgb7wmHewYFeQQGeQQGewYFecJh3CMI/0O+yr5dboJ8nMCpDOm2gLxYZGI4MCEfCsHCIftHBfgCAQ4IDwpBBmBAEGhmMCg5EwPxRwYGhiCDQAIyCB2wPMtgfDvMNRcK2t39R8IDgQB+/rSYkWKAvLNA3wN97G4C9PN28PN3c3Zycnewv2Vtfsrd2dLAF+Vi2NhY21paWFmb/h673gGojzfdEZ8/efXNnbk8Ht7OxcU5gE2wwOeecg0AgAQJJCOWAyMnYGHDABhtwzgGTc5YECiiAJBCSECCCyDi2u9vTPcM7xTfD9t5975z/qVNVYBnKsqp+3y9ZWpibnTc9Z2psbHTmjOHp06dOnDE8ferk8aNH9A/q7/vj/IsBBprnHdu37d2zS2/fHiBm3rd3N6CCd+3c/kcDMMC9+/X2brX+7tu7G8RfATn04UP6m/dg/YP6kPgZ5F0dP6x/8uihM6eOG548tmUABtyv4cljxoanLpwztrU0tzQ3uXDeyMz0zFbxr7XFOVsrMxD77OZs5+pk6+5i7+ftFuTvFeLvGRPmfTmbuDApmlXzxIP1ukmo7WZqtGNFO6ib6J+UduhUnJUJvrjnbV/dwzF++7yKN6seXJwe0io5Kmn3hyX5xu+Lf/80uaQVjora+P1vphSsybF+8WC9XNgqHqwfE7fOqNhr82KtkjXMq1eOdKzMCtfmxdBztpKlGe3RKllzEwPAEKub5GqkXSpJ+9gQ5Dde1Q5BHNrq2KKGy2p9qBC2KIQtQ32vADM8PFD7QTc8MdLNan1c/+zGUN8bQA+uz0oWJnhrM+JVrWhsqHVsqPXz0ujPq+MLE7yVaeHKtHBOOTCvGtSpuTMK9vRov5zf3NN4v7OuejPopW1ipHtS1qsdY82rBkcGG0ZFLaKBtwBAzqjYQN68PAMRZbpJ7vR4v0raOT3evzYvXpsXz2sGpxR9AN5rlSyFpE0haYNobc2gbKhJLmwGZ+TC5hF+g1TQCJ0RQtEyc0r27DgL/O7gcH1WBFpt51WcGUU/wJCz46z38xIgNl6YGJxTsgHLCkCmQtjC7XrW+qa8q75KPdwBqGAJtw6AcLmweYj9pr/9kYRbtzDFU0jaNKM9w7x6fv8rCbduXjP4aUUuFzYPdj4F8HtOydZIu2S8BjG7Rj3coZF2Adb3g254YWIQwPKlSR6r9aGYXQP+jYT9rwW9L5Xits9LMqW4TTvWB2zMOvUAEE6PSZqnlL0rC4KFWcFP71UfVpUSfnvN86pMOi4JEXHi4F5L09MvH1UuTI9pVcNTStHshFCnYq1OsufkHfOKrp+XJB/mhxYnWB91wqUpzuoMF3hNZyZY75eHV3XC9UXxp9Xhd/OC5emBFe3gu3nB6gx3QtoqZD0XsV+McN+MDtWNCevHhPUKUYNS0qQeaRkbagacNkCzy1P8z0uyLyujy1P84YFaYf/rGUX/8hR/XNQq7H8NrsbYUDPwYIM3qphdM9DxhN/zYkreA5Tec0r2QMeT9re3BazX0qF6HuelUt736cPMyspsydXivMKi1Mz8invP7jx4ce3OveyiK5fKrtZ1Nn7d+PuIWsYdEpZcu3XpyrXiqzez8y7lFxZfunKt5Nqt3IIiQOcC92/BpZLS6+Vl5VXXym4XFl1Ny8wDLl+QhsXMyC0sulpYdBUon1/VNLx+21h17/GVoqtnTpwqSGO+X5hZn5/8sDQ5pxay2l+A9jKg0p8e758c69cqOcszkvlJ4Zd3860Nb1BxcBIeExiwaXh0sBoe4S8tTa2uTc1oRTJZ+6Sqe3y0QTfdtbbAXpnjri+I1nSQH/jrR/W7hWGwtjU51i8Xti5pxZ9XlbKhtu7mR+zOF4M9rxcmeNoxlkLYMTwANYX2Nj5+UllakkcvKWBm0ZM32RhSOhVfmM0syGAWZjMTY8OTE6IJ2IQ0BrEwP4tGJezevfO77/727bff/Odf/uOCuam/nycFj06nE/PSKVlpJBoRm8Ekp9Lw+TnM/BxmKg2yBNPIyempJCadkJvFKL6cm8Ekw2HBgX7uYWF+JGoyhUZMozMyKKmpGBwBicDERKAR8Iz0fExKoXdQzu7D4YYWWD3DAH1jJwtX77CwEEREaGxYOCYmIYPEzKFlpqaQGCn4DCoJj0UmxoWjE2EpKfEEPAaXgk5OxmCwuGh47OEjJ06eOnPB2u746TOblb/2Z0ysjM7ZGJk7mFg4mVq4nLdyM7N2N7d1P2l4gZFesLz+85hqViBWuHoGnTQ0MzW3h755c4zP25qa2wMS+MI5Uy+Lw/LuywpuYgryT88rrXubaBmUuPysgkvFVwtvFPtEecTgoly9/CLCcNjYomcVffZnHdY0k+tTqqkRjma4e3GCMyFtVYgadOqBeRVvUsrSjLCh0ghpr3KkZ26COynr53a9EvbXLk+J3s1JNdI+nZq/8XWxq/5+65tKjbRvTsmdHmWPDbXPjg+KWQ2i3oZFlWhJI/r6cUo3JZRKupRj3PKyIqOzp6Nh7OxbSgAAIABJREFUUan09EsXL5cWXcGg4pj0FCw6GhBWKGQYDg2nkRKJOGQ6A5eTQcJjY2mkRODOopESczJIGBQsP5t+705ZS/3rTDrx4J7vrl/JWtDKVDL20sywStY/PtLL7amVD3UNdjX0t9a8eXTn4e3rJUV5NCoBg05IwaEz0tIpJLKbi7v+/oPHj55wdnSxt7U7fEh/v95eK0szfz9PZydbHw93Py9PsIUcUkZnYWGhhGQsComAR0Z4uDh7ubkmxiHjYuBmJsbbvv2vb/7yHwf2bY8M80ciI2NiwyNhQQQyJhmPikuIjEWGEYmJEaE+CYjwmHD/o/t3eNiZGuj9OczpNCHUhRToxgjwTPV1T3GyRlkbJbudT/EyT/E1x3qbYzwuJHva0vzc00J9gs8fTgq0aXxaKRpgP7z/xN8n2NnCxs3UBG5tEnJ6b+TZfd7HtrmdPmBneNLa3MrN3Tso0Dc8xBcOCwbERWI8VJmLRsWgUTFgH4eJI+BQBByKQsSkMYhEIjoxEWLjkxKiCClIEgHqBMZjY3Iy8RU3C149udnW8Gigr4bLquWxa+XiNuguv6lamhjpBDIrpbijv+XRqKBN2A8ZgIV9dTJu66SUpZb0DvXWttc97Kh/1F73sL3uYWfTk67mp42v7718eLPiet7mFNy6mldalHkpn5GXRYFqkIjx6UwcjZJUXJR5+WLW9dJCBDxi947vv/vmz75ernQKjpiSQCWhmYzkmzcKiHhkTgalIIdxrTiv+FJWKgkDAPD1ovzSguwAd6d9P3x3dO/uSD+fHBqlMJ2ZQyPhE6KSkeFkbCyDkEBLiUunoLNT8Uwy+mIW/XIuk0nDFeYx8Zj4/bu37fj+rz4e9vmZhCsF1BtX0q5dTi3IIKRTEjMpGMg5TMbkpRIKGKQsUnImEZtPJ+bTyJlELD4BhokNTYIFJkYGIEM9I3wcgl2tgl2tjA5tP7n3b2f0tzmfOx7oeD7A4ZynpaHnBQMvi9P+dmfdL5xwv3DC397YyfSI1el9npan7Y0OWxocMD+578IpPeszh22NjtoaHbU+c9jd/KyfrVmQo2WA/QU/hwthHvbIEG90VFBKfGRMmHdYgEtslD8Rh6CTE8n4ODw6moKJZaYg0/GoNHxcBiExl5qcT0/JpeIKmaQsEiY1GUVDx5ESYiAwTMKX5mXFwSOhONkA39Ag37BAv2BvDz83Fz8XJy87O39HhyAXlyAnJz87ey8LC1fT887G5+1Om9ucsDA/ZHpO76zFfmPXkzYwK3+sO/w24dKLzPKea6+GH3SMPu6R3+8UVzQJbtQKS94Ir7wWXH4J9M9bbPBA/pP/zxnMe8LNfwpmIPcxO/thf+b9vox7rKwHYAeUEncy7nTQb7fRKzrTq1qZdwCXu0XndmRUswqeAL63jnzjOeZyK/NOb+7DV7jiZkYFgLiNtFs1hKuvcMU1hKt15BstqbdbUm83Myq2pole3kQvb2fe2Zq21Ntb086805FW2ZleBczA3Zl3uzKqocPN8OSejPu9mQ8ADzyQfZ+VUd1FLRvMuqsofa272/H51cDvjWIIAHcrN/on/sme2uif/EfvxN+7lF87x//Rrd7om/xnzwQ0XerfO5S/tY9/bYXisv7eMvqPFjWUAt05vdE7u8Ga32BvDgeKgAb6538KFn8fgua3Iaj+d0O0BjHAIB9raGVDsPwbe/ZLt0ZXI5LeaRdcrR28/AoCuun3BvMgDMzKfQJI4P/GAP/f0BcAYCBv/r+3APECANySWgUOm9Pv1mVU12ZuksDp1S3Me+2p9zoY0BbyDGc/eJteUX+xsvXW0zJGTpx3cJibJyIsNDo8eHMC4ZEBcTHBIEARCQ/KSiOUFmVdLkgvzE2/lJdRermgsqyk8npRaX5aQRqpMINyOZuew8BTsPHJcVH4pFh8EhKfhMShYpPiohNio+JjoEhnQOFuiZyBExgBDwOQGLC7cFgwHBYcHRm0qYsOBBn7cFhgZJhvRKhPVIR/bHRwPCIyKiIwNAhajoyKCNxExSGxsDA0MgqDiELHwlDR4UhYCCIyGBkZFh8VER0ejIyOiI+NjouJgkeGwcKC4ZH/AsBbBDIyJhLg4ZiosMT4GGRMJBA/g2+ICA0I9PMMCvQNCvQNDvILDvID++AwLDQQwGBvLzdvLzcvT1dQFOzi7OhgZ29tZWFpYX7B/PwftNAnT586duzowaNH9MEcPqR3UH/v/wGAf9z2PQC6u3ZuP6i/f9/e3VtNSOD8Fg+8X28vKEACNC/ghLdCoUH+M4DBRgYnjQxOGpw4euLIQYMTR40NTxmePHZEX8/w5DHQfmR61sDY8JTJmdPnjc9cOGdsZw1h4PMmhiZnT50zNrhw3sjG8rydtfkmALZyd7F1c7bxcrUP8nWPDPGDh/nhEsIHu99IBa3DvEbNaN+YuHVW2bei5YHe3Ulp1+qUcG1aJO6vG2x5rhnu+7ggW5kVr80Pz01wJ+S9H5dH//nzzPKMiNXxtK2uqqvp/uRY/9wEd1TUppb1jIraelsfcLqeAu+rhFunlnXNTQxoRnuWtAKVtBMkY82o2GpZl2yoSSpolHLrpdz6kcE6Ob9RO9a3Mi2YUfSPDNYBju7rO+XPq2PjotaRwbpRQdOMol8p7hgbau1pvN/X/BAEO//+cXJlWjgp6/2yophTDowNta5qRTo1VyFsW5oUzCjYPy2P/bqu0o6x5Pzm5amh9/Mj46L2jwuy9VnJqla08ZP206Kc3/Oqp/F+d8M90cBbubBZwq0DQBFkR02O9b5bGP753fj7xRHNaA/wMAPWF2Rlzao5CkmbXNisGe2ZVXMgb7NmUDPaAwCwWtallnUpRzoUEgglghQrkKUEApnmVZyJkU6VpH1ipHNpkgdCpMaGmmfHWV9WRhXCFiBIBmbUD7rhX9YUYnZNZ13lZhTnPUHvS5WkfU7J1o71gdSuge5nzTXlnK6nwJApFzaDxQjRwFtu74sRfsPiNH9JK2ivr+xpvAssxDOKfuDEnpR1L2q4wHj807L8tw9qEM21MDH4QQddhHcLwx+XZQsTg9yuZ9Oj/QpB64KK++uq8tPCyLtZEfTjrY/++m5sdYY/Mdq5OCP8tK5aW5R/WleLuK2X86jYhIhAL4eTh/ZYmp7saHz55f2cTNQ/NsyaVgk1o6xRfv3aFOfLouiXZcmvK8MLE32T0rb1Gd7X96Nf349qxrqAZfHLB/m0qk891v5hWfxhQfjTyvDfP4x9WR1Z0LDGxY1SXo1k4JWUV6OUQASXQtQwOlQ3p+r99Z18St4zPdo7KmgS9r8Gkm+VpF0laQcSbqC1nh1nqYc7RKw37LZHEs7bKXnP8hR/RtE/PFDLaX/c3/IAzJS8Z0reoxC2qIc7eN3PW17f4nQ85PU/7+98qJ0Y1M1Kf//7u9dvnl2+cin3YuGlkuvXyyvzrpSWlt8urShPL8jV6LS/bfzj/eef7j9+drGo5HLJtYtFJVfLyotKr4NOo6KrZSU3yguLrxUUlV65dvN6eeWNiqoSiE++np5TQGVmZuUWlly7Bajjy0VXHz569vLV2/v3Hj948Kiq6m5iYuLxY0deP37waXl2clT4y/qccrhfOQzZ9Ren+Z9W5FOKPs1oz+YbtU8t61nXyf75y+Ivn9YK87LhkWEYdIKfr6e9nWVUVPDa2uzMtPzzJ+3C/LBubkg3MyDmv1SNNb5f5n39NPZheXhOw17Ucj+vyVZmhSppp0LSJh6sn1KwZtU8haRrmNc8ImhVjvTMqnlSQSu780VX46O+1mftdQ+fVBXfLM4qu5Kdl0ZgktGlBZnXLueUXMy+djkvm0GlEzCQsTYFRSUmUUnYDCYVqkHav3vnzu1/2wwltLWx8PVxpxKSL+VlFBdkpTPwWUwKiLzKzqDlZNJTafjMNAqDmpKXnUqn4Jh0wuYOfvPuFYLHJ9IYWDIlmclILcgsyCSnoqNjEOFBSbHRqbQMEvmSmydd/3j0vpPRew1D9p/zMnH29fENgodHomPjiElYJp5KQeNISegMKjkvMy0Fi4qChcLhoVhMApWCZ9BJDDqZnsogEMmHj5zYvmPP8dNnTpw2umDleMLQ1MDIwsTMzszG7bw1pHw2Mncws3GzcYZ6Xx89r5meX3n6qm5UNQ2PQzu5+x49aWJu5Wxi5mBgZGVw9sIZY0tQGnze+BjC77iam7usSgt0/lP9k9C6J5R8JqGqvPpK8TVSOiUo1tfazZxAIcMiErGIvMRIRrh70NeVxclh7gi7ZUrau/Hb3JwKsgZopD1Lk8IljWhNO/J5RaWbHNo0b/MnZf29TY+U4q5f1tQ6NV+n5q/Pjsj5rfyeN2ND7dOjbJWk+4NOLmK95XW/Vg/3yHkdswr+u1nZ6qx0Rs1f1Y0Ni3qoJLSnq9Oli4VUAiUvM7ei7CY8MiyNQaaRMdhEOBGHREQHE5Ih9ekmBo6nElFJ8TA6OYlOxmBQsDR6SiYTT0pJuF6S/6DqVsnFbHOjE/q7vx0W9EBZbroxEa+Zz2rgsxpYna9fPbp1szin7vm94jxmQSbtanEhkYAtzMvGp2CIhBQcNvnYkaNHDh02P292zsTU8oLFnt07D+rv83B3dndz9PJ08XJz9nZ38XBx9HR1Om9sdPb0qbCgwBQMGh4ZgYiO8nBxdnV0SEDEhgeHHDt0+G9/+c//+s//eeLo/ujIIAhGxsECg7xIZCwqMSYaHkpPTYmJCQsK8khKgPt6Opw3OhXgYWttuAcb6kCO8PQ1Oup8YGe48SmcixXN1xHveSHJxTjOyQDlapziY0kNcKD4OhE8bbJiPGOczyK9beMCPePCQ30dHeHenvFerglO5h6Hvo8w2m+v9xd3w0P2xqdsLC74+/sHBfqEBftEhvlHRwaBEKwtSxtgM5LRSAoRA2YzTpmcgo1HxoSi4iKhcmx8XAomBoOKxKGjc7MIt67mPHtwrb3xcW/7y/6ulwJ23TCvUcyumVH0b2YiNq/PStZnJerhLgmnjt/zSsyuF/TWdNbdG+h4IeU283ve1L+oaKm511Jzr/FVVVPN3Zba+68fl1feKKi4nld+LffW1bybpbk3SnOvXsm6UphemEfPzSRdzKWR8XGlRVmFuemVFTcyGNQj+no//O2vHi6OdAo+lYaHQt1JqMrbV1LpmFQqpiCHdr0k91pxTkEmJY2SnErCMMm4DBqhtDDH29H+L3/607lTJ4iJCXmp9KsXc6iYeGIinIJFUpIRhKRoJikxP5OUm0bMpOMu5dCzU4lXCjPpBMzxQ/v3bvvOy9m6MId6KZdUmEO+mE26lE2+lE3NTydm0rCpBMg8XMCkXM5kZFFSyElIenJSfholOQGGiYvAoaJIWAQJE4ONC4+PCkBG+hmd0Nu/46+Hdv3NyeJslJ9rmKeDr8MFP0cLi9P6p/Z9+82f/rTzr39yMTfwsjN1MTcI87LzczL3sjN1tTzjfMHAxcLQxcLQwdzQ3vSU/dnjtobH7M+ecD1v6G5+1sf6HNzHhYCMIMRFomNCEmOCsfGRwFawqWaPJ6LhqfgESNWCiyMlwUlJcDI6loyOzWcSSUkxKXHRGaTkbCqeiomnJ6MKMml52akEIjomNjw0zC8oyCsk0Cs8xB8eERLi7x3q6xXs7RHo7urv6hzg5hLi6R7u7e1u4+Lj4BXk6u/n6O1m7mhvcMHqqInlISPL/YbWeoZ2+8+6HjkfauyE94y6Ek9/QL3cWnCvr+gJv6xmuLJJVtUiqWjgXXvNKX7OKnzMKnzM/uNcfDpw8Sk799FA/pPBgqfci5vpWf/GwJycR5ycRwNZD9kZ91np9/rT7vYxq3tTq7rTqzfnXldaVSezup1xu5V2u5l2q4l8CwKoaXc70irbU6sayDfqiWUdm7Ln1k3zcD2l7HVKyXPM5Ve44rfEaxCEToXQbyOjvJF2q4F+q552s4F6EyDeVkZFK6OihV7eQi9vpt1qpt1qoZe3MioADO5Iq4T+FuadttTb7YzKDnplJ6Oqm3mXnXGfm7NZGZV5r5dR3pdaIci5p7xWs/ak9+8NIkgC3TG2wZ3Z4M9vCBY2+LqNwdkNjnaDM7MxMAsNZ2aDpd3om4K00P+mgn9vVUJO4J7pDfbcxuDCZumRbmNwfoO3sMFf2Bha3BAubYg2R7gIHfKWNgYWNgZ0G9zFjUHd53al5hFr6Fodv/Rtd+6jvrwngqI3AwXP+7MfcfKesv+NfnuzHnZn3Ace4La06ra0aqB//m8q6PbMf/l7//8AMGCG/xsA3mSAqxshAAx5g6FcaGZ1M7OyNfNeY051Q0F1fdHdB5mljEiUv5VjkIdndHhILCw8PMgvItgXhYCaiuJiQvFYJA4di0JGwCOCYmEhmAQElZCcTifnppFBJXhuKoFOQGHjoZpfAhqBQ8ViUbHJCTGb6DcyDh4eB4d44LhYaIC8GWyB4DkeEQkGfBWwvpt877/gLgIeBoAuAh6WlACPR0RGRwZFhAZEhvlHRQRHR4Yg4BGJSDgyEmJ942DhcVGhyMgwRFQ4Cg5DIaLhESFQhRIyJgEBj4GFR4WHxMAi42OjITYYFrr1CsBgDIeFolEIBDxi8/UDQS40IIEB3A0NCQATFhoYHhYUGRESBQsD4Vi+Ph4gHRq0BLu5Ojs52tvaWFlbWdhYW1pbWVhcMDM7b3r2zCmD08dPnTx66uTR06eOnTp59OiRAxAA3rnjhx3bv9/+43c/bvt2+4/f7dzxw57d2/fu2aF/YK/evl27d/24e9ePe/fs2K+3W2/frn17d+rv231g7679e3bq7d6ht3vHgb279PftPqi3Z/+enQf27jq0fy8w+h47dODowf1HD+4/ffzI8cNQGRLQPxucOAoSsEzPGhgZnDQ8eezMqeOQ9dfU6MI5Y3NTI1MTQ3MzYxvL8zaW5y3MzpqfM7QyM7K1MHV3svH1dLC1NHZ1tIgO9fV0skJE+nc2vphTC5YmhT2N9wc7ny9q+Ouzkl/WFB90w1/fKX9ZU7yfHwHmWCgzWdoPLLUr04JFDffX9fGfV8eU4jagdFUPdwwP1K7NCOdVHKW4DVBhn5dknK7nE/JeubCV0/V8VNQ2r+FNKVhqWc+MamByrF85AiVJzqoHdZN8lbQbcFC8/ueDvU+HOK8kvLcyYYNa3qGbGni3KN74Ov1xZUQ6VD/EeSXm1gz2Pu1puc/rey0aqGt6UzGv4b1flM2qB7VKzocl+ZJW+HF5FMynlbHF6SHNaJ9WyZlRsEFE1qpWNKccAPsfdFLtGGtRw/+yovi8NLpJSUHNH0N9EKE9Jm6XCpoVkg7lSJdsqEU8WC8aqJub4G79CiDua21++NcPE1/fqTe+zIwMNrx+UCxm135alC9NClSSzk+L8o2ftCCR6/ePk6takbC/RinuWJ8Vzas4GmkXIH4BqSvhvJVw3s6Osz7ohhc1XDkfesiYGOlc1Q4tTw1Nj0KwXz3cNaccWJoUzCkHNNIekHEt5TYCG7NC2LYwwZtXDXK6nr99dr3uRRm//41K2g36q4bYbwHLNznWvwlLBifkvWpZz+L00PLM0ORYr1bJWtIKdJPcuYkBkGM0o2LLhppU0s61efHqnAjg/NU50ZSy98OafG1BMiGHZOfvZkY+zkjfTUnWJ8VfFuRfV8b+/k7x9f3o6uzgxFiLerRTMcL+7Zd3C7Oqh3dvXC/JRUQHWp47YXz6gI+blUzUOzXO6217ppL1Lc+JteoBSGE+1PBpQfJ+TqgZaYdG1qYabp1V9mgVXQ0vSlhtdyfl7WLOyzlNn0rWqpS2aGRt8+q+d/OC97qhmfFuKa9GyqsBJPDiJPvTkhicVA03L2hYK1oo9WpexRkeqJ1XceaU7Laais66SjG7ZlU79HFhZF7FeTcnnh7tBeZz9XCHmF3D7Xo2NtSsFLeNi1p/WVN8XBipe3q1opj26v7lSVm3jNfw+kERu+0RpEhXQ/1S3P7nQwM1jW8rhfy26cmRqqrrObnpV6+XPn765GpZOYRab5RfulZ2q/qRQCJ79+nznG6eNcgtuX7jatnN29V36RkZ2QWX8i5dybl8pfDqjeKbFQWlZekFRVmXSorKbl+tuJNMoeUXl5LTMqjMzNtVDwqLrpZevfni+Zu3b2pfPn12o7i45FJBWKC3jdmZV4/v/PROOznO007w13Sy6XHIIv55eeS9TqQQNc2rWSBp/OPyqGig7refZn79tDA7M5mcnBIYGAiLDPf0cDE/Z9ja+GJlUbkyP/p5TbU8J363NKIe7dRpOZPKrvlp1ue14aUpzsx49/RY58x494qWN6vmiAdrhwVN0yrOnEaglPYqpX1zU0LdlEg1yhLz2gb7GnraXr15drviesH1K1klhWlZjBQmGU0nY9IoyVlppIs5aQXZzAwGiYJH56YRc9OIVGIShYjJyUzFYhK++/6/tv347Y8//vDtt9+YnTcODwskYBOzmJRMOjE3g86k4WhkDAmPIuDiSfgkMgGdgo1PjI/OzWJik+KIKeiC3IxUKgkZA91dyIREbHIkkRKXlspMY+Tg0WRkNCI+JgKHjs1KSycTcpCIElvnzP1nMH8+GGYUlLrPMtjdPy4iLB6FSMIloqlYdCaVkMek5qQzrl+9lpmRGwmLcffwgcEi8CloKN+YhqEzyAQKebfe/u279+3ad+DoCUNjM+uzptYWNhDfa27ram7ramYHxtnc1vnEaZP6pvbfNzZ0yytT8/O2zs7OHt5Q9ZG545ET5+wd/fbsOXb+nLXZeSsHO8dj+n8uv2SnFRNW1HllBdb8zuLSXMzlrMyK61VkEjMWAZlQHZ3tlpaW8BhCiE/kuRMmF9Poq9PSeSV/mNMk6K1ZmxF/XJBtSmPYOjV/VSvZ+Lq4qBmScptBYRW3901rbfX0+MC8RiAVtGqVg7rJodW5kU8rYyAEcXlGNMxr3Ex8aBzmNU7IWF/WJlZmZOsLCqWMPTMh7ut4m5tJRcfHYhPj0XFx5TfKKspuJiCQiOgoCgEXExmMQUUnJyLQCVEUPDo/m56dRk3BIJhUfE4GBYuKxaFj87NSCclxKATscn5m9a2rNDz6zPEDvm42umn5tEo4pRxi99Vy+xtfPC2/VpJZfCm9tCjrYm4qkwZ1S+CS4jGoOFxSAhGHSWdQYWGhR/QP7Nmx3eD0SS9P9zOGp/fu2XH+nJGTo62Lq4O9g5WHu5Ovj7unh7Ofr4e1lbmhwYmQYP80Ji0OGQuPhrk4Obu7usUhkM6OLt/97fvvv/3uP//8P+1sLWJjIqkUPJWCj0NGJ8THxMfBKeQUEgmTjEXFx0fBo8NDg7xdnWytTE4GO5hiA+zJYR7h1mes9H5wPrIz2ORYgNFBlNt5vL810ulsjL0BOdg+xccSYWOIdjfH+VonB9gmBzoh3a1Cbc8h3B1SgrzR3s7W+3/0MjzsY3zM9oSexYn9LlYmvm4Onm6OQIYHoG9MVAhwpiXGRwNmAxiDk9FIYkripgEYRiVhickoqLIyKQadEIVOiMJjoWhuOjmJScNkpeEvF6RW3y5ubngs5HeoRwcmx9gSTp1K0jkqaFGKO2bHOephKFhhYqST3/Oit+mesP+1UtIyJmzk9z7rb3nw/H5x1Y2cmidl1WW5N0vShAON1bcKSgvpxRdp5deyr1/JKL3EvFqckZ2Rks5ILrual5ueTCPEMkio/AxyBo1QmJuVSaUZHj+pt3Pvtm++zYZc9VALdGF+Wn4uLSMthYhDFORQC3KoTBqGRkIByUAmk0hIjsvJoOQwKa52Fn/5H386tGcnGgG/dqngUhaTgU8iJiFSCYmZNCyTlJhGTspLIxRkkAqzKBkUbEEmIxWPO3PsyI9/+auvqxOTjM3PpuRmkrLTCZmMZDQyPDkBdu1yVjoVm0pKymKkFOWlFhek5aWTMun43DRyAiIcj4UKupg0HDY+Co2MxCchMXHRB/f8qLfjOwsTg8ggn80In9Co4AAXG0tLozP7tv3thz//L4OjB7wcbfw9nHycbbxdbHxcbd3sLzhZm7jZm3m7WHm5WDjbmNqeN7A1NXS1MHUyMzI/cdDowE6zo3ouJqf9rM8j/N2RwV6JkYGQwzAOov1xyZCNBY9FkrBx0BpiCgqfFItGRmLjo4gYqDUdnxSLQ8WmJCLIyahUUnI6Fc+k4XIzqRRiEjYpBpMIR29Ci6iwAFioPyzUPzTAK9DHLcTXPTLQLzokEBbkH+7v4+7o6OfhEeDl5evu7ufqFuDu4evs4mZj62pp7WXn4Glr73TOHFq0O2lgeuT42X2HLPROOh8xDjhrE23lkeIZXhCTcp9R1FhU3XntCe/2W+nD1tGHbaI7dZzSZ31FT/ouPe7Nf8QqeMK99Jx76TkwEouK30iv1vEKnnFzHg9kPuBk3OdmPOBmPBhk3mOnVvfRqnpoVb30u+y0B9yspwMZj/oY99rJFT206m56VSe1soNyu4Nyp51c0UqGsHE9sayBWt5Iq6gllb3AFj9DF73AldSQbjSl3qln3G6gV9TSyutp5bW08jp6RSMDwtKttPI2esUfp5VWDkAvIJm3VNPtzDtdtMpuamUP/U5fahUn4/5A5oOBzHvs9OrBrLv9aRX9aRXCi4+mK5s+vhn8rUX8jw7Zb92qDfbMBn8RmsF5aJ81s8GehcqB+7QbvVoo5Jk1BzG9rLmN/umN/qlNkKyFtnwdVO0rXYcQr3h5Q7ICjWhpQ6CDRrS0MbK2MTAPoO/XdqXu6YC8rHGo+DW/6OXAxaecgidQwNgfAr0gFfem+3eL/oVWEP6dBQ3BYAiyVoFpSa1sSa1sS6tuSatqSr3TyLjdyLjdlHqnJa2qNb36v01LWlUzs7Ih9U5DWmV9emVDGjSNTDBVDWmVrdn3X9NuNubca8q/9yq9vOHi/Tv4giATp0BXz+iI8OiwMFhoUGx4aLC3R7C3By4BmYSAYePhmISYRGRUXGxEAhKGw8RRiJhuwj/IAAAgAElEQVTkJKinMDkpBuTk4dCx4FMuaTP4AIeOTUqISkqISkbHYpMQqLiorZQEIHXekkDHIyJjokKiIgJBuv5WJlZMVBjw4oK4ZhAKDQy6sdHhiGgoIgsWFhwVHhIbBRG8CbHRsbCwzc6kUHhEaGRoUFRYcAwsPC4mKjoiNDw4ICIkMDoiNDYqAsBgWFhwZGhQdEQoEg5DREdGR4QioiNBRjSgi+NiomJg4ZuMcVgCAh4eFgSsv0GBvqEhAVta6JBg/5Bg/y1mGOiiAwN8vL3cQGmwi7O9s5PdVjq0qcmZs2dOGRqcOGN40uD08ePHDh09on/82CEIAAMMvGP79zt3/LBr5zYAgPX27dq7Z8fW/n693fv27oTA8E5o9u3avoV+D+3fe/jAPnAIan4B9D2ir3dEX8/gxNGTRw8dO3QASKBPHz8CFNGA+D17+gTIvjIzOWtx3sTivMk50zMXzE02AbCppbmRpTmEfp3szHw87O2sjAK9HBCR/oFeDsgo/xcPbs2oRJ+XIJQr5TZKuY2LGv6qVvRBJ/2yovj7+4kvK4qVaeHsOGdtRvzLmvL9/MjESDe36xkIYQKpSzJew7ioFZwB/THTo71ido2M1wBUuB+XRz8syWfVEMTSTfLXdSOL00MzqgHdJH9JK1ycHprXQJpqIKiWChp7Wx+IuTVibg3orZ2dYK3MQU3CoCh4RFCnkrVv/Dr198+qaWXvjLpfLesRcmrHhzv/+fPM2vzwjGpgXTfybkGqm+TPa3gzqoG1+eF/fNH+8l4NKOtFDf+3D5pPi3Kdmvtubhig0026QwCiodXDXdOj/ctTQ6AWeHlGtDAlmJvgzmt467qRD0tyrZIj5NTKha2jojaFBDJBqaTdWiVnSSt8vyjTqSHbqkbaMzHSPSXv47Q/7aq/OyXvm5L3AdH1uKgd2IxVks6RQegqyXgNEs5bOb8RkMAaaZd6uGPjZ+3vHyc+LUoXJgYBtTg7zlqYGFSKO0CC19hQq0baAx5YoboanVSn5orZtcMD9RJO3WDncxHrLb/nVcOrWy1v7/D736hlPZpRiNlTjnTJha3zGt70OBs0WsmFrWPidq2S82VdCQjtGRV7XjOokLSJBt6KB2uFnJoJeTdorpoe759S9K3OiSDWV8ufm+YuzAqUsu4h9tuxoVadkvd5Tr7xbmpiqHNZzVub5E9KO9QjLUszA++XBbrpwX/8vDY2IqquKLuUl+HubGVjcebMiX2o2MDBvjootY/XLBysW5odWpod0k0NzKgh8l8pbgOpWrPKPimvltv9ZFzc3NdS1VF3S9D3VD3SIuW/mRxtE7KfaeStM+PdAAN/WhKvzfImpK0aWdv6HP+9bmh5ekAhauB2P5IMvJpT9S5oWOqRlunRXjDLU3wR601H7Z1JWTewT4vZNRpp16/r4wphy/BA7ew4a31W9H5eAijicVErIMaV4rbGFzfaair++XlyTskuv0LtqL2zPitSSdrHxc2j4qbXTy69fHyZ1fVEO8H76aOWy25lMgnZWcwbN66VXr1eeKW05MbtyyXlN6ue9nIEn37+ZWFpcWRU/uTF8+JrV8sr71y9dSu/qOjy9bJL125cLrt1uexW/tWyrKLSrKJreaU3rldVZxddxqcyMwoKy25X37hVWXH77quXb18+f/Py6bPW+vqSglw3W3NcPKy78Xln0xOdVrS8OLK6MDImbR/ivFqe5X9YEKpHWsaFDZoRiPr+oBv+vKpY1IrfLyk2Nj43NjbGxKFiYhCenp4BPp6ONubTKvHHFfWMEvrPtVmBxpufGvjyfmxpXrA4O7g0M7g2x/2wIFzQsEaH6kaHoMxzhaRtfoq/vgjFIE0qOApp75SKOzclnFYJ+IOt/d31bU0vHt8vu1KYfjGXfik/NSeDdCk/LZ2BJyTH4dCx5JSkNBohg0FKZ+Av5zIKc6jpDFxWOrn4cm4qg7xPb9fuPdu/+eavf/nLn8+Zng0PCyImJ2Wn0TM2q/ZADzCDmsygQrLnrHRqZhqFSSeUFBXQKXg8NolKTMGhUUg4LCkeQcKjEtHBRFIsg8Egk5ioeDw8GpmAhCVj4IW5WfnZpThsmbVj+kmrjG8NsXucKXtt412D8aFh2JjoJEw8ioFPyk8nXsqhF2SnEwgkFDolBolFoQkkMhWfgiZio+nkRCIJl4jF7D2gr3fw0OFjp08ZmgD77ib63QLAzmZ2zmb2juZ2jkamF8Ij4J29fW/qamMS4o4ZnIqOi7Nzdndw8T9+2tzUxPHIEaOjh06bGp+zvmBubvx901N/NT9OyWMMtKQ9qaCXFaY9ulN9MedSXCw6Ihzu5OTCZvV9erdeUlgYGRDs4+TY9OrePz/P/LQ8Pjs+KOe3rmol67Mjk7L+rvr7Ml7LwoTg51XVBx0URCfnt3Lan2tGWQpJ14elsZ/WVHMT/Fk1b26CP68RzKgGVNJuzWjfZtpZk3iwViFpg9Y65f2zEwK1nKObkkyM8eTivta6Z/kZVCoBExMZam5sHOrvf624hEmjY1GY5CQ0JgGBS0ImIqNgof7I6DAaEZtOJ1LwaHQ8PCkumpySRMAmZKdR0+nEmMjgTDqxIJ0e4u2mv3sbk4yd08jGhjkD/c39PbW1r++X37iYkZZCoySlMSDdO52CI+CS6CQ8OQVLJ+FT0CgiDmN61uDA3l2HD+w7fuyQo4PNsaMH9fbtsrG+4OXp6uvn6ePrERzkGxjo6e7m6O3lamtzwdjodHCQH5VCQCeh4uMQTg6OQQGB4aERp08abN+26//5jz9/+7e/eHo4YzEJdBqRSMDGx8FTcElkEo6AxxDwmBRcEgYdn4hCIBFRIcF+Pq62DoaHIuyM4j1t/M2O2xzc5mF4IMzK0P/8EbdTe3yM9iOcz5FDnamhzoQAmxQ/G5yvdZKPdYKnBcrLMsHdEuVhRQr2IId4IV1sPM4c9zA55Wx00urUIeuzx91sz/u62Xm52YYF+wDdHQIehk1CAJQLCw8AKj7whIeKiwIpLwh4GAmXmJyIwCTE4JKQ4BmRjIcEF2R8PIjmzk4nVpQVNrx9xGVDwaozKq6U26iR9oDnhFWtCODecVGrXFDP733GarsvZD1XSprEnJdtb289qiyoe3HrzeMbFaUZJRcprM6XtS9uFxdQi/Ip14qYN4ozb5ZmlxSlZTCxdHJiXjYxPwPHJMcxSQk5DDyDgCtIz8imM61MzA/tPbR7204HK5uCrCwGlXCtJD8ni4yKD8Mkhqdgo3AYGJUUl59NuZhLy0ojZDLxNBKalJIAltKc7az++r/+x+ljhwjYxEwqIY2Ey00lQfHOWTQqDolLCCdj4dkM7MVMciY1OZNKwCJiju3bu/2v/xXk5ZHFIOVkkGikRDI+HrwycKRTiSgyHpIqpFIxIKqNkIwg4uLTGfgUdBw6Ho5LQoLPMQI2MTTA5/D+PccO6rk52iUiYzAJyDg4LNjX1+r8+eMHD2775hu9nTudbW2D/bw9nB0CfTxS0AmwUP9gPw8/L8cAH+cAH0cfD1tvdxs/L3tvFzt/N0cP2wsXTh823L/TWH/XhSN6Fkf3u5oaBDtZxQZ4xoUHomIisElxuOQkXHIiMSWRmIwCKQm4JCQmISYFHUcnJROTUcmJiKS46ERkFBYVS0xGUQkYOhlDxqNwaDgGBcOgYEnxMFCCGhsVFBUWEB0eCI8I2pyQ6PBgWGhgZEhAkD9EEUeGBYYG+Qb5ewX4eni5OznZW7k42ni5O/l6uXq6Obq72Hu6OXq4Ong42Dmfv+BqauFkZGZz4qy5/glzvWPW+gaOR4w8T5mHmzpjnUOzQpNuotNfZVzvuf5MdLdxuKpZdrdVfrdj5E4T//pbVuHj7twHnVlVAxefDuQ/Gsh9zMl5MJD1kJN1j5Nxn51+T5D7nJ32oIN0uyn5ejOurJN8m8V8MJj9pI9xr4dR3U2v7qJVAhjcRrnTSrvdSL7VQC1voJa/Jd54hSt9mVzyBn+tlnITALaWtCoA1RoZt+voFQ30ikZKWTPlZgv1f8PgVlo5BIn/LYeGMrQ25dOb9O/tLlplF+VON+12X2oVOx36ITkZd9np1f3M273M8v7024KCh+NltQvPen5uFP7eOfZL+9iX1rFPTbL39cPv6iTvayUf60c+1Y18aZR/aZR/bRqDKN+uSQgGQ3VH0791q/7J1mwMTm9wtRv82Q3RAjT82Q3ezIZgbkOo+9cZoW5jaH5DML/BX97o1Cw/543eaBzMe8LKegBCuYG/uifrHhBvb/U5Ad9vV/o9QP92MKvbU6vaU6u2dtpTq9oYlWCaGXeamZXNzMqm1Dtbs3UG7GwdgiWGRua/0C/AwAAP16dXNuc9eJ1a3pR7vyX/YW1mVVvhkyfka/G2QQGOHhFBQeGBgWEBAbHhobCggMhA/+R4ZGJMVALUxxsCvT8345pB1j0CHgKHBSLgIUkJUdikmMR4GDImNDY6OAEZgUZFYxLhCcgI0JSOSYQnJUDgGRkT/scmJKCCjouNAJZgQBGDfcgGHB0ZGxURGxWBiI5EwmGxURHRm7AWCYcByApwbFR4SHREKDwybEvhDJAtQLzwyDBEdGRUeMh/A8Dgj4BtbFREVHhIaKBfWJA/cAjDI8NiYOHg9cODAyJDgyDbMCI6Bh4Ji4QKgcE2PCwoNCRgSxEdGOAT4O8d4O/t7+fl7+fl5+vp5enqthmR5WBvbWdraW1lbnHh3AVz03OmZ42NDIyNDM4Ynjx54sjxY4dOnjgCAeBdO7ft2rlt964f9+zeDhAvgL5/RL96+3bt2b0dQsvbvgM5/vv37Pwj3AUM8B/PbAHgU8cOnzhy8MSRg6eOHQYM8OnjR0Dv0TkjQzBmJmctzUxtLMxA4LONpamNpam1hYmtlYmzvbm7s5WXmy0AwOGBrr7u1lmpWG5vw6SC+/Oq6v38yPqsBICoVa1oUta7PDX0cUE2pxwQs2sHO5+Pi9qBinh4oL6j9s6ckv3r+jiQwqqHO2YU/SAuaFLWLeXWqyTt67OiX9YU//w8+dsH9cbX+Q9L8uUZ0ZJWqJvkL04PvVuQvl+ULc+I3i/K3i/K5jU8lbR7fLhTLeuZHOuVChrnNOw5DXtU3KSWd3xek/20Lp9W9k4re9cXRCtzgo8rI798UMhFjXzWi5/W5VJB86tHJVMK1j++aAHi/byq0Co5WiVnYUqwMCVYmRVDuHSSrxntm1ENaMdY//w8vTQpGBW0fNBJPy3KAeJdmxGPi9pHBS2z45xVrejjguzjgmx5akgl7X63IP3lvXp1TgJajuc1POVI15SCNSHvVUmh5hjwyrpJ/sKUYH1W8nlp9N3c8NqMWKfmDvW94fe8Wp+VTI/2D/W9UQjbJmW9Ek7dlLxveWpI0Pt6TslWQ1maUKwUoNPBJX0/LwEVUPMqDujjnR1nTcq6lyYFQK0NXMqfl0bXZyXjovbhgXpu14vWN7d53S9lvCYJp25U0DI8UM/ufAaId62SIxe2SgXNYCUCRJTJha1yYatK2j0mbldIOhamoOAutawLSiOb5gP/M8jKAgleQMI9PtwOgr7mNYMCzhse6w27+7mQUzsp650ZZS2MD3yel87K+wdaHnKaH4wJmmaVfZ9WpRtfp3/9PDmvHbuUl0Uj4uytzjvZmZ06tjchJmhKOfR5TTMiaOtqfqSS96zMCjWjPSpZ+6i4CfRd8bqfj4taZ8Z7hwdrepurOR0PW2tuyPhvpxUdKzMDS9PslZkBIfvZ5CiU/wyFt83x1+f4kIld3q4eaZmQtq7OcHUT/arhZimvZlLe/m5esD7H1yog4l3Y/3pc1PpuTgx4+PfzEim3fnigtu7p1Z7Gu8DMLOM1jAzWcdofv5+X/LQsX5kWDHQ8kXDeaqRd8yqOsP81IPA7au/cKWXwup9rpF19zfelvNoZdX9HY0VXS7VK3jU81DqtESzMjd6+XUyjpWRmMS9fKYJEzldv5V++WlxW9fjFWzZXIBRJBGJJfXPLpeKSkus37j1+lpl38WLp9Yul13OKrmZcvJJZWJpTdD3jUikjrzCj8HLB1Ws3KquLbkCi6JJrt4quXO3s6G1qaH717CmDTDhneLwkP+0fX1aWpkeWZ0ekovbxsV6lvGeQ9bK37d7HFUgl/ttHxefF4QU1G4R+LUwJfn6vmZ8Ubmx8JhAIweGw8PBIa2tLCzPjpHjYLx916wuKyVHO+HDnEPutQtKmHu18tyRZX5Z8Wh/5uCL5vCL+aWV4Xt0n5rwe4b6d1wy+XxxZ0A4tz4kXteKp8QGFtFch7R2XshQj/QOsxs7W17Wv79+5dTk7nZCRiivMY1zMpZcW5eRl0RgULI0EGXpz0mlZTEoaPaUgk5IP1YSmZGdQIPtuOl3/4L4dO3/44Yfvvv32mwvmppERIcTkpMxUSC8NtQGnkVJpOEgkSUwCmuc0BjGNQUxPpaTSiHQygUGBtlRiChEHZUGn4KNTmcnp6elEAiMpEY/BJJPwKAopISczNTvzckrKTUsHhpFTwV7LtL+a4fQcUxz88QHBiVFRKGxiUhol+WImOT+DnE4nJiQkoDA4PCmVQs8kkihYTAKFEJ+TQSQQk6MRsQcOHzlhYGhy3tLUzMrS1s3CxvWCncfmuG0ywP8bANs7eRoYnNvMizY3MjvnFeDn7Ol5zsLG0TXA+LyDqYm9nt5Jfb0jJkbGNhZmrnaHJiQ5G+/KEP5/Vg9VVJUQyi5nXMnN83L1Dg2OsLd3rCi/+enj+s+f3leXl3vYOwV7ug921a1Mi+dVvCk5S8pt1o5xFiYE6uGelWnxT8vjPy2PT4+yl6dEPy2Pf9DJRwVtMyrukla8PCN5tyCf1wjGxJ1qWZ9KCn0Sjg93yoZawGqaVNA8Jm6HPoGnRSpZ/6i4Z04jWpodFfM6WuueXclPpxGxKegES7PzZ06dzGSmpWCw8TFxKRhsdgYjO4NGJqDBYwcJn5TBJGcwySRcIgoBy89KpeDRqaTkSzlpSQhYKikZGR5qb3bu7LGDbx5Xy4Scwd7mZ/dvVd26fL0kNy+LkpIcG48IR6OiN8l/LA6NIqVgUzBoHDopLgYeFwP/4W/f7Nfbe/iQvqHBKTtb64P6+/UP6DnY23q4u3p6uPl4u4eHBQYH+bq5Onh6ONvaWJwzPRsWGkgh4/EpybEx0Q529tGwKFdntx++27Z3977/8ac/7dq5LTTEn0jAAvQLiwxJxqKoFDwuOZGAxxAJWHwKGp+CTsaiELEwWLC39an9Nsd2uZ455Gt+0sv4iLfJ0cALpwPMT9gf2XH4z386v/uvUQ5GKA8LnL8t2tvax0jf4+x+9zMHvE0O+5oc8zE+GnzBMNDstN2RvYEWJm6mBranj1obHnM0N/Z0sPR1c/BxdwSWMzgsOC42IgUbz6CmkPBJCUgYHBYMYrESkDBkTDh4jINAMioWipOJicAlIWkkSIVBISSSUhKoRBQeG4tDR6dS0TdKc9++usfqaZDwoeosCadBym1WCCH6V6fmSjh1m14YqK1AxH7FarvP63k6PFjD7X7S9LLscdXFpjd3ap/dan5TVVbMvHqJ9uLh9YbXVdeKmEX5lOtXMm5dzSnIJafSElOp6DQGOouRlMVIyk/HF+cxs+gUAICdLO0O7dM/sFvvh799y6SRaeSUyxczCvLokeFeCcigxPgQChGZlY7LTidsUrVEBgWdkwElAlzMSSu9nEfBo81NDLZ/9196u35EhAflplKK89LpKQnU5LjCLEo2A4eI8M2gYi5mkgvSyflpNFRUpP6O7Tv+65tQX29UTEQqNTmdgacQEiGJCj0lnYHPy6KByU4npzPw6Qx8djoZnEln4Ml4FJREwCBlppLppGR4RIjNhXMH9uzY8f03eru2H9XX09+7a//uHQf27Ny17Tv9PXv2bt9+9uTJIB8feESor4eru5NdsJ9XLCwkItg3IsQbHhkQGerj7+0U4OMIC/MO8HQO9nL1drCyPnvc9IiexQl9m5P6Fkf3mervdjlnEOpmHxXglRAVBlH66HgkIgqHicMlIaHDTbiLQsBS0HEMMg6PiQd4GJMQk5yISEHHEbBQeRI6ISopPgIAYBQyAhEdjIgOjo8Ng0cExcHDAWBGRkOWxaiwIHhECNB2ImMiY6LCoiKCw0P8A/08vdydAv08IRdxsF9wgDdkTfT3CvTzDPTx8LS387S1d7e2dbtg5WJm4WRq5mxs7nzWzN3Ywu20ueMRI+t9Jy13HbPafdx2n4HT/rMoa3+SGyw/HH8bl1OTXdF37Zn4XoviWRevvJZb9opV/Ky74F5Xzt3uvOr+i48Gi541UW92pN7pzXywiegedadXd6RWtTIq+rMf9WTd60q/186800q/A4miKeVN1JtN9PIG6s1a0vXXKSUvk6+AeYUr3vIAgxzpt8Rrb/Clr1NK6ojX6knXG8g3ICS8KX7ekkADRTSkhaZB0uh/AWPq7Q7K7U7qnW56VX/aXVb6PVZGdV9aZTfjVndaRV9mJTunWnDp8eit2rlH3Ws13KUXg9oHfWO3mkeu1Y1cq1PcbFbfbp+u7NJWdYPt/P3+5ccD68/568/5ay+4yy+5HxvFXzvHfuse/617/B+9qn/0qn7rHv/aOfb3LsXvPcoN9uTGoHaDPflb9/iXVun8I7ayvHXo0kt29kNWFmRL7su635MBOZa7MqqBcnuLwd5MEbsLNM9bNC+Echl3AN8LtuBME/12Ex1ifQHxuwV0wZl6Wjm0fPDvr4IdaE0h9U498/+YurQ7dWl3GrLvvk4tr8+qbsq9X5dV3XH52WtmBSMwMdDBI8I/INzPP9THNyYsJDY8NCYsJCEahoLDYsNDIoL9wwJ9I8P8Y6JCAA8cGx0cFeEPhwWCnD9I1BAbFhsdHBcbhoqLRMVBhe0xUUEgBAGTCP9jwvNWxhXggcEWmIGBBBpig2Hh8Miw6IhQAFPhkWFR4SGwsGBA4cIjw7ZganQERAXHx0YDwjYqPCQyNOiPiDcqPCQiJHCLAd6KwgIoNwYWHhESGOTnHezvEx4cAAsLjggJBMTvH5FzfFxMbMy/ypBADlZggI+fr2doSMAWCRwU6AsY4AB/7+AgP38/Ly9PV1cXBxATbWN9wdLivK2NhcWFc+fPGZ0/Z2RibGhocMLg9PEzhiehGx6Avnv37Ni3d+fWbIHhP57ZvevHXT9+v2fHNoB+j+jrHTt0AIz+vt1A/wzIXnByqwH45NFDAP2eOXUcDDD9mpsamZsamZmcNTc1sjI/Z2d1YRMAG1lbmFhbGNlYGtvbnHNzsvRys/Zys/b3tg/wsouL9qu8eVEq7Hq3OP7z+8mFCcG4qH1hgjenHNCpuTo1V8ZrmlcNqiSdAx3PGp6XNb28xe16oR7umlGwtWOQSPLdnFinHlAPd/B7XoBb3Yyif1HDXZsR8rqfy3gNnxaloEkV4oQ3WVmgfAbx0bpJ/sqseHF6aG1+eHlGpBntkwqaR0Vtm7k7oilFH1SgMj24MD24Og9VqgAG+Mu70TWdcFHLXZge1Ix1jQjqlNK2dwvD/P439ytytUrOz+9UP62Nf1oZ+7KuBAB4XsPTKjlTCpZmtG9U1DY+3LkyKwaFwOOidhHrrXaMtTItBIlZy1ND2jHW0qTg06IcqKMXJniLGr5C0rEyK96sMBVsQvR+wF2/X5QtTkPlLgD9Ls+I1nUj7xdlQPOsFEMmurUZ8aKGPynrBZd3qO/NxEj3+qxEI+2ZkvetTAtVEqiwd2KkUyFsGRU0DQ/UDvW9AkHQvO7nYnaNQtgC0qcmRjpBn9Dy1NDKtHBRw1+Y4L2fH/m0KJ8Y6e5uuNfTeL+/5VHL64r+lkdDfW9ErLcyXtNg5/Mh9tu5Ce77Rci5DVhf8KgKKHdw2dd1I7pJvlrWs3m5+qbH+0Fq9wi/YYTfAGpsRvgNrI7HAtbrybHeKUUfYIN1k1xu76v+9iecLgjyrc8ItaPdCl69Vtq5MjHAannA63oGxUqtKn7/Wfvbz7Oz05LK8hJEVKi91Xlvd7tzRkczmSkLWtkvH2cWtRJuX41c1PFpTQHIZ7W8Q8B+ye95ATqfliZ57+aF63NDU6Ndw4M1ClHD2ixvfZ73TsfXafo+LYvm1D06TR9E6o51rs3yPiwIJ+XtnI77rLa7I9w3v6zLfloZXpvlzav7dBP9S1OcWWXPuBhSMku59cB6Pdj5lNf9/P8l7C2g2kwX/d05e++ZPdppp52pu3spTinuFggxkhASYsSIkwR3apRCC9SNIsXdXQKBAIEEC+7WUh3dd+/e+/HO4T/3nLvWnfWurDQwlAVp4Pl+tjrV+cvqQHlOcmtVWlX+3eLMRDC/3Fb9or7kUX871A8EKrIKXtzsqMsEk13Kppyeljx5TXpV/t3BrrJX011Qc1h/1fvVvrGBqrHB2s7W3BdPrjbUvlyY1cjl1ZGRgQFSYUxc7J27967fuhNz7daVhORrCcntXT3zC0vDY+NVdfXXbiaGRcWmPHgsC40Mi7sWGntVFh4rCAqXRlyJvJ4UdiVBFBJ5PTk1LO5qUFTMtYSkJ88zK6vqykqrEhOS0p48JeG9DC+cevHo9qf/fPj0x+sPKyOa7uqXL26qeipWF3vWllSrc52v5rvUivzXsx3/fjfyaqpjZqhpeVo5rW3/9e3429Xh8ZFuOBxOJFFhMA97O5ujh/ZWleX+8XHp1fwAKI2H6Le/ZlBVrtVUT401rc53DfaWDPcWzwzXLYw1TQ7UQk3dI82j6toRdZ1WUz8+2DKthQzYwPzcWp9fU5GTk/ng4d0b16AJE7/AAGZspCQuShobKQsLEkA1vxL/iOCAyBBo0EjIpQWLWSESVpCEHSTlhgWLRUL/fft3bfnhu61bt2zevMlAXweF9OD4UUKkIgmPKeDQQ2S8ACFTwKUJuDQhj8H3p3PZVB6HRiMTJCJuaKAkSCKKCgu+Eh0RFiQV8hgiMT0khHIDbhcAACAASURBVC+TBbGYAoafv0gkCgz0DxBRIWwgs2iMa+aOoSfNwg5axX1tIP7JjH/BmmLn4ovF+zGZbImAHRzADOBRWHQCi8UQBwQGh8UKA4JodMj7GiLjREWIpTIRCut19OSpcxd1L5lZG5taXrZ0ghjY3BEAsKGZnYG5zZ8K8GXri/pmMJjXRX2TIydO2zo7w5DIMzp67kgvXUMLMytXIyObb7/96fzZi4YGemaX9Lwxlyb7b+Y9dOEQ9tYXRsQFEx8kxsCd7BlUmq21jUDA+/jhzfjY0C/v1hKuxTlaWMId7LSq1vH+xgl1EyivWhrvAnrvhLppvL9xcaxzVFX/fnHgzVz/2mzfkLJ6Rtv+bnlwcqh1YaJrfryzv7NiarhtekQOXnL7O8t65EXDqhpVR4mytWBquO3VvHq4r0HTXTfS37ww1S9vLK0ozLgSIWPTSZEhMh8c5vzpUxKhyAeHx6GwIh4fokSeH5Pp6+OD9vZGMmg+Aq6fWMAScRkMCkEq5PiRvUlYhJTPEnHoXDrFzcbawkDfwcz02d3bj1MTc9MfPU5NCAlgB0u5ITIeFCqmE9c/CDNAwOVz2AJ/jkwsopKIZB8C3M31+2++Pnhg3+5dOy6cP2tibAjaKC0tzKytLCwtzBzsrV1dHDzcnR3srRwdrE2M9XUunPHCIAJlYgGf6+zkYGlugUIgL5zT+frLb7b/uOPv//W3Qwf34rBIDptOpfigkO7uMCeiD5ZK8eH6MwR8NpCCgQ5M9MFCs8C2ly7u23pxzxaEmQ7R6TLc9LzTxWNOukcddA7r7tlkd2Y/x9MmAO9KdzVzOnfg+HefWZ/ZZ3PugLPucbtzh0wO7TA5tMP08J6Lu7e66J83O33U8MRB84tnbE31HSwvOdmaw1xsMUg3CglLI+OBVc+fRZGK/SUizsYwEvi9EDRj0ch4MgEDjX/gUQwKgc+h8DkQBXFZvgEC+vo8lRefQ4qJED++f7O8OEPRUtYrL1O1lWgUFf3tZf3tJcPdVZOaxvWyScVAZ6miPqu3Lbe3Lbe58kllfnJV/t2ctJsvn90syEhuqsx8mBwVLCbfvx3VWPXy8d0r8XESoACHBrGlYlpECB+6wyNHBfnfjA1KvhEVExIYIZNIuQKbSxY7t24/uHvvts1bnOysQwLFUrH/tbhQ+npWmUFDB0kZsVGiYCk7MIApEzMZVGxEiCj+anioTCjiMqLDZBIB29RQ97sv/7H12y+8EbDrkUFBAhabjA0WMaKCeCI2ScQmSbm0cAnvemQIk0jYt23r9u82YeGQ7Cnwp4YHC4OlXB6bzKDiOQwi2F4KlnJjIqTR4ZLYSNmV6CCogl7AkAiZJG+Eq4OVif75E4f3Htm/88Du7T9u/vbI/t27ftyy7ftvt3z71Tdf/P2bL/6+ddM3O7Zu/urvf//+q6+2b9ly4vABeytzEt6LhMfAXR29EG6ebg5oTydonQUHd3exdnU0Q3o4eDjZoGCOcEcrG8PzpmePWemcdDI462x4zuz0EesLJ50u6WGcrclYTybZm0LCE3DQBQ4o60gjAgCm+HgxqZDFhsei/vUAHoZexyDLKNaP4kUnY6gkzHrRLopCRPt6o6lELPBlkPAYbwxUaUvwgqZZwPwpmYjz9cH64NFYNBzl6QZSiwCJAQO7uzq4uzogYM5wKEvsiHBxQrm6oV3dkI7OCFsHV1MrJ2NzRwNTZ4PLboaW7saWMCMrmL6F+WEdi4MXLu87Z7oXShRbH9RxPmYEO3VJ5EqM9uY+EsYVx92vTUyvT0yvjn9edfVJe1JuW8LLurhnpaF386VJBbLb5eH362KeFgcmF8nuFMnuFEpvgzvFgcmlsuQ8wa1sbnwG6+oLRlw680oW61o250Yu5wak4gYkFwuT8rk3c9jXsxhXMv3iMuix2axrL9nXc/zj83gJ0LqSIBGcYmFSsTCpRADpw389ZaKUMlFKhQgKA9fK7tcFP6wPelgTeLdWdrc2OBWc+tB7zZEPO66kdcdndV+DNpNbQp7US+/XS++3hT3ruZI9kFCkji/ou57XcyVbGZvVHZuljMnsjEpvj3zWcSVNfadg/HHVxJNqcDuTVj/7omHyac3Ek+rJpzVz6Y0rOfKll62TT2uG75ZA1wXWR4nbItM646AqssawJxXS1Oqg+4B+y6SpJQFQ7BlKPotu/2/EhShXnPJX6AWPFItTisUpG6ALFODidRt5oTi5QHSnQHRn461/UrEktVCSWiD9f518WWq+LDU3MDVTnJQbmJoffA8owPkh96+RpSgrZy93D7wnArpFwAkoBB4Bx8LdfbFoAMBouJsXCuaDR1J9cevNf1gfvKc31oNMRANjP9XXi0xEE70Rvj4oEgHpjfXAot28sR4UEmYDgP+qABNwCGCH/ovtGeGFgmGQ0JMcgCjg2PXgLhoIwl5IOAbhseFeBt3OODSC5I0FzAwIGfzvwCANCBmL8vwrS+PQCIDQ3l4oLyQcBYcB+kV7uqPgMC8kHDA2+OsgHsZjcFjUhhEarAFD23j/bYEG9AsUYDdXR4QnzMPdBebm5OriAKRgSwvTy6ZGFuaXLpkYGBpcNDS4qK93QefCGZ0LZ/R0z3+2kfLdveunPbu3bxzAvUAKBoT85zus534P7NkJ6Hdj3whEf4HP+eTRQyeOHASqL+DhDfrdKL66eO70hu3ZUPeCoe6FS4Z65peMjA10jA3OmxheuGR03sxEx/LyRTsrQyc7E1f7S2ZGp1xsDONjA9TK2qXp3sWpnrVFjUZRBkaA5DWZXY252t4adUfp3EjbWF9dZ0NOa1V6T0uBuqO0t7VwSFm5NK4AU7TymnSwDdtalabuKJbXpLfXZkxq6jsbXg50lq5MKkBD0usZ5Yy2bUzTMKZp6G4rrCp6KK9/OdJXq+4qnxxqnhtrB0g2PtA4o21bmel+Pa/qbsvXKMtG1dDvzQsT7UtTiumR5mFV1f/1cXxhon15unNMU9dcnTaqrv31zfDUcFNl4YPCrNtzY+2rsz2/vxt7Pa+aHGqeGm6ZHGoe6K5UNOWqOkrAIvGYpmFxsvPtfN9wdxUwEvfJi0FWdl4rB2bvpXHF6pRyaqBpQt2wOqX8uDwA4HB6pHVxshPi25WBt0vqN4v9CxOKqeGWUXX95FAzyBt/fDX08dXQzFBLT0tBT0vBmznVp9/mwOoS2GSa1DTODLWMqmrVHaUDneUT6obZ4Vag+oKCa1D0BUB3SFk+pCwHb+2TF4KtxZ9XNKtTShDundfKgapclJH0LCWypvBhR93LmsKHFbl364ofK5vyxvrqeloKwNd5qLe6t714cqgZZK37O8tmtG0D3ZXK1oKJwaafXw+/W9YsTChWZ3sA+s5oW8Y0dd1t+T3ygsGeioHu8h55QUvNiz5F8cpM1+qsEowhz4/L50baBrsquhpzR7orFrTN471lgx15c4M1k+qq+ZEmKCi+NrK6oP714+y4tislKY5J87a8DNHv4f3bAoWMT58+9HRUz0/2ri0O9LSXLk4qf1kb6e8sgTKEHfnyhvTh7orZ4eZ3CypoCXm2c2WqfXakcai7dH60cWWqbXmqZX6soanywZi6/P2ycnmqZai7uLsle0JT82FZNdxTlvPsSmV+8up0x+9vBqEWrr7K4Z6yqcG65Un54njr9FB9n7xwsKsM+Pn75IWNZU9AqXVJVpKiPquh9HHe8xsT6jowCrU4Ju9uzq0pvN/Z8PL9Yl9hekJRxq3GsieDXWWK+qwhZTlws79f7PvjzcjcSMu/P2gHe8u65dk9HflP70c+fxQ3M6n8+G7qj3+9Tkm5IZbyA4NlCbeTEu6k3kq+d+vug5hrN6vrm+aWVtu7ep6+yLxy/VZYZNyde4+S7z+NjIsPj4sPjLgqDo4OjroeczM58nqSJDwm8lr8lfjEoPComobmZrkiOeV+VlZ2yp1ky8smlqZGtWV5f3xcmhhU9Csqy/LuP70fXVf5/PePE//5bWp5tuvnNahFbKS3XN1esKBtnhtuXG81G1mZVf32bvLTpzfpz1KcnR2RKIyVlZWRoe7ZU4dXFkZnx3sHe+uUrUV9itKp4SbILDDdPjpQM6KugjB4pG5QWTTUXTyurgRf59fzPdBs2HDz6EDD+GDLwmT3ypxmZkyplJfXlKVnZ9xPToyJiRAHS9liPjVIwooKAwso/AABg8vy9WeShP5+AXxWAJ8l5NKCRMxQKVQLHCjxFwtYXH/GocP7fti66bvvvvnqq3+ePXPC2cmORvIOkYqCxVyZyB9YoAMl/iGBfND/DJLADBopNCggWCrmc5jBUnFsZFhUWHBEqAxCZQGTwWARvMlkXzqfzxWJ6UwWzt/f1wOOorOvInwTDxhJD9vGb7O++q2B4LCxr5kDCYVnUmlMDpMsYBN5TAKLjhfwOUwWRyQJDgqN4vjzmAxqkIQdGS4KCpZ4IBHnLupeNDC0tHG8bGFrYeNqeMnG2MLJyNzRyNz+fwDweZ3LNjbuLjCUkyvczMbmgoGBha2DuY3DWR0TBxfkoUNntm7baWxoZGlxSe/isaR43vJYeiTvQsETVvZDcXwEIxAaePKEfIko+Pzc5Orq7OvX85/++CUqNMjTyZlF8vm4MjE92Doz1DY30r441rk41rk03jWv7fjjzfiQsrqrMb+lMmOwq0rZVLA41vnHm3Ftf8PydA8oMAMx4DFNk7a/YXFSOT/eqVFW9SnKxzRN6q7KrpbCUXXj3HjXSH9zn6JWXl/Uq6irLs0qyHocKGQxKISgAAGF6K17/kyQJIBFp/ng8GwWg+CDJfniyRQCyRdP8sX70X15XKYkgM+gkfj+DI4fhcukkXEYBokQHiDyQXpaGhrpHD9hYaBP9kJ7I+EyAfv2jVgpn0ElYoX+frIAroDLZPmRuSw/Iddf4M8RCng3rl9l+NGoFN+zZ0599+3Xe/fs+unHradOHtfT1dn+07b9+/ZYW1nY2ljZ2li5ujhYWV6GuTmCphADfZ0zp49j0MiQ4EChgGdsZGBrbWNtabV3957Nm77/+suvvv3mKwN9HRIR50f3JRFxWC8ECulO9MESvDECPlsk9BcKOP4cP4YfmUrx8cajMZ6uDBzc5uIJgyO7XEwukFxtfN2sYZcuGB7egbEy9Mc4S0gIPs7N29bY5PCPuns2uRqe5GBdqHAbKsyG5GyBsTTG2Zji7C08zIxMjh/UO3rA+MwxG2OIfm0tIMcpEu6KQbqBpV+EB9RgRPXFCbh+QGAH7j5fHwyD5sNlU/1ZFD8qgUrEkgkYKhEL4tYsOoHDIAr8qRKhHwBgth9eIqRfiw3MeJ7SWJ3bXl8wrKydGWqbHZaPquoHuyAAntdCPxf624uUTTmDXVDTflv1i7rih80Vz8rz76U9uJKblpT+8Prj1JjHqTEPk2Oe3L2Sm5FyNyny3u2YB8lxMZHCkEBWZKggWMYMDWDEhQliQ4WRMgGPQWZTfP2pfi7Wdtu3/Hhoz769O3dt37qZx/ELkvKjI6QyCUsipFNJSLYfPiyIGxspib8aGhUmovmiJUJmdLgkNBCKUVyNDg0PEtN98UQccvvmr3ds+cZI5ySHRrgaKQ2XQdU4QSKmhEfj+hEkPL/YMBnJC7X9++92bt5C8kIH8Dk8FjWAzwqRCsQ8JoNCYFAIPBbVn0EOkQriIoOjw2SBYi6LRoS72psa6lw4c3jvzs1bv//ih02fb/n2i53bNu3ftW3ntk1bN329Y+v3+3b+eHjfrqMH9u7b+dOuH3/Yt/Onowf2Hj2wd8fWzV9//rcdWzebmxj4YFEMCtRE4IVw80K4kfAokjcC4W4Pc7byhNlhPF19MHAC0s3d7rK13lmL88edDc8hLY28bE3t9U9b6Zz0sLrkg3AjYaEqIBIeAmCOn6+AQxdxGVwmxY/szaT6cJkUqZAj5jH5bBrHzxfgMccPeu31Z5IYVCzZB0HyhlOIaDoZCyZSAfqCZ4uvN0TpRByaiIP2V7yxSKI3hkzEkYk4sEoKdl/AcineC4FFw7FoOEBlHBaJQrrDPVw83KHGcoS7q7uLo6uDLQbmjnB2gdnZu9nYulnbu1hY2V8ytzIwcTWzdTK2tNG9bH7OwPy0gcUZfeuzxjbnjcyO6ZocOK27/ajOjwdN9p3x0DVnOmODcMwYAi+ZFfYy7Hblzef1tzPrb2fW3HpRczOt8vrT8quPS6Lu5YfeyZYlZIivpwmupHFji4KS8wMSc4Q3X/Jv5AhvFooTiyW3S6V3qkLulcmSiwQJuZxrL/1is+gxL/1iXzKvvqDHpjOvZbCuZ3His7kJOf4JudxbudxbhbwkKE7MSyrm3y7h3S7l3ynlQ81bZcLUEuE6A0vu1QQ+hDqig6B26PqQRzXB96oCU6sCU6uD7lYFJpdL7pSJkqoESQ3ilKbA+42ye/WS1NaQR6qrL7W3SwYTCvqv5yhj0uVhT5qCH9RKUiqFSWW8hBLhzfrQe/LYZ63RTxrC7jdFPGyLedpxJa01+klTxMPG8Aftcc9Vt3L6k/K6rme0RD1WXMlqj81oiXwOjSqvD0ptyL+VQfcrAu+B8eQCUVKe4FYuP+FPXXcdbgHiAsc4uF8sTgF/LBIlFwrvFAr/J+UWBUBIDOi3QHRnQwT+/wXgbGlyVsDtl5I7EAOH3C+NeloY9vCh+BrODublBvdBoogoNA7uifeEABjl5oJdD9P+6cxHeXhjkXSKN5dN9aMSfPBILNodFOMDn9GGyfkvXVYeJAKaRsZvzA5tPIc39oc2HgGXeKDRXRyk92IQHmhPd8ClwJzsg8OAB4GcC+zQG8IvkG19CTiSNxaHRgCmJeK9CFg0UJJxaASQkQHWAgYGMi+wOgMvNMLdFQWHAVreEJOxXsgN5zMK6QEOGgX/K/eCn26gDtrN1RHm5uQOg/4xgppoUI5lYX7J9JKhibH+JRMDYyM9A30dA30dYyO9z4DSC9zOGwwMKq9A69XOHdsAAO/ZvR1aEF6vvDq0b/dG2RUQe8Gy0cmjh0DKFwR9Txw5eOTAXtD/fPbksXOnjl84c/LiudN6F87qnj+jr3POUPeCkZ6Osf5FEwNdUyP9yyb669ovJP9eNtGxMNWxNteztdS3t9HHIe2NdQ8L2fjB3rq3y0MLk8q1Rc2H1cGeloKm8uddjbndzfldjbnqjlJlU15bdUZ9yZO64sfdzfmzw60zQy2gWmlhtH2sr2a4u2J6sPHDUv+Euk7ZlDOkLFfUZ81rW9/M9YDmYbDKA5Sx2VE56JFSNOW2N2QPq2rGBxpVHSUbtuGlqa7X86p3yxqgUoKV3bWF3rmxNmCeBEWyoDUaWmlSVVUV3R9WVa0t9DZVPc9Lv9XRmANY+u2SenygsU9RujLTDXTOge7K8QFIsx3TNIz01S5Odv76ahj4nN8vqgc6y/vbS0A19Nps77xWDqaSlsYhJ/O7hX5Ia10ffJrRtr2eV31YHQT0+35lAJifxwcaAXu/musFSNzZkDPSUw0+wspk1/JEJ2gRG+urmx1uba5Iy3gQ11T+XNtb099e0lH3src1f6ATGkPSKEpAdTMYGdL2VmkUJRpFiba3CjRCj/fXzmtbQc3m2/m+1Slln7y4JOtOztMbZdkpzRVp4FtZW/RIXpM5oW747fXI+0U1SFl3Nuc1V6cPq2pG+mrb6rIaK9PWo3pQodfkUPObxf6JwSZFU66iKffVXPfiZMfKTNfKTBeg3MmhRlVHEbgwMTfW9nq+582i6pe1oY+vBqBMcld1b3NRa8ULRV26Vlk81lMy3lu8MFq3OtU6p21ane15vzqyujQyOtL97HEqwsPJwlTXzcn80L6tPDbx37+uKuWVM2PKmfHOdyvD7Y152v66V3PdQ72V8vrMpmqoQnlqoAEM8L6Z65kcqO1qyupqytJ0FrXXPR/uKVmZbv2w0t1Qfq9X/nJlunWop6i7JXtqsO7VjGJyoFZem1Zf+kDTWfRmXjk70jg9VD89VD8z3DA1WDc5UDunbVqZgnaMNYqSUVX19GDjvLa1vTYj61FcQ+ljdUdxYXpCXfHDwa6ykZ7KrsZsbW/VzFDT9GBjc8WzmsL74/21xZmJbdUvQEr55xVNd3OuRlEyN9Iyr21dmVS8nlH+tjbwn19HP/0+/tv74fLCu3WVzxdmVd2dVdrR7rS0eyKJP5NND40Ku3brVlLq/cR7D2Lib4VGxGbnFT9+lnH1RmL8reRr8UnxSXfvP0mPjIuPjIsPjYkPirwWEn0j4sqt8LiEoMgr8Ukp124mNrV1FBSW3n/wqKGhKTY65uTRQ0wq6f3a/L9+Xp4c7hjurR/sqVmZ6e5uK5wZk6/M9ypacuoqnkyNNLTVPJ9U18wNNy6Pt0G9X8ua5emeyWH5m+WRT5/ehMj8XVycTC+bm5qaHDywh0knvlmaGFXL2xvzp0fk6q5yoAC/mu+am2hdnG6fn4SmpyBjubpyQlM12lc5p216u9T3YVWzttS/NN0zNdI+OSyf0naODrTJGwsLsx+mJMWGB/MCBDSJkB4goAVJWOuBvT/3PKUiFmQyDOAFBfCkQk6AgCHl0wNFfmFBPKmYDWm5XObxE4e3/PDdDz9s/vbbr0+dPGpleRmP9hTz2NASL4saGMARCxgSESs0SBASKBQLWHx/qEGaw6SGBgVIhDwuyy9EBpEwj80QCzgcJpXJoFJ86XgciUj0ZbHpHH8ijYGSBXEweBxHfI0uTdtnJN5ndWO/2+MvdaW7DciGdmQXjB/Wh0zyxbP98CK+r1TkFxIswWAweG+SOCBoHae9xHy/q7EhZCrR0tbG+LKZ8WUzaztncyt7GwcPAMDGFk7GFg5G5vYG5jaQCGxuaXDZ2tLa/eQJg3MXTI0uWZla2ugaXXJwdd+1/7CukZm5jdPnn393QUff0EDP3t5cV+dIW0N6fVFMT/31tDusR7d4sUFUH4wDCet+2fhCfs6LT59+m50d+ePXtf/8/rNUyNM7fSbpSuzPq5OTmuYJdZO6o3x2WD410DLQWanuKH813TvQWTnW1/B2Xv1haVDdUa5RVCxPKMcHmqdH5NMj8ldzfUtT3aPqRm1/Q39nxcJE1/hAs7qrclhVNz0iH9M0DXRXj/Y3TWs7p7Wd/Z11jZU5NWUvS/KeZac9kPIZwIRJ9sFbmBqz/eg0XxIe40X2JfoxqTSGLzhUGpFGJ3HYdJHQ3xuLFAs4LJpvoJjPppDwCA8+nWphoH90954tX3x96sBBw/NnTS5eMNY55+ns4GB92c3RGofxpJGhFs11HxrK2wtLwHvjsbigIBnBG4dEwL/68osvPv/7tq1bdu746eyZUybGhvv27j50cL+1lYWNtaW1lYWzk4OF+SWYm6ObK8TAJsb658+dQiE9xSIBnUYx0Ne1sbI+e/rMD5u3bN3yw7r/eZuri4Mf3ZdK8aFRiUwGhUrxYTGpdBpJKOCIRVyhgMNm0fzoviAG7INFEDxdUfYW1npndY/usbxwwtvFBmZmsH/TP+z1T/MIiAAKluhm5WZyXu/Aj2an9vPwHmZnDp3ZtfnID1+e+HHTud3bjI7uNzi67+hPWy4e3qd/4pCFvo6z1WUnWyhm6epi7wXRCHQwSDc0wpVEQHOYZDbDF0Av6CYlE72YdCIowaL64lg0IlAIIQ3Qz4dFJ6zLvwyZmCnwJ/szCTw2UcynRoTwH969UVn8oqU6R91eoW6vGFXVj/c3DnfXTKibwPogaLsAP8WAv6mj7mVt6bNHyZHZz249v3flyd3YlISQlISwp/euFmbfT3sUn/Yo4cXjW8lJUdERApmYIfD3jQsTXI0QiTm+vl5wyO7r7EjFe2Ng8P07dx/cvfenH7Z89fnf7KzNwoIhEThYxhPxqByGt8DfFzJchImuRMtiIgKkIoaIR48MFcdESMOCBCFSgUzkLxVyQqQCXxzy2P6dX3z22bH921EwWw4NHyhkXImQ3LoaFh0ijggUBYv4ztaW3//z873bfgQAzKaTAvisyBCJiMtgUn2kQk5cZHDCtejYiCA+m4aAOV4yuHDi8N6d2zZ9//U/vvr8sx3bvrlkeM4TZufhYufmaO3p5gB3tT9xeP/RA3u2/7Dp+6+/+HHzd9t/+H7fzp/OnzqO8nBDebi5OdoZ6Jz7act33/7z72eOH0bAnP0ZZBoJB9EvHkXEe+IxMCzKFYeGkBiLhPlg3L09nVzNDM3OHrXXP413MPdDOCMsDG0vnna8dBHlaImDO/tg3KkEDI0EfYuF/n4SAVvAoTPWa29ZNGKoTCgVcvwZZCoRS8KjKD5eUGjZH2oRo/miiXgPAhZG9kExqNBKKhHv6Uf2ppFwUE3un325WDIBOoB4gQhMIkCVP2CaBZiivbFIAg4Famyh9yHhCQQUFueJxrhjvDzw3mgfIhY6BC+CtxcG7ekOc3Zxtoc5O3m4usDdXD1cXWCOzm4OTu72Lu720C3MxsHZws7xsqWtkbmtwSUb3UtWOoYW5w1NTp43OHRaZ89Ri2M6FkcumB8+b3tc10PXnGoLD8TSr9LFGZG3MqMSs6Nv58WlFF+9Vx7/qDrhad2tFwVhyXnBSZnim894sU+Y0Y+ZEU+Z0c/Z0ZBiLLmVw7uRyYp54RedQY/M9IvJZMU9Y8Q+Y15NY19/wbmRwYnP9L/50v9mNudmLvdWATexgJv4VwYuEdwpFaWWilLLxKkVEqiDujb48Z/zSCEPoT1hGcTANYF3qwJTy0RJxdybpczrjeIUZcTznuj0rojn3VEvBm/kTSaXq2/k9sRldkQ8awp+UCdNrRbfKeffKuberJTebop4KI991hTxsCYopTowuTY4tS7kbk1QSqX0dqX0dkPYfcXVF93xWYqrL1qiHkPB6ai0lsjnDaGPq2X3/myuDn4AVo7LZXdLpClFAXfyhYm5/IRsbvwG3/5/3vkTegW3C9ZPvvD2htJbuF4e9lf6BY8UrUepwW2+ODlfkvI/ToIeRgAAIABJREFUTp40JU+aki1NzpGl5MhScgNTC0IfFIU/Kgx7+DIy1Q9OQDvDsG7uRBQaD/fEwT0JKATKww0Bc8F4uuNQcCzSA42AYdFwCgnLYZLpFMjVDLZ5wXYRcEf7+mCArgsivsAvsw7GGKI3BgwLgYIrcAvcDeBxAMBeKA/oyb/e2Lyh92JRkCYMVVutQ+yGfguCwSg4zBPmgnB3BXldwMkId1dPmAsQhDcM1RsfB+3pDhAXg4DGyaB9Mg83cIAdGvxdGIQHiAejUXAM2tMLg8CgPcF9rBcSj0ODNixghAasCzLATo62zk52bq6OHu4ucA9XN1dHB3trayszayszczMTs8vGFuaXzM1MTIz1jY30TC8Zfrah8W7IvHv37Ni3d+fuXT+BO6D+atfOHzcAGDDwgT07/9r5/FcAPn38yAYAHzu0/9Sxw6DsCkwibTCw3oWzgIEB/Zoa6V8y0rW4pG9hqmthqmt5WW+dfg3sLfXtLXXNjE5gPC0epUQP9tZOa9tnxyHJdH68o7e1sE9erFGUDSkrOxtyFPXZyqa8wvTEpDhh+v3YlsoXwKy7Mtm1OqV8M6ea1NTPjza/nu1cne5QNGS0171Yne5YmmgbVJao5HnDPWVqRWF/R8HMcMPCWMvSOFRwNTfWvj6wVDnSV6vtrxvpq50YbAK1UrOj8tlROWBg8PmsLfT+9nbk1zfDq7PK+XE50BsXJtqHeisbKp5WFz9QtubNjrZ+WNVMjzRXFt7rU5SuLfSBaPHredXsqBwQ3eRQM5A0AVeDuun3KwPvFvon1A0Lo+1rs70T6oapgaY3cyowGjyvlc8Ot05qGkEJ1vJE55ASSsZOj7QuTXUtTCiAtrw8rXy/MjAx2DQ13ALs3OvCqQIYrZVNeXMjbYtjHZ0NOc0VaZOaxlfT3etWZyhQnfEg7lFSaF3xY1Vbkbwms7boUUddZn9HgUqeJ69N62rKGuou7W3LrS5MrS5MrS2+p2jIGFdXz482Tw7UjvSWj6qqtb01cyNtILM90lOtbMrrbS0EMWaQLh7oLB9V1Y6qagF4K5pyJwabJgabpkdaV2d7+hSlhVm3S3JS5sc7xgcaQX3XmKahqujho+TwxykRkAI82rQ03b622L222P3hVf+r+a6R/spueW5/V9HEUN3ceMv8ROubpZ53K6p5bWtHZZaqsbCzJquj6vlIV+HiSO28tnZ+rO73t+pRTfVAb9XidN+QuuPhvTtEPM7a3NTa3ODEoZ9oRMSnT++mtEpFS8nPaxPvVobfLg72yEs0yooZbcur6a6FsRa1onBmuGF1qhOIwB+X1TPDDSp53lB36eRAbWv1k8mB6rnR+t/e9I+pyycGKme1dd2tmeAJ+fNq/3BPWVdT1oSmZnlSPjlQuzbX9WFZ9etrzful3glNDQDpga7i+dHmkd7y+dHm/o6CqoKUkpe3ynNvqxWFq9MdNUV3O+rT//1B+36pd07bNDVYN9Jb/mZeuTLV3tOaU5qd2F73AvoMpzvmR5v/83F0QlPz82r/qxlFT2vOu8WeTz+PDfeUzU80v1vpebuiUneXTYy0fHg7/mp5+N//eVtbW3jleiTbnyEJlsbeuHYjKelq4u3oGwmxV28m3nnw8ElGUvLDhKR7NxPvhkZcCY24Eh4dHx4dHxV3K/ba7egrieHR8ZGxCbHXE28mppSVV9c3tDx58qysrIxGJW/67qunj+4uz48N9subavIaKjNUHWVDvZWTQ42/v9MqWvLqK59XFNzt7yx5u9A9qCzpasgc6S77eUXzr7faV3O90OJrX8P7V2OjA+0EvDsc7n7psqm5+eXz5062NlW+WR7/+GpyXNPybkGj7a0Z7CpTdRQtTLZNaxvXlnrev+oHo1Nj/VUrU+0LE+0Tgw2DPVWKpty1Rc3aomZ2rFOtrFbKyzuai8sKnj1KvRoXJQHoGxroHyLjBEvZMjGTxyYFCBjBUm5UWEBMhDQyRBIqE0IYLPEP4FJF/r6BAVCplYDrJ5MKz184/d2mr7Zv/3Hz5k1nTh+3tDDFIj2E/kzBeq2LkEuD1lw4FKmYLRFxeBwal00NELIFXGaA0J9O8WHSfSNCAiVCHtkHz/aj+jPpXH82z5/PZvHoDD8/FsWfTxRJKJJABoPHoAnCGUFPDpnLdllcPwzP3mZ1a+tFv3NWZBskA0Gg+1J8WCwfIY8k4lFkMj4Wi/EmEBlMfxzOG4/z8mdR/FkUfUO9k2fP2Dg4WtnZ2zq5mVnbO7ggL5k7mFg6m1g6/y8AtjWzgBkbOVhYwfQMLazsnc1t7PVNLhubWZ3XMzl4DJJ/L5tZmBjr2doao5DW8uaXdKxJV939/KdRgf4ILPwynehuZ6FXWfpy7dWUdlj528+vVpcmW+qrfbGYUwcOFmWmf1yZWBzrXBhV9LQUvZ5RvZruHVJWDymrx/oaBjor+9vLpgdbJ9RNUwMtS+Nd/34/tbagnhxqfbs08OubsbUF9bvlwdfz/QsTXYsT3YPdtZqu6qkh+axWMT3cPq5pGVDWadUtk0OdiqbSurKs9Ce3M57eeZyaECRi89k0Ig7J9qNCRR3eeB8cFoPwJHjjcN4YNB7pRUATqevlayQskYSj0aFSLC6bzqaTRVwWl06h++B5flS4k4OYzeXSGDHBYdeio29euSLmcfwZVB7HDzgwoWJMkg/BG4dBoVEIpBcag0Qicd54T09PV1fXHTt27Ny5c9f6f2fOnDE3Nz96+MihAwfNL5tZmltYmkM6sLWVmZOjrY21ubOTna2NlYX5ZawXmsmguzg7WphfBq7pzd9/9+03X/3tvz47cfyoDwHLZFB8CF40KpHrz/Cj+3LYdA6bLhRwREJ/Po/FZFBoVCKNSqRSfCgkPMrVgejpCrc1P3tg18Ftm0zPH7fQObV/81fHd2yxuHjSy8GCinBiYNwIrtYuJhfMzx3Z993nP/zjsx//+dmBLV8f2775/IHdOkf2Hdu93fjcKUsjXScrczdHWzcne2Byw+NQPngk3ssdh4GRCEiWnw+XTWbQvH19UKDxhUbGkoloqq/Xfze+oLhMCrg2wWX+6X/msclCLk3Mp3EYBLYfXuAPXd8JC+ImxkdkPb9Tlv+4pTqntuRFZ1Ohpqt6sLt2ZqRjoLt6WFWn7YfOUG+1RgnNBfd3lqk6SurL0/LSkwozUwoykh+nxkj5Pk/uXqksepabkZL5LPHZg/hnD+If3rsWFy0WcskCf99wKSs2lC9g+vigYO6O1jB7Wx8UGu0GO3306I4ffti9/ae9O3/a+dMWHzxSKvaXitk8NikwgBUs5UiEUO+6kEuRCP2iw8UyMTMmIuBqTHCwlCvmQ5HgEBmPSsIEcOkcGsHd0fLovp++//Kzo/t+wng4hkl50SHiGzFh16NDWWSi7umTW7765/njR6neOBbNl00nhwdJ4iJD+Wyos03MY8tEPBbN19PN6eLZkzu2fv/15//11T8++3Hzt4f2boc5W+ExriIeJKH74OCeMDuSN4LL8vX1RqPhLoYXzx3Zv/vcyaOGF8/ZW5mRCViMJ4zghWRQiHRfgrOd1ckjBw7t3Xnu5FEcCg7NohCxvt5oEh4FyBMKBiPdPd0cvFFuDCIaD7O3vnjK5uIJvIO5P8aVgXTCOpg5Ges4mepiXW3JXu4kjAfFG0knY3lsMii4YlDxUP8tzRu0LfA5FCbNm0rCALGXRSeAADCdjKEQkVQShk7Gkn1QOLSbNwZOxCHBp0HEoX2wKBIeQ/HBUX29AQOTCF5Ebwze689UMJmIA6lgHMYTVGRhkO7eeDSZjCORMQQiEk/wxOERXlg4GuOOQsNweBQK7QFzd3J2sXN2dXBzd4YjYEikJwzmCoO5esDcPeHuCLgnwh0GMbKtLdrDE+bo6GhhbW9m7mRu7WJl7WgGicb2RpftDUxt9UzsdI1tdAwtz+hePnbO5PDpizsOGu87bn9SF2Vk5efgKcWQYyjcm8yAnOiUnOiU7KiUl+FJWSGJ2WFJRdH3Kq49zpTEZwZczxReS+fGpnFi0thRz5lRz1hRT/2vPuVde867nsa/kc6DTgb3Rib3Rg7vZi73Zh4voYCXUMS7VcxPLBFAjugycWqpKKVcnFoFTTQ9qg95Ure+slste1ATeL9Geq9SklohSi4T3akQJVeLUqp5ie2BD9WxWUM38jRXs/tiM/uvvBy4ntse/rQl+CFA3yrR7XJhUpkgsURwqzY4tS3maee19Pa4582RjxrDHzSE3a8LuQtu183Vj9rjnndcSWuJelwXcjefe6NElFgVmFobcr8m+F55YEqp9E6p9E5xQFJRQFKx5HZRQFKhODFXlJAtiH/Jv7nBsf/jToHoTr7wNjh5giRwcvmJBaI7eaI7ucLbGyfvvx8Bd/LFyRuP5AiS8gKSN06uJHnjAO03W5qcLU3OC76XG3Q3N+huftzDSKYE5+IBt3bAuyNwHnAc3NMHhUa5uyNgLkgPN6DEYjxhOBSciENTfHBgudcHj9yY8AXuaAoJC+RfXx8M1RdH9EbhveDrO0Z/Ohp8fbAAevFeCC8UNDUEtTp7Q3gMBoeAAgx8yxsiMHAmIz3c/oeTeeMd4G7OHq5OCHdXUA2N9nQH4LrRkrWRKAZqMNrTnYCFbNUYhAeAZ6SHG8LddYOHAQADdzQKDgO7Rxi0JwgAe8LdUEgPDNoTh0X9VRkGjdBwD1dXFwdwgA7s5uro7GRnb2flYG9ta2Nha2Nhb2dla2MByrEumRj8HwAGYWCweLR/366dO7bt3bPjwP7dBw9ATh1gjd67Z8fendBLNjj7d+84tG/3kQN7jx3aDwD4xJGDGz3PwAV98uihsyeP6Zw9pXP21PnTJzZ0YH2dc0AHNrh4/pKh3mVjA1MjfWMDHWszI2tzA2tzAxsLQzsrQzsrCIBtzc9TCG7qnpq3y4OqztL5ScUvb4dH+qqbq9N6Wws1irLWqvSG0qdFGUk1hQ9HVbVN5c9rCh+q2oqmB5sXRtsB+gJT0y+rA28XulenOxbHWweVJYvjrf/+oB3tq5wZbpjQ1PzxdmhqsK62+F573QtNZ9HyJLQVtLbQ92quF6RMm6vTW2oy5sba1xb6lqa6xjQNoE4ZrAfPjsqhZZ31PVIwF9ynKNb217xfUfe2Fw50lw/1Vq7MdP3xfnRisKG9IUvbX/PH+/FPv86M9NUuTysnBpvGB6Be6B55EVhCAtT3y9oI+Bz+/fMUaLdal7Kh6SBQ/fXL6tDcSNukplGjKGsofVqZd6+3tXBmqGWsr25+vGN5GjJyD3RXDqtqIElzZeDVXO/cWPvChAJEf9cW+gADz2jbfl/Tzgy1aBRl6o7SUVXt6pRybbZ3aqBJ21tTnpNalJEkr8lsLHuW8/RGZd69IWU5JG8O1o2rq3tac9SKQsiU255fmBGf/+J6WU5Se90LrapiQlOjVVVMD9W/mVcujSvezKnezKlATrtPXtxalV6ekzqqqlW1FSnqs+e18tczPYNdFaq2oq7G3P7OsoUJxcRgU5+itL+zrLk6vb0h+/3KwP/1cRI0Wg/1VrfVZaU9iL1zQ5L2IHpYVaVWFg/2lo30V2rVVTOjTZPD9T3teb0d+Q2Vj+UN6Vp11aimekhVPjFUtzDatjAofz/dNzfQ3N+SO95b+na+/cNK19pSx/JM2y9vB3/7MDk20vnkYbIXEm6ob2BraXH+9CEM3ObN8ujKnGZ1fuDfv833dVauzKpWZ1Xa/rre9sLGymdaVcWbeeXUYN3Hlb6ZoaZRVfXimBya1uj701U7OVC7Oi3//Y0G9D8vTjStzXcsTkCtzsrml8rml+AjvF/qnR1pnNDULI63/rY2MD/aPNRdOtRdOtYPiZOjfZWTA7WvZhRtNc/VisLuluzmyifTQ9D1nYEuyEfd05rT2ZgJru/MaZsGlSWvZhRvF7p/WxuYHWksz739caVPq6oY6i5dHG99NaMYVJZMaGo+rvT9+lqjkufVFN1dmmhbnJJPaxt7OvIHeiumxzoWZlW/fJj55dfl8fG+zOxnYZFBYdGh1xMTricmRMffiIlPuPfwWWBI9I2ElMiYGyJJ6JXrSdFxNwEAR8YmXI1PSUx+HJ94P+bares3U1PvP8vLL66urr1370FRQSHMzeXMiaOq7o7hAaWirWpE3dZSmz0x1Lq20Ktsyxnuq3i9oJTXZw70Vs2NtS1MtM9pm35e7W+vSWuvSZvXtv72emR5umd8sHV5Vv3p07v0Z8nWFoZm5iYGBnqnTh41NdZ7vTw1Pdr7x/v5hXHl9GCrtrdmabx9drj51XzXkKp8dqx5abr90x/Tc9qG/o6CQWXJqLp2fly+ONkJee8nutYWNYtTPSpFRVNNTk1ZetbzOwlXgyJDBVKRX2ig/9UY2Xplq79MzORzfENkvGApF4TrgG1PKuREhQVI+XQhhyQTM0G1b1xshLGJ/qbvvwYW6JMnjlhZXibi0KEycaiELxFAEWIhNBrsFyTlBkp4UMqXzwwJFEaEyvj+DA83R5Snm1TEF/E4fhRSaKCEx2aJhaLgwBCZLIjDZdMYvnwhNTyK58fC8mX+GCrLm3/juK1sp/m1I54FRz1zvj7DOmxOt0BwURQ+jc3mcClMPxyFiIASRH4UmSzIn8v38vLyo1PpFG8j/XPfb9n0066dLu4eTm4wexd3M2t7ZxjG3NrlkpULAGBjCwdDC9v/VoBtTc1cz5+zsHdEGZpYG5pa2LvADhw9YWhqfvDYmc+/3nTJ1ELf0MDWxtzCUjcygvPyxU0O2Sn/yZWHtwK94WZ+JDcnG73IMN77tZmFuaGhAcXS/Nj714siNsPR0hzp7NRSXfZ2bnBlsntpvEte8xIAsKqtRNVWMqlpfjPXvzLZvTbbN6lpfregWZ5QLo51zo0p2uqyJwZbpobbBntqVmdVr+b6Xs31vZ5TDyhrhnvrF8aVs1rF1FDHmLpV2VLa0VjS3VZZkvO4IPP+jdjAm3EhceFSAYscKOZ6ujn4UYkBAi7bjy7w55B9CFgvpJ2zrb2bHQqHYHL9xFK+QOwvEHICJPxAmSgkWBIVHhQZIrsWE/Ho7p3M549fvnj2Mi29NL+4oqgs72V2QU522pPH8VdjbyfFpyTfiouNDA6SBQXJZDIZj8djsTgcDlcoFmGwXgSiD4Ho4+zqYmlpefr06e3bt+/bt8/Q0PDg/gP79uw1NbkE9o2cHZ3sIJezubGRnr2dlTvM1cPdzZfkQyGTLuqcd3SwO3/uzA9bvv9hy/ef/+Nv33z9pYG+DpXi40f3xaDhRB8sw49M8MZQyASGHxmsIvG4TDqNRPb1ppAJVIoP1RfagSRjkTi4q6nuud0/fLf3h2/PHd578fjBC0f3H9z27fFdP+ge22t08pCDiY7Z+RNb/vbZj198tnfzl7rHDpjqnNY7eVj/1BFLg4t2l43szI2d7aDGYA83yMOG8IR5YZHeeLQXCoZFuxG9EVRfLwoJAwZ+2QwiaDqlU3BkIppEQAIMppAwXCYFqIL+DDI0NsalgRgCg4ol4j2IeHe2H17Mp8rEjOhw0Z2bkemPbjVWZDVXZWu6arV9zYPdtXOjnYPdta9m+0fVjUO9tSAD1dGYo2jK1fbX1Zen9baXluc9TLt/NSUhJCLQr7kmpyj7fuazxIynt+4mRScnRNxLiYuLFot4lGApm88gRAXxgoVMEYtCJ2Jxnu54BNzF2ubimTObvvzywhkoCPb3zz67cPYEWPYW8/1kYiaLjqeSUCIeNUBAX38x8Q+RQS8scVGBN66EhQbyQwP54cFCHpsMxopCAvwp3kgT3dO7t327Y8tXR/ftcHe0FrEZEbIANMzl0K4de7b9YGdmymfQgwIEIi4rPEgSEx4sEfjzWHQ82tPw4rldP275/usvvvnibz9t+e7ogT2GF8+5O9tDjco0bzoZI+bTwoJ4EiGTy/LlMIgMKh7p7oRDuXu4OMBdHSHhFIfGoeBMKomIQwOSZNF8uUwawQt54fTxzz/7zFjvgruzva83muIDjZQC7zEO5e7rg0V4uHhj4CIWxQ/naaN72vTUAbiZvj/GNYxBEBCQbqYXbXRP41xt6Fg4zsOB5oNmUPFCLg3ah+P7+TNJwOLOokORb4mQKRWx1oVfb7IPygcH96N48dgkIZfCYRDoZCyFiCZgPdCeTu7OtlgkzNcbTSZADVheCHdvDIJMwNLIhA0ABgqwDx5N9fUm4FBeKEiL80J5YJDuIBVMIWFxOA88Hu7t7ent7YnDeWCwMBQahkS5EXzQeG8kFodEYz2RGA+EFxzthcBgkXiCFwaLRKIRCJQHGo30wiIxaOT6b/kImBt0qcrR1srdyQkBc3F3cnKytYI5OrraWjtZWjlZmDtZWDqZmTkYm9oZGK63bV20OnvR8vQ5i5PnLU+csTxxzur4OYsjF+xOGbjrWWFNHai2CKEnMYYsvMMLfRZ440XQ9czghMzg+MzAmy+kV58L457yY54Irz0RXnsqin8uvvFcdPOF6MYLQXwG/3omL/4l/0a2ICGXH7+eDU4AqWCoGUucWhFwt0p6vy74cX3Ik/qQJ7VBj8AycF3ggwpRcgE7Pp91o5yXVC+93yy52xn2VH3l5XB8/uD13N6YjM7wZ22hjxukd2sCkiuFSaX8W2WCxDJREjjFgvja4NTW6CdtMU9boh43RTysD71XHZhcH3oPnIaw+w1h96sDk4sF8Tms2CJBQiH/ZiH/Zr7gZqHoVpE4sURyu1hyO5cfnye4mS9MyBPfyg9IzBPfyhHeXPeEQytQ//v8b/TN5Sfm8hMB3+YIkrL5idn8RAhxRXfyxckbPJwrvA3e+pJ3K4ubsEG/eQH/h35zJckZosQcWUpWwO1McVK2LCVDnJQZcLsw9vH98HgiDOlyydLLCdKBcR5wbwQS7uKCQXig4DDAwKCeDcTUMUh3LNrdB48ENc5gxwi0JAAAppCwDJoPmeiFw3igEa5oBAzvhfD1gZ7YNDKBRPDCouFIuKsXygOH8QQMjMN4ero7IzxcoGf4OsECYRbg98anAazOQPvdyAMjPdyAcgse2SjB2vA2g0wvyP0S8V5oT3dQMY1FeYLQL4gNe3uhAFSD4DGo1PJCwrFeSBwWhcOiMGhPsIeE8ISoGBzAvSD0C1xOnnC3jT9u9EK7OENXVIFH2sXZ3sHe2sL8komxvomx/mf79+3au2fHrp0/ghIsCHHXJ393rM//AtUXYPDBA3sOHthzaN/ug3t3Hdy76+jBfSePHjp59NCxQ/uhGYZ1BgZZX7D9e/LoofOnT5xeV4PPnDh64cxJg4vnjfR09HXOgQ0kIAUDADY10jcx0DXUO29qqGNvZWppamBqdN7ewsDWXNfR2tAX79LTXvHhlfbd8iBYJFpb6G1vyKorezw30qaoz67IvQsivhpFWU9LgaI++82cam229/2i+rfXIx+WNAAUP32c+PTz5C+v1G/mlW8Xulem2kd6y9vrXtSV3G8sfwTQoq89v7ctV9NZNK6uXplqB7/+vl1Sf3w1BJZ4wSrSz6+HP/02O6OFhmpH+mpBDBX4jdcW+tYW+oZ6qxsr0xor00BgFaRwFyc7QRtzW11Wc3X68rRydlQ+o217Nde7Otsz2FPV1ZKv6ihRd5WDqqq3S+q3S2pAqn8id1/db69HlsYVffLirsZcMOGgUZTNa+VTA02K+mwQph1SVmp7a0ZVtdMjrTPatnfLmvGBxvGBRjB3CeTr+fGOn18PT4+0zo7K//VhAiSE12Z7e1sL64ofy2syx/vr3y30v5ruHugsH+6uGuyqGO6uGump7m7Ob66ALj3Ma1vrih8qGjLUisLhnrJxdTVoeKotvtdc+aSnNQew8aCyZHW6AyDceH/9xoca6CwHfnXAwG3VGaBeq6PuZWPZM0V9NoTx2raulvze9uLutsKyvLstNRmzo/L1tudq8CVdmupqqcnIenq9u61wdVZZXfwg40lMc82ztcXu1blOTXdJT3tetzy3vTGjqzUbiMMDPaWDvWXzE61zIy3T/Q3/fjU2qqwa6y6fHqiZHqz+9Mf4Hx8G//h5+NO/Zn77MHU7IcqPSjDW17OysD568AAW5Tyoavz3LwtqZfWQqn5ltm9AWVNX9rypCtqLXhyTQyq3quL1bOeHZdXieOt68XU7SJVPaGrA8+rX15p/vRtsr3ve05Y1P9bQr8gd11T88lq1NAHpxqCS7ZfVgTdzPeP9tSuTirfzvcsTHSM9lQOdpaq2gtWpzo/Lao2iZKyvprX6WUd9ekvVU2Xzy+VJ+S+v1POjzX3t+crml4UZ8R316bMjjeC783q2c360eX60GdrLXYfkCU2NSp43oalZne54t9jzdqH7j7dDyuaXfe352U/j2utejPSWjw/WluYm9ytL87OSXjy5vrweh/7l1+XV1cm8wsybidf4AbzgyPDHL55fv3M7JCbu6o3Eqzdux11LFEvDpEGR4VHXpEGR0XE3w6OuPXqaGX8r9Vr8nSvXk56mZb14kdvYJE9JuVtZXvHo4f0LZ056ujsPqDqnxzV93U3LswPypnxlW3FXW0FH48u58Za3C92zY82v5rpfz/eszXZ/WOpXtxe0VT2b6K9W1KWP99cOdlX8/m6iqTprUNX8nz/WvL3c3F1tLCxNz547efDAblkA9/efV3oVNRND7aP9TW/m+rW9NX1y6Kv9dr53ZaZrRtsyNdKwPCkHX6WPK32j6lqNsuz9ysDUcMvqXN+0tmNI1djTXlFbnvXi8a2kG6HXogMS4yOuREvDg3nhwbyYCHFclCQyVBgs5VyNCY4IEUWGisOCoAZgkFILDOD8P7nxMBmHz/EVcGlXYkIFfLa+gc53m77aunXLt99+vWf3dhtrcxbNVyLwDxRyZCL/K9FBEhHLn+UrFjCCZYJACU8q9pcFcDlMakigmEEjCbhQBpjHZoh4HJovic/xFwmEIoGYw+H4Mal8ZPRuAAAgAElEQVQsfypPQBWIKRQ6ihfA9BOJfPgx+h7hW43CjrgXHPcsPuWe+l8HEcfNyRet0U6eGATanemHDw/mBUm5bBaNxWJFRcXAYLDIiDAum37yxOEvv/7ngSOHjUwvW9s72DnDrOydLWxcbRw8Ltu4AQv0JSsnI0u7i5cs9MwsTK2dzS3gpiYwPQNrXQNzPePLesam5/UMT5y98O2W7Rf0jQ2NTM0sLhsb63hhXToVpYFSkputXvq961gPKzLeycHyPIeO/vhu5v3azMe389Pjmk//+S3hWiybQoI7Objb2Wr7lGOq5v72Mm1v3Zu5/jdz/SM9tT0tRYNdVfPaDuCIBmvA69c76uZG2kfV9UDQGx9oXJ7ueT3fvzKtWprs6euo0vY1v5rVvFsamR/rnhxQjPS2dDWVqTrqWmoKXzxMvBYpCZdxpXy6gEWW8PzCg8RMqg8Bh6JTfMR8/7AgaVRYcEiw1APl7ujuaO1kTePQ7j2+e/dR6o2bV588e5iSmhQdFXb/XvLj+6lPH957+vDes0f3czIzXr7IKi0oyc3MKS0uSX/xPCM97d7dO9euxyanJKakJgUFyULDQ27eSpAFBgeHRMTGXQ0ODwsKCw0MDSFSyH5sFplKcXFz3bFr59GjR3V1dXft2Ll75y5Lcwt9XT1XRydrcwt7OxtrKwsHe1s6jUKjkpkMulDAMzLUNzLUNzE23Lnjpx3bf9z03VfffvPPbVu/h3u4emE8kQgY1gtBoxLpNJI3Ho3Hoci+3gw/siSALxRw/Oi+TAaFxaRSyAQKCY9He/qgESQvFNLVSefksa1ff75n6yYTnTN6p4+Z6Z61u6R/8cT+S+dOHNz27Z7vv9rxzed7N//fZJ0HUNRpou33vVt7987sjrPOGMacw8yYRRAQJUpq6JxzzjnRTRZEERAxYwRBkoCSc87Q5JxzFkQdJ97defXvb5aaqlf1FdU0bYPQUp7/Oed3Pj+yc4vFt4esT31/yfK0s52Vy8XzDhcsPVwcEF5ucJgrEuFJIeNByI1MwnKYJC6LCMYt+Rwyh0lg0XEMKkbEpwHpyzMPYJoHP6D7pQKWQswFPrBEQAdLSOY1Mqp5U5co5pPlYrpKxlLL2Vo5+15UUOGbhObqvK6WkonBppHeur72ismhxqnhpq6WoraGvL720obKjOaaNwOd5YVZz+rLXzVXv64tScvPePI65X5uxuPCrPiCN3EvnkQ+uhsae+fqvejg61d1YSF/bPnKeORAnTQyxBhiVOsVIn+tyqCUM4n4i9aWX33x+a5tW5BeHnt3fbNp4z+cHS5E3QiRiZg+GjFgd4HLZ0IuyagTQ7V8GVuvFhh1YvPKmk/4VWPYFb2vXnY12Cf8qt+VAK2PWsplkC7ZWGzfvHH3ts1ffv63TV/+Y/e2Lds2bdy5dZPFyWPuzg4kLJKMQ2Hgng4Xzp/87vDBPTt2bv1605d/3/iP/9mzfcvxowedL9kyyHghhwHZoQyoMRtglEdHBF0L8fHRCFUytlTI4LGIFAIc6eXs5eaIRXhQ8EjzpBCGRYWGW9g0AodO5NCJAjaVQyd6u7ucO3Xsy8//G/SBOXQyj0k1PxL6t8Nh03hcBsSyYpOlbBLC0frisf1w21MaGtqXSwoU0phejo6nDiPtLcVUDJeMErJIMhHTvGvFFfNpPBZRwCFLBHSpkAHGUX00Yr1aJBUyOAw8m47jMnEiHlkmosvFDBGPymMROQw8hwHV14kYbzIOQSdBXzaHTmbTSFAT2Nz+BV4ZjYwDPjCVhF2nYYE8KsiRUogoNh3HoqGZVBSdjKCSkBQigkJEEIlwCgVDpWIpFAwOD0djvDF4BJVG4HDpBCIajfHG4pBUGoFOIxHwUMKTSoGGT8kECISLRkBcXCwKSofCYa5olLebqyMC7olFeUHa2NOVgPD2sL/odtHOy9Ee7uDgYWPjanUeZmODsLuEvGjvdcHR4ZSl7XdnLp2wcDhueeHICZsDxy8eOel19iLcwo5gc5njDJd4EFRIih+Bd5Upv6e4cl8Z8kQX8TIgJiXgboJP5AtdVLIxOsXnVoo+KkUdlaK6kaKKTNdEZeqgOnGez4NCw0NwwHRwkc/DEuMjyO/VPyzTx5bqHhaq7hYo7xSrHpTrY+t8nzQHPzeFxHdFpA7eftMUGp+niMqUXM+UXM/T3ioy3M3TxeRqbxX43MnX385SReVpb5X43q++8rQm5Fll0GPg/VYFPynzf1gV/KT6ytPygNg87a1MWfgrcVi65Fqa+PoreUSm6uZrdfRrdXSG6uYfuld1M10Dqd8MfUyGPiZddytNczNNFQWwVWDXF9pDNru+kM2rup2ujHmluAVOmjw6RRr1UnQjQ3P3lep2quJWsuxmsuxmijw6VXHrlep2ijwa6GHw0RR5NPhQqiomTX07TX37leZOmhY6qZrbqZrbSZqYl+pbiaroRFX0S01MqtkHfhUcm3DtngTPoMNQGCd3vCecS6JhPGE4BAIN98ahIOgUJAtRcDwKTsWi6SQci04CA13mVjCdx6YBaxdE9Glk6AE8No3LotKhq4eQiqaR8Gw6ZX3fiIRDA9sW5e2JQ8FBOBmUe9l0Cog649GIP8tayIlFwTEIL3AnqAcDR5dOJgC3FghggH0m4dBMKjTzC3rCf2ZBg3vAE4LnWV8GRsNhCJg7MJDB10YnE8D8LwGPJhGxwAcGsWcsBgHeBS0DL5ibt5c7zNMVh0WC6i9IQSMRMJinK3CAYZ6uUEsfDYd5ujrYX7h00cbRwe4vu3dt271rGxC968Bn0P7duWPregoa3LN92+b/vwMMVn/Xh46Of3sYbP9+f+TgqWPf/nnoCACfz5z4/uT3R8H9FqeOn7c4DbV/rS1tLM9C8vjUMUc760s2lnbnz3g42SLcL7EoiCt+sq6Wkg/Lg1NDDaZa6D/EXc05zTWpjVXJTeVpjWWpTdAeT+3ccENfSwEY9Fsca3472bo63f5upmNttvOHxd5PS30/LEKi4tNy1/v5tpGuIrDyV1XwrKrgWVbyzdLs2JaqlD5TTmdDZnXh8/7W3N9/mV6cNA11la3Mdvz+09TaQvfydNu7+a6pobpPKwNLU60djTnN1RmjvZVjfVU9poKBjpLJwVqwuPtpZeDDUu/kYG1bfVZtaTIIOc+NNY32Vg50lFQVJWYmxeRlPGyrz6opSaorS2mte9PbWjg72gg+C5hB+nlt+H9/GJ8bgwDOs6ONH5Z6O+qy3s91rU63T/XX9JsKO+qyoPGevur5kcb3cxDD+d1Mx9J4C9CZM4N1QD8D6hXgYI33V0NzSualpeXptqWp1tW5zo/LfYuTJmg0eLihrjipKv/FSGfZ3HDDYFtxc8Wr8pznU2b81XBH6XhP5Vh3xVB7yVR/zfu5rraajD5Tzmh38URf2VhPSX9rbnNlcnnu4/rShI76DAii218+1FEw0lU03lvab8oHjj3oD9cWveysz54ZrHs/1wXs36bytIbSlMq8+PqS5K6GnO7G3IaKtNHeyq7mvLK8uLK8uLyMh29S7tSUJIEpYBCNXphoWZ5uW53rHOmpKM9/XvDmfnNN6tRwVX9HfkXhs7L8J41VycM9xaN9pStzptX5VmACv51teTfTNtFZPtNbPdSSP95dtjZj+rjY8fFt18p86/hw9b9+m0tPfSjikc+dOQ739Ni2eQsC5t7WWLq2PDA33tpSm9XZXNhan1OU9Szn1f3S3OcdjVnzI/VQbN6cnx/qKIC+DyUvl8abfljsHu0qbat91dmQCfLMfaasxvKEyYGStfnmXtPrvtY37+aa1uZalicbpweqB1oL1mbbf/9x4sflXkCuWp5oHu4o7mnKaSxLHmovWpkyDbQW9JvyCzPvNZQlggOy0KPdxT3NWUMdBR31GRN9ZUsTDcOdhSNdRVMDFd1Nb8Z6IGrUWE+JqTq1tSatqSLp7VTT7z+Pzw5XL4zVLY7XN5a/HO4s7G3JXhyHuOjF2Y8bK1+11L1OS7j1YWVodKhpcqy9pDSzrCwn9smdsOshN6IjwiJvhEXeiH74AEpBh0eFXrsZFn7L6B/qH3Qt8Eq4SusHobAePLtz/3HotcjwyJjoW/dKSivz8kuePI7LTM/QKmWH9u2OCAtaW55ta65ob6mYGjENdFd2tRZNDtd1mXIbKlLG+ssWxuqmBiqmh2v//eP42mx7d2N2efajmoLnQ235zeUpTeVp9eWv3i/0D3bXfFid6utpdLK3On3622PHj5w+c+zw4d05b5J//mFxcbJnbX7g3XzPRG+V+RIStCA1M1gzMwhR0wY7i0e6ikDFemmiYbS3fLS3/Oe14bcznRODDf0d5a31+TWl6W/SnsTeuXr9iuaKn+xGmPFaiD40SBMSqL4SoAr2VwKvJuyKwc9HHuSnDg3SG7VyrUJk0MiMOqlOzjWo+SIeNOIX4Avt61panfliw2f//OeGv//9s107v3G97CgX8Xx1Kn+dwk+vDAnU6TViuYStkvOMekWAeQfYTMOSGnRKuYSv18gDfX10KrlCIuSzWQatTq1UicVCgZAjlYs0WqlKJRBLaDI53T9YrTCq2NpAO2LQVhu/vW4pRzEFx7Avt9j47LTmnnSiIUgcJA4lk3E0Ck7E9UAoiMtkyeVKDw8PhUKm0yoIeNSBQ/v/73//dcv2Hc5u7h5wtKOrp5Mr4qKj50UXuNkEdrdzhtk4uVnYOZ65cNHq4mWr8x62NjBrW7fzts6WtpfOWNkc/PbY5u27Dhw9dtLi/JmzVp5eHmQyWqVmt7cV0aluWLiTlEMmIFyYZE83xzMjffVL8wMTIx2rS5MfVhZzX6eHh4REXAk5vHsnn0r59f3bAVN5T1NBb3Mh6HAOd5RP9NYsjpnGe6onemu6GvJaKjMH20pnhxqn+uvGeyByIbiCtjzdtjzdMT9umhlunh1pqSvN6GkpXZzoXJzo7Gkub6nKM1Xn15dmZ6c9f5XwMDYm7MYVfVig1qyBhQaVSC0TqGUCJo1IwEK8EFcnewTM3eCjuRIayJPyUEQUjopT6hS3H8Q8j39y78Ht+IRnd+/dunvv1tNnsffuxzx7/igx4XlmxquSkrK8vILXr7OSkpKKSgpfJMbHJzx7Fvc44taNK9eCHz1/7BfsL9eqI2JinsQnaozGsMhIsVymMxoUGrVUqeAKBRQa9eDhQwcOHLC2tj64/8CeXbu9PGHurm5UIomEwzNodKGAp1Yp/P2Mt2Oib0ZF0Kjk81bnnBztT508vvGfGzb+c8OGLz77/LO/7tu7k0ohhF0NUshFXA5dJhVo1DKRkMNiUjhsGoNOEou4QgGbzaLyeUwel8FmUQV8FrSQQcJzGRQaEetgbbl/+9ZDu7ZfOHfSy/kSwtUR5nThsu05L8cLpw7t2f31Fwe3fb1388Zv9+44f/I7BxuLy5esXR0veF62h8NccGhvIgGNQXtj0N5UCh4ibJmFgZBHF/FpEiFDKmJKRUyJkAHYpyo5TyJkCHlUqYgpl7DFAjqIQ3PoRD6LAhBHIh5VIWGrZFyllAMEpE7FU8lYQi6Rx8KJ+WSVjBWoF8U9jMjPjK8tfd3fXj3QWdXTWjbaVw+Rz5oLO5sL+zvK68rTIb5Dd2V1SUp5fkJ9+aumytc1xanFOfH5r5++TnmYHHfreWz4o7uhT+5ff3zvWtQN32uh2iA/hUrGUvBpKiHDXyMN9lH6KMU+SrGvWqGVihViwelj3+7atuXsyWMero4bN3x2cN9OARfqsvrqZRoFhH+/GuyjlHL4bIKvXqJRcJVSllbJ8zdAbrCPRuijEQYY5UadNOyK4VqI0aCFYvkauVivkmkVUizCy+bcmX07t23ZuAHwmb/5+p8bPvvrpi//vvWrDVs2fvHl5/+94bO/bv1qw76d3xzau9PRzhrh6YpDelHwaDGPpRBDcX2pgKVR8P18pMH+qkBfhZ+P1Fcv8dFAMD8xnwbxnEkYHpMs5NDYNAKNiGWQsf8Rwyg2jQAuRnDoZBzSa++OrUcP7EF5ucuEXLO0pkA0OAZZJORwoBoBlG1WCxkMlKvzmaOOx/bhLlrwvJ1VJATby9HN4nvXc9/jXGzJ3i4CJlHEowJXX8SjCjiQRy0TMSUCuoBDFnIpcjHL/OOGtLE5C41dn0EC+WcmFcOgoGlENJ2EYZCxTAoOQLCYFMKfBTCQuEwakUkj0il4kIWGMLl/ImBBCWoymklCMIhwGt6LivMmYmHgQN8HIopCROFw3igkDI3yIhExDDoJgsUTMRQyjkEnAcgWg0pg0Ul/KGo8NLxEQEOdTzIOcurIFBwCDcMTUCQyFoWE4bAIKqSA3NHeHkSkNwnhjfFwQ7g4IS87Yy67IF1csDAvL1dXT0cXmJOzl+NlLydnuJMrxsUNaX8ZfskRYeeEsnOEn7d3P3Pe7bS1t4UdwdqNfMGT74rzIfCvstWRImOs5mqif3ScPvyl383MkPu51x4Xhj/NvRr7JvBupjEmy3A3z3i/0D+2OOBRccCjksDHFUFPK4PjyvyeFBtiCzT3cpW3C5R3itT3SrSxZfrYCmNsw5XnpmuJ3TEZgw9yGq69eKOISBWGpoquZspvZKoiX8nD0xU3svS38nzv5hkgGVzi9wDiXZlFb5HxXrHxXom5BlwWEFvq9yBff/u1/EaKMDRFEJIiDE0ShaVKw9MVkenKqFeKSHDMaefIFFVkqjoKnGRlRJLixktZxBv9gxwfaN03W/8gU31nXfSCG2nyaIgEZpbBKdKoRHFEuvpOmjImRR6dJI0CHWkgfYEY/kP0mr1foJBfyqKS5DeTFdEpylsp6hhwklW3EpQ3IemrvpWsvZ2iv5tmuJ/u+zA18EHy9Qe+HBnVDY686Ez0gDOwRLw3kohGE7EYEg7aGYKOGYgFLSQRcVQCBovyQiM8SXgUm0EGWvfPwLZ1fhu4ZAO4zRQCFtR3gV5FwNyBmkV5e4IiLsrbE+ScAeAK+LGAyQxaweuONDCHgWCmkfBMKomEQ//R1/0POgtUf0H4Gehb8GWAVWGgnEk4NHCYQeaZSsTh0Qg0HIaGw1DengiYO9DAWAzCnI9A4XHQwWIQQADjcZA5jMeh/iyAvWBueBwKjfIGbjBIQQMitBfMzd3N2c3VCfjAYCjYyfHiX3Zs37J717a9e3bs2b19x/Yt277ZBNq/wAr+/+Xxvl3bAQHrwB7IDT6wB1pCOrx/DyA/g7ov0MDHvz185sT3p49/d/bkMZB2Pn38uxPfHTl29NCxo4cA+fm8xek/8FfWlrZWFtbnzlicPOZgbeVoc97+/DlnOys3B2sK2sOo4he+jlud7Xk33zM72gj+999nyqnMf9pQmtJZn93bnL8y1fbDYu/iGMRJXplqmx2qX54wAebwHzxk837PYFvh28mW1elWQAbqacoZ6y4b74FG/1anW9dm2yd6K/pa8vpN+QujDb//ODE1VNdjKpgba/rp3dDMSAMIEve2Fv7wtn+go6SuLMVc+6xrb8iuK0sZ6CiZG2t5O9P5br5nZbZrcbJtaqihv720tS57cbLtp3cji5NtTVWZpbnxZXkv6srSOhrz5sebR3sr+9uLe1sLzQil9g9LvbOjjQDyNNpb+X6xZ3Wuc2akAXjCkKad7VwYbfq40PPb2sjKVNvbydbFsWbQ+/240PPru+FPS30gtAzNOUy1jvRUTA3VgUbx25l2IK1B7Hl6uP7tTPvSVOtob+V4f/VYX9VUf01rdWZPU97qdDvYUh5oLepqyBnpLANXFt7PdS2MNo10lo12lZtpmTWTfZXjPeVj3WWDbYXdjdmd9W96mnIGWgvGusvWDyBCTw9Ut1SmV+W/KM16Wlv0sqMua7CtGAwCt1SmV+TGVeW/MFVl9DTlDXeU9psKG0pTRnoqBjpKhrvLO5tyq4oSW2oy+9uLW+veFGc/nRioGempGOoqA/xt8DcFE0cgbT7QUdTZlN3fXrg8bZoba5gYqAJYrMHO4tHe8rmxhrnhuuH2oraKtGFTwexgzYf5zh9XBxemTB9WBv/9y1xHa6lcTPfycLC3tfru0H53J6eaksKPK+PjA3U1pamVxYldzQV9bUXmlnX1RG/FWHfZ8kTzu1nT7GDV3FD1WFdhVR7UkQYbRRAqzJQz1FHQZ8rpanzdWJ7QZ8p6N9f0cal1rLdwuCtveapuba5lvLcUukaz1PP7jxM/r/SD721fS15R5sOm8pSF0YaJ3oqOutfdjdmt1emmqlcNpUmjXaWTfZX9pvx1t3l5onl+pH51uvX9XMfiWONYd9lQe1Fn/ZvaooTRrtKuhiwAKhvpLAGrSBO9Fc0VqeBhdcWJ7bWZUDB4smV5orm6+GV3S6G5eN+4ujAwOdbe3V6Tmvo0Njbm4eO718JDb0RHGAL9DYGBj14kXo2Kjrh118y7ivALvhocGh545ZpG7xd2I+re/cfhN27ef/A4v6Ak6WXakyfPYh8+fZmQSCcTPv/rX968evn7r2t97XVzE13tTUUTg/Wmeoh39fPa4ORgdU9TDuByrc22r0yZ3s91AFLXcHtBbWHcYGvBb+8G54YbJgbqflkb/+n95O+/f4x7dtvezsLC4tiRo/vPWZ66eNFycX54YWbgh5XRD4sDP68ML4+1TPdXjXQUj3WVzg3XrU63vpuBjOXxnvKl8abpgeqp/iqAPX8337M01T7YVdnVUtRQ+aYo+8XL5zExEf6hAaogoyzYXxkapLkarA0JVPsbpD4agVYJFQ4DfVUqGddHIw4N0gcaNT5qKXQ0YqNa6KcTSYU0EZ/mZ1CplBIHR7stW7/atOmrDRv+sXvXtssuDmIeSyMXqyU8hZgLdoCVMq5cwtapJf5GtZ9BpVNLjHqVQirQKmUGrcpXr9Gp5Fwmjc9mqZUqpUImlvD5IrZUJlBrIHKvQsqRimn+gUq5XsRSai7TA3bY+myxeXQEUXSM8PoY5smmc+LDF5jeZDECS1AoBEIu6Xqor0zMEYsEKoWSyWRyuWyFXCwUcXEE7D83ff3l15vOX7C76HDZxc0LhiBa2TpfdIGba8CQAL7g4mFl72Jx0f7cBWcrazdbGw9bO3frC05nrGyOHD++bc+eDV9vsbS9dM7mot1FRzaXZTSqrocb2tuK7C4cuWR7ikKAO148g0HalxWn/vTD9E8f53s7G5emxpcmZ3zkmsLM/CCt74mDh675+/32YbmnsbinqaC9NruhNK2+JLW9NrvfVDzYVvpupuvH5cGp/rrW6jdj3VWflgbezXRBg0n/YR+Yd92bx/pqxvvqpoeaRnvqpgab3071zY109DRXttUWt9eVNJbnxT24+TA6LOKKIcSoDDJAJ9BHEaCX81kUg0Ym4jNoZAyZgLayOGl59oRKKY28Ga7Sq6ks2kWnS2fPW4jk4ifxT+88vBsZE5WcmvToSezT50+Mfoa79+/cuh19JTQ4/EYkh8vX+BgkCrlKr8aR8XwZn8Qkklmky16XEUTMJTcnaH4UjznvYO8E87wM97axtxcrlb7BwVK1micSc7j8ffsPbt++8/x5m++Ofr9z+y6UF5KAxrOoTD6bw2GxNSq1v6+fQe8T/zzu1s1oy3NnATFr545tX274/MsNn3/91YZ//P1v5yxOCvissKtBcpmQz2NqNXKjQSOV8EEEmsWkCAVsAZ/F5zGFAjZk/7JpSoUYcDv5bAaXSfO87HTsyIGDe3YcP3oQDbtMQnt5ONlhPC+TUZ72Vqd2b95w/OCuQzu3frdvp/Wp790cbGGuDh6u9khvVyIRSaFg6HQ8gYDA4bxpNBydjqeRcRwmSSbmgN0vpYwPCvCAgyUTc4Q8Op9DFQuYUhFbyKODQUs+iyLk0ID3CIqgAg6Zy4SWYKVCmlxMF/OhhD+LhuKxcBARWs6JCQ9IfBKT8yquriy7qSq3tvR1Y1VWc02OqS6vvbGwp7Wksii5vOBlV0tRdUlqXsaj0tz46qKUyoKkwqznGUl34x/deBgT/Ohu6P1bQU/uX497FHk35kpkuDE0SKNT8SRsEouIkvPoIUZ1gF6pkwv9NMqr/sbrIYEIT9evNvx99/atUiHv7Mljn//3f1lZnDRoZIFGjb+Pyk8P5Zx1KqFWKQgJ1Bl1YoWEqZKx/XygXzIiHknMJxu0QrmU6WuQBvlrzJfJuHIJXyUTq2RSf4OPVChwc3bav3vXzm82nzr2rZXFye+PHvj+8P5T3x86e+Lo2RNHrS1OXHawxcDdKXgkh070UUuNWrlSwtMqRD5qqUrKB8650DzOZNAKzSVkY/hV6ID4sVzMglaFdQqNXCgTsoHxzqJhKQSIOAUEsFTAEnHptpZnvvriswtWZ1VSIYdOEXFZfnoNk0riC1g8PpNBhaaJtGKWhIb2vnDG7shOzIVTQm8nPQWpoSC4cGek3Rmco5WQjJKwKWAJCQTdBWwqWP2VCdl8FjSCxWdRwFAw9DKA5DEZzCAJOJBXDBxgJhWyqXlMMrhQAuxoOgkH5bdpRBadxKQR19lXoI1PwqNoZBxIR5MJkFvLoELPwCahWeZyMh0Hp2G9yRgYCe1FRMHIZrgXGYcioOFYBAyDhMZOoXgnEbtuOAMznMuggHs4dDKLhAeRCqgvTYVGmKg0AgqPwJPQJCoOi0MQ8CiIO22eZWJSCCwqkUHAUjBIMhpBQnhjvTwgfC4BjcOikQgYAu6FRyOoeDyNiKPj8FQsmoHDM/E4OhpL9PIiwLxp3kiUnTPC2glp5Yi0ckRYOsDPXsJaOZHt3CUwohJJ8yMJwvnaB+rghMCo9LB7OddjSyLjSq8/Lwh5lO13N0MfnaGPzjLczvV7UBr8tMDvYa7P3Xzj/bIASBKXBz4r9X9UdeVpQ/iLpojElugU063UQr97z1i+D6jahzRdHC8gVX4tTX0jXRuZqb+Zro1MVYXn+twu8L1XFhBbHAChpKF3fe4U+N4r9r2fb7ybrb6ZKr2WyA2K4wS8YKsGokcAACAASURBVAe84AVBQC9xeKosMk0elSqLTJJFJMkiks015mRFVLIiKkkJnZeKyER5RKL0BpjqzfJ5+Fp3P119B+SWgX+bLLv5BwZMcQtYvi8lkZD6Vd5Kkt9MlEYmSiPX9W2S/GaCJOKF+EaiNDJZEZ2siH4pi3ohvhEvCn8hvpEgiQCPTJLffKmATrw8MkF5M0kTk6K7k2a4n2a4/8r4INn3btqN2Ls+odTLCC9rR5IniuiNIiLQZCyeiMXgcRgcFo1Ho4ADTEIhCGjogJQyKNPyWHQ+m8FhUNl0Cp1MALBlQJkCWWU6mUQlEohYDBGLoZGITCqFQsCj4d5YJALu6eHpehnm5url7ubl7oaAeWIQcJBYBvlk8IoFShVKI5tpWHg0AmhgMh7DoBCZVBIRi1pv8wJTF0Sd1/8IuEEhYOlkAgkHTQ0zKESgsXEoOAGDBLYzhYAFy8AImDt4QkgD/yftDG4A9YtGeRMJGJCLBh4vgD97e7n/eSvY28sd4KDBZpK7m7Ojg52Lsz3M0xXm6eru5nzZxeEvWzZv3LljK4g379yxFcCu9u7ZAbzfPbu3792zYz0CvX8fVPc9uHcXCEID9bvu/R45sBc0fk98d+T4t4eBzXvs6KF1v/fUsW9P/AcEbX3uDIA/21pZQPgrKwsby7PQnadOX7K0crKxdbK1tj9/7qLVadeLVnhvl5zUpx8Wh1Zne0Z7oeIr2Jh9nXizKPMRkEwAgDzVXzMzWNdvKgT6DYjhlam25QnTSGeZqSpjdbr1h8XujwtdS+NN8yP1i2ON4z3lHXWvW6vTZ4dqQYR1ZrDmh8XuH5d7P8x3AswVgCeD3Z2BjpKJgZpPKwNgHPjtTDtY2Z0erv+w1Ds31rI83THeX9tUldlS82ZioG5urGWkp2pxsm1pqr2/vbQ8P6Es70WPqWh1rvtfn6aAtQtWeUd7K8EiEUhK97cXD3SULE6a1ha6V2Y7JgZq2huywSRvX0vB8oTpl9Wh+ZHGqf4aUHWeHoBqjcMdpXPDDbND9VP9NdA4sFkljvdXTw9DbUbzf/saFyZafno39Mv7EdA67jEVNFa+AttLDaUp0CYQNPALOepL4y3TA7VgSmpuuAGQmYfaS0xVGX0tBYtjzStTpsm+ysG2wqH2oqH2osG2woneireTLYNthWPdZa3V6VX5caaqV2CtZ3Gscai9pL4kubEsFRi/5iGlotGu8uGO0tbqzKbytNbqzI66LCi83Vc91F7SXJ3xJuVOWV5cfXlqbvqD+vLUkZ6Khoq08vx4ACfrby8e7i5vrs7obMo1/wWb5sYaekx5Xc05YIYKTN0MdhZ3NmV3NGYBnBI0fjMOzcYOteW3VCT3NuUsjDYsTLTOjplWFwZ+/9fq7GSvn4/U/bKdi72NwwXLzRv+Jyst8bcPi/MTHeODNT1the1NOebmdvOnlb5fPwwvTzSPdJbMDFWtTDfPDVWvTjX/sNA23V82O1Q7N1w3M1gDMYrn20AXd6Atr781e3a4cn6saqK/eHKgZHakYnKgZLgzf6KvbG22fW22/YfFbuD6jnaV9jTlxN0LLMp8CMxkwC1vqUxrKk/pasiaGayZ6q8CFx2mB6oXRhtWpkyLY42flnpWp1sn+yrHuss66l5X5cfVFL6YHaoFWhcMX88M1iyONTaVp6Q9Dwc/o/bazMq8592N2WZrtO73X+ba6nKba3KWZ3p+XJv6/fePJQXpDx/eTHoZ9zz+ye27MTdvx/gEBGiMxuu3bvtfvR5z/1HQ1XBjYIjWGOAXGOofHGrwD7rz4NGtmHsJiUmVVTVZOdl37tzJzs5+8ODByRPHzp893lhV0FpfWpyb1FJXYKrLgQDvC11jA5VrS12/fRwZ769sq8kwVb2qL3nZb8r//afJ+ZH6qf6qdzNtPY1vXidE1BUl/LDQNT1QPzvSsrY4+OPa1I8f5pk07Pnzpywsjp0+c+zkySNKGfenjwuj/S0f346szff9vDL4w3zPu+nWmYHqYfPrdqq/an6kfnYISsW/n+uYH6kf6SwZ76mcGaybHYWKo71tpa31uZVFqa9THj6+dy3iqj7EXxnsK/c3SAN95dDmp1Fm0Ao1Co5azjGX94R8NkkioPvqZb46hVYh0siFKhk3QC8NMsq0Sp5CyvE3qn30KpiX246dWzdv/nrDhn/s2L7Fwf4Cj0lViPkq87KlQSsxmEHQcglbrRAa9QqtSizk0fUaOZdFBe1fMZ8j4rFJOLSAw+RyWDK5SKWVSBV8gZAtEfN1KqW/j5ZNx/jo+HI1iyUToQSBR52MX5+LPgovPIrLP03L+sbWf9tp+iVvLoZIF/DZIh7VVy8zM6i1Oo3WYDBwuWwBn81kUaVyieNll4NHv/1m5649+484OLsjsbSLjp52zt6gA2zj4G7rDB1rJ4hsau8It7Vxs7J2sbS2P3r81JadO7fs3Ln/6FGbS07O7l4kMl1v0F25Yoy5HVpTnbF/3xdnTx+iU9BnTx9MTrq7ujywMNsz1NcyNtj9rx9+ehB1P/lJ2stHKQqO7Pj+w32mlr6WuqG2yn5TcW9zYW9z4UBryXBH+WBbaW9z4cxgw4f53oXRFmj7t79ubbZ7bripr6VoaqhutLdyuLvcHB6BcNBTg41zo6a1+YGZYdNod8Nge01XY3lnQ1lDWW52yvO7EVeiQn0jrhhuBPuE+GmCDEpfjUQlhswxvUqiUYr0GqleIydgEc4OF1BImI9B4+tv1Oo1bl7uuw/ssbS1UunVt+7F3IiOSMlIvf3wbmJaEkvAkWkUUrXcJ8B46/5dvlQcfjs69sVTKo9JEzAURiVVSCfzqcYwP6qI6Yb1xnOouisBXkT8BbfLRDbLFQHHM+hYMpnG4QhkMpFMbmllvWnTFgsLy1MnTm/d/A3cw5tGpFLwZB6TKxII9Vqdn9E3LPRq4osEf1+/UyePn7M4s2P7N1/84/Pt2zZ/tfGLrVu+2rJ5o5urI+A/02lEoYDta9TqdUoWk0Ih4/g8pkjIkYh5QgFbJOSAbjCdRlTIRQQMkk4miHhsEY+NQ3pbnj6xb+c3O7Z85WBjQUTBPJ0vElEwaOTG1f7gjk0nDu3+fv+uo3u2n/7uoIu9DcLTxdvTGYFwI5s5umQKBo+H43AwJpNoHrckgn0juYQLjkzMkQhZYgFTxGdwmCQGFceg4sA8JpdFZjOIbAZRyKGJeQzgSTKpGBYNy6RiaCQkj4WnkxFErDsJ58Gmo4GAFHKJeiX3epD2/s2QF4+iM5Me56bHZ6c9zUp9Up6f2lD5xlQHRaNryzLKC1621GaX5iWU5sYXZz8vfP0sL/1xZvK9pOdRcbHhzx5cS3ga9fje1eexEfGPo+7GXIm4bggJVPtohHwano6Dy7i0UF9NsFFjUEkC9ZrrQf4BBq1MyN28ccPObzYzqSQBh/nNpo1fbfg7Bu7pp1dGhAVp5NAvEI2CD2GfDQofjVAt56hkbK2Sq5AwRDySXEw36kT+vnKtmi8W0IU8ulohDvY3hl8NvRF21VevU8mkzvaXNm/85+7tW92cHagkLB4DZ1JwfBZFKmDJRRyZkC0TshVirlLCE3JoQb7aK/56nVLsp1de8dcbNDK5mGVm2nP1av6VAFVIoEavFsjFDJWMDbEJ5DyVjAtNnZt/vwEyc4BRKebTaCQkk4oBVryYx1CIuXiU96Yv/3543y42jSTismRCnkGj5DJpdAZZKOFKpVypkKEWMuRMHNHVzvnEAbL9OZ6nvQjurMB6SDAeSNtTXlbHhARvpYAp4TOB+uUxyeB6h4hLV4i5Ii4dymwzyRI+UyZki3kMAYdsbiyTuEwoC81jEf8sgIUcmkwI/UPmMamAg7UugNfxVyw6icv6Y4IYFCZpZBxwg6G4KRXPpeG4FCyXgmWR0Swiik5A0LAIChZOQntRMEgaDk3FQhoYj4IT0AgSFkXBoDgUSNwyiTgWCS9gUPl0CoOAFTCoAgYV3A9m0kQsqGNPoeKxBCSWgCSSMHgCCk9AEfAoPA4JOEZsGmndvqYSMHgMHIdHkakEEgUPR8K8vN2xOCSFjCeToM1VKKxBJvBZdAGbwWVAv2ykbJaWJ9QwuXIKQ4AlMryQVDcvqpsXwx3uesrS7bQV7Kw1wsoOZ+tIdXRnu8GF7hh/PO8WX5/if7PkVnzNw9SquymlUfH5YU/SDNHpxjtZfvfzgx+XhsWVhsUVBj/LC4wtu/a8JiqxLjqp6U5ay730opBHibKr8eIrzwSBCdLQFFX4K21kmu4/RxOR7ROT53u30O9+YcCDAt97ucY7+ca7+X738o13MzVRSaLQp2y/RzSfRwzDU6bvM45/giAMmjuWQqL3pfRGoiQcOlLI7P2D6aWMSlbdTFFHg5Ouvftadx9a6zULYNDsTVPGJEmjXkoiX0ogFPa6Hobeld98KYtKlEYmSCLAAUo4URoZJ7z+jB8WJ7z+UhaVrIhOkEQ844c944c9F1yLE14H2hj6s3LoxMsjXyiiElXRwAFO9bmXZrif4ncv9dqD5PB7XE+ct7UjFYZBu3mTkBgiFgchDwk4EhEPwQ8RXigvDzzci4RC4Mw8KmC6knBoLpMm4DBZNDKLRgaSct2MhbLTaASLRmVQyFQigULA00hEBoVMIxHJeBwWiTADkh3dnJ1gbq7eHu5ILxgWCY3xAoGN9PL4w4NFeiO9PNYtXwoBCx4A/GEqEYdDwUE0Gnxq8EjgLYNnA8VggNFah2MB2hYwgcEDwGwSgEgDpBbEx0LD/2wCYzEIFNIL7u2BwyKJBAweh0IiYEDoolHeKKQXGuUNjvkCkCcSAVvnZsE8XV2c7d1cnUA3GObp6uHu8pdNX3+5fdtmoHJBEHrP7u0H9u8G3i8QwFD1d9+uA/t3HzwAOb0H9uzcvX3r7u1bD+zZeeTA3sP79xzYs/PowX3ACgaKF2Cfz548BtQv8Hstz5wENWCId2WePrKxPAukr43lWfM5d8nS+sJZSwdLG1e7i652F9wuXoA7X0S72yc/vbM00bM42jrQWvJ2snWgtWCqvyon5XZZ9jOwebsy1TbZVz3YVrw8YVqZavt5ZfDH5f6fVwb/9/3op6W+6YHanqa89to3bydbQE51bbb901LP28mWofai1ur02qKExrLkjrrXYLV1caxxsq9yeaJ5baH71w+j//o0sTrXOTlYuzTVCiBS/e3Fc2NNEJbZ7NB+XO77uNy3NNU6MVDXYyoy1Wb1t5e+m+/53x8m3833DHdXri309reXNlSkd7cUrsx2/f7L3O+/zv+4Ogzs5Z/Xht8v9pgZWm0/rg6uLXTPjjZCq7/m7vGPq4P//nHyt49jCxMtU/01S+MtAH81P9LYWZ891F6yPGH6MN/9cQEKdnY35oJwMrDBQR57aap1crB2rK9qZqQBMLEWJ00/vRsa6akw1b4uz4+vKHgBctEtlekgVg3mo6YHavtNheU5zwdaixZGm9ZmO4FFDPalflkdmuitGGovAt7j8kTzzGDNeE/5RG/FSGcJ0ISNZcm9zbnAUpsbhgrbYKj53UzH/EjjQGtRv6lworequeIVgJbNjzQC+xe8bax81dsKsayHusrG+6vb6rMaKtIAzvrH1cGxvqr+9uLp4foB80KS2TmvANvLU0M1H5a6l6ZaOhqzGitTa0tfttW/HugoAnp4YaJpYaLp7WzLZH/pQFuOqTp1ZbZjdbFvbNj0y6el1eWZa6H+aIS7va2V3fkzR/dtC/PXfFicWJ0bnB5pWplvX51rnx9vnBtrWJ2DlOr7+bamiqT60oQBU+7SWP3SWO276aaPsy1zQ5XDHcWzQ7UAtjTUUdBSldJW+2p6sHKkq2BupGqoM7e1Nnm4K296qKy7OaOm6NlkX+X7ua7Fseap/pre5vy2mtcjnWUAl11dkNBRlzU33DDeUznYVjzeU9lvKpweqJ4brhtsKwRrRhO9FUDLTfVXLU80zw7VTg9Uzw7VtlSmFWY8aCpPqS6Iz06OGWgt+DDf+a8PI2uz7fMj9aVZj188CAaTYFP9VeBGT1PO0njL7EjL9FDLx+Wx+fGe3//1vrz4deS14NeZqVWVpXEvnj9++iQq5rYhMFAkV3GlirCbMVG37/sGhWiN/iq90S8oJCj0akBgcOyjJ7dv362rq8vJyUlIiC/IzxUKeN9/d5RJI/a21bY3FI/3NxdmPc/NeGyuuze/W2h7O9syP1G/PAldn+pt/mPbzMwkb/m40PX7b9Mrk02msqTZvor/XRtaHm+qyH3R01K8ONX1y8fZ3s56J3ur8+dPHTt+xMrq5JEje7IyXy7ODk6Ptn98O/JhceCHxd73M53vZ9tXJltmB2smeysmespHOsv6TYWjXaXggsJgWyGIPMyPmxYn29ob8+vKM3PTnz9/cOPmdb+rgepgX3mQURbkpwg0y2BfvdigFfpoIIaNeXOFCwwotZynkQvBgQwTJd9PJ9KrBUoZ16CT++hVcITnlq1fffXVPz/77G9bNm+0u3Cez6L5qOXBRk1ooEGj4PtoJT5aiUYp0GukRr1CJRdwmCSVXMSik4w6tUIiBOkmIhYl5nO4HIZMLlRpRTIlTyTmSsRCjVzto9JwqHi9hqvRs/hKHl0ZeAFzZafVzaOeOQdQxd+SCo54Pdx0kve9DRFL5lMpJK1SoJPzVVK+j0bJYTN1Oo1EIlKpZTw+VC1icNjnrG3++tnnX3619cRpy0tOMA9vvL0r8tJlxAUnMwja4bK1o6uN82UbB1fny6jz550trOwtrS8e+PbbL77euH3vXlsHh0vObig8WSpTGf18fY3aFwn3MjNi//H3v8ARjidPHrgVE7z0tr/VVNjbU11bWbC2vLA0scghCtOeZkUE3LI7femShc3vnz61VBU2lmZW5L6oKUwabCtdHDMtjpmmB+on+2q7G/Mn+2rXa8AgAj071Ph+sWdioKq7Jb+/vXhmpAkiYE1DNeDlqe7J/pbx3paJPtNIV1Ofqaa6ICsx9g6kW3yUN68GPIy+fvNaYFig3qgWc2k4o1YuF3F0aomvj1Im5oj4DBIeYXn2hETMv3497PbtW0Y/AxKN+P74d+ftrGVq+bPEuPjkhPDbUa9yX6NpBE8cAssgPXr5XBvk5xMSaAgNepjw1AXhxlHyYUS42CCBUeACH6kT2o2rFZ92tCGKWDg+8+DZEwQOy8rB/vCpk6dtrEUKhVAupzCYnnDE9h27jh8/aXXu/Lat273cYHwWj4InC9h8kUCs0+iDAoKTEpOfPXlKwOFPnzrx7dHD//O3/9r09ZdHjxz455d//2rjPw7s34XDIjhsGptFZbOoMqnAz1en1cgZdKimSKcRBXyWgM9afwAeh8Ri4FwOnUkl8Vh0mYivkAjZNJKb06XvD+/ftumf3x/cjYO74+DudAKKgUfQsN5nvztw7MDOM0cOHNm97dihXQ52FihvFxT8MhLpiid64wheZCqKREKQyXABlyLikcH1IxGfIeIzxAKmWMCUCFngiAVMLovMohPYDKKASxPxGXwOlcsi89gUDp3IY5J5TDLEN6JDmofPJoEoLJXojUe7ErHubDpaJqJpFBytkquRso1q4dUAzc1r/veiQ57HRr14cuvpg/DMlEel+Sk1Za87movbm4qaa3Pbm4oqCpOaq19XFr4sfP0sP+NJVtrDV4m3XyXezUp7lJ3+JOFp1PPYiCf3r0dcNwT5y8zD4DwFnyHjMnzkokCd0qCS+GnlYYGGsEBDgEEdFux7wdpi81dfnLc47avXIL1gO7Zu2rfzGwIaHmp+AIDnaRR8mYipVfKMOrGPRiCDZrrJagXToOMbtEI/o0yr5itlXI1SZNApDVqVVqlQSmUKiZSMJxzcu++//+//OXb0EIWABbgpIQfahdKrRVAdwzxULubTwFhUoK/KoJXIREyDVnI12CfAqFTLecH+Kj9ot1wRdkXnqxfz2XgOA6uQMIP8lFolDwztSgR0qIvLpspFnGB/jUxEp5NRDAoaFHTlIo5eJZHw2d8d2rdl4wZXx0tyoVAuFArZbKmQR6WTeEKWTAY9lUpA1/IpHISry8mDdGdrjtsFjtsFKfqymuCFv3TW7dRBoqudnEcXcenAuQUCG1zy+EPxsqnrnrCQQ+MwIGIWl4kDHV0mFcOkYuhkFIUAXQgAX7BZOTNBARhKQdOIIJkMHGAggLksKrgTTKf+pwAM0XTZNML64VDxDDKWQcBSCRgSFkmB/F4cnYSnErAUHI6KwVKxaBIKwSIROBQSHY9lEHA8GoVHo9BwGB6NwqdT2TQyg0xgUUkCNkPIYXKZUPWATMERiGgyCUunEckkLDCfIQa1ea+YQYW+ZsDrMgtgqF1MoeLRGG8kCkYkQblrGpVAImKIBOhJgLYHMVoc0osI9ybD4SRvb5yHB8bNDefmhnd3J7p70OEIFgrNxxNEJDIfT2AiUUR3D7yTi/c5W89T1h7HLD2PW+EsHYTuuGC69JYsIPnKnYyw2PzIuJKYl+V3kqvup9XFvml8/KY0OqH+wavG2IymR5n1D15lBt65w/GJoqmSfSITNNefSa88EgbECvyfSoJfasIzjbdyfO/m+d8vCnxYEPiwwP9+rh+kgbONd97oopNk156y/e5Rdfcp2gd0nycs38dsvxeiay+lN5LlkPebKAmPF12Lg4adoLdx4mvxkuvx8hsQ4Fp9M1l7K00bk6G7BwRwpvben+u7QP0miiPWc85J5gg0EL0vxDeAuxsvCl8/z/hhjzkhz/hhwO+NF4U/5V19yrsKVDHwgSHlLIPOC0XUC8UfMjhBFZ1kRmGl+t9/GXT7za3nGgIPe8mT7IFCucBwCAwWicJjcVQqlcWkUykkPBKJ9vIio9AsIomIQYJoMfBaOQwqdBWJTFj3VMGkEFCeBAySRiLSySQGhUwnkygEPAmHpRKh2QISDov0ggEHGO7pgYB5ory9sEjI3V1v/GKR3mCPFyhhCgELmr3r/jCoKKPhMKSXB1C/IFCNQ8Hhnm5IL491ZxiL9CZgkACjBTrDwF4Ga8Aob08oqkDEUQhYAIUG2W/omc1rRqDxCzLPSATM0+MyEgEDcWggdNEob2AOg+ovsHyBJEYhvYAw9oK5ebi7wDxdARra3c0ZEsBbNm/cvm3z7l3b9uzeDkTvvr07Dx7YA0LR4B7wUSCSjxzYu3/3DkCB3rdrOygA79+9A0z+Htq3G1R/Tx37FoSfz5yAVn/PnT4B1C8QwOv275+9X4gFbWXl6eh68ZyN/TlbNzsHt4uX4C7OZASMBHdX8mmv4u8Vpj+rzE2c6q9bHGv+eWVwbhga1AESd222E4zWAun7caHn3UzHx4WeX1aHwHRQX0vBSCeUdh7rhvC/Hxe6AGfo7STUBQWoofmRelCtBKOp72YgZvKvH0bfL/ZAJNjRRmD2NlWl15enzo42/uvTxMflvvnx5k8rAx+X+/raitobcisKEltq3vzwdvD3fy29X+ybGKibHm6cGmporMxoqsqcHm784e3grx/Gf3k/9n6xD6Cnfl4bBvp5baH7p3dDoLILqq2Lk6a3M+2/fRwDevXTUt9vayOLY82LY83LE6aJ3qr5kca3k61j3RUf5rsBsXlhtOnTUt/abOfsEESxfjffNTlYC8K6EwM1QMmP9lauznUCxFRJzjMA62qrz/ow3z3aVT7YVjzVXzPeUznUXjLSWQbYVPMjjUvjkAIH7070QhnR1ur0gdaCpfGmX98N/rI6MDdc11H3uqbwxWRf5a/vBv/1YQSES8G3eqq/qjTr6XBH6ep0+/xII3iGroacsuxnT2L8C9IfTvZV/7DYOzfcMNBa1G2edO5ozIHgUuPNk4O1dWUp+ZmxjZWvgC3/7x8nQex5frz57Uz7ymyHGXadPzVUMztaPzlYPd5fCVLQ3S25NSWJ4/2Vq3Pti5PNo73lbfWv2xveTA1XLU/VTQyWNtek/rg29O/flpYXR1eX57Iy0ggYtLP9pYvWlvu2b0K6Xfq0PPnjytjHJejaxNu5tqmhmsnB6sXJ5okBiK481FHQ2ZAJcYPbC8a7S+aGKmcGyie6CofacrsbskA+uTLveUUeBAxrq33VUZ/R0/x6sr90pDu/vT61pyVzqDO3oyGtvjR+eqD6x+V+8ANtr33TVvN6sq96vKdytKu831TY1ZAz2VcN8u3zI42zQ/W/vhtcmTINtRf1teSN95SDqw/g0sNUf9VEb8XccN38SL2p6lVZ9pPO+jf1JS+r8uMmeisgx3u0AUTWi1/HVuXHjXSWjHWXLY03jfeUzw3XDbUXzQ7Vv5vrX5sbaazMmx/rHepuir0X+eD2zceP7hfk577KSL//IJbO5lBZXKXOwJerIu8+uBF9OzD0WmDoNf+QkPCom1Ext69dvxH7+NHjx4+vXw/Lzc3Oys4g4NG7d33j7+ezND8xM9ZVXfJqabrzh5Uh82uyfW2xfWq44u1sU29b9nAnpEgHWos663M76nIWRlvuhmurC+Lfz7b2NWc3FSf89rb3t3eDjSUptUXJnY0Fc2Od71cmnz6KOX/+lLWNxclT3507d9zO7uzMVN/IgGl2vHNxqmN5om2su2K0s2RmoPrddOsvK/2/vRv8EboW1jo33DDcUdzdmD3aVTraVTrVX7M8YZochHZxWuvzK4tSU+LuxIT7hQaoQvyV4C2o/gb5KcAGkp+PJMAoD/JTahR8qZABCmlKCQ/EC2UiplrCMqj5Rp1YoxRAy5++OhweBSLQn332t6+/2nDe6iyDjFfLRP46xRV/vUrGBTvABp3Uz6Dy9VGqFUIhjy4T8/gcOhDAYEWAx6KLRTy5QiSRc4RSmkjGUKmleq1OJdUI6Xwxk65Xso1GlkBOZ8j0Hozw/bZRuy4m7/YuPUKoOEvJ3GWj23MSjcDzcTiCXiXh0nBCDk0tlzDoVI1G5WPQBAb5CsU8ApXIEwkvOjpt3bFzz/4jO3Yf2LHnk89u+AAAIABJREFUqL2zl4MbyskD4+iOvODkaXnJ2cre5byj8/lLLrZ27ufOOZy2sD1lYbX38OFN2785fOyYs4cHDInBUxgyuVrno9frlKWlb27HBP7XX//iDrPF4C/PzHdNz3d091Z0d1VOjHT/++dfH0Q+EdE0Gl7QwxsJO7/cK2WJ3k1Pt9WWlGUlZCffy38V21GXMzvUODvUONlXO9VfN9pVOdlXO95TDWTwUHvZcEf520noOmBHY1ZdWUpbfdbEQB1EgZ7uWpzo7G+tGumqX56EXu3Tgx09zVXlORkJD2+HBxn81JKrftqIK75BBmWIn+ZakI9OzlfLBGwaQS7hSoQsNMKdyyIrpDw3F3syCafXacKvh929ezs8/JoHzP3gt4cuOdv7Bvs/jH/yLDXhSeoLZ6QHnkf3omAN14NVwX63nj+kiTn6a/40MTM4JswR5fI8K4GuZOsj/R3QrqEPI2EMrB3K/SLS087bzRWNPGVjfdL6vDcBbwy5AkOhHFwui2Tyw0e+3bN3PxDAro6XJXwxk8KQCaU8Dt9HZ7hxPSIz/XVwYNDJ4yd279rxufmV9u3Rg98ePfg/f/uvrzb+47zVGTqNyGHTZFIBn8fkcugSMU8hF0nEPEjlMsg8LgMUgJkMMptFpZBxBDwKuk2n8Fh0IZclEXBFXCYRg7C1PLN/17bdWze6OdhSsHAmCcPAI1hElLOtxZHdW88ePXhs366Th/c42p5FebvgcDA83otIRjBYeC6fxGLhOCycTESHOgJsoowPUYt4bAqfQxXxGRIhSy7hKmV8lVwARK+ASxMLmCD//IceNmdihRwalwEhf4HpZ1bCeDGfIhPRhFwim47msXBqORta8JZztTJOgF56xVcZ4CO5Gqi+EeoT7Cu/ExWYHH/nderj2vI3XabSzpaSLlNpTfmr5qo3ZXkvCjKflmTHF2Y9z0y+l5F0PzfjaVri3dg7IfeigwEEK8gfujTmb5AF6RWBOmWAVqER80Rsqk4uDPHTBfqoAo2akAAfPof+1Zef7/xmM4NCDL8aikV6/89//cWsgb2u+EPVCYifZy61apW8AKPcVy+WiWgyMcWoF/gZRCo5QyykatX84AB9gK+OSSXZWZ//9tDhw/sPOFywtzx9buvXm7Zt3uTq5MiikZk0IvQqlbCVUo5GwdephEopRyKgA1SYXi3y85HLREwmFSMVMnz1MjNmmWfudEDQbH+DVKfiyUQ0vVoQftXob5CpZNDSMhhb5rNJYh5Dq4QWm3QqPoidg4EimZCtkvK1CondeYsvP//bye+OSHg8uVDIJJMhdjqXQWeRmSyKgEtRi5iBSp6UiHA+tpfqaMV1t5MiXYw0VAALL4I7Y6xPeFh+zyFBmhN4vwI2VcihAb8XyGARl76uivksCouGNfeEiVwmjk3/Iw4AFYBJSCYFB7xic0KbyWNSwQ4wi07iMCnrpVwggNmMP+aRgCoGVjCFCDmuVCqWRsMxaXhw6BRoKJhCxACni07CM8gEBonEIJHoRCIDT6BisEwink0mskgENpnIo1G4VDK4h00js6gkIIB5LDqfRYecPTo0TQyYvWwGmUrCErAIsMm03k8GGphGxhGwCCwGTiSgiQQ0Hock4FE0KoHFpLBZVBqVQKXgaVQCg06iUvB4HBKHRZAJkEHNJOIYBCwZjcDDYdDx8sR6umM93fFenmQkHHoAHgv51QToYF1dSR5edDiK6Y0iu8HQF108Le1cT9lcOnTK/bgtzsaN54rXYXk3hMa4gOjMyKfZEU+rHqY1x+d0pZb0pJaW30l6aYx6rrkWrwtP0N1INt5MD7yTGXgn3T8mI+B2dvD93ID7BYEPi4IfFQU/KgyKzfO/n2W4namLTlXeiBME36fp75A192n6x2y/p9yAp9yAREk4yDwnySLiRdee8UOfcK884V6J5QTFcoIe8oIfCUKeisPiZOEvFBGJqqh0LcRwBhjnFHn0S0lkojgC6F5wG5jAQP2ua914UXic8Hqc8PpzwTVwnvHDnnBDgQAGsec44fU/C+D1LPQLacQLaUS8PDJOFvFceuO59EacPDJRfStFfzfV994L35sZUU/CRD60y2i0owfKBYbxRiHhKDQSRSQS6TQKmUTAwuEoGIyMRLGIJLK5FQywUlQiDvp3TSWR8Rg6mWCei8eAoDJAUpkFKpqMxzEoZCaVAoxfAgYN9DABA61wYRBwNNwb7unh7eGOgP2xaQRUNNCoRCwKg4Cy9OCzgKA1qAQD/xa0doHkxiC8gHW8rn5BrRfoaiIWRSPh8WgEWE4CF+4JGCRwmIHoBbQtUFH29nAFPV4U0guUfgl4KNvv6XHZC+YGRC9QuUDxghkkuLcHEgFbvwd0gD09LgPFC8LPLs72zk6XXC87/gWQrkDjF8SeQeB5XQ+vq98/TOC9u4DTe3DvLoCDPrh31xFz+HndAT5z4vszJ74/e/IYAD6fPv4d0MNACZ87feLc6RPr1V87c/vX1srioo2Vg60tzMnN/pydi429t5MrEMAUJJzo7YH1dORRUEysu4qHuxmizEyI7qrL/v3D+L8/jv+yOgTyuqAQ+26mY6y7AtxenjAtjbeARdnZoXpzdbbrp7d9v6wO/PS27+NC1/u5jvdzHWuz7avTrf/+OLo03lRXnAjKlj+97fvpbd/qXOenlYHl6baxvqr58eaVWWjtprr4JbB/f/919l+fJtZdYjOnqn91rvvXD/+Pq7eAqirt2//nfZ+YnnFm7FZAQkFQESSkm8Ppjn26u+hG7A4U7EBRURqkpbu7OxQwR514xt/a556X/7P+a92Lddic2GcYjvu6r+v7uUY/f174/NfLty9638z3fP59dry/pr+9dG6s+f1C/+xo08xI46fXw58/Tf/+dvjXxb7f3w7/8W7kw1L/H+9GPv8x8/nT5Of/zAHX97c3Q59eD37+NPnHu5HZ0YbfXw3+5+3IWPfzofaSpcnW9/Pdr6fbB9tgBO7ccP38SMNkXxVAXr8YbYSz0MN1MyP1zdUZzdUZXU35Q11lYKK4v70YVDd1NeU3VKQ3V2fUlj1sqEh/OdbU21TQWZfT1/ysqz63pzF/sq9qYbx5rPs5aJMCuwygh8kQWn4w1F60ONH0aqoFqKaWyvSaontd9dkzg9UfXnYvTTYPdxSPdZfNj9TNDtUsVze9m+v6uAB7cSOdZdWFqUUZV0uzbzSUPWqtymgoe9RRmz3RWzk7BNvgQ11li9NtIz3PMx6cryq+/2a+C1RGvV/ofTXbsUzSXpppnxmpb6vLBI1T3c15zdVP2uoyR3vLZ0Zqe1ryl2Za38x3TA/XDHYWN1Q8qim939eePz9ZOdr/bLi35Pdfxz//ufhmaba2skIsFHl5eNsa6Em7zbY/un3lw+LI9EDd29nOP98Pf3rTO9D5rKU2fai7qKU2vSQ7ubbk7qvppg8LnaOdz1or0ya6Cqd6invrn/Y3Zy+MNSxNNg+2FTZXPB5oywdVRtVFt/taske7C4EAbnh+t7MhfaA9p7c5a2G8cW64vrUqo606c7Kv6tVU2/xIQ3VhamP5Y/ALneqvnuitHO6Ar+bnRxo+LvRMD1R11GZ21GZ21WfXFqc2lj+cHqjqbykYbCvsacztqM1sr8loKEtrqUwf6y778LIbBj61F1UW3K7Iv1WQngSmCcZ7yn990bU40TTZB88zvxxrGO8pH+4oX5zsfTneV5SVNjXYdSQ29HBcxJO0e48f3b+acuXWnds6fQiZzjx84sz5y1f1kfHxx0+dvpB09PTpI6dOxR4+fOrc+aSU5FNnTl9JuRwWFvIg7W7ylYs21jsP7Le5c/PK7x/fzkz0d7eUjvfXjPVVTg1VL802f3zd9fF11+xY5cJkTUdd+lDHs77m/PLcW8+eXC14fLU85276zZMdNRnzw9VddRkTncVvJ5vaq5/WPEttq84uyblTV57d1lSORflYWe3YbW1hs2eXldUOjUb04f3cUF9TX0fVWH/tyzG4ZKu9+ml3TeZEZ+mvM+2/L/W9m22HB+ZHG0c6S6oL7wLG20jn88m+GlAP21CZXZB5K+V8YlyYLEwrjAmTJ0Sp4yKUUWHyuCh1Qow2NlIVBlu7sLiNDlfqVEJ4Os7As1FJ+VGhmugwrVQIqSWsEDVMsgnWSkJ08vi4SDaHsWXrhrVrV3/33Tcrf/nRdp81GYcSciC5gAXP46lgr1hj8IFD9QqtSgyP5sKGGEcu4etUcrVcAsrl4TFgLiSV8YRSBk9EEsuh4BB1ZHiUVhrKpwmCJZJgBTcqgsMTE8gCMUF4wtr73Or919b6F5nR6vfScnYHnlq/C+fiTcZhSXAmkIzlQmStUiaTitVqZWiYLiIqlMtnCaRCGhNydnO32rPXZt+BTVtNfvxl4/Ydu+0O+rr5YrwReFcf5AF3n2UHeI/tQXt7d0tr2/Wbt6zasM7YYoeds6OLlxeOTCNQIYVSGxkdFRKsbm5+rtOyV67+H2vbbfUthe09ZYtvBkbHG5cWB98tzXU0djAwfDkz7Fh48tGwJKst+07GHFscH68rze2qK+ysy+ttKgTsqxejzdMDdWPdlbNDDWPdlYCPNdRe1tP4rLUqq6cxv7U2q7HyMSAODndXjPRUjnRXjXTXtFY/66grHu6sH+lqbKsuq8jPfHr3ZtKJIxeOJ0RqZVE6ebReoRSxwrXSY/HhkXo5aBAF06cEbCCLQVQrhHwOg4hFMWlUpVSSeCj+zJlTIAtttXe3o5uzLir0XsbD01cvoiDS4ctnqFIuRcLh6mSeeMQ6s237fZxZKr7+SIQPOSAl4wZdzTp68wyKS2LqRQytECthOGP89nq7UkR8NwTC1T/ALSDQydP7q+9XbNpmTKJBjk6uq1avt91rv3b1Bmf7gzKhXMgS6pR6vTb0+NFTSRcvHz50BI1Ebd64acWP3//4w3c7LXbY2+1dv27ll//+H6Ptm8gkLI9H5/MZQP2Cq2SghxVykUjIkUr4apVUIubxuJBEzANwLPjaGqKxDMOKbIgi5EAsGsnbzdHcePOm1StsLIwJSB8mGc2j4blUHAHhucto/a5tG3Ybb95vucPdcS8ywJ1IREAQlsUhiKWQTMEWCKh8LlEhgZRihoxHUYmZAg5FwKUDm/f/J4CFPIaID0mELCGPwYZITDqBDZFAplcmZAvYNC6TaPB+iUwaVsynapW8ML1Yo+DwWHiIihRySRoFRyvjqCWcCJ0kKlimFEEaKTtYxRNzSeE60fmTsVcvHclOv1FfmdtYnd9a/6zm+ZPKwrScx1eepl7Mf3ItJz3lwa3T966fSk+9dC3p8OmjoWeORSSdjT91PCIxXpsYp0+I0cWGqCK1inC1TClgsygYAZOkFLEkXJpCzDUkCOQH9tusW/XzHqud4cH6hJhIW2vLX374xnjLBioBA7eg6eE2tTC9TC3n6NWCYI1Ap+KF6PiRYZIQHV8mpqoUnGCdKFSv4HMYjnb71q1auWHNWuudu9f+smb1T6t++v6H3TstKAQ87OTgkDq1RK+Go9QgTS0V0kE2WCKgqWRsrZInEdC4TLxMxNAqeVolL0QriotSR4SKQ3WiML04RCvUKrl6tSAyVK5RcOViyGBNC+HPKBlXo+CHB8vjo7VAGxsmb6kSAQMkk7UKiauj3Y/ffGmydROLSlVJJEI2Wy2XCURcKpPM5tAlQkgjZsWoBToWCWW/K8DahOxsI0d7BFMRWlKgFONFcd3raLqRjPSmEdE8JmXZBAYamM+iSvhMqYAlYNPAT2Gj2BCBBvspEgHcGAz+f4CzOWwaSArwmBQekwYWjKc2CGDg90I0IsALAakJSlOXv0I0IpWCJ1NwZBqeRicyIDIDItMZJDqNBBjmcFspkUAnk/7PgqNBZDKDRKITiRCZzKHTuQwGi0plUihsGo1BIjFpVKBMWHQah83kQAy4MZVCgCgEPCqQiAniMCgUPBqHDDD0wf5N54JNaRqRxaTCf7MUPJWAImERJCwCLjo2zAiwGEQui2JoxEFQiCgG9W88NQQR+RwaGRcEYGBUAgowsUHBLNhUolOwBEIQCR9EoWDYEInPYYgFbJmQJxPyJBwWj05lEog0FIaGwAhIdA6GQvfDoJ19fWycXcxtHY1sHLfuRlm7MJwCxb6kUKLgGE+fyFLHUqSHmepEuuIkW5eijH8YfS4jPik95sLj6POZcZfSQ89khJ3LjU56Fp9SmHA1P/ZKduTFp6Fn78oTU3iR5+m683RdMjfilgQuMb4hiv077Sw/fkd69LogIZkTc4kVubwusCMvcqKSeDFXBHHJ4oRrEtitvSuDg81grHfZp13OOS8nnG9LjgHFe110eHldEyZeFRy6KjiUzItP4SdcFRy6Jky8Ljp8Q3zkhvjIddFh4ACDFPTfmtnwo2uSI2ABAXxbdeqe9uy94LO3wk7eP3QxOfwYJ4Dka+eC9UZgAlFoJAYVhESj0TgMFovG4IKCcEFBFBSahsWRcWjAcCbjMWAEF8z6gog7GKYFxUJAnRIwaCIWQyeT2Aw6RKXAE8VYDJVIAG4wQG3h0aggfz8QhA709VoewQVhZhC3Bs8MZoyB8bvMdgaSFQhgIIaxSLjGCWSw8egg4AODYiSQoAZHABlrmYa1nKAGDGrgIYNOI2SQP9DAoAwJGeQfGAAD0sHELzB4Afx5GXkFZDAISPv7eYH6XxCB9vF29/Rw8fRw8fXx+GL7tk2gCWmZ+Qxc32UI1pbN6+HRX5Nt5mbGOy12bN2ywdzM2MrS3MLcBFQEmxhvtbI0NzczNjbaYmq01crCdFno2u21trHetdvKwnKXhfXunbb79hyw32dvZ2u3f88B+/2ODvudnRycHO0cDtg5Ouw/6Ozo4XLQ/cBBR+v9gW5eZCQK6eWN9fNl4DBkVAA5yBfn7xbobs8hI3g0hFJAitZwaoseLY63v33R+2qy8+OroT9ejb6e6/7wYuDFROub6e63L3qXJjpgA7a3dmmm8+PLwbcvel+MNr+e63w72/1ysuX9fO/nT5N/vRtfnG77/dUwPME7WD89XPfhZf+vi32LE22wXn058PnT7OePc7+9Hv3P++k/3018XBr97fXop1djsyPNL8Y7FiY7xvvq50Zb3r0YfDHZ2d5Q2NVS2liVk59xM/vx1ZK81MLsO4/vXTx/IuL0kZDrl47euXriVGLo8QTtxZMxZ4+FXbuUmHIh4XbK8VvJx04dDk6IlB2NU5+I155ODE4+G5Pz6GrFsweluXfryp5MDtR/WBz6dWHw81+Lvy4Mzo+1vn858NeHyb8+TM6ONr2Z71ma6QQ55xejjfPjTTChaqj2j3djLybbasset9ZmDXSUgKFiEAKsKU0b6Cjpby8GlKz2+pyRnufNFU8G24rhZzCkcF+ONS2MNw+1lwDs1tvZzsm+Krhe2NDWuzDe3F6TMdZdNj1Q1d2QA9TXQOuzyb6KzrqsnsZcMK5ZW5zaXPH4zUzb59+n/ng9NDNYO9Fb+Xa28/V0Oxiz/PPN8IvRxv6WwrbqzOaKJ03P0/uaYfsRjmEbgNuzow0NFekdDbmL021v5mEQ2oel/hcTzZODNe8XehemWgc7Sw1WefNob3lXUy7IPy9Ot7yea3+/0P1ionFurP71XDtwhmHO9nTzxED1/GT95FBZf1fe26XOT79OvFocm5seuXnjmoeb+25Laz8vb4vtWxPCtW/nhpYmOl5NNo92wlO+H15197Xnl+Zf62nNHe4p7mrIBNjnd/Nt3fWZVQXXp/ufvxyt7qvPGmzNByipueFaOGgw3TTQll/57GZ53rXpwYrB9rz22scVBdeKs5KaKx+MdheOdhdWFtwGWw9d9bl9zfB09GhXeV1JWlt15u+vBoE3Pjdc/36++693oy/H/hbAANvWVv208OmVyoLbL0br+5rzexpz60ru5z26mP3gQnXh3ZHOMliKdxb3tOT3txd2NubMjNSD12qrzpwbrv/8aeqP1wODbYV9LbnzE3UL043Tw3VLM4OdTTWZD+8mnTtx5cKZB/duPrh38+6dG+fOnoyMDA8MQty4dfO3//yV+6xQodFHxMSfT0o+ceZs4rHjIRGRhw4nXrh0/tSpE5evXMjJfnL82CEbK1NL863lxdldbdWF2Wmdzc/nx1rBL256uOb9Yuf0SEVzzcPPv4/0t+Y0Pk+dGYLHm6sLU+tLH7dV5bRWZXXW5byZbu1pyEq7Ft9Z/Wimr7Sm8PbCWENLZea9qyezH92sqyqy22fp6LR/r631QTcHsx3rb18/9+ur8enR1pba/Jnhps/vJ+DdsbGGyd7nM70Vr6da3s60zQ5Wj3U/nx6o6W8pyH14wYDdqhlqLxvpqexqLGytK6goTE+/d/nkoTCVBJLxacFKfqReGqoT69UC0EoSF6XRqwVyMaRRcMP0Mp1KGB2uTogJDtaI1TJBbIQ+NkIv4tFkIoZhgg6ONGvUskMJ0UIR19hk6+rVK7/99utVK3+2t9tLJeLEPJZMyFVJ+aF6hVLGlUu4WpVYoxSJBUww9Cjis1RykVIqUsslVCKORafERobB2/wMEpdPFcshhYar0ytDg0OClSEqgSI2WB+mEcXHSvliMpUnEOjOeOPObnM8t9oz25LZaYHLsyPfWWVJN9uPCsJTEUG+Cils7+jgSVUln8uTyWT6EI1AxJXIxH6IwL379u/eu2+f7QErm/1btpt/v2LNLusDTq5+voF47wD0Qa+Ag14BLj7+bt7+e/Y4ODt7Wezc/Y8vv/ry229sbPd5+/s5urjiyRQiiaIL1h87nhgSouxoq2QxA3dbrQ8IdJqc6R6baJ6Yav31/djESMfnP3/TinV0pDBOc+HuhYKzcbe++mJFRc7zhbGJ9trSvqbSmcF6+LN6uHFmsH5uuBHAn9/MdM0NN/a3FA+1l72e7nwz0zXWXQn/QXWXwlstM+2GMZOGnpaittq8jvrChYme4c7arobytpqShrJnVUU5OWn3kk4dPZkQGaoWJ0TqjidEhKhEwRoxrH4hAp2EEfMgtUKoVghlYg5oZeRzaCI+i0kji/kcnVYZEx0OstD2zgd2Wu9y9/U8eu5k0u2r4Ykxjwoy9fERxy+fPXn5ws+b1qzcss41wOPwuWNnr50/mXLqceGj0qaS+POJ+vjQ21n3M8rzLj+4fuzKOW18VMyxo3yFXKYLlqhUXJEUhcOz+SKRWIrGENauXX/Azmnj+k0H9jnIRTK5SBERHBkZHnP65LmTx095eXivWbX6h+++/58vvti0cT349/e7r/71/Tf/cnawDdYqJEKOWMBmUAlSEVchFbAYZCoJy2HTZQb4s0opCQ3RqJQSoYAtlwkBKZpBJwm5LA5EA9FQARcSsBkIX/fdFsbGm9ZsW78S6evOoeGUAraYRRFCJAcbC6P1v+zescVxj6W7415/LxcSPpDNJgmFDLmcq1Ty+XwKF2ZT0RVChlxA18o4IPwMgtDLcWipiC0WMA2AaKZMDN+Hz6GBvwshhy7lQRIuQ8iiCllkKY8u5cGsYKWIpZKxNQquQsIUcEhMGppGQtBICCGLLGCSQlSiSL1UIWTC+1MqgZhD1kjZp49EJZ09lH4/pbIks/Z5bktdYWN1fmXxw8yHl9Nun8lIS3pyP+lWyvGbV46m3Tl/++qJC6eiLp9LuJVy8uK5+MMJuthIVUSITCfnK0UcrYSvEnNZFAwZ40/G+OMQXoCfrFFKVHLRpvWrfvz2K1enA4lx0THhwXsszb/99/+aGW0hYgKjQjVH4iN1KqFUCBnox8yIEFl8tCYqTK5RcKRCulTEVMEhEQmPTXfYv/fnH77/4Ztvt2zYaL/PdvvmLat++tn9oLNereCzISwqQCUX6dUiYP8Ga8RKKYfHIrEZeFCQKxezlFIO0LFhelmwRhwdrtQoODIRXSaiB2sE8dGaxDh9bKQaELnkYkgt54XpYbafXMwCNGZDEy/sLS8zmaUCFptOVEmFgINlsnUTAR2klok1colSKuLyWUwOTaEQ6DVipQjSS9khAjoL4e6z24jsskdLCgylo+UYby0pUIL08LQywge4U4lBQhYMfIaD7gw8DL7iwKO/cOJGDL8uj0mBAeASQP9myEQMgInms8mG1iI8l0mUCdlCDp1NJxrkHxFuAGbRhRzIYPlSuSwai0E0AHVhJhZEw9PIOCadYNDDQHnCkXIOh0oiY8k0LNxpxCQxWVQmiworYToJj0PicXBhKQwzJxMgKolBIcOLBBchUfF4IIDpRCKdSGTTYDQR0MlMGpXNgLOvBl4RHjaEKUQiMpCMDuIxaaDCis+ig784KglLJqAZhqIyuFOKBWPAqAR4CBnwwFg0wt/FVCwKGyKxGEQ2RGIwCBQKhkrFgiMwystQG0smIBlUHINBoNPxVCqWRsPBi46Hv6XhqFQshYoFFC6IQYEYlL9LbrAoskGb0TBYOobAwpNZOCo9CI/1DAhwcHez2OdpsdfZyMpx2y43ExvnbZbO2ywDLA8E7LT3NbNF7DxAtPVguSCk/qRwsuCkQH9Nfei27mhaxJnMhMt5R6/lHb2WnZj8NO5SijzuPD/sBKQ5zdZflkTfUCfeUCemyONuKA7fUhy5pThyXXroiiDmAjv8LBRyhhF8iRt5kRNxgR0O1iVuZBIv6oog7hIr8go37pow8aYEplUBMZymPptqmPVdnvK9Iz1+S3z0uiDxmhBeQACD21cFh1L4CVe4cVd5CWDi9/8b/ZUchbWxEFbFV8WwbL4qPpwiSkwRJV4WJCSLEq9KjtyQH7+hOnlTfeqW5vQtzck7oafvRp5JTbgoQlDdLO2x3ghcAAqPwmGxWBQKFRQUhEYFwZIVHiaH8/NEDDLAx9Pf24OEQ7MZVEB1BooRJJaBAwxEKRYZCMO0DIqXy4R4LCadTCLhsCQc1jDui6YQ8DQSkYjFIAP8AQcL4ecN8szLli+DQjREqYkgrrwsU4EdOqpQAAAgAElEQVTk/m8KNAGDBMoWkBGBMl92dMETAnH+3zVIANmFN0waY5GBIDoBJoHhVjBMEJC7QQg/LCaISMAQ8PBBRKAvDosETUig+xcR6Ovr4wFMYGD2gtlgwH/28/X09HBxc3UCGtjXx8PP1zPA3/sLk21bt23auGHN6rUrf1m3auWmdWu3btywbdPGbZs2mmzbamZstGP7NqMtm422bDYzNrLcZbFl6wYjk62m5sam5sY7TLebmhlZWpnv2WsFbpubGVuYm+y02GG5y8zK0hzWyRZmu3ZZ7N69e9++PQcOHHBwsLe3t9+/f9/evXvt7GydnJycnR2dnJwcHQ84Ozu7uR70dHHycXH2Pujo5ezg6XTAy9nBz90p0AvuVAjyOojxc6diAiACAiIgeDSsnEc7dyz6Tsqposz7jZV5XQ3l/e1Vk/2t8+Ndv7+e+f3t9J9v5357M/Vpaerjq4k/3sz+9WH+t1eTr+b6FiZ6Fmd6Zofbe1rLmivzm6pzy3LTsh9fzXt8s7r0SU1xRt7TGwVPbteUZg52NBpWc19rXVttRWVhds6j1Ie3ks8fO3Q8LjwhXB8fpjkcFXooQhehkaslHDZE4HIpQh6NxyYz6QQ6BQtKqwF5QinkCVlUiIhjkrF8BlXMhjhUkgCiidmQiMXgwVR9PJuK59GIPBpRwqbKuJCYRZFz6KFy4eEI/cmEyBuXT+Vk3OtqqXg53f9+aeL90ti7haF3C0MfX48sznTNjDbNjjXPjzdNjdSN9T0f6in/9GZ0qLdqqLtytK+6p61wYqhmerS2pjx1erhmehiGCQ20FhnC4WVT/bUvRuEodVd9bn9LIShSbq54UleSNjtU9+ebYUDAGut+3lad2dtUMN5TMdReMthW3N9SONJZNjtUB5N4DSri9XQ74GbNDddP9FaCTqOp/urOupz+loL3852TfRWLE03tNRmgiBUkz/tbCoBs62nM7WvOB1n0+tIHk30Vwx3Fk30VS5PNM4PVIKzeWZc1N1w71F7U25Q3PVDVXpNRXXh3brh2vKe8ofz+m9mWt3OtQHIvTDXPjdW/W+z988PY/GTz7HjjSG/VcF/F+8WB0YGq3vb8xfmW4b6K+Znuz3+9vX3jMo8LHbDf537Q0cbK3GHvzoWp3vHu6k8LPS8HKxZHq2cGKt7MtAEucX9LAUgLT/ZV9DbljXaV9jXnXz6l627IeTleNzdU01r1ZHqgqqs+u7nicXFmykTv88WJprTrR+5cjmurfjrWUzLU8ay58mFTRVp3Y9ZIV9HcSHV14d2+5vyWynTAea4pujfVXwn0M+hDqsi/1VWfPdD6rLMuC5wAXA7UXz4zVDnSWQJ4Y6+mYDb4q6m2vEdJqSmHC9JTynJuwnbudNvbpe7B/vLMx5emRuuHuitaarKn++vnBhunemv+ejMGV0yPVE8OlXe3ZXW2ZS68aH/7aq6upvbMqdNxcTHXbyTfS715KensxYsnY2JCuFzajZvJ3T1tS4vz/X1dx44eVigUhxKOnjh5NinpysWLSadPnrp08fz15KQrl85yIfKGld94OFoPdFR//jjX21I2N9S0ONE22lX+drZ9eqCqpzF3fqRuYaJ+oq/s9Uzz/GjNRF8ZAIAZNlmeL4w3Tw/UfFqEIee1JXfT7x5urrg72pXXVp3WVP7g6Z3z5XmPp4a7r165sGunqfPBA3vt9+yx3WW7e9vHpeGpofo/34+/nITzz2C3ZbynYqq/+sVwA2hKW5xoeTHaODdc292SMz1S8XoenvHubi5orMpqrMppqSl6mnrteEKYTs6PDlHCs6BxoaE6qVrOE/PpoXqYwhqikwKfNjxEEaKTR4VrQWI5LFipVYkBvEch5agUHI2KJxFCERFahVykUkpDQ/Rmpibr1qxd8eP333z95d49VjQqUSLkqBViEZ8VGqIRCCClQqzVyJkQBeB5eVyITiMCHQLAvAI+S8BnyWUiMZ8j4DD5PKZYzBaL2SI+JBPzdGo4Pn0oLjQ6OlipkoplaqkihkgJ3X0wdLtvugW5dT+7dQ85Z5tH3E9WKFMnNywLB3Ew4SGiSJ1GwOBoZTqpWBEbHxUSrnVxc/3m2+937rT09PJxdHTeYbrTzt5p46btX339g+1+RxSa4O0T6ObuE4TE+Qeg9u474OXpt2OH2fff//j1199++eXXP/ywwtp6D4lEQgUhVUppVJT+5PFof98DA71VZKLrql++IGG8f3v7orTg8cxY13B3w0R/V+HTXAjDaSkdvHU6tyC1hY8PPWDu0VLeOtjaPtBa31iR2V6fU1OaVpZ/u60uG7SaTwxUv5rteDnZMjlYA4rl5sebQFldR23mWE/Jry+6Xk21DLYVzw41LE13DbRXDHfX9bQ8b6p6VlOSU1OSV1aQ8eh2yvkTCYlxoTCex+BuwRRZDlxDyqBiqCQkl0USCxgCLpVJxzHpOAGXKpewpVI2m02CIGJQkLdSIY6Nibhw4dyRI4n29vZWVlaOzk4XLl2sqHr++MmjzOwnufk5GRlZdrb2TAYr48nT+6l3U+/dKsjPqqsrHxjoqKgsKi8rbGtvbGiseZB29+LF81evJl+5ciUiKjI0LOLQoUPx8YcSEhJiY+PlcrlMpjDebrR9q5GJkfFuS2u5VJYQd0gpV6mVGhKBbG1l8/OKX/71j3/+43/+d9O69W7OTlhk0IY1K//5xRem27eQsCgRlyXisiR8toDNAIBrOgmDQfhgkL56lUQm5khFbJ1aIpVy1WoxhYJhMAh4PIJGw3E5DJC0lIh5cplQLGCT8CgXJ7vtm9atW7nC46ADbMQx6UoRRyXmIn3dzbZtMNm81sfFyd3ZDhXgQ8YFgdldYPPCji6fKeZBINEqE7LlEq5czheJWBBEBLBoNpsCzGqRiCUWsyUSDoxQkvEEAohJJ6iEHJ2Yr5cIVHy2mEUTQhQZF1JLeBI2XSVmc2g4TIAHAePHZuABH4uICZQKWBHBKjisoYCVm5hPB5pQrxYdSQi/ePbI3ZtJuZkPKsvy6qsLe9oqGqtzC3Pupt05f/3yseSkIzD46vrptNSkpAuHrl45duFs3LHDISePhR+K08RHayJCFFqFKEwjU0p4VAKKScXD9dFkuIYnTKeIiwwOVkvxKP+Na35Zt3IFDhkQGaJViPkuDvtBRxE60DciWBMXGQxRcFwIRnzJRZxgtTQqVBOqlctFHFhCKyVajVwi5nt7uW1Yv3rFj99v3LDOerelmanJ5k0bDjofkEoEPC4Tj0NJRVwJn61XSdQygYTPVEn5GrlQKeGpZXCkHzCc5SKOViHSqyTgiAGCxdcqeREhskOxsKcNp1c0whCtSCqki3gUlYytVwuUUpZcDAEfODJUGaqV81lUJhUvFbAA/08u4rg72/3w9T++/+qfIi5TI4c3W3hsukYtCw/TRUfogrUyjYKvk3NVAoaQivHaZ4FyshEgPXTUoGByUBgFqUR5Ye0tve13kzG+Mi5dyqPyISIfwgtZZD4Ea3ipkC4TMYVcMpdF4nNJIj5dyKOJ+HQBlwqi8kIeg8Ug0ilYOgULfE4aGUMhoiAaXDfNhkg0MobPobEhAmyTUtAwm5pFMiTwqQwq/DdueBSWBvcbocBPWSwyBMESkU7HQhARgohw/S8Zw6DiIBqeTsGSCUgqCW2Q0wQyAR4MphFxdBJcaQMC0hBs8xJhhQMPD+NpRBwFj4HtMhyagscwqSSIAmOcqQQsOEInwaoYPIRkuBs8bAzuQ8IyqXgKEfZyGVT4bJl0AkTDA927fJvLooD3C9Hw4LOLxcBzmEQui8SDJw4oAi4VlGzDB7kUFgNPJCIoRBjPDuLWgIYNJ71JWBr571FnNp3CopHBW2CSCBART8WivRwdfJwcvB0cPOzs3GxtPe3tg9zdSf7+ZH+EYSEJPoEoN+8AJzdvOyeffQ5oB1fMARecoxvd01+MJurpnCieJFYo19M5IRAviieJFyvjxco4keKkNux6zLHkkCPXg49dDz52VXfkiiL+oiT6gijyvDDikijqojDyEj/iIi/8kmEl8SOS+BHJwvhkYfwN2RF4Klh96o782D3lifSQC4/05x7qzqapTz9QnXqgOpWqOHFHevSmKPGG+Mht2fE78hOwx2ugW10XJF5hxyYxo5NZsSnsuKuc+Kuc+GRW7GUo+hIUlSxOuCSOvySMuyCMvSSMS5IkpCiOXFMdS5IkXJYeuiJLTFEcua4+flN78rb+9G396bvaU/fDzt4KPhlBlWIcfAMcPLH+SHQgytfXF4lG4Yk4HB4ODKMDfalYFMdAUUYhAwL8vf8bBEXAo8FALHBEAQUKzM2CCVg8DkUm4YBcJJNwEIMCvgXFQjgsEtwNmKiIQN9luxWLCUIh/0ZJAfAy0J9g4BYZ5A8xKIDGTCbhaFQihYwH6hTM6JKIWBIRi8ehsBgYZwU6inBYJHhaZJA/FhNEpRDYLDo4t//mXYH3sky9QiEDgAAGzwmEMSLQFzwJDosEfUjgjSy/HRQyABnkH2TgfXl5urq5Orm6OHq4H/Txdvf384IF8LZNGzevX7dhzer1q1dtXLtm8/p1Wzas37JhPRC9Rls2G2/dYrx1y47t28yMjcxMTYyNt5uYbjc132Fiut3IaJuR8RYTEyMzc2Mzsx3mFiY7Lcwsd5ntttplY71rj83uvXusrax2We7eZW1tvdd2j52dnd2B/XZ2dvv277W1tbW12wcfcLSHBbCzg6Ojo4ODvYero5erE1ieLo6eLo4+7gf9PF0Rvp7+Xm4B3u5If290oC860JeICWJS8SR0AIOI5ENEuEidz9DKeNEhyiOxoRdPJd6/ebmsIKO1rryltqw0/+nDOynXLp06eyzuWHx4fIQ2KlgRrBRKeXQODceiYHgMAg0PN7kJmCQhi8wkozk0nELIVouFcj5XxGTxGTQulcamkJhEEoOA49HoXBqFQ6Hy6FQBA+LRqRCBCPPKCRgyBUelEckUPPgVEvBoChnPZtB5LCafyVwOvbBpcCSGQ4fA4jKYPAjiQRCfzuDR6HQsRkCnybkceHFYKj5XKxJoRAJ4KEjKkwnZMhEzWCM+cyI2O/1WQ1Xe+6WxD6/HPr4eefuyb3aseXoUlnyfP88vzff0dVTMT7V/fDvS01pc9uxOQ9Xjjqas+Ym61/OtH152L040DbWXddTm9jQUjnZVVOTfgyc/p9p6GvNLsq4XZVzta372n7cjH172/rY08HGhb6i9pDT7RkX+HUCKBmVIoFW1tSpjuKN0qr96pLOsv6WwOPNaZQGcJu1rfjbSWTY9UNPTmD/WXfZpsXe5zqenMXd6oGqovagi/xYo9cl9eOHp3VNFGclVz+5U5N8CuCbQ5TPUXgREck3Rvbbqp4aMbvFQe9H0QBUAUH942Q3qnedGqqcG4AnYT4u9SzOtvy72vF/q+/hmcGq4YaCzfLCnYmK4fnGua3aiZXSgan6qZWy4YfFF//Oy7NgonaPjXpeDB7w9Dm5YveL65RMfl0YH24qHmvPqCq731T0Z7Sz6/NvkzGA1yHgDDT/VX9lc8bi54nFLZXpqyqHxnvL5kbqp/sqB1mcdtZlAJD97cjkz9cyzJ5cf3zre15wPJP14T3lXfXbT80dd9dlD7UVD7UWddVkvRuvHe8obyx9W5N9qqUwfai9qrXoChtIBsK2hLK268G5F/q2GMrjLt6shs7X6cU3xnapnd2qK7vU05r6ebv240DfcUfr07rkrpyKunYspfHpttAsOfNZUpRcW3q6pSn+31Lc40znSXfVytPXzu8nXkzAmd3GiZWmmtb0xMy/rYknxta6u4t6+jjNnL8bExqdcu3ol5fLllAvXrl86c+4wk0k4fTp+YWFiaWlq6eXEbx8W0x/eCdWpz5w6m3zl+ujw2PTk1LUrl8+fPnH6WKKH0/7t61aI2cSsB1cn+uuG28o7qnMWRpteDDfMDde+mWlrLH/YWvXk1VTLn28GP/86OjNYDfYU2qqfdtRmjnSWvJ/v/P1V/4tRuGPs5WRbQ/n9/CdnuxsezgwWTfYVL4zVDbc/n+xv/fP9m8hQ/d491g5OB5zdndZtWCHhYt7Pdw93lL4ca5odqpvqh/EBbdWZnXU5YNcGjFIDajrciNZXPD9R8/Zl+9sXnfMTrUPdlQ0VuUXZD1JvJJ04FBmiksAc1zBtVKgmTKcI0ch0aklEqBrmOevkeo1Ur5GqFUKJkKXXSEN08vAQVUSoOlgrU8r4ShlfrxGHhSlDQ2VyOT8sTC2VCOQyUbBeu2un+cqff/l5xU/ffvPV3j3WTIgqFHDApSGfx2QxqXqdMjxMx+UwhAJ2aIhGo5aJRVyDfpaAVCoop+HzWGIuFyKTeSymXiNXyQU0MkwVUiq5YWHK+Pjw8PBQkUjCYYv5XAWFxD/gLtnhc3cHtm4XsdYcm7vZ8/hP+xhGLv6BTDxPSpHLqHEh+kNhMUwCSy5SqrUqi93mP/zww+7dNk5OB01NzW1s9jo6OtvtdzQxNt+8abvlLhsnRzdPDz8vT38Pd19nJ/f9tg5OTgeNjIx+/vnnX3755ecVv/z4/Q+bN26ys92vVcrUCiGPQxTyiWSCx/Rkk5vLDjOj7+m4gPfz0z2N1dVFWR9ezr6empHQxaHi2KnOX7Nu1mXfasR5CNz3BA61DI519fQ2V030w0z7wc7S1toswOcf6Xk+1FU22lsxM1I/3l/V11bU1ZTfXp/T0/IMBtcNVrfVpI/3lP/5ZnBxoqWv+dlEf92vC4NzY50jPfWdjeUNFfkleU/u37x8+khMZKgyLkqnVvBD9bK4aH2oXhaslYTqZXIJ22CqEdgQAf6dBstFfDqLgRfx6WQyQiCgajQiPD4Agw7EYYN0WnVMdKSAx3c96GJuakYmki5eOJfxNL24KP9Zbk5lSdnT1EcPb6WW5hYUZWVnpt2vLikc6m59PT+5NDu+OD0xOzrUWlud8SD1ZtLl65cvXzp3PiEuPjoyKi4mNiEu/kji4SOJh2OiouVS2b49ey137jIxMjbebhTg54/DYL08PO1s7U2Mdvzw3Y//+J9/fvPV11s2bXY+4IAJQu6zsvrhq69++eFbTxcnHp3KpVGYJBhLK+dzZHymXiGi/1+WUiMXahUimZijlPGB4GQySWw2hcUi8/kMqYTPYlLZLJpQwObzmDwuxKSTMEj/PZbmm9et2rd7J5WA4TOoUi5LzufQ8RhLM2OTrRs9XRzdnOwNAhjFY9IEbIaIy1SI+UqJQMyDBzIFbIaQAwm4EI9NlYrYMjFHwKUz6fCwJY9NXVbLBrlC4rIowA2GCU98lkbI1Qi5Ci5TxKDw6SQxi6bgs8QsmlbCl/IgFgUH87EYJIiCgyg4IiaQTSfKRRzQ/aNXSZQSnpAD+4dwC65CdCQ+Mvni6dRbKdlPHpQVZVWWZVdXZFeWZ+Zm3bl3+/zNa6fSUpOyM249Tku+cunw1SvHzpyMSozXnjgadjhBdyQBRknFRuiPJ8ZEhWogCo6MC2LTiXA8lYoP0chiI/Qx4Tq1TODl6rB+1Y8/ffdvDoMSEawJ16sDfTw2rP55/aqfvFyd5CIek0oE9bwSPhuejxDxQjSKiFBtfHTEkcPxx48lhoZoA/y9N21c+923X/60AubJW+4yszA32bXTFIUMkIj5IiGXy4F0SmmwWq4Q8+UiXmSINi4yNFgtV0mFYh4L/g/OZoh5LKVEoFVI4CY2uRBWszpxmF4SE6GKi4K51hIBjc3AqmRsIZcs4JAUEibw1ZVSll4tCtHIYsJ1CdGh4XqlVMACgCgwbetsv2fVim/Wr/qRQcaC4zIhW60QhwXDn5/wh6SUIxMxlQKGkk9DeTj47N9F9rBX4PxUWD8tzk+B8MDZWx60NkV6O3OpGDGLxGPgODSMgEkQc8hCLhn2w4V0AYfEYeH5XJKQTxHyKWBEXCz4OymwDA8HAphKQpMJSDoFy2GS2RDJIIzxLAYsC+kUNJWENAhdHIdJZFAxEA3LpOMgGhasZdHIYRLZEIHFwLMh+AOBwyRymESDWsYzqBgKMYhGRoHnpJLQVAIGqF8GmQAWk0pi0chUAhYIYxoRRyVggR6GKEQWjQzB3UiwKoYh0v8nnpel8n8fZJBhRBaVhKZTsEw6LOPBbeD0GuaTYVkOpuXB1ABEwy6fOThJ8L4YVIxhCwBn4LET6RQ0jYwyvHEiRIMXHLc2tCIvz0WzIYrBLYcLzJh0EhwRJ2GxQb4YhE+Qn4evh7OXq5Ovhws60JeMg51MEhZFxeOpeDwFhyNjsUQ0moxCQ2g0xT8A5+mFdnMHC+niGujkjHRxRbm6EX18AZ0LQqKYKLQAR9LTBOGQLJatSuBpE/m6o4Lgk8LQ0+Lws+KIc5LIS5KoJGl0siz2qiL+purQbc3h8/zI8/zIZHHCLdXR2+oTNxSHbyuPP9Cfvq08fktx5I782F3F0XvKE6mq43cVx2/Ljl7iRicLD6WIEq8IEpJ58SD8fIkVDaLOt4RHbouO3hIeucFPvMaFR4IvC+MuiuB1SRyfJEkAuvey9NDy7SuyxGT54RTFEVgYK45elx6+ozl+Q3MshiojOgUEOHiivAICfQKQSCQKg8TgkBgs3CONRwWSMYE0PJKMh7twl2Xtsh1KoxLpNBKDTgYqFKhEMgkH1CYQw0QCBrimDDqZQsZTyHgqhUClEChkPNDDJCIWhQxABPoGIfxwWDi/AHRmEMIPj0NRKQQaFa5nXy7mxWKCaFQieGkgg5elOMgnA4ENOFUYNGK5xRecPyA8g4Jf8HAgxcFLL4tnIPgDA3yWwVfgqTBoBGg5Wlbj/n5eIA4NhDQ4GTAk7OPt7u3lBkZ/gQkMBom/2Lh2zYY1qzeuXQO8360bN2zZsH7z+nVmxkYm27Yab91ism2ruYnxLjPTnaY7LHaYWJqbWZqbWZiZm5mamJrsMN1hbGqyw8zUZI+1zR6b3fusbfZZw19tbaxtbfbs3WO9x2a3tc0uG2urPXut9tvu3W+3x27/Ptv9Nm6uB50PHnB2cnBxdfT0cPP0coWPONk7Odq5Oh1wP+jo4eLkftDRzdnB/aCjp6uzt7sLOOLldtDHw9Xf2wMTFACTtQ0fDSQsCo9CENBBVAKWC9EkfA6LRuYwqFyIBsB6hgppeIMN7JmRsDBPnIRFgQ8jGhGHQwaiAnxRAb44ZCARg6TgMRCFyIMgKh5PRKMxgUEof39MYBARjabi4dQKGQuT/ZgUmkHHUg13w2KRQQhEABIdiMaiUBhkUFBgUFAgGo3E47E0KplKIVGJ8GLRGTwWm2lA9Rk2UIhELIw+h8hUNo3BpFDoRCIhKJBJIogghghiCOhUPo3CpZAgIg6+XODSRXyIz6FwIAKXiRfx4EYELgMVruPduXaysSZ7eqRpcabz1Vz325d9gz2Vb14O/vXbzGBPRX7GtfrK9LGBitb6zJdTDUuzzR9edn94CZeF9DQ+66zN728pnhmEB4nbqjML0q80lj9eGG9+N9cFKNMvx5om+6raa7Kqnt3rrMsBTKzRrnKAnq7Iv1NXkgZGhWcGa8tybj64djQn7WJrVUZ3Qx4gdc8N1y+MN35a7J0eqKopulf17E5r1ZOp/krgkY51lw22FZZkXc1+cK6u5H5fc353Q87sUM3r6dap/sq+5vzG8ofNFY97m/LKc28AWFF96YOaonstlen9LQWzQzXv5ztfTTf1teROD1Z0N2a1VKbDhbHDNe8XumfHGxdm2qaGG7pbiiZHGl696Jkea3r1oufTu+HXL7s//zk/O9V98ngUhRhkbLzRze2AyfYNJFzAH7/Ov57ta6540lefVfb0UnX+tYme0t6mvNri1JbK9N9f9XfWZbVWPQGlx61VT0AI+cVo/fxI3fxI3dvZ9tmhmql+2JstyboKRqNLsq62VKaD1igAHO6sywL6FuCyge1ZW5w61F70caFnsK0w9+GF8twbQAb3NuW1Vj1pLH8IVl3pvYG2/P7WvMbnD+pK7teXPmgsf9hRm9nfUliQfqXw6bX8x8mZqRcay5+0VmXlPL7yKPXc2dMhz/JvTo81/Ofj+PuF/sWJtk+Lg3++GZ0ZrIWzwVOtrY1ZDXVPO9sLyivS79y9ER4RcyjxyP201Hupty5eOhMbF8bikFQqXlV1/vOy7NHh9tnp/uHB1vmZ4bjokNiYqNzsnM6OtsqK0mvJF6Uitqujrdm2dbcunx7paZwdbu9rLR1oLhlpL5/uqx3rLJ8dqhnuKM5JO99Rm/lyrOHFaP1vS30tlemgC+rVVMtkX0V3Q85Yd5mhp7d1aqh+crCupepRVdH1vuan4z150wOlnxZ6/ng1+uf7+V8XXyADfB0O2Nk72Dm7O/3407/zM66/nm4f64YLrt/Odr6aapsbrm8sfzzRW2lAXhXXlaRVFtwFdLHpgaq+9nwDgqtxYap5cqi+o7GoMOve/RsXUi6cOHU4OlKv1MmFOqU4XK+MDldHh6tjIvWRhm7eqHCtAUWjhY0yEVuvkYbqFVHh2qhwbbBWBuA9wVpJTIw+KkqtUon0erlQwJGI+Tqt2m7/vlW/rFy/dt13336922oXnUaiUggcNj0iXC+V8IUCdkiwOjIiGMxeGtwenk6rkMuEOq1Cq5EL+CyphK9RywR8toTHE7BYUqFAr5HLJVwaGUWjoaRSplIJS26dXsXj8SAGl8OS0ihCtwDFrsAbppgiM0ypGSpju8/FNXZiYxeMD4UACYkaFVvEpIYpNEKGQCqQu3m4/uOr/127dq2trR0Wi/f3DzQyMrG1tXN1dTc1Nd+y2eiXn9esW7tpj81+VxdPJ0dXZyc3b29fMzOzlSt//ubrL1f8+P3Kn39Z+ctP2zZt3GO1E49BwMJSJ+IwkXIp8fPnOR9vi507Vsh4pA8vp4c66gfbGj5/+tBUViODlHHqk9XZ/XfPlt49V+xihcF6UpfGX74YHZ4aaBntqdX+XCAAACAASURBVJ4dbRjtrehqygdcg8HOUlAePj1cB/jwPS3P+tuLp4ZqPyz1Lk02Nz5/0NOY+8frgdfT7XAVeVvZf95PjvTU97ZWNFcXPn/25NHdq+eOx8eEqoI14pgITWSYKjZKlxgflhAbEhmm0qlFKjlPJmYByzciVKnXiFkM+GJXKmLS6WixmKFSCYhEBDLIz9/PE+6xwGHwWJybi+u+PXttdlsjgwJDQ/QJ8dFHEmI1MtmF4yei9cHRwbr48JD4CH166s2SvIz6iuK2+sqGirKsh/cvnToRGxKq4IuYFBqDQiXiCT5e3s6OTp7uHoH+AUGBCAwK7e/rt9PcwsTIeNOGjRvXb9hlsdPCzNzEyPjH71f86x///p8vvvj3P/+1cf0GNxdXAgaN8PNd9eOP3/zzn9Y7zeBSVjaThsPQ8ViIiJNwmHIBSynisKl4UCakEHNDtXK1QiiXcGUyHix6pVyxmK1WizUaiYDPYjGpPC4kEnL4PKZQwJYIORwm1dPF0XT7ZqPN633cDwqZdDmfI2IxBBBt3y5zi+1bvN2cPQ46oAJ8wGQjn0UX8Vk6NVwoJeQxwewln8OAWURkLKD1yoRsUPAr5NABAwkQj9h0IgAawcxkPlPMokk5DBkXkrDpQogiYFLEHLpcwJJwGSoxV8qDBEyKkEVlU/FkXBBQYuDhGrkwIlgVEazSqySAWsdjUlg0gk4pPpoQdfZE4rXL5x4/uPHk4fWczNsFuak5mbcfpyWnpSY9fXwtL/tu1tOb11NOXEs+fvJYeHSE7FCcJi5amRCjVUphaR0TrgvTKbgQmUZEM8hYEhYhYNO0ClguArtVwmc62dl8868v1q1cEeDtHhMeHBcZivT33rD65zU//7DL1Ajp7y3iMmMjQuKjwnRKqZjHEvNYUhFXq5RFhAdHRYYK+GyXgw4bN6z57tsvv/7qnz/+8M1Oix27rSw2b1pnbmaMxQTJpEKpRBAbEXIoJiIyRBumUyVEh8dHhYVoFBq5WKuQqGUihZgvE3KlAo5MyJWLeAoxjMtSSjlKKUerFGiVcDMwPNbLp4doJRoFX6PgB2vEoBMYzANL+Ey5iKNXSUI0MrmIw4XIEj4zTKeQizhW5kbff/W/2zetIWICIQpOwmca2oZFBk0u1SnFUiEk4FCUAka4SsDE+jvv2u69x1SA9JChvbVYfz3On+Fu575vZ4D7AQY+UMImi9gkDg3DY+AkXIqIR5EIaCIBlcPCsyCsYWcNFsCgOgts38glXCGPAfzPZcuXhA8CDi2YYmBQMUAQQjQslYQkExBAA9MpaLD+WzGC3AefQ+GySCwGflkYg2/BZwIQwOBHNDIGCOC/0dAGN5hJJXEh2rIABj4wg0xg0yk8Jp1NpzDIhGX1C65jgUj+b8EMbkMU2GSmktAGa5dAIaLwmAAKEQW0LoOKo5ExQBsDDcxhkhlUDBsi8NhkNkSgU9AUYhCVhATql0ZGMagYgwdOAYYwi4GnU2DKF4NKAAIYxmgZjgA2NUB2MekkcINKgpMOVAIKj/JH+Lr7erj4e7lhEH5kHOxvwyKfSAQj0GwafCHNpdJoKBQVgSAHBFARCCYGw8HjOXg8C4sl+vmR/P0ZKJSQQpEyGEIKhYnB0BEoJgLLRZKEWJoYz5DiIQWeqSFydGReBEMcCUliIdkhjuq4QHdaEnpeEXlJEfsg6tyDqHMPoy4+irnwIOL87eDjt3Un7gafSI9Jehh57kHImVT9CViRKg4li+OSBNE3FLBOvq0+cU12OEWUkCJKuMyPPc+KOM8IuwCFJzEjL7OirrCjL7OikpiRF5kRl7jRSYLYK6L4ZHFCiuTQFVF8kiD2Ej/miigerMvCOLCSBLFJgtjL/Ojr8sTr6qNxTBXNDYVw8kZ5Bfh7+eHxeDQWFYQKQKEDYbAZDkVCB2CDfGHgJRFLIeOB6iPg0Rg0wt/Pi0jAgOOgHGi5PpdMwgEdCMLDwIal00hAAC9/JRGx4A54HAq4pkDBAqsWmMB4HApIaGDnAmlNJGAYdDKbRWfQyQQ8GmhUChk2/0hELHj1/1aq4BkwaAQ4E9BjFBjgA1xiIF+XH0sm4cA7RSEDUMgA8JBlWxFgrpbPKgjh52dINQch/IBCBvcErw4s38AAH0DD8vP1DAyACVtfbFy7bv26NRvXrtu0cf22TZu3bd28ffOWLZs3mmyDA1Um27YbG20zMzYxMzWx2GFqscPU0tR8p4m5hbHZThNzS9OdVuaWVuaWlma7dpnuBMvSbBd8ZKeV9c7dVrssYbm7z3rf3t379u7eb2tzwH4fWPttbcDx/bY29nZ77e322u6ztrHZ7ezsfNDVxc0Nzms7O7sccHSwt3fYb28Hjri6uru4ubq6urt5uPv6+iMQyIAAhJ9fgJ+Pv59fQKA/IijIMEGOwpCJFCKRTMST8HgiHkvA44lEPIlEovj7IoIQGEQAysvTz9c7IAiBQSIwPt4BQYFoRCA60B/p4x3g5xOICEQjDXfDonEYFBaNxGBQWCwaB1/JoHFoJMbPxz/QH4FEoMBxNBKDRKAQCKRfgH8Awj8wCBEYFBCACEQgAlAoFA6HIRDgai8sGsa7AQ1MJ1PwaAxc+YXB4lBoHApNwuCoeCLYFSOhguh4LItIYOCwdCyaScCxSQQWHJuBB1FEfLgLUcihc5lEA+uSqJYyRRw8n4nRyOhnjobmPrk+1F358fXIr69GF2Z6ZsfbezvKKooeNFQ9GRuomBmrmxuvHeouGmwrnOqHlcBI5/PexqK+Zpj53FadWZp9ozz3Vk9j/khn2WBb8XBH6XBHaXdDXlt1Zn3pw/rSh4b0IIxxHmgtqi1+YNBaKfWlD0E0enaorrLgbmXB3YayR43lj+tLH/Y1PwONSv0tBVP9lQvjjSDH21KZ3lb9NP/xpaKM5JbK9PaajOd5N0uzr3XWZU32VSzPEoMyof6Wgt6mvLnhWkNFbWVr1ZPKgtvP825WF94dbCsEieiFifqxnpJX001LUzDc+91cR397YUdDdnfrs8nh2pdT7QOd5fNTbYtzXc11OeNDdb++Hlqa7/78+VVFWYZayTnoZG1jY7rPxmLT2p+rS/M+LE1ODTbB59+UU5V3tb0yrach69HNYyVZV0e7SgE8fG64tigjeaD1WdPzR511WZUFt0c6S7obcloq03sac5eFa21xakNZGrgD4FH1NuVN9lXAme2ytO6GnPmRuuGO4sqC27XFqWB2erCtcLANngpuKEurenYH0KqABw5i0uW5N3qbc6YHKyb7y/tb84CZ/DzvZnnujfrSh3mPkgZaS+ZHmiZ6q/uai2A3+GzUk7SLZ44Hp90901yb+fHVwOJ0y5uZthej9X+8HgDT1EPdFYP9VW9eD42NNqbevxIbG33hYlLy1ZS7qXfupd7U6eU0BjYmTtfdU7e4NHIt5URfT+3keEd+burrpfG7ty+lpd4YHurNyX6i0UggGtbSfKvDXvPH91J+fzu7MNXbXJXb8Dxjbrjx3Uz3TH9dX2NBS+XToozk4syU2aGaF6P1E73P3893TvQ+f553s7cpb3Giaaq/sun5o5bK9IleOAU9N9Y8M9I40lU01lu4OFG1MF65OF7717vhXxeGP39YfP4s74DtHm8vD1c3JysbC0fH3Uuz3S8NvWiTfVV/vB769UXP7FBda1UG2KmZHarrbSrobsgDQPL2moyqkjudTVkjPWW9rYVVJY+yH19NvX72+qXjJxOjjidExIZpQwzXdnGRwYdiQ2IiNKF6RbBWFqKTx0TqE+MjEmLDwkNUOrUkLFgZEaqOCteGh6hUcgGwIHRqUWSkJiJCqdFINBoJn8eSSgRajcrby2P1ylWbNmz8+qt/W5ibMuhkwxYmSq9TRkYEy2VCuQweGAZBaLVKymJSZVIBh03XauThYToBnyWTCsJCtRIxn89kqiQSlUzM58B5PyGPJhTS2GwCh0OWSDhiCZ/D4fC4YplUy+eqAvF6K+QFc1yGJe6ZJTbHLODaenvtdgeCCxqPpaLEEiqTjNZJpHqplkGGdttYr/j5x717bb29fXk8AY8n2LJl286dlvv27d+8eevKX9Z+/dX3X3353do1G83NLPfusXN2cvPy8oHrnb7517ff/Hv1qp82bVy7ZfN6ix1GB/bbMKg4DMpTIiQLeRgSwWV+toXN8li/+guliPxufnSyv+3V1NiHFwtXT6UkBp+6EH8v5Ujuhdind86UOFoEiSiKVxPzI53Ngx2V/e2lU0O1Y32VgGUAis0nBqpba7N6Wp51NuZ1NeWP91fNjNRPDtbMjMCE876WXLiyG96WguFYA+3l00ONzdUFzdUFz589eXDj0rnj8f+Pq7eAbipduP4Zn8GlSAUqQKlTKFaKU0vjnmM5SU7ctW7o4DAw2OAy6GAtUNrSUnd3pYrLwB2798773vn+J8/79j/ft9azukpIQxMs++y9f/vbzMStKba0JDNJx00yg5ORaou3aXVqXK+RKAnYYlTE27QmPaFyRqOVBKyQQQ6HJjXVnJZmM5lUep1SpZTBkDBy88Zl5NXgJeErV82YPvWLzz91nePiMmOKl4drsN9CP695wQt9KBvXsSiblbjwxHe7zxw7cPf6hWsXTh07sDcz0WFRaxQoxoqJCw9bvm51xMrlK2bPnPXZJ59Onzptnsdcb0+vQLJp5O/t6eXu6uY2x9Xb08vb02v2zFlzZs3+4rMvv/jsy8kTJ3m4uS8PW8bn8rhMRrC/3/jPP/eYNYtNo1j0GhksQrhstUSslmByTKhX4FoC08nFyQ4TmFdNsOpB/9xoVBIEYrPpdDoiPt5osWgkOAx2g8n8s0au0yo0Siki4nLolJVLQ+bOcQkLCVDhaLxRp5ZgBCJaGrAoaIE3I3ozeCvMZcThsEApxZSEONFhTk6wquQ4CvEAd1qCk3OpKglsVEhMaplNq7DplSalVIlDKjFkUEosaoL8bqWoRobqZJhGhirEIvJnnXuwGhmqJTCDUkK2cA0qi1auksAKsUhLYAqxCBNxFBLYZlSTuCwcMqhlDjNZ1zfrFDbnRS6lFBFDXJUMjbfoMlMce3dmHv1u163rZ25cPXH9yvG7t87m5VwrKrj95PGt/EfXC/JuXr9y/Mql7w/tT89INWzfYk1P0aclGYxaKelzGlSJNkNqgiU9yZZg1RvUMrNOAW6xGlQmrTzRZlDJ0I1rVkwZ/6Wn26zYzevjLYYtqYmYiOc33/OLceOmTfw6NHCRkMOwm3QZyfGZKQnpSY60ZMe32zKTkxxiDApftWzeXNcZ0ydPnvTN1199Nmni126uM4MCFwUG+M71mLNgvueaiJVxlKgNESuBBYcKuXIcURO4SasEejjZYUmym8FJTbA5pXJySrw50a5zWNQ2k1KvxqUYDxEyECFDISWbt0at1G5W2UzkiJFZT5AXjFIcaYnWRJvBolcCMZyWaN337RajhvByn/n5uHFBi7yFHJpCApOEP7PWYdY77WjCpJXrVGKlDDJr8Ix4g02JrQ9ZsCFovpIVZRHQkxB2Ji7QsaLo61fQNq+G2bF6AjZrcLVUqBDzNDKRVomQmCsFJMW5EjHn/xHARp3cYlSREQaVREmgSgIl3z45E9GwkAULyTzzmCMKzFsgaMUIBxwghmEhA4PZwOZ1qkG2WoGq5IhcKpJgPETE/LvcFSNkUhoRMYGT7DRROaiQC8LPmIgP88lupwQRKSQYuBGkncWQQIKICDGilIplGIyJ+CD8DG4f+yEm4o+lo4FjLEFIXjQsZGEwV4zwgAAW8Rlks9epfkkL+n/9YUICyaVkvVkuFakVqFwqQkRMATdOyKMiIqYMF+AoF5jAQAM7/30jMdRAAP99D1mCiYQ8JgrxcJS0f8cGkyEBW4LwwRUfDj2GHhtJj41k02L5LNr/RMGFQrFIRPKxYZj8RCCU8vliDkfMYok5HLlAQAiFBJ+Pc7kyHk8mEKhhWIfjRolEjaIEn4+xuSiLJ+YIcA4k5QilLJGUJZCzIAVHRDCEcqZAxYL1HMTClzpgIhFVp4q1OwjbHkX8d/r0k/Yd51P2X8n47sa2Y7d2njgTv/uMfecpy45T1u0/mLefNG89rs/8XpO2X5r4nSL9e/WWI6rMY+qtJ3U7Tup2HFVtOUKkfS9PP6rIOKHcclK1dewcV5DoaZK55cxan1RtPa7IPCYn7wbOcUUmuOWYPOMokUo2k/VbTlt3biOs4mgue0MsO5ZOp8TxeBzSQmNR2Rw6KYAFbIhD4zLiWDQKJOJhqAjYs8A+BZIVyFQ26/+aDsJQEVChfxfAY57tmDwG3ixISgPxPNa2BcFjMC8E3NSxXwJwmDFURMjEEhwRCjjgewAWLghFI7AA+MBA1gLdPrbuy+MymYw4IEqpzlw3+B5giA+s5rFPgN4Gjwyi1ECHAzua/F/NKYCjozbGUaJALhr8WgCjNXbj30vCdFrsuLnu89zd3d1dPTw8PLzmeXt7e8/3XuDj4+PhNtfT03OBz8L58+d7e/p4eXkt8Fno5+sf5BMQ4OUX4OUX6O0fsiBosd9icIIWBQf7hQQHhi4OXro0dHkYafSGr1ixKiwsLDQ0JDg4MDDQPygoIDg4MDg4MCgoYNWqFc7eb8TatWTyedWqFeRZHb505eqwiHXh6yJXbdgcvi5y2Zr1y1dvCItYt2rt5lUbNkdsiF6xbuPy1RuWrl67LHz9svD1azbGrF4fFbEuKmJD9LqNsWs3xUasi1q1dvOmKFokhUll8Jk8mC/C+bCEL8K5QolWn2i0pputGVpjssGUakvYZnNs1RiSRLBKhKr5QjmdjVHpMJWJxFAE6zfSo6MZ0TG0qGgqOJs2x65bH7k6YsOatZsi1myMWLNxw8bomFg6ncGlM7g0OjsylhJFiY2ixEXGxkTGUmLjKDQ6k8Fi0hksFovDYLCoVDqdyuCyeXyugMvmCXikMocFQhGPL+BwBRwuzOM5HWYuuR3H50JsJsRmigU8GSySwSK+k0hO7kQ7r71JMJLmr1OJESFDJuaSl0IJoRRhShG6wyDZuy2+sTp/oLv2/cuuV6PNHY2PW+tznnYVPRuofDFQ1d2cBxK8LZXZzRVZ7TWPnFno7LLcHwuzzzVXZA11lLRVP6gquN5SmQ1c3FdPa4Y6SporstqqH/S3FPY05jeW3X1878ztSwcf3DhWXXijveZhS2V2bdFPNU9uluddAfjizrpHL/ur3wzWDbQVjTghw+9H6p+2Fgx3FjeU3qorvgmKr4PtT4Y6irobHgGHs6rganne5fvXjzSW3X7eWw7c1NcD1b+9buuoJd/CdtQ+eNpaAFLBYIi4rTp7pLuopepOXcn15kryq34ebehoyKkuvtFQlTXQXfrueWtvW/HI05qBnoqCR5fbGvN7OstejLa+GG397kAGh7V52VLf1StDvOa6/H9bEb++G2mqyu9vK618fK0y/1JV3vmB5pwn2afKci8NtBW+H6nva87/57vOka6SG+d2t1Vnt9fcf95b3l5D9pxrnly/f/3ITxf23rq478n9s3XFN0tyLlQ+vtLTmDvQVghsYUAL6295XJJzobboxvPe8uHO4pon1xvLbr96WtVZ9xCEwB/c+L7y8ZWHN4+W5V4CMOfepjzQi26tynozVPWst6SjLrux/KeWynsNpbcay273Nee/Hqh15n4b3o80v+yvLcu9enxf8t1rR3Punr199ei1Cwee5FzsaiIbyL//3P56pPr1SPXL4ZrejqL+nsq3r3s7OquvXTt98NCuffv2XLx4+dy5c98fPZSZmSgU0lPTTK/f9Pb31VSUZxc8vtbUmN/ckF9dkd3TWTY02HBwf2Zyot5uVdqtCp0KyUgxFeRc//C6r6k6t6u5+M1w87vR1vcjzf963/fmaX1NwY2G0juP75162lrwtLWgquDqGM2rIOt0U/mdF30VL/oqOmofgN/xzrpHPS1PupoKelvJoPLv75o+vKh6O1z566vWDy+6/vvXN99mpFKiNvG4zMioDa5u07dtS/jz1+GRrrJfX7WPdJWN7Us1V2R9eNb8jxetr57W9DUXjHSV/eNF67vhhu6GRxVPfmypvee8aPKgJP961s1TP545dObonoxE89YUW0aiNcVuzEy17dmZtmNLIkl/0cmtJnKhNyXRkpZsS0m0kGU2s8Zh1YFjM5PxUa1KYjGqUhJNSUmm1FRzUpLFbtdrNQqzSWe3WXhctsv0GW5zXL/4/NMA/0UKuUQqQcWYyGEnh4K1GjkIP5uMmsQEK2ARiTERAvPtNmNaaoJCjisVkniH2aBXS2BYLZOpCAlYPTHqSLIuBNGVSlSpkOASBEVRlVIX70izmlMgIjWAkhHIORPKvxvGfxhE/dF9Rdq8ZdiqWCFLyJJIuVuSzclmo4DOCl+2OjY2jtza8fRGUbFAIAoPj5g3z8vPL2D6dJfp0108POYtWOA7d67nxImTJ0+e6u09PyAgaMGCBeO/+WLypK9d58zw8fZY6DN3gbdbkL/PquVBdMo6kx6jbA6zm5D25kf//a+nMZt9YyP9dXL225G2f/38fLC99Wlzz760Q2n6fUW3u1LVpxzS7w+mXg/zidyZsOfPnz8Oddb3t5eM9lX+/KLl7WjjaB9JvB/qLgN7dWAqvLe18GlHMUkE7K/qbS3sbS1sKCXzz0MdRa1V5D9iA20l/W2lrTW5dWU5jZV5eVlXD+/OTIs3bk9z7NqSkp5kM+sUCXYy6G4za+JteotRBcjDDqvOalIDGpPNrEmwG1RyjM2I0mrFGRm2nTtTk5IscoJ8WwCJBDwum0lnLA9bFhIc6DJj2qyZM4ICFy1c4LUkxH9deJivt/v6iKWwgG7WSw/t23Lx7JGc7GtP8u9eu3zq0N4dW9OSHCYTgWFcOpMWHUenxK1eFT518pRPxo2b5TLTf5FfUEDgimXLQ0MWLw4O8Zrn6e3ptWih75xZs7/+8qsvP//is08+nTxxkufceWFLllIpcUK+YG34qqkTJ0z6+ovwZUu0CplJq0K4LCkksGiUBoVMJxdbdSSowuA06GxGtVKKWPRkgF+tEBsMCpkMtlq1SqVYpyNkMhgIYJBB0KgJ8s+qFGXRY3FYQI+NnD/PzdNtloBBdRi0WhkuEfEDvb0CfLz4dCqPFidk0tmUGETAVUrFBI46LEaH3UzIxGRjiBBrnMRprQzXSsRaHDPKZYkGXarVbNeolCisRCC9TGJRyg2EVC/FDYTUrCCMchL+DOi+JJBMLtYpJeAkWPUWvVIpRdTOLSKbnhwlMigldpNGIxdLUQEI5UoQvlKKmHUKMK6jVeCEWKQmsASrfktq/JY0+5GD2w7tT//uQMapE7tvXD3x6MGVwvyfCvN/evL4FjCEjxzasn2LdffOhIxUQ4JNRVKsZahKRmKfUxMsGcn2JLsx3qKLt+iS7MYtqfEZyfZ4iw5ob4UEjlgR6uU+c8bkr0MDFyokcGaKw6CW0WM3zZ0z3W3mFC/3mcsW+7OoUSoZSm4LWQ1yCUaJjfTxnvv1V59NmTzed6H34pAAf78FUyaPnzjhK28vj5UrlgYH+c2aOW3ihK8mjP/y83HjJnw5buqEL2ZM/trVZbLH7Gnz581Zttg/YkXouvCwzetWUSLXsWnRiIBFYqXUMpNWDrzx7RlJW9MSkuxGm1FtM6otemWCVZ+Z4tiWnpieZANPIcluTE+ybUmNT7Ib9SqpXiVNdpi2pManJ9nosZtmTZswfdJXURtWYyIOySpTSbUKPMluNqjlSilC/mapxBoFatFKUm3aTJuWti5s85JFGGWdihll4MSYeRRJ7LqY8NBN4aGMqDUKlGvRSkxqsUYm0shEOhWqU6FKuUgi5kjEHBCBVikg8DdUr5GZDWR3zBmdIwUw2SPTEgoZQrqyTssUCGAJJgC3iBGeDCfT9RJMAJLSIj7JQ0ZEZDd4rEI81qcFwBdnPZh0WZ0tYrJsDD4B1iuO8nGYFLfAAQYCGJi9UhQCR4KIgBgGGUbQqgU5ZxCWBjFGmE9GqUF/GBjCoBuMQjwRnyVyThwhIi74HBZyQF8XhJZJYxYRSMWkAJaKhSo5Bq4LkMxnLk3ApcFClpIgMWCwkCXiM1CIREArZIhChgB9C4QuAHHhqFAqhgRcBiLijglgqRjCUSEs5EhRAQBxoUK2M/nMEHIYIi4ZsYR4bIhLvssFJrAUQaQiSA5DUqEA53LFPK6Uz5cISD0MMRlSPl8mEhJCIbgF5bAxNhvjciAul9y2FUI4BMkglIARFSrRSqQYm5THOIsvYfNkbKGcJ1TyES0fRTbSZJEsVazQyEIdAkUqqsnAjRm4/tqu41e2H7689fDFzAPn0w+cTd1zOmHXCdv2k7Zdp+P3no7fe9yy85hp+1HjtsO6zP3KlMPq9MPq9COajO/VGUdU6UdU6Yed4eoTyowfFOQ5KU//+zlBpI2dsduPK9KPqzLI3rJpS6bUjMVwmRtiOBQGnUpGR5lsBofL4PKYPC5DwGVAbPKl4zJpMMT/uwAGlu/Y8i1QpzwuE+hkCY4APxZIZeCXIrAAF8Mgzwy+EPQ0MVQ05iTDEB+oU5BzBt4sEK5j1ivo98IQH0DRYIjPcY4LU2Ij2SyagM9GEaEYg0C8GUSax7xZEOQGghl8FY0aQ6fFgq4v0K5AbwOJy+UwgH/LZtGEAg6YRwIKHDi9gJUFgs3gVxnztEEteYyhxWTExZEqLZLsAHvM9XZz93Rz93T38JrnOd/Le6G3j6+X90KPud4+8xf5+Qcv8guav8DP28fXd1FgUGDoYr/QUN8lob5LQpwneNGSEL+lwQHk5lFI8PLgoGVBQcsCA8P8Apc6T+jy8DVLV6xcHLYseMlScIJClwQuDg0IWbw4bFnYylVLV6wMWRoWuDg0eMnSkLAVi1etX7o+Zk00azNLROXjDITg4xoBoRPJ9KjGItPHSwwOmT6eMCeqLCkK/o3drAAAIABJREFUUxJhSMA1NlRuEUp1QlzPxzU8VMNBlTSeNIoJrY/hRUQx18fwIhkiGk/KhBQbY0WRdHEsUxrHlbOEGr7YJMBMHESvNm1RW7aqjJkKY4batEVj3aY0ZODKeLHChEm1EKYUwMTY4UMyJhelMkXRcdwYKo/KFDE4CJ0NxzH5m2NpG6MpG6Ji10fGrI+M2RRNiaLQouOoMWRUjUmjs6NjKJGR0cC+ZjBYLAbbKYbJ8Ws2ncGi0blMlojDEXE4qIAECWB8kv+GC/liAY/Mb/N5gGkul2AyMXlBDhFwQLOInH2XwRqZSI5xpTBLKxU59IROAT28e/nnV73vX3YN9VS9GKx/NVI/0F38drT+/fPGN4M1XfU55XlXynJ/7KjNffW0DgRE718/Wl144+Pzlt9ed3TWPSp9dLm36fFAWxEYlOqqz+1uyOusewTc4LriW2W5P5Y+utzXXPD7m87R7vLH987k3z398ObxMRu5uyFvtLv8vz72vxmsGWx/8m647kVfBZhNaiy73V5zf6CtcLiz2Anlyq0uvPbo1vGb5/f8+MP2kpwLrweqfx5tAP3Yl/2k2gG+cV9z/ou+itaqrLw7JxtKb70ZrAEUpc76+4+zThbeP9Xf8phcxG0raK2931id3ddRNNJHkp9GntaMPK3pbit687x1dKjp919GH+fecFgUK5f7r1zuvzjYe9Uy/97Oul/fD4/219cU3826eqTq8eWnTQ8r8s4X55wFeKqBtsI3gzXvhuuyrx1+ePMomHp6N1zXUfug5sn1ysdXcm+fyL52uLrwWlnupYKs0yU5F562Fvz5oeeXly2ddQ9Bchs0YAE9q7vhUUPprbdDtS/6SBZx/t0fih6c62nMba64W5h9Juvqd3XFN4EV7FzoLRvpKnk7VPvr6+bXg5V9Lbl9Lbmj3aWD7U/Ay/JuuOFlf/Vge2lnXV59yd1LJ3Ye2RVfmX8z5/a5vHsXTx/ZevPSgSf3zxblnvn4uqGz5UFfx+OGmnv1tQ8/fnj6/v3wmbPH7A7TufOnTp8+ferUqX379pjMWqUSPXBga01t/rv3fbd+OpGddebJk6uP8y49zrvU3vr41YumN6/aOlqLblw/Xlx0u6+7qrEu/93r7n//Npz34GJPa3Fbfd670dYPL9vfDjX+9rrrRU91U+ldcMnjn+86y/Mu3zy/p685v6n8Tu7tEx+eNf72uu33N+2D7U/Kcsl6c0vlvfaah52Nj9vr8/rbC98+q/7Hq7o3w2TZe6Cz5J/vh18PdSmcgTEuk7ZieaiHx/QnBXffv2gfbC/+9VX7cGfpr6/aQZ7/7VD9f//jKSi6VxVc76jN+Xm06bfXHW8G6/raCp52kA3Sgc6yntbS2tKH966fPXno2ySrNsWuT7YZUh2mremOXdtTMlKsZj1h1MlB1Dkp3kSujNhIr8ygJdQKMWgqggajxahKTjDv2JqUlGRIT7dmZiYmJJiMBo3dZrLbLDIp7u7q5uHm/tWXn/v7+UpwRE7gAHml1ykNehVprKkJjZow6FUOuyk1JR4XQzIpmpRoy8xIdjqNUqtFb7MalFIx+d4IEtjMZDnZpCekUqFMJrJatWqVDIL5XC5XJlU67MkJ8elyfUYwxRjE2rOYc2kZ925o3HWPsG0ewdKlG0V0AX/LtvhtGfbo9StD/PxmT5+1OnxdTCzN09M7OHjxokX+8+Z5TZkyDdCtXFxmBQWFrF+/PiJi7dy5cydPnurq6urm5jZx4vipU8bPmDFh5sxJs10muc+ZFujnGRMVjiNMJcEzG9Admfr6qqx3rxp++9hGSDbOn/fJznTVr296/vz48s+fP1bmViWott4+XdZZ+ut201U0JsMi3uczbcmxXcf/+x8f+lrL2uoePO0oBu7uQGfJUHdZf3tRT0vBUHfZ7++7f3/f/fFV27tnTSO9FY2VWXVldwa7yNhIfwsJDuiozRloKxnuLO9tKe5pLmmszKspybl1+dTONHuyTbd7a/LBXVu3pSemJpDXNdKSbfE2vUmvGFudBUrYoCWS4knmmZJAhTw6jx2nVKIpKZbkZKvZrIZEPJkUI2QSpYKgUuIWzl8AJoh8vOcuX7Z41cqlmzatXha6KC46Qi7hq+WiE9/vysm+euv6md7O2vrqwgf3rp0/dfS7fbsSbWaEz+cxOGKIvKC/asXKqZOnjP/6m4XzF6xeFb5uzdqN6zcsWRwaEhTsNsfVc+48Hy/vSRMmfvHZ55+MGzdzhouf76LlYcuiI6NEAmFsTJSnu9sXn4zzmO3CocfZjDo1IcGFPJBSJl1fmyHZZiANVTlJwzJqCICTtRhVRp2ctLX1cotFo1ZLFAoMRXlgdBT8aSRkGAlmM6ilYkhN4GKIvzTY39Vl6pplS6SQQIGRdq6vh7vfvLkCGlXIpENsJis2GuKxFRJMisFGrcpk1BIyMYqJFEqpzqDWaZU2ndqslBtkEpOCSDYZ0u3WeJ1GhSFqDAHCWInCagwxKYh4ncZh0Bo15MUmlRwDRSGNkhyGBUFcAP7Vq6QpdmOSVa9X4Gqn1tUqcDkOSRA+JuKAxLXVoAIRZbuJ9LMJsYjksduNzgwwnmBXZKYZd26z79+TcuaHvdl3L5QVZ92/d/HiuUPnTu/ftzt5S7ppz7eJack6s16CQSyVUwCrZKQgB4Fts07hMGvBWDEZMzZp9CqpTimxGdVSVECJXDd/3pxJX3/qMXva5nWrJM4sOsxnrl6+2G3mlOmTvvJ0cwn28wkL8Vu22N9t9vQpk8d/8/Xnc2bPWB2+HLwX3Lxpnescl0kTv5444SvPeW5LQoMCA3xnz5o+8ZvPF/l4zJ83Z9a0CS5TvnGfNdVlyjfffD5u/Bfjvv5s3Fefkuebz8dN+vrTaRO/nDl1/JwZk2ZPnzh7+kSP2dN8vd1D/OevWBK4cc0KWsxG4I0DGZxoMyTaDMkOU3qSLdFm2J6RtD0jCej8RJtBIxezadEzJn89dcIXiwMWEGKRQgIbNQRAcKXEW8068tUmNbAC1atxi1ZiNxApFhVMj4wMC9y8ZFFcWCB9eSBtid+GAM8w37nLg+ZHrQlDOBQtAZnUYoMS1cnJ/DMQwFKcK5PwVApIQ05qARSWWKuSkDQ1ZwQaQNfIPL+zWA6KsqAZC1LQkIAJRCBQfRJMAAmYYwcRscVOwBVQtqSmJVFSpIEsl8KEhESfAgmNQhwc5YN2MbgbGTwWI6DWC0q8wAhFhTww/ws4UmN9PVASBvcE9q8EEaFC8n0gsHyBVAb3B5+DdWI+hw5ELyzkkOYhaQtznPVg0jgBP4WjQmdrVzQmgHGUDwmYIj4DEjAVMkQqFor4DDaDJOEhIjZITf9dAKMQjyRgORu/sJADRDWYiZLhsFQMYTBfgvCBBnbKYAEm4sF8tojLZNMoLGosm0oVstkktALHlRISgiMRka4PxuWQnB0EVkvIDqBSjCpRRC0RqzCUvAOXgwv5cpgsOZLqSMQViQSQiAeJyEarE6NNjkuRjDGhCBfycb4A5/MkAiHBE4qpbAmVg8dy4M1U0UaqcEMsJyKKsWxtbEg4dclqfniULIZl5klSpdodKtsubfxefepBc+Z35m0HjRmHTFsPW7YeNm07oE87oMs4qE09oE7br07ep0zZq0zcK0/aTyQdVWecUGaQytZ5TigzTqoyT6oyjxKpR4lUAKM+rkg/oSTvdkKdfkSdelCdvE+fkizWQlGMuLWR9BgKLY5KpVKYbAZfwCYPh85lUSE2g3zpeGS0GLR2QbZZwGcDPBUM8ccCxkDsIbBAjEFgOgj4usDpJUFFzmg0iAeD3DK4M5CUY2IVxIkB2orNooHoMqAuczkMYNKSc1+wAPS2eFwmNS46cvN6QNIC39hYKhs4t0DQjmWtOWw6kN88LnOM2AyUMIdNB0IaPIUxAQyJeIDwDExgEJ9mMakMOoVBpwBtDL5boNu5HAZ4IuAVA7isOEpUHCVq3CzXebNc581x93KfN3+u18K5Xgvd58139fD29FnkszDA1z9kUcBiX/+QhX7BiwIWBwaGBSxaGuK3Ith/ZeCi5YvmL1k4P3TRwqX+/svnL1zi47vE22+pd0CYd0CYT+Ayn6DlPkHLvQOWePmHePmH+ASGLgwJ81uywn/pSv+lK0PD1y1ZvT5szcZlazctW7spbM3GpREblkRELlq+wW919OL1jLAo9soYQThVuJaOrmOhVETLJkxCVbxQ40D1KfL4rdrk3ZqkXeCjJv5buX0bYd4iMWdIjRkSc4Yucbc68Vu1Y6cqYSf4WakxA9GlEOZtiDYNViWLVMmQMokrc3AlNrbEJiDimWILCzNzZQ5YlQxrUhF1CqxKJAxJuMaGKEwQYYDlRlRpxlQWTGWBCINIRuptNqKgC6VxPHEMG4lhQbFsQTSDvZnK2EihbaTQouIY0VRmDI1JYXDobB6dxY+lMWNiaZQ4BpXGiqMyY2IoFAo1Lo5Gi6M7D5UWR2VSaTwWU8Qj3WBSDHNZMJ/8yGVQIT6Px+GymSwWk85lMiA+R4rBSkIMNuKEHLLXBBYg5BhfCnNE7Bi9Ej555NuWusKfX3aM9tcM9pT98q7zWX/F7+87//WxZ6i7pLbop7riW8Od5b+87OhpzK8vuf3k/vnaop9Gusqe9VT0NOb3NOY/bX3SXvOwuSILTNR2N+S1Vt0vyDrbXvMQYK76Wwr/9b7nr/+8fjtU/+jWyTHvFzSEC7LOVj6+9naonpxEKr3xor/s19fNH180vB+tLXl07uFPR7obH74aqPj4ouFFf9lA++OhzsKR7qKhzkJyduht60D74+onV+pKrnc3PhztKe6oy64rud7TlNPTlFP08Mz9G9+1VN0B5OdXAxVAED7vK/3rj0HwBFtr73e3FvR3Fnc25w/2lL0caXz7ovVfvw7+1x+j//Wv169e9Jw/+52QT1ketmjZUt9g/3n7d6f99e+3v/888Oubntx7Z6+d2U3CqDuf3L64pzSX1MBZ1w4+uHm4t/lRW829yz9sAVPAlQWXO+qya4qu5t09XvTwTOH9U2V5Fwqyf6gvvdFem9VWc6+9Nmuku+jl0/LW6rtPHpxuqrj1erDyz49dv79tHeosrCr8MefW9531939+Vvd6sLKr4UFz5e2+ltwX/WUdddnNlbdfD1Y2lN18dPtoZ/39vpZc8Ao86y15N1LzbqTmw/P6f77rfDdc11qV5ZSL2X3NBX3NBT2N+QVZ54/tTTpzOPPB9ZN3Lh3Nv3Ph5rmD968fzcs+2dX84NVwRW3F9dHB8o62/O6ussGh1sLCh1u3Zqampl65cu306dMHD+wzGtQEgZw8vnfwafPrV50V5XdbmnJ7up6UlV6tqbhZXX6joebOmxd1LU05I0M1r182f/y5a3SgurnuYV9n8dtnLSN91YNd5XlZZ25eOpR981hv0+OfR5v6mp887yWp3c/7Sv9411ZfeqM45+wvr5rAq/F2uPrtcPWL/rLmytv5906U5p7vbiQ528+f1j7rryHBZu9b/vGm4f2LGnKuaaD6P7+/Kn50DxfycFgYtWntAm83Bm3Ds+HW50/JNWwwsvV2qP6f77r/eNv1n18GRrvL+1sKO2pzuhvyQPl5tLu8rfrBSG/ZaF/5cE/5YFd5T2tpVVH29QvHDuxIzUg0pzpMKXZjmrP9S4afHXqLQa7XSFKTzJlpdrtFbTUpU5PMyQlGg1Yql4pIILxUpFPjzp0STXKCMTPNbrOpnBo43mrV6nUqh93ssFvNJsPC+Qu8Pb0mT5rg7+fL57FkUkxOiDFUqNXIrRa9xawDMhjQnk1GDZhjTYi3pCQ7wECrxaxLTrKbdWoxJJBicHKCdWtGotWkVKvJSqrRqFQqJDAi4PO5UilhMTts1kS5PmEDYl4FbQ1jH1/Ouh5G+ckzbI+rv8J/hYAphL/dnc5lbg6Y70qJ3Og3f9GcmR7UONamDVEu02fOnOEy191j4vgJn4wb5+Hm7ue7aG3EGkpsNIvBjIrctGRxqJfn3NmzXKZPm+Q6a4r7nCkerlO9505fFroQFsTt3Gb/8dzBzpYnw/3V/3jb8fFN65tntb99aLXoGeHLZt+4tPufH/rfj/b+9edfeTeLdHBqRdZIT/l/fjxUK6ZsNSK75s8IPXXgxIu+jvKCG0W555qq7oGoc2vtQzDz1tGQO9BZ8na08fVw/YuBmmf9Va21D+//dPzh7ZNdTWTpo7/lcWfdo/4WcpX9aUdpR/3jZ331jZV5j+7+ePLQtzvT7NvTHHu2pe3ZlrY1LWFrWkJqknVbZlJ6il2vkQErCeBVtSpJUrwpJdGiUeJ8DhUSMLUqSUKCIT3dbjarwe/vtq3pSYnxVrNFjGKbNmz08fZc5LtgcUhAYMDCsKXBy5YF+PrMpsZEKGWClETNxXOHHmZffvL41mBfU1tTeWHevWuXzpw4cjAzJVEuFqMCWIZJpZh4cUjQlMkTZ7pMX7jAhwxcLVkcHBQwe5bLTJfpX335+exZLm6usydPmuDuNsd1zqzQkMVRmyOjozazmHQUgcKWhn79+WdTJnwdsSJMIcEMarkUFekIiY6QKHHIrCGSrPpEi0avwExqUrwZNBK5RAjxaSY9YTUpDQbCZtPo9STsWiolmbcwxMNQoUKOywmxTIoaDeoEu8mgVcgwSIqKYjatC1joHeI7f9PqlVxqrFjA9Zs3d6GrK3PzZl4cBeWwebQ4gO0gcFQtl6pVBCETS2WYUiXTGzUmM4lichi0dq3aplMnmQzJVpNNo1JLMAMhNShkeplELcFIK1ijdOicFVYtoVSiBAGRWwxqsUaDq+SIDBdIUK5BIwEtU4tWZtPLdXJUJRHpVGKDRqJVkmUimZivliMmnQzQ3a1Ghc2kBLlcnUps1hPOBixiN8vTkgxb0iw7tjiOfrfj7k/ny4sfZN+5dPaHAyeP7nYOBVkO7EnPSDEZNJiKgO1mldWoAA9LgsRlUEqC0awnpBiPTY/EIBb4VeQSYZJDn+wwxVt0UlQQsSLU1WXylPGfu7pMXuDpuiFiebCfj8fsabOnT3R1mew2c4rbzCkes6e5z5nh4eriO3/e6pVLGdRoDjNuw9pVwQEL3efMmDF1wmfjxo3/6tP5Xu4LvD08PWYH+S/ARBwRl86iRvFZcTJMiArZDMpmBmXzkiDfoEXevt7uPnNne7nPnOc6w9Vl8qxpExZ4urvNnDZ1wlcTvvzUKZU/mTrhqzkzpkyb+LXbzGmLfOaFhQSsX72CHhsJ8VhSVEBKYps2waY1aqUSlEunbAhb7DvXdepXn41bNN+NFrvealRoFGiiXZdo16UlmZNthkSLzqghSA0sg3QqMTkvrMIsalyD82PCQ4M9pi/3nrNukWe4j9vK+W6LfVzXLgtkx67HeFQC5ailQi1BloGBAFYpIELKVxBCrZrsA5NBaAWqJGCNEjPqZAatFMxzKAlypwPkfgHsSoLx5FKRs7srRCEOQDcDWYujfETEBhYuIEiP2bkANAVsXrkUVivEChmCiNgcZiyfQxVwaQCvRUggDCbZ0VKxEKSagWQFAWaYzxGwGcDOBSYwoF4BFNYY9UqCiIA5DHDQf6dJj/0UmY4WsIU85pgDDKQvBvPBLRjMRyEeLOT8TQOTuh2siEnF//PcRXwG2BCGhSw2I4ZFj4YETHA5YCwCDR7HWTkmQdDOmSiRVAwBhQyWk4EAliB8AJwTQ3xUyAU+MJtGYcbFMCkUPpOJCYVysViB4wSGEWKERF5z2SSIh+NEYXNIvo8UEpJPU0TWocUCHmmPIxA5tAPzRQhPBPOFIg6Pz+LxwfQUh9ydQkjMGCYimduokPSQJAI+SmfhLC7O4JH9YSZfzhNKWQKUQkcpTCg6TriJwlsfyVkbyQhfFxcWERO6ihq2gRsRi21iK6giM1+eKjNtU8VvUzky5bZt5LHvUJIaY5cmca82Zb8u9ZAy+bAq5XtN2jFdxnF95jFdxlFt+lFt+mFVytg5ok79n6NJO6BJ3q2J36NPTJTqoFgWZd0malRMXCyFTqeyuSyBkCMQcoAAFpJwIgafTc4CAXgyAguAGTtW5R0LDP9d6PK4TDaLBpQt0K5AcwIPdoxQBdLFY4QtIJhB8BjErUERFzwC0J/AYgVyGmjysUgzm0Uba/mO1ZXHwtjgC8fo01wOY6zrS6PG0KgxYzoW4Kz+bheDhx2DXYEHB0oeMLEAx4saFw3cYDAIDB4T3AGEoum0WBo1ZtyUWfOmzfGa6bHA1cvP3SfAzdt/pseCqbM9Xb38XL383Lz95y4I8lq02Nsv1NM3xHN+iJuH/zyvxV4+S+Z6LZ7jHjDT3d/VM9hjwRL/sPWBKzcvWR+3isLdyEEpiIIl0/OUZoklRWpNVcRnGtJ3OXYeSt1/PPO7U1sOn955/ML2o+e2fX925/ELe079uPf0lW9PXNx29MLWo5fTj1xOOnDOvOOYPGkPbMrkaZLZygSm3MHTJPO1KWxlAkeVCJsyxbbtmHUbZtoms+9SJx/Qph7Sph5SJe1XJu5TJu7Tph5SJu6T2XfJ7LsUCXs1KQfBHUxbjiqT9pBfkrJPl/Yd+Gjbedy05SgR/y1i2CK2bMUtOxBjhkibjujTBUqHSGkTKqwipQ1WOyCVXaiw8gmzSGnDdIlSU6rEmAKrHQK5RaiwwkorB1UwYQmVh1A4EIUDxXFFVB5E40J0HswRImwByuAKaWw+ncOnMXkxVEZ0DDU6OjY6OjYujsZisDksLpPOoMVRuUwWj8Vk02lMCoVNowBkF5/N4nG4Qr4AFkEIBIMxayGXQ25zOY+Trcck/6qw4nAhz5nyEkthFsKL25pqbKjM+fcvQx9fd/a2P2mpyX4xUPX+eWN/e2FLZXZ/S+HbocaPz9te9FU1V2RV5F/tay4AGdHnvZX/et/z2+uOX162fXjWPNJV1l7zsK+5AEiI572VPY35nXWP3gzW/fWvZ3/9Othadf/KqW9Lci41ld9rq37QVv0ASOjepseAllxTdLX6yZXKgstleRdGe4pLc88XZP8w3PXk3x86/+sf3UOdhU0Vt3qbH5EY546CN0NVoz3FNUVXuxoevBqoaKu511Rxq68lF9zSUZdd/eRKR132r6+b/3jXBvZ4X/SX1ZVcJ+lQLfl9bQVg+fPlcN2zgeq2hkfPBqpfjjQ+H6r/929DL5+1/PP3V3k5t3fvTFsc7L1uTaj/Irfw5f7PB1s+vOr+5W1PY+X9x/fPPbp1/MGN76seX75/7dCtS3uKc862VN05stt8+nBScc7Z8vyLd6/sv3Z2x50f97VW3x3qLGytvttcebuq8MemiluVBZd7mx+NdBf1t+a11dwb7Sn+94fOn5/VvRqoeDtc/Wqg4tVAxcun5e21Wfn3Tty7eqCh7GZ/a15PU86vr5v/82vv2+HqZ70lFY8vgce58+O+c0dTe5sfvR2ubqm609+aV1t8baiz8EV/2bPe/5mJKsm5cOFYZlP5vaGOkrdD9e+GGx7dOnV0T+L1s/tO7Eu9dHRXdf7tofbyvuaC8sLL717Wvn5WNdRf9Ms/Ov74Y+Dd+76s+1fjE6wZGRnHjp/evWv/mVOnt21N53KpqUnm0eH2f3wcaG7Kfz5aPzxY+SjnVEvDvd7OvPbm+62NWZWlV149q/rjl65Xz2q62nLbmh70dj5+2lM81Fv6crim6NGF8oJrWTeOnju+tbki62V/dXXhT0MdJc96yl4PVr4ZqgK/py1Vd4Y6C/tact+P1j7vK33WW/Lyafm7kZpfXzc/7yutLrzW0ZDf1VQw0lv2YrBiqKfw2WDpuxeNr0ea/vr3z2e+368UIxCbsX71snnu0/fsTP7rzzcvB8k5qKetTyofX+uqz309QOrhd8MN74YbRrrKehrzwZ/kF31VQx0l3Q153c2Pgf3bVptX9OjmzUsnju7btiOVDMRuTXGkJ1jSEyypiaYkhx68z5NgPJtZlWDXaVVio062Jd2xJd1hNsi1KjHYkzDpCbtFTa7+mlV2i1qjwcxmeUKCSauVqZQyh92cEG9PTkrwXbDQx8t7psv04KAADpuuUcvjHWa1SgZcX61Grtcp4x1mi1lHyDAJDsukqEZNgO0Zs0kL7pCS7DDr1FqFTCXH9Rqy9mYxqqxWdUKCAceFEgm5EizGYZVKZTZbDXqLWKGDzImxyswI/uHVrB9XUn9asPzgbF+VdwhbKFayeVTfBXNwEWN7RqqIK5zt4j7fx49BY1IptKCAwE/GjXOb4zp75izfBQtXh68kY1tUCiQSqJQyDpvuu9B7xvTJ7m4z3edM8VvgunpFIJO63qTDjx3Znnf/cl3l/Y7mgvKiG10teW0N918Ml795Xs2hL94QPvfB7e9fDze+H+kfbO3LuVqSaTyRqjr3suWv79MLKcsMOmhbyLzwa6cuvx3u7m7OG+kr6mrK7W0t7GjI7WjI7W8v6m0t7GrKBylosHv0crC2r+1JXtaZ3Hune1sLAVmguyGvv6Xw1VCDM/+c/6yvvqOh9M7V0wd2pO7dmrJvR8bWFEeCWQvSnjq1NDWJpJ3pNTK7RQs+ISSQw6pLijdplDiO8tUKMchIy2SwcwkJBgXg9LQUk8GoIORMOmPFsuUTxn/t7jZrSWjgsmVB0dHrIiKW8LnRAm6kw0pk3Tmffffcw+yLz4Zb+3tqm+qKc7KvnTlx+OCendszUm0GgwyVQHwBj8P1cHf99JNxkyaOnzJ54uRJEyZNHP/JuHGff/bJZ5+OI3PRM2e4uc6eM3vmyhXLSBrcipUMGj06ajONShEJ+Qvme382bpyXh6uIy7LoNXIcQQQcq1all0ulMC/ZZtDJUZNaYlJLkqxaMcy2GhUKqYgRt1FJwORlHTlsMikkEoFaLUYQNoZxNWoCXHkBfzIVclyrkuGo0Fnz4wo5jI1rVgUv9Ala4L0xfAXEpAd7e/vMmhUTEcGKjAThRlzIB3VHhVTtjSbnAAAgAElEQVSskIrlBC4ncFIAG9RWi95u0pG4Y7slwWpMMJE/NKsVKpnYrFZY9Gq7XmM1aOKNpE42qUgAukKBOJU5XyYTaTS4Xi/TqUlgpEzMB0KUwAVKXGhU4Sa1xKKVKaSkBtYqMQIXKKQig0Zi1Eo1CpQMd2ilBo0EyGOlDNIoUJNOpiJESplAKRPoVEiCTbVre+Kp43uvXjpeXHDv+o8nz58+tG9X6u4dSSe+37Vre6LdrFDKIL0aV0hFGgWakmCMt2qMWmlaklmvxvVqXIJy9Wp8x5ZEq1GBQSyLQQ7C0ok2g82oRgSsiBWhCzxd3WdNnTL+82kTvwRmrKvLZJcp38yZMcnbY5anx+zZLlOmTf5m2uRvXKZNBGfm9EkTv/l82uRvxn/16fQp4+fMnPrZuHGfjRvn7+sJ8Rg4zAPcL51SgsM8AZuKCsmupjOkykCFbBAIB7cw46Kp0ZsokRtiN6/fELFycYCvl/tsV5epLlMmuEyZMG3i1xO/+mzCl59OGf+ly5QJs6ZNcHWZPMdlwlzXqfM9Z81zmzZt0ufffDHumy/GBfl5smibpRjPZlKqCDg10eSwqO1mVYJZm+owJVp0JHENFzhNYEyrRExqcZJZxY1eG+AxY+WCuVFh/pGh/tRVS1YHL2TFrFNiPCXGk0BMKcxSiHkkB8vpAKuVsIIQqhSQToNp1ahcJgD9/L8LYPDPMmAdS8V8UNOVivlgAQjAscBiELB2gXnrnEH6/5PPKMRxziCRAWkggAkJpJJjMlzEYcZGblzNoEay6NEiPuN/B5BIZxWD+WpCQogRQLoCwhXisTn0OIjHBhnmv2Of/757NHY7IuCSIhASgOQzebkThWQYaXgiAi6fQwd1XDEigIUcAZcBCzkyHBbymKA0B+BVY8JYKibx14QEIiQQ2IiCBEwhjw4S4GKEx+dQuSwKCnHAzjZgPgP1K+KzgNgm553+twAMfGbQE0ZEXIUEJsQioIHFEB8T8VAhF+azAdlLxOHAPJ4EhgkMA6soIPINnjgOC+U4qpBgCgk2thGFCnmEGNHIpYQYIadlUQEiFqKYEEEFMMJHUAEuhqQSBIFJXhdQ5s6hJjJ8LoOF5L82kEgmgsQ8rkQgJBPXfCFEp+MsrpjFwhhsjMnEmRwxg4nSmHAcHY1l41QeThUgMSw4koVEM0WbGNx1McL1NGgTTRzJlsfxtSzMLJA6EHUiqv1WFb9Xk/ydPv2IZesxy7bD5i3f6dP361IPalP361IPaFL2aVPGPu7VJO3TJ32rS9htSk5VGTEGl7YxihYdS4mNZrOZHJ7T/hWwBVwGj03j0+M4dAqdQvqr1LhoDBVJJShIfIDoMgzxxRiEi2GQOgaqGBitdFos0MBsFg1oSzFGpokQmHTOgb4FshDEmAH2GRCegW0LPFggPvk8Fng0oFqBAAZu8N/T0U5PnnxwIFaFAg4gVP+9EjwGwQK2LVDmY+xoOi0WfP9AzTIZccATBhNQIK099s0DfQ6JeOBLgF0MjF8+jwWWgUHNGDCogWM8bvIcn2nuC2fMXTTNfeGk2d4TZ3mN3TLFdf4094VzfII8fEPnLlqycHF4yKrINVG8KAbOhnWIKkEbvzP52+Pbjlzcfuzyd5fuHbhwZ9fZm9+eu3no2v0T2YXHswoO3cjZff7ujtO3t568uf3UrT0Xsg9eeXToau6BH3O+u5Z38m7Jqayyoz8VnrhTfCmv7kZx67UnzVeL2o7fLdt14cG203e3/HA77diN1KPXM078lHbsRtqxG7Z955UZR1SZ31v3nrPsOatIP6zJ+F6Z+p0q7bA286huyzFt5lHDthPWXWesu84Yt59Upx8hkg5I4vcSSQfU6Uf0W48bdxyVp+xWpu137Psh8eA5087vTTuPJR06a9xxVJm2V5a0W56yW5G6T56yW51x0LTjiMyxXWbfilsyMFMaYkhBDCmoMRUzpWGmNNySgVsyUGOqSJso0iYihhSJOU2sjUfUFkRhRJUmRGEUyXR8XM0XK1iQhMFHqBw4lsmPYfAobB6DC7H4EIvNpzM4lDgGaQs7rWAqlR4XFxcTFR0bHRMbExUXTR5qTDQjjsKiUUnvl8ViM1kcFptEanFYAg5bwGHDAr6Qy+HS6SxqLDMuhkGJosWQw1FqKcKhbtbIRAqcm+ZQvxpuAinot6P1/e2FTVX3mquzQA3yeW8lqPhWPr7WXJH1rKfi9UBtX3NBfcntwfbil/3Vf/1z9L8+9ve3FLZVP+iozeltevyyv7q36XFT+b2O2pwXfVU9jfntNQ+zrh5prbrfWfcIxJ5Hu8u76nP7mgveDTf8/qb9aWvBaE/xs96SoodnKgsuj/YUN5TdrHh8aaS76N8fOv/82FVTdLXk0bm3w9W/vGoC4mewo6Cp4lZj+U/NlbdLc88X3j9VX3qjNPd8ef7F0tzzPU05ZAi2/fGboSpwaouvledfrC+9UV9+e7Sv/OOrlr62gtejDQPdpd2tBb3tT/o6Sz+86awovlVVfn9ooPXq1XP0uM3BAd5rw0PcZ084c3z3f/758o8PT//8ZbCtOqck51LenZP3rx+pLrxG1pXzL5bnXyzI/iH3zrGz36fUlVzvqMvOv3ei8P6p4pyzvc2PXg1U1JVcv3Vpz4Obh2uLr7VU3elryX3eV/p6sPLdSM370do3Q1XP+0pHe4oby3960V821Fn4tC2/ruR6Xcn1guwfuhsfvh6sHOkuaiz/qaniFsmydr4+VYU/ttXcO38srbLgcvWTK7l3jpXnX3ycdbK1+u7b4equhget1XdbKu+NdJVUFVwtenCurvgW6L7+PNqUfe3YpRM7fziYdnJ/2vnDO1501/31r1clOeQFgo9vmt+9avjPfw+9eNbw6y8DJaUPHPHGlJSkM2fPHz78w7atu5IS40V8xtlThztbqz68e/rqeWt+7sX25kf11bdrK290t+U01d7q7Xj0bLCkteHeQE/Bm+fVvR25T7sfD/U96e3IfTFU+ceHjvcv6hurbufe+yHnp2PZ1w47J1jzih5ceNZDVnxBHGC460nJo3Mdddlvh6tbq+/+9Z9nnfX3QQSgq+FBT1NOa/Xd4c7iNyNNLwfrXw/X9rbl1VXeeD5U9tvPnd1tRb9/GCVQQZLFKGTSAubP9V/o9vZ517OBxp6WJy/7q18P1A53lo50lb0dqge9347anD/edr0dqh/tLn8zWPesp2Kwvbi7Ie/98+aelid1pVnVRffys6+cP7F/71Zy5XtbarzDqLZo5ck2Q1qSOd6qMeulViORYNdJxXxYyNCqxED3Wk1KMuocb1DJEbtFnejQx9u0SfEGk54ggUkqRK1GQY7UajFYLQablTSBI8JXk47d7JlzPdzYLBohIwdmUlPi4x1mvU7psJvAxozVoidkGCDu2m1GvU6pkOMmo0bnXBclZOR7BZ2S0KkJhQwjJBA5gKkjdDpCpcIJApErcJ1eZTTqdTqdXq832u1sgkCsWzeJ9iyN+m4t44bviv3TPMX+y5G10cw4Wsza1Ut0KrHdpJeikuhIioebZ4Bf4IZ16+d7+0z4ZvyC+d7+fuQEAI1K9paMBo0ER/g8JgzxuBw6nRYTvXmNiEeBuDFyMUcuZqXGqy+fPXDvxoncrHO15XeeD1b9+Uvfy6HKl0Plr4YruLRQZmxQQ+Wt3972/v7m1Yfhjye+vb7NdF4St0vJ+g6J2kEwdiYqD6wO3FT26PFAe21n08NnT4tHesvyss5UFd1srMxqqLjX2ZhXXnANbAI3VWU/f1oN/OF3z5qe9Vf1tT3557vuN4N1r57W/P6m84+f+14ONHQ3FbfXFTRWPr5x8fi36Y4dqY6929PT4s0pNvPBPTuVUsxu0W9JT8pMS7SZdQBNLJeiKjmOo0Lge4DUn0mv2pKeoNfLdToCQ4VORJlp966de3btluISNpO1cP6CObNnLgkNili9fMWKkPDwJZs2rcAQhkYl+uHE7pwHV9rbSqoqH/T31r170/f+7WBRYdbpk4ctRo1GIeMyGbQY6pLgENfZc2a6TP/6qy9mukz/ZNy4Tz8hRe/UKZPmerjNm+seEhzo5jp79iyXWTNnrIkIj4mO3LRxPTUuls/jMOjUwADfzz4dN+mbL5cvCYH5bJKnKIYJMUlF1itwvQLXyFC9ArPp5UpcSAaIMJ4U42mVGP6/GzBiMU8s5uE4X6FADAbCbtcaDWqVUqqQ42qVTK2SyQnx/7w4sECGQXIcEXIYEWGhCzxcgxZ4bw5fGeg1z2v6tE3LwpQIRIgEBCTUyyRSSKAUk0Amg1pu0qtMepVRp9Rr5ORurZpQEqhOKbFbtGRs2Blp1qok5JKtWkrmipW4Ra8k+9gqqVwKO6wavUYC8hfA+lPLEblEiCMctRwx6wmLQW5U4WoppJZCWgJREbBCKgLqVymDVASsVZJzsuQej56wmZRWo8KolepUZENVr8blEr6KENlM8gSb2qjFbSZ5Zqple6bjxPe7L549cvzIriMHt+/ZmbIlzbp7R3JmqsWkIwcLCVwgxXjAbTbpZED+AUfaYVGnJBgTbFqrUWHWE0AhWwxyh0UNkMtKGYSKmJvXr9iwJmzNqsXrI5bGRa/lsWJ4rBha7PrI9eERK0KXBi8K9PXycp85Z8Yk91lTF3i6+sydPX/eHBCZnjbxy4lffTJ1wheebi7MuEgBh4IIGUoZZDUqdCoxBrEwiCWG2VKMJxPz5RKhQSOJt2pItjO5DqU3ahQauUSnlOmUMjmOYCIeIuCwabGR6yNWhS0OCwkI9PWZ5zpz1rRJM6eOnz7pqxlTvpw57etZ079xmzXJb4H76hXBlKg1Ag6FwAVaJaZRoGDBMTneQCKmNUSCWeswqjUylMAFwGk3aCQyMVevQHQySMSI2hQWtGqRZ4Sfz7pg3/DFvkJGlJARhXAodgOhlgoFzCi9AlERInKXWIXIJDwcYwMfmJCSZGa1AjUb5EadTEnAEownw0lVDOBVChkkl4r+PoGr18g0SimY81HIMK1KRkgQICNxVCiXojIcxmD+mIOqVkjAX3+dmtCqZJCAHRu1YdP61eSc56a1NEqkgMsAIWEQTpaikEqGA0UHks+IgMuixgJHF4eFY1IWE/FBIlqGwTIMliAikIUGXrEcR0EcGnWGnqQoBPxhWMCF+BwyKMtjQ3wOIuRhkEAMC0U8NiLkIUIe5CzIyMSIGBaSzVIBG4P5TmAEppBhJHfdqZy5LKqzJIxCzggueO4STITB/DHG1ViaeiwXDRaSxj6SrwxCpqD/LoARAYnCBmssMI8HDsLnAyK0FINxRISK+LCACwu4GCSQoBCBo6iIjwh5JPvmf5+RGBZikIDLoUMiLooIEJiPIgISmyeGQOEZhwVSVITDpAksFnAl5H6yEOaTz9f5WvGdK1MilMfhxMXInBsrGJeDclgYl4Nx2TCLKaTTJDyRmCOA6TwhlSlmChQCRCHApBwhzhBgNA5G4aAUJhrLJpPVND7BEOIxPFmcUM/B7agmWWJwYNp4VJOA67dp4rfpEncZU3aZ0/aY03Zb0vfbMg86tm7XOnYY4zN1VqNYCtGZrJhYHouJIhCbzeTymHwBm8dncZk0Fo3Cio1mUKIZcaRBChLCY7woGOIDrpUER3AxLBJygQGLwAJg2DIZcUA9gg4w6AOPJajHMtWg0zv2w78zn8dmhIEnDIxZkZDLYdNhiO9ElkCARMViUvk8lhiDgBYdWyRis2jAhhUJuSgi5PNYwEYGdwC4aR6XCVQ3ENIILAAGNZMRR6fFUuOiAbqZwyZR2EBag4w0kOI0agzwscFTA7PGQDwz6BRqXHQcJQpks7kc0kgnI9BeIRGzFy6dMjdgmmeQm9/yeUHhbn7LZ3iHuC5aNnvhUje/5V4hET6ha8HHhcsj1zHE0UINS2oT6VKl9h3KlH3ylL1Ywk5J8m5J6h48dY84fa9ix2HzoTP2YxftRy8nHLmWeuJ2xql7Kcdv2Q7+aNl/KeHI9fQf7loPXLYfugJusey/ZDv4o+3gj+Z9F9VbT+LJB2HHHjz5oHLLMfW2E7qdp0x7zln3X4z/7opl3wXN/2HrPaCbOBM93j3v3nf37ebubsqmACEFkpBCEjoBDO5VvcyojMqojaQZ9eaODaaYjqmmGBtMNWBs3Huvstx77wWbTsruZi/vjL5cvZz3HmeOjy1kFaM4+s2/7btAHLhkP3nDfvKGPjFFHX8OiztLNrTtOa+MPS2NOC6LOqmOP2dMvIInXAB/pdt/yXAwRbf/kmbP2fCkNNvxSxGnUmPOpYcnXcH3JWn2njAknjUdPm86fN567KLjZIr5SDKx/xSx/5Tp8HlL4jl9QhIee1wZlaiKOKSMSlRHHVFFHyJ2n1DHHsEiD8vC98vtByS2vVJLgsQcr7DGy02xMmMUeegjJYRNqDYJlXpIquFIlCyRnM6TuPVhXjATCmFATA6fweRSqMzQMHpIKCUkJCwoKCQgIMjf1y/QPyA4MIjsqg4mD2pIcFhoMIVCoVKpZJ6YRiebtegMNp3GptNgNovHYcNMJptKpYcG0UICmZQQNi2MSw0VQQw5whHDVLNW1NpQ8OuPUwuTZGdMW0OWqy5zrK9ytKuiqTwDeJ4Xx1v6XUXk8u3/GmjBQszz2c6ZwXpAxeM9VcBDODvU4KrO7Kh/ODvU8HS6fbynqq02qyTr8mhXxVR/7WRfTb+rCCyvzg03Lk24wA7ws1nXo/GGxvIbbXX3ns26FicahzoKXz3qaK29m3f3VG5G0mh3yetfp1496hjuLJoaqJwbqW2quJmRdrAyP2VqoHKwvaA46/yNS3uLs843V96aG6l9OtMyO1wD6qCeTDv7W/NcNRlDHYWLUy3P5jtmRur72goXplyk+Xmy5elC13BfTVtzfnnRjab6vOzMW1GRdmpowJaNa7/7+uN1335UW575/FH/y8X+pek2d7w5va74OsgYz480DLYVAWNze/39mqK0sZ7S8d4yV03GeG9Zb0sOeMB9rtyW6jvt9fe7m7PrSq71uXIXJxpfPep49ajjybRzsr+iz5U71FHoqslwVt0GfNtceau58parJqO+NL23JWegLb++NN1Vk9Fae7fH+bC3JcdZdXuoo7C2+GpF3uXK/JSmipvOqtv1pengZoc6CutKruXeOV2UmVxdcLWnObe9Lnuyr2asu3J+pKnXWVRdcOP6hYMP0k/3NBTPD7eOdFQ1VWVWl9zuaS8eH20YGKh6+WK0o7P6yLH4hH27T506lbAvMWFvYmzMHphDP3YofrjfNTbs6u+pnppo6ekonBipXpp3jg2Vd7dl52WdKslP7mrNbqm709GcmXXnaFnhxcGegpnx6rHBsoXphheLbVPDlQOdhcU5F1zV97qbcn5e6n0x1zEzWDs3XA9izEuTTUMdhT3Ohz3OhyNdxcABPtxZNDNUPTNU3dn4oLs5e3Gi8dFY08tF8p9mtLeiuzV3abblHz8OLs11TJDRbqcZV1pwNT3If+V7bwo5oYszfbNjruriW/2uItDB9niy9el0O7A6j3ZVvJjrGu2q6HcVzQ03Low2Ay/D1FBjt7O4ofxBZX5G9p0rl04dSoyLiA8n/c+RFl20zbA32h4fY42wEUYC1WnEEXYdoSFtlia90mLEcLVEp0XBWqxGJbJbtOE2wm7RRjr0ZoPKYsRsNo3JpDSZNFYrYbeZrBaD2UQevt4+Hy5f8cH7765Y/gGNGuJuVhQbDVqTEVdjMpMRVymlaowM+splIoVcrCMwi1kH0JfAVQq5WCLmy2UimUigUaCERqHFZKCuSauVqVRik0ljNKoNRq3ZojNb9DodrtWqVTimMGkFOqsPK2Yn9UQgfPubHYfe/Jj/8VrGriCWl+9OEQInHU20GQwOk81EGH12+X7w3vvg+OjDlWu/+cprx7awUHLDAOIyMRUKcRlcLlWlEisUCIryBTBNj4nUMkivFhi1yJH99twHlyuLbjZU3W2uvTc5WDM/0TA7Vrc00zTSVcgI/JpP3zzaW/HLk8mfHi09GnpyJPKqRXzWJknFGKclIYkcb5se2bPu0y1VeQVPZwbcLoDaubHG2tJbzdX3e1uLulsKOpvzmqvv15ffeTzTPtBROjFQ29dW3OXMnxioBePAINbhnnBzPZponxt1jfbU97ZUZt68dC/94sWkw3sjLSatQo0K9Sp5lN1sMxLREdb42IjYKLvVROhxlVGntpl1YOwHvBcEb21RMd+oU5MtZZFmd2ZbqdWQG1ex0TEyKRoaHPLhimV/++ufv/py9fZtm7y8Nnl7b/b332rUo8ePxpWXPmhqKBwaaO7vbZib6Z2b6T97+mCEXSfkMb22bVq39qsPP3j/7b+89cf/+M+33vzrn//0xz/+13++9+47QOz9cMWyL9eQIvxOr+0+3ju3btkEFODvv1sbGhIUGOAXGhJEp1G2btn017/86b/f+OOmdd+yaGFuEYZ8R4giPKWYhyvEoPzZoJba9Co1ytfKhQDYwq24XosCZsAwkVIplMv5SqUQx1GTiWx+1qjlYJXaZMTJyDquMhu08dHhsRG2SJvJoFVxqaEbv/ny85XLv/zow0/f+/sHf/6j13ffKiC2lMsWsWgqIV8Ks5RCvhZFDJjCjCtNGpVRI9er5LhKasSVWpUIx8RmvdKkUwBexTGxw6I1EnLgKMYxsU4jxTExJheY9Uqg2YIL9VpUqyK9tTIxV6NEgKirlQtJ87NSZMblJNu7D7kEUsn4GiXZKAk6jc16JUnLbvrVqkTgpyETs8mySbUIxxCJkCFFmDiG6DTi2EjDsUO7k47tvZx87GzSgYQ4255Yi8Oitps14KEacJnFoAKPDXA1UJsjbERctMU9t6uLsBEAg42E3KxXAgo165VGQo7JBXIJhPDoPE6YiM9QSGGFFCbZlc+GWRQWNYge6h8W6B3kuyM0YBeTEkgP9WdRg/x2bv3i0xVvvvF//uk///DRsnd8vbaw6YEIjy5F2JhcoNeiKhlfxGfIxFxwL1oVSaFqhdBiUEXYiHArHhthiQm3RliNRhxToSKZiA/Oa2AyMTh7gsnEKlQk4pG935Qgn7BAb3qYL5seyKIFMKn+bHqgAKKiIg5Qwgm1RInywO07LFqrTmnWKOw6tVmjUEn4MjFXp5HazRq7WUOoRWa93IyjKhGHT/Gn+fwQsm2D3+ZvqX7bFEKWEmGrRByrTq7HRHKEZdRI1Aq+XivRE1INJlSrBLhGRGhJHgavW1wtwdUSYIcGSi+mEILadgDAYLzXreJKFSiiQBHcPeiF/e8JHaHbiSrksZUykQJFQKSWjJ6hCMjBuoc55EIeOzjAe9eOLYF+OwN8vYL8d9HCAiE2DeGTPmHyo1vAlIuFwOEMdF0em/H77V+Q8hVCbBAMBtfx5IGBFqqUkr/qgZUapH/FfIi8ETclehiYz2UBkoTZDICOYgEsRfgysVAsgGE2A2KRDCxBYLlUqEARAMCeX2gKlGyZEfLYgHsRPgcoyQDpwRgSoF9QiAUul0kEqJh0IJMCLI8l5rPBIeJxEJgthMg2LKDxgsUT8FHC55PBXYQPDomQ9/sDgL0AYpPTp3wI8DA5isukgl9lJOUKIJC8EPE4Ii5LxCOhV8rjirgshMMUk7VhpP0boDLirrNGxXz3WHGYx56NcJjk93JZfCYNolEETJaYC0lhgYjDFbEgsfujgMEU0tlCOhOhshAqQ0hhIlSG+3OWnCNEWXyUKVRwERkLEdMhERWWMnkSOl/K5MnZIiUkwmCUECnMMsKh0keoiGiNLkJD6CUyEZvDBeFHHgTSv6QFGmLxOEwuk8amhTHCgiEWHaigoD4KjBXxeRyxiC8W8aUSISpFECEMQFeE8ICa6tkNBqqpp/wZcCYI5QJo9GwCezaEAHyCnaTfjxWBQiyPuRr4mT05YRHCQ9wLw+ABeP6WyaCAdi5PMhmgtecRArIF3OvpeQYPBmjU4B7ptFCAxEAlBtqyZ28JUDrQeGnUEAC94Ikw6GHgkZOVS7TQPygcB0muC0+UWhL4RAysjRLqd0stCbA2iqW0M+RWusxCkRiDhUSQAA9BdLsg9U4Y38HVbGYq1lOl34QIP9nJeHu9//tbQlbuYqzy564Kgr+kijbyNbsUVj91JN1wELKdRKLOIVHnYHsSz3FKEntBfeCaLP6yJPYCGndJczBdf/S27sgt/NAN4lC6as8FNOaUJOqkIu6sOuGCOuECtjcZ25tMHEwxHb1mOnpNl3hFfyjVdvKmPemW+Vh61NmMqLMZMefvxSbfjzh923LsmvnoVUfSTePhVGzPOVlMkiYh2ZF0c/eFzOhzd20nrsliDxEHT9mTLkeeTQs/fcVxKiXiTGpMcrr5WLLt5KXIs2mRZ9Msxy/gB5KIg6csRy/EnE53HEsx7U/WJZw27jtvTky2Jl6yHLoQfjTVnJis23NGG38SjzuliTuhiDgise7TRJLJZE3EQXX4AY0jQWWNRw3RYq2drzLwlDpIjrPFChpfEsTi+VLZ3iE0CpNLYbBDacwQKgPEg/0Dgnx8/b29fX19fQMCAoKCgkKDQ0KCgoODyChXYKB/UFBASEhQWFgIhRJKHmEhlLAQBiWMw6BzmQwmlUIJDKQEBrKpVAGXxaWGqiR8hEsVw1S5kHFsf8TSTNdIb81gZ9ncWDOYwAEYMNBaPNxRBrSy2aGGgdZiYHXuaykc666c7Ktpqbrf7yp6MtU21V870Fo80VsNXNDVBeklWZeLH1xqq81qLLtTlHmxpvD6eE8VuJH5kaZXCz1gf9XtrC7pbsoBXayPxpomeiuXJpw/L/XODNbm3z374Prx5oo7T6Zcrxa6BtuKwC7ucEcJaL2a7KsaaC18eCvpzCHr/WtHW2vuzwzW/vK478dH3dMDNaDZdbS7ZGGs/tms66elrpfznWPd5Z3NOaO9FTNjTXMTzpdLA0szne3Ogu4F5HgAACAASURBVPKiG70dZZ1tlaeSjnK57M2b1m3fuu6Dv/9pdwT+Pz/P/PRkqLeVnB2uyk9zVd/rcuYuTDS//nXux8e9C6ONbbWZvc68f78YfjLlmuyrAk+nve5Ba8190MNcW5TeUnV3oLVwsK2orTZztKtsacL5ZMq1MNo41V892FbU3ZTT15Lf15JfkXulqfx2dcHVzoZsZ2XGUDvZy91Ydqu97oGr+t5Aa2Fp9qXGslvjPRVT/dUAF52VGS1Vdzsbsluq7pI7ye7I9NxIbX9rXuH986lndpfnpJDrx4P1jydb2+tyxrqrn0x1DLSWZqQeK3uY9vPi0NJ4+4Cr7Jeno876nM620l9+nnn8ZNTZUh4Rpd+bEH3k6MGEhISkpNNREbGYkrTwOeuK/vFypre9sqk2a2yw9sl8+4ulzpnxmqnRqonB8taGu71tOY+mmoY7ixqrbhU9PFdZdLmp+kZd+dXasqvDPUXPFlxLM02j3SVlORdHu0uWJpueTDtfLrQvjNVX5ad1NmSDXauO+qz5kYaO+qyK3Cszg7WjXWULo41gpmugtbCzIfvpdCs5Ot1f99OTodH+6u7WXPJhTDR2tBQuLfQX5WXEhJsVCH/b+u/e+8t/JZ/cPznkHO2taa/LHu2qmBtunB6oG+2qAMdwR1lTecbCaDMQfse6K8e6K5cmXOQPqr2ivaGwpvhubsaV9EsnTx/esy/aFmM1xEVYdoebI8yEGSffE7sHMDXhViDw6sJt+nCb3mbGjTqVgVCa9Fikw4irUYdVB2qxIh1GmxknpeBIvdms0utVVisREW512M1mk8Fo0IUGh6xc8eEH77/74YplVEqwWETSrBqTGQ1aXKs0mwjgdga+aKVCotepNWq5wW0TVSok5P/OxXyFXIyrZDo1qQDjarlOqzTpNXqdWqtRWC16u81otRnMFp3BqCV0aqUKRSQ8uU7Bx7TBXIcvfb837cy3XnHLv0Y+WhsayBDs9PWjhIZFWGwIJMBQpVqhZNGo3339zdt//dvqjz/ZsfWHTeu+D/T1kQh5YJJdgSJcVphIwMTVErUSITRSrRqxGxUmjTjKotobpU+/fLSlLqfLmd/fXtTXVvh0pmW0u+TReMNPS11dDQ+YAWtlsM9YX+3S5MCLmaVB5+Tx6NuH7VkVt5cKr86cjCqEfG0aXuT61ZsqcnKWJnsHO8umR2rmxhp7XIVdzvync50vF3sXp1p/fjr4y7OhHx/397UVD3aWjfVVD3dXjPZWDXdXkIKws2BmsH5xvHVmsHG6v3FuyDnW29DZWNrlrMy/f/3YvlgjJpMLeRKYrB5EYI6J0FgMhM2ktxgII6HRazGTTms16nZHhcdE2GMjHTERdiOhEfEhNp3CYVL0OrXZRGg1So1agUrFqFSMa7QQh/vF56uXL3v/888++WHrhi2b123d+j2dHqBU8vfvjzx79lBJyYOx8c7Xr1++eDmTl3/baJIHBW3ftWvTmjUfr/r0w+XL3n3v3Xf+9pc3Vyxb/s7bb77x5/96+62/fLRy2cYN323etG6n1w/eu7YH+HtTKcHBQX50WugnH69Yvuzdr778DHSZcNj0kGD/Tz5eQbrWl71LpwSRvThcpojHEfPZpOVVyFWjQkIpwhVIhJlwG6Elegw14kq3BojjKilYkdHrVaR1Xy3FMIlaLdVqZWpMhmuV4HUIANioU1tNhEGrkgggmEUT8TgyAcwOC965ecO6Lz77fPl7H731xq5132ICjloAK3ksAyo2ykV6qciikkbg6miDJlqPRxAqh0Zl1cjtOoVBLdapEFD5q5Hx1CisU5EW2d/aj5RCnQrRqRBcIdDIeFpUgMtEeqXUiMmMmMygQslBYBmikSGEUmJQy/QYShYOYygY+5UKuSgCycU8hYSPyRBcJQX9z6DEmMDIrUG1XKRRiMlRH1xmwKV6rcRqVJp0MrmEIxOztSohjiEmnSwu2nRof1Ta5aSUC8cP7A2PjzGHWzVRDrIdyqzDcJUUtG2pUKFFr7YaNEZcSXaMW3RgfzjaYYp2mIyE3G7W6DRSEJQNt+JgXgjwP7Bqk22X7pMCGiVZ0CURcEQ8FngiIGwpE8EceghYoKEE+WxZ/81Xn320dcNaiBnG51JkYq4H9eUSSCJkqRXC6HBDpF1nMag0SkQl4+s0UqsRc1i0UXZjwu4IUEYt4rFEPBaoRpMIOHIxTy0X6dQysw4DT1AmgnVqmYlQgW0ntVwEfrBgbspqICVlUAZmIlQmQkUoJUZMatbICDki5ZMqNKGW2C3aCLvO4r53AMkGlUQtgoW0YIrPdgEzGBNzdQqhFiXTv0aNBBwqGUyeicAlhFZMaMUGHWrUyww61Gwgi+swhUitFOu0cqNOpdPKf78GDEqqgFHZXYUlFPEhmVio06jUChQAJI4pRHyIQQlh0ylKVIzJpQKILYDYGqUMFQmA0KpWoOBqoYF+u7ZvDQ30C/DZ6btzu7+3FzUkEGLRRXxIivARmAOCviDKSxY1uXutgLEZrAHzOWTqlc9hSoU8hQTxKL2/B12gCXtmk8CoElmOxYOFMCSAuDwOm1RE3PZAmM3iMOhCGJIiQlSESBGhRChAeDCPw2TRwiAWXQhzJEKeTCxERQKJkEdma93qsUTI8+AoYE42Iwzm0D2JX5D19YiuwAgNGrBAH7VEwAGvSbcOzJMKYYkAkghIVifjzTyemMcTwbAIhiV8vgwhA8BABldIEI/uDWaQydZoLgsUYiMwh89hkrk/OkXIZkhgDtB4FQgf/PZGWAwRlyXhklquiM0kv2STDAxDTB6fzRdweHy2gM9BhJCAzwEKPygMAwK1EGLx2HQug8JlUCUCWCWVkntUPJ6AyyIFK2oYn84QMhkitruvi80Vs1gIg8WnM8RcHo/O4oQxuBQ6l3xzT+czuBKIz2dw+Qw2j84ho48UJp/BFnMFch6C8YQaoRATCmU8WMBisGnk0BGTQeHxOaT8y2FAXCaf62ZgBhUAMKA7YGYGcitQgIHnWSziixAeoEpAs0DI9QwIAZT1cCm4C0C/ADhB9/Lv4ZN8DG7F1cOxAHTBdUCnFJUS/PuELfgWUH8FVGgArkwGBVRegUcIbNI8mM1m0QCcg8QyYF2g6HrmlLgcBvA5e1qjgSYMdGNQW+2RiD2nCTzLTJ6fGIhDgzv6Q/y5u0eu5p++U37iRnHChcy4sxmJV3JO3ym/mFV3JqPiWHrhodTcgykPD6Y8PJSaezi9aG/Kw90XsyLP3rUk3bSeuuU4m2E5dUt39KrmSKruRDp+7Kr84EVJwjlwiOLPieMuIrHJktiLiv1phmMZljMP7Geyzaczw8/l6I7fMRzLCL+QG3elJPJSfvi5nMjkXMvxm8YjV/WHUvWHUg2H04iDKZp9F7G9yY5TtyPP3o08e9dx6rY96Vb46TvuLzPcZHsn5nzG3pSshCvZcRfvR5+7E33uTtTZ24ZDl5Vxp7A9Z8xHU8GFEaevY3uPm48lh59OtZ64aD52wZ502Z6UYj6W7Dh1xZ502XrikunoeeLgafxAkuHwObdWnG4/esWceNFy6FL48bToU9djTt+IPnXdcSzVeviy8UCyft85/b5zxN4z6t0nFVFH8djjutgTpNs/6rAmIlEdfkBmjhcTEVJ9hJiwCTVmWEEwxapQWBTA4gXQ2GRLVhgtmEIPoTJCacxgCj0wKMTXL8Db29cbTB77kVJwUEBgYICfv7+vn5+Pv78vYODQ0GDyCAkKCQ4MDQz4TSUOCgz196cGBXFoNAGHjP4L2QyYESpHOEJWCJfqXVl0Z6i7ary/7pdnQ//zcsQ9vlrzdLr92UzHZF/NUHsp8DZP9FYPd5SB7quRzvLWmgc9zflT/bWL4y2zQw1ASAEKcE3h9eqC9HtXj+XfPX/z0sHcO2cbSm+312WP91Q9m+kAMdTF8ZbBNrJ5daq/urniTl7GmX5XwWBbUXXB1bHu8lcLXYX3z+feOd1RnzUzSPYbt9bcL8pMbii9OdJZ2lB6EywPTQ/UVOalZt040VB6c6C18MVcx0+LPT8+6n401jTSWTraVdZe96C6MBXoyU9nWrqbchpKb7Y3Zg91lU4O17983PevVxMzo87+roqB7sp//jhRWZa5f1+8j4/fqk8/3rjum5XL/trTVvX6l9nh7oo7qQeuJccV3D/T2figx5U/P9704+P+wc6ykc7Slqq7I52l/3o2OD1QU1uUXpF7xVV9z1V9r602s6M+y1mZ4azMGOksneqv7m7KAa2zC6ONi+PNM4O14z0VQ+3FfS35gO1bqu72OvNAMU9Pc+5oV9njyRYwdzTeU/Fqoav4wYXKvNTZobqZwdqRztLHky2jXWVzw/Ud9aThmWzSHq4pyU52Vt0e6yHvsabwWkd9Vr+r4NVCz6uFnp7mwtGuqvkR53hPTUnWleqCGz3NhdPDTQvjbU/n+ztaK54sjf3P/7xo72w4emz/gYN7omPC01JTThw/SqixcKuNDzFzs64vzfYOdNVUl2W4Gh8O9pY9X+z4+XnfxHDF+FD57FgNCSHj9U/n2mcG6zsbsoc68rtdWZ2N9131GR3NmUPdhWP9pQOd+cDmPTtc83yu9dF4w9OZlrGe0rtXE0GDd1V+Wn3JDfDv2FR+e3aobrSrrLYo/f61o87KDLCWDF6oMyPNv76aeLHU+2S+/ZdXAyND1V0dpf/+5+KNq8kx4WZ2WMgnH7z7zaoVTRU5va7Snub8pQnXy/nul/Pd0wN1bbVZ9SW32uuyx7orG8vuLIw2P5vpACd0wGt+fsTZVp/XWJFVcP9q2rmjx/ZFJ0RZoy16G4HFRVjiIiw2vRqTCjC5IMJG7Im17I4yOqy62P9tCbYYNXYLEWE3OKy6CLtBp5VH2A12C2HUqcCFkQ69yYRhmBBIslGR9ohwq8VsNBn1LAbzow9XLvvgvU8+XsmghykVUlyr1GoUZK2uEbda9EaD1mjQAhIG1CEW8Qhc5bCb5DIRn8dWyMVqTBbtsNhNOp1WqcVkelxlNRF2m9FhN5mMOKkYm3CcUGlxpRZXKpQSPsJWaKUKQi/C9tD4B7YHxX+51bBqA7xqfZAfFYKE4q++/I5N44bsCt68dv22Tes5TAo9LPTbr77etnkLNSR457Yf/L29+FwWkxYikwi0mFQp45v0SrJ6WsrRqhEjISVUAkLBjwvHTyRGZN250NNaMtxdMTlI+jVe/3NivLdsabLpX0/7uhqyeZTNcihgur/50djQs8mn91OK9xpSk6KL2gp/Xep5XZ+9JKPHEEjEjm+3V+TkjHQ1tNRmz4zUL023zYw09rUVP1/ofjrXOdBRujTd9mS2Y7S3qrU+u7+9ZH7cOT/unB1tmhtrXppu62spnBmsfzLV8Xiy/dFo69yQq7+1urE8d6C94WJSokGFmtTycKPOgqv1KoWOjJWKVDKJRinTaVQGXK3XYoRaiWMKI6Ex6/EImzk+JnJ3VLjdbDDrcatRJxRwESEEQyx3jZlMIUdlUtTPx/fv77z1yccrd2zfEhjgvXXr9zt2rJdKOXFx1pSUsy5X3U8/LU1M9F27dg5FuUFB2/38tuzatWHr1m/J9uz3yNmkb77+ctOGjVw254P3333n7b+uXvXR55994r1r+47tW4ICff39dgUH+QFrHMRlrvv+mw/ef+erLz9TKVFMJePzOJs2fv/2W3959+9vbtr4PahK4nMYAIDFfLYcgTQyBFcgWrkw0qKLtOgALurUMq1SYsTJbC2YgCKnpHG5TqfU6ZQaDapUkkF0HYEZDVq9Tq3GZOSL0J0/JzC5gMtk00JRhGfSqJQigf+OH776ZMXqD97+4I3/+Hrlu8HbN4Tt3ByyYyPTdzs3cJeMGari0gghxyCG9SKIEHK0fJaGx7RhYpOSb1IIbRqRFRMb5LAe5ZmUfLWQpZdBDi0abVREG1ThhNSiEhnlAkLCN8mldrUyAleHazGrRmnVKG0EZteprTrMjCtJhZlQka5pvdqiVwPiJdxUrFVKPNyrkPCVUgEZKnZPCmsUYlwlJTBSMlVIuVqVUKMUiPg0sYCOyXlqBT/Cpg23auxm7PjhOKAAJ8TZdkeZox0muwmXi3lcRiiHHgKzKEqpgBzXteptRi1AR8DDdhNObjXplXHRFiD5Rjn04VYcx8R2s0atIAV5Qi3RKMm2ZODQNpF5CJ5UyJUIOADjZSIYRHlD/HdyGaFCiAHENzYtmBrsC7FCxAImoF+dRmrSKYDkS2KnWRNp10XadaCRC9wL6fpWy6Idpii7USkVQMwwMZ8Nzh0AjlXLRSpUCPqrAd8atOSirxFXahRiUKyNIpAKFdqM2v/XzLJeI1eKeSY1asZQLSqQ8plSPlOtEBp1CmCWAfYZshjMSth1KpUIgmlBCDtUAlE1UhgTc0UQRSvn2w1KXCGQidlKlKy/wpR8oAAbdKjJILdbyKU6AMBgss5sUOtxBUi9go+g/Fks5JATRyKyWgnIpBCLHuzvExbkT2ZNeVwOg8pl0oAjF3iJUZEAFQmAxKpExRqlTIrwmdTQYH8fakhgkJ+3j9c2353bQwP9OAyqiA+hIoHH2AwQTsTjAhUX6LeA9GAWnUOn8NgMiQAGpVBgMAnQMtgBBoIwmEECtwB6UgH98rmc/y8AgwERgL4CiCuAuEKYPG3HZdKAQVosgMUCGNiPBRAbZjN4HKbYXalIdkq5CZnLovK4DND5jIrJ1it3lTRpC/c4ooEnHAAw8D/LRLBczJOLBUChlYlIOzfJugKBhM8n9z7dg8CokBw9djuTyVGo30zd7v5XMJsEfg4iHlcIsXlsBkyn8hhUEoC5bCmPK+eTKV85H0b5kJjDIiVf9wEUXTG5uszmcuhciAEOCGbCPBYPZsEQ01OU7VatSaWaz2HALBp55gLhKVGxQioC3myYTVZYgzMUYJ1UgQjIji6YXGyBWEyywzk4hBIaxqLR2UwWwuNLxRKxQIgIhAiPD7vnTrlsjgAimR9hMUVMppDJ4DPpEJPGYVAZ9DA6LRTmsdkcOkBKHodkYC6DSgsNooUGgRIsT50Vn8cBVc8cNh00M3uSvaAgGsinAFaBV4vLYQCgBV96+q4ANHqqngEoAsHW0+QM8NvTrgx8yKB+GaAmnRYaFhoICqjAphEgao8A61lC8lA3uBoihEXu/8yYDAq4F0CzEJcJ9GTQsOUxTgOCBT8N8HTAXYBb8zxOz0P11ET//lH9ISY5K/ZC9p6UvMTrpSfv1Z7Nbjqb3XT6QUNybsv5HCf48kKe60pxZ1ppd2pJ192miTsNY9erB6+U96RW9KbXDF6rHrhS3nMyqyEpu/FkVsPh+zWJd6sOZlTuuV4cczlv/43yhPTSvWml+66XHb5dezij5uCNqr3XSo7fa4xPK4pKzo25nBd7qcB6+p7+yC3D0ZukNfrEdfvJG46km1FnM+IuPoi/lBV/KevgtYL9aXn7UnP3pebuTXkYfykr4UoOeWFq1u7kOzHnbu278uDYrcIjN/ITUjJjz98+kJYddyHDcfKq+chlcJgOXzIknrcdT4k8nRaelGY+kmw7nhJ7/nrMuRuWoxeizpCOaOuxy+DyiFOpEaeuOk6mmo9cNh1KMR1KsR5NCz95PSLphuNEuu3YVWJfsv7ARf2Bi8S+ZM2esyCZTOw5p9t9yrjnrCH+DB57HI8+hkcfwcIPSo27Vfa9CttuiTES0VpgpZ4t0zAkKpZIHkBhBVEY7qZoUgQOptD9g8N8AoL9/AO9ffx27PTasdNr165dvr6+fuQfH19fb1//XQGBPkHBfiGhASGhAaEh5BEY4Bfg7xvo6xPk5xsWFAgEYZjJRNgcWqC/GGJLeCyYFkAL/CH98tGFybanc91TQ/WjXWVT/dULo40Lo40gKtndlNdR/xDw7XhP1WBbCdDQBtvIadm5YfJqYDBmqL10qr+2rvhmR/3DwbaS5oq7XY25FblprTUPep0FYCj49U+T7jGeqsm+mtqiG+4pmq6F0cbaovSizOQH14+XPbw8O1Q31F5cU3jNWZkxPVAzN1wPGNhVfa+p/HZj2S0Aex31We11D8BM7nhPxU+LPf96NjgzWNvvKnAP5OTODddP9ZOLuANt+Y+nmmeHa5yVGaNdZT896ZsdbXg03fp0oevJXPfMqPPV06F//zL971+mLyUfksvRb77+/ru1367+ZIUACvv5+VRPa8nDjNMPb594ePNojzNrcaJxaqh2caplfrKltT67ueJOeU4KydV1D+qKr+fcPlWVn9brzJvorWyvewAunx9p+PX50NxwfVFmclV+Wk9z7uJ484+Pul/MdcyPNIC5o7bazOmBmpHO0rHu8p8Weyb7quZHGqYHap5OtwK5e36k4fUvk8MdJT3NuQujjWAruK8lH4BxX0v+9EDNozGyJ7mh7DpwCw+1Fxc/uDDUXvzTYs+TqbZnM+QC8OPJ9pHOyvkRZ6+zqK74dkNFxsKU6/U/59payibHu1+//qW7qzUuLjbG/efUqVOHEw8dOXjAZtTJxYKyoqz5yc5fXo611D1sqrk/3FvZ2ZI7NVy9NON8Muca6CwkzclNOY1ld5rKM0baKyZ7qh9PNM2P1swOkuVVC2P1k/0VYz2lM0PV470lM0OVk/1lj8brnsw5Xy61Tw5VNFbdqspPayy7BZh/dqju56VectR3ps1VfS/75snsmyfLc1J6mnNHOkudlRldjbkvHvUtTrU/Xej6x8uhV896ZqedC7Ndr15MXbl0yogrA3fuePvPf5TxGQtjXYNtZAP2ozHnj496/+fl2I+PenudBWUPr1TmXe1syHky1fZyvvvRmHNpwvVozDnVXzveU9VYdrem+G5x1vXrF08ejndEmtRWXGFSy/VKqcNAkE08Jtyglpl0irhokn7NevINVmyUNdJhdIfHpODLmEiLw6rT44qocJPVpCU0MrAJHGHXabVSmQwig7cWPCrSbreZTEa92WTgw7yPPly5fNn7qz79mEoJViqkBr0GTB+ZTYTJiAPAAGFLTIUSuAoAcES4RaOWSyUCNSbTahTx0eERViOIUJr0GrtFH+4wR0ZYSfnXotcbMI1WpsXlhE6p1qCoTGA0abS4ToXHy7THQqC4NVvEy77x/2Tdzk/XrqOx4TWfr4uy7RWxpJ+vWL1+7Rc+Xhu9d/ywbfMW7x3baaGk64QSHMBhUFExX6eVGwjy2BNn3R1jMuikFpPCgEs0KISjcJxde2yf/XbqyZba7MG2koXRxsdTza9/nRrvLp/oqXg23TrQUiRje8Oh22YH2l/Nz7+a/flQxMV9pvRL++tyUyZejb4uvjGi4kSbZBE+G3dW5uWMdDW11ReQU1WdZYB1x/trxvqqm6ruDXaWjffXtDfm9LgKx/qq58aap4cb5saan851zo42dTbk9btKpgcans10vZjtnR1s6WwsrSvJLsi8kZQYtz8m/GjC7hibWYOKNagEV8nJ0U6Ej4oESlSsVcl1GhWhVoJPtCo5+MSsx8Otpj2xUYcPJGAqGSKEqZRQRMgntLjJYJSjso3rN6z69OMvPl+9aeP3O7Zv3rVrC7mnHWM6efJAfV3l6MhASXGeRi3fsWMjnR5Ao/mvW/fF6tXLNm/+1tdnh3tiV2s2GTgsNjWM8s7bby774O/fffvV11997rVj69YtGwIDfPz9doHmDzD5GBjg8/Zbf/ni809RKSJDRaEhAW+/9Zf/fuOPfr5eXA6dEuLPh0jrrEwEK6UCcudWJtBjEoNa6nYFk4ioEMFkgaKGNCFbDWS81mbGdVq5UilSq6VGo9piwQlCoVAg4ASN0aDVqOUyFCG3u9wALBcLFBKhVomSK68ShOLv8/Wqj9/7y//12fK3lv/lPz/82399sezNr1a8/eXyt77/6L2Nq5Z/u/yddSvf27JqxQ+frdy26sOtnyzf8vGyLR+/77N2te+3qwLXfxm25RvK1u9CNn0VuP7LoA1rWDs38QO2yWgBak4Ixg6V0/0lYb5IsI8oOEBKCVMw6HImHaVTJQyqnMNUwhwzJtcpJO6Qs5QEYINap5VjCpGJUIFVWwJDcZVUr5GDZw3QF2AerpJq3aNQKlSIijgSIUshhZUoD+HRJUIWYMUoh16vRSVClsOiPbA3Mi7akhDnAABsNWhEPBYlyIcS5MOiBimlgrgoG2Bgi14NzjLoNXKrQeMwE2a9cu9uq82kItSi+BhzXLTJrJdHOQgcQ8x6ucOiBke4lbSf2M2YHpPoVGJCSYa3wSdKMSThMQTsMBFEAx/BJTxmiBimyyVkhlmjFJh0sigHYTUqcQzRayXgxqPDdVEOwqyXa5QClQzG5DyNErGZ1FYjBgzYICGs16J2s8ZiUOk0Uo0S0WmkZJ2VFbeZ1GDfyKJX6zXkJrMKFWrcLySbUWs1aADqO8xEhFVv1mGEUuLQYw5CZcTIVLYaJS3oZJeySkwQCrNZ63AYIuyGSJsh3ITrVFK5gC2BqEJWiFoCqSUQnxWsFJNGaEwKycRsVMRCJWyZlAMCwIRWbDKQki+ZFVeKMYUIV6N6XAFMOmC/FwwXeUZ9hTymXILIJYiID7FoYSEBvoG+u4L8vIP9fQAlAuEXoCwp5/K4CqkIhFHlEgSTS+USBOFxIRadSQ2lBAeAb6eFBkEs+m/hVbfCSRYdwxwBadP9DYDBMjDoteKxGVyy8pcEYFJ45ENA+QRLSJ4vwfcCERjEg0nvNJfz/3vAbBafywHcC7NZEIvJ53LEAj6gXGAtBiQP9EaxgNSHSYO0OzMMzggopCJAub/vkQYMDAoRwOTS79u2PBZoiYADtF93LTM51kDyvFAo4fOBCAws0CiJr+QBhj/FEEfEZSMclgTmgkFQMcSRwFwJzEU4LD6TjnBITVgCkztSCoRkZpnAfct8GHjFAWmDcwQiPkSaeLkMLsT8bWEIZoEOJ6B4g3Mf4IdJ/gNBJDADrRjIxSIEhiEmkxbCROK/HgAAIABJREFUooeSznaYjSK/gb3CPe/Mg7kMBoMaRqHRaEw6WdjDYbEhCCLjikyywpbL5UIcLgRBAh4fEZKjVkI2WVsLMakwh84jHw8Lgpk8PofDJQVPMu/qjnPD7hcVeW7FnXT1SLg8mA08z0AdhSEWAGBQj/z7lWAP/YKuKSDnevgQ+IfBgDAihGGIRaOGhIUGgsYpjzUaFDgDdgXlzICTgTsaKLd0WmhQoG9ggE9IsD+TQQFGJCaDEhLs7ym7Ag8PxHSplGCQJQZ7S0DWBrgL/orP43jarUCrM6B9wLTg+iDWC+jdM3oMrgY+gsfmeQDgwj+cfOA8k9N2obA7pbQ/tXwwrWLoauXwtaqRu82zma6FrLbFhx2P87qf5fc8f9D66GbdxI3a8VsN4+nVo5dKus88bD2e2ZB4s3pvWvGe1JL96WUHb1QdulV1/F7jqazmE/ebDt2q2pdWePR25anM+hN3aw5cK96Tkrf3Sv7B9JL9V4viL+cC9t6XVpiQWuD+q9xjt8tOZFQcv1N++Ebx4RvFx++Ugy8PXivYm/Jwb8rDg9cKEtML96fl7U/LO3Kz6PT90sPXsw+kPTh+O+9cVsWZzJLD13MSUjL2Xbl/8Grm4es5h9KzDqQ9iL94K+bcjagz6buTb+1OvhN15kZ40rXdyXcSr+UcvPpwd/Idx8mrjpNXw5OuRZ25sefSvX1XHuxOvmM7nqo/cNGYeNl8+IrlSKrpUIr+wEU84bxmz1k84bz+wEXDwUvEvmR1/Bks7jSecN588LJp/0VH4hXbgcv6uNP6uNPmfWeN8aewcNIRrbTtkZqihISdpzJwZDgLVbMkSgqbT2Fyg6lMEoPDaAEhFL+gUJ+A4KDgUB9f/+1eO37Yvs3Ly8v7tz87d/ns8Pb18vXb6efG4MAg35Bg/5Bgf1If9vMJ8PEO9vejhYaw6TQuk0EeFCqfSdfKpBxqEDvURwKHnj4a82iq4/FM58RAba8zr68lf6q/2j3MS7ZYDbaVdDbkkF7TnqqhdnIvBGi5rxZ6Zoca+l1FM4P1rxZ6xrorAfG6qjP7WgrbarNc1ZmTfTUTvdWL4y3TA3XzI03TA3U/L/WPdVcOd5T1u4ry754f6Sx/Od85PVDT05zbWnO/rvh6rzPv8WQLGLad6K2c6q/uac4dai8GUmdnQ3Z9yY1eZx64PsC/se7y0a6yX58PvZjr6KjPqi0iM7pttZnkCPCE89ms6/FU84v5NnJYyG0e/vXVyMvF7p+eDQ50ldVX3Gtvyn/5ZPD1vxdmJ1xnTu4LCAj4dNUXPj4+77/z5r3bqS8Wh/raStvq7g24cgZcOT8utv/ypGthsnFxqnWsv67TST7TpvLbbbWZ7XUPBtuKWmvuAz7vac6tK74OJOsfH3W/fjU6P9JQXXC115k31V/9dLr1xVzH0oQTcHJ1wVUAwLNDdbNDdf96NjjVX/3r86EnU67xnoq54XrAwz8t9vzjSf/8SMNoV1lRZnK/q2C0q2y8p2JpwjnZVwXmgudGaudH6/75rO/JtLO54k5m+rH2ugf/fDqwNOF6NtPxfLb7p8WBkc7Kx5Pto11VZXlp85PNi7Ptr18/XlwY/Pnnx67WpqNHj0ZHxR1MPHbo8IndMXviY2LlYqFJq2isKhrtbxnsqf7Hq9FH060zYw1jA1VNNXe7Wh72dxTUlV8vfnipofTmZF9NV2N+Q8ndyZ66heGW4bbSR6P1T6dcT6ecT2da5kfrFica//1ycLy35Ml0U2fj/aGO/KnhyvGBsq6WrP6OvObKW12ND8d7KmYGa5cmnP9+MfxqoautNrO+5EZ3Uw7YVe5syAZmgbbarOnhpoGO8ifznT+9GBjqKx0Zqn75YvTx4nDy2aNiIbRj4/p33/jTpaTEfzwem+mvWxwjX4TzI03PZzufTrf3tRSW56TWFF4fbCv5abHv5TzZeT433AgiACOd5Q2lGYUP0u6knj5zOH5vhNGhxyxauRVX2QgsymKMshhNWoUcgdyTKuRbRp1G7K6A1psNaiAmmPRYhN0QbtOTrTxaeXSE2WLUqJViUMhst2hNJkyrFet0SofD4LCbdYSawDVWi0kiEgMA/vijD319vIQCSKOWo1KhRi0nwVWnBp5nkP5VYzK9Tq1SSj3V0CCKialQh1lv1mmMOrXZoLWaCPP/6sZ74qPDHWYDGQNWm8xavVGpJVCtVqrHFSoFJpJaJKo9LGnMVzs4b3+x/uMNW1giycYfdv3hD//NoUpWvLPq8xWr1Qohnxvy2Scrt27c5L1jOzUkGBUJ+FwWix6KKURGnYosXFXy42JNCXts0ZG6mChCqxLYCLkJE8datQmR+gsn95TlXetqJM8HTQ1UPpt19TbndtQ9GOusmOiuweCg0B3fzQ12v375z8Xh57FE0smY7GtHW5L31LkKfj4edd8g3hNF7A7Yuqu+pGhqoL3PVdNc9bCpKrPHVdjemNPXVjzSU9njKhzpqZwfdw50lM6MNILob29r0Xh/zZPZjv72kuaK+67qrH5Xyfxwy5PJ7un+5q6miubK/KxbVy6dOpKUmLDbbhKyGeywYD6TTg0OIMfnGFR6WDA9LJjLpCE8LioSyCUIOVrrdkfbzYYImznSbokOt8VE2BP27raY9VwOi8NmyqQoocURgfCzVas/+Xjll2tWb960btu29UFBuywWTXr6+fz8e0uLc5cuJjMZtJBgf68dW7y8NnG51IMH4/Ly7qemnj+wPz7cYVbIJSqlnMvmbN+29c2/vbF61Ufbftj0w9aN3ru2+/vtAuezeTCb1A0gFngb9O7f3/z0kw+BD23jhu/+4/8gzc8g/BYa5EtW2kgFGoUYcB2hFJm0MjMuN2pQh1HrMGq1cpHJLeVpFGJgZzXpMVyNKhQIhkn0epXZrNXplBgmAa4EvU6NqVC5TISpUKNObTHiKMLTKKQahZTLoGz57ptPPnh35btvf7bivY/ffePzZW98sfyvq9//0+fv//faD/+28dP3f/hs2c6vPvFb+2nAt58HffdZ8NrPg75ZFfz1ZyHfrA7+elXYd6uZG7+Bt38v8NrE91oPb1sPbfuOtu5L+oY1jA1f0zesoa37krruc9q6L2kbvqGsX0fZuJGycWPQ+nW+3671+W6t37rvAjZvCPPaFrJzW5ivF4saRC4FqiTkrLFOpdfIzToMKJbA3GsiVEAH1qlleo0c+MBJ7RcVoghEqCVqhRB0OIM4K4gK280arUokhGlGQp4Q59gTa9sXHx5hIyJtBrsJx2QIAjOBhViFCsMtunCLDojAHpmd9EJHGDVKxGFRGwkUx5CYCP3e3daYCD041xZh08ZGGqLDdZF23GFRm/VyMoqsQAD64gpSw8cVCCblyYRsCY9B8qSbKjEpTwzTES6VDD8r+DiG4BhiMSh2Rxkj7bgBlxoJ1GFRR9i0AICtRqVWRV6TUIuAERpsF4EnDlqyCbUElId5pOnfktju2DbAXTC8DMRzh5kAEjH4gQNB2GHUxlh10SY8wqix6VUWQuGu7BahKF+tlhoMmNVK2Gw6u4WwGbUkUaNCtYQn4zN0CqFJLZEjLJWEa9RIMCmkRCGFlCtHuUo5DA4NJjToUJUc8bCuSo6AdWjPUjSmEIHaZ6kIAktFKpkEk0ulCJ9FI8/uMSghDEoIJTiAFhrE57JEfIjHYQphjhIVq2QSoI4CHVgmFiqkIoVUBIzEEIvOooXR3K1FHAYViHik0OrucAZAC2qfyVNsbiO0J+VLJtfcAAzkUBGP67H+gvJnIBT/HoCBcxhF+EDXFcIQwoPBIYQhcHgc0eSYCJMhgLgS4W/yNUBfkBzmcZgwmwG80AiPy+MweRymAGIDCzcYOgJuYU82GBXzpSKep1+aDzHBX5FJYJJ7f3NBA/+zB4DJEmw3AItgGJRgkS5oAQ/lwxKYK+KywQGIF1wIGFgCcwEek1dwZ57Fbte6TCwE/m2A60DNBroiMAaT5wd5bAhmwTw2uZ8k4EIwOatLeobdlm9g8/5/BqjcJVtsDo3JojBZFIjLEPA5EJdBowYzqMHADU6K4QKyYpp8dggsQgRcLpdkXS6Xx+PBMAxBEAzDTCaTzSZJGIIgrvsPBEE8mKwl47HpbFoogxrMZIRxOXQIZkIwEzw24E8G1V8CLgtmM8jXJD0MSLue1V+gqQJb8m9Px93tDFqygDoKgr6/3x9iMiigHIvFpILMLQjWgg1h0vBACQ4NCQCN0EIB5DmAbxl8pIQFsZhUD6ACnIa4TColGIAJi0kVITyJWABxmZSwIPC/JxBd9ii64AGANixPjhfI0cA47UkpA12Xw6aDVufQkICQYH8AyYDnQfjZU0ANQs6e7wJJYyCGg5/tH84VdqdUDF2rHU+pGDqd13HyYeu5wu7UqpHzRT3Jxb1nC7qSctpOPmw9ke06cLs26nKh4+zD3ZcL96aWxaUUxSbnx1zMj79UFH+pcG9KyYGr5QeuVuy5XLT7fH5ccv7u8/nRZ7P2Xc49eqPkzP2a0/eqj1wvPpCal3i14OiNkthz9xIuPzx0rfD4rbJzD+quFLiulXRcLW6/nNeUWthyKbfx1N2KI9cLD6cXHEjN2XMxc19KNqiDPnK98MTtUlATfSAt+9j1h4lp9w6k3D18LfNoenZi2r2Ei7fjk6/vu3Tn8LXMU3cKzj8oOZ9ZeuZe4clbecdv5Jy9V550q/RwWt7+S1kJFzLjz92NOnnDdjg16uSN3WfuxJ+7uzf5/oHL2eAKMadu2Y9fizx1M+bsnajT5OemQynGRFITDj953X78mvnwFSACA0HYkphiP3Q18ni640iaIeGcIeGc/fAlx6GLhj0nNVGJWMQ+hT1ObIzka81sBUEVq6iInM4TUThwMJXpH0L1Cw7zD6EEuI/A0DBv/4AdXru2bffy2rVzp/cuLy+v7dt/2LHzhx27tm7fuWXHrq07d/3g47vDP8A7MMjXx3uHn+9O4NihhgQzKGEsGpXDoHPCKApEIGQzw/x3MoN9xFBYrF0zPeKcGmokdzKH64faiyd6K59Muca6K6vyrwEGnh6oA+NGY92V/a4iN7h2g+bn2aGGzoaclqr7XY25DaW3awqvewLDzsp7nQ05i+MtPy/1L4w2L024wK1N9FbXl9yqyE0b6SyfG65vLLs10Fq4ON48P9LwbKbt2Uzb7FDdSGcpEHJba+67qu+BKGxrzf3WmvtN5ber8tOaym8D9nsx1/HvF8NukdPV68wDDN/rzJsbridDtgOVC2P1fa7cupJrDaU3m8pvd7fkvXjU9Y+XI8O9lbVlGY1VmdNjzn//Mt1QnXk0MWbTpk3fr9u8cePm77/5cn56aH6CPDXwj6e9Y11FI535j6cbJvpK+zsKhrsrnLXZrvocN+RXPhprmhmsfbXQNdZdDrLKvc685oo7fS35L+c7f30+9PNSL3he8yMNi+PNSxPO+ZEGEABuqbpbkXulq/Hho7Gm2aG6ZzNtIAT7Yq5jtKussyH7+Wz7/EjD0oQTmMPHeypGOksHWgsfT7b8+Kgb8PBUf3VL1d3WGnJJGBRrTfZXTPZVTfZVtdc9cFZmPJ1uXxxv6WkuHGovH+2qejzZ3t1UUFmY/uRR28xU8/MnQ69ezLS1NezZs0eNEceOnc3MLNy//9ixw0kGnJAIoMxbqb2tNUUPr7nqc5Zm2395MfzsUedQV2lT9e2WurvO2ow7VxJz75zudRa8/nnmp4WBqZ7GV7NDs/3O6rzrEz0VC8NN0/3Vz6ZbX8y2zwxVT/SVj3QVzw7XuGpuz4/WjPWXtNTddkeFyVHoyb6qF3Mdz2fbn8+2//ioe6q/urYovbHs1sxg7fPZ9tmhuseTLc9n2+eGyVTzeH/d1FDjLy+Gnz/u7m4vGB9t+Mcv00uPRxL3xzBpIeu+/OLDt9/Mv5f+an5wuq/22XTr0oRrpLO8r6VwsK2ko/5hbdGNzoacx5OtwO8wN9w4O9TQVptVV3yzuymvrvj2zZTjpw/FJkQad9uIGKsuwqiJMuvi7NbdDmuk2aCVi7i04LCgnTA7WKsSkgoMLjMQSlyNKmVCALp2C2ExagyEUqeVx0RazAa1UibU4wo9rjDpldHRZrtda7PpHA6DjlBLJUKVUu6wW1GJFJRgLV/2/pbN6+m0UBmK8HlsTIWaTQSmQoHURuAqq0WvVEhAJ5ZnDdhmNWAqFJUKTQT5nl6Pq0x6EoPJMLBWaTRo98RHk9lUXG6xEjYHQejlmEZMEGRg+PTxUzG7jwVSZOu82V97ha3csPnTzRvXeXm9u/yTd9/+XCYwrfz7msAd/jA76Os1H3z/9Rc+271C/f25dLpCgshEAnefMNegVeAYuV8S5cBtJqXZII2NInSYMM6hd+gUcXZiX5QhJSmhIvdaZ0POwmjj7GD1gCuvuy6ro/r+sKv4+USHXkwP3bHh0fDQ6x9f1+S4bPLDBy0ZJ6OKD5of7jfd3WO4HKlJjCRiOEG04Y62se7W/tY6Z1Veb2vJ5GDd1FB9Z3MeGENqqroHMHhqqL67paDLmd/dUjDWV/10rpP8sjF/uKNivLt2rKtmrKtuoqdhsL2+o6Es/WJSjFWnlgiELGrgzu3MkCCUD4OxyrAg/yA/7yA/b0pwAIsWBt4Okj1SMEetQG0mfXxMZOK+PYcPJBzav/fY0cRDift0hJbPgzgstoDHp1Npyz9YtnzZ+2u/WUOGdQO8WKzQ3bttt25devDghlwmhTjwd2u/X/fd90IBLz8vu7envb+//eHDjNOnjxw+tM9q0ctQEYFjBK7ZumXTe+++te77r328twcH+fr77eRy6IgQQqVCUpdghIWFBrBZVA6b9vlnH6/88H0qhdzMWPbB3995+6+7dm4TCrgsJoVJC5IgXK1SolVKQDuUUgzhCgSsH0WYiUiLzqCWWXWYTi0DqU4SCLVyPU7WieO4XKNBQQBYp1OC/S2NWi6XieTuaS5Q4xxhNRKYnEUN2fDtVyvfffu9v76x8t23v1j53t///IeNa973Xv/ZutXvfLPir99//Obm1e9vX7Ns55oPvdes8Fvzkd8XK/w++9Dvs+VBn38UsuYj+trV7HVf8DavRbZ9L/HaiO7ahO7aLN25UeH7g8x7s3jHBmTb98i2deId6yVeGyU7twh2bIO37eBs+YGyfkPA2rW7vvpyx1drtn295usPl639dOW6Nas2fvel19b1tDB/mUxAujMwFPwnAyRfI64E6VyDVgEwWK+RG7QKAkMxGSIXk4ooOaQkF6hkfImQJZeQSIxjYpt77Fcl41sMKlBqBbaOrAaNzagFt2YiVLhKqkKFwCfsMBPhFh24d4teHWkzxEQYcUwM2vWASBsbaYiPMQOpNsKmjXIQETat3YxZjUqdRqxEIaUY0sqFgHuVYgiT8jApTyHiSngMXIF4zmsoRFyZkK3HJDiGgBizxaCIchA2kwpEmiNsWnD7MRF6h0VNqEUAlaMchN2MmXQyvVai04j1WgmhFmmUAgMuVUi5MjFbr5VYDArQCmbWK3GV1KBVgCellouAk1yjEAO/t0GrAD9PI6406zCHURtrIQE40qSNMGvDTRp3V7NIKuXJFYhagxI6DPzesxhxXC2XiWCtXKhE2AaVKJJskJaCHWDQAq2SwWAASatGPAwM9mxRMaxABZhCpFFJAPQSGhnAYJUckUv5qBiWiiAJwlXJJAqpCBihee6TXxwGFWYzmNRQHocJ6pd+Q0GxUCYWetKzgHuBQVqJigE6cpk0LpMGsxl8N71wmTQxHwLhVU/HFZgvAkIu0EWFEJtLSoI0T97VkxAG0VkwDgywGUjHAJVJuVjAlwgFnkPE54FUsEQocO9lksKvEIbAR4lQACjRY3v2tGeJ+JBcgsjEQtJ8y6QBABbCHADAHrcz6MECa0OeNiygA4NyaRSBZCIYHCjyWwZYzCcVYA8AIxAk5HIBA8sEPBkPRmFICnGlEBeFIRkPBocU4orYLBGb5V4wIkd9pTxILODzeZCIz5NKRBIxIuDD/zdX7wEX9Z3n/+cev/vd3f92b7NJNokpJjGJib33Lkqb3nvvfYahFys2lKaCqIiASEd6773XGYbeOyhqNCbZ7O36e3zmnZ3L//KYB49hmAYjZJ7fV2PQqWwWg8thsVgMBoPGZNI5HBaXy2azmUwmnUajUKlkRJ4cdENYUeGxmCCPc2g0NpXKJJNZFArqvkI7yFgyDZ2IFHcyBUOj46k0HJHkRia7k8nuNDKGQcWx6AQOk8RjUwCA6TQKhUxkMmg8LpvHZXM5SOmFE4fNZDHpdBqFRiXTaRSEo1QChehGwJ7GYJywGGcC3o1AdCeSMI6iZsS69sA5OuqBSp2xQI9wBYjFwtjPb3Ixkwo+IGA/IF5gS7iJo8gKoBduBS5lZN+29yTDhYCIvynkLBqbReOw6VwO4/cniP6CtgzICk+PQSdD5pZMwkGIFyqjcfaNX5CgKWQ81Fk7AsbwiKDlghEavgRqreOrFDI6Xoxxd3ZzPeXijCRAAt4dBF6IOoPm7BDJwR4FLP17TZhKIbwTktF2IanG/35ZwIPSC4/qrqY3XU1ruZRSH5LRdiWt8czDKu+YAp+Y4qCH5QGx5Z7Reb53Cs4+KD0fW+p3O9czPNPvdu6FB2VXH9VoryR5RWQFRuX738r1v5V7/l7Jjcf1tzNbwpKrbjwuDUsqD0spv5laHZZSfu1h0bm7WdceFt3KrInNa43Jbbyf2/KwpCO+qPNOTsPd7IbYwtaHhW13chqiMmpuZ9XeTq9GJJxQdP4eQtOoJ3Wxec1hKeWXY9HA0rX4nGvxT64n5oQm5YUkZAffTwu+n3b1YVZoEmLj8OSCyNSiyNSiiJTC0KS864l5wfeyg+/lXrqfd+VBweXY/PN3npyNyjwXnXU5Nv96Qsn1hJLLsfmXY/NvJJaGP664kVh6NaEwNLksIq0yNLns8sN8QPGQR8VX4gvOxmT6hj2CySXPkIfma3EeVx9430gIjEz2DU0EAPYNjQsIe2i+HOURfNMjOMJw/ro68LLYHMBSexBFKjxHgmdw3ck0ZwzhpAvGyRXrjMG740lYIuW0G/b4qdNHjh4/cvT4seMnjx4/dujQob179x48tHf/od37D+zet3/ngYN7jhw9cOLkEadTxw4e2HPi+GF3ZyeMyym30+iEc3Ml43FYZ2cuhXpgxzbXE4do2NNE1yN6OWt5qmdurG3cUj09UPsCQUKHtTW/uiCu9Mk92ASGyO5wd/nTqc4pW91QV9nMIOoT+nHZtjrTnZ0U0ViW/HK+r70mc7i7/Mdl22BnKci/qzPdyxPtwL0v5nobSh+P9VXNjzQXZ8bA+uv8SGNnXeb0QO1QV8lAR9E/Xo//+mJ4ZrBuqKukuSJ5qKsEcHG0t7y9Jn20t7ym8KGlJQ+Crz89tQFz9jblrEy2Qar2x2UrYOHz2S6QRmeH6ovSbxek3Xo23TE33GBpzXn769SbF4N/ezP5w8rgzHjbyrzl7dvVzORotZy9ccN3J044ffiX9zl08tu/v54d65wdRXnd2cGq2aHK1dnWcWvp1EDVwkSLpb1k3Ib0bWTgtKvWs0P1XfVZo73lT6fan061d9VndTc8WZ3p/GV1cHWmc2awbqyvAsVie8uB4l7MdS+MNllb82uL4vuac1dnOqdsNT8/G+hpzG4qf2xrL6zKf9BckQzW6Dcr/f1tBdMDtdD/9Galf3mi9b9/GH0x121rLxzrq3jyKHSgo6iq+MHyTOvSdMvceMNob/niWLOtvXikp+LpBJqwSosLyU+9PdZX9WKuF3V0dRbOzbT9/e3y9Iylp6cpIvJGUNDZ4IvXA/yCI8Pv3b51n8XgysWCrubK+Ynuxsr0xspUGI5anG6bn2wZ6Cnqas7qaMxoqU3prMu0tubPDTf9/dXU4mjHeF/dz8tj09bm+aGWFzM9XbVPMuKuN5UlrUy0zo/W2zryJ/orZoZqxq3lb9/O/fTCOtBT0N6Q2lqXPNBZ8GKu+8Vc9/xI44u57jcr/YDBqzOdqzOdHbUZ0wO1b3+c+GGhd3Wmc36kcWG0bXa0dWqoztJZ2NdVuLTQs7Js6+mq9fcxYpxPfv/l2i8//KA0O3lprHukq3x5vOXVvGWws7SjNtu+3VXW3ZAz2Fm6OtP9cr5vcax1sr92erixtymvrgzl2BPuXo68EhDoqTIpBb4GZZCnzhe9OdOe9/P21mtQNFQrF3NoZPxpGslZKWUF+Gjtq5J8EBZMegW0XoH8C/uxJr1CImTB+y2dWnTxvFdQgN7XV+vlpZFKuTQ6USTm+fl78fncNWs++vDDDz766C87tm92dzstEnJYTIpIxFKrxXwO1e6j1oOrmcdlsphUsYjH5TAEQo6fn49/gLdEJuZy2UajUafRqlUKtUqhkonlEr5OLfPxNAT6eCqlIrGIa/LQevroFWoBX0pXasT+/v4T4/MV1V07D2D+73tffn/gxM6TJ7/eue3rLVsPHjnFoMpkfOO7//7R8YNH9+36/tjhLRjnk1hnZyoBy6FThJzfVD4+i2LUyOx9tqazAUaJgMJn4/291d4e8vO+Bh+97KKfIfySX1p8ZGtNtq0dpXBfLVr7mnIG20uGO8tmLPV/ez7uJaOTnA6OdHe/nHt5LyTJS3ItzD8rMbSpNGksxDstNCAhQHNJJ9DK2dw3K3ODPY3Dfc3z472jlrrl6e7XT4dGLDUzIy0vFvuH+6oXJ9utHcXWjuKGipS+tsJxW+3iZPtPz4eHeivmx1t/fDb8w/LASF9tX2vZmLVx0tZhba+LvXVDxmUw8G58Ktn1+NET+w8QXVwJbm5oeQ4dSURvgpFK8M82VyoJSyFiKETEwzIR39fTdDX4Yljo9atXLkVH3w4OvqBQKEgEIplIwrhhP13zyZZNm3ft3G6P7J4QCBjBwf7XrgXpdJK9e3Zt37qDgMPn5eTa+i2Wvq683Kxkp+OCAAAgAElEQVSS4rz0tKTQG1fuxtw6E+SrkIulEoGAz/3zu3/4/LOPD+zfdfzYISzG+cTxwywmxV4BypRKBGIRF+PuLOCz6DTSnt3b1nz8welTx79bv+5f3nln/bdfCQVsGpXg7n4SFk1VUtSZLORSWDQsh4qVcKn/1BKFRrvUZlCKNVK+gE2FliONUuRhUHp6ag0GhVTKFQqZSP41KkFVk4k5MJqKfhFkArmIQye4Hdq99fMP3/3gj/+2bs0Hm9Z9vm7NB+/9x7+s/+xdGvaInIfHndi1b9Pnu9ev2fPtx3vXrzmy6YujG784tmHt0fWfHfvm0+Pffnbquy9cN67Db/mGvP072q6N9N2bWPu28g4h0OUf3sU7tJN7cAf34A47Fe8VH98nPLqHe2gv59hR2pEjxP37XXbuOLpxw95v1m394rMNn3687au1O9av27b+q/VfrPnikw82b1jn7nJcKmKjli97OROgGgJgk9qokyMjrl08RNZZe/oX1HK1nCcTMRUSVAQg5FLAEgzdxf7eOgjWonUfndSkkwo4ZCiF0qsk0Hdl0sqVErTqpJELvYxqfy+Dl1Ft1MjMeqWPh9bHrPb31vmYlcC3WiUvwAd1DfiYlfY+LW2Aj9bfWxPgow30RVczatFis7dB4WNUGpRCjZRrUApNarFRJTJrpWatFO082fuugYqRX1rFNxukqGBZL/E0ygBofT1VnkaZl0kODxfoq9OrBcC3fl5qBORyvlbJ0ysEKhlbLeGo5Rxfk0oioIrYZOSC0clUMrZOzvfz0sLJy6jWqYQKMVchYRs1Ml9PDaoW06C6LE+jAmnsKlQJppPzfQ1KH63cWyf3MSq9TEoUfpYiBRgxsIQjlwnVKilyGRjUCqmAQydKeTQhi6CVcAM8ETNrpMg47aER2V8RJtqiM0jQYLWEAYtHYG8W8RlyCVerQsdxYK0XDlCqFUIAYCjBEvFRGTKPRRdwmAqJUMBhggLMY9EdxmDIgsJRMKmQRyFguSwqsCK0Fov5HJmIDwZpUFNBREX9vQQs9D8zyAQugworR4C74Nd1ADCVgKUSsCwqCbAHdE7UwGTXkJEH297kLAHN066CIoM0jy3m8xwnIRfxMOCukMth0VBClctkCLkcHovJYSBuBP82KJ+gA8NHKhEH3wgAMJdJE3JZHAbVofRC3xV8ymFSWHQSVEmLBWwui8qik3hsmljAtpczI/MzLABzGRQ2jcSiEh0AzGcyAYA5NBqPgczPYjZTwmKK2Uw02MthwXkxk8GnUzkkIhvVWSFHNKJiNhMAmM1iCPhcPo9Dp1MRW9oZGJ2nUeh0KpNJBxim0SgkEoFIxNOoZABRIgFHxuNAG4fUNJLHCQQ6kcih0QR2AGawSRwuncEkUqh4ChVLpRGoNBxKDjMIDCqBQUWhaDaDCGXgdqmTQiLiKWQigC6FTCSTCBQyEc6QiHgSEU+lkFhMOp/Hsm/8YogEdzzOFY9zJeDd8AR0AtgDpzGDQoRjKBwG1SFmwhUcOVhI4cImEHRK/Z5sQZh1ACSZhAMHMqJBGhFlgJkUaJyGWV0qEV0BZcJ56EUHTRhkXtTtzGVweUwuj8lBe2h4R90UPAewKEMBtUPOdcwvAbgC3JKIWBCQocIaWJ3DpjMZFDAqg5oNtiaYcYLkMwA/hYwnEjDubqddXZww7s7Aw7+3QDt82qBIAyQ7ni1o0e/obqRpQpI1ISmGsHTzzWzvqFzPWzkekVn+d4t8ovM8b+V43c7xvVPgF1PgHZVnvvnkTGxR4L2CoPuFF+LLribXIJPzo8pzcSW+0Tk+Udln7xVeT66NzGyOzGyOyGiKyGy4/aTxRkrFtYTSkMdl1x+VX0ksvpZQGppamVDaG1vccTO9Liyt6k52860n9RGpNTG5zdGZtXee1NzLrrubUxeTVROdVX0vuy6usPlWanlIQv61uNzI1LLojKrQpKJL97LOR6dFJpfGZFWFJuafi0oOeZgTlV4emVx8IyEvOqMiPKnwWlz29fjcyOTiO5mVdzIrb6dVhD0qCX9Ufj4q6/K9vKuxBcExOdcfFl+8kx0ck3PxTvalu7nXHhRee1B45X5+SFxRRHJlZHpNYFSG/6204Af5wQ/yz93NPhuV6R+REhCZGngzzS/0sde1BPOVh+YrD/UX7ikCI01XYk1X75lDYrUXb8kDbhgv3/a9fk9/Plzhd0V39rrx/HVt0BWl91mZOVBk9OGpPdgSJYnJdyXQnHEUV5y9EwtLdMOTXDD4k85uJ046Hz124sDBw7v37Nu9Z9/BgweRDHx436GD+w/s331g/96DB9D5w4cOwAyG08njKAl82snF+ZSrC6rFopHIWGdX95PHCS6nuBQ8m+hyOdD4fMYy2lu9OtP9fLbrxVz30nRLReH9+Ltni7NjQEcd7i6dG274cdn6bLoD1M6X8z3QtNxZl1mQdqurPgt0y9HecpiffTnfMz1QO9lf/XK+B2qZxy2VY30VM4N1U7aa4e7ScUvl0njL0njL4ljzj8vWcUvlSE9ZX3PuhLWqpzEbVN/h7lI0FGyPwi6ONXc3PJnsr/352dDPz4ZmhxrHLdXjluqBjpLepryl8TaIcb5atL79x0p/W1FzReqz6a5fV8fbq57kJd7sqn3ydLJt0lY51F3wdK71b29G37wYXJnvebEy+ObF5MRId8zta3Sy26G9O/fv2vbN5x9lPr7/w/LE3Gjn09neiYEaez9tU2Npgq0tb2GkvrcpZ7K/erK/dnGs+ZfVwR8Weh3ZY5CgX8x1j/SUddRmgJUXvvHZoXqHdv3zs4E3K/3Q1GVpyetvK5iy1fQ25cC88EBH0WR/NdQ7A0hbWvLAXD0/0viP1+N/fzX2y+rgzGBdXXFCTeHDyf7queGGhspHRXlRz1e65qebO5oyp4bqWqvSx3qqF4ZbxzorSzJiOmuy3r6ZHO4pnhyqXJis727PsQ01TM0NVFQX3Qi7duHiJV+foLAbdwJ8L/p6nfH3CpDweKV5qa+fjw70Fs+OV02PVgz1lfS05A72lL5asQ71lqEs9FTbYE/pYE9pZ+MTS3vB9HDj4mR7T0v+L6vId/33VxPD3aUZ8SE1hQ9HesoA/kd6ytpr0i0teW9W+n99OTg7XNvdmNnXkv3TM+t/vxp+tdQzZikbt5avziJnbH973kR/RX97XkNZQml2dGN54qSt8vVy75unFjsnNyNwHawdH6xamet8ttj39u0LS3e9hM88tm/Pp++9L2ExliZsA+2VYz2VTyc6lsc6Ji11A+3lU7aGlYnuyf76UWvts7m++fH2qaGmEUtVf3dpZ2NOaf6DhLvBoZc9w68FnfExeBsUZ309rl0IPONnVkt4DDJWJeXbF0E81DKBmMeQi1kmnfRsgIevl96ok6sVQvuEBv9MgOeV4CA/b4OAS9OpJWajCnQGvUaqU0vkErZBy1Mr6IH+Go2WzxOQeUIak0/1O+tF51A/WPP+//m/73yz/qsjRw8w6GTEzXSSQspBex72KRdPg+rSucBAH0+pUMBhMCUisUKhkkjlMpVW6+GhMpkFCrXaFKDQ+IikOqFAKhOJNXKJWaX00qgv+vh56/RmnUEg4Cl1cqle4ko7pfLWtvUPDU6v2iZWHyQXfr3lwJ4jrl9v3Pn195v/8Mc/79i2W8gRYU9jd2/dfmjvriMHtruePkwhulGIGBadJBFy7LuRLLmEC1p3gK/J30d/JsBDJeeJBXQvD5VKxvb3VPp6SEMueAUH6XLT7zVWPRnqqZ0bbf9haXB5vKu7IW9+pHVxpG11pjf57tXD279pKCv/cfnnW5fifJTXQoOSEiIq3r55W5DUcskn8rznJTGD461TjlpbB3prbT01w/116Bd2su/pZN+EpXG0p2ast3a8r+7lvHVxrP35bB9U9z2dal8YbXo+2/V0tnN1sWfIUtlWnzPUVzNibbB2Vv76ajE6/JJeIVAI2XQ89tShw8f3HXQ/cQo1eRIoRCyOREBvZThsOp/H5PPpPB6Ny6Wy2WQ2mywQoOVJexSKaNQbom9HRd66GR4ZEXLj+vUbYTye4NixE8eOOv3pT3/evHmrk5OT/c/1XpVK5O2tpRBd9u7avHPHFpGQ/zAuNi01OS83q7AgJzoqMup2RPDFs/fvRfv5enqaDcEXz9JpJDIJ9/57/7Vxw7eHDu495XTC7n8+QSHjeVw2h02XSkRymUgiFtKoRG8v8+lTx9d8/OGmjev/5Z131n7+MYWMUygERKIrDndaKmKrFXw+mwSbOjSSM5PkwqNjBUy8gEn01MgNcpFBLvLSK/08tF72miiFmCuXcMUCxCRqtVihFIrEbImUq9OhuVpvg8KgFAqYRA4Vq5ZwFHwG5uSh79Z+9PkHf/zig//67rMPv/74vQ//818//uO/ffvZ+ycObcO7H+Wz8QoRTcon0/FOx/dv2fLtJ9vXf7bpq482f/HhtnVrdn7z6a5vP9u34ctjm789tv4rl03f4XduJe3ZQdqzg7x3J+3AHubh/bQDe7jHD3OPH6Yf3Evdv5txaB9pz46TG9e77t3pcmDvoS0bv/98zcYvPt2/ZcO+rRs2rfv8wPZNB7ZvOrhry6HdW3ds/Gb9V59u+X7d0X07lAK2USEO9DKIuHSFmMvnUNVqsVjCEYpYMjlfo5EgxVsuQEZZ1OLD/F/lSXIJV60Q6tQSrUrs46lTK4Twiw+OcbNRpVWgyWLof4J2KJ1SrBBztQoR1E176BReRrWvWRfgbQz0NZwLNHt7KDz0El9P1dkA4xl/A0i+XiY5YLCvp8oRA/b31sCnYJmGtLC3h0KjQLu4GgXXqBV56CWg32oUXJWMrZKxHYZnbw+F2SA1G6QQOTbpxHBNT6MswEdrNkilQppOzjcohZ4aBKhmtQw1pYm4WhnP16A2a6UGOWJjowL55z01cg+NxKARe5nkHnqZXSjmSgRUlQx5uQN89N4eCoNGbF+NEho0qOYaTS6JWCa1NMATdWV7GlTw15XHpgh5dC6LjKwKCqFJj8wIUgGLxyQzyFgmFcNnkNCulRTNXyHDi1qEssd6VG+mVSJrg0bBV0n5UgFLImShf7dCllTElkvQP2PI/YImrFGKICQsFjB5bAqPTRHxWXIJXyUXKaQCxG/2sRyxgK2UCfkcOnAdl0WlU/AwbkQh4zgcCp/HhHyBRMyTSdGhKPDcggAIuh+TgZqZUQs0mynjcSQcFgRchUy6jMcRsVAJMJOI59NRcSmPRuFQEP3SyQTUcsRh8nkocsygIwZmMigCDpPDRqAuFCDfLzK70inIk22PgIpFPIkYNS/BPKxQwAGucMzeoNvy2SIhF+AcHNqwMORofgbVGuRHRyGWA5Ude7ygIQMew9XgSxwGlUEhIrWchwZ7IcgKZVroqdr7pcE97hj+ZdPIv7VAc1jIEM6gce1t/HwW+hGhciy2XTdmoQS1iIUawmD2ifPPxWD0LbMQQaH6bvv3iBDOzlToR8dELAccCPZgHpcJYVcKGQ9CJcIwu2KP9pPtP0AOl27fDSLZf3ro5eBykB+YTiPaLcTudj4kQ62xY4UI4ifAojisK8iPjhSug2/tuIg6n8DB61juARUU3MVcDgPETCaDAgImsB8e50YkYOg0EodNJxGx8CncFQAkqr8i4SkE7O/RlETGkcg4CpUA0EumIgZmsml0JoVExrFoZDqZwCAT0JS0fX6JTsKj4zh09A1yuAw2h05jkCk0IplBojMpbDaTQaeSSQQiAYeOJpAIVAqJRiXDIQYWk04hE+FyEL3JJAIBjyXgsVQKCaRyEhFPJhGYDBrkhuCogeMwAY1KZrMYLCadRMRjMW54HIaAx+Kw7iQiHo/D4LDuRAKOQiZSKSQiAQdXoFJIbBaDzWLA/dPsgj88OpVCIuCxeBwGHpSAx75jCE0zhKYZw9LNkVnet3N8o/N8o/N8onK9bmV73nxijswyR2Z53cr2vp3jE5XrffuJf0xOwN3cM7EFwYll19NqQzPqQ1JrLidVXEupDkmtuZFeF57VeCO97srjystJFTdSqyIz6kKSyq8mloamoPORGXU3M+ujspvCUqtvJFdeiM0/E5N96WHR5fjiq4ml0dmNNxKLr8fnhzzMu5FQEJ5UfCu1/F523cOC5rtPauMLW2JzG8KTiiMel9x9Uns7reJiTMbttIrojKqIxyU3U8ru59TffVIbmVx6M6XsVmp52KOikId51+PzI5NLozOqotIrb6WWRzwui86ouRFfEplcHvm48kZC0Z2M+luplVdjC26mVEQkVVyMybp4JzsyufxWSvXl2NyQ+GJTSJzqAiR+47zCEi/EZF+6n3MjviTsUUlIXNHFmKzztzIuRmVcupN94U7m+Zh035uP/CMTfMMfeobE+IU/CAx/YAq+qQq4og68qvIPlnmfk3sGycyBAq0nS6pmCBVEBs+dxHAnMbAkhhueCoVYLhj8KVfMaWd3p1OuR4+d2LvvwO49+/bu33fowMFDB/cfPLDvwP69cDp4YN/BA/uOHD54/NiRU04nXJxPAf2iAWGMm/NJJ6yrG8HNDXvqBNntFJvokvYg8u3r2acTXW9fTf6yOjhlq2lvSC/JvVOaf7evA4Utlyda50caQYKb7Eem5WfTHUNdJa1VqbDfU1P4sKn8MeRUJ/uruxue2NoLQfAE8JuwVk0P1I70lI31VSyONT+daocFo6Guksn+ahBvm8ofl2Td6arPWkFBTQTbb3+cWBhtAjPzWF9Fe036SE/ZDwuWZ9Nd1tbC+pIkS0vBwmjL0njb/EgzpJTtw8Koa7q1Kr2mMMHaWtxdnddQkGKpL3g1Y3m10DthKZ8aqPhxtffXN0OjtoqJYdRm/PbtD93tNVERIft2bt7x/VdH92zdu+WbwZ7GN08nF8Y7X60Mzow0zAzW/fXFwLSt6vlM+08rlglL+dJY89xQ/dJ4y/PZLhBmR3rKwMX9y+pgX3NuZ13mhLXqzUo/HBQAvbetOm2sr2JhtAnM0tMDyD4N9uaZwbqu+qz2mnRbeyEMHbVVp1lb83sasxvLkkqfxJTn3OusywSP+uxQ/cJo08pk24S1qqUyBSKyAz1FMxN1Y6NV9dVJteUJw33l/W1FNfmJE93VtqaiKWvtzyuDPz21jVjLZifq+jqzF+Y6fvnv1b6hXqOXwezj7e0TcDcm/sa1m0H+Fw1qE97VPTc9aW6i19pV8ual5b9/sowN5NdXxCfeu5j1OGxlpuPZXNfrp/1LU20TAzVTQ3VtdRlNVSndzTnL0+2zo42vVqyzo419zbmLY83jlsrBzuL+toKBjqIpW01HbUZvU864pfKHhd6RnrKm8seDncXLE62/rA72NGVZWnOsbbnDPcVjljJbR/5Ib8mzmbaVqRZrW253Y+bMUM2zmbb50frF8cafnllXJlpREHqg6pcfBt++Xfrp5civP87VlmfLeOx927Z88u6fz3qZXy/NTA+1jffWLAwjRXq6v3F2sOXHpaG//zD9YtaKFP7Z3l9fTc6OtnY05tVXppQXJKQ9Co0ODwy55HE+yOOsv+e5AK/gs37nAry8jMgkqZYJzgd6Xz4fEOBthNpYb5PGz/6mDb3HtQsLECmEPSSVXCDiM4w6uadJrZTxRXyGUsZHDlKVUMwnq+QMiYhMo7vKlRyDWSZV880BxtPYU+9//N4f3/vDzt3bXF2ceFymXq2QCBBbKu2uS6mQgdZodAqTVqmWS3hctlqtNZn81Ho/icpHoPRhSMxYhobANpLZJjpXyxNo5FKVXqn0VKu81WqNQHTBJ4BJpnO5XL2nkcyn6s8aUkuzG21jlpkfShr6LGNLdxOeHDzq9u33OzZ8v/3jv3z26YefCFic/bu2b9/0/enjh11OHXE9fZTHpnBZZD6HKhWxIUgJPdhmo8psVHma1AG+JjCEe5rUCinnfIDOzywJ8JIFn9E/SblTlP3Q0lExP9E9amn426vpH5eGXi3alsY7/v5qovTJvYPbv4kJjXr7+m2Q8YZZckXPu/LoZtXbN2//9vTtjcC7Zz2C1QKZt1Y9MdS5PGttbykc7q+bHGhZGEEMvDKBWp0XRton++sXx9oXx9qXJ9pt7cXTA7WrM52zw7UrU8glMT3a0FiTPtxfOz3WtjLX/2xhqDj3cdiVIA+NRMyh0XAYKgZLxxGpGCLFnUDBkegk1FnCZNCQq4pFYrEILBaBzSaKxUw2m8hikQQC9D6Jw2Zy2RyJRBYWHhmX+Cgi8lZoWISXtz+BSN3w/ZY1H3++efPWffv2HT54yMX5JJWCP3ny4LbNX+/esTH0xpVHiXFpqUlBgb4eJt3FC2c8zQajQaPVKAIDfNQqmVQiMBm1SoXk0MG9H3/0/p7dO08cP+ru5uLu5oLDutNpFDaLwWTQ+DwOh81UyKUyqVgmFbOY9K/XffnZpx/9f//xr1+sXePqepzBILi4HLMrwBSxgC4R0IVcCpeJ4zJxEi5ZJWZqZRy0K6MQw4aQnWdkagkP1nSUMr5KLoAKaLVGIpXxJCgPzLsQYPZQCY0KvrdOqpWw6bhT+7Z888m7//blh39c+8F/fvXBH758/z8/+eO/rv3zf+zbuI7ochTvfoxEcKKSnVkMjJBLkgppfDaBTnZxPbHvxMHth3Zv3Ld9/a6NX2355tNN69Zs+/az/d99eWTjNye3fH9y24YTm787tnn9yS3fO23f6LJzi/OuLae3bzq2ef2xjd8e27z+yPdf7/127Ya1n2xZ/+X2DV/v2rz+2P6dRDcnOsGN5H7K+dgBd6cjRDcnopvT6aP792z9ftM3azd+/bn7sUNCBtnXoJbwmQoxVyBgqNRinpAhELMkcp5SJUKlcXadUC7iyEUcR6AUyAqMtWqFEPVp6RVyCUJojVIEsQgPgxK2gowamY/Hb3lgtGz8z7ppiBl76BTeJg1YoIP8ULWeQsJUSJhAqj5mpdkgBZr1MSshEhzoqwNONmpFnkaZ2SDVqwXQaxXkp/f1VBm1Ir0aGZ61Sh6kfB2fmnRibw8F3K1JJwYABnszRH/hfrxMcoWEqZcJ9TKhSYn41qSUqEVcBZ+lEnJMSnupmAjxsE4qgIMmOjlSgwN8tGCiVsnYMhFdLeeAv9rXU2VnY4lRKwIbtkbBhRJps14JRnGFmAvd0RI+EyLTMiFbIxeqpHwxj8FnUdg0AouKZ1HxXAZJzGMoJUifB7O64/gCKPYAwGIB0wHAMjHHAcBwOcjC8PcKLgEAVivEKrlIJubBOq5CKpBL+EIeE+qdBFwGiJwsOonBIPB4NKGQyePReFyGWMSViHkiIQdELT6PAwwMv6Sog4qG1EskbHJYyMFLR3NrQiZdzGZyqWQ2mYi0TTbzt84nFh3t39rdp471Gpbd4wpFR1wOQyjg8LgIgGlUIrhVuRwk3DmGWB2fwvqrA71A0Ps9AEMOFoGffYMXABiBkB2KwAHOZzMczPlbZZS9Oxoud+z08tkMDoMKeWkol4Y7B+IFxzVwsmNmCUAaXN+gh/OYNIfZ+/dOb6gBQwzMZdHJBARsFKLDiw7p5d8MO0yag9iB5EEjZTGp4AQGbzD4ZqHnCUCUyaDArK6Az2azaCC0/r4vyqGpAnACl8LPFkRauBxeF8jTgoYJlzteBWhwADiHlxg6meGIJ1iFHTtG8Ezg/gGVYdUWbui4ZzIJB05j9N3Zp54hZPtb1peMI5KwRBKWSiNS6SQylUCxAzCNTSVTCeg6eAwFj8axUBu53YqPysB5LC6PyWLTyFQCnojBkjBkBonBpTPtjm4Qt5GfnE61/7+SDlxKIuJxWHc8DkOjkjlsJo/LdgAwhUykUclAziQinkjA4XEYIgEHpAp3SKOSwUzOoFOJBBxwL5VCckA1oC+FTCQR8cDVcB06jeKgayIBR7Jr/gy7OwAeC25IIuLfCYjOD4opPHuv+Nz9krP3iuHM+dhS/6i8gOh8xynwTsG5+yUXHpRcTaq4nlIZkVkXldscU9AWU9AWnddyO6cpJBnhbkRmXWRW/fWUysuJJSHJFTefNERlN0Gj1Y2UitDUypDHZVDmfCWx+FJ8YUB0hs/NlMA7mYF3Ms/dz4lIq47KqIlMLg15mHf1QU5oYuHttIp72XWxuQ13n9QmFrfF5TdFPC4Je1R0P6c+NrfhZkpZ2KOiqw9yLsZk3EgoiEqvvBaXey4q9Xp8flR6ZWRyaWhiYdijosjk0lup5TdTyiIel1yJzY54XHItLj80sfBaXP7FmIyIx2XhScWRyeUxWTW3Uisv3cu6dC/7Vmp5dEbN9cSC4HvZnmEPvcNRY9a56IwLdzNC4gtvPCq8GJN1JTb7Six6uKDwx2ciki7cTj8fnXYlLsc/MsEvIv5sdPKZ24lnbieeu5XgExKjCbqm9L8s8TzDN/iIjX5iox9HaSTzJGSOGE/jYCksHJWNpzDcCRQAYGd33Gk3rIsrOp04eWrvvgM7du7esWvn/r379u/bA9ovoC9g8OFDB44dPfx7BdjN1Rnj7nriyFECBkvF43GnTxKcj3FILg0lmW+Wh5fHOl7M9MwM1rXVpNSWxXc2Zdp6ivq7UQEV6LTPZ7tmh+phU2e4uzTncXheSmRXfRb08XbVZzmE3KGuEigxGuwstrTkwQLQzGCdtTUftmqnbDWT/dXD3aUDHUXLE63W1vyWyhRra35vUw4AM8z8LI41j/SUDXWVzAzWwVbQ06l2a2vhzGDD4ljrymTH66X+HxYsc8NNU7a6+ZHmwc7S3OSbLZVpg52lEFS2tBS1lmb21OQ/n+77xw8Ts4N1A+35K1NN//1m+NlC52Bf2dJsFwLgv73ISovzNes2f/fV7k3f7N/2vcvRPT8sjy1P9U3YGhcnO7uasvvbCn5e7f9hvuuXZ/2vF/vG+yoWRhqn7LorlFQtjDa9XrK8XrKsTLatTLZV5T/oacx+vWR5Nt2RfP9S8v1Ls0P1s0P1o73l/Q9QhRoAACAASURBVG0FjWVJJVl3aoviwb3c31Zgackb6ChqqUReYrAur850DneXTvYjX3pvUw4sAK9Mtr1Z6UdzR3aEHu0t76rPKs6MLn0Sg0Tpwdr56ebJ0VpbX/GQpXSwt3i0tzwvOWLGVv98uvvFTM/8UBPqf1rs/enl0M+vR96+fTYzP3I19MqZc0Gh4WHx8Ylenn43QsI9PbwkAuGDmKjpEcubF9PPlyw/v7L945eBlyutlo689MTrWY/D5sebX61Yf34x9GKx9+ls51BvWU9LrrWjsLU2fbivfLCntLc1r68tH3LI4CBYGm+B9HJHbQZAPhwdaCp/PGGtmh9pHOwsrsi7W1scZ23LtWv1RQOdBQtjDa+Xe5srk9prU6cGqn59OQii8XBP8cxQzVBncU9j9mBX4fPFrr+9GV+Z6346b0uOv80mEzZ9/dVn773/6O6dp1MjE7bm4c6K5bG20d5qa2uxrb10dgitv84Nt4xaaycGGsas9Z0N+VXFj4uyY9MSI6LDA68Fmy6fMwIAB/l6BPl6+HnqvU0aHw9toI/pWvCZKxcCA31MEGODIlPU2mpQKmV86Hk2G1VGnVyjFAH9Bvp5BPialDI+j00BF7ReIxVyKSoZl0Z24/EoPr5GDy+t2qA0ehl27tvx5w/f++SzNUeOHCIScGI+z6hWq+WyM/4BBp1eKRWpFUKtSqhS8QxGsa+/Tm9Se/sHePtfkqrPEVm+p3Ce+51M2w6rdh6VHjgldsbLqGy1VKrVqzUeKrVZpTSr1Aa5SswTqVQaIp3KU4pzKvNbhiy1fcMN1pk22+zg9OryD/8IvxW3Z8+xPbsPfvftxvf/6z0Whfbdui92bt1ERLUfzm7Ox4B+hTy6WMBUyQVmo8rPGzW1ysQcBEhKERSAGbSyIH8zmkRSc41qtkHFirl5obHqSVn+I1t39dRwS29L8ZvVkddLA7DG/PbNZHNFstuxPcE+Vyd7Xp/Yztazr4d4ZfWUv5nrfNtauBx1NuucIdxD4n054OKzuem3vz5vbylenOkZH2iYHGycG2t7vmB9tWJ7Otu9MNG2MNGyONk63Ffe2fhkqK9kqK9koKfo6Vz7i6Xun16OTI40P1+2jQ81vVwZGexriIu5EX83XK8Q0AluGKfjdDyWT6PTsASCsxvRHSvgcEU8VAwr4rP4HCqfQxbxaVIxXSSgcNl4NgPP51DRG2UBl0WjYt0xgUFnH6elR9+5Hx5xOyIySqM1fvThp+u+Wr9x4+atW7eedjrFZFBOnzr21VdrNm/4kkJ0C7545nrI5Qvng0Cp0OtUWo3C7KHXqOU6rVKjlouEXHsluHrNxx+s+fiDA/v3Hjt62M3VGY6aw6FuyJsRCTiVUq7XaWhUskat3Lpl0wfv/+mLtZ9s27rB1eUkHufq7HwUj3cGr7JCwhbxqDwWXsglqcRMg5IPe6pqCQ+qkvUKkVLE4TNITAqORcXDy63TyfR6ud6gMBiVeoNCqxV76mQ6CVsv5Sj5NLdjezevW/PFX/7w8X/96xd/+cMn7/7bR3/8P2s/+M+t33zqdGA7HeskoOMEHCKbiaWQTpOJp9hMrFzKVMs5cjHDqBKoJSwZnyrmkAR0HJvkyiK6cMluCjYZnZgkMQ3Hw7sw3E/SnI9RnI8KiG50txOkk4fwJw7gju5zO7zb7eAut8O78aeP411OkNxPodJHrDPB9STm1FHXE4coWGcmCcOlEThUPA3v6nby8N5tG75d+/H3n69xO35IK+EDiSkUArVGIhAyRVKOVMGHynSNUqSQokJj1JgtF6gVQkeUVC5BrcValVgm5mhVYqmILeDS4BKVXKBTSwDkRFy6XiXxNmk87MlqnVIM3VpIvbS7owGAz/ib/Ly0Jp1YzKewaO5iPsVskPp6qiBka9AIQZs9428AhRaSt55GmY9ZadKJPfSSQF9d8DmvS+e9/b01HnoJzDVBybOHXgIkDMRrNkgBRD30Ei+T3JErVss5cD++niqdCqm7OqlALxOa1TKzWqaTCpQCtlKAxpbVIq5KyEGCsISvlwl1UoFGyjVrpaBag+CsVfIA4wG5/bzUAN7IvG1Xp+FYAMwCox4BuVAp4SnEXINaKhdxkNdGxIEJZRhk5rMoHDoR/k3yWRT0ikjRRDMsEkPWWqsQwYCzVPCb/AsKMGi/oOHLxByIB0M7NBzCUEhRy7GQx5SKuEC/YgFbKuLarS4ciL/yOXQRn4Wc0mwajYz7zQYiYtkPhLFEQo5YxBUK2AI+nJAv18HAyI1MJfHQZg8iXtRXbBd7uVQycvPaG49FaMvnty4o5BPmIX8HLNmACgetTjwuUoABgIUCDqARlUKAPyNARIC4wHWOFigIVYIUiYyp9o4r+Aijx1w7NIJmC4ouQJQDMmECCq7soGUoanJ8CojruA7ALXSGob+l9u0oh4YMvA3XYds93g4A/p8+KhaaDkaCsP0Mk0JEP0l74TYErWGqChr7RTy24/sC8AZoZ9ORt9Yu4TLoNBIB7+5QUOGAhV3XJcHuDlToo6FnNPSHc4zrgHEXi3FB/cz//3ZiRykx8DAAJ2RiMe7OYNwFTHU0PEEIFg5eOBK28DQAkqFpGR4dpm4BgCHyCpeDCAwSNJ1GIhIwWAxaS0LkTEJLTo7aJ5T1pRLIFDyBiKFQCVQ6iUIjUmhEGoNMZpBIFGQqRuNDWDcyCY1+ofsn4mhUIjifmSwqiYLH4Fzd8K54Co7GQG5zUG4BXBl0Kki4LCadQaeSiHg4Vgs8TCYRyCQCDusOmArgCoDqkHPpNAqDTqVSSCAmg3oMIO2AWwadChoyk0Fj0KkUMpGAx8I1cVh3Ah4Lt4X7x+MwWIwbCM6A3MDDQNfvXHhQdim+/OqjmssJFRfjys/dL7rwoCz4YRl8vBRfeTEOJX4vPCi5klh9PbkWyDYsvSY8ozY0rTokueLKo9LLiSXB8UWXE0uup1SGZ9SGpddcT6kMS6+Jym26mVV3M6suMrM2NLXyckLR2XvZAdEZAdEZYWlVoamVwQ8LzsfmXk4oOh+be+bukyvxBbH5jXcyq8MeFd1IKLidVhGX3xRf2BKX33T3SW1UemVUeuXdJ7UxWTVR6ZX3c+qTy7ticxuQIzqxMDypODqjKjwJCch3Mqvh+pHJpWGPisIeFYUnFYN0fCezOi6/ISq9MiYLacJhjwpismpup5XF5jbcTkOEfDutzE7O+bfTKuKLm8/dSfO9mXD2bvqVhJyL9zLPRidfuJtx7k7KpXtZIQ9zbiQUXIvLvnrvydX7mZdjMs9FJZ+PTjFdjfG4djfgZqJf+AOf0PuB4Q8Cwu+pA68q/C6KzQEcrSdXbUZjSFItiSsmMAVYCsuNSMeQmRgikn+dMQRXHAkA2NUN5+qGO37Cac/e/Vu37di6fdvePbv27f0f8/Pv1WBg4BPHj544ftTp5HHn0052F7QbGY+j4DEUjCvF3QkAuKehYKKvdqq/GpmTe4qtnfmTQ9VTI7W97blvVvqB4n5+NvB6yTI/0jg/0mhrL0y6e7G6IG6yv3p2qH6wE+kqL+a6lydabe2Flpa8wc5i+NLKZNsvq4Nvf5l5OtU+Ya2Cy1E583zPs+kOKGoGAHbozJP2p/F0qr2zLnO4u3R6oLalMgWmg+wt0KkDHSXjluqxvqrh7vLuhpyWyrTuhpzGsuSRnorOuidL421jfVVzw03jluonjyJrch41FqZOWuqnrLXV+Q/qSh5ODqG5WmtXwUh/5dxkx8q8ZWVhJDYmnIJ33btj09F9275b+xcxm/BsbnC8v2l6uHlioK62NLG5Mmlpoml1uu3ZVOuktcrakjdtq5mwVMKiLwR9376ZfDHXPdxdamsvbK9JH+urmLBWVebFhpxVxUednR6onR9pfDnfM9RV0lT+uLkiuas+q7Mus7UqtbUqFbVztRV01Wf1txWAxot0qqH68px7DaWPqgviijKiWqtSIW883F36bLpj3FLZXJGcmxxRkHYLtpHGbdW2npLl2ban8x0Tg1XWtlxrW25DSfzyeNPfXgzOjzRWF8TbusoHeipfPh16+3a139Z04WJQQJC/yWy8HhoSYf9PrVJgXJwvnw9aXZ768fnM4nTf27fLSzOt1s6ct38dmxmt62nJtbQXLE21PZvrerViXZ3vnhlpsHYUDvWWzY019bTkDveVj1gqqovjOxqQMR6OCCyONQ90FHXUZkzZav76fGhuuAHOvFrsm+yvBjZurkjubX7SUZc20V+xOtuOeryGalZn21emWjrr0we7CscsZYNdhYNdhTNDNU+nW5/NtC3Yy6KfzbRNDddMjdSvzHX/9fVsYmwExun4+rWfbfzyq9bqytHe9v6OyuHOir8is7pl3FJraSmytZcOd1dO2RoWJjqWp7vL8xJqipNLch8m3r9+45LXxUBt8Bn91QueVy76+5p18LYswNsYfNbv4hnfM35ms14JNkUPnQK2PWDSw8tDAyqQh0Fp0MoAArUqsZ+34fwZn0A/D9SdK2LrNVJYQjJplQqpgM+hnwnyPXsuQKGUGExaqUr29bfr/vz+u59//unhQweIWJyQy9MpFBqF8mzQBQ8PT4VCJleIVWqxVi8xeaq8Az08fH31XmeFyiBXstfu48YtB7y+3xPwzQ6vb/cov9/L23GYe9JdwOQqFXKNVqnSyCUBHmYRh+fv5ScQiEgMxv3HSS3Wnhabrbl/vL53vGd0uc06ufzibwUl9U5OmD27D27ftGPXtu1uTk4bvvnq+JH9DCqBiHPGY04xqDgemyIWIC8oKMAapUgiZKkVQlC9vM1aXy+9l4fmbKCXt1ltUPH8zBKdgpEcH2HtrGypzZ0YbBq21PR3ls2NtSyMokDElK1maaKpsz79rIdKRtfFXS/BHdDq6RFq0q3z8oxzssxI79KHl2tCfR57CM4mRaf8svrDzy+XWuoKFme6p0ebxm3V47bq1fnuZ3Nd8+NokvrFYu9gb3F7Q/pAT9Gz+Y6Z0boRa9nCZNPcRPPoQP3KvGVhqnd6tOPH51P5WQmN1flpiTEqMZtOcMGcOkrBuHIoJLAjsmlkMQ8NICllQqWMLxOzZJLfinYEPBJaHJVxRXwan0NFfaccZAYTikU3o+/cvRd363bMnZjYK1dvfL3uuy/Wfr1xw9bt23e6OrsQ8O7bt21cu/bD40d2a5QiuUwoFvHEIp5cJlIqJPA+zMvTCAxsMmoVcrFSIWEyKP/x7//nyy8+3bYVZYmPHztCJhH4PI6Az+Vx2XweRyIW4rDuKqVcLpMw6FSpRPT9d99+suYv27dtcjp5hEzC4nGuLi7HCAQXPocq5NHlYhafTWLR3HksvFxAU4mZcFKKODI+U8pjyPhMMYfGpRGYFBybRhDxGWhFRi/XaqU6vdzLW+/tYzAbFTopTyWgC8juR3dvAtX3u88/+HrNu5+8+2/rPv7Tlq8/ObRzA8n1mJhFFDEJNPwp2KoR8EhcNp7PJUpENKmQJuKRjSoBSNB6Bc+o4BvkPJNS4KWVBHiofE0Kb53UpBYa5Dy1hKUU0GV8aoCHyqDkq4QMlZgJk7A8KkbEJorYVCGLIkVtSTwZn8kkYciY01ScC5uCY1NwdIIbBevMILpzqHi8y4lDu7eu/cu7ezaup2FdVGKuWY9+hbVaqVIlEks4coVAo5Ui4NdIUXDUvrirlKHAv1LGdySEwQINCjkgFjQCACob1FIug0TGufCYZCQgC9kKMVevksAKMXz0MqrhgJq/t86kQ55ktZwDxybMBinEff281J5GmVErMunEkNc16cSg7oI1GgzMEOK9cMYMvVk6FV8t5wCFeuglZoPU0ygDxRiqtkA39jTK/L01fl5qL5McuBTc0ToV30MlBREYuaD1KrNahmzPUoFGzNNK+KD9mpQSk1JiVIgNSqFeIQj01fl6oviDRsEFOPf31oDXGj71MslNOvFv9mytHOgXlpk9DSo4eZs00LytEHNB0QXHuFTAAomYxyTDwjAyPMuFQMI6pRjoV6cUgwJsj/Ui/zOcJEJkipYIWQopD5qfIcEB2WCZmMNlUQVcBkz7iAVsx9QtkLCQx4QJXLmEL+KzaGQcl0tFOQgRC+WWBWwAYLGIK+CzhQIONDM5GJjHYiJJ0z7kAwwM5cZcKhlqjdGcjz0EC3gMQV8HDsHgDY/L5HGR8xkYGIRKoYDD5TBgEhaAmclAqQ3Ub8yiAdGBHRpuBS1B6CON7GBFMEI7VFyYAqaTCb+v8oJsM9wKmrEccjGsQ4n5HLA0Q58WBKpFPDYovaAAg0gLN4QQsgOqf19tDVPJTAqRSSFCDRh8lYeak9GFSC62i+QgUzueOcjRoGADGDuuRiJiHbtB4BMGrzIUO7GYKGTLoJOhuJjHZULRBgi5IBdTKWieFwqN4ZAEOJMdkOxwKTtapqBv+fdyLnAmFuPi7nYai0H/U3DkbOEIBRQ7w3lHm9RvAV0KAbK10OEM67uA2aBsw52TSTgUpsW6QW8WgDcAMJVGJJKwDgBGwi+VQKQRCKjvGkcgYgCP0RCx3S+NBpnIOCqdxGBRaQwyiYLHEdzdCW54Iob+T+IF2zOwKBbjJuBzOWwmhUzEuLu6u7kAhbo4nyLgsY5LQIyFRDSVQgJbMtwPmUSAyx26LsbdFYtxIxJwgLK/h2GgZbg5HocBJRkUZrBGw5WpFBI8igOAySTCOxdiiy89LLmaWHk1sfzSw7LguOLL8eVXE8uvJlaGJFVef1xz7VHF5fjyy/Gl1x5VhabU3EiuDE+vjsysjcioQeFe+yLRpfjC0NTKGykVYWlVt7Mbbmc3OHaMriYUR6RV3slpuJVZE/Ko+PLDfEetVERaJVQ638tvvplRfSku7/LD/JtpKMQbmpgfnlR4P6c2tbIrvbrnUUlrXH7D/ZzaB3n18YVND/Lq72RW3s+pTSpti8mqis2ti86ouJlSci+75n5O7d0ngLjlt1JLI5OLwx4VwL3dSi2Nzqh4VNKaXNF2L7smvqghoaj5fm51QlHz3ezKxOKW2LwadP9FDXefVEckF9zLrsms702r6YkraYwvbn5Y1BCVWRGVWRaX3xBXUBeZXBz+OD80PjfkQWZofG7Eo7zrcdnno1OC76b7hMX5hj8IuBlvvHxbfS7M80qU3/U7St9LKv9guWcQT+PJlOkYUi1NrKbwpTg6z41Id8aTTuOIp93xJ5zdnVwxLliCO57kiiW4Y3Bu7r8pwNt2bN+2Y/ue3Tv37tm1f98eSP8eOrgfGBguOXL44NEjh44dPXzi+FGwQ5NwWBIOS3B3YRDdCc5H2MRT1fmPm8rS54daVu2rM39/PTI7Vj/QUzQ2UD073jRlqxnoKOptypmwVg13l/Y159raC+uKE8pz7vU25SyNt9gHk5qXxlsWRptGespWZzqtrfmVebHNFcmQj4X247G+ClB3n892/fTUBnW+45bKCWvV6yULuIibK5IXRpueTrWDTdHamg8KcHNF8uxQ/Y/L1taq1PaazI7arMay5PqSpLbqjKbylIrcBxW5D5rKU14tWt+sDKzOdFfkPmivybS0FGQmhGfcv1Gccs/aXGxpyi/KiGosT5wbb5gbb+hoQhVQQ9aat39dHhloj7hx8eih3Yf37Ti8Z8v6zz+Ijwl9Nm+bG21/uWRbnGwf7Cm1tuUujjc+nWyZG6q1tRXY2goWR5uWxppfL1lezvf8Nrlkz0VDtnlmsG51prOh9NGjmAs5j8OhuWplsm2kpwzUTpDEW6tSoTdrfqQRFG8Qz8ECPdBR1FiW1NOYDV5xwOxXi31zww3D3aWQOm6tSu1tynk53/P3V2NPp9oXJ1uXptq6W540lCXYOnLba5ImrCVzw1VvnvY+m2kb7CmvKU2pr8l9ujy2OD987dp5uVx67do1Hx8vPz+fS8HnzB46IY/+MPZWS0Npd3v127+vPl8eWF2wzk+2FWRGPV/oGeuvsrQXDPWWzYw0rMx0LEy0jNuqu5tzxvqrhvvKR62VlvaC+fHmn54P2rqKx23VC6NNf30+9Galv7cpp6H00YS16tVi35uV/p+e2p5Nd/z1+RC0Xv+4bF0ab4Fvc6yv4vls18/PBhZGm2aH6sES/2y6A0rCeptyLC15UJeNdpJ+GP3r86Hncx0j1rJRW9XLlf5ff5wLvxZ0+sjB7774fM+mzTNDA+OWzglb85S1/tfnQ7+sDk/Z6gY6Soa6ygZ7KpFUON+/MN5ZX5HZXJOTk3b3YoBeK2f6ekiDzxgvBBrRnqdKIhWwdErxxTO+oVcvXAjy8dApmBQcj0mGd67wngz0HKNOLuTRpSI2ND9DYs3HU2c2qny99J4mNfghzwZ6BZ/3PxPgfTbAXyoUyUTiC+fOa7ValUoVGBjo6u62Zs2a99577/PPP9+3Zy8BgxVz+UaF2qDR6vRGuVrFEwmZPBZfIlDqVHKtlidV0wV6LN102NW47bBpw/6AjYevbjpya+PhsA2HgtbtUny5jbllP/0UhsfkyiQSmUQsVEjEXiYPlUJLo3PuPUjsGx6rbG5tGxzpGZvvHVsqbeydefZTQ3u/WKbfs+fId+s3b/hmI5fJ2rFp076d28gEdwbajz0JjZcCLs3h/AR3qIBLC/I3nwnw1KklJr3C24yEcR9PnUEruXrBOyIk0KThxcWEtNTmdjYVTQ23WDvLRixVi5OtPz21/fLctjjeONxT2NeSlXD7OuO04Mh3TMZxXzUx/LwkI4ifHqIpTbjQ9fhq+8OLlTr6ucb8zjdLPwx2t1WXZgxaKucnW8YHq4atZc+XuucmGm09RU/nO57Od4zaqjqangxbK2bHmwZ6S209JVMj9fOTbc+Xhv760+KQrXlmwlJXlZcUH9XZWhUWcpbHIvJYRDBY8phUqYCjlAiUEoGQw5AJuSop6uxRybjgTVVKmSoZy2xANUJKKVrHkQo4UgGqzyFRyN7+AXEPH92PjY+IjL4T88DVBffB+x9v3bLz4MHDx48e27jh27988Kf169diXJGcrlSI5TKRSMhVKaVKhYRBJwsFHDA/S8R8tUqmVEhUSum2rRs/eP9PO7Zv3vD9+q1bNh0+dIBExAv4XLFIIBEL5TKJSimnUkh6nUYsEigVMufTTu/9+U+ffvLh9m2bcFgXFpOCxTg7nTzi5upEIboxqDgxn8aiYelkNy6TIONTZXyqXEBTihgqMVfIorApOB6dCPslIi4dtR/bd4N0Ohn0P5vNGi8vnUkvO+9tlNDxp/Zs3frVmvVr/rxp7Yfffvree//+zlcf/+nons0sIkoXc6juPDqWz8CxaO4sBkYqpus0Aq2ar1JwlHKUSlVKWWoJSy6gyfhU9ByEDAWfphIytDIOavSVoeMOMhlLo+JptUK9VqjRCAw6kVTKFAupMhlLLmVyOAQ2EyvgoakhNo0gYFOh5lrEpYu4dKWEB+5ZEtYZ7+bEpOBAmCW6OW355osNaz/Zt3UDn0FC5g6NFIaO+Xy6WMxWqRDzm/QKpPEK2UIODfy0Do6CDLBeI1XJBVIRG6rgAYlhb9bPUy/mMSh4VzaNgCLEApZSgsaHoQbZ06ACj4mXUW3Wo+ospZQDeqxazlFImNDVDP3M0NiMVFm7dgoEC/QLHmm9WuDtobBHbVHIFlRWKG1GJVUqPsCz2SA16cQGjRBsz3BvBo0QYsaeRhl8SaPgquUco0KslfC1Er5ZLfM1qL11KAnsoZJqJXyDXGRSSsxqmadGDvqwh0aik/P9vTVeJrlSytKp+L6eKj8vtb+3Bp6VXi3wMskh1QzEDn3RWoUI/rTCgQBfs06vkoAdWsJHk11w4ABEYJRIF3EUYi4MLEGjmJjHgD/LIBc7FGAAYDCuQ9MVvIJKGR9qnxVS3j8LGrhQgiUT8xRSAdiepSKuRMiRCJH8KxFy+Bw6g0rgMClSEVcsYKO9Hw7lfxhYyBEJORADdgCwg4G5HBafzRLz2DBlBGImRF4FbIbD+uvw/f62isRGWAvoBUAL5mcBnw3RUMA5kCtRHhjFMehgk7YTOBKHYakVlM//ZY1GFms6Ssz+LwwGyRQasJAP1m4zZlCIAg4TCq4hKOtQcVE71z8n4qBDG+4WJFlYVxbxUOk0bBT9nn6BTuH68GOBTuzfAzAsJMNwlIDNYFFJTAqRTSMDS/NYdLi5w8UtRoXYDLgQ1GmwZAMoQqQWmpkcVAmU+/sWJcc4LazpgjkZBYyZVIBbJJPanecOTzUcbgDtF5iTRMRCBphGJcJxB7A3E/DuOKwrnEAchrEf8GbjcagHC15KyAMDrsPjAvoSCRgI9+JxbjAFBLVPDnc0Uon/CcBQH0UkYPAEdwIRg0N10xgSBY/SvHYApjDJqIybTSXRiSQ6kcIkU5hkAhVPoOLJDBKWhCHRiTQ2FdVk05FWTKLgyVQCqhn75wn0VRzW3c3V2cGxoP0yGTQ6DXWD4XEYN1dnpMzZadbRFgZBYoj4OmK6YGMGdzRYqUHmpVJIICMT8FgKmcigUx06MBbjhsW4ObLBv3dHg/4MWWXoJCMScO9cfFBkh9uKG8nVoSk14Wl1kRkNNzMbw1JrI9LrI9Lrw9PqwlJrQ1NqQlNqwlKro3Obfn+KymkE4gUYvp5cfjOrDgD4WlLplcTCyw/zI9Or7uY13c6qhVmj8NSK21m1gMFhKeV3choSy7vv5aNi57D/x9VZQLd1oNt67lv3vnnvzkynU+amTdIwMztmW8ysc6QjZhkDTZu206ZhZjAzk0yybMmWJaPMzAzhpJlmOnfy1tHf0eqbtc7yihWBJSut9tl7fzut7EaO7WZu9bUs69XMyntFdRk2T3pV672iuviS+mx7R2Z1283c6ouppdezq65mVp6OL/j6Sgro23NJxTdybLfyaq5l4e7umYTC88kll9LKLqeXX04vv5pZeTvfjovnwpq4ktormWV3CmviLXV3CmsSy3ABnFhWn+1oy63rSCzDVfHdIntyhTvVpau6VwAAIABJREFU2phQVn+zqCbOUhdnqbuaXXElq/xGrvVyRum17IpzyYXf30g7fjnxh5vpZ+PzTt/L+ev11IuppT/G5QGP2nziqvarMxF/vRD5/UUs6itF7DcggFlSDQNV0RElXYSF0TnBJIZ/OOlgGPFAYOgev8D9AcEBoQQChR5OphFJFAKRHBAYvGPn7o2bN23cvGnzpg1bNm8EDeyDYHmZWNt279rhE8AH/fYHBhwMCQ704qCDwgL9GMTg4H1bDTKu25o70ml/NtP5YLxpcdz9cKpprL/a487tarUsTOGI48k+B8zMttbm1JYldjcWN9Vk1lemOCuSO1wFC6MNT2baoNM73GEd665ucWQXpV+yZF3tbiye7HP0t5aBlIUOsJcdZRtsq+huLAZdfX+86dFU60SvHSzf4Q5rV0OR3RLf22xpc+Y127MeTra8ej4y1V/rrkorzb7RWJ0FC0wTvbUDnsrG6qzasuS54YYHE61T/U6XNT0/5WJfS7l38KYmL/FSXWnaYGuVx5FnybrqrkpbnGr86VHvQJd1qNf+4snIyxfT1rJsVMjYsXXdgd1bN61eQg7eMz3c9vdnk9PDjd4IJZ6fXBhz4RO7Q3WTvXjsdrSz6sF408KIe957ANkLotpD7ZUw6fTq5eRIZ5XdEt/pLhxqr4S9Yrslvr+1bKLX3t1Y3F6fD+YnrP7C7tHCaANMOs0O1Xe4Ctqceb3NloleOzSlp/pxtnNXQxHkzOdH3MDKgo3cvz/q/9v9vplBF85kbsh/MtPoqUtdHHPMjdY8nHY3O7N62ios+fFjIx0TEwPf//V4ZITp62NfGY3G27dueD9kY2IBPSfr3txM7+hQU1tLBW4U/zL7aK67o6mspiylr61qYaKptT7PVZ3e5i6YG2sA3dvXVt7rKRvoqIQ/dDWXTAzUDnfbHs+1P5/vBFwz7CSD0O1ttjydbX+x2P23+z1j3fhc0+Npz2BbhS/+/fJh38uHfdMDdSOdVTODzvvjTQ8nW6b6a8FUh1g1vJGezrT1NJW01mX1eEpmxtw/Pep/MNtr1iIHdmxd+uH7G5Z/MdbTNdHb/ni2b6oX72xP9Tu7GkoGPJWTfXUjPbVTQw0j3XU15WnFOXcLM+/euPBdhA7VyLhHozRHozR4CBPlqDCRUSP7MtZ84tsvT3z7ZbRJIxGySaH+4UEHUAELPqoeiTZ+fSTKoMY/+CJCllqBHIo2RJrUeg1mNiijzJoIoyo6QmvSK9QKxGxQHj8Wc/xYTJRZd+zwETFPJBKI5ZiCw+HFxsYePXp02bLP33jjjffff3fVipUH9uxl0egKVBqh1sVEmOUahVSrEMqlHEQixNQSdRQXjQyh6faH6rYdNK/ZHbly11dr9p9e6391pd+NpXsurjl49rOtMe+tEn20lrp+Nz2IxOUIxIgE1WrV0ZFRQgF6+vRld3N3Q1tfvaen0tnqah9s7hnrHV8cmn74/clL6zftfO/dj1evXLd8yTIlJlvywQdBfvsEXAaDGkYmBIoFTAGXJuDSECELCnWAltEoURDAcGGkSW02KL1zUIovo7Xffx0ZoRPH3TxdV5XT1VLZ125rdReO9zsWJhueL7Q/mm58Mtu8MObsasr94Yjhh+gfN7znLw0/QtioNNEvHeLcyzndW3Rx+N4xR8J31Sb2d8MN04/HFrubXe2NFQM9VZOj9QM9lT0dpc8edU2MOBuc2RMjzqFe+9xky0i/c2G6fXaidXSgfmq0aWa89cni4M/P5x7Mj0yMdD59OHnr2ukGZ0VuZoJJh4UF7WXTwyBgiRueApYM4UGBUy0T4x/Q1fihUeAaWIYy1XKeVonvqapkAr0aBx1p5AjOX+FxMaXq7r3EuPjkU6cvXL1222SMfvON9zZu2HrgwMHNGze9/uc/vf3W6/v37eSxKSw6gcdl6HUqhVwCPjCKCExG7eFDUQq5RCGXaNRylRLjchh/ef2Py5Z+unvXtg3r1+7YvjXA349KIQn4XBkmUSnlGrVSrVII+FyjQafVqLQa1eefffq//uN377379soVS6mUcJGQEx4W6H9wb3CQHzEM18BiHoPDCOcwwlEhQ4GwwAQ2qlC1lC/m0CAtDAFUkBlyqUCBCTFMgGEClQo1mVSRkdpos+qoQRG+Z+vaj99Z89Hby97980d//v2nb/9x5Sdvhx/cyaWFSPhUEY/MY4WD3yvkkwU8klopiDDJDDpUIeNiEpZKxtMqhVF6zKxBTWokQiuJ1EhMSrFZhUTqpCaTTK0VyxQ8mYKn1or1RqnOIFFrxXwhhcsncfkkEUJHpSwRQheIqCIRTYHhuVmEz8QBSP/qkYIGlgjZfBaFz6KAWEL4TBY5NGD3tjVLPlry7huhB3aL2FR86wjhGgwKLpcqFDKlXugXPheswdQyMa7EvD1SBSZUYEKlTAQUpUiTWi4VCLg0VMRWycVwsiA2Sh8doT0UqVfLxEDYMmpwShNIX2BBA/850qCC8WEvF4pp0kliI1UwM+7r6xo0uKY1aBBILINVq1UKoVirU4nkErZGIYBxYDGfgiFMtZwPkGe5hI0hTFCkwMQCbey7Ty+Sig+PC0RoqBDr1WJ8SVjMUyF8gxw1qzBwek1KKcSeTUopXAgmsEmN62r44WEqKcokjzTKos2KQ1FqgwbBf9Fe1jQEob3VZVSF4flzGGEGS9yokUH+Gf4ZKiQC+G2CzQv71aCZ9SopNITBDVZhOPsK3rEwwoQIWVIEB/VB5hny/+AAoyI2vnvkZfipFYgU4Xq/FYH6VWBiSEHDyK1EzAMmFo9N43PoiJAjEfMQIQdgeEIhE0W5EH5GERxe7YtAi0UCABRDEFoi5KECLuR4QeyhAq5UhC+UibgsMQ/HO0EMGMjPuI3Jwg/QtJBnBh0F1VDQYOBVSlAhGLxeYh8X/pMi4LNhcNXnMcIcDlzHV5H9Nw0Mg088Fp6hBQY+EK195V7gYIMABqkJfwazFy5h0ykggDFEKENFkHyGsq6Ag0/g+g7fvhSbRva9FHCmAM4IwFeEz5GK+PjcMZMG14TAti/hDLRqqVgAsG6fsQwFYB4LXx7yqV8elykScrkcBgSJIc8MV4A4MSjY347Q+rLKQLeCEDUoW7hb4GyRSWFUCgF+a0wGBb797evvgznD/hCYwzC0C34yITyYQSeD8IZaMvi6YCbD4wLHGIQ04JR9JC1gYoWHBcHJC7gctnlDQgPCwoPCwoPCCcFEchjoWAaLyhVxEAXCErKofDqFR6MJGFQ+ncgmE1gkMpdK49LoPDqdR6exqbgkZpDZXIZAxAWh6510wkkZoHJ9jiuko9ksBp/HASoVlUIKDwuBeia4uzQqmcWkM+hUEjEc8tJg9lIpJKgTg4gFkjbAsXw5ahIxHErCHDaTTqMQCWHhYSFwc5DBIJtBUf9WAIPDTCSE/e5kQvnJBJzPfDal6mKG/XJW7ZXsustZtefTqs+nVV9Ir7mU6bicVXs5q/ZCes25VNv5dNuZlPKTiZZTSaXn0iovZtouZtouZOBbR2DnXs11XM11wIWXs2vOplZcya2+lm+/kFl5OsVyJrX0bFrZ6RTL2bSyq3k11wsct4qdd0vdV3Krz6WXX8u3p1Y2p1e1JpU1gNmbWtmcWOq+kWNLqWjKq+vOrG67kWMDqvPl9PITd3JO3Mk5m1h0IcVyM7c6sdR9p8BxI8eWWOo+l1R8PbsqweJKqWhKLm9MKmtIqWhKr2pNq2rKqW1LrnBl2VuzHZ60qsbcuvZ0W1NSeX1GdXNGdXNSeX1CaV1yhSu5whVvqU0od96zOJKt7rTqpnhLbVyJ425RzaX0kjt5VTezK66klVxMLryWbrmdU3kjs+xCUsHljNKLaSWXM0rPJOZ/dTHu6Lk7x87fjj5xWRLxpTTyGGqI5amMbEyLa2CxjMQVB5EZgURKAIHsH046EBiya//B3Qf89wcEB4cTgsMJBCKZRKYGhQTv2LVz/cYNa9ev27hh3aaN6zdtXL9l88atWzb54tAghvfs3gka2AfECjiwlxgWeHDvdlLwfkrI3pQ7Z0c6HPfHPU+nOyZ77c2OjJbazL62clzk2DMGuqyL4+6pAfv0oGOyv6aq6FZB2jmPM7vZkeFxZrttKU329PFe2+OZlqkBe7/HMt5rsxberKtIqCq6ZSu+3eHOG2wvG+mqXBx3P5vHHcjxXlu/xwJ8o5GuSjja6nPGe21PZlsfTDZ2uPOa7OluW4q18GZ3U2GTPb3Jnv5svu3ZfJvbllKUfqky/057fSGQn3uby8a67eM9jone2q6GEltRXH8rjn2a6ne+WOydGXRN9NZW5cd11peMtNd46vJryxI9dbmTg3X3Z1qf3u95vNj76tWj4YGmH76N3blt7e4dG/fv2rJm2Qenvo3+nxczf3823uux9rVVjvbWjA/UPJhs7GkuGmi1jHVZRzurcPt30D3i3eOd6KuGl2h+tB6e4EhX5VBH+ctHPQ+nmoBg3FiT1tmQ39Nc1NVYADlejzN7tNsKjdaZodqHU03zo/UjXZWPppt/ftj9aLoZ5nzhtRrurOj3WODmnQ35He483I72/mqclYlZCT9aC28Od1bMj7gfjrfNDzXND7uezXpePuxYHHM8mnE9f9g6OmCtsNyuKEvKybrT2lQXH3cXEaFmY1SEKVKn0R6Kiowy6zhMQmeb/f58j7UiaXyo/tU/5wa7qxemWqcGG7OTrtjLMlrqigY7ba2unJb67MbajOmRuuEe6+SQY3LI0d1aPD1SNz1S92iu1W1Pq6tK6u8oe7rYfn+iYXa47vlCO7w4k/01fa0lk/01cyNOeMr9Hstkf81AW2lZ7tWqolt9LaVzw65HU61g/EJwYHao/uls+8ygE7LlYHr/ik8bbehqKOpsyB/oLJ8db3j5bPjRfL9SwtqzZeMXn3y09vOlzY6anibnk7n+2YGGobYK3ITvwMdvHs12TA66x/vrW10libdPnz9x5NyPR77/OvKQWRmpk+ILlgoRIqDLJVy9Go2JUH99NOL7bw4d/zJSoxAxqSGkML+woL1yCfdorMGsx+G3R2MNKpkA7+XKhRFGxZFYg9kg16oQnRrVqhCzQR4doTYb5Cq5UK+RHIk1HD1kNOlVESYznysSCxFEhMoxWWxMFINOffON1/7y+murVy3337+PTiYhAr5CKsH5VREGVYQSM+HxYlQfLVQepfGPBhAO7wr8csv+4+v3frdm38k1fudXB1xe4X/x0wNnPt59atm+85/t+PaDjbr3VnOXbCBu8aOS2AJUoYg+fEip0nz315NOd7vN0VJYVtcxMGupaaxp7GroHHrw4tWNuDQSjb9m/bb33/tk88ZtOzZvZ1Coyz/9lEoIFfKYNHIIh0MRi5k8NonDJCBChkYpVsmFYgFdirDNBnlMpOZQtE7IoyJCRpRZFWVWxURqoiPUEj5VjXHMWlF64pX66ryulsqG2pyuVsv8hHt+on5u3DnQabk/Wf9krmlyoOrstyadQLLh/fU8f7GJfbi7bOrV5KtXk69uxhbfOlR873jxt+qLc10PprqHHs+OLU61jw3Zx0Zcba2lje6ixw/7x0Ya6uvyJsdaujvsI4ON0xOdz59MTI13DPe39HTUl5dkVJZm375x/trlM57m2g5P/fffHq6qKPjx+68wlBMWvI9M8GfRwzhMAosexqSF8tgkVMTUq1EYetWrUe+2jUSnEuGOpbe5KhWzlBgf3g8GjUQmEcqVCr5YcvHS9dt3Es5fuPrjyXOnT11Yvmz1+nWbd+7c/fmSz1770x/WrV1JoxIAJ8bl0M0mnUIukWGIDENEQq5chiJivlolMxo0ZpNOLkO3bd34l9f/uH7dql078eBPUKA/mUSAzwcyTKLXaQx6rUKOCQU8uUwaGxNFIob/9//9/et//tNnSz5Z+vknVApBwGeHBPsHBR7ApyYJwXRKqJBD4zJIfDYJX7VFOFIBQ4FwzBoprPsIuRTY+FFIeSq5UKdGlTKBFGFLxCwFxlcrRBqlWKMU69UoxX/3piXvf/H2a6s+ePPj1//P+3/8z21rPueQAtUoB+VROIxQLjtcgjDkcp5EwuLxSFKUqVWLTAapWilAxXRERJOhLNzq1EqghBypk0ZppRFqNFIjiTbIYmI0OoMEk3NRKQuTc+VKvgRjC8U0gYgqRhmIhIlImJicq1QLFSoBhnEQvNhM4bGIQi5FImLCZJES4xu1UpjwVWJ8tVwICXABk8giBu3etPrDN/6waeVn/nu2oEKGRMRUK0SoiIkIGRIxSybhwvNVyYUKjK+SC+Fb+KpTo2aDPMqsUmB8DpMg4tNwZB2K7/HERGoiTb9O+2iVYi8eWRkToY404jBkqRhPoavlQr0aNWqlRi2OMtYq8Z0hsGohJAz2bKTRuzPkXTACyzfKJDdoEI1CEGWSRxgwnUqkkvHAX9WrxUAXAxA0dHHhHYtPGanFYA5DZxiErlYphIB0tFlxOFpzNFbnS1wrEI5cjLOatTKhViZUolyVBF88gtEsgxIxKPE1I61MCLxokOjwoEDYMmpRKACDGgc9DM/Om4XG98PlEq4S4xs0EpMOw/eTpDyJiCkRMRVSHlyoUYhkKAdDcPy+XMLF35YygXd4XKTE+HIJVyJiwp34/laJ8TGEjQgZGMpRYHyZhOttK9AQIUOKsBUYHxHilX4pwlbKBAqMj6E4LFouFckkQt8hRfiw9AMyGBFy4A8wAiSTCAUCBp9PFwqZEgmefxYK2CIhRyrBhai3zsAXCfED1C9uAnPxdVlAOuETRyy6mMf2rqnjq3KogAu2J5+F86KBPuWbkAFtBjoNlBisrYJRiYj5KCLwCWAI8UJSmsdlgsTy0ZLACOVx8aUfH7/qtxoYossCb8mWQSGC3GXTKT5JCf1eEK6gY2E/CUaSxXwOiGdoBUvF+LwiKuRBShly1D6YFtwckFosKonLoPpeJbDB4byAkIOvB2NiAQhgnE78m30g36Oj3tIK4KYFHCYEoYGJhat9PtsHA/MOyHHhBIEv9gzIaB6XibdecdQzwJ9xSjMoYVjrAcsXirhekjMRerZgtEIsGW4Cji5obJ+W9nWw4fpwFgNoZzBaC44u3BbuGdBWIIDhEUGf06hEEjEUOsZkUpivVEynkfCiMpmAn8LwxrbDw4JCgv1DwwKJ+NhSGIEYQvKawKCBuSIOpsGoAgaBSyFwKSQ+jcSnhbFJoSwigUshcihkHo3Co5FZZCKNQKQR6EwKm4s3fuEAG5bJoAGtCmQtk0ED1xeKvmQSgcNmAs/ZJ1B9Lq6v6OsrCbO9SC0AXPlQzz5NCxlpuA48ENFbAKaQiWQSgRAeGhIc6LOawYiGCDTYyECNxgXwiXjLD/csPyaUnk6qPJNSeSqx4kS85URc6Yl472RRSuWF9JqLmTVnU6p+TCi9kmM/l1Z5MtFyMhHPNuM7vdk1FzNtt4vdd0oa4stbEipabxe7r+Y6bhQ448obL2VXXcmtvpRddS69/EJm5dW8mss5tjOppXdL3ak17SnVbffKGq7l208ll5xKLrld6Egub0yztiSVNdzKq7mdbwfteiuvJt/Zk2ZtSbC4Ekvd94rqrmdXXc+uulPguJpZeTax6FRc/o0cW1yx82Jq6cXU0vSq1hs5tuTyxoL63tLm4eKGgdzarqya9iy7J9vhsTT35zk7ihp68pwdqdaGPGdHtsOTam24ll1+Nass1dqQ7fDEW2pvF9gSy5xJla4b+dZLmZYzyfkn7maeSy64ll1+Ma34bHzulbSS27nWu/m2uILqe/m26xml5+JzT93NPhWfeyG1+Exi3olb6afjMk/fzTh69rok4kvEdEigMbPlOq5cz5Vr6SIslMEB9RtEogaRqAeDw3btP7hj74Hdfn77/QMOBgWHhROJZFJgcNC2HdtXrVm9fMUX69etgWPD+rWbNq7fumUTMLH+rRu8d88uvwP7AgMOhAQeIBMCd21bGx6wS8qnDLQ77o+1TfU754ddjyZbBtpK2+pzelpL66wpZYW32hoLn8y2Tg3YJ/trpgcdzsrE2vL46UHHWE/V9KADx6gO2KGl+WCycaynqt9jwYuyk41DHeUd7jyQbU32dI8z+/FMy8KYa7zXNtxZMdpthT/0thQ32dO7GgvwSZvp5pmh2mZHRndTIaCA7aX3KvKv20vvtbtyR7ut/R5LbXl8p7u4r6W8xZHbWJ01M+j6n6cjz+e7x3scdktiZtzp2SH3ZF/d3HBDh6uoLOdmX0u5uzIdR0BNep7MdOC+4pOB+zOtk8Ouf76cfrTQOz3RaSlM5XPIfvu2Bx7cu2X9ypWfv5Obdv3BTNfD2a4Ge3ZnE67rRvtsUwP2uoqE5pr0kY6K6f7aB+NNkz21HfX5ON5pwI6bwyPOJ7Otj2da5kfr50fr2+pzWmozG2vSuhoLOtx5/R4Lbq33VI10Vfa2FIMYHu6sgBd2Zqi2p7looq96etDxbL7twWQjrmZH6x9NN3c1FnQ3FTY7MmzFt23Ft5sdGX2tJf0ey8xQ7cKYq92Vm3jj63tXjnqc2ZP9Ne6qtIWBxsXBpgdjLVN9NSOdpa9ejT293/zT47bJUccvL8fGx5qrqwrOnzsl5IvOn7ui15gjDRFquUKFoVFGdUerY2G2q7O1bGGm6fH99n/8PDwzVl9ZEpd488erp79OuH62xpJ548JRe0X8xKC9s7lwbtw1O1Y/N44PAs+MOh/NtS5MNrx6NTM+UNPdWjw/4X4w0/x8of3pnOfpnKezIX+kq/LVy7HFcXe7KxfeMB3uvO6mwrkRp9uWkhH3Q3dT4WBbxWSfo6+ltNNdON5TM9Re2Vqb016fP9nngE1gaIzDTFRvs+X+WOODiebFcbfHneuyZ0yPNsyMtbEoAfu2bd68euXW1WuqigrqK0vmx9rxUwMj7p8WukZ7ayYH66eGXO0Nlpb64oqipFPfRv9wPOL7ryO//yrqq1ijRiESsKlSESfSoIqN1ESZlGa9LCZCffzLyK+PRqhkAlKYHynMj0oMiDIpv/0qGj6f6dWoDOVER6gjjIrYKG1slFatEMm9gkEu5ckkXJ0a1WskSplAr5EcO2L+7njsV0ej9FqdkC9SK1VRkeZvv/laIZd8+sn7b7352l9e/8OO7ZtYTKoXeiRBERGGoBqdWh6h5arkHLVebPiKJj6+3c+8YpNx1bZjq7adWLHjzIo9F1f4XVnuf+Gzg2c+CTj5eeC5D7af+mTHyU+3H3l/g+T9taSVuwghTKFEq8PUarXBXGCx1jd2FpTWltmabc7urqH5pq7hsfnH1fWtEoXuYCDhv/+Arx+tW7OeQiDu3blj64a1bBoJX0Mkh0gkHIGAxmOTuCyiUiY4HKOPMqskYpZEzIowKr7+MvL4sShUxERFzJhIjdkgN2ilWhUiFzMlfKpRLUqJu1heGF9fnV1ZEjcx5FiYdD1ZaP35SddYv3Wku2y4s+znh50drgKdgGZGRDIqLXTTLjNbXnGn+H7Lg8uRN+KPZyR8l3Hj67szXVOdda5XLx8uzrR1tJeMjjTWu0oqyzOnZ3qGB5vrXeWL88P9/S3jI92dnQ1lJblHj0YatAqjQY2KuJEm7eHoCCWG3rt9TcRnrVu9PMh/n3e+Eq8FcpgkNoMo4uMWN4sehggZZoNcrcCrvxIhWybh4+windygkajkwiiTUq+R4MwemUgpFeK/d0ykUkr1BhOLJ/z2ux8vX7l57fqdL499e/XKrV07969etWHtmo1v/uWt1//8p107txLCcaIYgxoGipfJoMgwRKdV8rhMGYaolBiKCLQahdGgEfDZb7/1+qeffLB1y4bdu7bt27ubSAiDOQc6jSLDJGaTwWwyyGVSmIs4euTQqpVf/MfvfrdyxfJNG9d//NF7YCYc2L87wH8fPjVJCKaRw0AA4297MUvCp/Po4WIORYMJQGbIUI4S4yukPFxySHlaFYKPaHmfuFaFKGUCIY/KpIVyaWF48vmtP33x9mtrPnp73ZL39m1cyQjzw2FXHJKIR0ZENDnGkcm4EgkLkTBRKQsR0ZRyHuSf5RhHKceborh1qUENSpFBKTKpEbMK0csEepnAoBRFRSjUahGKMhGvilarRQoFXypli8V0DONIpWyhkCoW0xUKvlzOQ8X46RhUyBBwyAIOWSpmgUZSSHkRBrlKhj87tVyolgsBgo0hbDGHEn5w95J3X1/+0dsbV32G8mhyMa6ytEqxXMqTiFkwJyuTcOEftVzKU2B8BcaHbxUYHz8RoJFolGIOkyDkUeVSnohPw1COSS/TqdEokzLCIPdmB0R4UsAgBymOChlSMUsh5YE2NunwFZ8Ig9ysl4J69MlgyC1DWddHq/qtcI00yiDSHGmUQWEY0stqOR8o0Hq1GHhXoJkhRA19YPCZAdQMWCxwaA9FqU06CZ5OR7lKlAtyVyXhyUQsuZitwfAlJL1CbFShegXOvlJL+VqZEN8i9v42ZShLiXGhbGzSSYDIBX8F0hds/2izIjZSY9JhWu/JlAiDPMKA7xhhCFvIpaBChtr7Dy3arIL/2EpETAxh4+9YEVMqZslQjlyCZ3akXqq5QspTYnwZyvntu1csoPsEMCheEMByKQ8RMgRcCnyLoRyZBK/0q+Sot/CPqOQo/Bl8YJDBUoQPdGjAQePbSCKWQMAAAYyIeTwug89jImJ8f8irgf8/AczncXCgrnfFF+Fz+Cw6l0EVsBkIn4PPIwl5UhFfyGHC/C8IYOiCgugCwQPjqAw6GZhJwMeCyR8xzPbw8NkekHDAFACfE+hZkIiGVR4Omw5C0VeR9QWhIags5LKgAwwjRsDB+m3Y2GcgQwgZsM8Qb+ax6AwKEeLHqJD3WwEMPWExn+O7uc+h9b0gYJX7TGA4I+ATwPhCjxdQzPSO9ICuhq9iPkci4oMz/GvsmYLznPARYwEXYGDgsrKYVEBk83kssFtBDMOCLiCl55FSAAAgAElEQVS1fZFm3xXgtj4pS6MSCeHB4WFBJGKob/bWx6miUYmQqfbpZ/h90b3zuQw6mUwKI4QHQw3YF5kGhBVcB7SuLxcNAtgnpyG/TSGHw75uWGhgaEgAlUKANwCdRiKFBVOJuB1NJoXBWC6ZEs5gUpgsKu1fMWYylYC3eflMVImGc8iBLEIgixDCJYfyKEFsYhCbGMqj+FGDg1gEEpdK5lKJDGIoKSSYEBRGCOZ4YVe+xWMKmRgWGhwU6A+9XxIxPCQ4MMDfD4QoiRguFPCYDBogrwjhoeDWUshEoYDHYTOhpgukaJCsdBoFrgZhachXh4UGU8hE7zYhh8/jgO0MNq9v7ggeOjgogBAeCt7vb/nS4CoTwkN/dym9+mxS2Y/3Sk7cLTydUHYhtfJyRs2VzOqzSRUX06xXMu1XMqsvptnOp1ScT7FeTLOeSy6/lFF5LqX0xL3804nF13Kqr+fWXEgrv1VQi/OrcqovZVTeKqhNLG+6me/4Ma7gbLLlXErJ+VTL+VTL5cyKG3nVtwrstwrsKdbmfFdvvqs3sbzhVoE9zlKfYm1OqmiML6lPtTZm1uBW7b1ix618253CmoRSZ6q1MbkCr++m25pTrY1xJbV3CmvuFtlv5lXFW+oSSvFs8+2C6oRSZ3KFG2LMdwprUiobcus6suyeuBK8uJtU7ipwdWVUN94tssVb7Fn25uQK5+0Ca0Kp43aB9U5h1b3i6riSmjuFVddzyq5kllzJLLmRX3EuNf90QvbVLEtSeV1yhfNGdumpexmX0woTLfakEvxIK3deSy8+eTP1ckrRl+fvfXUl8eSdzL9eT4n58VrsyavfXor79vJdWcQxifGQSBPBUxgECh1PpqHwUX8SDU8+h4TtCwrZExC0zz9of0CwX3DwwZCQvX4H9x30CwgKDA0PCwwO2rFr++q1q5Z9sXTliuWrV61Ys3olHBvWr92+bcue3Tu3b9uybevmDevXrl61YtPG9fv27g7w9zvotzc4YP+BvduIoQfIoXtxq/P55PxI8+yQe9BT3u7Ma6nNxLVZa2lHY1FjXbbLjhvCL+53/vKkr6uxoKU28/FMyy9P+ib7a+ZH60HYvPp5dGHM5XFmgwh8ONU0O1xXXXLHbUuZHnRMDzoG2krL8671eyx9rSVFGRdqy+P7WkueznnmRpwd7jx76b0ns633JxrmRpzzo/Wj3daJvup2V25DdaqzMrGq6FZPc1FrXdZge9lQR/nTOc/98ZbZIfdQe9V4j2NxrHm4w+apyx/wVM6PNPY2l80Mun5a6LEVxXU1lIx21dSUJHQ1lDycbFkYbfjHk8GXT4Z6PRWTw65//DTx5H7/swfDQ33NVy+fOLB3S2jQ/l07t2xavyLk4JbxAff0SPPzBwOzo43D3TZXTWqPp2Skq7zZkea2Jvc2FY112YbaKvqby0c6rHnJuCU+N+IEDxxATSNdlS21mXBJW33OZH/NWE9Va10W2L99rSUN1akN1amOsriG6lT424bq1LqKBLjywpgLjNOBttJ6axK8DuV51xpr0qYG7Ivj7vFe28xQ7d8f986NOCvyr/d7LMOdFSNdlX0tpVPdjvtDzRPdDvzn7Kl8NNf05H7r/bkmd13Wq1cLo8OtMTE6AZ8bYYo2mw5FRxxWoLIvY2LEbIarxvLTo9G66ox/vBh69Y+RxRl3efE1V01qVtIZd3Vuyu3zKbcv2YrTT39nKC+80d6Y77QlV5fda2/Mt5XeXZhsGOqufLLQtjDZ8OJR94tH3QuTDU8X20d6q57Mti6MuR5MNjorE4c7K/7xtL/dlTs96Hg65/n5IV74HO22wqkTZ2XiwhheA54ZdLXXF4512xdGm0a7aurKUyb76p7Odj6f754dcnc3WvpayueGG2YGXd2Nlrmh+tEuW3dTYX9H2aP59kfznQNddSope+vaVeuWL/XbvmOsp2t+pO/Vi9mfFwd+eTzwt/t9EwNOV01Oj8fqtGVXFCVcPHXkm6P6E99EH4vBp0QORWm/jDUfjYk4FGmMjdB5P4PibrAM5ehUyJeHjN9+FX3ssEmrFGuV4kNRWqmYxWeTlBhfzKcpMf733x6OjlCDh2DQSiOMCqMO0yjFUoQdE6mJidRIxCyxgB5pUn51NCI2So8iAqkEwaRis0mr0yq2b1//2mv/+733Xt+4cWVIyAEBnyVG+GKxUCaTqTU6ld6MRcRKoo8zFUd2hatW75JtPhCzzf/HNTt/+GTd8W0htzeF3FkVeHWJ3+lPA08tI5x5b99f395y8pOd55fvO/HfS3hvr6Eu2RwaSBeQBGJVRFSFw9naPVxhb4pPLS6ztVpru1u6Jzx949P3n6JK/c59Bz9funLlirVfLFsRcMCPEBTy2YcfchlUhUREIQbhM7ASjlBIZ1BD4DMlONtqhUinRo8eMh47Yo6J1GhViFGHxURqdGpUJuHqNRKZiGVSI5F6SWr8JVdN7lBPTUdz8f2Z5gczjQ9mGl8+7Xn+oP3hVMPLRz2vfpl49ffRr0wsAWljrzsr8+bXcspuceCOK4eibh375vrh729/fa40Lmexb2SovWVuvH1+tvXp076nz6YHh7r6ejumpkf7+zoLCrNv3rhy69YNvVb35ZdfXrl0NSMjy2a1d7T3zM0svnj+t19e/v1vL56PjQ7n5mSZjNrAgANbNq/fumVDaEgAhRzGZlG5XCqHTRMIGHK5yGBQGI1Kg0GhUUqlEqFcKlIqJFoVpvB+OJZhYqUM0ahlRp1So5Hiw6GoUKXWSuWayKjDCYlp3313Ojb26/i4tPAwyscfff7eux998N6Hy5Z+tnnTugP7dxHD/Jm0cJjuRBGBTquUSkS4JyPiyWWo2aRDEYFGLV+3duVbb/553dqVy5ctoZDD/Q8eCAkOJBHD4cw3mUTg8zhHjxw6fCgGItACPve//+/v//TH//ZuBe/98IN3DuzfLeCzKeRwGYbgn9uYFDaDzKGT4aQP3qgUcxEuXcgiCVm4IQxvZnB6MZSDoZwIowIMTxnKiTDgpwD0alQlE6z87P3l772+/uN3Pn/zj8vf+bP/tnWM4P1ccpBSzEJ5FFxBKfhsZqhAQNHoEL1Rqtbi3V21UqDwFncBpg1LOTq5wKgSG5QirYyvw/gQgTbIhXqF0KRGVBKOhE9VomwNxtNgPLMG1SuEWhlfgeBALLWUa1CKFAiLTQ/BVZBMoJQJQKAqZQKNUqxTo1KErVOjBq0UTkthKIfLIgo4ZLWUTw3xW/rBm6s/+2DrmmV7t6yVcGlSAeO7L6OMWjwYYtbLECEDFTEh6wEnucBLBP9QrRDpNRK1QhQbpdVrJBjKwc/7SHl8DhkXz96MAAg8o1YaacQl35EYPYaw1XKhWS+LNCrA9jTpsJgINbCaDRrEJ1DNeqkP0eyb9gUXFxQm8Ktg5SjSKIOGLUCwwO8FAJVGIZCI6BjClKEscN0NGiTarIA0NTwE2LOxkaposwK2hWOMSoMSUUl4WpkwUieLMSpNaolKwsNPE3iVMB57ViLgDBuUeELbh9oy66XwbZRJDpY1aG+Q67B1fChKezTWcChKa9bLTDos0qjQqRBEQAeJq8T4+NLvv1IYGoUItC5oYHD4VTKBToX4lDCGsEEDYwhbImKCIQ/n6cQCuoBLEQvo+Cktb5bBl2uQe9823rMbePIZyM9qhUSnlmlVmFohUcoQ6P0CDUsmEQIUms+nIwgHQTh8Pp3LwQeBxSKuUIAXd72i9NeWPoqIREK+gI9v+YL8A6kJBiyDQvSJNwwRYogQLkeFPLB/AYYEcVmANoEwA1kFvi6fx0LEfEwqxqRiRMyHmwAmWuyd/IV6MFCFGXTYs2UzKESAV/HZDCaVxGXSfktyFvM5UrEAEXBBoIJziweJGVTYH+IyaeAVgzkMcprv9a4h6owLfh5bIuL/m+iF5wu3hcVgPpshEfH5LLpUxJchQvB+pSJ8/pdDp4i4LEBhqTBULZMIOUw6KZxGDGPTKTB1Cz+8z4sW8dhQD4afHJQ2k0ryhckh5OwDL4PchdMWbBYNSrYAD/M5xr+14mlUIri4IHEh/+yr5oIDDAoW+sA+bNW/CWkiIcQngH0uPZfD8FGygI8FO0xgCwPkOSw0EBDWDDoZ5zZ76c1hoYFgBcODAsOZRgonEUMJ4cFwNRqdBCBoilf3kijhFBqRxiBTWRQShxLGo4QIqKFCWjCf4s8lBvBIISIaQcIiIMxQIS2Mh5vDYUyiPzFwb8Denft2kL3DRRB+ZrMYPC6bQaeGh4WATwtCFxxdSC3BOKtPABPCQwHaTCYRwEMG/xbEKoVMDA0JAqgVkRAGV4ZKMJ1GAecZNDPUjwnhoUCQBrwWLAaHhQaHBAeGh4WAZuZyWLA5DAtMvzuXXH4mqeR0guVssuVimhUXtDmO67k1t/KdN/MdN3Jrr2bbLqVXnU8tO5tUdjbZciqh6Gyy5WR84bc3s76/k3s+texCWvnJ+MJvbmSeSym9nltzJavqWk51nMWdXNmSWN5wNdt6q8B+r8R5r8R5t7juXokzsbwhubIpqaIx096eUdOWUOZOKHNnOTryXb05dR1J5a50W3O6rTneUnctu+J6TmWqtbG4sa+4sS+/viuntj23riOzpjWp3HWv2IHDqFKLcZCVpQ7EMKjlxLL6pHJXWlVTtqMty+4BPXyv2JFW1ZhT25Zb58msacpzthU3dqdaXddzym7klidXOO8UVt3MqwBhnFvnSatyx5XUJFvr7xTbrmWXXs8pu11gvZVfeTmt8HRc5sm76ecSc84n5JyLzz5zL/O7qwnHL9z98Vb6DzfTAHx1PjH/x1uphuNndMdOHD51RWI8xJbrGKiKp9CJVAYWqiByBOFMdhiNGUKhBRLJB8MIfkGh+BGMa+CAkGD/4KCQsNBwIiEwOGD7zm2r1qxcuvzz5cs+X7Xyi3VrV29Yv3bjBjwRDZXgDevXbt60AY4d27dCB9j/4L7QoP3EML/w4D0CVliVJfX54sBIJ74h1N9S2mLPclUlt7tyh7qqxvrsw73Vg91Vi2M4g3dqwD7YXjbYXjbZj4eBn8y2QiZ5vNf2dM7jcWZ3NRY8nmlZHHdPDzoWx90DbaXwh57moiZ7elnuVWdlorXwZmb8iSZ7er/H8tNix8KYy156b6CtFPzkxXH37HDd0znPq5+G5kfrK/KvQ456qKMc7m2ir/rxtOenhZ7RrpqRzuqpfudgm3WovWphtOnBROvfHw0ujDaBPJ4ZdD2d7fz5Qf9Qe1VXQ9HDyRa8L9pbMz/ePDZQ93C26+dnY6P9DdMTne76iiizKsh/T0jwwQD//atXLGGQDrz6Ze6X5/j2z8MZz/yE214R77anjfVUttZldNTnTvfbZweduAb2WPuayroaisZ7bfDDg7vb7sptdmQMdZQvjLkG2kpb67Im+2umBuy4SPPGfYc7Kxpr0hqqUzvceRN91Q+nmiAr3u+xgDc+0FYK5vBIV2V3U2FdRUJlwQ1HWVyTPb2tPqevtQR+HaC6Pc5syE5PDzpeLHY/GGuZ6a//aa57pLOqMOtie1PBs0ddnpbiF89HJ8Y9UikbQTiRESYWgxsdcVgqkh2LijarFTWl+a9e3h/scrjsGYszDS+f9/z8rHOwp6yjqcBafNdWknzvyo8lWQm24vRvDsu6W4sfzbU+mmvt8ZS0unKanVnzE+4eT8njec/Lp31/e9yzONU4NVz7eN7zeB4/zTHea+tqLHBWJoIJ3NtSfH+i4eeH3U9mW2eH63qaixbGXH970DXQVjrgKX883T4z6Brrtr98OAACuK+l/NFU24OJ1rFu+0hn9eyQe3qgfrDNOt7jeDrb+XSm7dFU69yIc2bU+eJx3/OHfcO9LjXGObhr+5Y1q0L3H5jo6/lpYWputO3BmGdxrPHRbMfThd4qS3Jh1s2i7FvxN09GGyVnfjjy9SHD0ShNTIQaBPCxQ1GHIo2RBo1BjXmTrhhE76LNqmizKsIgPxKjh8+v8OnKrMfpRzoV8tXRiG++ij5+LOpQtA7MMZNedvSQUa+RKDC+To0ejtGbDXJEyJBLeUcPmVVKaXSUUaOWMZnE/fu3fvzxm7///e9ee+0/9+7dSiSFoFJEo9MqNHqpUqvURWiijov0P2wNU633V24LjVi9W7tip2nlzpg3lqrCBElEada7m45+svevb+/46pOAk8sI59ZQbq4MvvfGmu8/2X586d7ot9fQ//DpjvX7CcEsflJusb2xvaVrxNXSn1vsSM225pY4mzrH+sfmzly8umu//5JlK1auWLtm1VoGheq/f9+BXbs+++h9BjlcIuQyqGG4QcohsdlEKcKWImzwuIw6TK+RyKU8kMEQi400KY/EGkx6mUouxMWwUQnp1ribp5227LGBuvamos6WoolB++RQzc9Peh/MNONUs8mWVy8mHGV3uxuSQva+lngF+2m6sN91tSwpJuuy8UwE79Zx84VYU+HdWz/NjI/1NLvsBTZbcnevvbQs//bdO6dPnz1/4dLVq9evXL2emJBqKbW2tnR2dPYNDkyMjc3NTj++f//FT8/++cvfX73656tXr1797aefx8bGqiqt58+fVymUFAopJDgwFIdVhtLoJB6XiaACXOvqFIcPRUXHmPU6FSZDcNyUHMNJy3JMo1JrNCo8fmzQmYxag1FjNGiMRr1EqhAiMpXacO78FbXaLJPpbt6I53KQt958/+233v/4w09Wr1y1betmvwN7yIRgHpsGH1kQMd9s0qmUmEjIhd0jkZB7KDaSQSe/9eafP/zgnW1bN27dsmHXzq3hYSGwZwifMKgUEpfDUipkJqNepZQrFbK9e3b913/+r2VLPxPwuRw289133ti8aR3E4VhMalhoIJ0STiYEs6hELoMC5Vi9AtUrUDzXqhCpFSKVXAhumF4j0aqQSJPy5A/Hjh4yxkRqQP1Gm1Uahchv75bln7yz+uO3V7z3l6Vv/Wnj0g/D923jkoMwPi1CKxFwiHjkVS1CxXSZjGswYUazzGyW67WISsFXyLgKL9oKp1iheA1Yg/H0ClzuajAeCGCTUqyXCfAmsEailXDlQoYew7WxUsRUoxw9xtdIuAohAy6PUKN6jC/hUkDAq+S4J6+UCUDuapRipUwQHaGOjdJCT0EsoEOSH+XRUA51+7ovlrz7+urPPti2djmTEBhrUJqUqBLlGpRIpFEBjjfqVVMQhPbGZfF/CPBCgSqOMqvgzk16mUzCpRADiGF+kCRXYnzoikeZlNFmlUmHKaQ8jUIUYZAfjtYdjTVEmZS45yzhmvVSvVqsU4mgoAucKpNOAgQswD6bdBK9WuwbNzoUpYbJIqjdmnR4Sh+QzrB4FBOhjDTKNAqBVMwAG1aJcZUY1wfNArNXJeOp5XzQqEYtCvSsCC1mUkuMKtSoQs0aKXwLileBcDSYAExgBcLBhEy5mA2cZxDhZj0++QsOto+t5XteRi3qxW6pD0frDkfrokxKyIGr5UIZytEqxQopTypm4RF9b+BZJRMoMf6/CWAMYeM9FO+VIbzwWwGMe+y/ZpvZGMqB0xZw/s4ngDGUIxGz/iWA8cUjnwBWynAfWIGJMVTwWyYWhgoAjoWKuND+RVEunoXmMcUinAUtFLCBKizgc4UC3m+PX31IHhsWhkDogrPKZzNAK6JCHsSDRTx8rQeoSyCxfIoXkrog50DrgjMM1h+bRQPj0SeAZRgilYgQMR9uCEAsRMxn0ymgQiFuzWPRgVMFCWdUyIMyLch1nHHAoPpAUzBcBBgt3wwvIuCCAAZGNCrkgfr1dYPBlYVHEfM5cH0Wjcxl0hABFxzg3yKvJEIewufwmDQhh4kKuJhYIEdFmFjAZ9GphFAGBd+tpRLD6GQC5JxBn0MSG8acANAFMhteMXiVeFwmCGChgAMxY0BnQ78XzhGAYQt/C68w4M2oFIIvgQzCFaLLcE3QxoCkghD1v0WXwdGl0/DZIcgtk0lhEISGu4XQMti/4DYzGRSf/QsaGNhaIK3B4yURQ6Fv7JssZlJJ5PCQ4KCDIcH++P/dqPgIMIEYQiCGhBOCQ8NxF/fXJjCbSuHRwvm4+g0R0QKFlAAB+aCAHITQwzB2KMoIQeihYjpBSA/jUQLIwbsC9mzdszU8PJTJoPG4bFCePvYVWLs+GeyDV8H4EKhc4FGBGCYRw2G7CNxaBp36b5NFkKwGGRwWGgzBaRgEBqozFIm5HBbEo4CG5fsKfjJsLPnuGd8BvpWHE5W9G7klF1PLr2RUXMuyXc+uupRWcS6p+FRc4am4/HNJFm+0uPxCiuV6dtWNHNuVjIrT8QWn4wsupFgupFhO3sv7/lbW5XSckHwrr+ZmbnV8SX16VWtmddu9EmdyZUOm3ZNp96RYG5Mq3Gm25uza9ixHW6bdk1zZcK+kNrHclV3bnl3bnmJtvFtkT7c1Fbi6cuvaE8uc94rtqdaGAldXnrMjo7o5pdKdUulOKq+/U1h9NavscoblbFL+rfyq5ApXUnn9vWL7vWI7NHjvFFan25ry6zszqpuhuwt132yHJ7euPdXaEG+pjbfUXs+puJRecjPPmlBad7vAdi27HO4t3daUUFp3M896t6jmVn7VtezyK5ml1zPLbmZX3MyuuJ5Zdj2j9HJK0c2MsttZFZcSC87ezb4Qn3c+IS/qxNVvriTi6vd2RvSJyxF/vRBz4qLh65NS02G6REURyoRKvUihp3BFoTQ2kc0NodCDSBT/cNwHPhAU5DtCCOFBYaGh4SGh4SF+/gc2b930xcrlny1dsvTzJStXLF+/bs2mjes3bli3ds2qVSu/WLli+RfLl65ft2bb1s27dm7ft3f3Qb/94AAf3L9DwCMF+m1VoPT5iY4HU50Tvc6J3tqxLltPY2G7K3ewvWxmxDU/3jg+6BzossJ07XCHdaq/dqQT15OjXbYXi90TvfYWR/bDyZYBT7kl62qDLb232TI7VD87VI8LkmHX3LALsEZ9LaUjnVWPplqH2itrSuI8dbnuqrSp/trFscYWRzZsCz+cbHk21zHSWfVwsuX5fGdfS2lxxuXassQOV8H8iHui1w4grkdTra9eTIz3OO6Pt/ztft9Yt31uuOHV87Fnc11/u9/3YKJ1cax5sM36bK5rvMcx3GHrcBW1OfMWx93dLZYGe+Zgp21mrHF+wjPSX9/f6RzsbUpNvkEM8wsN9QsKPBAU6PfJJ+8ci1W+enV/dqylv7Pq2WLX08X2+uqU7tbCsZ7KJntqpytvZsAx3l093FY15LF1OAudFcnuqrSuhqLpgbpHU60AfBrrrp4dqn8w0dzXUtpgS+9vLRvusHa4CjrdhZX5tzrdhSOdVbND9fMj7sfTniczba21OXiR1V3Y22zpaihqr88f6axaGG2YHqgb8JS3OfNaa3P6WkphDHmwrQLasJN9DtiMeTLTBi81zr5yFTya8Mz017c5CzqaLe3NloG+2n/8Mjsy1KLVIkajMjoKX97Rq3RcBu9o9GGjHHv5ePbF/bGeFuvfHg14CdJZnc15nc15LfUZ5YU37OXJpXl38lKvt9aVlecnXDoVPTlYNzfW8HShc7jb1tNaen+q5Z8vRicGaicH6x7PtT+c8SxONs+P4+Y5fnRY2+vzqwrvwJPqbbZMD9TNDbsGPOUTvfbFscbBtoqRzqonM20Low0zg875kcbuxrLuxrKpfpfdktxszxtqr57odZbl3HaUpjTV5DbV5LqsmU01uf2t1umB+p/v9/y00DUzVNvXXjo96no41zE96jkcqdy9ecO65Uu3rFo92t35ZGast7V6oAU/XdLTWllTnpaXfiMr+cqJb8xfHdLEmrFoIz5WiU/+HjHH4lVVbUykzqhTShE+cFkPReqPRBvxmV+dIkKvPBSpPxpjUmEihUQgQ3gGNXY4ygDDSBFGVYRRZdIr8EkbLyhIp5aaDcpIk1olF8ulAoNWFmlSm/QKg1aGk7Gi9bGxRgTh7Nq14cMP//KHP/zHm2/+Yc2apQwmmUqn0NkcIaaWaqNQTQxPHsmUHtsWFLPO78jn2/Sr95s3HIx8axV31X5t5I8lWfbHt0tm1oV+vTb8x4/2Hf9w3/fv7jmxPOjGZ3uvf7Lz/DvrD32y1fDmKvqbK/z3EIXfXrjZ3DPmaO5u6R5r7hp3NPYWVrjsDT3N3SMJGdkkOmvl2g1/+ONrn3++7OABP7VcsW3Dhu0bN675YimLivNyURFbLhexWASBgCaX4pQgHpsi4jPUCkQm4fPYFD6HKhFzJGKOUiYCBhggcHEOlhbTyQURWsmdaz9aS5JG+2sHu6ta3bnDPdbRPtuzuY6ZQdern/BYyqufpg/pOddOyeoqTojp78wNXv9lIfmf95OnPOd+nswea0ywZ5/PvXu6uiC5JCfeUpScnXszI+dehbWypKy6qsrZ1Nrd1zfWOzDZ3z85MDQ3NDQ3MDQ3PLQwMvZgZvrZwv2Xjx/9z5Mn//Pzy3/ef/BkcGDU5W4uKiy9eu1GbOxhVIIJhWLctWEwWBy2WCzG5DK5HJNgaFRUhNFsUKlUYhQRi1EpppTL1JhMJUEVmEwll6mlmBxBEIFIKBTyhWIRT4QKxJhabT558iKfL+PxsEsXbquUxnfe/vDNN9794L0P169dF+Dvh2M/KeE0Mg4CDQ46yGRQlAqpVqNQKTEZhkBR7fjXR9euWfG//+s/1qz+Ysf2zQH++7dv27Rv724uhyUS8uk0Co/LlsukKCLisJlSCaJRK8kkwltv/uX//P6/9uzeiUlRFBG9/947Sz9fAufRg4MO7t+3ixweEhLgRyOGsmkkEZcpQwQ6OWLWyCJ1CrNOEWXW6HQyhUKs08lMJpVCIdZrsL9+c+S7rw7FmLUwTvNltBETsj99740VS9777N3Xlr7z2u51y5nhB1E2ScKlyAR0qYDGZYYppByVgi/HOCqVEA6jEdOqRUo5D1+Q8n7FJCzgMykQlngYKsYAACAASURBVAbjwRLS/yeAlWKzUqxDOCoxK1IhNsgESj5dIWQYpXwNylEJGEoR04QJItWoWSZUeB1XhUKsUIglEp5CITaZVEajUiYT8vl0nU4WEYE/O7lcJBQyRSKWXoNJBSyTGqMEH/zozdeWvf/2xuWf7Vi7UiHgGDBEheCLUHqVNNKkVspEIhFLoRD7ZpBg5UijRLUqiVYlkUsFJr3CqJPr1FKjTo6hPDIhMMh/D4saLuLSUQEL4TOVUiG+tKTGJEJ2hF6pVaAALo40qGLMWpNW7u2T/yqAQeKCXgWtq1OJNAqBTxtDPRh81NhIlS/erFUK5RI29G+h03skRhsToTRoEJWMB06v78rAxIJauxLjQjIZfGN4OL1CHKGWReuUUVqFWYUZFRKzCovSKowKiV6GGBWSKK0CvtVI8IYw0KTBQwbqFXSAQdhDCVmnEmmVwn/hrGURemWUUR1lVOtVUliKgmlfGcIDDjkAw5RSIQDJMTEXmFg+qrZGjsB/maUiDlwoQ3hwHRimAjq3XIpzngHaLxFzfuW6oTwpwpVJ+PjUs/RXZQs7wCCGwemVS3E4Flzig0JjqAAKwEIhk8+n83lMoYAtFLD5PJyu5N0lwtdQ2SwGl8Pi8zhCAY5ohmkiUEpgOQLJGcQY3BC0EzCQQKcBENgHIobRIxBsYFGCtAM6NIgxGpUI16fTSCDI4Q5BVAv4bNwTZjMg/8z29mkBZCXkssBQRQRcsKNhCti3fuRjX/lKtnAJnjHmsX+tLtPIHAYVrFcBBy8b+8SwTxLDKhI0jeHKAMTmMqg8Jo3LoLKoJIBdMSlEKEuLeWypiK+WSaQiPoNMoBLDKIRQfLeWFI4bvHQKwLrgecGPB8FskOU+fhgUquH1gSCxLxYOdDFoWYNSBfayL8wMWGb4DYLUBMULShj0Ktw/ZNdhmxcwzjiHmRhKIobCtyBfAeYMvjE8FmCr4EfyCWCoAYO7C6Yu4KPh/CYApX1f4f5ZNDIhJPCg397AgANgJpPIYUHBB0NCA4JD/INC/INDA8IIwWQqgcam0gQMgoAWJsKFbrCYFiCi+oupAVJGsJyNf5UyQ6UsopQdLmYEMsN3BO5Zv3PjvgN7ySQCCGBwXGlUMpvFANcXir7AdoYaMAhUkL7AtYIuLshgitdP/u0OMJNB43JYXA4LtC7knIF0BXcINwQUFo/LBhqWrwAcHhbiI0vDThLgr2A3GBfAN3Jsl9LKTsXl/3A7+8SdnHNJxQBMvphaeiou//tbWSfu5IDuBfDy7Xz73cLa2/l2UMJ3C2vjip238+03c/ENITgSLC4cN2VtSSzD88wp1sbUqqY0W3NyZUNiuSvF2php9xS4ezLtnvhS550ie1KF2zs41HK32HGnsDrV2pBb157t8CSV198usN0usMWV4JdDR/dmnvVWftWVzNKzSfmn4nMuZ1huF9iSyutTrQ3JFa6E0jqQuzfzrOm2Jmj53iu2x1tqQSTHlThSKt13CqsvpZdcSi+5kFqEE628D5pZ05JZ0wLq+lZ+FRzptqa0qsbEMuftAtuNrPJrGaUXkwvPxufiyKvE/Lg8W3qZ61Zm+fU0y+2siosJ+cfO372TV5Vc6vzq0l3dV6d+uJF45m6a9su/KmOOCdVmLqbmy7VciYLEFgSRGUEU2oGQsP3BoXAcDAnxDw0NCAsLDA8NDg8LCAkOCgkMCPLftWfnmnWrP1/22aeffbL08yUrvli2ZvXKdWtXr1m98ovlS5d8+vFHH76/bOln69au3rF96769uw/s33tg/14/fBB4z95dGxER9eD+Dd9+qXt2f+DBdMeTmY5RPNNbNugpHemqnB2ug3mbvg6rp6GovjIFYMXTA3Uzg87pgbqJXvtol63NmffyYd+zuQ5nRTKs19ot8QOe8uEO60SvfbynprfZ0uLI7mspfTrb/svjAW+01QmIo8k+x4OJ5gcTzTB6NNVf++rnicfTnt5my+JY41R/bXdjscuaOthW8WCi+els+3hPzYCnfKy7+tEU7vTODTc8n+9+9WLi+Xz309nOBxOtHa6imUHX9ED94ljzSGf1gKfSbkmsKUlwlCa4bSmT/TX97RUeV/7UiPvJQu/EcGN7U+X8dH9Ph+vYkf9H1ntANX3w+/+99/7vvU/7PB1Pp61W6551TyyyNwnZe+/JHgKOWmvt0lqtW0HZe+8RICEhmxESAmFPQXF3PR38zjef3lzP/Z+Tw2F8+QZD1Ly+7xXndWAnFKLuP7B77drlvabmHx8NtjflmLSls2PaYXtje+PtIVv9mL2pqzXL3F4wZEUWlfq7alzW1j5tlTuNXAgzvIuT5pG+Fqum1KAqmHKq50f1g9YGY1thX1el3VjT3VnWoy2vyP3O3FEMiVZYAJob1lnUJQZVga4516AqMHcUO0y1DyZMPy70zw3rerTlsKuEqJfT1qdzvfOjeldPk6un6f64cWao02mpXxgzzI/qjW2FhRlfTgyoLOoSxA0+apqb7H72eOzp4wlbrzYxUcZgEKQSgVQokImE6UkpcXJlvEzSp2+bGjJNO/U/Ljp/WRz49anz9x8Hm6qvNlZd6Wy929mSa+4sz7n1VXHW93WlGTcvnuo3I8Tr7GmcHe2aGFRPuTpnR7sezfXMjOisuvLJIc3ijPXpgm1+wmhUF9tMNYPWhq6WvLaajJG+lkfT1kfT1iezPWP9SA34/XHjn89Gns/bxu1tsy7tT/ftS89HZ12GUVtHr67G2FZannOxV1czM6SfHNC21WRZ1BX9hnpzR7lBVWLT1w33to3a2u659AtjhhFbk7WrdGyw49G8bXFu4LNjsQGHD+7fvm3Dig/HHf3P56emhkwAwM7u9vL8G+X5N4qzrx2NFx2NF311OiU5RpiaJDt1PP5kejyiPCiEUODMZhCPJihh7/dYSlxSrEwp4SXFyj4/mZoQLRFyaFALDIuU0VJ+SrwiLlqskPL4HCqThod9IAGXxmNTkuLlCbFSuYQLOxxKGT85QZGSqDyWnsxkEg8f3rN+/YdvvvnKyy//24b1H2FxSM4fQ6SyRbHi2JP82NN4XurhCOH6A+wNB4/u8PvqYOQ3q3bLXluLi+R9db2iu0g92tj3uMr86BPq6Q2BRzcFf7HC6/RK7+/W+F55d8dX20Nuvrk5Ztl28Qc7qW9tCPRG83SOKV3feJvB3uOc0VqGugeme5xT/SOzZfUtbIE4ICR085Ztb7zxxgfL3vc57BUWEBAa4Ltr2+b9uz7Go0NZdAJSbCvhUChooRChXz6HyqIT2AyiWMDksshUUhSLThBwaQDAyJKqhKuQ8lISlSfSE+Pl/NR4yaVzp8oLb6rqc8cGNU/u22fH9SN21ZSrc2ZINzmg/e3RxLM51++PZlF+e0I/WdPTeauuOKk6j5d1yf+z+OVD+sQh/bGlh9VLz/RLzxzP5wdGBkxOp3V41DY8MWSy2s09rp6+sT7HxMDgjHN4zuGc6ekfN5oHu0wDRvOgbWBqaub5w6d/Pv9p6flPSz//a2lqer5D3ZV5J/fsl+dS004mJKbGxafExiXJ5DECoVQglMrkMdExCcroeJlcKZHKRTK5SCznCqQiUbQ8Oik2Nk0Rc/T48bPHP/3q+PGzSUdPxsQmCSRyKo2BwhIweAqJypJK47777iqDIaLRBGfPXFDIkt54/b1331m+cf2Ww4e8wkPDkOv0kQgDQ40NmYSD/B6bRYNCLA6bTqeRXv3H395687VDB/eCSTssNPDggX14HIZGRTaHhQJeXGy0SMgnkwgCPpfFpG/ZvPG//vM/1q9bg4oMJ5MIdBplzepVK5a/7+/nQyYR/P28vT85iIkMC/I7ggoNJOPQbBqJQ0f2fgVMssS9K4OwnJApErHi42VJSUoej8ak4WMUwrSkGBGXLhWwkOs+sbKoUP8V77y+8aNl77/x8uaP3sOF+SoFdCmHLOVR5AIanRCOzAtzSQC6SN8Vh8DjEKIVHLmUCf5niYgmEdGQfSMOUcglCZh4CZcs41ORM/CoMSJmjIip4NPkXAoi9jKJEhYxXsiUcyliGk7GIccLmQoeVcogSFjEGB4tVsSM4dFETGSgSyxmCwQM6HCOjZVER4s4HAoOF87j0QCM2WwynY5ns8mxShGXQRJzaHQcatOqD9Z/8O7ezes3rljmvXt7ikKSKBXyqAQ+g5SeHHs8LUEq5YpEyCUtEZ8Bc98KKS9aLohRCKHsXSHlwTUveEunYPGYMGxkMJtGgE5jIYcGqz9sGkEu4gjYVCYFx2WQYmSCownKxBipTITkhAEOYSUIWBE0YamQBuO6kOkFd7GnJhrGjcBBDVousGhqkiw1SQaty7EKbnqKAmaKPDNIUiGNzyZEy9iA3J63cNdyHjNWzAPKfRGA46UCaISGfeBkpSRBJoyRcERsssJd1uUJM8fIOcDn8KeA0wLYIzws4cGQb4xMoBBzAW5h1xf2fvksSrSUH68USwUsMO3zWRQYRoKDoUFayKHBRDCHTuQySEDCXAYJRo9EfIZMzIGqZ/gHGdqhYRwYjoH3YfgXLNBCHpPPoUP69/98hkUncZgUAZdBIETCjUhEkUlYGpVAoxIoZByUUYHZEvycZBKBSkGYE2RYAj4KMqjAw/DXH6qzqBQCyIAgOUKOF04IYi+RgAHoBQB+UQ3m81gcNh2CviAX43FoiKcCsMGZAbnZLJpn1gg0WE+pFYR+AVw9zc+eEiwyHgPjwDCPBBIreKeh/xkUY5jnBTEZJF+QuMV8Do9F92wCg7AM7msGmUDEoAhRkVQCloyLwkSERoWHkLBoIgYFS1EMMoHLoIp5bBCBsahwLCocqp6AfuGuwWIN0AuLTX+Zrulkz6wUzBGBbxnamyFx/SIPg/fYMzgEpApeYuBhWP2FR9Xz1tNxBWFgUHrBLB2FDg8PCwoLDXxRv/UAMBQ7R6HDPZZpCCT/H06GaaXIiBD4KhYTCScEMdmTSUZkagwqMjQIKQMK9o9ChyNPBjcAuzt2EQU4JCwwJCwwAhWKLB5RMCgmPpyFD2XhQti4QA4ugIcP4BMCRSQ/Pj5ISAqTUFFiGkpICaZF7Q/x3rp/+7btW/39fOAZHh4WEhjgF+HWhKG5ylPLDNu/oSFBHnOyRxMGDzN0OEehI+FSEeAuDPx6aq5g2hc05LDQYCjBAn4Gcgb6RaMiQkOCgoMCgoMCwHEdGREGLmhwUwNFAxi/dPZG4RfXC87eKPzqVvH5uxVXixozqzpyG7rymwyZVR1XixqvFDbcKldlVnXcKlddLWq8lFd7tajxZlnr7Yq2rNrOolZzhaavstOWUdl+p1qdVduZ29BVrLJUdtoqO20l6p4SdU92o+52dXtmrRro9G59Z26zvqyzF0D0dnV7fquxXNtX3GFFSqcadZm16uvlLRcLas/nVH6XW3WpsO5qadO1suYrJY3XypqBZoGBLxbUAu7eqdPkNusLVKacpi5A5bwWQ3GHtUBlulmp+qGoHiRc9wmrM2s1WQ26zFpNdmNXdmPX7eqO29UdWQ26wjZLUbsV/NI3KlQ3K9tuVrZl12nzGvV5jfrsOi3cbpepfsitvVbY+N2diowyVVGT8U5F+52K9oJa3e3S1vzGrm8zSz/74c7Z67nnbhedzyw8/f0tZfrn4sRj4sRjXEU8kSPCUFkYKiucQPIJizgSHOoTGuIbFuoXHhYUERGKRodj0BHYqMDQEL9gf78A3yO+3nv379q4ed3qtStXr125bu3q9evWbFi/duOGdSD8rl3z0eqPVn68bcue3TsPex10c683ALDbAv0JDhMQGebVXJv76J5jYlA36+rq66o0tOb26RD5d9zROmJXDfU127sbbZZ6df3dHm35cG/zzFDn45nu5/O2yYEOg6pgelDz57ORXl2FQVXw7F7f/XGjTV/Voy3XNuWYO4qdlvpeXUV3Z9n8qP7RtHWkr6W54sZwb3NH3R2rpnTc3jbhaAdJECkunrI8mrYC/sEI8ISjfWaoE5Bvblg35VRPONrhyMkBzcyQbmZItzhp/fmB896IQV2fnXfz7OSAZmHMdG/EYDfW1RRetulrpge1DlNtV3veiKNp0tUxMaj++Ynrj5+m7k31TI9af/v5fmd7LQkffvjwnvCwQJ8jXps2bQgP958etRo0pRVFP9gstYN9Db3Gsn5L5dy4ZtTeYNEU9GpLXd31A8b6QXPjWF/HoLlxytnp6mka6UOkcqelvrXqVln2uYrc73p1FSN9LcO9zf2GaruxZqi7EQ6bHOgYMNf16iqmBzXTgxrQdRHlVl/Vq6voN1T3G6odpto598LwgwmT3Vgz1q+Ch/H5vO3xTDfsHrl6mmASacBcN+vS/uvR4P1xY7+x8smcedjePD6kfvLA+dsv87//66FW3SyVCERCPjKRIuALOOykmBgxm6kU8gd7DEu/zj+71/9kpttpqV/6cWTp96nmymsOc3VdySVYorJqyq98k1KVf7mq6Gpt6bUH090Oa32voWph0vTsfv8vjwftljrEMG9X6VT5k0Oa5w/sD2e7nT2NOlX+wqRp1Nba11XptNTDHwQmoOG5ND2ogXkn2PtdnDS7nwl998etfV21wMCjto6xfvW9EdPTOfuEo3PU1rEwZlkYs7h6VEPdrfdGDA5D3ZRTPTuMbDs/f+j47cexR/ODp9JjokICd2/ZtGHFh7XFhc/np0btutHednNHubqhpDT3xtlTSWIOic/AMYgRLFoU9PomuZuKlTKuQspJTpClJMoRtTZakhAtOZqgPJYSh7wkFbJjZILjR+NlQjYMTkZL+SIunU7CwCuz9KNxJ48lpSbHAOtyWchiqkLKS05QgCIUoxDy2BQKES0WME9/mi7ksg4f2Pv+O2/+87WXX3/tlfeXvbt//348gYIjMoTyVEnCWSw7zStcvidIviMwZrNP3M6gL3cGfvPaWt7q/fLkc3U3a/oy6i3N9tkirbOub0F4MmudT/TuyK9WHvxsR9jtdUcub/S+tMXn/Pvb4zYfSXpzE/Y/lx08ghEZhxZUBleL3tk7dF9rHel1zVgGxus6tPHHjodFRe3Ys3vLtq1bt25es3rV8vfe3b5pk4DN2Lph7aG9OyOCffGYMCRBxyVTaFESCUsm5oj4DDaDKOTRYe0Jdl9AGY5RCFMSlTEKYWKc7LOTRz8/lRYv559IUWZeP1dRdKO5Jqvf2nB/pnvCpekzVk+5dAOm5jmX5cm0a+nZ/QGD7tDWTfs3rY/hEmYGarrV3zQUM1Nlr/NxL9393mvpQf6Q4bKm5pKxrdTZbzKbjQajubvfaR+ctrvm+uzThm6XuWe4zzk94Jrrc04PjtyzDU3bB6dHph8uPvnjx9+Xfv5t6dnPS4uPf7Y7x6rrWq9cv3P6i3NH0z+LTUiTRyeJZXEiaaxYFiePTopLTE89dvrT01+f/uLc1RuZN+/k3M0pzimoLClrqqztqKrRlJSrbmeW3cwsvno977tLGV+fu5J28gyHLwkJjwoMQYdF4mk03hdfnKdQeCyW5OTxL2OjU//9315+790Ve3btD/QPCA5EXpGgw0PoFDwaFUYm4QR8NptFg8v5QgEnWilFRYau/mjFa6++vGXz+kMH9x7Yvzso0Dc8DPl/HeJP4HxWyKUCPpfLYSUmxIWGBL326t/ffectuCSPRkVwOayd23e8/96yQwf3Mxm0wAA/P98jmMiwQF/vyJBABpkg4jK5DAoVi6Zi0WwKjsckk8lRZAqGySJFx4iPHo0Vi9lcFhkAGAEPJvmz9CQxh7Zry7qNH32w4p1XN61+389rp5BFkAtobApaLmakJcuVUpaQSwJgA1etgEcS8ciJ8SIAYAGPhCwAu/XhFwFYyqMgGMylRAsZAMBSDlnBp0nZyDiwgkcV0HF8KgbpxxLQkblgBl7CJin5NKWALudSRGwiXKzh8Wg0Go7FIslkPKmUC01FPB6NxSKBZEej4ahUrIBLY1Hx2PBAHpUQ4LVv3fvv7Nu4bve61TvXrJLQyCkKiVLA5tGJyXHyT48nx8SI+XyEfj0bSC+KwDIxRyJE9GFY3JGK2BIhi8sik7ARIi49RiaAtR5YQpIJ2TBWLOLSY+XCYylxJ1IT4hQiNh3HZ/81WRQtY4PV+UXV9EUGBmQFU/SLadv4aD7MGimlLLBAJ8QIQOkFNzJMEwEAQ300j4WXixlyMQPasyQCZJwZKFrOYyr4LM/kL4wAx4i4CTJhrJinFLAVfFasmAdTwDESjpBFgk7pGDlHKqSJ+YgmnBQnAi+3h4EBg5Ghpv9RfZGGOZlAKmBJ+EyFmAtSMJdB4rMoiAgfLZGLOCwqHmaBhRwaHAAw7DmYRcUzKTg2jQD7zxw6kUUncJgkEZ+hkPKQMWf3dToemwLXKwF9uSwym0FkM4hcFplJI3KYFI/nGbK+HCaFx6aB8xmxPVMJdAreXZ5Hw+MjMJjQqKgQHC6cRMRACRadhizxuqO5BFCAPWW5fB7SFMBwYxj4kIFs2SwagC6iyrrLh4FyuRwGh01HnCUMCojAoEmCNZdExIJuDHcHMi+Iwx6ZF84GGVcalQg3Bp3MZtGQkzMQERjkX49qCj5tOpkASAl2YjqZAFVSngwwAYMCAP5LvHX7mSEG7AkSwzvgfybjMRh3ahfQ17MJDIANC0bYyDBUaBA2MoxOwrOoJCoBSyPiOHQKjYgjREUSoiKZFCIUQbNpZC6DCj+hB3ehC/rFt1QiziNfI3hPJwPfgrEcSphxWNT/H4BB2vWgr6d3CkRdT8+zx8wMxdqedisAY08MGCzTgNzhYUGhIQEQ6IUeaQ8Ae473ALAnVwxwC/pwZEQIZH0BsMH5DA5qz94v8Dn4wz3nR+aR0GGRqNC/YsDYyAhUaGh4UGh4UHhUWDgh8kUADuIi9OsnIvoKCT4CfKCUEianR8joKCk9jEs4iPbf4rVz9dqPDuzfi4oMJ+CxkRFhgQF+oSFBYGaGVmdP2zOsH8H8Lx6HgRoqTBSKSMBBWgcUWhqVTKdRwMYMMV0CHgsZY3iH4q7diggPxeMwQLyoyHAgW7BJwx2FhgTBqBLMDkMLFzRpQckWdGu9dP5uxaW82hulLYCvWbWdgHlZtZ1AvNeKmwBub5WrPDB8t0aTXafNqdflNxmKVZayjp7sOm1Jm7XO4Kw3DtZ0Oap19gbTkKp3rKyz1+MlzmrQAq/ere8Ej/HNStWtqrasBm1us/5OneZ6eQvUL18ubrhYUAvgeqWk8UpJI+i3uc36wjYzrBbdqdNkNWgrdDbg3sI2c1lnb2GbObNWfa2suUBl8ii9QNGXixsuFzdcLW3ObTbkNOkzazVF7dYqvaNE3QOtWnfrtZm1mowatac6605d59WixozK9rs1mozK9syqjuw67d0q9bXCxjuVHdeLmm6XtmZXa+5WdmRXa0qbTCUt5owKVfr5WylfXT6XWXw+szD92ysxx7+QHT3FjU4WJx7jKRMwdG4EgYqjc9AUmk9YOAAwMLBb+w0PiggLiggLDAvyC/b39fc57O21a8/29RvXrFm3av3GNevWrl67BjFCr1+3ZsvmjZ4w8MED+w4d3H/E+3CAvy+80PH38wkK9MFhAo988rFMTFq8Z38wYzNpyjrqsloqb3Y1Z/d0IlFeZN+ovdCkKbFZ6gdtreDvnXVpYYjVpq/q7izrN1T/sjgAI7fTgxoPp/XqKrpa8mArGFTNKad6uLe5rSbj8Uz30o9jNn3VSF/Lzw8cvz9xzY/qn93rAy+001IP3uBH09axftWAue7RtBVM13ZjzcKY4dm9vl8WB+6PG+3GuskBzaC1yW6sm3J2Okz11QU/ZF09PTesfzjV3ddVXZ5z4dq51AcTlqVfZ0ZtrY7u2okh1dy4bnJI82xx4OfHo1MjlsW5wSeLkzeunvfxORAU6BMeFnTwwJ7Nmzd+881pS1d9U80tq75ifsrQb6l0dFfPjqn/aqbtrx+zNc+5NIvjlvlhw6S9c9KuHrcji7492vK+rkpzR3F7bWZbTUZXS157bSaIt8O9zUPdjWP9KiDe+VH9cG+z3Vgz69K6epq6WvIGzHWjtlanpX7AXDfi3lWyakoHzHUPpyy/PnSCXgrmcDCcmzuKQUweMNeN9SOuUSSnPWaYcLTPjXSOD7Y8edD909PBpT8Wfv15oaKiQCIWshhsmUQpFSsEbH5qQpKIxZBxWCZ189K/HjrNddNO1cxgW09nkdNc06+vUFXfHjA36FsLy7K/q8y7WJp1Puf6mZE+1XB/6/0p871xg0lT4rDWL0yaZkZ0C5OmrraCsYH2xRlrr6HKYa2/N26YG9P3Gqp0qvxRB3KlA6aSNQ1ZbTUZ4/a2+VH9k9kesL631WQ4TLXzo/rpQc38KKLlPp6xTQ929Rvq749b50fNE47O7s6qCUfn9GDXlFM35dTNugzAwDND+nF7x1hf28KY4dGM+f608emD/meLA88fjl79/gw+InT9h8t3btgYKxLMjzptxubZQX1LZWZ1YeaN778+cyIZifMpBEoRC0pHJQI60kATK4ZeHNgyiY8RRUv5iTHSYylxp44lpyfHxilECjFXKeExKTiZkK0Qc+MUIgBguQhp0k5NjjmaFB0XLZaJOdFyQUqiEj6E11sKKS8+RgLHRMsFfA5918fbVix7/7VXXn7976+sXPGhn48/kUBDociKmE95slNhhPitXty1+/hb/RJ2BJ3YcCRtk++Jl1cz138Sf/RCS5nuXpl+IlfVl9feW9zp1Iz8dKPKsScidUfI6RV703YEX1m59+w2vwsbvE6vO5jy/secf3/H50C47Ntbtc3GsQ7rRLtpxDpwr3do3uqcLG9SfXb+fBSVstfr4JZtW4OCAg4e3L97+8cfvPuWj9cBH6/9O7du9PHaHx7kg0EF0ylRdDqWwcKLpayEWKmIz6AQ0Tw25XhaAgIGCqGIz+CxKVwW+WhS9Benjx1Ljf/0ePI3DYwAHAAAIABJREFUX5767OTRBIUgLUF6+bvTeXcudLWXDfa1zU9Zhh0qfXvxxKBuyNr+aHLw/qhz6fmzS2fObF+5KewA6s2XXovnEX9d6Ph1IffPx1crsvwsKm5njfiYcu/h7f/wO7j59rXLtj7noGtOaxps1/Ubukd6HNM9jsnegSnb4Ey3faLL6nSMzPW7puzD0+Nzjxaf//7sX0uPfvr93qMf+wfHGls012/lfvnND198dfHT09/GJhzj8BVMtpzLjxFJEmWKo7HxJ9KOfXnm7A/nL9y6fD3rZlZRfnFdSZWqpl5X22yqqtUXlLZnZtXeyKy6cr3o3KW73164dfzz8xyB0i8IHRQa5RcYERaGTU4+ERVF5fEUn5746vSpb994/b3XX3v7/fdW7Ph4Z6B/APIfdkQoKjwIXpqQiFgoZYHZkojw4LVrVv7Hv7+0ds3Kgwf27N71sa/P4SPehw7s3+3r441GRTAZtNgY5ckTx1KSE6USkVQiilbKt23d/P/9x7/t2L5NwOdSKaTIiDCxSHDkE+/331u2edMGCpkIF8URQcDXOzzIn0khSgUcPotGx2MYBCzPPX1Mp+OZLBKLTRZLOPHxMrmcLxNzkhMUnx1PiZULZXzmp6kJ2PDA5W+/tmn18mX/fDnQex+TigaBUcj9C34kAioAMPQtAVxBMFUhYwn5ZB6HgFij3WFgRCjmkaHgSsqjiDkkKYcMAKwU/NWMJeVRpDyKQkjn0bFMUiQcxmfg+AwcNGBBeBgZ+xGxQeZlMolsNpnPpyMitvt9DodCpWLJ5Cgul8rj0dhssojPkApYRHSoUsBmk7BbP/xg/XtvH9i8Yd/Gdf57dwnJhESpUC5gIVfBFEKplMvj0YBvwVjLd7tnwfzvds9SwREt5NGlIrZSxudzqFQCWshBMA8Mz2IeA0iPz6JIBSzQNtOSYk6kJsQrxVwmgUKIoBDCGBQUFClDWBe6r8BR7DEqwyT1/5KqmAETRJC8BWwGMI6Rc8DPDEQK1dDQEe0xWgPuwgHIr8M99IVgKo8p5dClHHq0kJMoFyUpxHESvoLPSomWpkRLE2TCaCFHKWDHSfhxEr5SxHL/A4sklmGRGFad4H0o7gJuhxZrqRCRxJEqdffDEqcQxcqF0VK+UsKLkQngUiObRuAxyQoxVyHmIivNTLKATRVx6Uj1ulv19XieuQwSADAYp4GBGVQcm0EU8RlKGV8h5SFlfiwyj01hUHFMGh7s0LAAzKITuCwyi07isqjIntn/hIEBfXlsGo9N4zApTBqRTsEDAHOYyDMKhwtHo4M9AEynEZkMhLLciEWkUkjgzIToPii0AL3ArjC3w6CToaUZpGCgLBqVyOUguQpAXyi7ehGAAZLhq7Bq+9e6rxuw4WcA3vOsIsH54b6YDAoUXHlWgiDQSyXiuEyapwKaRsJzGFTwRXuEYgBdOpkAavCLIAoyMvAtsChgsHtwN5SIRfNYdIBeiD3DDhN0cRExKBB7uQyqgM3gMqhQjs2mkfHoCGxkGJNChK5sJoUoYDPgDGw68geB83hGlTyFWFCURSFgkd5pOhncxfBwgSccrhEAfIJ4i8eh4bEFEH0Rdz0Nz56CbphZBsO5p/LKo7d7SBguSXian+FyJ8R6YdfXY7H2KMk4LMqztAQkDGIyaMj/pwQL/NLQlAY/BrKQFOZeQsIjM05QlBWJCo3CRBBJWBIZRyTjsHh0BCo0LCI4DB0ajg2PYuAjGDgkBszGBfIJAUKEfo8I8UeE+AAZJVhOC5XRIuWMSAntCClsu8++Ves+2rnj48AAPxw2CotBA1VC4BZwFBUZ/iJ2oiLD8TgMhUwkEnBgmYYsD1ijcdgoyAvAnBIEg+EzEPH1hHjRqAjgYTjSM30E0AstXBAYDgkODAzwg2li2CuGb4kIDw0NCXopt15b0KQvUZmLW015DbrMyrabpc03SprO3yk7f6fs++zKa0UNd6s78hp0OXWdd6rai1tNcCto0mfXajIqVBkVqjtV7fmNXWXt1jq9o8k81GB01nbZ6/SOBtNgUbvlTl3H7WpVTpM2r6XrTl1HRk1bVoMmt1mX1aC5U9dxt159t16dUdN2vbzpcnHd3fpO0IFzmrpym/U5TV2AzaWanhI1MmJUou4GuC1qt1Tp7bUmJ8z5FrVb4J07dZrb1e3wFpTnzFp1Rk0HLP3mt5rKNP3ZDYZrpar8Fkut0QUfFrRaSzr6Sjr6ClXd5Z32evNItX4wv8WS22AoaesparXeKFVdyK75Pqf2Uk7dhbvVd8rVt0vaLufUX8qqvZbbcOlO9fcZlVfz61O/uX7sws0vruV8ejFDeeJLYfKnsqOnJMknWfIEtiKRJpSjqewwHDmCQA3HEQMiUN5BId7BQd7BQUdCgn2DA+HmExQQEBroG+R3xNf7oNeBbds3r167ctXqFWvXI9y7ds1Ha1avWr9uzdYtm3a5l5D27d39yeFDhw7uP+x1MMDfNzgowB0APhLg741B+wf47c7KPP/Ls/EHMzarrrKh9HpL5c1ebanDWNVvrDR1FHS25BrVxf3WBpe9DbKaj6atj2e6XT1NEHkd6m4Eyddhql0YM7h6moxthf2G6gFz3aC1obMxe6i70W6s0TblDJjrnJb6Hm253ViD4Kip9seF/p/u239+4Jgf1SMzNhOm++PGsX7VhKN9yqkGSuzVVQx1NzpMta6epu7OMhiG/WVx4N5I16itbdbVNTesd1oajW3FxrZig6pIXZ89Pagd629XVWfmXD9TU3h5elC7OGlFqLKnZsyJbNX2m2unRrqeLDjHBg2Lc4PdpnaxgO7ndyg0BFlC27J1w759e4xG9cy4ZdTZ/mzR/uR+70BPjc1c0Wcqa2+8NWpvWJjonHa2Tzvbf5p3LI5bRnoQ/+2DCYurp8mqKe3Rlg+Y6wbMdX1dlT3acou6ZNDaMDesm3VpR/pakBaufpXdWNPXVQkPKVw1UNffHelrWZw0D1obrJpSm75quLcZMsNuv/fgL4sDcCHg3kjXzFAnCMWjttZBa8PkQMeDCdPSj2MzQ53Dvc092nJkmmhK67TXLf02+ce/5jJuXWCzaGKhRCJWikXRUZH4hOjE8MBgCYf1aHbsl4fT+paSjtqbJRmnbp2Pm7A1TNibm8quzQ11PZ7qm3LqmspvXz9/LPva561VGQigjiGzTA9nu++NG6aHtbOjXTpVvrY1r6Mxy2aqeTjbPTGo7jVUjQ20z43ph/qau7sq2hvuDpjrfrpvH+tXaRqytE05/YbqWZd2blg3YK4b7m2GZ8ize33gdf9xoX9mSD/U3Trh6Pzt8ejcsHFhzDJu19iNDer63Jkh/dM5++SAdsLR+eye49F0n8NUP+PUPpgwLU4ZJ10do872yWHdHz/PtTeV8WjkAzs+/mT3HnSgv7q+0mFRDVlaSrMunD2RpBCy0xKUR+PkqfGKRKU4LSmGSkArpZyEGFFyoiQxXhSt4MjcMUWFlKMQcxNjpOnJsSdSE06kJqQlxcQpRGIeg07CwCswhdg9fsNjpCUhrdFSEVvIo7MZRAGXlpKoPPv58RPpiZAJhBfBSfHyz04ePXksiUJEf7xl/T9ffe3Vv/1j+bsrdm7dFeAbwmGKxMJ4dBQ3EiM9HMjffUR0MDT1MOarHSFnPth39LUt0lc2kChJtxVflsrP5GU2OBptD7Oa+m+UGz+/XpfdNJzTNOVD/GLtwbh1h9K2+Z7d4HV6/aHPtvud+XCX4r+Xo3zx6ZcL9DrH4xbTZLt50jiwYHLcswzOVbfqvvj+Eo5F840I2rx9C5PNQKMjN2xYt2Prpl0fb/HxOrDivbd8D+6LCDyCjQymENFUEopKjeILaSIJE9yeoAAnJygS42RiAVPApYG0kpYS+9UXJ4+lxp86kfL12U9Tk2PSEuSn0mKvXfyiKOeHYbtmZtS0ONc7N2GymRrujVkfTzufTA/fHxn+aW4hyjdox8pdOz8M3/dRxKa3V3GjDj2bLPrj4e2lJz8s/Xzrvuv8VP9Nde3laxfOtDW1O+wzzqFH7bphx8iiY3Te5prtHpi0OiZswzPOiYXByfn+kUn76JRrZm7uybNnfyz9tLT08Jdf5x491Rp7SisaL1y6derzcydPnTvx6bdJKadliqNcfixfGC+SJEnlR6NjT6akfvnZ55e+/ObG91ezr98tySlqKKrsqKjVl9cZCko1GTlNWfmtmbnNV29VnPsh75vv737+7fXoxE8JdCEKSwsIRvn7RyqVKcHBGADgixdurv5o0z/+/s9/f+k/337znb2794QEBwb7+3gf2g8rjvDiCapZfH0Ov7/s7ddeffmN1/++Z/f2Tw4fOHhgj6/P4YMH9uzbi3h8sBi0WCRIS0058/lnx9JTY5AWLmVwUMBbb77xzttvoiLDhQIeHoeBzYnI8IgVHyxf9u57keERsE4REuAbEuAb5OtNwqK5DAqbRmKR8Hw6Rcxm8Fk0gYAhkXL5AgaXR5PJeMhNzIlRICplUqwsVsoXsihH9u1c/uarq5e9tX3jKhoJJRXTE+NFKUnSxHiRSEBB1o/oGDGfgiRLOYi3OUbCQqa2ZUjpUbSCIxJQuGw8n0uEGDDgFlL+LKTL+FRExWWTEPQVMZUiRmKsUCFjCXgkmYSRECeUiGhMehRSncUjwUnkUib8/f2rWEvAAL5F7MpCJodDYbFInrdUKpZKxQqFTPAzK2VIikHMoUk5dKWAHbh/z+q33ti1ZtWBTet3rVkVfHAfj4xXijiI3sijS6VciYQDOiFERkV8Bjzt2QxEaYRUvFzCBeKKVYokQhY4coUcmoTPhAyFhM9EstYx0oRoSbSULxdxEqIl8PAKuRQiNhSHDsChA8j4UDo5kkWL4rMJEP2Fnme4XgDXFMR8ilzMEPMp0OosFdLAPq2QMEU8MqKvSlnAwKAJI1Zz9+qyiEfmswlCLkkhYYKVWiFhwk0qpIl4ZBGPLBPRkXvkMqQcuozLiBFxkxTiZKUkXioAGD4aIzsaIwMpGABYIWTGSrkeb7ZCwoQfCSLHMXIO+LQhnxyr4MrFDJDEwf8MlwbgMVFKeHDxkU0jMCk4EZeulPAUYi4AsJjHgEYGPguZKEN87DwGn0Vh0whAvx4XNJ2CZdLwQh4drkh6ABh+X0i7AY8u4NLgN8hjU0D+9WR9OUzkMzw2Tchj8tg0Fp3EoBIYVAKLTmIzyGwGmculkkhoNDoYgwkl4NFEQhTSIU8jvgjANCoZJsrc6f2/hFyYKfJothAZhTUj0IfB3kynkaCTCfCGSMBAPJhGRe4CGqEBjMEvzaCTeVwmn8di0MmAyiAJggIMd0ej/rWThNCyO7IL9mOPexmak2HyF8gWSrlA8oXmZ4+KCxKrxxENhmcPfJLxGPAnw8wvNGMJuUj5PcwpwedhtQiBavcqMp9FB/Tls+hQBA0iMOSBYSWYQ6dw3VjOplO4TBqHQfWck0pE5p2gowv81Th0BBmPQXqhmVR4QACAwVIOfnJ4bCEADGoqnUaCBxkgFtgSEVEjQ+EzkLsGkzkaFQZZX6BlAGCPF9pjrn7Rdw2maBB1QWGG48G77hlM8hRogUEafgAYXoIfCa6igg4M0V/oxEKE4uAATGSYRygOCw0MCw8CBZhIwpKpBAIJG4WNjESHRWDCUQRUFAMfTseG0DEeAD4ixHvxsd4igp+MEiinBkopEXIGWsnyZ2H2hHyydtO6LZs3Hti/Nyw0GBgY9FgsBo2KDIcqrBcBGDqf8TgMJgoFUi2gKQGPBcOzZ90XBpBeRGKYAoYKqyh0pGczCb4FzgnZY48gjIoMh1kmCAODiRrEZzBCv1TQpM9v7Mqp67xd3no5v/ZiTtWl3OrL+bUXsiou5VbfKGnKqessa7dWdfZVanrL2q259Vq4Af1eL268Xtx4q6zldnnrtaKGm6XN+Y1dtV32BqOzQt1TgGit2sza9qwGTVG7qbDNmFHTdquq1YO+uc26onZTcYe5QGXIb9Xnt+qh/qpAZcpq0GbWqrMbdSXq7hrjAPRglXX2FndY81uN+a3GaoOj3TEFVuq79Z3ZjToosrpe3nKzUpVR05HVoC3V9DRYXTXGgQKVCaLFeS3GCl1/YZslu7Gr2jDQ3DuW12L8Lrf6ZmVbYZulVNN7t157paTpcnHjpcL68zlVlwvqs2o7c+p1V4saL2RX3a5oK2/vaTAM5tV3FTWbMspUV/PrbxY3f3OzOP2bm59dvJt2/vrRb6+mn7sed/ocJy6dFZMiTflUknKCo0yC7d8oCjMMRw6IQPuFRQZEoI6EBPuEBrkt0CEBYf978w8JOBKAyL979u3esGnt8g+XfbDivY9Wr9i0cS0wMADwzh0f79q5fdfO7Qf3H9i7Z9f+fXt8fbyDAv39/bx9jnj5+ByIDP2ESQsbsqsfztkf37PPT5h7tAiw9WrLB0yI+RaxLndVOHsax52aySHt709cj2e6Z13aWZcWGVwdNw5aG3TNuQ5T7YSjfdal7TdUz4/qn871dneWuXqahrobO+rugGJsN9Y4LfVj/SrouLo30rU4aV76ZbJXV2HTV00OdBjbCqecauh/mnVpOxuza4t+GOlrsemr2moyerTl90a6YPHV1dP0YMLkLo4yLoyZfns8PDesbyi9rq7PnhzQuHpaRm1tVk25qjpTXZ/944LD1dPS3YnYjHVt2TZzuau/waApnhjq+u3HmYU55/OnsxWlOf7+XhHhQcFBvqEh/qtWvh/ge/jJ4uSzB4NTI1pEMUZqadUTQ6qBnpoeQ+lof+OjGeNIb6PdUP1w0jzj1PZ31cwPGx5O/QXATkv9gwnT07nemaHOfkP1gwnTk9keiElPOdWjttYBc522KWfC0T7haHda6p2WelN7kUFVMDPUuTBmmB7UGNsK4QF5Mtvz7F7fk9meBxOmKVfn9LB2ytU5bm8b7mscsTVNDKhmXOrnC72/PXEiC1LTFpupZmHSMjNmGHWqZ6ctS0sPHtwfvPLDWXcDB5XL5lHJjOSEtM8/O3tw776TaSmPZicGLJoha/vTOduPC1Z9a2Zl9peqqmvzI9o/nw7POLXmtjKLukLbVJB748um8ptWTalFXbIw3vXrI4e+vXBmRDfqaFuYNJk0JRZt2dyYfna0y6Itm58wTg9r70+ZFyZNE4Pq6WGtvjVf35r/8wOHpR25QODer2qeH9X36iocptoppxrU8vvjxjn3mpFNX6NtKuhqKRq3a+aGja1Vd2aG9I9nbM0VGarqu4PWlkfTfYuTPaO2jn5DfXdnlbGt1GGomxnUIL1r44axAfXoQOfS0qOhfr2ASQ7z89m2bo3Xzu3p8crOlsrMK2dPJEqOxkk/TU9KjpFyGaTvvvwsNTEaLHZ/lbLGi1JT5AlxQmSYVMKIVSIePKQIWi6MkQmSYmXwwhRKWVISZEjejE9D7NBiVlpSjEzIZtHIcrEgMU6RECtNipemHVWkJEmjFWypmMbnEpMTZOe/+TwlMcZr/553/vnGu2++9eYbb/3tv/+xedNOAoHFZCvorBgSPS4YJfMKFG8/LNzhE7s//OSGT46+vkmy/FDqEeYV+ZcV0d8UM1Kv8k/cPF+gudPQd6VY90OBJv18SUaVrUr/iJWYvfFI4t6wLzd4n9rid3az92e7g8/87UPCyj28RtMTw9AvOVXmJt1wS5draObnbuecStd77sptoTJml9e+nQd2+ocE3M68tXv3ztdff3XVyg92btu87J039u3cFuTrhQ4LIGEjmDQ8mRBBIkUKBDQulywTsxJixYlxyNKvUsbnshDroNtGznMvPyk+PZ4YqxQdTVKc/jQVWUAVsdIS5Be/+vT25S8tuhp9R5mlC2lrm5+wPr8/tPTb04cTrofj4/NDY5uWrTm44cjGN4L9NnEDtoRv+ud7eJ+NzYXpSz82/fm48pf7dUs/W5Z+n308P/GvX/4YHr0/6Ho8OvOLa2LRNX1/dGZxdO7h6Mzi8MzCyPTC6NyDyYXFyQcP7z1++vCXX5///ufDX36dXHjgGJ0oqWjMyav64UrW6TPfJ6WcVsYck8qPSuVpfGEiX5goECVJ5MfiE86kn/juzJc3vz6XcflmYUZOVUGZqrRGV9lgqqy3FFR0ZeS1ZhVq7hS0Xcmo/upC9plvMz7/5mbyiW8EsuQoPCsoFOvjHyGRJx7xC2cwRMnJn1747uoH769+681lr7/65huv/fPdt99Zs3rV/t07gvyOhAT706hEhVzMYdP9/bx37ti6auUH//1f//7O229s3rRu396dPke8ggJ9IQYcHOSHiULxuGyRkA9vpRKRQi5NSoxfs3rVKy//984dH0vEQpGQD1UfkARetXLFq3//R4C/b1Cgf2REWLC/T0RIoM/hg6iwYDIO2UNikPECNl3AptMpeAadJBKzeXwmIgKLuHI5H9y88PciWswN9jm0Z8v6DR8u++Cf/4gM8paJ6AIeiU5FiQSUhDghn0tkUFBJcaJYBTc5XhwrZcv41KRoQXqiLCn6LyOuSEBBBns5BEgIg6SpFDFgA0nIIojYRLkAWUKCHWCxmM5hEmQy1vG0uPh4EY+NjABLRUw+n4yMbCu5sUoBMg7MJnE4COsymUQej6ZUChUKAYeD9PQi1mURkmOHrwqFTIGAweFQxAJmUqxMwmcSUCFKAZtPIexYvfLjlcv3b1x3eNvmXWs/CvU+JGEj7CoVsePipLGxEki8A1BFywWe3C+dgiUTUHwOVcClkQkoaAGIixYrJTwoZJKLkItrIHWmxCuipXwQOWNkgvTk2FPHkuMUIioBTSFE4NAB6HA/TKQfARNCJYbzWER3rxXS2+xeZiaI+TR3uzLfnbYVIgzMQRhYwkV8y3IB4mTmULGIsVnAQFqyYiVICbOYjdSSCehSIU3IpXAYWC6TIBXS4pQC9xIS0tiskLDFfIp7ZAgHa7oSLl3KYyAar8xdhaUUI8Qr5YtZ1BgJL1kpiZMJYkTcaDE3WsiR8hgyEQLSSikH6QBHpuMY7h0jllTIcBuwRW48Frq7uJDFI+B/CJsI2MiYNjRacRkk0IEFbCr0hyklPKWEx2OS4WrCiwDMoROlAhYErcH/7MkJ08gYJg0v4NLkEq5MzPFYoDlMEotO4LGR54CIz4ByLKhvEHAR3PWkfyHuKxFy+Bw6k0YE+gUwZjPIQgGbTI5CRYagIkMwUeGYqHAcNhJZU3NboCnu/h4qhQTGTrfVEweQ4/E/Qw8W8BKFjIehWmBa2DqCwCdsw3rQCKZ9AbOhIBpivUQChsWk8nksFpPq8UUz6GSw4MI40//KvyxkLxeQFRRdTxc0FhUOxc5UIs7jc4ZmLE+yF4zHwLqetzAgDJ5nKL4iYtE4dASDQvQIvyAIAwB7BnvBgE0lYDl0CodOoZPwTApRxGVJBVwBmwGGZwaZQIiKpOAxAjZDxGUhK8EUogeAQY4GOzeXicSbQYUGCCfhopAWLg4D6pTh+gIOi4L6ZXCGQ/sgAC0WE0kh40GMBfEWFHu4fACfh8sKMESEigwlEjCRESFQcAVw69GBQd31yMseXRcuUoBg6zkY3NSeL3lqoqPcBVovlmBBWtgjFEMFNMA5PG3CgvyRKeCoCPgwNCQgJDQgNCwQhQ7D4dFkCp5IxuHwaDQmAoNDYciYKBoujIYJpkUFs7DBPEQB9hHgD/EwAMABMoq/mBSuYETFcIJ5hAMov/VbN65fv3br1s0+Pt5RUSgsNioyMjw8PBSDQUdEhIWGBIWGBEEXdHhYCARxocIKnMnBQQHI/kJIkEc0hr0iCM/D+wQ81lOLBS3TkBCGODEozBCwJxHx8B8fJgoFN0gIh4YEuf2wyDpxZEQYNGABDL+UVau5WdZytajhVnlrfpO+rKO7WGXOa+zKa+zKb9Ln1GtvVyDlTzdKmzOr2rNqNbcrW25VNGdUtWbXqwtb9fnNusxq1ZWi2uulDbcqmu/Wtuc364rbjMVtxoKWrpwGTXGHubKrr1zbA4u7MDJUY7Q39w7XmQfqzAPwpcI2Y4Wut6jdlNusqzb01xjtZZ3dVXpbld5Wru2p7OqrMdrLtT1VeltZZ3dGTdvtalVhm7FUYy1sM2bWtsMNlnszatpAUr5V1ZrX0pXd2Hm1tOFOXUdWg+abuyWZ1aoava1GbyvtMJepLTfKGk9fzfr8Wna5xprfrLtd2XK5sOa77LJzd0u+yy67lF9V0NJV0NJ1Ma/ybm17mdpS0m5q7R2u1PZ8l112u7Ilr6HzbnXbjZKGq4W1F7LKvriRe+zC9YSvLypPfS09/oU49TQ/8RhLkUSTxnKjE5kSBYktQFNo4ThiKAoTGBbpFxzmGxx4JNDXO8DPO8DHN8jPPyTAPyTAL9jf65NDR3y9vT45tGXb5pUrV3z44fKPPlq5es2HH61avu6jDzetW71144atWzbt+Hj73t17Du4/cPCgl7e39969u/fs2RUY5Bsc4veJ94EA3wOokAOpcaynCwNLSw/G7R3P5+1PZvs0DTkLYwiwPZ2zuXpaXD0t90YMU85OEFEHrQ1QODzhaB+3t4HgaWovGutXjdpaR/pansz2/HTfDhIlqKCTAx1zwzqI8oJ6/OezkcVJ848L/c/nbQ5TLeSKHaZaSL326ip0zbnNFTc66u4YVAX61vwebflQd+P0oGbWpR23tw2Y60D8vDdiuDdi+PmB8/m8fdyODDhNDmjaau7omvPvj5unnJ2jtrax/naDqqhHW3l/3DjUWzM10tpjKO01Vc9Mdj97MvnTTw+mZ0ZOfprmdXh/gL/3kcN79+7cuGXt+4kK7rCtc3bUgHQ7OdVwvw5ztc1QMWCpgR1jMCpDvHmou/HeSBfS1exS2wwVI7amnx7Y7o1qByw19yf0QKc/L/b/vNg/N9I5N9I5P6YD2dZhqh8wN4z1t4Od+7fHw4uTVvhwZkgHFdY92kpzR2lHY47L3mbrrrN0lSONXH31w7aKQX/kAAAgAElEQVS67s68QWvFjw8sCxOdNnOFVV+2MNM9N9MzNKj99V8PHi7eq6goS09PF4lEbCZLKVfIpbIYuYxNI0eGBGRc/W5x2vVg0jE10LUwZvn14dCfz10PJg1WdVFD2eXFSfOAuc7YVvjrw6Gm8psFt78qyvwGLmo8nev9ZXHAbqxxh5P7YZt3wqF2mOqRamVTPfzABlWRw1QPC1Ugzo/0tE70d7SU3FLXZo30IO3Z91z62UHdo+mejrqsioLvh/qaf3o4MO7s6O6qGO5vUzfl9+rrR/o1A9bWflPT5KB+zKHVthQb2sunXcbHc4758W59W1lT5Z1uHZITXhy33BvUjfaqJu2d8yOWqSHTwnj/0q8PjyUpg30O7dq84dDenUIOMy0lnsdEXk4hMoucp5RyEuMkJ9PjPz2emJIoV0g5sGsaqxQcTVKkpUQnJ8jcXCeR8JmxcqTyJyVeESPnwWinQsJOjpciYpT7BWKMnJeWLE9JkMlFPKlAIhcplFJZrFKSlCBOSxWnpQpSUtiJiYxj6eLkRDGZgNq+Zet7b77/7hsrli9b+8HyjzZ9vCswAk/jxxM5yUcipTt9RDt8Fav3iT/Bn93wSdLyvYq1R5J2oE7RjhbFn2+Vni1Vfl3ETb+FEp0RH7te2jF0Iashr8F8/Lvsy4Ud1aa5tB8a90V9tinw9FqfLzf4f7vm8ImD6K9fet3vy4wuw/DvxqEnFa1WldHZMzSbX9r47YWbV29kJ6cc23/g0L79uyJRISh0GImMe/W1lzdtXrd3387XX3vlsNe+Tw7tjYoMYlBxoI2QCRFUEgoGThNjxXFKnkKCvJh2L5SQlVJE2FFKkchfnFKQFCeSi1lSIQ0R2OOlp1NTjkYrzqQll2Rd79Y2Dlhbew11Fm3FiF39x/OpMbvJom6Zc7kaiqvWL1uzc+X+Df847LWccGhF5L73/fau2L/3w4/5GEJdfs6TudGlXx8u/fH80aO52Xszi0+eP/35j8Xn/3r47Kf7z58tPHo6/eDh1L37Y3Pzk3MLE/P3Z+8//PGPpR//9efDn379bWnp2W9/Okcmusx9d7PLb2UUn/vuVvrxr+MTT8UlfKaMPSmWpUsVx/miFJ4wWSQ/EZvwRXL6+VNf3Pjq/N2rN0oz79TkFbQWV+gq6qxVjbaiGsvd4s7ruW23CtrPXiy4fLvq+2tFZ769JVKkJaZ9KVamRuHZh30iyHTRngP+HL4iOfWzb7/9YdvWXcveW7Hs3eXvvPXu+++8++H7y95985+rln/w4YplO3ds3btnx6qVH7zy8n/+/ZX/WvbeW2tWf7h2zcptWze6Pc+HgwJ9YS0pLDSQzWJQyEQelx0Y4CcWCY6mJDEZtE8OH/q3l17avWsHJgpFpZBEQj6fx3E37tD5PM6mjWtf/ccru3Zuo1II3p8cjAgPhreoyFBotaEQsJDu4/NY7gAhTijgiISc+Diks00i5NApeDaNwGdRhBxaRLDv2hVvL3/7H977t9MJiERJxofyWHghl0QhhHGZuMRYYXw03/00QMRJWLuJj+bDnq2AQxbxqEIuBeZtYF4bFm7EfATMPAOwUh6NzyZFy7gSISL3KaRI4iA+RqSU8JB1XyEb2TriINwrFbBiFHyFmAs1bDIxB+Q+8Cbw2BS4segEaGuTCFkiPgNKjyQSDg4XrpDyuAySgE7Chwa+//e/7d+4znv71r3r1xzaugkfGijjMpCW7GhJWlKMWMCEhnOQfxVSnkLKE3BpHCaJScPTKVgOkyQVsWOVIqgA4LLISC+XgAnuaJmYA8Ql5NHhk7FKpHk7IVaqkPJEfEZEqB8JH+7mMTyZgKIQI4U8ekKsGLF28xGfhXt4ieleY2IIuRQJl45s8LJpYg4F8SrzaDIuA5nt5TFlfLqCz4qRINblWClXykGomE0jCDhkRI7mInopk4rhMREqlgnZMhECn1L3o438gtziKp9FQUwxSnGcQhQvFyZES+LdpmWFkC0TshHulfLjZALE4y1gibh0pBlBxkU6rsVImlcp5URL+RIBXcRF1noR5pch3xIf7T6VUizi0uUijlLCA+4FuJUJ2VA3KBdxoPyZTSOIuHSPOBwt5UsFLPA8g0ea4zbwI6PW7qpCNo0AJAxlVyDzuh3OyHMA6FfApcHFHY8FGjCYyyK+iMfQ4ADzv2AMhh0g6Ddms2hsFmJRxmIiwdTqgVLgT9DxiAQM7PSSiFgGnQyxXhAbySSkMctDtuC8Bb5F/oa6ZV44OSYqwtPqDAeAaAlACylW4GQyCQeZYVA74eQeBzWgMujMnkgwfEjAR1EpBA6bDgzmGVUC3gM3NdwphYyHr8Jp/6f1Gvkkm0UTCjg8LhPka8+RUGcNZmwCPopOI8EPCePnfzVykfAMAo5BwDGJeBaJwCYTORQSl0oWMul8OpVDIbFIBBaJwKGQ+HQq371RDNTquRdwj5OIWCaDwnT7toESPdcdIGwC4i38hJioCC6HwWRQPJO/ntIpkGdh9Rfs5XB3gMdQYAZnBl4FJAbRHkRd+BWgUWHwq4ThX0DWsNBAgFUPZntOBQo/CLxwDDwHgJwRadfdpBUWGhjhHviNCEcoF74dTk7AR0HdFxwJpwoO8gsK9AWVGB4WEhmHlK4RMXhCFIGExbNIOB4FzSYGMzCBLGyQkBQipQbIKL5iYpCCFqSgBUjIAMAhfOKhqIANO7Zs2bZ12/aP9x3Y7x8chMZhcQQsGoOKREcEhQQGBvlGIBeGIiLCg0MD/UICfEEoxmGjQoIDA/x9w8NCYPHoReUW0BRywmh0ZFQUKioKhUZHotGRWGwUiUSg0ShodGRkZHhYWEhISBCyX4iKIBLx8Hk4Er4Ri43C47FEIt5zfEREGBodicGgo6JQKFQEAsB3qjsyKttulbfeKm/NqGy7W6POruuED2+UNl8prP8hv/ZyQR1g8M3yptuVLXdq2nIaNPnNOuDDvCZtfrMup0GTVddxt7Y9q64D3rlT05ZZ257X0gXyb4HKUKK2lGt7yrU9Fbre4g5zidpS1G7Ka+kq1/Y0WAer9LZqQ7+qf6ypx1Wh663Q9ZZqrHktXQUqQ7m2p0BlKFAZ7tarLxZUXyyozqxtz27svFbWeK2sMbuxM6dJe7m47mJBNditb1Q0X8irhCO/y60A8M6oabtRVl9r6GuzDbfZhlt6BnMaOs7dLTp3t+hOTWtGVXNmdUtOQ0dBi7agRZvbqM6qa6s19DV3O8s15iJVV16TJrdRXdJuyG1UXy+tu1urulFW/+Wt3C9uZP9QUHkpv+LM9ayzGXnpF2/Ef/FdzOmv5SfOcBPT6LI4qkTJkirJPFEUlR6KwYdERgWFo4KRW0RgeKh/aKBvsL9vsL+Hfn2D/Hz8jhzx9d53YO+GTetXrfpw1aoPV69e9dHqFWtXrVi/5sPN69ds27T+421bdm7fsW/P/oP7Dx06dNjLy+vAgX1h4UEhof5eh/eFhvlFhh/h0kLrS67NurpcPS3I+pG9w6opH7d3DPe2zgzp5ob1vbqqQWvT4qR11tU1P4p0MkMt03Bvs1VT2laToa6/Cy3H90a6pgc1SPTUbfSdHOiAWqMJRzs0Rbt6moCBR22t86P6xUkzbBqNu53VNn2VTV9l1ZTajTUddXdqCi91teRZNaWm9iKog340bX04ZZlyqu3GGqumFMzD98fNvz8Z+fPZGPQ/3x83Tw5ohrqbh3tbH051D3U393VVW9RllXkXVdWZk862ZwuWh/f0rv4GR1+jw6Z2DprGJwbN3XpUVGR4BPLKDx0W4LVn8+bVb7fX5P36cPjhFFJG3d1ZZjfWgDTtMNU6TLVgUda35hvbCg2qgs7GbH1rvk2PTPuO2VtmXOq5kc4Zl3rc0ToxoJof0/32xHl/Qv9oxvx41jJgqenRlU462xbGuyYc6vlRI6jWDlO93Vg3bu9YGDN1d1YM97Y+me17PNPbb6jVtxYiH873z4wbB2xNfeaqIXuDRVfYZyga6au5P65+ft+8MN1p0RX98tz19LFrYLBzaenJ3PxoUXGpQpGIw9E4bGG0IoZOpaWnJCJ1HQxC1s3vf3s2+/PjcYu2aqi7eX7UODOEtEz/uNBvUBXUl1yZcqq7O8usmtIHE6aWypum9qKm8uu65lxdcy60VQ33Nj+e6X06Z5sbRvK3o7Y2c0cp0jjt6qrKv6RtyuvVIWeedSF/zF5dlbGt2Klv6FNX6RsKRiyt88OmQXNzn7bKpqse7m3tqMuy6iofTFtmRw3jzo4H092P79nmx7vnRi0j/RpDe3lnc9FIv+b+ZO+YQ9tYkWlSVzosLWMOrd3cPGBtfX5/6JcHw4vj3YujplmHbsapnx/pnhowTAxYHs66SnJve+/fvnblB58c2hvsjwhlJALCCe5r/PRYpSA1WXkiPT79aEx8jEgh5YgFdNg4TU1WHk1SxMeIYt2R4JNpiSnxiqRYGbKElKw8djQmWsYl48NhijM5XgzxtmgZW8glMSk4IobAZwnilNEJMYpoOS9awU5O4p88IfviTIJcSgvyP7R+3aq333zr1Vf++fe/vfXK397xOhISiqWhqOKAKKFXmORQRNzukMQN3jEHsWeX7ZH9fQPTi/ItI71IcKo05tsaVlomKf5q7LlyrPQbftoNyfEbF/PaqjQDdyo7rhY1fHGzpLF3/mKJZR/21Fq/kyuPnF3vf379kVOrDsa9uYmm6v+jpXtR039vaO5nbe/I1xdvy+LSi8vqIyL+H1nvAdVUnr//z/e7v23T+9i7oqIiiiAgHZJAeu+9F3oRexnbjM6MdewNBKR3AgQIJCEhBAIJvYNgd9RpO7Ozs+vvf/Pezc+z/3NycsL15ubmojGvz/O8n4fKYvIiwsJFPDaJmBAaEhgSGvj2O3/xWbsyYNvm5SsWo1FRaFQUgYDicqlQDSIW0GVi5HttRooS+jwVEqaYT5EIqCoZOzVRkpWmBOCB3J1/F6ioBRopN0unOXngQMnt67bmml5ro9tePznY9uKh+5cXowNdhifT/YOO9r89eVJ8M3fdojWblwSErcBveh+1/H9Dl/0hbPmfwua9seXDN9Z/+ue18WHUPZmHDA0tT58+/derV7+/evWPf7168uLH777/6ce//x350bPxt1ev/v7PV7/8/uqHn3/74Zd//PbPf29/8dNvDufAnYKKWznlN2+XXbx89+RXVw4ePrNz1wm1bg9flCqRZ4llmRLlbl3qkYxdp3YfOHvg2OVjJ29cu16Zk6svLDIWV1gr9T01hoHyBndBdff1QvPt0vZvrlR8cf7uiW9yDhz7NnXn0b2HT2ft/VKh202giehc5aYtYXyxJnvPkRMnT28LDF0wf8nK5avWr13ns3LViiWLP3z3nffeevOTj9//61/+z1/+/IcF8z/Z7Ofrv3nD4kXz/vLnP2wL2BwSvC08LDg6KgwVFwWRoTQqEYeN57CZKcmJIiFfKODt37eHyaAtW7r4nbffDAoMIJMIgMdikYDDZopFAq1GsT1o69tv/Xn1qmXYBFRkRCiUIWHQMQnxcWQSDr7FwndiSOiRiPkpydpEnSo5SZOWmijgMugUPFhPxTxGdFjQ4k/fXTrv/ejQrTw6nsvEcRhYyD2SixlQtONZEBGAkzZZK4IQprQk6c50FcJaCj5CWZ4HyVpJkkaMoJdno1yMyI9Il68HhkU8qkrKV0qQSd0UrTwrVQvNZIkqiUrKh+FPnVKcopVrwagsQpAG0FQh5UFBkVLGBwCG+F+VXABiIAzti0QsBoOABFZ54qAlTOrW1Ss2LV0UE+C/ddXyratXEGIiVHx2skKc7IliUkqQPGHgWMiCVskFEI0O90oZX6sSJ2qkWpUYYrGUMkRABgCGU4IdEjXSJK3Mi8qwPwmPolOwXBaZyyKzGUQ2gwjjBmqFEHheLuHC66oVQrVMoJMLYUxXI+ZpJcjIrlLAlnEZkNIM8VQ7k9RZiaoUpUQt4ck9s8cAnDIhG8H+/+iuCP16MqiUEp5MyEb6z7h0jVwIoYCZKZq0RGVaojJZI9MqRCBog0ib7AFgSPlSSfne8V0Eej0BCsClkPasECMwrFWIkjWyZI1MyKGpZYJUnQIO4h2WFvMY0BGllgngZOBZyPX3ZDHAdihGkgnZIi4dFmgAgGEAGCrc4PciFbEBgPkcKo9NkYrYsAYB6X0iPpIX7VnIoHlcLVQ+B1nLgMR7OgXLopOQ0V/PyCtMzELCMKQ6A8GCbxbMzKC1wmQvEBfwHsRWQaiVN8nZO4kKec7efCZsAsobNQx5v6AbA0nCYQGzvSwK8iODTgZOA7JiMalgwYXxV6BcbyWStxoX2oPpNBLYp+EteJkQ9Em49xqqQb72vk2gfQBa70G8NU6goPJ5LAGfDQnYXgCGjXw2AzE2s5kAukDCXCqZSyULGDQ+ncqlkjkUEptM5FBIPBoFUYnZDGB4rzwLejiFjNS5czlIkbK3TAiWD7yfePAGYeEAprLhknqPQCQkeB3RcAEBs1meaWa4bt4FDmjuBX2YTiOBLRnWEWBNBAqB4d47Kgw/AiR7B3cpZDy8LqAsDCfDBC8AOWjCUKdEwMdDUhe8TZipwXsqf4HJsQmohPg42AeNikajogn4eKBiPA4DiyNAzgwWlcShEAQ0HJ8axyVG84ixngjoSDktVsvGJPPROi4CwBouIUkYJ6OHUlHrt/mv27jBx3f9pi3+oVERGAKOQCXiKQQSnYzFJyRgUUQSlkLG47BoTFwkKiYcxF7IuAKDNAGPhSgsIF6gX3BEI55nKplCIZFIBDwei8Ml4PFYMplIp1OpVDKZTCQS8ThcAhYbj8MlANZ6uZdCIcENWBf2jI9Hx8ejYX8sNj4+Hv3GV7fKzuXXXCyqP19Q+/Xt8m9yKq6UGvLqrTcqjdcrWq5XtNysagUkzq2z5NZZ7jbZilrsRS32u022vAZLXgOyBfTeXL3pemXTlbKGaxWGWzXGvAZLgcF6qazhVl1bobGzvL23pnNA3z1c1dFX3NZV0zlQanaWWXrg1tAz2jZ0r6Fn1DJ63zQ8W2p2Xi5vvFhaf7Wy6bbeVGLqhlHholZHUavjZm3rjRrjncb223oTDBUDWufUm2/WthY0dxS3dRUaO3PqzQXNHcDbtY7Buq6h4raum9VNFZbuWru7st1Z2tZ5q6b5anl9XoOppsNV0mrP1bfeqDLcqDLcqmm+Xtl4pUx/ubTuSpn+ZnXTuYKK83crb9U0XynTXyqpPX+38kJh1dn88tN3Ss/frbxUUvt1TvGBc9fOFVUdvnx758mzO0+eTTt6Spq1l6dN4+tSeUotTSjF0pmxOGI0OiEGg0Ul4JE6ajw2DouOiY+LxsTGeG5RqOiI2MhYVExoWMjGjb7Lly9dunTxihXLVqxYtmTpglXLFvusWurrs2rTep9NG323+PsFBmwLDtoO9x4vfmx0TFhI6DY8AYWKDdqXJZsZNN0bMrusVd/dc472GBytJT89HvjunvPFXO+TKUe/vXast+nJlGPE2dhvr53sa+42lVgNeW11t2qLzjeUXeqxlE31t4CJ995QG2AwSLUzg619HVUPxpCxzBFnfUdzgdtW+WjC9tPjvsm+5pf3e+ZGzNMDxt9eIKOt4KmGvtyO5oKGskuTfc0QDfV8tvtvTwdgt2czjukB42Rf89Ppzr8/H34x1/vqp+lHE/YeS8WgQ++2VTtaSyb7jC/vu7675+yxVPRYKty2akPFNauhYHak9fG0edhd5eosmxhpnRi1z84N3n8wWddQFR4ZhsNjtgVsRkfvCPRbzSbHvpxDxkrdtuqutuLpAePT6U6XtaK98c6Is/7RhA2ip7pNJTDtDKFNs8Om2ZHWR5PtPzzqefmg+9Fk+8sH3T89cT2abH860zHsrJ3sN0z2GxorLpbmfulou/twwmJpyLs/agUGfjBm67fX2pruTvW3um3VM4OmJ1OOZzPdz2a6H03Yn053/fzd8L1xy4Cr/v5U++xkW393Rbe1cHa0eW6s5dGUadhV+/KR6+8/Tc5Od//y66Pvf5i7eOm0UCxisflsFl+nS0rSJe7ftycybDuZgO61G8cHO398Nj4xaHGYK8b6Wqb6kXIp6OnNu3LEUHFFX/Kt1ZD3w0NXv70a2pVsTfmO1qKBzpr7oxYodno43jHaY7g/au1oLnTbqk36XEdryeywpautdMTZ+GjC/renQ397OgTvaMLd0tGQr797obX6VmdzUXdraZ+12m2rHuttejje0ddR83Cq8/vH/f1dDeP9xl9eTnz3oG96yDreZxnoam5vKjXWFfTa6oecxg5jRUPF7ZbafHNj8WB3y2B3y5DT+Gy2/8mkc27I+njccX+4495A+/0Rx6Tb4u5ocXca3Q4zFRe78NMPt/itjwrbERqyPToySiJGvjWmJMp270zak52ckapK1Ig1SoFGKUhJlGWkqnbvTNq3O3VnhjZZJ03UiFOTkBrPRI00PUW9e2cKaMUyMUssoENcFuwDj5EMWwlbqxCppEKlRKhVSFMTddkZ6buzd+3dvQePJfht3Pz+u+/98Y9/fOedt5YuXbx9e2A8noTG8wmMxARaclCszDdU6BuuWheuXRGieW89e3VUivZ4XaH15RcF3bxdV6UHb4n2XeXsvMzbdRUnO3bg27qjV/T7zxbrO8bz6qy1HYM7T10vbx8vsTzAqS75xB1aEXliRcTJlaGHVoRkb4jKPne372Z1v9H1ePzpv7KPXgiJoZy5mJeYvHfDhkAclkQhkeUSPpmEXbZ04cefvP/W239eumzh2nWrNm5ah0FH43FoMjkeqdFSCD2dRqKURNnOdM2uTF1mqgIyfiUCqkLChIjX7Az17iwtJLtCdK1GwVVKWUIWKVOr/mL/3oJr31oaK0Z62+bG7U/uOb677/zlxfBAd+Orvz18Mj30w8P7Z44e/+sbf1zzydpFf9j4wRsbfN6MpQZlKPGnVKRTYvxhJip907KYjSt3bF4XGhoUx6AJDx06WVVp7HVPzc29fPb8t7///dXv/3r1z38iLUe//orc/+tfr/7++6t//OPVr/949cOPvz56+rJ/YLSqqvHChdtnzlw/cfzCvn1fZGUfzdx5JD3zcHLqQbEsXSRNk6iydWmHM/ec3Hv47JEvrn19Jufa9fKcXH3B3aa7pW2l1faqRldFY19RnfNKfktOmeV2ien01dLTFwv3HTm/68BX+z4/s+/zM7sOfCVWptO5yvWbgulsSXrWgcNHv0ShcfPnLfZZvTY4aLv/xk2+PmsWz5/3wTtv/+mP//PWm39aMP+TdWtXrfVZuWL54g2+Psj0SngIlDei4qKg4gJUCAw6DhKw0tNShALewQP7MOi4//2fN9av80mIRwv4XJGQLxELhQIej8uWiIWZGSlUCuHDD95ZMP+THaFBnhzpKFRcFHw/I5NwYAWEL6l8Hksk5Mplop1ZaelpSclJmuQkjYjPEnAZ4E0VcemhgZuXfPbexjVLKNgYKY8m5JKkQhpMdcpEdImAqlFwVTI2LJRAB2x6sgxmVtOSEDHQi7tapSDZ485Qy3mJapFGgciSEgFdLmap5Yi8KeCQoSjImx0FswkAwNCvCwMLYDNGHnsmb8HaCpXUEM8Oeq+3Dgei2tNT1GIxWyRiySWIcqiR8lPkYhoqZt3CeSEb1gWtWxO4dnX4Vj8mDknJSlZJpAKWUoLkvYGlNkkrA/qFUVJQdBM10kQN4huHcVOg5X/byD3/moB7oSpMqxLDnpCnJRGyOEwSm0Fk0Qng3QVVmc0gQr609138O4BajpxVklykkwoSZcJEmVAj5sl5TBGTkqwQ66QCyHBOUUqgwUgrE6jEiNibpEYEc2+mFFxeCJrSKkRqmQAipqDzPCtVuycrZWeaDjqcIAQByNZr5AZw1ciFiSpJilauU4qhqQhQGVKaEVz3BCjAA3iKkEPTKRHFGBzO6UmqVJ0CVjdetzrD0eAeBlJAHIYtCjFXyKFBZDTQsrcQWMRnANzCIogn55nKYZJAhwfPMxAyFFyJ+DQRnybgUrwALOTR2Qwig0pgM8jgEKaR8FA2SyXiIE5ZwGf/F80CXIEI+bpE+To6wnZQLGEF6nUREhQ/IiEBEAUYCfjZK94CtnmPwGHTwewKeAlx0GwWjcdlApwDEQEAQ3QWqIsQwsdkUCD8CTjci9nAeNDbBDvAhwaSoSXgiIRc6GwDwza8EJAkyLwweAwNTwC6Aj4bdG9oLfaOQyM2aT5HwmF5ARiIl0Mh8elUPh0Rh4GHORQSh0JiUUleAAYZ3JuATaUQ4I3DWXmVVSqFABALFw0egzbrVbZhMBjc0aDEen8X3lFe7wN4FvAqyLzwdKBZQF9AZUixgtfF4zA4LBrO6v/ftAR9Ra/TL5wAyLzeXOjXHwAkwzkjfTIJKPibA9zrVYzhjxAcRcegUdGwBgrLIsjSBoMMTUg4PhXDIyMKsIweI6eHSylhMkq0mhmrZgEAk1LEOC0PLaRsDg1a57dxuc/qVevXbtkeGIWOw5JwRBqJQiPjiTgcHkMgJhAJCfGY2LjosOiIEKgmIhHxMMobj0GhUbHxGBR4nilkIgz6Qmo6YnimUahUMolEAGc1FhtPIhGoVLL35sVjAFo8Hgs7MBg0Op1KoZDweGxCAoZCIQEDJyRgEhIwWGx8QgIGAeB9p28cv3L3m5yKr2+Xn7ha+OX14m8L9Tm15huVxqtlTdcrWu7o24uaHUXNjrsGe0FjR4WlB5zAhc0d+Y3teQ0WkH/vNtly9aYbVc1egzTow9eqmnMbLMVtXeXtvdX2/rquITAztw7O6LuHax2DtY7Bant/k3vCODBd0zlgHplr7pu822K/WFp/ubzxZm1robFT3z18p7H9TmN7cVtXcVtXboMlv8lW3NaVZ7CWmp25DZY8g7XE1F1o7Cw0dha1Ou40tpeanaVmZ7W9v6FntKZzAJ51tbKpwLYTPr8AACAASURBVGApbLbmN5pz9a25+tY79W2lbZ2NzqHSts6iFluuvvVmdVNOnbHY2FFl7anpcLX2T5S2ddba3aVtnVXWnkbnUE6d8U5929Xy+jN5ZRcKqwoMFgDpcwUVZ/PLzxVV7b9wPf3415lfnE498qUkfTdHnSTQpvJVOrpIhqez4vCkGAwWYWDkhkHhEmITUADAsfFxMZjYKFR0eExETFx0QODWlSuXL1gwb/HihStXLl++fOniRfNWrliybs3yjevWbN6wbrPfxq1bNnsBODwsNGzH9q1bNoZHBMcnREfFbEfHbS/NPw/aHWDwcHfDd/ecf3s69OqX2Z8eDzyZcoy7mu8Nme8NmTuaC62GAqshr8dS5rJWmPS3jTU3Rpz10FQ04W4a620ELhrqqoN5YGhCejRhezhu7Worbqu71ddR9WLO+erXe39/Pgwxzs9mHL+9GPnhoQvmhH9+0v90urPTWNhcda3fXu2Nd4JIZKgUnnA3TfY13x+1eKKS+h5PdnY0F9YWfQvO56620sk+4/cP3E+nu3osFX0dNZ5k5rrhbiR72WK4YWq6NtRb83jOOTFqf/R47P6DycvXLkREhQcGbdkRGrh101qfZZ+W3Ln4/F7/9ID56XRXR3OBrSl/0FEL/T2QTtzbXv5kyg5U3Nte/niy49mMo99ePdqrnx5sHnPV93dWAvGCCPxosn3MVT8z1DLaq6+6+03B9SO2ZmQA2KTPHeismxtpnx22PBzvmHC3gAIP8vuIs3Gst+nnJ4O/fjeCuNDHrFMjbYPuhh+euR/P2qdHmt2O8gfjbcPO6s7Wgle/zvzycqK/p+nVq5ffv7i3f38aj08XiQRqtVYsFisUskSd5rNPP/j/KnmePpycGesZG0AywH58NjIx0Go23Gmpvg5FTU2VV2sKz33/oHfQUQuTzJaGXJhtNlRcmRls/f5B74s5Jwj7I87GTmOxpSGvqfI6aLxOc/lwd8Noj+HZTPfL+64HY7YJd0tfRw2sUPTbakzVt/qs1famQov+zv3h9pf3Xf94Of7PH5DK3+nh9qnBdre9fqTXODveOewymhqKTA1F7YZyU0NRS81di6Gkubog//rXOZdO5V37quzOJYepus/e7LY3Tg3YERjubJzpN0+62oa7mka6jd1mvaH6bnXR7aba0j0ZSSuXLJj30XvomOiI8B2bN/kJ+FxPx68yIxUxQsslbKmIqVbwU5Pk+3an7t6ZlJ2py0rXpCTKPJZCjkrOA8lFrRCmp6hTk+RCHpXLIqrkvIxUlVzCFvFpiRoxWKa1KqFCxvJEthI1cvG+XdlHDhxN0mZg0XT/jTuWLvZ99+0Ff/zjex9+NG/V2nXbw4LJDJJCm0xmpW2PlPsGcP0jFEGo1A0RmpXbpStDZIzkS6lf1dxonKp0Pv+60CbZd4mdfoqd8Q1WdSzxy6JK+9P6nhfN7hdHL1cV6J3VlkGDc2Lf2dwzBS31rpe7zpv9cMdWRh1fEX5iefAhn/BDvlF7gokH8xun2of/drnQ9NGKbWs3x5y9XLxyzbaoGCKBSFOr1XQaMSYm9MOP3n3jf974+JP35y/45LN5H/lt9o2O2kHAY2g0nEDAAE5I0krSkhWZqar0ZAWSY6QRQoQsaL8701UgjOtUfNDJkfQjKQuJAhYwshJV+9OTzxzfX114fczd9v3j/if3HMMu/VBP/bO5nh+fjPz6fO7VTy9tBkOQr1+kX9SO1UTMRlkq83zZ+YGWO0+/3tnMx5wkh+1GB2p2+HEC1mE3rY5esTjgsw/XffrhuiUL/NeuCg0OwjOpmsz0ExfOFtRUt/e77j24/+OTRz//61+vXv3z1e+/v/rn76+ePvvebLLdySvKzS2+fDn3yy/P79lzNC1tb2LKLm3iLo0uW6HKFMtTxfJUmSZLl3Ywa++XR09ePn8x/9qN0rw7dYVFTcVlbWXVtqp6Z0V9T1Gt42ZR643C5oIq67c3Ks9dKcnce2r/kbPHv7q6/8jZA0fPJWUcFCnSgsMwFIZQm7TzwOHjLLbgs3mLli1ZHrQtcMsmv8At/tv8NyMYvGjexx+998H7b3/26YdLlyzwWbNiW8DmmOjwyIjQmOhw+IIC34TgmyWLSRcJ+SIhP1GnSdRp1CrFpo2+//PGG2hULI/L1qiVSoVMJOSzmHQYncrMSFHIxUsWz//ow3c3+/ky6GRQA/A4DHjnQCoR8NkiIVcs4nnMz+LMjJTkJI1Wo9BqFEIeU+KZg9UqRHwWJdDfd9n8D4K3rOfR8VIeDZKNMlMVSRqhiEfmMLBCLkkioKboxBBKnJmqSNaK5GKGXMzwLJ2wlFJkkF4hYatkXI9bnicTMXUqxHwL1millKNVCpRSjpBLEbCpMiEblEmAcOA0cMaKeYj/GXhJKeEhHWYpauBPiGTPSkdi6sDMj2Q+K4RqhRAcywopLyVRodPJtFqpRMhCUE2G9P1ohNzAtavXLZwX5rchwn+T36plO7ZuknLoiQoRl0FSSngQFwzl4UjM1X/EQ9B+dWokNgws1hIhyysCK2V8pYwP4i3sALIwCNRgzxbxGTB0wGWReWwKHFnApXFZSGOTN3QagA0ZVRVxdHJhilIC7UQ6qQDkXwmbphZxFXyWlEOXcRlKARv0YY0niMubICXhM8U8hlzEUcsE/3VTSflwAzrNStVCEZFSwgNB3gvAkE0FoAuyMCxSQOgXMj7twWmY430dmEHChUiwFK1cLuIoxNz0JFVmikanFMOvFaRjWN0ARRr0anh1iI8GBgbDM2RfQT8wbAdXs9cIDasSfA7Va4+HUGjP3C+kYVGFPKqASxHyqFIRGywwUhGbx6Yh+c+eZiCYiaUScYQENBibRUIuiJkQ6QyUC8okoCBoj2BvBujicpBOYCBe4FJIsfImEgNqwmQpqJSg9UHwFdApCLDAeK8X51ApBC6HAZHyoDyDIRZUXy98gkMYDggqLsjXANhetRM2wj0QHeC9N1laKOAA5YL1F+AT8B5GmoF+gZYRq7NnvQA2eqVXBIOZNB4TcTgD7npd0EImHUzRsMUrBTMpRKTHmMMAUdd7wQEyOWy69wqDqEujEiGqCrzBcIVBQoeFANjiFWmho45KIfw7PxmLhoFh7yoAkDPI8gw6GYgULjVcLrjgQMuwNgGavFcf9oIrSLvAqzDK650i9pqooX/Yy70EfDwYquG/CUBu2OhtKk6Ij4PXTYiPg8eAo7CbtyAa9iFTCQQWicSnEYV0rJCGkdDRCmackhkho4bJKFEqRqyaFatmgQUap+XFi2nbosLW+W1ctGLZohXL1vltDI4Iw+DjSXQymUoikPAEYgIAcEJ8HDo2IiYyFI10AEYnxKOhzheNioXpXEiEhs4kEISZDBqLSSeTia8rvQQCjkIhMRg0UHopFBKNRgHQJRBwCQkYLwDT6VTvdiw2HhRjAgHnVZLxeCyBgHvj5I2Ss3nVl0saYRL420I9jPuWtjoLmzqLW7qqrf119qGq9r4SYzcyHtzYnqs33a5tzdWbCgzWohY7mJ9L27qKjZ0wFVxgsOY1WHLq2m5Wt9yqa8tvshUaOyHjqszSU+sYrHeONPdNwgwwIHFj75jBNV5m6am0uQGM67qGmvsm650jlTZ3rWOw0uYGs/SNGuO3Jfqbta3w4626Npj1LbP05DfZQBO+WtlUYuqutLnBaF3Q3JHbYMltsNxFtGtbTp0xp85Y1GIrN3dV23obugebXaOFzdYqa09914De0V/fNdDUO9LsGm10DtXa3dcrG4uNHaVtnWUmR1GL7fzdyrwGU7m5q7DZmqtvvVXTDMxcYLCUtNrP5JXsPX0x+fAXyYe/SNx/VJiyk6nQsuRahlhO5omwVEYcnhgbj4tGJ0TFoSJj46JRSN1RlMf/HIOJRVzQsVGR0RE7wkN9N65fsGDep59+vHDh/GXLlixdsmjhgk9XrVy61mfFBl+fzX6I/Buw1T9oW2Bw0PYdocFRkeHxmFi/Tevi4sKw2Ch/f5+sDOW9MWS4t99eO9pj6DaVdZvKfnzU/90953f3nH0dNU5zOdQLjfYYTPrcHgsigQ46ah+MtYO9+dmM495QG5AtpDT3tpd3tRU/ne789buhqf6W6QHj/VFLj6WsueqaJ/fI+mjCNjtsejHn7OuoAi1xwt001FU3N2L+7l7Xj4/cEBPd217eaSwccdY/nuyYGWwd6KwZ6qob7WkYdxkgGBkilJ/NdDtaS+DcBh362WHL0+mumUHTWG/T48nO0R6Dy1rV217pslZNuBGZusOYM9hT9fJxz7OHLru1dnCws6+/a+fu9I1+G9atXx0ZEeK/cZW/79Jn9wdezvU/nuwqunmytfYmUtr029zjyY5uU4mjtajHUtZpLLw/aoHoZlC2h7rqnObSQUfthLvJashrqrzaYynrNpU4zaXPZ7sfTdgg+dlpLi25fbI051SnsdCzc4u5/o7bVt3XUdPbXjk7bHk0YQft/el016BD72gtGeqqB1P301nn3KR1YqTl+SPn5HDL9IhxfMDwdLZr1G2YGbG8+vX+k9m+V789nx53HTmUrdPJKGQcjUo8fuzIubNfx2NiVi5baG7VP5wd7u+1tBsrezsbXzwaeDLndHfWmhpzTfrbo71I99IPD13PZhy/fz/224uRh+NWqyHv0YRt3GVoLL9cfudrCG1+Ot35YKy921Qy2mOYHmhrqkSqkqb6W4e66ifcLSPORqe5/Ocngz8+6u+xVDhaS2YGTXMj7cPdDU+n7G5rxaNx69wwMjA8O2y5P9rx/YP+7x8Pzo11OkyVDlP1aJ+521rXXJffaao1G8r05TkVd6+X3LlYnHupruy2vvxO4e3zl88cu37hxJ1rZ5pqCtoaykyNpS57i91Y3WupGelu7u9o7GgqM+uLKwuuXj134syJA5/vzTh+cHdMeMhH7765bvWqwC3+24O2Uch4mRjp7fT2c2qUosw0pNXz4L6srHQdZNh4U0DFAiZM4gl5dGh/kYrYJDyKQcVBgIpCystI1WRnJiVpZR4xgaxVIv69XZlp2ek7xVx5aFDckgW+H7y78r13VvzxTwvefm+Jr18ImkAjs7kJNGoMnhkSowmKygqO2xkYm7k6ULZsqyCadSj5eHFh22yBaepiVff5CuvNxp59l4qZqYcl+86eyG290zbVNPDT4csNbYM/nrxZX9jQe7fBkd/QcbnMePhSeb3r5S3Dg634Y0t37PeJObV6x4n5ftnLA3f67Ei/WDLS1PszRfL5/364ISCcuWZTjO/mGByBSyAwkpKSBHzW2rXLPvjwnf/9wxsrVy39bN5H773/1tYAv4jwYBqVwGQSBQKkP9PzrZ2HyOYKvlLK8TaRpiYig9B7sxOzM9TpyTKIe83OUO/ZqYMQWkT9S5KlqSXH9mTevvhVY2VOb0ft5KBxarhlxF03Mdj049P+ge7GubGuvz2b/dvTh5dOnQr2DQlZjcMGaNhRB04k1bbk/1R0Zk5HL2BFfYPeujt4nXLLKvaW1dRNK/E+i6PXL4vb5kvyX0fw9yVuXoddvwrlsyzCZ2W43/qobVvQ4SFYjSpLrUhN1GXk5xZVVdZ989Xpo0ePH/n8xOFDxw8eOL5//7G9e49kZx9MT9+HYHDSToUmXa7OUCdmJ6Xty9p99PPjZ0+fv3n9ZklBfl1peUtFtaWyzl7V0FWh7yyu7qio776R35Bb3HLhRvlX5+8kZx07evLy5ZulR09e/vyLi7sPnsrae4LNV7F4cqkiOXvPQZU6aemyVUsXL9vqv2XLJr+w4O3R4WEhgdviYiOjIneEhgTuCA2Kx8TCFzXvfBd48OBbFItJFfDZoPHyuGwIgt4etO2D999dsnghmUQQ8LlajUqtUrBZDG/4h1IhUcjF69auevedv65auZROI2E8FZSxMREx0eHA2Aw6WSYVajUKsD3LZSKNWi4R80VCrlDAIRPiqSQsEv8m4bGoeP8Na5bOez94y3o6AUUnoNKTZbsyNbsyNenJMrAGIGlMMrYnY4mikrGTtSKtkgcb05NlGilbJ+dqZRy1hKWRshMVPJ2cCx1IGilbKWIohHSNlJ2sEujkXLmAoZELU7TyVJ0CZkRBY0xSS/ksiheMFWIuqIIIjHnqXqF+LCtdl5asUkh5Xsvr6zOfMjEnWSfPzExEWtJ5dMTZKxPIecwsrZIWH+ezaF6gr0/o5g1bfFZuXb8aHR7MoxOlApZCzOWxKWIBE+RlpYwP8i/IwlARjOjJnhuYsUFaBPoFDIbdtCox+J/hU8hbLywVsSGUGDzbIF1C0PrrGIxMFwtYCiE7SSnO9IzmqiU8CZcu5TFUYq5KzFUI2VIeQ8pjyAXIqLDW45eGBl2pgCXi0mF6ViXlJ6mlXsnUWzIESOwVdaGkF/4aIAPDHh+yTin2WGD+bVMHVRa6nZDRXykffjVqmUDApgJpg6cd7mVCtjftGdKtkEnjRKVaJoCIbJWUDxzrZWCwQCeqJCBiQ/izmMcAzzNkbnvLgeUiZDYbFhfAFOB1knuvpNcg7YmAZoD/GQAY2BjM0nwOnc+hcxhUOplAJxOYVBKdTCBiMTBtCzO9gKOgGXpnYoGRAIBB5gUkBkAFdITZWuDS1127LCYVm4ACwRbgDZpvgLi8jmI+j8VkUHBYdEx0ODYBFY+JJeDj4eMChlQBCEEjhVcH4Voo4HjTtkCsBpLkcZmvQ+/rHmbYwXvvtR8D8wOoAwDDAQFBQfgVi3hiEQ8aj+HkvVcMXg7JnaaRofuXQ6cgMMxmCDlMEZfFpBBZVBL8EZtGZlFJDDKBRsQhPcb/CcQGoRVOCfzAcMFB0Aa5Fdp36TQSrBeARRlOHlRcAFSITYbOIQBOQFZYg/CW+gIqw9PpNBIeh4E/8vqiga7haF7SBoczLBYA63rBG3zU8IrwFuB8vKsbAMxeI/Tr0i7Ok7/1X+5oDDoGVk7hzEHsjcfEwgHhbEGCRnibRsQxCEQeFQA4QUJPULBQCgSAYQA4TsdBaTnYRD5Ox0crmDF80nZ09Fr/TZ8tW/zp0kUr1/ls2R4YjY4hUYgUCgkZvqWR4PwRhifEe2r/sJB6BSFVGHQcdBNgEzDxGBQGHecNvnodgEkkArArkYgHAAY7NJGIp1LJIPaCSgxgTCIRSCQCwDM8hiliPB6LxcZjsfHAyRQK6Y2bVa2IsdlgL211VphdFWZXuam3tNVZZx+qtLir2vsaukbrHSOlrU5IxsprsNyubb1R1Xy7thW035y6tqvljeCLLjZ2lpm6y83O0rauwuaOPA92Avrm1Jtv601FrY5ax6DBNQ7pVgDD+u7h5r7Jlv6pqo6+uy12LwYbB6bruoaKWh0lpu48gzXPYC1u6ypqddxtsVd19NU6BguNnReK627VtcERCo2d16qab+tNeQZrboOlpnOg1jFY3t5b1zXU5J5o7ps0j8yVmRyXS+u+Laq+VdOcq28tabUD8QL01ncNlLZ15jeaQSK+VtFwp77tRpWhzOTQO/or252wvb5roMBgqevsKzM5zuaXf3mj4HplY36j+VpFw4XCiiOXbmae+Cbl8y+SDhxTZO8V6tJYCjWOyY2n0uPwxOgEhH6RGwqNDKTHxkTERkbERgIDIzAcExkeGea/dfPK1Ss+++wTAODFixcuXrRg0cLPAIA3bljrBeDAgG3bg7btCA0OCd6WEB8bHh4YjwoLDt4YGb6lqaHo5+9Gv3/gHuqqH3ToJ9wtPZaK3vbK0R5DbzvSh9RQdqWjuXC0x9DXUdNWlzPo0M8MtgLjQVQv1O2Y63P0Jd92GguHuuog0vnRhO3xZAeSJm2tgJjo5qpr0AME+Do7bDLX53SbSqb6W7pNJV1txXMj5idT9idTdvBUP5txDHfrH03YXv0y89PjvhdzzidTdgBvYO+x3saBzpoRZ2Nj+VVHa8mLud4Xc70wA2w1FJjr78yNtM+NtPe2VzZX3fiP07jjh8ddD6fNcxPmiWGLu6f12bPpoeFemUK8abNvwLbNG3zXbFq/XCVhvHr14m9PRj041zTirHfbKiGpeKirDmK6JtxNMAf7ZMo+4W5y2yrHXYYXc85fvxuaHTY1ll/Wl3w71ts4O2yacDc9n+1+Ot05PWCccDc5zaV1xRdaa28Od+tHnPWO1pL8q8fN9Xec5nKnufzpdNfz2Z4Xc73TA20T7haYCh7ubui31444Gx/PdA676+9Nmh/O2MYGDA+nrc/muh/PdI30Gn9+NjE33vOPnx//+Gxu/650Ig59aP+u5CT1qZPHDhzYuWbNkg0bVji7Wh/MDT+cHep3mYZcbYa6XFtbcV937XBvw1h/o7uj3GUrezJlf/XTJCxewHvsaC4Y62006W83VV416W/PjZghjvvHR25Pt1Pjz08Gneby7x+4wUg/7moe622a6m99PNn5bKb76XTX48nO6YG2mUHTy/s9vzwdGHJUT7gMTyaRsWHP8kT1w/HO4Z6W8T6LxVDSpi92WhuKci6ePrGvquhmfUVe7tXT508ePn1i39kvDt68eCr/+vkb3548c+LAxW+OXDj1+c2Lp25++1XBzfMttSX68jumhqKOpjJjdV55/sU7V77++tievema3elqtYSXnZ6olomCAza/9ef/s3ThAjwuAYOO4bGRqE+ocklLVmWl66CkZ/+ejIxUjUYpgq+bPDZFwKVJRWwIsIEv0HuyU+USLoWIEXBpWpUYBvaStDK5BPnWq5QJ05I1F05/tSszg0WjBwftWL7E5/1353/w3uL589b+5a+LP1uwcdNWVBxOQGJr8AxlBJYbEMnZFKLzD9vlF5q5JlDjF5XMUJ/74qalzHb/Rl3v3bahO82uOy095fbho9dKEo+cr7BPtE//o3n4b4euNEh2Xa5zPFHsvnClxFLe2v9NTnVF++Dx6zVl7XNVjp8i2d8s2r5zU/zp9VFfLQv63Cf88Nrw3Ztisz6/ZN5ByFjqR160Lv7jxSGbAnAUuoLDVwhFEr6ANW/e++++99c//+UPq1Yve/+Dt9//4O3twQGRESEMOonNJgsEyAicWMAU8qhiz2SmmE8TcIgiHlkpZaXoxIC7AMBKKUuj4O7K1OzblQStJzvTVQd3Je9OVZ09caDszqW2+gKbscTeVuTqLBtx1/383P3ikXNu3DbSaxzpMc+Nup5Oj7NxjICVcagARcQ6NWH7obPZPRUXf/w6sy+RVsWKuozZejh4tWbzMsHGRdQ187C+CxP8V1H8V9O3rGFs9aEHrKMFrCMHbiCG+JN2bCUEbopBR5J8V2/d6OOvkWszUzKoRGQaCIOKR6EwCfEEGpUlFEgVSm1iUnp6xi5dYpouOSMtc2/2vs/3HDy27/CJo1+e/vrMlStX8u/kVhaXNpZVGCuqLRV11rJqa2GFqcbQnVPcVFhhKihr+fZ66aEvvj397Z1rORVfnbt9/KurB4+dPXjsbErGAaFUx+ErFOqkpOSMTX5bfVav3eq/JWhrQFTYjrDg7QGb/fw3b8AmoNgsGmRTRUXuAI2CQsaDTc5bDsnjMlVKKZNBk0pEapUiUafRalRvvfmXN//656jIcDqNwmEzNWqlTqvmsJngJcNhkeQVLoexPWjrW2/+6dNPPoiNiYiMCI0ID8GgY8AFh0HHUMh4AZ8tl4nkMpFSIYGv1/CtjsthELAoIg4NxMKk4LZtXr9y0cfb/deR4qPwqHAxn5KkEaYny7LSlHuzEzNS5Go5R6fiQ+OOWo7kFSeqkXlgjYKLzM9rRGlacYpaqJNzExW8FLUQHiP1vx4kVktYWhknSYl0IKklLKSuLEkFUATEC/IgnZQgE7JhjhR0Ra1CJBUgeVcQbgT/WqH6VchDYo0gjAosx6DNpiYpU1JUWq2Uz6Eiyq1cKGJTM3XKZJkoZnuA36plfquWRW7zD97s67ticWTwVq1nHhU+KJK0smSdHCZIVXLBfwEVzJfCdi8Ae+OvYGeVXAAyclqyClRrr27s1S0hQwv2h+lfSPCCLUjoNJ+ZqBAhIVUamVLEEXNoMj4TUXoFLLmAJeMzZXymXMBCqp4kPI2HSKE+F9qDoKM4LVEJYAz9umBR9l5VJPTek1MFVx4c1LARtoBOC+n68DtKUkuT1FLvVDBMF4NgC7CqlPDAuw4srZTwYOIXniXmMWDYG1Y9ZEI2gDcsc+g8yVsAwCopH9qPQB8GHRjm1cF3LRYwwQUtESJGd68CD2Zy728NdvP0V3HEAjpYoHlsCptBBC86i05i0ohUIo6Ei6cScZCETCXiqBQCiMDQr+tNRfKGKgHaeRkS5Er4xwUSKLh2Ye4XdFRvmw6DToacJPBXg5DoFTZhZxhChg8Q+HcdFxuJRkV7x/sB9mhUIodNB2kXDM/w6l7nNnAjoDLwLVh5vZ8DXiczqNxAzgD2MDwMbwEQCz52+B6PNJCwUMCRiPkSMR+YH2ZlvTlYcBzkDJk0LoPqvfGYND6LLmAzAH25DCrPoxLzmDQOnQLVviCAe1VZOHkMOgYWAkDfhuOzmFQIKgPO9MIqnUYCAR/ePrwReIPYBBSovmDD+bdSSsJBghRos/ARDVFP8ELw6Q0TtnA+REICADCANPytgMeQlQVPhF+WN+/KO3cN6i6FjIf1FLjI0HWEx2HwOAwqLgreMjYBBTfvKiocH44AXgNYBfAq0rARWQtgUrAULI5Nwv2nChgtpcfK6GEScpiMsl2ID+RjQyUklJZDTBUTkoQEFTeMgPEN3PLZiiWfLl203Ge1r79faFgIOh6FwyUgVmTKv2/I6gMFTybEQ/1vPAaFTcAQ8Fi4EQk4EhEPvUSQ6gzJWDSP+ZlMRnDay8Aw6wuyMB6PBSSmUslEIh6LjfeCLhCyd2eY/sVgUGh0HBodl5CAAXh+o6jZUdzSVdbWU2MbqHeMNHaP1TtG6uxD+Q22nFpzXr21xNhd2NR5rbz5YlH91bKm0rYuUH0LDNYCgxUE4ZvV/O0xXAAAIABJREFULfBjYXNHSaujwtJTbXNX29xVnqSrUrMT/MlFrY4Kq6va3l/V0QdYW9c1ZHCN67uHDa5xg2u8wuoCD3OewQq50IXGztt6U36T7UaNMbfBAoPEdV1DbUP3Wgdnyiw9Bc0dhcZOsFLnNlhADS4xdV+vbqnq6CsxIS3E5e29Te6Juq6hant/ta0XAPh6ZePl0rpbNc0Vlu7KdiekXl0trz9XUHG5tK7AYAGtuNjYUW3rLTd3VbY7YUg4r8F0o8rglYVv1TR/W1T9bVH12fzyL67nn75TfOzK7eyTZxIPHkvcfzTp4BFV5h6uWodjcjEUWgwWH4WKj4pDRaPQcShMHBoVFYd4nuEWi0Lk3/DIsNCwEB+f1UuWLJo/79OFC+YtXrRg4YJ5ixbOX7pkwX8A2Md/s+8W/41bt2wK2rple8DWkMBtoUEBkWGBuPjI2MhtkeH+J45kP5xxPZtzQUjvhLvl2Uz3uKvZpM8d6qrv66ixtxQ5Wku6TWUjzsYRZ6O9pWi4Gwk6dtnKnJbiYWftgKOqp71kwFE15qpvN+SMuernRtsm+hoHu6rtxnxD5aW6knPG2ms97SXmhltNVZf77BVjrvoxV/3zOcdvL4eQzp57SGbyUHdNT3tJr7W0p71ksKva0XZ33N3wZNo2NdB0b9j4fM4Bmclzo21TA03j7oYxV/1ITx0SyNxRBQFR/fba57M9z2a6+zpqWmtvGyquOVpL5kbaH453jPU22ZrudrWVPp/t+fGR+/cfhhDncGf1zHjH98+nXr36qX+gh81lbAvasi3Q32fN8oWfvXv1wvHff54ddxlrCi+4rBXfzXY+GDfDGfZaS/s7K59M2179OvWP74d/fNyLBFkNtYy7GyDs6tVPk6M9Deb6nOaqa621N6Edqre9/Lt7XTDS/GzGAS3Hz2e7n804KvLO3Ll81Gkuh9SxF3O9I87G+6PWoa769sZ8eBfeOOuxviZ3d8XLp877k5bRvoYHk7YfngxMDFpGXJapoa7ff3wyMeg8uCs9WaPYmZ4i5LIO7d+lkHI+/vBPIgHl2ZOJp49GZqddw27T4zlXR1tZ/q0ve+yVv/00+vxh92BPtd2U32svHe3VDziq7g0bZ0dah7pr+uwVffaK3MsHW2qu9tkrBruqH05YBruqH022P59DViiGuuph0eG7e865kfauttK+jpoJd8tknxE04Z8eDzyb6bYaCkz6XHC5P5psH+is8awOWMZdzdPD7Y9nnF3mqm5LbWNVXmnelZwr3xzKTs5Mkp07dfjq2S+O7cvYm647kJV4KDv12L6MI3syspMVyQrhrhTlziTl7lTVgazkc18eqii4lXft3I3zJ25e+OLiV4e+Prbr6L60DJ04Sc7bna7O9pj00hLVUhHXZ+Wyzz56PypsR3hIEBGH5rLIGqUoLVmVkaoB/XbvrrTszKTMNG2yTq6QIrZnMgFNp2AFXFpCQrRKJUpL02RlJe3bu1OtkvK4jNQUrVYjT05S67QKiZjn+SbBkEoEKqWcRWWHBUWtWLzqs48XfvThZ+++99E7H3z8wacLNgbsiMWxqdykeGrS9hjp5mDRxmCpb5A6LP7ocj/dJ6v4wdh9B842V1mf1nY+vqnvqbCO5TTYr1S2XSxryWvqOl/YePRKaUv/02O3DHfN0yXtc/U9L/RdT3kpJw+cKbQOPzubV1dk7P3yVu2FUntN1w/Jx/Vro3b7xh5fG/HVprhzfuhvFgVkvPHnyEDc/m0JO1cHit9fEhcUJVvmE8sRpiu1WSKxNAEb98mn77719p/efe/NxUvm//XNPy5Y+El0TFh01A4KGcdikQQCJBiGz6FymAQ+hywVMjwOVZpMRIcCUsg3ykxVZKUh0dBaJS8tSborU5ORIs9Ike/ZqduXpft8T8r5L/eX3rnQ1pBvaSowGW47LHfH+vVPZq0/Puv9+bvBR9Pd90Y6pwYcr/75k7u9K2ht3OZlxPD1Smb0V9nCxutHHl899CyNZWbsuI3d8nW4z65ty9Vbl4j9l3L9lzD8lzH9l7L9ljE3r2BuXc0K3sAJ82eHb2GEbyVv34QK2hQVH0VI06afOHwsUalOiIuODgtBo2LDQncEBmwLDAwMCdkRERGFRscTSRQ2R8ATSZXapPSdu3fvO7z/0LETJ0+fvXDl8uXc3Nzy4mJ9aXlTRZWxuq69tt5WVW+taewsqmzLL2nKuVv3xTfXz166cy2n7MqtkrOX8r8+n3Pky2/3Hv56z4EvtcnZPKGKyRFqdanbg8M2rN/ot3FTaND22MiIoK1b/DdugIArsNglxMcB/YKmAS41bwoOl8NQKaWg/UL3b3hY6P+88cbKFcsg/JnNYmjUyuQkHZ/HYTHpAj6XxaRDgQcBH//hB++8/95bAVv9QkMCtwVshi928BIkIhagl82iScR8SMHh81gSMU8mFUD8j0LMFfMYNGL89q0b161YEBqwgYqLpRNQTCoGmml1Kv6enbqMFDk0zSZrRRoFFyl6Rcp1EB5WydjIqLBWnKoRJSp4KjET4dv/tB8phHSdnJuk5EMbsLcWWC5GGDhJI4ZYLEiNlomYAs9fSMR/kShD2raQEHIe4qyWIpP5cglbJffYFpQChdTTkMSnSYQMJD5aKVDKuJ4sZS6MRagVfBGfppByNAq+jE/XSLnpGqmYRQ7xX79h5aLwbZvCAjb6LPkswHcVh4oV8RCLrEzMUiv4ShlXImTIxCytSqj5zwvBFjgNqYgpE7OkIqZEyPDepCKmVMQUcCliAV0h5WhVQggmkIlZQh4VKXPyjKHCceQSNlL75BlJlQgZKjlPqxLCSys8b1Yt4ejk/CSlUCfnK0UsKY8m49MVQqaES5XyaHIBQyFkKoRM7wOFhA0p3HIxCwmRlnnCmbUSGMyGe61SkKQRp+ikqYlIaDOS4Sxha5WCRDXSk4SEOWsl8CNcdjiUWs5L0ojBxC4R0BUStkbB13qcI2o5D/bXKgWws04lTPdMVWgUfM+yGlkmYr4ehJaoFiE50jKuTISkzUN4uFoOpUoi+CsBtnmZiCnm06RChphPE3IpQi5FIqDLREx4IlxtiRCRdpFVPBFTJefp1CKFlKOUcZUyrlSELPB5Jn5pMCADvx0+Bwkho5ETIJOMSSPSKXgSHoOLjyXjE1g0MvQDedOAAQthsJZGJYL9GJjHm8/0+vQpeIm9YAy0CdZiBp0M9lcmg5IQHweCIVAKSJrArgCWILGymFQiAVnwJRIS0Kjo2JgISJD2YqoXgL2Dvl4TNVAfnKpX0oTpXNgIM7rw1sDSDI+B2eCeRMTCYDCEToENGJYG4CkAwNDPBC8NVwOkcjgIwsMsOp/1/zAYcBe2AAwLOUzQhEVclpDLQn4LHpkRPujgvdBpJCR22GN1oVGJYKsBEgakBP0TeBKEX7hQgL6v/77+HZVMJ4OoSyHj4QhYT+oyADCEKhPw8SDXw28K4BYUZsjEAuAEddf7GMRhAEWvHRr4GWLPvNZoEIThzf4XjUPKFIRdgdUZHsdjYvE4DLwinCScP9xDvTAc6t+aMwWPo+JwTCKeQ8awkSYkAOBwKcWPEbsCG7w4dstqXEiwAI9N5JNTJbQUSQyDtHnH9kU+KxesXLZszapV69du3uIXsiM4Li4Gj0ugELBkfAIZn4DURJNxJDyGTqOQiHgMOi42JioegyIjkIx0AoMjGkqMyCQCPCB4xneBcgGAcbgEuNHpVBKJAAO9IOfCDl4ABqXXi8EQFo1Gx6FQsXFxMRgMikjE02iUN6qt/VXtfZUWd6XFDfJvibEbJn7zG2wlxu7ajsGq9r78BhvAcEmrAwqEykzd8KCyvbemo6+yvbfM1F1s7CxqsQMDV1ldVVYXpE8BoNY7R+qdIxVWV57BCr5oUIArrK7y9t4yS09OvRnirErNzprOgSb3RHl77626ttt6E0Rn5TfZrle3XK9uKbP01DtHyiw9Lf1Td1vsVyoMF4rrTudXXiiuu1nbCppw6+BMTr3588t3zhfVFrU6Cpo7curN1bbenDpjSau90TlUZnIUNlvBzHy7tuV2bcuNKkNOnbGmw2UZnmnqHQEGrrB0X6toyNW31trdLe6xtoHJy6V1ZSbH7dqWvAZTrd3t1YEvldQePH91zzffJh06Ls7YLd+5J2nfYVXWLrZMRReKiUw2Bk+KQqMjY+Oi4lAodDw6HgNzv9HomBhMbCwqJiomMixiR3Do9mXLlixcOH/hgnlLlyxasnjhgvmfLVo4f4WnHsNnzfKNG/4fACNuzwD/0KCAuOiw4G0byPjoqDB/ARc31N/+8unw4xlne2O+21Y92mMY7TFM9bcOOvRPphz3R62PJuwwAwxJxWO9TdMDRpe1wmkpBi4CXp3sN4z26nvaS4BLBxxVLltZm/5GuyHnwbjZZStzd5TXlZwrzzvV014y7m6Y7Df89MT1eMr66pfJn564pgaaHk9ZAasGHFWA0zNDLdAVNNqrd9nKBhxVM0MtM0MtUwNNY656eAmnpbjbXDTV3zo30j7ZZ5wdtjwYs1kNBY3lVyG169lM94Mx26MJ+4S7ZbTH8GTKgYytDjePuOtmxyy//zL72y+PHj4cq6gsjseiVq1ZvmLl4sjI7W/+6Y38W2fHB8w1hRfL73zt7ih/+aB7pKeupeZqf2fl1EDTaK/+2T37g3Hz05mOMVd9m/6GrfnO/TETxFw9m3FMuJt+fOQedxkunsoquX1yesDY1VbstlWa63PGeht//W4I0r9gXrq19ra9pejJlOPheMcPD/ueTDlM+lxPGnNlXfFFkz53ZtA0PdA24mz0uIjNs+Otr/41Mz3SbG8rcnfWPpl1DfeaH071//L84cxo/+kTSLhwZkri5/v3nDp2DB0bMf+TNy9eOPb984n791zdnQ0up+H7ZyMvngwO9jaWF55xOSoRN/WQYbRPP9ZfP+yq7TYXjfTUwQLH9GBzbfFZl63M0njbVH9zzFXfay19NNn+eMp6b9g44Kga6kZYd6y36flsz70h84u53rHepuHuhvujVquh4MGY7cVc72Sf0WWt6mortbcUdZvKrIa872Y73bZKSwOyznJ/tOPhVFdnW0VnW5W+PKfg5vnzpw7tSlHqpJzMJMXnezPOnDi0J02brpFmJ6t2pah3pajTNVI5j56qEu/LSMzUyZPkAq2EuztVc/LwnkyddGeyLCtJnK4VZOjEaRqhQkRLVPCOHdh54vN92emJQh4zPUUr4DAXzftk/icf+/muDQrwQ8eGcZgkmZgDQ4DpKeq9u9KSdfK0ZFVqklIm5hCwsRE7tsVGhZDwqKioYC6XKhazExPlx48d2rM7Uyrha9QymVSgVEhUSqnnHjGIYtBxG303LFu8Zv6nyz/9aNGnnyz8+JPP5i1a6LdtazyZmkDl4FiKaIJiYwhv7VZxQMTO4JhD/jv2frxK5LsjQ5JecLV0rKzt8a3a/hs1XaXm4cqO4Zx6a2FLT46+405D19WK9pTDVyRZZ1hpX524bTS4fyi1zH1xo/liUcfhc6XV7WO3a9ovljQfuVx24Hx5tf35Lf1sEOHIytA9q0K/WBnypW/MV2siDq8J3/unRfRVwUlLtsh8d2j++OGOgHAxg5chkWekZmZHRId+8um7H3z49vwFnyxc9Nmbb/1p3fpVRFICGhVFJmGZTCKfTxcLmFwWmUXHCbgUpZSjUwlhtlOr5KlkbMDgtCRpdoZ6b3YihGBlpMjhx73ZiZnJ0v1Z6vMn99aVXrO3lbU15NRXXnDaip8/7JwaNrz658z0iPHeaPuzOdeY22xrrnz1j99OHriwdRV+3TxiQuA+UvC5/XJH6blXF/d+p8TpedEFCf6nQlamb10s37pEuHkRe8M8qv9izoYFjPXzSX5LKMHrODEBQkyIIH4HBx/FDt4UkSxLK7p198tDR2hYHDYmEo+JJWIxaBQydwIRlHFxMTExUSgUKjw8PDo2Bk8ksPkCuVqTlrXzyIkvzl28kpNTVFRUU1XVVFPTUldvaTY6zO0us81tNPdU683nLubuOnCSI9J9efpaXrE+t7D24vXiSzdKvjx9bdeBk4ePndl78Au1LpPBFsjkmtAdkevX+vqsXhMSGISJjQkJ3IYsXAZv2xEahEZFgyiBiosC9QYMctDqCSNzXA5DLhNpNSqdVq1SyjVq5Scff/juO2/FREcSCTgOm8mgUxVyqU6rZrMYTAZNLBJwOUgRCJfDkIj5ixZ+9uEH72zcsNaTE7EpPCwY2BuPw1ApBLBE8rjMRJ1KIubrtMpEnSopUaXVyPkculjA5jHJdFJCQlxEgN+6tcvnhwZsYBDRfAZBxCOr5RyIBIfgKwGHKOZT5GKGiEcGs4BSypIKaVCJ5PU8izkkMYekENJVYiZ0/yYp+WlacZKSr5awQA3WSNliPg2ysrRKAVBTik6qkLCTNGKpkCER0JM04mStBCaK05MV6SlKwBsvAwPkAAgpZVygR7GALhEyFFIOj00CdhV5XkghYfPZJLWEk6IWE+LCA3xXbV2/crvf2gDfVYEb10Rs38xjEUV8GjA22GXlErZOLUrWSTVKgVzCBrQGNkaWjURMEZ/G55C5LCKXRQTQkggZfA5ZwKXAodQKvkrOkwgZPDZJKmICqgEba5QCsYDOZuAZ1AQ+hyyXsDVKwesAjECpnK+WcJASYDFbIWRKeTQRmwz0i7QiSZFuJJWYrRSxFEIEC+VipE9YKeWoZFy4wdoBDGYDoMKfquU8uLYSAR2K03UqpC0JMBgpNPIkeMNTtEpBig4JORNwyExqgoBDhqd7quM4Yj5SXww8DICdpBEnqkXJWgmfTaKR0DwWEahVLmZpFHwRjwqFWGI+TcSjinhU6M3yQjg80Cj4nm5kZG0OQPp1AEYC1TyrId7fgpBHRZILPQsWsJQgFTF5bBKXRRQL6LA+Akgs4FI4TJIn/5kg5CH+ZzaDDDZOLwDTSHgiIQHUTmBCmFYADzAwFTAtuHABxgClgHmAyjhsujeICJgTgq94XCaIdeCRBi8raIDwDxaGFLgchveYLCYV9EAcFg0nBjZjiMWC8iQQS+HEhAIOnJsXgIEkJWK+gI+4iwFT4X3BxxFM7XrRGsRMChkP0jSbRYO3BtIxGJ5h4FniUYDhHLxjHa8DMHLk1+RfqAIWsBkCNpJP7HVHe2VhPpsBLAeXEdzdUPNLoxIB+eA0gDPhrcHFBPkX5Fl4ClxeWGIAoR4uNRwBxoYhCYzJoEBANxzKS5h4HAbGcV9fGiCTcAnxcd5caPgjMCSDFA/6OUz/EgkJALo4z7wxMCpovHDCXvMzHocB+zSskIJ0DBCO9RQjwbMgFNq7BQRwWCYAgzeJiMXjMPGYWERATogj0AlEDoXIoyZwyRgBJV7ORCtZUQr6ZmbcYlTA+0GrPw5dtxa/I0RIiJHTMTIGhkvfGh221Ndnkc/KJT6rlq9etXa9z5Ytm9GoWCIBRyPhKQQshYBFypmpBAoxgUwiEAk4VFxMeFhobEwUADAOG0+lkLwVvl76xSZgoqMjUahY6C4CFzQej4XSIwIBh0bHxcXFQO0wZD5DZxIM+nqTrkD+BVrGYFAoVGx8PJpIxNPp1DfqHSNNPRMtrimDcxwGfSHy6lp5c36DrbZj0Oiebu6drLENVFrcNbaBK2UNt2tbC5s7ys1OCMSCCOhys/Pfxb/GTr1j0Ng32ewa1zsGm/smAWU7Jh+3Dd2rdQyCzFtpc4MUXGlzg0W5sXesqqMvt8ECMc5llh7YIb/Jdrm88Zu8ihJTd0Fzx4XiuuvVLVD8W2lzG1zj16tbbtQYS83OO43teQZrY++Ydfyhc+7FmYKqw5dyC42d9c6Ruy32QmNnk3ui1u5udA7Vdw1UtjurrD1V1p479W1n8sruNrXDlpJWe0mrvdbu1jv6q6w9ZSZHfddATYcrr8GU+3/Jeg+opvK17XvW8533PWWKY1eqWBBFiiJY6J0Q0nvvPaGKjG3GMk5VZxzHjqIoRXqH0AmBAAmhhEDoTbDrtDNz5jxlvrW5z9mf6/nWymJhCHvv7B1ifv/ruq+rvr2801LeaXlQ355doYdKpOK2nvzGzvu1rTdL677LL//6bt7Zq7ePfn5JfeKsMuukPPO4MDmNLVOxpXIKh4clUmISkeyreExCQiImIRGDxSXiiTgsLjEmLjo2PiYhMT40NHjPnt1OmzeiN9fNm7a4OG/f4r5j+xbPHR47vbb67NkZsM/nQNC+A0H7Avf67vXZHR12OCI4MC78AD4+FBt7oKLo1utno0/m+gdMVb2tRV2N+dbO8hlb28v5/l+e2f/xahxin2F09sWc5fmseSXKqGp2pHXa1jg+UIfCKhKtPNv9arHvh+X+xfF20ISfz5mezXbbzVUOa+3Tma622uw7V473tuX/8nxoadJg7iiEptxZe/OTaeP8WOuopXrB0fZ0puvJtPHXl7bnc6apYf3yVOeTaePcaMvyVKfDWovKv9O2xsHu0taa2w1lV4dN1XP2jtmR9h+Xh83tJUU5X49bG+fsHb+9dPz20rHoMAJbzo60L0+aeloKBrtLJ2x6Q2Pe6FDrrz8tT0/brt/47lBw0B7fXbu9d3h4bI6JCJyf7Ldbm5cnTS/nzc9mu+GAe1rz5sdaJ4carMbi+bHWF/M9rx+bp22Ic3hp0vD3F8PP50zjA3W/v3b8sDT0j1fj1s7ym5eOl+ZeGuquGuquApPz81nz7Ej70+ne319PWDpKi3K+ri+58cszu6m5cNhUDZXF7bX3X873G+ofdDcVQHyXpaP0zePBVwtWxCg+2frzy4GlGcPYQMMPz0bfPHVMDJt+ebX0jx9eXTx/7quzp7PS0i598cWxjIytrk5e21x7DDXPlm3Pl4aX5izjI+0vlgeXZnufLlgWpozG1vzGmlszjtaR/sq58ZYpu35mrGl8oG6wu9TcUdjfWWTuKDQ23jc23jd3FBoachzW2t/fjL5a7Hs+Z4Lr9XiiA+zZ86MGR7/e0lH6fNb8yzP7sKm6tTpnedI0bKoe7KpcmuiesbWN9NZ2NjyEwmdolh4baF6c7LF0VjVVPXh0//uc6xfOHEv+9FTGmePpHGoSi5yUppaezExJUYpTVZKP0jRHU1Tg5ZMLWGoJL0UpPpqiOp6hO5qiytDKj2fozp08cjRFdjRVevp48icfJYN5MjMZ6ZuFmTG1QiwWsFk0MgmXuM/X+8//zzsebpv99uxMiI3gc+gyMU8q4qrkorRk1ZE07cljR1J1SjIhMSr8MDYhmkpKIhMSQ0MDExIieFxGaoo680hKaoo6NUVzJCPl/Kenj2SkCfhcXFLiwaADWz3c169dt3b1OqfN7h98sOHPf3l/7UanwOBgEptF4fFjifQoPDskgR8QId59SOoXknEw7vM9B8++7yzGCW9kXdDfLHfcrhy9UWq5Xz9QarBXdI2WIeuPww/r+sraR6uNM7nVQ59fb+AkfyM/lS08dl2Ydf3iQ2PX+D+Hlv/45kHrtSLDvdqez26X3Co3Zl3MK2qdLWhZTuBe8go7vj34c4/DF7aGfO4Z+cXu6PNeUZ94HM5wC1DvCFJv9Res98DEYJUcUdrRYx97em1z37LJ2WXDxk1r3//gr07OG4IO7D0cHBgZEczl0KVSrkTCgblE+FCukLBTtRK1nKNV8pLVghSNELJ/U7UirZK3EvDLgvjfrAxlerIkPVly/IgyWc769IQ2L/vrDv3DwZ5Kx1Dt8mznyiu8Y36idWasZdLWPD7UPDXSsTRlfvV49p9v/jsikBboRT+8WxUXcJ4UfOfOuR/q7/zxqXJURaghBH4bsfN4kLvCez3dc3XSznVJvk60wK1sHyeS57q4AA9SmA8jwp8aFUA8uDvyRPInZbkl2Zevq4UiQmw0GRPDIidxGST4nxj9rIDUJ9IodDqVRCIg1YJY5JaQiMFgE7FJeDKFqVSmnjz56blzX3/11XfffXfrm2+un/n0awpdsHd/6Gbnne+88+7ajVvv3C/Jzi0rLGu8+7Dq+1uF317L/frync+/vvbpF5ePZJ3OOHqCQKQlYHBuLu5+Pr4xEZEJMdGHAvcfCtwfFnoI5BoI8MQkxCRh4+ETKnwFryDE54iEXD6Po9WoUlN0fr57Pnj/Xe/dXhHhoXwe0vcL9JuSrJXLJGwWg81iSMRC0CuoFEJQ4N7VH77n4rwx+HBQRHhwVGToyshMLFICudLJqVRIpBJBsk6l1SiSdSqNWi4R8+QyoVzCZ1AJTAqOz6LgEqL27vHcs8MVLNAqMVsuZgi5JC4TJ+ZTdCo+MLBCwuSx8JB6lawWaBRctZwDTumsNJlSSJNySSoRXSGgqkR0lYguYuHlfIpCQFUKaXAPfEXYWMTUKgXJahGwEwpdGSlynUoI8APyIGRriQV0QF+NUqBVCQFupSImj00SreCQXMKG17Pw35owqIJH0pSZ6SqFlINwKZeCvNQlnNiwoN3bnPd6eQTs3uaz3XW/zw65mMVm4DlMArA0iIpIC/HKvpDKYhkXgBY4CoL3hDyqgEuBPcrELLmELeRRmbQkEj6WTIijUxJZdBzcAIlBFgYq5rFJbAaeSkpgULFcFhE6yUD+lYlZwK4g5KpkXMBFmYgpFTKEXAqPRRRwyHB+4B6JgA4kKRezhFwKh4GXCOhpOilEcCP6NocsEdAhn0yj4Kcny1QyJKVMKeUAssIexXwaSL5apQClaLhHIUEKnEGAFfGocAVhg8lqEfr4ldU0CSxk8FhEEQ8pKBbzaUIuRcynQRsW4DoANmwQDUsDxRgEagGHLBMx4elwmQTYKWwN7TTisoh8DhlWPVRypFYaAHilXRnJ+YfsKxDt/43NLCGPDkZoLouKpEDTiEwakUrEEZMwJFwinUyA9SM2i4ZKo+AlflvaBbgFVAPaAdZC5VaY+wWhFU0tZjGpAIeg0YEDGWhHwGfDg/k8FpopBW/C54dnAAAgAElEQVQgqIcWNFg0lAtwF+U6QC+wKAMAw+5grY1KIfC4TDqNBO5Z7kpxMRwkeLzhwZDXBRXH6LMDKRuOGSRWeLAAKUxmgwcbPCYgvQKlg4EcgW0amc9miHhsAYfJYVCZVBKbToF7+GwGl0njMml8NkPAYXKZNBaNDCOmAMCoNxuSmQF34XyCmsqgk+HUAQ9DpDa8wYKiCyI2XEGwZ/N5LCiRgi3AIDHQNZJsHBMBmYLgTgeqR7VilGmJBCw4BWClA/4J1wvWRGC5MwkbD2/+8AkGmxi3slAbC8nVFDIehmLAHQA/jY+LwibGgdcasp3BQwRHCBsEqEb90vBPGBVOwsaDXxp4G4fHRCdEYShYHJOIYRMT+OREKQLA4VLKYRFhLzthJzFsK/aQNznisAAfI6fHyxkYPiMwLsLNx2vT9i3uXju89njv8vby8vKMjoqgEPAcOoW28sdCJeLAQEEmEfA4bFxsdER4aHRURBIWA7hLp1HIJAIBn0Qi4uk0CoNOJZOQzj8If05IiMNg4pOSEgkEHMz0QjFSYmIC+iOo/wUjdEJCHARi4XDY+PjYyMjw+PjY6OjI2NhoYGnYFALAMPdb1jFQ1GJ+WN+VU9V+t7Itp6q9xmSv73M0D0y3DM7U9Y6VtluLWy3lBkTsremxVZuGK7sGYda3zNAP2m9V95C+39E0MKHvd9SbR/X9jubBSag+6p19bn/xa9/ci6ahqUrTcF5T9/16A7iXC1p6itrNMNMLP8pr6s5t6Lxd2Xyroimnth2w9mFjF4RFlxkHblU0ZVe1FLb2Qig01AiXdlpvVTTdqW6FuOn8ZhPkSEN8dGFr778k5U5Lnt5wu7zhZmlddoU+p7r5QX17fmPntaLqPL3hUUt3doX+u/zym6V1aCxWtWnwYUPHtaLqO5WN5Z0WSIQuM5irugcAhq8VVV/KLf4iO+/TGzmf3bz3xe37py5dVZ88LTtyTJV1XJ6WyZTIWCIJEoRDJMZjkzDYxMQkLLJYFB+XkBifhMcmJmFi4qLhduBA4I4d2zZuWOfstMnN1dnFebPzxg0umzZuc3fb6Ymgr/9e78D9fkGB/vsD/PYH+B0I8D8UtDcm/FDwAd+o4L3Bgbsqim79+NwxPdq5NN2z6DDOjrSPWxsd/foZW9uTqR7o3YFmWntf3Uhvrb2vbszSMDnYPGNrQwTM5X7QbKHndmakadbe/M8fxp7OdDmsteMDdY8nOl4u9D6fMy1Pdc6MNI1aqhvKrjZV3lhwtC1PdfZ3FvW25U8ONSxNGn59aQOGXBxvX3C0vVrsezrTZeutADB2WGtBWe1ty58bbXn92PzrS9uPT6zTtsa22uyaosstVdmdDQ9/WBqC4Ku+tuLupoKFsc7upgJ7X92ouX7AWAH9xva+uq7G/PKHl6aG9bOO1j5D6XB/4/Plid7eto+OZfjv8/Hx2x0Y5L9ly6asDOU/fnq8ONVnqH/QVnN31t48M9I03FM+1l/zw3L/T08Hns12/7DcPzfasuBoW3C0PZk2vpjvge9/eWZ7Od8/Pdz60xNbVcGVguwvxq2NbTX3LB2lQ93IQoO1s3x2pH3G1mbtLK8quPL1aW1fW/FvLx0wKNvVmN/dVNDT8sjWU2PpKJ0ebn063WvpKO1rK4Zh2hlby4i5bLi3xGp89POLkdGBluWZoTdP5356sVSUey9Tqzt78uS1b7/lMqh//o93iAmxxpbaF0v2H1+OTjuM0w6Dw9ayNN8zNqSfGGmen+y0dJfVll/tbs+3dD16ttC9NGOYdSBq/Iv5nsXxdltvRV87sl4wNax/PNEB98PSA5QYz4w0DXVXQHZaR12uo18/Pdz6bKbvj1/mHP16U3PhuLXRUP+goy532FQ91F01bKoGF/2vL8aWJronBlosxsre9vLCnG8fZn/zxenMr85mHdFJMpOlKUohGRvNpuCO6BRnT2QmK0RqCS8rVf3JR+mfnsr6OCstWYG0biLFmyvce+po6okjySczUz75KDVdg7goT2ZqPs7SpamRfJ30ZNmRVAX096Ylq1RykZDL4rMZJFziwf17XTavc3Va77nN7cB+v7joMDIhUchjalVSrUp6NCM5Vadk0UlJmBgKEcuiI2iExUZTKFiphH8kI/nYRxmZR1Iy0pOPZqbFxUYfOhjk473Hc/sOd1e3TRs2b1i3cdMmpw9Xr3X12Lo36FBUIo7CFjKEqiS6ODiOeSCa5xvM8wlRHMKc9AnJ+stGpuf+Ex991fd5tvla2eDdWnt2pfVeXX9Fl6POPFVptJW2D1Qa7SWtI5WGqdKWmQfV9ovZnQzVRYL8fMbFwlLj4vCzP64+6itonixqHT9+KT+vsf9yfv39ut5z18tL2mYru56rTxbtCsvyivhqR9ilHeEXPCO+8oz8bHvEGY/Dx10D01z3aVx9RBu2EUJi5VzJUZk61dXdycV1/WandWvXrVq/YfWu3TtCww5GRAbHxoTTqASRiCWX/2tGMUUrQT7Wr1gcwdSaphOnJ0vA6pymE4P2q5KxdSp+VobyRJY2K0OZkSI9kixOlrPOHlM+uPWlsblg1FrvGKq3W6vs1srRgarFqfan86bFKcPipPHNk+FfX0/+8nL+nz/+Wldq8HaP3u1CCvXOjA+4oMBXF13+/e6558eFHazwa0n7T0fvSd3vxt2zkeDrRPBYFbn1wwjPdTH7PHCHd5P83KP3uB4O8Y2/felewe2C3Ot3zn50TMSgUbFxtKRYOiGew8AzaXgqKZGISyAkxeNxCURCIsLAVCKRhERE4vFJSNMgg8rmsvhCAYPJpTM4Yoki48hHWl1aIpaw09N7/QanzZvc3n9//erVm//2/oZtO/1z8ytv3Su5l1+VV6zPzq24cbfouxsPL17OvvDtzbPnL534+FwSjpyEI23dss3Pxzc6PCIpIT7s8KGQgwfCww5DdA0Bnwgr8dClAYNnaKMmfGAVCbkSsTAtNZnNYrg4b/5w1fvQ/SsWCRh0Ko/LlsskGrVSrVLIZRKxSCAS8tFPnMGHgzZtXOvivPFA0L6I8OBETGxsTAQ2MY5CxsPnVKGAIxHz4XOqVCIQCjgMOom7smzE59Chl5WMi9/ns9PH0y14/x5CQoSITRbxyAIOEcqQlFKWSsaWCmlCLknAIcrFDJ2KDwPhSikLXjnH0uQKAVXEwovZBAEjScolaaUslYiuFNLevv0LgMWIgxdKg0HvVcm4qDUXcSyv2F9RyyvCSEIGqv2iYqlMzOKxSWCBBm0WcFQiZIByq1UJM9NVRzPUOrUIyFa10ktMTIre77PDZ7vrXi8P/51bfHe6Y2JDqKQEqYgJvuW37dYoWr/tfAY5WshD2mURl/VKB5tSxuUwCWRCXBImAo+NopISWHQciMNalVCrEurUIp1apJLzJEIGj41YMOCAgbelIqZUxPzXrlf8ySCuAqlCiRQsDYAlGIYXgIoBgEEEFvGoPBZRIqCDoxjUVJkIielWy3kgratkXHAXgwsalXChzgqkYNgvQG+KRgxp3mC0BtgGEVgt56HGZiD2VK3kSKoCRGNgYKiA1ioF8Ov/sjGvQDvAMBiwwYMNpgCNgg++bgBgNh3HZ5NEPCo4omGx461gZwZcX51aBGsWYBCA6iMuiwj+cxDhRXwGOkLM59A5TAqbQWYzyHQyAYyddDIB/nZWhmKQOGIImoKaH9BUAfNQdyv4YwF7mAwK8BtQMWQ4oYQMa15sFg0mQmE5DEALEpsFfLZEzJdKBGIRD2Kr0KYi4GSUqEHJhFogNBYLkBg2hUI7inAgeALWggQKRmKgO4j+AlqG7cCuQS5G06RQxRW4EZ4gnCs4DJBD4bdgy3Qygb3S7guVy5A3xqYjYAzVU0wqCakL5rLg9rZ1GeRcOM63Fx0ANaFbCNRpNJkJDhsCnNFALDgSEOFBAwdfN6Aj3M9iUsGoDHcClMLFBfymkPH4lZRmeCeHZQIuhwGiMRwAyLmwX0BW0HVhfQS0WQjWgtcPjBkDP0OMPzicgWZBxYUoLBgAhq9odvTbI8fwtg+IDnI0MiRMxoXHhMWTMHgWKZFNjGHjY/ikKDElXEqJVNJDZJQgAW4fB3NYREBqgXVcjIqNFbODMNHu/rs3bnN32bF1xy6vXd5eu7w8D+4PiIuIICTG4zFxhMR4OpnApBEpRCwYnhMx8dFREbExUXgccg8VicsioyIwWKDJJAJppf4XhNzExATwM0PxL4lEwOGwMNMLbAz3Q8wV2vebmJgQGxsdGRmelJSYkBCXkIAMJ+NwWHgADod9J19veljf9aDOCA7n6u6Rxv5JkHzRqeD6PgcEYtX3OdpsM00DEzU9tvJOa5mhv7JrsLZ3BLi3wz7XPbHUObbQaB2v7R2pN482r4i6VT22OstYRffQ/XpDTm07wC3EOJd2WgtaevKbTWXGgZo+e3XvSImhv8w4AK7m7wqrb5Y3FrT0QBB0eddgm32ueXgaqLjSNHy3pu3b/Mo71a1F7ebchs7rpQ0P9MaidnN2Vct3hdU3yvTQDHy9tOF+vaHMOFDcYcmu0F8pqLhSUJFdob9T2XitqPp6cQ0EYhU0GfP0hjuVjbfLG+7VtEBF8NVHVdeLa26U1N4qq79X01LY3FXY3PWgvr2wuau0o6+4redeTcv3hZWXcosv3Hv01d28T6/fPfPdzawvL2pOnZFnHpemZwo1KWyZgsYT4OnMBDw+IQmHI+BxBDwGEx8TExUTF43BIs1UcXExMTFR4eGhfr57XJw3r1+3BvE8u7lucXF23rjBacP6rW6uXju3+fvtDti/JyjQP2Cfj8+enT57dgbu8wk9uD80yD8pNnSn+zopl/D6if3ZvPXpnPn5Qj+YhxfGOqeGWmZsbU+ne18vDrxasM6PGpYmuudHDTAM3G8oA7yZHWkd6UWGb+fsbcuTXfOj7bMjrdCC6+ivhxjkpZV45OXJrjl72+xI65ilztJRPDXU9NOToTl724CxbM7e9mymZ6S3enmyq6/tkbm9aGnC2NNSAEFTo+bawa5ykApnR1rtfTUDxrJhU+XsSOvShHF+tH1qqGnMUtdvKDHqH8zY2v7rx+lXC1Yoy50cbH483mXrqYH8Zxhjnh1pnxxsNurz+g0lrxb7ns33zYx2To+ZXj6dbm6uYXNovv7e/vt8tu9w//DDv1SVPfjPvy8N9NTev4YMvs6OtD6Z6n45b345b37z2AoNQK8WLJBu/WymBxKexyx1k4ONvzyz2fvqah5dr8i7cvPSyaHumv/+aa6x/E5Txd3mypyuxkJ7X8NPT+xdjYXXLxyvyLtSlHPR0lG6PGmC4CgIgm6ruXfv6pnBrsoZWxuIqNCUa+9DyqVmbPWNld/NjzX/8tL+bGFwftz6x//8o6ez/bPTp08ePXr3xg0hh7n23b+8+6d32usr/vvvzx9P9y3P9YzbWp4/trxY6n/91GofqLUP1PYYCsdtekt3ibH1obH14dxE+/Jc96tly5vH1l+e2Z5MdVs7S/vaHs3YWl4v9r95bJ0cbJyzt5ma8/vaHg12lf/Pz9OvF/vHLHUAt50ND+FZ9LYWvV4cgBA1qGWes3csTXTbemqM+ryKvMv6yrsvFgcnhtva6vIaK+9VFNy49HnW9W/OHk9XnDuVlpUqR+Z1j2iUUk66DqHWT09lHtHJ0tTiY+nqE0e0JzN1x9LVOjlfJ+fDeNvRFMXHWSmnjiZnpSqP6GRgujuSqvjoiAYm0FLU0lSd/NTxzIxUTVqyKlkjl4sFcrFAIRHy2YzAvb6eW903r1/jvHHdzm1bDgT4x0dHkHCJQi5LLZeoZGIWjUzAJpBwicQkDDYhOiDAOzQsiEjCCoRsLo+ZgInZu9dv+/atW7ZscXFx2bTJacOGTWvWrHv/vdXvvfvhe++v2unrGZYYwZIKRdpUljgtgaI6HCvzD5H6hah8g1P2RR1195ev9+QnCa9euGe/Umh/0DiR3zqa2zBwq6LrXm1PpdFe1+uo6BiqM4019E7XGKdLm8fvlg3m107lVEwK02+cvVXXPPK6qvdp58Tvpy5XXc7vKmgelx7/Lq+xf8Us3XelsCWn2qq3vPo+b9A3KmtX5OeekZc8oy7siPxqe+R5j7DT7odPuR88vtlX5+yrdPJi7QsR8qXH8WTOug1rnVzXObtsWL3mfRfXTfsD/cMjgmPjIomERDqNKJVyVSrRkTR11hFdWrJM8e85QIWEqVPx05MlKAMDAAP9wp2ZafKsDOWRVFmKiqeTMT/OlN69+mlXS+Gco+PxdOeErX7YXD450vDjc+tvP4w+metenDT+8NT291eO54u254vTv775LU12auvakNiAtLi9H1NDr55P7m28/183To+kc/PYsZ/FBWgCPCi7N8bucYo56EXY6xHr4xrp7RK8ZbXvjo3+qZIsW/fYQOdA+cOi8ydOKngcNimJRcRwyBg2BUMjJTCpWAYlkUrAIKomh8pjUyhk5P2YTEpCOJNN4wvYEqlAoZQolfLklLT0jMzjx08eOXKUQqF5ee1et2b9unUb3v3rB//nT3/9699W/eXdNe7b9mTfK37wqLZa3/WovOXBo/p7+VXX7zy6cj338tW7317J/uTs57FxWDyBsnOHl4/3nrDDwfhETHR4WNjhQ5ERITHR4W9XE8FELjA5j8tcUX0RL6KAz1Ygkc6SlGRt8OGDH7z/rscWt0RMPLT+UshEKP4ViwQgBauUcpGQLxJyQcEIDzvs5rp5w/rV3rs9Q4IPQGJKTHR4bEwELP9TyHjRSkwrkDCPy4SWYJmYJ5fw5SKOTimmk7ABvl4+nm4hgT74+HAeHc9l4oRcEoyFKyRMmYguEVDFfAoAsFbJ06n4KhkiFENMWqZOrBCQpVyCjEcUMrESDl4tpqlEVJWIqhRSFAKynE9SCMhKIUUtpqmlTBn/XxXEMiFbzGPIRRytQpSqkamkyCFJ+ExovoEQYxEXqRFCQ6feriDiMEliAfPtFGjoHEpRS5F8LykvWSPV6WRKpVAu56tUIpGIhRQU8RgJ0aH+u7b579wa5OPl5+nht3t7EiZKIeVpVWIItYKvaoVQJuZA5jAEbsklXKWMn6yRyiVIc5KAS4PfgkcirzoiBo+NIeHjGVQch0kS8pDQ9bRkBQRiQdOvXMIVcGlMGl4mRkp6ILoJDXCCaGgkCkvERhO2YC/QcPt2mNa/mn4ELDEPiY9Go7AkfCb0S0FmlVzEgSBoyH+GkwwFyGguNORjQVMR9PfC1YFUZwh/hmQs2BEaB62RC9FkLI1cmKKWpusUSglPwKbyWRTk8glYEKYF5Ulvl/pCFJZGjoSiHU3TwGtAJeVD9xKkYfGYZA6dCAXREHMNQdyQ8Pz2ddEoRWqFEBLFxAImdE2xGURAZT6HvBIEjWSnQRY0tGHzWHQei86ikWG4kUpEJkJBfgTcBcjk81jAfoBnKIwBvqJk9XbjEQqHqNUW9EnQXWF1DBAOYBLeEKC0DAAYRUHU7ouO2oLUDKtpbw/3AnnCyCsopXBs6KbAK4uqrPBPeMogC4OfGQ4JOBl8yDBMiz4XVBCG7aM/hQ0Cn8NBwkofYDmgLGwWgA3swRCXLVipIH7bj42uOICqDKiJqsFwRUhE5E0etg9rDbBYAOcfRWg4QkgIg7MBQIvHYUCPBZQF7kUTleFpwusB9HMAVFQfhnAHOJ/wqkCDo+HpEwnYJCwyGQmnFOZiAFyBtGEmmbSSwoWmW6FZ0GB1xiTEwBt7IiYWeBhAF0zRqHEaABumhf8VCUFIjIwOSyQlkrnUJC45moWLYOMihKQIGTVCQQtX0kMU1BAZJVrNTEjhJei4cXIGTsEPJmK27fddt81tk4ebx47tu3bt3L1rp6+X1+G9+6KDD8WEh+ASYhkUIodJoVERpiUR8UlYTGxMVHRURCImnkjAkUkEpPKXQqKQiQR8UhIWg0tCzNJIYhY+CcgWZnqxWAx4mKkrP0KZlkDAQd8vapNGpWMY+kXzn+EBGEw8TAW/02Sdqu4eKW61PGruQ6Ow9JaJR819RS3mis6hBvN4k3WqsX+yyTrVbpuvN4/WIlFSwzU9NkDcNttMh32ud/qpYXS+wTJW1T1UYRyo7Bqs7BqsWAmpulfXcb204cucojPXcy8XVEFxUUFLT02fvc4yBjFXBS09kJUFNUj1/Q4o+H3Y2FXUbi4zDlR0D0FANERbVZqGSwz93xfV3q1pg98tMw7U9zs6xx/rByZyatuzq1quPKq5VlKfXdUCXcT5zSZkPHiFbPMbO0vaewuajLfK6gFxi9t6Koz9IOoWt/Xk6Q3Xiqo/v/3w3PV73z4szaluztMb7tW03Cytu15cA+lZUCl8v7b1enHNNw9KvryTf/7mvbNXbiV/8pks64T2xGnt8VN8bQpLKucpVBQOD0ehxCViYzEJSXgcHlnMwcTFxUTFRMZj4uC6RkdHHjp0YKfn9vXr1oAC7OHqssXF2c1ps5vT5u1b3Hft2Orvt3tfgPf+AN+9/t6+Pl5+vrsO7PMNPbgvJNAnLjww4qCPvip3ecY8aWt9sWhZmu4e6a2dHWlfdBghuOjFnOXnpyM/PbE9ne59Od//bKZvergVum2WJrqfzfQ9nTZNDOih6XfO3jZsqhw2Vc7YWga7yscsdfa+mqHuiqmhppfz5kWHwdxeZO0snbO3LYx1TAzo4Renh5t/XB78YWnA1lO1MNYBTb8jvdVNFbcgQXrG1mLpKF6ZEUU2CJnD5vYiR3/99HDzSG81sPSrBYu1s/TlfP+vL8bm7B1PpnogQWrc2jg70j5n7xg119t6asztJStdO90Dxopfntl/f+14vTzw5snIy+XRH18tVFUVxcZF+Pp7Hzwc6LHVZd++3Y6Rntnx3qaa+63VdxBdd6zjzWPrf/4w8ePyINTkAoFPDTUtTRinh5sB2qGcaXaktaeluCjn4oUzKfqy7F9fjL9eHBrprR/sqp6zdw4Yq+x9DfOjxvqSW7nXz+vLsvNufVFy/+LypGlysLmvrXjM0tBQejP/9uf1JTfAgo7OMI+akbipN0uW57Odlo4HPz6xPJ0z/89vT356Mf/yyeKVixe/PHf+xnff85nM9/78p81r3jO21P73358/nR8yNOePWOts/bWL010LU4blue4hc+Wwpaq2/OrYUP24Td9vKh0yV07amybtLUuzJlizGOmtRuziXeUQzT0/2j5gLBu3NkCst62n6tWC5fF450o5c6ujXz9grBi3NpqaC2EAGxzRY5aG5UnT//w8+883k3P2DkP9g/zbXzZV3V+cME8Od9aW3Mm+8unFc1lHk5Fh3cwUySfHdEdTZKeOas9+nPnJifTzZz76+HjaR2mqrFTl6WNpZ09kZGilWhkvTS3O0Eo1Uq5CyFRLOJnJ8lNHk08c0QL9ImNmK1JkRopcKeVIBHSVXKBTS1K0CrmEr1FK0pJVGoVUKRWpZGKZiM9hUBNiIv337PJwdXLdvMHdeROyUunhtt/fJ+RgYHjwwYP79wb47Qnw27PXZ/fuXTv8fHft9NqyxcPZ2WWDs8tGF9dN7u6uHh7uzs7O69dvfO+9D/78f99992+r3N22h4ZEkeksEpfOkIu4ah1ZqIvCywOjZPtCNfvDM3cFpviEZG3eLfYJSz/6deOdqulbFfZcveNufX9Bx3CxYfhBQ+/dyvbc6s5CfW9Rk7nRPF3dOVHYMHyjoPv81fp7VaNl7U+1px8Ud85W9i5qzuU02366+qiPm/at7Ph1TtqXt8qNVSZHTk3XgwbzZ9crG3qeVbY/iaJ+tjPi7I7Irz2jvt4R/eX2qC88Is65h5x1O/Sx095M94BUN1/xzgAOS3g86HDsqrVrXNw3ubk7rfrwXTd3pwMHA0JCD2ISY7kcOp/HVKvFWq0UicnVyWFUksciivk0EY8MrAsRR2k6MQBwslqAZPzqxHIxQy5mpOnEAMDH0qSfnUrOvflFd2vx/Ljx+YJ5ebZrYbJtebbz76+Hf/thdHm2a2qkZX7c8HjKND3a+fzx6JunCwNdVkIUd8uHoaHeirh9x7BBZ4qvzuRfHvnmRJ2C9mXsfuGhXcRgb0K4P2HrOh/fLQe2bdjt7eZ/THtquHvk5dzzyUGHvqzq+6++TJVLJWyaiElCZpooCTwGlkNFphMFHDKHgRdyaFAnS8LH4xJj6TSiWMRTKaVajUKjVcgVYqGQL5ZKtMk6sVgcEnJ408b177371w9Xvb929ZqNa9c5bXLesX2Xr9/+0Ij43Pzyuw8rHhbVFVW05pc05pc03LpXciO74Mr1e9k5hcdPnQ0NiyaSaN679uz22nVwf2BSQnxsZER48OHYmIiE+Gj4XAVKBWAnqDcCPhugVCziyaRClVIql0kEfK6bq/O6tavDQoMZdKpcJmEx6WwWQy6TKORSDpvJZjEUcqlKKRfwkdIRiL2Ji4303OGx+sP3PLa4hIYcDA87HB8XFREeHBEeDDNsRAJWIuanJKsVcrFUIuCw6QR8IpVCWCkS40v4zGSVhE0j7PfbtWurU5DfzsToYA41iUnF8Fh4MZ8iFzOUUsQDr5IhXVk8Fl4ioEJfNICxTERXSRhaKUvOJ+lkzCNagU7GBOgVsZLgGxmPCGysEJBVIqpGggCwRi5M08pTNTLIBIYaW0ilRnti0ZoctIIILSKC5iEOkyQRstQKoUouAOAR8RlIVrOYi1A0n4E0fikEEglHLGbLZDyJhCMSsbQqsZjHCDuw189r60GfXfu9PXdtd4sIDWIziJD/DBuBemGFlAdVvRA3rVYIV96XZCq5AO5Hi4hhsoDHprDoBB6bAtgMxwA1bABdgNASIQseg7byoBgsFiBHDvdDW5JYwIS9QPA1PABikP8VKL0CwMDA0DAErbnoWZWLOLCaALHM0AYMnAmLDlCblKaVAypD6REUIEHOM8Qvo1cE5W0oEEYbhjVyYbJKopLyZUI2RFLDfgFc0UBp5wwAACAASURBVOsL24GDlPCZKik/VSM7kqJKVkkgOxqqhtUyAVJ6xKHxmGSod4JnBwV4kGYPJwoWAtA+KriOAi6NyyJzmCTBSsgZ6O0CLg36qPgcKgCwgMMUclkcBpWMx/5r2XTF3YoKiTAQ+za5gSUYZR4QCVHzLSoIv22Zfnv0FFzQ0IEEi2IgFUKoFXR3A4WCmorqn+guQI8FPZnHZaKTvaDcotOqqEgLwIlqwm/DMJoPjzqoUQ5E9WpgWkBrmAdGoRedU0W7iNDThe70bV0anROGb+BcwUwHHAk8HYjRRkPFAGKFAg4gPTwSfM7wSBhIhgZmoFCgYtgCHDmMWIuEXDhCdGwYtFm4pqDfotoszOjC6gCcVTjgt+Ef1iYgkBk8yaC+go8ANgsyLyjVKPajBItyMkrOMGP89tbACw0JWLAdQHQQjSElCwaAAbYT4qP/hcp4TDwmJomSROJQiDwqhkeO4ZMiReQIGTVYTAyRURAAVlAj1cz4ZG68lhMtoxE14kgm0Ss4cP1293WuTq4eWzw9t3vv9PTz3Lnfe8+hvX5hQfvjIsMohCTEYUdD8q7A6hwXGx0ZERYdFQHVRxQyESRfAj4JoqHhkW/TLzBtfHxsTEwUhULC45MwmHg0z5lEIoB7C4aBUY80jP5iV9zUkKdFIOBgUxhM/Ds1Jntxq+V+jSGnqv1hfRckQpe2W/WWCXTut77PUd/naOyfbB2arTePNljGmgYm2kdmDaPzHfa5poGJevMoaMKFzaY8vTFPb4RQ6IKm7uyqlhtl+pvljbcrm+/XG6p7R/QDE0Xt5qJ2M/QA5608JrehE1p8a/rsjYOTzcPT9f2Oiu6h0k7ro7Y+CM2CUl8wM5d2Wm9XNt8sb8yuaoEZ4Lym7krTcHnXIMjCRe1mEJzv1xseNnZVdA9V9djymrrLDGbIc86pbr5RUptdoYf4qzKDuc021Tu93GabKmo1QRrWo5buolZTUasJVN87lY3w+PzGztKOvvJOS1Gr6U5l46Xc4nPX7x27eC39s4tZX3yjOXVGkp4lTjuqyjquPHpMqNHRhWIik51IJEL1EdLCsdLInJiYEBMTlZCAADAGEx8VFREYGLDVw33NSpWKy6aNrps3uTs7bXdz2+nhsWvbNq/tHgH7fPYFeAfs9w0M8j94YF/w4cCIYOQWFRwQE7av8N6VubHuiYGmP36bhxqe6eHWx+NdMKU5NdSyMNa5PGl6PN616DDOjxrmRw0QZfTz05Hns+YZW9ucvW3UXGvvq5kY0Nt6qroaH1o7SxcdhtmR1qfTpuXJLkDBpQnjnL1tsKscONbRX2/UP2iuvN3ZkDtgLAOteHq4+dWC5flsb09LQcl9pG530WF4Pttr6SgG3LJ2lk4ONr55bF2e7FoY61iaMP70ZOjnp8PLk13Lk12LDsNQd8WcvePvz0efTvfO2TueTvcujHVOD7dODbVAatSPy8NvHg/+14/TPy4P2/vq/vOHqT9+nXu1NPjDU/uLJfvMxMC1a5eCDuz19ffevWeni+vGzEzN4qzN1FGpr76zPNk1OdQwZ297PN75dBohw5Heakd//eRg42BXua2naqXEqKip4lZ3U964FXnkwljH5GDrgLGqp6X48bhperjdUJ83Pdz+j1eTj8dNA8YquOfulTP6suyuxsKqgqsddbmLDuOwqdrcXmLvq6stulbz6KqjX788aeprK54daV8Y67R0lI5ZGp5M9byY75kdaXgy1TrWX/PmyfBPz6f/+OdP97NvXL544f6du1qlav2qVX96552mmpL//u3FhK1z2NwwNtDwdN40Ptxgt9bYLFXLs12OoXqbparPUDzUW2XpLrP2VDxbNC/P9YwONg6Zq/sNJYNd5fBMp4aaZmwtk4ONY5a63tZCU3O+tbPU1Jw/bKoc7CqfHWldWR0YHLM02PvqOhseGuofQF/xk6me+VGDva9ucrB50WFcdBgXxjpHzfV9baVmQ7XV2DDQpS+69/0nWerj6YrTH+mUArpSxMjQIl5ZrZIHWtCJLG1GihSMkadPpp0/czQzTZ6sFmSmyY9lquGjc4pGCF07oCgeSVVkpCrkcr5GKdKpJUIenUUnSIQcjVIil/D5HLpUxE3WyLUKqUYu0cglMiFPJuJzmTQcJi7kYKDPLk8PV6fN69esXfXehjWrnDasdXPa6O68aYvLZg9XJ4SQXTat+uCva9d9sGnzWhdXhH6R+dj33/3Tn/70zjv/sXHj5sD9h+LjkpKwJDyORiGzaUwBS55MEKpjaIpgrCwgUu4bovI5nOITkul1IN3JW0KSXL32aCSnzpFdM3i/cfD7spbCtoEKk73WPF6OJAv23a8yPqzuLqy3PGoYuFvSffl+05nvytI+zf3+UU9Jx1zaFwWXH3WUGKe0n967UW5NPp8nOHrtcn7Xx9+XXMytbxlezC5vr+gcyTiXXdYy0WJ+Lc/K2xF6Ymv4+e1RX3jGfOUZ85VH1OfuoeddD511DTzlEZTl7q903U1PIGjctvt/uG6ts9vGjZvWfrDqb1u3uYWEHoyKDiMQsSIhRyhgq1QitVqMyGJqiVTEZFCxFEIclRjPZxPAzgrZvyka4ZFUGQwDQxmsVEgT8ynJakF6skSn4Hz2cdq1ix9XFNwwGyonhtumRtqmRlpmxlpmHa1Iy9eS+dlCz5yjY2K4yTGoHx9qfP7Y8mTO+urxrL5Uv3Wtf6Q/OzZAgT2Ywow/deFkacGNjvNZt5hYVdwhSrBf7B6PfQlh8Twq69vPLwz3Wn548nx8cKjP0D41MvQoN/v8x0dVYib06whYOAYplkmOE7IIUh5NyqOJ2GQxhybk0KgETHTEIRIeI+AydCp5aoomNUWTkqxWKiQCIefYiY/kSllkZLiry6a1q95z2rDWZdP6taveizh8ODw45PDB4KjIuPhE0t3c4lv3Su4+rCiqaH1U3lJW036/oPphYfXtnMJHJbXpmceDQyIpVOZev317dnsH7t2HiY2Ji4qMCgvFrAz9kkk4+KAJn5bQyFZwOSoVEpVSKpMKRUKuSimPj4t5792/bvVwJ5MIbBZDLBIA9Oq06rTUZKGAx2LSxSKBVCJisxggyDAZFCIBG7DPd93aVS7OG0NDDoaFHsIkxMTFRmISYkCoIZNwEjFfq1HA2Bt85qbTSKAAi7j0ZJWEz6IcDvTbtdVpzw7XsAN+lKQYFi2RTcfy2QSJgKqUskDy1Sp5oAzDi0QmosM3ailTzqfIOIQ0BedUhuKjZHG6kpssZcq5xGQpUyumqwQUOZcoZeOlbLyMQ5DxyEoRSy0TIC4PjUwjF6I9PRq5EG6gKAILyUUcuYQL6Pu/pGCoAgYFGJrPgF1BCIXmJJVKJFcIJFKuWMLRaKUCAUOnlmQkK4mY6L27t+/13Bqwe4eP19Z9fl5x0SF8DlUqYvPYFB6bAkALpdlAVlC3o1GKYAlJp5aoFUL4EYCxWiEEZAV4BokSypOA1qC2RyHlSUVsCGNHBUxQNUV8xgqYIRLlSlcZjcemCLhIcJ1EyOKyyCApgwyOCsIol4q4dFQHhpUglZQPJxMIViHmAtYCuMLqAzQh65TiFLUUVF8oatYqRACisE2UgWF3Ii5dIeaijA2PhGolkJGlApaISwcdmMsgsah4mZANHcJAwrAvIYeGFkGDRAw/lQpYCjFXKmABPAs5NBCxkZ9KeTIxB04p2ocEywT/Ljnnv/0YCCoDqzn8Fo9N4TBJfA6dx6YJuSwRj81l0sh4LA4Th0+MB4kPXKzwJwxMBTIgmKKB3wClUOJFfb8AkyhooUgG9mOQZ+EvFCZUwdBBIiaBqxb16AJjAwCD2gl7h/UvlBgBAmFTPC4TOmBBV0RZkcmgAB8CyL2tJIPtGTAMHg/dv1BWDIECEFuNUiuIq+jJAVSDM4ZiPzxNwGlUH0aVYXim6FICQCYsEaJWanjKqL+azaKBfEoh44HJQQqGgWf4Hr0icKoBZeHAYKgbFgvgBKJCMRwVqvrCaQcpGJ4pKmXDIgKa6Q3Jz0C/KNDCGz7AM5wN2B24miGzCjaIx2ES4qNhEQH777ZneDlB4jdY5WEv6K/D0aJp1cDAmIQYeJmBswAcQMgvkpJwhEQsMRFLw+E55CQhLUFMixSRQ8WkEAkpVE4NU9FDlbQoDSshTYBNFyZqkTfuWAHdNzpk086ta5w3bXZ12b7NY+e2rXu9dgXs2h2wyyvQxzs4KCAuKhyXGItLiqeQiXQahUYlJ2ExcbHRcbHR8XExcbHRYI3GJSXicVgyiQBSMJLFkZiA+pkh/xnEWzw+KTExIT4+FuKsKBQSVCVBZxJ8D6oveJ7RKGm0FhjJ+8DEv/Ooue9hfdf9GsPD+q7Sdmttz6jeMqG3TPRMPmsemK40Dpd1DFQah2t7RpsHpg32RX2/Q9/vaLSONw9ONlrHq7qH8vTG2+WN14pq79e2Qw/wo5ae/MauwmYTEhm9kk1V0NJT0T2kH5jomlw2OBaBVBsHJxus45DPXGkarjQNF7T01Pc7GqzjtebRStMwdCZVmobBKQ21wIWtvaWd1rs1bVce1RS29qLyb615VD8wUdppzW82VfeO1JpHW0dmW2wzRe3me3UdELWFuK/LGx7Ut+dUN1/OK/vmQcmtsvrcurac6mYoOirt6Muta7tZWnenshGSouvNI+UrY8O5dW3FbT11fTYoBC7t6Cts7squ0H/zoOSL7DzQij/+7mbqmS+OX/g27fR5riZVnJpx5Ox57dGPsDQ6lkSKS0qKjI2JiomOi4tBHe1xcTEwsZ2QEBceHurv7+vm6rxm9So3J2T013njhi0uzru2bfP18vLZuXO3J2KB9vP3QsaAg/xDgoPCww9EhR6ICAmIjwi6evHs31/Mmg2VI721bx5blyYNyPjuCJLiO2quH+mthXHfkd5aW0/NsKm631Bm66l5MtXz20vH35+PPh7vsvfVGfUPjPoH/YYSe1+NradqqLti0WH4zx8m/uvHydeL/cuTXUsTRvAtj1nqFsY6RnoRpuppKehuyjPU32+ruQu35srbiw7D8mTXgLGsIu+b0twLYHJ+OW+29VRZOopnbC2vFiw/LA28nDc/Hu98vdhv7SydGmr645eZX57ZQI3sN5SM9NbC9PLzWfOLOcu4tXHYVD011DLSW7s8aYIj/3F5eM7eMWyqfjnf/8fvi2+eDL95MrI8N9jcUJqcLN+7b4/f3j2eXts+WPXXgoI7//nbi+dLw72dpT89GZoZQWTeqSFk2HWwq3xysHHG1jLUXWGovw+4O9JbbWrO72kpGDCWTQ83//Rk6NcX40sTPa8Xh4z6gpzvzxblXGyquLs00TM11DYx0PLj8khzZc6lc2nlD79rrb7fXvvA0a+H1uJnM30LY51jloZxa+OAsaKh9Kah/sHT6d5Fh9HWU/Nspu/JVA+yItBf9Xy2Y8Ja9/MLxz9/Wpocs1784nxxQf7xo1mr339v/Yfvnz6R+cf//GJsLRvsrRuxIEPUrx/32ixVVlOp3Vrz5qnVMVRvbHmwNN3tGNSPWOvGhvSvnw4vTptmxztnHIaeloJxa8Pz2d5XC5aFsY4xS92ouRaKnRrLb/a2Fva2Fs7Z28ADvyKGt0wMNP3+emLG1jYx0PTm8eCAsWLM0gDR3I5+fVdjPpD81FDL1FCbxVBX+uBWSe7NS58e10k5RzTiS+dPpsiRdpNj6cqj6QqtkkclxlKJsVkZypMf6UA/zEyTn/xIB206qVqRRsEFQQl0xYwUaYpGiIiK6fL0FKVMxlOpRBqNhMsir5T00iH7isemiQVsuYQv4XPkIr5aJhbzkDgJWLZnUklJCbGRoYcPBPj779m1zd1li8tmAGA3p42b169Zv/qDNavf37xp7abNa9etX7Xqw7+tXvP+Zqf1Hh4e27dvj4mJw+PIVAqLRKTjkqhkEovHlYplR6LwykMYTVCcem+0xjdEsyNQ7rFXunWffF/M0U8utz2om7ldPphdY7ld232jqq2w01ptHiszDhe1W8s6hqs67RVtI6X6oaI663f3Gr+5U//59YozV4ozv8z9KrfxQZPt9I2KIxcf1A880ZzLoesunPiuJlc/3jbyc2X3/Kc3y5qHFu5VG8sNthNf594pNbWaX3xzz7w76uPtkee2RZ3bFvP5jrivt8decA//wvnQWefAT9yDjjv7Kjd5UvwO0j7csH3txk1rN6x67/2/rF7z/q7dO2JiI4ikJDqDzOXQ2SyqWMyWSrnJGumRNHWKViLkUcn4WGx8mJBL0qn4qVoRyH3pyRKIvEpWC7IykOsLAdGQkqWRsT4+qrl24XR9Wc6gqcFuaRrsqR3sqbb3103bWxcmO1487vvx+eDzBfPUSIvNXDPYWz7taFic6Xi2MPzzs6dnj3662yXIzz36wE583EHuJ2nf3b5U+EnGlxph2pmjn2Zfzrl/PcfQWP9qeernl48dQ6YJW++TudH+7uaHd797cOfyyaNqHgMrYGGVYrqUT+QiiZUYKi6aTojn0nAiNlnCpfMZJDIuPjE2nEpKkgg5qVpVmk6dkqxOS9XqtEq5TKRQyELDD2/csOYvf/6P9//2fzauW7V7h0fIgQA2jUzF48ODQ8LDosPC4i5evnX9dn5OXmVesb6wrLla31VU0VxdbygsqW1oMqq0aSGhUTQ6OzAgyM/HN8DPPyYiPDo8LDYSsR9Djg4aYQof7yBIVijgyKRCtUqmUctBlZXLJL4+3u+9+9d9e/0gLITP44hFAjqNotWojmZmaNRKoF+xSMBkIAOEoO2QSbiw0EPOThvWr/vQ3887LPRQbEwEJiGGSMCCFRBmj3lcJnwqgg+FfB4rWSNP1SnFPIZOKZbwmQnRoQF7tu9w27Bnh2vk4X1sOhYUYKWUlawWgAc+TScWckliPkUqpKH0ixgHFBylkCZmJmlEtCyd6KhWmKUTfZQszlDx0pXcVDlbJ2GgDCxh4cRsgk7OV4i50FILUKRViDKSlYDEqRqZTon096JCpVLGf/umkgvUCqFGKRJwaSDMAu0AfCJSKp+JwJKEq1QK1WqxQikUy7gCMSslVSlcGYNPT1HymOTQIH+/7Vv2bHPz3bXNa4fbgf0+dEqSTMzhc6hMGp7HpkD/sELKA1ctOJZlYo5KLgC3rVzCBT0WLMrgbRYLmDq1JFkjBcqF3mCFlAegLhNzYAYVvqLCMlQZQz4TUDEgPQAw2J75HKT/XCUXQF+xRimSitiI63ulU1fCZwo5NLAcAzeiXbsgqsOpBn+EkEMT8xiwUgBsCb2+AKXgjlZKeCDkgk0dsBac1UoJD8qBwUGN+qhh/SJdp0jVyJQSHp9FYdMIoN8K2FTUOw37Al1ayKGB4RmuOMCwWiZA+p95DGgYRquA4SnAgsjbAAw6MKjraoVQqxIjFdArdmiFlEenJLIZeIgig4UGIY/OY1O4LCoAsETA5bMZVCIOh4lDGBiHAWcySqcQKYwCMEi4IEuCJvm/Bmvfxk7AV1S1A+iCTQEiAtNy2HTQnN8GORSh4e+dyaBA/jNMGgMZom23kHUs4LMpZDzAGBrjDJnSYNZ9+1BBBUXfpsDWy2HT0ZQBUFnBnQvHjIIriv2gSwNdo9DL4zLByYyepf+//vy2Ug3PHdzmKND+LwCGqwBgiSqxQOnAkPA9n8eCC4TSNejVbx8JDAC/LdLCWzQcBqoGwzstLFWgFA3LDfBIdOIXhU+Q9IGl4ddhv0wGBbtS55uEjQd1GqqhoeYKoiLANwTXGt7DCfhEcDKjeVdgLIIr8nZUNXalwwmFcBg8Rh5AxOLwmPikuFhCPJZJwInoCAALSYcFeADgEAU1WE4JV9LjUnjYdCE2VUBMliZKOUHYGBefnWucN210dtri7rrN1dV3h6cfctvut3NHgPeuAwH+oYcDw8MOgbGZQacC8UL9byImHsKxoBwYpoLxOGzCCt+iGc7oDDBkX0Gj7/8Kx0JrkNDCJPiGSMSjMdEQl5WUlBgfH/tO2/Bc88A0dP/W9znqesequmzlhsHWoVmwRpe2W2tMdr1lomVwpmNkobJrsKTdXNhsghLg3LqOW2X6KwVVVx/V3KtpK+2wQEQWBESXGfr1AxOFrb0PG7tKDP0QT1XTZy/usJR3Ddb3O2r67EXtZnS4F+4vMw4UtZuhCri6d6RpaAqipOssY2XGgQd6453qVtCTy7sG85q6IR06r6m7uMPysLHrgd5Y3+8ABq41j8I4cU5t+wO98Xppw6Xc4quPqu5UNt6vbc2ta8uta7tX0wItR9eKqr+6W/DV3QKYEIay35zq5kct3aUdfSXtvdWmwZahiXrzSGFz1+3yhu8LK7/Izjt7Lef8zdwL9x59nVN4/ua9419/d+bK9RNfXVRmHZdlHFV/dEKsTU6iM6ISEpBbXGx0LNJDFR8fCxcbriLI+iHBh/Z473Jx3rxm9SoIvnJz2rzN3c17xw6/Xbv2env779nls2enr9/Ovft27w/0OXjQPzg4IDIkKDo86HiG6umc7efnk92txStzmxW/v7I/drRPDjaa20s6Gx6a20uAeweMFYNdlabmwu6mgmFTNcRizdjaIFYKBnEBTZ/N9Dwe73wx1/frC/ubx1YY950Y0Dv664e6K0Z6q9EB4H5Dia2nytpZCgRlas4ftzY8mep+MtXd1fiwqeKWradqaqhpcrBxaqhpfrQdYPiPX+d+fjoMIvDj8U592Y3OhtwXc4gNe9zaMDGgHzXX9rQ8qi+50dtaBGlekINl76uzdpaDFDxmaehpedRanWPtLB+3ImO6LxatPz4de7nsyL17JTExau++Pb7+3t4+Xj6+Xg6H9afXC7//Mj9pR/qHf1juh85ee1/NqLl2YazD3lfTWn2npSobnvXz2V54XqPm2jl72/PZ3p+e2Jcney0d5Tcvnbx+4XhRzsWVQd/yP359/MuzsSdTfUZ9wcObnz+48VnerS9yvj/b11Zs6SgdNlX/8cvc7Ej79HDr9HCrva+u5P5FR7/+n28m//589PfXE788s68sTFTNDNY+mzG8WTT/+nry19fzD+9df5iTffbjTzau3/DXv/xfLov6+99fDvQ2zU6YlmZ7XzzuG+uvmhquN7Xkmjvybb0VSAhZF9I38+bJ8LS9fX6ya9zWMj9hcgy1PlsYeLpggRUNWHSAyzE11LTS91s30ls90ls9bKoErzs8cXCY//FfT3976Xg20zc/amivvW+ofzA11PJ6ceDZTF977X1Tc+H8qMHaWd7XWmbuqM+9fvm7L89mJcvSVeJkGfdYupLPwB3PUJ05nnrmVNqpYzoxn8xj4U5+pD2RpclMkyWr+enJ4qPpcp2Kp5Kx1HK2TESTCqlSIVUhYWgUHLWcrZKxtEpuWopEoxSJRVy1SpqsU7JZVBxS80tRK8QiPksu4adoFSq5iM+iCTkMCZ/DpiGBJQIOUybii/kciJFkUIjEJEx0eMihwH37/X0C/Pb47t7p4eq0ce2Ha1a/v3HDas+dHgcO7ouMCsEkxhJJSWQymYCMmBDoNDaPKxbwpSKhUiRUctkyIlkVEJq6L+KT/VGf+IR+tC1AsXW/9CA2kyj98vtHPTfLeos6xws6hr951HC1vLnS7Ggcma+1TBS1W/P1fWVtthrjZFnzaG5p782H7V9drbxwq+aLG5WfZ1eevJJ3+tajO3rT7fqu5M9vf3ytTJB15fT1OuvSH5cLe9I/z+8Y/fH01aKKrtFHzf33qo23itu+vF7Z1P24vHXpAPELb8yX26LObok6uyPuyx3xl7ZEfeV0+NxmBIBPOvuqXL2Zrp7R767dssnN7a/v/t933/uzi+smP3/v2LhIJovKYtPoNCKbReXxaHw+Yi/PTNd8lKnVqUV8NolCiJMIqNB7BP2uR1JlmWlynYoPSn6KRqiUsmQiOqT+pqh4x9MV1y6cbq5+aLe0OAZabeaGUat+dqz9yWzPqyXrD0+HXj7ufzrXuzhpHB9qtJqKJ+zlo4Mli5PGpckhm8kceyBhv2dokFdUfDDlTOaXDRUtQ33D8xPzv/7wy+8///bq6dLC7OCrF6Mzkz3dnRU9XVWW3rr6mvs52V9/eiZVo2QwaTEcZrxESJIISWIBUSGiETHhpIRINgWnEnO1MoGYQ2PTSBw6OTE2UsCmp2pVmWnJR1J1R1J1OpVcKOAcOhy4Zavrqg/+tvrDd91dNu7d44mLi5DzOdHBB3EJsdj4BBaThydQz33+7SfnLp0698217KI7DyrLatqLK1ua281lVU1tBjNPKAsJjaJQmfv3Bfr7+vl571mpbQ+KDg+DJXn4pIJKBzD4x0OaeHlCAUco4CjkYghnJpMIGzesc3Vxio2JolHJbBaDw2YKBTw+j6NRK9PTUjRqJXihZVIxj8uGuB3wDeKSErx3e65bu2qLu3NI8IHgw0FQuYRbae9IxMQmxEdTKQQYSAYdRijgpCWrso6kAOdIBSw2jYCJOuy93cXDaY3/Lo+khFA6OV4ioGqVPDQY/EiqTCVjwxKJQsJUSJgqGVur5KVpBBoJU8xMknOJqXJ2upKbqRGgOnCylKmTMHQShlZM14rpGhFNLWakaxCnK8iVCjEX1OCjaZo0rTxdp0jTynVKMTp0ioyPqsQ6tQSoMlkjBfxL0crEAqZEyELHg1FVEMAPwSQZT6EQyBUCkZTDEzIUapFMzodJYI1cyKbgwgL8fHds8du93WuHm8/ubdERh5g0KMihcFlkFIDlEq5EiKQHw43PocKNyyJzWWSUw1EAhoMEhVajFPE5VKWMn6qT69QSsYDJZhBXBlNpfA5VxGfArC8wPKi+YJxWyvjAeDAVDMAMOqdGKUrRyrQqMeA6SLhSAYvPovCYZDGP8facLfwTEdJFHFBxQZgFUzF8L+TQwGwMvwgDt6DECthUAZsqE7JRyoXlCZmQrVOKYQAYdGa1TAC3dJ0iXafQyIVCDo1DJ6I7zCtzRAAAIABJREFUQoEcWBoEXrBAo4PEAMAauRBFcXBKg5UaljZgNBrGp/+/VY9/vxL+X7LeA7qpO936nvnuZCaTOoEQei82YAMGTDWusnrvvXfJld7SGyQkECChhGqae+9FkiWry7Is2ZJ7xZiWQMpkZu5933zr+JmrjzVflpYXEUdH5xxZQr//3s/esD4CxnjAXeg8h6htWMWA6yzgMpAFVrFALZfIRHw2nUIhYMl4DBTVgDMWEPRF4VHAZwNfARyCQAp0FJVnwXkb5eSoXAl22WheMUid8NiovxeExxebe+AzJGp4BuKN0jjwHojGIHKCIAkyaVRtBgh8UYCFgwQ+j2q5wLdRSRmeCyZL4WMH4uVhkhZYHeaQZVJhtDYZzMYSMR/2A+XGL/6ELaNrAXBB4DpEJVPgQPBRA6KDeRiuQzRsDD7T4GUCrzWYqCVifhSDozuJmsmjPmRYDgDJFxYpopIv/BrAnXCm0SQt2CHkPAPxgsYLrx3QOLAo6PBAy9GWI9gM4Dk6Cg7bw28djUoEoCURsbCcSpyZIgafOcjCxJl8aZglhr+N1gXDQ2A8mEjCEoiYTDwKS8GS+DSilIWWMtKktGQFPWqB3qWiJ6kY6QYeJluIzRKSjXKyVrKHTli+OW72ovlz5s9btHD+knnzYpYsXb98xcbVqxLWxiSsjdmwLmbzxnVbt2xIS03GoFEkIp5KIbGYdA6byWTQYOKXQiaSiHgSEU8hEwGMIQUa7LFRyRAqjnA4DIGAg0okQFwymUilkiEFGpgZop5hiphIxIP2C5Fa0Ungf6dAV9q6q+2hGkdPtT1UYQ2UmjvL27sKW9yFLe5KWzdowrXO3mp76E5Tx7Xqtgsl9d8V110ub7pRay6ob79ZZ7ndaLtRa4aGpBpnsM7dU9buu9VgLTS5L1U0X60xFVu8Je0+MD/faXHcnPmrW00d31e13m11Nvr7a9w9V2tMV2tM1+uRn5ermq7XWco6fC3dQ7aBCVPP6LW6tm9L6r8rqztzt6qgqR3mhFu6h1qDw3dbnZcrWwpN7iKzp6DRVtLuu9XUcfJ68cnrxVdrTFeq287crTo90xJ8q8Fyo7btXktHvSfU6OsFG3NZu+dWg+VOk7XY5Kzs6Kzs6Cw2OQvqzVermi+V1de6uq3h0Rpn4E6T9W6z7U6T9WpV87l7lV9eL3z/3JUjX313/OuLx89c2vfpac2RD05eKTj21TeHP//i6MlT2cfeY8tUJA6PI5HtTs1IRWVmYLBoLCYTg87EIFVUBAIOabLCoDIzM9PTU7dvT4yNXbNg/tzZs/72zpzZC+bPXbFkcczKFevWrI5fG7slPh5pPNq0fmti/M5dm3fsTNi+PX73jo2o1EQCZrfXVv/kfs9YxDEYMvV1Nvz2NPRgwNrrrpqZ1C0x1Vz3tZf1+5vD3oZuR3WPuw7io6BQdyRkdrTcc7YWDgZap4ccz6e6/vlD5B9Pw8+nuoCBYdzXbyvrtJZ6zEUwBtzvb+zqKDfVXHWbCsPeuoC9wtZY4DEX9fsb+zobQF18MuZxmwpbq74P2CssddchSspvK5uItP/2pHd6yDESans86n4+1QVUDLqr21QYsFdAMBUA5GiPBVTf6SEX6MDgGR4OmoaDJq+ltKPpzmRfx0jIHPY3jITbf5yO/Px07OzpE1s2x2/ctH5N7MrX33yFL2D89uvDOwXnakov+x1Vvd7qLjsSBDURaYfO3sk+a0fTraq7Z5ytd4e6W/71Y98PEz5Hyx2vpfjRiOvxqLvHXRPxNT6fCpXePH3zu0/MtQWlN09b6m5NROwRX/P0kGck1D7Q1VZx++ynR3X3rnwBEdZ/fxxuq77W72++32//eTrkt1X42ssayy6N9bYjXuK+9n/+EAm4qopvfH5/oD3kLn/+qHNysOP3//PYbq459fmHd2/ciI+Ne/lPL1GJhF+fPXHaGod67dPj3qHelkhn9U/TvucPvH3+uoFAQ9hXM9lvGQmbn00Hnj8MBVw1AVeNw1LcF2gZ6DE9nugKeuoiXc0wsA2yNljNvZbioLNqoKvJ1XbP2nCzrvg8AP/DYedwsPXBoH0mnat1xh5f72i5Z6690dVR+fN06PlUd1PVNXtz4Vif3d5c2FpTUHzjwqmPjx/NN2Spxac+Pv7h0b3H9hsMSv6RvTqkwShf/cHxvPxsuUEj2J+nkoloWTpRtl58dL/u8H6dQcVTyVj7suVHDujhz2opU6vkGtV8vZqfo0O6dpQyvljENRrU+XlGkZBDJKD5HLpeI1fJRfvzsz7+4Nih/blyCV8i5Ej4HCoRJ+KxZSK+XCwQ8dhCLksi4Ip4bDadYtSqYC0fwJhGwmemJaelJnE5SNqQRMzjcCh0Op7NJgv4LIGAx2CwmCw+iyVjslVcQTZbkIMmyBK2CzYnH0pEndiW+Wnsjr0L4sQb0gyG967fbuoptUZKrMHr9R0Xqttut7jLXb01nr4630BL92idq7/WHml0D1dZIpcLrZ9+U3Lss4JPvyk5dbn2s+/KPrlUeujra3tPXfquuq3S13fo7L3DZ0tqO5+Yw79VOB6I9583vH/NN/Y/735TdLveU2nrOXOzqq4jcuTE1br2/hbv03TRyc20z1ZmvLsk9f1VmV+uwZxbnn5mUdKJBVvfW77j6OIE9aotwneW7XxzzvJlq1b/6c9/nDX7jZjYlZsT4lPTksCVx6CTJGKeSMTi8+kyMSfHqDq0P3tfnlavkkA3yf489fHDuciIr0G+N0c508vK0SOpuXyllCPikYVcilzMyNFKD+aqv/jo0K1LX3U0l/cH2odCHX1dptFIx+OJzscTnb88Cf8wFRjuNQ33mp5M+h6Ne/qD9aHOImvr5W5P5Uiv48fJ0W678/szF+uKaix1bY42q9/uiHT5poYHnj+afDo1Oj4QCPlb7k+4f3gYHBtx+jw15aUXLl346OK3H6nkNIWUolYw9RquSs6QCElyMd2oFcn4dDGLrJHyD+bqD+TolCIOn0WTCjhJ27dwmJT8bMPRg/uOHNi7LzdLKRXRqMS3Zr3+5t9efeP1lxfMnbV9azyNiCagU7clrM9I3kUn4Ql4LIfDy0Bh9x44vv/wh0ffO/n5F5e+OnfzTmHD3eL6ZpO7rLKpzeKmMXm7dqdSyIwNGzbFr49bt2b1prj1mzfEp+zeMfN1JAPmtSDUhMdlQr2nSilVyMXwzUkmFR4+tO/zzz7avWvHy395aeOGODaLwWYxpBIRn8fhsJnZWYacbKNBr1XIpXKZBGaA1SqFVCKQy0SglkglgpTkXYsWzgUX9LbEBAw6HYgXoBedmRadQAMhiMdl6jXy/By9TAhxUzy1TMBjkrduXLt03qw1K+Zv2bgqM22bgEPUKLjRauhcowz6orPUQoOSr1fwjCpBrk6y1yjPUvHlXKJKQMtV8/M0IPwKNSKaWkjXiukGGSdHxcvXivcbJAeM8gPZiv3ZaqNKopUJstTSfIMKEX51ilyDCgA46ov+N+3IhblZ6twsdV62Jj9HuzdXtzdXl5+jzc/RRhOkVHIBuIIBU8GOC6KxRiPRzrig5QqBWMLR6mRiMaL+7c/V78/W0rAZ2+Jjt8St2bR2ZdzqpQlxazDpiBEaRn8R37UKkX9BtoXUKxBpeWwKh0nisSliARNUXK0KGeIAZs4xqrINShjrzTYomTS8UsbPy9ZkG5QSIYtJw7MZRNCZ+RyqiM/49yivjA+sCzJvNJELDNUQxwVjwCq5ACRohZSHDEKLuaCoi3kMAZsKii5QMcjskEEF4AqmZQBdUFkBm6UCFpdBAtoUsKliHiNLK8/WKRRiroBNhVQtuLCwH4WYm6NXRhk46l0HTs7WKbK0crVMAHlmQMJwMIDiL/6ElCzwP8OCSHTwGI4Wzi46Mwy2c0BZuGLgjYfLCAsi0TULWGWQS9jRKeuot1zIY4oFbIVEqFXKFBIhl0mD3ERQ28BECoAEghsIpNF06OgkAuATl8MQi3gQFg18FXUyR+VfYCoozoFUJyaDgsOiyCScWMQTCjhQLQtFxCD2gu836hCGpwAtF6TXaHAUKI18Hitqvo02JMERMhkUkKZBtQaSFIt4wLQQOg2iK+Acj8uElqMoAIM1GhgVhOJo4jRcDRB1+TyWDAm3R/LngcBB/o0q3mCljjqQwbMNSchwMKDBRhEduB0io2BpAI4EIB/IPKpjw8ogMGoUWeHAYCED9gOvEQAkSLVR5R+EcfiraLMRMD/wKpQnc9h0eEHhosHO4RcmOo5LmOnvhZCqaOAZZE1HpWB4veBQwdiMx2Wmp+0BjoWngH4mKIKGnRPwaDwuE35i0OkZ6ckw9Iv4jckEBoWMxLlRyMg4MQGNI2aSmCS6iEWRsjESeoackannJasYqTpOqoGbrGOnaNkZRj4yBmwQkQwSik6cxqas3rZh9pIFb8+fM3/+3AVzZi2fP3ft0iWbY2O2x6/fGrd2w9rVG+NitmxanxC3dveWBFTSLgI6g0UlCdgMDp1CwWOgLphGwpPxGDwOg8dlkkkEaEiCdCs8Hvsi8ZLJRDqdymTS6XQqIC6FQqLTqdBlCKZaCoUE1mgKhYSUCeOxRAIOUZWxaBgwJkMKNORd3Wt23W6w32l0FLd5K6yBMou/qiNY6+yttHWDTfpOo6Oo1dPUNVRmC1ypNt9s6Kjz9tX7+kutXSXt/psNHSXt/mJL5416250WV0PnQGtwtNrVe7vZXucN1/si1+ss54vrrtdZ7rW5ChptNxus1+ssyFCuzV9m899pcVyvs1yvsxSanQVN5kpnV50veM/kKLG6GvzhCofvu7K6a3UtV2pabjS03TM5Llc1XKxoqHYjZcLw2HttLgjKulDW+OXN0q9ulX9y+c6Ja0WXK1vutbluN9uv1pi+r2q9VFZ/raqxqNVW6/RXWN0Fda236tvKLM7CFmthi/ViSfXlstqqDm+13VfYYi23eod/+m/EsG3trPf0Xqtu+7ao9laduaDWdKW88WpF0/l75deqGr8vrf34u6tHvjirPvzegROndEff0xw4qtl3RJ6VJ9YYmUIJCkfck56ZlonOwMwUTmPQGRh0BhaVgUWlozPT0ZloDC4dlZGwZfPipUvmzJkzF/lvzqJFC5YtXbh82aI1q5dv3LBu84b1cetjErclxMXHJCbGb9q0JnFLDCZzR/LuuOaGuz9O93jtFe724uFepIvowYB1ImwKOip/mPA5zYX2truDodbBUOtQT9uTSd/zh90/PQo+f9htabzZUnOl242YEsf7rSNh81B3C0Q6z1T+eB4M2p9Pdf083T3Wa3abCtvrkeyo+pJvna13YWoXJoojvsags6avswnmRYeDJr+tAhqDTDXXLXU3wSgLE7xhb8P0kGvG8Vs+GGj97Unk+VR3yFX704PgP3/oB43Rb6t4dj+AwK2prLujZqK346f7obGQZXrA+ftPIw/6HRFv3ViPKeypdbXeDTmrnoy6f3vc8/fHPQM9pqGI7bdf7veHu/bm527fvn3jxo2LFy9cvmJRXp6q09Ny5cIn3597r6+zIeyp/WHc67UUh1zV42HL9JBjONja7ajs9dSCLzrkqu60lg51t/w83f141B10Vjlb7/Z3t3pt5eV3v7n1/Wcj4fawvyngqhmNWPu7W//xbOD5w1CnvdLWcjfgqmmqujKT4NUzGWkHF/pQt7mvs8XWUuh31PgdyKO8tvLi21+EfJUu251ub8kvPwaePPZZrYU//zQ8Pho4deL9C2dPS/niV/7rlYWz5oY7/UGXo7n63u+/TP4w6fHZ7vZ1VQ521z8adfz9cQ+EOT8YtA90Nf3jabjXU9tccam26Jyvo2ys19wXQHqwRsLtvzwJ9wVavLbykXD79Kjn6f2uJ5N+j7VsctDxbDro66ioL7/UUnOtvel22N/0YNA+0WcOe6qDrorJfkufv85jLupyVrbV3Xg2HRzvdwz3Wu9cO+W314Z8zSFPU1N1wbenPz6Yq37vUPbRg8b3DmUf3q//7KNDeVnyD47n5xplRw4Yjh/Ohu/KuUaZiEdWihhZauHxfYZ9WQqlgJ6rk7x3ICtXJ9FJObk6yT6DPEst1Ek5WWrhXr1sr1EpFjBzsnV5uQahgE0iYug0Io/LYLOoWUZNfp7x4IG8A/tzc7J1GrVMKRNKJXwGnSQWceUyoUjIEfBZMODK4zI4bBq0vCCsy6aRiBgalSAS8ulUloDNF/HYHCaBTs3gsNAyCVWlEqi1Gq5AiSFKVYYv0kh7t2ZkJ6Tlr0syJmYeSEjLnxvLXLSBrTl85XJZZ/aHVy6V2QvbgsXm4I06x51Wz/Vae4UjXGkPN3aOlFi6mztHGt2Dl0va3j118/DnVz4/V3Tuet2p7ytPXiw7dbXqu5LWz6+VHzlX8F1lW7E9/MmNxvMVne9erD9f5rP2/+ueaaS568ey9iFRzmff3GystUfO3KgsanK/9/W166WtTd7RIxdqlqVr1xM/eGNTbgz62yVJ51amXV6ZfD4m+eSCTcbVOxSzV6S8MTd2ycq1s2bPeeP1v65bu3pzQlx6yi4iAU0hYihEDJdFVclFMjFPJRcZtAooTD52OD83S6uQ8ma+YYvysjV52SokBUfKQQQZNZQ2a/L0Sr0CYRWDUqiXCXM10gNZyqqia211xV3OZpelpj9oHQ07J/pdE/2uX5/2P7sfDHsbgs6akZD58aj710ehsB8Za2+svBpw1j+f7hvtdfd4LB5Lw6PR3tGIr6GiIBKw/M+v90cizv6g9eF41/iAc6TfNhy2BbwNpqY7FcUXzn31braWz6JlUggpVGIan02IlpqopHy9QmBQCnVyvk6OqFJ7s7V5RrVBLaVT8HwO/d0jByVi/t787PfePcJkUObNnT139t/eev2V+e+8tTUhjkxAsegECjETm5lMp2ApZBwS9UklEwgEpUpz9Nj7e/ce3bv/ww8/OXfii0t37tUWFtfX11uqq1sJRFp6GgaDJuzYsSsmJiZu/dptiQnbt23euWMLlYJnsUhUCp5ExDAZZDaLyuMylAqxXqdSyMUatVIsEgj4XLFI8NWpL7KM+jffeGXJ4vmJWzexWTSjQaNSSkVCrkop5XIY+XlZWUatWMRTKaUatRxKPlUqhUgkUChkOp1GJBJgMJnr1699883Xt29PTErahcFkJicnJSRsRKHSuVw2hUzkcZmYjFS9WnFoXx4Jh2ZSSYf352fp1Hq1QiyYWUISckR8FptBTt29femCt9euXhS/dsn2LbGYjB1CFsGg5O81yvdnK/dnK/P0UqOCrxGz1CKmVsI2yHnZKmG2UpCt5GcrBVkKnl7K0UlYOglbJ2HlacQ5KoFeylHwKDwKmpK5G520JXVb/JZ1SP/Q+hUL1y6bvylmWUbSVhGTkqOV6+RCKY+hEHDzdOo8o1YpESjE/CytUqsSy+V8g0GRn6/X6WQqlUilEslkPKGQKRazZTKeXM6XyXgyGU+hECiVQsBXMBIjGKyVKpVCqZSrUAhEIiQYScij6zXSowdy1TLBri3xm1etTEtI2LpmdeK62MT1a0VcpkIqkEkFYhFXKOJIJXyVUqJWSZEPHD4Lmj/YDLKAy5AIOXIJXyEVKKQCuYQvl/BFfJZYwEYSthViqYirkAqy9IhSDQPJeo1ULGDSyBgmDQ+KroBLA5CG4V7QNoF4AbwhagsIH+4BzRMwD1zWUVs1TB3zOVTIxxZwaVGBWqsSR4V0sAqDOgr753OoVBJayKNzWWQ2g8hmEFl0Ao9NUckFedkatUIo4NJkYo5eI1VIeTAprVGKDFqZTi0BHNWpJUYdki8AEdkgw6rkAkiiAvM2qNzgIYcttSoxuJfh4XCCYBeHmLFsA1IHoFYIAW7lEq6AS4PXVyFFXO4AujBcDSsR8KQyMQc2A0l/RmkXquQihVQgFXElQo5YwOaxafAiysQ8iZDD59AZVAIF+VeDSCHjgS7oNBLQGoWMB2WPxaSCxggKMMzcAnRFM5k5bDowFciDbBYtClcgCb6YYASVNrA9yJ7/oYhG6Vco4LxoLSaTcEwGBaKbpRIBLG8x6GQ4sKgBGPCbQSdHw6JBNY1aggEpIb8aIBnwMqrBgtwaHSpG3hczMzVcDp0zE4ME//KKhBy4h89jwgY8LkPAZyFrr0KOUMCGG5dDp1LweByKx0Wy+kkzxXVMBpnDpjEZ5JnofhKYewGGwVwNZAjECwAPwAysDuZnuDigBgsFHLAlw18BrJKIWKDNqAIMuit058L2UA4M7B11Vkd15qh6z+exSERsNAMcIDxarQQZznhcJjwjjCK/uE1UucWg01/UkOHEAbOjLxw8KfxOYtDpPBadQSFSiTgGhciiUelkEoWAJ+NxmWmpZDyORiKTMBgiGksnEpkEMhGNZjEpHC6VI2QxpWyqnE1QsDBqdqaGnaphJakYu9WsZB03WcdN0rDT9HxstoScLaNlSTBi5ob07Qtjl89dgiSnLF8yP2bporVLF8ctX7ph5dJNq5dvilmxae3KhNiViWtWbl+9clfsmuSNcdid22gZqQISUcygkVHpFAyKQcDSSUjDNlJSSEbqCSETi0jA4bBoAh5LnUl7xmLRHA6LxWJQaGQCCU+mkuhMGo1BJZIJRDKORMGTKHg8EYPFoRAT30zHIQ6LwqLSsKg0Eg7NIBOYFCKDTGCQCX+42+SE4KsSk+9es+tuk7PE5AMXdJ0r3Nw52ODpK2/vutfsutPouNfsqnL2NHQOVDl7isy+IrPvXpvnXpunytlzu9l5ubLtWm17lbOnNTja6B+scYfrvMiIb4U9ADrw5cqWMpsfNFso/m3099d5wxBYBelWlshoWYenrMPT4O9pCoSbuyMVDt/Zooq7bbYKh6/QbP++uvFGQ1tZh6fK5a92d1+rNV8sb7rT4oDcrMuVLafvVF4sR9TjL2+WniooK2i03WlxnC2sQXTjRpu1Z6TRG6y2+6o6vEWttisV9ZdKa65VNV4uq/2+vO7La3dOXrl1s7al0uapc3VZw6NNnX2IGbvVeavB+sW1om/uVBa12O82Wr8va7hW2XyxqOp2XVtBTcupq3feO/2d/uiH+Z+cUB06Js87INTl0IRSEltAorPT0Pjk9MyUDHRKBgq5ZWakYTJReDSaiE3LRKejMSgsLjk9Y8OmjQsXL5oz9535CxcsWDBv2bIlq1YvW71m+fp1axI2xW1OiN8QvzYuPjZhc1xCwtqkpM0pexLWxsw7e/q9oYjt4YRvYqhjtM8UCdRHvDUPBqz//WPf77+OdHWUtzcVBD01jye8D0ac94fszx92//KkZ6yvfWrYYW+7a2644bIU+TrK+gJNfkeFqeZqU/nFXk/tLw+DP052TvZZJ/usoz2mZ/f9SEutqzpgr/DbynrcNZCGNR62QqlSyFUb9jb4bRUdTXf8NqQ/9ufp0NPxzh53HVTdBp01j0e9QMhTA477/faAvWo4aHp2PwBa6K+Pen96gBTtzmRxWX552PN41DvV5+x1NQwHzP962v9oyD3Q2fx42DMaND8advqtpc6WOz2u6pFg69Mxzz+e9P483T054nowGfjp2aSlrVEqliRu3blt2441a1a9+spLhw7ovK6Geze/LLp5aqCrqc9d/3DQ1eerD3vrIr56EK57PbV9nQ0w5NzX2QCGbSh8Ggw0T0TaB4JtbXU3rM13Il3ND0bcM6E+poFgW4+voS/QEnDVDATbnj8MDfdaRsLt/3w+ONDV1OOqHu2x/DDh/5/nQ49GfI2VV8vunO0LtI2E281NNyuKTjutdyZHLE8eOH7/n6EHj/y//GPsH/988PHHh4ruXv/g+LHX//LqnNfeunflxvMH0xGfy9lW9aDfFXJWeC0Fw8HaZ1O+p+Peh8POwUDz9JDj0Ygr4qufiLSP9pjcpkJrw80Q8uwmeLEm+6zPpoOd9sqQt/7nx70/Pujudtc6TEVhf9OMMbU94Krp7WwcjVgHgm393a1+R8V4xPRk1D49bB2PtNpbChrLv+3x1U0M2CcGnPeH3E+nQubGu2P9br+zoaLw4tcnjh7apz1ywPDRe/sO7dO9fywvxyA9kK85fjg7Wy/RKnlHDhiOHjRKhTQxn2LUihQSpkbM2m9UHM3X6WVcMYtoVPAPZquyVUK9jGtU8HVSjpxHlfOoWgk7SykwqkQiPkOjlqmUEgadRCSggRYUcpHRoAYwzss1ZGdp9TqlRi1Tq6QCPkupEGvUMoVcpJCLdFqFWiUVCtgSMU8q4SvkIplUwOMymAwyl0OXScVSgUwpUallYpmILhbgpRKCXEaRSpkanVaszE3DKnehjTHbtbtInyQSPolJ3rdqu3xODCERq/v8crOl51mJuU97/JuCBs/tJt/lCuvFMtOVKuutRvfMT2+lva+1a6zS1nO13PLVtcovLpV+fbXym2tVp69UfHzmVv4H54zHv877+PzR0zc+vlx8rri5yBouaOsTHfpW//HtGt+Tc8WeIsvoxRLvR9/WnLhUM5N91X2r2l5QbT19vfyjs9ebfIOny23riDkx2KMx6BPr8VeWJl2IQxcs23UmJuWzVTtz1+6WvL1yx9/mrZy/aPnrr78+e9Ybmzes37ktAYNKYVAJbAaZzSCL+CyNUqJVSfUaeW6W9sjB/HePHji0P9eoU8ol/Cy9wqiTg7AGwTY5emWOXrkvS3MwV59vUOUbVIdzDfsMaqNCnK0Sf/nRsdaaYo+1odPePBC093ZaRsPO8T73YLD90VjXg0F3X2dLxNcY9jaEnFUhV+3Dsc7JAbel4a7TVDYYsvT4mkbCtqlhzy9P+iYHXX5Hld9RNRgyeaxl1uY7Tyb9k0Pu/qC5p7PZY6tsqL5+7+Y3X31+JEcn4LHwXCZOwCHLxSy5hCtBAl2RcKBsjcygFKolHIWQqZYJDGqpViGSCdlMGnFvrkEhFx89cmAmbFm2aeP6RQvnznr9lWUL5yVujke7XtPCAAAgAElEQVRnJOMxqTh0ComUyeFQeDwaAlRyEV/AZjAYEokkJycvJ3d/Xu67R459ceTYF6e/uXb27LVr1wqvXStMz8BmovBYLH7Hjl2xsWsSNm3Yk7QjNWVXRvoeDCaFQsGQyWgKBcNh03hcBo/LUMhFGrVcIuarlHKJWAgm5yOHD6anpfz5pT/GrFmBxWSIhFyFXAxfTPU6lUwq3JufbdCrBXz2DDkjDxeLeHq9VqmU63Qao1EvFgvxeGxc3LrXXntl9eqV27ZtRfxHmRnJyUk4HIbJpNNoSAknnUyQiwV6tYJFIzMoRK1SlmvUCThMEY8N7WIiHpvLpFGJuNQ9O7Zuitmwbuna1QvWxyzaGr8yeXt8ZvJWXPoOBj6NS0FL2CSVkKEVs9RChpxLETMJYiZBwiKKmQQhHSegYflUDI+C5lMxxPSdmD1bUxLjEtevWL983qoFby2d89ri2a/Mf/PP89546Z1XX5rzyp/mvfnyygWzt6xbnbItgUsjaKR8vVwi4TDlIt7+XOOhvbkGrQLBJBlPq5VmZ6vVMx5mhUIgkXAAgKVSrkzGk0q5UilXLucrFEg8EozmKmV8aB6C3ClwFANAapSifXl6o07OIKK3r169OyY2JT5+04rlW2LXEDJSYaFNrZHJ5EKRmCsSc8WimdtMbBKXhfR/iAVsuYSvlAnhBgws5DGFPCbYVThMpCdTJkbCq0R8hlLG12ukShkfAFUp46sVQtCTwW4Nw8ZwqBD69aLICdwYnToG+zcon/BeAOP0i8wJaV4SIfJmAYTWa6QwGRsdSAYVXcCl0Waqm6gkNB6Tis5IQmckEXHpfA4VyBl2AgAcza8GmzHM3EK0nkErg3npaOETyK2wGAGsC2sBAMBQHwWnBnuDKERQv5Uy5KMJiBpOQSbmzEQkIq8vALBSxpcIkagwKDeCyLHodYNscLGALRFyZGLei6sVMjEPAFjERz5GoBOYw6Sw6KSoQxWQLyoegoH2P/pywc0L8h1IsjD7CqIlxL9zOQzYJ0zmg6YXdbfCt3kQGP9j6DdqtQVzL4iuoOtyOQwcFkUh46PHI+CzIR0aqoOiBULRfYIiHaXfKCfDHkRCLlKcTiFAJxCkPQN7w4mDO3dGxWXxeUz4WONxGXweU8BnQdEALEPDPTwug8uh83nMKDDDPWwWlYFcZIJQwOawaTQqgYZ0yZKYDDKNSiARMaCURn3L0RMBiRUuF8zlgrINoitcfGBjQHqATEheANMNnFq0NAgIExzFJCIWPMlQyxRVwuGB8L9RPRmGwyFRH+6EDQCAX5zXhb0Bb8Ov04sqNDQkwW8FDM5AdCKDjvAsrJIAEoMIj0Gnp6ftYVKIVAKWQsAyKEQmlUInk+hkEpNKwaMxJByegiMQ0VgSCkNB46iZOGIGCiFPKpbKJlL5FJKIjpczsUpWFICTNOwXARiXI6Xmypi5cpyCvRmbtCx+1fyVC5cuW7Bq+aKYZQtily5Yt3ThhmWLN6xcvGn10oTY5YmxK7YuX7xz+dKdq5YnxaxKj1+HTUygJicxUGmMzHQGFsUi4FgkPMLAZBydgmfSiGw6hU2nMShIcxKRgCOTCEiFUmYGBD5TKCQcAYvFY4hkAplKIpIJNAaZQiMSSFgMDoXBZuAJaPgdIGBQmIxUTHoKAZ1Bx2OZRDwNhyGjUUgIVnl7F5ifyyz+EpOvwhqoc4VLzZ0V1kBVR7DS1g1sfK/ZVdjiLmn3twZHW7pHSq1dQL8l7f5aT6TK2VPt6m2P3A88+MUx9KjSEapxh10jT6x9k82BwfKOrrutzpKZkeD2yIS1b7ItNNLSPdTo74fsq4JGW7HFW++LFLe7C83OKleg1hsqsXoKzc4ii+tGg7m+s7fGE6xw+O+22W81W0usnnsmx/mSmut1lgp7oM4bvtfmulLddr3OUtBoA7X5bquzvKML+oGv1ZqrnEFz71jn6KMmb++dhvYr5Y3fFVZ/db3o5Pd3vrx67+sbxVcrmq5XtVyvaik1uWodgSpbZ5Xdf3NmhyVmz6Wyxg+/vXG+sKbS6itudVwsrv3mVtl7py98fP7Kx+evHDpx5uDnX+uPfqg//oF8/2FF/kGxIY8qkBCYPCKNhcKR9qShklIzdiWn7E5JTkpPTcNkoolYHIWQlolGYXEoLGZ3SvLa9evmLZg/Z+7bCxbNX7RowYoVy2JjVq5bu3pD/NqETXEJm+IQAF6/JnHrxvj41Tt2xG1PjMXjtvd0m0YHHAEPUoQz1m8OequGAo0PhzomZhKqOpputTcVIGlJQ/apYQfchntNEwO2p/c7YfSuy1kZ6Wq8P2TvdlcPdDUB346E2mA0dGqg49l9/4NB+2Cg2W8rm0lmRpKTx3rN9/ttXR2Vj0e942Gr31YRctV6zCXm2ht+W8WPk10Ph90jIfNgoHW0xzIetsKfXW1FIVft41Hvj5Ndk30dz6e6//G0b7TH8mTM93S8E6pxH496h7rbxsNWpJlp0NXrqgs5ah4NuUe6Td32itFQW9hT+2TUHego73FVT/XbHgxYn016f3scnB5yjA85nj3tfzQ9WHD9MgGH3564a/fuPbGxa1579c9XLn8V6bGZm245zcVjveYBb+NwoG0ibBnqbun11PZ6akdCbZBHDZnP/f5GmA2O+OqDzipfe4nHXDQxYO/vbu20V/odVZbGW211N2wtiCzc7a4Neev9jqrhXsvkoKOh4jIgZVv1NUfLPTivB4POkKu2quh8XdnFmY0rTI03utxVDsvdiSHr5GjHk0eBx496nj0fuVlw/vbti0cP5a1YsvCNl1++/M3Z5w+mRnqCPmuTy1zpbL5nb7rpMd9ymwqmBpEVCkgjG+0xPR519/sbIc0LViv6OhvGes0TkfYHg/YfJnwPx7xjfbaJAbvHWubrqBgItsExP38Ymhp2Acb3djaGvPXj/R393c1DwaZHox1DwaaBQMNwsLXf3zje3zExYB+NdNwfck+N+Jqqb4S7zC21t789/f5Hx3MO7dN+cDz/6EFjlk78+ceHc40ypZSVY5DKxQyZiL43R3kgXyMV0iQCKiRd5WklB7NVRgVfwiZpJex9BnmeVqKXcfcbFXlaRAdW8GlKAV0n5RjkPK0MmeJTKSUiIYdCxtGoBLlMmJ2lzcnW6XVKuBn0qiyjJsuoMRrUep1SJhVo1DKtRq5UiJUKsVollUkFHDZNJhWoVVK1SioWcTlsGncm/Eks4inlKo1Kq1cjZUtaNUev42hUXLGEZ8zZJ9McROH1G3bJ1+7Ubyd+sHRH7qItmsWbuMp95y8UOs7eMp++0VznHL1car1eZb/X1HmjpuNWvfNqZXutY+BeU2epKVhu6bleaf3sQlHe+2dz3j1z7MT375+6fvjjCznHvs5794wk+wO+4ThFvlf37tcfXSr66FJRQUvX+XK3YN83V+p6mkM/UdSfyA9f+PRiY61zqqP3p6Nf3ils7C5qCnx+sfh6pSX/o7PVzoHqwFOc/uz8XbnrsF8t3vnlrPhP16OuLt1xcs2e9+Mz9q/bJZi9bMvsBavmvLPg1b++snzxgp2Jm1P37CDiUFwWFSQphVSgU8v0GrlOLcvN0h49tPf4kf35OXqtSjpTNIUoOTlGVW6WGoSdQ3uzDu/L3mtU5+mV2RrZgRzdh4f3Hc41GOSiLKXo4+P7y+9dtbdVu9vrn00PRbpAAfYMhayTA+6pAdfDYe/zqe6n450QJ/70fvfkoMveVuxuLx8ImgdDlulR3/OHvfeH3EM97U8m/dOjnmfTwQcjbl9Hxa9PIw/H/b3+Fo+tqr25sOjWubOnjh8/qNMpWBDCpFbwtSohYpufKTJRyQW5OoVBKVQImRIu4tWEiB3EF6qU7M01SCWCfXtzDuzPS9gUt3DBO7NnvfHOW2/Ex67GoFJoZBwOnZKesoNITBeLmVIp12BQ6PQqmVwkEon4fL5EIjNm5RsMB3Py3jdkHTt89POjRz/77LMzJ0+eS0nNzEjHolDorZsTY9as2pywMXnPzrTU3aiM5LS0nQRCBomUSaFgQBJhMSlCAVuvU82M/iplUjHM92YZ9YsXLXjt1b9sS0zgchgKuVghF8MXaJVSqlJKc3MMGrUcLIVajUKpkMhlIoGAJxDwFAqZWq0Ui4UsFmPPnt2LFi2YN++drVs3I0X0M7eMjDQ0GkUmI184OAwqn82QiwVysYBGwtNIeI1CKhXyFBJhlk5t1KpgjkDIZTGohMy0Hbu3x21Yt3TNirkxy95Zu2Le+lUL4lYvXL9iftzKBfGrFsavWrhh1cK4FfPXLn0ndsmcxbP/unj2X5e8/crSOa8un/v6inlvrFrwt9UL34pZPHvFvDcWvvWXt1/5w1t/QW6z//qHOa/+cfZf//D2K3+c8+r/8/Yrf3zrZeQ2+5X/evvVP22JW8Om4HQysZSLDPzvzzUe2Z+n18gRa7Gcr9VKs7JUUS1XKuWKRCyJhAPaLwAwiMBR0IpmOEdjk8DvgEjKEi4kV+nkwuQNGzYvWZq2ceOGZUs3rFqxZX0sko0k4StVEgBggRARr8T/qxxKhBypiAv0q5KL4KaUCXUzFhW5hK+Si6QiLodJYTPIM0iMALBKLsg2KJESppmiI41SBPgnEf57GBjgDahYKmKDbgynAOPNwJYQfAVeaCB8UGUhIxp2PrM2hCSEwVoAtApHM6JAntWpJXBZlDI+ADAOnULEpdMpWDaDyKDiqCQ0k4YX8ujZBiXgJYwlw1MD0qsVQr1GClPZMJMMUjZoswCicAxA6TDDDMwMAjII0XCakO+Vl60x6uQw3W3QygxaGRwn6MBRRVetEAJvwykD+cslXCB2jVIEGvuMdZwLgc8z62UClVyklAnlEr6A++8cLBGfBTdYv4Cv1yAtgh4IoPXinC3IksClYPQF/TDKwFEFElzHMAUKeAYKM4T6RmEPXM1RdgV+jsJqVK2N0iCHTYchC4A6oNloMBXw2IuPitbzgrYJbmSwDQMAS8T8qFLNYdPFIh5gG4iu0eOZGaxlCfgIAwPoCvgskZAjEnLEIi4gLjJhxGcBDMO/wvC/gL4g9oI4zOXQWUwKk0GGnwDGEN0nfsFPDpPJyDIeHo1BpwP2A5qSSbhod1F0qQK2h2sejeaGLOVo+xSwPWi8ZBKOgEdHUfM/xndhOBkUdbgmoOWCaB+lYhjVBvoFwR883tFQblCD4dWH3yswM4O4DQAM2VeQjwWhXzDKC5owBp2elppEJWDJODSFgKWTCYh8OjNhy6BTcVg0ksCckY5HoUgoDCE9k5yBoWKwZAKaSMok07BENoEgoOJkDIyCiVKzQAGOAvAeLSdNz8flSGl7Fcy9SpKGv5OSEbN1/ZLYZStXLYldvSxm2YKYJfNjFyO39csWIAwcsywxdsWWZYt2LFuya8WynauW71y1fHfsqrSN8ajEzeTUPRRUKhWTTsOjGEQ0k4LjMkgCNp3LoPKYNDaNTCXiKAQslYgj4dDomfICMgVJ7cIT0BhsBg6fSabgkRRPLoPGIOOJGDQ2A4PNIBCRKX1kjQCdgU5PyUhJykxLJmEzKXgMPjMdlZL0h4I6W1Grp6ojWNURjAIwFCCVmHx3m5wgEUdhuNDkbegcqHGHiy2dNe4wiL3Vrt4ad9jcOzFDvFPVrt4is6/a1WsJTzqHH5p7x5oDg82BQSDeWk9vjbunobMPAqIhvKrM5i9p9xWa3N9XN98zOWo8wRKr52JFw4Xy+lKb1xweqfEEr9S03Gy0VDj890yOgqb2gqb2S5WNUP9bbPGevlP55c3SG/XthSY3VA2XWjvLbP5rtearNaYad4+t/76t/35Ri/1ice2Jy7c/+e4G3D69cPPE5dunrhUW1JoqrT64lZpc16tazt2rvFTWeLXGdLvRdr6w5tNLt78tqr3XZLtW2XytsvncnYrjX3377tffvfv1d/s//erwyTN5H56Q5B8QZOcr9x5S7z0s1BhYYgWdI0ATKEC/O/ck70resycjLR2LyL84CgGFxWAIRBQWs23XzhWrVs6e8/bsObMWLJoPCnDMmhXr162Jj4vdEL8W6HfjhrW7d29JTd22cePKuHWLb177aqTfEQm29ofapsfd4a46a8vNgKOsv7POYyqEsdsuZ6XfURH2Nzwcc//jWd9Pj4KjEUuXs3Kop+3BiHOop63LWXl/yP7P5/1Tw44Hg/bJPuvDYefTcS90Hd3vtz0d9/79cc+jEVdXRzkEOPf7Gzutpb0eJFn610e9j0e9YIEOuWo7reUTEdujEU/QWeO1lPZ1Nk0NOB6Peif7OoLOmn5/89Pxzt9/m/g/Pw3/MOF/PtX9aMTjay+bGnA8GfOFvQ2Dgdb7/faZHK+qwUDrRK/1fp91LGS532cdCbbe77P++jA4Ebb0uKqnB+0/Tvim+m2TEfPjEceDASsS0BU0/fzT6Nhwz8lPP0pLSU/albJ7957ly5euX7+yq9Myfb97KGx5POFFsrKGPVN99tEepPlpqLtlJNT2ZMzz66PQkzFPv7+x21EJLcdhb91wsHUi0j4RaR8MNJvqkXwpv6Oqre6GuaGgpuS7c18eNDcURLqaB0OIFDzca3FZSswNBYMhU393a1dHJTg8h7pbRntMw6HmgLtiYrB9sKfZ3V7cF2z+1y+Do/220X7b0+nQb7+M/f778xs3zp869cG33365ZdPaP/3hD5++e9TbYZoc6A26LeMR70hvR6+n/n6fpb+zprH0bNhXMzXQ8ffHPVMDHWO95kcjrrFe82Sf1dde0mkt7XZURnz1oz0moN+fHgQmBx0Px7wTA/bCG1+a6m/+49nAaMQ6GDI9nuicGLCP9dkejnlD3np3e+l4f8dYX/tIT8tkv8llQhK2/vlD5Pdfhp9M+oOeuqGe9r5Am9taeeXbjyuLLn13+v0DudKDeYpjh4zHDmUdOWAwaIRHDxo1Cq5SyjJohEopUiFr0AhzjTK1nKNRcI1akUrGPn7AmK+T8mlYCZv03oGsDw/nZikFWgn7SJ72UI56n0GOJEgr+HoZVythK0WsvGyNQa+SSvhgYNZpFTnZOqNBDbKwSinRauRGgzrLiGymUSOJWTqtwmhQq1VSqQSZH+bzmCwmRSEXGfQqvU4pEfNg4XnmDyyRQCiXItKxSiXQqnk6vVCrFSuVyv0HP2LwcnZnaLamZW1FH1ixM+vNWPF22odfXu+4WOQ8c7Mt/6Mr2e9fqO4YuNvo++RC4c1ae4mp62at/UZNR6NnxNw9Vdwa+L6s/b3Tt3I/OKs9eNJw5FTOsa/1B09q935mOHAy69CXqvxP1Ps/xwuyZPs+OXbmZtaHZy9X2u+0RT693vxNkf3oN5WHT5fLDpy/09zf2vXM1P3sdl3396WOu42BY1/dutvoO/7V9et1nS39//fQBceS5MMbiN+sTD29YOuJDbhLG9Cn16Yc3pK5d/km0mvzYucuXPX27Hlvvf5G/NrY5F3bM9P3UElYAZchE/MUUoFaIQbWlUv4WpV0f37WwX052Qa1XiPPMWqy9AooXp6pR+Lr1JIDeYaD+cYstVSvEGllgnyD6vi+nHydUiPmZavEB3O1Ny6drisr8HU0/fbj5EjYOxDoGIu4wp2miL+t3996v9/504PgDxP+RyOen6dDjye6xvrsvZ3NEwPOX570PX/YOzXsGQxZTPW3bC2FA8G26VHPbz/2P5sO9vgaxvps94c9AXe901LeVn/72sUTHxw17MuW5uhEkMCErGKokF6cGQ1NjHybV4hUYraYQxGySHIRx6iRZesUepXk8IE8hFIUEt1M4dDcd2bNnvXGa6/+JS5m1e5tW/CYdBoZRyagSPgMGg3D51NlMp7BoFAoJSIxTyqVslgsOp2pVhlksiy5Mk8qz9EbD+n1B/bte/fAgXeTU1ApyRkpKWmbNyWsWxuzLTEhJXlXSvLO1JRdKFQSmYwGBZjFpDDoiB2azaLqtEooPVLIpWKRID8vRyYVv/nGa6tWLs1EpYLMm2XUZmfpZFIhuBAhxwWMduB/Fot4FAqJSiXzeByhkM/ncwUCHpGI37Ahbtasv23cGL9nz+60tBRo4MvISONy2RwGlU4m8Fh0vVqhVysg7EfAYcLoo0omVsslEAWEgA6DTCGk49G7M1K2puzelLJjQ1Li+u2b1myJW5EQuzR+1cLYpe+s/F8td9Gsvy6ahaDvolkvL/jbn+e/+dKCv/154Vt/WTTr5UWzXp77+n/Ne+NP8998adGsl5fPfT12ydsbVy/csnbplrXLtq5bvnXd8s3IDhevXjRn8duvz33jL7NefSlu9VIqNlOH5L3LVFKhSopQZY5RpVaL9Xo5ALBMxlOpREDC4H+Wy/lRBVipRAKrAPZgMBjUVEAypYxv0MqMOrmIz+BzqAopz6AU09PTNy1Zkrh69fa1sXErlq1csoCIyZDNfIaIxFyJlC+R8mUzpmipiAvvKdASlTLEVQuGZ2gs1yglYLVQyoRCHhMctqDTgskCcrBgyhfQDqqPQGIFZAVye1G5jcY+AQr+r/3h3yHYOrVEImSxGUQmDc9jUyCUSyUXgKYajbCGMmHAzmhGFLyPBFwanYJFZyTRKVhQkmGH/75EWpmIzxALmMDhcJBwj1TEhicy6uTQxgyoDwFgwPAgMoOHGdbXIKIZHNH/DrKW8cH5bNTJc4wqKJR6MTobCFkm5nCYJA6TJODSlDK+UYcsjsArq9dIYSkBdGODVgbi88wJCiVCDmQ+w4chovDPLGeA9hsFYFguhHDgF2ONQIsDnoy28oD2K+CzowAMch8Qr1DAAbDhzkQ3A5GCSxkcrRBVFe2PjcqJkEcFwAnZS/9xD+wK8C9a8wOIDngWna2FA4aHw67gqf//eAzm6mgbE4dNhyBo2B7EWCBJkZALuCsUsAGDo1KwgM8CRzRYoAGGQSIGWmazqHQakU4jsllUAZ8Fi4Ngn+Zy6HDjcRnAt+B2gcIhgHwOmw6kSqUQgOcBIEHCjeqrcPpR7oUTBxEbXhEAY7jCoMcSCTChioNVCSwmIyM9OT1tTyYKCdV/EYCj8c5wqaPIHR39hSMEWzscCUwRQyIDvF5A2sDtJCIWi8kApz0IvwQ8GmKiQYQHloaNCXg0Oj2FgsdQ8BgaEfEVEwk4DBqFw6IpZCIOi05LTU7bk4TLRFHQOBIKQ8cQeFQag0qg0XBUBp7CIRKFNLyUgZYz0pWMNC17j5qZpGGn6HnJOm4UgKn5cka+gqITJjOx63cnLF+/cuWapQDAaxbPW7Nw7uoF78Qseidu+cKNa5Ymxq7YtnzJ7pXL96xembRqxa4Vy3asXJYUG5MSvz5ja0Lm9q2YpB2E1CQKOo1FxAgZZAmXziLhWVQSm0xEToGIo5MJNCKOiM0kYjPBIw3mCAriCyAzmBQeUs9AIZCwWHwmgYhBIJmMJ5NwuMx0JORlz6705N34zHQKHkNAZ6Tv2fWHGzXtd5ucZRZ/hTVQ3t4Ff6i2h1r8Q9X2EAjCTb4Bc3CsxT9U5wrfbXXXuMNVzp4yW6AtNOYaeWLqGQf6rfP2ldkClY5Qo3+wLTTWHBiu8/ZVOYOVju5aT29zYLCpa6DKGSzv6Kp0dEPOMwi/DZ19kPN8r83VFOir9YYKzc4bDeaCpva7bfYSq6fa3V3Q1H7mXsXlqqZSm7fQ7CyxepoCfc3d/beaOk7fqfziRsmFssZLFc1n7lZdrmypdoVag8OXK1vO3K0qafe1BodLrZ3QGHzy+zufXrj5yXc3Tly+/dX1om9ulV0srr1W2Xy5tP5mTdvtesu1yubvCqsvFNVcKKo5fav05NXCjy/d/uzynRNX7p28Wvh1QdnpmyWfX7p1+mbJ1zeKPz5/5csrt09cunnw89N5H55Q7DsqzNnL1mWJjHnynP1CjYErUzN5okw8eU8aandK6q7klD1pqaloFAqPRIhmEjAYAp5AIqLQmQlbNi9asvit2bPefnvW/PlITsnyZYtiY1bGx8Vuio/dGBezMS4mYcPandsSUpISceg9WzevFnBxAxHH+JB7aswT6W55fN/35L5ncsg6NdAR9tZ5zUU97pqOplvW5luttVfbmwpGwub//nnw//w6/PPj0NSw48mk79enveP9Vr+jYnKw4/nD7vF+pBH3hwnf86muZ/f9wMDjYcvUQMfzqa6pgY6ujvKujvKZOlxEKI746pHmod8mfnnYM9DVMtDV0u9vHupu+3k6FHLVei2lIVftSMg81ts+EbFND7mmBhyjPZbnU93/83zopwfBqQHHoxHP9JAr4mscD1t/exKBgtmJiK3XUz8YaH0w6Bzsano84ngy6n426Z0etE2ETU9GnUOBRp+l8OcH/odDHSFnxUTYNNbT2m0vG+hqGuht/+dv0z3drrxc4+6dSclJadsTdyxetACbmTw91Tc27BkftP/2Y+T//jz026Pwj+P+iK8e6He0xwQBYD9M+MbDFq+lGGqKQffucSOcOT3kcJiKIl3NVUXnm6qu+B1VTnPxnasnOu2V94ecAVeNu7000tVcV3axL9DiNBe720sHutp87WUzl6L6x+nOf/0cHh9oG4k094XqO0y3hyPmR5OdU2Od90f8v//ryb/+/ri6ovCLzz8oL7kN9HvsUE7Abba1VXW7W4fDjl8e9z8a9431IqldgY7S+uKzg4Hmx6Pu338deTruHQwgrU4g9rra7vltZb2e2sEAknr1YND+cNiJpI6F230dFWF/k7u9dGLA/tOjHqe5OOxvmh71DPWYI13NY322gKvG76j68UH3z49D4xHT4zFnt6Oyx13z/GH3339AgotGwragt8luKq0pvXL6xOGzp97bmyWh4pNYlLRcozRbL/n4/f15WXI+m0DAJGXpxEcPGhG3s4IL0ThyMUMqpEFr6LH9WVlqsZBFMiiFn7x74FCeTiliGZRCo0qUp5cfzNUezNXmaKVqCUfGp0sEdMSLaFCrlJIZm0mJA4wAACAASURBVKjMoFfptAqlQqyQi+QyYfROvU4JYq9EzNNq5NlZWp1WIZXwhQK2SMiBO3OyddlZWhjYgx0i9RJMukgkkCtEYilLKKSLpSylSqrWGI0572fiNfHbRPG7tRvS982OF69DH9r3dUtT54/fFLQePXX7w3NF7525fbvBdf5e4/7Pv7tc1lpQ1/HRt3evV9vKzKFW/8Qn35UeOnk194Pz+sNf6fZ/YTh4SrfvpDrvs7zDp989ce2DL2/ue//bvONnadL96kNfHjtzS3v89Ok7zXXeyYLmHsm+rw3vX+no/+e+E/fs/f/9+fetXxW0m4M/Hz9dVtga+bqg5XK540xB47dl7luWp99UTsdkfrIOcyoed3ZV8hexqSfjMz/ZkL5/a4Z+7so9r7y1fP785bP+NmfuW7O3xMenJu3EZqbCBKxUxFXKhGqFGL6aK6SIAJKlV+VmabP0qmyDel+eMduAjFlCrA7E0kKGjUEphrAivUKUq5FrxDwFn5WtEn98fP/d698W3rzQ6WidHAyMhL3d7taBkG007ByLOMb67A9GvE/HuyYi9pGQ+YcJ//0h90xKVtfffxj45/Phnx9HRiMdQU+D01wa6WoNuJCVl/F+R6SrdTBkCXoaBkLtHluV3VTeWHXzzBfH8wyiHJ3oYJ4qSydGQrlkXLnk31+7s/QqhN7liP8ZicLiUGRCtk4pBhf0vjyjgMsAHXXVyqWLFs594/W/Llo4Ny1pJzYjlULE0Cl4BhXHZhC5XLJQSJdKuSqViMdnMVlUgUBAo9GwWDyLyWOxJFyuksdTSSQGgUAllWpFQuXOHcm7duzZszs5ccvWLZs3pSfvxqLSMtP3YFApRCKKwZj5zkHFsllUNovKZJCFArZUIpBJhXqdRqNWSiUig16LQaNe/stLiVs3USkEsYgnl4lycwx787PlMhEILxIxX6OWK+RixMigkOh1Ko1azuNxWCwGh8PictlsNpPLZZNIhK1bN7/22iurVq1ITNyCQqUzGDQolpBIRCIeG5ORyqKRDRqlTMQXcJhQfCrisflshkTAlYn4Yj5HJRPrVHKJkMOiYRkUFJWYRiWmMYjpVFwKPmMnas+W9J2bMpO24FK349N24FO3o3YlJG9dv2tTzMbVC9cte2fl/DeXvP3Kwrf+Mu+NP8159Y+zXv7DkrdfWTn/zbgV87bFrUhJXJ+5OwGXkkhI207DJFPRe+BGQu3GJCcmJ27YFr9mzhsvz3r1pTVL55PQqTIhV8xjSfjsmTUaFdSkRQFYrRarVCKY+EWIVyGIzgBDbBWInDBTGs1J0ihFQJ7QN87nUBF+E3M1PO7u9evXzp+fmrhl/fKlKxbP35YQL5gxrkvEPBipgPEKiZDDY9NAAZaKuLC6FH1/ycQ88NmCwCgWsMUCtlSEaJLgsMjP0erUEvDrwtsN5lSBeKH7F96AMM0LOjCorEB0YJxWyQWwAVAl4CKPTWEziEgmlpQHc7mA+lBWDBcB+BOOBy4OALCQR2dQcRRiJodJkghZAi6NSkKTCSiZmHNwXxaMLsPob9R6Db5uiJj6jxFlmEwGFRpOAUTaqAQNNuyorgtoDRcEjg3UaYgxA4kYZp6lIjafQ4X3LDwKPOFgkJaK2DPtvkyYKAZ3tEzM0aqkCqkAXg5YuZCKuEIeUykTIsPeYh7ow7BgIUCyJOgw9wukBL5ikCWjvlxwI0cncmEbmAQGiRVgEljuxdSrqGAIyAryIB6XmYlKBTETnhTIE7AKWAtQOQq3AHhgWgZPL0iawHVQRBxtHgJcBNtwtJYc4o6jKnF04+geREIunBc4fmGDmdSr/08BBvoFlOVy6KDlIo0DM/EcIPNy2LSoKZrJIIPbGSxaXA4d9gCEDD+joVZgC4fTZ9DJAj4bZFhA+ijMA2HC1QPEhRVDBp1MJuGAPCGGEOrQ4WqAYg9gCUQKKisOi0pP25M0k6ifkrwLlZEC7miYiIarB5caniVqe4ZdQXJV9BWBZ4GWI9gPQDvgOqA7Bp0Ok9ssJjWK4lBhBa8vpHbBxgQMioTBkDAYCg5HIeBxWDQqIy0zM4NAwBGJ+Iz01IyUZDw6k47D07A4NpEkZCLwiMRbULEkFp4soBGliAUapWKmaxAA3qPlpOh5KXreHi0n3SDA58oIuRJKjpSsF2bwSJtSt62IW7Vi9ZI1q5fFLl8Ys2T+6gXvrJo/Z83COeuWzt+4asnWmOXbVyzds3JFyupVyWtWIQy8ekVSzKrk9TFJ69YkxcemJsShtidgdyeS03YzsOlcEo6Bw7DJBB6FxCLhmUQck0JgIwyMpRIwNDIOMWwTMQwqAZkeYtOQ1SgOEosFZUgQ+0wmEQh4LC4ThUVlZKTMMH9GBo1AoOLx2PR0JAUawq4aPH1NvoHmzsEm3wCUHkE3UnPnoLV30to72ejtR6KhTd5G/2BT11CtJ9LSPdIWGmv0DzZ0Dlj7pqqcPRX2oCU8aR982NA5UO3qbQ4MV9gDFfYAYDDIvJWO7kZ/f7HFW+norvdFWrqHzL1jlvB4c2Cw2hWqcfeU2ryXq5q+K6u73WK722a/Wtv6/5L1HlBR3fvaf+577j0n95z0YmIXO4gtVnqZ3nsve3ofmoA9iUajxthi74oKSO8dBgaYgRlgYOi9q2CNJicnN/fc/Nfme955s+5/rb1cCMPM3r8NOp/f83yf52ZR1bX88rQaR5G7s6C5I9PuynW0ZTe03CquPn0/98TtjO9Tsi9mllzKKr2WV5nn6HCPP8tp8NyvaMyodVd5hyvaB28X1564nXH0eup3tx6eTcm6mll8p6AqtcyeVdNU2Ogpd3cXOdrTKxrul9Tezq88/yD3/INcAOC9Z67FH/sh6cSFo1fv/5Caf+pu1pFLd77+4cah8zcPX7iVfOzMvpPnE4+eUiceUCfuF5sTdHsPSmISpOY4qTFWqNYLlTqhTElj87FE1O0cHo2JxGKiiXgchYQh4aIIGAqNSqZSwiMjAgLXfb5g/keffDhv3ieo/Lt04coVS9cFrP5i8/qtmwPRDPHNgUHbN1KIUdu+8A8MWELCBZUVpz6e6nj1tHd6zDXYXT0x1PD8Ucuvr9EA56GOyqaqVJftYWHmhbrylNqyuzUltzvdRU/Gml/Pdv7648Dr2c5XTzp+ft4z2osmJ89OuGfGXeP99lfTnl9f9EEC1tMx12Sfva+1tL+trMdd3FaPZib3tpSA2DjUUTmnFbvAAt3VXNzhQKf4Jnrrf5rphsRp4NiZEder6Y6XU+3PxltnRlyg9kAn0PSA49l467Px1r7W8jdPul5OtQMDD3VUPx1reTHZOt1f93TU+Xy8+X9eD7x57OlozG6te9hmzxjxVjwerO9ozG6zZ8yOOMa7qzudubMTrVPjbb/9+sxmKxWLeNu37ggNDvti02a/ZYukIubs4752d2k3auJFJe6xztohT1VXcyEMAEMjLgz6PhpsfDbuHvZWjXRW97eVuee2EmAp/v6iP//hhVuXDrU58vvaK7tby7pby0Z66jzOgvL8G+X5N/raK9PvnGxtzMtJPdfSkOuuzakvS3VUpjXVPBjsKpseqetwZ3a0ZHlcWe7GzP7Oao+r9Pnj/lczo8+mR+3V5XsT4x8+uM9l0v79rbf4bNLrFxNN9gK3o7DHU/VozDU15Bzwoq3F9tK79pI7nvrsrubC9sZciO9qrkkf8JRDsdNYt220q2ait25mpOnFZOuzcTcUOPe0lTdWp6NZ0AONT8bcQ1222rJ7PW3lPz3rnRhodNmz2xz5ne6Swc6a17PdLx97+1pLJ/psvS0lk332ueC0rpePu8b6He3NpfkZV1Kunzx1bPfRr+KtehGXHinhkfbvtph0kgN7rCadhE6OwEZuM+kkFoNMLmbEmhV7k0xWo1zIJbFo0UoZOzlBH2dUxptU8SZVolUbZ1QqRCy5gBFrUKilXLNGmhyr37fLvMuiMShFGhlPoxDEmHUGvUqnVRgNahj01ajlKqVUqZColFKtBtHrlEaDGrRfCLhC5CKdVqFRyxG5SC4TwiSwyagxm7RgjYbxYAUiFom5PAFbrpCo1BKJlMvl0XhClkyuUKgtHGEMnmrZHKbdEGFdF5Uwb5OSZLj81Y2Ga7kt398qOnwh48iljMRjV27l194vdRy79vB2Qd3NPJv163MpxY7M6o6Chj5N8vfapO8t+8+q4r+V6A+KtPuVlsPWPacPnbhz9kruhdvF+45eNyV/LzF9lXj06rGr2UnHrh+7kX+/rD2rtl+ReOpeWWduwzgZ+dIx8Ns3lyvOPWhqGPxNt+/6/fK+lNKuk7crUko8WfXTBa2/p9p/38Y8vzzssH/UiZVhX68K278Jt29DhCkwRPz+gg3vfrz088+WfvC395fOm791XSAmPIRKwvI5dLGA7StSNmgVMWad2aAGL7TFqIm16OOshjirAYJq4H0zeEQhRwpCes0auUYm0MtFWqlAJxPG6RXffbP/1uVTl84crSzKqCvPaW+qbm+q7PXYJwfczya7Xj3uefO0782Tnql+50inbXbU3d5U3OYofDzaMjPeNtrbMDXUPDHgBCr+75/GXz3pfj3b+2jEPeC1PZ/2DnfV93iqm+ryq0tSU2+f2R2vFnFwUj5Zr+QBAKsQPiJFJyrnxgVRsSjepEowq+OMSpMa7XqBUhY0sVanFPKYibtiWUzq23/5E2RNbfliAyY8hE7C89g0DpPCpOE5TBIAMMiJYgmfx2fx+XwGg4HF4qOj8BQKh0zm0mgiGk1AJDJJZAYOS966ZefmjV/s2LZ9+7YtO3dsw0dHkHDRKP2SsEwmUSBgcLlUDofim47T65QQbWUxG60Wk06rRuTStWtWvfO3/wwO2ibgs3VapVajMOjVep1KLhOJRTyVUgb0DkZok1EbG2My6NVyuZTLZfN4HIlEJBYLxWIhm82Mior49NOPFy9euH79OhwOw2TSMZiosLAQCoUk4rEjQnYSsVF8NoNKxHGZNK1SLhOhhkepkGfQKDUKGZdJ47HoCqkIVcYkbDGfwmXi2HQMj47lM3BcGoZFjmQRI9ikSDYJ/YBFCKdjQ6jRQZSonTRMEDF8a9SO9eFbA+AI2bwmaOOqHetXhH6xFheymYYJYhPDueRIDimCRQgT0LBcchSXHCWgYSVskoRN4lFxDHzEzs3rls3/+IP//NOSzz4M27lVzGPpVeheBlig9XrEbFaD2AsKMKRhaTTS/6UA/9Fb6/MAgw0YqAlGTMFyrJIJ4nUaNhazYdnS8C2bA5cv8/dbstpvMZkQjW4ezQ1ZSCV8kZCDpgzMRSWBbOjjW/A869RySBUGKvbFYs2pxKhbAay5OrUUANgnz/qEUFBWQb4GrRXqf8HWC9AOpAdM6INkkLhBaAVaNuoQaFeCPK0/JkWBKg4zwCCrQnsTn0NlUHE8NkUiZAl5dAYVR6dg5RJuQqzBpFf4XOXgf4ZZXJimBpkXHN0AsSD/wr8qUhEbIBnW33eNQPIw9jzHqGhGF3QmA07DmcPiwHfB9foKqBApzzcCDZitlAt8SjWkc4G6btQpdWq5ChHDDgXQr4jPAi+0j4ElQo6Qx0T/2RTxQN0FyATZFlyXvjAkoYADUVhSiQBkQPjTl2IFeOYbWPUN0IKwDEogiJNsFo1CxmMxEUQCBpKBffTrU4nBvuvzY/+RsUEu82mG4Gr2BTVLxHy4FgBdyDeGgWQfgYO1G1LlQfgFNy+YosHo68PjORc3g89jArv6XNAg//7/ARjMWb4oBAGfBW5nLrrO6CCxT/gVCtjgkfZJ1v9rL8DXdQQZY1CQC1cBY9WwAQGMCjI+E2VEHJVCEPDZCkQCiWWwvMCrINrDXgCANAEfHRkREha6MzwsCBMdTsBHYzERUK4OM8OQEyYR8wGAwajsY1RIxvqjMg8iMzAwyLmAx3B1cLY+VzysNpNBIRIwcLN8nmoYaWZQiFQ8nobFUfF4OplEIRPxeCyRiKdSyWw2Ey0EwuPoJDyXQuVTKQIaXcxkMAhYMiGSSIwkMXA0EYOu4JK1fJyOF63nR+i44XpBpFkMIjAAMDlWTotFmBY5AWFvw4eu3LjGb/XSNav9/JcvWrt0ASjAqxd+6r/k8/XLF21ZuXTH8qUhfstCl/uFr1wRvnplxJpVoWtWhq5ZGbJ2ZWjA6oj1/lEb10VvCsRt2UjYuYUUup1NwAioZDGDxqeSeRQSn0rmU8lsMgEOFgnPION5TKqEzxZxmejYMIfBZjM5bCb8yWLSAYCpRAKNRCRiMdHhYYSoKDT0i05nkEhv1XVN1HSMVnmGazpGAXRt3rGK1sFSV1+pq6/M3Q8H9AOj48Et/VXeUXBBl7YOFDb35Dk6S1r6s+yePEdnlXe0rneqyNV7r9yRVu0q9wzV9kzWdI2XtPRn1rU9qGx6aGspbO6paB+u7Zm0dU9UdoyUtg6Ue4YqO0aKXGga1sXMktvFtVdyyi9kFN8urr1ZWHM1t+JBpQMVh9sHK9oHs+vb0qqbbhfXnr6fe/jKvR/Si+9XOO9XOC9mll3NrQLfdWXHyLm0opyGjsqOkYza1is5lRcySs+mFn57I+3U3azzaQU38irvldozba5Cp7fSM2DrHLF1jqRVOu6X1adXOW/kVV58WHQhvfDEzfSD528dupxy/Eba+bSC67kV5x7kfXsl5djVe4cv3Prq3HXrl98a9x1WxO/l6WLUift1u7/U7/sSSUhWxScrYxJFGoNYbUA0BpFcRWfziFRaNJ4AAIwlEwGAyVQKnkjYEbR9xarln3326Weffbpw4fzFS+avXLEUDX8OXLN9y4btWzZs3Ry4c9uGyLDtNGJ08Pb10eFbzp08+HKmH5V/R1sGu23//Hnk0WjjYFfFQGc5DKx2OPK6XUXdbUUTg3W97SXuhoweT/FIb/X4QO3zRy3uhoxme3qHK6/Znj7YVfHjbPvkkH16pKGvrfjldMsvz7v+8aL795+HXky5PY1Z9rLbYz3V3qbcLlf+aHfVQHtphzOny5U/4Cl/PNTU7SrpdpUMeCq9zsLeljKwMoK063UWehrynk+0/fpiYGbENdZd98/XIz/P9kwPOIa9NeM99rHuugFP5YCnErX1DjieDDe/mPRM9TeO99hfTXc8HnK8eoTW/Dwetr+ZaXsx5W53ZLfWZ3ibcuEcvM58yKkCmRqVMQeanzwZunfvOgGP3bZle0hQ6MZ1gWtX+u3eZXj5bLCzraLPW9HdWtLXXt5qz+lwFKCpV3MdQn1txZ7GLFdtWmdz3lhPNSp7NuV2NueNdldND9p/+7Hv919GpvrrR3vtD+9+X1+Z+uoJWjjc1VLa66lorE4vzLxUXXynpuTugLe6NPdaT1v5gLf6tzcjA17baC86c9venOtuSPM0P2xtSp8eq50Ytj2ebBrqrRsbcP3+248vZx9VlZTcvnr9we17sUbz3/7jP6JDtv320+z0qMdhy8pJPzs5ZH/5pG2gs7zfW+ZpyKkuuDHsrXn9uNNdm1FVcLXF/tBVm9ZYmdLXVjzZXzsz6ngx5Z7srx3rqZ4dc75+4nk20TzWg8J8S0Oux1nQ31HV66nwuoqHumwTA40jPXX9HVVjffXwmaeTbdPDTUNdtua6rMHOqp62Uq+r+NFI87Mpz6MR99Swq725tLEm5+KZr04d23vq2N6v98XsSTTEmpHdu/SHDiZAQ6xMRFdIWTwWHvRevVqYGKfdFavRKvkCDqoaKaSs5AS9SS3ZHWc4mBxjVIm5NJyESzVrpFad3KKVWXXyBLN6d5xhl0Vj1kj1CqFBgwalwkyvyagx6FWg+hoNah/96ueyr+DNqEYthzBJUH2VColPIrZa9Bq1HOJq/l/ypEwgU4gUWrlKK5UifIGYJZIIZXK1RG5l8GJpvL1bIyzb8bs34Xd/skkh2pdm+DarvG3m5I0c477vj15K/f5mdratNdvWev5B4eWHpQ9KHHu/u3HhQWlaWUtx45DlwEVF3DFd0nfq2KNS/UGRZp/WemTf4aunLmZdulV84lx63P5zuoTj8V9f/OZC+pFLGQdOpxw8cy+t3JNW7rF+dTmvYfhihlNg/t7e/9uRa7Zred3XC3s1+25fzmlPqxm5mtOa75isaP+lbuD3C9mvIoTXNxK/C8QeCYw+sJV8YBPGung9fbF/1Dsfr5i/aNX8eYvfe/udgKUrgjZuwkeFs+gkiZADh1IuMuqUFqMmxqyLsxosRo1eg5gN6l1x5liLXquSSYQsEZ+mVghMerleI7EYFbtidbFmlUEpijMq9QqhlEfTSnmxOiTBqEo0aw4mxxw6mHjsmz13bpxLu3OpvDCtw13dZC9y1Rf2ddSN9Tom+tE0teFue1979VhfY3tTYX1lKmSwdbrRuLWJAefkYNOA1/biUecvL4dez/bOjHmeTXqfTXp7Wqu87srassyc1Ktnj+/XIhw2NVLCJesQnlErNuuleo1kLgJaAO/70XBatSTBjJbrxJvQYlKwQMcY1WaDWq9BtBpk6ZL5n37ywdt/+dPGDQFhoTuJmEgWlQTxYEIeXSpiSyQsoZAul/NVKrFOr1KqZHP+ZzaJRNm5I3Tr1tCNG3ds3hyybt0W/7Wb1gd+sWH9F5s2ffHFpi3BO4NCd+4IDw7CRYVjI8OwUaE0Mo7FIgmFTD6fzuVSwZ4glwnnMtvkBj3KvSololTI6TTKe+/+bcnihdFRYWIRDwBYq1EoFVKoC4ZYGrlMpFbJIR9Lp1Wi730FPCIRT6NR5HKpUonIZBKBgEenUwMDAxYs+Hz58mWhocHR0ZHBwTtDQoKioiK4TBqTihrG8NERZDzm/8aH0kEKthi0OhUC4VhiPsoAShlXKqTx2QQuEydkESRcsoRLFnNIajEL4dPELCKXEs2eY2A2MYJDiuSSIxm4IErUNkrUNgYuiEMK45LD2cRQBi6IRQjhksMFtCgRAyNiYIT0aCE9mk+NZhPD50gYg/Bp8LQiJoHPIESHbFm9dP6n7729+POPgrdtFLCpWgWKjiqEb9BKrSalTo1aAAxaqU4thkOrEsGeCCLlQNerUSfTKIVyCVsqYiJSzlwFjkCtEChkXJmYpVYIjDqZQSu1GBVWk1IlE8RoVGaFHBu0I3D5svWrlq9bsWz54vlbNweK+CxwTKBZ2SIu4BN8oJD9a6wUIpRgHhhGTMFqodcgPms0nL8K4Zv0cotRoVEKFTKuWoGeklYl0mskeo0ErkutEMDZ6tRivUaiVghkYpZMzNIohSa9HL4KD9AohWqFQCnnwVXrNRKjTqbXSAxaqUkvN2ilvueBz8P3wtLBY0x6uVEnM+nlJr1coxRKhAw2A89hEvgcsohP43PIXBZRxKepEL5OLYaF1SiFMjELllQiZOjUYq1KpFYINEqhXiMx6eVmA2I2IFqVSKMUKuU8qYgp5FHFArpSzoMHK2RcqYgpETIQKQe+UaMUwiJolEJEypFL2HP+DvQZ4Mzh/ipkXLmEDetmNiCwhvC6eo1EqxJpVSI4MVgZjVIIS4pI0fw/nVoOuAt6L7Cuz8euUUrnssq4fA6dw6TABCmU9PqwFggWRnABXEEE9qUuwZdAPgUqA/suwCrws0/DBGEQhESYSiUSMABaMBX8R9UXuMunBgM4wQuxmFQaFQ3XBdUUBFuAcHhdIGFAepBP4aswLcygk6kUAswPQ78xiNWQnCyVCADOwXLsC81CU4Xnsv1gd88X7wzdDWBvlkkFvr8C8fK4/8JmkIt5XAYoxpCABUZoCIWGVYIzBKb9o38b8BWcwxQyns2igRsc0NE3uc2gk2EvAHTgP87W+rYV/pecLpqLAQQADg8LiowIwWIi8Lio6KgwIgFDp5HgFsBS+1R9mCKGHw/Q80Hk93G4L8tqrgeIBKwOYdTweEBo0lyZDDRgcdh02AoBSgdbNUwpc5k0NpXKJBBREZhCptMoZDKRRMaRKHg2h85kUdEuaxKORyHL2Ew5kymmUui4SBI2nIANI1KiyXwqDeFQ1DychovTCyL1vHA9OvobZRJHGITRZgkxXklJUNASlOx4FVUnCmNg/LetW+m/PMB/pf/KJQF+i9Yunr9m0ef+i+YFLP5s3bIFm/wWBa1cEbzML3iZX9iKlVH+a6ID1kasWRWywi9ktV/Y2hWR61ZHBP7riFy/JmrjOmLQdkZUOAcXzcZGoQcBwyFi2QQMm4DhUvA8KoFDxfMZJDGHJubQBGjSNZ3LYQk4bC4Hjc5i0aj/OigUIF5seDg2PJxBIvGZTC6d/lZD73R1+0iZu7+8ZcDmHbN5x8rc/fkN3uKmHmDgvPoO6EkqcnbbvGMNA48hASvL7ilp6S9s7smye/KdXWnVrsqOkfr+R6WtA/nOrirvaH3/I1v3RMPA47reqWJ334PKprulDTAbXNLS3/30H/X9j7Lsnnvljsy6toKm7tSq5h/Si6/klN8rb7ieX3U5u+xBpSO1ynm/orHI1V3lHS5ydd8srLmYWQLe5jMP8tKqm9Jr3A9tLRm1rfnOrsqOkSrvaHqN+4f04tvF9is5lafv5x+7mXH0evrR6+mHrzz48sLdI1fuHb+Rdjol++LDotuFNcDAJa7u8ta+iw+LTqdkX8sp/yE1/3RK9rkHeSdvZ5y8m3WjoPp+WX1KSd3twprzaQUnrj84eTPN+tWJuMPfa5IOqhMPCI3xFKlGYIgVmxNEljiRJU6XtE+fuE9msIjVBoXWKFVqBRI5nc3BEkkRmOhIPBZDImBQFQBDJKMFSF9s3bxk2eJ58z5ZuHD+Mr9Fy/wWrVq57H8BcND2jdiIoB1bAtiUqB++/3p2qufxhKeno9pZlzkx1PDicevMRNPrpx2zk83u2gxnVepIZ/XsaPOzaffMRFNLY2Zl0bVme3pLY6azNrXNmQ1jqINdFZ6mnKnh+qdTLmdtKorEzpzJ/tqRrsohb/mLKferR60TfbaxnurJ/tq2hkwAYG9T1uyNKgAAIABJREFULjzs2UTz73+fGO+xPxp0/jTTPT3geDTo/OVZHyDuTzPdw94aly1zrLvu8VATuKNHOm097tK2+tzB9qrXjzt/fOSd7GsAjzRkQf/Xy8EfH3lnRlw/zXSjjbXtpRN91a7aB3WlNxxV95zV99sd2S32h9WF12qLb8O4srs2a66sqAudBnSUer1Np74/FhYavHN7UGhw2Lo1awNW+Z08duC3v09OjzY/f+yBBOzB9qonw81o1LO3fKLPNtlf2+0ucFTda7al9rQUNtU8qCm67m3KneizDXnLZ8ecL6dbvE25NSV3Wxpyn4y5R3rqhrpsjdXp7U2FXlexy549NeR01Dx02jJspSnD3bW/vBx4NuX56Vn/m6d9r5509raXeJoy292ZLc60scHK1y/bX8x6mupzp0c7/v7jU4/Lefr4d/dvpRiUhj+/9X/Ct21/Mj74/PFgi7MITcmyP+htL3w65extLxzsKmuxP6wvu//mSc/Lqfa+1tLW+oxHQ/VPRhr72oon+mwvp1v+61Xv9KC9szmvrSFzyFs+M+qYGqjrayvubM5z2jKctgx3fU6vpwItOhp1/fZm5MmYu6Uhd7y/ob2psKUhF/BjsLOmv6Pqp2fdU0ON/R1VIz11LntuTel9r7u8pbEwJ/3K/iTtof3WC6e/Pvxlwpf7YpITdIlxWp1KEGdRWo1yqZAWZ1HKxQw1wt2TaNyTaEyKR9+Ti/kURMJUyTlaJT/WrIjRI/sTLfsTLUIWCRe+3aAUfbUnTq8Q7ok3xhmVFq0sRo9YdXK9QogqwIgoIRa1QJtNWrNJq9Ug8jnhJT7ODFHPIA6DoqvTKkDmBe1XpZTCeDB8e+KuGK0GgUwORC6C3Bq1Rq7SylUGuVonQ1QCRCVRqhWIyiiRx6oNRxmCAys2yTZExq2L2vXOWoHmaIHpeFZu43COreNGdvXdAvuVjLJyd39+vefIpZSDZ25mVLmOX81MPnb1SrqtwjV+6FyGQP81RRzPV+0Ra/fzFMlSzf6Y5FNfHbt19NR9a9L3mtijlj2nv7uac/JG3t6Tt/d9fyfx22t38htTS93HrubezHellHYdvVFl7/vn4Wu1e8+WSxKumw9n/pDRnud4WtX5c0Xby6y6Z9/dGcLL7q4KPriFeGxd5N7VwZZ14bp3F4e/s2Dru/P9//rhwuXLAxZ9tvjDt/+2NWBd5PZtJGwkn0NH5rptJEKOChGbDeo4q0GvQUAE1iilJr0qKcEaa9FLRey5GWBZrEUdH6PVayQapVCjEEgEdBmfblCK5AIGj47XywX7E8xfJsXsTTAlx+oTYrQnj3156YdjKdfPpd+93NZUlZ9501GT39lS1dNa091SOdRpH+62D3XVTQ42vXjU0d5UONprH+21j/WhoeWDnbVOW9ZYX+OA1/ZsqgO1QPc3/f736ccjre3OMqetoCjr9p0rp44eTDCo+DoFd0+8/vD+eJ1KYDXKrSalVoV2scglXJmYI+IzuDScUsy2aGUWrQx6RGNNmgSrPj7GeOzIV5s2Bnz4wd8+/eSDFcuXBPivCg8LEnFZQg5TwGXIxDyzQbkrzqjTSXk8ikjEUipFCbtirDFGoVAoEAjYbO7OHaGfz1/y/gefvv/+Z395+923//LuRx/OW7Bgkb+/f2R4BAGPJWDQSSQCJhITEYqNCmXSiH8EYFA5BHwWIhfpdSqNGplrRCSwmPTQkKB/e+ut9YEBDDpZKhEoEIlahVYl6XUq+BjynxWIxGTUGg0aiPJSIBIej4PBRJHJRKUS0WhUc43WLCqVHBYWAvutW7ZsDgkJiowMZzLpAgFPwGFaDFoRj03CRUuFPD6bgYkIpZMJcrEALNAquQSRCDUKmRqR8jl0AYfMY+G5TJyAQ5QLaEoxUyFiyPhUEZMg41LUYhZagyTlIDwqn4ph4kMVfKqIgWETQwF3+dRIAGAhPVpAi+JTI/nUSAEtSszEyjgEBZ8sZRMFNAyPEiVhEeDZVCKmhE2SCxhCFokYFbJhjd9H7/7lw3f+vG1TgFzEMepksDsTZ9UAFJkNiFEnA+zxka2PzXRqsVzCFnApfA5ZKmIq5TygTbmEDQAMhAYAjEjYBrn0QEKcmElf8MF7G1avCFi+dNWyRauWLSLjonw6oUYpNWgVWpVMKuJqVTLIeZaJeaD6gh0aasYMWgXM20M4llohirPqwLdvNSkT4w1Wk1Ip50mEDJmYpZBxfaimQvgKGRcOrUoEFygTs8QCOiLl+JAYkXJ8pAffokL4QNFKOQ+eEH6L4fNmA2LSy4EGAVONOhmQqtmAWE3KGLNKr5HAc/LYJDIhnIgLpZIiWXSciE+D84F1AwBWyLiAxECewLEQTQfz+XAyaoVAKmIKuBQRn6aU84C3lXKekEflc8hiAV0uYSNSjkzM0qnFKoQvETJ4bJKASwHQlYlZsE8BACwTs6QiJry02YDAAiJSjm8HQa+RyMQsvUYCeKyU87QqETwz7GKge2FzN04m5okFbLCyK+UiGOSGCis+h86ik2hUIp/Hgl5c0N+gcQeKc0VCLvAtsCVwJmjFPukSgA1mOAGhAWslYr5IyJVJhTDh72NaaLiJjgoj4KPpNBJQHzAwKJk+Dv+jwgz4BGgND2AxqX8McwLAA9s2hGyB1AlkCHCLw0aCuguCNp/HApxG5GIBn02jEgn4aKifhe+as0P/K/YZhoF9k8BSCR/kXEBiAZ/FYdPYLCqPy2CzqAC6QgEbHi8UsCHzmUzCzpXPoZKyD4BBlPZtE0Cqsw/gQRoF0RWuDqgY7gKXw4AZUVDFoVqZRiXCUAmox7AycJt8S4rIxTwuk0jARIQHh4XujAgPjowIiYwIweOiYC7XtysBOxc8LhPuOOxQwC0APOaw6WCoBskXzgcQ2meBBg6H/QuwNxMJGPgBgJ80EPzh8RQyHs5BxGNLeDw+jc4kk1k0KpNBo1BIeCIGR4im0UlMBplBJTAIWAGVrOXxdFyuhEriEbB0QhQZF0GmYCg8Kk3GJiFsrIKF1wmidLxI3f8DYIxFSoxX0hJVzCQNL0nHsiKRXOL64E1rAldtWL82YNXSgBWLA5YuXLt4PgBwwNL5G5YuCFu7JnQ5ysARq1ZjAwNw69dFrl0d5Lc0ePmSsFV+Uf6rItetjg5YHbFuZXTA6sh1q0P8V2G/2EQJ2kEO2UkNC2ZGhXPmSJiDixZTSVIWTcygCKhEMYMiY9OlHLqQSRey2UI2m89ksqlUFoXCodEELBaXjn6eR6Vhw8OjQkLQwicGg8dgvJXf4M21t2fWtEAUVpVnGHg4195e0NhZ6OjKq++AROjyloG6LlSzLXb35Tu7SlsHYNA3o7b1en5Ndn17vrMLjsqOkcbBJzVd49n17QVN3bmN3oe2lltFdecfllzMLMuyexoGHmfWtaVWNaeUNd4pqb9VVHerqC61qjm30Zte05xlb82sa7lX3nC31J5e05zb2J7n6Miytz6odFzLqzx9P/f4rYffp2Rfyiq9XVx7p6Q+pwHVpWEsGYqIL2aW3SqqO5dWtOf09aSTV7698fDQ5ft7z9w4djPj+K2H395IO3k361JW6dXciouZJZezy24V2Q5dTjl4/taXF24fupzy5YXbyd9fTvzu4p7TV39IL8yodZe19GbaXLfQGuHyU7cf7j15Me7w98b9RxXxewWGOI7GwtFYeDorXx8jiUlQJ+8z7jmoik2S6ExCpU6MqMWIms0X0dkcAoWKIeDxVDKZScdRCGHR4dHYqNDQ4ICAtfPmffLxR+8tXvT5cr/FS5csWLzg04A1ywPWLP9iYwAmfGfojs1bN/pjI3ds8l965EB8e1PlzIR3fKDJ6y5rbyoc6qp+OuV6POb4+an31aPWkc7qmZGmmRFXfVlKX0fpaF/N/ZvfVBRerS65kXL90Fi/7dWM5+8vu18+aXvzzPvySdtYv+3RaOPTKVe/t2yyv3awo8xVm9bTUvjry55/vhl4MeV+Od0yPWj3NGa569K7XPmdzXn9npJXj1p//8fof70cHPbWDHVU/zzb88/XIz/NdD+faJsZcbU35oO0296Y39VcPN5jH/bWuGuzuprR3CyQf//+tPd/3oxO9TfCnPBUf+NkX8OvLwb++8fhJ8PN4z32blfRSG/1zy+8U8P1fR2l4wO1s5PNz6Za+9rLva7C8f6GV086X892z054JgYaR3sbRnobPa21+QUZsXHmTRs2hodGbN+8bdvGjX6L5qXcOPvm2cBPL/p++bH3l1c9g51V4/0NA95qNCBquOHldMvT8aaB9lJPY1ZfW/HMqGPIW15ffqeh4m6zLdVZfX+8t+YfL7pnRh2OmodDXbbx/oank23D3bWvZ7unhpxdLaUtDbnD3bUvH3vd9TlzLUEOj7NgtNf+eLRlsLN2oKtmqKeqsy2/sy1vdKBqeqJ+aqz+5x/7OturX8yO9HS4z5w4cfHM+f2J+//6b39mYIm24qLJge7ff3vhqs9z1T9sqrvf2Zo93Fs6O25/NumY6EM3ETwNBW31+c016S32h72tRV2u/J9mO2ZGHU/Hm56MNLpq04Y7K7pc+d6m3GcTzS+m3FMDdT8+bhvpqYOArpnxlgFvdV975WBnzU/Pep9Pt7941PHfP40Od9cOd9dODze563NmJ1p/eTkwM94y1u8Y6Kz1NJU4a3NKcm/funIczbtKNnx9IO6br3Yd+Trpy32xMSYEkTCtRnm8VRVjQjQKnkxEVyPceKvqwB6rREA166Wo53kuBEuj4Bk0ojl3NJJg1euUEh6TrJTyD+5J2J8cp5IJrAZVnFkbb9HFmbUWvdKgRnHFoEZHUmOsBqtFbzSoId3KatGbjBqwPWs1iEYt90VhQR8S+J8NetWuBOv+fUl7difEx5mNBjX0A4N6DFPBFqs+bpdFb1UjKpEU4ap1iNlq0hnjZIp4hfYwhbMnmJAYGB7jHxG/JNgYSNuX+EPJ7eLW0qaB7Jq2CvdgVdtQsbM7v95zMa3wxPWH+fUdZ+8W7j5+LdfWk13ddSW9jiRKIIvi+NoDLFkSU5qIGA9LdV/xZbuVhsPmpNNfHr979kbRuTulh394mHTs5q6j13efuHm3oKGgvvt6dv3uk/fzHdO9L34/m94m331Hmogeyn33jF9nFLneOId/T68a1+y9vyHyy4CwrzZEfrmddGhtsGHldulbf1n1508D120n/ueHiz5bsOKTj+d/+Lf31y5dvm1dID40JDosCBKwZGKeUi4yaBWQTwsR0PExRqNOqdcgFqPGatLC9G+sRZ0Qq0uI1cVZNVaT0qCRqOS8XRaNRsaTcKlKMduACE1KcbxBuT/RkmjVWwzIgT2xJ44eOHoo+fyZIznpN4py7tjKM8sKUjxNZf3e2qa63M6Wih9nen6c6ZkcdEBh23B3zcRA4/Pp9sejrq6W0o7mkl5P1fOpzjez/eN9zSPdjtEeZ1tjSZuj8uHdS8e/Sk6yqGP0st1xugNJ5l0WlVzMijEpkxKMVpPSl6yD5vdQMFRcmFzAQOfM9UoNIjp2+ICISz9y6IAKEa9cseQvf/63BfM/3bDePzhoG41KFLAZIi5LKkLrXmMt2qQEs8WiUij4Wq0sJkan1iB6g1omk4lEIoFAtHSp39t/eec//v0/Fy5Y9re/vv9vb/37gs8Xrl65Zuf2HbioaHx0FBGLIeMxcymUeCYFbV3mcqksFonBIHA4FPD4MegkPC4S3sZxOSwsJorFpM//fN4H77+7c8c2Oo0k4LMRuRjSdMQinlolt1oMVosBgqMhR8egV5tNOp1WSaNRqFQymUz05WDJ5VISiRASErRhQ+C8eZ+sXLkcQrC2bdtCo1FYNDIIvHO9kXQKAYuPjmDRyBwGFZEIFVKRXq2gEnEiHpvHovPYNAGHjEiYJp0kzqK0aCVqKVslYekVfK2Ug9Z3ayRWjcSI8NUipoxDFjPxSgFNwScjPJKUjQelV8rGy7lEMRMrYeEkLBz8VcEnq4RUtYimFtHmHkxEeBSNlGVQ8PRynkbCFnNIAiZexqdLuNTQnRs/+/ivH737l1XLFoh4VDXCN2gkOpVIoxDoVCL4QI3wVXKeQspBJGiUgELKUcl56jkaBKAScClCHhV0YBBLAfN81ISKqDKuTi5RCHlWrSpy57aFH3+wftVyf78lfvPnbVsfIOQwNIgEEfNhXlQi5EB4Evhp5RK+Ui7SaxDNXEUwcC/UAsNg8JzwKLEYVaB8GrTSpARjQqxOpxYD/Rq0UrMB0anFoAbDBz4JFERsHyQDZMIWgArhAxuDSKtC+D5lGK5uLigO1UVBHNaqRAoZF5AYvmTSo3tJqN0jTh9n1YCSLJewmTRsVPg2bNROHpukQvgapTDGrDLqZPCKcgkbNiNiLWoQ5OGlQYyFZwPRGF4FkXIkQgZ8V0KsTq0Q6DUSoGKTXi6XsIH/4fJlYhadEs2i46QiJgAwvIpaIZBL2ID3EiEDXte3UzCXCY+K6vAqIDWju3hzSrtYQP+j0qtWSODWGLQKEZ8F0j3sX+jUcqVcxOfQ1weu3fLFBg6bjsjF4HBm0MlKhVSBSOCvYFgF0Q9M0dCUC8QC0dBQfQTACSAH1lmIyILpVp8YC/yGmQteIuCjWUwqwB6oiDChChDuU0QhKNgXRAx6KThvfW23vgIk32QsnC2cj8/xSyJi2Swa7MGBBRpYDi4BTgb4WSjgKBAJSLjQcA7/4YpFXDqNCJIvKL1gjRaLuEIBm04jctg0iAPkcRnwJRgM5nEZLCaFzaLCX+EZfIvjW0mQu0FsBzgE1RcqjuQykYDPBuD0LQiXwyARsXQayYepsF8AMUuwXFQKmicM0jd8Bmg5KjI0LHQnJjoch40EACbgo8HbzKCTIXzbN50LHA7c68voZrNoYE0HtzOovvBysPiQ+QxTwXB/YaeDw6b7vkSlEGCimEYlAkijP2B0yhz1MehEIoWA9uiitmcqgUjG4fCRRFwkh07mUwgiMiFZpTxsMmkYdAERR8dFsik4JpNIZpHoEhZdI8AgTIyaG6XjRemFEQZhuF4AUvAcAyOkODk9TsEwyzACyubwrWsCV631X7HabyHahLR4vv+SBeuXLdjgt3D9sgWBiz/fvHhRkJ9fkJ/f1kWLti9ZFLFmFW69P35DAC5wLXbdGkzAqqiAldH+K6MCls/9iVYlYTevJ2zdRNi6ibhtM3nnVmZ4MA8TgR74KCEJK6URZUwyHGIGRc7lyHgcMZvJpZKZRDyDgONQSAIGTcbjCJl0FgFPiorAhYXgwkKIkeHk6Ei0Bim7tg3ir7Jr27Jr29Irm+8W2VOK69Mrm/MbvDAPXNMxWtMxWt2O0i/M+uY5OvOdXVl2T0pZ47W86uv5NSlljQ8qm+6VO9Jr3LmN3sy6ttvF9tvF9jxHZ5Gr936F82pu1e1i+0NbS5bdk1nX9tDWklnXll3fnlnXll7jzqxrA34ube0r9wwUNndl17dl1LrvVzTeLKy5nF32Q3rh2dT8y9llKWX1GbXuhzYX2tBra0mvccM5XMmpvJZXfTW36lJW+dnUwiPX0pJOXtlz+vqxmxlnHhRcy6vOaeiYo+76lLL6OfW4GQqTzjzIO3zl3pcXbu87ez3p5KX4Yz/sPnXl5N2su6X2jFo3mimdV3ktp/zcg7yD526YDnyrSDigSDggse4WGOL4+liBIW4Og80MhV5gihFZ4iSmWLHeKjNYlKZYpc4kVWrZfNEc/RKJVAqJQcOQCBG4qCh8dGR0xNatX/j5Lf3kk4/mffrhksXz/ZYtWrpkwZqVS1f6LQoN2hoZtnP92uXhQVvIuIj1q5fQcMEZKRefjHf0tteUF9yuLL7d31Hx9xe9Q92V/d6y2THnP150/9fL/n++Hno81FSVf9NRk/Zs2l1bfjsn7VRu+umq4usvn7RNDdcPdlXMTja/ftox1m9rc2b3tpc8GXfOTDT9/Vnn1ECdpzGrw5kzNVD3dLzp8XDDzKijp6Ww3ZE93FnxfNI1NYAKs6g3GI1cahjqqH4y3Pzri4F/PO9/MemBCKvB9qofH3n/+Xrk9ePO8R57X2u5pyGvofzBzIjr0aDzyXAzQO+wt6a5JqO9MX/YWzPV3zjSaXs81DQ94BjwVE71N0701o30Vk+PNAx1Vz6dcr155p0aanw82vRsyvPjDBoY+2jE/XikdWbMM9braK7NLci6cf36mctXzsbFxWzfvj1ke/AG//Ub/f39ly9y15f9/uujp9Ot44N1wz1VjdWpne6S7la06ffpeNPrJ56ZUQeU/Yz1VMOF93tKRrurxntrHFX3aoquD3aU/Tzb9XjU9eJRB+DiLy8HgHhHeupePen8caZrvL/BZc8e6rL1tJU/m/L890+j7U2FdeX3Wxw5UyOOiSF7b0fp2FDdy6ftr551Phpv/f1/nvd4nQd277p87tz5U2f+/Na/c4hUe1n5T7NPHg13FWXfbHXmD3VXvn7a9nS6sb+zcKCjYGasfnrQ7rJlVubdqi2+hxYye8tHu6v62op/fdnzbKJ5uLMC9PmZUcd4b81IV+XsmHN2zPl0vOmfr4dez3aP9NSN9dV7nAXNdVkjPXXTw01vnvY8GXOP9zf8/Lzv8ahrZrwFlaw9FbMTrbMTregEZr+j1VGY9eD81R++Pndy//HDCTEG8T608Sj+y32xSfG6uZpfiUYh2JNoNGhEQi6Jx8LLRHSdSmAxyKxGeZxFadSKDRpRrFmxK1aTEKNOiFEnxet0SkmcWRtn1upVKJAc3JNw6EDynl3W5HhzUpwp3qIzaRG1XKiSCXRKNKoUpn8NepV2zrAKGi9EXqHRzXOf1GoQnVZh0Kt8+VgatdxoUMfHmZMSY+PjzADMWg1itejj48x6nVKjlptNWotVrzOqlDpErhTKFAKNXm62moymWEQVL5DtJrGSdkTHrtlhCIiMXxZqWUtKjj1V+N2t8hJnf7Gjr9jRU1Dfea+4/lZezZm7uUcu3U8prL+Rbdv//a20spbC+oHs6h7z/gts1V6eZj9dlshT7lVaj4rUB1iSRIXpm+M/ZB47n3nobNq+7+4mHbu5+/u731zJPpVSfCWzKqfOe7fEbTl0w3z47sGL5bqv0nSHsqS770uS71mOFBw4b7tdNPr1+Wq29pR/sG4r5sB27KGt2D2rtij+9OHWv36+5d35G8PJ4nVbwj/8dMmCBcs/+eizD//2foDf8u2B66J3bsdGhLAZZKj0kIl5GqUU3qMbdUpwQceYdVaTFmaAYy36uWgcJMasirWoYy3qOKsmIUabEKPdm2DaZdGY1BKtnG9SineZ1HvjjHsTTLsTLPEW3a5YXXKCMSFGuy/ZfPbEVzcvnyzIulWQdctZm9fZUtVUl+tpKpkcbHo04p4YqJ8edgx313S6i/o7qmbGW56Mufs7qnraKp22LG9z2cyYZ3LA7XGUtjWW9LXZ89Nvnzqyf0+sLtmqiTMisQZ5glkZb1IYNJJYswoEK51aajGqLEYVWo4iZos5lBg9YlJLdsUYTFpkV4whKc6UvCsmKjzonb/9+b13314fuDYkeHtkRAiFjBfz2FLBv/parSZ1YrzJalVrNGKYJlWqZHwBm8/ny2SyyMjoTz/97K9/fef99z/0W7bq3Xff/48//dlv6bJNGzZGRoQR0B6kKBIumozHUAkYGhFLI2LpJBybQWSzyVwuFe0WnuvJBAyWy0QKRCIWCeg0CiY68tNPPvps3idYTBSM+5qMWpNRq1EjIP8a9GqdVqnTKkGX4PNYc/mrQvS9II/DYjEoFBKPx6HTqXg8lsViEIl4LDZ627Ytn3zy0WeffRoWFoLFRkdEhLHZaAGSgMOkEnHgf4bmCamQx6KRxXyORiEzaJRCLksuFiikIjQ2TCmERPcYE2JSi3wArBIxgYFNSqER4WslbJWQoRTQlAKKUkBR8MkyDkHCwoHSi/BIPvqVcQgIj6QUUNQimkZM10oYSgFFziUr+FSNlKWTc7RSjkrElAtocwea5s2gRIfu3Lhq2YLPPnpn9fL5JFyoVinUKoVyMUsl52mVQkBfpYz7vw7FnLfWZ7WVipigNCJSDuiTBq0UpEWQMWViDiLm6+QSjVTEo5G3rFu7ZN7HKxZ+vmLh54Er/ajYKETAlYvQWiawPfsKdSBYGJEKgI1lYp5BqwC3LXwGWEurQuuOEClHKmJqVSKrSWnSy5Vy3hyY8Y06GbrfpJWCRg1eblAvAVkB/MAnDFI26N4qhA+CNuiiQIMKGVeJVmTzQZX9o2UaQBTc1GCuBp0WTinWogYEBSOxgEvhsUlwwkadzGJUgKscEFStEAC3w28iQLLPwg1OZq1KBE5sMELDVcRa1GYDkhhvAB1YIeMKeVQVwo+P0frsJ2wGnkXHycQspZwHsjP4ug1adPYB9jXgJeDCQfIFtdy3UwAKP9iz56wi6D4F6MBwa2D/ArbA1AoJtASDRCwRcjZvCtzyxQY6jQT6HpfDoFGJ8NsnFvEg9AhmRyEdSioRgF/aJ/wCD0N2MSjGwMYgHfuGcn28BIBHJuEI+GgYN4VHgrToUxF9JAzSMaAXqJECPhuct+D4BWMwaLbw5ODUBb0UwBg4EyRuEEv/aOqG0CkITwaVG4K15pKxWAI+yzfuC+1HTAYZeo8AgH3/7gn4LAadBLTsY2MYDOZy6Aw6iULGUdFmVzKoxAz6vwRwX/IWnAMQJti/fb3EcJmwK+EbA/YpsYCXPpkXrMiwjwAbAbAv4HO8w5oz6GSo242OCouKDA0PC8JhI/G4KCqF4LsdMNrt8yf7bgRIxLDUoPrCfYdtCwoZLbCFzQ4wn4P8CwPekDUNfngqhUCnkXDYSPh5gL8CurPpFC6dyaLQaAQCiYgCMBp2SMYRSRhMdBguMljIIBvFglix6LBOe8Js3i0RK2lUPhHHpeDZDCKJTkDHgFV8nIKF06BjwNEGUaRRFGEQRhpF0WYJ1iq8P6WpAAAgAElEQVQjxiPEeISZoGLGKvBSxhbMzoDN/v4BKwPX+AWuWhrotzjQbzHQ77olnwcsnLdp0cJty5ZuXbpk08IFXyxeELZqBTZwLW69P3HjOsIGf/z6tfj1q3GBq3xHdAAqFOM3BOI3b4CDuAUlYcrOrbTg7cywIE5U2L94GBPBwUZw8Tg2AcfC4eiYKEpEBCUynIHBsAk4Nh7PxGHo0dGUqAhyZAQ5MpwaHUXDRL11LbvyXklDZk0LiMAPq1yp5c6U4vqU4vrUcmdOnafM3V/dPlLZNlTk7M6ubcuobYWo5zxHJ4z1goT7oLIpu74duDejtjW30Zvn6MyobT1yLf1+RVNhc++DyuYHlc1V3rHGwZlyz/CDyub0mpY8R1dZ21BZ21Bhc2++E20SBjBOKWu8nl9zNbfqen7N9fyaKzmV59KKLmSUXsurflDZlNvoBfZOrWrOqG1LrXLdr2hKrXI9qGy+WVh3MbP8XFrxntM3Eo5fOvDDne9T8s6mFl3KqkgpQ2n5Tkn97WL7jQLbjQLbzcLaS1nlh688iDlybs/p67tOXIr79nz8sQt7z9w4eTcntaq5yjuaUetOKau/ml12/EZazOFTPGMiU2URGHdJY/ZIrLuRuD3a5C/NB46YDxzRJB2QxyaLLHFcvZml0PJUBqUlzhCfrDFaBVIFnc2LxhOicHgai0njsCJwmJCoMCwJFxy6wz9g1eefffzJx+8vmP/p0iULli9dsGLZwkD/lZvWr/1i/Zrtm9eFbN+044vA4C3r8BHbyvPvg/rRWJXZ2lgwM97y4pFnfKB2os822l012V/7fNIFic2t9pzSrCv1lff72ssbqh5UFt5orssY7Kx6NtU6MVDf3pT/fLrtzdOusb66AW8lpED/+uPA7Ghzj7vYXZvRas/yOvOHvVWPBhuh9bfbVTTWbXvzxPvmiXd2tHmqv36ks/rFpOfFpOf1485n462jXbUjnbbxHnt/WwVUHM2MuLqaixsrUl22zJFOG7R9Ph5q+mmm+8Wk59Ggs9tVYiu602rPmR5wQPuR11nY11o+1l0H5Sj9HRXj/fb+jorZCffr2c6pIefz6fZffxz59ceRmTHPQEdtf3vdoLfe4ygtSL9x6eyRQ4d2Hz1+yGKxBAWFBG8L+WL95o0Bazb5+5Xl3ZurVykd7at6PO7s7SifGHI8Gml+PtHyj+e9P810TvTWQYry9EDDYHvFRG8dhF1D/W9/WxkEKY/11UONUENVmtOWcffqkQvf7x7qsr152vPjTNdgZ81gZ830cFNrY97z6faZ8RZXQ06jLa3VmdvbUd7jLe/rrO5Dg69Kfv/9+d/fTHjb7MkJxrOnjp868e3Cz+ZFhQZ1u5t/mpnu9ziGO522kgdjffXO2lRXferMWN1Yb9njkbpfX3b98rxrqKPaXZvjrs2pyL063lP7YrJ1tKvmzRPvk2HnZJ/92bj79eOOp2OusW5bX2tpj7t4wFM+M9L0Xy/7Xz3pnJ1ofTTS3N9RNTnomNtHaHvztGd2otXjLAB072opHeur72krnxpyTo+4x/qd/d7aquJ7p4/vSYpFkmKVSbHKfcmmI18nHvk6KSFGKxPDXKgo1qLev9uiUwmEXJJMRDdqxTEmBI6jh5ITYtQmnSQpXrc3yRRvVcVZlPuSzfEx+l1xxqQE8+5E656kmD1JMbsTrUkJ5sR40644Y5xVZ9DKId9FoxSb9GiWFYAuTP8a9CpoMwLhF6p9QfKFXGhIZFWrZPBIQGK0t3PueaAtSYGgzSV6nRJt8kTEiFKqUIpUaoneoDDH6A1GM6IyI5p9YsXXkdTEtUH6jbjkFWExS8Ot8v33ko6n5tZ0FzcMZpS3FTf0ppc13cmrvZZRse+7a99eSk0raf7q9N3LqZX5td2ljuGvz6ZJLd/IrEdExq/Fxq8FuoN0cYJAvT/p0NULd8qOXcred+JO0tEbB07fP3Gr8FJW3a1i59Ws6vSKtvSqrn1nMvixp3mxFwS7rhuO5u86Y0s8bdt9xmb4Mlsce20Txrp6m3xjqCEItzdwu3HhGtZ7n4f8+wdr/daHbYugSFSWlWs3z5u3ZMF8v4/en/fp+x9vWrM2dOvm6JBtYN1UKyTwll2tkMB7u4RYU5zVEB9jjI8xWk1anVr+fwNsZX8MXFUrRKgsb1DtTbAcTI5LjjUaVVKTUppsNeyLt8SbNPuT4/bviU/eZYmf4+Q4izI5QX/0UNK9m2ce3rtYVpDSaMtttue1Oor6OmwTg01DXdXDPVVz8wI53a0lU0ONj0aa58YN6l7P9j4ZbXPb81vqi/rb61rsJflp11Ounv1m364DuyzHv9rzzYHE3XEGCE6zGBCrUQHKktmAJMTqYswqjVJo0aI1SHvijTpEkBhrjDGqlVL+scMHBFzG4gWf/un/vLVs6cLgoG0R4cF4XBS65c/nyIRo8yck9MaYNUYjolIJDQaFTMZTaxAWmzZXAoysXr32/fc/fO+9DxYvXrx2tf9777z7n395e+2aVWFBO0k47FwIB55OwtNJOAYZje6AAA8WncDj0cRitlj8r24PyGnTzlX7qpSIRCzcuCHwww/e81u2hMthQbxzXKw5LtZsNumAgRG5GCaBIYrG18aJvoXisul0KolE4PO5FAopMjKcx+OIxUIOh4XHY5ctW/LBB+/5+68JCtoRHLwTh8PQyQQKARsdHoKJCGVSSTwWXcRj61QIERtFJeIQiVAuFshEfImAq1GgFl+DRgJx7nPjDDK9gq+RcXQITyfjGhC+SSkEANZJOVoJWythoQAsJCkERDkPL+VgJWyMjItD+AQJGwMfy3l4hE9QCkkqEVktpuhlLLUIFY1RJJYwNVKWWsJUCGmIkK5DeFo5V8qjiPk0MZ8WHb5txdJ57779f9auWEzChksFLIWEp5DwEDEXEXPlIg4i5iqlfLVcqJYLlVL+vz4516zr6+nxtQpBEjJkLPl6gDRKsVTENetUchHPoldzKMTPP3h3yScfrVm8cPnn83ZsDOTRyHIRT8JnI2K+WiGRiXkSIQfMzxIhRy7h+9RgXyUSMBVEQM95p9HaYWgn0mtkUGEtFjARKQ/KbI06BFKvoLlHKUfn2yHfGHKefX4HiJKCmGUYAfDVDsFjfNfoaxWGliAVIoQwKvhN96VJK2R8g1Yea9EadYiv08ioQ5RygVjAlEu4kKrlqyD2VQrrNTL0F0eHQPwVdCDNpQkw4DljzBqrSe2rNYaMPZ1aGmfVzXXzokHukAcGm1l7kmKSEsxyCZdFJ7AZRBadIODSINca/puAEG+FjC/k0dHkdh4dkfKgOthqUkMUtq82Ge4ypGpJRVxfAzC4oOUSvljAlkvQGwo3S4WIjTqlUadUIeKI8OCQ4O0+KzIAMEzAwpAt8CdU/sqkQihGEot4gFXwAajEAGxMBgUYBlAHHuaLX/YBHnh3oUEH/LEARcBs8IQgCYLO6Zsy9Xmz+Tw0NZdKIUCtDsi2PmgECRouBPzbkAvtE4T5PBaEZsH0sk8uBpYD0p4DUZYvsIrHRff4YJoXAJjPY/oSniHyioWOVaNjw74vQdgVm0Vl0ElUCp5GJYBTGjKiwSoMrA5x3D55FhgVUB+WCCqdQN2FVCrfXgBsUgBwAqxC+hesHqw/i0mlUghcDkOBSEBhhlWlUgg4bGRUZGh0VBhIwRQyHlbA14QEZ+XLJ4OX8LUx+RzscBNFQq5PAfbFYvn8z779FPgZAA2fgI8mEjBkEu6PnMymU9hUOpNMBQBGB2rIRDIFTyZhw+beHFPDgrVMWpJA8I1ScdZgPKHVJ0qlSjZDzKBwGSQyDU/hURlKHkHFwWv5OL0AaxBjjOJIoyjKJMaZpbgYOT5eTtylYCZpWPEqsooXTI7csG19wLpVGwNWbly7fOPKZRtWLN24fNEGv4WBS+evW/TZhkULNi9esmnRwvXzP9+46POdK5ZFrluN2eBP2BRA3Ige5I1rSRvWkDasgiN69fKotSsxAavxAMkb1+HW+2PWrcGt98dtWkf4Yj1p+ybKzi+oQVvmjm2kHdvIO7dTgoIoQTuIO3eSgndQQkLoEaHE4CByaBA1PIwWEUqPjKBGhVGjIiiRoW9dz6m6W2R/UOZILXc+rHLl2tuhDwk+k17ZnFnTkmVrzaxpSa9sTi133itHMTLP0Qne5oza1vQad3qNG+g3y+5JrWp+UNkE0m6W3XOnpKGgqSff2X2ryH6ryD5Hub0pZY4LGWVXcqpSyhzZ9R25jZ0Pba33K5rulTsz69ruVziv5VVfzCy7nF1xs7D2bmnD3dKGs6mFNwps6TXujNrWlLLGm4W1t4vt9yuc1/Ntl7IqLmdXXs+3nX9Yeujyg6STVxO/u7L3zM1dJy4fu5l5JafqbGrR6fsFP6SXnLid/d2d7NP380/dyztxO+v4rcwj19Lij12QxH+p2nNUu/943Lfnv7maeiWnMrWqOcvuya5vv1lYc7fUfu5BnuXrk0xNLE1p4Whj2ZoYjjZWYNwlj92tTf7SuO+wcd9h3e4v1Yn7kYRksTVeoDOL9VZN7C59XJJMpaOyeHgyDUMg4skUtOqRwwIFGEPEbti0bsnSBR99+O6nn3ywcMG8RQs/W750wdpVy6D0aIP/iuBtG8ODtqxcOj86ZMuVM98OdzqHOu1t9gKXPXdqyPl6tnN8oLalMROij55NNM+MOgY85dUFNwrSztcU3nba0p229Kbah51utMbmnz+PzIy7oPt3vN8+3F3T31ExM+56OtkC2ktTdZqt6FZLXSaUA/1/XL0FdFR5uvXd3/vee2dagcbdo8SB4BBPubuecq+4J0Cwxt0JJAFCkLi7Vtwr7h5cmu7p6Zm5t7918vTUy7q9zqpVlJ5zqjqrfv+9n73fT7X+98/Df3vT8/Nc53hPxXBnyVh3+UBb4WB70cuR+o8z7b++7n0/1f52Au3m6azLNjfkjporxnuqpgdMYGme7KuZ7KuBtOdPs11j3ZXjPVVvJ1rfjLe8Gm0a7ixrLH821FH6brJtsq+mtuhxfWnqqLni02zXPz8Ozw7VdzZmv55sHu4u62rKG+mpfD9r/ufn8Y9zvbMjLWO99T3NFU2VuSVZT1LvX7t98eSl00fPnD4edySaz+c7O7rsctt9YNc+ZxsrF5uNhenJXU155pbslxOmz+/M44PVI31Vg93ln9/0Aj1CZe7ccN3skGmoo7i3Oc/ckF2Vn1iccburPmt2yDTWXY7mLfdW/fquf3a0sTg7IT/99rVz4fnptz/MdfW2FUHw1UhP5fRwfVdT3uSgqa0uY3K4dmygYm6i8fV0y/hQ/fhQw+x4x/Roxx9/fM7JeBQWpL5x+eyR2LBN61d4e+ypry4dNje1m4paq3J6WkpmR5u7W/I6GjNGeot7WjLmRqs+v2p7N9U0M1gL6wWTfTX5z6/PDde9m2zpacqF/OfZIdP/fB55N9kyO2Qa7ixprX5RW/TQ3JA91V890Vs5nypkAoz/+8ehN1Ntg11lb6ba3s10tNVlDXdXjPfXDHSWoug70vBmquPtjHm4p6apJisj9capo4EhBiEA8OFo46ljESfjI8OC1JBiolGKg4wqo1aiVfIh8DkyVANKb3S4Li7KCJPAMRH6sCClTiUwasXR4Yao8IBAgzJAr4iOCDwcExoapNWqELDaGrQyo04Owp0lPhSkXegu+hJrpRIBRECrlBJQdBExTyhgWwAYqBjyriBnCPzSfB6TQScBdaDhlnwugojkCrFCJVCrRRodIlcgAqFULA2RqU9iaVH2uxWuvhFbDwas3KEkqK4HHn+cktv+rLDrxuPSgrqh7KrulLyGhzk1secTguKvpJd1nLrx9OT1Z08LWzPKe+KvPOUbjisiLqiiLvG08f5soz/LoAw7f/5eztFLTw5fTDl6OfXMvezrzyruZdffzW24nV13O70quaDpeVX/+cdV0tj74piHgRcKw69WH01oj7hWxw186OofabNHtXWnZLuH3ocSvcWes2SN14KlO1ZtcnfZ7UvjSnhiGZMjXLVq0/Jl65YtXrPw+yVrlq92d3HxObTHz2sPmeCLCDk6tUytQOBHOYwvGnVKjVKiUUoMWoVagcAsnFjAhj4S6FaBflQRl65AeME6RZhRjRqe5SINwjfIxQa5WIXwQozqo3HhcdEhsVHBx4+EhwejMeBRYdqr548m3DydmnytKOdhU01Oa12uuaV4arixpzV/0Fw0aC7qbc/ray8c76+aHq6fHDRNDtbPjjb3tZV1NhSM9tT1tVVUF74ozU49FRcepldEGFXxkUFRwVqjSqyTC1AhGlUm0egjSOqaN0KzWXScUSXWK4QRgWq9QhioU4QY1XqVJDYiyMXRduH3f12yeMF2N6dd7m673N1wWF/UVsegCtgMKLOBsFwEYXG5ZJmMLxQyxQhfKOLK5XIcDrd48dLvv1+wbNmybdvs7G3tvvv26+++/drezsbr4AECxpdCwFIIWCoBQyNiaUQsnYRjkfBMCoFOwbJYJD6fzufT4Scgm0UV8FlKhUSFhjzLELFwzeqVC374zmGbnUjIl0qEcplYrZKpVTKlQoKI+SAoQXUHIubDr0ABny0UcFBVh80kk4lEIh5BRCwWA4PxEwh4CoWMQiFRKKTt212hdMDGxsrV1fnAgX3eh/b/2bKI8+cwqLBJhDw2ncKgEDUKqRwRGjRKpVQcFmTUa+RCLkXMpyilbKNWHKRFtDKuQsSQCWhGhcCoEBjkfK2EoxTQZVzK/EYW0v1FTD8R009A9+FRvbgUTz7NW8jw5VI84TrwsJjlD5ucR7IAsIRLkvLIUh4Z4RCFLIJWxtXJeUIWgU3HCThkFg2L8dlnt3X9qqUL1q9a4rnfXcihIXwmn0WxALCYx0D4TITPBDAWctDGWgGXBgAM8cVQwwPFPNAzBHU70K8rFrC1KqlUzAvSq5Uivv3mDasW/mC9dvWaHxfarFuDPXRAxKKzaSQRl6mSi0V8Fo9NA3vF/xoAFvFZFkstj02zIJYl5xlSiyGYGoKUxQImtN1+GXcsFjABUIFpoanIQsXwSMg35nOofA4Vgp0BdIGcgQM1SrFGiWZoQ9G3VMyxdPZa3hSgFwBSwKVJxRyjTo5OxUv5TBqeRSdIxZwvFwsAgIGutSoEXhyaey0hzIiQpZQJoKQXWBeyo1GzhpAlFjDR4Dql2KCVifgMCtEP6ou1KiTQoJSI2BwmicMksegEsYBJp2DJBF9gXRj7l4o5ZIIvusZExQl5dJVcqNdIoVjYAr1wEjRKMbQTiwVssYANHw3kXQm4DA6TAosXkNctlwi0KqlGKZFLBHQaCYf1BX8yyJ5kEs4yAQsJyWCs5XGZAj5qygDoAkCCR9JpJEuks0VlBTUSBlAt/mQgNEvtDUDal5QFBAvKMwHvD15cwGaL5AgxV0wGBQKEIbYKfMKAZLCHwLSgbFsSoQGDLTtvSeqyzNDCm8JukIhYmOPlsGl0GhFKfYGBYQAYQBfq3yD+ikLGgQJsuRHQl0YlUMg4MglLIeOYDDJ0JvG4DFBNYZUBdGA4ENgBi8ALfm+gd4BPAGBLBhW8giWDyjIsDVO1oM9TyHhQd/k8lkjIBec5kDAO6wu53N7zUVgwggvQC6lUlvMGbwSfBaxW0GmkL3cDvi1wF+wPFA6DdAzIDRI3ONstgVuWnQf5F3XdkwlMMpVGQL3YGH9ff5Q/fGH6l07wIx7aT9q3S+LrdYTPfxAanhN/Mu3YibNGQ5BYqGAz+AwSgeiPpeNICAMnZfhJGQDAniqOhxJVgAGAvY18vyARKUxGDZISFZyDZF+Xva52DlbbbDc5WG1w2LLecfN6ly3rnDevddq0BnVBr1njsHbttrWrHFavdFq7cufm9fvttng52vo42vg4Wvn9P/TdjHXcjNm2xcdmi5f1Fm+rLX72NnhnB7ybE97ZwW/eMu3jYOvnZI9xccC5OWF3OOO3O2N3OPu5Ovm7OWN3uOJ2umHd0Q23aztu9w6Muxtu9w78np24fe64fe7YvTsxe3b47dn+1aMCU0pRPeDu8/IWmAd+VGACKk4taXxS3PCowPSowARmacBduHxW2Qrca7FDPyyqu59blZhfk1La+LSi5UlZU2Zd94vqjsT82uvPi26mldzPrb6TWX7xcU5ifm1SgelJWXN6bVd6bdeTsubE/Nr7uag2Czbmu1nl97IrbqYVX0rJOZOYdjYp/VZ6yeMSNPUqqaAWTNcP8qpvppWcSUyPu5Ycdu6O9uhFaeQpzZEL4efvXkrJPXH36cXHObfSSy8+zrmSmn8rvfT8w6zLT/NupBdfeZZ//F5q1JX7oedv645fEkccF4UfCz5781JqbmplS3ZTb5qp835+9ZVnaLXSsduPZBHHcCINTqRhakIZykAMTy4wRiLBsYrww/KwOCQoShQQgQRFykJjkJAISWikPCRSFhguMwaLVHoam++NIRzw9PHHE4hUGp5MwpKJOArJC+Oz+8CeDRvXrFi+ePGPP6xYvnjtqqVrVi7ZvGG10zZrVwdre6sNnvvdfT322m5a5bnX7dr5E01VhS2V2cXp94te3BtsL/v9/eDbieae5uye5uzhroKXozWf5to+zbUNdpUUZt7OenqtofJ5Q+XT/o6i6WHTcHfZp1ddf/xzemakrrMx+81Uy8vxxsGukrG+yk+vumZH67tb8vo7ika6Soc6it9ONP/tTc/bieYP022/vu5+Ndrw81zn7JBpvKfC3JBdnpNQlZ841l3+29veid7qvpbCUXPFy5HGUXNFV31OhymrrSajpyl/uLNsZrDuzXjL67FmGPSFiuCp/trB9pK2mgxzQ25vc0GHKWtmsO71WPNkX01D2dO2mozpAdOn2a5Ps129zQVN1WmvploHzGX1lWn9neWf3w7+4/PEaF99e31xc01+TUlm9rMHty+dOh4dFB8ZdCo+Jv5YnFavwWAwNla2zvYu+9332m3asMvJpqEis70+u60+bbSveHaidqSvbKi3cri3cqyvuq0mrTLvQWN56khX6avRhrnhuoneylFzWWN5anVBkrkBTYouybyT+/RqW02aqSx1pKeyODvh3rXDj+6depzw08RAbXt9NuRgDXdXVBc/bqvLmhw0vZ1unxqqHekv6WhOHxko/+XDwKe3A7PjXW/mhv/++V3604dxkcGJCbd0asmPC/6LzyU21BWPDrV01OeP99R8mu6EdYHOuswP021/e2t+M9Hwy+vO99PNg+1F5uZcqPBFHcvDdf/4MDDRW9lQ9qSzLnOsu3yoo3iqv3qkq/TlSP2r0YaBtsLuxhxorqouSJrP5eoD4v3lbd/MSMN4f83Pr3t624qaa9JnRxt/+zD46VX3p1fd8+OXLXPjbZ1NxaX5Kcn3zh2N1ocYxFFhmiMxASEB8pgI/ZHYkCOxKNtEhQeEBOr0GmmgXgZ3xccFx0ToA/WSIAMqC6vl3CCDNCpMGxWmjQhRhwerwoNVYUHqecSVBRrU0RHBUeFBgFt6tLL1z02jlID8+CeezRuboeUIEfPA7Qwoa7E9q1VShVwslQjEIi40c0JGtEwqhKfotIqQYINaJRUJOTBuJEH4apWUz2PJJFK1UqXTKnQ6iUEn0mgFEgmbzWZT6WIeEo6jhdvvkjl5BNoeClmzQ+vFPRcc//T+8+YneV0nr2Wk5nckZzUkvKh6kt9460lxyLEbL0raLifmRJ2+n5LX9KKk48L9PLo6Thh0Bgk9z1QdwfJDOOr4sJMPTt/OjjrzMP7ai0vJxXcz6pMK2h4Utt3ObbyWUX0zvfJhUdvzmqErL+plRx/K458dedAae7dVGJOJU9y18wjd7K5x8wrZ4x9q4ybeYE35ftHOFWt2O7v6efiQKQw2IpdpdFoyhbZk8cpVyzf8uGDV4oUrt2zautd9O9bvANZ/H4OKk0sEgQY1EC9M/EKG7b9lT9SrCZNv82yM1rQopHwoR0ErW6QCo0YWoJbqFWKjShKklRvkYjmfJeUyVAhPr5JFRwTHRgUfjgk9dTw6IhRtyZr/huhOHgu5ffVETlpCY00OulVndrcWD/eUjPWXjvWXD5qL+toLh7vLZkcb3892jvebZkda+tsrOxuKhjpNrTUF6Y/uJN+6EKZXhGgVUYG6yABtgFoaoJYalIhknnNkInSsETZwQnJZRINSFKyThejlceHGAK08LjL4VHwMj0leuWzR4oXfWm3duGf3jp07XA4e2MOgk1GJg0mTCLj/7kYWyCU8Pp9Kp2O5XCqCcNgcuk6vkslkVlZW33zz3Q8//LBl88Z9e93t7Wy++/YvSxZ+72Rv4+d1iIzHUOfpFwCYRcJzKEQenchjktkMIptN5vFoAgFamAnyCI1KkElFSoVEIZeyWYyFC75f/OPCPbvdpRIxWCiBb0VCrlDAmS/bZPJ5LKlEKJOKhAKOgM+Gp8ukIrlcyuNx2GymVquWSMQEAo7BoNHpVAzGj0IheXl5bNmyafHiRatXr9y+3RWHw0DelUwsQARcEY/NplOYVJKYz0EEXDadopSKJUKeTiWXI8LQQINBq5hXX3HAwFoZFxRguZBukPP1Mh5Kv0KGlENGWESERZSwieiUL80btF8O2YND9gDuZZMOccgeFhFYyPCFDeRiEQODisAcvIRLAAaWCakqCVMtYcsEND6bwGFg0SQ2lHcOOVhtWLbg642rlnju3cGjE6V8poTHQL8SXLqYQxOxqSI2Vcyhof/kMUR8hoBL47EpfA5VxGdYGBgWeoBCgSr/FGYlAuk8/yglQqWIj/M6tHbxos0rlq39ceH6pYsP7nDjUIgcOhnhs9UKBBFyLDVIIj4LllEArmAkGGp1oFR2fnUJlX/hTS0iLcAqh0kCERh0VEtjEwAwaMIWEp5PM/5/Tg2pmCMWMGGDY4EXh8Yg0IEBVqEUFxRaoGhYf4SqZDg5oEtDSXJIoAa6f7ksMo9NgfBQUvsAACAASURBVIVL0Kih98hSsCRDuCDAGrQyhZQv5NElIjb0FQNsyxCuWMDkc6gcJonNIMIRCbg0IGSpmMOg4jwOuIPeCzQLSxVqhQi6rHhsCtpSNh/VzmGSQDYn4X0oRD8mDQ/qN5w9gF7Qty18rtdItSq0Awm4F1qaJSKuWMAWcP/0gEjFPIVUqFYgEBqPllrJxJaoKrgCsGQRgYF4YUIVcq0AmYBdQboEFgV+BmqCCAA+jwVECi8Cd4G3lsdlWjAVRkyB2QCbISsYWBQ0TAuAgRYNmVsQWwVhwiDkQv7WlwlSFlwHEdXCw8CWcFywn3AsQJ7g3J63RjOEAjaPy4B0K4h95vOYkOQMAGzpOgJIplLwYJmm04gUMo5ExBAJ/nAXALDlAfOQTIFRWNBm+TwWl8OwTFxbNGFLeBX0A31pMrcMacMBgnXcIvxC3S5EncGoMBbjw2RQIPcL5HQYKoYRYihSgk/NYmCGp1jE8y9zy2BXwXlu2RNYX7BovzisLzi0LQBvsUDD3sJ485erHn9+jnQKj8FiUWhkPAHjh3YgYXG+6Jw2g4ywaQIijrF3j/jA/ksKVfWlq+037pWfv3w3NvawVmMUC6RcBoWMw9NwJBGdIGX6SujeMoa3go3Sr4LloWR7qbleOr6nkecTJMSFSCjBUpKa78PE7zi4087BysFus6P1RgBg581rnTejRuht61duW7fWfu0a+7WrHNatdtqwevumdXttNnlss/baZuXtsNXXwcrf2QrnbI1z3oqf33CONv721n42W/3srHCOdgQXB6KLA955G87JHuNsj3XZhnN1wLs54rY74t3QDevigHN1xLk6ErajSIzf7ozZ7uTv5ojb6YJ1Rzd/d2fL5uvu/FVCZnliTtXD/NrUkkaQf1OK6m+/KH5a2pRe1Z5tMmdUd6SWND4qMD0pbkAJGc2pan6QVw3a7NMK9Jbshp7shp7nVW0Pi+oe5FUnF5pSShuflDWllKKe5Bsviq89K0zIqXpS1vy0ojWltGle6W1/UtZsuQWsy1dS80/cfRp/6/Gx2yk/3X9++sELSG+Ov/X4ZlrxveyKR8X1YMB+WtFyJ7Ps/MPMIzceRVy4Zzh+RXPkgvboxZAzt07cfXr9edHVpwVXUvPhTeGNUkqbHuTV3M4sv5lRcvZhRtiFO/LY05Kok6oj5/QnLh+7+ySpyFTZP90w/rawYzi5uO5Sau6pB8+jL9/jGKM8GOJDdJEvV+7LleOFKqYqyHDkjPHoWeORn9RR8UhQFF8fKjCEigLChYGh8ogYbdRhZUiUWGtkimR4CsPTD7fvkBeORCbTGRgC3o+Aw5KJ+70O2jraLV22aOmShcuWLlq5YsmalUvWr1lus3WDi6Otk92WA7vd9u50drDZRMV5Pbx3rbm2tCT7aXn2o7zUWxXZSdN9tR9n2rsbc1qqn84O17ybapgZqpwZqp4bqe1tK6gpSTGVPTM35/e1oxbit9OtL8cbJwdretsKmqqfD3QW//HP6X/8PAS3v5poGu2t6GsvHOlB8Wm8p+L1WOOb8abpgZrZIdOb8abZIdPf3qCZzEMdxWPd5Whw1Lzq+Gq04eVIY39rESQqj/dUdZiy6kqeVOQmttVk9LUUDraXdJiyGsufddXnzA7V/+1N38eZzukB01BHaXPli676nOHOMksB0tuJ1vGeqtmh+tdjzbND9bND9ebm/FZT5khvTVdzYU9bycxoy8xo22hffUNlTtbT+0/uX7939cy1s8dPH4mMCw04HBZ44kiMRqOisZieXj5ODs4ONo57XHZar11D9jtUlvu4quhRc23qoDl/cqRydrxubrLl1VRrb1tRY3mqqfhRb3Pe3HDdm3FUX53sq5rorexrye9vLRg1l/U05daVPAZVfLS36u10e2nug1uXou9ciS3OTvjtw2B3S8HrydbJQdP72c7S3AdN1Wlvpto+vjT/8rZnsKegozmtpSGtt7PkzUzP3z/NDXR3PE5MOBIVlXjnjlou+eYvX/G5xKmJ7smJ9q6Okrmxhn997P8009pVl95Wk9bfWjDegyrqMEptbsjtacqHkKqX482vJ9F1iv/5PPJqtGGoo7irPmuqv3p6oOb1WGOHKePtRPNvb3s/TLd9mu34ea6zqz7ryb2TjVUv3k63v5vpmB1tnBtrej3Z+ulV98vx5sGusiFz+cvx5k+vuj/Mdb2b6ZhPuq4xtxRXFKamPbl57UJciEGskTGjw7Xnfoo5dSwiPi44MkwfHKAMDdJGhhlDg/QGrezE0YgjMYHR4brIUE1kqAbCn4ONMp1KEKiXhATIQwLkkaGamAh9kEEqETJUcmF4iPHYkejYqFC9Rg6Zw8EB2rBgA2QRS0RciQglEPjZATKvQi5GxDyxiCtB+BKELxJygIShIUmllIAOrJCLUWPz/CMhGUullAQYNRCFBTlYsBQNM8ASRKDXGoz6gEC9JkAvCzSKjQa+QsbicOlMjlCsCONL4nd567bt09sfCl3nbnTFxCrDHly4W5ZROnz6Zm7C87oricWJGXUlTWOZFd1x5xPvPiu7nVqij7mclGl6VtSWnFPPUB/FIRFESRRTEy8JORf2U+LRy8/Cfko8dz//8uOyWy9qb2fU3cgwXc803cptTChqSy5pT63qSa0eeFDcF3ev0nChwHChjBzwcBv2iLVn5MZdBndc3A6fsI2OvL8s2L9w6d6tVp5u233xeCadwRII2RIpT6tTHNi/d+niFevXbF30w8oVS9c5OTjv2b3D338fDn+AwyQpZaIAvQoyn0HWsPS4wA8+6AX5dxSWFH44GnVyEHM0cpFRIws1qIwqSaBGFmZUByglUi5DymUYlEiwQRMeYgwP0UeFB8REBoQGqQN0SHiwSqvkGbWicycjsp4nmCoyTBUZ1SVPa0qfvppsmB5BJ/8HzUX9HUWjvRVvptp+/zQ8PdT09w+j76Z7WmpyqwtflOem3r18KkglijCqYoIN8ZEhsSHGMKM6LjwwLjzQoEQUCFrzKxWzYKISMmC1KpEK4RhVYo2UFx8dbNTIjkSHHokOddlmtXjht6tXLLa12bJju/Ohg3tpVCLEpQg5TJVUbNQpjToliGNiMZPNJnK5VNQFLeQYjBoqlboA/W/RihUrXF2c/Hw9ra02ff/dX9esWOrqaI/19WJQiGjk1bzzmYzzYxCwLBIebW5gkFAjKIfC5VJRPVnEFQrYbBaVSsEjYr5cJhaLBAcP7Pvu26/XrlmFxfjJpAiEl4KGI+CzRUKuBBFIJUJEzJ8HZgQR8xExX6WUqpRSVC6WSwUCHofD0mrVUilCJhOpVLKvrzeDQWMy6SQSwd19x4oVyxYtWmBvb4uWZPh4CjhMqYjPZzNA9eUyaWq5RMBhUghYFo3MoqFzwhwGVSrio1DHowo4RCGXJOZTIP9ZzCEpRAwplyLlUiQcsphFFDHwIgYeYRGlHBKHhKq+YHjmkD2Ae7kUTzbpkEUNttCvgO7z53W6v5DuL2RixGwcwiFKuCStnCMVUCQ8ikbKUcu5Ih6qADMo/hSsN877gIvdlqU//HXd8kXe+92FLIqITQUAFrGpAiZZwCSL2NQ/AZhL53OowG9CHh0kRxB+LZqqUiYA+Vci4UplQr6ApVHL0P9H+GwJl+W4eeO6xYs2LF28fsmPLtZb8d4ePBpZzGMB3AJBwfoRTBkgQg40zUKkMEwfgO12vh+YCkW1sCcAkNC+iwhZsPAkl/CEPHS3QSyViNhSMQf8z8CNQh4dKBp2G6DXUuRrMXF8qQAD/M9P+KMGHMBXsDRbZHAwXcNCAOjDgQZloEGpkgvh6Sq5UKMUg5fYAsBwI+A06MMSERtwNNCgBCKFfVPKBFIxh8si0ylYAtaLz6EKuDTwY9MpWCYNj/P3oJL86RSsSi4MDdKqFSI0131e+LWox3A2hDw6mJ8ZVByThgcYBsiHiuD/pQBrVQgow1qVVCEVwiclFrDB9owIObAaCBMisEooFfOEPKZKKRXw2fNpTzQ2iyYUcGAAwTK7CxqvxcOMiPkiIRf4E6ZSAU0tg7hg0AXCgZhleEF4GOAlSJ2WPwUQVgwADIwEMjLkIYGWCBojiI0AsZBrBbOmANgAbAB1ANugNFp815YXAQi36MB8HgtM4MCZX07kQgEh2KxoVAKLSeFxGXweE2ReAGAwMwP0AicD4tKoBKBfmBlms6hwLxpfTMTABsPJRAIG4+9NIeNhNRBU1i9jsQDXYeb5f03hWqqGYEnC4n+GY2ezaBA0Bf+E9CwLcMLHAR8ZOJNhcBfOHqj3wLFfyrMW3d7iXQe3tkXvhaRDSIfG4/ygxBhe7Uv5Gh4ArAvvgsf5Yfy9wQgNXyEeC50xR8VcXz9vb08/fy9UlqeReGS8hITjHdyn9fZJDY8aSEzpvfmg8OippMNHjui0AYhQzmfRqAQ8DUcW0Igylq+Y9icAy1mHFOj2JQBjgxFykISiFeL41D2+++ydbV2dbNy2WbnYbHbasgHo127tcpvVS+3Wr7Vdt8Zu/Wqnjags7Lxxzc6t6/bbbT5ov8Vr2xY/p61YVyvSdlvyDjvKDlvKDjuqmyPJ2QG3zRZrb4NuDrY4Rzucox3J1ZHo6khwcSDM8zDWZRvG2R7nZE9wccA52eOd7PHO29Drrg4YZ3tfJ1uM6zZfV3tfV3sfV3s/t23+Oxyx7s7Y3S5f3XxWmJBZDgJvelV7Vm3X8/KWh/m1ufU9ufU9OXXdGdUdT0ubHhfW/WmKLm9OKW18VFwPpb6AozmNvQ/yqu/nViXkVCbkVFpU3PnUq5oHuabkgoaUkpZHRU33c2pvpZXffFF27WnxhYe555KyzyfnnE3Mir+ZGnUxMeLCvfhbKYevPzx68/GphOdnkzLOP8y69qzwXnZlUoHpYVG9RTFOzK89/SAt7NwdedRZedRZZcx5ffzV6EtJZxOzrjwpvJxScOFh7oNc07OKjvSa7kxTb0pJy93MqrtZFScTnkdfSdTGXxKExLMMMZLIU7HXkm+klTyv7ijrnmwYe1feM5VS1nzhcU7M1aTA09eZunAvjmwfmefBEHuxJJ5MhK4I0B8+rY4+oYw8Jg+Lk4bEAAAzFHoyouIbgyEFGjGEMBE5nsH1xZEOevt7+Pj74fA4Etkfj/PBYQ76eG1zdVy5btXCRd8tWbxg2dJFy5f9uG71Must6x3ttzht2+rmaON9cPcuF1syxiMt5f74QGd9ZWFGSsLzB5dbKjJm+usne6rrSx5nPrpQV/rwt3ddv77pGO0uGjEXj/eWtddnttRmDHSWAynNjtbPjTV8ftM9N9ZgKktprHr2erL513e9H192gh26pzV/pKd8vL+quyUv+8nl2qKHbTVp5obsid7KD9Ntv7/v/+P3qd/e9k72VY33VPzyyvzH71N//Gv288uunqbcjzOdY92VfS2FPU35nXXZXfU5XfU5jeXPOuuyp/pr3060TvXXjnVXvh5r/vV1729v+yHm6t1k21BH6UhX+dxww1h35avRpneTbR+mO+aGG0D7nR4wzQ7VD5nL+9pLR3pru5qLhntqJgabGqqyCjKSnybduHL6yImY0NgQ/ZHwoPjIkCNhIfERYSePxilUcgwBv2//we2u7tusHdwd3bauXiXjUgqe3y3PSehsSh/qLhjsKRztLx/oLu9uKxzurgCkH++pmOqvnh0yzQ3XzQ3XzQzWwvBzZ11mS9Xzd5Mtf/w69mq04cNc1/vZTlNZ6oOb8Q/vnmyqTutpLRztrfr0qvv3T2jEVHNN+pC5fLy/5uV484eXba+ma2enqqfHTeND9ZPDbROD3TlpacF6441L10IMAf/3q6/CgnWfP8309tR8/Hl4oK+8xZQ6PVAy1V/6cri6pzGrpxGtVv71df+ouaqtJqsq/5GpOAXaege7SszN6FT267HGn+c6//lxcKSr9M1408eZ9s8vu8wN2R9n2n972/vLK/Pf3/VN9VcXpt28fzX22rnwioJkmPId7a2CoN2Ohpz3s52/vO17Od4M2vWnV93vZztnRpoaqzNfpNy4fvHwicPGQK0gUCuIjwu6dO7otUunzpyMDQ/RzwsCfJ1ahkZMBWlPxkcePxIaE6EPNsrCg1VxUcaoMK1eLQw2ygJ0iFErRmcFNSKVjCPmU7hMglEnjz8cder44dAgPQQvQeVscIBWo5RAjKpCKjTqlEFGTaBBDVouCLwShC+TCiUIXyhggwhsmQRWKSUatQwVcrUKIGToSVIqEL1OGREeFGDUwHPlMhGA9HywliTEGBpsCAnSo+btsGBJeBhi0PMQhCFXKtTG6IDwqxhGtO1ujf2BsC17QjbvMkoCEmJPZ2RXTF5Prn2U3X4tuSy1oK3W/DKvduDk9Wdn76Q9LWzWRV+497z8YXZ9RmW3LOqyFz/ITxCijL0WffHJyTvZ5x8UnLiZkZBRn5DVeDer4eqL6vOpZZdeVN0rbH1S0/+0tu953dCjyv7nDbPn08yCuKde0isbDgWv2ROwzS/O9lCYg0fIovXEvy4+9MNSj937xf4YAcaPSqXSGUyyQsFVqXlaLbJ147rlP67YtMbm+6+Xr1tttct93569O/2x+8gUL0TIUisQvUYOhmco/oWQHq0KbccF+oVyYJ1aFhygVitECinfoJUFGpRaFaKRi2AGODJIF2ZUG1UShYAt4dBVIm6AWhoRGmA0qEMCNZFhxpBAVWiQOjpcFxOh16sFUhHtaLT+RcqtsoIn9VVZXS2lHY35b2eaxwfK+jvzhnuKpkdqXo43vpvp+Pym9920uaelxNxUMmyurS/LSrp59syRsJMxwaE6ZZBKEa7XRhr1wVpVmEEbHqDRyUUGtVQjRytAoT1FxKcpZTyDVoJmdEl5SjE7KlgbpFcejgphkLHLFn27ZNF3Wzetddhm477TFYf1hR+sLCZVzGNr5JJAgzrIqPnTkK/gSyRsBOFoNBKdXsXlMe3t7b///vsVK1Zt2bJl967tGH+vtWuWf/P1f2xav8rVyQ7n78VmkCl4fzLOj4pFN6guZFNwbBoBlR956CYQMMCfz2HTGHR0zEwuE7NZjE0b13/7zV+trbZw2EyFXIq69HksoYAjEnLFIp4EEYAjWoIIlAqJcr48SamQ6LRKlVIqFHDEYiEAsEIhE4uFDAaNx+NALTC4oIlEvKPjtkWLFqxYsczJyWH/7p0UApZJJZHxGAh/5jJpSqlYjgghH0sq4kMnMCKYF8c4ZBGPLBXR5QgT4ZJ5dCyfgUOvUDF8GlZAxwn/Tb8yLkUpoLGJf1qdwf8MCvCXXmgxy/9P1ZfpZyFhIcNXQPfh0/34dD8BAytk4pQIA+GRJDyKVsbVq4XQr0Yn+9EJfhwqnujn4Wy7ec3SBVbrV3rs2c4g+lu0X1CA4VLIofFZFKBfNOCKzxALmMCW4KEV8RkSEWr7VytEKKopRTK5CJHw5TIRujaECNSIEHNg3/olP25dvmzD0sVbVq3Yv8OVQyHyWWhJspDHhDlSyFUSC9gwYgr1vxaxEf7KgfmWwyQBh8POAKMCTEpEbMA2qZiD9lGzKfAYsAoDgsoQLuClxX5skXwVUj4sXX15CfKpVoWAGgxHChovDO5qlGIhjy7iM+QSHiJkAQyLBUypmAPPhQdbZGQo3LZcKmWoEA1uEQvlwgCFUiYw6uQGrQyYGXUPzf894bEpeIzn3l0ulPn5XtDn6RSsWMBk0Qk4fw8GFRegV8REBskQrr/PgQN7t+/d5QIaL4jJsArA51AZVByY2+FzBNkcPmJYWQCLOBy1Rime53+pXCKAWjixgC1D+DKED5PbsIphaUKCwmcJIuBxmRYAFgm5MD1r6dTlchhfbpb8dnBHg74KPlugU7gOwiAMeVpgGHyzIOFC9w/8mQIBGUzI/0v7tTDVl27bL43BMEUMmiTgHIRRQzQXHAv05cJuQCATxt/bktIE0As4TSRggAPhwVwOKv8KBWwuh06nEek0IptFhbI3QFwmgwwOLBqVQKcRYR4Y+pDg8ahdkoRl0EnQh8Saz9MCLzSowRZch9lXgF4gUuBwgHaLxGrRfuH8g6MYTg7wvGUFwXLGIKIZLNMg0sKLfLlqYOFPiLwCczLY2uH8QIaWRV62vC9MBQOxAzaTSTgC3t+yG5YwM6BlC67DlwEyzwDsAdQBgIGZSUQsg0KlkcgEHN7f18/T85CX90F/Py8yzg+hkTUMqo6AOyOWNN+8+zYjf+jWg4rjZ+6ERUTKpBoeW8pl0Cl4HBkNgiZImX4I3QcdA+Z4zovAHkq2twYNwfIMFPiEiHEhElIgQjWIiRLWQZyH03aHHa72Oxxt3Oy2ulhtct2KjgHbr1thvWaZ9drVVmtW2W5YDWDssG6ly4aV7lvW7rPZeMh2o4/DZgBgirsdzd2e5r6N4mZPd3OkuTpQnO1Jjra4bdbo5mhD3eFE2e5Ict2Gd7HDOdtiHK39Haz8HawIznY4RxusvRXWwRrvZAv3+jlao9lajla+TtY+LjYYVzvMjm3YnQ643U5fgfb7vLzlaWkTmJxhBjjbZH5R0fq4sC4pt/phfi3Iv2mVbbczSh8W1WWYzEXtw6Vd48UdI/ktg7lNfbczyu7nVj0uQYXf5MK6O5llt9JL72SWX0nNv5dVnZRffyej8nxyzsm7L47ffnb89rPzyTk/JaSfupd2NjHrbGLW8dvP4q4+ir6UFH7+buzVpDOJ6fD068+Lrj0rvJ1Rdv150b3syuTCuqQC0/XnRcfvpIacuaU9ejH6UlLkhQehZ+6Gn0s4dS8N0Prk3Rf3sqrTa7qfVXTcy6q+lVYOb3HlSWHo2duy6NMsfTRDF4WEn4i5mvS8qr1j7tfSrvGCtuG0ms57OVUXH+fEXX+oiDlDVgRjRDovlmQXjrObwMYLddLQo8aj5w1HzmljTysjTygj4vVxPwUfvxAYf04aEsNSBQgCwqTzFmiuSktiC3yJlEM+/nsPHvqzAMnfD0PE+uL83HbvWLNp3Q+LFyxY8P2SxQuWL1647McFG9auQM3PTjbbbNZ77N9utWk5h+ZXnJs62t/SWl9UXZpeU/qi05Q3O9Q4029C/cNNuRO9la/H6z/Otg53FXXUpU0PVn1+2TXcXTFkLn810QYDn//6ZeSXt32fXnWhvyPR4KveN1Mt8wG/zW+m2kZ7K0Z6Kn//NPiPn0e6mnLaa9HwZxB7gQZnBms/zXa8Gm16Pdb8+/vBP36b+tubvvkG3dLG8mfmhty2mozmyhem4pTG8mcjXeUzg3V9LYU/z5n/8WHo19e9c8MNs0P176fa5wbrYUL402zX7+8HhzpKzQ254z1Vk301v7zq+TjTOTfc0N9a9Gq06ec586vRplejTSM91WP9da8muwa6qnvaylvr8jNT7yZcP3P+ePSJmODoIG24QR0bYowNMYbrtVEBhqMxkaHhYb5YnJPz9m12TtabbFzsHdYtWSzj0JJvn3meeKGmMNlU/shU/sjcnNvXXtzTWjjQVvxqtOHNeNNAWyFYiN9PtX5+2fX7+/7XY42zQ6bupqzKvAcj5uJ/fRr6MNfxerK1r720quhR9rPr/R0l//plpCDjVn9H0cxo7T9/GRzrL281pU8N1XY0ZL0cb/z0xjzQU9jZmv3pbe8ff7zr7aj96Wh0bGhw4s1bTAJxxcIfTh6NnRjpHh9p+/XnsQ/veidHawa68kZ78gfbc/pas6f7K+dnkuvfjLf98qrv88veoY7y0qyE8vyk0d6KdzNtM6O1o+YymMf+4x/TMJU9PVDTVpM22Vf16+vujzPt7yZbPs12tNWkPb5zPOXuiccJPxVnJ3Q25s5/GTpmRhp+fdc72lvR2Zg9NVRrbs7tbMx9Pdn689tetCfJXNlaX5B458yRKF1UiCI6VHnicPCFM4cvnTsaFaaPiwqMjggMMqp0aplRpwwN0keEGgL0sthIw+HooJAANBx43vCs1Sr5ajlfIWFpFAKDRoQI6GS8B5OKUcn5gQZlbFRoeIhRIRUatIqTx+KOH42B1CWYoJOIuAF6VVR4UGRYYEigDjzMSgUCeVdQ/AskbHE7y6RCqPw1GtQBRo1UIhDwWRCaJRJyJAgfUqClEgF4obUa+b/HiRVhgeEhhqAArSpAL4sIU8bGaEJDJCoVXywRKdRBIVGXyNxY6x0y+wNhdodi1u8w6mKfh8Q/SS8du51a/7y47+aTykc5TdlV/TnVA+fv5Zy+lVHRNhN24k5CevW9tKqsmr6I88l4SThVGRNzOeXU3ZzTd3NuP69JKey4l9lwP7vpXnbjjQzT5RdV1zNNiWXtz+tH7hd1P6mdfFg5+aj6pfFCsZVPyNq9+o37Am29wvZRj290k36z0vur/2O1ZpP3jj1sNjeQgGOSiWg8iUDA0GmEaiVPpxavXr5kyYLF61dt/Pq/Fm1cZ33woMf+A7vwRA82B6dUon2/8xVHYo1SYtQptSopqO5qBaJRSiD7KkCvCg9BRX6jTg4SkE4tCQ1ClzzCArXRYQHhQbrYiKCIQK2Uz2SRsUIWBU3DkouCA7RymSjQoISvSliw5mhsCBgEEAElOlT9+MHl/MzEtobCN7PmtzPoLEZ/Z4G5JXtquPqXd+Zf3pnfTLXMjDS8nmwf7TONdNe0mPJSE69ePx9/Mi5YK+FEB+kNCmmQRhkTEhhu1Bk1ioB59A3UKXRKxNJxCoG3MoStkgo0cpFWIQ42qKLDAo7GhTvZWS364esli75ztLdy3+l6YP9u+OlDJGC4HIaAw1TJkAC9al4BlqMDkBqJSiWWyfhSiSA4xHjg4J7/+q//WLBgwcqVK62tt+7ZvcPX59CSxT/8139+tWXjGmcHG4wv2hDLIOPpJByVgKHgfekEPzoJAwCM/hwXoh8Wj8uYD4ZBA1oZdLIEESjkUiqF9P1333z37ddOjnZSiVCpkPC4TJGQK5OKZFKRVCKUSoQKOaJRy0VC1I0JDKzTqzPmcgAAIABJREFUKgMDdBq1nM9jKRQypVKOICKFQiYQ8JhMOoKIaDQKnU49cGAfjAT7+nqvXr1ywYLvV65YdmD/XhoJz6JR0YllIoFKxFEIeCaVhAj4bDqFQsDLESGTSkEEXA6DzmFQKUQ/HpuklvMDdFKNQgCzuBwGnkvD8RkEIYskYpPFLLKEQ5XzGSoRk0NCw64sLmhQg+GfQoavmOUP2VcSDhZhY2Ba2DIzzKX6cCjeXKofj+YvZOKkAooaYaqlLBXCUojpciFdJqAhXCp6Yik4OsHP1X7rwq//74aVi3HeBwRMspBFAeczeKGFLIqASebQiVwGScCminkMiQAdOuWzKCw6AXRCIEzgT9A/lUqRRiNBxDx0akCjUIkFIgZty8rlW1Yu37B08epFC1ztrFkkPJtGImF9uSwqiL0AwCI+C2Z9wc8ilwgQIQeSovkcOpdFZTPIoFVatNZ/Dx6jBmYLjQMAwxQuCMVg5AY7tETE5nOoYJxWSPmAxOBeBky1ZF8BkQKgAhyCfArHq5ILAw2o60HApfE5VIseDutfkDWlVohAagb5FAgZKBQmhwF9lTJBoEEJhGlxLFuuwP7o1JIgo0qjFNMp2EP7d3oe3EUm+Pp572fS8CDnIkIWEeeN9TtEIfpBHhiF6Hdo/06cvwcwM5tBhLME5wEGp+GIYDnAciosZxIA2KIGz/u0EZB2oRYOgqChtBnEfBgPAfpFE87me3ohFYnDpiNiPriXIbQZMBjCouASBmshHwumPcF7TCbhwAINwMZm0WCdy1JTBGAMvbuWVCrQcgF6QZaEVwMahMwnoCMgImA8QDIwS4O91iKKghTJoJMhLRlewdKOCwFdPt6HDh7Y4+V5wMJpBLw/j8uEfloQKkHQRsTo2rSAz4LaXjqNyGHToL6ITMJC3REAMORawcAw3MKgk6D3iEYlcNg0NDlnfrPQLyA0iYiF4Wo4TCB2UM6/tJQD7oJYCgcFf2YBIy38afF7A+dDihh+vmEIOoosJb0w6Q39z/CCFDIeapBh3hiL8YGB4S9VdLgL9HNgYHhB2DGY9IYDgXtBK7YMDMM+wCU8AER+ixQM08J4nB8W4+M/XxRMwOHni/Bwvr6+Hh4HDx7c7+mx38/zAI+AlRCwSgzmkkrdkZA8+SSt5ezVoiOnLusDA3hcBZ2OMOk0Mg5L8idyyQSEgZEyfRV/hmBBFrSXju9tFHoHi/zCJPhQKTFYQg+QUJQ8T5KPq7uzi7O9q4O1m621q/Xm7Vabt2/d5LJpveOGtdZrVmxZvcx23SoAYLu1y+3XLHXduGrn5jW7rdcetN/k67wV52ZL3GlH2elA3eFAcLSlujkydrowdrpQ3RzJLtvILtsorg5Md1f6TkdUH3axxTlaYR22+ttvxthvJjnb4x1sMHZbsQ7WBGc7ots2ots2rIsdGivtaOXnbOPvYot1s/ffjm5+bnZfQQvu86qW3Kae7Abz04omqN7Nqu/KaezOberJb+krM49W9U0Wtg08q2wtbBvOqu9JLWtDWTS//kFeza208stP8pLy6zNM5rRq892sipsvyh4W1T8sbLyZVvK4pPHas8ITd5/+dP/FzbSSh0X1SQWm2xll55Iz42+lRF9+EHMlMeZKYuTFhOjLD47efHzpcf6djMqk/Pqk/PqUkpYXVV2Pi5tvvii7m1mVUtKSlF9/+n5G9KWkuKuPYq88DD1z99itp4evPT7zIPPmi7Ibz0tvPC+9k1F5K608o7bnSWlrckFDckHDvazq88k5R66nRF1MZBtiWPooji5KHv3TmYTnuU195tlfhn/+o6JrPLuhJzmv5mxSetCJq0xdJFag9eOqPOmS7b70/UQh3xCjjT6rCDsRePTS6dupRy8nHruaHHn6lirilCzkmC7mrDryJ6Ehmq0OpCs0PI1RpA+g8Pi7PA7t3LPby8cTR0Dzx3F4PwzOd+feHas3rPnuxx8WLP7xu2++XfbjomULF1ptXGdvtWnrhlVbNiz3ObB97fKvBSy/gsz74wN1TbXpxbn3Opuz3s+2Tw3VDXaVoVW6PZUfplEj62BXyWhvBcRczduYK1+ON8+MNMx3hxSB2fXjy57/+dvEr+8GX0+2vplCG19/fTc4X4RbMTfW9PFlz5uptteT7R9fmqeGq8f6S6dHaj697gDReLi7or+jZKSn+l+/TPzyZnByoOH1RNewubY481FGys1nyRcznlwrzn5QXfyksvBxTUnqeE/VH3+b/GWue6yrYrC1eLqvdqbfNNpZ3m3Krsl/ODPYMDPSNDFQN9JTPTlY/3a68+PLnnczXa8n22dGmt5Od36Y654aapgYqHs92f5+1tzdWtbXWdPWUJz1POHq+cMnDgefOBz809Hwn46GnzwcGh8dPN81Kg/SykP0ytAAvVar9/XD7d1zcP3aTZvWbrTdvHXr2tUyHjM6UHXr3JHslBvVeY/aqtLHOspmemvGzZXdjXkzI2j2bFtdRlVRcl35k6nh6tdTjf/4PPButmWou7i2LGl6pOZvH8y97XnTw6Y//j7zZrqruTbL3Frw64e+mfGaFtPT3vbsiaGSj6+bpkbKhnsK3840jPWXDnUX/vdvYx1NxdMTXX/88bnRVHT+ZMyNiycORwTQsF4blv+Qmnj909zQYGd1d3Px9HDj1BDa/vJ2pnmgq9DcmNlQ9eRfn4b62gunhmonB02/fRgszX0w2FVmKksZMpf+8/Pwh7mOqaFa+PTnq6HQcO/uljxzc+5wd9kfv43/8/MwZJu9n21/N9NWnv/gpyParvq8id7aX171vZtsG++p+jjT/vObTjRwqLNgcrh6aqTmw6vOt7Ntg71lg93lHc0Fmc/unDkVERGiOhxtPHE09NjhkGCjjM8mRIbqwoM1QQa5Xi0GE2xUqPFoXHhMZJAe7V/VxkYFBhqUIYGq+RvRpKv5rg60dUPApZEJ3jQyRiJi6zVyCcKHkt7wsMDoqNCY6LDgIL1QwLbIuUaDOiI8KCTYALir1ci1GjmEWikVCPxTpZSIRVwBnyWTCoFv1SqpViNXKSWg9MKlSMgBBgZI1mrkMDAsl4nUKinKOWp1bEhoZGiQTqsICFLGHQkNDdcJhEyhiGswBuuMcVRO6E4vvc2+wA27Ila6BZDk1zRxSckFvWlVww8L2u9n1p25m3HnWVVx01RSVrM64npqQfeNlMrIs0mPC5qflraev58pCz2ljbt4MSnv9vOq5NyW9Mr+lILOBzktSXlt9zIbrz6tvPGiJqm47Vltz7Pakez235/W/zPuXocH/+qmvSH2HlHbMUecPUKdD+i/WXbg//vG/r++22Jtt/egJ+7AQS+RSMTlsBAxn0rBg6k7MiLY2+vgooU/rFqxctmS5UsXL9u6ecv+fXt8vA/6+R2kUv11OpnRoIY6qNAQo1olhcWCwACtTqsIDTHGRIeFhwWGBBuCAnVqNP6HI0O4WhVi0MpiIoPCgnVqhejU8dhTx2PVClF8bDiLiqeTMBw6kUNHB/niosM0SomIz1LKRCFGbVigPkivDtIrIwK1EYHqw5H6K+fiXjy+XlWc2laf29NW0t9R8mqiZWKgemakbmbMNGAuGu4tHewuNrfmdTTntTfkl+an3L915uLp2DPHIuOiAqNCjTIRRybixEUGnz4eFxasUyA8uQTtU4W8H8iDBX1v/kc5ciQ2QqeWaZSSwzHhUongP776au2aFVu3bIDuXz9fTzqNBLNk8HtRggi0GgUkTkHWGkybi0U8EhELCQ7Lli52c3V2c3X09Tzo63lwycLvf/jmL9tsth7Y486kETlMlKn4HNTdKuTRuQwSg4ph03E8NkksRsVksYg7PxdHZdCpLCady2GxmHSlQnbwwL6//uU/ly1dhPH3UqukYaEB8I2FBSC4RMQ8HhflZx6XIeCzEDFPJhXKpEKpRCBB0IgsuUys16l0WqVUIoTUWfBMwuggHON2N6cfF6GTxitXLNvlvoNKptBpFBwGi8P6U0hkBp3K43BpVFRJIBHxbCYLEQvlUplMijquGXSSn/fBfbu3uzjaWm9Zv271spXLFq1esXjrprWQ5uhxYDcB60MhYnhMMofiC0VHfKovm+jJJnoKaH5SDgENx5of9BUxMAKan6UMiUfxgdt5FB/UPj1fF8wle3NIXmI2TsEny/gkGZ8iF5DlAqqUR5bzGXwakUPG8agEsp/nTgeb9csWLf3uLz773CUcuphF5ZBxajFPLeYJ6CQpl8EiY/kMkoTHkAlYkvnUaJmAJRNx1DIhwmcKOTSJAJU9YRgVTQ8WsNRyvlLClwhYBiUSHqARc2j7tzutWviD3YZ1P37zV+v1a7Geh8j+viIWg8+izc8Ao3ZlGDOGdGVYQrLkb4HIyWYQGVQci05gM4gAtzKEK+IzOEwSg4qTiNigpsJAr2VWWchjWsqWYLpYLhHIJQILuYFuCb0+SpkIlreg8RuWtxAhR4bwLSlcEhEXXhOs2vNjsXwRn2ExJMOg75c+apCpYfdUciFozkCV4HAGeLYwPAwDg/xrmXkG9zUIzhSin4/nXpy/BwHrhfP3wGM8yQRfEt4H43sQUoKZDLIE4SvkYhzWx9Njn1DA9vU5RKcRofqOySBTyGirNo/L0Kll4EWHCRoZwoeMKzhF0PqmUUpgphemfwF0YUhbLhFAmreltxnkeihDkoi4wGwCPovPY/J5TLgCmAfDNdDxA75fAZ9lqYSl00iWrCzQKkHcA42RyaBAiN2XM6Kg01qETTzOD0zXAFFsFg3ICnywMDUKBAXSLmiJTAYF/rhZpFF/Py9vr4MwtgqCMI/LBDgHUAcqJpNwGH9vEhGLw/p6ex30OLTP18cDnmUZeQXOhN2AVwDYtriRYU9gQBpUUwuT/5v/0c+OSsGzWVSIzoJ/zp86EtieYTCYRMRQyLgv858BFEFIt0D+l8HOXy4fgMRqSRqDTGwiAWOJzoYdg0Api0775YoAlPFasr6B/LEYH3givBR8ZEQCBmaDYQL5yzlkeH1LJDUQuEWihzMJJw2OjsdlgqoPj8Tj/Px8PXFYXwtIwydOJuGwGB80m/rgIW9vbwwGg8PhoP3O02O/14E9mIP7qYcOKAnESwZj6ZUbnfcfV52+8jAg/DBfYmRy+P5Yuq8vg0wgknH+VCxR9CcAe6lYHhr2IS26HdCy9muYnoEC70ABLkxKCZOTAxCGXozhkt3273Dd7uTqZOdmb7vT3tbd2tp1wwan1Wuc1q51XL/GacNqu7XLt6740Wb1UqdNa5w2rbFds8x54yrXzWt2WW84YL/V08HG2xktB/ZztCVtd6DucKK7u9DdXWg7HWk7HOg7HRnuThQ3e5qrLdXFjupiQ3W2pjpbU5ysKE5WRCc7gvM2vJM91sHW397a187Kz97a18EG5+qAdXPAuG7zcbHzdrb1drHz2+6AdXf+Kqmg+mFR7bPK5qz6rsy6zhfVrRmmjvyWPgBgYOCi9sEy82hh20CGqetpRWtSfn1Cdk1iXl1iXt3t9IprT4uvPS1Oyq9/XNyckF1zPjnnXFL27fSKB7mm2+kVZxLTzySmX3ycczujDKXl9NJjt58E/XQj4sK94NM3g0/fjLmSeCrh+aWU3DuZ5Q+L6jNNvfnNw3lNQ+k13WnV5vSa7pSSltvpFfeyqq88KTx++1nE+fvG49d1R68Yj18PPXP3bGLWmQeZV1OLbr4ou5padCejMqWk5Ulp643npfeyqm++KDubmHX6fsbJuy/kUWf30xBfjgoJiT9xKyU5ryavobe8c6yoZTCrtiu/se9uemnspfuGoxflESep8mB3LHuLu8+WHT5YrkYdedp4+GJQ/JXY8wnHrj6Mu3A/4qdb8VeSD198oIr4iYIE4vk6qiSIrQoVBUTwNEamTEnhC73xRPf9e/ce2ofF+/n4HiIQ/XF43127t6/bsPr7H3/4buGCH5cs3rh23Q9//avNpk2b16222rjW1cHa79Cu5Yv+83CkOuvFrcHucnNrTnVpcmdLxsxo1fRI5ceXnS/Hm8f6qmdGGt7NdKAZTnVZbXVZg11lL8ebX443D3dXwOhsZ2PuxEDtzEjTzEjT394P/fevk9PDjV1NBWN9tZ/f9M+ONg92VXQ1FXS3FPW0Fnc1FfS1l04M1I4PVJhbMgfNBR9ftb+dbjU353Y15c2NtcyNts6OtPS2lve2VPa2VD9PunkqNvjq6djirMSSnMSyvOSKgkcVBY9MZc8G2orfTrRO99WOmyv7mgq663OBNkfbSztrs/paisf6al9NtL2fNX961fvz677Xk+0TA3VvpjpejqNw/nK8ddhcPdpbg77jWGtvW1VO2oPrF4+dOhoaHaoO0AgjApVnjkXGhGpjQrVRwdpgnUyvEOoVwmCdIiI4QKlUH/Lwcd+5d9OmLVabNltt2rh17WqESw9RS88eDX9y+0J+6t2Gwqf99QWjzaX99Xmoat1TOdaHbt0tee31mVPD1bNjpnezLVPD1aN9JZ/fdrybbaosSqgtS/r7pz6U3gcbXk91vJpq/eMf44M9hV3N6YPduR1NqbPj5bPjlZPDpbNj1QNded2tOa+n215O9n58M1NWlBkXFXj7yk9Xz8X7HnBzsV3TUpM70d840WPqby0Z66oY7SwfbC2e6q+tKUzubMyeGKge7a0Y76/q7yjqaMjqasppqn5eU/JorK9yyFz66VXXPz8PTw7WzI7Wvxxv/Pm1+e8fB3552/N2uvXVRNPryeY3Uy1zYw2/vO0Z7i4b7a345+fhzsbshOtxmalXe5uLXo+2/f5++O1Ea29zwUBb4eyY6eWE6e1c0+uZht6O/J72PHN7flNdWn31i7zMew8TL584GnokJuD86dj4uGCjVhygQ6LDdYejg2IjAyJDdcFGRYBWHmJUx0YEHT8cCTHOgQZlWLDOqJOHh+iPxoVHhBqCA9RoidF80gmLTiDhfeBXnUYtUyqQwABtbEx4bEx4THRYRHgQ/MrXqGUWfFXIxQBpcpkIvM0w5avVyI0GtXHeGi1GI0lEAUZNaIjRaFBDFrROq1AqEJgQBmZWyMUatQwR80A3hrs0almAES2DDdGpwwzaAJ1ao1XoDarAED2qMMr4JCJWKBSLJQY8VePmobLZZ9y8L2bd3nBP7k+qI49uprc+qx68n9NwJ6P63P3sGyll6eX9qQXdwfFJt57U3UytjjifnJBtelLaej+j6vCFpKNXUu6lVT3MbXiU2/ykqP1RfltqaU9yfntCVtO97KbE/LaU0u4M00h28+ubOTPC6AJH/2M2h2LcCafcsfF2ewwbHQT/59vt3yz8/7l6C+iozn0PtOf2nrYUCJIAEVyDhBiEEPeMu+5xd81ESHAp2uIUd0kCSUgIcXd3VwjBpS09be85V857e/7nzOt6rL1Ykz0ze2Z/mZ35ft/PfJasDFy52jc0LIrNoZMJ0RwWTi5HtFqpUMCxLysojAbdFj9/l/nObotcnefNX+zh5ufrFRUZGhcbQSDEMBgEpUIMKwhGg9pq0SvkIi6HLhRwoGDZatHbEowmo8Zi1um0Ci4HteSpFUKjTq6SC2wWLYR4H9qftn9PikErS0rQx8eEUohxIj6TzSDyOFSLUaOSi6QiRK0QWw3aRLMhwai16NVpNmOSSYVeyweTHtw8VVX8oLPpaV9H0VBX+XB3RWdj3nB32Wh/+UhfyevnjS/Ga/u6CrtanzbV5jzOvHzyxK6De237dtmSrBqYbevUkmSbIdlm0GukMJN21K7AjBwm3zIx16BXJyVaTEatRi3ftTNli7+30+wZ7m4LfH02BW7zjwgPxmJiWEy0bUinVQKzigqJRTyZ3WcL6VMyqVCnVfIQ1ob1a1yc53z5H1+sXbPC329zeFgQARMbHhw4d9YMl7mzA7f4YmOj+FyGWMCBLhZAQXwuhcchI2wSwibRaPYUaPvUmcNm0mkUColMJpL4CA/hcDd7bfzqr39ZusSNSIiXy/la7b/qrwHiQus1KPwlYh7oA/k8lmO/PQidKxHzpRKBUMB1yBrB1AftHVQKQSziUSkEX59Ny5d5uC5ctMRj8drVawK2bMVjcQiHy0d4LAZTLBQJ+QI+wuNxETaTRcQTwkPDtvj7urstWuAy12n2jJnffjXz269mz/pm3txZkOno4b7QafaMv3zxxVd//cvCBfN8fTahdDENCzW/QgaGS47mkKL4tDhoBpaw8VIOAW47qoAVPLKST5FxidAbDMBYQI8H5AwPkyMkjYiuElClHJJaxBGxqAiVwKMR2SRsfNh2X89VK91c1i11w0WGgDifTydpxDyjQixiUYVMiphNk3DoEg4d+GGFkKOW8FD9vIgLFUoie1US8IpiLlUt4WqkiF1LLzBrZEoRl4aPXewyb8mC+Ytd5i9btCDIz4dFIvDoVBHCEiEsYFAdABg4W8DAAIx5HCqPgyqxAes61krEAvS5sB8MwLCaA/JskGpLRQjodSGm2FFdC84F+NFRMqyUCdUKMWh64TYotKUiBGHTwObq0GPbO5nEwPc6KpeAeoXL34F4/6ypBik1kMCwHyqawEcNhDaQw3qN1KiTw+OBOgaRtkTIZjOImNgwAjaKgI3CxIbFx4TGx4RGhQeiUmd7ArCAz9ZpFak7bCajhk4jxkSHRUYEk4gY+HYAwhDwJ3DsjmYjB4sLqmagdtUKMQyLQ/n85yxoiZCLsGmOgYW7IM8Mva6ZFJa9yweALodNAx0v7GSzqIDDwQorFiE8hAUCXQf9CxiMz0OxMahqAVnx7fZNYAWBTwbTLxTwcth0iBrmsOkAotgsGtiAQQrrsIYCHqNRiQ4pL1z+QCH+WWoLoVkOFytgSGBKoTAJE486SCE6KyY6HIeNdRhToc/WIRuGZzHoZJB/A5uNikboZCBp4TY8Hd4DaKdh8cLRBgxCaDaLCiJqaACGcKx/B2IRHYjXAbwdBDsMKZwIIGFg2kHU7VBrwykDwnQUFMG5OIqmwFYNo8piUoFjhyMAIoXhJeDj4UWBQ4ajYTExf/ZjO+A0nLhjCQCWDxzQHd4PsNOgoAbpNR4X56hZApgN3Du8AVChO6TvGAwGh8MRCAQikYgn4uIwsVHRYZGhQfjoCEpUpISAP6hUZ353rOz0xZzdB88qDYk0jpbMQGLiqZFRNHtnUhwFQxQysDJWrIIVpWJFaNjhWnaYjh2iY4fqOdFWYaxVSEiWU5IVVIuUaZLihPStUdv9tvn6+mzy37h+i6en/6rVPkuW+Sxe6r9suc/SxT5L3Td4LFy7CAXAaEXwysWeSxZtXuHhu3rpNs9VwZvWRW7eEO2zCeOzGevrRdrqQ9vmw9juxwzyZwb6MLZ5swJ92Nt92QFe7AAvToAXe+smjv8Gtt96jt96lu96iu8mkq/X/4eBN3liNnnGb16PmoT90C3ObyMA4Di7E/iLvKb+7Lruh9Udji2nvie/ZRCyrO4UN9wpbrhb0ni3pPHG05qL2aXnMotO3n16+n7h5ZyqK4+rz2eWnk0vBoB6Mavi5N2nR65lH7vx+MyDovOZpecySs4/LL7wqORidtnF7LJzmUUnbj8+eDl997nbR29kHbj0YO+Fu4evPTyTXnCzoC6nvreka6K850VV/6uy7qnchsGMis67xS0gYD5yLdt86IIs5ah2zynN7pMi2yFZylHb0csHL2WeuJV3MaviYlbF2fTiG/n1j6p7Mio6bz5tOJteDNA35fvrItshiiKJJLcmH7t06VFJdd/UwNs/el/9rab/RVZVx428qqNXM1OOX5ImHiBJTKEUoV8s3SeauiWeSZFZtWnHTXtPSaz79bu+P3Et68ydJ7tP3kg4dDbpyAXz3pMCw04MRxVNl5JFRqExTWZJFegtNLEshkzdHhm9PTw0Kj6aQMLGY6Jx+LiQ0MBlyz2+nTXjW6fZTvPnOc2dM2+204bVq13nz9/q4+WzcZ2v1+qQrRvP/bD31WRnX3tJX0fRi/HaqdHq3rbHQ935n163vhitA2Hzh+nO3z8Nv3/RMd5fNTFQ/Xqy5Y+fUBnzz296gf4d7a14/6Lj90/Ddr536Je3fe31j3MzzpXl3+htLXg+XPd8uG68v6q/vai9/nFHQ+5AR/HkYM1oX8mLsZrnI1WDXQVDXcXPh2umRupHe6vePuvsbirMTb/06PaFh7d+PLY3Kc2i+vH7fRdO7rp6fv+dK0ce3jlVknejo+HJRG/1i6GG4Y6SN+PNY51lbZWPxjrLXo80TnSW9aL3Vk6PNX6Y7vzpdQ9s7190vZpo/Tjd+9Or/l/fDb973jXaUzvSXTXSXdPeUJB17+Lp43t2JmlTbepki8KkEVi04p2JOrNGZNGKTWqxTs5XS7h6hSDZrN29I0mt1oaFR2/dst3Tc8O6VauXL/ZY6e7KZ5KTdIrvdlqvfL//4bVTlTk3u6oe99fld1Rkd9TmjPSUj/ejtPnz4ZqelicAGkf7St48b3w5UfN/f4y+eV5f8uTHntact1NNAx3F3c0Fb561o/VRU01N1ffGB4pfTlR3NGf88qHt9VTdSH/Rpzcd0xN1/Z3Fv7wb+vBq5MKZoxdPH826f10j5SxZOIsUF9xeXzTR39BQnl1XlP6sv/bnF12TPZVdtY/t9un0iYHKX972fHrV2V6f/dvHgcnBqpfjDV1NKP//8WXH+xdt71+0DXeXlOVfa6/Pnh6rfzeFpmG9mmh8/6Lt8ztUMjrSU/p8uOb9i7ahruLR3rKfXne11j4qy7/2+V3/eE/VeHf1aFfFs/7qN+PNL4ZqBrsKBrsK+ruevJioHu0vHe4t7usqbKrNKi24feXCgXOn93+3P+nIwZTjh9N2JGqMWuHOFMP3R3cnJ2h3ppj27UJxyO4dCamJph02Y2qiyWpSG7Qyo06u10j1GmlqsnnvriQwjkI6KJ9Lo1OwdAqWx6GiGcIqqVIhNhk1QDMm2kwJVgN09gLPBhgMKF+wGkUmAAAgAElEQVSNWgYoF54F9K/RoDboVRIxTyYVaDVyW4IxOcliNmlVSgnsUSrEjoYkOKZBr5JK+JA5BAFaep3SatEn20wo+lUrtEqZRqvQ6hQqrUylFmt1MoTLVChUClUClW0IjNOtDzWvCE5ZEpS0Idaq2HXr8PWKzJqxK4/rL+fUXEgvO/+g/G5+++PKsT0/ZB06l3v9cVPqydtn04vTyzsyinsuptdcuF95v6D9YXn3nYLGG3m16P/5jSWd0wVt05eyW68+7n7a9imj8tXu85V46YV1ESkefmqvqOQtmLRl3uJZ7vEzF4XOdNm60jMqOIwcHBaPxRE4XIa9hoRtNCqtVq1ahWJgpUImEQuXLl7iunCRh5u706zZK5YvDQ0JDAvdHh0VymAQeDy6WIT+CoAth2FkMSkIl2E0oFHYQA5r7QZvo0HN57E0SpHZoIQEGrt8PSHRqtu7KwnWOwxaWWxUsIjPTDBrYO4Os2SgXyxGDaqjNqNCZXtoltikFu5N1d+4eKSi8F5Xc8FAZ9lYX3VbXW5t6f3e1oLe9qdDPUU/v+t6M9XU0/G0rTG3qvTBnWvfH9xn3Z1qTEs2GjRicCdCwwpoLOEVIaAL2CrIdwVC2KBXGw0anVZpSzBJxHyn2TPcXF1WLF/s77c5JHhbbEwEAR/PYlIB4hr0aqlEAJlSBr0aEl/5PLZGLZfLRNFRYXOcvp0182un2TO2+HsHBwXExUbSSHi/zRu//vIL94XOMRGhdDIBtJRce18Ll0Xmc2lCHrohbBKLjiOT0R5gPo9lz0rlsJh0OpVGp9I0KjUOg3VdtOCbr7/03ryBzaKKxRyhEH0YWNZl9jhiEPbDvJ/FpJCIGD6PBQqIf5PA6PuHomDwDcKUWijgQj8HMFE0KjE4KGDZUvdFCxbOnzvPZb7zsiVLN67f4LPZ28/H18/HNzQ4ZIuf/7o1a91d3ebPnTfXaQ76MOd5TrNnzp83283VZeWKJRs3rN3i7x20fWtoSOAWf++I8ODIiJCg7Vt9fTYtWew6x+lb57kzECrK9Eo5BBETi1BiOKQo4HilHIKMS5QjJDlCknIIjh/1UpZOwlTwyAJ6PJ8WB2ywgB6PSqmpsTxqrJCBUfDIOglTLaRJOSStBJHzWAIGmUcjCpkUHo2IjQjetnn9IqcZnsvcmYR4lZDLJMQLmRSDXMSnk+Q8lgxhitk0IRPVSEsQhgMAq6R8sYAFwBUYVzS7mEdXS7jwpSMXsJUirlrCU0t43utWu86dvcrDbdGc2euWLaHjsUwiHmWA/wSAeRyqw5IK1UQI2x4DziRBajFEOsGHBLAxwqbYPzAMBwAGBhg0z1wWWSEVQEyxAwAD5IP0JqjtAUcD/A+OBiA2gf+EIzjqmgQIWvoF6XdqhRik4A5HNDT0Aq+rUYqgPUinloCPVyUXwEA5HuZggP/sswXNs1YlNukVUFMMOWRwLUP1cUxkECY2DBcfgYuPIGCjQPwcExmEw8YA/SsWIWIRolHLpBI+Jj4KquxgMRThMihkHIQqcZgUAPaQwi0VITAmjnRuwMDADEMcN7C7oFqXS9CkNw6T4hhDkEA7/ke4DMC6Aj4bEuygxuzP9C8ww+CGFfA5kNYLOBAuRggrdsBFAEgAKR1gFZS0jnBpAZ8DjC4czWHQdahhYQ+gKcB7AIwBJAOgAlgL1CuZhMPERwOXCEwpwC3I2wP8DI5T+LuBxcSQiFhA7BDTRaUQHNJriOxyNELxEJZQwAViGd4YlBUBv/1n8AxiaWB3wRgMSx4sJoVGJUCMFkTlUyl4OxWMAxQK0BpGCah1x6oBkKUAL0lELABmwMMAMmEFAc7CQQUDZMVhY6FniELG43FxOGwsaqxlUEBs/Gc1MpCxsCgAHmCQr6MdRPaxAp05QGIYW+CHYQxhEP69CoC6YBzrAiCcdiBwcPk6PMngOoZ7gb4GQh6WA+hUGpVMgX9kKglPxMXEogp2XGwkMSoCiYu1IbzziSkP9h66Zk4+hEiUcXhRHI4aGo4LCSHGRsdjomNIcQQBHW8HwJFKZqiSEapmhmpZoXpOmIHrAMDUFCXNKmNb5GQZJxgTvmW7v5//Zt9N633XrfVesWKzxxLfJcsCVq7avNh90xLXDR4L17k6e3os2LjcfdMKjw3L3NYtXrh5hcfWtSsC168O3bA2fJNnvLcXzg8NdiYHeFMDfWnb/VAYHOjH3u7LCfLjBnoj2314232QQG9egBeydRN3y0bWlo3MLV6glCb6bCB4r8d5e+K8PTGw+a5H3b9+G+J9PGN9PeP81qMS6OLOsdzGvvSK1jvFDbeL6h2I98bTmluFdXeKG24V1l3Pr76UU3Ym/en3d3JP3Mo7effpmQdFZx4UnU0vvvCw7FJ2JaiOzzxAsfG5jBIgY7+//eTo9ZzzmaVn0gugqSjx+KXUU9fB3wsW31uF9Y9quoo6xqoGputH3zZNfMhrHHrSNPyouudGfv25jJLjN3P3nLtnO3pZs/skz7xPYD0AxK92zynD/rO7ztw5fDXrfGZpenlHVk3vw6rugtaxwrZxEEsfvJRpOnhelnIUKzQF4Pl09Y7vrmbm1vXW9L/offW3ofd/b5v8WNgydCu/5tyDp7rdJyS2/WSpeRuOsyYwzjMYG82Si6x71WnHdLu/Nx84k3bi6pFLGT/cyDlw7q714JnEw+clCfvIIiMO0ZCEBrrMzFYl8fRJXLUJUeuofHEknhgUFRMRF4fBYeOxcTgcJigocMWKZU5Os2bPnu2yYNG8+S4zZsx0X7jA2Wlm0Fa/jWtX+m5aGxTg9Tjz+v/+8fbT68Gf3w68fdH+0s5G/vSm7cVY5VD30+bqzK6mJ4OdJa8nW/7+y9gf9tKa3z8N//p+4I+fRj6/6//lbd9vH4c+vkTtne+m2v/2YXBioHqkp3xioLqtLqcs/0Zt6f3u5vxnQ7UfX3Z9ftf/bqr9xWjD9Fjj68mWVxON02P1n993v3mOFvCO91f8z98mf37T31j5qLkqp6ow/eaFY4d3WY7uSTy2N+nonsTTh9PSbNIj+4xnjiX/eHJn+s3vKwvvtlXnNFc8mhqs/e3dwIuB2r7G/HfjLR8m24aaC3rq816ONLyaaH77vA22d1PtH6a7P77s+fCi5/Pbkd8/TryZ6OlpKmuufFLy+O6NH48lWxQHdlm+22vblaxLsSpTbeoUi8qsEZnUQr2Cp5ZwAf0mGpV7UqwHdqcajebwiBg/vy0bNmxYvXyF24L5K5e4c2mEPUmm73Zazxzaeevsd0XpV9rKsnpr8joqsif7qsb6KvvaCp8P100OVnU05PS3Fwx2FjVU3pscqng1WTs1WtlS+6Cq+NpA55Oe1tz+loKm8ozuhrymqoyu5pz2hsyp0crp8eq//dQz3Ff4crL+7YvW/s7idy+7//f36aGeuvs3zl+7dOr0sf2E2GCvtYtPH9/zYXrw2XDzcFd1X2vJcEfZSGf5YEvheFf5m1E0Uvu/fx17Pdn0fLimtfZR+s2j02P1rbWP2uuzh7tL0EzpntIXo3XdzXmNlenN1ZmjvWUDHYUdDTlNVRmdjY+fDVW/nmwa7CyqLr4NB3nzrPnNs+axvvKpkdrfPw3+72/Ppocbh9vLO2pzp4fr//n71E/THY1V98sLrlaVXn/1vO7nd13vX7aPDlQ112WXPL118ezeI4eSjh9OO3IwZUeixqQT7dtlOXl87+EDKSk2XWqSYdcOc1qyMSXBkGzV77AZdyZbkhL0NotWr5FCSsqOJFNaikWvkQoQuloh1GukML+RSxC9RoqmCumUAEoB0xoN6qREs9mEQjgIwzAa1Ht277AlGMHKy0OYYhECwc4SMQ9ynoHyguPA7B/4YeB+gemFaOg/FyZJJXwQjkIHksGe9GvVqsxqhV6t0GgVGq1cpZWpNRKtToYiZKvVZE3jS1MiSZYNYeblgTaPQKvbFpkg+eqO00/Sq8au5DZdf9Jw60njxcyKu/ntudWjh87lJh+5fbeoa+fp2wcup6OmjCedtx533shuTS/qzq7qu1vYdDUHVb4UtI7dKmy7+bSroP1jafc/zmUMIMZbAbhdq7ZpfWOTgwg7vcINi9ZSv14Q9JXzVqdFW7YG00OiaHgil8Xm83g8JovK49FTk81ms9poVKpVUi6HrlErWUz6XKc5Hm7uSzwWz/p25prVKyPCg+1O10AEoUmlaIw2euJ2Ft1k1CjkIj6PJZXwk5MsIA7XqGVqlRT4YZ0WrWXWqsQ2C5oIZTWpkxL0WpXYYlQBqyMTc2lkTKJVt293MkyCoXsTUpQTrYadO2yJZr1SIrDDBq5OjuxIUJz/YXdBzrWOxvyh7opnQ/Xt9XkdDbnPh+v6OgoGuop+ftfzfLS2vSmvtiIz99Glcz/sTk3S2pO0TEYtqsSGeB7gptQKISTiQhQtfAgtRlWCGS3cQhHyv/p1pTtSbD7eG9GsZo9Fvj6bfLw3hoVuhykdTNdgxsZiUlVKaXKSNdFmlstEXA5DJER0WiUBH79i+WJgPv39Ngdu84+Pi4qJDqeTCSuXenz5xRfLPFzx8TFMKolFJ9npNbRsFvCPAKEibBKbgWdQMSwWictFk1ERLoPDZnI5LD7CEwtFNmtC8Pagb77+67y5syIjQlDBghTh8xlAJUEUHBR9SSV8lVKiUkoYdBKJiBEKOLBaBDhZLOKJ/h2XJZUIoL6SRiVCjYdIiIiECGgaw0K3r/dcvXL5CteFi5znzV+0YOFClwWzZ8769psZTrNmf/PV106zZrvMd4b9C5xdFji7LFzgvHrVik0b1wVu84+NiQAihUjAxESHR0eFxcdFgTyPQsYHBwUsWezqPHcGAx+FUGJETJQHBlWzAwDLEZKCR4biXwcA1ojoaiENGGAAwEIGBqHEIJQYAT0ejYZmYKQcgkpAVQmocoSiErJVQq6Uy+DTSWI2TcFnI1QCLjLE13PVYmcnX89VCJUgYlHZJKyAQZZw6EoBGvciZtNELDQsWoIw5AI2ioFlAlQFLWQDHIVUJ/SPmJynk/MNSqFOzpfxWSIOTSHkmNRScnzMKg/XxS7zF82ZvXShS0RgAAUTx6KS7JjqXwQvYGn4DPA4VCiwZdEJbAYRNiYNz2GSIASLz6WxGUQuiwzqawDAaoUQbL0O3OiArwKECRJoqQgRIEw+lyFAmEIey1G/5LgBnV4A4VRykVImhLsECBNgMKQfQ+2coz8JNBQQfwWaZ8fqEjQDQxqWo1oJ6FwID4OrEsbQ4UCGdl+ljC8Tc1FfAJviCK8WC1hR4YHREdvjokPwmEio/6VTsBRiXGREMB4XC7U6OGyMgM/WqGUsJkUmFWjUsuQki9WiZ7OoOGwMnUZEe8Xs2BVyrYQ8FmB+kDoLeSzH+UJhFYwbaKRhfBw9VQ4GGPYDkJZL+AI+GwAwmGsA94IZR8BngyIarm7QRQMDDFcKCIOBHQWiDwQmoIIGjMqx2/EBaP1bJEylUYlgNv6zONZBGAJ1CVlWDoANx3FolR3QKy42EkhRKoUArlGIbqLTSBBzJRSgEhJQbjMZFIC4AP+oFAJYmuFtAA/p8NmCwhl4ZiaDAlQw4DowKjtOClqX4C1BBCCAW3D5ghmYRiWA+h2+sgEP23cSgEZ28OfAkwv4HD6PDb1TjhJjWDIAoAv2aUdcM6RYw07HiQCkB9gP2VRgmYZTA8bVQSmDRDw2JgLE56BJhuQqoNbhfGG/45gOhzAYueEXBJAYNOowLI4MrT9L6AGrwyICjDOo6B25WfaGZwaDRqdQKFQqlUqnkCjEeEx0RHgwLjYSHxlOi45QUMj7FaozpoTjck0Kg8MPjWaFRsb7b43asgUXFYHDx8WS47EIBSdlxsgYkTJ6sJwWrKSHallhBm64EXFIoIEBZlnlNDU/nBzrH4QCYB87APZZuXLT4iU+i5duXbHSy8Ntg8dCTzeXtW7Oa9xdPJcs2rDMbeNy9+UL5qxxd9m8zN135ZKtK5cGrlkRsdETrfn12Ujw30QO8KZsQ6lgeqAvM9DHDoB9uYHePDsGFgR687dtRrZuQtngbT6MrT5UPy+K7yayz0YHDMZuXof1WY/z3YDz3YD1WR/v4wl+4C/ul7feKmq4kld1Maf80uOKK3lVl3MrL2SV3i1tvllYfzm38sfssnMPi89kFJ7NLDr3sPhiTuXt4tYbBU2nHhR/f7fgcm7t9aeNF7Iqr+TVXciqvJBVef1p442CpvOPKo7denLo6qMDFzOO3XgM8Ve7z97d/2P6uYySeyWtd4qaAa9W9r2sHnhd0vksq6b3TlFzZnXvnZK2s5lley6kW45c1uw9o9j5g3THca55vzDxsHbf2ZSTt3adu7/7/IODV7J+uFd47MZjOOCj6p7s2r6nLaMZFZ3g+DUeOEdRJG0nicIZClnK0TMPinIb+wuah4pah8s6xyu6J582DVx7XLHnzE3truOKlO+wfK1XBMkzGBuAZeOFeoF5tzrtqCLtqG7fyZ1nbn5/M+fIlcykoxeN+07aDp+XJR4gCLVhFD4GUQoMqTLbbo46kSBQUERymliGY3JD4jBBUTExOBwGh42MjgoMDFy1YuVcpzlOTnOdnRc4z180x8nZyWmu2wKXAF+vVUvd161cHBnk195Q9o+/vXk33TcxWP8WtcU2TQyWvxirGe0raqm931h1F8VdTU8AsH1+1//r+4EP06h3F25MDFSP9VW+HG+aHmuEON+//zICStqxvvK+tqft9dm9rflDXcXdzXkvxxt++zjwx09DsH161Tk1UvtysvH18+Z3020/v+v7+6/jv30aHe2rriy6f/3Hww9unrp46sDeFN3eFMPhPba0BLVGwtArmDsTZQd36fanaU4dTsq+d66+PLOlJuf5QN3bibaB1sKexiefnnd8fNY+0lE03lPW314w3Fv6fLT2zVSLXSHc9voZKnV+96L3/XTf68me7uaKwpy7GbcunDu+P8kgN6h4yQmqFJvapBMZtaLkBPWORDShN9GiNmjEKilfIxfaTJo9qbaDe3Yc2JtmMpgjwmO8vLw9PT2XeSx2dZnnvWGdiEPbl2LZl2w4lGI6813Ko+un6wof9NTkddc9QXuMO0va6nImBqqfD9d1N+cPdBQOdBRWl9zsaMx6/ayhrf5h1v1jT7PPVJdc723L6254PNj6dLi98PV43UhX4btnjc9Hqsb6S//4ZfjXj/1jg9X9XWXvpvteT/c31RQ8zrhx+ezR3cmGTWs8sNHbuprKP74caq0tmB5vH+utezXe9nK8pb0+r6H0wdRg7f/8Mvr3T0O/fRxoqspors7Myzz76O73Ax2FjZXpTVUZL8cbXk00ttVlTY3UNlQ8aK7OfDne8GK0brS3rLX2UUPFg56WJyM9pQMdhfZ8r6JnQ9VjfeXvplrtmvnmn990f3rViarZx1o+Pu9+/6zj8+vePz4MjXaV1Jbd7mjMGu4t/uOXwV8/9k+N1XU0P6kpzyjOv3X53MH9e8zf7U86sCfBapTq1fx9uyynTuw7tC9p/+7EnSmmBJNSqxSopHyTVr4rxXr04O6URGOyzaBRivhcmkLKs5rUJr1CJubyOFS9RpqUoLea1BajKtnei5NsM1gtehA8o8GqUgFQwWaTVsBnR4QHBW3fwmSQwd+LcBkwsRCLEMjLBcejXef5L8OwXCaEx4iEXJlUAJpnsPsCUQwFwpCDBQAYDgvgGe23kArRICW9RqWWqdQynVGl1ckkUkSrkRv1BqMxRaJMxdKTfKKsq4NsK0MSF/lKmcYfbSce3ykZvlnQfv1Jw52nzT9mlD8o7Mos6fvux9yEQ9duFbTuOX8n+eQV1DOS2XQzu/t2bld6UU9WZf+9oubr+TX3S9uuP2nIrBqs6P1c0Pbr/gtN4YzjKwMS1ockhRB2BeMS128Tzlkc/rXLFtfVYWt8YtZtDtsSHBuNIZFoTJlCbjLrVGqpXqfcudOm18tlMh7kjpiMejwO4zRr9mJ3VNo612mO9+ZNmPjokOBt0VGhQiFLJkNXEBKshkSbyWLWmU1aAL0GvWpHSgKQ5Aa9SqdVgEfaoFcppDwWnaBWCJMS9IlWnV4jhU5OmJfD9D0l0bgjySQTc1MSjSa9zGyQG3Vyk16RkmjeucNm0ioRJlXIpqrEHJNamGyRHd1vfXDzh9qyjJ7WopGeysHOMns229DEUM1gd+n7l53DveXNddlPsi9fOrdvdwpaoWQzK/akWVOTUNkzxN7qNVKzQSkTc0V8tFsLJKbAKRl1aHg1FJBq1HKZVGgx64UC7vx5s10XOa9auXR74JZtAX5xsZFgvQPQCCI9JoOi0yoTrEaFXCzgc2T2rl0ewvLa5Ok0e8Ycp2893BdGR4Wha+rYWLSKg4hbOH/Ol198sX7NSjIew6SSSPg4OgUP83uQkgL3y2bg0Rt/AsBcDouHcMRCkUImNxtNG9dv+MsXXyxd4kYiYlE6V8aDqiSxCIGPtEIuEgo4IiFXLhMK+GxgSCRinkopsYstoYGTBXwIGujF58D8m0zCAUUjs2doAb0DIS6BAduWL13mNGu287z5SzwWL3b3WOiyABXP2z9C8+fOmzPbyWW+89rVa8JDwyhkot20TEO4TJEQUSokCrmYQSdHRoRER4VFR4XZtQZhmPjobQF+y5a6uy+ai4ncRsWGcKkxfEY8hFrxGfEiNk7ERmt+7YZeshQhSrgEaP2VcAkyHkmKEIUsrJCFFbFxfEY8mxzFJkcJWVgpQhQwMQgtVsDE2B9JkXDIKiFbKWCJWGQRiyznMcRsCosYR8NG+XqucJs7I8BrrYRDlXCoLGKcDEGVz1IuAzYx918qaAnCUEp4aplAKuIgbIoAoYOsAM0s0Ig1Cr5azlPLeXIRV8ilS/gsjVyolom2+mya/c1f3RfMX+K6YM3yJfi4aCoBy2VRHRvCpgHiEiBMNoPMZpDtqVfoToRNYzPIDCoBQJpCKoDHcFlUALFA8IK/VyEVqOQiICfBsoumMSFMcPNCrxKHSeGyqLDfodeFdp9/I1sONA8DAHYgQCGPBQgQOE9HUBbgW8iUgphlIHVB6ePo/gVLwp8jtQAJA9CFp8NiGVQiAXsM9yqkPAjNkom5cdEhUeGBkWHbwAxMwscQcdEEbBQOGxMdFUoiYiBPGHrvIFFJKOAkWA22BCPCZeBxsQw6SSTk8rkMhVSgVojh3AEAA78N2mYuiwomBQepC1gXpOCgHkf7fu1mYCDbYXEBRonPY4EK2gHMWEwKUL4AgAED25e3UHX0nxlgR0QWlCexmFSpRCCXiUDBC2Sv44KlUYmQAA9QVmiv+4YSIDqNBEFNIK4GdhGgKUAp6GQCjtEBqICCBhQHmVUUMj4mGk0JBlgI6l+BvWsNunaBMQZ8BVJbOL5DygswDFAfQHrQ4jpKnhzGY0fnrcMeDGQ1JF3RqARAv1AXzGSQQfAMYwtjDn/u4FmA9iETG0AsRI6B5sXBMIP5Fjp+HflhMCBA8wI+BxgJfc4MOplIwADxC+cCRC7YejHx0VBZhHCZwPpCDpYDiAKZ7zD9Av37Z/YYXh0GEAYWBPB/bjB26MnhLseQwpIHrHcAie3Qb8NL2NVMdBqVTCYT0QI8BpVCI2NwqAoaGxeJiwrHR4Rx4+O1TEYSX2CmMaQxcbRtIfitgaHrNwZt2oSNDCeRcVgKNo5FwIro0VJ6uIQaIqOGKP4FgCNMvEgjEmXiYW0Sok1KMovZCQqmThTLxPsG+/v4eXlv9PRdv853zZrNS5d5eyzxWbxko9siT7eFaxa5rFnkssrVZbXbgrVLXNcv91jmMneVq8t690UbF7v5LPbYsnxZ8No1ERs94zZvwPptIm7xJgf4AgBmB23hBPsDD8wP9hOE+AtD/AXBfvwgX5QQ3u7HDvCF4Gg0O9rPi+yzEc2F9lqH91lP9NtI9NuI91kPnDDWZ/0XZzIKzz0sPvew+PyjkkuPK64/rb36pPrH7LIHFW1X8qpO3s8/fvvx93fzzmYWXcuvuV/enlnd+7hxOL2y+9zD8tPpJdfyG24UNF3IQlHxtfyGy7m1V/LqLj2uOZNRevx2/uHrj/eev3/iVh7EU52+X3g+s/ReSWt+80hF73R5z4vCtvGcuv7Myq708o47Rc3X8lA4fepBccrJW+Lko1R1KlmZwtTv5iccEti+U+85bT16JfHE9dTTdw5dzT6TUXoxp/piVsWFh2VXHldfy6sFIvrw1SztnlN09Y5gisQnlkWUJhy8lJnfPNL67Jeul7/X9E8Xtgw9qmy/W1j/Y2ZR2g9X+aZd8Yg6lCLcEIpf7h/pG0OjyCyq1CPGfScNe3+AdK600zeSv79i2n9alnQQMaSxtInRTEksW0YU6YTmVMPuI4bd3wmMKSSBHMcWYOjMcCw+ICwiMCwsPDomPDIiIHCbu6vbvDlz58ye6zJ/wbw5Lt98PWvOLOclHkvXr16xbuXitSs8osMDBjrr//mPTz+9HW2py3/9rGNyuBZafJ+PVFUWXS3KPT85VDbeXzE1Uv98uO7Ns9bfPg59ftf/erLl5XjTUFfp8+E6IHJfT7ZMDqLS5d8/Df/x0xBYQ1+M1vW0PGmvz0YhaHdJTcmdgY5C6EP6x+fR//p5+MN0+3h/RVtD9svJ5v/+bfJ/fpv65d3gxGBddUn6/Rvfnzq649iBhP2php02VVqCeqdNk6ATq0QMtZieaBSmWCQmNSvFJLx0ak9V4f3+9pLmiketVdmV+Tdri+5OdFe8Gm6YGqh6O9HU1/6kuzW3t/3paH/51FjDy8nmN88730/3vHvRO97f1FZX/CTz1qVTh09+t+dAaqJBKUyzaXUqnkLCNGqFSVZVokUJbTqpSQarUaFXScw6BRq/tDNp/67k3anJKoUyNDTc03PD2tVrFrsuWubhGhMerFWIdiYako2KJL300A7DzTOHSrKuNZc96qzJ7ajN7Wp60t2c/5H99vEAACAASURBVHqy5c2z1v72IsCQQ13Frybrf/3QU11ys/DxueGegrb6jJaqBwMteZ9fdbyfbPzHp4GJnpK/veueGqlFDbefhv75z48fXg2MDTT98evrztaqQ/tSdqaYBCxCoN/avanGn96OvnnW21L7ZHygoae1uLEiq6Ump748s7Y0vbshb2qw9sVQzWhXSXdzXknelb62py01Dwc6Csf6yoe7SyYHq3593/dqonGsr/zzu97+9oLOxsfTY/XdzXlvnjVPDFRODlZNj9WP9pZ1NeU+H67559+nxvrKx/srupvzxvrKf/s48HK8obk6s6Mh58VQw/tnHW8n2qYGa0e7Svqanwx1F76dano5Wf/L++7J4eru1qct9bk15Rl5WZePHbTt3WXckajZtcOwM0WvV/O1SmRniuHEkV1JVk1ygjbJqgEPsEWvhDRgs0FpNanlEoTHoarkAqCCgfTQqsQJZg1sAJ/MBqVBr9KoZUDbqpQSgKl8His2Jjxo+5aoyBCEyxAKOGD+kcuEEP4skwpgxR2EoHAbdM724B80j0Qk5AIYUCklep0ywfovsA0kMPQDg/QUIqBRilghlgq4BrXcpFMrVVKVWma0aDVaOY/PQKOS9VqTKVml30Pl79wSa1kTYl0dmrhsux4jPmE7kXchp+Neae/F7NqLWVWn7xTezW+9mdfyw43ipGO3T94t/O7aw9QzVy89rriU2XAjq+tBQf+j8uHM0v70kp4HZd0PSnvvlfZW9f8ts+qlMOHm2mCzZ0jyduKJUOIRv1Ct+8q4b5w2z1not3pT5JYQbFAkPjg6LiAkhMKkEkhYMg0vkwstVn1aamKC1aDTyQQCJo1KEPDZFrMxcNtW53nz3V3dnGbNdnd1CwneTqUQcNhYChknErHR/GE+G8qiIDNJLEJkUoHRoE5OsoBZGvTkUgkf0pVkYi4eEykTc9NSLGAAVskFCWZNss1g0MrsrcJou4leI1VIeQf2JluMCr0GrQa1L38Yk20mtUzEpBCEbKpOzk/QSxMMkl2J6oun9xXkXGusymqvz3s+3PDr+4F/fB6fGmsY6il79aylr72krvLhratH96Zq9UqOREDVqfi7dpj370406RXAStksWrNBCWFXNosWptcw1bYY0apqs0GJptGadVKJINFm9vHeOH/e7MUei7w3bwD3Lw4bC0wFzPkg31WpkJiMWpVSilYiiXhoBJxMFBEevHDBvLlzZs6a+bWfr1fgNn8cNjY+LorNomFjo+bM/Mbp26+3+fswqSSERScT4ll0EotOgN4aAULnMAlsBl6AUGViNotF4vHoIOCXSkRSiUgulakUSi6b47bI9T+//Mtmr/UMOlkk5EJcFkSdQ8IZCN3hAoH5t1iEACRwXCBiEc+hPIQEF5j5cez9llQKAfhhAZ8DgD82JmqLn//K5SsWLVjoPG++87z54ApeuXyFt9fmyPAIConMZXOEfIFEJJZJxcAqQxELUDGY+OiArb4QEgvT3MiIkOXLPL7+6j++/fo/IrZ746K2MokRPHocbEIWVsIlQMevjEcCuCvm4GETsrByPlkppMp4JMDJAiaGS41hEiPgiTx6HIMQziJFCpgYKUIWMPCQOC1D6FIuTcqlidkUAYPIIWMI0SFLFzg5f/tlbMhWMZvCJsVzyBgghOU8loLPFnPpQja6NCPm0uUirkKMQPwVtNFCrrJOJVRKuTIRSy5mK8SITMiRCTkKMWLWqeKjwubNmuGx0HmJ6wJX57nRYcEkbByTRmTRSWwGmcuiImwaYCeBnZkE6AWCW0i8ZzPIYgEHSpKEPBb4coGo5HHQPC0woAJ+AwAMtlUBwgShr0Op60DaAGglQi6Qlg6lNJhgQSkNRmI4+P/vf0eWFVh5IRYbZNgOnTPonwEVA8ELy08geYDIZbDigzcYtNNwQINWZrKXIUETr1Enh9gtIi46JjIoLHhLZNg2TGwYERdNIcbRKVgiIT4uNgKLiYZvBIDBaGEpPo7DpiVYDbt2JqtVUgadBHJZWBQAhTMMNUigNUo07ZnHoTsAMIwPjK2DMQboC+sOsNYAYd2wvoAmh9lTjvk8FtC8CJcBGziBES4D4q8c90rEfC6HASpcuBIBQwJchLgBgGGAWuGqBNDliL8C6hUiiEEfi8XExMVGAjPpYBEBbbJZND6PDS8KCUmAoAAHQnozjUoEyzEmPhoTHw2IC14UhMQgkAYvqwPUgVLaQaI66Gh4APw14HIYcDpAzMJtYGvhlAEAA0lrD0DGANYFvtcxmBCFxWJSYCQZdBIgZMiLgjGElT54Pw5gDDcAYQKAB4YW9gNWB/YVRtKBzFlMKkQGEvDxaHWQPabbQWvjcXFxsZEx0eFYTAzAe0eatyOGCgy6sDYBJwu6a3gJAK4O5hYGDXZCoxWcCIwqjBv84uCwQMU7noW1F1MB0oZFDXhdOo1CpZAodgBMoZFJFCIWHxcXH4XFRGNiIzARofiIMGZcNC8+jhESEr/ZN3aTT9Qm74CVq/3XrIkJCUJ13aT4GComXkCNElLCRZRQKQqAwzSscD0n3IhEGLhRBgRrFRMSJESTiGlTcMwyHI/qHxaw2d9r44a1m9ev9V+3znfVqs0eSza6uXm6uq5d5LJ6ofPqhc4rFs5f5jJ3havz2iWuq90WrHJFUbGn20IvDzf/ZUsDV60MXrsqZpNnvM8G/JbN5ABfit0MzA7ZioRuYwf5ISFbRGFbJRHbZJGBsshASXiAOGyrKGwbsn0La6sPc4s3a6sPa6sP3c8LTcbavJ7os4Hss5HkuxGtR/JGfyT5bvzicm71jYKG28XNt4qa7pS03C9vv1PSci2/Lquu72Zh44/ZFZdzq28VNT2o6Miu789vHc2o6rld3Ho5t/bH7KqLOdWXc2uvPqm/+qT+Sl7dlby6iznVZzJKf7hXCOh3/6WHu87cOXT5IXQdHb+Ze+Fh2aPqnoreaTD65jUOQT9wRkXnw6rujIrOXefuJxy7Kks9wdTvJsqTyMoUxHJAnva9dt9Z03cXbcev7Th1e++PGSfuPL2YU339aWNuw+D90rY7Rc038utP3n2668wdRepxvNjij+H6xLJIMtuxG4+L2idqBt9UD7xuGP1QN/jqSUP/1ZyK7y6l6/f8QFPYIujSICJ/uX/UxjBiJEPG0aWqUo+a9p9OOX5579nbSScuW45cMBw8o9n7gzTlEFVlCybx14diYlhSltqqST1o2nvEsueILnUforbg2IJQDCEoJnZbeGRAeFhQRERAUPDGTZuXLlvxzVczZn07e96c+fPmzJ89c67TrHnuCzzWrly11WfTMlcnAYswNtDy87uJzx8mng0397aVvJvq/Oc/3/3j8/h4f8V4b8lwZ35346OJvtL3L9p+et3z8WXXL2/7/u/353//Zez1ZMvEQHVX05Ppsca/fRj8718nfn0/MN5fNdJT/mG6E1KCX443PB+uGegonBiotHcgtdaV3etuzpsaqf30qvPzu17oBEYxVevTT6/7/vHrsxdjLS21uSVPbt25euLofuvRfbZkk9So5Fk0Qptekpag3pts3JWoTUtU7d9p3Juis2gRnZyxJ0V56+LhktybRY+v1ZVltFY9aqvOGmwreD3W8P5Zy6vR+qnR6sGep73tT4Z7SwEAv37W8e5F70BHdWXho8xbF3/84fChncl7k627bdYEvXJXktGsl2iVPJNObDMrLAapXi3SKgVJVk2iRZ1gVNtMmmSrPtmqT7IYbGaDSCAMDg71XLt+zarVHosWrlu1nEUlmnWKvTssO8yqZINsf4r+0vd7cu6cLc+9VVf8oKLgTn97yYvRps/vBl+ON7XUZDVXP6ovv/9qovH/fp/85V1Xe8Oj4Z6in950jPQW15XcGu8u/t9Pgx/GG14MVo50FP38svP1ZMtvH0f+9/fp15M9//P7u//65fXT3PRTxw/tSk2kEeOjQ30zb5+fGGj+8LL/9bOuntbSvtay/rbSsd6awc6ympIHZfk3WmqyWmqyGivTBzoKO5uy+9qfTAyW97TmDnYVtNRmdDZlj/QWT41WPxuufPO88ee3nR9ftY30oi2pU6PV7140v37W8Haq6cPL1unx2vGBsncvmv/598kXY6i5t7kmvb8jf3q8trMpu7bs9khP6Uhn+UBrcU/j047anJ6WJy/HG95Pt0wMlg90FT0bqelpK+hqyW9vyq8ovn//5qm0RMXuNL3NLN+RqNmZotcqETGfYtKJ9+2yahR8i0Gelow2HqUmmix6pVYhUkp4MjFbqxLKxGyZmG01KY06qZBHE/HpCilXJeep5Dy1gq9VCfUasUEr0WtQAzA09GrUMo1aZjJqlAoxAR8XFhoYHradRiXA/n9FeuqU4E0FIheAK5CWUglfp1WgFKVcBHYsUD5DXBDU/xr0KnvZrwhcwQD5gEyDwC21QqyRCzVysUYh1WgVRpPWYNao1FKRmJNg1lnMRlvCDovtECLbux1jWRNsWB2asCrE6odLtRzJ/e56VXr50LnMylP3ik7cyr/8qOZmXtPt/Lb9Pz5K+f7mhazSH+4/vpRbfjW74fLDxoySgZzaifvFgw8rJvIb32SWPavs+Ufysac+sdZV2zTb8HvDaSf84/Z5BurnuATNmO3p6u4bHEYm04VYIiUqLjaeEMvikmQqbjw2LDwygEbDKRXi1B2JFrMeBXhShEJG9+h1mmVLF7stcnVduGjmjG/XrVkbFYkmlxDw8eApFYs5DDoJmF6YUoCVzqBXWS16k1GTYDWYTVog5xVykUjIVcr4JHyUXMJJStAmJWh3JBlSEvV7dibsSrUkWjUiPt2klymkXLWCr5LzUhL1Bq1EKefIJRzIBkfF0lKhkMuUIAydnG9UCbRyjk0vOn0sNTfzYnVJen155tvnHZ/fDb5/0TXcU9nfUToxWNfVXFjw+ObJo2nJFpkNVSIItEqe1ahITtDq1CKpiCWXcMwGuUkvk4pYEiFTrxH/m3mWGnVSq0mZkqi3WdQ6tcRq0Rv0ajaLtnDBPAf9GxwUEB8XRSRgYIkdqoYAAGs1CrNJp9Mq5TKRQa+2mPUUMn7VyqVznL5d4DLX3W1BWOj20JBAmHlIxPygAP9v/vMv7gudo8NDEDbNHn9FsvffUBxBRxwmAc1/FjAUUi6PRxeJ2LCOI5OK5TKJWqnSa3XB24NmfTtzjhOqf7YzG3ShkAXdS5BwptMqtBq50B7Dg/427QlwkAsNcgb4fcllIsDAMJEFdTfonzHx0dFRYSwmVamQ8BAWuONQvw4mLiw0eO2aVXPnzJ7xzVdOs2c6z5+7ZLH70iUeK1csW7d2tffmTUHbt8XFRhMJOJh6Usj42JiI6KgwLCYmPi4qLHS7j/dGP1+vzV7rPdetWr7MY47Tt06zZ6xa7hGydSMmYiuTGMVnYAVMnICJE7EJUoQsZOElXJKMR5HzqTIeRcIliTlE2FQihlbKlvOpfAYWOpD4DCyHEitk4UVsAkKLZ5GiEVq8mEOU86n/7zcpn0kUcSgKIUst4coFTDGXKuJQmKQ4Fjk+yH+ju/PMlR7O0SFbGMRYGj6aRYwTMkkKPlPOYwhYJISOF7BIUh5dLmZLhUyxgCHi03kcMpdFhCpptZynlHIlAoYQoUr4LIUYUYgRqYCtU0pZVKKX52o3l7kL5s5eNH+Ol+eauMgwGhlHp+CZNCKQvQ5lMo9DB3rWIbiFZh2oDlbKhPAjGHpZdBLgWKAlpSIEOoTByAqQ1YGERXw2RD3BvQ4hNMRBO6ywEIUFoFohFThSoEH0C/vtIJktl3AUUq5UxBIgVB6HLECoEiFTxKdLRSy40jVKAVzvCilXLuEoZQjUj4kFDMh743MpQh5NLGDAU5QyRC7hwEHUCr5OLdJrxFqVUKcWGbQSnVqkkvMECJVMiI6O2BYdsQ0XH0YmRDNpWIRNwcRHkYgYHDYGEx9FJmHpNCKVgoeoJCaDrNXI01ITTUaNUMBhs6h0GhG6phyhzQ5hMyTzgeYZAp8lQi6MJDT9wsg7SHVIjYaVAj6XwWFSmDQinYIHA4JcJuTzWCAmEosQiC9mMSmAz2FxCvpvJWI+wmU6AJsDPQK2AdoW2DxwrkJwHeAiRwQxQDUOmw7OT8hkAgAMCluH0Rf+oAn4HLABAwxzSHzpNJJQwAUlLcQpA4cMDwNyEoAiiESwmBjHkR1yYsBmgJn/5TulkRw3YPXNkXL85wfDWQB5C+NgfxZaCEyjEkhEDJWChwFkMSnADDv8wKCRtidmEQDEOqKk4OzAEgxvHl4U3hKAQ4DugHthNQHYVDgUGHEdo43HxaHSHgoB7NZwA4+Li4+Lio4Ki4uNJBIwDl7d8VogmcZhYx2qaccCwZ8BMAy4g5oG0TXgbfhVwjIE4GTYA15uOCwAYDIJBy8EBUjxcVFxsZHg6GZQiP8C9jQimUogkLBYfFw8NiYeE41aVKLC4sKCceGhuJDgSF/fgNWr/Zcs375mnd+yFV7Llm339Y6MCImMi4gmxcVySVF8coSIEiGlhSsZAIAjDNxIPQqAcQkoA4w3i1hJKsSmIsk5AXEhG7d6rV67Yv2alX6e6/zXrPFevHSDq6unq+uqBfNXusxbtWD+Uuc5bnNnLnZ2WuW+YN1St1WuLiuc565ymbfRbZHvksX+S5f4L/UI9VwVsWlNrO8GnL8XYaudB97uxwrewgz0YQf58cMCxFFB8mh0k0Vtl0YGKqJCxKHbeIF+yDZfXqAfL9CPs9Wb7reR5ruB4reB5ruB7Lue6L2O6L0O/XHLpi8eNw4WtI8XdkzkNg1l1fU9qu19UNFxo6Dh+tP6C1nl5x+V3SxszKjqSq/svFvaasfGDXZtc/aFrMpr+Q0Xsip/zK66V9bx/d2Ccw/LL2RV/nCv8MiN3O+u5ey7mLnj1O19FzKOXMsG2/CPj8rvlbSWdj1vn/r1UXVPbsNgTl3/naLms+nFe87dU6QepyiS+AmHeNaDQPkKEw9LdxzXHzhvO34t+YebwP0evv74bGbZ5dzam4XNDyq6wC18NbfmfGbpjh9ucAy7g8jiFQHxQWRxyvfX85tHGkY/VPa9LO6YzGscyqzsupJdfvrukz1nbqlSj2J4Wu8oqmcwziuCHIhHiGKTbvf3u07d2H365o4TV3afvnnoSkbSicuKncdYhjS8zLSNiKwNid+CoZMlOlninoSDJ1KOnjbtPiSz7uCqDXF0nk9YpPe2oM3bArYGB4fHxkbGxvluDXB18/jrV9/M+PrbObPnOs2a8+1fZ8ydOWeZ+1LPlWvXLFs2f+aXyRZFd2v5u+mBzx8mpic6Jocano80/vJ24L9+HrV3YDZMDVUW51y4d2VvbfHNn153/fp+ADTP//xj6vdPwxMD1d3N+R+mO399P2Dv++2bHmtsrc2GIJmpkfqX4w1vn7dNjdRODFQDfp4crGqtRbXQk4M1b56hjlx7nnDrx5dd//fH9NuprtG+mp7W4sLHN08fS927Q3NolznJKDGpEKOSZ1YLbHrJ/lTToZ0JSQa5VS9OS1TtTdGlJSiTTdKDuwy3Lh4tyrleVXRvtLfq8+ve98/apodr//a297d3fWN95S/GayeGKp6PVv/0tvv3n0c+vuqdHGoY6KwszLl7/fyJHw7tPpiWtMNkSNRpkg16i0aZjBaHWnckasV8KpuOUUhYZr3MqJWY9agKOiXBkGTRQeenTinVqxV8hBcWFrbBc/3aNas8FrlsXLdawGGYtPLjB3ce2Gndm2I4uifx0skDmddPPc24UpJ9vbLw7rOh+s/vBn//NDrSU16Yc7kw5/LTrIuQHTXWV/7pdfuvH3rqyu/UlN4a7iwYasv/dbp9qreso+bRS/S8+j9Md//yZrCtrvCff//0YqwvP+vBneuXhVzmFu9NepVkaqR9tK+mserxSG/1WH99a11eb0txY+WjioI7g51lfW2FrbXZnY15dWUPGioevH3e0t7waGKwvLUus7LoelP1g67mnFeT9f/4dXhqtPrjq7ZfP/S8GKv5/L67ty2vvyP/pzcdAIOhuumXd12f33e/n26ZGq1+NVnfVv9wYrD8/XRLS21GZdH1tvqH1cW3exqf9DQ+He4oGWwrGuoq/ul11/vpltqy2/2dhc9Hawe6SrqaC2rKMx/dv3D53MG0RNXOFH1ygirJqjTpRHIxQ6PgwnqE1aiwmVXAABvUUrUMFUKrZQKETYJpkEEr2bMzwWZRS4RMhZRrNsjVCr5UxJKKWEoZolOLzAa5zaKGrGalQqxRywx6VaLNpNMqKGQcmYSNj4skEuIh6cQO55Q705IAmKlVUiikAdALudBWi95s0splQh7CFAm5apXUoFcJBRwQpAEeloh5wGSCbVKtkkLcMYRRK2VCe9cSXy4WmMy6xGSr3qhRqiRqtVinlulUSrMp0WI7wFfuCyGYPcMM6yJtK4LMS7ZpdQdyUs8UpFeNnEkvP3Er/+TdwnP3y+4Vtuc3PTtxs0i95/S9srabpQ3XnlZfyq4886DsQWlfbt3U3YKRnOq35R3/86jsJwL/1HbcXq8w29a41FDSfr+YpIWenL84Bc5b4Ldi2ZbQYKyAL9dodCIxj87EUWgxWgNfqeHExG7FE8L4fBqfx7KY9UmJlpRkq0YjoVEJBr1KqZDNmjljsbvHogUL58x28tnsHR4WEhwUEBMdzmJSxGKOQiFgMsigG6dRCRQyDgJmEqwGjVoGomgewiSTsCIhV6dVCIUslVxAJcVKRSyNUgAQd3eadXea1WJUmA1yiZBpNSmFPJpKzlNIuRIhU6PiScUMAKgQlKVVSHRKqQRhqCU8pYgtQSgmFf/MsV1PHl2tKc2oK8v49Kr348ue4e6Kjsb8zqaCoe7KtvqnD26dPbQnIS1Rc3hv0t6dFpNOrJIhSvvnSilDYIXFpJcBBmbRcTCx1qlFGqXAqJPaLOoEswqVa+qUaalJm73WL1wwb+GCed6bN9gF4WinJY1K5NjrN0GIiBbf2qtK1CpZUqJlR4rNlmASCRF/v80zv/1qjtO3Ls5z/P02h4YEMhkUHDaWz2NLJQKv9Wu//OKL5YvdsLFRPA5dLuHzuQyVXARcIoeJUsEcJoHPpYj4dImQieZaCVH6yC72Ywj4iEqhNBtNnmvX/fXL/3R3W0SlEOyTVIpAwFQqhaDbFwm58LkVCtAlDDqNCLVhMqkARA1KhVgmFXBQhooLHK/IbvcV8DngjiOTcPFxUVGRoUwGRa2SMRkUTHy0gM+hkIlEAi4iPNTP19tr04aNGzyXLvGYNXPGHKdZsM2b6+TiPG/RQhd3t0WLPdxgEWH1qmUe7gsXLZy/ZLHrsqXuHu4Lly5xc3N1mT9v9gKXuYs9Frk4z5k/b/bKZe6hAZswEVtZpGiAr0IWXswhOgCwvdCIJudTpQhZwiVJuCQpQtZIWDoZR8IlsckxDEIkhxIL4FnEJojYBB4dw2dgpQhZJWKohEwRh8SmYBA63i6wF6slXAlCE3EoQjaZS8NxabjQgM0L53y9brkrFReF0PEMfIyAQVTwmTKEjtDxbApGwCIphCyFhCMRMMT2jcsi0shxXBYRXb+T8zQKvkzE4rFJPBZFKmDLhBwRKpkWCLlMfFzUwnmzZ371pcdCZzeXeSHbtlCIGCoJy6AS2AwyMMAgaYa8JeBpAW0CXkXYNKAiAbjKxDwRn82gEuQSPkBWMOiq5CJw/wLcBVMrlAmDFhowMNh6ETbNQT6DiBfEz/DhFPJYKrmIRUftytCWBDDPjv1QDhwwrUzMFvHpgH4VUi58emFZU6MUAAZWK/hKGaJVCe2Lm2K4MBE2icsiUogxbAYeYDP6sbfnwMFBAGDLxGyA02oFXyHlJphVIj6dgI2IjdoeFx0UHxOMx4RTiDFg7sXjYmlUQqLNlJaayOXQYakUi4lm0EmQ56eQiyRinj20TyLis+HUVHIR0L8gIAeI68DGDnkzsL6OQQBgrJKL0OVRpQSQM49DZ1AJFCIGvmgUchGbRWUyUKWGSMhl0ElgDIZoaNA/s5gUJoMMWNSRaAVqZ3ClguYWUp2pFAKIYEGaAVZeyKMCWS+QhBB6BJ29OGwsg052yGsdYUssJqq7hjAtBwZzwFfw3zqAtFDARbhMAF1AUwMO/H/oeg+gqNJ1+3vuPRNMgGQBBQFFDIBKkiSxCZ1z7t1hd86JDGYd05hzzhkTIiAiSM4SBAVExZxGZ87Miffcmn9tnnv6s07VV7WLgqbpsJvevX/vWs9aoIU6IpqYDArAGJAtGGdgPBUeGDwvyGeCPGRHuDQQr2O81hE9BXcEjnEWk0IkZBIJmQw6icWkQEswpJpB1j2kZLFZVCIhC1KRwcNMp5HAnAzquiP+ysG38EzhgYE1msmgODwywIoOmoVVCWBLBz9DsheZlAOqeyYuFeK4Yd86NF4AYCIhy/HA4BaAfh1TwY7eZrCUwyBxWmoSBG7lZGfgc3AQxwXCr8NEDS89ADBMFMN+zsSlpqYkpiQnZKQnZ2WmYSEUdAqsL1CoBDwxKxuPy8bjcJmpmbjUrIxkXEpiVnIiLiEucUnE0jnBc908IgMCIwJmL5g5c3FoSFz00qTk+HQSDscmpvFJaQg1FWWkqFgpGk6Kjpus56YZ+OlGAcEuI+eiJKuUW6ARFmhpGmE8IXVhTHjAHP/gIP+IeXOXhoREBMye7+MbMsM7yMM1yMN1tqern5uTl9Mkn+lTA2e4hwb4zvZ283WZOstl2lwv90W+M8J8Ziz0co8NmhUfEpC8cE5a+LzMiPkTdugwbCQ4OpwZG8FNiERSlqFpCWhaHACwGpeMpsQjCdGi+ChxYow4MUawbCk7MowZuYgZuYixdCE1IpQSPo8aEcpYupAdHf7N1bbhc/V9x6raD1e0wLbv+v2dl+9uOXt7d9m9/Tca9l2/f7C86dTd7nP1fWfrevdfb9pxsXbb+Zp91xqPVLQf2DzyzwAAIABJREFUuNG863LdtvM1qw9dXXngytoj17ecqdp6tnr9sZurD11df+Tq+kNlGw5f3Xf53sV7fdebH1d1P7/z4MWNluFTlR3Hylu2nrxl33REVbJdUfSTyLqeqihgaFZwzOsUK3YZNhwybzpauu/S2iPXC3edK95zwbrl+MoDV/ZdazxR3X2+/uGt7vG7A69P3m5ds/+CZcN+dem2NI7aJzw5LI0hy9945EZDZdfY/aG35W3D15uHKrvGzt/txkKhD15SFW0his2JFMm8eIJnaFxQdOZymkxkXm1Zt3fd/gs/nbix53zVnvNVa/ae06zYTlXaCTJzChtdnMkISyEn0YRCY5F9w47cDTty1241lq6TGu0UoSyZRI1Ny45cnhIRFRudkJCUmrYsMSl4Xqizi+ukyVOdXVy//e/vvD1nOE+Z6jR5SqDfrLkBgfP8AxcEzT59dOfYo9a//fL8xWj7yMD9V2OdL0Zah3pqWu5d/viy51+/jr5/2tZ05+TR3UWnDqzsabr86VU3+Jx/ff/w/XhXX/ut7ubrI/21Tx7WPX/c+PZZx6snrb1t5ferz3Q1XXs52vLlbf9ffn7818+jv7wb+Piy9/1416sn7RPFP01//jDY01LeWHPun39+9r9/eT7QWdXXfru3vbq57lp52dEj+zZsWptbkqfONUmteklJnjbPLLfoxFa9xG5ALVqJAmHyGTmokF5kV9uNMgErS6fgFFhlm9ZY2xuuf3n78OfX/aMD954O3X831vr+advnl91PHtY+6qv+8Kb7H3958rc/P/n0tu/Jo8aGu1cundm3Y/OKLeuK1q/IK8k1mVRyJSLUo/ICs7G00Gy3KvVaRKsWmvRorlVjM6sMWqnVpDYblEadUquSQZeDEkX0aoVELJo3b96C0Plenu4+nm6LQucK2HStQry2xF6Sqyu2qdeVWHZtLj2+78fLp3bfunyot61ipL/uxUjrH/9487Cr+uTBDQ9ab74cbRkduPeg9fpvHx/+49eR9+Md48OYoPrLm+76W0dqbxx+2HbzWX/dcFfNp+e9//hl/NVIz++fxjsbqk8d3r2mOHfZ4rC4qMW3rl3+++8fH/fd722reNRT++5594vhtta6KzXlJ5runn891jY2WD88UDs6WDc6iO2WR33Vo4O1P7/pqqs6VnVj/4vR+7+8f/Co9/bIQPX//vXJ+xdtf/7Y9+Vdz2+f+kcGqj++6gAy/8efH//vX5/87ZehwZ5br582/c/vIyMD1YM9t96Nt/78puvT6873L9o6Gi/euLSj+uaBirJ9D9srBjuqxvrvPe6ufjHS+OlV92D37a6msqHeO8MDtW33rz5oq6itPL9vx5rN6/LyzPICu1qvFmoUPJsJLcrT2s1ynUqolvO0SpHFIC+w60oKTKUFmAhs1mEdOnIpV6tCQHYrLjCtW12wqtSeb9dpVYhMjJUAy6VcmZit10iK8o3FBdjoKQi5ZpMWYoc1apRKweMykrkcOmRcAYzZbUazSQupxVqNHJWJkIlEXFDP9DolqLgKuRjinVVKTO4DyVc+UQ5stejhEkTEVSmlcKpkMmrMJq3RoMYYWC7WKbGEp/w8a1FxXlFJodGskyuw4iWdGrUY9Ea9Ra3NF8qLUyjmBcnasIy8ucvzZseZmPpDedtuHbvdf7yi61h52/YzlRdq+2+1P71c92j76RrLj0cOXLt/urbj3P2uw+W1F+93X6x7ePTmg4s1Lytb/7lhb290+rrotA2Ry1cty1iVhF+5KF7l7J/2X26Lp3iFJyWSs1JJVAJdLpFajBpsEQFlWKwSmZwiEuNZzDQCMZFKzUAQtlqFatTyXLvJYMB6kgsLbDnZma7TnWd4eXu4ubu7ui1asDA+LjY+LppIyFKrZHq9nMejUcg5Oq1i/bqVMqkwKzNVjPBAUTca1OCwhVBTWE3Q6VCVXKRVIQIuhUbGyaXcwjxDUb4x16qBdQ2THrWalBqlSMij8tgkREBXyrkShCZB6GqF0KRXYJtWadIqUSGbSyPQ8GlSPnVlvv6n9QVH9q6/VXZ4sPvO+/Ged896RvrqB7rudDSWV10/XXb20PZNpXYDurbEumPTaotBrlEI7WaVZkI+UqJ8UJYMWqlJj8qlXA6TYMDysWQCLkWjFFmMCotRUVJolojYa1aXkIjZbq5Okyd9Oy8kKCEec+rgMlJAQODzWBKxQCYVwRiwGOHLpCKtRmGzGm1Wo0QsWJ4U5+fr9d2337g4T4lcGh63LAqXkQLyCJ/H0moUPp5u337zzfL4WDqZIBPzHU5UtQJLVILUXx6bxOeQBVyKkEcVCplSKTavPgGuArVKgUplbCbLeZrTd3/6NiF+GYTHiBEej0dDUYFep+Ry6HQaEUJlwQgKKW6QiQVjAvD9xBuBx2HTBXy2RCwQCbkSsUAqEXI5DAGfLRJycRkpKckJoDLhMlJYTKpQwGOzGDnZmQnxy2KiI+OWxcQti4mNiQLc9Znh5ebq4uw0ddrUyZN++O5P//0NrAW4OE9xmjYJFgXc3Zydpk1yc3Xy9nLzmeHh6TEdy392c54d4Be+MCQuehEhI55Ly+Izcnj0bCGLMKHZEiQ8ikxAQ4V0CY8Cl4i5ZJmAJmDipXyqSsJWilkSHkXAxPMZOQImXswlC5h4Hj0b4ZDUUo5BKZzIROQoxSxUSJfyqXIRQy3FfpxA4kwBE8+lZQmYeCYpPSLU33XKN/ODZvDo2VwKtkk4VK0Uazbi0nLYlCwRmywVMcUCuohPAwOLRMSUIiz4J4cFPimmD7Mhm0qjFIuFHIVMxGaQl4TP93R1dneZ5uvl7uftkZGSxKZTJnyvNBoJz6ZTxAKuVMTnMKgInyNDBBIhTyLkyRABwudwGFQ+m6GQIqhYyKZTuEyaUiaWIQIqMUfIZaFiIfwoEfJQsRD+BCAWAA/ajGDqFaAXpo7hn1DIYwp5TIhkA+pzaJ4SERcGlUEg5XPoYiFHLhVCHBcct2VitljIQAR0KcKSS7k6tVirQrQqBOjXAcAqucDBw6ADIwI6l0VkM/AiPg0WFFAJB96zfA5ZImLChwIq4YBErFGKzAZ5rlWjUYq4LCIhOzkbl5iTmZSNS8SlxWVnpdGoBAIeJ5MKS4rz7DajHEVIxCxcRjKRkAkaLGZUUWDGIgad5EB9GLSWS4UapVSJIiB0gzMc5p+lCA/M5xAM5sgSA30YrOPAzzBILEV4nInZVBjChzUscESzmBSJmO8IiAY2ZjLIE4tc2MA8GIPBZMvlMAB3YWwV2owgQBhIjMdlOsKcQISE6VzwuII47JCIQQMk4DOBhB3yI/hZIEsJIIpEzM7JzgBnMswSA/5BPxORkAWUCOz9H0o1kDCdRgK7NWjR8HTg8cP9Qj4T3Ck8QjjMApfCfgBkBWF5QpLF4ruhTYrJIIPz2WFo5/OYHDaNSsET8DgCHkcmZcOuALu1Q311oCaotWCNdowxgx0aLMRwbORxmQDGcOHXOjmsRwDiwsN2POuszLSU5IS01CRcRkomLtURiw2KOryC4EIH3IW98bXkC8sQIDtDwTL4s8ACAMQL0Vkga8Nehdcd9rwD+IHVYTkA0igyJxzaZFI2zFGTiFlEUhaLTWWwqNl4HIVKyMHjsIeNS8tKT8lITsxIjM9KSlwSGBQTPDdqztywwMD5gQHhC+YlJC3LIGdmsonpPFKqiJImY0AZUpKaFa9ipOp5OKMQZxRmGgREi4SVr2LZFTQdkszIXpocExIWEjIvaMHcoIWBs8MCAhbPDlzkPyvU12e2p7uvi5PXtCmeUyd7OU/1dpk2x3dGsI93oJdHgOv0ABeXYFfXUA/PRTO8F/l4Lp7lHRM8KyE0KGXR3IzF8/GRYeTocFJUGCUqjBGzmJcYJUmLR3FJ0vQEaUqcdPky2CRJseLEGFF8lDAuEgRhTlQ4c8lCxuIFjMULHN98c7ii5WB504GbjQfLm45Wth2raj9a2XboVvOm07c2nirfcanmxJ3Oi40Pz9X3nbjTeayq/eDNljO1fWdq+/Zda9x9pf5Qeeuuy3WrDpb9dO7OxpMVG46X/3ji1obj5WuPXF939MbGkxUHyur3X6k7XdVZ1jB4qa7/4r2+czU9h683Hrx6f9OxG/ZNRwB9Bea1iG2DtGCzesVuxYpdxh8P27aeMG86mrf9dNHu87atJyybj209W32xYehGx9Pyrud1jz/d6h7fdaV29b6LRdtPcA0rQpPIM5ekZfC0xTtOHrnRUNX99Hrz0MV7D7Dk1cq23ReqV+w+Y16/j6sryREaFiVTPeYt81mUFIsX0BV5QtMq05rdeZsOrdh5avWesyt3nbau38c3rMjgqCNzOCFJhNkx6UuymDxDQeGW/UVb9+lL1+sK16jsJSKtmcwTLc8iRiYlR8QlLIlLSExJjY5bFha+ODBojpu753ffT/ru+0nTnFycpjq7TXfFAPiHH0Jn+3u7OEUtmN98t6Kvs+bjm/6f3wwMPbjbdv9qY+35+qqz96vP1Fedfj/e9cvrBx11Fy8cW39sT/Hdmwc/PGv/+LLny9v+jy97Xo62jPTXdjSUtdVfHuqpHumvhajnZ4+wVKe+9ltjg/W/vn/4ty9P/vHr098/jrwf73k50v5ipPX5oxaoNepqutFSe+XTq74//v729VjHo57az28HOxoqjh3YXJqvK85VFdnVRrVQp+DZjbJVRcZ8i0Kv5KukLI2Mq0V5ailHgTB59GyDErMyyoTUXBMKanDl9RPPhppfjLQOdleNDtx7Ndz44tH91yNNmOY83Pj2RdfP7/o/vul//bxrsLf21tUTe7ev3bSmYHWRtchmKLDo7HqtWa20aXX5VpPVpDQbZUa9RKcRgUXKqJNNSD3YnCEs5cKSORZuqZSxWYzQ0JB5IXN8ZnjM8HCNiQwXcmgaObKywLyywLy6yLy+1PrjSvvOTSVnj+6ovn6yt/X26ED9SH/dL+8GRwfqW+uu/Pr+4W8fh0YH7j16cOfDi84vb3s/ver+/dPg7z8P/PXzo4ft5ZdPbO2sv/rH7y/+8fPYL28f//ndk5Helvb6yi1rChEW2dfdSScTfXz19FFvx9CD5uePWiZKqjDj+vPHzY0156quH66vOv3sUcOrJ63vX3Z/eNXz+lnr2KO6R33VD3tuf3nX82Sw5mF3+XB/1dCDip7Wske9tz+8bH811vjs8b3h/qp3462fXnf+8v7Bh5ftn992f37b/el15+unTU8Gaz68bP/4qmPoQcWTwZongzXggh7ur2q+d6bi6p72hgv3bh9/2F4x2nvvj9+f//5+EDqf3o93fH7z4Mv7gdfP2lvryxpqLl4+u//H1blrSswFVmW+TWUzoXazvChPu6LIWFKgL8zV5tvUOhWSa1GXFJgKc/VWg8qsU8Cm10jA6mzSo3aLGtgj16ox6VGwxmmUIiXKN2ileTYtNg9sNYCZU6uRO/pLuRw6lYIXCthQ5aKQiw16FSDZRL2tTK2SiYQcFpPCYdNg3BfoF4QvUH3lKAKZ0hazDvAYnL15ueaCfGterlmnVahVMpNRYzSoFXIx3LLNqC7MMxXk2/ILbPmFeSaL3mjQFBfYinIthXaL1WAxGovUxnUEXt6iZFVgrDIowTYz2pAt2ZG3vXLfte6DN9pPVnadvfPgVGXXjeax601j6w+XK4p377+OHWb337h38m7jkcr6c3UDdQ9/O3P7FVGwZ3aYJY24Jzr5x+jla5cm5AWHIVNnJPzJZZ7vvNikTEomjsQisxAuXyUT69ViqYiGCPA6LRuVkSViAiIiiEVkmYQ5kecMhT0ylQojdrNJm5qy3MPddZbfzBle3s7TnBaHR2RlYg5VChkvkwplMj6DQZgIi0bXrC4x6FVcDh3GsGGPwTQ1TAXDkKpahQVN2cwqzLvLpcDrqFYIYdVDpxab9KjNrDLpUbVCqFYIDVqpxSQz6BCNSqBRCfQaCfaelSESAceqU2hkQoRDUSDsfKNiTZFp//Y1lddPdDXefDrUOP649clA09hQS29bTdnZQ7s2rVpTbFlVaFmRbyq26/OsmjyrxqSToROGZwASmZitVSGwOibi0+RSrkmPwjm0EuXn2bQGLVbWYrXoE+Jj3N2c/Xy9lixelBAfA8vtwIRSiVCjlut1Kq1GoVRIURmiUcvVKtRk1Br0agI+c9bMGdOm/uDt5eY/yyc+Lhp6g+HsDZUhMqnIzXnqlO//lLY8gUEhgsQERyeoThULWROlrxj6Almp1RKNRgozhKhMwudxVAplanLKtClTp06ekpgQB14+TFkSc5RKRK9TQvAsxKXiczKIhEwel6FUSBxz2uDwh5F4pUKKTPQYy6QikZAL33PYmDIsR8U0KpGAz+TzWFQKIT1t+cSZH5VCJmZn4XAZaficLCqFBD8mJsQlxC+LjloaHrZwwfx5ofPmzguZM3dO0Ew/7wB/X/9ZmBTs6THdy9PVw93FwcNurk5enq5+vl5zggMWRyyMi1myPH4JOSuJz8hxUK6UT5XyqQDAchFDLmLIBDQJjwIbi5wBDCwT0BAOiUfP5tGz+YwcAF1USFdLOUaVyKgSAevKRQwxlyxiE8VcsgJhKsUsKZ8qYOIFTDyHmgm8jVseNWeWu7+3U1jITA5WTUyAxCyEQxFzqSI2WcAk8lhE/sQ6BcAbh0kQ8qjAwDDfMWG258jEXIVMMBEQJZSJ+Tw2LTN9+YKQYGBgP2+PkKCA5IRlMA3OY9F5LDqWi4bPYtMpfDaDz2ZwmTQBh4mKhSpUopSJpSI+1sGmkIkFXImQp5ZLlTIxn80Q8dgyRADQKxZwldjRQGHQ/N/6L2Q1SRGeY6gVHNFgtAb0hV8xaUQ2g8xlUcGADR5g8PRyWVTwY0OgtBJFJn6LDbAAAwOpgrcC3uDwVSUXKFE+vA01SuxjGpwXQLmwFsagZvHYJCGPChqyEuWjEg68T+FzQSHjwe1rVYjZILcYFfCRwcLG6uNSkqIyUpfhs1IycSngfNZq5PDZoZCLaVRCJi4Fn5OBFZVPpBXA1AaWmcRjAuXCKDXQrCPUCtzOEBsmxeY7sJ5kjVKqnciDAF3dAclwZcfJBhYBzWeB2whbn+Iy+DwspJ3HZVApePgGCmwB2yDNGIATSoBAPgUwgwAnDpsOb0kiIQsMKQI+G6ZzQcOEkVdoEoJLwOULqMxh08EfC8IjpDeBQRfUTrDaAouCYAihzXD0AywHidJBdDDRCvflIEN45GAhBrnYgZqOit3/gNKvxVVgbKB6mKoFMJ6QTzELNItJAQkd1g4YdNK/J34xFZ1GJZBJ2SACO0zL8NgcU7Lw7GAhAH4FPmF4VA7qdhiw/wOAQciFKzvqo8DmDW5kBp2Mz8HhMlKyMtMAOHOyM4DGAb9hAQL2HpQnQzgZ8PPXwjWsJjgQFwRnuE2Qfx1rHADVDpEf5F9YyIBrAlGDzRtgnkjIhP1JIecQiJlUGoFKJxGx77PABY0hdzYuB5eGx6VRsnC42Njl4RGYYzk4eOmC0GVRSxISY+NS4jIZ+AwuKQOhpaPMVCVruYqVpGYlqJnJanaGQZBlRrItYpJdRs9XMmxyqh5JZuUsTokJXBgcGOwfEhQwP8B/4axZC2fNWjDTL8TPJ3iGl7+Hm5+ri4+Lk7fLNG+Xaf4ebrO9PIJneAV7egS6ugZNnz7X1W2eu1uop+vCGW6LZ3lHzvaNDZ6ZMG922sK5uHCs2Qi/ZAEtJoITHyVYHiNOjYMNY+CUOFkyRsLAwKAGi+Kj+LFLOFHh7MgwdmQYJyqcGxnGWbromwM3mg/ebDlS0X6ssvNEdfeJ6u7jVV3Hq7q2X7i79Wz1gRvNZS0j19qenKjuPnyr7fTd3pN3ek7f7d13rXHd0Rtrj1zfdr5my5mq0n2XVh0sK95zoWDn2eI9F1YdLPvxxK2dl+4dKm+9XD9wuX7gdufTqu7nl+sHjt9q3XupduPR66v2XtCt2s03reEaVnH0Kzn6lWjBFtvmI6v3X8nbfrpw17mSvRfzd5wp2Hl2xf7LJXsvbjxZcfR2x42Op1dbR0/VPDh9t/fwrba1R68qi7fFkcXuoXEBUTiWtnjryZuX6/tutY9cbXx45X5/edtwVffTU5VteVuO0JT5aRx1eCp9xsJEl6DIwChcMh3l6UtB+N1x+taq3Wcs6/ZqS7dJ7evJUmssXhCaQAxalhmBY2RwFEJTacm2Q9tOXFmz+6i2YDVfZaKL0DQCdUlCUujiyNDFS5fExC1LTEpcnrQoPMzX19fJxfn7Hyb/6dvvv/vh+ynTpjpNnfbtn/7L09U5YkGIj9s0HjVnuKftUXfjm2ddb553DA/UdjZfa6w5V3ntQEXZgYY7p5/01fz+fmB8qP7KyS37t+SWndzS33L988vud887//X7Myg3GuyumhhYvTDUU/3xZc+755iH+S8/P/7Lz48/v+mbaDl69MvboS9vBt8/73s21Dzce3+o++5AR82Dloq2uutlZ3bX3T4/9rDxUU9db+vt7qaKO+Wnd29ZVZKntWglBVZlrlGukXH1CkFpnr40T59vVprUiBblaVGeXiEwqRGzRmwzYS7liZNRZp5ZXpKnXltqunPrTF9H1ejD+497a16OtsDU8Zd3PS9GGsdHWt+Md79+3jUy2NDZUl5189ThvT+uKTGvKbYUWDQWrdymV+abDAVmY77JYDfpsJAMk8JqVZtMCrUakcv5KpVYr5eDBgiDN4iIh06ks8qkoqzMjPmhIUGBE5Y89+m4tCREwNQoxYW5+pXF1nWrcteWWkrytKuLDYf3/nj72vGamxgDD3RUv33a/e45tv3r9/EXI633q8+M9Ne+fdYxPtz0oPX6UE8lBClX3zjW01I+0lf/+kn33z+/+Ocvb0Z6WyrLzuTpUXxK7ILZ3uWXTn5+Ndp8t/zL2ydPH7ZhZ/ND9R+edf7+fuDzm76nQ3X9HeX9HeUP2m88G77/4VXX+5edb160v3nR/vJZy5OhexiLvu19OYrdaWfjlce91WOD96DOd6DzVk/Ltce91X/+MPBipHG4786bp60vR5tejDQOdt+GuuC+9ps9LdeGeioba84M993pabn2dKjucW91d/NVyMGqKjtYVXb43Vj7h2ed7fcujDyo/vSq++Vo04dXPaMP7zfUXLxXef78yd0Y/VpUWEaRCS2wq0sK9KWFhhVFxjUrrGtX2leXWs161GZS2kxKk05m0sptRjVMYkMSrxTh6NRSnVoqE3OVqDDPps+z6SEv1KiTQwGG1YTNZOp1SotZB9O5MNkLZk6IupWjiFQiAADW65QKuRiubzSoZVIhdE5IJQIoPYKTHlh657BpiIgLfCtHER6XAXOSQIZWDGvV0BMDvcFajVyjRvNyzXkWXVG+2W4zGYwavVGnVKN6nWpFcV6h3bh2RfGqklKrpVAgsSVmy0LjkQWphtlxFt8oQzRllW3rrS1nGg/e6Dxb01/e/rS89fmuc/e3nKg9dK1r76XWc/ce77nSdPh2+/WuR+cbe07e7cv7qSwmu2BBnD0Bt3nxstXxqZsWRFi8/OjOXkkz5yREJWYRWGy+RIjPxCEstkosUoqxgUY+G89h4qQISa1gKlGmXsPPs6vy7GqtSgKnvEwmUSRiQT5wRPgiN1eXWX4zPdzcpzu7REdGUchEsK5hbVISLpdLxdKVxHyonkJlIrCU221Gk1EDp5KwTAAuPiw9WyUxaFGItIF+XQiDhTRXnRrrJTLq5AYtajYo82xaBcrWqPhqJV+BcgCJtQqxRMDKM2msOoUWxUplrBpJgVmxc1PJ7WvHR/vvvxhpfdRT29lQ3tVUWVtxad9P6/IMygKLZm1JXqFVn2fSrF1RUFpgVcsFCilXxGdAUC0q4akViM2sgf9AnVpq0ityrToIYyvINUJwF4WcM9PP23X6NCitXRYbmYlLhSRPAZ8Nlb9Gg8agV6uUMolYoFLKjAaN2aSD5Ocfvv/vqVO+nxMcsHRJWGpKIqSAEvCZXA5DrUKJhKwp3/9phocrGZ/FZzNkiEAuEWlVMsw+YMQM2NABBlIYnO4bjUqtVsZmUZUKidlk4HJYClQ+N3jO999+5+3plZGeCmdvWOuphItVAYu4WLkLh85mUcFpCXYGeKfAOoVUInAkwMHMoUjIlUqEAL1QYizgs+WoGMJLJ5zPWAAspLmAv5FCxuZ7wRwIIaj4HFxGenJKckJS4rKE+JikxGXJy+Mjl4bHRC+Jjloctih0TnAA+J9neLv7z/KZ6eft5+s1O8Bvwfy5kUvDY2OWxsUsSU+OoeYkg/YrZBHEXDIqpCsQppRPBQUYqBUuQTgkNgUnYOLhV1I+FeGQRGyiiE1EhXRUSFeKWXqFwKKVGFUiuYghZBGwHCwWnkfLFDJz5EKaSsyUC2kIm4CwCTxapoCBBWUJmTmpceFBvi7Tf/gmMXIRNSsNGoO5NIKYSxdz6Tw6kU0j8FlYaTOPTWHRCWwGUcRnKGQCgYCGIEyplCOTcWUyvlTKk8n4kKY+wTl0NouWmBDr5en6w/f/jU0+T5k8Z3ZAQmwMPhPHYdBRMaKWowqphEmlUAj49OTlUYsjwuaHhs0PjVi4IHzB/MWLFi6LikxOiE9PXp6Dy6CRiCwalU2niQV8FSozaNR6tUqjkCukErGAz2PRodMIArHANS3gMlj/nn0Fu7WD3BABm8emQQA1DP2CCAyBWzw2DfzVEhEXkpMnkqhJkIMN8VcO4HeUAOs1Mp1aCn2/CpkAmoEhy0ou5UMZOJ+Dpc9CyROfQ4Vsdmgvg+UDR70T3IJpomLNZtZAv5qQR4d4eSUqJBGzmAyyVCKwWQ0qpRQO8iwmJROHsTG8jyDmEGrzIOMKiBcWCACJYaYX8rTBTC4RcaEkGUrLtar/b3kdOoGVKALSMdwayMVwLxB5BRVlPC6DRsUWFgHhIAQLqmuZDDIYOkAkdPTxgIUY+JNKIQBHwSqDMkQxAAAgAElEQVSVcKLLB64Puc1cDuNrAAZUA0YCInXwD6jBAMDApY6rgTIJ1hUHA4PpGszJIDYC3AJdA2kDHjt8zoBzEB/wHwO3QLywfgcPEsgQvoKdG56LwwU9cUeY6gux3lwO3dGKBLnQX3+FlmCHoAoPFegUOB+ePkjZDuMxPBfg5K8x3gHAZFIOcC+sNYCheiI2kuCgYngKQJ6wo2BOODsr3TEmDa8jICuNSoQlCUiHhoWJnOwMR6gY3KBjbBiSFLKz0v8Dawn4TFgvAAYGYZkw0U7s+DByxFNDnRWRkEkmZ1Kp2WRyJoGIbSRyNpVG+Pdd4IiEHCIhB5+TRcrJZuAJtPR0QkJiWlTU8qVLU2Nj0pcnpKctT85YnkHJwrGJWWI6Ts5KkzOT/90GnCCnp+uxECxwQVNz5TQbSjGKcWJ6VHZScHhIwBz/OcEBC4MDFwYELPL3n+/nF+LrO9fHJ2iGd4Cnh5+7q4+ri7eLk5fzNH8P9xBf31Bf37meXrOnuwY6Tw+aPj3Y1WWOm/M8L5f5M1wX+bhHzPSKDvSNm+ufHBqUGRZKigrDyoHjI7kJ0f/G4FhJ2jJZKrZJU2IlyTFiLBkrWrI8WpSwlL8sghcbLojBNn50GDdy4Tenah6cqnlw8k7PscrOgzdb9l5t2H2lfveV+m3na3ZfqT9W2Xmmtu/AjebNpyt3XKw9eafnUHnrhuPlxXsurD509ccTt9Ycvla671LpvksrD1xZeeDKmsPXNp+u3Hu14eSdnrKWkYqeF2WNj8saBm+2jpQ1DO67fG/tgcu5m48qi7fxjKsZ6mKmpgSxbVCVbDes2Zu/9fjqA5dWH7pq/+lk3vbTJXsvFu+5sObwte0X7u692nDwZsuxys5zdQMnqrv3XWvccbG2aPd5lnFNSBJlsn+Eb0SKsnjrmeqOy/V9J2+3nq5qr+p+eqPl0cnbrVtO3LBtPCgwr05mKham0KYHRznNXhKaQOQbVhRuPVq49WjBliNr9503rdmtLd2mKNgkMK5cTpPNjEhxCYr0mLcsiSpG89av3Xdm46ELq3YdK9y8R1+0VqixZNI48enZ85dEBYbMnxO6MGzJ0rj4xOXJqXPnzvXz83N1dZ06deqUKdMmT50yeeqUKVMmubtNd50+be7smUF+7oVm1ZfXw+/H+h40lr8cbRkfvf+4/85Ad/nDroquprKuprLRgbvvn7a9fNzQVH36zMG1V09tfdh28+fxzl9e9bwba//X78/+9mXkzdN2qPZtv3/lxUjzH//z5u+/jIJ6+dfPw7+8G3j3vPPVk/ZXo13jj9uHHzT2NN9uunP1zo1T188dunhi5+5NpTs3Fh7fu+nc0W3nj+68c+PUpRN7LBosl3VFvmFNsaXYrrXpZVad1KKVmNSIQSm06qT5ZmWRTVNk0+SblXYDatVJSwpMeVaNXi0WcikKhKmWsa165OLp3f2dNc8eNz8danz3vPPzmwc/v+75y+eHH151PR1uweach9ub666dPb5z28aiNSXm0jx9sV1vNyhMaplZg+YatHlGvU2nMajlVpPaZtPk5entdq1eL5PL+XK5UK2WwIcfpF+IhFyQawR8dtyymPmhITP9vH1meHh7uNApeKy7QosW5upLCkwrikwlBYZCm6okT7t9U/GZYztuXDrUcf/6g5aKp4NNb552vnve/fPr/v6Oyq6ma5/f9P36/uHHlz2Qnv3pVfeLkebGu5f6u+4+7m/69f2TP/7+c/Pd8hKrxigXRC8MErOIH8cf/evLm6GOey+G2vqaK188an75uOHpQO3Lxw2/vev/46/P//X72M+ve549qu/tuDn2qO7Z8P2h3qrHD2vevuz48KZ7fKzp+UjDk4e1vW03IAX67bO2FyONfe03X442vXrSPDaIGbM/vOh80Hq9p+UaYPD78Y6R/prx4YanQ3W9bTeeDtU9elDV03Lt/XgHlmX9tHV8uGF04O7//PZkdOBu+71L9RWnH3VVTYwB3/7yqufX9/2vx1pePW3rbb9dc+tU+eVjxw5sLc3TmzVSi1aWb1OvKDKuKjGXFOhXFBnXr87dsCZ/VYnFblbp1WJUzFah/DyLDovgLsTOSQxazCWrkougHFIhExh18tIiW3GBxaRXGLQoXG7UYa+sVoVNKoL9WKNGrRa9ViOXSYUmowY0W2BasEBbzDqtRm4x6/Jyzbl2k1YjFyM8RMSdIAetI9dKKhGA90zAZ8lRBMaAGXQSj8sA0UCvUwIhCAVshVxcWGBbtbIICiSxWzZrC/NMNqtRp1epNEqxVChHxfl2EwbAxQUFVrtErMgiiRYnMufF8xdnWQLjbf7LbPNS7erVl9Ycunuiqv/c3YGTlT2r9163bThj2XD2fM2TbWebbZsvbT3bWNX/8Uz94M6yhhz5ar9IXni6NT5nzZLEoiTcOp8A0TSXzP/6NsLdOyo1gzHRQSyh0DIJmSkyPkeLilQSvkrCRYVMIZckEdJMOolOJbSZ5GtW2FYUW7UqBDJXSSScUMjUqFE6jRg42x+LL/KbOd3ZJWCWf0JcPJmEnV0RCVl8HlOpRLC1pIllBatFr1GjYoSnUkrBUi5HEQdEQcSLgM/C+GqCMyeM0BKzQQnnvnaL1lEKqtfIoPzTpFfk2bQcVrZSztJrRUo5lo5jNsitBpVWIS606vPNWrNGalSJzSrEohb/uNJ+5ezeZ0PNb591jfY3ttbeqK24dOnkgQ2leXoUyTNpCq36Ypt5dZF9TWl+rlmrUQj1arHjBFqtQDRKseNcvCDXqFGKof4XaByqmxYuCJky+TsvT9fIpeFRkRHLk+JA3ICKETHCR2WIVqMw6NUatVwmFaEyxG4z6XWqpMRl7m7Ozk6TZ82cETovOHl5PAQdMxmUnOwMAZ+tkEvCw+ZP+va/Fs6bA0ZWpUysVaJGnVKvwRYFdGopIIGQRwUzLTZTqpaIRCwWk5KfZ8nPs+u0ahqF6jbdddL3PyxasJDJwBBUwGdj/94KkUCAnVU7zrP5PKZKKbXbjIUFNjmKjQfDP7Yjg2fCVs2DwWYxwkdEPIVcYjRodFolh02H8ULAftCOYOYZ5CmYK4MTXMhTwWWkpKUmZUx0/CYvj09NSczEpaYkJ2ROBK6kpSbFxiwNWxQaOi84ZG5g5NLwxRELI8IXQEp2YkJsQnxMwrJIXOoyclYSi5zBpWUBBoNdGXzLUj4VsFYpZjkkXxGbKBPQQBkWc8kIh4RwSHxGDsjIqJAOjiQQe6U8soCRzaXiRCy8QkRXS1iogCpgZMO0MMwPS7gkNjk9fum82d7OXk7fRy6YS81K49OIXBqBRycKmGQBk8ymEXhMMjT3wldIM+bxKCIRQybjwicRimL9zDIZX6dVTIh+TJGQSyJmh84LdnaaPGXyd85TJnu5uQb4+c4NnB2+YH5cdFTisti46KjgAH9sjdbN1WXqlGmTfnCZOsXdxdnTdfrMGd7+vj7BAf7zgoPmBs4O8p8VHOAfOid48aKFDoqWCAVKmVQtR9VyKcLHrNcyMZ/LonJZVABaDpMinWgA4rFpIj5LiSKAc5BjzGPT2Awy4C5U/oDICcPDYFsAl6+Iz+JzqI76YjjCIAImNJ8B6xq0KLzloQgNwpzhIC9FODD0zudQYRGBw8RwWixkoRKeXMp3lCopUSH0JylRbInN8WYBkzl0C8OVoVtIo0Zz7Saow9FpFTwuA5+TkZWZymHTNGoUEv4h2w+yx+RSoUGr0CiliICNCNhKFIEd5cjT/rr0CGqiIGYMsrIdbOyI1JKJ+Sq5WK+Ry1GEz2OymBSH+xrcHEBucDmsWIGqCTO3DvFWwGfDlD4owI7yG7DmQj0SgCWUAMOCFJGQ9XXgM7xJwYcCQiIMiH4NwEDXDigFSzOYnIF4HdnIoHN+bSf+GmLJpBxAPqBWR7WSo2sXNE94SEDyQN2wkAekR6eR+P/2gQNtwm6Z8GZj8R8Ucg6dRoR+KTBCQzIWlYKHoQ9QNVlMCjA/PF9I/AK2d4AiWIUdT+FriIUdC2qwo2gX7McOq3ZOdgaAKOi3jhUEh/cYTMugEsOVAbmBqOEoSqUQCPhMeJDArvApDJc4JHQHpcML5/gTuPHsrPRMHLYeCpwMk8+O62TiUmGZEgA4KzNt4mFnkEnZOTmp2dkpBEI6gZiJJ+AwHZiCdwAwAZ9NysnGZ+IIWZlUPJ6akcHJyeETifTMzKykxOVxMcuT4tIyklMJ6TgWIUfMyJaz0+TMJDk9Sc1K0XETFQwHAJPsMqJNSrGjdCtKUPGWkdPmLp0/M3hmYNCs0ODZCwMCFsycCfQb7DMj0NvL38tjpoebr9t0X7fpnk5TZ3m6h8z0C505c663d6CrW5CLazAmBTsHuzrNcZ82x33aXLdpoZ4u4b7uS/2944Jmpi2cS4xcRI1dTIuJoMcuxuaBU+NEqTFIWqw4FcNgIGFpSiy2JceIk6KgLQmJW4LELRHGRvCjw745Vdt//M6Dg7fad165v+lM9foTFetPVGw4eXvj6artl+p2lTX8dKF2w8nb647f+vFU5eazd1Ydvl687/LqIze2Xby39fzd0gNlBbsvrDh49cdTldsu3tt3o+VYdc/Z+sGLTcOXmkcuNT46XtGx73L9jrN3Vu+7rCzewTWsoatKchAbRV4otm8yrz9UvOPsuoNXNx+/teHw9dLdFwwbjqArdmvWHbRvP1O87/JPF2pP1fZfah7Zf7P1VG1/WdvYuftDu8oaCvdczJLlu4QmTp69NIEqzdty5EDZvWPlTYev3z9yo+H4rebL9X3bz1ToVu2kKvLSOOrIbN6spemT/SPc5ixLIElVhT+t2nVu67GbPx0vL9l2SpG/RZ63maUqTmOqFyRSXQKjp85asjiNjVjWWNfv2Xjw4u6z5RsPnM9du0NuLqEJFMnZtPDopHmLlgbOmT93/qLFS6JjYuMiI6PDF4VNd3aBzcnJadq0aU5OTs7Ozk5OU319PMMWzfOY/kORXf33X8c/jPcO99x5PdL06XXnb5/7fn7T9Xy4dnyk/sXo/dejDZ9etH953TX84HZz9em68qNd9ZeeDdS+Gqx/3HX7w7POT68eTMBt69hgfVfTtYHO23/9PPzH3178/Lp3dODeUE/1cN/dJw/rRgfuDffdG+lreNBcXVdx+drZgyf2bd29qXTjCvuaAv3aQlOpTVVkVm5ZnXt875YD29asLTQVWVWb1xauXZlXYNcZtVLImpJLOAxKppBLUcp4ViNanK8vKTAU2DVWIxZGlWvW5pq1+VY91geLclExQ6/kHti1ZuhB3YvRtrGhxpdjra/HWl6MNH581TE+2vziSdfIo7aWxlvnTu/ZuK6gMFcD1b5mPWrWoyat3KCWGdQyo0ZhUMt1ShlW4GmUm81qm01nMqlUKqwtFrhIwGfBAV2M8DVquVQiZNDJSxYvCpkb6O3l5ukxfZavJ59DV6JCi1FVmGewW9QTBcJKyDReXWrZtDb3VtnR1nvXgIEHOqoHu2pejLS+eoJ5xT+/GXj1pPXzm74PL7pfj7V9edvb11nxuL/p5bOBv/327sVo36XTBzeuLhTQCd7O3/1Yau9tuftiqOPdaOfrx61tNRcett385VXXl5ed78eaPzxt+e197z9/efTb+95nj+/1dVx/+vjeiycNjx9Wd7Rc7uu+9Xq87eV422BfVW/HzYY7p+urTg503gJ1d6S/5nFv9W8fH/7+aXB8uKG+6uRIf01n45XOxitDPZWPHlT9/ZfhL297X4+1jA3eez3W8j+/PYFw73/+eXRs8N6jB1XdzVcfdlX88ffxX9/3//qm/+cXPWP99zrrr7x83PDXj4NvnrZ+edv768fBh913qm4cP3Fgy6a1+flmpVkjLbBoVpVY1qywriw2wU5bu9K2utRaYNeY9ahOhahQvl4tLrQb15TmF+Wa9CqpWoEAb+g1Mii/sVu0RflmAGAozJBL+Tq1FMQ6KJgFMRakYIVcbLMa9DqlRo2CBRoAGDKuYE4YGmsREZfHZYiEHFCGwUqtVsmkEgE401RKKTgFxAgP5iQBsLkcOioTaTVyk1Fjtehz7aZcu8loUCsVEqtBVZhnysu12Owms9Wk0shVSlmu1bC6yG7Xa7h0ejaOmEMUpBJl4cmCOfFocGJuSErprBg923ioZM/t83WjZ2sGSndf/vFI9e4LrdYNF8vuvzle8WTDkfuXG9+euvtMtfbCfJx+dpwsnlYalVMQlmScu0Q61T3t+6nR3r5JixZlpqVSRIIJStGIBBwCj56tRQVGDWrUoFaDxqRVKqUipVSEmSPUcrNOVWg35lrUCikX4dNkYjabTVYqEbvNSCHnzJrp6+vjHTDL39Vl+uLwiJTlyURCDggCWLSYBgv3wmaG9Sqb1SCVCHhcBlQuMxlkHpchEfMhSAa86DBNDXW7OjX2QqsViFjIEgtZcAZsNiihbQj0HL1GZjOrECHFbBTn56oNOjFYpi16pUEtW1VoK7Tq9QqxWsrTo3yTUoQB8Jn9zXcvP3/c/PpJd3/b3bu3Lp48sH1Nod2slFu1KqtWtba4sMRuQXgMpVSQb9Nqldg6i1zKV8gEcCIO58oTd63RKMV6jawg1wi4nm834LNSvL3cnKZNCg7yXxYbGRuzlEzKUcglAj4blSEKuUSOisH2bDHrrRaD0aCxmPV6nYpEzA7w95086VtvL7eFC0Iil4anJCekJCdQyHihgEOlEKQSoUwq8pnhMeX7PyXFxSB8jlaJKmViLE5cKZVLhWCIgHowLouICOgQCCeXC2m0HA6bVlhg02pUebm28EVhTlOnebi5p6emCQU8AZ8tRvh6ndJsVsvlQpGQA0VHIiFHwGepVTKrRW+zGsDDD9PvMCZHoxLYLKocFUOrEyiGYoSvUsrkqBi4msdlihG+Qi6BXGgYR2TQyRQyPhOXmp62HPJImQwKkZAFo27gIMhIT05LTcrOSk9NSczKTAPJBZeRkhAfEx21OCoyIiZ6ybLYyMSEWEDl9Im4VKx8EpdMykmhk3Fseg6HgeexiCIeVYawZAhLLKALuRQRjyoVMWUIC5KWeSyigEMW8agiHlXAIfPZJB4L8ycLOGQuk8CiZXMYeAGHLBEyZAhLLmJIuCQBI5tHy5RwSWoJSy1hiTlEJjGVQ8ng07P49CwuFSdgZAsY2dTspJTYcI+p3/q5OS2eF4RPTeTRiXwGScAkIxwai4pnUfFQXgUYJuIzeGyKA4AVCoFCIcJyuVEBzGZPtDFzoXImJzsjInyBr4/npG//NPWH752nTHZ1mubpOt3LzdXVadqU77+DbeoP37tMneIx3WWGh7u/r0+Q/6zAWTNnz/SbGzh7/tw5IUGB/r4+wMM+nh6+Xp6zfGbMDZy9NDwsIyWZw6DLJSKEz9EopWqFBBKwwAvtcDvTKXg2AwshB5cveKGhcJjDpCACNgy1SkRc+C+FqwEbQxexRMT+ehMLWYiAKeTRpQgH1GBoh5JLsbgssZAF9WNwnBcLWSw6gUUnCLg0hxQs5NFBTIabBRJWyATg49AoxVCMZNCiSlQI9yIWshw6vFIhgYO5ViOH5W+jQS1GeBw2jUYlICKuTquAHEToy4GyZZmYb9AqdGoUaqI0SiwZC/LDlCgCWCtFeIC+EDbmqAWGP4G+qK/bkife1KhMir0lBXysc9sRuAjrUOB8hiYkqPMRCtgOkRaUxq9BF74XCf/vXwhiq0BChPMciImi00gOJdAxOgvCJszigjAIoAUeYEfNLHAXMB6YhKFVGARMEHIdJm0QVwH8gNgdw8OgLsKFX+uojhlauEegZYf4+TUDw2gx3IWDpSeOLVj4MywWTPDt/9mhwfAC4c9gh4bBYNDGHZleEKMNoQbAioCssH8cxAvjuBCUBSgLwA9/8jUDZ2dhacmgADt+C9AOnmpwPsO9wC4FDzO8vvAnAKUOWIXbd+RXwSsFqOxwdANXfy1lwyOBwy8QsuOO4N7hbx0i88Rrmk6lETKzklNS43CZy4nEDBIJh2nChExiNo6QlUHIyiTlZJOycnJwmcTsHAaJxCEQJHS6nM0WUqmk9LSkZdGxkYujYpakZqfi6DnZCB0AeLmCsVyFAXCKhoPT87PMSI5Vkm0R4y1iaq6cXaDOVnGXUdODloZ6Bnj7+HrOnukzx9cn0NNzro9PsLf3bC/PWe5ufu6umALs4err6ebj6uLv5THXzxcjZG/vYHePEHfP+d7eczzd5nhOn+M5PdjDZa6H0zwvl0U+7otneUfN9kmZH0xYGkaOXkyOXESJCmPFRwpSYnnLI/nJUcKUaAcJi1MxHoaILGlyjDQ5RpYSi21J0ZKEyG/232zdfbXxpwu1G09XbTh5+8dTlZvOVG8+e2f7pbrtl+q2nr+79fzdvdebD9/u3HbxXsn+K4V7Lm46U73jcv3qIzds207n7zr/46nKXWUNO6/cP3y789z9oSutT660Pjnf8OhoVffuKw0bjtwo+OmUfvU+sX0TTVnM1KwQ2zdJcjfbNx3bePTm3kt1uy/UbjtdtfHozfytJ2UFP6Elu9AVu02bjxfvu7z+RMXRqu4bXePlPS/L2saOVHYdq+7ZfbWRaVrnEZHhFJoUksxQr9y5/tDlfZfv7jxXufNc5bHyppO3Ww9erbNs2M8zrswU6CEU+jvfhX+aMd9jfnw23yizb1y58+zWYzd/PFhWsPmYsmArX7+KpSpetJz+g0/Yd94Lg6KySWJb6fbTJ8qb9pyt3HO2YvOhi7bV2zioJZ3EiU7KDotK9AsI9Q8MCZm3cMmSyNjYuCURiwNm+bs5uzhPmerm7OLm7DJ18pRJkyZNmzbN1dXF3cPFy3P6dKdvd21b8+nN0Lvn3Zjy9rr7r5/6fv3Q88+/PP78tnNkoHL0YdWrsftvx5rePW1+PlQ72HnzSe+d18ONT3rvPGy7+aitvL/l+odnnY8e3BnovP24t+ZB682OhrLx4aY//vHq3fPOl6Mtzx41PH/cOD7cNDZY/7Crsqvpxp3rZy6d2Lf/p3VbVuevLTSX2jQlVk2pTbO+2LpldX6JVbMyV7fzxxWlNo1FhWxbX7Ii32QzKa1GRWGu3m5WyRAWh4HnMglcJgHh01Qo16BBTDqJSScxaBC9WlxaYC0tsK8ssutVUoUU++3KQsP5k7t726vHhhqfDDa8ed7x6VX3hxedv37off2s/enjjsa68hNHdm5cV7iy2FxaaCywa2wmuQrlGzQSs05hUMt0SolBjRlrQTOEtXa9Xm4wKJRKzBMrlQgAfuC4BkE1IiE3Oyt94YKQ2QF+3l5ubq5O80MChTwmAHC+XYf1kcp5Jp2kMFdTnK/LsyrtRsmBHWtvXjzUUH2hre5qd1N5V+PNRw/u/vy6f6inZmwQ25lvn3W8fdbx6RXmTB7sqfn15/H//eevd6uvb95QWpRrWrIgKCIk4MrpI08fdnx8NtDfXNFWc2G8v/bz85aPYw0vHlb/PN76fqzx47PWX151vR1rGuy82Vp/rvnemdHBmqeP7z1+WD3w4Naz0YYvH/vfvOoceHB7oLui/f6lB63XQfId6qkc7rvz6VX3nz8MvHrS3Fhz5vLprU13z3Y1lbXcO19fdXJ8uOGffx791+9jDr3390+D0H317FH9w66KnpZr7fcvPe6t/vsvWCn0b+8e/vK6r6/l5v3bp355/eB/fhnpabnW03Lj+XBLZ9PNO+Wnj+7duGVd0brS3HyzttiuX1FkKs7X5VoUFoPUZkLzbSq7WWHQIDoVYjerivIM+TatRa80aeVGDapXSSUiNrjjpAhHyKPLxFwQhPNseih4RCU8sK3aLdpcq85k1MhRBGalYAYYZFtAX2xUVSpEZSKVUqrTKkAr1mowA7xKKYXzHg6bJuCzbBM1vwDJwMCAuDqtwmzSWsw6jRqF/xlExAVgtph1RoMaepIMepVBr8IqkVCR2aC0mPU2uwmbATZjFTi5VkOeSWNQyNgkchYOT6QKM2mKqAxkboJs7vL8+emrfJaq05EtedtunqwZOntnUF16YP+Vzp9ONgmM+67Uvb/V/vvGo22FO6oTmau8FqOR5PVLCatDEo0hCWq3OcRvpoVN9VgyZ0FKUjKZQeeLuEKJgKuScLVSrkqMDTEaNAi2GqVR2Iw6vVKJisQKsdRmMOmVag2KahUypVQwAQAMrVKAJTCrxHm55uysNC9Pdz/fGTN9/ZynOcVGx6Qmp5CIeA6bLpOKsBhtVMDnYwsBAj4LEoN5XIbJqFGrZAI+S69TghFajPBEQg7kbMukQr1GZjFi0rhYyAIk4HOoCplAoxRD3a5Jr1DJRaDkGLRSmYRh0AktJplWLVDIeBqlyKCW6VXSQqveqJIiHJqQRVKLuflGxYEd6xtrrt6rODM6UP90sOV+5eVTh7ZvXFmQp9da1UqDAs0z6jesKNFIxSkJsVIhe3WpXYZgJ9xShCNFOKBHyaV8JYqlbSlRIbZ2ppObDUqZmGsxqvJs+lm+7tNdpnp5ui5cEBIdtTg+LppBJyvkEj6PpVLKtBqFSimTSjDN32zSFeTb8vOspSUFVAohKHCWs9NkF+cpvj6eiyMW4jJSUlMSU1MSaVQiKkMQEU+tQkVC7nSXqR7TnfCZ6TwWXYVKZIgAFQshhBYUciUq5HOobAaezyFDqQwAMBZXq0b5PI4clU7UxTvP9g+gkMgsJp1CxnM5DEzptet1Oux/GMwOYEpHZSKQvFCZSCoRwJqFSMiBFBk+jymVCIUCjhjhS8QCHpeJiHgqpUwhl8BssGjCGi1HxVKJEARhFpMKYlFOdkZKcgIuI4VKIcBZMj4HRyblCPhsHpeZk52RnrYcn4NLScY8ciA+EPCZ6WnLU5ITUlMSkxKXpaUmgRCBy0jBZaRkZ6UTCZl0UhbQL59NEnIpAg5ZLKDLJZz/C52aAF2ET5MIGVIRE8thFjLEAjrCpwm5FNgAhlUoX1CAevoAACAASURBVIaw+GwSgDTcGsKniNkkoFwxh6iWsFRiJp+eRc5MIKQvY5PThcwcHi2TTU7nUDJYpDRadnJs+LwAL1cvp0nhc2fj05O4NIKQRRFz6QI2lcck89gUsZAFbCZFODw25f/PAg1HKgEfIxw+j4WIeCRidlRkhJ831hjtNHnSlO+/m/rD906TJzlPmew8ZbKbs9P0aVPdnJ283FxneLh7u7v5eHrMnOHt5+01y2dGcID/wnkhYfNDF4XOWxQ6L2LhgnnBQYGzZs6c4e3j6THDw93P22vO7ICw+SE8Fl2tkBh1SiWKgFCJSgQw2ctlUWHcV8RnwXwE+IF5bBroopB0BWZgnRoFT68U4bEZZAGX8e8UKLqQR4d6bUBWAGCxkCVFONDrC+KtTMyFyReQc5WoUCxksRlENoOICJgyMdfxh3DoAGEZVq8c9KtTSwGA5VK+Si4CQ4eASyMTMuiUbMw7LRdDxZFQwAZSggQHiLKHFU+Ih4BhUQBgEZ/lGPcF1RcUYDAzQ0swALBaIQFFHVRx+Cu4BPYhImDD7oXYM4hIAL8MvCVh7VWOIoiIy+cxoYNAKPi/anoelwkLTMBgoOvCDAKkQIM0CoPBE2+ZLGAeoB0gXsAqCAd2TJACRjr8zw4QgsofB5uBPgnsCuAEWuV/KKUQ4wxyLgzKOnKkwWYMGi8AtkM+BQCGjGuIjAKREy53sDTosY6RWnB0w9IAlYIH2RxsXDDlAX5yGKKGeWDwQjPoWG4/PDDQliG5GkapHa5m2FGAnY6gbNjbDmc4PCTHE4HoKVhrcCjAoCrDrTmStMDGDIox7BMQV6FW4GtRFzTbr1c0/iPSGV4CeCJfA7DjNQVUhh9hzQL2P6AvhGY5djgBn5mdlUal5eTg01LT4lPT4rOzU0gkHIWYRczJIOVkkrJxpKwscjYGwMTMbAaJImKyhFS6iEIRUqkiBh1hMpgUYlZ6SkJibEpWSjo1K0tAzZaxcAp2igobA05Ws3F6foaOlz7BwNkWcY5VQsmTc4u0BK0giYOfH794RpCvt4+Hv683pvp6egZ5eQV6TtCvKyb8Ypunm5+X+0wPN38vj0BvryAvr7ne3vO8Zyyc4Rvm5zdvhmeoj8d834mvM1wX+mIu6CX+MyIDZiSGBmIVwUvDiEsWEGEeODGSGRfOio9gJyzmJi0VJEcJkqNEydGi5GglLhHbMhJUuERN1nJsy0hUpcV/s/Vc7cZT1euOVaw/fnvT6Ts/nb+3/WL99ov1u640bj1Xu/lMza4rjYdude6/0bbp9J2SfWXrjt/acPL2ykPXrD+dsmw9ufZY+aGKjguNj0/e7bvS+qSi93VF7+trHc/O1D3cVdaw7mi5ZuUeSe5mxLZRkrtZmrfFuPbAit0XVu65uO101a7zd3eeq9l0rLx4x1nj2gOy/K080zrdukN5O8/9eKrypwu1e641XWwaLu95ee7+0Mm7fYV7LoqLtmdK81wXpX7jHrooS2jdcvxiff/Bq3VbT97cdb7qREXL0ZuN6w5eMqzZTZBYlpGQOXF4j/nxk2aFOwVFLsnk8Iwrjav2yPM2q4u22Tcc0hRvxwvNy/BIHEHsFBA5yTfcKzQxjam2rT+45eiNzUeur9l7bsuRq6t3njSVbGVIjZHJJP/QpTPnRMxdFOXtN2d2cOjCRYsjIpYsCF0Y4DcTg97vvnN3cvF0dfOY7uo0ddq0adM8PDx8fLx9/byCgnz37NrwfKznt8+j78c7/vKx948/Xv76pu3Lm9Yv7zqfPa7p77w6MnB7fKT22eCdJ/2V7XXnelvKPr/o+p8vw+9HmjGmetb15/9H11tAR3HvbcDc3rY4cVeCWyBIgLitu43tzM6su2XjIbgWKLS0FEqLlgKlUFwb3CWBECRIcLf6tfe+/c7s7975OO93Ps6enGSZ7M7O7Gz+z++xx21PbrEVRy2ntl9r2X/u2Jb2C3t/ft4ObcCvH1+ChqQHN09ePLltz9blG1YuXDx70oz6QL3PUeezNgZcLOKt8s2oDzT4nQtnNEyrCQRsVJ3XXuMx+8xUjddm0musDBFwW2srPR67UY+wc3doPoQViZlGbCbUaSXcdtJtNzRU+6sDnoDbiqgkajnP46DmTKveuPazowc3t7cevH312NvnV/72c8evr6/++qrt/q2TRw58v+brT6c1VVUF7PXVnqb6QF2V2+82OSx6IJw9DjbsByymQZ/d7TAajbjRiDscjMPBGAwIjmlIPfsVQ9UwEwXSBkW0RYX5A/pnJibEJCXGxET3zhs/OtxEQoQ5SbaGx2pG3U4q6DcHfCaPi3LZsYZK66qlcw5sX3t036YLx3e0ntp96czuR7fP3mw7/Px+yz9/uQM1y3+86fjjTcejO+fv3GrdtGnN3LlTdWpJ3/QkTCNr3rPtVtv51w87Wo7tunPp8KOrRx61H3x150hn67Zrpzc+v3Wk4+LOGxd2PO44/OT20avnt50+8s2Zo+vDTcj7b99ovn/n2KsXl//47darF5dv3zj8qJNtbO68dvjO1UMdlw/cbDv47N7Zv//U8dOzy9db9+3btvzAjhWnDm24cWn/5bM7LpzY8qTz9L0bR3992f7mSeuNS/uvt+671rL3yvldpw5taN698tKZ7VfO77reuu/5/XMvHrBa9DcPW5/cOn313J4LR7e8un/+9xftZ49+/+OuVaePbDm0d/2Pu9evXDpv0dzJn86fManaX+O311ezyc9BrzHgYfxu2uMgvU5D0GsKeMyT6vzTmqpqQ2wdqZUhnBaD18G6HM0MzlAIoCNMJwcY7HNbQCPHUAimkzMUApjE53XA2YQVJFDBRkZPkSi4f8FkBQIzh90EllTIcLZZGdYbSRMWsyFU6YVbwO8CAAyhVrU1wcaG6saG6lCl12Fn07NCld4pk+sD4eRnqFOCjGif1+H12E0UardQVgvjctsqq4I+v4sNAfa5Ak5zwGGlUZ1YKBNI0FKpYbyAGcX3DiiqHVA0OWGUbYJmanDelkUbT21svhmcvW7e14eWbLjw2YbLx6/+uWTjdZV9ab56co5w0nDe3MwJUwcWTc7I9XSJLuzSY3DS4PycIkGJUCyWithOS6UAlQsIhYjRyBidgo23dRnCYTOMw2QiEQJX4zbaXukO+R1+t8luJSkTgdpo1O+kqgIWtl+HRn1eR1HhhIg+vZIS4+Nj43p06z5+XG5RQaFUIiL1qMtp9bhtDINpNBKKROUyIcS3gPgcjmptTbCmOsAekPAMwukwO+wmk5Fd1LrsjMVIYDpWIAoskMdp8rpYmyuIol12xu+xBrw2ttXTSditiNWM2CxsQbTXZfzPhMtqstNkWG4qtRvQGq9l+SezTx3afmz/xmstBy8c3/XtV4tnN1WFXGa3kfaaTSGXuyFYOaW22mezQK57VcBuZCNkcauJFWYbDajVpPc4TWAyNxpQMJnDojzgtUlFZZG9P0yIj87MSBk2dGDuuJzSkgJwumo1ClA+O+xmkAp73HY2Cby+2mphoPeod69uGenJw4cNKsgfDx0YImGFVqNw2M02q9FmNSoVkq4fvtc/M02nkqtkYi6vCGg3E40BMa7HVKhWAjZgtiVVr8FxFXBWJiNdXlbSvWu3yD4RI4YN1+MEirDxpKQetZgNfr/damWTz0HbCZwSdHoZGT17asJ2bhjoMDQBYlHoNaENhJEhgUx22M12m4l7pdASDJgtvJke7MRajVwi5olFFZA5pJCLeBXFEjEPlvJiUQWvolguEwoF5QBuYV0oFvHAtwbqR1j/hZdi4GcT4Fo5EL+0Xs2QGgpXAgB+F/QC7mVPLs3WEQE5TOFKtnqX0loY1GrEbCbcTCNAGutR+X+xsZzSShB5uUZSQqgF0CqMKXnSiomi0lyNpESvEUJvsE5WxsJgOU8jLs/LGZ6ZEJ0a02f4gIyy/HFqCY/QyEwUyuhZthPeV+GYK5bkpCiNwaA1GLQUpSFJLUWxXnqTiT3aDE3oCQSWwhC6KxbxhBXlebnjBmb1jYuK7Nn1ww/f+0vXv77X7f2/9urWFb4BMBwT0ScxNiYzNaVfRvqAvpkDs/oO6Js5oG9mv4z09OSkxNiY1MSE5Pi41MSEzNQUuCd8Z9z4MaNkYh40A4NeF6AdcJXgAeZinBgK42KxIA4KXK9QqmQ1sX51q4lCtQoggUlciyMKTMcOAjjmFrhc4GZh3gQjTs75YjXp4WPBzODhyDf2U8LM4O8C4PAYSIrp5ACe34XB8DgKKU+jFAF1rFYIBRWFCimPoRCzibKYDWCvBZ4QPtUhBsLjttltxvDCgM1HVMhFkIBNoGpQgwNDDllf0PoLkm+Iy2Yo7P/Galpo0EKDpByM0zDS0mMaNlgrbLSxWmjQY8PiJDx4YkuY4EduuRJus2dHJMCaQjU3getoA8FJcwG2iYQVMGWDfnIgGwEPA/3I6ZY57hGwMXcBAmnMoT4OM4PjF8CnRi3nEBTAWqAloekHVM0wEdMTCNCqgLeBSlXIxQAOORAOvw57+C7dyj0sbAkvFthaEGPDxmHsx/YeQXAxiqigO4prQoJ7oPwZeGBYAYKCGl4COKXh5XOcLfCrIDYGgAqf/PAaYTMgqAHEcgAY1MucBxgiyoSCcsCcYAOGxDL4L5mU/UiEMwUEuETMh7MAABUAMEBf2B8YcHAe5v+jnYYALQ42A50ODwUuYvikhVQteGkwcAw7U8ok0gqZkicSl5WUTiwtnSgSlSqkArmIp5aJVSKBUiBU8AWSMp6kjKcRyyitjpArCblcr1DQOq0Zxww4gqgVMrmoVFhapuBXYDKBUcu3oRVOrNiBFNl1fK++zImWujBhkJZWmyVVJkWNRVvvUPgZPqMZU5GXMTQrOTUhMzVpQFpKv6TEjJiYjJiY9NiYtJhoVv8c959bamyYEI6KzIiJGZCQMDQ5ZURy6oiUlCHJCUNS44enJQ5PSxyRkpCdmjgqLWF0RhKrgh6QXjZsAH/kEEH2IEH2IMnoYYrxI2TjhsjHD1FOHKbOH4EUjEQLR+GFOXhhjpmXZ6qYaOXl2QUFLmGRW1TsFBTaefldZny9a8rybU1fbJ365fa5a/cv+LZ5wbfN89YdmLVqz+RlP0xbseOjbw7OXLm7csG6wNzV9Uu+m7tun2/eStu0pVNXbFu+6+zqg5e+Odz+/enbqw60bjx+Y/OpW+sOXVm6/dSs1bv9H60y1C5EPDM0zqlU6CPnlKX+WV/VL/p2yuff1328jg27WrDGN3O5Z/oXloZFZOUcY+0C38zlVQvXzVq9e9nOM1/uPvfl7nObTnRsPH5j8eYjxkmfqDzTBpYiXeKHRQ4rMTV9+umWY3NW7wrMWb7wmz2bjrRtPX5txbbjjYvX4e4pRUrLkHxF2sjy7ikjuyaNGFSg0LmanJM/MdfNp/wzDIGZGmtjuc6ZJ2VyytGEIYVdemW+Hz90DA/3T1+y5Nu9n2/cP3/lD/O+2vLxqh+qZ32ud9QVSfGR+aJ+IybGpQ2OTRmQmjkks9/QIUNHjhie07//wITo+D49ekb17J0QFRUTEZkQE5sQExsTHZmYEJfZNzUrKzk9PXb1yk/fvu787e3t1rM7f35x6c9/3n11/+TfXrX88vzci4enbrXv7Wjb8+Tu8Ud3jl6/uOvy6a0v75375enlP//32Z//fvrs1pm7bYdf3Tn34s65+9eOnDmy6VrL3ns3jree3vHo9ul///7g5cNL//i585+/3P352fUblw8f2L76q89nzZ0WbKp2NAQdIZe50mmqDzgnV/smhTx1fked3+E26d0mvctIeC1Utcda47W5TXoGV3nsRpbH0+uUEp5aJjCS7BKEwpVOK2k3E7DyYNtHwugXooCr/M7qoCM8p1c01noWzmlcueyj/TvXXTyzu6Pt8Jun7b+9ufHswYXb144c/3HTl0vnz5nREPI5gO+tCthDPgdb7es0V/qsbKOvg/Y6TCG/rcrPEjg+n81mM1itlNNptFhIFGVL4eBjMfxpqMIxrcVM220mtUoxPndsVt8MiHhNiInklxXjiMpEEywnaaMcbIsjHt5z0mHBHBbMZceaqh1rvvxo9/dfb93wxeF9Gy+f29d2fv+jO+ffPrv266ub//P7wystB69cOPC/f3/2+un182f2f7podkNDZVH+2Oxh/ac2Vl88e+TKhROHdn9/89KJNw/a2k7uaDm88cmNQ1dPf3ds52cXj6x+8+DMhWObju1Zebtt/y/PWp91nmw7v/38ie86ruy/23H48d3TL55c/OXN1d9/vvHyaUvnTbYe+fXjlpttB0/8uP7s0e8e3zn1x5vrf7y5/u/fOx/fOXX57I6nd8/cvX7k9eOWV48u/v762t3rRw7tWXW/49hvr64+uHm87dzOs0e/Y0ubWvf9uOvr9gu7r5zf1XH5wOvHLXeuHnp6ly2jenbn7PPOcxePbd2/ddmxvWuOHVh/7tiWi6d2Hju46eCubxbPbZxS51swq7G+0lXltTbUuGsq7SBTrwpYfS465LdMnRRqrGUbquqrPezwwkw5zJTbxoCwGaRrsGQEsVzAa3PaaFC7gS6OxNU+t6UqyNb2QqgJ2FDBxwikLrBbbLcSplGrpKBbdjrMYFJ1svFUbPURxGL5fU64AZELc3ezifL7nCClBtYXDJONDdW1NUHgk31eB+RLQ9PPf9geRm+1Gf1+r5f9dUvQ65raWBtyO1USSVFBqVCMyLSWUikzptwysMDXN68ybiQzRl7vmbWl6YsDG44+mrL8x9BHOz/ddGXjoddzV7bmq2YMK63MzLWP4jUMLWgYVtgUN9DQpdeED+Jy+48RTuDJCwVCNaoiSJXZqDXTGgaV01q5i0JDDlPAY/R5mHB0tsFEkhqZAlFq/Q5/pbsy5A167U6LwWAhcVaIXumYVOcFTOVyWvLzciP69EpJTkyIi+/Tq/e4MWPzJo4X8CvCbT0Wj8diMhEYpqypDpB61mIKEwG7zQgXl9lEcd42mERAZzKBKp021nmLamUGvRYMe0Gfva7ax/L5HjabPRRwTm6samoI1YRc06ZUBv2MzYS4HGR10FYddPhcRoeZ8jtMPrsRqoDtBp2TQac3+L9b+/nurSvPHN1+/MDmb75atHBmY2Ol22M2OAzklNrq+qC/2uuaM2XS4vmzqvxOClfazQRDalhlh9WA6eQUoWEjAwLOMFWFmWiCxLVqlbQm5GNoIjaqV3RU7wH9M4cM7j8ye2hhwQROYKbVKExGyuO2e9x2I0OGJcf2utrQpMbawoIJ/bLSoddnxPDBvIoSiDABCgXRqRx2s8NuNlB4aUnBX7p0GZ09zECgUiGPIXEDgTIkDpm6BKoErE7iaj2mMjPsnMXM4HI5nzbg4XIjTU11cPiwIZERvSP69CrIy/d6XDar2WKmfV7WEg9ST1juA+NkoDCwwRO41myi2KRoAw7hz1ASFj6zRpORHehA5JWeQExGig7XOxG4jtSjpB6FxRxFYiYjSyMDhKZIlFuAatQyoaCsqHBCRXkRrOmlEr5IWI7olLCG5tJcgMQABoZTPMJiVKtR6LQKPaLEtBICkQHHC3SuyaADGTP8fQFC2GTQmWnEZNAZCBWByDCtBLaxMKjdTPyX8lUxpCqsoNaYSbVJryK1Io2kRM7P10pLaVRqxOUAgBWCArW4GLhfRF6OyMtxFZ/SSjCFUC0qy8sZnhLdO7L7XwdmJPGKJiAKEaPXAQDmjK9AeFKUjqJ0MLbAMCWOq2BUB8Yck5HSEwiKqHFMC1QexPoKK8pLCvJzR+cMHTggKz0NhM1xUZERPXtE9GSDsvr06B4bGQEMcGZqCmf9HTFk8JAB/TNSktOTk5LiYoEoToyNiYuKTI6Py0pPiejZbdjgfjIxD8qEAfECCQzfA9gD4Gc1UZACjSMqSIEGGGxm9CCH9jgtDisDFPF/Y5O1FKGBPiTwF0CSuUGv5WKxAL4CcPV7rBYjwVAISKNBMg2QGN75YJrAdHKtSqxTS8wMbqIx4JZBygG/osdUsAE8O6qVwdjUbjP6fU6KREFaDL3lMMe029hIRbOJ7TbHMY2BwnRhLzRkX2lVUhxRAaMLbmeDHoE2ZlSrUCvEGqUE0ylBE26iCYuRdFgZh5WBLGioNMMRFTRIUYQOR1QEqtZq5DC0hbxiuCQxVA0EJqJT4pgGPPngXwUGEky8IAMGAKwnEESnUshZcyavoqS8rKistLC0pKC4KE8s4gG0A20zoClgaGHaAkZccMAC+gKfCzCWQDVDfxJ84nGYGbhEAHuAqQAPq1Wydz3DgE45KKiQszIikFuLhBWgx+boXABsoLWWSYUATYFZheflcCZET8ML0WmV/8XkMgjBgu5foPFlUoFcJoR6JIgTUyklGrUM0Sm5iC8o1FUqJIhORepR2EPghwFvA7Mql4kgy0AqEQDrC59OAFPheyDPga8G9wcAYDjOEP7MZV/BCABGoqUlBezMKxyFJZUIRMKKivJiQMtwLuCwABoHZy+cWWDaOVZZKCgPf1oqgRUHcAtFwRyXDtibey44ifD+KSstBPGORMznC0rVGolKLS0tK8jPG8erKFbKhEqJEFHJ1TKxXCgUV1RUFJWUFRRJeAJUrsBlMlqjsWGYUaNGJCIlr1whqFDJRTx+CU9aIdCyNmCxDRM48WIHUmDV8N1EqU1X5kQllYyqzqastcqrzcpqi8xrYAGwoCBjaFZ8ShybhpiS2DcpISUqMi0mOiMuNjMxPjMxPjUhNjkuOjEmMiUmKjGyT2Kf3mlRUf0TE4elpQ1PTRuSlDQ4OWFoWsLwjKTsjOSRaUkj05Jy0pNHZyTlpCaM75daPDirfPjAimEDecMHCEcOFecMFeUMkowZJBs3TDF+mGbCCF3eSDR/FJo/ilVEl+TSpeNNFRPtggKHsNAuKLDy8rpM/WrHjFW756zbP2/9wXnrDsxZs2/Wqj2zVu2Ztnz79C93zFm1d86qvY1LNgfnrWn8ZNP8dQdrP9k49cvti787uvrA5S2nO3e1PN5z6eney8+2nbv//ak7aw62Lfi2OTh/LVmzUOefjQbnKuzTdN45pobPvLNW+WavdE3/MjB3deNn39UsWu+cvsw2ZYlrxhd03QK1e4pt6ifz1u75aN3+ZdtPr97f+uXOsyt2nVu1r6Vp6fcCpqYI9XbNzO2SMEJkqluw/uCC9Qcnf7Fl/jcHlu86vXzX6QXr91d9tMoQmqs01RUrbCMKtZEZub1SRqcMKytTOy01C4IzlvtmLPNO/4Kumod5p4uo6hFlaLe00V16ZPRIHTUkX+GfvmTaZ+sXrd3+8Zpt877aPHv5xsmfrKqZ+xnpqi0QavuNmpg5dGxS1rDesalRiZn9h4wcPGx0Zt+BiQmpMTFxET36dP/gw97de8RHx/Tu2Sc1NTU+PjYxIWb48P5ZWfG88rHbfvj6j1/v/fa2482zNrZ15tH5n5+2vOg8defy3pYTmx7caP756YXXD889unn0/vVD968d6bzS/Or+xQfXj9+/duzWpR/PHvr+3OHND68d/+Pl1fvXD507suFqy66fnl1+9aj1+f2WX152/PH27usn1x7fudR6+sct33712fyZc6Y2TKmrZJNmKj1VfmfAbWUVxS4LdNX4XRanxWA3kexK1GWpCbqr/E6HmaIw1p9jNKDw5wdHFHYLFW4bYsVIwOzZzOBnY706Ib+NxZNW3KhXmClVtd88pd47tcEzZ1roxz0bd/+w6uLpvc8fXnn2oO32tVMnDm1d9/WimVNr66p9Aa8j6LNXBT2VfofPzUbpVAU9YcqIXUCH6+YpiE61Wim32+h00gaDVqeTabVSnU6m0bA5gdCqRxuIgN/tdFgE/LIRw4cmxERnpCQnxcVG9ewpFwr1iMZE4XYT6bUZHEbcayNrA7a6SlvQTQfddF2lZeGc+qkNnvkzatav+uT7b5etX7Xo4L4Nj+5f+unN3Z/e3L1zq/XYsT1PHt588+bJoeZ9CxbMdFhJiaBg7KgBK75Y8PJxx422U086L//66vaL+5futB1qOf7DncsH3z48f6t195nmNe1ntt65cuDZvbOdV5qvXtzz8NaJ2+3Nl8/uuHv9yIObx2+2HXz9+FLnjWNP75//6UX7P3/r7LjS/OrRxWf3zr58eOF2e/PJ5m8vndn+9O6ZZ/fO/vbq6uvHbIx2y6kfOi4feH7/3O325tvtzU/vnrl4cuurRxfvXj9yrWXvmyetD2+dePXoIriCL5/d8eDm8Z+ftz24ebzz2uHb7c3PO8/8+vRyR8u+XZuW7Nz42amDG84c2XL84MY77cePH9i0cc0nyxbP+Gh6dVO1q6nKPbOJBbp+jznos1YFHdDy2sD29wargmyJETB+dgsF1l84pwG/K1Tpra7ye9w26EUEfGW10CAS40TIAZZftYC22ed12G1sHwyKqMDZC9QumBsh/BYWPdBvBNuDOtrrscNDgXAa9NIet83tsuoJHejioOCnsaG6vi7kdlkh7QlQMVQQu5wWr8fudpv9ftYTGwy4HXazkSFtVnMw4PM6XZPq6i20GdXqtRo9jlsdrloV6h1ZbE4baxgpDKbkGv0L9ngX7Ft95O2O9j/Xn/z77PW3dKFNwwWT+07wDSkK5fBqR5f7EzL4vaNH94rKzhiQPy5fUspTCsRs1QzN6J1Oo8tuoClW7Wky6OwMZqS0dove7WBnB4hGKpfwhbwStVzitJoaa6sqfW6HlbFb2IFRwMvGcbvsBnZaZKEbG2oGDcyKjYlKT0vp9mHXhLj48bljC/InioR8I0P6vA6jEdfrVS4XM2VKrdVCGxl9ZdBTFfK5XVaTkSRwrclIikUVY8dkj8/NUchFFrMB3HdWC82Wi4SpDxD7GRl9XW2l12O3WRmrhQ74XU2TaqdMrq8MeljOn9FV+kwhj4mN7PKYqrxmO4PQmNJtIWsDDr+DrRO3GrRmUl0XtK/9EFEtjAAAIABJREFUavH2zaua924+tGfzRzPrqn2WxiqXw4j77LTfwYQ8lsYqz9T6YGOVx2szmEk1rVe6bHqnlYByabuFTVxzOo0mIwlrOIokaJqa1NCYk5Pz4fsfJMYnDB0yKHvEkHFjR3ENwGqVjCKxqpAfRdQMrbeYaY1a7nHbGxtqVEpp/34ZkRE9e/Xs2r9fRt7EccXh8CcBvwyWngYKBw+ty2mNjYno3u39ovxcIJ1UchFF6MBeCOGxkCJrNOAEqg6nAalZOSWJSiUC0LDotMqePT788IO/pKclmYy03+eqrgrYbSaurMjtslYGPXabEYQPYDXkYDCYHiF1Nhx/xXLFOKYFeG+zGmGpbbeZoBbYQOGGcEOS2WQAITeOaaEoGEqDAcVBxr5Oy641FXIx0MiQ1gOuE4jChuxoAb9MIuajyH/KTqGBkxNPatQyPaJENWKNgq+W88C+ayBUtF5tNWIwo6T1avgRZEd6TMVQbAMtHnb/MqTGbsacVgLagNmvOraL3mMjvFbCZtA4jYhZryS1IlRRAXAXU/JwFR/AMDiEAQAbEImVUht0Up20XFZRWDJ+1ID0+D5du8RHdM0elJGfOwrTyDx2o82oJ1A1iWvBCwrxyHYLbaKJ/2QjmWir0eCymU0GPa3H4CuqUWJaFa3HQIAKC3GlQiIUlIN9GsK0x+eOHjM6G27Dhg7sm5manpaUnpaUkZ7cNzO1X1Z6v6z0zIwUiNROSoyNj4tKiI9OTmIXlInQOxUdERPRKyEmsn9mWs6IoYUTc2UiPonpoF0J9sduZhwWo8mg16NarVKmUUi1ShmuUxsIlNZjJKbDdWoS05kMeqvRAPsP7cRhsIca9CwGBoxK4qwiGjAqlFqHpzlsADsIHMBb+39ik6GMl6NS4X8NegTRyDlxMvCxVhNlZtgDrsc0mE6JahUkrgUsClnNgF2huFinlmE6JWRfc3gVqFq4Ey5ALvoL1SpA2m230HpMw1CYQY8A+kU0chLXhocFLBqHYQdDIXpMBSHYQF8DIw0b0KSOxNXg+9WH+5DgrxuENoFQAiq7tRo5XI8EruXcs4BLIYLOZKQA/MhlIgG/rLgoryB/fGlJAVTLAvsHXKVYxBPwy0TCCpANA4cMecU4xgawAcELKmv4DER0KsBdSgWbYwxPBEwsolMBkAP6kdPrAqYFNAgfdBq1HDCeWMSDcHi43mEbeJNzomhgoTmuEmTJ3MRQp1UCWQ07D+haH476AzAMSBg4UkCtkKisUbMZ2qQexVANAGYc04L5AqxwsP8crQrMKuetBUgJ9UXcAQS6FaYSHD4HUAp6Y61GIRHzgYeHXYXCXpVSCvhWwC+DUymXifjh6l0ujAoYWnBWcwQvpJRxPm3uoIFDmIWsvNKy0kKNWg5GXzh34DRWq2ThFA+xTCoOFzpIpRKRgF9RVlrMZllJ2fulEpFIyA/3HVYI+BVwoiHToay0kM8rZaG+RKxRyOVikZjPSlR4pSW80hKpUICqVIRcblAqDHI5KRYiZaXqokJVUZ6ytEBYOFEsKJEoRSJEJmQ0IidZ7iQKTBq+gygyqPJIOc+OK6ts2jqXssqmCJq1lTaZnZwoq+ibPSgmKS4mLjo2Njouqk9aYlxaXHRqbFR6fExmYlxmYlxqbFRiZO/M+Nj02Oj0mKi+8bEDkhMHpSYPSkrMSogblJo8JD15WGbqiIzUEekpI9OSRqUljUlPGZ2cODY1cXxGSl5WetHArNKh/cuHDaoYMUiQPVScPVSWk60cO0qdO1ozfox24uhwUnQOUTjOWFHgkJZ6VXyPkmeXlJgFBV3mb2heuOnwos1HP/7uyEffHJz+1c7Gz7+v/WTjnFV7P1p7YNry7aH560Lz1kxdunVeGAwv23Zm2Y6zX+25uP7wta1n7u648PCHs/e+O3Fr/eFrn/9wqumLrbapX2i8MwXGuhIiWIT56frPjI1LrVO+9MxeE5z/TdXHGxo//37aih0Nn38X+nidZcqnSHCmLjDDMWPpzFXblu08tenYje+Od6ze3/r1ngtLvj9mavxkgso+Xmnr0israbTQNuXzxZsOV3/8DXzTfO3V6oOXZq7a5Zj2BeqdycOD2SVY0qDS3injEvsXCZGAv+mL0IyvAtO/DM1Z5Wz6XGOfIjbUjOYb4oeWvZ+U/X5SdsZYAepsmvPl5oWrty9et2PR2m1zV2xqWrzSPXmBxl5ZoiZHFfIHj86PTO7XpVtUz+jkgSPGjRqXP3BIdkbmgNi4pB7d+/Ts3iu6d1RcZGxsZFRkn4g+ffokJCUmJsX2zUpNTOyTX5C9e8eqP/988eT++bcv235/0/7m6cUnt4/fvfrjzZZ9V07/cOfKged3T/z05OKrB2efd555ee/ci7vnH9889ajj9In9G3ZuXLr3+y+P7vnmypk9T26dfnX//LPOkw87joAp9Ondcy8etP766vbbpzdbTh08snfr+pVL58+cPLWuZlp97ZT6+saakN9jD8MSV22Vt7bKWxV0QYtJfY2/KugK+tj/DaNQCwS0AAMGqkLI8gVJod1CGQ0oQyHg94Nxr9NGVXqYKh/jtqIOkzbopqr9xpqAaXKda8uG5cebf3j2oP2fvz15/vDqmWO71n718dRJgelNtfU1wVDAXel3+T12t8Pssps8TkvA6/A4LS67CSr47BYaAHBVlaemxhMM2o1GVKuVKhQCmYwnkZRjKPztQcMLeqfZZCguymP1z7Fx6ckpybHxCVExaqmUtVPSlMtEB5xmC6UzYgong/rtpN9OhtyGxpBt9tSqzz6e/umCqTOa/HNn1Wz69oujh7edPL7rzz9/7ei42Ny881//89uDh51r1n7tDwYMNFGcPzo1vse6rz/588+fH9+59PTepX//8ehfv91/8aD14sltzzvP/PmPh09uH792YeezzuOvH567e/3I7fbDN9uar7Xsv3J+z52rR57ePff4zpnN6z7euHr+j7tWvX586W9vb3ZeO/r2aVt4y4NsYNjDC3evHznZ/O2RfWvazu0MP0hzmPY/er/j2L0bR9vO7Tx+8BsIf7515ce3Ty/du3H0dnvzry/b3z699Nurq3+8uX6tZe+xA+se3jrx8/M2QMud1w4/6zz55Oaxc4c37djwyf6tX5499N25Yz+cObLlwvEdh3Z/8+2qRQtn10yucTaGbE3Vrsm13pDf5rAaQNQKNku2vDfghKSrSj87yAh4bQGvrdLvqAqygBbYKp/X4XSYrRYauogmNdZAIDNFojYr4/XYPW4b2ysbliKDBRdW9pBxYrMyQHZZLTRDExCqqVHLgI10Osxul9UZDvy0WRnAZmCANBlJeFKIywJHsddjB+0cC3FdVtqAB/wuCM3yeR1+nxO+97ht1dXeYJAlk8P8MGsKdTntQX/AbnVUBkIel7+hdnJD7VSXPWAz+2RKc3Y+NaTIObzcHzvSUL3k5Lpjf2++9+fKo//wLj5XSC1NHO/rWxAcJ52aw6tNzSaj0sojYoYnJQ4eNHBsQQFfLtOgiJ4kSYYxuJys2MHtoA16NY7IoHuTYnOtMIuRIHG1ViVWK4QycblKLjDRGEwfIFUbDn4o4Kz0O6DhqaG+un+/DLYEODW524ddE+MTxueOLSxgyQQjo2d91xaCpnU+n2XyZPa8uF1WCNk2myiTkQSXnUTMKyqcAGNjIDrgONMGHKzCsPgjcC2gXzhlPq+jrrZyUmMNAGBarw44aSiqqfFba/xWpwljcIWdQQJOGlLla/zWgJOeWu9fvXzRhtVL13316erli6Y1BKp9lmqfxc4gNX5rldccdDFs71o4mt5tIWy0zmrQumysrIONmLZg4QJqNiEvbBTEKZKgKKqmpkYmU/TvP/CD97snJaWMzB4+dszIvInjigonQoKxUiEBD7DDboaVKIqo3S6bnkCGDR0YHdW7T+/uYBuG4l8ggQEB0gaC1KN2mwlDNb17dYuJ7lNekq/HNASqVsqEJK6FBT0s/SFuB5bjFKGDyhnaQMCC0mwy5Ofl9urZtU/v7rnjcljdQTh/C0XUvIoSPq8URdQWM9tWDbgXGuD0hA5CoSGDB4K7Oed8mMulMVRjoHCTkYLIK7fLZreZTEYKbkaGZGg9Q+tNRopLzII7IXIW1oiwOoTsaFKPwnIcvr67QIQlLJBROKbVEwiB68ANGCZ8whFKmALTSpBwCBaQumYasTCohUEZUkMgMj0qN1JaqxGzGjFUKwujLy1FqChcGeaN1QypInUSVMnXystwjcBEKJxGxG1GXCYdg8kMiARiriidmEalDCbjArEsJEsRa6WlKlERWIKtpIa1DauEWklZ8YRR/VJjY3q9H9XjvQGZyQMyk/PGjaQwNWQm6TGNmdE7rSa33eKymQErmgx6I0VQOGKmSSNFMCRupAgDgRKIBlAl8F2AOuBIwtoXAAwcQBBtwqEDXghaQPm80tKSgvy83NxxOaNGDhs+bNCggVmDBmYNGdx/6JABQwb3HzQwK3vooIyUxOg+PaN690iIieyXkTo6e1hJwURUo4SSYZ1KbiBQh8VoYShErYAuYgLR6FEthSMUjuhRLa5TE4iGIXF4FbQeM1IE+9LCxcKcBBpKoUAOrcdUbCRYWBrNCZ7D5l4dWI7BXstlKQMFzTXumhk9TaKYTmnQIyDDhoEC91ugTCZxLWwA/mS4muB3cUQFlma2jBfTcH5mhsJgB0AKbjGSQOqCbpm77mB4AbwuwGzwBkPBGxh5IHwLXDxcyhfw3oB+cUQBE16Au3BJhmURMiioB100UJcAkqFpDMe0EFYM2JWjhYWC8rLSwoJwZHpxUR6vogTApFIh4TKxwFfPUZ0GCgdMCHwypyUGHTJ4XAGLciiXEyoDGuTcCgD8ADdynC08DryBOezHRUYBuIUkKu6tDtFWQFECIP+vv/c/CJyzFnN1UJC8xSVdE7gOjgyB6yB0gHs5cMlwPwLzCTgcADAgXomYD2Qsx9CC7BzH2BkEn1fKmV8Avr6bkgWvHShxDNUArfqup1cuE8FAkM8rhQhA+BWZVAinjON44cgDmOeob5BGA1fP2XrBQgJPCpw/AGBwDsPUI/xi2WJ2wLrvwl1eRZmAXyES8gH98nnlfF453AOb8XnlZaXFFeWl8F9KBYulxSKBSMjn88oryktFQj47GhOLUJEQF/DQ8jKkqEA9Ybxi/Bjp+NHCiWMlZfkSKV+oFQsprdBGlNv1BSbdMEnRwIoJ/SvGj1SVFzFqvouU+Y2qoEUTtModVKFK2H/M8Ni0xKj46Nj4mLjY6BSW8o1Kio1MjotKTYhJZ92/UcnREWkxUanRkanRkRmx0VkJcf2TEvonJWQlxvdPThyQkjQoNXFYWvKI9JRR6ak56ck5qUljUpLGpiaPTU3MTU8GDFwybGDF8MGCEcNF4ZtkZHYYBudoxo/RTRynnTgayR9LFOfSFflmYbFVXGyTlFjFxV0+3Xris22nlu448/n2059sOT5vPYuBJy3dMnvlnilf/FDz8bfVC9fP/HLH55uPr9x14atdF7afvb/1zF2AvnsuPd127v6ag21LtpwILfxGX72gCPPnSEyFqA8JzPHOWVm/5DvvnLW+ueu8c9a6Z612z1rpmvm1ZfLnZM3CMqqSx1RL7Q1YaHZg/sqFGw+uO3R586mO3S2PPttyfPGmw/O/OWBsWDxR7YjLrujyQcoElT340erAvFUq11TblM9nr9o9Z/WeGV/tqPtkAxacU4z5xoqNaTmiDxJG9koeO2CMDLFMdtQsdtZ+QnpmWWo+rpy9kgzMHcWnEoaVd4kc3KVrWvLwMtQ5ZdYXm5d9d2jF1sNfbjk076vNtfO+cE36iPI3CnDryFJZ39EF7/dJ7BaVHJmUlTZwxNCcicPH5A8clpPed2BcfEpEZGzXD3u+/94Hvbr2jI2MiouKZutGMjJ69uyePXLIiOyBGCZtv3ryzz9fv37Z/vpZ29uXba+fXHh4+1hn+8HO9oMPbxx7fOvY64fnfn3e8vvLSz8/vfDz05ZfnrW+vHfubvuhC0e37P1+2a5Nnx/bu+7isa03Ww8+vX3m2Z2zrx+3/PLiyh9vOl49uvyg48yL+21P7ra2nNq/ftWSzz+eObU+GPLYqvyeSbVVTXXVdaGA12WFVr3qSndNyBMKOIHR5RbQEE/K1YdAoZ/TRoOLD7J8OQcU1LrCH4mwIAq10Tqfg/Ta9R4bUeUz1QQsdZW2GU3B9auWXDh14PHdK503Lpw4tGPNikWzpoTqqpwN1f6akC8UcAe8DgjecNqMfo8dWgqght5hZWxmAwDgUMhdXe0OBGxWq16v16CoAkHkOp2MItGw7Y2tLfG47RSJTRg/JjMjJSkuPiUhMTE2LjM1DVWprAxlMxpsRspIaFGlUCevMBLKgIOqC1gn17hnNVWyJU9OqqHKsWThtB82rzp/+uCTB9f++feXrRePdnRcfPv28c6dm/cf2D1lamNJSUlFefGQAalbNqy423H+4Z3Wn57devX46uPOC5fO7nl859zJ5o23Lx/8/UX7zUt7LxzbdPPS7usXd91ub754ctu1lv232w9fvbgPgsr2bF2+bsXsjavnb173Mdi2287tftJ59urFfW+etP7x5vrff+r4+Xnb3etHTh/eeOzAustnd9zvYOuRnt498/z+uSedp69e3HP68MZ7N44+vnPq7dNLLx6cv966DwzDQP/++rL96P61e7Z+8aTz9MuHFy6d2X69dd+tKz/+482N6xf2HNr59ekfv209sW3/1i83r1t8cOfqkz9uPrxn/berFs2e4q8LmCfXOKc2+BqrXFMaKzmUC9o2EAKAyA1kzDUhD4xXaqu8QP9WBj3AsjrsJo/b5vXYoWkWtGogF4Qo76qQDwhYMPcCdgV2lwPAYAmGBYTDbgKmEWhel9MCCBm8kQCGwSQJSJiNO3aYXU4LRAQBzWu3GUOVXihb8vucHAj3+5z19cFg8D+KU7/P5XHbHXar3WoLBau8bp/D5p48adqUSTMcVo+ZcRJkMKfAOZrfOKSoOjHbbm7at2z3z5/teEM07B4kmJqSF0jP82Tza7LLfUnDNF0T8rtGj+o/KC8vj6+QYTjGGCiTxWJzOe1eDwtcg0Gny24gcSUAYOAfIFCKxNWIRopqZUoZXyoqQzRSsN363Ba4TkMBZ03IU1/jb6ivqq7yV1cFMjNS4uNi0tNSevXomZaSmp83obyMle8yNBspbDJhJKl2OAyVlS6IwubGE8CiFxdNLCst4FUUC/ilImG5TCoIJ46oYQABhmrQ/oE9m83HcttglODzOqqr/AG/i206Meh8dsplxq0GrddGBpy0nUGgusbOINU+y9R6f7XP4rWRk2u9SxZM//zjmbOnVE+p8wH6he3ZQYzH5LWRbgsRdDHVPkul2+izUx6r3m0n7Wa2YIllv80kyxYa8PA7x6wnMLvdXllZ2a/fgN69I2JjEjMzs8aOycmbOK60pKCivJjPK5VKBIhOBUSuz+s0GSkUUQMSHjd2VFRkrx7dP0hKjB0+bNDECWNhSQqrHwPF1gsxtB4agAvyx3/wfpf+/TIUUgFoR1Vh/yGwvvAVonSgcAWElOz6m0AgnkpPIH0zU3v17BofFyUR850Oi9/nCjs7ZAJ+GVCv4VoUGalnXyMYHYGEpw043GliW7tYrh6uEbOJslmNoAYErA6B+W6XDUM1FIkB9CXDXaMAkuEehtbTBnbfgAABl69WowDJNEA1cCECSAZpJRxJAtcBw0PgOiNDmk0GzmbMXsKYSo8pCFSOaiValRDRiKEUykQjekyBaMSIRozppHpMYaIRp42CHGYIDNNjCnYwZGBvFkqDqQRaeZlex/b92gwaB6PzWgmzXmkiFGa9EjqQXCbUaUSgDMlCqkyEQq8RaqWlWmkpoRYwmMyIKQw6KakRs3JolYhfPH5w36SoHu/16vqXiB7vx8f0GtQ/raRwAqpVwIn7T7K31WRhKECJZpo0GfQUjsCPBgLVo1q4YVoVrHqBRuOoLYVczK2bgZgCXp02ENATqycQisQoEiNwHYAHAb+stKQgb+K48bmj8yaOKyyYUFQ4kf2aN37sqBED+qbHR0d0/+C9bu//JS6qT7+M1LKifLVcoke1QAVbGMpk0GNaFYFoSExH4QiJ6fSoFpAwielQjZLCEYbEaT0GvLGFYcnYcG+wDNXKwM2L6eRQZQR6Zj2mgnYoyLgKdyZpQFwNCBMStgCyAiI16BHOggvAFSZBsA0Qwj63LawCowHxmmjCzOghohk8uhSh43K8SFyLaOQEqoZriot3hqcG//O7GJhA1QSq5uKvAD+D+zdcFsUaE8KiA/a9Cp+6ekwFpU0Q30URGnj5OKKgSBTQL1juwe6L6JQqpYTAtbQB1xNsyZlOq4BWW5VSCpceXHTwlUtvFgrKy8uKSksKysJ9Y4CvoFoW8K1SIQGfJzQYwbsFrkfujQRKXeBIgbmFiiPOTQqgEWAwhC1x/CRnmn3XpArvXmCPlQoJQDWAoPBfkOwFb3VIzIKCX3hYUCDDs8MnA8BFjt1VKaVg5UV0KrAPAG7nUsHeTboCfTIQm1xXE+wtl/sFrClMkYA7BfYb5ncyqbCivFgqEcAh4lhxwMCwtxyWRnQq4J/hoIH+nEPIQNuCWBqoXZGwgivvhSMMCdVwKIAGhzmC6L8FSwCSYWN4KO7xIdEK1NTwQlRKuVwmkYiFIiFfLBLADUCvWCTg+GGpRCSXSRRyKSBbiVgo4FdUlJfyKsoqyktLS4rgQSRiIcBggMpKqUgnEQMAxnkVRFkJUlSgmjhOkptTMW4Ur2AcK4RWCXiEim/BymxEkQnpWzo2MXdo9OgB8ROG9uONH40IBU49WutS+c0KN12Gyofmj0nISo2Mj46Ji06Ij02Ki06MjYqPjoiPjkgM5z+zEdCxbBtwcjQrhE6NjgKNdFZiwoCU5L4JcZnxsVkJcYOTk7IzUkdnpuekpY5MThqXljI2NXlMSsKYlISxGckT+qUXDu5XNnRgxdAh5UMGlw0eVD5kMG/4YHEOGxOtmjBGNSGHLUyakKPJz0GLx5EVeUZRsVVW3uWrfS0r9l5ctuscAOD5G5pZ/fOKHZOXbvXO+rryo7Uff3tozd7WlbsurNt/efvZ+9+fuL3xWMc3h66uPnB56bbT07/a6Zi+XOefXYB4izB/GRmS2SdTtR9756wMLfymcsE629Tl3jlrg/O/DXy03jd3jWvm13T9YrVnBt2wyFD/cdWitSv2nN1x8d62850/nLuz5/KjvZee7Lr4cM7qPQrH5PTxsi7d0nv2z7M0LQktWMunq3W+mdNXbJ+1clfT0u+DH63WeKaXEoFhpVjyKEHi8IrYgUUx/QpGlxCEY7o1tFBnnSwlqzXWJsQ1vQzzJ2bzuvTM6tKrf+yQIj7mq523asn6/cu+O/TZhn2frt8176vNlTM/xd31QsKWy9ekjyqIyBjeK3nAX3snxGcMHFNQzpNq88vEWYNGREQn9IyI7tkrMjo6NioiunvXbt3e/yCqd5/k+ITUlKSM9NQR2UMio7pX1bj/8c9X//s/r1+/uP7sSevbF+1PHpztvHGo83rzi3unf3/Z9vfX1/94deX3l23/+vna//xy/Y9Xl3951vrm0fn7145cPrXt+L61+7YsP7pn7dVzezqvHH56+8xPjy///KTtjze3/v6287eXN5/fu/zkTsvDjotnjuxet2LxnKk1U+oCtQFXjd/ZUB1sqquurfQH3P9hd7lyAlg3e11miOp12Rm4uR1Gn9sCoVPQGgKEksNqgPkuRDu+27oZJoH1BCJxmBCvXV/pYSbVuJpq3ZNqXDMnV3728fQDuzYe3r9lw5rPly6eOWtKqD5kn9zgD/pYrOtxWoDvdVgZj9NS6Xf9fwFwGBhbPR6L328NBGwej8nhYKB2wmQi9ISOoQnaQFjMtNtlwzFt7ricrL5pKQmJSXHxibFxwwYNxtRqu4k2UYSRxHRyoVYmIHUyj1XfEHQ0Vbum1Hqm1flnT6n22sgpdb5D+77vvNlyre3UnY6L//P3V//428vXL+9u2bJ+167vST2aXzC+rIwt+TiwZ8sfPz2423H+3s1z9zrOXm358e2zay2nd925eqTz2tG209tbjm9ho56bv9m3dcnh3V/dbm9uObUdMPCDmydfP750/vjWhbMCR/atO9m88cCOrzsu/3j++Nabbc2P75y5dGbnjUv7Oy4fuN667/GdU8Dcnj/+fcflA7+/vvbmSeuze2evt+67e/3I8/vnbl358X7HsTdPWv/29sadq4cun91x5+qhezeOskbfJ60/Pbt8svnbEz+uf/24pfPa4RM/rr9xaf/t9uZX98+3n915aOfXJ/avu3JmV8vxH84e3XrjUvP5Y9sPbF+94rOZU+ocNT5jU7VjSr23sdYzZ0ZDXbUP+lSNBpRAlSSuxnRyqHN0WA1QflMT8lRXullNQcAN+UnQY/QutevzOmprgh63TU/oEJ2SodnyzFCll8t2djrMTofZ67FXhXwetw00zNC+w5FaAIAtZgMIm11Oi83KgHERIrLcLivcA7N5A4XB/YAK/D5ndZUf8DmnvoYimVA4RotFvx5WlR12FLMIhCIJDNVVVYZcDrfFZPe6A26HnybNDGUzmxvHFgVzSqYNmlg/cGJjgfYzqXX9RN1naXlVSeO9o6ST81RNfccb3o/N7dJrWGTK+P7DSyv4GhSlLWYnQ1soirZYTF4PS0EHg2zdl81MsExXuNCITdwhNACAKUIDx1yrEitlfAJVQlWmw2qArNSA11YT8jTUBv5bkmxNSY5nO5DS2RLgfn2zQCWlVrHwiY1c0qs0GpFer2IYNlUYKqBwTEMbcLBM5+eNKynO4/NKxKIKqYQvlwnBlOWwm+Dg6wmdyUhWBj1mEwX9SbU1QU5eHgy4WQ251RDwmKt9FocRNaAyC6VxWwi3hQgPcDEwAAAgAElEQVQ46cYql9OEBZx0jd9q0qsoRFrlNc9sCk2t99dXOirdRr/DEPKY/A6Dx6qfXOt1mjC3hQh5TE01nqn1/oaQE7bxuWgLozPRiMvOijApQqMndFYLzdYE61Gv111RUREVFdOly3vDh40aPjw7d9yY4qI8KLaVy0SITsXQequFATRoZEhwAvN5pSnJ8RF9ekRG9Bw8qF9B/njoPQIsqlHLDRSOImojQ2KoxmY1ZvVN+0uXLuPGjqIIHTgwdWoZgaph1Q7Ld6OB9QODQBokmgY9otMqTUaKofUKuTgxIaZb179mpCcr5GIc05pNBpORAsYDIHrYJSgCrAslmSCX0BM6cA2ADRguB8iFpkgMlqrhgCvSENY8W8y0SimF5SCQvVS4fAXYbJBDA9YFBbVSIRGLeMAkQ2EpZGtBQjUdjpiGVTj8L/BC4Dd22M1Oh4XVBxMIiwTUEgKV06SGIlSYTorppBTBOqLNDIojMq1KiOmkBCqHGZDbQQPSwHRSAMYMpXVaSZ+LttE6VMnXyEoNmNRKqYHmtdNagLt2WutgdPC9zaCxkCoDIqFRqQGREGoBJGBROrGFVBkxBZubJatA5TwGVzG4SlSWlz0oI6LH+7ER3Xv3+OsH73WJjugxeuRQEb9ULuFTOAL1zlajASTEJoM+/PbRWRjKwlB6VIuoFQAsUQ2rG3+XrMMxrVwmqigvrigvloj5gAcQnQqQDAAhIAkhoBsc6XoCgUBaQEcV5cWwGpZJhaWFeWJ+uURQkZc7JjUxrtv7f+n+wXuxkb3TkuInjM1B1AogqDGtChhp+MoRvwCPDQQKomhAxUBoW40GeCcD9AUhNI4oUK0MRxQAETl7MCDD8F8HLYlrORIYCFiQJQM0hXc+6MkBDANgBgYYUqZgVeBxWmBEDhcO95jwI6ZTQq4ViWsh6pnEtTSJgvOZy3yGpwDsDVvq1DKtSgodSLBjekxjNOB2C+20GW1m0kRjXE41F/UH93CwH6Tg7I+Ejqs4AjAM7UcqpQREauF2aLa+G2AwvBngdBO4DsYcMGkKC1wFAn5ZOL6IDVICOhFU0wAOYRsoJwPUB5IByGHCUA2pR0FVC+gOwp9BogwmXnD5AtwCvpGzlXJ3cgJdgG0cdalSSkFQzdUCAdUJ8BX6hOC5/l8PfBjTguwZ4Bwwru9ytnAVcIgdADzsA7cxfLxw7lyOsIVoLu5+eL1wdQAM5l4dvAoM1cikQgG/DGzYnD0YpOCAciETAQ4vJ6uGHQYhjE6rhMEB4GrYYeB1OQpXKhFwwBjAPzd3gHEh/AieEXhYOP6gDeEgPbw07lc4hTMQvEIBT8Cv4PPKAfGqlHK4KRUylVKuVin4vHIAxgCS4SugYqGAJxYJ5DIJB4aVUhEilejEQlTII/g8Pb8cLy1WTRwnGjuyeNSw4tyRJcV5ZdLyCkzBM+rKzFiRCRkhK8ksGh0xMqvrkJRe2ZlppWMKDEpNtV3mZeQuA1+vzinLSx6QEREXFRUTyQZyxkbGxkTERvaOjuodF9UHYHBSbFRcZO+E6IiUmKjk6MikKPabvgnxA9NTgSJOi4nqlxg/IiN1bFbm6PQ0AMBhDJw4Oo29jc1Izu2bOj4rrXBAv8J+WYX9sor69ysd3J83fLBw5DBxznBFbo4idyTcVBNYDGzgF5jEJV3WHmr/cs+Fj787MmPV7sYvtlR/siE4f61v7qraRRsqP1o7bfn2r3Zd2NB8deWuC2v2tv5w+u62M/fWNbcv2nSkZvEGQ90ioal+gto5UsRMUDsl1kl0/WLnjC99c1cF56+tXLDOP2/17NX7Z67c2/TFNv+8tZbJXzANSwx1i8iahTNW7pyxcudnP5zYdv7egavPtp69vf7IlY3Hr01ZttU9bVkJ4u0SO6xLr34a59RPNx4OzVstZmqnLt3y8TcHZ63YsWj9j/WLvpUY6wrUzv55ipjBhd3SRicMKR7D08sN1cbAHFf9YsTWJCVDAtRXpLSl5vC79OnXpU+/yIH5YrrKXr9o3ortK7YcXbrh4Jxl30/9ZN30Jeu8kz/GnXXFCsOQifzYrJFdIpO79E7sFpc+IrdYIEcEcmToyHHxKX0TUzKj45Lf+2vXbl17RURExUbHxYQznxNjY9KSEtPTkpISYwYMTN+0adXf/vbyX/948fe/Pb55/cS19uYbV5qvXznQeePQqycX/vlrx7//uP3Hm+tvnl782+v2P3+/+b+/dfz6vOX53ROPbh6+c+VA+7ntHa17juxe9eP2FZdO/vCo4+TvL679+5fOf7y5/e/fHv/vby/+8fbxT09uP7jZerJ5x5pli+ZNra8NOGrDfbwN1f7GmsraSl/Q4/A62Jwhn9visBogqQJCa9iil7Dy+V0emOOUXHY2zajS7wh4bTYzaWZYhw9kWnAw2GE1hBsLjGZa63FQAY+xptI+dVKwqd5X6TNX+sxN9b4vl85f/vlHc2fWz55eO6UxUOljPcOsSY/9M2Nw2ozwF87tMPvcNr/Hzv0IVQSsudHFGjKDQXtVlSvMAzucTqPZrGcYDAAwLF5dTqtOqxwzOjurb1paUnJibFxibMy4nFE6ldJMkySqJXQqElWZKNTvYFgPcNAe8phCLmOV2+SxUm4LObnWv3HNF5cvHnv2qOPl09vPHnUcPbxz1deffP7p/IoKtuwkb+I4k5G+dqXlX397dbX16JN7bbeunjx9ZNuLh5f/8cu910+u3Lpy6Ofn7S/unm07vb3tzA9Xz++4cnbr9Yu77t04+uDmydbTO84e/f7ZvfOvH1862bxx9bIZu7cs27J+8e4ty/ZsXb5t45Ln9y88vHXqxqWD7Rd2X724p/3C7sd3Tv36sr3z2uGWUz/cvX4EzL1gIb534+iLB+eh6+iXF1d+eXGl4/KBzmuHf3p2+dm9s4/vnHr16OI/fr4JNcKvH7ecO7Z5//Yvb7c3P75z6smtkz89bm0/u3P7t4sP7lx578bx14/bnty5cP7Eru/WLZk9OVjrN1X7zXWVtkk1rimNgYYaLzSsepz/SXiGYQrkf0LVqt/Dqgx8bovHabJaaK/HDkwgW17qd7F8o5HUauQup6W+LhTwu6AfwmqhofgXMK3DbgIADKFWgKIBHgNvDH1IQHDBxkAR221GuEFKEzy712O321gvqN1mBFLa53UArA34XaCItlkZwNtQBVwV8sH+QOKx3WYEeKPVqHRatdVscTmcYRW012512SxOo8FKUdUTShuG580YNG7yiKKZAyY0DchryhhfnTmxMkfYMKTEkzBE0SVqZJee/eIyR4+eKCoXaORyhMANNG0k2H+YxUp7PBaPh7XvOqykmUFZjotCbUa9zUiZKBw8+SA+hK96TOW00bVV7HmBtRoU/0CtlM/rCJf6kokJLP2blpoc0btPv75ZvIoypUKm0yqBsMVxhVotRBApjquAMoV+EZuVYUO9KYzPK1HIRSDnk0r4CrkIlM9wFlxOC23AbVamrraSDQ8I9yTV1gRra4IwffB67MGAmw1F89tqQy6vkzHTiMOih4D3hhrvnBkNQa+FTb9zGXGdFNNKvE6mptLpdTKNtWyzscdB+91s2Hilzwp9bC4bVVflnjopNKnOH/RaXDbKbTdU+qwWBmXLnyx6qETSEzojo7fbTE6HBcfRhIS47t27R0REjB2bm5ubO3FCbkV5MZAYKqUUx9iiIOjFxTGt22UL+N1SiaB/v4yoyF7du72fnBQ3MnsosG2FBRP4vFJYmYFID0KPCFwXHdX7ww/+UlFeDCt+mkTD1BlLGwKKAGUmxAtBfixDYUYDDkDXYqZzx+XExkR8+MFfRgwfDIs2kBDDwpc2EABlWRtt2HCo1chRRAViB+htBiYKxzQcJ0+HHx/ElkA1A+PE7baeQID4BbANLcFmk4E2sLNF2kAA0IWAGVi167RKPYE4HRarhQFKkw5HakH4E7cNRWKwZtUTiMVMQ+sSG2kjFxCoEv4YQVY8QyHwYQJvb8BUQC3C+NWg1xKoEtS2RoPOYdF72ZgzqUpcohAWUQgLgA2IhNSKjLjcTmtZWIvLAe5SOjEkPxtxuYlQMBhbkqSVlkJMNIPJ3CbcRmlJjRgAsNNEUIhcVJY3JntwUmyfHl27RPb+MDqiR6/u7yfGReZkDxGUl+A6NVvvbDUxJA5SZ1ynNlKEw2K0mWgC0WiVMgCWuE4N3VE6rZIMl1EBAAZgA7ycVqOAswDoF0M1gIsgusxqYSC0TKdVQuguuPiANEN0KrlYgGlVgGALJ+b2z0yL7tOz+wfv9fjwr4mxUbmjR2qVMj2qVcslGoXUQKAQzMbptN8FwKhGievUmFYFfmCWNKYJE01AbBXU/OKIAkhR+OThhNBh7lcVNmxjHAoF9hWYcyB7oUkIfLyAeMHxC1mVVhP13+QtVhdtt9DghwKYCsZgEtdCQy/0HgPohcuN8/1C73F4z1k8DO5iiK1CNHKtSqpVSUELzVAYwHXQP9vMrNkHIrvgzQnvQ5uZNOi1cINQNC4aDQ9nXMFFB8kI0NkDOdWQrg8YGKKMAd7A2eS0x3A2ASUKw8WzQPOWlhQANHqX8ORwLMdzwjgPRlooooaUPoCOAAiBLgYmEwAw4CuOnORQFshuIdoKZjegiwZ0JxbxuMeHHYNPKgDAYDyGrCaOTeVSAKDYCS4HIEIB78HjwJAOZM/wuQFKbHjhIJkGXPruljqt8v8PAIPyGchVDpSCpxpwOHC58BXGCu/ezx122ABMCjqtEh4KQrm54wO0OYiZ1SoZaL8hFxD2/F18DptBS7BOq4S8aDgU775kmCy8e4LgQQDxCvgVQgGPEzzzKsrepX+BHwaKGDheYIAF/Ar4USTkAxUs4FfIpGKlQiaXSWRSsUomVgr5Sl65qqxYXVKkLS5QTRwvHp1dNmJw0fDB+aOGFuaNKxWWVOhk5ZS61IiUmtAJmGS4uCglPzsip1+v7Mz4vOHZ6gqeHRe7KJmTEtK6scLi9GH9e8VF9orqHRsbHR3Th71F9Y6I7BkZ0TMqsldMNAuDYyJ6xUX1SYyJTIiOADCckRCXlZacmhCTEhOZEhXRNz52WFrq6EwWAGcnJ41OSx6TnjI2I3VsRuqY9KSc9MTslLjspNhxaSm56akTMtPz+/UtHNCvaGBW8aB+bGPw2GzpuJHy8Tny8SMVE0ap88egJRNIXmGXhZsOT1+5q2rxt85ZK2zTl9n/H77eAjqKe+8f5t4WiLsLrkEiBGLEs5t13x33WbcowbUtpe7UqNCWUsVdijuEEBwCwaFQvdLnuff5P33P7Ledl/ee8/579uzZLpPN7uzM5Pf5fmzJO94l73qXvDvzldXPrdy+fM3h5WsOv7/+2KqdZz/fde7DLd3L10isrzj/TSXbVWpwFmv5CquvnmizBJbwc18PLv0guPSD1udXLnpv/evfHHh/88nnP9s9+41vxPnLrcFntM75Jp+0WfuLn85/59vXvtm3cteZVXvPr9p7duWu069+/d28t7/CW5bmFqsGDMofXWXpeO7j4JJ3NWyX3b/4g43Hl7yz9oWV215ZtYvpfKFUw42ttmUXKmOGlmaMqxk5VTu1mTKxXe6ul/yzX+Xblpm5maVKMmlE+YC44QNihyWNqarDgsElb7/86bYXP9zwwgfrX1m5+dWVm59+a3VowctkYE4z4ppSb8gYVfzXhJwB0ekxGSNGF1dXN5tNCNPQrB8zoTg+KX1QdEJcUmpiUlp0TFxSUkp8fHxSQmJ6WkpORnpWWnJmalJWelJFRfHlqz3//vdPd+5efHDv4unuHQf3rdm5/bMj+7/pObmx//K+h3eO/3Tv9KPbJx/dPvnz/Z6/f9/zr5/P/fbDmfvX9vf1bu0/v+POlT13r+5/eOPI1TPbrp/d/bD/2KMbJ3+6ffqfDy/849GV33649T+/PPz7g1s3zp/eu3Xd688t6Qq5Z7cHQ24u7OFbJf2ztzXgCbiFgFuQIq+CEuYMeHkZ34b8YtAnyOJJCG6VqWCvi/FEAi18btYtUjyDyg4fQL8Q1QhRWAEv6xbwsJ9tDfIAgOd0BcJ+NuRjFs9vX/b07CULOmbP8M+fHZ4/O9zZ6gr5uHDACeomsP7CY7fIPA6AvS4OmBO/h/P5eL+fC4ed7e0SSyYl3PA4y6KQkAT5zx63YNCrJ04YKyWI5GRnpKRmp6fVVFaY9TpGCtQwIhYDT2FekW7zO9sDYotX0k+2+7iZYc/8rtaFs9oXz+l8aemCNV+tPH1ib/fxPTu2fL1oQfuSRZ2KhgqVoqamatpLLy670Hv64rnTRw5s/f722dPHth/et+YfP179/V/3Htzsvt137MalA+dPbbtxfs/l7m0n9n3x050Tv/+7/+bF7yIJzKevnd/bc3Tjnb4jV89+t3Xte9989sqKNxc+u9C/dvXrW9e+t3vzx49ud1/q2Xn17Hfg7v7vXy7/z9/7frp3+uyJTaePrLvTd+j6hT2nDq250L31+5vHf/vp4oMbx3qPb7zTd+jn+z3f3zx+p+/Q/f6jvzyQItbOndx8+si6f/165befLv54t/vGpX3b17+3dvWrF09vu3f9SP+5726c33Pm8Lr9W1ce2CklYB3ds+bU4U0Hd3/78bvPLejydYa5mW2u2R0SA/zM4q6uDj/YfSHjtyXo6uoIzmgPdLT62sIeKGoOeHm/h/tjShJBlb5IVS/QswRuNxrUJqMG2EWXk40oMyWLL7QZAVUlSzeBsG1rDUiq4EhVr88rAtaFCGiQVYNkWgaxoGf2+5wQiAXBztCEFAp64HUAG8OWQGOCOho2AFdwOOQFWXUkRNQUWVXYOJb2e30dbe3z5sz3uLwC52pr6Qz4wk7XHLVx2ZTapeNK546ZOntYScek2nmlzYsKG2fkFeJ/TSsfEFOQNaqyst7cbED1JsTuwHGcpCiCYQmWI0Un4/FybjclCIjA2XnWxlLSTaBRF0e4eUm6D5oLjpaiaEAUTaBmj5Oe3dUSDjhBrSd79SXDQqTnCcfs6WlJQ4fkZWakxcXEAgMMABhFLJJ0grHjuImirFKqLSm17MD3Any7zWpobKimSKSzI9zeFmRozGE3iQI9o7PFYtYJPAUWX+hYhukDy+AwyABKBHYvx2ECjQKIlc59P+93Sw3SM9q8c2eGO1s9bSFnwMOwpJUlrR6R8LkoF48tnt85s8Pvd0vtxx0t7pkd/oCHgZ7wzlZPV7sv5OPAMupzUR0tbo9IcLQ9khbGSVEFkZ5wj1sIh3wlJUUxMVEDBw6cLP1XVF5eDkZoWekH/ltAIH6fq2tGG4baRo2UkuQz0pNjogeOHzdq2tTiuki3bWNDjV6nAqkhZPzyHEVTWGNDTXTUkynJ8XqdCjpFwegLyTo8g4NZEbzBOGKBXGiIORAFBoqIc3My4mIHJybE1NVWWS0GkkBoCqNIFFaQBO4gCQTH7BAwC1GoKGIBjaXFrIPYW/AcIg4zTaFgHKAp7E/21QToVKZ5SQIBDSGO2SH9SxQYCMESeFoUGKCCAf3CuhPW0HabSeBpjiVtViO8PVi5kgQCameLWS/wtNViUCrq1aomCOrnWBJDrXqNArHpORoBPwWUwdKE1NYOB7kMMyBvAjZjKQf8JaIJG4EYCMSAW9VWXYNN38hikgEYcC9QwQCGSZuasmsou4a0qQmrirSpaYeWsmsws9Kmq3cYGim7RpJJMw43LWVDMA69i0FCbgYwMGLRlZVMzEpPSIwbmBg3ODbqifiYgWnJcfnZGVOLJxu1KlkwDCFSAkN6RM4tSKJ41GaWgSUgBCB1/8iFtputFgNIJQGNRMZSktQZ8sMAA8uDCSCBQVMKRJD8atJwQdIuSIZEiLZqbqwbO3JY1JN/yUhJjI8elJGSOK2k0KzXgOOXJTEnR8MNarpkFTSgXxkACwwpabxpqV0MAp9lAGy3aO0WLZhgUbvBbtHazBqHVSeVJEvx5pJzWG4YgseAewG4SsFvEQM8lDaJHAmgl6MxMAzThAMClqFoFwLkZOQMKVai1MeGgEMYBNJAI8OLA7vLUiiOWOCdQN4VgVphAgXnI0yg4F5WagAAhk8tdzVBGxa0GMAlF/hwmrBhkTpGOCvh0id7E1DEgiIWikRg4Gu3GW1WA/CQoGRWNTdCiDHgK5JAMNQG+ljgdaGFWyYDATwDkgQOE85KuJoB3whYTkZfMvQCJlOmdmXwKTOxYFCHdllZIAOY06BXg5+2WdkANC9gP3gRECrLlCwYgHVaicpWNNXB1RJSAMBMC2Q1/DrAgaD4BcQuy63hncPbA2QIHxBeEKzO/3cJNJx6sPdgKCCjYoC1gEXl9t3HdwUgT4NeDTptJJLqB+y3UlGvaKqDfQ75zHAWy9+FDIBhwAF7CeYI8KlhcgHsuhxCBp8RTnAYW8Dbk3utAHsD6FWrlJB6BQJmAMMadbNWo9Kom5uVTYBvFU0NOq1aq1GpmhWNDXWKpgb4Ka1GpWhqAEuwTAIb9FqLQWtsVhgVjaaGWlPNdGNlma60RDm5oG7CmOoJY8snja0sK6lT1DRatA2YsY62NfDIdNxQZlcXm5sm6GvHqqvGaKYX25vreJvGR+k8pJp1VOibRhaNT8hMiUmMTUpJTEyOS0qJT06RAHB8QnR8QnRCYkxyUlxyktTRkJb0xy09OSE7LTkvMy0/Kz0n/Q+T8OjMjIKcnEm52ZOys4rzckvycyQAPDx/yrCcovzMidmpBZnJhTmZRblZU/Nzpw7LLx82ZNrwIeXD8qYOy5XU0UXjtVMKtWVFuqmFuvJCS9VUW13ZgK7Xvwg995Fz0XJhwZv+pSu6Xv9i0Xvrn/loyyur93y4pfujraff+PrAW18fWLHh+Muf7Wp//hOje0ED2T5FL05QkEUargYN693zkdZnhXlvtL/46aL31j/1waZnPtoC5Umz3/gKa39OyXZVIyEVPwtrf87/9PtLP966cmfv53svbj59b9fFH9aduPHBtlNPfbiRmPH8NLNrQGpB3IgKJdnevuwj38Ll7nlvvPjJ9nWHr7U9++Ez72/oeO5jgzinwugaVWlOGlOdMKIyZVTlxOlWpSNoYrtMbJeB7lSh4Vqja+QUTdyQ0gGJo+NHlFUYRc/815e8v/aVVTsWvrZq2bvfvvThhqffWt226A3MO6vJJlap0KETpyflFQyIzR4QnZ4+dMK0Oo0B5RHWW92gyskf8eTguMSktLT07Kjo+EGDopKTkzPTM1KSE9OTk7LTUzJSEjPTEgsLxujUDQcObD/VvXffng1vvv7Um28sfvedp199ac62LSs3r3tvx+aPDu/9qvfkpotndl7q3XX90v4Ht47f7tv/6M7xR3eO9l/adbl3S/+lXff6D9y/cfDRnaMPbx/5r1+k/psf7py+efngvesnfrh97oebVx/euN5z+OCazz55fdnSFpfIYY5Wr8sbcbr6nFzI6/R7JCUPLIsjMTlcUEKeUpZvS1CUyjk9jMdJRjJjCI+T9Llpv4cJeNmAl+Vou0vA3SIhsAhHS9pCgUV4xiE/zzMOlrKJHETOECKLwNK2NSh2tfs6Wz3wYNnTc+fODMMzbSHnjDbvzA5/a1CMAGwWWN+AV4RgGFgLel2c18XB0BeCMaAEmGHsPI96vYzPx4siCbXAPEeCqNXrkXo4NWrFuLEj83Izc7IzU5ITMzPSmhrrDRo1haF2s0EaMEeyoP0uVorM9QodQeecjsCCmS1ht+gX2KBHfGbRnC8+e3/n1jWb1q367OO3OMpSXTG5YupEi7759PGDv//Pb/1XLhw7+N39m2cf3u3dvW3Vrz9c/v33H+71n/z7D5dvXDn4/c2TJw+u7T689tzJzb1H1/5y79Tv/+y7emZb37nd1y/sgxCsi6d3nD6yYfv6FV998tK3q179cPnikwfXXujefvnMrpuXD8I2l3q291/67u8/9P73rxdv9+0/373p5pW9vz7sudd/6NThb84cX/f9raO//6v/Hz+evdiz5Xbf/tt9+69f3P3zg+6r53acO7Xx1tV9xw98uWvz+/f6D/38oPv+jcP9l747tv+LnZvek/71yoEDOz/bs/WTAzs/v9C9/fqFA8f2rdm95bNThzdt3/DJJytefHZxx6x2p2Tk7vDMmxVaNK9tZmegLeya2RlYMLe9q8Pf3uJuC0v9rvA4HBCkZtfILXJQ0QAjIaTK4+YJ3K7VKBrqp+t1zSC+hRQf+O44loDOXgjJhDpTwE7Q5gIAFe7BSwzwGDp7IQQL+pAgVQuyrOB58LK6nKzbxQF+DvhdkHUMlUs+ryjHdMlRWPD+XU6W58g/6TIm4PfOmTW7s72js70DRzECIzvbZ7SG28Iti0nxzfLGRZPKZ4yd1jq+PFxQGZpY7c8eZ34iuXRQWuGIgnq1iWWFAEXzBEHwHOPxioJICwLhdjM+H+ty4QJn5xiLyEsAGBpQGdzGEojIkF5RKtQN+Xm3SLgEPOjj3CLBUjaXgIf8PJzFcP56XZTISco9lsHbWgM2qzE5KW7okLy01OSEuPgJ4wuqKst1WnXkj7SBoTFBwFjWwfMowyCAnaD9NfKpHXpds0bdxDL4jM6W2bM6An6XXLGj1ShoCp03t2tGZwuMOSD5GbqpOJagKWk4Ba08CGKkMWtrUJzVGZjR5m0JCCKL8LQ97OeDXnZmhx/gq0ck/G7axWN8hN9bNK9DKjiWJmt8R4t79owgbBD0sq1BsS3kDHpZQMvS/wbdYZ8oTcrckplC6nGJuMRbwn7EYcnISIuNjc7ISKuqqiguLp46dWp9XQ3UeMCqC3FYoOKSofHOjhZRYKaUTE5LTUxKjM3KTB09alh52ZS62irQ1MF6CKhU0BIDOzdu7MhBA/8ydEiOBPwi6T5QoAKsl8fJ0oQDlJmwjoe82YjCxemKdAg3KxuSEmMHPjlg3NiRciiXM9JdxHMUtHpE2oClulFZdQlUMI5Jq3CH3QQKTOasftwAACAASURBVChHBUdipE7MEQx4nCIr93nimF0UGJrCgLMFhhmwq8DTQFRCPhZYUoFAhrUmLOAgjhUYS2B6H1/+gv5ZFBiH3QxCQaDZSQKJAAAdippo2sEwCGQ6IIgRw8w8j3McRpJS1L/dridJG8dhPI87eSrCKEp9vAxpl2zwukaDpp5GjIRNh1vVDGrwMA4/j3kYh5O0YtZmzNpM2NUMpudJk0CZOcLIYHqHqQn+CTErbIYGxKxgcYOHdwD0ZRx6HjNFagJon0A4aQeD26wGVVnppNys5OSE6IzUhLTkuNioJwb9dUBqYtzo4UMqppYYNM00jggMCZnJAkNC3jJH4QRiI1G7wJAgksRQGxlpnIJUMByzAxACWAL7E9LCtBolrImB0IMQIBh/QPgtfI9wacIxu0fkcIdVp1IYtSoaRyjMUVtVPiQnMystOSUhNjE2Ki8rvaqsFLNbBIZkCPSPeOfHHpCoHXdYKcxB4whIoBkCdXK0i5eSriPpxyaasMDffTBvg3CdxEw4YkDtOsSmxRx6AjVSuJQTJgNggKYAdMESLANX8OtCWXHk+/0DFYscCe1lIHiWo7OALgbCVmZ0AQDDOQUAmML/3wguCNmCbYCFBgMCMMmyZxjeJMBsmpDam3jGQRMWEjOhdp3NrLJb1DhikPrVSavAIiKHcrSdJiwRr4pkuAAJNKSvE7g0orLbJG8wjtkI3A5JgdAohkutbHqAiJDSBN+ynKjH0DiQw4CXwPwpq3Nh3gTxS7LmGfK0ZAwMuBGIXBm/AX8r06EAg2VuE/hYAIoAuh53pcrQEWhh0O2D/x/MrjLJCSc+xBcrIk1OjQ01sI0s64UXAZQOFwc4EWTyE+qI4FMANJVjkx9PsZbBMAiJZewKrwPYUlYyyxOEx0EmiIDkqYHsBIZfDfsBxhPwDuUQMgDAUGv0Hy9iNukA3II3GP5Vr1MBTgZADnJoWZ4t/yL4IPDbZehu0KtVzY1KRb1GrYA2dYC4gHgfT36WGWCAu0pFo6KpQalo1GpUsgEY+F6DXgvZV02N9Q31taCRBmbYpFNb9Bq7Vu1QKSyNdYaqMu2UYlXRROXkgpoJYysmjqkoLaptqm4ya+od+jrC0sghdbRFurHWOt5Ww1oqaVOtYFf5SF2A0XhIFY9UW9TjyoqS8zJikuLiUxJiI/fJqUmJyQlxCbHRsVHRsVFxcTEJCXHx8bEJkVtSYnxyUkJqYkJKQmwkNCslOzkxOzEhNylheGrKuIyMgqyMyTnZhbk5kUqk3JKhuUVDcibnZU3OzYRbYY70oCg3qzAvqzhPCo6eOiy/cuzw+onjG4sKmgoLFCUTdGUlpuppEgBueWGlf+mK0HMfzX3725e+3PP+5pOf7Dq79kj/6j0XV2w6uXzN4Te+3Ldo+Rqy7blKi298PTa+ES/RCY1UB9b+nHvR2/6n3wfZc9sLn0h1wc993Pnyqlmvfxl69kOi8wWk9dlmbqbONc/31HtLVmx8YdWudzYc+/pQ3xf7L7+/+eRr3+xb9um2wNL3K+2+2DFVA+JGlBucROuz4uxXybZls15e9en2ns93nX3p0x1zXl2tZmYU1CET6tGRFabU8XVpBfXDSnV1Fo/SEdRTHWZupgZvnaak8iY2RucWD0gaEz90apECJ1ufaV/2wZxXVy37cOP7Gw6+tXrnU29+Hpj3MuqdpaeCVVp8RGFtXNaYgclDo1OHJueOHVdUpTaTBB9Qm/CJU6pSM3KTktNjYhOjouPjYpOSk1NTUlKSEuMl9JuWNDQ3a1h+VkZqwoihWTyFrf70vbfeeLa1jfe60dYwK/Amj9u+ZGFwzizxjZfnvPXqvFUfvrB3++fnTu240LOj59iWE4fWnj+15cblPXevH7x55bv+S7tuXd1z6+p3fee3/fzg5NVz2y72bLl+Yc/1C/tuXj58v//k/WtnHt26du1s7zefrFwya+bMUNAvcDyOBp28yBAiQ3hFtjUgSZdB8+wSyJCfD3hZn5v2uemAlwWsEvCygIS9LgoW0EEfF/LzIT/PUjafmw76OJeACyzicZJeF+XkMUl75iT9Hgaed/KYk8f4iKyxLeSEVWnQy/pcVNDLzuoMzOzw+1xUe9g1b1ZLe9gFGNjvYqERIeR3tYa8Aa8Ik9egz+kWpcQLl0BDs4sMgHkepygrSVpY1iEpnwkrippwXGKxREFqfAEArFY1jRs7Mj8vKzsrIzkpISszXdWs0KtVJIpAvIebp2E60OJ3Sjbp9uCcjtCstsCMUGD+jI7F82Y/u2TB26+/+N7yl2Z2eHWq6qnFY7xO/OMVr1273P3o/vXL509u2/jtyg/evH3t1C+PLt69cerQ3m96jm15eLvn4Z3uXx6e+/Fuzy8Pzt66cqDv3O47V6Scs8untzy8ceSXB2dPHFizd9unh3Z/cXDX6t7jmy90b9+58cMTB9acPrLhp3tnvr958u61o1d6d9/vP95zdH3/xb3XLuz65fvT//XLBQC3D28fe3Tn+D9+PHu+e9OBXZ8c3bf6x3sn//e3vusXd585vq73xPozx9f9/KD76L7V2ze8c/f6wUtnth7dt/rsyQ23ru67eWXvj/dOPrx97NypjVfObr/dt//cya0Pb526e+1oz9GNF7p33u47drl379F9a79e9daqj1559fl5Xa2C3020BrnOVldrUDp4PE6yvcU9b3ZrZ5s35Oe9LoqlbOGAAMdVwMvKs5WQn29t8btdHNQL+X1OkpDQlKq5QadV8hwJUcOQVQuhwV6PwDI4rCEgzxZGGwCAAbi6nKwo0HALRWp7Q0EPlADLzDC0ccIhASFbPq8IZG/kCJEaenxesbXF394WBA8wxHRxLCHwFEh25Thov88Zwdger0f0ed2hoH/2zFk+j9fr9titNhInOto6PS6vy9MpBl4tqQkV1/jLmlrKmkLZY3XJQ+oGRI3JGlFVUqlXGymjhTAZbShid3KSa8DjYSnGhuMmlrUJAsJyVp61elyY24k6hT9bT+1mwmHhSMwrSmYEALcBLzt3VsucmeG2sKu9xc2QVpFD/R4GvgiRQ3HEYDOrMNQaCnoMenV8XNSQ/Ny01OS0lNSpU0rLppVq1JIryWTUSPZdHmVZB8dJIMRi1iEOSQgtp5hqNYqIApyA5R1FIhG/vbQB6KLB4O1yssDDd7SHZnS2gIBcjtTiWAJxmP0ebv7s1qcWds2dGW4JCED2tgZFv5teNK9jZoffxWMhn6SU9ojSNC3gYebODEMBbEtAMk0AAPY6SZ+LagkIXe2+WZ2BrnbfjDbvrM5Ai9/Z2eIDo0fAK4YifbkBv8Tllk4pTEpKiI4eXFQ0eerUKbW1tcXFhQ311WaTDgTMdpsJrL9UJG3I53XW1lSmpUoX9pjogUmJsQ311RB8JUeAQoYNF8l2cjmlil2GxtPTkp58QsKuNqsRGOBwwN0W9oGusiXocYsM2IABAEAMD0djHsm+TjpFtqK8NDUlYeCTA+pqq8DIB8ZgUWA8boGhcavFgDgsTpF9PO2ZplCw/ooCbTHrcMxGSqbiSN1uxBVsMmrMJl045AsGPMSfuUqAoMAADEwvfAomYuVl/lQ+AzxGHBbAxmAVBtgMTDI0fNIRmpoiURSxqlVNtTWValUTSSACTwN9TZFoJLxaKnppVjZIwxGBcDopQSAYBoFaXYZBWBblOAzHLQaD0mhsJgirIBA8j7sEmsIl3AvxSya90qBuNGobWMzMoCbcqkZMSsqmFXDJzYuZmi26OruxEbepWNwg0haRtrC4gXRoGEzP4gYa1aEWpUVXZ9HVoRYlg+khBZq0ahiHXiBtAmljMTONGBGLTq9q0Krqtar6ksKC+JiBT/5lQGqSFLYcFzUwdvCT2ekp00oKrUYdQ6AAHWkccQts2O/xOnnAoi6egSoagafdLh5CtmG/wcgAzNWq5kbIpEUR6+MIBDgxWJpDhhlYK0kCgSNWqjxFpfwqi0FrNxs4ChdZyqRTV0wtGfiXAWCxS4gZPDw/R61ooDAHajPbzQa72eCwGAnExpIYlB4RiI2nCXgMaV5ugXULbES9byUxCQCDT5smLARqJDETiZko3EwTFvnGkNbIxFxqh4JSYjjmIYyKZ6Sv0iXQAGJlZTJqNwEABh8vWAYYEoHJuMiRcoyzDGIp3B4pEjOCBxhHLFaTFqqqSExyIAMDDAAY8rFg/ARUM8RHQ/Iz0L8AsyPVSlLvI3Sq8YxUviV/dotRidi0NGHhaDs42OHjw9RJzsGSQ7Dgeagow1ArlNZG6gykgmi7zQQcKYBA8IvCGQoAEtCpTttcXzcd8I9epwL3AfCQoDqGmQiMpQDLgZ8WGGb4Efhd8osAkQigWoaUwHPKLCW8FExnoHgJCGezSQetPyBhaGyoAYlHs7JBRpI6bXNTY21DfTXEvDVEqnfg8LaY9QDk4AHYXwFeAuMNeE+vUwF2BdgMSdHAFUMYNWxsNGggxRoewFgBmFsZzMsMrSxXhkg5ILoNejXwyeCaBngM0wHArgBK4RmYXAA3K+Nbi1kPl2sMtcn5ZID5gfiFt6pWNcH3CJywjIEB7QNClslwiBmTbdVqVRN8d9pIGxN4gIHglf29ep1GhsQyA/w4AJZTskxS5aIOkLOcC61qVvzhB9Y024w6h0Hr0DZbGut0FVObSwpVhROaCyfUTBhbPmF0+ZTC+qZqhUlTb9fVExYFiyg4ez1jlW6CvY631Qp2hZfQtwr6MKf1UmoBrbPrJkwvTR2WHZ0SH5scH50YG5+SkJgmAdzY+JiomMGDowdFxQyOj4+NjY2Ojh4cGxudmBCXlBgfHxcTHTUoJyNVCs1KTkiLi0mLicqKjx2RImHgiTlZk7KzJudkT87LksqBh+aWDMubMjy/MD97Um7mhKy08Zmp4zNSCrLSJuVkTM7LmpidXjw0t2LMiKrxo2smjK2bXKCeVmKYXj5g8QcbO1/9vP3lz+a+/e2iFRuWfLhp+boj647f/GRH79oj/fsu//rtoWuBxe+WqNiRFeYxNY7CZgZpfVYtzG7mZnoWvxNc+oF3ybv+p99vfX7lnDe/fvrDzUtWbOx46TNh3huOlqUm3yKjb0HL8x8tXbll6cotL67e9eH27k93n3t34/G31x99a+3hOW9+bfItGlphGpA4ZvDw8iayY+ZLn3Uu+7hz2cfzXv3i6XfWLXzj69Did6nWZY1IuERJj5hmyJ6kSBxZFT+8YnSFuQltMQuzlIi/3uIqrLPlTW6Iypk8IHl0folCz3cGFr0x99VP25a+2/L02wve+Pzpd7+Z88ons59fgXln1ZnY6TqyuMaYNrz4yaRhg1OHPxGXO7G03oiIVszZrMcqqlXDRxfFJqQnxKekpWWkpqbHxMQNenJwbHRMcmJSRkpycnzMkNyM9JT4+JgnqqYVLZ7f+eYrz83s8BKYjqa0HGsQBXPAi7a3MG1hOuhDutqYZU+1vvvm4pUrnvvys9c2r1uxZ8fqA999dWTf1zeu7P/hXvetvv03rn73y6Pu//rb+Z++P9l3ccels1sinuFTv3x/4eFtKe353vWzl7pPfvHhR3PbO8Iut4/jaYeNtFkE+g/0G/Q5/R4BghxYFuV5icsF6Ps4DA4HhK4OfzggALME8NjJYwxp9boolyD1aoocCihX5FCBRYAW9jhJj5N0CbiTx1wC7nGSAS8PcVmQFA3/297i7Wzzw/NwL2tlXQIdDrjbJX+gAH94fG4+HHCD7xfa/OBTcDSG2PQRosBMUVZRlFZOFGVnGMTt/qMOxO3iggG3KDAataKocMKI4flpaSkJCXF5udm1NdMRhw1Dpb/6YGqSUrV8rragt6stNLerfUarZAXtags/vXDeJx+899Wqlc8umUeixoaq4tLJI2a0iPdvnn909/Kju5d/un/t+IHtOzZ+/fqLiw7vW3Oz7/CB777a8O3bV8/v6buw99iBb29ePfTgxrFfv++F/t7zJzb0HP727LF1/ed3nT6yYd/2zy6f2XXt/N7TRzacPbGl9/jmsye23Ok78j9/v/7bT5ev9O6OUMfrL3Rvv3l5//3+oxFFwPGfH3T//Yfe728dvXF5z73+Q70n1l85u733xPrz3Zse3j52r//QhdObL53Z2nd+5/WLu29d3ddzbO229W8f3bf65hUJQv9w98S5Uxt7jq3tv/TdnWsHgCu+cVnqZPrp3pl//nT10Z0z9/pP3b1+svfEzi3rPt6/a803n7+z7OlZrUEOLNxzugItAU5gkZagCMTvzM5Ae4vbLRJweLgE3OuiAl4WhiwuAedou4xLAUFhqNVs0up1zXpdM02hfp/T73OKAi1XFklsJE9Bqi2O2UAO7bCbZEYRYodBBS3wlByOBRFWQPwCigYCGdAvRGSB/Ri2BHdreyTpCmBbOOSd2dUGv721xS8lUbX4fV4nx5IE7uBYMhjwdLSHIYzX7/N4PS6BZ0WB8/s8Hpfb7XS1ts7ivPOna8QxpYYRRZqMEZVPJI5OyJ4wcapSY2FMNsZsI8wmu91q4yk87BZbA66WoOj1Uk4nxvMOhjIRmIYidAJnCXhIF+9gCAvu0FN2C4c5XDTp5qWMK4FFWMrGMw7oBJaVGm6RgJ0vj6V4xhHwu9rbggDk8vNykpMS4mPjKssr9DpNY0NdY0MNAGCKsvI86vdzra1ej5tnGRyYCjD9Wi16hsag0YrnSADAHCvhYYNeZTSoQSnt84pdM1rdLi7gd82b29US9nncPGSYhUNeniMRhxmi9cIBJ5SxgTilNeSGzOq2sMclkD43O6M9EPQJqN3gc7NQMQ1eDEi3bgm6Al6+Lezp6giCFB8oX7+HC7iF2Z2tLoFuC/taQ96QX8rD6+xoUTU3JifFDY56Yuy4kYWFkyZNmlBZWd7UJFVogiLXKbIetxAKen1eJ8sQ4ZBPq1EOHZID0HfE8Pyiwgll00qmV5XJ+U9AuwH8CId8Xo/ocnKNDTXxcVEx0QPLy6ZITcJ/losSqNXn5iHFJyhF8btB3hK5PtMw70PtJreLZxlizOjhMdEDszJTCdwB0BGErwyNcyzJsZIYASgIKNMG2zZDY4jDDLgXFtzyqALHbOA5dNjNFIlCFDNkqzrsZpB8A81LR2pU6EihMdDa9J/9wAC6QEQNTmmgo4EDh65gi1kPYl2H3QzFmLU1lZUVUxVNdRCHA9Cd+dPDzLEEhlptVkmGALhdp1XSFApybrkG3G4zgtuZIRG3yLgE2qBVVpVP0TTX0ZiVRMwiZccsGquuydBcq22osOsaIcuquX6qvrkKMDDp0NCoTqDMbs4OnLCLtTGY3qiuNmlqELPCqq+3aRsIi5qyaXGzirDpGNTEYmaJW7YbHWatSa80G5otRk1T/fSRw3IH/nVATkZqfPSgmEFPgGktMzWptGgSajP7I92yNI743WJLwOviGUhaRhErQ0tVBXLXFMSnwVIeVu0GvRpkz3J3C/B7sA3isDA0jiJWQNFwdQKinmUIq1FnNxsg3hkMyajNjFhNo4blJ8ZGpScn5GamJcVFjxkxVNVUr1Y0aJub4AbmYeg9wuwWu9nAkhiAZOhDkuKgSSn1kMLNHG2Haz6QnwRq5Gg7QGKWkhqqgCCNcKcOYICBwgX4ShMOYGJBCgEJzFCIzdEYoFz4KWg/whHL4zVIAksILAHSaIiwspl1iM0IgyTMYXZYDXK2HGBvYIkZEpG9xzI2JlCrzazTaxQqRZ3dogfdNWxPE7aIzlla/AAPDInlwAADy83Rdo62k5gJMsll+hekzpC8CNnsUNYtG4CtFr3VoodrCIba5B4diFjX61SQKh8RShgBPgG5CnwgJKVBdy5sA9oNuCzILG6zsgGAJcA5SKvCUBuIogHFgYwZVM0y1AQoCF4GiD6W5biPs5QatcJmNSIOi1rVVDatpHByQUnxpGlTi8umlTQ11kI7bkV5aU11BeSWy1nHRoMGYq7Aw6xqbgR4CYBchuIQKAVwGt4MtKDLqemA1UGQAsBVxt4ysATcK6dAy3gVmG3418fpcTDiwh6AiCzwKoP2G8CzrF4GjYb85sGzDSMM2AbagIEql7n3ZmVDY0NNY0ONVqOEHWgyaqFeWKdthsAz+CdZAgAaJWgGho8fCd9qbmyok+SNeq3FbNSom6EACdTOep1G0dRQPb2yvq5Gq1FBCBbYhhXS3z4lVCgBPwzOYfkZpaLRqFVplY1mtdKmVlgVDbb6amtNlalsirp4Um3B2GljR0yZMK6isrRW1dho0Tai5kbK1iwgisit0Yk0uVCFl2j2U+ogY+lwGcO8zkM24qaipqrcgpGJOWlx6dIEMT41MSE1EdjgmMTYuITYhKT46NiomLjo+PjYuLiYmJioqKhBUVGDoqMHp6X+GRadkpQZH5cRE5MdG5MXFzciKWl0anJBVsak3OzJeVJD0uShOUXD8ybm5xTkZo3PTB+VnjImLWVMZlpBVkZBbtaE7MyC3KzJeTmFw/JLRwybNnZU1fixVRPHDxAXvjX7ra9f+/bAim3dH+/q/frItd0Xfzpx9//svfTLO+uOti772OheUKSkR1dZi5R0ucnTzHQRnS9g7c9RXS/xc193LVw+87UvZr72hSx79i55VyPOqUZCGnEOOePFt9Ydev3b/S+u3vXi6l1vbzjyye7eFVtOvfLl3o+29wSXfjCmDhmQVfiX3JKcUm01EmJnvtL27IfPfbD5g/XHln+1v3PZx0ZhTrlOLGoiR1eYMyc0Jo6syprYNKEWqTK6FVirju5ocgTGVxpSRpYNSBgRlTN5XLVJw7TNfPGjtqXvznvtswVvfD775ZVPvfXlix9umPX8h1hgHuLuarKJhbXG/EnTB6WOHPDXpAFxOdkjC5UGwowIJgdf22gomFieN3RcSkre4MGJsVLTb0xSbGKa5CzNyE5Py0yVgryH5GZkpsUPy89oqJ3md9PzZrW0BAQS1VOEjqF1LKNnGb1btIb8ZEuQDnjxgAud2SYumhN8an7Ls4vbXn9x3ofvLPv0wxfWf/X24T3fnOvedvHM9rv9h3779dwvj7qvXth+p3+/5BZ+0PPz92d/fXjp14dXvr95rv/Cqc9XvP/M3HkehhUJ0kXRAoHxFO4VORdHRfgiwe8RoKYIpML/fwA44GX9HsbrouDmcZLA6MKlH8TPIif1i8g3tyjppWXttNdFgeoV3MVwD5WwQZ8AHtGWoAugr7xg9bo4wLdQCuISaOBt3CIDHUh+j/QR3CITib6w4LglklXrcDol3oDncYkWcNGgpBUF2uuR2ju1GmVJ8aSRI4YMHZqfnZ05auTw6umVEHAHbRBugfW5BL9LkPaSS5CE4i5BoImu1tbFc+c+u2Shi6MKC0YVThjWGRY2rfn4Qs/+3365cebEzu0bP7189tC9G73XL5zoPfndqaObLvbuOn1809ED317o2XHt4r7ek1skDHx5/4Mbx76/efx+/9H71w7euLC7r3f7rYv77vcfP3FgzdkTW86d3Np9WEK5F7q3X+rZ+fu/7vz3L1fPndx6aPcXNy8f/NvD83f6jlzq2fnvv139+w+9fed3nu/e9POD7v/9re/u9YPH9n9x6czW6xd3n+/edLl3268Pe3592HPn2oEHN49cOrO1+8i3F3u29J3fuXf7R99+/mLPsbW///vGP386d+PynuMHvjy2/4ur53bc6z90/eLu3uMbz53cev3Cvv5Lh66c3dt3/sDNK0fPdX+3d8dX+3Z+++kHryye39bRIna0ODtanO1hsS0khPw8qJ1Dfr69xd0acsoHAKgD/B4GDqTI3ASHSGe3i4MiFo4lcMzmsEvZS6Igtd1ClyyMxqFHBzYGWhhysKDNRRT++JaBvAUDMEBouAcw7POKYEOF7UWBBpk0YGaAZz6vCMrqcMgbmZjQHe2httbAjM4WeJ9trQGQWIsCA5DD4xZaWwJtrUGvR4zE/DBul+hyCl6PKxjwCTxLEhjHi6Qz0GBExk2tyRw1MTV/zJBxxRUNagvG2HEapzmaljZjCNQjMB0B76w2aYIQCLBuNyGKKMdYSFxLk3oZALOklUSNtMPKIDbaYaPsFmm5/yffAstQmD2RmMnJY+GAAF9KyM9HxB3C4wAYGOCUpOSa6dUw4o0wmTopJ9lJeL0M1CC5XRxDY0AtQp4wikh1RzA4gBJmOdoURhUCT5GEAyqFwdENZcKBSBMSZIyBGrCj9Q96NugTIGTe46SheBzapMEO2hJ0BX0CQ9ohcg+uYF4X09nmn93VMrMz1NEqNZnPaA+0htwhvwjBfizlcPM0R6JtYZ/fI8xoDzl5yusRKRKdUDAmNmZQUnJcccmkioqyyspypbLJYNBBqgpNYV6P6PWIwOUGAx6rxVBSPCkl0vo7JD+7cHIBLOOqp5fLABiQIUDBGZ2tPq8kYJ40cVxCfHR8XJRSUS9pfWkMInlIzAZ6Tppw8Azuc/NBn7OjNQDMME04gB/umtFmtRgy0pMHPjlg/LhRECgFKdPw3oAKBjbVbpOy00HtDOcRikg5tCThgBvoz1kGJwkHSDHBoUdG/MPAfljMUhYaoGLIWAJsBnCXZQgZAEMCFoE74F0BkQsreNiGwB3w+ojDAsQFhMcY9GpoSwYqBnFYBJ6O0NcYQ2OsVP4kxVbjmM1oUGvUTYCHeY6E50FuADGHoFBlSETRUD1+zPCpJZMo1DKj1c8TEgC2G5RGVZ26rszUXOPQN+mbqozqaqu+HrUocZsKt6kA9wqU2WFqolGdT0Q9vAO3qRCzArUoTZoawqJmHHqoAkZMKtyqJWw61KzGbAbcbsQRU+RmsRg1NVXTJo4fFTPoicFPDEiIGZydnpKdnpIcH5OVljxu1PCGmircYfU6eY7CHRajHChFkShcT6hIrRH0S4EZGEhgwMBQHgNcENBEgBZgrQxDClFgIHuM5yjhT5M2+I0xu0Xu9QUZ8/TyqXlZ6SkJsWlJ8XFRdYxNTwAAIABJREFUAyEQS1Ffo2qqr60qr5w2pb660qhVYXYLtAGbdGp4AIXAwAZHapCMEEoPCwMgRQnUCFwo+KQI1Ig59BEMbIf4ZdBBgK3XyUteYsDD4NGlCQkk04QDyqXkfDjMYQaqFkzCslsYEDJLoeCiJ1CpaQlwr92ihz4k4HXBPAwhc6CyRmxG2B61m2BLh9Vg1DUbtEqVos5m1kHClrwZS0kOL5ayMaQVhNDy5Rdg8OMAWNKHEw6AvnBgw6ELw0SQz4BJGCTQdqkMyQo3sNYDrQcUH7Rnw9QDbOFw2tptJpgiQeATuGSBOIWDBDawmPUWs16tagK/BqBBiH2SbfywDeilAdYC1QxIG/4Vzln4cQB7ACAB8smjGa1GWVdbVTatpKR40qSJ4wrGjy4pntQQaW+CzHxVc2NTY60cag1yYpmAhTRB+XcBMoczAp6EYDCI2YMyJ3kbeQ8ANIVLuvyhZBEyuGdljl123sJZBmFdoK/WapTgq0cRKzwDr2m1GOTMMNlEDa+jUStgG71OpWpuhPkCDB3A/KzTNsufzmTU1tdNr6muqKmugAYmgMpqVRNsA4cBvA3Qh8shWOAoll3ZcmIzLG6hxReoYIvZ6LBbzSYDyJ71Oo3RoAPcC7FYOq3abDKYjHqAzdAJDJpqRVNDBA8rNMpGo0ZpUTeZG+sstVXm6RWGaSWqoon1E8dXjB1ZWjCuXLIB1zea1I0Ok5KyN5DmespcS5lrGUu9YG+IYGCljzS2CsYwb/QzatZRpm0YWjQuMS89Ok3qK49LSUhITYxLjo9JjI2Kj46Nj4lLiH1y0BODowfFxETFxkbHxETBg7i4mOSkBMDA2WnJWUkJmfFxWfGxufFxQxISRiYnA8Qdk5k2Jit9XG56QX7mpKF5E/JzxmVnjExPGZGaNCwlcVhywrCUxJFpySPSkkelpY3OzBifnT1xSH7x8BElo0YOePmrvasPXN7S+2BD953NZ+7vu/b33Rd/+ubwtQXL1xjdC8bVoUPLjONqHNVWv8Wz0BF6xupfQnS+4Fn8TufLq/xPv9/x0mfL1x15/ZsDyz7ZPv/tNd4l71oCS5Rsl8GzQJz/5oxXPl/0/rrZb66eu/zLFz7f/vaGI699s2/+O98Gn10xvMoSN6Z6QHZJ3JjaQjVPdb0y87Wvul7+fM7Ln7c/vcI961Uy9IyRm1Wld44o1SUOrxhdZhw1zZA5vj5tTM3UZoYIPm3kZo2rNGWMq8kqqClqcCiJUHDxm899vGH2q58En3or/MzbS99f8+qqbUve/CK88A2h41mHc7bS7ilXoaOnNsXnFAyIyhoQlZWcP6Gszuig/ayrw+LgK6erho2cmJSUEx2dGheTnpyQHv1kVFpSYlpCUvTAJ5NiYkbk54zIz0mOi8pJTx6Rn6moLw/72TldAY+IEYiOo8wspeMZHUvpaELDMyafCw94SJ8Lh5iornZPe1hsDwtzuvzPLOl4edmcN1+a/8XK17Zv+Pjg7q8u9Gx7cOvo3f5D509v/vuPZ//9jyv//be+nx+c/+X7y3972H+199jODV8vXTC3Kxx0M5RAYBHilxRoQqBxaIr/o0fXw7pcks+QZVGPk/a6GCj7hXjngJcP+UVo9IXsK1huOnnCJZDQdwdJV5DV6eQJJ09AbRLgWEjJgpd9fOEb8Ls4lrDbjEaDWvZwgiXPKTJOkZGcn4+JnKXVasT36+QpiHwMRhqSPE4W1o48g+K4heMQl4t0uUink5K1c5ESYAxSoDlWslpVlJcWjB89YsSwIUPyxo4dDYRPfX2toqnBoNfazSbEakGs0qjbYTI5zAaLTqdTKkmHQ1lXV1ZSWDJpbHVFkd9NfvXZ8p7jOx7cPN1/6fCx/et2b/ns/o3uf/7Ud/LApsN7vr12af+F3u03rx28ee3gxTPb7904+v3tE4f3fvH9zeN3rx2+33f40Y3jD/uP3b60/9bFfQ+uHbl5+eCxfd/0Ht98qWfnpZ6dNy8fvHXl0KPb3TcuHei/uH/f9s92bvzwTt+Rf/xw8e61o/euH7vff/TutcN953bfuLTv1+97f3lw5salfRdPb7t2/rsbl/b1Ht/Ye3zjw1snfrzbffPy/rvXDvdf3Hv32uFbVw6cPbFpz9aPN3+7/MyxDb//1v/r972Pbp88vv/rLWvePnVozY1L+y6f2XHu5Obzp7f3ntjWfWRT74ltVy8cuH39RN+Fw2dO7Dywd/1HK156amHHonltC+d1zOwMzOwMLF4wo7PNP2tGGET1Ib8IQKUl6IJjCY4HqOqBnHA4HsAdCgAVMpwh7wpW7bBkB8TFcyRYfOEICUQkrMASywAYkDPU8wBChjpfEEIDGwmpVxDmBDAMFM5+nzPgd8F7cDnZYMANncBdM1qB4YQfCQU9gJw9bgGKW4IBT2tLAIg+gacFnvZ5nT6vE4AT0DhSfguDW1lMYdIVVZVNLiutUyvNiN2G2TECZVkpSYinCY6UAHCbzz0j7G1vkWTkUmntHwBYT+MGgbH6XLiLd4iUXaTsLpoQCJSyWiQxklmL2KQSTgq3ShZfyiFnsbhFyutiQO4hsFjAy3e2+X1esa01UFNdkZIcn5+Xk5GempaSWl9bp1Q0mk2GyExdAlFQLeZ0EqGQlNENaATgE9h9YXDg9zkBAAOaMuhVgJbBKsxzJOw3gadwzAZVwKGgR+ApxGHGUCvHErNnt82YEfL5eEEgXC4aXAzwOBh0+v0CzOkCAbG11QvPSPqOyJzL7ZYissNhdzjs7ugIdHWF29p8Xi/n9wstLR6PhyVQydtvN+lbg76Qzw3qU5/XOb2qLDEhJi528PAR+ZVV02pqK+sbqrW6ZqNJC1QDTWFOkQWulSJRnqMmTxqflpo48MkBaamJEwrGlJdNqZ5e3lBfXV83XadtxlAbKIQ5lnQ5uYDfPSvi8aApLDUlISE+OjcnA3hRoKrknGewHVK43evi/B6hJehpCXqcPAXNK0Gfc9bMjulVZTHRA2NjBtXWVMKbAZLWKbJejygKDPxqkBmjiMVs0mKoFWYQwADDeAJDreClBxoKx2yRGB4pVVjmnaBNFJpIgVGE/QAqaByzA1ULVPCfv9EK4kzmz1BoiKeGzB55jQ7LU2jsBFAn24ZtViNNYcBjkxTqcvMcTzkQi8VqMBg1Gq3SaNJyPMWwhN1httlNLEfyAk1SqPQbccRq1Kma6osnFWSmJY4anmc36WZ1hATSQSOggtZaNY2IoZmwaC3qOru+ATUpcEszbmnGzErc0swgOpE0I8Ym0qb2cg4fj0AZEm5pNqtrGIdUBcwiBtyschibEZMKs2hQs9ph1hIOE4VbcUQCTojNaDFq9BrFmBFDs9KSQQWdEDM4KS46MTYqMTYqNzOtumIatOwCJQslSSAdJwkElvJgBoZDBYJ8QBAL7JPRoAH7okz3ATCmSBQ0KU6RdTk5t4v3uKXkCynNO9L0C3gbcrlYEoOdJu2x1KS0pPikuOiEmMFDc7PKphRZjTpFfc308qm1VeVqRYPFoMXsFhpH9GolvHkAwPAiAkugdgNN2GANACF8jwU+OyAwWQ6LIjELgFVIYAYADGIHGGTIhUYglMAcZnlgZDVp7RY95MOBbfjxRl9A0TKLC2AY2GCgiwESIzYjYvtDGg3csuwNhp8lMRtqN1mMGvg2AYEjUji5GihliHeGliM56lnuQKJwawQhO6S6tcg1+T/QLwBgiKaDayYMf2E+FTlPLShilVuCbFYjICiAl6CwNRm1GGqDODo4cmSJMkAsuAfmExTycA/yaeA54aUAOIFxw2Y1Pv6Dj8MzgNNAOcrAGNhLQHeAA2HIBWgZ2NGG+uqppUXjxo4cNXLoqJFDp5YWNUX0zw311YqmOsDDTZHGda1GCYgREGZjQw2Ac0B6gL1Bvw1Q9nFkDoZbUGiDLwDELCCWlt88bCDzwCBjhnMKPriMKuUn4QGwwXC9epwSh0hnsCLLABsU0SAFh8kCsNwwtzLo1ZDgDQAYPpfVYmiM1DvX1lTW1VY1RWrMYKwAbwx05qCIhohp+UsEV7Cczq3TqqHiSK/TQOoVmH6blU1Gg85mNVstJpNRr9dp1CplU2M9NB7pdRq4GQ06g177uI4atNPAEsPRYtKrLFqFsanOVFNpnl5hLJuiKZncOHlC1fjRUwvGlU8tqqmrrtMqFDZjM2mvQfXVmH46bqimTLWctU50NHpxhZ/UhFh9mDOFeIOHqrFqxpQVpgzNikqNj0tJSkhJTkhJjktKjI2Pi46NiY6NiYmLHThw4ODBg6Ojo2MkAjg6enBUTFR0XAQMJyXGZ6am5Kan56Wl5CQlZsfHZ8fG5sfHD01MHJaUNCwpaWhS/NDkhBFpySMyU8fmZY3OyRidmTYsPXlockJOYmxOXGxmXExeQnxOYnxeQkJuYuLQ5OTh6eljs3LH5uYO2Nv3t4M3ftt58cdvj/V/feTaZ3svLHhnrcm3aHS1PX+qflwdWouEjc55dMcLvoVvexa+7V/y3oJ31j71waZnV25b9N76JSs2vvLl3kXvrQ88s8LRslTJdpn9iyPtR1uWfrx13tvfzHv7m+dXbXt305H3txxb9uk258I3G+n2Qg0zeHh5/NiaUoObnvlq58urX/x8z1trjz7zwVah6xWrc16FVhhdZswvbB5SpBpRqhs1zTByqj6roGF0mbHBFqi3+ocWq6Nzp8TmTxlfY/bMe2Xj0avrj1556bMtc9/6vG3ZezNe/DCw5M3Aojc8s19iW58m/Qtt7IwqJTliUn3a8JKB6aMGRGcPTB02fmqjhfQI/pm8p6O6Xj9+QllGxrCEuMzY6LTYqOTkhMzcjLyUuITM5OSslJS0xLi0xLjstKTcjJTstISJY4cr6ssZwuQRMZ62kqiOJU0ep4OldAKr5xkDSxl42uIRMZ+L8IjEzPbg7M7w7M4/sk87WpxzugIL57bM6fS+umzuyvee//yjl9Z//daRfV9ePruz//Kef/398r//0fePH688utP78NbFa+dObPr6s2UL58xpb5nZEgy7RTdD8hQu0DhLIITDAgXxwCp4PKzHw4Jg2C1SgIEB60qiwUgiNEcjAosBaHHyBGBdl0DCklrkcFhny3gYWJegT4C8X3hZn5ttaw2ADDUYcLMMrmpuKJtWXDplslajcNhN0EMDBJ1TZESBhmhHMPoCaIfQCwDGgIfhT2bEEkwyDOLx0D4fKwgYwyAQAY2iJojbkefriMOiaKorm1YyevTI4cOHjhs3prx8Wl1dzfTplZUVZTXVVbVVlfXV0xtraxpqqusqKyumTCmeMKFg1KjhublDczILC8ZolXV+N7n89aW7tnx+eN+au9dPXLu470LPjqvn9/zzx0s/3TvTfXjj5TO7rl/ae/Xid/dvH7/df/hCz7b7N4/97Ydzl3p3/HDnlNQ/dOP43+6feXDtyNWeHZdObb3as+PgrtV7t316qWfn7auH7/QdudN3pO/cnvv9xw/uWn2ld/fZE1vOHNskdyA9vHXq3MnNd/oO3ek7dPXsLuj1vX314I93uy/1bL94etuh3Z8f2v15/8W9d/oOXerZ3ndu9493u//xw/krvTv3bP344K5VPUfXX+jeevvqwSu9O+9eO3ziwDebvnnryJ4vzp3cfPH0tu9vHu+/dOjcKcl/fvXcvge3ex7dO3v72qkr5w7u3PblB+++9PSiGYvnty9Z2DV/TtuCue1Ln5rTEnS1t3i9LkZgMSD2O1p9s2aEIyVYAhwPblEKK4ZDSOApMN+2hH3yDWhhyLuCaBCQQMvRSgBQOZaAVGfAuhDLBBppiIyGwwnMw3JsFcQXgysV8q4gCxrE2ADI3S4OxALQgeQUmbbWAIirAQB7PQLHEpFe4lBba7Al7A8FvcGAJyiV9Ppawv5wyNfeFgr43VAYQ0dkoh6vQImkGBIEP2slTCa7ASHtKGHTm9QE6RB4CkY50nyKpwNuIexzhfyuP08xlKUtBCYB4MiFAnXxCMTwtHiFgMgJGIqa9GadymHVUbgVZlJwzsIreF0MfC9QRsLRiPSMR2hvC9ZUVyQmxORkZ6anpaSlpNZW16hVSr1OE3EkWqWk6HapdpjjkEBAKjSyWQ12mxEKZuGrCYe8kAf2Z5gwCvJUIDogWiwYcLe3BYMBt8fNR9R9DqDTccxmtehpCpW+o7A7FHKBvZOi7Bhmttmk7iWKsrtctNfLQbO3z8e3tfk6OgIdHQGvl+M4TBRJuI55PGwkCl5ob/e3tHhcLtrjYdvafKGQi2VwF0e7eUZkqY6WINwb9OphQ3OffGJAVmZqccmkqullFZVTq2sqlM0Nao2iWdmAY3bIN4boY5vVWFFempWZCih05IghZdNKqiqnQV0wTPqh0paLqJHdLr4l7G9vC/m8To1aMXjQX2NjBk0tLfK4BbeLd/IUhdsh5gqMjhBtEPK73CIDUUAepxSFwJCIFHcvssOH5UVHPZmflwWkBxxgGGoDpC1GAqsAR+GYVKBtMmpguADaChSxOOwmMHKDIBNE0eDoBtQKh6vs7wUVt8DTLicnRPKcOZZkaByALhkJoAYqGHp9QYANzBXi+P+s4EkCASMiwDm5VxP0mXablKMOIU9/mIpRK8MSJIXa7CaTWdesalQ2N5gteo6nWI50IBab3UQzOMMSOOEgKVRqcNc011SWjRs1PDcrtXjyeMRi8IosT9g53OakUZGy03YDj1mcpJ20ahz6JgDAmFmJmhSEVcVhBhdthf9lEB2L6h2GRoehEeKgwf0LUViRVC2JASbtetxupFALgZrtFq3ZoLaZdVA8azFoK6dNyclIjXryL7GDn5TyL1OTkuNjMlISczPTiicVmPUajsIZAqUwh2Ss5SiIaQappxxt5XJysItoSqrCAgADi2/J2funyxf2Nux/DLXBfAQwMMjRcYfVYTGCEJpAbBBzReMIajM31VWPGzUcTHTJ8TGpiXEjh+aBClqtaGiqq1Y11dtMeihGMunUoJ1GbWaWlEQrUjIWbo94dO1QAEETNtRugD4qHDFxNAK+JxKzQDcSjpjkvGWYAcGCBAy9sthY7uClCanuCLTQwOWCBxjql+Ae0kCAUparj2CuBKQuYGaZRgYvMTzpEmiInoZ7wNWAgTGHGdqAXQKNOcxmgxrcwhRuJTELMP8kZgEMLN9DFD9LOSLZYBYy0gMMJPB/mIEZGgMbAuIwQz4FrFhwzA6RZnCWwSAVEC9oXwE44ZGK4Eh1tnQGydIAQF9wLAFGAkAI4A2YUgB1j4dX6bTNKGIFahFQFmBFQN0wugK9MfDPALrgHmT5Om0z2FlB6ws/Dg726unlRYUTJk8aP3rUsCklkyHmqrGhpq62anpVWUN9dWNDDfR+Ab4FtXZjQ02zsgFUynKwFuhH4MUBwMssLuix4W1YLQaI/gKQDD8l6ykAqcIgCbAxvCCcXPJHhs3+Q+YN7C5ozgFIy6/zH9urVU3wcWAQAHv1P/YY/Kz8e4HmbWyogekA/AgoqJWKetgb8P3CDgEZPHwEOAbUqqbGhjoQP0P+s0GvNRp0GnWz7AcG+lenVTcrm+pqqxsb6uBPv16nebweCRCyUtGoalbIVUlqVZNkqDZp7QaVWdlgra+21U63VpUZJRJ4cs2EsWXjx00rnlQ5vaJaWa8w61WEvRE31ZEmYIDreFu9EwEArA4yuhBrCvEmH9OIGsdNn5I6IjcmPTEhLSUxVbrFJyc9DoAB+sbGxkr4d9DgQU8OHPTkwMEDBw0a9GRsbHRqSlJORnpeZlpeWkp2YkJmbOyQJAn9Dk1MzE9MyEuIzUmMzU9JGJqWlJccn5+SALe85PicxNiseAkAZ8fHZ8XFZcbGZsTEZMUl5CYmD01NH56eOWDtiZvrTt764uCVN9cdnrP8G6LrxTKzJ6dUW6Riy4xug2s+PeMluuMFfuYrgcXvBp9e0f78Jyu2nHrt6/3Prty2fN2Rl7/YM+fNr50L3tK55qmF2ZbAkuDSD15YtWv5uiPPfbpj5uurn/1k6ytf7V66cpNnyVtqsavS7ik1ikVaVu+er2BmOBe8/drXBz/Y2rt83YlF720W5rxpcS1Qoi2lSnpshXlEqW74FO2wEs2QItXoMmNhPVapE6coqPzC5oxxdaVKGg0uXvDW6jWHzt/739/39z3qevUjtGMx0fmU76nX0fACq2eWkW1To/5GA1863TxkVGVs6pgBf02Jzhw1fmpjk4kmxHbK3d6gQUaMK83OHx8bnz1wYGJcTHpKYlZKXEZKXEZ2SnZ+ZnZy9OCMhLiCEcPGDMlLi4selpVeVzEFs2gY1EAgOqux0W5WsJSEeB3WJhbXOFm9h7e4OauHQ/wiGXAyXo4Oepxhn7s14GkNeCL6Wzbg5kI+rtXHz5sRWLak6+Vls95fvmTL+vd7uzffun7ozo0jP9w/87cfrzy6e/7C6UObvl314tOL23xuv0gHXaybJ1nCzuAOkcGgKAJmsTTtkHy/bsbjYXlBkikCO/cfMBgqjkQO52gEGiYAvYgcHgndkWglGPoCsOEZFGAz/KtbpNwi5XOzUp1S0AO0mMDTRoNmamlRwfjRkyeNLy6aqFTUUyTqdvFAnbldvOQ6YySy2uOUAjYeD0cFsxC4gmGDiPWL5HkctJo0bcNxC8MgDINACFaE6ECBW4CSzGZlQ1n5lIKJY0ePGT5x0rjS0pKSkqLCyRMnT5pQXDS5qHBS8aSJkwvGF4wZO2rY8GF5+UNzcyYXjC8vLTaoFRxl62x1fvDeC0f2rz3fs6v35Jb/h633gG6jzruGs7sksS33msTphEB67+6y1btmRiPNaPqoS+52KhB6h6WzLL0TSgLpvffeE5KQhAChs8uWt+3Dd0YX5sl534+jY2xFHkszo9H//m67eGbLhZObfvnu5K//uvjVhR1XTm/9/tqh4wc/uXZ511dX93x2ZuOF0xuvfLbt2qWdX1/Z88WF7V9c2P7v70//+s/Pv7u8/8zB1cd2Lz+w9f3dm9/bu3XZZyc2Xz2vJUV//fn+gzs/3r35vbNHN1y7sCcbb7brp6+PXzq97dCu5RdObvnq0p6fvj569ui6jStf2rPl3WsXdn179cDV8zuO7fvkyJ7lm1a9vHXta5dOb7l2YdfZo+vOH9/w/bVDl89u277+jfWfvHh074qTB1ehLWnv1veO7ftky5pX1634y7F9n5w+vObcsfW/fHfyyvk9545vOXdy29dXj/z9+wvffXnq/Jm9hw9s/Oj9l5976v7bF7d1dUR6OhPzu1O9Xcmu9hiKo0EztqZUmDDnd2cwSUGlln46STxNEm4U/La3JcEAI7ZKVTTbNrIxuTANOQDWBLIUBtaFLlrv+5WlsMCHYGvUU6NBC6sKn0nH2loTqCwCiEUPMJTPiIYGAgf8RuUvAHAsqoV1gXwGpQxw3taa6Ops7eps7ezItGYSqWQ0mYhk0vH2Nq2QqburNRFXINuG7retPRlNqVqMuMoFuQDDkYIcUtSwks34ice10q9sR5SMput0Qk1E5Iik5b2pEiNztMD6Jc4flem4pN1Sarg9IXUlI62qLAfpoNfltDT73JZQwINCYAg34hFeCFMxlUMDM+pS8UZOxJWe7rbGhpqS4vzqQQOqKsvLS8tq59VYLabGhrpmYz0d8GnUd0qS5SDL+jo7k6rCB2l/NjFYE9OC05jf29HZkU7EFXgNZCksiSwXpjHVise0N35ba6K9LYn+ZJ0JQQ4TapO6OjOweqIIRBQYyF95LojQJhi2oRZB8FgyoeIPKTKHe1DjLEthmLQxywDJr9Hd6cTi3i6JY2KKmIwqcVUaP+7Wgvycfn3/MPqWEXPmTp8xc/K06RNr62ZbrEaX22q3mVC9G41IGGfU1swuLysqyTYxDB0ycPq0SfV1c+vr5ppNTYAlsHFCLcyFg4rMI1YqHlOmTZ1oyOtnyOunFSBl226TMRmSS4T9SHwok4yk4kp7Jt6aioIZA0gOUt6YKhB+d0F+Tm7OTVMmj0fvtCSGRYGlSC/YZhQL6YgI2mbsVYjMmRAZoLyE3wXcC8klZhm4QjIhCsvuMKtdLcMsja1BSQvKFyQzl/UDAwZDrItHillXfChI6jcwvVhVY2FnzpoPTS2NLqcVbbf6whRJWmCMA7SfpLw+v4ukvF6fs65+bk3tbK/PKSt8JCpxfCgYInmBCXPBYIjkeC1OmQkQTqtp4thbRw6tbqqbJ3MhVWA5ys+SbokhZZbiKa8cIlWWZHzWoEfjfkM+M+1pAcoFAwy4G/SaWMJKOpsIR2PA3eyz1Qc9Zo50KIwvEibEkE+Dvn47SzqlcEBkKYb2+j1Wn9sGiayGnQiv3+1oqps35paRVWXFZUX5CFuG1baipHDKhLEOS0vA70HKFIK1Qc2BRgO+jUVlDBRwfDE+ADYIZVupAIwDlA+kMU5F+IF1LbpGFFP+gN9DeJxa2UGWy0XOs9/tAFYfMrASaVjlxQUVJYUjh1bXzpnpsLS0NNaZjQ1MgNDCrniWJrxB0gcgDfqX8DgJryNIeYWwlo2sSkw45KdJV9YVrKFEidf0ZRGZ5VkySLlp0sXQGqOLkCqkUmEGBPo3e9HT5NBCmNYJYR2UopoI/4quI2RoIToL4ep6kRiSnEHq4k4gZIb2gwRGyDMgNNAvlhboJ8MvBimvIrKpuMIxlN9jp/wumvTo9b+hgAc8MMaLbNCHOii0IvMsCQwMNRPQL/LYmZBWLIfEBLQBswylhwjqb2Q062DMhMMaCpKgOhF2FaS1yGgob/+vOGhgUZ1CBPbTgR9gGH4FimirpRn0L7KvgHiBqQDSICoGBgaWhoEfAywgarvN1NLc8BtG8rl0SbDZ1NRQP2/O7Onjxo6eMX0yZMmmlsa62jmzZk41Zo2v0Hhr4MrngmwbaVhIeAKYxBkOgArG2+2yIfoYDlhAeria4XzGE9M5ZH3oBpMzGHI8Tzyj2EQFAAAgAElEQVRGt2lAcIG9DcYbuxR6adzjsJt1ZI43JnYsULcOyHWOHbMDMLoI2cLWMLzQjyME0nD/+rxOAGC9nwkIHDrzG/+crkivr6uBuRcMsNNhc9itphYjCF4gYS3/1WFD2jPwLXAy4qBNLUZAYlDHv3ujNHhsMRudLqvXY/c5zQDAZEMtWTvHO3u6dcqk+vG3zRpz26xJ42fNmjGvsdboslmCfjNHNAtEI+9HEHSDQjVGaWM8ZMsI9jTvyojuJG8MecbVz6y8ZWjBgNKiirKyivKyivISTTpVmP/7fxrfm2fIz8sqoPv1z7mpb04WA/ft2zc3N7ekuHBgRfmQqqoh5RWDiouqDIYRZWUjy8tHlJUOKykekg2IHlJaOLSiuCK/f2VBzoCivIHFhkHFhQMK8zXncL6hMr+gwpBfnmcoy80rzy2oNBQNLCwdVFTW540tp17dePzxZdvUpc9Nccplk1qGzHJNd6nB9gepzH1s1yPigj+LvY8nl76w8Il3Fz217N6XVi3ff+X5T/bd+8rqpz7cufTFT8RFT3qTd9nVxcrtz9z90sqnPtz5xPvbHnh93X2vrnngjbUvrT1w/+urwvMfnkvGmsJt7Y+88sr6IyuPXANC/vOyna9vPPX8J4d6nljmSdw70xWb545NbWbHzPOPmeef1Bic1Bi8eYazakzj2Bpi1EzXgLFNpaNqRs10+dUlj7y8esXuz55etumpDzeuP/nFulNfPLNiS+9Tr3nTi6Z7OLPY5pQ63UJHvYMfdmtNn36D+/Sp/FPO4LzK0fOsVLL33vYlDzNqe02zd9gtUwpKBhsKBvbrV9zvpqLigsqqkuqKooFVxQOqy6urS8sGl5dWFRWU5ParLDRMvHWEo6Wepz1Bn4X2mgN+MxOws0FbKGAJUuYg1cLRFoVzxWUyLgcSMpOOCJmInFKkqChGRTGpqpl4JBVVYjKfzSXm57cne9tii7uTD93T8/pfH9m45o3D+z49c3zj9k3vXDiz4+dvz39x8cjaFe89dv/SRZ3tCzta4xIbl0KKEBDDhMhSEZGJqUjK0Sr7wJHqADjM0UCwwLfQTOLx6LuDtkfXVSpiKB7hQeihgBQPBlF849eYymXrYf9bJhqkiYb6eePGjh59y4hxY0ePGzu62VjPhYPQa8VjCgBwMmvxlQUGuiOa9MgCE4+I+CCEbOk3IbeqVdILAi3LQUmiw2E/w/jxArXOjGzbpy7YQ2OHz++y2U0zZk0dMXJI9eCqoUMHDxs2ZNjQwcOGDh46pLp60IDqqsqhgwaOHDrstlG3TJs0uXbObNLrIrwONuBNRML33dWz6pPXTh/bfOro+h2b3jp+8JNzx9f+++eTv/77wrXzW84fXXXi4PKzx9f+8tPJH745/MXnO3/65si1Szs/O7Xhlx9OfH1595eXdv77+9P/44czl05sOnd47ZXTWzUS+OSWs0c3nD687sSB1T98efR//u3CiQOrN616dceGt3dseHvftg9OHlxz+vC6Azs+Orx7xRef7f76872nD6/Zvfmdo3tXfH5m67lj608eXHX57LbTh9ecOLBy69rXtq9/49LpLZfPbju488O9W987e3Td1fM7Th1avW3d63u3vnf68Jpj+z7ZufGt/duX7dr09pqPn9+y5tWLpzZ/8dnOCyc3ffHZztNHNp49tvnz83u+++rEj9fPXr1w8OC+9Zs3fPDJR6//9flHlt7R2d0Z7e1KLuzNdLZFs+loWhMPFjodrbGezhRs3hiIwPidTsg4nYQw5XHbJJFF/DJQLoKadV8fEyLRfhSLSjdiXVFg4EQFxwi9wP8LgIGZobZtzcTRYxSNiBrdGpVSyUgyoQIto/QIZcKtmXg21TkKolhV+NZMXJbCSMPC80RGVyoZbWtNggROJiK6QDSiCqlkJKIKAh+CnFvL2UqqSkRkxTDLMYIUVlRBUXmIh6NRPpmUAVDbs/Fav8UgRdSYIkdlIR4RYzKvCqGoHErFwjExkJCD6QjXGhMyqhDlghzhC7i1KFqP00T67FiQ6Z2cEGjo7250nnW2xZOaqrazpbmhvKxo6JDqQQOrKssraubOazY2zp0zq75uLiYU2fxnL8N4Fy7sgGgZulms53guOL+3A4HeOEYYRqBmFvSvTrl3dqTbWhMQtwNIQ5eryFxrJq7IXCYdSyZUoFxNA8IFRYGBMlASWdD1yYQKJTwixAGM0TOMI4jtdHakgZAlkU3ElbbWxMLujgVd7amYGqL83e0ZU1P9gKqyvjf1KSrMmzJ5/LyamVOnTZg9Z5rFavT5nSFGg3B+n0sU2IULunu62xF8Zcjrhwyq8eNuBffb2FCDUlYsWOVsiq/m78yKhDHRkyVuxPDBpSUF5WVFWM6KAtueiSObBzWkssC0pqJIOli8oKujNQGqCgvu1lTUbjP16/uHfn3/0FA/LxFXVUXLhcZKVJfLIjcYOUmqwkMoEY2IOGTgmkJBAqE7IITDbAAxcoC7NwJgPqtk1rOd8QA+m7Yl8AwkzUjJAh7muZCS7QQGJMaSHU8pQPkIv7uluWHO7OkzZ0yZNnXitKkTjU11uJ/wu6HgxV8HUSxK4RBDBWi/Bm7ZgLG5vq5+LmTPiioAAHN8KMRQJOUNhkiHpYWlSZrwTpkwtrqqfO7MadmGMEYMUizh5WmfEPTzlFdhKIUhaLeF9f/W/Rv0mkhnE+lsCnpNHGWnPS0a3PWaxKCLJay0p4V0Njma5wAAR8JEQqRllgj57XAC8yGCC2p4z+e2+Nw2mvRAZOtz2RGebGqqHzqoqv+f+uT2/SMcbRUlmrWttNBwy4ih1pYmmWeTUUX9vagXYAaxsTwXUhUBOlgYrfE91tlQO6NfiiK9OA2w4kdOkixxPBdCkBKCr4KkL0j60GaEp+d12mjCa21pGjV8SGFe//LigkGVZWVF+UWGnGmTxtvNzcjEQj0S1NroEya9Lp6hmQDhdWpcEENrol9cZ3iW1HubYdfHkkDkApAEM7QX4R2oI0L2lR5/pdu59QhovQAJMyMww+EQCW4WiwEdAOONg23qAJih/ZTf5ffY9fSsAOGm/C7omRnaj6gRWWCiCh+PiBGZAyrmGCoU0ATbqbjCswHS56T8LsrvQgMwoC/KfoOUG5df0L8AwGAONLqYoTC3xWwXNgR8kMGYADMI/MCwJEAKAWUE3mgwKUAIoJv2A5TP5bRiMgKwCmYSlCM0sQgchiYZlCkAJB4DMhYYEqZTGF/xxoRPAZQjQJ2u1wWTTBIeOuCHLhoFP3q2M9KnwMeCjq6tmT1p4thZM6eCIrZampsaa+fMnm5s0qauAMAIOsY14Ubvq83aApNzgPJBSKznPwO3AxBiJwDD452CFwsYDAc1rjzIzXI6LHhukCjrKm7seeB8QGWw7tgJOvbGaOD/IqV1IA1ACwDvsJuBqHEnDoTZ1ISIbB0Mg+62mI2AuzgWgMeYGgDwoyEcAFuH5WDCszMIrcsXMma0GZlajI0NdR630+W0Wy0m9P1CKY3MZ7iFdV201WKCBBq/bjY1AwNbLdqAw2JtdthNbluzq6XB11CjM8DWKZM0G/CYMTMnjps5Y9qcurmNNrOZ8lrCGgA28v563lcv+uskol6lGiIBAGBnWnAn+RbWN9E4d+DYkcVDKovL/xsAFxUVFWT/Kyws7N+3X27/HENuniE3Lz8n19A/x5BVQffv3z8nTwvHKi8rGVRZUV1RUV1SPKCwYHh5+c0VFTdXlA8rLx1SWjy4pGhwmQaAqwpzBxTlAQAPKMyv1LKjc8tyc8py83Arzckt7W8o7W8oy8kvy8nv8+rG4w+8uT684PFJdrFkgnHAdJsWRrXwz1zPY1TmvlDHQ8rip9vue/nuF1Y89d62J97d+sn+q5vP/vTGppMPv7Wx98/vBtofcEZvd0SWRJc+v+iZD554f9tTH+6895XVC59etvjZD+9++dNFz74X6r5vtj8y06uE5z/87IqdOz//x/l//vrtr79e+Neva49/99i725L3vuqILJ3jz8zxJodPd46vo6Y2s+PrqGFTrAPHGYdPtY2Z5x82xdrHcHP/gVMcXE/6jueEjoe67nv57Q1HX/h059KXlr26cf/7e0498NanifufcSUXNLAJV6x3tpMbNc00cNTsoopx/QwjCgpuGVg92U6oQmZResH9QbVzVqNz6OhplYNvq6oe3bd/WU5OqUGzaZeXGCrKCyqqSwYNrxw6sKj4luqBwyvLBxTmT7rlZsbnTMhhLuA2N8x0mWsZ0iqH3eGQnfI3B6kWRfSwlEkOO2MSERXJrKBRaI9H22PxdDQel9WYpKQisWQ0ElelVEztzCQWdrT2tiUWdCTuvaPzuT/f/e4bT6z8+MUNq1//4J2nDuz+9PzJ3VvXf/Ts4w/e3tO5oK19YYcWtZWMslGZzt5Ckd/TmBHJqBUnquFoTIrFZTUiiNJ/e3rBHYEQVsQQbrKQhc0siSgaEMU6/YsyYfx4o1haFoJwBacTapumDk0psuh02GbPmjF+3JixY24dO+bWeXNn+7xuRRYVWRT4sCTyiqx5lrSiTlUIh0if2+Z1WdkgEZG5ZEyW+JAisjdwv1plQkRmBYHmOILnSVEMiKKmghbFIEKwsqSiVpIJT5r2uZKlFxqNdeMnjhk+csiQIdXV1QMHDRpQXT0w+/+BI4YMHXfrbTOmTG2oqfU4nDwT8jisQpjubkss6k3de1fnu289uW/n8oN7Vnx2asPxQ8svnFp7+dzG77/Y/bfrB748v/n659u//XLvz98f+erqrmuXd/z4zcErF7ZcPLPpXz+f/vLSzivnt/7962M/XTt8/si6L8/v/Mc3J66d23Hx1NbLZ7Xyoe3r37pybud//nn5yrmdh3YtX/Xh88vffWrnxndOHFi9Zc3rqz964di+lT9+dez88Q0gcmH0Pbbvk/3bl127sOvcsfVnjqzdtentvVvfu3Zh15Vz2/dseXfz6lcO7Pjg68/3/vT10VOHVu/fvuzSaY213vDpX88cWXviwMqDOz88smf55bPbvr164PMzWw/t+ujQ7k/Pntjy1ZXDP1w/9e21k5+f23dw3/otGz/ctO7Dvz7/yJ23d9y+uO2epfNvX9QBlWk6IXe0xsD8I4gok9RqV9sz0VRcgro+2zUtR5Ww5tkOEjpWhOoYemawf5iUa8pVVYhoHTAMAI8ksgBa4BuBkKMREWQgHgaUq1OIyYQKAIx4Zz32GZhWrwsGvmrNxFFxpDcqwa+O5wCPscCHVIVPp2KZdBzhwGBvsNbnuaCq8ADksZiQSimRCKeoQjDEsmFJlqLJZLot05pOJeKqIvMshjjZsl+prS3W0ZlMJCSeC6Zi0UQkGleVZFRJqGJEZBIy0xoTVI6KicGUzKZkNsoFRdof9nsZv4fy2kmfZgOG8lBX6GFvY93Js2RUCbelIz2dKUXmurtajU11ZaWFGPpUllfMnT2nvq7G2NTgsJshycMbSpaDHR0aiw5eHes2EOPwVCONDPpztFWRhBscbDqlTROASwFrA5TX73Ni+2gpw6Sgt6e9u6sVxwUB4KhoBo3Z1ppAhRKo+0RcwagC0WiYaOgUMQh8WQqH2UBEFbo6M91taZXnk9FIVJZUkRtzy8jCgtz+/f44uLpq3tyZdfVzpk2f2NhU4/HaCdIdYjT9IUV6oxFp8aJeRFgV5OcUFxk0w/DwwbNmTq2vm9vYUKOHjgIuKtk6IkkM0wHNEBvNVtr4vM7KipLiIsPoW0bAWyuJ4Y7WBFyIisiGQ2RU4dvSMQg7lyzsbs/EadITpLw06WGDRFd7as7s6f36/qEgP8ftsskSF48pssSFgiQXDsI1yoQoKCFBE+FNAak56HpRYPANhhSE3wWNNN5QkD3rX8VsgRPQF7QzgLVgg0WB5bL9wICsTIiC7BaUIzYiiWGBZ0JBEpifIr0N9fOmTpkwfdqkGdMnT5s6sa52jsdtF7Oaau73cGks+gm/W5I5SeZ4gZFkTlZ4P+G2O8zAw7zA0EEiQPsFkQ1zQYL0EKTHbGzKxjd45s2aPnrksJrZM9iAX2RpmaEZv4chXGHKIwR8cYGJCwzjszM+K0toN9rTQjgawfQyfkuYtPntDQF3s0A7Gb8l4G4mnU3OlrmkwxjyWuSQN8ZTEuOHAZgLuGm/k6E8QcpNeDW/KACSJtMlvGgbIjzO6ZMnIAersrQoP6dvZWkRvikryp8yYazPZZc4Rr+GgO+FuRepY/pOhiWb50LAJCwTEAUWkxqS8Nw4B4EUX7P+Zk9jjfLye+DdhRmYJrzoMSI82lMNUf7aOTMrSgpLCvIGD6goK8ovLy64bdSI+nmzbSajy2b2ux3IwRLDIdQXA0VTPrcWHklrKmjMx/Wlgo4AJZ6WhSBuOm5URC0YARYAgFLEX4VDJBhd3ImAK+BeNkjgD0EvDTiKNwjKk2CJkgUG/K3+u0HKC743QLjhO8CQQg/EAscrckGJD8GEj02h9Rc8czwiCmEa71nQ3bjGcsxv1dM4B+CFhvgZ4F8WghyjNf1C/AKHCOZ6ELyAEM6CXh8d8AUob/YKqcl36YAfsA2HHu8mivQC1+nvLPQYAdSBWoSBFhHKujjZo5Xb2R3ZMGHoom9MZsL3oBYBocEAg4nV+U8dzQLy2W0moFDwkACKLc0NppZGIEnkY+kgs7GhZuaMKbU1swGAYYWtq52jA2AwpR63/UZcjees/y1EZOEJ4GFA4HDh3ojY8RKQ5wfqG/4RPWQL+wGDAFNLIzTYaIDX/4quLoYHGFtD0hjwJyhiaJgxQcDrxTPUA7SAn/Ej9rDTYcEfRSCZzdqCXQeds91mwuHAPsRjsH1LtvUXCFnft1ZLs9nU9Dts1lAuIKveeGRqMTrsVuRjoSEJKBepV1A+gxN22K0Ou9XtcqAiGEJos6nZajEBADe3NFgtRq1qztTob6wlG2qJmtnumVMBgOeOHTt74vhZ06bOqpldZ27O2oD9TZyvifPpALghEmiM0raM4MgI7lbJ3ypbZXqapX7IxNElQ6sKS0tKS0vLyspKSkqKC4sK8wuKCgqLC4sM/XMKcvMK8wyFeYaC/rn5/XK0rzmaJTjXkGcwGEqKiqvKSgeVlw8uLRlUXDS0tHRYWdmIyvLhFWVDSourS4pwG1BiwK2qOK+y0FCen1tmyC3NyynNzSvNzSvLKyjLKyjNLSzJKSjqZyjsm9dn6UufUh0PjKwjCsc23NYc8mXuSd33UuuDr4Z7H6M7HhTmP5G8+8XuR9966PX1f1158MVPD3y09/NX1x97+qNdj76zWb3jWWf09tR9L93xwvK7/vLJoqeWdT/6VufDb3Q98mbr/a8oi58OdTxk4jtneZRaKhFZ+vRzy3d+cujy5jM/7Lj0y7l//Hrix19f33giff/Loa6HndHb55GZOd64memcbRPGzPPeNtczuYmeUE8OHNd404DJgyaazExnfMkzcu/jgeTdcu/jCx97+/6XVp75+69PfrzlgbdWPfLeuo7HX2F7HzCJHfNIZaKRGDnDVHnzzP6lo/v8oaqfYcTcGn9bx/3JrrtDkY5Ge+DWKbUDho8rrhqRW1D5h5u0/V+QX1JSVFqYW2Do2z+/X7+yPENVYdHIAZUlOX8aNWgAT3nvXtjdlYyE/Haf3eh3NJGuZsLV5Hc2BkmrzPt51un3NIYom8B6ZJ6QOFLm6IQqtqfinel0azwZkWSJ5SSOVwReFYVUTO3paM3E1baklo6j9Vt2RpcsTD7+4IKXX3zovTee2rzhg01rlj3/9MN3LuhcMr97UUdnQpUyCTEiBSSOjMqhuMpGpKAi0jFVA7raTWG1NXdciScUpE/JQlAIU9BPKmIIaFYWguGQX+JpkL14gCKGkGz0u0fxN5As8bQQphJRAeQwNogPRVViRIGVRD5AEU2N9TNnTJs1U2scnT5tistpFwUuEY+KAkcHSCZESyKvESmyIPGhIOUlfU6MYOFeRitmJhlJJ1SMaVGJlK2LJEUxGI3ykQjHcRTHUaqqiWaz6UcCVoegR7SvDOX2OowtDbPnzpg8eeJtt40eNWrkqFEjp0yeOH3alNp5NTar2e/2EH5vOBiKytoYIhkR4gqnilRnm/jS8/euXvHS8mXP7Nz85qrlT312cs2x/R9eObvh13+f//L85n98d/inbw+dP73h8N6PThz69PTR1Uf3Lz93Yt2P1w8f3v3xqUOr//Xdqf/65eKPXxz69/en//396RN7Pzm0a/nV87vOH9+0bsVfD+z46Nurh84f33R8/6rrlw8c3fvp5bM7fvzq2KFdyzeufOXYvpUXT239/MzW//zz0i/fnTy8++Mje5Z/eXH3F5/tPLJn+bF9nxzf/+muTW8f2bP85+vHfr5+7PThNcC3B3Z8cOXc9p+vH7t6fsdnJzZ+dmLjkT3Lr5zb/s2V/d9fO3Tl3PYLJzddv7zvyrntOze+c3D38kvndv10/dTfvj/33Vcnrl06fPb4zv171q5f/f5jD92uFSAtar3/nkULetKtKbWjNdaaUjvb4qm4hK6a+d2Z1pSajIndHclUXIKyIBkTM0klERU0BUFWHAtoFI2IoF4RcAXwg5E56CmB1x4P/bMksngY1LagBPErshbtK4Ps5bkguk/xh4DNEJ0FsIT8rWRCxTcw+uIB+FtQLwMAY/vxmNzT3QYA1tPd3tGeRhkSOBZIs7AdrHI0nJxWs+8vkaZDAq+qSjwajbemMz1d3V0aHyonopJGOEQ4zd3amezuySSScpgNZAGwmlClZESOybzCB6OCpnwWgl6VoxJiKC4EFYYSab8UJGSWkjkaMg3dfoZgHp4lIUHEYcokFWgUWYZqzSTq6+YWFWoS6IEDKstLy2ZOn1Ezb47HrTXWZFGNX5JCyaSYTstaVB4fAusOdXcirnR1ZtAOxXPBaERE2JgshZkQiXw7wGw9SAzGVKfD7HZZ0WUFhKYqPMtQEEsD0II9xuQCjGUmHQMAxoBDVXgoqzGqQNw3MDlmHJl0LKIKAMDzezsTEZX0egSWuev2JZbmxuGDB/bv98eC/Jwxt41qNtY3NtXOmj3VZG7yeO0OpwUhWDwXAsNvtTQPGliRm3NTWWlhVWXppIljdWcaFkNejwMAGNBUEsNg5LKBxkxjQ01xkSEvt++M6ZMJv5sJUZq0PhOHcBQuj3RC7e5I82wgHCK7O9ISH7KZmxjaD1dkR2vi5pFD+/f748AB5YCI8OUmsvnSWIpxYS3q73f6V8BxkURW4ENg2jESYhkK0yI9V/l3YkqLkgLKBRzFn6B+r0eSswFvqiKAfAYJDOtvgPIhjgt4LJCV4wIGQwsdZmmrpXnG9MkTJ4ypmTfL1NKIHQiOHbsOkFvK6rpFgQW+Bf0riCwbpv2EmyA9kswJovavwRAZiyvRmBxitFEF4fcG/Bq3mQ1kNVI+rWlZCgfDNOFzWr0OC+mxcZQ/IYdTisgFvKTDGHA3Bz2aBJp0GDUG2GPmKLvC+AhHo8+qYWC/rdFvbyAdRp+1wW1p8DuaNc0z4w/TvoBPK0CSOZr2O7MQKMgGCcrvIn1O3IAzWZpUhHA4SDXUzBlWPcDQ/yY4gUsLDZWlReXFBeXFBaNHDqubOwtULSANcA4d8INa13k/ivQKvOYWBtvGhCgccVBVAMBg5lkmgAEEzg0NMrkd6PkLUX7C48SPXChA+dyUzx1TxCDpGzV8SGmhobqqvLTQgFzo20aNaGms8zptLpuZ9LoUISywQUUISxyDTmOfy054nIoQzrYKUTrWlXhat03p6wpZCEq8dpnK8sMEXLgIP0e9EPTJEZmLR0R8rxO5ejYVun8TUUkR2VBAi91GRTACMlGFFZE5QGU0+v52RGi/yAVRg8QGCZDPujo6HCKDlJeh/UDXEq/VFAMPh0MkVh2I1PqdtSZA/wLlSjzN0F7CawsQTiRgQYOD5RbPau4DWA/ogI/wu3xeB0V6EGaux7Mjji5I+7OlgFoJOROiwBYCAGMNozcAgQ6FbF7PhQIkA8pC7y5IYFCmSE4CzAOpaDZplW/4LVCgoBaBvpAFiNBjCIOh+AVu9LjtFrMRpx+gGvQL0OtiO6CXQbGC7QTcBSsLwNzYUKN7gEGHOh0WvDrgeYQ/QdUMghetv2BfAdFBPt+4HyDP1oPEoNMGmoXP2dTSqPO3eo0Q/jQM+dhFkGTjTYchApFteEKZE9IfcD8Olm7AxlAArC9GD7p3F85eHQBjWIAfcURunFBAH96UrUrGfja1NDYb6y3ZWGkQ5noLFHa41+MC5Ws2NQMAW8wtIIQRjqWzu8C9bpfDbNKcw5A9O+xWp8PmcTtNLUZ4iW8M0zKbmrIBXVoQtNdiJFqaAs0NVN1c75wZ1ikTGieOnTd+zJyJ42dPmzxn7oyGlkaT125iCGOYaAoTDQLZIFLwADcnGFtGsGUEb7tCdkadUXamq3HIlNuKhw3QgGxpiXYrLi7UNNAFhflaMXBxfkFJQWFpfmGJoaCgf66hb/+8m/rl9u2Xn58PY3BhgaGipHhQeXl1WUl1SXF1UdGQ0uJh5aVggAcVaRlXg4oKBhYVVBXnadxvoaGqwFBRkFeZb6goMJTnGcoN+VUFhZUFxZWGorK8gpJ+eYV9c/oMnGEvGtc4vMbnTi5tf/SNzEOvhhc8TrTdF+p5JNTzSPLev97/2toXPt3/19WHXl1/7N3t517beOyBN9ZGbn/WqS6xCPP9ybvlRU9l7nu54/7X03e9FF38nNT7ZLjjUSp5n0taYg3PpzP3PfH2pu1nfzr9069Hvvw/r647svS5D+55acWbm469veXEX1ftu++VT+f/+a3ux19tfeil6NIn+a573VJnCx1vJNTxjcTAiY3jGvxOeX7PI6+13//XYMcD/tRdXO+jbPfD0uKn7vzLiuUHrxy8/p/4fc+3PvRS16OvUamlTURi+JSWm8pGFw+ZfFPRiD59yqqGTVVGTIIAACAASURBVGXlnqUPvLjknmdNLmZuk7N0wKiiyuEFJYP+1M9QMXBwcWnJwIFV+YZ+Rfl9J40bzgTsve1yd1qIi1RXWn3msfuWv/fGa395siutui0NNuM80mWi3OaQ3x70WUhXM+VuYUk7F3AGSQfHEFm6RrOXaBknIqeKXCKiBY4KfJhnQizzm4usu6utp6O1PRPXKnAFrVC3pz25oCe9ZEHbnUu6Hnto6QP3Lr5rSe/C3rae9nRrKpqMaOVAmaSSiks3YtTf05u1ynj9plE32ZtuxcHcFONYkQtmh520LDC6siiby0IqCpstHGIUJSRJdJZ3DUgSHY2GVZWR5aAoBnie5DgiHPazrBaOilU1Ihw8bnuA8sEpl8XGYVURFJnHCkwU2CT2xe+dEPC5JRMROOjiMSWZiGD9l6UjaI0tjGhdR6AKsSxG4+uNpCJcN6rC00GCID1+wg2PmdXWook6nBaH08LxoWQyrkbEAEV4vA4mRMeislYF3JboSkdTKrOwK/aXp+5e9uaT77z28ObVr3xxYfu3l/ecOrD8/NE1P1478N2VvReOr/v8zNazx9d/dmLjlXPbL53ecubI2kunt/zw5eEvPtt9+eyOX747DaPv9csHDu1afmjX8v3bl+3fvuzo3hWgZPdufW/Hhjd3bXr77NF1m1e/snvzO5+d2HjiwMrj+z/9+vO9//j+1M/XT/zy3emr53edOrT22oU9P18/cfX8rmP7Vh7atXzv1mVXzu385w9nv/58/+dntn9/7cjfvjl54eSWaxf2/PjVsZ+vn7h++cCVczu/+Gz3N1cOfnv10J4t7//j+zOXz+7Yt+0DAO/Du1doQdNXD35z5eC1i/u/vnz4l+/Pf3np8PaNH7396tMvPHX/HfMz7WllcW/7XUt6l8zvmt/dpplXs9VB8ND2dLd1d7WC/YtFpXhMzvpmM+1tSdypy1bbWhOg8lBfBBIP5CHPBTE1z5Ku2ukRjUjJRASSY0kMKzKfSkaRdBqLyulUDKcNE6IiqqjIPAJyE3E1GpGiWZN5Jh2PRiScclhtS6J27uHEwwYhMU0mIr09HfGY0ppJJBMRBIl3d7X19nSkklGBZ5KJCDAwE6IIvxuBnLAEq4oAsWjWb6z9dVHgIqrc1dne3pbiuZAkhtMpDaHBhJyIK1DzplPR1kxcU+1qhaFBiSHjEtsak1JqOC6Fkgob4TXHREoNRwWapz0s6QQkVkVaG6XxFAZev3kfwgTP+CJSMK6ybSm5uz0WlUOUz0p4bdpuTMYbG+tLSkqGDx9eXl5eXT1w5MjhJlOzxWLyE25eYEQpHOZoWeHa2uOqwjMhEg5SBJhl0rH2tmQ8JtuszaaWBoEPIUgsFpUUmaMDviDtx3GPx2Tw6oC+Lc31fp8ToVkRVWhrTWC+wIVp6HVFgWlrTaSSkbbWBATP7W3J+b0dvT3tyYTKhekse0wnsmnbKH0BIypLXCYdhxaXDvglMdzV2QrXQ4AiSMLX1ppWFWnI4EEDB1T273dTRXlpfV3NnNkzNbHW7Om1NXOzHZUuLszQATKZiCUTMbOpeeiQ6oL8vHxDbkF+3uRJE+rrarI5YW5oxugAmT0VOZJwBygNomQxKsEyQS7MqLJy88jhOf37VlaU1NfNVWROVXgkM2PlChAYzdb8gvcDgezzOlVFG9u1t6VIwmPI61tclDdj+iSEkMVjMt5f0YgYZgN0wCfwIUx59K5srKcJv8vrsRN+FxemI6oA0gltK5gQiQIjS2HgZ3T2YuWNS64scUyIAhgDwRtm6VCQxDuIz0Io5OvwXCgRV3WWEkZiRDojP2z2rGkIDDO1NNbXzW1pbvB5nTCnsEyA/T1SC7QnlzUhAz/zvxfkwkuMDw74jaHSBOrTUx6gDGeZgCpyXCgQ8Hson1YGy9IayNHIT5qgvVbaa6a91oDHlBUzW3naIzFatS/t1T6yw5SDIRyE00g4W4I+G+G2kj4nDKjIWAoQbtwTpH+Lv4bIKIvG3WS2QQqvDupxu800Y/rkfEN/rXaryFBZUVJZUVJaUlBWWjigqmzGlIkOS4vABsVwKET5YbWFXBl9RSxNiuGQKnJ4AMh/FL1igQ5xARbuQZrA5ykU0aDi/T4XIAGM2cghY5mA1+NAlJrdZqqqLO17U5/KipIiQ05ladHgARUTxoy2tjQh8zki8XgO+Aayai6k7WfkFGJAhg9cLqzl4SGbUB+TYQoD+EcS7iDtx/wFUBBpbaLAYIgJtTCcsYmoJAsMZNJohVClMOwDSIEGptWtwlruFO0FPUuTLpe9mfTZtTyFrJYNOjWG9iI0gQ36MOun/A6/R7s8Bik3fhdoFmAe22SDvizoZTCdR0677h9GDLXIBeFkRoidxIcAm/EVhDageJDy4k40M6GTKRzSlB0424HQILiFMB4nGACP5sZ0WLK9ry341wDlA0TUpbMoPbKYjbCSNtTPg0AX2NJqaW421jcb6wHkQC0CEoNsxHaAYOHIhQZYx7RQKTcb641NdYDHDfXz7A6z3WHW0gQtRpvd5HLbnA4LKn81X6vV5LKZvU4b6XWRXpfXaUPzlqmp3lhfY2lu9DisPpfdZTPjGzwMgxu/2+F3O4D6AEqhavZ5nSjI1e/ETsPTA5IHOQxiFqwvuHQAWiIbta1jbzDGeACAqy6ZBo0MzRf2tu6sBmOvM8ABygfFOKy/KFXWQSxgf2O2+gh7D9wv9jkwM9AmeubRCdxQPw8jDAws8PbXDzq4ejwSExC3y4ajA6+yLpPWd5exqc7U0gjRtSmbs4UtY0yJ4cjvoLfZYjY2NdZqRmuT0dbS5G4x+luafA013rrZ/ro5jllTW6aOr5kweu6EW2dNHDNr6vj6mllN5sZm0l1P+xoYoj5M1nNUvRxoijGmFO/sVLIAWPK1S1aZqqMst9ZOMQwuza8qKaooKy4vKy3XSODC/AIt87lvv9w/9S3MySvJMYD71ZBwQWF+Tu4f/9An35BbVJivfTXkDSwvGVpZXl2iaZ41xJtvGJSfO6TQMLQof0ihVo80uKRoYFE276ogX8uLLiocWFCglSfl51cY8spzckpzcsv655bl5lXmaXi4T+VUizu5tO2R18MLHrdFFvsy91AdD9ijS6J3v/DQ2xs/2Htp7clvN579cfP5nz898uXrm0/e/9ra6F3PmfnexmC7L3GXuODPQs9jVOoeofuJ5J0vKvOfMjM9sx1RM9MTzjwi9z755NtbNh7/dse5n5//aFf3w6/3PvrmQ6+u+cvyXU99sPWuFz9ue/ClxD3PJO99NnHPM8odTwgLH/bFFzQFYhONxOh5jglNZD0VC7XfnbnnBRPfaVfmm8Qem7ow2PUg3fkAv+CJ+U+/v+7Ut9su/j1613PhnoccYs/QyaaiodNKh03tYxiWWzKqYuikibMsVLg10XkXwSQnzGiqHHyboWhQ39zSvnnFZZXVg4cMMxTk9/lDnz/06TNqxIBMgtu1fcX/+fe1X3/97r/+fe0//7r2X//j+0O7Nz9096KQ324zznOZ6wF9/Y5mVCYEPJaAx8IQ2scq6bFp+YTZ4kRM1jHrxdpCX4uoipBKRlsziUw6nk6oCEKMqUJbOtbVnurpzCzoab9jce+Shd0Lezvmd7f1dGY6WhOZZCQRlX5jlmQORUGIdsAWMOOMqUIs2zaEWCl8qIcCPsw7oSPC5Rv98vr3qhTWCD01/HvnkAZ3JYnGLRrV7gcqFgSK58nsLZD9aNR4YHiZ4F+C71fJOsf01RXsLqgeYUJUmNWoCbATICXw0Y4QVEkMQ5UXZgOqwiezZTbpVFTHVPhg5sI03DWontcEtFmPGRXwkZTXT7i9PidJedkwzbABjg8haLSufu6UqROaWxo0XJQFwD2t8Y6k+NBdvcvfe2HL2rfXrHjx+P5VV85tv3p2y/mjay6f2nL51Jbje1bs2fj2uWMbzx7d8NmJzZfP7vjis91Xz++6fHbHlXM7zx7dcOLA6s/PbD+2b+XBnR+fObL+1KG1X17cCwIWDt7Duz/et+39PVve3bPl3V2b3l72xiMfvf34ni3vnju2/vrlfd9fO3Tx1OZj+1ZeOr3t/PFNR/Z8cnz/qnPHNuJvAU5/eXHv//r7xW+uHDy0a/nRvZ9eObfz+uUDX3++/+r5XVfO7fzxq2P/6+8X//bNyYunth7c+fGny549sOOjLWteX7v8xQsnt1w9v+vahT3njq0/d2z95bM7vr925MevT146s2vvthWb17yzbcPHzz953+Lu9B3z2+5a0rugK9OWjGaSEU2XHhEBWro6M/N7O8DXdXVmYPQFX6cHTQH4oYIIdF9EFcBNIV5Y4EO6dzGb6iypigAAnEpGo5pMQuscEngmGpHSKS1iDUmq+nIZODMWlWEsj6hiPNvpqmNj/DoyfuMxBaGpibiaTETwyFQyCpQVUbUY3kw63tvTkUnHuXDQ63FEVBHf48MVJ2p722+VSFKWy1KzfSRZtSrR0Z7q6sxA1I0Xi1AugCKgF9iMtQayuBwTgxE+kFLDKTUc4QMqRyUVNhPl0xEupYYTMhOXQlGBVjmtFSkZ5SJSUBXpmKKFyesAWOapRCScjHKtSamzNRKVQ1qBMENEVFlV1Zqamry8vOrq6qqqqltuuXnatCnz5s0xGhs9XgcdJIIhMhgiRYlNpiILF3QlEyqk6ZLIArqDd3U5LcC0um07HpPR54FpiKpoodOSyJpNjSTh9rhtqKWlSI+q8J0daT2Iu7enHTFj0Yh4ozq6NRNHhhYM4TgfOju0IG5cIfXYbRzlzo5MmKWDNBGPKYBSTIiOqHJElefOmTVyxLA//bHP0CHVUyZPNJuaZ82cPnXKpLraeXabxeN20gFSloTOjjZJ5M2m5jG3jS4rLS7Iz6soLx02dPCc2TNNLUa/z0MHSIr0ByiC59hYVNYisgkHHfBle9dYLswokqzKit/rG1g1IN+QO+rmYQ67WZsOKKwsM7BjACUCIEHxCAyMZRN4PFURGhtq+t7Up6qyxNhUC1k4hC0AD5CUI/AZDnlAYsCPMBvAAwi/SyedUGcVZnFZBrGv9foCiOJMRr2KKLD4VMKnFRTLAKtcNuEc+mcwzzeCWH1TQZrwehwN9fPmzZ2JuNfGhpramtnNxvps2Dihbw2bAmPDZvONWSaAjwMgc4r0WrMBpEDgiMZFdBY02HgJdLY/BtNVAAmS8ASyqdQU6dWig2g/G/CypDPoswU8Wq0R7bUyhIMLuHnao5Ubuc0M4QhTrt8e4NWij8DqM1mpeZAmgC31F46nigMHrozwa22uWuezoJ0hosCiRHrY0EGFBbmAwaVZZ7gGhkuLpk4c57KZISr2uewBv4elSZlns7y+x+eyUz43z9BiWOt8wv6hSC9CjLwejTDUX74G/rNcPfQCoSCpa0GBgUHyIyMXq3mWCXjc9imTx1dWlOQb+leWFhXm9S8ryh87+mZjfQ3hcUIyDQY4IvEyz2oDBVLrB9bagLMN4UgUv1HTixpwqO5xYUf6nddjd7usfp8Tn8hhNgAiNEB5YfiPRSUmRPq8DsLvYrMp0MiaDlJeng3IAoNiXtLnRI40RvZqNlE/myMdgjUXxmPCayO8Nt0YInIBVWJ0kpZntfxqkQugqInyOxDixdBeoGiQ2Drlm+W3g6GAL0C42SChW5TBY+OZ3KjERoEFlNj6DAUFxfgRoVyU3wVVNulzYpgC1ATSEkQiQBeZrfyFaBnCYLwvMA/SEaCO6BCz5HbZAHdxzjgdFrdLw6VAOzZri15oBB2y7koFBAKTrCc24V8tZiMgOoTWGi6ytmidcE6L02V1OC02u8nuMLvcNgBO8JZOq8lhaXHZzD6X3e+ye+wWY30NgsdtJqPd3Oy2WzwOq8PS4rZbvE6bFrSWlS14nTaPw6r9k90M0hWyZ7yvPW77jUBUfwCIXPyI74ES8ZKBpSEgx/06or6RT0aXEvAt7gfzrB8jzAuwfT2VGkw1jiAIc1Dc4KtBlTcb6xvq5xmb6kB0W8xGvDq8Fj0UGq8U+BO73e2ymU1N4PbxzDHUuBHo4h5daI2t6eQ89gnipm8EwPAh60oBHDvoq6Hf8bmcTqvF2WL0mJr9Lc2exhpP7Rxv3WzXvOnm6RMaJ4+pmXTrnIm3zZk8pm7WlIbGec1+VxNNNjEBIxdoFGijwjTHWFOKt7YKpgTrahN87ZItEmgM2sc1Ti8ZOaBwYFlBZRlqkBCCVQDT7x/7FvfXAHBhX038XGIoKM4v0NIh+/c15OVofUi5/Qtz+1UUFwypKBtaWT6krETz/RYaBmfR7/DC/GEFhsEFeUOKtJ6kKoOhymAYkK9hYIQ/I/+5Ije3PCenPCenIje3Mi+vymDowy94MtT1qF3VFMhzibQ7flfinpcWPfPRs8v3rThw7dNDXz23Yv8jb2956sPd976yFprnZq67IdRuVxezXY/wvY97YnfVB9q9kaVWbkET1W4Nz5d7n1z0+PuLHn+/9e6XE3c+Xx9ova2Bbgp1dD3y5gsr9j21bEfvE28/9s6mxc8sa3v41baHX44sfdoRXTjTq0yyhSsnGW+Z56nxRYnEHeHOB8I9D6m3P9n24Ct3vvDxoqffT937orjwCa73UbLt3lD3Q60PvfLCyj2Pv7+hkUkNn2UtvWVmn5Kb++QMLKoeN2pcbV0LGVY7IpkFLkK4dfKcgvKhNxkqqqpH5RhKhwy/pXxAdXFJWUVVZVFRweRJYyUp9OGyV3756Ytff/3p119/+PU/3/7vf1z57trx9998/p4l3UGfzdww22Wup71Wwtlib67x2prw+Up7rUGfjSEcQZ/N77KEAhr/KWe7JYAJCb8b5xlJeLCIVxUhFpUTcTUWlZMxWRcIpRNqeybe0Zq48dbZluxsS7ZnNKiciErQzuEqDHMLMDDQrI6HMadUpTDEQqiYhwYJE1Y8QO/ri6lCFlrzmrpYCSlKCOgXDLAgUDr6FcWAIFCCQMGUy4VpXeSGGT/8cslEBE45wGA+i3UlMawjnGhEise0jBAd8ICsA6UczlLELBPwaVQtiXUh2l+RvgP9JLhEPblHs70pPDo2fH6Xn3BTAR/HhyJRSVb4EEMRpMdmN02aPG7osEGz50xXFaE1EenOxDJRMS7R9y7p+Pjd5zeueuPDd/68de0buze/c3D7eyf2LT97aM2h7R/s3fTOqf0rTx9ed/74prNHN5w6tPbS6W3ffXH426uHstLl7eePb7p4auuBHR9tX//WwZ0fnz264W/fnDx5cNX54xsQW3X57LaLpzafPLjq4M4Pj+37ZO/W9w7u/PDcsfVfXtz9zx9O//OH01fP79i06tV92z44tm/lZyc2f3Vp38VTW/dv/3Dnxnd2b37v/PFNP3517N8/nf/xq2NoFf7xq2NXz++6dHobKOKvLu379X9e+9eP504fXnfx1NYTB1Yf2PHRtnVvblr16u7N7wFRnzy46rMTGobXqOOL+88c3Xxg58qzx7Zt2/Dx7fNTMTF49+Kuu2+f356KpGNKJhnRxiIyl4gr7W3Jzo50e1uyoz3V093W090G9i+TjuEbXY2cTkXB+gJQ4X49PBkKZ5hLVYWPRWUwuom4mk7FYlEZExCBZ8D9xmMKuD4sfHEioZVXP8cAfTFGwQYxWFEVAcAVXHE8pqSyxLIosJi2RFQxmYikU7FoRGJClM/rDAXJjvZ0b0+HKLCoT+Sz9TB45wJag0MDhGYZasH8zkw6xoVpnJlALLp4OxFXIqoAukPLxEoomSiPm8pRDOHgaU9CZrrSajrCRQU6JgYzUb41JsSlkMT4UzFelYKyEFBEWpWCIkcKYULkSFUKJqJcVGEiciimskKYYIMezeCgSKqqNjY25ubmVlVVlZeXDx06eOJELbmxuVnrmyEpLx0kOD6kRoR4Qpnf2xGPadpsRHMjsQx52nTAh3UqKo5QMQUuCIp0OLdDQaLZWAcpIIigAOWNRsT2tmREFYK0H3rpaETEojkUJHguCPlAOhWFUkD/sTWT6O3paG9LJeJqJh1PJaMRVUQ5c1trcn5vJ9pfMCtRZJ4J0Z0dbRZzS1VleWVF2R/69Bk75tZmY6OxqWH2rBmzZ82wmFs0GW0W0KaS8fa2jN1mGXXziOKigtycfgX5eSNHDJs7Z1ZTY73dZiEJHxOiw2yI51hFFhNxVVvWk06W0UqtJJGPRdXWdCaTSjfU1WvyrQLDpIljs6QuLwi0qmr+WFnigFJQtgThK/gK4Cu/z5VJx31e58gRQ/r17XPzyCF+nzOV1AqZURKGDG3AXbgHCb/L73OShNvrsQPusgwVpP0U6aFIT4DykoSbIj0YQKBhGxnR+AyCehkTWODeMEvrCbQ3RisBa4ErxkUYRLF+ldYBMDCYy2k1NtXV1syuq51T/3t6NlAZ0oyhqYYDFsQvngbmF+HsOMPvczU11tqsLQHKhwFTKEhC+gtEh4+GGyXcUtYHC3Y0kJVqBygfADBDOAIei9/R7Hc0ky4TPp3FkE/je50ttNfKBdxcwB3yayXbIU3RQOD1Ii4bPCoAMPYAqnoRUeP1ODTnbfYvouMAGJgivXW1c0aOGFJSnJ9v6F9YkFuW1dWXFORVlRXfPGwwqOBwkOIZOkj6FCHMhQKExwm0gAYjDXnSRJAmICKw20y4IkFjxTIBXIUUmUdgOJgrPB/k6GA4iABhyFYBg11O68QJYwrycypKCvP6/ak4P3fooKpJ427zOm0yz5JeV4jy8wytCGGZZ7lQgAkQXCigGYOz2YT6yUYSbpxpQdoPEhipDQhHCNJ+v8/pdlk9blsoSCCoEhgYV0VYUQQ+5PM6SMKtUcphGkFWwJwYx7NBAgAYyBO8ayIqJWNyTOWgtUaPI4KpkUFN+uwwdoHj1QJEwlQyJuIblBvhkXqkgh7mjJ45VWJ4NgD5NBRzCLQDiwBAjuJiKLGxfGJoPxzLIhdEtwVNepApHSDchNeBimPS5/RpBWaaARioDPBJN7tC4ECRXo/bDiTjdtmgmIUWgyQ8oPeRQQU6F4FVzt8Dn0AdY8vQRQP/wJQLbS3YYD2YShc/6xvRQS+QJ0hIi9mo6WNtLU6XFfXdVluLw/lb0BSgtdNq0vjDrL3cY7e4rCZjfY3NZAS4xVen1WRt0bhij8PqdzsIj9PnsnscVrfd4rZbHNm+JZ2YxXiLJDw6CsWTBCzUnyfwOXAvwD84bViOYfoFngeshbobuxH33yhy1mEwROn6P2FH4Y/ieo7t6PsZMwtdUm4xG1uaG8ymJrvNdOPQAeSzw25uaW6wmI0gri1mI7qR8SPgtP4CIbrGi4KIHWyz/pR0IteRtYJjLxmzCWQ46EC5eCY33oPtwGaspYV73G67zW1u8VlMhKkFANhTO8tbO9M6c1LztPENU8bWTRk3Z/KYudMmzJk7vcllqyfcTUG/kaWaBLpRCjSqQWOUaYkzxmjQkeF87ZIjFmwJu6da5g0aN6JkcGVhVbmhqDBHkzYb8vPziwz5hXmG/D/1K+qXW9w/r6hfrkYFZwGw5gouMOTl9s/p31f7sM7pW2zIGVRafHP1wGEVZUPLSoYWFw0tLtJ6gIsLNAY4P3dwYeGA/PzKvLyK3FzA4CqDAXC3Mi/v/731oTsenupQxxhZV2xp+v5XOx99e8lzy5/6cPc7284v23Xp1fUnHn9v+8NvbX7wjY3p+181iwun2KVGpsOTWOqK3dFAt02zy9Ps6hxvcqpZmmaRqcS9j7628aUVB7sffLOJar+tlh4+2zO6jqIy99370qr7X1mz5JkPFz/9Qc9jbxuZbhPX44gssauLZ/viQ2a5Cm6tyxs1b1wLO5dIqnc8++Ab6xc/+yHT+bC44M/3vrzyueW7H3pjXc/jb0XvfJbtftiXXOpLLmW6HhAXPaQufmi2i82pHlM8fNLMZq+FkOTkfF5tt7mCU2fWjxozqXr4qPKBQyoGDR007ObKgUP75RUMqh4yYuSoETePnDt39oL5XaeOH/rH367/+p+//+9/fvPNF6d+un72p+unN6x8vTvDMYSNcpu9tiaPtdHvaKbcZsptJl0m0qUprLKCKw0AZ+XQNspr167j2Q+qUPYjnA74HXZzbc3suXNm2G0mlglgeRRRtTp7jeNKqDDBxlQhk4x0tCZQmNGa0vi3VFzBLXvpF7IkLQusizBDIF74ZBSRxeU7G1xBQ1CEXgH0T8YjIiA08hWhf8bYFZ8uUYWXZQbKZ6BckL0cR+h4GNyvDoCzNJfmHwPmBxgGrohGNHIvoorAJ7jzxnaZTDoOgk5VBDAkXDgILgKLgKykxxqgvFxY00IDUOk5RorMIbwHYBhaU1EKs2EaaVgB2s+wAVEKqxHR63NarM1Nxrp5NbPGT7ht9K0jGxprFJlf1NOxpKetI6lmouGH7ur9ZNmLG1a+vuytx7evf0vrEzq08vTBT/duemfV+09vWfny5VNbvv58PxDvwZ0fH9u3Ej8i6vnEgdXH9686sOOj3Zvf27ftg6N7P710etv+7cvOHVv/1aU931zZf/3yvi8v7r50egtQ8enDa84cWfvZiY2XTm+5en7H5bPbspHOmmH44M6PD+1afurQ2kO7lu/Y8PberctOHFj9y3en//nD2avnd509uuHQruV7trx/8uCaEwdWA+ju2fL+uWMbf75+4ufrJ8Ahf3lx79G9n545sv7zM9sP715xbN/K4/tXnT267qevj35+ZvuBHR+dO77l4ukdpw5vvnRmz8fvvRSXA1zAfeeC9sW97W1JtatVm7z0dGbSqahWnJOMwEObTKjQrMLniakEIo7g0sT3ALro7IV8HSwo4p3hAc4WIGnyePC9yUQEAFgU2Ew6jh/18wcnhiLzkEynUzGgIzHbzgplMoT0cjYlVZa4ZCLS1poEmsKZmcwK7CUxDFjVmkl0tKejEQmeOiZEQSC9cEF3KhnFlqFuwEoU8FvX7ae1omBtizM+XAAAIABJREFU50CTj0ZcJBLBz4zyJ0ARWdISkjrS0a602plS0hEuTLm8tiaGcKQjXFdaTSqsxPhllsimx3NxKSSGiZjKSjzFMT4hTAhhgmN8HOMTOTIR5dIJMSKHcD9Du8MhbzIpc2FGlmW73V5UVDRgwIAy7b+Sm28eUVs7z2az+Ak3TJipdKy1LZFIqsmEKvAhiGb1bCpGk7GQQKqoPmJCJEKwBD6EwG2o2YHZHHYTRXqQIoYHpFNRVeGdDrPZ1EiRnnQqKoksy1CqwgNsw3GN4G4QxUg1Q+tyRBV5LgTWNxFXO9rTuFBg6R+PKd1dbW2tyexwhI1GlLFjbi0rLb7pT38YOKBywvixTY31s2ZOb6ivtVnNHrfT7/MEaUoS+UQ82tLcNGH82PKykrzc/nm5/SsryqZMnuiwW5uNjTar2ed1B2mKZYI8p0UbKDLPc0GW1QKWs2ifT6cS3Z1dmVR6yqTJOf36l5YUzZg+2e2ysQzFMP54XNMORFRRFFhF5pNZVT9SnUHCYDZKkd6e7vb6url5uX1LS/KnT5vIMpp/mAmRfp8T0AKCc+AKivS4nBanw+z12BGlQxJuv88JFIFDE6C8OvrVvSFZQvg3TBXKNosC/QIP44oN0gm5xDjhuWwzLeK+AKhkiYOQB/AY4BlIlWUCbpetpbkBWa+I5wExCwSLUZQ+3AQqxiApzNJA136fS9NPOix0wI/ngE9PfJJiJApeGlvDexnPE0tk+GmFMB0kXAGPxWc3eqyNXlsT6TKBBBaCmgoaH9ks6QxTLpZ0aklXtB+wHF+BTwBRsMcAPgFLoEoFWYeIIOwKUOvoop84YcyAqrKCbLJaVWUpnLeFef2rq8pnT5/idzsghw4HKaRbk14XkqvCQYomvECzYKHBRAHkgzDH/sdBCQVJoCPE6mJVDWoaMAnrfqfDgs/WZmP9LaOGF+fnGvrfhNjqqrJim8kYVyW33eJz2WnCCyIaJcbA6gCxOgwGCQyhga6CRjK/9hbIXjQIv4vwu8JsANeTMBtAOHyQ9oMERu8a4hL12iRohoUwDdWxRiQwFJTP0A+DBFbEEJL/QPZKPM0xBBqJKL8DvC70z6iHTMbEmMqhJBIVR6GAJ0A4Ueak/y4b9GGDWc+z9hz0YmFomMHo4l+Bh2+kiHVyGHVNbJDwuW2E10H6nIhPQ1iXZiYnPDjEOrgCANaHOIh9Al5CuhLYPGBgyN2Rigzxc5AmAOHogB+hwUB9cMbCAdtsrHfYzSCEgalMLY2AWC6nFTfon28MfAInjPMKcccaz9zSYLObHE6LxdrcYmo0W4zAVAhndlpNluZGs7HBbm52WlrsWdYXnLAWKp6t5nJYWkxN9TaT0Wk14U7c73PZNXW00wquFWQpdg68yuA8b5R5A/4BLQMcApHqsmEAeH0S5PM69Zuuo8ZLxqwBBC9mSRgi6F/1vQSAjceggArGbJfTCpiK54ljoVP0YIaRdwXwbDEbG+rngemFjBwsOl4U8CqQKjK6MO3C2AKkPXYRXqwpm7+AEYDV0ozD0dLcYGyqs5iNUGiDgsbvGpvq6mrnoOwAoz27zaTFibucLpvVaWnxW82UxUw01Xnr5vrq53hqZthmTjJNm2CcPqFx+sR5k8fOnTJ+5ozJc1sa5zgsdX5XI+2pD3lrw75azl8j+IzRYHOEdqY1AOyKhyyCb4676ebpY0uHVP3/AuCCm/oX9s0p7p+nYeBcQ3Heb8C4pLgwN6dfv75/KsjNKczVMHBVUcGowYNGVFUMqygbVl46vLRkRGnR8JLCoUX5g/Jzq7P0b0Vurs7xAgzrrK+OgcEG9xldR5v5BbE7/9Lz2LuLnvrw7hdXPf7Otuc+3vfIm5t7Hns3escLsTv/oi55zpe4p45qm+GM1gc7zOJCm7KkNtA23sSPMbJzfSmHcrvU+2TH/a8/8trGB19e54ssrRzbUn6bcaY90nr/a0ueW/7Mx3uf/GDX4mc/7n783dhdL5qEBSZhkS91P9X2sE254/9j6z2gm7jT7mGyAdw7pteE0I0xuOJuq3eNNDMaaUa9S5Y7BkIgjVTSN2U3m2wam95IKKH3bppNxza9hpTd/Hf3/37ve/Kdmbv5rb99P46OjywkeTSa+c1zn3ufe6uY1lJTrNQUW2CIjCzSjSkzV1ib3Q++FnrsTXvHc/7lrz/y5polL32ceOLtyIrXfEteZJseVTnbF5oC8+RMsYadtlCeP31BxsQZasbV9cgz/qYOK+cqKa8uKCqeU1C4sKqS5ZhES1O0OeLyOB98aOkjjz38xBOPf/bZJ3v37ew+vO/69f4fv7/y669/v3v9wtX+E3+93ffjtbPb13/02NIYb1WG3AzPms06hUHdaNYpYJLhYEx2WjSKZMxiF1nEvZSOsxp41iwa9EvmmVjpaKtJLqsrmjenqrLMoFe7XQ4U9ADAwYCnKRqIBD1wPwYAbmkKx8K+RCwYC/uQHU8me//3HRC5iAoIeAUoiNCJRII8dNHAt9GQF2AbfUrM2AAAhwNuBBgEpAhTj4fzeDiv1+712iUfZsbnc/z/3kTDLSniCEwvyG3ADOBekCFAJmD5wAwHJfUp0AVINhQTeARLnk6rRHkn6Q85l5ODVRIkphCdAgNj4E3MCPEKbg+PG4xGpYlHrryieEFx4ew506dNv2/mrAfKK4oNRo3HzcdDvtaovzXqX9QceOHJZZ+tfnXNp39Y/een9279+HzP5pv9e66c3X7q0NqD2z7uPfDNT9eO/uPHc//86fytS4d7Dq07fuBbBPmeOvLdiYNrD+/+cv/2T08cXHu+Z+uF3m0Xz+ySZNK771w5fPfaETg59x5ee7J73emjG/pObj2y98t92z462b3u6oU9/ae2de/5Yu/WD8UZXWmUFyh30zdvwx9r//ZPzx7ffProRkDftZ+/8fnqF7eue/fciS29h9cf3bfm6L41Z45tunR299UL+66c39tzaN3FM7t2blx9snsDDLdOdm84e3zz1Qt7/v7D6asX9omeW6d2nT62ZcfGT7Z/9/F7f3qxLe6OB4TlXc0dzZG2ptDSztaWpvCKZV2dHc0I1AWvGw5529uaUPQgEwjYGDOQ5AtC5YQmBamiyB0YL0laTTsvqSIhHAj43Sis26UkXqgkMAzs9YgDjeQwi0YCkbAf4+U4ZtA98UoutS6nPRT0Avo2ScQyyBwyUdzelkg0RQCA47EQBo8xlQB1RltrU2tLPBgQrcsDfjdaV+GQLxT0AjyDAV724CJI/poTkXDI6/MKoaAHmoV4LBgKeiyUXqOW2VgqEvaJ7a14sDUebIkFwj6BpXQGdaNgo9oT4Y7mSDzk8bs4D88E3PZowBULuqMBVzziFcPABOY/1HptzeH2lkgk6CKBHD4319Yat3Osx+OxWCy5ubljpH/5+XmzZs2QyRo0GpXJrGNYKhD0tHc0t7bFgyFPW2s8GHBjVA8+LkaDWq9T6rQKyqzDoAFDmxDvYaH0JMMZzQ4ImwWexagCztNYNNDWGudslvKy+XqdeAojUQmW0XAtxr6CtVgk7INjn9Qu8YVDPpCToaAXOxwDwFCdeT0CQDK+oIDfW1VZMX7cmOysjGFDf1dRXlq5sLyqsqKivBSMrtlkYGiLz+t2uwSzyTBxwriR+XkZ6alAv7NnzaiprpQMMBs0aiWebOdY3sEJvOhuILbb/Dz4fJeTTzTFWptb3E7XhHHjh/7u3gnjx9bXVUkOWDTPW5uaAu1tCTiooUuCGWAba0H9hAxhj5tvaY7NLZh5z5AhkyeNlctqcdg4BZuNpVxOjkQ9AULwDgYMsI2lMHXJMmaTOH2nNBk1IIQhVUXEFIK1YZQFFAfZM+ATTjcba/F5nbD1slAGgbfhVMLsCfY/NMzoFkm9ADtwKcAYQD7mmSHqs0ghnyxDAeXaORrqYgguQN0TAIxzlpc8/K0WI0SeCGciCBwbIEjBxQ4pzZgAVK9HwFUDmnOYSIkByzbKZtFTeqVJK6f0StqkYSmdzaLnrAZctTmrwWYRoS9nNXBWAxhg8K74SeyabayFbABIYFj7kJoYWmiyPwHmMRI8ZfL4vNzM9DRRbDx6RM64USPG5OeOHZk3a9r9Klm91+mA8Ngj2F0Om9POInpXdGCWmgIOSY9t52iAbSBYNC8ACTD9C3CLzXA57QJvs1qM4KiB4WFja6EMkHCrVbLxo/PTkoZmp6cgvrh4XgFsvcx6DWsxAfQKHINxZdFeS8qwJRlmZIAFKn00/twuOyhirBIMbaKtRiwIfp+TTKdbKD3aZGRyWGyD/uZCgllf+KUjKNvpYFCigIwFDwxLTrfAYN2DNaDPzbl4msibGYuO5ygMBvs9dnh0wb4L7LGNNpBcXxLgBNcrUjvBrRoO1Zggg3sWOAbkMIH7BTMMqR1hjEVpvZTGRPAz7gDHQtkLIAS/PbC76GXQVhP6ZQDAQFwQylJmvdGgwVivWiWjzHqWofQ6FYYOsMgA9eGrJzAMEIhogyGFBeYhoJcgN4NeDSMotKXAVSrkYsR3Q2ONSi3T6pRKVeNgAAzKUa9WKBvrFA21anmDTinTyBtos8GgUYIThuAZGdTiE1RyTAKDB2Yoo81qxikGHpgwsYQwx6YCxIKY/RfwlhTa+DgQihN8C2BPzlmyc/CEwU8D8AayJfsEvTwY3Oi0Suwi7EacdyxDYVejT0FgMHAmNg8PQqWsUcsht1YpG+vrqtCGQL8DtD/4eUBftUoGnh8tLWjjsavRd8Bboc2B8AKdVgnwrFHLZdL8Nsh50v4AwJY11kK2QxzFsfd0WrVWqdApZRa1klWrGFmdVfSCrjQsXKAumSufP0dZWigvLapZUFA5v6CsuLCkpqJUXlelV1ZT2ipGX2XTVXC6Coe+McA2BmhdXDA1u/VhTu2x1FiVs6vm500cnTU6Pz07KzUzQzTByszMTE1LS0oWlc9Dk7KGp+QkS+g3RbSDzkpLz8rITB6elDp8WFZaak5aWkZSUn5G2qRR+VNGjZw8Mn9yft7k/Lz7RuRNzs2ZkJU+LiN1fGbm2PT00ampo1NTx6SljU1PH5OWNjo1NT8paWRy8qiUFHIbmZycn5Q0hIo+3vnchyvfWt/53IetT7//xNsbXv5k97Pvb1n0/EeurpcssZXW+BNyoatA7ipS+1TupY3Cohpbay3XoQuucC15uenJd1qffj/xxDuPvr5m8XMfsfEnJ5eYhmTMGD62pJFtW/bSZyte/7r9ub+EH32TaXm6zt5eSSfqHYsa+C6m5VnX4tdci1+zNj1rCK00hFbKhGULDLFic/NsTXCGwlvJdfpX/PHJ97Y89+H2R95ck3jibU/X8/aWJ62R5TIuXm30lai46eWq+4tr5lQ2sP748qdfePeTLx9/+jmTlS0tq1i0aNEHH7x34nj3xYFzAwOnL105c+nKmb6B3oGLZ3799b9uXL/0+WcfLl++6MXnnrhx9fyvv/7yt+8v/+On6//86VrfyYN/fvVZr01Hqao8nEH0uzJrxSslbeSsBjGVxCQ6Zzg5C34lGJizGkQhjSBeh8h1y2zSNTbULJg/V69TSTah/x5cRCUtxoFKI7shvyse8UPqHPQ5CVWLpiMJhR+MeIF78dPrsge8QjQkUspN0UA4IJotOx2Mz+0IB9xN0QBB1JBPY9WG4giXFjQvw2F3ICB4vXafzxEICMDDLhcrzQY7w2F3JOIJh92hEMTSPFAuUAcKHQhNIXX2iB7RoiwQQ3EoCsmvKMgwDzwY5KCDgEIEgEpycxHHfYGBSWqOzyugOQ2KWKytBRtsfrw+MaXG53c5eJayGEpKiwrmzpz6wOSpD0wuKS0yGDUut0M0SXKwYY+jNep/aFH8uZVL33jpkT+9+tifXnv44M7PL/RuudG3+9bA3ruXD98eOHCzb99P145i5haWV3Cc6j+14/TRjT2H1nXv+WrnxtWYBO4/tQPPvH350PdXu+9eO3Lz4oFzJzZ17/ni0K7Pjh9YM3B6e9/JrX0nt966dPCnm8fP92zev/3j7j1fXDyzC6zy91eP3rp0uPfw+t2bPzyw47O9Wz+GsvrimV0XerdtWfvOhq/e7D28HnT0iYNrew6tO310I7TZvYfXXzm/99yJLWs/f2PPlo/Ondiyb9snR/Z+fe7Elr//cPr25UN45sCZPQd2frn2i7e3bfjopWdXLFsUXdQcWtQcSkR8nS3RZV3tiVhwcWdLR3tCzJvpaG5rjcNpGcmxUMMihQizrxgGI0wvyib8F2SZpEAnXxwvTQPC3wglOISOkbC/KR5uaY7FYyEU3xCX4pgR+H8J78EXkRdCXUko5ZbmGDpN5B0wVwydrTThKWacxqWB/LbWpkWdrR3tzWjZdHa0dHa0YGQdBzlEuU1STlJba1N7W6K1Jd7e1lRVWWo0qDs7mlHYJZrCSGFtTkRCQY9Oq5A11nA2C+bYExFfU9jbFPaGvLydNloMKq/AdrXFF7XGWmKBiN8pJnv7hHjI0xILtDWFkEGFHE6vy4ZyTbBbEjF/U9TnddlQyQl2CwBwOByMx+MulysvL2/EiBFjxozJz88rKipsbKxvbBQb9mZK7/U5403hUNjLCyycnAWexRCvQa+izDqWMYPGwXABQ5vEaT2fE4QkcXhGwC8OAIwNg+1JNIXbWuMWSl9WWmTQq5yCrb2tCUr4jvZEKOhB3QxtJM5o4kTtlxzR0A1B/wLcPuhEO0fHosHmRBTdjfa2hNlkSE9LycvNvmfIkHFjR9dUV6qU8vKyErVKQZmNFspEmY3SNG/AbDLMmT1zZH5eZkZactKw7KyMmTOm1dVWK+SNtTWiObzRoKOtFGdj7BzrsNskLbRN9BKPemHi5RQc8VjE7/XJG2WpySlJw4YXzZtrtRidgtiYc7ttiUQwHgthwhxpRmB7HHbGZNRaLUaf19nelmiKh1mGmjhhzLChQwrmTDebtKGgBy7ZUEY0xUMYIMeDAs9aKL3ZpKWtRrge2FgKJLDVYgD3iylufF8AJ5i0l7ZN1DvA5BkniNcjwNqN2DvzkmoJqzQ6PiDbnZJnFRpPvIOFShMEMi+l9YSCXoJsARdB1QYDHswUWC1Ggbd5JcUyynTwpWhIQaFNW03kD+HqACyK05xgct7BgqeFTzKeCYQPXZXYGPUIHp6x00bgXptFz1KiNwdLiWHvTs5ip41oWIuPUyLtiY8DFTTRbaHwtXM08C0uSTAiwn8xUmgNeGDYGmGYE1ZGssbaaQ9MAQAemZs1Jj93ZG5WTkZqfk7mzAfuqyovsTMWr9MhZiJIxssuh03MTHLxkbAf+wpQn5UmnBF6RPTzDG3GrrBQBuxkhjYHJLEVlCz4XzwfTKOFEtN3XE57ZVlxTkZqWtLQcaNGjMjOGJWXXV1R6hHsop0YY0EgsIO1YmLZpFPDm02aVfFiJUerxevhccgN1ttDrk/meyECgmkWBCAYlECQNdQx4FrJoJbDZkFHnuesmJuFPxYhgZE7gAgiG21AOhFoYQTF8RxlNWvsrCngdYT8gp012VmTw2YW7BYInh02s40WSzXkOcFU32Ezu3ja77EjjhG1EBA4tg3ol6Bi0erFZkF4EphqF89i+tfOUnB9FwX5nNXpYJwOhswJA4kB7oKZhOQVsI1gKpCKgFtALJhohYKXPA7KEaOhGLUDBgYuwjsDLhIADEAIsGc0aIAACa5WKhrkUtYRHLZwH+yiUtEgaj0U9WqNXKtTqtQy+GABY/9LuiwBYGVjnUjwSgywzWo2alXQPBMGWCWr1ygawQybdGoMA9usZgdrJcG/RJlMGgTgorEDcd9k1CIJ+X9LoNFTw+fC2oveENmN+OAkZhkIk3w70MWgl4RGHmaqgVQbG2qQqMQ7WJahiOYZMwv4KsncL/GmArIlPmR4Q4BegpPxIKTReKFaJUODA58F3yzhydVSQhJQdJ00b6xWyeSyOkivG+qrG+qrQTvjmSCHwUvLZXUYEsY2gEIXw4HlMq2i8X8DYFVxgaJIBMDK8gUNJYVVRQXlCwpLFpaW1FdXKhurDYoqs2qhVb2Q0ZTbtHVuc63LpArZ9BGHymdVuakGRjO/sWLUfeNzx43OzM1Jy8rMzs7OysrKTE1LHS7SvyCBc1PSs1PTM5NTM1JSs9Mz0lJSU5NTMlKSs9JSs1NTs1JSRqSnjs3Nnjwyf1K+mIE0OV8MQ5qSlzsxO2NcRvrE7Gxg4LHp6eMyMsZnZo7LyBibnk5w73/cGfLyh7tf+3T/S3/Z9ew7W15cvfOVj/as+P3XnkWv1NFtKmGpJbySjT+t965oYDuU/BJT+HGm5Vlr8zNcx0uxJ95d/sY3j7y5rm3Vh95lr1eYY/cttP5u1PwhQycNyS2YUmpuYNsMwYddS15udHUVagJlVFMV2zZH6Z3V6Knjuuq4Ll3gcXvrS94lf/Au+QPf/oo5/IzSvSL+7Cfcg69XORbPVPmrHZ3eh96IrXybX/QcFXtEKbQp+eZGJlSmstWZPWZPq9kVTzz4SLxrScvSZc5g2Gq3a3Ta555/+vChvVcvnfv+1sU7t/ouX+y52H/01s1TP/3Yd/eH/r/9cr23d/8rL62MhvnHH110cO+mf/5y6x8/Xf/1nz/cvnRm8zefrFzW7uNMnFHOGeWMXubmzH4XF3DbedZs0sq1ijqLQSXYKEQm4Mr670ssR3kEkdECqINHBc4Z3sH6fa6o5FuLocdwSOQ6Qn4XsfgnAJiQtwCoWHyhdh4MegnxC+4XsLkpGgB17OJZJN1BCw0pNYAx/AkRTI8/gXXf67KHQi6/XyzmPB5OcoQWPB5OEGifzyG6MUc8sZhPrAhDolja7bZBRwfIAbgLkSo69Ki30KpHpQLzFXT6QUGAfIPEESwfxswAhJyCDVNG8OGAvwvgLuDW4DFgMFHEHwt1tp2zGg3qqsrSonmzC+fOrK2pwIidaMnbFO5ojnUmwss6m598eNGqx5e88NTi9958euO3b9+5cuTHG8fuXD1489K+W/37zx/beGLf12e61589vrl7z1dH9625dHb37cvd/ad2HNv/zeHdX+7d+vG+bZ9sXPPWvm2f7N/+6Y7vPjhzbNPA6Z0Xz+w41/Nd/+ktNy/tu9q36+SRb4/u/+LkkW/7Tm2+e/3wnasHr/btunRu+/GDX+3dtvr4gTUY8e07uV1ia/ddvbDvfM/Wcye23Lp0+Frf/r/dOfXfvwxc7z8AjfTZ45uv9e2/1re//9SOEwfXHtn79ZG9X2NjBk7v3Lv14y8/fHnftk8GTu8E4r16Yd/f7vT2n9rWc2idyCcf27Jn66cbvn5389rVzzy++PHlbUvbY61Rb2s8+OCilgcXtbU0heEC3ZyIYNa3tSUGN+NYNID4ItRGgz26Mc+JaVLEEQHzDFaqi1y92yEVT2LKCwQCXo+AAhR8VEiydyanjE8yx0LFbJPiWEm9jm4L0SeDQ4aNMNFUB/xucLaRsB93/D4Xym6Pmwcwbm2Jd7Q3Q7na2hKPRYNgn4IBDwaM8dpEU6Sjvbmjvbm1JW4yaqoqS60WQ3MiAhQXiwZAbEIRzTJms0kr8Gwk7BMtsmOBRMSXiPjiIY/bQbOUzslZEhFfazwYD3lCXj7ocUT8zqawaJfVFPa2NAVxrkmzCXank+F5qyDQbrfN5WJpWm+xaO12SpTpum2iRVxTrK2tLRKJjBw5Mi8vb/To0dnZmQUFs2trq2tqqmTyOspi4AWblEPDcHZrLBoI+EWhr8NOg7rhHUww4I5FA6L618FgEtUp2PCFCjwL8tbnFeB85vc5mxORttZ4cyKCExC9Egulr6tdqFY1Cjzb2dGMlKPWlhiGovFMQDWc2sjEwqqILwvKZyAQt8vRnIgCGOOQiMdCNtYyfdrUe383JGn40MyMtLJSGD7XL6woQyYEZnpdTp4yG+cXFeaPyM3NyUiT3HqnPTCluqpcLml3UdCILkp2Bh0WwCGnwInfWkyM4JLaPUIsGmas9Ixp00X9c3ZOQ30tlnpRdey2xWLiko6jCwAYOiA7R8PNyGFn4rFQe1uieEFhTnZ6bk5G5cISWD2jxYBEZYI3cIqxjFmvU2o1coNeBTUpGf2VnIpp3sEAe7CMGfJUUPosY8aajJXW4+axUMPRGkAUzCHhV3EHHwonFHYIMDN4WgzNAhUPlkYDReNP4PnghPENMrQZjCU6mziFXU7xcgl3DEBikM8OiQIl6D0c8sGAHRgb0xDkmQIvXoakLpg97HN5BVaUYtFGB2NyMCaW0lkMKpbSORgTz5rBAHNWA23S6DVirhIoaywmON9R8gJ84sMSYAzCGcQ1ZdbrJcMhUj1bLUb4eAm8TS6rmz1r2qRxo0dkZ2SmJuVmpo3Kyx6Vlz0yN2v0iJzqilKjVuXmOczcOu2s1+kIekXZPBoKqCKwr4jZFfop2AbCxqPWR7MAG0YsskBcw8oeb8hQxjkzHgD0zc1MS08eNmPqFIQnAQAjBslmFQOWRGRiMTjsNKLj0ODDOev3Oe2c1WoxYHqCMMAYR2cZMxpbuDoTOTQR+cNsT/TQEmxEbAy1MOyXnQ6GsRisZp2dpUj9E/AKUo4j5xasrFVLGRWMRePiLUGfXbCbec7k99i8Loam1IxF4xas5L6N1vGcycVbXLxFsJsdNiPPmQS72emgeM5kZw08Z/I4RccsTJY5HQxYX+I+je0EGIafqGCnaUpPNNtAuTbaBAwv2GmwxKivCAAG9EWvBCgL8AlQlrD3ALoQPBv0aqBWCG5xsBn0alqajAWgggRjMDWKl4DJBJwmrC9B1IBqwOEYEgZ2UsjrTUYteMXGhprGhhrYJhlEhrcB0Bd3RE8syW0LmArzvWB3jRqlTimzmvRGrQpqZ7Neo1PJAX3hF61XK3Az6zVowQDGQ9xLNo/AUaIGB3lu0P/bNAuQHsgQqBj4HzQyOGQ8nzLrsQ+tUugRQ5vhlw4VOlZstLEAksFpselbAAAgAElEQVRm6SQNOd4f8BIWIRbKgP2J3Qu4bjbpMAAM9hVsLdn/BNtjsFmrUWCD0dcAciZSZ0ICkyMEzzdKPmcKKTYJWgDwvQC6iFySNdYCABNcrfjNFBpMu1LR0Cg5RaN/oRLF0v8GwIxKSTfWUrWVVHU5VVmiLpmrKJqjKilUly1oLJ0nAuB5BQtK5s2vLC2vr1qorCnT1pUZG8rMsnKrYiGnKWdVtU6j3GNp4I0Kp1lm05erayfOvH/kpPGZuTlggLOysrLS0tOSkrOGp6TfOzxjaFJuSnpOWgYBwOnJKSIPnJaenpySljQ8Oz1tRGZmflbWhPy88SNyJ47IE2GwlAYMX+gpeXmTcnImZGWNz8yckJU1MTsb9wGDwQYTcnhcRsaQL3df2n3279t6f35rzdGn3tr41Fsbu1Z9bG9eFVj6etOjf/Z2/V7tfLDR1klHn/QseoXvePGZ93c8s3rn43/e3LrqY6b5uRpbe5E2WKD0Tqux582WJ40vGza25N7RC+4ZWZQ+pWp8sWGWTKgXOhWeZY3OJfrwYyrf8jquS+leXs10KIRldHyV0PF7KvK0zPGg1vWorfVFVeAxpvNl36Nv+x55k+18wRB9WBdaZgwvo0JLjd52vukhR2ypxhYwu+KB1hWB5sWrXnsj0dVhdzub2hJrvv3ySPf+X36+efPq2St9x/vPHLxwau/F8/tvXzt+986p2zePX7nc/cPd8x+ufu2RFW2PrGjbvvmrX/+fH//x87Wf7wycPrLnvT+82OR32M0qzqigtQ2MVs5bdLRBZdYpjBqZQd1o0sqtRjXUznbaSJs0tEkDJZWYpmASk+twWcKsl1PgcI6h8kCP1isxoqjOxUrO74Jvc8jvaooG2ltisN6F+BnrLxZlt2BzOpj/AMBkKhga5oBXQNId+o5YqXH9AA8cC/u8LrudpRAxH/Q5cfkBCSwKpCX0iyIbQmink7HbKZeL9XpFeAwG2O/nXS7R4BEaRaLrhoSVFFUAumjVo95Cc5oISlHvRiMBiPRA6GFgDLXIYAm0wLME9IJ+JLNJmFoE84aqUXLncgT8LrfLztCmyoUlhXNnlpfNt3PW1pYYavfWRKSzJZ4IeZrD3q6W4JLW4GPL4p+tfuX8yW0/3+r96ebx21cOXOvf3Xdi86Htnxzd/cWt/v0Xz+zat+2TnRtXn+/ZevXCvu49X63/8o/ffvb6zo2rIU7uObTu8O4vt61/79LZ3X+93XP78qHe7m8O7f7kzPH1/ae3nDq69uyJDTcu7r1z9eBf7xzvO7X58J5P+05tvta/++yJDb3dorEzuF8YO5/v2dp7eP3poxsvnd39tzunfv2fm3+9fbLn0LoLvdu+v3r04pldp49uvHvt2E83e04f3bhny0cHdnx2ZO/XB3d+fq1v/+7NH25d9+75nq0/XD8+cHoncPu5E5vOnRCV0hfP7Oo5/N2+7Z+v+fTN1198+I2Xn3j1hcceW9axqDm0tLN5xdIOhG+JfRNJyovZTsBgpODAuRf+ZEB3YIaJNJ38VyjogSCTfGtOwcbZLJIPijgtGZFsnN0uBygmh50h5s9+nwu4NBoJoOYGBgZEAQ2F+hhnGUph3Pe4+aZ4GOVyLBoE+YZDVODFuB1QxLjy+X2uttYmAnQDfjfkiF6PgGHjkDTTDq4J/RqX0144d2ZjQzWmWzF7CQEqdkgsGggG3BB+h4KepnhoUXu8PRFuT4Ql6bGdpXQspXM76Ijf6XPanJzFwzNhnxANuIIeUfks+iq5bU4n4/FwaDm53Tav187zVrudoiiNxaLF//r9fGtLjOftoVAoEomMHTt29OjREydOzMnJmjt3Tk1NVU1NlUotY1jKwbMMSzGsmRfEEwqj9WhS2DkrDJ+WLukg87pIsAS8dwo2KOHdLns8FgwG3MhJammONici4HaWP7S4oz1hofRKRb3RoA4FPcsfWgxEHY34IRAg0kqfV7BzVpYxwysr0RSBhBgj3FLirqh7D4d8i7vaXU47xkThPFQ4d1bS8KFjx4y6Z8iQBfPn6bRqhbyxorwU0796nQYe0SxjnV9UODI/LyszPTnp3uSkeydOGFNXW6lRy2trFtbVVqJUsrEWlxSZS1CEqPcOCNGoF2PePq87Fg3rtbr8vBE5WdmTJkzUasSxVYleswgCHQ67EeWFdQxGawJvQ40l8DYLZQAJPHZMfnLSvePGjlTI69B60GkVwBI20UbRhu4DEo8slF6vUxr0KqvFgAUNYnXYYiGYys5Z8d2hOYiXS85Doj8/wZMAnLBWBspFtwgcI6S2lFmv0yoNejV2NYYOEIwEhgorObIMAHfhZTV46NfO0SxDQa8LZAuqBGgNTAs4SQBgUKyDqV1MxEAyjXMWuA7PwbwD7PGwCADVizOlNgoXZQKAKb0SEmhxQlhK+uVZs9WoVspqcYEGdMeiAcAPqIn5W/ITpbBNsoAmzA9obQtlIF05jzQBLvA2s0k3efyYsSPzAH3zstIzU5NyMlJHj8gZk59btmAeQxl9Lh7+zwDDpCuHEASSEGuQJgzB/WJdAjsNmTSgAmGGUd+jlwH9MzrLRoPGzXNapWzq5Akpw36XPPSenIzUqZMnVJWXYBQZ3lfAwBxNSfS4+T+uqjjA/D4ny5iNBpEiRjOLXIIHJ71DsIAOF9wEVMoGrUaO7C7xciABYKBHq1k3GPGyVqPFJLqUoVMv/eQCXofHSXOM3myQm/QyG63zudloyOniLV4XEwu7wgEe2Jhj9HbWwFq1rFXLMXrBbvY4aa+L8ThpF2/hGD1gsMNmtLMGwW72udlIUAAjDXaX56yI0oBcDpjWRpsEO40hMqtZB50djKOhebbRJtxoSo8oYxfPikp7xsxzogMWwBUOMMyWQ1uLZgpOGWik8UycMqTJgnPHbNJhPVEpG9FmMhm1aJcwkjYBEBEwCeZMENAqFQ2Q1wJC40wnTDJoQNDIeD4AsFJyctJplTJ5nVxR3yirbWisUSgbxFQkjUIumTmJNOb/MsEC0KUMWtpskNKF61SyenhBAxjDNEuvVqALg8UHclx0AWDdjC3EuC9YUCDewewulnE4zirk9WRElraaOJvILQOIAqOim4BJAbNJhzUfSBv/BfSLvURbTfjT6FwY9OrKhaWISkbjAPgfVDyoWnDpeAQbD3xL2hnYWkz2KhUNg6lsleQ3hvcEoCXadb1OJWuslcvq0ODALLfRoHHYGcxpY7cA0CoVDQQA4z0B3ZWKBsqsN5t0cPaWy+rE6V8pbkqrUWkU4vA2pVIwKqWlvtpYVW5cWGKtLtOXzlMXFaiLJQBcXFhdOKesYHbRvDkLSuaVVpaU1VeUyCuLVdWluroSY0OJubHY1FDJquvs+lpWI3cYFXZjpa5hauHsMfdNyszNSU6XHLCyxARgUe38GwAWE3qlKOD05BQkIeVmZuVkZCYPHZY89N6cjPSR2dkjMjPFNOC8nAl5uQDAk/Lzxudmj83KmDxixOTc3InZ2ROzsyfl5EzOzZ2Uk4NfwQyPSUuDNHp8ZubE7OwhZ3/+9bvjd//07bHXvjj4yqf7Hnr1a7b52QpzU4N90XxNsNQQNUdWepe+5l/2RvuzHz7zwbbOFz/3LP8T3fK82v9Ita1T5lpmiT9DNz9Ty3XUch1lxsisBn5yOTWmSJszvfbecQsyZ9RnzmoYs0A3R+GS9M8d9VxnPddZZ+ugo09aI081sIuU/IOujlf8XW8YAo8rPMtUwYejT73z8J/WRB9/09a60t31tH/JM3RwkcndbHZFWX8TH2zxxjo6Hlz55AsvP/fKS6//6dWNW9b19Z+6du38tUunblw6eW3g+I2Lx64PdH9/7cRPt3v/dvfk//zfi//9z76b17v37f76pecfak24Xn7h4bM9e3799edffri8c/NXS9rCUR8nWPUOSoufjF5FaeWSUEpvNesoo4YyaiwmLfE2wHptMWnx4L9+lS6EuHiTdjsQHYhNKPowsxQKegn6BQ8MQjjkd8FgECIc6J9B82IMGDJmdB/JlG844CY+WDxnxTgNrPxdPCuyuxLYHjxXjPeB7cS/Iu+8ApRLxN0RhCowDCozKJBB6AUluxqwuxgA9nmdaDajJw1AAtiPUgy1Cx4HGR78bdISOj3OZsVlQNpjorUGiF9UiryDwZglrsTkEuv18GIoi1dkyZxOxu/nQZ2BNCsunqNU1oZCrkWLErGYLxAQIhFPNOTubIl3JsLt8WB73LusI/Lq88u3bfjLpfN7/nbn1MnudRdObrp95cD5Yxt3bXhv14b3zh/beKF328Gdn1/vPwCHqgu923Z898HOjavh2wyD6Au9286d2HL2+ObL53ZdOrvzwM6Ptm14+8Shr69c2Hnx7LbTx9b1HF5z+fyOYwe+7O3+5uCuj88cX//jzSMDZ7b2nxZ9pE92b7jef+DWpcP9p3Yc3bdm9+YPTx/d+H/unvmvv/bdGDh45timK+f33rx46ObFQ4j5vXPlyD9+PHfnyhGQwGeObTpzbBOo6TPHNv319slj+7/Zs+WjPVs+koaWt5/v2Xyye4No2XVow+E9a9Z/9c77f1r1zefvvrzq4UeWtrXFROIxEfH5nPZoyNvRGm9rjSO4FdAuFg20tzUh5AbSTdC/EG0iGodY+BA/HnxZUHhCPgcZJ9hXjH2issS5A9EyvHnisVCTFAUcCfthKvu/FZKkdYL6lVS0IId9Xmc49K/pA/ShwOI2J6Ko7AXehjQmeC/FJPuiWFRUtEYjAfR3ItKsu0+anIQ0WnLgFGEJbI2BGG0sZeesfp8zFPQg7RbqX7goxyP+WFj0fg8H3C6eRc3Ec9ZY2Dc4DxMrgJhx6mCkcCAPgDQEEbjPOxhwtg47HQy4pUzd9kgk5Pf7m5ubp0yZkpeXN3LkyJycrKlTRbc/k8ngcjvsDoayGKy0iRdYj5d32OmA3wUrLyic/T4nIp2jEb/LyVkoPT4gvjUihHYKNtiDw/NsUWcLmGEEQcPz2cZSg/3PYKPlcnLRiB/TrVhDwiEv3MUlTbXoHg/1B4JzOZsVXwc4eaIXaGyoyc5KS0tNHj7s3rFjRtXVVut1mtqaqqrKCo1aCUcrgbcD/aamJOFpaanDZ0y/r7qqTNZYo5DXyWW1Br0KVl4etwNbi6UP1LfLxQaDTp9XaGmOOgWH2yWUFpfkZGUPu3doYcFcymxEuSnyt1IMErotLinhFsIBpEkTenlRZ6vRoElJHpqXmzln9nRYNwPQmowas0kLWAuO1yEGh9rQStBpFQ47HY34vR4ezSPKrIMpNMTkwCHAzADDUjKNCYbGRIAD0EgYXdE8+bcEIDtHE26EsC7YclTbJqMWqBU+TBEpth0uX6ioMJSIYVSiWodRrdGgoSQTGsBvIDdImjmblRDmQLxENARQhyspvK+Ihgg4E+cvQ5udAiee7G6Hw2ahKT3kqQBRlFGDKBoxiFUi92hKb9KrDOKgux6vDUpm41h2cKUGhgf8gOwZzQ7QUETFSkvJwAD5DrsYrYxd5JGiAZWNdeXFRfdPGj8yNys3My0vKx03wOD5c2fDFsvOWOyMRUwDluKpoETATgDRh9FBlqHwhwj9i84FcI6FMmCbIW3VahQGvRopSqw0qSiKvQFrLaYR2RnpycOSh96Tl5VeOr/QYtSxFhNiigWO8bl4BDVhTUDr2eXkOJsF4+igfOHExtksxK2NSPShzIerOa7gds5KW42UWQeNNNZJJAnRlN5sUJsNapRYFpPWYbNYzTobbQr6nOGAG9+ax8l6nCzPmQBr4fznsBlttM4tWH1uNuDlvC7GYTOyVq2N1gHi8pzJalbRlNrrYvwem4u3wEuf50x4B54zcYze6aBCfgekcPCmBheN+0DmkM6hKuM5K5yriRwavzodDM9ZLSYxYctGm1irUeRFWIqxGIw6pcDbsLgRczXQs1hGgM0gOkDXjHewNtZCoCCwGYQGeAKAEB5BWDROYYiEMSir0yqRnEQUsEBcYCBBYGo1in/JmHWiFTNGWEE/ishWelCrUcjkdeQmV9Sr1DIcbBBCa5Uy0f5KSgM2qBV6lVzZWKdTyZFyBPoXbLBKVq9VypAKZjXp9WqFVikTM4RNOmwVrLxw3GIWmiB/AGDiwAyWGzhcLqsj+cnYbGw5mgsE5oEIhRzaZNTqtEpoobGfcYJjugEvN+jVEL+g0wSsqJect8GTgyHHC7HKEdttbPxg6TJwOHayXqfCq8DrQqkuk/KTAHrlsjqMCuMJBr0aftFyWR3pm6AJgr+IBgf454b66qrKMhIajLeClB2vxag5JNb47HqdxqjViPL1xjpTQ721ocZUXaEpmUdVluhKCgGAFQsKawtmVs+dXVs8r6J4XvGCuSWl88qqSkrqy4rqS+fJyheoq+aqKudpqosN9WVmWaVFUW1RVpsVtUZ5cW3lA3Nnjxg9KjUzQ7SAzhLBLQBw5jBxElj0wUoVSeCstPSMlNSM5PSM5PTs9Iy8rOzs9IzU4Unpw4dnp6bmpqePyhEzgSeNygcbPGlU/v1jRhdMmTJ70qSZEyZMGzv2/lGjpuTni5B4xIhJeXkTc3PHZ2ePzRSTgcdkZIzNzBybmTnk010Db2/oefrdLcGH36xh2saXmvNmK0fO087XBLWBh52LXrZ3vGBvez6w4o8tT33Q/NRfnEte9654K/7k6tCj7wiLX/Ms+4Oz61WN7xGZcwnT8qx36e8d7c8pXUuKdcEZNcyEEv391cy4EsPo+doJZab7quhJZeZRheoRM2XTKplJCwxj56pHzpJnTa7Km1pXrg65O16Ir3wzuvKNzuffW/zy+9FHXvJ0rYwvX9X11MvelgetnoiO5m2uQMeSh1567Y+ffPH1xs2buo8dONS9/cKFY3e+77917eyVvqNX+7qvnj/4/dXjNy8eunvtyC/fn/znz6f/65dzt6/tP7Dns6dWtjVFuUeWN+3b/c0/fr5y/eKJT1f/ob3J47GbbGYl0n2dtElgTILVyNNiD9Ji0hL0iyurjTbB5Q9rHIZVsNhBTwXpL7lso8sOSpMsf5iYhT0VauJY2IeR4HDAjUu1x8khuygccKPp6HM7gFpBDhPPBsBaePSD/iUGEvgVlG/I7wKQBtIGbzw4WgntW9B9gCvAMJgow4WQQB2JzBEtT7GsgxxDsxlCaKAFfHzsDb/PRcAwFG7IgAW6+I9hTumFYhQheCrwvX6fMx4LYvSIRCyAKBY3TBpgBlkdDosGNrDyomk9x5nDYXciIWpKw2F3a2ukrTncFPY3h71tscDS9sgzj3a9/6dVOzZ+dLYHQ7Nf3rl68Ofbx04fXrd30+qe/WvuXDz4w/XjZ45tun25+8yxTScOrr158dD5nq1IA756YV//qR2njnx35timcye2DJzeeevS4XMnNh3c9fHuLe8f2ff5qaNrTx759lzPd9f6d58+tm7P1g/2bf/Lrs3vnTq69ocb3QNntp7vEVN/+0/t+NudUz/d7EGo0uZv/3xw5+c/3+r9+Vbvtb79iAWG8vnmxUO3L3ffvXbs51u9Vy/sO7b/m6P71pyVkoqP7P269/D68z1br5zfu2vTX+BZ3XNo3c2LB04dWb9v2yfH9n9zfeDwT7dOnevZtWXdXz5+//VnHl/80KJEZyLY1RZf0pGIBb2JWLCro7mjPdHSHIVyFeLYluYoIBPicKBuxX/BzgePQILucTtg/ItOCohEfHGSz7A4hQveA2UfJPFgY9AtIkcIiCCwWOCvnFJmKSggr0fA8QZtJE40nxRIRgAwRoKjUuRSXIodxsGJRgx0+8GAmH8DvldsUYV8eCT2m0m1X5pThSYT4mEE/OC8CIe8TZK+mXxeNIzwTJy/mFbASe1zO0J+VzQk9sIGN7lELktKJwLOxP5HDwI4DXgSCMrr4ZsTkcVd7eFwMBqNdnZ2Tp8+PScnJz8/f8SI3AceuL+iokylUpgpvdGkNZq0DEsJTpvgtIGKiUUDkbAPZjYuJwenbozt2SQQTpKNMY0PUgii6GjEn2gKL+5qa22JNcVDzYlIcyIClhgj3wj+hRgelnXoDkAqH4sGWltiizpb0FJBRq5fmhbBDDAir+KxEAyWMQOsVDSMHZM/Ii/rniFD8kfkzi8qlDXWK+SN9XU1dbXVDfW1GABWKmSFc+eMGzsaZpK/u2fIzBlTF1YUNzZUK+R1GrVMq5GbTVpAX2QyAWGiuSAmG9tMTifjcopaaL/PQ1upWTNmZqSljxyRX11ZxTs4yJtFHkzSpWN0ExgPhxZIPAzQQqw7v6jgniFDxoweIWusBXOLQCPaagRsgBE0FlvAXYNeZTZpnYItFg34vALgB9ofnM2CMUsyjQnUgaYhCEAiWsbaixMNskAbKxov4TzCRIDDzvAOFo0ksJroOoGPAmCGqhlj+UD4AMAgZNCfsksDtGQeFWQL/hygHbAi9hhyfUFBu5yi/RiQHmXWYxsIiQ0vKDtHA4ST0GCX046RIsFOw4IIRBwQCCyIHDaLaPssBb1aTFqTXiTwIXrEJyI7CmQauF/IUshPfFIyPMkyFCGiCQDGu9k52mLUKRpq58+dPXn8mPycTGDg/JzM/JzMvKz0Mfm5c2dNV8nqkbvL22hcH0k7DweP2aQjemxM9pIyA+gI5JJkxiYicDgtES9cq8VIkoEdrLUpEgx6XaXzCzNShsMQa8bUKWp5g8Wo4220084KHOO0s+CBsVBDrwEAjCQkHGMkiIuzWdDEwaGIoxoT6ejLYGAY3Rk4meMnkapxjJmmRKYBNZXfw+NrckpZwShs3IJNyjSyOmxGjtFzjN5G66xmlUkv8zhpwFoicuYYPWvV2lmDi7fg+QiQcwtWCeiK1vqC3ewWrHiCpIJmnQ4GTADCkMAxOB2M1awjSb9I2QAmx5Qvooyhf4ZHNAAwazWyViMcrQGYyTGPw57gXgA/YvuEcw1QCj8BwMjLAf9g9A0oReTTRLAAZRPwMHHVAtwCvv0XapUkuADA4H7xZMyggiKG9FerUShVjSq1DDcMA+NgAzzTKmWY7BU5Xq3KqFGKmPY3/2eDRqlTyfVqBRKPjFoV2i4gh/E4yFLoHYD2cRijxYONAY4l6UTkEykVDTBVBkDFbiHAkmBgBAVp1HLsbXgg43SGnZVB0pxjD6tVMp1WCX0H6Ho08vBu8I5WyOvBgaODgJeTfWuQHMWwA/U6UTFOdrJepwINi0Ffsb/wm21Vbc1CJFqpJK+shvpqQsJDSg0EC0c0hUR34/OinaGQ19fVVgL94q/odSoM/QIAY/vxRWs1CrRRJPJcqddJmcwquVUhZ+X1lroqY9kCa2WpoWSedv5czfy5iqK5dQUza+bMqi2aW144a8HcWQvmzS4uKVywcH5hZdHcmgWFjWVzZGVzFBVF6qpiXW2Zvr5C37BQW1+prS+urZw+r2DUuLHp2VmZmZkEAGMGGGPAGUliElJaUnLKsOEAwFlp6bmZolg6dXhS2rCkrJSUjKSkkdnZU8aMEh2hx4yaPHrk1PFjZ06ZVDpndsnsWQumT5837YHC+++fc98UERJPmYyfMydMeGCcCIwn5Y+YmJs7IS93SOTRd4zRJ2c1eoZPqRmSPmtI3rz8ubpCTWhWo0cfXulb9kd758uOjpdjT7zf9uzHoUf/7HzwzfDK1YlnP/U9/I7Q9UZ05fuxJ963Nq/yPfSGa8nv2dZnjJFHDcHlhuByjXepXOgsNQQXaH2FStfMem5KhXlSiX56NV2s8txXasiYVJY6fv7oWXXZk8uGpN2XPHLerEojG10SWbFqyao/rnjprWXPv5FY8aSvZXGgpUNr5VyhyKNPPfXJF58f7zl28+b1WzevXhw4d+fOwKXLJ25eP/3DnXPXBo5eOLmr7+TO/p5tv9w6+ePVI3+9cfzvP578+48nv79++OCej976w8PNce6plYv27Pzm5x8Gzp488MfXngl6Wb26hqHUZr0MImebSW81amm9hjZJMWX/X/N0qCBwGjC0GQM5UHDZfvONdEmxtyjB0bdGJiQKC1QbcISKhX2Yzo2FfVISr+gIHfQ5JcGPA9b/0ZCXGDhDk0PQL57m94izK7BewOoMtwaMo8BGCy5ZkEyjzQk/LTyCC4xgFzMzoFsmzC30zKhmIBHEJwKWAMsBipvImGF2DRsVVDNAMj6vExbQ6I6jggkGPFDA+n0uFDfYgN+m1wQgcKQcgWBMNIVRScNhEoNwGDqKhtzhgDMccEZD7kjQFfTx4YAzHvG2JkLRkDse8TZFfZGgKxHzd7bFWhOh1ngYLtCLW0MAwN+teWfPto93fPfBiYPf3L647+6Vg/09W/p7tnx/6dBP147+eOPEhd5tty93w375ev8BQNYTB9fCCHrv1o+793zVf2rH3WvH/s/dM9f69vad3HruxKazxzce3ffV3q0fHt331cUzOy6d3Xls/9fde77Yv/3jU0fW37x4oP/UNhEt7/z8xMG11/sPXOjdhuTek90bbl06fPPiIcBsaa54182Lh+5cOXL53J6B0zuvnN9799qx25e7zx7fjEBgKcPp62P7vzm2/5vzPVsP7/6y/9QOZCOdOrL+yF7Rrfrw7i/Pntg2cGZPz+HNOzd9+odXnly+OL64NbK4NbJiacejD3U1R4NN0UCHRP8C7gLwAPRC5wwMEwy4EY3T0hwlI8Gg+AClAHrJbDZBhlJsLIODCicLaNhgwAMeGFgXmcChoBfPJEcU7kC8hGMy4P9XIhfBwDiKoE0AG4z50lg06JPSkoIBD2henKEeNx8O+WLRIFQJwLp4BFQwYHZE4r6iEZEMD4e86NEAJUbCvngsCDAJlgOf18ZSZpNIoAEDIBUsEvZjCoCcBZBUoIBGYe102f0BdyDo8fldbg/vcjvcHj4U9vkDbpfbwdosVtrk4NlINNDR2RKLRdrb25ctW1ZUVJSVlTVy5MjRo0fef/+UqqqFMlmDUgkSiBoAACAASURBVNWoVDUaTVrByfn8TrfHAf1zJOwDq4wgE7STUK06BRtOPSRaedwOeNHFooFEUzgS9jXFQ4u72lqao2iLhENeiJzBFaNQ9nr4eCwIHQGygtEowZu0tYpeYvFYUJwJdDma4uHmRLQ5Ee1ob040RWB4Gwn7PW4+Fg0u6mzlbNap909KTro3JXno0HvvmVswW6NWNtTXLqwok8tEM+eG+lrOxmg1qsK5c/JH5KanpeRkZ+blZmdmpMgaa7UauUrZoJDXAVUytEnMD/cKCPSCrzWILBGO2kyIQZIsrGONDXWj8kcmDRs+a8ZMtVLlcTsddkYqaFQsK2JgACfIdHEw4zBzuxyUWe/1CCajdvSovOHD7pkze7q0YDrI/CTvEJE2TIZAqSFpBsADMnvMHQCW2FgK7Q9ITMGzAQYTwQWIFGBI8NIeNw99BKAUNhUXLPQocZahGURgJ1AxcBSuetDp4CdEmCCNITiECAhXDVwXcC5D/uNx89Azo6AHuoMoFJdI/PS4eYA3AEuGNuP5uAMlNnxoEGUsAuCgF/wzAAMBingHYF18R3CHgokUhgARn2uhDLyDJS8HmAd6xwfHCwGDAU2dAof/Aq2NjQQ05WjKatKr5Q3lxUXT7588dmTeiOyMvKz0kblZI7IzstNTRmRnzJnxgE4lRwSR1yPgRnoEMO8BKY1PAYSDfQudOTYG7QNoswGHwL1bLUasJKLMUq1IREMhn5u1mPJzMjNShudlpY8fnV9ZVqxXK+BNLXCMg7XaGQtHUxgmBwCGfztgLcuI0mg09SDCx3Q6oC/Oet7BwERA4FkcqBAmoK8HYAxFMcoVG22CbFiw0yG/S7DTwMMungUPHPQ5m+OBaMjt99iJCzTHGGlK63XZXDzNcxT8rpD6C19on5uTeGPK6bAi77cp6gv6eLhDB7wOSVbNCnaLlCpsAgZGNQXzLY+TQ9IvyN7Bimhic0VEzrDvAlPCWo1EegCQDKYRzRR8jzgaB0M+gDHUmQAqYIZxXEE0oVbJcGpbKINWo1ApG5GNhFMJz8FPHLoEjwGAaaVkWqiFIXseDN4Aq9SSBbFWon9BhIr8pFqm0SpE5bN00+lFApMy6/814CrRv/C1ovQa82/pvngEOcBAvwxlhCcWQxmJ45pZryEQEZAMeBjoF2JgGE0B+ZPUIjSAtBoFKG7yYYF+1SoZ2FRCGuNDDf6VDEuDf8ZuxyivQa9G1w8uBmB08X2BvQfdClaZAHWyP7Ex2IEQZYDKNhm18ESAdBkvrK+raqivNho0DfXVCnk9uhIKeX19XRXIbXxAoqYBIYyYKwK8NWo5fMvwVvhEGrVcLtmbQZWND4gDACBfLzlpy+WNep0YWGXVqRmVklM2sg21dHUFXVVmKpuvW1ComT9XPq+gds6M6tkiCbxwzszi2dMWzJm2YN7MouLZc0pnFyycN7eueHr1vBl18+c0lBbKK4qUlQuUVSWKqlJFVXFt5cz5heMnT8rJH5GTk5OdnZ2TkZmVlo4EYAKAM5JSAIDTk9LSk9IyUzJyJOfo1OFJIipOSU0eem9uZsbE0aPvnzBh6qTx06ZMLJjxQEnB7NqykprS4priBZULiiqL5lUUFS6cV1hRVIj75XMLiufMmj9jesED98+eMnnG5IlDku6rHTJy/pC0GUOy5wyfUjOy2DS1lp8mczOtz+uiTxgiT7CdLwUefiu08t3wY+8EHn3H/dBbnuXveJa/wy16zdb2SmzlX7pe/irx9F+anvgg+vifQ4/8Mfzom7HH3gyteN3R/qwp/HCdraWGSdQwiTomUW2JVhpD1VRIzjbVmgPzG+kZZZrppeoZJYr7CuumFtbPLlPW6hmTy69m+CqNXmY0KyhKa7UIPs87H7y/ZdvG02d6BvrPXrl49sbV87euXbh26eRA/+GTvdv7zu+9eeXo5fP7+0/tunxavF04trHv+Kbr5/f8eO3wTzeP/3jzyLnejRu+fXPtmnePHd5+/fKpA3u+e/KxLt6mZyglR+sYSk0ZVZReSRlVJq1Sq2rUKRuNOiWZjEcjjVz2cNpDGYVrJEpbVBIAjSCp0CaHtgrXbMKFRsKiHhIxSEC2IIh8bkdTNADQKxk/OCNBTzziT8SCoIlIQxTqaCQYifCVEXOYIHh2Czaes+INSX4ScpJgtIj7GC0W7DRanmQLPZJjCoQ6RD4Hspf8Csr3P0hdYF0gEJDeADN4Mjg6oGtMl0E0CLSM6SYUW0BEUk1sJ9JrYAxis+TzCjCetXNiVqdYowecIb8QDjgjQVfIL/g99kjQ1dIUTMT8wL3tLZHmeKClKdiaCEWCrqVtzV0tUQkDux9f1vr+n1ZtXvv+vh2fHj/w7akj688f33D5zLaB3q03Luz975/P//Pu6R9vnBg4vfPGwMFzJ7ac7N5wrW//5XN7rpzf23dy+6kj3x3a9cWO7z7YtekvJ7s3DJzeeebYpsO7P+/e80Xv4bUXerecPb6x9/Da8z2bb18+dPvyocvndp3v2dx7eO3poxsuntlx5fzumxcP3L7cfa1v/6Wzu3d898G3n72+b9snp49u/OH68RsDBxGtdPXCPnDLP9440Xdye9/J7QOnd96+3A0AfGTv13u3frxxzVtnj2/es+WjjWve6ju5/fK5PTcGDsIH68jeL3sPrz17XKSaz57Y1tu9cd/2rzZ+8/6qJ5Z2tQaWtEUf7IivWNrx0OK2iF9MxhIlCSFvOCSOQYInhH8VZnrJ+ChMTZoTkXgsiJlh6EiBheD5TDKQcAe8KBouOOrA+8G2itTleAIOFVzRUb4DiKKTgieDOiZHI8puULsRyfgKPDO6M9FIAPg5GgmAaUTF7/UIMclnOBoJAE5DOw0eGHwygmGikUAsGmyKh2COCm4WHwr3iXoQqAYKQAAGhjZDaw1O2+0SDcnxhzD1iiVFbKvZaQfP8oJNcHK8YMNNcHKBoCcY8voDbgfPWqxGK21ye/hYPBSLxTo7O7u6usrLy7OyskaNGjV27OixY0dXVJTV1lbXN4g3nV7FCzaf3+nxigE/5AauHqyOzyugoiUYzOXk/D4niGIYX8WiAQhGEk1hHCHBgBvVLfojmPSGihtHEcTGmBuEtBv9AuxGySrM37Wora21iXQEeAdLmfUeN8/ZrO1tiUjYP33afdlZafkjROfn+++bLGusNxn1VZUVpSULEH0kDjKplfMKC8aOGZWTnZmakpSSPHzihHELK0p0WoXJqNGoZZhPtlB6G0v5fU749GCkGSU+mhouF+vxcKDc21qb5xUWJA0bnjw8aWF5hV6rc9htLENJtZqGZY0Ohxgqi2Xf6xFCQS8aHMGAB0lIXo9QUV6cnHTv+HGjamsWSgenC2yznbN63A60jQDIIbqBjRBns4DphRAdv7KM2ULpLZSeOA9BiYAwKpgggJK1seKGuZyi2sLrEWDLjMUWy7VT4NBzwWqMCR1M1RLLJZwv4KZwsQOFMli3ifqb/82uGSANKzlejj/nctqBpQmgBSQAc46WlsPOACcDkMOYCiAZaBPENZleFqQkJ59XbEkQoIvVAyYUEDCDzAFSxaANPgUuytABQgqON8EnIpd4vBDEHVg7iKiNBg2QPyG6GVrMdGEtJo4WhceUQSurq543Z+bEsaPystKz01PyczKhix6Vl10wc5perfC7BYddbAiC1kaxAQIQ4BbXUwz3AmCT3gEQO/YqSl6ox9FxwG4x6NU6ldzrdHidjmjQN3v61JRhvxuVl52fk7mgcI68vgZJSLyNBgC2Wc0AtALPYtFGe8XjdjC0CQ8iGAldG4edtloMwLo4RIklG1FEAxKTNg1YUwBLaOjQtUc+MGMxQA4dDrib46FETLxqxyNeAl8BYj1OFihXsFs4xmijDXCERuiRz825BQYRwYLd4haYeMSL8gBO0SG/QIKCrWYdlM/A5ADDfg8PIxXIoUmy0WBwC3EBEpsAhonQAFpuG22yigb7FA510s3BeWc26XA0QvQLbAbXcXSXyKtwCmBKFjp88HgQ9A6GyjhJSbvHaNCoJYtgWWMtOEMMoA6GagR/AkwqJU4VABKYWaWWgfjV6pQarUKjFdXRBPWBxTXrNWKor15jkvyf1fIGpP4i9AhyaJwRCKCmzQarSW8x6ixGHQhMAs+wbSbJkQuAXC+xpvCfUykbVUoxiBjYTzy8tUpAcaD6wfQv9gx044CjJqN2sOJ6MLGMN8R5RJbQwQZdeC1l1kNBrVbJVMpGtUo2mJMHLFerZACo2IFGgwatDXwElqHI16eTEozQ2iB4Fd8ISGbIvAl3TXYLEqExewz0CyYc+Fwn2Xdh87Cv8EKQ0qSJAADc2Fiv04q+3Ga1gpI1MrI6TlbP1VezlWXW8mJDSZGmqEBeMLtu9ozqmSIGriqYUTZrasmsacWFM4vmzyoomVVQUTi3ZsEDFQUPVM6dUTN/Vl1xQX1pYWN5UUP5/PqFC2oWzi4umvLA1FHjxo4YIWLg3ExxDFg0f05KzRqeIt4G5QCnJ6WlDU9NT0rLSs3MTMlIHZaSMmx4WlJy8tBhGSnJ+VlZE0ePnn7fpHlzZi4smV9XWd5QvbChemF9VUVdZfngW+3CstqFZXikdmFZdXnJwpL5FcVFQ4aMLh4ycWHytIacebqpDc5qfrF98e9jz/zloTfXOx/6gyH+FLf4975H3uIW/55qWWVpe4FqedmUeNn14DuJZz9vXvVZy3Ofd774Reuqj6Mr31v8yhePv71+xR+k2d22py2xx9jmJ4X2Z8yh5Rp3l8G71Bx8UMO3lGv5OdXGKh2v5sK0t83qbaacUas7bvPGbZ5wnUrDuHiH3+NvCj/9wrOffvXJoSP77v5w/c73V3/55eZPP1w+07t/345vDuxae/rozv4z+wf69vcc33i2d+vlvn0Xz4nWPrf6D97pP3Tz/P4b5/bdHjh0q1+0yf351om//3Tm9rXj//N/757q3b/6/dcXdYRpi5IyKuysgbHojDq5ViPXa+Si3YhGnOwXjeloMZgeN6w1FsqACxK6dOQ+Lj/oQwP92jmRTUXZ4ZMMbHFh+43YFLnQeCyEaUBYKRDZs9/Dgw0m87rE4bkpKvpmAbW6BZvfw4cD7kjQ43M7BDsNyY1gp+Gb5XFyg6XOfg9PmF5oobHKY7IFRDHqACjQ0HUmhRH0yVigYRhDPguUdbg8Q/6N6gSlD8opAnqhDASAAT0CCavf5wKfTHhgiSLmASRQahNVbSTsI3aytNWIgEFxtlDM/RNngUJ+ByaCQn5HIub1uhifm22O+xa1R1ua/M1xX2tC7CV3NkUXt4pG0B1Nvmce7fr6kz8e3b/uXO/W8z2iIPnMkbU3+kQTrJMHv/3lVs9//3wes7XHD3x7YMdn+7d/Cius6/0Hzp3Y0nNo3bH93xzc+fmhXV9cOrv75sVDPYfW7d/+8d6tHx7e/fmZY98h+mjg9ParF/ZcvbDnxsD+S2d3ShO5684e33j32pH//qXvnz+dv3PlSN/J7Qg6AoV78+Kha337z53YcvHMLgitJXn/sQu92/5259Tty93ghxFNfOrId72H1wONb9/wft/J7ZfO7oYptBSG9OWJg99I88l7blzs7j+9e9fmzz5696WnH+t6sDPy6IPtDy9pfXBRS3si7HawaJEAqMRjQWlEUzR/BigCDeVxO0g/IhL24TlQaZJynBRJBAOTPEkCgAkuBQUKTIsSHIcHhv1YhsKvAYnshd4ekBiHLhEjeKX8XrRdgC0xuIu54lDQC9I4LmUghaQ0FxzhkbC/ORFtktKDQ0EvtNBA4OQYBq4Oh3xgObBDgPOhWAYCRNQHIcClI1m0RMK0HjYYOAQAO+B3A2Oj8SSuJx6eF2ycnWZtFs5OI+ULPLA/4A6GvC63w0qbTGYdaxOf7PV6QyFxDLiioiIrK2vMmDFjx47OyckqKJhdVlZSXVNRU7tQrqi30iZIoLHN8JZDzwKWwnB5RQASeB5Jr861NEfx0eKxoMftQGKwnbNGI/5wyEvY3WbJNhwkMJpWoI6h2sXbIrsb9DJ4Y2kk2NEiZV/hawJRjyUI4pGa6orsrLRhQ4dkZaZKjK54wVarFDXVlfV1NUaDjjIblQrZzBnTRubnpaYkpaUmp6el5OZkzS2YLVVICprWU5TGYFCYzWqzWU3Teq/XDov7UMjF81arVUfTerudgqrZ53PAuysU9E+cMO53Q+4ZOSJfp9GaDEarRbw6SCCE4jgzx4n3xUlLSUcDsIdOIgovyqwfM3rEPUOGzCucrdUoGNocDLiJm67X8+9+BDzJQA5bLQajQa0Ta00lNC82lgL9S/02UcnQJpYxI6UZvmIQVAOeAWfCmhEAmBgTYg0nABhtIGhz8ExAejtH43AF5YirG8bkULhDA4XaDnARZyUWcwJE8VUS1IpLJKHCeEl6De9inOlknhaMMfYt3g1CKnSUMAMJktkm+QwBt+P9oaZGFi4BwHgh+FILZQDMxqeDbxmu+PhE6CBgIBNtOOBbUvpr1HKotQGACTGLqVoHa+VtNEMZlY118+fOvn/S+Ky05Ky05BHZGSNzs7LTU3IyUmdPn6pVyogTG/HdIZAGl2MgKCi3iQwNfw4gGRgY8lHewcKJDT0FsRMt9pHMbp5rigRVsvqke4cgn2lB4Zy6qgqDRgkzXoFjwAOTLgwkLbTVaLUYIGwBA0wGlEDzUmYdbTWCE4YzOfRZxK4SbTUi9YevMqAvNMYgXcGs8pwVimivyx4L+xKxYDTkDngdToeVY4xAuW6B8bpsPjcHWphjjJRRZTVrBLsl5BeAeDnGyFr1Lp5GmjpYXxIRjNciao6m9PCdRmnEc1YXz6JwQmQxsn+R94tyC3FH+ElMrYGHbbQJBjFQ44s6akkBRKpKHFdo2UCmgQNSL42GoqokSmZUmzjdBs+sQogLfAUYDHSNEwELFPpHoo2z5BsMPS3AldGgAQ4EBAJ0BK7DkxXyejCoIoTWyDVahU6v0ulVIIEBVk1Grfg+evEmol+D1qRVGX7zxMJgMPkveD4btSqtUgYMjJeIw8C/JfoCPWJjzCYRGBPSFScdwC3AOfTA2Abw4UaDBjdgXYOkQ4acxEIZCCs7GMdSkjs0WmCQVZuMWvQg8HIMAONtgZbRoiKLAGatoamGBReCmggAxoOwFQA6xQQ1UpcRyYs+hdGgaWyogRAaPK1cCjdqqK+GNJqgfbDZ2Co8UyWaOYsCb4Y2D0a/6CagtQHJAPYD2XuiTFouGkGLI9mNdbqaaqquim2odTTWMgtL6YoSU3GRet4c2ZxZdbNn1MycUTVjes3s6RUzppTOvL+0YNqCedPnFk2bVTyzoHLuA2Wzp5bPmbawcEZV0ayaBXPqSgrryufVls+rLJtdXPTAzBnjJ08aPXp0Xl5eXpZIAuckiz5YmcNEO+js1PTc9EzxwYzMzOT0tKFp6cPSs1PE7OC04akpQ5PFSeDklOShw1KGDc3Lypw6eVLxgqKGmmqVrFFeXyOrq26srcJNVlctq6uW19c01lbJ6qoVDbXKxjrc8MwhabMUM5Q+XexJ7yNvRZ9eHX/2w8hTH4SeeM+94k37klfpjhfpjhdtXa9wi39Pd7xItT7vWPIm3f66/+HVi15e3/Lcl94Vf3YueZ3reDny+LvxJ99reWZ14ql3/ctftXc8a2t5iu9YZW95kok+avAubWDjZWqhVMnJ6AAT7Fz1xw+f+v07T7369nOvv/P48683LXqIdvo0lHXVS89+8OHbm7auPd574PLVs1eunB7oO35p4MSl/qN95w6cPrHtxKH/l663gI7jSrdGncQoMLMsyRaZmWJbFjVDVVd3NTN3i43BSSaTTGBmApNJMjcTmkwcsB3HzJbFzMwsWbZMiZNM5s6d+7/5V9WOz9XLfW8trV5Sq7q64Jw63/72/vZ3paMhb7i7Ynyo/s5I/f3bTd2dBR0tV7tb89rqLrbVXRxqLRrtKP0/3/X943bH9zdbxvurR3srfrzX/e//c/vf/3VzoKfxz+/83m7R6jQyg5YyaCmdRqFScR6bCrlILhPycQY3veHuiIGOVRDrNF51WobMB6SQ8dABysV6Q/LuoD1BDpMY2s+XGmYGuU5IbocZHCy4Wb/HjtQj6F9UBqI0JSvdC+tmdJ/ze+yAuNgDFhJCAhN+GLW+eIKj6gbPdBg2kIZ1nGW/netjbOU7OSEcQYSEkAhWKBo1hfQ8UTIDdeCDCHGAb318c0I/34USFwEuqYi3kJyG4gu1fwDARNXGv8mpE8FNQYiFMD0Y4NoSupwWKEvh05Oe7uJXOM4QMuC1BLwWr8voc5vS/TYA4JxM94Fcf2bQkZPpfuJgxuH9wX1B39MHsp49lPOrw5nv/OGFq+eONFVfbq2//NP9rht95c2Vp+6NVN8eqGqpPDvSWdzXnNdYea6u7HRLzcXW2ksNFWc5K6nqCxUFx4uufF52/Whz9YWmqvMNFWfvjjb864f+kZ7ygY7CrqarnY1X+tsLhrqKoXPuarp6Z6T23o36oa7igY7CzsYrbXUX747W/ePbTgBpFBj3thZ8d6vl9nDd+FBtQ8XZpqrzwMAjPeV3Rxu+u9Vya7Dm7/c6HzYcrhvtrRjpKR/rrxrqKm2puXh7uA6q6dbaS52N10qufVl4+UhT1dmelryxfp5q7q9pq7927fznX/71rddfeeaFZ3Je+fWTv3nmwJMHsnLSPQ4zZznOqeU9dtR5AtySil9w7+heQypUgWRsVgNCHOjcCA8AepDUiZmMLEYLIlQUBfi8TsgHSN4Ewwz+LsgogR4EagVWJOgXuRvHQxcixLXwdga+dbtsIJnhPp2TnQ6s6/M6Yb8EjXRGui+d1yfDmA0AGDwtkJiXtybGaCT0CIhENEDCEAUdhzpYHiJaEJeQGYQjh74aD4eA3+33uSD9dbltZoue1aoYtVKrY0xmnc1usjvMVpvR7bH7A26ny6rTq1WMQsPSRpNWr9cbDAaWZZOTk+fMmbN48eKIiCWzZoUnJMRt3741NW2vUJQiV4j1Bo3dYXI4zZhciGJBXKM91cQCYNA7uHco7vV5HTCyQiiMVsAetw1OsH6fc19uRk52EMRpetAT8LvQzBZNhs0mLX/rOYUk1JIgyflho8lI96H5MyeQyfDj+jsdHDBO2rtr7pzwxYvmPfrIpEcmTdr1+DY1Q8ukYkFaikQspCmFQi7dm7h708b18+fNmT0rfPq0KdOmTl6yeOG2rZuFglTeDkQOi3ujkdHraYaRqtUym00HV7xg0Gmz6QCALRbW6TSaTGqHg2th5fM6aEoxe1b4tClT169dZzaatBpWo1YZDaydK0TnttTpKILlAL0sfD0tSn9tVuPuXdsfe3RSyIwpaal7kUn0eR1Gg0bDRcackxASfD4vRwubTVq9jmE1FKOSq2gZw1tkIRmBCQUrLLQChnYdzmROh1nL0pRSwqjkBDEivMZgI8sTkU6QWWOzGhGjY2KC8ASRi/UL0xBnh1dQTDgdRIoQHmPJANlL8laA0wBpEBYiNAeqJAAYeiujgYXtFozfwXaSJwYWERChKHXGwgFZFjbDuQCug7sGfsABICDGd+FTOHKn4+dJin/BKRq6J71ODYYf34sCRbAr6LULYTlcfDVqymrUGbVqvUYFJAw5dNLunfErohbMmTk7bAYaI80MmbZw7qxVcSsopdRi1sP+jVcWcFEsmjbjqBDQgxWEihI5DvDVSDogCEEoD/iEUJ6zLbAYJYIULUPZzQadmp4/O3zBnJmL5s3evnlDSuIuhUSopuQGlrEadQ6L0WbiHPiQv7Na9KyGkkkFEnGqXCaEJgtPcsx6nValVIiBfjEaAYDNJi1WAYtZhwbjOq0KhufcaOcjH+BDi5GFc6ePb4+EZD0MmWGnzFeE2T1Ok8Wo1mkULCPTs0qzgbFbtC67AYDWbGAYSsxQYotRHfDa7BYtH+wpIJP2OE02M2u3aNH4l6imHVYdUDSQrd2iB8dgMbKgEybKnlHT67AaOFdnHQPpHGdYyDuPAjmjBxI6A0Pm/bOJtIFFtoIMLdw4QghPdKuCrABoGeWpULajMAFjmHChwEtECD0RaSMpg+0xZsCUikWpAMwYKmiWQwYzkJhEnIYKVZDSCqWEa31EyyhaBhjM8BJoQEGwuFqGAgCmpCKInwF9AY8hhGZVSlhG/+yYJZegJBhfSqAgAcBAv+CfQJkqeNcuMMYgNiFjxlkAZJLev4D6EDPjiuHjSCEhkkc6j6SusDeLWY8yXUrJIQLcBaBWnDJQN8p6kbYAhgfWxfaoziWZgokfEYtSkdcQ84XEgP2pKYk0JROkJSXu2ZmakgiQD2csQVqShLeMBv6HUzTXn5k34kaagKZkOF88K7AlcDI4ZLhqEedqgtW5SyeTKBUyuVggSU6U7dnNJO3WpyaZU/fqdm3X7dqu3r5Ftn6NcM3qtDWrktesTlwZtytuxY7YyK1x0dtWx25aF7tm3YqEDbHxWxNit66K2bYqZsfauMfXAwavTdy2PnH7up1b12zdtGrd2uVxsUuXLgUA5gyupoXMnDIdnZDCp3EkMLofzZ4xO2xKGADw7NBZYdNCQ6bMCJkyI3xGyLTHJj82aVLotKnLIpZs3rQhJXmvRCzkLqOYK8nm7Mr5V7EolWvZJeFq1zmiXsZx9WKuBorbcpLuyXdMz/6H8Zk/s4ff1hz6o/aJP6kPvqXI/p004xXNoT8ann5P/9S75l+973n5b95XPrM+91H2H065X/jS+fxnjuf+pt3/jirrdTbndVXGa9rc11UZL2tzfhd88cMn3z566M0vfC+8ZzrwmtL5lNb/vD74vNJ+KI0N0I79T776509PXjty+srbH37+ytv/8e7Hnx09c/HctfxLBUXXi/MbmytqqvLaWspvjXXcu91zc7RloKuqrfH6aB8XrNeWnmqtvXSzt/zH8Zb/vNfx0/2Ob+80rakEmwAAIABJREFUdndd72y90tue19Fwua3uYn9T/mBL4Uh72VBryY3uyrtDDd/f7vg/P43+54OBgd6637/6vNNppCmuZEuvY1S0TEXL1IyCy3jxOS1aJVcxCkolp1VyNRd8cDIJQvASKRRhgJFqRZxheahfAquDuAG2pcisEzm0y2kFAQUmFr2LSLEuHCCQegQJTITKpNERGhf5PXY0bYeIyKRXG3UMMql4iEMODQk0VhR4GBI/Q+JC8fM7D91HQOGCxAAVAByChKKL7/QA7IEgj48COecSUAGgyPw+l9/nQkAPyi4nOz3gdwPhuJxWvOn1OBD6YOVG1IUUPoSXXo8dVXkAEl6PHWYwiB0RPnJEZcDBdbe3aDwOfYbflp3uzPDbAh5zwGMOei0+lzEr6MjNdKf7rDkZrqcOZT51KPNwdsZzT+z71eHc557Iev+PLxdcPlpfcaG88PhP97v62wuKLn0y0lV4f6Suu+HKcEdRdcGx0d6KG32VNweqbw3W9LZyDXVrSk5eOvVB2fWjjZXnRnrKW2svXTv3SVPV+bH+Kh4en4PCmZc314z1V4z2lt3oK38w3nx7uIYnY6/2teW311+CIrqnJb+j4epob8WtwZrvbrV8f7utqymvvvxM2fWjbXWX+9uLgH5R9HtnpB6lwm11l28N1sAoCw7Vo70V//qh//Zw3WBnSVvd5b62wurib+rLz9zoK//2JleczPVG6ixrrLpYdPX4xVN/fePVZ597MvOFp/c/czDzYE4wN4OjACFPgEg1M8MHPINaUM5w22UlstiA30Wqsm1WA8pHUSzKW9FyEQ/UdNCXktow8GPgfCCgwIDBfEEvHJ5o5TrOI0p2OizEFgvKeYTaQI8QIwD3YidEXw1+FYXo6MudmeHPyU7P5StO0esIAxvjFgAsGPAgmwOJdZCvMwSxzH+cq4P1+5yk+ZbTYQY+RIIGkSLEw1mZfofdjPAFgx+SVILPCV8NbM8dudNiNGkZtZJWyVmtCopos0Vvd5jdHjvKgPUGjVpDaVhab9CYTCaj0ajVatVq9ZIlSxYuXLh06eK5c2fHxCzftm2LUJSipKQ6vdrltvkDLo/XTjhq8LE+r4M4YBFsjy6gbhdnGQ2LeDS4grt1Vqb/0MGcYMANwTNSAMQeHLJeODkBqgH9gheCLBycEnx0DHpN8GENNrh33JFgwMNq6KjIJVMmT5rNtw6MWLqQD2XkImFaWmqyTCqWScW7Ht8RF7sCHY9mzwqfPSt88aIFGzesk0pEKprr+qBlaTQ5t1q1FgvLsgqGkXLMrUHldBq9XqvdrjcYVPC+crvNeB8YfvOmDVMmPzorfGZaSqrZaFKrGBWtBGXHyZj1tFbLMTwYpUB6eKw5HZb0oNdhN0dHLX1k0qRVK2MZlQJJQ7STwROMVP/6fU7wt3odA9NdnVYFIIFUICAHELJex5D+SagEsVr0MIjmCzWN4GARYeOpTghYwutCtGyzGo18VydgKix2SOOCMUZiFPQjHImBh5EORmBn0GvQyZasCLggHP3osOCyEFyN9UKn/bl9ILAlCDFgPBUtJ92SkFzAHrDo4NsR7MKAA3gPUmqcDp4bJIVNgAGiXvwXaBaHgUuB/ZBuNFjfgdUJAAYLx2pohL/kggBpY/8mncbAMly34YdaaFQ/7t21Y01C7JIFcxfOnQUR8rxZYVw98NqVQkEyonAk1onJCCqTAQlA9mpZFTAStsfxkyVbr1NDDymTCtHNxWzSMUpZ6t7dcrFATclVCum6VfFzZ4ZGLlm4c+smYcpervEvQ2kZTrkNQywwt9AdMCq5WJQiFCRJJWlQ9xBZh5alGZVcqRCjEzUqh2GXhcGJFQEEsl7HWMw6NEuHZthq0pIsPMxKAl6Hw2oAj2rQquDjzRcDc7W7DqvObGAMWsqoo1H0C6bXZTdYjGqWkalpiZ5VoqzXZmb1rNKgpcD0WoxqbGMzs26HEapp4GGnjcO9OBi0zyC9fCfWAE8EujazjmxJgDFpAkza/yK44v7kFSIYVwSkIcOCITcRntGUDKgMMw6IC3d5Yh4HvG5K8p6kvbsUcjHq0kmKB7GrluVSdbBxAjqSy0RCQTIUxUDjgI4yqRCuSCAP8SfAG8dt8gBYSUmhf0YNMHAmh5BVnGkOJM0aSq6SSyB7xjuMUkbzQBd4GG2QOLmlRCgVpsrFAg4Da2gOn4hSASaBb8HHAhxirgHjKRWcazQBnIDo4K4ByxGlQ8mMs4Z1Fj6OBBOALuaaQa/BVcLkRdoIOwRUBlVOCuyxZ+BbBV9WjfwC0DX2CdCO04FkGhwsQDvIYcLh4xakJO9R8HXdgrSklOQ9grQkDrlJBAK+Z6+UV33jSwm0lvDdrYjCGSw0aF4cGLaEsnoiAMbzBBdHJhWqVJSKViqlIllqEpWcxKbu1acm6ffuYndu1T2+jdm2WbputWD1KsHa1Slr1ySujNsZHbk1asnWmIgtq6I3ro1ZuTpqxeqo5euWR66PidwYu2xTfOTmhJitq+O2r03YuXHVzk0rt2xYvWXj6vXrYhLily1bNn/+/Pmz58yfPWdB2Ky5M8JghRU2dXr4NA7icp2QQuaETw0PmxI2J2TO3PA5M2eEh04N4X54FfSUxybPmDZ9wfy5CfGxO3dsS0tNlkgFIkmaWJImFHP4Vijm0K+I79clV0pkcpFEJpRIBWLeDEUsFUwyPP2e/YWPHL/5WP/Uu8z+P2oPv2t+9gPb8x9nvXHC/+qXnt8e8b/6ZebrX2f84bjnt0dsz3/se+WY69dHzE99RGe9Kfa8pM19w/ns++ZDb1EBrtx3l8qbpAsonAf1mb/yPP3qvpf+9MRL7xz+zVu/eu3Pb37w5d9OXjqbV5ZfUV9W31JSU1/X3NbY3l5ZX1tSWVpaVVZRVVpRWTgy2FRWcKo0/2RHU1FXa1FnU0FzzeXia0dL874qvvpFY9mZu0M1/88Pff/9fdcPN5vujFaPj1T1dl4f6im6O1Z7d5SrhLw/0nB3qGGwraS/ufhmf93f7/b954Oh8ZG2vItHX/7NEya9Co09GJVcKklTKsRqRqGQi2RyEVp7g2nRaFUalmY5136uazZQH0l1QxehUVNIGwPoEsQIFGe1GBD9oGIQcTmCOeBJrKPgdSe+QkVD7J1B20IXhC5HQLAQP2OdQAIVpSmoPzHp1UhemvRqdAOeiH6RpES2FY2FiY0WKALg84m8LuRziGDQM8bjtiOYQMwHmEFS9cQQCzG9n28ykc63e/X7XFA7Z6T7MvhKS+QIALCxH9DOfA0YF3P7vA6swbCoDfhd+3Iz3C4rq6FUtMygV6MBKd9ahgPAXocpJ8N1MNefm+kG9M3w23wuY4bflpPhyvDbcjPdh/cH92d7nzmY/dwT+57el/7sgfSP3/t9TcnFntbihsoL5fnHyq5/ee7on1qrznU3XGkoPXl/pG6ovfC7Wy1AmNXF3+Sd/+u1c5+g1Pb6hU8bK89B9vzNF38suvL5cHdZR8PV2tJveluv3x9r+PFu263Bqs7GK42VZxoqTo/2lrXVXbx48j+qi7/uby/oarra05JXnv/VcHdZd/N1MLT3x5puD9c1VJytKDjeWnvp7ihnwXV3tOHBeOtYf1V7/ZXu5uv15ecunfro0qmP6svPjfZW3R1tGO4uqy8/81/f9/1wp72l5iJI46Gu0rqy072tBfduNA52ljRVXawtO9tSe7Wl9mrhlWPHP//z73/71BO5vsM53BXbl+nbn+UPuO25WYHMDF9Wpj8zw+fzOhCge9w2oj+H5RWaHkHACUoQfjxulxU3TqdVWS1cOytgYJj9AFYBwRoNLFYjq8WQHvTmZKdzZAVfsrh/X1Z2VhDNQomVrt/nyszwZ6T7oBwmI4qgU2RYMGiJ8gIFtxhaRgMLdJ2TnX7wQM6TTxzYl5vp5e2dgbtQkJybk0GAMSJLSAoBX3OyObtj1G0GA+7MDB9aAbld1pzsIOHxXE4LzKKyswJQWEDvHQx4cPrIAoDxRuYIwJgD9h67xWrQ6hitjjFb9A6nxeG0WG1Gl9vm8To8XofNbtIbNOhsZDRpfT6P2+12OBwej2f58uXz5s1bvHjh/PlzIyMjNmxYl5KaSNEyi9UQCHoCQY/T9f9q/IM76Pc5kc7I4Ku+0b0J+Sa9jkEpL8l34CZCA++wm1DuC+UzbKWgViWVzxgGOq2KGEQjMkZ+hDeSVSEziKuNJwPGwKqVsfPmzpwZPgMWyohFJGKhUJAqFKQK0lJ279q5MiFu3tzZ06dNmRkeOn3alHlzZ29YvzY5KTE1JUkmFfM4h0abNIuF69yr19NqtcxgUKnVMqtVi/bmBoOK43INKpNJTdpEZWb4o6OWPTJp0vx5c2hKwagomVSskEv5Sks9V47LKrRaDg+TJCmgCykJ0aipaVMfnTJ5UmpKok7LQO/g9diNBg2rocwmLXJ8dpsx4HfB9x5G31qWRo4AsAHkMPII6JaEaYV6YPwOko1PylhRRwCiCYsOcCMIWMwUhH14B/gNVm0AsbgjQIZWvi8LksKoSgB9hOhcr1N73Pb9+7IIjAR+hsQDEiG8YtHEeoGKAFw6YGyUCQC1ovs3YWVBiBFwTnhdgF4sSWBrcaigvlFjCfCMpqAIhVkNbbMaUWwMPtxi1jMqBS4XAuKJ6z4Ka21WrvabgBCdloEqCnbZE9VhGloBUTEKa9GFyKTTCFP27t6xNSEmeu7MUDhRwRMrZMaUNavjJeI0xOi4MhazHgQU0BEE27j4gEPIaCBtgVvsdFhMRq1MKkzau0skTAHCkYjTCBenoRXitOSUxF0hUx9bunDeji0bpcJUo1Zt1Ko5PapKbtSqOXRqNaDKw2zSatRKuUwolwk5d3SDBrktm9WgZWm072I1FCkA1usYNaNAmy6LWYf8IFqLYdACKutZGkW/AI0IVzxOS2bQYzGyLKNAQh/tkfjIR+ew6mBnZTGqzQbGYlTD8spq4myurCaNQUuxDG/popKCH0ZVMChibK+mJQ6rLuC1eZwmq0mDz9otXONfHAnpmAVYiwODYg4+o2CAXXYT/EfNBs1EkAw8j+5HpCMXd1UN7MThRPIseBPDHokkUC+QNkDCAJyJsFMhF2tZFaaSRk0BHQkFyVKJQEVztXsGveZ/cKmGxlRiVAqJOE0oSAapCCE0alyRxyFwSCoRSPgCYCmvpwWLKJUIZFyozNFoEikHM2RytEGi+OWbEz/rNBTna8XSrErJUFKZOJVWiNFIhVaIlTJO8wyiGISwSiGViwWQpyqlIp2WkfJdcDHgwWHiUigVEhwMNNvAeKjLxengRDRqCtZQCrkYMJgYXKHmGWD+f1f84lITAIy7gKcEgbIqXlmNMgqkn4BmAVAl4rSJnDPN9+4GwUuYdobvhgzCllJKAVwppRTZEKVCIhKmCNKScPBKhUSQlgQSmKQn0DEYRwIyHPUX0D+T/1JKKWGJcVuBhMmh4k3ZQ6szGV8frtEwarWKy02IBIxIYBAJ9KlJmt07NDu26nZyEmjputXCVfGitWsEa1cnJcTtiFrGAeAVkTtWx25ZG7tmZVRsQuSK1VHLVkUtWR21dE10xPoVURvilm9KiNmyKnbL2riNq1duWrt64/q41fERkcsWzOMA8MLZcyPmLlg0c868kHCuDdK0kJnTQ8KnzQibFjo3bHb4tNDwqeFzQmfNDZ8zK2QmqoKnT57COULPCAkLCZ09K3xZxJKNG9btTdwtFgtFkjSuVTXfrwuvQnGqQimRKcRSmRDQV8J7ucmVkkn+1z53//ZT90uf+V75wvXiEfOzn5ie+dj23JHsN87tf/vS/j9dyHrjdMYfTmS9cTLz9W8Crx1TH3iHynmLynnD8MQ7juf+Yn/mT6rAr1P0mTJ77h7a+riMVZo96U/86jdv/en9I198fe5CWUV5T29Hc0t9aVlBS2v98FDvyEjP+PhAf39rVcW1vKsnS4sv1NXk19XktzSVDvTW/dcPI1fOfnrssz/2tBZ/e6u9pvjM9Quftddfa6y8UJp3rKnq4oPx1v/8rme0t2yovfjejfqbQxU3hyru3az76bv2f/2978f7nTcH6wY6ywe7qkZ66u+OdX9/Z2igs/6bY58+dShTzyoZlRycLeoKkOsiyWZUhHM6Lg3XJxp5U6wokHjB6AL1SIjtEF5DVIYAAqEb3ETsNhMXxfKGKBN7/JDsODb28M1akA63WgzYJ5GAkv9i/UYqHcph1NO6nFYsxnhQIr+I3DaWRrNJBwjqsJsRHFjMenQhQkCP/WD9hogL8QTwMGI4HBj2g9pLh92MOAmAGTo6xKwTDxI7QU1mRroPT23wPAi/oHwGOYZwBMCAAzB82ycgdreD60ybneHLSvcGvA67RQ+uG1bYHqcFRLffw1VQZ2d4cjK92Rke2EHnZnnS/baA18Lpn7OcOVnO3GwOIR/O8v3uhaf3+51vvfyro5+8W3jx+H9+OzjQXlZTfObSqY+qik7UlZ08ffTtgkufjg9X3r9Zd3u4ZqiruKnqbEsN55J19eyH33zxZmneF1fPfgh7566mq42VZ/ra8gc7i3gHrNNdTXl3RuoHOopL876qLv6mre5yVdGJwstHyvOP1ZaeGuwsuT/W1FZ3GdZZbXVXR3urxvprhrsrBjpKOxryGirOt9Rcri09c3e06dubrT0thcPdFdfOfVqe/3VLzeWSq8dOHPnT2689efXMp7cG6gc6Sgc6Sh+Mt397s/m7Wy3D3SVw4RroKLzRV97bev2f3w8MdVcO99TcHGxsrS0ozjt58fTnRz7603NPZD19OOuJA+kHsgPZQS/nteayexxWNDfKzPCBxDMZWb/PeehgDoAfRJvghGGOBWoC2NXHV7QixoWuD/JmBK+40ZhEZDoAsgYDHowfqJGzMgPpQS/SRiDT/Hzj6EzOgyoI9IsphnwKKC+4TGFLqCWhTcDIx7xDrsrvc+3LzcxI9xGjHZfTiuzM/n1Zhw7m4gAwSklCBxMHAxUTFiM8wJcNZ2UGggEPHgJ+nys3J2NfbmZmhh/wO+B3Z2cFAa0hvcbUQzxk5v2KQDhjby6nFSSA1WLAAeDqoYTeyMvqoLP1eFyBgM/lcuTmZm/YsA7QF6+rViWkpiYzDK1Wq4xGvdNp58y0vE4ciYf3Kcjiuw0FAx70iPLwTY8xu3E8+BYQ1GDhAn73gf3ZcGnGXcjM8B8+tO/QwVyvx2E06KwWk8NutdssZpMBp+Zxc2ZaOdnBrCyvw2HQ6SidjjIaGZNJrTdozGaj3W51OGwOh83jcaWnB3JyslaujF+wYF5o6IxJkyZNmfLY7t2P22wWiUQkFgmUCplELNy2dXN01LL58+bMDA8NmTFt2tTJ0VHLtm/bkrhnV1pqMk0pdJxkmYbimijzUTpL9MOwlQKGBLOK9CXfvFc5+bFHpk55bPeunQg3YT0CY1ujkdFqlSzLASe3i7My0mkZlKTC8CwY8CxcMOeRSZMS4ldIJQKX05qTnc7nQ7mKejC6SAqgssBuM6LKF62AoZgAJw9bLJBsKAZGq6qJ7+A0ed8Ezt2KZCqJQBe4FODQ5bTC9onww0QvjVGBBI2Lb3dHhiiQKjgNkEVKhcRoYNOD3icO78eYgSYZCl7iaIXJSI4EPCpB40iDEozK+UjxzW/JFEbhDEHR5NTMJh3WRyyCANjAwFqWS2SzGhpyYvDPsKsBWEWaG2sZngxEwUi0qUhnA6Vb+M7J5BshJyGVw7hEEHOCgyL8M8mVsxo6NSVx967tWzavXxaxaGb4jFkzQ+bMDps7M3T+7PCVscvBx6oUUgPL+N0Oo1YNqMAoZWY967SaIFEmRB+uEtZT6DYnMmMgyiTiNL2OVTO0UiFT0UpKKd+8acPiRfMWLZy7aeMamVQAxYFOq2JZBU1JoY8zm3S49aTsGQG338d1QAQaQUTES0O5tuGAwZBAG/RqvY6BEAbiIAxmk5HlXfFZuHuQOguUWricFuilkRqDspozh+PpX+BVt8OIwl2X3QBC2KRX2cysxajWs0o9qwQYNhsYvO91mXmfZxqm0G6H0esyO6w6k15lNjBOm56vLuZIYIBbq0kLHsJlN010xnLajD63zWE1sIwCR+KyG0AmG7SUSa8iymqCzy1GtVFH6zhHVxrEOC4RscWmlBItS+NBhISCluUeVsg0gZAEUcxqaGKDBHGE0cCig46ILxMF4Y+YFqkZAEikqCaWiVJKqVCQjBbTAGNC3h8LUTHAJ2An3ldyhbhSqTRFLEpRKAQ0JaUozjpHoRCwGoqiRDKpQKkUcsNGJeEqCiUpnLOsSspQYkouoBVCjUqqpmWUXKRnaTUtA/eLykxKJtYyFDhMuUyUlrpXJEwBpkUdBCA9HjiUUiqVCETCFPwJWhinicQoZNs4BbDcUCMDlJKaZ/xLp2XwDqPipaAPkTYIXkBl/GsipUzz3ZIIEAWJimnFdRIClaqQUUo5Xymjk0nFeB9rFqOikpMSxaJUMLoE1QOIkiOUSTlZL9lMw+mOKEopV8ilMqlYKhFJxEKJWIi+96yGoZRyzsZZwzAqSiwSKORSRkUxKkoqEaFFgopW0pSCUsrxCsNIOa985v5FK5VKOadLl4nVEpFWlKZNSdYm7mZ37lBv36LavFG5YZ10zSrBytjU+BV745YnJcTtjIneEhW5aUXUxrjl6+KjY5cvWRoxL2ZVVGT80qUJSyNXR0atXRG5Znn0upi4zStjNias3LJmzaZ1catjY+JWREctWzRnTvjkKYtnzV0UNntBCFcMPHtaGAd6p4XOnB42J2z2zBDOByt02nSuLfCMkJCp06Y9NhlWWKHTpodOmz4zJHTx/AWr4uLRDZHrdiEWymRcPyeKUnAWITKJVCJKTU0WClLlcqlCLhVw9VBChqEn6Z96lyOBf/1J4LWv/K8edT7/mfmpT8xPfeJ8/nPXr7/wvvhl4OVjgZe/cr3wV9NT/6HZ/6b+8NuGw2/rD73JZL2YYtm3XWl/nLYK9W59INeWse/pl14+ceH84NjoT//6x53vbvf0to4Ndwz31jdW51UUnWuoutZSd72p5lpzbd7p4x9UFJ/qai1qbcgrLThRVnhioLvinz8OdTbkN1ZcrC8731x1uaH8QlXRyaaqi8PdFa21V4a7Kx6Mt//j296f7nc9GG+9O9pwa7CquzXv7ljtPx503B2rb2u4Uld+rrOlcHykZbS/8cf7w9/fH6mrKnznzdd8TrNGJeea97IqZEOhVUA2COsfEC+HfhmlRs3ltKBbAM0LJQPie6x/iP/A9CIaQIRNECzCesiesWBjESWoElsStpPEGfBsnIgisA2spIEzgasRoRJpGQ6DRACI9bFmI35FGAFpKPZJYlwcFaRu2AM+PrGJBcJuF99IAwdPAnG8iQUe0TwiFdDIiCpA/OL4Efcj3MGx4asJLPe47dylc3K9oGCR7ffYs9K92Rm+dL8r3e+CUSRaJQf43lHkNd3vygi4M4OurHTuNTPoCvqs+En32zLTbbnZrkMH/E8dSv/dC0+/+tyhF5/Kff/N31488VlbTcHdkdae5pKmyksNFeeHukr724sKLn1acOnT5pozTdWnbw1W3Ryo7Gy80lx9rrPxSkPF6ZqSEz0teYWX/1ZVdLyx8kx9+an2+kt3RmqhcO5vL4KquanqfEvNxYGO4q6mvOKrX5z66k/Vxd90N18f6SkfH6rtbLxWnn+suvibwstf9LYW9beXdDTk1ZScbqq6WF9+rqMh7/5YS3dzQV9b8Z2RxvtjLcVXv6os/Kbs+vHy6ycvfvPJx+++XHDxq3ujLeODDb2tRW11VysLv+atsC7VlJyoLDzG2VC3XetuvjbQWd7XXn53tOP+WFdjdf61C8dOH/vr3z74429fePK5pznvqwyfA3IAt93icVjTgx6U9UILB30vFKEw6IaSjWiAEbCSAkJgXYtZj7QLNPNEyoiRgCSRw24mvs3oeASWNZ0vBIUOGagY6MvpsGTyds0BvxupJf/D/r0kywPBBaI3HANCZCR0kFcCv5SR7nM5rdBQsRoaO8/M8AMAZ2b4A3xdLsYkyWoR7E0AMFH+kzmOHk77cjOBsT1uO2hqjPks3oIL3w68RJJcuCCYMh63HZQaZofbZSORtMXMdf408g3YOGLZ701PD3i97uzszL179yxcOH/JkkULF85fuHB+fHxsamqyWq2iaaVGw5jNRrOZK/gkTyGw06iRBltOcnB4YuC2AhPCUhsJiwzeEBspOVyBfbmZcHK2mMwOm93lcDrtDrvNYrdZHl4BF2cqnu5yOAwc0WphXS6Dx2PRGzQ+nyc9PeB2O4NB//79uTabJTFx9/z5cxctWvDII5Mee+yRTZs2yGQSuVyq07E6rUaQlrJxw7r4uJiIpYtnzQybOuWxKZMfjVi6eNPG9akpSSJhmkwqVjO0XseiUSoR4QMx/oxgDRrQUzqtymLWGQ0aRiXXqDmfZ5/XHQz4du/a+egjk2bPCk9J3kMppWJRCsX1CFBzOSCXyWrV6vW0RiNHogcMIXl+BvxuqUQwM3xGaMjU3bu2G/SaAO+AyD88LSB+IYuAORw4N6ARSCoAdAEVQMoRuGvgdJVqjVoJ4IE/8SmeK+a8GCHSwfIElgnsNNCd3WYCRY8UJB7+mKTAydBfgGtFIIh8K5LCAFcgYTRqymE3pwe9BEuDRMXyB/wJyIpViSjGDQ+dw7BoApBDzEkKiyYurxNXOpzgxHPEjMBUAqXD8JWKRMyFkBc1gaCUgcNBnQF+I1QgVDAuCBb9iYQ2JgVSBngyAA0iYAAYxs4nfgV4ZoVcLEhLWrd2ZcTShfPnzQoN4ZoSzQqdPm9W2MrY5al7d7MqJUTUFoPWwDI6Na3XqLjuRLyrltXI3VzcUBQn44kKhI+vRjYcKQA1w41nvY5F7CuViNatXT1v7sy5c8LXr1spEadCb6/X0yyroCjlwXimAAAgAElEQVQRRYkwZZDExPGzGpoHujSyb3hmQkPOozVOrQBbSgxFDk5rKJQ8QACCBtekYsLp4JwIiBkBMYiGySK8JEiHMLfDiAZIcH6G+bPdotWq5QwlhvIZxi46jQKO0BajmgBguGe5HUaLUY2yYaimQRS7HUbi9gwhNKkXs5q0xKoaHivokwRu2WZm4ThNADBst4DDTXoVaGeOsjZpSQ0IyVKhSmhi1gAXTaNWAgGSDA50BypaDrAHAwKzSQcVtIjvcwPsh4wPaB4Z38wWgA1pEcxWJe+ZjIiXpmQyqVAiToOuGNQiOEMpT8nyxtFipUIsk6XKZKkUJVKpJEqlUKHgQK9OR6nVMpoWq1QSmAuqVBKKEmlUYpaRaFRilVKAu6PTKDQqKa0Qq5Rc3S8lE8tEaTJRGi2XAABD9gzpNUYXSG+dlsF1QGSOzQCAVbQcyBa0LWGAcYJgUwmhNTH+VyokFN+Yl/C9GN6ECQP3C1aZ4p3JsB98imBg+n/KbuVKhYymFGqGZlQUTSk0apXJqFcztFQiUipkCrlUKEjla2d0SgVnW40fsiswtxP/hK81bplCLuU/xeV80fQe/hcyqVhFK1W0EqVAwOEiYRrAtopWKuRSqUSEj8tlEjVD4wgppVzO40OpRCSVilUqSqnk3MLlojRamKYRCnSpKfrUFHrbVnrLZmrjevm6NZI1CcKVsSnxUcmx0cnxcY/HxmyLjtocHblxRdT6uOhVsZHxMRFx8ZHLY5cui1sSuXJZ1KrIiJURkasjl29YsXx9XOyGhJh1cdFxUVHLI6Kjli5buHBBWDjQ77zpYXOmhsycwv2ETQ0Jn8ZVAkMLHTZ9Bn7QHulnBnjaz4ZYC+bMjYmKXrdqdRqPcjkALBXLZRKFXAqor5BLRcI0DgDLJHKZRJCWIuT9ric5nv/A/txfXC987PvtEd9vjzif+6vtmY9sT3/if+kL1/Of+n79afarR7Ne/tz2xLtMxstK/3Mq3zMCY2ai2p3CuoV6L+1Iz3zmN3/480dn8/LzykqbO1pu3xv75399/49/3BsZ6WppKhvsq68pu1By/ZuGqitdLSV9HRU9bWUt9dcun/v0+uXPa8rPDvVWPrjb+e3t1v6usvqqCwj668rOlud/3Vx9aXyo/v5Yy0hPeU9L/rc3m//1Q/8Pd9rRFnWsv2qws+jezYbv7zbfHq1tqbtQkn+0pvzsYE/lt+Nd9+/0jg62lhScf+sPLzqsOpk4WSEVqDm5LKcMQWqHZIOAePHIQI6HzCtIp7BG4nEDmEpSrSTER1RNIgYAY4Ts8LRArAk8DAYVERJWUwBar8eBH3SqQNjtclodvKkPaBaAWOyZAGBwWWRX5E94kCBTCIQJZgzsHITZCN8RskN7CaDysArXjG9BgAsMgG/38+5WeAUIJ3EMwgLsGWEBgmlcPQT32CGuJAm4AVqwT4/b7nVZA14HTLxA/2YGPaiLxgrkdpj9Hjt8wuCeDQNtvnmyMzPoys7wZGd4fG5TdoYrN8uTEbBnptsO7vc9cSh4aJ/vhSdz9gfsrz1/+LP33yy5cmq0u76nuaSx4nJnQ/5oL+cU1ddW2FBxuq3u4khv8e2RqvGh6u9vt4wPVfe3F/S15bfVXawqOg6r58bKM+31lzobr4z2lv14t+3+WEN38zUM3YqC44WXj3Q0XL01WNPXVlhbeur6hU+BftGmaLCzpL78TNGVz6uKTg51lTdWXii7frzg0ucjPZWjvVXjQ/Xf3mztbi64O9r073/d+u5WW03J6Y6GvNK8Y1WFZ8qvnzxx5N0zR/9ScvVYRf43rbVXupryUZPc0XC5oeJ0RcHRysJjTVVnu5ryuluKBruq7t3oHB9qBQA+9tn7777x0q+fPfDUoUx0mCAduVx2U3ZWADJmlPvCAQt1ngQSQ6MOuxQAYERgmEoYexjDiM9sViOBoER6AJmlj/d2xmAARITigBC5yApheKcHvVmZATCx8JQiQ/EXww/hstVigDwBe8NQxzvBgMdhN/8CAGek+7KzggCuYGKB+hBqo2MwGbdI8YAxw3xHtgt4MjsrSPyc/D6X3WbCygqKG6koMh2gBEGWDR2ScMD4CuSM8F98BckdcN8V9GdmpqenB4JBP8uqIyKWzJ07e/HihQsWzIuJWb5nzy6ZTCIUpkmlYr1eCwAMMINElcmo9bjthw/tIxcH8xGPCzxAcMXwDm6rw27OSPeRW4k/9+/LCgY8JoPRarbYLFabxWoxG21W7mESDHCeUlwJccDhdBphtuzz2QJ+l8Vq8HhcXq/b7Xampwd8Pk9SUuKsWeEhIdNnzJg2adKkiIglNK3U67UKhcxsNmrUqm1bN0csXbxwwbw5s2dOmzo5ZMa0hQvmbd2yCcQvTSlUtFLLqh8ywJwOHz1agITBuqCvKbgpOA6gUkan1Xg9Lo1atSxiyaOPTIpZES2XiXjIwTUfQicYt9vsdBqtVq3JxAmA8dAD7+p22aBKiFkROX3aYxFLF8plIrvN5Oebn/PT4WeJKUhpEv077CazSWvQcxEz+GGUFSCAJmE06DWdVoWexgAeoJjwWYLfCDsKHg8TBKAOigmTUUsSKyBOsQhC78dqaJCliMzApmpZFYkgERFCUcwz/1zjJSImwgQ06H/uAQNUjEPCQknwNtZEFDuoGSUZ4XDngqwJBwwCFt9CMDBRMELnBcwGXSJOAcdA6CCwasDkOEG8g68j7+AXSKOxxuHgMQ0hKcfSj0QbYatwXojdEXkDV2P/JqOWUSkS9+zcuGHN8uiIsNBp82eHzwkPCZ02eU54yJqEWBhWqSk5EK/FoDVq1To1rVPTJp0GABgsH4o8cTxEVoPnJA4JV9LOzUOTllXTlEIiFq5bu3rB/Nnz5s5cuyZeJEzGmEcJAEWJlErOlRrXGdcNYhNcVSJfJ5kRnujm4C7SMQDAKFPSsjSKgTHF4DgAFwlUysCMgLhqGQ0aJIOg/3fYTeigBqsqn9vi91hJ/16zgeHEfZQYHCNHtKrlLCPTquVwigYEdTuMsL+C7Nlp05MWwdjAadOTml7S1oiYXcGPGu/D8splN5E6ZKiv0XkYXZeMOq69iJ5VAn5z7iRWHWlgBh04JizEJgC94LoNerWKlvGt2jjFIm4xcCAyGgDAOi2DOw5aGPZISoUEdCK63QjSkvYmPi4Spkw0T3qIpsRkY6KwpSkZjLhIPyGJOE2QliQSpkAAL5enKZVChpFyNK9CwFHBtBh/coSwQiCXpwEVKxQCnUamZ+VatZShhGpaglvDUGJIozW0Qk3JaTlnO8woZWiDBHMmZKygXkbEDpoK1BRCdwQYUCkjKcDwZtQA+aBkFbxXFvamojlTwInxP4Arz2zLaEqGIgKcvoJvgEy+lFJKyWb4F554IJ8JAAY6VdFKRkWhPYGKVhr0Wp1Wo2XVrIaRSkTJSYlKhUyvY3mqlgYVh50jvYiqYwLpab69k5KHynKZBCuaTCpOTUlKTkoUCdMopVwqEYH7FYsEAL0QRqWlJpN/4dgUcilIY5TwAJP/jKuVco4s5YhlgVIiZMRCViTUpqWwSXtV27cx27aqNm/kMPD61dK1K8WrY4Wr4pLj43bHx+1YsXzL8qiNXOVv1PqE5etXxSQkRHEAOGZxZPzSiPili+MWL4lfwrHBq1dErV4RER+5NHpJROTi5dERy5dFRC9ctGTW7EXhM+fPCJ877Wc7aJDAhPgNn8GRwPjh+wBzEmjyMzssfMmChSsio3bv2olrIhYJgP9/wYEjQSBIS0FyfFLuG1/lvvHVvjeP73/r69zfHw28+KnzqQ8sh96xHHpHHXyV9r/IBl+iXM/sVafvoj0CfWC3lBWzloxDz7390WeffX36k6PHjp06lVdYcO/b2yOj/X19LX09Da2NpeUl50vzT1eXni+8evzMib/kXz7a3pQ/0FU1NlQ/1FtVVXq6KO9oedHXPe3FP37b9dODnuH+staGK+2NV7ua8qqKTuRfPFJVdGK0t+rHux23h+s6Gq7e6OO6GY31VwFRtNdf6W0tGOuv+Pc/hx7caelquVZZfKKh+uLN4YYf7vU9uNPX21l7+sTfnnt6n8OigWEgmqrDBkAhF0P4gSkEcQhZMslChXWLFABDfwjRI2AbaBmwMYjpyYpIEtI268/WyvgFYT0YFYtZT4IPROcE0Pp576iA3+1x24F4ifSL4EnC2QJbgsDBZkC2QBpYqhEl47+EziIfwR5g9oNjICs0OF7gc4ANRL0okszgzXJhWosMPeGmcJwEXSPK/1moyZ8UwAzYLUKmedx2YB4cpN9jD3LdfZ3wu84IuIM+J9rzwL7L47QAD6PzU2bQkxn0gCgG9M3J9PJNgG0H9wWeOJixP8d3cL/v6SczD3BBvtZjVrsM1KvPHfz6b++V551ur8uvLjpbeOnLvrbiezeaBztLKgu/riw81lBxurnmTHfLlRt95aO9ZT0teS0151trL3Q2XulpyYPaeaSn9LtbTQ/Gm3+40/rdrabR3rKupqvt9Vf624tqS08VXPqspebiYGfJQEcxPK7u3WiEaRaaEnU0XC27fnSoq/xGX/Xl0x8f/+ytiyc//P52xw93Ou/daG6uvjTWX/Pj3a4f73aN9dcMdpZBCF10+avr57/4/MPXj3zwh2OfvnXhxIedjdfvjDQOdBT3thZ0NFxurDxTU8IJuXkvrpI7o803BxuHu+t6WsqbawtLrp/59C9vPXMwPSvoSPdZ/R5r0GfHNQx4HR6nJSc76PXYCTBAdxb0LCWePZwyjXfqdtg5KgkkCTAwhPQupxVthzAFuLyGx+HjHcIJgCSJDy/fqtTrcQBMYkuyGbp9AolhG0BEUKAYbKCbMB8RCyLch7B5X27m/n1ZBKni2LJ4xTImmtHAupzW9KAXaDw96AVcAdVMpgwEzzjaiYMcSBL1hPgWiB0AnkFWw+oDklHIRIH/cUaEiINHEfk4ZhAAMEnDeT0OJAIyM/zpQS8AcFZWhsfj8vu9cXEx4eGhixcvXLZsaXR05KZNG/bu3ZOYuFsoTNPpWKuV6ziK6B+3Bgrzw4f2AYcggEbKLIsnq8mVJEeFPeDsyPUP+N25ORnpQa/JqDcbTWajyWQwmox6AoDhOO3z2Twei9tt/vnHZfUH3Far2WIxeTwum82SkpIUFbUsJGR6WFjIpEmT5s+fm5KSpFTKDQad1WqWy6Xbt22JjVk+b+7ssNAZQL/LoyN3Pb4jJXkvyXOrGVrLqrUs15eVP1kNKZ1FwE1Umk6HGf4CwYAbUky9jvV6XHsTd0+Z/OiM6VN3bN+K0jvYNSNGdzg47trrtbrdZp/XSYpHrBaDn3cBpClZyIwpoSFTV6+Ko5RSJFKRQQAIB+4FP4a5hoJq8GY4Ejh1E80z9KXEJYuUX8I4Gt1oTEaO9OZhCQPYBkQKWg9CCeSnkPHEoxgThyDAiR9HMycVLdeoKcBjsCL4FvCrGPkYVATWPkRfJkBfI18pTRAsgcqkgAJ5W1ZDAx4jmwAMhicMobWxEwKAgXURMiJOnYjY8b0EnYLMQQslKCnAUU+UNAN+AIFgV1ClgvJFAECUqIjXgdJRnQi4gkACuBHhBOIEm9Wo0zIyvlPo4zu3Lo+OgCfzgjkz54SHLJw7a01CrCA5UctQXEtePYsCXXSOgasWKEHcDkjVwH7jTBFg4IbiCYOSBATfQkHqurWrFy6YM3dO+JrVcQDAnN2aWWM0MgzDCVxxBwkxjjtFTgHfbjSwoMj4G8T5lmvUSgxIvY7RqJVE3wv1PvGA8Lht6KWE9unghDGkURKPQgAYpLtdVq61Ne/2HPDagj67z21xWHVGHa1Vy6FkZhkZrKH1rJJlZAwlNmgpyI/RBgkCabfDCDiKcmLgZ6ig9SxNDJzhSo0SX+gHzQYN5FFot8FzwpylFiy4QAJbTRpw1IDEVpMG/DDqlknGCmQ76vZxrViu7E6B32GpLRQkIU+K4QeMhwEJUTToGdwFoCYocgGPGZVCJhUmJ+3euWNLctLutNS9YlEqmFUEwDK+/hPQC1UMHPJRSAAjFXIxNgAAFvD+wzIph29VKolGI1epJMC6DCNVKoU0LaYoESeQFidJpSlyeZpcnmbUKY06pU4jUykFtEKIJIVMnKyUCRlKip7AxCmaUXKMqJQ3eUJkjhmHZrkEiwJtItVOpMsgsXBZwG8xvJ6ZJObAHmOgAhXjOYY9IJGnUVNI8eBiIjuAI8E1wZ7BqJPcHzAw8DZQKBQWImFaclKiIC0F+mSzyWA06ACAFXIp5Mp4XgFdU3xHZRz2RDyM88WlAL1MUwrQmIK0FJlUzKgoAGNKKeedkDnlM2TS4IcVcilNKYjmWSYVp6UmQxsFRhRkqUIhS01NFgi4QcIopDqFTCcRq5P3Ursep7ZvpbZuobdspDdtUG5cq9iwRrYuQbpuVUpCfPLKlXsS4nfGxmyOid64ImpD/PKNq2JWJ0THxEZExyyJilsaGb90ccyiJbGLeR44ellCVERMxNLoJZHRS1csXxa3PDo2MjJqwcJl8+YvmTl3fiinguYKgKdyJPCMKVPDps+YGRIKAIwGSLNCw7gCYB4PAwOHzwiZO3PWonnz165ZtWP7VpydIC2Fs8USC6EJB/KHaDwtNTk5KTElee+kA29++eQ7Xz///rkXP7r0wvvnD79xLPCrv5hzX9el/1ZmPpSqzkhmvLuklh1ivUTrdWUefuUPbx45+nlDU/3N8dHOrpbr1y8UFl7s6ap7cG+opbGoquRcV3NhX3sJJ+a88LfSvK/qys81Vl0c6a2+N9YyPtz47a22G/01pflH2xquDHYXjw1WD3QVtdRdaKk7N9JX9sO9tpGe0s7GK01VXIFlV1Nee/2l5upzzdXnbg1WDXQUttZe4KBI9bm+tny0jXlwp+XmUE1Xa35Xa+HtG03//HHou3u9/T21n3/67rNPZpn0lE7DJQIVUgElF5m5hhOUckK/aaxJUCtp+DIhvKLW12oxINUNBthk1BKBFrjW//2K0Jy4jBAYjFDS9pD7IkQo0T3+QoiIGjwEu/hSwEuDXgPRJuTQJB7FluRPAoAJ+gU/AxgMUAFpKL4XsBxRLOJsWKfg+LFOo/8q4XyAVLmYm+NznDgAcoIIhfF12CHB1UA+uCDAGHDVQvQPzWfA7w4GPMEA1yOKGGUD6/7cm8dlRelvut8Fs2KCkLPSvblZgf056ftzAvuy/dkZHl4I7Ti0P/jU4awnD2X+6pmcF54/kJvtMmplVq1sf8D21svPXj75WcmVb4qvHK8vu1h+/URb3dWbA7VdTXmVhV+31XF9euvKTtaXn2qru9hSc36go/Dbm433xxqGuoq7mq52NFzuaLh870b9D3dav7/d8tP9jtvDNR0Nl/mhe+FGX+VARzE8nNGX6O5ow3//OPD97bYbfZVdTXlNVedbay/xnYfzx4fqh7srzp/4y+cf/e7SqY9uDzeMD9UPdpZVFn5zc6C2qepiRcGJ7uaCmwO1zdWXvj7yx/Nff3Dkg9+99/qzp7/6c0X+Nw3lF4a6ynkUXdnZeK2m5GR18TettRcGO4tuDlTeGqwZH24cG2joaSlvqclvrM6/funrP/7u10GXwePQcz9OU8Brywx6sjN8mUEPd20f2l9Bt4YqRMJT2W1G0rvlYbdbro0WAi+EXBgwUPUb9BrExxgeEzeAMoLgSQwGt8tGRqaHr5MnnS2xBwxvSKYBXxGikZwU0Aggsctphap5/74sv88FLQP8qLL5itxgwAN6Fk7RAKKoZkwPepGKQgoJBwMBME6QpKXAcv+ifgGDH9QoKvRANEGDSmYNzhfJNXLMAFGY0WRu4gCgEocUPDsrmJHugwQ6KyvD7Xbm5mZv2bIpLCxk4cL5UVHLli5dvGpVwu7dj6emJstkEq1Wo9drCcMDVIYnAKuhd+/aLpMKcXhmk87tsmVlBg7szyaB+0MlM+fojiwDHo/A/8GAJyc7nb+YFpvVbDEbzSaDxWx0OmwwMCONl4IBd0YGRwVzPKrDHAh63G6n2+10OGwikWD58qiZM8Nmz545ZcpjoaEztm3botVqGIbWaBiaVm7iKhgXLJg/Nyx0xpTJj4aGTF8eHbl7106FXIosuJqhWQ2j02oMeq1Br30IdTgexqDnDK4waAEmEZcHA+79+zKDATeartmsZofdun7dmkcmTVq0cL5UInr4GLTAEJvjptzmQMDh99s5f2nejsFk1OJOBfxuLatavSpu8mOTliyev2f3DuLGhIH9CwBMCF6Cb8EOAQNDpA1iDR2VEUbDRBrM9i86zRCwh7iZ4E+dliG5V4w3s0mHGQSwiuOHywOIEVShIwQE0iMutYQk1GkZjBnMHZ4qp8FcofwbgArLCgHAZPwAOmLVAAlM4BzQL2A8lkKAXiA9AoARAYMCkkoECKYpJecuSwTYOCrEtXKZSM1w1mVENoxiDa/HgZpeoppGqIo4m9CtcA3Q8JEDtsQB4ysg4caRI4QAdES2Ds8uvU4N6ommZIl7di5bvACNkdAkad6ssPWrE5RSkYFljFo11yhVJlZKRWpKrlNzPkNgXwGAcYsJ6Y034dqFMINrAczQZpNBr2OlElHinl0J8bGzZ4WGhkxdtzYBAJjrJm3XW61allWo1RwnRm4f0D5GFK4YTsds0gFX8Hrs//EtB9gDA2wysqTEHUUHWESga0Au1WLWAf1q1Ep0FIepnsdtQ5s0zmaCr7b1usw+twU9jXQaBUOJ3Q6j1cRRHRqVVKdRoOBWTUtYRmbSq/SsUquWQ4cMoOuyG2xm1mxgUDysVcvNBsbjNOk0FAxEif8z/EfQ8tdm1qHvhlHH6Fmab1bM2W7ZLVp0GMYObWYWxlqAvviX1aThJNkGDZm/+AU9k5EyQBUDqGC0/iaiJBQaIKeDZ4iGL9Oj+ZI9ZFiwDSAfPkhTMpEwZW/i43sTH09J3iPk7a8A/+QykZT3W0aPX+SMgHgxKQCJoYsWpCWhKFcuEyrkIuhNVLQMf/JdVOTg6tFPFG3baFps0CoMWoVWLf0FANaqlSyjUCmkSqlIpZDq1LSGVnDtgvniXhQ5q2g5LJ3IHIEQA4AQcgwVL35W8a2MkaoD0MU7wLHw09KyKsibcV7E/QfBv5LnV2H7jIQOQClctXF5keZDbb+C93z+3xgYIBPgUyhITdyza2/ibuhyWQ2jZdVS3rdCRSvxJx6n+HbcOIo3rwLcJYk8QHGNmkLpr0QshKBXLBKAyCVVx9Azo8gfPQKlEhFKfAkGhuwZrK9cJpGIhWBEk5P3CgSpAgFXcsyZckuEarGQSU1iEvcot21RbtlMb9mo3LQeAFi+fqVs/eq01fGpq1cmr1m5Z1Xcjrjlm2Mi18csWxe7bP3q5SvjImLilsTEL42OXxIRu3BJ3MJlCRFRq6KXJURGxi2LjouMiYuOjYmKWx4ZF71sRURE1OLFy+YtnD9z9qwZoWFTp4dMnsp3+v3/BsATFdGh06YDJM8OC4+KjFi/bk1yUiKus5A7Fy4doFGrKE7azVVNi0WCtNTklOS9HAA++PpnB1//7MBrn+575ZMDr/z1iVf/tv/FjzKffdee/Vud+zBlzKANfp0jM7jv2d+//eHxU+dGhvvGb3TfG++7OdLRUldUmn+6vaHg+ztd48MNnY3XOxuvjfdXDncUlV7926Wv37l+7oO+tsK7N5r/+f3A37/t+vZW20/fdT+409bbnv/Td50/3m8f7C6uLj3eWn/+wZ2mH+61DHQV3BqqGB+qHu0t626+1tFwubf1+kBHYX97wXB3yUhPaVvdxbLrXzZXn/v+dsu//zn8X9/33LnRMNBZ1ttR8u3tjn//+95//zTWWJf/1ZH/OJjrNesVlDyVTwGyKqWEVohNnLBEruAdxhVyMdZ1LCGYHljXYQeHIJ4U/WKJRUKa0FyIXBHyQuUFXIrKHIQCWOxJDhuZY6gZJ4oGseojfLTbTOgVhBABGxOuBgAY4TgOknwKgBzYAEcFYw8EW6CdsTdI9RDr4L/AHniHVDDipODpgsgP30U+Ak4YJwKoABoZm+GksDEBwIC4BBfhiiH0B2M2EQND/+xz22C3CM9qQF+uRa3LGvQ50/0uqKDxe2bQQwBwbpYvK92d7nek+225WZ6D+wJPHsp87tncXz+3f3+ux2Fh/Hb2paez//re7wovHS2/frK25Oz4YMP4YMNgZ9nNgVoYVnU3XxvuLulryx/uLmmuPtdYeebmQOW//zH4j287BzuLGivPlF3/srf1+khPKcycH4w33x2ta6u72Fx9bri77M4I17B6fKj2u1st395svtFXOdRVOj5UO9pbcWekfqy/qq7sdHn+sb42zmL69nDDWH9Na+2V8vyvu5ryb/RVwxCrruzscHdFwaXPi658WV9+rqro5MWTH14+/fGpL9/7/MPff/HRH0qvHa8tOQsJdF3Z2b62QjQori7mbKjv3ai/d6N+tLeiqfpyb1tZd3NZU1VeRdGFo5/9+fkns4MuQ2bADgbY6+KuasDrgOA84HehvtfpMBN7Eo/bRngqtMB1OS3AEij/RjCNTAd6osDGaWI0hm1+MU5ImoZMDYBkL18agAHs54X3GD8InbMyAxCaQpU3MSZGKQEpkvfyPs94JWpVwF2gX2ih8Q5CcMwIn9dpt5kQ9oGsBklF0C/ROwC48i2sbUgMEfUE0j1I5wM8gy0PBjzkGWLju8WQBBl45om9kQn3i7wYMDCyRX4fJx4OBHyZmelerzs3N1soTJs7d/aCBZwX9Lx5c+LjY5OT98rlUpWKAoZUM1znHjzHwMyraPnWLRuiIpfs2L6ZUnIuxyC4kDUjGAmJAxjhkMgYahHofrOzgnxSzGIxG40GnV7HGg06MMABvxvCY4fdxLlh5fgzMz0+H9/u227y+Twul0MsFsbGrggPD502bcq0aVMmT350587tNK1kGNpkMojFwm2JnYkAACAASURBVLi4mMjIiFkzw0JDpk+d8tiM6VOjo5Yl7tklk4olYiEiAFbDgPKyWc1mE9dJi4BeROFI6KDoF32YHHaT3+dEJyGj4Wf9c1RkxGOPTlqZEKdRq5ABga8PtA+BgCMz0+PxWAwGlcWsByqAztntsu1NfDwsdFrIjCnr162iKRkGJ/Q+fO6Aaw8GGIziXoJjYYKFfkiYerhoQO+kShAdjx42keLqgdFjGXgDK5FGzXk6IueC9QjthYBpsagBWwKgEq8yl9PKoyYOaIEbAW4EnNOyKgipsGfyWcg0kDaFDhMRLSpFSVYFg5+kVABrifQAK+YvcCMOHlvieAikBJ4EGwa3ZGg4gRlQtoq9ASSDUAKGx7lDPo3fAeCxN2QNCNQkGBiFxHKZSJCWtGXzeok4DbcVl0WpkIBpR0oOMBjoFEUHUJzxQe3PdrUyqXD96oSlC+fNCp0+d2bonPCQ8BlTIxbN37x+DUCCTk3Tcgktl8BHlyub5Bn+ia+4QYDrqCBF6IIv0mk1LqfdbDKIhGnbtm6OWRE9a2bIjOmT169bKRIma9RKvY5xOAwOh8FgUGm1nA8oo+J6EeP5hlpx3G7o5JGzgKyU/y/XXZLoFEiahhTxQthPXN8BgO02I/yxgJnRJ4nVUDqtCglW7JBbZWx6UKl2ixaMK8vIKLkAOFZNSyi5gKHE6HukVctVShFKgjW8IzRQKAhb4ptl0FIQS3ucJrNBA/9nIoG2mXUmvRo8MLoZWYysUcegEhiaaotRjaMy6miUAWvVcoifrSaNw6pDsyU9q0R5AvHBwmw1m7QgfiGQRhYAYBhjFXEpACEwIYFzEAwjSaFlVTK+Xw6mG0Y7AFtK8p7UlEQhbxMNuAUATChfjZpr+Ul4YBgmS/jmOlLebkrEi6iVCjHBwJRSIpcJlQoxo5IzKjlOSkXLaEoKFYBSybleTawBhgSa10JTOg3FKGUyUZpSKtIyFF9OIUTxLfhPEqgD2IMMJ7AfEBe8K0YpmVAQFat4Ex+ZlNsnwcPQS09kXMGZA3bCjVmv47RC4HUBgHElMXnBq5PjBGrFxvxuuSpfJe99BZI2NSUJFaeouZVJxVAdg7nF9xI4DdYdJvBAv7hNSFLwN+Vn7yupREQ0zPg6mF0RcMuoKFQ6ABKDBAZBjVJhBW8HJZdJxCIB2igIBakKhUzMVRcnpu7dLdq7W5GSpBGk6IVpzJ7H1bt2qh/fptmxVbN9s3rbJmbretXWjcK1K/mewCv3rorflRCzPTZ6w4qI1VGLN69asSYhMiF2aVxCREz80sjYRcviFkWtjli+ikO/UbHLYlYuj18ZExsXvWL5stjoZTFRkcuXLo1YsGjBrDmzQ8LCpk6fPnnKtMcm//9JoFEYHMrXAIMNDpvOdU6aP29OQnwswgCcOC44Af9ymUQkTBOkpQjSUkTCtEmZL7wX+NXbzgOvmTJ/Y83+jffga4GDv/PkvMhas2mdT85YdSZ37oGn3/vLR9fzCzs7WoZ7G0d7qsf6am/0Vfe3l3Q2Xu9tLRjtragoONpQerKz7lJ3/cW6omMF5z4svvhJXcnxhoqzg92lN4dqbgxUjI/U3R6tHR+puXOj5u5Y7Z0bNTcGyvq78oZ6C27fqLwzVjU2VDo2UDLSWzzYVTDaV/LdeMM/v+/8+/3W2yOc89DNgcrBzqLOxivD3SV/v9f+zwfd98ea7o21DPdV3xis++m7wR++G6irvvben17KzXRYTJSGEVLyVJaRwREEahwoGZA2Q8oWWSXkNbG2YYXGcqjXqRGSIl9O1mwst2BcEfKi0gZwDoEFYkcs8IgRkR7GGg/LH7vNRJTMIEUBGgkzDAsQRL3Y2GHnSDZ89cSwG79PjKQhcoNGFNpLbEMk09jhREIYH0dAjCMERMHSDtIYCNz/kEMD3sbGwLFgq7ArRP9Av/g4IA1B4+RbCH4GYPbznZMCXgcsr4CEQUtChgS/CkBiWEBjG97+ilNBwwEr3e8I+uxc6W/QkZ3h2pftPbDPe3C/78A+7/5s18FM+yvP5Zw5+pfiK8dris+N9lTfHWn+7lbbg/H28aH61tpLJde+LM37ojz/q8rCY5zxVdOluvITbfXne9uudTReHOwq4KyhR6oaKk+2N1yoLjnWVH36u/GG+zfrelqvDnYWPRhvvTVYM9ZfNdZfdXOg+t6Nxns3Goe6SjsarnY0XL05UH1zoLq+/Ext6akbfZU/3u3obS1qrLzQ2Xi9re7qP77tHe6uuNFXPdpb1VR1saMhr7r41GhvVUPF+UunPjr11bsFlz7/+sgfz339ft75v1UWfnP59Mfnvn6/ooCrIKgpOV1beqai4Hhp3lfN1RfG+qvGh2r720tqSs92NhW11ORXFp67cu6r99566XCO91C2Z3+290COj9eKc8pndJlO97tIaxz0tkFU7fXYEbigWQtQxEMM/PPgtNtMuI+40bDGtZj1yHFgOmCQT0wGYQwQ+Id/YXxCMurzOqGmdjmtqIz1uO37cjOzs4Iwypo4I0BdYqBCk4kdopYB30IQJjhV8JmQQKPRCCQSHrcdzkbIKOGztgnVDfgdcxMoCCQwOX0UNaA3KRhCFFN43HaYYE3ETpgvmHpkepJnBUH1ExNMfl5t63Y7/X5vRkYQPwaDLiJiycKF8xcsmDdnzqzY2BVJSYlSqViplLOsmuVVwSgkA+Z3Oa00Jdub+PiWzeuFgmQtqwI8xvFYzHo8RvB8IBMZx4lkBJ4tmXyTKiArtJYFIwEsjcHAIw0WXbX8PicyLC63zWjUCwSpCQlx4eGhjz32yJQpj4WETI+Pj1WpKKNRr1DIJBLRhg3rZs+eOWtWeFjotBnTJ88Mn7Fi+bJdj2+T8U0spRIBwWl4cCFbwfeM0UK9DBMpENHgXWEBbTRoHHaTTqtS0TKTkQ34vclJibNnhYeHhWzftkWvY3HuxMCWI6nc5vR0l9dr5XvLc+sFBhsaxa1bu/LRRyYtXjQvOWk3ABXgBC4aIn7U6+JggAQIQgAMwBECdVvMOhwqiBc1o9ColQa9GgGoychCl/FwP1osbRP5SaOBZVQKyJQgCweYgfUUkQHbeCkHUCtSP8QmHQuZTsuIRamIEUG/kNlBrLARSUslAuI4hV1hWSTgEEMFb058BahG1uAXiy+wPVFoIxcMsAepNgJo6BUppRTdOxHdYjT+glUmhwQ2mABswqkSVIlYHABYKhGkJO/ZvGmdUJAMapfV0EDdUBxAdk600Ngbq6HhNqTTMmC0IMUUJCduXr8maumiBXNmzp0ZCiS8eP6c7Zs3SAQprEqpoRWMUoZuveibijuLocVqOL6dyEGBtHHX4Ayk17Ful0OvY3fv2rlqZfz/pes9wKNIz6xRPDMMGSGycibnIUkodK7YVdXVOedWRKTBeZ137f2967XXu7bXM/Z6ZpjxRGAAgUCAkIRAQjlLIEDkOAwTvet/7//fp+oM39Xd/16efvppWtXVVdXfV9973nPe86q+cTNnz5q2bu0KVXCr8HioyXe5JLtdgQHIkSHTh8AGoREh+THaca9Avy64uCFTg+gLWR6XU0bVK5lxJPtDTN0g+0da5//dIdyiFAb7HR6nYLPQdpnxOAWPU7BKFEeXWSUKhaaMqYQxlUhmgyr9o3lG47RxDitrlSivS/R7LB6n4HWJPrdklxm7zHhdotclOqysy86rhljWoM8Z8rv8HrtK8Dp8bpvLLkVD3kjQ43PbQAWTP6nI1ux2mP0eC3budpixQ4eVddo4/NfjFNRjYIjm+ZnFgDiZEAY/DFkHMl8gLaERsMoCpA2ED8TkgskTfnpswDzr/Ox0fKV5NOjLDPoyo0FDpgPLGCmTzqzKbgnA5lVbLIZWmFjKpDMaNNBQELwH1pcyaQF9OdbIcya8CejL0HqONVokjudMWm2hwBlEXi/yejOrlcwmu8w5rLws0jxjsFl4m4XnGQNj1KEAWORo2qAVOdomKdiYp42THwJLWcwsWg2jeBiNhZESIjpqNBYWORp/ZU16dBjGR6BoAO9KYCfgK84RmTLS/Qj/Rc6ayF4ITw4ufTIGhtcUy1CiwFskAVokeC/hvzRlFMycQa8tLdmhAlelWRF2iGfKpMNNFYdH8hTIdMDeiVTzQuqstrinoI4GAIbjtGwRgXWRERbMHDyfUR4MCI2aWOICTQCwprhQV1LIlJVIujJZr5HLdlhLd9iLtzuKttm3b7Zte8m6dYNly0bT2pW6VStKCvKKCnKLCnK3F+S8lJOxLit18/KcNXnpy/NSl+en5RWkZuUuychbkr0iLWd5Rnru0vSc1JxlWQUrcnLzMrJz0vNyM5VHVnpmakrKooUL5yUlz5mdNGv23Jn/vyZYUETPmPoVS0wwcNKsmdnpaVs3bTRqNazJyFEmnqZEjmVNRpFjLWbezNCUXmfSaRmjwczQU+Toflfld/w13w/W/E2o+m/8iW8I9vISvZXinEbaQlGiy+n7/t987/ChD4YHuu/eHLk20vrwZtcnd/tvXm7tu3D4UvN7l3tO3p9oP3nwd80nXmupf73x2B/Pn3yj5/zB3gsfXDxzYHzwDHDvR/d6vvh45N6N9mujZz9+0PPw9qULTQcaT/3h6mjD43uXrl8+c+vauf/6y9iVwfqh7iPXR8/+xycj//u/bv7HJyMf3e18cq/rPz+5DGfdv3w8+tdPrzy+3XXryoU719uvX7748PbgXz+//cXHN1rOffjj7+8LeASPgzVzZX6PJeR3iLzRaCgz8xSkOCQ/ioIZktbFMo+sMJZbtPnC3R/MEvJAWPvJIg2SlvwXGkLEHBB8kmDxvwFX4ENEjYC+oFuBt7HY47OgehDsVlbEggEPVtNnYjwfaBlQEwAVhBkGEwUMQBAp5KYA3lG15hZtVxGXox4MgWNMZd7AlYHcQ8YdQAKEM6D4ZBgDSIz4CaQQ0AWuAI4TwACfVZkipV8UwDDUd4A65bEgFLk7q+K11QmlM21FNB7xo+43EQ1UJsKkQrimMob/wjSrPOZHsVBFPFBbHampDFWVByoT/kTMlYi5dtdGvvft2h98q/In36lqPvlu88m3O5o//PjuUF/78f5LJ64ONV/ubxzpOTXU9VUZLeyduy9+MNh19P6Nix/d7bx5penBzbb7Ny52tr7XcOz3ve2H+i4dvjxw8osng0/udU2MNX76qO/zxyM3xs5fGTg73H2yq/Xw1aFznz4cenK373L/mf5LdeODjdeGm/ov1YH+fXy751z9m2+88rMj7/721JF//+zR6EBH/UjP6f5LJwY7T7ad+6Cj5fD//GxifLAJcPfNP/yP13//00N//hd0RTpX/+aFs+91Xzj63hu/PPLub8/UvX6m7k91H/yu8cTrY32n712/dOtK25XB5iuD5y82Hjn54YGDb7/6i599d39t7Hvf2Im2yV/fV7N3V0VFPISu0cpzwB2NKO5EpPUr8IPHbYMDEISghAfGT0+eAYeAmiBLhmQAISZGGgzegAbJ9mTMg+EE64uy80Q8jEG1U9UtV1XG9+2tVdS/am8kjGcMeOy5QpXo4xuxf+IrCxRdWRFDsX045EPEEAx4qqsS0UgAekggPQR84KCwZxwJYndMVQKArbIQ8CtNhsjcAb8K4hfvQ0WMKvp4LOT1OJDDBj7HBwmTjKQS1Kpej6NcdaXGxYRioqI8qjhRPQPAu3btTCRi0Wg4Nzd7yZJFKSlL5s+fl52duXXr5pKSHUaj3m63BgJK+zTEuIDr8PvFjSsS9kNmgnRAeSKCLs24xRGpCHIW8VgIty/cB3BS6H+DfVpVKxdUNWMPqkzUDErW51Va6dpt0je+sZ+mTTk5WYsWLUDd7/TpL2ZmpsuyxPOsy+UQBD4/Pxfu1tOnvzh92vMzZ0zNzEgp3rENIR3LKM0kgW2IbWHA7wYomswpodEIvhrPaFsaDLghJFa7i0c3blg37cUXFi5ILt5RaLcpGn5VEaOoGe02UemJ6pLicX8iEfD77VZZiEWDPq/TZhVDQa9sMeflZr7wvNL9CJJy5PJx645GAjarAPUjCh3hrA4tKI7BzCutR4AHeM6ENAFsn0WBEQXmvwFgXM9Q0AMfHYLiQGMCjEHRB0kRADBZGmxWERolWBnjbg+oDJxjlRXXFlI4h0uN3YKtgtgYiR58EQgZ2WLGTME9HykwLJRooou/Yp4SxIvphlsHDpIQxWAjsaBjxOKMcDAWiWcZo8mopUw64AG4eWGhh8gLu8VSS1Yl5LYIriYRAiF+AThxD8EPDcJKVL15cQFxFvgsyDrskPDVMNpxOmQYj+HYlASEKnIu3LIpK21p0qzpc2dOmzd7RtKs6amLF2x7aQOgryxwNskM1SgiFsJR4ydAfE8MnImjmMopMS6n0pFl1crlKUsXJ8+bO3vWtNmzpq1ds1yvK4G01eezBYNOl0tyOJTfGpXYWK8RAmFGI51NMDaOAYbPUCwDAHvctmDAjap7lLk67BIQMnhd0J5EG4yVRRJZvIBCGNlVp1MM+R1OGydwOslscNo4AoBtFtphZWXRRBuLTfointFYBKNkNvCMxmXnocL1uaWgzwoA7LRxsmiyy0zAKwd9Vih1A16Z9PsF2YuWSGjqG/K7Al6Hyy55XVYQwnaZU3XUCg4PeOWQ3xbwyn6PJeizBryyzy25HWYUweIALIIRp0zEzzg7sOKkeh/9k2ULr94ZFNDLcxSmFRE5Q6WM5r0caxJVDTAIf1FgMSCxmghmBkQukBUBwBxrokw6SS2UxYAh6BdIzKAv02lLAJIFteWPigA5htYbDWWUScuxSg8knjMJZpoyaXnOxLFGk1HxyrJIHMsYindsVbsf6cyslqVKeUZnESiw9HrNDllkFUkmT9EGrZkxQdRg0JTIAodad6UZD0vxtNGkK2OMOo4yCCyltBpWTeDgngUDLWyJjWmD1qgtRb9riVc6LXGUAchZSR6p9y4U/0MhgmwC2HXCh+OyIE1GdNe8ahlNlOHoo4s3AaEFs0L/UiYDTRkl0WyVJcHMGQ060owALyTRjPJgu01WP6KYTuFORatVG5TagRnJXE6Fx3iHMulKiosUnlYlb8HcwuNqMjCGypdlKNhQoyoYkigIngHC0Q8JTl1ERw0JtEFfRuk1jEHD6sqY0iJmx3a+aCtfuEXYuknYslHYtE7YuNa8YRW3fjW9frVmxbLCnKzt2ZlFudlFBbnb8rOVtsD52QoVnJ2yPC91WV5qdu6SrNwlecsUAJyavTglc4lCAhdkZuel5+RmFCzLWbY8Nz8vKzsrIzM1JXXxoqULFyxZsHDx/AXJc+YqbZDUct/JbZBmT58xY+qLLz73/IvPPT+5K9LMF6emLFq4btXKksLtRq2GNug5ygTQK7CMVRQElZc36bQ8TcmCeUrl/h97Ei/LXkXqrGc9m4vozdtMGp2weXOxJNooIx0LBf/8+h+7LzZeH+66c7X3+mjrjSstY32nOi8cVFxtb3ZeH2lubXyn7oPfvX/gn9557R/qD7/S134MZj8jPafuXrv48GYHuqcOdh0d7Dp6a7z5848GhrqPTIyduXH57JXBE7evnvvL04G/PB24f+P8UPeRu9dbvvx44K+fjfzl6fAXTwY/ezT4yYP+j+/1Xxtuuj7SfH+i4/pI80jPqYnR1vs3uq+Ntn329Maj+2NHDr7+zZcrgl7JaWckQbk/WgSj1cq53YokTBGM2USHErIoPeuh4XE6lM6QGOWAlJASYU3F7QP5WqxbyEaTNQDQFyAQiWcCg8lKT14gPiZkLyBoPBZClEkIUrIBFnusykCeoH0Q+KJ8EbAZUIFQuwQMwx0HcDqi1lIi+k+o3WKwPaAmkruIX8GAYRWHgS26zmD9Q9IdUSxIFcS72ANIMBjbEgqLELzABv/nmeIYsH9E4UAvCKyhxa2uiFaVR1B+Ewv70A8JxcCRoKciHoLrVXWFUjNcW52oqYxVV0T37qoApbmzKhoLu0J+W0XcV1sdqSz31lQFXt6b2L8nvqfK8w8/2dN6WrEcR5Oh/ksnui8cBS5VC2iV6tzO84cuNr59ub+hrenPl1reuTp8+umDHmDgoe5jFxrfVDok3bj49EHPvYkLN680XRs5c23kzJ1r55/eH7g/0THa2zDUVY950Xn+0JWBs2fq/tR44vWhrvr7Ex0f3VE8q3rbjjadPHD84CtvvPKzxhMHntwduHP1UkvD253nP3xyd+Bi4/sDHfV97cevDjV/8mB4fLCp8cSB86ffGeg4/vBm11jf6WvDTU0nD4wPNl5sfL/p5Ft3rl46e/yNt/7485aGt9957Rfn6t+8c/XS49t9t692XB9ta286Vn/4jXcP/O5vv7+vMuLaUxVKRNz7diX+5tv7vv2N3TWVMSz80ZDSoyURD1VWKLa9YIPxgrheQbdJfHowNhBEqu1elRLxSNiPCQLtQDjkQ9CJHx2hMGQRII0BmDG8yUxJqAwnLIhhoh6LBnfVVu2sqcDwhoYfEw08M1hoIE8MPOwfhb4V5dE9u2tqqstR6Oj3uRLxMNEDI0wncLqyIgbmqkItTUdCB5wwQDLSPXiNJBQIW1wKvANlKckOTH4BiTUuAmZKOOSrKI/CUNfrcVSqXlwocAoGPBXlUZRVO+wWr8eBbJEy5SvLAwHfzp3Ve/fu9vk8drtVp9MsXDg/KWlOXl7O0qWLs7IylBZ5Zk6jKbXZZKTzoFkN+N0Is5CQwp0EFyQeC1WoBdI4JMxZcNoku0H0z6BA4csNq3Cf1wFdn9tljUWDoOvx+wIMQ8IXiwZp2gTXq4UL56Prb05OViQSCgR8Vqtlx47C7OzM5OSkOXNmzZw5ferU55PnzV69qsCgL2UZg8mooUxaM0/BAgqRN0LnZ3SoFaXsMNdxOWVClgb8LlTbQo5ot4kY2KLAz09OmjVz+rq1qy2SEAwoDZlVRb0NZ+SwSx6P7Pfb4QINdBQKeq2y8PK+XVs2b/jalCk52emlJYWwv0J1KCyXyxMRCJ7JxYmEfZhfgpmGlBR0EFTNgA2kHtjpsEgiC4QMIaLiYKQKqr9a8hQ7oq/634K7w2KHxAQmERZE/MpEWES4Xyx2GGOYp6A9AZuhLSJVD0gZ221SKOglSA+ZCPJfWEsAY2OHpOYWCwoUyJBTYXCi4AjrLGA5vKZBbNqfVR2TxDTAJ8EGYGmA01BMyNAG+MESES+Oh+B8v8+F60a4X9BrIFcJl45kFu4eJDOF64x5hCMhtD8gIi6IWW2pgua9qDDCmmsVeYuZpQ3arZvW52amLUiaPWfGi3hkpS0t2vqSxDN2iwD3IJv0/5C9uDMACOE3QgUyqddAriEcCnAsvW7t6vS0lEUL5y9coDhgzUuatWXzetnCu5yyQuiJlNMpyjLLcXpRNTxDeT9qfaGlR7QAAh9JFkRHgL7EzJmU+EYjfrWrLSeJrDJlVCd2h11S8kdOpTABYmmvx456YGSFPG4b5EVul1WZnm6L2llX4W89TgGoUhZNCrB85rTEmEqMukKTvoijywgPbJcZkLEuOw822CpRThunciQKavW6RLfD7LRxLrsU9DnjEX884g/5Xeh+BK1ZJOhx2kRZZD1OBSc7rAIaLAFRe12ixylgJw4rG4+4wwG732MBw+x2mIHPYYWNm5LP6yApADDDdptoswqCmeZYo2zh1fZISryK4YR4FZlEWKxhQELlizQTABWR8kKvazJqNWU7aEovqSbJtNrWiFI7HkH5DN6YUilf47NeSuB+1aQJZTJqjaoE2mTUwiULbZOUYlHGCO00TemRacKfVBqZYikNz2iQsBB5I3nwjIGj9TxjEHlFz6+MZNUOWmBMtAK9tLKZtQocZ9KzRp2FZ2Qz67AIDotg4RkLz9gls10ySxxdWriV0pXhHavACYzJTBsFxsSZ9CJL2UTeZZXcNotTFm0iL/FKTTtuUyajVq8rxcHjspjV4luONSEjDBQA+RLSQFY194cppteVgnjnJzUNVu8SokUSUAOMHkiwWwclC+rViEa1tElV51JINOCmBC9umtLrdaWmZ45lDG0wGjSash0lxdsNei3MjbFDSTRbJEG2iJBVgxmmKaNB7XNr5lmb1cLQJqNBx7E0miGBncYRolwIptAghGnaxDCUMqJMesag4Q1aidJZaYOo2cFue0nYukna9pJ541p5y0ZH4UvSS+vZjWu1KwuK87KK87JK8rOL87PLlufp1q4oWZG3PnPJ8tT5q3KWrixIzc9dnJ+/dPXa3Jz8NDxyC9LzlmUBA2dkp2TlpGfnKGA4LzczNycrKzM9ZeniRQvnL124SDXpU2Aw6n7nzJhJIPF/qwRWLLJefHHh3Lk5aWmb1qzRFBUxej1vMvEmE6XVsgaDyDBWs9lqNkssyxmNtE43pdRk2VrKvFRo3LKD2rxdv35jyaZNxUWFWr3W5JCtbpvlZz/8TsupD4c7m8d6WoY6Gz7486/qj/6hu+3IrWttHz8YuDNxqevC0brDrx5+5zdn6g90th7pbT/e03a8v+PktZHWR7f7Pr7Xf33k3FDX8cv9DTcun7tx+dz4UMNYf/2Dmxce3W67N3H+5pWzD262/uXpwF8/G/7scc+nj3q+/Hjgiyf9H9/vfHyn45OHvaB8v3wypvZQPXvrStuDG91P7w3/59Pr//npxKePr/V1Nf3p1V/u2xXzOnmHTDntjMvOK8k/XnGrs9mUugulo5qFl5UOdRKQLdZLpKjJMo8liiR9UWc/edzbbRIWbFQo4TX4YaSTCeLFCkEgMUJbggYJakV0HleZIkA+xOiIsLF6IVJB6I/IHlE1doLIAMgZlBqOBNuT6AGIGoeH+AYcDnhX6PEQkmLZBg1FmDRsgOw7Il2URJIoH1E7YgKIVBET4PDwDN4DcGUyEgafhlOIq+bAOH2lmLA8MhncQokUDXl31ZRXlUewUFUmwqrgWQG9iWgABk7VFdE9teW11bGKcjKNOgAAIABJREFUeKCmMlJVHiiPeWsqQ7tqohUJT0XCs2tneG9t5Gc/3PXWH3/edPKt0d4zt8fbb4+3T4y2qrzrqcHOEwMdx68OnYNV1WBn3c3LLa1n3uo4/+7lgZNXh0/3th/qaTt4ffTs4zsdd6+3fvKw9+P73fcmLtybuHD3euu9iQufPOh/crfv6f2BO1fbrg03qfmg9s7zh/raj13uP/PoVveTu31P7vY9vNl14ew7B9/61Zm6Px149e+Pvf9vfe3Hrw239F86gSbYT+4O3Bi7cH+i6+n9oY/u9N+73glzLBUMD9652tZ94cNrw00dLQcHOo53nv9wYrR1fLDp4c2e3jalr9iZutdHek7fuXrp6mBLb/vJnrb6ppPvv/v6v/7T3//N3ppQzG+tirorYt7aqvDLe6r2763eu6tqZ1Vc7SMVQUlkVWUMlcCJeIiUBKM6i3C/eEGk8siw4HckkwURM3hFFJFiyAFtIkGDER4J++EnhxxQQm0bU12VIGMPMRlQGWhSqBUwxZBawngjIxN/wn9h9Qxy2OtxIKhF2I04GEE/8lMoJXA5reWJyDe+vnff3tpqtTMwkDwmWiIeJiQ2Rj7Bt2SeEskGjgFnjRoBpJBwTVDxi3QSqEscbTDgQYYuGPCoZbQOqJcxcZBuQAOhXbt2VlVVwCrZbObS0lJmzJiWkrJk0aIF6empZWUlHMfQtMlut4IugzMZcefClUfRBwAG5jWoZjA/yMfF1bZVhOWOhP0Az8i7qRfEC+smRHhqdxMvcnCxaBAJtUQ8vHfPzlDQq9cpns/p6alJSXOmTJnyta9NycxMNxh0fr/XbObWr1+7dOnipUsXL168cObM6dOmTZ2bNHPN6uWlJdvNPCUKDNxZSDWd3+dEjS78Y4nHMqxoUWFLpMXBgBvBt9/nRPUd2pCWFBfNnjUjae7slzZtsEhCwO/Fb4GyYeg50cfY45GdTqVCOBYNetz2qsp4MODJykz92hSF/qVMOthHg7cEilbBv1L9CEkzFM5IGQhmGhpIi8SBAQZZREyzcFUBj21WAVcANZzglxBMEz02anaAVQB3sdwQQhXYEpkpQFMgN4IwkfBFFA4LVqwgGN5ejwOVtw67Bb8svhErIFl34HlOioOwDaqFCSrGIRHkPDkHjVUbqSgcHmYuIYoJIw2ZLhLcMA1CDk5Wq/ussgDtlVdto02gKTLjsL/CltBAwjvTZNQa9GUIfJGyweUCG4xdIXhA9AxMi9w6OWUSIeAI8QxmTykRt1kcsmgxsyZd2dZN6/OzMxYlz509fers6VPnzZ6Rk5FaWrTNaZWCXpfPZXdaFXQEw06kA/C9DrslFPRCzIKRRjLUPMcUFW4ryM9NTVmycEFy0tzZyfNmL16UvH3bJovEfdX+WmYVMb9DUFpbq6WhIJPB6uMd5EoIwscFVH9BO9I0k00iohF/Ih7CNITUmSif4UVHoCDyU8GAG/yn02GB4MjrsUMr4fdYgSqBeK0SBfFzOGAPeGWXnbcIRp7RcHSZwOksghFiaaeNg/7Z55Zcdh50sdth9rmlkN8WDthB3vrcMpyfYSkCAOxz24I+Zzjgjoa8bofFLpvRIthpE70uq1pszLns/GQY7HEKfo/lmQOrQk277LzKBgtoa4wCB4/bBhUJUg8Awy7FqJVHGS0AMH5TIqYQ1KpsSKPxJ+5Zwx5BbeQDIhcojiiZYX8FsT2t1vSC7cSvCewHRpRW2Uia0lMmHeqNedU1ljLp0LYaoBGUKXhLgEZGLT8GI4pDsspmM6vn6DLGVMLRZSJvVEuCGVmkzayRo/UcrRc4E+hZi5kVOZoxaHnKYKaNPGUgLxiD1sIzNpEnEBcw2EwbTdpSzqSXONrCMyJLmWkjALDAmCSOtgocYLNN5JUN4LmlsuU4ZTDbyEaJz/y0QP8ilYCuMRCKI8WA14zaWplT6VlcENxqUGtKmu4Cc6LlLPr0wsWKyJV5jtJpS0pLCo0GDQ6G5yhcZ4MqWTcaNEDIZaVFJcXbSUUrsXSCehm7JW7PcHVGN2CaMhLIDZTLc4wkmsEAAwmzCuhVADnHMZzanVgZDCatgoGNZZJRa9GVmHdss5UVubUlth1bHUVbndtfMm9YxWxYrVu1rLQgp7QgR7csz7CigFm7yrx5g1tbYinept+0+qVlmSuzlyzPW7q8IKWgICWvIDW3ID0nPy23ID1/eXbesqzsvPT0nNT8ZTm5+VnKIy8zNzc7OysjPS0lZeniBUnzQALPnj4DZlcAwAT64n1ooRUq+Pnnk2bMSFu0aM2yZaXbtwP0SiwrMoxA0wDDZooSGUbmeZsgTNm0pXj9psL167etX79tw/ptGzds37huy6a1GzVFxTJLV4eDr//2V831B88eOXD2yOt1H/z+7IkDTY3vjo+0fPn59S+ejvd2nzx68JW33/zn+qN/6u6ovzPRdft650DXma6LJ8aHLzx9MHL3WvvV/tNX+08/mrj02f3+T+/1ff6w778+HXt0o+3ueNOtsbN3rpx7ONH68Z1Ln9zv+OR+x//15eXPHvffvNI02HV0oOPYxGjT49s9nz4c+uun1x/f7rt7tfPeta5717qe3hv98qNrT+6OdV04/S+//NuwX7ZJlF1mLIJR5PWySEsSzXF6htabBVqy8KLEmQVGEJWmaqTQFzlRwgZjWcU9HVki5LrIxIBpFqAsFmkY+YAqwfuTg12CgZEoRTEhSRVjPSZBP2FdImHFKBWQGPAYABjsKImq8QKwFsEownQsRV61wRL+SsherIJYpyfjUsIew/KE4Gfy7SSgx5kiZA/4lZ4WiIEAj7EoAg8QYIOwiQRDuAiRsOIPBAFnRIU6sAuCJLU8EQGWiIT9MHneWRWHvBn9fiNBT211AgAYjk2kThjkMFoBwwGrPOavqYzsqonWVkd274zt3hmrrvSXx921NaFvvlzx+it/f/b4a00nD9y83Aq29ssnY7fHL37+eOTp/YEbY+eHu0/2X6prO/fe+dN/7r5waGK06XJ/w1DX8cHOut62D3suHh7srBvrO/XoVueDG5euDp1FY6ShruPdFw4NdtZdGTiLQl94QT+52wfP50e3uj99ODQ+2Hh9pPnRre6Lje8eePWnTScPvPovP/zgzX9uPHHgXP2bTSffGus7+/Bmz+3x9qf3hz6+N/jFR5evDbc0nXxruLvh/kRX94WjamOw8wMdxzrPf3Cx8d3BzhN97ce6Wg+fq3/z43uDVwdbuluPdTR/eLnv3OW+c4Mdpy40Hrp47nDzqQ/e/MMvv7O/sjLqrI55auLevbXxXdWRnVXR2urYntrKXTXllYlwNOQNBtzxWLCyIqp0bU2E8YzOwKGgJxrxx2PBRDwUjwVj0UAkrFC7mAKI8zACSZhLxjayPJUVMZJ5IRMB4wG8InYC2FxVGa+pLsfA9rjtCPsQxKN7LRlRsajSYwnoFPsBiq4oj1aqzY0gZiYZJSLXRME/QkkUapYnIsjm4L97dtd8+1v7d9VW4WBgXgXkWaMacSXiYUxkzDXMCETJmGWRZ1oMkhRA9gcXDWeaULXcyExBdzo5WAfyT8TDqGbEbQF5qOqqRCwWqaqq2LdvTyIRc7udFRWJUCiwceP6GTOmzZs3d8GC5NTUpevWrTEYdDCUAuZHWgEabIfdAnwO1tquSmZcTitmPebmZC1JldoIDeeFs8aWQMuhoMfnszmdotWqdPggvXP37a3dVVsVj0VCQf+u2pqX9+0RBT4zI23OnFnJyUlTpz4/ZYqCfmVZCgR8DEMtX16QkrIEdb/Tpk197jmlJdL6DauNBg3HGokY2G4ToaiE6Q5p0BXwu9BNF0XsylF5HQhDoTRGNiceCwYDbqtsRiWw22UtyM+dPm1qelpKWWmx3Sb7fR6X06oWuH5lJa2UOHpkr9fq9Vo9HjkWDdZUl3vc9m9/a39ZadGM6S8sWjhv80vroSPF2ACKw50QSgrE93abCMbM67GDKIOMGWV1OCqXU/Z5HWDYoBoFOQzZJOTQAPA4u1BQQeyEkMRKhEpsZFHJQoZkBJAk3gRyAwAmSlciIQbUdKq+7phQIIKcDjkeC5HKIGR5MPjB8dpUO1ay2iKJLAosHPKQdiESaKxWxIEZkBLV8tgPlm+yviBnjbsQ2RVAO74RDDzgKIH0yIBjqOMwUA2BkBR/5TlKqyk2GjRm1VNaVu2RUfOM0wf3C0AOcA6eHEge8B76FNyO8LsQahqnE/A4vU6bQxZFjjbpyrZv3riyIDczdcni+UnTX/ja9Be+lpORatSWumwWp1WSeKa0pNBk1EL7iuwYXKlAwssWs8dtRxbS7bLJFvOG9WvzcrNTli5esnjhvKQ5M2dMm588R1UobMeQQxskj0d2uy3hsFI4IKm0Ie4Afp8LoREiAQKA8XupkYODAOCA34XpRvr9RiN+SC2IRgPbkMmI7VGEj20Cfhc+JVt4jjXCuhldjoCmYDcVDbnR3MjjlOC0ZJc5p81slRi7zKETLzFqhj2Vyy6gS3DI78BnVYssi99jDwfcMH8GAxzwKv2BQ34XiF+f2+ZxyvCLhtsW2v/CAhrPMOiC/xZaMcERGncbzFAAYNnC85wJ6SoYKUsiy7FGVO0BoEqqEB0ZGaA1WbWAxtwUVe293SZJIud22USBpSk9Si1gqoyaUkBTwGNG9Uow8zT2Y+ZpM08LZqUXLgpJAIAJzMMORYElfXfQesdo0IGQBB6D+hfoSxLNiuCCM7BUqUlfxJhKRN6IGmC7zJlZI88YzIxJ5JRmSChut5hZ1qizibxN5HnKwJn0AL2EELbwDLCxwJgAd0WWAusLwAzMLLIUSGPZzOJh4RmJo1EejAwConoookWBxTUENMA1Ae8Kpp2onTnV/Bl7QF7AZNSaeRpJOhU5myE8BsS1SAIYYBCwaA4MmAoIapF4yqTTqv5kvNrAGQeDZASlcvIGtX4bzxA8E22z0aDDOyajHlZbLEMRdhcVyEC2+KVoygj5NIA6sYYCgYwfzsyzoP0Vlt6kM5s0glEjG8tkfWmQN1XJQsJMxxljRF9q27aR37BGv6pAk5+tyc82LM9j1660bXvJryn+ps+1z+fws/ridQWrshevyU9ZtSw1L2fRsmXp+cvS8vLT85Zl5C/PzF2RmV2QmZGfXrAqL29FTu7ynPxlOfkF2bl5mVmZqYpKJXn+ZAxMcC/k0LDCmvnitOkvTH3xueenfu25WVOnzpk2bVFSUkFW1vZNmyitVqBpoF/OaGT0ekqrZfR6M0XJPO+QpCllpXpNmaG0WFu4rXjH1uKS7aU7thRuXbuhePOmkMP2y7/9fnP9oY7Go41H32hrePdc3Rvt5w83n3uvrfVIX3fDhZbDhz/4/Ttv/fr4h39sanjv0vljQz2No/3Nwz2N/R0NA52nh7pPf3Sn//7Vi/evXnx8o+P2WMto14lrA2c+vtN5deDUUMeRka5jN0fP3B1vmhhuuDZ48vblxr9+NvbR3c7LAyd72z4c6jp+e/ziR3d6n9wd+OzR6BePr3z50bU7V3o6m4+3NhxqOXno+ME3fvzdl+Nhl02iPKr3gMgbWUoji7TNxvO8gaJ1HG+SVPpXEFmzUjTFYqpDWIIRj2Aaaz/iAGRkURaP2wTWFaL5wcIMAIx4EaQHogoCCEkEjNUXsBNBJ0laI8ongQhWR+g5wyEf8ADCiHDIhxeEtsUXQeqJ5DoWVJKZxscRsIIiw2qN/U8mabFPKNDIuYABg0wRmBYIBB8kJ4XDAODHZ7ExqGZAfeBqPCPoB9kL3ALKDgAJvBy+Oh7xwwcLmJa0/EWX2pDfBXlSLOyLhX3RkDceUbr4oAZ4Z1W0uiKciPqqK8K7aqJ7auMAwLt2hqsqfHt3x/7uxy8f++D350//+VLzB3eutn36cOijO72fPhyCZdRHd3pvXm4d6qof6qof7j450nPq+kjz//ry+kd3ukd7Tw50HBvrOzXYWdd27p2WhgOPbnXCunx88AxedLS8f6n5PVWr33L3WvuTu333Jzqe3O3rv1R3faT5f//Hrc8eDY/2NtwYOz/a23DqyB9e+7efnD3+2tH3fvfBm/9c98Hvz9W/ea7+zfamg1cGzt260ka4356Lx87Vvznc3XDrSpviMDfacm24sefi4ZMf/v5M3Z86zx/qaj18pu5PTSffGuk5Pdhxaqy3sa/txMWzH/S1nRjrbbzQeOhC46Hzpw+98cov9u+K7iz3fmN3orbcv2dnrLpc6awYj3grE+Gq8kgs7At4HUC5iXioXC0DnmwKHQ4pnWBi0QAe0Yg/GlGkzhiiGOoIfDFaSDUvxl4sGoTlMgYefm4iiobIHzshKmg0WUXUhXEOUhfqZeRTkLVBzEfMopBYqakur91ZWaVWC+MYyCgFHCVzHEQZunMB8gGgwtEapFA0EihPRDD1QFCXq127EXaTaYvBj4gcVC1AO6lXxEFiphCojGtVUR5FjglYFFMPW6I+GVEprhUaGkciofLyONog+Xye6urKiooEy9KLFi1ISpqzaNGC1NSlWVkZhYXbBIGnKKVcFhE/hKzgGXBbAxWPAkKX0wqMjXtIeSJSVRnfWVOxs6YCOQUC7LEZJjUi12DQ6ffb3W7Fpclhl/w+ZzTi37O7Zveu6j27a3fV1kQjIcpkUDuyzFm8eOEU9V96eqrFIiYSMZ5nly8vSE5OWrJkUXJy0nPPKcxwSsqSLVteMqqCZ441soyB9BoFcwuUGAoqrZWAfgGMkbIh+RrSbjcU9MSigfJEGODT47aFgh6bVVgwf96M6S+uWb2SY2mnw+bzKlk/tW7TBvZYwdVeq99vDwQcoZAL1yERD1dXJTIzUl54fsq6tStNRi3U7xjeGMC4E0bCPsAD2DiD4IWAGe9YJI6mdDSlEwUGjllejz3gd3ncigYb8lEoulFDiFaiLqf8TOytHDCp+sEdGzQ1ql0g7iWAEPlTpF0wGDBCiIYZABKrJ8I+iIycDhlrq82q0OCE9sScwhoHyTGQHhYa6GbJAkEAFbI8mESYKcDAyEFjjZ4MgMliCrKXqLTIDqEHJuIOnCZha4GicWoIBmBghvgYANjM03pdKZy0kDpHITHmLCGc4QUFKdbkuAKTF/cZ5JiI+AJBwlcru9flddrsFkHkaNakN2pLdaU7NMWFy/OyFyTNfmHKlLkzpy3Pyy7bsd3MmGySuay0iGWMyAuQaRuPhchExoS1WcXSksL161ZlpKcumD9vXtKc+clJc2bPnD5t6pLF89evW2UyaiA0cLus0ag3EHC43ZZQyEVaHIEEhkzAbpMQ85DLizGgyn88pNkvNBdQOzsdlmd9xZx2m0ga3qLFEWhhSDAwJb0eO3zOSc95m1VgGQMaGskibREoJcyzsMBUaHGE/kNel6KURncibOCyK3LlgNeG3rxuh4jevwDP2NLrsjhtZodVgMMz6n4JAHbaRDhg2WWzxyk7baJFYKCCJrhX6XKkukA7bWaCqD1Oye0Q8Y3KVzi+eoDvhdkeyxgkkRXMtCgwilZRBcDI64GoRAhqVckbSNAB0jBtCaNjkXivxwHZM89REEjznKJoBZDG3oCEAXdRMMyxJoK+ONYEwMw86xLMqW1T4KVMmQzAcoKZY2iTyagHu0ja86AYFRhP8eiitRxdxtFlZlYr8kY0prJZWJ4xCJwJ3ldwdIO7G08ZgF0FxiQwJoBhkaXskhksLhE5iywlspRsZkWWAlrmKQOAscCYQBFLHI3NJI4GS4wyYFHtBQN+GxoKkgLAlMcGkO0gKYBLRC4UqogZ2gBNONJe6kVWNMkAtygDRqYANlTEoYowwEhb4AqDcgeND7YZIBxUMHIQ+KAo8DzHgNo1GfU0ZaQpI2l7C4jL0CY4HgtmThLNKAwG94tsBYAxMcEin1J/OyUVInAmJUlB60RaZ2P0LsZQ5bR8M+T7RsD9Ta/zZbsUp3WqD9YKTX52WW6moSBXWL8mqCmpFfmfVZf/IBaqlHl224bNyzLW5qWsLkhZlrt41fJMBQMXKOi3YEVW3sqs7OVZmQUZuStzclfm5K3ILViVv3xlfsGynJzs9Iz0pZmpaelLU5YuXLRwXvK82XPmzJg588VpaA4MMAwjaADgF597PnnWrKQZM5JnzcpcunTDqlWaoiJap2MNBl1xsaG0FOiXNRhYg4HW6SitdoqmuERXWqYr1pQVlmiKSk0lGmNxmW57YdmWl/ZVxN75998MdTSN9zYPXzo11n36/Ol3Dr37m0Pv/9uRQ69+ePCVowdfaTj+Rldb3bWR1oHOU32X6gc6T40Ptdy/3v3wRu/NsbbLfec+fzDy8HrHvfG2xze67l9tv9J7aqTz+NX+0zeGzw11HBm89OHE8Jmbo42j3XWj3XW3xs49uNl287JSYzzWd/rWlQsf3el/eLNnYuTC9eGL14faL/eeb64/+PrvfvGvP//hz3/4zW/uqgh4LC674LDyDisvmU0crZdEFvo0UWAY1mgWGNkqyFZBks0WWbF6x1jHXQPDHcJmsuqTrBhuClh0Ea8ApiKbi5s+wnfEx+GQLxoJIAYCEkaEjSUc+Way2AMo4r9E2UUUyxATYofAvWAMCAAGNkYwDfyJvDj6NgE5gJ7FMUOmhaNCiw6wrDhynEUk7EeKmgADgsaxgV81OIWCDmv8ZDxMvojoooF8APhx/OTriGlWTOXrcDAAKgDAQDLoA1wRDwHTxsI++DOhSDXgdSggze9CYyR4QaNaWEXC4cpEMBb2VJWHaipDe3clwAPv2RWtrvTv31f+61/+8MzxN5pPvTE+eObGWPO9622PbnWiqS+I2Yc3u4BdP3049MmDwc8fj3z5ZOTJ3Z7R3pPwxBrsrOtrP3J16Oy14cbxwTPD3SfGB888utV5f6L96tDZ8cEzd6623R6/+OBG55dPxh7e7Lo9frGj5eDda+2fPRq+MXb+xtj5zx+PnKn703tv/KL+8Cvjg40jPacvNr5/qfnQUNepjpbD50+/09tWd33kfHvTwc7zH549/saZutdHe8/cvdZx60rbveuX/vOT8aGu46eP/eHUkVeaTr7eeOJPHS0HrwycvXn54kBH/eW+c/evd/e1nWw++e7ESNu1oQutZw821r994tDrv/2nH+2uCuyuCnxjd6I85EhE3BFFRab0M0RzKVxwlGCR6t9YNACgixeRsA8Yg3QDBuKdPCzDIR9o2JjaggjcLMnIQMgwmf7FuMKQBr6dDCax0iAkRb0xZgpqU8mn8EFMHGBUMsyA6yorYqQzE0C7z+sE94shTQSKiN0DfrcosEaDpnD75vXrVhXv2AaXI8wLcr44eFR4ArXiroLYFCATIx8yY0TPwMzk/oCpiowAmGcAJ8xN5LmImBxvkgLpQMDn9br9fq/P5/F63aFQIBwOut3OZcvyFyxIXrRoQUrKkqVLF2/YsI5hKL1ip6EYqKAWEVjXKguosUSGAna+HrcdsxjXvKI8uqu2aveu6qrKODhG3KkAxSNhf7nq0RUOeWGSnEgEwmG3221xuaRQ0FNVGavdWbl7V3VNdaXX49pRWJSRlp40Z27SnLkzZkybMmXKggXJRqPe7/cajfqcnKzk5KT58+fBEwu6aJ1OYzZzBqNGElmeN7CszmJhvF5rKOQC3g4EHMGgk/wX9KzXa0WyJhEPQcsQiwZQjxcKeoCKUYMHYoqmdDOmvzh3zqzC7Vtli4h+wjarqN6EnTBtVuJ1n83nswUCjnDYjT7A+1/ebdCXTZ/2/LykWVpNsSiwuIC4LSN5+ix76ETtADrBkH4wCrGs1klaZTPKmznWCBk5ALDLKRODaJDb0FFLIgsrL3jUhUM+jC4CGlEAjAIWhMXE6wW8JbAuwKHNKgIAYxgDIsINlVCdyBahUEgSOWBj4GrsGVgXeA8KcEBHQiYDMxPlBZZXzDtMEABX7BM1kJieODbQjzjC/wbgMZhBjWJtxWZ4ttsknqMEM0PQHc4auMJuk+D1RRy/aEoPYI8IYbKtNJC8zSrKFrPTIeM+YJUF8rtjSYX/NssY8T6WVxDjcJD2ux1+t8PrtNkkMwx+ZIFzWqWSwq3rVi1PW7Jw3uwZ8+fOys/O0JcV+90OsE9EZ477HrRgJGIRzMzWLRuzs9IWLZy3aOH8uXNmzZk9M2nu7NmzZsyZPTMnO31H0VZUkgtm2uO2VVaGo1EvJNC4J8gq3Y2LiVwYpD1Y8ZF9QGQCkzb068IARl4G3s6YVtAvIH8UCfsg5kcqhzT6CgU9HrcNKTMks1xOWRQYq6QIaAF9wbu6HSKYXvC6BI763LLfY1UxrdIEGH8FTkaTXpddsFlYm4XFfuBODHbX7bCgD7DPbYPg2S6b0f0IANhhFQgABt4G+nXZBWBgfIXPLXucEpoS2yysVWJgNODzOnB2gplmGQNN6WQLD0M7aKRRtaf6tn5F2GDYY3JB+wPRBLqUIUYFNjbzNMCqXS33ExRnJhM+AmbP/IzsxZ9ANnKqjhpoGXJcXm2NC8xMnOQAwAQzBwAGyhfewkBQeEZjHp6jTPpiM6u1WWirpHSoYkxlsMLiGYNkVtyeHbLokEWUvosczZn0tKaU0ZaJlNHCUGajXqSMNp51CLyNZ2WWtjCURJtEyijRJgtDySwt0SbBZBBMBok2YQO8b2EokTJiS5ml7WZOgdNq2bwkcrgUmP6yxYyLwKjEOAheSRU+2G2S+MxUDKSxoPqiYxtUO9OUnmQoiAiZNBwy8yxsqEjfXciYn9UJKy7ryFnotCV6XSnap0FNYzJqddoSraZYrysFPLbbZIsk8BwD0TJa+JaVFssWEf5bLEOhFzF+KcpkkEQz/grvK5DS2AMgNDh8qKOfdQxWALDiakbreUorUFq3QPtEptbv+G555Hvx0A9joe8FPXutQkBXatn+kmnVMl1Bjml5vv2ljTUs/X2/95931/4gGqyWzW5jqXHzmo35aatyl6xdnrZ6RdaUcSozAAAgAElEQVTy5RkKCbwsDQA4Z2VmxvL01Py09GUKDF6+pmDVmuXLVuRl56Snpy3JTs/ISksnGDhp1uxZ06bPmPrizBenwfkZ/lhAxdNfmDpv5sx506bPmzY9ZV7yqpzcoo2bTCWlrFan3V5o2FHMaLS83sDp9HSZRl+0Q7Nt+xRdYREe2u2Fum079IVFdGkZr9N6JeEff/TdY+++NtTReGukfbSr4VLjB+++/o91h19tOvvepdYjF5o+uNB0sLf9+Fj/uSsD50a6z4z3Nd4caX1wrfPjm32f3B745PbA01v9dy63PZro/uLh6F8/vvL5g6GH1zvuX21/fKPj4fX28b4GBQwPnLo6cGq48+iVvvoH1y/cn2i/Pd56Y+z87fGLj2/3Pb7dNz7QfKnpyOkjb7332m9f+dVPf/7Db37v5erv7qnekwi5JcbrUBJsaIaupJTMNJKLMAjhzYr+2WaXrDZRtolWu2SziqpQQfE2xHKFxRjULjK7RHaCwAUrN8ICpJaR/sTajCXn/xMAEwyMUBgEKcJcn9cZDvnisRCik2fBkIsEzaSuL6HWFmK9IVTz5LAbwTehmgF6iUB6MtsMyP1/4nNE5NFIALwNyDEs4VhECaAFkie6L3JUiOaRDyZkF+HicNhY7JEgmMw8E8hEuKMK1W4HiAUFvQBj0D8HfU6f2wbuN+R3oT9wLOyDNXQ05K2Ih9AnqTIRLI/5oyF3ZSJYVR7Yt7t8Z1W4pjK0b0+8pirwjf2V//7qP546+qeWhgP3J9onRpuuj5xD/97L/Q2fPBj89OHQnatt6PL18GbX49s9nz0avnP1wsRoU1frwZ6Lh+9PtN+9dnG4+8RY36mRnnronwc769C2+vrIuRtjzTfGzk+MtqipHMXp6srA2fam9x/e7Loxdv7C2Xe6Wg9/fK//6Hu/qT/8Sm/bURVvd3S0HG46+VbPxWMTo63oCXzi0Kt/+NcfHXj171/59Q/eP/Cr0d4z14ZbBjrq71xtu3vt4lDX8eZTb7Sde+dS83uDnXVDXfXjg40PbnQPdZ0aH2geH2jubDnWc+HEF4+vjvU2tZx+v/7D1w68+k9/+ze7ayt8e6qD+2oi6ANcEfNGQ+5oyB2P+NFRWWmwHA+hKJGUU4L4jceCcKwlgTvUa1Dv45ngT4yo8kQE1k0YnAQ0YqiT0ndMAeA6vAkBgsOuNPEmlnVArQQ5o282wZN+tUERalPJTsIhH8HbtTsro5EA5jvpzYMNEmr/LRTRIXRGrK/VFG/dsnHTxrVr16zYvu0li8TjFMisJFknoESiEkSwS7JReIGzJncSML0A8JhWUEiS97E3RJxOhxwKeqsq4xXlUdxVyhORyoqYMpWCfp/P4/G4vF631+t2u50ejysY9BcWbktNXQoedenSxStXLi8rK9FqyxjaAOEcuY8RoAs5BpJiBIGAc66qjO/ZXbNndw2+1GG3gH9OxMM4BYg7FEm81xqJeCoqQvG4PxBw+P32eCy4q7byB9//zre++bLf53lp04YlixbPm5s0Z9bsaVNfnDJlSkZGGkUZbTa5uLgoNXXpnDmz5s+fN336i1/72pRp06bm5GTt2FFIq9VKgmqoI8us1crhi6JRbzjsDoVcoZArHHZHIp5w2I3v/QoSBxWGKhzyxmPBeCyIsU30z+GQF1riWDTgdlk3blg9fdrURQvn67RlVllCZ0XAHjDGMKyC/ZXPZwuFXLFo0GG37KypyM5Ke+5rU7Kz0uDXCsAGwfBkAOx2WYns0+9TQDUxEAJljYWModVyHrXUGUSZ02GxSBz6xAAtO+wSCoZJzbDKuXlxJ3c6ZEnkSL4DUR3McqDdRecPcMWgdgnFinp4YFfQSmQzQqUCI2FJFQUWwTdmK1Y3XAEUL5CyI0JqkUUW8xq+UIhBsUCTpRlfDdSNRRkADJgWyys5I0k1fSUVvyBgcTw4HdWqR1EwYvJCLA3FOLAujpDsB+clqQG0zSoibMD9AXge9yicrGBmCNDFTHfYLTxHGdVuNOgLRSY70spepy3kc8dCfjRghj+Q0yrZJDNHGQq3bMrNTJs7cxp4YF3pDgKA/T5XNBKoVtuPIXfmdtl4jiresW3livyUpQsXzJ+7cEHSwgXJ85LmzJ0za+6cWfOS5qSmLFm3dqVOW4K8iWCmnQ5LRUUoFvPZ7WZZZpHyRuJDUCWyToeMnnCEuEaqAgCYNKlGcS8plQcY9rhtAb+LqB6QysFHyGh32CWnw4JlBVII7OorPGzl7TIHVTNaAUMUDYhL8CcYEbTkJXppfAoYOOiz+9wytgdJi83gfeV1WT1OGejX45RddslhFQJeBzAwGiPZLLz6JwXxkofq0WXxuWWnzexxSmrFstXrUkgap82sAHW1vAIAWLbwyG2Z1ESemackkQVVjvSWKgJXyrzBUpKMDN7BLMOyCOW/pLI7jNr5FmAYOArG+FBQc6qIF+CWe9aAB/APsmeTUWsyaqHmMKtNkqCjxkwholniJ4xOPAB+KDo18yzqS5VaVk2hyOvhAcbRWr2mUIXEepGnLMJX3bxkgRNVfbLS6IihaE0prSmVWdrKMbxBJ5gMLkmQWRpo1sIo2xDEK9EmIGG8P/kZOBkA2MoxDoF3qG20AVYxpGE6RfTGJqNiGk+K/HEDBFTGvBbVOmFJ5FD3C+Rs0JdBCK06z3/VAAkVv0CbaEiLywLcq8qMlSSCVlMMIpoy6cpKi3TaEgBgpNjgY4/9M2rVMWy0DHqtyaiHsTN0zvDBgoZ5srEzvLImN0DCAaBDErIYoPGhkX6W4GDUNIqBMmkZUxlrLPNY2ICFmwyAvx/yvmyXqkXObyiTt2zk1qwU1qzybt+6TxJ+Fo/+bv++H0VDu21SXKCtmsKitfnr8lPXr8xYsyJr5bKMgoK0/GVpigR6VVbOyszMFRlLcpam5qdlL88qWJO/eu2KFasK8vKzMrNS05empC9NSVuyNGXR4sXzF8yfm5Q0a/bs6TMI+iWiaFDBc16YOvv5F+a8MHXR7Dl5qWmbV6/RF+3g9QZGo8WDLtNQpWVUaZmppNRYXDKFKinWF243FBVSJcWmomLD9u2iXh+Q5Z9+99t17x5oO1t3pa/1xmh7e9PB08deO3Ho921NB7vb63rbj186f/BC4/sXG99tPfNu84k3eluOXOluuDty/vZQ89XOU5fbT9zsa3x4pe3uWNvHt/s/vTf08HrXtYGm0a6Twx0nhi4dvznScrnn5OWekzdHmm6NNl8bUHjgxzfb/+vzq198NProVq/CcV1uv9x37nzD+wff/M0v/+7b39lTvivuqwl7a8LeXbFQZcBj5ymP3WKz8LLIOm0iLAp4zkSZtBbZbBYYs8BYZLNsExX61yrYnTIyYbg7TAbAhIPFyop1Dp0bEPwh2TxZyYYlE0EwljEEteQZ0TaJuUnIC8iHOliABJfTCtOpWDQIRxDQUOBS0KMICwy+FM/YD4lcoRSNRgIk0IfaGWAAxwkwAMtZHDOhfEEpA6tgD9gAETZ2jmpkAGnyLTgvyNuQvMcpg/FDQSMOlXwE6fDJ+0d8Dzda0EeIoVHrWx4Lot9veSxIyoDB90L8TABwJOiBOjoccJfH/ImoLxJ0VcQDFXHf/r2Vu2qiu2qi3/nWzq+/XPHjH+4/evi1k0f/MNxT9+j2pYmxxpGe+usj564NN14ZOI1a387zhzrPH7o6dA4tfP/j6RU1O9Pc1XpwqOs42OCu1oMXzv55fPDM0/t9H9/rxR5uXm4Boh7uPnnzcuudq20Toy197cfGBxt7244+uNF5f6Kj+8KHjSdevz7SfOLQ71sa3mo98/Zob8O9653tTQcbTxwY6jr16cORLz663N508Jc/23/g1b9/+0//eOjP/9J08q2+9uMDHfX9lxR76gtn/zzcU9d94dCVgdMDHcce3+4a7W3oaDl460rb5f7Goc6GS02HhzrPjPac+/juSHfr8aZT79Yd/OOvf/69/TtDtRW+3VWBPVWh/bWxr++t3F0TfdYzOYJ+y0pBdXUiFg0gRif9foEcCHVGSOBQUDFnQhoFTk4IZ0HvA6QBlIIwRC4Gz8h3xJ+5wSGNAgyG8Y+GPYg1yTREqAdWGbgCEwfPIJ9j0SByMRhRAOc7ayqikQACZa/HgckIzrN2Z+Wu2irIs8FKIXTYumXjxg1rCrdv3vzS+m1bN0kiB7yHoQtYi9dIk02eqiT5Reg4uIWB2gXmBJhHLgnEi2Bm8EHMfXDUxGYMqTGEoVG1mZlCbkfDVVUVsVjE43Hh4XI5PB6X2czl5+dOVkGvW7emqGg7x5osEg9Wh2QKopEAMnQ4PMKNSyIHb+eK8mhNdXlNdTkKpJHbKldL9wEDEI6HQ16v1xoI2CIRTzTqjUa98bi/siJaU534zre/Hgp6t2/bkrJ08eyZs2bPnDVrxsxpU19cunRxSckOUTRv3bp58eKFs2fPTEqak5Q054UXnluwIHn16pUlJTs0mtKyshKGoVwqR2S1cg6HAAIWrG806gUABhgOBBxf6ZMjHthBk15BUGmizhC5HvRxqalOWCRu8aJ5c+fMysxIoymjVZZEgXc6bKh9xR5AIHs8sssl+f32aFTx94pGAgxtmJc0a/q059evW4U4FZcF+ljAMGiD0bYXkmaiZw74XeGQYh4GSOzzOhQ7GZ4y8xTHGtEwyeWULRKHmmf4Y6HRvSgwaGYDDy3IgmTVyogYlqIlLGAYUJzTIQMAQxiFvI9V1QKQGQcOeTI2RhIZ+BMrJqQZUOTiHciAkbhB2QLCSiBnLMHgr/DOZAQrW8wYn/gTanQBgJ0OZSkHt4zJjplCFFVkBcfxIzXmdtnw7YTIRUUlOFusvOC3sR/AcpwyOWB8L84F65rP60RaROlipNJrODAAb0KQ4rdA9FxaUojYFz52BCd7nbag1xUJeMN+j89lt1sEtDP1OKw2ycwYdds3b4Q79Py5s5TeSFs3aTXFHGuyWcVYNLh7VzWcAlnGWFK8fc3q5VmZqYsXJSfPm71wQVJa6uL5yUkL5s+bn5w0L2nO0iWLVq1cvqNoq15XKgoMWEebVcDccbkkp1MkCXpoNQUzA5dvkmpE6p+AYeiW0Zgadfh+nxMQF9wm0jeTCxOIkt/tssLUDTphjH/iD4eKALVMV0Tlrddl8Xu+gpduh+h1WWDLDJk0xM/gh8H0TqaIIZYGTwsKF0LCaMjr99idNtFhFYCBAXqdNpEAYEIF+z12ArmdNjOYZABsVBcT0TVRaJP6fPhaSyJL9B0K2KD1uHRW2Yw4FjgNGRn8BCQLjEoc0nQai5RZ7ZkEGa1sMYO/hZIRQA4lvkB6lElHU3pO1T8zqtWwXldqVHv/8qoVE9hOUWBJMSCheYltEjhDsJoAVKhKVWW6lFG3Q+B0cMCmjaW6su1G3Q6O1tosvFVSOlrztJE2aCm9Bl2OCM0rszQewK4iZSRssN3MgfUF02vjWRvPAhVjG4BnQhdbGMrKMWCAOcoA7AqtBxhvtNhlaAOl9h8CIhXVymron8GoI7+Ay0VTikE6eq2BuX12JRmLJNisFqssyRbRKkswhUZTIsBOoF+AUk3ZDkBuk2qwBxttUWBR8UEoenypWoWh0WpKtZpSAGCLJFgkAc1+acpICoCNBp1epzEZ9cT5GYw0oDhQMd5B9S8E0ga99hkPbGQUSzOdYqLE6iXO6BQot0DXeG3fSYS/Fw/9KB7+Qdi332HZY7fEOJOnpFB+aYN143p/0faXBfNPw6F/3bv7p/Hoy05rzEw5DSV00caitfnrl6cDAOfnp+bmpyhdkVamZ6/IyFyRsTR/aWp+CrTQK1cvW7l62QpVCJ2RkpqZmpaZmpaRkpq6eAkaIyXNmo0a4LkzZ82dOQuVwADAs557fvbzL8yd+uKCmbMyFi5ak5dfumUrq9WB+GU0WgBgukzDanWsVjdFt3Vr6aZNuq1bubIy5aEp9VnElyvj//ST75099l57Y93ApYbei8cPv/2v9Yf/MD7Y2N586PyZd8/Wv362/vWWhrcuNX8w0HF8vO/M7bHWJze6P7/f/3ji0vXehrFLdRN9px9cvfjkVs/1kebO84daz7w93H3y/kTHxGhL5/lDvW1H0f708e2ep/cHHt7senCj86M7vV8+ufLgZu9wT2Pr2YOnjr7x/oHf/ss/fP97X6+uTXhjXjnus1eFPXGfM+qxh11Wp8T6nFbJTIs85XZYvC6rrJZPKLo4M83xFACwAoZFVrLwdocFABhKLSJkwgqHxDDSmVjsrWrvSofdQv4EuBjwu8FhQl0ZDimdeIEzCTTFwkCeSaQeiwaJvBlvYl30eZ0I0MlqCrIlHgsBFWNJxv4hecLCDzYYjj4Vao+WWDRIECbYWoS2kJICewCjToagZEnDVyAcx0eAeOFqA4AdVZXeoI5BdAMAg+LAxYlGApUVShccYB5cNEQGkEMDOZNjANscVUsrIeksT0SqyiPlsSDwbWUijG7AO6viBPECD0dDXuBhAOBI0BPyuxJRXzzijQZclbFARcz7jX1Ve2uj+/ck/u5HX//R9/b++pc/bGs+0tTw5pN7XQ9vdowPnmk7907zqTdGe09ebHy7+8KhnouH+9qP3bzc+sVHo588GLw9fvHO1bb7E+2fPOi/NtyoFqi3jvTUtze9e7m/ob3p3Yc3Oz5/PHTrynkooi/3N6i08Lkvn4x9+WQMw/7m5VZA4u4LH/ZfqjtX/8aVgbPn6t/oaj3c0XLwi49GH9/uAd7+X1/e+p+fTVzpbzr859/840/2HXnndx++/VsFzXadaml4u+3ce6O9DX3tRwa7jvZdOtzScOCjO91XBk7fHm/taj18ZeDs0/tDj271jnSf6Wj+8PGt/st958Z6my6cOXjm+FsfvvPqz36wrzJsq4q5ahKe2nL/979Z+/Lu8p2VoXjEWx7z76opf3lPzZ7ayprK2O5dVYl4iADgUNATCfsS8RB6sYANhij6mVhacW/GwIZeAAW6oaAXABiYCoCNKA6iqvoAFDEAKgHA2AY6WzTlBgZLxMNIlOAFECOoKiJewPQEKA0FvRXl0Z01FTXV5ZUVMTRrBb0DATCoy4RqN406YYxbqBaNBs3aNStWr1q2beumDetXr12zgjLpMDEBXwkARpkckU5gJgJDPuugY8ctBZXwEKnCOErtr2NHOgy3BVQdE0SNc0ePYuyZTGRMt3A4uHfv7qqqCptNtlotLpfDarWYzZzP51m3bk1S0pyFC+enpaUsWbIoKytj06YNJqMSAMFEB8Q1kgXqj+gDDIOrDRAXuecgoUbSasSiTxRYhjagDXIo6IH22OORYSdeXRUHce102FavWjF75qx5c5OSk+a/8NzUF56buiB5PsNQJpNh7drVM2dOf/75ryUnJ82bN3fKlCmLFy/cuHG9VltWXFxUUrKD51mbTVZsHXjKbDbKMgsnKrfbEgg4wDYD96JBEVqbhsNuhOOAndBegl+KRQMV5ZFoxK8az/r27K5mGePzz01ZvCh5WUGeYOagPfP7PLhPyhYe5C2wq8cjh0PeygqlbVXtzsplBTlJc2fOS5q1besmyGvdLhvwJFJCQFaqKFcp6FXtXpVWBTAJCwbc5YkwiDJU3fu8DhQHUiat6qTtcbusMBWDahRVlMAwsMKCfNTltFoknleFvoB2IDNZxmhQvVUEM0NQKxyPJmuYAXExXCfniMkyKokcslHAlkD1mBGI3QkARgoAHwSpSxZZ5AWwqGEzFCUFAx5J5DCpQR3LKhsGYTZS0iBOySwAOsWhkgJjHA+OEAhBUtufws4KcB1ID+a60ESAc8YVIN+IbNHkFAZCAkBQdPcVBRbzFD6ROAzotJFxs8oCZdIZ9GWUSYcd4n1FXe+ye502t11222UQvwJLsSY9OpoyRh1j1GmKC9euXJayaP7cmdNmTH9h4YKkrMzU1auWlRRvpyl9SfH2lSvyc3MyUpYunJ88Z+GCpCWL5y9dsiBl6cK01MVJc2ej+1HyvLmZGWlbNm+CxtLMU4Cp8IJWZo3XoVbzKmXAYAWgcsd4nnx/w3KPBAQAMEYm8jiYIE6H0o0SHm8Bv4s87DYRSRxkpoj5MwrZQkFlnKMlEvYQ8js8TukrObGVB2q1WVgIngkeJt5UAMD4L2px8Q7AKmFoiYDZ45RtFh5aQtT9QhTtsAp+j93jlFEk7LAKNguvVggrCHxy9S+8tUjRr9uhwHW7zKEOGWX8TofF47bB+1oSWZrSkS5uksiiuzhl0mo1O5C6IoQNpjDGJFCuReJB+QKekQ1AFwM4QfoB7pdWeyDptCU6bYlBX0ZTetwcWMao15VqynYYFVtBE6MWAIMsxQ0EKJrYXLEMRTAw6btjNOg0ZSVaTSmEuAq8NGkVBGU2mVk9ZSgxaItM+lKW0jltos3CmxmTQVNStmO7tqSIMepEtWRXaXFk5lijjtMr5s9WjmGNOok2KeXBDOWwCG6LqJT4MhSk0U7R7BB4C0OxOg2jLRNMBsBd2czC+0pkqa8KgNVOS4yqc5ZUhTOgL3IHPEeBCoblFceaAPuRJgAZjmJd+lnDJ/iNAQAbDRo1d2AUzNzkMmDBzOFaiQJP5MdmngVPC/QLHI6FGAuoqFLN5JDwc6g/tHLZ8aApI34OXH+aMooCb7NaUPGL2myb1QJLanw7eHuGNum0ZUaDDj/T5IpiTVmJTltmUDltmtLxnMlmYd02wcIa7Kyh0mP/bmX0h5Xxv62M/6Q8+i2fa7dNKucov6bYsW2zbdMG7/attTT1A4/7F9WVP0vEXnZagyatQ7fDrtth3LZuw7L0dcszVhSkF+Sm5Oan5Bak5ixPy16RkbE8Pa0gNa0gNSM/PWtZZv7KvFVrlq9Zu2LN2hW5OVm5OVn52Vm5mRmZqWlLFy6aPzdp3szZybPm4AEwTCqBZ02dOnf69HkzZybPmrUkOXlZRua2deuNxSWmklKqtIzRaDmdntPpeZ2e1WhZTdkUQWfSbik0bC+y0bSNocy64qCd//7+6td++/PzDe8PdpxqOfVO3Qe/bz715/5LJ4a6To30nKo//MrBt/+57tC/NdT9e19H3c3x81eGzlwfaxofPjs+fPbqSOPYwMnh3uPjw6fv3bj4+ZPB/q7DfZ2HnjzofPqw98pQw0BX3Uhfw2B3fX9H/VB3w9Xhlvs3ej66O/jodv/did7B7uazJz448Idf/+p//ODH3927vzZRFfUmgs6Y3x7z2yNee8htDTgtXpvgsnB2ibXLSpM0jGCSpsLyhlQxUK4gspCRwCSD3NDxJgwSkSrGQkUSwAimsaAi+PP7XGjLCZwJcgZBNmJf7AEbA/WBpCWKaPBa0BGBaQGeJMjh/+bqPaCrOq+0fye2QXQhIToqSCCBEIhe1G/vvVddVYTAxjVx6kwmM85MMi1tUp3EjhPbuNB7E0JdqPeCkOjFNU7mm5nvW/Nf5/zM+9eKl5aWfDn33HPOfct+9vPsZwtXm7+KMuGpoGHZ1IGmvL1adqwVdYaACkHJCtTNOcEGoGs2MPY5GqKAcgV6j4T9DrtZFP+g+4KJEpQdIQhBOUQuzJtQRxM4CoQM7yf4LqSevMhJoO/gwMHh3GBlRamgnqiExIZHgtMUA0d85ZFAZWlob3l0b3m0OhqqjPhe2F/x4oHy733n5W+/UvvC/tDff2v/67/8Xv2FP14fqPtwqv3z+/13RpuuXXm//vTvuxuP3h5pbL10aLzn4v3rrffGWx5MtH1yu/vDqY7JgSuTA5fvX2++0X+p8dyb5w7/ovHcm9euvNty8a0b/ZceTLR8crvz41sdn9zu/PODvj8/6PvkdicW0FMjDSM9Fz660/3Zg/7BzrOjvReHu89fOvX6qQ9+Idf9nr106nW569LxPz3qgYv+z49H/vRg+I+v/es7v/3xT77/t688W/nWaz+sO/12a93hujO/H+k599nD7jNHf3r00L+fOvzTjqb3Ht1u+z+fDD+YahvpOdfbdvzmaKMMts+11L3f0XhsYvDqzZGW0Z66+nPv//E3P/67rx88UBmgA/BXDlZ99bnq/Xuj+/dGaypDlTFfLOKtiAVq98aee6aaAkV6UaCCBu5GI37KKRFt0uhC5ooDoF8afjKcqipjGErtlRvbkoJBWyuGJdkQZAhlsbDHbQfRCbmd3+eyWY1YRgGSSTwBHSm34yRINii7RYBApqa6qqx2X1XN3gp4SzAJRbaMVWSKIEAgOhpjo0GTn7dzy+acDdmZmzauz92UvX1brl6nYl7zLuJgId0kagdUExoy48D/CIb3Vpfju07dPiuGOKdYTHiFf+XGRf5IonzLIsgUecLhkI/GyKx+VotBoy6xmPWRsN9o0ORsyEpaFD9/3qxFiQtWrVyalpq8Y8c2haLYYNDp9VqDUeP22Etjwcqq0n21ldFSXzDkKq8IVVSGgyGXL2CNRKR2vj63ze+xR4KesmigLBqAMKmIhaIhr89tc9lNBIuVZVIPM9yYZMcme1lM8r4qLyvVqJWpySmLFyUlLly0cEHCl5546ktPPJWanO5yuLdv25KWujJervWZP2/WnNkzZs748swZX961c2tR4R5CtJLifJ1WyUpO4x9BXoWCHryscJZCgYmokvi7oiIUiXgCAYfHY6GJrttllXM3koE5PV1r9kqDZF3W2riZTy5ZnLB9Wy5FdNBcCOb5ZnmLLKiRNgU6S+fn7eT6szLTLWZ9MOCxWgyspSQ1OAPoCI8fJBXoHsHAvELNJEiYNqrAALqnuJxSVxVqLGlfTPmPU7K6MNBbBaRNU1yKXSmFdbtsFrOkc0NOH40E8Mpy2M0AUXJD7GWkM2AyGY0oIyBFAaLsR4L1raqMYSoOAIbXpVUSBpNmk45uPXhx8aGE++wv4HBOy7XByZCu4qMFxmZ2BAMePldsVWzckbAfqpmw0mqRmkGwM8J4Q+eyA7rkIikoYpH75jEKYpxHAb0SzCsAACAASURBVHKmeRgpdXIc7GXMSmoIKbOfLsBG3Gg26TgVJBt8HQcH/G6b1ahUFJYU52s1CohlAmKDXq1WFW/dsjElefmC+bNnz3p6zuwZiQnzlyxOWJy0cMnihJUrlixflrRi+eLkVctSkpenJC9ftXLpiuWLeXFR4oLFSQsz0lO2bd1UWLBbqZA6jkLCg8PlezEF/G62YwatYP5Z2Xj+XDzicx613Wak/zbGzoLvFfXqeNRhZs6uQS7V67HrdUqnw1waDTBhGdt0P3LYTXCnPrfNYTVYTVqbWeewGhxWg8tuomT3r6p2fW6b22GWSVqb02Z0WKVY0ScvX16X1ef+4kWf2xYOuIM+Jydx2owcjKgwEvREQ14oX6fNaLfo6X6ELlq2y5LctgDe1BsDdB1Wnd9jjYYkWw2KjfGC9nskxaLTJjUcxkraZtbhNiQ1BJKKnL+4AKtJK+Hwxxp+ZpkgBm1WI4kVUbmASZvwVbabDXazwWExOq0mt91i1msMGqVOVWLQKC0GrVRtq1VJqlvZRdygV0NggqIVJQXFRXlKRSEvmmQ2WC9D4pLifI3c+xeQrNMqdbLjNOhaq1EoZQ7ZKFcUS8SpUUe7I74ys0Ft1Ermz5LaWb5CSSWdv7tg9w5FYR4YWHrdpJf8sSxGl81sNUjqYAn9mg0uq4SZ9dyFbARt02n8dmvI5XCZDDQQtpv0PqfNYTaYdGqTTm0z6e1mA5/otEqpQLPcghtUT2EtS43pcUdfZhkol5tl9vGbZASvM4sBsXqdSlFSQI0J6wBGWRa5cEAnt5XSyzJmcnAmOSnJY4RhxnmLzwWlA8h5mPiPaDUqkK3FbIT4VSlLIHsFA4z+HICNpFn0HwbxYmBGS2Fhi4V8Wq2Sui4BgA16lSQmsuidFp3XZvDb9DGX5ZmQ75WK2DcrY1+LhV8OeKuNukqtulRRHMzf4966xbdt21618hWP63uV5d8OB59zmKv0ylJtcVCVb92VW7Bh9dpVizasS92YvTojY3na6uXp61JWZyUvX70kec2q9PWr09enr8pYlZKRnLlh7cbc7JxN69etX5OZlZ6WunLl0qSVS5ekLFu2LDExfmZcwqzZibPnJM6eNz9u9pynZ85+asbcuFkL5syNmzFzdtwsmOFF8QtXr0zesmFD/o4d2sIiVV6+tiDfUFykLcgv3rataOtW5a4dTzjUJlOxyqbSBCwWr0nnMpTUxrzf/84LR976j4bzhxovHjr+7s/PHv3NQMe5G0MNfe1n2urfv3r+jw0X3mq+8m5L/Xs97SeHes72dJy4PlLX13XqWsvhtpbDHdeO9PacHBu9dOd2y82JK59/2vO//zv1p497ejqOdLR+cGOs/sHtzlsTbXcmO+7f6r431TM52tbXcbnx8tELpw796mf/+s/f+843v/r8Swf3HaytrC4LRQOuoMdWGnTzE/E7A26r12Fy2yRTAavcqJ3ELVMUmoj1Gi9EqsxZSqYDYJfTSiqaRqBkeaEoWdNJJ5MgJ3PPHuZx2yvlPiuwl3CwxMHTQSN/TydUp4fsIATUoQTx0wkxtFVEG+xDBLsxuY4RQgleCKA4PW4WoBpCieAADAAIJ3oDqIAtwZw4oxBei1e4O+6CEJBgZTrjLXTUnJn3Cg45GglwwaQV/sqOC3ggmGrAP6JKHg4YBgoR2ScwhkSAwMnyh/rKwv6ysLcs7K8sDe0ri9aWl+4ri9aUhV45WPOVZyq/9nz1M9Xerz8f++3P/u7MkV/1X5PEC/fGWz662XlntGmi7/KN/rrbI413x5r7W092NRzpajgy3HH2eu+lgbZTTeffOnf4V+11h7obD/c0HWmvO3T1zBsNZ3/f03Rkou/i0LVTY93nhjtOdzV80Ndy7NZw/YdT7Q8mWkZ7L354u+vPHw7dGKqfGLxyfaCu/eoH/ddOD3Wdu3z6jXde/+fLp99ouPDWpVOvj/dfvj/ZOtJ76tHtlv/6bOjhzY7xvvp/+MbBn3z/b7/z1Wefq4785iffP/rWr65dPfbJvd77U83DPScHOo+2XX1noPPE7etXP7zTfneieajrTE/rsb72E0Nd58b7peL8vvYzfe1nJgav3rnedme8veHC4SNvv/aj7//NN16sOVgTPVAVeqY6/Ex1eF9VuKYyVF0eqIz55DLgYE1V9MC+clCu8L4iFofspYoSMRsuWbInlkT/MqgYM9S6o0HgC4XkFzpbUCu/RRqFbqsIqkUOhYgZJYJIPzFUxPiBUGX++n0uJKkMkmo5Q1ReFhFVkRBNIiEFJmH6MDvopcRCwU5GQg0ZFZiTlBOTQpjcCEAuVMRQxNwLfCkqccJukAbHMH1QdLMy8EgrK0pr91XV7quiBxLMG3OcG4Gyrt1XRRMXQnCL3DeSOmqNumR12qoF82cnJsyXAfDKzZs3FxQUaLVqnU6j02msNqPH6/AHXD6/0+U2u9zmYNhRWuaNxjzRmCdWLpkPh/wunOfoFEJIGvA6CEBxT40EPXTOdDmt4K6qytgzB2qDAd+eXbvT01YvmBe/fOmKBfMk9Bv39NytuTsVRZotudsXJS5MTJgfv2DOrLinvvTEE3Ezn8xITykuyoOvUCmL+IM4w2oxIIx0OS3ogYVmWFBMFBOGQ154bNCvz2fz+Wwup4SB4XJJC7pdjmDAFwkHS6Ph5cuWzJ0za/mypD27t4smRgG/ezpdCf1IKicU9FKIviE7M27mkwkL5+3Yvhk7NEyeImE/NCYAiVNhVYVdtttltZh1FrPOZjWg/4SUwzc7Eva5XVazSUt7GJfTQgEwzVSolhSQ2G4z2qwGWVBqAcqCHtnvUCJ4PQ7+l9WbdRhkiCKaMYzLTjDgYQdkKLKe80YywtNREBIGOCgSMWBFJCGilhjszT7IM/F5nQJfCdaLXdgra57Z1tmRsezi/FwbmI0rYSURJ+RDie+JgHG6EiwxUw8eGB4b0MvEBMCTKMdQWpToB/xuQAg6VU7L5HXYpSa9kHLg7YBsJkdpEol7PoXCYMJxZMZul81o0BQX5ZUU5+t1KrA3CQIIvfy8ndnr16alrlyctHDe3Li5c2bOmxtHbmvliiUrVyxZtXJpasqKtNSVaakrk1ctW74saemSxKRF8cuWLlqdtmpjzrr8vJ1Aa6vcBsbltPJIbTI55pIrnBm0Aujy5AHnwAYujNhJlpVaKPRFmIB/VSTso8QXk3Of18HQLZUL8hnqHrdN1K5Pb2ftcdsQ8wf8Lkmy8RgA2y16h9XgtBnhaf0eu89tA51ijQnUdDvMNrPUddZi1IhCOZ/bJrfwlVhcv0fqewQA9nvswGC/x+51WQNeB//kdpjdDjNgG100B8gfLaHfSNCFppoaYDTVyJ6FRdZjabTd47RwndhKu+wml91kt+jNBrVOXaxVFRm0CqtJ67QZpYuXvwuiXDAwsS6LKnIJjkHhDNKzGLQAP6fVRBm5w2JESmDUqqxGHZbLFoPUhJZRB8ELLNSoSwBsQDuLWQqzjbI7tOoxaQyKE5QpVCqpGbWqGBWxyShdhqQ61ihpd2Q16rhCoKnNpNerFUV5u/bs2Fq4Z6equEDgc6tRJ7CrRlGkVRab9ZJrNJJpg0b5BYrWawUA1qtK9KoSs04tmT/LJupc/3SQOX0FmP632aQTogz9Yy00WJQnY5WtsMD5ZtlmjASiXpIKSyw6LyKNJg9IgTG8rkl2FBOPS4BwqlGwkmYZ4WqNBg3xBueHjtaoS/Q6DcQv3C94GDoXO2hKsoUPllA780azyYBDtcmop/SXA7Axk02qpVSIWmaztZoSCQMbNRajxm3Recy6kN241+96MRb+annpV0sjLwUDz7kd+y2mCrUykLfbuTnXvXVLlbLkq27nd2PRbwX9LzjMe/Wqck1xqbrQm79Vty17c2ZydmbyurWrsrKS12amrF6zMmXNitS1KxE/p2WlrcpYlZy+KmNdenZOVnZO1he9gtNWrli+eNWyxakrlqYsXrJ0QXxC3KzEWbMXxs1ZMGPWrCefjvvyU5ItVtysWTPjZs2aNWfW7DmzZifMX5C8fMWmdet2b91avHNXwbbtRdu3KXfvUuzYkZ+bm78xp2hz7hOqXfnavCJzidKuUVlVxV6z6qXa2E9+8M3TH7x28v1fnj786ytn/9jVfGKsr25yuHFqpKmv5QRut23173Y0ftDfeWq0/8LN8YaxgYvd1463Nb3b03FsYvTygzttn3zc++fPh/73f+88vNs6PnxxYvTyxOjlyfGrN683Xx9u+Oh+/6O7fbeud/S0Xzx15I1f/uQfv/ut57/6XPWztWUYF1WVh/ZWRspL/ZgcUO+BdQGmf3SBYyFgw2asOOxmGtmDfgUSJg5gT2Lb45/YrSkJcMqaZ6/HQSqU/YbkKGgTC1anwwJrSgQA+OQVAikRzQs8jNyRCJW9lii8dl8VEUBZLLxXNn+CgGL/FgBYUMFAUHLkcFwE91DQ7PcBv5vjQ0Ev0QmCJRApEBqAzacAVEDIQqIsrpx3VT9u8SLgNGE68QEvTgf8gtFF8s0+yqPmofF2cTvci8BOXB6XSq4hGglUPW6PXLO3AhdfniSHyUA9UB4JlEd8FdFgdVnkQGXZwb2Vz+2reG5fxUv7K7/yTOVLB8pefjb6u5+92nz5UOuV94a6zlzvvXT/euvDG+2TA1dGOs9d7700NVg/OXDl4Y32se4LQ9ekA/pbT14982bLxXfGey5eu/Jud+PhwfaTI51nxnvOT/RdnBqsuzVc39XwwUjnmaFrp9rrDrVeeru/9fhg+8lrV94d778MGdtW/35H45Hh7vOtV95rv/pBZ9PRpkvvHDv008un3+hsOtpW//5Axxmpfnjw3J2J+o/uXpOU0sPNf//1Z//tH77x6jdfOPb2b46+9drF42+N9V75v59P3J9q7mg69Oh2c9+1Y3cmGj572H33RmNf+4n2q+/1tB4b6TnX135qoOPMcPfFicGrt8db7924dnei/c54+6kPXj/0xs9+9m9//w/feuErz1Ue3BcBAFeXB6rK/OWl3vJSL0JoKqirKkurprX5FXW/JO+FRRYUsayIllzQhdhBiBoAooy3CrkBEiLk6eiX7AlJJUbUdKiMKJpadIA0UbgYe+KzRF097ToY2JUVpcwvWD6YJTAkiSdeJwoMy44yAthEI1/UNlP7Wl1VBlqIya7v4ZCP9QQoiyaNFqAC/DPZ+TiKLHivYI/h5Ugq8RyYGtN1Iug1WB9YjvibvFUw4GF5EZYBHM9VxUpDe6vLgwHPtq2bFiUumD9v1pLFCSuWL87Kytq2bVtJSYlardRq1Xq91mjUG01avUFtsertDpPLbQ4EnbGyQFl5MCq1RZHaXImVhHsXaL9K9g8D2HP9MkZ1oX632yw5G9YvSVqcuDBhUULS7Lg5T37pqbmz52WuWb97Z/7GDZuXJC1NWLgA6PvUk0/EL5iTkZ4iW9TqyMqzMWP843RYzCbJtNbrsTvsJqSbtGDxuG2ILWOlQTI4wrANwyq/3x4Ou8MhLxWGDrspGglUVpSaTYZIOOhxO60WU9zMpxfGz09NWaEoKQgFvWgEkCEwSNgm+CJQ4lRVxnRa5bKli5568omU5OUadQmLsygxBYaBr2A1cYUVNs6C76LWgOpft8tKJyerRa/TKhBJAoAhhIWBkOCHIYFlTyzJz9Mql6uBFQmjwyEfmwUDD9AIPud1NkqmGDugyDGRxEHRQDaKhAtttMkHQVWJpDPTgZQlcwGKlU9/nAvwgT8pZ8DXxzmtDtnndfq8TkAaqJiqSNHiiHwE34sAwG6XTaBrURVpMesB/yA6j9vOlTCvOQ8sN28HAQL8KOoG2aLdIE6ARhZHupxWo0EDyuUBcmGhoLcsFq7ZW0GUArA3m3RwLzZZ8s1jt1ok8sto0Ig6Yb4aeG+dVpmft7Mgf1fupuy01JVLlyQmJsxfKNf6Llu6aKmseQYGr5QJ4aVLEhcnLVy2dFFWZvrOHVsK8ndB/ArQ63bZQOME4iQgRKRB6p/b4d4JlgiiGNKhoNTiiAbUtPlhYAtLc9F5W2ik8bsSfbAddpNZdnrj7T7JtOX/B8BSuy+ZuZW8Ti16u0WPl5KQJct9iZwYZAZ9TrfD7HVZnTYj9COde4M+Z9DnjAQ9WFsBaOlsBC4NB9zg3qDPiewZlxloW3oC816f2wbHix0XPZbwfMZha3rtMTJpMDYunpGgB9we9DmdNqNJr1IrCtSKAqNOCbCXLt5hAd/KtLykdoRXBJUxl6kqNxm10rcjG0p9AQ5lBthm0pv1GorJTTqJgLUadaBiGFG9bJolUK5Wo9CoS3DPEmphqaGRQcMQZUwCgAm5gdAANuCTwIRWo06nKtEoioxalc2ktxp1XINerYCs1qsVhXt27tq2ec+OrUV5u5RF+aBlLNDNeo1Rq9Iqi9UlhWBmXuEGJUis03gsJq/V7DBIDtJGjZJGwTDeGtnUCjCv16mAnXoZ35qMWogxiyyE0T8ugdZqFBzAH6IeGACsl/segfBJGyGKJiGLZAMXK8IAlfILm0mqqZnmeIyJvKRGXYKmiRyl0aDRyqXIrFF8EQBs+VIlgzGjQadUFNOTWa/TwABr1ErRgwrDLZvVrFQU86KAu1Rxwx7zFrooUT9MpkMr9x/WqItlE6wSvabEYVQ7DWqvSVfmtB0Iel+Mhl6OhF4KBl4O+J+x2cpVCu+uHbaNOc5Nm6qKi77qsH87FPhmwPei07JXrypTF5WqC4PFO+0F2wq2rt+QlbI2fXl2dlr2hoy0jBWr0pelr5M6IaVlpQKAV61embY2NXNdhmSFtTZFwsAZKakpK1JXLlu9avnqZcuTkxYvWxC/dP6CxfPiIYHnzZwlVQXPmSth4FmzZsdJGDh+7rzli5dkrV69NSenYNv2PZu35G3OLdq+rWT79oLNm/NyN+blbnxCX1BiUaicWq1Lrw1Y9c9Whv791a+/+8aPX//590598KtrDUeHui6M91+ZGmm6Pd56a6zpeu8FidfqOttS985g5+mpkfrb440f3u0cG7g43HtubOD8nammP33c999/Gf3vv4z+55+GHt3rHOw9O9BzZup6w+RY4+RY4/1bXR/dH7g72T3a39B4+eg7v//Zv/3Tt772Qs3+ymB51FURC0RD7mjILfcjjVaWBQXopZNbyO/wOE12i9ZmllJ6bC0EFuTAEIeIjYdlnQQ2ux37EOs+mxb5WrdLMtwTeVwybTa5BTnCXUI6NgmiWLCcAH4C2Qp4KeL7SNgvkO10DFm7rwpwSKhE7FtRHgX6xuQ+wAJOiDAaKpXYiyPFtXFHXBhImK2LqiQBRyGsQMgcwNnY8AAbYFQ4qOoqydxoGtQMcmvEDdyvoAJ4RHxi+eNqYWIL4hKeGOfndXEvIrPALQBFOJKAHvmoIAC5PAB/eVm4uixSFZPQb21V2fP7ql9+pvYrB/d95eDel/ZL6PfF/dG//9Yzl06+OdJzofXKodHe8zeHrt6/3vpgom2i73Ln1cOtlw4NXTtz/3rrzaGrI53nhjvOjnad77x6+OKx3zSe++NY94X2ukO9zUeHO05PDlz+9E7X/3wy8miyra/lWH/r8dsjV++MNvS3Hm+7/E5XwwddDR80X/jjjaH6kZ4L4/2Xe1pP9Lad7Gs/deXsm1fOvnnqg19cPPm7k+///Or5P94eb6ZDktSH6VbzZw87/99fxv7z45F7Ex3ffLHyh9/7RsfVs211p37/i39prTt6/0an1E/47rV7kw2fPujobT/64GbLnz/quzPRMNBxqv/ayZGec6O95wc6znQ2He1pPTU53PjRnd4HU52jvZc7G08cfuuXb/76hz/6/t9852vPvnyw4uC+yIGq0P7KoET8Rj2xiLu81FtVHqquCFfEApIWWm7zW14WhvUlZ09xF02ARSckyGEGGMOY0Vsm42EgK987Q10Q+NMPE98+ISBZD3reAvDEOEFWIJheMdHKZVUwvChABdgpsBlwkavioxEdoIimLhHiDvDJCKyWHZ4qK0qZCCDAvdXlIECgBddG1SVEFncKLmWGctmhoBdYznTgUQhsD9ZiuUDS6fU4EGKQmAsGPDxnyhzg0om8hS4jEvZXyA3GuNOA381pjQbNuqyMRJllTVqUsHLlyqysrJ07d8oYWK3RqPjR67VOl9XrczqcZrfHFi31RaJ+l1tqikMfHU4ubo2Y/rmD+59/7sD+2mqmJ5k1ChaUisLUlFWJCfGJCxMS4hcmJS5++skZC+bF527cvHP7npXLU2bHzZs/d0HCwgUzZ3z5qSefSFoUvzl3g1IW1BUX5blkJhlJns/rJDfhkCpCTaBfFL8I8kXPlbJYqLIiWlVZiluVpCiWmxKHw+5YTNLwx0qDFBnyhG1WczQSCgX9u3Zu/9ITTyxKXJiVmY7WvbKitCwWxksZ2MM+IvhGVqfcTdkotzdtXI9iH5wjqEUyjOw4ctGN5HlLQSBkNYxuJOzDfM7ltLhdVpqj4oPlclpw0HE6zOhChRUWPkNejx0zIRkGG4mrgCsuua0RQ3R6VQtsMPOF3JAAqLBMdPdhdAk2mK2H3CjHM4ZBsMBCp9xtAQhHfrMsJtkEALaBl/zNlGerpRoZ3piNGGMYthsKDQRy45+AxxQOMPuwpQAkUBbxV3CCpwGHyb4JQ8smyPk5RuBkq0VqSwMsBwmj9EZZRiKMpLDTYZEYMFnCCglst5lIFZEXC/jdIuGOnaxWo3DYzeza0UgAeI9DtbgkRp3HbQeTEFLv2b09d1N25trVyauWSUYxCfMTFs5LTJifKDs/L05auHRJ4orli1euWLIhO7OwYLdep9LrVNQqh4JesU4yLHlKZEB4qsQbeJKJFjuMZJ9XIu351iJhP2yt1/NF028kDOifBZHL6KU4wuW0iDnITNRpFeiomQjCVeuLM8u1o06b0WU32cw6vaZEqyrSayRTJY/TAp0bDXmjIS8gtjTsAwlzgJBAl4Z9eKYiRfa6rNC8nETgW4ygBZkc8DqwwhIsLgAYEjgSdAW8NqdNbzYo/8p8S7hAT68fiYa8qGaikpONhNLNBrXDavB77JDDkvpUTgAxlcCcZtmZGaAC/WO3mXSyDlnK6ThtDovRrNfAl0KZapXFdrn81ahV4TWFOtpuNmBLDqY16NWIn9WqYpIgZpMO3S9kplpVzILMxwEUQcVIojCFUquKOaEUkEuJnYLi/N2SjFnWJOvVCgGJIaWL83fv2bE1b+e2orxdxfm7EUJbDFqON+nUBo1Sqyy2GLTT/aItBq2kplYrMYI2qRQGtcKi13zR+1dG2oLHZuMwm3TAeNTdPE8qfk1yt2QO42/kyvy2yDlE3LApw1HLldKsBswm0LUoWOBgjSwXBzzzSMnhQunzbDVyryONWmpJiEUZjtBYabAKUTYiTz0TbhSYNmPKrVQUQ+GKqmx6NTvsVnyttBqVoqSopLhQrVIAd7HgEmSyQM5gKPIaOq1CK88vtaLAolfa9EqXXh2yGKtctgMBz3Mh/4sB//Med63ZHFMUe3Zut+fkODZuLMvPe95k/Ibf+3Wf50W7uVpTEinaEyzcFSjY7szfptiesyU7PStjxfrM5HXr0jLWrEpNX566dmXa2hQAcMralOT0ValrUtZkrpYaAmelZWVnrJc9sTLTU9NTVq5etjx1ydJViYtWJiQuXZCQNHfBwjnzFsyaIxUDz5k7Z9bsuLi4WTPjEELLKuiVOZmZRTt2FmzbXrhta8nOHapdu5Q7d5bs2Fa0bcsTTq3eqdU6tGqHVhlxGV95tvLn//p377/509d+8t3OpuOPbnVODl+9PlD/8d2+j+70SrrKnvN3Rq4MtR/vaf7g/kTjJ3eu3RqpuzF86cbwpcnRutsTDQ9vt33yoOvTh90Pb7fdnGisv/jW6PCVTz8eeXi/b2qi/cMHgx89HBnqv3rk/d/87tf//v1Xv/7VF2uerS3dVxXeWxGsikmNWFi8aG8TCXoCXgdLFTZX+BCQ/JOEIo/3VzZg0ioiecwiLtLM5CmhRKB85RBE8rgShhycUJQMsbiL9DCIEbqV8E6gPpLTAGMOA8IBDsn7irhQBLsYMhMQoxAj0AdLCwaYoEHUVRKjUFUrgCKog1wAgivsbQHYCDuJm5FggXI5M5AVCRmRusDVkBvk+wnyQCncggAk0AKCWAPkcxLgK88BCM3fgBbxAAWVxwVwd8JNhLpiwXGRCwCcVMmdomQwIBX97i0P11REDuwte2F/1cvP1gCAv/HC/pcOlH3l2bJ//d7LDRfe6b92uvXKofuTrXfHmqcG62+PND6YaJscuII/+X9/PDrYfrq/9eRg++nrvZdu9Nf1Nh8/f+TXb7/2TxeOvnbp+G+vXXn/zmjTnx8MfHyra6z7QufVw6Nd5++ONd8ZbepqOFJ38vWm828Ntp++0V83MXjlxlD9f382/l+fjt0Yqm+8+PaxQz+9ePJ3TZfeabr0zrljr5079tpIz4X7k+2Tw1fvTjT/v7+Mffawc2q07vNHg5PDjf/+vVf+7pUD54/+4Y+//vc3f/mvoz319yc7bgxJFPH4wNnWeskC+sHNlr983P/xvY57N1oeTLXdHL0qI+HTvW0nh7ouyO2C28f66trqD18+9Ye6M+++/4df/uj7f/PNl/Y9WxOuKfdWhJ2xgE2if2UAXBb1VMQClWXBWMQrtQWOBgC9QAuhLKVwC54KWhgVdPljE3IxdEX6BrD3V4MBvMpvAUohkZA1gk59XmfA7y4vi4A9QI9CGk3JH/MRNzi8owhbBc0LCw33JdQEQqLMFCiNBllJyFgxzJiYrBJiBUCyQawv2BJWBpQOov5fJH0AsVwnf3NMZUUpBPW+mi88oqBMa+WKZbATD8ftkhq5AW6J9eFjiWItZr2QWDPrRUk/0IWZotep0lcnxy+YszB+fkJCwsqVydnZObt35xUXKxQKhUql0mrVRqPe7/eGoHLoYwAAIABJREFUw0G3x+722MMRXzDktUrCWiMuOATxlbJrNxO5qjK2v7b6mQM1+2ur91aXs1bsrS73ehw7d2xZuiQRA56kRQnz5s6eNTNuxbLl67Oy12WuT16Zsighad6c+XEzZn7piScWxs+FpCoq3KNWFZOqhyTE96U0GqzZW1EWC8uFrDqnwyxoIohf4bXD+CR3wwAuKwuUlvowhabxbzgk0VZWuS404PdGI6GK8lhqyqq4mU8vXZK0ZXMOFdRw9ZBvLNdC1Cq6QPl9ruXLkmbPenr5sqSiwj2MChALAAyUxRACRk6fVtDXiJmdDrPQi4aCHjC8z+sA5wcDblCuW/YQQvkM6hCoGA4Nnhl4xpYHOIQTxmeRlBAsKAJvyE85vyBlhF1yWSwgZzovCipjSQdGMp6BRhhzoKkmO8N+REqUcgP2X84T8LsJ9MkpABdB5lbZkRWdP9OHjyAfwajgFSRagF52ZJ4/lyfkYMwjro35zu2LjRtilt2f8xASwL/xZNAqy7SnNCs5D5iWtzjsZu6Cugmu0+9zsZ7wIg/cI5dpgitoNA3IJ7Pm9ThccrmWIF3F/xJbazWK4qK8nTu2bMxZl746ecXyxUuXJC5ZnJC0KH5x0sIVyxenr07OXr82d1N2SXG+2aTjo90uG4szn0gCAmgt8v7sxWQoAEhqVTEpAEHCE9kTawkNAnW8gFjGJLJnihGo7/V5HbLnXJCeXn6f024zGvSq6boGStzxwXLL6NdlN4kiXr2mRK0o0CgLkTeHA24Y2pDfFQ15y6KBWMQPAEYv7XaYoXMjQQ/kMCyxZCUjF9+67Cb+hjQWPlhQteBVgZzljowO3KchgUN+h9thtJrUuFILF2ghjebKwwF3LCIFugIA46pFa6XSsC8S9LgdZpNehQs6qRDgHPoXr8eB5pYBBm6R4l7ZNtykU5v1GlCuxaDVqxWCUBXSYvhYn9cp5PdajUIhO2NhncUSgd5eK3OSEINqGd/qZCMogYEBwKRI1KpigJ+k+9Wp1SWFJQV71CWFBo2SOmSdqgS1M4QwPljF+btVxQWKwjzBAHMXIOHpImpehxmmy5FZrdSXFOmUxRa9BuMrm1xFjG4IebbZpLOY9eIW4L25C3IKqJQFphWYGfTLRNOoS4oK9+zZvb2ocA/mGiwISKMtZj0PUCNryIHWJBH0OhXnAS1bHhcGW+QuzRwJC82jU5QU0FqJBBzSdBmN611Ou8NuBcfiqqVUFCNsljXMWpyczSYDptM2q9lsMmjUSthgGGAqfvHH0mpUQlBNioQBQL5Aoy5WleSbdSqrVuXQKn0GbcxqrnY69ntdz3rdzzodNUZjmULp373HlZvr3LQpsnNXjUL5itPxFZfjoNlYVlzo3bXVuSPXsX2Tafum4s3rd+euy12XtiZtaXr6iqx1aWuyUpanLk7PSpN/Vq/OTEtfk7o6IyVjbZrEAMsAOGfjuk252Zuys7Iy0tauSs5YsXJFQuKy+IVJcxckzJo7P2723Blxs2fMnPn0jLmz58ycOZNK4HkyCbxy8eJ16ekS+t2+o3jH9pKdO5Q7d6p27VLs3C4BYJ/J5NCqLcoim7oo7NR/5UDsp//8rUOv/3tX84n+a2enRho+utP94e2eW2Mtk8ONt8aa7o42XO8521l/qLvhvZvDlx9ONt8cvjzRfx4MfH3o4sTwpdsTTQ9utd6/KQHgm9dbr48235rsenR/6P6dwfGRtrMn3/mXf/rWt79+8IVnKypjvkjALv34nUGPzec0k7ED69JvjWQbv8mf4SBHaYdNtnMk1CBbCZErUC57IfsZeWiwLjsi+xZ7JMeIfQ57DKFoYpMGNLLlE9eSZhabKNuzgHACEIZDPlhKSLByuW0JWkHx+vSPwH5DVPNWlEf5EcytQNoiIiewENlxIXvmYiiVJIwmTOEVQlVI4HDIV11VBknFVbEpog4l7AbDEwKWl0VAKdOhLKE2EJeokWvmdV4B3vMRVCrynMW9cM1clXgL4ArQy4ONhP2QcjycqsrSfZXRfZXR2qrSZ2rKX9hf9eKB6udrKw/WxF7aX/71F/b++AffPvbuL2RRw8XulqOPbrc9mrx2o79uarD+T/f6/uujkQ+nOigJ7ms5MTVY/2Ci7fZI49Rg/UTf5e7GoxeOvtZR/8HVM2/2t57884OBP93r62s50V73HjLp672XJgeu9DYfv3zid+cO/6r5wtuD7acf3eq8PlD38d2eD293DXWda6l798KJ39af+0NL3bvU0l869fq1hsNjfZf62k+N9V347z8N35mov3z6d/3XTt8YauhsPPHj73/j775W++sfvdrbeu7BZNdo7+X7k+0f3+vobH6/4eLrrfVvj/Wfe3Cz5aO71z570PvnDwfwwRrtvXhrrOnhza57N66N91/pbjnZfvVI25UjLXXHjx367Y9/8Ldff2Hvgerg3jJPZcRVFrTXVIaqyvxlMgaORbylYc8X4i7ZsZMyLX5TSxnwuyjKwiUrGvHTGVUwsX/1h0B9zB0GQHlZBFpSUENlsTAvIoRmFMFLkAoBdYj8EdypEBGIdIyoBGaoc1qwLmcDcjOipn+WcKUCOkYjAaALcQYq0Om3Ri6JpUNknYTLERdGKkckfabLH1hPymW/9Np9Vftrq2v3VVVXlVVXle2rqaRXE4+OOwVBkcYC2/h9Lh6pz+t02M1VlTHmdWk0CHvAo2ZSl5dF9tVUBvzuHds3L12SOE9qMrQgMTEpOTk1Oztn27YdMgwu1sj/uVyOYDDo9bq9XnckGgiFAlI39cdNKQEzaFVYiyhs3ltdvk9uUAxlqlIWZWWmQ0YlJsTPmR03e9bMxIT4xYuSMlanZ6xOj5+/8MkvPRU3Y9bc2fNmPj0jfsG8dVkZ5NGVikKVsoh2qaB95DmlUanbUDQSkP9XUjvjpwodSmwdCnrI0eAjReImHPKWln5BAku+0BF/WSwEAGazj5VGYIDnzZ2dtCghJXll3p4dwhOYZDyF6LHSEIMBCQDrqqKkYPasp+fNjVuXlQHDhqERSxw7DviHRImMgZ0ImCGBactEy1N4bKooY6XBSNgnWsJ4pIb2EjMsxM8et40XaejqcdvovIq9hZD7sqlRv8rWySDhgHDIBzVBHtn6uOmleBdzgZiM7BIYkrEHSwyC8shdu01GLTwzygU+hd0WYhlkC9Pr9TgsshyRTBPYD+UnugMmAokDUfQLzOZT2Gj4rOk7O2XMgudknyUdIJAw/wrVSSDBb1H9S1yB+hf8iYG2qIAAprJQkDEHBsOR2uRiTpEOsMmdhEm7MK6IzrUahdUi8XJEFCB2kdbn5KQJSGrw9Vll63WNukSpKCzI37Vj++bs9WuzMtPXrknLXLs6Z0PWju2babgCUOFd6FxY8djoSTfAWvOlkFUnv6ZRlxQW7FYpi8RlMx5QacKA4W6FpbPf52Q8Cwk05cHhkBdY63SYGfYMXRpZ26xSYT98718Nb2n8y5WxgiOFNbWatA6rgcZFws4qEvSUlwYBmfhOCRMslNJwyE6bEfAJqyygtUmvMmgVdoseihgtNBXCFBsHvI5oyEv3o6DPHg252TdFo6aA1yYAMAbUAa/kIIjQOhryCnYn5HeJ1kqCgnZYDWaDZNXOJMJwWKtRsBzhJ2cyapE/iIoDimxNOjUuUy6bmXJf6mnxxHJaTQ6L0W42SEZTsk5BI/f+Jf9Cmgb05ZT9ZY1y9S+gTi+XvIIbMWeCRzXKrQQQY2tk4TFHflGLqyw2aJRGrUqvVlC+qy4pRBQty/yLFIV56pJCvVqhVRZz8YKspkWwSSf5aQGYORUo2mnU0wPJqCzRKooMaoVJqzLKrukSXfy4cNciA07wMBcP3AUGs+yY5DpeUgk8EL1OhXaDyQt7nJ+3c8f2zYWyexxqZywGTbKplUZdolYVq2SDd6Ncx8vzQUwO0gb06uRSW6tcfs8CazJq0V1z2eQ7eKNISWg1KtHQCJrXZNQrFcWiHxJtgbUaFe5WNqsZkKxRKykVBjlrNSqjQSf6AAsAzLPlylmj9DqlWlVk1ClNWqVNq5AwsF4TMRnKbaa9Nst+m7Vary9TKEP5Bd7t21y5ucFt2ysKCg8a9AcN+r1qZXjPLtfWjdbcbPPGdZqcrKKNmQVbNmzfsCYzdWlG2vL161dnrUtbmbJ4TVZa2tqU1ZlpGevS12SuFgBYfjE1a/2ajZvW527Kzlm3dn1Gxob0jNQlS1cmLlq6ICFh7vz42VJXpDkz4+JmzJw7d+7MmRISnjNrNq2SliYkrE1N3b4hJ2/L1qLt2/K3bM7PzS3YvLlgS64kgQ7ZrV6TzmvSlHrMB6tC//Q3L77/5o/brx55eLOr/9rpgY4zH93pfnSrs6/91FDXhc8fDd4fb+prPtxx5Z3BtmNjXaenBi7ev978aLLt/mTrrbGG8f6L4/0X7021f/7RwJ8+HHxwu/vBrb7errrezvr+7oYTR978x79/5cWDlc8/U/7iweqD+8trq0qry0IVUX8s5At6HF6H1HtNyvPJ/pbTK0BYIkn244FpMetktYyJMeqQ1csC7gKQ2AvFP7GlkcXnRXAmkJh9l/2bOED8K1smO7fAwGRPBQAWGWjCQTZj8VtwodNDf8KmKrm0FcjHK5BRVCLF5DpDgRNEKh3idzq5RBxM+hw2VXy6OJhYHzpaAODqqjJer5CLM+GOuGBuXHDIHMZpYYbF0wAJsPHD8vEbEMujQ2BGkCEyAnBoxBk8HAAGb6d8DiABWU1SgAgSXhqSUKakos/UlD9bW3awtvKFZ/a+/GzNiweqn91bWlsRqi3zv/rtF88efbO/4/ytMYkpHeu7MDF08d54y73xloc32j+53f2Xh4Of3++/N94iS53fmxqsfzR5jb97mo7dHLr60c3Oj2913RpuuDXc8OFUx/3rraNd50c6z90ZbeppOtbXcmK44+xwx9mWi++cevdnp9/7eeO5Pz682THQcWa092JX87GmS+/0tZ+61nD48uk3/vDaP779ux+01b/f03qiu+X49YG6G0P1H97uGO45/eBm08ObEiE8Odz4cKq7te7wH379g8N//NnNkZap4eahrgsPpq796VHPpw+6PrzTWn/+9d72o1Ojdfcmmx5MtT282X5/svXm6FWait270Tbae7G37fRAx7nh7ouDHRcunHjrvTd/8ZN//s63v7L/4L7IvgrfvnJ/bUVg/97ovqpwZZm/NOwK+aWstkT/hj2CAUafSU0X6Je2pRwAKo6VBsmMiJzO9C+UQQi+FRppsjb8L7piMhoQuYh7mZi8nSBYgEkhmWZQidnBgBG6X0YOo1e8lysBFZOd4W8uhsNicoczlhHwLZJ7TsgYFhiYaJV1ANpWRMDiwsjmcC+AOhARlG/N3oqqyhgnryiPUijIPAVxEehXlEdBgNC/QtYRCfurq8o4IXpdfIZYW8gaYOtlMmpzN2UvTkpcuHDhggULExOTVq1KWbMmMzs7Z/v2nUVFJfn5hTqdzul0ezwev98fiYQikUgw6He7nQ6HzW63er3uWCxaWVkei0WDQb/f7w0EfKFQIBoNh8NBl8uh0ajy8nYvX7ZkYfz8hfHzly1dvDB+/pNffmLmjKeWLklKSV65OEnihOfOnjPjqaef/NKX586es3zpsm1bNxfk71Ipi9RyO0rLY+0Zy7VTZiOh9AkBS6MBejUJ1SXWVrTGBT1GI35+pEraoJPGSIGAg0Yv1B867GaTURsOBUqjYUVJ0ZNffiIleeX6dZklxfkgDXKs7C8MJLyRy2Jh4XSVkZ4SN/PJxUkLd+7YQlBlMev5OsCcNIaNhP0CxYFXMbmlIZNoHoO/F2ZCuHwJ+yu7zWi16F1OiygeZmcEQthtRnqrygjZRc4CGEYISNBslY1tIEaANH6fixeplxOqaZrcsnqT62G5BkMSJVsf9+0wPe4gSkAJjgI9IuSjXo50AO8i/mPntdsk/2HqESB44UiZ+GJvZZ0Jh3wup2Dv3SQauFOxd7OZgofZnkRsICIBLoAv1+2yIVTmjexcrAB8fci2+Vy2JxYooghwOx8kPg5Ft8AqsGpEwxxPDE2wC+aHUGWrBQyTdyDtxbcmbopsArBWMvxVl+Tn7czbs2P3rm27d21jQgFR+A3dLcIDHgiRg8gLsI6RvEPmrVIW5eftlJsGSxCdxScS9nN3kMZulzUYkDp7YcAe8LsYwKXRQCjoEf+LZINafYausDFn6DLURTmxCP+8LqvXZaWSFoMrh9WAYhmXZoGE5R5FUjUvZcMAXRhXHPtQHfO6x2mhkBiI63VZrSatSa/C9hnTe5yfMfnjDCG/S+4tbA4H7NGQMxpyhgP2kN8W8tt8bpPXZfQ4DV6X0ec2+T1m+X9NFBtzQplAdv2V8xZX4naY7Ra9xaiBh2QxocsJABWeBrSGFJ/UDChR0LwOi5Eft93CD5CYF4UrMi7QiNttVqPZpFMpiwx6NfPCKvcBBo8hDwbiisJX3sJchhPmYJWyiC7WSLJRMsPl6lQlSJotBq1WWawsyqdO2KhVUSSMYTU3IqytRQkxtLBOVWLTaVwmA52BDWpJBW1QK7Sy3FqiuOUlDqAOvLSY9TqtEr0xT4+nym9ArAD8PBAePjhWp1WWFOfn7dlRVLgHEpjZSv6U39NPKDoqWcx6vWwBzWoJ2csrfCgFySbZKwtUbDRI3z44WakoNOjVLqdVVO0KsyuTUf+4fNeEvTPqaINea7WYdFq1yajHBRrbZ1oE87rRoFOrFIqSIq1GRWsli0Fv1uvAxtOzBnpNiUFdYlEprCqFQ1nsUSl8GlVIq4mo1KHCYv/uPZ4dO91bt7lyt4R37KwsLKooKKwsLCrds9u7bYsjd6Nt80bLpvXa7EzFpnUFuet3blibm5m6fk3KurUpa9Ymp69dlb42JS1jVeqa5PSstIy1aWnpyelrJNy7NjsjdU1yWnpyZlb6huzMnHVrN6xduzErKzM5ZfWy5csXLV6yMDFpwcKE+QsWyAXAc+fOnTFjxoynngYAz42btTg+fk1KyuasdXlbJP1z/pbNO7Ozd23YsGdTzp5NOU8Yi/P1hbvs2sJyv/Xl/aU//MevXTz5xu3x5s6mo5QmDnae7Wg8MtZ36f5kx4OpawOtx5vOvTF87cQnt9rvjV29OXTl0WTbx7c6/udPY5/e77s93nxrrOWT+wP/9dnEJ/cHJkaaejvrm6+eOX387Z//5AcvP1+zryq8f68kUi2P+CpLA1WxcEU0GA14Ql5nwC1Z8DkdZtoYIqEBDPM3BiGi3slq0Ws1JewBTH52BXYp9i2R0RQlTCwcIvmNKBoVE9sVmy4F6MKzhL1BBLhIhQGrKCo5D8lgtkMgKASUCD0Ji8MhX5nslIusF84HPFkrW7y6XTaBHDgSZSNYkUCcM4M0hMqUjCwBIuQVW50AD2x1XH9ItsiqfNxnOBoJ1MgdYoD0nJ8bBwzw+vR9kS0Qeg2WmOAA8pmQhSifRDtZdlEyBNBF3ChANQBD4CKMVfhXgAHUHMhEsM3EQxXlkRefrXnpub0vP1f71RcOfO2FAy8/W3OwJlZbEXi2Kvyj73+r5crRnjbJFfnuRPPUaN1Q96mRzjMf3+r6y8PBBxNtd8eaP73T88nt7qnB+sH205MDV26PNI73XBxoOzXWfeHhjXYQ8uf3+2/017XXvTd07cxfHg7+56OhG/11I53nrl15v/XSoY76D5rOv3X2g19eOfXGQNupruZjw93nP3vQP9Z36er5P/a0nmi98t6Rt3985sivTh/+5dRIw+Tw1ebLhzoajwx0nHkw1dbZ/P5Q96kHU209rccmh69+en9garj5yFv/Mdx1aWqk6eZo86NbnSM958b7L/7P5yPjA2d72o5MDF18eKv1/lTzjaG6sb4LN4bq7lxv+vR+353rLV3Nxy6ffqOl7v3x/ivXB+q7m0+deO+37/7+57/44avf/cZzB/dFqkpdVVF3TZnv2dqyAzWl1RXBaMiJXUc44CyL+kT1L/pM2o3CTfEbgTSpernlo5usBE5UULKx0lBFeRQYVlEe3VdTWVUZY9AKaMqAR1i7t7qcmtLqqjKacOAcLqJe9B0CVQo4wXAlz8W/kjkS0wcvOtoggbRRYQgOEwy5r6YSchhxMtkWQDXzmrQUKSfIVZYaOC6uB2JHpORADmAnpgagyCW7rZbLnZAps4eNQYMN28n1CMoXbFwlJ84qZREyMxRam86i2D7HSkM1eysonaiRreOIaGOlIZNRuy5rbVJS0vz58fPmSTzwsmUrUlNXb9iwcdeuPTt27CouVphMFrfb6/f7QyEJAEciEb/f63TabTaL1+uuqCirra2prq4sLY14vW6320nzYaNRv2vXjlWrVsyeHZe0KCFpUcLC+Plz58yaP2+ObPIcP2/u7NmzZs6bOzt+wbz4BfMWxs9fuiRpbcaaLZs35e3ZgfoLJRjwwGY18r9W2cwJKSxtXasqS8tioWDALSgjl9NiMmqIqunCgkPbFwNVtr+KRDzBoERPEak7HVKPN9lLyRUrjaxfl/mlJ57ISE/bsnmTWlUM9gYiso6xplktBhZwViSDXj1/3qz582alpqwoLsqDFgMAMx4IfUhrsrPIwEbqg8o2h1JU8GY4OUNoWy16q0VPia/LabGYdSajxmE3kYpyOqRaaK/HDkXMvbucFqtF6vELoQeE0+tUSkWhVqPwuO0OWaDLig3qY3PUaZX086AvNOAHxhX1hNhfmG5wsAgyYT+I21BvMhk5s9tlI44ULBZwy+txmIxaaE+QFYgOubWAl2w9zAuyQtFIQFQLs0QI0bJYHBgnnATczm8unlnJu0iiMW25Uy6btItLFiGzCYJ1bVYjGnLxWVw245O9mA2X/sBoj21WI+QY9B3fDt8FoTYiTHg/1iVU63wK2yWMkBhRrBh8xUaDpqhwj0op9TJRKgqVsoyCmky+I9G6mW+WigZxC9NRMfIBUgl2m0lRUrBn9/aS4nyLWU+IwuoN/w87bbMaIIGxena7rKSiYqVBdPuMYThh3KFNRg02bwx46F9M3dlWSOuYTVqjQQ0TS4sjq0lr1CntFj1VcjazTqcuNuqUdOgVPXudNiNOtnaLHoUz5s+0U8JuCmlh0OeEng14HcBpjsQ0CxU04upwwC0DV6vPbQn5bdGQMxJ0BLwWAXpLwy6/x+y0aV12XcBriQQdQZ/V6zKiaqT3UmnYx3moQMZ3WrQdxhcaeTm4iN962YdJYDOtRjGtJ5zZZfvix2k1AT5peuRz2b1Om9tusZsNgGSpq5DNjDQXeMbfBr26WO4GrNMqAdtO2YgLh2csmhhUHAD/ROxtkjsJaWUfKY3s7QR/iwAboKtVFtOESeKfrabpDDAW0Ga9RqcqUZcUApI52CG3RMLLGhMvp9UkOWwVF9r1Wq/V7DIZLHqpV7BRo9Qpi3WqEgl1m3R6udzdKHc2VioK7TaTVqNAYQTA08mNkXWyopspSfkuTwMkPz0NwfGFBbuBweKhcYz5cY8lTqJ+XA7tdFj0stkYySyt3AZ8+jFmk276dw1yJqeA7pqdyKDXatRKjVoJwWu1mGjwq9dp0DbTE1illPyirRaTWqWAKEYdTR9g3LN4RVFSVFSYzwnNJoPTarGZjFQUg8x5SlpVkU5ZZFQWG0uKzEX5lqJ8W0mhq7jIsmOHOXeLMSfHnLPRsnGTc/OWyJ78fUpVcNv20PYd/q1bXJs3OTdvcm/dbNu8QZ+zTrM1J29D5s71Gbs3Zm3JXrM2bUV6+orsDRmr01clpy1PTV+5OjM1Y21a6upVaenJEvG7dcPqzNRVKctTV6/KXLs6c+3qdWsycjIz165KllsiJS2KX5i4IH7BvPlS9a/MAD/99NMznnp67uw582fPmTMzDgC8dX120Y6dmvy8ou3bdufk7M7Jyd+8qXDr5ifsmmLFrk0Rl+ErB2Iv7Q+/9pPvDnVdmBpp6L92erj77EDHqZ7WYzeG6j970P/x3T6picvld0Y7z9warp8arJsarHt4Q+qh+ucPhz5/NHh3on1ypOnR7d7/8+nEJ/cHh7ov1V947z9+9L3v/f03Xnq+Zl91aVV5qKo8VF7qZ+ZLXgVBX9jv8bnsTFdpZsptjYCa7ArClYodSPhGsHWx5ZBmJqog4U02lDSziEHZISiAoU5YcMKIrNj2nLLVHudka8HcAoRMHEyZH5EQJYgE2USfRJloAstiYdSbvJHyRYggom1BYBIEw+cAGMAPAnlyeez0AvoK/BmWGxTz0XwW1AQQHdgMFIdYA6hUVcb4Xz6LwAIqjPiD/e+v9kXAMwdz2WWxMBuh3+eqrCidnrQW+WYS9ryXDAVyUB4vcJr6T/4WBdKgI+4U6CtqHQn6geuVFdHnD1THwq59VeGvvlh7sCa2vzJ8sCZWU+b7+vM1b/32Ry1Xjt4ca7k/2X7nepNUNDvZNNZ9bqTz3Fj3hanB+nvjLXdGm6YG66/3XhrtOn//eutHNzsH209fOfVGV8ORu2PN98ZbPr7V85eHw3+6N3BntOVGf/3kwNXRrotdDceGO86P91we7jg/Ndjw0c3u8Z7LnVePXu+tG+w8e3eidazv0vWBur72U7fGmurP/eH3v3r14snf9bSeuD5Q9/Bmx0jPhaZL70wMXvnLR4NdLR8MdZ/qbTve1XwE96yBjnN97Wd6Wk+N9dU9mOrsaDwy1HVmaqT+7o3GS6dfu3DyV8M9pydHLve2Hx3qOvPx3a5Ht671tB67d6Ot/9rpxotvt9S9SwfvntZTXU0nj7z9q/fe/MUvfvjqN16s2VvmqY65aysCtRWBmspQRam3NOyKRdylYQ8VTeWl/tp9lQAMQm00bOVlYdAveJj8VCjokYWafr5fwCGpEGHyVFEera4q2/vY7Vx8lWWxcIXs2AScI7UEsBTjmVgQMQLhODASTMukmP4WEazTQKtatjFHMSH8okHxdw24AAAgAElEQVS5gnmmMW9VZQwmlksS0xMtA+qJKrnsHGBPUQBRtajsFYIIAA/zHSBEWp0sGNCawczfPDFuhIJnkgIwwABsnjBTkodAXUDtvioKNUVjc4Giy2LhqspYVWUMzpyyT6vFtG3btrS0tHnz5sXFxS1cmLhyZXJycuqKFavWrMnMydm0e3eeSqUxm61Op9vr9QcCAaNRb7WafT5PWVlpLBYNBHyUCgcCPpvNUlRUkJOTnZKyasmSpKSkxKSkxMSEeInmnTNr7pxZ8QvmJSbEg4EXJS6YO2fmzBlfBjFuzt2wZ/fO/DzpR6tROB0WkANWz3qdiiJJIm/IN4fdLJszR8jRRCN+SCdwIOohv89ZGg2Ul4X5V2m4+u2hkKu01BeL+eV8jWQiLRvtWOQ1J2wy6ufMjluclLghe13uphwCETAwsA3QxRX6vM59NZW8siYjNW7mkwvj5+ZuyjbJ7kdajeSn6rCb6bIrgBx/oJ1BDoriiTZIQAimGyQw9JfDbrJZDcw4gfDtNiMq08d3IaWPBassI2HJoEioc2GzxfBgEUY/KcqIDHq1UlEoO2y7SQ2zqXEe7PoZn4ztUNBLaoadmm9HxJ3YGgvwBsFLTSN7KKflvWJPZ6bA/QLOCQbocQjuglovjQYpUeZ/QdGsFQBR8fAFFuVO2aF8Xic6jlDQS6BPY3BYejHS2BxF3o37ddjNbI58KElwMTdJyoPnnQ6LTu6VAk1K62D4Z1ggpCKkDOCCYJOMsorSbjOxobPIMPEhqLHXZuvnW0YOjXyRYB03HZ45M4ioicHAVstXKXy5kF+5XTalohAyAK1sQf6uosI9hEZENSQQsbyWhQNaHJ4ddpNBr9LrlDha0RbY7bIizhclCfQhQ/sgxj8YWCR9ggG3x22zWvRmuTUuGNVpMxp1StExCJ8qm1lnM+tcdhO6ZV5E1Sz6IZkNaqtJ63VZHVaD3aIXLY6oIkZi7bQZbWYdbYRlmtdC2yRMsEDLAa/DYdU5rDqXXedxGnxuk2B93Q6912WMBB3hgN3rMvo95mjIGfBazIYSJNni8qg3dtlNIGFRiswFmA1q8iCEqcINzmY1IpW3WY18xUaD5guphV0yggZwOq0mj8NqM+nVJYUASLfd4rKZMcQy6zUS12rQmGTJhkCAQFyjQUMOBQxM6gQshIIXCIcXFJfBqcTEx88JIErLX+ysEDPjg4XfFc2QtMpivVqBRZZOVaJXK9BCWwxai0HrtltQUwOSuQWDRukyGWw6jUmlMKuVdpPeZTVZ9BqNrK+WBNUyFIdE1WoUJqPWoJdU5TrZMwyhMii0pDhfIdc/ax6X75pkRXR+3k5U6AKdQnHzXrhls0lqUmCWa4xNspmW6AIFfqYImX3fLPuKiawBdLHRoOFHsMcULCCA4pwsBTarGf8qGGCzyUAdr9lkAPpq1Er+CajMi4qSIoGZLWYjZK/JqDebDJhIo47W6zR6tUanUmuVCr1a0khbzJLrh+SyJreYsmiULoPOZza6tRpj/m7Vllzzrp2WbdsNuZv1GzYa1ufYNm7ybdsR3p3n2bLFv317cOfOwI4d7q2b7ZtyzBuzDRvX561Ny1u3Zk/22l3Za7asy9iYmbY+MzUrK3XdesnvavWa5NVrkjPWSiTw6nQpEtmwef36TVkZa9NWpSxfuyZtc+6G3A3Z6SnJaStWrEhKWhyfkLggflH8woUL4ufMmv30009LFtCzpR5Is2bGzZkZFz933rLExJRlyzauWbs7d3PJTqkMOD83N2/TpvzNmyQJtLZgm1WdVx22P7fX/40Xyo68/VNZM3n8zvWmO9ebpkbqJ4evPLzZ8ecPhz660zsxeGW06/zQtVPDHWdRhH5yr//hza7b460PJrse3ur55P7wpw9Gbgy1XTj19q9+/Oqrf/vSKy8fOHigqqo8Uhr2TXfn+0KL4nH6XHaXzUy/sunYlQ0PBoCtgvo31n12L5AtWJdcsk2utBGd+oQwkrQuCV02GHZBksqck1WGaICNSuhvOQ8aMHbBx+GL1EyCTZTQnNdFXAuaJTonVOWffLKpD3C0TGaDibYryqOUL0LgQHkRTHMSCCihfGa7FQQvfwgJsfCvIiCAXI2Vhoj4Ocn0UAYkPJ1WJWgQNy42YD4X+MrJIbf5Rqa/S9w1BxPfC0jPgxUxB5cEtuexEK/zcVw2189py8sitXJn1ErZo7WiPFJTEdm/N/ry8xIPXFMWqC71vfRM1Tdf3v+D775y6oPX+65deHCz69GtztvXrz681Xxj+NL965Jz1a3hhtsjjXdGmyYHrgxdO9PdePTBRNtHNzsf3mjvbT5+8dhvWi8dghAG4t6/3n5vvO3mUONY96WuhmON595uu/x+y8V3my8c6m0+Odp1sbf5ZEf9kcH2s49uSabNUyMNn97v6207eeHEbw+98S/njr12reHwrbGmkZ4L1xoOt1/9YLz/siygaLw70Xxz7Epv2/GOxg+Gu8/fGKq/Odr46FbnYOf5kZ4LN0cbBzrO9LYdH++/+Mn9zoe3WidHLg92nexsfr+r5YOBjlODnac7Gj+oP/f7pkvvDHWdmxppGOo613Tp3bozf2i+/F5n44nLpw8df/d3v/rxP/7tK8+8cCD2woHYwZpodannQE1pZcwXDTnLS717KyN7KyNV5aHKsuDe6jKS9yjZoKdipUEABr1YprdyYaxOz2UQX5K8qKworZJ5S0H8ijzOdBU0tC3wmMiPmI/BIyAiQ5fzi7EhIkWoIaEHZiYCRAXbzKSrlEUQXBuMq4Dof0Ugi3GIfFrAdQJQiuTL5T7DvMLEYVaKyUIeDUTKuOVpMLCF9Fp0SUHzH40ERKUGWTnOA6XMslNRHuVFj9tulvdjHPVIQDChOJ743u2yFRbmb9y4Yfny5fPnz583b15CQsKSJcuWLVuxfPnK5ORUYPDWrdt3784rLCwuKVEWSf8VKJUlOp1Go1EVFOTt3r0zL293Rsbq1NTk5cuXJiYunD9/7ty5s/mJm/n0nNlx8+fNgeyNXzAvYeGCxIT4+fNmLZg/e1HigpTk5Rtz1uXt2VFSnK9UFFJ7BvKHu2NJB06g7gEMWy0GOannjkb8lMhCOhFh474T8EuFvrIy34PjjsdjAQOHw27A5GPA7JSffMig186Km7Fk8aLcTTnbt20hLmEbAn0Bd11OKyseiR6LWZ+asuLpp55YtXLp7l3byNLC1UC4CYwE+p22kHpwyuXy4LGnI3kuT0hAmYCInJ0Os8mooYqSil8AM2/hNwQv+Iq0MplQoB2DhACOhEI0EsDJhpsliyR2TyQ8XDzZZLGqAwWZfR63ndAQyzSxyZKhxuwKyhd9h5BWoV7mCvn2odxJZDvsUltUXJHJ6pJvArjCS4ssFXW/CIjA1UxG7oWvA8zA69wOMYbY3FFig8PB5KQM4M9RKYsTcpssEbhG8QwjYT8AGAYYxlWwwTwo9k0k4kS9Vrk4kDhkerQj0igERfS84No4DL8cwidCZ2qVAe18g165BTRJB8YG9ygkb4xtgJagCtwum07WZEJui06HGFbzWTqtAnG+02G2yE2t3S4r5hFMT+CxKKXBxZ0dxOO2kbuBQ0YWQaYVbGyU2/m6HWaP02I1aXXqYihfk16FhZXDarCZddNLgjnY47Q4rAZ4YDTS+Migf6bHr9NmFIDZ47SAhJE6UzwMG4ymGpMa+UP1wF0BgL0uIz8hvy3gtQCPI0FHyC8ZRMcifuypYXqB3xQGU5NMhyfAudWktchd3Pk2rbIDuRgeRLN6nQpEx+uU/k6neQWD6rZbvE6bx2EVXspSwbDsKQ2+JdmHSMT4WH8rDgDjmR73s9XJQmKNXDyskR2MgXYsmKRvtBqFqrgACy5Mmw0a5fRqXrNeQzUy5cHU/Ro0SpAwByOfBtLjC00PJF5xGHQOg86u19p0Gov+ix+pE5LsHQ3QBQBzkditI8EoKc7HyMpk1KrkohvN4+plgUt5tuLeeUQmo1YjteRVCdwrvibE5JSQTOfDOQDo4XRYmIA8KxC1Wm69ywXotEp8quFgWZ/5IoC70zse4fxsNOj0Oo1WoxIaab1OA9+LxxUUMfXDwGaoY7PJoNWoVMoSyoaNWp1erdEqFTqVkrfICmot3aeMGoVdr/GYDC691pC/u2TLpsL160o2ZKtzcrQ5G/XZOaYNEgns3b7Ds227b8f20K5d/p07XFtyTTnrdevWKjMz8jNW78lM35OVsTMrffPa1TkZKesykrPWJK/LSl+bmZaxJkXCwBkp6Wuk1kdp6ckpGatWr0tbnZm2OiNl3fo1WzbnbMpevzp51eqVK1ctkQzvkxYmJC5MkADwnDkzZsyQmiDJbZDiZsyc9fSMuXGzEufNW5qQkJmcsmXd+vwtmwu3bS3cskX62bo5f/OmJzwmRbnffKDC/ZVnwj/7t29eazj88Gb7g5stnz3sfnS77d6kVI742YP+T+/33bvRdn2gjoLGuxPtnz8a/s+Pxz65P/jhnb6P7w189nD0zo2uga4rdefee/M3P/ru37x4sCYqeVwFPXKc4WKfQLQD+ITR/Ss46nY5HA6b1Wq2WEw2m8XhsLlcDpfL4XY7vV63z+fxeFxOp93hsLndTp/Pw5YpssisAtC5bGwEi6Kyl62Ujyavz57H5sFCg5iH/UzEl8GAh92dTwSIsk+IpDiKONEahDrG0mgQUxyqavlf9huaeYBLqypj1XKrFSwiiVmnY1HAMAEu8A+cyYUJFArDLAAGAQovlpdJPVqBDeL8ROpQalxPOOSDUBWMK6hmWtAmtRcmUkddCcwAsYg0ucDqYBsUsMD76SEUIZqoi4PLqprGsPEWQAs4B+IO/q1mb8U+WVIrg5loedTzbG3pwf2xvRX+yoinKup9YX/Zq3/z8uu/+Ncr5w51t56eGK6/OXr11nj9Zw87P7zT/uFU+53RJijfse4L4z0XRzrPDbSdGu+5ONh+ms7AE32Xb480Tg5c6Wo40nju7fbLh4faz08NNE72N/S3nGm79EHz+XcvHn39+Fs/O/v+ay0X3uusPzbQena8u26i7wri545Gic49f/w3b/zyH955/Z/7r51+MHXt+kBdZ9PR0d6LAx1nmi69MzXS8H8/H//kXvet8frulqPXGt4f6Dg13H12YvDyJ/e6my8funDitcunfzfUdWao68xY34X+juOdze//6VHPcM/pK+d+d/nMb9rq322rf/f88V+/9+a/XDz5u9vjzf/58dhYX92FE6+fO/bbpkvvXrt6rOHC4ZPvv/GLH776na89+/WXar7+Us3ztbHykOOZfbGKUm805Kws8z9TW/FMbcW+6tLqinBlRZTyrXDIC2CABCaaIX9PvMK/imQNQ0gMP0JVkZphWsGmAiEItZkpFbLlmxir1AQKkR4TgREOMAa1VsuduoB5yC7+v7bOAzqu+zrzihpFEiDRG4mOQWMXm0iiTH9T3rz3phcMBp1NkmU5drJeO5tN7E2xfRw7sTdeuVvVlCiJvYIVIAkSIACCBMFexSpRsuUojpMc73nvR/4XR1keHBwQmHnzyr/c737f/S4xPZOo41FHMeYs6aQeozmwIIc5K6FoYMIyqhnMXA4H7OpMrVndyRUxtjs7WjkHkQVgnk6eUIgmjLGqd1Rat7YbmQMxNzOFU4WkhWUC87P+MN+JgwX4ZylgEcCxhr0/Fg2C1T+3XnFKyZaoV5bMloZ58+bMmlWYkTEjPX16RkaGzt4a/3Jy8vLyCgoLZxUXl5aXV1ZWmurm1JtqqquqTdW1NVXVpuLSkoKiwryC/KycbPGVkZU5I2Nm2oz06dOnP/Xk4+lp0yB+oYJnpE/NykzPzEibVZRXX1e1bOnCpsbn7LYml2T1uO2ACp41Ky0rNoiFlZZmvAhQoxF/azLa2ZEUHlGxaCDVGoNxAgC3peKJeIiyw3DYF42q8bg/HtcFwwgyDQypN6ZKtbZITjtVyksWL1q5Yrls0COcFWwbRY/AMFatzo7WhlXLc3Mypjz9+IL59ZLTyoOg1PPReQbAcmB7gViEbTVS58lFj0ijKYkU8JjmMShLA37ZJVnF7ANUkKgSeg1wKevt5DQuKRKElNT4+TWZORsKqrJh6CLAEsll8SDYbSnrZRcQc0pMB5+h6GMj5nPJFCM8ph5PlNSyBYhkqADAQUOKJXAmhbI8BcIJhjFspyCEufnY5FLNy51njyPZDSQWrl0gcO6VOE+Ow7WjkQ6HNH4Q5crU5ZLv4O1MTwGAo5EAmSyYcIFCFaO4neQOPwuCSH3UtFlk/2PRIDyMgKyCwqX+k4vi9ODDgwGFuwfNyxIaMqyqRSTGbScVIpRrTD2CEEooCYe4OlAuyQKGB2MmFg0yiiSnxaf35vDRvgi4m2yJ0Kxb9jo9brtPlgC6muoRJW/AXb/m9WtezLFI+qCgFrJ/iFnoXMXrxKtZ8TppIISdlY4bvc6g5tUNZQI+4ers8zg0nysaUvFYRg4N+tV8LgAw9DKWVBQbo6/GMpo2S1DKmEuHA158sCY1OlKoIWqJ+eMRNeT3RIJyWzLc3hppifk72xJQQTQBBlqLpsRBzRtQPcLmWq9eNuTHaOMZJ2RGGLGYTkkGz+mliY4hMA5pPk12U0+rel0QsGG/Eg8H6JOELlrnio1xqPjcIDf4ZBplkR3jsKAvfNoAvewvHrfDaXTxEak0r0Epc0BdhN/cgK/VQ8JZstOfCbMu0asJlCscvP4rBsY6C29nZNWa7NbP32kPet0RRQ7JHlmyexxWn8sRNDhwHVS7dBvtyQAYIQOQ0mHYTCCThgB3Gypl0K/b0E7zShTUkqE2lw3jMV7vcTvA0twNEK/T4JB9BtPrNnoOkzbiu3Chk72S1dKoGC7Q2NdZLY02IwUMbyyOyb3VDLtfl+RwOmx2m4X+RoIH1slb4ws0S7sj2et2OnQca4BYvVTY45Zkr5smwKoiBwOapvrcLqd4vexyex2SZLM7rTan3aEjaqfd4bDpV+qwuu0WVXKEve6QW5Itzc7nli83mVbV1DbV1jfW1DVVmWzVtd55C4KLl/gXPRtcvCS2bGl42RJt0QL3nDp7dZXFVKEDYFPFiuqKZVVlCytK55TNrquYXVNVXFNdbqouqzKVVVSWlFcUV1SWmKrLq2srZ5UVltWUVtZWVJrK6upNixbOXbxg/tzamsri4pKCgsLcvLys7JysbADwlClTpvHvmal6J6Snp6Q9MzVj2rTs9PSKwqK5lVVL59Q/N3/eyvnzdRJ44fzlc+sfk63LwnJjW8Txja+t3bXpJ3pr3wsHP7mrY4MbFw/pLkHXjj64NXzv+tD18/1GU9P9926M/Men1//4hzv/+dnNzz65+smdC/dujl86e2Ln1re+952/Mtoada5b3drdFm9Lho31KwR3QW6SGcJyD+XLzyzHFJgpiqyqvmDQT1GZpinxeDQSCfn9qs/nVRQ5ENBisUgymWAzZj8j4CDfyTbGd5ErpSKLzQBFEBNbnIameok4wZkC9PIDWJHVPxoJiIj8cxwXgE38EhUZTFeX0aRUlAqzzUCXERNDH5HMFtE20ZLgdmCPCf0FLOS/IoxGVCmiduAHSIOrIJjmJEW5JlwTUTgM1VqjnYkAxqS3BfTlojg9Ins+l6QDn/455LO6p4NoidMggIAQFjEuiQMoOygyAk2BfHq629ev6xF9iUHFBpjpXNOVWL+6paM10NUW+tLzXS+uTr20NvX33/jz/t7NF8/0Xz139IMrA9fPH758tvf21b7LZ3uvntl/fngPHYBHj2y+PLb/zqWBD68NjR3bOnpk89UzBz+9c/oPH1/4/Ufn7l4+PnZs65mBXSN9W8eO7jh/ct/pYzv7d/364LbXj+195/i+d3e+85N9m3810LtxoHfj+PHd18ePnDu59/aVwbPDu4/s+/XBXa/t2vST3Zt/2t/71vjJXbcuDzy4NXr+VO/w0c3DRzefG92r89KXjp0Z0uncgYMbBvs2Dh99//Ce1w7u+tWp41sG+zb27X39yL437147fnXi4NWJg/37Xtu56Z/Pj+0aH952eO+vtr37g6P737p2TmeP33/r+xQef3LnzFD/5n3bXx05tu3c6L6T/Vt7t721ecPPf/xPf/eNr33xz77Y/ZWXul5cnexIaOtXt3a3RztS4TXdLS+u73p+bcfantSa7tauzlaKJ9vbEpRsxWPB1mQUySW+u9hB45LFYxUkLWMJLCe4C/7aauRQGELUqxPAoawTv2e0MNeEIEJARCYF/wXpdT9SWaPJB74yOHuMbkP0IKVuE9aXSccaJcJoMK3INBnoKM4vxaSj2RIjnBwTjLGY12IKM9F6uttbk7Eeo5kwMm8+miiHSj9UG6R4ki1RsSKB/UQuiRtCkQXCDdY6Tjgc0pBdxWMhAYABybxMLBShsOZTXGZLw8JFcysqS/Lzc7OyMjIyZuTk5GQZP82cmZmZmZ2VlZOdnZudnZtfWJCdm5ORpf8uOzcnM9toKJyelj5zxoyMmTMzM4C+z0yb+uTTT/3JEzr6zcyYkWMkadPTpqVNn5qZkZaXm1lZUbJwQX1z0wrJaXE6zE5nk8djVVXJqPoLiQQZCzs5SiEmFwpeY9F7yACDcump+zkA3N6WEJxqLKbF4/5YTItG9cpbIV4gqZFsiTsdts8BYMxg0Jci9iFbGo0EyNF0daYqyoufmfJETvbMVSuXqYoHMh+YxGPl7WC5RDxM7YzhCRzAMhcqDArXr3knzy9QMb9BLEozpFBQ8XoccMIwwKBoShIos4xGAuBJ4Bx7H2NANXoLsXEQXTEx4f3wXIHrY09kq2UWi9wEOwILOA+ItVr2SuiwxKPkQ+EYCfhwdGPWs6kxB9ESUyEfMLwtgZ0AYKAaJwxmJkgVCmTWBDylwdhBwztN/J5PJCpg0wFOTP4ubKV5GUfgOwBSkDngTDYyogI2RDQL8P/cdqp7QJWk2rk6jHmIjJnv4kw4rMDbIhcg7j/+ZJMBMIkJjgxGZbxx5+HkyQgQcREI4UQweX0TcmhewEejj+WsAMbEDAjIDdhjV3x6ZzKhXBB5HE31uF02yWlxu2yy1+mTJZT8mupRfC5yqQG/rCpu/qv4XKriFsZvlADorXGNfkV+xQ2Xi18Ujs1YZKEfpuJXMMP4RQsAjOcz2BjSOKh56RJMlS/9fltiQVorIYRGt0hLYap5oyFfPKIa9s5KJChHgnIsrLTE/Imo1poIJuOBWFjHw3hEp1pCHSm9AJBGR7hzxSP+jlQch61IUIGy/n9tUKJBlM9oASgH4GfCXTAeCFl/OpMAMO2CED8rHimoyrGQPxJQ/T4PtlJ6psujF8oKrlIyOiGtWrnM6bCwPgDhVMWDNNJua7aYGygS9hn1rngjg/dkQ2NM+swl2XQdr+H/DN4GuALIhdRZ0LwA2odteCQ7GJi/8na/zxNUZYqcHypGFa9st2ouZ0SRY5qieV24QAeMOmedtDTQuNtldzzqzIQwm8uBpva4HRZzA9CX18sGyw3yJ7kGzhcH4Y5xsZLT6jBsnx1Gua/TcIF2SbbPAWDbo2p8qGMOaDE3wOq7jbpuu1G3z3G47WBpxM8kPgTTS+deKoEDflUAYLfLic8zDDAtkYC+fMfgCkW0X1MwyrLbLE4d5UqKywMAdlisNovVbrVZrWaLpdlqadS9OQyfbVWy+yWH5rApNotl8bPmhQsb58xZWl6xeNas5cUljtp6/+KlelXwggXqwvm+BfM8c+uluhpnbbWjrrqxsqLRVLnSVLG8qmxheQkAuLayuKaqtNpUZjKUz6Vls8oriqtrKurn1uglwXMqK2srSqtKqkxl8+bXLV3y7HNLFlcWF5fOKirKy8/Lyc3Jys7IyEhLS5s6dep041/atOmYYM2YNj1z+nQAcF1Z+cJq08Jq0+KammX19cvm1C2urX7M0TCvJWD54prIT3/41xfG9n30wclr5w/cvHTw+oX9Z0e2jg9vu3Hx0Ic3h+5dP3Hn6on7N0b+7bdX//2zG7//zbUHdyYe3Dl/99bZk8f2bnjjlX/87jf+/MvPtyXDZLn09hKJcCioEObi3kRaiAwKeb7J/h/BgN5yUFFkgX4jkRCgV5Y9oVBAVX2y7JFlj9+vRiKhaDQciYTgcvmOmh9rciH6IhXK1kVREIFgOKQJSYlA40RaxAQiIGaXBQOjsCKqYM8mcoIsolwQ+Cfkx2zkgE/qFTFiJbZj2yZAJyYmeCKxOplTJYDgQ4lmCD6Af5BX3G2CdU6VgJjXc13ivYQ7nLlAxcBOftk9iYgT3J0AtKCO1mSMpL4IrYRFCnpmgU7XGHwXjtNgflSdOHJNvsmfu6XcBE6bumWIu+6uNhStEIDrdCq4+/k1qbXd8e728Je+0PU/v/rSy+vbv/xi1//5p789sm/L5bNHP7g8+PHdsU/ujN67MfDhBwMXz+w6O6g3+x09svnEgXdG+jddHtt//+rgxzdHPr45cv/q4G9unfrd3TMfXT/54Mbwp3dOf3xz5MH1U9fO9J8b6h0/vvvI7g2bXv/hxl9+f8fbPx7p27p/y6sHt71+dM/bR/e8PX5895WxwyP9Wy6PH754ev/EyJ6RY1vODO28MLbv8rheGPwvH03cvnL80O7X923/5fjJXfdvnLx/4+TxQxt3bXpl3/af9+19/eSR94aPvbtn6ytb3vnHg7t/cXpoy+WzvdfOH7h3Y+D4obeHj74/2LdxdGDzwd2/GOx/e+DQW4f2/PLM0PaPb498cOlI397XP7w5/Nt7Z65O9Pft/fXxQ+/dvXbyw5ujZwb37Hz/1R3vvfbGz/7p7//qz764PrWuK7qmPdLdGtS7cHfG13S3rF+TWre6raezpaezZd3qtu6uVGdHsquztbsr1d6WgFlKtcYw2iE9T6it95jRkUZEfPEcGY0MEqJnBh5pFPEdBpgIEoQpMCcxNBOq26gRAAeKEV8d0zgAABzYSURBVI70Vwx+Koqp/UPpAHKeDIAZgV1GHyZew7IgALDIEKVa9apmqmcZ5ByNKYMLDmfFXAP0Qjf9VwCcao2v7ulYu6aLaJimZZQMoY0Ul4mQRCQHmVYsEYg4ALFMUlEazS9RmQYD+vILlia0RZ0BnCByjSdCobBP9kkOp7mx6bmFi+aWlc/Oyc3INvyhMzJmZGZm5uTk5ObmAolz8nKzcrJnZmbMzMzIzs3Jzc/LycvNzM5Km5EuvqaDdI2WRzPS0tOnp6WnTQMJF+TnVpQXG21+F1nMq7wehyzbJanZ6Wzy+Rw6PRt52JWdBUHgRpZcfkmIj7q1syNJakZ050KcL0xo6XWEhZveGCkV0cXPLcFYTBMA2Hhv1EBuMYfd+qgD8ILly5aIgAnYg+yTpVtVPF2dqbVruloSkbTpU554/LGa6ormppWq4mGxAicDCwVlh/ZHAEugAuJPev8m4iHcrUC8QtGNwRWUtU+WEEuLGmD0F5hF+zUvRcWGDlxvcc+MA5hBaUIqCokEckpUx9QAu112LCSSLVEBgLn/wC2gI/sRexzCLmJ0j9uh+NxojHkXOzKFCTZrk9XSCAHLnitwNeCKj0ArCPM8OfSfLAGIRYOKIRNlhWG+cMnwpcwF8SlBo7MLyJAHxCXAzWpGwRuQA/oaAAxWFGywALccjXiaMxcXwijVVC8LC1RwIh4mpAY/A1Op2qVvFqgSiD4ZpgKYxelxT/h0cf7AZlHDJbhfAhIGMH10GMAQwsQVxCGMEA7IIyCXpxmVZeGQpvjcsleCA+BWk68UXZ09brvsdSLRJykTCWuMZ6Pbtl7HC9bFuS2sd1bTQS9YF6NT/K4AyQIDP6SIDQCM1BmI61fcstvucph9HoeQNGOhLLvtms8Fp8pbqBCOR/ywuLGwRltgrLAS0QD1wzhIt8SCiWggGQ+1t8bAqOiW+Vx6FwGAIXvDAW/I7zFssQKJqJaMB1oTwURUoycwIJk2xaigIZ+jIbW9NYYKenJDJlypmVkgXtbAUFBVfG7IJLfBcDL+eTSi/S9OVyDGgOKVXQ6/z0MNsCa7URH7fR4BgGEyAWbm5lW4ADAyXZIN/UIoqCKQNjevstuaUXlgoAWTxDkoBqvsdtl1htMjgWxF7yXoaKp8XXaLZBhWUe5rVDQ/bJjkNTAwxK/qdYWN2mYOFQmoAsbLdqtstwY8rrhfjfgV1SN5nTZZsmMABqDlovCBc9jNNmsTldWyoe7xepxWS6PLMMHibpBN4K9ckcvQewOAnYZMmmvkr+5HPlvCYvpzAJgXkJKGkYa0n/xBIF6wNPpnp8MCJJacViG99skebJ9BuTpk9Xn9muJx6+1/MXNWfF7soLHCgjEG3/JeRNGYY1ESLGTSBgB2SzY7ANhmsVoszWZzU0PDSqulWe9i5bB6rGa3pVmx2wIuyWc1u5sabEuXrKirW1JWvqSkrKm62jl3nme+8TV3rrO+zlZTZaupctRVO+bWWkxVzaaqpuqqlaaKJRVl88uK68tn11YWV1eWmKpKYYAFAJ4zr7airrxqTmVVXWWZqbTSUEEvWjh/yeJFZbNnlRQVzsovAABnZmbOmDFjWtr0adOm6RroKc9MnfJM+tRpM6enZaWlZaenVxbNqisrn19VOa+yYkFl5dK6uhXz566YP/exde3q3/7lCz/4zlff+sW3L57u/c/PLn764cgHlw9dOL3zzMnNE6M7bl3p/+29sU/vn/70/vi/PLjwxz/c/sPvbt66OjJwZMf2zW+8+eqPvvU3X3t+bVtrQk+rGwKtmKEAjMWi4XgsQuCFx6ZsZFZYl8UmHY342bY11aOpHo/X6fN5/X4VzXM4HFRVn9frdrsl/FdQPkej4UBA8/m87GEiQ4x8iJWC7UpkbSEkSWOzq1GJzgvYEXkNgTUbCds2B0wYmXs2WkFyEsELeEYkimcG4JBAAZaVsBsAzPbGZiOgAnCRAuAuwxgWjTGggsMKzCA+VLhMC8wp2sPwGjY2roLwHZMtdmuwPWxSj1FMS9DPe0ECXYZ8GnAOGAYkC+AtLjbZEu3pbhfUH2cr+OTurjb+JHC+SApA+gkOmU8H1QggQaaA+yOSDuvX9bz0hfVfeHHdurVdPR2xNV0xHf1+/eW/+LMXvrCm9Rtf/9L7G3422Lfjwum+8eHeC2f2Xzt36Oalgx/fGbx56eCFkd0UAF8c7R0/sQPN8+Wx/X/87Pr9q4N0Obox0fe7u2c+u3/25rn+u5eGrowdPntiD4h3w8++++aPv/3+az/Y+taPNr3+w+0bXjm8483x47sfXD/12b3z964MnR3eO3Zi+7nRvaeObzt/qvfs8O47V0/85u7pzx6cOzO0c8vb/7tv75sTI3vGT+46f6r39OCOfdt/fmTfm0P9706M7Loyse/00JahI++MD287PbTl0rjebfvC6d1H9781OrB5/KTulTV87N2jB94Y7H9b/+vEwdGBzf29b/T3vnHr8sDtK8fPn9o/2Lfp7PDeB7fGPrw5OjG8b9/2Xx/YuXHTr3/2vb/7i5efb8MFenVbeE1XYk1XYt3q1vVr9OrfzrZYT2fL82s7urtS3V2pnu621T3tHe0tAOC2VHyySyfJfuSmIARYIEEzAmUnD5XJj5Xfi4EKyBTyARhg+M/OjlYMoienddrbWnq625lZ6KIZLZQXghWZOCJlg/sOpQeTBzYTUwxsZgrDFcjKagA+Z5UAAANWhU6k1bCjIz8lUDFTu6M9Ce3c0Z5EJ4mMDWGnmL9IRTrak0S6kbAfHCWmHtNNwHXxiWjIRWqpw2iiRjaNSZ2Ih1kYjQbCLS3JUDSmBUNyMCQHgl6X27Z02UJTdXleflZ2dmZWVkZOTlZBQUFRUVFhYWF+fn7R7FlFs2cVFBXm5uflFeQXzioqnFWUm5+HEBownJGVyVdmdtbUqVPTpk2fOSONtrpz59Q9t3yxET81uV02n08HwG63xeOxBgKueFzfCwASSC4BwHCJLPVANbBNPBbq7krB/UKTxmNB3I8Tcd3dKh4LtqXiXZ2tHe0t7W2Jzo5kR0e8vT3W2qq7YYlx25rU9c9sW3abBQb42UULli55FkpE9koCAJOpgWNvSyXWrumyWhqfePyx6dOeXrZ0kcXcIHsl1nbB94q1kWysuDSDW/MI2SdnK/y62BlpFUOjY7JOkbDm9TjohhAKKlh5taXiCE2NPLIuQCUtxYhllwGJsfcBRImkAVecrd3W3NS4ArNf7LsS8bBqOFOyRQrsxGMSyBBi0/fICUY2XGHgG9lleJRgS7tRcYdyGK6VfRnQKD5I8LdAa8YtfyXlDXgDn6O0IszFCg61uQDwbNwQtgIPg3J5pgG/j7iWwAAUyiMDH5Ig4A5w04CgwiZqMqTkWnBLRnAOjEGVDUsGoNUMcSM/A2YEf8vtpT0V0TZv5GcU7AKos1aIq0AdzaIEZA2HNLr4crcnxzxEKdxhPp1RKnIiGHTBfUEOg9WR0hD2xKJBl2R1SVaoXeT98VjQcFkP0J9MUz3ohihJiEUDVNOITmDhkEqXL+aFqrjFW0JBZbJ9FBpmv+L2umwUAyteJz5YitfpddncTosqS6LRkRAYR4IKvC7WVsiegaZ+xY0zluiHFAtrwgUa0AsLzc/hgDceUZNxHfGGA96g5o4EZbBuIqqBfiNBOeT3BDV3UHMn4w/7HsUjfrjrcMCH4pp+SBhcwwPrhcpBFfslwma0AAK/kTnVjMZFXsNICYIUjyiBeOkeJMqD9f5ARk9dTGfJyPB2xpVksJqga6CXGLoYBDB/YSZhj2XD9o8qfdUoX6dQFrg7mbml/zA8sOKRPE6by26B+HU7rDrH6LRhfEUdr9dQTWOCxc90M1Y8ku6w5bC5Lc0+hy2mKfGQ3y+7PYZSFwDMKoRsAVCKuZdkiJmtlkbJaZ0sgWZyqY86unFPEIdLTt1SiztjM4z03ZP00twKkZUA6wpencfE2uKTXZLTCsT1a7KQW4Ox7Tada7WYGxxGSbD9kZE72Nule3fpMmbKfR12Kwpn/J8lp91ht7pdTsXnReSsQ1aX026zWMxNdpsFUyuPW3LYrYiixXdsn3WxtNPjsbucVpvDoH91+bPDZrdbzeYmp9462OmV7E5Lk6Nxlbu5SbHbNKddddh0GLxqpWPx4uY5cxtra5qqq72LFsoLF7jnzXXU1VpMFY1VZU2mcnNNpcVUZa02WWqqG2tNy02Vugq6oriuYnZtZakOgCtLkUBXVpVW11TU1psKywpmmWaX1+r9gav1OuGKalOlqaqiuLBgdkF+oQGAs41s/YyMmekzZ0ydOvXpp59+6oknn3riSWqAZ07VVdClefmCAX62unrFvHmWZUucq1Y89p1vvvzzf/7m6z/91juv/cPw0fc/vnPyo1vHr0zsPTuydWJ029Vz+z/84MS/fjzx759e/P0nFz798Nz1i4NDx/ds3fSrV3707f/x9ZdWd8f0Wv9EIBJRjL6gEXpF+v3+SCTS3t6eiD+0iGRqGVlh/ZWsd+GwLxj0+v1uVZVUVU8Nuj0On88bDPrD4SA9J1XV5/N5Jcmhqr5oNByPR8PhoKYpqupTVd2GkZ2YvVDEi4Qg4r/In9AeszNN3mMIqojdCbjFYYW4iK2IeALyQagQEXDC+QhakqCHPQYehkgaaEqUL8TAxNzgBH42wlO9eQxMEYBhMmwgsyDUmN0GMwaWaEslOIhQexL6EIhAMa3u6UCYKqgqEZrzocQEyOdSrXGBEwQvR2QPau3saBUYINUaR+rJCwQAAAkTkUOVg0Dgxjl/XkwwCsAgiCGCF/AAkTnX2NWZWre2+4svPf/iC2t1nNYZfX5Ny1e/sv7r/+3FLz3f8bUvr//FK989sPvd21dOffjBmXOnDoye2DZybNPIwMZzp7YPHdlwbfzAxzdHfnt77MZE3+mBbWPHtp4d3Hl2cCf+z0f2vHl071sXRvZ+dv/sb26dOnV0y5Wxw+eGekf7tx3ZvWHH2z9+++f/sPGX39++4RW+79r4076db904e/QPDy7/6/0LD26Mjg5sH+x778zQzhOH3x0/uWv46GZMrQb73rt58eiZoZ0Hd73W3/vWxdP7b185fvzQxqH+d0cHNo8MvHd+bNdHtwY/uTt8+2rfrSuHr57rPT+249r5A1cm9t24eOj6BV0FPdi38foFXQt9om/Dg9tDd64O7N784/fe/N7xQ29/cOnY1YnD50b3TYz0Xjnbd/PiwKUzh0aObj+0e+P+He+8/eqPvvPNr375C50vrE6s64z1pEI9HbGutkhnW6S7I9bVHu9IRbs7EuvXtAsA3NPd1paKQ/m2peLILEEdoOKWRDjZEgkGdDdd0j0MHh7T5GEAQOW7YF9By1D6jEmGsUB6qIjXre0GpjKMGX6MPZhVZMmJeBi2E9Qn4DTpFTJZAgALiQHTRKS0JgN4IZMWHDVXxJGZjMgTuPZWAwPzQZOnbWdHKzicqyBaJbyYXPgAid3VmSJUJXXFgkOyjG4ovFGk55jRiLGB311GzQVPRCQacOCIRYO6d1R7ON6iRWK+WEJNJP2RqOr2WJuaV9TWVVZUlswuLigsyp01q3D27KKioiIdCc+eNbusdFZpSW5hQXZ+Xm5hQW5hQVZebk5BflZe7oyszOkzZzyTNn3K9GlTpk+bljY9JyenZHZxfW3dswsXLV+2pLFhpcNuNpLrDp+sr/n6sq85/X4pGHSHw3o7H0GOseRC/fFowB4CUIVDWmdHEuyH61VEr5rzaaonHgtSPZtqjem49xEAbmt7SAInEnrkTS/rVGtstWGG35KIWS3NTz35eEF+7uJnFy5ftsRmbaIiTmRaGVehoOpxOwCWZaWznpnyRGlJUcOq5eil2WKIWRkhvEvsSgJdhEOqpnqMfkWaTlC3xnAMwgg34JcjYY12TYl4CBIsGvHTEika8WuqBxdoQYNzH7g0gwz3QwwKITTkM7gOFSU8CYzN0iUL+Xpu+WK7rZkyVEJkEDI7I1ljLoeHAgAm4iRAJ44E35J2gTMUnrHcJZ/s4jiC4wXQMkojYb+qeGSvJHrzAgmwoeLSSB61JCKq4iE2DYc0RObcfEEF80vQL09EzC8SHMBjcHsoqGqqV55UDi3uJOdGCMEUDvh9/JdBy9HAA+S5ABKKzx3w+1qTMa/HORnxMroIkfn95FkQiwaJxcXthYhrblqJGzBxDufAOQNCQkGVdYDsQyTs59HwyMR9YDEhjpp8BwSxDxaigZPktHJnuEtieBNieT0Ol2TF/JmGwIxSZqXic5E5FTXtZKmoEGa00/QI0IuTlk+WCBd15X9YS8ZD6JNBjFTn4u1M6yC30yIIYWEKTa/gcMBHt6GOVBxDZqpwkSUn46GQX0ZcjQhZNCgCPKOIDvnlkF/v6BsLawHVFQsrrYlgS8wfDngNU2idBBboNxryBTW3X5GCmjsa8tEHOBJUoiEVqy3IZ9EDCYQMQW20BVWYfWRGGBWCAQZ2TtZCw46KdkFYTE22U6b5UFCVAcnkcUQbJN+jytWHHs6GdblqmG+R28KW3yXZoCVlw/TYaeh+SQMx/LxGQbKOOd1OIWCm+TAGXQHFC6kru/TiUkywHJYmCoZ5Jf2QnNZmyWaGtQYnc0xsmVTJ4TI3eaxmvRuw5vO5HG67RZbsD8uJjTQcQFT4HUiGOb/Dbm42uoX5ZBelvIL+BapAyaJzdhnebxC5TofFZuiZ0SrzJ9cjAlm0Ojf2uIeNfJm8ggfmoy3mBpzhvUaLJqC1w8C90NQc32E3Wy2NcPLGfbZKTruoBLZZzU6HzSU58Lui0y/qaF4jCoYFAwwJrCqy1+PiULLXjbO0TiDbXS6r02G2Oy0OyeF0Sy6P8c/lcrp0Vy2H/gicNrfd4rY0u8xNqmTXvxw2zWHzWyxKQ4N7yWLHvHnYYknz5jrm1Otw11TZUFXWWFXWXFlhrTZZa2ua6qpXmKoWVZTWl86qKSuqqyozVZVWVpRUVOpSZ5NeEqx7QReU5ueXF5To/YErqmsrq0xl5WUlpSWzi/Jyi/Jy83Pz8nJyH9ZqGao0+lk8+fgTT/zJ41OeeHL6lGfSp0xJnzKlMCOztrRs6Zz6ZXPn6PTvvHnW5Utdjase+8WP/tcbP/v2zvd/fHpw2/0bgw9uD+m02Omdp4c2XTi984PLfR/fOflvvzn/H7+79C8fTdy/OXqif9uPfvg3L7/U+dKL7S+sT7XEfaGQ3Nb2sCaQql2/3+/z+RTVH4roJDA1JEwtY9FURLvCQMCjqhI8gKpKfs3r8ToVRX50HBWU6/eriiJHo+FkMhGJhDwel9NpV1VfIhET+y75SJJhYrEQ7hQigoQXEulbNl1hnEhoxW4ETQQMY4dmhyD3jECaBkgGdRCBpHp+/Wr4T6wvKFjqNuoSVxv+t12dKWJ62APMeIhTic4JrBGngfTgr0CehNTQZextHUaTVfFKAR6IswnRCNChkSFRCdNJ33Z1poRCe+2aLjyBRPMk0C8AWHgyE49yyUTknR2tgqwWHwEwplIOSAA8xvin1eiHDBUmvMFi0SCENqoqyB9xQIGBuZl8Yntby9o1XUYPm5Y/fan7T1/q+tqfv/CVl1e/vL79h9/95v5dG48d2j7Uv/PC6b5zpw5cu9B/6/LRGxcPXL+wXwDgTz4YvTjaO3hw43Df++eH9+AFbRie7zrW++tDO16dGNp178oJvVXSxcGrp/tOHdm+b/OvNv7y+2+88i0k0EMHN50b6j15aPNA78YrY4c/ODcw0rf18M43Ro5tmxjZc/fa4IWxffeuD105e+j8qd4DO18dHdg6dmL78UMb8Wq+PH7w4un9Jw6/e/LIeyePvHf0wBsjA+/puadPxu9eP3LxzK4rE3vHh7fcutJ/aXzvxTN7TvRtODu8c3Rg85WJfQd3/+JE34bffTT223tjR/a9eWj3q7evHPvdh2dvXDhydnjvhbED184duXj64MkjW/r2bNi/Y8O2jb/66Q+/9df//aWvvNT1py92vLg62ZUMdKbCyZgaC8vJuNbeGulIRbva43rTsk69DBgYTMsWTIYoXMSiE6NdmCi/JpPuIdmUiId5mmg0RB5KYOCe7nboSqhLhgrIkwGMBg9KhylDvgnBAnkTJmBXZ2p1TwfKZ5GuYsCI5AvjnOnQlkowqhlpAb9PVTxUbFLTCO3DiwXcJQXG2YqkD8tLZ0fresOPjbQUsgtRucr4F/ksklOAhFBQBQaA28GrEMXk9WLR4GQAxr1Fn0YkjbD2/wuAyQgISQj3k9frBd6d0WTKH40r0biSSPoTSX84omh+t9myaumyhbV1VWXls4uLZ82erTPACJ4Li2cXlRRn5+fNzM7KzM3JysvVbZ1zsjNysmdmZ/HF73Pz86qrq5cvXeZySoqsm20YbpNWr8cJseP3u0MhORz2hkIeTXP6fA5DD+lBUIcCFojC8gKGhwaHhmpvS3S0t+hIvjUGaBTCZnI0KPPbUnrTI12i3xJMJkMtLUG9EjgaoIC2LRV/4fk1RtPpmLlZp3Pz83KWLnl21crnLOYGOjMBfiiiwRxY8DBPP/UnmRlpC+bXr1q5DDoO3ozzFwkLcqkkW9EGG+KaMHwX7lZcAvAAfyBMdNvbEq3JaCwawB8oFFTAw6IGmL4yXCYGYHgIsVtxJigaSAlhzYV3EUFeY8Nzc+qrFy6Ys2zpoueWL16+7NnGhue8HidTCeQGTyjwKrCKGcEeys6LQXfA70MkCfZGQAtlKhtGMoBbt0t3PgM9CrKL5QKUToCInr8lEYGDIqgAK4prARaC0ITjNL33gMRCBMFWyHZPDDD5wdErCH7GYTjlqAYHDqcqUu1kASYDYHIEjFgO63RYuIGaoSJmYMdjIQH7uRWEEy7JxvNiLQJykOQyyB9dVc5xXJKtuWnl8mXPmptXuV12gZn9mqwYhkYAYOGYTdpCwGD+S3IZlEtsw22fPESByqIQw+txOh0WPgXhN0sWC6DhWeDxehxul40kVEsiHAz4PG47gxn0i2cEo1Q0AKPLUcAvBwM+fqahl8dt97jtwi5LlaVwQIeR1Ovi0kwxbSSoRIKK4nXaLQ0Oa2NQ87a3xgKqB4grZM8tsWBbMkonzkhQ8StuRMhtySj0MvhWsL6QsTDM8Yi/LRkFu0Lhaj5nNOSj3Dcc8AJ0I0E51RKCFgYABzV3LKykWkL4cgmbK9EGSdDOnCfeXfoVGf26gWQMHp4FsE30zQJi6ePTsHoOaT7FI1EDDFAUrY802R32K5GASg9eEDV1vA67WWA81ejPi0myX9NLhUG8imHaJPAeS4fktJIlJPwGyzkNg2ikzsLCCvoXSAwIF/7PHqfNbm502S0InkOaz+d2Oq26jZa1aRXXMtkLGiSvuZxuS7PHag54XJrXpQMzu8VvUNzUAKNZEBkcfLzgXW3WJi7ZbmsW6Be0j2rabmsW18sEhA3mXUI9TrKA6w0FVRJ24s6AcrH9cxre0S7JZjE3NDWuMDevEhMWWC498jMTJLNkdC1ualxhMWhh+hWhdnbYrdTuUvcLA2wxNzU3NVjMTfRDslnNGFxRJOxxSz7ZQ/dgl+SwmJtET2B2Z5fVKVkcDrNdsuroV/Z4fcY/r9ct6f5bFl0P73X5ZbfitEvNjZpXkiWbbDUrNkvQYY86HCFzs79hVVN1taWuzjl3jjRvrn1uvbm2utFUrvPAFeU6CVxb01xfs7LatKiitK6kyFRSUG8qN1WVVpQXw/3WGFi3rKK4xFRcWFlUVF5UXFWsW0Obyqoqy6sqywtysgtysvNz83KzH5mVZGZkZGVmZ2enp6dPeerpJx9/4pknnxIAODctvaak9Ln581YsmL+0rm5pXV3DogWWZUv+L30phy48hTjsAAAAAElFTkSuQmCC" alt="" style="background-color: transparent; text-align: inherit; width: 839px;" class="fr-dii"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, dari banyaknya anggota dewan yang hadir di gedung DPRD Provinsi saat itu, tidak ada satupun yang menemui para wartawan untuk menyatakan kesepahaman mereka terhadap tuntutan-tuntutan Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun sejumlah tuntutan yang datang dari Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim adalah mendesak DPRD Kaltim, DPR RI, dan Presiden untuk:</span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tolak pembahasan RUU Penyiaran yang berlangsung saat ini karena cacat prosedur dan merugikan publik.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendesak DPRD Kaltim untuk ikut menolak pembahasan RUU Penyiaran yang substansinya bertentangan dengan nilai demokrasi, upaya pemberantasan korupsi, dan penegakan hak asasi manusia.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendesak DPRD Kaltim untuk menyuarakan penolakan di Kaltim dan mendesak DPR RI melibatkan partisipasi publik yang bermakna, dalam penyusunan revisi UU Penyiaran untuk memastikan tidak ada pasal-pasal multitafsir yang dapat dipakai untuk mengebiri kemerdekaan pers, memberangus kebebasan berpendapat serta menjamin keadilan, dan kesetaraan dalam masyarakat.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membuka ruang-ruang partisipasi bermakna dalam proses penyusunan RUU Penyiaran dengan melibatkan organisasi masyarakat sipil dan kelompok masyarakat terdampak lainnya. Penyusunan dan pembahasan RUU Penyiaran harus melibatkan Dewan Pers dan seluruh konstituennya agar tidak terjadi pembiasaan nilai-nilai kemerdekaan pers.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendorong jurnalis untuk bekerja secara profesional dan menjalankan fungsinya sesuai kode etik, untuk memenuhi hak-hak publik atas informasi.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menggunakan UU Pers sebagai pertimbangan dalam pembuatan regulasi yang mengatur soal pers agar tidak ada pengaturan yang tumpang tindih terkait kemerdekaan pers.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, Koalisi Kemerdekaan Pers Kaltim masih terus mengawal dan mendiskusikan serta mendalami isu terkait RUU Penyiaran yang sedang dalam pembahasan di DPR RI.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ibrahim menegaskan bahwa ia bersama koalisi pers Kaltim akan menolak pasal-pasal yang mengekang kebebasan berekspresi dan mengancam kebebasan pers.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>ner/mlt/mar</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Si Beruang Merah Pemaaf </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/si-beruang-merah-pemaaf/baca </link>
<guid> si-beruang-merah-pemaaf </guid>
<pubDate> Sat, 01 Jun 2024 20:23:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Manusia itu butu rumah, sungguh hebat dia si beruang merah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/si-beruang-merah-pemaaf/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TzLLbTOLVA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Si Beruang Merah Pemaaf</h1>
			              </header>
			              <p>Manusia itu hanya jadi tempat membuat masalah<br>Manusia itu gudang kericuhan<br>Manusia hanya punya kesabaran setipis kertas<br>Manusia bukan lagi digambarkan menjadi tanah tapi menjadi api</p><p>Lantas siapa yang mampu mengendalikan manusia ini?<br>Makhluk macam apa yang kuat menghadapi manusia ini?<br>Sumpah...<br>Pasti tidak ada satu pun</p><p>Rumah! Manusia ini butuh rumah<br>Manusia ini butuh sesuatu yang bisa menenangkannya<br>Siapa dia?<br>Dia yang mampu mengeluarkan sisi lembut manusia<br>Tanggung jawab yang sangat berat tapi dia bisa mengembannya<br>Begitu berani dia berhadapan dengan manusia berhati panas itu<br>Bagaimana bisa dia melakukannya?<br>Sungguh hebat dia, si Beruang Merah</p><p><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Muhammad Adil Alparizi, Mahasiswa Farmasi, Fakultas Farmasi 2020</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmikan Lapangan Tenis, Abdunnur: Langkah Awal Peningkatan Fasilitas Olahraga di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmikan-lapangan-tenis-abdunnur-langkah-awal-peningkatan-fasilitas-olahraga-di-unmul/baca </link>
<guid> resmikan-lapangan-tenis-abdunnur-langkah-awal-peningkatan-fasilitas-olahraga-di-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 03 Jun 2024 21:50:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tingkatkan fasilitas di lingkungan kampus, Unmul resmikan lapangan tenis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmikan-lapangan-tenis-abdunnur-langkah-awal-peningkatan-fasilitas-olahraga-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ro3ungkdnF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmikan Lapangan Tenis, Abdunnur: Langkah Awal Peningkatan Fasilitas Olahraga di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong><strong>-</strong>&nbsp;Unmul baru saja melakukan kegiatan peresmian lapangan tenis yang berlokasi dekat dengan Gelanggang Olahraga (GOR) 27 September. Meskipun sudah ada sejak beberapa waktu lalu, lapangan ini baru diresmikan pada Jumat (31/5) lalu oleh Abdunnur selaku Rektor Unmul bersama mitra Bank Kaltimtara dan Bank Muamalat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peresmian ini dilakukan sebagai momentum untuk menjalankan program terkait peningkatan pemanfaatan aset milik Unmul, salah satunya pengembangan fasilitas olahraga. Dikabarkan fasilitas tersebut nantinya akan mencakup semua sarana olahraga di Unmul, baik di dalam maupun di luar Kampus Gunung Kelua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Nanti kita akan tingkatkan, akan kita&nbsp;</span><span><em>upgrade</em></span><span>, bahkan yang tidak ada akan kita bangun,&rdquo; papar Abdunnur saat ditemui selepas berpidato pada peringatan Hari Lahir Pancasila Sabtu (1/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain untuk memberikan kenyamanan bagi civitas akademika Unmul, aset yang dimiliki akan digunakan untuk meningkatkan pengelolaan usaha, dengan kata lain fasilitas di Unmul nantinya akan dibuka untuk publik dengan syarat akan dikenakan biaya sewa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sehingga bagi masyarakat umum juga ada regulasi di dalam pemanfaatannya,&rdquo; jelas Abdunnur pada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, rencana pembukaan Fakultas Keolahragaan menjadi alasan pendukung bagi Abdunnur untuk memperbaiki dan meresmikan lapangan olahraga tenis tersebut. Alasan lain yaitu masih kurangnya sarana bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP dalam aktivitas pembelajaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini salah satu sarana yang mendukung proses belajar, maupun proses dalam meningkatkan komunikasi praktis&nbsp;</span><span><em>skill</em>&nbsp;</span><span>bagi mahasiswa untuk menggapai prestasi dalam bidang olahraga.&rdquo; harapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Turut hadir dalam acara peresmian, Kepala Bidang Bulu Tangkis UKM Olahraga FISIP Unmul Arwan Ferdinanto mengatakan, peresmian lapangan tenis dilakukan untuk menyambung Rektor Cup Lapangan Tenis mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan Abdunnur, Arwan juga mengatakan ada kemungkinan biaya sewa lapangan tenis, akan tetapi di hari tertentu akan bebas pungutan biaya bagi mahasiswa, yakni kemungkinan sekali dalam satu pekan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Arwan juga menambahkan, saat ini sarana olahraga cukup penting di lingkungan kampus karena dapat memfasilitasi mahasiswa yang berprestasi di bidang tenis lapangan.</span></p><p>&ldquo;Melihat atlet Unmul pada cabang olahraga lain yang sudah menunjukkan hasil positif (cabang olahraga basket dan sepak bola) sebagai rujukan pembuatan lapangan,&rdquo; tutup Arwan.&nbsp;<strong><em>(mlt/myy/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Angin Segar Mahasiswa PTN di Indonesia: Pembatalan Kenaikan UKT dan IPI Resmi Diumumkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/angin-segar-mahasiswa-ptn-di-indonesia-pembatalan-kenaikan-ukt-dan-ipi-resmi-diumumkan/baca </link>
<guid> angin-segar-mahasiswa-ptn-di-indonesia-pembatalan-kenaikan-ukt-dan-ipi-resmi-diumumkan </guid>
<pubDate> Mon, 03 Jun 2024 22:21:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mendikbudristek sampaikan pembatalan  UKT dan IPI di  PTN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/angin-segar-mahasiswa-ptn-di-indonesia-pembatalan-kenaikan-ukt-dan-ipi-resmi-diumumkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tBPbuLwdsB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Angin Segar Mahasiswa PTN di Indonesia: Pembatalan Kenaikan UKT dan IPI Resmi Diumumkan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Buntut penolakan kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) dan iuran pengembangan institusi (IPI) tahun akademik 2024/2025 akhirnya membuahkan hasil. Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) menyampaikan pembatalan kenaikan UKT seusai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara 27 Mei lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Abdul Haris pun menindaklanjuti arahan tersebut. Pihaknya mengirimkan surat Nomor 0511/E/PR.07.04/2024 secara resmi kepada Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Surat tersebut berisi instruksi untuk membatalkan dan mencabut rekomendasi serta persetujuan tarif UKT dan IPI tahun 2024 di 75 perguruan tinggi di Indonesia pada Senin (27/5) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam surat tersebut, Haris menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses penentuan UKT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terima kasih atas respons positif yang kami terima sejak Mas Menteri mengumumkan pembatalan kenaikan UKT siang hari kemarin. Secara resmi saya telah bersurat kepada pemimpin PTN dan PTN-BH mengenai 6 poin penting untuk dilaksanakan,&rdquo; ungkap Haris pada Siaran Pers No. 206/sipers/A6/V/2024.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun beberapa poin penting dalam surat tersebut yang diungkapkan oleh Haris:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemendikbudristek membatalkan dan mencabut surat rekomendasi tarif UKT dan IPI PTN-BH serta surat persetujuan tarif UKT dan IPI PTN tahun akademik 2024/2025. Surat Dirjen juga meminta Rektor PTN dan PTN-BH mengajukan kembali tarif UKT dan IPI tahun akademik 2024/2025.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor perlu mengajukan kembali tarif UKT dan IPI paling lambat 5 Juni tanpa kenaikan dibandingkan dengan tarif tahun akademik 2023/2024 dan sesuai dengan ketentuan batas maksimal dalam Peraturan Mendikbudristek (Permendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi (SSBOPT) pada Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan kemendikbud ristek.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PTN dan PTN-BH harus merevisi keputusan Rektor mengenai tarif UKT dan IPI tahun akademik 2024/2025. Dirjen Haris menekankan arahan dari Mendikbudristek agar kampus dapat merangkul calon mahasiswa baru yang terdampak.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor PTN dan PTN-BH harus memastikan tidak ada mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025 yang membayar UKT lebih tinggi akibat dilakukannya revisi keputusan Rektor.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor PTN dan PTN-BH harus menginformasikan tarif UKT dan IPI sesuai dengan revisi Keputusan Rektor kepada mahasiswa baru yang telah diterima, namun belum mendaftar ulang atau sudah mengundurkan diri dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan daftar ulang. Dan hal ini adalah prioritas Mendikbudristek.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam surat tersebut juga terdapat solusi bagi calon mahasiswa baru yang telah melakukan pembayaran. Apabila terjadi kelebihan pembayaran UKT akibat revisi Keputusan Rektor, Rektor PTN dan PTN-BH perlu segera melakukan pengembalian kelebihan pembayaran atau penyesuaian perhitungan pembayaran UKT untuk semester berikutnya.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keputusan ini menunjukkan bahwa kami senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat dan selalu menindaklanjuti secara serius,&rdquo; jelas Haris.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami berkomitmen menyelenggarakan kebijakan pendidikan tinggi yang berkeadilan dan inklusif, serta memastikan agar tidak ada anak Indonesia yang mengubur mimpinya berkuliah di perguruan tinggi negeri karena kendala finansial,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai keputusan tersebut, Direktorat Jenderal Diktiristek akan terus memantau implementasi kebijakan ini untuk memastikan PTN dan PTN-BH dapat menjalankannya tanpa terkendala apapun.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><strong><em><span>(</span><span>lla/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kinerja Kurang dan Proker Molor, BEM FKIP Unmul Terima SP 1 dari Pihak DPM </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kinerja-kurang-dan-proker-molor-bem-fkip-unmul-terima-sp-1-dari-pihak-dpm/baca </link>
<guid> kinerja-kurang-dan-proker-molor-bem-fkip-unmul-terima-sp-1-dari-pihak-dpm </guid>
<pubDate> Tue, 04 Jun 2024 22:06:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> DPM FKIP layangkan SP 1, buntut kurangnya kinerja BEM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kinerja-kurang-dan-proker-molor-bem-fkip-unmul-terima-sp-1-dari-pihak-dpm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/05zczCvA98.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kinerja Kurang dan Proker Molor, BEM FKIP Unmul Terima SP 1 dari Pihak DPM</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>BEM FKIP Unmul beberapa waktu lalu mendapatkan surat peringatan (SP) 1 dengan nomor 001/SP/DPM-FKIP-Unmul/V/2024. Dalam unggahan laman Instagramnya pada (11/5) lalu, DPM FKIP menyatakan surat tersebut dilayangkan dengan alasan kinerja dari BEM FKIP yang belum sesuai dengan fungsi dan tugas semestinya.</p><p style="text-align: justify;">Program kerja (Proker) BEM juga disebut hampir semuanya tidak terlaksana dan tidak sesuai dengan perencanaan pada Rapat Kerja BEM FKIP 2024. Dalam surat tersebut, Gubernur BEM FKIP serta kepala dari Dinas Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma) dianggap jarang hadir dalam beberapa agenda bersama lembaga FKIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Ketua DPM FKIP, Muhammad Rijal Ardiansyah membeberkan banyak keluhan yang datang dari mahasiswa, khususnya lembaga-lembaga yang ada di FKIP dan disampaikan oleh ketua himpunan jurusan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke mana BEM FKIP-nya? Kenapa enggak ada prokernya jalan? Panitia pendidik belum dibuat ya? Seperti itu. Jadi terkesan lambat banget kerjanya,&rdquo; sebutnya saat diwawancarai langsung di Kampus Banggeris (16/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurut paparan Rijal, beberapa program kerja dari Biro maupun Dinas BEM FKIP banyak yang molor dari penjadwalan. Di mana yang seharusnya sudah terlaksana pada bulan April, namun hingga bulan Mei masih belum juga terealisasi.</p><p style="text-align: justify;">Gubernur BEM FKIP, Tapdal pada beberapa kesempatan baik agenda aksi sosial maupun kegiatan penting lainnya seperti konsolidasi sering terlihat absen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika di RDP (Rapat Dengar Pendapat) kami (DPM) tanya ke BEM, di mana Tapdal, tetapi mereka bilang sudah di-<em>chat</em> tapi tidak dibalas. Mereka juga resah karena Tapdal menghilang, enggak ada koordinasi, arahan, komunikasi,&rdquo; tandas mahasiswa Prodi Bimbingan dan Konseling tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Tapdal selaku Gubernur BEM mengakui alasan pihaknya mendapat SP 1 akibat dari kinerja mereka yang belum berjalan dengan semestinya. Ia mengakui bahwa pihaknya belakangan ini sibuk sehingga belum bisa menjalankan beberapa proker dan tupoksinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai tindak lanjut setelah mendapatkan surat peringatan tersebut, Tapdal merasa bahwa pihaknya sudah menjawab keresahan tersebut lewat agenda-agenda yang telah terlaksana.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sayang sekali kami (BEM) merasa cukup kecewa dengan kurang dihargainya hasil usaha kami, kami cukup sadar ada beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya engagement dari audiens namun hal tersebut telah kami coba atasi dengan melakukan yg kami bisa,&rdquo; bebernya ketika dihubungi lewat pesan WhatsApp Rabu (26/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun kebijakan berikutnya yang akan diambil oleh pihak DPM FKIP ialah merundingkan tindak lanjut dari SP 1 tersebut sebelum melayangkan surat peringatan yang kedua kalinya kepada pihak BEM FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Langkah selanjutnya adalah kami akan mempertimbangkan lagi dan mendiskusikan terkait ketidaklanjutan SP1, kemudian kami akan membuat SP2,&rdquo; pungkas Rijal. <strong><em>(man/yra/l</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>za/tha/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tipe-Tipe Dosen Dambaan Menurut Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tipe-tipe-dosen-dambaan-menurut-mahasiswa/baca </link>
<guid> tipe-tipe-dosen-dambaan-menurut-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 06 Jun 2024 20:13:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tipe-tipe dosen yang disukai mahasiswa selama berkuliah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tipe-tipe-dosen-dambaan-menurut-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mgSpaHXjH4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tipe-Tipe Dosen Dambaan Menurut Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &ldquo;Beliau (salah satu dosen FMIPA Unmul) ini beneran baik banget mulai dari ngejelasin (cara) penilaiannya sampai pas ngajarin materinya. Beliau ini bisa bikin kita paham tanpa nge-hafal. Jadi bener-bener paham gitu sama materinya.&rdquo;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Begitulah ujar Hikmah, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) FMIPA Unmul angkatan 2023 pada Senin (3/6) lalu. Siapa yang tidak senang? Apa yang Hikmah rasakan dan dapatkan tersebut merupakan salah satu dambaan setiap mahasiswa. Dosen &ldquo;green flag</span><span>,&rdquo;</span><span>&nbsp;sebutannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Istilah&nbsp;</span><span><em>green flag</em></span><span><em>&nbsp;</em>tidak hanya digunakan dalam konteks hubungan individu dengan pasangannya saja, melainkan juga dapat digunakan dalam hubungan satu individu dengan individu lainnya atau orang-orang di sekitarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seseorang dikatakan&nbsp;</span><span><em>green flag</em></span><span>&nbsp;apabila memiliki tanda-tanda positif dan aman untuk didekati. Perilaku yang ditampakkan oleh para manusia&nbsp;</span><span><em>green flag</em>&nbsp;</span><span>ini mampu meningkatkan keharmonisan dalam suatu hubungan dan membuat mereka disenangi oleh banyak orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa, tentu menjadi harapan besar agar dapat diajar dan dibimbing oleh para dosen yang masuk dalam kategori&nbsp;</span><span><em>green flag</em></span><span>. Akan tetapi, apa saja tipe-tipe dosen yang dapat dikategorikan sebagai dosen<em>&nbsp;</em></span><span><em>green flag</em></span><span>? Berikut telah&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>rangkum melalui wawancara yang dilakukan dengan dua mahasiswa Unmul dari fakultas yang berbeda:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Membangun interaksi yang baik dengan mahasiswa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agar dapat mengajar dan menyampaikan materinya dengan efektif, seorang dosen juga perlu menciptakan hubungan baik dengan mahasiswanya. Hal ini bisa dilakukan dengan menjalin komunikasi serta interaksi yang baik antar keduanya. Tidak hanya dapat membangun pendekatan secara fisik, melainkan juga pendekatan secara emosional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut diimplementasikan oleh salah satu dosen yang mengajar di kelas Hikmah. Hikmah mengungkapkan bahwa dosennya tidak hanya menyampaikan materi dengan baik di kelas, melainkan juga dalam mendengarkan keluhan yang dialami oleh mahasiswanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau kami ada keluh kesah tuh dia&nbsp;</span><span><em>open</em>&nbsp;</span><span>banget buat kita cerita, terus pasti dicariin solusi juga buat masalah kita di kampus.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tidak hilang-hilangan (responsif)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banyak mahasiswa yang sering mengeluhkan dosennya yang lambat membalas pesan bahkan tidak merespons sama sekali. Baik pesan yang diperuntukkan untuk izin, konfirmasi kehadiran mengajar besok harinya, maupun janji untuk pertemuan bimbingan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Parahnya, terdapat pengajar yang tidak memberikan informasi apapun kepada mahasiswanya atau ketua tingkat (Kating) jika tidak dapat hadir di kelas, hingga tidak masuk mengajar selama hampir satu semester.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dosen-dosen seperti inilah yang masuk dalam kategori&nbsp;</span><span><em>red flag</em></span><span>&nbsp;dan sangat dihindari oleh setiap mahasiswa. Bertolak belakang dengan dosen&nbsp;</span><span><em>green flag</em></span><span>&nbsp;yang selalu memberikan informasi kepada mahasiswanya serta tidak sulit untuk ditemui dan menjalankan kewajibannya sebagai pengajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ingin dosen yang kalo misalnya besok beliau tuh nggak masuk, nah lebih baik diganti dengan tugas aja biar kita ke kampus tuh ada yg kita dapat gitu ilmunya, nggak kosong banget,&rdquo; ucap Sherly mahasiswa prodi Akuntansi FEB Unmul angkatan 2023, Senin (3/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertolak belakang dengan Sherly, Hikmah tidak setuju mengenai dosen yang jarang bahkan hampir tidak pernah masuk kelas dan hanya memberikan tugas. Karena hal tersebut akan berdampak pada pemahaman mahasiswa terkait mata kuliah yang diampu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... dosen yang&nbsp;</span><span><em>red flag</em></span><span>, dosen yang nunjukin perilaku yang nggak mendukung proses pembelajaran sih. Misal dosen yang jarang masuk ke kelas cuma ngasih tugas doang, itukan bikin kita kurang paham ya sama materinya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="font-weight: bold; text-align: justify;"><span>Terbuka dengan mahasiswa</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hal lain yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa adalah sistem penilaian yang tidak transparan. Dalam beberapa kasus, sering kali ada beberapa mahasiswa yang bertanya kepada dosennya terkait nilai yang diperoleh ketika sudah muncul di laman AIS. Mereka bingung dan mempertanyakan nilai yang tidak sesuai dugaan padahal telah rajin mengikuti kelas dan mengumpulkan tugas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... keterbukaan dan transparansi dalam penilaian,&nbsp;</span><span>trus&nbsp;</span><span>menerima gitu kalau kita ngajak diskusi,&rdquo; tukas Hikmah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan Hikmah, Sherly pun memiliki pendapat yang serupa mengenai keterbukaan penilaian oleh dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... kalau ngasih nilai tuh sesuai kemampuan mahasiswanya. Nggak disamaratakan/ngasih nilai sesuai&nbsp;</span><span><em>mood</em></span><span>.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, pengajar yang terbuka dalam mengajar dan menilai menjadi salah satu tipe dosen yang dianggap sebagai dambaan bagi mahasiswa.</span></p><p>Itulah tiga tipe dosen <em>green flag</em> yang telah <em>Sketsa</em> rangkum untuk kamu. Jadi, apakah kamu sudah menemukan dosen seperti yang disebutkan di atas? <strong><em>(ysn/ali/mar)</em></strong></p><p><br></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perpustakaan Hantu, Katanya… </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/perpustakaan-hantu-katanya/baca </link>
<guid> perpustakaan-hantu-katanya </guid>
<pubDate> Sat, 08 Jun 2024 12:26:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perpustakaan tua yang sering sekali kukunjungi ada hantunya, katanya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/perpustakaan-hantu-katanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GGSNHsNCL2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perpustakaan Hantu, Katanya…</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aku Ray.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa yang tinggal di pusat kota yang sangat padat dan sibuk. Di tengah kegiatanku menyelesaikan timbunan tugas, tentunya aku butuh kegiatan yang dapat menolongku dari rasa stres yang sering menggelayuti kepala. Dulu aku sama seperti orang kebanyakan, tidak peduli bahkan tidak percaya dengan makhluk gaib. Namun, akhir-akhir ini, aku mencoba untuk berkumpul dengan orang-orang yang percaya &lsquo;hal-hal&rsquo; seperti itu. Meskipun tidak turut percaya, rupanya cerita-cerita itu mampu mengurangi beban di kepala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendengar cerita mereka membuatku dapat melupakan dunia nyata sejenak. Belum lagi mereka juga terkadang pergi ke tempat yang mereka anggap horor untuk mencari keberadaan makhluk gaib. Aku pernah ikut tur yang dilakukan di akhir pekan dengan mendatangi tempat-tempat tak terurus yang mereka anggap angker di malam hari. Hasilnya, aku tidak melihat atau merasakan apapun. Tempat yang mereka anggap angker itu hanya sekadar tempat yang sudah lama tidak ditinggali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah tur kala itu, aku jadi jarang berkumpul dengan mereka. Bukan bosan, tugas-tugasku yang semakin menggila. Aku tidak menyangka semakin bertambah semester, maka semakin bertambah juga tumpukan tugas yang harus dikerjakan. Bagiku, lebih horor mengejar&nbsp;</span><span><em>deadline</em>&nbsp;</span><span>dibandingkan hantu-hantu yang berkeliaran di luar sana,&nbsp;</span><span><em>jika ada</em>.</span><span>&nbsp;Jadi, aku lebih sering menghabiskan waktuku untuk mengerjakan tugas di indekos ataupun di perpustakaan tua yang gedungnya diimpit bangunan-bangunan toko terkenal. Mungkin itu juga yang jadi alasan perpustakaan ini jarang dilirik. Mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mengejar diskon di toko terkenal dibandingkan harus masuk ke sebuah perpustakan tua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan terpaksa aku jujur, perpustakaan ini memang sangat tidak menarik, baik luar dan dalamnya. Di dalam kamu hanya dapat menemukan arsipan penelitian dan juga buku-buku referensi belajar setebal 500 halaman.&nbsp;</span><span><em>Huh</em></span><span>, melihatnya saja sudah membuatku enggan membaca. Jaringan WiFi dari toko besar yang sangat mulus lah yang menjadi alasan terbesarku betah mengerjakan tugas di perpustakaan itu. Ditambah jaraknya yang dekat dari kosku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kondisinya yang terkesan berbeda dengan peradaban saat ini, membuat sebagian orang meyakini kalau tempat penuh buku ini adalah &lsquo;perpustakaan hantu.&rsquo; Tentunya informasi itu kuketahui dari komunitas pecinta horor yang kuikuti. Di antara mereka bahkan bersaksi pernah melihat &lsquo;perempuan kaki buntung&rsquo; yang sedang duduk di bagian rak paling atas.&nbsp;</span><span><em>Huh</em>,</span><span>&nbsp;jujur sekali ingin rasanya aku mengatakan bahwa aku yang selalu datang ke perpustakaan itu setiap hari tidak sekalipun menemukan hal berbau mistis. Jika sampai ada perempuan yang bertengger di rak buku, pasti sudah diusir habis-habisan oleh penjaga perpustakaan galak itu. Meskipun begitu, aku mencoba mencari hal apa yang membuat perpustakaan itu terkesan horor selain karena suasananya yang sepi dan bau kayu yang khas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kau akhir-akhir ini banyak memperhatikan lorong di pojok itu ya, Ray.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku sedikit terkejut dengan suara lembut yang tiba-tiba muncul di sampingku. Bukan, itu bukan suara makhluk halus atau semacamnya. Dia Vanila. Sama sepertiku, dia pengunjung setia perpustakaan ini bahkan dia yang lebih dulu. Kita berkenalan setelah beberapa hari aku rutin ke perpustakaan ini dan selalu ada dia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hahaha mungkin perasaanmu saja,&rdquo; ucapku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apakah kau percaya jika di perpustakaan ini ada hantunya?&rdquo; tanya Vanila.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jujur saja aku terkejut dengan pertanyaan itu. Kebetulan sekali bukan? Aku sedang mencari tahu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Emm tentu saja tidak. Perpustakaan ini selalu ramai bukan? Mana ada makhluk seperti itu.&rdquo; Tapi aku lebih memilih untuk tidak buka suara tentang rasa penasaranku itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hahaha kau benar. Di era modern ini mana ada hantu,&rdquo; celoteh Vanila.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi kau tahu tidak? Lorong yang kau perhatikan tadi, terdapat lukisan tua di pojoknya. Aku sempat bertemu dengan kumpulan orang menyebalkan yang mengatakan bahwa penunggu lukisan itu adalah hantu perempuan buntung. Tega sekali mereka menyebutku perempuan buntung. Syukurnya penjaga perpustakaan yang galak itu langsung mengusir mereka karena terlalu berisik.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menebak pasti yang datang itu adalah komunitas pencinta horor yang ku ikuti. Tapi ku rasa mereka tidak pernah membahas tentang lukisan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh ya? Aku baru tau kalau ada lukisan di pojok itu,&rdquo; ucapku ragu. Vanila menoleh, kemudian tersenyum miring.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada. Kau bisa memeriksanya nanti,&rdquo; ucap Vanila. Aku hanya mengangguk polos. Ya, nanti saja lebih baik aku menyelesaikan tugasku ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, entah kenapa aku jadi penasaran dengan lukisan yang dimaksud Vanila. Aku pernah sekali melewati lorong pojok itu dan aku tidak memperhatikan keberadaan lukisan yang dimaksudnya. Perlahan aku bergerak dari dudukku dan berjalan pelan menuju lorong itu. Aku melewati beberapa orang yang fokus membaca buku. Kemudian, aku berjalan sambil memperhatikan dinding lorong mencari lukisan. Tepat di pojok akhir lorong, aku menemukan lukisan dengan wajah perempuan yang tersenyum di sana. Sesaat aku terpaku melihat lukisan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku berbalik dan berjalan dengan cepat. Sudah ku bilang bukan, aku tidak pernah percaya atau menemukan hal-hal mistis yang dipercayai oleh teman-temanku di komunitas pecinta horor. Tapi melihat lukisan di pojok itu, berhasil membuatku merinding takut untuk pertama kalinya. Aku langsung mengemasi seluruh barang-barangku dan cepat-cepat keluar dari perpustakaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat aku keluar dari perpustakaan, hari sudah gelap. Ah ini sudah biasa. Aku memang selalu lupa waktu kalau sedang mengerjakan tugas di perpustakaan itu. Aku iseng kembali melihat ke arah perpustakaan tua itu.&nbsp;</span><span><em>Deg</em></span><span>! Kenapa suasananya menjadi seakan-akan &nbsp;perpustakaan itu telah tutup. Di tengah kebingunganku, aku merasa ada tangan yang menepuk pundakku. Aku menoleh cepat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hey Ray, sedang apa kau di sini malam-malam. Mau uji nyali?&rdquo;&nbsp;</span><span><em>huh</em></span><span>, ternyata dia Brian, orang yang menceritakan kisah horor tentang perpustakaan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak. Aku baru saja keluar dari perpustakaan,&rdquo; ucapku sambil menunjuk perpustakaan tua yang penampakannya masih sama, gelap tanpa penerangan seakan sudah tutup, &ldquo;ada apa?&rdquo; lanjutku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sambil memelankan suaranya Brian berkata, &rdquo;Kau tahu Ray, Perpustakaan itu selalu tutup ketika pukul 5 sore dan penjaganya yang galak itu selalu mengunci pintunya. Bagaimana bisa kau masuk atau keluar di jam segini dari perpustakaan itu?&rdquo; Brian menghentikan perkataannya dan berdeham, &ldquo;jangan bilang kau sedang mengalami hal mistis?&rdquo; tanyanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentunya aku terkejut bukan main. Kali ini aku menuju ke arah pintu masuk dan dari sana semakin jelas bahwa suasana perpustakaan itu gelap tanpa adanya penerangan. Aku meraih gagang pintu dan mencoba membukanya. Dan tentunya, terkunci.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagaimana? Kau percaya sekarang?&rdquo; ucap Brian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku terdiam. Akhirnya, aku merubah semua pendapatku tentang dunia yang tidak terlihat itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kau tahu Brian. Penunggu perpustakaan yang kau ceritakan beberapa waktu lalu, nampaknya dia tidak suka kau sebut buntung.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selesai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Siti Mu&apos;ayyadah, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris FIB 2022</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seorang Pengacara Kepada Kliennya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/seorang-pengacara-kepada-kliennya/baca </link>
<guid> seorang-pengacara-kepada-kliennya </guid>
<pubDate> Sat, 08 Jun 2024 20:04:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku pengacara kalian, Tuan-tuan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/seorang-pengacara-kepada-kliennya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K80eFsYAEU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seorang Pengacara Kepada Kliennya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: left;">Aku pengacara kalian, Tuan-Tuan<br><span>Dan aku tak akan membicarakan segala kerahasiaan Anda</span><br><span>Karena itu melanggar sumpahku</span><br><span>Jadi jangan takut tentang hal itu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: left;"><span>Misalkan,</span><br><span>Tentang pajak yang tak pernah Anda bayar</span><br><span>Yang jumlahnya mengakibatkan kerugian negara</span><br><span>Sehingga ratusan juta anak-anak tanpa pendidikan</span><br><span>Tidak ditanggung oleh negara</span><br><span>Sebab, Anda lebih memilih menyogok petugas pajak</span><br><span>Ketimbang menjadi warga negara yang taat</span><br><span>Karena negara pun tak taat pada rakyat miskin, petani, buruh, nelayan, ibu rumah tangga dan pada Tuhan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: left;"><span>Tapi,</span><br><span>Aku pengacara kalian, Tuan-Tuan</span><br><span>Dan aku telah disumpah di bawah kitab suci</span><br><span>Dengan kalimat yang diucapkan secara khidmat</span><br><span>Seperti seorang penyair membacakan puisi yang dituduh subversif</span><br><span>Sesaat sebelum dinyatakan hilang dalam hutan kabut jutaan hektar yang menjelma perkebunan sawit dan tambang-tambang tandus pada rezim otoritarian</span></p><p dir="ltr" style="text-align: left;"><span>Jadi,</span><br><span>Jangan cemas tentang harta kekayaan</span><br><span>Yang tak diketahui oleh negara dan istri-istri Anda</span><br><span>Seperti ratusan mobil mewah</span><br><span>Atau vila mewah di pulau tak bernama</span><br><span>Yang tersembunyi bersama puluhan wanita berbikini</span><br><span>Yang kau cumbui pada malam di mana botol minuman beralkohol beraneka ragam, dansa setengah mabuk, alunan DJ, dosa-dosa bertaburan di langit hitam kala para istri bermimpi ke surga</span><br><span>Atau tentang beberapa kasus pelanggaran hukum</span></p><p dir="ltr" style="text-align: left;"><span>Yang dilakukan anak-anak Anda</span><br><span>Dan sebagiannya lagi adalah kasus Anda</span><br><span>Yang bertumpuk di kantor kejaksaan</span><br><span>Yang hangus terbakar oleh ketidaksengajaan pegawainya</span><br><span>Lalu para hakim-hakim itu lupa</span><br><span>Dan bertanya-tanya</span><br><span>Sampai dikutuk sumpahi ratu adil</span><br><span>Esok hari siapa yang akan dihukum?!</span><br><span>Tuan-Tuan sekalian</span></p><p dir="ltr" style="text-align: left;"><span>Ingat!</span><br><span>Aku seorang pengacara</span><br><span>Bukan hakim apalagi polisi</span><br><span>Pun jaksa</span><br><span>Gajiku bukan dari pajak rakyat</span><br><span>Melainkan, sebagian pajak rakyat berasal dari gajiku</span><br><span>Aku tak mengemis kepada mereka</span><br><span>Kecuali saat tagihan menunggak</span><br><span>Dan siapapun yang datang kepadaku</span><br><span>Akan kubela dari hukuman kitab undang-undang buatan penjajah</span><br><span>Sekalipun ia iblis</span><br><span>Karena aku seorang pengacara</span><br><span>Bukan hakim apalagi Tuhan</span><br><span>Yang menendang pantatmu masuk ke dalam penjara dan neraka!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: left;"><span>(Samarinda, 5 Juni 2024)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: left;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Muhammad Fajrul Karnivan, Mahasiswa Ilmu Hukum, Fakultas Hukum angkatan 2022</em></strong></span></p><p style="text-align: left;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berangkat dari Keresahan, Dosen FT Unmul Ciptakan Teknologi Pendeteksi Ketinggian Air </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berangkat-dari-keresahan-dosen-ft-unmul-ciptakan-teknologi-pendeteksi-ketinggian-air/baca </link>
<guid> berangkat-dari-keresahan-dosen-ft-unmul-ciptakan-teknologi-pendeteksi-ketinggian-air </guid>
<pubDate> Mon, 10 Jun 2024 20:28:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dosen Prodi Informatika berinovasi ciptakan alat pendeteksi perkiraan cuaca  secara real time </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/berangkat-dari-keresahan-dosen-ft-unmul-ciptakan-teknologi-pendeteksi-ketinggian-air/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/i8v7V15ZBY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berangkat dari Keresahan, Dosen FT Unmul Ciptakan Teknologi Pendeteksi Ketinggian Air</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> FT Unmul berhasil ciptakan sebuah terobosan yang disebut Water Weather Air Monitoring Station (W2A Station). Teknologi yang dikembangkan oleh Anton Prafanto, salah satu dosen Program Studi (Prodi) Informatika tersebut merupakan alat pendeteksi yang dapat mengukur ketinggian air secara <em>real time.</em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dosen yang akrab disapa Anton itu menjelaskan bahwa ide untuk membuat teknologi pendeteksi ketinggian air tersebut muncul akibat fenomena banjir yang kerap terjadi di Samarinda. Di mana ketika hujan terjadi, volume air meningkat dan berdampak pada arus sungai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Inovasi itu datang sebenarnya dari kegalauan saya, kekhawatiran saya ketika ada hujan deras kemudian arus sungai itu masuk dari laut otomatis kan Sungai Karang Mumus naik. Dulu kan itu memang kebutulan belum ada (teknologi pendeteksi banjir),&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anton menyebutkan jika teknologi tersebut dikembangkan maka akan sangat bermanfaat bagi kota Samarinda. Dalam pengembangan terobosan tersebut, ia sendiri banyak mendapat dukungan dari Dekan FT baik segi pendanaan maupun pengadaan. Dirinya bahkan sempat dihubungi oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk diajak kerja sama dalam pengembangan produksi alat tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sempat ngobrol sama Pemkot, jadi gimana supaya alatnya ini bisa diperbanyak. Mereka langsung nembak berapa harganya&nbsp;</span><span><em>bla bla bla</em></span><span><em>,</em> lalu kemudian harapannya ditaruh di tiap kecamatan Samarinda supaya nanti bisa monitoring udara sama cuaca di Samarinda.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk pembuatan sendiri, tiap satu unit dari teknologi tersebut dapat memakan waktu sekitar dua minggu. Melalui wawancara yang dilakukan oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>dengan Anton pada Rabu (29/5) lalu, diketahui bahwa kisaran biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan teknologi W2A Station ini berkisar</span><span>&nbsp;</span><span>mulai dari 80 juta hingga 200 juta per unitnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk (alat pendeteksi) ini, yang di sana masih kelas 2 nya, kalau kelas 1 itu yang benar-benar <em>industrial&nbsp;</em></span><span><em>grade</em>&nbsp;</span><span>gitu ya, itu 80-200 juta, ketahanan baterai, ketahanan hujan dan panasnya ngaruh dari segi&nbsp;</span><span><em>apps</em>-nya</span><span>&nbsp;itu matang gitu. Kalau untuk saat ini saya masih menggunakan Antares. Antares itu punya Telkom gitu ya jadi segala halnya masih pakai dana pribadi. Makanya saya minta bantuan karena itu bisa dimanfaatkan,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain berfungsi sebagai alat pendeteksi banjir, teknologi W2A Station juga dapat digunakan untuk mengukur cuaca dan kualitas udara. Secara konsep, cara kerja alat tersebut terbilang sederhana. Setelah diposisikan di lingkungan terbuka, alat tersebut akan mulai mendeteksi suhu cuaca, kualitas udara, serta ketinggian air. Setelah itu, data yang terdeteksi akan dikirim ke komputer untuk dapat dilihat data&nbsp;</span><span><em>output</em></span><span>-nya melalui database komputer.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Anton berharap agar teknologi W2A Station dapat diproduksi lebih banyak dan dapat tersebar di seluruh wilayah Samarinda. Ia ingin para warga maupun pengunjung dari luar Samarinda dapat melihat data perkiraan cuaca secara&nbsp;</span><span><em>realtime</em>&nbsp;</span><span>dan&nbsp;</span><span><em>update</em>&nbsp;</span><span>melalui website Samarinda.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(npl/nkh/wan/ali).</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gaet Konselor FK, Klinik Unmul Buka Layanan Psikologi Konseling Secara Gratis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gaet-konselor-fk-klinik-unmul-buka-layanan-psikologi-konseling-secara-gratis/baca </link>
<guid> gaet-konselor-fk-klinik-unmul-buka-layanan-psikologi-konseling-secara-gratis </guid>
<pubDate> Mon, 10 Jun 2024 20:54:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Layanan psikologi konseling dibuka sejak akhir Mei di Klinik Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gaet-konselor-fk-klinik-unmul-buka-layanan-psikologi-konseling-secara-gratis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HXJUF0oj72.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gaet Konselor FK, Klinik Unmul Buka Layanan Psikologi Konseling Secara Gratis</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Klinik Unmul membuka layanan konseling dengan psikologi guna menjadi wadah pemeliharaan kesehatan mental bagi mahasiswa. Layanan ini sendiri sudah dibuka sejak akhir bulan Mei lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Evi Fitriany, selaku Kepala Klinik Unmul mengatakan rencana ini berawal dari adanya Satuan Tugas (Satgas) Konseling, dan sekarang berubah menjadi layanan psikolog yang ada di Klinik Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya dari kita satgas dulu konseling juga, yang dulu sih lebih fokus ke mahasiswa KIP-K, membantu mereka selesai kuliahnya tempat waktu. Dari dulu kita rintis itu, saya memperjuangkan agar ada layanan konseling untuk seluruh mahasiswa Unmul. Nah, ini kita rintis di tahun ini juga di klinik,&rdquo; ungkap Evi kepada <em>S</em></span><span><em>ketsa</em>&nbsp;</span><span>pada (22/5) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Layanan konseling ini bekerja sama dengan konselor dari Fakultas Kedokteran, Rika Aulia Sari, yang sebelumnya sempat menjadi psikolog praktisi di Dinas Pendidikan Kota Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Awalnya sempat kerja di Dinas Pendidikan sebagai psikolog praktisi, nyambil juga menjadi konselor di FK. Per Januari ini bantu di Klinik Unmul sebagai konselor dan psikolog,&rdquo; ujar Rika yang diwawancarai langsung (6/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Layanan ini terbuka gratis bagi mahasiswa Unmul yang memiliki BPJS dengan lokasi Samarinda. Namun tak terbatas sampai di situ, program ini juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin melakukan konseling di klinik Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rika juga mengungkapkan bahwa program ini bisa menjadi wadah bagi mahasiswa, khususnya bagi mereka yang datang dari perantauan, agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syaima Andrea, Mahasiswi FKM 2022 menyambut baik pembukaan layanan psikologi konseling ini. Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Penting banget (layanan psikologi konseling) karena belakangan ini banyak kabar soal mahasiswa yang, maaf, bunuh diri karena terganggu mentalnya akibat masalah kuliah dan masalah internal. Pembukaan layanan psikologi ini bisa jadi langkah awal pihak universitas untuk melindungi mahasiswanya,&rdquo; kata Syaima saat dihubungi&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>melalui WhatsApp pada (9/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Layanan psikologi konseling sendiri dibuka mengikuti jam operasional Klinik Unmul. Pendaftar bisa langsung melakukan registrasi secara langsung maupun via daring. Setelah itu, pihak klinik akan mengatur jadwal pertemuan dengan psikolog.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adanya layanan ini diharapkan akan terus berkembang guna menjawab kebutuhan mahasiswa dalam masalah kesehatan mental, agar bisa mendapat pertolongan dari pihak yang profesional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga bisa merekrut lebih banyak psikolog dan bisa menjadi biro sendiri seperti di kampus lain,&rdquo; harap Rika.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(ner/mlt/mar)</em></strong></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> How to Make Millions Before Grandma Dies: Perubahan Misi Mendapat Warisan Menjadi Sebuah Ketulusan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/how-to-make-millions-before-grandma-dies-perubahan-misi-mendapat-warisan-menjadi-sebuah-ketulusan/baca </link>
<guid> how-to-make-millions-before-grandma-dies-perubahan-misi-mendapat-warisan-menjadi-sebuah-ketulusan </guid>
<pubDate> Wed, 12 Jun 2024 19:56:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah seorang lelaki bernama M yang awalnya ingin merawat neneknya karena harta warisan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/how-to-make-millions-before-grandma-dies-perubahan-misi-mendapat-warisan-menjadi-sebuah-ketulusan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FEw4hx60po.png" />
					</figure>
			                <h1>How to Make Millions Before Grandma Dies: Perubahan Misi Mendapat Warisan Menjadi Sebuah Ketulusan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &ldquo;Kita bisa merasakan begitu berharganya kehadiran seseorang saat dia sekarat atau dia telah tiada.&rdquo;&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pepatah tersebut menjadi landasan utama untuk plot film &ldquo;How to Make Millions Before Grandma Dies&rdquo; yang disutradarai oleh Pat Boonnitipat. Sebelumnya ia telah meraih kesuksesan melalui film Bad Genius hingga memiliki serinya tersendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menceritakan tentang M, diperankan oleh Putthipong Assaratanakul, seorang pria muda yang sedang membutuhkan uang untuk membeli komputer gim baru, hingga sepupunya Mui yang dimainkan oleh Tontawan Tantivejakul menyarankan M untuk merawat Amah atau Meng Ju (diperankan Taew Usa Semkhum) agar mendapat warisan dari sang nenek yang sedang sakit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mui menyarankan hal tersebut bukan tanpa alasan, tetapi ia sendiri telah berhasil mendapat warisan sebuah rumah dari sang almarhum kakek. Setelah melalui konflik batin dengan dirinya sendiri, M kemudian memutuskan untuk tinggal bersama sang nenek yang sekarat karena kanker usus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski memiliki hubungan cucu dan nenek, M baru mulai menyadari banyak hal yang tidak ia ketahui mengenai neneknya, hingga membawa dia pada situasi rumit yang menghubungkan antara dia, keluarga dan tentu saja sang nenek. Situasi tersebut terus berlanjut hingga timbul banyak konflik yang membawa M pada pelajaran hidup yang berharga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain kisah M dan sang nenek yang mengharukan, cerita M dengan keluarganya turut menambah kesan yang begitu emosional. Penonton dibawa untuk melihat bagaimana sosok M awalnya berniat untuk mengambil warisan sang nenek menjadi seorang pria yang tulus untuk merawat sang nenek.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penonton juga disuguhkan dengan realita kesenjangan sosial antar keluarga yang begitu jomplang hingga mempengaruhi pola pikir, pandangan, hingga cara menghadapi masalah dengan lingkungan sekitarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski memiliki plot yang sangat sederhana, tidak menutup kemungkinan bahwa karya ini menjadi film drama yang emosional. Ditambah setiap perubahan situasi karakternya diiringi dengan piano dan violin yang mengharukan. Sampai artikel ini selesai ditulis film How to Make Millions Before Grandma Dies masih dapat kamu saksikan di bioskop terdekatmu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jadi, apa kamu tertarik untuk menonton film ini?&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>ahn/ali</span><span>)</span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangan Mahasiswa Unmul Menuju KDMI Tingkat Nasional Dimulai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-mahasiswa-unmul-menuju-kdmi-tingkat-nasional-dimulai/baca </link>
<guid> perjuangan-mahasiswa-unmul-menuju-kdmi-tingkat-nasional-dimulai </guid>
<pubDate> Thu, 13 Jun 2024 21:18:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Usai seleksi tingkat Universitas, perwakilan KDMI Unmul melaju ke tingkat wilayah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perjuangan-mahasiswa-unmul-menuju-kdmi-tingkat-nasional-dimulai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3hY6OC28Yn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangan Mahasiswa Unmul Menuju KDMI Tingkat Nasional Dimulai</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Mahasiswa Unmul kembali menapaki jejak pada Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI). Diselenggarakan mulai (16/5) yang lalu, perebutan posisi sebagai perwakilan ke tingkat wilayah ini berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 36 mahasiswa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertempat di Gedung Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si, seleksi yang diperlombakan terdiri dari tiga kategori yaitu kategori Tim Terbaik, Pembicara Terbaik, dan yang terakhir adalah kategori Juri Binaan Terbaik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aditya, selaku salah satu pengurus kompetisi tersebut menyebutkan bahwa para alumni KDMI dan Mulawarman Debate Society (MDS) turut serta dalam membantu jalannya proses seleksi. Tak hanya itu, dosen dari berbagai fakultas di Unmul juga ikut andil dalam agenda tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Proses dilakukan dengan terbuka, &nbsp;dan melibatkan&nbsp;</span><span><em>stakeholder</em></span><span>&nbsp;yang ada,&rdquo; beber Aditya melalui aplikasi Zoom pada (27/5) yang lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tahun ini, ia mengungkapkan bahwa Unmul mengundang perwakilan dari 11 fakultas, dengan 2 debater dan 1 juri. Di mana masing-masing fakultas mengirimkan 3 mahasiswa sebagai perwakilan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aditya mengungkapkan tak ada kendala yang berarti selama kegiatan seleksi berlangsung. Hanya saja pelaksanaannya yang memakan waktu cukup lama. Di mana proses seleksi fisik bisa terselenggara hingga waktu magrib, dan proses akademik yang berlangsung hingga tengah malam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menjelaskan strategi yang diusung untuk mahasiswa Unmul yang akan terpilih di KDMI selanjutnya. Para mahasiswa yang terpilih pada tahun ini dipersiapkan untuk menjadi pembelajaran baru bagi calon peserta yang akan datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami juga ikuti seminar untuk menjadi evaluasi celah mana yang dapat dikembangkan sebaik mungkin untuk membekali mahasiswa kita.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari situs resmi Unmul, mahasiswa yang keluar dengan gelar Tim Terbaik jatuh pada FEB dengan skor 598, dan diikuti oleh FISIP sebagai urutan kedua dengan skor 582. Terakhir, dengan selisih 3 poin, tim terbaik ketiga dipegang oleh mahasiswa dari FT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun pada kategori Juri Binaan Terbaik pada urutan pertama dipegang oleh Muhammad Kabir Taufiqulhakum Rusydi dari FT sekaligus yang keluar sebagai perwakilan Unmul di tingkat wilayah. Disusul dengan Imelda Palimbunga dari FH, dan di urutan ketiga Derryano Eduardo Syahputra dari FMIPA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada posisi keempat dipegang oleh FIB, Awanda Erna Pasutri, serta di urutan kelima diraih oleh Olyen Olyvia Siffrijummi dari FEB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada kategori Pembicara Terbaik, perolehan skor tertinggi diraih oleh Eni Anggraini yang berasal dari FEB dengan jumlah nilai 297. Lalu yang kedua Suryani dari FT, dan diikuti oleh Raihan Jouras Zidan Purnomo di posisi ketiga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Eni Anggraini yang juga tergabung dalam tim dengan perolehan skor tertinggi mengaku demi mendapatkan nilai yang diraih, banyak persiapan yang ia tempuh bersama timnya. Di mana ia juga melakukan sesi mentoring dengan kakak senior yang sebelumnya sudah berkecimpung di dunia debat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada proses persiapan, ia juga tidak begitu mendapat kendala yang mengganggu. Hanya saja waktu pelaksanaan yang bertabrakan dengan jadwal UAS membuatnya sedikit kelimpungan sehingga fokus yang ia jalani mesti terbagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi&nbsp;</span><span><em>overall</em>&nbsp;</span><span>sebenarnya kendalanya masih bisa diatasi dengan sangat baik dan harapannya juga ke depan bisa lolos ke tingkat yang selanjutnya lagi gitu,&rdquo; ungkapnya lewat pesan WhatsApp pada Jumat (7/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Eni mengaku, peran senior sungguh krusial dalam membantunya mempersiapkan kompetisi ini. Di mana Eni dan timnya sering meminta umpan balik serta berbagi pengalaman mengenai tips dan trik dalam lomba debat dengan senior-seniornya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam segi dukungan, Eni menganggap bahwa pihak universitas serta fakultas sudah cukup menyokong adanya penyelenggaraan KDMI ini, baik dari segi fasilitas, akomodasi dan juga konsumsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya berpikir fakultas dan universitas kami sangat mendorong kami untuk bisa melaksanakan &nbsp;kompetisi ini dengan suportif yang sangat tinggi dan harapannya bisa memberikan kebanggaan untuk mereka (Unmul) juga seperti itu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan menggandeng Suryani, mahasiswa prodi Teknik Lingkungan yang keluar sebagai pembicara terbaik kedua, Eni menaruh harapan besar pada seleksi KDMI di tingkat wilayah. Ia berharap melalui tahap ini ia bisa melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan tentunya juga mungkin dengan harapan yang sangat besar bisa memenangkan Universitas Mulawarman dan bisa jadi&nbsp;</span><span><em>best speake</em></span><span><em>r</em>&rdquo; beber mahasiswa FEB tersebut.<strong><em>&nbsp;(</em></strong></span><span><strong><em>tkh/yra/tha/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Serangkaian Rasa dalam Ruang Hampa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/serangkaian-rasa-dalam-ruang-hampa/baca </link>
<guid> serangkaian-rasa-dalam-ruang-hampa </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jun 2024 16:52:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketika kita terjebak di dalam perasaan yang hampa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/serangkaian-rasa-dalam-ruang-hampa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m497fkbHFH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Serangkaian Rasa dalam Ruang Hampa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="">Tidak ada kata yang sempurna untuk menggambarkan tentang ruang ini<br><span>Ruang yang kosong, ruang yang tak tersentuh</span><br><span>Ruang yang entah bagaimana mempertemukan kau dan aku</span><br><span>Mempertemukan kita</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Tidak ada hal masuk akal yang mampu menggambarkan tentang ruang ini</span><br><span>Tentang kau dan aku, tentang kita</span><br><span>Dijauhkan oleh jarak yang nampak tak nyata</span><br><span>Terasa begitu dekat, namun tak bisa tercapai</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Rangkaian rasa dan untaian kebahagiaan kita di masa itu terasa sangat nyata</span><br><span>Terlalu nyata sampai-sampai aku tidak pernah sepenuhnya melepas kenangan yang tersisa</span><br><span>Suaramu, bujuk rayumu, perhatianmu &nbsp;</span><br><span>Semua perbincangan kita di masa lalu yang tidak lagi mungkin untuk kita bahas bersama&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Kini, kau sudah menemukan seseorang yang baru</span><br><span>Seseorang yang dekat denganmu</span><br><span>Seseorang yang tidak lagi dibatasi oleh ruang hampa seperti saat kau bertemu denganku</span><br><span>Selamat, aku bahagia untukmu</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Namun, aku masih tidak berhenti berharap</span><br><span>Suatu hari nanti, ketika kita sudah lebih dewasa</span><br><span>Ketika aku sudah mampu untuk menghancurkan ruang hampa ini</span><br><span>Aku akan mencoba untuk berlari kembali padamu</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Untuk sekali lagi menemuimu</span><br><span>Secara utuh menatap matamu</span><br><span>Lalu, aku akan bertanya padamu</span><br><span>&ldquo;Apakah kau merindukanku?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Febby Sofiana Azharani, Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bazaar Humaniora 2024: Wadah Kreativitas Mahasiswa FIB Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bazaar-humaniora-2024-wadah-kreativitas-mahasiswa-fib-unmul/baca </link>
<guid> bazaar-humaniora-2024-wadah-kreativitas-mahasiswa-fib-unmul </guid>
<pubDate> Sat, 15 Jun 2024 21:02:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Laksanakan Bazaar Humanioran 2024, FIB hadirkan produk dari mahasiswa hingga pertunjukan budaya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bazaar-humaniora-2024-wadah-kreativitas-mahasiswa-fib-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xCnhj1BRoY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bazaar Humaniora 2024: Wadah Kreativitas Mahasiswa FIB Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Demi menyambut Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unmul, mahasiswa program studi Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Etnomusikologi menggelar &ldquo;Bazaar Humaniora&rdquo; pada Selasa 11 Juni hingga 12 Juni 2024.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama dua hari tersebut, mahasiswa FIB menjajakan produk hasil kerajinan tangan berupa perhiasan, makanan, serta minuman. Terbagi menjadi 14 kelompok, bazar ini juga menjadi penilaian akhir bagi para mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ragil Syahputra mahasiswa Sastra Indonesia 2022, selaku Ketua Panitia mengatakan kegiatan ini akan menjadi acara tahunan di FIB karena menyangkut mata kuliah mahasiswa semester empat, yakni mata kuliah Kewirausahaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya untuk berniaga, acara tersebut juga diisi oleh penampilan seni dari para mahasiswa Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Etnomusikologi 2023. Seni yang ditunjukkan beragam mulai dari karawitan Jawa dan karawitan Sunda, penampilan musik band, tari lathi, penampilan teater, pertunjukan biola, penampilan musik etnik, tari piring, tari leleng, tari jepen, sampai tari modern turut meramaikan kegiatan ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Filosofi dari Bazaar Humaniora sendiri bertujuan untuk menunjukkan keseimbangan antara manusia dan kebudayaan. Karena kegiatan ini menghadirkan produk-produk unik mahasiswa baik dari segi produk usaha serta karya seni dan budaya, panitia berharap Bazaar Humaniora bisa menunjukkan keharmonisan hubungan antara manusia, seni, dan budaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun sempat terkendala hujan di hari pertama, namun acara berlangsung dengan lancar. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FIB Unmul yang diikuti dengan khidmat oleh para pengunjung, tamu undangan, peserta bazar, hingga para panitia yang bertugas, sebelum kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan sesi sambutan-sambutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara Bazaar Humaniora 2024 &nbsp;dibuka oleh Zamrud Whidas Pratama selaku koordinator mata kuliah Kewirausahaan. Dalam sambutannya, Zamrud Whidas berharap produk-produk yang dijajakan oleh mahasiswa dalam bazar tidak hanya berhenti di acara ini saja tetapi juga bisa menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada hari pertama, pertunjukan diawali dengan penampilan karawitan Sunda oleh mahasiswa Etnomusikologi dan diakhiri dengan penampilan tari modern oleh mahasiswa FIB. Sementara di hari kedua, acara dibuka dengan penampilan musik etnik dari mahasiswa Etnomusikologi dan pementasan drama oleh mahasiswa Sastra Indonesia. Acara kemudian ditutup dengan penampilan karawitan Jawa oleh mahasiswa Etnomusikologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, Mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB 2022, selaku Panitia Bazaar Humaniora 2024</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Perjalanan CIMSA Unmul yang Kini Resmi Menjadi Bagian Local ke-34 di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-perjalanan-cimsa-unmul-yang-kini-resmi-menjadi-bagian-local-ke-34-di-indonesia/baca </link>
<guid> menilik-perjalanan-cimsa-unmul-yang-kini-resmi-menjadi-bagian-local-ke-34-di-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 19 Jun 2024 21:40:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mendapatkan dukungan dari berbegai pihak eksternal dan internal, CIMSA Unmul resmi disahkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-perjalanan-cimsa-unmul-yang-kini-resmi-menjadi-bagian-local-ke-34-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3byoXX27ov.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Perjalanan CIMSA Unmul yang Kini Resmi Menjadi Bagian Local ke-34 di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Setelah menjalani rangkaian proses panjang pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Center of Indonesia Medical Students&apos; Activities (CIMSA) Unmul resmi disahkan pada 12 Mei 2024 lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peresmian ini kemudian dipublikasikan pada Selasa (21/5) dan menambah daftar UKM yang bertempat di FK Unmul. Sebelum disahkan, para inisiator CIMSA Unmul perlu menjalani proses hingga satu setengah tahun lamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>CIMSA sendiri merupakan organisasi yang secara resmi didirikan pada 6 Mei 2001 dan berafiliasi dengan International Federation of Medical Students&apos; Associations (IFMSA). Mengutip dari situs&nbsp;</span><span><em>cimsa.or.id</em></span><span>, organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa kedokteran ini berkaitan secara khusus terhadap isu-isu kesehatan yang bersifat independen, nasionalis, inklusif, nonpolitik, dan nonpartisipan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memiliki 34 anggota aktif, FK Unmul menjadi salah satu&nbsp;</span><span><em>Local</em>&nbsp;</span><span>CIMSA yang telah disahkan tahun ini. Untuk menilik perjalanan CIMSA Unmul,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>berkesempatan untuk berbincang dengan Zahid Najmu sebagai&nbsp;</span><span><em>Local Coordinator</em>&nbsp;</span><span>2022/2023, dan Muhammad Yahtadiy Ukhrawiy sebagai&nbsp;</span><span><em>Local Coordinator</em></span><span><em>&nbsp;</em>terpilih pada 2024/2025.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yahtadiy atau yang kerap disapa Adiy menjelaskan, setelah menerima penawaran dari Wakil Presiden di bagian hubungan eksternal pada CIMSA Nasional di tahun 2022, dibuatlah struktur organisasi sebagai cikal bakal CIMSA Unmul. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam struktur tersebut untuk memenuhi persyaratan, diwajibkan membuat lima pengurus atau ofisial yang mesti terdiri dari minimal dua dari enam komite atau Standing Committee (SCO) CIMSA yang terbentuk. CIMSA Unmul kemudian menghadirkan SCO yang berfokus pada Public Health (SCOPH) dan Sexual &amp; Reproductive Health and Rights including HIV/AIDS (SCORA).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak langsung diresmikan sebagai CIMSA lokal, Zahid turut menyebutkan bahwa mereka harus melalui beberapa tahapan. Diperlukan beberapa bulan untuk mereka melengkapi persyaratan sebagai Calon&nbsp;</span><span><em>Observer, Observer,</em></span><span>&nbsp;hingga pada akhirnya menjadi&nbsp;</span><span><em>Local</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Dari Desember sampai ke Mei,&nbsp;</span><span>yaa</span><span>&nbsp;sekitar 4 bulan. Itu calon&nbsp;</span><span><em>Observer</em></span><span>-nya doang, (Menjadi)&nbsp;</span><span><em>Observer</em></span><span>&nbsp;setahun, setelah itu lokal,&quot; ungkap Zahid secara langsung, Kamis (13/6) di pelataran Perpustakaan Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam masa <em>Observer</em></span><span>,</span><span>&nbsp;CIMSA Unmul melakukan beberapa aktivitas yang menjadi program dari organisasi tersebut. Pada peringatan Hari AIDS yang dirayakan oleh CIMSA se-Indonesia, CIMSA Unmul berhasil menjadi nomor satu dalam pengumpulan data asesmen terbanyak mengenai isu kesehatan yang dibahas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena masih&nbsp;</span><span><em>observer</em></span><span>&nbsp;kan, terus biasa tuh yang juara tuh&nbsp;</span><span><em>Local-local</em></span><span><em>&nbsp;</em>universitas senior, (seperti) Unair dan UGM. Terus tiba-tiba ada Unmul gitu, kita dapet<em>&nbsp;</em></span><span><em>Community Best Research</em></span><span>,&quot; timpal Adiy.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah menempuh masa observer selama satu tahun dari awal masa pelatihan hingga pelaksanaan aktivitas, CIMSA Unmul diberikan kesempatan untuk mempresentasikan laporan-laporan mereka selama masa tersebut. Akhirnya, CIMSA resmi disahkan pada Mei 2024 lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Satu setengah tahun kita menantikan hari itu. Hasilnya 11 Mei, diundur sehari ke 12 Mei pagi. Kita dibacakan mosi, alhamdulillah sah,&quot; sebut Mahasiswa Prodi Pendidikan Kedokteran 2021 tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Struktur kepengurusan hingga program kerja yang berbeda dari UKM pada umumnya</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai UKM yang bergerak di bidang kesehatan, tentunya CIMSA memiliki projek-projek tahunan yang berhubungan dengan bidang tersebut. Proyek-proyek tersebut dikerjakan oleh Vice Local Coordinator baik</span><span>&nbsp;</span><span>internal maupun eksternal dan juga Local Officer</span><span>&nbsp;</span><span>di setiap komite tetap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>CIMSA Nasional sendiri memiliki enam komite (bidang fokus) tetap. Keenam komite tersebut yaitu Standing Committee on Medical Education (SCOME), Sexual &amp; Reproductive Health and Rights including HIV &amp; AIDS (SCORA).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada pula Human Rights &amp; Peace (SCROP), Standing Committee on Public Health (SCOPH), Standing Committee &amp; Research Exchange (SCORE), dan Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada masa observer, CIMSA Unmul mengambil dua komite yakni SCOPH dan SCORA. Adiy menyebutkan, setelah resmi menjadi Local</span><span>&nbsp;</span><span>CIMSA Unmul berencana akan menambah komite (SCO) yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Rencananya yang SCORP (Human Rights &amp; Peace) kaitannya dengan hak asasi manusia dan lingkungan, banyak ngomong tentang pengungsi, lingkungan gitu sih. Seru sih kalo SCORP,&quot; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>CIMSA juga kerap memiliki sejumlah projek kolaborasi antar wilayah maupun nasional. Meskipun belum dapat bergabung dalam projek nasional, Adiy &nbsp;menyebutkan bahwa CIMSA Nasional banyak membantu sejak status mereka sebagai Observer.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Di awal kita memang agak&nbsp;</span><span><em>struggling</em></span><span>&nbsp;ya, cuma karena ada (CIMSA) nasional itu kami jadi merasa sangat-sangat membantu. Kami juga nggak nyangka nasional akan sedekat itu, bener-bener kami diomongin pas&nbsp;</span><span>Observer</span><span>,&quot; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adiy juga menyebutkan bahwa dirinya bersyukur mendapatkan respons positif dari pihak Dekanat FK yang ditunjukkan salah satunya melalui pemberian dana kepada UKM tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kita bersyukur lah ya dapat semprot dana dari Dekanat.&nbsp;</span><span><em>Local-local</em></span><span><em>&nbsp;</em>lain yang di sana tuh bisa jadi enggak (dapat),&quot; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Zahid turut menyebutkan bahwa sebagai salah satu bagian dari CIMSA, dirinya menemukan hal-hal positif di dalamnya. Dirinya berharap agar anggota CIMSA Unmul dapat terus mengembangkan kualitas internalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya masih merasa banyak kekurangan ke member. Semoga member bisa diajak jatuh CIMSA juga (jatuh cinta dengan CIMSA). Kesandung Cimsa juga nggak apa-apa deh,&quot; sebut mahasiswa Prodi Pendidikan Kedokteran 2021 tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Zahid, Adiy berharap CIMSA Unmul yang sudah beralih status agar bisa tetap menjaga hubungan antar anggota. Tidak hanya internal, dirinya juga berharap CIMSA Unmul dapat memperluas hubungannya dengan pihak eksternal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Dan kalau bisa ini sih bisa nyicil-nyicil ekspansi dalam hal kita bisa kerja sama dengan pihak luar. Itu yang diperbolehkan kan setelah jadi&nbsp;</span><span><em>Local</em>,</span><span>&quot; harapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai Local</span><span>,&nbsp;</span><span>CIMSA Unmul berpatokan pada visi dan misi yang dipegang oleh CIMSA Nasional namun tetap ada penyesuaian dengan keadaan nyata yang ada di wilayah Kalimantan Timur yakni &ldquo;Empowering Medical Students, Improving Nation&apos;s Health</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;dengan mengangkat isu kesehatan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>CIMSA memperhatikan lebih dalam tentang isu kesehatan melalui riset dan penanganan yang diterapkan dalam setiap aktivitas yang dimiliki dengan memegang tiga&nbsp;</span><span>value</span><span>&nbsp;untuk mengukur serta menghadirkan kegiatan yang ada, yakni melalui&nbsp;</span><span><em>knowledge, attitude,</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span><em>practice</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan ragam aktivitasnya, CIMSA memiliki slogan yang senada yakni &quot;Be Active with CIMSA&quot;.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(ysn/tha/myy/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Optimalisasi Akun Instagram Ormawa: Transformasi dari Formalitas ke Fungsionalitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/optimalisasi-akun-instagram-ormawa-transformasi-dari-formalitas-ke-fungsionalitas/baca </link>
<guid> optimalisasi-akun-instagram-ormawa-transformasi-dari-formalitas-ke-fungsionalitas </guid>
<pubDate> Fri, 21 Jun 2024 11:35:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diperlukannya media sosial Ormawa sebagai wadah informasi bagi mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/optimalisasi-akun-instagram-ormawa-transformasi-dari-formalitas-ke-fungsionalitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JQ4nHZbHF2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Optimalisasi Akun Instagram Ormawa: Transformasi dari Formalitas ke Fungsionalitas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Instagram merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan oleh organisasi mahasiswa (Ormawa). Hampir semua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (Hima), beserta ormawa lainnya menunjukkan eksistensinya melalui media sosial tersebut.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Laman Instagram ormawa sendiri menjadi tempat untuk memberikan informasi bagi mahasiswa, khususnya BEM dan Hima. Di mana kedua ormawa tersebut diharapkan menjadi perpanjangan lidah dari pihak kampus, baik fakultas maupun program studi (Prodi) dalam penyebaran informasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akun Instagram ormawa seharusnya juga menjadi wadah bagi mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi kepada pihak kampus. Selain berperan dalam penyebaran informasi, kehadiran media sosial tersebut seharusnya juga menjadi media dalam membangun komunikasi dengan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, hal ini sangat berkebalikan dengan fakta yang ada. Kebanyakan akun Instagram ormawa sangat minim informasi, kebanyakan selebrasi, kosong isi, bahkan beberapa sempat seperti akun mati. Sebagian besar akun Instagram ormawa bahkan terlihat seperti kalender.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal, akun Instagram ormawa memiliki potensi lebih dari itu. Lebih dari sekadar memberikan ucapan-ucapan hari besar dan ulang tahun anggota. Laman Instagram ormawa seharusnya bisa lebih informatif dan membantu mahasiswa, terutama di masa-masa penerimaan mahasiswa baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbagai macam konten yang dapat dibuat seperti cara membayar uang kuliah tunggal (UKT), cara yang benar saat menghubungi panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), tata cara menghubungi dosen, tips-tips saat pertama kali masuk kuliah, tata cara mengisi kartu rencana studi (KRS), jadwal akademik, tips akademik, informasi beasiswa, hingga informasi mengenai program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, ormawa juga bisa memanfaatkan Instagram untuk mengawal isu-isu dan kebijakan-kebijakan yang dapat memengaruhi mahasiswa. Isu penambahan golongan UKT, penerapan iuran pengembangan institusi (IPI) secara merata di seluruh fakultas, hingga kebijakan PTN-BH.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswa mengenai isu dan kebijakan di kampus agar mahasiswa dapat turut mengambil sikap. Bahkan jika ingin lebih informatif lagi, bisa memberikan konten-konten mengenai isu yang sedang ramai dibicarakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saran konten lain agar akun Instagram ormawa lebih aktif, variatif, dan informatif adalah membuat survei untuk mahasiswa dalam lingkup fakultas maupun prodi. Salah satu Contohnya, membuat survei mengenai bagaimana kinerja ormawa saat ini hingga memberikan masukan guna menciptakan komunikasi dua arah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, setiap ormawa juga bisa membuat konten-konten kreatif yang masih berhubungan dengan kehidupan kampus, apresiasi mahasiswa berprestasi, juga konten kreatif yang memuat keseruan dan hal-hal menarik selama acara atau kegiatan ormawa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut dapat digunakan sebagai cara untuk menarik minat mahasiswa, melihat kondisi minat mahasiswa dalam berorganisasi yang cukup menurun saat ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain konten yang berisi dan informatif, admin akun Instagram juga seharusnya memiliki standar operasionalnya sendiri. Seperti bagaimana cara menjawab pesan mahasiswa yang bertanya, terlebih jika yang bertanya adalah mahasiswa baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah seorang mahasiswa menceritakan pengalamannya tidak dijawab dengan serius oleh admin Instagram salah satu ormawa di salah satu universitas, bahkan ada yang tidak menjawab sama sekali. Hal ini jelas menimbulkan pertanyaan mengenai fungsi sebenarnya dari akun Instagram ormawa. Bukankah seharusnya menjadi media informasi?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat kondisi tersebut, transformasi bagi sebagian besar akun Instagram ormawa dari sekadar formalitas menjadi fungsionalitas sangat diperlukan. Mahasiswa memerlukan sajian yang informatif dari akun Instagram ormawa, bukan hanya unggahan hari besar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudah seharusnya Instagram menjadi media bagi ormawa menunjukkan eksistensi yang sebenarnya, menjadi suatu lembaga yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Akun Instagram ormawa memiliki potensi untuk menjadi lebih fungsionalitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akun-akun tersebut bukan sekadar formalitas, &lsquo;kan?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Widya Amanda, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasihat Hidup Lewat Serial Fiksi Ilmiah Joko Anwar: Nightmares and Daydreams </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/nasihat-hidup-lewat-serial-fiksi-ilmiah-joko-anwar-nightmares-and-daydreams/baca </link>
<guid> nasihat-hidup-lewat-serial-fiksi-ilmiah-joko-anwar-nightmares-and-daydreams </guid>
<pubDate> Fri, 21 Jun 2024 21:29:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serial fiksi ilmiah dengan pesan yang bermakna di setiap episodenya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/nasihat-hidup-lewat-serial-fiksi-ilmiah-joko-anwar-nightmares-and-daydreams/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cOhk97HynI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasihat Hidup Lewat Serial Fiksi Ilmiah Joko Anwar: Nightmares and Daydreams</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Netflix belakangan ini mengeluarkan serial terbarunya pada Jumat (14/6) lalu. Bergenre <em>Science Fiction&nbsp;</em>atau Fiksi Ilmiah, Joko Anwar sebagai produser eksekutif sekaligus sutradara berhasil melahirkan karya yang apik bersama maknanya yang mendalam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terbagi menjadi tujuh episode dengan durasi sekitar 46 sampai 60 menit, serial ini mampu membuat penonton berkerut dahi. Pasalnya beberapa tokoh di dalamnya disajikan dengan bentuk yang tidak masuk akal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karya dari sutradara yang juga ada di balik film Pengabdi Setan ini menceritakan perjuangan setiap tokoh dalam menyelesaikan masalah hidup dengan cara yang dianggap benar, padahal mengundang masalah baru. Latar yang diambil dalam setiap episode berbeda, dari latar tempat kumuh sampai rumah yang sangat mewah digunakan oleh Joko Anwar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Episode pembuka berjudul&nbsp;</span><span><em>Old House</em></span><span>&nbsp;menceritakan seorang sopir taksi bernama Panji (diperankan Ario Bayu) yang menitipkan ibunya (diperankan Yati Surachman) ke sebuah panti jompo mewah, akan tetapi di balik kemewahan itu terdapat rahasia besar yang cukup di luar nalar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada episode kedua berjudul<em>&nbsp;</em></span><span><em>The Orphan</em></span><span>&nbsp;berkisah tentang sepasang suami istri pengemis (diperankan Yoga Pratama dan Nirina Zubir) yang ingin kaya raya dengan cara instan, yakni mengadopsi seorang anak yatim piatu yang dipercaya mampu membawa rezeki (diperankan Faqih Alaydrus), akan tetapi pada hari ketujuh, orang tua yang mengadopsi akan meninggal dunia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian episode ketiga berjudul&nbsp;</span><span><em>Poem and Pain</em></span><span>&nbsp;adalah tentang seorang penulis terkenal (diperankan Marissa Anita) yang dalam proses penciptaan karyanya memberikan rasa sakit dan derita secara nyata, di balik itu tokoh yang ia tulis ternyata benar-benar hidup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembuka series ini berhasil memberikan nasihat pada penonton untuk merawat orang tua mereka sendiri dengan sebaik-baiknya, barangkali juga memberikan rasa cemas terhadap panti jompo yang memberikan fasilitas mewah tanpa pungutan biaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, episode kedua menyiratkan pesan agar bersyukur dan merasa cukup terhadap apa yang dimiliki. Lewat penutup cerita yang tidak bisa ditebak juga memberikan gambaran mengenai pentingnya rasa kasih sayang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada<em>&nbsp;</em></span><span><em>Poem and Pain</em></span><span><em>,</em> penulis merasa pesan yang ingin disampaikan lebih kepada kritik sosial terhadap golongan atas yang berlaku semena-mena dan bersikap sesukanya. Mereka dapat menutupi kesalahan yang dibuat dengan kekuasaan yang mereka miliki. Kendati begitu, kita harus tetap memperjuangkan hak dan keadilan sekuat-kuatnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sisa episodenya silakan ditonton sendiri, ya. Dua episode awal menjadi favorit penulis karena alurnya yang rapi sehingga tidak mudah ditebak. Ide yang diangkat juga cukup baru, serta pesan yang ingin disampaikan sangat dapat diterima dengan baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, Joko Anwar sepertinya belum menerapkan definisi Fiksi Ilmiah seperti yang ia jelaskan. Pada sebuah&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>, ia mengatakan bahwa genre Science Fiction atau Fiksi Ilmiah merupakan genre dengan jalan cerita yang berkemungkinan terjadi di masa depan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi penulis, hal-hal tidak masuk akal di dalam cerita Nightmares and Daydreams belum menggambarkan hal tersebut, mungkin benar akan terjadi, tetapi dengan kemajuan teknologi rasanya justru tidak mungkin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlepas dari itu, Joko Anwar berhasil membuktikan kalimatnya bahwa serial ini membawa penonton terbayang-bayang hingga terbawa mimpi. Penulis sampai memikirkan arti&nbsp;</span><span><em>ending</em></span><span>&nbsp;cerita ketika sebelum tidur dan saat hendak mandi. Apa maksudnya ini? Mengapa bisa begitu?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Entahlah, Joko Anwar berhasil membuat penulis dihantui tanda tanya sepanjang hari. cerita Nightmares and Daydreams ini cocok membersamai kalian yang sedang liburan, semoga ikut berpikir dan terbayang-bayang agar penulis tidak sendirian.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>mlt</span><span>/</span></em></strong><span><strong><em>mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aku Cinta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/aku-cinta/baca </link>
<guid> aku-cinta </guid>
<pubDate> Sat, 22 Jun 2024 18:05:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku mencintaimu bagaikan... </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/aku-cinta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GTN3QbRUNr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aku Cinta</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="">Aku mencintaimu bagai hujan di pagi hari saat orang-orang hendak berangkat ke kantor&nbsp;</p><p dir="ltr" style=""><span>Aku mencintaimu seperti kemarau yang mengambil jatah musim hujan</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Aku mencintaimu bagai ban bocor di saat buru-buru</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Aku mencintaimu bagai air keruh di pantai yang sedang ramai pengunjung&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Aku mencintaimu seperti lauk nasi yang dilupakan pedagangnya</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Aku mencintaimu seperti buku PR yang ketinggalan saat akan dikumpulkan</span></p><p dir="ltr" style="font-weight: bold;"><span><em>Puisi ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></span></p><p></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lika-liku Mereka yang Diwisuda Tahun Ini, dari Tantangan hingga Dukungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-mereka-yang-diwisuda-tahun-ini-dari-tantangan-hingga-dukungan/baca </link>
<guid> lika-liku-mereka-yang-diwisuda-tahun-ini-dari-tantangan-hingga-dukungan </guid>
<pubDate> Tue, 25 Jun 2024 20:57:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah para wisudawan 2024 dalam meniti jembatannya pada masa kuliah hingga lulus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lika-liku-mereka-yang-diwisuda-tahun-ini-dari-tantangan-hingga-dukungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aKbWYe11Wd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lika-liku Mereka yang Diwisuda Tahun Ini, dari Tantangan hingga Dukungan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Sabtu (22/6), menjadi hari yang bersejarah bagi para wisudawan Unmul. Dua di antara mereka, mahasiswa dari FISIP serta FKIP berbagi cerita tentang perjalanan dan tantangan mereka selama menempuh pendidikan di kampus ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hisyam Ihsan Mazaya, salah satu wisudawan dari Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP angkatan 2020 mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang diraih.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya senang dan bangga bisa mencapai lulusan yang diinginkan sehingga bisa membuat orang tua juga senang. Perjalanan ini tidak mudah, menghadapi berbagai tantangan seperti rasa malas dan berbagai karakter dosen. Namun, melalui disiplin dan berbagai persiapan, saya berhasil melewati semuanya,&quot; ujarnya saat ditemui seusai perhelatan wisuda Sabtu (22/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hisyam juga memberikan pandangannya sebagai alumni mengenai tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa kedepannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Peningkatan kompetensi, baik dari pihak pengajar maupun mahasiswa, sangat diperlukan. Mahasiswa perlu mendapatkan penyemangat yang cukup, dan dosen perlu lebih interaktif dalam mengajar. Interaksi yang lebih baik antara pengajar dan mahasiswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran,&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ahmad Dwi Nurcahyo, wisudawan dari Prodi Pendidikan Jasmani FKIP angkatan 2018 juga turut membagikan pengalamannya. Rasa syukur tak luput ia ungkapkan atas dukungan yang didapatkannya selama menempuh proses panjang menuju gelar sarjana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya sangat bangga, terutama kepada orang tua saya yang telah membiayai saya dari awal hingga selesai. Meskipun terlambat, saya tetap bangga bisa mencapai titik ini. Tantangan yang dihadapi cukup banyak, seperti menghadapi dosen, biaya hidup, dan fasilitas akademik,&quot; ucapnya saat ditemui langsung di depan GOR 27 September.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, Ahmad juga menyoroti beberapa kendala yang dihadapinya terkhusus dalam hal pelayanan akademik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Selama belajar di Universitas Mulawarman, ada beberapa masalah seperti pelayanan di kantin dan proses pendaftaran kelulusan. Saya pernah mengalami kesulitan saat mendaftar untuk PPG (Pendidikan Profesi Guru) karena harus bolak-balik ke akademik. Ini menjadi perhatian penting untuk perbaikan ke depan,&quot; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebanggaan serta dukungan dari orang tua juga tidak luput dari sorotan. Bu Marsiah, yakni ibu dari Slamet Riyadi, salah satu wisudawan pada hari itu juga turut menyampaikan perasaan dan harapannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya sangat bangga sekali melihat anak saya lulus. Semoga anak-anak yang lulus sekarang ini dikasih kesehatan, keselamatan, jadi orang, anak yang baik, berguna.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Slamet Riyadi, salah satu lulusan FISIP mengalami perubahan signifikan selama masa kuliahnya. Ibunya membeberkan bahwa dahulu ia adalah anak yang pemalu. Namun, lingkungan kampus berperan besar dalam membentuk kepribadiannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Slamet aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan akademik, serta menjabat sebagai Presiden BEM FISIP Unmul periode 2022/2023. Hal tersebut membantunya mengembangkan keterampilan sosial serta membangun jaringan pertemanan yang luas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Transformasi ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya mencakup aspek akademis, melainkan juga dalam hal pengembangan kepribadian dan keterampilan sosial.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Momen wisuda ini tidak hanya menjadi penanda pencapaian secara teori, tetapi juga refleksi dari perjalanan panjang dan kerja keras para mahasiswa. Ke depannya, peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan akademik di Unmul diharapkan dapat terus berjalan serta dapat mendukung generasi penerus untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>xel/lav/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Masih Suka Bergadang? Ketahui Dampak Negatifnya dari Sekarang! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/mahasiswa-masih-suka-bergadang-ketahui-dampak-negatifnya-dari-sekarang/baca </link>
<guid> mahasiswa-masih-suka-bergadang-ketahui-dampak-negatifnya-dari-sekarang </guid>
<pubDate> Wed, 26 Jun 2024 21:31:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sering dilakukan mahasiswa, bergadang memiliki dampak negatif bagi kesehatan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/mahasiswa-masih-suka-bergadang-ketahui-dampak-negatifnya-dari-sekarang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T4WWi1XMVM.png" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Masih Suka Bergadang? Ketahui Dampak Negatifnya dari Sekarang!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Bergadang sudah menjadi kebiasaan bagi kalangan remaja terutama mahasiswa. Faktor yang membentuk kebiasaan tersebut tentunya beragam. Biasanya mahasiswa bergadang dengan alasan tugas yang menumpuk atau rapat organisasi yang tak kunjung selesai hingga tengah malam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa tentunya akrab sekali dengan tugas-tugas yang menggunung dan memerlukan waktu serta tenaga dalam mengerjakannya. Dengan dibarengi manajemen waktu yang kurang baik, biasanya mahasiswa memilih untuk bergadang dalam menyelesaikan tugasnya tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebiasaan bergadang juga biasanya diakibatkan sulitnya mengatur waktu belajar. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi biasanya sering beraktivitas seharian bahkan hingga malam hari. Sehingga, jika ingin belajar atau melakukan aktivitas lain, mahasiswa akan mengambil waktu tidurnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, sayangnya bergadang memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan tubuh,&nbsp;</span><span><em>lo</em></span><span>. Efek dari waktu tidur yang tidak baik memiliki pengaruh besar bagi manusia dalam menjalani kegiatan sehari-hari ataupun kehidupan di masa tua nanti.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masih banyak sisi gelap dari kebiasaan bergadang yang sering menjadi tabiat mahasiswa. Apa saja? Yuk, simak informasi lebih lengkapnya di bawah ini:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kesulitan untuk fokus hingga mengganggu aktivitas harian</strong></span><br><span>Dalam mengikuti kelas perkuliahan maupun mengerjakan tugas, mahasiswa memerlukan kemampuan fokus yang prima. Mengingat tingkat kesulitan materi di universitas yang semakin naik jenjang dari tingkat pendidikan sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>halodoc.com</em></span><span>, bergadang dapat mengurangi kemampuan dalam berkonsentrasi, memecahkan masalah, memerhatikan sesuatu, serta tingkat kewaspadaan. Padahal kemampuan-kemampuan tersebut sangat dibutuhkan dalam mengikuti kelas. Akibatnya, kualitas belajar di dalam kelas bagi mahasiswa menjadi menurun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kesulitan dalam mengingat sesuatu</strong></span><br><span>Masih melansir dari laman yang sama, bergadang dapat mengakibatkan seseorang menjadi mudah lupa. Padahal daya ingat yang baik sangat diperlukan oleh mahasiswa untuk menyimpan memori mengenai materi yang sudah didapatkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika bergadang terjadi penurunan proses&nbsp;</span><span><em>sharp wave ripples</em>&nbsp;</span><span>dimana proses ini merupakan pemindahan ingatan memori ke tempat penyimpanan memori jangka panjang yang dilakukan oleh otak. Dengan manfaatnya sebagai memperkuat ingatan, proses ini dilakukan ketika tubuh dalam keadaan tidur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga ketika kita bergadang, otak tidak bekerja secara optimal dalam melakukan proses tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Perubahan suasana hati yang buruk</strong></span><br><span>Dalam melakukan kegiatan sehari-hari,&nbsp;</span><span><em>mood</em></span><span>&nbsp;dapat memengaruhi semangat beraktivitas. Suasana hati yang baik dapat menambah semangat mahasiswa dalam mengikuti kelas atau melakukan aktivitas lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, melansir dari&nbsp;</span><span><em>hellosehat.com</em></span><span>, kurang tidur dapat mengakibatkan perubahan&nbsp;</span><span><em>mood</em>&nbsp;</span><span>menjadi buruk. Kebiasan tersebut juga dapat meningkatkan perasaan cemas, depresi, marah, dan kebingungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perubahan suasana hati yang buruk dapat memengaruhi mahasiswa dalam beraktivitas. Bayangkan jika dengan keadaan&nbsp;</span><span><em>mood</em>&nbsp;</span><span>yang jelek, dan mahasiswa harus tetap mengikuti aktivitas kuliah seperti biasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>&ldquo;Mengambil Jatah Tua&rdquo; dan Penuaan dini</strong></span><br><span>Baru-baru ini beredar sebuah penggalan video dari sebuah&nbsp;</span><span><em>podcast</em>&nbsp;</span><span>kanal Youtube bernama HAS Creative yang mengundang dokter Tirta Mandira Hudi</span><span>. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa bergadang dapat mengakibatkan penyakit-penyakit serius di masa tua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dr. Tirta menyebutkan, hal ini disebabkan saat tidur malam terjadi proses pergantian sel rusak di dalam tubuh manusia, yang hanya berjalan ketika tidak ada sinar matahari. Namun, ketika bergadang, tubuh tidak sempat melakukan pergantian sel dikarenakan tubuh yang masih beraktivitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan teori tersebut, dikutip dari&nbsp;</span><span><em>hellosehat.com</em>,</span><span>&nbsp;bergadang juga mengakibatkan penurunan dalam produksi kolagen, yang mana protein ini penting untuk menjaga kulit agar tetap kencang dan elastis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, tidur yang tidak berkualitas juga dapat berdampak pada proses regenerasi dan pemulihan sel-sel kulit sehingga mempercepat penuaan pada kulit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itu tadi beberapa dampak yang dapat dirasakan jika tubuh harus dipaksa untuk selalu bergadang. Jika kebiasaan buruk tersebut dilakukan dalam jangka waktu yang lama, tentunya akan berpengaruh bagi kesehatan tubuh manusia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tips agar dapat menghindari bergadang bagi mahasiswa adalah dengan mengatur waktu dengan baik dan komitmen untuk melakukannya. Biasanya, banyak mahasiswa yang mengerjakan tugas mepet dengan tenggat waktu yang diberikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akibatnya, dengan dalih mengejar&nbsp;</span><span><em>deadline</em>,&nbsp;</span><span>mahasiswa akan bergadang untuk menyelesaikannya. &nbsp;Cobalah untuk komitmen mengerjakannya dari jauh hari sebelum batas pengumpulan agar punya banyak waktu mengerjakannya di luar jam tidur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan lupa, buatlah suasana tidur yang nyaman. Hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan tempat tidur dan sekitarnya agar tidak ada debu atau kotoran, serta coba hentikan penggunaan gawai satu jam sebelum tidur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari<em>&nbsp;</em></span><span><em>klikdokter.com</em></span><span>, penggunaan ponsel membuat otak beraktivitas secara aktif. Sehingga hal tersebut mengakibatkan kesulitan untuk tidur dan akhirnya terjaga hingga larut malam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, jika memang harus terpaksa bergadang, pastikan jaga pola hidup lainnya agar tetap sehat. Seperti berolahraga dengan teratur, makan makanan yang bergizi, minum air yang cukup dan juga perhatikan kebersihan lingkungan di sekitar. Semoga membantu!&nbsp;</span><span><strong><em>(myy/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nyalakan Alarm Kesewenang-wenangan, Mahasiswa Harus Bangkit dan Melawan! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/nyalakan-alarm-kesewenang-wenangan-mahasiswa-harus-bangkit-dan-melawan/baca </link>
<guid> nyalakan-alarm-kesewenang-wenangan-mahasiswa-harus-bangkit-dan-melawan </guid>
<pubDate> Thu, 27 Jun 2024 20:13:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bukan sekedar rajin menuntut ilmu, mahasiswa sejatinya pembela kebenaran </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/nyalakan-alarm-kesewenang-wenangan-mahasiswa-harus-bangkit-dan-melawan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8K3r6pcvST.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nyalakan Alarm Kesewenang-wenangan, Mahasiswa Harus Bangkit dan Melawan!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan jadikan kepalamu itu sebagai perpustakaan, tapi amalkan lah ilmumu itu bagi terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi umat manusia.&rdquo; Begitulah bunyi pernyataan yang dikutip oleh Bung Karno dari ahli pikir di India, Swami Vivekananda.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kutipan tersebut, Bung Karno ingin memberikan pesan bahwa ilmu pengetahuan janganlah dijadikan kesenangan pribadi, melainkan digunakan sebagai alat pembebasan bagi rakyat miskin yang masih mengalami situasi yang sama peliknya dengan situasi Indonesia sebelum masa kemerdekaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Inilah watak dan geraknya kaum muda revolusioner. Bung Karno menginginkan kaum mudanya untuk terus memupuk rasa simpati dan empati akan situasi yang dialami oleh rakyat yang miskin karena terhisap oleh sistem Kapitalisme, Imperialisme, dan Kolonialisme.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Noam Chomsky juga telah menggambarkan bahwa mahasiswa atau yang biasa disebut sebagai kaum intelektual itu ibaratnya sebagai &apos;suar obor&apos; yang siap mewartakan kebenaran atas berbagai penyelewengan, yang dilakukan penguasa tanpa sekat seperti pendidikan, sosial, ekonomi, politik dan budaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kutipan tersebut masih relevan dengan situasi yang dialami mahasiswa hari ini. Kebijakan kampus tengah memenjarakan mahasiswanya untuk sekadar mengejar ilmu pengetahuan, atau dapat dikatakan sebagai &apos;cukong ijazah&apos;. Namun, terpisah dari sang empunya ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsekuensi logis penerapan kebijakan kampus semacam itu menyebabkan biaya pendidikan yang makin hari terus membengkak. Akibatnya, mahasiswa dituntut untuk dapat menuntaskan studi secepatnya, lantaran tak tega melihat orang tua di kampung berpeluh keringat di tengah sawah demi membiayai anaknya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Atau karena para pejabat prodi tengah dipusingkan oleh penilaian akreditasi, dan salah satu prasyaratnya bahwa mahasiswa tidak boleh berlama-lama di kampus, maka dibuatlah kebijakan untuk segera menuntaskan studi secepat kilat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal dunia kampus bukanlah pabrik yang siap mencetak anak muridnya supaya terintegrasi menjadi pekerja kerah putih. Kampus semestinya menjadikan mahasiswanya menjadi manusia yang berani untuk memberontak serta berani menentang segala kemunafikan yang dibuat oleh penguasa. Kondisi yang serba kaku, seragam dan teratur menjadikan mahasiswa tidak bisa menemukan jati dirinya, sehingga mirip seperti robot yang sekalipun dicaci-maki ia hanya akan manut saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsekuensi lainnya adalah mahasiswa harus menghadapi dosen yang masih memiliki watak feodal. Dosen macam ini biasanya tidak mau diajak debat karena merasa dirinya sebagai pembawa kebenaran, yang ia tahu hanya menyumpalkan diktat-diktat perkuliahan pada mahasiswanya yang sudah ketinggalan zaman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itulah memang watak pendidikan kita yang hanya menekankan pada aspek kognitif dan psikomotorik, sementara melupakan aspek afektif yaitu sikap dan perilaku. Hal ini membuat proses belajar yang serba mengulang materi yang itu-itu saja. Padahal proses belajar seharusnya proses menemukan sesuatu yang baru atau berani menggugat ilmu pengetahuan yang telah kita pelajari di bangku pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan-jangan ilmu pengetahuan yang telah kita pelajari di bangku perguruan tinggi itulah yang membuat banyak petani kehilangan tanahnya, nelayan kehilangan wilayah tangkapannya, buruh yang masih tereksploitasi oleh sistem kerja yang dibuat oleh para petinggi perusahaan, anak-anak mati di lubang tambang, masyarakat adat yang harus terusir dari wilayah adatnya, hingga para perempuan yang hari ini masih menerima berbagai kekerasan gender serta berbagai kerusakan lingkungan atas nama pembangunan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasrat untuk memberontak diredam sedemikian rupa oleh kampus. Namun, kita yakin dan percaya bahwa semakin sering dihadapkan dengan berbagai bentuk penindasan, maka semakin mahasiswa melawan serta mengutuk kebijakan yang melanggengkan kebudayaan bisu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita bukan sekadar mahasiswa yang mengejar gelar sarjana dan patuh terhadap omongan para birokrat kampus, tetapi kita adalah mahasiswa yang telah tahu memosisikan diri untuk berpihak pada kaum yang lemah, kritis terhadap kebijakan yang otoriter dan menggugat segala peraturan yang memenjarakan bara perlawanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka dari itu, kita mesti insaf benar bahwa perjuangan untuk membebaskan bentuk-bentuk pemenjaraan atas pikiran dan perbuatan mesti dilawan secara besar-besaran. Solidaritas mesti dipupuk dari sekarang, karena mustahil untuk berjuang secara sendiri-sendiri, niscaya akan mudah dipatahkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Label-label heroik telah disematkan pada mahasiswa. Jangan sampai label tersebut menjadi obat bius yang menjadikan kita sebagai orang yang kehilangan kesadarannya akan berbagai situasi sosial yang tengah berkecamuk di sekitar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuhan tengah bersemayam di gubuk-gubuknya orang miskin dan kelaparan. Mereka tidak bersemayam pada ceramah di ruang-ruang kelas dosen konservatif, ataupun kelas-kelas seminar menjadi pengusaha yang sukses.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia memanggil mahasiswa yang peduli terhadap orang-orang lemah dan rela meninggalkan ruang kelasnya demi menegakkan keadilan setegak-tegaknya. Prestasi bukan sekedar wajah terpampang di akun media sosial Universitas karena memenangkan lomba atau menjadi duta ini atau duta itu, tetapi ia yang bersedia menanggung segala risiko pahit demi merekahnya senyum rakyat yang masih tereksploitasi oleh berbagai unsur yang memiskinkan mereka, sehingga rakyat itu dapat menikmati kemerdekaan sejati sesuai dengan yang telah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hematnya, masih ada mahasiswa yang tidak terjebak ke dalam situasi yang serba patuh dan manut-manut saja. Dari 100 mahasiswa yang ada, terdapat 40 orang yang masih memelihara jiwa untuk memberontak dan menyalakan alarm perlawanan terhadap kesewenang-wenangan. Mereka inilah pembelajar sejati yang tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi. Mereka sadar bahwa kuliah bukan sekadar datang, mendengar lalu pulang. Mereka menganggap bahwa ada sesuatu yang lebih sejati dari itu semua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Andreas Hului, mahasiswa program studi Pembangunan Sosial, FISIP Unmul 202</em></strong>0</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ela-Elo, Situs Phising Berkedok Media Sosial Karya Anak Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/ela-elo-situs-phising-berkedok-media-sosial-karya-anak-bangsa/baca </link>
<guid> ela-elo-situs-phising-berkedok-media-sosial-karya-anak-bangsa </guid>
<pubDate> Fri, 28 Jun 2024 19:38:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Buntut dari isu pemblokiran X, Ela Elo yang ramai diperbincangkan disebut tak aman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/ela-elo-situs-phising-berkedok-media-sosial-karya-anak-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5ihsr5hLJP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ela-Elo, Situs Phising Berkedok Media Sosial Karya Anak Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Isu mengenai pemblokiran platform media sosial X disebabkan mudahnya akses ke situs pornografi, membuat Ela Elo mendadak menjadi perbincangan hangat. Mengutip dari <em>Kompas.com</em>, Budi Arie Setiadi selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menyatakan, &quot;Kami tentunya akan memblokir platform (X) tersebut (apabila menyiarkan konten pornografi).&quot;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disebutkan, Ela Elo merupakan situs yang dibuat anak bangsa dan didukung oleh Kominfo sebagai pengganti X. Hal yang membuat tergiur masyarakat Indonesia adalah adanya centang biru yang akan didapatkan oleh 1.000 akun pertama yang mendaftar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengguna media sosial yang telah mengunduh Ela Elo membeberkan jika tampilan Ela Elo pada bagian memasukkan atau mendaftarkan akun, terdapat logo Garuda dan tulisan Selamat Datang di Ela Elo medsos lokal pengganti X/Twitter.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, setelah ramai menjadi perbincangan Ela Elo tiba-tiba tidak bisa diakses, memunculkan tampilan Garuda dengan posisi di tengah layar bersama hitungan mundur. Bertuliskan <em>&ldquo;</em></span><em><span>Ela Elo</span><span>&nbsp;</span><span>is coming</span><span>,&nbsp;</span><span>big features will be ready</span></em><span><em>&rdquo;</em> dan di bawahnya tertera &ldquo;-Iron Dome #Hmei&rdquo;. Kemudian di bagian paling bawah, terdapat keterangan &quot;</span><span><em>under construction</em></span><span>&nbsp;by Kominfo&quot;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejumlah spekulasi masyarakat membuat Kominfo dan lembaga pemerintahan menyatakan bahwa Ela Elo bukan website resmi dari Kominfo dan dianggap sebagai bentuk&nbsp;</span><span><em>hacking</em>&nbsp;</span><span>atau&nbsp;</span><span><em>phising</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Kemkominfo. &quot;</span><span><em>Phising</em></span><span><em>&nbsp;i</em>tu. Mau ditertibkan hari ini,&quot; ungkap Budi Arie pada (19/6) lalu, melansir dari&nbsp;</span><span><em>Kompas.com</em></span><span>.</span></p><p style="text-align: justify;">Masyarakat diimbau untuk tidak mengunduh apalagi <em>login</em> pada aplikasi maupun website Ela Elo demi keamanan data. Sebab, peretasan atau penipuan yang diisukan dapat membahayakan pengguna media sosial yang cenderung membuat identitas pengguna dan kata sandi yang sering kali dibuat sama dengan akun untuk aplikasi atau situs web lainnya. <strong><em>(yra/tkh/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Percakapan Perihal Sandal Jepit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/percakapan-perihal-sandal-jepit/baca </link>
<guid> percakapan-perihal-sandal-jepit </guid>
<pubDate> Sat, 29 Jun 2024 20:02:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pertanyaan muncul dari lelaki paruh baya di warung Tegal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/percakapan-perihal-sandal-jepit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dUwKqclcZZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Percakapan Perihal Sandal Jepit</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&quot;Kau tahu yang lucu dari seorang manusia?&quot; lelaki paruh baya melempar tanya pada seorang pemuda di hadapannya. Mereka sedang duduk di warung makan kecil, di dalam sebuah gang di mana orang-orang berlalu lalang sedari tadi. Ada anak-anak kecil berlarian membawa layangan, seorang ibu berjalan sepulang dari pasar, pengangguran berkaos oblong memandikan burung, dan suara gaduh lainnya yang berasal dari rumah warga.</p><p style="text-align: justify;">Seorang pemuda di hadapan lelaki paruh baya hanya sibuk mengangkat sendok. Celananya sedikit robek, kaosnya berwarna pudar, barangkali sudah terlalu sering dicuci dan dikenakan. Ia tampak lebih nikmat menyantap makan siangnya daripada menjawab pertanyaan yang dilontarkan lelaki paruh baya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Bukan sedang melawak saja, manusia bisa lucu, lo,&quot; seru lelaki paruh baya itu.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda bercelana pendek yang sedari tadi diajak bicara belum juga selera bersuara, seolah-olah telinganya sudah ia telan bersama makan siangnya hari itu. Rupanya lauk warung Tegal hari itu lebih nikmat daripada pertanyaan basa-basi orang di sebelahnya. Barang kali semua yang memiliki kata basi memang tidak nikmat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kamu tahu nggak kalau saat menjalani hidup, orang-orang tu sering kesusahan? Kadang susah makan, kadang makan susah, ada yang susah napas, susah gerak, susah berduit,&rdquo; lelaki paruh baya itu melanjutkan kalimatnya yang tidak juga dihiraukan. Lebih seperti burung beo yang ditinggal pemiliknya pulang kampung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernah nggak kamu liat orang susah ketawa? Jarang kan orang kena musibah ketawa?&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada, tapi orang gila,&quot; jawab pemuda itu, tapi hanya di dalam hatinya. Sayang sekali sepertinya ia dengan mulutnya yang sedang mengunyah itu, sampai-sampai rehat sejenak. Untuk bicara saja enggan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kau tahu? Tuhan sebenarnya selalu diperlukan manusia,&quot; lelaki paruh baya itu masih tak gentar bertanya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enaknya perkedelku.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lagi-lagi pemuda itu acuh, tapi pujian untuk perkedel hanya terucap dalam hati. Barangkali ia perlu jasa penyampai hati untuk benar-benar mengucapkan setiap kata secara nyata.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kita tu jadi orang seringnya minta sama Tuhan pas susah aja, pas seneng malah lupa.&quot;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lelaki separuh baya itu terkekeh, dilanjutkan dengan menggigit ikan asin goreng kering. Matanya sesekali menatap pemuda yang asik dengan isi piringnya. Lahap sekali pemuda itu makan seperti tidak ada hari esok baginya menikmati menu yang sama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal warung Tegal di gang kecil itu tak hendak pergi ke mana-mana. Sedang pemuda yang sibuk dengan isi mulutnya itu masih acuh, tetapi makanannya mulai menipis dan minumannya hampir habis.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Sandalmu masih bagus?&quot; tiba-tiba lelaki itu &nbsp;bertanya.</p><p style="text-align: justify;">Pemuda itu lantas melihat keadaan kakinya. Masih lengkap sandal jepit dari rumah yang ia kenakan tadi beserta jari-jari kakinya. Tatapannya lantas tertuju pada lelaki di sebelahnya yang ternyata juga memperhatikan sandal dan kakinya.</p><p style="text-align: justify;">Seolah dengan gestur tubuh demikian pertanyaan atas kabar sandalnya hari itu dapat terjawab. Pemuda itu kembali menatap piring dan menyuap santapan terakhirnya. Kepalanya melihat piring yang kini sudah kosong.</p><p style="text-align: justify;">Tak ada lagi lauk di sana. Perkedel, sambal, dan sayur hijau yang tadi bertengger telah berpindah ke dalam perutnya, menjelma menjadi energi untuk menjalani sisa hari. Matanya mulai menatap lelaki yang sedari tadi menduduki bangku panjang yang sama. Barangkali ia baru sadar lelaki paruh baya itu seperti bicara sendirian.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memangnya kalau sandalku putus kenapa?&quot;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya kalau sandalnya putus, aku akan menyuruhmu minta pada Tuhan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memangnya perlu? Sandal putus aja minta sama Tuhan. Bisa aja kan langsung beli ke pasar.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lantas lelaki paruh baya itu hanya tersenyum. Makanannya telah tandas dan ia mulai beranjak dari tempat duduknya. Sepasang kaki tua yang sudah tidak lagi kokoh perlahan melewati pintu warung makan yang sangat sederhana di gang pinggir kota.</p><p style="text-align: justify;">Bersama tangan yang menggenggam sandal putus di sebelah kanan dan sepasang sandal baru yang berada di bawah telapak kakinya, lelaki tua itu pergi ditemani bising suara-suara orang bercakap-cakap, anak-anak bermain layangan di lahan sempit nan seadanya. Binar cahaya matahari dan panas menyengat, lelaki tua itu menghilang meninggalkan manusia lucu seperti yang dikatakan lelaki tua di awal percakapan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswi Pr</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>ogram Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ujian Seminar KKL Prodi Ilkom Unmul Ditiadakan, Silviana: Upaya Efisiensi Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ujian-seminar-kkl-prodi-ilkom-unmul-ditiadakan-silviana-upaya-efisiensi-waktu/baca </link>
<guid> ujian-seminar-kkl-prodi-ilkom-unmul-ditiadakan-silviana-upaya-efisiensi-waktu </guid>
<pubDate> Mon, 01 Jul 2024 21:34:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peniadaan seminar KKL pada Prodi Ilkom sebagai bentuk upaya efisiensi waktu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ujian-seminar-kkl-prodi-ilkom-unmul-ditiadakan-silviana-upaya-efisiensi-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y3B5nZp2nu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ujian Seminar KKL Prodi Ilkom Unmul Ditiadakan, Silviana: Upaya Efisiensi Waktu</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Beberapa waktu lalu, berembus kabar bahwa Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) akan meniadakan ujian seminar Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Sebelumnya, mahasiswa diwajibkan untuk melakukan ujian seminar ketika telah menuntaskan kegiatan di tempat yang mereka tuju. Namun, berdasarkan peraturan yang baru ditetapkan, kewajiban ujian seminar tersebut akan dihapus.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut sontak menimbulkan berbagai tanggapan dari mahasiswa. Merespons kabar hangat itu, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mencoba menghubungi Silviana Purwanti selaku Koordinator Prodi Ilkom Unmul. &nbsp;Ditemui secara langsung pada Selasa (11/6) lalu, Silviana membenarkan kabar terkait penghapusan ujian seminar KKL di prodi yang ia nakhodai itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, ujian seminar itu tetap diadakan bagi yang mendaftar sebelum bulan Februari. Jadi, yang mendaftar pada saat Februari dan baru melaksanakan magangnya mulai Februari dan seterusnya sampai sekarang itu yang tidak ada ujiannya,&rdquo; jelas Silviana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya turut membeberkan alasan di balik penghapusan program tersebut. Terdapat beberapa poin penting yang ia garis bawahi. Setelah melakukan evaluasi beberapa tahun terakhir, ia dan pihaknya mendapati bahwa ujian seminar KKL dinilai tidak efektif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah melakukan observasi ke prodi lainnya yang menerapkan program serupa, Silviana mendapati bahwa beberapa prodi rupanya tidak mengadakan seminar, melainkan hanya mewajibkan mahasiswa membuat laporan apabila sudah menuntaskan tugasnya selama KKL.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, keterbatasan waktu dan jumlah dosen turut menjadi alasan yang membuat Silviana memutuskan untuk meniadakan ujian seminar KKL.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Keterbatasan dosen untuk membagi waktu antara mengajar, menguji skripsi yang harus lebih utama, dan KKL. Jadi, waktunya sangat habis di situ. Belum lagi kalau bimbingan yang antriannya luar biasa karena diakibatkan KKL ini. &lsquo;Kan banyak sekali, ya. Itu juga salah duanya yang membuat saya membuat keputusan untuk tidak melangsungkan ujian KKL.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai upaya efisiensi waktu, Silviana hanya mewajibkan mahasiswa untuk membuat laporan yang nantinya akan dinilai langsung oleh dosen pembimbing. Sebelum dinilai, mahasiswa akan mengonsultasikan terkait hasil kerja dan kendala selama KKL berlangsung. Pelaksanaan KKL ditujukan bagi mahasiswa yang sudah menuntaskan mata kuliah wajib agar mereka dapat berkonsentrasi dengan penuh tanpa adanya distraksi tugas perkuliahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pun sempat menyinggung soal konversi program MSIB ke program KKL. Hal tersebut tentunya menjadi pertanyaan bagi mahasiswa yang berminat untuk mengikuti program MSIB. Menanggapi pertanyaan tersebut, Silviana mengungkap bahwa program tersebut dapat dikonversi, namun, aturannya masih dapat berubah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun demikian, ia berharap agar mahasiswa yang berminat mengikuti program magang dapat memulainya pada semester 5 atau 6 agar mendapatkan pengalaman bekerja selain berkuliah di kelas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Silviana berharap dengan adanya penghapusan ujian seminar KKL dapat memudahkan mahasiswa dan dosen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selesaikan laporan, tidak perlu bertele-tele, udah gitu aja. Dosen juga bisa lebih fleksibel untuk mengatur waktu ujian dan bimbingan juga mengajar dan pengabdian, kami &lsquo;kan harus tridharma,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabar mengenai penghapusan ujian seminar KKL tentunya sudah sampai di telinga mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Salma Nur Shadrina selaku mahasiswa Prodi Ilkom angkatan 2021 menilai bahwa adanya ujian seminar tersebut bisa menjadi wadah mahasiswa untuk bersiap dan berlatih sebelum memulai ujian atau seminar skripsi nantinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, di satu sisi, pengadaan ujian seminar KKL ia rasa cukup membebani dosen dengan padatnya jadwal mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, kalau harus ditambah dengan bimbingan-bimbingan hanya untuk KKL rasanya juga kurang efektif. Ditambah lagi pasti dosen juga membimbing dan mengutamakan mahasiswanya yang sedang skripsi, jadi, jujur bingung setuju apa tidak karena ada dua sudut pandang yang bisa dilihat,&rdquo; ujar Salma ketika diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (12/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai salah satu mahasiswa Prodi Ilkom yang sudah pernah menjalani ujian seminar KKL, Salma merasa bahwa adanya ujian tersebut cukup efektif, karena dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyajikan suatu masalah yang kemudian dapat dikaitkan dengan suatu teori.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salma turut menyayangkan keputusan pihak prodi dalam peniadaan ujian seminar KKL. Harapnya, program KKL akan tetap diwajibkan agar mahasiswa mendapat pengalaman bekerja selain mendapatkan teori di ruang kelas ketika berkuliah.</span><span>&nbsp;<strong><em>(dre/wsd/lap/mar)</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perwakilan Mahasiswa Unmul Berlaga dalam ASEAN University Games 2024, Sabet Medali Emas di Cabor Futsal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perwakilan-mahasiswa-unmul-berlaga-dalam-asean-university-games-2024-sabet-medali-emas-di-cabor-futsal/baca </link>
<guid> perwakilan-mahasiswa-unmul-berlaga-dalam-asean-university-games-2024-sabet-medali-emas-di-cabor-futsal </guid>
<pubDate> Thu, 04 Jul 2024 21:22:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tiga mahasiswa Unmul jadi perwakilan tim futsal Indonesia  lewat ASEAN University Games (AUG) 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perwakilan-mahasiswa-unmul-berlaga-dalam-asean-university-games-2024-sabet-medali-emas-di-cabor-futsal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1RjA0TDxMi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perwakilan Mahasiswa Unmul Berlaga dalam ASEAN University Games 2024, Sabet Medali Emas di Cabor Futsal</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Sederet prestasi bidang olahraga tengah diukir mahasiswa se-Indonesia lewat ASEAN University Games (AUG) 2024. Ajang dua tahunan yang melibatkan 11 negara Asia Tenggara ini berhasil membawa harum Indonesia di podium Jawa Timur, salah satunya lewat cabang olahraga futsal.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tim futsal Indonesia baru saja melibas tim Malaysia di laga final dengan perolehan skor 4-1. Dalam mengantongi medali emas pada (30/6) lalu, setidaknya terdapat 3 mahasiswa Unmul yang ikut tergabung dalam tim tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Subhan Ridhoni yang berasal dari FISIP turut membagikan prosesnya sehingga bisa bergabung dalam tim futsal mewakili Indonesia. Mulanya ia bersama rekannya yang lolos seleksi sebagai perwakilan Kaltim, berhasil membawa pulang medali emas dari Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2023.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian selang beberapa bulan, pihak Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) menghubunginya beserta rekannya yang berhasil melawan tuan rumah di Kalimantan Selatan kemarin untuk mewakili Indonesia dalam AUG 2024 yang mulai dilaksanakan pada 26 Juli 2024 lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya yang kerap disapa Ridho itu mengaku bersyukur bisa berhasil membawa nama Indonesia dengan medali emas. Ia juga meluapkan rasa senangnya ketika cita-citanya membela Tanah Air dengan keahliannya bisa terwujud lewat AUG 2024 tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai pertandingan internasional yang pertama kali diikutinya, Ridho tidak begitu merasakan kendala yang berarti.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin kalo selama persiapan ada (kendala) sedikit, seperti harus adaptasi cepat di latihan terhadap pemain lain yang belum pernah satu tim sebelumnya agar bisa dapat&nbsp;</span><span><em>chemistry</em>-</span><span>nya di lapangan ketika bermain,&rdquo; ujarnya lewat pesan WhatsApp, Selasa (2/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ditanya mengenai pertandingan yang akan diikuti setelah AUG, mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan 2019 tersebut masih belum punya rencana. Ia justru ingin kembali fokus mengerjakan tugas akhir atau skripsi yang akan digarapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena saya sekarang sudah jalan semester 11 mungkin ada sedikit kepikiran skripsi. tetapi yaa, pertandingan ini juga adalah impian saya dari kecil untuk bisa mewujudkan cita cita membela garuda di dada dan membanggakan orang tua. Jadi saya memfokuskan diri saya terlebih dahulu ke turnamen ini, setelah itu selanjutnya fokus ke skripsi lagi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan Ridho, Muhammad Afrizal juga melewati proses yang sama untuk bisa naik di podium sebagai perwakilan Indonesia. Ia menyebutkan pada Pomnas yang diikutinya tahun lalu, terdapat 12 pemain yang terdiri dari 3 mahasiswa Unmul, dan 9 pemain lainnya dari Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani), yang kemudian diseleksi kembali oleh Bapomi Kaltim untuk berhadapan dengan mahasiswa dari berbagai negara Asia Tenggara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu perasaan senang menyelimuti Afrizal, terlebih perlombaan AUG 2024 ini merupakan ajang internasional pertama yang ia ikuti.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau perasaan, pasti bangga, apa lagi kita bisa juara 1 bawa nama Indonesia,&rdquo; tutur Afrizal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lewat obrolan WhatsApp Rabu (3/7) lalu, Afrizal menyebutkan tak ada kendala yang begitu mengganggunya. Terlebih untuk persiapan, dirinya sudah lebih dulu rutin latihan di&nbsp;</span><span><em>Training Center</em>&nbsp;</span><span>yang ada di Bandung. Sejak Januari, ia telah mendapatkan dispensasi latihan untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai harapan, mahasiswa Psikologi angkatan 2023 ini berkeinginan untuk bisa bermain dalam Liga Futsal Profesional pada tahun 2025 nantinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk teman-teman pastinya harus rajin latihan agar bisa mencapai apa yang&nbsp;</span><span><em>dimau</em>&nbsp;</span><span>dan jangan lupa juga untuk berdoa,&rdquo; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(wan/lap/tha/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Hari Lansia Nasional, BEM FK Unmul Gelar Health Campaign 2024 Bertajuk "GOLDENS" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/peringati-hari-lansia-nasional-bem-fk-unmul-gelar-health-campaign-2024-bertajuk-goldens/baca </link>
<guid> peringati-hari-lansia-nasional-bem-fk-unmul-gelar-health-campaign-2024-bertajuk-goldens </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jul 2024 19:06:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM FK lakukan kampanye kesehatan tahunan peringati hari Lansia Nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/peringati-hari-lansia-nasional-bem-fk-unmul-gelar-health-campaign-2024-bertajuk-goldens/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t8Ti5ZFZai.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Hari Lansia Nasional, BEM FK Unmul Gelar Health Campaign 2024 Bertajuk "GOLDENS"</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sabtu (15/6) lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Unmul mengadakan <em>Health Campaign.</em> Kegiatan ini merupakan suatu kampanye kesehatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh BEM FK Unmul.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kementerian Luar Negeri (Lugri), Kajian Strategis dan Advokasi (Kastrad), serta Pengabdian Masyarakat (Pengmas), bekerja sama dengan Nutrifood dalam rangka memperingati Hari Lansia Nasional pada kegiatan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan tajuk&nbsp;</span><span>&ldquo;</span><span>GOLDENS</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;(Gerakan Optimalisasi Langkah dan Energi untuk Sehat di Usia Emas), BEM FK Unmul berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertempat di UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda, kampanye ini diisi dengan serangkaian kegiatan berupa senam bersama, sesi&nbsp;</span><span><em>game</em></span><span>&nbsp;bersama, serta&nbsp;</span><span><em>Public Discussion</em></span><span><em>&nbsp;</em>bersama lansia dengan topik &ldquo;Apa Yang Menjadi Tantangan Lansia Saat Ini?&rdquo;. Para lansia juga diajak bermain &ldquo;Mitos atau Fakta&rdquo;, terkait gaya hidup sehat pada lansia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesi&nbsp;</span><span><em>Public Discussion</em>&nbsp;</span><span>sendiri diisi oleh Santy Sijabat. Ia menyampaikan akan pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut, mengenalkan pola hidup sehat pada lansia, serta menyediakan informasi terkait layanan kesehatan yang tersedia untuk lansia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sesi diskusi tersebut, seluruh lansia sangat antusias dalam memberikan pertanyaan. Banyak hal yang para lansia ingin ketahui dalam mewujudkan kesehatan yang lebih baik pada usia lanjut mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari hasil&nbsp;</span><span><em>Health Campaign</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan&nbsp;</span><span><em>Public Discussion</em></span><span><em>&nbsp;</em>ini, diharapkan dapat bangkit pula kepedulian antar sesama untuk mewujudkan lansia yang terawat dan bahagia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Fauzan Firjatullah Rasendriya, Mahasiswa Program Studi Kedokteran FK 2022 selaku staf Kementerian Luar Negeri BEM FK Unmul.&nbsp;</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jurang Itu, Lagi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/jurang-itu-lagi/baca </link>
<guid> jurang-itu-lagi </guid>
<pubDate> Sat, 06 Jul 2024 19:27:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam perjalanan selalu kutemukan jurang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/jurang-itu-lagi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oUaMIpiPeZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jurang Itu, Lagi?</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Rimbunya hutan yang menyesatkan<br><span>Jalan setapak tua pun terlihat samar</span><br><span>Kucoba susuri, singkirkan dedaunan kering yang menutupi</span><br><span>Di ujung petang, kutemukan jurang</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuhan memberikanku hidup</span><br><span>Bodohnya, aku malah loncat dengan sengaja ke jurang tanpa dasar, tanpa cahaya</span></p><span>Rimbunya hutan menyesatkan,</span><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jalan setapak tua pun kembali lembab</span><br><span>Perlahan kususuri, daun kering kini berlumpur basah</span><br><span>Di tengah malam, ku temukan jurang?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuhan baik, telah memberikanku hidup</span><br><span>Bodohnya, aku malah tersandung, terjatuh ke jurang itu&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rimbunya hutan, gelap, menyesatkan</span><br><span>Sudah kuhafal jalan setapak, entah itu samar, entah itu lembab</span><br><span>Tak peduli terus kususuri, langkah berat atau ringan tak berarti</span><br><span>Di pagi benderang,&nbsp;</span><span><em>huft</em></span><span>&nbsp;kutemukan jurang</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuhan sangat baik memberikanku hidup</span><br><span>Sayangnya, aku terjatuh ke gelapnya jurang itu, lagi?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Siti Mu&rsquo;ayyadah, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2022</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KKN Ke-50 Unmul Dimulai: Pelepasan Secara Luring dan Kendala Server saat Pembekalan Warnai Kegiatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-ke-50-unmul-dimulai-pelepasan-secara-luring-dan-kendala-server-saat-pembekalan-warnai-kegiatan/baca </link>
<guid> kkn-ke-50-unmul-dimulai-pelepasan-secara-luring-dan-kendala-server-saat-pembekalan-warnai-kegiatan </guid>
<pubDate> Mon, 08 Jul 2024 21:32:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembekalan sempat terkendala, Unmul berhasil resmi lakukan Pelepasam mahasiswa KKN ke 50 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kkn-ke-50-unmul-dimulai-pelepasan-secara-luring-dan-kendala-server-saat-pembekalan-warnai-kegiatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7kWrJ3eqsH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KKN Ke-50 Unmul Dimulai: Pelepasan Secara Luring dan Kendala Server saat Pembekalan Warnai Kegiatan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Prakegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ke-50 Unmul tahun 2024 baru saja selesai dilaksanakan. Kegiatan KKN tahun ini sendiri mengusung tema &ldquo;Pengembangan <em>Smart</em> <em>Village</em> Melalui Inklusi Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan untuk Mencapai Tujuan SDG&rsquo;s di Kaltim&rdquo;.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum berangkat ke masing-masing wilayah pengabdian, setidaknya sekitar 3 ribu lebih mahasiswa diberi pembekalan. Kemudian, sebagai rangkaian prakegiatan selanjutnya, Unmul mengadakan acara pelepasan sebagai awal mula para mahasiswa melakukan pengabdiannya di masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembekalan KKN tahun ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 2 dan 3 Juli 2024. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan para mahasiswa sebelum mereka terjun langsung ke lapangan untuk melaksanakan program KKN. Pembekalan ini melibatkan berbagai sesi, termasuk penyampaian materi oleh pemateri dari berbagai instansi, diskusi, serta sesi tanya jawab.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ailsa, mahasiswi dari program studi Hubungan Internasional FISIP angkatan 2021, berbagi pengalamannya selama pembekalan KKN. Menurutnya, acara pembekalan ini memiliki kesan positif dan negatif. Salah satu hal yang ditekankannya adalah masalah teknis yang terjadi selama pembekalan, terutama berkaitan dengan penggunaan server.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pesanku, Unmul sejauh ini tolong kalau misalnya berkaitan dengan internet jangan yang aneh-aneh dulu. Kenapa? Karena server kalian itu mudah banget untuk anjlok, terlebih yang menggunakan server kalian itu ada sekitar 3 ribu lebih orang,&rdquo; ujar Ailsa saat diwawancarai awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>Kamis (4/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ailsa juga menyoroti pemilihan platform Microsoft Teams yang dirasa rumit oleh banyak peserta yang lebih familiar dengan aplikasi Zoom.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk penyampaian materinya sudah sangat bagus dan dapat dipahami, tapi masalahnya di bagian server sama kenapa tidak pakai&nbsp;</span><span><em>Zoom</em>&nbsp;</span><span>saja, lebih enak dan tidak rumit,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengalaman buruk lainnya yang dialami Ailsa adalah mengenai penggunaan&nbsp;</span><span><em>virtual backgroun</em>d</span><span>&nbsp;dan kewajiban untuk selalu menyalakan kamera selama sesi pembekalan, yang mana tidak semua perangkat mendukung fitur tersebut dengan baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau peraturannya harus pakai</span><span>&nbsp;<em>virtual background</em></span><span>, tidak semua&nbsp;</span><span><em>device support</em></span><span>. Bahkan laptop dengan prosesor Celeron pun bisa&nbsp;</span><span><em>overheat</em></span><span>,&rdquo; jelas Ailsa lewat pesan WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, di balik berbagai kendala tersebut, Ailsa mengapresiasi materi yang disampaikan pada hari kedua. Ia menilai materi terkait komunikasi multikultural sangat relevan dan penting untuk diterapkan di kalangan mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, pemahaman terhadap keragaman budaya dan latar belakang sangat penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif di lingkungan kampus dan masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Muhammad Rehan, mahasiswa Teknik Elektro FT 2021, juga berbagi pengalamannya selama mengikuti pembekalan KKN. Rehan menyatakan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah server yang sering terganggu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk server yang&nbsp;</span><span><em>down</em></span><span>, itu kaget ya. Karena pada hari pertama itu, server&nbsp;</span><span><em>down</em>&nbsp;</span><span>karena kita mau&nbsp;</span><span><em>post</em>-<em>test</em></span><span>. Kan di&nbsp;</span><span><em>post-test</em></span><span>&nbsp;itu ada nilai poin minimal 70 untuk bisa diberangkatkan ke KKN,&rdquo; ungkap Rehan ketika diwawancarai oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Kamis (4/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masalah lainnya yang disoroti Rehan ialah mengenai keterlambatan dalam pelaksanaan dari jadwal yang telah ditentukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pada awalnya kita dikasih tahu mulai dari jam setengah 8, tapi banyak teman-teman yang harus bangun pagi-pagi dan akhirnya acara diundur sampai jam setengah 9,&rdquo; kata Rehan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baik Ailsa maupun Rehan berharap agar pada tahun-tahun berikutnya, Unmul dapat memperbaiki berbagai kekurangan yang ada. Ailsa berharap agar server dan masalah teknis lainnya lebih diperhatikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga di tahun depan server dan segala macam hal kecil seperti itu sudah membaik. Hal-hal kecil seperti itu harus diperhatikan baik dari segala macamnya,&rdquo; harap Ailsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, ia juga berharap agar penggunaan wadah pembelajaran lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan para peserta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Rehan juga berharap agar masalah teknis dan alur kegiatan diperbaiki, sehingga tidak ada lagi kendala terkait website yang kerap terkendala server secara tiba-tiba.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pelaksanaan acara pembekalan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ke depannya harus betul-betul&nbsp;</span><span><em>on time</em>&nbsp;</span><span>apalagi sekelas universitas, masa sampai acara seperti ini diundur sampai sejam,&rdquo; Ujar Rehan saat dihubungi lewat percakapan WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembekalan KKN tahun ini tidak hanya diwarnai oleh pembelajaran dan sesi teknis, tetapi juga ditutup secara resmi dengan adanya acara pelepasan. Pelepasan KKN Emas 2024 tersebut dilaksanakan pada Sabtu (6/7) lalu, bertempat di GOR 27 September Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur selaku Rektor Unmul secara simbolis melepas mahasiswa Unmul yang akan berangkat dengan menerbangkan burung merpati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya, Abdunnur menyampaikan harapannya agar para mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater dan memberikan program kerja terbaik untuk bersaing dengan KKN dari perguruan tinggi lain di Kalimantan Timur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara pelepasan tahun ini diikuti oleh 3.170 mahasiswa, meningkat dari 2.610 mahasiswa pada tahun 2023. Terlebih, Fakultas Farmasi dan Fakultas Teknik baru bergabung dalam kegiatan KKN tahun ini. Kenaikan jumlah peserta ini juga diiringi dengan penambahan dosen pendamping lapangan yang mencapai 78 orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang lebih istimewa, pelepasan KKN tahun ini adalah yang pertama kali sejak 2017 dilaksanakan secara luring dan dihadiri langsung oleh seluruh peserta KKN. Hal tersebut diungkap langsung oleh Muhammad Arifin, selaku ketua panitia pelaksana KKN dalam sambutannya saat acara pelepasan berlangsung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelepasan KKN Emas 2024 yang diadakan secara meriah dan simbolis tempo lalu menjadi tonggak bagi Unmul dalam mempersiapkan mahasiswanya untuk berkontribusi di masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan semangat dan harapan yang tinggi, para mahasiswa KKN siap menjalankan tugasnya dan membawa perubahan positif bagi sejumlah wilayah di Kalimantan Timur.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(ali/lap/zwg)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemerataan Anggaran Ormawa Unmul, Apakah Sudah Sesuai? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemerataan-anggaran-ormawa-unmul-apakah-sudah-sesuai/baca </link>
<guid> pemerataan-anggaran-ormawa-unmul-apakah-sudah-sesuai </guid>
<pubDate> Tue, 09 Jul 2024 21:27:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemberian anggaran secara adil dengan melihat keaktifan ormawa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pemerataan-anggaran-ormawa-unmul-apakah-sudah-sesuai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vo5iNOojrj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemerataan Anggaran Ormawa Unmul, Apakah Sudah Sesuai?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong style="font-weight: bold;">SKETSA -&nbsp;</strong>Organisasi Mahasiswa (Ormawa) menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi serta bakatnya. Banyaknya kegiatan atau program kerja (proker) yang dimiliki tentunya membutuhkan anggaran yang tergolong tidak sedikit.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak dimungkiri anggaran dari pihak kampus menjadi salah satu sumber dana utama bagi para Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Namun, apakah anggaran yang telah diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan masing-masing ormawa?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menjawab persoalan tersebut, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>menghubungi Arifin Asrol yang menjabat sebagai Ketua Umum dari Keluarga Mahasiswa KIP-K (Gamakipka) melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (22/6) lalu. Ia menyampaikan bahwa terdapat&nbsp;</span><span>&nbsp;</span><span>batasan yang telah ditentukan dan diberikan untuk setiap ormawa dari birokrat, yaitu sekitar 25 juta rupiah per lembaga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk pemerataan anggaran kepada seluruh UKM menurut saya sangat baik untuk dilakukan agar tidak ada ketimpangan antara satu ormawa dengan ormawa yang lain dan untuk mencukupkan dana tersebut kembali kepada setiap ormawa untuk cerdas dalam membagi anggaran yang ada,&rdquo; ungkap Arifin ketika ditanya pendapat mengenai pemerataan anggaran ormawa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pun turut menghubungi Putri Edelweyss Aulia Natama selaku Komandan Korps Sukarela (KSR) Unmul. Putri menyampaikan bahwa ia tidak mengalami kendala selama melakukan pengurusan seperti mengajukan proposal atau surat-surat lainnya, hanya saja sering tertunda karena proses persetujuannya yang cukup panjang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait dengan pemerataan anggaran ormawa, ia mengungkapkan ketidaksetujuannya mengenai hal tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejauh ini setiap UKM memiliki beda-beda proker, ditambah lagi untuk keaktifannya dalam membuat proker atau kegiatan lainnya, ada beberapa UKM yang tidak terlihat,&rdquo; pungkasnya melalui pesan WhatsApp ketika diwawancarai pada Sabtu (22/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka berharap agar ke depannya segala rangkaian proses mengajukan anggaran ormawa dari pihak birokrat dapat lebih dipermudah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, pengadaan forum grup diskusi (FGD) terkhusus untuk para pengurus keuangan ormawa atau UKM juga menjadi suatu hal yang diharapkan. Hal tersebut agar para ormawa dapat memahami alur dan persyaratan, atau adanya perubahan dan pembaharuan yang bisa didiskusikan di forum tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, dalam wawancara terpisah awak&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;turut menemui Afra Tustini Ekawati selaku kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan pada Senin (1/7) lalu, seusai pembukaan kegiatan Mulawarman Festival 2024.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mengatakan bahwa penganggaran tersebut tetap diprioritaskan ketika sebuah UKM memiliki prestasi dan target pencapaian. Selain itu, dilihat pula dari segi sasaran prestasi serta aktif atau tidaknya suatu ormawa yang ada di Universitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang kegiatan itu harusnya didukung dengan faktor dana yang cukup,&nbsp;</span><span><em>nah</em>&nbsp;</span><span>ini kan tinggal anggaran yang sekarang kita maksimalkan. Saya pikir secara prioritas itu tidak ada, tapi kita melihat yang mana UKM yang aktif dan mengejar target untuk berprestasi. Kalo tidak ada target untuk apa dibiayai,&rdquo; jelas Afra ketika diwawancarai secara langsung oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>di Taman Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pihak birokrat berharap agar mahasiswa yang bergabung dengan ormawa dapat menjadi lebih aktif dan mempunyai giat belajar dalam berorganisasi dengan talenta-talenta yang dimiliki.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Intinya tetap memperhatikan ormawa yang mempunyai prestasi kalo tidak, dinonaktifkan,&rdquo; tutupnya. <span style="font-weight: bold;"><em><strong>(ali/vyn/may/mlt</strong></em></span><span style="font-weight: bold;"><em><strong>)</strong></em></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketidakseimbangan Antara Usaha dan Hasil: Peroleh Nilai C Meski Mahasiswa Aktif di Kelas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketidakseimbangan-antara-usaha-dan-hasil-peroleh-nilai-c-meski-mahasiswa-aktif-di-kelas/baca </link>
<guid> ketidakseimbangan-antara-usaha-dan-hasil-peroleh-nilai-c-meski-mahasiswa-aktif-di-kelas </guid>
<pubDate> Thu, 11 Jul 2024 20:46:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemberian nilai yang tidak sesuai jadi persoalan tersendiri bagi mahasiswa dan dosen </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ketidakseimbangan-antara-usaha-dan-hasil-peroleh-nilai-c-meski-mahasiswa-aktif-di-kelas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/st7fZGOHK3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketidakseimbangan Antara Usaha dan Hasil: Peroleh Nilai C Meski Mahasiswa Aktif di Kelas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Semester genap resmi berlalu setelah diterbitkannya Surat Pengantar Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Herregistrasi dan Pengisian KRS Semester Ganjil Tahun Akademik 2024/2025. Sebelum berganti semester, penilaian akhir menjadi penutup transisi periode akademik tersebut.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengeluh atas penilaian akhir semester yang didapat. Penilaian akhir semester kerap kali menuai berbagai pertanyaan, mulai dari bagaimana sistematika penilaian dosen, batas akhir penginputan nilai, hingga apakah terdapat masa sanggah nilai yang dapat diajukan oleh mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Permasalahan perihal ketidaksesuaian antara usaha yang telah diberikan terhadap nilai yang didapatkan, dan tidak adanya informasi terkait skema penilaian yang jelas di awal pertemuan semester turut menjadi keresahan bagi mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, M. Rifki Al-Faris selaku mahasiswa program studi (Prodi) Hubungan Internasional FISIP 2021 membagikan pengalamannya mengenai hal tersebut. Rifki menyatakan bahwa penilaian yang diberikan oleh dosen sudah cukup tepat. Namun, sayangnya terdapat beberapa dosen yang tidak menjelaskan cara penilaian mereka di silabus pertemuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pernah saat itu nilai saya tidak dikeluarkan karena dia bilang saya tidak absen saat ttd (tanda tangan) UAS (Ujian Akhir Semester), padahal beliau sendiri bilang saat itu UAS&nbsp;</span><span><em>take home</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan saya sudah absen, nilai saya akhirnya dikeluarkan saat semester depan dan juga saya pernah diberi (nilai) C hanya karena tulisan jelek. &nbsp;Padahal saya selalu aktif di kelas dan mengerjakan segala tugas tepat waktu,&rdquo; jelas Rifki melalui pesan WhatsApp, Kamis (27/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Muhammad Rifal, mahasiswa prodi Manajemen FEB 2021 menyampaikan sudut pandangnya mengenai jumlah dosen yang dirasa tidak adil dalam melakukan penilaian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya, skema penilaian yang digunakan oleh dosen belum cukup adil dikarenakan nilai yang diinput dirasa tidak sesuai dengan apa yang sudah dilaksanakan selama perkuliahan dimulai,&rdquo; ucap Rifal melalui pesan WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pernah saya merasa tugas, ujian, dan absen sudah terpenuhi tetapi kenapa nilai saya selalu rendah dibandingkan dengan teman saya yang jarang masuk,&rdquo; sambungnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain permasalahan tersebut, sulitnya akses yang dimiliki mahasiswa untuk meminta keterangan, dan melakukan konfirmasi lebih lanjut perihal nilai yang didapat kepada dosen pengampu juga menjadi keluhan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut disebabkan adanya beberapa dosen yang tidak membalas pesan atau hanya sekadar membaca pesan yang dikirimkan oleh mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari saya sendiri jujur tidak pernah komplain terkait masalah nilai, tapi dari teman-teman saya sendiri kebanyakan dari mereka ditolak dan dosen tidak mau mengulang lagi untuk input nilai,&rdquo; sebut Rifal yang dihubungi pada Kamis (27/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menilik informasi lebih lanjut terkait sistematika penilaian akhir dosen,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;kemudian menghubungi Ainun Nimatu Rohmah, salah satu dosen aktif di Prodi Ilmu Komunikasi dan saat ini merupakan Ketua Gugus Jaminan Mutu Fakultas (GJMF) FISIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ainun menyebutkan bahwa memang seharusnya dosen diharapkan untuk dapat transparan dalam menjelaskan penilaian kepada mahasiswa berdasarkan indikator-indikator yang ada. Namun, realitanya, khususnya di FISIP sendiri cukup sulit untuk menerapkan sistem penilaian berbasis matriks secara ideal dikarenakan banyaknya jumlah mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu pembuatan matriks penilaian membutuhkan waktu yang banyak, serta ragamnya tugas yang dimiliki dosen selain daripada melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... memang&nbsp;</span><span><em>treatment</em>-</span><span>nya</span><span>&nbsp;</span><span>itu agak sulit mengaplikasikan penilaian berbasis matriks tadi. Kenapa? karena jumlah mahasiswa kita banyak banget, menilai masing-masing individu itu ternyata gak mudah, saya berusaha konsisten beberapa tahun ini khusus di kelas soskom (Sosiologi Komunikasi) saya aplikasikan itu&nbsp;</span><span><em>wasting time</em></span><span>&nbsp;banget,&rdquo; jelas Ainun saat ditemui awak&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>di Ruang GJMF FISIP pada Kamis (4/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, membuat matriks itu enggak mudah, membutuhkan waktu yang banyak sekali. Sementara dosen sendiri juga memang tuntutannya tidak hanya memberikan nilai, tidak hanya mengajar, banyak tugas-tugas yang lain,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, bisa jadi ada dosen yang sudah berusaha untuk semaksimal mungkin memberikan nilai, seobjektif mungkin. Namun, tidak memiliki waktu yang cukup mumpuni untuk menjelaskan secara detail kepada mahasiswa terkait indikator-indikator penilaian yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Ainun juga tidak menepis kemungkinan bahwa terdapat pula sejumlah oknum, akibat banyaknya pekerjaan yang dimiliki dosen, menjadikan penilaian bukanlah sebuah prioritas. Tidak menilai latar belakang serta usaha yang dikeluarkan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...&nbsp;</span><span><em>highlight</em></span><span>&nbsp;saya itu adalah kepada bagaimana dosen merespons mahasiswa. Memberikan nilai itu kewajiban dosen, menerima nilai itu haknya mahasiswa, mempertanyakan kenapa nilainya demikian itu haknya mahasiswa juga dan dosen itu juga sebenarnya wajib untuk menjelaskan itu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menemukan bahwa dosen juga telah cukup maksimal dalam memberikan penilaian akhir semester pada setiap mahasiswa. Hal ini dikarenakan kehadiran sistem penilaian melalui Academic Integrated System (AIS) sebagai salah satu sarana yang cukup ideal dalam memberikan nilai kepada setiap mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... sekarang kami semua dosen itu wajib memasukkan nilai berdasarkan skema, yang mana sudah dirincikan nilai tugas berapa, UAS berapa, proyek berapa,<em>&nbsp;</em></span><span><em>case study</em></span><span>&nbsp;berapa, kuis berapa. Antara 5 atau 6 skema penilaian dan itu sudah&nbsp;</span><span><em>by system</em></span><span>, kami enggak bisa hanya memberi satu nilai saja karena enggak akan tersimpan,&rdquo; terang Ainun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ainun turut menyoroti bahwa permasalahan serupa memang kerap kali terjadi, selama Ia berada di GJMF - FISIP terdapat beberapa mahasiswa yang curhat terkait penilaian akhir semester yang didapatkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun, kebanyakan mahasiswa juga diem, takut nilainya malah turun dan seterusnya. akhirnya, diem. padahal hal-hal seperti itu enggak akan bisa diperbaiki kalau kami gak tau &hellip;.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ainun menegaskan bahwa mahasiswa tidak dapat mengatur berbagai macam karakter dosen yang berbeda-beda. Namun, mahasiswa dapat mengatur cara mereka merespons atas apa yang mereka dapatkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Ainun menyebutkan bahwa mengembalikan tugas dosen berdasarkan Tri Dharma perguruan tinggi serta memfasilitasi dosen dalam hal administrasi sehingga jajarannya bisa fokus melakukan penilaian tanpa ada beban tambahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyebutkan jika tiga nilai dari Tri Dharma tersebut sudah terpenuhi, maka kemungkinan untuk menilai mahasiswa secara objektif bisa menjadi lebih mudah diterapkan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, dengan sistem yang sudah diberikan oleh universitas menurut saya itu sudah salah satu jalan yang membantu sekali. Tinggal bagaimana kita memperkuat <em>trust</em> antara mahasiswa ke dosen, juga gimana dosen-dosen bisa lebih humanis lagi kepada mahasiswa,&rdquo; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;(ysn/lap/nnf/ali).</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wansus Hadi Budiyanto: Tantangan SDM hingga Kinerja DPM KM Unmul Periode 2023/2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wansus-hadi-budiyanto-tantangan-sdm-hingga-kinerja-dpm-km-unmul-periode-20232024/baca </link>
<guid> wansus-hadi-budiyanto-tantangan-sdm-hingga-kinerja-dpm-km-unmul-periode-20232024 </guid>
<pubDate> Fri, 12 Jul 2024 20:47:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kurangnya keaktifan anggota menjadi kendala kinerja DPM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wansus-hadi-budiyanto-tantangan-sdm-hingga-kinerja-dpm-km-unmul-periode-20232024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uX1UEXmn8j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wansus Hadi Budiyanto: Tantangan SDM hingga Kinerja DPM KM Unmul Periode 2023/2024</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Unmul terpantau akan memasuki masa pemilihan raya keluarga mahasiswa (Pemira KM) 2024. Hal ini menandai puncak kepengurusan dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Unmul periode 2023/2024.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>, Hadi Budiyanto selaku ketua DPM KM Unmul berbagi sejumlah kendala serta strategi dalam mencapai program kerja lembaga yang dinakhodainya tersebut. Berikut wawancara khusus (Wansus)&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;dengan Hadi, Senin (1/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apa saja pencapaian signifikan yang telah dicapai oleh DPM KM selama periode 2023/</strong><strong>2024?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pencapaian kami masih kurang optimal karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kesibukan akademik setiap anggota. Target utama saya adalah menghidupkan kembali nama DPM, namun situasi saat ini membuat hal itu sulit. SDM menjadi kendala utama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Apa saja program kerja utama yang telah direncanakan dan terlaksana selama masa jabatan ini?</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program terbesar yang sedang berjalan adalah Pemira (Pemilihan Raya) dan kongres.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sudah sejauh mana proses pelaksanaan program kerja yang sedang dicanangkan?</strong></span><span><strong>&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa program sudah berjalan, namun banyak juga yang tertunda karena fokus kami pada program utama. Untuk Pemira, proses rekrutmen sudah berjalan dan pembentukan panitia juga sudah dilakukan. Kendala utama adalah mengumpulkan anggota karena masih baru. Sosialisasi juga sudah dilakukan secara offline dengan penyebaran&nbsp;</span><span><em>flyer</em></span><span>&nbsp;dan secara online melalui media sosial seperti Instagram.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Program kerja apa saja yang sudah berjalan sejauh ini?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program yang sudah berjalan antara lain Upgrading, Raker (rapat kerja), dan Visit Legislatif, namun belum semua terlaksana. Baru meliputi fakultas MIPA dan Hukum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bagaimana dukungan dari pihak universitas dan pengaruhnya terhadap kinerja DPM KM?</strong></span><span><strong>&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dukungan dari universitas terkait dana cukup sulit didapatkan karena proses administrasinya sulit atau ribet, mungkin memang persyaratannya seperti itu. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menghambat jalannya program kerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apakah salah satu faktor dari tidak berjalannya program kerja juga disebabkan oleh minimnya dana?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ya, karena dana sulit cair, beberapa program kerja belum bisa berjalan. Untuk Pemira, dana sudah tersedia, namun masih perlu membentuk anggota KPPR (Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya) dan Bawasra (Badan Pengawas Pemilihan Raya).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bagaimana komunikasi dengan para anggota, apakah ada kendala?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk komunikasi sendiri saya sering menghubungi anggota-anggota, baik secara pribadi melalui chat atau telepon. Namun, karena kurangnya anggota yang aktif, hal ini membuat mereka malas untuk berpartisipasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dalam menjalankan program kerja, apakah banyak SDM yang kurang terlibat?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua anggota terlibat, namun tidak maksimal karena keterbatasan jumlah anggota. Meskipun demikian, mereka pasti membantu saat persiapan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Selain SDM, adakah hambatan lain yang mungkin menjadi pengaruh besar dalam menjalankan periode kali ini?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain kurangnya jumlah SDM, pengalaman dari anggota-anggota sendiri juga masih kurang. Banyak anggota yang masih baru dan belum memahami tentang legislatif. Oleh karena itu mereka jadi takut untuk bergerak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Apakah ada pendekatan yang dilakukan oleh DPM terkait hal tersebut?&nbsp;</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kami membuka forum secara internal dan melakukan pendekatan pribadi. Namun, belum ada program pelatihan khusus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sejauh ini, seberapa signifikan DPM menjalankan tugasnya sebagai pengawas dari BEM?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DPM sudah beberapa kali mengawasi kegiatan BEM, namun karena kurangnya SDM, pengawasan tidak bisa dilakukan secara intensif atau rutin. Bentuk pengawasan biasanya dengan menghadiri acara-acara BEM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Bagaimana komunikasi DPM dengan BEM sejauh ini? Apakah ada jadwal pertemuan tersendiri?&nbsp;</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Komunikasi dengan BEM KM berjalan baik. Kami sering berkomunikasi dengan presiden BEM KM, baik secara langsung maupun melalui chat dan telepon, terutama sebelum acara-acara BEM KM dimulai, jadi tidak ada jadwal khusus untuk melakukan komunikasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Adakah kolaborasi dengan pihak eksternal atau organisasi di luar kampus yang telah dilakukan?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DPM terlibat dalam kolaborasi dengan FL2MI (Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia), dengan beberapa anggota kami yang ikut aktif di sana, seperti saya sendiri sebagai ketua, sekertaris dan juga wakil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Menilai DPM saat ini masih kurang dalam segi SDM, apakah Anda memiliki gambaran untuk DPM ke depannya?</span><span>&nbsp;</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya berharap fakultas dapat lebih aktif mengirimkan delegasi untuk membantu menjalankan organisasi di tingkat KM. Kondisi SDM saat ini cukup memprihatinkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Adakah saran untuk kepemimpinan selanjutnya?&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saran saya, fakultas harus lebih aktif mengirimkan delegasi lagi, menilai bahwa keanggotaan dari kami sendiri berasal dari delegasi fakultas. Jadi saran saya kepada fakultas mungkin ikut membantu mengirimkan delegasi untuk menghidupkan nama DPM kembali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Secara pribadi, apakah ada saran agar nama DPM lebih hidup kembali?&nbsp;</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebaiknya keanggotaan lebih diaktifkan dan sinergi antar anggota diperkuat agar DPM lebih terlihat oleh mahasiswa lainnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(xel/cok/tha/ali)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ILS FEB Unmul: Wadah Pengembangan Bahasa Asing juga Berbagai Program Berbasis Internasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/ils-feb-unmul-wadah-pengembangan-bahasa-asing-juga-berbagai-program-berbasis-internasional/baca </link>
<guid> ils-feb-unmul-wadah-pengembangan-bahasa-asing-juga-berbagai-program-berbasis-internasional </guid>
<pubDate> Sat, 13 Jul 2024 20:30:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> ILS merupakan organisasi FEB yang mengusung program berbasis internasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/ils-feb-unmul-wadah-pengembangan-bahasa-asing-juga-berbagai-program-berbasis-internasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Bkuv4JcMaW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>ILS FEB Unmul: Wadah Pengembangan Bahasa Asing juga Berbagai Program Berbasis Internasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>International Language Society (ILS), merupakan sebuah organisasi di FEB Unmul yang mengusung sejumlah program dengan basis internasional. Sebagai wadah pengembangan kemampuan berbahasa asing bagi mahasiswa, ILS menawarkan pelatihan bahasa asing, salah satunya yang sedang berjalan, yaitu kelas bahasa Korea secara gratis di bulan Juli ini.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya berfokus pada bidang bahasa asing, Andiyan Willy, selaku Kepala Bidang Divisi Edukasi mengatakan ILS sendiri menawarkan berbagai macam program, seperti IISMA Coaching Clinics 2024, serta International Day yang diadakan setiap hari Kamis dengan tujuan mempromosikan bahasa asing.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;...Saya rasa sebagai <em>Vice President of Education&nbsp;</em>perlu adanya gebrakan dalam mendukung <em>ambience international language</em> dalam ILS, dan pada akhirnya bermunculan berbagai macam program yang dapat mendukung <em>sustainability</em> dari <em>international language</em> itu sendiri&hellip;&rdquo; ucapnya pada Rabu (10/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pelatihan bahasa asing, ILS juga telah melaksanakan kelas bahasa Mandarin sebelumnya, dan untuk agenda yang akan datang, Willy menyampaikan bahwa ILS juga akan mengadakan kelas bahasa Korea, serta berbagai macam konten edukasi lainnya yang akan ditampilkan pada laman resmi instagram ILS <em>@ilsfebunmul</em>.</p><p style="text-align: justify;">Willy mengatakan, dengan adanya pelatihan bahasa asing ini juga sejalan dengan visi misi yang diusung oleh divisinya. Dengan visi &ldquo;Pioneering Excellence Through Transformative Innovations of Language &amp; Competition Achievements in a Captivating Sanctuary&rdquo;, Willy berharap ia dan timnya bisa mencapai dua kunci utama, yaitu transformasi dan inovasi dalam berbagai lomba seperti debat dan pidato dalam bahasa asing.</p><p style="text-align: justify;">Untuk persiapan kelas bahasa Korea sendiri, Willy mengaku tidak ada hambatan yang berarti. Ia bersama rekannya juga telah membentuk tim khusus untuk bagian <em>branding</em> juga <em>marketing</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;ILS sendiri juga aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan banyak sekali dukungan dalam menjalan program kerja yang ada terutama program kerja yang mempromosikan <em>ambience international</em>,&rdquo; bebernya lewat pesan WhatsApp kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pelatihan bahasa Korea tersebut nantinya akan diisi oleh mentor berpengalaman bernama Eunji, dengan segudang rekam jejak di bidangnya, seperti SEA-Teacher Programs di Filipina, International Youth Exchange Malaysia-Thailand, dan Tutor bahasa Korea di Thailand.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Agenda ini akan dilaksanakan pada tanggal 13, 20, dan 27 bulan Juli 2024. Willy turut menyampaikan bahwa bagi seluruh mahasiswa Unmul dapat mendaftarkan dirinya pada kelas internasional ini tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.</p><p style="text-align: justify;">Ia pun mengimbau agar seluruh mahasiswa Unmul segera mendaftar kelas bahasa Korea tersebut, agar menjadi bagian dari hidupnya lingkungan internasional di kalangan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami harap kehadiran teman-teman dapat menjadi bagian dari adanya <em>ambience</em> internasional yang bukan hanya pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, namun pada Universitas Mulawarman! <em>Transformative Learning, Competitive Thriving! ILS FEB Unmul, We Learn We Grow We Share,&rdquo; tutup Willy. <strong>(una/mlt/mar)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Informasi Baliho Kampus Kurang Variatif, Mahasiswa: Perlu Lebih Edukatif dan Tonjolkan Prestasi Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/informasi-baliho-kampus-kurang-variatif-mahasiswa-perlu-lebih-edukatif-dan-tonjolkan-prestasi-unmul/baca </link>
<guid> informasi-baliho-kampus-kurang-variatif-mahasiswa-perlu-lebih-edukatif-dan-tonjolkan-prestasi-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 15 Jul 2024 17:48:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Informasi pada baliho di lingkungan kampus kurang mengapresiasi prestasi mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/informasi-baliho-kampus-kurang-variatif-mahasiswa-perlu-lebih-edukatif-dan-tonjolkan-prestasi-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iGgDcnZMwS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Informasi Baliho Kampus Kurang Variatif, Mahasiswa: Perlu Lebih Edukatif dan Tonjolkan Prestasi Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unmul memiliki beberapa titik pemasangan baliho yang digunakan untuk memberi informasi kepada khalayak, khususnya mahasiswa. Beberapa titik di antaranya yakni di Gerbang Utama Jalan M. Yamin, Simpang Bakom, bangunan Rektorat, Gerbang Pramuka, Simpang Bank BNI, GOR 27 September dan gerbang Jalan Gelatik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, dari jumlah besar baliho yang dipasang, beberapa mahasiswa masih merasa kurang puas dengan informasi yang dipampang. Hal ini disebabkan informasi yang sering kali memiliki pola berulang, seperti mengenai para petinggi universitas, ucapan selamat kepada pejabat baru, prosedur pendaftaran universitas, dan informasi lain yang serupa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabrina Tri Juwita selaku mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Unmul memberikan tanggapannya mengenai hal tersebut. Sabrina beranggapan bahwa apa yang disajikan oleh baliho Unmul masih tergolong sebagai informasi sebatas untuk diketahui saja dan kurang memiliki nilai edukatif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin seharusnya isi balihonya lebih edukatif, lebih menonjolkan prestasi yang sudah diraih mahasiswa/mahasiswi di Unmul atau mungkin prestasi Unmul-nya sendiri. Jadi, sebagai&nbsp;</span><span><em>branding</em></span><span>&nbsp;kalau Unmul itu punya&nbsp;</span><span><em>value</em></span><span>&nbsp;yang bagus,&rdquo; jelas Sabrina melalui pesan Whatsapp, Rabu (12/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Ivansyah Hafiza Rafa, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia FIB merasa wajar dengan kebanyakan isi baliho tersebut. Menurutnya, seringnya wajah rektor terpampang di baliho adalah hal yang bisa dimaklumi, mengingat peran rektor sebagai pemimpin di sebuah universitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ia turut menyayangkan mengenai mahasiswa Unmul yang berprestasi serta meraih juara di luar kampus namun tidak dimuat dalam baliho. Ivan mengatakan bahwa mahasiswa berprestasi merupakan sebuah cerminan dari kualitas pendidikan di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sayang&nbsp;</span><span><em>sih</em>&nbsp;</span><span>sebenarnya, karena menurut saya mahasiswa itu jadi unsur penting dalam sebuah universitas. Ketika foto mahasiswa, misalnya mahasiswa berprestasi terus mengikuti berbagai kompetisi nasional di pasang di baliho, orang-orang akan tahu bagaimana kualitas dari pendidikan di universitas itu,&rdquo; ucap Ivan melalui pesan Whatsapp, Rabu (12/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi permasalahan tersebut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;menghubungi Sigit Hadi Suyitno selaku bagian dari Hubungan Masyarakat (Humas) Unmul yang memiliki peran dalam pemuatan serta publikasi informasi pada baliho di sekitar kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sigit membeberkan, untuk persyaratan pengajuan informasi lewat baliho Unmul bisa dengan mengajukan surat permohonan kepada Rektor Unmul. Ia turut menjelaskan bahwa baliho merupakan fasilitas bersama yang dapat digunakan oleh seluruh civitas kampus, namun dengan tetap memperhatikan sejumlah syarat serta informasi yang diajukan tidak boleh memiliki indikasi SARA.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menambahkan, bahwa baliho Unmul juga berada di bawah kontrol dan pengawasan beberapa pihak kampus yaitu Rektor, Wakil Rektor IV, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat (PKHM), Koordinator Kerjasama dan Humas serta Sub Koordinator Humas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, Sigit juga berkata bahwa Humas sudah berupaya untuk dapat menghadirkan wajah para mahasiswa yang berprestasi lewat baliho, selain melalui laman media Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat ini, kami berupaya mengakomodasi berbagai informasi mengenai mahasiswa berprestasi dari berbagai fakultas.&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>mou/srf/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Keluhkan Peniadaan Dana Bantuan Praktikum, Kaprodi Kehutanan: Lokasi Lebih Jauh dan Transportasi Mahal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-keluhkan-peniadaan-dana-bantuan-praktikum-kaprodi-kehutanan-lokasi-lebih-jauh-dan-transportasi-mahal/baca </link>
<guid> mahasiswa-keluhkan-peniadaan-dana-bantuan-praktikum-kaprodi-kehutanan-lokasi-lebih-jauh-dan-transportasi-mahal </guid>
<pubDate> Tue, 16 Jul 2024 17:03:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dana yang diterima mahasiswa Fahutan 2023 untuk praktikum lapangan berkurang dari tahun sebelumnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-keluhkan-peniadaan-dana-bantuan-praktikum-kaprodi-kehutanan-lokasi-lebih-jauh-dan-transportasi-mahal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MxnSxqu7Ue.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Keluhkan Peniadaan Dana Bantuan Praktikum, Kaprodi Kehutanan: Lokasi Lebih Jauh dan Transportasi Mahal</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Keluhan mengenai anggaran praktikum lapangan datang dari mahasiswa Fahutan Unmul. Diketahui, mahasiswa angkatan 2022 sebelumnya mendapatkan bantuan dana sebesar lima ratus ribu setiap kelompoknya. Namun untuk angkatan 2023, bantuan tersebut tidak berlaku dan sejumlah mahasiswa merasa keberatan dengan hal tersebut sebab mereka mesti menyiapkan dana lebih untuk perlengkapan praktikum lainnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski tak mendapat dana tambahan seperti praktikum sebelumnya, mahasiswa masih mendapatkan beberapa bantuan dari pihak fakultas berupa transportasi, dan juga air untuk digunakan di lokasi praktikum berlangsung. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Heru Helambang, selaku Ketua Prodi Kehutanan Unmul yang menyatakan bahwa dana tambahan sudah tidak lagi diturunkan, sebab adanya perbedaan lokasi dan dibutuhkan biaya transportasi yang lebih mahal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Iya, tahun lalu, kegiatannya (praktikum lapangan) di KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Lempake, di mana biaya transport sangat murah, namun kali ini di KHDTK &nbsp;Bukit Soeharto, di mana biaya transport sangat mahal. Kita sewa 6 truk angkut personil dan 4 bus. Berapa sewanya silakan dicek aja sendiri. Sehingga kita tidak dapat memberikan dana ke mahasiswa,&rdquo; bebernya saat dihubungi lewat pesan WhatsApp Rabu (12/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan yang disebut Heru berlangsung selama 3 hari ini kemudian menimbulkan protes dari beberapa mahasiswa. Salah satunya Bisma (bukan nama sebenarnya), mahasiswa Fahutan angkatan 2023 menyebutkan bahwa keluhan ini juga datang dari rekannya. Tidak tanpa alasan, mahasiswa yang beberapa di antaranya adalah anak indekos ini merasa pengeluaran mereka menjadi membengkak akibat kegiatan tersebut tanpa adanya bantuan dana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai penjelasan adanya peningkatan biaya praktikum dari Heru, Bisma melihat hal tersebut dari berbagai sisi. Ia turut menghargai inisiasi fakultas untuk menghidupkan kembali aktivitas di KHDTK Bukit Soeharto. Bisma juga memaklumi terkait tidak adanya tambahan dana mengingat jarak kawasan tersebut yang tidak dekat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Akan tetapi hal yang disayangkan adalah mengenai kematangan persiapan dari praktikum sendiri dari segi kesiapan mahasiswa terutama finansial. Dari hal ini menimbulkan banyak sekali pro dan kontra dari mahasiswa terhadap pihak fakultas yang sebenarnya sampai sekarang pun masih abu-abu kejelasannya, maka dari itu sangat amat diperlukan mengenai transparansi biaya,&rdquo; ujarnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>lewat obrolan WhatsApp pada Rabu (12/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bisma juga merasa bahwa ia dan rekannya mestinya mendapatkan dana bantuan seperti praktikum angkatan sebelumnya, sebab ia melihat secara kebutuhan, mahasiswa di angkatannya justru membutuhkan dana yang lebih besar.</span></p><p style="text-align: justify;">Ia pun berharap, ke depannya masalah transparansi dana dari pihak Fahutan bisa lebih jelas dan dipersiapkan secara matang baik dari segi persiapan, pelaksanaan, serta penyebaran informasi. Terlebih, Bisma merasa praktikum tersebut merupakan agenda yang cukup besar dan melibatkan mahasiswa yang jumlahnya tidak sedikit.<strong><em>&nbsp;(lla/dya/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> International Summer School 2024 Resmi Dibuka, Delapan Fakultas Unmul Siap Sambut Peserta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/international-summer-school-2024-resmi-dibuka-delapan-fakultas-unmul-siap-sambut-peserta/baca </link>
<guid> international-summer-school-2024-resmi-dibuka-delapan-fakultas-unmul-siap-sambut-peserta </guid>
<pubDate> Fri, 19 Jul 2024 19:46:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kembali gelar program International Summer School di 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/international-summer-school-2024-resmi-dibuka-delapan-fakultas-unmul-siap-sambut-peserta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o68rDWm2P1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>International Summer School 2024 Resmi Dibuka, Delapan Fakultas Unmul Siap Sambut Peserta</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Unmul tahun ini kembali menggelar program International Summer School. Kegiatan ini sebelumnya resmi dibuka pada Senin (15/7) lalu bertempat di Gedung Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si. Berbeda dari tahun sebelumnya, kegiatan ini mengalami peningkatan partisipan dengan jumlah 29 orang, baik peserta dari luar maupun dalam negeri.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya,&nbsp;</span><span>Sulistyo Prabowo selaku ketua&nbsp;</span><span>Unit Pelaksana Teknis Layanan Internasional</span><span>&nbsp;(UPT LI) Unmul menyebutkan, bahwa awalnya</span><span>&nbsp;jumlah peminat program ini mencapai angka 90 pendaftar. Saat diseleksi kembali, tersisa 40 warga negara asing termasuk dari negara Pakistan, Sudan, Afganistan, Thailand, dan Nigeria.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, sayangnya tidak semua peserta dapat hadir disebabkan tingginya biaya transportasi perjalanan ke Samarinda. Sedangkan untuk mahasiswa dari dalam negeri sendiri berjumlah kurang dari 10 mahasiswa, yang berasal dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Politeknik Kesehatan Yogyakarta, dan Universitas Hasanuddin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program di bawah naungan UPT LI ini juga menjadi salah satu bentuk upaya dalam mewujudkan Unmul sebagai&nbsp;</span><span><em>World Class University</em></span><span>. Abdunnur, selaku Rektor Unmul turut menyambut hangat seluruh peserta International Summer School 2024 tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam pidatonya pada pembukaan kegiatan beberapa waktu lalu tersebut, ia berharap peserta dapat meningkatkan pengetahuan juga keterampilan, serta membangun hubungan yang baik dengan mahasiswa Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tahun ini, dengan mengusung nama &ldquo;Sunny Universality: Mulawarman University Tropical Studies Program in Summer atau disingkat &ldquo;SUNTROPiS&rdquo;, program ini akan berjalan selama dua pekan, mulai dari 15 hingga 27 juli 2024. Para peserta nantinya direncanakan untuk mengunjungi delapan fakultas yang ada di Unmul, di antaranya FT, FIB, FISIP, FH, Faperta, FKM, FMIPA, serta FPIK. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda tahunan tersebut juga telah dipersiapkan untuk diisi dengan sejumlah kegiatan yang saling terkait antara berbagai prodi dalam satu fakultas. Kegiatan ini nantinya juga melibatkan mahasiswa internal untuk membahas&nbsp;</span><span>topik-topik terpilih, sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam suasana sosial internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Sekarang masing-masing (delapan fakultas) tentu sudah mempunyai program yang betul-betul melibatkan mahasiswa internal kita dan juga mahasiswa peserta,&rdquo; beber Sulistyo kepada <em>Sketsa</em> saat diwawancarai seusai pembukaan (15/7) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>SSEP atau Summer School Exchange Program merupakan salah satu program musim panas tersebut sebagai perwujudan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini sejalan dengan tujuannya yaitu membantu mahasiswa dalam memberikan pengalaman yang nyata melalui pengalaman&nbsp;</span><span><em>soft skill</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span><em>hard skill</em>.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan SSEP 2024 juga menjadi penilaian istimewa bagi mahasiswa yang tergabung menjadi panitia. Mereka bisa melakukan konversi nilai pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) skema Penyetaraan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang kan ada namanya KKN Penyetaraan.&nbsp;</span><span><em>Nah</em>,&nbsp;</span><span>di (</span><span><em>International</em>) <em>Summer School</em></span><span>&nbsp;ini panitia yang menjadi inti dari kegiatan ini mereka bisa konversi untuk KKN Penyetaraan. Jadi mereka mendapatkan manfaat yang lebih dari&nbsp;</span><span><em>Summer School&nbsp;</em></span><span>ini,&rdquo; ungkap Sulistyo.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama dua pekan nanti, peserta International Summer School 2024 akan belajar mengenai sejarah, budaya, juga tradisi Kalimantan Timur. Tidak hanya belajar di Unmul, mereka juga juga akan bertandang ke tempat lainnya seperti Bontang, Balikpapan, Bukit Bangkirai, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga, mereka diharapkan akan mengantongi beragam pengalaman yang membuat mereka menaruh kesan baik saat kembali ke negara masing-masing.&nbsp;</span><span><strong><em>(xel/jpg/tkh/ali/yra/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Awan di Langit Kala Itu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/awan-di-langit-kala-itu/baca </link>
<guid> awan-di-langit-kala-itu </guid>
<pubDate> Sat, 20 Jul 2024 17:20:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mentari dan Awan berdampingan hingga membuat lukisan di cakrawala </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/awan-di-langit-kala-itu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LhgEjGb5fk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Awan di Langit Kala Itu</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hai Awan &hellip;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apa kabarmu di atas sana? Kulihat kau melayang dan berjalan ke manapun angin membawamu. Hari ini entah lukisan apalagi yang ingin kau perlihatkan kepada dunia. Aku mohon izin untuk meminta bantuanmu untuk menjaga cerita tentang dia yang membuatku melihatmu dengan pandangan yang berbeda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dulu hingga saat ini aku selalu takjub dengan matahari yang tidak pernah lelah untuk bersinar. Entah ketika dia baru memulai hari timbul di ufuk timur sana, atau ketika menjulang di atas kepala dengan ditemani oleh birunya cakrawala, atau pada saat dia tertutup awan tebal nan hitam yang siap memulai tangisannya, atau saat dia mulai turun dari takhtanya berganti dengan gelap malam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku selalu berdiam sebentar menikmati momen-momen itu. Dan untungnya, di desa ini, rumahku berada di atas bukit. Jadi, aku bisa leluasa memandangnya selama yang ku bisa tanpa terhalang oleh apapun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada momen lain yang aku suka. Momen yang singgah kepadaku saat desaku berada di penghujung musim kemarau. Biasanya seluruh warga kampung akan bergotong royong membantu salah satu tetangga untuk menabur benih padi gunung hingga sore hari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kami semua bekerja hingga petang. Di saat itulah momen yang kukatakan tiba. Aku akan naik ke bagian bukit yang lebih tinggi hingga aku bisa memandang matahari yang menguning menyiram semesta. Di momen itu lah dia, Awan, mengenalkanku dengan keindahanmu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&ldquo;Kamu tahu tidak apa yang membuat matahari terbenam di penghujung kemarau semakin indah?&rdquo;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku masih ingat suaranya kala itu. Ketika aku sibuk menikmati matahari yang semakin turun, dia duduk di sampingku melontarkan pertanyaan itu. Anehnya belum sempat aku berucap, dia langsung menjawab pertanyaannya itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&ldquo;Karena mentari ditemani oleh kawanan awan. Coba perhatikan, awan-awan kelabu itu berubah menguning tertimpa cahayanya. Ukirannya membuat semesta begitu indah dan luar biasa.&rdquo;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Itu pertama kalinya kami berkenalan. Aku belum pernah menemukan orang yang menyukai awan seperti dia. Momen itu membuat penghujung musim kemarau yang kulalui terasa spesial sekali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari ini juga, awan. Setelah sibuk membantu menebar benih seharian, kusempatkan tuk melangkah dengan riang menaiki bukit di belakang ladang. Beberapa saat menyusuri padang ilalang, akhirnya aku sampai di daerah tertingginya. Dari sini terlihat dari bawah sana anak kecil berlarian atau para warga yang berkumpul dan berbincang santai melepas penat setelah bekerja seharian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku tersenyum melihat pemandangan di bawah sana. Beberapa bulan lagi ladang itu akan menjadi hamparan hijau tak terbatas. Kemudian aku mengalihkan pandanganku ke atas dan aku sedikit menyipitkan mata karena silaunya matahari. Cantik sekali warna jingganya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Andai saja dia ada di sini, pasti dia sudah heboh menunjuk-nunjuk lukisan yang dibuat olehmu itu. Tak ada benda di langit yang membuatnya terkagum-kagum sebesar dia mengagumi putih-kelabu-jinggamu yang kini berarak memenuhi cakrawala. Lihatlah, kau yang kelabu itu menjadi penanda musim hujan sudah membuka gerbangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia bukan hanya memperkenalkan kamu di saat itu saja, awan. Kau tahu? Pagi itu setelah hujan mengguyur deras di malam pertama musim penghujan, aku membuka jendela kamarku. Dari kejauhan sana, kulihat sinar matahari yang muncul malu-malu karena tertutup oleh gumpalan-gumpalan awan hitam yang tersisa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&ldquo;Hey! Coba dongakkan kepalamu!&rdquo;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku tersenyum mengingat teriakan dia dari atas sepedanya kala itu. Dia melihatku dari arah jalan yang tepat berada di bawah bukit dimana rumahku berada. Setengah keluar dari jendela aku mendongakkan kepalaku ke atas. Aku masih ingat pemandangan kala itu, matahari pagi menyembur mewarnai gumpalan besar awan kelabu yang menjadi atap bumi pagi ini. Lagi-lagi dia menunjukan lukisan semesta yang sangat indah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>&ldquo;Kamu cantik sekali pagi ini, rasanya seperti melihat awan merah muda.&rdquo;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ah&hellip; suaranya lagi-lagi terngiang dan membuatku tersenyum mengingat kata-katanya saat menghampirinya pagi itu. Dulu kuanggap itu hanyalah lelucon belaka. Namun kalau dipikirkan lagi, leluconnya itu membuatku tersipu malu hingga muncul rona merah muda di pipiku. Waktu itu aku belum tahu jatuh cinta itu apa tapi menyenangkan bisa mendengar suaranya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awan&hellip;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepingan kenangan itu kadang menghantuiku. Jika ada yang bertanya apakah aku merasa terganggu, kurasa tidak. Dalam diam aku berharap itu semua dapat kembali kepadaku. Namun apa daya semua hanya masa lalu. Aku harus bergerak maju. Toh jika memang suatu saat kita bertemu, kita tidak memiliki penyesalan. Kita sama-sama berjuang di jalan masing-masing. Satu yang masih menjadi pertanyaanku. Apakah jika kita bertemu lagi kita masih akan saling mengenal?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Haha. Rasanya tawaku hambar sekali. Sepertinya aku terlalu banyak berharap. Mungkin itu saja yang bisa kuceritakan padamu, awan. Dalam kertas putih ini bisakah kau menyampaikan kepadanya jika nanti dia datang lagi? Aku akan menggantungnya di dalam plastik di atas pohon ini agar tanganmu sampai untuk menjaganya dan tangismu tidak akan menghancurkannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salam hangat dariku, Mentari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awan menepati penjagaannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Musim dan tahun berganti. Kertas titipan Mentari masih terpasang erat di tangkai pohon yang kian meninggi. Sang empu kini tak lagi akan pernah menghampiri bukit itu. Sebagai gantinya, petang itu, terlihat dari kejauhan seorang pemuda menerobos ilalang yang tinggi. Niat hatinya hanya ingin mengenang kembali tempat dimana dirinya pernah menemukan gadis yang tengah duduk menikmati senja di penghujung kemarau.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Entah karena tak sengaja atau memang semesta telah mengaturnya, pandangannya tertuju pada gulungan putih di atas pohon yang terbungkus dengan plastik bening. Diliputi rasa penasaran, dengan susah payah dia mengambil bungkusan itu. Ketika berhasil mengambilnya, pemuda itu langsung membuka gulungannya dan membacanya perlahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa dia sadari ada tetesan air mata yang terjun dari kelopak matanya saat dia sadar sedang tersenyum membaca isi kertas itu. Dia tentu saja mengenali siapa penulis surat yang ditujukan kepadanya itu. Dia adalah Mentari, perempuan yang mampu menarik perhatiannya untuk membagikan makna-makna keindahan awan di atas sana. Sayang sekali, Mentari tak lagi bisa menikmati semesta ini bersamanya. Atau mungkin telah menikmati surga yang lebih indah di atas sana, pikir pemuda itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Awan, surat ini telah sampai, terima kasih,&rdquo; ucap pemuda itu sembari menatap arakan awan putih di atas sana yang pergi seakan memberi tanda bahwa tugasnya telah selesai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia yang namanya Awan kini bergegas menuruni bukit. Semoga memang tidak ada penyesalan di antara mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Siti Mu&apos;ayyadah, mahasiswi program studi Sastra Inggris, FIB Unmul 2022</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Alami Keterlambatan, Pemira BEM KM Unmul 2024 Akan Kembali Dilangsungkan secara Daring </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alami-keterlambatan-pemira-bem-km-unmul-2024-akan-kembali-dilangsungkan-secara-daring/baca </link>
<guid> alami-keterlambatan-pemira-bem-km-unmul-2024-akan-kembali-dilangsungkan-secara-daring </guid>
<pubDate> Mon, 22 Jul 2024 20:38:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemira Unmul 2024 dilaksanakan lebih lambat dari tahun lalu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alami-keterlambatan-pemira-bem-km-unmul-2024-akan-kembali-dilangsungkan-secara-daring/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WHrNLuJF9U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Alami Keterlambatan, Pemira BEM KM Unmul 2024 Akan Kembali Dilangsungkan secara Daring</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Panitia Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) BEM KM Unmul lakukan sosialisasi Pemira pada Rabu (17/7) lalu. Sosialisasi tersebut menjadi tanda berlangsungnya pesta demokrasi di Unmul. Sayangnya, perhelatan Pemira 2024 dilaksanakan lebih lambat dari tahun sebelumnya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tahun lalu, Pemira dilangsungkan pada periode Mei hingga Juni. Sementara tahun ini, Pemira dilangsungkan pada periode Juli hingga Agustus yang bertepatan dengan masa libur semester dan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-50.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menimbang hal tersebut, pemungutan suara pada Pemira Unmul 2024 kembali dilangsungkan secara daring</span><span>.&nbsp;</span><span>Hal ini disampaikan oleh Ketua KPPR, Anugrah Ramadhani.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Melihat kondisi mahasiswa sedang libur dan KKN, jadi kami maksimalkan di&nbsp;</span><span><em>e-votes</em></span><span><em>&nbsp;</em>supaya bisa memilih dari tempat masing-masing,&rdquo; terangnya kepada <em>Sketsa</em></span><span>,&nbsp;</span><span>Jumat (19/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anugrah melanjutkan, skema pemungutan suara masih sama seperti tahun lalu, yaitu menggunakan&nbsp;</span><span><em>e-vote&nbsp;</em></span><span>dari Tim Informasi dan Teknologi Pemira (ITP).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nanti akan ada sosialisasi lanjutan dengan tim ITP,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sosialisasi Undang-Undang Pemira dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>hybrid</em>&nbsp;</span><span>melalui<em>&nbsp;</em></span><span><em>zoom meeting&nbsp;</em></span><span>dan pertemuan luring. Anugrah menyebut, akan mengundang perwakilan lembaga-lembaga di Unmul untuk mengikuti sosialisasi baik secara luring maupun daring.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya agar perwakilan lembaga yang meneruskan informasi mengenai Pemira ke mahasiswa lainnya,&rdquo; jelas Anugrah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga Senin (22/7), Pemira seharusnya sudah sampai pada linimasa verifikasi berkas. Namun, sebab belum adanya calon yang mengambil berkas, masa pengambilan berkas diperpanjang hingga Senin 22 Juli, dilanjutkan pengembalian berkas pada Selasa 23 Juli besok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perihal pelaksanaan Pemira pada periode Juli hingga Agustus, Anugrah mengaku disebabkan keterlambatan perpanjangan surat keputusan (SK) Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Unmul sehingga KPPR pun terlambat dilantik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;SK dari DPM baru diperpanjang, sementara KPPR harus dilantik oleh DPM yang sah untuk menghindari sengkarut,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPM KM Unmul belum memberikan komentar.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>ner/ria/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selayang Pandang Gugatan Pemira Unmul 2024, Satu Bapaslon Gagal Mendaftar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selayang-pandang-gugatan-pemira-unmul-2024-satu-bapaslon-gagal-mendaftar/baca </link>
<guid> selayang-pandang-gugatan-pemira-unmul-2024-satu-bapaslon-gagal-mendaftar </guid>
<pubDate> Tue, 23 Jul 2024 19:59:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah mahasiswa menggugat KPPR KM Unmul pada  Pemira tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selayang-pandang-gugatan-pemira-unmul-2024-satu-bapaslon-gagal-mendaftar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JrXQPezTU4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Selayang Pandang Gugatan Pemira Unmul 2024, Satu Bapaslon Gagal Mendaftar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong> Sejumlah gugatan mengudara kepada Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) hingga ke Badan Pengawas Pemilihan raya (Bawasra). Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan &ldquo;Perempuan Berdaya&rdquo; dan enam penggungat lainnya mempertanyakan penyelenggaraan serta keabsahan Pemira 2024 yang dinilai tidak demokratis.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut pernyataan salah satu penggugat, linimasa</span><span>&nbsp;</span><span>yang dikeluarkan KPPR tidak mempertimbangkan kondisi akademik di kampus sehingga besar kemungkinan tidak melibatkan seluruh mahasiswa Unmul. Sebab saat ini, mahasiswa Unmul sedang dalam masa libur semester dan pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perwakilan Perempuan Berdaya, Nada Nabila Jatmiko mahasiswi FH 2021 menyebut, pihaknya melayangkan gugatan karena merasa dirugikan oleh tindakan sewenang-wenang pelaksana Pemira BEM KM Unmul, yang tidak menjalankan amanat Undang-Undang (UU) Pemira, baik dari segi asas, prinsip, hingga tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) kerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;KPPR tidak transparan karena memberikan&nbsp;</span><span><em>timeline</em>&nbsp;</span><span>tanpa mengeluarkan berita acara,&rdquo; ujarnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Senin (22/7).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Nada menyebut sosialisasi Pemira yang hanya dihadiri beberapa pihak membuat keluarga mahasiswa (KM) Unmul tidak dapat turut berpartisipasi dan mendapatkan informasi secara merata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentunya, sosialisasi Pemira sangat fatal apabila tidak diketahui dan dihadiri oleh KM Unmul,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nada juga menyoroti masalah kesiapan KPPR dalam menyelenggarakan Pemira. Mulai dari tidak dicantumkannya narahubung, transparansi keputusan, hingga berita acara yang tidak dapat diakses saat ia mengajukan gugatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akun (instagram)&nbsp;</span><span><em>@pemira.unmul</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang seharusnya menjadi akun informasi juga sangat tidak terbuka,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun isi tuntutan Perempuan Berdaya, di antaranya: menyatakan tidak sah keanggotaan KPPR 2024, pelaksanaan Pemira tetap dilangsungkan dengan membuka ruang demokrasi yang adil dan kepastian hukum bagi seluruh KM Unmul, menyatakan batal Pemira oleh KPPR, memundurkan linimasa</span><span>&nbsp;</span><span>Pemira 2024 hingga akhir tahun, sosialisasi ulang Pemira, menyatakan KPPR telah alpa memberikan linimasa</span><span>&nbsp;</span><span>tanpa berita acara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, enam penggugat lainnya mengajukan tiga poin gugatan, yaitu: berita acara sosialisasi Pemira dianggap tidak sah karena tidak adanya Surat Keputusan (SK) Pengangkatan KPPR, pelanggaran asas Pemira dengan tidak melibatkan seluruh KM Unmul, serta mendadak mengunggah linimasa</span><span>&nbsp;</span><span>tanpa berita acara dan Surat Ketetapan ditambah sosialisasi secara tertutup.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Poin kami berdasar dan berlandaskan hukum. Oleh karena itu, kami menggugat,&rdquo; tegas Nada.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nada menilai, Bawasra lamban dalam memberikan konfirmasi terkait surat gugatan yang diajukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bawasra tidak dapat dihubungi sejak gugatan masuk,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akibat lambannya Bawasra memproses gugatan, Nada melanjutkan, pihaknya tidak sempat mengambil berkas dan mengajukan pendaftaran dalam kontestasi Pemira 2024.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pendaftaran ditutup jam 4 sore sementara putusan dikeluarkan jam 10 malam,&rdquo; tuturnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diketahui, masa pendaftaran bakal calon dimulai sejak 21 hingga 22 Juli 2024. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu diwartakan sebelumnya, Ketua KPPR, Anugrah Ramadhani menyebut sosialisasi Pemira yang dilakukan KPPR hanya mengundang perwakilan lembaga-lembaga di Unmul dengan harapan mereka akan meneruskan informasi ke mahasiswa di masing-masing fakultas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kondisi akademik Unmul yang sedang melangsungkan libur semester dan pelaksanaan KKN ke-50 juga turut menjadi pertimbangan dalam skema Pemira 2024.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/alami-keterlambatan-pemira-bem-km-unmul-2024-akan-kembali-dilangsungkan-secara-daring/baca"><span>Alami Keterlambatan, Pemira BEM KM Unmul 2024 Akan Kembali Dilangsungkan secara Daring - Sketsa Universitas Mulawarman (sketsaunmul.co)</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara mengenai gugatan yang dilayangkan kepada KPPR, Anugrah mengatakan hal tersebut merupakan hal yang lumrah dalam perhelatan politik kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini jadi bukti mahasiswa aktif dalam mengawasi jalannya Pemira,&rdquo; katanya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Selasa (23/7).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anugrah juga menyebut, linimasa</span><span>&nbsp;</span><span>yang dipublikasikan oleh KPPR sudah sesuai prosedur yang diamanatkan dalam UU Pemira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tenggat waktu juga sesuai dengan UU Pemira,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Anugrah, meski Bawasra sedang melangsungkan pembahasan gugatan, KPPR harus tetap melaksanakan Pemira sesuai linimasa yang sudah ada, sebab KPPR telah mengudarakan jadwal yang diperbarui sejak perpanjangan pendaftaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Walaupun gugatan sedang berlangsung, kami harus menjalankan tugas kami,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia melanjutkan, Pemira akan tetap dijalankan sesuai linimasa yang sudah ditentukan sebelum ada tindak lanjut dari Bawasra.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan putusan gugatan yang dikeluarkan oleh Bawasra dan dipublikasi melalui akun Instagram&nbsp;</span><span><em>@pemira.unmul</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada Senin (22/7) lalu, Bawasra menolak kedua surat gugatan yang diajukan. Bawasra hanya menerima laporan pelanggaran Pemira yang merujuk pada UU KM Unmul No. 1 Tahun 2023 dan diajukan pada saat masuk jadwal sengketa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bawasra belum memberikan komentar.&nbsp;</span><span><strong><em>(ner/ria/mar)</em></strong></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Muda, Kreatif, dan Ramah Lingkungan: Tips & Trik Eco-lifestyle ala Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/muda-kreatif-dan-ramah-lingkungan-tips-and-trik-eco-lifestyle-ala-mahasiswa/baca </link>
<guid> muda-kreatif-dan-ramah-lingkungan-tips-and-trik-eco-lifestyle-ala-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 24 Jul 2024 20:20:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berikut tips sederhana untuk mahasiswa memulai pola hidup ramah lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/muda-kreatif-dan-ramah-lingkungan-tips-and-trik-eco-lifestyle-ala-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uUUIWmYWFT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Muda, Kreatif, dan Ramah Lingkungan: Tips & Trik Eco-lifestyle ala Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Mahasiswa pastinya sudah tidak asing dengan 5 peran yang diampunya, yaitu <em>agent of change, guardian of value, iron stock, moral force,&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;social control</em>. Sebagai kaum terpelajar, mahasiswa tidak hanya fokus pada kegiatan akademik di kampus, tetapi juga diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada pepatah yang mengatakan bahwa kamu dapat memulai sesuatu dari hal paling kecil dahulu, artinya diperlukan kesadaran untuk meyakinkan diri dalam mempersiapkan individu menjalankan setiap kegiatan yang ada.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesadaran lingkungan akan hadir ketika mahasiswa memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dan turut serta dalam upaya pelestarian alam. &nbsp;Kemudian bersamaan dengan ilmu yang diperoleh, mahasiswa dapat mengembangkan solusi kreatif untuk masalah-masalah di lingkungan sekitarnya. Salah satunya dengan menerapkan<em>&nbsp;</em></span><span><em>eco-lifestyle.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Eco-lifestyle</em>&nbsp;</span><span>merupakan gaya hidup yang mengutamakan pengurangan dampak negatif pada lingkungan melalui keputusan dan tindakan sehari-hari. Gaya hidup ini tidak hanya memiliki dampak positif pada lingkungan saja, tetapi juga dapat menghemat pengeluaran sehari-hari. Tentunya dengan alasan demikian,&nbsp;</span><span><em>eco-lifestyle&nbsp;</em></span><span>dapat menjadi opsi gaya hidup yang dapat diadopsi mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walaupun masih terdapat hambatan dalam menemukan produk yang ramah lingkungan, kamu dapat memulai gaya hidup tersebut dengan rutin membawa&nbsp;</span><span><em>totebag</em>&nbsp;</span><span>sendiri</span><span>&nbsp;</span><span>ketika sedang berbelanja atau membawa botol minuman sendiri ketika sedang nongkrong.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai seorang mahasiswa, mengadopsi&nbsp;</span><span><em>eco-lifestyle</em>&nbsp;</span><span>merupakan salah satu langkah untuk membuat perubahan yang lebih baik di dalam masyarakat. Berjalan dengan kesadaran dan pengetahuan akan isu-isu lingkungan, mahasiswa dapat dengan mudah untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru yang kemudian mampu menciptakan tren, sehingga&nbsp;</span><span><em>eco-lifestyle&nbsp;</em></span><span>dapat diadopsi oleh khalayak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demi menyukseskan penyebaran&nbsp;</span><span><em>eco-lifestyle</em></span><span><em>,</em> kamu bisa mulai dari diri kamu sendiri! Kira-kira apa saja yang bisa kamu lakukan, ya? Berikut tips dan trik dari&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>untuk kamu agen perubahan!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Melakukan penghijauan pada lingkungan sekitar.</strong></span><br><span>Penghijauan adalah upaya penanaman pohon atau tumbuhan lainnya. Penghijauan dapat memberi dampak positif pada lingkungan dan kesehatan kita. Penghijauan sangat pantas untuk diterapkan karena dapat memberi manfaat seperti menyerap karbon, menyerap air hujan, mencegah erosi tanah, mengurangi polusi udara, peningkatan kualitas udara, melindungi satwa, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa dapat melakukan penghijauan dengan menanam pohon dan tumbuhan di sekitar kampus. Selain dengan menanam pohon dan tumbuhan, penghijauan dapat dilakukan dengan hal lain, seperti membersihkan lingkungan sekitar kampus serta membuang sampah pada tempatnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian untuk melakukan penghijauan bisa di sekitar kampus agar lingkungan kampus terasa nyaman. Mahasiswa dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan kampus agar tetap seimbang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Memakai barang yang ramah lingkungan.</strong></span><br><span>Sebagai mahasiswa sudah seharusnya menggunakan barang yang ramah lingkungan karena untuk menerapkan hidup yang berkelanjutan. Dengan memilih menggunakan barang yang ramah lingkungan, kita dapat memberikan contoh yang baik dan juga bisa membuat masa depan yang lebih baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Contoh kecil dalam menggunakan barang yang ramah lingkungan adalah mengenakan tas belanja kain,&nbsp;</span><span>sebagai pengganti plastik. Dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, kita dapat mengurangi jumlah limbah plastik yang mencemari lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita dapat menggunakan tas belanja kemanapun seperti belanja kebutuhan pokok dan belanja ke kantin. Tas belanja kain juga membantu mengurangi kebutuhan akan produksi kantong plastik baru, yang memerlukan sumber daya bahan bakar fosil dalam proses pembuatannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Menggunakan tumbler saat berpergian.</strong></span><br><span>Tumbler merupakan wadah berbahan stainless yang dapat diisi ulang dan digunakan berulang kali. Menggunakan tumbler saat bepergian memiliki beberapa manfaat seperti lebih hemat dan tidak mengeluarkan lebih banyak biaya pribadi, sebab kita tidak perlu membeli minuman seperti kopi ataupun minuman botol plastik dan kaleng setiap kali merasa haus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, tumbler membantu mengurangi sampah plastik yang sulit terurai dan merusak ekosistem. Mahasiswa dapat menggunakan tumbler untuk mengurangi sampah plastik. Dengan membawa tumbler pribadi, kita bisa ikut serta dalam menyelamatkan bumi. Menggunakan tumbler pribadi juga dapat menjaga kesehatan dan konsentrasi dalam belajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Hidup minimalis dengan berjalan kaki.</strong></span><br><span>Dengan berjalan kaki ke kampus, mahasiswa dapat mengurangi pengeluaran biaya pribadi dan hidup lebih minimalis. Selain itu berjalan kaki ke kampus juga dapat berdampak positif pada lingkungan, karena bisa menjaga kualitas udara di sekitar kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berjalan kaki juga bisa untuk membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengurangi risiko penyakit. Cara ini juga bisa untuk mengurangi stress pada mahasiswa karena tugas kuliah. Kemudian jika mengenakan kendaraan untuk ke kampus, akan membuat jalanan lebih macet dan jadi terlambat untuk berangkat ke kampus. Jadi berjalan kaki juga bisa untuk menghindari kemacetan dalam berkendara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Memaksimalkan barang yang dimiliki.</strong></span><br><span>Sebelum membeli barang yang baru, kenakanlah dulu barang yang sudah ada. Jika barang tersebut sudah tidak layak pakai, barulah membeli barang baru. Memaksimalkan barang yang sudah ada juga membuat diri sendiri sadar akan manfaatnya dan bisa mengurangi tindakan impulsif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Contoh kecilnya adalah baju yang selalu dibeli padahal masih mempunyai baju lama yang layak pakai. Semakin banyak baju yang dibeli, akan semakin banyak limbah yang dihasilkan. Dengan memaksimalkan barang yang dipunya bisa mengurangi sampah limbah. Jika kamu mempunyai baju yang jarang dipakai, alangkah baiknya baju tersebut divariasikan dengan gaya baru agar baju tersebut terlihat seperti baju yang baru. Jika mengenakan baju yang sama dengan variasi yang berbeda ke kampus, akan terlihat keren dan terlihat baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nah, itu tadi tips dan trik untuk kamu yang ingin memulai&nbsp;</span><span><em>eco-lifestyle</em></span><span>! Jangan ragu untuk membuat sebuah perubahan, terutama ketika dampaknya baik untuk lingkungan, masyarakat, bahkan isi dompet kamu! <strong><em>(</em></strong></span><span><strong><em>lap/lla/mar</em></strong></span><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalin Kerja Sama dengan BPVP, FIB Unmul Tawarkan PKL dengan Pengalaman Kerja bagi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalin-kerja-sama-dengan-bpvp-fib-unmul-tawarkan-pkl-dengan-pengalaman-kerja-bagi-mahasiswa/baca </link>
<guid> jalin-kerja-sama-dengan-bpvp-fib-unmul-tawarkan-pkl-dengan-pengalaman-kerja-bagi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 25 Jul 2024 13:08:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB berikan kesempatan kepada mahasiswa untuk ikuti pelatihan vokasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalin-kerja-sama-dengan-bpvp-fib-unmul-tawarkan-pkl-dengan-pengalaman-kerja-bagi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JQ42cGDXCp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalin Kerja Sama dengan BPVP, FIB Unmul Tawarkan PKL dengan Pengalaman Kerja bagi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>FIB Unmul sempat lakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda. Hal ini dapat dilihat melalui dokumentasi yang diunggah pada akun instagram @ilmubudaya_unmul pada Kamis (21/3) lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya kerjasama tersebut, mahasiswa FIB dapat mengikuti pelatihan vokasi sebagai bentuk pilihan Praktik Kerja Lapangan (PKL).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Fashbirtsany Ernanda Yudhanto selaku mahasiswa program studi (Prodi) Sastra Inggris FIB angkatan 2021, salah satu mahasiswa yang berpartisipasi dalam inovasi PKL tersebut, turut membagikan pengalamannya saat mengikuti pelatihan vokasi di BPVP Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam wawancara melalui pesan WhatsApp pada Kamis (4/7) lalu, Fashbirtsany menceritakan berbagai aspek dari pelatihan, termasuk tantangan serta pengetahuan baru yang ia dapatkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski harus mengalami jadwal yang bertabrakan dengan Ujian Akhir Semester (UAS), Fashbirtsany mengaku bahwa ia dapat mengelola waktunya sebab program magang di kampus tersebut memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau untuk jadwal UAS, untuk saya kebanyakan tugas UAS nya tidak harus hadir di kampus jadi saya masih bisa mengerjakan tugasnya tersebut dengan baik. Tidak ada seperti UAS yang mengerjakan tes di kampus. Jadi bisa dibilang alhamdulillah untuk saya tidak terlalu&nbsp;</span><span><em>hectic</em></span><span>.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelatihan vokasi yang berlangsung selama satu setengah bulan itu memberikan Fashbirtsany pengalaman yang mirip dengan suasana Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), di mana praktik lebih dominan daripada teori. Setiap pagi, peserta harus hadir sebelum pukul 07.30 dan mengikuti apel pagi pada hari Senin dan Jumat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada hari-hari lainnya, pengarahan diberikan langsung oleh instruktur di&nbsp;</span><span><em>workshop</em>&nbsp;</span><span>masing-masing. Selama tiga minggu pertama, fokus pelatihan adalah teori, kemudian dilanjutkan dengan praktik selama tiga minggu berikutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fashbirtsany merasa pelatihan ini sangat bermanfaat baginya, meskipun terdapat kendala terkait transportasi akibat jarak yang cukup jauh dari tempat tinggalnya ke lokasi pelatihan. Ia mengatakan, biaya transportasi yang diberikan oleh BPVP tidak sepenuhnya mencakup biaya harian. Namun, fasilitas lain seperti makan siang gratis sangat membantu bagi Fashbirtsany.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena saya (tinggal) di Samarinda ini kan enggak punya transportasi, dan juga itu lokasi tempat pelatihannya itu juga lumayan jauh, di arah (Jalan) Untung Suropati sedangkan saya di (Jalan) Pramuka gitu&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama pelatihan, Fashbirtsany mengikuti pelatihan pada bidang&nbsp;</span><span><em>housekeeping</em>&nbsp;</span><span>dan mendapatkan pengetahuan tidak hanya tentang&nbsp;</span><span><em>housekeeping</em>,&nbsp;</span><span>tetapi juga dasar-dasar perhotelan lainnya. Pengalaman menjadi&nbsp;</span><span><em>liaison</em>&nbsp;</span><span>untuk lomba pelayanan restoran di Hotel Aston selama acara besar menjadikan &nbsp;BPVP sebagai salah satu pengalaman tak terlupakan bagi Fashbirtsany.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia tetap merasa puas dengan pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan. Fashbirtsany berharap pelatihan ini dapat berlanjut dan memberikan kesempatan lebih banyak bagi mahasiswa untuk mendapatkan bekal tambahan selain dari bekal akademik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...dan juga ini pengalaman saya pertama kali kayak melihat&nbsp;</span><span><em>glimpse of</em></span><span><em>&nbsp;</em>dunia kerja apalagi dunia perhotelan begitu kan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mardliya Pratiwi Zamruddin selaku Wakil Dekan (WD) Akademik FIB menjelaskan, pelatihan vokasi ini adalah salah satu dari tiga skema PKL yang ditawarkan oleh fakultas. Skema lainnya meliputi pengkaryaan dan magang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelatihan vokasi sendiri tidaklah wajib, akan tetapi sangat dianjurkan sebab memberikan sertifikat yang setara dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan penggantian SKS mata kuliah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;PKL itu kalau di FIB ada tiga skema, bisa pengkaryaan, mereka buat karya, bisa tulis novel, bisa pementasan drama, musikalisasi puisi, atau pelatihan vokasi itu atau magang,&rdquo; beber Mardliya saat ditemui langsung Senin (27/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Mardliya, pelatihan vokasi tersebut dirancang untuk tidak mengganggu jadwal akademik, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan UAS. Jadwal pelatihan disusun sedemikian rupa agar fleksibel dan memungkinkan mahasiswa tetap dapat mengikuti kegiatan akademik di kampus jika diperlukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menekankan pentingnya pelatihan vokasi ini sebagai salah satu upaya fakultas untuk membekali mahasiswa yang dapat menjadi nilai tambah di dunia kerja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...harapannya&nbsp;</span><span><em>sih</em>&nbsp;</span><span>(pelatihannya) bisa berlanjut supaya mahasiswa tuh lulus enggak cuma (punya) bekal KHS, transkrip gitu, tapi juga punya bekal sertifikat pengalaman, harapannya bisa berlanjut lah,&rdquo; kata WD FIB tersebut kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>fza/fiy/cok/ali</span><span>)</span></em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kilas Balik Visi Misi BEM KM Unmul 2023/2024 di Penghujung Masa Kepengurusan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-balik-visi-misi-bem-km-unmul-20232024-di-penghujung-masa-kepengurusan/baca </link>
<guid> kilas-balik-visi-misi-bem-km-unmul-20232024-di-penghujung-masa-kepengurusan </guid>
<pubDate> Fri, 26 Jul 2024 12:12:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden BEM KM Unmul menyebutkan hampir seluruh proker BEM KM terlaksana </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-balik-visi-misi-bem-km-unmul-20232024-di-penghujung-masa-kepengurusan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zfUAWTGNl3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kilas Balik Visi Misi BEM KM Unmul 2023/2024 di Penghujung Masa Kepengurusan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dengan masa kepengurusan yang hampir berakhir, refleksi terhadap visi misi yang telah diusung menjadi penting. Seberapa jauh visi dan misi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Naufal Banu Tirta Satria bersama kabinetnya setahun terakhir telah diimplementasikan, dan tantangan apa saja yang dihadapi dalam mewujudkannya?</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bersama&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Wawancara Khusus (Wansus) Selasa (16/7) lalu, Mahasiswa yang kerap disapa Banu tersebut menyebutkan sejumlah capaian kinerja yang ia laksanakan bersama lembaganya. Banu mengatakan hampir seratus persen program kerja (Proker) BEM KM Unmul telah tercapai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apakah visi misi yang diusulkan tahun lalu sudah berjalan dengan baik atau masih ada kendala dalam mewujudkannya?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk pencapaian dari visi sendiri, saya rasa kalau misalnya visi ini sebesar 100%, saya rasa sudah 98% tercapai. Karena&nbsp;</span><span><em>alhamdulillahnya&nbsp;</em></span><span>pada setiap semesternya kita (ada) persoalan UKT, hal-hal administratif soal pembayaran atau yang berhubungan dengan pembayaran di Unmul itu&nbsp;</span><span><em>alhamdulillah</em>&nbsp;</span><span>selalu teradvokasi setiap semesternya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Adanya keterlambatan Surat Keputusan (SK) kepengurusan tahun lalu apakah berdampak pada proker yang direncanakan? Kalau memang ada bagaimana cara BEM KM mengatasi hambatan tersebut?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentunya kalau dampak dari terlambatnya SK keluar itu pasti ada. Dari program kerja yang kita susun itu kan program kerja yang memang sudah terjadwal untuk satu tahun kepengurusan. Nah, akhirnya dengan SK yang keluar saya rasa kurang dari satu tahun, kita harus membuat jadwal baru dengan memadatkan jadwal dari pelaksanaan program kerja yang ada.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemarin (keterlambatan SK) berdampak pada soal penganggaran Ormawa (Organisasi Mahasiswa). Jadi, penganggaran Ormawa kita melewati masa transisi dari tahun 2023 ke tahun 2024. Di situ sempat terhambat terkait pencairan anggaran dari universitas yang membuat BEM KM Unmul di tahun 2024 ini berkegiatan dengan minim&nbsp;</span><span><em>support</em>&nbsp;</span><span>dana dari universitas. Jadi, kami lebih memanfaatkan pencarian dana dari luar universitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apa saja program unggulan BEM KM Unmul yang sudah terlaksana serta hambatannya?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk beberapa proker unggulan, kemarin yang baru&nbsp;</span><span><em>banget</em>&nbsp;</span><span>terlaksana oleh teman-teman Kementerian Minat dan Bakat Mahasiswa itu adalah Mulawarman Festival. Hambatannya tentu karena sulitnya pencairan anggaran dari universitas baru-baru ini. Kemudian, kita dihadapkan oleh masa-masa liburan dari mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Waktu itu juga kita sempat melaksanakan LKMM (Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa) yang bisa dikatakan sebagai LKMM pertama di Kalimantan Timur. Kemarin terlaksana, kita mendatangkan pemateri dari nasional, berjalan selama 3 hari, itu juga sudah terlaksana.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian nanti yang akan berjalan itu adalah seminar kesetaraan yang menjadi program pokok karena memang di sini kita mengunggulkan soal pandangan tentang gender, tentang&nbsp;</span><span><em>gender equality</em></span><span>. Itu nanti akan dilaksanakan pada awal Agustus</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apakah BEM KM Unmul merasakan kendala seperti kekurangan SDM?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau tantangan di SDM (Sumber Daya Manusia) sendiri menurut saya itu minim. SDM dari BEM KM Unmul itu sudah sangat mencukupi. Total anggota kami itu ada 153 anggota, staff, dan BPH (Badan Pengurus Harian) inti. Kemudian kita juga membuka tempat untuk belajar bagi mahasiswa, terutama mahasiswa baru kemarin yang angkatan 2023 yang mereka ingin coba bergerak di ranah universitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apakah tahun ini ada program tampung aspirasi dan seberapa signifikan pelaksanaannya?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau penampungan aspirasi itu selalu dibuka, dan setiap 3 hari sekali itu selalu dicek oleh Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa. Kita bahkan di-</span><span><em>pin</em></span><span>&nbsp;di program Samawa atau Sahabat Mahasiswa. Di&nbsp;</span><span><em>feeds</em>&nbsp;</span><span>BEM KM Unmul dari teman-teman, bisa mengisi&nbsp;</span><span>link</span><span>-nya melalui&nbsp;</span><span><em>scan barcode</em></span><span>&nbsp;kapanpun dan di manapun, dan itu selalu dicek dan ditindaklanjuti.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi rata-rata isu yang masuk itu, teman-teman malah justru tidak melalui itu, tetapi justru melalui langsung chat personal Menteri Adkesma ataupun ke jajaran BPH Inti, dan itu pasti selalu ditindaklanjuti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bagaimana komunikasi BEM KM Unmul sendiri dengan pihak Birokrasi Unmul?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karena kita memang sebagai jembatan komunikasi ya, antara mahasiswa dengan birokrasi, mulai dari Rektor, Wakil Rektor I, II, III, IV, itu semua selalu dapat kita temui, mulai dari jalur komunikasi secara langsung ataupun melalui&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>. Selalu bisa kita temui. Mulai dari yang bertemu hanya BEM KM saja hingga membukakan ruang audiensi untuk seluruh mahasiswa, itu sering dilakukan. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tetapi kadang yang menjadi kendala itu apabila jajaran birokrasi ini memiliki kesibukan dan kesibukan itu&nbsp;</span><span><em>enggak</em>&nbsp;</span><span>berada di Samarinda gitu, kadang entah yang ke luar negeri, ke luar kota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bagaimana hubungan dan komunikasi BEM KM Unmul dengan DPM KM Unmul periode ini?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Alhamdulillahnya</em></span><span>&nbsp;berjalan baik. Karena dari ketua DPM, dari ketuanya, Hadi, itu sering aja&nbsp;</span><span><em>kayak</em>&nbsp;</span><span>menanyakan bagaimana BEM KM Unmul itu secara personal, langsung chat pribadi, itu sering aja. Kemudian juga waktu itu mereka menjalankan fungsinya, melakukan evaluasi terhadap kami.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Apa harapan Anda terhadap masa depan BEM KM Unmul?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya rasa untuk kepengurusan BEM KM Unmul selanjutnya, untuk masa depan dari BEM KM Unmul, kita selama ini menerima kunjungan dari luar, segala macam, tapi coba nanti di&nbsp;</span><span><em>next</em>&nbsp;</span><span>(kepengurusan), cobalah kita yang berkunjung ke luar.</span><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Karena selama ini dari lingkup regional dan nasional kita sudah mendapatkannya, kita sudah berjalan, tapi yang internasional kita belum masuk ke ranah sana. Itu yang saya coba ingin coba rekomendasikanlah untuk teman-teman penerus selanjutnya, gitu. </span><strong style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><em style="">(cok/tha/xel/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudut Pandang Berbeda dari Kisah Runtuhnya Sriwijaya lewat Novel “Yang Telah Lama Pergi” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/sudut-pandang-berbeda-dari-kisah-runtuhnya-sriwijaya-lewat-novel-yang-telah-lama-pergi/baca </link>
<guid> sudut-pandang-berbeda-dari-kisah-runtuhnya-sriwijaya-lewat-novel-yang-telah-lama-pergi </guid>
<pubDate> Fri, 26 Jul 2024 19:09:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah Raja Perompak yang membalaskan dendamnya kepada Kerajaan Sriwijaya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/sudut-pandang-berbeda-dari-kisah-runtuhnya-sriwijaya-lewat-novel-yang-telah-lama-pergi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KxitNudqHB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudut Pandang Berbeda dari Kisah Runtuhnya Sriwijaya lewat Novel “Yang Telah Lama Pergi”</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &nbsp;&ndash;&nbsp;</strong>Bicara tentang sejarah kerajaan Indonesia, ada banyak sekali kisah yang dapat dipelajari. Salah satunya kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara yakni kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini pernah menguasai pulau <em>Swarnadwipa</em> atau yang sekarang lebih dikenal dengan Sumatra.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, pernahkah kamu mendengar kisah tersembunyi dari runtuhnya kerajaan yang melegenda itu? Novel karya Tere Liye dengan judul &ldquo;Yang Telah Lama Pergi&rdquo; membawa pembaca melihat bagaimana kekalahan kerajaan Sriwijaya melalui sudut pandang musuhnya, yaitu perompak atau bajak laut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tere Liye merupakan penulis senior yang merilis bukunya pertama kali pada puluhan tahun yang lalu. Salah satu bukunya yakni &ldquo;Hapalan Surat Delisa&rdquo; pertama kali terbit pada 2005 silam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui buku-bukunya, Tere Liye kerap memberikan pesan-pesan atau kritikan terhadap isu-isu sosial dan pemerintah yang dikemas melalui alur cerita yang seru, termasuk pada buku yang rilis tahun lalu ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sederhananya, Yang Telah Lama Pergi menceritakan perjalanan seorang pembuat peta bernama Mas&rsquo;ud Al Baghdadi yang berada dalam misinya yaitu menggambar peta pulau&nbsp;</span><span><em>Swarnadwipa</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berasal dari keluarga yang cerdas dengan takdir sebagai pembuat peta, ternyata hal yang membuatnya menjadi petualang tersebut, membawa dirinya berurusan dengan Raja Perompak yang ingin balas dendam dengan Raja dari kerajaan Sriwijaya pada masa itu yakni Paduka Srirama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentunya dalam cerita ini, Mas&rsquo;ud bukan hanya menjadi pembawa alur cerita, dirinya yang memiliki ingatan dan kecerdasan yang kuat juga &lsquo;terpaksa&rsquo; turut andil dalam penyerangan itu. Strateginya dan ide yang luar biasa membantu perompak maju hingga mencapai pusat kerajaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan rencana yang dipikirkan hingga bertahun-tahun lamanya, Remasut, sang Raja Perompak, memimpin kelompok dan sekutunya untuk melumpuhkan pertahanan demi pertahanan Sriwijaya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada dasarnya, saat itu kerajaan tersebut tengah mengalami masa sulit, ditambah dengan kondisi pemerintahannya yang rapuh akibat korupsi dan nepotisme yang mewabah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cerita tersebut seakan ingin mengubah sudut pandang dunia di mana kebanyakan orang percaya bahwa pemerintah adalah pembawa kebenaran dan keselamatan. Sedangkan orang jahat seperti perompak adalah wabah buruk yang harus dibasmi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ternyata di dalam pola tersebut terdapat tipu muslihat yang digunakan kerajaan untuk menutupi keserakahannya akan jabatan. Sedangkan dari sisi perompak ditemukan kebaikan yang tertutup oleh sifat mereka yang liar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan tebal lebih dari 400 halaman, novel ini membawakan alur cerita yang unik, jalan ceritanya kerap berganti mundur dan maju untuk menjelaskan sebab-akibat dari sang Raja Perompak membangun kumpulan tersebut. Namun hal ini akan mengganggu bagi pembaca yang suka dengan alur maju dan mundur yang beraturan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Buku ini sebenarnya tidak memiliki kekurangan yang mengganggu alur cerita. Namun, jika pembaca menemukan kekurangan tersebut, maka akan menimbulkan pertanyaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam cerita terdapat tokoh yang berasal dari negara-negara yang berbeda, seperti Mas&rsquo;ud yang berasal dari Baghdad. Selain itu terdapat tokoh Emishi, seorang samurai yang tentunya berasal dari Jepang. Hingga Biksu Tsing yang juga bukan berasal dari tempat dimana Raja Perompak tinggal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana orang-orang dengan latar bahasa yang berbeda itu berkomunikasi? Hal ini tidak dijelaskan sama sekali di dalam novel tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cerita Yang Telah Lama Pergi membawa pesan bahwa balas dendam memang adalah perbuatan yang buruk. Namun di sisi lain, balas dendam juga bermanfaat jika dilakukan untuk kebaikan bukan hanya melampiaskan amarah semata.</span></p><p>Jadi itulah tadi ulasan singkat tentang novel sejarah tersebut. Semoga kamu tertarik untuk membaca. <strong><em>(myy/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendaftaran Berujung dengan Satu Bapaslon, Pemira BEM KM Unmul 2024 Akan Berakhir Aklamasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-berujung-dengan-satu-bapaslon-pemira-bem-km-unmul-2024-akan-berakhir-aklamasi/baca </link>
<guid> pendaftaran-berujung-dengan-satu-bapaslon-pemira-bem-km-unmul-2024-akan-berakhir-aklamasi </guid>
<pubDate> Sat, 27 Jul 2024 16:14:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KPPR BEM KM Unmul 2024 menetapkan satu Paslon Pemira tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-berujung-dengan-satu-bapaslon-pemira-bem-km-unmul-2024-akan-berakhir-aklamasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qQJKQNntWR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendaftaran Berujung dengan Satu Bapaslon, Pemira BEM KM Unmul 2024 Akan Berakhir Aklamasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) BEM KM Unmul 2024 telah menetapkan Pasangan Calon (Paslon) yang akan maju dalam kontestasi Pemilihan Umum Raya (Pemira) 2024 pada Kamis (26/5) lalu di tengah sengkarut gugatan Pemira.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/selayang-pandang-gugatan-pemira-unmul-2024-satu-bapaslon-gagal-mendaftar/baca"><span>Selayang Pandang Gugatan Pemira Unmul 2024, Satu Bapaslon Gagal Mendaftar</span></a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KPPR menetapkan satu Bapaslon melalui sidang pleno yang dilaksanakan dua hari untuk maju dalam kontestasi Pemira BEM KM Unmul 2024. Bapaslon yang ditetapkan menjadi satu-satunya yang mendaftar dalam kontestasi kali ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Di pendaftaran pertama maupun setelah diperpanjang, memang hanya ada satu pendaftar dan itu yang ditetapkan,&quot; ungkap Ketua KPPR, Anugrah Ramadhani, Jumat (26/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diketahui, KPPR memperpanjang kembali masa pendaftaran dan pengembalian berkas hingga Jumat (26/7) kemarin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sudah buka pendaftaran juga lagi, tapi tidak ada yang mendaftar,&quot; tuturnya lewat obrolan WhatsApp.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anugrah menyebut, pihaknya telah melakukan upaya untuk menarik minat mahasiswa mendaftar dalam kontestasi Pemira 2024.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi itu kembali lagi ke mahasiswa, mau berkompetisi atau tidak,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karena hanya ada satu paslon yang ditetapkan, lanjut Anugrah, Pemira BEM KM Unmul 2024 kemungkinan besar akan dilanjutkan secara aklamasi menyesuaikan Undang-Undang (UU) Pemira.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sesuai UU, akan dilakukan aklamasi dan tidak ada pemilihan,&quot; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mengungkapkan, paslon yang ditetapkan oleh KPPR sudah memenuhi kriteria yang dilihat melalui proses verifikasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Salah satu syaratnya harus ada dukungan di setiap fakultas dan itu terpenuhi juga,&quot; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anugrah melanjutkan, dalam sidang pleno juga terlihat kandidat memiliki persiapan yang matang dan siap untuk berkontestasi dalam Pemira.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun Paslon yang ditetapkan dalam kontestasi Pemira kali ini adalah, pasangan M. Ilham Maulana mahasiswa FISIP 2020 dan Al Fajr Nur mahasiswa FKIP 2021.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, Anugrah membeberkan KPPR tengah bersiap untuk proses aklamasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami persiapkan paslon ini ditetapkan secara aklamasi,&quot; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(ner/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menerima Takdir dan Mengikhlaskan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/menerima-takdir-dan-mengikhlaskan/baca </link>
<guid> menerima-takdir-dan-mengikhlaskan </guid>
<pubDate> Sat, 27 Jul 2024 16:41:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kita memang pernah bahagia saat bersama, namun sekarang kita bahagia dengan jalan yang berbeda. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/menerima-takdir-dan-mengikhlaskan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wb35pmg1gi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menerima Takdir dan Mengikhlaskan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aku duduk di puncak gunung, mataku terpukau melihat keindahan gunung. Merasakan angin yang sepoi-sepoi berbisik di telingaku, seakan mengajakku untuk merenung.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengingatmu yang di masa lalu, yang sekarang telah menjadi orang asing bagiku. Mengingat bahwa kita pernah berada di puncak gunung bersama dengan canda dan tawa. Mengingat janji-janji yang telah kita lontarkan namun tak terlaksana.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku tahu bahwa takdir memisahkan kita. Kita berdua hanya sebatas kenangan yang perlahan akan segera memudar. Aku mengizinkan kenangan kita mengalir pergi. Namun, takdir tak selalu mudah untuk diterima.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada rasa bersalah yang menghantuiku. Tetapi aku juga sakit hati karena mengingat alasan mengapa kita berpisah. Padahal sebelum itu kamu pernah bilang kepadaku, &ldquo;Aku serius sama kamu,&rdquo; serius apa? Serius membuat luka baru?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dahulu aku menerimamu walaupun kamu telah melakukan hal yang membuatku sangat kecewa. Aku memaafkanmu. Tetapi kamu mengulanginya lagi. Kamu membuat kesalahan yang membuatku kecewa lagi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak seperti dulu aku memikirkanmu dengan rasa senang dan berbunga-bunga. Sekarang aku memikirkanmu dengan perasaan yang biasa saja dan juga miris terhadap diriku yang bisa-bisanya pernah menerimamu lagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku memintamu untuk jujur. Aku hanya butuh kejujuran darimu. Sayangnya kamu memilih untuk berbohong. Aku merasa miris karena kamu berbohong kepadaku sampai bersumpah dengan membawa nama Tuhan. Sungguh kesalahan yang besar membawa-bawa nama Tuhan untuk berbohong.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ada saat di mana perasaan rindu padamu datang. Aku rindu dengan perlakuanmu yang membuatku tersenyum dan tertawa. Aku rindu di saat kita bermain&nbsp;</span><span><em>game</em></span><span>&nbsp;bersama. Aku benci di saat aku sudah disakiti tapi masih merindukan orang yang membuatku sakit hati. Aku benci karena telah berharap kepadamu. Aku berdoa pada Tuhan agar aku bisa melupakanmu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada awalnya, aku malah semakin rindu padamu. Namun seiring berjalannya waktu, rasa rindu itu memudar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>You don&rsquo;t believe me even when i tell the truth</em></span><span>,&rdquo; kamu mengatakan itu dengan penuh emosi terhadapku. Biar aku beri tahu, kita sama-sama saling menyakiti satu sama lain. Aku tahu aku juga salah karena tidak mempercayaimu. Namun aku juga salah karena terlalu berharap kepadamu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tetapi aku tahu, aku harus menerima takdir. Aku harus menerima bahwa kamu pernah berkata, &ldquo;kita harus terbiasa tanpa bersama&rdquo;. Kalimat terakhir yang kamu lontarkan kepadaku sebelum kamu meninggalkan dan mengabaikanku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semenjak saat itu, aku mulai berusaha merubah diriku menjadi lebih baik, aku mengejar impianku seperti yang pernah aku ceritakan kepadamu. Aku semakin mendekatkan diriku kepada Tuhan. Dan sejujurnya, aku masih mendoakanmu agar kamu selalu diberikan yang terbaik dan diberi kebahagiaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku benar-benar harus menerima takdir, aku harus membiarkan diriku tumbuh dan berkembang. Aku harus percaya bahwa diluar &nbsp;sana ada yang akan mencintai kita seutuhnya. Dan mungkin suatu hari nanti, kita akan bertemu. Mungkin takdir akan mempertemukan kita di tempat yang sebelumnya pernah kita datangi bersama. Sampai saat itu tiba, aku akan terus berusaha menjadi lebih baik dan melupakanmu dengan penuh keikhlasan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari itu pun tiba, secara tidak sengaja dan tidak terduga kamu bertemu denganku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertemu di puncak gunung yang sama seperti dulu kamu dan aku berada. Kamu dan aku saling berpapasan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hai, Brianna,&rdquo; sapamu terlebih dahulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku hanya membalas dengan senyuman. Bukan sombong, aku hanya tidak ingin kejadian yang membuatku merasakan sakit itu terulang kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa yang kamu lakukan disini?,&rdquo; tanyamu kepadaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mencari ketenangan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sama, aku pun mencari ketenangan,&rdquo; ujarmu sambil memasukkan tangan ke saku celana dan melihat pemandangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suasananya begitu canggung, kita saling diam satu sama lain selama kurang lebih 10 menit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf,&rdquo; aku mulai membuka bahan obrolan dengan meminta maaf.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf untuk apa?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf karena kita menjadi seperti ini&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk apa minta maaf?&nbsp;</span><span><em>It&rsquo;s not your fault</em></span><span>. Kamu masih aja belum berubah, dari dulu selalu meminta maaf padahal kamu tidak salah.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendengarnya mengucapkan kalimat itu, membuatku tersenyum miris.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku minta maaf kepadamu,&rdquo; ujarmu kepadaku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya, memang harus seperti itu, kamu yang minta maaf,&rdquo; aku berbicara seperti itu karena mengingat bahwa kamu tidak meminta maaf saat dulu di mana kita masih menjalin hubungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kamu hanya tertawa miris sambil mengarahkan pandanganmu ke aku,&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;aku lega bisa minta maaf secara langsung kepadamu, sekarang aku pergi dulu ya,&rdquo; kamu berbicara seperti itu sembari meninggalkanku sendirian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak masalah, memang seharusnya seperti itu. Sudah takdirnya seperti itu. Harus menerima takdir bahwa kita tidak bisa bersatu. Memangnya mau berharap apa? Kita memang pernah bahagia saat bersama, namun sekarang kita bahagia dengan jalan yang berbeda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Lola Setia Hidayani, mahasiswi Fahutan Unmul 2023</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesempatan Menuntut Ilmu Hingga ke Mancanegara, Empat Mahasiswa Unmul Lolos Program IISMA 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesempatan-menuntut-ilmu-hingga-ke-mancanegara-empat-mahasiswa-unmul-lolos-program-iisma-2024/baca </link>
<guid> kesempatan-menuntut-ilmu-hingga-ke-mancanegara-empat-mahasiswa-unmul-lolos-program-iisma-2024 </guid>
<pubDate> Mon, 29 Jul 2024 17:29:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Empat mahasiswa Unmul  berhasil lolos IISMA 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kesempatan-menuntut-ilmu-hingga-ke-mancanegara-empat-mahasiswa-unmul-lolos-program-iisma-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JILwniKaMd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesempatan Menuntut Ilmu Hingga ke Mancanegara, Empat Mahasiswa Unmul Lolos Program IISMA 2024</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Program jebolan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) tahun ini meloloskan empat mahasiswa Unmul untuk berkesempatan belajar di mancanegara.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Empat mahasiswa tersebut ialah Marcello Ahimsa Hayamaputra dari prodi Ilmu Pemerintahan Fisip 2021, serta tiga mahasiswa lainnya dari prodi Sastra Inggris FIB angkatan 2021, yaitu Bella Simanjuntak, Ibnusyifa Setiawan, dan Ghilman Rhafi&rsquo;uddin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dua dari mereka berhasil awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;ajak untuk berbincang mengenai pengalaman mereka mendaftar program&nbsp;</span><span><em>flagship</em>&nbsp;</span><span>MBKM tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ghilman Rafi&rsquo;uddin, mengaku motivasinya mendaftar IISMA berawal dari sekadar iseng melihat rekannya yang mendaftar, sebelum akhirnya benar-benar serius mengikuti program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena liat kisah perjalanan&nbsp;</span><span><em>awardee-awardee</em></span><span>&nbsp;IISMA yang lain,&rdquo; ungkapnya melalui pesan Whatsapp pada Selasa (23/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlebih katanya, belum ada mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang berhasil lolos untuk belajar di universitas luar negeri melalui IISMA, sehingga ia semakin termotivasi untuk membuka jalan bagi mahasiswa Kaltara terutama yang berasal dari perbatasan seperti Kabupaten Nunukan, tempat asalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbeda dengan Ghilman yang berawal dari iseng, Marcello atau yang kerap disapa Marcel mengaku dirinya cukup serius mempersiapkan diri agar lolos IISMA. Marcel melakukan persiapan kurang lebih hampir dua tahun, bahkan ini merupakan tahun pendaftaran kedua baginya, setelah sebelumnya sempat tidak lolos.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pokoknya banyak lah yang disiapin dan memang kalau diitung-itung aku siapin buat IISMA itu hampir dua tahun baru berhasil dan melalui hampir 10 revisi&nbsp;</span><span><em>essay major,</em></span><span>&rdquo; terangnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Selasa (23/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum berkesempatan lolos di pendaftaran pertama, Marcel justru mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Selama itu pula ia terus mempersiapkan berkas seperti&nbsp;</span><span><em>Curriculum Vitae</em></span><span>&nbsp;(CV) dan esai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lolos juga di&nbsp;</span><span><em>Students Catalyst Incubation Program</em></span><span>&nbsp;yang banyak juga&nbsp;</span><span><em>ngebantu</em>&nbsp;</span><span>untuk IISMA,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Ghilman mengatakan, persiapan yang dilakukannya tidak memakan waktu lama, sebab ia memutuskan yakin mendaftar pada November 2023, dan mulai menulis esai saat tersisa 22 hari menjelang pendaftaran ditutup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama liburan aku pulang kampung dan gunakan waktu tersebut sebagai refleksi diri akan apa yang mau aku tuangkan di esai,&rdquo; paparnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama persiapan, Ghilman berfokus pada ujian kecakapan bahasa Inggris atau English Proficiency Test (EPT) dengan mengambil Duolingo English Test (DET). Setelah hasil skor keluar, barulah Ghilman mulai menulis esainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku&nbsp;</span><span><em>nunggu</em>&nbsp;</span><span>skor hasil tes keluar dulu baru mulai&nbsp;</span><span><em>nulis</em>&nbsp;</span><span>esai, biar fokusku enggak&nbsp;</span><span><em>kebagi</em></span><span>,&rdquo; bebernya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ghilman juga mengikuti program mentoring secara daring dan luring yang disediakan oleh Unit Pelayanan Terpadu Layanan Internasional (UPT LI) Unmul pada Januari lalu. Selain itu, bantuan fakultas ia dapatkan dalam hal pembiayaan tes sebagai salah satu persiapan berkas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Biaya tes DET bagi kandidat yang berhasil menjadi&nbsp;</span><span><em>awardee</em></span><span>. Selain itu, beberapa dosen juga bersedia untuk kami lampirkan sebagai&nbsp;</span><span><em>reference</em></span><span>&nbsp;dalam CV,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Marcel juga turut mendapatkan hal yang sama. Selain bantuan finansial untuk tes, Marcel merasa sangat terbantu dengan kemudahan yang diberikan oleh Koordinator Program Studi (Kaprodi) dalam hal pendaftaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari awal sampai sekarang tetap dikawal dan diberikan semua fasilitas yang diperlukan,&rdquo; jelasnya.</span></p><p>Keduanya akan berangkat pada rentang waktu Agustus hingga September mendatang. Ghilman akan berangkat ke University of Pisa di negara Italia, sedang Marcel ke University of Malaya yang berada di Kuala Lumpur. <strong><em>(mlt/fiy/una/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Terpilih Secara Aklamasi, Pasangan Maulana-Fajr Lanjutkan Kepemimpinan BEM KM Unmul 2024/2025 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-secara-aklamasi-pasangan-maulana-fajr-lanjutkan-kepemimpinan-bem-km-unmul-20242025/baca </link>
<guid> terpilih-secara-aklamasi-pasangan-maulana-fajr-lanjutkan-kepemimpinan-bem-km-unmul-20242025 </guid>
<pubDate> Mon, 29 Jul 2024 21:51:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2024 resmi ditetapkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-secara-aklamasi-pasangan-maulana-fajr-lanjutkan-kepemimpinan-bem-km-unmul-20242025/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ejtt5oPpEG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Terpilih Secara Aklamasi, Pasangan Maulana-Fajr Lanjutkan Kepemimpinan BEM KM Unmul 2024/2025</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) BEM KM Unmul 2024 menetapkan pasangan Maulana-Fajr sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2024 secara aklamasi, pada Minggu (28/7) lalu di aula lantai tiga Student Center (SC) Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penetapan secara aklamasi melalui Surat Keputusan KPPR Unmul Nomor 08/KPPR/2024 ini, disebabkan akibat hanya ada satu pasangan yang mendaftar, dan melaju pada tahap verifikasi dalam kontestasi Pemilihan Umum Raya (Pemira) BEM KM Unmul 2024.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, Ketua KPPR, Anugrah Ramadhani mengungkapkan tidak ada Bakal pasangan calon (Bapaslon) lain yang mendaftar hingga perpanjangan pendaftaran, sehingga mereka melanjutkan ke tahap selanjutnya menyesuaikan Undang-Undang (UU) Pemira.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi, paslon ini (Maulana-Fajr) ditetapkan secara aklamasi,&quot; ungkapnya, beberapa waktu lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-berujung-dengan-satu-bapaslon-pemira-bem-km-unmul-2024-akan-berakhir-aklamasi/baca"><span>Pendaftaran Berujung dengan Satu Bapaslon, Pemira BEM KM Unmul 2024 Akan Berakhir Aklamasi &nbsp;</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Anugrah, penetapan Presiden BEM KM Unmul secara aklamasi tentunya akan berpengaruh pada dinamika politik kampus, yang tidak bisa ditebak ke mana arahnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jadi, apa yang terjadi dalam pemilihan sangat berpengaruh dalam dinamika politik,&quot; tuturnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Presiden BEM terpilih, Muhammad Ilham Maulana menyebut meskipun dirinya terpilih secara aklamasi, ia dan pasangannya mendapatkan dukungan dari Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul untuk meyakinkan mahasiswa lainnya, bahwa ia layak memimpin BEM KM Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Untuk bagaimana meyakinkan teman-teman KM Unmul, kami mendapat dukungan yang disertai bukti administratif, yaitu bukti registrasi dari pendukung,&quot; terangnya, Minggu (28/7).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana mengaku, pihaknya sudah melakukan komunikasi lebih dalam di setiap fakultas untuk mendapatkan dukungan guna memenuhi syarat pendaftaran dalam UU Pemira.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Maulana dan Fajr mengumpulkan bukti registrasi semester genap sebanyak 1057,&quot; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu, menurutnya masih banyak mahasiswa yang tidak mengetahui siapa yang akan memimpin BEM KM Unmul periode 2024/2025 karena ia bersama pasangannya ditetapkan secara aklamasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai hal tersebut, Maulana melanjutkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi di setiap fakultas. Hal ini juga sekaligus menjadi cara mereka merangkul seluruh elemen KM Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya sadar Unmul memiliki beragam elemen dan warna di dalamnya, mimpi kami adalah menjadikannya satu kesatuan,&quot; terangnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pasangan Maulana-Fajr sendiri memiliki empat program unggulan, di antaranya&nbsp;</span><span><em>career preparation</em></span><span>, Unmul</span><span><em>&nbsp;Business Development</em></span><span>, kongres perempuan, dan HaloBem.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Presiden BEM KM Unmul periode 2023/2024, Naufal Banu mengungkapkan harapannya dalam penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski secara aklamasi, Banu menganggap pemira ini tidak menunjukkan adanya kematian kualitas demokrasi di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi menunjukkan Unmul memiliki visi dan pandangan yang sama terkait kepemimpinan BEM KM Unmul,&rdquo; sebutnya, Senin (29/7) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengungkapkan, kesatuan visi dan pandangan tersebut diharapkan tercapai dalam kepemimpinan BEM KM Unmul selanjutnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(ner/xel/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sejumlah Kiat yang Bisa Dikantongi Mahasiswa Baru sebelum Masuk Dunia Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/sejumlah-kiat-yang-bisa-dikantongi-mahasiswa-baru-sebelum-masuk-dunia-kampus/baca </link>
<guid> sejumlah-kiat-yang-bisa-dikantongi-mahasiswa-baru-sebelum-masuk-dunia-kampus </guid>
<pubDate> Thu, 01 Aug 2024 22:01:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tips dan trik untuk mahasiswa baru memulai dunia perkuliahan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/sejumlah-kiat-yang-bisa-dikantongi-mahasiswa-baru-sebelum-masuk-dunia-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nPYBMpw108.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sejumlah Kiat yang Bisa Dikantongi Mahasiswa Baru sebelum Masuk Dunia Kampus</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Tahun ajaran baru kembali menyapa kehidupan kampus. Terkhusus untuk para &nbsp;mahasiswa baru, mereka akan menempuh tingkat pendidikan lebih lanjut yang akan dijalani selama kurang lebih delapan semester ke depan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjadi mahasiswa, tentunya perlu persiapan yang matang agar dapat beradaptasi serta memahami kondisi sekitar, karena tidak jarang terdapat beberapa&nbsp;</span><span><em>culture shock</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang dialami saat beranjak ke perguruan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai&nbsp;</span><span><em>disclaimer</em>,&nbsp;</span><span>perkuliahan jauh berbeda, lo dari masa-masa sekolahmu! Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>Skolla.online</em></span><span>&nbsp;perbedaan semasa sekolah dengan kuliah akan sangat terasa nantinya. Mulai dari durasi pendidikan, pengalaman sosial, pakaian yang dikenakan, waktu belajar hingga sistem penilaian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yuk, simak tips and trik berikut dari mereka yang sudah lebih dulu menjadi mahasiswa, untuk kamu para mahasiswa baru!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Kesan pertama</span><span>&nbsp;</span></strong><span><strong>adalah kunci</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikan kenyamanan dan keramahan bagi orang-orang yang baru kamu temui. Tidak hanya membuat lawan bicara kita merasa nyaman dengan kita, impresi yang kita tawarkan ke orang lain bisa menjadi salah satu bahan penilaian di perkuliahan. Keramahan yang kita miliki akan memberikan aura positif kepada orang-orang di sekitar guna membina juga membangun relasi yang berkualitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Aktif dalam dunia nonakademis</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan akademis, untuk dapat menambah&nbsp;</span><span><em>skill</em>&nbsp;</span><span>sebagai mahasiswa baru, mencari tahu kegiatan non-akademis juga turut masuk ke dalam catatan kamu. Hal ini penting untuk diketahui, karena saat ini kebutuhan SDM yang diperlukan pada dunia kerja erat kaitannya dengan&nbsp;</span><span><em>hard skill</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>soft skill</em></span><span>, serta relasi kamu semasa kuliah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini juga selaras disampaikan oleh Yusuf, &nbsp;mahasiswa semester 3 Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi. Sebab, ketika masih menjadi maba akan banyak sekali waktu luang yang kamu miliki. Sehingga waktu ini bisa dimanfaatkan untuk mengikuti beberapa kegiatan agar kamu bisa lebih produktif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak join UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), karena di semester 1 dan 2 saya tidak ikut kegiatan apa-apa, jadi banyak waktu kosong yang terbuang dan saya banyak melewatkan beberapa kesempatan-kesempatan menarik yang ditawarkan dengan mengikuti UKM,&rdquo; ungkapnya pada Selasa (23/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jangan menunda tugas, ya!</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sewaktu menjadi mahasiswa baru, kamu akan memiliki waktu luang yang cukup banyak, meskipun begitu, sejumlah tugas di awal semester juga akan turut berdatangan. Manajemen waktu terhadap tugas-tugas, juga waktu luang yang nantinya kalian miliki adalah hal penting karena jadwal kuliah nantinya bisa berubah-ubah. Jika ada tugas, langsung dikerjakan dan jangan ditunda, ya! &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasar pada pengalaman Zulfa Zakiyyah, mahasiswa semester 5 Prodi Pendidikan Biologi, menunda tugas sangat tidak disarankan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena percaya, deh tugas kalau udah numpuk sangat sulit buat dikerjain,&rdquo; ungkapnya pada Selasa (23/7).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Berlomba-lomba menggapai prestasi atau berkontribusi sebagai sukarelawan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masa maba adalah waktunya untuk diri kamu mengeksplor kemampuan dalam diri. Mengikuti&nbsp;</span><span><em>volunteering</em></span><span>&nbsp;atau lomba merupakan salah satu pilihan terbaik. Mengikuti banyak kegiatan menarik dan kreatif dapat menambah relasi juga&nbsp;</span><span><em>skill</em></span><span>&nbsp;yang akan sangat membantu kamu semasa di perkuliahan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesaat menjadi maba kamu akan memiliki waktu luang yang cukup banyak, karena itu mengikuti kegiatan&nbsp;</span><span><em>volunteer</em></span><span>&nbsp;dan lomba jadi satu hal seru untuk dicoba. Jangan sampai menyesal ketika sudah melewati masa maba, karena waktu kamu akan terkuras dengan mengerjakan tugas-tugas akademis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Zulfa, pengalaman baru dan peningkatan kemampuan diri merupakan salah satu nilai plus sebagai maba yang wajib untuk dikantongi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kalau sudah semester tua, percaya deh susah buat ikut kegiatan-kegiatan itu karena waktu semakin sedikit dan pastinya makin sibuk untuk semester 1-3. carilah pengalaman seru lomba, event, <em>volunteer</em> di kampus atau luar kampus selain dapat relasi yang luas juga bisa bgt jadi pengalaman berharga,&rdquo; katanya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>lewat obrolan WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kenali dan pahami karakteristik dosen</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dosen layaknya guru, memiliki karakteristiknya masing-masing. Maka dari itu mahasiswa mesti tahu cara memahami hal tersebut. Mulai dari cara penilaian, cara menyampaikan materi, dan lainnya. Jangan lupa untuk selalu membina hubungan baik dengan dosen, ya!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Stay on track</em></strong></span><span><strong>&nbsp;terhadap jadwal kuliah</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah menjadi mahasiswa, kamu akan merasakan bagaimana perbedaan jadwal kuliah dengan jadwal sekolah dulu. Jadwal kuliah akan lebih fleksibel dan memiliki jeda waktu yang cukup beragam. Bisa jadi dalam satu hari kamu hanya kuliah di waktu pagi, dan siangnya tidak ada kelas atau bahkan sebaliknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlu untuk selalu aktif memantau jadwal perkuliahan agar tidak terlambat atau bahkan terlewat.</span></p><p>Itu tadi tips dan trik untuk kamu sang mahasiswa baru, jangan lupa untuk menggunakan waktu dan kesempatan sebaik mungkin!<strong><em>&nbsp;(ysn/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kubik Cerita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kubik-cerita/baca </link>
<guid> kubik-cerita </guid>
<pubDate> Sat, 03 Aug 2024 18:51:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ruang masa itu disekat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kubik-cerita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hwgQ2uoNQw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kubik Cerita</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="">Ruang masa itu disekat<br><span>Nyaris bias</span><br><span>Nyaris tak tampak</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Sekat antar nasib individu</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Namun, jika jeli, akan terlihat&nbsp;</span><br><span>Tak ada ruang cerita bagimu&nbsp;</span><br><span>Jika di sana ada sosok yang hampir pias</span></p><span>Definisi ruang cerita itu dinamis,&nbsp;</span><p dir="ltr" style=""><span>tak akan pernah statis</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Kenapa?</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Karena setiap persoalan selalu ditempatkan&nbsp;</span><br><span>pada tingkat tropik rendah sampai dengan puncak</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Tak ada ruang cerita</span><br><span>Dengan siapa aku bercerita?</span><br><span>Dengan apa aku bercerita?</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Tuhan?</span><br><span>Alam bawah sadar?</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Aku sudah bersahabat dengan itu.</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Andini Oktaviandari, mahasiswi program studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></span></p><p></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Dosen Unmul Terlibat Kasus Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Ajukan Pemberian Sanksi Hingga Pemberhentian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-dosen-unmul-terlibat-kasus-kekerasan-seksual-satgas-ppks-ajukan-pemberian-sanksi-hingga-pemberhentian/baca </link>
<guid> tiga-dosen-unmul-terlibat-kasus-kekerasan-seksual-satgas-ppks-ajukan-pemberian-sanksi-hingga-pemberhentian </guid>
<pubDate> Tue, 06 Aug 2024 21:51:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dosen dengan jabatan strategis terbukti melakukan tindak kekerasan seksual, Satgas PPKS Unmul beri rekomendasi sanksi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-dosen-unmul-terlibat-kasus-kekerasan-seksual-satgas-ppks-ajukan-pemberian-sanksi-hingga-pemberhentian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NUG6JvN8iN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Dosen Unmul Terlibat Kasus Kekerasan Seksual, Satgas PPKS Ajukan Pemberian Sanksi Hingga Pemberhentian</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unmul berikan rekomendasi sanksi kepada tiga dosen Unmul yang terbukti terlibat dalam kasus kekerasan seksual lewat rilisnya pada (5/8) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejauh ini, Satgas PPKS Unmul sudah menangani 27 kasus dari 60 pelaporan pada periode 2022-2024. Adapun 27 kasus tersebut terdiri dari 21 kasus kekerasan seksual, 3 kasus kekerasan fisik nonkekerasan seksual, dan 3 laporan tanpa identitas. Dari semua kasus tersebut terdapat tiga orang terlapor yang berstatus sebagai dosen Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus pertama terjadi pada proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Saat dilaporkan, dosen tersebut tengah menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan pada salah satu fakultas Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satgas PPKS Unmul pun sudah menyerahkan simpulan serta rekomendasi mengenai kasus tersebut kepada Pimpinan Unmul dan telah mendapat tindak lanjut dari Rektor. Kasus tersebut kemudian kini tengah diproses oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terhadap kasus ini, Satgas PPKS Unmul menyimpulkan bahwa terlapor terbukti melakukan perbuatan sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat (2) huruf l Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, yakni menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, mencium dan/atau menggosokkan bagian tubuhnya pada tubuh Korban tanpa persetujuan Korban.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alhasil, Satgas PPKS mengusulkan rekomendasi agar terlapor diberi sanksi administratif berupa pemberhentian tetap dari statusnya sebagai pendidik di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus kedua terjadi pada saat proses perkuliahan di kelas sedang berlangsung. Di mana kasus ini menunjukkan adanya perbuatan diskriminasi gender. Sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Ayat (2) huruf a Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021, yang berbunyi &ldquo;menyampaikan ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender Korban&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satgas PPKS Unmul kemudian menuntut adanya sanksi berupa teguran tertulis dan terlapor telah melakukan permintaan maaf, serta tidak akan mengulangi perbuatannya sesuai dengan permintaan korban sebagai pelapor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus ketiga melibatkan seorang dosen dengan jabatan Guru Besar pada salah satu fakultas di Unmul dengan enam orang sebagai pelapor. Satgas PPKS Unmul kemudian menyimpulkan bahwa terlapor terbukti sebagaimana yang tertuang pada Pasal 5 (2) poin c, d, dan l Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021, yakni:&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menyampaikan ucapan yang memuat rayuan, lelucon, dan/atau siulan yang bernuansa seksual pada Korban; menatap Korban dengan nuansa seksual dan/atau tidak nyaman; menyentuh, mengusap, meraba, memegang, memeluk, mencium dan/atau menggosokkan bagian tubuhnya pada tubuh Korban tanpa persetujuan Korban.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terhadap kasus ini, Satgas PPKS Unmul merekomendasikan sanksi administratif berupa pemberhentian sementara dari jabatan tanpa memperoleh hak jabatan dan larangan bagi terlapor untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan Universitas Mulawarman,&rdquo; begitu bunyi rilis Satgas PPKS Unmul (5/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satgas PPKS Unmul kemudian menyebut, salah satu faktor terjadinya kekerasan seksual di lingkup kampus yaitu adanya relasi kuasa antara dosen dan mahasiswa yang masih mengakar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Relasi kuasa terjadi karena adanya kepentingan mahasiswa dengan dosen seperti dalam proses bimbingan tugas akhir, penelitian di luar perguruan tinggi, hingga interaksi pada proses perkuliahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satgas PPKS Unmul kemudian mengimbau sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan relasi kuasa di Unmul, di antaranya:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membatasi jam pertemuan antara mahasiswa dengan pendidik/dosen dan/atau tenaga kependidikan di luar jam operasional kampus dan/atau luar area kampus; dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membuat sistem pemberitahuan untuk melakukan pelaksanaan Tri Dharma yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengikuti edukasi dan sosialisasi agar penyebarluasan bentuk kekerasan seksual dapat diketahui dan dipahami sehingga menjadi panduan agar tidak menjadi pelaku maupun korban kekerasan seksual;</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penguatan budaya anti kekerasan seksual yang dilakukan bersama oleh seluruh sivitas akademika Universitas Mulawarman.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengimbau kepada seluruh sivitas akademika dan warga kampus Universitas Mulawarman yang mengetahui adanya kekerasan seksual maupun menjadi korban kekerasan seksual untuk segera melapor melalui&nbsp;</span><span>hotline&nbsp;</span><span>Whatsapp Satgas PPKS Unmul 0851-7691-9149 dan/atau Instagram</span><span>&nbsp;<em>@SatgasPPKS.Unmul</em>.</span></p></li></ol><p>Laporan yang disampaikan oleh saksi dan/atau pelapor disertai jaminan keberlanjutan studi/dan atau pekerjaan, serta tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata. <em><strong>(tha/mar)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB Unmul 2024: Ajang Para Maba Unjuk Semangat di Lingkungan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2024-ajang-para-maba-unjuk-semangat-di-lingkungan-baru/baca </link>
<guid> pkkmb-unmul-2024-ajang-para-maba-unjuk-semangat-di-lingkungan-baru </guid>
<pubDate> Wed, 07 Aug 2024 20:53:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB Unmul 2024 telah resmi dilaksanakan dengan semangat mahasiswa baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2024-ajang-para-maba-unjuk-semangat-di-lingkungan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fM1ZMCwAJC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB Unmul 2024: Ajang Para Maba Unjuk Semangat di Lingkungan Baru</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Setelah satu tahun berlalu, pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) kembali dilaksanakan sepenuhnya secara luring, pada Selasa (6/8) lalu di <span>GOR 27 September</span>. Agenda penting ini memberikan euforia tersendiri khususnya bagi mahasiswa baru (maba).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedari pagi, iring-iringan maba dari 13 fakultas memadati kampus Unmul dan berjalan bersama menuju lokasi PKKMB dilaksanakan.&nbsp;</span><span>Rektor bersama jajarannya, serta dekan dari seluruh fakultas ikut hadir memeriahkan acara tahunan Unmul tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlihat maba memenuhi seluruh tempat duduk di lapangan serta tribun gedung. Saking padatnya ruangan, banyak maba yang terpaksa duduk di tangga dekat tribun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara ini kemudian dibuka dengan sambutan oleh Rektor Unmul. Pada sambutannya, Abdunnur menyampaikan ucapan selamat kepada maba yang telah lulus di Universitas kenamaan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara tersebut. Dirinya menekankan kepada mahasiswa agar bisa lulus tepat waktu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena itu (ketepatan waktu kelulusan) menjadi indikator peringkat perguruan tinggi se-Indonesia. Pesan saya ini dimaksudkan adalah, sehingga tujuan saudara semua utamanya untuk belajar,&rdquo; sebut Abdunnur pada podium GOR 27 September, Selasa (6/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga berharap agar mahasiswa dapat menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan berorganisasi. Meskipun begitu, dirinya turut berharap agar mahasiswa dapat menjaga keseimbangan antara belajar dan dunia organisasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jangan sampai banyak kegiatan, utamanya belajar menyelesaikan studinya itu akan terhambat,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wakil rektor juga turut menyampaikan materi terkait informasi seputar kuliah di Unmul kepada. Wakil Rektor Bidang Umum, SDM, dan Keuangan, Sukartiningsih menekankan bahwa permasalahan studi akibat Uang Kuliah Tunggal (UKT) sangat diakomodir oleh pihak kampus sebagai bentuk pelayanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena di Universitas mulawarman kita senantiasa memberikan keringan, (dan) peluang,&rdquo; ungkap Sukartiningsih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara PKKMB Unmul disambut dengan sangat antusias oleh para maba. Dengan semangat yang menggebu-gebu, mahasiswa dari masing-masing fakultas meneriakkan yel-yel mereka setiap kali ada kesempatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu maba, Sesy Friska Devi dari program studi (Prodi) Akuntansi FEB menyampaikan rasa antusiasnya dalam mengikuti kegiatan PKKMB Unmul 2024. Baginya, acara ini berbeda dengan kegiatan pengenalan sekolah yang ia ikuti saat di jenjang pendidikan sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Betul-betul beda, apalagi setiap fakultas itu ada yel-yelnya masing-masing jadi kita makin semangat nih untuk ikut PKKMB,&rdquo; ungkap Sesy saat diwawancari di halaman GOR, Selasa (6/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu dirinya sedikit menyayangkan alur acara yang kurang kondusif, sebab saat penyampaian materi masih ada maba yang meneriakan yel-yelnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi kayak kurang tersampaikan materi yang mau disampaikan ini. Kurang kondusif sih,&rdquo; keluh Maba yang juga kerap dipanggil Sesy.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya Sesy, Zaid Ilmy An-Nafy atau Ilmy menyampaikan perasaan bahagianya mengikuti PKKMB. Mahasiswa dari Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) FKIP itu menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan pengalaman yang luar biasa dan menarik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya menyebut, persiapan untuk PKKMB dari prodinya juga telah memakan waktu tiga minggu. Persiapan tersebut diisi dengan latihan yel-yel yang ditampilkan pada saat PKKMB ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi itulah tantangannya kak, tapi alhamdulillah</span><span>&nbsp;</span><span>dari prodi PPKN masih solid dan kompak sih kak,&rdquo; terang Ilmy.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara PKKMB Unmul 2024 sendiri berlangsung hingga sore &nbsp;hari. Saat masuk waktu setelah istirahat, solat, makan (isoma), acara dilanjutkan dengan sesi pengenalan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang berada di Unmul. Acara terpaksa berakhir setelah mati listrik yang terjadi secara mendadak di lokasi acara.&nbsp;</span><span><strong><em>(tha/myy/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nasib Program MBKM di Ujung Jabatan Nadiem Makarim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-program-mbkm-di-ujung-jabatan-nadiem-makarim/baca </link>
<guid> nasib-program-mbkm-di-ujung-jabatan-nadiem-makarim </guid>
<pubDate> Fri, 09 Aug 2024 07:21:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah linimasa program MBKM berubah di ujung masa jabatan Mendikbudristek Nadiem Makarim </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/nasib-program-mbkm-di-ujung-jabatan-nadiem-makarim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zHFGbe1mXa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nasib Program MBKM di Ujung Jabatan Nadiem Makarim</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Dalam laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) (29/7) lalu, disebutkan bahwa sejak 2021 hingga saat ini, tercatat sebanyak 404.155 mahasiswa penerima manfaat dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tidak hanya mahasiswa, hampir 30.253 praktisi juga turut berpartisipasi dan menjadi bagian dari program MBKM.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peningkatan secara signifikan juga terjadi pada jumlah mahasiswa penerima bantuan di tahun 2023 lalu, dari 2.390 di 2020 menjadi 324.871 mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengatakan bahwa program MBKM menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam mengatasi permasalahan dunia pendidikan saat ini, yaitu penyerapan tenaga kerja dan relevansi lulusan dengan dunia industri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, di ujung masa jabatan Nadiem Makarim, kejelasan mengenai program MBKM sempat ramai dibicarakan di kalangan mahasiswa akibat berbagai persoalan. Mulai dari pelaksanaan program Indonesian International Student Mobility Award Professional Program (Entrepreneur) (IISMA-E) yang mundur dan tidak sesuai dengan linimasa, serta tidak adanya penjelasan dari pihak pusat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Protes kemudian muncul pada unggahan media sosial X&nbsp;</span><span><em>@convomf</em></span><span>&nbsp;Selasa (9/7) lalu. Pada cuitan tersebut, tertulis tanda tanya mengenai kelanjutan dari program IISMA-E. Diketahui, terakhir kali pada 27 Juni 2024, para pendaftar IISMA-E mendapat pesan surel dari tim Kampus Merdeka mengenai perubahan linimasa. Namun, sudah lebih dari seminggu menunggu, kejelasan juga masih belum dikantongi para pendaftar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), program besutan yang punya cukup banyak peminat juga sempat menuai perhatian mahasiswa, sebab linimasa yang tidak sesuai dengan yang disosialisasikan. Ini kemudian memunculkan spekulasi mengenai nasib sejumlah program MBKM ke depannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian, pada Senin (29/7) lalu melalui siaran persnya, Kemdikbud menegaskan bahwa program MBKM pada semester ganjil tahun akademik 2024/2025 akan tetap berjalan. Adapun alasan terkait &nbsp;program yang berjalan tidak sesuai linimasa, disebabkan oleh adanya proses pembukaan&nbsp;</span><span><em>Automatic Adjustment</em></span><span><em>&nbsp;</em>terhadap anggaran belanja wajib bidang pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemendikbudristek berkomitmen untuk terus memberikan hak belajar kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman yang relevan sebagai bekal di dunia pascakampus. MBKM menjadi kebijakan pertama dalam sejarah, di mana fleksibilitas dan pengalaman itu terbuka luas dan dibiayai pemerintah,&rdquo; jelas Abdul Haris selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sederet perusahaan terbaik seperti Google Bangkit yang menerima lebih dari 12.134 mahasiswa, PT Telekomunikasi Indonesia TBK sebanyak 1.131 mahasiswa, serta BRI yang menerima lebih dari 686 mahasiswa, disebut menjadi dampak yang dihasilkan dari adanya program MBKM tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya ucapkan terima kasih atas antusiasme para pendaftar. Semoga harapan adik-adik mahasiswa agar MBKM terus ada dan berkelanjutan bisa selalu kami dukung,&quot; ucap Dirjen Diktiristek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun linimasa terbaru dari beberapa program MBKM yang akan berjalan pada semester gasal &nbsp;nanti adalah sebagai berikut:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kampus Mengajar</strong></span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal pembukaan pendaftaran mahasiswa: 6 Mei - 10 Juni 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span>Tanggal pengumuman hasil seleksi mahasiswa: 7 Agustus 2024</span></span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembekalan: 27 Agustus 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penerjunan (pelaksanaan program di sekolah): 9 September 2024</span></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Indonesian International Student Mobility Award Professional Program (Entrepreneur) (IISMA-E)</strong></span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal pembukaan pendaftaran mahasiswa: 8 Mei 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal pengumuman hasil seleksi mahasiswa: 7 Agustus 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal mulai kegiatan: 4 Oktober 2024</span></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB)</strong></span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal pembukaan pendaftaran mahasiswa: 26 April - 10 Juni 2024&nbsp;</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal seleksi mahasiswa oleh mitra &amp; pengumuman: 21 Agustus - 4 September 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal mulai kegiatan: 9 September 2024</span></li></ol><p><span><strong>Praktisi Mengajar</strong></span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal pembukaan pendaftaran Koordinator PT, Dosen, dan Praktisi: 1 Agustus - 16 Agustus 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal pengumuman hasil seleksi kelas kolaborasi: 23 September - 25 September 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal mulai kelas kolaborasi: 4 Oktober 2024 - 6 Januari 2025</span></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Wirausaha Merdeka (WMK)</strong></span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal pembukaan pendaftaran mahasiswa: 5 Agustus - 3 September 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal pengumuman hasil seleksi mahasiswa: 16 September - 19 September 2024</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanggal mulai kegiatan: 23 September 2024<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(ria/ali)</em></strong></span></li></ol><br><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Satu Tahun Perjalanan Laboratorium Intelektual Humanawa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/satu-tahun-perjalanan-laboratorium-intelektual-humanawa/baca </link>
<guid> satu-tahun-perjalanan-laboratorium-intelektual-humanawa </guid>
<pubDate> Fri, 09 Aug 2024 21:29:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perjalanan Laboratorium Intelektual Humanawa dalam setahun masa aktif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/satu-tahun-perjalanan-laboratorium-intelektual-humanawa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ULXAM8DgYZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Satu Tahun Perjalanan Laboratorium Intelektual Humanawa</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam perjalanannya selama satu tahun, Laboratorium Intelektual Humanawa telah mewarnai lanskap intelektual Unmul dengan semangat literasi dan diskusi kritis. Meski bergerak dengan sumber daya terbatas, komunitas ini telah menunjukkan bahwa kualitas pemikiran dan keberanian untuk berkolaborasi dapat menghasilkan dampak yang signifikan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap Rabu, kecuali saat hujan turun atau libur semester, Humanawa secara konsisten menggelar lapak baca di taman Unmul. Layaknya gelombang pasang surut, jumlah pengunjung lapak baca ini bervariasi dari minggu ke minggu. Ada kalanya taman dipenuhi oleh mahasiswa, namun tak jarang pula lapak baca hanya ditemani oleh semilir angin dan rindangnya pepohonan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, konsistensi Humanawa dalam menghadirkan ruang literasi ini patut diapresiasi sebagai upaya membangun budaya membaca di lingkungan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, Humanawa tak berhenti pada lapak baca semata. Kolaborasi demi kolaborasi dijalin, menciptakan jembatan pemikiran antara berbagai komunitas dan organisasi. Bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unmul, mereka menggali makna toleransi yang semakin tergerus zaman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi bertajuk &quot;Toleransi Lintas Agama, Budaya, dan Ideologi: Sebuah Keberlanjutan atau Angan-Angan di Masa Depan?&quot;. Mungkin tak menarik massa yang besar, namun kualitas diskusi yang terjalin sungguh memukau. Para peserta yang hadir terlibat dalam dialog mendalam, membedah konsep toleransi dari berbagai sudut pandang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi tersebut berhasil mengupas lapisan-lapisan kompleks dari isu toleransi, mulai dari akar historisnya hingga proyeksi masa depannya dalam konteks Indonesia yang beragam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berhenti di situ, Humanawa bersama Kopri PMII Unmul, Jatam Kaltim, dan TerAksara mengangkat isu yang menggetarkan Bumi Etam: &quot;Pemberdayaan Lingkungan dan Perempuan Adat dalam Menghadapi Mega Proyek IKN&quot;. Kolaborasi ini menarik minat di luar dugaan. Ruangan diskusi dipenuhi oleh peserta dari berbagai latar belakang, menunjukkan besarnya keresahan dan rasa ingin tahu masyarakat terhadap isu ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diskusi berlangsung dengan sangat substantif, menghadirkan perspektif yang holistik tentang dampak mega proyek terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat adat, khususnya perempuan. Para pembicara tidak hanya memaparkan masalah, tetapi juga menawarkan solusi dan strategi pemberdayaan yang konkret.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kolaborasi intim dengan FreeThinker, Humanawa berani mengupas tuntas realitas yang kerap terselubung dalam dunia akademik melalui diskusi &quot;Menilik Buruh Kerah Putih: Masihkah Layak Menjadi Dosen?&quot;. Meski hanya dihadiri oleh segelintir orang, namun kaya akan substansi. Topik yang diangkat membedah secara kritis realitas profesi dosen di era kontemporer, mulai dari isu remunerasi hingga tantangan akademik di era digital. Diskusi ini berhasil menghadirkan refleksi mendalam tentang masa depan pendidikan tinggi dan peran dosen di dalamnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya berkutat dengan kata dan pemikiran, Humanawa juga turun langsung ke lapangan. Pada awal Agustus 2023, Humanawa berkolaborasi dengan Komunitas Suara Pergerakan mengadakan aksi bersih-bersih taman Unmul. Meski hanya diikuti oleh anggota internal, dampak dari aksi ini ternyata cukup signifikan. Beberapa organisasi mahasiswa terinspirasi untuk melakukan gerakan serupa, menciptakan efek domino positif dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Instagram&nbsp;</span><span><em>@labintelek_humanawa</em></span><span>&nbsp;menjadi jendela digital Humanawa ke dunia luar. Namun, intensitas unggahan semakin menurun seiring berjalannya waktu. Hal ini tidak terlepas dari fokus para anggota yang sedang menyelesaikan tugas akhir perkuliahan. Meski demikian, akun ini tetap menjadi arsip digital perjalanan Humanawa selama setahun terakhir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan jumlah anggota aktif yang dapat dihitung dengan jari, Humanawa menghadapi tantangan dalam mengelola berbagai kegiatan secara bersamaan. Namun, keterbatasan ini justru mendorong kreativitas dalam berkolaborasi dan memaksimalkan sumber daya yang ada.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembelajaran berharga yang didapat adalah bahwa kualitas pemikiran dan keberanian untuk membuka diri terhadap kolaborasi, dapat menghasilkan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar mengandalkan kuantitas anggota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengingat tantangan yang dihadapi, Humanawa memutuskan untuk mengambil jeda selama tiga sampai empat bulan ke depan. Periode hiatus ini akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun strategi baru. Fokus utama akan diarahkan pada pengembangan riset dengan tema awal &quot;Ruang Literasi &amp; Kajian Isu Kemanusiaan&quot; menggunakan pendekatan analisis kritis sosial humaniora.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satu tahun perjalanan Laboratorium Intelektual Humanawa telah membuktikan bahwa semangat literasi dan pemikiran kritis dapat tumbuh bahkan di tengah keterbatasan. Melalui kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak, Humanawa telah berkontribusi dalam memperkaya wacana intelektual di Unmul dan sekitarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ke depan, dengan fokus baru pada riset dan analisis kritis, Humanawa berharap dapat memberikan sumbangsih yang lebih signifikan dalam mengkaji isu-isu kemanusiaan kontemporer.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri Mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul angkatan 2021, selaku Kepala Bidang Administrasi &amp; Pendanaan Komunitas Laboratorium Intelektual Humanawa.</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Surat untuk Pacarku yang Tenggelam dalam Berita </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/surat-untuk-pacarku-yang-tenggelam-dalam-berita/baca </link>
<guid> surat-untuk-pacarku-yang-tenggelam-dalam-berita </guid>
<pubDate> Sat, 10 Aug 2024 16:46:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> aku sudah menyelamatkanmu dari berita-berita jalang itu. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/surat-untuk-pacarku-yang-tenggelam-dalam-berita/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iQoNtNcFrD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Surat untuk Pacarku yang Tenggelam dalam Berita</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="">Aku melihatmu, sayang. <br><span>Di tumpukan berita itu.</span><br><span>Aku melihatmu yang mulai kehabisan napas.&nbsp;</span><br><span>Matamu yang biasanya genit menggodaku, rasanya meronta meminta napas buatan.</span><br><span>Bukankah wajah itu sama dengan wajah yang kau pakai menyelam di bajuku.&nbsp;</span><br><span>Tegakkan kepalamu sayang, jangan biarkan koran-koran lusuh itu mengambil umurmu.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Iya sebentar, sayang.&nbsp;</span><br><span>Aku datang, ini aku sedang dalam perjalanan.</span><br><span>Barangkali langkahku kecil-kecil, tapi itu bukan mauku.&nbsp;</span><br><span>Itu karena narsum-narsum yang susah sekali aku hubungi.&nbsp;</span><br><span>Padahal aku tahu mereka melihat sepotong pesan yang kukirim setiap pagi.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Sabar ya, sayang.&nbsp;</span><br><span>Sebentar lagi.&nbsp;</span><br><span>Sebentar lagi aku menyelamatkanmu dari berita-berita sialan itu.&nbsp;</span><br><span>Kau sudah berjanji kan, akan menemaniku wawancara di pagi buta.&nbsp;</span><br><span>Bersama bantal hangat dan dengkuran hebat.&nbsp;</span><br><span>Kau sudah pesan tiket kita ke Raja Ampat?&nbsp;</span><br><span>Aku harap kau sudah mengamankan kursi kita sebelum aku mengamankan hidungmu yang mulai tidak kelihatan.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Kemana hidungmu sayang? Kenapa tenggelam di antara koran-koran genit.&nbsp;</span><br><span>Kau tahu kan hanya aku yang boleh menggodamu.&nbsp;</span><br><span>Saat kau tenggelam dalam kata pun.&nbsp;</span><br><span>Aku cemburu dengan tiap suku kata yang terbaca.</span><br><span>Hanya aku sayang!&nbsp;</span><br><span>Hanya aku yang boleh merasakan hangat udara itu.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Tunggu ya sayang!&nbsp;</span><br><span>Tetap di posisimu yang lama itu.&nbsp;</span><br><span>Bertahanlah barang sedikit lagi.&nbsp;</span><br><span>Mungkin setelah malam membisu dan pagi mengganggu,&nbsp;</span><br><span>aku sudah menyelamatkanmu dari berita-berita jalang itu.</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswi program studi Sastra Indonesia, FIB Un</em></strong><strong><em>mul 2022</em></strong></span></p><p></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Nyata UKM SEC FISIP Unmul dalam Pembinaan Digitalisasi UMKM Kelurahan Karang Asam Ilir </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-nyata-ukm-sec-fisip-unmul-dalam-pembinaan-digitalisasi-umkm-kelurahan-karang-asam-ilir/baca </link>
<guid> aksi-nyata-ukm-sec-fisip-unmul-dalam-pembinaan-digitalisasi-umkm-kelurahan-karang-asam-ilir </guid>
<pubDate> Mon, 12 Aug 2024 20:37:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKM SEC FISIP Unmul adakan kegiatan pembinaan bersama UMKM di Kelurahan Karang Asam Ilir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-nyata-ukm-sec-fisip-unmul-dalam-pembinaan-digitalisasi-umkm-kelurahan-karang-asam-ilir/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7qdStgnzSi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Nyata UKM SEC FISIP Unmul dalam Pembinaan Digitalisasi UMKM Kelurahan Karang Asam Ilir</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Unit Kegiatan Mahasiswa Student Entrepreneur Community (UKM SEC) FISIP Unmul menggelar kegiatan bertajuk &ldquo;Sosio Project&rdquo; dengan tema, &ldquo;Memajukan UMKM Lokal melalui Digitalisasi&rdquo;. Kegiatan tersebut dilakukan selama tiga bulan, mulai dari Sabtu, 4 Mei 2024 hingga Kamis, 8 Agustus 2024 dan diikuti oleh enam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di Kelurahan Karang Asam Ilir.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sosio Project merupakan kegiatan pembinaan UMKM yang menjadi suatu upaya untuk mengembangkan dan memperkuat sektor UMKM dalam perekonomian suatu negara. Tujuan utama pembinaan UMKM adalah memberikan pelatihan, pendampingan dan evaluasi kepada para pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembinaan UMKM biasanya melibatkan identifikasi dan pemetaan UMKM yang ada di suatu wilayah atau negara, guna mengetahui profil dan karakteristik UMKM tersebut, meliputi sektor usaha, lokasi, dan tantangan yang dihadapi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini sesuai dengan UMKM yang berada di Kelurahan Karang Asam Ilir, sebab dapat mencakup berbagai aspek, seperti pendampingan dalam hal manajemen bisnis, pengelolaan keuangaan, teknologi dan inovasi, serta pengembangan keterampilan dan pelatihan bagi pelaku UMKM di Kelurahan Karang Asam Ilir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui Sosio Project, UKM SEC membagikan pemahaman materi terkait permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, serta memberi sebuah pendampingan dan evaluasi guna terjun langsung ke lapangan UMKM di Kelurahan Karang Asam Ilir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sosio Project ini diikuti oleh beberapa UMKM, di antaranya Amplang Bumbu Usaha Nazwa yang berfokus menjual amplang dari ikan pipih, Dapur Adinda yang berfokus menjual berbagai cemilan kekinian. Adapula Berkah Catering dan Catering Eka Dewi yang berfokus menjual makanan catering, N Three Snack and Cookies yang berfokus menjual berbagai macam kue dan cemilan, hingga Boneka Kantong Kresek yang menjual kerajinan tangan dengan memanfaatkan plastik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam rentang waktu tiga bulan pelaksanaan, dari 22 panitia, UKM SEC membaginya menjadi 6 tim sesuai jumlah UMKM yang berpartisipasi. Lalu, menjadwalkan 4 pertemuan monitoring dengan menyesuaikan jadwal UMKM tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Monitoring diberlakukan untuk pelatihan dan sebagai pemantauan atas progress yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar kegiatan UMKM dapat dievaluasi bersama dan menemukan sejumlah kendala yang dihadapi para UMKM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Monitoring pertama yaitu pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Pelatihan UMKM yang diadakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun dibuatkan secara daring melalui anggota tim tersebut. Lalu, monitoring kedua ialah pelatihan pencatatan laporan keuangan secara digital melalui aplikasi BukuWarung. Monitoring ketiga adalah foto produk guna menambah portofolio UMKM. Kemudian, monitoring yang terakhir ialah pembuatan akun google bisnis agar memudahkan&nbsp;</span><span><em>customer</em></span><span>&nbsp;mengunjungi UMKM tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan Sosio Project ini mendapat sambutan positif dari Lurah dan para pelaku UMKM di Kelurahan Karang Asam Ilir. Para peserta UMKM mengungkapkan rasa terima kasih atas pendampingan dan pelatihan yang telah diberikan UKM SEC.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemarin ada orang datang jauh-jauh untuk beli amplang karena tahu dari Google Maps. Manfaat dari pendampingannya sudah terasa,&rdquo; ungkap Ibu Evi Handayani, pemilik UMKM Amplang Bumbu Usaha Nazwa pada Kamis (8/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ibu Nur Haidah perwakilan dari Berkah Catering juga menambahkan, &ldquo;Saya senang aja&nbsp;</span><span><em>sih</em>&nbsp;</span><span>dibantu, jadi menambah pengetahuan,&rdquo; ungkapnya saat diwawancara pada Kamis (8/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama kegiatan berlangsung, beberapa tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM di Kelurahan Karang Asam Ilir juga terungkap. Salah satu tantangannya adalah minimnya pengetahuan mengenai pencatatan keuangan menggunakan catatan digital, sehingga mereka masih mencatat arus kas dengan cara manual.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM di kelurahan Karang Asam Ilir yaitu minimnya pengetahuan teknologi, yang berdampak pada keterbatasan mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengatasi hal ini, UKM SEC menyediakan pelatihan khusus yang berfokus pada teknologi seperti tutorial menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital dan penggunaan google bisnis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Daryono, selaku Wakil Dekan III FISIP Unmul juga turut menyampaikan tujuan SEC dalam membantu penjualan dari UMKM yang ada di Kota Samarinda tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;UKM SEC datang kemari untuk memberikan motivasi kepada UMKM Lokal yang ada di Samarinda. Jadi, tujuannya adalah memotivasi ibu-ibu sekalian dan juga sebagai media pembelajaran sendiri bagi anak-anak UKM SEC,&rdquo; ucapnya dalam sambutan sekaligus menutup kegiatan Sosio Project pada Kamis (8/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, Daryono juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan harapan UMKM lokal, terutama yang berada di Karang Asam Ilir dapat mulai memanfaatkan teknologi atau digitalisasi dalam menjalankan sebuah usaha.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku UMKM lokal karena telah bersedia diajak bekerja sama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM SEC FISIP Unmul. Sebab, tentu tidak mudah bagi anak-anak muda untuk bertemu dengan masyarakat luas.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepala Ekonomi Pembangunan &amp; Lingkungan Hidup, Abdul Mutalib juga menyampaikan apresiasi kepada UKM SEC karena telah memilih memajukan UMKM Lokal yang berada di Kelurahan Karang Asam Ilir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya mengucapkan terima kasih kepada Dekan, Pembina, dan UKM SEC karena telah memilih UMKM Karang Asam Ilir di Sosio Project 2024 ini,&rdquo; ungkapnya pada pelaksanaan penutupan kegiatan Sosio Project 2024 tersebut.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyampaikan rasa terima kasih sembari berharap agar kegiatan ini dapat memajukan para pelaku usaha, sehingga mampu bersaing dalam pasar global melalui teknologi.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutan yang disampaikan pada pelaksanaan penutupan kegiatan Sosio Project 2024, Aditya Triatmoko selaku Ketua Panitia Sosio Project 2024 menyampaikan harapan yang serupa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya dan teman-teman berharap ibu-ibu sekalian dapat memperluas jangkauan pasar dengan memanfaatkan teknologi digital agar bisa terus berkembang pesat,&rdquo; tuturnya.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga berpesan agar para pelaku UMKM dan teman-teman panitia dari UKM SEC dapat terus membagikan ilmu yang didapat kepada orang lain. Ia mengatakan, sesungguhnya ilmu yang diajarkan dan disebarkan merupakan salah satu amalan jariah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan selesainya kegiatan Sosio Project ini, para pelaku UMKM di Kelurahan Karang Asam Ilir kini lebih siap menghadapi tantangan bisnis di era digital, dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi UMKM lainnya dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Syarifah Intan Nuraini, Gita Azzahra, dan Risha Maisaroh, Mahasiswi &nbsp;Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Unmul angkatan 2023, selaku Anggota Departemen Sosial UKM SEC &amp; Humas Sosio Project 2024</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenal Jieq, Kebudayaan Lisan Khas Masyarakat Dayak Ga’ai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/mengenal-jieq-kebudayaan-lisan-khas-masyarakat-dayak-gaai/baca </link>
<guid> mengenal-jieq-kebudayaan-lisan-khas-masyarakat-dayak-gaai </guid>
<pubDate> Mon, 12 Aug 2024 20:51:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jieq merupakan nyanyian rakyat khas Suku Dayak Ga'ai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/mengenal-jieq-kebudayaan-lisan-khas-masyarakat-dayak-gaai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nq90IOKa4H.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenal Jieq, Kebudayaan Lisan Khas Masyarakat Dayak Ga’ai</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Suku Dayak Ga&apos;ai memiliki berbagai tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Salah satunya adalah nyanyian rakyat yang disebut Jieq. Terakhir kali, Jieq dilantunkan saat Festival Adat Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau pada Juni silam.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jieq merupakan bentuk tradisi lisan masyarakat Dayak Ga&apos;ai yang dinyanyikan beriringan dengan tarian. Tarian dilakukan dengan cara berkeliling sambil menghentakkan kaki mengikuti tempo nyanyian yang dilantunkan. Tarian tersebut disebut juga dengan Tarian Jieq.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Nyanyian itu namanya Jieq, dinyanyikan sambil hentak kaki berkeliling,&quot; ujar Saprudin Ithur, salah seorang penulis tradisi lisan di Kabupaten Berau, saat disambangi ke kediamannya pada Sabtu (29/6) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nyanyian dan tarian Jieq ini biasanya dilakukan di dalam Rumah Adat Suntah, rumah adat suku Dayak Ga&apos;ai. Nyanyian dipimpin oleh satu orang yang merupakan sesepuh suku Dayak Ga&rsquo;ai. Di belakangnya, masyarakat berbaris untuk mengikuti lantunan sambil menghentakkan kaki berkeliling membentuk sebuah lingkaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut cerita orang tua pada zaman dahulu, masyarakat yang berkeliling menghentakkan kaki sambil melantunkan Jieq biasanya bergantian maju ke tengah lingkaran untuk menari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ceritanya yang maju ke tengah biasanya tetua adat,&quot; jelas Saprudin.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun sekarang, seluruh masyarakat dapat berbaur dalam tarian tersebut. Menghentakkan kaki mengikuti lantunan nyanyian Jieq dan bergantian masuk ke tengah lingkaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat menyebut, syair yang dilantunkan dalam Jieq merupakan syair kuno. Biasanya, hanya para tetua adat yang memahami syair tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu pakai syair kuno, zaman sekarang memang jarang ada yang paham artinya,&rdquo; tutur Saprudin.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat lokal Tumbit Dayak suku Dayak Ga&rsquo;ai juga menyebut, syair yang digunakan menggunakan bahasa Dayak Ga&rsquo;ai halus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Itu syair pakai bahasa Ga&apos;ai halus,&quot; ujar Herman, salah seorang masyarakat lokal Dayak Ga&apos;ai saat diwawancarai di sela-sela Festival Adat Bekudung Betiung tersebut pada Rabu (26/6) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Herman mengungkap, nyanyian Jieq memang sering dilantunkan saat mengadakan acara adat hingga saat panen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena saat panen juga kami ada acara adatnya,&quot; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Herman, nyanyian Jieq ini dilantunkan untuk mengingat tradisi dan mengingat cerita-cerita dari orang tua pada zaman dahulu. Mengingat nyanyian ini juga diturunkan secara lisan dari pendahulu masyarakat Dayak Ga&apos;ai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Herman mengaku, tradisi Jieq ini masih coba diwariskan ke anak muda suku Dayak Ga&apos;ai.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><strong><em><span>(</span><span>ner/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lokasi Dinilai Kurang Memadai, PKKMB FKIP Unmul 2024 Tuai Banyak Protes </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lokasi-dinilai-kurang-memadai-pkkmb-fkip-unmul-2024-tuai-banyak-protes/baca </link>
<guid> lokasi-dinilai-kurang-memadai-pkkmb-fkip-unmul-2024-tuai-banyak-protes </guid>
<pubDate> Tue, 13 Aug 2024 22:55:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendidik 2024 tuai kritik dari banyak lembaga mahasiswa dan maba </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lokasi-dinilai-kurang-memadai-pkkmb-fkip-unmul-2024-tuai-banyak-protes/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qxteKb4dZA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lokasi Dinilai Kurang Memadai, PKKMB FKIP Unmul 2024 Tuai Banyak Protes</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FKIP Unmul atau &ldquo;Pendidik&rdquo; 2024 yang dilaksanakan mulai Senin (12/8) hingga (13/8) lalu, menuai kritik tajam. Para peserta, termasuk mahasiswa baru serta sejumlah lembaga FKIP, melontarkan ketidakpuasan terhadap kurangnya fasilitas dan komunikasi yang terjalin.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fahman, selaku Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Pendidikan Masyarakat, menyebut Gedung Auditorium Unmul yang dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan PKKMB terlalu kecil, dan tidak memadai untuk menampung mahasiswa baru FKIP yang jumlahnya tidak sedikit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fahman menyebut, bahwa informasi mengenai lokasi PKKMB dibagikan secara mendadak, dan mepet dengan waktu pelaksanaan PKKMB.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Untuk dalam pemilihan lokasi (PKKMB), jujur kami (Hima) tidak dilibatkan karena di dalam sosialisasi yang diadakan oleh Wakil Dekan 3 sama staff BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) itu sudah menerangkan, bahwasanya lokasi tersebut sudah ada dan sudah difiksasi oleh mereka,&rdquo; bebernya saat diwawancarai langsung di Gedung Auditorium (12/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Forum diskusi juga sudah sempat dilakukan sebelumnya. Fahman mengatakan, pihaknya sudah bertanya setelah mengetahui lokasi yang ditentukan tidak memungkinkan. Namun, hasilnya nihil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dalam forum tersebut kami menanyakan beberapa pertanyaan yang harusnya bisa terjawab, akan tetapi pertanyaan tersebut tidak terjawab, dan itu menimbulkan miskomunikasi dengan pengurus himpunan, mahasiswa baru, dan juga staff BEM,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan Fahman, Ketua Hima Pendidikan Jasmani, Ilman juga turut kecewa dengan pelaksanaan Pendidik 2024 kali ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya cukup kecewa karena bisa dilihat kita sebagai Fakultas Keguruan yang bisa dibilang fakultas terbesar di Unmul gagal menjadi eksekutor utama bagaimana caranya fakultas yang terbesar di Unmul ini mendapatkan fasilitas yang layak, dan seharusnya itu bisa diprioritaskan, dan saya rasa BEM gagal menjadi eksekutor tahun ini,&rdquo; ujar Ilman yang diwawancarai langsung Senin (12/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat acara berlangsung, Maba FKIP sendiri dibagi dalam dua tempat, sebagian di dalam Gedung Auditorium, dan sisanya diarahkan &nbsp;ke luar gedung. Sehingga menurut Ilman, hal ini menunjukkan antisipasi massa yang kurang baik dari pihak BEM, yang juga menurutnya merupakan buntut dari mepetnya sosialisasi tempat pelaksanaan PKKMB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Nah</em></span><span>, ini yang menjadi sumber kekecewaan kami, mungkin dari kita lihat fasilitas gedung pertama panas, terus yang di luar kalau kita&nbsp;</span><span><em>amit-amit</em></span><span>&nbsp;kena hujan, pasti hancur juga (maba) yang di luar. Itu yang mungkin bikin teman-teman lembaga itu kayak &apos;adik-adiknya&nbsp;</span><span><em>masa</em>&nbsp;</span><span>diginikan&apos; gitu.&rdquo; &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejumlah keresahan dari pelaksanaan Pendidik 2024 ini pun kemudian membuat beberapa lembaga di FKIP mendorong adanya perbaikan dari pihak BEM.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Evaluasi terhadap Pendidik hari ini semoga lancar, tapi tetap kita hilangkan dan harus diindahkan keresahan teman-teman di sini terkait kecacatan Badan Eksekutif Mahasiswa sekarang,&rdquo; harap Ilman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keresahan juga datang dari mahasiswa baru, mengingat PKKMB fakultas merupakan salah satu acara penyambutan dalam memasuki dunia perguruan tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rayhan Zaky Athallah, maba dari Prodi Pendidikan Masyarakat turut menyuarakan keluhannya pada acara se-fakultas tersebut. Satu suara dengan Fahman juga Ilman, ia mengaku lokasi pilihan untuk PKKMB tersebut terbilang kecil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lumayan mengecewakan karena ruangannya kecil&nbsp;</span><span><em>banget</em></span><span>, harusnya kan bisa di GOR kayak tahun-tahun sebelumnya. Mungkin untuk FKIP yang orangnya yang notabenenya ribuan, masa ditempatkan di tempat sekecil ini di mana keadilannya?&rdquo; keluh Rayhan, saat ditanya langsung di lokasi PKKMB pada Senin (12/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai upaya dalam menyelesaikan masalah ini, lembaga-lembaga di FKIP memutuskan untuk melakukan aksi dengan memasuki Gedung Auditorium dan memasang spanduk bertuliskan sejumlah kritik terhadap pelaksanaan PKKMB tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fahman mengaku bahwa tindakan ini dilakukan untuk memperjelas suara mereka terhadap pihak birokrat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Untuk prosedur kita masuk itu adalah bagian dari aksi kami dan kami rasa bersuara di hadapan birokrat lebih jelas tersampaikan dan tidak terjadi miskomunikasi,&rdquo; beber Fahman lewat wawancara terpisah melalui obrolan WhatsApp (12/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah bertemu dengan pihak birokrat, Fahman mengatakan bahwa respons yang didapat cukup baik dan mereka meminta diadakannya pertemuan seusai acara PKKMB dilaksanakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...</span><span>pihak birokrat menilai bahwa apa yang kami lakukan tidak salah, dan menerima tuntutan, lalu pihak birokrat berterima kasih karena adanya aksi sebab jika hal ini tidak terjadi, makan birokrat sendiri tidak mengetahui atas lambatnya kinerja BEM FKIP,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun acara PKKMB di hari pertama menghadapi beberapa tantangan, mahasiswa baru FKIP berharap acara ini berjalan lancar. Mereka juga berharap bahwa di tahun-tahun mendatang, Pendidik akan lebih baik dan lebih memenuhi harapan mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...</span><span>terima kasih untuk Pendidik 2024, semoga di tahun ke depannya akan lebih baik lagi daripada yang sekarang,&rdquo; harap Rayhan, sebagai maba Prodi Pendidikan Masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga berita ini diterbitkan, Ketua BEM FKIP Unmul masih belum berkenan untuk diwawancarai.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(yra/man/jaz/ali)&nbsp;</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Koleksi hingga Sistem Kelola Penambahan Buku di Perpustakaan Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-koleksi-hingga-sistem-kelola-penambahan-buku-di-perpustakaan-unmul/baca </link>
<guid> menilik-koleksi-hingga-sistem-kelola-penambahan-buku-di-perpustakaan-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 19 Aug 2024 17:37:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembaruan buku yang relevan di perpustakaan Unmul menjadi keinginan mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-koleksi-hingga-sistem-kelola-penambahan-buku-di-perpustakaan-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vT9oqTztPD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Koleksi hingga Sistem Kelola Penambahan Buku di Perpustakaan Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Perpustakaan menjadi tempat andalan mahasiswa untuk belajar dan mengerjakan tugas. Namun, agar tetap relevan di era digital, koleksi buku di perpustakaan perlu terus diperbarui. Langkah ini penting untuk memastikan perpustakaan tetap menjadi sumber pengetahuan yang aktual dan bermanfaat bagi para mahasiswa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Anisa, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul angkatan 2022 membagikan ceritanya mengenai koleksi buku yang ada di Perpustakaan Unmul. Ia beranggapan bahwa koleksi yang dimiliki perpus tersebut sudah relevan dengan jurusan yang ia ampu, meskipun jumlahnya masih terbatas. Namun, menurutnya buku-buku yang dianggap populer justru tidak ditemukan di Perpustakaan Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Koleksi buku yang relevan dengan jurusan cukup baik, meski beberapa buku terkadang memiliki stok yang sangat terbatas, juga buku yang padahal setidaknya populer di jurusan pun tidak ada di perpus,&rdquo; ungkap Anisa&nbsp;</span><span>melalui pesan WhatsApp (12/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain jumlah yang terbatas, Anisa mengatakan bahwa beberapa buku materi kuliah yang terdapat di perpustakan Unmul ternyata tidak bisa dikatakan&nbsp;</span><span><em>update</em></span><span>&nbsp;atau diperbarui. Justru yang kerap kali diperbarui adalah buku-buku novel dari penulis lokal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anisa kemudian menyarankan pengelola perpustakaan untuk melakukan pendataan terhadap buku-buku, terlebih buku materi yang sekiranya populer dan tidak lekang oleh waktu dari setiap jurusan, agar mahasiswa memiliki banyak referensi yang berasal dari perpustakaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudut pandang yang berbeda muncul dari Muhammad Kresno Aji Alvino, mahasiswa Kedokteran FK Unmul angkatan 2023 yang menyatakan bahwa sebaiknya perpustakaan Unmul meningkatkan koleksi buku yang lebih berbasis internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saran saya, terkecuali buku untuk hukum/politik atau yang berhubungan, utamakan buku internasional yang paling muda atau&nbsp;</span><span><em>update</em></span><span>. Terdapat risiko&nbsp;</span><span><em>content</em></span><span>&nbsp;dalam buku berbahasa Indonesia sudah&nbsp;</span><span><em>outdated</em>&nbsp;</span><span>dikarenakan buku bahasa Indonesia bisa saja di-</span><span><em>translate</em></span><span>&nbsp;terlebih dahulu sebelum di-</span><span><em>publish</em></span><span>,&rdquo; tuturnya lewat obrolan WhatsApp.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, mahasiswa ternyata juga berperan aktif dalam penambahan koleksi buku di Perpustakaan Unmul maupun perpustakaan fakultas melalui sumbangan buku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lukman Ardiansyah, selaku Mahasiswa Pembangunan Sosial FISIP Unmul angkatan 2020 membeberkan, bahwa mahasiswa yang akan wisuda wajib menyumbang buku ke perpustakaan Unmul dan juga perpustakaan fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau di saya, saya kan sedang mengurus yang namanya wisuda. Jadi, untuk mahasiswa diwajibkan menyumbang buku. Jadi buat saya&nbsp;</span><span>sih</span><span>, setiap tahun itu pasti ada&nbsp;</span><span><em>update</em>&nbsp;</span><span>buku dan juga pasti di-</span><span><em>update</em></span><span><em>kan</em> oleh mahasiswa. Kalau kita mau wisuda ada 2 (buku) kita sumbangkan, perpustakaan Unmul dan perpustakaan fakultas. Jadi kalau untuk menambah (buku) pasti menambah,&rdquo; ujarnya</span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Amiruddin, Koordinator Layanan Perpustakaan Unmul, membenarkan bahwa penambahan koleksi buku memang terus berlangsung berkat sumbangan dari mahasiswa, yang kemudian dikelola oleh tim perpustakaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada penambahan terus dari mahasiswa sendiri, karena ada bagian di sana, bagian pengembangan. Kan ada bagian tim pengembangan, penambahan koleksi, penambahan buku baru ya apa segala ada di situ semua,&rdquo; jelasnya saat ditemui langsung oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;di Perpustakaan Unmul (12/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Amiruddin juga membeberkan informasi mengenai skripsi yang kini sudah tidak lagi diterima oleh perpustakaan dalam bentuk cetak, melainkan hanya lewat salinan digital.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlepas dari itu, ia tidak lupa mengimbau mahasiswa untuk menggunakan sistem layanan dengan komputer untuk mempermudah pencarian buku referensi yang diinginkan. <strong><em>(</em></strong></span><span><strong><em>gta/ali/mou/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kabut Berduri: Kemerdekaan yang Redup Ditelan Kabut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/kabut-berduri-kemerdekaan-yang-redup-ditelan-kabut/baca </link>
<guid> kabut-berduri-kemerdekaan-yang-redup-ditelan-kabut </guid>
<pubDate> Mon, 19 Aug 2024 21:00:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus penuh misteri dari bumi Kalimantan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/kabut-berduri-kemerdekaan-yang-redup-ditelan-kabut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cy4PFLMmvY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kabut Berduri: Kemerdekaan yang Redup Ditelan Kabut</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Meski telah genap 79 tahun Bumi Pertiwi lolos dari cengkeraman kolonialisme, pada kenyataannya, hingga kini Tanah Air masih dibayang-bayangi oleh konflik tak berkesudahan. Meskipun secara teknis telah merdeka usai dikumandangkannya Proklamasi, kemerdekaan belum sepenuhnya digenggam oleh mereka yang berada di pelosok negeri.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabut Berduri hadir sebagai refleksi dari realita yang terjadi di belahan Nusantara. Berlatar di Pulau Kalimantan, tepatnya di perbatasan Indonesia dan Malaysia, Edwin, sutradara film ini ingin menyoroti kekisruhan yang terjadi di ujung Borneo.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabut Berduri bak angin segar bagi industri perfilman Indonesia yang masih dihujani oleh genre horor. Edwin ingin mengajak kita untuk mengungkap misteri di balik pembunuhan yang rupanya akan bermuara ke permasalahan baru, mulai dari&nbsp;</span><span><em>human trafficking</em></span><span>&nbsp;hingga bisnis gelap polisi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Singkatnya, Kabut Berduri berkisah tentang Sanja (diperankan oleh Putri Marino), seorang polisi berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) yang dikirim dari Jakarta untuk mendalami kasus pembunuhan di Kalimantan. Omong-omong, film ini tersedia di&nbsp;</span><span><em>platform streaming</em></span><span>&nbsp;Netflix jika berminat untuk menonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan sekadar film bertemakan misteri, Kabut Berduri seolah ingin menyentil bagaimana aparatur negara yang kerap lalai dalam tugasnya. Hal ini secara gamblang digambarkan dari dialog-dialog masyarakat adat dalam film ini yang muak karena laporan kasus orang hilang yang seringkali ikut hilang seperti korbannya karena kinerja pihak kepolisian yang tidak kompeten.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabut Berduri juga ingin menjadi media bagi suara-suara masyarakat Dayak yang seringkali tenggelam tak terdengar. Mereka kian terpinggirkan ketika ingin merebut haknya sebab suaranya selalu dibungkam oleh sejumlah oknum yang memiliki kepentingan berseberangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabut di ujung Borneo itu tak hanya menutupi misteri, namun juga mengaburkan kebenaran dan dosa sang antagonis di sana. Ketika masyarakat adat menjerit memohon keadilan, aparat kepolisian yang seharusnya merangkul mereka seolah pura-pura buta dan terlihat malas-malasan dalam menangani tanggung jawab mereka sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum lagi soal isu nepotisme yang turut disentil dalam film ini. Satu hal yang juga menarik adalah ketiga polisi yang menjadi tokoh sentral di Kabut Berduri memiliki kompas moralnya masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu bukan cerita fiksi. Hal yang sudah disebut di atas sudah jadi rahasia umum. Sentilan yang dimasukkan ke dalam Kabut Berduri menjadi langkah yang cukup berani dan diinterpretasikan dengan cukup baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adanya unsur mistis yang masih lekat di budaya Dayak turut diracik Edwin ke dalam Kabut Berduri, yakni mitos keberadaan hantu bernama Ambong. Hadirnya Ambong bukan sebagai penambah unsur mistis belaka agar suasana menjadi horor.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hantu yang tak terlihat sosoknya itu bukan sekadar mitos, namun suatu hal yang dipercaya kuat oleh penduduk setempat sebagai pelindung dari masyarakat Dayak. Di sisi lain, Ambong diinterpretasikan sebagai hantu komunis yang dibentuk untuk menghalau bangkitnya ideologi komunis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun Kabut Berduri adalah film yang cukup kompleks karena menampilkan konflik yang berlapis, saya rasa film ini tak begitu berat untuk diikuti. Tetapi, akhir dari ceritanya mungkin sedikit berat sebab kita sebagai penonton akan dibuat berpikir soal maksud dari ending yang ingin disampaikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika memasuki akhir film, penonton mungkin merasa bingung mendapati <em>ending</em> film yang menggantung. Ya,&nbsp;</span><span><em>ending</em>&nbsp;</span><span>filmnya memang benar-benar &ldquo;menggantung&rdquo;&mdash;ini bukan metafora, omong-omong.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya rasa, Edwin sengaja menjadikan akhir kisah Kabut Berduri sebagai&nbsp;</span><span><em>open-ending</em>&nbsp;</span><span>dan menyerahkan kepada penonton untuk mengintepretasikan maksud&nbsp;</span><span><em>endin</em></span><span><em>g</em>-nya sesuai dengan kepercayaan masing-masing penonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya tak ingin bicara banyak soal teknis dalam film ini. Akting dari para aktor sudah tak perlu diragukan. Potret masyarakat dan pemukiman Dayak pun tergambar dengan baik. Saya yakin riset untuk produksi film ini sudah dilakukan dengan cukup baik. Itu dapat dilihat dari tradisi khas seperti penggunaan tato, rumah adat, serta logat khas Dayak dalam dialog para tokoh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hadirnya Kabut Berduri bukan sekadar film misteri untuk hiburan belaka, namun sebagai bahan refleksi atas realita di Tanah Air ketika saudara sebangsa masih belum menikmati kemerdekaan sepenuhnya. Dalam momentum Hari Kemerdekaan ini, sudahkah kita merdeka dalam menyuarakan suara keadilan? Sudahkah kita merdeka dalam mendapatkan haknya masing-masing?&nbsp;</span><span><strong><em>(dre/mar)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seruan Pers: Lawan Oligarki, Media Wajib Pertahankan Demokrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/seruan-pers-lawan-oligarki-media-wajib-pertahankan-demokrasi/baca </link>
<guid> seruan-pers-lawan-oligarki-media-wajib-pertahankan-demokrasi </guid>
<pubDate> Thu, 22 Aug 2024 11:37:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peran pers mempertahankan demokrasi, lawan oligarki </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/seruan-pers-lawan-oligarki-media-wajib-pertahankan-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2b9mukPQjQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seruan Pers: Lawan Oligarki, Media Wajib Pertahankan Demokrasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Demokrasi kita kembali terancam. Gejala ini makin terlihat dari situasi politik terkini, yang oleh kelompok penguasa berupaya merongrong konstitusi demi tujuan pragmatisme kekuasaan.</p><p style="text-align: justify;">Elit-elit kekuasaan tanpa malu-malu menganulir dua putusan Mahkamah Konstitusi baru-baru ini. Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang melonggarkan ambang batas (threshold) pencalonan kepala daerah untuk semua partai politik dan Putusan Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang mempertegas syarat batas usia pencalonan kepala daerah harus terpenuhi pada saat pendaftaran.</p><p style="text-align: justify;">Upaya penganuliran dua keputusan lembaga konstitusi tertinggi tersebut dipertontonkan secara angkuh melalui proses legislasi rancangan undang-undang (RUU) Pilkada secara kilat, yang sudah tentu tidak mematuhi asas pembentukan peraturan perundang-undangan. Tercium aroma busuk di balik niat untuk merevisi undang-undang pilkada ini setelah putusan MK, hingga menyisakan pertanyaan tentang masa depan konstitusi dan demokrasi kita.</p><p style="text-align: justify;">Bukan kali ini saja penyimpangan kekuasaan dalam proses legislasi. Beberapa regulasi krusial yang mulus dikebut dalam waktu singkat seperti Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, UU Minerba, revisi UU KPK, UU Ibu Kota Negara (IKN) tanpa asas transparansi dan partisipasi masyarakat. Padahal banyak RUU yang lebih mendesak untuk kepentingan masyarakat seperti RUU Masyarakat adat, RUU Perampasan Aset, Perlindungan Data Pribadi, dan sebagainya.<br><br>Di tengah situasi ini, peran pers dan jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi tidak boleh lagi melunak pada upaya-upaya kekuasaan yang hendak melumpuhkan demokrasi. Bila Putusan MK bisa mereka anulir dalam waktu sekejap, bukan tidak mungkin undang-undang yang menjamin kebebasan pers, berpendapat dan berekspresi, pelan-pelan dilucuti dengan mudah sampai kita menuju era kegelapan. Setidaknya upaya ini pernah dicobakan pada rencana revisi undang-undang penyiaran yang muatannya justru menjurus pada pemberian ruang kontrol negara terhadap isi siaran.<br><br>Pada situasi saat ini, pers profesional harusnya melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan demi menjaga masa depan kebebasan dan demokrasi. Rezim pemerintahan Jokowi memang tidak membredel media, namun banyak praktek selama ini justru mengancam kebebasan pers, berpendapat, dan berekspresi. Seperti kekerasan terhadap jurnalis yang terus meningkat, represi kritik di ranah digital, hingga upaya-upaya &ldquo;membeli&rdquo; ruang redaksi untuk membangun citra positif pada kebijakan kontroversi yang ditentang oleh rakyat. <br><br>Atas dasar itu, kami yang tergabung dalam Koalisi Lintas Organisasi Pers menyatakan dan menyerukan:</p><ol><li style="text-align: justify;">Demokrasi kita terancam dan pers wajib membelanya.</li><li style="text-align: justify;">Mengingatkan media dan jurnalis tetap independen dan profesional dalam memberitakan kebenaran serta tidak takut menyajikan informasi yang akurat, kritis, dan terverifikasi dan tidak mudah diintervensi.</li><li style="text-align: justify;">Di tengah situasi politik yang kisruh saat ini, mengingatkan pemerintah untuk menjamin perlindungan media dan jurnalis dalam menjalankan kerja jurnalistik melaporkan informasi kepada publik.</li><li style="text-align: justify;">Pemerintah untuk menjamin kebebasan berpendapat dan berekspresi warga negara dengan tidak merepresi pendapat dan kritik di berbagai kanal, termasuk ruang digital.</li></ol><p style="text-align: justify;">Jakarta, 22 Agustus 2024</p><p style="text-align: justify;">KOALISI LINTAS ORGANISASI PERS&nbsp;</p><ol><li style="text-align: justify;">Aliansi Jurnalis Independen (AJI)</li><li style="text-align: justify;">Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)</li><li style="text-align: justify;">Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers</li><li style="text-align: justify;">Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ)</li><li style="text-align: justify;">Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya</li><li style="text-align: justify;">Pewarta Foto Indonesia (PFI)</li><li style="text-align: justify;">Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK)</li><li style="text-align: justify;">Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI)</li><li style="text-align: justify;">Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet)</li></ol><p style="text-align: justify;"><em>Hotline</em> : 08111137820</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press Release ditulis oleh Koalisi Lintas Organisasi Pers.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Praktisi Mengajar, Mahasiswa: Kendala Jaringan jadi Hambatan Terbesar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-praktisi-mengajar-mahasiswa-kendala-jaringan-jadi-hambatan-terbesar/baca </link>
<guid> program-praktisi-mengajar-mahasiswa-kendala-jaringan-jadi-hambatan-terbesar </guid>
<pubDate> Fri, 23 Aug 2024 10:55:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pengalaman mahasiswa yang mengikuti praktisi mengajar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-praktisi-mengajar-mahasiswa-kendala-jaringan-jadi-hambatan-terbesar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/T20uysY0Kh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Praktisi Mengajar, Mahasiswa: Kendala Jaringan jadi Hambatan Terbesar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Program Praktisi Mengajar menjadi&nbsp;<span style="background-color: transparent;">salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) sejak 2021 lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari laman resmi Kemdikbud, program tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada perguruan tinggi untuk berkolaborasi dengan industri dan tenaga ahli, dalam mempersiapkan lulusan yang lebih berkompeten di dunia kerja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Unmul yang menjadi salah satu fasilitator pada pelaksanaan angkatan ke-4 tahun 2024, berhasil meraih juara tiga nasional program Praktisi Mengajar terbanyak hingga mampu mengisi 190 kelas praktisi. Pengisi kelasnya berasal dari dalam maupun luar pulau yang dilaksanakan secara daring juga luring.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>mencoba untuk mengulik perjalanan program tersebut melalui kacamata mahasiswa sebagai penerima manfaat dari program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adinda Rahmadhani, dari program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, salah satu mahasiswa yang mengikuti kelas dari Praktisi Mengajar menyebutkan, kegiatan mengajar yang dilakukan melalui aplikasi Zoom itu dapat memberikan pemahaman ilmu yang akurat dan komprehensif berdasarkan data dari ahlinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kadang dosen-dosen juga enggak sepenuhnya paham dengan materi, sehingga memang perlu mendatangkan ahlinya langsung, apalagi untuk materi-materi krusial seperti&nbsp;</span><span><em>big data</em></span><span>&nbsp;ini, beda aja gitu informasi yang disampaikan sama ahlinya dengan dosen pada umumnya,&rdquo; ungkap mahasiswa yang kerap disapa Dinda itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, dalam pelaksanaannya Praktisi Mengajar masih memiliki kendala yang cukup mengganggu kelancaran dalam proses belajar mengajar. Apalagi dosen praktisi yang mengajar biasanya dihadirkan dari luar pulau, sehingga kelas yang memungkinkan hanya dapat diakses melalui daring.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masalah jaringan juga diakui oleh Dinda dan kawan-kawannya sebagai kendala selama dalam pelaksanaan program tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lebih ke jaringan dan ketersediaan&nbsp;</span><span><em>room</em></span><span>&nbsp;Zoom Premium dari prodi yang kadang sering habis kak. Jadi kan&nbsp;</span><span><em>link</em></span><span>&nbsp;Zoom semua disediakan prodi, seharusnya Zoom Premium, tapi kemarin sempat kehabisan, jadinya tiap 1 jam terpaksa keluar dari&nbsp;</span><span>room</span><span>, kemudian masuk lagi, eh keluar lagi,&rdquo; keluhnya Jumat (5/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengalaman mengikuti program ini juga dibagikan oleh seorang mahasiswi Prodi Psikologi Marcha Dirga Culie. Dirinya merasa belajar dengan dosen praktisi lebih baik karena sudah berpengalaman terjun langsung di dunia pekerjaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lapangan yang saya dapatkan seputar pekerjaan seperti menjadi HR (Human Resource) dan kebetulan di kelas saya juga dikasih tes, semacam melatih kita untuk apabila tiba-tiba mendapatkan tugas di dunia pekerjaan yang dadakan dikasih kita udah punya bayangan gitu,&rdquo; beber Marcha melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga menyebutkan kelas Praktisi Mengajar ini memberikan manfaat yang berguna bagi peningkatan kemampuan dalam dirinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya dapat memperoleh pengalaman belajar yang riil dan relevan dalam dunia industri, serta meningkatkan keterampilan dan kompetensi saya,&rdquo; sambungnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Dinda, kendala yang dialami oleh Marcha juga terkait dengan masalah jaringan yang mengganggu kelancaran perkuliahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kendala atau kesulitan biasa karena waktu dan jaringan, soalnya saya belajar secara daring jadi kita susah kadang akses jaringan kita suka bermasalah WiFi dan kadang suka ada daerah jaringan tiba tiba hilang,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun terdapat kendala yang dialami oleh mahasiswa dalam mengikuti kelas Praktisi Mengajar, program tersebut mendapat respons yang positif. Dinda sendiri mengaku bahwa dirinya menginginkan program tersebut terus dilaksanakan untuk ke depannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan Dinda, Marcha berharap agar selanjutnya, program Praktisi Mengajar ini lebih memperluas jangkauannya agar memberikan manfaat kepada lebih banyak insan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya berharap program ini dapat menjadi contoh yang baik bagi mahasiswa/mahasiswi lain untuk mengembangkan kemampuan mengajar mereka sendiri,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(myy/may/mar)</em></strong></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Fahutan Gelar Aksi Tuntut Ketegasan terhadap Dosen Pelaku Kekerasan Seksual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-fahutan-gelar-aksi-tuntut-ketegasan-terhadap-dosen-pelaku-kekerasan-seksual/baca </link>
<guid> mahasiswa-fahutan-gelar-aksi-tuntut-ketegasan-terhadap-dosen-pelaku-kekerasan-seksual </guid>
<pubDate> Fri, 23 Aug 2024 21:57:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi mahasiswa Fahutan tuntut kejelasan dosen yang terlibat kasus kekerasan seksual </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-fahutan-gelar-aksi-tuntut-ketegasan-terhadap-dosen-pelaku-kekerasan-seksual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MfOPQu9e1g.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Fahutan Gelar Aksi Tuntut Ketegasan terhadap Dosen Pelaku Kekerasan Seksual</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sebuah aksi datang dari sejumlah lembaga mahasiswa Fahutan Unmul di depan Gedung Rektorat, Kamis (22/8) lalu. Dengan menggaungkan &ldquo;Merdeka itu Bebas dari Kekerasan Seksual&rdquo;, aksi ini disinyalir buntut dari permasalahan dosen Fahutan, yang terlibat dalam kasus kekerasan seksual beberapa tahun silam.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/press-release/laporan-dugaan-tindak-pidana-kejahatan-terhadap-kesusilaan/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/press-release/laporan-dugaan-tindak-pidana-kejahatan-terhadap-kesusilaan/baca">Laporan Dugaan Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Kesusilaan</a><span>)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dosen yang statusnya dinonaktifkan sebagai pengajar di Fahutan tersebut, diduga masih berseliweran di lingkungan Unmul, salah satunya dengan munculnya sebuah poster yang menampilkan wajahnya sebagai narasumber dalam suatu agenda di lingkungan kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>...dan dengar-dengar juga, dosen ini, yang tersangka ini, masuk dan mengajar kembali. Ini menjadi suatu pertanyaan, bagaimana terkait penindakan kasus ini apakah tegas ataupun tidak,&rdquo; ujar Rian selaku ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Sylva Mulawarman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum aksi dilangsungkan, Rian membeberkan bahwa pihaknya sudah mengajukan surat audiensi kepada pihak rektorat. Namun nihil, hingga waktu 2 x 24 jam pihaknya menunggu tanpa ada respons, massa pun langsung dikerahkan menuju Gedung Rektorat dengan mengantongi beberapa tuntutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Kami meminta ketegasan dari pihak rektorat agar tersangka tidak masuk dalam lingkup Unmul, dan beliau masuk dalam ranah gerak kejaksaan dan keadilan,&rdquo; tegasnya saat diwawancarai langsung di Gedung Rektorat (22/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah aksi, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, dan Keuangan, Sukartiningsih menghadapi massa yang datang. Sebutnya, kasus yang terjadi pada 2021 yang kemudian terkuak pada 2022 itu sudah diproses di kejaksaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, para massa sontak naik pitam ketika WR II tersebut menyebutkan bahwa kasus yang sudah lama terjadi tidak usah dibahas kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita harus bekerja keras bersama-sama, jangan sampai jadi pelecehan seksual. jangan mengungkit-ungkit yang lama,&rdquo; tutur Sukartiningsih yang membuat massa geram pada Kamis (22/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Wakil Dekan III Fahutan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Erwin, selaku wakil dekan III Fahutan yang turut hadir saat aksi berlangsung mengatakan, bahwa ia yang berada di posisi sebagai dosen juga Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak bisa berkomentar banyak atas permasalahan dosen yang masih beraktivitas di lingkungan Unmul tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, sejauh ini Fahutan memang sudah menyatakan bahwa status dari dosen tersebut dinonaktifkan sebagai bentuk pemutus relasi kuasa antara dosen dengan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah kejadian pun, tutur Erwin, Fahutan telah mengambil sikap dengan mendengarkan kejelasan dari pihak yang bersangkutan, kemudian mengundang pihak kepegawaian Unmul. Sehingga setelah proses panjang diskusi, diputuskanlah bahwa dosen yang bersangkutan tidak diaktifkan sebagai dosen, baik itu mengajar dalam kelas, maupun membimbing tugas akhir mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... tapi jika ada kejadian begini pun kami tidak akan diam. Mahasiswa juga sering-sering berkonsultasi (dengan) PPKS biar ada pendamping, walau sudah dewasa,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi kemudian diakhiri dengan pernyataan sikap dari para lembaga mahasiswa Fahutan dengan sejumlah tuntutan, di antaranya:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengecam secara tegas segala aktivitas kekerasan dan pelecehan seksual</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meminta kejelasan hukum bagi dosen yang terlibat kekerasan dan pelecehan di Universitas Mulawarman</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Meminta ketegasan birokrasi Universitas Mulawarman dalam mengawasi kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Universitas Mulawarman. <strong><em>(lla/npl/tha/ali)</em></strong></p></li></ol>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanam Harapan untuk Nusantara Baru: Aksi Sobat Bumi Universitas Mulawarman Hijaukan Kota Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/tanam-harapan-untuk-nusantara-baru-aksi-sobat-bumi-universitas-mulawarman-hijaukan-kota-samarinda/baca </link>
<guid> tanam-harapan-untuk-nusantara-baru-aksi-sobat-bumi-universitas-mulawarman-hijaukan-kota-samarinda </guid>
<pubDate> Tue, 27 Aug 2024 07:16:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi Sobat Bumi Unmul lakukan penanaman pohon di area Religi Center </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/tanam-harapan-untuk-nusantara-baru-aksi-sobat-bumi-universitas-mulawarman-hijaukan-kota-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SlXTrq3zqQ.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Tanam Harapan untuk Nusantara Baru: Aksi Sobat Bumi Universitas Mulawarman Hijaukan Kota Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong><strong>&nbsp;</strong>Pagi itu, matahari tertutup oleh awan mendung. Suasana sejuk menyelimuti lima tempat ibadah yang dibangun secara berdekatan di area Religi Center Jalan Jakarta I, Loa Bakung, Kota Samarinda.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Area tersebut merupakan area terbuka dengan hamparan rumput yang luas. Di antara tempat ibadah tersebut, terlihat sekumpulan orang tengah berkumpul mendengarkan suara dari satu orang. Mereka berpakaian hitam seragam, beberapa menggunakan atribut berwarna hijau, dan beberapa yang lainnya menggunakan atribut lembaga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika dihampiri, mereka telah mendengarkan arahan. Sembari membentangkan spanduk bertuliskan &ldquo;Aksi Sobat Bumi Universitas Mulawarman, Tanam Harapan untuk Nusantara Baru, Aksi Tanam Pohon&rdquo;, kelompok yang disebut Sobat Bumi tersebut mulai berpencar membawa bilah-bilah bambu untuk menentukan titik-titik yang akan ditanami pohon.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sobat Bumi sendiri merupakan unit kegiatan yang dibentuk oleh Pertamina Foundation yang bergerak di bidang lingkungan. Anggotanya terdiri dari mahasiswa penerima beasiswa Pertamina Foundation.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di kegiatan aksi tanam pohonnya, Sobat Bumi turut mengundang lembaga-lembaga di Unmul untuk turut serta dengan mengirimkan delegasi mereka. Beberapa delegasi terlihat di lokasi penanaman, seperti dari BEM FMIPA, LEM Sylva, BEM Faperta, BEM FT, juga LPM Sketsa Unmul. Diramaikan pula oleh perwakilan Forum Kerukunan (FK) Umat Beragama (UB) Kota Samarinda dan para staf Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anggota Bidang Pengendalian dan Pencemaran Kerusakan Lingkungan DLHK Samarinda, Ngatman mengungkapkan rasa terima kasihnya mewakili DLHK Samarinda terkait aksi penanaman pohon yang dilakukan Sobat Bumi Universitas Mulawarman di Kota Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terima kasih atas aksi penanaman pohon ini, semoga Kota Samarinda bisa jadi lebih rimbun dan hijau,&rdquo; ungkapnya dalam sambutan di sesi pembukaan kegiatan pada Minggu (26/8) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ngatman juga turut memberikan arahan kepada para pelaksana dan peserta delegasi mengenai cara penanaman pohon yang benar. Seperti, tanahnya tidak boleh terlalu tinggi hingga perawatan berkala yang harus dilakukan di masa-masa awal penanaman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, Wakil Ketua FK UB, Tejo Sutarnoto juga mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap aksi penanaman pohon yang dilakukan di wilayah Religi Center. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan penerapan dari ilmu-ilmu yang pernah didapat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pohon-pohon yang ditanam kami harap bisa melindungi tempat-tempat ibadah yang ada di sini, membuat teduh, dan membuat nyaman kita semua,&rdquo; tuturnya saat dihampiri setelah melakukan penanaman bibit pertama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama seperti Ngatman, Tejo juga mengharapkan pohon-pohon yang ditanam bisa dirawat secara berkala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah mendapat arahan mengenai cara menanam pohon, para peserta kembali menyebar membawa peralatan serta bibit pohon untuk melakukan penanaman di beberapa titik yang sudah ditandai oleh bilah bambu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat kurang lebih 150 bibit yang akan ditanam oleh 29 anggota Sobat Bumi, 12 delegasi dari lembaga-lembaga di Unmul, dan para staf DLHK Samarinda yang turut memberikan arahan. Bibit-bibit tersebut merupakan bantuan dari DLHK yang mencakup bibit pohon ketapang, angsana, hingga kencana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Pelaksana, Dimas Hermawan menyebut Sobat Bumi selaku penyelenggara memang melakukan konsultasi dengan DLHK terlebih dahulu terkait aksi yang mereka lakukan. Mulai dari saran lokasi hingga persiapan sebelum aksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;DLHK memberikan dua rekomendasi tempat, kami memilih Religi Center ini yang merupakan area yang baru dibuka dan akan ada agenda penghijauan juga,&rdquo; jelasnya di sela-sela kegiatan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diketahui, area Religi Center sendiri nantinya akan dilakukan pengembangan sebab masih ada enam hektar tanah yang tersisa untuk wilayah tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain DLHK, Dimas menyebut kegiatan ini juga menggaet Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Samarinda yang banyak membantu terkait perizinan karena Religi Center sendiri dinaungi oleh Kesbangpol Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai aksi penanaman pohon, Dimas mengungkapkan bahwa Sobat Bumi mempertimbangkan suatu kegiatan yang dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang dan berkelanjutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau menanam pohon nantinya akan menghasilkan oksigen yang diperlukan makhluk hidup, tempat resapan air, dan penyaringan polusi udara juga,&rdquo; tuturnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia melanjutkan, turut mempertimbangkan mengenai keadaan Kalimantan Timur yang banyak sekali penebangan pohon hingga banjir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu mengenai pemeliharaan lanjutan, Dimas menyebut pihak penyelenggara langsung melakukan diskusi dengan FK UB di hari itu juga, di sela-sela kegiatan penanaman pohon.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari FK UB nanti mau membantu untuk perawatan harian, kami nanti melakukan kontrol berkala setiap bulan,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun sempat dilanda gerimis sebentar, para peserta yang terlibat tetap melanjutkan aksi penanaman pohon mereka dengan bersemangat sembari bercengkerama satu sama lain, di antaranya seperti Ikhsan dan Adinda yang juga merupakan bagian dari Sobat Bumi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semangat&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>, karena mau memotivasi untuk penghijauan di Kota Samarinda,&rdquo; kata Adinda sembari memegang bibit yang siap ditanam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ikhsan yang bertugas menggali tanah pun turut menimpali. &ldquo;Menuju&nbsp;</span><em><span>zero</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>emition</em></span><span>,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sambil melanjutkan penanaman bibit pohon ke-enam mereka, Ikhsan dan Adinda mengungkapkan harapannya agar bibit yang mereka tanam bisa tumbuh dengan baik dan bisa dilihat hasilnya hingga beberapa tahun ke depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah aktivitas penanaman pohon, Ikhsan dan Adinda turut menceritakan kegiatan mereka dalam kegiatan pemeliharaan lingkungan di Sobat Bumi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kebetulan kami juga tertarik dengan isu-isu lingkungan dan kegiatan-kegiatan peduli lingkungan,&rdquo; kata Ikhsan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain Adinda dan Ikhsan, kami turut menghampiri salah seorang delegasi dari LEM Sylva Mulawarman, Aditya Permadi. Ia menyebut, keikutsertaannya menjadi delegasi dalam aksi yang diselenggarakan Sobat Bumi adalah karena kesadaran sebagai mahasiswa Kehutanan yang memang harus turut serta dalam kegiatan penjagaan lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita sama-sama sadar juga hutan di bumi sudah menipis,&rdquo; ujarnya sembari membantu peserta lain menggali tanah untuk menanam bibit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sembari menanam bibit pohon ke-tujuh yang ia tanam bersama rekan lainnya hari itu, Aditya turut mengungkapkan harapannya agar bibit tersebut bisa tumbuh dengan baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seluruh peserta yang terlibat dalam penanaman pohon memiliki satu tujuan yang sama. Bersamaan dengan bibit pohon yang ditanam, mereka turut menanamkan harapan agar kegiatan ini bisa dirasakan dampaknya secara berkelanjutan.&nbsp;</span><span><strong><em>(ner/mlt/mar)</em></strong></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Partisipan, Kongres DPM KM Unmul Alami Penundaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-partisipan-kongres-dpm-km-unmul-alami-penundaan/baca </link>
<guid> minim-partisipan-kongres-dpm-km-unmul-alami-penundaan </guid>
<pubDate> Tue, 27 Aug 2024 07:28:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kongres DPM KM Unmul beberapa kali diundur hingga hari ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-partisipan-kongres-dpm-km-unmul-alami-penundaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tlfRjsYprB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Partisipan, Kongres DPM KM Unmul Alami Penundaan</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA -</span><strong>&nbsp;</strong>Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul menggelar Kongres KM Unmul di Gedung Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul pada Senin (26/8) lalu. Namun, pelaksanaannya dihiasi dengan minimnya partisipan dari lembaga-lembaga mahasiswa yang ada di Unmul.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengusung tema &quot;Bersinergi Bersama Membangun Kepengurusan yang Inovatif, Berintegritas, Adaptif, dan Berkomitmen Demi Tercapainya Unmul yang Unggul&quot;, kongres dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Moh. Bahzar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui sambutannya, Bahzar mengungkapkan rasa terima kasih atas kepengurusan DPM KM dan BEM KM Unmul periode 2023/2024. Ia juga berharap, kepengurusan selanjutnya dapat lebih inovatif lagi dibanding sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya harap bisa lebih inovatif lagi seperti sekarang,&quot; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kongres seharusnya dimulai pada 09.00 Wita, dengan dihadiri oleh delegasi lembaga legislatif dan eksekutif tiap fakultas, serta delegasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) se-Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun karena masih minim partisipan, pelaksanaan kongres diundur hingga 12.00 siang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun telah dimulai pada 12.00 Wita, jumlah peserta dan perwakilan lembaga juga masih belum memenuhi syarat untuk dapat memulai kongres. Ruangan diisi oleh anggota DPM KM Unmul, anggota BEM KM Unmul, dan hanya beberapa perwakilan lembaga dari fakultas dan UKM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peserta yang hadir dalam forum menyarankan untuk menunda kembali kongres hingga 20.00 Wita. Selain karena masih minim partisipan, peserta juga menyebut mahasiswa harus ikut turun aksi pengawalan revisi Undang-Undang (UU) Pilkada.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Karena minim partisipan, terus karena aksi juga, jadi dipending sampai jam 8 malam,&quot; terang Ketua DPM KM, Hadi Budiyanto pada Senin (26/8).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hadi menyebut, DPM KM mengikuti keputusan forum untuk menunda kongres. Ia juga menyatakan, DPM KM akan terus melakukan follow up ke lembaga-lembaga di Unmul guna memastikan partisipan kongres terpenuhi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya setelah pukul 20.00 Wita, kongres masih belum bisa dimulai sebab jumlah partisipan belum juga memenuhi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hadi menyebut, hanya ada satu perwakilan DPM Fakultas dan beberapa dari BEM KM yang hadir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Mungkin karena cuaca juga, jadi tidak memenuhi dan tidak bisa dimulai,&quot; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hadi melanjutkan, Kongres DPM KM akan dilanjutkan kembali pada Selasa (27/8) pukul 10.00 pagi.</span><span><strong><em> (ner/xel/ali)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Lahirkan Jurnalis Berkualitas, LPM Sketsa Unmul Gelar PJTD 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/upaya-lahirkan-jurnalis-berkualitas-lpm-sketsa-unmul-gelar-pjtd-2024/baca </link>
<guid> upaya-lahirkan-jurnalis-berkualitas-lpm-sketsa-unmul-gelar-pjtd-2024 </guid>
<pubDate> Tue, 27 Aug 2024 19:52:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul kembali hadirkan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/upaya-lahirkan-jurnalis-berkualitas-lpm-sketsa-unmul-gelar-pjtd-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TMPnmQmiVU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Lahirkan Jurnalis Berkualitas, LPM Sketsa Unmul Gelar PJTD 2024</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul kembali menghelat kegiatan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) setelah terakhir kali diadakan pada 2022 silam. PJTD Sketsa 2024 ini diadakan di Gedung Integrated Laboratory (I-Lab) Unmul, Sabtu (24/8) lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengangkat tema &ldquo;Fundamentals of Journalism: Crafting The Future of News&rdquo;, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dasar jurnalis muda, khususnya dalam penulisan berita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PJTD Sketsa 2024 ini berhasil menggaet atensi hingga lebih dari 80 peserta. Tidak hanya menarik minat para mahasiswa dari berbagai universitas, para siswa SMA/SMK sederajat pun turut berpartisipasi meramaikan acara tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PJTD Sketsa 2024 diawali dengan penyampaian sambutan oleh Selma Mela Elyani selaku Ketua Acara, Nindiani Kharimah selaku Ketua Umum LPM Sketsa 2024. Dilanjut dengan sambutan dari Herdiansyah Hamzah selaku Pembina LPM Sketsa, dan diakhiri oleh Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Afra Tustini Ekawati sebagai perwakilan Rektor Unmul yang membuka acara pada hari itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelatihan yang berlangsung dari pagi hingga sore tersebut menghadirkan dua jurnalis berkompeten dan berpengalaman di bidangnya. Pemateri pertama merupakan Ketua Divisi Pendidikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Samarinda, Muhibar Sobary Ardan dan pemateri kedua merupakan Jurnalis Kaltim Today, Fitri Wahyuningsih yang juga tergabung dalam AJI Kota Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam penyampaian materinya, Muhibar atau yang kerap disapa Ary memberikan materi terkait wacana pers. Ia selalu menekankan krusialnya peran pers di negara serta besarnya tanggung jawab dan risiko menjadi seorang jurnalis di masa sekarang maupun yang akan datang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Fitri menyampaikan materi mengenai teknik penulisan berita. Jurnalis Kaltim Today tersebut memberikan pengetahuan yang luas mengenai cara menulis dan menyusun berita dengan baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski ruangan terasa panas akibat kendala teknis, PJTD Sketsa 2024 berlangsung baik dari awal hingga akhir acara. Beberapa peserta mengungkapkan rasa puas dan &nbsp;harapannya untuk pelatihan tersebut agar dapat terus digelar tiap tahunnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Acara berlangsung tertib dan menghadirkan pemateri-pemateri yang luar biasa, tentunya acara berlangsung&nbsp;</span><span><em>fun</em></span><span>&nbsp;dan seru. Saya berharap akan ada acara seperti ini lagi ke depannya dengan konsep yang lebih menarik dan seru,&rdquo; ucap Naomi Agatha Ramadhani, siswa SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, salah satu peserta PJTD Sketsa 2024.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan antusiasme tinggi dan jumlah peserta yang terhitung banyak, memberikan kesan tersendiri bagi Ary dan Fitri selaku pemateri. Kedua jurnalis tersebut mengaku terkejut dan tidak menyangka bahwa peminat dalam bidang jurnalistik cukup banyak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mantap&nbsp;</span><span><em>sih</em>&nbsp;</span><span>dan istimewa, ramai peminatnya jadi bagus. Semoga lebih terawat untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya,&rdquo; ujar Ary.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, mereka menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan acara yang cukup baik, meski masih dalam lingkup lembaga mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kegiatannya oke&nbsp;</span><span><em>banget</em></span><span>. Aku pikir nggak banyak orang tertarik di bidang jurnalistik, ternyata banyak dan itu cukup menggairahkan, terutama dengan banyaknya anak SMA,&rdquo; pungkas Fitri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fitri &nbsp;dan Ary memberi pesan untuk kegiatan PJTD ke depannya agar lebih baik dan dapat menjangkau lebih banyak peserta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup kegiatan, terdapat sesi pembagian hadiah kepada tiga peserta pemenang kuis dan satu peserta teraktif, serta diakhiri dengan sesi foto bersama.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>byk/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Mahasiswa Samarinda Sepekan Terakhir: dari Kawal UU Pilkada hingga Diwarnai Pukulan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-mahasiswa-samarinda-sepekan-terakhir-dari-kawal-uu-pilkada-hingga-diwarnai-pukulan/baca </link>
<guid> aksi-mahasiswa-samarinda-sepekan-terakhir-dari-kawal-uu-pilkada-hingga-diwarnai-pukulan </guid>
<pubDate> Tue, 27 Aug 2024 20:24:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur lakukan aksi di depan gedung DPRD </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-mahasiswa-samarinda-sepekan-terakhir-dari-kawal-uu-pilkada-hingga-diwarnai-pukulan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U2eL34iKZq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Mahasiswa Samarinda Sepekan Terakhir: dari Kawal UU Pilkada hingga Diwarnai Pukulan</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Jalan Teuku Umar kembali dipenuhi Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur (Makara) serta elemen masyarakat Samarinda lainnya. Tepat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/8) lalu, massa berkumpul untuk melakukan aksi dengan membawa sejumlah tuntutan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuntutan tersebut ialah mengenai pengesahan RUU Perampasan Aset, pengesahan RUU Masyarakat Adat, Penolakan Hak Guna Usaha (HGU) 26 ribu hektare tambang oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di PT Kaltim Prima Coal (KPC).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, aksi ini juga menuntut Pertanggungjawaban Jokowi dan DPR, serta mengecam tindakan represif oleh aparat terhadap massa aksi demonstrasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dimulai sekitar pukul 15.00 Wita, garda terdepan mulanya diisi oleh barisan mahasiswi. Tak seramai aksi sebelumnya, massa yang tergabung kemudian mulai menyampaikan orasi satu-persatu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Aksi Pemantik</strong></span><span><br></span><span>Sebelumnya, aksi juga telah dilangsungkan sebanyak dua kali. Yang pertama di depan Gerbang Unmul (22/8) lalu. Di depan gerbang itu, massa mulai berorasi sejak pukul 15.00 Wita. Massa yang tergabung berasal dari sejumlah lembaga mahasiswa, tidak hanya dari internal Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Aliansi) Ini cukup banyak ya. Selain daripada golongan-golongan BEM yang ada di Universitas Mulawarman. Termasuk BEM KM, BEM FISIP, BEM-BEM yang lain juga. Terus ada himpunan-himpunan juga. Kita ada organisasi eksternal dari HMI, dari Perempuan Mahardhika,&rdquo; tutur Febby, selaku Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unmul di tempat aksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Massa menyuarakan penolakan terhadap putusan UU Pilkada yang dirasa mengancam keberlangsungan konstitusi di Indonesia. Mereka khawatir jika putusan MK tentang UU Pilkada dibatalkan oleh Baleg (Badan Legislatif) DPR RI, akan berdampak pada rusaknya demokrasi di Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Beberapa partai politik kecil itu susah mendapatkan 20 kursi DPR dan mereka mewujudkan 25 persen hak suara sah, mereka merasa tidak sah dengan kalau maju personal,&quot; ujarnya Kamis (22/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjelang terbenam matahari, aksi pada Kamis lalu itu kemudian ditutup dengan pertanyaan aksi. Setidaknya ada enam poin tuntutan yang massa utarakan, yaitu:</span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Stop Komersialisasi Pendidikan</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tolak RUU TNI Polri</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sahkan RUU Masyarakat Adat</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usut Tuntas Pelanggaran HAM Berat</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wujudkan Reforma Agraria Sejati</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Segera Revisi RUU Penyiaran</span></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak henti di situ, aksi dengan massa yang lebih banyak kembali diadakan di depan Gedung DPRD pada Jumat (23/lalu).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Percobaan memasuki gedung pun dilakukan, setelah massa mencoba menunggu untuk dibukakan gerbang namun tidak diindahkan. Pengunjuk rasa kemudian mulai memaksa masuk dengan memanjat serta menggoyangkan gerbang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga selang beberapa waktu kemudian, salah satu anggota DPRD Kaltim keluar menemui gerombolan aksi. Muhammad Samsun, selaku Wakil Ketua DPRD menyebutkan bahwa ia mendengarkan segala aspirasi yang disampaikan massa selama unjuk rasa berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Samsun yang menemui massa dan memperkenalkan dirinya sebagai anggota fraksi PDIP itu menyebutkan, bahwa ia akan menyampaikan segala aspirasi yang dibawa oleh massa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya ucapkan terima kasih (kepada) seluruh elemen mahasiswa hari ini (yang) bersuara&hellip;&rdquo; ujar Samsun di tengah kerumunan aksi (23/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya menyatakan, saya terima aspirasinya dan akan saya sampaikan ke DPR pusat,&rdquo; lanjut Samsun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Merespons wakil DPRD tersebut, Eddy Iskandar selaku dosen Unmul mengatakan, aksi ini adalah bentuk protes yang lebih mengarah kepada aksi moral.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mahasiswa marah dengan situasi kondisi politik yang diciptakan di pusat,&rdquo; sebutnya saat diwawancarai di lokasi aksi (23/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perihal Samsun yang ke luar menemui massa, Eddy bilang hal tersebut sekadar menunjukkan bahwa masih ada partai yang sejalan dengan aspirasi mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Artinya gini, pembatalan Rancangan undang-undang itu untuk diparipurnakan, tidak ada yang berjasa kecuali mahasiswa,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pantang pulang, massa aksi masih optimis untuk tetap menyampaikan aspirasinya ke dalam Gedung DPRD.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun hingga senja tiba dan polisi memperingatkan massa agar segera bubar, aksi mulai semakin ricuh. Polisi menembakkan&nbsp;</span><span><em>water cannon</em></span><span>&nbsp;dan membuat massa berhamburan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi pada Jumat (23/8) itu pun diwarnai dengan sejumlah mahasiswa yang sempat ditahan oleh aparat kepolisian. Ada pula yang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kejadian ini&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>konfirmasi langsung pada wawancara terpisah dengan Febby, selaku Wakil Presiden BEM KM Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Benar. Tapi sudah ditangani dan sudah dilepas semuanya ya,&rdquo; katanya saat dihubungi lewat obrolan WhatsApp Jumat (23/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun pernyataan sikap dari aksi tersebut menambah jumlah tuntutan yang sebelumnya enam menjadi dua belas tuntutan, yaitu:</span><span><br></span></p><p><span>7. &nbsp;Kawal Putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024</span><br><span>8. Tolak Revisi UU Pilkada</span><br><span>9. Sahkan RUU Perampasan Aset</span><br><span>10. Sahkah RUU Masyarakat Adat</span><br><span>11. Menuntut Pertanggungjawaban Jokowi dan DPR</span><br><span>12. Mengecam tindak represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada massa aksi demonstrasi</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tindakan represif warnai aksi di depan DPRD Kaltim</strong></span><br><span>Menjelang pukul 18.00 Wita, massa aksi pada Senin (26/8) lalu berusaha memanjat pagar. Dalam sebuah video yang beredar dan diunggah akun Instagram <em>@</em></span><span><em>aksikamisankaltim</em></span><span>, terekam sebuah aksi represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam video itu, seorang mahasiswa yang mencoba masuk mendapati sebuah dorongan dan juga pukulan dari oknum kepolisian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tindakan ini kemudian memantik sejumlah komentar dari warganet.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tugas polisi itu untuk mengamankan bukan memukuli,&rdquo; sebut salah satu komentar&nbsp;</span><span><em>@irwansamarata</em></span><span>&nbsp;dalam postingan Instagram tersebut sambil menandai sejumlah akun kepolisian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi ketiga dalam seminggu terakhir itu juga menimbulkan korban terluka. Salah satunya seorang pemuda laki-laki yang diduga mengalami patah kaki.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sebuah video yang beredar di sejumlah grup obrolan WhatsApp seusai aksi, diduga pemuda tersebut merupakan mahasiswa Fahutan Unmul. Ia terlihat tergeletak di dalam sebuah ambulans yang sedang dikemudikan dan ditemani oleh dua pemuda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Satu korban dari Fakultas Kehutanan Unmul, kaki patah, akibat represif dari aparat,&rdquo; sebut pemuda yang menemani korban tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hidup perjuangan, hidup perjuangan,&rdquo; lanjut mereka sambil saling sahut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari&nbsp;</span><span><em>kaltimpost.id&nbsp;</em></span><span>polisi awalnya sudah mengimbau massa untuk segera bubar, sebab sejak awal mereka sudah diberi kesempatan untuk menyampaikan orasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga pukul 18.00 Wita adalah batas waktu mereka melaksanakan aksi. Disebutkan juga, bahwa masyarakat perlu menggunakan jalan di mana tempat aksi berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oleh karena itu, kami sudah mengimbau beberapa kali untuk bisa membubarkan diri dengan tertib, tetapi tidak dilaksanakan. Kemudian melakukan pelemparan-pelemparan yang akhirnya kami melaksanakan pembubaran secara humanis tentunya,&rdquo; ucap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadil (26/8) lalu.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(zwg/lla/emf/npl/cok/xel/tha/mar)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PR DPM dalam Kongres KM Unmul 2024: dari Kritik Pemira sampai LPJ Bersyarat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pr-dpm-dalam-kongres-km-unmul-2024-dari-kritik-pemira-sampai-lpj-bersyarat/baca </link>
<guid> pr-dpm-dalam-kongres-km-unmul-2024-dari-kritik-pemira-sampai-lpj-bersyarat </guid>
<pubDate> Thu, 29 Aug 2024 22:11:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kongres berhasil dijalankan, DPM KM Unmul tuai kritikan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pr-dpm-dalam-kongres-km-unmul-2024-dari-kritik-pemira-sampai-lpj-bersyarat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jqthca6js2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PR DPM dalam Kongres KM Unmul 2024: dari Kritik Pemira sampai LPJ Bersyarat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>-<strong>&nbsp;</strong>Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul 2024 yang diselenggarakan sejak Senin (26/8) hingga Rabu (28/8) lalu, di Gedung Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul rampung terlaksana. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kongres kali ini berjalan lebih kondusif. Salah satu perubahan signifikannya ialah terkait persyaratan peserta kongres.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika sebelumnya peserta hanya terdiri dari perwakilan lembaga legislatif fakultas, lembaga eksekutif fakultas, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unmul yang diutus oleh masing-masing kelembagaan dengan surat mandat, kini semua mahasiswa Unmul bisa menjadi peserta kongres.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perubahan tersebut tampaknya mendorong partisipasi yang lebih besar, terlihat dari banyaknya mahasiswa yang memadati lokasi kongres. Padahal sebelumnya, kongres dihadapi dengan minimnya partisipan hingga alami penundaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-partisipan-kongres-dpm-km-unmul-alami-penundaan/baca"><span>Minim Partisipan, Kongres DPM KM Unmul Alami Penundaan</span></a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam wawancara bersama awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (28/8) lalu, Hadi Budiyanto selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Unmul 2024 mengungkapkan kendala dari kongres tersebut. Ia menyebut adanya keterlambatan penyebaran undangan kongres, sehingga berakibat pada sulitnya mengumpulkan para delegasi lembaga untuk mencapai kuorum.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, pelaksanaan kongres yang bertepatan dengan hari kuliah, mengakibatkan jadwal kongres harus terus diundur karena bertabrakan dengan jadwal kuliah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena SK (Surat Keputusan) kami akan habis di akhir bulan (Agustus) ini, dan ini juga sudah masuk perhitungan dari DPM KM dengan jenjang dua minggu setelah Pemira (Pemilihan Raya), kami melaksanakan kongres ini,&rdquo; imbuh Hadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam Kongres KM Unmul 2024, laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari DPM KM dan BEM KM Unmul turut dipaparkan. LPJ dari DPM KM diterima dengan syarat, di mana terdapat lima poin perbaikan yang harus mereka lakukan. Salah satunya adalah memperbaiki draf pemetaan masalah DPM KM tahun 2023-2024 dan menjelaskan mengapa mereka tidak menjalankan fungsi legislasi, aspirasi, dan pengawasan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DPM KM juga memiliki catatan untuk merangkul anggotanya kembali, mengingat partisipasi yang terlihat sangat minim, dengan hanya tiga orang saja yang hadir dalam kongres kemarin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, kritik tajam juga dilontarkan terhadap sistem penyelenggaraan Pemira yang dinilai kurang memadai. Wakil Presiden BEM Fakultas Hukum, Hiththan Hersya Putra, menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja DPM KM lantaran permasalahan ini telah disuarakan sejak dua tahun lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya sedikit kecewa dengan LPJ yang disampaikan oleh DPM KM karena sejatinya DPM sebagai lembaga legislatif seharusnya peraturan perundang-undangan tingkat mahasiswa yang seharusnya setidak-tidaknya ada dan kalaupun tidak ada, setidaknya ketua DPM ada merubah beberapa peraturan yang beberapa beraturan hampir setiap tahun saya minta untuk dirubah, yakni undang-undang pemira,&rdquo; keluh Hiththan .&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi sampai detik ini buktinya tidak ada perubahan yang menurut saya pribadi dengan tidak adanya perubahan undang-undang tersebut, kemudian berimplikasi kepada berbagai macam permasalahan yang bisa kita lihat terjadi di penyelenggaraan pemilihan,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, LPJ dari BEM KM diterima tanpa syarat. Meskipun LPJ BEM KM diterima, masih ada beberapa catatan yang disampaikan oleh Febri Jaka Wardana selaku Gubernur BEM FPIK Unmul, termasuk kritik terhadap menteri-menteri yang dianggap kurang produktif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu catatan pentingnya adalah terkait beberapa menteri yang program kerjanya terbatas dan tidak inovatif. Kritikan ini menunjukkan bahwa, meskipun kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor, ada ekspektasi yang lebih tinggi terhadap kontribusi menteri-menteri tersebut dalam menjalankan program kerja yang lebih beragam dan berdampak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sebenarnya besar harapan saya untuk BEM KM yang terpilih tahun depan (2024-2025) bisa menyatukan elemen dari seluruh mahasiswa Unmul untuk membuat satu wadah gerakan, jadi kita punya episentrum gerakan dari mahasiswa Unmul. Itu yang belum saya lihat di BEM KM tahun (2024) ini,&quot; tukas Febri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Febri juga menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih inklusif. Ia menginginkan agar BEM KM tidak sekadar mengundang mahasiswa atau organisasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan, tetapi juga melibatkan mereka dalam proses perencanaan dan pelaksanaan.&nbsp;</span><span><strong><em>(xel/ali)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmi Dilantik, Maulana-Fajr Nakhodai Roda Kepengurusan BEM KM Unmul 2024/2025 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-dilantik-maulana-fajr-nakhodai-roda-kepengurusan-bem-km-unmul-20242025/baca </link>
<guid> resmi-dilantik-maulana-fajr-nakhodai-roda-kepengurusan-bem-km-unmul-20242025 </guid>
<pubDate> Fri, 30 Aug 2024 21:33:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terpilih secara aklamasi, pasangan Maulana-Fajr resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-dilantik-maulana-fajr-nakhodai-roda-kepengurusan-bem-km-unmul-20242025/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yqaoFdRURb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmi Dilantik, Maulana-Fajr Nakhodai Roda Kepengurusan BEM KM Unmul 2024/2025</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Setelah ditetapkan secara aklamasi melalui Surat Keputusan Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Unmul Nomor 08/KPPR/2024, M. Ilham Maulana dan Al Fajr Nur Resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul periode 2024/2025. Mereka dilantik dalam Kongres Keluarga Mahasiswa (KM), Rabu (28/8) lalu di Gedung Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-secara-aklamasi-pasangan-maulana-fajr-lanjutkan-kepemimpinan-bem-km-unmul-20242025/baca"><span>Terpilih Secara Aklamasi, Pasangan Maulana-Fajr Lanjutkan Kepemimpinan BEM KM Unmul 2024/2025</span></a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam wawancara terpisah pada (26/8) lalu, Moh. Bahzar selaku Wakil Rektor III Unmul memberikan tanggapan terkait proses demokrasi yang berlangsung. Bahzar bilang, pihaknya tidak ikut campur dalam Pemira KM Unmul dan menerima apapun hasilnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Yang jelas kami ucapkan selamat, terbukti (Pemira) bisa terlaksana dengan baik. Tidak perlu dipermasalahkan lagi. Mari kita dewasa dalam berdemokrasi. Kalah menang wajar. Mengenai minimnya partisipasi mahasiswa, waktu itu memang bertepatan dengan KKN. Tapi bisa terlaksana, bisa lah tahun depan kita perbaiki,&rdquo; jelas Bahzar saat ditemui di Gedung IKA Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah resmi dilantik, Maulana mengaku siap menjalankan empat program yang akan menjadi fokus utama selama periode kepengurusannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Langkah awal gerak diawal kita adalah bagaimana mendatangi tiap-tiap fakultas untuk menyampaikan dan mensosialisasikan bahwa kehadiran BEM KM Unmul masih ada di tahun 2024 hingga 2025,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai langsung seusai kongres (28/8) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana juga menekankan pentingnya kolaborasi antara fakultas dan lembaga di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya rasa, untuk merangkul teman-teman, tidak cukup hanya melalui komunikasi dan koordinasi. Keterlibatan setiap fakultas dalam perumusan program atau konsep kegiatan yang dikolaborasikan sangat penting. Dasar inilah yang membentuk satu kesatuan hubungan antara tiap lembaga dan elemen mahasiswa,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan harapannya agar BEM KM Unmul dapat membangun kesatuan di antara seluruh mahasiswa. Dengan&nbsp;</span><span><em>tagline</em></span><span>&nbsp;&quot;Mulawarman Bersatu,&quot; ia ingin menghapus perbedaan antar individu maupun warna fungsionaris, serta mendorong Unmul menuju arah yang lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di akhir wawancara, Maulana memberikan sedikit bocoran mengenai pelantikan kabinetnya yang dijadwalkan pada bulan September mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Belum ada tanggal pasti untuk pelantikan, tapi yang jelas, September nanti pasti ada pelantikan,&rdquo; tutup Maulana.&nbsp;</span><span><strong><em>(xel/ali)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bisikan Bambu di Belantara Mayantara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/bisikan-bambu-di-belantara-mayantara/baca </link>
<guid> bisikan-bambu-di-belantara-mayantara </guid>
<pubDate> Sat, 31 Aug 2024 19:29:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dalam labirin sunyi, suara terkubur di balik tembok-tembok maya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/bisikan-bambu-di-belantara-mayantara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BakZQzC8Aa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bisikan Bambu di Belantara Mayantara</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="">Dalam labirin sunyi, suara terkubur di balik tembok-tembok maya.<br><span>Namun lihat, di antara layar yang retak,</span><br><span>Jemari menari&mdash;kode perlawanan dalam sunyi,</span><br><span>Lidah bergetar dalam bisu, hati berdegup melawan arus.</span></p><p></p><p dir="ltr" style=""><span>Di menara gading, para wakil bermahkota emas berkilau dalam perdebatan,</span><br><span>Jubah-jubah hitam menimbang nasib sang Garuda.</span><br><span>Sementara di jalanan,</span><br><span>rakyat menganyam harapan yang tak kunjung sirna.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Demokrasi kita, oh Nusantara yang bergelora.</span><br><span>Bukan pohon tua, tapi bambu yang meliuk-liuk,</span><br><span>Akarnya menembus tanah merah kepulauan.</span><br><span>Ruas-ruasnya menari dengan angin, lentur namun tak patah.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Setiap ketukan adalah simfoni perlawanan,</span><br><span>setiap cuitan adalah bara revolusi yang tak padam.</span><br><span>Antara mimpi rakyat dan keputusan elit,</span><br><span>Menganga jurang tak kasat mata, sarat konflik terselubung.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Tiga pilar negara bergoyang, dihempas badai kepentingan,</span><br><span>Pengawasan memudar bagai warna batik yang terkikis waktu.</span><br><span>Ironi demokrasi digital: Semakin terhubung, kian tercerai-berai,</span><br><span>Ribuan suara membisu dalam ingar-bingar media sosial.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Kita, para penyala obor di era algoritma,</span><br><span>Tak kan biarkan api semangat dan harapan menjadi abu.</span><br><span>Biar kode-kode digital menjadi sandi perjuangan baru,</span><br><span>Menggaungkan suara keadilan dari Sabang hingga Merauke.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Meski dihadang sensor,</span><br><span>Mimpi kita tetap membara.</span><br><span>Dari gang sempit hingga menara pencakar langit,</span><br><span>Bergema satu suara yang tak terbendung:</span></p><p dir="ltr" style=""><span>&quot;Indonesia tetap berdaulat,&nbsp;</span><br><span>MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2021</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Huru-hara PKKMB FKIP, Wakil Dekan: Harapan Damai antar Lembaga Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/huru-hara-pkkmb-fkip-wakil-dekan-harapan-damai-antar-lembaga-mahasiswa/baca </link>
<guid> huru-hara-pkkmb-fkip-wakil-dekan-harapan-damai-antar-lembaga-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 31 Aug 2024 21:39:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keterangan wakil dekan FKIP terkait huru hara Pendidik 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/huru-hara-pkkmb-fkip-wakil-dekan-harapan-damai-antar-lembaga-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3t6NUtAv7e.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Huru-hara PKKMB FKIP, Wakil Dekan: Harapan Damai antar Lembaga Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FKIP Unmul yang dimulai pada (12/8) lalu sempat menuai kritik keras dari berbagai pihak, termasuk sejumlah lembaga dan mahasiswa baru. Menanggapi hal tersebut, pihak fakultas akhirnya angkat suara.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lokasi-dinilai-kurang-memadai-pkkmb-fkip-unmul-2024-tuai-banyak-protes/baca"><span>Lokasi Dinilai Kurang Memadai, PKKMB FKIP Unmul 2024 Tuai Banyak Protes</span></a><span>)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diakui oleh Bibit Suhatmady, selaku Wakil Dekan III FKIP, PKKMB fakultas sebelumnya selalu diadakan di Gelanggang Olahraga (GOR) 27 September. Tetapi, tahun ini kegiatan tersebut dipindahkan ke Gedung Auditorium Unmul dengan alasan GOR tersebut sudah terjadwal untuk kegiatan lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dalam rentetan itu, ada kegiatan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur&rsquo;an) Nasional, dan ada beberapa kegiatan menggunakan GOR yang sudah di-</span><span><em>booking</em></span><span>&nbsp;duluan dan kegiatan upacara juga. Jadi, akhirnya GOR itu di-</span><span><em>clean</em></span><span>. Nggak bisa kita gunakan,&rdquo; jelasnya saat ditemui langsung Selasa (27/8).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada pun Arif, anggota Badan Pengurus Harian (BPH) BEM FKIP Unmul, menjelaskan bahwa pihaknya telah mencari opsi lain, seperti menggunakan Lapangan FKIP. Namun, penggunaan lokasi tersebut memerlukan biaya tinggi untuk menyewa tenda, yang membuat anggaran tidak mencukupi untuk kebutuhan konsumsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Opsi kedua adalah menggunakan Auditorium, yang memerlukan biaya lebih rendah dan memungkinkan anggaran dialokasikan untuk keperluan lainnya,&rdquo; ujarnya saat ditemui pada Rabu (28/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam penentuan lokasi PKKMB, Arif mengaku telah menemukan berbagai organisasi mahasiswa FKIP. Dalam pertemuan tersebut pun sudah disampaikan bahwa PKKMB akan dilaksanakan di Gedung Auditorium.</span><span><br></span><span><br></span><span>&ldquo;</span><span><em>Nah</em></span><span>&nbsp;(penentuan lokasi) itu tidak ada kata tidak setuju, mereka malah mempertanyakan mungkin bagaimana nanti kondisi di saat dalam ruangan Auditorium, apakah disediakan kipas atau bagaimana, terus bagaimana dengan yang di luar disediakan tenda atau bagaimana atau dibiarkan saja atau bagaimana.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari pertama, Bibit menyebut acara berjalan cukup kondusif. Namun PKKMB hari kedua diwarnai sejumlah kejadian yang akhirnya membuat beberapa maba mesti dievakuasi ke ruang medis. Disinyalir hal ini salah satunya terjadi sebab lokasi yang terlalu padat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bibit yang saat itu berada di lokasi kejadian menyebut hal itu bermula saat maba saling menunjukkan yel-yel. Saat itu kondisi sedang hujan, hingga saran untuk memulangkan para maba pun dikeluarkan. Mengingat para maba dibagi dalam dua tempat, di dalam Gedung Auditorium dan di luar gedung tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, kata Bibit, saran tersebut tidak diindahkan oleh para bina damping (bindam) maba FKIP tersebut. Dengan alasan, yel-yel mereka sudah dipersiapkan sejak berbulan lamanya. Sehingga acara pun diteruskan dan berlanjut hingga penyampaian orasi dari para lembaga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun menyebut sempat mengajak beberapa ketua aliansi mahasiswa untuk berdiskusi dan negosiasi sebab kondisi sudah semakin kisruh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak bisa kita kendalikan karena kondisinya sudah&nbsp;</span><span><em>chaos</em></span><span>. Nah kondisi (PKKMB) itu, karena posisi mahasiswa itu ada yang duduk, hampir semua duduk ya, mahasiswa barunya semua duduk. Dan ini berhambur menempati panggung, dan loncat-loncat di antara mahasiswa ini, ini lah yang potensi ya mungkin beritanya ada yang terinjak. Dan langsung dievakuasi ke kesehatan,&rdquo; terangnya saat diwawancarai langsung di kantor Dekanat FKIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal keadaan PKKMB kemarin, Arif turut menyayangkan aksi lembaga mahasiswa FKIP tersebut. Ia mengatakan, agenda PKKMB fakultas mestinya jadi ajang para mahasiswa baru untuk bersuka ria. Namun, sebaliknya justru acara tersebut malah berakhir kisruh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada pun terkait konsumsi basi yang diberikan untuk para maba, Arif mengakui hal tersebut merupakan kelalaian dari pihak pelaksana. Ia menyebut, mestinya pengecekan konsumsi dilakukan sesaat pengambilan dari vendor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Arif pun mengatakan telah melakukan evaluasi terkait agenda tersebut. Evaluasi yang dilaksanakan pun hanya mengundang pihak internal, baik BEM maupun panitia pelaksana PKKMB FKIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terkait evaluasi ini ya (tempat). Evaluasi setelah kegiatan kenapa kegiatan kita di Auditorium ya? Itu tidak ada kita bahas sih. Lebih kita bahas dari temen-temen BPH saja yang dapat dibilang harusnya lebih cepat lah kita harus masukin untuk suratnya gitu, tidak harus menunggu terkait tanggal pastinya dari PKKMB universitas.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam upaya menyelesaikan konflik antara BEM dan Himpunan Mahasiswa (Hima), Bibit berharap agar semua pihak dapat mencapai perdamaian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya sih BEM dan Hima bisa damai, meskipun masing-masing Hima memiliki karakter yang berbeda, seperti Hima Bahasa, Hima IPS, Hima IP, dan Hima MIPA, yang semuanya unik,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bibit juga menekankan pentingnya BEM dalam mengayomi dan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang lebih baik di antara lembaga-lembaga kemahasiswaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;BEM diharapkan dapat menjadi jembatan dalam memperbaiki komunikasi dan koordinasi,&rdquo; tambahnya.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga sempat menghubungi Tapdal, selaku presiden BEM FKIP Unmul untuk dimintai keterangan mengenai PKKMB FKIP kemarin. Namun hingga hari ini, belum ada respons yang<strong>&nbsp;</strong>awak <em>Sketsa</em> terima<strong>.&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;"><em>(man/jaz/yra/rla/ali/mar)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kendala Peminjaman Fasilitas Unmul masih Dirasakan, Sosialisasi ke Generasi Baru Ormawa Jadi Sorotan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kendala-peminjaman-fasilitas-unmul-masih-dirasakan-sosialisasi-ke-generasi-baru-ormawa-jadi-sorotan/baca </link>
<guid> kendala-peminjaman-fasilitas-unmul-masih-dirasakan-sosialisasi-ke-generasi-baru-ormawa-jadi-sorotan </guid>
<pubDate> Mon, 02 Sep 2024 15:16:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa keluhkan kendala peminjaman fasilitas di Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kendala-peminjaman-fasilitas-unmul-masih-dirasakan-sosialisasi-ke-generasi-baru-ormawa-jadi-sorotan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Dn0XaUA8Pr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kendala Peminjaman Fasilitas Unmul masih Dirasakan, Sosialisasi ke Generasi Baru Ormawa Jadi Sorotan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Fasilitas penunjang kegiatan kampus layaknya dapat dinikmati oleh seluruh civitas akademika. Namun demikian, tidak sedikit keluhan mahasiswa muncul terhadap sulitnya akses peminjaman fasilitas-fasilitas kampus di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Keluhan tersebut datang dari berbagai alasan. Mulai dari proses administrasinya yang dianggap ruwet, juga sosialisasi prosedur surat peminjaman yang masih belum tersampaikan dengan baik kepada mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Armin, seorang mahasiswa program studi (prodi) PGSD FKIP mengatakan bahwa peminjaman fasilitas kampus sering kali terhambat oleh banyaknya surat persyaratan yang harus dipenuhi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk kronologis peminjaman kampus pasti ada kesulitannya, yaitu syarat-syarat untuk meminjam fasilitas kampus itu banyak surat-surat yang harus diurus untuk bisa menggunakan fasilitas kampus,&rdquo; ujarnya ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Rabu, (31/7) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Rizki (Nama samaran) yang menjabat sebagai ketua dari salah satu organisasi mahasiswa di Unmul mengaku tidak terlalu merasa sulit dengan peminjaman fasilitas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Yang menjadi perhatian lebih bagi Rizki adalah terbatasnya fasilitas yang bisa menampung mahasiswa dalam jumlah banyak, seperti GOR 27 September. Hal ini karena sering tumpang tindih dengan pihak lain yang sudah meminjam gedung tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau sulit atau enggak, enggak terlalu sulit <em>sih</em>. Tapi kemarin kami ada beberapa <em>problem</em> karena (hari) Minggu-nya itu enggak pas gitu (jadwalnya), karena di bulan Agustus banyak yang mau pake GOR jadi ya kita bingung mau cari tanggal berapa,&rdquo; bebernya saat dihubungi <em>Sketsa</em> melalui WhatsApp pada Kamis, (1/8) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyoroti kendala di bagian perlunya meminta tanda tangan wakil rektor. Ini disebabkan pihak bersangkutan yang terkadang tidak berada di kantor.</p><p style="text-align: justify;">Harapan pun datang dari mahasiswa mengenai proses peminjaman fasilitas di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga pada saat peminjaman fasilitas kampus itu lebih dipermudah lagi bagi mahasiswa yang mau menggunakan fasilitas dari kampus, dan juga dari pihak kampus memberikan sosialisasi atau arahan untuk membuat surat peminjaman gedung dari kampus yang benar dan baik,&rdquo; tutup Armin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Paijan, selaku Koordinator Umum, Biro Umum dan Keuangan (BUK) menyampaikan bahwa prosedur peminjaman fasilitas di Unmul sudah dipermudah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terlebih kata Paijan, alur peminjaman kini telah dipangkas sehingga tidak langsung mengurusnya ke rektor, namun ke bagian biro agar prosesnya tidak memakan waktu lama.</p><p style="text-align: justify;">Paijan juga menyoroti tentang informasi alur peminjaman bagi organisasi yang mesti diberitahukan ke generasi selanjutnya. Ia berkata saat terjadi regenerasi dalam sebuah organisasi mahasiswa, prosedur ini tidak disampaikan kepada kepengurusan yang baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnya proses penyampaian (prosedur peminjaman) (di)regenerasi di organisasi kalian itu, yang benar disampaikan. Saya sering tuh di fakultas begitu karena kan capek terkait generasi nya. Bagaimana nanti misalnya Ketua Hima ya kan pinjam ruangan. Nah, pada saat pinjem ruangan dikasih arahan (kepada kepengurusan selanjutnya) &lsquo;ini lo caranya&rsquo; begitu seterusnya. Pada periode berjalan aman, tapi begitu ganti organisasinya nol lagi,&rdquo; tegasnya saat diwawancarai pada Senin, (19/8) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ijan juga menekankan bahwa mahasiswa dapat melapor jika mendapati kendala peminjaman dengan menyertakan bukti audiovisual dan akan segera ditangani.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pastikan kalau ada bukti (kesulitan peminjaman) silakan foto, kalo mau direkam, rekam. Sampaikan (bukti) autentiknya ke saya sendiri. <strong><em>(c</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>ok/ara/lla/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ironi Gerakan Demokrasi Mahasiswa Kampus Nomor 1 di Kalimantan: Tajam ke Luar, Buta ke Dalam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ironi-gerakan-demokrasi-mahasiswa-kampus-nomor-1-di-kalimantan-tajam-ke-luar-buta-ke-dalam/baca </link>
<guid> ironi-gerakan-demokrasi-mahasiswa-kampus-nomor-1-di-kalimantan-tajam-ke-luar-buta-ke-dalam </guid>
<pubDate> Mon, 02 Sep 2024 20:30:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa nyaring teriakan demokrasi untuk negara, terlupa dengan ironi demokrasi kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ironi-gerakan-demokrasi-mahasiswa-kampus-nomor-1-di-kalimantan-tajam-ke-luar-buta-ke-dalam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9cC1cmzXdb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ironi Gerakan Demokrasi Mahasiswa Kampus Nomor 1 di Kalimantan: Tajam ke Luar, Buta ke Dalam</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Samarinda turun ke jalan, meneriakkan protes terhadap keputusan DPR RI yang memprioritaskan pembahasan RUU Pilkada. Mereka menilai manuver tersebut sebagai upaya meloloskan pencalonan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, dalam pilkada serentak mendatang yang sebelumnya terganjal putusan Mahkamah Konstitusi.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah hiruk pikuk ajakan demonstrasi, sebuah unggahan&nbsp;</span><span><em>story</em></span><span>&nbsp;di Instagram menarik perhatian saya. Postingan tersebut menyebarkan gambar ajakan untuk aksi demonstrasi dengan tulisan &quot;mahasiswa bergerak selamatkan demokrasi&quot;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya langsung&nbsp;</span><span><em>nyengir</em>&nbsp;</span><span>ketika membaca narasi itu.&nbsp;</span><span><em>Kok</em>&nbsp;</span><span>tiba-tiba peduli demokrasi? &ldquo;Itu&nbsp;</span><span><em>lo</em></span><span>, demokrasi kampusmu mati malah cuek,&rdquo; pikir saya. Pikiran saya langsung merujuk pada proses Pemira (Pemilihan Raya) Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul di tahun ini. Di mana absennya kontestasi politik di dalam institusi pendidikan yang sering disebut sebagai &ldquo;miniatur negara&rdquo; tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maksud saya, ya, meskipun hanya ada satu paslon setidaknya lawan kotak kosong gitu,&nbsp;</span><span><em>lo</em></span><span>. Walaupun di&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>mereka menyatakan telah mendapat sekitar seribu surat dukungan, tapi apakah itu cukup merepresentasikan mahasiswa Unmul yang jumlahnya kurang lebih 30 ribu orang? Atau minimal penyelenggara Pemira mengadakan uji publik untuk si duo tunggal ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain jadi ajang silaturahmi, ya bisa sekalian adu gagasan antara si peserta Pemira dan mahasiswa lain, yang secara langsung atau tidak, akan terseret almamaternya dalam gerakan-gerakan mereka ke depannya. Saya tidak bilang mereka bodoh atau tidak berkompeten. Justru karena saya yakin akan kemampuan mereka, maka dari itu saya agak menyayangkan mereka tidak diberi panggung untuk membuktikan itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi, ya, mau bagaimana? Sudah terlanjur aklamasi. Sudah dilantik pula sepertinya. Kalau kata orang Samarinda, nasi dah jadi buras,&nbsp;</span><span><em>wal ae</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terus korelasi dengan judulnya apa? Begini, yang saya permasalahkan adalah mengapa kejadian penyimpangan demokrasi di tingkat nasional atau daerah langsung disorot dan dikritisi oleh para mahasiswa? Mengapa mereka tidak memberikan atensi dan daya pikir kritis yang sama ketika demokrasi di tempat mereka belajar kembali mati?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apa mereka lupa bahwa mereka adalah mahasiswa PTN nomor 1 di Kalimantan? Apa mereka puas dengan kondisi demokrasi internal kampus mereka? Mengapa mereka mengibarkan slogan Vox Populi, Vox Dei di setiap sudut yang ada kecuali sudut kampus mereka sendiri?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya berani berkata, bahwa adalah suatu kemunafikan ketika ada seseorang yang mengaku pro-demokrasi tetapi tetap menghalalkan aklamasi dalam suatu proses pemilihan umum. Saya tidak tahu seberapa tebal bedak muka yang mereka gunakan ketika turun ke jalan, sehingga berani menyuarakan demokrasi sembari tak hirau dengan apa yang terjadi di kampus sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apakah ini kemunafikan yang disengaja karena Presiden BEM KM yang terpilih membawa bendera-bendera koalisi yang sama dengan kepengurusan BEM KM yang sebelumnya? Saya jadi membayangkan skenario apa yang sekiranya terjadi jika ada dua paslon dan ternyata yang menang adalah kubu oposisi. Apapun reaksinya, yang jelas pasti tidak sekalem yang sekarang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau kampus adalah miniatur negara, berarti mahasiswanya adalah miniatur politisi. Itulah mantra yang saya ulang-ulang di dalam kepala agar menjadikan ironi yang saya saksikan sebagai sesuatu yang masuk akal. Kita perlu sadar bahwa politisi-politisi kurang ajar yang sekarang menjabat itu dulunya juga mahasiswa, kok. Mungkin sifatnya juga tidak ada bedanya dengan kita. Oportunis, munafik,&nbsp;</span><span><em>pujungan</em></span><span>, dan culas. Warna bendera lebih penting daripada kemampuan beretorika. Selama yang memegang jabatan masih kawan sendiri, bisalah ditoleransi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, mahasiswa program studi Sastra Inggris, FIB Unmul 2018</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Kecakapan Digital Lewat Berbagai Tools Digital, AAJA Asia Trainer Beri Pembekalan Bagi Awak Sketsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/tingkatkan-kecakapan-digital-lewat-berbagai-tools-digital-aaja-asia-trainer-beri-pembekalan-bagi-awak-sketsa/baca </link>
<guid> tingkatkan-kecakapan-digital-lewat-berbagai-tools-digital-aaja-asia-trainer-beri-pembekalan-bagi-awak-sketsa </guid>
<pubDate> Mon, 02 Sep 2024 20:48:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul adakan pelatihan dalam penggunaan alat teknologi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/tingkatkan-kecakapan-digital-lewat-berbagai-tools-digital-aaja-asia-trainer-beri-pembekalan-bagi-awak-sketsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PSIyYTO3Ll.png" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Kecakapan Digital Lewat Berbagai Tools Digital, AAJA Asia Trainer Beri Pembekalan Bagi Awak Sketsa</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&mdash;&nbsp;Sabtu (31/8) kemarin awak&nbsp;<em>Sketsa</em>&nbsp;kembali melakukan pembekalan. Tajuk &ldquo;Developing Your Digital Skill&rdquo; yang dibawa dalam pelatihan kali ini menekankan pentingnya keterampilan untuk menggunakan alat teknologi yang ada secara bijak dan tepat guna.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Betty Herlina, selaku Asian American Journalist Association (AAJA) Asia Trainer Networks berikan kiat-kiat khusus yang berguna meningkatkan kemampuan kerja, produktivitas, kreativitas, dan profesionalisme. Utamanya, bagi LPM Sketsa Unmul yang berkecimpung dalam ranah pers di kalangan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa layanan milik Google yang dapat dimanfaatkan di antaranya, Google Analytics, Google Alerts, hingga Google Advanced. Google Trends misalnya, bagi pegiat media alat ini dapat dipakai sebagai alat untuk mencari ide konten, memahami minat audiens, sampai meriset kata kunci berbasis wilayah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama hampir tiga jam bertatap muka secara daring, sesi penyampaian materi diselingi dengan berbagai pertanyaan pemantik diskusi. Risna, Redaktur Pelaksana LPM Sketsa Unmul mengulik lebih jauh mengenai tips menangkal hoaks.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya apakah kita bisa menelusuri siapa yang kali pertama menyebarkan foto atau video di internet yang terindikasi hoaks? Adakah&nbsp;</span><span><em>tools</em>&nbsp;</span><span>yang dapat dimanfaatkan?&rdquo; tanya Risna antusias.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Betty yang juga saat ini menjadi Pemimpin Redaksi Bincang Perempuan menjelaskan langkah untuk terhindar dari hoaks dengan selalu bersikap skeptis terhadap berbagai informasi yang kita terima. Membandingkan satu informasi di beberapa media terverifikasi juga tak kalah penting.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Atau teman-teman juga bisa pakai Google Lens sebagai opsi tambahan,&rdquo; terang Betty.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendekati penghujung acara, Nindiani Kharimah selaku Ketua Umum LPM Sketsa Unmul menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas kesempatan belajar yang telah difasilitasi oleh AAJA dan Bincang Perempuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya berharap, lewat kesempatan kali ini teman-teman juga bisa terkoneksi dengan AAJA karena&nbsp;</span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;peningkatan&nbsp;</span><span><em>skill</em></span><span>&nbsp;yang bisa kita ikuti sebagai mahasiswa juga sangat banyak,&rdquo; kata perempuan yang akrab disapa Nindi ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan siang itu akhirnya ditutup dengan penyerahan sertifikat dan sesi foto bersama.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>nkh/mar</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antusiasme Tugas Video: Menakar Minat Mahasiswa Tampil di Media Sosial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/antusiasme-tugas-video-menakar-minat-mahasiswa-tampil-di-media-sosial/baca </link>
<guid> antusiasme-tugas-video-menakar-minat-mahasiswa-tampil-di-media-sosial </guid>
<pubDate> Tue, 03 Sep 2024 20:12:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Minat mahasiswa tampil di media sosial demi tugas video </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/antusiasme-tugas-video-menakar-minat-mahasiswa-tampil-di-media-sosial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rAAkOIRdmQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antusiasme Tugas Video: Menakar Minat Mahasiswa Tampil di Media Sosial</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Membuat tugas video menjadi momok yang menyebalkan bagi sebagian mahasiswa, terutama bagi mahasiswa yang senang di balik layar atau kurang nyaman tampil di muka umum. Menurut mereka, tugas membuat video dan menayangkannya di media sosial pribadi merupakan beban yang amat berat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rasa terpaksa dan berat hati harus dijalani mahasiswa yang katakanlah introver, untuk menampilkan wajah dan bermonolog. Acap kali tugas membuat video ini diwarnai keluh kesah karena bisingnya suara sekitar atau tempat yang kurang mendukung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi mahasiswa yang tinggal di sekitar jalan raya, misalnya. Suara bising tentu menjadi hambatan menghasilkan video dengan kualitas suara yang bagus. Belum lagi gangguan-gangguan lain yang datang menghampiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di luar masalah teknis tersebut, sosial media sebagai privasi menjadi pembahasan utama. Bagi sebagian orang, media sosial milik pribadi merupakan ranah privasi yang tidak seharusnya diganggu. Maksud diganggu dalam hal ini ialah keharusan mengunggah video perkenalan atau sebagainya yang dapat dilihat semua orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski jika ditilik kembali, tujuan dari tugas tersebut adalah memberikan kesempatan mahasiswa untuk tampil di depan umum dan mengasah kemampuan <em>public speaking</em>. Akan tetapi, pada nyatanya terdapat pergulatan batin yang dirasakan sebagian orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi mahasiswa yang senang tampil di depan umum, utamanya bagi mereka yang sedang gencar membangun<em>&nbsp;</em></span><span><em>personal branding</em></span><span><em>&nbsp;</em>di media sosial, mengunggah video perkenalan atau tugas dirasa sebagai kesempatan yang akan dimanfaatkan sebaik mungkin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Barangkali, hal ini pula yang diharapkan dosen atau pengajar saat memberikan tugas video sebagai bagian dari pembelajaran. Sebab memang tidak dapat dimungkiri bahwa seorang pelajar atau mahasiswa mesti berani tampil di depan umum, baik secara langsung maupun melalui daring.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persoalan mengenai tugas video, baik di dunia perkuliahan atau di gerbang awal masuk perkuliahan seperti video perkenalan mahasiswa baru (Maba), tidak banyak dibahas. Hal ini terjadi, barangkali karena tugas membuat video dilihat dari sisi kreativitas dan dianggap efektifnya saja. Belum melihat dari sisi privasi seorang pengunggah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persoalan mengenai keharusan mengunggah video di akun media sosial pribadi menjadi permasalahan. Hal ini ada baiknya dipertimbangkan kembali, baik oleh tenaga pengajar maupun bagi panitia pada suatu kegiatan tertentu. Menjaga privasi seseorang perlu juga dilakukan agar sikap saling menghormati dan menghargai yang menjadi modal utama dalam bersosialisasi dapat terjalin dengan baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswa Sastra Indonesia, FIB Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruangan Panas dan Kendala Listrik dalam Evaluasi PKKMB Unmul 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruangan-panas-dan-kendala-listrik-dalam-evaluasi-pkkmb-unmul-2024/baca </link>
<guid> ruangan-panas-dan-kendala-listrik-dalam-evaluasi-pkkmb-unmul-2024 </guid>
<pubDate> Wed, 04 Sep 2024 20:46:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Udara panas dan mati listrik warnai PKKMB Unmul 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ruangan-panas-dan-kendala-listrik-dalam-evaluasi-pkkmb-unmul-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tzdkkn1aP5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ruangan Panas dan Kendala Listrik dalam Evaluasi PKKMB Unmul 2024</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tidak terasa hampir sebulan sudah pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB) Unmul 2024 usai dilaksanakan. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang bagi mahasiswa baru (maba) untuk dapat mengenal kampus dan seluruh civitas akademika lebih jauh lagi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2024-ajang-para-maba-unjuk-semangat-di-lingkungan-baru/baca"><span>PKKMB Unmul 2024: Ajang Para Maba Unjuk Semangat di Lingkungan Baru</span></a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perhelatan PKKMB tiap tahunnya selalu diwarnai dengan kemeriahan. Namun, meski berjalan meriah, beberapa hal di luar kendali yang pada akhirnya menjadi evaluasi bagi panitia pelaksana kerap kali terjadi. Seperti panasnya ruangan hingga mati listrik secara mendadak yang terjadi pada pelaksanaan PKKMB Unmul 2024. Akibatnya, kegiatan harus berakhir tidak sesuai dengan susunan acara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua panitia PKKMB Unmul 2024, Moh. Bahzar menyampaikan persiapan agenda besar tersebut telah dilakukan sejak maba mendapat pengumuman bahwa telah diterima di Unmul. Dalam persiapan dan pelaksanaannya pun, pihak rektorat bekerja sama dengan berbagai pihak seperti pihak fakultas, bagian akademik, dan juga mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Itu kan titik koordinat yang bagus, enggak boleh parsial-parsial. Ketika semua sukses, itu bagaimana koordinasi yang bagus, (antara) mahasiswa, tendik, bidang akademik, maka jalan. Jika kita parsial-parsial, tidak akan jalan. Itu harus dibudayakan di Unmul,&quot; sebutnya saat diwawancarai &nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (28/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait masalah panasnya ruangan, Bahzar yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni itu menyatakan, telah mencoba semaksimal mungkin dengan menyediakan kipas angin. Tidak hanya itu, Bahzar juga berkomentar soal mati listrik yang terjadi disebabkan oleh kesalahan teknis yang tak diinginkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;68 kipas angin coba pasang, jadinya tidak terlalu panas. Tetapi ada&nbsp;</span><span><em>human error</em></span><span>&nbsp;dari kita, listrik mati ternyata generator ini sudah ada tapi kabelnya tidak mampu, nanti seharusnya ke depan ada&nbsp;</span><span><em>event</em>&nbsp;</span><span>besar generator <em>tu</em> jangan dihidupkan saat ada masalah,&quot; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Naufal Banu Tirta selaku Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Unmul Periode 2023/2024 mengaku telah memperhitungkan kondisi gedung yang penuh dan pengap. Oleh sebab itu, panitia telah mencoba untuk memperbanyak pengadaan kipas angin embun, perbaikan AC, dan menghimbau mahasiswa baru untuk membawa kipas&nbsp;</span><span><em>portable</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Segala macam kendala tentunya sudah diperhitungkan dan dipersiapkan antisipasi serta mitigasinya kecuali persoalan mati listrik,&rdquo; ucap Naufal melalui percakapan Whatsapp, Jumat (16/8).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski terdapat hambatan yang tak terduga, maba 2024 tetap menyambut baik pelaksanaan PKKMB Unmul tersebut. Salah satunya berasal dari program studi (Prodi) Kedokteran Umum FK, Muhammad Dinandra Jetra Aryandika mengatakan, hal tersebut menjadi kenangan tersendiri baginya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Menurut saya (PKKMB) itu menjadi cerita tersendiri ya, menambah cerita di mana kita di sana sudah kepanasan, minim kipas, sempit-sempitan, dan gemuruh yel-yel menambah kita menjadi terbakar auranya di situ,&quot; sebut Aryandika saat diwawancarai pada Minggu (8/8) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan Aryandika, Diva Nabilla Nur Syaida selaku maba dari prodi Sastra Inggris FIB turut menyampaikan komentarnya terkait kendala yang terjadi di PKKMB tersebut. Dirinya justru merasa hal tersebut merupakan pengalaman yang lucu untuk diceritakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau untuk masalah ruangan pengap memang biasa terjadi ya, karena kan ada banyak sekali mahasiswa dari fakultas lain, jadi saya maklumi saja. Untuk mati lampunya, saya merasa itu hal yang lucu, tiba-tiba saja terjadi mati lampu,&quot; tuturnya saat ditanyai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Jumat (30/8) lalu.&nbsp;</span><span><strong><em>(emf/npl/myy/ali)</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kebuntuan Sidang Umum Keluarga Mahasiswa Farmasi Unmul: Penantian SK Resmi Pembekuan BEM Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebuntuan-sidang-umum-keluarga-mahasiswa-farmasi-unmul-penantian-sk-resmi-pembekuan-bem-fakultas/baca </link>
<guid> kebuntuan-sidang-umum-keluarga-mahasiswa-farmasi-unmul-penantian-sk-resmi-pembekuan-bem-fakultas </guid>
<pubDate> Wed, 04 Sep 2024 22:05:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembekuan BEM Fakultas Farmasi berbuntut terhambatnya pelaksanaan SUKMF </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kebuntuan-sidang-umum-keluarga-mahasiswa-farmasi-unmul-penantian-sk-resmi-pembekuan-bem-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wrCHQybfHp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kebuntuan Sidang Umum Keluarga Mahasiswa Farmasi Unmul: Penantian SK Resmi Pembekuan BEM Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kegiatan Sidang Umum Keluarga Mahasiswa Farmasi (SUKMF), yang seharusnya menjadi agenda rutin tahunan untuk mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul, mengalami kebuntuan sejak awal tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh belum adanya Surat Keputusan (SK) resmi terkait pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi yang berimbas pada tertundanya agenda SUKMF.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>SUKMF merupakan forum pemegang kekuasaan tertinggi organisasi yang wajib dilaksanakan satu kali dalam satu kepengurusan. Hal ini diatur dalam Anggaran Dasar Keluarga Mahasiswa Farmasi (KMF) Pasal 9 dan Anggaran Rumah Tangga KMF Pasal 3. Perhelatan SUKMF menjadi tugas serta wewenang DPM, dan dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut:</span></p><p>1. Menetapkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan Garis Besar Haluan Organisasi.<br><span>2. Meminta pertanggungjawaban pengurus DPM Farmasi Unmul dan BEM Farmasi Unmul.</span><br><span>3. Menetapkan dan mengambil sumpah anggota DPM Farmasi.</span><br><span>4. Menetapkan dan mengambil sumpah Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih BEM Farmasi Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari keempat poin di atas, akun instagram&nbsp;</span><span><em>@aliansimahasiswa.famul</em></span><span><em>&nbsp;</em>menyatakan bahwa DPM Farmasi telah melanggar AD/ART dan memberi sorotan terhadap poin nomor 2. Akun tersebut menuntut pelaksanaan SUKMF guna membahas kekosongan lembaga eksekutif di Farmasi setelah BEM dibekukan sejak Februari lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diajeng Fitri Miniardi, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Farmasi Unmul, dalam wawancara menjelaskan bahwa meskipun secara&nbsp;</span><span><em>de facto</em></span><span><em>&nbsp;</em>BEM Fakultas telah dinyatakan dibekukan sejak Februari lalu, Fakultas baru mengeluarkan Berita Acara (BA) tanpa adanya SK resmi. Kondisi ini membuat proses SUKMF menjadi terganjal, sebab dalam SUKMF terdapat pleno yang harus mengesahkan dan melantik BEM yang baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tanpa adanya SK resmi, kami tidak dapat melanjutkan agenda SUKMF. Ini sangat krusial, karena dalam agenda ini termasuk pelantikan BEM yang saat ini statusnya belum jelas akibat pembekuan,&rdquo; ujar Diajeng saat diwawancarai secara langsung pada Senin (2/9) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;BEM dibekukan sejak Februari, tetapi hingga saat ini (pihak) fakultas hanya mengeluarkan BA, bukan SK. Padahal, tanpa SK, status pembekuan BEM tidak memiliki dasar hukum yang kuat,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diajeng juga mengungkapkan bahwa pembekuan ini berdampak pada banyak aspek, termasuk terhentinya berbagai program kerja yang seharusnya diinisiasi oleh BEM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada banyak program yang tertunda, dan tanpa kepastian status BEM, kami tidak bisa melangkah ke depan,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, M. Nahrawi Udharaja, Gubernur BEM Farmasi yang saat ini menjabat, menyampaikan kekecewaannya terkait proses pembekuan ini. Menurut Nahrawi, pihak BEM telah menunggu SK tersebut sejak pengumuman pembekuan pada Februari, namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak Fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami sudah menunggu SK tersebut sejak Februari, tetapi yang dikeluarkan hanya Berita Acara. Padahal, tanpa SK, kami tidak bisa mengambil tindakan yang jelas,&rdquo; kata Nahrawi ketika ditemui langsung oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Senin (2/9) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan bahwa situasi ini sangat merugikan BEM, karena banyak program kerja yang direncanakan tidak bisa dilaksanakan akibat status yang menggantung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini membuat organisasi kami tidak bisa berjalan efektif, dan mahasiswa pun merasa tidak mendapatkan kepastian terkait peran BEM,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai respons terhadap kebuntuan ini, DPM Farmasi melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak untuk mencari jalan keluar pada Senin (2/9) lalu. Namun, beberapa pihak menilai upaya ini terlambat dilakukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami mengapresiasi konsolidasi yang dilakukan oleh DPM, tapi langkah ini seharusnya dilakukan lebih awal agar masalah ini tidak berlarut-larut,&rdquo; aku Nahrawi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut salah satu mahasiswa Fakultas Farmasi yang enggan disebutkan namanya, konsolidasi yang dilakukan lebih kepada upaya meluruskan informasi dari kedua belah pihak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Konsolidasi ini lebih pada pelurusan isu, bukan untuk mencari solusi yang konkret. Yang kami dengar hanyalah pengakuan dari masing-masing pihak, tanpa adanya tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah,&rdquo; jelasnya saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>ketika konsolidasi berakhir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa tersebut juga mengharapkan agar DPM bisa lebih aktif dalam berkomunikasi dengan pihak Fakultas agar masalah ini segera selesai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami berharap DPM bisa lebih proaktif dalam mencari kejelasan dari Fakultas. Saat ini, semuanya masih menggantung, dan kami sebagai mahasiswa merasa dirugikan,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan bahwa kinerja DPM selama ini cukup baik, tetapi dalam kasus ini diharapkan bisa lebih berperan aktif untuk mempercepat penyelesaian masalah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya pembekuan BEM yang belum didukung oleh SK resmi, aktivitas mahasiswa di Fakultas Farmasi Unmul terganggu. Berbagai program kerja dan inisiatif mahasiswa tertunda, sementara pihak DPM dan BEM terus berusaha menuntut kejelasan dari Fakultas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diajeng menegaskan bahwa tanpa SK resmi, BEM tidak dapat diaktifkan kembali, dan SUKMF tidak dapat dilaksanakan.</span></p><p>&ldquo;Kami membutuhkan kejelasan segera dari Fakultas. Jika tidak, maka agenda mahasiswa, termasuk SUKMF, akan terus terhambat, dan ini jelas merugikan mahasiswa secara keseluruhan,&rdquo; tutup Diajeng. <strong><em>(cok/ria/ali/rla/mar)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Eksplorasi Wisata Budaya dan Sejarah di Sekitar Kota Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/budaya/eksplorasi-wisata-budaya-dan-sejarah-di-sekitar-kota-samarinda/baca </link>
<guid> eksplorasi-wisata-budaya-dan-sejarah-di-sekitar-kota-samarinda </guid>
<pubDate> Mon, 09 Sep 2024 21:33:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pelajari budaya dan sejarah melalui tempat wisata edukasi di Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/budaya/eksplorasi-wisata-budaya-dan-sejarah-di-sekitar-kota-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n3ue2v450U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Eksplorasi Wisata Budaya dan Sejarah di Sekitar Kota Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Samarinda memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang menarik untuk dijelajahi. Bagi siapa pun yang ingin memperdalam pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Kalimantan, kota ini menawarkan berbagai tempat yang bisa menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mulai dari museum hingga kampung bersejarah, banyak destinasi menarik yang siap memberikan wawasan baru untukmu. Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>rangkum sejumlah rekomendasi tempat belajar sejarah maupun budaya yang patut dikunjungi di sekitar kota Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Museum Samarinda</strong></span><br><span>Museum Samarinda, yang terletak di Jalan Bhayangkara, Kota Samarinda, adalah destinasi yang sangat menarik untuk menghabiskan akhir pekan. Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>kaltimfaktual.co</em>,</span><span>&nbsp;tempat yang diresmikan pada Maret 2020 ini menampilkan arsitektur modern yang terinspirasi oleh Rumah Panjang Lamin khas Kalimantan. Dengan desain yang sederhana namun elegan, Museum Samarinda menawarkan pengalaman yang mendalam tentang sejarah dan budaya Kota Tepian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di dalam museum, pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan sejarah kota ini. Mulai dari koleksi keramik berusia 50 tahun hingga deretan foto-foto bersejarah tentang perkembangan Kota Samarinda. Selain itu, museum ini juga memamerkan artefak budaya, termasuk alat musik tradisional dan kerajinan tangan suku Dayak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengunjung dapat bebas berfoto di berbagai area yang telah disediakan, sehingga membuat kunjungan semakin berkesan. Selain itu, pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya untuk dapat berkunjung ke Museum Samarinda. Cukup mengisi buku tamu, dan kamu bisa menikmati berbagai hal yang ditawarkan tanpa perlu khawatir tentang biaya tambahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari akun Instagram&nbsp;</span><span><em>@museumkotasamarind</em>a,&nbsp;</span><span>jam operasional museum tersebut mulai dari pukul 08.00 pagi, dan tutup saat pukul 15.00 sore.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Desa Budaya Pampang</strong></span><br><span>Desa Budaya Pampang, yang terletak di Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, merupakan destinasi unggulan untuk merasakan kekayaan budaya suku Dayak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari<em>&nbsp;</em></span><span><em>kliksamarinda.co</em>,&nbsp;</span><span>desa ini terbentuk dari perpindahan suku Dayak Apokayan dan Kenyah pada tahun 1960-an karena alasan nasionalisme. Desa ini dikenal sebagai pusat pelestarian tradisi dan budaya Dayak. Setelah menetap di Pampang, masyarakat setempat mulai menjalankan berbagai kegiatan adat, yang kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Desa Budaya Pampang, pengunjung dapat melihat rumah adat Lamin yang khas dengan ukiran dan hiasan Dayak. Setiap hari Minggu, desa ini menyajikan pertunjukan tarian adat seperti Tari Hudoq dan Kancet Lasan, yang menunjukkan kekayaan budaya suku Dayak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wisatawan juga dapat berfoto dengan penduduk asli bertelinga panjang atau mengenakan pakaian adat. Desa ini memberikan pengalaman yang mendalam mengenai tradisi Dayak, menjadikannya sebagai tujuan wisata budaya yang tidak boleh dilewatkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kampung Ketupat</strong></span><br><span>Pernahkah kamu berpikir bagaimana jika sebuah kawasan tempat tinggal diambil dari salah satu nama makanan tradisional terkenal di Indonesia? Benar, Kampung Ketupat. Setelah menapaki dua tempat bersejarah di atas, pemberhentian selanjutnya adalah Kampung Ketupat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kampung ini merupakan salah satu tempat yang menjadi khazanah lokal sekaligus tempat yang menarik untuk dijadikan tempat wisata sejak 2017. Berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat kota samarinda, kampung ini berada di sekitar bantaran Sungai Mahakam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kampung ketupat berasal dari kebiasaan warganya yang telah ditekuni bertahan-tahun, akhirnya menjadi sebuah berkah ekonomi juga keunikan khas yang melekat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika berkunjung ke sana, kamu dapat mudah menemukan para pembuat ketupat, proses pembuatan ketupat, hingga hidangan-hidangan khas yang dibandingkan dengan ketupat, seperti sajian Soto Banjar, Coto Makassar, dan Ketupat Sayur yang terbuat dari santan kelapa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Museum Mulawarman</strong></span><br><span>Terakhir adalah museum mulawarman di Tenggarong. Museum ini merupakan salah satu tempat wisata yang kental akan nilai sejarah sejak tahun 1936. Memiliki area yang luas serta ragamnya koleksi barang bersejarah. Jika berkunjung ke museum ini, kamu akan menemukan banyak spot menarik dan estetik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Museum megah ini dapat diakses melalui pusat kota Kalimantan Timur atau Samarinda dengan jarak 33 kilometer. Sesaat setelah sampai, kamu akan terkesima atas kemegahan juga arsitektur yang dimiliki, arsitektur bangunan gedung ini mengadopsi arsitektur tradisional suku Dayak yang ada di Kutai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Museum ini dahulunya berfungsi sebagai istana kesultanan dan telah didirikan sekitar tahun 1936. Ragam pengetahuan atas sejarah dapat dengan mudah ditemukan dan diselami di museum ini. <strong><em>(ysn/tha/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembaruan Fitur Instagram, Pengguna kini Dapat Unggah hingga 20 Salindia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/pembaruan-fitur-instagram-pengguna-kini-dapat-unggah-hingga-20-salindia/baca </link>
<guid> pembaruan-fitur-instagram-pengguna-kini-dapat-unggah-hingga-20-salindia </guid>
<pubDate> Wed, 11 Sep 2024 20:35:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Instagram perbanyak salindia pada unggahan carouselnya Agustus lalu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/pembaruan-fitur-instagram-pengguna-kini-dapat-unggah-hingga-20-salindia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0tNz4i9Zrd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembaruan Fitur Instagram, Pengguna kini Dapat Unggah hingga 20 Salindia</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Di pertengahan 2024, Instagram hadirkan pembaruan dari fitur <em>carousel</em> bagi penggunanya. Fitur dari <em>Feed</em> Instagram yang semula hanya mengizinkan penggunanya mengunggah foto dan video maksimal 10 salindia, kini bisa leluasa hingga 20 salindia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal itu tentunya memberikan kesempatan bagi pengguna untuk membagikan lebih banyak foto dan video di akun mereka masing-masing.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip&nbsp;</span><span><em>detikinet</em>,&nbsp;</span><span>Instagram sudah meluncurkan fitur&nbsp;</span><span><em>carousel</em>-</span><span>nya</span><span>&nbsp;</span><span>sejak 2017 lalu. Fitur tersebut merupakan wadah unggahan yang memuat foto atau video lebih dari satu dalam sekali unggahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, fitur tersebut memberikan wadah bagi pengguna untuk memberikan&nbsp;</span><span><em>caption</em>, <em>tag</em>, <em>geotag</em>,&nbsp;</span><span>dan<em>&nbsp;</em></span><span><em>image alt-text</em></span><span>&nbsp;pada setiap unggahan. Hal tersebut tentunya menambah kesempatan bagi pengguna untuk berkreasi dalam unggahannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, beberapa waktu terakhir Instagram juga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk menambahkan musik pada setiap unggahannya. Pengguna diberikan kesempatan untuk &nbsp;memilih sendiri lagu atau musik yang disuka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada awal peluncurannya, fitur <em>carousel</em> menjadi wadah bagi pengguna mengunggah foto atau video maksimal sepuluh salindia. Masih mengutip laman yang sama, pada Agustus lalu, fitur tersebut diperbarui dengan menambah jumlahnya menjadi 20 salindia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini tentunya memberikan peluang bagi pengguna untuk berbagi lebih banyak foto dan video di akunnya. Ditambah lagi, pengguna bisa menambahkan lagu atau musik yang menemani pengguna lain melihat unggahan <em>carousel</em>-nya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menggunakan pembaruan fitur tersebut, pengguna Instagram hanya perlu melakukan proses unggahan seperti biasanya. Pengguna, hanya perlu menekan tombol tambah di bagian bawah dan pilih unggah dengan&nbsp;</span><span><em>multiple image</em>&nbsp;</span><span>dengan menekan ikon di sebelah ikon kamera.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Setelah itu pengguna dapat melanjutkannya dengan memberikan keterangan dan detail lain pada unggahan <em>carousel</em>-nya. Semoga membantu!<strong><em>&nbsp;(myy/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PMKH: Bentuk Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Lembaga Peradilan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pmkh-bentuk-ketidakpuasan-masyarakat-terhadap-lembaga-peradilan/baca </link>
<guid> pmkh-bentuk-ketidakpuasan-masyarakat-terhadap-lembaga-peradilan </guid>
<pubDate> Sat, 14 Sep 2024 06:35:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena tidak puasnya masyarakat terhadap peradilan di Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pmkh-bentuk-ketidakpuasan-masyarakat-terhadap-lembaga-peradilan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GZRmwCo9IK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PMKH: Bentuk Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Lembaga Peradilan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini, banyak kita temui fenomena-fenomena di mana masyarakat secara terang-terangan mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap lembaga peradilan di Indonesia. Menurut mereka, lembaga peradilan di Indonesia yang seharusnya mampu menciptakan dan menghadirkan keadilan di tengah masyarakat, kini justru malah memunculkan ketidakadilan dan keresahan di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh pada kasus-kasus fenomenal seperti unjuk rasa oleh Masyarakat Adat Papua Barat. Ini terkait dengan tuntutan pembatalan izin perusahaan sawit di Boven Digoel dan Sorong yang berpotensi mengganggu hutan adat. Ada pula unjuk rasa karyawan PT Polo Ralph Lauren Indonesia dan PT Manggala Putra terkait sengketa hak kekayaan intelektual. Di mana keduanya terjadi di depan gedung Mahkamah Agung.</p><p style="text-align: justify;">Setelah melihat fenomena-fenomena di atas, muncullah satu pertanyaan: Apakah hal tersebut merupakan suatu Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim (PMKH)?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelum menjawab pertanyaan di atas, perlu kita ketahui pengertian PMKH terlebih dahulu. Pengertian PMKH sendiri dapat dimaknai sebagai tindakan yang dilakukan baik oleh perorangan, kelompok, maupun badan hukum yang mengganggu jalannya proses peradilan atau mengganggu hakim dalam melaksanakan tugas memeriksa, mengadili, dan memutus perkara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tindakan tersebut juga dapat mengancam keamanan hakim, baik di dalam persidangan maupun di luar persidangan, serta dapat berupa perbuatan menghina hakim dan lembaga peradilan itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa hal-hal yang termasuk PMKH adalah perbuatan yang mengintervensi atau menghambat hakim dalam melakukan proses peradilan yang dapat berbentuk seperti memberikan ancaman fisik atau verbal terhadap hakim maupun lembaga peradilan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lalu apa saja yang melatarbelakangi PMKH?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kurangnya pemahaman masyarakat tentang independensi hakim&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Masyarakat seringkali beranggapan bahwa hakim dapat diintervensi atau dipengaruhi dalam proses pengambilan keputusan. Padahal berdasarkan norma hukum, seorang hakim harus independen dan bebas dari segala bentuk tekanan atau intervensi pihak manapun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap putusan pengadilan&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Tidak jarang masyarakat merasa tidak puas dengan putusan yang dikeluarkan oleh hakim, terutama jika putusan tersebut tidak sesuai dengan harapan mereka. Rasa ketidakpuasan ini terkadang dilampiaskan dengan melakukan kritik atau bahkan penghinaan terhadap hakim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Terdapat perbedaan persepsi atau pemahaman antara hakim dan masyarakat.</strong></p><p style="text-align: justify;">Adakalanya terdapat perbedaan pemahaman antara masyarakat dan hakim terkait isu-isu hukum yang sedang dihadapi. Adanya persepsi masyarakat bahwa setiap hakim yang berbeda pemahaman dengan masyarakat merupakan mafia peradilan, menjadi faktor yang paling banyak memicu munculnya pernyataan atau tuduhan yang dapat merendahkan kehormatan dan keluhuran hakim. <em>Keempat</em>,&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Minimnya apresiasi terhadap profesi hakim</strong></p><p style="text-align: justify;">Di tengah masyarakat, profesi hakim terkadang kurang mendapat penghargaan dan apresiasi yang sewajarnya. Hal ini dapat mendorong munculnya sikap semau-maunya pada saat proses peradilan sedang berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Tetapi perlu kita ketahui juga, bahwa istilah Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim sendiri tidak ada dijelaskan secara gamblang dalam KUHP <em>Wetboek</em>&nbsp;<em>van</em>&nbsp;<em>Strafrecht</em> (WvS) peninggalan Belanda dan juga dalam KUHP Nasional (Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun istilah yang digunakan dalam KUHP WvS adalah <em>Rechtpleging</em> atau Kejahatan Terhadap Pengadilan dan Instansi Pemerintah, sedangkan istilah yang digunakan dalam KUHP Nasional adalah Tindak Pidana Terhadap Proses Peradilan. Istilah dan pengertian Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim dapat ditemukan pada Pasal 1 Angka 2 Peraturan Komisi Yudisial Nomor 8 Tahun 2013 tentang Advokasi Hakim.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian terdapat lima hal yang diklasifikasikan sebagai Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">1. Tindakan mengganggu jalannya persidangan dengan kata-kata atau tindakan yang tidak pantas dan juga perilaku yang dapat mengganggu proses peradilan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">2. Tidak mematuhi perintah pengadilan yang dapat berupa instruksi atau keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan, hal ini dapat mengurangi otoritas dan kredibilitas pengadilan itu sendiri.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">3. Menyerang integritas dan imparsialitas pengadilan, seperti membuat pernyataan di luar pengadilan yang bersifat mengganggu dan menghina pribadi hakim maupun pengadilan. Pernyataan-pernyataan tersebut sering kali dilontarkan kepada hakim dengan tujuan untuk mempertanyakan integritas mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">4. Menghalangi proses penyelenggaraan pengadilan, yang di mana bertujuan untuk mengacaukan fungsi dan jalannya proses peradilan dengan cara memutarbalikkan keadaan.</p><p style="text-align: justify;">5. Melakukan penghinaan terhadap pengadilan melalui publikasi atau pemberitahuan, hal ini merujuk pada upaya mempengaruhi keputusan hakim dengan cara mengeluarkan pernyataan atau sikap tertulis atau lisan yang menjadi sorotan media atau memiliki implikasi hukum yang memengaruhi keputusan hakim.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Polemik Tentang PMKH</strong></p><p style="text-align: justify;">Apabila kita melihat kembali sejumlah fenomena yang sering terjadi seperti demonstrasi besar-besaran di depan pengadilan, menghujat lembaga peradilan dan pribadi hakim di media sosial, dan bahkan melakukan penyerangan fisik kepada hakim saat proses peradilan sedang berlangsung. Menurut hemat penulis, hal-hal tersebut telah memenuhi klasifikasi PMKH.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tetapi meskipun perbuatan tersebut sudah termasuk PMKH, tidak semua orang dapat memberikan aduan terhadap PMKH. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 013&ndash;022/PUU-IV/2006 menerangkan bahwa Pasal 207 KUHP WvS yang berisi tentang penghinaan terhadap badan umum merupakan delik aduan. Begitu pula dengan Pasal 280 KUHP Nasional, disebutkan secara tegas bahwa tindak pidana PMKH merupakan delik aduan yang hanya dapat diadukan secara tertulis oleh hakim.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, muncullah satu masalah lain, yaitu masih banyak hakim yang menganggap PMKH itu merupakan suatu hal yang lumrah dan wajar ditemui saat penanganan perkara di pengadilan. Sikap pembiaran oleh hakim ini menjadi suatu masalah tersendiri karena menyebabkan masyarakat juga menganggap PMKH itu suatu kewajaran dan hal ini bermuara pada meningkatnya frekuensi terjadinya PMKH setiap dilaksanakannya persidangan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Solusi Perihal PMKH</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, dapat ditarik kesimpulan guna memecahkan permasalahan PMKH ini yaitu dengan mengakselerasi dan mensosialisasikan pemahaman terkait Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim serta Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim kepada masyarakat dan aparat penegak hukum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aktor utama dalam sosialisasi ini di antaranya adalah pemegang kekuasaan kehakiman, Komisi Yudisial, akademisi, dan mahasiswa. Bentuk-bentuk sosialisasi ini dapat berupa penyuluhan secara daring maupun luring, <em>Focus Group Discussion</em> (FGD), hingga pemuatan mata pelajaran Pendidikan Etika dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di samping pelaksanaan program sosialisasi kepada masyarakat, perlu adanya penegakan hukum yang serius dan efektif terhadap para pelaku PMKH. Penegakan hukum yang efektif tentunya akan terwujud apabila terdapat peraturan perundang-undangan yang mengatur PMKH secara khusus, aparat penegak hukum yang paham dan patuh terhadap kode etik profesi, serta budaya hukum yang menjunjung nilai-nilai keadilan dan etika.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Luthfi Ahmadani Rahman mahasiswa Prodi Il</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>mu Hukum, FH Unmul angkatan 2021</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelestarian Budaya Lokal oleh Generasi Muda lewat Youthpreneur Festival 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/pelestarian-budaya-lokal-oleh-generasi-muda-lewat-youthpreneur-festival-2024/baca </link>
<guid> pelestarian-budaya-lokal-oleh-generasi-muda-lewat-youthpreneur-festival-2024 </guid>
<pubDate> Sat, 14 Sep 2024 22:15:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SEC kembali gelar Youthpreneur Festival ke tiga tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/pelestarian-budaya-lokal-oleh-generasi-muda-lewat-youthpreneur-festival-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gTRONZBX7D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pelestarian Budaya Lokal oleh Generasi Muda lewat Youthpreneur Festival 2024</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kembali digelar untuk yang ketiga kalinya, Youthpreneur Festival (YPF) 2024 kali ini mengusung tema &ldquo;Cultural Heritage and Innovation: Engaging youth to empowering Local MSMEs&rdquo;. &nbsp;Acara ini berlangsung dari tanggal 13&ndash;15 September di Believe Space, Jalan Belatuk Kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Pada (13/9) lalu, salah satu kegiatan tahunan milik Unit Kegiatan Mahasiswa Student Entrepreneur Community (UKM SEC) FISIP Unmul ini resmi dibuka oleh Dekan fakultas, Finnah Fourqoniah.</p><p style="text-align: justify;">YPF 2024 &nbsp;mengusung tema yang cukup berbeda dari tahun lalu. Jika sebelumnya berfokus pada pameran seni, tahun ini membawa tema yang berfokus pada budaya lokal. Salah satu budaya lokal ini ditampilkan melalui tari tradisional.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(YPF) Menyediakan wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan dirinya dan melestarikan kebudayaan lokal dengan menampilkan kesenian daerah, dan juga mendorong UMKM lokal untuk lebih eksis serta membuka peluang kerja sama dengan pelaku UMKM lokal&rdquo; ujar Mitha selaku ketua panitia pada sambutannya.</p><p style="text-align: justify;">Masih sama dengan tahun sebelumnya, target yang ingin dicapai di Youthpreneur Festival 2024 adalah memberdayakan UMKM lokal dengan memberikan tempat bagi para pemuda untuk bisa mengekspresikan diri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berlangsung selama tiga hari, menjadi sebuah peningkatan dari Youthpreneur Fest tahun lalu yang hanya berlangsung selama dua hari. Selama tiga hari ini, banyak penampilan dari muda-mudi bertalenta yang akan memeriahkan Youthpreneur Festival.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, tersedia berbagai tenant yang diisi oleh UMKM lokal yang beragam, mulai dari aksesoris manik-manik, cemilan, es krim hingga makanan lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Benefit</em> khususnya itu sejalan banget sama target <em>marketing-</em>ku, maksudnya aku jualan manik-manik yang kebanyakan targetnya mahasiswa, dan yang datang ke YPF ini kebanyakan mahasiswa juga,&rdquo; ujar Cinta, mahasiswa Ilmu Komunikasi 2023 yang berpartisipasi sebagai tenant di lapak YPF tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dengan menghadirkan UMKM lokal yang diramaikan dengan penampilan menarik dari pemuda berbakat, tentunya menjadi daya tarik tersendiri yang dapat mengundang berbagai lapisan masyarakat untuk ikut hadir dalam pagelaran ini. Salah satunya Keyla, pengunjung asal MAN 2 Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau hal menarik itu saya suka makanan-makanan nya <em>sih</em> kak, banyak <em>stand-stand</em> yang jual makanan,&rdquo; papar Keyla mengenai kesan dari agenda tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meski bukan menjadi fokus utama seperti tahun lalu, Youthpreneur Festival tahun ini kembali menghadirkan Art Exhibition yang menampilkan karya lukisan menarik dari seniman lokal. Lukisan yang dihadirkan banyak mengambil tema budaya Kalimantan Timur seperti pakaian adat dan tarian khas Kalimantan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Monika Dwi Hermawan atau yang biasa dipanggil Momo, pengunjung lainnya turut membagikan kesan dan pengalamannya&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal menarik yang aku lihat di sini ada pameran seni, <em>venue-</em>nya juga estetik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pada hari ketiga, Youthprenuer Fest akan menghadirkan bintang tamu Safaraa, band musik lokal yang akan memeriahkan puncak acara sekaligus menutup rangkaian festival tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dengan diadakannya Youthprenuer Festival yang mengusung tema melestarikan budaya lokal oleh generasi muda, Mitha berharap bahwa acara ini berjalan lancar dan dapat mencapai target yang telah mereka tuju.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk harapan pastinya berjalan lancar dan sukses. Tentunya kita persiapan untuk hari ini sampai dua bulan, harapannya acara ini berjalan dengan lancar dan tujuan kita untuk memberdayakan UMKM itu mudahan tercapai.&rdquo;<span style="background-color: transparent;">&nbsp;<strong><em>(zrt/ria/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembangunan Gedung Unmul yang Sempat Mangkrak Tak juga Kunjung Rampung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembangunan-gedung-unmul-yang-sempat-mangkrak-tak-juga-kunjung-rampung/baca </link>
<guid> pembangunan-gedung-unmul-yang-sempat-mangkrak-tak-juga-kunjung-rampung </guid>
<pubDate> Mon, 16 Sep 2024 20:20:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Target rampung akhir tahun lalu, banyak gedung di Unmul masih dalam proses penyelesaian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembangunan-gedung-unmul-yang-sempat-mangkrak-tak-juga-kunjung-rampung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5aUZsYb45r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembangunan Gedung Unmul yang Sempat Mangkrak Tak juga Kunjung Rampung</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Unmul tengah gencar melakukan pembangunan gedung di beberapa titik. Di antaranya gedung kuliah FISIP, gedung Dekanat Faperta, Laboratorium Farmasi, dan gedung kuliah di FKIP Banggeris. Meski ditargetkan rampung di akhir tahun lalu, saat ini gedung-gedung tersebut masih dalam proses penyelesaian.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-kembali-lanjutkan-pembangunan-gedung-mangkrak-di-sejumlah-titik/baca"><span>Unmul Kembali Lanjutkan Pembangunan Gedung Mangkrak di Sejumlah Titik</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul Maulana mengatakan, pihaknya melihat adanya penyelesaian fasilitas di luar target. Menanggapi hal tersebut, pihaknya akan mengadvokasi fasilitas yang belum rampung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hingga fokusan kami di kepengurusan yang baru ini, kami akan mengadvokasikan fasilitas ini kepada pihak birokrat dalam waktu secepatnya,&rdquo; ujar Maulana saat diwawancara pada Jumat (13/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana juga mengaku, pihaknya telah melakukan kunjungan ke tiap fakultas di Unmul dan mendapati keluhan mengenai fasilitas. Salah satu penyebab terhambatnya penyelesaian masalah fasilitas tersebut disebabkan oleh faktor dana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rata-rata ketika saya mencari kebenarannya bahwa fasilitas yang ada di Unmul penyebab keterlambatan pengerjaannya, salah satunya pendanaan,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejauh ini, Maulana mengaku belum ada pembahasan dengan pihak universitas mengenai pembangunan gedung yang tidak sesuai target.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari BEM KM Unmul itu sudah menyiapkan catatan kajian yang akan kami berikan kepada pihak birokrat,&rdquo; bebernya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, setelah mengantongi catatan kajian pada universitas, Maulana menargetkan akan mengadakan kegiatan advokasi bersama organisasi mahasiswa lainnya di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ya, jelas dari BEM KM itu akan melakukan pengadvokasian melalui jejaring teman-teman organisasi yang nantinya akan dibidangi oleh Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa di dalam BEM KM Unmul ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana juga menjelaskan, pihaknya akan menghadap birokrat kampus pada Selasa yang akan datang. Bertepatan dengan menyambut usia Unmul yang semakin tinggi, yaitu 62 tahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Acara ulang tahun Unmul) itu yang akan menjadi momentum terbesar bagaimana kita menyuarakan beberapa keresahan dari kawan-kawan semua yang nantinya akan kami sampaikan,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pun sempat menghubungi beberapa pihak untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai alasan pembangunan gedung yang belum juga rampung tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mulai dari kontraktor hingga Wakil Rektor Bidang Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut. <strong><em>(mlt/emf/ali</em></strong><strong><em>)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Studi Arsitektur Unmul Luluskan Tiga Mahasiswa dari Angkatan Pertamanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-studi-arsitektur-unmul-luluskan-tiga-mahasiswa-dari-angkatan-pertamanya/baca </link>
<guid> program-studi-arsitektur-unmul-luluskan-tiga-mahasiswa-dari-angkatan-pertamanya </guid>
<pubDate> Mon, 16 Sep 2024 22:49:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prodi anyar Arsitektur  berhasil luluskan tiga mahasiswanya tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-studi-arsitektur-unmul-luluskan-tiga-mahasiswa-dari-angkatan-pertamanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5CSeCa1H8Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Studi Arsitektur Unmul Luluskan Tiga Mahasiswa dari Angkatan Pertamanya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Program Studi Arsitektur Unmul telah mencapai tonggak sejarahnya. Setelah pertama kali membuka pintu bagi mahasiswa baru pada tahun akademik 2020/2021, akhirnya tahun ini prodi tersebut meluluskan mahasiswa angkatan pertamanya.</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Daffa Arya Yudhistira, Nurhidayah, serta Hani Frisca menjadi pembuka gerbang mahasiswa lain untuk menjadi lulusan prodi anyar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Rasa syukur tak lagi dibendung oleh Daffa setelah melewati segala tantangan selama ia berkuliah hingga berada di titik sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Senang dan bersyukur karena semua kerja keras saya selama ini bisa tuntas dengan semua lika-liku yang sudah dilewati,&rdquo; kata Daffa kepada awak <em>Sketsa</em> (11/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Sama dengan Nurhidayah, ia turut merasa terharu dan bangga atas pencapaiannya tersebut. Tak lupa ia menyebutkan kelulusannya tidaklah tanpa dukungan dari orang-orang terdekatnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pun Hani Frisca juga menjadikan momen ini sebagai hal yang tidak terlupakan baginya. Terlebih Hani yang sebagai lulusan pertama, akan menjadi motivasi bagi rekan-rekannya yang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;....menjadi salah satu lulusan pertama yang pastinya juga akan menjadi contoh buat angkatan-angkatan selanjutnya untuk lebih semangat menjalankan perkuliahan dengan serius hingga dapat menyelesaikan perkuliahan dengan tepat waktu,&rdquo; kata Hani (16/9) lewat obrolan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Alasan memilih Prodi Arsitektur Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Menempatkan pilihan kepada Prodi ini bukanlah tanpa alasan. Hani, yang memang bercita-cita menjadi seorang arsitek sejak kecil, memilih Unmul sebab kampus &ldquo;Tropical Studies&rdquo; ini merupakan kampus impiannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Suatu ketika saya dikirim postingan (Prodi) Arsitektur Unmul oleh sepupu saya yang di mana pada postingan tersebut menjelaskan akan dibukanya program studi baru di Universitas Mulawarman yaitu &ldquo;S1 Arsitektur&rdquo; di tahun 2020 dengan jalur Mandiri,&rdquo; baginya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Momen pembukaan prodi baru tersebut pun menjadi rasa syukur bagi Hani, sebab bertepatan dengan tahun kelulusannya dari SMA.</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Hani, Nurhidayah justru duduk di bangku Prodi Arsitektur dari arahan orang tuanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertimbangan memilih di Unmul karena Universitas Mulawarman ialah salah satu kampus yang saya sangat idamkan untuk bisa berkuliah di sana, apalagi terbaik se-Kaltim dan untuk jarak cukup dekat dari asal daerah saya yaitu Berau,&rdquo; kata Nurhidayah (13/9) lalu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jarak yang dekat antara tempat tinggal dengan kampus juga menjadi alasan memilih Unmul bagi Daffa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertimbangan saya adalah agar tidak jauh dari orang tua, dan melihat tenaga dosen yang kompeten di bidang arsitektur membuat saya semakin tertarik,&rdquo; ujar Daffa saat diwawancarai lewat pesan WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ekspektasi mereka terhadap Prodi Arsitektur.</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketiga lulusan ini merasa puas dengan kurikulum, fasilitas, juga kualitas pengajaran yang mereka terima. Mereka bertiga mengaku bahwa program ini telah memenuhi ekspektasi mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terlebih menurut Nurhidayah, kegiatan perkuliahan yang diampu tidak jauh-jauh dari menggambar, asistensi, revisi, hingga pada dokumen <em>Detail Engineering Design</em> (DED), maket, poster, video animasi hingga menuju ke sidang pleno. Momen tersebut merupakan saat yang ia sangat tunggu-tunggu dan takutkan sebab menjadi hari pertanggungjawaban desain mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Semua kegiatan yang dilakukan tersebut pun terfasilitasi menurutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua kegiatan ini dapat dilakukan di studio (Prodi) Arsitektur yang disediakan khusus mahasiswa Arsitektur dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti <em>printer</em> A3, mading poster, alat gambar dan berbagai fasilitas lainnya,&rdquo; beber Nurhidayah yang dihubungi lewat WhatsApp.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Nurhidayah turut memberikan saran agar fasilitas prodi Arsitektur Unmul lebih ditingkatkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lebih ke penyediaan fasilitasnya <em>sih</em>, lebih dilengkapi seperti <em>printer</em> A3 itu dipertambah, diadakan alat 3D <em>printing</em>, dan berbagai fasilitas lainnya yang dapat mendukung kebutuhan mahasiswa,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Hani juga turut menyelipkan harapan peningkatan dari prodi yang berada di bawah naungan FT Unmul tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Peningkatan laboratorium desain dan studio arsitektur yang dilengkapi dengan teknologi terbaru,&rdquo; pesan Hani saat ditanya mengenai aspek yang perlu dikembangkan.</p><p style="text-align: justify;">Tantangan pun tak bisa dielakkan. Nurhidayah sendiri mengaku, ia harus pintar dalam mengatur waktunya sebab tugas yang ia dapatkan cukup banyak dan memiliki tenggat yang begitu singkat. Sehingga kerap kemampuan kreativitas, juga waktu tidur mesti dikorbankan.</p><p style="text-align: justify;">Sebab Prodi Arsitektur yang masih tergolong baru, tantangan administrasi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Nurhidayah sendiri mengaku menyelesaikan persyaratan sidang tidaklah mudah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Untuk kendala bagian administrasi itu tentu ada, karena persyaratan untuk maju sidang itu lumayan banyak ya, dan baik ibu TU (Tata Usaha), prodi, dan mahasiswa sama-sama mencari tahu dengan bertanya dengan prodi lain yang ada di Fakultas Teknik.&quot;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rencana ke depan</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah lulus, Daffa berencana fokus mengikuti tes rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di salah satu kementerian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rencananya, mau fokus coba CPNS di PUPR,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Nurhidayah berencana bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan dana sebelum melanjutkan studi S2-nya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;....sehingga melanjutkan perkuliahan S2 sudah tahu jurusan apa yang harus diambil, (yaitu) Pendidikan Profesi Arsitektur (PPAr), setelah itu melewati berbagai tahap untuk bisa menjadi/mendapatkan gelar arsitek,&rdquo; kata Nurhidayah.<strong><em>&nbsp;(tha/yra/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masih Banyak Fitur yang Galat, Sejauh Mana Digitalisasi Berjalan di Unmul? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masih-banyak-fitur-yang-galat-sejauh-mana-digitalisasi-berjalan-di-unmul/baca </link>
<guid> masih-banyak-fitur-yang-galat-sejauh-mana-digitalisasi-berjalan-di-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 17 Sep 2024 21:51:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa keluhkan gangguan teknis digitalisasi Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masih-banyak-fitur-yang-galat-sejauh-mana-digitalisasi-berjalan-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/twYdRR0vvW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masih Banyak Fitur yang Galat, Sejauh Mana Digitalisasi Berjalan di Unmul?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Sistem informasi di perguruan tinggi berperan penting dalam memudahkan mahasiswa mengakses kebutuhan akademik. Meski demikian, kendala akses masih kerap terjadi sehingga berdampak pada kelancaran aktivitas perkuliahan. Entah fiturnya yang masih belum bisa dibuka maupun situsnya yang kerap galat alias <em>error</em>.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Unmul sendiri, Academic Integrated System (AIS) dan Sistem Aplikasi Belajar (STAR) mendukung berbagai fitur seperti presensi, Kartu Rencana Studi (KRS), transkrip, hingga penginputan materi. Dosen menggunakan STAR untuk membuka presensi digital yang mencatat waktu dan lokasi mahasiswa. Meski menawarkan kemudahan, beberapa mahasiswa masih mengeluhkan gangguan teknis saat menggunakan sistem ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu mahasiswa FIB, Muhammad Refinaldi membagikan pengalamannya saat presensi menggunakan STAR. Ia menyoroti bagaimana kamera dalam sistem tersebut tidak muncul ketika dibuka sampai pada materi perkuliahan yang tidak dapat dilihat walau dosen sudah menginputnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia yang kerap dipanggil Refi tersebut juga menyambung ceritanya tentang bagaimana para dosen terkadang masih kesulitan dalam mengakses sistem informasi tersebut apalagi jika dosen tersebut masih tergolong baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin paling (orang) yang baru pertama kali pakai STAR agak kebingungan (dengan) bagaimana cara buka kelasnya, fiturnya itu kan agak rumit lah, jadi gak keliatan yang mana presensi, yang presensi mahasiswa, yang untuk izin misalkan,&rdquo; jelasnya pada (5/9) kepada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Refi juga menambahkan, bahwa masih ada beberapa dosen yang terkadang menanyakan presensi manual kepada mahasiswa, meskipun dosen tersebut juga menggunakan presensi digital.&nbsp;</span><br><span><br></span><span>Tidak hanya itu, Refi juga menyoroti fitur penilaian dosen yang terus muncul di halaman depan ketika situs tersebut dibuka. Padahal mahasiswa telah memberikan penilaian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke AIS, rupanya tanggapan kurang memuaskan kembali hadir dari Refi, ia mengatakan bahwa AIS masih sering terkendala di beberapa fitur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;...mungkin 4 bulan yang lalu pas cek (AIS) masih ada beberapa (kendala teknis). Kalau tidak salah bagian hasil transkrip belum bisa (diakses), lalu aman aja&nbsp;</span><span><em>sih</em>&nbsp;</span><span>(sisanya)</span><span>&nbsp;</span><span>untuk sementara,&rdquo; tuturnya saat ditemui langsung di FIB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menilik beberapa kendala yang masih sering dialami, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2022 tersebut merasa bahwa Unmul masih belum siap dengan digitalisasi. Mestinya, sistem tersebut segera diperbaiki secara bertahap. Ia juga menyarankan untuk membeli situs yang dibandrol dengan harga sedikit lebih mahal agar minim kendala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan, mahasiswi FKM, Zahrah Nuraliyah juga membeberkan bahwa kedua sistem informasi Unmul tersebut masih sering mengalami error.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia turut mengungkapkan bahwa presensi susulan di STAR hanya dapat diakses selama 40 detik. Mahasiswa harus cepat saat presensi dibuka kembali, karena sistem akan otomatis menutup setelah lewat dari waktu tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi dosen gak bisa buka (STAR) terus ditinggal ke mana-mana itu gak bisa, jadi harus&nbsp;</span><span><em>stay</em>,&nbsp;</span><span>nunggu kita absen semua baru selesai,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara Refi mengeluhkan akses materi di STAR, Zahrah tidak mengalami hal serupa sebab fakultasnya punya situs sendiri, yaitu Sikemas. Sistem ini menyediakan fitur-fitur yang memberikan akses perihal materi perkuliahan, persuratan, perizinan kelas, dan wisuda.</span>&quot;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Kalau Sikemas itu lebih ke akses informasi seputar (Prodi) Kesmas aja dan lain lain. Kalau (melihat) nilai tetap liatnya di AIS,&quot; ujarnya saat diwawancarai langsung pada Minggu (8/9) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di AIS sendiri, Zahrah menyoroti transkrip nilai yang tidak dapat diakses. Selain itu, ia juga mengeluhkan sistem yang sering&nbsp;</span><span><em>down</em>&nbsp;</span><span>jika diakses oleh banyak orang, khususnya pada saat mahasiswa melakukan pemilihan KRS.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, dengan banyaknya kendala yang ia rasakan, Zahrah optimis bahwa Unmul dapat beradaptasi dengan adanya digitalisasi. Ia mengatakan, bahwa Unmul hanya perlu untuk terus melakukan monitoring dan perbaikan agar sistem informasi Unmul menjadi lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Zahrah pun berpesan jika seluruh fakultas memiliki tim Teknologi Informasi (IT) layaknya di FKM. Sehingga tim tersebut dapat mendiskusikan akar permasalahan dan solusi terkait kendala-kendala dari sistem informasi yang dirasakan mahasiswa Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Kalau ada tim IT tiap fakultas, kan lebih mudah dan lebih cepat perbaikannya kalau semisal di kita ada masalah terhadap sistem ini.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, awak <em>Sketsa</em> terus mencoba menghubungi pihak rektorat terkait permasalahan sistem informasi ini.<strong><em>&nbsp;(mou/mlt/ner/mar)</em></strong><span style="font-weight: bold;"><br></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pameran “CIYAAAT!”, Hasbi: Ingin Pengunjung Marah-Marah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pameran-ciyaaat-hasbi-ingin-pengunjung-marah-marah/baca </link>
<guid> pameran-ciyaaat-hasbi-ingin-pengunjung-marah-marah </guid>
<pubDate> Tue, 17 Sep 2024 22:16:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Salsabila Putri  berkolaborasi dengan Samar Projek mengadakan pameran yang menyoroti kecurangan penjabat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pameran-ciyaaat-hasbi-ingin-pengunjung-marah-marah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YodL3c2fst.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pameran “CIYAAAT!”, Hasbi: Ingin Pengunjung Marah-Marah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>- Dalam sebuah ruangan semi terbuka di Tco Coffee, Jalan Banggeris pada Minggu (8/9) hingga (15/9) lalu, telah digelar sebuah pameran bertajuk &ldquo;CIYAAAT!&rdquo;. Pameran ini digagas oleh Salsabila Putri dan berkolaborasi dengan Samar Projek. Pameran ini menyoroti tindak kecurangan yang kasat mata hingga tak kasat mata di Kalimantan Timur.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Didukung oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), pameran ini menggandeng Dahri Dahlan, Fachmi. R, Iqarosse, Kholif Mundzira, Robby Octavian, Sabrina Eka, dan Sindikat Sinema sebagai seniman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara ini dibuka dengan program publik, yakni bincang-bincang dengan tema &ldquo;Demokrasi Transaksional dan Model Ekstraktivisme di Kalimantan Timur&rdquo;, dan ditutup pula dengan bincang-bincang bertema &ldquo;Merawat Padi Tanpa Gulma&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ditemui pada hari keenam pameran, Salsabila Putri mengatakan konsep pameran bersumber dari komik yang dibuatnya pada tahun lalu, yang berbicara mengenai pejabat suatu daerah. Bukan karena prestasi, tetapi karena kasus korupsi. Pejabat itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi sumber daya alam, gratifikasi, dan suap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku pengin mengajak masyarakat atau anak muda lebih luas lagi memahami atau meningkatkan kesadaran dan kepekaan bahwa banyak jurus-jurus korupsi itu,&rdquo; paparnya pada Jumat (13/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan nama pameran, kata &ldquo;CIYAAAT!&rdquo; dipajang oleh Salsabila untuk menunjukkan bahwa ada jurus-jurus yang digunakan pelaku korupsi untuk menutupi perbuatannya. Menggelar pameran bertema korupsi ini juga merupakan jurus yang digunakan Salsabila bersama kawan-kawan seniman untuk melawan tindak pidana tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Relevansinya masih banyak jurus-jurus tindakan korupsi yang dinormalisasikan oleh masyarakat hari ini,&rdquo; geramnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>berkesempatan dipandu langsung oleh Salsabila berkeliling memungut makna dari sembilan karya yang dipamerkan. Sebuah karya garapan Dahri Dahlan berjudul Distangsi, berupa media campur, dan video satu kanal berdurasi 13 menit 27 detik. Karya tersebut menampilkan seorang pejabat yang tengah menyantap makanan dengan berbagai pilihan lauk di televisi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertulis &ldquo;Silakan duduk dan selamat menikmati&rdquo;, Dahri memberi kesempatan pada pengunjung untuk duduk di kursi plastik sederhana menghadap televisi yang menampilkan video pejabat sedang makan enak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau kawan kawan di situ duduk sambil makan melihat ini (televisi), kawan kawan tu pasti akan merasa ada jarak (kesenjangan sosial),&rdquo; jelas Salsabila.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beranjak ke karya Kholif Mundzir berjudul &ldquo;Dichotomy of Post-Unconsciousness Scene&rdquo;. Terdiri dari tiga bagian repetisi video dari film pendek &ldquo;Remeh-Temeh Segumpal Daging&rdquo;, Kholif ingin menunjukkan dikotomi yang menunjukkan seseorang ketika masanya menjadi seorang raja, kemudian menjadi pekerja, dan berakhir menjadi demonstran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karya ini tidak membahas secara langsung korupsi, tapi bagaimana kerakusan seorang pemerintah itu akhirnya (akan) mendapat karma dari apa yang mereka lakukan,&rdquo; jelas Mundzir selaku pembuat karya pada Jumat (13/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bergeser, karya selanjutnya dikerjakan oleh Sabrina Eka Felisiana berjudul &ldquo;Sepasang Gelap Mata&rdquo;. Berupa patung setengah badan memakai rompi tahanan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), patung ini dilengkapi audio yang berisi potongan berita sebuah kasus korupsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Secara garis besar ya, kenapa (mata patung) ditutup seakan akan dia tidak melihat ada ketidakadilan yang sebenarnya dia tahu, yang keluar dari mulutnya, yang juga dia rasakan,&rdquo; terang Salsabila.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain tiga karya di atas, terdapat karya mural Fachmi R dengan judul &ldquo;Bisa Diatur&rdquo;, karya Iqarosse berjudul &ldquo;Old Woman&rsquo;s Circus&rdquo;, dan karya Sindikat Sinema berjudul &ldquo;Rapat Tertutup&rdquo;. Ada pula karya Robby Ocktavian berjudul &ldquo;Eks Lubang Tambang di Desa Karang Tunggal, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara&rdquo;, serta sumbangan karya Nugal Institut berupa potret lahan bekas tambang dan rumah yang digusur pemerintah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditemui di depan karya Iqarosse berjudul &ldquo;Old Woman&rsquo;s Circus&rdquo;, Komite Penyelenggara Pameran Hasbi Yahya mengatakan, secara keseluruhan karya yang disajikan dalam pameran bertujuan membangun kesadaran pengunjung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pengin teman teman tuh ngerasa marah, ini gak adil.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasbi menjelaskan, karya yang ada di pameran menunjukkan ketidakadilan, kerusakan lingkungan, dan kesenjangan sosial akibat dari tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, ia ingin pengunjung merasa geram setelah mengetahui hal tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teman teman itu harusnya dapat fasilitas yang lebih bagus dari ini (yang ada sekarang),&rdquo; kata Hasbi dengan gusar pada (13/9).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasbi berujar, sebagai warga negara berhak untuk mendapat bis dan halte yang murah serta fasilitas umum yang gratis. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat dicapai karena anggaran fasilitas umum tersebut dikorupsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teman-teman itu harusnya marah, itu yang pengin kami bawa sebenernya di sini. Sudah marah belum? Sudah marah belum?&rdquo; ujar Hasbi memastikan.</span></p>Pameran ditutup dengan diskusi bertajuk “Merawat Padi Tanpa Gulma” bersama Buyung Marajo dan Kholif Mundzira, yang dipandu oleh Rio Raharjo pada Minggu (15/9) lalu. Pada kesempatan tersebut, mereka membahas mengenai perlawanan terhadap tindakan jahat korupsi pada anggaran daerah. Acara tersebut kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. <strong><em>(mlt/ali)</em></strong><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dalam Rangka Penanaman Pohon Serentak Se-Indonesia, PKSE Unmul Tebar 90 Benih Tanaman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/dalam-rangka-penanaman-pohon-serentak-se-indonesia-pkse-unmul-tebar-90-benih-tanaman/baca </link>
<guid> dalam-rangka-penanaman-pohon-serentak-se-indonesia-pkse-unmul-tebar-90-benih-tanaman </guid>
<pubDate> Thu, 19 Sep 2024 19:30:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKSE sukses laksanakan penanaman bibit pohon dengan bekerja sama denga beberapa pihak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/dalam-rangka-penanaman-pohon-serentak-se-indonesia-pkse-unmul-tebar-90-benih-tanaman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qb69RM0qAM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dalam Rangka Penanaman Pohon Serentak Se-Indonesia, PKSE Unmul Tebar 90 Benih Tanaman</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Paguyuban Karya Salemba Empat (PKSE) Unmul sukses jadi salah satu pelaksana &ldquo;Gebyar Penanaman Pohon Serentak di 40 Titik Se-Nusantara&rdquo;. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (15/9) lalu di Gang 2, Jalan S. Parman, Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah cuaca terik, PKSE bersama delegasi dari lembaga kampus seperti Keluarga Mahasiswa KIPK-K Unmul (Gamakipka), Tanoto Scholars Association (TSA) Unmul, Sobat Bumi Pertamina Foundation, serta Indonesian Youth Diplomacy menanam bibit pohon di area pinggir sungai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu delegasi Gamakipka Auliatul Hasanah menyampaikan antusiasnya dalam kegiatan menghijaukan bumi tersebut. Kali pertama ikut aksi menanam pohon, Auliatul semangat dalam gebyar penanaman pohon yang diadakan PKSE Unmul ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ikut membantu meregenerasi bumi yang udah panas&nbsp;</span><span><em>banget</em>&nbsp;</span><span>ini, nambah (sejuk) supaya gak sepanas ini&nbsp;</span><span><em>lah</em> S</span><span>amarinda, gitu. Supaya pohon di Samarinda makin banyak,&rdquo; jelasnya setelah menanam bibit pohon kelima pada Minggu (15/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Panitia, Muhammad Tayib mengatakan, pertemuan&nbsp;</span><span><em>kick off&nbsp;</em></span><span>serta tuan rumah kegiatan ini berada di PKSE Universitas Udayana, Bali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disiarkan juga secara langsung melalui aplikasi Zoom dan Youtube, kegiatan ini memilih berbagai jenis bibit untuk ditanam, baik tanaman endemik maupun buah-buahan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami melakukan penanaman sebanyak 90 bibit buah-buahan seperti buah alpukat, rambutan, kelengkeng, dan jambu,&rdquo; ungkap Tayib pada Minggu (15/9).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain mengundang delegasi, PKSE Unmul berkolaborasi dengan berbagai pihak. Tercermin dari kerja sama yang dilakukan dengan Dinas Kehutanan Kaltim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, dan RT 31 sampai 40 Kelurahan Sidodadi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami mengajak keterlibatan delegasi ataupun komunitas lainnya demi mewujudkan kerja sama dalam menjaga lingkungan,&rdquo; tambah Tayib.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perawatan dan pengawasan akan dilakukan secara bersama-sama dengan pihak-pihak terkait. Ini untuk menjamin keberlangsungan hidup tumbuhan, agar dapat dimanfaatkan secara maksimal hingga ke masa yang akan datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami berharap dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi motivasi generasi ke depan untuk terus peduli terhadap isu lingkungan sebagai bentuk menjaga bumi kita tetap sehat,&rdquo; tutup Tayib.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, Panitia Publikasi, dekorasi, dan Dokumentasi Gebyar Penanaman Pohon Serentak di 40 Titik Se-Nusantara PKSE Unmul 2024</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyongsong Pilgub Kaltim, BEM KM Unmul Undang Bapaslon untuk Adu Gagasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyongsong-pilgub-kaltim-bem-km-unmul-undang-bapaslon-untuk-adu-gagasan/baca </link>
<guid> menyongsong-pilgub-kaltim-bem-km-unmul-undang-bapaslon-untuk-adu-gagasan </guid>
<pubDate> Fri, 20 Sep 2024 20:04:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul berharap bapaslon Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim menerima undangan unjuk gagasan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menyongsong-pilgub-kaltim-bem-km-unmul-undang-bapaslon-untuk-adu-gagasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kPpymcNa3b.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyongsong Pilgub Kaltim, BEM KM Unmul Undang Bapaslon untuk Adu Gagasan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul berikan surat undangan kepada dua bakal pasangan calon (Bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim. Surat undangan tersebut dikirim ke masing-masing posko pemenangan Bapaslon pada Selasa (17/9) lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Undangan tersebut berisi ajakan kepada pasangan Rudy Mas&rsquo;ud-Seno Aji dan Isran Noor-Hadi Mulyadi, untuk hadir menyampaikan gagasan mereka di depan 1.000 mahasiswa. Agenda tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 1 Oktober 2024 mendatang di GOR 27 September Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui akun TikTok pribadi miliknya, Presiden BEM KM Unmul M. Ilham Maulana menyampaikan harapannya agar kedua paslon dapat hadir dan memenuhi undangan yang mereka berikan. Hal ini bertujuan untuk menyediakan wadah guna mendengar secara langsung gagasan yang akan dibawakan oleh kedua paslon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... kedua pasangan calon hari ini yang kita lihat, mereka merupakan alumni Universitas Mulawarman. Dan hari ini adiknya datang dan memberikan undangan tersebut dengan harapan mampu mendengarkan secara langsung gagasan apa yang akan mereka bawakan,&rdquo; sebut Maulana dalam video di akun TikTok pribadinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Undangan kepada bapaslon untuk hadir menyampaikan gagasan dan berdiskusi tersebut telah direncanakan sejak kepengurusan BEM KM Unmul periode sebelumnya. Namun, hal tersebut belum sempat direalisasikan akibat masa jabatan yang sudah akan berakhir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;....tetapi memang pada saat kepengurusan (BEM KM) yang lama kami terkendala waktu demisioner, sehingga tidak sempat melaksanakannya. Jadi dialihkan ke pengurus baru untuk dilanjutkan,&rdquo; ungkap Naufal Banu Tirta selaku Presiden BEM KM Unmul periode sebelumnya melalui pesan Whatsapp, Kamis (19/9) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tentunya saya sangat mengapresiasi gerak cepat dari BEM KM Unmul untuk memanfaatkan momentum yang ada walaupun baru saja pergantian periode kepengurusan,&rdquo; kata Banu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Banu, mahasiswa perlu melihat progres dan kematangan dari persiapan maupun gagasan dari kedua calon pemimpin Kaltim ke depannya. Oleh karena itu, BEM KM Unmul yang merupakan lembaga tertinggi di Unmul harus pandai melihat peluang dan momentum serta tanggap menghadapi pilkada tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;....dan juga kedua calon Gubernur adalah alumni dari Unmul yang sudah menjadi tanggung jawab dari mahasiswa Unmul untuk memastikan kualitas dari alumni-alumninya,&rdquo; ucap Banu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banu berharap, kedua paslon dapat hadir dan bersedia dikuliti oleh mahasiswa Unmul terkait gagasannya. Ia juga menginginkan mahasiswa Unmul mampu lebih selektif dalam memilih serta bersikap untuk calon pemimpin Kaltim ke depannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, terkait undangan yang diberikan oleh BEM KM Unmul kepada masing-masing paslon, hingga kini belum juga mendapatkan jawaban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Belum ada untuk saat ini konfirmasinya,&rdquo; ujar Maulana saat ditanyai langsung oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Kamis (19/9) lalu.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><strong><em><span>(</span><span>xel/ali/mar</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kelas Politik Nasional Himapsos FISIP Unmul, Menilik Tantangan Hak Masyarakat Adat di Tanah IKN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/kelas-politik-nasional-himapsos-fisip-unmul-menilik-tantangan-hak-masyarakat-adat-di-tanah-ikn/baca </link>
<guid> kelas-politik-nasional-himapsos-fisip-unmul-menilik-tantangan-hak-masyarakat-adat-di-tanah-ikn </guid>
<pubDate> Sat, 21 Sep 2024 22:12:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Himapsos selenggarakan kelas politik secara nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/kelas-politik-nasional-himapsos-fisip-unmul-menilik-tantangan-hak-masyarakat-adat-di-tanah-ikn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iPvcuZ13PD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kelas Politik Nasional Himapsos FISIP Unmul, Menilik Tantangan Hak Masyarakat Adat di Tanah IKN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Dialog mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali bergema. Kali ini, sivitas akademika Unmul menilik lebih lanjut menyoal tantangan sekaligus strategi politik dalam pengelolaan hak masyarakat adat di tanah IKN.</p><p style="text-align: justify;">Kelas politik yang diinisiasi oleh Departemen Kajian Strategis dan Advokasi Himpunan Mahasiswa Pembangunan Sosial (Himapsos) FISIP Unmul ini terselenggara secara nasional pada Sabtu pagi (21/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Ketua Umum Himapsos FISIP Unmul, Muhammad Nasir menilai isu ini lumayan menarik utamanya bagi masyarakat Kaltim. Menurutnya, pembangunan IKN tak hanya perlu memperhatikan pembangunan fisik namun juga perlu memberi perhatian kepada masyarakat adat terkait.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku berharap kita yang hadir di sini bisa bersama-sama memahami tantangan kita dalam (pembangunan) IKN, tanpa meminggirkan mereka (masyarakat adat),&rdquo; harap Nasir.</p><p style="text-align: justify;">Hadir pula Daryono, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Unmul dalam acara tersebut. Dirinya mengimbau seluruh peserta yang hadir untuk dapat mengamati secara langsung ke IKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan hanya melihat apa yang ada di media namun juga (sebaiknya) terjun secara langsung,&rdquo; pesan Daryono saat membuka acara.</p><p style="text-align: justify;">Diskusi dimulai oleh Muhammad Arifin, dosen Prodi Pembangunan Sosial FISIP Unmul, yang menyoroti posisi negara terhadap masyarakat adat. Menurutnya, berapapun jumlah masyarakat adat negara tak boleh lepas tangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya, jika pemerintah tidak setengah hati dalam memberikan ruang bagi masyarakat adat, pembahasan RUU terkait hak-hak mereka tidak akan berhenti di tengah jalan. (Padahal) Pemerintah memiliki kewajiban memenuhi hak-hak masyarakat adat,&rdquo; tutur Arifin.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Arifin menyatakan bahwa hak-hak adat di wilayah IKN, khususnya Paser dan Balik, harus dihormati dan dilindungi, sama seperti masyarakat lainnya. Konsistensi dalam menjaga tradisi di tengah gencarnya pembangunan juga menjadi hal yang krusial.</p><p style="text-align: justify;">Dede Wahyudi, perwakilan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltim, memperkuat argumen ini dengan menekankan pentingnya pengakuan konstitusional atas hak wilayah masyarakat adat dengan memperhatikan masing-masing karakteristiknya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penting untuk diperhatikan karakteristik masyarakat adat tak bisa disamaratakan, sebab hal ini turut mengacu pada daerah mereka tinggal,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai perampasan ruang hidup misalnya, menurut paparan Dede akses terhadap air bersih saat ini susah didapat oleh masyarakat adat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal ini merupakan dampak dari pembangunan Intake dan pelebaran Sungai Sepaku yang dahulu sebagai sumber penghidupan masyarakat,&rdquo; papar Dede.</p><p style="text-align: justify;">Tak ketinggalan, Dede juga turut membahas pemberian Hak Guna Usaha (HGU) bagi investor yang mencapai 190 tahun lamanya. Ia menilai, aturan tersebut bahkan melebihi hukum kolonial.</p><p style="text-align: justify;">Menutup sesi diskusi pagi itu, Arifin mengajak mahasiswa yang hadir untuk turut berpartisipasi aktif mengawal pembangunan IKN hingga tuntas. Arifin juga menekankan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk menyuarakan isu hak-hak masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa harus peka terhadap isu-isu di sekitar mereka dan konsisten dalam memperjuangkan keadilan sosial,&quot; kuncinya. <strong><em>(nkh/ xel/mar)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Unmul Gelombang Ketiga 2024, Pendamping Wisudawan: Ruangan Panas Memang Cerita Lama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-unmul-gelombang-ketiga-2024-pendamping-wisudawan-ruangan-panas-memang-cerita-lama/baca </link>
<guid> wisuda-unmul-gelombang-ketiga-2024-pendamping-wisudawan-ruangan-panas-memang-cerita-lama </guid>
<pubDate> Sat, 21 Sep 2024 22:29:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kembali laksanakan wisuda gelombang III 2024 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-unmul-gelombang-ketiga-2024-pendamping-wisudawan-ruangan-panas-memang-cerita-lama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fh79FmYwuc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Unmul Gelombang Ketiga 2024, Pendamping Wisudawan: Ruangan Panas Memang Cerita Lama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sebagai lanjutan rangkaian Dies Natalis ke-62, Wisuda Unmul gelombang ketiga genap terlaksana pada Sabtu (21/9) lalu. Para wisudawan beserta pendamping masing-masing telah memasuki Gelanggang Olahraga (GOR) 27 September Unmul sejak pukul delapan pagi.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Akademik dan Alumni, Lambang Subagiyo menyebutkan jumlah wisudawan dalam laporannya. Pada gelombang ini, jumlah wisudawan mencapai angka hingga 1600. Lulusan terbanyak masih dipegang oleh FKIP dengan jumlah 379 wisudawan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Total perincian, 35,7 (persen) laki-laki dan 64,3 (persen) perempuan,&rdquo; tutur Lambang dalam sambutannya, Sabtu (21/9).</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Lambang juga menyebutkan para wisudawan terbaik pada gelombang kali ini. &nbsp;Adapun lulusan terbaik dari masing-masing program dengan keterangan sebagai berikut:</p><ol><li style="text-align: justify;">Program Doktor: Ika Fikriah dari Prodi Ilmu Lingkungan, FMIPA. Indeks Prestasi 4.00 dengan masa studi 3 tahun 4 bulan.</li><li style="text-align: justify;">Program Pasca Sarjana: Hasbi Fahziar dari Prodi Administrasi Publik FISIP. IPK 4.00, masa studi 1 tahun 11 bulan.</li><li style="text-align: justify;">Program Sarjana: Khairina Sofia, Prodi Agribisnis Faperta dengan IPK 3.97. Masa studi 3 tahun 11 bulan.</li><li style="text-align: justify;">Program Profesi: Setya Sherinah Ivanka, Prodi Profesi Dokter dengan IPK 3.76. Masa studi 2 tahun.</li><li style="text-align: justify;">Program Diploma: Tiara Auradiva, Prodi Diploma Keperawatan, FK dengan IPK 3.82. Masa studi 2 tahun 11 bulan.</li></ol><p style="text-align: justify;">Acara dilanjutkan dengan pemanggilan seluruh wisudawan ke depan podium untuk prosesi pemindahan tali toga dan penyerahan ijazah. Selesainya prosesi, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unmul, Isran Noor masuk ke dalam GOR dan hadir di tengah acara wisuda.</p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan itu, Isran Noor menyampaikan sambutannya dengan semangat yang berapi-api.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya ingin Universitas Mulawarman unggul tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,&quot; harap Isran Noor dalam sambutannya, Sabtu (21/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pesannya jangan koruptor, jangan korupsi, setuju. Mau jadi pejabat, bupati, atau anggota DPR, jangan merugikan negara,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan terakhir disampaikan oleh Rektor Unmul, Abdunnur. Dirinya berharap agar seluruh wisudawan dapat mengharumkan nama almamater setelah ke luar dari Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Di era digital yang penuh tantangan ini, tunjukkan bahwa kalian adalah lulusan yang adaptif, kreatif, dan berintegritas tinggi,&quot; pinta Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Suhu panas jadi masalah bertahun-tahun di GOR 27 September Unmul&nbsp;</strong><br>Hal lain mewarnai wisuda tersebut. Meski telah disediakan pendingin ruangan berupa kipas, masalah tahunan yang selalu dilewati setiap acara wisuda, yaitu udara panas masih terjadi. Nampaknya fasilitas yang disediakan Unmul tidak dapat menambal masalah tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu wisudawati, Ervina dari Prodi Farmasi menyampaikan kesannya kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Seru <em>sih</em> sebenernya, cuma perlu ditambah kipas atau AC (Air Conditioner) karena kasihan orang tua jadi kayak kepanasan gitu,&quot; keluhnya saat diwawancarai langsung di tribun GOR, Sabtu (21/9).</p><p style="text-align: justify;">Selaras dengan Ervina, wisudawan dari Prodi Informatika FT, Muhammad Riski Setiawan juga mengkhawatirkan nasib orang tua atau wali yang berada di dalam ruangan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pesannya banyakin aja kipasnya. Kasihan juga orang tua kan kalau <em>bekipasan</em>,&quot; sebut Riski saat diwawancarai di hari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pantauan <em>Sketsa</em>, apa yang disebutkan oleh Ervina dan Riski benar adanya. Dari arah bagian samping tribun terlihat para wali yang tengah sibuk mengipasi dirinya masing-masing.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu wali wisudawan hanya menyayangkan acara wisuda yang harus diwarnai dengan udara panas.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kekurangan (wisuda) cuma masalah pendinginnya kurang, kalau masalah yang lain aman aja,&quot; ungkap wali dari Iwan, wisudawan dari Prodi Fahutan tersebut pada Sabtu (21/6).</p><p style="text-align: justify;">Selaras dengan Iwan, salah satu wali yang juga merupakan alumni FKIP Unmul Irnawati menyampaikan, bahwa masalah panasnya udara juga terjadi sejak angkatannya 2010 silam. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kondisinya sama seperti ini <em>mbak</em>, gak ada banyak perubahan. Sama,&quot; ungkap Irnawati.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, Irnawati menyebut bahwa Unmul telah mengalami banyak perkembangan. Dirinya bilang, banyaknya jurusan kini semakin bertambah dibanding dengan za<span style="background-color: transparent;">mannya berkuliah di Unmul dulu. <strong><em>(ary/myy/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> GROW: Wujud Aksi Jaga Bumi bersama Nawadhara Indonesia, Mahasiswa dan Alumni Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/grow-wujud-aksi-jaga-bumi-bersama-nawadhara-indonesia-mahasiswa-dan-alumni-unmul/baca </link>
<guid> grow-wujud-aksi-jaga-bumi-bersama-nawadhara-indonesia-mahasiswa-dan-alumni-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 23 Sep 2024 21:26:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa dan alumni Unmul berkolaborasi menyelenggarakan program Green Innovation Week (GROW) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/grow-wujud-aksi-jaga-bumi-bersama-nawadhara-indonesia-mahasiswa-dan-alumni-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dpiQCFjt6F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>GROW: Wujud Aksi Jaga Bumi bersama Nawadhara Indonesia, Mahasiswa dan Alumni Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, mahasiswa dan alumni Unmul yang tergabung dalam Nawadhara Indonesia telah sukses menyelenggarakan program Green Innovation Week (GROW) di Samarinda pada Sabtu (14/9) lalu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini merupakan bagian dari Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 4, yang bertujuan mengajak pemuda, pemerintah, dan organisasi nonpemerintah (NGO) untuk bersama-sama menjaga bumi melalui aksi nyata yang berdampak positif terhadap lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dipimpin oleh Fatur Rahman Subianto, mahasiswa FKIP Biologi, sebagai&nbsp;</span><span><em>Project Officer</em></span><span>, GROW GLI melibatkan sembilan pemuda inspiratif dari Kalimantan Timur. Mereka berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di daerah Samarinda dan sekitarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan yang berlangsung dalam rangkaian GROW ini terdiri dari penanaman pohon, susur sungai, edukasi lingkungan, serta festival bertema pelestarian alam yang melibatkan masyarakat secara luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fatur Rahman Subianto menekankan pentingnya aksi nyata dalam menjaga lingkungan, terutama di daerah yang terdampak oleh perubahan iklim dan aktivitas manusia yang merusak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam pohon atau membersihkan sungai, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menyatukan kekuatan pemuda, pemerintah, dan NGO untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan,&quot; kata Fatur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program GROW mencakup serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada lingkungan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Beberapa kegiatan utama yang dilaksanakan meliputi:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Penanaman Pohon di DAS Karang Mumus</strong></span><span><br></span><span>Aksi penanaman pohon menjadi salah satu kegiatan utama dalam GROW, dengan fokus rehabilitasi lahan kritis di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, komunitas lokal, serta para pemuda yang berkolaborasi untuk memulihkan ekosistem di wilayah tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penanaman pohon ini bertujuan untuk mengurangi risiko erosi tanah, memperbaiki kualitas air, dan menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati setempat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Susur Sungai dan Edukasi Lingkungan</strong></span><span><br></span><span>Kegiatan susur sungai dilakukan untuk mengamati langsung kondisi ekosistem air di DAS Karang Mumus. Peserta diajak melihat dampak negatif pencemaran air serta pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai sumber daya vital bagi kehidupan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kegiatan ini, peserta juga mendapatkan edukasi tentang cara-cara menjaga kelestarian ekosistem air, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola limbah dengan lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Festival Edukasi Lingkungan</strong></span><span><br></span><span>Setelah aksi fisik di lapangan, program GROW juga menyelenggarakan festival edukasi lingkungan yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan. Festival ini menghadirkan diskusi panel, pameran produk ramah lingkungan, serta&nbsp;</span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;daur ulang sampah yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap alam serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.</span><span><br></span><span><br></span><span><strong>Inisiatif Edukasi untuk Masa Depan Hijau: Penerbitan Buku Sebagai Langkah Konkret</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span><img src="https://lh7-rt.googleusercontent.com/docsz/AD_4nXcY4FjbA0iyYl7V3eYyDnYK2mYv-V2Zqf_Ko1rHAtJCFcxewGE4IzF_R7cDeC0MFBOPKsW31SzLLSRKPOCEg814yNAEGAkjAoxHrVoRsiV2MTi8mkiTiBBbffnYcYAqUvVx89EbYQ5kQHdEcREkbgf19mvY?key=tB1qus2_-NqbGj3PDBQYSA" class="fr-dii" style="width: 839px;"></span></span><span><br></span><span>Selain aksi lapangan, program GROW juga menghadirkan karya edukatif yang signifikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Dalam upaya menyebarluaskan informasi tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai dan perlindungan satwa langka, Nawadhara Indonesia meluncurkan dua buku edukasi yaitu</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>1. Buku Saku &ldquo;Tentang Karang Mumus&rdquo;</strong></span><span><br></span><span>Buku saku ini menawarkan informasi mendalam namun sederhana tentang pentingnya pelestarian ekosistem sungai. Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mudah diakses kepada masyarakat mengenai upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk melindungi ekosistem sungai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>2. Buku Edukasi &ldquo;Si Pahu Badak Periang dari Kalimantan&rdquo;</strong></span><span><br></span><span>Buku ini fokus pada perlindungan satwa langka, khususnya badak periang dari Kalimantan. Diharapkan buku ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap perlindungan satwa dan upaya pelestarian alam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tim Nawadhara Indonesia: Sinergi Mahasiswa dan Alumni Universitas Mulawarman</strong></span><span><br></span><span>Tim Nawadhara Indonesia terdiri dari 9 anggota yang berperan penting dalam kesuksesan kegiatan Green Innovation Week (GROW). Di antaranya adalah Fatur Rahman Subianto sebagai&nbsp;</span><span><em>Project Officer</em></span><span>, Muh. Irsan Abdul Azis sebagai&nbsp;</span><span><em>Vice Project Officer</em></span><span>, dan Sarah Febriani sebagai&nbsp;</span><span><em>Secretary &amp; Treasurer.</em></span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di bidang media, Hamdi Setiyawan sebagai&nbsp;</span><span><em>Head of Content Creator &amp; Media</em></span><span>, bersama Nur Alisah sebagai&nbsp;</span><span><em>Staff Content Creator &amp; Media</em></span><span><em>&nbsp;</em>bertanggung jawab mendokumentasikan dan menyebarkan informasi terkait kegiatan GROW.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Naufal Akhdan Amru Dhaffa sebagai&nbsp;</span><span><em>Head of Event &amp; Logistic</em></span><span>, dibantu oleh Nabilah Atiqah Ulya selaku<em>&nbsp;</em></span><span><em>Staff Event &amp; Logistic</em></span><span>, memastikan kelancaran logistik dan acara. Olli Chandra, alumni Fakultas Teknik, memimpin tim&nbsp;</span><span><em>Public Relation &amp; Marketing</em></span><span>&nbsp;bersama Amelia Alfida Wahyuni sebagai&nbsp;</span><span>Staff <em>Public Relation &amp; Marketing</em></span><span><em>.&nbsp;</em></span><span><br></span><span><br></span><span>Kolaborasi tim yang solid ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan keberhasilan aksi pelestarian lingkungan melalui GROW.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keberhasilan program GROW tidak lepas dari pendekatan Pentahelix, yang melibatkan kerja sama antara lima elemen utama: pemerintah, akademisi, NGO, media, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan serta melibatkan berbagai pihak yang berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah lokal, melalui dukungan kebijakan dan regulasi yang mendukung aksi penghijauan dan pelestarian lingkungan, memberikan kontribusi besar dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sementara itu, NGO lingkungan memberikan panduan dan dukungan teknis yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan program sesuai dengan prinsip keberlanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program GROW berhasil memberikan dampak positif bagi lingkungan, terutama dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya rehabilitasi ekosistem DAS Karang Mumus dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Penanaman pohon yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas air, keanekaragaman hayati, serta kesehatan ekosistem secara keseluruhan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ke depannya, tim Nawadhara Indonesia berencana untuk memperluas gerakan ini ke wilayah-wilayah lain di Indonesia, melibatkan lebih banyak pemuda dan komunitas lokal dalam aksi pelestarian lingkungan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold;"><span><span><img src="https://lh7-rt.googleusercontent.com/docsz/AD_4nXfq13QTgyC2d5sQPMgZH99-5PGQkaYsdLVNNvbmojVcu_br7Ug7np1JT7qWQZcTaBAKZIrNhX2j1BjF_-zup8WqFfThTRnH-jRm-SR4hRlyJoYI0gqCoy_iAchYZ2Ud6H87JiDsWYVFBmspgdauCGWKOT4?key=tB1qus2_-NqbGj3PDBQYSA" class="fr-dii" style="width: 839px;"></span></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ini baru langkah awal. Kami optimis bahwa melalui semangat kolaborasi dan kerja sama, kita bisa menciptakan masa&nbsp;</span><span>depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.&quot;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ditulis oleh Fatur Rahman Subianto, Mahasiswa Program Studi Biologi Unmul angkatan 2018, Ketua Nawadhara Indonesia</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BEM, DPM, dan UKM Unmul Resmi Dilantik, Abdunnur Sebut Bangun Komunikasi yang Efektif adalah Kunci </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-dpm-dan-ukm-unmul-resmi-dilantik-abdunnur-sebut-bangun-komunikasi-yang-efektif-adalah-kunci/baca </link>
<guid> bem-dpm-dan-ukm-unmul-resmi-dilantik-abdunnur-sebut-bangun-komunikasi-yang-efektif-adalah-kunci </guid>
<pubDate> Tue, 24 Sep 2024 22:21:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Unmul melantik ormawa Unmul pada kepengurusan baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/bem-dpm-dan-ukm-unmul-resmi-dilantik-abdunnur-sebut-bangun-komunikasi-yang-efektif-adalah-kunci/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YNeWB6vT4w.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BEM, DPM, dan UKM Unmul Resmi Dilantik, Abdunnur Sebut Bangun Komunikasi yang Efektif adalah Kunci</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Usai pemilihan raya (Pemira) Unmul Tahun 2024 menuai hasil, Abdunnur selaku Rektor Unmul lakukan pelantikan lembaga tingkat Universitas di Gedung Serbaguna Rektorat lantai empat, Selasa sore (24/9). Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM KM) yang terpilih, yakni M. ilham Maulana dan Al Fajr Nur akhirnya resmi dilantik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada pula &nbsp;M. Suarga Nabil A.R dan Andini Elga Prastika yang masing-masing merupakan Ketua dan Sekretaris Jenderal DPM KM Unmul masa bakti 2024-2025. Tak hanya itu, para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat universitas yang hadir juga turut dilantik bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara yang dijadwalkan terlaksana pada pukul 13.30 ini sempat mundur dan baru dimulai pukul 16.20 Wita. Setelah dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, acara dilanjut dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Rektor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya, Maulana berharap adanya peningkatan partisipasi dari UKM yang ada di Unmul dalam setiap program kerja yang diinisiasi BEM KM nantinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya pikir ke depan (kami) perlu keterlibatan teman-teman UKM untuk menyongsong Universitas Mulawarman ini,&rdquo; ujar Maulana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini juga selaras dengan pentingnya peran BEM yang ada di tingkat fakultas. Menurutnya, BEM masing-masing fakultas juga perlu memberikan dukungannya baik melalui program kerja yang akan dicanangkan hingga kehadiran di forum KM Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain dukungan dari sesama mahasiswa, Maulana turut mengharapkan adanya dukungan dari dosen, tendik, dan segenap jajaran birokrat Unmul terhadap seluruh program kerja yang akan berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ketika nantinya teman-teman mahasiswa akan melaksanakan kegiatan dan dalam prosesnya perlu ada yang di-</span><span><em>support</em>&nbsp;</span><span>dari pihak universitas, artinya (kami berharap) ada dorongan dan dukungan yang diberikan,&rdquo; ucap mahasiswa asal FISIP itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tepat setelahnya, Rektor Unmul juga memberikan pesan hangatnya kepada seluruh jajaran pengurus organisasi yang dilantik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terima kasih bagi yang sudah menuntaskan kepengurusan di masa bakti sebelumnya. Bagi yang hari ini baru dilantik, saya ucapkan selamat dan semangat!&rdquo; seru Abdunnur memberi semangat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjawab harapan yang disampaikan Maulana dalam sambutannya, Abdunnur memastikan ia dan jajarannya bakal memberikan dukungan penuh untuk seluruh kerja mahasiswa tanpa terkecuali selama kegiatan tersebut bertimbal balik positif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang lebih penting, jangan lupa untuk bangun komunikasi yang baik kepada seluruh elemen terkait karena itu kuncinya,&rdquo; pesan Abdunnur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diwawancara terpisah usai pelantikan berakhir, kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>Maulana membeberkan linimasa yang akan BEM KM jalankan dalam waktu dekat. Maulana mengaku saat ini ia dan jajarannya terus melakukan koordinasi dengan DPM KM di samping akan segera melakukan rapat kerja internal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain itu menyambut momentum Pilkada (pemilihan kepala daerah) ini kami juga menantang Paslon (pasangan calon) yang berlaga untuk adu gagasan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari keterangan Maulana, hingga berita ini diterbitkan dirinya masih menunggu tanggapan pasti dari kedua paslon tersebut.</span></p><p>&ldquo;Namun, kita belum mendapat respons konkret dari masing-masing pasangan calon apakah mereka siap hadir, apakah tidak,&rdquo; pungkas Maulana.<strong><em>&nbsp;(nkh/ali)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambut Hari Tani 2024, BEM Faperta Unmul Gelar Dialog Publik Bersama Petani </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-hari-tani-2024-bem-faperta-unmul-gelar-dialog-publik-bersama-petani/baca </link>
<guid> sambut-hari-tani-2024-bem-faperta-unmul-gelar-dialog-publik-bersama-petani </guid>
<pubDate> Wed, 25 Sep 2024 18:56:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dialog Publik yang dilaksanakan BEM Faperta mengusung aspirasi petani </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-hari-tani-2024-bem-faperta-unmul-gelar-dialog-publik-bersama-petani/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f8rCIIUuPr.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambut Hari Tani 2024, BEM Faperta Unmul Gelar Dialog Publik Bersama Petani</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Faperta Unmul mengadakan dialog publik bersama petani, dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September di Taman Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dengan narasumber Bambang Ikhwan Hidayat,&nbsp;</span><span><em>Founder</em></span><span>&nbsp;P4S Puri Leisa. Ada pula Nanda Ginanjar, Duta Petani Milenial Kalimantan Timur, dan Sarminto, Petani Lokal Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dialog ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi petani terkait berbagai isu yang mereka hadapi. Contohnya, kepemilikan lahan, perubahan iklim, hingga kebijakan pemerintah yang mempengaruhi sektor pertanian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun topik yang dibahas dalam dialog ini berupa:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sarminto, Kemelut Lahan Pertanian di Samarinda</strong></span><br><span>Sarminto mengungkapkan bahwa masih banyak petani di Samarinda yang tidak memiliki lahan sendiri dan hanya bertindak sebagai penggarap. Konflik terkait klaim kepemilikan lahan kerap terjadi, sehingga dibutuhkan kebijakan yang memberikan perlindungan bagi petani penggarap agar lahan tidur dapat dioptimalkan kembali sebagai lahan produktif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait minimnya jumlah PPL yang hanya sekitar 18 orang, yang mengakibatkan kurangnya koordinasi di lapangan. Mereka mengusulkan agar PPL Swadaya diberi kompensasi untuk meningkatkan semangat membantu petani yang membutuhkan bimbingan teknis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hilirisasi yang buruk menyebabkan distribusi dan harga pangan menjadi tidak stabil. Kebijakan terkait kepemilikan lahan minimal 2 hektar bagi petani juga menjadi sorotan dalam diskusi ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Nanda Ginajnar, Membawa Dunia Pertanian ke Generasi Penerus</strong></span><br><span>Nanda Ginanjar, Duta Petani Milenial Kalimantan Timur, memaparkan pentingnya modernisasi sektor pertanian untuk menarik minat generasi muda. Ia menekankan perlunya regenerasi petani muda, mengingat profesi petani sering dianggap sebelah mata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bambang Ikhwan Hidayat Kemelut Pertanian di Tengah Gempuran Perubahan Iklim</strong></span><br><span>Menjelaskan dampak perubahan iklim yang semakin mengancam sektor pertanian, serta perlunya menghidupkan kembali pertanian regeneratif. Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan air untuk irigasi dan merekomendasikan pemerintah menyediakan unit konsultasi perubahan iklim untuk petani.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Permasalahan iklim menjadi tantangan besar bagi pertanian, seperti pola musim yang tidak menentu, hujan yang tidak teratur, dan suhu ekstrem yang menurunkan produktivitas. Akibatnya, sekitar 50% lahan sawah kekurangan air.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, jumlah petani berkurang karena generasi muda kurang tertarik menjadi petani, sehingga regenerasi terhambat. Petani juga menghadapi kenaikan biaya input seperti pupuk dan benih, sementara harga hasil panen tidak stabil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden BEM Faperta Unmul, Gabriel Bastian Butar Butar menyatakan, agenda tersebut bertujuan untuk kepentingan para petani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap nasib petani. Kami ingin menciptakan ruang dialog yang konstruktif untuk membahas permasalahan yang ada dan mencari solusi bersama dan harapannya dapat disuarakan kepada pemerintah,&quot; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para petani mengemukakan tantangan yang mereka hadapi, mulai dari biaya input pertanian yang tinggi, &nbsp;berkurangnya SDM (Sumber Daya Manusia) di sektor pertanian, rumitnya birokrasi pertanian, hingga sulitnya akses air untuk irigasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kesimpulan Dialog: BEM Faperta Unmul</strong></span><span>&nbsp;</span><br><span>B</span><span>erkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan petani dan pihak terkait lainnya demi kesejahteraan petani serta keberlanjutan sektor pertanian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan, dan terjalin kerjasama yang lebih erat antara akademisi, praktisi, serta pemerintah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Gabriel Bastian Butar Butar, Mahasiswa Program Studi Agribisnis Unmul angkatan 2021, Presiden BEM Faperta Unmul</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Ampeta: Tuntut Reforma Agraria Sejati dan Reformasi Birokrasi Pertanian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-ampeta-tuntut-reforma-agraria-sejati-dan-reformasi-birokrasi-pertanian/baca </link>
<guid> aksi-ampeta-tuntut-reforma-agraria-sejati-dan-reformasi-birokrasi-pertanian </guid>
<pubDate> Thu, 26 Sep 2024 20:48:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ampeta lakukan aksi di depan kantor Gubernur Kaltim, tuntut 4 hal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/aksi-ampeta-tuntut-reforma-agraria-sejati-dan-reformasi-birokrasi-pertanian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a9mVtPnwFy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Ampeta: Tuntut Reforma Agraria Sejati dan Reformasi Birokrasi Pertanian</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Aliansi Mahasiswa Peduli Pertanian (Ampeta) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Kaltim, Selasa (24/9) lalu. Kegiatan ini dimulai pada pukul 12.40 siang, di mana para mahasiswa berorasi dan membagikan sayur serta buah-buahan kepada masyarakat yang melintas.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam suasana perayaan Hari Tani 2024, orasi mahasiswa menyoroti berbagai isu penting yang dihadapi petani, termasuk kepemilikan lahan, birokrasi pertanian yang rumit, ketidakpastian terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat, serta maraknya kriminalisasi terhadap gerakan rakyat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bima, perwakilan humas Ampeta menegaskan, aksi tersebut bertujuan untuk mengangkat isu-isu mendasar yang dihadapi petani, seperti kesejahteraan, dampak perubahan iklim, dan kebijakan pemerintah yang mempengaruhi sektor pertanian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah serangkaian orasi dan pembagian sayur dilakukan, perwakilan pemerintah provinsi (Pemprov), yang diwakili oleh Kabiro Pemerintahan dan staf Dinas Pertanian, menemui mahasiswa untuk mendiskusikan tuntutan mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wujudkan Reforma Agraria Sejati</span><span><br></span><span>Menuntut pemerintah untuk segera mewujudkan reforma agraria, terutama di daerah Mugirejo, Lempake, dan L2, di mana masih banyak petani yang belum memiliki lahan sendiri.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wujudkan Reformasi Birokrasi Pertanian</span><span><br></span><span>Mendesak perbaikan sistem database pertanian yang saat ini belum ada, yang berakibat pada masalah dalam penyaluran pupuk subsidi dan pompanisasi bagi petani di Kalimantan Timur.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sahkan RUU Masyarakat Adat</span><span><br></span><span>Menyoroti kriminalisasi terhadap masyarakat adat di wilayah IKN dan kepemilikan lahan masyarakat adat, dan mendesak agar pemerintah segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hentikan Kriminalisasi Terhadap Gerakan Rakyat</span><span>&nbsp;</span><span><br></span><span>Menuntut penghentian kriminalisasi terhadap gerakan rakyat yang memperjuangkan hak-hak mereka, termasuk para petani dan masyarakat adat.&nbsp;</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden BEM Faperta Unmul Gabriel menyatakan, pemerintah harus mengambil tindakan nyata dalam menangani 4 poin tuntutan utama ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perwakilan Pemprov Kaltim menyatakan bahwa mereka akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada Penjabat (Pj) Gubernur yang saat ini berada di Jakarta. Meskipun ada harapan untuk tindak lanjut, para mahasiswa mengungkapkan kekecewaan karena Pj Gubernur tidak hadir dalam aksi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami kecewa dengan ketidakhadiran Pj Gubernur untuk mendengar suara petani yang saat ini belum sejahtera. Kami berkomitmen akan meningkatkan eskalasi gerakan untuk menuntut PJ Gubernur mewujudkan poin-poin tuntutan kami,&quot; kata Rio selaku Koordinator Lapangan aksi massa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan aksi ini, Ampeta mendesak pemerintah tidak hanya memberikan jawaban normatif, melainkan juga tindakan konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan melindungi lahan pertanian dari eksploitasi sektor lain, seperti pertambangan, khususnya di Kalimantan Timur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Alwy Shiyam Daud, mahasiswa Program Studi Peternakan, Faperta 2022 selaku Wakil Presiden BEM Faperta Unmul</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Forum Diskusi Diorama LKPE 2024: Kupas Tuntas Potensi Ekowisata Kaltim sebagai Pendapatan Alternatif Daerah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/forum-diskusi-diorama-lkpe-2024-kupas-tuntas-potensi-ekowisata-kaltim-sebagai-pendapatan-alternatif-daerah/baca </link>
<guid> forum-diskusi-diorama-lkpe-2024-kupas-tuntas-potensi-ekowisata-kaltim-sebagai-pendapatan-alternatif-daerah </guid>
<pubDate> Thu, 26 Sep 2024 21:46:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Selenggarakana agenda Diorama, LKPE FEB Unmul suguhkan forum diskusi dengan narasumber andal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/forum-diskusi-diorama-lkpe-2024-kupas-tuntas-potensi-ekowisata-kaltim-sebagai-pendapatan-alternatif-daerah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/m3Xz8P8mzz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Forum Diskusi Diorama LKPE 2024: Kupas Tuntas Potensi Ekowisata Kaltim sebagai Pendapatan Alternatif Daerah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Lembaga Kajian Pengembangan Ekonomi (LKPE) FEB Unmul resmi membuka agenda Diorama 2024 pada Rabu (25/9). Acara yang dijadwalkan selama dua hari hingga Kamis (26/9) ini memiliki dua seminar utama.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satunya, Forum Diskusi yang membahas mengenai Potensi Ekowisata sebagai Pendapatan Alternatif di Kalimantan Timur. Ketua Umum LKPE FEB Unmul, Fachrezi Putra Palapa menyebutkan, ia dan kawan-kawan mantap mengupas tuntas menyoal ekowisata di Kaltim tak terlepas dari momentum Ibu Kota Nusantara (IKN).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita ingin tahu nih, apakah nantinya Kaltim akan mengembangkan ekowisata dan sejauh mana dampaknya bagi pendapatan daerah,&rdquo; jelas mahasiswa yang kerap disapa Ezi itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam forum diskusi kali ini sejumlah narasumber andal turut dihadirkan. Mulai dari akademisi Unmul hingga praktisi dari dinas terkait.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di antaranya Herning Indriastuti selaku akademisi FEB Unmul. Kedua, Natasya Priyanka yang merupakan Puteri Indonesia Kaltim 2023. Ketiga, Awang Khalik yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya ada Ismiati selaku Kepala Bapenda Provinsi Kaltim. Tak hanya itu, Aldrianto Priadjati, Manager Borneo Orangutan Survival Foundation pun turut membersamai diskusi pada pagi itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Potensi ekowisata sebagai pendapatan alternatif daerah Kaltim tak lepas dari transformasi industri konvensional yang saat ini masih bergantung pada sektor pertambangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diakui Ismiati, dari total 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim, penerimaan pendapatan daerahnya masih didominasi oleh pendapatan transfer. Terangnya, pendapatan transfer yang diterima Kaltim diperoleh dari pemerintah pusat yang meliputi dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus. Termasuk di dalamnya yang terbesar adalah royalti batu bara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kaltim sendiri menerima untuk pajak dan retribusi daerah 51 persen, hanya 49 persen yang bersumber dari pendapatan transfer,&rdquo; ujar Ismiati menerangkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Herning Indriastuti meyakini transformasi industri konvensional ke arah ekonomi kreatif tak akan benar-benar beralih selama sumber daya alam tak terbarukan seperti batu bara masih ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia memberi contoh Uni Emirat Arab (UEA) sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia kini perlahan berangsur mengandalkan sektor lain seperti pariwisata sebagai penunjang perekonomian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk memaksimalkan potensi pariwisata, UEA bergerak membangun&nbsp;</span><span><em>airport hub</em></span><span><em>&nbsp;</em>di Dubai yang menghubungkan antara Eropa ke Asia, dari Asia ke Amerika dan lain sebagainya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Contoh paling dekat lainnya yang disebut akademisi Unmul satu ini ialah konser Taylor Swift yang berhasil mampu meningkatkan PDB beberapa negara bahkan yang minim sumber daya alam sekalipun seperti Singapura.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bahkan Amerika bangkit pasca Covid salah satunya berkat konser Taylor Swift di Philadelphia sukses besar,&rdquo; imbuh Herning Indriastuti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai satu-satunya representasi generasi Z dalam forum tersebut, Natasya Priyanka turut menyoroti besarnya dampak media sosial terhadap promosi pariwisata yang ada di Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, fenomena FOMO (</span><span><em>Fear of missing ou</em>t</span><span>) yang kerap terjadi di media sosial dapat menjadi peluang bagi putra-putri daerah untuk mempromosikan berbagai destinasi wisata yang ada di Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kontribusinya gimana?&nbsp;</span><span><em>social media is very easiest way</em></span><span>,&rdquo; seru Priyanka yang disambut meriah tepuk tangan penonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut Priyanka menjelaskan untuk menguatkan&nbsp;</span><span><em>branding</em>&nbsp;</span><span>di media sosial menyoal destinasi wisata Kaltim, putra-putri daerah harus berlaku jujur di samping cermat dalam pemilihan kata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebagai putra-putri daerah kita harus jujur dari awal,&nbsp;</span><span><em>be true</em></span><span>. Jangan memberikan kesan PHP.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya memberi contoh Berau yang memiliki destinasi bawah laut yang menakjubkan. Meski akses darat yang harus ditempuh cukup sulit, Priyanka menyarankan untuk cermat menentukan kalimat yang dipakai agar tetap menarik.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Biasanya kalau di TikTok sering tuh yang &lsquo;<em>ini hanya untuk para jiwa petualang</em>&rsquo; gitu. Nah, teknik <em>branding</em> seperti itu yang bisa teman-teman pelajari agar hasilnya maksimal,&rdquo; pesan Priyanka. <strong><em>(nkh/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Raih Mimpi Kuliah Tanpa Beban Dengan Sederet Beasiswa Ini! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/raih-mimpi-kuliah-tanpa-beban-dengan-sederet-beasiswa-ini/baca </link>
<guid> raih-mimpi-kuliah-tanpa-beban-dengan-sederet-beasiswa-ini </guid>
<pubDate> Fri, 27 Sep 2024 21:51:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dereten rekomendasi beasiswa untuk mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/raih-mimpi-kuliah-tanpa-beban-dengan-sederet-beasiswa-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tAUtuuZm6N.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Raih Mimpi Kuliah Tanpa Beban Dengan Sederet Beasiswa Ini!</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Pernah ga sih lagi kuliah tapi masih mikir-mikir untuk biaya hidupnya gimana? Bayar kuliah gimana? Tak jarang banyak mahasiswa yang terpaksa untuk berhenti di tengah jalan atau harus kerja paruh waktu untuk memenuhi biaya kuliahnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi mahasiswa Unmul yang ingin melanjutkan studi dengan tenang tanpa memikirkan beban biaya, berbagai pilihan beasiswa dapat menjadi solusi. Berikut telah&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>rangkum secara khusus beberapa rekomendasi beasiswa yang bisa kamu coba. Yuk, Simak!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/CSR/Bakti-BCA/bakti-pendidikan/beasiswa-bakti-bca"><span><strong>Beasiswa Bakti BCA</strong></span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsisten memberikan beasiswa pendidikan sejak tahun 1999, BCA membuka kesempatan kepada mahasiswa-mahasiswi berprestasi yang memiliki semangat untuk membangun negeri dan menjadi pemimpin bangsa di masa depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penerima Beasiswa Bakti BCA berkesempatan untuk memperoleh dana bantuan untuk mendukung pendidikan, mengikuti program pengembangan, serta menjadi bagian dari komunitas penerima Beasiswa Bakti BCA, &ldquo;Bakti Champions&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun kategori beasiswa yang tersedia antara lain Bantuan Finansial, Prestasi Akademis, dan Prestasi Non-Akademis. Kabar baiknya, beasiswa yang satu ini telah kembali membuka pendaftaran untuk periode 2025, lo! Periode pendaftaran daring dibuka pada 9 September hingga 31 Oktober 2024.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://beasiswa.kaltimprov.go.id/"><span><strong>Beasiswa Kalimantan Timur</strong></span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa Kalimantan Timur atau BKT merupakan program beasiswa yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk pemuda-pemudi asal Kaltim. Beasiswa ini memiliki tiga kategori beasiswa diantaranya Tuntas Mahasiswa, Stimulan Mahasiswa, dan Stimulan Siswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi kamu mahasiswa Unmul, kamu bisa memilih untuk mendaftar di kategori Tuntas Mahasiswa ataupun Stimulan Mahasiswa sesuai dengan kebutuhanmu!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Beasiswa KIP-Kuliah</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini dirancang khusus untuk memberikan kesempatan bagi siswa berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penerima beasiswa ini akan memperoleh berbagai bentuk bantuan, seperti pembebasan biaya kuliah hingga bantuan biaya hidup. Beasiswa KIP-Kuliah terbuka untuk seluruh siswa lulusan SMA/SMK atau sederajat yang memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://beasiswa.pertaminafoundation.org/"><span><strong>Beasiswa Pertamina Sobat Bumi</strong></span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa Pertamina Sobat Bumi merupakan program beasiswa yang diselenggarakan oleh Pertamina Foundation. Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa berprestasi di seluruh Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sosial.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain memberikan bantuan biaya pendidikan, program ini juga membekali para penerima beasiswa dengan berbagai kegiatan pengembangan diri seperti&nbsp;</span><span><em>capacity building</em></span><span>&nbsp;dan aksi sosial.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tujuan utama dari beasiswa ini adalah untuk mencetak generasi muda yang unggul, peduli lingkungan, dan siap berkontribusi bagi bangsa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk bisa mendapatkan beasiswa ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti menjadi mahasiswa aktif di salah satu perguruan tinggi mitra Pertamina Foundation, memiliki IPK yang baik, serta aktif dalam kegiatan sosial atau lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://unmul.ac.id/announcement/beasiswa-bank-indonesia-tahun-2024"><span><strong>Beasiswa Bank Indonesia</strong></span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa Bank Indonesia menawarkan nominal beasiswa sebesar 1 juta rupiah per bulan yang dapat diterima selama satu tahun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mendaftar beasiswa ini setidaknya kamu harus berada di semester empat dan maksimal di semester 6. Selain itu para pendaftar juga wajib membuat&nbsp;</span><span><em>resume</em></span><span>&nbsp;pribadi dan&nbsp;</span><span><em>motivation letter</em></span><span>&nbsp;berbahasa Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan mengikuti program ini, kamu tidak hanya akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga akan menjadi bagian dari komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang solid.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Beasiswa Cendekia Baznas</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa Cendekia Baznas merupakan program beasiswa yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Linimasa pendaftaran berlangsung di sekitar bulan Juli hingga Agustus setiap tahunnya. Mahasiswa yang dapat mendaftar harus memenuhi salah satu kriteria berikut.</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kategori jurusan prioritas bidang STEM: Jurusan Komputer, Profesi [Kedokteran, Psikologi, Keperawatan, Farmasi], Teknik, Akuntansi, Statistika, dan Komunikasi.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jurusan prioritas bidang ke-syariahan: Ekonomi Syariah dan Hukum Syariah.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kategori prestasi: memiliki prestasi nasional dan/atau internasional. Lebih direkomendasikan yang sudah tercatat di Pusat Prestasi Nasional (Pusprenas) Kemdikbud.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kategori Wirausaha: Memiliki usaha pribadi yang sudah berjalan minimal 6 bulan.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kategori aktivitas: Aktif menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan minimal tingkat jurusan atau organisasi kepemudaan/masyarakat.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><a href="https://kse.or.id/ind"><span><strong>Beasiswa Karya Salemba Empat</strong></span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) memberikan beasiswa kepada mahasiswa di 35 perguruan tinggi negeri dengan nominal mencapai 750 ribu setiap bulannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Donatur beasiswa KSE di antaranya Mandiri sekuritas, Protelindo, Give2Asia, PLN Peduli, Pos Indonesia, Danareksa, Inalum, dan beberapa individu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para penerima beasiswa nantinya akan mengembangkan berbagai keterampilan dan kepemimpinan lewat komunitas Paguyuban KSE di masing-masing perguruan tinggi mitra.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tips Lolos Beasiswa yang Kamu Inginkan!</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk memperbesar peluang mendapatkan beasiswa, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan, lo! Berikut beberapa tips sederhana yang bisa kamu terapkan.</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selalu memantau informasi beasiswa terbaru melalui situs penyelenggara beasiswa, situs kampus, media sosial, atau platform pencarian beasiswa lainnya.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persiapkan dokumen dengan lengkap. Pastikan semua dokumen persyaratan sudah lengkap dan benar sebelum mendaftar.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan lupa untuk konsisten meningkatkan prestasi akademikmu, ya! Karena yang satu ini salah satu syarat utama untuk mendapatkan beasiswa.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aktif dalam kegiatan organisasi menjadikan kamu memiliki nilai tambah saat mengikuti proses seleksi. Sebab, keikutsertaan dalam kegiatan organisasi akan menunjukkan kepedulian dan potensi kepemimpinanmu, nih!</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan mudah menyerah, proses seleksi beasiswa memang cukup ketat. Memiliki mental tidak mudah menyerah akan meringankan langkahmu memenuhi berbagai persyaratan yang diminta.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yuk tunggu apa lagi? Segera daftar beasiswa impianmu segera!&nbsp;</span><span><strong><em>(</em></strong></span><span><strong><em>nkh/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lantunan Rindu Pada Dirimu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/lantunan-rindu-pada-dirimu/baca </link>
<guid> lantunan-rindu-pada-dirimu </guid>
<pubDate> Sat, 28 Sep 2024 20:19:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kau terbang, pergi terlalu jauh </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/lantunan-rindu-pada-dirimu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5Zg9p656gh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lantunan Rindu Pada Dirimu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ada rindu yang tak pernah selesai<br>Ada luka yang tak pernah sembuh<br>Ada pertemuan yang tak pernah terjadi<br>Dan ada penantian yang tak pernah selesai</p><p style="text-align: justify;">Dalam keputusasaan aku menanti<br>Saat kita mungkin akan bertemu kembali<br>Tak apa jika hanya sekadar mimpi<br>Setidaknya mengobati sepi yang kian menghiasi relung hati ini</p><p style="text-align: justify;">Taukah dirimu? <br>Aku bagaikan anak burung yang menanti sang Ayah kembali,<br>Padahal ia tak akan pernah benar-benar kembali<br>Kau terbang, pergi terlalu jauh</p><p style="text-align: justify;">Ke tempat di mana bayangan pun tak bisa menggapai<br>Kau terlalu nyaman di sana<br>Sebab tak lagi kau merasakan sakit<br>Ya, dunia penyebab rasa sakit</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi Ini ditulis oleh Uliarti Hadra Umaila mahasiswi Program Studi Sastra Indon</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>esia &nbsp;FIB Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perlawanan Senyap Petani Ladang atas Kuasa Tambang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/perlawanan-senyap-petani-ladang-atas-kuasa-tambang/baca </link>
<guid> perlawanan-senyap-petani-ladang-atas-kuasa-tambang </guid>
<pubDate> Mon, 30 Sep 2024 21:46:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dampak miris tambang bagi pertanian, masyarakat lakukan perlawanan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/perlawanan-senyap-petani-ladang-atas-kuasa-tambang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CLZDee2cJu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perlawanan Senyap Petani Ladang atas Kuasa Tambang</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Provinsi Kalimantan Timur banyak menetapkan desanya menjadi Desa Budaya, salah satunya adalah Desa Budaya Lung Anai yang didiami oleh Suku Dayak Kenyah Lepoq Jalan. Masyarakat yang menempati Desa tersebut didorong untuk menampilkan tradisi dan upacara adatnya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, tampilan dari wujud ekspresi tradisi dan upacara tersebut, hanya semata-mata untuk menarik pengunjung dan meningkatkan pariwisata. Label dari Desa Budaya tidak bisa menjamin bahwa ruang hidup mereka aman dari ekspansi berbagai industri ekstraktif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal, kebudayaan masyarakat Desa Lung Anai tidak hanya sebatas pada kesenian, seperti tarian, alat musik, dan ukiran. Tetapi kebudayaan mereka juga terbangun dari praktik perladangan dengan sistem gilir balik yang telah dilakukan selama ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga hari ini para petani ladang di Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara masih terus memperjuangkan kehidupannya atas kuasa tambang batu bara yang memporak-porandakan pranata-pranata kehidupan sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, dan lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum salah satu tambang batu bara masuk di Desa Lung Anai pada tahun 2018 yang setidaknya memiliki wilayah konsesi sebesar 30.409,00 hektar, mayoritas atau 90 persen masyarakat Desa Lung Anai adalah petani ladang padi gilir balik. Namun, setelah kehadiran pertambangan batu bara di sekitar wilayah mereka, terkhususnya pertambangan mengeksploitasi lahan perladangan milik masyarakat yang berada di Sungai Gitan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penurunan drastis terjadi pada petani ladang yang mengusahakan lahannya. Kehadiran pertambangan batu bara pada akhirnya menyebabkan hanya tersisa 20 kepala keluarga yang bisa mengusahakan lahan pertaniannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dahulunya, wilayah perladangan milik masyarakat Desa Lung Anai yang ada di sekitar Sungai Jitan memiliki luas sekitar 200-300 hektar. Masing-masing perkepala keluarga membuka lahan untuk perladangan padi sebesar 1 hingga 3 hektar. Kini, lahan pertanian yang subur tinggal menyisakan cerita saja. Menyempitnya lahan pertanian milik petani ladang, juga turut mempengaruhi hasil produksi padi milik masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum masuknya pertambangan, di mana petani masih bebas untuk membuka ladangnya, para petani bisa menghasilkan 200 hingga 300 kaleng padi dalam 1 hektar lahan. 1 kaleng padi bisa menghasilkan padi sebanyak 11 kilogram. Artinya para petani ladang dalam 1 hektar lahannya bisa menghasilkan produksi padi sebanyak 3.300 kilogram atau setara dengan 3 ton lebih padi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nahas, setelah pertambangan masuk, kini para petani ladang tidak bisa membuka lahan pertaniannya lebih dari 1 hektar atau hanya setara luas bukaan lahan untuk pertaniannya 0,5 hektar. Hasil produksi sebanyak 30 kaleng padi, setara dengan 330 kilogram padi saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun para petani ladang ingin tetap melawan dengan kondisi yang mereka hadapi sekarang. Ihwalnya, praktik perladangan dengan mekanisme gilir balik menyiratkan simbol perlawanan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertanian dengan sistem gilir balik tidak hanya bisa dilihat melalui dimensi ekonomi semata, melainkan menyiratkan ihwal historis antropologis untuk terhindar dari jerat cengkeraman penguasa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlawanan dalam praktik perladangan gilir balik merupakan upaya senyap para petani untuk terhindar dari kuasa negara dan korporasi yang ingin menghegemoni kehidupan mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlawanan secara senyap merupakan jalan terakhir para petani ladang untuk kembali merengkuh kedaulatan mereka sebagai seorang petani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>James C. Scoot menyebut pertanian dengan sistem gilir balik ini sebagai &quot;pertanian melarikan diri&quot;. Ia juga menjelaskan bahwa para petani ladang memiliki alasan politik tersendiri dalam hal pemilihan jenis tanaman yang ingin ditanam, seperti tanaman yang tidak mudah dipajaki dan bernilai ekonomi rendah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini cocok pada kasus masyarakat Dayak Kenyah yang cenderung memiliki mobilitas yang tinggi, artinya praktik perladangan dengan sistem gilir balik ini, merupakan mekanisme yang dilakukan oleh masyarakat untuk menghindar dari hegemoni negara atau korporasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat yang cenderung memiliki mobilitas atau perpindahan yang tinggi, dominan memakai sistem pertanian gilir balik agar mempertahankan kemerdekaan diri mereka dari kekuasaan dan dominasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jurus-Jurus Petani Ladang untuk Merdeka:</strong></span><span><br></span><span>Perlawanan tidak melulu dengan aksi atau konfrontasi langsung dengan pihak lawan. Perlawanan senyap merupakan senjata yang digunakan oleh kelompok subordinat untuk melawan kuasa kelompok yang menguasai kehidupannya macam negara dan korporasi. Perlawanan senyap dimungkinkan untuk dilakukan, apabila perlawanan secara langsung dianggap tidak memadai atau kurangnya sumber daya dalam melakukan perlawanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan menyempitnya lahan milik petani ladang, para petani memiliki jurus untuk melawan agar sama sekali tidak terputus dengan sarana mereka dalam membangun kebudayaannya. Berikut adalah jurus-jurus petani ladang untuk merdeka dalam membuka ladang:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ladang Kolektif</strong></span><span><br></span><span>Ladang kolektif yang dibuka seluas 1 hektar merupakan salah satu siasat yang masyarakat lakukan, sebab lahan perladangan mereka makin tak bersisa. Siasat ini diambil agar praktik kebudayaan yang dihasilkan lewat siklus perladangan tidak musnah. Perladangan kolektif ini juga merupakan salah satu bentuk perlawanan terselubung yang dilakukan oleh masyarakat Desa Lung Anai agar mereka tidak terpisah dari identitas budayanya, sehingga perladangan kolektif dapat dikatakan sebagai senjata peladang melawan pihak yang mendominasi kehidupan mereka, yang dalam hal ini ialah perusahaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Membuka Ladang ke Tempat Lain</strong></span><span><br></span><span>Menurut keterangan petani ladang yang penulis wawancarai, saat ini hanya terdapat kurang lebih 20 kepala keluarga yang masih bertani dengan praktik gilir balik. Mereka mengolah lahan pertanian yang berbatasan dengan PT. Niaga Mas, PT. Budi Duta di arah Selatan Desa Lung Anai, Jonggon, Sepaku, hingga Kabupaten Berau.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini merupakan salah satu jurus yang dilakukan oleh para petani ladang untuk dapat bisa terus membuka ladangnya. Membuka ladang ke daerah lain, bukan bermaksud untuk mengekspansi ke daerah lain, sebab lahan yang digunakan adalah milik keluarga yang dipinjam atau telah dibeli sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mendirikan Lumbung Padi (Lepubung Lepoq)</strong></span><span><br></span><span>Lumbung padi merupakan wadah penyimpanan padi yang telah dipanen sebelumnya dan agar padi yang telah dipanen terhindar dari hama. Saat pesta panen tiba, masyarakat akan memberikan padi yang diambil dari lumbung padi, untuk diberikan pada setiap tamu undangan sebanyak 1 kg sebagai oleh-oleh.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masyarakat membangun Lumbung padi bukan sekedar membangun bangunan yang berdiri tanpa makna, ia menyimpan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Para petani ladang ingin menegaskan, Lumbung Padi berdiri sebagai pertanda bahwa kebudayaan masyarakat Dayak Kenyah Lepoq Jalan di Desa Lung Anai tidak bisa dilepaskan dari perladangan padi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Membakar Ladang Secara Sembunyi</strong></span><span><br></span><span>Berbagai peraturan dibuat oleh pemerintah untuk menjerat petani ladang masuk ke dalam penjara. Tahun 2018 silam, 2 orang masyarakat Desa Lung Anai dilaporkan oleh salah satu Perusahaan monokultur karena dituduh telah membakar hutan. 2 orang tersebut mendekam di dalam penjara selama 8 bulan lamanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh sebab itu, kini para petani ladang tidak lagi membakar ladangnya pada siang hari, tetapi mereka beralih membakar ladangnya di sore hari atau malam hari. Hal ini dilakukan agar aparat tidak mengetahui aktivitas mereka dalam membakar ladang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Siklus dalam Berladang</strong></span><span><br></span><span>Dalam mengerjakan ladangnya, masyarakat Desa Lung Anai melewati 11 tahapan yang mutlak harus dikerjakan oleh mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>11 tahapan perladangan itu meliputi: 1) Naat Bai (memeriksa lahan); 2) Atep/Bioq Bai (menentukan areal lahan); 3) Mendoakan perkakas yang digunakan saat berladang; 4) Midik Bai (menebas); 5) Nepeng (menebang); 6) Nutung Uma (Membakar Ladang)-Mekup (Membakar Kembali Sisa Ranting yang Belum Terbakar Habis); 7) Menugan (menanam); 8) Mabau (merumput); 9) Mecaq Ubek (pra panen); 10) Majau (panen); 11) Uman Undrat (pesta Syukur).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika dicermati, maka akan ditemui 7 unsur pembentuk kebudayaan yang diutarakan oleh para ahli. 7 unsur kebudayaan itu adalah sistem bahasa yang digunakan oleh ketua ladang untuk mengorganisir masyarakat lainnya untuk saling bahu-membahu dalam proses pengerjaan ladang. Sistem peralatan atau teknologi yang digunakan oleh peladang seperti parang, kapak beliung, ani-ani, dan teng sebagai pengetahuan masyarakat menentukan waktu untuk menanam padi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sistem organisasi sosial yang jelas terlihat adalah gotong-royong yang dilaksanakan oleh masyarakat dalam proses pengerjaan ladang. Proses tersebut merupakan cerminan kekayaan sosial yang paling dasar dalam masyarakat desa atau peladang yang disebut sebagai solidaritas sosial.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gotong-royong yang dilakukan juga menunjukkan jaring pengaman yang dibentuk oleh masyarakat. Sistem religi ini dapat terlihat saat sebelum mengerjakan ladangnya, masyarakat memanggil pendeta untuk mendoakan alat-alat yang akan digunakan dalam pekerjaan, agar benda-benda tersebut tidak mencelakai pemiliknya. Kemudian, ada sistem keseniaan yang dapat terlihat saat proses pesta panen seperti tari-tarian, alat musik dan permainan tradisional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>2 Bentuk Relasi Kerja</strong></span><span><br></span><span>Terdapat 2 wujud relasi kerja yang hingga kini masih bertahan di Desa Lung Anai yaitu kerja kolektif atau timbal balik (senguyun) dan gotong-royong (pekuaq).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam praktiknya,&nbsp;</span><span><em>senguyun</em></span><span>&nbsp;tidak seketat gotong-royong atau&nbsp;</span><span><em>pekuaq</em></span><span>. Setiap orang yang terlibat dalam senguyun mereka bebas memilih untuk berpartisipasi atau tidak. Berbeda halnya dengan gotong-royong yang memang telah diatur dalam hukum adat. Senguyun didasarkan pada kebutuhan para peladang agar setiap ladang anggota komunitas dapat tergarap secara baik. Senguyun di Desa Lung Anai biasanya dilakukan pada saat proses menanam bibit padi, pra panen dan panen yang melibatkan 10 hingga 20 orang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walaupun dalam praktiknya Senguyun lebih bebas dan tidak terikat secara moral seperti Pekuaq, tetapi masing-masing individu yang terlibat memiliki kewajiban yang telah tertananam di dalam batinnya atau yang disebut sebagai etika otonom. Kini Senguyun telah beralih pada praktiknya, Senguyun yang dahulu dilakukan pada saat perladangan padi gunung, kini beralih pada sektor lain seperti di kebun kakao, karet dan sawit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada praktiknya pengerjaan Senguyun di ladang dan kebun kakao memiliki kesamaan dalam pengerjaannya. Si pemilik kebun akan mengundang beberapa keluarga untuk melakukan senguyun dan berikutnya si pemilik kebun yang mengajak di beberapa keluarga tadi, akan melakukan senguyun pula di kebun milik keluarga yang sudah ia ajak.</span></p><p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Andreas Hului, mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial, FISIP Unmul 2020</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buka Suara, Agung Ceritakan Kronologi saat Dipukul Paspampres </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buka-suara-agung-ceritakan-kronologi-saat-dipukul-paspampres/baca </link>
<guid> buka-suara-agung-ceritakan-kronologi-saat-dipukul-paspampres </guid>
<pubDate> Thu, 03 Oct 2024 22:29:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul ceritakan kisahnya pasca dipukul paspampres </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buka-suara-agung-ceritakan-kronologi-saat-dipukul-paspampres/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rY9A3tKKhn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buka Suara, Agung Ceritakan Kronologi saat Dipukul Paspampres</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Publik sempat diramaikan dengan beredarnya video berisikan seorang pemuda yang diduga menjadi korban pemukulan oleh oknum Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Peristiwa tersebut terjadi saat acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur&apos;an (MTQ) Nasional di Samarinda, yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (8/9) lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Yulianus Agung, pemuda yang juga seorang mahasiswa di FH Unmul tersebut menceritakan pengalaman pahitnya saat itu. Dengan nada pilu, ia mengungkapkan bagaimana niatnya yang murni untuk berfoto bersama Presiden justru berujung pada tindakan pemukulan di luar dugaannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agung bilang, ia menghadiri acara tersebut bersama dengan rekannya. Antusiasmenya pun tersulut sebab kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut, yang ia anggap sebagai suatu kesempatan yang tak boleh dilewatkannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya hanya ingin mengabadikan momen bersejarah bersama Bapak Presiden,&quot; kata Agung saat ditemui langsung, Senin (23/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat itu, masyarakat memang tengah ramai berkerumun. Lalu, ia kemudian menerobos kerumunan masyarakat dari arah belakang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... jadi Paspampres di bagian depan itu kan malah membantu saya untuk ke sana gitu ke arah Presiden untuk foto-foto gitu kan, saliman.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agung lalu berhasil berswafoto dengan Presiden saat itu. Namun, setelah berhasil mendapatkan fotonya bersama presiden, ia kemudian ditarik dan dipukul sebanyak dua kali oleh oknum Paspampres tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="">Hematnya, setelah terkena pukulan pertama yang melayang di bagian dadanya itu, ia kemudian ditarik kembali oleh Paspampres yang sama.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... saya ditarik ke belakang dan saya dieksekusi di situ, dia (Paspampres)&nbsp;</span><span><em>ngeliat</em>&nbsp;</span><span>gak ada kamera, dan Pak Presiden gak&nbsp;</span><span><em>ngeliat</em>&nbsp;</span><span>ke arah dia, dia hantam saya di situ. Kan saya bukan pelaku kejahatan, dan juga bukan koruptor, kriminal gitu, yang harus mendapatkan konsekuensi seperti itu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ihwal pemukulan tersebut pun lantas viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak yang mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Paspampres tersebut. Mereka menilai, tindakan itu tidak mencerminkan sikap seorang aparat keamanan negara yang seharusnya melindungi masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Yang dilakukan Agung pasca kejadian&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Esoknya tepat setelah video tersebut ramai, Agung mendapatkan telepon dari pihak yang mengaku sebagai Paspampres. Kata Agung, orang tersebut memintanya bertemu langsung, namun Agung saat itu masih belum siap untuk bertemu dengan siapapun terkait pembahasan pemukulan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi ya, banyak sekali yang menelpon. Ya, yang menelpon ngajak ngopi, yang itu ya gak tahu juga mau diajak untuk ngopi beneran atau gak,&rdquo; ungkapnya saat ditemui malam hari (23/9) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal kejadian ini, pihak Komando Distrik Militer (Kodim) Samarinda telah mengakui adanya kesalahan dan meminta maaf kepada Agung melalui saluran telepon. Agung pun menghargai usaha tersebut, setelah beberapa kali dirinya belum berani untuk menerima telepon dari pihak yang tidak dikenalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbanding terbalik, Agung sangat menyayangkan respons dari pihak Istana serta Paspampres yang belum menunjukan iktikad baik secara langsung kepadanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Cuma yang saya sangat sayangkan pihak Istana tidak mengakui (pemukulan) itu ya kan. Padahal memang betul terjadi pemukulan gitu, lo,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun pasca komunikasi dengan Dandim Samarinda, Agung kemudian menandatangani sebuah klausul yang berisi bahwa pihak mereka akan bertanggung jawab atas kesehatan, serta kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyebut bahwa akan ada&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang dijanjikan. Namun, hingga saat wawancara bersama&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;saat itu, Agung mengungkap bahwa rilis tersebut tak juga kunjung terbit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agung berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dan pihak yang bersangkutan mengakui kesalahannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Intinya itu, Paspampres mengakui (kesalahannya) gitu kan, membuat&nbsp;</span><span><em>press release</em></span><span>, atau apalah sejenisnya buat mengakui dan minta maaf gitu. saya gak mau meneruskan ke proses yang lebih lanjut gitu kan, tindak &nbsp;lanjut proses hukum. Cukup permintaan maaf dan pengakuan bahwa mereka sudah memukul dan melanggar aturan tapi tidak ada respons baik.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Respons Pihak Istana</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari<em>&nbsp;</em></span><span><em>liputan6.com&nbsp;</em></span><span>Pihak Istana membantah soal adanya Paspampres memukul mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.liputan6.com/news/read/5698161/istana-bantah-paspampres-pukul-mahasiswa-yang-terobos-pengamanan-jokowi"><span>Istana Bantah Paspampres Pukul Mahasiswa yang Terobos Pengamanan Jokowi</span></a><span>)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami telah koordinasi dengan teman-teman Paspampres bahwa tidak ada pemukulan oleh Paspampres,&quot; tutur Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana kepada wartawan, Selasa (10/9) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yusuf menjelaskan, bahwa sistem pengamanan Presiden Jokowi melibatkan beberapa unsur. Di mana Paspampres bertugas di Ring 1, sementara penjagaan di Ring 2 dan 3 dilakukan oleh aparat TNI-Polri setempat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia turut menuturkan, Paspampres dituntut waspada dan humanis saat bertugas menjaga Presiden Jokowi. Hal itu, hematnya, sesuai dengan permintaan Jokowi terhadap Paspampres.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami mohon maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut, dan mengucapkan terima kasih dan sangat menghargai antusias masyarakat yang ingin menyambut Bapak Presiden. Hal ini akan menjadi pembelajaran dan evaluasi kami,&quot; jelas Yusuf.&nbsp;</span><span><strong><em>(emf/zwg/wan/tha/ali)&nbsp;</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Journalistic Camp 2024: Tradisi Sketsa Lahirkan Jurnalis Muda Berkompeten </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/journalistic-camp-2024-tradisi-sketsa-lahirkan-jurnalis-muda-berkompeten/baca </link>
<guid> journalistic-camp-2024-tradisi-sketsa-lahirkan-jurnalis-muda-berkompeten </guid>
<pubDate> Wed, 09 Oct 2024 21:05:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul kembali laksanakan Journalistic Camp tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/journalistic-camp-2024-tradisi-sketsa-lahirkan-jurnalis-muda-berkompeten/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OneWdhi3eK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Journalistic Camp 2024: Tradisi Sketsa Lahirkan Jurnalis Muda Berkompeten</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &mdash; Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul usai selenggarakan kegiatan Journalistic Camp (JC) 2024 selama dua hari pada Sabtu (5/10) hingga Minggu (6/10) lalu bertempat di Salma Shofa.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan JC tahun ini mengangkat tema &ldquo;Jurnalisakom: Journalistic Camp Lahirkan Jurnalis Muda Berkompeten&rdquo;. Kegiatan ini sukses mengukuhkan 15 anggota tetap&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;yang telah merampungkan masa magangnya selama enam bulan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya, Ketua LPM Sketsa Unmul Nindiani Kharimah bercerita, JC yang diagendakan rutin setiap tahun itu merupakan tradisi yang dilakukan untuk meresmikan awak baru&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;yang telah menuntaskan masa magangnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap, peserta yang hadir tidak hanya mendapat pengetahuan dan pengalaman baru, namun juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai wadah membangun ikatan emosional antar anggota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku harap teman-teman bisa saling kenal dan akrab satu sama lain. Adik-adiknya bisa kenal lebih dekat dengan kakak-kakaknya begitu juga sebaliknya,&rdquo; katanya sekaligus membuka JC, Sabtu (5/10) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai dibuka secara resmi, atmosfer semangat kian membara. Sebab tak lama setelahnya, para peserta unjuk diri secara berkelompok menampilkan yel-yel terbaik mereka sebelum memperoleh pembekalan khusus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun kegiatan di hari pertama diisi dengan pembekalan, mengulas tugas Pra-JC,</span><span>&nbsp;</span><span>gim, pentas seni (pensi), bercengkrama dengan alumni, hingga pembakaran api unggun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dua minggu sebelum JC terlaksana, para peserta diberikan penugasan. Ini merupakan tugas jurnalistik yang tingkat kesulitannya setara dengan peliputan majalah tahunan&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>. Di mana di dalamnya mencakup liputan berita kampus, foto jurnalistik, desain buletin, hingga pengumpulan responden survei.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal pembekalan yang diperoleh peserta JC, panitia acara secara khusus mendatangkan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Samarinda, Yuda Almerio. Materi yang diulas yakni seputar &lsquo;Hak Jawab dan Koreksi&rsquo; dalam ruang redaksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Yuda, peserta antusias mendengarkan materi dan sesi diskusi berjalan interaktif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namanya pers mahasiswa, anggota baru juga, pasti banyak yang ingin diketahui tentang jurnalistik,&rdquo; ungkapnya, Sabtu (5/10).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harap Yuda, materi yang telah ia sampaikan dapat menjadi bekal untuk dikembangkan menjadi teknis liputan investigasi yang dapat diimplementasikan di kemudian hari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masih dalam rangka memberikan bekal bagi para awak baru&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, JC tahun ini turut menghadirkan anggota Sketsa angkatan 11, Syalma Namira. Alma, sapaan akrabnya, pernah menjabat sebagai Ketua Umum Sketsa periode 2020/2021 silam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekitar kurang lebih 60 menit, ia membagikan pengalamannya selama empat tahun berkecimpung di pers kampus. Tekannya, kesadaran untuk menguatkan ikatan antar sesama anggota jadi kunci utama dirinya menjalani hari-hari di&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;dengan menyenangkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terpisah, Alma menyebut bahwa JC kali ini sangat menarik karena dapat terlaksana di tempat yang nyaman. Tak ketinggalan, ia turut menyoroti pengkaderan&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;yang menurutnya semakin berkembang sesuai masa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya lihat&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;terus berkembang dan menghasilkan karya baik itu dalam jurnalistik maupun karya lainnya,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alma ingin kegiatan ini mampu terus berkembang dengan konsep dan tema yang lebih menarik di setiap tahunnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga terus menghasilkan kebermanfaatan dan karya-karya lainnya,&rdquo; pesan Alma menyemangati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di hari kedua, agenda jelajah posko jadi sorotan utama bagi peserta. Untuk mempersiapkan hal tersebut, para peserta bahkan mulai sibuk berkegiatan sejak dini hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setidaknya terdapat enam posko yang lokasinya tersebar di setiap sudut lokasi Salma Shofa. Masing-masing posko menghadirkan misi berbeda bagi kelompok yang bertandang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Pos Redaksi misalnya, para peserta ditantang merumuskan proyeksi liputan dari isu yang diberikan. Ini bertujuan untuk melatih keterampilan peserta dalam menentukan sudut pandang</span><span>&nbsp;</span><span>berita sebelum melakukan proses liputan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada pula Pos Solid. Tak melulu mengerjakan tugas dengan kaku, di pos tersebut masing-masing kelompok ditantang menyebutkan 20 nama anggota&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;secara benar dan lengkap sembari menguji ikatan emosional antar anggota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, acara ditutup dengan pengambilan Sumpah Pers Mahasiswa dan pembacaan Surat Keputusan (SK) Penetapan Anggota oleh Ketua Umum Sketsa. Rangkaian acara kian sempurna dengan prosesi penyematan kartu pers sebagai simbolis bagi angkatan 17 memulai perjalanannya bersama&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>.</span><span>&nbsp;</span><span><strong><em>(ner/nkh/ali)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Paving Block Perpustakaan Unmul Rusak, Timbulkan Ketidaknyamanan hingga Polusi Visual bagi Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paving-block-perpustakaan-unmul-rusak-timbulkan-ketidaknyamanan-hingga-polusi-visual-bagi-mahasiswa/baca </link>
<guid> paving-block-perpustakaan-unmul-rusak-timbulkan-ketidaknyamanan-hingga-polusi-visual-bagi-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 10 Oct 2024 21:12:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerusakan jalan masuk Perpustakaan Unmul menjadi polusi visual </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/paving-block-perpustakaan-unmul-rusak-timbulkan-ketidaknyamanan-hingga-polusi-visual-bagi-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5Wzrt0Dcrb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Paving Block Perpustakaan Unmul Rusak, Timbulkan Ketidaknyamanan hingga Polusi Visual bagi Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Di luar fasilitas yang disediakan di dalam Perpustakan Unmul, sayangnya bangunan ini memiliki sisi cacat pada bagian halamannya. Jalan beton tempat masuk ke wilayah tersebut memiliki undakan <em>paving block</em> yang tidak beraturan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Letak <em>paving block</em> yang dimulai dari tepi jalan raya menuju gedung perpustakaan tampaknya menjadi suatu hal yang dikeluhkan oleh para pengunjung. Terlebih, jalanan beton tersebut sudah langsung menyapa begitu pengunjung ingin berbelok memasuki kawasan perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal itu, awak <em>Sketsa</em> melakukan wawancara lapangan secara langsung kepada para pengunjung yang ada di perpustakaan. Salah satu mahasiswa FEB jurusan Ekonomi Pembangunan, Aulia Maulida, mengaku merasa terganggu sekali dengan kerusakan <em>paving block</em> tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan bahwa kerusakan itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara maupun pejalan kaki. Aulia juga mengaku resah atas kerusakan jalan tersebut, apalagi saat hujan sedang melanda kawasan perpustakaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya saya gak tahu kalau (air) itu bakal dalam genangannya (di <em>paving</em>&nbsp;<em>block</em>). Jadi kaget ternyata <em>paving</em>-nya dalam, takut jatuh karena lubang,&rdquo; tuturnya saat ditemui langsung pada Rabu (18/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Aulia menambahkan, bahwa dengan kondisi jalan seperti itu disertai dengan genangan air hujan sangatlah berbahaya untuk dilewati. Selain itu, kecacatan jalan di kawasan Perpustakaan Unmul juga menjadi salah satu polusi visual. Hal tersebut disebabkan bentuk paving yang tidak beraturan sehingga mengurangi nilai keestetisan.</p><p style="text-align: justify;">Sejalan dengan tanggapan Aulia mengenai polusi visual, salah satu mahasiswi jurusan akuntansi, Putri Handayani, sepakat bahwa kerusakan jalanan tersebut menimbulkan kesan yang tidak enak bila dipandang mata.</p><p style="text-align: justify;">Namun, berbanding terbalik dengan tanggapan Aulia mengenai segi kenyamanan, Putri beranggapan bahwa kerusakan tersebut sama sekali tidak mengganggunya selain menjadi polusi visual.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, statusnya sebagai mahasiswi angkatan 2020 tentu membuat ia sering berkunjung ke Perpustakaan Unmul sehingga ia mengetahui bagaimana perkembangan jalanan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kayaknya <em>sih</em> (sudah) lama ya,&rdquo; ungkapnya saat ditanya oleh awak Sketsa mengenai berapa lama kerusakan paving tersebut berlangsung, Rabu (18/9) lalu.<span style="background-color: transparent;"><strong><em>&nbsp;(mou/mlt/ner/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Grand Final Papika Unmul 2024: Intip Rencana ke Depan dari Mereka yang Terpilih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/grand-final-papika-unmul-2024-intip-rencana-ke-depan-dari-mereka-yang-terpilih/baca </link>
<guid> grand-final-papika-unmul-2024-intip-rencana-ke-depan-dari-mereka-yang-terpilih </guid>
<pubDate> Thu, 10 Oct 2024 21:42:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Grand Final Papika Unmul 2024 resmi usai diselenggarakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/grand-final-papika-unmul-2024-intip-rencana-ke-depan-dari-mereka-yang-terpilih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/syNsJW2WDq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Grand Final Papika Unmul 2024: Intip Rencana ke Depan dari Mereka yang Terpilih</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Pemilihan Putra Putri Kampus (Papika) Unmul kembali digelar memeriahkan Dies Natalis Unmul ke-62. Acara Grand Final Papika Unmul dilaksanakan dengan memilih pemenang utama di antara 20 finalis dari berbagai fakultas pada Senin (7/10) malam lalu. Tak hanya lewat luring, babak akhir Papika Unmul 2024 ini juga ditayangkan secara daring melalui kanal Youtube resmi Unmul TV.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penanggung jawab atau PIC Papika Unmul, Afra Tustini Ekawati menyampaikan laporannya terkait penyelenggaraan Papika Unmul dari Agustus hingga Oktober ini. Melalui penyampaian dari pewara, diketahui bahwa tahun ini merupakan terakhir kali dirinya menjadi penanggung jawab penyelenggara pemilihan Papika Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Afra menyampaikan, acara ini setidaknya menghimpun 103 pendaftar dari seluruh fakultas yang ada di Unmul. Setelah melalui tahap seleksi wawancara, Afra menyebutkan terdapat 20 finalis yang berhasil melaju hingga Grand Final. Sebelum malam puncak, para finalis juga mendapatkan pembekalan yang membantu mereka dalam persiapan Grand Final selama masa karantina.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang saya ingin untuk Putra-putri Kampus maupun semua kaum muda, mari kita semua harus mempunyai karya, kita semua harus bisa berkarya, karena dengan karya itu maka kita dinilai menjadi orang yang hebat&rdquo; harap Afra setelah menyampaikan laporannya, Senin malam (7/10.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Rektor Bidang Akademik, sekaligus ketua panitia penyelenggara Dies Natalis Unmul ke-62, Lambang Subagiyo turut menyampaikan sambutannya. Dirinya berharap kepada para Papika Unmul yang terpilih nantinya, agar dapat menjadi inspirator kepada rekan mahasiswa yang lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan ini akan menghasilkan juara-juara yang mampu membawa Unmul ke kancah nasional maupun internasional. Semoga putra-putri kampus membawa para mahasiswa dan mahasiswi menjadi agen perubahan di lingkungan Unmul,&rdquo; ungkap Lambang dalam sambutannya.</p><p style="text-align: justify;">Acara juga dihadiri oleh rektor Unmul Abdunnur yang juga menjadi dewan juri pada acara Grand Final Papika Unmul. Ia menyampaikan harapan agar pemenang yang terpilih nantinya akan memberikan prestasi dan mampu mempromosikan Unmul dengan baik kepada masyarakat luas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;...karena sebetulnya putra-putri kampus tidak hanya dilihat dari keindahan tapi lebih kepada kemampuan dan kecerdasan mahasiswa, dari semua <em>background</em> mengikuti,&rdquo; ungkap Abdunnur dari atas panggung.</p><p style="text-align: justify;">Pada acara Grand Final ini juga diumumkan peserta yang berhasil masuk ke dalam sepuluh besar. Setelah pengumuman, para finalis kembali diuji dengan pertanyaan-pertanyan yang harus dijawab langsung di depan para juri dan juga penonton.</p><p style="text-align: justify;">Acara juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah lawang kepada para penonton yang hadir secara luring. Tidak hanya itu, pada kesempatan tersebut, lagi-lagi penonton dihibur dengan penampilan Abdunnur yang menyumbangkan suaranya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, pewara Grand Final Pemilihan Papika Unmul 2024 mengumumkan Pemenang Utama dari kesepuluh finalis. Tahun ini, pemenang pertama Grand Final Papika Unmul diraih oleh Ivan Arsenius Sianipar dan Anastasia Fibriani yang berasal dari FISIP.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rencana ke Depan Pemenang Papika Unmul 2024</strong></p><p style="text-align: justify;">Menjadi finalis yang dalam pemilihan Papika Unmul tentunya memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjadi contoh yang baik bagi seluruh mahasiswa Unmul. Terlebih, setelah terpilih sebagai Papika Unmul ada program-program yang akan mereka jalankan dalam kurun satu tahun ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Pemenang Utama, Ivan Arsenius Sianiparn dan Anastasia Febriani menyampaikan rasa syukurnya terpilih menjadi Papika Unmul tahun ini. Keduanya sama-sama tidak menyangka berhasil mendapat urutan pertama pada Grand Final Papika Unmul 2024.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena saya tahu bahwa teman teman finalis putri kampus ini semuanya luar biasa, ya apalagi bisa terpilih dari 103 finalis, saya juga bersyukur dan pastinya bahagia karena segala kerja keras dan persiapan saya dapat terbayarkan&hellip;&rdquo; ungkap Anastasia melalui pesan WhatsApp, Rabu (9/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena seluruh teman teman finalis adalah orang-orang hebat dan tentunya saya senang sekali bisa menjadi seorang Putra Kampus, karena bisa menginspirasi mahasiswa Unmul lainnya,&rdquo; tutur Ivan pada hari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Kedua mahasiswa Prodi Hubungan Internasional (HI) itu juga menyebutkan bahwa saat ini mereka bersama seluruh Finalis Papika Unmul yang terpilih sedang menyeleksi ide untuk program kerja mereka ke depannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;...yang di mana tujuan kami yang paling utama adalah untuk menginspirasi dan juga mengedukasi seluruh mahasiswa Universitas Mulawarman atau bahkan bisa sampai di luar Universitas Mulawarman.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Mereka berharap agar sekiranya program kerja yang sudah mereka rencanakan dapat terlaksana dengan baik. Mereka juga berharap agar di waktu mendatang, pendaftar Papika Unmul menjadi lebih banyak lagi dari tahun ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami melihat banyak sekali mahasiswa-mahasiswi yang luar biasa dan memiliki potensi diri yang luar biasa, dan harapannya pemilihan Papika tahun selanjutnya dapat semakin lebih baik lag<span style="background-color: transparent;">i,&rdquo; tutup Anastasia. <strong><em>(npl/yra/myy/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aturan Tinggal Satu Tahun bagi Maba di Asrama Unmul, Masihkah Berlaku? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-tinggal-satu-tahun-bagi-maba-di-asrama-unmul-masihkah-berlaku/baca </link>
<guid> aturan-tinggal-satu-tahun-bagi-maba-di-asrama-unmul-masihkah-berlaku </guid>
<pubDate> Fri, 11 Oct 2024 19:31:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penerapan satu tahun tinggal di Asrama Unmul diduga tak berlaku lagi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aturan-tinggal-satu-tahun-bagi-maba-di-asrama-unmul-masihkah-berlaku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UAfn54D4kA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aturan Tinggal Satu Tahun bagi Maba di Asrama Unmul, Masihkah Berlaku?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Asrama merupakan salah satu alternatif tempat tinggal bagi para mahasiswa rantau yang berada jauh dari rumah. Unmul sendiri telah menyediakan dua asrama berupa rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang berlokasi di Gunung Kelua. Salah satu dari asrama tersebut yang masih tergolong baru berlokasi di jalan Kuaro Kampus Gunung Kelua belakang GOR 27 September.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan liputan yang telah dilakukan oleh awak <em>Sketsa</em> pada awal tahun 2022 lalu, asrama yang telah diresmikan sejak akhir tahun 2021 ini memiliki beberapa ketentuan dan syarat bagi mahasiswa yang ingin mendaftarkan diri. Selain memprioritaskan mahasiswa yang berasal dari luar daerah Samarinda dan mahasiswa baru, ketentuan lain yang menarik perhatian adalah adanya batas tinggal di asrama yang hanya diperbolehkan selama satu tahun.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut diutarakan oleh Bohari Yusuf selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat. Ia menyampaikan, aturan tersebut ditetapkan agar para mahasiswa baru dapat mengisi kamar-kamar yang ada, menggantikan mahasiswa yang telah tinggal setahun sebelumnya.&nbsp;</p><p class="fr-text-spaced" style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-mahasiswa-baru-unmul-siapkan-asrama-untuk-mahasiswa-luar-daerah/baca" target="_blank">Sambut Mahasiswa Baru, Unmul Siapkan Asrama untuk Mahasiswa Luar Daerah</a></p><p style="text-align: justify;">Namun, realitanya kontra dengan aturan tersebut, masih banyak mahasiswa yang tinggal lebih dari satu tahun di asrama baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menelisik lebih lanjut tentang hal ini, awak <em>Sketsa</em> menghubungi Bella selaku mahasiswa Fakultas Kehutanan asal Timor Leste yang tinggal di asrama baru tersebut pada Sabtu (7/9) lalu. Sebagai mahasiswa pertukaran dari luar negeri, Bella menyampaikan bahwa ia telah ditempatkan langsung oleh pemerintah untuk tinggal di asrama baru sejak awal ia menjadi mahasiswa Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, pertama kali diantar sama pemerintah memang langsung ditempatkan di (asrama) situ karena katanya di situ tempat paling aman dan nyaman, dan pembangunannya baru juga,&rdquo; tutur Bella saat ditemui langsung.</p><p style="text-align: justify;">Ketika ditanya perihal aturan tinggal dalam kurun waktu setahun di asrama baru, Bella mengatakan bahwa ia tidak pernah mendengar mengenai peraturan tersebut. Bahkan berdasarkan penuturannya, diketahui bahwa masih banyak penghuni asrama yang bertahan dari sejak berstatus mahasiswa baru (Maba).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia sendiri telah tinggal selama dua tahun di asrama tersebut. Hal ini memungkinkan karena terdapat adanya sistem kontrak tinggal yang bisa diperbaharui oleh penghuni asrama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi, sampai saat ini, penghuni lama yang dari dulunya awal masuk sampai sekarang juga masih tinggal di sini. Itu tergantung orangnya lagi, <em>sih</em>. Biasanya kontrak tinggal di asrama itu kan kita memperbaruinya, kalo gak salah, setahun sekali atau enam bulan sekali,&rdquo; jelas Bella.</p><p style="text-align: justify;">Untuk mengonfirmasi lebih jauh, awak <em>Sketsa</em> kemudian menghubungi Ilma selaku pengurus administrasi di asrama baru. Sayangnya, Ilma sendiri tidak mengetahui mengenai aturan tinggal setahun ini disebabkan dirinya yang baru saja bekerja di asrama sejak tahun 2023.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun sejalan dengan Bella, Ilma juga membahas mengenai adanya kontrak tinggal pertahun yang bisa diperbaharui oleh penghuni asrama.</p><p style="text-align: justify;">Ilma juga menjelaskan mengenai syarat-syarat apa saja yang diperlukan para mahasiswa yang ingin tinggal di asrama baru serta metode pembayarannya. Syarat-syarat tersebut antara lain adalah pengumpulan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), serta bukti registrasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Khusus bagi mahasiswa baru, asrama akan meminta bukti diterima di Unmul sebelum kemudian diganti dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Untuk pembayaran asrama sendiri, mahasiswa akan dikenakan <em>Down Payment</em> (DP) awal sebanyak 200 ribu rupiah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah itu kita DP 200 (ribu), baru kita sesuaikan tanggal pindahnya nanti saat mereka datang, dilanjutkan dengan pembayaran 3 bulan pertama, nanti bayarnya bisa perbulan-perbulan,&rdquo; jelasnya saat ditanyai langsung pada Rabu (18/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ilma juga mengatakan bahwa untuk menghindari kecolongan tunggakan pembayaran dan mahasiswa yang kabur tanpa membayar, asrama akan meminta ijazah mahasiswa dan akan dikembalikan apabila mahasiswa tidak memiliki permasalahan dalam membayar asrama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita juga ada minta ijazah sebagai jaminan pembayaran lancar, karena kita sempat kecolongan beberapa kali. Ada penghuni yang &lsquo;nakal&rsquo; lah, mereka nunggak dan pergi tanpa ngomong-ngomong,&rdquo; keluh Ilma.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sini kan kontraknya persatu tahun, jadi kita lihat dulu selama satu tahun, jika pembayarannya gak bermasalah nanti ijazahnya kita kembalikan,&rdquo; pungkasn<span style="background-color: transparent;">ya. <strong><em>(ary/jpg/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bus, Angkot, dan Andi Harun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bus-angkot-dan-andi-harun/baca </link>
<guid> bus-angkot-dan-andi-harun </guid>
<pubDate> Fri, 11 Oct 2024 21:13:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Janji wali kota Andi Harun pada pembangunan Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bus-angkot-dan-andi-harun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JwOnyoBoUs.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Bus, Angkot, dan Andi Harun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Beberapa waktu lalu, Balikpapan dihebohkan dengan demo sekumpulan sopir angkutan kota (angkot). Saat itu, Pemerintah Kota Balikpapan baru saja meluncurkan Balikpapan City Trans, transportasi publik dengan tampilan modern seperti Trans Jakarta. Sopir angkot yang selama ini beroperasi pun merasa periuk nasinya terancam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada yang menyarankan, agar Balikpapan mengintegrasikan bus dengan angkot. Sementara bus bergerak di jalanan tengah kota, angkot dapat menjadi penghubung ke jalan-jalan yang lebih kecil. Istilah ilmiahnya dalam tata kota; feeder. Salah satu daerah yang telah menerapkan (atau bahkan mengenalkan) adalah DKI Jakarta, yang dikenal dengan Jaklingko.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Samarinda pun disebutkan akan menerapkan konsep serupa. Dalam salah satu kampanyenya, Wali Kota petahana Andi Harun, yang mencalonkan diri kembali dalam Pilwali tahun ini menyebutkan akan ada 4 Bus Rapid Transit (BRT) yang dilengkapi dengan 4 angkutan kota sebagai <em>feeder</em>-nya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tetapi, apakah ini hanya sebatas tentang bus dan angkot?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dari Kota Modern ke Kota Partisipatif</strong></p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa teori dalam komunikasi pembangunan sosial. Namun dalam artikel ini saya ingin menitikberatkan pada dua teori; modernitas dan partisipatif. Teori modernitas mendorong pada pertumbuhan yang masif, sementara teori partisipatif berfokus kepada keterlibatan masyarakat dalam pembangunan. Dua paradigma ini yang akan saya jadikan bahasan utama dalam tulisan ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sedikit mundur ke belakang, saya ingin berbicara tentang Pemerintah DKI Jakarta di dua periode yang berbeda. Basuki Tjahaja Purnama, yang biasa kita kenal sebagai Ahok serta Anies Baswedan. Apa yang membedakan pemerintahan mereka berdua?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pandangan mereka mengenai transportasi publik, misalnya. Pada era Ahok, ia menegaskan bahwa seluruh moda transportasi publik darat akan beralih ke Transjakarta. Supir angkot dan bus Kopaja, ia minta mendaftar menjadi supir Transjakarta. Jika tidak, mereka tidak boleh beroperasi sama sekali.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pendekatan berbeda dilakukan Anies ketika ia menggantikan Ahok. Supir-supir angkot yang dianggap banyak orang tidak modern itu ia ajak berdiskusi. Tentu tidak serta merta berjalan lancar. Dalam sebuah kesempatan, ia bahkan menyebutkan diskusi berjalan alot hingga mesti dilakukan pertemuan berkali-kali.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sampai akhirnya, dua tahun setelah ia terpilih, Jaklingko beroperasi. Supirnya digaji bulanan, metode pembayarannya (yang selama ini jadi keluhan pemakai angkot) pun diubah agar lebih jelas, dan tentu saja lebih murah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Begitu pula ketika kita berbicara mengenai penggusuran. Kampung Aquarium, yang sebelumnya digusur pada era Ahok kemudian direvitalisasi di era Anies. Jika sebelumnya Ahok menerapkan ganti rugi bagi tanah yang digusur, Anies menerapkan ganti untung. Warga tak hanya diberi rumah susun, namun juga diajak berembuk langsung mengenai desain pembangunannya. Koperasi (yang kemudian bernama Koperasi Aquarium) kemudian hadir dan dikelola langsung oleh warga. Konsultan tata kota dilibatkan. Sebuah kolaborasi antara warga, pemerintah, dan pakar pun tercipta.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ahok cenderung menggunakan paradigma modernitas dalam membangun Jakarta. Sementara, Anies menggunakan paradigma partisipatif. Saya tidak mengatakan satu lebih baik dibandingkan yang lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam paradigma modernitas, pembangunan berjalan lebih masif. Paradigma partisipatif, minusnya membuat sebuah kebijakan menjadi terlalu bertele-tele. Lihat saja Kampung Bayam yang kini tak jelas nasibnya pasca Anies tak lagi memimpin.</p><p style="text-align: justify;">Dalam mendorong pertumbuhan di Jakarta pun, Ahok tak pandang bulu. Pengelolaan anggaran yang tak jelas ia bereskan, hingga ia mengalami konflik dengan (almarhum) Haji Lulung. Pulau pribadi Surya Paloh, yang pengelolaannya ia anggap sembarangan pun ia segel.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara paradigma modernitas dan partisipatif. Dalam paradigma modernitas, pemerintah cenderung <em>top-down</em>, berlaku sebagai yang &lsquo;paling tahu&rsquo;. Sementara dalam paradigma partisipatif, pemerintah cenderung <em>bottom-up</em> dan berembuk berdiskusi dengan warga.</p><p style="text-align: justify;">Kembali ke Andi Harun, ketika ia merencanakan integrasi bus dan angkot yang meniru konsep Jaklingko di Jakarta, ia serta merta melakukan komunikasi partisipatif. Apakah kebijakan itu telah ia bicarakan dengan pengusaha dan sopir angkot di Samarinda?</p><p style="text-align: justify;">Andi Harun punya catatan yang kurang baik perihal keterlibatan masyarakat. Beberapa kebijakan ia terapkan tanpa berdiskusi dahulu dengan warga. Dalam penggusuran Pasar Pagi, ia bahkan berkata bahwa &lsquo;hak asasi manusia dapat dikesampingkan untuk kepentingan publik&rsquo;. Ketika mengucapkan itu, ia bersikap seolah yang paling tahu mengenai kepentingan publik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masih membekas di ingatan saya bagaimana guru-guru di Samarinda melakukan demonstrasi besar di Balai Kota. Padahal saat itu, masalahnya sederhana saja. Pemkot Samarinda ingin menyesuaikan pemberian insentif dengan mekanisme hukum terbaru. Sayang, karena kebijakan itu tak dibicarakan terlebih dahulu, membuat keributan hampir selama beberapa minggu.</p><p style="text-align: justify;">Tulisan ini bukan untuk mendelegitimasi Andi Harun. Jujur saja, saya pun adalah salah satu pemilihnya nanti. Pembangunan ruang-ruang publik hingga drainase, perubahan di masa Andi Harun begitu terasa. Tak mungkin saya menafikannya, melihat Teras Samarinda dan Citra Niaga saja saya berdecak kagum. Namun, besar harapan saya, bahwa di kota yang ia gadang-gadang sebagai Kota Pusat Peradaban ini, ia akan mewujudkan Samarinda yang tak hanya maju kotanya, namun juga bahagia warganya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Al Fatih, mahas</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>iswa Ilmu Komunikasi, FISIP Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Januari yang Basah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/januari-yang-basah/baca </link>
<guid> januari-yang-basah </guid>
<pubDate> Sat, 12 Oct 2024 21:31:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> ia dilumat jelaga; bersama hujan dan kenangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/januari-yang-basah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sx2ecEkSyA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Januari yang Basah</h1>
			              </header>
			              <p>Januari pulang<br><span>melipat kemarau</span><br><span>langkah-langkah yang ringkih</span><br><span>menapaki belantara kenang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Ia akan menggenang di kepala</span><br><span>dan memecah riak pada dada</span><br><span>satu persatu, abjad jatuh</span><br><span>dari kening, ke mata teduhmu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Lalu lahir sebuah rindu</span><br><span>dengan Januari</span><br><span>yang basah tanpa bulan</span><br><span>ia dilumat jelaga; bersama hujan dan kenanganmu.</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ditulis oleh Rifqi Septian Dewantara, alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis angkatan 2016, Universitas Telkom.</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Self Reward: Memanjakan Diri atau Terjebak dalam Konsumerisme? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/self-reward-memanjakan-diri-atau-terjebak-dalam-konsumerisme/baca </link>
<guid> self-reward-memanjakan-diri-atau-terjebak-dalam-konsumerisme </guid>
<pubDate> Wed, 16 Oct 2024 21:02:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebiasaan self reward memicu perilaku konsumtif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/self-reward-memanjakan-diri-atau-terjebak-dalam-konsumerisme/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8LeGkdSwR4.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Self Reward: Memanjakan Diri atau Terjebak dalam Konsumerisme?</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Dilansir dari <a href="https://blog.skillacademy.com/self-reward-adalah" style=""><span>Skillacademy.com</span></a>,&nbsp;<em>Self reward</em>&nbsp;adalah tindakan di mana seseorang memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah menyelesaikan tugas atau mencapai suatu tujuan. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kesenangan atas tindakan baik atau pencapaian yang sudah direncanakan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Self reward</em></span><span><em>&nbsp;</em>dapat berwujud dalam sifat materi maupun nonmateri. Dalam hal materi,&nbsp;</span><span><em>self reward</em></span><span>&nbsp;seringkali berupa pembelian barang yang diinginkan, seperti pakaian, gawai, dan barang lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara dalam sifat nonmateri,&nbsp;</span><span><em>self reward</em></span><span>&nbsp;bisa berupa kegiatan yang memberikan kepuasan emosional dan fisik seperti menikmati waktu bersantai, memanjakan diri sendiri dengan merawat tubuh, dan mengikuti kegiatan hobi seperti membaca buku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, agaknya persepsi&nbsp;</span><span><em>self reward</em></span><span><em>&nbsp;</em>antara satu orang ke orang yang lain memiliki konsep yang berbeda-beda. Tidak jarang menemukan individu yang justru berlebihan dalam mengeluarkan biaya untuk membeli materi yang berbentuk<em>&nbsp;</em></span><span><em>self reward</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini tentu berdampak pada pengeluaran individu di luar dari kebutuhan pokok sehingga dapat pula dikatakan sebagai pemborosan dan memicu sifat konsumerisme.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsumerisme sendiri menurut&nbsp;</span><a href="https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/konsumerisme"><span>Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) VI</span></a><span>&nbsp; adalah paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan sebagainya. Kata ini juga diartikan sebagai gaya hidup yang tidak hemat. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsumerisme yang semakin mengakar memengaruhi cara orang memandang pencapaian pribadi, mendorong seseorang untuk merayakan keberhasilan dan melepas rasa lelah dengan membeli barang tertentu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Budaya konsumerisme dewasa ini sudah menjadi ideologi dan tuntutan gaya hidup manusia menjadi lebih hedon, terlebih pada kaum remaja, khususnya mahasiswa. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa penyebutan&nbsp;</span><span><em>self reward</em></span><span><em>&nbsp;</em>adalah cara lain untuk mengatakan konsumerisme.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut para ahli, perilaku konsumerisme berkedok&nbsp;</span><span><em>self reward</em></span><span>&nbsp;di kalangan mahasiswa dapat dipahami dari beberapa perspektif teori.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun teori pengenalan diri dari Baumeister dan Vohs yang mengatakan bahwa perilaku konsumtif merupakan cerminan dari pengendalian diri yang rendah diakibatkan oleh dorongan untuk memberikan imbalan pada diri sendiri di kala stres.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan itu, teori mengenai kebutuhan dipaparkan oleh Abraham Maslow, bahwa pembelian barang seperti itu merupakan salah satu cara memenuhi kebutuhan dalam aspek emosional dan psikologis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kasus mahasiswa, terdapat riset dari Jean Twenge yang mengatakan bahwa peningkatan konsumerisme terjadi di kalangan Generasi Milenial dan Z disebabkan oleh tekanan sosial dan kebutuhan untuk membuktikan diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbanding lurus dengan apa yang telah dipaparkan, seorang mahasiswa FIB Unmul, Risqi Yanuar membenarkan praduga mengenai&nbsp;</span><span><em>self reward</em></span><span>&nbsp;merupakan cara lain untuk penyebutan konsumerisme. Risqi juga membenarkan bahwa&nbsp;</span><span><em>self reward</em></span><span>&nbsp;ia lakukan untuk memberi imbalan kepada diri sendiri juga sangat bergantung pada mood individu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Risqi, perilaku ini cukup penting dilakukan. Sebab katanya,&nbsp;</span><span><em>self</em> <em>reward</em>&nbsp;</span><span>mampu mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terus skala (</span><span><em>rating</em></span><span>) kepentingannya, dari 1-10, mungkin menurut saya adalah 8 ya,&rdquo; ujar Risqi pada Rabu (2/10) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Risqi juga menambahkan bahwa ia kerap merogoh dompetnya untuk membeli barang berdasarkan tampilan dibanding fungsinya. Hal ini dilakukannya untuk sekadar memanjakan mata ketika barang tersebut diletakkan di sudut-sudut kamar indekosnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;...tapi kalau saya lihat kayak &lsquo;Oh itu lucu&rsquo; dan saya bisa menempatkan barang itu di suatu ruangan, kayak ruang kos saya gitu kan, saya taruh di sudut sini dan rupanya itu bagus, jadi saya beli gitu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya tentang frekuensi pengeluaran, ia mengungkapkan bahwa setiap minggu ia menyisihkan sekitar 100 hingga 150 ribu untuk membeli barang&nbsp;</span><span><em>self reward&nbsp;</em></span><span>saat suasana hatinya sedang kurang baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jika saya lagi pusing atau tidak&nbsp;</span><span><em>mood</em></span><span>, saya biasanya pergi ke luar dan itu bisa beberapa kali dalam seminggu,&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Risqi mengaku tidak memiliki pekerjaan sambilan. Jadi ia bergantung pada kiriman biaya dari orang tua dan kakaknya. Dari uang yang diberikan kakaknya tersebut, biasanya Risqi gunakan sebagai biaya tambahan belanja yang memberikan Risqi keleluasaan untuk memilih barang mana yang mau dibeli sesuka hatinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun senang berbelanja untuk&nbsp;</span><span><em>self reward</em></span><span>, Risqi tetap rajin mencatat pengeluarannya. Untuk memantau, ia sering mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap bulan, dengan bantuan orang tua yang juga kerap mengawasi pemakaian uang Risqi.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><strong><em><span>(</span><span>mou/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Kupu-Kupu Vs Kura-Kura: Menyibak Pola Hidup Mahasiswa Masa Kini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/dilema-kupu-kupu-vs-kura-kura-menyibak-pola-hidup-mahasiswa-masa-kini/baca </link>
<guid> dilema-kupu-kupu-vs-kura-kura-menyibak-pola-hidup-mahasiswa-masa-kini </guid>
<pubDate> Fri, 18 Oct 2024 06:35:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua tipe mahasiswa di dunia perkuliahan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/dilema-kupu-kupu-vs-kura-kura-menyibak-pola-hidup-mahasiswa-masa-kini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1XyADdzyUg.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Kupu-Kupu Vs Kura-Kura: Menyibak Pola Hidup Mahasiswa Masa Kini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp; Di era yang serba dinamis, kehidupan mahasiswa telah mengalami evolusi yang signifikan. Tidak lagi sekadar tentang mengejar nilai akademis, masa perkuliahan kini menjadi ajang eksplorasi berbagai gaya hidup yang dapat membentuk masa depan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Ada fenomena dualisme kehidupan mahasiswa yang telah lama menjadi sorotan di lingkungan perguruan tinggi. Di mana satu sisi terdapat kelompok mahasiswa yang dikenal sebagai &quot;kupu-kupu&quot; (kuliah-pulang), sementara di sisi lain ada &quot;kura-kura&quot; (kuliah-rapat) yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kampus.</p><p style="text-align: justify;">Namun, bagaimana sebenarnya dampak kedua pilihan gaya hidup ini terhadap perkembangan akademis dan personal mahasiswa?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penelitian yang dilakukan oleh Videlitha pada akun Instagram <em>@anak.kuliah</em> menemukan bahwa stereotip &ldquo;kupu-kupu&rdquo; dan &ldquo;kura-kura&rdquo; hadir dari keyakinan tentang atribut personal yang dimiliki oleh mahasiswa. Atribut ini mencakup penilaian jangkauan bersosialisasi dan cara mereka mengelola waktu.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa &quot;kupu-kupu&quot; dikenal sebagai sosok yang memilih untuk fokus pada kehidupan akademik. Sesuai namanya, rutinitas mereka umumnya terbatas pada kuliah dan pulang dengan sebagian besar waktu dicurahkan untuk mengerjakan tugas, belajar, dan agenda lain yang lepas dari giat akademik.</p><p style="text-align: justify;">Adapun Talitha, seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul yang memutuskan hanya berfokus pada dunia akademik, mengaku dirinya punya target dari perkuliahan. Maka dari itu, mahasiswa kupu-kupu jadi pilihannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejak awal aku memang fokus mau menyelesaikan kuliah dengan IP (Indeks Prestasi) bagus. Aku <em>ngerasa</em> kalau terlalu banyak kegiatan, fokus belajar bisa keganggu. Lagian, orang tua berharap aku bisa lulus tepat waktu aja,&rdquo; jelas Talitha saat ditemui langsung pada (2/10).</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, mahasiswa &quot;kura-kura&quot; adalah mereka yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kampus. Julukan ini muncul karena mereka sering kali menunda waktu pulang akibat padatnya jadwal rapat dan kegiatan organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun dihadapkan dengan jadwal padat oleh kegiatan organisasi, Amadea Aryanto, yang juga satu prodi dengan Talitha menyatakan, bahwa kunci utama menjaga keseimbangan kehidupan organisasi dan akademik adalah manajemen waktu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, ia menjelaskan hal itu dapat direalisasikan melalui penggunaan kalender di ponsel untuk memantau tenggat tugas kuliah dan jadwal organisasinya.</p><p style="text-align: justify;">Meski terkesan bertolak belakang, kedua gaya hidup ini sebenarnya memiliki titik temunya masing-masing. Baik kupu-kupu maupun kura-kura, keduanya memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dalam karirnya kelak. Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa dapat memaksimalkan pilihan gaya hidup mereka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang lebih nyaman fokus kuliah, gak masalah sama sekali. Yang penting tetap mengembangkan diri dengan cara masing-masing. Bisa lewat hobi, <em>part-time</em> job, atau kegiatan lain,&rdquo; terang Talitha.</p><p style="text-align: justify;">Perihal alasan, Amadea yang memilih untuk mengeksplor dunia di luar bidang akademik, mengaku ingin menambah relasi juga melatih untuk terbiasa dengan kerja tim. Tak hanya itu, menjadi mahasiswa kura-kura juga membuatnya terlatih untuk mengatur waktu kegiatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alasan utamanya jelas, untuk bikin CV (Curriculum Vitae) makin kece,&rdquo; beber Amadea saat ditemui langsung (2/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah dinamika kehidupan kampus yang terus berubah, keberagaman gaya hidup mahasiswa justru memperkaya warna-warni dunia perkuliahan. Alih-alih mempertentangkan mana yang lebih baik antara kupu-kupu dan kura-kura, mungkin sudah saatnya kita menghargai keunikan setiap pilihan dan bagaimana hal tersebut berkontribusi pada pembentukan generasi penerus bangsa yang beragam dan berkualit<span style="background-color: transparent;">as. <strong><em>(lap/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yayasan Pemberi Bantuan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/yayasan-pemberi-bantuan/baca </link>
<guid> yayasan-pemberi-bantuan </guid>
<pubDate> Sat, 19 Oct 2024 20:07:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Haruskah kita membantu mereka? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/yayasan-pemberi-bantuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RGjEDC8gPF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yayasan Pemberi Bantuan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" id="docs-internal-guid-3802b727-7fff-aeca-1953-71b8c8e972c0" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Seorang wanita terlihat baru saja duduk di meja kerjanya. </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Lagi dan lagi, </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">pikir wanita itu. Bekerja di sebuah yayasan pemberi bantuan masyarakat tidaklah mudah. Belum lagi dirinya yang bertugas sebagai pengumpul data pendaftar yang berhak untuk menerima bantuan dari yayasan.&nbsp; Sejujurnya, dia sangat senang dengan pekerjaan ini, mulia sekali baginya.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Dia bisa bekerja di sebuah lembaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Karena yayasan bantuan ini, banyak anak-anak yang bisa melanjutkan pendidikan hingga bergelar sarjana dan banyak keluarga yang berbahagia mendapat bantuan sosial. Yayasan tempatnya bekerja itu memang sangat terkenal dalam hal membantu.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Titis, nanti ada tamu jam sembilan, saya minta tolong untuk dilayani ya. Oh, sehabis itu, jangan lupa untuk data </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">fiks</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;"> penerima beasiswa tahun ini dikasih ke saya,&rdquo; ucap seorang laki-laki yang baru saja datang. Itu Pak Ian, pimpinan yayasan tempat wanita yang dipanggil Titis itu bekerja.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Dengan sopan Titis menjawab, &ldquo;Baik pak, akan segera saya laksanakan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Lagi-lagi, </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">ucap Titis dalam hati.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Pagi itu dilihatnya para </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">cleaning service</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;"> mengepel dengan sangat bersih. Ada juga beberapa karyawan yang dilihatnya membawa kotak kue dan menghidangkannya di atas meja tamu. Sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat, sudah menjadi kewajiban mereka memberikan yang terbaik, termasuk juga Titis. Dirinya tentu saja harus bersikap ramah kepada masyarakat yang berkunjung ke yayasan tersebut, mau itu datang untuk bertanya ataupun protes dengan kebijakan yayasan.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Akhirnya, tamu yang ditunggu datang. Seorang pria dengan pakaian jas yang rapi datang dengan berwibawa. Dari mejanya Titis dapat melihat bagian keamanan dan karyawan lain menyambutnya dengan sangat sopan. Titis bukan yang tidak tau dengan pria itu. Beberapa waktu belakangan dia sering melihat orang itu bersama pak Ian, hanya sekilas. Dengan sopan Titis menghampiri pria itu dan mengajaknya untuk duduk di kursi sofa empuk khusus menyambut tamu-tamu yayasan.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Selamat datang bapak Hartono. Silakan dinikmati suguhan dari kami yang seadanya ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Pria yang bernama Hartono itu dengan senyumnya yang lebar menyambut dengan baik sapaan Titis. Sedikit berbasa-basi Titis langsung mengetahui maksud kedatangan lelaki tua itu untuk apa.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Jadi begini mbak Titis, saya meminta kepada mbak untuk mendaftarkan dua anak saya ini supaya dapat bantuan dari yayasan pak Ian. Mereka perlu buat daftar di kampus unggulan kota. Sudah saya informasikan ke pak Ian juga,&rdquo; ucap Hartono sambil menyodorkan dua map merah kepada Titis.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Titis dengan tenang membuka salah satu map yang baru saja disodorkan oleh pak Hartono. Dengan seksama perempuan itu membaca deretan identitas dan keterangan dari pendaftar baru itu. Tidak hanya satu, Titis juga membuka map yang lain dan membacanya. Ingin sekali rasa Titis menghela napas panjang saat itu juga. Namun urung dilakukannya musabab menjaga kesopanan terhadap sang tamu.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Maaf bapak, sepertinya ada yang salah. Kedua anak bapak ini tidak memenuhi kriteria penerima bantuan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Dari sudut pandang Titis, dia dapat melihat perubahan raut wajah pak Hartono yang semula santai menjadi terlipat. Sudah dapat dipastikan kalau bapak itu tengah merasa kesal.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Tapi kan Yayasan ini bantuan bukan cuma untuk orang tidak mampu toh? Dua anak ini bisa dimasukan ke beasiswa yang berprestasi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Titis menghela napas pelan. Masalahnya, dua anak ini juga tidak termasuk dalam kriteria siswa yang disebut oleh pak Hartono. Namun Titis sudah menebak, kalau membawa nama Pak Ian sudah jelas tidak ada hambatan meskipun dirinya melawan sebagaimana pun.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Dari lampiran biodata dan juga persyaratan yang bapak berikan, keduanya masih belum masuk kriteria dari penerima beasiswa di yayasan ini, pak. Saya akan bicarakan dengan pak Ian dulu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Perbincangan mereka tidak berlanjut. Hartono langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Namun, dari kejauhan Titis melihat pria itu menelepon seseorang sebentar yang kemudian segera masuk ke dalam mobilnya. Titis menghela napas lebih dalam lagi.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Lagi dan lagi. Kejadian seperti ini selalu terjadi. Entah berapa kali sudah Titis melayani orang yang dianggap penting untuk &ldquo;menitip&rdquo; nama anak-anak mereka agar bisa mendapatkan beasiswa. Dengan mudahnya mereka membawa nama atasanya. Urusan lancar jaya.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Berbanding terbalik dengan masyarakat biasa, yang datang seadanya. Disambut bagian keamanan dengan biasa saja, tanpa suguhan kudapan di meja. Jujur, Titis lebih baik melayani seratus orang yang memang membutuhkan, daripada satu orang seperti pak Hartono.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Titis,&rdquo; ucap pak Ian dengan nada rendah ketika dirinya masuk ke dalam ruangan atasannya itu. Beberapa saat lalu dia diminta untuk datang ke ruang atasannya itu. Sudah bisa Titis tebak pasti dirinya dipanggil perkara dirinya dan pak Hartono tadi.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Kamu itu bukan pegawai baru di yayasan ini, kan. Kalau ada yang minta bantuan seperti pak Hartono, kita bantu saja. Taruh nama-nama anak-anak itu sebagai penerima. Toh, Pak Hartono itu banyak bantu yayasan kita ini, itung-itung sebagai balas budi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Titis hanya diam, tidak mau protes ataupun mengiakan. Kalau begini, tidak ada bantahan yang bisa keluar dari dirinya. Cukup diam dan terima. Sudah berbagai penjelasan yang Titis berikan, berbagai alasan dan bantah pula yang diberikan oleh atasannya. Masyarakat banyak yang protes karena bantuan-bantuan yang tidak tepat di luar sana. Masyarakat tentunya tidak punya urusan soal &ldquo;balas budi&rdquo; yang disebut oleh atasannya itu.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Titis menghela napas lagi. Sudahlah. Dirinya sudah sering mengingatkan. Kalau dipikir lagi, rasa-rasanya dia bertahan disini bukan soal ingin membantu lagi, tapi tuntutan kebutuhanlah yang menahannya. Mencari pekerjaan itu bukanlah hal yang mudah.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Toh, yang rugi bukan dirinya</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">, pikir Titis.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Lagi-lagi, kata penguat yang jahat itu terlintas di pikirannya.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Selesai.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:0.0pt;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-weight: 700; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Cerpen ini ditulis oleh Siti Mu&apos;ayyadah, mahasiswa program studi Sastra Inggris, FIB 2022</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tebar Kebermanfaatan, FK Unmul Selenggarakan Khitanan Massal Gratis dalam Rangkaian Dies Natalis ke-23 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/tebar-kebermanfaatan-fk-unmul-selenggarakan-khitanan-massal-gratis-dalam-rangkaian-dies-natalis-ke-23/baca </link>
<guid> tebar-kebermanfaatan-fk-unmul-selenggarakan-khitanan-massal-gratis-dalam-rangkaian-dies-natalis-ke-23 </guid>
<pubDate> Mon, 21 Oct 2024 20:17:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Acara Khitanan masal FK Unmul gaet hingga 70 pendaftar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/tebar-kebermanfaatan-fk-unmul-selenggarakan-khitanan-massal-gratis-dalam-rangkaian-dies-natalis-ke-23/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/548Z3TNbTl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tebar Kebermanfaatan, FK Unmul Selenggarakan Khitanan Massal Gratis dalam Rangkaian Dies Natalis ke-23</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Sabtu (19/10) lalu, FK Unmul resmi menghelat agenda Khitanan Massal Gratis yang terbuka bagi masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara Baksos Raya FK Unmul yang rutin diadakan setiap tahun dalam rangka memperingati hari jadi FK Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lukman Abdillah salah satu orang tua yang turut mendampingi putranya, Rafif Malik Abdillah mengaku sangat terbantu dengan agenda tersebut. Dirinya mantap mendaftarkan putra sulungnya usai memperoleh informasi dari tetangganya yang menjadi tenaga keamanan di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlebih, Rafif, putranya yang kini duduk di kelas lima sekolah dasar tersebut memang sudah memantapkan diri untuk dikhitan sejak setahun terakhir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari kelas empat, aku sudah enggak takut (dikhitan),&rdquo; ujar Rafif yakin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Biaya khitan yang berkisar mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah membuat Lukman harus menunda keinginan anaknya tersebut. Beruntung, FK Unmul rutin mengadakan Khitanan Massal setiap tahunnya tanpa dipungut biaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Enaknya juga di khitanan massal itu, anak-anak jadi tidak begitu takut karena ada teman-temannya, tidak sendiri,&ldquo; Lukman menimpali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nabila Syawaliah, mahasiswi yang didapuk sebagai Ketua Panitia Baksos Raya FK Unmul 2024 ini menyebut penyelenggaraan Khitanan Massal Gratis tidak terlepas dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Utamanya pengabdian kepada masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari total 70 pendaftar, Nabila menyampaikan peserta berasal dari berbagai kalangan umur, mulai dari remaja hingga dewasa. Adapun menurut catatannya, mayoritas peserta berada di rentang usia 6 hingga 8 tahun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dalam tindakan sirkumsisi sendiri kami dari panitia tetap melibatkan tenaga ahli, sedangkan mahasiswa berperan dalam proses skrining kesehatan,&rdquo; jelas Nabila saat ditemui di sela kegiatan berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebutnya, ada berbagai elemen tenaga ahli yang berkenan menjadi relawan dalam agenda tersebut. Beberapa di antaranya seperti Rumah Sakit Atma, Ikatan Alumni FK Unmul, hingga mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah FK Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Nabila berharap lewat kesempatan tersebut ia dan kawan-kawannya dapat menumbuhkan rasa empati di dalam diri. Selain itu, mereka juga ingin memberikan dampak positif kepada masyarakat sejak menjalani prosesnya di tingkat mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya, terjadi peningkatan kesehatan di masyarakat dan bisa membantu meringankan beban ekonomi. Seperti yang kita tahu, sirkumsisi ini kan tidak ditanggung BPJS. Padahal biayanya kan memang cukup mahal,&rdquo; paparnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain Khitanan Massal Gratis, diketahui agenda tahunan yang turut melibatkan delapan organisasi mahasiswa (Ormawa) FK Unmul ini juga akan mengadakan Festival Kesehatan pada 21 Desember mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara yang akan terlaksana di Kelurahan Sarijaya, Sanga-Sanga Dalam, Kutai Kartanegara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari cek kesehatan gratis hingga seminar&nbsp;</span><span><em>stunting</em></span><span>.&nbsp;</span><strong><em><span>(</span><span>nkh/ali</span></em></strong><span><strong><em>)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gaet Perusahaan Mitra, KSE Unmul Adakan Peresmian Community Development Sekaligus Talkshow Inspiratif Bertema Kepemimpinan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/gaet-perusahaan-mitra-kse-unmul-adakan-peresmian-community-development-sekaligus-talkshow-inspiratif-bertema-kepemimpinan/baca </link>
<guid> gaet-perusahaan-mitra-kse-unmul-adakan-peresmian-community-development-sekaligus-talkshow-inspiratif-bertema-kepemimpinan </guid>
<pubDate> Mon, 21 Oct 2024 20:31:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gelar tatap muka dan talkshow, paguyuban KSE Unmul berikan wawasan tentang kepemimpinan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/gaet-perusahaan-mitra-kse-unmul-adakan-peresmian-community-development-sekaligus-talkshow-inspiratif-bertema-kepemimpinan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r2MUfg4Ggu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gaet Perusahaan Mitra, KSE Unmul Adakan Peresmian Community Development Sekaligus Talkshow Inspiratif Bertema Kepemimpinan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Unmul menggelar &quot;Tatap Muka&quot; dan <em>talkshow</em> inspiratif dengan tema &ldquo;Kepemimpinan &amp; Berkarir di Bidang<em>&nbsp;Technical Industry</em>&rdquo;. Bertempat di Gedung Hexagon FT Unmul pada Sabtu (19/10) lalu, kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi para penerima beasiswa dengan yayasan KSE selaku penyalur, sekaligus peresmian <em>Community Development&nbsp;</em>yang merupakan bagian program Paguyuban KSE Unmul 2024.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini diawali tarian penyambutan dan presentasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KSE Unmul, salah satunya peluncuran produk Abin yang merupakan produk olahan abon ikan patin. Peluncuran produk ini merupakan bagian kegiatan&nbsp;</span><span><em>Community Development</em>&nbsp;</span><span>yang melibatkan perempuan-perempuan di daerah Lempake, Samarinda. Masyarakat yang menjadi binaan pun turut dihadirkan dalam kegiatan ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peresmian&nbsp;</span><span><em>Community Development&nbsp;</em></span><span>dilakukan secara simbolis oleh&nbsp;</span><span><em>Commercial</em>&nbsp;<em>Sales Manager</em>&nbsp;</span><span>PT Triputra Energi Megatara, Firman Priyadi Manalu yang juga menjadi salah seorang narasumber&nbsp;</span><span><em>Talkshow</em>&nbsp;</span><span>Inspirasi Kepemimpinan pada sesi selanjutnya. PT Triputra Energi Megatara sendiri merupakan salah satu donatur dan mitra Yayasan KSE.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain Firman, sesi&nbsp;</span><span><em>talkshow</em>&nbsp;</span><span>juga turut menghadirkan Bendahara Yayasan KSE sekaligus&nbsp;</span><span><em>Advisor Mining Industry&nbsp;</em></span><span>Indonesia, Ami Tantri. Hadir pula Koordinator Program Studi Teknik Lingkungan, Fahrizal Adnan. Sesi ini dipandu oleh Alumni KSE Unmul 2016, Suhendi Rizal sebagai moderator.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ami menyebut, dalam pengalamannya bekerja dengan beberapa orang, hal yang diperlukan dalam kepemimpinan adalah menjadi peka terhadap lingkungan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita harus mengetahui seperti apa luar dan dalam di tempat tersebut, kita harus lebih mengenal,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Fahrizal Adnan menekankan di dalam kepemimpinan tidak hanya diperlukan ilmu pengetahuan ataupun kecerdasan melainkan&nbsp;</span><span><em>attitude</em>.&nbsp;</span><span>Ia juga melanjutkan, bahwa individu harus melalui berbagai proses agar terbentuk menjadi pribadi yang kuat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena generasi sekarang itu ibaratkan generasi stroberi, cantik di luar tapi mudah rapuh,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut perihal berkarir di bidang industri teknik, Firman mengatakan dibutuhkan individu yang tidak hanya terampil di dalam suatu bidang, tetapi mau belajar banyak untuk memiliki beberapa keterampilan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita membutuhkan seseorang yang bisa menguasai beberapa keterampilan sehingga tidak hanya terpaku pada satu&nbsp;</span><span><em>jobdesk</em>&nbsp;</span><span>saja, oleh karena itu industri ini terbuka untuk semua jurusan,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui&nbsp;</span><span><em>talkshow</em>&nbsp;</span><span>inspirasi tersebut, Ketua Paguyuban KSE Unmul Periode 2024/2025, Pipit Ade Nita berharap para penerima beasiswa bisa melangkah menjadi pemimpin karena masalah kepemimpinan adalah program yang cukup digaungkan di KSE Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami juga ada program&nbsp;</span><span><em>entrepreneur</em>&nbsp;</span><span>yang mengharapkan para penerima bisa menjadi pengusaha yang nantinya menjadi pemimpin,&rdquo; jelasnya, Sabtu (19/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Pipit juga mengungkapkan melalui kegiatan yang dihadiri sekitar 130-an orang ini bisa memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada peserta nonpenerima beasiswa terkait kepemimpinan dan&nbsp;</span><span><em>branding</em>&nbsp;</span><span>dari KSE itu sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teman-teman mahasiswa yang lain juga mungkin bisa mengetahui lebih banyak tentang KSE dan tertarik bergabung bersama kami,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah seorang peserta dari FT 2021, Ai Cahyarani menyebut dirinya menyoroti kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KSE yang dipaparkan di awal sesi. Menurutnya, kegiatan KSE tidak hanya sekadar di sektor pendidikan, tetapi juga berbagai bidang yang memiliki pengaruh di masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seperti donor darah, pungut sampah, dan sampai diikuti oleh beribu-ribu orang,&rdquo; ujarnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Sabtu (19/10).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain Ai yang menyoroti kegiatan-kegiatan KSE,&nbsp;</span><span><em>talkshow</em>&nbsp;</span><span>ini juga dihadiri oleh beberapa pelajar yang menjadi murid dari program Tepian Mengajar yang dilakukan oleh KSE.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah seorang pelajar tersebut adalah siswa SMPN 6 Samarinda, Khansa Shafa. Ia sendiri menyoroti pengalaman salah seorang narasumber, Ami Tantri dalam menjadi seorang pemimpin perempuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang melekat di saya itu ceritanya Ibu Ami, kalau perempuan juga bisa sukses dan menjadi pemimpin meskipun tadinya ada yang mengatakan kalau perempuan susah memiliki ruang gerak,&rdquo; katanya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Sabtu (19/10).&nbsp;</span><span><strong><em>(ner/mou/mar)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rektor Unmul Sempat Dipanggil Bawaslu, Bagaimana Sebenarnya Posisi Kampus Jelang Pilkada? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-unmul-sempat-dipanggil-bawaslu-bagaimana-sebenarnya-posisi-kampus-jelang-pilkada/baca </link>
<guid> rektor-unmul-sempat-dipanggil-bawaslu-bagaimana-sebenarnya-posisi-kampus-jelang-pilkada </guid>
<pubDate> Tue, 22 Oct 2024 20:34:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Buntut  dipanggilnya Abdunur ke Bawaslu, Unmul disorot posisinya menjelang pilkada </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rektor-unmul-sempat-dipanggil-bawaslu-bagaimana-sebenarnya-posisi-kampus-jelang-pilkada/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jlbXC5AYc5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rektor Unmul Sempat Dipanggil Bawaslu, Bagaimana Sebenarnya Posisi Kampus Jelang Pilkada?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>September lalu, Unmul mendatangkan Isran Noor selaku Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unmul dalam perhelatan Wisuda gelombang ketiga. Tidak hanya itu, melalui pidatonya, Rektor Unmul Abdunnur menyampaikan harapannya terkait pemimpin Kaltim ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini kemudian menimbulkan persepsi bahwa Abdunnur melakukan kampanye terhadap salah satu pasangan calon (Paslon) dalam pergelaran Wisuda saat itu. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kemudian memanggil Abdunnur untuk menindaklanjuti hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">(Baca: <a href="https://kaltimfaktual.co/diduga-kampanyekan-isran-noor-rektor-unmul-dipanggil-bawaslu-kaltim/amp/#aoh=17295613559487&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=Dari%20%251%24s">Diduga Kampanyekan Isran Noor, Rektor Unmul Dipanggil Bawaslu Kaltim</a>)</p><p style="text-align: justify;">Berkaitan dengan hal tersebut, <em>Sketsa</em> kemudian menemui Abdunnur secara langsung. Kepada <em>Sketsa</em>, ia menegaskan tidak berpihak kepada salah satu paslon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai pegawai negeri (sipil) kan harus netral dan sebagainya, dan tetap mendoakan kepada semua. Karena semua, kedua kandidat kan alumni Unmul,&rdquo; ujar Abdunnur saat ditemui awak <em>Sketsa</em>, Senin (7/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur juga mengajak seluruh civitas akademika Unmul untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada Serentak pada November mendatang. Ia menekankan pentingnya peran civitas akademika dalam menyalurkan hak pilih mereka dengan baik dan mendukung proses demokrasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Abdunnur mengungkapkan bahwa Unmul telah menjadi fasilitator bagi kedua calon kepala daerah yang merupakan alumni Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Unmul sebagai <em>Center of Excellent</em> memfasilitasi kepada kedua calon dengan melalui berbagai unit kerja, seperti fakultas untuk bisa mengadakan, ya sudah sejauh ini kita memberikan tempat sebagai house untuk memberikan kesempatan kepada mereka berdua,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kekecewaan BEM KM Unmul terhadap Paslon</strong></p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul M. Ilham Maulana, menyatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran kedua paslon dalam diskusi publik yang diinisiasi oleh BEM KM Unmul pada 1 Oktober lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menilai, absennya kedua calon tersebut menunjukkan ketidakberanian mereka untuk berdialog langsung dengan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Dari kedua paslon tidak ada konfirmasi konkret hingga hari pelaksanaan. Kami kecewa karena sebagai calon pemimpin, mereka seolah menghindar dari diskusi dengan mahasiswa,&rdquo; ujar Maulana.</p><p style="text-align: justify;">Maulana menyatakan BEM KM masih mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait rencana adu gagasan tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Netralitas kampus disorot</strong></p><p style="text-align: justify;">Maulana turut memberikan pandangan terkait pemanggilan Rektor Unmul oleh Bawaslu akibat dugaan kampanye di kampus. BEM KM menilai hal ini menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika untuk bersikap netral dalam setiap momentum politik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya rasa Bawaslu berhak untuk memanggil pihak rektor yang tersebar di media bahwa ada keterlibatan gitu. Kami harap dari pihak Bawaslu juga mampu mengawasi, tidak hanya kepada masyarakat ataupun di daerah-daerah lainnya, namun kampus pun yang menjadi titik sentral dan pusat peradaban harus menjadi pengawasan secara meluas,&rdquo; papar Maulana saat ditanyai melalui Whatsapp, Sabtu (12/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan bahwa kampus memang memiliki peran dalam Pilkada sesuai aturan, namun tetap harus memerhatikan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).</p><p style="text-align: justify;"><strong>Posisi kampus dalam Pilkada 2024</strong></p><p style="text-align: justify;">Menurut Koordinator Klinik Pemilu Unmul Warkhatun Najidah, posisi kampus dalam demokrasi seharusnya independen, berbasis pada ilmu pengetahuan, dan tidak terlibat dalam politik praktis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, kampus harus tetap terbuka terhadap diskusi politik dan memberikan ruang bagi dialog yang bersifat akademis, misalnya terkait visi misi para calon.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, tukasnya, perlu diingat bahwa kampanye politik secara langsung di dalam kampus tetap tidak diperbolehkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Unmul tidak boleh menjadi tempat kampanye, tapi kampus bisa menjadi wadah bagi diskusi politik dengan standar yang ketat,&quot; jelasnya saat ditemui secara langsung, Jumat (18/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Warkhatun menjelaskan, peran kampus adalah mencerdaskan masyarakat, khususnya mahasiswa terkait isu-isu demokrasi, tanpa memihak kepada calon atau partai politik tertentu. Akademisi memiliki tanggung jawab untuk menjaga standar perilaku yang tegas, terutama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang harus bersikap hati-hati daam menghadapi momentum politik.</p><p style="text-align: justify;">Terkait pemanggilan aktor Unmul oleh Bawaslu, akademisi tersebut menekankan bahwa hal itu adalah bagian dari proses penegakan aturan, dan tidak perlu dianggap sebagai masalah besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Diperingatkan oleh Bawaslu itu hal biasa, sebagai pengingat agar kampus tetap mengikuti aturan. Ini juga momen untuk introspeksi, agar tidak ada hal-hal yang melanggar aturan,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, peran mahasiswa dalam Pilkada juga menjadi sorotan. Banyak mahasiswa yang masih belum memahami isu-isu penting dalam pemilu, seperti konsep &apos;kotak kosong&apos; di Pilwalkot Samarinda atau partisipasi di TPS khusus bagi mereka yang tidak bisa pulang ke kampung halaman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Warkhatun mengungkap, hanya sedikit mahasiswa yang mendaftar di TPS khusus, dan ini menjadi perhatian serius.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Mahasiswa perlu lebih aktif dalam mendorong partisipasi masyarakat dan mencegah praktik politik uang. Kampus harus menjadi pusat inovasi dalam pemilu, bukan hanya fokus pada acara-acara seremonial semata,&quot; kata Koordinator Klinik Pemilu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Klinik Pemilu di Unmul juga sedang aktif melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya mengawasi jalannya Pilkada. Dua isu utama yang dibawa dalam kampanye mereka adalah ajakan untuk memilih dan menolak politik uang.</p><p style="text-align: justify;">Unmul sendiri, sebagai institusi akademis, tetap membuka pintunya untuk diskusi politik yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Meskipun demikian, kampus tetap harus mengikuti aturan Bawaslu, dan menjaga netralitas, terutama bagi figur-figur publik seperti rektor dan dosen yang memegang <span style="background-color: transparent;">peran penting di masyarakat. <strong><em>(xel/ner/ali/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dalam Rangka BKGN, Prodi Kedokteran Gigi Unmul kembali Adakan Perawatan Gigi Gratis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dalam-rangka-bkgn-prodi-kedokteran-gigi-unmul-kembali-adakan-perawatan-gigi-gratis/baca </link>
<guid> dalam-rangka-bkgn-prodi-kedokteran-gigi-unmul-kembali-adakan-perawatan-gigi-gratis </guid>
<pubDate> Tue, 22 Oct 2024 21:35:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Layanan rawat gigi gratis Prodi Kedokteran Gigi Unmul batasi 30 orang perhari </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dalam-rangka-bkgn-prodi-kedokteran-gigi-unmul-kembali-adakan-perawatan-gigi-gratis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fXCo6qPxJ1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dalam Rangka BKGN, Prodi Kedokteran Gigi Unmul kembali Adakan Perawatan Gigi Gratis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Program studi (Prodi) Kedokteran Gigi FK Unmul berikan perawatan gigi gratis bagi masyarakat umum, khususnya warga Samarinda. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN).</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama mitra antara Institusi Kedokteran Gigi Indonesia bersama Unilever. Prodi Kedokteran Gigi menjadi perwakilan Unmul untuk membersamai kerja sama tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sambut-bkgn-prodi-kedokteran-gigi-unmul-siap-layani-pemeriksaan-gigi-gratis-bagi-warga-samarinda/baca" target="_blank">Sambut BKGN, Prodi Kedokteran Gigi Unmul Siap Layani Pemeriksaan Gigi Gratis bagi Warga Samarinda</a></p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari tahun sebelumnya, terdapat tiga kegiatan dalam perayaan BKGN kali ini. Selain perawatan gigi gratis, terdapat pelayanan lain berupa penyuluhan dan kaderisasi kesehatan gigi mulut ke sekolah-sekolah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatannya ada tiga, yang satu <em>free dental treatment</em>, yaitu perawatan gigi gratis, yang kedua ada <em>school health program</em>, itu penyuluhan dan kaderisasi kesehatan gigi mulut ke sekolah-sekolah, yang ketiga <em>teledentistry</em>, yaitu konsultasi online melalui aplikasi,&rdquo; terang Cicih Bhakti Purnamasari selaku Ketua Prodi Kedokteran Gigi sekaligus penanggung jawab utama kegiatan BKGN di Unmul, Jumat (17/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Layanan perawatan gigi gratis sendiri telah dilaksanakan sejak minggu keempat September lalu. Penanggung jawab kegiatan perawatan gigi gratis dari mahasiswa, Amanda Nur Fadillah menyebutkan bahwa puncak dari pelaksanaan kegiatan tersebut akan dilakukan tiga hari pada tanggal 27-29 November mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi di hari puncak itu ada khususnya, jadi kayak ada seremonialnya,&rdquo; tutur Amanda saat diwawancarai langsung di waktu yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Amanda juga menjelaskan bahwa target pasien pada kegiatan tidak hanya mencakup pihak internal Unmul, melainkan juga masyarakat luas seperti keluarga mahasiswa dan masyarakat eksternal lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang ditawarkan oleh Kedokteran Gigi Unmul ini diharapkan dapat membantu pasien yang memiliki persepsi merawat gigi memerlukan biaya yang cukup tinggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan perawatan gigi gratis ini jadi <em>awareness</em> juga bagi pasien mengenai kesehatan giginya. Jadi pasien ini memiliki kesadaran lebih lagi mengenai gigi, karena ini cukup penting,&rdquo; ujar Amanda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kami sebagai pelaksana merasa itu umpan balik yang positif ya, karena beberapa pasien itu kembali lagi untuk pelayanan lagi,&rdquo; sebut Cicih.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Cicih menyebutkan bahwa pasien yang datang untuk menerima layanan dibatasi setiap harinya, yakni tiga puluh orang saja. Hal ini dilakukan agar pasien mendapatkan pelayanan yang optimal.</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang telah diketahui dalam pelaksanaan kegiatan layanan perawatan gigi gratis mahasiswa ikut terlibat. Meskipun belum terlibat sebagai operator secara medis, mereka membantu dalam kepentingan lain seperti administrasi, pendaftaran, dan rekapitulasi data.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Kedokteran Gigi Rajab Anis menyebut, Hima khususnya bagian Departemen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) memiliki peran sebagai penanggung jawab kegiatan tersebut. Mahasiswa angkatan 2022 itu menyebutkan bahwa pihaknya bertugas sebagai koordinator berbagai aspek teknis serta operasional.</p><p style="text-align: justify;">Melalui pesan WhatsApp, Rajab menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana belajar bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemberian layanan kesehatan untuk masyarakat, tetapi juga sarana mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan profesional dan kepedulian sosial,&rdquo; ungkap Rajab, Sabtu (19/10) lalu. <strong><em>(myy/rla/emf/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hadirkan Variasi Berbeda, Kuasa Gelap Jadi Film Horor Eksorsis Pertama di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/hadirkan-variasi-berbeda-kuasa-gelap-jadi-film-horor-eksorsis-pertama-di-indonesia/baca </link>
<guid> hadirkan-variasi-berbeda-kuasa-gelap-jadi-film-horor-eksorsis-pertama-di-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 23 Oct 2024 20:19:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mendahulukan sisi psikologis, Kuasa Gelap bawa angin segar pada film horor Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/hadirkan-variasi-berbeda-kuasa-gelap-jadi-film-horor-eksorsis-pertama-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Dcb8IaAxrz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hadirkan Variasi Berbeda, Kuasa Gelap Jadi Film Horor Eksorsis Pertama di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Bulan Oktober rasanya tidak akan lengkap tanpa dimeriahkan dengan seabrek film-film horor yang siap membuat bulu kuduk merinding. Salah satunya adalah <em>Kuasa Gelap</em>, sebuah film bertemakan eksorsis yang menjadi film pertama di Indonesia dengan mengangkat tema pengusiran setan berdasarkan agama Katolik.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film yang disutradarai Bobby Prasetyo ini telah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh para pecinta film horor Indonesia, sebab membawa tema yang baru di antara gempuran film horor Indonesia yang kental akan horor religi atau klenik Jawa. Tayang perdana pada tanggal 3 Oktober 2024,&nbsp;</span><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span>&nbsp;per tanggal 21 Oktober telah mencapai angka 1,3 juta penonton.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span><em>&nbsp;</em>menceritakan tentang Thomas (Jerome Kurnia), seorang Pastor yang juga menjadi guru di sebuah SMA Katolik yang berniat mengundurkan diri sebagai Romo setelah mengalami kecelakaan yang menewaskan ibu dan adiknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, niatnya harus tertunda setelah mendapati bahwa salah satu muridnya, Kayla (Lea Ciarachel), mengalami serangkaian kejadian mistis setelah melakukan ritual Jelangkung yang mengakibatkan dirinya dirasuki oleh iblis jahat. Ia diberi tugas akhir untuk membantu Romo Rendra (Lukman Sardi) guna mengusir iblis yang merasuki Kayla.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alasan Kayla melakukan ritual jelangkung ini demi memanggil arwah mendiang ayahnya untuk menjauhkan ibunya (Astrid Tiar) dari pacarnya yang ternyata seorang&nbsp;</span><span><em>playboy</em></span><span>. Sayangnya, bukannya arwah sang ayah, ritual itu malah memanggil murid-murid Lucifer yang kemudian merasuki tubuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Proses eksorsis itu tidak berjalan lancar. Iman Thomas diuji setelah iblis yang merasuki Kayla berusaha menggoyahkan imannya dengan menggunakan wajah dan suara dari mendiang adiknya. Meskipun awalnya berhasil, tetapi Kayla tidak sepenuhnya bebas. Romo Thomas kemudian berdamai dengan penyesalan terkait &nbsp;kematian adik serta ibunya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia kembali menguatkan imannya sebelum bertemu dengan Kayla dan melakukan eksorsis padanya untuk kedua kalinya. Keberhasilannya membantu Kayla menjadikannya motivasi sebagai ahli eksorsis yang berada di bawah bimbingan Romo Rendra.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film ini telah memberikan angin segar di jagat perfilman horor di Indonesia dengan membawa tema yang sangat berbeda dari biasanya. Kehadiran&nbsp;</span><span><em>Kuasa</em>&nbsp;<em>Gelap</em></span><span>&nbsp;akan menjadi pembuka peluang baru untuk menghadirkan film horor lainnya yang bertemakan eksorsis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai film yang mengangkat nilai-nilai religius Katolik,&nbsp;</span><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span>&nbsp;menyampaikannya dengan cukup baik. Terutama pada proses eksorsisnya yang dikemas dengan menarik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi penonton yang sudah sering menonton film eksorsis barat, tentunya tidak akan asing dengan prosesnya, tetapi masih cukup menarik untuk dilihat dalam film ini. Seperti doa apa yang diucapkan oleh seorang pastor, hingga bagaimana seorang ahli eksorsis harus mengetahui iblis yang mendiami tubuh korban agar dapat mengusirnya keluar dari tubuh korban.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat keimanan seorang pastor yang diuji ketika berhadapan dengan iblis, sedikit mengingatkan dengan film&nbsp;</span><span><em>Qodrat</em>&nbsp;</span><span>yang mengangkat hal yang sama. Bedanya, film tersebut mengambil nilai keagamaan Islam dalam proses rukiah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keduanya sama-sama menunjukkan bagaimana penyesalan masa lalu sangat memengaruhi pendirian seorang pemuka agama dalam menghadapi iblis. Goyahnya iman ini kemudian dimanfaatkan oleh iblis yang mencoba menggagalkan proses pengusiran setan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satu hal yang unik dan jarang diangkat di film horor Indonesia pada umumnya adalah,</span><span>&nbsp;<em>Kuasa Gelap</em></span><span><em>&nbsp;</em>mendahulukan sisi psikologis sebelum melaksanakan eksorsis mereka. Ini dapat dilihat ketika Kayla mengalami kejadian mistis di sekolah. Hal pertama yang disarankan untuknya adalah agar diperiksa ke psikolog terlebih dahulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat film baru dimulai pun, diberikan sebuah pernyataan bahwa hanya 10% kasus kejadian kerasukan yang membutuhkan proses eksorsis, sementara 90% kasus lainnya berhubungan dengan kesehatan mental.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditambah pula sang Romo yang memiliki latar belakang di bidang psikologi. Secara pesan,&nbsp;</span><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span>&nbsp;ingin menegaskan bahwa mereka ingin meningkatkan kesadaran ke para penonton terkait masalah kesehatan mental. Bahwa tidak semerta-merta masalah kerasukan itu selalu karena setan atau iblis, bisa saja kejadian yang dialami korban adalah bagian dari gejala adanya gangguan mental.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentunya hal ini menjadi penyegar di antara jajaran film horor lokal yang seringkali hanya fokus ke hantu saja. Tak hanya masalah kesehatan mental,&nbsp;</span><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span><em>&nbsp;</em>juga menyajikan drama antar manusia yang tentu masih cukup jarang ditemukan di horor lokal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aspek ini memberikan kita pemahaman atas alasan kenapa Kayla sampai harus menempuh cara mistis demi melindungi ibunya, tentang trauma hingga menggoyahkan iman Romo Thomas pasca kecelakaan yang merenggut nyawa keluarganya, tentang ibu Kayla yang merasa bersalah atas serangkaian kejadian yang menimpa Kayla karena masa lalunya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita sebagai penonton diberikan waktu untuk memahami setiap karakter yang ada dalam film ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun,&nbsp;</span><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span>&nbsp;kurang memasukkan unsur medis seperti pemeriksaan Kayla ke psikolog sebelum menempuh eksorsis. Memang agak sulit untuk memasukan semuanya ke sebuah film berdurasi &nbsp;90 menit, hanya saja membuat nilai kesadaran soal kesehatan mental ini menjadi kurang kuat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sangat disayangkan karena kita tidak bisa melihat bagaimana seorang ahli eksorsis dapat membedakan kasus mana yang berkaitan dengan masalah mental dan kasus mana yang benar-benar ada kaitannya dengan iblis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan film horor Indonesia namanya kalau tidak dibumbui dengan elemen&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em>.&nbsp;</span><span>Film&nbsp;</span><span>Kuasa Gelap</span><span>&nbsp;juga memilikinya di beberapa waktu. Suasana yang dibangun sebelum detik-detik&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em>&nbsp;</span><span>dapat diprediksi dengan sangat mudah, ditambah dengan penggunaan musik mencekam yang semakin membangun intensitas adegan&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Musik latar di film ini memiliki masalah, khususnya ketika momen tegang dan&nbsp;</span><span><em>jumpscare</em>&nbsp;</span><span>muncul. Volumenya cukup tinggi dan memekakkan telinga. Masalah suara ini cukup mengganggu dan mengurangi kenyamanan saat menonton film ini, apalagi saat ditayangkan di bioskop.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai film yang mengangkat seorang pastor muda yang mempelajari eksorsis, bagian ketika Romo Thomas belajar dengan Romo Rendra terkait seluk beluk eksorsis sayangnya tidak ditampilkan. Padahal, bagian ini dapat menjadi nilai tambah sekaligus menambah wawasan penonton yang awam soal metode eksorsis, seperti persiapan apa saja yang dilakukan dan apa saja aturan yang harus diikuti oleh pastor saat proses pengusiran setan ini berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film&nbsp;</span><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span>&nbsp;jelas jauh dari kata sempurna. Tetapi kehadirannya menjadi langkah awal untuk para sineas horor lokal agar dapat melebarkan genre horor Indonesia yang selama ini terpaku pada horor religi Islam dan mistik lokal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satu juta penonton yang berhasil digaet&nbsp;</span><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span><em>&nbsp;</em>menandakan bahwa penikmat horor Indonesia mendukung tema baru di daftar film horor lokal yang formulanya terus-terusan sama tanpa adanya inovasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Kuasa Gelap</em></span><span>&nbsp;membuka peluang besar dari keberagaman di genre film horor. Kelahiran film horor yang mengangkat nilai agama Katolik dapat dipastikan muncul di tahun-tahun berikutnya.&nbsp;</span><span>(</span><span>zrt/ali</span><span>)</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Ringankan Beban Mental Mahasiswa Gen Z, Himapsos FISIP Unmul Helat Seminar Gender Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/upaya-ringankan-beban-mental-mahasiswa-gen-z-himapsos-fisip-unmul-helat-seminar-gender-nasional/baca </link>
<guid> upaya-ringankan-beban-mental-mahasiswa-gen-z-himapsos-fisip-unmul-helat-seminar-gender-nasional </guid>
<pubDate> Thu, 24 Oct 2024 21:26:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Himapsos sukses gelar seminar gender nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/upaya-ringankan-beban-mental-mahasiswa-gen-z-himapsos-fisip-unmul-helat-seminar-gender-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/65KJrTsOOy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Ringankan Beban Mental Mahasiswa Gen Z, Himapsos FISIP Unmul Helat Seminar Gender Nasional</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Himpunan Mahasiswa Pembangunan Sosial (Himapsos) FISIP Unmul menghelat seminar gender nasional bertema &ldquo;Dilema Gen Z: Kebebasan Berekspresi dan Ketidaksamaan Beban Mental Antar Gender&rdquo; di aula lantai 3 Perpustakaan Unmul pada Rabu (23/10) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Mendatangkan dosen Psikologi Agnes Sandra dan anggota komunitas Savrinadeya Support Group, Erick Julian Pratama, acara ini dihadiri mahasiswa dari Unmul, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Politeknik Negeri Samarinda, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Negeri Yogyakarta secara <em>hybrid</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Panitia Bachtiar Adi Nugroho Espe menjelaskan, seminar ini diadakan atas keinginan untuk meringankan beban mental anak muda, khususnya Gen Z. Beban mental tersebut dapat berasal dari keluarga dan pertemanan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi untuk meringankan dan membantu Gen Z merasa baik-baik saja,&rdquo; ungkapnya pada Rabu (23/10).</p><p style="text-align: justify;">Bachtiar menambahkan, beban mental yang dihadapi berupa ekspektasi yang dituangkan melalui pertanyaan-pertanyaan mengenai tujuan hidup seperti pekerjaan, nikah, dan lulus kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apalagi Gen Z sudah masuk di umur 20 tahun-an, yang laki-laki ditanya kamu sudah kerja kah? Yang perempuan enggak nikah kah? Kok masih belum lulus?&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan-pertanyaan tersebut kerap membebani anak muda di kalangan Gen Z. Selain itu, Bachtiar berharap, dengan lebih memahami soal beban mental membuat anak muda saat ini lebih ramah dalam bermedia sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya untuk Gen Z yang datang, mereka lebih paham mengenai beban mental seseorang, terutama anak Gen Z. Jadi mereka dalam media sosial lebih ramahlah terhadap mereka-mereka yang dalam keadaan tidak baik-baik saja.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, dosen Psikologi Unmul sekaligus pemateri pertama, Agnes Sandra menyebut, paling tidak kita perlu memiliki satu orang teman curahan hati (curhat) agar kita merasa didengarkan orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Kecenderungan seseorang berekspresi di media sosial dengan membuat kalimat panjang, disebabkan karena tidak adanya teman curhat dalam kehidupan nyata sebagai wadah berekspresi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun banyak juga di luar sana yang bisa jadi temannya banyak, tapi merasa enggak puas kalau curhat sama temannya. Akhirnya banyak yang bikin status panjang,&rdquo; ujarnya saat menyampaikan materi pada (23/10).</p><p style="text-align: justify;">Terkait bermedia sosial, Agnes menyinggung adanya stigma yang bermunculan, seperti perbedaan isi komentar pada yang dianggap cantik dengan perempuan yang dianggap tidak memenuhi standar kecantikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau komennya bilang haus, haus. Berarti itu cewek cantik <em>banget</em>, tapi kalau ada yang komen. &lsquo;Semangat kak, kamu cantik kok&rsquo;, Berarti bisa jadi itu kurang cantik dan itu jahat sebenarnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Masih berkaitan dengan topik yang sama, Erick Julian Pratama sebagai pemateri kedua turut menyoroti bagaimana kehidupan Gen Z yang tidak pernah luput dari gawai dan media sosial memiliki dampak terhadap kesehatan mental.</p><p style="text-align: justify;">Misalnya ketika seorang pengguna media sosial membuat cerita di akunnya, namun audiens atau yang memberi reaksi kurang, akan membuat pemilik akun tersebut kepikiran bahkan sulit tidur akibat hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu bikin ada gangguan, jadi <em>enggak</em> bisa tidur, pikiran kayak mulai bertanya-tanya &lsquo;kok aku enggak eksis&rsquo; gitu,&rdquo; kata Erick di pemaparan materinya saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Adapun menyoal pembagian peran juga pemaknaan terhadap gender yang tak lepas dari peranan media sosial turut disebutkan oleh Erick. Tafsir pembagian peran ini kemudian menimbulkan problema tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Pemberian stigma berdasarkan gender yang kerap terjadi misalnya, di mana ketika seorang laki-laki memilih untuk menari akan dihujami berbagai reaksi negatif. Hal ini sebab stereotip masyarakat terhadap suatu seni menari yang umumnya dilakukan oleh perempuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misal perempuan yang bekerja di lapangan nih, &lsquo;jangan, biar laki-laki aja&rsquo;, ya terus kenapa? Kalau dia kena bom, selesai. Enggak ada perbedaan (gender) yang khusus.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Setelah kedua pemateri tuntas menyampaikan informasi, acara ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sebelum akhirnya resmi ditutup. <strong><em>(mlt/yra/mar)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Guna Cegah Kecelakaan, Sejumlah Titik Rawan Unmul Diberi Pembatas Jalan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guna-cegah-kecelakaan-sejumlah-titik-rawan-unmul-diberi-pembatas-jalan/baca </link>
<guid> guna-cegah-kecelakaan-sejumlah-titik-rawan-unmul-diberi-pembatas-jalan </guid>
<pubDate> Fri, 25 Oct 2024 21:53:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penghalang jalan guna cegah kecelakaan ternyata menghambat lalu lintas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/guna-cegah-kecelakaan-sejumlah-titik-rawan-unmul-diberi-pembatas-jalan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c4gl3WKJNE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Guna Cegah Kecelakaan, Sejumlah Titik Rawan Unmul Diberi Pembatas Jalan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong> -&nbsp;</span><span>Skema arus lalu lintas Unmul mengalami perubahan di sejumlah titik. Perubahan tersebut terjadi di jalur keluar FEB dan jalur masuk FT di sebelah GOR 27 sejak beberapa waktu lalu. Adanya <em>road&nbsp;</em></span><span><em>barrier</em>&nbsp;</span><span>atau pembatas jalan tersebut bertujuan menertibkan jalur dua arah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penanggung Jawab (PJ) Regu 3 Noor Rohim mengatakan, dibaginya dua lajur pada jalur keluar serta sebagai pintu masuk dari FEB, guna mengantisipasi pengendara terhindar dari kecelakaan. Selain itu, pembagian jalur yang jelas juga dapat membantu mengurangi kemacetan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Rohim menjelaskan, dipasangnya pemisah pada belokan dengan dilengkapi rambu-rambu lajur, menjadi perhatian untuk pengendara mahasiswa sehingga pengendara lebih mengurangi kecepatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita rekayasa jadi berbagi begini, supaya yang (keluar dari fakultas) Ekonomi itu dia ambil jalur yang sebelah sini (tidak mengambil lajur kendaraan lain),&rdquo; ujarnya saat diwawancarai pada Senin (21/10) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemasangan pembatas jalan atau&nbsp;</span><span><em>road barrier&nbsp;</em></span><span>dianggap sebagai solusi terbaik saat ini dalam mengatur arus lalu lintas. Hal ini dilakukan atas pertimbangan koordinasi yang melibatkan pihak pimpinan FEB terkait permasalahan konstruksi lalu lintas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, pintu keluar (Fakultas) Ekonominya itu kan di sana itu. Jadi otomatis yang keluar yang mau langsung ke sini (arah Gedung Rektorat), tentu terbentur yang dari sini (arah FISIP).&rdquo; jelasnya sambil menunjuk jalan-jalan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Rohim juga berharap, ke depannya ada pemasangan portal otomatis sehingga dapat terlihat modern sejalan dengan predikat kampus yang dipandang sebagai kampus terbaik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seperti di kampus-kampus lain itu kan dia pakai portal otomatis itu,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, salah satu mahasiswa FISIP Unmul Muhammad Haris Fadillah mengungkap, beberapa kali hampir terjadi kecelakaan sebab mahasiswa yang belok tanpa menyalakan lampu seinnya. Dengan adanya pemisah jalan tersebut, menurut Haris, dapat memudahkan akses keluar masuk mahasiswa FEB maupun pengendara lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, Haris juga merasakan dampak negatif dari adanya pemasangan pembatas tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jujur sih kayaknya lebih macet ya, karena kan biasanya kalau jam pulang tuh banyak orang, jadi kayak nunggu mereka harus lewat jalur yang balik itu untuk pulang,&rdquo; paparnya saat dijumpai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Selasa (22/10) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Haris menjelaskan bahwa banyak mahasiswa FEB yang keluar masuk kampus secara bersamaan, sehingga pembagian lajur baru justru membuat kendaraan saling menunggu.</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma mungkin lebih harapan sama mahasiswanya aja supaya lebih tertib aja gitu. Enggak main serobotan, kalau mau belok tuh (menyalakan) riting&nbsp;(lampu sein), saling menghormati aja antar pengguna kendaraan.&rdquo; <strong><em>(emf/mlt/rdp/ali)</em></strong></div><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Relevansi Budaya Perpeloncoan di Perguruan Tinggi: Sejumlah Fakultas Masih Pertahankan Tradisi Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/relevansi-budaya-perpeloncoan-di-perguruan-tinggi-sejumlah-fakultas-masih-pertahankan-tradisi-ini/baca </link>
<guid> relevansi-budaya-perpeloncoan-di-perguruan-tinggi-sejumlah-fakultas-masih-pertahankan-tradisi-ini </guid>
<pubDate> Sat, 26 Oct 2024 09:42:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Praktek perpeloncoan kerap menjadi isu di lingkungan kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/relevansi-budaya-perpeloncoan-di-perguruan-tinggi-sejumlah-fakultas-masih-pertahankan-tradisi-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jo538qeJRI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Relevansi Budaya Perpeloncoan di Perguruan Tinggi: Sejumlah Fakultas Masih Pertahankan Tradisi Ini</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Budaya perpeloncoan dalam masa orientasi mahasiswa baru masih menjadi topik hangat di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia. Apalagi mulai memasuki musim kaderisasi. Meski berbagai pihak memandang tradisi ini sebagai bagian dari penyambutan dan pengkaderan mahasiswa baru, dampak negatifnya sering kali tidak dapat diabaikan. Awak <em>Sketsa</em> berhasil mewawancarai mahasiswa dan dosen Unmul untuk berbagai pandangan mereka terkait fenomena ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bilal Zacky Vilareal, mahasiswa FISIP ini menyebut bahwa setiap fakultas memiliki metode pengkaderannya masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari beberapa fakultas itu punya tradisi atau budaya yang biasa mereka lakukan saat pengkaderan, baik di tingkat fakultas maupun himpunan. Kalau ada yang menganggap itu sebagai perpeloncoan, itu lebih tergantung pada sudut pandang mahasiswa baru,&rdquo; ujar Bilal dalam wawancara langsung pada (20/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bilal, yang saat ini menjabat sebagai staf eksternal di Himpunan Mahasiswa Bisnis, mengakui bahwa ia pernah mengalami perlakuan yang oleh sebagian orang mungkin dianggap sebagai perpeloncoan. Namun, ia berpendapat bahwa yang terjadi di FISIP Unmul tidak termasuk perpeloncoan melainkan bagian dari penyambutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Di FISIP sendiri, setiap tindakan harus ada rasionalisasi dan tujuannya. Selama tidak ada kekerasan fisik, kami anggap itu masih dalam batas wajar,&quot; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Andi Fatih Rahmaniar, anggota BEM Farmasi Unmul, memiliki pandangan yang berbeda mengenai perpeloncoan. Sebagai Koordinator Wilayah Ismafarsi Kalimantan, ia menjelaskan bahwa perpeloncoan di Farmasi tidak menjadi isu yang menonjol.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di Farmasi Unmul, kami punya standar operasional nasional yang lebih mengutamakan kualitas pengkaderan daripada senioritas,&rdquo; kata Andi saat ditanyai pada (12/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Andi mengakui bahwa meskipun tujuan dari pengkaderan adalah melatih mental, tidak semua senior memiliki keahlian untuk memahami kondisi psikologis mahasiswa baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kita enggak tahu apakah senior itu seorang psikolog yang bisa memahami mental mahasiswa baru,&quot; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hardoko, dosen FKIP Unmul memberikan perspektif akademis mengenai fenomena perpeloncoan. Ia menegaskan pentingnya penghapusan budaya perpeloncoan di lingkungan pendidikan tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam wawancara melalui telepon (19/10) dengan&nbsp;</span><span>awak</span><span>&nbsp;<em>Sketsa</em>, Hardoko menjelaskan bahwa perpeloncoan merupakan bentuk kekerasan yang sudah tidak relevan di era modern ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perpeloncoan itu sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan dan menjadi bentuk kekerasan fisik maupun mental. Namun, prinsip pembinaan karakter harus bertumpu pada ketegasan, bukan kekerasan,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menilai bahwa dalih perpeloncoan untuk memperkuat mental mahasiswa baru adalah pandangan yang keliru. Menurutnya, ketegasan tanpa kekerasan adalah kunci dalam membangun mental yang kuat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hardoko juga menekankan bahwa perpeloncoan tidak hanya melanggar prinsip pendidikan karakter, tetapi juga menimbulkan konsekuensi hukum, fisik, dan moral. Ia mengingatkan bahwa kekerasan semacam ini dapat berujung pada kasus pelecehan atau bahkan ancaman hukum bagi pelaku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Mahasiswa yang melakukan perpeloncoan bisa terkena sanksi berat, termasuk dipenjara jika ada korban yang terluka,&quot; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai solusi, Hardoko menyarankan agar pengenalan kampus dilakukan melalui kegiatan-kegiatan positif yang membangun, seperti olahraga, kerja bakti, atau pentas seni, yang melibatkan seluruh mahasiswa baru tanpa unsur kekerasan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Orientasi mahasiswa seharusnya menjadi ajang pengenalan kampus dan bukan diserahkan kepada senior yang punya niat buruk. Harus ada kegiatan nyata dari universitas untuk mengubah budaya ini,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengungkapkan bahwa praktik perpeloncoan masih terjadi di beberapa fakultas di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya mendengar bahwa perpeloncoan masih terjadi, meski kini sudah ditindak oleh pihak universitas,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dari dekanat dan prodi agar praktik ini benar-benar dihentikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Budaya perpeloncoan di lingkungan pendidikan tinggi, terutama di Unmul, masih menjadi isu yang kompleks. Di satu sisi, tradisi pengkaderan dianggap sebagai cara untuk menyambut mahasiswa baru dan melatih mental mereka dalam menghadapi dunia perkuliahan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, di sisi lain, dampak negatif seperti senioritas dan tekanan psikologis menjadi perhatian utama yang harus ditangani oleh pihak universitas dan organisasi mahasiswa.&nbsp;</span><span><strong><em>(xel/rla/npl/mar)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sederet Pilihan ‘Healing’ ketika Stres Dilanda Tugas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/sederet-pilihan-healing-ketika-stres-dilanda-tugas/baca </link>
<guid> sederet-pilihan-healing-ketika-stres-dilanda-tugas </guid>
<pubDate> Mon, 28 Oct 2024 21:15:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di tengah banyaknya tugas, mahasiswa perlu lakukan 'healing' untuk atasi stres </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/sederet-pilihan-healing-ketika-stres-dilanda-tugas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wIqshRGMYa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sederet Pilihan ‘Healing’ ketika Stres Dilanda Tugas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Tugas dan mahasiswa merupakan sahabat karib di dunia perkuliahan. Tentunya sederet tugas kerap menjadi tantangan umum yang harus dilalui mahasiswa untuk menyelesaikan perkuliahannya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam proses pengerjaannya, sudah pasti masing-masing mahasiswa memiliki metodenya sendiri. Salah satu cara mengerjakan tugas yang biasa mahasiswa lakukan ialah dengan ditemani musik pengantar.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu mahasiswi dari Prodi Pendidikan Biologi FKIP, Meisuari Indah Permata Sari membeberkan bagaimana cara dirinya menyelesaikan tugas. Katanya, ia berusaha menikmati proses dalam pengerjaannya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Enjoy</em> aja kayak sambil dengerin lagu mungkin, enggak terlalu terpaku sama tugas mulu gitu,&rdquo; ungkap Meisuari saat diwawancarai <em>Sketsa</em>, Rabu (23/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Mengerjakan tugas sambil mendengarkan lagu menjadi salah satu cara yang menyenangkan dalam proses penyelesaiannya. Namun, ternyata tidak semua mahasiswa senang dengan cara tersebut. Hal ini disebutkan oleh mahasiswi FIB, Rinrin Syifa Nurul Hafifah yang harus fokus dengan tugasnya tanpa distraksi apapun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya tipikal yang serius, enggak bisa dengerin musik karena nanti malah <em>ke-distract</em>, malah pusing. Kalau sambil makan gitu nantinya malah males, jadi saya harus bener-bener fokus,&rdquo; ungkap mahasiswa Prodi Sasindo tersebut saat diwawancarai langsung, Rabu (26/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cara mereka atasi stres dalam penyelesaian tugas</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam mengerjakan tugas kuliah, mahasiswa kerap dihantui dengan perasaan stres. Dengan adanya tuntutan mengerjakan tugas tepat waktu, mahasiswa perlu mengatasi perasaan stres tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Meisuari menyebut, jika dirinya jenuh dalam mengerjakan tugas maka ia akan rehat sejenak dari tugas tersebut. Mahasiswi FKIP angkatan 2022 itu akan mengisi waktu rehatnya dengan melakukan aktivitas yang disenangi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku biasanya kalau udah bingung banget atau stres, aku bakal berhenti dulu untuk ngerjain tugas itu. Lanjutin nanti sambil nonton atau <em>scroll</em> Tik Tok atau enggak ngajak temen kayak &lsquo;ayo ke sini&rsquo; gitu aja sih,&rdquo; bebernya.</p><p style="text-align: justify;">Agar terhindar dari stres berlebih, dirinya menyarankan agar tugas-tugas yang diberikan jangan terlalu dipikirkan hingga menjadi beban di kepala.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang (aku) gitu, jadi biarin ngalir aja. Jangan belum ini belum itu, tapi biarin ngalir aja, nanti juga selesai kok (tugasnya),&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selaras dengan Meisuari, Rinrin juga menyebutkan hal yang sama. Dirinya melakukan hal yang ia sukai saat jenuh mengerjakan tugas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nge-drakor sih, sama jajan-jajan cari makan gitu,&rdquo; aku Rinrin.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga menyebutkan tips agar tidak stres yang sama dengan Meisuari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebenarnya buat kayak (tugas) gitu tuh dibawa santai aja, kalau ada yang susah, kerjain yang susah dulu. Kalau ada yang enggak ngerti, tanya ke teman untuk dijelaskan gimana caranya biar cepat selesai,&rdquo; ungkap Rinrin.</p><p style="text-align: justify;">Selain menonton drama atau makan makanan kesukaan, terdapat juga beberapa aktivitas yang bisa dilakukan mahasiswa saat rehat sejenak dalam mengerjakan tugas. Melansir dari <em>Halodoc.com</em>, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan stres, di antaranya ialah:</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melakukan relaksasi dengan teknik pernapasan</strong></p><p style="text-align: justify;">Salah satu cara mudah untuk menghilangkan stres yaitu dengan relaksasi. Dengan mengatur teknik pernapasan, relaksasi mampu membuat emosi dan pikiran jadi lebih tenang. Pikiran yang tenang akan mengembalikan fokus untuk mengerjakan tugas dengan baik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melakukan refleksi diri</p><p style="text-align: justify;">Cara lain untuk mengisi waktu <em>healing</em> yaitu dengan melakukan refleksi diri. Dengan melakukan ini, kita dapat mengenali berbagai perasaan dan pikiran yang ada pada diri.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Melakukan meditasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Meditasi menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mengatasi rasa stres. Dengan melakukan meditasi, kita dapat mengontrol emosi akibat merasa lebih tenang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Meluangkan waktu untuk &lsquo;me time&rsquo;</strong></p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dilakukan oleh Meisuari dan Rinrin, menyisihkan waktu untuk diri sendiri adalah salah satu cara untuk mengatasi stres. Lakukan hal yang disukai selama hal tersebut positif.</p><p style="text-align: justify;">Itulah empat tips yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi rasa stres akibat mengerjakan tugas. Jadi, <span style="background-color: transparent;">tips mana yang sudah kamu lakukan? <strong><em>(mou/myy/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Demokrasi Telah Mati, dan Kitalah yang Membunuhnya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/demokrasi-telah-mati-dan-kitalah-yang-membunuhnya/baca </link>
<guid> demokrasi-telah-mati-dan-kitalah-yang-membunuhnya </guid>
<pubDate> Wed, 30 Oct 2024 19:26:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lika liku kepercayaan rakyat pada pemimpin terpilih di masa kini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/demokrasi-telah-mati-dan-kitalah-yang-membunuhnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PJoT68OYGo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Demokrasi Telah Mati, dan Kitalah yang Membunuhnya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Saya sedang melewati Teras Samarinda saat melihat sekumpulan mahasiswa dengan beragam almamater berjalan beriringan. Di depan mereka, sebuah &lsquo;mobil komando&rsquo; berjalan pelan. Persis seperti iring-iringan menuju lokasi demonstrasi. Di tangan mereka, tergenggam sebuah obor.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rupa-rupanya, mereka sedang berjalan menuju Citra Niaga. Di sana, sedang dilakukan diskusi bertajuk &lsquo;Kongkow Pemoeda&rsquo;. Mengundang salah satu Calon Wali Kota dan Calon Wakil Gubernur. Mereka yang mengadakan acara itu menamakan diri mereka &lsquo;Nyala Api Sumpah Pemuda&rsquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di titik itu, saya merasa agak geli.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun kegelian saya tidak berhenti disitu. Tak jauh dari sana, lima menit perjalanan dengan sepeda motor, acara serupa digelar di Gedung Nasional yang baru saja direnovasi. Diadakan oleh sekumpulan orang yang menamakan diri mereka &lsquo;Gema Pemuda Kaltim&rsquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Gimik mereka, saya akui cukup menarik. Sekumpulan &lsquo;perwakilan&rsquo; sepuluh kabupaten dan kota di Kaltim duduk melingkar, menyampaikan &lsquo;aspirasi&rsquo; dan &lsquo;keluhan&rsquo; dari daerah mereka masing-masing. Mereka semua memakai seragam putih, sebagian dengan ikat bendera Indonesia di kepalanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya itu, dalam sebuah sesi, mereka bahkan menyalakan lilin bersama. Seseorang kemudian maju membawakan sebuah puisi. Lampu dimatikan membuat suasana semakin terkesan khidmat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sampai kemudian, beberapa jam acara berjalan, seorang mantan Wali Kota sebuah daerah di Kaltim hadir. Ia merupakan bagian dari tim pemenangan salah satu Calon Gubernur dan Wakil Gubernur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Acara &lsquo;Kongres Pemuda Kaltim&rsquo; hari itu berakhir dengan sebuah kesepakatan yang membuat saya bukan hanya geli, namun juga ingin muntah. Perwakilan dari daerah-daerah di Kaltim itu mendeklarasikan dukungan mereka ke salah satu pasangan calon di Pemilihan Gubernur Kaltim. Map berisi surat deklarasi diberikan kepada mantan Wali Kota yang tadi saya sebutkan.&nbsp;</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">Banyak pihak yang mengeluhkan hasil Pilpres 2024 kemarin. Saya merupakan salah satunya. Namun, jika beberapa menyalahkan beberapa hal seperti &lsquo;bansos&rsquo; dan &lsquo;putusan MK&rsquo;, saya tak tahu harus menyalahkan siapa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hari itu, 14 Februari 2024 saya seharian di GOR 27 September, Unmul. Di gedung itu, digelar pemungutan suara khusus untuk mahasiswa. Mereka adalah orang-orang yang memiliki pendidikan di atas rata-rata. Meski tak semua, sebagian besar juga memiliki kondisi ekonomi yang cukup baik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sana, pasangan calon yang kita sebut-sebut sebagai pelanggar HAM dan anak haram konstitusi, menang telak. Mudah menuding ada kecurangan yang terjadi. Namun, saya tahu semua suara itu adalah suara riil.</p><p style="text-align: justify;">Dalam prosesnya pun, saya sempat menanyai mereka satu persatu. Rasanya ngilu mendengar seorang mahasiswa mengatakan bahwa orang yang kita kenal sebagai pelanggar HAM itu, baginya adalah sosok yang dekat dengan rakyat. Referensinya adalah video-video singkat di media sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sehari atau dua hari setelah itu, saya menghapus media sosial saya dan vakum selama beberapa bulan. Saya begitu kecewa, dan sekali lagi, tak tahu harus menyalahkan siapa.&nbsp;</p><p style="text-align: center;">***</p><p style="text-align: justify;">Novel &ldquo;1984&rdquo; karya George Orwell mungkin banyak dibahas lagi akhir-akhir ini. Setidaknya, oleh sebagian orang yang merasa bahwa rezim yang baru mungkin akan menghadirkan sifat otoritarianisme serupa. &lsquo;Bung Besar&rsquo; ditakutkan akan melebarkan kekuasaannya hingga ke sudut-sudut kota.</p><p style="text-align: justify;">Namun, menarik membaca pembahasan Neil Postman mengenai George Orwell dalam &ldquo;Amusing Ourselves to Death&rdquo;. Ia membandingkan George Orwell dengan Aldous Huxley. Jika George Orwell meramalkan dunia distopia dimana kebenaran dibungkam, Huxley meramalkan dunia distopia di mana kebenaran tak lagi berarti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Truth would be drowned in a sea of irrelevance</em>&rdquo;, begitu tulis Neil Postman. Dalam pencarian saya, kutipan sebenarnya dari Aldous Huxley dalam kumpulan esainya di Proper Studies adalah, &ldquo;<em>fact does not cease to exist because they are ignored</em>&rdquo;. Kebenaran tetap ada, akan tetapi keberadaannya diabaikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara sederhana, George Orwell meramalkan negara yang akan membungkam bahwa 2 + 2 = 4 dan menggantinya dengan propaganda bahwa 2 + 2 = 5. Sementara, Aldous Huxley percaya bahwa informasi 2 + 2 = 4 akan tetap ada, namun tenggelam dengan informasi-informasi lain yang menyebutkan bahwa 2 + 2 = 5, 2 + 2 = 6, 2 + 2 =7.</p><p style="text-align: justify;">Siapa atau apa yang kemudian bertanggung jawab? Media sosial? Jurnalis? Konsultan politik? Mahasiswa yang berpatron kepada senior-seniornya? Entahlah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yang jelas, bagi saya, demokrasi telah mati. Demokrasi telah sejak lama mati, dan kitalah yang membunuhnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Al Fatih, mahasiswa progra</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>m studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi Goes To School Serentak di 35 Sekolah di Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/cimb-niaga-gelar-kejar-mimpi-goes-to-school-serentak-di-35-sekolah-di-indonesia/baca </link>
<guid> cimb-niaga-gelar-kejar-mimpi-goes-to-school-serentak-di-35-sekolah-di-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 30 Oct 2024 20:51:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> CIMB Niaga gelar gerakan sosial Kejar Mimpi Goes to School </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/cimb-niaga-gelar-kejar-mimpi-goes-to-school-serentak-di-35-sekolah-di-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZNRkOd5WcF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi Goes To School Serentak di 35 Sekolah di Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melalui gerakan sosial Kejar Mimpi menyelenggarakan Kejar Mimpi Goes To School serentak di 35 sekolah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, termasuk di SDN 020 Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Acara yang juga didukung oleh relawan Komunitas Kejar Mimpi ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan nyata CIMB Niaga untuk membantu memajukan pendidikan dan kesejahteraan generasi muda di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema &ldquo;Generasi Tumbuh Sehat&rdquo;, program ini menghadirkan beragam kegiatan untuk mengedukasi siswa, guru, dan orang tua tentang literasi keuangan. Selain itu juga membahas tentang pentingnya gizi yang seimbang dalam mendukung tumbuh kembang siswa. Hal ini sejalan dengan pilar CSR CIMB Niaga di bidang Pendidikan dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menghapuskan semua bentuk kekurangan gizi pada 2030.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Head of Marketing, Brand &amp; Customer Experience CIMB Niaga Muhamad Firdaus Andjar menyatakan, CIMB Niaga memiliki perhatian besar terhadap tumbuh kembang yang sehat bagi generasi muda, di mana salah satunya adalah masalah <em>stunting</em> yang juga berdampak pada perkembangan kognitif dan kinerja jangka panjang akibat perkembangan otak yang tidak optimal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebagai upaya untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah gizi buruk dan <em>stunting</em> di berbagai daerah, di Bulan Sumpah Pemuda ini CIMB Niaga didukung relawan Komunitas Kejar Mimpi hadir ke 35 sekolah, salah satunya SDN 020 Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda untuk ambil bagian dalam mencegah <em>stunting</em>, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,&rdquo; kata Firdaus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan <em>volunteering</em> ini telah menjadi bagian dari program rutin CIMB Niaga bersama Komunitas Kejar Mimpi. Melalui kegiatan ini, CIMB Niaga memberikan wadah untuk anak muda menjadi lebih peka terhadap masalah sosial yang terjadi di sekitarnya, dengan melakukan usaha <em>problem</em> <em>solving</em>. Tentunya hal ini bisa menjadi kesempatan untuk mengasah <em>skill</em> kepemimpinan dan menambah pengalaman <em>volunteering</em>, sehingga menjadi generasi berdaya yang bermanfaat bagi masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Vice Leader Komunitas Kejar Mimpi Samarinda, Gilang Satria Pratama menjelaskan, beragam kegiatan yang dilakukan dalam Program Kejar Mimpi Goes To School meliputi Fun Storytelling untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang Generasi Tumbuh Sehat dan pencegahan, Fun Financial Literacy, aktivitas mewarnai &ldquo;Isi Piringku&rdquo;, menuliskan harapan di Pohon Mimpi, donasi fasilitas sekolah, Program Sejuta Buku, serta mural motivasi Kejar Mimpi. Juga dilaksanakan kegiatan demo memasak dan kelas tentang Peran Orang Tua dalam Mencegah Anak &nbsp;bersama ahli gizi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;CIMB Niaga selalu menjadi <em>enabler</em> setiap kegiatan komunitas dan menjadi pendukung kami dalam mewujudkan mimpi serta membentuk karakter generasi bangsa yang positif. Dengan menjadi bagian dari Komunitas Kejar Mimpi, banyak manfaat yang kami rasakan. Seperti pengalaman kolaborasi dengan banyak teman di 35 komunitas, <em>mentoring</em>, workshop yang bermanfaat untuk <em>self-development</em>, dan melakukan berbagai kegiatan yang berdampak positif seperti yang kami lakukan hari ini,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ini Ditulis Oleh Salsabilla Alya Rahma Putri, Anggota Komunitas Kejar Mimpi</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>&nbsp;CIMB Niaga</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmi Terbit Aturan Baru, Bagaimana Kelanjutan Peran Satgas PPKS di Kampus? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/resmi-terbit-aturan-baru-bagaimana-kelanjutan-peran-satgas-ppks-di-kampus/baca </link>
<guid> resmi-terbit-aturan-baru-bagaimana-kelanjutan-peran-satgas-ppks-di-kampus </guid>
<pubDate> Sat, 02 Nov 2024 21:01:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemdikbudristek perbarui regulasi bagi PPKS </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/resmi-terbit-aturan-baru-bagaimana-kelanjutan-peran-satgas-ppks-di-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g9jjhYTdwm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmi Terbit Aturan Baru, Bagaimana Kelanjutan Peran Satgas PPKS di Kampus?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">14 Oktober 2024, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) resmi menetapkan keberlakuan aturan baru terkait dengan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kampus, yakni Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, secara resmi mencabut Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 yang semula menjadi dasar maupun rujukan dalam bahasan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkup Perguruan Tinggi (PT).</p><p style="text-align: justify;">Jika dicermati secara garis besar, muatan yang dihadirkan oleh Permen 55/2024 memiliki beberapa aturan yang berbeda. Perbedaan muatan aturan pada Permendikbud 55/2024 dengan Permendikbud 30/2021 antara lain:</p><p style="text-align: justify;">Pertama, berbicara mengenai pengertian kekerasan dalam Permendikbud Nomor 55 Tahun 2024 cakupannya lebih luas dibandingkan dengan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 yang hanya menyasar kekerasan seksual. Pada Permendikbud 55/24 bentuk kekerasan dijabarkan pada pasal 7 ayat (2) huruf a sampai dengan f, yang mana jabaran dari bentuk kekerasan secara spesifik dijelaskan pada Pasal 9 sampai dengan 14.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, dalam hal kewenangan satgas pada Permendikbud 30/2021 hanya sebatas pada ranah kekerasan seksual berbasis atau bersinggungan dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sedangkan, pada Permendikbud 55/24 kewenangannya menjadi semakin luas karena mencakup semua jenis kekerasan baik itu seksual maupun nonseksual.</p><p style="text-align: justify;">Ketiga, ada pula norma baru dalam Permendikbud 55/2024 mengenai tanggung jawab dan subjek tambahan yakni mitra perguruan tinggi. Merujuk pada Pasal 6 ayat (1) yang berbunyi, &ldquo;Warga Kampus, Pemimpin Perguruan Tinggi, dan Mitra Perguruan Tinggi bertanggung jawab dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan Perguruan Tinggi&rdquo; di mana dijabarkan wujud pertanggungjawaban pihak terkait hadir pada ayat (2).</p><p style="text-align: justify;">Keempat, mengenai poin-poin prinsip di mana sebelumnya pada Permendikbud 30/21 prinsip hanya disebutkan berupa poin-poin saja. Pada Permendikbud 55/24 prinsip pencegahan dan penanganan kekerasan seksual memiliki penjelasan lanjutan yang spesifik, seperti penjabaran prinsip nondiskriminasi pada Pasal 4 ayat (1) huruf a yang dijabarkan pada ayat selanjutnya, yakni Pasal 4 ayat (2) .</p><p style="text-align: justify;">Kelima, mengenai Satgas dalam Permendikbud 55/2024 Pasal 22 ayat (2) menyebutkan bahwa yang berhak mengangkat dan menetapkan pembentukan satgas adalah pimpinan perguruan tinggi, dan bukan lagi Panitia Seleksi (pansel) pada Permendikbud 30/21. Di mana pertanggungjawaban satgas memiliki perbedaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yakni, dalam Permendikbud 30/2021 Satgas PPKS bertanggung jawab langsung kepada Pemimpin Perguruan Tinggi (menurut pasal 1 angka 10 adalah Rektor). Secara langsung dalam tindak lanjut pelaporan (pasal 40 ayat 3) maupun pengeluaran kesimpulan dan rekomendasi sanksi melalui surat keputusan rektor (pasal 46).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, berbeda dengan Permendikbud 55/2024 di mana pada pasal 24 Satuan Tugas nantinya akan bertanggung jawab kepada pimpinan perguruan tinggi melalui:</p><p>a. Wakil Pemimpin Perguruan Tinggi yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1); atau&nbsp;</p><p>b. Kepala unit kerja atau direktorat atau nama lain yang mengelola Satuan Tugas untuk Satuan Tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2).</p><p style="text-align: justify;">Dengan hadirnya regulasi yang baru, menjadi tugas penting bagi Universitas Mulawarman agar segera menyelaraskan mengambil kebijakan sesuai dengan Permendikbud yang baru. Termasuk di dalamnya adalah menindaklanjuti SK Satgas PPKS periode 2022/2024 yang telah habis masa berlakunya. Serta melangsungkan perekrutan anggota baru sesuai dengan mekanisme yang ada dalam peraturan baru, Permendikbud 55/2024.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Nada Nabila Jatmiko, mahasiswi Fakultas Hukum sekaligus anggota Satgas PPKS Unmul Periode 2022/2024 dan Menteri Gen</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>der BEM KM Unmul 2024.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berwarna Bersama Sketsa, Nuansa ‘Colourful’ Selimuti Perhelatan Sketsa Awards 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berwarna-bersama-sketsa-nuansa-colourful-selimuti-perhelatan-sketsa-awards-2024/baca </link>
<guid> berwarna-bersama-sketsa-nuansa-colourful-selimuti-perhelatan-sketsa-awards-2024 </guid>
<pubDate> Mon, 04 Nov 2024 21:03:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Adakan Sketsa Awards 2024, LPM Sketsa Unmul kembali apresiasi kinerja anggotanya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/berwarna-bersama-sketsa-nuansa-colourful-selimuti-perhelatan-sketsa-awards-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4hAEgiMiHb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berwarna Bersama Sketsa, Nuansa ‘Colourful’ Selimuti Perhelatan Sketsa Awards 2024</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Agenda tahunan Sketsa Awards (SA) kembali digelar oleh LPM Sketsa Unmul pada Sabtu (2/11) lalu di Cafe Pojok Juanda. Menggaungkan tema &ldquo;AWARDS: Appreciation Wonderful Rising De Star&rdquo;, kegiatan yang diwarnai berbagai rangkaian ini kembali menjadi ajang apresiasi kinerja awak <em>Sketsa</em> selama satu periode kepengurusan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain menjadi ajang apresiasi atas kinerja anggota, SA 2024 juga bertujuan untuk mempererat keakraban sesama anggota <em>Sketsa</em>. Dipandu oleh Claudya Florensia selaku pewara, kegiatan yang dimulai pukul 14.00 Wita ini berlangsung dengan ceria dan bersemangat. Senada dengan kostum bernuansa <em>colorful</em> yang &nbsp;dikenakan oleh para anggota.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seusai berdoa yang dipandu oleh Luthfi Ahmadani Rahman untuk kelancaran acara, berbagai rangkaian kegiatan turut menambah keseruan acara ini. Mulai dari penampilan angkatan 16 dan 17, hingga perwakilan Badan Pengurus Inti (BPI). Dilanjutkan pula dengan permainan berkelompok yang memperkuat ikatan antar anggota.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketua Panitia SA 2024, Ekmal Muhammad Firyal menyebut, nuansa warna-warni memang menggambarkan kegembiraan, kebersamaan, dan semangat seluruh anggota yang hadir mengikuti rangkaian acara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal ini juga merepresentasikan kebahagiaan dan kemeriahan yang kita hadirkan di acara ini,&rdquo; kata Ekmal dalam sambutannya di awal kegiatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di akhir sambutan, Ekmal turut mengajak anggota yang hadir untuk bersama-sama menggaungkan jargon Sketsa Awards 2024, yakni &ldquo;Berwarna Bersama Sketsa&rdquo;. &nbsp;Ia juga berharap SA bukan sekadar ajang penerimaan penghargaan, tetapi bisa menjadi ajang memupuk kebersamaan antar anggota <em>Sketsa</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejalan, Ketua Umum Sketsa Unmul Periode 2023/2024, Nindiani Kharimah juga memaksudkan kegiatan ini dengan tujuan silaturahmi antar anggota. Selain sebagai ajang apresiasi, kegiatan ini ia harap mampu menjadi wadah agar para anggota bisa saling mengenal satu sama lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acara ini bisa dimanfaatkan untuk saling mengenal dan bercengkerama,&rdquo; katanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nindi juga sedikit bercerita mengenai ajang bergengsi yang sudah menjadi kegiatan rutin tahunan <em>Sketsa</em> di setiap akhir kepengurusan. SA menjadi ajang apresiasi anggota LPM Sketsa Unmul, dari segi konsistensi hingga kualitas produk jurnalistik yang dihasilkan selama setahun agar para anggota bisa tetap mempertahankan semangatnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Supaya teman-teman juga merasa kalau kerja kerasnya di <em>Sketsa</em>, sekecil apa pun itu, tetap kami hargai,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, pemenang nominasi nanti akan terus mempertahankan semangatnya dan bisa menjadi pemacu semangat anggota yang lain agar ke depannya bisa mendapatkan nama-nama baru sebagai pemenang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan terus berjalan hingga masuk ke segmen utama, yakni pembacaan nominasi dan pemenang Sketsa Awards 2024. Di tahun ini, terdapat sembilan nominasi yang terdiri dari, Nominasi Reporter 15 dan 16 Terbaik, Reporter 17 Terbaik, Desainer Terbaik, Videografer Terbaik, Fotografer Terbaik, Litbang Terbaik, Si Paling Sketsa, Berita Ter-Hot, dan Kostum Terkece.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nindiani Kharimah dan Ai Nasyrah Nurdea memasuki area panggung untuk membacakan Nominasi Reporter Terbaik Angkatan 15 &amp; 16 dan Reporter Terbaik Angkatan 17. Sebelumnya, Ai dan Nindi turut menceritakan pengalaman paling berkesan mereka selama menjadi reporter Sketsa sebelum kemudian mengumumkan nama pemenang dengan semangat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Reporter 15 &amp; 16 Terbaik diraih oleh Siti Mu&rsquo;ayyadah yang juga memenangkan nominasi yang sama di tahun sebelumnya. Sementara itu, Reporter 17 Terbaik diraih oleh Andini Oktaviandari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai angkatan termuda yang memenangkan nominasi Reporter Terbaik, Andini mengaku memang sering mengambil tugas menulis berita untuk terus menantang dirinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena merasa kurang sama tulisan saya, jadi untuk memperbaikinya saya semangat untuk banyak menulis berita,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Pembacaan nominasi selanjutnya kemudian dipandu oleh Febby Sofiana Azharani dan Siti Mu&rsquo;ayyadah. Mereka membacakan nominasi Desainer Terbaik, Fotografer Terbaik, Videografer Terbaik, dan Litbang Terbaik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan bangga mereka mengumumkan nama Yaasiina Nur Laila Aprilia sebagai Desainer Terbaik. Sementara itu, nama Maximilianus Rafael Sangga Augusta keluar sebagai Fotografer terbaik. Dilanjutkan Alyda Khairunnisa sebagai Videografer Terbaik dan Selma Mela Elyani sebagai Litbang Terbaik.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya, Siti Nurmasyitah dan Firdausyi Nuzulla maju membacakan nominasi untuk kategori Si Paling Sketsa, Berita ter-Hot, dan Kostum Terkece.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nama Siti Mu&rsquo;ayyadah kembali keluar sebagai pemenang kategori Si Paling Sketsa, yakni anggota yang paling sering hadir di kegiatan-kegiatan <em>Sketsa</em>. Diketahui, Siti menghadiri sebanyak 20 rapat redaksi dan 14 kegiatan Sketsa lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Siti mengaku, ia dari awal memang tertarik dengan jurnalistik sehingga ia hadir di setiap kegiatan yang berkaitan dengan jurnalistik dan merasa senang bertemu dengan anggota yang lain. Di tengah kesibukan perkuliahan, ia mengaku tetap menyesuaikan kesibukan tersebut supaya tidak bertabrakan dengan kegiatan-kegiatan Sketsa sehingga bisa tetap hadir di setiap kegiatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Hadir kegiatan) itu semua yang penting niat,&rdquo; katanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, berita ter-Hot diraih oleh berita dengan judul &ldquo;Lokasi Dinilai Kurang Memadai, PKKMB FKIP Unmul 2024 Tuai Banyak Protes&rdquo; dengan total 1547 pembaca, 1807 suka, 467 komentar, dan dibagikan sebanyak 313 kali. Berita ini dikerjakan oleh tim liputan dengan anggota, yakni Athifatunnisa Iftinan Magistri Liari, Abdurrahman, dan Jasmine Maharani Rahman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, nama Putri Amalyah Jahra disebut sebagai penerima Penghargaan Kostum Terkece. Jahra, sapaan akrabnya, menggunakan kostum <em>colorful</em>&nbsp; sesuai dengan <em>colour palette</em> yang diberikan panitia. Ia menyebut banyak berpikir sehari sebelum acara tentang warna kostum seperti apa yang harus ia kenakan sebelum datang dengan kostum hijau tua dan oranye yang membuatnya terpilih sebagai pemenang Kostum Terkece.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pembacaan nominasi tersebut menjadi penutup dari berbagai rangkaian kegiatan yang penuh atmosfer semangat dan keceriaan hingga akhir. Acara kemud<span style="background-color: transparent;">ian ditutup dengan berfoto bersama. <strong><em>(ner/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Bangunan Asrama FKIP Banggeris, Mahasiswa: Perlu Perbaikan Fasilitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-bangunan-asrama-fkip-banggeris-mahasiswa-perlu-perbaikan-fasilitas/baca </link>
<guid> menilik-bangunan-asrama-fkip-banggeris-mahasiswa-perlu-perbaikan-fasilitas </guid>
<pubDate> Tue, 05 Nov 2024 20:27:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fasilitas yang rusak menjadi masalah di asrama kampus FKIP Banggeris </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-bangunan-asrama-fkip-banggeris-mahasiswa-perlu-perbaikan-fasilitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6LdAxinDAJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Bangunan Asrama FKIP Banggeris, Mahasiswa: Perlu Perbaikan Fasilitas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Asrama yang berlokasi di Kampus FKIP, Jalan Banggeris menjadi salah satu alternatif mahasiswa rantau mencari tempat tinggal. Jaraknya yang dekat memudahkan mahasiswa dalam mobilitas mereka ke kelas. Walaupun demikian, terdapat beberapa fasilitas yang menjadi sorotan.</p><p style="text-align: justify;">Listya Arum Juanti, Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2021 bilang, bahwa fasilitas yang ditawarkan asrama tersebut sudah cukup memadai. Listya sendiri telah menempati asrama tersebut selama tiga tahun.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di asrama ini ada 16 kamar, 10 kamar mandi, aula, dapur umum, parkiran, tempat jemuran, lemari dan ranjang kasur. Namun, tidak semua kamar memiliki lemari dan ranjang kasur karena ada yang sudah rusak,&rdquo; ujarnya saat ditanyai melalui pesan Whatsapp, Kamis (24/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Listya juga mengungkapkan bahwa terdapat proses wawancara yang harus dilewati saat ingin masuk asrama tersebut. Oleh sebab itu, ia merasa sangat beruntung menjadi mahasiswa yang diterima untuk tinggal di asrama tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejumlah manfaat dirasakan Listya selama tinggal di Asrama FKIP. Selain mendapatkan teman dari berbagai program studi, ia juga merasakan suasana kekeluargaan yang terjalin, di mana sesama penghuni asrama saling peduli satu sama lain.  Ia juga menyampaikan bahwa terdapat berbagai kegiatan rutin, di antaranya kerja bakti dan buka puasa bersama yang membuatnya merasa memiliki keluarga baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, terdapat beberapa fasilitas asrama yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan. Listya berharap pengurus asrama dapat memperbaiki fasilitas yang rusak, seperti pintu kamar mandi yang kayunya mulai lapuk dan beberapa plafon yang berlubang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;(Harapannya) Kayaknya lebih ke pengurus asrama FKIP hehe. Boleh enggak fasilitas yang rusak dibaikin, soalnya ada beberapa kamar mandi itu yang pintunya, kayunya sudah rapuh. Jadi pada lepasan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, mahasiswi Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP 2023, Nurul Khomariya turut membagikan pandangannya terkait asrama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kelebihannya kita mendapat kamar yang luas dari pada kos-kos lainnya. Air tersedia, keamanan juga baik karena berada di lingkungan kampus yang mana ada satpam di luar, biaya yang tidak terlalu mahal dan suasana yang masih asri,&rdquo; ujar Nurul melalui pesan Whatsapp, Jumat (25/10) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun fasilitas yang ada cukup baik, menurut Nurul ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dari segi fasilitas dan penerangan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk kekurangan, mungkin lebih ke perbaikan fasilitas tadi saja si kak, dan penerangan jalan ke asrama jika malam,&rdquo; kata Nurul.</p><p style="text-align: justify;">Baik Listya maupun Nurul sama-sama berharap bahwa Asrama FKIP Jalan Banggeris itu akan selalu ramai dan tetap menjaga rasa kekeluargaan. Tidak hanya itu, keduanya juga menunggu adanya perbaikan fasilitas asrama agar lebih nyaman untuk ditinggali.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga asrama ini dikenal dengan baik dan fasilitasnya semakin baik di masa depan,&quot; pungkas Nurul. <strong><em>(yra/ord/ara/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Intervensi Pertama CIMSA Unmul: Community Development “Hi Kids!” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/intervensi-pertama-cimsa-unmul-community-development-hi-kids/baca </link>
<guid> intervensi-pertama-cimsa-unmul-community-development-hi-kids </guid>
<pubDate> Tue, 05 Nov 2024 21:06:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> CIMSA Unmul berbagi pengetahuan seputar stunting kepada masyarakat Sambutan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/intervensi-pertama-cimsa-unmul-community-development-hi-kids/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/999KD2Pnys.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Intervensi Pertama CIMSA Unmul: Community Development “Hi Kids!”</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 23,9 persen pada tahun 2022. Ini menempatkan Kaltim pada posisi ke-16 tertinggi secara nasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut World Health Organization (WHO), angka prevalensi stunting sebesar 23,9 persen termasuk dalam kategori tinggi, berada pada interval 20 hingga kurang dari 30 persen. Oleh karena itu, Center for Indonesian Medical Students&rsquo; Activities (CIMSA) Unmul mengadakan kegiatan Community Development dengan tema &quot;Hi Kids!&quot; di Kelurahan Sambutan.</p><p style="text-align: justify;">Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kejadian stunting dan sebagai upaya untuk menurunkan angka prevalensi. Pre intervensi dilakukan pada 19 Mei 2024 dengan melakukan penilaian awal (asesmen primer) dan pemeriksaan tanda vital secara <em>door-to-door</em>.</p><p style="text-align: justify;">Pada 29 September 2024, CIMSA Unmul mengadakan intervensi pertama yang bertempat di Puskesmas Sambutan. Acara ini berlangsung dari pukul 08.00 pagi hingga 11.00 Wita. Acara dibuka oleh Muhammad Ilham sebagai MC, dilanjutkan dengan doa oleh Fahrul Rozy Amin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Community Development Officer (CDO), Nur Azizah Marwah; Local Coordinator (LOCO) CIMSA Unmul; Muhammad Yahtadiy Ukhrawiy, Pembina CIMSA Unmul; Ronny Isnuwardana. Hadir juga Kepala Puskesmas Sambutan yang diwakili oleh Nur Yuni Anita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dokumentasi, diikuti oleh pemutaran video pengantar materi yang akan disampaikan. Setelah itu kegiatan berlanjut dengan permainan &ldquo;Myth or Fact?&rdquo; yang dipandu oleh Muhammad Ilham.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kesempatan tersebut juga diisi dengan <em>pre-test</em> tentang materi yang akan disampaikan. Sebagai pengisi materi, CIMSA Unmul mengundang Handy Wiradharma. Materi yang disampaikan adalah &quot;Antenatal Care&quot; dan &quot;Kesehatan Mental Ibu&quot;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi <em>ice breaking</em> yang dipandu oleh Aulia Nissa Nabila. Sesi penyampaian materi kemudian disusul dengan sesi tanya jawab antara masyarakat dan pemateri. Setelah sesi tanya jawab, dilaksanakan <em>post-test</em> untuk mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai materi yang telah dipresentasikan.</p><p style="text-align: justify;">Menutup sesi <em>post-test</em>, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai kegiatan Community Development oleh Community Development Coordinator (CDC) CIMSA Unmul, Diva Tarakanitha Nurmadani. Ada pula pembagian <em>goodie bag</em> oleh panitia, sebelum acara ditutup oleh Muhammad Ilham selaku MC.</p><p style="text-align: justify;">Menutup intervensi pertama ini, CIMSA Unmul berharap bahwa Community Development yang dilaksanakan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan fisik atau mental ibu serta pentingnya Antenatal Care <span style="background-color: transparent;">(ANC).</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Luqman Fadilah Rahyudi, Mahasiswa Kedokteran FK anggota Media and Communication Team CIMSA Unmul</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sambangi Pantai Manggar, Himaptika Unmul Adakan Bakti Sosial Peduli Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/sambangi-pantai-manggar-himaptika-unmul-adakan-bakti-sosial-peduli-lingkungan/baca </link>
<guid> sambangi-pantai-manggar-himaptika-unmul-adakan-bakti-sosial-peduli-lingkungan </guid>
<pubDate> Wed, 06 Nov 2024 21:51:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Himaptika Unmul lakukan kerja bakti di pantai Manggar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/sambangi-pantai-manggar-himaptika-unmul-adakan-bakti-sosial-peduli-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NhdWRJDIlz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sambangi Pantai Manggar, Himaptika Unmul Adakan Bakti Sosial Peduli Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dalam Upaya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar pantai, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himaptika) Unmul melalui kegiatan &ldquo;Himaptika On Vacation (HIMOTION) 2024&rdquo; mengadakan kegiatan bakti sosial di Pantai Manggar Segara Sari, Minggu (3/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini merupakan program rekreasi tahunan Himaptika Unmul yang menggabungkan liburan dengan aksi peduli lingkungan. Selain sebagai penyegaran bersama, kegiatan ini juga mengajak mahasiswa untuk turut serta menjaga kebersihan dan kelestarian area pesisir Pantai Manggar. Hal ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar sembari menikmati waktu berlibur bersama.</p><p style="text-align: justify;">Dipimpin oleh Ahmad Hilmy Khoirulloh sebagai ketua panitia, kegiatan HIMOTION 2024 dalam bakti sosial turut melibatkan beberapa dosen. Kegiatan ini berkolaborasi dengan tim kebersihan Pantai Manggar Segara Sari dan masyarakat sekitar yang melihat aksi ini.</p><p style="text-align: justify;">Hilmy menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan cuma untuk liburan, namun juga kesempatan bagi mahasiswa berkontribusi untuk kebersihan lingkungan sekitar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan ini tidak hanya sekadar liburan dan <em>refreshing</em> dari perkuliahan, tapi juga tentang bagaimana kita sebagai mahasiswa bersama-sama menjaga kebersihan pantai.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan ini meliputi aksi bersih-bersih pantai, pemungutan sampah, serta penyerahan dan pemasangan plang bertuliskan &quot;Sampahku Tanggung Jawabku&quot;. Plang ini dibuat oleh mahasiswa Himaptika Unmul sebagai tanda kenang-kenangan sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Harapannya, kegiatan HIMOTION ini bisa menginspirasi teman-teman mahasiswa untuk melakukan aksi bakti sosial di mana pun mereka berlibur. Setiap liburan bisa jadi kesempatan untuk ikut menjaga lingkungan dan memberi dampak positif.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Ana Monika Guinet, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Unmul Angkatan 2021, selaku anggota Medifo Himaptik</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>a Unmul</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Talak Dua Manusia Kepada Alam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/talak-dua-manusia-kepada-alam/baca </link>
<guid> talak-dua-manusia-kepada-alam </guid>
<pubDate> Thu, 07 Nov 2024 12:05:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perubahan iklim menjadi isu di sekitar manusia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/talak-dua-manusia-kepada-alam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9vBK2taSHd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Talak Dua Manusia Kepada Alam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dewasa ini isu perubahan iklim kian akrab di telinga. Bahkan ia sudah mengakrabkan diri dengan anggota tubuh lain melalui banjir yang menggenang kaki, serta hujan tak tentu yang kerap membasahi badan. Sampai-sampai saya berpikir untuk menentang dua pertiga isi puisi Sapardi yang berjudul &quot;Hujan Bulan Juni&quot;.&nbsp;Bahwa yang lebih bijak dan arif daripada hujan bulan Juni ialah hujan bulan Agustus, September, Oktober, November dan Desember.</p><p style="text-align: justify;">Bulan-bulan yang dalam ingatan masa kecil saya, seharusnya kering dan panas sebagai siklus pergantian musim hujan. Ia menghapus jalan dan rumah-rumah dengan banjirnya. Ia juga menggenang dengan tenang karena tidak ada yang menyerapnya. Kebijaksanaannya terletak ketika ia hanya mengirimkan banjir sedemikian dalam ketimbang menghanyutkan kita sama sekali. Kearifannya berwatak ketika ia menggenang dalam waktu yang cukup untuk kita berkontemplasi kenapa ia tidak pergi lebih cepat.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun perubahan iklim adalah fenomena global, adanya hal-hal yang telah saya sebutkan juga difasilitasi oleh fenomena lokal. Apa yang telah terjadi, seperti deforestasi massal, bukan sesuatu yang bisa kita kembalikan seperti mengkombinasikan tombol <em>Ctrl + Z</em>. Belum terhapus dari ingatan generasi Baby Boomer, terutama yang tinggal di pesisir sungai Mahakam, tentang banjir kap.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan fenomena di mana ribuan bahkan jutaan batang kayu yang dihanyutkan di Sungai Mahakam sebagai bagian dari eksploitasi besar-besaran hasil kayu. Kayu dihanyutkan demi efisiensi transportasi. Kayu dihanyutkan dari hulu, dikumpulkan di hilir, lalu dimudikkan entah ke mana.</p><p style="text-align: justify;">Keuntungan dibagi kepada mereka yang berpartisipasi. Mulai dari birokrat pemerintahan hingga pekerja di lapangan. Banyak anggota generasi Baby Boomer yang menjadi &ldquo;Orang Kaya Baru&rdquo;. Dari situ pula, Generasi Milenial dan seterusnya menjadi OKB, &ldquo;Orang Kebanjiran Baru&rdquo;, karena banjir yang semakin meluas akibat berkurangnya lahan resapan air hujan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masih segar pula di ingatan saya pada awal tahun 2022 silam, perihal sekelompok bapak-bapak di Melak Ilir, Kutai Barat yang bersaksi bahwa banjir yang baru saja terjadi di akhir tahun 2021 merupakan banjir terbesar yang pernah mereka alami. Padahal lingkungan mereka berada sekitar satu hingga dua meter lebih tinggi dari air sungai jika dalam kondisi wajar. Di satu sisi memang agak sedih mendengarnya. Namun di sisi lain adalah suatu ironi ketika orang yang hidup dengan menyaksikan pembabatan pohon secara brutal malah kebingungan ketika lingkungannya kebanjiran diakibatkan air yang bingung ingin pergi ke mana.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut dimungkinkan terjadi, menurut Seyyed Hossein Nasr dalam buku &ldquo;Krisis Spiritualitas Manusia Kontemporer&rdquo;, karena adanya keterceraian Manusia dengan alam. Alam diperlakukan hanya sebagai data yang menyelimuti profit. Objek siap eksploitasi dan komoditas siap olah oleh siapapun yang memiliki modal. Padahal alam adalah ciptaan Tuhan yang diadakan untuk mendampingi dan menyokong kehidupan manusia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai gantinya, diwajibkan pula bagi manusia untuk menjaga dan mengapresiasinya sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhan. Namun hubungan itu seakan ditalak dua oleh manusia. Manusia berpaling dari kewajibannya tetapi masih ingin menikmati apa yang disediakan oleh alam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketimpangan berakar ketamakan yang akan berujung pada kehancuran kehidupan manusia itu sendiri. Oleh karenanya, bukan suatu kesalahan jika ada yang mengatakan bahwa bencana ekologis adalah &ldquo;azab dari Tuhan&rdquo;. Seakan Tuhan menegur manusia agar bisa &ldquo;rujuk&rdquo; kembali dengan alam agar keduanya selamat dari kehancuran total.</p><p style="text-align: justify;">Nenek moyang kita juga tahu akan pentingnya menjaga relasi antara manusia dengan alam sekitarnya. Hal tersebut mereka simpan melalui memori kolektif dalam bentuk sastra lisan yang kaya akan makna.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, mitologi &ldquo;Temputn&rdquo; masyarakat Dayak Benuaq dan Tunjung tentang penciptaan alam dan seisinya. Dalam mitologi mereka, langit dan bumi serta apa-apa yang ada diantaranya diciptakan oleh para roh agung demi memberi tempat tinggal untuk keluarga sepasang kekasih, Imang Mengkelayakng dan Lolang Kintang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mitologi tersebut menggambarkan alam dan seisinya tidak hanya sebagai gestur kekuasaan para roh agung, tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan cinta mereka teruntuk sepasang kekasih tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Penciptaan alam dan seisinya pun tidak terjadi dalam sekejap melainkan sebuah usaha berskala besar yang memerlukan kerja gotong royong selama beberapa masa serta penuh, baik secara metafor maupun literal, pengorbanan para roh agung. Di dalam objek-objek hasil penciptaan langit dan bumi itulah bersemayam keturunan Imang Mengkelayakng dan Lolang Kintang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian penghormatan terhadap alam tidak hanya dipandang sebagai pelestarian ekologi, namun juga sekaligus upaya menghubungkan diri dengan kosmos yang dicipta dan diisi oleh para roh agung. Sebaliknya, pengrusakan terhadap alam tentu saja berbanding lurus dengan perilaku penghinaan sekaligus desakralisasi terhadap kosmologi yang begitu kompleks. Sekiranya juga tak layak bagi manusia untuk bersikap tamak pada hal yang disebabkan oleh rasa cinta dan dibangun dengan penuh kasih dan pengorbanan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana halnya kita tidak perlu membakar tangan demi mengetahui panasnya api, kita juga tidak perlu menunggu puncak akibat perubahan iklim demi memvalidasi fenomena tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Banyak penelitian ilmiah yang telah memprediksi dampak perubahan iklim dengan memperhatikan apa-apa saja yang sedang terjadi seperti banjir, curah hujan yang tak menentu, pencairan es di dua kutub Bumi, dan sebagainya. Berbagai ajaran keagamaan maupun kepercayaan spiritual pun, sejak jauh-jauh hari, telah menekankan pentingnya menjaga harmoni antara manusia dengan alam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kendati demikian, ketamakan &nbsp;manusia nampaknya masih berada di puncak klasemen penguasa dunia. Rujuknya kita dengan alam hanya bisa terjadi ketika kita meninggalkan orang ketiga yang terwujud dalam sifat tamak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Memang susah mengakui kesalahan, apalagi menjadi pihak yang pertama menyebabkan masalah kemudian menjadi pihak pertama yang mengulurkan jabatan tangan permintaan maaf. Tetapi itu jauh lebih baik dilakukan sekarang ketimbang di kemudian hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Barangkali alam masih mau menyambut jabat tangan kita ketimbang mengacungkan jari tengah karena dendam yang tak terucapkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, mahasiswa Prodi Sastra Inggris FIB Unmul sekaligus Koordina</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>tor Laboratorium Intelektual Humanawa</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Partisipasi Mahasiswa dalam Pemira FKIP 2024 Meningkat, Ilman-Ridhwan Unggul 119 Suara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-dalam-pemira-fkip-2024-meningkat-ilman-ridhwan-unggul-119-suara/baca </link>
<guid> partisipasi-mahasiswa-dalam-pemira-fkip-2024-meningkat-ilman-ridhwan-unggul-119-suara </guid>
<pubDate> Fri, 08 Nov 2024 20:44:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Puncak pesta demokrasi FKIP paslon nomor urut satu terpilih </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/partisipasi-mahasiswa-dalam-pemira-fkip-2024-meningkat-ilman-ridhwan-unggul-119-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ji2jB8rW2U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Partisipasi Mahasiswa dalam Pemira FKIP 2024 Meningkat, Ilman-Ridhwan Unggul 119 Suara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>Puncak pesta demokrasi FKIP Unmul telah resmi berlangsung usai menggelar pemungutan suaranya pada Senin (4/11) lalu. &nbsp;Gelaran Pemira FKIP tahun ini terbagi ke dalam tiga zona Tempat Pemungutan Suara (TPS), antara lain halaman Pascasarjana FKIP Gunung Kelua, Aula SGO di FKIP Pahlawan, dan halaman depan Aula FKIP Banggeris.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) FKIP 2024 Afra Salimah Anggraini menyebut, tingkat partisipasi mahasiswa dalam Pemira kali ini alami peningkatan hingga 32,1 persen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Meningkat, dengan rincian tahun ini 1.589 total suara, (sedangkan) tahun lalu 1.210 suara,&rdquo; beber Afra saat dihubungi <em>Sketsa</em>, Rabu (6/11) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Sejauh ini, rekapitulasi suara mencatat Paslon 1 Ilman-Ridwan unggul 119 suara dari Paslon 2 Wahyu-Ripandi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hasil perhitungan sementara Paslon 1 (memperoleh) 854 suara dan untuk Paslon 2, 735 suara,&rdquo; rincinya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut Afra menjelaskan, pihaknya membuka masa pengajuan gugatan selama dua hari, terhitung sejak 5 hingga 6 November sebelum mengadakan Rapat Pleno Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FKIP Unmul masa jabatan 2024/2025, Kamis (7/11).</p><p style="text-align: justify;">Dijumpai Awak <em>Sketsa</em> usai perhelatan Debat Kandidat Sabtu (2/11) lalu, Muhammad Rezky Nur Ilman selaku Calon Gubernur (Cagub) BEM FKIP dari Paslon 1 optimis dapat meningkatkan eksistensi fakultasnya apabila terpilih nanti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Optimistis itu sejalan dengan visi yang ia canangkan, yaitu &lsquo;Kolaborasi menuju FKIP Keren&rsquo;. Papar Ilman, gagasan tersebut berangkat dari minimnya kolaborasi yang terjadi antar lembaga di FKIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ingin bagaimana kader-kader di FKIP pada hari ini nampak pada masyarakat luas,&rdquo; ucapnya tegas.</p><p style="text-align: justify;">Menyoal metode pengkaderan yang ada, Ilman memastikan dirinya akan menaruh perhatian serius terhadap hal tersebut. <span style="background-color: transparent;"><strong><em>(emf/xel/nkh/ali)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BRICKS: Edukasi SCORA CIMSA Unmul Bersama Santriwati untuk Deteksi Dini Kanker Payudara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bricks-edukasi-scora-cimsa-unmul-bersama-santriwati-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara/baca </link>
<guid> bricks-edukasi-scora-cimsa-unmul-bersama-santriwati-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara </guid>
<pubDate> Fri, 08 Nov 2024 20:55:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SCORA CIMSA Unmul lakukan penyuluhan soal kanker </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bricks-edukasi-scora-cimsa-unmul-bersama-santriwati-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/flllZ65ouS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>BRICKS: Edukasi SCORA CIMSA Unmul Bersama Santriwati untuk Deteksi Dini Kanker Payudara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kanker payudara menduduki peringkat pertama dalam jumlah kasus kanker tertinggi di Indonesia dan merupakan salah satu penyebab utama kematian terkait kanker. Menurut data Globocan 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 atau 16,6 persen dari total 396.914 kasus kanker baru di Indonesia. Sementara itu, jumlah kematian melebihi 22.000.</p><p style="text-align: justify;">Untuk merayakan Bulan Kesadaran Kanker Payudara, SCORA CIMSA Unmul mengadakan acara dan lokakarya bertema &ldquo;BRICKS (Breast Routine Examination Can Keep Us Safe)&rdquo; dengan 30 santriwati dari Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah, yang dilaksanakan di FK Unmul pada 12 Oktober 2024. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang kanker payudara serta pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai dari pukul 8 pagi hingga 12 siang, dibuka oleh Yolanda Wulansari dan Muhammad Fawwaza Valiandra sebagai pewara. Selanjutnya, ada sambutan dari Ronny Isnuwardhana, selaku pembina CIMSA Unmul, Muhammad Yahtadiy Ukhrawiy sebagai LOCO CIMSA Unmul, dan Khairi Syifa sebagai Project Officer BRICKS.</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, peserta mengikuti <em>pre test</em>, di mana mereka diminta menjawab lima pertanyaan tentang kanker payudara dan SADARI. CIMSA Unmul mengundang Hadi Irawiraman, sebagai pembicara untuk sesi ini. Materi yang disampaikan berfokus pada kanker payudara dan SADARI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi SADARI menggunakan manekin, menunjukkan kepada peserta cara melakukan SADARI pada manekin payudara yang normal dan patologis untuk mengidentifikasi tanda-tanda abnormalitas.</p><p style="text-align: justify;">Acara kemudian diisi dengan sesi kelompok di mana peserta dibagi menjadi kelompok kecil dengan LO (Liaison Officer) untuk mempraktikkan SADARI menggunakan tubuh mereka sendiri. Sesi ini dibatasi hanya untuk peserta perempuan. Setelah itu, terdapat <em>post test</em> di mana peserta menjawab pertanyaan untuk menilai pemahaman dan sikap mereka setelah presentasi dan demonstrasi SADARI.</p><p style="text-align: justify;">Menjelang akhir acara, kegiatan ini turut mengundang dua peserta untuk mendemonstrasikan SADARI menggunakan manekin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebelum mengakhiri acara, pewara mengumumkan penghargaan untuk tiga peserta yang aktif bertanya dan mendemonstrasikan SADARI dengan manekin.</p><p style="text-align: justify;">Dengan diselenggarakannya acara ini, CIMSA Unmul berharap pengetahuan yang diperoleh tentang kanker payudara dan SADARI dapat mendorong peserta untuk secara rutin melakukan SADARI setiap bulan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Khairi Syifa, Media and Communication Coordinator CI</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>MSA Unmul</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peduli Sampah, Peduli Negara: Mahasiswa Prodi Ilkom B 2022 Gelar Kampanye #BeTrashformers </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/peduli-sampah-peduli-negara-mahasiswa-prodi-ilkom-b-2022-gelar-kampanye-betrashformers/baca </link>
<guid> peduli-sampah-peduli-negara-mahasiswa-prodi-ilkom-b-2022-gelar-kampanye-betrashformers </guid>
<pubDate> Mon, 11 Nov 2024 20:46:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Ilkom B 2022 hadirkan booth camp peduli lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/peduli-sampah-peduli-negara-mahasiswa-prodi-ilkom-b-2022-gelar-kampanye-betrashformers/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gbuRhOnPr7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peduli Sampah, Peduli Negara: Mahasiswa Prodi Ilkom B 2022 Gelar Kampanye #BeTrashformers</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Guna memberikan kesadaran kepada warga Samarinda mengenai bahaya sampah botol plastik, mahasiswa program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) B 2022 mengadakan kampanye bertajuk #BeTrashformers.</p><p style="text-align: justify;">Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada Minggu (10/11) di Area <em>Car Free Day</em> Balai Kota Samarinda, kampanye ini mengajak warga membawa sampah botol plastik, di mana warga yang membawa botol plastik akan mendapatkan <em>reward</em> berupa pin dan gantungan kunci.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena satu botol yang dikumpulkan sangat berharga untuk kami,&rdquo; ungkap Koordinator Kegiatan #BeTrashformers, Muhammad Istigfar Noor Map&rsquo;ind, Minggu (10/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Selain mendapat pin dan gantungan kunci, hal menarik lain dari kegiatan ini adalah masyarakat yang berpartisipasi mengumpulkan sampah botol plastik juga diperkenankan menyusun tutup botol menjadi rangkaian pohon harapan. Bersamaan dengan itu, mereka akan diarahkan untuk mengisi pesan anonim guna menyampaikan harapan untuk Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pohon harapan menjadi bukti warga Samarinda punya kesadaran dan berpartisipasi dalam pembangunan dan kebersihan kota,&rdquo; kata Map&rsquo;ind, sapaan akrabnya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan yang dilangsungkan bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan ini dimaksudkan agar terdapat kesadaran bahwa peduli sampah sama halnya dengan menjaga lingkungan dan menjaga negara, seperti yang dilakukan para pahlawan.</p><p style="text-align: justify;">Selain untuk mengenang pahlawan dan mengumpulkan sampah, besar harapan kegiatan ini agar masyarakat bisa mengambil contoh semangat para pahlawan yang tak pernah surut menjaga negara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pahlawan kita saja bisa menjaga negara ini, kita seharusnya bisa menjaga lingkungan yang menjadi bagian dari negara,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Membawa semangat #BeTrashformers, #SampahByeBye, #BersihHiHi, kampanye ini menjadi ajakan agar masyarakat tergerak membawa perubahan untuk lingkungan. Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk masyarakat lebih peduli dengan lingkungan melalui pengelolaan sampah plastik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sama dengan <em>transformers</em> artinya perubahan, kami ingin mengubah lingkungan kotor menjasi bersih,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun sempat diguyur hujan, <em>booth campaign&nbsp;</em>tetap antusias menerima sampah botol plastik hingga terkumpul tujuh kilo botol plastik dengan total <em>reward</em> yang sudah dibagikan sebanyak 50 pin dan 50 gantungan kunci.</p><p style="text-align: justify;">Project Leader Campaign #BeTrashformers, Adetya Risky menyebut sampah yang terkumpul merupakan hasil kampanye yang dilakukan sejak Sabtu (9/10) lalu di Teras Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Minggu pertama <em>campaign</em> digital lalu <em>campaign offline</em> di Teras Samarinda dan di sini di Balai Kota, dilanjutkan lagi <em>campaign online</em> seminggu ke depan,&rdquo; terangnya kepada <em>Sketsa</em> pada Minggu (10/11).</p><p style="text-align: justify;">Adetya melanjutkan, botol sampah plastik yang terkumpul nantinya didaur ulang di salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah, PT Asiana Recycle Indonesia di Bengkuring, Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sampahnya tidak hanya dikumpulkan dan dibuang, tapi kami bawa untuk didaur ulang setelah ada kerja sama dengan PT Asiana Recycle sebelumnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Terlebih, sampah botol plastik termasuk sampah yang sangat lambat terurai dan bisa mencemari lingkungan beserta ekosistem di dalamnya. Namun, pengelolaan yang baik akan merubah dampak tersebut menjadi suatu hal yang bernilai.</p><p style="text-align: justify;">Adetya menegaskan kampanye ini bertujuan mendukung pembangunan di Kota Samarinda dalam bentuk kebersihan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apalagi sekarang sedang banyak pembangunan dan renovasi, jadi sungai banyak tercemar sekali,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">#BeTrashformers sendiri dibangun dengan ide dan visi menjadi pelopor mahasiswa yang mewujudkan kebersihan lingkungan di Kota Samarinda guna menciptakan kesadaran ramah lingkungan dan berdampak positif secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah dan lingkungan untuk masa depan Kota Samarinda. <strong><em>(ner/mlt/ali)</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> RUU Perampasan Aset: Komitmen Pemerintah dalam Bela Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ruu-perampasan-aset-komitmen-pemerintah-dalam-bela-negara/baca </link>
<guid> ruu-perampasan-aset-komitmen-pemerintah-dalam-bela-negara </guid>
<pubDate> Wed, 13 Nov 2024 19:31:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> RUU Perampasan Aset sebagai bukti Pemerintahan bekerja kepada negara </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ruu-perampasan-aset-komitmen-pemerintah-dalam-bela-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XzXDV6XguI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>RUU Perampasan Aset: Komitmen Pemerintah dalam Bela Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali memicu perhatian publik karena tidak termasuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2029. Keputusan ini mendapat kritik keras dari Indonesian Corruption Watch (ICW), yang menganggap RUU ini esensial untuk memulihkan aset negara yang dicuri dalam kasus korupsi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan catatan ICW, korupsi selama periode 2015 hingga 2023 telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp279,2 triliun, sementara pengembalian kerugian melalui denda uang pengganti hanya mencapai Rp37,2 triliun. RUU ini dipandang sebagai upaya memperkuat penegakan hukum untuk mencegah dan memberantas korupsi, sekaligus mendukung bela negara.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa Itu RUU Perampasan Aset?</strong></p><p style="text-align: justify;">RUU Perampasan Aset adalah rancangan undang-undang yang memungkinkan pemerintah untuk menyita aset-aset yang diduga diperoleh dari kegiatan kriminal tanpa harus menunggu keputusan pidana. Dengan kata lain, aset yang diduga terkait kejahatan dapat disita melalui proses hukum perdata meskipun belum ada putusan pidana terhadap pelakunya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">RUU ini dipandang sebagai solusi untuk menutup celah hukum yang sering menghambat pemulihan aset negara akibat korupsi atau kejahatan lainnya. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat pengembalian aset untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Perampasan Aset Berkaitan dengan Bela Negara?</strong></p><p style="text-align: justify;">Konsep bela negara tidak hanya soal menjaga kedaulatan wilayah, melainkan juga melindungi sumber daya negara dari ancaman korupsi. Tindak korupsi mengakibatkan berkurangnya dana yang seharusnya dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat dan pembangunan. Tanpa RUU Perampasan Aset yang kuat, pemerintah sulit memulihkan aset yang telah disalahgunakan oleh koruptor, sehingga negara terus merugi tanpa mendapatkan kembali sebagian besar kerugiannya.</p><p style="text-align: justify;">RUU ini merupakan wujud bela negara karena memungkinkan negara menghentikan laju penyalahgunaan aset dan mengarahkan kembali dana tersebut untuk kepentingan publik. Dengan memanfaatkan aset yang diambil dari hasil kejahatan, pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, penerapan RUU ini menunjukkan keadilan bagi masyarakat, karena pelaku kejahatan tak hanya menghadapi hukuman pidana, tetapi juga kehilangan akses terhadap kekayaan hasil kejahatannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tantangan Implementasi RUU Perampasan Aset</strong></p><p style="text-align: justify;">Meski menawarkan solusi, tantangan untuk menerapkan RUU ini cukup besar. Saleh Daulay dari Badan Legislasi DPR menyebutkan, proses pengesahannya tidak mudah karena membutuhkan kesepakatan lintas partai yang mungkin memiliki agenda berbeda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tantangan lain adalah adanya kekhawatiran bahwa prinsip perampasan aset berisiko melanggar hak kepemilikan pribadi dan asas praduga tak bersalah. Agar implementasi RUU ini adil, perampasan aset harus dilaksanakan dengan ketat sesuai prinsip hukum dan hak asasi manusia.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah ketidakpastian dukungan politik, ada risiko bahwa RUU ini bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik atau ekonomi tertentu. Oleh karena itu, transparansi dan pengawasan yang kuat sangat penting untuk memastikan RUU ini berjalan sesuai tujuan.</p><p style="text-align: justify;">Ada beberapa poin agar RUU perampasan aset dapat berfungsi optimal, di antaranya:</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dukungan Penuh Pemerintah dan DPR</strong></p><p style="text-align: justify;">Dengan absennya RUU ini dari Prolegnas, pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, perlu mengambil langkah strategis agar RUU ini diprioritaskan. Mengingat mayoritas anggota DPR berasal dari koalisi pemerintah, dukungan Presiden sangat penting untuk mendorong pembahasan RUU ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Penguatan Aspek Hukum dan Perlindungan Hak</strong></p><p style="text-align: justify;">Diperlukan landasan hukum yang jelas agar proses perampasan aset dilakukan secara sah dan tidak melanggar hak asasi. Standar penilaian yang kuat harus diterapkan agar hanya aset hasil kejahatan yang disita.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Transparansi dan Pengawasan oleh Lembaga Independen</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengingat tingginya risiko penyalahgunaan, lembaga independen perlu dilibatkan untuk memastikan bahwa proses perampasan aset transparan dan akuntabel. Contohnya seperti adanya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan melakukan pengawasan terhadap hasil perampasan aset, terutama tentang pemanfaatan dana yang diperoleh dari aset yang dirampas. Lalu, ada juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan memiliki wewenang dalam proses perampasan aset dengan jujur dan bebas dari intervensi pihak manapun.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sosialisasi kepada Masyarakat</strong></p><p style="text-align: justify;">Dukungan publik penting untuk keberhasilan implementasi RUU ini. Pemahaman yang baik tentang manfaat dan tujuan RUU ini akan mengurangi resistensi dan memperkuat dukungan publik terhadap pemberantasan korupsi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketidakjelasan nasib RUU Perampasan Aset dalam Prolegnas merupakan ujian bagi komitmen pemerintah dan DPR dalam pemberantasan korupsi serta bela negara. Tanpa tindakan nyata, kesempatan untuk memulihkan aset negara dari hasil kejahatan bisa hilang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">RUU ini tidak sekadar memberi hukuman pada pelaku, tetapi juga memulihkan hak rakyat atas kekayaan negara yang telah dirampas. Keberhasilan penerapan RUU ini akan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah dan DPR bekerja demi kepentingan bangsa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh &nbsp;Fatih Arya Ramzani, Dheva A&apos;hadinata Pratama, Christian Deep, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Referensi</strong></p><p style="text-align: justify;">Sari, H. P., Ramadhan, A. (2024, Oktober 29). RUU Perampasan Aset Tak Masuk Prolegnas Usulan DPR, ICW: Sangat Mengecewakan. Kompas.com. <a href="https://nasional.kompas.com.">https://nasional.kompas.com.</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Newsroom, N. (2024, Oktober 30). Tak Masuk Usulan Prolegnas 2025-2029, Apa Kabar RUU Perampasan Aset? [Instagram]. Instagram. <a href="https://www.instagram.com/p/DBvaMB_yyZZ/?igsh=cHR1YWs0YzFzN244.">https://www.instagram.com/p/DBvaMB_yyZZ/?igsh=cHR1YWs0YzFzN244.</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pratama, I. R. (2024, Oktober 25). Urgensi Pengesahan RUU Perampasan Aset Menurut KPK. Tribunnews<span style="background-color: transparent;">.&nbsp;</span><a href="https://m.tribunnews.com.">https://m.tribunnews.com.</a><span style="background-color: transparent;">&nbsp;</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Tahun Dipermasalahkan, DPM KM 2024/2025 Rencanakan Revisi UU Pemira </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-tahun-dipermasalahkan-dpm-km-20242025-rencanakan-revisi-uu-pemira/baca </link>
<guid> dua-tahun-dipermasalahkan-dpm-km-20242025-rencanakan-revisi-uu-pemira </guid>
<pubDate> Fri, 15 Nov 2024 22:22:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> DPM dalam proses pengubahan UU Pemira </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-tahun-dipermasalahkan-dpm-km-20242025-rencanakan-revisi-uu-pemira/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wxMKBklX6V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Tahun Dipermasalahkan, DPM KM 2024/2025 Rencanakan Revisi UU Pemira</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul 2024 yang telah digelar pada Senin (26/8) hingga Rabu (28/8) di Gedung Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul lalu, menyisakan serangkaian PR bagi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), salah satunya dalam proses penyelenggaraan Pemilihan Raya (Pemira) BEM KM.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pr-dpm-dalam-kongres-km-unmul-2024-dari-kritik-pemira-sampai-lpj-bersyarat/baca">PR DPM dalam Kongres KM Unmul 2024: dari Kritik Pemira sampai LPJ Bersyarat</a></p><p style="text-align: justify;">Diwartakan sebelumnya, permasalahan Pemira ini sudah ada sejak dua tahun lalu. Sehingga diperlukan adanya perubahan peraturan atau Undang-Undang (UU) terkait penyelenggaraan Pemira.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, Ketua DPM KM 2024/2025, Suarga Nabil menyebut akan menindaklanjuti evaluasi dan rekomendasi terkait revisi UU Pemira.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah kami rencanakan karena ada rekomendasi dari kongres kemarin,&rdquo; akunya kepada <em>Sketsa</em> pada Rabu (6/11) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Suarga mempertimbangkan permasalahan UU Pemira yang memang sudah disuarakan sejak dua tahun lalu. Ia menyebut, banyak pasal yang kontradiktif secara gramatikal dan menimbulkan multitafsir sehingga memerlukan kajian lebih lanjut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah koordinasi di rapat paripurna juga tentang apa saja yang perlu dirubah,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, beberapa pasal yang akan dilakukan pengkajian ulang, di antaranya terkait perpanjangan masa pendaftaran Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM, yang tidak memberikan atau mengatur kepastian hukum bagi Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR), Badan Pengawas Pemira (Bawasra), hingga kontestan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu salah satu yang bermasalah dan akan didiskusikan lagi di Rapat Dengar Pendapat (RDP),&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu yang menjadi perhatian adalah pasal yang mengatur terkait batas minimum IPK Bakal Pasangan Calon (Bapaslon). Sebagaimana di Pasal 37 UU Pemira, diketahui minimum IPK untuk mendaftar adalah 2,75. Menurut Suarga, hal ini juga bermasalah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau di tingkat fakultas ada yang batas IPK 3.00 ada yang bahkan 3.05, saya rasa itu hal yang perlu diputuskan juga oleh DPM KM,&rdquo; terangnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Suarga melanjutkan, hal lain yang dipertimbangkan dalam revisi UU Pemira adalah terkait pelaksanaan alur Pemira itu sendiri. Menurutnya, di dalam UU Pemira kurang mengatur tentang pelaksanaan saat hanya ada satu Pasangan Calon (Paslon). Di dalam pemilihan seyogyanya mengatur tentang sistematika kotak kosong dan uji publik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan itu yang belum dihadirkan,&rdquo; katanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, melihat banyaknya mahasiswa yang tidak mengetahui dilangsungkannya Pemira membuat Suarga menganggap perlu adanya perbaikan alur Pemira itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya rasa UU Pemira masih cacat secara materi, sehingga masih perlu ada perubahan,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait proses revisi itu sendiri, Suarga menyebut sudah dalam tahap perencanaan dan akan dilanjutkan setelah pergantian kepengurusan DPM Fakultas agar tidak terjadi simpang siur antara kepengurusan yang lama dan yang baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia mengaku, saat ini DPM KM tengah menggarap penyusunan UU Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (P3) yang akan menjadi landasan dalam penyusunan maupun perubahan UU ke depannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, Suarga memastikan bahwa UU Pemira sudah bisa diterapkan pada pelaksanaan Pemira di tahun depan. Sebelum itu, akan dilakukan sosialisasi dan dipertimbangkan terkait uji publik UU Pemira tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pastikan pertengahan tahun depan sudah jadi dan akan diso<span style="background-color: transparent;">sialisasikan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(ner/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar “It's Mee 7 2024” HMJ IE: Siapkan Pemuda Hadapi IKN lewat Ekraf </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/seminar-its-mee-7-2024-hmj-ie-siapkan-pemuda-hadapi-ikn-lewat-ekraf/baca </link>
<guid> seminar-its-mee-7-2024-hmj-ie-siapkan-pemuda-hadapi-ikn-lewat-ekraf </guid>
<pubDate> Mon, 18 Nov 2024 19:14:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> HMJ Ilmu Ekonomi adakan Seminar dan talkshow sebagai persiapan menghadapi IKN dalam kewirausahaan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/seminar-its-mee-7-2024-hmj-ie-siapkan-pemuda-hadapi-ikn-lewat-ekraf/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HSODAG51EB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seminar “It's Mee 7 2024” HMJ IE: Siapkan Pemuda Hadapi IKN lewat Ekraf</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Ekonomi (IE) FEB Unmul sukses menggelar seminar dan <em>talkshow</em> sebagai rangkaian acara It&rsquo;s Mee 7 2024 pada Jumat (15/11) lalu di Gedung Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengangkat tema &ldquo;Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Penerapan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Guna Menyongsong IKN Menjadi Pusat Perekonomian Baru&rdquo;, acara ini dihadiri sekitar 100 peserta dengan mengundang tiga narasumber.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Umum HMJ IE Reynaldo Putra mengungkap, tema tersebut dipilih karena kesadaran HMJ IE bahwa mereka adalah pusat info ekonomi bagi mahasiswa. Sehingga ia ingin ikut meramaikan perkembangan dunia perekonomian, termasuk bagaimana menyongsong IKN dengan penerapan ekonomi kreatif tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kegiatan ini akan menjadi wadah mendapat ilmu baru sekaligus bukti mahasiswa ekonomi khususnya FEB Unmul dapat terus mengikuti perkembangan perekonomian,&rdquo; katanya di penghujung sambutan saat membuka acara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Panitia It&rsquo;s Mee 7, Aditya Ramadhana menyebut It&rsquo;s Mee atau &ldquo;Intelectual, Solidarity, Mulawarman Economy Event&rdquo; sendiri memang merupakan acara tahunan. Agenda ini bertujuan untuk merangkul dan sebagai ajang silaturahmi mahasiswa. Selain itu, program kerja tahunan HMJ IE ini juga diikuti dengan serangkaian lomba.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya It&rsquo;s Mee dapat bermanfaat untuk teman-teman mahasiswa sampai lulus nanti,&rdquo; katanya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Jumat (15/11) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesi utama acara diisi dengan seminar dan&nbsp;</span><span><em>talkshow</em>&nbsp;</span><span>yang dipandu oleh Dosen Ilmu Ekonomi FEB Unmul, Muhammad Tommy Fimi Putera. Sesi ini juga menggaet tiga narasumber, di antaranya ialah Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Agung Sugiarto. Lalu, ada Husein Firdaus selaku&nbsp;</span><span>founder&nbsp;</span><span>Millenial Nusantara, dan Emmilya Umma Aziza Gaffar selaku Dosen Ilmu Ekonomi FEB Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agung Sugiarto, dalam pemaparannya, fokus membahas perkembangan ekraf dan wirausaha pemuda. Menurutnya, saat ini yang menjadi masalah yang sangat memprihatinkan adalah masalah kesempatan kerja di mana jumlah dan penyerapan lapangan kerja tidak seimbang. Sehingga, Dispora memberikan solusi untuk membina pemuda dalam wirausaha di bidang ekraf.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Solusinya adalah membudayakan pemuda dalam kewirausahaan untuk menghidupkan kembali aktivitas perekonomian,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Agung, Ibu Kota Nusantara (IKN) yang selalu menimbulkan pro dan kontra harus dimaknai dengan cara berbeda. Sehingga, pemuda dapat mengambil sikap. Alhasil ia menganggap harus mempersiapkan pemuda dalam hal kewirausahaan yang dimatangkan sejak dini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara narasumber kedua, Husein Firdaus memberikan pandangan kritisnya terhadap pembangunan IKN dalam kaitannya dengan persoalan ekonomi. Ia menyebut, persoalan ekonomi adalah persoalan yang kompleks.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;IKN pasti disebut megah dan merupakan sumber ekonomi baru tanpa analisis lebih lanjut, padahal terdapat efek domino,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Husein, dampak pembangunan IKN tentunya akan terasa lima tahun ke depan. Namun, ia tidak melihat adanya kesiapan daerah yang matang untuk menghadapi hal tersebut, di mana para pemudanya tidak punya tawaran terkait pemindahan IKN.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak ada mahasiswa yang agresif soal pemindahan IKN, padahal kaum intelektual,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Husein menegaskan, pemuda sebaiknya memiliki perencanaan dan persiapan untuk menghadapi tantangan dalam pembangunan IKN, cerdas melihat persoalan baru yang akan datang tanpa harus menunggu IKN jadi terlebih dahulu. Hal ini disebabkan karena IKN menjadi tantangan baru dalam persoalan ketimpangan dan ketidakadilan di Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apakah nanti yang kaya akan menetap di IKN karena mereka pemilik modal dan kita tetap jadi kelas pekerja?&rdquo; ucapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu narasumber ketiga, Emmilya Umma Aziza Gaffar melihat masalah ekonomi dan IKN dari sisi akademisi. Ia berkata dengan tegas, IKN sudah terlanjur ditetapkan dan dibangun sehingga bagaimanapun harus diterima. Masyarakat juga tentunya harus mempersiapkan diri sebab akan ada banyak pendatang baru di Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau tidak mau kalah dari pendatang yang kapasitasnya bisa jadi lebih dari pemuda lokal, kita juga harus mempersiapkan diri dan menunjukkan kalau kita lebih mampu,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menegaskan, jika tidak ingin menjadi penonton, maka harus menjadi pelaku dengan cara meningkatkan kualitas, berproses tanpa banyak protes, dan meningkatkan sisi akademis. Seorang pemuda seyogianya memiliki tujuan. Ia menawarkan lima prinsip mempersiapkan diri dalam menyongsong IKN, yaitu meningkatkan intelektualitas, integritas, kapasitas, kreativitas, dan religiusitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah pemaparan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sesi pembagian hadiah para pemenang lomba sebagai penutup. Sebelumnya, kegiatan ini didahului oleh lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) &nbsp;dengan tema yang sama dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesi presentasi dilaksanakan pada Kamis (14/11) di Perpustakaan Unmul lantai 3. Penilaiannya dilakukan secara langsung oleh tiga juri, yaitu Mahasiswa Magister Hukum Unmul, Ahmad Mukhallis Aqidih, Dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Uut Rahayu Ningsih, dan Dosen Unmul, Bayu Aji Nugroho.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penilaian kemudian menyisakan tiga pemenang, di antaranya tim dari FEB Unmul sebagai juara ketiga, disusul oleh tim dari FISIP Unmul sebagai juara kedua, dan tim FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) selaku juara pertama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masing-masing perwakilan tim menceritakan proses mereka dalam pengerjaan LKTI hingga kendala yang dihadapi selama pengerjaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ivana Lim, mahasiswa FISIP Unmul 2022 dan Winda Safitri selaku mahasiswa FISIP ULM 2022 menyebut, karya tulis mereka berasal dari analisis kritis mengenai potensi ekonomi kreatif di daerah masing-masing. Winda dan tim mengangkat potensi wisata budaya dengan percontohan di Kota Banjarmasin, sedangkan Ivana dan tim melihat bentuk ekonomi kreatif baru yakni Kopi Gercep.&nbsp;</span></p><p>Sementara itu perwakilan juara ketiga, Immanuel Randa mahasiswa FEB 2021 &nbsp;menyebut ia dan tim melakukan riset dalam penulisan LKTI karena adanya keresahan terhadap problematika riil yang ada di masyarakat, terkait permasalahan perekonomian hingga infrastruktur. <strong><em>(ner/gta/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transformasi Menuju Era Baru, Musyawarah Besar XII LPM Sketsa Unmul Kembali Dilangsungkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/transformasi-menuju-era-baru-musyawarah-besar-xii-lpm-sketsa-unmul-kembali-dilangsungkan/baca </link>
<guid> transformasi-menuju-era-baru-musyawarah-besar-xii-lpm-sketsa-unmul-kembali-dilangsungkan </guid>
<pubDate> Mon, 18 Nov 2024 21:56:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul kembali adakan Mubes tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/transformasi-menuju-era-baru-musyawarah-besar-xii-lpm-sketsa-unmul-kembali-dilangsungkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nVwGEOrnIo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Transformasi Menuju Era Baru, Musyawarah Besar XII LPM Sketsa Unmul Kembali Dilangsungkan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> LPM Sketsa Unmul kembali melangsungkan Musyawarah Besar (Mubes) ke XII di akhir periode kepengurusan pada Sabtu (16/11) lalu. Agenda ini dilaksanakan secara <em>hybrid</em> di Ruang Kelas Fakultas Hukum (FH) Unmul, dan melalui ruang virtual Zoom Meeting.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mubes XII ini merupakan bentuk peralihan kepengurusan LPM Sketsa Unmul guna menciptakan generasi baru yang akan melanjutkan kepengurusannya. Kegiatan yang dipandu oleh Andini Oktaviandari sebagai pewara ini dimulai sekitar pukul 09.30 Wita.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Panitia, Ekmal Muhammad Firyal dalam sambutannya menyebut, penyelenggaraan Mubes XII LPM Sketsa Unmul ini diselimuti harapan agar&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>bisa melangkah menuju lebih baik ke depannya. Ia juga menyebut, melalui hal-hal yang didiskusikan selama Mubes ini bisa menjadi landasan berorganisasi di LPM Sketsa Unmul.&nbsp;</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ekmal turut menyebut harapannya agar melalui Mubes XII ini,&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>terus berkembang menjadi organisasi yang solid, profesional, dan berkembang sesuai kebutuhan zaman sehingga bisa menjadi wadah bagi anak muda untuk berkreasi, berinovasi, serta menggaungkan perubahan yang postif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga yang kita diskusikan hari ini menjadi langkah awal menuju visi tersebut,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Ketua Umum LPM Sketsa Unmul Periode 2023/2024, Nindiani Kharimah di dalam sambutan terakhirnya sebagai Ketua Umum tak kuasa menahan rasa haru, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota dan para pengurus yang telah berperan dalam jalannya organisasi selama satu periode kepengurusannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nindi turut mengungkapkan pengalamannya selama empat tahun menjalani masa bakti di LPM Sketsa Unmul. Menurutnya, LPM Sketsa Unmul memberikan banyak pengalaman selain jurnalistik itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya belajar berkomunikasi dengan orang lain dan belajar cara memahami orang lain,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup, Nindi berpesan agar kepengurusan selanjutnya bisa menyesuaikan standar kepengurusan yang telah ada di LPM Sketsa Unmul dan tidak menurunkan standar tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno I pembahasan Tata Tertib yang ditandai dengan peralihan pewara ke Presidium Sementara yang dipimpin oleh Luthfi Ahmadani Rahman, Dea Arilia Sari, dan Aditya Fahrul. Setelahnya, dilakukan peralihan Presidium Sementara ke Presidium Tetap, yaitu Selma Mela Elyani, Naufal Helmy Aurel Putrayadi, dan Siti Mu&rsquo;ayyadah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah itu, dilangsungkan Sidang Pleno II yang membahas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari Badan Pengurus Inti (BPI) Periode 2023/2024. Setelah masing-masing BPI memaparkan LPJ, dilanjutkan dengan sesi tanggapan. Sesi ini diwarnai beberapa pertanyaan, evaluasi, dan saran-saran dari para peserta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian acara beranjak ke Sidang Pleno III dengan pembahasan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) LPM Sketsa Unmul yang diwarnai diskusi-diskusi terkait landasan penyelenggaraan organisasi ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Sidang Pleno IV yakni pemilihan BPI periode 2024/2025. Terdapat beberapa nama yang diusulkan untuk mengisi posisi Ketua Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Ketua Redaksi, Bendahara, Sekretaris, hingga Ketua Umum. Pemilihan yang berlangsung sedikit menyita waktu. Namun usai melewati diskusi dan mediasi, terdapat keyakinan dalam mengisi jabatan-jabatan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah melewati beberapa proses, terpilih nama-nama BPI LPM Sketsa Unmul Periode 2024/2025. Luthfi Ahmadani Rahman terpilih menjadi Ketua Umum, Ai Nasyrah Nurdea yang sebelumnya berpengalaman menjadi Bendahara kini terpilih kembali sebagai Sekretaris, Selma Mela Elyani sebagai Bendahara, <strong>&nbsp;</strong>Risna sebagai Ketua Redaksi, dan Febby Sofiana Azharani sebagai Ketua Litbang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di penghujung acara, para BPI baru menyampaikan beberapa hal atas kepercayaan yang telah diberikan juga mengajak para anggota bersama-sama mengiringi langkah mereka dalam menjalankan kepengurusan. Ditutupnya acara pada pukul 23.30 Wita menjadi penanda dimulainya era baru LPM Sketsa Unmul.&nbsp;</span><strong><em><span>(ner/mar)</span><span>&nbsp;</span></em></strong></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sejumlah Fasilitas Tampak Usang, Taman Unmul Menanti Perbaikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sejumlah-fasilitas-tampak-usang-taman-unmul-menanti-perbaikan/baca </link>
<guid> sejumlah-fasilitas-tampak-usang-taman-unmul-menanti-perbaikan </guid>
<pubDate> Tue, 19 Nov 2024 16:56:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Taman Unmul tunjukkan penurunan kualitas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sejumlah-fasilitas-tampak-usang-taman-unmul-menanti-perbaikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PsDXrcFUJP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sejumlah Fasilitas Tampak Usang, Taman Unmul Menanti Perbaikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Taman Unmul menjadi salah satu ikon kampus yang didampingi dengan banyak sekali fasilitas, seperti kursi, meja, juga kedai yang berjualan makanan maupun minuman. Hal ini membuat taman Unmul menjadi tempat yang sering dikunjungi mahasiswa dan menjadi pusat aktivitas mereka. Namun, saat ini taman Unmul menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas fasilitas yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Donal Adadi selaku alumni Unmul membagikan kesannya mengenai perubahan fasilitas taman dari masa ia kuliah hingga sekarang. Donal mengungkapkan bahwa saat ia selesai kuliah pada tahun 2016, Taman Unmul merupakan taman yang memiliki suasana rapi dan asri dilengkapi dengan fasilitas yang menarik perhatian, seperti tulisan Universitas Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau dulu, taman ini menjadi <em>spot</em> tempat teman-teman diskusi dengan berbagai macam organisasi yang ada di kampus. Bisa dalam berbentuk kelompok-kelompok diskusi materi, nah ini menjadi taman pemikiran lah kalau dulu waktu masih aktif kuliah,&rdquo; ungkapnya saat ditemui langsung di Taman Unmul, Kamis (14/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Donal menilai, Taman Unmul yang ia lihat sekarang cukup berbeda, terlebih ada fasilitas-fasilitas yang mulai mengalami kerusakan bahkan hancur. Menurutnya, pengelolaan dan perawatan fasilitas taman harus diperhatikan, mengingat taman ini sering menjadi tempat berkumpul dan diskusi bagi mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi harapannya mungkin ini menjadi masukan untuk perawatan kembali taman-taman, taman Unmul khususnya, maupun di tempat-tempat yang lain, di <em>spot-spot</em> lain gitu.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sejalan dengan Donal, mahasiswa Fakultas Farmasi 2021, Thomas Ariel Barat Porang turut merasakan hal yang sama. Thomas mengaku cukup sering mengunjungi taman Unmul sejak menjadi mahasiswa baru (maba) hingga kini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Thomas turut menyoroti kondisi fasilitas taman yang semakin memudar, terlebih pada fasilitas kursi yang ada di sana.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu pas saya masih maba, rapi lah kelihatannya masih banyak payung, terus enggak ada tuh kayak kursi atau bangku yang rusak. Sekarang, ya, enggak terurus sih,&quot; paparnya saat ditanyai <em>Sketsa</em>, Kamis (14/11) lalu di Taman Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Thomas berharap pihak universitas dapat memperbaiki dan menjaga fasilitas taman demi kenyamanan mahasiswa. Sebab, menurutnya taman Unmul adalah cerminan dari universitas. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya lebih diperhatikan guna menampilkan kesan yang baik kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya pandangan dari pengunjung, di hari yang sama <em>Sketsa</em> berkesempatan untuk mewawancarai Bintang, salah satu pemilik kedai di Taman Unmul yang bernama &ldquo;Kedai Kapur Tulis&rdquo;. Pelaku usaha yang telah berjualan selama enam bulan di taman itu memberikan pandangan yang sedikit berbeda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, kondisi taman masih terbilang cukup baik karena ada petugas kebersihan yang rutin datang dua hingga tiga hari sekali untuk menjaga kebersihan area tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi taman Unmul masih cukup ramai di setiap harinya karena mahasiswa yang berkunjung untuk melakukan aktivitas, seperti rapat atau sekadar berkumpul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oh, kalau aku sih dengan pemeliharaan taman ini sudah cukup baik bagi saya, orang-orang yang jaga di sini juga sangat tertib, bersihin segala macam bunga yang sudah tidak layak tumbuh diganti dengan yang baru. Itu pendapat saya.&rdquo; <strong><em>(ary/fza/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mr. Sunshine: Senjata, Kemenangan, dan Akhir Tragis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/mr-sunshine-senjata-kemenangan-dan-akhir-tragis/baca </link>
<guid> mr-sunshine-senjata-kemenangan-dan-akhir-tragis </guid>
<pubDate> Wed, 20 Nov 2024 21:14:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah hidup putri Go Ae-shin yang bertentangan dengan adat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/mr-sunshine-senjata-kemenangan-dan-akhir-tragis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iYn79Yg2AW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mr. Sunshine: Senjata, Kemenangan, dan Akhir Tragis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Mr. Sunshine bak sebuah bunga mawar yang indah nan mewangi, namun menyimpan sekumpulan duri yang menyakitkan. Sebuah serial kolosal megah yang menampilkan sinematografi apik, namun dibalut oleh kisah pilu membiru yang begitu kompleks.</p><p style="text-align: justify;">Serial besutan Lee Eung-bok ini berlatar pada awal abad ke-20, ketika Korea yang saat itu masih disebut dengan Joseon adalah negara lemah yang perlahan mulai dibabat oleh kekaisaran Negeri Matahari Terbit.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di tengah huru-hara itu, seorang gadis bangsawan sadar akan negaranya yang berada di ambang kehancuran. Go Ae-shin (diperankan oleh Kim Taeri), gadis muda yang merupakan keturunan salah satu bangsawan Joseon itu ingin privilese yang ia miliki bisa menjadi penolong bagi negaranya yang sudah ringkih.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika rakyat biasa menganggapnya sebagai wanita bangsawan yang kerap mendekam di balik tandu mewah, tak ada yang tahu bawa di dalam tandu itu, ia sembunyikan sosok lain dalam dirinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kala sang surya sudah terlelap, Ae-shin berkamuflase layaknya pria dengan pakaian serba hitam guna melancarkan aksinya. Lengkap dengan senapan yang ia bopong, dirinya dengan lincah melompati tiap atap bangunan Hanseong. Sebuah hal yang tak akan dipercayai oleh masyarakat ketika melihat tingkah lakunya yang tak lagi anggun.</p><p style="text-align: justify;">Agaknya cukup sulit jika harus menjelaskan plot Mr. Sunshine secara singkat, sebab ceritanya begitu kompleks. Setiap tokoh dalam serial ini punya kisah dan latar belakangnya masing-masing. Selain Ae-shin, Eugene Choi (diperankan oleh Lee Byung Hun) juga jadi tokoh sentral dari serial ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tokoh lainnya seperti Gu Dongmae (diperankan oleh Yoo Yeonseok), Kim Huiseong (diperankan oleh Byun Yohan), dan Kudo Hina (diperankan oleh Kim Minjung) turut memegang peran penting dalam serial ini.</p><p style="text-align: justify;">Cerita Mr. Sunshine berpusat pada kisah romansa pelik dari dua tokoh utama, namun, Kim Eun-sook selaku penulis drama ini tak serta merta membuat kisah romansanya hambar. Dengan memasukkan konflik politik antara Korea, Jepang, dan Amerika Serikat ke dalam Mr. Sunshine, hubungan asmara antara Eugene Choi dan Go Ae-shin bukan sekadar percintaan muda mudi pada biasanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada sebuah dinding besar yang menghalangi kisah cinta keduanya. Namun, kisah romansa dalam Mr. Sunshine tak hanya berputar pada Ae-shin dan Eugene Choi semata. Akan ada tiga tokoh penting yang mempermainkan hubungan asmara keduanya sehingga menjadi makin rumit.</p><p style="text-align: justify;">Ah, omong-omong, agaknya tak cocok jika saya katakan &ldquo;percintaan muda mudi&rdquo;, sebab jarak usia keduanya pun cukup jauh. Sejujurnya, melihat dari usia, latar belakang, dan beberapa aspek lainnya, baik Ae-shin maupun Eugene Choi seharusnya tak cocok untuk bersatu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untungnya, berkat tangan ajaib Kim Eun-sook, tak ada yang mustahil bagi keduanya untuk menjalin hubungan, meski harus menghadapi segala tantangan agar dapat terus bersatu.</p><p style="text-align: justify;">Kisah romansa itu dibalut pula oleh kehadiran tokoh penting lainnya. Seluruh tokoh dalam serial ini punya kepentingan dan kompas moralnya masing-masing. Mereka memiliki dendam yang ingin dibalaskan dengan caranya sendiri. Pengkhianatan adalah cara terbaik untuk membalaskan luka masa lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Gun</em>, <em>glory</em>, dan <em>sad</em> ending. Senjata, kemenangan, dan akhir tragis. Tiga kata berbahasa Inggris yang pertama kali Go Ae-shin pelajari. Terdengar cukup bertolak belakang dengan perangainya yang anggun. Namun, tiga kata itu agaknya cukup untuk mendeskripsikan bagaimana serial historikal ini berjalan. Senjata untuk menumpas atau memulai penjajahan, harapan atas kemenangan, serta mereka yang telah atau akan merasakan akhir tragis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Joseon di dalam cengkeraman tradisi feodal dan patriarki</strong></p><p style="text-align: justify;">Sebuah tradisi yang menekankan pada sistem hierarki sosial dalam kehidupan bermasyarakat sejatinya merupakan hal yang lumrah di masa lalu. Namun, alih-alih menciptakan kehidupan yang harmonis, tradisi feodal itu justru hanya melahirkan dendam dan rasa benci.</p><p style="text-align: justify;">Go Ae-shin, seorang wanita bangsawan paham betul bahwa dirinya tak bisa menjalin hubungan asmara atau bahkan sekadar berteman dengan bekas budak. Tradisi adalah sebuah dinding besar yang begitu sulit untuk ia panjat, meski dirinya begitu piawai menaklukan dinding bangunan tinggi manapun. Sulit bagi dirinya untuk menerima restu agar dapat menikah dengan Eugene Choi, seorang mantan budak.</p><p style="text-align: justify;">Tradisi inilah yang membentuk kisah kelam para tokoh di masa lalu yang kemudian bermuara pada aksi balas dendam. Gu Dongmae, seorang anak dari tukang jagal, penyandang status sosial terendah, bahkan begitu hinanya daripada budak, berevolusi menjadi seorang pemimpin Yakuza dan ahli pedang yang tak kenal ampun atas dasar kebencian akan aturan dari Tanah Airnya.</p><p style="text-align: justify;">Memang, ia tak bisa memilih takdirnya untuk dilahirkan dari keluarga mana, namun, ia bisa mengubah nasibnya untuk angkat kaki dari tanah kelahiran dan membalaskan dendamnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Go Ae-shin bukan semata hanya melawan penjajahan atas negaranya, tetapi turut berupaya dalam memutus budaya patriarki yang diwariskan oleh leluhurnya. Meski tak secara terang-terangan, ia kukuh hendak mendobrak tradisi yang telah mengekang dirinya.</p><p style="text-align: justify;">Aturan yang kental akan patriarki seperti larangan untuk bersekolah turut Ae-shin alami. Perempuan bangsawan yang bersekolah, terlebih di sekolah untuk rakyat jelata dianggap sebagai aib. Belum lagi soal dirinya yang dituntut untuk selalu tunduk atas keputusan apapun dari orang-orang tua di keluarganya, terkhusus laki-laki.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun dirinya mungkin punya privilese yang tak dimiliki semua perempuan berupa izin untuk melakukan pemberontakan&mdash;yang itupun dilakukan secara diam-diam, Ae-shin tak sepenuhnya bebas. Ia cenderung tak memiliki kesempatan untuk berpendapat dan harus menurut.</p><p style="text-align: justify;">Tak berhenti di situ, budaya patriarki yang membebankan perempuan Joseon untuk melahirkan anak laki-laki sebagai penerus keturunan juga begitu kental terasa. Ironisnya, budaya itu malah dilanggengkan oleh kaum perempuan itu sendiri yang menganggap bahwa &nbsp;gagal melahirkan seorang anak laki-laki adalah aib.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebuah <em>female gaze&nbsp;</em>dari Kim Eun-sook, penulis perempuan dalam serial ini untuk melahirkan karakter Go Ae-shin. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan sejatinya cukup tangguh untuk dapat melawan dan berupaya untuk mendobrak stigma buruk dan tradisi berbau patriarki yang merugikan para perempuan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ketika para maestro Mr. Sunshine &ldquo;memasak&rdquo; dengan baik</strong></p><p style="text-align: justify;">Produksi Mr. Sunshine tak dikerjakan dengan setengah-setengah. Begitu apiknya sinematografi yang diciptakan hingga serial kolosal ini terlihat megah. Menampilkan empat musim di Korea, Mr. Sunshine rela menggelontorkan biaya yang fantastis agar menghasilkan sinematografi yang indah sekelas film layar lebar.</p><p style="text-align: justify;">Jika berbicara soal teknis, tak ada satupun aspek yang gagal dalam Mr. Sunshine. Pemilihan <em>scoring</em> maupun lagu latar resmi serta para aktor yang menjadi pilar dalam serial ini tak perlu diragukan. Satu hal yang ingin saya soroti dari kisah romansa antara Go Ae-shin dan Eugene Choi adalah betapa mesranya mereka tanpa adanya adegan intim. Hanya pertemuan yang diselimuti oleh pelukan hangat dan tatapan mata hangat pun sudah bisa menggambarkan rasa cinta tulus dari keduanya.</p><p style="text-align: justify;">Plot dari drama ini memang berjalan lambat di episode awal. Harap maklum, sebab jumlah episodenya memang cukup banyak. Mungkin terasa membosankan ketika menonton cerita bagian awalnya, tapi setidaknya tahan dulu rasa bosan itu sampai di episode kelima, sebab konflik sudah mulai terasa memanas, ditambah pula dengan hadirnya tokoh-tokoh baru.</p><p style="text-align: justify;">Kim Eun-sook sebagai salah satu maestro dalam serial ini agaknya sudah begitu piawai menjadi penulis drama setelah menuangkan ide-idenya ke dalam drama Korea populer. Inilah yang membuat Mr. Sunshine menjadi salah satu drama Korea dengan kisah yang begitu epik. Sebuah mahakarya yang mungkin akan menaikkan standar kita terhadap drama Korea.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bukan sekadar drama romansa manis dengan kisah tragedi yang pilu membiru, Mr. Sunshine juga mampu membangkitkan semangat patriotisme warga Korea berkat kisah sejarah kelam yang tertuang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seluruh protagonis pada akhirnya berjuang dengan caranya masing-masing demi menyelamatkan tanah kelahirannya: Ae-shin dan Eugene dengan pistolnya, Gu Dongmae dengan <em>Katana</em>-nya, Kudo Hina dengan bisnis hotelnya, dan Kim Huiseong dengan tulisannya.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah dirilis sejak enam tahun silam, tepatnya pada tahun 2018, Mr. Sunshine tetap menjadi salah satu drama Korea yang tak akan lekang oleh waktu, bahkan dapat bersanding dengan drama populer dan legendaris lainnya. Terima kasih atas Kim Eun-sook y<span style="background-color: transparent;">ang berhasil menuliskan cerita sehebat ini. <strong><em>(dre/mar)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dilema Mahasiswa FKIP Luar Gunung Kelua: Perpus Fakultas Terbatas, Perpus Pusat Jauh Jangkauannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-mahasiswa-fkip-luar-gunung-kelua-perpus-fakultas-terbatas-perpus-pusat-jauh-jangkauannya/baca </link>
<guid> dilema-mahasiswa-fkip-luar-gunung-kelua-perpus-fakultas-terbatas-perpus-pusat-jauh-jangkauannya </guid>
<pubDate> Thu, 21 Nov 2024 14:10:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa FKIP keluhkan perpus yang jauh dan tidak lengkap </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dilema-mahasiswa-fkip-luar-gunung-kelua-perpus-fakultas-terbatas-perpus-pusat-jauh-jangkauannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1nsl0kAAQp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dilema Mahasiswa FKIP Luar Gunung Kelua: Perpus Fakultas Terbatas, Perpus Pusat Jauh Jangkauannya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> FKIP menjadi fakultas yang selalu memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Unmul. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya program studi (Prodi) yang dinaungi. Untuk menghimpun enam belas prodi, gedung kelas FKIP kemudian terbagi di tiga wilayah, di antaranya di Gunung Kelua, Banggeris, dan juga Pahlawan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lokasi yang terpisah dengan kampus pusat menghadirkan beberapa keluhan dari mahasiswa FKIP yang berada di Banggeris dan juga Pahlawan. Salah satunya berkaitan dengan fasilitas dan ketersediaan buku-buku guna menunjang tugas dan perkuliahan mereka. Hal ini terjadi karena Perpustakaan Unmul yang menyediakan berbagai sumber referensi buku, terletak cukup jauh dari kampus mereka.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Zaenab mengaku mengalami kendala akibat jarak kampus dengan perpustakaan Unmul. Selain jarak yang harus ditempuh lumayan jauh, ketersediaan buku yang ingin dipinjam juga belum pasti ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jarak kampus (Banggeris) dengan perpus (Unmul) itu lumayan jauh dan ketika sudah sampai di perpus itu belum tentu buku yang kita pinjam atau buku yang kami mau itu ada,&rdquo; jelas Zaenab saat diwawancarai langsung, Kamis (12/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Zaenab menyatakan alasan mereka meminjam buku di Perpustakaan Unmul ialah karena perpustakaan yang ada di kampus tidak memadai dan buku yang tersedia sangat terbatas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernah sekali dua kali pinjam ke Perpus (Kampus) Banggeris cuman hasilnya nihil karena saya bisa setengah jam cari buku di situ dan enggak dapat apa-apa.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan kurang lengkap lagi tapi tidak lengkap karena di Perpus Banggeris itu buku-buku yang tersedia itu hanya untuk beberapa prodi contohnya PKN, Sejarah, Ekonomi, untuk PGSD itu jarang,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan berbagai hambatan yang dirasakan tersebut, Zaenab berharap agar pihak kampus dapat melakukan renovasi dan peningkatan kelayakan perpustakaan serta penambahan koleksi buku yang tersedia, agar seluruh mahasiswa dari berbagai prodi yang ada dapat merasakan fasilitas peminjaman buku di fakultas masing-masing tanpa harus mencari di perpus pusat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejalan dengan Zaenab, mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Kevin Audrian turut merasakan kesulitan yang sama. Menurutnya, fasilitas perpus yang disediakan oleh fakultas masih belum cukup dalam menunjang kebutuhan referensi mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Buat referensi buku di Banggeris kurang, terkhususnya buku yang berhubungan sama (jurusan) ekonomi, sedangkan di Kelua banyak, tapi mayoritas buku tahun-tahun lama,&rdquo; ujar Kevin saat diwawancarai oleh <em>Sketsa</em>, Kamis (19/9) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kevin juga mengaku beberapa kali harus mengejar waktu untuk meminjam buku di perpus pusat saat jeda waktu kelas sebab adanya keterbatasan koleksi buku di perpus fakultas. Oleh sebab itu, Kevin berharap agar pihak fakultas dapat mengalokasikan dana untuk menambah koleksi buku di perpus fakultas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Madu Monica tidak begitu merasa kesulitan sebab jarang meminjam buku di perpus. Menurutnya, perpus yang berada di Kampus Pahlawan bagus dan nyaman digunakan untuk belajar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya perpusnya bagus bagus aja sih, nyaman untuk belajar, hanya saja koleksi bukunya tidak banyak,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(c</em></strong><span style="background-color: transparent;"><strong><em>ok/man/ali)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rangkaian “The Future of PR” Usai Dihelat, Promosikan Peran Strategis Humas hingga Beri Dukungan ke UMKM Lokal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/rangkaian-the-future-of-pr-usai-dihelat-promosikan-peran-strategis-humas-hingga-beri-dukungan-ke-umkm-lokal/baca </link>
<guid> rangkaian-the-future-of-pr-usai-dihelat-promosikan-peran-strategis-humas-hingga-beri-dukungan-ke-umkm-lokal </guid>
<pubDate> Fri, 22 Nov 2024 21:27:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Prodi Ilkom FISIP Unmul sukses gelar talkshow hingga sayembara logo </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/rangkaian-the-future-of-pr-usai-dihelat-promosikan-peran-strategis-humas-hingga-beri-dukungan-ke-umkm-lokal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YBjlOkzKgp.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rangkaian “The Future of PR” Usai Dihelat, Promosikan Peran Strategis Humas hingga Beri Dukungan ke UMKM Lokal</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;</strong> Segenap rangkaian acara &ldquo;The Future Of Public Relations: Culture &amp; Connections in Borneo&rdquo; sukses dihelat pada Kamis (21/11) kemarin. Acara yang diinisiasi oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi 2022 FISIP Unmul ini diisi dengan beragam kegiatan menarik seperti <em>talkshow, booth public relations,</em> UMKM <em>local tenant</em>, hingga sayembara logo.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepala Bagian Humas Rumah Sakit Samarinda Medika Citra, Langoday Aldo secara khusus mengisi sesi&nbsp;</span><span><em>talkshow</em></span><span>&nbsp;pagi itu. Selama 30 menit, Aldo mengupas tuntas strategi komunikasi modern bagi public relations (PR) lewat pengalamannya selama berkecimpung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Muhammad Rizal selaku Ketua Panitia menyebut antusiasme peserta yang hadir sangat tinggi. Kuota registrasi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;yang semula hanya dibuka untuk 150 orang harus mereka tambah menjadi 200 orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari siswa-siswi yang ada di Samarinda, mahasiswa, dan terbuka juga untuk umum,&rdquo; papar Rizal saat ditemui Awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>di sela-sela acara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut catatan Rizal, dari 200 peserta yang hadir, 80 peserta di antaranya berasal dari kalangan pelajar. Sedangkan sisanya merupakan mahasiswa dan masyarakat sekitar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adetya Risky selaku Koordinator Humas &nbsp;menjelaskan ada berbagai pertimbangan ia dan kawan-kawan mantap mengusung topik tersebut. Salah satunya mengenai sinergitas koneksi dan budaya terhadap peran strategis PR.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lewat kesempatan ini Adet berharap, ia dan kawan-kawan dapat mempromosikan potensi budaya dan UMKM sekaligus mensosialisasikan peran PR atau Humas ke khalayak luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena hari ini cukup banyak pelajar di Samarinda yang antusias dengan dengan acara ini, harapannya mereka-mereka ini juga sekaligus menjadi bibit-bibit unggul bagi profesi PR di masa mendatang,&rdquo; tutur Adet mantap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal lain yang tak kalah menarik untuk disoroti adalah keikutsertaan 11 pelaku UMKM lokal yang turut memeriahkan acara. Beragam produk kerajinan tangan hingga kuliner turut dijajakan di kesempatan tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Tak hanya memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk menjajakan produknya, agenda sayembara logo ternyata juga merupakan kelanjutan program CSR PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur untuk mendukung keberlangsungan usaha Kopi Kapak Prabu di Desa Perangat, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. <strong><em>(nkh/mar)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Upaya Tingkatkan Promosi, Mahasiswa FISIP Unmul Inisiasi Program Pembinaan UMKM di Kelurahan Sidomulyo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/upaya-tingkatkan-promosi-mahasiswa-fisip-unmul-inisiasi-program-pembinaan-umkm-di-kelurahan-sidomulyo/baca </link>
<guid> upaya-tingkatkan-promosi-mahasiswa-fisip-unmul-inisiasi-program-pembinaan-umkm-di-kelurahan-sidomulyo </guid>
<pubDate> Sat, 23 Nov 2024 21:14:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa FISIP Unmul lakuan pembinaan kepada UMKM Lokal Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/upaya-tingkatkan-promosi-mahasiswa-fisip-unmul-inisiasi-program-pembinaan-umkm-di-kelurahan-sidomulyo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vBWJXD202U.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Upaya Tingkatkan Promosi, Mahasiswa FISIP Unmul Inisiasi Program Pembinaan UMKM di Kelurahan Sidomulyo</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di era yang semakin berkembang pesat, media promosi yang digunakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal mulai bervariasi agar bisa menghadapi persaingan. Oleh karena itu, beberapa mahasiswa FISIP Unmul melakukan survei lapangan terkait UMKM lokal yang perlu dikembangkan dengan membuat program pembinaan untuk meningkatkan literasi maupun kemampuan digital usaha.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program pembinaan ini telah dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan sejak hari Jumat, 30 Agustus hingga 12 November 2024 lalu. Program ini diikuti oleh Ibu Siti Fatimah selaku pemilik usaha Warung Acil Aulia yang ada di Kelurahan Sidomulyo.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program pembinaan UMKM adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pelatihan, pendampingan dan evaluasi untuk mendorong perkembangan usaha dalam menjangkau pasar yang lebih luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini memiliki beberapa tahap monitoring yang diadakan setiap satu minggu sekali. Berikut merupakan kegiatan yang telah dirancang oleh mahasiswa FISIP Unmul dalam membantu Warung Acil Aulia menghadapi persaingan yang kompetitif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Melakukan foto produk yang ditawarkan</strong></span><br><span>Monitoring pertama dilaksanakan dengan memfoto produk yang ada di Warung Acil Aulia seperti buras, mihun, nasi kebuli, gorengan, untuk-untuk dan es lilin. Tujuan utamanya adalah untuk mempercantik tampilan serta meningkatkan daya tarik bagi pelanggan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mendaftarkan Warung Acil Aulia pada Google Maps</strong></span><br><span>Monitoring kedua adalah mendaftarkan Warung Acil Aulia pada Google Maps. Google Maps merupakan salah satu media promosi yang dapat menginformasikan produk yang ditawarkan dengan cepat. Sehingga, dengan mendaftarkan usaha Warung Acil Aulia pada Google Maps, diharapkan dapat membantu menjangkau pasar yang lebih luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Membuat akun Warung Acil Aulia pada Whatsapp Business</strong></span><br><span>Monitoring ketiga dilakukan dengan membuat akun Whatsapp Business yang membantu Warung Acil Aulia cepat dalam merespons pertanyaan maupun pesanan pelanggan. Selain itu, Whatsapp Business membantu Warung Acil Aulia dalam memisahkan chat pribadi dengan chat usaha.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Membuat daftar menu dan&nbsp;</span><span><em>banner</em>&nbsp;</span></strong><span><strong>usaha</strong></span><br><span>Monitoring keempat dilaksanakan dengan menyelesaikan desain&nbsp;</span><span><em>banner</em></span><span>&nbsp;Warung Acil Aulia.&nbsp;</span><span><em>Banner</em>&nbsp;</span><span>dan daftar menu dibuat sebagai media promosi yang berfungsi untuk menginformasikan produk yang ditawarkan serta identitas usaha.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mengedukasi dan membantu membuat laporan pencatatan keuangan dengan menggunakan aplikasi BukuWarung</strong></span><br><span>Monitoring kelima merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempermudah Warung Acil Aulia dalam melihat kondisi keuangan usaha sehat atau tidak. Hal ini juga membantu usaha tersebut untuk memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mengedukasi dan mengenalkan&nbsp;</strong></span><span><strong><em>greeting selling</em></strong></span><br><span>Monitoring terakhir adalah pengenalan&nbsp;</span><span><em>greeting selling</em>&nbsp;</span><span>di aplikasi&nbsp;</span><span><em>Whatsapp Business</em></span><span>, tujuannya agar dapat meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya monitoring seperti di atas, diharapkan dapat menjadi sebuah langkah awal bagi Warung Acil Aulia maupun UMKM lokal yang ada di Indonesia untuk dapat terus berkembang dalam menghadapi dunia bisnis yang semakin kompetitif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aldi Saputra selaku ketua kelompok program pembinaan ini pun berharap agar monitoring yang sudah dilakukan bisa bermanfaat bagi usaha Warung Acil Aulia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk harapannya sih, pastinya biar usaha dari Acil Aulia ini lebih dikenal orang-orang dengan jelas. Apalagi di kawasan sekitar, sebelum ada kita kan namanya aja enggak ada. Bener-bener&nbsp;</span><span><em>pure</em></span><span>&nbsp;jualan tanpa&nbsp;</span><span><em>branding</em></span><span>&nbsp;apa-apa, jadi bingung mau referensikannya bagi orang yang mau rekomendasiin&rdquo; Ungkap Aldi melalui pesan&nbsp;</span><span>Whatsapp</span><span>, Rabu (6/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>Risha Maisaroh, mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis, FISIP Unmul angkatan 2023</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program International Student Mobility, Persiapan FISIP Unmul Bersaing hingga Tingkat ASEAN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-international-student-mobility-persiapan-fisip-unmul-bersaing-hingga-tingkat-asean/baca </link>
<guid> program-international-student-mobility-persiapan-fisip-unmul-bersaing-hingga-tingkat-asean </guid>
<pubDate> Mon, 25 Nov 2024 19:49:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Fisip sukses jalankan program Internasional Student Mobility </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-international-student-mobility-persiapan-fisip-unmul-bersaing-hingga-tingkat-asean/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Suqg24YlE0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program International Student Mobility, Persiapan FISIP Unmul Bersaing hingga Tingkat ASEAN</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> FISIP International Unit Program (F-IUP) menginisiasi program International Student Mobility Batch Southeast Asia 2024. Kegiatan yang berlangsung pada 25 Oktober hingga 7 November lalu ini diikuti oleh sebelas mahasiswa dan dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).</p><p style="text-align: justify;">Sebelas mahasiswa yang terdiri dari program studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI), Psikologi, Administrasi Bisnis (AB), dan Pembangunan Sosial (Pemsos) tersebut melakukan kunjungan tiga negara Asia Tenggara, di antaranya Malaysia, Thailand, dan Kamboja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun kegiatan yang mereka lakukan yaitu berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mengetahui program kerja, sistem kerja serta bagaimana keadaan negara. Tidak hanya itu, mahasiswa yang mengikuti program tersebut juga mengikuti kelas di Universiti Utara Malaysia (UUM) dan <em>University Of Cambodia</em> di Kamboja.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu mahasiswa yang mengikuti program International Student Mobility 2024, Kesya Miranda Manopo membagi pengalamannya saat berpartisipasi pada program tersebut. Mahasiswi dari prodi Psikologi itu menceritakan bahwa saat melakukan kunjungan Universitas, mereka melakukan pengamatan terhadap sistem serta fasilitas yang digunakan untuk belajar dan mengajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu kayak sempat nanyain dosen di UUM Malaysia itu ya, soal kayak penelitian kami. Dan kami tuh kayak meng-<em>exchange</em> informasi dan juga kayak menanyakan beliau tentang hal ini. Karena kebetulan juga beliau ini kan merupakan dosen yang kaya <em>specialized</em> pada bagian politik dan juga <em>border areas</em>&rdquo;, jelas Kesya saat diwawancarai melalui via Whatsapp, Rabu (13/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Raihan Jouras Zidan Purnomo yang juga mengikuti program International Student Mobility 2024 menyebut, dirinya bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu alasannya, dirinya tidak perlu mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hal tersebut menjadi informasi bahwa program tersebut dapat dikonversi dengan KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi ya rasanya ada kesenangan tersendiri, bahwa &lsquo;oh jadi kesempatan bisa ke luar negeri&rsquo; dan juga bisa enggak KKN di semester depan,&rdquo; tutur Raihan saat ditanya melalui Whatsapp di hari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Raihan juga menjelaskan program ini murni dari FISIP sendiri sehingga mahasiswa, DPL, hingga staf yang berpartisipasi hanya berasal dari fakultas tersebut. Dalam proses realisasi, seperti wawancara, juga dilakukan oleh dosen-dosen FISIP yang tergabung dalam bagian F-IUP.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Program tersebut menjadi salah satu capaian visi FISIP Unmul, yakni fakultas yang berintegritas dan berdaya saing di tingkat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dalam pengembangan dan penerapan ilmu sosial dan ilmu politik hingga 2025. Program ini menjadi bagian Program Cerdas <em>3 in 1</em>, di mana di dalamnya terdapat tiga program seperti <em>International Conference, International KKN&nbsp;</em>dan<em>&nbsp;Class Involvement &amp; social Networking</em>. <strong><em>(ria/emf/kar/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rawan bagi Keselamatan Pejalan Kaki, Sejumlah Trotoar di Unmul Perlu Perbaikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rawan-bagi-keselamatan-pejalan-kaki-sejumlah-trotoar-di-unmul-perlu-perbaikan/baca </link>
<guid> rawan-bagi-keselamatan-pejalan-kaki-sejumlah-trotoar-di-unmul-perlu-perbaikan </guid>
<pubDate> Tue, 26 Nov 2024 19:50:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi trotoar yang rusak hadirkan sejumlah keluhan mahasiswa. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rawan-bagi-keselamatan-pejalan-kaki-sejumlah-trotoar-di-unmul-perlu-perbaikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LiQh9woNa3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rawan bagi Keselamatan Pejalan Kaki, Sejumlah Trotoar di Unmul Perlu Perbaikan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sejumlah mahasiswa Unmul mengeluhkan kondisi trotoar di lingkungan kampus yang kurang memadai. Tidak hanya sempit, kondisi trotoar yang kurang baik menyulitkan mahasiswa yang berjalan kaki. Banyak papan yang berlubang dan rusak terbengkalai. Selain itu, batas jalan di beberapa area kampus terlihat tidak terawat. Hal ini menambah risiko bagi para pejalan kaki.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang mahasiswa FISIP 2023 yang kerap berjalan kaki menuju kampus, Maulana Ihsan Zaki. Menurutnya, trotoar jalur pejalan kaki sangat rentan untuk dilalui apabila tidak hati-hati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa celah yang terkadang tidak jarang membuat tersandung, terlebih jika ada terpal, kayu, dan beberapa lubang,&rdquo; ungkapnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (11/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Zaki, sapaan akrabnya, mengaku papan-papan yang menopang pejalan kaki di trotoar banyak yang rapuh, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan bagi pejalan kaki.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai perbaikan jalur pejalan kaki, Zaki menyebut perlu adanya perbaikan terutama pada kayu-kayu trotoar yang sudah rapuh, melihat kondisi tersebut ada di beberapa titik trotoar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal serupa juga diungkapkan oleh salah seorang mahasiswa FIB, Mawar (bukan nama sebenarnya). Mawar yang juga seorang pejalan kaki menyebut, perlu adanya perbaikan pada papan-papan yang rapuh di trotoar yang ada di lingkungan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang penting itu perbaikan kayu yang rapuh, karena nanti orang bisa jatuh,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, Mawar turut menyoroti masalah kebersihan di sekitar jalur pejalan kaki yang masih dipenuhi sampah. Lebih lanjut, ia melihat perlu adanya pemerataan pembangunan trotoar di sepanjang jalan di Unmul.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena trotoar pejalan kaki menuju ke FIB tidak ada, itu membuat tidak nyaman,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(npl/una/dya/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lestarikan Warisan Budaya, Mahasiswa Ilkom FISIP Unmul 2022 Gelar Pagelaran Batik Borneo </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/lestarikan-warisan-budaya-mahasiswa-ilkom-fisip-unmul-2022-gelar-pagelaran-batik-borneo/baca </link>
<guid> lestarikan-warisan-budaya-mahasiswa-ilkom-fisip-unmul-2022-gelar-pagelaran-batik-borneo </guid>
<pubDate> Wed, 27 Nov 2024 15:00:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Prodi Ilkom Unmul sukses menggelar Pagelaran Batik Borneo. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/lestarikan-warisan-budaya-mahasiswa-ilkom-fisip-unmul-2022-gelar-pagelaran-batik-borneo/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/obNu2WJx4Y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lestarikan Warisan Budaya, Mahasiswa Ilkom FISIP Unmul 2022 Gelar Pagelaran Batik Borneo</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pagelaran Batik Borneo hadir sebagai bentuk apresiasi atas nilai-nilai budaya Indonesia, khususnya dari tanah Borneo melalui batik. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 November 2024 di Atrium Mall City Centrum Lantai 1 yang dimulai pada pukul 16.00 s.d. 21.00 Wita. Penyelenggara pagelaran ini merupakan mahasiswa program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) A 2022 FISIP Unmul sebagai <em>output</em> pada mata kuliah (Matkul) Perencanaan dan Pengorganisasian Event serta Advanced Public Relations.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pagelaran ini mengangkat tema &ldquo;Warisan Budaya dalam Goresan Batik&rdquo; yang terdiri atas berbagai macam agenda menarik, di antaranya talkshow dengan SEBEVA (Batik Etam) dan Atiiqna Batik, <em>fashion show</em> oleh Putra dan Putri Kampus (PAPIKA) Unmul, <em>stand-up comedy</em> oleh Rizky Adi Pradana, hingga <em>live</em> membatik dengan Borneo Craft Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Guna mendukung berjalannya acara, pagelaran ini menggaet sponsor, yakni PT Pupuk Kaltim, Bankaltimtara, Naavagreen, serta media partner yang beragam. Pagelaran yang dihadiri oleh 65 peserta sekaligus tamu undangan ini berlangsung secara meriah disertai dengan antusias sejak rangkaian <em>talkshow</em> dimulai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Dosen pengampu matkul Perencanaan dan Pengorganisasian Event Prodi Ilkom FISIP Unmul, Kadek Dristiana Dwivayani.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Acara ini hadir sebagai <em>output</em> kolaborasi mata kuliah Perencanaan Mata Kuliah dan Pengorganisasian Event dan Advanced Public Relations. Harapannya, semua <em>audiens</em> yang hadir bisa menikmati acara, semoga kita bersama bisa menjaga dan melestarikan batik Indonesia,&rdquo; ungkap Kadek penuh harapan, Sabtu (23/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Peserta yang hadir turut membagikan keseruan pagelaran. Mulai dari belajar membatik sebagai pengalaman baru hingga pentingnya kesadaran untuk generasi muda dalam melestarikan kebudayaan lokal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Buat pengalaman baru untuk aku dan teman aku juga. Apalagi kita sebagai anak muda gitu kan harus melestarikan batik. Ini keren banget, sih. Soalnya kita itu jadi tahu bagaimana cara membuat batik, terus gimana tahu caranya gitu. Pokoknya seru banget, kita jadi lebih produktif lagi,&rdquo; ungkap Zee dan Insyi dengan semangat, Sabtu (23/10).</p><p style="text-align: justify;">Pagelaran Batik Borneo turut menghadirkan <em>Fashion Show</em> Batik dengan mengajak Putra Putri Kampus (PAPIKA) Universitas Mulawarman sebagai modelnya. Busana yang digunakan berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak pada bidang batik, yaitu Atiiqna Batik. Hal ini sejalan dengan tujuan agenda untuk mengenalkan UMKM batik yang ada di Samarinda, seperti Hunge Indonesia, Batik Etam, dan Borneo Craft Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Tak selesai sampai di situ saja, Pagelaran Batik Borneo turut menggelar <em>talkshow</em>. Dipandu oleh Aulia Lun Ananda Putri sebagai moderator, acara tersebut membahas tentang strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga pelestarian batik di kota Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Acara ini sangat menarik karena kita dapat melestarikan dan mengenalkan budaya kepada teman-teman. Diadakannya acara ini mampu menarik para pemuda untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya kita, batik kita, kerajinan kita&mdash;khas Provinsi Kalimantan Timur,&rdquo; jelas Iva selaku pemilik SEBEVA di hari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Tak sampai di situ, segenap UMKM juga turut menyampaikan suka cita atas digelarnya acara ini. Gaung terhadap wastra semakin melingkupi kehidupan yang dapat pula memberi harapan untuk sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Suka cita serta semarak dari kehadiran peserta dan kerja keras dari panitia membuat acara berjalan dengan khidmat. Di tengah <em>ballroom</em> Mall City Centrum, para pengunjung dapat menyaksikan kekompakan peserta dalam menggunakan batik. Bersamaan dengan jargon &ldquo;Bujur-bujur Bebatik&rdquo; yang terus digaungkan, kota Samarinda dapat dengan percaya diri melangkah dalam memastikan keberlanjutan kerajinan Batik Borneo melalui semangat belajar dari generasi penerusnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rasanya sungguh terharu melihat generasi muda melakukan wujud nyata pelestarian budaya melalui kegiatan ini. Harapannya, acara Pagelaran Batik Borneo dapat memberikan pesertanya pengalaman pembelajaran yang menarik dan berkesan terkait dengan budaya, khususnya di Kalimantan Timur,&rdquo; pungkas Kheyene, Dosen pengampu matkul Perencanaan &amp; Pengorganisasian Event serta Advanced Public Relations Prodi Ilkom FISIP Unmul.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ini ditulis oleh Aulia Lun Ananda Putri dan Yaasiina Nur Laila Aprilia, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022 sekaligus panitia Publikasi dan Dokumentasi Pagelaran&nbsp;</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Batik Borneo.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Anarkisme: Filsafat Politik atau Gaya Hidup? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/anarkisme-filsafat-politik-atau-gaya-hidup/baca </link>
<guid> anarkisme-filsafat-politik-atau-gaya-hidup </guid>
<pubDate> Thu, 28 Nov 2024 16:08:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anarkisme, paham yang menentang hierarki dan otoritas kekuasaan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/anarkisme-filsafat-politik-atau-gaya-hidup/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ekqMOBbc3d.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Anarkisme: Filsafat Politik atau Gaya Hidup?</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hingga hari ini kata anarkisme sering dilekatkan pada hal-hal yang berbau negatif, seperti kekerasan, vandalisme, dan perusakan. Anarkisme seakan menjadi momok menakutkan bagi para pendengarnya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apalagi akibat ulah berbagai media&nbsp;</span><span><em>mainstream</em></span><span>&nbsp;yang mereduksi makna anarkisme seolah-olah menjadi biang onar segala kekerasan yang terjadi pada setiap gerakan demonstrasi. Ini terkait dengan politik kuasa media yang dapat mempengaruhi para pembacanya, sehingga menyebabkan pendangkalan makna pada anarkisme.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak jarang pula, orang-orang yang mengaku dirinya sebagai aktivis pergerakan yang sudah malang melintang di dalam parlemen jalanan menggunakan kata anarkisme sebagai aktor utama provokator yang membuat kerusuhan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal anarkisme ialah salah satu filsafat politik yang menentang adanya hierarki dan otoritas yang sering kali menyebabkan penindasan terhadap manusia. Maka dari itu bagi anarkisme, negara dan pemerintah harus ditiadakan sebab kedua hal tersebut yang sebenarnya memproduksi kekerasan dan penindasan pada umat manusia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara etimologi kata anarkisme sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu&nbsp;</span><span><em>Anarchos</em></span><span>&nbsp;atau&nbsp;</span><span><em>Anarchein</em></span><span>. Huruf &ldquo;A&rdquo; sendiri memiliki arti &ldquo;tidak dan tanpa&rdquo; dengan &ldquo;</span><span><em>archos</em></span><span>&nbsp;atau&nbsp;</span><span><em>archein</em></span><span>&rdquo; yang artinya &ldquo;pemerintahan dan kekuasaan&rdquo;. Sedangkan&nbsp;</span><span><em>isme</em></span><span>&nbsp;sendiri memiliki makna &ldquo;paham atau ajaran&rdquo;. Anarkisme juga sering disebut sebagai Sosialisme Libertarian, Sosialisme Anti-Otoritarian, dan Sosialisme Merdeka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka dari itu, secara singkat anarkisme dapat diartikan sebagai paham atau ajaran yang menentang adanya otoritas kekuasaan, kelas, dan kasta yang bersifat hierarkis, karena bagi anarkisme kekuasaan yang bersifat hierarkis dan sentralistik sebagai alat dari penindasan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi para penganut anarkisme, negara dan pemerintahan harus dihapuskan. Kemudian menggantikannya dengan memberikan otonomi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengatur dirinya sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan sekedar ide yang utopis dan mengawang-ngawang, anarkisme telah lama terwujud dalam kehidupan masyarakat yang mendiami Nusantara. Contohnya, anarkisme ditemukan di kalangan masyarakat Dayak yang mendiami pulau Kalimantan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum terbentuknya negara bangsa Indonesia, masyarakat Dayak dapat mengatur kehidupannya secara mandiri tanpa adanya intervensi pihak kekuasaan. Hal ini telah ditulis oleh Bima Satria Putra dalam bukunya yang berjudul</span><span>&nbsp;&ldquo;</span><span>Dayak Mardaheka: Sejarah Masyarakat Tanpa Negara di Pedalaman Kalimantan</span><span>&rdquo;</span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Telah terbukti bahwa pembentukkan negara dan bangsa merupakan salah satu faktor utama hancurnya pranata kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya, dan hukum masyarakat Dayak yang menempati berbagai pedalaman dan hulu sungai pulau Kalimantan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apakah masyarakat Dayak memilih tempat tinggalnya di pedalaman dan hulu riam sungai yang sulit dijangkau hanya sekedar letak geografis semata? Ini merupakan alasan dan keputusan rasional yang dikehendaki oleh masyarakat Dayak sendiri untuk menghindari jerat penindasan dan kekuasaan yang ingin mencengkram kehidupan mereka. Pedalaman dan hulu riam yang sangat sulit aksesnya merupakan benteng alami yang dibentuk oleh mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejarah telah menunjukkan bahwa pembentukan identitas Dayak sepanjang perjalanannya ditandai dengan ketidakpatuhan terhadap otoritas yang menindas. Mereka dapat menyelesaikan konflik yang dihadapi tanpa hakim, polisi, dan penjara. Sistem ekonomi yang terbangun tanpa uang dan pasar, kemudian menjadi pemberontak untuk menangkis pajak dan upeti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbagai mekanisme mereka bangun dengan menyebutnya sebagai &ldquo;jurus-jurus merdeka dari kekuasaan&rdquo; antara lain adalah pertanian gilir-balik (pertanian melarikan diri). Ini merupakan mekanisme yang menggabungkan antara sistem mata pencaharian sekaligus mekanisme pertahanan yang memungkinkan mobilitas tingkat tinggi, untuk menghindari takluk pada kekuasaan. Kemudian, kuasa mistik dengan mempraktikan berbagai ritual penghilangan kampung agar tidak terlihat oleh musuh yang ingin menundukkan mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kayau, identitas ini masih terus melekat hingga hari ini pada masyarakat Dayak. Identitas tersebut tidak lepas dari campur tangan para antropolog barat pada abad 19 hingga 20 yang menggambarkan perburuan kepala di kalangan orang-orang Dayak yang menimbulkan kengerian pada para penjajah. Sehingga lahirlah peristiwa penting pada tahun 1894 di Tumbang Anoi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konflik etnis pada 20 tahun silam yang melibatkan antara orang-orang Dayak dan pihak lainnya, banyak menimbulkan berbagai pendapat. Salah satunya menyatakan bahwa tradisi lama mengayau telah hidup kembali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penggambaran identitas yang penuh kengerian tersebut dapat dikatakan sebagai mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh orang-orang Dayak, untuk mempertahankan otonominya terhadap gangguan kekuasaan ataupun otoritas yang mengusik mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Identitas yang terbentuk, dibentuk, dan membentuk hingga sekarang itu merupakan kritikan atas dominasi yang berjalan secara berkelindan dengan berbagai perusakan tatanan kehidupan mereka. Sehingga identitas tersebut juga membuat pihak penguasa berpikir ulang untuk menundukkan orang-orang Dayak yang mereka anggap masih barbar sehingga tidak mudah untuk ditaklukkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan itu, apakah anarkisme itu kekerasan? Pierre Joseph Proudhon seorang tokoh anarkis dari Prancis yang lahir 15 Januari 1809 dan wafat 19 Januari 1865 menyatakan, anarkisme adalah kedamaian dan anti terhadap kekerasan. Terlebih lagi ia berpendapat bahwa gagasan anarkisme sama dengan gagasan-gagasan politik lainnya yang menghendaki rasionalitas dan positif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anarkisme juga membangun swakelola lewat demokrasi langsung alih-alih demokrasi parlemen. Demokrasi langsung adalah mendorong masyarakat untuk turut aktif dalam mengambil keputusan yang bersinggungan langsung dengan kehidupannya dan keputusan bersifat dari bawah ke atas. Tidak ada pemimpin, namun delegasi atau juru bicara yang dapat dicopot sewaktu-waktu apabila melanggar kesepakatan bersama yang telah dibahas dalam dewan-dewan musyawarah rakyat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian yang perlu diketahui pula, setidaknya terdapat tiga posisi anarkis hari ini, antara lain:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Anti terhadap organisasi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kaum anarkis yang berada di posisi ini menganggap bahwa organisasi akan melahirkan birokrasi yang bersifat sentralistik, sehingga kaum anarkis dalam posisi ini mengusung spontanitas dalam gerakannya dan terhubung dengan kelompok-kelompok kecil (afinitas).</span></p><br><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sindikalisme atau Komunitarianisme</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kaum anarkis yang berada di posisi ini percaya bahwa pembangunan organisasi hanya di tingkat sosial saja seperti, terjun dalam serikat buruh, gerakan lingkungan, gerakan masyarakat adat, dan lainnya. Karena mereka percaya bahwa organisasi di tingkat sosial telah dilengkapi perkakas yang cukup untuk melakukan perubahan.</span></p><br><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dualisme Organisasi (Spesifik)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kaum anarkis yang berada di posisi ini percaya bahwa kaum anarkis haruslah membangun organisasi di tingkat politik, maksudnya adalah kaum anarkis harus menghimpun dirinya ke dalam organisasi khusus anarkis. Sementara di tingkat sosial kaum anarkis juga perlu untuk melakukan peleburan sosial dan melakukan kerja-kerja sosial di berbagai organisasi gerakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ini ditulis oleh Andreas Hului, Mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial FISIP Unmul angkatan 2020</strong></em></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cegah Kasus DBD, SCOPH CIMSA Unmul Gelar Kegiatan Edukasi Bertajuk “TEPUK” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/cegah-kasus-dbd-scoph-cimsa-unmul-gelar-kegiatan-edukasi-bertajuk-tepuk/baca </link>
<guid> cegah-kasus-dbd-scoph-cimsa-unmul-gelar-kegiatan-edukasi-bertajuk-tepuk </guid>
<pubDate> Thu, 28 Nov 2024 18:36:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dengan melibatkan sejumlah siswa sekolah dasar, SCOPH CIMSA Unmul sukses selenggarakan "Tepuk" </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/cegah-kasus-dbd-scoph-cimsa-unmul-gelar-kegiatan-edukasi-bertajuk-tepuk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pP22yp6sx2.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Cegah Kasus DBD, SCOPH CIMSA Unmul Gelar Kegiatan Edukasi Bertajuk “TEPUK”</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Demam berdarah (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk <em>Aedes aegypti</em>. Penyakit ini menyebabkan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, dan dapat mengakibatkan komplikasi fatal, yaitu demam berdarah dengue.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tahun 2024, kasus demam berdarah di Samarinda menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hingga Oktober lalu, tercatat sekitar 2.320 kasus di Kalimantan Timur, termasuk di Samarinda, dengan jumlah korban jiwa meningkat akibat kondisi cuaca lembab dan hujan yang mempercepat penyebaran nyamuk&nbsp;</span><span><em>Aedes aegypti</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guna peningkatan kesadaran dan mendorong tindakan pencegahan DBD, SCOPH CIMSA Unmul mengadakan kegiatan bertajuk &ldquo;Tingkatkan Edukasi, Putuskan DBD&rdquo; yang disingkat &ldquo;Tepuk&rdquo; di SDIT Luqman Al-Hakim Samarinda, 26 Oktober 2024. Acara ini melibatkan 32 peserta dari kelas 4 hingga 6 SD, bersama 19 anggota panitia yang mengatur kegiatan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program dimulai pukul 08.00 Wita dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan &ldquo;Indonesia Raya&rdquo; dan Mars FK Unmul. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan oleh&nbsp;</span><span><em>Local Coordinator</em></span><span>&nbsp;(Loco) CIMSA Unmul, Wakil Dekan FK Unmul, dan Kepala Yayasan SDIT Luqman Al Hakim Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara dilanjutkan dengan pengisian&nbsp;</span><span><em>pre-test</em></span><span>&nbsp;oleh peserta untuk mengukur pengetahuan awal mereka, diikuti oleh penyampaian materi terkait demam berdarah, 3M Plus, dan vaksin demam berdarah yang dibawa oleh Jaya Mualimin selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sekaligus pembicara pada sesi ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peserta tampak sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh pemateri. Setelah itu, diadakan sesi tanya jawab dimana peserta mendapatkan hadiah bagi peserta yang bertanya terkait materi yang disampaikan. Kemudian, dilakukan penyerahan sertifikat kepada pemateri oleh panitia yang bertugas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah pembagian sertifikat, dilakukan&nbsp;</span><span><em>post-test</em></span><span>&nbsp;untuk menilai pengetahuan peserta terkait materi yang telah disampaikan. Untuk mencairkan suasana, sesi&nbsp;</span><span><em>ice breaking</em></span><span>&nbsp;selama 10 menit mengajak peserta bermain Simon Says yang membantu menyegarkan para peserta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, diadakan demonstrasi penggunaan abate, larvasida untuk membasmi tempat berkembang biak nyamuk, diikuti sesi praktik kelompok yang dipandu oleh anggota panitia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ditutup dengan &quot;operasi semut&quot; di mana peserta membersihkan sampah di lingkungan sekolah. Setelah kegiatan selesai, baik panitia dan peserta turut ikut dalam sesi cuci tangan kelompok sebelum penutupan akhir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, SCOPH CIMSA Unmul berharap kegiatan Tepuk dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terkhusus peserta yang mengikuti seminar mengenai DBD ini, sehingga masyarakat bersama-sama dapat memberantas kasus DBD.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Press release ini ditulis oleh Annur Selvia, Research Supporting Division Team CIMSA Unmul.&nbsp;</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pekan Berboedaja: Menebar Jejak Nusantara di Negeri Jiran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pekan-berboedaja-menebar-jejak-nusantara-di-negeri-jiran/baca </link>
<guid> pekan-berboedaja-menebar-jejak-nusantara-di-negeri-jiran </guid>
<pubDate> Fri, 29 Nov 2024 14:03:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebagai sarana memperkenalan budaya nusantara, awardee IISMA UM sukses selenggarakan Pekan Berboedaja </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pekan-berboedaja-menebar-jejak-nusantara-di-negeri-jiran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FYP9cCNBlx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pekan Berboedaja: Menebar Jejak Nusantara di Negeri Jiran</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) unggulan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mahasiswa diberikan kesempatan emas untuk menjajaki berbagai perguruan tinggi tersohor dunia selama satu semester.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui IISMA,&nbsp;</span><span><em>awardee</em>,&nbsp;</span><span>mahasiswa yang lolos, berkesempatan untuk mengembangkan diri baik&nbsp;</span><span><em>soft</em>&nbsp;<em>skill</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span><em>hard</em>&nbsp;<em>skill</em></span><span>, serta turut berperan sebagai media komunikasi budaya Indonesia di kancah internasional. Kesempatan ini turut diberikan pula bagi 70&nbsp;</span><span><em>awardee</em></span><span>&nbsp;IISMA di Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, Malaysia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pekan Berboedaja sukses digelar oleh para&nbsp;</span><span><em>awardee</em></span><span>&nbsp;IISMA UM pada Kamis 21 November dan 28 November 2024. Mengusung tema &ldquo;Culturise: Pekan Berboedaja&rdquo;, IISMA UM 2024 turut berkontribusi dalam memeriahkan dunia perkuliahan UM dengan pentas seni dan&nbsp;</span><span><em>talkshow</em></span><span>&nbsp;interaktif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan kebudayaan dan produk UMKM Indonesia, tepatnya Desa Budaya Pampang di Kalimantan Timur dan Redo Coffee dari Sulawesi Utara. Para&nbsp;</span><span><em>Awardee</em></span><span>&nbsp;juga berkesempatan berkontribusi kepada kelompok difabel sekitar dengan pesona khas Indonesia serta sebagai peringatan Hari Batik dan Hari Pahlawan di Negeri Jiran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Beraksi Sosial di Negeri Jiran</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rangkaian Pekan Berboedaja diawali dengan Aksi Sosial (Aksos) pada Kamis (21/11) pukul 14.00-16.00 Wita dan berkolaborasi dengan Persatuan Kebijakan Kanak-Kanak Istimewa Insan (PKKII) Wilayah Kuala Lumpur dan Selangor, Kuala Lumpur. Aksi Sosial diawali dengan menari dan bernyanyi bersama dengan 17 kawan difabel intelektual. Tak ketinggalan, para&nbsp;</span><span><em>awardee</em></span><span>&nbsp;dan kawan-kawan difabel duduk bersama dan mewarnai sebagai bentuk kenang-kenangan. Untuk mempererat tali persaudaraan, Aksos diakhiri dengan makan bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pesona Nusantara di Negeri Jiran</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAgICAgJCAkKCgkNDgwODRMREBARExwUFhQWFBwrGx8bGx8bKyYuJSMlLiZENS8vNUROQj5CTl9VVV93cXecnNEBCAgICAkICQoKCQ0ODA4NExEQEBETHBQWFBYUHCsbHxsbHxsrJi4lIyUuJkQ1Ly81RE5CPkJOX1VVX3dxd5yc0f/CABEICSQQQAMBIgACEQEDEQH/xAAxAAEBAQEBAQEAAAAAAAAAAAAAAQIDBAUGAQEBAQEBAQAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAX/2gAMAwEAAhADEAAAAvtC5SiAAAAWJag0gqJagqCoAAggqFsAABAAAQAAIAACLABLAICgIJQAIogAIogAAIAsAAAAAIsAAAAAAAAIsAAAIoEAAAAAIoiwAAAAASgAIC0ESiKIpUWILCoillCKIUlQoAJQAAAFEoSiLAAAAACALAAAAIzN5qgAAAAAACAAAoABjeDZQBKAAAAAFACKAAAFlCBYCwAAAAAAlCUIoiklCKpKAAAAAAAAAAAAKQUAAAAAAFlEqAoAUigQqUACFiqAAAAAAAABZQAABQAAAsoAAAoFlABQCgAWCpQEqUAoFgqWgKgqUAWEqCoKkrTI1JDTMNMw0yssQqBSgQCpQAVRYFFlVZYWUACgAAOSy4AAiiLAARagqCoWpYABQgAAAAgsAAFIgABAAAASwAASiASiLAABKIsAAiUWAAACoqIAAAABLAAAAAAABKIoSiAAAAAihLAACKAJUACwFIAAAAAAAAIAABQQKAACUAAABZUEKlAUCLAAAAAAABAAAZ1ktBLAsAACwAAAFIoigQZ1k1QAAAAAoAAAAAAALAAAAWAAAAAAAKCQFCwFBAACwsoASiVCwBSUAAAACwAAAKJQAAAKAJQAAAAqCpQAAAAAABZQAACoFAAACoKAAoAWUAoAFgoAKlQBYKAKqCpRYKgqCoKkTTKtSCsjUkrUhKgCwAAUAAAWUAWVViLYKlltlFlAAoAAI5jWEoiwAASiKIFAiwAAACUAAFACAABAAAIiy0IAAAgAAEsAEoiiAAAiwAAAiwAAAAiwAACApKIUiwACAUAAABKEoiiAAAAAAiiAAAAlACAoIoiwLAAAAAAAAAAsCiKIoiiKAgAAAAAFSiKIAAAABAKJKJQSgCKIoiglEsBQAAACZ3CgAAAFJQAAAAFIAqyKiKIsLKIqoogAAAgKAAAAAALAUiiUAAAJQigAAAAAUlCKIolAAAUhSUAAAAAAFgoAAAAAACiKAAAAFlAAAAFAACgAoAKgoQACgClgoAFgqCoKgqCoSpKqCoqxEsKsEAFAAAAKgqUAWCpQSXSVVItlFgtgqCoqgAEjA1gACKIsAAEoiiASliwAAAlFEioAAFgsFCAAEsACwAACWLACKIAACAAASiLAABKIAAACUAEogAAAAAIsCwAACUAAAEAiiUWKIoiiAAAiwAAAAAAAAAAAAAiiWUigAAAAAAAABQCAIoAiwABYoiwAAASgCFIoiwFIogAAAAACwAWUICiUEoAAAABKKAAAAAAAASwUIoiiKIohSLAoiiUAAAABSKIAAAAAoiiUAAAABSKIoigABKJQAAAABFAAFAACgQBQAAAFIoAAAAFAAAKlFgqCgAAoAAKgoAAFgqLBCoKgqCwsAACwAUlAAAEAAAqFqUIKllUlVRZQg0gqKrQAAASyOVk1nbNKEAAAiiKIsAIogAWKIsABAAAFCAAAAUQFiKIogAEoiiABYABKIABKIAIAAASiAAAiwUAEoiiALAAABKAAIoSiUJQjUIoiwKIIABUoiwAASiKIogCgCUIogAACiAAAAAAAAAWUAAAFhKqNIk1CLAKiogUACLAAAABKJUKAAACFIoAAAAAAAABAApUBYCgFAAACKIsAAAAAAAAAAAAABSAWUAQFQsCgAigAAACygQWCgAAAUEUiiKSKIUlKAACAoAAAAACpQAAAUAAAAAAqUAAAFAAAFlAAFgqChAAoQoACLKAgqUSrAAABQAECgAAAAgRbFllUFAWoKlRZaXVgFAAAASyOQ1mKFg0zUoAAAAEoiiAAiiLFAiiASiKIAAFCAAEoCVZQUy1CSiAAiwAgAEogAAIsAUAABKIsAAgABKEolBKIsAAAAAAABQtItMtDM1DLUIsEogAAIogABSLIAABQAAJQASiKIoiiAAKJQAiiUAABQUVQ0jM3DDUMzUqLBLAIAAlQBQQAFAAAAAAAAAABAoIALACigAACiKBQtMtkw1DLUWAAiglEoiiKIAUhRKIAoAAAAAAAAAAAUoAEBQAgAUigAoiiACwAAAAAAAAAAABQAAAAFAAAAAAAAFAAUlAAALBQAAAAAAALAAAApZUlAAAUikCgAAAAAghbCVQFBCpDRbFzomt0lJQUAAAABLI4653WNM6UABYNM1KUgAAAAEoiiASiLAFSiKICKIsAAUAIAoKJUokoiiTQysIogIsAIogAAIoiiAAAlACKIAFAACAApKIoiiKIqIoigUWUtlQoy0MTcMzUXKiAiiKIABKAEoSiKJQigBKiLAFAAAAAAAAAAALAoAUNWaKUjSOc6ZMTUrKwiwAiiACAAIoiiKIohViiKIoiiKIogRZSKAqUAAAAACgAoVUtWijM1DM1kiyVKIAAAABKAJQAAACgQAAAAoASgAAAAAAAUlAWJVJaC1czUMrLIsAAAABSKIoAAAAAAAAFJQAJaCAAoAoiiUQAACgAAUCiLAQqALKgqCoKlAQKFIUAAKSUoAAAAAAAiUAJVlADKyqsXPQxvqlCUFAAAAAAACPLrpjeIzLOhJdyWBViiULcVNJRKJQiiKIAACKIsIoixUoiiAAiiLAFAqItgpZVuzm6DnOsOU6YMLCLKAiwAAiiCAAAIoiiAAAASiKIUiwAAABQAAQAAC2Uus6LrXQ5Oo4zvDz478jE1FgiLAAACKIoSiKIsBSAKIoiwSgABKAAAAAAgCUAAUoWUus7Nb1tOborjn0ZjzY7c1xNQgIogAIqIsBSAAAAAAAAAAAAAACgAABSKAAFlFEtbqa1uzm6w5Z7c45zWVkoiwCAIqpSWKsiiKIoihKJQSgACUAACwAKIoiiKEoiiKJQlBQLSW0ltjKiSwksqAAAAAAAFqACAoAEAAKAAAAAAAAFlAAAABQAololCwAsgIAAAUlLAABSWUACwoAAAAAAAEiwUBQRCyBUs0nazl16M6CUFAAAAAAAAAAnPpi53naXzY9k1nhZzueqWXTNloUCUS3I0lAAAEoiiLAACKIsIpYokoiiLAABKJSW3NOtxtQgBz6DzzeagSKIBKWKIsAIogAAAAgCKIAAAAAAABKIoiiKIoiiUFlLrGj03j1KAB5/RwOU1kSiLAFShKIoiiKIogAgAAAACKIoiiKIoiiKIoiiKIoigABSL057PTeXSyigMeftxzcSxRAACKIsAAiUIoiiKIoiiKIsBSFIogCiKqUAAAACiKJRBaWU125epKKAc+kPLneJZLAABKIoiiKIAUgAFlIUigAAAAAAAKAAACAoIWWghQup1JrpTm6E5475XhneCSwiqiiKIoikiiFIogCiKIoiiUAABSLAUiiLKKIIUAAAAoUAq6M3dObrE5zpkysEsBAAqopJQAKIoAFSFqUAAAAAAAEJQFAkLlSNLM8u/OzHr3qUM6BQAAAAAAAAAAAiY6c7noFBUpOHP1rny71x1noxuW3NWpYBQLc0qVAAAAAIogAIoiiBUoiiAiiLAUlC3Nl1cU2wNzAZsIsIsEoiwAAiiKIAACUAEoiiKWAAAiiKIqIqosAAgAAAAoWU1rA63lTrOY1hCSwSiASiKIoiiKIAAAAAAFAAiiKiKIoiiLAUiiKIoiiKIolAUWU3vlY7OVrpnELiyJLCABYACUEoiwFIAIAAAACggAAAKAKIoigAAEKoAUWUvbjqz1OFOzlDrxmSZsIBKliiKIoiwAAAAAAAFIoiqikiiKIpZQBAEoAAAAFIoWU16fP2l2LAEnMziwkoiwAAAAAAAFIsCiKqKAAAAAAAAAAQAAAAUAoN9c9AABy68jnLALIoAAAKAAQoCgAAAQUSwBQCWWUACQsmrI1mzWN9zz77YzXPrzrsM6BQAAAAAAAAAAgABjeLnaVQUAAExx9KzydOvDWdOXRNWSXSWUFAtzUqUAAAAASiKIogEpYoiwiiKIsAAAlAAgEqpKIsAEoiiFIsgBKIoiiLAsAAAAEoiiKIoiiKIsUsAAAAAChYKEELCVKICKIohSKIAAAACKJQlCKIoiiAKWLAAAAAAAUiiKIqIolACgqCoEsEsAIoggFiiLAAABKIoASoigKlAACKAAABUiiKoAAolABSy2DVxTUgQEsEoiiKIsAAAAUAAAAAAAEKIoiiKJQAAAiqigICiolBQu8U6XmOkwLlBLCKqLAAAAEBQQAUiiKJQASiLAAAAsCiKIoiiKEoAAAWUalO2uNOrkOk5w1hESygACgAECigAAAsAQUlQABSWAUAZLFszq5s1np2jh2rOgaY3hNcuvO56iaBQAAAAAAAAgAAABjebLZQFAAAAAnD0Lnyb9HK5jnbN2JdM2WhQRYKlAAAAAAAVKIoiwAiiLBKJQiwASiKIBKIogEoiiAAlFiiKIoggACUAAIoAiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoigABKIogEpYoiiKIoiiAlIlCKIolCKIoiiKIoiiLAAAAsCiKIoiiKIoigAAFCEoiwiiLAACLAIBUoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoSklAKKIolAAqpQFSUBSKAEsAIoiiKIsAEoiiKIoiiKIolAAoiiKIqooiiKEoiiUAABSKIoFIoWUAAQRKIoiiAAAKIogCwFIoiiLAAAKAAAAKIoiiKiKqKJRAABRYKgqCkLAAAAFSKAoAUiiUAQgAsAFCAUCxCyaszqLmzr0l5dTOwUABnWUvPpzueomgUAAAAAAiAFgogAABmzU0AFAAAAAAAY2Tyz151jmzizrc2XTNloAVYLc0qCgAiiKIogAAIogAEoiwASiKIACKIACKIoiwAAiiKIoiiKIokpUoASgCKIoiiKIolBKIoiiKiKIoiiKIoiiKIACKIoiiKIoiiAABYoiiKIohSKiKIUgCiKIqooiiKIqIoihKAAAAIoiwSiLFCIogAAIqIsAAUAAAAAAAUhUihKoAUigKFSKJQAKAoAAAACKIoiiLAsAEqEoSiKAAAoAoiiKSKACwKIoiiKIoiiUAACgAAACKIoiiKqLAAUiiKIAAAAAAAEAFIUiiKIoiiKIoiiKIolAAUlCKIoiiKQAKFIoigAEAEKQABQiVVgCQsauc6lsl7amsbM6BQAAAGdZS8+nO56iaBQAACQ1IgACoigAWCoKg53LU63nsoUAAAAAAAABKThz9a58+5x1ntePWXTNloAVYNM0oAAAAEoiiAASiKIACKIsAAIoiwASiKIsAAAIolCKIoiiKIoiwKIohSAAAAAAAAAAilAlBKIoiiKiLAABKIoiiKIAAAAAUkoiiKIpYoiiKIpAABSLAUiiKIoiiLFAASiKiAiiSiLFCIoiiLAIAABQAJRJQBQQAKFIoSgWopJQFIoChSKAQAAAAACKIoiiLFAAAAAKIoikiiUBSFIoiiKIoiqiiKJQAAFIoiiKIoiiFIoiiKIogQoiiKIoiiLAUgBSKIohSLAoiwKIoiiKAJQAAAAAAAAKSKIqgAAAAAQAAFQBYixSwJCxbmax0rG+1zZSaBQAAAAAGdZS8+nO56iaBRCsCyIqUCKlAAKlAAAAOQpYNawrq5aNgAAAAAAAAABOPh+px1nl1EXns0iWlAUCpQAAAAABKIoiwAAiiKIBKIoiiFICKIoiiKIACKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiLAAAACKIoiiKIsAAIpYoiiKiKIoiiKIsCwAASgAUiiKIoiiKIqoqIoiiKIoiiAiiTUWKiSiKICKliiAAiwFIqIoiwAKIoiqAAAFSUoUigUiqlEKIolAUiiKIoiiKIoiwTUIoiiKIoiiKIoiiKIoAKIoiqiiKIolEAFIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoikAAAAAAACiiKIoiiKSKAEsAAUIBQEZRE1Nzn1Tn09FmpTOgUAAAAAAABnURz6c7OrMl3MFsICAFlAFgoAFgoAAAOQoBQAWDeuVroxsAAAAAAAAc+nNNSrLw9A8u+/G5rltN3NmqFAWCpQAAAAAAACKIoiwAASiKIoiiAAAiiKIoiiKIoiiKIAoiiKIsACwAAAAlACKIoiiKIoiiKIoiiKIoijK0yoiiKIoiiKIAACKIoiliiKIoikilFSKIoiiKIoiiKIoiwAiiKIsWKiLCLBKWCIsAEqWLAAAAAIAACgACgLBSUCqFSKCiUCqikiiKJQKIoiiLAoyoiiKIok1FShKIoAKIUikiiKIoFIoiiKIoiiKIoiiKJQSiUEoiiUJQigAAAAAAAABKJQiiKIoiiKIolAAEAAAAFIogACwFIsABSLKLAUiiBAAAAIFCBViwIsS5sc+0Tx+x6SUx0BQAAAAAAAAARhBCUAIAWUAWUAWCgAAAqCoKgxKqWUAAAWCgusK6MU0AAAAABjeEoNABXPoTzX0Zucucs7IlqVQFgqUWCgAAiiKIsAAAAAIoiiKIsAAAAEoiiKIoiiKIpIpYpIpYoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiLAoiwSiKIoiiKIoiiLCKIoiiLACUIoAAFIolAAUiiKIoiiKIBKIoiiLCKIsIokokqWAiyVKIAJYAAAAICgAAKlASiigWpRCgqpRCiVSKIoiiUAEoAiiKIoiiKMqIoiwAAFIoigAUiiKJQKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoikilikiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIAAKBAAIsABFogAAkouWdZ12Xh12mued5snbn0lCaAAAAAAAAELMwsSLACAAAFABZVBAKlAAAAAAMCgAAAFAAACpa1cDbOgAABjeUWUoAUABKThn0rnlZzs63GpdQWgEKgtgqCoKlAAAAIoiiLAAAAAAABKEoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoSiKIoiiKIoiiKIoiiAAAAAAAAAAAAAiiKIogIoijLUIZltyNMjVxTRbAACiKIoiiKIsAAAIogAICKJKJKWSoiwiyWKIJYsAAiKJQAAChSUBUFoBVslBSlEFJQFJQAAAFIAAAABKIogEogBCoWso0lsoCiUBSKIoiiKJQAAAAAAASgCKIoSiKAJQlAAEAAAAAAiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiKIoiiAAEsAILABQgUlQIsSxLN9V49azoGgTGd4ub0xuUGgAAAAAQkNZkLElsAAISgAAChQFlAARYKAAAAADAoAABQAAAAoAAq3I2xTQGdZRZoABQAAAATnz9Czz9NcbnpeHU2zZqywSwWUAWCpDVyNM0qCoKgqCoLAAAAEKgqCoKgqCoKgqCoKgqCoKgqCoKgqCoKgqCoKgqCoioKgqCoKgqCoKgWCwLAAAACgACCoKiKlMSpqKiKWUs0ZudMq0g0iKlBCoLAAACgEqIogWKICKMqlk0MzSMtFw2jDZcToObaMNjE6DDYw2MNjDYw2MtKy0I0TNqpVSUooFsAFAsAAqBYKlAAAEsAAAEAQqUkrOstCKJQ0q5CgAAAgAAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAAQJLNTI1Ml1efUioELM2whLOnSa5dSaBQAATON4ud6zqaBQAAQAzDWULCAWAACAAAABVACFlAAsAqUAAAAAwKAAFAAAAKAAAAWpQABGsjQAAUAAAAAEnD0DxdPRw1jbx9T0OW5dUUABJolAUigAACUEoiiKIsAAAAAAAAAAAAAAAAAgAAUiwAABQAAQAFAAAAAAAAAAAAlABAAWCSyUIACt51mwWyLSUlAAAAAAgAACCoACASWxCrJUqIAJQEolgAAAAAAAUAAoVAFloEWNLZUAAWUAAAAAAAAAAijKrIsFllkslAAUKqyUAQAUiliiKAIoiiKIoikiiKIoiiKIAUiqgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAQAAAAAgqCwACCpCpCs6M56YJncLqaJqZrec5Tc4W53vfaaxszsFAAAABM46c7npZZoAAQsyLAQgFAQAAgAAAAChQAFlgALAAFgqCoKiAXI1ABSUAAAFlAAABQAKABAFg0zSgABQAAAAEsTHPtm557UoWgAijFkTd8/SukxY1cDbFNMw2yNMjUkNXFNMjTIqQ0grNKkNM0rI0zSmV1eek0yNMl0yNQCUAWCoKgqCpDUAIAIqoKyNGZdM2yoKgqCoLAAAAJQQqCpQgssAAIQ1LM6CAFlrfLtysxq2zN0MtjLSM2lzaMtDLQy1TDYw3DM2MNjDYw2TE6F5zoOTeTUszoISiCUAABKIogAACgAAAKUQBSlLOc3bJdrMtIy1TDYw0qKIoiiKiLTLUIoiiKJncrLQyuRvHSXMqWKABQluaAFWUAAAAAAAAAFIAAAAgqUAAAABAAAAABCoKlAoQWAAAAAAAAAAAAAEAAgAAIsEsBoznfMsxoZc63OedYXuTXbn1mtUx0BQAAAAASc+nK562WaJDWYABAIBQBAAAIAAAAAoUAAIoAsAAAACAUDI1AKAAABYKAAACgCgAAQAAAC3I0lAAAUABLEk1lMqq0gollE1kxqarHWWUAAAAAAAAAAAAAAAADNBQAAAAAAAAAAAAAAAAAzVAAAAAAAAAAAAAAAAAAMZ1mVKiClDrz6c7NalAAUAAAAAAAAAAAAAEcO/EsszYslASlggAAAAAAAAAAUlLAFKApbM9OfawAFAAABAAUAAAAAEAAZ1Dl0xszLJQAFU2LAAAAAAAAAAAAAAAAAIoAAAAAAASiKIoiiKIoiiKIoijM2MrSKIoiiKJNDLQy0MtDLQw2TM2MNjDYw2MNjm6DnjvmzjdSrqajPLrzOOmDpi2ulpnnNy51059JrYz0BQAAAQAQYoAAACEsAUABLAAIAAAAAWUABQAhZQKABAgFAAAyNRZQAAABZQAAAUCgAQAAAAAABZQCoKAABLBnWSKstliglFSwxqaShoAAAAAAAAAAAAAAAAEllAAUAAAAAAAAAAAAAAAEllAAUAAAAAAAAAAAAAAADGdZgIAWWumN5stlAUAAAAAAAAAAAAAABx7ci51MoFiyAUIAiiAAAAAAFJQACwUClEUqdeXWwFAAAAAAAAAAAAAAASk5dOfQxNZlAFFlNigAAAAAAAAAAAAAAAAQAFAAAAAAAAAAAAAAAABAAAUEAABQAAAAAAAAAEpM8+nO51qaXnNROfH0ec59/N6bO1lSZ1izfTn1zqidAAAQAZNSQsAAAAIASwBQAEoiwCAAAAAKlAAAUABYigAAAAEKgg1FAAAABQAAAqWgAQAAAAACgAAAAAWCpQBjeAZs3ZqUABLDOs6ShoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEllAAUAAAAAAAAAAAAAAADON4gIAWaredZs0AAFAAAAAAAAAAAAAAcuvIssiLJQhKIJQAAAAAAAAAAFLABaFRZaz15dbAAUAAAAAAAAAAAAAAE57xsznUligBZTYoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEABQAAAAAAAAAAAAAQDON5s1ZYzmrOPm7+U36OPazrrO4xjpLL059JqiaAAJCwCAAAAAIAASiBQAAIIAAAAAAUAAAUAABYhYKgqAAACWXUAAAAWUAACgKAAEAAAAAWUAAAAAAAAKGdDOOnNN6zpQAEo5dMbShQUAAAAAAAAAAAAAAAAEABQAAAAAAAAAAAAAAAJRAAUAAAAAAAAAAAAAAADOdZiLIAalrcssoAAUAAAAAAAAAAAAABz6cxKiCWLIACVKIoiiLAAAAAAoBAoUClEpaz059LAAUAAAAAAAAAAAAAAE57xszLJQAKU0KAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABAUAAAAAAAAAAAAAAEAmNZTVlOeN4s5Z3DPXj6E1vGzKWy7zuaEmqyLAASwAAAAACAAEAFAASiLIAAAAAAqUAAABQAAgAAAAACDUoAAACgAAKAqUBAAAAAAFgoAAAAAAAKAAAAABKOPXl1SpVAAAAAAAAAAAAAAABQQAAFAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAznUiCAVrOk1LNSgABQAAAAAAAAAAAAAHPpgSzJLFCEsAlAAAAAAAAAAAFsAWWhUWWpvG7AUAAAAAAAAAAAAAAARMbxszNZlCBaWU0KAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABAAAUAAAAAAAAAAAAAEAmNZTVgxjpzs541wOnp8XtHXn0MXQCUFAAASwAAAAACAABAFAAASyAAAAAAFlAAAAAUAIAAAAAAg1FAAACpQAAKAWChAAAAAAAAAKlAAAAAFgqCgAAJC3jo1VAAAAACCoKyNMjTI0zDbA2wNsDbA2wNsDbA3MDowNsF2wNsDbA2wjbA2wNsDbA2wNsDbA2wNsDbA2502wKyOjnTbA2wNsDbA2wNsDbA2wNsQ6OY6OY6OY6OY6OY6OY6OY6OYuSUAIWK0yTeuSurmOjmOjmOjmOjnTbA2wNsDbA2wNsDbA2wNsDbmOjmOnOIsSWoLCAUAAAAIACgAAAAAFiyoNMq3cE1vla6MU0yNMjTKtMjTI0gqCoKgqCoKgqUIKBLhM9MI1IlAWC3NrbOgAAAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABAAAAAAAAAAAAAAAAUAAAEAznWE2DHPpizjx9XQ8nt2UIQAUAAABLAAAAAAIAELBQAAAIIAAAAAAoAAAAAUAAIAAAEKgDUWCgAAAqUAACwCoKAAAAAAAAAABYKgoAAAABCxkuUJYNaxTpeejSUAAASiAAiwAAiwAAAAAIAAUIAAAAAAWAAAAAAAAIAAAAAAAAAAAAABQAAAEAIAAAAAAAWCoqgAAAAAAAAAEgAAAIgUAAAAIAAAAACgAAAAAFlsAAqWgRYKiqgqCoKgqCoKgqCoKgqCwgFILAWCgBKgopYKgqCoKAAAABYKgqKqCoKgsACoKgqCoKgqC3I0yTTI0yNMjTI0yNMjTI0yNMioLcjTI0yNMjTI0yNMjTI0yNMjTI0yNMjTI0yNMjTI1IGdESZLvjs6M0qAAFAAAAIAAAAAAgAgABQAACAIAAAAAAUAAAAAAUIAAAQAAA1ABQAAABYKlAAsAWCgAAAAAAAAAAAAAAAELGSyACJSgqDdxTdxTSCgAiiAASiLACKIAAAABKIqWAAAAAAAAAAACAAAAAAAAAAAAAUAAAAAAIIAAAAAAAAAAAAAAALAAWCoLAAAAAACAVKIAAAIAAAAAACgAAAAAKECgAKgooAAAAAAAAEABQBCwAgACgCgASoKlAoAAACoKgqCoKgqCoKgqCoKAAAKAAABAAAAAAABCoKgqCoKgqCoLAWCoKgoAAAAAABEsQuWRBVzTdxTaDSCoKgqAAAAAAAAAiAAAUAAAQCAAAAAAAKgWUEKlAAJZVEKiKgAAAADUAAqCoKAAACpQAKBAFgoAAAAAAAAAAAACBEEAAQgi2UCgLrFNs00gtgqAAAABKIAACKIAAAJQIoSwAAAAAACAAAAAAAAAAUAAAAAAAIAAASiAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACUAABKIsAAgAAAAAKAAAAAKAAAsAAAAqCoKAAAAAAAAACAAAAAoAAAoAEWCpQAAKAAAAAAAAAAAAAWCwFgqCwpYAQBYLAAAAAAAAAAAAAAAWCoKhKgqCwBCxBEUQSyGs0oLc2tJSoKgoAAAAACCogAAAFAAILAACAAAAAAAAAAAALABQAAAgAACDUqUAAAWUAAAAqCgCgAQCpQAAAAAAAABAELGSwAggBYCpSpQECqg2zTSDSCgAAAAAiwAAASiKIpYIAAASiKIsAAgAAAAAAAAAFAAAAACAAAAAAEogAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAgAAFAAAAAASiLAsAAAAAAACiKJQAAABAAoAAABYAKAAAAAAgsAAAAAUlAAAAKAAAWEqCgAAAAACgAAAAAAAAAAAAAAAAsAAAAAAAAAAAAAAAAABAUgJC5AIQEsVZRYKlSpatzSpQAAACoAAgAAAAFAQAAAgAAAAAAAAAAAAAFAAAAACAAINQACgAAWCpQAAACgCgQACpQAAAAQqAABARAiWoLAASwELYKCpQABYS3NrVzSpSoKAAAAACKIsAAAAWKiAAAAASiLAIAAAAAAAABQAAAgAAAAAAAAACKIsAAAAAAAAAgAAAAAAAAAFAAAAAAAAAAAAAiiKIoiiUAAAAAAAAQAAAKAAAAAAUIsAFgssAAAACgAAAAAAAKAAABKlAAAAAAAAoAAAAAAAAAAAAAAAECgAAAAAAAAAAAABCwBAgQgARQEsFlgKAqDSE0iqCoKgoAAgAAARagsAAAAIAAAAAAAAAAAAAABQAAAAAAiADUAAAqUAAAWUAAAAooEAAAAAAAAAIBASVAAAAAQEsigooBYKlAALcjVzbNIKCoKlAAAAAEoiwABQAiKIAAAAAIiiAAAAAAAABQAAAgAAAAAAAAAACLAAAAAIAAAAAAAAAABQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAQAAKAAAAKIBYKlIolBKIAAsFAAAAAAAAAAAAKAABFgoAAAAAAAAoAAAAAAAAAAAAAECgAAAAAAAAAACABAQhABRAAIgFgoAApYLYKEqCgAAqCoFgqFAAAAAACAAAAAAAAAAAAAAAUAAAAIiwAADUAAAAqUAAWCgAAAWWgAQAAAAABAAQlRCwAgAKAEgCLCgWUAClgWUAAWDSDSWypQACpQAAAABKIogAUIAiiAAAAACJQiwAAAAAABQAAgAAAAAAAAAABKAAIoiogAAAAAAAAAAAUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAAAAACgKBKIoigAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKAAWCpUAAAAAAAAAACgAAAAAAAAAAAsAAAAAAAAAIABASLELBQBCwgACAWUAAAAWCiqlAKgoAAAAAAAAAAgAAAQqUQKAAAAAAAFAAEKgqCwgAAACWXUAAAAWCpQAACgAAAqCigQAAAiUAgELEAgAAAQqCwAIFWUBKAABYKlAAAq3NLc0tiypQBYKlAAAAAAIAFCAAIogAAAAgACKIogAAAAUAAIAAAAAAAAAAAAAAAAiyAAAAAAAAAAUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAAAAAClAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKAWCpQEEKAAAAAAAAAKAAAAAAAAAAACwAAAAAACAAIgQBUAAIQAAEsAFgoAAAAFgoFgopYKgqUAAAEKgqIqACoKgAAAAAqACpQAQqChSAAAAIAAAAAg1AKgoAAKAAABZQAAAABYLAAAELAIBIABRCoQAAAARQFlgKBKAAACpQAABZSpaqC2CiwBYKlAAAAAEoixQgABKIsAAAAgAAABKIogAAUAIAAAAAAAAAAAAAAAACAAAIoigBKIohSLAAFAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABAAAABSUAAoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKWCpQEAAAAAAAAAACgAAAAAAAAAAAQAAAAgAELBSAQsIAAEAAAIAJQFiqlQAAAACpQCpQAKAAAACAAAAAAAAAAAAKgqUiwABQAAAgAAAAACDUAWCgAAAoAAAKlAAAAAACCwBCwEIEWwAAAAAAAEsAgCigFgqVAAAKlAAAVYS2C2KqUqUCwCoKlAAAAEoilggAABKIsAAAAgAAAABKIogUAIAAAAAAAAAAAAAAAACAAAAAAAAAAIoiiBQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAQAAolAAAAAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACqAAEAAAAAAAAACgAAAAAAAAAAAAABAAAgAQAhAAAAQAAEsUIAAAAWKqCoKAEAqCgqCpQAAAAAAAAAAAAAAAAFAAsEBQAgKAAACAAAAINQAAoAAAWCgAAAAqCoKgAAAIBIELCUAKAAAAAAAgAgBZQAKqUAAAWCgAAAWCpUqWqgtgqUCgQCoKAAABKIJQAAAEoiiAAACAAAAAAIpYsAgAAAAAAAAAAAAAAAAIAAAAAAAAAAlAAFgBSLAAAAAAAAAAAAAAAEAAAWUAAAAAAAAACgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAFloAAEAAAAAAAAACgAAAAAAAAAABCwAACASLAASwAAASwABQiAAAAAAAAAWUAACyoKABYKgqUIKAAAAAAAAAAAFAAAAAAACAAAABCoKgqALAoBZQAAACpQAAAAAAAQsAAiAWCAAAAAAAoACLAIAAAoAAqgAAAWCpYACgAKCoS2KqUWCgAACqhKlAAVLAIAAAAAAiiLAAIAAAAAAAiliogAAAAAAAAAAAAAAAAgAAAAAAAAAAACKJQSwFIsUEBQAAAAQAAAABZSLBZQAAAAAAAAAAAAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACqAAEAAAAAAAAACgAAAAAAAAACAAAQsIEAABAAAASUAAAQAAAAAAAAAAWCgAAWKqVAAAAFgqUAAAAAAAABQAAQFAAAAACAAAIAAAECgoACgAAAAqCgAAEAAACIBUIAAAEKgqCoLAAAAAAAAAqCgAAoAAAKlAAAAAqpRYKlSoqgqCgAACgFgpCwgAAAAAAABKIogAgAAAAABKWKiAAAKIAAAAAAAAAAAAIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAiiKJQAgABSUAAACCgAAAAAAAAAACgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAqgABAAAAAAAAAAAoAAAAAAQsAAIAIABAFCAEAAABLAAAAgAAAAAAAAAAAAWCpQACosoAAAFgqCpQAAAAAAAAAAFAAAAAAAAAggAECiCoqgAWUAAAAAAAAAAEiwBFsIIAAAAAAAAAAAAAEoAAWCgAAWCgAAAqUAAAAAqCgqWgSpaAqCgAAAAAAAAAAAAAAAiiACAAAAAAAAUAIASwAAAAAAAAAAAAAACAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABSgAQAAAAAAAAAAAAAKCAIAAAAQsAASUAABAAAAEAAAAIAAAAAAAAAAAAACoKgqUAWCpbAAAAAFgqCgAAAAAAAAAABQAAAAIAEAQAAoBYKBYKgqCoKgqUAAELCAABFsIQAAAAAAAAAAAAAAAAAABQAABZQAAACgAAAAAqCgWKoFhKloCoKAAAAAAAAAAAAAAACKIAIAAAAAAABQEqIAAAAAAAAAAAAAAAAIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACgAgKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAFIsFKABAAAAAAAAAAAAAEAAAAAAgABSIAAAEAAAAIAAAQsAAAISwooAAAAAAAAAABYKABYKgoAsAAAAWCwFgsAABZQAAAAAAlBAAFAILBAAAoAABYKAAAAAAIAEKhQggsAAAAAAAAAAAgqCoAKgCFlAAoCoKABYKAAACpQAAAAACoKACpaBFgooCoKAAAAAAAAAAAAAABKIsAgAAAAAAAAJYAAAAAAAAAAAAAAAAAIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABQAAAKBAAAAAAAAAAAAIAAAAACBQAhAAAAAQAAACAAAACAACAAACKoAAAAAAAAAKAlAAAFgqUCwAAAAAAAAABYKgoAEAAAAAlUzwT0PGl9j5+F+jz8Fl9fPhJfqjpzAAnLrDQFgqCpQSKgqCoLAEWkiwAAAAAAAAAABCoAAAAAgFAqUBAoCgAAWUAAAAqCgAAAAAWCgAWCigSoKKAqCgAAAAAAAAAAAAAAiiLAIAAAAAAASpYAAAAAAAAAAAAAAAAIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAACgAAKABAAAAAAAAABAAAAAFAIAgACAAAAAQAAAAIAAABLIAAAEAFCCgAKgoAAAAAAALAqCgAAAAooEEKgqAFWCpUAAAAAFInA9D5/A+u/P8Amr9Ny/Mw+/5fkq93n4o1JT6Hq8vp59bDIFA+q+L6O/H6Txd47JSVCgACMaqggAQqFqCogAgqCoKgqCwALAWCoAAAAAAAAgFAqCgABKgooABYKAAACpQAAICgAFgqUAAqUClhKlApYKgoAAAAAAAAAAAAAAEoiwCAAAAAAUIiwFIogAAAAAAAAAAAAgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAUAAAAoEAAAAAAAEAAAAUAAIQAAAEAAAIAELAAAAEAoAIEAAAABACwAAoACpQAAAAAAAABYKAAAAKAAAAAAUQcTs8Pmr7D8/wP03D8zg/ReX41r6Hn841IQAgqAtXLdMXpqPX6OPbn1pM0AD4478Kg114D29/ll+76fzNP1d/LdT9I+F3j6zwdT1OfQSyAUQqIqAAAAAAAAAAAAAAAAAAlAlAAAqCgAWCgCwIAoAAAAFlAAAAAAAKlAoBYKAKqEqUCgKgoAAAAAAAAAAAAAAIogAgAAAAAJQAAIoiwAAAAAAAAAACAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABYKAAQqCgCgAQAAgsFAAAACAABAAAAQsAAIAAEAAAAAIAABAAAAAQUAVIAAKAAAWCgAAAAAAAAqBZQAAKAHNOjx8D6b4fnr9Jy/MYP0XD4ivpefyjeBACUILKDVMTro4a7DlrciWxairAqWX2d+Pfl0SpYCUPn56u/Djn0Dyz1jyPTDzu2TE3kgKlL05K9no+YPs9vgo/Sdfy1l/UPzvoPsvmdpfa4dY0sAAAgKAAEKgAAsABYKgAAWJaAAABYKAABYKlAKgqCgABAFlAAUAAEAAAooACpQAKqVAAAqoKAAAAAAAAAAAAAACACAAAAAAUIAECwAAAAAAAAAAAAACAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABYAAAKgqCoqoLAAAACAAAABCoLAAAEAgAAAAAgAAAEAAAAEAAQqAFAABAACUCgAAFgqUAAAAAAKIuS3zcK+g+P5rP0OPzPM/R8PhLPq+bxq6YgShCABSNjDrThe2jhrqOd0AAEsLACAolWLCpY9/Xl05ddM3NQoU8RO/CpQAABYEoxOiOM9FryvUryPVmODtLOV6djz37d3j4U+v5F83Xz4xr6Pb5CX7vb84l/UX8t1P0j4XeX6z5/ePTMdCKIAAAAAAAAFCKgoBCpQBYKlAAFgqUAAWCpQAACoKAAAAEAAAoAoBYKAKAqEoAAoBYKgoAAAAAAAAAAAIAIAAAAAABUqAIsAAAAAAAAAAAAAAAgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKCAAoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAQoAAAABCgAAQAAAABAIAAAAEKgAAAAIAAAWAAAIAAAAABEACllAAAAACgQrhwr3Pk+dPv5/M8q/ScPgrPr+fww78oEKBBSOm14PVtPE+gPA9mDheo53SWAASwAAAAAgAAAAEoWVff05dePUIBZZTwuGe/D03zD0PPTu4Q9F8w9LzD0zzj0vNT0XzD0vMPVPMr03y6T1ez5PSz9Rr83dP0nP4HKPofMmZczeZcy5Ss0tzZQHTmPV3+fD63f4Nj9F1/MF/U8fg9Zfvvj+g+g83aNgSwABQipQAABYKlAKgqUAAqCgAAqUAAAAWUAABAAAAKloAACoLFoAEqCgACgAKgqCoKAAAAAAABAFiAAAAJQAFAJI0CKJZSLAAAAAAAAAAAAIAEKgsCoKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKAAAAAAEKlAAAAAAABCgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAILAAAAAiwsIAAAAASiAABQQQsAAFAIAAEsAAEAACpSBAAoUig5cK9j5fBPuT85xr9H5/hxPq8PCrtygAEssaI1o5O44Xvo4a6059XQdM6TVlLchz1iueNcxCVLAAhQAgAAgqAAAAQoAFml93THbj009vCzx1M7sD4ss78ABQlEsFlAACiKqLSLUlaAEtMtjM3Tm6Dm6jk605Og5tjm6SMNjDQy1FiwWSXr18lPo9vkD7nb87Zf09/L7P0r4HePsX5fZfa8o9V8g9byD1vIT13xj2PGPY8Y9rxD2vCPc8I91+fT3vDk+g+fT3vAPoPnD6L5w+i+aPpPmj6b5g+m+ZD6j5Y+o+WPqPlrPqPlj6j5Q+q+UPrPk5j7D48X7L42a+2+JE+4+EPu34I+8+DD774A+++BK/QX86P0T87k/SPzY/SPzcP0r80T9Lfy4/UPzEr9Q/Kj9U/Kw/Vvyg/VvysP1b8pT9U/Kj9U/Kj9U/LU/UPy8P1L8rT9S/LQ/VPyw/Uvyo/U38oj9U+D7MdPpPmJfoa+aPpvlw+q+Uj6r43z95/UvyTWf1r8iP1z8iP1z8iP1z8lD9c/Iw/XPyMP178jI/XvyFr9c/Io/XPyNX9a/JRP1z8kr9Y/Jw/WvyQ/WX8kP1r8kP1s/JD9a/JQ/XPyKP1z8lD9bfyJf11/IU/XT8lD9c/JSP1z8iP1z8iT9c/Ij9dfyC39e/IWP1z8is/XPyMP178gP19/H2X9e/IrP1z8hV/XPyI/XPyJP1z8jT9a/JK/WvyQ/WvyaP1j8mX9Y/JVP1j8mP1j8mP1j8nT9W/KD9W/Jj9Y/Jj9Y/KD9XfydP1T8tV/UPy9P078wP078zD9O/MD9O/M+yPtPnMb+i+cPovnj6D59Pe8HGz6r4DePvvgq+8+CPvPgD774I+8+DD774Gj7r4UPvPgj7z4Q+6+FT7j4VPuPhj7j4aPuPhj7j4dPtviD7b4g+2+JT7T4o+0+KPtPij7T4w+w+PT675A+u+RT6z5I+s+TT6r5Rfqz5Y+o+ZT6T5o+k+cj6L5w+i+ePoPnj6D58PovnU97wj3PCPc8MPe8Gj2zyU9TyD1vJD2PHT1PLD1vJT1PJD1vJT1PIPW8lPS8w9LzD0vOj0POPQ8Hmr7D4HCz9H5/gSvtcPmD18OayoKAasy6U5O+jza7jjrqOeqI1AsABRbbLu9zne+08z1U8j2aPDn38Tw8/TxOWemVzKlhACVAAFdOdGNSAoEAAEiyiKVZo9/Tn049e/DtyMozoK8F29Hn5ugw1Yy0MtDLQiliqlECLAAqCpQgqUEoCiWWEAqFACggCZ3Jec3Jc56Suc6o4uo5uhed3ZcavSXOe8s8+fRN8/O9FryvZU8T0czm0IojQy1TDYxq6rDrqOE9WjyX2U8N91PBffT576Ok+Y+pT5T6+q+M+3qPhX7tPhX7kX4uvocLOXT6foj4r7yvgz78Pz3P9DyPgz7WD48+tk+W+lD5r6KPnPoRfA9w8T2Q8b2DxvYPG9kPI9WTzvRJeL0bPI9dPG9hPG9qvG9o8T3U8F99PnX6NPmvqaT5L7Gz4j7uz8+/Q1fz1+/wl+R1n0bPNv6fQ+Pn7UPhY+9lPk9/T5uHcOfSLBLACcu178fFz9+OnPxvXpfFfR0jxPSs870DzvUPLfTTyvZTxX3bT5z6ez5N+vuvivu6l/Pz9FY/Nz9H8hfJ6ef2k+Zj7ivhZ+9D4U+5hPivsYPk36WK8E9+Y8L2818z0w8z0yXzeb6XljzPWzrydO27MPQ1PO9A870jzPQPO9ds8b26PC9+j5z6ek+Xfq7r477W4+E+/V+Bfvo/P8v0nxzxa391fhX9DU/PP0Er4E+9lPhvs4s+RPrYX5k+lD5z35PC9iXxz1jyPVF8r1SPM9KvLfQjzvRTzPQPPPTbOfqx1zrUPL6LCUBZUce16Z+a+pr1eb5N+vo+Nft6j4fT7W1+LftD4fH7nhT5s6/YX4b9CPz79BlPgvuYr4z6+T5c+nD5l+hDwPbDxz2JfG9cPI9cPNPVDzPXg87sODvThPSPM9Q8r1K8r1DyvVTyT2jxPbU8U948F99PnvpU+Zr6mj5XT6nU+Xr6+pfj5+1D4fL7fjs+Zn0+k+ZPs2Piz7ivhvt5Pivsw+O+vD5F+oPlz6kPmPpD5r6UPmvpQ+c+il+c+iPmvok+c+kX5s+pU+S+j5l87uXi7al59dMa8+euTm1LMzYxNrMNwzbut79TWPM9OTg7jg7Di6jk6jk6U5Oo5OlObpTnd1Mb10qd56EzvpqXletOLuPPy9nE8Hn9vlrjz6ZMzQ5uiXk6ji7w4u0OTtF5OqOTqs5OhebaMNUw1DK0gIoz0zqX36zrj27cunMyiWojyj0+eyiKiFqKIqIAKFIoiyCylliKEogqWiVJQQBKJRRCgAAWdJeeeuM6zNDKjKlhSVZZuazdWbsxnbrzy0szq1Oc1kFjnOlrjn0Q870Q4XpLMNZKloRLrA664RfXv55PpvnU+nfm7j6Wvm6r6Wvm0+pv5Ok+vr4493gu1+n11rOud3IzN4o8/zLn7c/Pl+9j4qz6+Pl0+jjwj2Z80PTngjtOUXrOY6TCNsF1IEozNlayTcyNXA6XlTpeQ7XiO7hbPRryj2a8JPo6+aPq6+SX7HL50jn9T531l7Tojlnr5q6a+JD7Hi49uPYOXRLks1kULvHXvw5cu/m683XzJdejyDbA6OVOjmOt4jtfOT1a8ivZrwj6G/mD6uvkD7Ovh2Pt/N821v2fnfVjy9fm+Ovvz4NPuZ+KT6+flyvp48A9ufIPVPMO7z2XtOUO2cQ0yl1rnTbA3ecOrms6XkO14D03zD13xrPdr59Po6+WPra+PD7b4kl+7n4Y+v5fN9Q+T9j5/nPt34NPuT4lT7Gfkq+pj58PfnxU9U8o9GeI7TjZek5jpMF0zDbA2yNMI2wN65dbOu8dMbg8vcFAWKus8949W/lPV5vsa+LD7l+Ej7uPjdl+pudTPg+l4o+V9r49r7E+TLPq4+aT6GfCPZnyl9E4SO+eQ6OQ6OZdzA0yNSDM2M6sKCosqDSDTI3edOl5Wztrz09OvIPdv54+nr5cPsa+LZftPid4+nOfSVNjl5ff57Pi/a+P0r7GflxPp4+dK9+PGPVnzD0Z4U7en5/Y9Pk6+Y3Mo0zS3NKzTVzTd52uuuFT1b8VN/N9fCXnN5m86m86udZxrljeVzKskpJKqKHbj0s+rng6cus5E65wl0yrTNFCaBVQtGrbG86jp04VfX08u5fS4WXtOWjUtOXL1Sz5Pj+r8qz7m/kD6vP5ebPp8/nQ92PFmX2Y8qvRPPI7zjF7Tlk7TlmXs4w7Tlle84Q9DzSPRnkOueY3MjXTl0mvq2Xh2AggDys30eepQgtkKlKgFCCoKiqlggqCoKQqUBUsAQFAJQAQoCC9OWs61JM2xlakKABYl2iXfTnuwOmEq5WWzGdYKUiiKIsEoSjLSMTauU7SzjPRk4ztDi3kysBC3I6789PTvyWvd6Pl9E/TdfzfeX7r5PU+i8W5fV8r1/PTxznmus5SXs4w7OI7OI7OI7OI7uA7uA7uI7XhqXreQ6uY6OVOl5U6OY6OY6zmOrkOrkOt5Dq5jpeVOl5DteNPoe/4PSz9A+J6D6bxQ8PKcpfX38nr4dpYxuxAICr1479HG+L1/P3zjkmurkjq5Dq5Dq5I6zCujkOrjTq406MU3MxOjmOv0PldK/TPkdk18n0+I3OSXq5l6MDbmOl5jbA2xDowNsDd5jbBOjmXo55OzkOrkTq5Dq5U6OUO05Dq4l7OFO04k7uFPofd/MfRr635/0fNOk4yO7hF9E4D0OFOzhTs4js4aOrmro506TEjo502zDbGTq502xDp6PH67O286zrKPN3oUgtzTXn7efWeLjfRw7OI7Xgs9Hu+X6a/QvnSPpef5Xns9vk5SXreI7OMO7gO146OjOTpOeU7ONXrOVOjEOjEOjlo1cE2xV1Mq1eZOkxTbnF6MROs5l6zmOjmTowl3edNM2zWsU39n4v3DuziXq8vGz6HP5fnTv582rELAsAAQqCoKyKg1IKlEsAJQSjSJZjpZcWppjpzzrnnUzrmsuQqAiwazqz1MN8tMq0yNSQ3Mo0zDTKtSCoKlFzovbj7rPb6OrOs2pTODq8/Oz2PBxs9XxOvks6Z5ZO044X0TzyO84yXtnnDpmQqUSwKBCgAKJQAAnXn1mvp2Xh2CEsFg8dPR51AQFBSLBUBSLAolCUAAEolhQLKIsAAAAQFEKBrOs6md5zqTUI1CLCUVqWFlW6zqyo3m3K51ckuemrPO7jhO8Ti6w53cM0CVUAUk1CLTLUJNCTQ557Dz59UPJPWs8l9EON6Qa5rPVznOu05E1iSVKlzNRYsiLAozaWTUIoFjLYx159DZZRRLSKAEoAgCWWUAACbuM27TF1mzTNrWYJNYl9Pu8Pu4egMbIJYKlhGO/LXh9fk6c+Ks6iiKIQoCiA5aus3KyNSwyudKlTVzTd56EImd4LLuXldSxnWjGoNTWZc2KtxTVzDTNiSwu89JeWixLk6SJVQsbTM1Kw6LObQxNKTYxdC3EOkzTM6yXFmjm7yMXUlkoznqs46K2soAAVJQgpQQHt8XsO++e5qDz9lgAXOoeX1eXefGO/EBZbLc03cDUgILmmQQomoKyLAqCoq2WbigoiqiyEokoiwAiwAAUsAUFC2WtaxU63jbOkwNZZV05dU6QKABKICUEsIoSiKIAAAAC3KasiUJq8+nPF5ys6xnpjUgQKSjO81OyunLNBKIohSLAUhalABZS75q9evFU9ufKrvjnhDhDrnkXeJnN1kUiAAJULKIoAAFAAAACiLB159Zr6Vl8/YUghKrxl9HnlAUhSKAFhSVAAoIAAABZZQAAQM6BQgAAAAazrOkrG5NQkLEoFlUUC2UF1mE1m2LOnTl1uEqsqJNSIsEoyozaMTcXnNwmrTLQy0MtDLcM46jy9mzO6JRHLrwrXBJaxSxCsjTIsRdWI0yNsDeYF50WULCdOPWXdBZRZSFAAEsEqWLAsAAJ9X5X25jh6PD9SXw8PZ5tZ6TaXF9JZ5Psfn7L7vJ6uXawx0QJQUicunHtzeftw6Y5qgBLAAFCIsM6jLeOnOC6rDSsNQlmjOsjcnWOV3qOV1S47Zl53UszLojcjGenPTK0zbTM1CTrlZpqMZua7ctdIzXONzY57nY4Z64qtZS42rOphOkRcTUsltXG+kzRYzeuIhTGemKxLazvEOmdSyjQAAAUgCkih6fP3t7dOXXOhfP1iwELc0vl9Xm3nxK78YUAAoCwAe7w/QvPvrn3zfLdWvL0nVOW/RqXjw+p8Yx7vL6rOXz/ofPubZXVQUE1CLCLCKJKEACAKACqBLZQC3Nq3NSoEUdOeD03n1sllAAIsAEolQASgQpCggCjMTO6lmlkzdY1iXEszWdSsLLAEpJrOtTvLN8gIoiiKIsqUBSLAAAKsEqQuNc44oUgIUIAAAIKAAACgAAKI79M3yvVzji1nR2495foVfP2lBKIo8SvT5wCwFAAAAAALAAAALFLAAEAzbAVQBAUlQAazvGorO8ggqFSVZQVYLYKSywsM2zp38/o3zguUsEpYsiASiKJnReToM6BKAJUSgAzZpQQC+b0cThNSazN5IKCQuVtyNMU1cQ6Odl2xa1ILAEhvHQ2oWUWBQIBSKMrJQAJQSifQ+fGPu9PzxPv6/Pl+v6vztT6r5mV+54fDE9nr+f7+XdY59BABZTPn9Hm6ZvDtx6c82LAAIoglKJKOe89MstJW6syqpjpDmkiaaJ1M2bWObfOuvLeC3MsbmoZmV1nVrlNZs1vlYudStQlrMOmNQvXNzXPrxPRnfmh349qnPRJuZrctOeeksmarLcM2Q3rHTNzW4S4UzRy6Ysz0xqpz78a1rGko0WUiiUJQAAAd+Hc69ePbG6OPSywSiUHn9Hn1nxl9HKBBSKChLAB7/BLz+9v89Y+52/Oj7Hr/N6Psz4o+/8/wAMT3fY/M6X6PzSy2V0UKUiwAgIozQgIsAAAFBZaWEpQBZDSCoHTn1s3ZbCxBVgEoiiLBKiKEKKEAAADnnWMdNWM6qWVnWZcSyVLEmdZoLBBvG7nss6ckoiwCgAAAEsCwAEKCSic+nM84WwgQoEsFlBCpQAAAUAHol4e363q4a+f6646Xp0PNn0ccXl5vXD4/P7nPo81va64vdvL58+jI+c93M+SX3eeAqUAALAoihFEsBRLACywAsAsAKgEKFASglEoAazrOhOe4spLABRVISgKIRYqEs36vN6enKC5AgIJUogIoAkpYBKAAAQQJSgAce/nPOwmts0sUJSSiKIqJbVznpDNoiwk2MtDHXGzolFBQASgBKWSyBSAAsAAAUllhLBKOvu8Xt5dVjGwCCkJ5/R5t4cuvLpiE1mgEAjG5DQWUOdxcum89ILKTSs1Tjjtyi6m5U1DTmjpy1szOg457Zs1vO83jjedM10TnOmFySzYlKMKJbR05pe3LeI6ZmTpvzrPReWs3ozImbNxqUW8zc5rOtkzbOfQqJVlON1KlKxmyy3IWWtCwAAKAKAAHXl1l69ePXnvY57sBKEsL5/R59Z8g9HJKIpAKAIAKIsoolUk1CUAJRBaAqUASwAgBAAFQARZQCgFBaBBSLAQvXj2s3ZqyUJQAiiSiUEogAAEoiklFijljfPn00XO1lGN4lzKlksGdSzKkkqp057ue46cookqosCgBKIAABKIsAICc+nM86WUgsCoLBQKgqUAAAWCnaO36Lh146mHPz61rPNe047NQyykzddenTcxWc3XTnNTrxjFzNZ56+KPreZQAFIsLFqLBZYSgUyoEAKBKIoihLAAoRSLAUiiKWLBrNzqw57Z1KABQhYKQoIKlLEsN+ny+rpyDWIBLFgAhLAABLBLFAAAABIC2ABy7cF4SJbJDUIzKJvA6zBejnDreNNZgqUsDbnTUgvTns6UKlAKCwLBRIjEOszSpDczTTI1JDSQ0zTTA2wjTMPR7vn/Q5dZYxuwBCyyJ5/R595cuvLpzhN5qCwgRaABKOXfj2xZeVO4sgoQ55dYaBKI1Cb5bxdcunOsaubOnTh2zrDfJLGa1JTlrdrUSW7x0y4XeazsMzvwLmrEqrm0azI6Zuo52qnTHSLJYxNTS3mKzTPTn2iN6zeG0rh0zqs3pzGefTU5bxutiwAUhQgpKqCgdeXXN69OXXnvaOe7LCgSwvn9Hn3nyL6fRx8r1yzy30ZODtF5ukTKjNqM20y1TE6U53YxOsrm6Dm6Dm6QytMtQEKKAjMjcyNTNKyNMisjVwXaVAKlKlBSUBbEogJ249k6WXUKIogAJQiiJI0KAiwAAASjljeOXVZZq3NluNZjIVLCBMzUqCxvHSztNTpxiiLKSiLAACUBAACASiLBy68jzKlilgFISiKJSgAAhQAv1flfb5b9uMzztTq24TWeesMo63jY334es682arOeejMOt47ludccvmNX6/my0jM2MtKzdDDYy0MtDKpI0XLQy0rLVMNyMtDF0MtDF0MXQy0MtDLSstDLSMtDLRctTOsw57SiKVYCChbAFRmylgCzXq8vr3yit4ksBFSwCEUgAEsAWAAAABIUoAHHtxXyrZctIi1cKIAgFItI0MzQxNjDVMzcM9cbOgiotoAikKBAxz7kj1cbOL19zwb46Xq5aN41U5u2ZcTcrKhLYzaXfs8nr49Ree4BKBB5vT5t5cuuOmMDWYUSwFIoSyAMztMa56EdOVro5SzfLUJ38vqNywk1E1KXnz68xrPY5O3DNb5brcyitJeWrmxm4t65aib50t56NGDs59c3jnU3nNZNanVZvG8pjQxE1LSF6ZMTVMToOfTpmWznqPRHDN1dcqjN1NZmKtwstg6StJRJZViiUSFJQAduPbOt9uXXnu2XGkoSws12jh5fqZY+VPf8718sZxd5uucO2Mk6OVOu/PD0zzyvTPOPVrj0TrvG7NVpZaJbTKjHPsTF0MzYzjrzLnI5ukl8uPTwlzekXd59jDsTz8vR5m7vn1TnrdjKiVCgqUtzSoLYKhAqduPdOia1AAEolCASo53ViDQUixAAJQgOWN45d1jOrZS43mXEogiLKZ1EzKsnXn01O468YCVTKiBAIoiiAAiwiiBQJLI881mazLAACyiLTM9CvPfRTzPYPG9mk8L38F896elPJ9rx+zjvrnWfJvKyyNSXKi6xqXp34dI1rlTtymJdYM0g1MpfHNPr+SLTNozaJVMtDLVMNwy1TK0y0XLPI7ufYy1Ey0MtQjQy1CNFy0MtUw0MtDLSMtDLQznpzzrmOfSwAWgigJSwCpLLALFS+vx+vryss1kCAksAhAEKlGdRUACVCgAAhUUEoce3JfGSVc2XaCMw2wNsU2iKgtirLk1eY2wN3Goms7NWVRQAoAAgFmrPRw9HnszOvGJNbOXWQ3z65OTY52jlNSlQ1rA9Hv+b9Lh2F5dIsEsKDPn9Pm1ljfPpjI3kICggABKNVnnrM3gTeK0yJbLMdKrszpABzIyLzQ65alxvOix0zcVkM6q6zDpmajnorM3DJDpqSNa55OuMaOnPYkkpvnU9G/Nc3pzwrWL0s1uYzemJzl65571I7ay44786M6ljryri03mRBQ6CgoABZSBC+jN8z3TLxdtRd9eXXG9NXGsywtz6pLTONXOsmNtzx7641Hm9V3PgZ+38bvnFm+kzN5JNQTUT0zUrp0z0s1ZUW0jQyok0MqI0M8+/I5NQk1kcenKXvc1eHLvzh14aHKxqdOejpWYsogloAqgBFgoBC9+He53V1lYCxQAEsBSLABKSUIoSiABeON449llmllhNZlwFIQBnSuarJ159bjsjryCwVcqIsQBKEoiwiiKMtQSlksGdZl88szrMqksQCAiwCgEolBrNOm87uXr8es37eePf5/bDUxYtMzrZeOrDe8dFgymdJZNDDUMrDzD7HkKJQRQABQEKCUEo5cfXZfH6dwLLIozQAAAUIoiliiLAUghz6c5rks49QFAsClShKIsJLNSUAJjfi3z9Tyt49t8I+hr5o+i+cPpvmD6V+aPpX5o+lfmj3+bjT3XGwCwKlAAIDVgoHHtyPDTOqAkKgqCNbObaM2iNK5TpTld0jWYtyJrOjpZVAoFgqUCIDVss9Pl9Xn1OHTpiFlIbM7SJjpkznpyrLp9LF8HX6Dlr5vX6Oo8Hb0TlvyvRxbzLNVLCgnn9HDUzz63WPP177xODsk83L33b57ry7QFACLy7YxbJamucTrjMreZQBvFOsyJncpGSzQayLZY1rO83EuK0mjKUJo1EFxRmSz0YslxjtLMa3JeiSXFWzOsSzWZodTN3iIlz2GUl1eea64zLLnUq752OmZmXGsa3lFJSvTx78NZDOhQgsodNfTy5a1fNcOlOWO6Xzem1Qieb1F8vr49jpzmbm3nc3s51NctzUu+WuuXzvdy0+FvO/ThnpmpNRGdw9M2s30zuy20VolUk1CTSsqIonPrxjCwcuvKW8vRwNa3mLLK53Opbx65PPudFmd5lgioWgAqUllBCpbAHp83ps3ZdYUAWKIsBSAAiiLAAsAQBFl4Y3nl2JZpZYs13zfN09DlPPj1c48k9XHbn110Mtszm1Eluu2Obpj0YiyookpJQILAQLAAiiEUCZ1mXzLM6ySrLEgCqgCwTQy1CKJZU67xuyA6fQ+X356+rOHTydOnTlrhvtyZlRnp01vlreurGuGAxBuMzryMrLPzly+z5tMjbA2wN3mOjBNsDo5jpeY6OdNsDWc5XowNsI3JD6Hq8nss8Pl9XiXbmTowNMyXcgqKqCogbjHT6vt5vh9/o55a8U9vOb86tWV0Md/bnlPNnuxfJj14280TrbLNJCwKAnHvqZ8WPpLj5rv5+kqWhSKXNAQsEb59j17zqygUACiKICqAHPryjxkmqgk2jDQznorGkLcjVwjpM2qmTczSrTM3DOpqOgUCwKIAAA6Ks7+b0+ezOeoxrQzbDOesJztzZOvc9Haejzb46m+et51kxDLDplfNnr59b6TOtWuvSTzcPf5dZ5dOO83trzJfbPP21jOfVljj4Po+Tq4K6IsAN8+meeuGsXeQFVZNEltljWS2IsisrbMOkJZoS6lMWJjas6zLNXG5VQXOiTeDCrNdMdc3njryqHSsOtjle2TPXnrNZnU4b1zsl6JYtOcok2rnrcklkquea7749M3OOw8+tda453jWfZ5/Rw3JTOpRIsG8+nL37574uvNnNMOd6b5dhnpz0yzc3tnFEyxbmtTGiXdxUuUqY1z3npz34+s8PTnv18943LGevMuOvM9KyzpvG7NamhqUKIokqoCUOPPpzlzjWjHTv6pfP4/sfHJzxmPfx9Gj57EUzDfTl1RLJYsmggACikolACUJ6vN6rndNZKpKIoiwACIoiiKqKJLSSiL3y4tPF18uOnPtol1Vmo9HXOuWc63nFnHtmXiIk1K3qrM4ok1EyPXyiukikkqosCwTQysIsCjNCBUsJneJfOM6wKTWUgC6TLejk9qzxT30+e+jV+a+nT5b6fzzWo1LMo16PF7T1i5vk9fgxrl9LxfS4+zUkx1uXO3XTheV9fTwOOfffDZPbPDyT6PDwOk8I+h4wAAFlAKiqgoKEBZjeCiBRLD3+3w+6zw+H3+AWWWSwssLrOyKIolC/b+d9jz3eeHPlbrFls1jOs8PRzt5/Q8XvTXPLDTNlk3k5+T3eLrYTrUN5CgGp6MZ43rzzO/h9HTefjXWewsrQjKwCoEnbj1PbqE1YqgWUAAlQ1ZQBy7cY8C2axbYy0I0MzeCxDUkNILcjcxoqSrAiideXSOyWUACpVAAA6WLPRy6ea5uvP0mu+ZjNvTldZ6Rys3ONOvq8Hr569muc8nTt18vfGtyTCRmt6xo5+bt5t617vP7bmGWXPeZePj+lz678uus305Z74l7Z8+7w6+frwzz42XuShLJekznnZetPNn089FIrMs1EWXPVMY7o4uuKzbmysq1GozrNVrOhnIqdK5tczoajFUueuY5NqzpzO+KjW+ENsQ6MK3Mw1rns3nVzcxLLrG5Vg3cMtMapncrOemSMiWSut5aOes3U9fD0efeQxoAB6vL3y9vTzd/LTLNrMl6dfN2TeWZZIXVzTPCY3v2vL1zOsymduStsRNSc+uenydY9fLWs66TcubOvHtyNY1k9NmrN7zqzWpotUlx569c8qPVPHa9bhI9E4YOvPlib3eGj6fX49s+v8rXPN4zUl+xx8mrPPz65jmo115diZ1lZYzRSKUAAEAACnq8vquell1kUiygJQAEgAAAACKHTF829b5vNvzcenP01TdazY9dw4TpOdxdSSGYq82a3rlbOtwN5QVfZyhN5AlBKqLEAk0MzUCABLFQGN85eBM6ysq41lANbxsus7s9JbmLUupZZqUny/qfKXpAmdZHs8fss9VLL4Pd4c77enzdePv69fLTeMyWyM6ubJZLFmdZSWVz8Q9PhAAAoAAKKAWVAWY3gUgAD3e7wfQs8Xg+h88lJZLABvOhZQAD3+z53u8uow53W+dl7c4loy4+v53s1dsubUlFlNeH1+LrbY7WLOmbAAd+HTGfRjgzns57jw8O3H0RK01LBAAzSnTl1T3WVKWhSUChKJLDYCice3KXxFlzpYAixaDDoOV2TDYzdDM2MToOd1TE0JqF6rIFUQWCgFIDoLPRjWbjj24erOsef0eXG96zemO2VufNw9HFb15br6c8Xr8PbXXheW/RMXCpSsea3Wcut9/bhvGO/FhN740uWNXjMTt37b801Ok56Z6+W5vBK2SiUitXnc89zply78lxuXNoTN7OmeW3WsVnjpmZovXpnhrfTc89047znXOyd+OjPfHp3ny304sxLz5dN5wOrs3nm1DDN57td+3Pzzvo8L0Z56mN9ZZj08+mOWO8l4dUxpcLGe86Z5O/nzZrPXNzvWq52NSz0TWefHvjGuM64zZpNNO2d54ztwxr18PR57AxoBKFg9uvH2899M465t3GLe3Dzzq+o+f35Xu45xr08uK9LWuuszpDlntnrjlrq1M3VZ83D3efry8/PryvLoDpNZTpw9HCtS5PZN5s3vHWy57cTrVPLy7eZrj7fF7ebxerjrrnyduXbOr4vd8yvVvxeqOm8br7PTnqXXHPnPn5sy+324XT40yyksNduPYzKXIzRVigQoABChAHr8nr1ndNZLAAUiygEqEogAAAAA46rM8nThmz06I0tljfXz3m7MXk3mJZmcd6nTm6Xs5s56a49WN23tzg7YgpKIqIsEqopJNZEoAk1CKXMsHPpzl4SzOsgZ1mxKL157Nazqz02W5LDdyjd5WtfK+l8yXpKXM1ke3xe6z0yrl4PofNzrt28Pt4/QIz0ISoBJoFmLlhrOnPxD0eIAACpQCoqgAqVAHPeJaAAD2fQ+f9Gzy/N+l84iJUogGs6KgoArX0vl7536Kb8mpVzVupXPXhtb5u1918PflPReWsOt8/nXpyxrvdJdA3lYoQtzczUXGLZ4qxF9EZ68zbZcTeTOd5IEdOe7PoWVKAUFAoCTWTZQBx7cY8dxma7Tkjq5jczDbIqQ7OVNMjVxo0yNMRejmS4onTG16iUUSgUigCKN2VO0TePP7PF7JZ4vb4c77dJqyWdrjw8u3Gr059Kvd0x3X1+Pj0zz1ia1vz+nM5rMKD09/B6+WdpObVzS+bv87vaxPR26OdNQvKKvGVSASi656OvLvx7c857UZ6s3za6DHfHWzm3g4dN9DzddK83bWTpjROGPTca8vV11PN06rOHoxY5ds6rzavaXy3r2M0jnx9PPU870znt049dyyLm47SXhZK7NI829NSTryic+uF7azqM+X2c459SW2tZ4zrya7XEZ2m158+/EQXq1E48O/DN9nn9PCXKs6iiTcIohRYhKWamy6rGsRc9e3fj6+rz56cZd+jzqsxrpLqXtzvTl2zJw6YTx+T6HgnLpEme2d4OvHtws1FPdz7ctTfTntN51k7Nq8PLpca8Xr8nqOO+Xbpny9c7xp8z6fzB6/J6D0a4bs+r5umcvDv0+Zpz9Ply+ixrU+fn1YXjKh35dTMuZYJQWwiywWWiUFIAB7PH7NY2l1mgAASwWKCAEUiiKIsBSSiTTGvNjeMdZqWVYW8unOWWSNXPS7xrW7efL18bOVmbJ6fP6NcfQN8YsAAIKAJSKJLEiwAASxZAnPpzzeE1magJnWaspL059C6zs9GprWI0I0MNQx876XzJeqFY1kvv8Hvs9AuXzfpfMl5ejzXHf6F4enl7MyzPSskpC4nNztzpm2bTwD0eMAAAoClAAAVAWY3iKAAD1/S+Z9Szy/O+j85MFmpLABrOgAKsAInp8tj6PX5PXlr6PLGcbkq0arNqpZqE0XFtFlAsEAoeRn1c/PLi5Xa9OVr6Pzt4T6l5QePvwXMslgRvG6+jZpJVSVSUIsAIDSqAcuvOPmrJpWoy1TLQzaIQtlK5jbNKzF2mzDZMNQmoXsM1QABQBQI1ZdTqN8/N6/J7DPg+l86a135bN7m2fFx7ca1059F7dOTPp9M86XeWprl6OXbnJNOTDWSXNT0b8lw9fPz51mJr0Zy1JrNtIsuVhFlEqWLCZ6MO2W/RyWZ02mkxx9XG3pIS3j1F56l0461jpz78Jrecas72bOWDOtxzZ6Z3LZm5Nb5dZc1m56cumVrKOmd3U8k9fM8/qx0skk56jpi1aRAvN0Jyvgr6XPzas9nTl2M+f18YjMzrrz311nz59Vrju8pbLc6xz9F1nzZ9PI54jj09nn9HnoXGoAAAhApZZXXl1N53jOudlz16aw303iZl3vjTreXbrjpN49HHMZk1JJefk78s8cXNmPVx68Tv5vT5jZK+nx7cdZ3059U1LDs508mdYzvz+vy+vE8no83q7Z8u+XXOr8v6nyx6PP6TXXl1T2Z3zlmOnnXp5/Z5pfbjWNZz5vofPlzNSL149zEsWSs6ioiiLBXRcavOdGd+fWOt4auOtxuHr8ns1nVNZoKACKJZSAAAihKIUgAAPLjeOXdZc1ZVnLtylkuV11461r2zyWuk5ppjWdR38/ovD0DfBLACLKCAoIAksAshSLFQIsicunOXhLM7wLGdZoE1vGzW8dD0azrWKUAA5/M+n8yXpBZNZL9D5/0dTsGXy/p/Ll5ib9vt8ftuc56M7557c8dOfPrnn08874rFupZu6j5g9PlCAFlAoIqUChSKQFmN4hQAA9X1PlfWs83zfqfLOdllksAGs0oLCgAjKwvTn0l9c1OXXNAAIlKtzZSiWWgRKIsq+P1+XWcSzfPNFus6T0+X3eBPfnVt5+f1ebNxLFgRrOj6dzqxQWUASxCiSw2BZRz6czwM3OqC5zTNDUUNIlwrbMOl5F7Z501cw1iCNUxqaO6zOlAAAsigBbrOrnrc9OnPy+ry+pNeDvxrW83Ot659E8vDvwq9eXWta8/XHp1YnTVwNd/N6eUo5IozNwjQzjpjecU64yrIlCUEKgqCoIMV6/P6u/O2Xrz4zpM3Oema62WwDhew8nTuKlEshQ889A8PX02pSMqPLe8PJ23dToSFhaEASjg7yXletUSxz3I5c/R8teHR7Ma8fL6Hkr6ff5X0t43ztjnroIKoJjojnOhcbuUcunLOuGbOHX18O/DeUM6AsCLCzz8tZ908noXpDNvXl2N51ma5jHRcW7uRuaaHTHLpw9k49PTzRlq888MZ0mpw4azs78t8zpx7cTYr6XLpjWd9OfVLLDpaPHy9XCa8vqyy4ehOk49PUzfH8r6/wAcvp83qLv0dE6468ozjXS3HH08Jez0+Kzv4Pp/Pl54uYvo4dznLJYM6IKRquUdPT38vXHX1eDXlZ7znveWfT1mPnO3DWO/r+d6tY9lmtYFAAAAIUgLAAAJSLAAF8mdZ5dllzVlVz6c5c53ga5263IurEUS5evx+3Xn7DfIQLCUJQEAAJKIABLBLCLDPLtxl4wm8ES5soE1059C7x0PRrOtYtlLAmtbOHyfrfJmumbBLC/S+b9LU6qZnyvq/JlwJr3ezyey5gS8+nPn1zLOPoSwKqLmPmw9PmqCgCAFlAKAKsEUWY3iKlABF9P2PjfYZ4/M+p8yuFiVnWRQazSgAFIsMrC9OfSX1jl1lgJRZSKJZZVlIqopCUAnl9Xl3nmTfMC2D3eH0ec+hZ0s5+Tv55qZslgRrOj6W8bsAsoAESoEsNUBRjeDwXlrOts1Wdwy1koQzF3eeiyC5ohRYjVwNJSXOl7CVSAFQqBQJS6xqzr149+nPx+zx+xM8O3POuW8bpZzR5fV5qvXl1OU9vFc78/SdO0xTHu8Xt5atjh1AEKozjpz3mS56YlSLLCpQgKqCKQxjUjXv8Hv64t8vPpz9s+Jlfvvl/TTUKKIoiiACBCoKzTTKtQLLTLQzNRIsFyNMjVyKgqFTQzNQnw/u/Il73eefSc+qz5/2/lfU3z1rFs3cVbcipkx4POzdez54+/n530rJw78M68uprj19fn9Hm1mkzrUQsYq8Ovl1nPX0drPnZ+h4q9d5b563383ol6Zsmuasbw1VxvVjNpJ5fZ268/kerza78OvHWVXJL0xs43UjUlN8uuDU1ivoTWdY325dTpz6cxroOe+fQSwAijwfG+z8ea6b3mPdHBPocPRpfN6XC32/K+t8iPq88yunm+ho+Jx+h4oz34doxLJqEzRVktOe/Z5J31i4duLa82s0vp4XOvoZ8Xpy8Xq9fPr5NWOnG2UAAAAAgAAAAEAAF8mdZ49hZalVz6c5c51DM1LM1LbEoVHt8Pu1z7DfJKIABKIABKJLAAAQSwksHHtxl4TWZvISSygTXTns1059E9Gsb1m2UVo0g4fL+l82a3AZ1k19H5309Z6UTHy/q/JmsiX6Hq8vquQsc+nPl1yOPclBChflj0+ZKCCgCKlAABaAqUmN84pSFEVe/2PjfaZ4/N+l82vOJWdZFgtmgCgEKDJC9Oe5fXTn0SyWAtlCUCVZRc6rKiKIpJ5vT5t55DfPKlWVPZ5PofPr6PXydC+TtwzcRFllRZT6es7sAoAAEpJNZNgWC8+mDwY1M6lFqVEsURLci3JbKgCmjN1DNUA460O1JoIsCpQgUBDVmrOnXj06c/L7vD7kx5/d47eR0zebtzJ5PZ47NdeXU7ce3FePTn0NWU5e/5v0uPXQ4dksFlFlJz6c95mbOmEIAAZnj3nedemzn28faXuzcXOdcpd+/530O3Py+H2eXWfVz6zO/D9Hw61n69jWdpSoKgqAIJSTUJOPy6+v1+F1j7F5bs1cjSFqCWEAAATHKa78+HHF9PTw9l9d4a1Onzfd5kmvN0x01znKz2+rzejfO3OqoioNceg+J7uVx0ef04jn9j5/v6YcevCXk564dfb5vR595DGkBi4svPXSta3K58fThOO4l16fL6pdjGsKxuW0gFC/T+Z9Lty+b8/9L4u3D5MaXlq5Nsw7cunMLDry68jebT6XLrx1ntvl0TVmjbWTnvn0LAEAPD8f6/yJr146Yl93m78k+n2z1rj5fX519nxvvfBl9vXgr29sbTt8D7nyY+f249o5kmpLM0Ftzlrap685EnP0HPza75TnvJvom507enweu8d2Xt4llQAAAQqAAAQoAIogAPHLOPeallWaWc+vKMzWSSyoogsS0nt8fs3jqN8rASwASwKIsEoksAACBLkSwce3Ca5Z1mayREKlE1vGy9eXVPRrG9Ztzo1rOgDy/O9/wA+a2Bmw39L5v0tToGc/K+r8nOoF+j6fP31nUJHPpy5dhOPYiiwWU+VT0ecSqIAAWCgAooBYGN5iAWUQO32/h/cs5fN+n808olZ1kWC2DSUCqlgUzmwus2X205dQMrBQoUqIsKlJUqpSLEeb0+beeQ3jNCkOmNZjYWSoksolQD6m+fSwCpRYAASENgoHPpk+dGc61IW6wNsQ6OdTpedLIXSWJNjE65I0MrBvNl522u8rNlAlBQCUAFls69OXbePL7fJ6rM8fVwrlrnM3tz1iPT8v6fy953146mvVw7co5bWxLzMfT+X9Pj23Dh2AJRZRy6895zLOmIIgGdYsz4/V5+mPR2zJeefR5T0XnrFsuZrXu8Hs68/FyxdT0Lcb5+b0+W5+3fJ6N46a45PS8nU7AAJSEEYr5vby9s69fl3jOt+/wCV9Tpz2zoWWBaysQAgvHozvx6+zz5dPlX6eee/D17bmuPoz23jwcPt/N7cvldJM1z2PXv53s6Y7WWxYKlgU8XRy59brkN+zG9888PT5l8+pePT18PR59QsxoQznWbJZnT0OdN4ZAi+vyeuXdzrGoOexTNlJqWn0vm/S7cd+nzentx+P8v9Z8dfl41TGmCsU6Y1g7c+nM3rHQ+jw9Xn1nXTGU7659BnYzsDHjX3PnQ+jPmZl9HyPpfPl9PPpyPocvd47PrdKsvPluX1fn/ufCmvbNZs+jrOjXyvrfJPn9efTLmlmsDNBZrO25wz73R6PN5s8/ovnenN9M5+fN9mfDd56cPXht3+Z9Peutl6+JZQEELKVKSAAsAAgWCywASl8cs49lllqVXPpziZ1CSjKyk0SCnt8Xt1joOnIBKJKBCwABBLABLABLCSwcO3Ga5Z1mazLEhKA3vG0vXl2O9zrXO6hdbxoTSPB4/Z42tSwS5On0/mfSs6IuZ8n6nys6FX6Xbj2uVSxz6c+PZLOPaUCwCvlU9HnIKAAAUAClgoAGN4CIoAXr9v4f3WefzvpfNryJZWdZBRYNAAUBCTWRqWX22Xl1JSLAVVgqIAACgAR5/R59Z4jpjJRZY3jeDpc6mogmdZsBAPp759LKUlAAACTWU6AAZ3g+dLjOrrNXVxRELINSjNoyo6M2LBViLneKsBLTrZc0UAJVAAAWW5334ctZ6+jyei59Xk9HmriSXIPX8v6ny9Zbxc69nPrzOebyrpiCfT+Z9Pl12l8/YgELc0vLry1mROuEWICZ1izPn9Pn3n3cuHZevlzE62XNpvOr05b6Y+cTePR14enG/Pn087L04rOvFDeNQ9Hq+b1r6j53vs1KTEZGbwPJ6fH6s7dMM6831Pk/T6c+t51N3FNJQSri+Uzd6xvv7vP3561i4xvONZxuS2WduVs9XKO3L5vz/rfI3jPe5lyuDr9D5/XefYzdZoFnKHi1nO0WX6bxeneN8u/HF4Z1jj19nn9Hn3mozpGauMcd568q1n3Zx6cb5ef2eNNa8/at+ry+rGt3N56DG1glgtlH0/mfT78d+jj27cQX5nxf1vzD40dTz464JqDfO8zt7vB9iz0eT1eW535PX8xfr649UtnI34OPjmu3PnJrpmSOrjTv28fU78r6LPd4/b4Ln7LO7ePbl1jp8L73w19uetT0dOPoXPyft/DPH159MuYmswzoQ1259c9fF7nVnyc/dwOGutM8foefN8mu91OXTv2zfkerpz1fY8vq6cll3yAAIKlIsQUixUpBkuOHCX048pfR28Fl+lr53VLMXHTVia0lhz3iXM1kSiCgAR7PF7t42OnICAAQAEACLCWCxSAZ1CSxXn9Hnl543iahEksoDe8bS9uPc7azdY1qaLAEjxeT1eVrUsGdZOn0vm/TudWLOfy/qfLzpYX6fbl0uaEcunPl2Dl2JYAFPlQ9PnAAoAAKlAoBYKBz6YJZYABd/d+F91nPzfpfNryCVnWQCpTSUAAAksFlX3WXj1ILLBYWyiWWAAAolQlHDvw1nhDpiKKljfPeDprNmsgZ1lILKQ+n05dkCqAAABnWU3QFGdZPmY3M6zdFzoKiLrmNuY6OcOt5U6TI1cDYhN6Xg6K53UTsms6lhaQssKAAgazbN51y1m747TUxo1MSJVr2fK93g3jVz0zr143zOONYog19Hxerl063Dj10lliyW2C8uvLWcw6YgAJjXm1Onls3iDUaamuu/PvOutzMOnDfn6c4mtT0enncb587mywGtejOvI3z1mWSzr7fn+g+jk1M51lJ5p4zO8l6Zyh7fFa+tv5X0k2lNJASnj9XDOufdcb9++XTGrrjxzr048qX1XjzzfTv5+tPo8/L7N48nx/s/N6c7y31jk3yFws+hY6Y6cM+Q7cN6O3l6+bGvRxvZZmXWfTPNY6TN5dfd5/R50Jmanm1z6YWa1nN1B9b5W5fT4NwTUTp7/AJn0efTrc65bJcbAhRYL9P5nv78fV14d+3ElVLk8HzPudLPy+P13ml/L3tgxqjp+j/Neqz6PH53vseD1+M+n149kvw/t/nZeZ9nHX5nb6zl0+fv2TGvC9uj4vn+78bty5/Q8G+nP9H8nvxs+vfHT0en5PU+n8L3/ADT6nBg+nr5uF+p8i+WM9efSOYzrBJqyo16PL6s9NdufTNzj0eY5+vz8q+hz8aWdcda77wy4cvRF4+nN9HnqXfOkKgAAAAELGB43ll2wlsg1G1MDvjEjv18faX0XnvG3PpzlkuSwIKAEHu8Pu3z2OnIBAAgEsBVjozec1hbGrnNSrLERCBXn9Hmzeed4msipLLAN7xsejh3TtrOtYus0pDSaj5vn9PmaoEQ6/S+b9K5tLOXzPpfNzqVV+n05ddYCHPpz5dg49pZSUCD5Y9PnWCpQAABZQKFIsBSZ3glIAWDX3vgffTPzvpfOrxCVnWQCg0QoAAJLBRfbZePUsCiBQigAACkEUHDvw1ngOmMgtljWdYN657moBnWSCwsT1+vj2LZUWWgAARnWTogt4dSzWT5+WM63JVsIWCywxOg53WaWUihcw3M06652JN05g9Cs7WAUCCKqUSwWW51nXLUl5dU68sZN3krvzkHH1+a5dsbX08uvKPOm6aiXpnnuW7tzqdfHqz3Ma8/a2M6vPrx1JmzrzCJLmufHfPoyNc4E3VnWSo1m5md8/Tw6cOdd16875pe+camqiX2+rHfh38nz/rfJ3hc3py1rGa+n18/SzXz/AE+GpNQw3DF6I56UnbEPq3z+iwQSZNefrzXG8+rn0vXPnzrpnj0zeVu17+bjsjtSHax5vq/Ns8O5rfPmEXI9uuW+meHDcOnTlTtkxrz+jfG64a2vPOJTW+XXG/Zw7+bOmWZfPK6Ym8as3mQ6YU1mDWUL9L5n0+e+lzrj0WXG0CwFlHfhO3L6Pu/OZ78P0N/K1f1Pn/P4Puen8yP1j8pDv589o43urOo1ny/f+b7jj5e/nPqd/N6E5/A/Rfn5rt9n530OPexOe0ZzrWvGs+h8v6GdZ+DPRz7cfS1jWOrUMejzdzfj9flNyc5d5mi43B157OdlzrAmhIdeZfo58PrxvfHpwl6Xj1txvNamEZ9G+W8tXx+rrx0l68lloAAAABLCwHz/AKHz48sia3N9868d76Xy3vk461izUsHXiT19vP3xtz6c86mdZEoSygEVHu8Pu3jQ6cksEoiwBS9M2a4eXn09Xm485r0543U124rPXibxrV49uvJmzWIRXn9HmzcZ1mayLJLKEOms6i+jz+iztc61jVzTRCyI8HDtxaoWSxO30vm/SsoueHzvo/Ozpc6X6fTn0uFgc+nPl3Dj1AiiLD5Y9PnFAAAABQlAoCyhjeIlgoAL9/4H3kfP+h8/TwjNZ1CAqDRSUAAJLkthfbrOuPWoKCACVYNIAEqoCoS8evLU846c8qFI1nWV1rOpYBjWSKsBPf38/oFVAAoAEZ1k6RDj1z0NZ1D5vPpzzqEXVwN3nqOl5Q7OI7YxaNhvNgUzOkIWUQ5tyzsM7WCgqCs8rOzlqzV5Q665dDfHtzuePTMreMYOrl2Jn1cjlz687nXr8voOvLrzmuDXIvV9Xn083o7zl0zdI8vzfuY6Y+L6ePPpn6FxrzdtcevOzEs64hCZuLOWN43ZssiVdCWSxKJj0eX0eXrx6+vzd9YeP29sb+ZPq+Dn25avU9nXyOXb2fP9niTy7uu3Ll3n00w1z3ny8emJcBJ0xTbBZLEu+XU6e/53uN51iyXXY82Pb5zh6PkfU5dvdrl0575Z9PjlnPHvq+f2Zjw9M819Hfl0TXj9Xh1OGOnPpz557cLnVxk9nTlrpjzcu3ON9fN6TPo4zOu/lubbc3WOOojXTn0zr2+b0+TOmLiXnK3jNmqVozqQNDMSL9P5n08b3rN49LZcbSwAqC8e3Pry5+f0efvy85SAEEsOv1PmejWfe8Xa575lKCAd/D3PZ8j6nnlzvF8/q4cdD0zvrOvmdd4s7+ry+yXx+D63DePNjpz68fRcaZ5ejz9zXl7ca6ce3KWKNZsHTn0OdzZrIxpLCgduOpfReW8dPRz2XhtqLy68A561Ofs8fs7+e2W5WWgABCoioFirAeL2+WPndMfRz0dufPl19E5dc6ltjON2ufg+pzs+Te2OvHr6cbzuc9881EVLEqKBEsL7vD7t40OnKAIABMb1ymefXOd8yct4smsrOmFHbkzrp28vaztLOvGEJ5/R55rGdYlgsysolN6zqL6PP6LnrZrWVhNM0qF8HHpzmrLFSw7fR+d9G5qLnj876Hz8abxu36e8buAHPeOPcOXWUJZSA+XY9XnoJSAACiAooBYKBjeIllEAofe+F9xN/P8AoeCz54mksIADVlAAoWJneClX16xvj1AJQSLLFUFgXOiCgAHLry1nzjpzyDQjWbDWs6moZLmwgsssR7c+tNAWUCkoAksTawmpSyw+aZzsiNJqWLkmdyxNDNAAg6XntWsot4SzvnlTSVe9lzQVZRETjnU1Nd/PoxNYs1249Tvw68jzTUsWU12xo1y1o58uvHWdejzemO3PXmmpial9/wBfzdeHbePGX13Gs3WuLec/D+58Hrz93o8Pu49Ly68c3Ms64S5Jz6Ys451nd1FJVGdczVzosSY7c+nTr5+XTnvWd+nhvOmvRvye7fD1Zjw9PRVng+nk+Z6+nbU+f0zrUnLpw7efny7cJeet9DGOnWXx6emrz5k59d4Om+dPVnGtZ9W8ai7arnNXN1z7cfP6J5e3Fb26K4ZqXXn9WKx14d8vR8v0/L68rk1nWJLO3JT1N8+mOWbyldefVN8PRwW6aTDrmueOuYa3jOvZ5vR5s6mNyXjntNTlqLLuSrNZhZSY6cy/U+X9TGulzePS3NxuwECgvHt5+vLPDfLty5FqLABA6+3xejWe85bZ6dcboAQ8vp8vqX0xzzq+nzejz+nnZyl9LxYPZPOl9nTw9E35vRyXyY68u/Dpvl13y8/0vmfTTjx9GF556ZMWblzjvg57xs52JqSsaJQBZTvj0ccdJmcq6OFT0OfWaa3hOXs8Xt78LZbkg0krUAAAIEqgnl9fCXh281x0tznOredX0Z4zOtXNudds+eX1eLryufXZVnPpziS5LKIAKAvt8Xu3zsOnMBAGYnNnj36TGZdTXM569HWPLn25PC9Pm0zMtZ6dOW869Tn03zS53znm9XlmpjWJZLLISgOms6i+nzem56WXWLAoLLF+djeJoFZo7fR+f9DWCyTzeH3eLO5vG6+nrOrmwSZ1nj3lOfWVIAsD5jo9Xn5ug5ug5ug5ug53Y53Qy0TLYw1Vy0jOOsObasNow3DP3fi/ZTp4fd49T5jql5TtTzvQXzvQOLvTzvSTzX0jzb76l96TmFPLjpyz1oWUlASwA1JogBagAHLryufMTrzFFli51k3vGpqZ0jM1moLK9H2I8Hp9WDyvX5rM0sJQABnWTdlQCwPmY3jO4qN3NKJbKJLitOcTtOY6uY6OQ63O5cTpipKSNU6jOlhRCcbmy9N9865Ouc65cffz1nyXeN46Zxa5TeLBU3qaEsjPLry1m+jz91nLWZc+rHt59Ppce049PnujU6Z9HHOvL08vq3nr8T7nwt439L5v0c66cevPnvEs685LEznUrjnedaXf0l+X2/Qdc5+Dw/TLPyL9X8ivlrE6enyezr5fPd8tZ78bzX3dvF7OHo73njh6dRDl1nSm+KOnFPRwnj9ni1ic+vmmukaTPo5dJda41cY7y54OvM3enA9Hfz97PTZiX09vJ0TTzaX04mcbzz68+XXhr0XTguVxz9eJHbh1jh5dc+nJLLOvn3ozvG+me2s61ny8fd482amrNS/ps381rXCnfh0rHLcla57xr2cO3KMzeJrOos5Sa3mWaJWjNzRnXSOX0vJ7Mb1Tltc8862rU3jpxzdFXXj9nh6c5z337c/n318q4tEy1DLRN+zyejWe2eW7np259BKIDx+vyeuX0S+dd64dvN68duGI68OmKupqXn1zctcM8e3LUl6cddePSzl9H5v07OfPeCZsjHXn0WzUOGsalwJqExoUlCVjc+hnz+rl04Z65zri1KvXHWXXLr50x7fF7PR59JdZAJQBYKlBIqKsBx7c8baz159ubGc61ynWuvD1zN82s6TWOvSXHH08DnmzWHLpiyZ1kLCwAoRNe3w+/pgN8xABy35Oe9ZxMdN6x0lvp4aX1Xj1xWdw4+X3+c8DpjphvGl6ejzdk1LOvGeb0+VZjeJYLMyiVK6azqL6fN6dZ6azq5BFBBfm51maBUsO/wBH530LhZU8ni9njzt059K+lrNualSY3jj6LDn0AACPWPX5UtTNpYpBSFJUWvL5j6b5faPbefSgBI1PJwPpPn4X6c5dkgsApCoNXOlLBLIEK+b5F+6+Fs+1PH6TdlPFw7cePaklsJVlAAAJQWKJQQvPpzufKrrzyuozZS51ZW+fRYSVjeLJvH0j19M+SO04d+fSd/H6N4zNZ6c/H7fD6Y7THmr2OPcmdZN1SKJQ+Vz9OM64ze45krSdIzdRcQQ16F8r3M3x66+XU1d8k668+zrjWpeE9A4Oks68b7c78fL7XLOvldM56Yvo4e3G9erwenGsy5l678urOvzfr+HefG5Xpy0ujD6Wee/nak68+1zs58+nOzW8yVi5PZ7fD6eHb6HTjOe93z2vVjmJvl3OPwPr/I78tfQ+f6j189449MHm68+3PlbOmuGqenX0J133x5Mz3a+buX3axXPpeetZ+V8r9H8fV8ft8Pt6cN+X0898vNvp35env149uXTGLnn1jtTy67q4bjWIjvwx4/b515ZuI7b83sl4dc9jz9vL6l573E8+M5s75nRXs8X0E6cfT4T0ePtyV3dNS8deXL6fPrOPZNJea4mtZtTnnt6tZ+PK1jhdZMxdTWs73npvnrWenj9Pllxp0N/oPz2458bB056pJvOuW86xr18u3KWZ1Jc8+nPU57xveM2U1GjOd5M9efSXp6/N6eW9Y388zM9+uOefTiXPu+b6+evVZeXW5uO7rec273x7Ovh91ufivp+ScvM+j5sufs8Xo6cvTnlqzr2406wsIPH7PH7F7fN9uMb3ua8/o59eHU3i8TrfNJd45dzz8+nLv52pd4u86rz/AGfi/aTljeDXL0cIzu6XMfNOt82V9mvFqX1sdMay1azvGN43xmtM+vyZxr6efP34dsyya6awh58a9HDp6/J13js5aToQAAAWCiBg2Q83lx689PVmzj2zx7eM7Ma1bnSJM809/by9Ma78O3I85x6c9+XO94w9cOHTnyT1Xl0zuiIsL7/D6+nPbycd5+jPB2T0pY83m7ccdZrXtxvnn6PLGvn59fHedduXpxrOXKHOY3mY6YrOpTprnuXrM66cp5u/l1nWJFsERKWE6azqV6vL69Z3rNuVAsLLmPmypuSqgPT7vD77iBPJ4/X5M7dOfWvo6luYozNZ4d4sx0AILc2PXY9fkqCoKgohZxrPzMGo6c81FXXv+bU+9r5/vuZ8p5bbOvpxvxz1eZL9T5GrPvuPXWbESpDTI8Xs8OJr67wdk9M849Hn5fPXF37ufTwZ+nnOvl9N8N4+n7Pk+hOvn6c89LDNBVlJZQQsIWWgAAHPpm58jpvpz82uvYxn2bzv5s9fmsz69+zGvNz+jM6+Lz+l8/pjP2PnfRsuuDlvWJqa83q1z3jpjXn6c/PjnpdIH0Pnei59+N5N2UAqU+bx66xr0e7WuXXy/L+t5rPmay7c+m+foxpw9vkL6sbl9WeWee/H9X5v1NTpznHGvN4v0HzevPzdPN6bnln0jzT0c6nt4dsdO/HXPGuPn9Pl68/V9LwfY5b+dn3cjPPvmXy9PRuud65s+J68TefP6OXoT2c/POe+Xm9Xm7ct659NZvL2eVLz3yUsJ15Jf0PLnvzejOunJc782remsaY4/Ns9HHfXj0j35jj283O+rpyPpTHT4m/djc9vr5cV3y2m8b8eJfrdPgdHP7r4/v1z6+X2cNT4nX1ebfHWvJ0x268+XOa+rrx+/l15+f1co45vDU315+kvzfqfN68sTDWNsF1jeUdLT085mXl6PP2rXLWI5T0cbGppZ6/HrN+r4OnSzlqeaX25379T43t+zxzt4/d4uepy785fPMl7aI19P4/3N5+d5ff69T8zn9N4Lj499HnjMtMrKjO95u+XazO+ezGd8zdkOfbl0xq894xv2ce/AhJXPfOzCumIQ1M003Bml9Hq8nq47vzfp/N3n2/S8vomrObl04fP+h4t493Pm102xy21y9Hs55+Y+sk+R6+ng1fqc/N69aYnHhnzz3fN78vX5Y3zlkO/s+ZU+xMas8vr8frJq+bHX07+XMa+pwnfO/H5/p8Dx+i9h1y56fO+t5t8vHd8+/LWsbs4fb+L9qzljfM68e3CNaz6F+V5fq+O3za9lTjrOF655jUkLZSSwslJvCX03zdMb1yzredaxbmJo59OdPT38lPffnaT3uHU0gpmM+Dnua55+hrHTw+ieXWenrrn0dOVzd4u5qXQx0zuXlz9XM59OdN+fn5+nP2eL1+feHqx1lmue865eXvz1nn25dE0jOtMjXOc+nMWyKNevxaPo+Zyzr6mvk/U59O1xcbZ1Ebx1PPw9GTx8ffz1PDv0cKxLLNb5U68Oi582d56c5UKSqlRZTes6lvq8vqud2XWbZRM+KX2c/DJdMl0lEsr1e7w+65QTx+T1eWaduPY+jUuaImNZ4+hY57ABSU87i9Pl6uVOjmOrl1VPb2Pmcvs4X5Pt9PklTzs3pz6c15c+vLWdd/N3s416YnbDG+3n9XKa8nP3cdYx6OG9493m4cdT2ej5mo9XHGV1mWNTpTndDlmpfV6vHMdPdz89zXm9fLec98dUylzqVJalCUJVALABQgLKSHSuF9vPfLz9putb6549vHh6tTrx6ya3hzynz/f4OmOv0fn/R1nz7efN73nvHTjuTpy7+P14s8m/fxz08+fX0Xx8Po+Zn14s3y6FGprO8pdY+cenHSereuXTxdPVk8Ph9/u6Y+N3+thPDPd4JrfXx9s61jUXy+ry/RTevNM69mfPtPju/n78e2cDUg9Hp+bqa9no8W+XTPj9Hn68/V9z8/9vnrPNxzv6HLxD0dPJ2PRyzzuc/PcOuOv0/lfRzenJzxvp4PX4+mMeryejpyk1knPeCxAD2e/5v0uHbs8/PG++vJuteH2/J6c5TrybzV+jxvn5dMfQ8Hp1n6E+XnOvqc/N1uvbzaa9Xz8+uY4bszqWM2+b0tTP0fieneO3yvrfJ3y5+zh75ry9LqXt38vtm/HfB68Jx7YmtdcZjpc8+nP50+lvefl5+x81eUXWO3POz0ct8ZcdeW69HDWjHG9E7dOfTn08up0jv27+vpny9vSJPRmvFw9vh59/p/I+38K8u0z05deEiNZvjt9f3vH7O3D5Ps8/unTh0urzYmrPmfM/TSPzD7PyY5I3L24b1npzcjrmwus6NyzNc955dPb5vT5h6Xls+k8Qxz+5dT84+v5ZfC9PHUzqLJrOpfR6vN6OXTfk9XUxy9nQ+bn6Ca8D18TxduHXtqOf0sY7dvPrm6piXXk6bT43vvi632dvL2xrr8r2+LXLnN+zrz8fX3749fj4+r87eO3u8Hu68fJ6/H7s3h5fb15dPP2cue/H6uV6Z9U83bHVrBenLPeTvvz9s6ScueLw107c/nfZnTrnz46c+uOt39Cp1zzmvl/N1jUsIkQWCzQlACZ3kksHp89WVUtCaZMg3GS6xo31409nq+X6j62+szfF5fq5zr4L6Phx05cNcz0zl2J2sOet+ea9Ly2PTryWX1588Ozl648fg/TfF7cs6mTv08fSX0c8SVMyzFi50JaDPTv6bPHj6EX5M+nmPm33ZOOfV5an1vjfRl7pjlvo59Trvx8z2c+UPTeRceH2fO1nO+G+vPZrOp0xo4X1XePFPZyPM641nNlRZV3ZY16vL6tZ3Zq5k145eXae7n282Pdxxrw8vf59Z81Tpz0lr1e3x+y5ixPF5vR55p2491+gluLCJmzj6A59AEoA5uj0ebleizlelW9+OGuus4murnY1iRcTPPKcuqzz47NZns6Vnw+tia9PG887dOG5e/m6845ebeOvLTf0JrwdvpTGvjY+j4d5Z1LOvfwfSZ53qry8vZ5866bzvOydM6vPXKNTXm3nes6iwlAWCpQFqBZQgBHTP2Kz7M2zecw5eP6EX470+PN4+zweqzWunDOp38ujPj306c+nvLnPPvmXpvN49ePP0b68/K9XGzhN9eXbzu/JczHXWOmd468elnWNc/Rjj24Ve3L5vfjzzr63nzy59foYhO/Hny3jn074zrtw4+jePBtxPdPns637PFNT3zn059Pbx8/FOGMa7cd+3j9Pl18nD63PN+Jn1eXty7b8volnHrxsv3Phe/G/TO05dOefRm3zdNknl9HzN45WOvLfXlvOvficufTn5vZ4+vO9eHfWN4sOedQiUJTv9T5v0uHa8e+ca8/ZbXx/tfH6c8LOvK659Dtw74xvNs1mA+jw+v8/HT0/O+x4F6NcM3OeVr1a54xrpOHosz5/b47PbvzezXPp5PZx1OGnSzHs8ftx2+TyY1z9d8fTN6ez43sj6/zftfL53yb3z7Y7uXWvlZ+757Pn9N+cu+kjDn1XGu3Ktc5g9i/Yxr5f1fRveOTUrRUY3gz876fmz19nj9PluPjejvz5d/O3rOuLf0NPfTr5vB2wz19GjXLl0lCwk6D53wv1nOz8m9XlsksCVLZSVZekXnv2p6a+Z9jy/Rzb5fVee/zv6X53TpjHPpwzu/P6+feedXpynbl6M616fP6OXTSc19HXydTpwZa6cs7jyVrtPR7+PHnnbj209PPeeV82O2Oue3g9vPOvNeXa3yZvffLXpnuxr5/T0557+bj6nk1J6uXvvLXLhx8vTeOF6Znr8P2NX5Pqx4ek7vL6Zd3HWa49/H6NZ9eevm5+jfXx9+XHl0x0sdsejnZnvOmfVeW/fyeD1fHs88SkuSpYShYKABAzN5G+XUqCy5NZDOs6LnWBvGioNMj9Bv4fr5dfrT53vh8/wB/E+PmYXjd+7fP0Y9HKbxjPTn048/VmPNPRDjvWy+nye7Lqmt5+dw+j01PgP0Pjs+bv0eMXP6TWfD9HuRnUPH8z72JficvpePHTpj15jnJwl1rjsx5OvLec9uWrPqXn149McfZhfG6Z0ub0kk1wOfi3nvxlls1vlua6dOffGunPvpOPDvwrPPvw1nE1jWbZTdlNery+q53rNubw7zO89Z5uPb1Y8/SXflxNTnjrnpzzYufZ6/J69ZLE8HDvwmno8/oX3kuKIzLOHoDHQAASus1PR5ZePhr3Z+f1l9jlM79PLcms9ts3GN408uevJOmcxH0M9t84sSeT1xfLvjjG/ZPHqa7fVd2cTHSufTpI8/P1c5rwef2ZPl7l6Y6e7xe9nLSzPLtZfD6jn1vPrMb58+nHeenm9nm3z1ePXOqM6gFzSoNBQJYKlREPT9f5v0dTrM0mbylPPqa9XyPqeXWfi7x3TfTz4ze/n599Z339nns67xqybvizr0TxezG+2szpz6ucs8vPfTHXHb1JrhrpmufLvy1jt3zjld8eFs1penP5/Dtxrp7/kc86+tv5P0Tj359OfTtzYzcXry6Ycevm3jpNReW+EubvlDtjAus6s9Pr8vo49vR5/RjOvJ5fq/N6Y5ejj2uefHtysTWa+l9D4H1OPT0Z54zv08eWbMeD3eHpzpd416fP9LG98/XOO/D5ft/H6Z8/ft11nw8/Z5N55xqzFtJaO/0/k/W4dmNYxuaxTn870+bvxDeGpDvnnuVNYL05fUl+h5fXjGvJ6PJ7Jq+b2efOvFPTqunl9fOX5XT1dNZxy+j5o8nt+d06Z9+N+XXP0ejz7PL7/lfQz04eD6HzSXE1ze7x/Xxr0eHj6I54mtTn68DeOHc6eHv21PDJk59+NO957Xn6/N+mR2ShlMb59RWS51CY1WvH43Xn348Pq/Ia6d73zOfPTpy93p+R77jXl9/gnT22W8lmqksLc0uVjH5T9h8ivhSyyLC2C2dc2Xpzxr2+3w/RrPi+rnnvPyfseea5b7+NPX5PZ8qu/zPZ8/eLZenO9/P3zrp6OHfnu8riunPoXDHTOp08/avN14e/b3u3m4plg74uDWvP2l6759U+H11y63xfY9/s6efjvcPN4PtM6+Bj6vyca37fD05WT0OHT5Xq5vRy8/one5nHpm65T2ebHTzz056Y4evPsm+vk7ebncdqnLl1lmvVvm4748/N19XL3fR+F9n0c/N8b6vyemUSiUzrOhCFlABagJLIx0xooJQKM6lGNZNWUAgN+75+sb7ej52s39FPl/Rr5vX0Yl3y4dK7Zo8/L2+LOu85dcazLJWbix9T5DePsXh3zeOd866Yx3Na8tT19/DvU9uvJ0s9Dj4j6PPxeuJ4fd5l53Ocb5+PvwLrfGznnVsz062Xr1575663jDtOarz5eS59HjxOvNZrUKldM9Jb6OfoxvnZjWbw68LGLnWcixc6N2WNery+rWdazu5WXn16ZuuXXHPp5TjqdNThjpy1nKzfP2ery+rWBDw8O3HOnp83pr3EZWCROPpo57SiWUiyu/ivh9XlsiV0nrzr0cs8866XnuXp04WXecbrj5vZ4dZdONZ+ty4bs5y85emdZL046Xp14/RT2Y6bOKzN871SJz681zx9Hir5+JN5eryei5+h05d95xOnJOUPP6K5eaXr6vH9HrztXpzy1o8/H6Oc6+W3z49almjptrlrouuee0jkpiIZsK9vv8Al4s+xn5npmvU4wzi9M77HG55eL6/A8Xm3yuc/U+bd4+xjx+1Na1Mbzw6TOtdN57cs3VTn5vT84v0fn+3HbtnjZvpnEluZg7b8vVjVxvrwryeI9Xl7+fPTnmtY6fQ5dc3vrlvh26Y5l7ebfDWceH6Pm68vP6r+gs/Mc/1P56zzgShUPZ9H430uHfqwzrfy/pfP3jG9Z3jnjUsY3mp9L5vozfdjtnh153py08vn1O3Eov0/md5f0WJ1jP5b9B8Oz6fLr5Oe/NiztzhLKlLKN/W+V9Xh21jsxvln08E+Xxs9PCpLLFKg3vlV1975H3OeueLwXHo83bHScseY6+zydD1X5+lvq+f2j6HDNufl+zwe7rN9u/zby7eSU4fW+T9Cb9/zPq/Ixub87px7d/RjGvL2x21Jz3iNM9V83blmy/R+X67PJ5/T47NMw6ejy7X6H6D5f0iyEuLknXn0LiwoJy6l4fM+zzz18Hk7Y5+n6vLtjr5Mu2rnhvsT5urjn6vo2t+WkqoFzTLnY6870r8bN4TpjWZZY1L059M3pi5xr2fT+T9febmOPblrnvGrw30sfM9fyu3PfO9enPg9H00+N7P0fTO/wA4/Q+Y+Jr0+dd8t+Y9jpfP18eL5/Tzvv8AL6Mdfpcd+binXzbs6zhza9vPjZPV083ePHx35+835st8Om/OPofV/Naj9l8TfljnnTN9efPry98evze7Lz8vR5tZd+f19T4/D0cG+mZE7e7ybdpOGs8r2z2xOZF1eNt8m+fb1cX1fm9d55+KztiZ1DNlJULEjaCoKACTWSXOwCpQACY1k2QsQ1Avp83aX6++PHn09HmzTV5+k+f6Mjuz8+vT5OPWzv0nPG/QnbN456+ezjy7dd583p3qO/fl6c3ljtyqc+3njW85rt04WX0+al8l58E+9w5dNZ83Pn1zryX6Hqs8Ofp+aTxej1dzzef6WZfmdOfXG88+vM4ebv5umMTU6YypJqbUqV0x0zrp6PJ6ees49PDefPy7ct4zmtZySms6OiWNejzD0vJmz6Ofn0+l0+d6efTXDv55rncN4uEuSWz3d/P6dYZo+fy68s6ery+uvYhCjA4eglzsSACw+bHb0+fh26dY1kusW5OvTyTGvV58Q9HTjI7+Rz1nl3E3eRerPfOuc9vHN8c7cN49P2/F9FJz6YJ0xJZbxl6OWyeH3+fU+NZdTX2/J6ee9ZzOXTfLVOPD3efefLn0Y9HDWu6zPYszrn0N3Ms4eT2/N5dvTvlrn6dTMl2xK0wNMxnUHO3PW59Hg+v81ec3iW+vydpenp+f9Oa6eT1cD1a8/oufg8/r/F3zsi51+g8v0q83Pp5+PXn7PM3jtv5/0N4urwGdaPNO/nz07zlnj06Yk1bi40nLrzueno8md8PN05bm/rPH35dfnY73rw+hKmvF6uXLN9fDkKmNZ3eVOnXzD7vT8/8Aes+F5v1XxLPDKEoz9Xl+j4b5d+fzed5/Ly9GesSaxZbMzWbM9ObU+p2+f9Hz9tfL9Xg3jNzvpkJW8U9v1fz0T6fzdcrO2MBCxLkqgDX1fk+3l1+jq547nh9Xg3nxj0cQEBYKD6X1fifd59PLx1uTk4dJrPDvmbnTfJbjeF8vXe2b2x5V5euZ258PXy3wnp9HSanj93hzv7HwPtfOj53u8f13P6fxvpfn/Pr2Thru9OOHr3nJLOfDfGX38sevWfP8z9D8SziWhT9P686jOuPYyx1GnMukKCAk1F5fJ+148dvL9H53PPX7d4ejp5Uss8fn9Xj5er69l6+VjWS53yN3NPPqSXp249U/O/P/AEP56zee3LNyNS9OffNZ6VZ9b5n2euOE9fh8no1jWMax9Hze3ePF5Pqa7cvN8/8AS+PU5+/FNMpdsDfDr4JePg4etbc8znn0c7vpjUdfqc/H7OOF3qPHz+hia466Zkxrl5K5Z59u88qzXAQFj09mMOvj9Er078Pp83a3yd5ZudI4fX+RdT2/M+l8vUz1x69zvj1fIz2775XHNy9XMa5Uut5l8zN9PHa4OWs3vhnWSXNLm4jcsNJRYKlJULmwzrOiyhYLAEEDRBAWUtg+hfN059NO+JettTz71V8PH3cq5O2jzu8Mc+wmprOr1xUupo7deHZJx78jfPtzOGe6XkxVuuXQ15PZylx63s3jxfS5E3lyMTeoblE1DxcfoeLG8cfV5prxO13nyd560+dnvy1nn0z0pNsazvWJXXn2zrveXTN8nm+n8/ry5WO3Oy0w3C3NjTMLci50M6kOuMaWRhNM2y3Oq93fz+i4sQ+fz6c87ns8nrs9kEAyl8/plM6QJZQSuHPPXtxdu2a471FzUrPLr5pInSTE1Ky0TKllai+jz9sdPXx1zzrhrHv3z+o81ufY825emL5Zezl2jjO3GmvP59Tz65+ma7ON4d+kzMumuHSr5/bnePn+vy9+/L1deXo6ccc9c9OHfz+hN2SMeH6Hkx193h9nLh6PJJnVsiy3JNSQ1cbudejzbY+r87l0luM4murlmX0/R4+qa57x6kl6Z1jn8n7Hms/P9OvDePub8OU+lx8Gs69XLjmzPv8Al/UOrEl6OY35u6Xxeyd+fTx+jWc3ycu/n6Vjrw1L5/b4dcm8dTv0y5+vj9Gdt+bzXEZxwZTUyFREirc017PHT9PLT4Xj/QYzfm+b7PHF93bPm83Th8z6Pye0xZrvz646ZxvFWzGU3lFuenTzJZuNSdefXOoszossY1ixcrnRAC5sLZQC/T+X9Xl19vNeW58b63xevMOvOLDIKQvf3dc68f3fH7Jfmezy98vJ6HmrOr5c9PdxianbnqMx0ueXn9G9VGV+p8L7vi1x8HfPlr1+XpyPv+PtnHX531Pn97y5+D071PH0mLPQ4ejGu+WdTHm7cDt6/B9KN998834fP63yemb15enU/UJZePbl0Ofo4dUzrPQZoAiiLFzw78Zq+X3F+P8ASvhx3+vPD7t+fz/O+r8jn6PtpevlgNc+mTF52WYuDv0xsz+S/Yfmk58esxrgOmHp83386x6e281tTl5vdjGvnJ5Jr72Pz/TePtc/B6JfbrGumVxbm3CXesaJ8ffPl08Hs8vs65c+uNZ5Trid28GuO+WZn6Xf428z6fP58y+jy8Wa65Z2dufW3zT08HGu3fGvI+lyxdcvTvhPn579ek8vfx/Wzr5fq4ar08eXE1Pdw7Y9fm1mufq+d+gnXx/PpmXlqY9vGZ5b68vR5z3+LWJdcdO2OnHv5dZXOu+JLDILjeY1KCUoAAEuSaxo0QqAQqBYNQM3OhZSyjt7PnfTxudOfTN1c0YmTUx0XnOnMS2sT08omu/Kaz0ztNdOHpTjvcFzTXPoMZmjzTv51z283pl3c8j63Pz7Z3vlTrw7crNdM03c0oJ876Xjzrh5u/LG+O531M9e3BPL5fpfO1nnrDc7w57uaN+nzd86l5+gzx687nw6z078rrnizTNCyAIAgqBLKksARvFPodvF7dYSxPn895nR7PF7U9IZXNWSzz+mxc6hCgiw8X0OXq9HHOLKZ6JqaZTzeTWLneuaLKQkNMjbFO3Tz+rHTXL0c86459HnuePXjreetus3HH08q5TWdZQS2aXp6eHXj2sxmXreW5d+jG464zmTlw7eftj6F5X0+bredOffh6S2SV4/V4MdO0uuPbzY9vitg1IRKxpndevLHD2eY4Tvx3l6PLpet9fp59s+jz9o6d8dNYub4LPV4/HyZ6c5bNzlDpzkHbh1Pc55OrzWO84eqXl0xDXk9vBZ38Peas5d7vPn9XKzp4/TlPH15b1z93V059ezj11y8fm9HCsREuUGSxYKyNSWv03TixZyY5730x3w6/M9/wAzGtfL9Hm9XNvnuzoXG5nfOsSzfNZbJbKs1CdM6xtLmXWSxjWLmSyzcCoLLC3OgB9D5/bGvqTPn57x47OvOjUZsC/Ra+b3+r783y8PpsvL183WXz+f3/Kj6vyfr8bfn51yvS47yGhjXXOmNG15+H6tb8/pSTt836ni1nw+X6PTUvXy+rl382vpfInJ5sO/PPTfQ8nXWT6M59ZfBw9XCJ35I/Qebz9ZdfG+x4bPD6/J7euf0S4ls1yL04+kqaSSgsAEsXPLeJrslubnQ8nn+l5p05+D6fgx2927235+M6S51uU5Z7cZeeRfTrOkvwvt/MPk6zvF8yzph+n/ADX6ibzm3nvtqGb87v8ABs3ff7s6/O5/Q+aPl7zN59v0/h9a+vrnuzPTj1N+T0/ImuGPZjnuc+3Htj0bmTneMd+nOcjpjnljcwTUmrJb0lxnUNejy+ma9mfL6peGs9+U5T2ccunbPHzTG75duXu8Pfpnl28XfWePeZ65vLl33O30/h/Y4dfne2eO9fH7PN6O3mc51xedvKNb5pfRzz1zreN+nnfP4/R5vXxazeuEsXKwSoqUllKSqIhRnWSazTUoSwSiAFEsM6zS3OhZR7vD6c69XXn0xpi8jpeXYc9l4dWE5+zluud7yOmFl8/fPI260qdTjvlTXXlDN6cieT0+RXp8/eW894OnbyexNzntPRnRBa1rnTaCc+uI+VvO+fXHpz2sxw75Tz/O+n8recZ1N56dvN1zrdzc6nTGTt9P5X0s3v8AH+38fWfBDtzueisauY9m89M748fpsX409Xm6Yk7jii5WKSiKSLDr9L5f0bNxlPBneJp7fF669LFTREDz+lYzoAADrK9PHLeVUleT089T5zvxznJS79Pp57+fy+tJfkPd5N4wNZtzV9Dl2zt5+nBLZbnXfz6XvzuZcYs1mFRqVenTlrn0RJd9eXszrDvmOG+3SXwX03pitz1eXOXJc9Oe+Pa898eXThZvefra8d576/L+l4NOZNxm4Yvp4fZy69o5dM+X1yPk49/j6Z8/P1+Xpj3erwe7Hbes+uzes6Y4fI+r8U1yZudIpESoNenzerOu+/O56cPT5+mZeubN75ejG+kjOvnW9+mefTtl0zve5fPw93G5+S93DXH39Oe82dOe7OGO/HOvHLNZZ6aPO9u5fnw3hLKtzs+++f7+WueZjOvZ157zeXn9fm578Hl6c/X55cq9FxcdNY6czkOnMEsK1mDe86xvKQa56sksucg1LCkNSwoKB057l+l4/V5Oe/OOvNZB219nG/H0zmdvd3+X6Jj3Y1WPD5/d47r1+P08sp7fm6s7eP1c2uHL0RrPTx4s+50+B2Z+q+bqZ+nn5/d07z5v0l8/l+n4mev0PPvLfm9vkzvy/N9nPpynH7Hn6Y8fO4s9PCQ93Lz9pfb4+HbNuO2Dv6PF7c3pw7w+H7fF7euP0vn9PlXtjUMduPc0xUtQ1LABjeF5Ofaaupu5pBfPlfU4aOjMTTFN8d+eXrfN1OWufVe28bTPh9vxo8lxca453jpjv+i+B9+bzvnvGu+OvNn877/kfoTvmzGpLwzqfJ+r21n8/evj64+v7vhfVXv08vZL8v1ebn06TGmul63ty8uPZ4HTPGxZ089TvMVduHYic064zUY78Dp6OXWbx15Vff18FT6XLz9cT1eT1eTxzhrx/R6Z+b6+PLpF3LOnLXLeePXHbc5d885r6HzO/nnTvbz3x6+bXM9mNZ53ql5dOWumzO98cvPjU93CWWksIIkDSUllLKqACEozZSqIsAEoAksIC0KC9OVX6uec563nHWV3xDWd5l3z6LI59THnlX3Y4eolwOnLrI6a4aO3GdDld8jdxDhx9fit69ee8241gz6fJ6LOm+HTL23OtZalJQKJNI+bx98xuZ9Es4a6cD5/j3z6TM1mxZo6RnN7Tj0Xp9v5308X0eH13ePyM6c+mdWVSD7O/D6ue+3HPPnvk2XGuvnufFjee3ENQAEQHTHqXi+lE+clnRKmnXno9yNcFl4emwzUsKAD0S8vTxb4dJVlLmc65+P1+Nl6vN6uevW8vTn07MYzevHm3PPz9/k6c8JdZ69/IlypFlqgwAC0AO0lxuMpens8XszvreOc665xys7b8+947co3ztwzvpeTGt+bfDUWWuvXh7cscfT55rysuuNRZPZ9Tj047zrh1l6cfR5y54d7PFw+n8vpnX2fmfcHK4t9FnSTz/G+t4MXxZ3z6ZmuerJYSyQ16PLtfqebv4Ma79fF0jo4dN5657Mb4utXzeldXW5ublqPVdcrz+Rw9M1PbM1jG8bl665Xn0+Vz+p8vpz37PF7M6m9+TG/Nj08e3HEN5a6eyX19eXo478vD1+I+lvh1jfh9fLnr4ebPXxZ1LOm+O8668+nLOudl6c1zsZ3KILc3NmbktyssgA1LADUuS2C3OhrNl93Hpxxrgl6Yejj+lxrnx68uPR5/RbrxdOOul+n1+X9Oc7nPK649Gc3l4/X5bj1483ts4cvoZmvNjS716fH6JO3D3Vjx8/Z4b18/s4eiHfzemY49bwk93n6D4v0PF6OuPRN+NJ4e/GzHb0WzybnPOtbc7NMyzr9DwfQ566yzN+P2cO2P1fPUXHTh1rGoOnVZMbmhAAcO3nXl6uHpmpvOrlnWClOfD1YXzz1Sa8t9MPLvv5Th6vN0R1wj064dafH+x8mPn2XF5468emPb934n25vC4xv3eX0eS8/z/6T899Wa7a8bOvR5vf5Jc+rz+4fmv1HydY+X9HyNz7PHvmPH5/b1X5vf2eDc6Odr0/J9PnnTLtV4zoTjOuLmTpV43tqXHVma46x6LluVvnrOjXXz6jpeHpSd/H6+WOfovHyb5/P+v8AI78++sN49PmvLrNdvPtNcNS1zSz2yd8vHy65r08O1zc9eN56enw+vO/R5O/kOY9nnEqywgiZ1k1c6M6zoqKsBZYgM2U0QsAAACS5Jc6NWCgpD0a47zr0a4ZzenQl3049pdcc+ixOfc4bvmPTdaXnM9jl14dzGp1jPHpRnnTeudHg+h85e+8alpTj38/axZmPd6Pnei59bHUzdAAU881rNud4rn8r6ny5fHjrz1E0qdsdI4468qnaemX3+3wezLvc61n854fufM1PNfRi65Tp3Xl7vTxTnM8ue94xDWs7jhy9XLeODvw3zAQoIbxtfVrylEmqlmrc092vFvXH03OuPcM2LBZQDzPoY9HLhvpiNsU3z9Nr5fl+38TWOne+zz9vB29bOszqzfJvvaxjtyt+Z9Dx/U68N/K/S9LPxl/R/E1PNvPrzc+b2eSzFKUQkLIO2+Ws7zZqV388l9uvF0zv0Zxg1vj2Ly7aPLPXyt43e+vn58vT5ZrRc9NenjrHS8XLfOaLnTO1+1HXjrz9rg9HDMNUh4vX5dTz/a+N69vXGLN/J48a+5nl6eOvlcvo/O3zy205kuQoU+5z8/eavLv2k+L383ql9Pn1z59Nbw09HPHpu9c9SV6PAx0+m+ZWejna6uS51vkOuuMmfV5PTyZ+Z37efWes11xrjz9WLPDn28OmOrHmr7vX4vs5dfb87onTr28qOvXybmPkyz1eZnWbLrGl7ctZlxrOrlYNZtqTUIiEsAJZSA0sIlNSwAm80qF9iYxeBNT6X1+O+PTnz68c6x6PJ6Ty8fZ59M9J5ul+xfm/Vl4bx3PlZ+j8uY6enz1n33O0zSXJ4rr2dfk+hrr836fJrlPR5q6+jx+jM78uvK8tdOHXOuHi+r4dzye/5N3z7+erKneW8emZd8vTxs5Z0rp9HwennfVry9cufzPseXpPs783o0ce2a56zo9RzTvOW4MU3caM8OvJZ6PP6GpvG2WdYNUTOdRbLCRYz4/Z5lxjn2XpFjp1xqr8r6vzcvn71rjvzef0+bvz+r9T5/0JqcO3Cb93h9PjY+V9j4X6eX5ns9XDOu+PFM33zyZPV5enM8Pl9/yuuPuen5X0kvo5dLPF5us6OGd5ms50nYJec6crnVhMXpyLYN43lZ1lFlXOpqWZuUevx+ljj15Jn6Pz/oeLx6x57074cOvDrj28eWrN6nSXneG2sTfRL057TzanSzn0zTj05d5efbzfQ57z5vV5N5WXtzkqosEqJjeC3OiazossBCgLDJSkKABAAY3zG8bKUWUlC757zdalmtduaXtrz9MuvN0rfOdV43r5TvOujlNxNZpc61TfPVjhjvyNa59CfO+j82306xZehg5+jzemnH0eXM9Pr83sTXSWzoz0JEFlOHXj2hz64OPzvoebOvn8PqeK3zt41L05Drmd5cejp64d4ue15dLPN8L9L8y3wdfY05d8c7nrz1m58/m93mXht257xdbzrm7Z3jlx9BryuvNcrzs25jprGpu5slZ1LnIuFhq7xtz9e8a5dQysFsAK73y3ry9F8ec3248ma930Pj/a1n53xvZ49593q+b6/N39PPEl05xfS8+o6ZvOvL9389+k6cfR2xuy89q+Z39Vj4Pi+58q68M6YuEssk3klvUzZle2uHXOmemM6mbazcS5668+jpnNs1147l7O+OvPnw9XTl6efWZ4+xjcMeb6vi6eXzPT59c52x1j6fXLlrWZ5z0Tw1fc59Ezjp4bN9flfQ2+l8r1/F1m6ml+h6/N346x4vbzjlvfM8HPtjtzwubm9OfY7dOGsbs4dd483r8yX6GvH259NdeGNz3dMaa1y5bx05WOfoqB4vdx3z8lzvt5Ovq5+zl6OGPp+bOPHjy8+vH6GvF6s3t1nTG+ed4i+b1Sz53Hv5+/LXq8lX7LzfU49Pke73Xz9OPh+l82T5Us+j5pLEWUAILrNKihASABCoFlNSwysNwAJZSoN3eJcd+P0Zfr8O3m4dOvDtyXh346GM9Ri+refk+hw6a+t6vk/Tlvh9HmlxqTPP2SauYiPN5Lx11vr49Jvp7fPUvl7cqvby+uTfPeXPj247mvT876Piufmb476czQ7cuuDjvl2OrXrPBn0ciez2cOPTWHFdvNrpz+h6/l/T3NIrE1TbptM468SVqNTfJcy7OHfj6GsdMaZmdYOsuTKQ1EFllnm9GD53p49FvTl2jsubN/E+3+fzcNyN8PbrefR6OLG+nm9/z8b7ct8Nz433fhfSufpcJnl07c+G7u77dczzcO/hufnq78e31vi/Sl+ny3iuXP1+O3PHXFtc6nRLJbz6Q5XO7lvlok66XnemZYtRZVxeVRefRNdPP0ckivXMb8uvnO3l7Y768uumOueuY69vP0Xx9Wl30eTF3vOt5S8zXCrNY1Dn7vF9Ljt4/byxr517T0csduX1WvC+nrGvkT7HPU+Vj6Pi1nnrGt4alKgAWADNCgAAELAmN8y7xuW1uMOvNZeUs7a8/aOus6mtqzejn0l256s7YuzjOnA77Fx0vNG5k2mT0MyXGLBuWp4Pf4TW+XVenPfKXPq8/oTXi9viO30/mfSTvrOknTOyIC4M749iLkz5vViXj5vVM35nl+t8+3zzWdTXq4+2M+mSPR05bs76xqy+L3eAxxxw6Z7b51dya1m+b18zj24XG9dPJ2ue2dxWpY5+T3c868HPtnWuGuhFjOwVLLnCrgFvbj3Y9Gszj13BZSAFitTlnry7Z49bJjeenPv7/n9s35OEq+zw6xr6F83p5dV3M63nHms7+PM6833/ge9n9J5vB6JfbryekaaPN8r6nla+Vw9fnOBN89TVNZQIL1x0mt43OfSYvLUit8oAlKg9vTx+rTdzfN9KZrO7LDWs9dcM+H151x9GUmvJ9P4/qvP343ca5a1k0zk38v6Hzt48/bjemLsbuLJd/W+J7MPfGeWnLfGvPy9eemfI68d43rlUnSdrLy9cs8mtSa5dekl5daOvo8nXN764zPXFl5esQqWzp6pj0eLrrxxj351PN1+F5vZ5/Tx573iz6Hr+Z9Lh1xlvOsFOPh93zu3OTTeL9f5Fxr9RPz31/F29PyfpfLt8Ga9/lzNZq2UASwpk2wrcgssgCAFANSwksNFIsJYKDpIWfa+L+l56nHeOXSzNMcd8q665Evu+b9TWfHrruz5XX6Xz9b78/Ntv6HHp1xPP14xz9HLWrPmz6HB24dPR3Tz+e8rr2ctWOHq4+hiLJnxevj1uu+Vk+Hj08OvJrEJasz25eyXPZiXtqdj1eT0/P57vLErHTbpzv2fh/bq2Kmd+c+hZUnLeC9M9InLplWrDzejz+hrO8bZnPpyOmbg1OejciLrNWTWD5uue17ds6O2dRMfF+t8mLc3Ks41PtZ1jG+vX5/qxvp8r6nztT5HbjevP3+z4Xqxr6+/Ixv2z5vKXv5enDU4NOnPP0PB0Pt6xrVx5OeZby6c22sbaLJqrE5568q3i6TG5g7689O85WXpcaXhLGNVyTe+HdzIrt04ded5cPp8ON+ZdvTyx1aOfu88rknUuN8jfblo3jfmi5uq3w6dsV6LrzdvPembOXq8jWc+75/t6u9zeXTdxqNeP2eevlSz1ee2XWQAoIAysNAAASwAmdazrr6cejh13qOe55+3LT5m719HDPTl1JQ62WXnuyXtM9E2x1OXn7crenp8/WLd8kqjNbNc92XhrjV6a4WzXi9XiXp38/c1w6cD0dsI35e/E39H5n0k9N56TeparNjWNYLQRBIJjcl5eP3cZfk8Pd5bfR6bJO/Xj1s6Fs6axsvxvsfGt+f083Xee/p8vqS7TUzjWTO5qpNSGpwze/XzbzrZiOPm9fna5kuxColsLMyrgBrO09tTjuiUBKBa8Vr1eWshKPdy9HgzryyjIFiNslsEtgtzS+vyevOvt9efHPT1cZzueubhfm8tZmvNp06cea4SWaJVLmC5sFlLLkS5LZQC+zxejPo77564e3NlNSib9Wb55y78rlyuNZ8nLpz6cfV6vl+/GuxeelqXXh9nKzyb7fS68/gz9D49PkTryWayT7OObj0kx0pprLHL05PJrV78s7XfPVjUw1c2Nb5denIl4zrqrNZlzOnPl7Azt6uF9Hl9PBy7eSc+vjl+12+X9Ty9/k+e56c84Tee/0/i3GvpX5Ul+tPlLN4N5a36pfJPZwjj9j4/o57+18/3eHzdvmTWff5EuKusaKABneKLBQSyKgJRQlmiywksLrOiLBKBSpF9P3fl/T49OcsxqZ3gxw7yznzYrP2/i/d1njqWN8fTz1PneD3dLvh6PDiT6u/menM305aOuuMPT5OmDzPY1vPo8+Mvby65uMZ3mLy64XciXyeP3+Drzc+vOyZ1s9HrvE456xdezye3Lfz/o5xv5Ltx6ZpdYfX+T9FfTZaeP2ZPVblOZTeojJoS4Xh6fN3mrc6uZz6YFzs5NcxnVlvby+kcu3M+T6Wrdbx0y3c6s8nzPf4YLYxnedT66zG/Ht7s68Pk+t8qzwLOmM56ZTt38P1sdPJvtnOs+T0+axNZ3iejzfRr3+fr5V4dfP2XHPWXRrGl0paCZ0l46ubncmjLcMt0xqyXlbU1x7YvPXp8/pw83P2cax34+qTee+vB1+f5/qeLvnjfPn1cOmM6r6ft+b9I14Pf4a+T7OHWJysMaYi+/z+zh04ac5rvy3Jbly3l6OPTpn0azOXTreepevPWj4ePf8AP9PDprG94iwJaAAgigJQQEAM9OXTG/b6fP6fP21m4xrPLp59zy9eXX0cZ0xtMrTfTh0zZ0DPXn2Naz0OfPrinXHQuemI5t7rneeo674xccvTwlzrOlfP+h8+zfXhqy9m5dSaluOsTh7/ABetPXcdLL0xTTOoubksUSwmdYLJkcdebOvL6+/pMeX1eWzru6rVztJuUvy/qfOX4fq83u6JrXPXP0YmZc3cs1cdDM3g541yl69OHaXrx64jhnXGXIdEFAAzLGKKbxs9iXjuojSCwFlrwsT0+XcxVus+vOvd8f6nyBLLIogFIUBQC/V+f9XHf0b8fpz059ueT0cd+bXPxY1iOLN6cWbEmpsWDKUILZRLCY1DSiQXXt8vv5ezETn6JrG00D6PTHR5fFmctvd5Pf8AEY451nryerHozr0Jvj0zVM56xOXT2du/LxerPFPV5Pb1l/P+L9dwr8v36eU9G+Oz6HLl7Mb4JnN83Tl09HDeLnUsmTTGk7a46l1Zjn0usWVrOpe/PXPPXNlx6e0vP1/OuJLjfh6+ia9Hfn548EkzYQ0aTF1kzFqWbl79MbxvplyicPRz1nt2+drOsyuvOZCazoqUWUZ1g0xaqUgiwJVEonfh689fMsvOSyy6x0JLACpTNWX7ffWOHWSyWZuSZuDHl7+fc+l7/H7DGhm/O7c70vV3uufk9eLn5OPs+Njj6vCPp7+f68ztjRLslvDrV5aYucdOHoWc+vml63Nzc/L+r8vpiY3z3h7OXWXvOfWme3Fd+vj6OdsTNz4fdzPA1O3O+nzdV+tCnTHezfPXMbz0LLmFxDUzV5d+HaVZqyY1kzvGi42l41DTQ6YtPJz78F3159SoT5nAktJcZ3jU+znixrp7fP6FfD+5+dryzWdTUo5/T+d9HG3PTGuOPRjeOPPXPWb9r4/364+f0+RfH38/RbjWb0TWDvcalqRdSAJYWxZRWITOhq1HLryvLPbh1zfVy158unXjrT1zLxb5TrnU8nn+r4e+PLvN7cvd9T5Hua9Xz/Rk+RXNOnLrxOns4+nhvn6czl0vN5NT2Y5e1fHmzvzenGdPXeXTj0trNusU18r6vOz5Gk9XnpNS3NAAICiJQSwSwSyXPrz7uXTXTLh2vNzHn7+fpjh24+jtzmpSZ0Gb1jOtZj0ZnUhsmOnId/F7ac+mYGxx3zOm86V5fZ5Zees2XfzfpfM1l6sditams6odMd5PF6sLPbrG7Ot56NILz1zjpcjSU5zeBneSV0iWxeXHoNbmrJbDpeWjfh93jX8/7fD7ejtn0cN8pM2XpiInTnF7cUOWemTr6vH6s3ty6Yl4eP2+QxB0AIlqWszpWOctuc7mj06zePSpVqWKBZT5aX0+a11l19bp5Mejn8zWd8UsuZVMqAigUBqX0/T8fp5+rHTXFfb5PRhNc3WvmcPf828sazrfGY3DNmTpMjVmgQtwEQJTebkppevbLj7+kus9OPTno6a41Pd5+Xv35fB9T2+Ry8vyOvLULNT2fS5ds3j15d+PSNpeV3z3n2+fw+jty3d89Tr6Pn+zj0658/Cz2/n/ALXKz4fTzzU9vfxepeOczWdbzvWd51gkDO8jckOvXz7l1Dl0z14ZrfC95u9cdc99cz0eHlnrDfk+v8HN+xw3wPHEiwAAIsHbj2l2TOtM5KQxNZ1lLLAIQ0AC8+mCAUAACiKJ7/D9Hn6fBLN8JLm5u86AIBZSd+Hvzr62bz4dd8s0Z1kxm8bLx9HLV+h7M6ucRhPLnK9vaxDd8uD6U+btPT45zuMdccLPp9/iby+vz8Xqjvvn0kzw7cLHo491nPpxlzrGs2eH2+befH6eDpjV9/hl9Xo8Xqs34+Pul9O/PjnfZm0xw7c5fDZe3O6ll+l18Hv0ejz+mzDdJsM4sM3ViTeF5dOel3c1JLCLDQM8+vOVvns3Zo5+T3eA6dMaW+P1/ITNzU3coZSr24++X29MazrP539B8BeE9vk1LjeEz9P5npm/Xj1fLzr2+fzavPBdO/1fD1rt5+3A+b3492pGrty6cze+ezUiVZE3M6aA1ZzLzx2R0mZddOdvNhljn6OHSXrjOou+Vr38ddPF05+i+XF7eC47Y8mnT1cevt+Pq37V+HlBqqerF1w+ly83Xxe/x53Pb5e/PGsMde/Plrs6Z56uZqej5npl97lvjvViXWs2PL877fzOuOKX0cCaBCgksNQLKICEV0z7+W9djz9pnXNZCnk7eLrzeryevpzaztc51g1rNh25dYdvP2OiwjXM5erx+sTpk1NcjOuXYY6ZX0eb0cZfMSXr876Hgs6deWrPZvxd5reesjn25dk1w9/C56dOXarZULSY6YltuRNDi6YFmzG4OmOnKOHabqt6ObpDFoeL3eZfzffh6N36OedvPjJmrLsce3OxElzjWD0ejl6pXLp5pZ5/Rwl5BpKWBbCN+jy+hzzy7ZuOW86rvc649llVYi2Cpo+VT0+e+7h9zn28XZ8274ZTfnRUlCLIWUoEoezye7Hbveep39M5+qZ83q8Opt36eO538j7fzt8vJJNcLmiENJRUNSUhCzXom/LfUl819NPL336s9vPr0c+fpkZXnq7uec7Zk9v1OHffj8/xvf4E8uTc0bPrdt98uGPVyxrmszpXXWfA9/yNvpvN6e3Hj5focM7zrE476dvL6NZ+Fx93h6Yno8+q9J648Wrz1PTjjpKx0M8+nM1lDXXhqu/NZeJjGu3o83p4+5359+vBzvi6+Z6/ndj6vxPsfJxrrPPUzLAAABAd+G5embjN1c0sKmaskssAk1ktlAGdZIUAAWgQQN/Q4fQ4+z486cuvlkq5azoQAFlJ9T5f2sb9nLz8uHT0Yx0qctZM9N8KmNY1Ps9Oe7nM1E8nL2eS9tY1mXWgvhc9ZzNy55zfSSdcSa6MLenTzk9zw95n2dOWozjfOMaxc28+jU82NcunP18fd41466WvN6uPWPRrXTnbyvM1eNzrzt57c7UNfQ+fs+n6vN6dS0GbgJoWwcOnFq7g2zUQhKAq8+kl5UOu+OzXg93mCVeHzvRwZllCyJLKv1vnfUzrsyl5fK+p8eW+X08FmNTec9efWPp+Lp7Md/kerxLytb1n083LT1ceQazpuJbpjWUu+eyhUDLWTo5alZ3E6OOF65ztisaYmbzTW+Wzes6lawr0+rw/T8fTHl1rF49LNPJ5/f5fTx5zfPebWCWda17eHTN1eXPju+f06Xn6ePGXfTydvRz7cenns7+rx9uXqay59ta4dN+bteeszWs2XeNWPiz6Hz/TwWOmNJRLBAoABBHsxvp6a83dLmXOGKSY3nly6Y68sery+my7xtc43zN652OvXlTqllvWcTtjMTn6uHReu+WU3L1ObGl1hpOnKJrjjrzl34vX5rL1xurN7OfoziXr08Xuk93LbWeHbFOlzpFgudZjaFS04565M6it53iOnPpklC3KuznqKmzE3zPi4+x8XHo7OBvtnmq9vOPQ4E64zVxOkO3Tyk9WOPffLhw9XkvLmGwXe89sduLomsXSMtExqrN3mzvpeVOjmk6uNOtzq8flnT0ef6G+nbn6fN4fp8NY+VLd8c1JFlIClJYKF7+3GuffHbz+idL6efA9vkvpPP6PJ1qbz1c/gmenBLEuVF0IUiwRV7+rh38/uDPRYKnM6XnqtOmrji3iadOfsZ+gmenj8nz/AHeU+fNTcbwj9J28PuyZ83Gsd/mfQl9XXG45+P1l+D9bPm3fp8+Pp68PF5/q+DOs+r53s5783zPp/M3hvnqz2d/PuzhCzpNQzUEaOc3gazS9OVXvMcuXp9N828dvRrzGu94Drvj7GOvx/wBB5teb4d9nj3hLLAAAIAQ3Mo3vn0mk1kY1mxSyASjNACwM2Uii0BBLCdMerPT0LOHt8OdZ9Hhiy4ms6FlEolC/d+P9zj0466Y57xx7WuOs8aN6Tjw7efU+9crncCcO5rhy9Phdc8Lz1klud3qw5TpqJjtI4Z786zctXQ09nq+X2zPVMYkYuM3r0xU8nH6fz+uJmU9eMyzj7/Nua+nrxuHT2eT0ePeM659ZeMXrzpRWz6npjTUhEoaSmCJz7eZrquTcRKsgAKax0jjn0YXlrYY6czkvE8XOxAigyuT2e7z+nO9YvIvxPr/JlvGTUkssduO5ev1vk+zHTx8vr/Jq9+fTWO83x1Hn9HnqUnRZVmOmKmsbTQmkCLLJNxMZ3hJUZ1qaTFlScu3CTWufVe011Xi7ZXPr8euV9XXxZ4XtM8++LznTpnjx9GYxjQnqvSXl1z5dTucTt18meeunbG9yc9asy4zTv38vr4eyWMduUcvT8/3a4duWt3Nxrdzc3XzPp51PjNZ9XnCyoBDRCoLHSa39PO/L3k1nGs4vOphneco7c+eOnO5x6PP3Oms6XGNZBTp05dY67x0lvDvzTOqOPbPSk7YMdudNJkmpmVc6ms8fRwieD3+HWe/q8O69mOlzeGPVwOf2Pm/WTVauefH0eWX1b4dbLNQY3mGpF3rmLx3gKrcnSM3HQlWk0JWozZRIJ8f7Phz1+aMeuDWbnOuvk556Qu64+tKzpAc+k1z451nt5sqWKN9uPbn6IlzpBeeN8t+bVxq47Nax3xSdZSWVE3056vn+b7/B9Dtx9/l10z3fJ+t8vXGdvax1+Pn6HPpy8k9nmZzS4WUQKml93r5Z5erN7cl6+jwdg9HGvT476UnzfV4tc/LrTXGSkxrOxnWS6zSyCypfV1zrz/QsJuwLx62zzddZ3x8fox6bztTn6b9X5n2tcWOmNebyeX1cpfm8foeDTNjU9f3PzP3MXvvUT4f0PlffrpLyiNWXy+X6Hml83f586z7vm8/j6c99vP04dfT5u/TGvlT6vl68+WuTpidMdLmEqKOeso7cenMzrI0aJz7YXj34+jn3qXl6qlXf1vlfRxza5edz7fI9vh7cso6cwKgqBLAAgvTnZeqDKWllTKwAk1AlAM2bM6sCBAEL6PP3mvWxeXs8mN46+RNYuGsbFlEogPb9j53o4devHDOs8++zz9uvMzxcNR59c95/QTfbLEYrWJ8+28ri7zL1SdOm+bnz9XkjszssqMZ6SuHP0c9TnvO9KudVc5PRnn15zvNZjh5Pf4+vPeMd6y1lOlziXtOHfHT2ePpymddOfQ56mumJZS+vx/WPTK1IlqoNZsJbYz4/X4m/ZjeUKQAlhLBcjteelrMHO8yfN6cJIsAAC1fo9sXO8ctWa4/O+jwPmTWN87c9jk2luunPGvb5t93bzTedcru468+3HGprnLJ0VVmdZsxqVNWFsIZ0MTr2Z8d6ZZznWbno1k53OjXD0cIdck7+n5/W33Z5dl8uuvGOvL0+bMjj2smco7enjvl275zI158Z1ObDryi6Rd7Xz59WK68OXQzLk6+rzejj7bDHXhjePZ8ye3xXL6F49eHbesXGt3OpfP8AL+54OvPxpfRwKJLCglmpb9WdfN3Gee7zc6mWNS457688yzec51lOfbj1O4MZsFml1rNjtvj1laUnTjpG8jrMZreGV1cyLrFXaWLx65l5eP2ePU1vPVM98ZX1+e2Xp9P5v0GN9Pn9jv52Dv14d7FlEIqiWS1hITeadOeox159jE3KzQ1089jq5aNAmN6l/PTtx5+4RWdrjHbENSM7qUAS5ueMO3mixQNduXXHaDOwIqsapjpmSbAqFBNb59HHwfW+b9Trxnk9PKdPU57jUXO5Kmp8r6fy+vHkrfmlCAusamvsc+Pr5+jE81uvf5enoTy+vzcpr0cvT57l4fofN1ykZ1y1mjNZKzU0lFzDTPSb9tl830AUAEqCoAPZ9Ly+np43nz4bj1cuOD2/J7+as539Q8Pt7bxr1eXr5U+d9z899XefZ1zYKOWO3E+R34/QmvDx+t5Txa6TU318HfGvTztzrhw9nPty543jryJqk1kxKi5vMtlN3OhYW5uePt0jPSg19P5Xqzj18unOcvJ4vf4O3LI3hYKgqACAAqU1c0oWyxEsAAJN+mXyPo+OXnY1kQEBAC9+HQ320rzY68ZZNRJrNKCpSLD7Hfz78/bs8ll7c9bPK9eDx597U+bx+v5bPX1+Z6nT08M4txnfOs41zuN9ePpw3rPHN6cas7657yKMrBz6K8+O3Hc7Zas5Ttzt5+vye3DpjeIni9fPpz5erz99TXk9flOm8YzrfP1eKNdeXbGrnXmt9cOnNZYv2vi+qz6tzdTOO3MlyrdxqNY1kxy9Pkb9WdYSlSTWRYjUFkuDWueiTrDny7cU+bLIiwWUiwdOXpX3WXGvPWZrFxpfneixPm9eTePXjtzx0S1M/Y+H9JvGO3E3cdO/KcHml6Wp1lFSxOc1zuelxtRqJezM67vnmdeX0yvC3jWOubk52bJj1F8r3bjwY+lxrxdN809ffwelemvP6pPJx9XhTfbzezOlkz06TKMOvCzOOuN449N5ufXhmXn6+HWuPP0Dz4zjU9Pp83p4e0M9fPnWfX8yC5e3wXG/p3z9+HXWsXGugj5nm+z8jvxI7c0BLiXf1vk/T579U1jz92LzJhy1L5mO/Hfbl1skZlmNZrG+fRPVnWTEC2aXVll1vHSWkjVvOzW+Ns6xTndZlTRc2wusbgJePz/o/P1Ovby+o1dbjhvrgzrlrN668vsuem7vU10ztJYNZ1iNENMK256l1AxneDW5us25jTGirTKwFJbD5Xi+j87n7BJ0qCoKgqUlgTUTiTpx1M1S1Z1xrOiJQLBVlAACwAdOXRyz7ud6c/N1zxu/oPL1y6Zms2b56z05/M+l8zt54N+dnUQBrOpfZ3nHn6t7xF6X0w6Y8vrPJ1687L8v7HlvH5UN8/p+/wCP9bzdsfN9jb5WvX4uvLWWrMNCd+PfHX02Xh7QWWVCCgAG7PrVenh8fx/0HhPldfVm268u829Oe5e3o8fTN9Djo9WL27crc5TpnGc3fHjmXPo1059JSXl4PpzWfz1+r4OvOej5/Svdi8d4zGt5lBm5IqJy64JqU1ZoKJnWefpXNx30zZbl7rz6308s8uPh+hjU+M9Hn6cwsAASiAAqC2DbGioG+YWWV9Lv25deic+W+nn1568PH3eTvx5jeICAAu8e2tWVOPn9XllSjJDaUAFPo9PF9Ph1x0yzrprnYb5w65xs5Y6arlj0cKw3jerw1wsw33Yvvy5758PVDy+jIhI0lQAlOfH08dTh6fNvc7TQ4epM3pmyMY35emPTnN1npw9XInP3eHOvX4fXyjn3498bni9eLvpc3fG2VL34fUr0bzNZ2Ws56Qw3IyxldeXr55r3Zks6ME1MyNMjbJSDSDteWjXn9OT4kqSSwINZB6vJ6Jffz3yztyRprG0+d2zI8ePbws6a8/pWpc3hrXDU+xw4+qdcY34O/n8+8+lOk3Z15T1cJcM1dc+heW9bZvq6Y554daM8+3OuPfUzfNy6N55OnGzft8/pzreL49T03juum+W83z8vRzTHPu1M8t4Rw7cWevr8XXHTrneM6ZmLNOazp5rnWenbh2SrF6dLqDeZfnc+l6Y36OfTz+9Lmb45s9fzJKucywvs8Vzv6e/H6vP263G8acPWr53D6+94/PZ/Q8tT4/0vRc3x9OmtZ9LlU8vHXhx06cI7cVl1NduHomuWenOVnUOXbj6E7Y3lcQS7zotlmt6zvNZ3g1efWycvX5bO23Q55tlysWps5XpIzZZcfN+p8+s63uyNaOV3g7duPo474d8tZ9XTn16c22zLQmdyFKllJjUlEJmDrqaJNQms5OqQ3FFmiyw8XyP0HwMemIz3AAAAJQDhz6cevm1cd98ud7eeOvTzenn6kM6AWABZVAEKlJvGmPdx123z8/P0+WvRjTNJJvpq7l83zPq8N8vn3273y+dPbzTzPQTzuks9XTy+nHfGt9ZrHoZOvi6eiueHInlLw5PWl5fS8WMX3/K+h59zy57t8+OuuLJKJ6vN6+ffdl4+tKEolgoJQd+HruPo28+vi8/j9nDPTg3zzfZ5fR3uPla+j4Wm8bzWZuz0d+F7cuuJbJjfJc+jz9edk3y5dOjPKa9E827O2+Nlvj9vLpj5+NY9PnusU1CosIshLo5W5NaxssomazvFjn6tImn0PL9XjPFjpxMxN4eb1Z1nyOjrx53rTg7jg65Od3LMNwzQTQyoazoAfZ+N9rn07dfBy5dfZx56icu3k1nHl1nvxqWxAAFL9Dwe6zGs0z5fbyl4PoebHXz309U+fdZ1gssLC/d+B6sb+lI49Ncm4mrsnTPE6+fNr0aQcM6M9sym+WZesxK7Y52XUuLLYi6hKQoLz6SvLntx1nXo8267zO83UuTHn9HDWcaxvpn174+vGtfM+p4Ix349083bj3zvz7xt11rLp5rqC/X8X1NSSrJvA2zDXK8hjReOfXxm++Llms1KAVQI1CTYzdC9Oej4/P0eaAEsQlM+jz+yX2cWM9Lx6cjPTjs5c+/lPdO/z+evPvz3rj13NxrnrPQ5erzXd9Pi7cuvLj7PL7Ry3TKzNxz93kPPqdk6e3h3zrOMF3144j1YchnnzM+nzdbJw+l3jxe/0Svj59/h2Tn0ub2xZbnWsa5SVOOePTWOKxL6PLo9LjcbmrzrfGzWUzbOrNPTjlqPZrgzrt6MTnr581nvz9G8b8/vZ1heWdT1/NksSShNYV6vLc36vXxevh25+aet069mcEMmLg59eXPeO/Lh5e3PXNd4AUL38/olnPpiaznWTHq8/oOmNQ5VUamlWal1vHTNY3hSy59XCYrtnA63no3edl1cjeZxjpOPNfZ5+fcdsajPH0ZPD06+bU9fp8vq46uOvGvX059evK7zqioA1NUxWSznpbjXMzcWO3Tye0k1wNXWTU5aN3A6TA2xS/F+18fHbzjPqAEKlJZQADjw9Pm6+bXfh36ea8O/GzPp8vp4+0MdQQAUlFIKkTUFqGPo71hnPl9WK4axuW2re+4Z5aaXGs2zz5bax1x2Z8nP1crnPT1dM6wqWcPR5t5s6+de3nzyueeOuLxm76MvP09OuXbz765l4cfVy3nyOmO/BesOXt4ejl6KXn6Iol9Htc/k33eO6yJoDf1/P69eXfm6cu3DyfN+v55brXHN9Xbzazeni6M3efHrefR08k1PZfkXc+rnh1LlI3vkxrl05XNnPfHTrjnbPRvlJfRPPvGvNnvx9PnlSxcjUBLgu8dDOOsOeg0lMklzLOfo0jPTp6vLvD1cuUxpmOmKSx2811j6nHl6sXx8vs2T4U+n8zrjKdrOM+x55fAN4RCwFlKFl9HKN+zOufTO+nDG75/Ruz5r0+bty5KuYoiwoN+3xeus3Ok1nUl6THXh7G2Jjl4vf4enLPW71nzVLNZ3g9X0vie3G/oOV5b6JmM56aOXWqeft57Mauq1Mcpe0lXSRTBNa56NalkoBRZQDPi9/i1mzO69Opc251isZ1a8+2rOnr8nsyfJ+j8fefX7Pn/Tj53p5zO+xNQNYp0r62+V1naUZ3DMZJmYXrrzczvjWprpRGOkMLEJF0zTcbMW0zaGs7Pm+T3+GIqM3QzNDPt8npl3neZu8unKXjZ0uZ836/is5+fr1Xzc/teDN578nfWdduG873049qxx+t4+uOPo5as35M8o1247PpfK7c5OZ1jWfr8sdPJrnvcnLWK9eePaOT19MX5/p93TNxvDlevDpx05fO7+Lvne+Pq6Yz34UzvffG+fP1ePE8XXj06c+Uqy2aia305758vXjOuGPRz3nnnc6YW5Ome0lnbGca9MvPN4Z1z649usb4fQcunHfOQ9HgksC5GVFsXf0/mfS49e2/I59PVjl1xqJIssM8u3y94zlfTwhSUQFery9penGprOd4M9uZPTEXFVLRbrOpd7xvNY6YIl1EoxqDWsbKlGspc8fVzl4cfXyTz+rz2voPH6M3pmxd+DpE7enxezF6cO/OO3p8Xo78+957TWue4yzqWs0XOrMZ7ZOWOuF58+3KXl2y5bnLXKvqZ+Q1Pq+n5HsufTPPbPRHM62IvzPpeCdfnDHrWCwAKgAWDPm9XLpx59ufXr5HPpi55enzenj7Ax2BJUKlLFIFBAUGff349px1x64jx7mta1vW9NamWZz64aznrwmuWm5efV3Y5dtW55Tca5Y78Zpz3mrmc948xZrrrlmc/TfNZn1Xx3O/RzzhdTDWXLeOmPTwx67nh7+XTn6MuuefbN7+ljr0lvmefra+LfX456tFmvq9sXr4nPXPWMswxw7TOsX0d48WvRzl4dut1ny69I8fH6UPl8PteHUnq8Vl9nnzZdeS4qzKtYzlfbz1rWa13y4eX6FPlz6vi3jzuizE1mnLfM69OXVLLDJSLDM1iVnWM9bc+3HTj09PPlvi7ePWdTzuvDvnl7pfJPZ6ZfH7+3Pnu4znN7b8/Q6enx5r1eXl5rPPjeO/GSyyywtzospe3r8f0Y9Hj9nzl7Na8/bGOvnrv8z6vg3jyrOvIAADXr83etQQzF6+nyd/L7rnWnPl5t3pz86zfPKyyx0JdYl9fo+b0579rTGmuXM9U8tOueOLO15bqeXWd56b5al6MWXadJc9s9IzUjaUQLZQUnh93g1nPo83qrrqM3WNZrFmjnpbL7PH6ifM+p5Z28f0PBnfL1+frwx29bl23xlLzalPodfnezc9OuWjq48j0eTnJbN9a5d97TPm9Hlm/S3llcUZ6ZMELINdOOzolCQ1c6PP8AN+r8uIsggqC+3we6Vx9Em55fV5VwnVOnXl1TxTc57mPT5sb8U+ljrz8d5b3jVzivu8b5tMcdc9TMnSNTOJenTh0Z9X0J349M0zqefvk+f4PueTc4fTmTp05c8X0soqc414vR8usY5z08vXrzdtPTnnK6+vzennrz+DfFiE1lA1cDd5yXpeVO2OdLCzUg2wO14XN7XjpWKr2bzeH0Lw7cOvnSzv4xCSyGlWZsMfQ8HXGvrZ8/Xj23eOc30THTNrJXzfoNZ+RenL0cNCwABvHSOsvObmN4LnXNPWlMalWpS6zuXW87zWN4M0oSzNlNaxoqDUkjrvh3mjSM8++Dy9nXGuU6+a3y+75np3i+zw+3DvnrMa4erw+vtz79JdZi2OLWZbpqzM6bOGdYOc6c1wlzrU1jlvHLXMx1nbebc3WfP4/V87pn2d/mdpv6vPyzj6vTngWBsCoioLAWCoHPpjWFNZuNZ6eTl6PP6OfpDHYRLCgKJUBZUlgqLPT6/k+x5/Zz5WN3l6a6M8dOvjnks9/o+V2xr3csds7z2nGZ748+Du8vLU+o8vbWknMuItxvO7PFvGprpzvO+fbm1i5UazJrcz7ZfHP0XtT817/r4jz9OnmzrpdYjpjmjW6sVuzx/K+/l0+He/mz6Po9vl+3XH1TnNcdcd9zza9BOG+lHn9XDNu89bMzVrndWM8unKvl+zHKuXj+94T509Pm1ayVvOl9Pr8f2XPhn6EzfPnfI79fDg+hfH7Dz/D+jzs8uvf5dZ+f049NzvePZMAubCTWJcyJfX1+fZe/0fk/qMaebr+fzff5fV6a+P1+3Y8U93ml8OeW6s6dl809OY8mPTz1nljvw3njY1mxRLBWmiyTr6vDo+p4OEr39fFrl19ePIOufM1nFl3zAEKD1XOqc9YM6yzr1+75/r83v68XBjnw9nh7ebW89rnHPpzMenj1PR4vV55eRreev0fk/c5b40xrnx6+ezVz2rnnr5rOWrqxdampu2GpqVVMzWY1ZSAoLYHz/f4N5ejh2XtZc25sszZTMysvr8vrjp5PX456PHw9Hn7ef09OHfHbelvALm2aN56+DT7G/kfSs1Z0Jd0zuDUkL8/1+TPb3zS8sTeS3Gi5sBSTWDVxuBS2Kz8n7HyIiyIogHq8vea79Oe5efl9PlXl08+q9m+fRPF7fmXL2zWPP29PG9dT5/h/ReTpn5E1jty63h10647YOPpyzcXXEe/yeqzX0Pie3OvfMc+O7y6YW9+Wjl254LvNsu+Eze3jzx1n0eWXpnlmt5zOmzHW1db88TiS4Y1CAELAqULBQFIoAvbj6c735PVyx6e1Md88949HikN+eAiixFgjCw+l1+V9Hl1dO3PG8OOc669cdI6eecq8nM9Hn1ZbAoIazTvmsbzjeKYsT1WUxRVIupqXprOpZneCCksqSxLYNAIGsyX078fSPTOdl314809Hhzxr08O3LPbj7PD23w+trj249PDn2/I3j9Fv877N5+pr4vpPZr5PWPqzzyu85Ez049TnjFmrV5dM8evGM5no3OfXw51jrPG3Nce/NMduPZ07yzj7QBCpQAIAAAY3jWIw1z2zrfHn349sdkrPaBAFlUiCwCqiAs9nDy56eP6HXwdsXXm651ON6qxuZjdymunTn2jPL09J08D6Ma+fn6ETweldTOeuUzrfCuvDtlfLvGlxnWNeepbiyF3mWH3/AIP3Mb97HSTHbOoxnl0l1z6+as9p1OnNNS759svJ68h8r6+Lr89rr58+r0erj9a8M703xxjrzgmc61nMzVgRmtMDUxbHL0TUzcbTwef6vzq8U9nlus6n0F+n694mPNveznrzdTnMQ8vm9fOzHt6bMfnu3m3np101OGt806MaLlBncl43Ulaz0l9P6X8x9jnqcPZqWa8Xzk+74/gzU+l5OOtTm7U4fR8sj6V+Z0lcfRmzyT0cdTJahSWDesbz19Pk9viYks1EpIADpjpzAAAAO/Thss1kxNZz27dvPvl6d87zufbwZvDj24a3z6pM6zm51mVqw9tl8v2fm/R5bnHvyxrlhdSbvMz52tRaLvO5bSW6zoCBC2UgFlLLB4fd4N5vbl2XrDLUuahTLcR357NeH3/PdufPp6OnLhvt6Y8zUklXWGpoNcdM3z+U/TZ8f0rOW7zNuQ6YUz5vb48d/pRNcdSUxN5KlJchNBSLZS2K38f63y4xNyMtQzNDLUl9Pfx7mt+d5C3gr6fX5OmeWbdX0+j5/o4d/T7vifTuPRmbjy/J/Q87PzXo9Pn6Z+i8yzfj9Tc8V9WIbat58fVk9Hf5vq5669OeOeuvl1zO/l68z0Xzemt+LGtZuN41Jbmzny78rJ0z1m7jpjn6fOl7eGwTIIAKigsFIAqBYLZob52b3nEz19l8Umvbz49988tY3yIuagubAsjMsNWJfbrxern06b8/DO/dfnkvOOvKKsUKKlIWU7Jc7zneY553iz065dCBbZZdazqXprNhmypLBYGdYs2lLAsQsQCXWufNOnPzdzevNmuk57mmbi4+l7/hfS579s49ca8nP6fCz53Frec73kxy64sd/N2rPp6evN+d7OjOrlz56nHXn1MN+febjpNZk1a68enKXh243pn2PJrn6fSxvHZKllAAIALAxy3z9HPnnXPVxtKXXPHbz5PVfL0x37Qz1AKiKJQiiKuYpz4Su/jlSXpnEXWbEltChYLrBfqen4f0eHp7UnTXD0cdYzz6NZ4ds5Jb59Z87nNcujFZqC3I3Jua6fb5ceW/q8ak9HPGB3zkvHn0a67zUtzdR34VO2eNGHOXVx66uoudZzyXTOee9YxyNXlo3MDo501i8zWcq678vbWd65S56fP9PhrrJ1rw/Qx5rf1nk+R6pn13zdDp0847c89Y8np7+GuvyNY1nj3x11M50s5y5MVg6IESXPbH1OW5Zjnc8t8tPT87rx1Ofq9faOGrzzWNSzHLvNPO7YTGd2s6zk7zl0PNn28rPM1NJQup0m8QuZLEAAgOmOvIFIBLC2aJZD0THQxnadN66Mb5Z1mduXTnrflxqLOmSXPszxT6HP52l1z7bm9/U8Xs5avPpzzOLeTPl7tThdzUi6ltWAW2WLZSSwtlIBZQB4fd4tx25dTdiNSwzcjrN5TbWTt8/wCh4J14e75+tZ+t1+N2mPVza1MtXWcyeHTpy6+WXpz6Q5+7wtY/S9Py/qX7z5/vOjdPP4vTwx6PZOmdcJZoRSSiLg1JTVzuBoztafM7eONIiohKWWdDGO+Dhn0yXk1THP1Zs8ee3NrPXn0x38m+vDfD6Pq+P156+zv53I9fjeTvy6Y5dj0bxboWMzXMnbh1p5+nM7cnXF4enyemXO/Ns9vz+3mOvXnuzWdcjcK550stslOWc9OaunnSxIQAlKAUJZQIJQC6zszLGollhLOnbHbPTpm5z11x69k8WfdyuPM9/i1jDUszNZSquYkKaM2WUsWVSVQVc22az7vL7I8t6s3lOnMxz6Y1jXXl2rNC2WXWs7l1rNGaIsIok1Kzrl0QtJNDMsElh5evmsd+GrMJVvbj2M43hJ7vD1l+p083p49L28iXp8n7njs8WuGt507eyXze/nc66YZi4nM1zzzq4xu5ce8rnnN1L0yOvn74l8lO3KFOnbjrn6e7euPpw2lxdUxOhMTpTjy9Xi1z4E9Hiusblu8az1u8aZ5zTfLDWZrt18/p5ew0x0y2MtDLRMNjm1nXnRNc+I68QIoiiUBCwUBvnZr7G/J6OHp3nXm1NN89Z35+3NXHt5rPKs35xRCFC/c5c8b8/wBn5H286+V9X5XaX23z9E1xvWXz+rVSaSwgRDCpbcd7L1Y1mcuWs6u0zrPPWVxneBJErI1cU1z1zogqNT0cZbnlhdTj6fJ0s9vBo8mfRz1nzOmC74j2ezweg9/j5YLzRJ059KTcrlnpgxjeIvThs6Me/GtazOWtYzkzJjUvrnaJGM3WOedTSZq75jrMUmOmLM6ma6cdaNMbOfn9eK80uqj6Xmzfo/G3jUgsgAIDty7cRQEBC2aItXduF1rMT055M7zqM9sI1w1Z1OWJR07az2xd3PSWyX0+jh3xyuOnNnGN5JWjjz9PLTKgsFlhZoUJLC2ABZSwHj9nj1HXl1raSNZxk7ce2EeryeqttSL5PRxnXw/Q+d9Hc1vNckYpz461nk7+ETOq7DPXiN8KgqD3fR+BD7t+D9XHo+3E1xs1kiZOk58k9Dx8z6D5uD62vhcV/RcPzmE+z4PNa777bxrTn6NZwM0JXTn0LnQznpiXCi1bPP5fZ5G7qdcdeW9+G8u/t8H2c68fBjrz+h8j6/xNZx6vJ7a9DnprV3xjpz1kx2vOzPMl3npysxbM2YdtTjO/CX0XHeWY1Jc6u7OE68jSLMc+fRM564TOdZsIQASqWAqUJSIUAvTGjOd4mgWL6przfT8voz05XPWbue2Izi8revPO7iY1iry3z1y6Z6cbyAenzepfLvO89I11z14X2YPPd5mlhinadOXfNuYYc3PWLJnWdY3vOqllNazZd6xuXYWQEApIsry+jzdrnoiXUZLOfBO/HksCxrPaa89+rnHbwb9XlvOc9Z1iazo9H0vk+7n09Hl9sxrh3xkvDPSu2eXnO/bz+uGHKGM8dTpyys3rNOnOczLW9TPbHbNcfT5JeEO/KWbNN5x29Pfx+zj6jTGsqI0rLSJ5/TLn5jvx9Phy0rOmsdpYuZZd8HPrJvPfF5+n1THXl2y1IKIqoCcu2Lz5zU3w4LO3nKIAgsQsQoUQsC/S+Z3x0+pM3HbzerhvWeW3NczWV48PoebXLz3rljDUsn0PB9fN18cr7XV049Jrhyt9nm4eg7ejjtnrnMjec5l3MZl6Tnzl9Dyb1n19vB79Z1wwsmjG0kIkVy1zJjPKzveOjrrls1z3gkKJK59OXLWfXx6bufN16S5YYs1M4q83c5elg3nOUZkNAmN8qzKIsWSwGo9HfneWui84kK5M9a9lnLDWEM8+mdJrlDd5as3EOc6q49OmDd4DswOkxmud11t9WeGc3nj2+bWeQsgEolmzt5+/MzKJQgGs0vTma1jO5dZtubrFlZJZpmy51uOes7a7746x6OtkzvSZPZ159Mcd43hnnKLZonPpzJncqSwFGlIQuaCUAWULB4vZ49ZzvDTpvlqLnvRm2OeumD2zHQ8moz08Hu8Pt6XpZZyeT2fM1H2Pk/R1nwb4fUr4reDtc2deNjXCgIApYjcyLJClqWItlAAFgtzVvqxiXfs8Paz1XO8WKlm5osslksMlLYrlneTiyx6deD3eDfn+r7PL347+dcPTy14fqfNSfR+d9Oszfpaz4fb8+PRvh1rjvrlOM31XOPRmOMqOfXztOjcjlrrgu+Ujt28nddze8Xwpdzn5/pZ59vJ38fv6efx4+p82Obpz3kEG5r6G7fN9Dzeb6U1z+TLPR4qEAFNaztZy7cZoRe3u8Xo5er0cpM7xvn03npnpiYxi4sIWZ3msY1Onl6c4ZtlHt8PZedlx369cs7m+JO/Lria50u9dcYzjp14zWM6znWNY1hM9MfQufDrz89Z9jyRfdrwI+lfmD61+QX6s+WPpvmD6U+bU988I63jbO05DeYSpQAF7+7z+nz+2wx1ng93z+vmc946+drPQ9VTlt180r358/WVXOa79vDbPbPCjvxxxpnO9Zt0g1iWS9SW8Zb6OHsjlc9XS8+6d/n4+nLz823nnT03zaX0OWs3aWAAAJnSs2kSlxnos4Y9bXPxb9UrnbnPTV55js501ZVLJBAKFPCj1fMqAQAIKlCli0y1DN1rO+nt8G8d/fyixjYzdcSW8UwEk695fH7evTO/Br2Sb897Yzvk6jh03Ll280uPo3hjk7PPqXrzxk1z3vTje/Pc37PH7tcuXbh1Z6S5zWdYJLFxy6ca459ek+dr1eLTvvz09GeaN3naubxsnKb1nv3xnWN4xLEzg3OvUTGDc5YO7hTs5DrOeTWMqsBAkIdp7M3DPTF1x68YWWuXfn6K6cO/DCXF0sgxnpLOema3ci75U6XOY6ThK6YxbenHom8d85a6a5etj7HyfZ4c356zrzgRKJrOl6RmaguAJLCptqXrvHbl067x24+X2eXXLOs73wlnQ1yx7JZz68Muesb063G8996xc9LZD6Gs3nx6c+nNMLIbxqnPeSKJnSpQoiQpLCgAWUubCeb0+XUzvl01NbmJelhd9cM5zz6dK5e/y9zy5RfJ6/H6d79VlnLPy/Z49O3bj11np6ZcvlcfRw03059J24TeNcahkAKAAksFlLYKiCUqUILc7X6/zfqeTF8+jT6WNZkDOm86NQlmdZIUA553zmvPjfCd+nj9Xl6+b6/Tw+zlrx2u2Po/G+18bN5evze/ec+jMm9eXt5mdbzjTeevnjfTl6lrlmM8utWc995MY78amdQyom4PRqZ575Zree3THbz+z5E6c/R4v0Hxd9ZPDjrisjWHr8n0sd+rd83txrVs+Nz9HD1fPlluAAOlSVgWBr0dcc+Xr9GdZTXSdGczODBLvfZymOvLDXPzjpwBCghbqXHftqZzqRpnpnWJvJbreOnOZ3w9HPWOXTN1y3z1JufR+b69Y8/k9nkuJZaQAgUiwAoAAFABUFgtzua+h163ze/g7pfP8/wCp8vr58Zs6+e9eXWX24OWuWF0x3Q6dPLF9WfHmtZ2Sb6dY8s74Jcd5Zj2+bN5a6euXj5/Z445+nV04+jx9m/VOEx6O04jp5unOzned6c+lxZvdymuu/PY9Lj6M3LpiMtUw0rKiKMqBTNsWUMZ6rPPO/Kya5rPRrzbl656zLmD59l9fzEAACLBYNXFXVwN6dcd4MeiSxnfby249GuW7O3Kbs5Z9XOOHtduXZLc6w2MOg53Y5zqOTqOV6E5zqOd3UzbCea+PV6c511nn39OsvP7/ADe1ixHNLkmLzXOc9DrGKvzvf4LOd43brMaaeqfVmPL5/d4bPH18/bTphnXKRg6dOfoLyvOqxmNs6GAihmjEsoWay6dM9OGvTyz010ynG9uXWZxy3zqpy1Omee6+jw9Hn53jrFraWwcjrjEqS5rrOfQy1lemerPbjvUnWLDOdYvPXr8ftjWOucd/nSzv4ULkCduXoz07cvbz5+n5yO3jpERR6/J0nT3XF4+rfn7cGpy3z3yzpvXnxWLNdcoZvMXOretzcd97xrOy5PpS558uuN4TOd5hqaJnWKJSLACgzLKssFlAFgud4Hk9fj3JvPShk7c2ZezNZvfzdI9G+Ozz59HnONnS79Rbz+by78dzr7PH7E7XLN8Pk9vi0305dXXPH0+diJdcgBCwoBLCazo1ECWFlAAHfh6Zfrce3HGvHz68tz6TntAxprOjSWJNZWFIo5zcOfz/AKPzXX3fM+x4GvN9b5nsvHOsXWfb8z6XzFnr8/s1O915c68xNZvTGq78ozc63a1jnDfDdzd+jj1ynn6ctRlNComsj0435s2rNOvq8XTh6ePm6c+3mz6vJ6Gc8+/JeS51i/Z+P9Xl6O7g4+ns4jzeL3eL0eOU3xAA6QXnc6lJtr08O/n5+ntrOrnvvDNzjXJU11JjfK4cuvDfKDXJYq3MNXNmrYx19DHXO+O+lVx9HCMkue2d6zvPDtw1zkOvD1deXqON3Dx+T3eGwCKiKJQAIKKWCwFlgAAB15d89PqOE83u9Dzl3831+Tt5MDpxvbj6ZZfXjnqazuXny6c6saHL0ZTHo86vRnGJdctasx6eOsa9PC9ca4+nhizXK51Otkl41N60xZ31IlsSzjK6eapobwTsOfpvTnc69E55l7XhTs4js5I6uVXq4k6uQ6TmOkxK3MK1MxMLz6cel52dO/XzbzdOcPPE9HzqAAlIsAAVudsdeuNZ5+pm5uYNcZz3z1z6dOFPS89a9G/N2x19l8159/RfOT0OFO7hTteMze85K6uJO84RfQ88T0vKPTPPCcd895v0vD7I7XgxfT25dNcLLGZjXMzy1yt59+HaXedRM+T1eTV42tbtVr2+v4/0nC+P0ee48PTlrc6Y1zuEDtvFLISTQxdZM4sW3nTcZBuburrn6b2zrG+Xn3nfLtlp59dMjnz3irm6Th257r0894zecua6MkILKrPPryXJbqdc9c9e3KzPaJy1y6TGt8crma19Dwerl39GeTO/Fmz0eFCwQduPSa9eeOufo4NZ6eWLLBCpV774dOfo78rjPTml3ws1biZuU68uua5qSalmuqM9tdOWprdkmvfc65cevPpzpnWY1QznWKWUksGs0sUzLKssFlBClGdYq+H3eDWddOWrdzMW3nZ07udvDXp8vojr04al1w7czhvh3t7yZ1jy8O/Dc7d+FPoXG83y/P8ApfMrXbj2nW8e+WvPDflqUQAAEBqWpCBRQAAevye6X3+L2/Kze3LpNPR149kDGms03c2EsWArjzs9M82jXzvX5Xb2cbyx3vfz+68vL25+np5teDrdSezz9ZveOuc35zpjeXTIauF1u6jz57YNa1jnqdJKct89xIRN4G+dNZsNFMy889pz1nXnx15aT1cO/Kaxz687Nezy9efp6zmx16TCnl9Pn6eaDfCoKQ6HRfNrtyjPbHoz1mPZ6Mdfn9M9bXbnzjWUSerx+heXP0+ezny68ennqLgolBZZu2az2usamu98+pd8wlLjXbzs9NcumNc+es3p5vb34ekytPH4fd4zAJYKABKECigAigAAAejz+rHfZOPrqYsvLWOvjzK1i+jjqX2Tz7576bWOM6YIWoYOsdThvt5zWN4i3no6enzdee+vj9PnOEu+2LfTwxrPDvy3jhutt3n05esDgs3wduPtuOHP1+W56Xl1x2Vcehm5KhKzK25rno5w6s0rCNNVMM2rElqKmd51wlzZvW8anQSPNZe/goACCxSBVnTO71x05+rWN4m5y68tcZrDfnubKdOfrThPR52td+Hfl6dJcdRizbzb1z7uWU7vNF9ThJfQ8w9M89O7htekM6WDHPry3jt057zrTGo+nvNecZTPPXNc8Onnrt349I3lkz4vT5N2s260laerymfo+aavHwO3n3jrjUuc2DrrFLIGs5TcaMN5XnneCmp0azc9Nb56z02ymuepq8Nbxty6898jGbKazpOesar0TO5efPrzRrGixSEtuNZXNldLvOs9NEnTnnWe3itludc+/DPXXo8/fl6AzvzZ3jv4oLkgaz0mrbM9MZ6ctc6i4FIo1vG8dusXPbhZrfBrGrjGevKOkZrpmwyDsXHeayXeufTN9usa5Y7cu3Ky41g6S5iZ1mlgSwqUssJLKAXNCwULjeKfP+j83eZ1x01NdOPTOuJm3W0Yk65Jqdo7dGs35HflOj3dOHdPn401nomrPR6PF7ca4/K+x8er38/edNaknXzTpz6eVYZAEKgssAFUigQqCge/wfTl9Xxvs/CzfcvPTr6fP60wrGpVLViTRc+Tfksxr3bPnz6MPl3vl1Y1nHefT+b9Fz83p446edfTy3jfSaz089zpp5PZyueNizacl32nWJ0x0zrlnpnNw1LOcy3mVmrioKIUusaHm78TlN5uJZT0zHbN443Gs2WdFhrUYO05dE5SzfmAA6G1xnv54vs8vozv049HLHTj25dnXOXIZvS3lcj3zz95z8PLbpx5zpz3yolQG89M9Z056nSWE2lnUlKCWJd8tY1wwN8Pd6vD7jnrGzyeT2eU4gAAASwsBSgFlAgBAWVderj35euLyz0xhOnn0Nccg124+vN6ztvlvw9XHTuvOGsKkzizpnela5WOnPpk56zuNdOfpxrn5/T5h08/fc3y9HnzWN56YmOnPcx149efppJ0551nfnerzeq888e/BmdePWd9azrn6JmxBKzzs3xSy511z9KZ8vLOSG2nb3/Pcry9Gk4Y6852gnZLNcOdhresbz0gXz2O3gpCoFlEFFNblx31vnvHfeN4mpz6Z1y5XWenlZsHfj1LjUWejzenl6aMdnl9Xn6efnbrfnzdfQzr5uvqrPlQu82Jq2FSy8++/P6OXoCdM8u3HWO2pc6dOfok9wcJm4Jy1yrlnPatdM7ymdZTl4/X5NzOstzpc3PeywzLi4ZN8NpbnCw6azqpLE1JYiw3IXOOvJWs6z1hGemufTPapc7zvO7ybz0cdcenEznWbGsqzrOx28/oMTWY56g0spLTOenNc2adrrOs71nWZrlLOvk0NZ68+mM9J34d+XqDOvPjrz7+PLWLzFJ15dJvcTPVz6c9cwvOUJZVvTG8deiZnTG83XA3xs3z1k1LomQssjrZqd5LIduPWX205Z9HLphJjpzjpneDMspYICpQCQoAAsFlNY3inzPp/P6c/Ry78Fms6lrfU8zRNTUJvG46+jh1l+Z6/L6r06azjXHwds61Jvt57Ne/w+7Os/G+18UduPW73Uz2xx9Xl1wDXIBKJYLCllFlgBLABQfV+V9fN6fD+z8hfbn0ec6+/wA3bUwOdthdXNjXi9mV8H0ClzYsuTlx9HCdPKJ3e/wetzvn78d8PVz9Hn3nfZJrnvG5cHGuFNZ6b5+zNzq6lxNSXjy3iXeLLMRd5zNSpneYldDOVJvHQz5+/JOeS5lC+7wfRl8c68s6zRuWVu46crl057Y5U1yILYOl59C57Yzu+vxfUxu8O3lzvWsrvtyxpcuYyNZmOnGumMtebvzy1zzUmlg1057z3qSa1ZUtidFhLJVlhm4uLzyN8fT7vF7DGsaXj5fd5E8qiAAAQCwWWgAKIASiWVfT0l4e9w7ee5zNY6efay85NQenz9pfoaxx4b159Xbpc5ycfRw0dmxlmNcOlrnrObLqXN36PPcamOvory3v1y8WPR59nLv5d4yzdr249cejQzvnz6c98Kb1xvK5s124d8ejWs65+jMsRLmzkOnElTr7/D9XOfl8/T5Vk377OWPX6s4+D7e/bU+XfoeCbwielnWdcMWVres6z0gPOXt4UsAAAVZTeue8dtazrHfcsmsZ3jXPMs35pLLNdefWXpeUzc9/P6c+gMdscXLt4+nu+b1uPu+TveWvJ3x1zvzeH0eXtgG6FqLzvo83fHXRMd3Htyue1llevye+Z7kcc89cjPDp59S+jj3l1VjOdQ4eT2ePpnMs6c9b59cdxM7nPpz1iU3xWW4zNYN9OHWqBAqJNIVjeVxrOs9ZLm41149c9LYz1bx1cnWanLli5rM1nUhCdePasdcayudQxneK2zskpXPpyJvn0dbqXPS51hfTz93rvD8/fZ5NZsUnXnvn6tJZvhz7cOviDWBBvG5rQz2c+vLXKi4hCiXXTGs9tY1pJnp2Y4cevOodLJsy4o0oOm+fXPbM1mV249Y9xOM7ZEvPpzOmN4JLKEEoWUAysogqUAWWtY3lHg93j657ce3DFlzLOvfg9fHbPXh0ks5ams079OeJrh249Hbv5+vl15+nn1z3n1efCtfX+R9aL8T7fxoz059Lveoz2ce/O54pd+YQqdNTE9jvz8azz9WsaKAIgFlAH2fjfbzrh8r6XgN3jmvoY8iPtXO82VYWVaCAlBLnUz5fb4XTz2XHoejz+hz1x6cNcPo8c5r2TG7eZiN+S41NSyz1Tn1xrvnQxnpmXnnfLN5ydN55xvc52UZox6vP6M28PR2l8GuvHWbz68Tz7wYsFd+FPqeO5lzfTZrwldLy7cmc6TfGQQsFlHTnte+LcdJ9Hzdca6eP0+RfTJh0TMuumC8rixqcu3DXMNcAEoijWs3HoLS2UCbTRrKmI1Gpz6YvDA3y9/XNlxrFOnk9nlPHOvGwAACCgFlAAFlipSSwazqa9dzeHveb0ebfO41jfm6rLnNzS7x6JXW6xq5ucXO3SpNajy7vDTtOY055s1Ni65WXrlnN9nbyejnrWOznePPtx3PJ5/Tn0Y82rNV15dM9NjPbHPpz6eXM2vKXYz1zrHq1rNx2kEc+nLWJDfOWVJWbz65M9L6OO3Ph9L5fpuenHt4z7PguM6yJ6e3r+d1cvMl1ellz0gXgO3gSwAAEW3Oh057z03Zefo2WbxjebzxN56ebMLOvThouGTfp8/o5epUz18udXt4s9Ji59XBZenXxEtxq3UM9VlGd6uOPpxqa3U5epy687nrTNv0/B9FzY1zc88tcNTlnl11O3bj1xdpZWN4Ofj9nl3niTrzvXj1z11LM9Zz687iXOtcoS51jpi5zvGq2AAIWCgxNZz1S5uL057mtjHonblpz9OMHHObKZubEip15dDc1zzessTOOmTG8WtoWZo5dMadN3Nz21jeDv9T5/ucenzPo/OufNdWsUz3qJrPD0+br5AuYoazqa6zrcdMcPX5tYwNYkoBd9Max293Hgc++POoVM6aJ383SVy7yzisNdb7cdvDPscs35fb1eqOGbMzprG0c+nKO3PWambkWUSyqCywgICkKBZa1NZTHk9fk3O3HtzjGeuze/fy78/Ly93k56zmZxdXGztw7ZXz9eunS+L3a1y+NO/HeZrOjP2Pj/Wy7fH+x8g5dOfS66akz3qDztZ6eUEnXl7qr0+rrn8/n6HzuWms00BLIAtgsB974f3c6+V5PT56k1kvr8n2I6tsXLVXNtJbTDcMOkOfzvq8e/P5z28et8qXxe51x7HLzeD6nzt8c/V+V9mzp5vT4msYjWbrNLc2t+jz+7Gpc4lzLiLjpmWcumLnCtzKqmemI114ezOrTKcbnTXl9PC58u8Lm3NICWU6ZWaCdd8+nJmw3wwUlABvOjv383q59tZeXOnRrT0YzznRZWZkuUuWnDo1xwXXOUIsDWV2Mei6xstSUsUhbBmy5W8+nO85c9t8ffjfOJLk9Hn9PE8nm9flsgAEogoI3n6vz5rkNZWUCAEsGs7m/UOHuz5vR5+nFmzfn75EzZR6OG5fZjn2571bMlzSWDPHpiuU7NMbzuLlgayOu+PXN5TrmuvXxazd3e45eb1eXc5Q6L2lmiMd7z7dtefwPc1y5W2XnN4z6LZc9chJy7ctYyN4lEqVi5uWuvbyVy1181s9vlzmX6E8W5dFz6b05S442a1Ogx1QOFjt4QAAAVZsmtazuWXHo1rNzvOdYuZJrp5cOkTLXOiU69+Pbl60sm+G5nr4sdddDt5PR4YhdSW5NCdFiW41m4deW19Nl4+uZ3DRY9frycM8dcLJ5enLeM9sdDp15dcbqWGbk5ebvx6Z5Szpzbxub2jHdz6YucduPXXHeesjjjeNZzNS56CkoCCCgmdZm0uS657Oll5+gZufRjfBwk2TLfOoqs9Oejtz1MtpSSjnNYrpJ0M3WVxBu2XPbWdZX0/S+X9dx5+T2eRPPvGjhLJ6Gs1O/g93k6ebnK1iAdeWpffisbnm9XCzgN4QFll3qax6MzebjFsuCWyWWM9eXQk1gsmj2fU+V6+PXXo8Fy9W/FmO2dYrp05dice3I6TWTGdZAoClEsJKICoKlJqWzSw5ebvw1O2N+Zevfxe+z1+fdscnSPBm5L057O4ltmhqas+bw7+fpkQfU+X9KX1fJ+p4868fX0HXm6JvF3JeHn93i3wSzfDXu49JXq83RfZ8H6/hPHZdZtlhLCwKCyw6fb+H9vOvjcrmrnWTX1vk/Wl9AwthdXNLZQWEsrHh68tT29OMj5ue3Cert7PN63Hl8v63ydYfS8X1ank9XE8c01AGs2t+/5v0MXWd5zfN11zWcu/mzWOnHedXLebAtmpq98MXXGq0zovm9Hns8ouKQpTGpo63prO/IHTfLrtnztTfHCxAALZpfR14Tn13vl0jHo8/ZvXDeHVc6SFuJjWDPbn0cvO1nfOpbEsVemM7ona6mospZKIpM2wjWTXLpzvO+udWNy3WeOO3E9XPWZfP5fb4tTmEAAiylm4+94fseTO/gDWFiqBYhLB15dc9PQXj7eHLpz6+eSzXDqUxZTXp8vqxrv5ffzxc783ZWs6y1GDlhjcuubTe8ds3lNwzNQW2M0X0dOTnrGs9a5efv5emcWdNvQ1MOFSejW8+i8fPPUvLh00OPPryz6aHSBHLry1zyNZduXpZzy6com89rnDdY4zsOOfQOD0DlbMem41mznqWulTPRneLnjTr4oAAAFdeXWa9AzeSzPo1rNzvON5ud71defM3zueHNNSlO3Xn04+xjpyrlLOvkRUk3kmsk0hahqiVmy5aiPXcb5ewJb7eXvmJxvK8s8dctZy21nG1XXXl257ghz1zs54vTU8ufTy1nltbaM92N5s52XXDp18vQuN4JnU1z2mqkoiyACwSprON5WazU62XHouN5Trz3hw3LCc9WyNaOFZrqljWsagCc+ua57xK7YmoTtG+Vlz21Ka19r4f2Lxx4u2ZOLtF8gndnWLPX5fZw15/IN4gRZqX3uzn05cPbwT54684BvHqmuWjHoLlM5ud8dyxM2bMdeXaXDr6M3l26ernvhZmXjj0q83omk1jeMtduPYcunM643gxLCUoBVIsJLAABQmpbN51Dzc+vLU6+L2yzxfQxu30Y1zSd/NuPI1kazT1bxqXTNNXGrPm8O/n3kSnt8vqz03Zcd0Fi6TOfZ5Eef05s8Q6+X1OfozeS4PVx7+Nrzbz11jmsKEigUllNe/w+vHfw59fkubmrjX1vk/Vj0WM22WK9PO3mzY1c2Gdc648+nLU9fHpg83k9fknf3ejHSc8/F+38TWPV7/H6rbjrzl8WfV5dS5NTVnU5+/w+3Nu5rF89uZcTfKV5O2N42rckalvSM6Zxo1nVSxbb5+2ZfA9PnuELm3OjOs6PZqdMb+eL06e7w/RmePH2nP5GPV5d5CxZRrPVb11eXWXfOaz6OHZrjjpzttgILjXPXPOsNcbCwQvXHpxqcO3nz0us9rub6al4TvzXm6Ew0MOo43rqOXL0+a49e+fTXPesa1nHHtxO8zZZ8/6Pjs8wsASwsUnbl2X9Nz8fXG/z83jfOoqgCEsHbj2z07k5ezhlenmzjvNcrNYAN+jy+jGvZM456zh03O6znePF06TnrWc1YOeumNTWc6VFjSZluJ6jzX1WVrxd8r8/2eTpJ6vN69Z1LI4DPq124d7y0yvLbI5c94no0ibBNcPR59csk1N+vzemThz1lendu8sTpI4uxOLpky3k5zWc+hjeKzrO63DO2N87nBOvjAABQL157z091XM8/L0+d2azc9JneE7dOfXXnnm9Xi1nm1LAO/TOuPtcuvK551OvksgksQCoWpVolZ1LAT0dOPbl67vH0cXrz1xcZzY1Mc9Y3nVzbnVzqXfTG+ewlzx68tzz7w6c94SJnWa6Jc90qXlK3x1BOmN4azLNcdaxsgEolC51kBWnpzvjn0szyzpzddR0MT0Jx5usObeKZvNMZ02dG83G1kmdZNMhEoZr1Xj6s68NHbVzqbx9DwfSctZ1zmWbF8VlvdjXNj1ufa8vnjpzgRvNl+rK59Jz60+TPp8dZ8U9GbOfvnpl+dN4z3ud4rOdZ1w1jeR249zh7c6z2zjpnDfTzk6Xmjtrize+vNs9GN4kd+HZNcu3I6Y3zrMCLKqC6xosDKwiStWWFBZqzWdZrhz6eqzyduuTGdbtZ6c2eXXO5fHks1c9C+jy+iNNUxrSvmcO/n6ZRV9HW65+mXSay0M6ehnfk9HVy8GO2L0+dTr5enfnrOmUPT5/TxmvH6PP69Tjz9HnRYuLAoFlOns8nt5+rn5vZma+c78N+fX1flfVZ9KM29vN7TPP0bPDe/ni2FvDtyOXm9Pl0+hx7cJfP5/RxnX6lRyfE+18bWfpduXZefHrztyz6Dwz1ebWbZS9eHsXXXXPF58Sa1z784546Z1mTu1OWql3mJed3LLrmNxsxLJu5rHbx8/oebfDhc61yWVfb24d8a+bIuvR9H5X0o2lmPneX1+TpgLBR15dZfR14Tn17YuZerEdOrj6Fxz64k4Xs1OHPvx1zw1N8okSml7Wc+W8pd29+G89e/TzI9GOVjrrha6znJe84xOuuEOjl31jpcXXLfTn0sxx68i9OXSXfm9flPAs1kQsAC+7w+nPT2cubHby51nr5llsACEsHbl2z16yuXq83br035fO9EufJjrjUzQbz2lvSaxrquc2wJx9fE1z47q3Oi552ybhdXNy5am9O3bl146ubM2eX1ebpOfDfPrnt6PP2udIl5TWc+m9ePZii8ag45snfQnRZpHm9PDfnwss6duPU5XI9rz7Z7OaToxVshNZhcc+vLPZjeLrOs7udDPSc+md8s593n35+DUSFEpYUurrO/VrlvJ5/R53Vc3PS46c7Onbz9rweTt594gLal9Fl5ex5+/HfPCzfmISAAS1ZVJalk3TF6dDn2enn37+jec54ef0+VMJdSE1myWxcyXtvHTntnUXnw6efebi46c9s0mNQ1rOsdyyb5md8NM7TedJ15zbfmxujKwUAE1kzUNevy+rHS2I5ce3Bu9+A9WfHi8vZz4SztOUs65yNHVe+OvlzduWk0olxmuusajXllq+7w+6XzZ6c53us6m8/Q+f7WOublyY3ymvNZb3nPryvPp6/D62PDPVjXPg9FPP236ZdsXOtXFNZszvn5+/Cz17zxuMcavW5uTOa1y3y9HOaercz1zN5zuTWWMkuakk3edOmuXTL1Y6c4duHeNc+vGzty6czBKsBYLZSywyQyK1c6KIbzqrNZTz+zfXUxn2eY82+3azycvpeJOPXG18OLs5dd9o83W0tlLrNr5nDrx3m7x1a9GuG8ejq5yXreXY7errXCeb6fFPmdPX2r815v0X5/ePbrPY48+vM9GO+V+P7fF6Levk9XlULyGhLBZTr6fL1x6euJJvHn68tefX0/l/TT1LMO/t8vozfJ6/N7Ny8c2PPj0eTTTOo5eb04rrz3JfJx9HB09985z6/L+p8zU9/o83drOOmIz15aHDfKzlbNS+3xeqX2cOnHFxnfOa7+bpxTkx03nuuVJZWsw5duMs7KJu4LJubqTHfUzk4+f2+XfnxZbz9PTj6JfPPVDz97IqYs5+XfPeKlAG8bXoTG+jNl9HPnNNpc9tMyT0POLx3z3xZTXOlHW3n0xjqOGtctTrrhqb63kOrkXs4js406zkTrOds1vn0Zvfh3s6b59I58+nIz249jr5PV5z56zWQIsAL249c9O6Ofqxw7cuvjyLmgAEL34enHfWs659t3Lfn3kTyQ3mGh142X0Mbzellxasl3zvMzy6dNzz3Yum45Z3zXVzo3z76xryd3Gz0OEjdz2rly9XHeeE6zU525N3O8+hES3DXDd5ipcenSyaEuNMt8CE105dFueljhPRmzhOuUyQtyqoKlz2Z1mbxvHS5om0TXH6PPrzvHh5/bzryT2jwvYl8fXrktzV2zTXPWZuJc97jpgzvDXn1yTWLc6Nb1xzrvTn7J5+3n357I3wALSWiNlzdWM3VXF6DO52yz9P0TG/Px1zmrM3WeLv49Zki5SqhF9fbzd+XTWWJeXk9PDrzza1lNZMt0x0lx2onTnnU1yapKSdNaxrXn1z1myZ1LCiGiZ3kzaHXnrN2hXHtxm6hvGd51xllucgFHfnY6c8xds07c8wxVszdSWazS+nj1lzjWJ1us2bd/P0uO+c5c+mJmagne8ujXHl1tuOnTz9M67ce/HOuestY1cq3rlT0azefThy1jWfR5enDfPPbhtvpjpyz0hNcvT349cejVxrO7JosgjWTE6E5uksxrW468+nPHJ149U68evI7cuvIxLKSiXNNaxqCBjeKgq3OjSIus6NdMdNZ9no59ZHPeTyezj0q/M3K4duetPlWkvTij3OHdbc01c6Pk8uvPeb149GqnrnTzX6vFPn+7z+nF93Tw1j7Hm8/ij1er50Po/B+p4dZx2z03OXPtyl7tU+NvGt568rJRblUEolUvTFz2qSavL34vPx/S5+tnrNM3XH1+XFXGs659ucPRnHu3njn1+Xpnly64XTTN8U1G+uNRjt8j6nyN5+nz8G1+tx46ms53lN5lppodeXWWpM2Y1yJx3z1l183ezvmprNmoG1xidLKtMAk6YlxONnXo5Dpy1m45azrXLt7PD782Z6Zl4rEnLri58udZ3lYKgusjsm89KkjXPV3jNc873viO05mtYuLysLLrPaa3GOfTec51hz3NZaz0yNSXl253U1jvjLk03M6BEOnbl1mtb5D0dPBzPZz8iz19sds6vHvys+Y1nWYBKIC9uHab7jl6ufL08enm4l1zigAB6PP2z367xvn12zvXDOemU8SzeZZS6x0LrrnGu8MUqW8e3Ks3njU6OfQ3vKXnnUsqWXfTjvN6a5ejF4578TnbncrWd5znpK5tZslTPYJqU3500MazrHo1KWS24i3XLE6Dm2JvCO2uGk65mjnjvDhOuNTCgjPWy5bzvOiiWNNcPfz6YYxnpipMZNzECCs1dalLLJclz6bjeDOdZ358UuG8U2xub7jl6uXHrx6+YW8y6Ma6bjjrpqOd6FzdQXI1hTp9zx/Ryzm8y+Tvua+Y9XnPPya3MtLJnWUgOvfh35dbz68zhy653jF01nJBKJanQM9cZ3jXPo1kKmjU1wm3rjwLdZzbkqFN2Xm9HXN8jvgw68LHPebYlWYsuE1LMlGpozFFlJvns1z6c4ULrHRZLRrEN4sz0alnSazqzoi8bjeJ0gz2tl1wti5sxwT6ePH0zvc4257JQuV9eeXDGjj26c3O5s1nrhd4sz1zLLz9OuesejTGl1MU6OSXpecOm+ETu4l664bT3cunPnznTl0Trz6YOvLryMEEqs0LrGywMZ1CKpWoldDPb0zGuO88d51OmLHTiy9XmtrPbjvpM9pD53bvpMZ9Xpr5m/T4c1KllI8WPo9dPmdffizyevts8r3YzfE74xvXN01jhOokwPVe3XU48vXhPD5frb1Pk9N2vg3bUxN7jleo5Tc1mO/MzvOjvx9Hsm/ndfoerOvLw7znff6PK1mcdebOumeGK9k5JNb8tmvT7PndpfZx499Y82PRz65c+ms3wa3JU2OfzPq/J1mDc63Opro62Jffzjy3l0tupDpOvDNxnldZuLqzz+vz+gtslltXKZjNm61rOEutcTpriXgiW2FuNrnhuW46e7wezOrlZcTfNlLmp5vV5dZyLBS9M7mrYzq1BjLWWs7uZnWQsjeekz05DfN15WXvnGsdI1TjnWN82+Y6MVPRrzazfQ46zd8tYrKOmag6dfPua63OoqUxd9ZdtXO7yzjWPFnWN4QKlIsLvGpr0reXr58vTy3w843xoAEsHbj1z076zefaxdcZUOGdY3lYNenzezN9Hn35sa36vJ6quN8M2c9bszOmFzntE57maudyM2l1vlJe3HpY5+jnzPVylhrk6Z6TFpm04Xsm+TrJeU751z5LDO5qegSLrO7zkq84BYAIqxUNXNTUgmOg5Ttzm5LHXOiFCl1x3rr4tY9PjwTr04egy1lcywWaldJsijnVx6ZncXlNzXHE63XLi75OXRvPTazn6eOfVenm8+u0YxqiNUxd2XndwyQltsiiag9Pp+XE+jz+fua+j45wm89fPvWOsxUTRJRe3bh6OfRz6cjljpveeE3LnLas1YmdRrFM9s46c7jtnUJqDcn0LynTeOd83L1+TUnPjvc6b69c29LrNnh9mT5uPpcK6+Hpx1nfPM1JrWDeenGylMt4LncI9HOMNjn0zszz6ZNV0XiROjNXE1mqiOlzrHoli56sy8rmp0DPVct8NIZ5TUsSwaz3NKzpw9HGuUq5dcwk6YO01JvklIGeu+Um+05VrtnmO2MDpMDo5Dd5jXTjqT6fLty43G8bO+NZOnPpzjEqoKgG+ezWdZMxKoFlL7fH9DNmPVx53zc+3K3lefLpPZx7dWfF27ZlnbnrN0TTvvnrry6eXt4tTXHy+nl0svEvXxeytWegen5Ht3jvrn1jp594574Y6OfThjvdZ4dK6Yx6tdI1eeJesx2jh2cKjPTefE90xrwX3l8GPpYs+Jy+/npj431+/vjh8b7/LL52+/VfN09Czw7zvG/Rz9HnjMvWXzcfSXxO03nO+vSXhy9mc10xI6cfTz9PHhN3nvlx9g+fPoZs+f4PvSvgvvRPhd/peRZ7fJc6+z4PBxTvOfq04701N+TebN659peXH2eKzErUazTW8C4siKJt0Oc64OSkiiULc0wU37fD7s6izNcuss5OmLOPDrz1nLpizeUl6bzJemBqzUTEs1i3I0zDWprN3rnvHXjnvw3yDUBemuOs6sxLncysq0jUIAAADWm5c1JdXO5e3q3c6mNc158++0+Pj0efryAAAerzfQzrOtzn1xz7c9Y8NOnMACAvXj1zv0lx1LpjDWbPNm53mxRqUu50ze2tTGkqXhevjrs57Ok6cY1hNTVklY3kx6OPZe3Tk463nOjzTXPtj0XdTlegy0llomdjlntLOWO0rzX0SdODrV5XS4xdLnLUMtjM1AEoCrFyl1mxcZ6QzN6b5T0ROLrDDcZzy1x6c0tR249JeudyXE3TG7Vtu4xO2jyu7PTg7jhremeV6LOd60557ZnTlnrJvhe7XDnqhYNSDUgAjSoqAIqoJc53M98468jGs3fm2zok3TF6WN9ta59OXLr56z3sueF1NZzNSoCTUXCs95jebm2aTO+/uk5d5M5YeOyeXrvefP6pk6e7XbGuGe/OOeXKpxxLPLNzpnXWcyRU6cO/EEpZSaaN3MjfPoXiEtxTW+dNc7kusbGNSoDW+fTHZneZq1rXLKybTSaxrery53p57MKsk1De5Jd3OpbnXM5K1m51DWQ7zEmpN4IE3qaNJFqEBYQQAGso988Hsxqb1nOvTNXLXLrzOS5BKuQbxossMyqAWQ7ezz+xN8rz57b55l8+eudS+njZcW9jn6eOpM758a1enk6Y6eTPm6T19Zeenm9Pg1O/p49i754jXXz9dTXr+f6z149XGPLq9OPTF78+uMdM9LJy684xqdZeeufFe3m1nNHls3nx+rrj1OvqTx64yX068XfN9NrF6ejx9N55a8+8b9GJqzz9Pn+y3vnWZHTlteOt6PPn28t5ms4ly5dOe7PFxX7nXw9u/HM283Tz+f0+TvjPLvOmOc6xeWunGXe/JzPtPixOvPXpzvHpnLGuk5umfTz1xTrc6OXn9XE8rTecqstmlkqJOgaal1x62PJN8dZ256NXp6I819G86+c+hxrz+7x++M2pZjrzLnSzxef2+XWYt1nFmjeOmJbrnV6deEN8++7nyPTzOU3gdOXWXdlx0nHpjWINZAEIABYN6506uVOjFNMi6xmXr28vul5Z785eXr8/vl9bnuXnx9XM49sQ+Z5fX5OnMLAAL9X5P0s77Z6Oe+GfRyufmDrzASwAejz+qa9me8475OsrnjvzPnSzrigdOdOmufXN9FzvnrLUJw78a5Xra5u/M1azeMSy6m153fOPRvyazfXnhyXplrefSVIolAWWBEsEqstWXm6DlO0s5TqOToObqOLsri6jk6rOc7Dk6o5Og5zqXF0iKWTQxNrPmK68ilnR2iulzed6Rcbuh0m82NSuU3DLoly2TLUIozaCpcqsk0MzazE6Dk6l5uo5zoObYw6I5zpDDY5Tum/Pz9ma8+uxjk6Qw1Kno59s3Rzzrpyl1m5bs4Y68bLcw1mKi0k2msOkMt09Hf5/ow7tbs5SeCuvDJM/Xz7Jaxzycd865+Tt49zV9HDWeWNYpZUazury68iAtlL1m45Joz0wN8uuTlYqpSSwqw1NQksL05+nOueujOst1MXZctJc21PNz9PDWZN41I6ds3i1pWtbzefD2c68jry1hG65rDXKw9XLOpZnW6xWZevTtvHTz3v52ccDeKKyhNMC3NNe7x+zGvRx9PDj09DGzfHrxMySrJzOjlqt757LNQzc5OmcQ6Fzr3+njnfPrx89X6HDj0jnw9tXz765jnbzXpnz8bPocvmWz1850XyzPp1nu1Ma5/P93j3PoWsV4/Z8+zr6ufc58e/Cvpdfi5T7XL5zN+lnx71PT08cr2PDg+l0+P6s3pnUxpjnjed+X3ebrjOOnKPXfDT2PJk9efL9Mx7/byjyeP2MdOW8+PN6XzJd+/52NT6GPk9umPrb+LmX9Dv8vbn9Lfztl+55/lcT6vl5dF459GLO30vlfUy9KuG/J4vd8/08vVvxdOuPdfJwzfovJ0Ovi9fM+ffXxPN2x25dfZfVjzdPjd8dvXzTcsuZqXhnpg449PHWebUsVom21xN4hrOiyedJC5enl1O3D1ePO3t8voTw+jxj6bxe7Os25KkTTGKvm9Gbny3M1LrNs3cpfTnHql8nPvxsirGsw655w3rn0i5rO9ceuKyNYssFnvl8d9Pil6Yarm7k4XrizNlAFgAfR+d7863NMa8++nOvX0+Sj6uPHtfTvy2Ofzvp/M3hDeQAHt8Xea+pNTl0nHvwufmDrzAgFCenzenOvpTU5bAce3M+dmzrgWmppZ6Oe8X1Zaxcamox5/R59HThqvTysNZmYiC3NXSZOvPXaXlenKFmq9IuSwFhKqKjKiKJRQIssASiTQiiKiKsijKiKWLBKIoiliw+avbryz16azca1qVNKzNUzbqVtoLDmsgBZYiqiwlAJUqyWiKSKqCAWNZAhKqAFli0y1DJTLRJ036zjPTZfLz9nnOHl15dz23yaRbVk6I560qKiTcWTYijGOuk8+vQOD0Zjn7+PvlmHON5xizp4dc9Th3cdS5xrUxz3hFB15dq543gSwus07XNjlvGioGbmksGs0SwsonTnoTWZZ6fP0l9Ezc61cjVzqNWWUtO883JPXjyyztz10Xn0tFM2erz8z0/PzN49XPy86rN3mNeiXhrOlmpkkRPpax159efn6k8qzphLEwCGjN0J7fH3zfpcuvPh11rOzly9HCuWa1MXUG86NazqVz6YMZ6Ss7mo6LrnuY6K449I+dn3Z6Y8z1jyY7zWc31Ma83P2ear6NazY3xs8P0fF9HUSsXyb4fQ3IrGs/M+l83efpaazc+T28rPH6utl82fTmX5voerWfNn1TO/F101n6F8Gsa9meOjcaszy9V1PDj6BPA9uTx9PR9LeeXsx4rnr55cdHPHkl1hMbpDe8+m5+P8AR+f9Dpjo6OXTzcvZw3i6s59HzvpeHpnt15etPNPVrU+V9v5/ty9izjry+T6k7Y+Xz+xNZ+Pn7GK+TfrQ8HT3U8k9fBfm7kzr7c1PNv4vo5Z9WN9PP21N89XNxXNcY1jWbks1FN6xtcTeUxbDPDru58+u1Th6uO869PzPqeEz6PN3s8+PRwN+zxeuXpee86557c7OU6ROfSSuPP0cbmVdRWpc+nz9I7+P6WJfA68dSxLEQ3qJNbwmtct82ljWKgv1fmfWxvl8z6/yozZrQtJvMPQvuy+Tz+1LPi36+T5N+ro+f7ekzrM2jGqE2MXQzNQx8z6vztThDpgAQvTl0X7K3j0z5vZ5NT5g6cwACUenzezOve7OPTjO6OOPVmz4c3z7ZtmrFlXtc+nnp0msuM7ecznv0tvLXOOWOvLU2xsytjOhbGTV56PRjl1zc7zuz0KuYpYolIllpKiFJddJeM9El459A870LPO7w4u6OM70870SuDujzuuNTNLIJYqosgqoADGtt5562jGtUy1DNolC6lWy5JNs3ndjDdMNk5uheboOboOborF2TE1kTSzLQysVmsooiqk0JSUsE0MqM1NZ9OufazbPkzfT5+PmWa32s5dOlzeU6ZMt6l43oOd6DnOpeTqTm6K53aMtjOeo5Hnj368Peu2eXLU7+XnU5a789TkNTGbEpR0zquWdZJQtmzpjpyjOpSTUqS0xqUiwgLc0qosaV15ds1bZrOtajOqlFFmoiyzOrCZ1CULZZUnz9Trz5zpgSwuiWSW9OfSVjeDJLPoejy+vn04O/mM4NZ5Y3jUyVLQIRvCX7DOvP2m+exy7cjlnc0xNSpojVgZuQSrrGo7XOue6ujDcjGesXDWNTyeidd4DOudx23i0zpw78dZnpms6zNc48H0PB9LUlazfL5ul6Y9o57cuvPWempZZz6edb1xu5znpiaQ1jhTHQAQ1cU664D1dfDs+2+bx6Y9c8fTOu/mzwCSaqasX1cNY6ejj6a+L6cZ1n6WeuMa5+b1+M775d8ax5fbws5erh13nprLUy1jnr0XzXz9PS8w9V8lj1XyWvVrxo9rxU9rxU8/m1y9Gfv3y64a+bz68vXya561OvXx9JenPWSZ1kxUstlHTnTtlFxZE55auc57847YJfbhJfNF1nh1DHr8vpl0yl7c3WOM6WzjOvM6ebp3Pm33c9Tl6NbzfJPf3ODec2xa4cvbU+Xy+1jU+bO3FM6y1mzWKstrFm5rp9P5/v5bfM+p8+vPrOtS2WVLD2+jn0xQNRSBAAAFlEoznpkx4/b5tT58OmAEompV+1cb49Hl9Xm1n5o6YEKlAHu8Puzv60s8/UISxPh47cfTzbzaWU125enN6zzdsXpnIc+nE1JoQrE65AM56ZXN1uNprF6eT16zfH25deufQlZBQAAAAAl304I7zG80IAACgiKpKMc+6zzztz3MqiACksEo2rWZQWWEAKFlavSMbrOpKllAEAAAAJzOmMXeQsAhCylgEsAAFAqWEGUSef0zU8j0tTy31bjh36M2Elsmpc63ZctTKKJVWKIqioy2MtiSY1McPVNZ8b2WzydPQOTpF5+H6PCzyLN5xNRAXbWbOedQlId+XoXPLeSLC51LMbx1jGenOtZozQS6jLZc6ti9cdc6b10l53cjLdOboXGtIxdExOkrE6DndjOll8vi9Pm64y7crMqsssNdeNmrefSWZ3hMzWbPZ7vn+/nu43zl4a65s8ON46ZyE0goCD6Po8Pt4dVZzenHryMZ1KkspWhNZMyykQus2Ou+Hbnu75w7TnuNFlk1LMTcIrU83ozrWaJebPTWell57nm9Hh1L7vN6Sol+Z6vD9Prz6l5b5y51ntc9JrPj9ni1O+8dExneJrMjWOdzM9Nucs6XGpaqIAVbmiKM5BGrMdrrWfV5vXw6c+upc68Xl93i1PrTSXHi+h4jHu+X9aXE3E8d3zs9FWs47Y56izz9AE0MtDLSMtDDcry49t3MWs3ycd31cuF1NSzPQ0m1wRMywm80WUu8UY1g5b56Z9c1JfO1xs9nq8H0s68eJm53w6+auvr8fuzc0lWUlsEpOWPQrxZ9+DwX2LPH39W5Zpc2KJQvDv4NTHLLWd3nrWdZg0XUzUzr0+7y+vnvPl9fnl8Gs60taIdZfboySgES0yolAsJQqCwHHtmz4s1nrgAAsPrdvN6eXR5vTwPlpevMQqUAe3xe7Ovf05Tj09Dn0zQl+Pw78PRyDUu8dJd2ejGtcMd4xvPOrj0eYdM7rJzN3r540502yXSDTOo6XGs3e+XY2s1ksAAAAEolAIIrpvhc3szrNCAJZaAAELAzjqs4TtjUzCgoI2rWZQEBSOm83G1zaJQIsUICxQARg1jLUSqCwEQAUISyggKLCpQsVLIZLJQ0UpYSjLfTN561M1LVyoi2M2qiiKABg1yjWRdSVSUBayqMY6w8nn+hjU+fPdjU8d9OEY3iuctMtU10xTMQgSyCdedXeJCmjN79peHTqzee9WM3SWbCpQAg0IWUKIKiiTSIuD53LWeuPT0vGa80N43AmspZ1xuWZ1mpLE9Pv8P0Oe851InLrwryZ1npiHY4O+Tk6jk7aNe/yevj01jWca1z1kxnWagLvOzWN4Ocs0ksKEWJe1w57qF3vzyz2Xx9I9E57izUJNystZJ0mrIslnn9Szl0omNj5P1dXWYrOuE7NZdMJd+L18tTPRqM8+uF46utZ5zrjG+Pz/peTpj0ztee+HP18a4dePtueVszpeOq6spcce+NZ5ezHpszvdTXHtemJd3O+Hz/rk561axy9A8HtoCJnVrNsjPD0cc3z1OXS3lk9N8fKz6T5lT6c+dT6M8O5fY8sj1vJo9M4aPNJj1c9znqy9PPo7TeVhEkQShvGibwLjfFMb597PTNTGuPL2aTn6pM6dJmXjy9iPN6NCNFy1g9Pi9BOCzUWW5WUudWWWCgAWB8z6fyd5yN5AWUusrNSal+h2xrlu8umF+ZrO6upVduXoj0sk0yNMo0gqUAUqAWUSyELPkcvRw6ZgsAqU+j6uHo5dJy684+QTtzsCoKB7vD9DOvYOe5Ujvrz7l+Z5vZ4+uKrUvXl6M67t551jejz73yrGfR56awqbYia9XnMLKmmC25KmpenPVzXfz+qzq6STDY5t05ukXDZMNjm6DDZcNoxOg5tq561Yb56jSSXTMNsLNsDTI1cJdMrNMw1z1dOLpjUkqOg1mKJd7zcbrOkoCKlAIpYoAGLN88zUACgQAAAsEqIsBaiiKiUVLmijLSM21JQHSXPSs0qXKiKIoiwKIUiiSYsua1IqyKIoSyqCyyIsJNQzjWjlj0Zrz8PbLPH09VPPe6PPz9nM8ePVnc80687JWgaMa9HbN83Xtc3nrSXN3TDYzdCLTK0w2Oc6jldiaACSwASh5/T4bPJLOmfo+b2cca8E1nebYsZ3iXeufQSxZLE9fu8vpxtCHHpg8GPby1nz+qaLKlW0VV1249uegzc51kxnUqAvTGzXLrxMoqCgQF6XG+e8TphZc5s252zbKNXA664xfTryw9mvEPbfEk92vBZfbPJqz0vNa73iju5LOrA2xV1ck1JaFJNIxOmZcrqXE6ZjKyioksJWTUgtzdTeuWtTo53eel5SvRfNmz1vLJfW8UPe+dmX6c+ZI+nj5xffjyYPdz8sPRz5w1ki3NXWJLEluZVW9ZrOs8fR5uvKLNTXTKVMU1cjfHrTVlXFkRnWRc0s1IRqomk69MM30a5b5b0M3OtdNOfbphOOuiWWQ2xTTNsqZKU48PT59ZIs0lAFgqUWU5eLv4umd8+11ngCpTVwmtdOPuj1wxpncPl2at1ZqWe7x+5ASAIQCoNSDVyXVwNsk1JQiPmef6Hz+kg1mgHRfqdI47vPeD48rtziiKIofT+b9bOuw57AlCfN+ms+LfZ49zfp8/XN9kznFazRlonPt5TVz0rWiMY6crcTaznuwxu5WKLYh7fF7pfWlyCyLM2CWUsILFIJQAJSyWBQk0OOe+bOTWdQLIsEqVLKqBZQQqI6DeW8I6TA25pejmOl5jpeVOkwNzBejCNW7lzNo53asToMNjDdjm2rDYxdk53cXGd6MNwy2MzaMzYy1TDYy0MtDDeamEsWLNMpdXI1JDVwNSLKiKhakNSaILAAoAAAlQBLFS0y1IiiWjKiZ3EzNjhn0K43sOc62Xjeoy0IoigoihKCwWCwFgqACwEsEAB4Pf4rPLNzee2PTlfG6ZuczpipjeB0xuaoGaT39eHTGumchGTUkIzaUiSiLTfq8/fnuEzZnWTOdZqVS7zoce3AxrG9IElUixWpI65XOs53FxnaznOks51NTVwl6yM3d5jpeGLPS4l7OaOjGgtMzdl5zosw3DNolQqQ1cDpMDWuQ65wNsK6TA0xTTA0gsCTQy2MXcM3SM6FMjcwOjlE7PNqu+OUs6zks3kotjLQFM2ibxuzdwuenDrmzz2NOkxoVVy1iL0xs0gmdUxJCoN3NLmwmuHdOvfh3xr2vn9OevfOe5U1hJefValAKkNMjGembOrAzx68LM3LWds00lEsNM6Fg+fw1nridMLO/GdTi3klg39Tj6cbis2Y6cj5+y3dtzrfp5dblBARKIABZRKCCwBCs05/M9Xm3MrNSUHr8vpzfoDnqyl+Xw+n8zrzCwsAPV9Pyern0qM1YKgsUnh98s+Rv6XLTh24co9evBs9c46l7cekjHTn1jpM9ZZ5vT5yMZ03IFsKzI3c1b7PF7o72M23JN5CCUBKJYSoWoCwBIqooJQiEtOOe+dTi3nUlShSAlCAA6DWUsAgKsWCDSUBV1vNzqs0FVIFIsCqFgWyKJKqNDNoggCKIqIoBYssSYq4XUixAotiKJKIoiwFIsJVIoCooiiKIoiiUIEABUsCgCLAECCliwFIoAAAAWAAUgAEsBSUEoksJQIL5PX57PBrPXee3PeZePTPTU80ssk1kdOfWahBET2deG5el5WNyZNZhbWozdFgikN9uPbGox0zc51kzLKllNbxuJ5+/n0zYs0BZQFQTedZKFSpctJrk1myVStM3M0rjy78t43pqXDpI5tqw0iNQTQiwIqoNMyNsK6OQ6uQ65xK6Odk1cDVwXbCtso0gsAVMtDDZcN05umTM6EmemTj25eiszcmudWyW2Gd5XNaucXpbOONefWb6vL67nUIXJeedZ0zbojXOXd56HXkO159V8/TjU1lLKlGs2N8ryHp8vsOno49uXTG+fSPTrlrN3iQ2wNsZO3PWTUsJdUw2MtQnn9PGzi23jFoApBqC0r5vD7Hzd55I1lZTbGjOtSX6e/L6uewHm9HkJnphrdxZr0dOPW4BARKIUllBTNsEogEomOnhOEuemYqs2h6fL7M31XLnrdwN/J+l8/c41N4sAmz2e75H1OfTcM0BYKgoAIvNOfzOnHrjWuSzt08upfV28nfOu2vn2X23ybjUFaxY1Klk3sztTfrm8UJUolBALAABnQlgFIECgAEqVKIpJnY45753OTWdSAsABKNWNZ1JRAUiUAF1vOsb0zZSUAKWUigICllFhCqFIoioiiAAACJXOtc41IqxKqALIoABakqIsAEoACgAAAABCwJRAUVIpYoLESiKiUEsJaUoiiAAAAAAASgQAAAEEQpCwL5+/CzwLOme01zJWEZ1mpLB059JUsWBPRrHSKFYuQiNb56l0lXVzY0DXXh3xrn0wzd46czIqVYu87OXDrx1IStazoAsCXOjWbk1LnWbrNNIVjol43rJcprHTITny7cemOu+Wpeszc0sLKM1SNJZNQiiKJNSstEzaIoiiKMtQjSsqgCUqKRZZUokssWVUqyLlGcynbj2C5zrNls1rpq553csixJLmuHn78dZenzeiumbnJYqcu+F5dIreRUsSdM7l115al89mtTOOmEzYTeuWiZ1kvt8vpl6deXXj0miO9mpZQAA5XpDNtFgsAQc+nNOKumFmgQtyKgtCy6rweP2cN443fPUAJqPp9s659IDPh9HztT1YxLEzLOnq8fql91sxpKSLCKIoAUIoy1CIM/P8AV5NzdlsxjQnp4+6X5vs8ftl6pc2geH3eLU8803iSiahd/R+b7869MlxVlUIiiUBhM/OvLpjNjUSwWDt38+Zciy6wXprl2lr6jOvm9vajl0XNCN9OCX0TnvNpJagooAlSUlASjK0zUsoAAAUISiUIqyZ3Di7Z1OTU1IADSXWZQigBbvNx0txZRSwKligABQQRYUWwC2WpQACIsBQQsBMZsua1BaijLUIqIqpQAASyBAqoqJSgJQSiLBQiwRSKI0M0AACwFEsAgsSVSWFoAIogAAAAAAAEoiiLCKMyhKIsHHtxs8WOmOmds7OeURKI3i1059Ik1mWVuunTG4sQzNIy3pcdIjbKXTNBTPp4d83ErOuvPpmOZCqNazo8/Lpz3Mg1ZSgEJrOySgZ1ndiqAiKFyXl1y0Xnw9HDeJrG9Znfj2jpmrnxLnU7dfP3lqWCQ052XbNKBM8dTvfNqXu82T1PEr2vFT2PIj2ZnCzvPKPS8yz1TjTq5Q9vbl31nM0sz836Xglx6uXpzfRLCeX1eZfNZqa1157xu51JcJdZ9FLipaiomdZrzcPRx1mejzdrOuc6lWU1z64XnCkUluo5bbXry6cznosmd5MLmypDcmjp25dca7dM747suZfRc7CCoKgsACwAAHPeE5S56YtlqiKAADOpyrx8dzpjWLqzmsFupfrMznvo51fF4vV5+mLvj2TM0rND6Xb5v1OesNIzNwy0M0FgrMNuatZkJnWTj5u/Heb28/Q1KO15eaW+zxe1elyzdXNNeH2eDUzN51mVSTpIz6/J1l98MaAJS3I3efE6+PlN5mN51mASwA3AIFU36fP6JfoQ57FIojSstSJSOuvPrOu0ms2LCwgLQAgQoELIolgoAgCwtABAhKqTQ5Y9GNTlN53nQsWIVuXO9WWUzZQCBaiiLJShKsAJSWgAUFqKSKAlSqlIHOzXONSUoAAACKiLKoAAhKJKEoACggKlBKAEAEFWWUShKIoiiUABIqUAAASqixABZYAAAogAAAIAQSgCSjPHtlPLx3y65axSVk3JRz0JtZZN4LqaOu50jM6Zl5uiM3ZZbYijLQw1C74bl1Vxq6zs453ktmitYPPz3ncyDWs6LARC2UllqTWblSxWVWUtzZVzeXVc1ccunPeM6l1l349TtmrjlnYzuUzWzE6ZMTUFLHLPOy1usy5JnWLIUlUi7Xtjeo8QsA1c0oPp9G0wox5PZ5ZqdcdM3rNKxw9PCPF059M9N3Os6TWZcWXWfRTWAAEsOXm9vO58vTqrG4ipm3ebF5WENKhuXXTO83Xk9Xmqat1M464TOOizkoVY69PP3xr1b4uW94ivXvnvNqCoioqoKQqAABz6YOeOvPpgWxYNM6LKjMuKnm9Pjs57xrpjfPtyMGjPbml95cbmXM8/Ppy3jOks7SQ7c5sx7vHZfquPbGiIrIssoBnQzNjF0M8+0PFx9vk1MXNs3lTGemVvq8vsza1mWsyyeT0eXU6c9LM66bl9DyyMXOj26xc60BYKCeH08LnnjrN55TeTJAAUsUihrGjrvj1l+nZrG1lFWwWyKMtQzNTNzvMzru4dMXYlBRCpYhQEiqiiAlAlAAAAAAJQCmNxOS76ZxvdxYslUAAAgWgAAlIsoKFBAKCiwAAoiwZzmkrUiwClIAgAAAAAAEoiwCAoILAKALBFIpEolAFAAAAFAEsCyAoAABLAECUACgiwAAAAiwSiAAgEoxz9EPJn1Wz5ufoeDU68etrl6fP7JccvRmPNr00466SL0zsmFlk1ABYKyNM0uUIsXsrnq2UxjpkulLx6+c5ZNyalGpSy5JLDSUXOiDWVlBQUil5azrn1CXHPpz3gNR15d2dtRnEqrVM7xoubCQMedNZhK0UkYLksHQx1tl1vn1iaDwzWdRZsmrs561zj7LnqqkHm78M2dOe867TUszy7cl8PTn0zrVlzvWdZmspdY9KtYFIqMzcrHPtlOTasTpDGe+TlvppfG9Ol4a68zncbTaal7cuumvI3neMzWESrMy2MazR6PP6c6uuXTnrViX1b59M2oLAqCoKyLcioKguNYJjed4W61MrCUEoxnpkx4vd49TjbnWOk0rHTGjDPSX3ZszvOdxOPL0Y1ng64skmh05dDbcMevyZzfpMbzqpQUAAALTN0McfTD5/D62LPlPo4rxPZo8/o1rNzOtPPnvzrzcPRx1nXXjqr188lZCbzqPbedzdsjciqzE5cOnPU6XlTWESSypEC6MtDKwUNdefWa+ncbxq2VLY1NJQAQiyXM1mWLM3XTij0OfTGgAIqWURLKoAEsAACUqUlQAACggKqyxUixSUAAAFgpIqKqUBRQAEWUWWgQUlAzitYjUCwAJQoqIogAJQiiAFIAAABLCgASgQAKIEBQAQFAFJQASklFAAhQACLAAIFIsBSLACKIsAIABLAACKIsIonPpDwcvqcdZ8nr5dVuprNNQy2M6uRdw5zYxaMzYw1CLCAk1k7ax056KXLVMzUJ5PT5KkXcqhci5BKLnWS759El2szdUwtJRRI5WXHUllxz6c94Cx6fN6E7yrnEpFaMXQ5zpzrPPpk8nTE3lvmN4gytM631OW+llxu2L149TPLfKvPjc1nO8bHTnuN8uuD1+r5f1A0OfH085rlrWs3TSzHL0cl+Z059JrVmsbTWZco1n2OkuMaolCWBm5JYE1TE2J34F7535ppxuNZ1nQkSu/bze/OuPl9/i1nGd51nC803nItzoz6uHXNtuca6XOpfTvn0xqoKgqQ1JDTMTTA25yuriO3Pnk7S3eMtqxeg53orGqiKOXk+hxs+e9HDUi1MTqOW219Wm86zOlTy8vZw1OGO/KzjNSwnQ6a5UnPtwl+h283ozq2WNWUFqLozdIzbBLk1mQEAJncJZooWY6Q8fD6HHWfK6c7Fwl1Jozrt1lzeqOd3CLKS1PPw9nOvNemLM51LMTeTLejHXI6MbjnOsXi6idJqX2dvN1zetzotlFKCo1Ik0MTaXm2zcNDF0jW+VzejEXo5k6OcOrkOrkOrkOriOzlDs4w7TnK63jLO7kl6uI7OQ6uQ6uVOjnDtSAAAAABRAFJQFIsFAAUFpZUiqJDWMywNQBKCJSwUAAAiCgIsCwAsUiwAAAAAEFCUBCykgCxQQpYoAABAUUiwlAok0IoiiKJNIiiLCUJQiwAAiwFM0JNDLYyoy0M20zNDDQxnpDlegxrVMNjF0Oe2zOdwxNQk1IhSKJNDM1KzNoz35bzdpc6suac+fGrhNRosuWTTNKUNRZNkmlJaRULYq2JSjz2MdUozz6Y1mCx6PP6U7tmcNCUqs2Jjcs5Z65PLx9+dPBPdbPDr27jx9eyXldxczRMyyx15dDE1DzY9fCzhpNTWs6OlzYdeeD7Dw+tdctYzbcbzdinLpzPl9eXVrW8659EQyl1n6Ni4CEomdU547Zrk2MNwiwXI0lXz8/RisXWSVDfq8PeXv5vRxrjzzz3iymZ0ndc3Uzc56ZOl4d5c9MazfVvlrGtMZOs8+K9U8ebPbnxLPZjz2umW05Tvo8r16PL6N0umiaUlEqW2wEoZo58+8TyY9mTx4+hDy9+lGgqBjWTHH05s8OPbw1OLdMToOc6penr8nqjRTSUtzTTMXbA0yLEhLksAgqCpSoWtUw1CY65TnnrDndwUKBKMrTDaueetThnvk4TtmuU6xOU65rjOvOyAgJYl3rG5fZ1xuXXbjqXveXXNtlKgsASEqWLISliiLDPPss87rz1JKsiwCggAsAACiAqUShCgLCPQ4WO04pe7iTs4jq5Dq5U6Xkrq5Dq5Dq5DreSXpeQ6uSurlU6udOjmrdwNs7iTqOTorm6WOTrDndo5uhcNjDYw2MNjDWKzKsSwAAAAEKQoABCwCwUIAUlgBAUBYAEoBKgqCgBQCCpQBAqAIAAAEKQsAKCAoSKzTUgqAgqDUgIKgoFmTczYsmiipNZpCIAIAksAAFtWGc3XO81wmdTWZmzUkKgtaSXdXOtUxq6MzZM2jLUIoWF0yPPZcdYsJz3jWYTWb6PN6T0RGSBELckshTKzTI1JTTNWogKLCTWUzNSsxlKxKzy3jU1rFTd506M0n1fk/Sl687nNm8al6XNGN5r5XXl1mt6zrn0kuSDWffC4IipQBnUqSwIKzTUkNM0KMcvQPPPUPLrvpfNfVhOWO0rjeo5XoOee0OLqOOPRK5XaM566jzPVqvJvvo4a7I562lxdwloigqJqUtjU0zpKiqgtyW2CoERGbmFUlWrQFrGemTC0zNjhy9dTwT3w8G/YXHW1IUAJRNQiiKVLBLIgIoihWhNFzULJEsAlIBQAAAEKgqBKM52OeequOPTE8fP35rwz2E8d9hfN267l1059C6g0LOuuO83dlzoISwCVLIBQEoiwSk547zU4N43AJQlACKgKCIqksioqljKwAqywWEsKlCgCUAAUBQAKsKFAUm9azVISqAACEpYUggAQuZzqo1AAAAAAACAolQLBYKCAAAACwJQAQAAAAlFlEVYsQsFhQAAAAAAEqIsoAAABLAAISiSiUBSSwAsCTUNMyGpoqXSSwhIoICAiyABS2FY0OfL0w8k9azy30Dhe0MOkM2iKACiUAEsEsUQpDiXHSEWY3jWZK1meny+lPQkRJEsSqyKgXI1AXNACACTWQQsBnSzE6Q48vVxs5jUqDdwHv8AB9CXtjeIzvGs66axqrnUPk9efSa3ZrnuZ1FxZdZ9yriTUgApZLLEsJNQlBNDDdM3QzqoLFjQzncrOdxMqIoiiKMaqJdFzdDLYy0M6tjLVMNwzbTLVM2kiqk1KKQWiiVSKWTcjDWTKwAtlpRFWs53kkoioLay1TFpIozaIACxahYSiBZmiEhQVoUBFY1DKkKIAUFIoiiSiEAAAEok1kKIoiiTQii6g6XNq2Wygdecl7uXXFixRJbCAlAABAIBjorzzvjWedNEpIsixVgoEBYoAllCEoAgKpSUggoqKiUBaAKiUqkLYKvSWarIolKFIAIShLAFCBkvNNSKqCggAogAAAAEACwCiLAAAEAAAhSLAolloIAAAKIUiiUIpZQiiKIogABAUiwAAAAQACIAAWBAWAoiwhQtqUSSwiyUBKICS0iolAsJqaJKMqICKIAozQjQy0MtSstZEQsAFijiMdJnUXOdZ3iZ1iy9+HS59U51LmjLYzdDK0xaEok0MtUxdjNuSWUzNww0JNDLorlOo8vP2yzxPRmzi7U5e7n2l3jUTGs7mtaxpNTOT5+8bmums3n0S5WDWfeq4iwCAJLBSszUJdaM2iKAgsCwtyLkrKwiiKCiVYjRZQLSKiKC0iiKIoiqikCsqBbFBVJVIsVEhLCSyAGorVlszvMNZ1kyoihqaqKSKIsAoIiiTUoWIok1FzNQyqJaLAoAECKM6gAAqwKIsEoyoyoiiKIoiwFIoiiAFALvOhZatlsACOuuGsa6Ss6gFiWgSkhSFICwEozy7q87rz1mCkqxKIpYohSAABLAVYzooQqCoKAAAUApCgVqWa1qFIFAoBYAAAgBLBJirkpLLKCUCUEloAIogAEsoIKCUJUAiwsoiiACggCUAJQCiolAUhQAgABQAAAEAAABALACUAIsAIAIAAIKgUJKALSoUiwggACTUIABSGdQoBCxSTUJKEoAAAsKAS5JNDDYw3FzQ4xMdE1FxnedYzz79NZ8vbp1ueeukEsIFBACCsioKlKQkUFGbkCrLC6xTSWKhQRQtg3F1M2alVpMY7Yr52vRzzqWXn0ZsWWXWfcS4WCxIoAIspZslAQXKNM0qUALCWUgAJQKIUKIpVVBZZQBLFJQCiiKEqsgms6SqoAARUSEIQKgqWrqWy50MTWVCCrGpaLTK1M1TLUIok0qLCTSDNEsEsUqJLTNULCKICNQk1CNQFAACwSyIokogoAAoyqCaqKiKIqpUN3FNWUtzaqEqUglvTlJfQ4XN7TlDs4jteCO7grs5Q7zkOriOzgO7grvOKNZTUWECiC3NgS2oKhBCiW2EsKJUBVlAACUWUAFF10lzszVBYSoqoKAKCCwCBBiZ0CwBAAAWAUCJZRABQAEpJQAAACggCKIUSwAAALAUhQAKWIqABZSLAUiwBYoiwALBKIoAAASwASwSoiiKqLYyoiiLCUAoBZSCEUAiwSiTUJQWCWaiUIAUk1CLBKIoiiTSs0AIqIKABZnQ80uc9NXOs3nnpz1nXXj23ibzq50oy1DKiNQkozVMrCUCiZuCpbKCSiELLAlL05dC2JbZRVJVI0JaFLEuTjz7c8652XHSSxZZdZ9s0uMtCKC6OboMLIqCwIBLC2UAqUssCBYKgqUqBZSoKCpQAFBNM0oAALAAgsqKtzsAk1DM1JcgSoZ1KFIomlspTM3glmpYompqySqlURUACgCiKJNSJnQzKWSoIKlBSUIABAFEUJS2AsIsBAACKiFqKJYhKJZRKIWoClLqDQqoSgIWwgBAsAAAAAAAAlIsKQqUABUVIsglqKII0spSABK0zRZQAAUKiayOrnTd5jowN3na2yTTIoq3IqCoisxdZgBAUCVCoKgsUhYAAgAAABCgAJaAlICggCUJQhSAAsolAKCCqlBLIUAEsAAAIpYAAAACUAAIABKIAICggAUhCxSKoACACEoiwAAiiKJaiKJKIsLFIBKBaiiLABNZJUKkNSAgRV8+OnPO6SVjeLNejh6dYxbbCkk3kysLKMltmpUmdwy1CLCY6YslUiKIEoSwWUbx1hNSWpTSUlBqCgtWxEOXLtxmsox0JTOs7s9rU1zAIKgJFqIqAsAAGs2BKqIoKlpKiKBSUChZQUxoKAAoiwoCgBFqESwqpSVDTNLASyJNRYABKAspS2C41kliXSC6xqwAAKqEooCgAEiAmbVyAIAoLAkoiwAWCpSxYliqACAiwWCyiLIAlCKJKAUBKsaUWC2KtgACAAIsAAAAAoIlQoJQhSKJUFgqUELCAoFEjQsAWAWJSlgFBSUiwpZRYqpUWUaloChFgAASJZQSwAQUIAAAAqCwAgAAAAAlpKAgAKACAAoQWCogKqUAlAAolIJQAKCCAABKIFBAUBFJQAAgAAIAAAIAAlAAKBBFAACEAAABYKBKIqJKIogoBYKBKEsBBEAEsACVeHPrzztCamdZ1nfq8vpuLc6S2WpnUMzQy0TE1FmpaQQlEoY1Ti1NTNEubkSgFtzS9MbjUFCKC2UlUVqppUk1kxx7cZrlKx1ysSbzqz3Q1zAAAiwk1CazZaBAEFgoFlACgCiACwqWllFlGdwFIoQKAACgSxEsoAUSjNsKJYBESggUsBbFlLc0Z1klSVYLZSiwAAKtlSUoABKjIJLFubTIgUWCkAICFEoAFJQlQoIBKJQACEsFCFWAAShVsCBaAWWgAEsAgAAAAAQUEoAIKlAEsKlEoALCKIBKNQACgAABVEACgCxZRQopVQUAAGasaiAQVLIAEAlAAAAAWAAIAAACgAAAACiLAsAAAJQiiUAACgQsUCBSACghKEogpLAqIAFBAAEpYogAIsABSWUCJKAoAABKJZRCAEoiiAELZQAogIUSwSiAAELZDUsEDKwASwEKDjy7cZ0DNmdSzXq8vq1ials0lJnWQAsIBZSSwhUk0MtKxnds43crOeuTM1BKMauiaWWgtUgjVyKQ1c2zVlGdZOfPpia5Z1nHRAnTn0s9qXfOWRKhaISwiwINIlSgCLClBQAACkKCgFBSUCiUAIoIKgoAQSgBQUiiZ0JYlERLAUgKlWUsWDTNEsAlSwag0iygiwtlqlsiiApBLISwixYsjWNUxQoECLAABAoFlAAJZQBKIAoggARbFIUAVQCKoBZUCgiUogCAAAAAAoIAASgABSIKACAoISqiwpbJQAIihVBLEooJQsoKCilEtloIqCySraIIAgIsAlSwBQgAAAogFgALIAACgAFgCFirAqAogAAAAABRKACUoACAolCKIAQAAAggAAKACAIsAAUBKJQlCKAEUgAAAgCLAsEoSiKBSUAICKEsAEqsqIqIsFgiUsAozNQktIo5cO/CdAzZLNTXq8vquCktWsTUIoSwksFUkoihNwgSUpEGNyszUS60lwuSoqygEtmglLKLVLZSZ3k58+vOa451nHSAnTn1ufXU3zABUCpIAACAUUSiVQAolCUCUWUWEsCpSpSpRnUWs6IsQKAAqCgiiUpZQBKjMqWLAhKirFggqWlgoEAJQBRYKLAKWgsqUAAksEIgVNSIouVAIsEsBCpQBYKAAASLc0KqATQk1CKIogUUjViKIsoUioJbACyiUSiLIAAACggAAsAACiAFEAsACwAlAlLFRFEpY1EBQoJLLLalhZaBKBQtzapUARSaKCBABAElAAQAlAAAsAUILKIICgFgsAUlQqAoiwWCwAAAAABSUAAFAACUAIsAAIoiwAlQJRZQIiqiiKiABQJQECiASwsoAAgAAAAIqIsBSAlCgACoAIRSLKAAiwLIS5JQAWAgUIDn5/T5puwmpLLNevyeu4UTVglzzNxaZ1CKFmjLQhRNQyVJCosBC1STeTLQyqmdxMtCbzsk1CaDVlpZRnUjPLrymuGNZx0AnXl21n2Z3nfOKCIkoixQglFWIsUlKCLC0AAACUWChAFACoKlJYXRECgBQAoFslolUgJLFk1IgliiBAIolWpaIsIWUAUiiFCEqK0lq3NSwqoLELJCyIqSXTNKgqUFJLCUIoiwFJQlAAACKBC3NKgWAAUii6wOkwl2wNXA3Mq0ySgAWCoLEKgqCoKgqAACwApKggsogBSWCwLFAAAIoUQaXNESliiUEsqyhSBSKsFAFlLcipa0hKgqABFIuZbAJSLAAQolAWCwKCWIsKqCoLLAUlQqCoFAAlACAAAABZQAABQAAAAAILAAACEKRYFqKIsCiCEolBABQABCpYCgBAAQqCoAAAgABEKCoKgqBClgABERdIKgqIsDLUIsEuSoFgqCeT1eWaqWbksudevyem40yrZBi5NazoSgsi3FNMSt3mOuc5TeZitMaqpDUgusDo5o3eVOkwrdxU1cU1rOiKqKFEAhFcumM3z51jHShZ24+jWfTK3zzNDLQzNyMt0w2XC2IoKliiNCTUBQCURKVKIpAKBYKsAKlJNDNlBahSKJaItqKSaAoiqyqXKyMqlyoASkgFKWCwVCFgoAFlAslQ1V1C2o1Eiwk1JczUMrIk1FiyKCoKAlhKqAAAWUlABLAAAACxSKIAACs2WpqoAACxUgKCWQ0lAEsAAAAAAAAAAEAAsKCKAqKJULFgDQkQugSULAACqAIoFEAooCaLKCiAoBAQoM0ACAAACUAACiAqAUIACgAAAAAAAAQKCUAALAUAAAAoIAAlCAAAAgiaKAAACAIACAABQEBSAoAACAlCUEAIQKADILQgKCAgoAEBUEACUBQQIKQiAgJQnjGlJqQs36C5UTUCYDdCAoFIyLAEKmSxRUECrCUCABKKaE1sKBQUJQmRZzI8+DHWiJ6TU9MOnKwLAsJVAIkJaAAJdAgSUlsKUIElABQgKCgUAFDIWiwAACgosoqgAQzZAgVCJRAAAoKCWCAAKKAoQBs1LSgSwJkhBYIgIFCAFFQKEgEBQUEIopAACAoACiILQQJQLQgAqwFEAlADOgBEFACggAAAAKACIKUAAiAUqUhCpSLA//8QAAv/aAAwDAQACAAMAAAAhuSuKARi3BCGBBxzPOe6CeoAdpB9pB1pV/BB+OCyuCy+OC+2++KCC08++CCAAA08sAxH9NtdN4AP/AHySUQQwCUccGvc8osupggohrnukktProhAPNvuAA8ffUSdSQTwwwRTUeQURQVffYAMglvKDLNPqgghgooss48UQTXfTRbbfbf8A8WEEUscu2lMH/vEQhz6wAAxTzxzzygADyIAzxABDQSgThQJSwrctcOcjQzjKMMMU1We6nc6AH0lHhpsir77zzzzf8PMMMY81zrHDLKIEE130A76J7ykFW0FG1HX21nUkOL64IDL764IJb64YoIY5LJDywoIDBX2zgGX/AF5tNNNdNBBDDDCDBBBKKe++rHLKC2+++gACCM8sJhVlt9lN995xxF9lJBs88AACAG+++e+++u+2+OeiAHCNMJ991RBRld7jDDBN1/8A/wBGAQxzACABBzwwhB7bz476oA446IIJ44IbIapYLa4LYsOdPE1iAAIIc1npRkKEV3kFf+lGi6X4L77zzz4NPf8ALTDOCma15yzx84iyDF9hD0++CC+qBV9Rx9dh1tBB19BBB19tLBR5FpHe+KOKSSye+OCOCysMBBjB9Dx119d99NNttd1RxxxxHLHPPPOSyuOCCIcwpkYAwwwJV5AAABxco++6iCSGO6+xzz3Txx999/tNJFN9915xlJ9hhzDHP+e4hzymU+66iCAEOO+uCCW6y++yyCCO+qGuC+iW+CeC+ODz/DxtRwkMeKCDG+gXUd95CG++OKSuJ2AmKuiCUs8uDDDz3/PbzPSmONBgGO//ALXPqw1/dQQQtrsvrgv/AMNPcsNH/wDDDhBR99NJBB1199++KWPHziyyyuKC2+OOCC2OOLDFBBxpxBBBBBFN99hHP/L3LKy2+GCQA4y04CscMM88k8oM2iSCKu+/FNNtNNJBBVhxxxx51xxlJBNd5x99/wD/ALLKY4455rLbo45qY7777+MMJ7rz32EEU3nEEEF3kFX0mU0FX0FHQwLLKIHX34pPLKV1uIIJ/P8A/OK5DCyK+Gc0888+GCDHDCyyHPzvOy2LH998+2nxAE6yjNNRx9I8oQ8IQ8uKCCS++u2iDTz/AJyww0QQcUYZdffQf7zkpjjkssvsgosrvvsLTXdz/wD336oABzt3NecHMoILb64wBKQAIILrAAAIpIIKZ/8AJl7B9hEACw19919dNoENJMO86+qCemeCCyOe++SGuGK++iayzz7hBBDBNV9Jx9JBB15BBBBV9JBB95R82qS+uOTzx1yiNBOKRBd+6CDBBNBRzx65ZU0/wvc88886KyiTXv8Aigk87y8xisjn8fbSDkw0Rqis2zQdQfS0fSQdfLAAENPDigkkoktvvrvvvjmkvqgsJUfbScffaRyxzvriogksssvvsogsolnOGLV/60QVbyw5/v3+vqrjjhhBCjr3f/8Af8EEEXHAw7O/I4zElDLL7rpD7IIIIIIII4776AAEAAY5rIYIIo0EEEU0213333+II7f7oIIIZ7776J7qIIIHkEFHnLLLHHLbymNJ7rMEkxAAAMgYFkfYEo33zzzzzwaup6673P8A/wD7y08739zmoisdbTEPt1Qkvj058y9y8/zw88/bTYQcfTHDDjgEMMMMsskihw40wuj84TTWTXUcYcQU5zrrnjjjjvnvvtsntEHK8yRZScfbxw8888+ssssMMv68wYQRTXfcQFtwQOBQkrjjghkgojjjnDXfffcQUQQSQZXfeYSy52nrdffffecsgggggghvuogiAjvPMMIQVfQQV5wBhjvTTzig5Wegns4QTGIAAACpXqkjQbtnfPPPPPPPLrGVE+sIKQUYc87zy8x+5nujjsdbPHpcqvihrpCNDAMDjggs8/7yz0cedfffTDCARTfYYavrnUDtvjissksturkcRXSQUQQQSQRy5x/sivIzo2MLMLQc9+/zyxywzzzzzzyxzXffecBPqh0KRV/GRTy8YsccccUZWQTYTXdf88ssk88454Ufa/8A8kso4I477jgIQw333EEEE3333+sMNfbo7KKZ6mn/AKe6hBV6uGdxBQIoAIAHFdhR2ypOd88888888888I2YnWLAAxlJBBBRz3PPzH6iaynPJRiNw++60pxtYgEMw8888OKy+uuPPPPDTzxzzxhpca+++1RlMUU4wwgMOGOuuKzzxxxxxxxxxxBN3r/8Avi/hLAIBDQ48888889++8/8APGEQwwxLKfkzP776ZY0lHHHP/v8A/r7zCGCCOOOMMc8+M+oCmt2/a8Cwwwwxx5x9xxxzjPf726y0w+iCCGc4EQg1VxWGuwxlPyye75gM888M858dhJaRKd9888888888888+nV89r92oLAQgJBBJBBx9PzjOayOy15hb5xJ9nnTnPLzzvLDjBRxwMMIwwyw0sOOOueyCW+ay2DNRxxxx9tNNNNAEM0yyyy2ayyyyyylZ5HZ9TDvK+MgQ15NPLP8AyzTz7zzfcMMijn8RWisVtmFbUssshjjjjjjjmssMcccJCTXwxzTScTZvvqSW5zzjzjzzmtksNCBDDCADBDBTTXX+11RffVOocRTX8jn8wTPPPe1fOKoQSOUGO+FfPPPPPPPPPPPvvh3fPPPTPNJd/POedffbQUccT3shuohCXfugukENDHMOJjn88993/wA893nHHHHTQwwwxzCzHV5K7LLrO8888vOG3HHH3DQwwwzzzhCBLKZ7J6nVU3E8rLQwwxDEFPMSAEHEwwxvPE03KZ7UU1j1VHHHU00EQwQwQwxz3OPPOMM8LDw4xOMf2UndbAQwww0w09nHOMtPf/8A/wB88888kgjjrtsebP1ff8gh3cRXPNP+5/fKzPcpPEv/AD5t3zzzzzzzzz77zzxL3zzzzzz2cnE8AGHn333200hjAQjARyDU1nG13E1HE02jBDA44644r4rLPOOPPONMNPPE0lHE1zzgAAAy67LKPPPPPMMc888fPPPPHHE13z5qbqY0HU85LDDDDDDDDDDDJOc1HCY7CwmdvIJY7POPc9//AD37zzvPDCyww08c8sMMIA0I0oQAfbjDPPPDDPnbyy2+OMcMMMQwwywwhNN5Nd9FcOOObzBM4wgBP/d4jM8SINVO888qt98888884yytDDDDc188888888u9B1PBIwoMAAwww8MIwsIQ0sQwMLzPPzxFNJxxxhBhccMcM88888kUwwyyyyzzzzPN/wC888YTTTPPOMOMsqnsssMMPPvvnjjzz8ZWZDsvSQc9/wAwxww4477rvNEzrIwnGd7IQwwwwzDBCQQx5d7444wzDDf88cMNPPPO98/MMMsPPPLDTziBDwzwwwww00lnHHFHHHn/APuO6iyyyzPNZwwABBHF98j48+51kc88888+9988884Cw9PT3vPP1x88888888889rNqa188MAAAAAQw8MQwMIwkOCymKSymOOPyiwxxxhFBBJNNNdNNNNNN8IscwgCGOOe6yy/PPPNJdxx08wwxNPLHLzjTxEMMYyLxZ0OyxFPPHGOCjrGPPN4yeIxnbyM4wBNNPPNN9xx08MMMMAAR/vLLzzyy488sMMIAQwwg4wgwwdhxxxxVJtJRx53z3yyyyCiCCOOO+++zzxAAEM895BAc70wyNkud8888888+99884+J3LT/LT3//APbgONPPPPPPPPPPeB7nuQEANPPPDCEMJDCMIDHOMCjvuogjjvvvvussssssskoIEQQQQQRTTTTfccYRTTeOMMgsoshhjj3zyggstttMvssowy8VKn4zcsjCNec89/8APPEE57uVncpS1P8AvKCCCCCCGW+6zDDDT3/+OCSgww0tNJBBBBxxxxxxxx195xzzzyyyyyyyCSyyyyCyy2+/PPPPPPPNQwwwxxBV9sPMM3wYEd888888888609oQDXrVtD3vDDDD99gC24488888888uIdR76Ecs4888888MIww0MMYwwAMMM+yyiCCCCOCCCGOGOOOMsM88886w40IAAA488goBBNNN994www18JBBB5BBBBFN9hEqHlYO3JS2stJBDDHN9+yNZu0J3DmAR99tBBBFB995BUcc0MAI1199JBBxx99999tdtd9ts+OOOOOOOOOeu++++++uOPPPPPLDPPHLHPLEkIQ99thB8/wCtuZESffPPPPPPPPPPecsd/wClWlW0FX/8889GkET64ITDTzzzzz773y6oZLzyziwAADDDTwwwwDDDCQwwwxzzDTDDHDHDDDDDDDDDCAAAAAAAAQARzzzzyAATzwAQ2HEE0lG0wgCAAAAxziATmWFlq2Zu0L7ykEMFX3wr8XJidJC1WkDTywxwzzzyIL7mU00nHU0kTywAAAABBDDDDDDDDDDLLLLPLvf/AHzzjDDDDDTzzzzzzzzzzzzyyOOMtBBxpEHLDEvCcU08888888884w2QDDD9hVoF9JBV9999BBB8+iCW+YU48886q9888tbU2UAE8gMMIAAAAww088sMMIAQQwwwwwwwwwwwwQwwwwwwwww8888sssMMMMMI4wgM8glGiCq4Ecwwwww08OKyuKuxZYalmhK2NPzjLLNYmbYW5mklYm6kMM848+euOayuSsFAORFRsIww8wkMMMMMAEQAwwQwAkgIJNNNNBBxxxzzzzzzzzzz3z/zzzyyyuKF5Nd0+7nhfhf892/88888895leewDTDF9AUoA9tBBxxxhBFM8gCW++CS8M80s69888889s55IU8g0s0kIAAAAAQwww08MMMMMAMMMIAEMMMMMNNNNNPPLDLDPDPvff/zzxxBNNPb5jClL9xPLHPf/AP7QU8zsj4fkf4MwELjmwwzvvjHE7K5MmTuhffTbSQQQVffbWZfSsQRswQQff/8A/wB999888888888888888888888889999999999999999/CCeqC9ZAY3CJHO+8889ee888999VbC88DDDBN4A+qC99JBBBBBN986CG++CCW+4gAhl998888889+52Hgc8Qk4wAAAgQww088sMMAAAIMINNNN9/8A/wDvf/8A+++//wDvvvvvvvvjvrgognvqFTz3TkeYijjjigvusjj8zdlZE/ag0bfffffffYglOxqF6I1vqggggjjihigsgQRljfYMIjz28ssgsssss88888/+8ffffffffPPLLDCAAAAAEIAQQcYQTQUc/hortnw/Fu7HPPPPPPcVvfefUX8gnPKwwwQfQAHKglffbTTT/vPOIhvvqgnvuggAAQZedffPPPPPHN43ABKErGrzTQQ04wQdcefefedIxTDEeMYQQQRUc8/ffesccQQEcMMONDCTFeALnP8A+l4aVHe6777rIZ764tJ5l6tH64EFHH333EEA7yP6SXrU8vP0001/uc88sU3j7rEFLMP6oIa4444444r47644oII4IMMMMMMc8sEWzzzzzzzzzzzwwkEH3+/YcPscA3/jTzzzzzzkHrE3EX/4ATzy8MMF30ADz4IHH333/wC688CCW+uCW++CAAEN9999dx998884j4nDv3w299999999999999999m999999999999999999h999999999999999999LT91t19888888888888889pP3pQ+8tNBBBBBNe6hfgeRb9888899888888999omKBdyd9999999999999999tJNNNNNNNd999999998qWOMMMe++OO/f/ADzz/wBGiNc7yLP13zzzz32l7z0ENf6wBTz7/s932kEBT6oAAHPLKILyoIb76oL77oAR33333332lHXX32yqgcOA7Nzzzzzzzzzzzzzzzzz3n3zzzzzzzzzzzzzzzz0n3zzzzzzzzzzzzzzzzy4MMXn3zzzzzzzzzzzzzzzzhMjUwIDD332133iIJ3tSPYHzzzzzzzzzzzzzzzzmrT3k7zzzzzzzzzzzzzzzzz33zzzzzzzzzzzzzzzzz1X3z333zzzzzzzzzzzkXimc0Wl/zzz332V330kMNf6gBDT7/wD/AHfSQQfPPLggggghjvIglvvohnviABffffffQQQQw07+YAqenPfQ/PPPPPPPPPPPPPPPPPAPPPPPPPPPPPPPPPPPPaffPPPPPPPPPPPPPPPPFrz2fVffPPPPPPPPPPPPPPPDdC0frjDCAAAADDvoR+GzvffPPPPPPPPPPPPPPKTEMQfvPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPffPPPPPPPPPPPPPPfeFkave2jvfedcTffffaww0/qAAPvv/AP8A99hBB8888uuOO+++oCCe+qCG88AAV99999pBBBDCG++yEPo995D988888888888888888t988888888888888888h988888888888888888E3/lpV9888888888888888s5I3NCSww088888yDF6UnSd9888888888888888p+oBUS8888888888888888888888888888888888888988888888888888899LexiXXN51tBAU88999vDDf+8AQ2+/8A/wD/ANJBBV888++++++68CC++yCW88IBB99999tBBBDCC2+Cw0d995j999999999999999989J988888888888888888I8888888888888888884PArtV98888888888888884HUrV+MMAAAAAAEMe5CobuV8888888888888888t81/5O8888888888888888888888888888888888889998888888888888895fv1yOuVf+CCCU889997DDH+4AAW/wD/AP8A/wDaQQQdfONvvuoggvoglvigglPLAQcfffffffSQwgksrjkMMOLFHfffcfcfYUdeccccccTUcMMMMsvvussssssuovusssssssstjnjnjjgAXOMsAzcdfvusssssssssvOW9rX8sIAAAggAAAEIMoXXA3OvvvPPMMMMNPPOPMNRw84+OtvvvPPPPPPPPPPPPPNPPPPPPPPPPPPPPPffffffffffffffffPPPPaYo9QYA3/uggglPPPfbQwx3vIAAPvv/AP8A/wDQQQQUcAAAggghjvrgkvviggvfTQQQdfffffff7zgggssplhtOLOPPAELgtjgtzTSQQTffPvvvvvvrvvvPPPPf88888888888w04IAAAHPvvjn/wD/AOuMAAAAAgwAAAG+/pD+888IDDDDDDAAEIc++pB+Y3vNNNNNNMNNNNNbiMcsAVPxiOOOyyyyyiOMIAAQwA88888sNNNddd999hhBBBBBBxxx1199999+qzbHLH/yyiCCM889NBDDP/8AoAADPvv/AP8A99hBBBBBACCCCe+6y+6CW++uKC19tBBBBBx9999/+++++2WO5JVc0uGCCyuOS2Oz99NJBRy+++++88899BDDDDDDDDBBBBBAAAAAAACO+++//td9/wD/AP777576457/AP8AeYQwkPPPPv8A/wD/APzjDPPPPPgwVfjgAAEMMMMMIQQABHPvvggEPTywccfPjjjjjjjjjjggggAAAAQQQQQQQRTTTTTTjnrjjgggggggh11+DHthjjjvvvPMIQQT/wD/AOgAAE++/wD/AP8A99NpFJBBoEOO+++iCS+OOCS++KCQ99tBBBBBBRx/6yyiK5xhF7jx9oeWmO++uKSvNBx99tOCyW+89999/wAwwwwwQQQQAAAAAAAAgggkvvv/AP333333333333333333330oIIBDTz77/wC++888888wCCBB9/8AjjggggggggggvvvvvgggsPPbywwwUcccdfPPPvvvvrnrjnLPfbXffffffffPvvvvvrjjzz3938hN7w+EhjgkoAAATT//AP8AygAMc8++/wD/AP333333313zzzz7qIL4oLL6oILb44JDz30kEEEEEEEMN6UUEM/oJ4oN111Y7L774oPX00lHHD44oJDDX3//AP8A7ywQQQQAAAAAAggggggkv/8A3333333333333333333/AP8AwgggAAAENNPPPPPPPMMIAAgg1/ffffbvggggggjnvvvfeogggkNPPLTwwwwwwwQcfPPPPPvvvvvvvvvfffffffffPvvvvvvvu8irnI31MLC2aGMPPPDPf+wwwwAHPPPus4w//ffffffffPPPMIAgglPPAEvrigsvvgkNffSQQQQRTfcWXbjnvtBJNCgtp/YeTssogwwcdbSQQMvrjiAEdf8A/wD/AP8A3200QwAAIIIIIIIIIIHHX33333333/8A/wD/AP8A/wD/AP8A++uuCAAAAAAAAAwwwwgAAAAAACHL/wD/AH333332HX21X3333EEEIIILbzzzz0kEMMMMMPHHHHDzzz77777777/3333333zz7776IZ6ah+MShSLTwxc3U00EEMMMMYxzzzzoIMMMMMHnEFHHX3AAAAAAAL4BXzwpL76oLb74BH3333333nE2WJzzjCB1dcHSwgJY6kXE8sMMEEFHX0wgLL76wgEPP/8A/wD/AH333ywzwoIIIIIIIAEEHX3333//AP8A/wD/AP8A/wD/AP8AvvvvvjCAAAAAAAAAAAAAAAAAABDvv/8A/wB9999x9tJxhR991hBBBACCCS2++8889tBDDDDDDDBBBAAQ0w2+++++/wDfffffffPOMADMGG3+BPIux09vLJsz89/zz7zPPOLAAAggwwwwQQQQQQVQQAAAAAtvvgQdPPikvrggvvqAMffffcQXcWngQwwQR69w60/baQAJFmScfSQQQQQUcfTAgsvvLAQQ49//AP3333zzz444oIIIIIAEFEEHHP8A/wD/AP8A/wD/AP8A/wD/AL7777zzywwAAAAAAAAAAAAAAABz7/8A/wD/AP8A99BRxxBBBBBBBBBBBBACCe++++888sJBDDDDDDDDDBBAAA88+++++999999994AM5FnPc4EeyD5hDz//ALsGNjkssNPAMAAAAwwwxy3QQQQQQQQAABDDHvvvuqQUPPLikvvggvvjgAQQQTsrplYwwwxz366KNQ0/7yw0/KLoWdbSQQQQQQffLggsvPLSQww88/ffffPPPvvrjhihiAAQQQQQQd//AP8A/wD/AP8A/wD/AL77zzzzzzzzjCAAAAAAAAQjzzzz7/8A/wD/AP8A9hBBBBBBBBBBBBBBBBAAW++++++88sIBFBDDDDDDDDBBAA88++++++999999hB95PngcwCe/LVpFBBBx3vTuQsMIAAAEMOP/ADz/AP8A/wDfTfSQRTQDPPPPvvvvivfTENPAglvqgsvvvrnvspmjJ4whj/8A/wD3EoqU9DT/APyw0/8AtBaZH20kEEEEFHT44pLTz308sMMNHH33zz777777776gEEEEEEEMMMPPMNPPvf8A+88888888888888c8s8cs8888/8A/wD/AP7jDBBBBBBBBBBBBBBBBBBAy++++++++8sIBBBBDDDDDDDBFMc88++++++//wD+wz+52jJH+wx/+QfanrCQQQUfS9ystPPPPPvv/wD/AP8A/wD333300nX3zzzz7777LKL32wBDTwALb4oIJLLKI5qRluRzzzzzjgBSr4DSwlX30kEHy+eDorH00kEEEFHD744JDTz3088MMEFHHzz777777774EEEEEEEEMMMMMMMMMMPPPzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz7/AP8A84wwwwwQQQQQQQQQQQQQQQQQQHPvvvvvvvvvAAAQQQQwwwwwwVfPPPPvvvvvvughvsjOGI3/AOMF3kFT4LL76wwwAHU3E8sLLLPP/wD/AP8A/wD/APffffPPHfPPvPPMIggggvffcAFPLggsvvjjjvuoCZ/XvvMIAMAAAPIl6kvCAPPLAANPLG2XJitPfTQQQQUfvrggkMPPfbywwwQQcNPvvvvvvvqAQQQQQQQQwwwwwwwwww4wwPONPPPPPPPPPPPPPPP/AP8A/rDDDDDDDDDBBBBBBBBBBBBBBFBNc8+++++++++oAABBBBDDDDDXt988888++iCCEc8gMnbDV95BV9AC+6CG+++++qCCxNR9vPLPDDjT/wD/AP8A99988888888+++iCGOOO399oAc8+KCCCyyCAEdxPgyjCCCCCAAA0+jX/AAtvAANPLCglPPED4eLgsvvDSQQFPvvriggMNff/AO8MMEEHDL777777wEEWkEEEEEMMMMMMMMMMMMPGFXnT3zzzzz3/AN99/r3rDDDDDDDDDDDDBBBBBBBBBBBBBBBM888++++++++8AABBBBDDDDDT9998884wAAAM8wFbn5BF99hG++CG+8AQ2+++++uCCSsJx999tJBDDT3/AMccIEPfPPPPPPoggvvvuw0ffAMNPPDggABPOYT+GowQRzzjnvvvvuwUfTgvvggvvigkvvvCJGzcDgsvvPLBHvvvvriggEMff/zwwQQUMvvvsvvPCXfeYQQQQQwwwwwwwwwwwwwQQwQQQc84w/8A/uMMMM8MMMMMMMMMMMEEEEEEEEEEEEEEHX3zzzz7777777wAAEEEEMMMMMNf33HAAAARzzsM/kXgIJ76oJb6oI7yAEBDLb777764oLY0HHH200kEMMEEEEEH3zzzzzzyAAD77ME81HygABDDDzznGEdMRo/3333/AP7+++6yBRBdtBT+uC2//LDH/wDvjsiNydDgstvvvvvvvvvrggAMPf8A/wDLBBBBAACCW+8A888995FBBBBDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDBBBBBBBBBNNN999888++++++++gABBBBDDDDDDzjDDBDD/AP8AuMd2EbqIJ76oIb7oILz0EEEEAILLLzzw44ra4lHHH3200EEEEEEEFHX2hDSAADjEF33H21GQwwwwkEEV/vMQt33HHXnOMMNIIMMEEFX3kHf+kFH/APBBV/8A/wA9KxC9nQ4ILb777777764oIADH3/8AvNBBBBAAS++88888tNdpBNNJBDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDBBDBBBBBBBBN999998888++++++62gABBBBDDDDDDDDDDf/8A/wCME3kA7qIATzygDzzAR32kNcEEEAAABTzzz64L644IE3332121332kEHHEEEkX3yAx3WnHX321HX3333vMczK90EEEEEEEEEM88/03+sNH00H20FHX0kFFH3300PYjGdHU4JLLb77777764oABDX//AP8AzQQQQQvvvvvvPPPffffTSQQQwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwQQQQQQQQQQQQRfffPPPPPvvvvuggggAQQQQQwwwwwww/wD/APxBB84Ce8ABBd84gM84BB99jDDDNBBBAAQ8888AKCS+uKBRxxxhBBF99tNBBd5xx9IB794RABBJ9tNJHPPPdkGdhBBBBBBBBBFN9999/wDvig/fQQfaQUffTQQQfffbQU7kNT8fDAggstvvvvvvrggAMNf/AP8A/wD7SQUvvvvvvPPPPffffcQQwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwQQQQQQQQQQXffffffPPPPPvvvvsgggAAQQQQQQQQQRfffcYADPugvOQQQXffYQffYQV/6wx/4/ffTQAAFPPPPHDAggvvgAQTTdLCcdfffee6/okAk/n/ALAgoWVHnMHPPUww6M000013120333n3HEHPb44Lb89HX20FX30kEHP3320lHYpC0vW0wAIILLb777764AABHX//AP8A/wCkALbrL7777zzz3332kMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMEEEEEUU2l33333333zzzzzz77776IIIIAEEEEEEEEX333zAAJ76IB33kMMd/+MMf2kMfsMMMf9//AN99IAAQg80888uCCW+88wwAAUlHdJQ4YBhtN08D0ES6zXvu806EBXI0+PpV59B1915xxBRBBBBJC2++OCWuCR3/AAw1/wD+sMPPf/8A/LB1uCwNL19MAACCyy++++uOoAAx9/8A/wD0EEIIILLb77zzz330EEMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMEEEEEEEE33333333333zzzz777764IIY4IAAEEE1zzzzzKIIb76EV33sMMf8A/rDD/wDw3/7wwXPOf/8AHH32wAABTzzzz76oIIAQ9fB6yzuMv9UVmGfZzhLJyjYE+P8A/wD12xRXbieDRSQQwQQRRffXfbTffbksMNrgktritjjgsv8A+sMJLb//AP8AwUdiktCU9/TAAAAggksvvogAAAPf/wDsEEEAIIbb7777zz32kEEEEMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMEEEEEEEEFH3nHHH3zzzzz77777776777444wxzzzz77qIIY57mEX/AP7DDDP/APwx/wD+MN/sc3zzz2sMsHH3ywgIJKLz7Lqx2qkGRB77+cOuP9kNV28EjR9QoSgUvufe/f8AiMWB+th/1qVIPfx511x5xxBAyMAEIyuKCyuay+uKCy+OCCS+/wD/AP8ADB1uCQwPTz99sMAAACCyCAAAAA9//DBBBBASC2+++++88pBBBBBBDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDBDDBBBBBBBBBBRBA0888++++++++++++++++++++uCCCe99hBF//wA4wxz/AP2sM33kL7yAzyADDCf/ANpBQ0++2OQ7c9Hic990FNWJaKDXb/npD/8AfTQUUSCwKJz897x324unPW1EPIHSasvoa3OqAw1ccNmMMdLCMjilvjgtvigtvvqggn//AP8A/JBx+OYQ/PTz988MMMACCAAAAAd7/vJBBBAAKCyq2+++8sBBBBBBDDHPfPDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDBBBBBBBFBBBBAAEc80++++++++++++++yyyCCCCOe+5BB1f8A/wD8sNP/AP6BHf8AaIDOAFOAHONCO8wccjOyN0cohWSceTKpmruJQgQTMJjviy/sslhg0B2pSN/+ilihl4vHESHutWY8cAKfw7xjAik8l7zMLCPaQ8TXeYxVeCgssihjnv8AnHEc4Q3+89vSwRLrO8E0UUF3X3HHgUEmPKzgw5Im0k0EX2c0t7+HS6YhiQ8XShTRrPOxrHX24EgAMMGHPLvPPPP/AP8A78uLENN8jsvvJ8cPMMONPPeecOtusjywwwx+887yQFOMMtshhiPOhinPKRccTebScRQ/7i8AhTVudcbYbdxlnp+uTbXA0ahw5ecLGjPSQR08kf8A88qkFoOMNJAHNnN/v/sH0Kf8b7iIio4BL8iYgFexEnkUUsIiLIbq4NfzbMZLbUEAhzyvb8TnAHXZorf0XmKYfvvm60CwFXyR20rLCrl3256tuwDtZt1hfO0fYX6+pvqaJrXh7chrCeeUsBI2RgGhkTYC4q42l074vxSQehjt0wfzBnkVq756YL97KCQhDlG2abzp4BX/ABGqT+d91tuC7CzqIQv7nz53sNUoQ4gKw6KfqdoNQU8ZJqlx1EORgK6G4NhxcRsLtRi4wT/9Yxn1LzT9hmHfzmGCCC52YBoMo/qdA28r5VKpGAF10d2TO6zn9MnQV8w0dxTeFTCUNoJd8MuCZC/fcyQrwgdqE1hPrRVxIQCvB9s9v9nMYP1RxhqVBG6SmxtWWBKswWIgF8v8c4tZK9Q0cEOOtK/+Sk19N7wsPE0VJAnDnqOymd3SFdRSqxJMEUo3X3bO/MYoZc0f7rfTQdJzMCKEAbYwQ89esMkmLeRzCJePigty6Xu4zmlWj0wGyP8ARFoPny2/5v7+zz7WzzzxywFu/kmghgDvrxhk1R14oSxeffMCEkIjBVQbYRXSsF6sdG4Xr9cccSTcZrwmaUcUTUYWfbUuXaZg+hc/aJoPgKT0EoisF06E9/4AHInMNNKNTELgx0z03im2/kp/soHOMlPEnthm1ocXdPKGmwpcOlRpxLOEE+HNxqp0kKSzNXELUqu48PsaynHXIJBADPHOUZLFWq1REKwDNtH8NFHhtHvCKgROlvscupKQplul8xeb87yQdMM175wx+y55ep944ww07vkJPrjiwBALVd1x7L6EDJR4aBda4yFCFONEsMNfbWmyiz4kJ5xaFPCsv3nmljngySousiYkyHTfoiLWxn8tsfZYSUvhhFWaPQcq/wC8ghCirL6ml47cEH7ognWmSAMpqGzZa7uP2F26gSwBq3+q0mOk1MYIIJtMWL5JCZpaY8epbH2PaBO20SkwwBQyBTRjAwwgQAhPRcuEMFG4m98tses20oJT0TeKxZAqMOdPMd/sNf8A/wAdYFOb0c40aUw4DSwSww1yrjggOujvjhCBHgneSpDXsLNQ0OFpi/6TOILDjlLeIo3Xu8mZRNgfWW3Qfhvqvjz1WttbKOxvdg6JlWYcwZBjVTQApm06/FNJGV88OXwxQq1eOiOT5cVL1M6pzpq9wx+rpQCPDGjs5wIOthjscewtutqr1nEG7rWQo4khpu/zwfcVsNSxiCzeVOPAFNPGJLEBBAPMMMBiN+NUk/Nz8405bSRHnnHZY4ebOgwQTQXz/wBPf/X08Q/u9nHMf/kkM908cu8ucIYrOufoIaqbzriKjnNSm4QhqiFVib5POziBCCcEEAf9nZIgeaAnEphygZbYu4M/vGYAGFE11Bngeaefft5W+23HJLgNZPHSu8IHriX8YJXfF7pUY5LAspBeJK+ZNyYPgAX2nGCQ767sjRVOKvg1nFFW0upNMp0hV2FPaorOs2U0F2aj3lO46qEhXixzjR7JzAwxAzyP7pzd7iYpZvcUW0kRz76YLJLB44NWkUlFH/sc7KCVEmAlb2FP+t+/dPNtbte9W9+V8+c7ZorgQgaFcrSdvyuY6n0mn5MvM1gxAAxG1132WJzknkEepK65arwnGMfO1BYgTk0EHms9/abI4S3QUEW+8Khtu8CiJ5B5pxtNS/pXbk1nwbo2xZCKj0Nk4qLA07Icf+3zAwJ751nlW8BDEUW9dPWGV28qfkEv7ar+0kAw239P5BGkY5niCQjDyRDwwzBmDCdDlXD5TNCurJzzABGiwIAICzko901zwwgADCyZgYCimbK6Xv6td+PYjS9oL4b8PvPdf/tvfsPDTx5EET/+cO7UJcklTyoc80VTzzZ5NW33RlXNv9JaoL4IpYaF31F0gb5rRgFXXhyufnQQScZsU1+bQzBF68zyO12GtWdC+e8FCvPektEEXM9v8HrX8dG6M6Ln2tt+UxGZ8/8AD3lqDN0RNrzLTHBRFROSv8M6SYtJ9oR1Zba25ZBvMQwsEgwPEA08MkQnpOfxBv4JQ2ikAk8IoE8Cua21xw8iaygMN/jDIBIAYNZzMosx4y+UgwAAPSOsYGCiGqiCjRBDDCQf7yGPcc5WutfBRE8qarVRA8MwwFRBJEZXK6S6kZhcmeWxDcA2mGaTj18ERy8Ab4ySKSGZ1g4U4xX7iTB97RfLeTdGs9mncCkIp+BDI661OZizUaKkrgSeQhsgn7jHOgp9VY/ggoTPXdgj5gE6u/DT5VifwYx05v5lVZP+iPh7YM8QgMKT841JBh9Mm1A5D0T70Mso49N5xHDnzuGrV9OeSuUsA50psmnmy4p/SSzMbLnvLtB0YZwIAH7lRlEsIAIPrPHXLWBxOmwcGbtUI88Cen5QYAkEM87ldcBueeu4vHhYsctLuaWyAY4psn1tQ5GMU01ZFdFrNFPtDLDBhjs+lghCyRd4oam2FzoyiDfa7IzL6f3uR7H+sphu+0Eso9ywz9ZdV9PtZ6FYw0DYwNzz/TvWilZHQfdQFm5+W8U99y2txt0Moc4kcRhxZ9o2ojjsPzYsjudIwBNZZF5B3acO2QVKu24AQgETJVi/uvQrWwiWGrnf3fjGGjbrHHjrHHJl14wE5/B2um10eSi5s4mVeN8c1115w8cc08cEAU6418w4vHB5pXjXq05EJDP2AnS0+nqJE+f99XDO77N6N0se357NzjG4w0QU9JwKgJhK9YHccwp9if36C5oWyZ5w7+7PTMS52K6UACgn7J82AtZHp37KW48Qm3u9jdWOoy/MVtKqGZxk9lE4kwIMw08kNBfbIrgqnfsAnH6AwdtNd9dxzMg++sB+w8EQEg/LOJ4SmECs5/eHgQMcs1/PHLPM0fyuS9B2WwsCylm5Ll5ILf4fk4m5HN5AoETutEkMU8E8crgRD/8ABTR3fSfXXwFXQ49/4whQEOEslaCo/X3klVB3y6kwySR95KVEvzqeUEC6lWhWTtqciiYaurYsDrK5RXQnNwIKZYxNDy8gojVaP+P5Dkcca6SrsumDLKqcLSehJDT5D/8A8FGDSbobhDCQw7rIABhj3oFimmDA1xGrN/7t3VVkXXGGgTaKBnL8sdvTBoFn4m2MMSqOgaoY576rIwxQPQzfEER+rZZLbqYYbUa8P3Jgnp/2wTwtbCLejG+cX2n3WSgCPgv93dd+9v8AlNZXLXfKCAUsdY1nAhUtUz1cGPtYCpS8fpTWLbwGVMNzevd7qMeAO5RVoiJtzyqLa/qJnt8qP4dkkOyCUaMkxKcwRgDImGZeF9pzH+CsScjXe+kHQ237S0vxwCiDjDg3KqkMgIG+qCiOyBnZg5U6f9KPVYAGqmQlpzTNpcsGPg96WZY7DjvLXXkKDqxbDr40OeuOC++A0p8839pUPieumqCCQyK4nfSd9Ni1dZ5J3T7fLLgNfZZlxRcMQ6gDJ0ggnPDX7rTmHaGOoZ88X7KFxWACN9gaMw3NvIxBIQQi1fYmjzIBw1MWlx9nTx6DnacpaXzZLysviFfknYwOgLHe8k5o5N9Hh+tTlB6+D1pOSSCgL360eIKcd8LD74/4wEAEsjDtm2+60sSS+++mKzFoMnz9gtNF5CDcYS2893VJVocEzG9Tm920PYCyyGenLq/tks29S2+eayMAcJxef9p8WOSe6SSwAvywuoTZGKSzhFQBjQ6UQyCFDX7TRF05ZPQXjHPjTjxBMH7ss4RJhBxPJ52ESD5q+KCC+nmCTUiyWrOcIIl+bVGLKWt7u3n9rSKXVEUw2GllOkPLXYuOvxo9ztN155himPcCXm0AwrEC+BJwPvxiE1eKm9DvPEUZjP8A/Hl6CGnEi3gg017fw28olimolr7mggJWFZg9wgrCCOIdbTQDE5RdM60oMoMpivhlLW0wDBBykwhvvsvIAFOfElSQWE+lrvjvHKiTc1+YWzNHqx6C0+HGckbA3Cu659z6sVb9K+xy/wDNnmAClcQWMMITkMbF3Ww7YZ2mb3iatEGHNKQ2lbbVs7YQ1zCWF1FmuoohNimRantKNN6dUDNw+gyxEClxzzwI/wBqVW81H3QA1UoqW6UUbj76LOkgbDu3YJjZXAYzz3pWjRjZ2XLDzr/PL3T7/rDarg6GJDKAWDXvkuMOKuJ5kcjbC1U1zySQhC/KiIgNUwXKB8O7AS+qw2KIYxQWzFBYMqKCm+c8+zXmVxXpCyYDT0QRgtvwz5f+MiqWXzWfjXHzrvfTJ9QMkc6c8gMMXD2nZbBgVq9uiW3E8cA8gyKKGOOOkgNyeh9cQYTjvqua3FFsBBJlIA+Mq8geycY5AHNFqdJN2HcSVA1ZL+pVwyfqumgUrnve4cKOlUWhD5T7jdrPUNTGRW/izbXtxJ7/ADwwy9/wOA7Dlym8oo/5544zyw+jglk4cyD3AQUotjZ1n66MBQcvyjBoNnDIHvqvgsFYOiwRDwLvpjrnuttk7qyQYautMSy7LTUdlVGd6gNEEhz7vuz6cFBGdCEOcAz9aPJvpj4Wbud0tJmnyUm4COBEeApljjkMlv8ArPFtQAzRz7brJxBCBXG2+XXyBRhJH8HyxAP/AH2YmVDEpnseOcBwunBuQMw66+g1nfTLXCzy/fLYzu55Psn4pxhoFVEzPLP5BBB9rDDDfj4jTY++TiF4c/7/AC0/+0tumrk/U9K4ATUyhlTam0+YJFXvfPSRdgEDEPivvuFCLm+WEvtlrutghgjhsa1wSVqicMs6LcPROO7K60XBPok53rs1YCRNQYH32Q+4cYEniz5VURZxFUsk1FKvhFIIKHBumnJvIxst8REANLICisoIzTdIIY04WM49n0NIgFm88TyMIuIznzkqwuKheddBFmNADCMGCC/3/wB6b4hQqJqTTTLuXfBQBRbn1nug/vEEU/8AfnjDz/hnj43jN6NaU3fXjXzHb+GCKX1mUHoh1/KcBRETLUUmFEX2HNlpiEGS+uC+Q0sq/rZA32SqmK0KeaW2r1lET3fkK39QgUDU7Fb/AAPGIig7/wAJZXyhRXGQ91UuFqxLN/MGEF1wgQV4/Apv9Z7hjxgBLbXksdswQZjqtsPeuvLQUjxirgXutQ/cgS58NKiAo8ZieTLTeq8DDB6Ah7r6wl9zwzixSCQeu+8S3VYVh0c41DCMqsCkoqrPcbqCAFVBH/0EE+9PPA+txdNPbP15vNPMd+sfIJY6UUqD+zhXpuSXOhW241XF6Vpe8emI4Ib7pLSxDwj8cxKdr7oYLbLbaLN+Hww//wD8iLno4qDeoVDSUQkeqOnDuXHogwcE48Z4+kQQu7NIIEAhhuGlmvPqyqoeOkMfMbnPykjzowvGxxpdYYLrKRu8O260oW/xBSmbp2ad0sW0Ja7S+NKUZ29AAH4sm+q3howgg1kVyXtp8TbyIvwPU7nc3QalgXpM7u3JEogAMI15kRFrpuPDlXP17MuDefL/AAXaW7872n2VHFB9MGUijSU8VVf6PxVt3uOM+3vvktviqPLBGKw/P1gtsmikovsvAnRREO6/9Cyz3MG3TKV/xu1QdLPh4+1y9IAi4tvtYRwrE2bJFAICIJHcHuI+h6Nb5utDN6/+73/JBNeiSTkpZXSsP5+Y0GfhsNpYeHRxPFVGBnEFFkdb3OwOLXdOC5i/KOBtXyakIANMjMJmxMC1xfZOl8cuMo1rUxK+0SrGXTHBDPPPOJGNm06HF67yYQ/PBLswywfUcMx25Bz6F8vFAKJghTa6QTR4I9SMtbqox/rigglqoENOJIwaf8gnhklgivpsHtcRNh/9wHb00OO5zjUrBnq6XLH1z6933H45WrLCMDFYU8BMEjCBI+EQpPN7AQUqSnt/JHQ9hABXG8pwdfcRHN1bnKZY6405vkBZL7nBoA6c69IOluLxSYNNtZWQRUz4DCKEA5qnjA8CQRImDQ8uiba8Xzevix4hB4MjyrIkeymPINKAFHL785hsLpzw0UlAGai1ecYCd3pAEEjbA6iVDNjGlrH7aPRgCXaw7Lw01/ugjlnuilPEBrwQZ/FokhurjurhOjQQdtj90NLyIEF5NDXsAusx9CM1384+9Kk8+xIL5zcnqdJEABEYLj5vHFO60ErMdfSJU0bN9tMOl+/MFvUQpME5XK4/lya0/wCM5mbys4E3RoqyevsrHvqQ7N3EHHsW0hTg7ZHPsdMBlUHENtbpnnwFM+OFzhmkjdcEfAQ9WpT6ggAQ46xBNg7IvgYOgchYwlU4Gk31oRIOq/6Fa6qaGAjbvrc8xlQhJRfkuML+Ou+wCMPbL4BSwBeN/GdMIIJ7qbzoYApEk/aK6/xT5VTzrtQXDxcvOtzgDveteglpJVe9PMjbe2CligvK6WUHvWjDxsRsYzBhUk/0ZP1utdk87yfOdAJ5qt1eph3lKGNzN8c99j135E5CQMafn/aBLIay55b00wh2Nc/PPMvjd3kFzoOC25/QCgvLzZpkRssEGeBsikj/AO0U0060AgZhY6exfQj3z64AScAch2G2X/0FE0HiPVsM23/fX0t8Ylnyt+fqxnzfACSyyguPT4OSNDDGdDLM8c9lCxpvNmCW+ae4I2/kYLzCbQdaeGhtoQQpDdgyBGK8ff1rm8xJDg4BDjhJcEZse/dhqPD+6r0ajrjrI3AnsPLIdMkUygxMx+Jpl9j6r+KiJ8fInlXc0pXjqicOjm5Ki6aXR1GmFQVC8hE/gN5wxqBA+FMyoaCTRftiPcP7j0TrP8Guc54QgIGIcn5UMABKVTT3meMtYkkgfajo88C32JvArBakqFCDjIxwArre9udQVtp/MZoxZJgNDoE2bAXd1hfAV3zyhYgeVeqCKC28MGH0yD6I2V+5wylTC6ooAk4TUzAPwP8Ar1iMv2kpIAcbZHYW6aLNlb2rApoFKZdrFXJJCbPORyDvlO6xDSuJGUzJRVaE+WTPA0/pGLXvg+sDCEnnCugt6P6RnA/r5zlGvO1hnTYK4meadq86LbVypx2x1i+PXwGgaP5eMELAok1KpxFX6EJkibdIdbRFQ0Dh5CCt7YgNrNHzLauTtthosKG7yuaMI9eTa6RRbV51KeIt3EHStE8ZcN2yyW7s2FeMKBGuBAgkxukGZ+4XL+bjvqu+MPCO8d0GLbX3KoVlDNPIIgdY6R8ghRum743ulP0E6P3JOUenuXLzpOsrNBT3k8VGH44OmWnJrjzHZrsNVfXSirpIiaZEnDnIULRYRrySTKAmS2Chf1j4OzFaUmUr4RR6lOwkv/lkuhuD15vlbTN+klFC9vxkqq2btWFljte7+3w9mzWXxGqGczwKbeh+oBjwghAxuT5E3I8wngutxl1pO/cLIfgtxjj3EWbIpEpM5Z2yXHJPMLk/q72mFM3sE2LuSuHh3vj7pR3pF7kQlp92ssMbB9GOJ8iiwDcvn60aooo5AeYXxUVY7Jqj+uR2f2r0EcYsKHb3iMkMS6C9UaD2Fc8FXRNHwvwmidUMLrGPwAaC6eKyUFlNhjS5AJ3MMPl38PAZvMihwxllmqM35glo4pJVIinBlBioE2EVqWt/hSSPirDKU57YI4SoGfoKeFrSvoNNwyZsqWuX6DuEkgrSDePxiiRI9daf/wATehQ+Q4hU8bltO0nAwgxPtY5REmUHXWLT5MdygAEixqQ4n4aLrCi2tFt/HlbJO5K+ogVo6M881PzyZ240nYAwDI6mETkRJ08T+3IYu5BzvPA/vJ/AAqrKTChxWRw+HLvnvsYGWM7I3eCEF9C8FiPgV+zr4PqZ7vvSQ/MUR2wS7LYJJqIItd6/O/8AVGaS63N0hTZT1IGmdSWl1SMsY6+iLKGZ48o/IGMAEBhDtW6sP2mJEFz76kCAXtnWI6h+phxEXMjO18L53x7+cMGNC7j1EwsLfTdOTUKfbGd922fcXvsCpPJ2/wA4tawIjvgQRRBtcA1DfgdT8nxW7x7KKqDpXWnqpIiBuTTETsUGhr533ystkdxG218/Bma+dUIzDDP8hNBAgQl2Ct5/jo3lRHupAVcv9rTYrYE3FZ/EA5qatXa3yAOGuvuLAvqt88/w0wym0FrmxgSipb/dkxRnGmLioPqHU4L6yDiaBFSLCJnaR31xdoV5gwZ75LsqtEacI64XeJuXQdI3bM4I/hyNqRqgdrT2nvG2i3KzCZg9CFJSZKCX+lTwhPkpGMf29grZbjh/vSVXWNe8I0uymzgp2077L5zmj8EgaOUwLOZBh/RgXmZ2JZx5tDOw7wx2hYdMFaExqLH6FzDAdW1O/pQh6BEsDWLuMZ9xW4DDiYpIwAXP3pixSUleEPNHjnlvomlyxw33/wB+s7LC+6nq4fz9OhqGFhOYNYenL6E/k/pYqO19cyx/J1TMWlctNqNk7CskJbc79AVSxv8Auco/3nPbuMhWSzRyfGwydLAXhk+fZOUyx4B7y88nPXr8LNV3n23TI/mCOqZRbfjbjOOSs0SANEh2eTHzfKHDf/6vTczXluk7iFfQQv6RuOBi9R4I7fHDPDv2zVSWbgSm0gzXv2T85wPPZBxwNOTGJwJA0hxyw0abbkyHxV/1hdlYJKsgIK+SGOmOWaGfnLjbvpNktAUQQReF0hpt6KpLM20lAIRaEqDo/natrlcIr9tXXJnbtaAinC06ie682nOcWvwbY5lS+3KGPmUZk7YZtbIrDkGG4jD5T7NDuWn3FrDnTuLWLNmyeGxoo1ur5zjlXj+fHyKILvUhGhUxCyeqVelpDz/vSc4hSFPC9BhPnBHc6/1Yf32UySHfTPzi7BMd0ZuAWNq7Wzgj2TEeZexCuSjh+fKw8AoA1MXX5z2OmgsxxxtOQ0YkY2ye2OqGOHvzLn5p95yR5B8mwOgCVRF5aw/WecFlMuW1JHXNeNzNZMZB3J5HjVc/rt5YL74WamWG8dSPkozDDZKGrk3KMfAm5aQ/3NTzt8MXhR2q0AoCh+U7/BdoJr7PZyClaoDxAR6Zm+4/cvBIK7sCD4wimI/16O+KJHpfVDABJQW9CySL6Uj7erlymz9bzxPwq+aLz3D6PKKtUeeUAM0ctVwvspS3T6zDMmBGi+TqYewTD8sfXdNtDkPHkn9l7FtYoya+EC6WGzXbvTZF5hWJNJAxplP/AI+Z/fjrsyaQ0RJp3cM494Yj7UAuAtIVPD5GM97rhzetfLqku+XGuNskcck2jJv8eeP4OT5hLC7RAEnGQZJ2aBssrtG+B9PdRp+BtqO8NSuiQZWry0lGP4QMC2gMdPqPMINOfmlpkhQatbQ3iy8XGE8mpGakHrcORe99Q0cRD0kpi420wh0Cn6YSToUMR0Aum+P/AM5f/Z9IQDm6/L8vfBfuPj/pToaYkGyzcKW3DgCpoJZDz7oLLf8AfftR19MfClqPbW9cvlfGDoCfJSNC2mXXhiFU0XAyh+RdTNudbAUBdgbxdzn4K2GhbfLhDu5fVcWlzlAseiQV/AUfW+oed5BL8SjO3be34abUsvH8xvHx8MVzoTv+eF9GXIomh1fvRrChOIMbGN/2qiGurGuJJfm+zLY4d7xffOzbwKER2NkvB2Uhi8wD3DXdzymG8elw1jUAO1g2Vqu4obdWaj/RKv8ASPo7IKKluFt+yA8jy5mrVLLjACnmvrFKqghn2ww4RRfRfS6nqYx0sOOjt5xpq1/P8lnjP+GZwo7cCiKcXBoOJsb4nP8Ar8cot4iLaqOI9cm3yq6oSm404WS8P8mct6Y739WsRIDMRhB1Pcb3gicLPXjjHP8AZBNqROGd40bbNN2ikbZCVcwrWIwK3rq+mWK23cBG2QkP8yf3414BSxzWVvUvzLlNoEnNmc1dDLD9EOiX2ILfNrspqADR+u4+RnUeL/XYahHKGNINf60qDZMFG0Tpn1AAYq4kSWaWGG+2aGTzf9VtRJ1/csn7O6ankMijbusEAwCm6WcNz1Y0C+eS9kze7FTuX+ih2EW6Bsus/WS4hjgjie52r2UpsjAbV/f0lbMyK8e0BMUwGpQviJmc7aNGWqPTNi3fwUHgdVfS3KrUy5Bmhn5I595OuskG6mOOWyOuTttiCEISDQkICMzPuWr4ghwK+/ahp2UekMQBxzWFImmCOt+bxvlCVi/xZ6xRTshQl2ggW6gysiDHrWrQbU4i402MCNQvB6q+0MP2KGuiiDDDHRtqLy+7mOSvfrG31F+Plx96nQAyqu8sUktkSFJmFihi2pwfn1Kssv6hwsnHQqCtxHhrt1ixXyvXL0g4lpTLw98xb7bgtoQAT4+F94VtdTvmRRkx5zgiwyRoFJL+vluzqwgWB/oL1RjHic8CCq6CeCyyv9AzYes397CV+CP1IGDvmkYFaNKyOt/iakqxVjy2s+G+YT6NLdBr/wD5uFTv85JIvmDm0dpyF/nS0J428WLS9vOZ5R6a3hz00nQEvqlGotk8w1YQHSWEKpMNP/wFu389ygTUBIZWnmNrkmrijMGrhSWFcxhzMW3lo4BTiEFGV/pngYIkGsKH9Px788gSJ4LYw2xTR66wyIMEG9THtP1hkrCMCrAz5PkBXcdMWQ9FUPMhLx9UuSzhF5bwwxHINjust14/pkaZGhBKYnfoe4ar/V8V0AuyeQrrREZA+TKEqdXw7oinMKfvOKPidkgQK8XN2lbnSInmy/Ta7mZUNnSWbJ2xj9vRMta6wYdJ5VXdSsnPBCk6x7cajlrgBfag6XRUV5O5XUHDEHNXGKGsunsj6tbYHYYYCbkRWEREK+XIIGkIEtgsuY7KlwMPNo23zIJ/WyN+ywyz2/01mgv9w6TrxLDO6X6Xe1wbf2OPyRfdipYS7PUpr4+avVWw2X+yw+uMNmunv4y2/wAM2LEwwIh4Tcjx+QdGwDNar8feF4jKY7Nh7H0Wuus/h12J5R5zBH+ZUpGCQiN6nV27JTAaZUrk2PqVx7O4DkRshgpY+BOTaTaJ1daRyjyhONdVLWhQ8BxDB1nldF97+xEIXYjC9CxQBoq75RtY7vc9Akti/AQWcj1bGojpYDfR7OsPFd5GDFNePNEfOR0dcf8A/PrjbHZ2J+bMqyt6jahD46seK151Js8QgKolw+y9AFdRh1px12SlCaCSSCy2Gyjy+v3r796sUuHQoMLsBqDlnaO36gn6S8rB2ZZj+4Fph5zFAU15BYY+ts8ciM6KggT9FLcuCCYU8ej08wovVxw5/wD5Pl4JcKUhYqG9kHxp+s2hgtnl6fL75LrswBF48day94x5Ai189roxWNeTprsslR/VvrmEG3twcBeBNg0uG2aS60Jo+vPhxDZc7w03DETotV8xw42/0l47HRCB+QyFMG4XfnzBzqXAzu0+5rLJxtF2RAVXQQWZp56clYpggpustpim7bsQ3/8AkAczaaUyjBe+GXGowvJSf9JMG6lsvlOYO/fc/fQwluPHrCSUjgjZQ55VgCH47sYJt0k200D7Vx6LulMX1xhOOH4O93Bg9nYkfQ8scpZrLeVYbCD5oriRYRyBfJ/vI/3t/wC5++g0ZpTCCawqwucaydr/AGbCeFaNLww1dXzpbqEQhtypoA7/AMO9DuHTDyK7cve9cicU0qEgkswtAaUTxxBgYHk58sfMed+PJPezBnrVWFEGkVPKZqW1rLoqrY4bOI/weM9uH9MGKPKxhBZbV2pM8ZWt/bUTmfQtqpV/sxO8UunBUcsHvzAhVT4LY9373nxli3cRcfBwZqyV21xWc6Io8Ebw7OpBg/bsxmgcWUMVnp66c0Q7KrsCXchQA6AV/jW239hW8zfvaH4XV/JaJDpZhgIonCHwTLBN9vCoFEsr9EaGKeZ9rI7BYP8AfdFZukQMajjnrTfxcUMc/wBCM1ynOmiten1HQ5kUq4MCw6w8Q+2isFycRTvqjMgSKdasqtqoiupg8DB+++/U3FhpaNnJAhEm3AovcjRIeOYFYVY+eaX/AP1VHPnhHn98/Kj4eIZ9LQlyHES6wRW7/wCtX0DWx+tRYqv9h/8ACu8k2tDw2IDlGpZ/RsrBc9YbZ92JrgKeGQWDwaHxsVOrF3/M3ADzrhfXx7LlMonODvqp1BR//wAvcKj5bforCYK0zEAFlslwzOPc6Awmq7dzBzMnnGpDAMM/84cE5eNs42Glp0XEEFujAI9O/VVzT0m/G007L7Z21RXkEEV66aa75Y2yctMuU+6/q3+RC7648y/PdoxuZPQ9/wBClDeIKHfz9/TsE1x3Skcg9/nLnMD+ao/QxNLKjvoHNYcwnuvjBsSM6oYkDw+ja6PNGM1I4EwIWFfNZ2t08O1yG8PZJQIJnuNVaW8bhM8lj+xEDtHDdC6y8KKS++VIFJNdJlj/AD6Jz/3qkVZSGx+BN7gVs1+2jnzuYjG6L9FNqQKTwx/efyITSiIAWreok+8VSDPNl73UfqCiDnGdf7kvslsUbTbpH8FoqtvnI5mvn/aW7G135VuJoZbZdm4yvwdYrBU82ATPdghh8VR4r9Hf9ztONFmRX2w70ERllJpu8dVs11gIxQ8tjhP8Tq0KB660TSv/AI8WOHQrt/Dh7z9AlXsWeqh1i9BmWhdd9VvI4zuPqiyiR7+PPNEUrI6o45JI6KQ20kHVnhZCt5/++OpQYr4EoIZCumtvTAGPDy7S9p5HEOlFG8PMcZQrcx1oGui9/YFV2/8AUoTXF5Rfldz97z1t9mlRnbdRpDFKnPae+aV3/Ek611gcCHVcEoKrle1mnH2Avh/9HocojAqvnlvD33S+2LnaCgcEGMo1PDO5+4wVUpiJqTD2P+e0e+HZW4jdi/oaR6gdYoFH2Sd+wTzWZvwo+eZAR+idQQySjwQ72TIoBCuDYUne9fkDF3xFV40umAmWCWt7zDHLoUo1PoM+bjTgMPWHHtmHPeUIDL5daCh2LaluMou55nkCCDGSgkyJAsgC8pB5q7zvv7D7pNBybD0GuYoUHNqQZ+b9IxzlJMyy2CIX3QwOiuO88O6kpLrT83+n/wCysg119LOF/c8ft0Q/168jcqssxmCIdKPJomi2Lj0UPnZHFA5hDwXISEp28JjCheN7NQ0+vtS8ZBhwXS917dCt2okj0es9q2JFzt9fT/2aQq2ZkAwGQCjUxGe3qofcNJ23l5ZTwtsgtgsrCcaP8o5629gygtirXZMb+ht4RoghgLala6Cl+ge5flrD/wCQHw386cLJiw5iqgb5BzEFHWa3u4GGpZyfqDI7Zcngkb/t+MIILx1Hfuq6KGp7jKJt6XlsO+ct4JIM+dTrmGRBpiftRJYpQv6IYLriD21DCCwk9WkroNAxsilQxDH8C1aWkGnyYBiGMFiHTj1e42vZLT72GfSDN/1tSl4ILaOhycvJ1HkuIG5rNejWWcGROKj3/qnkmRU5/byAoLPzw45ooZJR5uYNF0J6u8nyzTR2sZvacBcS65egnIe8oTr4BmwpTWCNZONl9GDHCXQlLibz/Pis9WaMWY6xM87CHPkxofSo5Cqxa8qYIRBdJELBzhQhay/XVMC21GeP1UqkzKkAiMDgHsNs4/XX4bEuJIZBBv8AMUlJtEJHZIC/cGIAVm+BNC00a7azpCTA9HTOGeO2+6zf7AcwLrXIG3+JGlSyyACNSMnTgn3P3K0byPNK9Mzz6QuDtgX8lzeeNI9Q3q+0E5I+q++ZNDXQ9JgO28Opv2hR/wDs0DKym1Q5dqfG74aXDQXDz9RCxBXJ88aVhOdTkmqFDmTaTp+yWphIjKz+us24S+Op24XGfW4wjghgvsD5JBbEpc1+qWt3ShIN6ysfFocG5UPm/bURraxPsTed8yhnrvlM/wCVnGV0Xt/5cBp3wCg7lvwgSAW85FUl3I7guvoDBSL4a+Nt88sA55TJ0LPDjHLYS6sipUvD57enao0t8V1rVSTfL4ymYY9mZSI5ZspSDH1iAy77bRR5U2RzzLKrLGv0ZydOOME6pbW6LUu81YvMplDqCUF6W9zqlPN1Oj68r1Wp6VeHYFM9k12Y5w5azvBNxYiPDG0l30Pv9Ote/fvz8X0WWf7MYFJHX3vzqP8A5Ki6cglx0imozqpDEaL3WCT5V66SEYLbkL1HKeVbKx+c8rHP/Y7CsYbpGKzPMpyUxLH6gEgoCK3pAPs6QdDt5K6mh3yhhIn2Skf4g+6tZhikO3TdLGCeBJ918HlQ6heAb8qhoo5A7Mq9J+kqljGfMIwELzLZtt//AKZUMPB8pcDheDhyOCgLJpq6apfexjOm861c0TqDRGb+UaG/iIBrtIBJDYhdbjguCvihjyabQ994xxx6lKVpu6rsi524XSLHBKmoPZ/qiooAlo1PsWBRTomx13jl64Utk/y5I5akEQgnYlsWDEzGUGRE2mzgd9bOXoRiQBZD/wAR8mCLt2VMOa2ioVlyGcczJKwKtdKYDdz0ZpBxzOTR9e97SDhtn0ra7yW481YRDqWKjoONP9HpamhKnRAZ/wDXBEMc1h/7FdA0cluP1zdiCrpF5aBqAc3P+T+PmOL1tLZ88g7fF6ejHPxpw4E2FpsBT8uPDmm+iJIv5p1TrXTjjj56RnzpD2u2K691V/GOOQEZf6qiP4HlD/vGIWBzc2ovyO8/vv5vDjDnKUcUixWiaE5dAPMmD4UEvsfr0Cyfsvn3A3gfWIneDD5IOOt5YB1K65/rtThFihk/sZ3tUiSEQw7iiiPLXg/+vz5XhzmBpYyFYC2zQsVvwHDzzj8jC8zgcXFgHH8Yyq27ztAIVqlOdXXsVhg2+ySSqS0FhXGVCU3ENHOvv8xWeC2uSewAIrFR72Y7AO/dd7vD42qzHg9TQCDPXY2ezx5wDfZc1PV/pR24U+JRXriKKdG57xv1FtaspZpoO+AAA80E66LPMb/WAhMOaemvY2gALrD8/oK4mBCWqeTmkm6jwzBZrHx2/o2ZmbdPpGGzG21bP5bQrS47oc+62+Ge+i2nvLhxmKGDdugsWpSydyO4Ekwmi0Q58HrAsI4JkshP1A/3KbzjXtAsIIxuoAnYu+ggSyjsJV9QPHLFCyMGxAXZMZmeQ6iayCQx4ee3+RZJOp3RBJwR0gmeECZB3YdnbAKdUaodnYMjFg573BLiWD9Bthm281F9FvJPzBbyGOILKyGc8M8YqC/7m6VU45f2KCxeNCGwFMKU2AcSjlEyib0roqwEDJ9ajftI6ZHoumWhkPc0E24k/HD/AIHPaAMsogjkLHLlj/714Owl90EGEzfGZgMTcXvHjGUPVN8qHU8i7+0eP5PAdct3y88RNn2TD8RR6JSTZkORLXp4rbvE96GqytUPiy88po+1xjt4Xb125UE59iHT5WvqnJahJh3XBKaq9x3OT38ppL4jr5P6a85Qf629UcZkvO/gTz67e9fkgqBMuWynvvjkMuhs42vWXfLL9si8WFMAR3d2s7I+0yKPsokkxE7ySX2wV0zxUI4o6VeqQNb8spqW338B2of04wrggkngMPkvq169sj0j3KNuDKFvz9GGRKwKqbiQC+BAzCVFK/5FzPC7R7g6z2yH6gq0zHaoz5eMtG8y9P79UHIY+hv8jTWMVZk4pntzxn+TLTJ7XuK2+FY8/CzdrKSBJb8bDLmzDaVV2bLf+DHY/WnsTd5REm19YTdtuMMLDGIMI7MrgHJCtYZqhjgogvjjg0TsdwGJ3s2jp95rfW8QXwN3GJJZGqrgxkeWwF4HNAw89E1e6DXToLnU34yLdPLZnV288xigilnoFKAvn4EYVoio6vFFL2IjSwS7Rn3T9C7q6K35MV2h9tl7gVRHbLhj43KNSJAtTYfW/kN6g6b9IX/IBefpggK151hFXnv9gHTz5jae+XwNBv7bwbf4da9Xk99YKA9JeaZdfafN4foXZFA/N/tAd4/b+y+7XV9vhP6lBHuf9Urv6nKuIJ1zkrjDKtvvo6yqwPRHxjDBWanU5t6AI3UcR2LNOvhqugcaPn6FJqzt0dmvkOC7dR1p65ZFfgObbuUQAUvvsntqBPEvk7ZSpBktYkp1NF9Yf6JRdJdfAX3gKal8pSwra3sSjneivegx08OTspcrlRmm0j2g8D90KDnThSOhqSk+vFWh9xd/kOGPxpCLabfUasbiE/yddNrZ5MPGwgHjR/8A30GVaXkt7U8yCnc0L/Pv3fOOOE9v+h8QofEok0BZ4Fi3Nc+Js81uIQDLK8/rO0twM4k0UzfmAtURhZNb3gfFihhMG2a85I3JHeJ/aujgXkW3hz0+9vN/B11HmBul776daILzihTzop+s8Qeq6JFvElYKXsjI1pwxbcBCedSY5Rmsxq8TBfbkIMgJYNsZWpdcPVll0aONl71RKMGGTV9ZKFYdpYO+7XGd9eizgJYNY8NTakZ0zyQHMUq6cwyVVJE133FZ8AF1WG8hNs4kKMoZikt12tVFWj8bKANyE/1B9fvJww3v/uPsmv6gQRz54d/jHL/MLwGWGIRmajs48KBDrNwsLDYq3Anpr/d5UsfuILWn4BWTn1buOOLcwKW0XX5DYFlm4JLw6USgL5fx9X0qrUSmHFJwoSKgdSUB0QxKrqEP/KnYcq+/0/MXHdqaoMMYnlCcIGfst2mvJ84rBbvinEMs5etRprQ9kxEUF77xAI6r2BlM1VPFKyMstssbjE1cJvJvlF08lIk0PqaI2+vM1ZuP3HGHf3xDTD44qGJZjFZYYEbpMUSh9k0SJfnS4XNd59c039zuY2ntHdMFEh6c7bi/+2KL22iFSa3IIvGlnxQN+9izcJAch5n494ah4hy03S5e30ohPILSs36xC5PfvQpqtadjNuMkIpZOiCShS6ff+vIDQi0k+6tx71cuaRWLsMN6I5YZrS0YMbHBpL/IRR3ck2byXKDjI/reP7wuQ99hDb6JI4HgEJLFnL0e/wBxjUDRl2VCctI9e43l5AkmcBpqdaO4/wDUSeZ8bMMEElotWorWJL+lhHmZxHZQMfg4Nx5Ilg8k67wmxbS2HY6a4cAkTTAnMIMg+n4Yhtn2FDl6SXSHdYh20A7qj6z8Atf5VIyWLjYA76TYQm7wlmoGOzAJh/1D1gh/qhRiXh0TM6r7F8b8/mVBODF67RDufM7/ANc8J94e/wDq2uDAEi9ACfiCiC37OdHZRAHzFw1RVKobvCZ6GKWveu+uKUUTfZuO8DGPrXPD5LxtFmaoPcs9iU87HZe0DSP938V2Iq33t71MoIyE2id8los1zCY/jBFMh1AQHZh7ol8ZvT/DiyGRRzpnN7JgCiD75FpCAtlkW5KktM9EzWZIpbMI8C7nDHRc65t4vd4AOiDwOcmMl5dmS3Oe+CxookaXziP/AMY+piOOlAFRM2UbJGpR1Gsis9ivI7dXLQE8l/lfqLe+0uRBxL9c6fljUPq1/wBpnf8Ad8ZXxGZpTY+dCSi2B/Q59miymnyiOusCFzyinphXjzcBut2oJWbPKI8cGTcJYyk+Dg/5L8qpZtIksBoqQG0i0wN3fc7nvhPCp3qfVwQRNc8Mv7Th05zE7uf7m/bHQhmkJpfnOrmf7oeC65B0BU7uUnX0NKS4B7OUxombBrtjO9kQY+lNIiqiC3u2+HNZ+CGH6TU6pfS7b2jhH72t6Ij9hPPYdwg23yAv4AoW+gtQmpduPRFCvQQ1dx/GO3+bP/33yzl97RqghPxsluSj2i2AeWtZdQQ4RFXQ1MSphZ/WushiESdlB2D8dVs1v8Igpqtm0trxFO+dg8ZJFd7Nr/D9dP67zBNJ4zfZ957t47/3VHvdaPpDfjTvunB5FTMybeFio0syW3shcEZOZUPi1xhKoMfkMIi7XuOHAXUAn8HfRTBt/spXIGL1PClaBj+y+Jc06yCT0ZhK8qdhT6cpCA5OZTzhnGnHvtZvRBIUY6PDeM5OMk3hnjcqj+kXUtRiqExt6Oj7WVPPx3A+A8dt01PLnfRFBUh+yLnSmXjP1RahZBNptrP+MRzzYlQ3iSn9rNUbzhV5ejpxG2vewKBpBnzxB1bxTjUGRBQYQTUBFvWhlgaW82Qrbl17+BXHVqH9sIDMM7Ue/EusFfZcsYK57z1/0jpkLCRxYcnmR+79LH4UkG2VrP8Agjk/1AsBTGQeXER3ith8Nfkutyx2dtbhwiCG5E6z8nDa+beavYxk6BQHigpjdB3fd5c6+KO6YMYtuQ/WDUZsFEp0ajJqRSm1PVot/iPYXoKmI/0ZvE1rLjikNYLlRWeQw101n1nH2rYsIpL5kgdQKIu5GO5+FOMTcJ82wb2/axVYSUeM91sX7wLdfoPOCWVKIaU/mcWHUtXKC7n40SXqYGVBblsQFdYgS7zSDPILFwqYVfbTcVI3SZuVr2KnjIA0s1eOYlZ0bQffWR0j1MtSgi44gY3urzlSjDOgaxZJjmgwqBKKvQf3p3nwWeShJMVn/oXhLHVTSsETV2zFkUoqpACGkailmhtHjqDnbGwlD7hJo8j0QgGPAjS4Vr8L+Io09ZYf/qy8w69UeVpLdo7vkOTTsFo3Ry8wI4KNAipTO0Z1W9+0QZeULkQiA3V+LhnGoGFLaAs7gPTnH28UlTJpB6MsWCKAP8VzhoaeglKyd8sRF5cBoCjQROhfgVmUViVkfjDHejfzfTfWXfzZlRIufcVagwyMN73treF3fPQ7U790c3Qh8Lx6JffKejx2bs437w4JLeSwWO0gn9cJd56MshdE9hNZyUkTVEEDc9z59A1jNgibY4xcUBEEvTD8O9/KXt1ZdRRwx16eWUdXdZ9wfrZwVyjwI1akq0Casg/O7u10/ZXNpJJAkjL2f0HUOAwqQNEj6sC1+d+bUyyBR6uh6Pc7PZLZb2qkjsnB1yxdtEASEKRiqNnZSqQmRgLf5I5rZses0zPs+PV/1nJ6Sc7aZYeHtun2gq9LEx3rwbtTW305DkVwe9ex2lGM+hFOkY687gpSQUXSwY+8hUc7hng0iAXKBLzS7hLXHYs4SztR2XeuYevwUn3P3O5H1USCdEkOLaRzH43dUTe7zwXaQdbSthnO5uMY5iZ4rajbXIFcGvLSnqozcYudvSmnB24INWGo/k7+G2QIKHPXS2nvEHOGe5z+hRnl4WAjyE7DtvM8dz9qpWpUTFkmlIXdRK9YfSdAKwO1SvzylbJ4drDUL+lbS/Z49l7UY8+jvryMhFvky34Xx5keFjczHJsc1grvbyxAI6Hu6UmITd25a8I+vZ8XS1IEZZZcBCoGI8osPJVEcbH8/URvkSuW97ubzQvw0v8A3fFC+YBOfo8PGWWG/fHnHm0E/qPD6ZwqkHXW4Tg3ma9c8wAnzKo+85mNDSY66g3vHXQC01W2VStNktZEUwdE8pPdtUaCyGxSmjTa6Ecw02pRKiZppqSp/wBh2QphpNd2+U4+Y079Hu2hpKInB87NK4mGJGdU4YBJWCzPHoaiTwSxSmLH4UK3tEIZJRFbJnhiSTCK7AAc8uBCBdvLXJDxQRUyLNV+OCbLJSvpasJHdNfCJHLHQNV99hC4PWYz9ASoHPqekO0dM1htccATahR/CWWV3dd9zc3mInBUwnVRhscqh9g2n33AD0eGCKsFTTAAW8sijtfKNmDLv77vXe/bnaNj8f2p5zDoQSaLGWTa22VnvFW19R5jD1p4K2r8R1x99NnN1o7B7P5VD9uh0iGiFu5DIDguq5YOYJ5yuW6e+zBiX1oWKGKLTdx+LV7aOqy0AirCEZXa0kAMYCQhDNC3vLpBxEctZe8KCiV9/dXrgC9hDbzyA7f+KFPJVNwSJkUaZr3YsajTOM2PZgy4qiiwvKa4sgzPOyWYklulNJdzHLJtbxfANdWq0HSXdhFlR1hse/vz5089ejqcy7fU8E0thOvavtB/eM2fDY/dqMXH/ZgT66dLArvpaf8A3VRwm9qstJScabRyQo45Pz8IFRGeVjogppYUigNSzC7MsQDRsvrKPHnQgww0X1UhgyqN1dURPaWfsroMow8mrv7yUEwe0I0jKqeRjSeQsd2pHFsLkkBmq8sAiFLlPaHLJm52SQ7hAAv4ihousABMusuxsYklPFrhmpBrgoiICIFnZoBNAacUPcYXecVbNltdsTHQObE53t/DBAuj7RxrP/JfjuN35riB9u5PjcbFWOAxnJjM5RS4bmdlQuug1EDiP+qq4mDYZvl2yIdSb8CbB2qJElvufAlhmsriqosW03l0NimgjupcQ3dKDWS4v13J/wDnJL4mgi5lor3Xm9+GwE0x4vdA0O6E1n722G2GG84/XYQqM/7CNOj6MpNwWk+141tjyODxzJNNuEHHTqF6IYJEMULrvsAACBmHBTYaLpfM11pbJr5DB5W10E331FgCOMC+VXaln5mIKiNu0TQI1cUogHHTfNtkuwZusUw6mE73XAIb5uvogDgyDRZaXOhhgspGXHN9mY20tn0SZNnErhQy60+KvTrY571HG55oYoKqlnm0jDrVfD69utOtO12EkgCR7/R37b9yiA5pWq3lTXuhCwRQdZGx9P7oosY/aPHEk+vrqTg2G4QYb7Rt8+Q91ybrbRok7RCQ4/3/APO1woHNTrfHHLHrzEgQwgwg5B0cQE8NPCmI2OOO+o37NFX5lZ9oMx3nC9lapPKmxUHgfFwaeptPoN1pMPreP8E87o2g1MenbDMwTgMCUPjiADAcphgimTRbw0HcjhuzbiIt6yqgqlh/KaoN6g0qOACSW4q2+HzgeFpVKqw/VMk+PT7rLzRdZ2nFhPvjcjTr+++mOSG35v7p23YvBlBHOSieGOOcqwLN5FeazjcJPWuKsJcjnf8AsppvKNAvKAxKMMsrjbT5e/wTRx/2W5+193PLDvPJHLXCaEBWQx/9lsvnvrrjSURxv35VBGAeJNwYTyB10vHQvLvRJqqM8746xyS55bhEpiKUYB91acluktM4zfaZwCw8QSkhUgC/BZostZ/GlK5UDYCRrOEuzyoagSLPMFHLmgp2W1r392b4dWxqcQz4zk59/wB+OfH0isv/AO5FoZdE4ZoC2u/Bu2G/TmPMh4yWd2+gQpi2a6lHPJMOcsxHl5gKIk9NkrllyyGeifu5fIgAC26GarVIBEuAhFNXHxzlBoS2gkQ8wss804U+37uGKy+Ouy+2uGay3r+aUJ0q3fMNm4eum49iJNx0yPXPxqWfn7Tlkcfhd80L6apgbxKf/JuG84St+1RCadNXqU9OTZ2JzM6JdhR19TWb32tUMY32YMNIQ4YwALJw2TPDzeZ4SVI4+IIq/X7vLbB80tz3HwEZQwkXPfDb7qu2CWeOv3ZZ5lAmDNZ1fs0qmCdplp/9coBLRrGZ0uuQlhX5122dJPhBZYx9OcuDBgG8sEzkF9/zfbHFOIgcIMd4oUc4wgEeqCCqQ1Na+euy6uuC+uaC65oYmKSdJMSS3cadhz+aqbO6a++bHKgslUooJso10YauqCWBnqGhZhwI9NVhfrsV4nqZ3q0MM8DgvEgrV8HaweZYiuPwAEPMMkMww4wUsYThnR5BR56rlRJ157r08U8uOCCrsKOto8C5PcggwbxNO+6aS/f4M6RGBHwjBwkK6Dxz9r599t95xmIVYCVhV9L5BFCNPABfWV99zz8y2ckA9OAB91JR1v8Af9vPNGMUZSMJADKABNvLDDFLXvvgtvrjit2vgrkou/iCAY50Xtg4XaX3Nmvmf2pth3kn4on7zKDjlG/+ACSSq5lujScYeVbcR0JC5tqo0ViUGAtG/ENNfAFc/DJ+a6mG7mAEAADKAEOs+DrirmO9USPHibeQVC0UOjnowitk5Df62IUFDGu02I+Gj0T3rlxwnLhShhdlNrQhSdr1Qwl/++y574jOgFZ24TVfbRzy1ODH67H+46jHfanMs7zYdfefYQQFBBEBLEOTDg3nCIDFbCAOAAJDLqhihjstovrlqgs981t5aBZEOObXQQT9V6YdfuEHPOEEccHrD+UlnrmPaQ5WrqkusLAzoHeY20x8EFQAUZzRpqbfromnLDWjIOX68rJk8+sNBFJ++SmpxsoPpl8HgjAvvbmXUHJNBiCCrtnpBEWRKCQXrhl0xDzikcSdf8tjr2QgrJiSdrCd9vdzzwnxz/pYHAgjKoggxQReWY7WdYRWnK8DgxRUTtonrS/QdNfWdDDDHfJJIBg/9n8sMME7iBLAEBAAEggqotritqrvsjEIEazLPOSOEnU/w2wc2/8AHLb3MdEB1p8cUaMR3qJbb4gbu/git/hVWbJPXHdcFnvJIwJkuXp9vTjRe8aYK7+XbPi4LlunViJICN7pmCLdhBAykzQPc95VHL0jl1k1yCSbZByk1SDRV10VnPvxv1S8wX0kK6agbgBS/oNKoYuhbwwawQ37LoJpzhp15NP/ALt5l9iyMhTMgthM51v+M6854wU8sowEEAE0Ukg86ujyyigQNPH/AIADOMGBPntu9tmuNuNimovswfzkAX20tCrQw85z8Fqlkdhl1hWEb6wylYESrWHKOo/jTWWLpFZWMaPLfdaiofsOApgUR2/1XYyR34942l3KtlvEAq4KNYtBHAugG4UZIDHR43RyMOMOQdE2w/8AfvpQKrLEXDAkFn2F2+8+/wBCLQH0fG6Jm3xoCVCXoCQ29J0ssiM8QqwGcK2K07WL1xjD++iGzV1d+DRRJDQ4v/8AxrfPvPsoAjspJLAPvrvgTgg+0w8+62NdbPPPPvKCEtMIOANKDkvqi1/nvh+yMLgqIZ2+zPLGe3VSVdfbSQ1pgWxTpT6gyXSTUaeQRJRkuc53XXfg7rGIO0vcVz8oRdb6UTYxPvGb07wY5rsiIipqmgzVA2zTXFpoFBG/LGNsGL/6/wA9HtPhg6IHHBz0F3lmmFmdHmkFXPNX98UBFWQvWR2oIAUH9LuxHdqgMDACg0Pf7aO8Hefk1O0e8xfOHl0NNXz6PPLx77DzjIoJ75zLb7z/APbj73zpDDHfT/zhwg6yw88s40MoAAIAOu+uOuyy+Yjdm+QIZjnzxfDLz/TvTbF1NfGyjwpG1xzPNJphFJBBqCeKg8pJRkNITT7vGVplPD/hxRNRfvRPJl9BFPQkwCOae2+41NoNPrzAehWOmnvr5ywzzXtPrFTpUUqWTRxdphBDF9HRhxhxhFJTjpZNr8p1/Hy9uCV5pdf/AGBTkUQMODDAQyoJjjgAfeVBUYmR+wVLPvLw1+YlQYSRggMLilPsiiw90/8A808uMOc0ONPsc+/y7oIJzggJ7SywyQDy6oo46L76DiS4orIw0eNOdtd9MMP90EVHHa4/DPYHUGBUE2nHmUJo5gDj9z2U4BxMSxdKkSDfevWkn3vssMOuuqYJ/XTGoIduc0PNC6tN83QpP85iU9QZ2Trus8NEX830RIapfmWF3FHnXVftu1VXHt0csGUHKg8v5A1HWc/VFimTqCfE2vT6nXoZ73ywwJ6vHooSCc0xDz7b4fAMF3323kOt/KIJOMOMMEMPNtc889fvsN28/enfne7LbzRjQAARThRLLjoIIIYByj5oaZhTW0ue8tcd/vNG02On2hKytow0Gl1W2mWXH7H3++MqmcU0lZbO/Pvb2jAAjB/t/uf/ADfTTjCWKqdDRh09NBV/fy7F3LB+IbUoGxbloQLYgbX999xHRYaOK+ppBd5JZlnnN9N7JRn/AG0+fXxkH8xHw317fz84wwitReTSmZy8f4IkhBuwusp927x7A78bYU6PM4s5XbWeww/44w5wwyQYwQw44+//ANOMGdGFeM9328PL6ywwgAADyBoAoTo7q5rAwzDpKYAjWmPN9dsNNlHX0H0UkVyFfcNZfPNPy3kG5FIghzSBF5t2WSZO1U0nl1kkGwIyFWGMXf8AZfy6mSrLXPvDXXzXaPdJpdZTyuWe9bGbMABvCAH88QgHpw8C+XN919lJLtvBt1tZ3Ln/AHzrnc55ANuow97Xd08Q5gIucZfeR25ahtHruoLOkMjKoAaoFPb/AOsLralzrPvZw138Mu88MlEu8EF8MEW0/wBJBhZxjP8A/Qz/AMtP5/4AiAADxgCjwg57qY4CkTzwpq4jWW1HNvOliQFNW4IH0lzNrActjpIt6Q0njrzV3lQA009Y64isMHiGX7YKKeGaZgWkEHnBxI7ZihjFjBwLfhZdU3t3ELp8N7bFu7WSz72FpSOSxwvtzT7ocUGnlF3mnUG1GE0NeHr6ITl9suhLJW9FH/8AvPjTDOKBXNTThxrzW8yEC84YWCzvnUxZTCUaLMWxF++qCWEt9/vbDBBV989x11VJBhxgAMxFdfb/AJT00+Vc76AQw0snjtvOKAunDGNEKHqlsvJCX86eRCDmtpllrhlpz0I2yeHMDIIgIo06eZEEFMYDAPgsod++gSQgJbIh4XRugMQAHfNFFPGOMMojsipks5TGms+Zh1+/ypTz9RFovQVvAMnhHw5Nksg3ZQQXlvdQaTUfcSwxmugghsNK1a4DfyyT/wD42cO9MHqOHVMdNnPmEEMyjNU71VMTej45wD6r+XpXyw5LTDu33d9dX323+103G2woIZ7pIp0EE3GHEkX2EHs8+328Pf8AsMQgoQAYIIIKKm+WSyaiKCyWuQ4ymuWeA07rUvs2uYIwAQ6S8yPtfADCmM4VhZ9T/wA3Ibe577GBswe9uCEHNIIiKI3/ANtMIre1300LKSgxNjIc1svm8t17zoYUVBw46JUuxfN4/VU2kc47zw8vEVFW0FyxpLThIsuQhGMsOMFP/vf93Evl3f7du2tttLf6CdQ6hVeYxNuawIapkYoFn6gBx3g1Hv3213mUnDS133raIbqAAQCgCADTzzDU23mkPHHM+4CAQBzxAQCzwzyTKZqqYbYAgJrAADSYZa4z6A9BzyLaa5DhwgQjytUZarXPhHOsaYARoByjxTi/kSo0cJoDSQywAiAc+9fvv4fHnkVImevtxGyg8v8ApjBYAAi6PV4rWeWd/m7lplNt5lpikN5FxVtPvhJVNeMmQtxx/wCxzwfTz9/3VU3UfernmwcycoaJwoolFLisUUfihETz3WRgiMfdQjrHAb3TXVeZTTYACQT/AHsLyoIayBTQDiBzDSAtk8kWXH9uN/jzDSo0ATwQgTziIL6zoYIJSzzHQwxYT6Ta65JMreezTyjjL4SJcViSjwLKyv6vzAV+xN8Kgr7zdMhh0gLwRDCFRj98Ocd8vOckneJhWdfngGpoBH+GdhywKao3fbzW1LSfzYI0Etn0wmqIIQUkJNvMnPFrihzxv+by4Jb1HPv/ALtBvJe+GCyBxlbBDCD+e+8c+ijee+jdD/DDcCDC+/B8++8DB9h99BBBAiAchDfDiCCDicA8ci+Ci+eABiBA89/j/jjjggcf9+CAgggcCe+/+i+fi8AB8dhjCAA8+Cfhc888AcA88gihffhAfBCcC/c9hDDjjcB9/A/dde99CDd+Ah+cifj/AI/3/wCN/wD+B9/+CddAgfB8eBhDBh888+A8BDjc/D/AB9gf9gAhAc+ifdABDhhBf8BCeCi8ejCeCife9CB9+/fhBD8ghD9gie/9/8QAOBAAAgIBAgUEAQMEAgIDAAEFAAECEQMQEgQTICExIjAyQUAUM1AFFSNCUWBwgDRDYSRSkESg0P/aAAgBAQABBwL/AM0PwL8z/b/y7f8A6Hr8xfL/AN7Pv8xfJ/8AvZ9/mf7f+9j/ADF8n/8A3Ba//sDV/wD2Be4l/wD2BLKbEv8A+wJZTK/8w0V/6RWbRL8e/wD3ttsUCvwr/wDfHsjuxYyvxL/97qLSPVIWP8dL+fooor/o9G0ooor/AKJRRRRRX/oletFpFSkLGl+TWjUhT6L/AJitKKKK/wChoSK1ooaH/wBCQl0UUSX/AEOhRNptNpQ//JW9G2ciONL81DhFjxSRvaLT/mF1y/6EiPXJf9CiLqkP/oKIorplEf8A0Giiiiiiv+92X0SnRGM5kMSj+etXFMlhN0oikn/LJl9Uiv8AoSYpdNkv+hITL6ZMf/QUQ6psf/QYorpaH/0Kiiiiv5Wtdo8fqIql/ALpolhR64Cmn/L2WWX/ANFssssssf8A0Syyyyxv/ocWbi9LNxJ/9BQupsf/AEBCiV0v+So7I32LHIrR/L+AYvYliizbkiLJ0X/3uy/+kXpf/RrLLLL/AOhITL1sbG/+gwj1yf8AIUdkbmxYrEktH50fy/gGL2njizlyib6LT1v/ANUrLLLL/wCgoTL0sssv+MvWjsi5SFiEq6v9v4Bi9xxTHhaN8kKSf/s1ZZZf8fR2RcpEcRXV96f7fwDF7zVksCPXAUk9b/8AcWi0j1yFiXt/7fhX7zF+DLFFm2cRTX/uJRuSKnIjjivdXy/Av8Bkfw5QjIeOcRZDz/7f0OSRsnIjCK99fL3b/DYvxXFMeGjfKImnrf8A7cUbjlykKKX4MfPt3+JZZH8ekSwovJAU0/8A20vSjsbvpY2xRS/Dj5fsWX+RZu/JlhiyskBZUX/7X3pR2RvchYhKvxYeX1WX+buL/IyYYzJwyYWiMn/7WXpQ3GJunMjg+0kvx4a2X/BWKX4+ZekjHstN1MTT/wDae9XOMS8syHDpd6/HQyPY3F/w1ll/iZfiR8DKTJYTdOIpJ/8AtHesmyPMyMx4Ix/Jf8dZu/CyfEj4H0SwxZ/kgKcX/wC0NG5aSj2MK7fk2X/I2X78/iR8D6pY4s25ICyL/wBnt31y5SFCKPsn4Mfj8ey/5Wy/dn8WR8IfsShGRypROYef/ZncLG2KKWv2T8GPx+JZf83ZftT+LI+EP2mkx4qN0oiaf/sp2RubFiKS6p+CHj8Ky/5+y/Yn8WR8IfuvEj/JEU4v/wAG3/3y/wDwP2RcmLH7M/BDx+Bf/RbL6ZfFkfC/AljjI25IiyL2r/8APVFf98svrvW0j1yI417c/BHx7tl/9KvWXxZHwh/guKZypROY12TT0v8A9eLLLLKIdN6uUUVOQsaXuz8EfHt2X/0990R8fiNJksBvywI5Iy0sv/10fQtEq1vV5IijORGEY+/MXs3/ANqnw8JE+diITcloutef+537dr/zruLLQ8wseSZDFGP4MxdVl/8AWLL/ABMnwkY4ehDI+PZsv/vUv4Ni/i5KyMa/gbLL9q/+7bkcw3G5IeZt0sUpEIRiL8Kf0Lov/r1/hT+LMfwRIXsvTnK63G43G43G4ss3Flm43Fm5G5G4sssss3FlllllllllssvRuhSbLZbLZZZbL1svWy9LLL6LfR3O53O53LZ3LZb0k2i5Hc9R6judzueo7nqO53PUeo9R6j1HqPUeo9R6j1HqPUeo9Z6yplTKmVMqZtmbZmzJ7UvI4Wcs2Gw2Gw2m02s2m02m02m02s2m02m02m02m02m02m02m02mw2Gw5b/AIz7EnZTKZTKZTKKKKZTKZTKK0r3qKKK/wC/MYnoyiSaRh4ff6nFR7CF+FPyhaX/ANjv35eGY/giYvaRCNSn/CM+v4V/wz9mXkXj/p8f4JrV+wv4SvwK/mX0sYxaR+RNelmL4k/OiF+E0n/2i/dfgx/FEhe0heX/AAjF/Cv+Gl1rR+Rfwb/jIfwT0Q/YX/bZK0NdtFo9JabiHyMnxZj+KJedEL/wO/Bj+KJi9pC8v+EYv4V/w0utaMX/AE+P8E9EP2F/26Wi0eklovkYvkZPgyHxQ9EL3r/7yzH8US9tC8v+EYv4Vn1/CvrXnRi/6fH+CeiH/wB1Y9Fo9JeNP9jD5MvxZD4oekRe3f8A33H8USF7SPv+EYv4V/wz6150f/UI/wAE9EP2F/21j0XRMnIxmLyZPiR8EtEL/wAEQ+JIj7SPv+EYv4V/wz61o/8AqEf4J6If/dWPobLJtku7pLZEwmX4i8D0Qv8AwRFUiQvZ+xC8/wAIxfwr/hn1rR/9Qj4/gnoh/wDdnotJDJMrsS8GAy+BeP8AwaxRa9pC8/wjF/Cv+GfWtH/1BfwT0Q/+7PRaMY9H3ZiMvg+v/C+62I+/4Ri/hX/DPrWj/wCoL+CeiH/3Z6sekiBfcxeDL9f+GP8AYR9/wjF/Cv8Ahn1rR/8AUF/BPV/92fQ9JsbfiK7mLwZPr/wtem38K/xGxMv8myyyyyyyyyyyyzcWWiyyyyyyyyyyyyyyzcWWbjcbjcbjcbjcbjcbjcbjcby+uzcWWbjcjci0Wi0WWWWWWWWWX+E3/Gr+CYxD/wC7PoekyjHFyIRpf+Fm9Ey//Jlllllllllllllllllllllllllllm43Fm43G73LNxuNxZZZZZZZZZf/AGGXRLTlOQsUV/4Xvpv/ANIbL1ssvSyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy9L6r/ga17f+IL/APWay9E//wDQLv8A/wCuZOUUPPjP1KP1Ev8A3/c4IlxnDxP1uOQ+JmPNkZuk/bbpGPLuv/3xeSER8Xw8SX9Swol/VJEuP4hks+WRuemD31FL/wB63KKJcXw8R/1LAS/qhL+o52S4nNI3P2OH/Gadi/8Ad1tIfE8PEl/UOHRL+qEv6jxDJcVnkbpP3UYPHsR/qOQj/UoC4/AR4jBI3Rf/ALxdkS4jBEl/UeHRP+qj/qedkuMzyHOT96jazYbDaijD7dm9ojxGWJHj86F/UZkf6hiZHicEhNP/AN15Z8MCXH8OiX9UiS/qWZkuL4iQ8k5e/tZsZsNqK6kYvwbFNojxWZC/qGdEf6lIX9RxC4zh2LLif/uXLLiiS4/h0S/qeMl/U8rJcbxDHkm/fpmxmw2I2r3EYvY2I5Ry2bJG1+5ZHLOJHjM6I/1HIR/qMBcbgYs+GX/t+8mOJLjeGRL+pYiX9UmS47iJEs2SRfvdzazYbDail+CjF46766RsRykctmyRTK9tSaI8VniL+oZhf1EXH4WLicDFOD/9snOESXF8PEl/UsCJ/wBUZLj+JZLNlkX721mxmw2I2opfjoxL0/i0jlxOUjlGyRtl7G02laRy5Ii4ziEL+o5Bf1GIuOwC4jAxSi//AGlcoofF8OiX9RwIl/VGS/qOdkuJzyLb92mbJHLZsNiKX5yMfj8zbE2QOWjlnLZjwtshwfYfAolwLJ8NOI011W0Rz5oi4/iER/qUiP8AUcTFxnDsjlxS/wDTVf8AZG4ofFcPEl/UcKH/AFMl/UM7JcRmkW/cps5UxcPNn6Vi4aJycSKih/waMfj+B4dpSQskDci0S5RxOHhpEsRtZT9qOXJEXGcQhf1HIR/qSFx+Bi4rAxTg9ISe5x/9iW4olxOCJL+o4UP+psl/UM7HxGaQ5SfuUzYzlMWIWGIscUJadyihoa/hEYvitI4pslj2rpczmHNOac05pzTms5pzTms5rOazmnNZzTmnNOac05xzWc05pzhZ6P1Uj9XM/VyHxDOczms5jOYzeX71sWfKhcXmRH+ozF/UcYuL4diyY5f+AbS9lO//ADu82GJLjuHiP+pol/UczJcVnkOUn7lM2sUDYjYiunudxLqY/wCDXkx/EiR8Gfx0v8u+uiiiiiivfsWWaFxfEIj/AFDKL+pRFx+Bi4nAxSi/+9OEZfi9i0Wi0Wi0djt1Wi0Wi4m6JcTdE3RLibom6Jugb4G+Bvgb4G+BuibolxLibom+Bvgb4G6Jvgb4G6BuibolxN0S0Wi0Wi0Wi0Wv4yv/AAI8mNEuN4dEv6lAf9SmS43iJDyZGX7e1mxnLNiNqK9pUKuqjaxxZKJRXvqqH+DHyY/AmcydEnf5FFMplM2s2s2s2s2yNsjazazZI2yNrKZRtZRTNrNptNrNrNrNsjazYzZI2SNkjZI2y9qxZssRcbxCI/1KYv6jEXH4D9bw5+t4c/W8OfreHP1vDn67hz9bw5+u4c/XcOfr8B+v4c/X8Ofr+HP1+A/XYD9fgP7hgP7hgP7hgP7hgP7jhP7jhP7hhP7jiP7liP7jgP7jhP7lhP7liP7liP7ljP7ljP7nA/uUD+5QP7lA/uUD+5wP7lA/ucT+5xP7kj+5I/uSP7kf3I/uR/cj+5H9yP7kz+5M/uTP7nI/ucj+5zP7nM/uWQ/uWU/uWU/uWY/uWc/uWY/uWc/uWY/uOc/uWc/uOc/uPEH9xzn9w4g/uHEH6/iT9dxJ+u4k/XcSfruJP13En63iT9ZxJ+s4k/V8SfrOJP1fEH6nOfqMxz8xz8xz8xz8p+oznPzH6jMfqM5+ozn6nOfqc5+ozn6jOfqc5+pzn6jMc7Mc/Mc/Mc7Kc7Mc7Kc7Mc7Kc3Kc3KcLOUt2lsstlstlvXLucRvOjm5Dm5DmZDmZDfkN8zfM35DmZDfM3zN0jdM3Mtls3M3M3SN0jczdI3SN0jdItlst6dzudzvp3O53O536u5bLenfp7nctlstlstlyN0i2Wy5Fstm6Rukb5m6RukbpG6RukbpG6RukbpG+Rvkb5m+ZzMhzMhzMhzMhzMhzcpzcpzspz8xz8xz8xz8xz8xz8xz8xz8xz8x+ozn6jMc/Ofqc5+p4g/V8Qfq+JP1fEH6viT9ZxJ+s4k/VcQfquIP1nEi4ziWYMmdm6Zvmb8hzMhzMhzMhzJnMyHMyGfPlhG/1vEH67iD9fxB+v4g/X8QfruIP13EH63iD9dxB+u4g/XcQfreIP1vEH67iD9dxB+u4g/X8Qfr+IP1+c/uGc/uGc/uGc/uHEH9xzn9xzn9xzn9wzH9wzn9xzn9xzn9wzn9xzH9xzH9yzH9xzH9yzH9yzH9yyn9yyH9yyn9yyn9yyH9yyn9yyH9ymf3KZ/c5n9ykf3KR/cpH9zkf3Nn9zP7mf3M/uR/cj+5n9yP7kf3JH9yif3KJ/con9ygf3GJ/cYn9xgf3CB/cYH9xgf3DGf3HGf3HGf3HGf3DGf3DCf3DCf3DCf3DCf3DEf3DEf3DCfr8J+twH63hz9bgP1uA/XYD9dgP12A/W4D9bw5+uwH67AfrcB+twH67AfrcB+twH63AfrcB+t4c/WYD9ZgP1mA/V4D9XgP1WA/VYD9VgP1WAlx+FEv6lIfH8QyWbLIt+3TNjOWbIm1e9RQkKJHGcpHLicuJsibUUUSRJDQ/fTH+DHyQ8aWqJV08uJy4nLibImyJsibYm2JtibUbUbUbUUVpX8KyiiiiiiiiiiiiijYbUbDYbGbJG1lP3aNrNsjazYzazZI5cjZI5cjlyOXM5cjlzOXI5czlyOXI5cjZI2SNjNjNkjlyORJi4TKz9DmP0GY/t+Y/QZz9BmHweZH6bKcjIcmZyZnJmcmZyZHJkcqRyZnJmcmZypHJmcmZypnJkcqRyZnKmcqRyZHJkcmRyZHJkcmRyZHJkcmRyZHIkcmRyJnIkciRyJHIkciRyJHIkciR+nkciRyJHIkchnJZyTknJOQLhbFwCP7fE/t6HwCHwY+EMGHl37bgPDFn6ZHIiciJ+niciJ+niciJyInIifp4H6eB+ngfp4H6eJ+ngfpoH6aJ+mifpon6VH6aJ+mifpkfp0fp0cmJyoixRI8PjZ+lxn6WB+lgfpYH6aJ+mifp4H6eB+ngciByIHIgciByIHIxnIxnIxnIgPDAo2s2s2MjBHIgcjGciByIHIgciByIHIgfp4H6eB+nifp4H6aJ+mgfpon6ZH6WJ+lifpYn6SJ+kifpYn6SJ+kifpYjwROTEXDo/So/SI/Rn6NH6NH6NH6NH6OJ+kifpIn6SJ+lR+lifpYn6aJ+mifpon6aJ+mifp0fp0fp0fp0fp0fpz9Oj9Oj9Oj9OjkI5B+nI41Egvazx3QrkM5DP07P08j9NI/SyP0shcFI/QSP7ex8FQ+Ho5Ry2cpnJkchnIkciR+nZ+nZ+nZyGfp2chnIZ+nZ+nZyDkM5ByGchnJOQzks5JyGclnJZyWclnJOUzks5LOSzks5LOUzlSOSzkyOTI5MjkyOTI5MjkyOTI5MjkyOTI5Ez9PIXCyFwUj9DI/QzP0OQfB5B8NNHKZy2bGbGbGbZG2RtZtkbZG2RtkbWbZG1lM2s2s2s2soplMplMplPprooo2kYFDRRRRXWhYzaita0rWitKKKKKKK6EhIjESNptKKKZTHEmhj/gYkPjpHHaH/AD9FdNFaJaNFFdFEsY4Mp+3ZuZvN8TdHqoo2m1GxHLRyUchH6eJ+kifooH6GB+gM3Dyxd1JkExUUUUbR4x4R4TknKOUcs2Gw2m02le1ZvN5zBSXuUUbTabUbEctHKicqJyIH6fGfpsR+kwmfhYRg5dzBicoKSVFIo2I5SOSjJjpX7VFDKNnptdyWNpX10UbTaKJsRsRy0cuJy4nLibInLgPDjZxOJQyVjhc4rHjjHttRtRsicuJy4nKRykcpHLNhtNptGqKKK08KRQtomr0h5WtdMSijabTabDYLGcsWNHKRy4nLicuJy4myI8UDiYKMkJGPDCMUbYm1G1G1GxGxG1G1G1G1FFFfhrRe1VnLOUco5KOSjko5UTYjaioko7jisWyKZj4XFtR+nxHIxnJgcqJy4nLQ4I2o2oopFe3Q3RvRvRuRftUUUUUbSjazlnLOUco5QsQsZsNptNpMyWle4hwuSav9DI/Qn6NH6RH6ZHIRykcpHLRsNhtNqKRRSKKRRRRRRRtRtRtNpsNhkjSNpRRQkJDH7NFGONyOScs5ZsNhtNptNpRRtKKKKKKKKKNooiiRiRibTabTaUVpImSHpTNkzlzOTkOTM5Mzks5TOWzls5ZsNhtKKKK0r3ER8aKRL/o66KKK6H0bEcs5Ztft2b5HNkLMc6ApxLNxuN5vOYc05wsxzjnI50TiciapLuQ8aVpbN5zYHMxm6BcT0D2npPSeke07Hb3KNpsRLGjYLcXrZZellllm43G83nMOaLKc45yOcjnROIyx5bEcLfL0oto56QuIxM52Myzi4+0vI0US0TvG1D5GWXZLWyyyyzcbjebzmHNOaLMc9H6iJ+ogc/Gc/GcVNZMhi7TgT8C4qC7fqMRzsZzsZzoHOic6JzUcxHMRvRvN5aLRaLLOw1E2wNsDbE9Ot9HYVFm43G5G9G83o5iOajnI50TnROdA5+M5+M/U4iXGYzie6xiI8VipH6jEc/Gc+Bz4HPic6JzUc1HMRvN5uNxZZel+8vcTo3o5kTmxObA5uM52M5+I/VYjmOQkjucXupaQzw2ROdA50TnROcjnI5hzDebzebiyyyy9L1suRtZsFEr36KKQkhJFIUUbUbUUtdyNxb0Zm+L0wTXLOYjmo5qOacw5hvN5uNxuMKizKooj7FFG02mw2HLFjFjOKx1DSitFpIft4Pmiyy/YrSiijabTYcs5RyhYTkCwixCgUUdi4m5G4cpEtzMy7EY3Mx48Kij/ABjlAc4G+I5xHNG9Dkjcizcbjciyyyyy+iyy0bkb0bzeb2bizG+5H46X/wBSl7O1Gw2G1+5uZzJnOkLOc5HMRzDebzecw5jG7IeSPxWtFDiTiZfJbN0jmSOZI5szms5rOazmG9m83m83m43Fllllllllll+1ZZZZZZuLNxuNxuN7G7Ejhf29dpmg9rHph+/aj51yfIsss3Flllllllllllm43G43G43Fm4sjFyMeKW6I1ZxUNs9LNzNzNzNzN5vZuNxuLNxZZZell6WWWWWWWWWWWWbjcbjcbzebzcbzezezezcWYo7pxXFwclE5GQlaZZuNzNzNzNzNxvN5uNxuLLNxZZZZfVZZZelkBe3kdI3m9m9m5m4vTErkiMCtOMVqI00KRuN7NxuLNxZZZZZZZZZet9F+zetllm43G43nMOYc05zOez9TM/U5D9VlP1OU5+Uw7pEUUUUUcSly3pCdHMZvZvNxuNxuLLLLMWXbIy5kxMssssss3G43m85hzTnHPP1J+rZkzSyKqKH2ELSWj9rH8kbiyyyy9L0sstFo3I3I3o5iOajnxP1MD9XA/WwP18RcfYuJkxZJs9RRtNpRtNpyzise2F+GLPJI57Oczms5hzDezebzcbjcWWbjejejmI5hzDeb2bmW/ax+SPhfgWX/ADa6K6H71G1Gw2G1le3bN8jms5osiNwmYZQUiOXG+vjYJd/bvqvpssvSy+i+u/cw5lDtDNjfTkXremHy/aXnRmZ+svrsvSyyyyyyy9L6bOEzKHp0474xHpell6XpZellll6WWWWWWWWWWWWWWWX0WWWWWXpfRwv70Nc0t2ST6LLLLLL1sssvSyyy9LLL68fjT69rO+y9jgv3OifEYoGfiXk7X+PZelllllllllllllllll+1w+OKgn05NlVm5P8AALRmxsrWXuQ8ll9Vllll6WX7OJXJEMEhYqNqK6+L/bGWWXpZuNyN6N6N5vNzLf4uPyLx/PWWX7i9ibLL/D2o2I5ZsZtZXtWKbFlZHOxcVMXGi42B+rwn6zAcXxWOZvOYbzmG85hzDmHMOYcw5hzDmnMOYcw5hzEcxHMQpG43G43Fllm4sss3G43G43G43G43G43G83nMOYcw5pzRZSPENEeNZ+txj4/GTzbm3zDh5XJ+3enEP1llm43Flm4sss3G43Fm43o3I3G5FxLRuibom5G5CyIw8ZsVfr0cRxXNoczebzcbi0Wi0Wi4lxLRcS0Wi1pcS0Wi4lo3RLRugboG9G5G6JuNxuRuRuRuiWjcjcjebzebzcbjcbzmGLM4SUv7izJx8pRalNm83m43nMN5uN5uNxuN5vN5uNxvRuibkbjcbkb0bkWWbjcbjebjD3jo/HtcQ/BuN5uNxvZuNxg4jlyv9eiXHk+JnI3m43G43m83m83s3nMOZ2N5vZvkb2b2bzebjcbiyy0WXEtFxNyLRaLNyLRaLLRuRuNxuLLLLLL6kzDkg4I3RHmxofFwRLi2S4ibHOy9K1oor2O/4Xcrpl7kdLL6L0v3+D/c6d8TnYx8TjHxcR8YS42Rk4hyHM3m9m9m5l/m4/IvH/TF7DRtNpRTO53LLL/C2o2I5SHiZy5FPq3G8vsbjebhv8eP59lll68L8n7T0sz/AD/AXRZel9N6v23rZu1seqGivYvSivar2No9KKKKKO+i/Cw/HT69rifC9myy/wCXtm43Fll6w/hpe5Hz+RGcou/1ec/VZj9RM5rN7JTObI5jN5uLL/gof9JXuIrSiiijabTaUUd+i1+B2OzNsTlxOUctm2Wn+unfpp9dMplMplMorWjZI2yKZH8rbKr2yZyshy5o8dkmxKzuUbJacL8n7T1zfL32IfRXuLSUSiI1qutvpidtXei0261RelFFaMoo2laWWXpQ1oijb0WXoxfhYfjp9e1xX1+DRTKZX8tj/hpe5H8uyyyT7Fl/w2PyL/qkfaroooaKKKK0oooooo2m0olEoUextK0pFDgPshs3Mv2VpZZuNzNzLLN5ZbLkbnpHx+Vwsd3CyXETWLHys2aeLHB4uJnly41xv7zOA+OU4P8AdyHCxviJPio1xEHnyzxziuOglJPhfkx+y/GlmT5e+yA+qutiGjaUUbTbXTRRXsrSWn1okOloxFD0roSOy0fUlrtK9hD/AA8Xx0XtcT/r76OB/eGo4N+XBOuHlkfHb/Tx6qGI4LvnQ1//ADWskb4uuNj8HKUcWPGcVCOyOTh63k8uL48Wqxx/jYD/AIWXuR/On4/iMXkXj+Ov+Gh5/gGheOrI3Zft9/YfRa6IePyuA/ZZxWGcMhknHFii8XEQy5YL+oL/ACn9PXpynBR/zZDhsf7z4qH7T/8AziZ5JZGcNHzL2ZeNZ+ffYiz7HpRQ9VqmfQkta1srSPQ+jvqkNC0en0RRLRIcRdno10fY0N6R8aPVLqYtH0MsX4cPGi9rifEffR/Tv3ZH9Qxz7T4bbHhLebhH2/qK9OI4D94r/wDnshD/APlzfE428Iox2QXF5ZSnt4RLfcMd5XPjMeyMf43dOxJ/nPrfuR8/nT8fwFNkeGzSP0XEH6POPh8qHGS1xC/jq/hoefwXpXuvry+fwe3XXRH8rh+IhDBOEM+HLhqWfhZR2wfBRaeWXBz7w4jh8OU5/DQUpfqsf6drHxWN4oRz8TjjPHLjJ4pzUuGl5Xsy+OlkvP4C0Yl01o+xRRtKNrEMXTXsLR6RY+hiPsffRLsNl9yxliZRWjKOyL9hdLev1rH8OHgQva4nwvfRwOSGOcjFxOLJzIwnw/KcOXwK75f02RI3cLgyRe7hk+bHicVZp4M8JYJLPnxwWN8c8UpRlwcoqVbsDicdlhJRj/GR/Pl1v3I+fzp+PzUmzFwOSZDgcMRRjHSiih44snwmNmTg5RIRpifRtZT/AOn4/P8AArqydFFFe9RXXDx+XcjuW9LZ3GlS0t6cP8/al8dZe+/oQxK31vs9ELS9LJKyLL0ssjoyxP2rLExiI99JeSb7IfcjHuSNrOWcrsU0KWlaNWbDbr3O5a6GXoytFoxfhw8CF7XE+F+Cm0bmbmbpFs3PS2b5Fnc3SLf8bD8+XW/ch5/On4/MwcNPMzDwkMSK1UT0knEbL1ljjI5Lsjw4sUUbUUUbUPGv+m4/P8CurKbjcXpfTZZZZelDXRZZel6w/hcHz6n0S+L1l7LXjqkJ9iyPjrnql02felPWPg+hj9h9f3rtF4KE0jeXq1fTRZuKiykjsWOJGJIQxi1eieiX4cPGkdF7HE/X/So/nz631Pqh+dPx+Xw3DPLIx44Y4kpDkWKdDyM3HcssvSMStVEdD/6fj+X8CurL7W02lG0r2KRRRRRRH+Fw/P2pfF6vz7S6WIoj465+NF0d9EmNaWWmbSPRRQ11UV0behm4u9U9dxesRj0T7nka0TN58kVo9KfRWl/hxEL2uI8L/pUPH5+TrfuR8/nZPH5WLFvkjDBY4jl2LWm5VpYpFtm2Q+wu5jxD7G4s3G83fzK/Hx/L+HydT6F1vovSyyyyyH8Lh+a9p+Hq/PvsiqQ2Q68jEJdSeljZZvIyTK6qKEUbdK07LREkIeqK0Wlj0RYtKGitWVS0XYtvX6HN+BxK0a0X4UfAhew9OI/1/wClQ8fnz/Dh5/OyePyuDx/dl6Vo9dxvPJjiX0WWJovS/wDpuP5fwK6s3gv8uHv7jejcWWWWWWWWbjcWWWbjcbjcbjcYX611rV+NZeffZfpLE+/U3R5IrrfYix6UbRKiLGh62WdjsWWWLwMrRHlFVotLN3QtbLRuRuLLRuNxZY5Xoo0I2pEmWUixEuzZFysekfwo+BEfa4hN0QjKYuGP0p+nP05yjlmxGw2lFG1lFG1m02Gxmw5bOWzls5TOVI5bOWzls5bNptNrKet9LkjejebjcbjcWWbjcWbkbvxIfgX78+t+5j8/nT8fkrycN8S9IzxonlizfE3LpiIvqsTHJV1V+NX8lD5fwK6s3gooooooooo2lFaUUUUUbSvYh77RtIQsce5R2FFM5ZyjlI5I8Ry5Gw2m3SiiiijH811rWXjWXvzWmwqkLsXq5JHksj8eufjTyOLR30TI9xy6mWedEWWWMsiT1vVCRWjL6n0K2LGdlpFUSZQ3Rei7EqEhsoXn8KPgQvHV9dHEfRjh62R4rLFVLLKRvkbmbyeTeWbkbkLIkfqGfqJH6hnPZ+okc1tCkxdNdLRHHRsQkikKKWmyKZaG0OJKNo2j1jjs5RyjlDhWu0oS/Eh4956Je/Pz+Hj8/nP8mPlGD4j0v2Il6Ie32K6q0or2qKKKKK9ququmvYf48fkv4fL49i9LL9rabTabSijaQ/Bgux/syChOVZOBSi5d0y2bpCyHNaOYc2I5wNyG114/mvZRLxrL35fQlrfgZRWj0xv0rWPYS1n4GJDnuo7DekCS0Wj0a0SfSiWkGeUMorSCvRMu9GihJs5chQYoRGorRdzlyFjkeBlkfI3SLt6S0iX3H56Pv8KPgRHrUWxYjlxJYMcifCX3zcNlw6U/dS9JEWi9+fS4ld2cs2M3bWLJrk8aof4sffr8CfW/cx+fzn7VFG05JyTkHIicnGcnGcrEcvCbcROUV2i0LIhZYmKVj6K6o9F/h1rWlezWtfhVpWlay/Hj8l/ArqzeCzcWbuita1vSy+iyyy9WQ/Bj4JfJlDJaxiOJ4elH3oy2bmb5HMZzDFP1r2peHq/fl9CHpQxSHrtMb711SdyExssj3KL7611LR6V0pfe4o7I9DGj66LoUhbWbkOY5HMNwoqSR6UWbhM7DFB+ZyIl6bdGLVM+/wo+BC0XQluYkl0zipKuVCOioz8Njyd5wlDsj7HotHr/9SEIX4E+r/diGica0jkN6JysrRD/Fh4/Pn+Hj/Ol7vct6X1x1wZKZ5661j/BSltOayOT82X48fP8AArqy+CimUynq+uiiuiy+hax/Bj9Eu02WiXkR6SVURkWfZIibe4x9WL9xe0/D1l78vCExroodla9hO+mc6IoesHpWr0vpvR9Ue60s3aLyMS6e/Qo2KEUWWXqoNiikbh7SiiJRI7FdH37vdkeGmxcLEfCxJcPNC7aRNsjY+iMaXReslpWmbCska2uLa+xn0R0kfWn/ANURCF7ldE+hujehP1MUok32R62NMS7k8Ukza9US/Fh4/Pn5637LKZTMf50vx46p0zDltdNG026r+CyRbRy5nLmR8fmT/Hbrv+pmfqZH6ln6pn6o/VQP1OM/UYznwObA5kTmRN8Tci9ZukLK9xf4ebwWy+miiikUVr39muiHvofkiZX6jdotKOxHaMaO6Y/I9YcLmmfoZ0LgsrF/T5EeC2u+XIr2HrI8ixSOSjkoeKQ+3sv6GJlCZaLRuN2l6WKbOYjmxHOT0svWPTLV+zuHotHqj6LpdFjeis262LubShbUbhyNwy2jeJoslIbIs/2eq+RkSpe3jxymyEIwWtaSgmQwiSWrSZODRj7yWlKh6WJl6MtultJUcZj8S+9Y6S1/+qJFC0Xvz6MnlGxCirkNIn8YiJfFkE9lnZEV5Gu4okvr8WHj8+fn2FjkzknKQ8Y01qsdmxL+Bl+PHojNxMWa+iMkh5LL1tifXRX8vaJ/jvwPz7l6WzfI3yN8ixe6urN4KK6LLLNxYvYo2opFa2WWQ99IZHwS+bFFDRGx2dytOw2jfEdaY8bmzHijDVLofckq63qopiil0uMJ9suGWL27H7FFaV7K0Ss7L2EX0MXkT0o2oZaE0SZZY9YqzxqxIVJDkWX07TYKND0pkT/Y+yiPyRl8e1iwuZUIRUaKGkKijb0Vqo7Z6WWWLoYqQ8hZxPfDT+WlEF5KJortov2kLRC9+fRP5LT7npk+K0l8WQ8H2MR96P8AFh4/Pn56kRgtKGtZRIxovShp6xjbrJDY/wAuXj8ePTi8ikKZa6rEbulUNro3M3SN0jdI3zN8zfM5kzmTOZkObkObkObkObkObkObkObkOZkObkObkOZkOZkHkmczIczIczIb5nMyG+ZvmcM21pOU0c3Ic3Ic3IczIczIczIb5m+ZukbpG6Rci2Wy3rZHHlkfpM5Dh8sRxa6lFyP07OTEeFDxte68EjlTX4MVbF7q6svjpelFFa7iyy9a6qNpRtI++hkfBk+bKZRTKEhyaLkU2bext027pJY8e1VtFQkbTto9Zdn7FJ9lGtEKNk4xNr0k3KGxquv6Jl6PoorSiumiunaeBIvR6Jm7rrVC8ldyXVWijZy4FQ0enfpro8nZFj0RV6Nn2IZH5Iy/H2Yx3NK41GO3uPHQ+nax6IpV1rpeud/42S86UQ+xImSXbRftIQtF73qJ2UUzGpHKc2iPD2TjsyzW4lPcQimZaRZZZZHR/iw8fm1pPz1YYWPV0NdK1r86Xj8eOl64vPRxE5KhZMrMUXXRZYptCmuptInxEfx37HCeNMvl/gwg5usHBRQ4bdL0lBMqtYQ3EcdRH0SjY/bT0ljhIyYXHv72Lz7y6s3jpvS9L0o7HbWy9bL07adtY++hkPBk+ZaO3Q6spFNG9ibJPscIo7nKL736Wj70Uh67RIyrS9FiOXEeOJPFJH2jmI3yZukLLNCmpCh4J4qIJMzR79a8E126fPU9KLLLL07aqVX0fQkNIrrWj0Wn2S1WOzYhQNqGqFI3FkakSgkWI3looetEo9uhss8iOxWlKhkfkjN4Xs8Ou9/ZZuZufRZvG9E6L0k6QnavpvW9eJyeIz8i8aQ+xEx+NF+1EQvwLJst6YMe45cEI4h/58g5aYIOfb+oQUI4tL1jpL8WHj8yKx7W9Mnnqj4KOW9Zu9WITiXH+Al49qikKKFigcqBy8Zy4HKxnJxnKxnKxjxYyfyIj1Ri6OJ+jBDv1XrvaOdI/USP1Mx58jNzf5D9jhNMv4EY7nXDYFjiKVMyZnIs26tWMXdkFtRzHVWXoxGbGqsXs1riisj28VwssT0Qxe1i8i91dWb4+zXRRRRRWtFFdUPfQyHgyeRoUlo6QyzdRbsbaLGcN8WWbhSt9N65fjp9kIKK6cmHf3SEiitOYnBG43Gb66/pEjYzljibWRgURoe0rRsjEfssQ3ZWr1aL6F1J99KIxGyzd1Rei7aULsWWUKKGtNptHA5SHBLosq+/gZHyjL8fZweGRel+5lfpIT2l6XrZZes5qCuUm8lz+heNIfYjIfWi/bQhfgKidCGzBkhHGc7Ec7GZZQlOctOBlFQkcflhkUVXRHzpL8WHj8xFG0zfLqXg3G9ll6PR6X/Az8eytY+eldEvBL5MWrImHz0Z/KMJYikMet/nP2OE+9Mvl/gcJG53aSHI76IrWaMXyHJ1WvY9Oj7ofn2o1Q4lCsm3ONSVPRi9rH8vxM3xKKNptKK6GWWXpfX30rox/fvrwMh4M6luuKlIovsXevkyS20c0WQ5lHDTu1omWWXqtMz+jBH/AGSsaHqnTOVcm72s+x93biLyJ6Zn3XW32E3pYyyy9b0+9Ks2HKKrpWlHgXSkS0UWzYSVETYONFCixpLTyNm83WU3p3O/QhaWWXp2LF0WJljZfQmWMj5Rl8ezgflWXelll6RfbV9GSW56KUonNibkWjcX0SyRRmk5ST+yfgj40j5YjJqvghC6pzjBX+rxn6uHh8TR+qch5siV8+I83Y53p3c6R6mSsVncpsUJihM5U/8AI9IRkyWKajf2PWHnSXn8WHj82yzJ56o+Omy9G+i/z5+PZWseldD8EvItWRMPnoz/ACRi8Flm43F/wL9jhPvTL5Y/Or9zg/sbLNzLIyo5g3o/BjfqH7EvPtRlRziU1IUq0zfLR+3j+X4mb4+1RtNhtNptNptNhtK6a1j768DIGXwLtpL4kRkVZ4JUyWNdxLufZCW2Sd2r0jLW9XKkSlb0xfBClQ5btaWmXxpYmjmRN3e4suiTt9f0KI9O4+nuUzbruNxJ6bWKJsK07EhCqiXk5KHBkRo7Dkbja5C9JuGWNke44xoSNgxLR/KtnYpIpMcWtPrVwKNr0vRMvRFNiTKSj0oaS7lEfkjL8fZTpidoTou+jwc+pEZqS6Zz6Ks20O9N8jmM3snzNMngf0S+JDxovOmQ+tF+1EQhG1l9604v9sxHDr/LMy/tTOG+yf7UiRj+LMn/AMc52QXEtHM3iZZiS5cdYr/FnL04D9tnE/szGxvWHnSX4sPivz5+eqMq6LHpKVFu7v8Agp+PZjrH2ZeB+RasRi6M/wAkYn/DP2OE8vTL5H59/hZVKpP2H4L7kZbo9cnUffRmfqeq9rF8he6urP8AHSiuiyyyyzci+m9aKNptO+jIe+h/RAy+GIS7E/iR08CemR99PvTFk29k09dxernGJLI5a4n6FpZfRk+BZel6JpIlLd7CO44Gw+tNrsoWi8DT89ztt076NMhptl4ih/NjKQ7O53Iq2imzYzbtJdhvWPxKkeR+NKIRluNhyhRpCx/cqF5FFIq0NVrQ60TopmyRFD8vTYbEKJPsKP3/AMD7kvgKCocDaOJG0bEctLv9EfJl+K9qMnEU09LLJZ0OcpaJ0LMznI55ulLShxao2vbdaIo2mwoaJw+5fE/4P9DH40XkXgyrsfWn/wBURaQ0/wDs14v9oh2Rw37kjN+1I4X4My/Fn2Q8My//AB9cfjXF+3EbSHxOFEeKWzKvsZwUksbOJzx2OL6IedJefxYePzrJ+etTpm5dDmN3rZvOYiHqK/Nn40fWtY+eq9ZeB+RdETD0cQ/WQlQnftv8p+xwnl6ZfJL5e+nRCe+PXRllS0jLaKSfT4MmS/bvolLbEbvR9T6cfyXvLz1ZvjpZZfs9i0WizcXpZuNxuNw9YeffWkTJ4EyPgn8WIR9Cl9GXyf8AB/tpFC7FyNzHNm6SOdkHOfThl2rq4iXhWWWXo/ZvsYu5Xl2Ni8iVjiU0URtS0aPpkXpT8LGSjc2Y/wDiyu5L5MZB6xjZFf5dG5OR9CVs2o2o2Ij8T7ZNK7p6xdC0b7HcZ47ryheSStNeCB5HAoik7I+D/wDEqGneitjVC+jvLRfRZJdjajYdtV4QyfaLI+UZfivctm+Rbeq0+tUjlOreiFCleR2x10QhY8a7m2+2SDg5R+iPwMen2RMwvGn/ANMNUKR/9htGqRnd4xJUcP8AORl/amcK/S1m+LP9hfZm/wDj64vGqnLYlmb2FGH7JRqT04b4Mz/NE16mLRkPOkvP4sPH51EvPW/Om6Rvkd3pRseq2smluZg/On49lax8+zLwz76GRMS6M/z0hMXst/lv2OD+b0ykvl+BDI4MhlhkKK1ROaiiUtz1TaFmFkicyA80SeWUvfbSMmTc9F5JQlQhY5GyRtl14/l7y89WbwPovW+nuUzabStbfsQ99aRJ/ekfCJ/FkfJGcaLUkJHYzeT/AIPvTBtW4h5vlpx3SWj0+iuhOu8ZKS6XJRRKTk76q66JeDGxoUCmRSs8G0dRelCRRaNu16I+xx+4+TwjybIyOVElDa0LujaX9NJO+zRtGPs4mw2qzwV5L7jWnIQ8KSFuEmSlVFXpdolaI92fFH/61QonaKI5G2ZfIkokfDL76bGbWR7MrShdrN6FlibWf8FUiSuyKkRUmUKybI/JGX4orSivdiih6ITFxHppuLLItIcnpd9CmkhzsXkzeR/ZD4kPIj/YRmF40/8AoiIWkUf/AGaS+LMv7ZXY4f5yM37UjhTP8BfI/wCTP/8AH1x+BNkLL7In9FQZDzJZfJ9nDPsZv3CW3cPbWsNJefxYePz5+et6rWi34nHow/nT0fWtYefZn46WRMPRn+euHdIcX1uXSl+O/Y4T56Zifn8KHFTQuLxiz4mPNEeeRbfs17m6JzIDzkpyeuL5oySjsYvJHwMc11w+SFpXtrqzfEoooooooo2lFI7exfRRt1j760iS+9I+CfxYvOkOyLYvBm8n/B96R8G45hPJuLG76K6FJoWVFotEsyQ5uTsoooXtv4n0J2keorRjvuSXZFSsfyG4sUkLGruYvA+wqJp7SDjEc4o5sZdlpMT7j8MQyi2Xev2tGO3p2F4MnaJDuhzFO+0VGtaIjVoXZVVi7D72to/jXbcbvrni2y76d95P4kI1HSEJRJQnZyiKrReBoTqyHexzI5JmRrsR8oy/Ffgx0lotEPSxMZErqykvJj+yPabPo/20yi8aP9iGiERF89JfEy/tG7scL85Gf9qRwpn+DF8j7ZxH/wAbXH4F4MfxRXpRP/U9SMW31Gb5D8nCJUZ/3ZE40rctcfnSXn3EmzYPsbiy+iHj8+fn2kRZCWGhuAxjiVpg/On49law8+zk+L6omHx0Zvm9eG86bUco5Y1Wj6UhL8d+xwnz0zeSfn8TH5K/Hn56kPdQvIp0kPKP/l9UPkhfh5fiUdzv0WvejrZuL0j599aRJfekPiiS9LK9Qos7kRKkZvJ/wfei6VGxqhdD6aGL8B/EVURellNn+yX/ADp9ma6R32nLyMjGSRNeoi0Sl3IQkTXoZBNKtmSxYmiK0y32Iok4kVI2GyRtkVMlLvRXc3Jsl9Hc2s2NkVS02oeKLOW0JDZEo2M2zNsiplS2i3I3E5xQ8/qt8RZBqZGFaulIlJeOlnZiLR2s2o5cScdo+5HyjL8fwY+NJdF6WXpZjLH05GTIeT/c+j/YsysXjR/swFoiPk/3GfTM37S04T5yOI/akcL4M6/xs/2QlVnEf/HWuPwf6sx/FaTXqRRi8sfyMiqRwjMkXzG63RZVm1jMfnSXn21GyTl4GPTuKa1j4X58/PtLWyyy3rg8fnZPZWsPPs5Pi+lkTD46MvzevDeemWtG0pm0r8h+xwn7mmYyefxMfn8jJ5EPoj5RL46KtqGkJD6ofJC/Dy/HqaK1oXRWnY7HbSyy0WWWWQ8/goekPiiXhn3puZusiZ/On3pF9KY31UbSitH+FRFNG0S0l5Ei+qUJOVyUqHjkyEdvXm3dj6upMgqF46MkvWfElORjlft9xHchu3dE9Mk9sblKU2LC2PCK4yMM90NXFM5UBY4Lq2G02ijT1yfQ0R8mX4/gx8aS1vrg6LL6JTofcfxF8iXyQh/LTILxp/8ARAQj6IoXzNptpMzftIS7HCfORn/akcN4M3fEzlytN33OJ/8AjrWHg/0Zib8RjavJDuKMUYMW+xL1M4lf5DhoPayadsgvTIa7vSRj86S8+0iPZm4ld6bbPA6ZRbIyIzv8+fy9+9WYPH52Txo+taw89C6EjMvR0sgYfjqzJ8nrw/TL+H4X9zTKZfl+Jj86P8bJ5EPoj8ok4+ln2Q+OlD89UPkhfh5fg+myzcWbjz02WWd+nazZI2M2Gwgu/wCDHWP7QnJjVMVG0jpn8n/B96N0xO+pfmJotdGw2mw5X47hFmyJyYmz8K9OKybp1jjQhmRHCZKltL9/K/BYvJl+K9qWemc6Ys8iM1Loj40l10VpOW1mOW8drSyU0T+mLwf7In9C8H3pkF40/wDpgLReCLdi+bG0S+JsU4V+lZHg9qJcNkapcM4onhySjUcXpS5JxkduFLSHwOHXoKRCSpLLON1Ha7OGe3GRj3riv3jhu3DycvKP9ZE/I9MWkvPX2JSERQrG3E39zcRYpJ9nwkX3ngmh2i2YZd6/Ol8n7d+xg+P52TR9a1h561HTP8H0sj5MXjV+DJ83rw/TL2K/P4X9zTKZvOr/AAcfy/Iy+RD6F2aG7hpD4I7lkvPVHyiP4eT4Poo2m1G0orS4lo7HpKRtRtKKZRXResfP4KF40xLdjrkxMkFFi1UlZxPlH/B/tpLyd0KZaO2kxeF7P3+ExeTx0OUUbov+P+iXyYl2QrJImvSyPyXtZeIjjJ8XORz8pi4z6u9cv0Mj9GX4+zln9KDkciY8UkJ0xPWPjSXTRXRn+R5IZ8u2ubKxykpEhd0IRkJ/FC+Osz60X7URaQ0XzMmLcxRccdQ8exx/7a0eLarh8WcP+0LMpNKK7jW5kY1GRwtcqskI1I4h3lZwa3Yay44Ci+S3KFJvsTMWkvPW1Zy7OXKJ2RKTO5tOWbaPshncRZsZOGCaJ43EwwVX+dLy/dvS+jD8fzsnsrXH56lrxHwfVHyYvjrIn8nrw/S/4fhv3VpkM3n8TH8vyMnkQ+lKdH2Y16EUZB9UfJH8PJ8WfZT9ijazabWd0bjcWWWW+mjaekjV/goXgZh/bIfJmV91ooscRdpI4n60+9F8YmfzotZC8L2no/fZQu59GeajQ86x4opuUnfgw8VJdvf7F6X+LfXlh/maiN9yJIx492Wumy9Mk1CLcpOcr2PXhs+17NM/+oyHlGb4ezP5kNsVpKjKu5D4rWPjSXjWiiun9Is2Hd3g68O5EvUkLuiL7nhiMq7C7xI/HXy0PRfsQEIjpH5Mbol8SHj2OP8A2kLyZPgiHxZg/YkYvnEj3I7YmRraYVuijdBWZv3WcNOUYGSciv8ACRgpQriMHLpz7xvFpLz7GNLHDdPI5vR6Wbizs9YZESxqcSKpV+dL5PrfuYfj+dk9law89NC14n4dLIGL46yJ/J68P0y/h+G/djpkOI8/iQ+S/IyiH07XQ/Jh+C0lCySp9UfJHx7q89WT4jLLLLLL1ujcWWeTabTabEbEUUbUUuhkPP4KEPyzB8Rurc3bWm1lMSdo4n60/wBj6P8ASJm0WsxeF7T0fsSkoq5Z5M5syGa+3RYnWnE16D5SI4lRkw/ZwmS47b96tW4xFmxP8RyQ8hzjmClo2cRcZ7oStFaTnRw3xcvYzw3wpLuL4k8V93FmGO7LFdtMr7olRHyZfgvZ23kRTEhoyx7Ee0UXpHxo/a4X9o4rhpzyTcX9Lt6fDPjIcfvyiLJeCHil/sLSXken/wDjwELTuRJD+JDx7HH/ALaF5MnwRD4mL9iRj+SIQ9JCFGWBg7qJLGtsnm/cZwngyxF+zExeNOP/AHpGL70fnrT7k5vJISrStGVr31xZdrHTd/nS8/h4vj+dk0fWtYezxXx6oGL46y8E/k9cHjpf8Pg/cjpk8HEfiQ8/kZfIh9Kyw2j8mLNGMa/URHxBKe59S8kfH4eT4selHY7aUVo1ZT9iy+uyL7/gojfcflnDfElUjMqkjuRNw59ziPC0/wBtF8EZtFq/JH4r2no+uycnJmPHuOREyY9hCVoT0el6cX/qY/8AlZUPKSMEtuWP4OfNy0Sc5s2SMeacGQmpxv35TSHkOYmOWiYi9OI+BiXY3SN0iZg7QO/VZZKW2NqPeR6h7qO5gqOR65foZDyjL8PZ/wCCLG+4mTHoiHhaPSvY4b9oxfu5DjuD3f5fJ5KtUn9Rfc+MhdyPaTP9hedJaI//AMaOiFotJ/FmP4+xx/7SI+UZfgiPxISguHZi+aIvsJ+DKzhl2ROXoks/7jOH+JkvmQU/20Q+OnFxWyUsWkvPW2RVIZuNmSRyJHIOScuR3RuE0UbTHL01+c/L9h+3i+P52TR9a1x9K6OJ+IumJi+OsvBLy9cHj+MwfuR0yeDP+JHyL8fL5EP8BeSPj8PJ8dL03G43I3I3ItG5G5HYZuLR2LRellm43Fm7R2Q+X4KIfY/kzh/iQTe4zKW5CYmNH/Bl/ben+2n/ANaJlat9tIfBe0/Zl8XpCe053YlJyMWr8EVY0tOKncqxKzloUF4nFUJ0007WifvZpb8jMW1I7GXa+/CS8x96c6KlI5Ez9NI/SsXDnJoWMXDqSMmGWNmWNxIunRR5miPstWmR7SGbkdjErya5vrReUZfh7KZGR6hNjl36I+F7nDftGL93JpxvB/8A2+dK72/+X3RGVD+RIXnSYtKrhoaIWu6Q5tqoKl12jj/20R8oyv0oTsxcMpYZTxL1ojKNIbTaHRwX7Zl+EjP+6zAvQZP3oFb6Xw2o4v8AakYtH560u5OVFykzFgS774IuJ2KR2LgbcMjJw9d1NxdRaZHz+e/P4eL4/nZNH1rWHSujiPHVAx/HWXgfnXB46X/D4P3I6ZPBn/BesfP5GXz+EiHj8OfxY33LL9qjabTabEbEbEbDYjYbCii9I+fwsMd0mTVWcP8AAiqZxPmOiNw34Mv7T08yZB+T/wCsl0TekPgvafW9JeCCuRsRsRsjRH5PRaWUy+xN3JmN09cjqOnDz9CLLHmSP1MSGaMvak6ixd5CjkGm0bMhiezIvctFjMOFSd7UhljellkX2GlkjW3u4ZY1Ig7Q5K6ULTFOeMhmhPporXOknFuQ/F7jEkoovTiP9dEZfivZs7o3l30x+K9zhv2TF+5k0kcXwnfe7TP/ANPBP/ku0fekvAvBCLnJLLuUVBLSbcUQdxXVOcYIfFsfESP1RLO5EcrRxE9+NC8mX4oj4MP/AMSRg/cRijHYidLaZ/BwsIuEXlj2bz/us4f4E+/ECe1Ifq2j8HGftmLT760TblKscFCJKQ0xWQkbyUmzuIijJBSRGThIxStfnvz+Hi+P52TR9a1x+zxPVEx/Fa5PA9EYPj0/f8Ph/cifRPwcR+JHyvyMuj6vsXsoh8V7v31S8Ma7m0ro7FotG5G43G43m83sTenc7ls79S+X4KOHnGMif+xw/wATakcR5iUxqiz/AIMv7ctJeZGP7S/bRLTcjeN3pj+C9p+yyHaZfYs3ekXQjd9ZJbYPXHkaN7ZJCgR7CmTyMTspHghnmiOeJ56bLH3TMfyHI9RZL9wT6LLL6JSHkmyMp2LukoLbEYx9CEyLMtN3xseyKLG+wojkjHnlEjJSV9KOJ+BZZ5I04rXL9DSI+UZfiutscy+4u6NgomW0007WsfivcwfsmH5ZNHpxXCJrdKMoM8jRX14deNLN1iOC/cvLLcrsRnybZQUe6RWs5xgrnxrJ5ps3l6bjeRkdjL3REh/8NmD5kYXFDTTRm8HCqfLiZd+2Rn/eZw3xFF8+34jozjPgYtH56krHipEYuMyEtybnubJ2hGy5IeBUV2H4uMZNEN6Yob5MzQamcNcT0P8AHc0jnHMs39yORG9aPz1P3cfx/OyaPrWuPo29PE9USHx1yfF6ryYfj/GYvmj6J+DP4/EXk+vx8oh9a9rH8fw5fFkui2WU2bWUymbSjabUUV0Wiyy9LLLF5/Cm6P8AVmCcUh5YGV76O41en/Bl/bej8sx/ZH9tE9aK0x/CPtS9rJ5I5mjnYyeXcQfRHTN3hrj0lren2VovJaITlEjLcr0elGeW2JF9zszZEdIu5iO5TKK6WTf0qotGHv3sssetFaJjOIqUDd3MWLcxpbyb+lF2bEcO/lG9KK0nljBEsk59/Jt0jkeNEcsZaZfKGJ90ZPgulksh507GCX+tMozSvsuxGSekfC9zB+yYv9uni+G8yrYzeq0keT61SbOFxSUTN5aO1GfvNPF8FrmzrErzcS8iG+tMUhMx8PKY8eSHDNYu0zmOKRe6nl8HDSrHFZJpprif32cKnsZGPrF9ESkcd2cjDo/PVAURLuQVNqUSUSOMUd06eHsKNScXjIplEI1EypWUR7S/FbSJ5jezcb2WWLsc1jkKXS/dx/H87Jo+ta49V1cQLpiQ+K1yfF6ow/H+Mx/NH0T8Gfx+IhePx8uj6vsXtYvivw5eGS079Fm4svpsssvqaZT1Xn8JpHoIuKQ8zOZIUyUhOTK7mX9t6d7Zj+yP7Rk1vWHwXtS8+zJ10rsxMWiPBOW564Y2PsSfSk9HpYpHDPs+rifitFNo5g5N6YJekT0ssssssk+zJkbIr1EHSpvSuiyy0VYyX2SVZKU9sWRFDTfRCVTTsssnnSdSyTlpSfDG5LSL9Rl8oprvzZY0ieTfRZHyZfguiUqHJvooT2u4SUop58n+pekZ32j4XuYv2UYv9ulnE8LDJ3lwOdDhNDWtG0h5R5hAz/NipmR9jKvUljXp14vJuyssSbI8PkYuEYuDP0sD9JE/SxMuFw0tnC5qkjPk/wAEjGrmiKPBl+Jga5UDJW1nFfvyOG/Zvh/3G2u+m7scaYvvR+eqLIiRVm5IeTEjmObrHBY0bjLjU0b8kXSnNmPE33kZI7iiPeX4k5KKJ5bHIvWjaeBTNyLFP8HH8fzsnnR9a1x+wziPPVDyR+K1y/F6oxfH+Mx/OIvBPwZ/H4q8L8fN1rRe1ifpXu/fVLwyfnSyyzcX0WX7aLN6NyHJCff8H6GrNpcRRHWku/enplzR20XTIeWR/bJj1RGFkWkqssvrl5626JTbH0LVTLEyT7D0RjXYm+mEbNnYmuhGOW1ila1ujLm+r64ZJRZCSkr6mLyNmN22R0nmUe3NyM3zFkLHM9UjZMjPJCR5JruycbyRJRW0xx2wJy+hR7jPrTNPbHXbYlXau5udVgh5lJ3JtZZpJK5FUWQ8mX4rWzI9YjQnpDM4JpW+mHxXsrXDL/Elhfz6WybIDUWZOFwSjIcFHoToX9RyQioz/qEpyMbbgpSfqMnfIY/GjdJk36pCVswYVGCNvVmx2icdr0i6N94DF8z9RNH6mRPiHTMOZbIjzx2t5JczK5QzQhi24suxkuMZ+qzMefMZZOSMWj89eHuOyI2mTUUY/T3llyuRzJEM2RMnbdxYpl6ULt+HOW1GTLaL6UWOQtbIsT9+Hx97uzYykizeKcWdvayedH1rXH1XrxPnqgR+Oub46ox/Ffwr64fJC8EvBm8fiIXj8fLo+tP2sCf4b8DSs2o2o2m02m0ooaKK6bZuZuLLLZEo2s2yKYvP4P1o27FA7eJPaxTiOQ5DdmRaUyKoj+0ZPBelCjQhsUzcbiM76pdc3o+iPQvBYynohSqJdj1+jBHsUZo9uihGL46NmWbk9afRWuKe2Qu/XI9Rjk0RzwP1OAjkhNtz4qh53IUxSxUZMkLrmZBZ81kcjl2jxk4S2ctz9XEYVjinC/F5Fp21g/StM78aRH4vF6shxGJKbFBmT0Y1ESslKjvpHyZfitHo/Oq0fkYuqHxj7mOdI4XKnPIrHJkZM3SMmSe4eR2Qn2N0iUmosy+Weo9R3IeUcV9EFukl8IJP/n/cx6Zm1jY/Jw0Ln1UJFHF4vvSHbER8j0k+xhnWJEpWmfZZzBt6yMXjT768cqkNrWbohktFo7EZQMkyMxMTNyv8XiJeovSitL6F0JmPR+59kfHuqBuSJ5qHnQspKaYmRKZuYn1z86PrWuP2c/y6oC8LXN8dY+TH8f4V9cfkiPgn4M3x6H+CvH4+XR9K8aL2sPx/AlPaRdrR+GSLZZZZZbO53KZtKKO+tFFMopncXY3adzexS7r8F+CUqNxzHRbH0In40R3ZD9ozeOjeXZtbIYjJikXRGXcUrF0Pz1y89S6oLsZPIkRxsy9kWbi9cMexRkVokqeu4tmD4aZJdj7Gq6K7jVaqr0wy7bdb6KYsEaRHh8VMycH2EsnKilyqp7aILat2LDzHKWOG2Uod4m6Rs3yvFhhzrkrTJ+GmmhztV0Y/gtMvyLgRfgu7S9LMkrZCPdmR7ps9JdLT70XkzfHR+zXVD4r3L7mGT5szNxGRSrnZGc/Ic/KPLJm9nMkc/Ic2bNxHFkaP0+Q/TZDkZbMmHLI4bBKOTdll2G7Qk7RjYiUd0WprbNrhI/Zvgb4m4c6JcVFEeKbI5VIyx3Iy4nFkF3JfEXyHpP4swx/xoqkz/YfTPwY/Gn37FkX20yRciGGjbAqBtxksJHHtFpdz/F4pd9cfkeGzkSJcMchjxtHLkeBdx6WYvfh8fbSOyJ5SUpMY0JFG2hMWQdMTp9cvOj61rD2c/wAurH5F41z/AA1j5MfxX8K+uPlEfiiXgzfHofuvoj4/Hy+NH0oYvaw/D8CfqMfZaS8MfRZZZZ26XqlZtNhsOWbTYjYitNoo9/wfokUUUPVyRuJSloheCP7cjJ4KH2O5DC2Q4YWJI2I2oyYEyeNwYpGOWn3pLz1PR+ytIfEm7Zh+Qya3I2S3bZRlB1pBNyI5HE5yNxxCt3YmtMOJzd1S0m7kPogrkiVWif1qmRog6knpeii2cuQ+xbIx3ZELshFKNxcEUkTe/wBEMahBR4jG9ynGcWboCnEhFxQ32kZSXbv2Y/OvYx/FFku+mPuNNCfkWO8e6UnHHVljO4tIeTL8Vox+Pex/Fe5J+owfuTOJ/c9nErmhd1q+pOiMtONhU7wL0IkmyXDiW1kLZOLo7WLLiRHLBkXZxcfSRi7H4P8AbXJ8WYovlxGpUz/Yl0y8GPT79mDLI6SRtEtGWSfYh5/F4n60hC2QxlFFabUbDkEsSRli71xLR+7H4r27olJvShj0Q3ekSyyL7dUvOj61rD2c/wAurGLxrn+OsSHxX8K+uPlEfiiXgzfH8WHx/Hy9aGL2sMlt/AoWj8E/Jfs2yyzyUbRduiy11X39mxyFI7jLN2n0NFpHNRzGWzuxY0RUEhxRPRCdEP22TPBdsxrdIx4ytL1nhjNGbE8ciMqIvtrLz1PVarpWkfhph+Rfq0xRZxULiY8TnY8c0zH6RZt/ZUxxaRIaTIYm2TxtTUYRUMcUT+LPBQ9U6dtqxu+hVpB2tGRhrxmOUsReSJwkt0Lh8SLHtl2ljSNqk6xYlAlQ6M2KKTlDYyLijeR9VrO/8qi5UbrGotFFaY/giXxZSJIg6Zu8NRvvzK3JtvVE/OsPJm+Osut1rLoh8I+4/LMP7sjiPn7OD5jVSQ5Tic5xFOM+rLNxoxS3COKhuhfD/AycwnjysjiZihRNEsJyu5DChQpGVblTTgiTclf+wnY+xkfoZGL2RO5/sM+x6y8EPGn37MdIsTG0WJobJMsn8UQ8/i8T8RdzFjpEsiic9iz2bi0WjmpCzwOZBkoxkZce0iiK7aP3Y/H2nLVjH01puLIPql50fWtcfj2c3yF04/PRn+OsfJD4rof8QjH8ES8GXw/xY+Px8vjR6rRDF7fDffv1q/BL5G1FFdG4fcoorXcWWWIrps3G4Xd+zLRHaiRYhH0ZelEHRLIy2T6IP0MyMb04WF94+B9KOIipRZ4ZhlrLz1S8exfTD4koUYvJ/tpifZn+SbrhYuE5qWKMkPFFG2mQxUNWiWIhijuvHhXmaS4hPsnplfxJJjTrRRbFhkSi1pGLZHDjJ4orTb3NtGKXYci+j/U7EFE20tHKjJMxQfmc5xOajmFNolFxZF2IxHE/v5G2WOSEOhmJehGX46S8aRI/bE+ia0oj5MvwWr6olavox/CPuP5MxfuyOI+fs4fmemRttG36xKr6uJ/1MHgRkmopGNUUOCFFISNqkNUJoRJjHNqVS7Nn2Q8oykvgYv2on/JKPq0oYlpL4kNPv2Y+USWm85pzDmG+9Iq2Zfoj5X4vFeDBw2SXqnlhj7b5TPUWxZBMchyEjsiEkZVcRC0fuIXhezJ6tnkk0juxYzljxm3S9ER7C6ZedH1rWHj2GZvl1Y/PRn+OsPJHwv4V9a8mL4RGZPD9le5Dx+Pk8aPVOtEMXtYYRaEq/Dn8jczcbxPXabSmUyiiiimUzazaUyiiulewx9SI6ZOmBKNFHLpE/C1Qn6WTlekVckYYbYjsnzk7jnYpWWcyBz8RPuiXyZh1fVLx7K6MRJdiHli86Y5VOtm3uJjOyF3KH2KQuxnVz1yNKaFNSMr8Gzd3UtiOdI7Ma7kUkqk2KZ6fMH3ZzO4n6jcLyfWlDXpKEiTXYZIjC2RJUctG2MRNEyK7iM+V4sdpuTk2bRprTuxQbYjL9HgYhdkRXYS86Ri2zlocZRZl7IhTKXheTL8V0UOGt9b0h8Vr/wAdP30P5EPmzN8vZw/IcfUh7onNmiE966uJ/wBDB40y95QE1ZFk50KUvk8uY5mVkVkHFojM3aODZkVH2R+SMpL4mL9qIvsyfLSfxXRJWiPtx8jQ0McSihaRM30Q+QvxM0FJEIS3GbF97Z0bGbGbOxCEmOLs7keYb5GVffr2iUmxaP3F5I+F7DG9N2llWRgbShoaJ6rSD6X50fWtYePZy/PqxeejP41h5F4X8K/Yw/BD8GTw/wACHyQkqKibInLgT7P8fL461ovZq2YMc6OXL8PJ8tKK9zvr3076bDaUUUJd+tsciPcUbZsoUSWMrVSMnjpixbmbZDbJeNUSelHCx/yFdibaM2dwoUlIiiZy1IWOESkkS+TIvuL60l56n46UrI8LxEj+3cSS4LiUOE49tcXnRqpaIk+4uJltrHPdG7Nw22TzzglHn5CGSU00mWOq1lUpSIqjI7ZGbSO70jbpTjtcSXeVS7PVPuJfd1Ish3YxT+kx/HWhjG6G+IoUJ0cmRyew8UjbkRFiOKcfTFbUUeDbu7yiQELTNCpXQtIyoX+xGNslP6sg2+2QWkfJk+K6n1IZRtZtIfGPS3RGSbqUXEsvXJ8mYvLMvy9nD8zdFmy0bTF2T6uJ8xMHjSatWl92PuRonlxo50SOceeDE70yT2wbjxMkhycnb8kfkjKT+Bj/AG4i+zJ8lpk+K1+j6EL2rIvdFDRQ0UUISEZvJD5C/EkrmRjTJxtEa2m1Dgif/GPGkjJHbM5dnKNiJY7khw7VcoDb0fuLyLx7DY2Xqu4oG0oooaJrVaJl9D86P2oePZy/PqxeejPrDyLx0P2uVkOVkOVkOVkOVlOVkOVkOVkOVkOVkOVkOXkOXkOXkOXM5czl5DZM2TNkzlzNkzlzOXkOXkOVM2TNkjZM2TNkjD+3EZNSpnJynIzHIzH6fMfpc5+lzn6XOfpc5+lzH6XOfpMx+kzH6TMfo8x+jzEeEzJ3/kKmVMqRkXq/HyeOtaLWunh8DyMhjjAs52Me2SJRrW170/kWXpZfVuLLNxZbLZekeiyxUdtbRa0fYbKIQqF4Y9rkIolAlBx0Z5XTFdj4imNkvGiPob0xoxRqVruhmXFvI4/BBGVGTHkchY59hqosflkPJDvpLz1PxozFinkdY+BgY8cMaNxekoRmq4ngEu/jTH8tJxLN8aL9RGNmOO3Xekc6BzcYssGiTE9X4IX58kvJVFG1jfdEheRteaHGmKPrFLuOty0weSRH5G5G+4lSNsi6iJ2S0iN0PIb5MQ0LsblCLl3cm5xLrRMn4I6LSS3LVEVc0crDE4mlmmhCtdEfJPwupn1okUdq1sjpHwtW0jnwTP1mMWbDKSMjt6I+9MnyZi8s5WU/S5CWKUT0npOx6TsekxVvJR7juPfmzVEJbl1cT5iYPGmfiOXS/U7q0l4FinI5MY6I2IpIs4l9kq7ax+SMpL4GP9tC+yfyQyfxXR9aL2mYZ96GuhC0yO2Q8/ivyQ+9GnFnOObuI4++5NE4LIScsbpZYCywEn5Ju176F465OhysvVY2zl0Kc4izWXqyaJLVaRfQ/cj49hmT5PqxeejiPGuPyLx0P3KKKK0rrrorr79Hfqv8PP8AL8fJ8etaLoesIb3WOKhGnKh3I2Ij6HT76z+fvZPl12WWX0UUI9J2PSJrSyRXTKbfb9PlZKE4Cm0SlekIbpJTW5qMce2JJdxIoSTJQ+si2s3CY9F3Y1RbR3kbUbexLwtIj1wKxeUR1QlRJHLiyOJIzOscj7ImN9tJedXNI3m88rTDwzyd47I1GqE09U9PJxfDxu2LzrkXc7GKNu8cK7lligmNQR/iOTBiVdtcvaLI9qJPuLzcKcjb5O6IxJNWNfciCVE5+ovvcX5GtOGXkkY6J7TJxG11HjHQuKgx58bRzoHyimvOlGxG0oorucQu0Ehoo8HY8i0WuVVLRGJf5cacqOJluzS0+yeSUyQtIE/rpelaIvuM29r0hpH4rSc9pPI5MQ2WQyNEUvOvJhd3GJuZbNzJYsMzLwco9+jD2kb4s22jb9YVSfVxPygYPA3SIw5s3KMEh9tIm02I2ookX3OIbTiMVlkO8kZmOTox/txI/ZL5m0y+EVq2kh5RZhSTLXTRsJyXjTHl3dtaKEZJ0IgvV+Jnzbe2GT36WWTmRHuNzFLISbkRojSL0n21lNIeRls3MWQUk+teRdeSSG9IpsjgaRJTNuRd1lYqYixyHlHmQ3Y9FotX4Ho/aj49h+DJ8urD5XRxHjWHkXjof49pE+KxxJcbMXGZCHGojkjLpbSJ8XFH62Q+NYuLyWYsyn+Fm4qVtc3Ic3IR4nLEhxaZzIlrTP8AL8efx60SI9fC46jZlnbISdjyJDzRE+2sn67jkjKSWXkxP1EkQzRl7WRep6ORy5NW7Wuw2DjRaLWkMaORuOQomVxSEpzZ+mzUOMo6RkUdi4npPSdibt7cOJRKJRsyQqekfJj9MW052KeQZbKkyO6J8kcTidWfekYb3UeGikTwIlHbohsl40RY9OGyxj2WWDyJG83OQsnLR+oTOdGVkchvOLl/j0RilQifnSU76EzBhUnu8kUscd85SmxbkLLO+nMrM+Ly13euVWiGAajFEVPyiWiRtieg7D6J1Wkz6E3d9pIp2SahHTHJSjteEyeiOsGXpgXoJY0zJw6sUIwiQc5sjwONHIxIlDCZMH3jjKOHGV3s3Dkbi9IoeLm4JD7aUSrRR1Ws3cihRLcdslxfEWyUpSk3pFaJenSPkyfXTLV6IZ9D0h50j4Wmae6QkRwzZ+lmPh5ji0cPP/XTcbhDzY4n66IuLgxSjIToz4FNboYTkpoyYHETpi7tOSrvzJoWXsLLF9PE/KBg8Ga3BrlPFUY2THcSORDyolmOcPMb2zFA4v5LWXkx/JGcf0Q+CI+B/uaZfAheTLPYieRy1vSEmyj0G7GPIORfRDMbkWWIlkUUNuTtEclHOic6KI5IS920jmQ0bpW3vleLGl3c70a7Ek7Ezcjci4kpCfcRERmrtpOdDdkMbZyYjwIlj0jLqj5NySJcUj9TMXFSI8TFiaemaIk2cuRgxpIolEkhRSIxFEl2GNo3QOw9ELRPSU0hyLLL9mPj2H4JfJ9WHz0cRrj8i8dD/GzZ1AnllPpjklFmLidwmtJTUFebO5vStVJxZgz71XsZuKlCVYcvMjffpzz2wem2TOVIeOS0hOmLIQkpIz/L8efjo7kOGlON/p8hTTJESHDyl3/SRJcMiUduiVtKPZFjhBoWOKJwbHGZD4rSbqIzdAuLK0xT3R9nJKmNuXbBwq88uJkwxkZcTg9FJm+RjblKKz4+5y2QhTvG157Doa5mSsOKMEOkOKkZ+G29yDsocWVI76Y73XHI0czsPLIy9xnCwUmzakjftsjk3iXYfklOaIyyETJ3gzarFO8bg6MFrvHJFk8qMtvuRfY3DhLbfVgdZYlj7nMUZU80Gf42Q5RkZCVnFtbdERF4JmR/Si5Oo8HPy+FZKEoMxQ3yMWKlEpWZ3ciiiMI+edjE4vSiZlguznh5eamItI3CmmxSjRF3IkO0c6h5zmim2V2ZZuNxu0esJ0PJROpqxSUYCy26zedVojBkrtLJ6W+YLKJ993PkSySoubMWHN6TMqo+9G6NxuIlkThv27ycIsmRmXg80DwbUbOm2bpDTRF0OQlZXapkVY4Dl2ogSI/IyeF0z8dNliVlFC86LwiXhldzhcSffalp2M0IzI3DKtNxZdE8jZy5M/TyHgaPXAhm3CZPs73Rq3OLM0K74Zd6yzS7WzcxSZHNJEM0Za8R8oGD4mdvstqYo0x0yuxLGSjkO4rI4hQoiZocyD1ZD5o4g+kR+CF4P99Mv0f8acVK5VooSYuHPTE3m4v2Y5GjmI3xHl6PsmJkSMpRI5bN0fYnljBE+InI7spkMs4GTPuxmNMi2fZY9NqOxaOzJYkbUtESlSN1jJ/IxwsXYssk0SI+eq6J5HLpjOUTHxCfaSTRCozJU0Q1o2IpCJruNElZtoV9KYze12fuIj463kih54Enb6sHno4j61xeel/i5smyI3bIxbJYpop9CZw+X6tUcTm3zohGzlkoDVaJtMxZFKCLRaN0TdE3RN0TdEzYbdwy8rtHixcTFk8iZDKjJxKRPI5u8cbYkUOJlhWmKRGe1mSW7v8AjS7oeNpXHGqJRgiM4RMWRuQnk5hxS9RRiweGnt0ZmgM4ZXk0b7m47kZSJTRu0zyobsUTYXWnDy9VDF1ZF3OFit1xobSHnxnEVKGtMwRfMicUbjHCUhxkiCZlujh/mxTRK/K50mKPY4nBXqTpid6sl4MGO4HKoa7VyrMkdpI4H5s2pkoHLohFji7OWKKKMnxNpL0og0ip0VJUdxqRPyRH4HkjyUh+OldmY8m+Oiqiaij0EcakbNpairlJybemN+oiZD7OF8t3pxGO0YqhjioSpyksrkO2ynVy4hJjnlkbcpGXERFxeWJi4qMh+oyLf2ywuKb8Eci8E5tGO+5CDbGuWoDGiaNpCIkSe2BmXfd0/Y4LbeGt6Mit3SQ5WR2tEVTvL3kRj2JeSI9ceTctsccCfDubbjuhkqMHJ1j4FkcWHEbt3EROI8J6SRIihLST7qEFUUpz255EZpk8GHKZP6aT4fLjGta1vsJspON/ZfkfxEKhlERi8mTwumXX2Hp96R8H0PycN8ESywRzoM3ollgVecnP60lIx47FA2m1GTD2JRcWYcv0+8SK9BtzJjhcRJxeta3XeEt8bOI+UDD4Mq7HP29nlnZvnIxXG0MaKFpuoivRebhpJ24Tjpj+cTiD6F8ELwf76ZfoX0QwZGZuAzd5LAJYojyDl7yaMrwdun7HpEss3MU2iOUvobpE5OUmY4WRghxRPGmbakY62Ds76rXahR0a0szz+oSpidomvUYkNSNsxp1o+4l36pPqoRDIzIRyTtEPjpZZu0omUPGPGOA+lMlH7fux8dMppEs0mPovoweejiNcXnpftfqIn6iJ+oR+oR+pR+oP1J+qP1LP1LP1MieWUjHichKGMllTKiyUUbUS0jJofEZGq0h2FkL7EluHjktI5JRIPiZj4fi1G9+UUsrlUsHEJD4WZKE8THkkzcx5JsWSSObM50yU29MSOxaHkRKW4lGjEvtfkdyeOdXDHFpGWEVEiuxHG9113OJfcw4t7HCkLmWLsjmMnK0PycL+6MkRpoeOycIwLGR8E4PJORyJRFFo2nKs5MUJbciPoYtfrXN5MG2mRcbHCTR64m1yizE16sWbG4SIXRFTUkZcc5UY+FS7yy21G6Q5yN3kw1bObudR8G43ImlJMyw2zZFllsvTDlUe0p2i5F9jM7GcG6zLSUpClKTrtFE+4pS8LdpMeMzZNzqDIfFHdd+9kjL5F5HWiJdXC/JiEOjZA7IkzNl3dtY+SBml3Gzh6hE5iHlUTmqfZ/8AyIrLKsUjGNwxK8mXJnZDConbWkyeNxd4OK+uzRL5SU5PuYo3MpEqIYMUVF43/nUeIg5yglNNtEkbSMdIPdlUsuCEsMpOLWjWv2PwQ+SLS7ZbpMx/ZfesiqQpdhnD+DMribTaYoUhIWHJI/S4URn9VmZnhGMb4eb5yM0N+OSxT3diySWlkpUjglzOI3Gb/wCSjkYxQmjflQs0SXDYMvfPwGRIkpRdF9F1EqyL7W29VZtF4GR8mT61XDVFSx4OBn2n/SmZeEzYSOOUk30LyN9EfGmTh38oY821D56bFC2245HR6iMak2/lpJmKG5mOFLWhxMuIktkjFPdETe9pOiUkZE1rsZHDJkoyjpw038TiPlAweDictehQlIjwL8yjw+FEZuUm4TrovSP+TJT+RmaWJEJMkuHmfpY3ebDkK8JfBET/AH0jhlkZDHCGnH57nssv8GeBRxqei6GR6oyFMxYnMjw8EPDiJ8Dw8iXCPGOSIuyTJdzH8R7z1lHgUjcbjcbjcWNkVbOK4dx9Zj8DSZGkbiyQiVdag2LCcgliHBorRCJmNXJCVLSyxFo3ImhPWZkYn0Jl9tNpXtIj46JSpEpObIYLP00R4USx0NaXrg89HEa4vPv8pnKZyjknJZyTlMhwspEeFxRNsEdhwgxRjBGSJ3QjeOaJaI5fbSGHsbZCizb6RxFjZlgKBzZQ7Sz5JKtPUb2Nt6KjlxOVE5aOWiSpi19WlSJwIKkLwXf48Mc2S4fM4shhyRRmXoMfxQuyFTOI+RhqEDe2b0N2NSRaZI4X9wZJDtGBuUjPZGOkBR9bLjR6LPQKaJMcblcfHQiWufycNhjKAscYm5CpkmRxTlm3bI63RnnJyqPkatEFAlBG3ZlrHGKMm8i4xLm2bjivkIvpjNo3zN7JEjhf3ojZOZDf3f8AnE8x607WQ3GWVQbfEZGqEY3UUSeQuY2ZH36ZdXDP/IMuaHmZzjmWSXpfShfEnIhNpm45jRbOGjumXXEIzNcuKUlhjuV557+bjXbmRfQkOLMkGu/DZ3Lt3cjiI1mmY8c3JEcHYsjy4EMGVZoviMe+Exw5e0Un4eiPVklsXoi8c32RzOZtguHxXT4aBlxOD6IfItb2SvSKG0qMi3eo7ba4ddjJ4LI92YuGyNEMeKB/lkLFG9EZVcJmONTxyOKjyeI3RnaOxO70bMkrOCw8vEhnFxrbKLuK1+zYbsqJPFPtm/p0ZeqeLJBvSyzm0c3syLLRa0ixzSFONUyPyMv0MeSPDJGSeTLLdgw97XE8RikcNxi4hbJcPCNj4fGT4YfDtDjtfRHzovC022jHKiVM2oyvG0tJ/ZL5H0fKVY4uCObJHNFInOi5yFjM+DsYZbZ0/wBwUaMs1FGSamxLc6x8PHyuT49KJxhIyw2nC+XpxCblAwwaiOGC92NtmadvZxNRwmBQ7rlytxUnEu9ETkYY7VeOW/LefvGJlXpTfY3rcc6cGcyM0emimkf7mODmyKUe1mSeyEpTlubfvPVewxddnC8Q4zS0enEcPGfdR2k73DIZK7LIjE97JfvEkNUWzcbzcbzeK2Y0Umq4jhnjladI3WbhM8nfS9afRjVHpR2No8aOWiWOIsSY8aiiemCVxGMTWkjdIWSRfcUiycjI++iZelCQsaKNqY4jiNdaI9GeX1iiRGMaJIfRg89Gfzrh89L9ytK0xw+3JJHOgXZZZuGNI2E/Ix6Y4Nsoku5jfY7Eux6iJZL1MnKuhQZs7Eo1okNUY5/WlGSBFCgbYmOkdr0n4I+DI6VL8WGOU2YuFjEXYsZkwxmSxctCyu63tusvzK7C33U7ojQpmeSrTBgmnuTHA2MxwUUdhq2coUWhjVmw2iiMWj1SpDT1zeThp9iXqiVjs7JHliMmdQHm4hshxMi0zLG+8iOeu0cuMlmgZZ7neLL6Scpsxpi7Ik0Z5bpCIK2RwWPh0TwUNVpCaSE7GSIS2yTu4oaOcoenfOQ3lXd5JXVacVL0VojHNkc0aJZYkps+9IeNX1cP+4tZJEcURIfdMapvoiSYxKujgof48kp/vxHD4k28mSlClW2JLGRuIpWWc6jnzHKxPZkLoyQjNxOXsibsuO45Iz5mOWZZcu6fCzb3CWR9uMm96lw83KUnKXrUSeSjgMsHzhYriicHPLU0myK7icn34jC5dp4skBWcuylGJGirJqNG1kkyMvrbFkoxox+CRh4CcvViw48Zss//ABCHqvTNROMw83GY5ND3DcxWSOHxb8kRacb+0YHeGBWjFrsXndSrP/TceRbsmOeOW324+TMcJj5mVGRvNnm8HDRjEpGbh4TRulhypxkpwTy5OXJrnRZJxaM/y0t6QWkfGjzShGou0mmT5bQ1gN6aPpkvI3SOEh23SmooedFiXYydiWWhcUrFKGRE+HyyyW7U0TzNmSyMZM4ePqZOLIwbZmhSRS7mRdjBDbEjjciOKEe8+5mywjDbiyNQIycs18Up5Ejl1jTnL4PI47hbkWIydlcJynCKhjVGZ7lGKyenbcXEmluJQpKUXuOVt9UZpquU95CKhERFnH5PTGP4SKK6112J0YeMx8tH6vGLJGS0ZxMGu46GRbMENsDIu6ZQ4DiymdyhREjGInBTjUuD+nweaJJOLNwpm8bIQlN1h/pj8w4TBA2xHjxsycFgkZeEniZ9D7yFBpHMcS09GIySHpgltlpQ4IakjdM5rOcjfZ3LMs+hFG1kTbZynZVREOIyupC6MkUyEVRugjfAtDomSXRg89Gbzrh8rpftUbTaUbShyoXfuNCY9LJG6SF3GhpGPHvYoJFEoC7FkrZRFSGz/kn3ekIORjwJGxDgZMRKNERs+yEbijYbSUex9iZ5OWmzlx0bImR3IXj8SEdzRigooReljZe5HEcNH5dkZZWzDktElZJMjGVjdE5WzHtjRHwNCHMjovOlWTi0JlIpEpIcjHWjERjo9KZmXqMfokN2heRSiR8mXLXbHBvvsJ4rRCThKn4JocTYbTaRly3SyIWZIeeyeTXAiESiaiZorWPgY9OFzdthLHFi7IlJMSGOVGWe6esSPaY8aZy6Gu2sB6Pq4b56UOOvhEu8mytER9SNtD6MGLl4Ix4zHGLU5v8Aw3w2Pu5zHOSRzpSFISdErLRDadjNGqG6xxHynGDjBQN8JTM97kYc+f4YY59uRQnKm+KT5zMbjC0ppTcpZCcz+m/uTRlqeea7RP8AYjK+zktqh8YxJYMcpXkTxdvLFtiiTdk/Ir7G5S7SjRbGYcc8kksOCMBQXkkyK0Wj0zQ9UZQdo4niNvojjxz7zg4Hk2jhbOFjDH2GcWv8Mjhf2lq0LVabdvfLixcTCuJ4aeCVewtI+TL4OGVcNmlwWOMY71nxPtaOxxfDqUW+AnuwVxeHdNP9NSvlTsyfLoj40XhaS8kZUbzt5ej8EiEFkklGOxVPA5d4YEmRhRFk+5soWOBsiZVkpkLZRkfqZwz7n+9rvE7InKPY2xZmS7GCLZJxjEe+Ry52SXqIF1MxPHkxmfZKiTlpFuiyMkZ3bINrGjCZsm7KxN2f6okyMnsITlEWSyTjSOYvEJ7oEfiRZxM9+V/hPSy+tD9jC+5RjnsYnaGZo7sck+zGyOLJMxcIoyGSVoTp11JEpfWNVFa5O0k99EtkkS4Ph5kv6dkRPDlgY8bnJLhuHjhiX0vuZsJGNPRxROUkq5opsciT1j8iPgWkoDiypHLNqQ6JSonK2V0ITZFEBkpaNjHqtULx0bbNrokpG02tIcpM76Na4OjP51w+el+9LNBEc24lIU0bzmMU0J2PSbdikyxsjFzZCCiq0olBwdqYpI3QHkRHdklWLgoRiRwcOieDhCOLAcrscuZkjmSKkzLDsI2mPGpS6ZQEndRh2O5tkVEkPtEXdl/icP2mhV0WWQfk+jPjUGxkCOeUT9RFjzIlkcjBhc3eaKTRCTcbEnN1PC8ZvijdEh2L0ZO0zmSIczILhj9PjOVBDVDIR03InnhEWSbO5mlU2bzFmSdLLiJcRFuouotp7pXzZoWSx5pGS5IwztVk6HIqMkd4M5hvJSvXEeshJsnP1EpEhaS18GDiL7eRwOWjsZJUT8dETHj7lG0cTNj2kIOckpYZQGmPr4b56vRGaVR6k+3TgjuyxUXcDise6DFK+ERgilBE4E4s2SI4XuIxpGdGwx45EIyOIj6TL6ceMxZ47Lk5pLLcMmWJxWDZFS5uPBBRx5XCbeNKdT49d4il2oc247aOAljxuUsuesKklCFu+zP/AN2Nd93oiXjjQ65hJSyenLjeLJSTk7l2vSMvTTjN93LdEZwvByzu4Y4qO3RjF0PTMrxshn2wkU225b4xbXEZKashcjshnD5tyozK8U1wT9D61q195IRzY3HLjlim49aGQ8mbwYf/AILNkliiVklIcduIfkxu+3Bx2zzLie2wlxMfCfYyO8kuiPjReNJMXcdo/UNHPchP1NPwSOFx78py0hoaWmGFW8uN3aNokik0OO3K0+0SnJnC/wBNydpLhcRycZPg8cjLwmzvupHaUkO8E0dsiTnGUWKTZOX+U5qUByuRj5l1Dh6chxTZy6I+TKq74/8AmW6bvh/Kc4KrUFTH6Wd6RK6MRcTsZstM5u+SUMvr24/BmezcX+euqLpnN9I8rZw/EbXW5VpLhckskiHDYoDybIGJ+XpkhauEtaK0cqMSud65iXxIStDFLsbyKxp7t5fVLuONS1n3JeRDY9KILuREWXptQxyJ5Uic3LpoSEiKLN7HM3DfsIQuhDQoJGV9hG020PXB0Z/OuHz0v3MmVQJ5ZS0x+TbI2TEuxyU2RxJDWs49yizu2YsSjraN8RuLRJIpncUThYbIEsqib5TIxiJDkvHbyq85MKyS3PHUSqenDy9fU6LLsok2hW5GXHZKM4oh+Jw23yq0sYzI674siY5djPi5kSUXF1Bdihx0w4XkZFKKrOuxBek8G9w75M0yKlORGCReiG2RdkcFsVLoZ9kWici5SOUrvTMvWbRqtMX7kSb9DWLFY8LIYHJM5AsCIw2yZk+LIuzsSaSH1oxx3nIZgh3ZLEtw8caMy9RHzo9PrSPlEJNI5xzh5GyjL46F5MEWctnLkR4Y4trmtcFDzOf7qMkoobK0roxdpo+tHp4Mz60yitP6fi7TyRpRHUrIdoTguw32GxsxyvScTZFkcSIxOLXoOIf7apcli4XFlxqShLm7M3DwxcOyMeFyYk57tzjwUo8uuM3JG5Dd6RRysWSUIZcezK4wWOUGOE5O5eURbsnzDdLwscorduSJc7PjZ4VN3onQn9Qi3ZTcksOLl44Q1vVD6JuKiPszE02bE01VMxYe256UK7MeZnaSOFW15Y6L2f6ri9EcnXiSsmkR8mbwiH/wyPgqNkx4k3ajGKMUmuNOLk4xQ5ZCeSoX0R8aLwbtxTlIe5HklDuRhSFu5jk32J+TgF3keSToc0Ra8ricbJcVBIeROmtxFFmZf52SnK1HheEjiW7ci0b4l6Z+FU+/ZNw3OHpxvaPv3peXjjLIzZ2pYaZ2VPJL7jJHknEqMoCR5ZhhtM05fFbkyjdSE7IRe4XY8E/VM27Y1zO23hpbsSP6j2S/gF13ooyZj4PL2aqCJ5BGaVsx+OjLCncJ9O2zJ2MfFzx9sefHk0y+D6Ma9RKEV333pGQpCmKY8rSJcXkIcXIU1IZkLJSJTPkyqQ9FEjjNtMWu43HMRPMiWVsbvrRBCJaSQ+pax8i6LQtGZNxEsk+jBqzN8tcHnpftMyZ/pvXH5LVEpnNR6hZCy9MvY3FmPI4O45YyVyyMk2LySVFkdcUd8ktrURbUWnpLJO6hLPu215NwjK6J/IbLMfEyXaE4zKK0elkstIcrMMPt6UjlQY+GJQlHrRTKfsYfBjk6JFs3F2ZfBwyJeGYziuHUvUovxtJyPsxTg40TVoXjRk6ZhhGiXY22UkPezNlWJEHuZHW9GyyLsl05PmyUq1wx3ZETIfEdkcsIdr3aTfqJ/tvWPDcRJXPFkh7HDS+uxeSJ65F0ZX6iCHr9a4p7olG2OuaX10cNl7m5UeSb2wk5W5Mxx2QjHN4v7fsYvkY/BRtNo4md+utb6LOzJKjBHZw0DG/RIhL1D/eLHIchy3Oo5MS7cyJamhSptRaN5m7xMrvKeMSMWXLGor9Vz5k55W2ZJO6P6c1smZcUJQbcYqOVZF95OHjtvFVtxyNqRjyQ3kpV2n8FH4qKddjNL4x7zmjfJ9sf+TIR24OcuJrm30YpdzhcafFR6PoX37EobmTwxlGpxljkQzn+7GlRRsNhyzaZ3LHNPhZOU5vRdSZYmcVHfw+VaRQ+jGSZH5Gb6MPfhIi8FxFbZ3Q2Yo/5N3GbdsTwT9RtKekIts5OQXoV912ppEI/5EODk6prI4csnGomP6WV9h94p8B/uNkpDduuVGjkQOTA5UTdtYpiZxH7jFk5bWSfG8RI3y8rLI/UZDFxs4SMPH4p9jLC1ldygkdvMZrlo5iK3s5dJEsbiSZFbnTwPl7ozficnZCKaZXYxw+9yar/AGZUWxwbOWqI40jelKmnIr0yIraO4wFhlBwOGmncePybstfnrV9GCCnKlw0Ef44EspLJYlY0yXkg9cvEKPZZJSd0J9Hgm7Ntm1ox58sWc3ebEom3aSe4rYOTEyxSFI3GVDpGLPtYpWjJ4NxKRMirIcPJk8NHKbMeEUDiIV3hqyRJv2kQ0aHRJaPpWsfJuRzULNE5kR5YIhkssaZIssfRg6M3y1we/wARmT7axg5EcCj3O5ZRsNxYjIrQ9EiPbR6eSq0T04WHpuqHuLGyMY41u348iP8AhyWnEySXRh4eeUXCYonhaN+dZTG2yFWKUWuhaPuZIbX0KAlFFlljrrWTlo/VZxcZlI8ZBl2WycjBSgWKVSFIzYkvVkyWVom4kOJkiD5htrSTMeNzZKLUSMVI7Ptsiu7l3rLhcmYIUxzSOYzcWWNjIz2u057d8JblZl4nb2lmyTIQdXljJPXhYVFyy/8AOOXpRzKHkkKcx5CT3HaqeIwYv8sSLRlxxyRrPglil143UiMh5Mku2zISi1EauR4GPpxSpnlFCiZHRLuLox1uRGKpacbPbgZgjuywJumZsl9vYw/MxrRLTI+zH7KZt3KJk7QMHiZL0sfyi5EmyczFGxxKmRUiTqRGRFk/iR7yv1ODeHZhw78+Vubkt8jv3gcPKPxjurY8m05j3Nw/5x8NJYoGWG3cnGscnik+UyvRc9rihy27SShjW6L2yUs2XeY1KbUIYcPOePisezabjcWbkQmkz+npPfNi0l4I/erfXPHGarJieNmLassW+6KKKK04xfE4P5vVaPovSPljW6LUk4yaES89EBi8m65GB3wwn9bOxy3pJ/WFeT+o7qxHfTHSTa9TrB/Tb9UMWOCocYMycJjmjJw08SqMdrvLmjtqHom3jmpon/xlePaf6ij/AIzgu05KROyPo7/qSU8si8osuVFuRFETin66l+31Rk0YeNcsezdkxSu55pmTDjSawqU4Nqu5CHqE14lP1VkOHnsmijMuXNnaRu2xZj3WQi5G7lxkKTE+xDyeg5sLJbfKnZlntgWcufpHklzmsGSEJyJy3Tk+pfmffRhnsmnLJY5DZFRkU4Mh3RJesrayU4xV5OIlLttYlRDJGq3+ohLGXw5Nx8STKsjjNjFjMUe4+7JoxeTMVZ2iXrZdmeNFnDztVk8M32RxTkR4ObIcKomSvDi5MWIUCicN0aScZVoybH3KK6F1QkNWiUaGMfSvYsjKhZDfAm1pfQjB0Zflrg8/g9yGKyKpDdiLEonoRKcRsxx+9M672RVFllm0UGPWPqoxpQitPIsOKzbXdzhJn+KXfvpe043ur0w4980klFUdtJKyiQ0KIsVnJRiT6FpmXYRtQqRZetl6X0R7ySzY/QnZZuRHK4kOIUjI+5CPjRd8ooqzJUo7cuNwk9L0jGUpJcPg5MCyTGyEoxxjnIS9GjSMjh4rsJF3IsavWx6TlLacI33M89sRu2Yl3MM8e0zLHkROO119lbIJNWhScXUMkTJPEc5ltllm43MhnnAwcRHIZcUckaz8PLFLr4PHkykeHxoSRx/FX/jvR9eF3E22PsjLP6F0Iw8XLH2xZ4ZD+pz+EcM9ktzyzk7l7MXTMc2LRs4iW2HtI4f1bTN8Th/kziOzIrfBidoY42yGPZZDDKXflZS5qyTbIJ0RMrUOHk8ONs+pxnNJocnIUd8UYeFdksPDwV89c+Bjncb4n96enC498oI4jI+bIjnnFVzZy7LPCX+OXeSXfdIk1OSWSCizIqnWBww3KOaSyczj5Tah1cBDZwkB+BPstJEfAhsXsTipKskNs2sWeUO0JRkr6OM+MThf3Oj7GLph8mI/qOPZxLfVDSPnTgpXiks6a9Syujmjk2Q7zII46MpQgYeDnKRLgZXeXC4T28JwscS3dU+GxTMvCRsmknth6CeXb6nHcJW9IS2ZE/KKFE2IkmLcJa3SMk905Sf7fReuHa0yORpG7H3eOW2ZgcYuayWYnTMkrkf7E+/ejDPfBHGw9KkN0RlZhTOLyK1CjY0dxuRiivMpEJdziPgiOLIqdtXKEpMc/K1fQveX4cJXE8ji0Y/KJq0Y/iSPMSas2G02m0rSRhn9T7kYaqiFXX2Mj8jIuxjj6Sfk2X30fgiSjuQ4GLszlymqw/05RdqoqrH2QvUyvV058ffctJfZLuyhkYdh+dYlFCWsewmhoyIb6a6+xRWm5nkd6WXqjD0Zflrg9/yRxHpiQj9ykV2EiUGdzczuWLNFKucbyTs5VKyyxESK7E0SWnAYP9zbZyIHJgjlwZQ4cMu94CnpxGO8b07mDHs72XpenYltOxGPq1j2GX3EWd2ZPiS8kFKuiy/Ywq5on4JwRyxwFBiSSIu8iUZJI3djF3k3bUiKUji8dxHevAYUlvsn2JMjG2Sg49+fMTe1G9jk4yRtt7mRimXGMmcyJLLIXdXejP8AUXeJwzqbXEzuWmPyX3I5IpVndzOGheRPJ4EZId70rS9b0jNxd8Nm5uO8mOORVn4OULfRwXCc6VxSiqnkUFeb+oPa1KTb0Q+ps4WdOlIz8QviMXjqjOUXeTJLK79teSDFjly1L604qXdL2uGlWSKyfExusiOKicPJ76yeiV2Jdxm+jm9jyTj3EeDiZXSxLbG73SM/DyS34cO+RuwYO0suyOKWTJyu+SWF08cZNI4+C3oUe5/Tl2nPiMqx4ZT5jIT+i2brxRVQjtedI8Pb93hyQiYljXESeaMM+MyYZ43Wq8kVtxwiyOkijwefaUFJ5nkwvzjm4MxZYzXRxf7Zg/djqz70fnV+ReSHl6f1TFuwqek+jH4GRj6bhGU3XD8NykyUb7babW0Zw+LzKjJG0jBalo8KfEb71vo47iuTCoSflqMts+z7dhyjtZDtpJdjDnr02LRpFROwxszZ7VP6jL/jWitMMaxCcoTZvjIyrtux45OSG6i1fcfpoTrvPa0f8rhs8oZa/wA2Vzi/Q2scbyRIwjLPexxTPlNtSobuhbUTLcTvMwwOJabS3TS2OOylDuT9he8vdfVibLZF3EhGpD8CVRGjxEqLK0oorSkJJCE9IxOxFSXfRo8xIkl6kZOyE9JMh4WkzBwr+T7CmXpkkQPvpyfEWVm/GZZwIbSciMe5t7E131j0MSsUWhMTokk0ZI09aK9my+jcN9KMPjVmT5a4PfuKHIhD7ZtGhaSYxy9qJEiyYzDj3zIJVomMcuxPskV3RJtDjN96LkbZs4jFsmYIf7biyy9Nw4SkSxSRuaMfgSs5JsrRv1iENj8EY7siVRqsip6X12Xpwy9ZPwZBZFRKViZJ9jhobm3HGZO0THGom0bdHajiuHr1GFReRCym8k9yNiWjl3JtPIRlLs59xRgbSuxHsZfkeWLDaP07sUFVT7MZL4mNk/RLc3ekPJR3JRlOdY4xj2z+CPxRkyfVm4cvY4LJty0ONnG8Nse6GDNMhwH3kx7Z1w8FjxKLlRlyb2Zn6tFpLrgjJl+rL0XU9L9teURRCb5bgl3YzLLdkb9lcNxDV4sOaOSJLwT7SMnqxpzhy2n8ojWx1FjRKBsYkS0b290nkyGTtGsBFKUXGTnGbj33HEZVJROfJ49kuzOFk5YIvjZW4kce6jkpbcXHTyJxw6KYu7E6ZPJjmi/Vcu7lK+x4o4TFHLvMEJqxq1WaDhNrTBG82NT+tPEtP91o2JeyzB8ZjXcng3d1uxyMPEKfbTif2mYf3Ii6ZCLJiIaZIczFOFVKifRhi32h/T5tEeBUSGLHj0Zmh4kQhzJ1UUh9zJ4Rfqre9F96WX31yTUI3mjzE3EXwipSnZTaGloh+B0RyygQzpnNQ8xzjnEuIJ5WxL7h3lce7ZL5PStNpKBGH+OBnVSTqzLjo4Vy31liu5BdyMe44RRKqqz1YskZc5zqc4x3bozjDdLg4X34vPtjsTHKhSbPiSybmVYpuLIVKJlx/wCSv9WKHa8ZPz7H37y/DwSqRKNkPAvI9Psds2SEnT0vWiu5QolEI2fFn/7KchSkKQyHg/2Psy+CEbVkxeNMUkpG8b0RZIj15VtnpkQuzNu5kse2jyjKh6LW+2kRMnIUhSMqsYkIchv8NGHxqzJ8nrg99mKFspFa0OMhwob0qtK6K6IyLJSHZw08GMjxHDps/V4BcTgObiZcW0uIn60sebuboMnlwolxGOJPjccR8cSyzysXZFl6WbiB3HZk8mBkZpSP1ER5G9P9xaUSMf7j0yxtX7PYsWVwP1EznQcStLGzhlUNGrZCI9GTXlZ8Ti7g2nfM7DzizTRzWPI5SJ7aId5kIqKRuNyLss3otM7EZxo3WNmXSXgj5Jq4a4fkdjvIxY670cR4E6xj6bL6LIyqcXF3FMy7ZF0hy7E4ReTG4+DiJ0qSqNy8vSPnR9dso2+y/eh4RFiMstsJPofTw+FQgpvJORCTP9TMcNLdjccq9Mlhzd9vEPtUcn1zDebzcX3LSJxVbsEVFE/JjkYX2J8NvyN8SttDdnLkse9uzgP2b4jJkxXOGWeVkMqNks+dKX6aGaUZ7LeiZCm6eJxnFZVUts+y0+TOBmoZTK6zuBxOPfDXg/8A5WEyaZB+CHyGRXf2+H+DKEuxkxRkTwSh3w8R/qZleORF1JC6XrkfgRDRHFx2cVkSZJWujg1y8EZKcxZIs3LVx7MnKMSXEyR+oykOJyo/VzdGPNCUxLRfKQ/sXgXjXPn3TJS7G12YpKhZO9yW85PYcWixsZuo7G+RzEcxG8tsUSbvsvSjGuxlwS274RZyWQwixxROMTd9ZsdxMKduOTF2IXDNEkkyXaTObIyZW0d2cNGMZpcXJTys2x2RWSHZGxudUowSzS35qeNwJRl5iym0bKIJUTj3MEtpklFzb3SlonUR+w/eX4cfJB2iP2eGMb7FklKiMmjIuxBodPuLuNKETD6pE8dd7PJ3THLudnE2RHdkkSfYXZFH+6Mp4iIfeesuzIztCkMi9GLr4mPa77DROJw6JxtEexmVolqvHQhE0YMTZlhskPwS8kEmS7F/i4J99WT+T1we+lZCNLWiitM8/oQ5eymRUmbXQ4zNkiaovStK7exjWu43Fi8kdGZY9jE6fT/sxasTrITnJlMkuq9LF3OUqJR1U2iO2ZKJjxtyREiRi3qxySMnEQRLJzCkKqHtHQzc0yEeZIjihDu5ItaeDcOVitIlkolxEmzHln43MnKxD8H2R8GRVLTG+5HHfeEe+uc3tqtbL9jh5XhgTkqLou7F9NeqUXfYnK5N5sjUK0h0P3Ho9H72HKqS3I5yOIzyl6fYw4J5JGPHKGOnJWY62ke5nicLk2zMq3IyQ+9++NUmOMooUyPc2ZSOBnLcmcpync4ZBY5jjPczDvXp2JDxrJjpcPsnIz5t/Y4SW3AcZ34dmHDOGFSlFRbjgyf/AMrGcR2zT02P1aY7sxtyRyt2RvO7lX0UY247RbcmFTu1a8mWO3JJHAf/ACsRkF4JeCUuxj+xi7L2+H/b0WlGTBFnMyQTg+dt0jxFRRDPGbrnwSTXE4iOSMm0SWkxEdIn9SVcSmX26McahjUiHzpaUziuLr0XbJYpmyWilph4qePsskZq/wDfS+1f8COLzOMdjUmXOSNnqJS/yEY2bOw9yyadhyib4m6B6D06di0JsbpEV9/JidURmvE4RR/lIykTbIQhZiSstMyRcXuUrM3yLbina3EsaJpowrbjnk4WdZDKnvYmo8keJbJGHdGdTzbMbPswd4zPEbchSGxTIyiJqza5SZPHsiYoszbfaXur8TBKxdpDR5Rd9o1VQHSJ5FVRibT7McdqMjcu2ODRCVmTF9w8nYcbKRi8EuzLP/1epjdIj3d5fofgRH56zMTGfQuldOVXFi8lFWQjSHpPwS1g+jwRYvJi7Iy4t+Mn2QxGyRT0XkVULHCQ+HJYpL38fkWkvBPzrg8e/gxf7Pqk6Ju3rfsqVEctm5UbhsyPRMhIpsfjR9WPRsvWO1G+BvRKZTkVUtbLE+5E3QOZjJZIE36ym43DHORmxKK60KDkR4eQ8UxppkoFaRdSIRUqFGKNrsjkfi7ENpGbiq7OU5DIeCzd045OLPVRRZuo39y0Tx/akzlmTEQ7Mll+k3q8ZEzLtZDyY1KZtoUq04jwbdsR+5w37MCTtsbkOSbI/wDMCT7E5oyZE1WkNfr2lq9GWP3sJ/qTlQ3b6Hok26x8LBEeHiyEdkRw3HJw7CPZNYXUms8bHGpMwz3wMuOyeL73ClQ1GTOVPscvILh8hy5I7ls3SKyCWVMeVRai8myEnlnjlHdCHNdT4CNHDJxycvJivt2SRmyxeVyb9TfyK23Ha3Nr9xmOfLlf6qU5Vn3LGPFcN3jXh57XKP8A+f8AD46FSUj+n/8AysZPwQ8aMw/ZX37TOH/ajouiWFuV7MkB4sqMPwWmyBysd3GEY6NaSIeRaRP6nD9uW1jj21irkkvCJEPnpZxXErFjPVJ1g4P72RHCJlwRZkxygyMtMWV45Dkm1Kz/AG0syT3Zm5L0swJRiT7Ulv5lQ5kJE8r8805yHKxwOWzYzaymbWbCkdkfZJkH3H4RbIvcqlDKY4E8dohiqV7ezc9x8lT3QdSoTfKLdkZGXuifbh4C7H6hslzMnr4TMpYjFXOyPjcsZS2+Y3ib5OQi5WlnUITSyQ2tG02SHikhXDvhl5Mjsx0oGb5e0vdX4nDP1GRfcZJofYbRdmMydzYzwOZjh9yfetiijDOPcnH7hk+pw+034jElOC7QolGymhNHrFjbHtiN7iT9Ivsx6yIdmeUJi89Vl6PSXabERjpIozdoj6Iy6Yy7mOaKnNHG4njlrej0wxbR60RTGjNFIohjTJ4tvtwdMUo0bkNqiS7laYpRRzIG+L93x15p9PcWNseCY4yXUn31+iXd6oU5EvGj6o+BPsPWMbPSjdCiHdk4tFyOX6kbTYbRiZ3ZRIkJW0RiowSRl7xY/PVixOTMWKMVo0ZcVi7dnEcNOGl2N3c5sWYlfeOmbtBkpDmWbuvEkcxItSJxodFCdCzMXnRoaqQ0Yof7MSNpkh9tXF6IxSaikMXgmk5RM/n3F5MGaMsR6rTluN9Ef+YPucSvSRxrzxPz1j50Z9D6HovI2jcQ86PRD0fvYvJ/qT6seCczHjhjNxizfUp0bqiU1Evy+bWWLcrd5Y97wvax90TgSgikSW0XEULi6MXExmOh0R2M3Y4nPiSywir2b4XPmQixUYlODtPciUIzI3ukZ881BqPdoyYqVrubto2YtlDqzFKMIXLK5Mx54YcaHNyk5Uu+mKX+WOn/ACuKjuwJn9P/APlQJeCPnRmPs2Lv7TMj9EjB+zDRezem4nMhIkSIC0R/UX/jir0l8npwyvPj0Zi86cu2cVPfmZwWFJb+jJi3Iy4XBlm84bJ227lRdlmae2DaQoKjZjR2n2WCS7733GyTN5cWWzfEuJ2KNsjYelHk8kvJFD+GkJUzmilE3IffsvBn7EMl9skNy0xtbWZPJC7RONoydsONEY9nKUmzh8vKkjLk2uUm7ZGK2Mjvxer9RFd3Jt3J7sERNG0oyGFE13RKVRH7SH7i9x+xjltkiM0x40eByRFXo2RyO6l4Fj73OVGOP3myfUGQnaJw+4Tvs4ifYjByldIUtHDuUVkNiJdkW5H/ACY9ZCfcixkH39viY07jIjKCQ5I2saOJl3roWliYzErkYopIizj8e7FfTFWzFHbEruMlInDcLEjbTRP4j9texj8+/wCNXKjyZMe45dEtceLsUlpSMmFMcWumNsUTJLpTockOSG+qPjoRCqNqZyWJJEo2iKihd5FaNsamytZM+yDp3+qFlZdmRerpgrZhhSFrRmwJnckiRwsvVtcbdLAiMUoi04n4EtKK6kYjJDbIVm9k0LH6UONEY9y4o3IckS+YsbZ/+JWyKKP/AMnCcRwhGEpYkrvHDtYxEmkzNF9nrtsgtrM+ONbulHBRlcn3HRGURf8A9UDOvSIzO5vovWXQ+iiPbR9L97H5J/Efjp4bA8syUIVTTWlmGXeizNfpWfBLzie7Ch/8OTiQzvxvkTqXfybCUKKEpEJ5hrNIWOu/k9KQ3uyEHWmXFse6ElKKF2emZ7dxh/ySmShsmnlqeC8OGMcblN3LobbMWPdNL7I1ZLb6iMTF8kL4oj5tq8TR/Tv/AJUNJdmIZHydkWL2GZX/AI5EP246LWeXYLi8R+oxCyQZZerMv0Jm60fYiIxHHybz0In504L/AORDRmHTPLZhySx95mJVBdE+Jxx7RzykShHLE4nh5Y9MM6IPdE8MUjipfGNm4goik495cT6Tkxk92eUYSN8WOhibRuRsgzlsjtih5RzbFJHdnaMReSJ/rr5QpM3kJDozeDxIityvNje4xt3TRRGEpTrM90ih+FGWHbG2+8TL8EIh+1MjZkjT0pLBEjsWkfJkXYwwJw9SeXt7a91e4/ZSjKJRSFo5/SaJRXnySe0itzucqJEEzwyMrJw+4T+mRf133kl6jm06saPUbpnqZXYb7kNES0Xgsg+4vazQ3EMWM5cTZpmyqESUt0r6Foyxdzhsfe0RRljug1kVTa6cU5MUqHLWxZMaRknZL28KiKifgfnpj5F49yjwOVy0sWkpUSfkfnTFj+10OcSTjIlGujG+5knS9+PQvIhSHM30c6ZZByocpm6Zcjvqyb1inIcKImYvo4THbvdtObkFNm4cpsUZk8FjuDrLGjh4ylMxw+hti0yrsZI1LW+qzHOqM257XvPJ2UTmM3WRHkZFslNndiy0qPogNmKNIy1tM7pVDu0o+NGIjjT9U6nBqcdr0iRRW6dZ3UacerDNzhFul2y0lce/eLVX57/KFfEl8n0LwIRLoZXU+i/fh8jIyfx6OH4WedihHDDaytyJJoTPDuGRTWlDpEvTIfnbxCF27wluQySs5jiXDIjkojhI4lFGwkrmKJm9Mawr1XTI5Gu3Zj9DpSIMzK964ZyUiUdyR/rsnjeRVLg5U3JVpjxuZRvqzFHdNEn5NzFNkZeqIiHkf2Zo7ckjgZVxMCyfcxv6H/y3aQvBHRLqmzKv8MhLt1Uh44Mlw+I/TI5OZC/Um7iR5syMnqheJ2rXgXyekSWnH/v6y04H/wCQtJGIRxr/AP4uQw/uRE0kPisKFlUjI3RFY491xWIx5lIyQWSDWbG4TajF+eGn9VaO6Mnfv6hEtiiQ8CqROS2k+7NhtNptrW3rtZHGeCTsihH0LSLouA5EZNHNdlWPCvMH2MtvvfrLFVm7ZikL1RK9R5znFtPIS8RH40ht5aMkNtOXeK0j6sB3ZE3RoczC+w2Zbv217q9x+zCUqq5ETdQ8jE49j/Y8m6kK5yG1FCX3tTdwqxxp3W4UvqUb7xyPx5Fus2uTHiid4EciZIstDY/kyOiH3GR8DIMhIT6F05fBjWjGcT5H0KJy+w9YIwIURacdDbl6sT9Q3pY5DelEojj7UWRz0PNF9SIfBe5uiTkzGvvVyKZkfbReT1FzFNlkmNpCmjtInDb0N+/Hxo9ELSx5DdPRSdHYss3G43jYxaRvxDESSMvjWtMENuNDntOcrI9zb2JdhzmpVFyMsIziT3LtwSe5kVSJ+T/8gOUYonPcZh6rqTJYp8pSs3m91pFWcvsLGKHqJ46le1EYKHeCvu9IK5iJOziY9zh4/ekhDyyXaErsz4lNW1TqL7kTcoIlbd0SWuHBLKziODjjxqXDr/FEXdXOHYj2yVHt3vtcZszRuLk/PQtES/Oh8kT8mT4644cycYwioRUZ+SRAmrH2kWRk07w5FNEskhyscUqJelsZlMc67QjuY8WMlgiz9M4yHCcT1GHfZZHBFmSGyji2l2wrsXIoXgkt0SDIEvmiUeVmmscpT9KVLbm5sZEs+UXqZ+hmziNkIwwk5GOdIeuKmxa8WvVF4ZbcsJaS9L3buwxISGJdcjN+2kX7P0LxpZltRZhVQQ5ULTHJ2S0/qH7sdKJrtp/T1eZ6Mx/IRx7/AP4szg/30ZI8xkuRBGKSkxw7EsFsxcKokcaiPsjjIX6q7EJVJEO8SQ1ZCHrMzqyTbH6UyNd3Lyz70oekofZtRtiUtZeNIql7HK9Fr7MT7E12ISSsuDTUlUxxpidDTeJvH84n+7H80Z1WRnfYPR/txUJXw8hfGRCO5kXynGWWKTT3I8k/oxeEPIoonJyftr3V7j9mLPs3C9TKRUdESfqI+ByqR5JNJCk7Iy3Hgb3SPCPnIfZCs2lyix00UKWm1G1JEvkR8dD8mMkiImRmKQu5RRXRkIrSRLwZvI+iJ5HBlEI2VXbG/BCT14/Fup/p0fp0OCRtMfD7iEMMETUbJG43aLRjQ4OvZRXsLJJCySF49qRGUhZaObETLNpMmnWmM9RsmRxsUCWM5RHFQsaJQTMkNrOAXkzcHHJ3y8Jmx9EVZkxKMb9mB2LFpGfYsQ4m1jYhxHellncpn3rCW13zh5Sc7K1XyRHwh4kciF34JLseTaVpxMU0cO3jYsqrT7J5uXEy55TZid40TjZOLWq68GWD4dQ3cNiZBYc7riuE5auJj8lkrI5JQHk39k1GJTnLSf0N9jHtSNyouKRmVsj4qmUNPTmKIpQembCpd2qIS7aUbRxHESIZuUiXFyyUsco0WbvrLBqdxYnatzkzJFx4dt9EdLH0Iele6/aj5Qu7M/aMdf6fjuUps+zIY33GZo/aEQm4sUo5O6j3Jk4XAa2EdsmTW0xTsSRRRSOXEtRFkiznKCMk59205StJxiQY50RluWkoJPciXygcTjtbowk7lzpKRDNjlEyqOiyTj2Vt2zbdkITl2ktccZeYzQnpxUHKBUlIxu4QenjsRuxewxmT4wK9j7Wj8dHEt7REfVPWA9OP/dibSjL4Wn9NX7jGR8sTP6k/8FcJ/wDIiZIzaP0lmLCoLR9hSRuJSMvgcO4n65HDT9NOhL1EV3M3eUtJbqQ+zWlay0THGzx0yIx7+zL1bdMT9SUnSJNORHyZvN36U9xhcalBQcchFJR3yguzz12ca2MfkSuSJxoSrh5i7RZhfrRllKUhNvC9IMyeTEmya7fkr3H7K1j5O4opHYi6JrcQltY0pCk4nebKqVNNd+Y2iKolJvsvSjcXMWVodNHhFSo76eCUux/vqh+NMZMTMfcjESF1z+SFrPwTVk410pjFj0x4mRgRWlnFftM5jEsrFw1kcEIlo7MdMyQRteiibdNtigSNsSkUikUjt7qI+PaePGbII2nLRymyOOmWeWcViUcemGIoo2IdC6LJMz+T+nxqFxZtRn4DFk75uFyYREIE7K9mJJG1m0rRSYsxzx5GxC0ssmtwolEvGqTZymPGkjluUXLWyPkx/FF6Npd5cQqN6l30szdzb6Th+6YjJNQTMuVyZ3OGl6Fpmj2GQhOZLHOPVFXJJtdox4fHODeLhpxOIhOGEsw+BsUpWOUjv53EOy022Pz0dy2bjcbmWzdCjHt3EmORNRkbKEbShxHAapmRenTFkce25m5m4tm5lszTn+n6VomPoX5C0+yOWCM2RTrXhsfLwxU32ImQh50krQuzJw7XuIZKaIZIziT8m30mXDugJSTFFmxke0V0SlROdm4w9++aSoxYr78QmokSRh+OmXsiDtH3En9k9vLa0t6JaSaIOm3CWRyJdm9FFkX2qMaLkLeSuicUzhXeCOrWmL5kmbhWx9L0n/8AV0Prl40Q/JxPaA5+gxxpDEQH5041rmo3ItGZ9qP6d+zNjP8Acxs/qX7cDDLbli4Ux9h5PUlPivU4xy5vHqRzBMyOo3OcHhyST7mGXcRFdyctqtW2yURRlLcPpZ4H3IsasacS9WLt7D+lEohakj0yiZcKSuM+5KmiMJSgSjJFUbntJxfoWXHWM7yiY6JUjB3lc/UzInHCo1UbjDbKMskfWyfpgokeyPLMMDO1FG5Fr2l7q9x+0itEOf1GDYoFuI1uRGW3s4qR8USl6jHLcjlq7nKiEftuxbYm5G1MXZNJEn0T8EPk+iWkCQ/JioWq1vX/AH1ZksSMkLQ4DXQmIxqBHaWixXpJWiUIplVo2dxaTSY0JdzxooEkLsOjYSi1q5G4sXtoj49q707aWbizDCj+oy8IxPsRkbh3535C8jO5uN2mTvI4SNYkIWkoJj/p0HO3wcFEzQcOzQ+tI8G9nMLHrWtnNOZI3SEbjub0S7xEm2QxJa5PAu0RroxK5JQ7Fljx2bImyPQ1ZnexJcM/I12OMy/S04OPpbJjx9ynFHmBKPTi/wCV3GR4rLjZm4rPm0xy9JEoqRjkjYrsonP66JeCc5Wb5G5mJyb022i9pLMb70oj05Ykpdq0wzVpLEmx4lY3kU6hw82RxQicdLsl0LrQ/wApIfbTh4b88Eyb7i8EzwN+kh4H5G6iSwb4LJ9mOe0x1NoYya76Ij4F27aZpd6bLtkOx3yOscEjie+1UUY1UdMjtEfSRdyWnFxipHjRkFcorJieOVdtIeDltRbWNSOW1ZVE4OOx412R2G2UzbZwvZTjrJGL5jsURKiWqJDEjJ8sSa1Z99T6M3eLILc70RE+9OKluzz15O+BLhskThIqOAssbqaITamf1H4R04bLeKJLL2IVJt7cMLHnSHmyyFF0I4p/4Zawl4Mb7EDNcpbVjHUS4Ik+5fTNCYyL0cdF7DYiFNsi36tE2pIRLwT7SN3YxwUk3OLgemUbl8YinSg/DmmnGVQhUkZMfdEoLHjMS3TMst8iePtWJ3CcXJWpW2zx2Yu7Me4eFZDLw08em5ibKmbMhsl0MXur3H7S0Wi8m6hOTPUJ0NJoTce0pbu21Kja135vYirdykdhbRxsg34XeRIsZR4JNUR+xC0mIj4GZDCQFrfTXfokijyTxmTGPohEqSIsQujIqmNyG0ObIyHMTskiZiSHAaSEUOQoLSXclGtGtEvcRH2t9HMmxyyHMmf5WjfRhnumkpUjjMm7I9MUjcbjmo5zOZkOZMV6ZJ7UX3OEleJFaXo2y+xxePcrokuitFG9HpRBWjaNHcr2Iih2HBCxijGJY2IaspKJKPc/TzH2YotmNThNPs9Loy8RXbfkYpZSEm9c2eUGSnKbvhpGfioxhTbkxdizhZrl02M2k43ClHbEl8npWvxiKaoUx+RpVYm0RyiyksvYxsjJEm6Lk2bfT1ZMO85ckLHJmLh5LvHAzbFKsmCBm+Wkc0kQyqRFFD0RONoyQro4fiWuyjzERhCOvH/6+4vw17CRPzp/TY3knJ6smQe6ArjMZL4sj+xEklkZ3i6wZ9jE1LvNk2UIxj7n/BZkl6pFNkPSOcXSi3FVuof/ACxtoxO8a0n4EYu7u7RxsLxKQno0Q4ycVWeWKdSfgxkZ+Wob4DU4ens2SguVHSyRHiKlT41HCcRvzV0Q+RWj6XokT/dxdDPvR6LR9E12IdkWIQvGsu8m9ptFJbajy4nq/T3gtxR5RxGCfyXeKfFO4UcG/S00bZpCxyKRjiOJLscU7jqjFLsljl2P9hxH2kz/AGY+p6sUtOzNhRRWiLGxaL7E6gKiRF7oo2tMzQTeiYpNM3RcLzfGBgm3BxzRVxlljffDUqhPI8M5Kc5TF6IGKP8AvBuTm8a+T/1ZH7cVZNkTHGlc2OfY2WPBNEF6kRWu1DwY2T4QnilEXur36OXM5WQcZI3G5lyIKWi0+yu5uoTySKmRdEoqSIx2k5eohK0PH3H2R3Zy0PGiLHNJmPwTZetkqoZEWkiItJ+TF5MYtF0yI30tFDVkoGWBWkVZjXYoiu4rF0cTk2NDzFvVdxRS0nFG5QHxEWObMeRj7ipG6IjayUCS76UvdiI7i9j0ocjdYn3qeKPnkmCCUibqBkdyeidMjJPTlm2Ry2KFDJTSJz3PT+m94EpJHMtl1p5K7Eu/bJHa2SRLpvpxjGbSXswyNovrSscKFlMsbykKh2yeo5jhMg9yGbDls2atnE/LSM3EdyYlWuOeyQu+tk59iUdL0jVmTSPc5bRKxIlBCizwjyRSSIsU6QpWzI/T1w3ydRxqI5Cla0n4OJXr02s8HD5LWj0Q5KJy3PvPbencRwnE/wCmvGzt/nr2FIenAR24bn40TGTMTqTU6LJvsR/ZQ4dx41NVkxyxsw8Q4DyWQYu6HHazdRB2x+Bko99PoxwkvUmSncyTqIjKYfhp5surMXgiNboyjLT7LGhD8kdpD7UJt9pf5KMfqml5TGxschQcpXy0YfRli+jdtestUPRLTzngNasumWbl1ol8XpZAR9CMjrFN9CZh/aiSdSIy0cEzib0wZXhnuwZ93pTPJsidkSyIyZbZl+PRw7T9KUoiStSzz8rdZO1265LVoUjcKRvN5eiPsYkNlj8aMx/E7UKicBaRMnxiR3RalL1Q2RdMxyUckZZ8kZ5ZSjXlXkkZnVR8YR+nEQ/2P+FVRr5MxYh7fGwnDsRm4kMiaK9RHx0LTKh+fdXtsSsjhRHHBCS0ZkVoce5y6El0RJeBNnk8IW/yu58ScyUWu8NxvPkN/WyxNrt9nKRAzC8H0K0bkORLyRFo2Q0syeTGY+i+iQupooaMkCS0wRI/JiEkUJC1/qT+JGZZBlG2LHCA5JDk2bVI2RKSPJ4ZvLsid29MkV78fIva3WbzdTOzOxvOH8s4idY30KVEcpHIjmI5o8pLMOTevC8U8Xb9ZGbISVXFuT0iS8H2cREkia1RVPpoidjdEc/axvuLzq+hSouyu54yNxRMyeThcv8Aro5G43G7TP8ALpvXhpy+JYxlDgPGdzudxIiqFIlD78G6xRJK+yxTNjI9iM1Y+4/HUk2JbIkpsyTpHC5b9Izil6xRGq04f5iH5ENvxDEcVlr0dFtGPiM11j5pJ9ji1Vfnr2K0q2lGOyEYz6Mni/DTzfETtIm/BH9uJXcSHBNGThtve6Iv7hJEkmiUZIhPaxyVm1EsNjwyIYtiFMzPvIwq2SjMjjyEsMyCqKUhGaFd8XxEf7HEwrKxldC7shD7mlKG+9yiRSMMUlcWZJVJjkLS9E7inrJ+pEfGj0Qh6sj+/wBL8n0NaWbi0J6z8aRVsQj6Po4h1gn1YP2YGUjMUzccZVD1x8U12jniyXEIfEDySkJGV9EJNSQ72HZRvLk3yk06JScnqvHU9WivZSPLZG26ktGYpMa9RsizJF+JY2u+1yMK/wAlP4OMX6EZH2jJQnI/TZz9LnJ4smMxz2RZjW93+428ktzMf2Qj9zl/rDBXeD2CnfeeajmY2hxsV99IPt1ZUT+X5DIERasn4P8AYlotGLVi7l9x+Rd0OKslu8Qk0bTwiNp3fckYxkGZao3Ub2bnrL5CI+CTPLF21yeTH5IarpfRfSxozqiMbZix1Ej8hC1TL0/qXmOkBEX2Eiki2OhI8d33PibiUmxPsRb0ZRP3o+Re1G4nl30cMu18Y/rps3yNzLfXhz7e3D94qUppCyGTP9RkjPW0bRIo2i7Dd9V+6vJCarVi1oUWjxEjBbt2SZ8kTPBDiZeN7N3TkjZHFfZ8LkNso9MJOMk/pDG+hxHjNptEiiiieKyGJRJEIfcaMyHASoUO1tD7dONKA5WSMrui+Wk8U98Ezi/3DwPTA0p6TnFMs340S4vHFEpbnelHdF6cLmuKUjjv9fz17CkM4SG7PEY+h90VXpl8DH8TI/VFR+ERiEZPR3yYo5Vbc4OseaDVWxTofLmfp+4oSRTF5JSL7maPqIdhZpEJqQxa1aIdrRI4tfGTimbexQ+2mDAzxY4VMh8tu6SRHtFETPF82Q1XTh/Zh0f/AHRXQtGLRmP96fQxkdaNptSIaUPuTVTaxxpaRGfRxbrD0PTB+zAyldz1ROYcRK0unh2vjLEULSb7i14eN5UMz/AgeBu9Y+OprprrQifyMUfVc8cZo5JLyYyRhjuTMuP0k8PpRCozpLZl3Z4296+KJnDT/wAaFpx69EWiXhYsk0o8tTSWjlSIeR3R6qMWVrtkZCeOyU8VHmDFByMXitE9citGXtP8hkCAtWTfYXyJC18EXp3sr0iW3u+6IqlpNDXYxi8kxFdxyVkXGyUdxFUS7oca1QyfzEy6HbMca6MisgQFomX0ffS9L0bJyJ3NnD4PuS7H+xWi6f6guy0xQtDgQdG5sas7pjmyLtG1MUJ+HGaG6EzybmLuiUZI3NEvZfTE+vbssvRUYu0TiZXP8DhcW+RGL2kltkbdyOU7FiRxKrExEtI90Pqfv4tX0RxwSK9RNqh+B+D1RgS1wvdErpoi6miNEscJon/TjJilB1rjypxRKRZWtaT8i1svSxd2MUici7RUS1QmNdEPJ96SYo27zTuRwM/K+jLPdkky9LZLJORbLfTiSbIK2yt9uUL7s4fIoTF3aOP+vyo9+le1/To95yfQ9GkyUmu0H5IQ35hkqohpNRo7bhxU1WTA4ClOJHP3FIs3M3MTekkbVIeI5TE3GQu60/5GRP8AZ6S8HEK8JZY/I32MEN0z4d3KS7Svw68RhJTWiJRUjLjlHp4WVwrWMbypj0Qh9DMP7mXoYxaNaXp4Ynen2ZY/5LWkR6ca/wBtavTD+1AyEVciMESwxZxUVF9MHUk/K07EhoWvBQ7OTOIvxDyho+tGQ62uqitPrWuxkXgx1QpIkZPV2gQVkFttUTZlwf7XZuaE+5I4b4i0479ow0vU3sjePvuPS0i0U2xR2mOmibcZEvJcWqhFIntsfY3swu76VpxWL7/HZAgtWMyv0kfkMXR4FLRy7EYWbaIs7D7n/JAR2Y6QikThXdZEb0Rk7Jj0QzJ8iJ5IxrpZHyREIr2n0T7nKlIhhSETP9hdfHr/AB6YPA2fYvBYikxdtLocpMlpFiTZUxyZOLL9l9MfbvW9I+T4wMjuXvox/wCPGYMlozv0nD2zM6ISuKOK/bI/ZLRMb6F+B5IRpHZaMWuKDUTbZOLjKpGLFSvi5/WiRh7Pq8CwPIVnxEM9kZjhGZP+m4pGT+n5oji4i8m9eCEu5UWhxrWXyZAelll6Jj7lMvsxTRNHdEfIiS1j2QxsXkzS2xpRcpVgxRxInOscn9jfTRXTHtGr/wAaU3e0l29E/GmDiHjZxklLa/ycK89K9rgobcFvrkeGcNFb0MkrIRSJzUFc5SmxQoUbOWZOGTJ43EUpRIZiM0dhIoZFaUTgYn6SQndn0Ib/AMr0l4PljktGd5GGLu3DI3b+o19uFpvBdCWjH3MmPZ0cNKsnRiXlj0XTYzB/9j1fTJaIaI9tc/lC0jrxTvL1Yv2oEzDDuJDo413PX61h2jFsY9fs+zh0o4on2ziX6UovuSbY9Y/h2ZPohYh90MZGdU4STuTn3JSfmE9xnw07cWhDOE8a8bNOLjjVuskt0iH3pBbppTx+quXIhAnGz0pnpL7D9Ku1IruYmvHTY1ZnxbXa/HxYyKrRjLMxHzoujyUdyhFtlIoqkfRikfY0UbExNofgTXhY0USHohmT5CIRrqirJdpkBaLp3qy9aH0pazIoRWlnbXjl/ienDtEuw+/fS0lraY+w5kpssiKLLaJdyd0S8+9EXtWX0cPgnOV8TujH8DDHdNE8fYwXuM0qicOlV55W6S2wOId4yJLpXsV7WL5FpIc9GLXHKVEskYonkuRHI9yFkuN557pvXFHuSxtd46UUUOJijS0lhhI2TxkHa1zcPiyo4jhZ4XpF6Y8lduzQ/I320ix99WWLSy7RTYkkbhuyOksi8C8jGMi/JL1M4Wu7s4ifo6Uz60cr6I+Rtsi/XcH8y4/LvdyTel9Fe1Zft4V6GPoXs1ZFbYRi+ljZJlXOJi7Pom9zF5EdoollFbJRT7T4V+XAW5EZsjIsrXdp4Jsh9i0d81iH4MfhklU5KyKc5Vt2NxxSXdRkRlju1Cu88nrSwxqPS/DWsXTT1x/Eb0Quvh/i9Fo9Vq9F0ZkLRaN0rk90m9XphzwUIqWeJidQRfgl4OK+b1+tYJvCLubTYTRekVukivSjJEzfEjIQ+he62WLRDJF0QVsb7HgsQoVEhEklIlE2uUK316K76cK+0iOWbiY8knPbxi/xsxdtzMf3phjT3Sn6zneqnl7ksm3vLIzFumzbFIyS70qEuwr3CYuqcdyMkNkvxsWP7jHVvXP9EPPUhJafYxdkLyfYzL2VQ8i7rS+54Y12Pogu970hSTGiWiPon82QQjabejGZYXIj2IeNF016umXStZkUV0Ud9ON/Zlpw4zlrRDZem7Sx1pEjJl2NMkT9lRseNlFI2EY+/jhbMeWKVcXlvt7+D097tGP9wzPulC1A7yyGWVRIw3YzwTfVZY37+JfbkiK+5l6wlTHlM2T01h4XJlMXBYcXfi8/bZrggSh6CMTabTabSEbYkjLm2+mCmu8sm6li0s5iJxWSNcRheKRZHJ9UYpNduIl6iGRtUxeeh6Iese5/s0+xFMonk+hEDsySR20lw7hC8WTZMTs4zsor24J+S/S1J9ojb+Lo/wDySr3X72Nf4x9C9nh47s0CQkNpF9DR57LvmiQT5msviyczGyJJ2yhTgmJwY9iJKEyeJxLRHLRHJBikh5Ei3IS0l4JEdZiH4MXk4lVlH4ME4YoXPI8km4twaeOKmlKShSJcmKiRvLMjpQ9MvZarTDLdjWq+K1S0etaM4f8AaRfS+h6LomvSxafQjislLaLqxq5IUfBQ5JJnEfLX60ZwrWwz/wCKVxzwOfjRkybteGV5Ubj/AJMi9GkPHSvcci7EtPIqp6Oq0jSRYvJbE7I94jhNEOxLwRkjjIeq06ZKjhf9iEZmPHPmbuK28qWviJjW6VPHtdT7GOXcWODRLBaOVGJugkSyMToVNG5oTQ5pEX18Rjtfi442yEa6HrndkfPUjwIa9JE+heCJLyiUbF8yKEu7Gu4/An2PkQHAupH0TGI+h/IRFkWihrXGTj3Gu5j8aLp/26O47etaLSQ+7FpR307a8Z+zLTA+4icew+xRtO5tKO2rZEidiQ0T9mPnRoa0j72LG5yqOOEYJZsVJuXn34q2hw2xRF1AxKk5Jb8pmajAwxpXujKZIzQ+59L6F7qR4Ql93o/Ol6WYOCv1doqs+ZQTJzc23rw0PTc8gmxdE7HPLF0sCEq7ZI33hmojJMy5K7RTN5xMFkxMap6QzbSOSLVz8iEWfXTeliYhfK8gpUSyNkU2KCWi7LSh0hKzL/8AHTfk4eVwRxT9XuQ8ar7L+++nb3X7y+A/PQvZ4BXmbZKelFDcUObPI/TGsX7pHxrPwZDH5P8A8clE5stKdjOdSr9RNEpYsg8bKYpZERySRHPAUk9JaR1lo/Bi8nGrvFqLlFvHC5VLh8cMKf2YPnUpxupW5GBVEnl+ozykJNkvGmVXF6rTBPbKtF4Wlavpn2izB+1DRew9Vr9EdGXUTJLdNvr4aPZyQ7MnaMjIt2QzRhsh04ZUPFOcGmmPcJOteHgowclJJndk24mT5C+I+hdLE+mUzuxR0bE+42WS8CExsj40TMWWkKVsoz5MlVcnE3S+M1TFHdjLaN+Q3SO+i8nnvw+H/ZYV5yxRt7XHK0zeyVngjFVe3GOUIoguY6zw2HkxzYn1NWZ8e13+FGO5kIUVox6zlSJEfPUhiO7Q3JdoO0RH279pIqSF8i5URVC7skx/8RUrFjQ70XgmMQ/B9i0UmRyFpjiUYvJKPY2mPRdP30vVDFpMitexRXRxcLxS0xoXconEsTs7o2WPdE7ncbPJCHYQ2Sek/ZWr0QvdwqUVazzJTTxsl8vf4XHcjL3lX/EJNRgYF95JbppLbRkhTvDO0Z00T86X+AujHE2mw2jaRKQu5WnA4Ve9yMkqRlk8kh6x8oje1KGIlj6Yq2cXifzwZ93p0y493eE5JiL0XdGeO2b1g/VTo2endRR9DRRWv10JmSWuJ930USmojm5TQj54JLKtsmcJPvt4h3N+5Hxr/wAH/wCPV+4/dxq5LSSqT6F7DP6bH9xtD2DnE5lljZTZSgNkG1kMU3JdGaIuxzinPvtFElUe8sj6FZFlFFaLNKIsimtI6Mf2Il4MXk4xeg4b4m3/ADU8XE+MsHAinK27j2XYxy7VaOdJC9fdy8iZaaH56cOTctF0Pqyv0yMX7UCxey9ELV9skhacXPbGvYxQ2xSXYbRxD9JtqUyXiuhGDI5HERanZJraMhHdKskjciOakhyttzW6XUuuxMY7FBsUS0hy0vWT7EWdujsYvU62KI8sUZciYlKaHDdRnh9wdSRkhTI1TOx/q9YY3MhCh58kXU/UiS2o2uxKVkpRpG1SyXtRSJy/1xKUZEpxfbZgEsSO1l9U4KSJR2yr8DyYsddDZejZLuMXnRaPRPSHkbPJa8eoUrHAaZ23Cuips7RL3Mpx7wdncjKz/YukMen0NEdKKE2iMrJM4dXo4i7PRdP30WSkJaIesuhMvWtPJxXC7Z3FJIjNDlo+5sIjS0l3NjOUxYmJaXFEmmOifTGG4eBo5Zyzls2s2yNjOWLHRRRXWteHhumj01U8SaM1x7e8jFJxJS3MxJ7jJbpK4wJRn8sWSuzqSO+OQ9uRGXhp95ddFFFFaqLk6/S5D9JkP0uQ/S5T9JlP0uUjiaNkh48pych+nkfppiwyRypnKmYY7IRH4OJbfpqk9UY/kjElt1kuhEvBnwuM92DOp9tMuO/UmqLRZFnHR9d6RfcStpZ4VBC7IchWM3G4lotbFIkrGzuYvOkV30nkURucxraxZWcIny5rPGptRltdt37kWPVad9O3uP3cGJ1uw7Id8zvLN6rR9fB/48FzyyZU2LGxRUSUiMbO0BvSH7iIKo9E1cWNeFt8luJGVks0YonOU3elDI0eNNxZengxeojI3aeREvBi8mdboyWHA2ZbjkuPg4hW0Y+0KzLw4uJjhJyFw5y6Nkod8jvumV9zXfpjLazF66fstmX4SIftx9pD1TLLMy7po+ziXeV+xgVzQvOuX4yJTbkxk+hHD7XJx4jEnhO+uJPc24sa0s+/e8G43nMN70WqGTZE8EPOnYsxNb0dmZ/KMWGNXOVy2zmoUpdyUJR75HdP/Uiuw9ElJoeCSkcx/tv0elycD5IhEe+JKW7RTfiXpid/MZetdEnQn18RitX7C9jBi+61Y9LGPT7PoWj1ixC7M3IxknWlyK3Me1FNd1OVHcTZ9CUkzd9KLTPsk9JaN+kRQkUbSkh5EOdmDsjcWSExF9H3pelDj0fWiPvrWlaZob4Prsv2eWmhxSJ9MPI+q/bRHXhI0jJLJuFmM81KXv4Ib5pThsItUYq8rbLIboWOpqp4aMWR+HHeiPpbjnX+ErqXsYF59my+nFG5rWf7kjP56IOmYvgtZuKiT4yKME3OO6tGZVKi5RkYMu+J4PJlhJd95GZFnHfWuP5I+x5Lx1Yj66WhaLVSHM5hzTnMWeSP1MznM57OYKUDDNbqz/uS9+9Fo/J2Owxfjwjuesvk/cit0opx8LYKJKVDtkcZJ7ezej7Ef3In+qF0KPruvQSjQ50Nl6yg1G5QojaHEcSuldjFOOlCij7JGIbqZk4hNiU8tksmaSFZjtR3Tlu7eDhX3ZYpfTRlalBNG5obsXTwkduK/ZozftTF4Xtsa1WmXwtcjvJJ9fDfZE+z7JepNPtJkpD6EfZGUZ40TjU9PpGD7FtJRQ4olVkPxFqiQxHkXY86UxWY8hujKSMmTbEqVpSksb2t8vu4ZZ98iqtEMjVnJtXHLLfFZ4bsjd8tuFrtCMnF1vRLmZHUcWK9ufByqMarvv3MbiY/l0TIS76Lqz4trv3sGLc7Srob1ejHqtH0R0ikhafeiJx7mJOijyQlTpl0NWKzwtZ+NH8WW0yGYjJMboeRlNklRj7yMa7adxoTpkely7l30TlXREkJ6rrsenEQ25H0UUUPsbxS65Smc2Y3fTAfS5G4siyvYQtMUd0kY4OLp0RwRczjcWKGm33eCXl5b3FC9MTDZljLdePLXa9xkg07xZDN3ac+/Dll6VqjsUUVpWmHx1uei7j5EEQhCY4Na8JG5W9Mv7hnj2t9HCZN0FpLiVuqWaOT0ybg2cJJvEQGSEZeVZPiKMWXehDVmbA/MWRkcZ3S1h8kMXeAyPW1QxdF9jcbuvDw29XHhsMZKWbFgZm4ZQV++n3/AAX7mD71l5fQvY4ZXngMokbD0xJZTuxRPBJkP3oEiPR/qyNJMzZdxY3okyCKOX97a7VpQ1pfRDLKJzEyUnET8EjGS+QuGuEpznJTp7sUnGxSlGK0aMLabN5zBS7mbs2I+uqMd0kqpJe1xL9JZftIaNptNumT60yz2r2cXbGheB9hu7Ifbz/uzG76YvThcvmGesmC/I16EYO0T0zLadNMcZWLsul+29K0joyJPWJ5RsRtSJLRT2ivw7jO3Jx9M5ctbeXTM0u0BQlkHiNskKMmQ4dUQ4ernKWLKNOEjLCUnaf+tm+V3+qy0cM/VJxaeQyen0sRi+fRLzpCd9c4KSqcHCVe5ix72Rikuhsej1Yz7ELR9EdPJ4Qu5tR2SPI0RLSJdxR7jlRaaNxY3er0fg+9I9iElJGxaZThl3F46J9pEWbuiu/S4laofuo4yPZPo5lFxkjabEKHWx9UR9LiVpERXWteDj3tupE27I5lCLeScpybhjciWPah+5he0lFslcWeUQyJdkk0ZcZiyV2+SJw2O8clKJxeWbewS6Fo+vH8etwp22Qmoxuc3KVqTog5Vrw0KxjGZkSW4yRp9HC5dmRCdksGObvbGETNL1yOEj/iRFdhskyJlw7mfp4xZPMo9sOfcjcjLmUEX9wmOKmifDscCMe5IxfBkvIlXSxPSXSiXnSEnVdEVuaVbIo5vccoSJ47RNbXXvrTsP8AAr2cD76z+T1fs8BG890SyRRziWWTO7FEUKGxsky6khyuhSfROagieSU3pekYCTbSfpFLuWKtaKHHrsb0gT8mXM4endHfFy4myHqZJ2xPwJn/ACWeWkn5JPcxH1pXRwcLybh+1n+ikUvaT6p/RJpK5z3P2VH0pErsn2Zu9BxEfXetaqXYjKmY1uo4iHLyNT+Bjcto5dyOZPs+UTUo9T0XX3O+lUtfA2MR9aohL6VeUTimSXcjt7mD/J2vlWSfLiQwXFS4ivSLHGKuPqE0jybYjaRxGebjGEV93fpdp07sqMjkslBxIycZJ/4pevK77/8A67owfPolonTISvr4jFvj7kIObMcFBaser6XohaPoWkWVY33HFkWfRKxPsUmSqKI2X30vqfkfgaEUK0RyjJnDaLRmUx+0+hD8EfOnctls3Cl1IzQ3QY/PRtTOUhYjshu+tj6o9dI2EYFpF9a0Rh7UZOzuMjNC4ixSciGPbE2pmTALhpD4Zko7e3XHyjZ6ERlt7TjuFH6lFxd48p8ieL7hNx7NKaF6Jmf59S9mPjrseOMjk5PH6adkYKOuNbpJLstG6MkrMPezicdd9fs4XLvjpLwzJ3yMwR2wiOR5NpQ0ZkSXc7wYuKhtJScnaEITJKLJ4lpF0mRVsfsS89UxJsilHpxyqaNzJVIfYnllEnNzd/gv8rD8hziu25GT5P3P6f6d85zlI5ZtFjFiOyGyU0PIOR9mN3igRTs77pEpqA80Ntzk5OxlEY6YbTRm9URUiJXRQ0OOkH0qRAiT8ksUJpSyqPMUdvqrZsY40UR+yVxdbzDfyyT+o6Pxo+jg41hsfsyZl77Sy/bT03DZZk+jLk3dvYj5WjHI8kkcTC4ptaxVoooSTGjBJWjiIb/VkXoMfxQuxLH2vlSJRnGK6nouuiOK0NUdhn2P6GMR9H2VWm4jl7kcgpJmSIqRijjVyyfPco5JvdmVRxkVt9feUrRYmSZu7mSGrIdlfJ8PKvAvijJhruf6UvGmD5dD1jKiE71vo4jD/t0rojFydYsSguhssY3Rut9L0iLR9SFIlG+6VF/S7MmRZJ0WWUx9ckPwLyURKGiEqJo4ekyUkkLK7uPEEsjZfYxez3GnpWrfYx60UUUWy2LVD8GeO3I/fY+pfhLSC7o21RNLaJtMxy3IpR73evfTL837EfkjG04mWCXeMrRFqzbaJ43FkMlCnZkx2Y5NMy/RN3LprSyyy9bF3aF7N9PCRuVjZJkkY4S3GePpqcdr1jwmdq+HxZsbEcZPbCsbW+4y9J56GmTXpH8mKKaHiQ4FCZCQtGTiUVS6noiXUi+qL7o3dh7RqBlof4K/LwOpmb5mFUZPl7nCr/AijaehDzxHnHmLbOx6B2UYMyjhQstpikrMlS6UISs3dybtV23V6L62NC86vRfIghE/I5bYFPvKB2aJqKglZt7ReeO5korkp73VEfAiUvVS6cFcqGrXW2VZmX7ar3nrxTrGvaxd5oiMd9zwiT7D9SrbWapYsc0SVNrD5JR+yJJGNqM0RcHFjrxFJIbIRTbJE+t9VCRHEkhzjEltaJKmzsQ8lj0Q/AuxbZsY8TKZ3I5ZIx50+3L3MyOMI8vFitHExUTFFN25uciJZZZZNfakSF6iu58mljx7bU7jHcubkIxTabh9/E7aYPk+h9EZbWQmmuha8Ri2Pd1xVusOFQXQ2PRyolKyHnrjq+paJtDtkUN0biNDp6eC/ZkP5EXfba1rQn2E6Of9f/tiYokF7dFFFDIJ0dyyzt0durjF6k/eelFG02lC/Ewr1E/iRlaHH1EY09F0SkZfk/YRin9SqSPDO/nFk+nT7Tw/ak4sjLcjIqdy7xJedNyPJT6a0svTH8vf4WNY9OIyKMT9UPij9VNEs+eZJyF3aWHh8eP1SzRTIS3acRB5BxnGRw2XehdDZPweJkdjSHjTJ4mUUb6ZGYpaUbUNl+xeq6H14si8XAfLMqJ+fzVFy7Q4HNI/t7J45Y3Xt4/mitxVNGb5e5wf7BLMz/PIWFCwwOXEaUTluRyonKizkYjJyrMc1FtVpejG0WWY4fcpV2sZix7pMX310MZF2tWhfJCESOzgzzFrbtIzalU1/t6bRPsoLJKqWTvw+sfAjd/kZfbp4bK4vbrXsZX68XvIo2jOJX+K+ldHDR7vRj+y/A1uPHZPE8qMuNRYyLpo8o/5F9jX2cJNtbcsZbr7CLfnLlUSE90iup6LXbKrjHsV/kiTltRTkM2boE4NGPzo9IY5TP0sz9IfpZI5RyzZTJQK7m04bJtlWZzWWoZVB1xclKNrvBqHmqrqlH7hRNxizaow3Qi7Gu5vSi1ubxoitqqfzUZwuNuNacP5fQ+lScWQneq1nHcqnFwlWq1jad4+I8LRjGSnQ5N6Q8jZY3o9IedH1roXgvuMhpHySXforqmNep6Ypm6FiUGbSQomw8MgLSPSvOtlstier0jrRR3L9jjl2XvsZZZZZZf4mCPa+zgXTEyHclLvrZu7EmTfd+xHyhxoxyszox94jxyIZZRFLcZMSZ3gyfeJD4mR+pjenDqKR2JY8UjNw7h36qMPn34emC04nE8iJxnARDJOJ+qN7mSwWRwUiGLAmcxI5jLIKMkfp4RluS7a2WTYsDm7jgSEq0niizJFwsssjkFOyxsf4/qlJJYGooWJaZ8H3+PKO2ujBwX+yUY9rGzKoyJ49r9uHyWn2jMvc4ef+GrmxR18I862ZZUqjjHw0JEsiwtLdv76TkkXenD4/ukTxpjg0Y45FK1BUyq9iRJCe1i1lHvaEMX2Rn2Sn4PpN+seNoircTNFJmL14mtI+Dwf7n0unh4OeRHjoooorSxsl+5i6b9paNGdf4Zdb14Z/IuiXc/50vbFEvoyLbnMt7RrTHK4j7ayXcw5HjyqTyJya5brdRmkoRJOzGu5uRa6mhaY4W9JtojHvuaU1clQouR4RJ2RXlj8EI33xJklfbfjx9v1E5UJ1palRmj3IxNqEu5kfKlEcYORX1W1mGNux9DkKQ60k3Ih6UX3uKi8jIze6l68p29eTN6oobQzh/vofUpNEMlifTlwcw/QzJ8LmiNNaQxzmyHDQUT9NcqWGMTHw83RxEIRGSkSyDd6w8jHq9MXnR9a6IsnH72xoS7m2VGOP3Lz01otZ+B3u0W43Jm0byRFJsiJE0Y/BHWuixO9KKH0N6LW2bjtr30op68Wv8f4Eiy9bF+GjHGsRjmvGZffMkY5Mb76rTLdD9iPkXeJe2RP1Ecm1kJKZPh2z1wZCaZlimiK9Ji8VxXCRrfphnRDujLk5ZHKpmXEvPVh96Cua0UbMqpE6kKNGSJyxKUTfI3SO4lpZifYs3G85g5E81EXfeNvvpZZ2Zk4XFMycLkgd0YfkdicvZr3+Cx93LI14TGNxM0F5/CvqjFyklgwQwq/VMpRLHIlLSdX7KIY4xPs+zN8V7nDS/yVqhs3G4sivuStnhEXZJbpE8dUkTyV22X35bMfDi7G4s3Dkyzd7DGSRjeqWi0XyH2bSdo9XYSSQ0LH6Kn5rhX9Zo7cjERJvr4SKWKzx13o2ec0Dv7tm4vTIrhL2uHfdjGd+4u8dJHFL1RcXcaeOxwoj6ZDExn+r0w0+3ZQoz/LTHFjj3vlY0KGFoyQ2l9HYiv9o1WjO9G2m27ZaVaZqIp8taZWQ7xiRl9ZJ7VW2T9W7sWRaVFE9zQv+KbNrTMmReJqPpluSR8jHkUVUW5PRtIlI3FlDZQnRc2Pd2I48iknGt8yNQjN9pYkmvRt+9MXh6v2E6MeSxMQjsb0b9Gkzk4hJLTdtknxU45Klw83CNzzrM0ZpbZNSyX0x86PV6Y/Gj6kLV6Ql2KE/URX25Uula1q/BXdiRsN1F4h5MXjaQETXYxEdF0rXwbh6Vqtdp2Q9K1svoyd4skqk/fyax0n5In1+EjG/SZI07WTsbVZGC8v5Hg7sWmVek+/ZwT+siIsT3sqUCGZE4KSGpQZGW6JBkszgTnPIzYzazFCzDNeM+NSGqZ36aKMS7e9w6/yIRvRlbbJUzadxVJE8U0z1oW8V6t0YH6NHq+wlBsk8dDlItlllli0lhxzJ8NHH3fttew+nyQTghzlZvkNvWca/I4WEIYVJY2+7kqJTNw2MnOi79leT6PsRl+OtFM2PrjLbJPduino3RuvVRHRvROdkF6RRrvt3WKByl5hiUrEkWXp2HpRSXstEkQIy79C0+zL85EfDINim+xCPfcPyzD8zi18WiI/kLq4f9laroslIsekF/miNlll+6mIyrbOSv2OHVzGxlI+Nm6z6M3qgnh7utnceHs3l8mN3EQyijJ6HFwluQ5UZe7IruY4rbueZRUzmQEoM2vxtvs4SihuaI7mRhRFKhzcXXxHKkRZvMjpG5Ep9iQ2tMjujBgyURwuJl9M5GxnLSHOuzlITl4bNrLL+pQ728qHel0QyrZSdscRpoTGjczzpH4tRnKBGW+V5YbZGKoxM30nalCM5bcbT86Y/jq/Hs+DHlE9J5KHmbMcey6WMjkxqSXEY1Bxe7bcsk98upeel6R8aS611RJ1uLL7l6X0tlm6hTTJx7kVo4mwmqMb7ESIzH5Foi+haV1PRedEtL6r1ssZn/cl7+TRaz8kfxIraz0yHixGW0cPKyfzL0SKMvghiiyWJWR4dE8aOUck5LNptZC0XaFAjilVxl9TxCySj2qE0bNsqfZk/JGdHplp2N+1kOIjJVPFObvkyOUjbiQ66Mfx97hF6m9tkqRJ7ZXKONm0nuVGLwUPGTdM76NmOG7uWzeXoyrIwXnJNVSTZ2Q8qRzEbkWWWZn6R+417mFJ5ESSJx6WrGqKKRsRtRtRSor8DFnjHFEnxBzJMSK0ySGV7MfktGLweSa9JCO7CzaKJt7E1tfUzBxGz0+dNrYo62Sloo2zwXGSY592QlCR2VjVFll6biLN69tlEX50jOhd9Fp9mb5Jqk9MKWubtMx/I4n4QIEfD0j08Nh3vd0XpY2PTaKCR/8Aehv8FM4r959dacJH5GTzp3Y77rweYjXoMMqyVW1bpcZOpptmKdMtFofcijMrheHdstskiKtm1vauVGreOPhqK7JXIWP1GWfcsxZKFKLouKQ6lbUo1UpRaMUku30OVdnMdC7yryxcHORDhIw7+NMuJOz0psayZHaxRVFKmeTsmSki2x3FXKTkylGFykhaUbqNzG0di2edbplWbZG8W7cne/KJoydoMl50x/HWXt8NO5VlyRRJ7jDg++h6zVizOHac3J+x9dS0fWhdO4Ypew5UORuHKxM8i6JYnIXZmNC0/wBxFCRWr8EfAtLNw5CYx6J0RzesQy05FIaN3etLLL6OK/dfvz0j51yEfxNukp0SbkY+zP8AYYhaTIwGu4kZPIlps7E4EKJKzHh+0kh/8y9SI5Gu2RX3xz+r9RmfqJa75C3sjimfp0coeNkoDXTHx7sYObrBiWKJJjOMdQRGcrSUR9yEFFFkn2KO1abYl9NlkaY5xSpytnM7G5sYmq0UmKRvJO0NFeyta630Y/IszN6ZKtGy9GrOHwRm2fpcLJcJkHiyRGn+F6jBDdI2wiWi2SmbbGqZ9ezD5I7ExaS8GGXpK7m0Rniq1lFx0Q9MGba6tPobG9EhdhmaMoMZDuxuyWSU30vSi0XftND+b0RHRaMyxtRNmmLzpJpK5ZeZO4+TIt2FkPIuryzHFQgo9D6tyQ8xD1ZRxRS/B4tf5F7PDdoMfllC+JJepl99K7GXtNn6ltDdmx1ZGSa0sTGvSzhV/jnGcGmWQ+jsTmoUTzO2+ZMg3cTfUbk7k9YxyfLmbu2Psq2T7jW0XYWaiTT735OxBPczHgyJ3Cb8KfroyylDu8tk2tzOZ4HmYuZ2OZ9O7FFsUexnl6VFon8YKXktiQ2IS7jgKI46eShFIgvUhr1Mi5QF/lI+n05/mT0h8NZdb6MUd2RL9PEWOESzcWX0z7Ibt+zHwNpDfQhD611sXsT0YxSMcumMkkZPmY2LTIY59jtpes/AvGl6bUbDv0MojknEnlykMjgyGWEiWfEjFl36MRWla8avVH35DFrMj+K4m2JJ0i7IlaJHgbvtdCY5DtsWnhFpiwTciGNR08lCoyuiHqiSW2Rva73bGimLFJkcKRWtjZIenxRuicu+66eHxb5D4fCyXBkouLro4SK27mMZlgpqo8LCLtkhM3m5WfR+qo/VQP1GMfEYzJmt2uLyIx8RGetCiS7CVsm14vtrfjRsUiyfsyF7T6Iat60bkjmMWWaIcSiGYWdm6MzLwkX3nFwdGPBlyEP6fBGfhNvf2tyjjSuTMfC5PkoQbHOGNV3kbSkZo+1j+SKRP6Fo/Bi8aWbqZNWNGJetGVrV64MvahS12lFFEh9yu6KoUqtqWtl9Fe5k7ZCyAtFox/DSiHnTP+zMQjH3gOzwhdOL92BuL6mxs3G87shiEqzVXtLSulHGf6+zi8EtP9TJpHTisT5lrDJuocLKxcuCMtSLpiZ4IslI4R+tnLUmzNwzXePw2ucoq5NyekUP6IocUtMUHJkIdifCQfeWLJjZva7b7kbo+H5MMJzR+mI8NAjjjHRkv/6nL7ytOLG/QM2kY2q296pIh3EuxH/nO15HK2h92UeSiKsUSyluGOOsoV3Q5fBz+YvBt7kMn+vLfclpD4ay8+0zBPbkRzTmnMFKTK6suXc/ai+x5KKGSjVERD617S6qs2DgyUDlMjuiRnMU09XL1U4tmMjpMx+CiOqZORZZZZZejrRj1Y9F3IpxI53RzJSOcom5UbhDZB2jjV4/AcDbrMj+ItzIxSGSRUYtkP8AmrIrvq0S8CVRHoh/IaZDhvuqLGSaenYyIg4pDa7tu2I7CcUb0b0bkWWNm4sekWpx2yi4mNvcjyuhK2YYbI0J0cRHer730YO2JaNlj0+zNLbRHmtHKzyFg2d2r7LhYHKglT4XHIXC4SXA4mfoIonwqLzQ7Yp2bUS8G1yJNQRY3r/stYYrV8uVjxNIlE79Tei96Gu1sl2NxuZuZZZi4bLlMXB7O7ikWKY4Y5keHwRZaQ5mWZPz1rXzFHDxiobvUjNFJrI4LzWjklKpxuJ4H7EPloxDP9TD4PTQiaIO4mRdxNjWsmLXFk+qO6N5zUb0b0bzmG7ucxyd2TmljpTYpm83m4ss7i8e5n+ekBaIYz/V6oh4Rm/amLEK06g6RKcdxlfxF46oT3IQn0TaSHkN2igRxjdC/wDkM7ll+yn18Wv8fsw7QQ3aFdn+rMgvBG2yrQ8XNhV5YT5W/wBTjttmSoKnjNrLs7j7mOezJBzjTvJk9NeWSd6K2z4k5diEhv0mDht3dYktaJ8PB95cPJO3FmDG8jPiqXSvtPxtyypEsv1Hud2JM7m7yQtSPJxOXZRLLKRZeu43CyNHOmc2Qsne+cObZeim0WbuyN4s1HOdnNFmkiU29MfwWr9p6cNBSjdY0PaKSNxfRJrxmwuHf2YiiOkXpPwhER9SF+BHooyxtEEbEbRMzv8AykZrlkX3IeNJIxsRHonH7T0RtNrO6NzHuO5ufQx6RWubJKBLNkkQ4vIj9W2LijJxLZj4mUDNm5nvvpkR/EixaMyIhdFEUPajeOWj8EtVhk+6hFG4tDo7FIdaN6/Yh9ykJJHc3m83DfQ9MWRS9P6epWlIlin5UWxcNMxYlAQ9KOLxqPfReULwtKJLRvSu9xk9JLsJFFFa0bTicbVSS3q+Zkh2/UQOeSd9DmR+WkI7pJZt6o7bUcpnIWLu+E5i3TwZIG2RtY9Hon7uLgs0yfDxxGxsnjnBEsuToxY98UPhJ2Y+ChHu8iRzRy0s3nNQ8xLKSyEn7UfBgluxVZxN2Ye+FC8EPLOIXhxe6CM8akPz7GNd+hn0YimbWV2L2TqUe3VjhuZLG4ng39jDmceyplDgbStMjuiyHyG+5ldypdFCj7+f5kSOqGMj46Mb7GTvHTK9szfKVFQcbzeImF2uqEqZGWljypDzkpuRQoigJa43fE5OporXuWJ9ef8Aal7PiAhxJLsMXkj50jklGF5575qWHC5er4kVvyXsdksaq5xcWRla0kQyKWCDySV6MZDt3+x2zbtKa2vE1S6LL0zYb74kowRuuVSlQpyvS9JyrvPJCconEL1axyNCzI50DmbhJCSjG80982/xlrH4LR+7iyuBHfLvy5ji1pHWySsXdVmx7Jezj8kpdD+IheOtfgpi6GRj3K0nJLvN7pXHvjIqmYxEjxIx2yitcnggiitZVq9KItLtKh6RVlESTpXmyQlDWHkf478C8/iY5kWNnMQ5xZFRZtFFE4EntIZDcmS0jCxRURyN45kcmjY3Q5ocixykSVwsjo33Nxeu4sssspsx8FxGQh/SWRwrGc6jfGQniNsSlrtPBnxSyIcZRdaYp7kWXrLuxQNptENdtI90V0UbSUUyaeHJfpmjNg+6Zc0b2b2OT0j5Nxw8f9tjscTFCMVuyNWcNOrTx8yV8qCIxTM0MStzfrFAyY/TYpezZ5MPELCS/qOZj4nLJ3g4uDpL43KHD5CfAY2S4HKh8LmMKywdLmkllKyG6jejebhyHI3i7mSLj7cPDOHyxjcXxOJGbLvZw8qgzHK3Iv8AyGf4swZaTjmfb2Ydoj0lKiz6OG8lIpFnEIWSVV3ZVCH5oxQa7yVk4vdrhzOHbShrTzZS7HhEpbYn/wClFCRWlav28/7hEj0PSOlm4xkvA/JxHlCYirIquqC9SIZkpMjPsWbLOUjlo2Cj08M/803fRfVXsZf25ezH1QQtGTNxuRH/AJ/1Mz9ZjmtkDJ3silEk+5JJJE4WOOxljIZnBbd1svSifaMVVlbEK5MVbDDk+k9LJSNzL8aSbi9sIqKMku9VQpCY5GefYjxWyNZpSlKzabTaIjAv6y5HHHq/xYRJQVDjQvitJe49OGzJQp5jmWKMh9jebmxCJ+lt5Z75ezHz0/TF5F1oXsP2VKhTL1ildxGrJuFnKjJDjsHJmKREZnuPfhuIW6ovon5SS0rRykLu9G66JD0oja0nmcJmTiFKPRj8/iMsvVefxFJpkMhus5Lkfp5kIKJLNjiPi4EuMbJZJSIyYpimRkhzHkN45G4eSjHPctGWNoo8Mn8NIjG76Vrw3CPOY/6bw8SOHFAc6O8jlofqZDsqnBMS2m4SeikvDo7EoRmjPw7x9yMtrIZFLTcK5EcaQ0UbRLRox60Vo5G44mO6Jw0vqrMuCu7jY1XREjFyaUMexCjE/TpnJmSUkRbXfJkyuSceJkKcdl8XnT7YILGt8MDyO+Lkl6VpGWj6X0qLk0uG4bHhgjj57cDMXETxshxs5dsazN3S0ozLsOSsWeAp8PI/R2r/AE7Q4xQ9p6D/ABoyT3ewl3H20TLRuNxin2ajkScjm1K8mbd2T2slNy9mL7ay14d9zcbjd66lHchqmRF302sbIZRZE2ZH6tKIxuSTjrPwWLyh+Rom9zKK0X4Wb9wiIXSvI13ZQkQJGSVW5PdG6IWkR68XliV28ebZKl4N1CkXrelmSfpkcH82bSivwH4fs8O/KJ+BvyTO+kC7Rll62Ysm1lbkJm7sRx332oy4VIyY5Y2XpjVnLl52vxs+5SvupJEpOTIKkL4jaTZgzqXaxy0fZjXYjO0T7nNpGKHmeSVIqVG6ieXSiXcZZYmdmW0WZpKUvyIG4Z9LSXuMWmHlTQuXEnmQ8jFbFE+jm0ZZ+n2l1IQ+pfh2KRuLN1HPslO+xCfYyT0xT7kJaTx7kZcLxsxZJo52cyZ8xDjYbB8b6rhx6FxMHG/1eE/UY2bzfHcMyOKELRskfZ2SJz7n6iY/U7QiS0xefxJdP3+JLkIbgQ2jy0Tz5SU8j0Vm1ijrZvN7HM3nqZskOBG0zmscpCdkkQZIk3WiJeepDEcCv8VpjlJ9qoiibvt2QyyTMWOu4xD8EFtnQ42cTw2z1CYs0zFGeTuolFFa2MXYtnMZzJHMkcw8m0lAjijFiKMsNrHDcOLWqOC4flx3y7kozZCDo3QuqkxzipVLHimicKJRzMx8K/lDHvZmyxxRrLk3yMcfuhoUtX0UUVpwK3cRHTjMc8tRxcBiiKKj2obhHvk4/BAn/UpMnxOWevcwZZQhS4juSnCRkqyTG/Zh8kcXGp+1L2l1Y2bjcSfqTvsZoLymRkjsWNI+tfA2cOrzQ0aGOpduS/EYUxryZsu6o9C/CzfuCF0PRD+T0oxmZ0jL+2yHxJ0QqSqPn2FGzPBKDOD4j/SjaKyyzcbhsl8JHB/uMv2n7L8v2ItxlcZ+pDZIn8GbkJ2RXYS7Vl/ckIwZHu2y7MwvdIvRoyYlJGXA4aYUyzdA2p7m070itINOZPEd4shkXY22Y7UnGa+k7iW45NH+8PL2Ibp08mRDlZUa0YiarWOkvy7LFkVG+JL3Hqm498b5iOSzYeBZEiWRUSn3HJv8GDH1rR9T9yzcTy60bjyMumYZ2Ukk7JQU1UuErv8A/ko/ctpGKY4IoZCUou/1GRltO1xWVrby8k++OG1aMbJSO7PA30Qj2MvnTG+5f4c+nwWvxcbSPJ4NyLibkb0btPSRniQs/Do/VYiMsWU5MDlpG1GxMeKUe62yGto4/apxJRaZusyLtoiXn2eD/br/APLoQxz+ojPsj2LL0Wjgmd1pOMZKs2CcJacPw7m7Ua1Zetlll9W/Tsd0WZI7o6SimONaf0/FGeUfgTRbjK2ozRPhv8im5UiHD225YqGnE+zFjb75cscarPlcmKNsiq1aE+lvXuzk5Th5TwZN0eI5gi0jLx+CBk/qOaQ5zmVI2SOXI5RVG5m5m9nMLTNqHjGq9iPk4tpuPtPx7TZFj0lpDWZjy3UZuvSR0ZL/AI0jjnIX9Pz+ZcPw+M4fZzl0fZDdWk8jjGhapfh5v3CIuh6Ilrj8mWO7tk+DMSck1+mzEeFzEeDmOO3t0pfcs6Xae6SenCcXu9BQx60ST2SOD+b/ABGu/sURlUreaRLM4olmlNbdrNrIzywP1Gcdsj5MXyMmRqDOGzJdozFLWWOLM/BvzFyRGOWS3bscWIdDxm0iVyvVakbLJ7FRhy/U/wD+pTv1SyJTRkYppxJ+bxweWZkkojk5H1rRRPVJ6T8flNll6qbQvUbX7TFrGcoi4klxKHnYsg5+6vHQ9IewtH1v3JSou2L4kpnMZej0xT2sgxMUizNg3ofMhKoqL79i9GhEYORHhLI4OHij06WNjY+4/B3b6KFuiZXeu5imxS95zo5huZfR9EtLYp/iKTRzDchyL07lvpUmjDlUjsNCHSJQ/wBk9w7TrtFklauKMlbS0X13pixSyTUY8vAlBdkbvWWTl6TGr7kpdiMuq+xY2OZvN4seOYkl20bo86WNllllll6WXpCX0+2rkOXrejjuGqZ/T3U2eUSWSDOfFHNwyP8AGxbESlEeRM5cpMx4FHvmzqKMuRyZy7FFJaP2GtMWCWTvHHCAyRGbi7nxsqMmbLMSbdQ4STFhhEcYm1GxDgOMkd9NpWm4TJRslGvYbbftfXsrRMQ9VE26S8EfkjI++iZY3emPg8khw4ThyX9RyVWTNPI77s4OD5l6yjZ/rUlSt+tlar8TP8yIupEvoR9EfI/Jk8SMLpkMzI5TemZfPQrbqco4yc3J6Sn2rTBx04dsfEYsi0oo2lGd1imcJ82N+4ulLTJW+XsUbRxJQs5ZRtRsHFDiUYvslH4mTBKPfHnnEhnTIzFLTLnV7ZcuHeeacyHyPs7HjTtYpuLpdpsh5vJ3ZKTUjey2hvuj6INWOPMyKL/xLblm5MxladmeNJaIvsKSJ/H8p9OzteLwMj2kZIRHBjTXRfs17yww5O6pG1laPSA/ZfWxe3kd6RfpfS9ccxabiMzicPMV+C1rtZj4W+8YxiXq5DkWORZ5NrT6ESmnGp+OlEXrRRRRRRRRRN0N6X1MorSL6KKKK6KK/ETow5t2tIfoZL/+r5IlF0Y5fS7Os9rrsvSEXNpJQ4TEcLF5cryZMiiQin6pvseVS7Ib+5T3MgurcOZuTKGJWyMaWu4bLLHIb1ssvV9EZWjwbrJsyebg7KJ49yO8WQ4ucBf1CIuLwyP8MjkYWfpMR+jI4aPBnyTHbK0+lpLV9MjFDfI7JVY2PRm1ydYcCxrSUjcXpem0cddrNrO5FlEoFdEasm8ZTq/ZXj2VrHWK9RWrPsl0URzKCOfkG5SYoMUIlM4dd3q9ZpyNlLoX4mb5kRdLE/Jjakjwz61yf7mPyetG/KRyZxJ6xjvZlzqK2NkJY4KUm7ZCCZkVSevdGPjc8CH9Rxsx5cWTXimuWzg/lIr2e+lFdWbjMcPTe71da1rpkijJ8TD4MvhCm6ZschQaI5JIhmMvESl6Odtxctm4w+uRRXcpItPSVs/5P+Cfk22f/jXoKek73GLNLHK55HMfkXRQ+4xIoej/AB1q+nf6KxqorRi8odUVEhDdIlCBJdzaUbSiK7kuhxdWV0UUUUUUUURf+PV6PSP4V+qvZyT+tPrpesZGKV6S7EZojI4nh79XhlkMLkRxqJuEyxscxsbHLWmS8dCNpOtvVFkfHt5V39t6Ij11+TB1JEe+ngvd2j27K0xiW2RMyyTh7KVnDYY4Ib82V5shghy8SWebyZlHtDGlGSejmS3TFEiup6pkiEK03Nk5pdqk+437N9UZUxj7DlZJWiH2oyFRnj9jGWxZsiP1OUhx2aJi/qE5EuL7E5uQ2WWRfpLG9LG9E9PBCG9kYKKrRsbLO8u2PHsNzPJtJJLoWriVr5PjITvSUbGq1rSW39Il7P8Ar7KHolejIPubhvsRerZF9mJMsbFGTOV9rsVYu2mFVerH0Sj+Pl+Yui6LI7O+m4aVRb0vuZfnMx/JCKK1cu+3Jm7bPq36Um3pEyf89PdGLj88DF/UsMziskZbTgvnIoooor2uxPisECf9TRl4rNlMeKc4txlRG5RbTv2n0tdzO/rF8CXqNjIrahziYsXa8ygRirMeCGPBLLluL0wPar7kux5O8XRtY007clsQ6q9LY2QyuJakyvOnmQvo+yitKaJC13wcdv8AAZI7VEvSux4JOLRB0PJZXQzGS89GX9rGL2K1ooXx64D6F7s+2Rew5IeTrUWIeqIT2kHZONmxpkZEZmXh4ZO8MSibiWRHMI2xljZZKXQiUr1TIjXYn4HqtEY2V7WWBRSK9h6wfuP8RMxZkxG2zJ2kJ7kjJH7i7RNF3AnC17PB8Lt/ycbxHfZwWPdluXhnDR3Z2+LnK1DFCooboXcUDZ7cF9ku5LI36YxrV6v3Yy+pD7PSXaekbGMaGiiirIcP99l2sbL1xf7HYkq6lIVzkQSiiyzcORZZhVRL0slNm4rosss5sDfFjkxDSYlt1mrWkI7pJLHA4mG1ox5pQTj7P+vsxGI8F6WWX0onxDcFjF5RuFEo+9cPjV+R9DGvxs/zQmLRskxTaY6ZkxbZGxuiMoelPxpdZDL8xfMXRKW1XGfZvFilmnTi9rlKTk71n49r+mz/AMjNyNyLHKJvgc7EPPhHxvDIf9Q4c/uWE/uWMf8AUh/1LKS47iJEpzl0cDxHJmcbijjyXw2XlzUs2PlZOpdD6smKUmJbYkR0jLlk3XC47lbjRklchN2cTmUljx5Juc3IxL/Gbn5Xckmo33krQsnqErHJJm62Jxsuhz0lD0m2USMOwsZVMjIpDVaP6Kkzbu7fer8kZJ9to1+Kh9NWR4Y/TMneyIiOlWyS6m9MaH56M/7ePWhQIRQ4DjXTHsSF8Oh6x6V7ubyiDuK6NyJZYjyPqxfI2QZyYIljH0Iiu5jdCkUmPGbaJSnZvssdWQxsqiQ2NjmXotGPTbpiqzJKyakxxa1RskbJEbRGVr28mP70pm1lPqo5chRkiLfttFFfhp0zHO0RbMi3EPTI8o7xkS7oRdmTH99XA4d0t/GcVsWw4CFY28++Xox4o4Y0oQXfcjvKRFOInfRel6XrGiyzJLd6VFLS+hjY2WX7TITvtKNnglFzIw2jfQxkcbkRjGBZY2X0PsXLS2Wy2XriiNiHo9I93oy9GMUiU+xetjTZtZ4FMtHbS9GSXcx/JEGnJHFyjNEMGWatprt1o+vZWka8ymWXoupvVeSLgWtL0bZg+IxH2Pof4/EfKIhS7Mi+557P4lWPbUSj7qPkXeOm65mXzEl82R8dHEy8RRirDwE558stkMXDYe29ru9EPx7SbRzMhukb5m6Xv3RKcpxiJnMc8Gxd0uleyxkiL7En2JfJnDqomVy5bZH5GSX+OesFWOIoUY4S5hk7qSt+cb7ocO7a9Lt3LdJRFiZstIeNJldxilo5NOnTOx9m43adtJq46dzk7tw012jK6jkxSiNda8kcOOkcvGT4ZMlinH2Ykj66MPzE9Mj8aQkb3dbqG71vV6RkkunMpcnG9IxsZuYpXo41rFDdHlEK5bV69tFC47lKJa0stCki0Wi0Wiyy0WjejmQObA50DLNSZDK4o5zObI3yL68CuRtjq/BLyPVEI9iqOaxZZHPlVc07s2MWJChjRa0lIciUr6rEhQH20wmR9yBSZLBBkuHYouIpFnb3dqKRWlG1HKQ8JymbWRNxuR2/gcM6E70nHvcSf/O7RrazyiapnYoooox5OVw425OzgXF4R5Y2SzIedC4hkP8AmLOxZY2XpaHNDym9m4UmQTSOJ30lFUutjJM3FllifU9G6IZVJFJnYsbL0bLI4vtssvqb9mKIeL0erMHy0m+/Q9GRf146O5tQ8ZTLYmIs3D9RGoo3HkxLNi9eWSlNvriWP2mUbJG1o7G4vVf8kVbJpLSOi1vTD8FovHU+uvfZxHmIu6IngSYqQu/pjTbIp2bEtMUx/YqbMvZRJ/Mx/FdE3um3E4ntLFhxx5uXTJ85aLwPx+bLF/hU4O46QfcgmlXsPpYyZHwS7IXkw+EZH9aPGpLApqpSSPCSUiK+8i9DO5dCyNo3LbtOZsZelWeGNjfqNxJJtM/107dtFJkZIjtkPwx9tIGXGpLTBl3bI8ZwvJek67dMFcl0SVxY/YiM+ujD50Uib76RXclE2IfRtYx9fOybNmmMlesO5PzrAkyPgWTaOn30daYI/wCMyx2za9i2WWy/wuHXa9ZeB+R6xIknonQsjZbN7HORzZHMkcxnOOYiTvRC0Q9IolM9REx2ifeRBFaUcuyeOtLNxvN6/Eo2o5ZsZ6kbzebkWvzcWXab00Wq0l2oS0rchelk42r6cfrhX6eVn6dCSibitKFkaP1DRHOmKY5JG83G4chsbN+05zMOWad/rB8RzGhdbGSW45TPUhSEyy+lsskzDj2qxjZZY2RhKZGKiNlnY7HpOx2L0b9nHG9Fo9ZnDrs2ZPPS9GJnxGupxiPahPuPSNiPIl3McVGCjxuCMPV1x0fsrRJiiyWPsMWsVbrPlUtsYw3CMmkRat6WzH8I6fXuV+Dn/wBSJ2spF7u8a7kbTKETl9bWQu9PE2cW/RBy70YfGs3UHpj+UTJNuOWfDQ2wszqsstIlWP8AMjH0JRjtySiyP0OnjxS6F7LGSLpxMsu2nDTW0l2jojDH4vP+9kI/JHfejGt1l7WZvgf8i/5VEu1EpVROHe+6Ls8E3faPaQ1EcSK9OncvVCMaT3EpedYeNJL1MTpnDzXF8PLDOLjJrp4aPl9GReuXsQJCfRi8dEUPsJoydlrGLZ4OxLx7cCWsCTt6wsl5I+CUSHZ6y0wXFVxirL+diXp6JeBj1ghLsSQ1o2RlKjm0c7Gb8Q+SS86bTYcpm1x6HF6d2LGtpL/jwRyKj7McjcbjebhsmumyzeKWlfhuKHArSxTFJabX+PtZtISoTOyHTFQxTqRkaN2scc5EeGFiguijaUUUbTYcojCMEORuRuQ5I7mybFjouKHkMWbGpG7BkHw6T3R62MUSicLR4elllm4TPSZE0dzHH1Fjkbi7GWQxfbZb0o762WWORZfXjx72OoxoiSHrKLZjpRpGXyLporTcjcMTLHNI3tlDZEo26x8mCPrTeY4rK5xXsJFezGLYsYoIUR0hsmLX4wb8kOyJMn30jotb0h8UfZ9fm8R5iIbs5j2bCPhkfIiUhJH0Jdy2N+uZxf7KP9Yvh321zTTxvSHZ243DGl204r93SOk/y4K5xRnjU4zmu52oxU+HfvMkSZP5GZdtOEy7XWXxcfkfYv28RxH7sjF3yRIpb78W/lIztOVf8aOyeLwOEkQf15HGcDujabO1qTuo4txKFFDS1op0UYfiyVoR2MXc2mRVOWnDZpYpp8Tk5uRzY+jho+gpm02m04hVlfsQJi6MfwNzsxtS0h30fe+iEvSSbLZN+n24oesSXnWLJeSK7PWy9ccpUcV5X5sFckRh6UbTabTKvSMesHR3ZY2KMhQSG9NtjxiizlsURIpjsaERVihGjJIxxld1BnhE+7MWNMyYF3d0yLRZuNxuLJMs3Fl9KkRmOtaKKKKKKKKKKK65LoUiEyX4ijZXRGbNxZBs7Esfe9lksbXeGOUyHDxiUUUUUUUUbSijabTajajlQOVA2IopjVEsg5liIwkj1GG9q6mxsj3erM3aRuNxvN5uMWCeTu+FhRlgoxogWMZemOH22OaN6LN5uXU+umbTF2ZJ2IiS1WbaPKyMnvQjJ7DoaEIZ3NpSGrFArpj5FaEjLH0+xhVs2GSFL2MNNG02D7Dek9PoStpZHbFFn10RFq9LI+EIXx0fQ/x8/wAkR6MbqxP1dCYj/YyxayM4n9lGNb8W3B2es70RBft68WvWtIiJePy+HX+WAzLG4mTThv2c/wCA0jzkMsLxjRF07ct+GLTqacnc24v/ABQOK/dZg+ZFd65f06hEu+5/+whuN8HQ7Zy+9+hSJPsil2k2m5DTiQqTvdQ5WSL7HfSxNnlGPwZJ3SS7aYXTNxxFb7Yjyhj6MPbFEtG43G44td0+uHkn0r4aQ+OkHSOZHayxvW+2rfQtEuhEZDV6JMQ+2sBrueI9GCKlZyYM5cUxmddl+bi+SFLsbzcbjLP0j6IxsuaFCTFjSKGtK0ZtIsUYpC2sl2HNHkUSNITRkhIxz+lj+8jERsluGIsvoY9e5chPoiyyyyyyyyyyyyyyyyyy9bGMsvSLLLL/AAYR6b0UizekjeKbZtTJf8Q9KNxuLLRaOx2O2nbTsdjsdi0Wjcjeb2b5GSY3pjxOZHEoG0WO2LqbGyGl6cQUUUUcPh3yOyQ2cT/yLxpesO70ZRWlnpGy/Y2mwWM2Uhsh2Vi0Y9HpjVzWk9FrZ36HopDloo9up6Ij30l8X7HDfJnYzVsfsY57ZHNFOyf1o5HkXknVi8N6WN9tY9L0vsLwLxo+h/j5vmiPQhi1iIboyw/24j9g4e6F+69c7IiG6nBacX/rpHRKx+fyuF/dJfRklSJ/WnCf/Yvfn4I/NEvgTiOJiT2kiS7ReHvgzGdtzMH2Y4tu2/rN2iPwXa0jKUO89u3d32o//O1olK+10tnjSMYXZPseSh3p40otRx6LReTeZHctcbJ6PReROkiyzcbjP3j7ETJ0RJfDSPjSETb3HHaUyhY2Sdavq79MXWlLV+dcek2PXh/siPyMn3hL83D5NxuLNxN9h9GE7D7F9zcSeqJaO13WR2OSRKW5Cj0pk013WaXiTIsU6J5dypIbL9lDF0Iss3G4s3G4s3Fllllllllllllkuiyyy/wIqz61fSpUKV6bjeQ7u79+yzcjebzeOZJ6JWQ9KNxuId+ljGX6hM3aMy61pwuT/WTGZ/Gi8dOMvprovqSKEiKMjF3Y3ohj1a0iu6HYx9F9L6IIfitd3QjH8dH4H568XZm8lK1XWtIknZJ9tVpL6S8j8dKF034GLwL46S6H+Pn+aF0WJngvSEewoG2I80TL34eRg/bRXe0SdIzKkiIjiXXEQ14v4R0RHSa7/lcJ83pxUqcFPwtOE/c/Ayv0kPmiUu2jRi+BMqcuGUuCfr28UqkjhYXFuPaQ1bMvwO49KP8AkXyL9Wj9LGvDkmzatpFaS8HgbvvejsXkf/PnRDLLJawdMlo9IfI3G43G43E36fYj5MnRBEyMZS0jEtLtBE/JQ3QpWiS0l7sXRa0lfQi0PyS14fwyH2V30fmSfn8zH0WSY9UQaicyI+4l39hDx2cpijFFXqtIeCSROI5G4rcONCRkj3Nor6X51hDsSiL3rLLLL9l+w/eRHrl0XrEss3G43G83G43G83m43G83G43G4sssslpi8m43FmPx0MYyTEJFFDJ+emMtsk925WT8MZHpj41vob9haLS1RNkPOiIkh9H2Lzox+zLojq30PSPkTNxuY/L60XpL2U9J6/RFWyTt69qKEnovPSxeUSF4I/EZL8p+DN8kRfY3DZei/wCeYjdFng/UxP1MC1NG2kyf7Ezh32YyPgmmcR5iREcY7yog7hFnFL/FohCRNdvyuD/2F4ZxUv8AKS8RFFtSfCfvQ9yebHA/WYj9ZiFxWJmbJFwMXzRJ64Ibo3kXk4SHMxZ44pbJJ/1FJZThl/hMSfnsee2WGyWisX0Pw1F1Q9lXtvu1aNtC9PbKmQVI/wBzJ2O/tPvq30eUPzozH1MfXHSkS8kURXc5KZUIYhkEMf1puGQcdo++k79pdNv2J68P4ZHxrP5k/k/zIdG8bvovRxITaL+2/utUS0jo9O49FpCVDkvEmOJCPc7JEtJaUR6HrDwSH2ZYvYs3G43m8TiyXYstEY7icJQLXtL8FCF0NlikPVY2zY1ohfjy0xlliZDx0MYyTIi0sbG+/Vgn/rIZMjo9V0eC9a0fsWWMjohEh9D8n2LR+zLoWstUNdtI+eiXn2mX1oQiXjVi+Mn9ap6XqumPziS8kReB+SXj8r6M3yIm2zbRsiPzrtRtZT09ZjzfU4/45mKVNnNSMc0xmd+siRONrnnDO8WnEfsy1jq/yeE+MiPky980yXxiY8k4KawdssD7l7WbJXp5DZ+mP0x+nJLaqw/Ilrg/aRl+R/TZVnrLDZlnHilfD4ZwW3HE8RKINGSmx/LXdaqUe933pS3dqQ9qiRLJM/8A1yUjamjwuinr2E34GS6cXgn5Hoi+jcJ2SquuOm4bEyDpX3onpapDdkpdjc9V5NqNtGXvL8G+mPkyedeG+z60Rk+Rk8/loWjJSvT66EQi2QxGWJGddjsUiu5Q9HM5jIz3FH0PRaRJP6t6RQ29XpMXQ9VdDY9F1t9CVn6fJV48eNmRJS0ps5eSPfHLLLtPhp+UpwHH76Hqvwa0XQ+peD6PsQuhyoeRkclHNHkZukb2Jujczczcy2WzcxT6XpDxrD5IWrGMbLsResuvwRy32M0ftCH7KfQ/aZHxoheCXS/OkXo/Zl0LV9C+L0j56JeeuKskq0fsoQ9FpLskn4Wn1p9ezj+cSXkiLwMl4/JZ9GX5kE2J0N2Rl2GtGqPJtKZbRHLRUMiFGu0I/wCSSeKVmCLQzL82LwI45VxDODfaSMvfHPVC0mu/5PCL0M8d27k3/pERi+aJx/yZPZzcRGPaGOeR7o46RsNhsRkwtshj2j1xftRMnkwS2Z4Pju3EM/c4fJBV4kvI2zF9ji3K8qdIrtp/q3uZGPMldOB3tElZ2GloxxE2h1etkWfZVd9POj6cT9RJexMj2ZJ9aMdOSWaEIyaohG2Q9UhIyIVnL9I4uh6ZPCL0x5tg8uPYfYzb1rwWfXRfsS14Z+ofjReCfkyfl41rPX66cUhSKRkjjIzooutO42eTl9kVGjYKX0PRC/4ikidDN5CaZLV6ZBdD0Qhj0XW+jH5Jb44x5Zsu9MclZ6XEnOKkyOSZvY8WQcZLrX4C630rViFqyXSk2PHKJu+uuD6HpHxri+S6WMmyK0Ws/A/Ol9LN80SlJi0ft2P25EfGiH4H0vyfZ/to9V1S6Fox9EBkfPRPz1xJedH7SHp9C7tE36mfWi0vsLWPTj/ciMQvGj8aP8dn0yXyZhVEvkUiKKNj7D7sXRSIdiyLvJJoWkncmNvbBROP/wDkyOC+UtJ/CWsdZrt+Twn7RP4vR/CJHyjF2yIz9svscQpmHhm3ddMkS7D1xftoyH+yOMjLfGWCW2R33IkbEeD1WZF6JafYn6WoYuxJdhq40o0Puq8dm3ZfYuxsfxen/wC9G7pfyY30ISclb65edJeOpayTq0rG6VYIUrsyMuxSGuwqXfd6icuhkaPvSS6VpXTXsPXh/kPxovBNEvH5cF21noxeOnChRNqY/QybiY/BIY5MjE2LSlY2OBGT8PVaTlQouZGCOT3G9vp0yT+uZItvplqpyic43Xoup9OPHvZHBkRlxOD6MOPMu+fFPzHdYt1Hhj3da/PaELomUbSK9Rti+0UojqVk1637EfPQ9I+NcC9XS2NnmQkLoyD63oxdK/AXQ9Ykno+h+RLuffQxdO0n9C6WPoRIj0T89cdX7C1Yhke1sWkTbotV04f3Ij86LwMfj8r6YvJjJVZ2a0RfbRdCEPv2ikmREZZbYGDE8s6yVuZw+LmQyvi++Y4Zxi6H41QtPpj/ACOH/aRmnsxtujBBZlWOUY5Ivi54OZGXNWaC9iutk+jh3/jMh/scWpSnFYoOyMaG/SeaP/x9jJJ0kbb7Yj7IodLuu/eRKyrG4+ElFDPkh1Z20ekYblbTWldtX5H08Fl2TM0duSS6peRD8ezL4nhaR+CKMvlEfGm6VMS3RO9j79Eui+ldC9t68Oh6LwNDXn8uOsvOjF46YNkJ9iWWjfkmLGkWWbSUXFkfUU0N67ydsi9KF2HkXhYHLvGG0cELsZMe5t7ZLTL56FrLROjtI2rRC6pdOJpGPLGUTiJXKheRRx7TF6XXYycOrvG+1ZeHjMlilDWmNNar8V9a0WJjxld+iUqLLODhjk2T2LtMUhVRPHjofnqoXnoYxeNeHXnVjYybIoQujJ4Hqvaeifty6V0PRCH1MiSF41eta2TF0sxcMskbyYJQ6GR6JdcfbXQtH2hohkUPpXTh/ciPzpAZ/rp9fkoxj+zuWQLGLoQi+6JdpsiWZ+5gzTwxm7IcyK3Znum3h/dhrL5MQtFpNd/yMP7UDiv2npGSQ5RJcvkxeHKobiL3RUvdZk6OFfaZLyRnU7y8RinK+Gl8iTRLybIl0fQ330TaML8kt+6/ofdUlJEnrKvPdHk/4FqzxZimkq2qbJJxbWlWZPIxba6MMqkcZkx5ZKXpGiWOSSlrLz7UWPskf/sVuZF0qsyP1lovuTqyMqZKXTL2V0L23rgXpJaLxpk7SJefyULV+dV0oTk2LH96VZt7G1j7m6cDfu6LQ2xXoiZiSI7kerRm4lUiVpkxax1lr3O5QtF0y6otou9IypmR3EU3FmLiFJVxG6JizyjIWRTiZMk7a0xeTKly9V+BfQh6PpjpvZvYn6uieuNyTRCE2iWEjy7JNJGTL9dNlm4j46GLxrhjUdGMZJjdsiLpmPVeyh6x/AXQvBFEh9cCRAej0XTMXSzgqcCWIzYGmytV0TXbrj7a07kYdxmJeXllukPRztEJtzRl89MRdGH9yI9IDPrT6/Kxk5eplyNwn2NwpX0oRkfeBP5siIzTkpkcvplFtHMn4ISUZJ6ZPnLRH1rPqxpNlRPSP38a/wAcDip1tVqx6Xpj/bh7tpm0yqn0YeyJy2kZR3bskeak+H7WbP8AJc2kWmTnGI5yZ964u+4huiJjV1ozd3JdxRdj8ETto9WiC7EPkUuxPD3PFCX3l64Z0ncmuw8zyQjDfFYnDV+dH7EdNrZijXexukPvIrwU/Yfn2V771x/FEhlkTL8jJ+SvIvGkvHS+jGJUWWMrRWPuSPizdZdDYk2KNdCY0iGeMRZlI7G07EypSHEa1jrLoor2JdLFrHHuJYqR9kMNmWMtpVshiyRMkZedLoef01ovxEPR9MC1oyHnon50SE9jP1mcnlyTMMqM2b017MPHStY+NGMkZZfSELoZLwS9hiGUX0R9t9K6I99JD64jI+eh9T8deCTRGcqN0mjPSeq6JeOuOncpj89aF5Mq9MFOMVFPHGC7vIu61cWJV37NEo9C6cK/yRHpDyMXgZ9fkS8PTGNd2UbTDi3xP0pLDs6URMr7osgyjiYO76cfeEdM37s9F0dqfVi8nJkcqXl+X78fijjP3enBw7n6vdle5m+Y7rohfYz/AAels4df4lpJ+Rys/wCT61RFtGNN9/EkTdIuRGdup+S9L+jxotV3ofbtCNEkb0iTdngzaWttDjXQjdIXQ/aiR8EVfcclEcpTZGJ5JvoesvHtL33pBXIXhEtY+DIia9PuRXux86y8aPT66cbWvbV6WSejiUxLV6qmUTgQdCm2RyV2nKW4WPSV6o7a02OJRTIRVaNdb6q1hOjmInRjkWNVIjPsTprVE1HZohe+tFqvYWl6Q1YxIfbSMHV12v2VKJvgRlfXiVzWrY2SY3bERF0syeehdD1fSvYWr6V0QnQmPTsWumPkZ99D0XR9aLoZwfeUiP8AwziO8yjZ0uPXBNsUK1n8utacyZLJJlsQ9EjcWbhMlTHphxTy9sXDdz9Gmj9EiPCRshw8Ypj86Q8jEMXx/IyfCyBRRDHukRqCMmS6F3ROO16XpHTambYiSWnlVnSjkro4f9qOmf8Adnoj61sl56eGw+JyybTFKE0cTw1XP3Y+VpxX70unhf2I+9KGNkcEGcRj2axVyRSMi7ElT0xv0qL7Gb5Ib7ln2uiHeSOyPMok/I5JKoeTtZLRiTO/c9JencS8HkjY5JDPs8mf69quh+faQu7QiT2oe6bPTFES6JSb6/LJRrrvtovflpij6tH50+yPgmhj9vh+FU8Zmhsm4+3DzrPxo+tRZGbj28n/AOtffQ+n66VI3aOKYt0T1SFCj60nrCFjhWsZ7RcTA5uA52FDnvKH1vp79CkbkWtLZ3PUbpdEpemhfirovpb1hrLwUeNMeNyZJeI5Zd69vH18NHy2Mkxsm7KEIXQyRPz0LoekF2HBGz330roj5KJMvSh9C0fSxa11s4P9w26Z4iKJedY+RxJeerD8y9cnnrXs/Wl+NLob04Ke3IZaifq2u2LJkmmRyZFOnGdtvSPkesfA/wARa5Phpj1xNRaN6kyXyL2xSyd0PWPUjiv3enhv2tOI/ekJNigzYbDYbUZI9uiCuSJZbkh9zBj7KWZx8TVSa9zH846Z3/ln08L+zH3ZSSJye5HCLfkOIj5U47ZUYe89Jon82QVyWn0Zb3DpEfvTy9PKIVvQ42hf8LujZKxKhxLsslIjYy67HnSC7jfclMXcrXP4XUtcatE1XQ/aRjRuo894ipyFVFqvY+x94+7fuRjZjVCGhn2R+I+5Jdyfn2+EjJY0f1GNTT9vH51yexHyV4OXFRIypif3Z5Y0KiaK03o3LT662IgihuzvRZkeiI+CfjVIeGJyInJFjool1vogiWqRtRsRyzlnLOWzaypC1ei6H7iRRt6npRtK6cerLPItiI5FEnxMdo++tezHz1JWY47IpNjZJknqiPSybH0LoemN/Qx9C99dC8lkvIkVo+hF6Loa1S0fUzhP3h6Z5eEmWPzqn3LJ/Lqh8l0Zepe4vA9VFsxY3BpviJtGycu+/YPNlRDLl3EtI+Rn1pHwP8fN9aYxyNx/jUYEaoyUpjkpSKVD1iV26UcV+708J+2N0TSc93U+41T14aClubxtG0x+Cu5xcNri/ch84lp98n7k+nhf2Y+4/BJyZT7GG498uWW5PNTdnDLu9JeCfzZw0d2QpJaZvrTwedO5/wAC8kZJrSUbPB3bbb7FOxknFi+PSo2RQ5C7j79tsol+DwZvHTfRgXYzrstUSgNNaPriOX0jyP0wIlMeq1eiR4JLv1V29rsdjsdtL0+yMaIi0lon6dMhk8+1D5IxKoI/qEN2K/bx6z89C6EQ+jySwpnbG67NC7DlbNzJ+BzKbFEcaIlofU1opok7FHuSToaol50xrvpLxrHyX0z630QXYnou5t9h9D0XQ/cj1vRQRtRtRtRN9+iGsvZv2V56uHxf7SY2SY2UUVouljVjRWq6Hok/Mcg/HSvfXWhj6H0Lpa0UixsURrVDMHbLHTLKiWldH2JGZerqj8kUUUZ146oq+jtq9HqmMjCUhYEJEcTJTxYx5dxuo3HhRctEPWPgf4i1y+VpAk+7LIbZRiQi4ondkYOy9qfQheOriv3enh57IMcrfRRRWuZd704a6kPeNsjJkb7Pi/ENIq/bj8kRk4E1Un08L+zHpWt9E21EUuwstuo+DI9qJyjLE9OGXosZP5yOE8ycpRXZfFHyslHYy+jumjb5I+E4yldXRO95G6H5ekqH5I+Cj7tCjY0kKVDP+NO/ZVNHky/Hpa6OG8HEfHWPlFDxksBNU+tCiUQRIiu53JPv1vTextvpjE2j86orTsdtKRXRTK7EO89Ii86S0Xx0fcyefawq8kSPZIzSi8ck/Pt49Z+dHoh6xERRNSJbSFpiVjjRLLR3kcuhFFEvJGV6dhdD7Hc2MjKURZFIu+2Tstca7aPVCLL1yaLo+h6xF8SemNaUUUV0vV6LofuR0oa79D0j41m6XTDWf4cfHRhxb3bdDY2S6l0MYpHk2xJRRS6XomMi+3SvfXR9j0RLRFFEiyL63qrKIE121WkPnElkjEcnNjibSuhmP4o4leOqHyXRxC9HVhj6JddapdtK9JDYb0Q2M/xJDybjYjlnLOWVbRLRD8ax8D/GZm8rTGcmDORAj2sxfFjsT76PVCfp0ssvTiv3eiEdzK6o/I22tciuOuJ+SM6ol5r7Nz2mbxpjXqH5ftQ+SGTha0WvC/srpS2I37u3TklSI1TFsu4eDIl6TJWyemFVjjrP5yOEX24bpp9mOSj2ybZG2mPRD8aerlpwd0SFfnuN9hsyJsjAujz3rRIqJKrNzo8j8C/5NsdJ4iq0XTwvxZn/AG9YeV0cT8+tGw2iVDF5N9El96V0PrirESnWsCq0dlJlLxtQ4o2lIaQlWj+JjvdpEXnSfjRaIzxqXtYP3EPNIuO0ydpy9vHq/JRRXSiMhySjfPY1udxgkJokT8lqjvWl6yoUta0cimzHDsbKHBUd4sU1IyPtovItHquqfU/j0QH4HpBUtK0ooo2laPV6LofuR8iWmRdD0h41yvph41kUV+DDXHHfKu0VTY2NkizcWi9F0z76KQ5G7qen2TVEemPurHZy0cs8a/Y9FFjibStGx6IYtb0oopaw8E/j0PTHjVaN6S+L6cEu1Z/j1Q+S1sn6kxqn0Ri5MhjajTXfV63riVqR9kfgk1pGRvjRZZbN8jmSFkdktfoWkfA/xFrm+hRbIedV9mH4sl9kfkfY3okUfQvBWqOJ/dfRjXYS6ofZhTlvU1UtMnx1xi+SG/Wz7F8TL40wL1Myqpe1j+WlGTH9rXhP2VpejVIQ7u+nP8SPxMfyI/FGbzAyfGQhfFaz+cjEv8UTdSJemJ3l3fY270dz70TPAsrSMa9NmV7S2fQuxLyMq6FFmwh2Y1pVsYpa/XRKEWZMbj1cL4Zn/beuP5Lo4r59aNxcaLPsj4ZIifZtiyUaL1l1wVInKtURaSFKzstNyFozyUMtDaN3YxR8laIRk8dCOJXb2uGivLyRRLIyb7+3j0ZRGJtZsY+lM3SaqMRI2MSLGlJHaBvTQ9asuj7FqxdiG1i7G48lQJ0mSlaGY10PzqumXnpRN9uiLHMZBd/blq9F0P20LyR8aZF0PTHrPu+mPjVll/g49Ksw49kRsbG9JlG02m3RdDGS89S1ei8kyPSvcj56JrvqomxFdLGMjW4mqZ2KK07Fl9G4xz719H3otYP0ron8X04n6jN8OqPyQtaJY4sfDxHhZyzDDTJ2m+p68N5ZGFd/aj5RLX/UifYvA/xmZvKMPbGhxVjjWix9iK2kvsUXY+myHjp4n916wVyEhdH1pCo45RxvaZo45wUtpni4w1wwbjJ99xL5vSPxM8JKFo4dHELv7WL5iHplhTvThP2dWxJOlyew4dicOnN4P9DF5I/FGX5RMnxkQVyitfMyLcVQ3cnGSpFNkVUanj7WI+yzHGLijb6TxA8sbVEfgWSKsqI3pRb0WlG0j3K0+9KZtMmKtPvXhfszP0PWLrvF3FPTivmuuJssWn3oxOhVWnljQ0hxGX0pF0Sd9dllm43Fo3s3aXpBpI36R0yeNUI4jx7WN9tZefbx6qJWr6EKJVEWKQzcJ9yifc7pjkXpuZ6mUtLLGqI9yKiVEoUUSxk5Lw9ITo3ItFj1XTLz0x8k4jgzayiKHjGmJtCyG83m43G43Isssl41ei6KHH20QfYsl36Hpj0k+w+hC8asor36KILTh8P+zJMk/ZXRLSXQ3oulEiOj99eRa5dEItDyRHNDyM3nMOYbtF5RNdlpZb6KKFjbMjjFVpj7xRP5Ppx/BdGX46vSLpon3gx9FMhgnfXIZj7R0zfLqlooORFKKLL9qPlEtV8SI/IvA/xmZfKMC9JypSbbxtDiyMXQ1RIVmzbuVWNUI8nLZFVqmWcR+7LXH5EWXpemNfcI74keHS75M8e8ccXJslG3t4jA8UtOC/8AsJXZIsh3OLhJY9MHxOI8L2sT9RYxyJyta8H+1rDDfeMYpGTiJJmGanDSdRY1r2JbNrIxiLwicbaM6SiYP3Eb0WjJ3iyH7pBXZXY21ZTsTp0R7WZopOyzucLFu39mSe2hojEdDdEpNmO3I7ij2bs86NMk6FJNao3l9NGXFXdedcH2PubEco5TFuSRcjcziH464lstlsshNeHpbN7N7ItMaJ9SQtHqvwUR0yfWsRmb4+1j1aH7UPGi6JdKFJHkjrWl2SHQ0bmLcRj0UKLKJYn5i2XRDIZJCzTH6hocTbp3LFrZuNxuN3XetC02mw2la9/Zei6ZQJYzbXsbBRI9tH46PrSD7m4nLt0URVsWjH7lFFFaJCijsYMak730c1E1Y9K++myOrJM3jl1LoeseihQ9l6ryJllk+61tjb9nFG5E/obplkdd5vI5UiWcbsWmL4GX5dOL4dGX46pWPsxEJ2ZonJYsJy4ke0kbzcjci+iZ9iMmVoc3LV6y8EIObEklWlG02m1nc7lss3G5EGtyJax8ER/Ij4H7j9pkVCiEJM5cqMkkmY6kXRKCaMmKS7/Ru8l0zmISxM9ETfu6s/7stF3ZGNFikbizeYIc2aXKSMajjLsngxyNkYtDgpIzYm/TJbW1wST5g07J6YXLscTGHIbMLqzM7j7WOrNxY6J68F+29N1U8G625XtJ4NzU0ZJMxRbVZYrxorpkn2p+Dv2HBdjia2oxK2UdyMbjJx/cIy2sXd39mR1QqHJIch99KKZglt7OXYkrJJn/AOEqLMXdsl9H/wCU/PbRslF3cG/C2nlCrSLp6WWORuZfYkqeuEorTcbmWOVIlJy649C0ujcujub2Sk+qEfvSkSilpevctnctm9m4stnc760JaRemTREBmRen2serH59qPjRdD8D86vWMhC0vWQhopaRGPtrHTwThfdSpksiZ3ZHtoxrWtF+DZYnpZ5HHSvaei6dpKJKI4m1la0Rj0WWS62Vp4Iwc2Ok60fgb9quqhLSMdzIR2RqTGKVGT/lLczI/rcyy2XrDxqzJ49hdD0aF1P2HqvJZej92EtqN42mMTo3E+paIn56ccuxZZZN63RLuIh2LIjHrZZZZEZIT9Ru7MctFo9atCpKtK1f/ABRRRRtRto2oxx9aJaw0fkj4H1r34K2YsXa0q0n4YpZFLSXhmSd+naJFSNrKF37berN+5PSHyG++vcss4R7O8sifbFON1ZlzqA81pPDmjKJkyx8cWv8AKcH5mTXcldaY8cmcRGKxS0j5JP2l0S8a8H8Hrv8AKk5xN86icyZvmQy5EPPkcRDi1G19krHtekppUcRK4RMC9LekvRiRu25LjkhkiRe2Z9DlVncd7j6PsopaYlcmOfqpss2vzknXZeSRg8sY/rSpLW+wk072SKkmedKs7jZu03Fk/GuD56voyePYjr9CG0WJWPsbzctX0rWhsk7Wi0rRke5KFexHRaRLJyQ3pjGT8e1DVkvaj40RRWkvA+lD7EbZBDuxpiVlDVFDlrEbQ+hM3dhM5cWcpEo6WWWUVrXTRRXt1opFllnY2jRRXvUPRoQ0jZE2r2H1Nl6pWOVRF51n49qtaKFErXFieSVQ4eMI1LHIlqn9fBEvPRRWmPVk+mjaUV0P2X1Vp30X4O2hDYhi0b6K0RFaS6YdD6KK1hpLrx+CRJkfJN9qekXo9cata9iy101p51gvUiWsNH5I+B+2/aSbIqpEMkfFoss5ULuWRRRkyuYoLsSaLkzdJ6d9I7urL+5LSPZ64cXe3thRLEnjnLZaIQaRSfaEXCd5eIldP1G3sO0ijiscpSRwcJQlMmoWSj2KMdUZpw/TzQvbS6MfDSyQv9PE/RSMGCWOLKZUjHLamZF3Ta+B3Oy3Lb9Rj3pYJM7pVt8krG0V4O3Y4u/QYvgtZ5t8dsvLE2hZHZDNTJDdaVt7/wD6neiu6j6VIUlKtGPcPuNDbMS7F/RR3YvOl+SEvq+53mPsJq2WT6peNcPz1l0TVoa9haPSrKL0orS+paSbN3QtWrKplkZWhxK0rohrRUhueiIrdAxrtpIfn2cfRk9rHrZu0l46kbLOW4d07R3G+yNyNzH2LPJTQpCGPqiJ2MaK02laUV7F6r2qK03F6WWUiivderWtm73Ho+hOiyPnWfsUUUbTabStHpixPJKsWOGKNWhkscZE8NG1myic34ooorWjHqyZRRXsv2ZQoooorqorTv1PpWnhF6VrAl46FrQu2j6YdD9iE1Zdj64+CZNmPyN6Q+zw9GPRPsWbizcbhTN5vHI3FqjcbkbkQl6kS1h5HpHwP237EYtmykR7Etm1D3H0b5keIkfqexkyWY2OjZRGO5HK7sjjxkYQs/S8wWOMD/AxpdEsE3Jv9NlI8JkP09EMFyJR2Or2sitzHiQuxTat2d6FZ4R3dCOWyMaRLDFj4WMjJgnBmHGjJXIye4j/AFNkmLDNkOEyNxJLJCJCHcw+a/xmTZZKRuQ/Uyn2JEldDoj5N9JDnuiPwOzczd3HPJdcVu9BHslq/A/L6FZR6hRmxxkiIzcKcl3Xqsb2jyWbm1pJnkx/ET0+9O53oQvJuo39tPSIa7V963pLRGL5os3dTVkvPSlZtXTdDei6UiS6IvRm02j7a7jcKTE0ykdlpRJUWXrHz1OCIwViPB2Zk8EvPsw86sn7WPq3D6YRs29ii9rI00bS6HMcZEY0NHkkqITL6Fq5JHMkLLITTFVElRZZ2O2j0Wnb8W9bLOxQ0V7b0nKjeWX1Lrej6oaz6KNooFFFezwqUUbYpFIcWKdDdkiRfr9iGrH7j0S1WsPkjiIdr0ssqRQsZy2Y8dsliSKR6TxEb76PTx1oei6IkvHQuizcX0x6H1zfbSM3E5w8jIvo3JDzpIlmk9F2iWMxrsTQn20ekNXWiqtPvXt0w7TiS1iPReB+2+vHDcxRSGkOVDnJsSuI40fQmyt1G0Uduvk5RsI442RlFSMsHODn0VpCStDelUhY9zZ+mtEYRVj037JHM3EkqPTRLKiHMkyMBIsYq3JZv8mPbyoQ75cspYJQ5czlzFjkzkzOTI5TK76RWOmdin5iL6IiXcnL/WXcgKXY8zpf7jTGmjuQyOh8RMfE5COWcjeKS2kZMRkhJM2sruVI4jG24Fay8D8vRFkX3IocbMfDSjG50u0p7WJ2X2I+oSpGWu+jRGJtXc7IjJNJNF62xkWkOcbN2Oi0elxvmUc45vTRSGu4jH8l0Ppfnpj0RJPporVDXbpUi9ZeevczebzeSlfUmX0qIsZQ5NDnY/PsoVHYsmu3tQ6304WTy7e2+yMLI0uxlIJM8OrWiJKzl6UUd9d5jipjhsOXuJehkZWOXXtOWcs2G02jWlfkUhrWurfKIstjmkTm5MjpRXSut+xDWZsZyzYbSvarW5Cz5EQ42SI8ZjZlzwZjykpGTKiPnW9a0gLRlNldFFFaPV6fWsdKvthw7e+Rb1XIijah7Yjyke63QI4xbUOcaMvNkzbkKYkuWh+SiUtUrGkUUUVo+qKJi0S0T0fsLzpZfsPph56JedUu43oyHgmLR6RSKQ9t6NR02qro2lCiyimbWiiKe6JIei1j4H7C9rDHsSGxskznNHPsTsnN2bshC6vu3pei8G3/AGlHaTyfX6ivTpKW1WsyLExin6Yx5dIbtj9NHMexF02Nlj7lyRknOcr/ANLhjEqItFuLPJTYrsb9FkoTlGT2lGxFFG1k8c7KZixTyz24/wCnxxtOeLHPE4x4KSy7f0iRy2jGnZOLTGJeBR9N/e5fJuSSZtix4yvJCPc2xFjRLE1G4kS0T8G19iSY4ytDRKSgc/Gc7GPJEa7lM2yWmNEISb2w4aaae+BmzYZKpY/tH0QdMc0xr1s7VSkiTY5PXcxSkb2jmyObIt9C0cWbWUyimUUUbR+REPmiiitHrPx0KBVC6X0WWbjyUIRJd+mxPTsdjsUV79lm4gtxFFsbJm0n8n7MIdhRNptMi9PtYyup9NsbbIoimersVR5HBLvcdKEij7J0QHo3pGMGRVEqrSUFIeNxE7NhtNhsNpRRRRRtKNtjgd0bizt71dNaWX0X0zipEltLvSL9hLooooa0qzYbDYjYbGQjqkdumjabSiuutKNptO5HI4jytkxF61pZZDWQpbWZPYfSvGqO7MOPYh6SZPsN2Qx2bfBFJCVFWU1pKKOVGzK7ZvSHJs8lVoviX1wiqJRI+R6WSFpDwx+fYWq8+2+lR26UUTXfVDPrREunczdItm5m5m5m5lllllll6Y/miQ9FrHwS9t9Ue5hfpqVM2olEnjnEaGiEajXJ2KRSRuibmKVi7i8lUbWye5KJxMJSxSngX3pn7RMSueiNq2tzuyGXIobYu0Np6Uu5tNqNpsJIgrIdmOpSqo7LctztIim7eTs7k7Iyojn2n6lHMws28OzkY2fpGfpZnJyHLZgxRjLdcWbUTgOBcexvTH2iOiI5rlVK127GNRcjZ5IwTseP0sjJURVmwc4+FCO2xM+SKkkfqInPgc2Buxn+E28McvhTk8Kfp+GHw2BqnwOEy4FjIZZRjTzcQyUkOUiHOZsyUbUUjlnLaIqyh+KfXRWlFHYonZ6ipFSKkVI2yNsjax+dI/JFlll6NaZH3Isltem56Rra9Vo11rRaTXbrvpvTb7UUV0QjuZHFtR41SsUDiFWR+wiC9JWs129rH5O/S/A+qiJ2oTHIqx/8SVMTLF3Q5UcyzYeNZJkSMCpHc7nqH3Eu4vHv7UbEbEbSiivwaNptNiOWjYbStVPaTnu6IdNCWla9ymUzazlooooo2m2i0dh0bi2Vr26b9x6yNrKossvWjGtWVckT/AhjnMx4ow1dGTOhybIQs8IhFyZCNDR4Nz0lNGRvaN6Rg2dojEPx0vXwJlD1svSDJLofQvdfZdONd7b6MnhdK+L1Y+jccw5pzjmnMOYb0bkbkbi9L0i6ab4jGxzizcJ99KES9p9cfBjVKIx6ZZqUIEl3NorbuU20ipSdRgijGv8AFMqu0svYjKW4yTdl2Piu04Y1UVrnfc4f71c/Qir0ujA9/aUGbewiKt1y3BmwUCEUpE0rvdtRFxmbVRUzvQ2PvrkzRgY25K9zN4po/UNH6uRjnPIPcnUYqm42KPYlk2ycUt/fYSg2ZOxj+Iu8ojlc2XuZGoj7zZy7NuRM27SKGSQuxuVjmkYpKiXaLNkDlwMsYxha7k50cyRvZuZuZZv2nCSxc258XgcjJ/UIbNsnBmyQk1C8HEq9uRdyBRO0VHyMyR+/a2soS7E5SizfI3m4ss7myZy5od3pH5Io2m0rWjMu+taIca1WiqSpwZXUtd3avdsUi4m1M5ZyzlnLZsNiL7m0orTho9xFDihwNon2OJdz9heTH8EUbdH4Y/Ps4PkbTabWbDaTj6epDI9G4lKxjQpUbmVZGKHfQmNPysshSsUhnMonJMgu/v0UUUUUVpRWlFFFFFFFFFFFFFFFFdFG02mVrc+mHRWqQom02lUUV00VrsRyjlHLRRX4tFEmXpRRRRQlZHFI2MkMxx/2Y/crTDi3d+yL0bMrb7LBI5cIm5F26xYqijaM9Iyb9IhyRJd9OZ2G9Ij64ruPzpFkl1WN+wuhLRlFG02lHYmyitV2XTPrlJo32V0di4m6BcC4lwPQeg9B6TsdjsdjtriVwRt0ivStES9hezgjvNiWrPJkOzEM8OsbSY2JjlZfeklCNzn3Msuwlb6MruRhVQ1yT2mPKmxyLODyqM2pEhkY00TdnNhE5kJd4yRIasjA2mSdC4h3Upbtc2X622YH9YknI5OMooruY6UhZsKJcRjhFGPioWPicVjyye4jlcTmSdu6RLLKZikqO5NR7CXTOX0ZJCyWVIeXux5+5hzR2pycm9eJ/bIwnJH6aR+nkfppH6bIcnISxzJxl0QXcuJGaSa5Vd5+SHkZKUrqKfbWb3L2tqF21oyS+tYYT0QOYjeVCRLAJNSRfQ0LTMihD17UiihPSxZjfCQ4RHjNr1WsvwrNzNzNzNzLI+dKGtIemKFkN6HRY2fRxEfv2OGfp6MiW32uG+XVk+PsQ0R9lDQ9FBGxRGR8D7j6XA3ULuLJR3bKI+fzK9mivwIa0UbShIWr6KKK9ujabTabSjabSiiiiiiiiiijazbI2yOXI5ZtXTRGolyOYzcpGzuN6S92jHkS7XpZsse2JLKSlenDYFBJlku54GyeU/ySNu1EumA+qK7kUfeqY11PVdW1m1ijrRtKK1yP66ErZIWlFE/PRevlaY+8WPXwRffRQOWhY4mTYu3RZfTw/wACWkX6dZP2Fp3KK6cPZUrO8LElvZLHWNHZGTuQuyq02eqzsbqIY5+ZTw42PPv0yswq5laPsh95CVJa8Q/UcOvLrTJaRgyy2xTnjyDjKi5ndnKOSzaxzyI5khZJlZWTh3K0lNItyMveYl2IPbM58UfqEc1HNQ8iOcYo5crFwxlxqCr9PZilPES4iY80rZvqFw7yRv4fGh/1OB/c0Lj+Fkc7DITxlwRvxnN4dD4nhSXHcMj+5UZeMz5RGTtI4f6IS9VacV8CGSURZxZoF30NJmXEbJDjSF2ZhjzJsWGiUPSy7ZiTPu6Tdy7Ij8BvSca61Eeq031jHokRSiQ/5lNWRbk0uIX+K1kkiGY9MvYkSVdKPspM5aJQ29FsU2cwuJ20RZ5XXtbOVM5MjkyOXJFe4iPx0aGiHEbe0cuMuDNsjbI2lpI4len2eFfeitM3wftcP8+rL8fYghiTZ90okh6RGNHYk+myxpSNkiMDtpDz/KqJGJRRXsUUV/D0UUUbRRbEh6JWSZHvpMssvq2ldOLJE3YjdEyZlElkctNsmYOEUPUWTb0kZe0SKuQ3XaXVAfVFD8dNjH7C6VpXXRRmxvykVpHFNiioaJCiVpmwy8paxxTkTW10XpCVa416jJ5IfJCitck+h9cThvEiXjSGsh6NjmbmWyxPRscjecxG/vovJjlBRJ8VGJLj5uhcZhP1GKTu8UjZjNuI/wAJ/hQ83DofFcMiXH4x8fnJZs2ViiRiUT7tnDR7N6ZHUTF3yLoyu5swKoLXO6oeeUko90PiMyoXG8Uj+45j+45D+4zP7jkP7jlHx+cjl4vKyMWtZ5PpR7kdqRP52NG1igzYOLQoyZwv9Pb9UYqKrJlobvSUkieS9YumZu6F5OWco5THaI2zls5bHjdPSELRsFEzLw+GfqMXz14v4IoRFxix4bW5ZMqFxEhZ0b4snNDmh0xo4b91aSXpYlQnpRTquyaUoUKIyjaUUbRLRj07F9uiOi+JthZi2xlefInirSEmmJjWtm4cxOycbXXCdaZvYQj7GhD6sMfSZl213M3s/wAcjlDjKPtY/jrRLDY8Mkf50LNnQs2Zm/KxWT7xr2MDqa6OI+HtcN8+rL8evlkezPUJlxZuiSsZ3KmiMxv2UJktY+f5OMBQFES60LR/x0Mbkcs5TOSPES7IbsgSyRiSm5iK0oor2HE2M2zKmcs2FGHCo99LLGzLmplTmRioIlLR9K8D6VpN+8+qD7F+1Fqhxxj5Y3EckfI2CXRCSozSgoMwpW25JEstEpWxa1rGW0bsXkT7aTdIkuxRWj9jhpd2voZEkNtDmx5Dc+hdDNptNpFd9e9VsOWPGZI0RibWVI9RcmbGbBQJmGPl0IyOovTEtsFrnMXDuHq0fgfyEqSVFHEeUYY+o2mw5aH5FDsjlmwmqOHxRl3jGJtelGxGxDhZLHN9+XMqXRGKl2wcKod7oyZvrSeRIlK+iPknH0ssx94lFEsKkcvly1rsPyYfBRROPoZidMwd9eJ8REmPGx7kLI4kp7ndiYk2LCzkxQ0kh+TD2yR0Y/nJRXYb7l2tJws76SEPVMRR99EvGtCO0VfmOkPI4k41pHyjcRmNDvo8CkZF368P/GXFuV9aF0PqxKoIyq49cckkJYsg+EY8ORFPpx4JMquhaUbStaMiqT9jH8kLXifh7XDfPqmvSPz1KQ8dmPeOA13HJRG5sUHZKC2ouyUaN3VWlFnMF3Ghpoh596imUyiiimU9KKZRRWlFFMr8GrI4zaV10V+ZX4uPFuEtbJszy7V3FvNhRXv7StcMLlpKRu0bonMhj/2nKhzFpLp+h9WMl0X7iHrD25Jn+U/yG3IxYikupxMm8ip0Skx9+jZjrrxfFaZfomhsvR9C6OHdZNGRHpJFFFe3HyUV0zhaIwpG1G0ymGP3RQ1SNjmQjtjQjN9Lbcktcr9RucktcnaDMffJHo/2YiiiXhkMKmt22iiieOUmRhKBbFOSFmmc85sTfAtdG2I8URcK5sw4IYkSmoonkctcmVLtb6LMd2USVTa4f4dGXzDoyqpsx9tuu0niikzg3cNaRtRtRy4jwwZ+mxHIgcmJHGkyURxHjkZVtm1D5LXK0pyObLxYuwpWX3J+Dd20a6Owu2j/AObO2k/Bhgpxkcihv0tY13udyIL0HJk5M+MjI3sE96pqmR86xkSVaVq0bfTrRQlpil6tJ4ozJ4MkepD1b6o+ULwPwT+T6+HiVo4pnKxnIxHIxCxxWlFG02m0rr4hVP2IfJEfCOx2OL+HtcIrkbTajajaUOKpk+0nqtYi2nctjdjxqxR2lxN5Y+44CtdNlm42s5ZFTRuvTH599MVe9Wrj+AsaRtNptNpRRX8ojdKhSkbmbhyJyH6mUJFFfiW0LJIjPctNsmOMSoIyZBsUdX0IY+qKpD/DjFdNFdde1vgZpXIlkfjqvqwfDTLH7XeI4I5Q1Q9a6cfacdGLV6V1vpj0VrWlDJJzZjhtjrlfYgu3RL1SIR/yavwS7yI/Fa8S/ScMrydC+2tcnwkYV/jiPWP2ZFrfSpSObI5xzUQlCTSi4IyZNo229cmX66Gnt3RiQEcSqzSOEf1ozP22EfGvErw1+3BrWRgbhFrms5rOcc05pzUc1HMRzEb4m5G5Fos4tf5RJ2heFpxP70iux/8Aqk4mOce4y+zH3PofT2Is8D1mKTQ8sjcfGBdGGW6JKSi6nUmNtxpOmT794+VpZZF7u2taQ8NZMbWlkIuQuGyGXFOBii5S1TaHGEh8NBj4SQ8GRG1ocehoRXRhXqWuVerr4ddvwa6OKXj2I+SPxWvFfD2uC+XU/Bl+b6aFIUjtp3KQy9LL02WK1pWllNmwQom3sOMkWYvwVL8GhxK/N2m02m02m02s2m02m02Gw2m02m02/lRyRixZsZHLjJ5IUc1E+IQ5SmRxigV0bWzYbTabDabTabDabDabTabDabTYTibiGXafqx8SiWcuTOXJixpE5fWj6EMfTEfsrrvRaIWqX4NGR7Yjrpo8arq4bw9KJQlE5rOaMei614R9aLR+8tV1Md0RVdEu810eERILSjJ2iyKuS6OKfeuE/wBtX4EuwteIf+Mh8I9ECfj2rWkPlpkk7FmmhcQzJlcunF3mlmX+ORHwRQkcbGsifDP1rRlHFeImHvEoozxuDIfsoxv0rVlm43G5G5Fotdds3Mz5JbzmyIzdI5rOKl/lG1VJ0brH2YshJ6vW9aiLuPSyXkx+R4xQ7mT/AIj8TA144hFG2SNlkf8Aj/Za0JElffabTaNF0KcWSxY2ciJHbFCyIU4mKOFd5/LrnW1j0Ytb1Rg+evELv14u0ei/frTiF6fYRifoWvFfD2uDfq683zfUosW2hN+OT2FlcO3MmxSUiVWIrqs8m1HgsssTLVE0/OH8NT/CcRx/JUfwtw5fkWNjO5bPUzZJkcIoJdSj+DRIkmzlHKOScgWGJtNo0S89cR9UUS60PV9a0WqX4NFHE+EuuCtmWMFRaXVwvl6slC2LHFDH7OCW7GLRaP31oumtKWtDXYx+b1yv0iXYWvEPscOvV0Z3czhvhpRPxonrxL7JLR6RJePd3yG2yyx9FWY1UkSVxZiXpQtOOXaDwedaOM8ROGf1RRKNpmPtCsX2tJC6aKRRRRRR3O56ieFyd/p5G43GWpyQ4tIR4Qpbz7ZetV12kWnoxmP5a5CBBOGRE+603lkpdxfJFFdD7PWrNo4lTQ5TLkdz1EIzYuvNOom9DfcXRWn3pwy9WvEIXTFXIiu34uaNwfs4P21rxP7ftcJ5ZbQpX05/3H0IoTI/IlGNCyT8PHN94z+sjRVnxN249SNyG/atlssh+JYpfhOJt/FURL8Fuhyf5lG02CiKJXSo2V7lFFFFaOXTXVkhY1XUvA+mPnR+w+tJmxmxm1m1iixRYoFdNFe7xD9WkcM5Y3kofQnRLz18N8n0y8PR+zwvmQh6vrr2E6E9LZu6aKK1quifeS6c77nDrs9X4ZN3JmNVCOs/rpz/ALkFDViGbWes30c2JfvWJFCXfTF4a04uP+Ewf7EfC1434ROHfrXQ1TIJqelFfhvwIkUPubXFkVp9a3pQnqhv6H40j8lrMToeSU3cPVEkpJtbZaPyzG+66qbRtlHoo2IeI5Jy0KCK9jiX6ktbL6GtOGXnXOvT1Yl6vxp94sf37HDP0a8R+2/a4Ty9VLoz/uPoQrIqiTjRG32eFUcxrs7l3ht2kuzIx3FPGxzso9NEux5KNx3Eyy9E1rD8ZOhS/CaGvwVH8Kzd/DVYoFFFa1pXtNjd+4yaGuhLR9MF1sWr6FFsWNFFCijabSivxcjuT0ipzxKMsUcOJrpXfr4b5aPXI/S9H7PDfM++h+w/YsvoUxTWl6VrXRVs2orSifD2zHDbGtJ3tYsc7F41yPwR89GSnlZj+9WLoy/B6beyNhtkTlKAs1llrqZKdGLuxaKPfTH85oRmW7FJYYTdmP4IopmbE8kNuPgtrT2lI7HYUTaUUZHtOajnRObE5kTfE3RLXtvweNPvRSbF00uha/WkxC8rWfhFHDencYX9TreP4tLBKx8JNsjwjFi7HLOWjlo2I4f4yJRzOZXW0L2crub9vAqhrlXp6sPkv8bL837HC/HXL8H7XCffQnQnenE/uPoQiMU4nLimOCZ/lQ8cvMZom+5tRGTgSnvKrSzbY1tO5RaGIdC7mxUW122WYlX5Fs3fhUOPuqP4bl/DqBX4Tl77ictDxHLNiGtHpTNrK0fVVlFl6qLYsZtKKK6KO/4mTtBj0jLdiww4mW7NJ9KH56uGXr0eub49EYekcEcs2HLNgomNepdL6lo/Z+iy+i2hZGLIjfHqYtb9vajYitXiV3GNauJy2jabTaycJOLX6fIUUUZsTkiPD5NyNhyzljhkIrKeospsfD2Y+H291ErVRV32KXuIsvTIUekuJaGyi5G6RvkcyZzZiyzObIWd0fqT9QhZ0c1NHk3Mf/Md0ky6E/Voy+u9b7EhEIOxD+zkynQuGo2QiKtxm7U9z9hmGWyZmVSve/wH4ZJO/YvReULstZ/F6Lowrqsv8DP837HDr0a5fg/a4Tw+pSOLj6t2qIQsUe1LsWzch9zamxpUeopsT2sk7IrubFQ24uvJ4L0RISPApMcDfRhVm02m02m02m02mw2Gw2Gw2m02m02m02mw2Gw2G0p6bjcbzcbkbjcbjcbjcbkbkbjcbjcNr2lH8Ny/h0iq/Csb/DZtHAaofcURRNhtRyx4pDjJHfpSGUKBHEKBWtFFFFe0vc4h+nXgFu3LPhnCT6066uG8vR65VcehPtWtFG0iu/uv2VpRZfVYpyObI5xzYm+BvibkXonrelFfh0UV7q6L0v2tyObAeaB+pgfqYn6pj4mY8s2bn7SWjL7Uz6paeELuNEI+RxRVC0+x+0o2xYolGyKOyO70ZCDkT8GWMWoS2M5ZyzYjYjbE2xNsDlqXZqG3bysZyYEsNe9mlUBNMlD2GYFeRdEvA/LF0Y1Uent1WWWX7PEfPrXkxqorXJ8X7XC/DraUlWXh3DvojGJMmI7os29yV6WVYoG02SQ4njRdtUeBdzYbmOFnD/mNG38hQ/D3fwNFFdKj+G5fiedaNhyzYjabSiiUto8pzES79MURgxRK6a9mtaK93iX31tJKGTPHkLF1rV6cOqj1SxWchnKo2lFa2WRff3X7K6K0tm43F9S+9e5cjdI5kjmyOcznHPRzonOicyJzYnMicyJvRaL0svp7fg1pZaNyOZA50Dn4z9TA/VRP1R+pZ+oyHPyHNyG+ZbPOjK9i0bi30rWXnVH0NiH2PPdO0bUzudx+x4NwzGbmQkbhad2LFJkU8ck6uO64m4uR6imbTajajaiqaHkk/TtRtHe6mqfu8S/CIzJRvpsvTho9r1fgfli1Xn8K9L6OJx336sSua6MnwY/YSMEdsfZ4jHGt1kdFPsd9LZfcbZXbRERuyNkpMelFG0opm2za0d2baNxw/wCdtNv4qkbzcbjebzebzebjcbjebzcbjeby5Mpm02m02m02m02m02m02m02m02m02lG0o2m0o2lG0o2m02m1G1FFFG0pD0tm5m5m5m5m5m6Rvkb2bmbmbmbmWy2Wy2bmW/xK91xOWjlo5cTlo5UTlQFjX8FxHyK0xWZVTK0rpWr0x/E7HYsssss3F699LZZi89D6loyXtJ9NFa2zcbjd7VFFaUVrXRbLZukb5m+ZzJnOmc2ZzZnMmc6ZzpHOmc2RzpHOkc6ZzpnMkcyRzJHMkb5G+RumXI76UV71iZZZuLLLelFdK6MpekX2rRaXQhF6v2PskzF96YuWpH/APHIywvtSN0Ub2Sjm7T8lezlukTi/Trk+nPz7C6eIfr1jKj0yHGumKtkI7YpazdRfQiC7/jWWZn6OvhoJu+jPDbJ+xw8N0vaaTVT4Y9URZGQzRN8WJDRJESU/qixFOheSaTKKOyGzud9LLLLOxg8dF/mNG3+DoUfxK/Dsb/iK96iv4jiPlrh8oy1vG0JdS1emJ+n2H7GPz0P2GT9tF9Va0JdLkzmM3s3M3m83m9Fota0VpRRX8D2LRuNyN6OYbzezmMuR397shO9bJd1p4GKWiKZIiO79x6Y/AvJtHFGApspaTzyX+OK7r2LNyG09LZ3JeB94r3Zu5PoRdjXRgx0r6M3xK0WmPx+Rnl9a1ojD2l08Rj3R9jhfj7jSY+HgyXDSHimj1xFmmjnsWSDPSMoij4nYc0N0OT6qfRTsweP4Jo2/wAAo/xDl/O1/CcT9aIx+UZ/3Br6cfT7L0xv0l9a1oroj59tDJe2h+0lrRRPwLWiiite53LZuZuZvZvZzGcxnMN5vRvN5vRvRvRuRuRuNxuNxZZuRuN5uNxuNxZuNzNzNzLfXRRQ9aKKK0SK6n2HkGQ+C6mrO5Qmf/u88idMTsbXhLsxPR9cpaQ+JHSRg89DSbsssvSUmRsfnTueoqRRRSK9Hu5sbhLqTHH7I+SEk4rpyO2VotIePx5OkSdvqRi86WWWPwZVUn18LP8A19/NOMUOXc3FiZzZHOI5ojnFieklfTfQlZsIwsiq/hHEr8zaV+JX4bkX/wBi4j46QI+UPvkJfNm6oP24+Oiyy9a64+Rn37KJD/Deq6Zi0rWiiuqiiiiiiiiiiiiiiiiitaKKKKKKKKKKKKKK9ln2Lxo+p6bWbCkZtcfw6ZaI+yh6bqZ5tr6LE/R0X0vVeCGuPsxv1Flm5G4uR6yW5d0xxs8eyvEtK9uUVJVlwuD6oyolXmEkmYPMn0S+T0elkZJfj5p2668K6svy6kR7SIytL3pyUUZcu99NkPUSwNKxSN7FmZzEzci10ULGVQoykQhtX8O0bfyNv4l/iWOX/ZM/jWJ/uf8AJJ9kvaj49izebi9K1XnRkR+xL217NG0pi6ZC9ivZrSv4V6fQvA9e5tZsNq6c2jMfxQ+iXgX2Wf8AHQ1ZTNptsn8eq9XpFW9ID0XlFdykV1U4m9Fr2V5n1X7FWZeHQ1XUjD8eiTpG43kpSLZuZvkYJT/Fm6R5YoGwa0SsnwrjDeYfHVn+XUtMPw92eRRMmSUn1w7MzZLgkWWbjceTZI2yFDIxY5kYFaqRf4t/htFFfh7RL+Icv+zZvA9IEvLF4610w8ezRRRXUyI+paS6F1r3a6Jabizci/4+mbWbGPsbixedXqvHsZdYfFD6mkRL6Ey+xB9rnL06vpsemP5aY/dpe1/sx+fZvS9eKl3SU4y7Tg4dMfKIL0rStM8qiWRY+/Rw86lX4dmf4iExsvRRFNLC19kF6V1Zvl7GB+kstFo7HY7HY7HY7aTntixzv2IkurFG2JUivYsUtKKKKK1or2q/Eo2jX4CRX8Q3Q3f/AGfL4HpBmRF9a6YddaI7da8afZ9D6VpPoX5E+nH8dH4LZvkQlfVfXZaLRuRuRuibom5G5G+JuiWb0cyJzInMicxHMRvOYcwwrfZyonLibENRNzO5wy7voy+NV1Lx7GbWPxRfQiXnqfgsj3TIqkT+vbx6Y/H4/wDuS8lll+3mdzeinSp10Q+QvHRxXnSPVhybo69y2Wy312WWbhtjb0yPtQmeljghQkzHnyYWZ88MmkPHVl+XsYH12XrPKok8jn7daoo4fz7ibQpJ/wATtQ4+5Qo/xO7/ALTm+OsSXddFHatF1R6a0rro2m0XjVDXSh+CX5kh9EPGn0PSNi9i9LHOjz0fXXAyfL2eHT2FMpm1ko9jlmwwqujPouteF7GXVPpRPoQ1o0Y4PSfkr2FpD70x/HVi8L8P/dE/IvbZKe1a7Tb0YfmWbjcbjO/XrDTaxprTBPZLpoor3cnnWLJQaIyoyyLER8dUvkVr6TYyqGYXUvayTocrL99GLz10V1KQnf8AEtFewu5RX8Q2hu/+1ZPiemh6sWrVaLqj46qKKNqKRSKK6FoiIx9CJj6F7T6r6F0SH0Y/GjKKEtHrRRRWsp9T64Gb6fsYu0I9D8H3pDozL06LoesfC9jJGzazaKJRXQ30IvRRF2H7i0h40s3C8L8N/JGTz7lmZ6JG0fRi7vosy/LVPTdRvTKrTh8trb02X00UUUUUNE1p2EW60d6JEOmUiz61SMM1BGV4pjVEPIn7DZN2zb+DDyhePfU/4prpo2lfxLl/2xq0Ti11WbiyhRKGtUiKKKGihe5B99Vo+hEx+6h9Fe1Lpx+PYoorWxyolkb6n1w8oXyZkj6X7H2Q8dDGu5RBd+jN8NI9D1Xj2GUV02IfVFUyyOtavRrpjLSD7Desfivw5fRP23plffX6JaJDIS2yFo3pNdS1Xbvjy7uxZfvyiSj12Q8Lpn40RRHE5DwziW0OY2Q8+zkNtm0cUbfdWmP5C8fgW0KV/wAYo/xTkPv/ANrrVwTHiiclHJRKLQlZySUaZGNsUChxZtkRxs5ZtEvfvSPnpei1n77959OPpXsSaQ3fTel9CQsZsQkj/dj8Ppo2jiY/khdDY/OkejL8NI9a8ey+looWkkKLFA2jE9EJE8VaUVrfQxLRPoj8fw5+CXuy8vVDd6WhsirZVIeskUV0I79GPJu7e/RRLGSxDxtHqLZekICRtK1yaQolBEXTJyTQ3rDyLxrZZZZuMrLFNm6LKibSivch5I+PwlITT/h6FH+Lb/7i1rOCkiUWiGSjI0yPkXjVIrVaP3/HtSf5H10vpxLsyitV7EpW+mh9FCWnc7kE7P8AdmX4D6pCISuK6X50XRl+D0j0PX66qKNptNptKKK7FCjZsfjluzaeNKdlCELISdkkrKRKX13fWmfXTH4r8Ofgei6qKKKGT8jWiHE2jiktMfZl6VpJFFEuiMmLuUMumQdpfhUOJsRykco2FFataZNKO+nfWhC8dNaz9qitK6UR8kH2/EUv4av4py/7vOCkTxOOkUR6KKKEPsRiUUV7sfHTXRL3kUUUUffT9dMunD4fRWlFFdGR+kQ5dtLibhy6EiiihRKIofyZnfZewzhpfXQ130XRl+D0j1rwiiivarVdjcvPklROQ9UX3I+BRtIlidDElV+xHvHVaLwvw5v69uhomtKRTRcjudyheRFFDiSWsh6ojMckN6YX6PaorqfuOJOPRZaLRZYl3EUVpWlFE4leyjsxQGiitUIxv8VOhT/6Y2X/AN6lHsKIvY8v8HH7E5UtH037Eele1LpweH7FFDRRKNoarprVQFAorWxMfyZl6loyD2yuLUo3q0UJdGb9t6R6Hr9fhLuiT7kmXpQ+2kWRh2JS2jfcZVjocjcbnp3KMb+q0Wn/AB7Vlllm43G83o5he5i1rWiiiuiUCWMaovXtpjj3EtaGhxKJ6Voo2ONCRKK0wP69hL8VoliHiZtmdy9NrZHEKBtNpRXS0OA8Y4NHfWjabNUb5G5M9JtRtNp2RjLYuimUyimbWbWbWbWbTabTabTabTabTujcbzebzebzcbjebzcbjczczebmbmbmbmWy2Wyyyy2WWy2WzcbjcX/EOX/e6KNpRRWtaMS/AoXnrlOhyvpv2KFHTv7z6cPhlFFG0roY0NDJIcdaZy5CwnLRXWh/Iasca1Wi0oow5Njrzq9F0Zf25aR6/rStKKKK9xjO4l0R7CyElZLtZ/wOfRtEtfBGVjQheeqyzcbzeb0c1HORzjmSN0z/ACGzIxY5EdKK92UEx4TlyNszbIWJkY11UhxQ4jjpQkz1HcdlGLyi9FpfRZZuNxf4VFG02GxGxFexRWjK1o2o2I2laPrT0Rj8aLsRl+K0OP8A0ZyL/wC+0UV01ol+Gui6JTG/corVe++nB4fUxPqaRsRsRtQkvbsb7lnZkoD1RZZYzh8v+tm4YunJ8JaR6kf8aWWX7NFdTV6Wir709PsgxSMsokpPojHq8EZWNEPJ9m43Dkh5Uc5HPObI3TZUzls5RyjlI2G02lG0r8Cita9qiUCUKK0tFo7FmPyL8pfj7SjaUUUUUNezEh46FL8ZxK/PtFlostFotFo3ItG43FllotG4s3I3Flm4s3I3G43G43G43G43G4s7m0oooo2lG02lFFG0o2m0ooo2lD/65ZZf4Nl/j3pMoor3KK1r2LL6X04fvS9LL1ssssssv2667J9Fll6eGRppMlpYtZ/CWkfxLLL63BM5VG2Y9wtx6yps5ZsRy4nKictG02la0UUKZGaseY5si8jNs2LEco5aNiNpRRRXUv4Gh40PEzlzNkjbIWJkYUV+TQ1+PfRRtNptNptHA2M7nfVIjEj0rsJ/itDj/wBAoUfxr/7c5FMof5FkmWWWX0UyhRNqK0r3/vofTg8P819D9nF+2tHqtZ/GWkf4CitX7NG02m05ZykctGxFdNfx1a1/O0bTabTlnLRy0bStF1KX4zVjX86l+M2N3/3Cyxi/Gq2NMlGRskbGctnLOWjYjaivyX04P9ui/wAC9bel63rWjXs8P8NJarWXxekOpfjUV+NRRRRXv1/CUV+Uv4autdfgTv8AGcRr+ZXcS/Gb/wDBaWtFFG0oor8b76HoyOmD7L6b6bL/ABKKJR9jB8NHqtZeHpHqX4dFFdda17VaUUV7lf8AfFL8ahx/l1H8axv/AMN1+A/PQ+nD96WWWX017NFFFe5Q4DVdKRi8aPRMTLLH40iLpXn8Civya/jq/hK/mvApJ/jOI1/JpCX4zZf/AIMX41e0/L6Ho9cbovSiita6aKKKK9+iijabB4jls5bOWxQI9K1b0j1R8r+Qr+JaE+tfxnn+LUvx3H8mvyFH8dv/AMG/f5Vdb8voej1giiiivwX+Kumiihpji7F1Lz+Nf/RGhMf/AF22hO/x2v41Ir8Zui//ABXXRLz0PSrZsRSI/wABZf4TH1R8r/obF+O179fhU/cor83sdtL6LLL9zczczczczczczczczczczczczczczczczcy2Wzczcy2X/F0KP47l/wCD3/BS86vVedV+JZZfXel6L8F6T6o+V7VFFfy19fc7ls7nf2e531or/wAQKJX4zY3/AOMp/Loei86r3K/gKR2Ox21emTqh8l01/EL/AMmo3G43G43G43G43Fm43Fllm43M3Mtlm43G7/xUivZyeeh6R+Wq/gkV77GT+hdOP5or2L/9sX7eTz1Q+S0or8StX7a6V7jMn11Y/mv41oX/ALGv2snnoekPkvZr3n7y/Cy+OrH81/3nz/6mZfrqh8l+Q/cXs17DGZPHVi+a/wC9ef8A1A8L28n11Q+S/lXpk8dWL5r/AL35/wDB9/8Ai9j9vJ9dWP5L2Pr8GjaVpRXRWtar3XpP49WL5r/vnn/1JyeF1Q+S/MfQom38aXx6sPz/AB1/JP8AlPP/AIKsr/x7k8dWP5rqej/jqJ+OrD8/+/ef4mv+v2V/4yXuZPHVj+a64NKQ/P49fkT8dWD5/kL+JrSuiv8AqN9d9XY9J6S4nY7HYtFo7f8AV/JX/hh/lP3cnx6sfzXXL8p/jT8dXD/N/wDQexZZZZZf5V/gV/4Tr/yDP4vqh81rfR9/gWWX+NZZuLNxuL0l46sHyO5bLZZbLZ3LZ3O//X1/4Zv3Ox2/8W17M/g+qHy6Xp99Vl637z076XrZZfVRRRXVLw+rh/Mv/cWfh9UPK1XQvP8AIS8dXD/7fycvH8qxf98//8QAAv/aAAwDAQACAAMAAAAQQc41zx2YBPZ+M4L/ALEJMOV+3tiiFCdVVS6QYsjsgjuiMAPh7Td/od/iQaQAuw9+87chLvmogs58AYdx01f7AUcYGrU8oMupgBLOkrMUUdqGHWxjlKR7TsPKLNCMQU/rnOFPESVmvqDHIw+Xab6z6tvHPqmQJZsu5/VRUYgg/knw1jDR5jitONFCElBOMhywQ7Rx061z4w96/wD8eD/NdNOd9MtduoCqZhkntIpllMrCEMMQhxzKNCaT0MufjuigMf7zzzyW23mU0Qw+xnPz21nLE1kHgyl13ta5zrxBlnX1nH3W+K5IwDLoZKwhY7rqZjhBnFOtvUE+MYpPcqaxevr+/wBrjTF/zjmPVppm2iCOrFLwokMsBOOAAfJVkk+AMMEcMAYwyEAw2+TX/DPF/wCAltFHEBogigsgnnG7gcNQbVVz3rmuJAAHthjDGMo2088w60w49z374TTwMSaQ8eTIANcLDXUGKKEGJEDCVzwnBK7znIBzVLXNowaV+nqGIr/HaT6ffvPPPrWBAhis6AFZShf/AC8CRIFAbJ3vSoL6G13rYLrKOMqJM8mUOsEPU92c1mnFXuILbLTxyiQ230E2l+u46Ab4C7bY64033FBG0WEkEHEudv8AxRAcwcwsdDfz+7nL37zIE6HfvYMnXFNZncs4wIOxzzlTxht5BPZ915xRDX7wg2COuA84wFpfiwxprBJ5hRnLwQAMAMoEsCGSyGe2+qCSOGGqWU2EQExH3TckgVrzh0uPF6YQ4RP6R5F+OYtBbVcXjXD2oU8r18I4kOyWj7cU5yPwnP8AsZXC1rFPoffQtnu60SaAuEANPGjADDIgkrw+5zy9dTXfrtqg+/6osAOIQZfccTXSeURECvusqsrjPjjitvPLCp8x7/xspiujGw+6Zy8U6/8A9+tNes/DT47ZoZ8EH1nDzQ33e/2GGDjTDSoc5KZrL44wg0HWkHHEGnHnUJBapAo77+Md6IYDH2EXnEHE3HWVlWnV0k3CjRCxt/EDCIHa42Zy85mbCEb6M8Lc5kmSamt46Y5zzyvRjXjw3GPYK5+LgWwS8sAMlg+wTrFB6JvO0CwRAjRDx/csNM80FWEBDCxDQwx5e7JKSTT6TE9vJ5YoJ76I4ACEF0V3NLKJjAAY40k89EpTbJ4zP4YLYxyI5i6IAAj3M88QQ7zxid/2XtUCIP8AN72eiKKqyXrSGP5P59tJdldBB9TiOeSGsV2GeqK2zD/tNN/9xpB1P/Lf/K6O6i2qaKa+W6iD5pFBhejHIGBSfytKdXiN5CDscw8sPGV+z4YMsU88888nN5YFgYB1NQAen70EotQCLR1zssbCPtkMqOnvvhTjnL3IQ8oQ0oynPXbjT3PHTFBJxhxZwUnWK8dl1dNZznbyKSmuUdZxx99xlN99sibPU2+m00Fb3PveNhEAUAQw4660yTlDXXbBJM8Af7Q/fkxjyKTxx9J5X9zwCGOqOCC+OGgANMc6242OCCexNNN4yySueee8tlxIFZBRBJhd/wD4Y2orvvUQdbRnfbixjStKoDbiszdMa8aZi3pomNjxrX/PPPPPH6mKUAA+fPLHLHKHE5+EUZdp2YDA3MV2XbGDKJhvsrMIMMB147z8TfLMMgjHMMMIstgNq9z73IYMMqglgkUspvSQ1+kkossgthrLDFPBR2VcpgIGJMCHyz8ww8aAMAAokDy8zZXOMLDGn8OTBjxZgGPOPOFjtkgkrMabRRQRXzTVf24w2Ze596jqRzjhjmpezQQQ37uji4wiDshPMMJfadwxqLP9TS/TzDSj2YiQIg6FM50sqgQsYq4vuGBX/PPPPPPPPiNHm2Mkjy0osMHOBCZdVOIPSah3DD+vjTRQc9RJeTaf87z/ADgxCQFvPsU0sPLLb0nFVk5U2lhCK8uMf/tOGUl25LbkU100k0U2sevsZCRY6z509n1izIcsPvfvX3EHGGEPdrCAwxrOsGyNNEQueDWMfmb1m13V2tU2K4IIZxBHHVjDyzgbEU/8vaQVF2H88gT7jDElXEEc9MN//wAoU8oJZTH26eNaoHiKhCqZpalwOv2W+2PfethbNm8l988888888888R9bZRSCCvPD3vOawE8Jph0Ac5UoHd+S82+qwPrbWS2qiMMdN/HrPfbggAAMQw6AASmCz2++tOfxYYYkIAw8yq3XdF4wyyyyi2+vd9d9D5f24mcmKPz1wOuiDTzXD377T/iQspzz3gU7I3be+ZKpiGeqyAMI8cI8wNZNPzT358gMPwOoeVaM/QH/wAQAzz7zPDT60sEkI37zVx/j/AP8AuVhxxQHj7Gf4BmsAHIIty9Mo47YIAe+cbZzSR3zzzzzzzzzzzz7ZTz+7NPFX65rf/wD2OKyPp9RoUAJ9mahkxBNXgWc0ym4ActNpPfvCoAE5hXhFd/8A3379/pkgvbWInn+8wz3/AOMEExADmsMNMesMNPEHGrYAdByscsCiK9sQjzLbYKbD75rrASMPyRK8UjkK33Fun14sMPZr/wD7jXTqiAFbz+qHDRNJT37P/iwyk10UsDS3+mPrHjFoEICC0+26iLDxv98MSdN9D2B9KSs1CnTMxOW/JX+9oOe/ZNBpMe88888888888+++Rc888tPArXAOWLHLDDT/AH8w+UCIJEM9ocgspyPJOEKSV80vkhBJDLAU9z64wxhviDFLFBARTmi8wWQGMvsBPLo888/4BPPOPDDCIEIgot1dTmjgqKxqA/8AOFHwx74m1wTwNvblNwDZGuamKpfq56NMf+s8gAgApL648BDT644K/wBxDd2uwld5ID50iCGLSP5rHNtEY08880wgSe7ZHH/O9K2zHcOMREf90Ynf295l/wCaxzlE5Kb/ACxDbzzzzzzzzjLDLKBT3zzzzzxwiN8w4NMcc8+9vMZYKY67bO/b5eN9Out+v82TiAD77qMOfMf/AOKSWAMUg1tNfTnfLtYgkwgAMjj/AP7vrsJCcdfPPNAAAQatvw7zDtkt9ajRewHPh8QdQQQwx/8AB2vWL+n4yBMih00+v65IbhDD3nX3yDTDMMFUnFHyx57rZ5roiLolX3H4ZzDL5aoNPc+d23X3mEAAKQy0HF+P2zAPG36v4z0tKIM3VfT1NtA2zvzzzy1t3zzzzzziKWTLb7493zzzzzzzx3p//j/Y444ILLKI7oap6Z4dN+PsSDyCwrb4b/8APbzBcYAQAwgIQwpZ99//AP8A/wCwQg8uxFJRPbvPMwxhBJDDbvHPNFNBTzzTDQsA/PFUipOkNzFN6+vy8w8MIb+c3J+A5/sP3J18sAAsAhVlJTaTzDD99Ae51dVx9hKOuGu+cNc1Oy+jhFMIQgM8M888M/7brDDHjP8A9sNLfWYcYGNw0KAdTjyxR/8Agetuidkz/wA8888pv988888jHQOmbvMM930888888888/eizNHMiIUsOfPeiOqey+G6WwMhVldBV9BA9tv8Argkpks+/vvr+876yTeBIELGMtvy097yTPPPP62/7+gDDv13edeQUYQ9vKFYxI97MfQtMo6eADLZSM8/C1UkE7Ko1CPjw3/cQw8/+xjriBPMtr0ZOOAgh/wDXHGEV3nGUVlEiBgQq9MMMOOfp/uMIoTBRHGHE20xzDL4444MPQ03r448f/wCdhHHAD43e88888889j988ot4bZtXLtJxhCX0+0888888888tvkpx3A95JBDDznd7W6GqSqSmKoowkcwsM0wxx1tN9tNNBpfbiyyyyC2uOGOz+PZlNd8kMO+OfL3nPIeerjfPrLJPDLHcgEP0XYYLqArH0pzz3/wA88DgbC6ymC6LzQJi0698x4x881zOOMJCMvz853THPLT28888z0z/zzzz+4pihDHDTXTTTQdYRTTjvjjusswwzwyz3vIQQAs9y160cQ02uQzP/ADzzzzzzzzF3GCPammO9Vm1HHHEz6c2pTzTzzzzzzy5VS5GjSkU3H30003EX+sboJb4rK44LAwhDDDBDwDDAQwQwww64rL/OMU8cvf8ADD77TfX+iOKBxxkIMM58JR99F/8A/wCNeXF0Bej8SuzVoVtLT39/rAY3JXqdht3Q8C0PO8NMMcLoMXnBRDgwDwEvH8vf444ILbLapa5L66fE000wwwwwhCDDDDDLKQgM889/vP8AO262+61V4gPPTbD8/wCJKCPubvPPPPPPPPPOWbDGva6w4R068dTTTUKFuwbVrNOPPPPPKbPfHWkNCPbWZQQQccRTecQTf84lvjjgksvuvvjzjznvvrjjjjjkssssogspghnvsognqhri+5yrvTQQpoh280w0wz25055l/wAkcvPBmr0NSz/2gDcxdJWCy8SeKpcsO898/wDvDdx5mW695NaG+7XvDDT++uuOOOOOOOOOMMMENMVpBJNNZxxRx9tNBNNMIFMMMsOPD/8AsEbSdV/CtWrIyXWNfPPPPPPPPPLAj8t/V56aOVSV608+8wDPg3YfevnONNPPOZffPPPrd9lgVXZRTSQRTQccZTT3sshjnnvsssssssssMMGMMAMYQIAADDDDXXnvvqgghtqkru39pqUbm37wsssshjsJOHJGMgwBQV+5vfOvqx59K4K0zo+bA77WasvjijjLHOFIGHGwQHvTrp20/wDP+oIIIII4p4775746q4YcMMMM8/8A/wD/AHnX3nX33zzjzDzzzEEBLYU20Eg8qLNVD/z2Lbzzzzzz3lFbA2JFXt1TijxW0P8APPPdc4zXjVpV+COQc487B988888t9FtGVNYIhNpJBFNNNRxxxFM4wwww8hxR195xx5xxww80sCCGOGOCOCiSSy+uEAw8sGLYTygzEwHLHPfzzRNfDiCoyC+TdpiR75UsujFfc+OkKPWiTaZB1MsIAAAU8MQS2dZyWtzQ08ASy+888c9ddNNNJBNNNNJN9998sMMOCLDHPPPPPPvPP/uKCA95c22FB4h6LKa2M8889x888895x1nw6B6ABf34UGq2B9JRxxxByCX5d5F8AeqO4gQ3v198888889u6b8Es8w4YxBBNpRxw0MMcww8t9lx1QwwwEPPPLHPPeOOPPCOKOOOOAAwAQogAc87Izz0EF523zjDHJ51J9Aorq+xYLX4Sttxxxx9+hHo4bKv0orSqCe++yy262P75lZNwGn/sX/r2++O++++//wD/AP8AjPLBNMMMMMMNNNRRw0+++y+ue/8A/wANOM457An3Nt+b6Gppv/zzzzy2Zz33VmnsyBqFa6g/9cByCrakF2000/4PfuHkByh6IboIwz31vPX3zzzzzwKGjQHmFGBywqb+BSgof7qoY45vqEMkVDnygwgQRXLOkEwIIAziFQPWnkf/AK/Wnt1fvPs8x6g7ii2+KJ0ey2/SzW8GTOR+IRx999wAXxckH6g7pX7D9NMMPLXf7Hc6PSZyGJbXQoE5d5x19995N9NYuay+y+/7TDzjGOKAEtxxBF99ccAAAw3rC+sItYSyapJxJ3888888tOUpZp1rA6G9hS8d/j/E8A+S1NBRxzCG/wDwVaHLFqlvgvPOMQQzz98dffPPBq9tvmhlBXfffffffffffffffTfdvffffffffffffffbTUjfffffffffffffffffYE/ZLvvfPPPPPPPPPPPPPPWQZl2LS0MLDDDHMpeLYJdCuPfPPPPffPPPPPPffX6vTooXffffffffffffffffffnvvvvvj/8A77777764/wAMNf8A73fTLDPXysgggiyERE2I6znvPPPPffSM4PA16EqlfTyhMYw6wfKBqkMPTzjnsP6deBHqhgtulOIQQVf/AP8A+qSz599XO1aFuwS088888888888888889N98888888888888888919888888888888888885vPArX8888888888888888sblm4OLz8MMcsObhOl4NFle88888888888888887MnCaz0888888888888888899888888888888888889d98999888888888886L03wdvVS888991W6CA0uDVoWpR1/KABjfLF9AE8uCSyyyGK/hdoe+iaieIU5BBB9/8AwggjPLMCj1bGIwvotPPPPPPPPPPPPPPPPPCPPPPPPPPPPPPPPPPPPXffPPPPPPPPPPPPPPPPLU48LXffPPPPPPPPPPPPPPLMJZETmcwRTTTzw9Dp3mI8X/fPPPPPPPPPPPPPPKcu8FjtPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPFffPPPPPPPPPPPPPPbaQ06rHkWPffesjvigAFvwUeFqQf/7jAH/4w/QANPLrjjvsoqwfYFqguhPAFKQQVf8A+sIILz3kE1Hvb8Z3qL3zzzzzzzzzzzzzzzzxH3zzzzzzzzzzzzzzzzzX3zzzzzzzzzzzzzzzzzvf/C133zzzzzzzzzzzzzzzBiSTM5DPPU00887AdtsrdrH3zzzzzzzzzzzzzzykB8y9Lzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz3zzzzzzzzzzzzzzz2k7v5QO7N0IprNf/8ACAAS/BdsC9R3/wDvPPfywfaQEAAksuggBvwdQPshqgPCFfQQcf8A+8IIJDX0vVU8uJbToZX333333333333333z3XXzzzzzzzzzzzzzzzzzTzzzzzzzzzzzzzzzzzxul47333zzzzzzzzzzzzzzxhMUBUjPP200001nKblUDJg3zzzzzzzzzzzzzzzy0+AJijzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz333zzzzzzzzzzzzzz30qpHJKI6EH3kFf/8ACAAG/hF4G9BX++8sd/rDd9JAEKCCGe+i9hVo2KC2oUsR9NBBTX/++KABRnPl9jPPL77CSyyKKKKeimff/PL9x9RAc88+uSCW+++++CKx9bzzhBBBBBF9t9txx9oa0/t9sc699ZxxjTn99NR7EtXZTsLRxxzzxxxxje8tyFlP+yyww0w0884www4whzox93+6yyw8408884w08888888888888888888999999999999999988889qHKR0xDfAE8JBX//AAAEOoxXAnoQf/8A7zw18MMHW0zzz777oYxG1CwLYoLYHU1HX0kEMPLb7yw0HPMEBXlWtvMcMP8AbZJFhJkyymLDN98+++6wxxhxxzzzxACOOOOOOONNNN9tee6Agc7DBxgAAzvMAwywwQAxwwn/AMFQ/KwQdfvrnrjjTWdYwBKVl6GYwBDPvvv/AL77qBdixyxCtZK1H38Nb7764IAQwxxxwDDDDCAEEEEOMMMM6Kb77774444ooIJ5771Rsrs8vM4xiAE/+MLDzqM/2B74E3//AM89/wD4wwdfecMssgnupjUeUKktrmtiVbQQfffzwwggsNfffcfbQZmsv0zfMAMG83ZeeDjohzWcvvPLQQwwwAPPvvvvfffT3+818okgAAAAj/8A8EABKIIABT3/AH/f/vPd4wymd/KS/NNDCCCCCzxxBFf+8D1q1PRyyuOOOOOf/wAsBHf/AP8AC0szN6wEezxFNNNNPOOOOSyywwwwxxxzzzjDGOOOOONNdtNNAww04yy3bx9dUUIAEE45zjPcwAP7hAe6hF//APvPPc/z6xScQaBDjuog30bQTDPLkvisrEfbQUc//wD644AU01G1Y5yHesxbfH2kX21mVlyI7K81HI7FX3+4gAAI7/333/8A/wD/AKygBAAAAIMMNH33wgIIIIIIIIJLLLb777oIMEHbwgNPX3884Mc8EE133/IBb30LT088IIIIIIIIMP8A/wDffQV/jAt7SQ8tLDDDCg088cfffLnrjnLPfbXffvrigks8fUfPPLDjzz278bJ25dg+CNNKW884DDs4wTHsjXfY8wgEM8/9/wD/AP8AXfPMAAhnqsWcXdKAPisjspEMfSQw9/vvusIGdlIcz6OCCN4WkvVRdfQdSNjsp28YDspSU89LCggQUdf/AP8A/wDPPPLDDgwwwQQUfPPjijAAQQQQQRSQQUcQQQww/PPPiwwUddfffffffccYghHP6wRGvvrfQQQQQQTXfffvuYQXf7CENrzQQQctvvPDAwwwwwQUccssvuscccQQggkv/fffPPMMpyJBE2majLmcD4z888QcIh//AHmIJ33kMc57wANMNPf/AP8AYAAADHPggq9/05UJCNDktgrCcfSQwwghjqissbCEIH7fWyNii+SnlRTXfDCspm9TQMrGcZyUNPn7QQQw08eMPPPvvvzwQQQQQstvvPCCQQQQw8wzzyw16wAEEPPvnbQQQQQccccYQQQQ9vvOdwwxHPvvvvotvrlvvvvsgghfffygEPPvywwQUcvvjDDDDQwwwQQQAAgggwQQQnvvv/8A3EABzRDD/wCdi1hLJ0eHUwU8ww2/xxkOe8xBH/8AvvvPfxz/AOs8kEzzjBygAL7Opf8AZtB1o2KW+QtR19997z3LJ5izxHPfISyUfv78oG1SWE408+uKSnNwkKy9NT1MCy/9tJDDDBAQwA2+/wD/AG000MIILTzzz39/9/8APf8A3/zSAAAAAMtvvffTQRSTQQQQQXfffusAAQz/AHzzzzDywjCJL77aIIII/wB99vKCW888/vDBBD2+++8889/vLPJAACCCDBV9++++7jHPzPrXyfGE5LssuLRt0XXDb3PFtOyyER95/wAwogAE89//AP8Adp940AAAC2yiA0LD9JtRkA2CWo0NBBBBNx5p21c6+4wm+hRquwso3/bWhRe2a2+++LTxNwOKxtLT8MCi199//PJAIACyz399999/iCQAAwz/AP8A/wD99999d988AAACCCQx9999999tNd9999++iABBJX/+88AQwwAAAAACCCCCC2/99hBDCy888sLDBBB9+++++889/wDwwwQAAghXfffvsgh+z5INlWhJX74By8DAEL1CuFIDDigvDffYQggghCHwww0989fKABDDHvsghqALw07WbUfEPkvjgMfccSrmtSO8QQxjm1cvnwrgrikrkR+hSW5ytvv6wwfTEricby0NPjgMcf8A/wD/ALDDCggkceded7ziAACAAd//AP3333333zzz64YoIAAEU1333zz333rYIIIIAH33/wD+8gAAAAAAAAAACCG+++//AKQQQQ01vPLCAxwwQQcMNvvvPPfQwwQQAglvfffYQGMOBK0cmTY36MF1bQ0vjiIJt5YAisMIRTTzvjjvPPP/AM38sMU0Azzzz444ILZDw0ctNHGlCjQ5LLK57K5QWsNmAQ33nEk7TKjdG3X0nG8OKs66XG9vf/8ALBR0OykZ3vAAy2uJBTz/APfPLjigwwQQQV7jHPKAAAgwwccQUcedffPvnjnjBAAAAAAAIAEAokggghvffffe4ggAAAAAAAAPPLDvvvvvvzQQQQV//vvLCAwwwwcdfPvvvOMYwwwUADvvv84x/wA/d1CqV4biSwanlbKwlHPe/NhpscnHHHHPP777zzgNP/H00nX3zzzjLLII455zy0OctcP0nQjDS44pD1VdD0RzCDAIYb5BNNRi5utPctP8KWodho3E0kMMEFHC4rI1ve8gDLLy0MNPHzz744oEEEEH77zzzzwAIIMMEEEEEEHHH777776wwAAAIJIIYo5777z333GEMMIIABADCwxzzyzzzzzz77+MEEEF3/777wAAMMMMHH3z77ygEMMMEFCAIIIbqTgyqL0JyBiJ8elSqgxb6wwxD1kdYTjM8844IAABCAAMMEFTzx3zz4AgAx7777oTzzN+tO0HUzDQww3mVMxafvNE13wzz6jlviu9AjQBSwDQgK71gerojHU0EEEFH45L01vP0wBLby08MHDT7747850lf7zzzzzzy44MMEEEEEEGEEL7rb77777545a477773332kEEEMIIII4zzzzzzzzzzzzzzj7KMMEEFHf8A+++oAADDDDBB8++qQADDDDDBAc842fjbJeGgX/H9VB8K+t55B2+++6CyNFnSkMIMw0csAAAJDDBAQw04ww4+CCeymOOKK88pXjH9JR1xNJxznSgr4tcxzzzzhBA1jYo8RL0Q0IwsLXpBUyVMLgyOS0NJBAU+uKR1tLz0MKCQ89PDBwy+++++pD++6W+8888++++vNNBBBBBBzjX72/8Avvvvv/f/AP8A9p1pBBBBBDCCCCC+88888888888888+zDDDBBF99+++8AABDDDd98++uAAADDDHP/wA4zcTZFlJ6RfQXRqguhPQ7zycNAMMLAEpoGT04triglPLCQTzTHLAUIAAEMLnsguvup8vMPdzy8/zQQwx+9GL4v0IghDDz29/96xArkjfU/wDP9P8ALXvDT9YovUXFyOCw8sEe++uCR1NLTwMKCw9/LBQy+++ytDD2iCGc8888+++++/8AzzyQQQQwwQwww8cYQffeYQQQTQQQQQ0ggstvvPPPPPPPPPPPPPPCggwwwwVfffPvvAAAQxy9ffPvvqgADDfccRWcRujJ55OonolulOFITe36FbzSQQUcfbSdmjURzwzzywwNe88cffQQCMAAMAHKAIgi8RjJFa085zzw09LGJj9B7PvussMNIcwxzfm1cZkrNbdSQPCNOAAdz12uWGxcDikvvvvvvjw0fTy8fDigtP8A80EAAIJUkP8ADDDCAE48888+++++/wD/AO000EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEMIIIZ777777zzzzzzzzzDLIIIIMMME1X3z776AAEPf/wB988++Oe++4CC+yGYkbbimcgcMU8E5F9J7i8Ac4/8AfTTQ0/zTeCriYTTcc7zwwwQQQUcbSQVLCHKANBcfcTELJCzzzzyEABEtgYFmg7zyxjHONKccMAgQaQOtiPKtrsPEtqgENDIRJoaGzcfSkstvvvrw0dfTw8PDikM/7zzTAEqQQwwww0soFPMMNPPvvvv/AOsEEU0kEEEEEEEEEEEEEEEMMMI4I5r777zz7zzzzzzzzAIIIIIMMMc2133z7raAAH3/AP8AffPPPvssonvOYXez5cDhXYx/w16/4z53qlLlgMIg8406w1//AG3XKY4JXFHP+9+1nH2kFU03nHmX2hwhklEwhDCyQhDDDDa+UK8hP/333vP7IICwwzoX+Ne3U74K7KYrYrKK4Lb45Blge2To3G00oJLPOMMFHW8tPS4IAHP/AP8A6QrgQQTTwwwggAAMNPPPvvugwwQQVf8A/wDxNBFJBBBBDH9BDCO++++++++88888888888886CCDDDDDR199+6CCCAB9/wD/AP333ziAEH3mE/sHySJkP+oJ7sd+/wDH+A8AfrDDMACCDXvDX/8AwycbMLisTTTz3cceUcbzUcWZTTRcI8sS9M8MHFLHONjvTU9t0k8ccccUYwwhjusrgk9vmvwXQfVaQbQdTQffQcfbUtJwG1hNz8dfTSwwwwQQUfbz8dPigAAU97UvPfffTywwwggAADPPvvggwwwQQ0//AP8A99//AP7X/wD774/7777777777zzzzzzzzzzyAAIIIIMMMMd33337IIIAAH3/AP8A/wCsMMMf/uM9yAzIeGsbygBzwBwDjBgBaJekX2Pzzw4PP+sNd/8AfPB18W+whFNB4sZNJzhz/AeVh0aeMNwe19AkkUyc+JH+pDQtJNNNd9dtPz7nDPP9PKwMyKXPFJ1txpR9JB1PBR1tJmZbknaYgPD199NJBBBBBR//AD0NPriAAV6AtusvffbTwwwggAFPvvvggwwwww9vvvvvvvv/AP8A+++++++++++++8888844wUgAAAACCCDDDHPf999/+iCCCABBDDDDDDH/AP8AEAzyJ6FmNgAT6IZoJ6IbhSqbf20EX127zz4sMOd8MsPf+0EGJLDAwzAC4cWhB8zQtss/zxrkYwRwrea6UWchXYU8iekUH1kFnXk3e/vHHnnIhTwzKqYKUtcPesP+sP8APLP3/LQalycH6I0PTz99NNBBBBRxXPBw8+qADpBCCCCy199vHLCCA88++OOCDDDDD2++++++++++++++++++++++88888888wAAAACCCCCCDDTPd999+uCCGOCAABBBNc84wgOeyF9heGcAH7jHvDX/BvD/fBR9ze+75jMME+vD3/rDDTzhNpSy86JEXnggTjJNTDZt92sV47AO4GRjZ7eqyEuhFIuCD19D15xlBz3b5lNxxuEvPYsQk+uaKOO0OT3rTyuKT/wD/ANGbkmbhOIrQ8MPPHX200EF3+8sHy4oW8EEAIIbbz332sMIJTzzzw4oIMMMNL77777777LLb7777r777777zzzzzzzzywAQw44IMMMMMEHX33376777444wxzzjDIIZ7sU1kZqTsMf8A7BN5B9t9pdhZF1P+yyz1jK0MC3v/AMcbXQwZR5oEp7CWHszhSacUU8V0V+WNH4wOAJgBUeOHTq6dmW8+Ee8bfYlaZW6xxzyccFl81+zYSdHpiDEJGMDMBAFLAM//AP8AD0alzs+Niew8tPDzzx9N9/8A/wCsHyoD28mEEBILb733008tTzzzzgAIMMMMPPL77rJPIIIIIIJLKIILLIIIBLbzzzzzzzzzyz78sMMMEFHHHHH7777777bKJIIJb3EF34JLAXsM930U32NXk/ueDwIo4p7I44XPCBKctH3AKj6clgMjE8oJBFn7/KbbDlMEA44IpNBz2HP2ApY77QgNIBuXDlsLe8crdLu4RS4xPvzqt27uP801mnE3EjQhQjTyjDyMPd/8lA7U9izEyI5DP8888PH3/wD7zDc6CR3/ACcQABgsqtfffS0/vvPOAAwxz3zwwwxiwwwwwggggwwwgggggggggAPPPPPOOPPPs/8AuMcsEEEEEEEMMIIIII4477vOE13Eb7BVvMEHWlH32T/V2NYo67JabJ7boK0PBrFxiGuzUJV8Pe7PK+N5BrlesIVvMXyYM8yxHBD0fBY5IuNeNOrMyj1OZy5pT+N0yK4lyEY6Hsx+jCxh2PwIm4+lK7sVE30Uzm8kfnEc7jdGFy5W1qBbu8Uv/v2E84oYHb6KeBzbTOCByRDQyhLj6IZSE30d9XKOjDEfYf8AgPbjtOzq+CaxUDKLz15xM8xh46y26tJ8MIL20x322x110++57zHPyyy/lD09ld/qWwECCC2lP7L1JZDUq2CmocI8sGbd27Mhna5xZnTOwVqKcQLVclIwTst3vA0acLFdvzyfVNGh10XuecGsyMf1jrHLNpGLJOy0MX84cr/PwqkX8meVBzwOoa6IkGa+dbt6tl5Z+o9tTZwHeP2RSmy7hxehkbTbYKiUNb+LbEdiscmFJwpgiiF0706AdkGEHoN+XUixJ13F/My8/wBKmTszXj1mjEmsC+D+VrYRVgs+eZjugjfvENflICSrtFfYfCulGTtIxtndS1IP/Fyp2AJTvQVHrJdrYwekES2nyVoJU07y1Y3etqMd8p1qFN6RtR5GSVPq73zXY8RCzXENy7etvuQExIu2TcaOb0+rnvFaBI4ZCaaI3EpZ04YNSUWByeC0X1arHZMPpSbge/FG4eE4Iw0JSJ6+Bm/x+tv6+yOyFD1IG+P4Pi+wHXZb0Oamr74rsigypFTCsrgcuUlyHrmFzeT+DNC4MKerDIsPvuggwoiCDDIWqEz5e9gMmq9jLKbhP6c4kQiRu2EUXfh+8Lvd32i+fasEeoqn2Vdj8ceVX+X8y6aZLJn4/wDHbnglOZP3kJmMAGfUhmYFy8MCWsXuBxfpDrLpDtVX0XEJTWCyhjSYVxMa67s7yN5d+ZhE3Bw7ur5QiZ+MPWI4Bmf9bYTOlFOA4ksAG7Uo5oBa+WAayqckoiT7ZQgfBX/TJKlMna2vqdU5j64z03xobvaRKFk0MfizEeARshFmkGBAQ2FfaS0vPPnF1/QmfxDFogZ+saGLZzU1+vi9US9IQcYbSpMXBd09Zl1/r4670rLvAj00e54+/qZ6L8lBqdlm9PMFFC4kL0OT8PcfkQR4ZxCAY/QJxqytG1jDEd3Ys0E0FEzw5JRyg14Z3BJiQSyF73l7bKo8cEGk3HWmPkflyn5s5zGpVRDXuQBxeEBtdvOP8zl78E7paE9BLAGuAZjAJGoZJH2SXOwEAn9dJIU1uA4zvNy3M6wkzF97FVWF9nbHB+/SZwkN204tLoXG8ExZn4QfN4ouO9UsQ/L/AMyZZXAy/GlWonCTjLAZ71d5suE8FBl99INWUYHycLpA2fZhtE+a6iB/w+eYg4vancokQcAM4MIc8y3jzRJY7tbTx9OOINVxlBg4gKagQM8462+8efH7WkgrjEdIgzPKpn0ZxPss1YugOULMF+pcZ9C74e1ixtN/2gvSNGPHTQMEsHNaqJniIZSKBU+wMH4LLu0wR9euQHgPUrASwUrXfQSnr+FEm2p3wcefNXHu46f7kY/3jfkDof8AxZSFsaIitiHTBJ553ZHGTzkh1B4O7CcmK+aPLdIUSQUTYGPAGStZ/TSLO/TJPcYtKss5c4GTT8r7I9I83/4cUQCBNWAg4d1TTctSVsnU/wDhphjVmTAQHXXIARAQ/wDppMz8Zk8P3Sjfd4z7e5agg+GNDj+d9bCKkfUvIlOM0EOlJEHmO5BgvOoAS5iQ4ilrtrjwSseY5eAuwqB6L6Ix31SrpSI8H1B16Bw3oSUyq0tGJHIuw3gvIsgzzw4+48dy85qA/q+yEst7xY+TjAi+YvP/AIII9ca3oyJ9+B/ioHdYEXQQc91KWIBMZiESMhTByN9egsGAsO58Q3oGIeE17F6xy4x8WWMDw6jNY8DWm4myQGAApHAznPA0XV4wfWCECFvyYzgI6Uk0SqR9bwxauvseyvvssjw2+9x7Z2kgoN6rrvogiyppGGF0BA+VGSPELlus0AFOsUwhpAwaJNo9Nb09FjybYvmOwG7fIvUXRD+SPfXcct1hSLCpeCHnsPf9wUqEDMNMcOOeca241ECnsB60XXK3/bFt9nPS1BuuJmtdaNaMIeOMIaBIENxLIQ6fm+EY6wDYutYwxF09W9Q4yuRDy0MDCnfXbW3Y4ChxGVkvpULAkM0U8FeUx7lEcYVfNWRfYViq+3KgNrZauALho7RPA0oN28jgiAIbz/4AvZw31qIb2QvmLXw8+09CvEP2yEde/gnQjmNWmxdbWTCsvUNRMd9KtrogA+GcIvldWKvIzhh2zPmXDcD+QY1Oql18Y59PdO1H94XT0jJQIZK4iGp1Ydumd0jBKkfyl85HeQqM4uUiq9YYWKLIPABFDOnOEsaS7ND9iTE2nAhiNJhiiPGcVF+PBl47fXH9YhG67vukdBtZpPBU3YdtDLyv/Vf9Vz50wVrCABdIupgr7ZCu3bvooXRFJ01Cz6Ksjnm2xw7go1CLHAyGL+OBJFxMPtoPU1axjCRkQQZhm9U6ZmA812cJhIS6q0cmJ2aFAkZ7AfMqK4LG7ooIFg9J1A6xEitj/wBxPp62+9pKPtO9iuxV7k2tT2SFz+hjFH2/b9JGjbgRBWGE8EG5fHZRQlyL7LnSwXF+eVYSgsC+e/H6iqAB+MNMlGUFi2kWLG+0/wAg0RG3UIiqSpoIHZaS855cpT+HTKiBS9cX/LwcgMFKGzP5ZAKdSCozwTpQwJZvzQfScs+qySBzzb5qAt9Dya0jLB7Ro7ihLv3kp5+wpsbdHhxy602x3wCYKFJThMXgKQ2vHFP+TW/s0tBxyOBnIPRk44YmuftGWPK3CAoh6HK3Og+7vzPuxRqSq+VmAnxfqWezjW9IUxOFguR6LdQzuhtX5d262W+UgZt9HLEr/b0KtsQoRutwIXLDTPGqVgVg+8KhLHI4J1fStoVWa0YLRLxlfm6qOiqHF85K2pY04FfjfOL1oyg0qPBYJhHEjGFp945VMmy4JwcqPy+KCpmn4jzxeCgQsWDbY3CLQiyLJgBOFMB7df7/AA+V7nLF8WqkeXoL0SBH9nBIlBLqVG/rOb5YR+r+Y7aSzlJs9WDxXSj+AklDSL6nV0w3GunUf8j3yf8Awo89Gmw7R4oKGnT5bv8AqqNq+lMghp422Ikw8sQQ3NYsFfObIt1bPhGAoRjLnHKCBmNM3MO44skQwaZ+/MFVZhHk0MC9Y0AsMb9NpKieN8NQENx22wAOe5DMOkGZJ0l6ZVoqNaDowyBfoVFdpxPaCCVkG6Zk8WQEs8cPH4U/95VRjx3ql+B2WU5sIUMgpeB9kmcnKPd01npKI6yTs8evvm2NfXHK+BpADYj2cvnU6LB1ysDzuvvPMiTJAd/5KmUvxaOEOhn+28sgvPn9dmpleOOTP3M4tbonWUYsMIC3vwQ4clN9dqBTtKwH0LBu3NJND/nDveRgrgutf/kQHHEwas13aFX7uAofrDj7+OMM+RK9obTp9qfX5rCor20a8Jgkn8kvIxXQq8kLihPs2kU4sYlpFLrid7Z1ThjPAsYzKLx8Qeq5/gQQYYPqlC+nnRZTEoqFn7xmZH2mxqzf7DMX0XmcWVhTRWWiZhfMOJ6EO+7y6nluR7P/ALQO/ve4JxM/RySHurULoJE8rKYEEq29edNVgiwrm8tHMVfnXJ20MLBS/wBf86KqFu/H6Hw/ltva7ArbpwVbBV8MZ26YHcWRXVFH3AvM+v6sClREjS5HFndYL5BytZmh+vmi6L/fu4Drm3wOjf660XUmz3mI75E3Oh/bTjSzD1nGzWQ+Izb3H1nGu7CHiyw+o/VdhrN+6m71RnZlkyOFWnSGCyPByO4mVqd8rQg0BtNqZR0heQMZMQjwicU6jwtbgG6UTgEUR9APgycwpDwNs/r9g6uvtIjuryBuK7P9FHU5PxiEJbIYXBNf98sUl8d8sIqLY4gVH11Gw5tYEylAqIwVDMZ/b9NztNi00FfpedqJNXeFnLsZghs9mHe54wSBmcfAOdFxqrr86LhLAdgpZESvB6+zBRUaPu0nD8OULtsSDmgTvXoBQUEXHlP60tJElyBAEDK0lAovG0MiavYA0Md57y7mA1sCT0HKtKoRgZjvVZCq3ZGKLalKEXuSqUejDNBBhkdFHlUUn14uZKMZg7CnNgeqqKDYZjU2GRmkHmSPnku0b3VtLk/CKwEsc6IaQ75rPNNv8hmoS4HCpdRIqLvNHTzR/bINi15EvxkT5v3tTcpNfr0eBY+QtJx7tf8A2FBkozArKXrXFaKCrz0A3pmZfps5WDJD29o76IWH87+wUohDzyvwMtXqaJUkpL/G+jNk7hB++4OUOvFJH/qlVmbOgTkl+HY0Np+0f++l8wAJpsKYinU0Vc6fChFNNTyDUfCbYD7pcFIAlTruALViCVLP9NWQN50/eWUqqTvapPPL0/k2iAA/EBljy2dmPul+1Q1JRpFxMge6+atEX6y8fUiUXgES1bxzTah5UdAfu7QfcKh7iBcZ10emFWsrz3cdsODDBTDUw7Krg7r9HGyjfDcsviSamcjOqyshehar8WDceOxDSsIsXy/CqhhdR0YTPTcIBuu1lVxU2Vo/Y5liuPh6wJRCDPZpsWbz2qW4+1tDVI0D+xm0LFi73P8AZDz1w05Uye8jFx3de570r62lEOmWEorKvhAeK9P/AJN9MjJhaNjqCo1K313iPMSjfZ2fqe/ldpNBGlMsPn1lnenWGaWtaew6AdagExC6KLIzuZZ/ierzWjMKZ0nTgBQjHZX/AC+HSGFmIYUzj/biAf8AqwfwpP1l+597qgtwjnMgeTj2c2Rupw/5grhkQ2zs7LTk40gb+tDD/KP9KbgMwLFyxzI72eiT8H8+tmpJJtRZAnJUQR4OpXKLxHQQUQaQzRbALHAj021S6zebI5iCZ7KaVk+WwL1hFNLjP93HWvvSmivecy57A8Msigp8hK6DJ/ZSoJprvnVd0ia0MJZcRy8471eSVXfAhGwl/rbEKj1APtsPMeVx515J3egXLQh6IQvwrKHVcIU8I/fy8CEDbczx3/OgG8O2nzE3/wDtr6YKW+VSzN3MOwPDLX/Z9ghHP1Jr9N0hbKd9xsQHy3OJQzKRjvuBd9iwOdMgmIyhc3wLA3Ja21Qh2Huv5lue1M37Ukl12PP32ImWgw8CFPfeVT4KG9jd4Gio4XgDA8UJl2j7uqhz83dYyhjFVdYVpzzt+c4PckYbbvOpgF40f+CC1m0ekU/u8nmVx2ngjMyvEDbjYPtRgFhzyWDBct8fRsiykjFp0g+aO+AgXvf30owYjX7KXuePXcOwgSsgFO3os8df/g6JnZISasHLZLUiOCKwQA3vgkKVM+3GO4Yek+4izlm7b991vbxK67kOcnV2TlUMF3pHU1jY79nnX+O3hkOEkiNMxTUpYL9ZWMXyIDM1WnSnjfAQhw3nfmpUvzyXKdPweDR0WG3fXf8A38AJJlWJ9s1Rud+yoedGQ7DF6krvhpcdWn/jze7HWThrXPNtVBRRTZ4Uq0bMrkMZ4xRc+Pff/LbIYVsElWzTc7VTvG4KRHl+Wc3BjuT7P7HYsE8hO52XivDDnb+i2V/AMf8AibuujWMhpmD6WB7Ba7bcwTNOTk5lMqIFtKv3VLgOIK2WzsHAOUsQpaMRo8JUQAEt/nSjsYMvZ2FRLQSVmoFgLE8lcrm88pZb5Wmvz28KzKXdyFK+5X7pBdAPriTh82Qy0wk6tZQDelJe/ONIS08MYRx1O4iRUEHXD7Z/1Nknvjisw0uxx7Tst/iWf+tuKU5ILLm8/eJjg6gwIdZaTAQJokYzA5/5YJ7sv/T3Q3wvj7131FPsFanctjb/AM88+8o+1jG/GRGpRJnmrXbW4erwvWfPwZtLT27oypaCGhUcNJZOqw1MJxxx0wyzSU8GV+6fdn6GKWgr5ZEs3sNzO0fE44Y3pBkGBl6KsPyZcA7XnzGVA63YZt3Md3SqRKW11LP559vsBYPqksRH0xr5kFRFKIFMJ1bu0bbQPTvIiIyXGardqQP/AKy2OaJu9KcGHOjHe5CW+owcjbvIDs2sUg8mziZwQ6gGkvw9NUnEXV/IzXxePOLvX/L8426hCDn5s/nD3n327bW5t1YLgcKxfitIhGtAwsSD43c96xN++k5a6QGbff8ArpT20/oOBzeEEcJhdFGot0eSahfPgiMsDJa0PJBg/cXuFy0tfWJIwgtP4zs9MmmzxqaKwhmpNuj4ydgGMQQVLFm0uyy7x318DmntSKtYRHIi0R2YZM4CQNQ+YTjga9jiDHpEeQUcZml3s8qBdD6bA07PkzAUwwxtaMmsXCn9Jr8+ZHlkIEbnAIWPwi/4k4jss0+18ad+3/TEGzA83DP29y888lg9vaQcQpdEkXnRRJQvjkYMgco02ajfTknIWhbqAgfRGOyIi9PGVAyt6WUHo3AprkUkK73dieJ3dWSDMbU+Og87N7aBFAZXFa6MFHMILt5eoYshVGsglUsFbSUH8XeaSyn7168S4C159vwbqv5Ku+8XyJRZ+3E/2g5IvH1EwO8SaC0deYTy5TmpmXuUeI2Tbl7L/wCY9+Ms+y1Ssaf7Mcg8PERvVw0FlBzK5UsveI0qaeO0G4J/PdWE00oj3NI+s/8AjH7AWdY4htfajh69yg8wNHNqwn9E/aehzedVRBmOsGzZi2+Yi9vE7kiZpNvrQ4m+ElCzeNEqhBVd+01XdpxvhTv0p6KQyIAFkHLumDzjzLO9sLFvJlMC2GTKHVVvl9cikK+KIXqj6QuiRlJddvQuuQLsjWB2JgPPSqE0HdSxnXXXl5PTKPFR9ZHFBjSdFyjmelRpQeg+7aqAK6AU2PiNyOF0O/A8LDRf1ahgalOqZIRRAuPWOEMEMqMZ34jfAAEnAF9yc4Pvc8Hc9iKaXb/x+IXsEChkjngDp2EWvvqPRf8Ar+fVVDvC0VqH68IllfW1Z8ALnWzaklVlAt2oqlP3p3t4bFrRCU/L+7oAgvx4FYwRbWyuetBAVzZ1lM98S02FiwxQ8bz+S31ftAVamQcJAcVHGWNt8rlrKOC8cDldPaN1uIIRLhKKpcRCXdORxcXSDaMHAC7+Xs0oFWO12d/0sPZSixoEl7C95CkDjxWqbMLsc4VC9fFFUiGctgaak0+KPl4KN21oRpAgjdpDGYUokp054avNae6A3wRCJYVtS0TXggnquq+rgogfo8x/kYZEyCKrVA8fnV8vX9X7c3OraVVouI9Ec9AHFNrP4YKCuxY3UJQgyIcF7kwl6HTkaJeDKJ9wK8NPIOZSI/F8CbyWJ2Cha4UlhDyVLUtcgDqVT/LYOJBNSueDDWlkZ3DJz7dXx3usNYdJNAFPOCYKdtfKb91LObU/aEeMJjFRBUkAotBzmREtdx4fmtVbT5fdma4Rx/FWnxOzATFk8wRSQ5E8nGxKMNS2cOFMS6tuInWNTTvi2NHw7NHQxfKASmtk4YMz3iYVCtX0HkKh37H7BDhMpjHJkd/+HFyDMBcFsRREoMkdMV3eXEg0sc1oawJ5LBtY2wLEPJT37EHSI9H1iC5dAFS1sVkzpKEWYzkxolBma85WAxD0++zTRMz7+YnfMt2G4hdl6FTZa0gxiFKKkdi7hm/lHMLeLdzBgkhw1JtF3Qc4U8Ymc0aEBpV94f66Ki/wIUq3EdMjIbcHGNKtEYMV8n8XU9BSSJIfdtEbNzMr/wDzRbSic6LDpzvo2D81dESZyduOw5J+p4BH8MMaVxopYWRRrOIGwV9tqyYVIIXvfBknVLzo46IKoIwFW5zIglnufQpEJHvsrpgN/jefdqqs2N5TlllihGP7OJyDGImvqy6fYl0R2iDqCRkOGQAOu+MACCX/AJMt4gvNKDhsZSV6XzBVku0W/wCLL/8AutXMeVMUPeLjEdb9BGPyeBnAjVrZzt/C5BAK8EDC0nPGQgNmsJBxiKE4j1PEuh8TzckgVg51w1ARshHGC/fly5CwIaXalauXsky9dgQRyAForWRuiNB39WB1njjjAfpIlkyb55XIYu7ZPYI1TVJRGJYHPmhE+XdFV+HMxzA3K55NDvak+uLxJQE9Qle+QihltNLk2vpy9N1gVsTDUfFhN6XsQtr1tc+cMOt+CAsoaxwPiwFA45gRKTM8fVmXOkm5eJbm+9rTc7Qug98fxbDkY8QbcTs/yjSrxXtyoDEW1o9B7rJjQLdqvp4m9LAOsqqbnv4bBxNRlTk7JqPINor2Zkx5/nE9df0rjR0Gw8tgy65fN+DrrOTKoB/sYmx6ryjgJtFfkaxcr4tENqjatmF1+t6XX83v6pwm6VGWUHVn/wA7qTqiseA1ZpmvZNW3Xd/dk+WypVlgQ+LMXL2PX8KmHMjozN1JLCRqipLbzxtfj5i+uIYI4StNSsgGNWl/SkV1lMgFA8oO7ImofWIjmKutMypJfN7sUJh+X8QrzHs8WQr/ADdmlQtUVb3R2gByC/WcQfwv83xONZ6DIRaWNk26aKtJrqT4t4h/Rzfd9PMUkj6CNLi/dUxJe0krwDQgTR0FChmjDAKgivDVcNPzPmebN43PxrxV29uhpVaq+9eTbfcWO0NFJVCmKogjdjZeVbrSbuDKpC0DjGZrHwr6pUcNUzQfhYWm9d58CHfSJuIOxr+090+jmgOJFMLBwalZvmJHjZXkV3RlGmuTT+2wKE5B0guIafW4wWPEMyfOSynCN0zu6HBtxgE9XZ9KtOVJk05IgFBeHsN517cM+vb4dues9CaLu1suOL1SgExbfblUxjFNz0qRnaLc0FgMxyWrZ7WU/gCJvShPGINFUQFCfsSjz5wrsmqVLSgt/wB4ryP0tDVfNusXfmitS9WHvSAuO/WNsUE4OM1+PtNy1oeM1W05LwoXTu1225uiTvlxztJnORIBftOsMNPvPvSiSQzjvbsnjxqPgUO8nBkYWNjGRimusIhPZL26yrgqBfnibLylxfHiopbRLGsNt+Wbqlm3LWwiuBA3zZVyTvsxdYCyexz+9o9uF73mpMmWivpaYz8B8yOiPCaVXtjyU2MIz3bSNTBjrkwximzhAL6FW3WrzikDjj5eiNhFYgPMehPe200s4zPo0h1IJONv/viphZNtXTfI7Gva4Oxzz3psgKoAvRXYy95d3KGd2ktBWqnHmp1tfuqCGQimdNcvPPd/57yARKYaI1lRVxiS9y0cB0L8oq34bzAcXS3EAeiOOkSFrayG7bx4zZ+L5fhhMlXzmicstS9tlGlFfz+vkMvOVq14xbUBqRD5hUPmta6GpBuRQ5Pw1as2P4jOygcuYkNkx3bs8mIcNbdPBie6X1RAqVJtcnnZHVuqiWpXPab2sdIEIXT0hV0eaLhPkQn64ptvecSJ1WC2jT/cheJKcwFnqWtnlijGvxXsv9KSndx3/wA/ODHgU6MAZVzIRtJkhvPX9z7bj+qkQYvbLLuv+cwruHCHsqomN2f+29raLU3WRan5PH9/20A2tLwGa9Gx1a0FdmB3xUNkOMU0/wABIY4NEBggT63aKWIWvgAiOpkSgzx6TT24cyIjlFF7kH+Bfji+9IGnlWnlJD8Aa3VAC6zYIF2IC3ti05x2/eoBgd0IkGJXLbZbWsyKMeVCJjYbah3veu56j557+O9zgMQ9vfQQub2bq7jSWqTFMJ+i31rgpMQfyBi3C2T0T40BPbjbUnHTON0Xe2ed+129rEDOtshnJX+upNlpFZtpLcBBU3+6jeGIsp3wJ2Zjz3RY3ZjQvstLE386SERFWBIdVlBJRTDi5xo3Gp2GelFPhbOIIggVBunDcuTkf8BjnxUzkonViny/OiGS3NLqSsGLuDHGuiD7SkxZ1n0EMc6wCz079XEZ2ezTIa3/AIt9nAOHhOF5fH8Mdvhf1Jm92GOsOub8EBGM0oFB6wjEF0rX8YlFeRkA3b4GN3x5mv3g9nXdfSgOgiusNkiQOQDtkmu12u/+c7TSA7gbadSwUxnrvhJiVFbgCnA1mFDCjNYiIuFUgcrc4j6HrSp/F9kY0ChsI6BiU0unZ9XH+440Rio329K2X2WVnq/gOhG9mqE7g41hqBm+21tidjdyqXUVDqhcJPmWWLYU4gt6bP8A3CO4HoQvIcLHrTTJgczOA2HMBGI0JoG0mq5etx/9b0Qi0bsKN9chfzPnEE47gBvMh5Y73Q6NpvJHfhuHNdip3elnlZXkIXs9jPIF/TTYbfq5ijxZ/hJr3H3zT3GIcK2c+ijT3hpx2EgtIkRySU2HoHn+QssDw7CX5U2ha7fI/ah9QQ17F5HM7ono/IfkppieZ82q+xW4DrY6XZs4Jw2bd7kU4/V4E1FzbgbXET8cFce15r7910/OVSJP85Ht55NglQKsm22ZDMc33vPDH/8A+aL9qL3knhCZaNY665uaWASy6oHM1013fm0X2RexjgHLMPLKDGSxTpLx4rDS4GLgMQUbQGh9uO3m0eTiTsh/Xcil5DMJQct0J3c9BT86+w/tsBCsfNZYF/N41Zj6CSuxsrE3ZJXVrpmMqZ6z9EGnxCJzwk7qUcPVoF40xs0sgJZupBFC31yvXpKwRriwNs6sPAXXj6OlvIMRQ61t+otuC4QquzvLdqVItJebq1jcXTiLTndQjiIJU0piFn3POhjv/wAc0GWwMwwahCI0nfMOI1YEL0KZs247FqiyHoVgJHW3vJEhmyS+uzbCRvgsZOl0G1XUgEb6TALdf3SS2Z9F6N6ngbu/TQQVzdgScUFMv4esWdvebwjYAPs13+n93MlLR36LR6gkyJF/F0pS4gyFkBuSU11lSvLgETZKbuYawJ3qqmWJZZgoA1ApDAjW6mNbiQyk6Axx88yzLLBu55sAegxbA4okI1B6H0HbQ1IViSjhAy71ZtSQt2YttvcYQwKUTSM86sQhw1FJpTma/m/HCG9bcTlvKNIMqv1/4pTh+iiXzzXl9NW8HNMFzt8juOK2QKomPqhRkLXsKZjHxN1MIOFJUzirQRRyX11TYyJoRW1BHwuek2k+oozZ1R8qBy5ZdGymt0pEKjsDRGdASeSQrDBYERTvjAIJ2KlU5zFBizyf11ncYiLpNuwEvxt8EGOLq2UqmMXKipL6RSjZJ4z/AKZ2Ns0tvk4sCUglQczFu+2uyJv8mMH61e+v/wCa5L6xPbDCKJ7EPj8weLkFBPCshuf6l752eACijEcgc/NtSq74YeRIR+fkZfL46L39Nmke4ZoA3XLKYlqOFegXcgVAYH7Es/TZ5ekYHFsiaA1mf9ZxqCoaA9lJCTRfcbbolIeFJB+4ognYugkIep3vE/0cxIM/8TBFEDKIx/PCMCBYAYbrtcN9gmPRyKSvpyX2qMV1S6KULmphoLcJBgssnsjqoll95cXVB/dovzUCC6VjVQmLseMQbBrzMkcXYozWeQy55BAoSqbZRe/hn4/2IhpEOBPmpiWfX6C6WbYSwJtCjvB4L5ApHB3SAajI/GCZ+1X1IPR43f2D9pXpgWmCSorTH72uXpurzcSuJIApLb0Ayclh/JjtT+6YpfcpSsM7y630CrMqfkDKIGRN6pMslTLVod2RtHmCYt87pvuvVA/uw1UFHnGP+cFnmvwQBr0i/vazGX/HWfKJnglNgKaCFKqrhnmtndy76WB5oPqht8SugtWqGtcban7vmxdhvKFMVBzqjgigUu3vQnfdRXwrh01QRvS/IKKmHuRtG2EzG1htXjXqIoIDtuRBMHUREFalQjjm6kzDmgKUx6nC/N+o0ec8Cxp5jf8Ach8qEDkAtaWmAVInHX8AC4HpRvdnu2sZBpXIxf8ALfcrRddOKad01DFeU4yX3Gba94sS4/0GLVnCKiM5zP8AU0dhBtUBoUJ2cuwOaWu+XBEj1VP4qZ2ikjplfc1/d/LEvlqimGbgyFlgwioNc8XPu/N7OHRpTzjhkpoP+3BJYg84jvnltRjW30obdSYdX4wspemPKMAh5LOJd6bN1g/V7UUjCMYGS+zjpN6NPpMfktsM/kuMt4UUw40YTw59rBuFf57Zbqyglu+ipMcJOAL/AJlwis3FfwNncABklq1MOrdILG0VSIA1/oqT/ARzF3nM/EgDSDTLAn6aq37l1uQJbJlaDStN58CCPV7g4OMxdYpo18XkK6xTX7LZq4ZgRvTBmPcRGUiw1LdBhQ1arThXChwPlmArlRkHpTOVmogRFZu4XXbCf5qFXEN66RmJV1EkHGd8vE3/AAEgQf0ztV2fRR1ei3j9j9LdxQiSsYDnQGRsfF3wYE7kwKg7jBoux3918oC2a8AOr1r/APRojYKTyk8/SIUg4bQC0AVhXz83FWWjri4ELsGWcGi4nhCw3uSQ42yHZa6qyIP6ieJLvl9yUVea+3MsArsME56em9btKpgt0YKKC5tDZeUMCvy64cJ4fjAikAzv/ZlUrV54EZLNXpluXkScr0C7GYddjteBlpVVzLOKPfEFlQb9ggYfOOt1MwtjkynSYw1+5A9DJDI0D5IRHt/AgqJH6NDPUDL3+RylxI+rwZnz8lLm9EONIwJtsp1JBOPWX5JPxTimWB7H8FYe127zauhA6H4y/wA+x3amsqSgXOC5qouyNswZZX4EHbc8BwdtypCAjKCNQukZzCuk+uZEmP8AZmWOcuyqrdGYMEIAQsxtYybv7a5mqSnsxVYqMSs5dfFUbbJHRCZECqwhArN/iKObBL8XvNhTxSQ09HTRNFz4kqrh8YmPjvaEZ5pZFCf7tSP4GKpbv7hUSxdc+5F1KQQ4x+YkoZomgAfeMY3r41V4RqUspwu4waiXo9nXI3VWozao534M55HUJ1YL4vU1OHT2Q/r3uVWHbdEBEtXHIim/GYenlRpNnJj8oRDv+R6cQ6l+f3WywUzY9Ypy6UCHZnM7mojxtGQY+s4n/DVH662eaMq9o+0b3vVgz4JU5qNuw3na8q3xX5EgckQS0ckpZzpDi6xIFpl+98ZMFrefEC7mhhG4Gqx/2UiQlOJliOnqIIqbJkKVXZrjDvj4WW5G3lNiLYm5JXslVWlmg0JebG8sxZsdxP2tgy+q6DVyNTfSwxl9w+6TJuUXaFqETvKCxJuVdPa/ILKxBAdrDieeVPwMacN78YrLbLf4VrAWZw5vWSyXN+gAty6dY12qYYcj6LdzUB2bMEzFjgA/lrxdf5KPEYwojD1HbdfyCf5qmE4GNn6FkW/wk5gxQtOZR0DXwi+9Bt43uCFWC2i9TmM59akHVm1C6WME6ypPeGlkQDQMCUtFVpsawWnrLJ/zjL+Z2Jp/1GfZJhrVdwuHMJpTA4tdTNBtos2JLuLZ0hz3PB3braTk2d8JLTKmdH7nq6xQ3h4Q47hpbduMMhQr/UmpqbVs7aXY6gZvrNN8rf3LcHW8+mgSajigBaF09eq95FA1SD8lZ0DYoYFYckyiPTZ9CMUsqI/47rvZJRvYbUkKDrbpY/23A5lfl5411iA7jxT6VlNqYzx5lAbZmoBZ8J51AXJjy3v/AFvVmU0tszsv54mfnm8okrekgYUeC1RyP1SWPz7xHzDxZbHWqd2omqtabVCCcnCYUb6LzzMQFqUKjbs2OAgGPWapFGneMIa7zziyuLxI/wBA2f8ApBYwVhLdKjx3I5Gh1BKfM3rIoNKPJxtRVJTC4E8vZACLGea/92MFsJo7tktzD+Pe5PwsWvj60gTvbrlI3jbrV67qwwyDWuP1jhPLHIkCSqvEOJb2sVs6jDJciBsgB6GzTNcXgDfBX2NCa90ndjN3OYqz/mvNRuBwsMKiqb52RILQWWnMzJAInbctp041dxsQCssE7vjt2BhAG7vSD88usy2h0u2QCzKMCVD1FAg3a/JaoY4A6F2y9Zo4ZC/0AsN4MUq48+5CsuVhAMqdiZYS11SzuKbHnZkFzQ/9vTzaDo6dML7umgW3bcYBzz/IuN0+PCPm3VM9UFspcR5MrxC0/wCGaS6sCgntRy839wyFuOcCCpvTlZg+4pIgAIQ1UCsAJXdKWYN24l1YoNjSVT9XLKDsXsYw/pGmHAiUcDEBt5eroTWrZy6McB2bEM9gz5BBQQUZw5wJ6yItT2rfnbygzaidoMbo1X+XxUW9iPP4mw5FHrukM0WHLLBchsGFcTbpryu4qSPYsi7ZSKmX+/1LZnymMCWch6NJA0ybGWHMEbpfKlx/prExcViMwcdx6RjKF+OZu0/3xZG1UlKPGZEKGPA5XpXJ+crYhR/8WywivaR+irDOrqQke0bwIokjjF5MtrY7xlH2MnOw4DnYTdQLlNK7WPgCWHsxqtzUmykanVdrbqpIBkfglepUD57xsrP63LBIFPAvvmbxPuCmn6fAvTqbo7EyIBnfb9NXICydarfCmyNRuXXWMZpMPIhVqiaMa5meQExzXJnj6aqeo6PELSZUp8zPBsMTF4EPNd2XG+S5RRejwb/xRaoZCuzeP0rXbt5XbaV14OecS906jqSdK58CH7WWyVUYlKtGOWG6FWlYI1b4LaWgiiFJTHjvHa02MaEli1egUX59iJVwIa/HQba9tuRBTtkLncr3CjTIpMbpfOFwRDQM4QurMY+4sUYmgtw2wKqIBJNnrmbGQIEutiiwoo3HsmgU0nKWa2CEWn8zyPbbG3xKcDyy+Gktq9capmPhzevS1rqXc9OJORw2h2er1/Q8pFEXUOkYIhW5Ia/Iqxky4q8QGfEtQmLbvB51lDkx0dAc4AKgUJQlh+iyseC+qFka9J7eqsvZd9SneKAzsMw24EBm4iGN66KV/wDZLAxJfYY0Sn4smz+1CPoH0SE48DvN3rymIn5fB73pRaeA1T2vfHvTANUJQDtdWLV2eOvO7iXOsrgbDCEnvq+lB7hNL7YZCLhhbl3KOMqjVnv+JysWUKFeapHQL1U//A6qqA6456gw9pNzp5qoz1SPoTML2/JcgjsyKZ/OfzmMVXqtv5XZzIlwQswctiOxF5oBfPoysq2RMp1ANGAx5nMiDkqk/V48RRDhbwGuEI7cGDC04fQ3DdnHxqZCdSeSKvDcLEIWGHTTs4KTaQzSLfgqh2D5b/Th/wBY2VnnIcD5Valoi8R1QOu+4k4YBaEMGFK6mi5xSA3AqP4NqUrx7kFxxChuVW+sdb5rgIwjpeTd9DwuAUJS9uagnZ1SUZc5fbQYPH4Qc4wkrzSMGPcrLAf5ay/V5FgjlhHBu+rE9477xPasbX+dAw2yq4/fAL96Uln+kg/SN4IK4jkwwEbytZHrHPfn7nfmkklxRFeW+3RuduNNARn0/Zf76WiF3WKdNBtJk55Yys0eVU8IgjKheaygYlP5aTjvVf5gRCkgYZs5iL57O7NwD2DDkqmqOKVgjt/OBZi0ed1F+e+i60uh8dHP8TAJJFdqo1r+SV+++FYyLO8xTy8W2SJ2VeFTowYLQLoL2zZ/7PmYI0s0/rCEZxYN9svVxhT81aO8XXyNmohBfnsiXlpAWOElhlipw8bojpm5Ylbpm+plDbvmQJku9LypAy+vCKkgc7r6QIB+V/wNPszbX5rjGTb32hcExX4dk0pBvYHznu43BsndLCAoxH9Szn3w75EOB3ZGQzOXrIO4MnEp6KMJMBgRsEfW/Dn6+azxXYds0PZdgnxZq00c5QGTYrCOo7vF9PLXaQTw9rCIYf8AOmRPlIGoBjhU7EpPpvR3n6q9foP0mnC0wouuJnswjMRR2KvS3BXS3fZA3gSA7paJi7hP1/mxUCu/4XFnLHYJtI+qnvKNUNht60nuWf7Dpw8USirvv+ngFFj0/qDJ1NLeljT1+0zKlUpfUE/+ta9/CdfjjsevRYgz7Zb9Yu3kSXdjtgdQhCjbSEXAVukc0tb6k1xt2PpMmX0El7QHxvo/+nSWTNqxnZs4OP8AV9L69b7VKgtGZK5h2ctv96tqlICymuNsrHwfi/GwIjq7XOSbR5zjD+iCnL2rE8YQ8e9+bLJKcNT6PWzzVPB6u971FS8CZK8F1dBNYHqLoJMwQMmBVq0VxzySP05tVgSCUb5acYv+Qo5V0lDtf+dt7SgD8NxrCQXn2oj4kVU5cglRa3hEsc3PUI3Br1JXC2Aj236lOvy+e4l79gRKs0HG2Odc9K1uC8osV/BJZhxIwNyONCoUbsDlucqVTQ1JvEX+aKyPJAcDjPO4zV7rTf8AumpPnAgVvUEQsW0dgQZjzQAsceYiIVra1NaCgwd1NDljSSRW36j7rZ57XT38Lth6/NJ2A32y3XekYRwvLaQKzvdfZKz74xf6A+hr0/EJ8tAdnOszCfmHdDKpToweXbIThfrOeykIgjHYdw1H8lwyAHy1wM5MHQNU53vj2HVAHqIKpqrt17g8xgEpbSwd+kkZDgj9ObpnJ4B+EEvPDsQI/wDSx5mvgmojoAFZyBHB/ls9gDQ0hxNwY+YGSj2kBlbbYwo6/cXwYaQzu96HA3FWqe0s+psBGmmojLJgdUB6r5F9/Dkp52f6Yaj9ivYCYS76sgpsugyjBPst3DKsajeZhu2f3JYOJdEIWPuqQrnQ6XtyNstxU5TTlEtlrzswa0AEcvzs25O04jBCINKi4UnORnTf6a4B8oH0JmxMOZqyygPjUuu/0qISyKxqXD08ekw+pbCrPwCw5bW8rSbtC+XHLDZ1Y5d1RVSNkDOFU3UUicJIviE5Tf7EECrxah7j6OZTlihYfS9S91ggieaN4QO4+jx4rqjCUxIshJBD/FfXdiT4fYzgNx2Gau1/wD4xmvRsZV54jpdL7T2A6RbbfDBsA1SC2S/OqB6gJ3Ud8xqwMPGMZeo33/csRQ8EleopmSK1ujXVmnS6iv1y0uM2uCFp8d1VVj1dtj8DV5hBuL/h+WgSF12CY2p+6NB0HgdO8A+QOelzk+KYj1Qq1hDB3b5SLpZKjTL7lkVNcj6JthcT/TdqU7EFjkbkqJhIp5gAX1cQWaT5tKZq5Mie64hWMUT4hYmTxtDg7hhSUbTFKRX+3Tb94Q2BeJ9eCJoDH4HilJyjPf2HKli1lnr3NF0AHSyQuwJSVoV4nFN8R3ShwKmCXHg1NsZO+qolsNrZE2LqICjeBZIz8kNHmzt94ZDj6taHT5DD9j2NVNaC3sqotyEEMV1zqK7a3fFjQ/Pa8YTCYA7Qt6dh5o5vj0Pa2B4xxCWHzWgYj0gAwJiVSFR1daHG2JwKVZrf0uWMtNZueu9kUFus4/efSE/QtH/NpsmIr89umbS8uLCeeCReFCW9TU2oM+a56UZj8sTpDfdkVKFhg5pn6gYwdiJfQIu+qpYMR/J8GY9sgRBHsnSuJCc7+WRX2vE8KuwFtavXEt+vmapvFLQ7bT4SrdYtDSWbdAoXb/ig309qHXNG2g2+kPQDWbN2cpgyeKHKa3C+Sljn4e0KZas8boZcbs0ULRkw1jQCsawpw1oOKoWs/wAJwBDWA7YUCBmPdYFbs0OkaX4vNf0Vpm/D4/EycZxs/tUnX07MhOB+MC/XQiRpE6SpOyXvxaJor8s+7LO22W18dNRxtj7b49XnZwgKpfecqiiOJCeJ5zV/V5uTqy+ZpXkoHBk0XSajA7YnCEPF/ti6Vtz5vkU/tJ6xOIEHz5GzRO6U2umCY3Xk03/GKd/9bmUF2fr1zvGIBXLgWmind5eCVf6VOb5fbCytP7e2Il+x4itxqLhRtsjz/wC6rh5kGH/A+L/+gnjWlMBSK5pm52anr5EkGz4Ta1NNp06sso91H/I9hBEfNT4yx1qJvJtJPyOUyTpPPQ7mDQJe7QKFTEbnZwvlh7gGCW6vQjNbzcWj7TiN8JxerEL4QY4TFUJWLXJPliHMzZaAkRmECBfC0d19je6Sr7w3ZMrwBfvW3OZE3GDdTFn8FBUCCJO3NWm+Z2z23nMb3z7GLrFdCI8RnPUjivq+cDVYDq2GbDt83X+tdSxT+dwjcakIjHpKGJY3Y23M8r1/f7/vUj8gjGIxAbLePOh8DZfNJKtK0XrPmhvF7xwKuu7IcqRUH+kAIGvHC3vHjytFTFtkGjZDegzka/Fta8w+KuEkYey5WpF2NuzYwaif6gauF7Q5904e40gxwYL36KzuLfwmG7jTpvZqnyupti+IZKcxa7ZAbQmS4n/l9g7WdlGMQE1ILXIM3jW7Iih9hk7bPdBvT3vOwaA7jx9XlPThny1Ic18QdlIrmJFTR+MoAynaKnQs11RC2g2Tjq2N0cBM4KvMeEALFnRxDE4pi4S5f9KVDtlrAgHhpjjNV1eKbeqCiWzd5nDm/FC14m/4uERpxDHzRmkpLy1MeymKxcL9VKU+Koi8zt2DMvmYQu8KoIiSYnIPBdzn6aE3h3QkMY7d1epiWfPeKSVFDOLqCSDdx1APSJH5H3a1HYbki5gmS1HAEbtDZ1ZFgVErUfdAqN+UJg/L3QF1Xn3U8kbwsD4dJofolgbU8vtf/otUniKoG6RpiqAOKa1dkOvwwaMAV64l0NyAUwHUHo5wveDfhZWyfufQCEknQLngFql6WziAChcXDYU0y0zfHnwZkYFnQ9DPMOBJJTY/FsqyHnz5XIinga3ZL0KsGyQEkGnikqtb0P8ALl1OGRhXtPSpgQo/zhdlHLebFurHBUB+iqVw4h2BsRgck6LCWnmjB3+WWeYE5rTOq0qpS9IhH63mhqmInvgjVVMuPHRZ/wCRA49CcPgN18Z92bUCi6BhwTvy0gEvX4AFjw7OiUVAz20Ip7/fHoFJtbA8YPEI9rNeoxfzZgSoD9QSQXRoh8eQcOvGCy483YL87dBq+7fyPtCpTvCtPNOMm09IhV0+gTM3H1cXAEgfUZXykUBOHnga6JgTQ7pVF5y2TDnGWoMG/obBFJLxksCq9EkIogRjMkZO5ZJYRJ7odyobSnC9r/QK3j4O5PciNkoUqVjIVUM7SuHN8/HNne/KaoYC6ay04fZkp/KhAoFDEHJhsVDbSP8AK1p7t+ZBudERYxsU9XO9srzNHbecUYb7B0CI3AV9upm8m+RX79U9GtRw6xcBGxeZivUdqGVdjLNG18XAFTDHseL8LFcOczT/AFyTJeaRW6izuU8tCuMJsmHymnZvN31XA+DUtnu/ysRQWyy9prpBkSnBz0+JuQDrz+LIhUlJ6E/eoEqDgAEmQO+Z8KbnVe4yl7scu+u+xCXpbrWrDvxE7oQje0XwJG9yVXkAJ2oB8vLywHlJyC41/wB6n4giNyKpltAPzg28OX/XG+Svkl40MNy7b6I+kVnXXItGCjYt30EmRIxioc+TO9XuGeXI9lM2ItWk4DAnMeYqamYyk/bD0kSMp/V/CUs9XpZyNevWa7f0maVgfznMQcSAqU+6G4WG3y4jPeLZCJZGaOUgRbo4QzNOkUq4FcZaHTpUi2qgL0V+CUFruKHLp6RDnd8T66XG9NTkRd3b8gColaRXB1fR9E4DG1InmWbMJINE2/yPZaOzJJLu73hj61sEdMNZn2QuOjzSpZU4vkYuOL3Ppv7oVZbXKEI0GidcREUtlIXHkaC4CKIybDTg17V2V5Pgh3k55EHSo1C671yRY4R4QJe+g57X4QZMuwJWyRdunqYi+d22W1WWuyk6njkumpbUkx/3FvLoGHC1T/INb9VCoop6aQpBztazKw0GEbbr7ULe0zrTO+LJl+C0LEyUcFoF0OrOQbZm6S40CL6syQlbvaHzaD43gvX8ljFSPgKh93/Jcs6G3dDQEbf4L/KHGxxLP/8Ayw+RjXMxG00fpiG6Cw/vtktM7dnT/wCr4Q0DPL32dy7T9j3iQ7AHvsbb5hUE1jIhnIo5f01w706FKjpUa04bbQe3IccQ7XBvwpTP7xPcIauaQ2GGle7eUW3fruTCVOj6AHCokqSYNMlvE5KPSmpFylGH62cSCzhHukXwZUuHCoUlYtWQgalrGPJfWtmJtP5xNLeqLxmODTVQDtgi7/xuiaQFCJWj0haafb737m9nrUaSbUEMXARc5XJWrFh8gVZ4xyyPnzq+/CRz8Ivowte0L/CMqRI/sOnwJQAj05tG7cTeQly6Pjlr4TWZ4EgxIES3P5jw3wBs0n47/J1PkNCaBjTWCdpX2uM4JOcynOY1yLgLIU5Jq2QiX3roUEnh3jgkUw51AEhVqjSWc/QBkcOb2gkLny1Khrnfv27fny6pTxoZPCPF7EI1HrIxBLble/RoKt3WAGoUYo9q41WDk9CqygPe+JcMIHPcEq/FUkTWuqLbTiV7nHepYrCrQ5vQzOVsxzhDqQrcyniYnriy/s3fJv8AXes4hEzPunASXpVYr8an/e0oO7rYKV0ziKMMnVyj+2R3l+eDXDVnIw3ex5AS+rDMAUF5C865K67KRH8LRsIF5RC6Yzq5QTENTXqHmsTNulgjLum1kSRz1l0a3IOUfhgt5q9zoPNf3ZYhmrWRaikteMTISP4g3oefgNXmoVgP3AUctdlkB2rkztu+DI7xivaOcXVVxDG3TArmnUvtiOUhSmogXpLIKZFasxgDgokRCWHh8Nm267GmdL0FFMb8/wDbmVTgWyX4r/DNzsTDKdxfjhCspEZ/Oqpsss+CApa1JYMCLbReLkl5Wn0Vyx4KlWlO6FNScoTfPhSpSkCuJHY2qc+5+qkJ5Yg66qmXPyAK5NtxnHR2rKmjxBit1eec/wARROO4XVRfMdWxjvdoFJcN6/sf+K+F3MwR+Eh6XmFO5dmPLs0CoUYTeKErQ60iRWZ1AjWqRLhsm+GMFS9TsBHqIvJkGOBApUbf87/z8pQ5+1dM4xED0EUXabURw3bXyrtp2tS19DS78OA+Lv57jXgmHeWVcTpWMRFjw/mcY++SyJ/5ufP8eoEqwmjmlQk7BussJjy0VKTzIl+yhX/tsONOOvqPmkIeTrGnKAT0tIKLKZ8kA8Ud/QRyGO8vOo9kpyV2BiOIRRlBK6+MFDH9qayHLkMw94ga+BL/AO/vnaLOH90FUl3rPM1Qa8oRzEIPv4S99fgV1hGjRwD/AOd2aqZw/wAWMjrFBpXkpNHwPvnwaT5B5Vp+thmg3/QqcLfaKMpikvNz/KHHi2pPMUnEKJIOHjya5/vq0Q+jWYxpnsttOyS9yxWVmMUl5OCVfqUr7Mv7v3mNrOHoCILnsMw3fnK5OMeHLujqPlumitSWcAqHAM6Owtl+9/37iiWfzTWUtjhOTKEq7znecV1QeUxM0Hqo1j0Wo29eqjZAEV7Si0zxoovzMnPK64nZYyLFfwxvMfs6E6U+/GjmnYz+QuxdnEwW8DFQP5KUoT5KVQ0Ufz+w8ZZ4am1JMur1vuzCjnbRpXUGEBgIKun18yTtmow95jMQIimu7w26QARIA/OzyFtrkKCcCUeOfQhQPmoq9DDjGC48FBy/VctCvpn6qTNKistupTlgi4t0/aGCDhpDiDL3dBtHPMvnLBCLPJ6QmngsUmzQRXSVRYtGwYgPxC9xN/1IGE0NNZiaSZxtnjKXSHErvUMKjIdT3P8ALroiPtTcX2XCjPfuaMZDhYP5sCh23fiLnqUhllwCPqgkMQ2Ecyzkky13FdvtHvnf6LICbQdd17D/AMhxtdoiiyKN/rGN9MnkUZNBKII51P4RNvnveaf2AeQT38ZRDQIUE2bz81XLaW/39kQtfjqhKtvd5mSTPszFuuvzAwmomnNLb76VQIa6+WegTlkQCefaooAkcs8ma+OWwF9iiyXz9TDLdHTDZbOmMYpmmPHKXWHib7Lx5UT3RGN4gzojdw3rLxXNuTkotZ7r9xahtlAh73Bt7y/lqbAN4x1Nx0dPZ8wvRCuB6LRlTXOzX9uN9FBrXWBbTJeuniCSOCTUPbHQAOeRLfb10iLUGPKjsFwrKhRldmJyFtz/AIypiSAGIcaUn9SFOuAYxTLrv4fXxze4VxucjqgN/S2fuXVv/La5w8dc4FDLf/te/BKNHBHjPpwTEPu324BmPFGnFBuEIIFnfglv9/VTw8o3/wD137lUSjSw3q1sDf31lYVG04wkeED8+5H4rrb3BMmUJ3Qbwu5JIZH1TcPkkHs9pI7PBdWAb9H3ijz3kRlPNCyVIErPTjJd3Um2+fP+yhbX1VXdfQzchdKOrqvKh3lO84ObJZ8g6seNnOi0lVXfPD+YT/8A2xY2X4XLm9PmV5KD4heIJWiMQAkQfxPNUmYy4IQkvRdowQt4KtKuBtpNWgF0EGu6OKiaABdbpZ0eiHiy5giygg7wwI8MMQ8KC37Hj7nLjDftVME+NRMHMxjT6hBBNhSPwAsWYU4QA8n5zZ+/UKHPPsvr5kJMyuIBkQzIxx7HWuKfokAVUK3h0EEKSfPW6uE/9JG6rL686BQyqB7G/nRA2c/KQWfXQcj5F6WXXsOKAcnH3FrrqLGuoTyBwd+N9KiRtWqYubh7PnkUVBw7NlW2b++2/uWnUlB8y63cG3sA++aOKjpVjxr5qxIK9rRO29hKXMy32+4H7BBUvnqqkRvkNwyOCl06GuAU49gYdnvv3b13vvzR37bKkTHZgjrJomrfzRf/ACloRkzDC9I5a8vYoHtGe9gg8Bze9m2bPPuaw6ATQ1wO30jkerzTB0Ak2/8AQwgRSxbYr5B7eEd+o+kF1v8AvmyIzoQAcI2wQmODnMGu2LfjJW2QSUzj26Ob6FCmGHoK1pP+ZTNUN+/t64MOZUAlQwAUPbnY6XzmVztvVcsbZcluyzoy51inxLFBmWpd6lrwTFz6gzXv/XD33z7Jl3q+oI7CA8WuTN1Be+6IA8Msz7mPFTBTBDfQgxcas9zAyeLx5wKOXhRkxgJlrqbwrqfBlXAKqg1Bg2u4VYxZDkzVIvIyGcV1ZwbOO8DdxWxu+rYCQOoJxdpK3FUAsi0Z96aCBpgA+oh5NN6gg5RhWEDSoYb58J6E8xHE6jVpG5K01gYuHvVK2EilwbWIv4BIVcj43PIBSoaQ3Plaq+wylfsVFKukT6XEOO19CAw1Njr73y2O8/Y76IEDez9vBd/MOv33vDwgKidS8dBhbHNx6jHGGmeMBV1/BMYNJF0msZlEoRLHqCakWBRYyEVA8beMuKH5d4wCB0KG14S+ksbF1pBbPxC3WeWtsbfvh2Y1cmNRd/8AQhwnUPkNtxdTgNH0BHD51LBBoAgmsoz0U9c65MvtqOs6cwU+Kne8DrlBwSmD5Ql9NNeLPAV4XzJ113jlPuuhE5xIs2dHCFjDsY/seeoR0iGbPDCHyKlAUn/K82cZ01hEmNtOKPuV8Q2k4vPvMfzTJinhv8NLOgz7y+dU8Fuu9dafb/rsACuQX7htnDTXOL3Q5mx+51cLb5oaz+Ar4Z4cQ87qr57lDF24rWXwct2JNgz9y0hgrhcsk9WbIksi4qthRVf8FOmVoCqjXR1Z/wD24w4SQRLhbxTDbJwujpmVEmRU5v8AlMcWzRgJR2AAykTXyKvV8OLNy+8GX7NTr5dVRBi0w7v3kiaKLKw8usLZ6/dd6fobT40Oyi9RnrNpF3cW6f03CV3ecrDFdQxpJYXDhJEACx800sWeLDXRRN9jHDCqwyKqbXN1OIEwwOe2Qc2QpBUII222KfyLew6AOtJ1f4qfbdNDzaC97c8gz/4ISXhy7qdcrPT7lpJ56WgwhL+Pr9x4oVj5aIlBW6IE8hhvMg13r+HPf4FIpCgBbj9RDPebgM/M16aD7l50OxtILKi6QAQb3Ml9Rk2KWU84R95H7fVltxLoONBxq3ev7rlKHLvM+cvYcEolJ9LEYPOAbuPtp799OO9QMGJUv/N+1Pa8MKW2+p5Bp9cIQxv7TiErBx5bjOm0KeekGqSrV/lY402m2+GMKeOIu2CKiSipc2q+ZBhjnq8yyN91XLnDw/Lz99I8K3/Thhll9RlNkyn7z4A453CrK+9KkA6Xutzq8JhWKxu6abqOiixhB1uJ3DIxJxr9Sj/KosWiaSXbApc9/jwt6YWos0smfQHd5JCyCKIYcqg0Gt5nJhvvrZp7kDCdD9ArDdfJzO+ANN+mJ3gJTBh/4Td2JM139GaplSZB39AM5QJfBMmuSY6DP59d9VjyII2xvllv/e6SGsewgGP53/8ATQPOlusglqonoDFuBskpS0PMjB2da7+JNwydWbHgMrntHuGPXA1RoGK3654BRYHZY+QOLPf22Kts3ILxDQbNtPibOfdIHIvT9uMtza82vuXHMJklimN2HhghZ8CCEHcHxMw6evwFNXdWRqzjCwWHvpjHqAnpsmNv9b564+UAFckh5vLykcV7goAOpU4+tZaJ9X2Tg6dMP7a/b4008n06PCzIkDs1ZXNzJAdwDP8A9ZrE8hDZIjyP7jyx6RoLKZCIIoDv+/dXy8CooYIKKYLoDTKpaFLxfiQjdzScgRHkrLYRW+JBY20pIsiG42AJoBy1bBnjdp0s+t53MAYMV1QX0hisZiwpOBEgguSGjgTPW+dc3mFTPN9VgfBOCLgKGqyUWiBuK8M9fg96FQqke1Kkw0sGgI4RpKJqJD74y7ONGPABx40sgbM017IWcAZraB7Qk25Qp72G1V1q5AchciLLJWEpWOY7+kuBjPoWUlf+n89FPKa7zyggkzDQSCYyIrv/ADeOYG6KIiKTNVjXuX7DQQooM24oSyA2GI4oOU4RffG8Yq6dzwnVlwE2Jpcx1bqvhUE66IiALLW7hV69sip5e+2/pl/6qoY/0PyTdasXUZZ8RNF5FVDmwkQ6KGmLUjp/I7xnn5/I9ka9qsEFO1IdatH2Vx9flQ2++Cd5KG+4Ka9hnriC6CYqYOqoEjqClzwIbAY4yI8xzcYuIPWndhhPS0ftyzDdxhBxHtB/XM9FXASx9vDcut1mqqKWs2gcKgeTVNpBxR1mYo80og0sEMgUB/YALxx9yCAE0gUe220GCWEZ99BvHj7E4A0+Gqa8jbYCICAN/gk4MC0QSUNyYu3Hf56DbZhUG/Vo4TjlS8DmoD6b11FxLhd9lZZhJ0C3thFGJiwq9KqgL9bBNEehgGIKJya36yBoZcw4JgCWmMYnFH3mJr9yBBRMYiLw8uB2VZwG0Mc4+g0EcqgkKeQzwqyJzbC1K8fs6IKFzMxsXh/993m1EVuW+3+zMB+sc2eyiMR1ue+NJV5BnLDvTBtT3Lp9gwkEgi0877AKiEhJNYKe6UwpBz/5bX6Lp8i6ksMtXO4Qrp3gPLg+iKL6Qo2wIqJaPvB2QI3Q47n95TsICbHVabkKCnENHRhGW+OuVlh9L9mDJAKG2VJbPlZK2F9z5hn2e6QWfAYmerQc9fYSKGNui2YH76Gg8SosoSDbdu+McXCsGO26PBBAsQGoYMCKTD1atpGrPbLx8IEEAKJ6MBmgiQk44mYduH148PfAq4EoQymAcjraGMyE1rBp5eHvj/SSPd7fGcSayUQK7vZmgINXsDeC2/3xlzHH/Xdxz4wUZc0x5u0eFF1B5QR7c48A1OqsoDSg2edDKSop2u63Fucs8BIaBWywfxmGWISCHamhxVdxxF5boOAhcvmKgln+cez/AJSVP/xHiKJEcF1tr70B/Rh+/iswgbXUWPqfGINleSmPIHHdkZ2RVVLqPMNnPtQj31yUbMIMjgfAIfQvHA3oXwQv/wB8IJz98AMNyEKJ+MEDyD78MEIF/wBhe9dAjhDfAi+f88A8g++/8f8AAwwAgoXfX3gAQHAPIn443/8A8ML9/wBADAc9Af8AXg//AH0P2D4IPwCD6KIFwKEPwN4N0AJ7+IN32F6MB0ANz10F+AN96FwIEIAAH0GEN138EGD56CH4N310J+Bz8MH10B/+L4ALyCBxx+OMPxz+B156OMP4B1yJ4L4LwP76L5wIMOIH2EN72IAEKN39zz2ALwGP76H/xAA3EQACAgEDAwMDAwMEAgIDAQEAAQIRAxAhMQQSIBMwQSIyUQVAYRRCUCNgcHEzUkOBFVNiBiT/2gAIAQIBAT8A8aGhoorSitK/ZL9lt7lFfsaK0d+3Q/8Aaz9hr9hX+CoSKKK/cUUUOJRRRRRRRXhX7OitVfz7Ffv7/wAvWq9uv9pUKJ2CiJFfv6KGiiiiiitaKKK1or9pWlFe7X7OvOv8a/Civaf+0KEihRKEvdbG/wB1RRQ0UVpWlFFf7LQ17Fe5RXjXtV51/kq/Z0V5VrRRRRR2lFFe82N+Vft69mv8LWlf7Br95X+Fr9jWleVFaUUUUJCKKKF7rY34Udp2pclr4/f1rX+KrSvdr/BV+4RRX+Bor3K/bUV4V4VpQiiiivCvbsvwURQO2MeWOf4Q3fsNfvK/x1a14V/gK/er9tXhX7mverWita1rSiiiiiv2LY3pRRQoWNQhyyWV/GxftXYoWrTHEr91XhX+Dooor2a95r24wbPSHB/4FCQkUVpXsV7leFfu68qK1r3K/aNl+CiRxtjeOHLtks0nstl7qFJp2mRz/E1YlCf2yHBoa/ctfsK8KK8a1r3H517FaVrRXs1pWkJbay52/aL3UtWVrX7GvZrwUTsHGhFFaUUVpXlRWleFa1/gGy9aEiqIdvyZczbpbL31rZHPJbS3Qnjnw6f4ZLG0OJX7ZooorSvYr3K/xdeVFFstvWv31aX+wr3a0rWhVeljYkVpRRRRWlFFFFFFFFFFeFedfuLG9aFEjjHkxw43Z6jk9yL3Y/fXlHLOPzaFkxz5+lksbHEa/b0V/satK/f17NFeFe3XnWlFFaVo0UyhRK1rSiiitK0rzr3Giiiiiv2FjetCiKHy9kPLCP2q2SySly9IkfkftWWWWWL2IZJw4Ys0Zfcq/lHYmrTtDiNf5av8RRRX7ita/Y14V71aVrRRRRWlf4Ciiv2DZetCiKKStukSzRX2olOUuX4Ijw/Zssv31Jp2mRz3tNWdsZ/bIcGiv9o1pWlFaUUVpRX7uvGv2q86/wALX7my9UhRKjHduh5q+1Dk27b8kR4fnZZfmn7l0RzyW0laF6c+HT/DJY2hr/PV+worxrxorSvJr2a92iivfor/AGTZeqQoDUYfcyWb4iqG2/YRH7X4tl+3ZZt7mHNJPte6Y2m2ODoa/wA/Xu0V7VFaUUUV4179FaUV40UUV5V/syy9VEWNn0Q5ZLM+I7DbftIT+l6WWX+wT9uH3Ib3ZHJKPDFkhL7lTHD5W6HH/bNaUUVrX7GivCv9q34KIoEaszZn9q2RfuWNll/vY/cj5eqk48MWVP7kdsZfa7HH/dy/25QoiiPJCPG7JZZS+SL3Rl+5+5Y3/gI8ofPim0LK+JKxdsuGODRX+wu5HejvR3r95fsL9xZaLRf+wkiqHkiuNyU5S5eseUT+5+1f+Djyh8+xHLJbcoUoS/hjg0V/mL0svS9Gx6oWtllllllllncdx3Hcd45jmd45jmd53s72dx3M7hSO47zuZ3s7juO8U2d4pimd53Fllllllllllllllllj1Qn/AJ6hRKS3ew8qX2ocnLl+MeUT+5/5iM5R4YskJfcqHjVWmmhqv889UL3KKKKKKHEej/YIQhIr9k/Bf5yhQFFLlk8qW0UOTfL84fcS5f8AmlJqH/2N7eKVjxtHaUUUUUUUUUUUUUUUUJWOP8ooorStKKKKKKKKK/lHb/KO3+UJWzs/lHb/ACjt/lHb/KO3+UV/KO3+Udv8o7f5R2/yjtX5R2r8o7V+Udq/KKX5RS/KKX5R2xr7kPVCPp+WNx/Jcfybfk2/Jt+Tb8m35NjY2Ni0Wi0bfkqP5GkS/ZoQjY2LWu3uMfOqEiv80kJJK2Wq2JsfsQ+4fL/zX9p8LwQ+CTt/5h6oiP8AZSH+xWkR8fsUMfOq/Z3pZZZZZZZZZZZZZZZZY2WWWWWWWdx3Hcdx3Hcdx3HeRmr3Q2n4It9gnsZB+wnX+b/tZ8eCHx/mXqhD/ZS0f7KI/wBitH/mkR48Ef8Ax/8A2R4Mn+xPhnx4IfH+ZeqF+zkMfvrRC/ZIY/8ANrgeq4Z/YhMyf7FtV4IfH+Zlqv2khj99CEL9o/8ANrjRafB/atJv/ZKH/mXrH9pIfvrRCF+0eiF/mFxqh1Q39MTu/wBp1+2sssssssssssssssssss7juLO5HcjuO87xsvSxTZ3ned53Hci0WjuRaLRaLRaLR3I7kd45jkWWWX7dlliYpCmKRf7CzuQ3pYn/AJdC41sv/d9lllllllll6WXpet+9ell6WWWWWWX+2WtikxSLO4sssssssssss7i/KxMssv8AxFFFFFFFFFFFa3/x5ZZelll+3ZZel/5JsT/46vyv/Yb0sv8A5+vSy9LLE/8AYrZZfs3/AMV2X7N/7Dv37E/+JrLL/wBlWWX7162X/wARWX7tll/51jf7Oyy/+H7LL/YWX/m7Gy/2lliZf/Dt+1f+w7G/3Vl/8NX/ALNbGy/3aZf/AAxf+zbL/fWJl/8ACt63/smxsv8AwFiZf/Cd/wCzbG/8HZZf/LV6t/4axMssv/gu/wDZtlj/AMPZZZYn/wAF3/mVF/g7kh5Yp0PMh55fC/zaLLL/AOO6FFsUGLF/J2JHbH8FIZldSZJv4N/k4HChwf4K8X5X/jL8LLL/AONO1igzsdnYdqKWt+GxmS7myhUVWiNil+EdqHA7GdrKf+Wssv8A4so7WKDPTZ6aR2IUF53vVDLejWj4M1OfJbTE7+B+F+Nj7Wt4ocEPGejJvlDxyHGX/qV+xf8Agr/4lpigxY2LGLGil+F79CGtHwZdpvcd2IT1WrLO52WWN0Joh2t7s9Lpv/2j6ZcxkmSgls0hwj+B4kPD+B45HYxxa/5MoUGLExYhYkdkfwUvNxaWtFe6+DKvrbFVeVFDjRRQtOTYxwg5b8D6bC+MjR6WKP8A8rJNeNFL8DgmenEeJDxMcJHayvB/8d0djPSYsQsSPTQoorxooorShD4/Yy4HbyMniio2MSb91M7ix+Cqx1q/DYdMqI4I9McGODPTZ6cvwdkvwenL8Hpy/B6UvwenJfB6cjskLHJ/B6cvwenP8Hpy/B6cvwelL8HpyPTkenI9KX4PSl+D0pfgWKf4P6edcHozPRn+D0Zfg9KR6cj05HpyPTkdjOxnYzsZ2M7GKB2nadp2nadp2nadp2najtO07TsOw7BwMmeMJNNC6yH4Z/Vw/DP6uH4Z/Vw/DMD9WPcjsOw7EdiOxHYjsR2I9M9M9M9NHpL8npL8npQ/LPSj+T0o/k9GP5PSX5PSR6Z6Z6Y8Z2SFBnZKz02emxY2LGLGPGxY2ememxYmeieieivyLCvyejvyPCvyekvyekvyz0j0z0z00ememememz0z0z02emzIuyDk+EPq8SXyf1eL8sfV40LrMX8mPPDJNRR6Mj0ZHpSPRZ6Mj0J/geGR6LPSkelI9GR6Mj0ZHpSPSkelI9KR6Uj05HpyPSkenI9KX4PSkelI9KX4PSkelI9Kf4PRn+D0Z/geGf4PRn+D0Z/g9Kf4PSl+D05fgcGj05fgWKb4R6U/wPFJfB2S/B6cvwenL8Hpy/B6cj05HZI9OR6cj05fg9OX4PTkdrO1ixSfwLCz0kKCRSFQtaKKKK0S0S1rwor2KK1orSf2sltJkpuhNuy6VeFFCSGkJKtJCQ0non59q0orWRZYpIc6HMcyeRmDI3sxUyiikUikUjsQoI7Eememdh2MWM9I9J/B6bHjZ2iaRFtoa3uxZEh5E/hCcWdiZ2HYdjOxnYdp2naUUUUUUUJHaKB2Hpnps7GNNaJDE0fQdfFLK68N7P0//wAQ4najtR2naKKOxHpo9M9M9NHZFM20otFxO2LFjR6aPTHA7DsJ7LZHqT3+kg5unRRR2nadgoHpJnpI9NHYiki0VYi0LtFFM9NHpI9JHpjgUjtRRRR2qyhJHVq8MrJaq/k6JXngKJQ6RcTuLY2WhI7TtFGhoory5O0SKO07TsOw7DsFEodHeWiKHSPpFFM7Edh6Y8aOwcEdiFEcDsPTOw7DsGkNIyshN1yd7O9imKRHdnYdh2nadpR2naUKLO1ijs0cFl60JDg38HadjOxnps7WUKJRRRWlaTrtZJvvZP4S030eiXzY/B6vwTRZfjZbHplaLL1skyUrMXJF7C0Y9ExMsT8bLVcnczuO6JcTsg/g7fwOe5Yu0UIPhspL5YnFfJ3I74inEckN+xellncKSO9HejvR3RfwVEbO4XayormzrpJ5Nh6rk/Tr9IlwWJ0iy0dyO47z1D1D1FR3x/B9D+Cl8JidMajfDPoXwxSghTR3nqIckxyLHTKiLYbLEyzuO870d8TvR3RG4P4Kh+GN0qSFXyj6PwxPH+BSieoPIj1D1ByLL8lydc/9Cda1p0TrPA70dyPoZURtI7xdr5PoRcTuR3ncdxZfsIvRPS0dyO5Fp/I4/wD9HZ//AEUkWiE/ihpPZihBGyO47juLG/K0bGxaJyRJ7GVshsi9LLMTqaLTRfityjY71VFofd8DUztf5K/k2FOCINM9ON33MSih9qQmjuiKSsk0KSG0dy+S1ZdFl65HUWZLU2WSdb0KWjE9L0tDf4F7Db0u/Nsy6XqxjiY0QQtvGitXKXwRlL5Z3HcdxZfgpCp8jwJ8SP6efw0x4ci/tIRmnumNatMpm+tljLLLGyyyzuO4czuLFITspM9P8NHZL8EmdY7yt6sXwdB/4yb2O4cjvO47hSO4THNI9Rfk74imhST2s7SU1GlY8ka5PUjYskfyPKj1EPKvyeqj1Y3VnqI71+T1UerH8nqxFNflDyxXyepF/I8kfyepH8nfGuTvHJfk74kZouMuGjuiuWOS/J3o7j1VY8sfyLIhZEKcRzR3o7xTHMUjuIys6z/wz/6H4dJXrRO47hSE7O1lRXLLSLLLLO47juGyyxMss7kdyLLO47hSO5llliZKymLFMWL8yLrbwvxv2JJDMtUJie2tkPuQmOTZZ3Flstiky3otHOTLbFCb/tYsGV/2i6bJ80iMOxVYmvyOY5Fllv28v2syS3GxyVEY+xYtab817GVF+DHpBbkGdwmVZRQk9b9i2WxMssTFNJneOVjY3q9b0sb28342IuK+RSX5O4bHR1n/AJX4/p8qxk5bedk8jSpHc2JlpnB3M75fkcmxO+RumJqkN0xvYsRWtk272O7YTG2md5dEZSFIUxNVud8TuFY7R6hKbW9jz7Hc2WzvZGQtb0svSL3Orl/pSH4dJtkQtLLLLLEtjY2KRR2lFexb0svyWiZ3Fi8r9psZJmR6RfhD7kLjyXhQhV+EKbXB6rHltDyOhyG/2GT7WZH9TFF1a0uvnXe9UU70Xhu/GyvYzcaXq9YuiMiLEyPHlRXsV4J0ORZZeljY2KXhY/ZvwyNpI7t0kY2+4lkq/wDs9Z7sxScnydY/9R+PRS+gb82Tt2REJF6MbolkpqkOQslN0dzfJ3UjuIsbZeikroYqJS7S7VikrJzohNMTtsToir3bKV6OVKx5XJF0d7b0WlEeS/YtHUyvGxvw6V/6qFx42Wf2MU000dztOjJNKaFkoxyudGTJGMmmzFJSjf7Gyyx6J/sJvcctjusy6Jll6Yt5LyXjv4X+weSC5kkT6zpo/wDzRI9b00nSyxI5YS4kmZn9DJ/ey9L1uvBM591ry6h7F+DesdIyoUjHx+3v9u0pcnpwFGKFjhuPFBqiMIxd2dbXqPRXr0sqiyEr8npMQi9NxyJyk2W3yRtojBJlOyTQkcaNX8+HBMg3TMce6VtmRJzSIOEeZHfCX2yFdinsJxrdilYyT3GxaRGQe4vu9lnUzfY149L/AOWIvOMouNMePGeljqhYYDxQ/JHDFSUrJ4IZG2zHjWOFJ/s7L0QvfyOpDkMm9tVrif1C8U6RflZfv5MkYJtsz/qWRuUcaoyZcmV3KTsx9K57uSiv5MsXGTSlwY+ozYmnCbsw/rWWu3LuS6qD3sl1P4H1y/DRHr8ejWi0ovW/Y2r2c/F6LS34IQhGK6/Z7Vrf77q3c9b06d7GJ+xKiNfAtWSs7WOFEJqNik29hNVuN7kWOcURknpZ3FjkNWKLVkISTY8aZKDt2KLTtEeBuhfWhLtQ3+WxxfKY1LllkZWt9FpHn2ZypHUP6X4WdK7yx9uy2W/3Eef2GbaTG9JvVPXF9wvaSrRrR6X534TmoxbMvVqXezJJym3ZdDndXInEp9x/SduNZJ7Ep06Rjy4obyXcdTmhOTcY9qJZF3HA5fGlaunwNe5avxrTOvpv2ELSLMM9v2b9q/frw7WxxaKenVr670ejMHBie5ZZfgzOm6SILtFpTG961asnj7XfwQLi+TLH6riyG60SrglKx9xPuIy23G7WxCd7PkXArHsPcVIv8IndbI/1FwiPfSs7bHCW1cGR7EpqI22lQ53FJKjHK5dpKNOrIsv2M32mWVxY9L06O3miiGOUuD+nyL4PSkelI9KX4PSkelIeOX4PTl+DskvgUGemzskvg7Jfg7GKEmdjQkztZTK/YR59hzSdexnf1MsbH4J6YvvQuPJewy17Nlln6hmlCL3INylyT6aKhfciUaHElTW5jai7Oo6hzgkmWNkov5JQ32Nhxs7dK1oorTYoop/koorwrStc6+nwfgmJ6JmDj9o/K/Gy0N+F+CQ1RR2jhXyVZQhjTRR133obFrgexi583wPId7Z3MjkS3O+xwfOlKtHui8ai7uzHPufBlSptIVdqLfcWKmOihxEthxrImJxS3FTJNVQ0yKSdWfSvkc4f+wpxkxtRVs9aHxJDzSm6RKMkmyMZSdkXboitiEadnJEWt+PUOomV3F6uiWRROm62OPKm+DpOtx5VcJDzr5mLIm9mWWzuZ3Fi30oopFIpMpFIpLWUVZRSKGikUPS/OD383wQx07fmzO/rYxjZei0Rh+9e/IsXlRR2jhS5FC0fq2Fek5Ec1D6ltVZ32TfFEpDnsY8sIP6lZlyQbtKhTVkppxLFpXk9XSFuUV7nUL6B+Deq51R0/wBv7Rv3Pn2Y8j0s3Y7QnYitHR+pUsiL0vTAYm7LLL8G9mSTbdEdxMSRZGdc+D5FFMce2TJDdC0e5TReiGrYoSkdrj8sTSQiUU0PCn8kMUY8kp4ocLcySnk52RDFYsaju3RLLK6SISdNOJLbcxztn9qERlvXlZk6jFj+6SR/+U6W67jLnxZIJwkmZJJRYpx/J3Jjk0SvljluYsk19raI5csnvNkOs6jHFKMrSOj62OdU9pLxj7jodDRvWr8bL0vSHPvszX3vRjRZa0To9SNcowSUppJoXvN7ezbNxXenV4FmwyidV08unySi7FKmPIeuuLHktFuiUyeRjaIyGymUyvCivCUbIwp37FFFeHUV6bLO4cjuFNF6IT16eTqizv2o7juO47hSGy/aY/F+xT87ID0RJoldXRCiO7Oq6/Hgfancif6zl+ID/WcjhtHc6jrs2WVyoh1ClyKRZZikf1Ece8uDN+qybrGf1/UutzB+oSbUZoUuHrLg7lbojHeztFErS6PVO/u0sk7GxvcjuNVqtEthcsjOMeSUnK9hRbfGiTZskSk2JEnWwlKztb5FBEWo7Mn6clsKEbRSqrODFTmjOkmi9bOpzdmOTT3JznkdyO1XRTi7i3RPLKfLESm4b2QzptWZssZpUq0WRpGLKqMM4PlHTtLqYyToi7SfhH25aNeLH4WWXrj59+coxVtmWScnWubKoIn1GSTdOkLNkTu2YurT+4y9U3tBjnJ8tkMs4u4to6P9Sn3KGTdMTte23o+NV7CL06z9NxdV9yOs/RM+Bt413Iy4c8OcckLFkv7WYukcqciXQJwtI6nDPHJjY2Kd7Fs7mdzLZbLZbFJo7mWJjY2Wy2WyDGWy9LZbLemTJGCuTpGX9Sq/Tha/Jl/Us0lTSIdZG/qFOLVpmTOoR3Zn6uaXDVkOp6jlSMH6hK1HIRzKS5ISTfItX1E8VUtiP6kr+qJjyxyK4v8AYsbd6WWWX7DfsY3TGy9ZbrkjGS+TPl7MUndDjGanJy+oyTikrJTx0nB//Q2myeNxpmGbcdzuHnSMWaLXJnhmyySjJ0Q6V/IsDXG4sM2rSOmyz+lSla1fBGVZWv5KXxo2J0juLvRWWKRv+RtjiRopMa1ibJE27MVOI5xitx5oCyJk5ZbpPYtxVuxNSVot3xpdCmvkjks5OzYlsz1CeaknR0r3VnUv6vDLPsi2Zc/+reTcz5cUpXBUic6XJhnfM9jK8KS7GKaXLM+WM4JJCc07+D1LQpikKVGDI2dGpT6iCS+RJJeC9nbRqyWyFJsfGjIkuRll+N6Y+fez51ig38nU9bny5Hc3R0snLDG9JOkdQ++SRP6TvX4GyBbEJtO0fpuWeTCu53RfuPz7Tt8HJVVFiHFNGXDikt4JnV4sX2xhFCwV8DtJnUYFK7RP9PuX0k/0zOnsQ/Ss7atpGL9Mx4/u3fuPwhVEvY/U87k3jT4MU8scbjezJKyapGHO4vtvY6jJFupSJ5JzX1S4INRQnbvk6XJ3OlsYF9V+Gd8adN1CgkmRkpK9LL92Wja9lav2I8jROVC6pJ1TISUleiR+pQl/TyafBLI38maTO9iyfySyykqs6fbGiMpZMnYkZIdsqenTSjkgor7x40lyRi+7Y6r7U1Gjou6eZfhaWS4HH6mz1p8WQzSaG591tjt/IkyUmlSFlSFljLh6UXoyKJfTuRdxHJJje1imn8nehQ742kJSi6R6UnK5PY9OFnpocKJV20J/B2saGmNS/JDHlf2iw9Re0Wf6qdSGrFGyeOW1rYwKpxOpX1Lw6xSeGVGVuW7HIe/ItuDvkdzLZDHFY6fySwzT23QsU3/az05xXDEmzpME50lFnQ9IsFtrd+MRapFpOtHJI5VjQkMkxMvbwbJexZi5979ayTU4r4LOjf8Aox0mrTMynGT3JTcuS9IQY0UJNtI/T8TxYEny/dlxqtUIsfIvCGmV7Gb7hOPbXySjZPGmLDFDghQSJLb3GPXGS83wfqEJRzSb+RZJR4ZZklexjl9aOsxO1NIrRM6KPLow8+Gdbi2JTapI6e1ijf7CXHjuOWt62tPj2I8lE1uZsarYwRXYrJKiPBkxxnBxa2aOv6DJ0+RtK4PgnGx45X80drRh6ec2m1SFCo0QzSx5G+GmZep75WyGeKe6MWZ967drZCzE3F2dTeTHSR0eF4ob8svR8CjlnllGJi/T3VyZk6dYRyhewt5UR6ZNIydJjcHXNDwzt/S2Y+mlz2sx9M6TYunxtV8mb6JuJCHDMmKUkdNji8e6J4cUlVUZMUoypPYUKIdLjcFb3Zk6TEotqLToUF3JMxwUYRQ8WKV0lY1NyaUGQxyU6cXuf0uP5uzL06hG4Wx4sk2qgzB0spTpo9CFJOJ1PTxhFNLkhhlPhD6D6XKzpcChJ2y020jqcMpZF2o/pZ0dPg+v6kSx45cpWiWOMMsKOpf1F6ySlFpnU9JKEm1G4ksDMf6fnyfFGL9Kxwh3TdyOp6CcW3B7C6TM/gxdHK1ZDpG09iPRO1SOk6DvmoyMn6R2t/gx/pONO5RTMXTRwxVRS8oi41k+1pk5tZ1L4KuC/wCtLaXJ3N6ujbuNqGt9WS9nDz736p0jzY+5cocWnujpY1hjr1OFS4JY2mdjMHTuUk5E8KaVLdDwy/BDo8uSVRidJ+lRxNSyO2RSS92eq1jyKhjjuUki7Y9INrjTKdTcZcbCkno2N6JE6/YY/kl7HW9Is8L+UZcM8UqkmhskzpOmlKfe0PCpRpmb9PyRtw3RLBmX/wAbMPQZskvqTSMWD04qKRiT7ha51tp03TSyTTkvpIqkfHvsZRWlFFIdeFaSbL8L0shyLclBNksZFVRsJaZ8ccm0qoz/AKfi7vpijH0uNfT2Kjqumwwa7YJHYhwR1WCUX3JbPRVZ+ndPPI+9rZEYJHaQVLWxs6eUYzv8swtO7Rnw+rHt4I9Hhxpd0U2S6XE6qFE19KXyjDH1E/yelixVEcY3SWw32wcTHG0mS/T5zyOXcqsWBYopOioSXCojgcEq4sycxSJYre56EbqiUKbic4qW+x/R5e69j6lFojin6d1udzXxseja7rJ3amuENqSSojFPdcHbT7rI3LK/+jqcWSVKCtHTRy4k+9EsjcE/5GpPI2ls0YsM4uTau2ZVKE265MXbJux4+zLKSe1GJXKTf5M9LNFHVNJosUkyyzYePG3bihJIb2M0VVihbOm6bB2Ny+6ica4MMlF8JnST/wBazIrR2satD51+BC8Mstx9jivzZScFS+NVpJuxpjT70Uxx1fJLnyrXD71WZeg6fLu4bksax/SuFq0h44/gj08H8HoKIoJkcaTujDFKd+yh+FmTdarVc+Le9aw0m7MkFKNNGTpskXdbDuLN2UKI/dfhAn7OXp8eVVOKZm/S+nUbSZHocMf7RY1E7RVQ4LmikNCjvfhHCstpkOixRd8kYKPC1TiZe21QvcY2X7Vm5LgsT0ssssgyG7JRpkosSEIfBNuxq+RQSOvS+nTlkoKSpmTocbd20dL+m4JSTluLHCEVGKpIorxfB6jhJX+Tp8i5XMlwd0r3Mt90NxNjxxbtih2O4vnlGTHKTIY6j9TJY06Yo4oR4HIypys6fG1D6thp3zsWltRNvuRFOW6HzwKNS2TEKruhz22Hjf1O/khJNbXZvKG6ILamQj2qhRj/AHMhHCrLJyXbwdsmqI0o0dzqjJTq2drxzbW8WRjZkyQx422jJlWXKmmdTzH/AKHpYtWMy/aR5Mc6RKdshPtlZ0L7s6ZJDQx862R5F4ZEu4m/9WKQmljX/Q9FpYy25rYaO5rYejHz4Smoq2Rypq0Y53s0OJTMHz77M283ox6QdE8ndFKiOmHkWq021Xg6GP7dVrHnxf3aw40mtHFSSTRLpcb/ALTqMOOENkKNbkZImr491+ER37WX7WPnStHv4LXp+Xqhoomvdlx5W70oa/nVUXEnJV4X4QdNEDmRkjUWRLaewtMkd7KKOvX26WWxs6TlkuPNk0+50j9NlOcWp/HGn1d722LdVrY5N6PSyU7VLjWlfB3JKkh+Kx1e4o070atUKKhHknklexjm73FuNJ8lLVxTHFMR1qfoTMCakrOp+5f9eCQsE2roljnHlaMycaKRYpI/T8n+udyJZCcr8VyLwlGyXTXkUxSqFDi7Hto5xWipko07Q/gkN6Nj51syqU1RhxOKF3R3H1ajKpIhlhPhox8+3t4NmRpyejHpHVGH7vflx5R51ss+dcavSeidpade/wDTRYpUdwqvf9hDlj9rL9jHzq/Y6d7+DsXBOvdfA+fC9qKWlPTc3KKHx7GNWzGj+4zTzerXMaI1RHW02OCbPTR+pKlHx6TZsp140PR0fpvE0yTSZ3qxNexXv5PtZasi6ZDgui9ZToUhM6u/RkY/uj/2dTytEJGKKslkkuBSco0ycaYzL9pZ3Dm2Jn6dHuy2vguUWW/KPIvYmRdkopihaoinDZGSUtqLsY1o+R69zcqEW+EPuMkFJUxwcN4WdFleRfVyvfa2Mn3PxTEJlmDn35ceUOfDgbt6wbSek9FwtOultvo60caXP7CHLGvayfayXPt9P93g5WjuQ6918D87Zel2Xo+PYgyDP7iddotiLbkh86Kr1/VeIePSumXqjFiT3Jdkdu0yY9rRRVs/T1SkZnTaFfdyQav2aSQmvz7DJTSJZZNnr0+THmTvck7RJK3uY6tEePCXBklZikzG7VnVr/QkYYfUjqedEIi6Gd1EiRm+0svX9K++ZPnzXIvYkRoaV8i0ndojo1ox6VZVGy5Z6uOPMj+oxv5HJS4GdNUcloXHvS2RP7mMZeiFpZ0739+fHlDdj1oqm9YV2vSb3Fzr+o12r9pDlknfPtT+1j59vB93i3otV/37L4KK8dqGNoTTNixjew/JkTHLdI7l30Tj9F2JfSQu9ybVIsWv6rxDx6V/W1pWkUYdoMk4N8DacR/On6c1UtzNvZe/JBilaLSO5F6oozOtiLpp2fCfnlz9to6jqJRVJkuqyVyevkvk6TO+6pMjLYnFvgi1B2yEotc+DVmVVOim+DDGoo6p/wCk0YvvR1P36oim9WTM8vpZfh+k/fMnz5oT8bSO+J6pJ2I7Vto+GMrR6MesqhHjc9PvdykZsFcOyHTSnLd0R6dRX3MjKn2vdGLH2zT9+XBP7nox6oss6Zb37T38ZVQkLVmP7vCxO3rDgonyLnSz9R3S0+dG/wBhD7mNe1NXFj2fsrTA/q1ej0Wq9l8D8Ni0XD8HdH8D58aH5xE6cXRFpzsyTXbSIvaiPKMi2QuWLnX9T+yHj0td/hExPZolCSfB2PtJQJfJ+nbRnQ9ydKWyIPYTZZYpkZWPRMy33FOyPC8ESl2qz1pN8madSsySUiWmOXazDlbSQ+474OTh8oTMWRvZ+GVJuyHJDdHXf+CVHTKfdG38nU/cjeyMWzHh+WRxxSMipsx7tInjrgybGf7dFr+lXcyfL84CQ7WspjkWWiyO4+dHwVryiWktMuVw4Hn9SHG5jzJMyZbujHladNj6iPbW1jy/JHrGopI6XPLLG37blR3M7md7adksTbbHGiiWi8OmfvMmLxhzo9GJJbLWHAyQudeua2RasYv2MXuSftS4J/c/ZWmD714y50Wq9lj8e07ShxKK1ey4H5xPwJNEpfFG6IyfeifCFyxc69fjnOEe1H9Llb4J4pw+5a9L978McHIx4+3SROOxKLbZ02JY8d/LJMtym0JaZepUHRCalFNaQeqJRUkKCQi/DM/oLszt3R6ZLGkjtIwiuSLSUaFKopiUE260htJC40ashh7O9Nt27OxQTILtikZod8HEWJxmdRyiKsxY0orWcO4jjUSjqsdU0Z+PH9Idymif3PRDjt4QSaFrN7GfL2IydVmT2ZLqczf3sWfL/wC7Olzua7ZckJ9p3JNM7xuLjyNpUSlE7kSkiXA+B6Z4Nq0RbotWNKWyIwabbJU1aQ2iNtpUdLi7ILbf2nK15TgmSVDXl0r587SJdRCPyLqIs9RCmn4T8sauWjKG/CNpXpPkjyOtOvTtPR0P9jHaQ/alwT+5+3g+7xlzovcY9Ketia0tGxQ0KTTJdzVj84op7DUmKOiik9GiPOjZPLFcs9bHaVmbFjzwp1Zm6eWNuxnTffrFWyCrS0N76KCtixVjTFjcjJiUXwUStIzycpuzoJbNXoiJet6WLWStGRLHyxxxN27JSgi4S2SHjxJvdndBK3FGPJjbPXqai/kik3yUj5I/atOCUcn9SppvtrdDqc9uFrli+8zp2RW5HheXV/ajqNl4/pLrKyU4OXFFxFJI9X8o9SApd3CKf4Ix+ixa5ODPLulSZkhJ/B2tsWGS3Zjn6ckzFkU0mitE2TVMsss5GPRmTHW4uVY1BN0z6Xy2S9NQdO2JWzo+livrYvZkMnmjCVNn9Ri/9j14XyLJGXDLWmXkfl0vL8svURht8k8uSb5FiUvuZGCiSbcfpF1GTFPfgw5lkjejMgheGP7tK8oPbSXJHnXrX+0j9w17U+Cf3P28X3Lxlote1tXor8r0fOrKKKrW2WxtiHJ14xxtnpHopCVC3aKeqatap02NnVZ5x2RKeR8sTZ0uWX5MuJZoGWHZNxZ0336wSsQ5eHyW/SijF9p1tY8TmY88Zw7nsZMicfpdsyY9m2jpn2ytMU1VsjONrceyE/Cxsg72HomdenSkvhjndEqaI7LY3UyStcMi+0xweSUH+BCkmhbsj9penVLK0vSdMxRair5LsluzNtTM27TMcfqQvLq3sjNx4/pVerK/wNfX4wSryyK4sncJseRdv3F1IlkxtUx039JgzLGlZDJHIk0UW01sSt+LQ+dZ8E0/gVkiNmOMbRg+32pGWaijJCU3ZOEojcvyR9VcWQ6jJjknJbEMsZw7kZZXJ+fS/Pjny9qJSt22RZF6XRkj3GDJ6cqE7WmTReEOfB+C4GO7dkLbHzp1zd6vj9jHkbr2bX5JNU9yXL9vD9y8ZaL3ZD7i2WWJ6bGw9Hjbrc7R8eEedO4UrGJl6pK0fjSt2TaimzJk9TI2SxNq0ytzBGSd1sYJqVo6+FZWzpU+/WHIvH5MaTxRIbI65d3TySHkq4nqSXyPJOXyY5SW9CzylszEnkzR+KH9uncd8k9zvLY2Q2LLFRmhGUZJomlFsW5suSo3aTE3TNrOmjUe4taQg7OIliG751exlaaMv3EZdrI5U9Vr1f2ozLbx/SnWZ/8ARJ/6njHjS9VydTNwxNolPvb33O38jgylZ3dp3nRpqCYyJJDSoaKpaNj58J8kFD5HjgSUUY5XNIwL6PanJJbmVwbQ6sccclQ8UFKrHSjs0OKm+0wRUIyj3WS8+l+fCcu2LZOTlJtjQpEstCztMjl72UkTidLmtdrek9ELWHPg0vD+1FkvuZB09eudy8aY4tCi2PHJcnZI7GenI7GPHJcorXtdXquUXVDizsl+DtY00JNlFE03F0LBn7ndjxZ3+SUXF0/bw/cvGei0cjvSE79hj5GUUbkb07N7O3coaoTl+dGMp6Ko7sydQqdCzyq2zH1H5IZFJaJ6xbsbLGdT1CUZRPlWSyY3BJJpkXchbRX1/wD0dKrtn6it40jpvvEIjyJjmkPPTFmFNNHydI+6G7HsyTi1R13SYYxcoqmSRBb8DW3BD7kjp8Kh9XyyXGrL30fBBsdUWzuLvY6jDGStISpidqmhtXshzbVNIjC2kiGyS0jZj4E9idqSYjLkcXsiEu6KbLMr2LszOmiyCti4XhOVI6ibcTP9pDBlnVQY+jyqO8GOLQqP02vVf/Q/vLL/AIZf8aQ48VyZ4qWOSJxUWxbkpR2slKLfBJqzpelhOCnJEYqOy0ihjKPgaJIfOlGLFe7Oph2ZGJncSkdNCUp2jD9vtdVahaJZHQ4zk7TFF41cnud0nKyccjSaewpSh8kcr+PkhxpT8el4fh1E72RRNko7bMmu2W5doxy7ZWKfchmP6Z2QlcUTF44/Bq14bUhkuSK30Z1v3+W4kP8Anwe3LG0JWUUN0htEaY0tb0e+totFqxmf/wAj9vE6mvCyWi0nNR5JuTlydNOdVIRdbkfq48WPktLliSJUhSi9JSo/qsd1Yqq26QsmJulNDiN0KT/D0yZFjV/JHrZJq0qG4zSkkdRLt+knFrRQ+bOnlUkm9JTUU22Lrod9fBFqSTRW4+NGdVjyd7+l0U2xIjHZst/k6Jf6dnW41OBhVZGiEHIWNIcUlaJTGnVsk6EY5Mrezo20mZa7GLqYxbbZ1HVLLJuxoUvizubOmwuck/hEUqSJtbLSWzG+KHFrdCbZW2jP+xNNnamiago7sn97Gq5ZJkI9z5MUbnSKp6RaRFqhbIe+ko2RW2nUuoClsZWKRidyXjk+0yytmPp/Wavg/wBPFFLZUPqML/uR1mKMod8CEJTkoxR0vSej9UvuEcCaZOcYK2yHW4ZS7bMcrRZa1+TqpS7NiXf3O+WKMk6aHGTPTm2tmSgobtnRyTwxopWdtUxDHrRLHaHiyX9pDp5Nq9iGDHB29x18KjqOnWWP8mTDPG6aKYsc5PtStnSdL6UN+WRxpLkcGt/Zz5oxTTMjvjgx03yO74H2/gULjsZIuzHG2jHBy4RHFCCtjyw4pCx45rYnDtevS/JZaGZYqLMkqjaFkakLLFw3iZZKyMLFijV9rFsfBbTOnm3EkrFGivDHpejfh8DGR5LenWv69b0teFiVsyZIrZbDmvydyFKiMkyc1FUTzJMhkUhMTL1lJ2i18nchySVmXqGm6F1U73ITU42iM3F0zPTm2vbh9yFo8lTaFJPcy5JfAs7jy2Y590U9Mzl3s+q7Omk29xEpJEZj1vTNNQi2luTyTlK3ydPknCSUvk+mSMsoRTqrMc24mR9yce6mQxJ5KbOrk7Ud6Qu+7TSR03Ut/RIyRp2eo1WxGVnUTg20yEYX9TMPB1j/ANY74uPG4meoqpRRje6HLua3M7TjTHij33ao6eS7UtHrkjcJL+CSlGTTL/gpkYOTSRhx9kEjPG4MxpPLsTl6WO0f1GQhnc41W+khpfLPpXDRGS+SqWzOmf8Apt/JnzZJSabdCx3jZKD3oTVkVBj7VtR0WK8MprwfB2JtPRR+u0WWhzqRLdIUfnuFJtVZN8Jy+TqF25WKaa3Q+2t0PIu1qJ0UXvJicHKSfNjg/gpo9RxYs03/AHMwybW78erV42Y3sZKvTF9y8ZLZmX7jpHtIyvvscWpcGBv05KXB0vTqH1vlk5KKtmTqpXshdTO92Ys6kZIxnBpnZCLkm90zo8qcVuOVncKb1z+q3UR9PkclJySMv0yIZUlwZM230k7Z+mdQkpKT2sjlhLiSGxDQ09Iq+DsS5fnPFGapofSwTSpmPDCHC1vynkUUPqWnxsQzqa5M2Tvk1QzgU2jJlTe1iyyaKbMPS3DuMFRdMy5N6G1ZidGam9KMKajr3UZvrVGWEoLdjZbGlRF0xdS6oWXveyFwOFmCcoOhO14tGJaM7kuWOafk+SPOjOsb9Tx7juO87zuPUaJq3bZJr8ishwJ0ZJEkmRdOzH1CbpkHZJw7PufcKUHy2OX4ZZZZJ2ieO2xQSZjmk6slKyfOlezDk7lsSkqTRmySc5OzvUccdyWZtNUirZih2rTLgc91yU4z7WzFBRRLJ2mbqcbvtizF1MVG3HcXVJzbqhO1pPLU1E+DO0ouyTfcRm3JbGNzu1wTwd1tPcWOaSRmi4uiFJ33GdptM7b4ZGXZPkg++EWyooVMzdPGe65J4X3HTxqJ1yrKmJbCiP6WY33NJIx4e3eXJ1SqmL82dLF916PVnWpesyKb4HGXydHBPfSSuLMOGKyylyZ4OaSRHpHfIsKg3uS40y3XAhTZinsYc3b3L4ZlhKT2EquMuDJFd1RdIz4HF3HgVpH1TlSMcJQinGbW+48lK0rMedSdNU9VSYy0iyc5eo0mPvtEFskxIozJrqMbTOpx90bHsxmKHczDHsgRS9SQi/yrJY4yHjaMLpHcWWWjPTgyCaJ/cRxqrkJwv6R5WkPq4KSRDLCfD0m6izI7ZjyOD2PUpOi2txTblRHaKOpnXyTvnRXHdcmLL6kP5OoxJTv8nRwmmnWxKaiuTN1s1KkjpupeSlJUyL2MvVYcTuc0jqv1eMYuWONnSdTnz5ovLNpPiKOpgufgoaMq7Yc/VLZDrBDtRj6jN90cr3fBj6/qIwSlbdHS/q2Kf0zVMjNSSaY9FsvZlGTap+xLgcmS3+TKkomHGZITi/tI4vobaKTHjHhs9KmSfbR0+VdiTG5d2yMke5biSRCLuyRViRLNKFWeux9XS4F1UZEcikzqYtxtaKLY4soo6XG5T4JYq4KKVojkVCyJuhPwxfIybpHUZmtkLqMl8mHqG3TE7WlutGQdMZ8HWP62X4LSmVGCt8jyJbncmyVscNxOmRexFbmaN6Tj9DpmKEvhbkPpirMuftP6ibatGPJZv3azk0ScrMk0mR5McHTZJe1CHcUo8Fkm6qxx33Rkg+yLRUb5Oz6tpGKNR0nNxiyUpObdmBtwTZPGpRdE+5OhWYcbkyOyM2aOONsj1L9VzaIZVONmaPdF7nZszFC5GXL6aIdU2/qIO1ZPHGa3R/SY7uzJ08ZQpLdGTHOOyiY8Dk1cSMaikdXmmppRdEOoyKSMc++KdGXFHkxcHW4u6KklwJikk+BtP4OkxW7emZRcHZFY02dNOLW2j8Oua9cUqew5uXLOhbuS+NJcMhOKk4/Oj2R6n10SlSYrfySxtR3dnbbKUVxZjmm6I2mjukKKkdR2LLGyNTjxsZ+nuS7UZIRwYZ5HykfpeXLmnkm2+2y2mhON20Rl3H1fI3J8I+pCd8lNWLFJ5L+BR8MsLp/gaUoGbBNW+UWYIuU0lwfB/wDIUUUUJ+M/tZW52pyMsnTS4RclLZsjk74L8rZk1BWtzpIpPZ3pnbUCZejqjHUJr+WOXbBHdCc25PYyR6bt+lm3qJEp9IoJONsx5IQyVF7MyqLatCl2Y1SMs5S+poy9zSkjp8+6tHXfq8cEVDGrmyUp58jnl6jf4iehi9FR3dtO2TmsEseSMLqKSojm9eFSg42icVjSp2Uz0YSxRlJbolBtuSZnwKLVKm3fI55FCD+FtudRkz453BLt/hn6d+q5Y5I/TKmyEu+Kl+URX7JnU5ZY5URyd6slHu5MadodUSVxaMkXEU5CkZJMhjbdyItxaoWRinF7MeKDfJGB6cfwNJEkjLLemNqtzsvg7HEwRpWTa7HZLkhJpjnFobiQg5vZGHGoRWmSK+B86K1uYpNrfwx6Z8kYx3ZtObbexOME9mY8S5sg9qEL7Rj5Fzo+Dq/vY1oiihL8mRxXBOpb6d7T4O9EpJ8IirZCHyzYpPZk8asnCCXLMSlyTk1shKTu0ikXKMo07vRaOKZn2Y570YYWxY38IyRafsojtEbQ7O9XRCUb3RklFIWPDJ8biwwjuRjbHsjJlU49sd2LpH6iIQ7djce8naFjV2RfbwLMktzNOWWe5h6Jy3fBj6eECo2ZOljN2nRDDDDwZsilNoXYnuzBljVHKEJDxxfKFjiuEPg6mUPUdsi4pvY6bKnsZH3Mx7Iqzq8UYStEYtijR0yfZp1Umo7EY5LezOkjlUt9kT6hrJ2rhGOblyvDror1bEI6PH2w19KKd6TlSO36u4zS+C5JoeVoUqdn9Q6qiLcp3VCSbhY4ISSSOqhB9txs6aalF18M7TqpYpr0sl9r5aOn6XH08axvZjihSQpu6I209+BDRIiV4zVpmLPu4PlM6ic0lT5F0vck2QiopJITJKppi0orRPS9Ms1CDbITU3sT2b/6JSb2O9RkzDO5NklJyfFHR42nKT06iu09OUnsiPSu05PYzY/SafwOeKSW24+nl9EkjPtiJx/BGxp2Oy6IQlkhBoUNtzsj+ETwQknWxDpp48m/B+r9FOcPWx/dEj1C7Y98E5LazuwZIY07TUVZLqccJQjCNnURzen693twYeqeRuMtmLqYrE4NbrZs/qJSj2pUjLdPsnTRLI5qP021yZZJ4ZxdKtxwt0r/AIOl6DDHDjbX1pHSN9ii/gh+z6jDGdNkYJcDx/yRqOyG7emXH3IcHHbSMRYm42iUXHlCO3YTf5IZpRF1EfknnhHlkZqa2JwT5RKyEWt2WmJqKJ5W00Se4jskY+nnLlGHBHGv50bJy2O/6hVtRFWRjXhjlRZ1eOUlcUONCj31ud0o0kYm3VkRDYyGj4Oq+9+FiioIbMjbVJFNDJJPhkCKRsh5XVHcy7KtjxpRsbpDfyNyp/C0xRtlEI2R6ZvnYlhx44uUnsZpRlN9pDB3NNowYktxJHpQd2kZejxSX0qmZMbhJp6JDUSihLTuXbsXuWSpyQ5KKsncl9JhxNfU9c2WtkYId+SyMVXA6FwZY9s2xzjfKO69IYW8lrgS2Q3RGcJzataZVfBNNSaO1tHTwn3bxIulovDrcfbkv4YmqOkW8mXuJiOrw98LXKFJrlkH3yohHsxxRZONnaL6Yyl8UYYznlcviyCpeHX7ZERr5I/dGvyY49sEvBkp9za/AuDNH6uSOOxwSe6KocGt0YW3JI/uhtxpvZ1TrE2jpd03HZvkb7Y90nwYur6bMpRjTkfgf/Z/0QSqzD8uRSKJRb4IrzzYIz3SqQ3JzUJ/DIpUkKKO1E5yXUqN7C1ei0j3eo/xpnV42YIb0ZuncMXc/kmNqyCMHTOSUvgjCEUkicUicFJ2J9q4IzTRmhHJicXyLHNZ1D+SKUYJHUf+JkmQxvkcLf3EouJ80dMnHHHShokSVpp8GTpcEM2VdzdSukdZllFwhjlaS4Omlkk4rIt2tmdV+oZcUVjS+kwKF+osezR2ZKyTctrtJmLLNN38mXDLvc1KrM2bIpRjFul+Eds5TrNGTclsQxZfUx46XI+5JVR07kpqxfs8kbiylDg7mfI2myKsaVGTF3DwMhj7aO6iUotcFaUVo0Y04pMdOI4Mim41RkXbwU2h40iUaZDaRhSq2RaLGxtGWRNyjK0YcylHfkxsS8FKjvZ3ujLhk3aIxknTQsaZGCQhcGzGQWknSOpdzb8ZTHLYj9IoRad8k8bbFjo9ORCFIY0TmokM7ct0RkmKcn/0OSLT0dIxbMtJWzN+rrBccat/kn+r9bN36hL9V6qce2U7R+m5seTIlk2HjxX9AoCjWvVwtpkrWy0SO0oURRG0tjux91EmvgfKsycIxyr4IboSJKjJ97s6eCUbo3pa9VvC0OEnLmiEldWRRBtUxcGVNwZiwpZL7mi/p0yYIT3+SGGEVVCS0QrQpaWdf1OKTeNcoxNTmoohDshRe5ZEq0dVhlDK6+Toem7V3zjuZC9FCzs+mmRglwvHroKVDTTpnRxbzJVt4tE8bjORjt2jJCxOmepfJa/BKdqkjDG5qR6ku+yM4difySnJk94tUdNNqSUlsfq2SUOkn2cn6R03UOU8qQ8mSGzshKMo8nZ8iRFo748Ol7fUYVPjkhmnimoz4ITU4prTPt1URceD0+DHl7pNVp1Uu3G2fpsfUyq+D9QnD03C9zM2mNshG0jp8lQSTIzaZKbY9HJIxtNtMeKHd3du4rXJKPdFozYXCT2LdUSbQ5P8mPBkyzjXBFdqS0tDaHng8jiOUWqOt6dR6tSi7cqtMn00Y5lN/c1wTlL1YVHaqsy9HPqIOnut0dHgljgscpJtGfFD0/5MeKottE4Ze/nYx5o99dhPHc3kk7RCUJddj7Y7LllWrOmyKWbsF+zatGSLUnqi3R3aursbY9V4S79qMcWofUy0d1DXcJUMyx3bIY23yqFKqR61IhOycnR3tDlbMj2oipQdpnR51JU+Rew4kVoitGQ0nwzOqm/GUiLrkb3FVcjVkpJbIV1oxmZMhCV8CjcaEqVElQ7SbITbf2seO2rRCDR1eWkooyQ7nwLGz0flmKajsdHlbaQ1O1SEq5GhnWPtx2QnbO0USihIUWyWOdjxU7O3cdN2L6mthQVEFTFxZs1uz0sbnbRUUqFOiWV2eqyc+6FGWE1wht3uYXcExPYxu0ZXUWXuQk+zcT8KK1y9RVKJk6uSUm+EiWSU238tn6XhqTmye0RMTILYQ8MZT7mUZdEQ8+v4ibnQQe8vGeZRZlmpbkUKLdk8TqyqN7IwbK7Y7D2hSMORRjTW4od1P4FFb1uhuSyRS/JlxZZbrhfng6aKx40lFX80TxwyrdE8csclQm2lenckzO25qmYJ90EP2X9yJYoT2aFDL07bjvEx5Y5FaOs2z42QdxWjL1lL6WY32TLOqXdCjDJ4I/S6JZHLdsy4+66MHTSk3Y8LIxnDJd7GO2rerM+TJLKkuEzGmkpHfb3JciJQUuUZOlT4P6STuyHQxu5EMcYKktJyUYmTqYxQ+rk/gfWSh1K7+Gx9c8eeMXJUfqeX0upw5FvGUTMsmVKUHzE6bosrpzl8kMVJxojiwwXwmZ+1RSI4bxpsnih2OqbIYcalJyf1GGUZTnCS2Ojwyw9bkp3Gic3FNRf/AGfpcZSyZJvj9rmir8E9Xwbp0WlyhoVca7WSVDRFtMlNsjJt7km2JabGaNxZFuLFOxtWtzCyStEtMh2waTsxrtkmjG7itb9lPRkCif2szv62X4QjvdDTYxRJHarvwaMsJfCE5r4MUpuQ4jZCXwJaPZHUO5sWO0PGOMvwL7qaOkkrSI8IkbqI5L8nWJSxUPtSMclJaIpIyZ4Q+THnT/uITUkTVok5b0tiCl3boSEdyTHkbVG96N0d6Y0StF7WLPjUu2jLgjOSaQoKCoUqMcmpGTeJcO9JPS41/OiFpWmaTUdhs6ltYZHR4e9pvg6fHGMdlRkX0j5I8kOPDK9xCIrz6rHGcN0QwKTow41jjS1ckieZVSKbvc+BS3aE3Zytik+UdsVxo7sT7b2HuYpPtrkhmxqNPYz5pYsrm6cUdB1+Xq5zjW1mNVRKbTJJZI18n2oUrJqybujpZ/XR8ey+dKJ4t7jszrIzl2NLdGK+yN/jR+DqnY5RtEeEZVZO3pCCcXJsnn7X9HAusp7oTjNWKbikhO9M+Tsg2Ryr7mlZgTlGzta5EloktKWr5MluNGaMk6Y8qhCSJ1nzbSMcPWioN/XHj/o6nE54cC+Yut/wzLgnFQcHwjpG5QVrcafwfq0MsYwyQk6T3Rgbz5IST+FaJpKCR6DU3aux4YJ2yUMLtdyVk4vDGc8e9LknnyY+mblvOUj9JxuHSQv53/a5o3HRorS1aJUUUnyNaJUznXm7JLfRxOBLRaTqmTdS2IHLMK0yQ+Udo4JmTZrYxQcpR+ERVIs5Msmm6Z/VTg9zHmjOPdwetC6sTvxUlSQ5FkWvyJk/tZmf1vxsbOSPDL3G6Rl6xJ1Eh18/mJj6iE1o6pk0kY40rrScLIxla2FozLFWxIytxex6n5HJud/B0M3LLFVp3JJnWdVK6jKiM5uX3MyZJdlIalvaOmezWiR1WZx+mL3Hb+SMnB3ZhzWQbZnuMqIXWnLFotOoUnHZlzxy5ZizWtxTM83dISdik+1WOQ5OzGzJOoMx4ox7pL5GKbeRKhDmkR6qPeo0LXqJ70fB1KbxSSOjnTowqscP+iStEluQ5I8eGT7yMTtF55VcWYuRaZupjB0d/crskqEL+UNf6jZHcXJdCimOH8nbb5K4SMiUeEY5IlKXezrME8sKhu2dB0y6XDXarZGQkRhTbJpWOKXGmRUYp9s4nK9l/draLiWixvwm6ixoxu4IysfJ2pszPtioonwLG3wYZ5Mbp8EKnG0O4sTOryW0kdPhlkkrIpwSijub41rRWPSV2ihqEtpRTOp6DFOElDaVC6XJ0/VVkjSbOphHp3DLF0iSh1GBSUvhMjOPYoHSR7VuzuMsYZscotWmdD00cMW/kbuyK2M62ZJzSbfBk6iK6R3s7OmcOoydPDkxxUYpJcL9rJWmhx3GhliG0NbaXqir0vYcldC3ZLZF7i8JKycHeyFFpCXFIgqQiRVkoUcyI7VRF2hiZmTtsnbe4pySpClNySoxfYvHkeMlsdzITl3ck9omb75eKSrkbtsqz5SQ4Nbs6mfxZPG+SMLdEIuG6sw5lLZ7MbQ4W782T+5lGZChbI4onTShjn3NGTrZS42J58jXI7bIQKMslEwyi5KtG6TMj7sjkxxa5QokG4Sswz7mnZlipydiVDFJrK99iLvWicFJGXA+5NkYTUltsOoxbZ6kHboU4910KVobG6IyOUr0lsibanZjyKSOovcg25JvhGHMnSejyRurMkrkxRbToa2pkMfpdQtvpkyH2rSeMxx+sXhONkVS9mauLMcPqWnU53D6VySk5Pcx5HFq3sWpLYSaL2MsXdmKztXNndHhip8Mdit7IjBxZPlnzRKLMbe1iaYiKa3s79j7plISTXB1VRkkRX1WY3cF7DEt9aHFM7EhxdcsimnyPnRMybxG0YHcDM2mfIkZ6Ulf4MlNbIi+17ukTku76WzBm7Gkxz7rYj04TatGDFGMW6HFG0W0i/Bsabej1tJqz9Zx92D1I8xJTn1GG5Nycfg/SZ3HLCUKpHp9zuJiioxRJWjGkopCSRNtNNCdImnbpGXG233KkdZih/TRr5P0bp8n9Qpdn0oXH7bItxoaLSZF2OJelWcG96vStxIcbQ1uVVeDHFdw1sKVMjKxOiU3ZFpk8i4Ipd3GmLLBLtbHlg+GRkpcGWFRbHj7t6Fioaow5XwJl6WOSHl/kbsZHkbTiZvufglZKVHdBcHrQrZ7kZ1uTm3iTZlzJzZLK5He4seadckMs3JDyPsiRzWqZt8MyTcSErXjOC7rbJJIljU0TwSX2kceT5Juj1aMM++fb2i6ZGWEYxVDkl8mSWObqzFhjBXpPaLHvIbcilX8lMxypo77YlZKH0k7jNmCfdEU43Vq9UZZqW1GGVWnBnUySgzGnyhQ3s4G+SWd39ouof4F1c3WyH1U72iPqZP4HurITkmmd8ckN+STpkMrTMXUd0abIKGSLdbnUxnjlVbCzyies3u0Sm558SVckPtWjIxp+++CMJ+pvwXSM8+7I3rjzUqZFKUbTKOStnvQh0Mgpfk3hud7u7NnD+SVIruVCuLpmJ3SFBUJbGR1FpIwwatvROjqvqfJH/sxSfZRHdLSvFi9vO5LG6RKWTimdJawqzK7Z8ivuR1MfqT/AIG/hsnV6K7MEJOLcimkQttEV2okx6J6X4MvSa2TMuNTxTT+UdEsWLPkhO4y7qX4IRlizxk1yqMEErtFfK0lcY3Z6j7LISckr5HVH8UZcalFqjrZLD06XzR+jJeh3/l/t56SJU2R8GU78VSRQuSbSiRbrdbkb+fBkd2xxsnsyGShSscbH9JyxKtMcYye6MfTY7uztinSO20PHGuDNFJ0hQk3wQxdquicmmJ38itnayWkdX9plrufgnR3OySm7pkMEuSEW5pMzpdqgZ8Eo5GKEk+CWOTqkj0aVtmKDlJJGZOPpISFJok7krJS7aoi7Xg4pmXGluRkhcnp2Pp4PkWHGv7UelU1JC4R1+dQ2XI8kpcshKnZ0+ZzRGSfBml9EvyU+WKDlwenS5WmPHKfB6TjRjWxLgzX3uyE3C6YpXJSbp2YpXFaN0isjlfBG+1GXH3qiWHJGW3BihKrkicU1aMj7Ux86dJPFGS70Vga2UTqoxT+mJjkvkh0sHBNGTBKCslzpjy1OjD21sZcUcipo6qWPp770dT+pRmqhDtr5P0yc8nXQbbaI8fs07Znl245Mk7etHTza2NmNUSVjdC3RW5FJE7ZFKxslH5E6MnKMD/1ErJXQpvgrfcem51WV3SMU38oxp9uxDj2Fy/YeuV1HgTjfBCuxJGWajZ60nIxt2mdTG8dna+7ckkvkbRgV5Iv+dJcGJVuNtkmPwoZZY3eslY0mj9QwrH1Hdsr3owOOXHB/KQoUhuml+ThjVxaFCbdXSQo72tEtP1OajGqR0XUdViaptwf9rIdZi2UppMz9VLFTW4v1Sae8SP6pD+6NGHrcWV0mJ37rklyyWfFHmaFnxy4ki0yVDJKxKiNsej1oqnpWwuNFyZERW4vFKtJwscTFKnTEycldDUk7sTLI3dJCX0rfcizhcDTaJYZSnutiOKlpNfPwVQpUOe2sedX9jJJuTGmnXhGEnyiOP6kiGOEU7MdPPaWyMsu6TM2LuX8mTHlg3StEnlfETFgyTfBhwLGv5M8HJL+GXSqtKuRNbMwzfjm+xkVJ8Ixwle4vBTSi2zq8jyZpMWmOUkY5qFjblk/gy4foUkbp6cHStOeqOqwJrvQ0RVmHJWzIzTO23YsdvgliaSaWxwOUbHJPaxxM0G4tofOkIttJHSdIopOW7P1DFeJNLgatnTtLDDc5R1UIwyNLTZbs6OE+zul/wDS063o4dVj7Xz8M679NfSbynE/Ra/q4WhcftOtm1BJaIQ19KIJpCm0Wmh8E4XuRL+Ud7O/eikoD3XJKkkhUZaqNEZU0yEk4opaMTd7oyTcYmSHczB0/wAsjHt4I6LyXz7eRWjsVojwdRphySU1H4Yt0ZenbdxJQfDHj33RhglJUhHIlSH/ABo9U9Pg7UduqHJWlp+o44yxqVbxOm65erStflMx5IzimmSVtUVZ9K2bOxMaoW7LM/UQwQuTpvg6jPmy5ZSkm4rh2Rn1L7JuDr+N0SxYszi3tJMzx/0o/wAIk1eyGYW4zTTMDbgr9zNNxR1ObI/7mScm+TBKXcqZCb7UXpLZj3E6G7EtKvWToR3EN2SIJE92IXsOI1RGdLcbViSK0g90R3QnTO61yKS4of8AB3JIluTtjtie9eC51b2ZKX1vw4YoxW9Fr4Q5EOZND0cUz04/+qEktczjGLbITTQ5PttMx3K9yGzFx4NFIrx6mTUHuSWvd6cboi3K20YZRdIjujqMUI70OkMxS7J2Y8ner1mri0Swy7uB4nGPA7RHJNcGBNxRCK0y4FJbGTG4OqI2ixrZmbG4S0/TemXaskluJUZYpwaZPBN5ZRivkxYnHHFMSpGbpfVlfcf0K2+oj0OO7lbIxUVSMmbtdURyp8n6r0i6npnStrdH6TFx66CYuPFebfmzq53KtYsUfpPhDZBlxa3Jr4idsvlEoutmKL+WKJKf0qy4s5Wjf0lsw1KCaFelMaa3M0rVHd27mCffCxkedE/FkfYk1SPnSekeDLu2emmmYsTU09EzqfpkmhuzCt9Ibsdi8fnWy0SaLEZe9TtJmPM5VZ1jS6ebJdTOHVOaeyaaR+nfqErUczq+CNtLSMYpt1yWS3KSG4rk/UM6coz7bimRjHLjqUFUlaaMfZDFKM1K/hHS4oy7a7l87mdf6dDQyNJnR5ozxqhe31H2nUPfTpo3NC40aJLSj5ItfI60RTVj0bMTtsaJSpUtE6E969mfd8Ha3ydqEtXyjA9iURfS7O62OVF9w+SSO2S4K8Vo3SMn3PxcmdxlyKK3Me0F/PmzNJOVWY7V9xCTSlsYmkrIU5i49vrZu1EplbCT+CMJN7s7ZJcHTY5vJbewjqHcaHLcsjvJIx41GCSPtR3u20RyfkpSaZKCaoni3HhkpowxqCEWKVE8ayGTH2PfRmbH3wMeO8ij+WYMfp41HTN/B2xW9DW/jJ0mSTZGDsi/hj6DF/UxzxVP5F7nUSqBD7V5TdIyyucnqkzFxRVMkn8EdkJiaRaaJY0xxaFQ3ZFUQJrc+GWdJfa/xopP1KfGjb5Ms+6RkVowZZYmle1l2rO6mJ+TIceD8HrIsj9pkhJiVIjzpZn3oRjkhEBi1ejXsZOGYk5cmSEZY5RluqMuPAsmWd8OkiE8LgouFS/P4P0zq5ZIyxydyht/LQtxrckqaVnyfJ1ubI86WPhRMr6vKlFwra7Om6XPkjV/SZY+hPslcm2dLicYKTW7MsbhRODWw0NHTZ3hyL8GLJGcFJe03R1vVJKkSbkRidJG5LwetCW49Xb2FFWTGYb3Jsb8Fq7+PFrRKytWntRgF2uNDRwNWhKlR3J7UZKXyXJJ1yQba30etpUKNk41FmRb+NmXIoRbYpPLUrI8LznKk2buffY/7n+T7YJCknJJcIxxuQvak6TM0lKTbG9xq0iKpkaTUqtn1PkxqtKu7M0FGbSenTqPerIRUuDLivG6W5Hu37lRZjZSYsTb3PRi6tHx4Iz4lki6e44SjKmdkmzLkx4lvydFD1eo7q2QiV1sd988je3lk+3RIojx7vWTpQX8kPtXlndY5De+iI8GNrSPIqrWxW0OMa3Hi/DHB/jSJI5Jujo5F0S/KE+5WZpOKpH8k19LMDTmlLSRB2vJi41Q/JDRQkZKrTupkJ9yvTK6jZGKkraoUIxrcQvt8F4NaIa0Q0TjZCNMatUdUsuDqs1QXZdkFLqs8FGk73tnR9LLB1HqxmtuY/wRmmlIat2OKbT06vqI4MM5NmDr4PKlvL8nU4Z57lhl2tcnTT6iD7ZZNmYOlxvtySt/iyybXDM+KLjaZKJQ1TP0/qqfZITv2GzquojFONk5NybsQkzo8b+4etDRTNyPh82csktMVqx7k4NbljTZVC40a8WtVrZK/gwim09mN2tmRtbNi52asfLKHFvkrel42TadGKbW3wZGuxk3u/LPJSn2NbGPHxXsdT9S7bofYkqJNdyiuB/duxQS+pGBp+xPNCH3SSP6rB/+xH9Th/8AdHU9VDs+h2LJfOwlBveY3jSpPcTVkOCL3FwOVEpuRlh8lEI0YMnZLZkJqUTqenU4NxW5Fu2pLgi0R4IksklKKSLbF45Ixe9DaOsd5T9OxqEO58stDaFzIflNWjtKIoXuM6mayZkk9kY/tXl1k6x1qtMSvVMYt3QoJaTn2oWVMVM7EONErIskvqZgkotC3bdkufwhV2qjMqhYpJk/texidTVidxT0i6YnfjLgXGqH7NmSTbGTVowS+NMm8SKfy+Bwtxd8EN3pXmijcoorRoUaGrP1xTxdRF2+yS3MMOmwY4Z5Xb4XyxzzZJQ7FTe6j+EdGsscKjk5E3RGScmizJHHkVSimjP+nxU1PDFJoj1HpQldd17iwS6icJOqXzEwqoxX4RVHWzkprcebI1XcxYpPGpNbDVEkJuMk0dF1KywS+V7HU5ljg3Zmyucm70jEw4XJ8EIqKSH4SVeFbXqzYm9IDFQ9xNXpd+zQvBkuoy450mf1mb8oXWZr5R/WZ/4P63OPrcouuzflH9fnqrR02X1I3Jq9WzLknGezPWn+T1ZnrZT18tVY3ItlSvkrScu1NkHdtnTveSQ9vJ8DSc5ybO65UNctISUtmK47N7GKVZkq2fm3sdVK8stYxcuDtd0PFKCTY9mRVtIWyI/dpJWmJfB6bHhUVenDsw9RNTSa2IyUlszqOmU7lHkX0ypmOSa0pbC8mZ+nk5NxsnilF7inJfLHlyf+7MfUuOROUnQ+th37cGPJGauL83EkhC9zqJuGOTRdyMX2R8uul9SWiEOjAnT1RGLbIxSQ5JLcn1C3olktCkRmRmcoyQbIQbfBNVJidGJ2jIRS7UdU16UiE3fA4/TuQjUlYqSWnJFUvGWr1fi3rZJ7knSsiu4hjUdJ8EluQ2indo6aak2fPgtH7n6l0v8AUYq7baP/AMfCeWC7nUVtE6XpViSclcj/AKPUgtmxSju7Q+phdJ7i33FEydBHJPuIYlCKilSRDZ0SdnW/ehLdGHCn00YtfB1GJwk9hkjpszw5FIx5FOKa8ss1CLbOq6l5pNnJFGHF3NGOHatH4T1XixojfyYxxTOBOyvFlVqvYzQTV6YFBy+ojix19qolg6dRuRm7O9qHGuDJ2SIu1ozN92iMag0SjGuCaXhFnU7xo2Uf4ZhrFicrP6q3b4FnxuKfciGRS48Juok3KO6V3p9pX4FUlTR00FG785v6WZnc3rGbjwYpYm43R1OXE0kqZJ2zBC33WMcqMTbWmSLUrISdozOqQmihpvhtHTZfTVMyZYRjadmZ3bI9TkxurMHWQlVlqaVMXm6M88aW/JLnTMmmiEbZ0UZRi749hor3c2Pvi4mXo8uOnVoxfZH/AK8WdW+7KzYTSLbIY2yEO1DluLcjBtiRPIoInkcm7YkqtDLFIxyshI5O0zQ7WLgwtOCGkRkZV3JnoJbk2R+5EeNI8+U+Be7RSHKyLcWhNMbSRKcRuDtIg1G0fp9NzOyyq1Wj1nkUUJ34oaKGenBZO5IaJulyZrbFfCZhxqM02R0UrezFJcMjGnenW16pjX1Iw/8Ajj/0dV06ywdcmTE4cklp0HV9k/Tk9mJ34TmoxbZ1nWSyuo/bpGJixuRhxuHK85DEKtWWNDWmO6LG7FaZ3IUk3QxeSfk9JxtElT0hnyR4kTz5Jqm/DH9yIypHeOexmdvVSaHlk1VjetC5M1vI1fwV9FMuSg4/BXNod0lZ0SqD/PhP7WQku5xkNKmiDTT7kLuTtPY2lvfBiejnFctCafhmdY5Mk7fjemCNQ5HCT4JYZNGKLiqbMk3HZK2TyZkvqRgzpy3Rljsprda3TJ5O0x9TezZSmtjN00o2+Rd0dj9PyuS7W/YlujNFqb1y43JWiC3o6bir9mvGyWbHHmSIdRim6jJeco9yEq8WZYt5Jb/J2pfI3EUkvgWYjmQ4/JFMixsysqykkPnWEqISdiYpnV8oRga7ONGnZkk4tJcsyOyTMSTdi40x15T4F7b0k6Wrt7HfLuiraJLug1/Am7pm1j5Wx0MZLPJPg3RLjVCGNpHrXJxRzuyM0qIu+NJSS5Ypxauz1Fex6gpJoluiUfpaRj7u3cz7FJ8naiO+zMb+BvZmO+RimtkfB1n/AJWYvvX/AGYfsj/0UdR0yyK1yZcLgyUT7Wmfp/Vd67JPdF6NnX+rKFQ4JRlF00JGLFKTSR0/TLGk3yTS8mMZv8CT1esuNMb2J2i3+GNuiWRIglLexRoofkvNrYyKpPzg6YraRui2T9py7pd35ZOL5HPlDY3bs6Ouzwn9rJre0PehuL45IuuSu3jhmCatp8j4OqU45d2zBkzY2nu4shPuV69Z/wCJj58oq2RuMUh53Cj14yW8Sc0vs2Hkn+ScnLl2RMP1Ykh4PwODXwZG4qx5ZMt2YuplBqzH1GLKt9h9NjyNUYekx4t4+z1UN7KKI9sVbLg3sjHl7GQyKate45JK2Z+ubbjDZfklObfLMfd3KnTOnySkkn4rR8+LOpg45H49zIZfy20QyRaFJXyTzQit2Tk5SbO9ocpN+OOQizM7oTOndprScqR3KbsyEzDyxcLSCt+UvaV+E1sSXA0IzUu2Rh6mElTMqSla+SzG9nZhllWaNVV6VY8Y1rKVIySlIiJuPDtGWcnLgwv6S7MjbbRgx3H6ieJfCJRZG0hNVyJaZ4tsoURYzHCiSLpDY3FTi2/k7djq2/XkYVeSP/ZiVQWufp45Iv8AJmxPHJpjhZiUoSUovcXXZ480xfqireBk6+c3tsjBkeaO8ieDHOL23MfRylOqMPTwxr+SjKheUhliltQivBkjGxyRdb0Sdxf00ZW+5nTO6EPSvChKtK8s6V+a5MKTgmRwqRPAkjPHtftLJzGXAm+x77DaknaGiUN9mYMixRI9TGToeaK5PXh+TvTRLlstPhkYRat7SF27pkbopJXGO4+rnx2mS8//AGdL3L6ZCkteulWOvPG6kiCc2dRayPbYim9xUSX4oa3MeOUnsiC7YpHCGZ4RvZmSCiRi5McGvhnc7OhzuOVJt0Lj2cse6LJR0/UOqlicIpMw5nJJpkXZiyuD/gjkTVnqxFlQpWX59bKaglFMWOT3kqJJJ0dPjtmOCivFaTurP6ndj6tJpEZdyT16rD3xtcoap67i2Kb4IxlF2dzGnJ6UV4xlRGVob2JyvTppVJncjPmb+kxNknuS5MTkpKhaY41v5MbfsIlr3E2qHIsVGWPdCVJmLBllIeFrFT3aKaZKbSOjgp9krpofIhtjnQnY26JWztXbuiMXvsO6FFMb7YsXU44umyOTG1aMc4yW2mSqGXwhLSUFJDxNCRjSRWjW46T3RnlHujS3swyvFF/wdU7zTOjjeaKIqlqzNghlVNGXpextMjCGNW0zLNNvXBPtZhj3x/gjBJUtcnkyRIihLWvCjgdkZNHepQavcyq5MwS7ZoTtew2d0X8jdeNmePz7HTP6EiHBN3E6nn2uELK67bFdknSIJNWSStJMjJd/8GTLuLdJ1uKT7SeabtfBjbT2LUob8o5qmXVkJxrdmfqengt6bMnXy4xxSP6zqH/edN1WXbuITtWKVnXS4WsVZ2vXp8d/UzEqiZkpUqMqVJJHBKbckkhYLSdGO4qkhRdJjJSSRNWz0+50zHhivg9GJl6GDVw2YsM8WSMq4ZiyRnBP2WZo0xo6nFDK6krIdMoS+l7EYNIUJN7IjjzdtGSefG3aIdU/kxZVMlljFW3RHrcUpJJidrx5+DqE7f4Nr4IZVBmHIpxvxWkvtZkk1ORuzpJtwoc33qK16rCmu6KGtEN2Qpbl2OLuyjtdlaPxwv4JG96Y3THNkt3Zhiu1mRfI92QSWkVbF42S9qWl6TewxtkS0t2etigm1Rh6zvm01tZlx1uuDJjtbHT98CM90ixyNmyqMmRQi22Y+u+v61QpqW8WmJVyZuxRUh9RBcMzdU5KkZO/uTTMWWUa3Ok/JHclCycqdUTypTjH5Yu7bRujP1CVox9ROna+DDnurIs2ZK0z1k20x9rkmzFL/TSOo/8ALI/TYd2WxLVjOrbsk21TJxp69JheSa/CIxUUkvDJ5yew2Rfg0NDO7mxNEu2th6RSijPGnsYp1JEWnHRiY9Njkm6Q5Su0xZpOrYsqoUyL7nsNlmX7b9jpZUY5KiXB1PPtScrdl0yMrojFVyzv34ol2tm1kqvdnrpbIjkU/gljbe0tjsohfBBUkTPTjNU2x9JjbJ/p9boh01PgjioxXwL6f+jqvrl9JOLg9xp0Y6qi3wicXESMaqKRDIkqHJckpdzHf4JRtp0QujuZ6s+O4xztUzIt+RJ1dEY0UI4Q3+UY8qi9iHUQYskfyKSZflmRJGabU6ow4ZZOGkY8SikjJKONXRLrMUY87mfq5ZLTQlsKU1w2VknzbMWGTkqRjVRS8Yt3VE4XFkrU5J/DMcVKVHRzqTh4rR8HU9qytuRjyRvkxJxd/DFXJY2oq2Nqa2Zl6abuUUccoSTOyxQKIQjGG63ZJI2HQ35YFbJ+Tyzi6TO2UsakYX3ZKIrREXa0sbKsSom6r2pvwnwPROkT4ozVFO0dPkk5tt/Sj+uapMSUoqUXZBGKLuyTGy9yT2Mzk27Y4oU5Q4Zh62S2lwdTnWR/TsiSGSVo6KHfl7XwiEVFUiDolNUZH3SI4IbScbZS07UPDjbtwTPQx1XaiPT4ou1EoocUf0+K77T0MdfaR7UqRm3yS/7P0uH3PyzwcoukSxSTJwY40UdNmeKdoxZFOKa8J8eTJDI6LVjROPyVpl71Ll0QlLhonBPHC1udRj2EqZhlcVr8+CM86VE06tEUyESjpoxq+3c6jHDtbocmOTqr86MUqRHLJPkx5O6J1PPtZ8LWRtLYUFdMeHiiOOSQ8Nq2TjW6MmV2rRJd26dkcT+COOfwiMmnVFNsUGmfNDMePez04lIeOLJ9sFuRml8E874s7+3kabVvck4y2ox42rfwKKQ1Y4uLMeT4bO4VtlbjWxO0Qe249E2iauCl8kJ7EXeuR8bllbjjuSUr2bMUuxW22QnKUtnsLwZJWPHH8GfHj/8AVWRwOm4y3HPPDloeeUlUoojghNj6X+D0K+DsinuiEI1wYob2kLVyouxKmO2Zum7nJpGPp5qcXWxHB25O5LzySqJ1SvMzDC2dO04UZG0QlvuzMpyjUTp1OLqtOtjFOLXLEQGY0m9yUxyHMvz6f7mZNVq03kow/wDjSJx7cuxF643tzrS1yy/1IL2prwkU2Iik9Oq6fvha5RkUoccWY5epsjpsrxbN2iDUqa4IzpUN2id7Csrg6rppfdFbEl26JGyHwhxd7HT9M5SuXBj6eGOVxQjuaQpJij9XuZnUWYpzi3ZPeR0EUsK8HozqcNPusyJJfLY4qtySRgwNyX4McVGKS8JcMYtWWSei0QvBqyUaNxJN7o9KFWQ7vVa+DLG8dEl2s6XLGnF8/A5qPIpKStMaa5Ebi/6JSSTM2RyZCbumrIw+SEW1semu1GKaTo6h/Qx+S1xVZ2owHVc+0sCS5bJ4HGdkeODvlWyY1OXJ2XsPp7TtHZHGvs2PVhFbEc9NDUW0yNcVuNdy25Iq0NMgvpRWjM/KsbtVZGNMlvPguqT4FjxudlqtityMHFv8DgpEoUzHCTSt7HBKcUiXUfhEskpCnJDySYskiM1+RSPm7IuhOyTaWxbfJub2yxMj3Se7MUUJeDGyU48WZW+5tHdKqFgySpkOlgvuYo4oHqx+Cb7iUL+CLUWrRGSfHhk4Z07bxq9a9nI2ZsalMwQSkQhKM9iUbiKCsiix2dXJudCLojcmNlkmh+x09dz/AOjJvrY2IV+pFmLIlabOocXTtGNliFCt3siE0+Nb0yf+WHtT1sZwmRQkiMG2SVQZ1GBTyqMfkn0/o/TWmLPPE9uPwPO547x/cYV1LV5KRRQmkv5FJtdsjqumVd0UdiUf5Ip2tiEak9iUa2XJiwVvLkjGhCZlVwZim1kSsXuTjaPRP6OL+TBP0I9suCOaEvk7kWtHo0nydRglu4qz+myv4F0cnJWjHhhBKl4y4GWLV+C0RevOnYmSx9rR2uiONJ2UZ8KTbN0zvcmrZBdtb2v4HJtkJE8jXJHOn8mbLJslbZihW7Ma7yLrg7jDGfr3exOCnFol0UlwycHF0/OHTTmrRHppQabZJUYDNgWR8k+mlEap63qk2KGjimLFFCgkUikikSxRkmmjP088UrW8Rv8AgxW0XXwU1TRiVy3OxFaUydRVsyycn3Pj4Lp0d7SZFdkbfLOSMa3E2WhTQ5MirZsjJkUUSnbEr5HRVFaIx8CSIRT2N0JdyHjZ2v8ABX8FL8EYtkIJEFTsvwkzqOp7fpXJ3tsxt72Y3FfCMvVO2oCnkcrtsTl8si6O4spfkRHIXo1bEkvcyRJQTRBVMpOSY2ihHckSyo6ifdkbNy2Y2klb3O5DY/Z6faTJ8laVqn/qoni7pOpUSwT/APZUY1SIRcmkNKG3LN3yQaTrStcr/wD+iC9qa28WfVomyc3VEm/WSRGanFrIlsTgrfazFh9SVGLBgwxXbvI3bH4dqfJLpknf5J40qFhrcx4ak2xrcWrVo/pkpppi4F7b0RlbUXYptCzTXEmR6uSW5Hq7PXI5LLL0ckjvR6qPWiesh50etdk8jbO5kHa1Y9Frfljj8tEopktckO+LROLTaO1ow5Wvpl9rGq4HlUTJllITd2PcWP5KpEJuLpcMSJ8GHIozSFwMzwu2Tmk2jvO879zvOmSnkViSSpEjIYdJ8HULtZ3HcKQpHcY/ayx7oNCTUmpIxQbsSVC7iEuGxb68E5PPPtV9iMzTyqC4Q4qWR8bIfaiTfwiEWt60bOSiNt1QlSJ5Pgk2yOlaNISKIOhUQJIj9PwIpFIcYv4FFIQmixsss6nN2qlyNNkYOykic3wuBIUKorRC8IT+GOVKzH1CySaqiEXH20yStHaOP1iQ+eNJZZboeRjbony9e6iMy/awbyJLco7SNDRJfyRaWQe8kJEEJqMduWJFbC2yIXhkxNZVksS0oopnadrs7SiXcp/wTxLs7lpQ9Hr8q+CVd7aIRlkdI6hL1Fji+OWdNjUMarkhF83pJF2ISTQkzdqqGldNHbFI2uiSa0sUk9tboT8L83pkz48SuTonnx5UuyVjLI0KkJmNaydNGRjmx5GdzLZObiYpOSY1uRW4tWNeKK2vXsbFBaTyKKbsfXY+GjFmWTXqIQ+HuL8EsVo7MkYJd2wsLe5NRWwlZCH8HbSGRx/VZ3xSM86g2kdK+5py2IyjWzJSSROcHa7kdRH6rHrZiyOE1JGLPCcU00SyRrlE5R/KMMlemSSStsyuE4umidpsssvTHOiM0/a6rHa7kt0YppMn2r6kKWxZHI6FkTO+Jnk5VCL5IpQx9qF3erOT/Jji+5/z8k4VsIyZoxpD6iK+SXURStsXUr4IZFJGIyT7UN2/BQscWUJFEY7kYCTEjtEn7U5UmZJOUm2bMQ1ULKtnaISKoSE6R3J6obVEYKMrIyt+1Lfay4ray0xlLS1dD4MjvR8EuX42WP2On+8dMaLaGxTT4LtUJO+BulEsxoirkicqaSPg/uF4NWUV7DpkH8E1UmWWWXoiXbTFyzp1Sk0YoufVNt/JDhIc13doicmkzFumVuNr4RbQ5M3sjFsaRY4k0PJUthPYXWOOdwlwSbojOpURd6ZJdsJP8In1Gbuf1vkwdblTSk7RF2k/PrKlOjBBxmNqtEtIkONZImyW7o7dhN3RZK5SpHSx+t2TX1Mghbnadg8Z6aPR/k9H+T0j0xQR2qqO1FLV8HU5W8kqZZ0WjdJk3cnuRjGuCcdtxNj7uLHibMeF2Sh2obOWSn2oipSdt0dS24dqI1HGkz1nD7Zs/wDyM0u2W4msu6ZLFIeOSKfgpNcM75flnfL8sjlnHhsh1uaPzZk61zjTQpwa5o7U+Jo7Jfgaa8O5+1KcFyySh32kdycaWna6sppWN0PNGPyZOo+Yp2S6rK/keWT3bFllYs+6seWG7Zl/1cjkh4mLp3+CMewhO0v9Mh3J77fwZW+b21WiyURfcdgoiiRRCO5Qo1514WZstPtXIyIlZNf6RDkoSFp2lHbJukdk092UOcUd1jdIxzrKt+RatpK2LLF+EpKKJ9RFN0TzyfB085PkbErMsuxGO3K2Pgmhj4JcvwWiZZfngVyK3GXdjdnAnRiX+uvwzKkqp6Rg4pEflknbI8D5IO17snSIzdkXTR1KSkmvlaM3vwyXWxii73MCTgz03j6vj5Ico7q6yca/tFNJEne7MUaiUOn8jHHYbXAp9nyRmpPwlvlorY6lV1LIb44/9GRLn5MctOvm44HXyMi6aMElLFB/x4sZkg55JURjWw9haO26IQbaIrbWRMu5af3vRcvYwOpsnC9xJpkEVXvZXUGZJ3NncjoXab0yfaxwald2R2+SU1OlRSTFCL/uLSRLK9qYpzapmWSgrZi6hTnUUdRnWN/bZ0+VzbbsnnxuShLkzQahdbCg2ekzDFqSHiY8crHD8oliXwODXtKcl8kZp7NDxr8EsZ9SbteyzLmrZDk2JMUWtISaVE5tRMubI20tkKcvkci386Xo3+RSrgtvTHiT5PoxK2T6hzdouUuWWWxD3O2kdP8AduOMROC5RJ29lpiiVrfnLJFfJLqYRP6lzexJ3KyRFGJLuJpdkjGt/BC3KG6Vks1PZjyyfyK2QOoydkSE25xZDeK1ztrHIxTm5qyPGueHdB0NSEmYU1uWJ0iS7uURgl8EuCRIfBLlj1Xt4PuHoqtjiNDMX/kiNv1JxIo+Ef2S0jwiZifu5PtZDlCOodxi/Nkdk/8Ao6fPTp8GZwbhL5sju0zLikuqjk+HChqo2W5NJi4GKNF/ka25G0i020YoqPHhCCc5Soo6zFea0YIduKKJojsxPY/Ud4xR2s7WdDK8MV+PFkuGQ3cn/JtuNpvS6RHcwrwmSHGnaJS2IclEm4yOlTu9HFNCSXv9Q6xyJQtsWPezoo1DTJLti2PNu6Q1NO2RbG2Qm0Ti5K0zsk3/AAJxijPeRckVLDPuJwnmqUK/lEMbjAWOcsifaq/JN2u1Dh/BRFbi4RRLDGV7E4OLGh47OxnYztZ2sUGdjOxigz07I49xRTSJQJY0z015sy5aVIbIqxIhFUSxpnYdRJKNIaR2oUUThHajsFCjtOxHYKCrgUDHHYzpt0KDTFxotJW2jkxF6RIq2QW3s2ZMiSMk2x2zFFKGjViQrTJu0JeCEWZZtqtMOBzI9PCKJJJnWK2kY41JGL7VrlVxaI4u1kOFqzLAgvqSEtUWPgfJJEuCT30ei9pHTfcyS30itzsJwfwUyH3xpfJKLWeRgipZEmTW5FXCQ9mR4JmOVSF7mT7WY1chHUX6cfBlCxy/B6cvlDVRkQRJ2kv5IOkmiUe6EZfgk3T3O9qRGVpDHwWN1Ek5SlV0iPLMSVWx61plxd8iCqKRIapkGdX9U0j0j0l+DpajGvFmaVRaIzqPG45fSO2hImtuCErSMPHhkdDY0NCVaThbMGzr9l1cqhRQsbfwYIdsVpNJrfgljVtwZ3StWJ69zR6kpKnpLg6iDcWjpVOEuRzxKF0RzOb4pHTfdZNKS3Jx7WLkjwtEzOq0RQoWLC38H9O38DwNfB6b/B6TPRkvg7a0hwNEheeWVInLTBTY4RfwLYvcklR1GkYOTF0k2f0cvyf0cvyh9M0f00j+nZLp5pWVpiexk3k/FJ8kiJjRWlkWY3a9huicidskikL7dELRx2K8UNk+BLcxJKC0nyzqPvI8mL7FrPjSD8MxBfWRQhavgfI1ZlVRYx8Hxovb6VfUZVTGmKPytLGy+2SY3CT/AJo6S/VJ8sj9sif3MjwTEY3cV7mV1FmJLdj2ZmX+knq9IwpOUj1p/HB60/yZGvTe4kSdI6eaeNMw32yTHyVV2Y5LjRjkuDNJnJEjskP2JiJVZSIQTZ6fbkVC1boVMzUKSsbQqLSZVkozvYw2kkOLXOuV6fA/DAvq/Ys6qdyoxx7pIhFKkLTqJOMBZanZtkXclQnboqyOJ0XBfA0v7SxvYzyo6d3ZlhKMbMNNcGB0xtGZb6Y+FpFHUaIRCCSWkskoukNSu2xEZylJxcUOWROlGycdIDJc+xmuyaEYNmJ62dUt9OlWmTPGEkmjHnxy5ZNL41jujPDtnpi4ZPlj1jFsyNpVojEuBwTRKNPSBDj2JcDO1NGSNPS9ixEdZeKJEiHJie2k+TP9wuTC7gtcnGmPwyGNfV4XrLnTJ9rJcluve6SLsyzcsjGKTLLGx8jnc9uKOmmlO2OfdIi/pZk+4gTW2mGW1e5l4MfBJruHU8Ti3uiSp6p07JTctcsqiR4JxtHT12EJ9t2SknuOTXJBW09MkmmdxN3uyNURIcauSQtFrLR6YluNPuQtWORmlSIK2NCSKTYkY1bIRp2OdxrXK9xavXDzoyxe7PhmV3NnTr6rIc654uUHQsWWUtkY16f3vclG5toxtfLJzd1ZuRco8Dg2rJUThKctlsiWfFhhSf1E+rlVxdmHJjnC01fyjp2pTomkZtMX2oVfKKj8HUawVyFpmcktkYpynFWdyiPJ25LHmckqQ8sWknzpEZLnzZmJLTCLSTfwVmcudjqbvcXJ08EoWZYNx5o6jvlSijBHN66VOkRjL5Y9IHVRezrTFKiXLGkMSIbGR2LTp62PgzLSBBi82h8keDMtPgt3QkIRLgk7Wi1XJMkyJ604ulwQy9yJPYyq5CW5g+1a5ONIavgnyQjW5OfaiO60b+qtZ86ZfsY+feR07rHJ2W3NiVnR/wD+fxZMMck8jto/U+kj0ebsTtaUONkeTHH60JJPgRkMZPTE6euDC82SMFy2T/RHHG5d5OPbJrzymPgcUztpck7vwvTB02XO6xxs6r9P6jHDulB0tNuxmG+zZEN2ySSR2SmY4dq0n9zEye5FtvcjSIOlrlVoU3F18EZJnz4STvgXbXIzD9zK8HwSdNmaXczCt2yrZSElpii78Z7yYlo2Xri8F7s/tZP7mdMuWRWuSSinZPI/7dHKuDuaYuzIuFZ2MUNrZ31siStCj9Dje7Oow5fmDr8nd2swu5KkdNJKr5JOzMvpEYd1pdGeVvXEtxaVcSkuCUYNx33M0Mco/VsYIw7HQ8cYzbu9HjnJpop0PkXnlWxPTG6ZF2tKKOq3kRVtGPaKGfRfCFiXd3DQ9E2uEZ7cNIMZSsojBscIqKJ86I6e+9LTMttICIv2JIiZVsM+BRpiQkJE+NV4TGR5GtyA5E+SPJh+3Wf2lmJ6vglyLv2WwofnWUXyiMnw9M2WMLtn9THmnRk6qEk4x30+CtF7K0g2oHDZGT+DB+qdXjxqKybI6rNPqJd03bK0hVuxwjX8mLaSFplMRPjRbMi7WmLqHgmpx5RL9d6icK7Uhz72355nUkQ40yulpfj+i9dj6ScnkjaZ+q/rHTZ+mnjxx3YyL2Zge1DIbsSWuR0xRTMkKTYiCI8a5ciR3NyI7EG78ZUtMPL8XwZdrIwUuXsP7dlSKK1hJKk+X4Mm9y9HqjFzo9FIXlDJc2vLK6gyXJ06+gjrlipInFxsu9YWhZZEpSZ2/IycZXsLJ9HZNWjL02OXDXaOailCK4Ombb0yU09MbklsjvnX2jb+TLri1bIrcnjUnwencKZDA4N1LZksVEuSKbofA+RLfyboyOyQzGrYqRaFvp1P3sx/ciHCJ3WxijJ8xrRjQ0RMyuDGWMjfyRVsgid0S50R08X3Xpm40jyf2jm62ZilaXnMiT4GREtzZEd3pJbeCVrWXA0R5HyxEmxkVbMNrWe8Xpie+r4JPchLyckt2zquyc3KLO21SP6eX3Xx8C0Wy9tCI/adrk2QxuJWwxKxrWHIuNMvBHIoks7Z3scmdNJtb6SpsjSe6sU7lx55VckRVLTLx5IjGsbFxuThUiqSMHLJSoi9xa509mizJL6THK+SDTYhk5UTXdJEYJFEOfGUn3VpjaixNPwlwSi3djjwiQtUT5TXKISuKYy9iWVO0tH5YmldnqXOvgt6UR8XwzG/qF45/sZ8mFfQha9RJohlSbUt7J4/lcMdijJyIQqu7gaxvgarVtDWx25HN8pWPtjR0/bSoZLSM5bUPLMbbJ7u9KMa0bpCWwnR3M75CySQ8j/BPkxkuBkOfLJwJWZVT20hsRctyKbYlQ+DM7mzCrkiK28ZLRE/tZkVSenIiEBE3sSu9McSOWeKW6+kXVQZLIpR20jyQMuNcow8eckRJcMaI86p0jvErJKnrF0UmbIkxnyOtmOSLGQMU/qrWXDG92Y8nbNLWbpEuTHyLV7GXM47RW5Kc5v6pDlCD4sXU4lt2ks2Bob1XtIQqS5MTim7JyT4HMtaMvd6IjwtM09q8GjBNqS0fJ8GN7jdKxO1455VJGOaktMnGrhWsOS2oOhSJ71phJre2Rbsxyta5t6JE3caIpv4MCSV/OjZJ2zta17u0hkjLjVk39ekiOSSMcrjrN0iU9y9xkeNYK2enFrdCSXGnU5+z6VyYVN3J8DdEpurIzs7hzo9VDzVwjBNyUrIRLFpF+MnsOTUiLtLx6j7GLkgqSXh1MW+DHjySk9htKNWSUrMcFGKaRKTbqzcUlSTQ1Q3QouTMk44t3uPq4Ok48mXBt3R3R0iahpKNjVEVrLREREiLJMstHJRLkx8k9MfPlkek3YyIjEtm9JcMyO5swK5CXi9EMzr6mMSoiQSSKiTWxP7hIxqqHjhkgrQumxr4OxJbElTFyQZk+0wvzZKTTHOX5OS6HNCkxNkI7l0iXOqEUTtEtHLRIZBC+9C0nwyXJFpNMXUw+RZYtE8242Y+dZuo2ZcvdshnaiUbHjsljjXCFohC8q2vVaRFzpJNNOj5WrQiPJHgbpMm7eqr5L7vkxqpLSabuj4MW02Zv8Axswu4Lx6l/UiEmmmRlasycaKNo+RxZRDke6ekvgRiJSbkRqv5HLtITUlpJL5J87DW3BF80YzuHK0VuXpdE+BSafJjzJ0mc6SX+odpKOmH7Frk+1kop3RRW49rIyaFKzE9yOkpdqbFCWTLbWxNJJJDJQs9NnYzsbPSkeiQh28EFqzHK3455OMbO/ukjHwvHqH9DIupHqCmxaTlH5Mktn2oXdY7aZiyKnF8HpKLtFMjjl+die2w4tscoqNIzy+v5Njpn8cmHHFLYkhxZPkiUyh644qrKQ6FFIaGthRaEthxldpjW7Ick9MURTXg2TaZxsSWw0REjGqW+mR7MlyzpufJ6yyUdTLe0QV88ihumQg73EtGm0zJyQMUdiCqOjMnJ8mMy/aY5VI7hST8sidlMoqyPTprkjgij04/gUIrhEnSFFscCmLGztYlRk4uhjWlC0xqxppoWWKW488LonlbTpFM7fyS+4xvYUXJ0icXHkxcj4Iz2dmTM3a17TtY8cn8Escvxo9ELxQuPBCcUhST4QpJcoclISVjUkSnWqIfaifBJblMqiMmm9juhe/J3U1sYcveiT+rTHXcZVcGYfsXjnW5H8EODJwMi5qe7uJOcIxVbs6fKu/cyqDdoxp2TVp0VaH8WJEFsTiiLdkrb4IKmWjI12MsbbVGOAlUR69qcb0dMml2soSkYpOqektpHqDdkYkFS1lwNHahdG3HuROHa6aOxfgjjdmKNaMy5bk0iGXtZamrQ41p2npM9FnpsjiGkmQrex6MhyLw6j7GL7jD9q8eq+0jyIiLjScFIkmk0flDEvqVEZ9lWepHeojm70lwPNOEhpZqkkv5R/TxUlJqiUow3ijp5txTLvTLFWY9GiWmNW9WWxPSiiiaFyS40xipvZnc0PN8NHq/hHe5Io7TIthkTGtZxe7bJcnTR2vybLLMkordsyJzdjpEW62MSbbvSkfDMi3ZBbmFJLSxyMvIuTGzI9iN2Ij4tkqZQxckOPBqxRQ0KK0rRkkNEUjtRNaY1tpljSIN2R0aJU5tIxRIRpGWNqzFyS4JNq0OJRvZbLLZNuhj0XItXovGEG1dbD52PVUHuepCZjTnscDbe5KNlFUR5I8EyjssyOPFkZrtaRTlK2SknsmdJUSUlYuDHvLke6IRpeORbnaKSSJK0OJkSo3v5La4Om78jpk4KNUSVx0mRrYTTqilvY4FCLJMnSIwsjFJUJUhj031dtHpo7CCp6ZOS0IjyJ6slVi5P6mo9qO2U3cj0kLFRHZaZpVEUe50iGF39QkoqkTYnvuTqUaRjzOL7Ziaa1fJGvkpPh0ONR5O+0QdMXhnX0M4ZhyXS8epjcCHOkeRcaTdIlki018jTTbLbFdkYp/cOCq4nzozJBWZHKG8GYpzb+pke1shSQpCaoykBDJc6Y+SxPVo3FL8oUkNktGLkQm9O1Cilqxq0SImPXN9jHyYF9C0slMc2d7Zb17e92+CUPhNDjTpkI0RVLSxvYyfcyHJjexbLLMmkCbIci4PUqaiJncjuRLJRLMY8lidsaIxF7dE4jIaZBIhxo8akh4Jxl/AsbS03p0QwTcrojjSWj+UQVSek47so7TsOwcDsJw2GneqYjbRlPwbpDzuzD1tQcSSnVnbfJDG7ISWOO73YskWxSbFPbgnlnB3RLO2Rzsh1MmZM2RpUKc2v5MufLGVPY/qakWskLixKSW52O7INxZOapbmKcXBqUtxJRdtnq4+O5Dz448yQuoxPiQnekWrM0vqHNUZuo7aijH1qhBLkl1VyIzjMnGKJOMVbYuplC3BnT9ZLLNRmfDGSsTowtPRnch54KVWKVqzb5K7pURglsWkxjGhI3uqKFuODZ2naJUMyaJ6Y3rNvRK2RxJO9WRy/XTYicVJUPHKLFOV8kd0iUExY41VGTBL+1j6fIt+TBHJGW621cdZzpHduYqbsXHhl+1j5Omfjn+xmPWPGnUOSg3ExQnL6mZUq25IK5UyVRexbsjNoaUt1rKDkRlhhLtkrY/QyOsf3EISjkEthUcbk5WRRFqiTJNaRtaX4I2NkWSejI6KCfCoUaHyXo9HVE0IhKjvR3IzTSgz5MeSopCyWOTL/kbLKFoq/BUTKouu2myLp7i0sfBk2myBBsTLLJaRJGNWzJkUEOTcr+TFOctrFBJWzJOlsXZfbuiOX8qjHF1YkLxvwbS8JInyR0yCI+EnSGzH4SYl86OFnpHpM9M7DsOwyR+hs+RrRULwQlozI9qJQ+ox4mRyXsxSUbbJdRSpI9aT+SGQwTRPG5N0ZW+6vwQgpSSJwjF0jHDudFKOzG/wdUpuSlZas6eclPbg7k3udzrYnkktvkTlKZ3OLcU27PUise8uUdlv6ZHZP5ZGM1VEOpkopOJl6jJPZSpEcubCnTuyPWzlfqUf1Kl8bGb7rMsVFR7XexBSe1qyDn3UhT2Vk4Nv+DIkt4mPO4yRBuWJSr4JdWotpwI9XF/2s/qsXLiyPXYFsosf6jjX9rF1sMu0bJvLLjYj00pNNsU3BqMpI7k+CNIlk3oxtPSkUiloxPxZl0jKhSTIcF2hd1ux7sogt/CUnuiap2YZ90VpRLD9VoSpeNaylWkiTtjRGVEHcV4Z5NLTE6YvDMrgyCosTI8aOieydDldounbIJT+SUGrogpStVuRVfdsS3lYuTLLtT+DJBympd3BC4yTi6ZjucblydzHklVIuXyxibFNikyUosVEWXpZeis3q9Gyx1V2RlB/JtpVaSL0bHkikOal8DQmkuDgUhybRJXyzshfJcapIRTfihySZaJEmzFbmfBaLRKVIkm5N2QFbaIvVlCTGeq43Q22QSk6YnCPCJTJzsUjd0iOL61+Bar2HFPxyLciKRLcWzO5Ed9ZWMhz4Sg/gjdaMVaSEiiice5UZsEMa7lY+1tUPkQhaNeLxOS4MuNxZHLOMWlwzC3JEpStpij3NJujElHIzvyKTUEYVPtTfJGb7SbuTZgjvZkpzIXdIk2lTIoywTUiGJyydtbWRwY8e17EVEm13OkdkX8Dx42n9VHEtnZhxZcj/gjhhjjxbPTi0diRnTqlYlvvZCeOMG5C3n+YshKMZbIk1OVjxSUeCPP2iwRb4FhiomWlBpcjwZm/tIdLmcvsG5Qwf8ASJSk29zoenWTEpNi6fBW6P6fA3wjJ0eOrTRi6ZR3rclhV7snkeNpJHfjnJ9/N7ELUEQUmS3ZCXa0J+FjbO7t5FuijJKuN2etNcxFnjLnYyPRaY3t4NEY+E1sPkwpVt435NP8mTYUzI/p1pIwtOC8OpT7b0g/qiLjwzfYzuo7yM5dyIvZaMybIkbUQdcCyRqpI74/2o7220Idn0S2nEn08X/0Y+mt1J7EfoVLSvCtJJisUizuLO+hT35O89RPg7hyL2HJjoRaGWTkqO4sk72FF/Iq2JtN7caLRNtj55HuI3LZb+RtUJ7bDkd7rgbExsaX4Iy7fhHqHcd6Zll/JyyMTgRYhvRSJOhp2djIQqmfyzJlvaOiaRhgq7mRdvj9jlWljkzuO4x5E48lksi4RdolOjDkV7ikmOUVyxboorfSauLHNr5FKUnsyKpUUUVp1b/02W9EJHaytKEmdrSJTd0iDTirY8UcjSRl6W/sxkenlH4MvSzlwhdDOaSc0iP6f2u3Kx4MePetxPfYbUMZe5j2hKQ5WYVcrMs25mNuyVVTI9KpyvuofTq6t0elHapMeJNmbsjsmmX3Mw9K3TkJKENiLuyorexKL+Rwg3+SfT4qtksf1OtkTg4NVIZgaUlaslOCpS4O/pxQx9rlZ6mP8kFCW/I80IuqITi5HUyqElY+WfptehEcIvdIcOWjtZjb3okdY+3Fka5ohkn6sG3e5GdwWxGTQ6LiY52i0WN6M7bEiboxyUm7MqXfCkSxxkuCcXj+bQnYtMbpi0Y+6JB3FeDHFKRi2da5JqCsjO0dwpeWbgTo7otUxQj8THEZ0zdV4Zo3Bj5owp9yFx4ZvskW3zpHZox/bo3RmknF0xJ0/kk5bbED01Jco7HArWiWRw+BZJSI7lG1avSxssWleCdopcif5LGK630sRKaSHNtjYi6G7Lej0vcStciVDoa/kj4PdEVSJs7tEmSNxO9b34HuRRGG1nbG7bHJfB3HcNl6NtilR3HeyeR8CKZhhFbyN5bJUhKv2OQqtGxvSON/+5GMlzMbpjm6oYjHCXZzyQwV9zsSonNRHp8E6UmY+RePUxvHIfOkO18iSWklojuJ/axvc75fkjnnF7Mj114qveyPVNnqVjcmPqJGLJJtuT2MuRzm3Zi3aOoapITTZKfZjr8lnTLaUhvcxzdmeT7iE5WtzqMkoxSi9xZZ1ySnL0NnuU+b3FaIdROL+5i6p1yLqT+oMNyVkpQxr+SeVyJySXO422JNkIytNI6mHdjVEoSXJicngkm+EJs6Vu2mTj/qGOFNM6uu1sb3Om67HhxKLRD9Tx29xfqeHe2f/kMDW8iPXYlH70f1WF/3o6hqeOVbpoqp/wD2YIueOFcUShSJNpiXdRFVpY71iOaROTlKvgwtRbJq3aZF/DMiTHGt0J2hM5Mc721ybxZiypKmKSfz4ThZig1zrnkuDC7tFlncyXUyjKkLq18ofUx/DP6qNfayeWU3/GqTSENJnTSqXb4T+1ko/UYW+9Lx6hpY22Syx/J60UiOWOxj+1PRq0TXZK0SbbdbEWm13M9Tt+1KiPd3WKaaqQ1rRKOOt2dna9naIceCfhKUvwerVizy5oef+BZ7+D1h5yObbgeZp7EMkZcsbXwfOly4FeiJSt2N1uWNvTk4JOMVbYssZHqxujvjyepFnqxFOLO+KYssB5IEXfgxKtE2h7+GLH3sy4oQVUPDKrRGCW8iWaPwOTZ3DyJfJ68T1Ez1ELIKaY5r8imjvSK7+CGOXydjIqnbZjlb/ZTbGxyG/Cy9GYcPqbsjBJJaskxaZNpsgyLyIjx4ZFcWif3MsixSO4b8Mn2s+Rt6XRjabRlypQUER3Eu2BSsxIzzuXJi3kjO0lFFoj9HTt/k7tzEzJvIxxuUf+zP9wkNr0a8WrFtQuqlGCSHnk3bQ8hyY8TnJJGbp/SUUjAlW5ONxJx2aoxQ5TRLC1JmGEozTOz6k2JUjrU3jaKdj73xaF3rlndI7p/k7pfImzDHJ/TqqdxJ0sj55Ojl/oY/+iW5kxXwRjS4F5fA3Gjt2sr6hcaTGhcliYm4O0LNEnmyb9sRdRLsqS+otncxZpr5P6nbgw5XPSJ2pk9jL9xhaQyxslvJlF0qfsYdpoWs+CVqTMP3rx6lXikSW+ibTVGBt4465e38Dil9zoeOVWuPyRjZ20dopPj40i4/Jkk62Jd27MebLCTuNi+xO15JIfI1Z6C5ROLXC0drhC0W2sZtCcXFOxiYlT0TGqZu9hxK0ckiWVL5JS7nfsKEm6IwUau34X4MoYtMc1E9SL5JZUlSQ23pKVEpuiy1pYpFjsVrkjC6bI2uBTaHOT+RMxzpid+TFq/CzvQ5oyTQ5Fl6KW9eDLswpKCLWrT7udhojpnVZGIUpOlZHjx6qChlktEITLL1krRkxyhK/jRoYnR3shOqJZlMTQnWOyUm2zpVcjO7yMgraRmqGGMRmJPsbZJnTq5oy8i5JL6Dt/lCxTkrSsaa8qKrkwS+pGeKkot6f2HIkSj9RFIdLcTs65L0pNMs3stlstliaI9dkjFRXFFqc1/LOnXZjjG9qLGcefwSF9pk+mmRdoRkG7Ey0JiZ6i/B6kfwTyRdrtXhih3S34MeGMHsUIXA427M/wD5GQdMsbG6Rz7KMf3JkXtqzJ9zMTqSF4Z9oMnjscGhHT/+OOk3RObvYdXU9ynVOkjHJbwSZJJ1fJQqeyO07WNEojgRVFvWjfWWyLZ2r8EunT3RKLjdnGlWjgQ2htmPK4unwRyxewkm1Q46JDRY2h5UTk/lnPlVkIOTpIhjSElq2NotKjahX8mz0toWqlQ5ncWTy06Q5N8vWrd+KTZjiq3WleG5jy0tz1oiyJiY3R3L8l+TaRPKlwPK2ObO5+3FNzSS+SKqNEO6WRru2T48JIWmf7yiP3IXA5UKaO5DkjrN8li0WseRaySadjW4rOyLHiHBoiyxPclN1WkM0oPYc3J2yMqaZn6j1K2oRGcFDtGjBJQlcmZJqUnRF0zJkj2bM71+Tpc2JQlc0h5t3uYMsHlSnVHVS6eDXY0KWN/3UOEe3uWSOmB4lJd7M0oTl9HBjSTRkyRkkNv8EJy4cRFjESexGTOpa9OSZ2Yv/wBchYYS/tkiHRQl/c0P9OfxND/Tp/EkT6LJH5QuhztWoofQdT/6EOjzqcbj8mONQR2jXnFWyVJUNoefFBbyMuaE0z1HCPIusnxQ+pnLk9WX5FkkLI1KyE21ui/C71wLfwUkic0ibuTZHkZY9KGUMXiuUQ+1asyfcyH3Ijx4dR/43pKCY8O+xg+xaZ5dsRSlu7O+S/kWXvg+5GOaaVbE+3nmQr7bZHIpcFp/9i35OdqJqhSp1I+r54O9LhnqRPViLLH8jnH8iyR+WerD5Y8kLdMWWIssbqz1kh5YSJqPwUztkdkmuBY5/KPTlvaOx/g9Js9LjcinFCkq3Q6ejlW5PLuObk9PkSooeiIxcmkiOJLnkUEvC0hsVUzaxaWWdyE1Y6LRaG7RKVIlNyKO3Sn+BI+ShJsjibIxUTn2VJoWWh5mxzYsr4IzdCkjuR3JfJLOkSyTbLflXsYVc0fBFSWRyiuRayQtMm82xi2IZEyUkyyxtnUfdqtY860MyQ7ZEWUmemxwf4Oxfg7I/geOD+D04npL8jxO9mQxfljxtcChL5RGDZ2s3XwbiiymOyULHBoSZ2scSnZ2NkYSRDGRThRGhDlFHqQ/I8uNX9Q88Phn9TH8EupVbIXUOSO9sqztSOxv4IQa0bG3OdGGCUSit71TrxWuRySbbJ5W3yPubshvyxvZopFaJmwpNfJCd+eFfQnXg02T2i9EMbEVpWjXngdx1m6iyXLZBpSRHjw6iaUaHrCbhwQn3q0Z99imuSrEkuERp2juolKT+SEmdyO89RM74yVN7jSa+pqyc320dxSpOySO1r5L8GhWNC07q4FlT2ZFrShqloq0Yyxxt7ksUeaPSR6MebPSiPGj040PGkuBY4VyScUtiOVrg9WX5HlkPIxZJL5Flkd8mepIU5t0jukhTd7CnJ/JOciM5fI5O7s75fk75/k7pfkXcyKdHbY4I7UvgUV+B44v4OxHYvwdi7roUEKCTFWlDoS28NvY7mOb/J3S/JbfLYkV7FPzw/efBFrvrwlp8Ek22dp2iQ9bOoaeR1qtGyHjOCkj0XHSM2hTQlBolGFFI7b+RdPKStM9CR6UhwyL4H3Ic5IjkZ3nehTO87kzY2qhRivgqP4Kh/6o7YfhHbH8H0/g2Xwdx3s75Dkzd/B2T/B6WT8MWGbH00klbRDCl8ixJfJUUWju1eOUkQxRiQ2elacj8aENVEzyXBLFGrNkJpW2Rp2/Fm1GL7vJK2iCSivBsyzT0SbJMbI+deOFUtc19oxGGalFaszyuT8YTlF7DzQa+pDwYcj2kLpH8SslhmvgUaJpFOjE2rT12ZSG0Tew2JndZJt8abl6WNqxFeClJNMhnd7o74HKKbN60+BUxccGw7FG0cHbvd6NoyZlVJjlZuUXRZT0r5FrdiQ6vbyhjk+SMElpS8aLXhWrLde1fkta8rrzxyakfAoVLuPjWQtHFDiVq2b6Z67tF4Y15+kpIlhaKaYmyTdFibMUqxsnKhZGep/I5ncvwhSj/wCpeN/CEsX4GsX4OzEz08YseM7IfkUMf5HGBURRgdsCoFQPpLh+C4fg70d4sh6jFJ2ZZbRE3ZbJSaRBuTKFGyGGNbkkktUXo0VZJNUJFFDRFGR0jK/qG/p8XYtL0i2mhO1fjF0zFNNeEuCWzei4HY4si3XlWjWuLH3MiqWlmV7FWUdPs/DNCnfhf8aMV3sYo1FXo4RfwjJgxSdPZj6JfEifSzW6PTmvglBpbo3Qmjsk/wCEZHVmzW5fi1q1ei8u+qMedcM74vgu1om0LkQx8Ccr3JNcCfatyWZXSJTbfOrqhNobvVeT8GRi38EMdDVCQ9a0vSvFedewn+0x/chcC8H4selob0zcjF4Y/OA0diOxE8a7WMTMLuBODscZL4O1/gpm+u5bE2Wy2WyyxMstm/ikztd8ChL/ANT05fgjjM3wLnT00yMEihEOES1TOVq20S7nJfjWitMpm2kX5qtUQ+1eSbMXdSt3q+CTtvTHjtWLFFOztX4JxSi6Q+fNlblGGNK9ZTV1Zl4K0w/d4Z02hRZT0rSraMOJLdrfweO5XelEkkh5ldOJKal/ahwO1k8TatDhJc+V68CFRavdDoVG3wSutkL+UKK+BS7XyLO3tQncUJyFvo6LQ2rJ5YxJZHJ6J7eNPVFm+j4FpwURi3sLF+SkkIel+d6LwXufNed76b+7jf1oS8ZCZerY2N+GeqQ1XjFbecfCfDHy9OmexMW4ooUYv4RLHC+Eelj/AAehjH08Gz+miLpkLpItD6Ff+zP6Ffln9BH/AN2f0EP/AGZ/Qx/LI9HD5F0WM/o8Qukxo/pcX4I4MS/sPRxriCJQxpfah9vwUSQzJuLkXwLVEOCWq8HJEfLOzI7k9H7KIfavKEW2RVJI2Wk3UWW2ymY/tXhlTUvPZpFIRDZaM7E3Zl4KK3Ma317kZFcX4qNkMSVMXnm+1lMYlI7LPTZPCZMDT2K8KTGJp8Fa3bGONojFrR1oyLFOSe7IZa5I1NWhuthyVk8kLMmX4ibsdp14Vp8cjPjShatWjgpMZCDkQh2jHFV4MXsJ+T/d8eDMe00xTUkq8LJSQhyo70PId45WWNv8lvTJG0X4J/ULzj4T+1jW7KMKpDIrfS/FJsjHVa2hPfzys+UWh8GS6JEeReMZUOdjvS99LG0N2Y34s6hDjcjsiuR86JLzRidxRXgkYb7vDIriNEYkePDJBSRKLjqkUVpQiEr8MroidpBaNo7fqslwNaUUY0uRNexPga3EhUkJaUOKb4MmBfBPC0rHpuMSovfSnWl7fz476b2UmKS4+SMmiWSEY78ksrfwPTjV8m2iVFWJVw/DjwqxRYsYopIW5Srdl29b0p/u1V6t6V417F6d8vhiyzXyY8vehOXd/BlbsjOhZqHkbO5jYi/GW8WPnwxx3F4LT5F4TexPnTF9ukXRel6IRCNLyk38aLnxWmXgW71yJ0SFyLwQmizuFIcj1tqO5sYyMpxfBF2vHqL2KJIld+ylZh+0WqQ3Rj5E9Z8HyJkXqhoyY1JDVFFFFeCbQsr+T1UPKhu2JiZDgVDSLJcaUJHaiCVDghJr588j2K3ER4Ftoxj3+BoliTMjcdhFWm70S0RytK0qyl4cFb3R3JOmy7Hb13Y0VouStbZuKvnSKK1jBsjChJacMb1dLVvRK/Jql7Da8qF7Nj91iKQm0LK6Jzta2O6287LJqpPwxa0VqxMssskrRLkox/bo61sTLIvcWt0OaHMtsVkefGyzM9hSG9MnBIREsb1WtklYoty5IprXK2jpnJxd+OWnEqySZJb+NFNixtixP8CwyTILtVCfhRF0KVimx5CU7WsZCerlsd3cTW4vejkRafyNplpDmtL0sjKhSWl6pT7t3sOVHeiUlLglSO+KFlierEeRIeWI5oeWKJZMb3TG4/kl2HbA9Nv4HhkejI9Jo7GkRxTatIcJfg9NnpyYsbFiFhu00PDKPwLC6Filf1Dwz7tuB9O3vryUJtKq1ofb4VouBJiWijZHGvkpLgsejFerFqtN9El4WV5fJf7avfXtZVY0JNkcf5FFLzoXgyXL0xfbpWm96JaIjkoWVEszHkbLeliZZDJfi3Rkmn4ZeCTELxs7i/BPbXJGzBcRNUWiUhyLJwrdElabJRdixyfwR6eT4Qukmf0yXyiOHH8s9PCi8a4ieqviKHO+fYTo75HqMu/BToU7LO/+CUnpQh38aUV7S2LeiRXgpHfud4pikX4OkOmSxxkOLT0Q2zuv5JPwRCfaQmpDi0tjtO1Gy2K/goa4KPgRyVYkhRT2HS2R6JLC/g9GVCxRoWFHpI9GI8aZ6UT0onpRZ6UUPDGSFhR6MfkWKNbI7ESUOBCew2zul8ne2d7FN0d7Q5sU2Jyb8Phi9hPRLWtWvFoW2teDVFFPw5EPWvcUrEh+KWrRKBGIosSeuxt7DJcvTFdarSvaQnpFC8GZIpi0SMv2kiKF5LxuhTaO87zuFNo72dx3HeRkmiSx0RWNfB3xXEUPKx5GWy2WXonuLwa8GLVOlpWne0eo2i5MSXih+zT1b1Wr1toUj1aI5rPUS5PUiOVs2Edqa3Rkw0m1ozgZTL8La4ZjyyFKMkjhjoVEq+EKV/B8COFZGm3RxtpXzrZXLsp1dHeuPCitPkrShTUfknO+Gci1b8e0WMUaN9b8bKWtaPxfgxeKH7F+0i/ChpDIrwrxelCdM7iyzuL9lk+Xpi41RXsV5KRGfgyataItmT7SRFi39qx6WWxeVlllll+NCQhC8XwWJieiGq8KQtL993tpQhibLdnPhfhRtpyyJ3lk8aluOO5JJaOxbPcbGJlNi2O9xIZ48MX1O721rRUNaUNadm1iVNlFpEmm6s9OKd3o9NzfRaMlKvkat22Ulp8jsfjVuiGOvF34Jbj131bKb91/ukMoSr9svBk/uEYuBKztK0teNofsWRy0LLH8jyR/J6lsekUNGT7WS5ER95CovwbL1Yn5IRW+m2laMfgqrRtl+FabV4Xova3I14WXXnYilwPbYViYtESSd0jJjfwPYbN2JXolon/GsZyjwyGZPZvS9itWU9KoTsUr+BP4oq2NU9L38EVvpLIkSm5C8XpRVFChYo0vF6tC0283+yXmtd/FeDK0fhfk/afsz+5iMb2ItV+zrVM7k46JstmR7MfIiPsX7te2iiN2Vq/FCfihavwa8H7b0krQuNVrejdlliFsI30qtxksSY8M29lY8M0uBYHy0ejNvg9Bnos/p57MeCQsUvwPp3XJ6El8kFKqYrLdG42Rdl7C0c6dJFP4FXyf/YjcVFXo3Ws5VtY7b8ktGh6RhuJJLyde3Xinfje5bvRNeNeT8r8UxLc29h6Nfs7p+OSu50O7MbtEeNL9lIooooooer0uhCLJjERKeteHz7z440oqn4oSZUrFot9Xp273qkhIoa0Wwiy/Nrx58mvF6VvotXuVWw0LnShC1sei1tXWnxrS1Ze2ltiUWNU+dE73Q7sf/Wu7I6OqFwUccjlvwVaqx4kxYklVnoxYsMUthYUkeij0kj0j0kPGejBWyOOmUV7VaO/hC1tac+C96t/fVDRfjz+0oor5vxorSXJRDYgX7S0rxfjRFaN0ibtD50gNtlCQ0KI4+VapXo68q0ooorVeN+wtJarWxfs0baX4XpY34RvReDi7Ts3G3fHghsQ9FdlDdHOn3HaU9E2XSY5b8G4t3Q4uzdMV1/J/2WXooWdpWlarRbjG2+BRte+n4V7teVqtK0rR/sa0Q1Wr0Q/GvbrR6z50hwLzvwT835LRpMmh8iIcla0PSvYjsx8ledeFebRXhRQvCWqfgheavyvfWvBFD0b1elO9K0Qi/F6rw30SoqTJKvkTSNudFTjux6LSnV0KKR2pcCbSKt6NnIkPgSZTaFYta120ocSnpsP2n7de9Xs0xFHH7dWnopb8FaUV5Pwoyc6QFp8CfitUxMsvSxvzrWSVMfOmPnSlo/aXnXhXjWq1ZevzqtX4XqhIrV6PS/DnS/DYfk78LKK1vX6r5EPT4YvF3ZwWzuaLvkStHyfwjdDbb0qnpbqkKTY3ZWx8FlWJUOxSvbS2XYkIt1RWqorSxvS9N7120+Nfn9q3fuPZaW0bvd+5t7la1qhcj9rJzpEilXgvZQmWN7+a8MuuLkofg69m/wBihIooaHHyWlD8rER8nqt/NqvF2naOdKFYxLxW+i1RY3otaVXfhWjt7lEH8MfI75QnZVITS5HpToirWw4tPRSbdJDSKQqumOjjRaWxMUq9x/sK/Ypa15V+3oVeC9699MmkRFaV7K1fkytiiiijJojF9y0aGq1a8H71rjx51WtjGOxcF6LSMqGy/JISFerHpXtfAr8GJeNkqWtP8iu/4NiihKnpVlDWj1b/AAUQkm6extXhSElY9EOLu9IxbfI04s7kvkcmVa3Fa0W+lrVMQ9hS2E9roTZ3HdsWd38HcNiaY/4FZuPxv2qfsXvXnv4u796v2N7+Kfmx/HnNFEV7VFCiUUUNFHaxIoplaLVk47FaYvuQkyhoURoY0UOLu/cr32ND8KrStH4MRHkSWlDWr0fhY15XqmRVjenxoh+bpaK/kWy5L1as48O1XeliopacHJ3xuvkTQyhNo+97MRHRci+fH4H9pDgXB8oYxcvwf2DEfOvwLRj1+X5/JLhezEfi/jVaPxWr4FwvH48Pn2H+zZ8eL40jqvNaLweiFoxD0ekiXA+dMX3rwZIenwPVkdH4/AvFfcLVfJHjRafAx+w/CXxqiPAvBktXrIjyS51Z8+D4I6r2FrDknyLwjvB6rWPJPkfK1lp/ciPDPk/BIj95/8QAPBEAAgIBAwMCBQMDAwMDBAMBAAECEQMQEiEEIDETQQUiMDJRFEBhM1BxI0JgFVJwJICBNENicgZTkTX/2gAIAQMBAT8A1ssTExMsv/zO2WWX+3sTLLFIv/zBZZuNxZZf76yyyy9LLLL0vuv/AMmNllljfZfZfYhL91ZZelll9t/+SbLLLLLLL7LL+gkJdtl/trL1sv8A8kWXpell6WWXpZZf0lES7dyN1iX7a/oWX/zZll/8PsssssvsvW++hREuxyoc0bpS8Ch+RL6CkX+1vuv/AJjY/wC/39Gy+yyyyyyy/wBgkJa2WSyJCc5eERxfkSS+klRKdOmby/3Nif8Aab/sblRvFP8AsTLLE/73f17L/Z0JFa2ORLKhepPwuCOFLl8sS+pQ4qS5RPp+bi6G5QdSiyORCl+5T/Z2WX+0X9iknrHx/YX/AGVyN4paWX+wv99f0EhLscjdZJsxYY/c+WV9Zi0cUyfTRfMXTJRyY/KsjkTFIv8Ab3pf1L+lf9zpFL+x1/Y341S7bLL1sssvuv6l9r7b0sv6aQoi0sc0Sy+yFiyz5bpHpqCJEPC+uxdlE8EJe1E8eXHyluRDKn/Apid/trLLL/aX33/zO9bLL0vSyy9LL/Y322WWPvv6SRtFo5UOZLLfCI4ck+ZOkQxQh4WkyXsR8fsF35MMJ+UPBKP2u0bnF01Qpif9hv61l/sL/f3/AH++6y/7JZZf7BIS1sc0Obk6irZHBOX3shihDwuyZLyheP2C+jKEZeUT6Vp3jl/8MblDiSaIzTE1/aL+nel/2Oyy9b/49Zf7ujaLRslOjfKXEVZHp2+ZsjCMVwu6RPyheO6vo19RpMn06buLpkvUx/dG1+URypil/frLL+nf0b0sssvW/wB7Zf077b7r/Z3/AHBIUdWxzo+ef2oh0/vN2KKXhfQkT+6Iu2v3FGbBF/MuGJNCmhSL/vNll62XpZZel62XpZetl6WWWWXrZZZel/s777LLLLLL0vS9L1ssv9tf0r/sqQlq5Esqo3ZJ8RRj6f3k7EkvpSGrkhaUV+7yfaVwiWKE1yieHJHmDtCyNOmmmKYnf97vWyy9LL7b1svsvsssvS9LLLL0v9jZZZZZZZZell6X2WXpel/ur/tSRWljmh5OSVswYU3ufIopfUoor99PwewtJQjLyiXTtfY//hm6UOJKhTE7/wCL2WWWL9rZf0r1sv8A4PRWljmOZHFkn54RDBCPNWya8mD7fqUV/YJeGLx2uKflEunXmLoe+H3L/wCSORMTv/gW1m1mxji/2i/tFMplMr+/VrY5m6yOGcvLpEMUI+FoyfuYftX9tl4F476J4IS/h/wOGSH8ojksT/t9a0UUUUUUUUUUUUJC1Y1pRRtNpRRtNptNpsNhsNpsNgoGwURRNpRtKKKKKKKKNpRtHE2m02Gw2m02m02m02m02m02m02m02lFCQlq0NdlFFaVpRRWtFFFf2mtbSHM3Nukm2RwSf3OiGOMPC7GT8Mxfav7xPHGXlDxyi+HYpu6aE/7BRRRX0aKKK+shav6tlliZZYmL9q2Xrf1kLVj+pXdX9oWjdEshKbfhGLA5czIwjFUlXcyfgx8RX95fklFOYlT7XKj1P4Yslm43DlRZuNxuN38Ms3fwzd/DN38M3fwzd/DN38MTv2Y3Qp37M3fwzd/DNy/DL/hm7+GX/DNy/DN38M3L8M3fwzd/DN38M3fwzd/DN38M3fwzfz4ZJ0rN/8ADN/8M3/wzf8Awzf/AAzd/DN/8M3fwxz/AIZv/wDxZuf4Zuf4YpP8M3P8Mt/hm6X/AGsuX/aXK/tF41YypeyEpfg+b8Hzfg5/Bz+Dn8HP4OTn8HP4OTk5OfwXL8Fy/AmL9q7Ofwc/g5OTnTk5OTk57HpYhasb+tX9tk6RKTbPdmNEPHezJwiH2r+8vyV8xXL7KErZGKSopFIpFIpFIpFIpFIpFIpFIooorkopFaUVpx3cdtdlFFFFFFFFFFFFFaLVkhfsl+0Z791Fa12UUUMQu6ta0ooor6FFFFFFFFFFFG02m02m02m0cRRNptNptNhsNpsNhsNh6Z6Z6Z6Z6ZLG64Yr7JK0V8w7tmIiuPoOKf8Aen5Pcr5uxkfIv7wtWSF+yX7Ri/YsQv70/BLzqxs/3EjAuf8Agnuf7ux+CPn+8rV/tI/tH+zQv73Lzoxj9j/cSXJhXP8AwWnfY/BHz/eVq/2i/aP9mhf3uXnR6Vye7PcxKv8AhLIrn+8rV/tF+yY/2q/vb86PTmxJ7mLGJV/zaiiiiiiiiiiijaVrRtNptNpRRRRRRRRRRRRRtFESKKK+tRQ0bSv2NG0S1a/u7H50oURR/wCbV+/rSiv3dFFFFFFaUUUVpRRRXdRX9rsssssssss3Detf+wNL/wBg1f8An+tK7K/4PX/jav8Ajdf+J6/9gdf8hr/zel+3r/zZX7qv/YLX/mev/ZHRX/sFor/2DV/5aor/AM4qEmLBJoXT/wAiwQ9//PVlm4svReSH2r/zxZZuGzc+9eSH2rvvSyy//M1lo3I3Fjf1YVaI+PqWzc0bxTN6FNFl/wDlm0OSQ5m83sb/AGUfJDxyvoqy+ytJtpMWbK+VBkeopfNaIztWmKbFMWRG5Fr/AMmWWWjejeb2bmOTLetm43m5vwIvW/qRfJDwuytb+jO2uGLJlXlJkpSl5hFiSSVKu22KbR6jPUYsh6iN6E0X/wCP7NyN6HM3m5lst9tljY2yy9EJ9t/RvSHkVKCI5ZPJXsIbX1aKK7WxacnPYrLYmyyyxMtG5G5fk3r8m9G9G9G5G9G5G9G9G9G9fk3o3o3o3o3xPUiepE3xPUiepE9WP5PUj+T1InqRN6N6N6NyNyNyNyNyNxuNxZZZZZZZZuLNxuNxuN5vFIx4HOKdn6SX5R+kl+T9JP8AKP0cvyjLD03TZuLLLNxuNxuNxuNyo3m9G83nqHqG83m83m9G5G5Dkjcb0bzebkOQ5o3o3o3o3o3o9RG9G83m9CkjebjcbzebzcbjcbkbkbkbkbkQ+eSij9LM/S5BdLM/Sz/gnglCLbo3xN6PUR6iPUR6sT1Eb0b0b0b0b0epE3o3o3o3o3o3o3o3I3I3o3o3o3xN6N6N8fyepE3x/JvRvj+T1Im9HqRN6N6N6N6N6N6NyNyNyNyN6NyNyNyNyN6NyNyNyLHNI3m9jk2Wx9lllljZerY2WiyyxNiZffZZfdC7I24qyEafgoosstll6Rsba9y9L+nfbEoo2sURRFAhjRngl4HaG2bmWy2Wy2bmOTN7PUN5vN5vPVPVPVR6iFkRbY3yWbWbWNyR6gsqPV5FM3oUzebiyxM5LLLLN1Dkbxzo9U9ZCyoU0yxsTbGpHzo6GTlhV9vxDmZB1xZvZuZuZvaN5vY8rPVZ6x6zFkbFuFfuNm2Q9yN7PVZ6p6opm83kGpPljUUxqNeSyzcbjcOZ6g8p6rFlkJyYlMUqfI2NSG5oeSSFmZ68mLMxZRTbNzNxuLLLLGzo/wCqhdnVusMh5OTexNsqRtYiiSY5UeoeozfZuLLLLL1scmbjcbjeb0bz1D1Deb2Js5KaHITZbHMeRDzCy8EcjPUPUZ6jN56jPUPVdnqHqCmJiMcUSgvwOCNiHA2k1Ss9RNnqIcz1DebxTNxY5I9RexuOWUytGJm4WRfk9SP5PUiepE9WJvRuRvRuL0svXG+UR+1EPLsfn6CdftMaKKEtEJEVRl8EkMYn2NFMa7tpsHAeORtkXNe4v5Fj97NjQ96Hln4aKb/B6chY2LFIeNo2SQkxLRFO9L0asSZRRQ4GweM9J/k2SRU/yVdI2D3xFvZ0UWsfb1/3kOWUNW0UUzazYenZ6R6R6TPTaEp/kW73Y05ITa4sak15NkmekekemKBtKPAm9aGUbTYbB47PSZ6chRkvce/2YlbTY7fhnz/kccj9x45HonpHpHpCgbSiu1x4dHR/1Ii7OrV4pIeJps9NlSRc6FGT5ZsJJ1x5Kn7jhJnps2M2G3Sitbda1pT0aKZTNkmbJ+6FF/gX+B5GqqBcmbWyWOlZbXKG5spm02lFEV28lMqRUiEWQi2RjTMaJ8laUUZl8jNjFEorsbdj3vwOMxRkbBSgjfH8G5+0SpP2JY8j9imuH5G5fgakKEmjZMeNihSFBs2MUWJFFFFa4q3IjTj9J/Ur6GIorVCEzKSGNFa2WXokhpFG02ldrQxZ2uGhdRD3tCzY34kZXF0J91aVoijaJFFG02lCQoDjRtHEcaotpm/8oc4kEdKqxrt69LeY1ybRRHA2m0cTaOJTNr/BtZtZJMUuOVRGLbbo2sUWbWbWbWKDNhsZsZtf4NjNjNjHF/gUGzYzYzYzaUUbWOLFGUbtG2TfgUTabTYbH+DazazYzYzabTYKA4/hG0lFnS36kRdnUK8chxNo4jRuRcn7UKLNrKNptNpsZsNrKKHESZRtNrNpRtFEaNqZRQ0UJKy0PLH25JZXX2iuvppIeqEiDaEY/I0NFFFGTiLGUUUUUUil2xxQXJUV+DdBe6HnxL/cfqcb8EpbndFMUBRKKRS+ni+9C7nrWlfs8LKKK0WiJklwUSQ2biy9Ur+jSGiihxNh6a/AkJCWtdtC+rlz7JUo2evN/wCxks9eYsWa/wDaxZWq+Vi6hrzE6Ke/CpdvXQuRCFP6CRRWtG1FIaKKEuBd68UVWlG0oaRQ0UVqjaJCgUUUNd1as6ZfOhdnUP8A02PSiiiijNm9Ni6r/wDFj6mv9rP1cPwz9ZH/ALWfqo/9rP1cPwxdTFtKn9GivoVY4m0ofa9a+hCNoihIxLkoa7Mv2sf02c/kdsUELDTFiFGiv2GH7kQ8LV/u8OlaoWkkmhokhqzIql3WL6F9qiUVrRRQ0VrX1qTzP/Ak/mvgzxvDd2Y4XHGLEqSM8VGHg+Gprp129VG2Jdq1Q+1CQolFKuSitGUVpTqxaRi5HjgpiiSWjWntokKKWlaPS6H9FIwL5125/wCmx+e/Mk88UKNZGqpUTinjlzZhheNce56KcZL3ZnioYrZgxt41tXkzLZniLx+xrsf1/cwr5SMeTbRj86NFa5ftY/rJfsFFsWLI/wDaz0pr2Nr/AAYV86EqXBWi/d4V2pC0kUSimbTN9z/ZrzrX7ejJDKp7oUKXVe8EOXUV9iHPqkuII39Sne1En1E4tSij4dGUcK3dvUK2ica7brWJJLtoSRQxliWlXotPbVEhsQ7KelDsoQhdr+lFWYI1Nduf7GPz354ZFkUoKyOTql5xoeXOv/tDy50vlxCy9Qqbxk8nUZIyjLHwzHlz4oqKxtjWXLlUpRoS4/asf1kYV8iIrSEdXrm+x/XRX1YxbI4YryRikOSXs2R5XgcYtVQsMU7SFKKRvFIbtfS5v6N/Qw9q1erR1Ealrf7BXu/c33pHTfZ251yjIvoKxrsQq0sasaodiToaYkyhaUUUIbGzcXoyu19j0f0YLkxcyXb1C/02x99aUUbUUv3EvH1HqjBzERRHR2Na5/sf1130V2qNs2VSRGNLShaeo26QkyUZPxwY4NLl2KP0FyX+yw+fovRo6r7l9au1Plft7LL0tDaLLT0R0rWztzXaMi40rug6JO3rfanYyiMuKHqkcCoa5ENa0LVacFlkfJRQly7JpJCdq/pY/JiXK7epdYm2PLFM9aP5PVh+T1I/k9SJ6sB5Ynqx/J6sfyLJF+56kfyerE9SJ6kTejehTiy0bkbkWWX9afj6Ci/odMv9NaIWtDWmb7GPz9ZFFd9FFFGJKiXCI5LYmWJsdkY09KEItsvSy9LLL7rL+ngfzV2LsoejR1a+ZfWt9q8/VoX0Gy22bq8s3G9m43MsRZZ0f9PtzGTx2VqhQs2pDiPG2KCReibt3oj5rVeBoWtaVomPyJ3EplCWj0plUirNr/AopCrsk7R47a1rTEuTGql2OcUZpqcHEywZs/g217FIaKNptQ0XRZZZbLaLYnRb/JYnXuRmbkSbFN+DFG1bMiafAn3Psy8L6Dlxx9Dp/wCmhCEVoxjM/wBktaX1EV3bkb0b0eqvwyM93sPJT4Rgm5G1CgrKERQkOLfgjFlC0ssvtrihLVJsaa1v6eB1L6D1Z1b+f9mv20heRpaeDyNUWXpydDbxduUy1XfREZWriPt9hFDF2PRG6i7KHohsqTIxURssURoQ1xrXHek2bGY4tMi1aNy/OmWe1DdvSUUOKQ4RbtoyY67ZfUSdEYu/ImcWQyOJKW4XZRQ1pWmXxor+qvJgrYtELsaGjqGlBj+tHz9CkUtH4GYZ7ZEJKSVFCibBQZsFEUSiu3z9BTaVEpWvH1sH3rStV2PRnURVm1HpqzYbD0z0z02bBRa8/Sj+2kLR6IktIYnI/TK/IumSZhXpqkQnfZlJxtHpm1DQmn2ew2N9lWbDbXYlo2J6vS+R+BpspLtS0RxpuGmyO7snxFmHldlF80IQpFlkJuzNUnaIprRxJRJJj+2h+eyf04o5E37i05QmJi+jl8fXjFtmBVBauaieobmJv3JMskk1yZcCq0NU/qx86v6DHpi6h4zH1mOdW6ZGUX7oik+EYemXmSJ4sah4JQafgorXavwUjajaikUUUikUiikUjajaiS5KVIpFIopFFaJCiY48kZCQ+FZvt8FkWUPszRTNg1X7GPkWtFfRQu+a4EUN6LyNpkI2xWqVCTEpe4kRkQdxTGOcV7k5xk6FDcqUT9Blau0jN0ebHy1aJceRRSeqGvlOdKKKKrR0UVolo7ELVnLZEkU2KLNvBFRrwOmVXZRtrS+Rcm0jAzLhmDx2MUeOCEZVyRiSiQ3e5RGLT5ZVo2jiOJROJkpRH57JfQRsf4Nj/AolG1UyKbd6tEPCF9HMtK+pCFsx40kuCKrV+WRVlaMUUMatGeKUvqx897yo9VClZvQp22iuSiXgumYsk96Vs+HdPtgpy8stIW2R6MJKmiXRp/az9Hl/BLppryLDX7Cb5F9CCKsiiJCVGS74EkvbXG3VMlqzJ5GiSbZWtfVj5+svoT8CojFNnowa8GWG18C0wtbqIQQ4m02iikY/BmyUJ6dJm9OUlLwLLKT8cDmmuTqunUHuTtMqtULwbESghJUUWVZQ4vWtENkeWPhlaNGxl0cMUqNzLbLYrsosQqEOUV5HPH7sWx+BOhsjKNcGT7WdP47KIoS1UTaKDZDp24conga9hwY4McTLUfJlybvGqdjJD15NrKFBiTTFNbSU01VCbIr3Gkc2VqkLsej1y+PrdPFUIWtciWrK0Znacu598fK7peBm0i+KGQ1yWlxp0ivLGzp4J4Ic+xPFNy+5kY0lzbI2hFmaqJX+wn5E/oY+TaIQhrsxol2ZENlD/YRXdX0F9CY2xGFmeb3G7nSM2mmdPljOq8m0p6RjZXBkhuYsdI2Mww+eIo0h4lN0/B1eGMMLY9UblFWx9UrdEcm8SYyWShZZJoU0SyR8WSyq6N87IcxTJSSIzijNJqXkhlmn5IzUkmOdks8lLhEM87Vsdk5/MzfNe4qq7Q5px4aPVnflEMttWxTgvMkZM0VHyPLL2ZhySbabHkUfJ+op+DJkc42i2vJiyRhFizRZlyUhZH4RGbcGmYPD7UxSPURuTXkgrFBmDBFLdIeWKaQ8sJWrRkqDurR62OXlE5Y34idXglJbosquxktK0xJNNUUnGkV8whDQvOiY7oUl2IS73pm8fWwZKdCYtEODEmKLZj6dzP0sfaRlxbfJklGKbvgy9Ru4iP6F9sPOr1fjWy2yHgWk/GnSyqaZ8NyxzYUr5RLGjxaSIpiToSVGbIm6Xguv2GQg/oQlTFJCERReqFwiXZk8aN62q89j+kvP1kVrRRRRNEmkX8tmCRl5bHevQwWODk42yE1JXRFquUSiiyyUdenUXkV0XwKST58HxDqllqEfC0WuVXAkn+THk9N3dj6jJLxJohmkk7lZw3aJzcKXsOcpcnD5vkpN2SlVoh1UVBLaPK5tlslksjVMWSlwx5JfkUr5FxKxdTHwSp82eqlkS0WWrVMjXgquRzo3Kfy0SW1GDJFN7uDNKE62sp2QklCm+TJNGKScEhtx8ClugTfhGJt42zplcWUNNFFapCMD+ZIguUdQ86cVjjx7mODdWZMU5Ok6RmxOOJJeEWStrgSlXkzw2zequxj7MTo5UmN3PRD0i3fIqH4Mf3PgUr19iPjV9ntpm+rWkc04qkzE3KCb1UmKKMWOK5PUStWcuVmWLkmjrMeyP0WJ9uPzpToesvB/nStMa4Ylpk8aYfuOh62fTzTT4Om+I9L1CS3pS/DHGN2h0mPJFK20kZusgk1CXJHJa5Y58/sJmO6d/RTaMc22kbUR7r7M0qQ5jeidlS8mMej+kvIl9WPkXc0TRPyKXymGaTMuS2yTpCI/cjFFPFD/AAKCFElfY4oyXFCk0/IuqypJbifU5ZqnLu2KUWTg06Y4Km0yDTTKiJuvI5KXDQpqKSZLJcuERm0huTbEQ2qBllzwJquSl+Tb8pOVC8eRuP5G9Nq8ifhD/ktEn+C2/Y3ulSJPI350j5P5H5OGQVeDlolJ2RjKc0rIw2Y2qOn+1/5+jhrejH5QknQoDgn5OrqGOr86xTbpHVu8stUMei0xeCV8lfOIQ9IEeR1RD3ZXF2IvloQvHZDFKb4Ri6OL+5NnWdN6LTjdCeme3X10jCmoLREVyJ0RS2KyOOndsquaG0fEXHwvovux1uV90/D1b0x+Hrk0wvkTolkkpWm0Y/i3W41Uc0jpvivXZZqMsvA8mSa+aTYiEmibuv2EyC4+li+5C7F2vTqPHZHyzdRidsejPf6MfPdXfTIp39CSu0ZeFY3ULMUrJHlCEdB1EZY1CT5RwInXi+yjP9FHV0na04o4ryXqkl7dl8C13G1c22K+3eOdqq0Tpik2/BjxpmTGqGqFKvBb1ToU5p+Rs6Z/6kTK04Ojp/tfYx5YL3I5Iy8PXD96IsxZ68+CObHXkyZ8aXDOsz38z8EcuOX2yRFW/Jn6qGKLUX8xKTk7b7H2xybVSN41FuxTSIjLManYrE+HZFcMSe0QlyJC8aYsM8jqKMXQQup8v+CHQbYJRSRlg8VqXBWLPH05E/h/L2S//wBM3SZ8SuUePyZfH14+TF9q1icGPLXDFK/A2ZJRidbyr+vDz3T+19iRFca5XUdMOkvuenw6N5CmtExtrx+wyEV9LH9yF4+hWvUeOxLlkvJhTTY/qLyLsrs41vRefoZGZeUVcDEobSfkkLxom4u0zH1+WMafI/iWZqlwdFOU3Jt2+3qH3X2dY/AkbGNft8fk2UrQ42mTKFrGA4jVHT/1Ikk6Z0/2v/OrMjdcEcUX5HDa7RFiMP3LS2jcyz4hNRxckZe6Hkn/ANzHb7X40ffDlElQvcjJRRdoilTFB0XS1XKQtISnH7W0dD6vHHkySe38Oh4YcubZHF07ScE017keng1dk+kbTp2j4jg9KfC+vHyYvtWsWloxZJRfkfUSZKbZ1b+Su919CHnuyfb2x8a5laKMK5ek/L0+HpqVoX8/s8pBu/pY/uRHwvp9R9vYly2bHZBy8Psf0V5F9VefoTSpmU/2mP7v4JcsklRHx2/D+d2ieudWu3JlojvlzZCb8MsukdXK6oxoexx8E491aq2xxa+giOOUhYkj0b8IyYZIinFkZtxRNtIk7bEtY8sxxoyRRkVM6Z1liTk6dHT+NWNWJEopi4ImH7tXp8U/pR/yY1x9B/Qx+CV6cUKheB2oj+0R7ifCF406eDnkiqMOCGOCZm6jFDy7Zl6n1PEOCGRLymjFlxeN5B7l8rR8YwbsLnStD+tHloxVsWi7+rvb9eHnuycR0WsfGuRcFGHxpPzp8Prdpeikn9Va5CC4v6UPuRBcfRenUfb2pfRa7V5Qn9GuxLkXfJIzR4Z/sMcvmSoldkvBAa4TGLT4c+ZdudOuyToy8yRGEl7m1qXOi8I6xcoxcUVxdGQcSmbX22YUvNEoprwSVPvxYdxgwxvkWCH/AGnpQ9kdTiuPCJRMcq8k/mRPHJPsTpmKe6I2kZZXIwfejJ9p032vVjdCHpExfd2/FH/pRMf2jXcx9sYOTHhdjwNLyQhtRKhS+VivRfaxy4Q/AtEIR0Eq6iLOq6yc8jhCVJE8somLNuXJLMl4R60mzFny42pRlR1XXQz9Dk9pEvP1oLlGNVFaIXd1f2/VWkPPdl+3Rax8a5NMQyXnT4bxPsX7DL5RB8fSx/chO19PP9vbHxo9H9JC8dtartsXbWk0NWmNNRoxRlvTZLzY/Bjb5H4HpR8P8y7c3jsZlVNMjki15HNOQhHVv7RMhbj5JDSK0cUSi1rRhraXRk5k9FrGO50ehFR8GKPBCNEfGk42ZcStnhlPh+xSMsI+V2YbRLwTjtlR0v8AVidRSXB0/wBpwOSRPL+Bzb8kJRcUTaRGdkOUYvPb8U/pox/atH2zZYlei5IYxRRRT0mL7WLRv5a09keCPk8iXGnS4Y7d+7klBrI2nwyeJtEMTVJksargXTu7tij7Mh0ik2m+GfEelhgktvh/TjAUEbELG7TTIZaSTE0yyI+3q/t+sjH51euT7Ri1j41yPTEMklbenw7zet/schD6UPKI1tX0rM/2arSPjRjGP6K8i8dt6WJl9nuRPfulo6Ylo4razH7jHr0WSEG9z9j9RD8ohNTVrXN47JGR260xY21uNpdGbK55GvZEVyh/JFDemPp3JWTg4tp6SRWlCk4jm2hlatWYEt4/FGJcWKRBlkmTTt2SjxIp1pPlPVHqW0yLeWa/BlalNsxT2STJTUo2YPtY3Rkm29VJocmxMwTvgxee34rxjiY/tWjYpcj8azKFphjyYcO9mLpcXurFgxL/AGIeDF/2o6np1DleCcNyoUGlTKSXCFekU/c5Fdi+5aLxp02Vr5Wya+YVsXHkfhCuzbzYsixq2df1Tz5P/wAV40af0IR7oTaE0yPgfb1nhd9Mh02SXsPpJpW0PHIcGuzH3ZPt0iNi5F41ycvTF4H4L+Z6fD9V+xyeDH9KHlEPH0WUZ/t1WkfGj0Y/ooXbT7VpQqsXfJnHJxq3wITGISIYpPwhYZ0+DHknhlx4MWVTinplS26uyXESVuTNrZjjtgijJJpizt55w/knmjBW2YM0skLb0jTaMUUoo62KqLS0YytXGtWtYOmmY7yr5UL1FxxQozoqaTbZGeRpWhwm3xLwZITaI4LxTd8ok2l4LZ7En8z1jKLx17kX6WBya5lrja2GB8SJPgfnu6byzF57fikbwohCe02S/I8Uq5Z6P8npS45GlEuP5G1uJOxaYTBHbBEGtHNexKO+LizNjcJND51XKYiiheRckfGibTsx5bHyuDHDdW5onhjFfcinu/gbpHWdXJrZEf0YeREOnlONo/S5f+0/TZErcR4pLyhxYjFVcCXd1ft2ohglIx4YxQ5yj4JZJSVNiSvkfTwyLhHUYvTlWuLzo9UZft7ELxrlWmLwS8D8vT4fFtdjVfsMhjf0oeUQ8fSbM32vVaR0Yx6vSu5eO2y9aRWtciXHY5pHqCyF2S47GtaEjp8MXy0KMUqSKM+NP2MU5Yp17EJbopmXwPSyStEMVFK9cvlkIL18kjrOcj5PhUnlyrE3wZcDhPauTFie75rSISi0trM8VKHJ6Um+CWKdNqPg9xlFD8aJEl2fD51KUb8o28sjY435KVCT92SjY5LHCf8AJJJslGmPwNfMVp0qxuaU/B1WRTyVH7FwtcZi4TJPjv6byzF57fidrEv8kPs7cnnyPgvVmF1NGP5oR/FEY3L7BG2dtqh+OTJ07zOjPgngm4yLKvyxV2ITF41xupIT4EbrfI2ZZPYzqPu+lDyYcbkyE4xSRBqSKQ9nhpE8MJxaRPFKEqZijUREu3rPC7cGLc7ojGlQ0NDErMbo6mCnBuuSq86Yhj1Rm8dsfGuXzpi+0l4Hp8P8aof7DJ4IfSj5Ifavp5vsfbDxoxjG/ooj40r6O4sXkWrPJtK0aK092O6FovCIRtpEIbIpEZc1pkaM8Ko6WV40ZfA9K5HpQz2MplyuGeS9jLzJs+ETUOrg2TUZNOhQQkl4RJJnpxivlRmcMXTSfvIXL0SFFM9NlIrkkVo7MMpRnFpkXaTGW2JuqoflDOpmrpeTnSckeZapPVIgYvA1Y8b5fd0/lmJ/N2/E1eFf5IL5O3KuSh+dX4OgxLL1EVLwKGzitI2IlG6ZCk+T4hk35X/GkrIictxbLEJC8aoh4RNzXgWST9iN+5mtQOord9LFCUpUkYlkjFi3V4ZCWWPserPam4m6TkrTLlDnyZnKclLYyN0Lu6teOyEXKSRCChFIQ4ixksUX7Dx7VomdVhSe5LTFo+zN9vYheNcnkoxKokvA9Ph/26tNLS0KSNyNyNyLRZuRuLRZaLLLMnggbkbkbkWjcjci0KSN8RTV+TE7gu2+7Krg9VpAoelHpjjt+ivAi9XpZZYnZS0QtXFy4Rj6XlWPDEngvwTxuLPYa1kuBISEjBgdxkU6IRmpO/Ay227gdS/B0T8mVfKMYvI42kKFeSeVJ1FDmxZET5s+IrZmtIjc4mOGRSUknwfDuvzZJ7J8pCZekmkmdVneR17IjV6xJrjReSRXI0jaKPudPlaaTE00JfyJfmTGl5TZLJUWyfLb0ZMaIU46RimNU9MatlcGBNplDfA+yMbZjikY/JPLCHli6iLfki7WnX/01x7kcORxtRHhyR8xK1y8yZTSGU2IZ0uR480GhS3070j/AJKEdX1c8c9sGTk5NtjJCYm7LLVkWRYqrS0ZJ7fDOnyKcEUKIos6iSUOWZ/u+l0MkslEYcsTSZe7hFRaoW2L5JKMiEYppsy1vdFobXb1fns6aFO2iyMeLLf4FpJWhxpiMsd0KJx2yoxD7cvjsXlC8a5POkK2qiX2vReToPs8dt6Wzd+Sy2WxJm2R4LLEpMSY7RelvS2c67GzYzaxcMwf04/Tyt7WPRFENHpCDbIwUV4M8I3aGtHx57ULwKLfhDtEbY4tFEVbH0uSrolGXhLkePLHlxYmJWSRTsxYnkf8E+kg1wJODabMCXloUlZ7FmeFqzkjFydIfRvZd8k4uLpl8C8iF5OnyQ2RV8682NHVv5krOjntmZPsJzUR5JMjN7kKoQUpEYy6iX4iT6KSVqRJUSQvB8UjF7X7nRX68VToz9JLIqxqrOl6RYIxVC0bOqyqMKvlkrbIQfL0StFVdm5SSQ0kWJNlFW6Q8e1csd2Q3N8Ig3sRGTFIlIzOo2yXGjRJDFeiY/OmBXIcTGqQ0T8dsPJBE8vppijkyO+WLp81XtZ0uSUZbJCPThNK1Y9mNex6mOfHBk6WE74J9NkU6on0mSMbXJkg0+SmOLK0a4R0cIbrZGtpaZFqxzivcUnLwdZfrS1eieiVi4IypnqQoeeKXiyeWc/CoVmDO8bIZYTimmbiU4xVvwdV1HqT48Ik3J+PopHTYZOSkvYgNteFYuUVIlJR8kGTdJmSdEss5yqI8OXzY55MbqRCe5a9V5RtNrF5MctyRjjzySimPFkUlUuBKhkp/wArVHVQqVkOByLHrm8IrVC8a5E70xfaiX2vR2dAvkvWuNK0VtcjWsMZsf4NjJQUkOG0hjvyRxNonjcfYlGxqtUmKK2jTNrIwsxdPuQ+lhXBODhJoljTVowf00mvp5PtYyyOOMoRaHCnRixLix4YV4MkNr0wVt8DSqqM6UUSIY3IljaK7cUdzSfghCMY0jNjjOLZ8yZii3JWZY/O+DFBxe7aTm4wbaOmSaba8saXhqzqOnS+aJFjimOJghKMES3VwjL5On/po2Pd5KNvPkmuCMIwi21aZgj8zaN7o6iLu60hdvXHKpxd+5FqUU0QUW+WShFK1IlKrbM2TfNswSqaJ8YyMfUyUxdNCiPTpZVxwZIZM09q8IxpYoJOieRSjV8GXDGntTJ45oTOvV5oprg6TBghBOMFY8lZEkQinHdJpfjR2K/ydXOpqNaJteBsTdjkxMb+UoUWbbRF7X4JZG+JROL8GCLe+ShxGLbMD3Y0bX7CQoc2zrGlGKTM2PIseOdcOJu/J5FBM9OP4MqS8dvT/eSIeNMj4fbHyY/B1HsYvkSFJNGVJzi4+bIcRHNRuzI96p+BY4kMrh55RUJx3IldnWYadkY0bSWNDVH+1HTPEoJsXVQqlFmGW5WSjKyON+4uEdZgcrkhxa8plEtEJNnhIcn7Iq/JXbDJKDtMXVTq7Mmec/L7KNvZixOToXSJrzyZOmlB+DFj2RRHhnGilJqmOJ4M/UrcoozNyjaMMOLQt1eDMm/JitIsbMzTlrtMDcGYpKT7Gh415NlIYpGbGpxsap92d8JaqDYsRWs37aY/tRLwMR0P9MXZtPTiKCR6ab8CwJn6aIsbXsQjRtRNVIcUyESCaa4HBSXgydO0rJRXIoOz0/wiMGvJtooRFckMtJDnKS4RLHKXNDg4pGPx9PIriz05WxQd0zBj/wBNKvBs3ZGLFFe42ZZc0xmPLt8m7dDdZmm5MhilN8IxdPONE8DcvJk6V7eCSp1pixpY5SZ7mCLb4Irg2umjMoNV7kJ7aPUxvkxz3JDjadIwryq8CTfsThaoyLbNoVs5Rh6hxai/B6iozyuR0vMNfJP5UZc25VHwdNLyhqkmdVJbdFXZ0r/00XQpJnV5HFKOmN1JGfK/TSMORQtj6zjwYsrcVJryYslQySslKTdtmPkolBMy9O7dGfFuab8o6fJFRpoc1KpR8nTSTj879mYs0Xw3ycDkopsyTU5u4kcab80ZencVuTtaLyNtiPKErIxXpoW1EuXwUvdm5Lwjop45dBnjKt1M6N3NwHFojEaVco6ie7I/4ZlyS/SYGm+LRKd+UmUn44FvX8m4yqyitcTaki7RD7GTm7pDU/cjBN0fpJ0Tw5IK5R0j5IeCUIy8ojHlIcb9qI4+URdNqyc7m68CejpmGTjPb7Mlwzq5Rpr3IY3JmLpMe2zqOmUOYu0T8kMU5VUXyYum2tKRkxRxw+VGGbixZE6LN/LRDFvhbT5MmPGuHEnhxvJSM3SyTuI4tNojHR8v6MXHm12VerViQooxva+DFNtqkjLIx5IySVkptTpHNEZm83n3J8GfF89oaiorkxySY5Nk5KqE6FNF2RwqdtI9CIulv3P00omykYWky2XpYjqZxhj88kMt+Sz2JY22PFSsarsz+2kFckYMCatoeDH+DLgVWhqnpNKyqMf2ol40Xk6L+n3oirIo2sSL9h+CfBvRikhPgi1ZlkknZJXJtGLDu8n6eKRlxbSltGWY42rIqNeCEVVE6Rly20qIO19JySHJsSIpe8Tdxw0iEvmZzVilStoyy3Sf4GQjukhRSjRmS3MxT2S8mLKmh1Z1GTauCdttmHG8kqSJYE8aguCeJxk0dPPbJEHZlk4pmLD6jbfgfTxonBxZDJKD4Y+rmlVGLqZRm9z4ZDMktyfBPKkm7JO5NnTYoOFsngg14MsNsmjHmk6TJvk6bIk9rFTFCVeUVT8nU5GlS0wtqSPm9jqYtPkfgikl2dL/AElokdb7aR8omm0noiM/kr8EG3EdIhNN8Fjkm/I+KMyTkxJF0dFJ+hOoxfNcmaLx5ZJ+UzD1Hyvcz1Xlmo+xmpKqK4LlVJjjRx7CjH3Z8rKrlCpslkhGNEp2xt69Fm274PxJGNyhnTXlMhlhJ0m7/kTMsliwvJJc1UUN2x8/Dk/xkGyzcbr8ko9sfJ7G57HRiilVrllJrknjcZWjFu2p+x1k5baoswpOREhG3R4I+HbETdWNOuERllv5kextzb7T4JKW1P3RJtwTvkcd+VpsxQUUokfdWZsScWY+jc8jb8G1QhUcQ3KTsgt6cHIlhcHxKzFuTN38icnnUF7nUTWLCoeyXkjl3G2O5yoxxxzu7sz9HHa2bdvA3X7JHT4YZI22TxenKjHLazI1RDdu4IvlEHaNqZtEiU+OBqyWK2PHOPg3zS5ROY5sTIMwtKD2lOzft8oeTcTZBPcheCNXySjH2ZtonPYjNkeSemOTENDVmWKT7M2nTYJTditQSSIttE8nlbTIuRmR8jZjVRRL7dF5Oj/prupkI2yNp8eNKdJiqnaGmmSkkjJO3xpFtckMjojOT9jLO3QkWRyNDqafA1RPSM5LhGDc0j2M0/lY8i/Jjkq8iei75VwUyKFhbg2icJU6ZjjJ2hzyxjVkssmTb9hKyGOUWm/BLqEo1RKW5nBhi9qo2t1bJYITXKTM3Rc/KY8UcUeDJ1UIcLyT6iciLdEOplGNPkeSWVeDFFxgiVvwZsb8n+4nwNiySSpMeST8sXk6eMtiokmzqcNLdZjVImeDp5ylHk3ls6l/PpgS8s3x/KOoy42q8sjhTgmTgo+/Z0r+RLTwjq57pa73VaRVsX+DFF0JJmyIuB4Y3ZOkqFCMsWSXuhM5OhlNRypP2OuwvHKDtPdGyzCmnuVWZJ7vKEUOKqx+VomY6d2SpN0N324ZbckH/J1fQqK9fFzFqz4XjxZozU4puJ1PU4MU5Rxpyafl+EZM0pybk2yUebRglfR54P8AKY+xMelaY4uUkhxaI+K/kiqFG0ZYfLSRhdQR12SLqK06dPcOaj5Z+orwYsnqrh8ihNPzwY8jtpyJeRMooorky1HE2yU3ubR6k/8AuZj6icXzyT6iMsfHk6PLBS2S9yWC7rwZo5MMnXhmOE5O5NmKWNPYSw0k0Pp5PIpRfDOm6aKyOcqdHV5XxCXIvlbZCNtNEY0raM+abyNexlXzEv2eDM4WiWSUvInfsVa5YoqK8aQnXAmmtJSpDy0+RST0cikyWCMmS6drwQwTb4RLHKPlGJuxIntfgqhq2RhTWu5WZM8Y+GZM0psQkQibflFfuTlRNt9mVFOzpM0YumJ2XQ4xlbtGVJEif3CIeCb40j5Oj/pLsR5YkQXJwJWRdedMrkmNtkcSvlGxG2hHqO60QqvRT2pkpWTaRLMlyiOTLknGMUYY7IqyWVLhHUZm1tQ2b5rwzF1c4/dyjHNTSaEmyHTTavwQ6P2bJ9GkuGTxuLL02rdyJKjbZj3xxuhRcrRSg+fBlyRfERoow415ZlltgSk2zkdnSTTgQaekjqZKMeSXlkYuTpGTpfSxRd8+60x3GiDtI2cbjPOKVWS5ZQ1qjpJbsfkaSVtnUzTjSZXAxnTZdsq9mcNEuFZOW+bKE6jRZ5kkZJQhGr5ok7eqOlrZpJ1FmV3N9iHDbT/JB+UzCvlHJRFK6KQnaoypKLZFtdPkteR6dBFzy7bqzrotUpS3V4d3wJXKkh45wp6r+SX4oyvlJaWQkk+STTfHcnR0HxKWB7MnzY35RjxYIQnnw8xlHwjI3vkObN7McIS+Euexbq8j89r0dbVpifzIySfkx5VKVGOmkcGSS5JdXGCcUuSc5SbbIuyGTaqo32VGjFOWPLa4RKaeJyMClLJdkoNJMjEdt1FC6adckouGmepYWv4HqiEqaZjyzliiPFCSuSMkUl8piwRvc/JJySrcLIt6giOGCw77W5c0Szb2+CGOLTbox1Xy1wyeSO12Pa5NtmVRa4H+zxupI5n5KrSL9hyoUnZDKkuT1l+GSyOSNtsSafDHIRYpaInyqIqpEZpe5KcU27IybN9Cy8kXaGZb9iSZQkJGNCSlGjJja9uDKh9ko7j04ix1K7MWZJUzfFxJZKJTbGZL3aQ8E/GkVbOl4xJG3jzpT0UbIxFEtkclKh5ULNCjLl3OqEJkIWSwR22Si4skJC1kU26Ri+Ges08kuPwR+HdKlXpo/wCn9PGSlGFM63Fkjjfp8m/Il8w5Dd6/D9rXzeEYVh8qI5JPwOaSHl4JJS8mTE4tllXyjbOiCfuRb2PbdmPhuzLG1bZkW0bbFL2MVUjPO5UOtejlXyilQpv3G2zNGOSLTJL52jpNqzQtHU4ZSVxi2ShKM6a0hmlBUTzzl7jbLG7GkNa4N+Ple5NZZJyd0XbK4KGXTMOWMoRtnV57e2LMStlaOVG53aHJvz29JJ0xTT5TOpkljfaiWTdCH8Ii+TFkqdWNWiMPxKmShOrco0RjTuzLBuBDBF4pRfuieGXqSinwiOGKSZ09LJBvxfJ1uPFWTb5vivZHScZG3+DJKCi1J8sUITRKDgy7G1SJJs2yfhaLn6CPhnWywbtzuH4Op6Pp+txvJgaUjNinim4zVNadF83wnKvwmPy+xIaK5JQpJ6YVcjq5bYHTJuW4wtUUjI1bSMsFvuhxTQo0VpFNvgkqiLJLbtvg6SKb3exKO5PTwyOadeR8lpLkfzQyJL2JLkopm10UdPn/ANKpeB590aRGth6sYujLkvmjpLeZPyrOtzRcPlf8JEdtGTG5R+4xy2x2okmsU3Nl8smvkb/aJ0yEk4ovWlZS0sS+XkpIb7LFpFpeTNkTm9qHbKE61xStFkk/ZHp2SjRBcighRogvclTR1MH5XgfemKfBKV6Mm/mPdEfCJ+BkGr4Om/pR1vRRQqIJyfgceScqIokq1iYWvcnJJGR6IjG3RKO3hvRs6TCpPcyFJFkpqh22dbiWxy90RcHdslXsWI6G91JGN7GLISyNs3Ep0PqEvJPKt7dEM0K/khktUW/ApShHaSdRdsc2SSmnZKLizmxZJqPkt2NWLH+TYjEnCadkMkX78i4LsaqSOrxuGQ6OKlnimQioxXKo6lR9edc86PtRRDFfkjgjaFjTZ1cqhGCIcyGhomxnqtR2rTDoyff0XiRUVde51kuEuxIWLwKNKivcSk/mSMM3XK0bXhsyZVCkjHmeVKPsjM3sJ7lN0LMlF8cjyppezsShkx5Hw3sv8EckYujJ8zbIzlB8MjNZFyUke5VmK4rgyKpNkfP0cf8AQyf5R03WZenkpQkPN0XxLHWSseX2Z1PSZemnU1x7M+Evd0WeBkVTl/nRFC0rkmrjpgvcZMcpfcRgo+EYp7WjLnSjwxTRFQkuTNtUqWqRhxxjjbflk6aoUErZ0kaxJ1Vi8csm4vTfFI9QldcmGKoy4Z+q7j7mPp2344H08IoeBOLcRdNLY5JHSwU8Mo+6FWJ1In1EPCQ5u7s3zmdClHdKuXwn+Drcq9XbHwvIsknJDyT2qkTUtqknyZZKeFWuTajqGlBJftcT474S5E00S88d0GIkrTNlDQkPXBKpIolwnpk5IumLSFOPktqydOLJL5nrX0ckaYvJHwifjSCSaSOn/px1s508CdIlKkN22y+xMwzj7sai65MsYRXDExJPwTi0PRHTfLBEslPhim2uWOa/I/B1CuLJKpMWihL8HSPbMSboa40lLaiWaUiGKUieFr2JQcWY5NNWY1BbfdmZp3RNvSTY427ZSrSjaxMjyLzQ8E2rswTdNMh/gnBuVo6vFGWJSTtnTSePKpEuuyPG14G7bKffBXISRHyW1yjPkcpGL7heCfgn57MP2jGyVD7unm4y4Y8skrsyzcpXeuLBLJ4Hg9Plu3+ByQ0UYZRUtr8M2RxqpeGTinTxzMjye7QyE3B2iPVylSfBmkpy3RSoWNyk+KRPA4sw48M+lgralX48mfBDFTJOxRIvay7KExcGZcWLz9GH9Cf+Vom0YOuez0863w9r9j4VkxQWWO+O2XizqK9bJX50Qj2Ge6Nrofk6ePuPiD0cnaSRHEn5H0ya4Y1KDpjim7HGtMGJzl/A8T8J8GVxgyGKWWS2MwuOOCg5WZZ/jknPJS+Qbn/2i9S/tIwk1Y3fkwcxtP3MuJTW5ENqXBkjaIJxhQ5bVa8HTZKnkMmVNyTXJMs6Np3Fobh03STTh/KY5bpNm+1Qpte4pT80QfqtKfAscXlpVtSOskpZpV7ftcT5OKLLE+xOi+6AtJDQ+yF2iLbSJs9iYzHPimWKVDdonPamPlm2yqMcVKKtH6WDXkyYZwlXk/T5Nu6hqu3JFsjBt+CMWTxyrwPHNeYshe5GD+nHWiiKSEJWZItDi0JWzH0trkl0cGuHRk6ecHpFkG2ZZW6vTHk2snOLu2S0Rhk1FDZCKkiUK8C4R1S2YpO/Yu7FGTa4Ol6WP3SjZKMa+1EMSUraINMmqGzLkfgwY7+ZrjRpPyjJjRONM6WWKWNN/gyOK8MbtkuEPsw1u5VmyEkTxtPg2tGCKq2NpIwQUpTaIwpLkUF5aM+zxZBfP/hmSblWkYLY3Y0LG5Eukkse6x64olC8iinEyt+pL/JF0yL4JeCfnsx8QRKRuG+/G6kiXgemDApNOXgxxhFLaqM+HzKJZCG+F+41xQ4mPK9qhPwOMopVyhxXvGzLCnwqQk26Ri6O1unKh9M3F7SEmvla8ElfLR0eZ84vZnVTc8vnwOJY52kiJeiZOnFi8/QRVYP8yHpHBmmrjBv/AAehnj5xyQ4v3QoiiUPxpFciZP7mdP4Mn2FmJXyyJZkhGSJpwdFJqxxOljFQZkaiiSUp2zDkwwhSjROafKkiOVpjzSm/KFNylzGkZMmGL4N+98GRVS92YIpQYpsniXLi6JRnt8Dd43Rik8lxZHdhy8ozR+bciRR07cMsW3R8T6lz2Yk/lS0bshTasjsqiGNvIqM2+EZ8USdt/tYumJi0pDFfjTjS+1ISPCY2MfYmQmlHkck2WSGKy6Iysk6VDGqZj8E14MbTgkiCqPkcIt3JEkknRmXzvtUtvNWLq1demjE4zSe0UUZsaljZt+ejFxCPcjwP8snJN8GBc3RB2UP5k4ujN07hyuUJCyNRrvRi+0sxSKJWvY6yM8sNqMfRRj5IYccfYVUN7nSMhjJt7bY5McXJoitsUhaOpWkZYtJ2Yp7MVfkV1Y3zRtuBJdkJbWKaoc47XyRcpSo9OS9xRe3zwYIOMuBKkkT8eTIrbFBKLmPyRVsjBbDLjcWYKJ/a0ZcLVvRQfmiKpI3c0LyKVxZk+56QyMyP5B9mOVIk7f0Y+UTl8r0w4rW5kFSIyotMy9NTbXgxYmlTM2ONWhrTFncOLI58Tq4o6mMHC06/g6eWKM7mx5IyXy+CFJJI6uEYtNeSE20KThNSj5JRlzJrSVCieFpbRjTY2V830I+SbfowX8seik/ZshmywdqbP1ud+ZX/AJRHql74cbMmWGStuKMP8aUNUxCVmVVI6fwTVxemFfKyKE1XgXh2ZMTmmKGxVWiyOK4J5ZMRDF8iv3FhRsi/YlBxfKFjk/8AcR6eP+5kVDHF0hJynZCkNiM00oGH7qZHHHG+ElZ1apJ2b3VMkIfLdDk35F4GhVSMc37HTTbm7OvywWNq+WP9tBliPKHwLttF6o9tHbekl2Iv5RMgrJIojAkQiZHo8cm+EYsM3xRlwSirlSMUkuCOVRHkbZ5M2FNWSjRtZtZsl+GQxtuqP0au2iENhEnexmyXq+Pcx1tWl6Nlxu6ORRbfknG1Vm1KdJmLC1FMhHboopvlGyFeDLGKySSGtIxslFrtxzqIrI5HFkepTXJ6sPZ2RpkcMZtW9qOp6SOHA8qzKVEuql7HSSlNtsnim2lFNswfD+pUblGkZ21JxqhF2LwJJHOk4qSoWCKg79jwRaUvFlGRVI2Sq6HrGzIlfDOn+8kk1RGPgiq/Alyh9BGcF87H8Kg/97H8Jx7GnNj+DY7/AKovg0F/9xmXF6U3HyicU0KDg+GLlEopmTBTVGaDxOKs6LpsPUQtZKf4P+jwbt5T/pEV/wDcZ1fQR6fE5KZLzonRKdx+uvJKS2iVmKNJIWie12RyqQ24/byiTSUTMubXgZyJsx4pZeZN0LpYKSIqFVVUNpyVeDqYxljtmNfP5JRJSpcjnyN2yC55MjV8aNEBlKx98Sf9OHciOrMaTkrEorwzO7yHTqkVaJxpswS+VnnwQibRpJGbJG0lo9MUbkkQXCRJVROFco/hq0ODXK8CviidqKEqIxb9hRSXgbMuS5tEXU0dS8koJx8FepjaTJ2Ir8o6fH62RQVKzNg9LK8b8pklTEmzwRk07OmucrOub9Sv28NIqymhi1Ra7VqiXDJvtYmY3xY1Y1QpNCSfJJ7SUm3pHLKHhEusybeEkPLknzKRupiySvyYpWuR5IRVsnmcm/wYcmPa04JiUX4SJuEOWkLPj/BjUfNIkrM0UlYpMb4Jf1CH2rsZHGvycHqRTpmXJ+GRfNmDPGWNJsuxeCLafgyZFCLbN2+UpapshBTi7JKn2KTRiyuXDHGhjzUz9TJEuoyv/exdRJ43BvgbVtHwXoZZYuT+wx4seNJQgkZF8jSOuUd24dLyQhbV+Cl7C/ga/wA6Tko+TDlU4ziTbToxr8jJQUvKK+WjLGnovIpQUfZkuZWYcmyVkMsXyZsztJSOn6heJGJxc42R+1afEMfUZMX+jKmSfXxntbyWdFmyYsbefKm/aN2zqcqyTlJIn1UozcaIdRGfAtJRtGZyvkw554pXGVGPNnyK1klRi6nPBVvb/wAnUSlLDNyk26H5/ZtcGJXJEVrZlltaaMOfcZOWmRxpwp+5lxyhJpnhiIXsikRVLnmxxk0+aMcGoqzq5fKkYknNWTRlpQbqzyyj2Fr02GMk2zJ0sfMXRJU33rTJ9kP8dq0Wj0Q1KvJJcmHwhMzRTVowNLJTFVcGLFBU5MyuG75VwZX8ktIvRHS826IckvA0pQoVq0Rm06Iwg35HCR6bsimh5PI5OpNm5tydCdMhkdUZG4SlQ5XojFN45qS8pmbOsjc3FbmWWN29OjTZmx4Zp35/JLDK3StGDp4zT3H6CH5ZL4dxcZGXo8mNXVjVfVUWyOHJLxFjwZErcWURsRE8oejv2F/I3pfYtUTJLjtvSEqFIkURdEpJ+w9G6Qnz4snCj3E0mLLBQ48ksm7yWnHhckLohOmSgsiMfTRUrYqqlpm5iIskn6iIeENaoeSFcDm4rdZkyym+PBT2IRiyuDIZ8ckKVxu+CfUQhy2Z+plk4XghKilrifNGaHvQ+zB96JSgvLMmWCjwyTt9kMLyZIxSttnw/B6HTY8f8aM67FF5NzxqjNh9VpRjVG2GxRp3Qsm2bixSdcDm2qbeme9tEW0zDS5ZOZjnbotaZMdkoND4JZKXkhkTfkQlKhJoTPh2S8sIyYtJyUYtt8I+I/FJ5JyhjdQOkyve7ZZnTeWRymYJOUE3r1UouVJadP1DxP8AKZ0+SObmNnVRrBNj8/tOnjzer0yMToxZk+GRak0kjO4tOyQvayOTFsT3K6H1LT4VohkUkvY9XHHzJHU5ISVJ2Rbi0x5HNWSVpk1UmXoj2InTSptWdR1O11F2Slubb1XajN4h/wDrquxC1s3D8mHSbqLG+bMXU1xIU78SE0ZHw7GiOkVSMEUoNkJUx0kRJw5s4fk5i+BZ5oeaUqtikOT5M8lDHx7kNzTYyM2ieFOBODi6oXgujkvR6Y8UskqRjxxhBK+X5HjxXKJcsfFcHTt3IQiauLRnSU5fUwwU5JGHDBewkvwTS2SJQVsS0iWPRWO9ONIDRsZJJIg2NiGT+gpEZDVkh6qNko7SVtU2JNSHjkI22QQkooVGKfsIQmTpoa50cbaFGktPOiR6kmh2xRY1aWqbR6k/+5jk35euCEpySQujlOVRkmyWBwk1JGBL1oprizq4pSaUaRPy+y2Wy+34PCDzxbjbIsvkbpHV5p9Q3jxS2xXlkcdKPJmwvE/UjJmSTc3Iw5JSVN6zjuVGRbWQyezHIUmmiE015N8W6sQ4o6iS3NE5WKzH1EovwY8qmrsdMox5HCakjo+oWbEn7++nxzr5xl6EHSrkbsxtqSYssdibZkknNsfkx9Q4RSofV/wPq51SHJtkMTkSxNHQ5vTypPwzrK/Ty/wPz9RRb8DVdyMEKjqy7ZlTVCVojxJHpzS3R8Em2UhG4UjBlguGZYRkvlPD0xt+NM3EmOvbVNNCikzp3BTW9XE63Hjhl+R2npfHevJn8pfhd61ZfOj8mEeRRoyzjKDKGjpvmjz7CVGZ8VoloqbIUopCataXVHyteeSaafgVM2OzayIoe51Mm3SIJbSWMhC3Rjwp46aOp6bi480S40dtIoWiTOli7aui9sl83KJKUpJxozOd80YfvEIatUdXicMj+p07qSMSemV/IyXnVaWizxq2J2IRRMUhLSXKJePow21yxzS+0seuL7kdUmvApfkavwcjRHg4EOcXwYn8yEyyx+CXnREPBevIooSMWJzdIzYtkvPej4dCKknMniUOrio+7RkjHJ1j44XkWFfqN0ft3HWtpvkl5+kj4HghseRnHsJ/MTaUGZZSeSVEZQ2J74Pb7XyzPmW1pMbMHE9ZcIyT3SPLKGhZZRg4kcjTIZOLPUW1syybmyijaQm4Mx5Ny40ifD+pliypezMmRQxym/CVnWZnmzTm/d6QNzL7Yq2RaRKSH+Ufq5PC8ch/U+FYlk6jleItmZVkl/nuirZBVFdjXKOsVTj/AIIO+DF08Yq35JOvBLE3z4JxqXg2PyNUPRZGiXnSHnTqVytKW3SMbdFUQ8mWCmjwJX3x8ozv532LsWjL0fkhIk2z20o6PGpWhqrJx059heDH96OKRJ+KIP5bsZCZPnkSX41VMyNQi3ZN3dGJ0iToi3dinNUPenu3Ojq8KVTXCeit+Ee2uGEVC5e7MSxLlGXLjg+VyLLvha4Jz3PyY5KMrIyTWiZnwrLB/kyQcJNP6SVnS4HakxKtOolUGXf0r50shytMr4IR99X4GP6C1vWHkzt7Wy37idClYrKRQnaFBe7ILkj4FrNq2ZMu0x5d0kiDpd2PG5SSR08OmWLZJVKvJ1H3yrvxxcpJHoQhgxNeSM1LK5uqhExtxx5ctq5OkSj6eOMGqk3dnVy4bH9LHBzkoryzocTw4IQhV+7K4oTpuzJ80GrOpyKCnjqmmX+CWin4og7inpl+1mRemlKXuY8ly58EoNJP2NpNCdMeSKjaPWkrp+R+exmHK8ckKUZRsWRJHR9Hn6iSklUb8nxTI8HQ7HK2+BuxIrvx+dLLJefq/A4f1p/hGf8Aqz/z3YUnJCXGrIJb42dTk35H+EYVc4kUqKs9O1yx4Yu7ZOLxPhm7d5Q8d+B4prkpjEJCOojwUJWPgx/nSPkyL5b0Wj7cf3IzO8ktWLsWkmIssxXu4G2xQTj/ACOLWnRv/WjFukzq4enP5ZqRvlL20WnTJbm2UybsQmqPBCSfkm3GhySVsjklJ/wcJGfJbobIscrISp8kdk0uXZJrFBuXKM2aOTHtolGmRm4m/wA6YcbnNIn0zUPwdNkUOMiM8IT5SseSSuJGPPLFD8OzDN3TL0TOtwbo70h/QSOmwNtNkYpLRnV5VW1Eey+9r2YuDHKnplS4ERa0n9pY/rQ8mSVR8EopkabpklDjah8C8aeCMubkQrdwIQijMqZONmBPeRXAu3oKxS3ygpHUzwzwynFKEl7fkm23b7/h/T+pulX2oarCvxFD+XBTq5sy4X+ni8bT2+UiM31GP05L514OvSWNKmpLz9DD0XUZlcMba/J/0zrL/os/6d1X/wDWz4X8Pccu/MqrwJY4/ayWRpfLEUsjk3JJGeTUXSOom55ZNv3EnXgZVijRjn7Fk52OPrY9jXK8GXHLFKmdP1LVRm/lJwVXF2mSQxkYRcXY+GN9uOU48XwKMn7Hwhf+kifHcsp51BXUUVK/A4v8Hsu/G6ZZY2P6iOgxS6fot2xuUuaM9+rO1Tvu6aNy7VTnGzKkpyrwRdOzp8nqQ58opEnSslkfsyVspWQltN0WySi/YnjpkYjoRmVp6RarwRVzdkXcqSKpkPuJfaNU3q+3D/Uj/ky8zl23rEZLnsxJJFGJ0ZorTE6mmZp4suFOKe5pXwKbgpKvI9cEflstofIrOK0b/AsvFSHLE2vNHrQj9qMuexysbIsss6apQf5RkeWbcFRGEIxe4z7XNuPjRrSEnHw+TH1Lqpu0x4t7TXg9WOOLXv8AyOStscmz4PgwTwOUoK7H0nTV/SidUscOonCL8exZFjSaaZ1WB4537P6HT4nOfgxwUYpVrmyKKJvcQvsTvsvgdiGlfGmO9JiWlmTx+wXk6DD0vUYqnG5I/wCkdG3e1j+EdG39rH8I6L8S/wD9F8H6L8SP+j9F+JMXwjo1fys/6N0t3TPiXRx6fa8d0zG7khCXJ03TYZ4rlG2Lpunar0yXRdJPzjJfDOjv7WL4Z0qlcUxdFgP0GB+zP0WFew+jxU6TM0NkmjHHdJIx+ngcfkT4Ovy4nSgqs2uXhFdqOghOMdvi0Sb9PY7VsSjlyKG5pJccm7L0s/zAzw8Z8P8A8pex1vz41kvl+R+e5Lk+GQ2dJBFG1DcY+aHJJWxfEMEpSSvj3ox5ITScXZ1uRY8E2SdyL+XRDN34Yskn76Y5uLtGfHHLjt/cTxzg+UYOoaqMnwTVrgnFp/RXDOh6/EsMY5Ntr+DBnxzXyNV/A8OKXLhFv+ULBh//AKof/wCHW4MS6aaUI21xwQ6Sck/yZMcoOn3qRFjH9T4fiWXqYJ+DxD/COq/r5P8APd0q+V6PXJNxpobt6YJyUq9hZETnY2OxRrRikeR4+PlGIkrJqmY/JJu+Dp1eSJlxppkfuJvgbtvV9uBN5Ik/uf0ENj1oitsFwK2eESyOWkfJgyOlFX5tHUxfqNuNWzJDbVntpii1FIpk00RZHlDpDGlQ3RPIN6SIiK4sxZNj4Y+plFPjz7mXM5Nq+NFjk+Uj05eKY8E4q2jwWQ6mUI0OblJtsdMqnR8Hr9L/APIzr8zXX5HfuYsikkIRmxLLBoy43CTT7sWNzkkjBhWKNa5MiimTm5MYuyK1Z/8AItUiL0y+URm1xrOWnn6/wzK4Z4r8iOsedY28XkzdV1SbvNK/wYeu6xyqM2zpXmeNPKqlr1+OOTC0z01F6R8nSP8A0UVp1uXq4TdtpGLPmc/vZ0mTqJTTcm4i0fF0dWqys6HFvm/4G1iSdbuDPjebL8kTH0eOGKttyon0Gfe0o2Z+lyYfvXZjVzX+SCU4ReOXKXKI5INLdw15MmBtepjdox5Yzi8WXz7MqfTT5fyM66Fcp8Pld+NXOP8Ak6WLjhxr+NckFNI62PUbXGKbT/B0fQ9RKb3xcYsw4Y4o0j4xmcYxxp+dElRNLReBojpZCfizPj9bxw0QwTc6l4RjVUiWGE0ZelkroacbtD74N2fD8PVSb2txi/LIXSV+NOtk7URnVuFqvP0Ey/q9Hm9DPCf4MHxHps/yxlTOs/8AqMv+e1GCNQRbvVtIk7Z6Zsd1RDDK+VR4Q2RjykZFtlQtKJIUmmKSGkxDMiakxSaJIxS2yRLOpRa9yEfcne16vx3dJxliyX3P6LfZHyU+OTG1FxbSqjKoSi9q9x2hW2KEjG5wlGR1EZZ8ePI5cbTqYtVZZjW5pCtHLG2/Yoi/YtDHJIySfY9IZFSTHI9httUJmNb5GKCjDhFL8GZuUGkSvxWiiOD8ou1Wnwf/AOkiTdRZ1rvqcr/k6fO4On4ITUlwJ6dZ07ktyXKGq7IRcmkdN06xx/l6WTmomXJueq7IooY1ohIUbELTLQkLgbTRJNscWhD+tim4Ti17MwT344S/K0zdD0+Z3OHP5Rh6Lp8LuEBa9TG8cuPYUdzZ6Ml7Ecbs6WNQrV44ST3xTP0PTJ2sZGEYRSiklpYzq4LfdHw/FPba9yDpuE/F+48UVO4sVKkY4nxeLXZhV5Ir+SCeCUeXTPRjKbp1ZGWTp5U1aJ4MeeO/Fw/wK5KWHJ5Xg62aWOEPdabX+GOLXZ0kN+fGq9zH9q7KRQz4jleTqZ/wLYo23yRnAnJPwjHj3+/B6MPZmTC0rQn7aogtxPG1zQpNGLPGXA0nyddBJbl9DHKpp/hnS5vUxQaLpCbvyzq1wpWNo6lO7+tRDBkn4izJ0+SCtrvx5HCVpmTJvk5dqMf2IvShwHjMWLHPGvz7npRi7J1ROdEU2Lgm9zvsaJIVl8ERma92iZBWm34Ma0jFyvj2JKnpLu6f7x+X9B6VrBWxeUcmxKKlu590UmnxZF7ZpkkqTSOaOnncJQcn+UrOujHZFp+dOnnH1UmKPJtqyTJEaNyRPIqIr3MkbGmtEmx4p+aPRl7jwm2UWRbumNckvJ0ytWWNj4M8ebFHwNqqoihxPc+E/wD0kDJ9kv8AB1X9fJ/+xZg6lwdMhNSSaFIpNHW9Pte6K4K0SOjWNSuXki0/GmScYpts6jqnN1F8GNtrVdkSKGkPVarTKiJRXJ6ZPgb+uj4bPd08e+auLJenBsvHJGzGYUlHTwWeeyjrEzFGUenjT+1+Ce3MoteSOF7rYlRijGj4xdrgeuOTjJMxTeXFT8pcGODnDiVSRHPGT9PPFfwzJhy4ZLJidxMmaORQm1Uk6Z1kbm2mIwbZY18qMuKE1TaTMuJ43V6/Co7uqiR8d2ae3HJ/wZZbpyf5ZDCpqxdPNe5DF7y5Fjj7CikOjM0sjoUyzHFSZHGkUTwqSJ4MkHwR6icE7M3UzyKmvo/Cc9wcG+ULJaoUzr8jlFRRU6J4pSVE8coPlfUjFydIwdEo1KYopImk1TR1GKMXafeu1GGScF3JuLtEZp+TLPj5URhOTEqSRts2RH2SWsG6rTMuVpFDTiqIPkQ16fTRnXmRkacm0tG+1HTp2/8AA/otdmO9ySEkbUldkmqMMdzcTN08osxtuNM20uRKpxZ1ccMunUofhDdJkbUk15IdXJLxZDq0/uVCyxm/JKKZOcYm/cSIyRZkVsapEUlFMlNrhCnxyxNMkkVyTfI3ZglHakh/5HPkeRmXJuZB6Je9lOjd8x8M46TEZnWKb/gzyvLN/wA64c8sb/gxzjNJpiZNb400S6LEx/DueJmPooQXPLM2NY5/KiObJGSt8E+pjGCd80Zc88j5emEei8j1iIaGtGxLVCMkRRZXtYvPkiZqH+w+EZW4OHfLwdW5RyyTMvWSxvgwfEZ7kmjosvqwbrT30TEyy9OrjcGzb6c3XMX5KW5+laMM5J02JL+BZYJcM6vpX1LilIyfDJw53Jofw7J7D+H5/ZIl0+XHJXEwKUccJFTT9R/KmTlDJ8uXh+0iMp4HU1vgyeLHNy2v2tGdL1nGUnRHo8bVqdkIrFxZ1W1xUk7GpFafBIJ53Jrwhd3XT29Pk/wSZ023ar8k5pSpo3tT48CyRfsJpmTJGK5ZJ7pN643IxzclyOSQpJ+5SOqxp4pOuR/R6PL6eWLITtCa/IscZTbuyWGKXhDSTM+BZI/ySxSTpnpM9Njiyu/olHc2xytaZp1EyzcpPtemNKUlH8mXovTkldj6Ti+SUXF1rgyKLpiafbZeiVRK1fYx+T3EtM0eEzayEPcmiHkikzqVB9KoqS4VkvOkn2IRhn93+H9Fi7IWpIUHtTTIxbZNRU6XgxTUJk8seB5U8lrhCkmiMU2Zs7jGWH2dNEmRQimPgWWd/cy79yLV8kno5CVsljvwVJNElRZC7KGiUrbrSGRwdoXUJ+RzJ5H7FiYpCdo5UWNPcfDlXSYv8HXTUOmyv+CbuTeqMWaWN8eDBl9SmX7RfZmhZlkokpN64tV2RIjfsNlC7EWeRJUOKZt2y8EfBlSaJKn9ChxaK7vhE6zNflfQ+IRrLZ1P3GL70fDP6b57KOBjYvB1TvHKmNxNuHy2LbaoVcja8WjdPa+KZsnJUvIsSryT+T7TbHJJqXn2Zihs88ktr+4h90oSSp+CChLHLHKXK8WRwy9TyvB1WKfqukdP0ueX5ijH0MVW+TZ+l6df7EZ+kxOLpGTHtlQ8deXyfBsdb3rn6/FhybHZh6vDl4hIsZ8T6uU5vEvtRLyQbXuRk/d6RXA50ybtjeiRFURybSWRsi5JumQ6qSlUiU45IOP5RlxuEmq+jFtM6TI5QTNxGctw5trknKDfklPHGPMkTydM5pijhne0eFGTG4ixSk6SJdLkSuhqu1ce5001tUfcp/kni3e5mxuEmu16Yvvj/ky4lPHGaXsjhHVxW5NIUFsbfnXBkf2vvgy3RuRdjtd2ReGR1yLjybUeETuyvDIq6Rk3cq9GPsSNpiaqar2H9GuzEk3yRd8EU7fJl80bW/Bsm6J9O9toxzMWSnTOolGTVDieCy2lZKbZjg5NI/TNVTNrQyFt0emyENrKQoX5R1FJUtIyaIq1ZO1BjeiRiw3RPCr4Zkx0PRVQoPhkr20hr5kdGv8A02L/APVHxzJs6Rr8sfb0bqImJ2teoyrHBkpNu32Yu2hIiIetaoRKL9iG5eRFE23SIO0SjaZJU3rXYiCtihGqoWKNMeBKXknBXwNNCRTPhrcepimX3/Ecbk1SOsw5Iytoxupo+GXsej7PbTijOk4NUPK5ETHfsZMrp2b01wYpOMN1MwO7bHk4Zky8kckrdizxSXyMx50+FElVqS8mRXJtNoxJNI6jLOOV1FH6vLDzEx9fGVJks6a8kstvydRT59yFZHUuGfDIqGJ215Fmx1e9Gfr8UIPbK5GWcpzcpeWYcjxzU0dN1CzQ3E5VFv8AgztyyTf8jiJCVIQmSKNqGqItF6IUeGPyK/zROLn5J4WjYymV2o6KdRaYs0Y+5CcZc2Zusx4lXkyZnObkiEZZOLI9LNv8Ix4I42q86OKYopeCc1FeTI05PVaOiGSmuSHMUybpWdXjuKl2vTGrnFfyYsbnggknW0z4ZQbtGfbKNVyhlCTkxJwfJHPHhdtjlLdw+CM5CkxOjz3ZPBDnV69F0uLJjc5xTMkYfqPT8fNRn6TFiw743aoz+dGNaJEYe42kN2dNj3RzP8RH9XF5FSTIXtckN8tiUk9yMcVKMZNkobcbpeRdMpN+zG3CTi1RKQ5fKMirZLxQo3JWY1FeCyrMmBNcGPHt860ZJuMLoc5N2y0LyRe1GXNJtpPjW2LLNKkxZZ/keWT8svRNiyz/ACLJNsSlvVr3OlVYMf8A+qP/AORZajigu7BNRkrYpKkyElXBemfDHLGmZcbxycX2Q89qER0ffF6wlCtp6a8ouSnN+xjlY3aMqVutfbsRhh7iemSfstJt35OgW/PGMlaI/DunjLdtF0eBZFkUKfdWmeNyTMuDHki4ySZ1fS/p8tLwfC2vSLQy1eis5K0yJ7WKQpeSPUOK+4/Uytnr3LwLMmkrIZ1GFVbHmlJHI5KJs3RTTIxSXLZKcYrh2Sle1xVCo67I1klUiOWZZHNJe5GbkTnF+7I37cCe7yxS8q2imvclIs6brZYVtauJiywzY00/J1vROEnJL5WPG0x0tE2RJeeyHEv4GuRIUT2ZVPSyxJE4WTikh9iIycfDHlm/LMeXJVXweorqS4NuOXhEYqLuJLqJC6p15F1NnqNq0ZMrMk2/L7IYpSGmixGLOlCKZk6jHslzyS6ndi2vz39LDdkR0v8AQhR8QpRizqr37lxZCKZOP4RicIytmZwauxI6eUtrvSTpCfBPxwKIoiX0M32kI0r0Y9ehe3A2/B1zrqnJGOazdC+baiZL1aKOUW9eix/+i6uf8JD+riaUlY2RfBJR4GvLXgw5altMc1ONMcfTlbM0Y5V4pkrTplt8FURodCMU/ZkedHp7lmTKl4JZHJO9FG2OLj7Ep1Gh/T6PEsmaCM3TY57VSTXgxLbCK/CPjs2+ra9ku5HS5uNrIsvTJkUYSdmWbnNyfZHyKq7EUR+ihO9J35Rjz5ISVM6p7unUmlbMcqkJ2jLj90PG2+BwaNvA0JaRjZjhSGiUuaJcM3OycT4Yn+pjpWi7s9pWPK7PiXzNNnwlr0qOPxpwhayS0kuDL8QlPhQVGPLCaGlZUfyKSF4u0RzxTptGGOPJ4y0/wfpX5c2S6eD4aY8fp3slaJSlJVfHs0YoxnakxPZKmKUW/J1lPNIWkVbKSxiQ3ZTiiBOTqiiyTs6bqp4Jpp8e6MWbHminaZ1+bBGTjCC3e70jFsjhFjSHjQscR4ov2JYmNaeCErG6TbG7d9jJUvBN2N9i0UWQ8G1DyRiSzP2RunIpkZOIsrRJt9i8mFxqNHUKsktb+gjpUlBcHS5GsCpeDr578DdeDJOEsd0QdMcuBlEWjD9oykx8aURv6OXwR8ata9JJPpZwvk67HcoyX/ajoOoWHdGd7WZmnJ141bfhE4tVZelCOi//AOf1Q/orsj5JuMmnEi6JtjlRgV5o/wCTZsg8vhDyrLynpPFGZjwJTe/wZfQjKoNyKtFaNe5iyexbsaPPhiaJ5L8DGiSOhddTj/ydfghLp8j2q0iV/U6XJ6eRSH1vhoXxzJGk4JnVxxdbJ5cbqb8xJ9Pkg6aHFldibTtHT54180qY+pxJfciXWQSdGTNObdvtj5EnRQ9UJavWu1ypEZ3ZF/MZc7ljUbL5MM3KudNvmkSu6qihojj3EsNLkxQio+BE2SZIUVZlr0/B0/UPBljNK6MPxvp5NKcGjHkhlipQdrvz/EenwOnK2ZPiuPNBximjHO0dfe2zo/iL6eFbbOl+JY8zp8MtPWvcrTJkjjVyZP4jBOoxb0jNx8M9aTHOTFJjm37m5kMs4tNOmdF1qzLbN1JDd8Etqbq7Gvw+Px+CXjdFePJnk9u6yXVZX7jk3rj5khJNVZQo8jtsrbEbvgaKNjEh5ZQ+2TQ22yEG2RgUPsZkiNjYpE8y2bWhSRaLLJSSQ5NjfbEhD8laSbZGH5HSXBSGVpejWuPKowJttt/UwZajRi6nJBrngzNZOmlx5Q7UZIjFjQ0RwTn4izF0E5PkniWJ7VpQyivpZPBHwXpY3zWnRL5Mn/6nUuoY21xRviTJNRVsSc+fCFXsZscvTU2WWXp0ka+E55flj+iu1CY23p0i/wBaJ1DS6WI4uLTg/JCTdJmRqCtsyZcmR1yokRdl0LK2Qm3dnqvwTy3HaiPgelCbg015Q/ik3ilCcbbVWS8v6mPSb5PhsN2Z/wCB4I7uUnZk6XCqUsd/lk/h+GcZSjaF0F3Q+id0Zumli8orWOKUlaPQmfppv2P0mX8EelkyHw6ckmkZejli28eSGNJcocUTVPVC0fYpc8duWfsiMqMb5JvTHLbIi7RZOF8ryULE2QxpHlURVEpJDdjinyMh5MsW0x+SPk+HdS4SjF+CPzG0ooo+I5Z4sEnEnKUpNtmHyYDreY6dK6mdFk3Rpso26NDtI66UnPll/RwZfTyKQs0Z41KMi4zfDe4T+ZxflmOdbomTFvhJLyTi4tp6oglFfyR5SNlUmbfm4fAlFeSUr0RRaJ0lZdkMVJNkUjwtG+2UbRKLixiYx6Wzcxyb1ooooxx0bLEhll6ND7GiMbaRLE4K7slK/pJWPHRFuLFNsxZv/TXJqibuT0StpGHoINKV7iOCEV4FSfCOo/qPsr6eR0iL4LN3GjEfD38zX5izquMKf4k9JElb58IsjL5kZIp9LJV4HqpGDr4T6GfTbaai6Y9bLNyLX5HM3WJ8UKbU9r1Xb00ow3t+a4OqT9DCn+CThjXJik1DdJefBnySnN8m7yiD7OVqrq0y29ItNDZQ00WxjSY1XZsk/Zld2Pxph6DP1LfpxOi6LP02dPLA6n/TyfLwQlfkUcbTSkZdqpRVEItNM6/LvlR7aRR0sHJURwxj7D2p+ER2KF0LG3uaRCahjVLk61rJjhKvDLJvgeqE9aGtON5ZdDyxQ8snpgwyyzjGnTfkfwTJGpQyJnU9LlwNb1rhboTo3RvhlQk/5HJR8i0nJIcr0cijEuTLGck1GNv+CeLJFvdBoxxbkkYMGaEov05GCTcVa7KOpwxy45QfudT0ebDka2Now4cjkvkZgwZP+xnW43s8DVM6SEpT4R00MsGvkZHwVrwdX03qcryS6fIpVtf0uhzbZ7ZPhjx380eDJfEr5I/PTS5HHc/NMz9Mrbb5JYJLwPFJexDG1baEm5ckIStUiWGcvyKDiTi2yOKTFhl+BYG2fpZU+CWFozR20Y4XyIWj1rVmRjkhyLL+hRQkJVquWXQ3f0oxdkpXGqJRpfSxfI1LbZWWcm1B8koyi6kqZFm+Vbb4L0wc5EYVtXEmXaG2ZpXOX18v2ielI8aUdI9uWPJ1EXLFkX4kUMyIiuCuUNv0H/gfnsTa8M3P8lv8m5l9qFwZI3TIu1ou3Em5r/J1cbwRqrSRmb3RTM0lHEqXsSIxlt3v3ZjXLsRJs9hG1MUVo3RyIukRdlcFWyfwuGTpIZIKp1Y47WxxjKNolGnp02P1M0I/lmLo+njCK9KPj8HWfCemyRk4w2yr2JxcJOL9n2JEPAj4RHZgv8sztSyRt+OTqMcJpSrwb8N0o0mLHOb+UeBpLdIntUaT8HUyvJLWHk6eKUVQuXTfgyTjupIxpX5Qkq8GV7Zt3Z1c/wD08vZ2iDtEzJ8qR6jPVPWf4PXf4P1P8H6n+D9R/B+pY88jfJO0epIcm/fWKtnw7BGHTwtKyj415hovJDhDnIgcItG9EsqouxIrgUbY0kY0dCv9cnix5FU4Jo/6X02/fHhilKCp+BZE0KSOOzbF+UenFeIoolihNVKKZk+F9HPn06MHwzFgnuhJixyQ7XsWjjWjZH8fRRh6XNka2xZjxZseNRm7HCrMcnXHsKbu659jLJTV7eTYmQ6Oc/EeCHw6NfNIh0PTKrhbFgxL7YxR6UDJ0cJ+yJ9C0QwKKo2r8CQ4SZ+kb8ySOqxQUqinL+SKW3jRa7TxqxszJqN0WN/TojHsXkf0OKIQlJ0kR6HKx9Msa82Sh8yon005Y3NR8D1hBzkkkT6XLBW49mLFLJJRirZh+H5ZJblRg6LHjXLtnxTp8ajvihLSKsnSVIwv/URin4Iu0J2uTJzN/Xn4EijJi2Rg7vcitZWop3TQpOeLJ/MdGybdpHsJcmCG7HRng4ZJL6seSia+Uwt0139KovLHc6VnUOLxNJps6qM4ZakiUt+JO/YkuCML6VSv3Ixb9yEVTJPnRCIjQ47hppaojWy2J8nRzUukjf4Oo4z5FVcmPhtezMkNPg2NS6lNrwblROS2s62NdRl/z2wI+Tp8scHTYtyfKPWx5M0/mVDyT9SSd17I2RtNuq9hNcVRl35JV7HUSUIyqSJtt3rBNyMSqKtjlav3G7MT4/NIj1MdrtMz0/c6qnhMWSuGWmdQ3SQ39bp1eWC/kxOKhFL8Dkj4zJNwWkfIvA+SCcfc3M9WX4RyJG1XZCNjhSIY/wAmSPCo2ySOg5yCo4Mr+Vi6qC8shmg6pinYpm5Cd9laUhIpG2JOLXKFMUxNNfRSOg+H70smRceyIwUIpRSSMmSMfukiWbHY6/C5H58oUU6ipKzF0sYRTq2JUWWzczcxyY2zlsa/gqQ3sjb8jc8nhkOnxx8s6xYY0oRp9vkmm/Ao5PeJHBkfsZ16bq7Zhl86TOsyPiK+kjH0851UTF8KzTr2H8LwYce6crZnUVNqPjVkeWPvjByaSR0vw2L5yL/4I9Nix/bFDpGdq+GdL03q5Ffgy4sawyilxRmVTktfhyj+phZ1McbwzdexPy9ehzelmi/zwQyyl4aFNNXZ12XHKDh5Y40MTocjD96MdKmY2mi/JN3N/Xn4F40zqaxYvwXrN/KzpWnF37xZLhsTslW5aKjprcEkfEcaTU/qx8jOTGqlLvj5On8L+ZI6/ovWjvj96IYssVKL8IfBiyRfTSh77iB4Q2LShFFEuxy+VKxHw6SfTHxCal1WSl7kGPlElTPgcP6kmWh1R8XxqPUuS8SXbjfkxK5JfydTtWPFFe0ScXD03Q3icrbdklCatv8A+RyxKnftwTlVv8nWS8LswfcY7bIprlrgrG+VF2QVKba4ojJ7aKjxuVo6+KjiTLFJ35JttK2P63w/Hv6nH/kjGNG1HxiV5ktMcbZVCrVrSyrIcMdSVClsVMck5eSTUYnRZVCe6TojmjJWmqNxN8MnxJk8klHhmP4jnxtLc2jpuoWeCl76KRuNxaLLFM3jyHqUSzfI0PqZwyuJjzbuGzc0LL3pHRdH6k4ufgjGKilHhI6ieyL5JzbbM03dEOpkqUuULKpeDosW6e6QkyihJ2UUymUOJsFBGeVGFLZu/JNKrM7ub1RXBdGJXJEUlIjR1uJxyOXsyFJnVO2tX3KLZg6ZykrMOGMEuBcHxDM22vZD89keGN9qVmPDfk6XDFSTIrajrPiCwcJWzL8Qz5H5oxyc4ps+Hr/Tl/kyXtdM6j+rP/OvSNRzRl+CeeMoSVeUZVU2tYummdLn3bbMzSg2jNJq0PRiRi+9C8GNobpeBrn6+Z0iLVGODm+DPFfp6/CGxSLQ62sjJeiqZnk1FmNukS+5aI6LlUvJ1mL1cEl/uQ1X1I+Rs9iHE5d1oUkdNy8S/LMh1SXL8cGT3sxy2ykvyRSH4JR5IrVLkUeBk+yxHSdSsWKVszT9TLOX5ZFkXaMkbPhMVj6dyfuz1UPIfFYSlJTrgfZHg6RXki/5M+WEp8Ek5Y8bNkZLhUP1JvZBWkZMKhij7saU48NWjqnc+zpoXIxRivJGSk3EXT/iXJkuGKUaFaVkYvJGLPia/wBFdj+t8HxOWfd+CyeaMItylR1uVZM0mnemN0xN+4kuykVT0RAyUzZbHGkZvBgyTxzTjJmDJvgmTpwZkVSkZXxQ0fC5XKtGNsWWvLofV4k/uH1uJeZj63FxU7s/UQq9xLrsEfOQXW9PL/ej1E/DG21wdS5RzmN8RIe12Skrrv6TB6krfg6XFFUNfyfElJQ3CyzXuN2Pg6eTb5OhemScccXKTpEvi/TxdU2L4zhb+2VH/WOnr7ZEPiGKatJj67GvYXXQf+1kOuwSlttp/wAl6dSYq2Kibe1k38z0ZfhDbGYfzYp2xGfH6kKslicXTM7uX0IxtmLEkjFUTHJjk2jrVS+nh+4jBGBfMidKNs6ybnnm9Om+1HQ/0Xx7j5R1aSz5P864E3IS3I6nHsl2dF7GedYHSMs7Yx64/uRBLaKSXA52mP6+d/KYpWiE3G6Z+olOOyb4H5ei4PZiwzjihlv5W6o6/ZVw8UQ+1E73oQjoX8zKtNflHUw2ZZR+pDyM9iPOR/41Wjl7GxCgrOknu6nEkuCcrfJ1fhIzx5ZKk4v3IEktqZJXyLRIjGmNkiUrfbZNtwavXH5PLOnk1GrLZ1GWePFuXk/UrJ0s96V0PzqtOmurIRTcbJuDqN8WY4QlxfubMWKa45Y5/O415M2OcJS4bRngqcmKcZeHr0SpNiTfgjOW8xSlGLeTx7M2xzqVN0PDFqvYg0k4pnXybx0376LR/VirZ8KwLHg3VzIyzUINnUZG022N6YvJQnq2cl6wJkWmyRlMabkjpJPbQ6pmf72ZZKxs+EffI4obJNJWZcjlJ88FHUcHSpt2ZpuKJq3us4o+H9Rxsky7R1jvIuDBJpKyErRVruR0G3bS8mJpcafELcHFjST1hwz4a24yLPiuZ3sT0hByHCa9jp20neibozWp2mdBmeTCr8os6h8ohxFGaVQkPyUtI0N6ZG0jF1E4S88GLIpxTQ0Z4rzRnVSf0MFWR8E8sozR001OKaZZ8QtJPV6rthJxdmF7lZi+4zf03bOoX+pIo6V1wzo/6Q/B1yrqMn+del+8idbJOS1R0qaSOpyL0WhvR6x8mHmKYy40P6/UckI1FCJLSihInhceihflMzxco0baRJfOmLxp0bqQuT4lirIprw19SAz2PE1IWiKFFLX4cr6iJL7mda/tM6dm3dXAk6SOaH40iIVsa+WyQ/Ihpoq9EZft1ToT4MD4EdbJrAk/yQnD0JqX4HqhY7oxRIK2kVF/LXgjiceW1yZIL7k7pWYpzm3+Tqsu3C9xny+oqSpEMTjK740R0ONPEyTljdJkbcrZPI1jS9mjBnWJPgn1Mb4R6r3to6yTcdFo/q4lc4r8s6eCjhgl+DrnUEjqn8ta4aUuS0efB4GJLRl0xCdG1sWOJJOzPuUeDpU/LOkoZ1VqcjLyxWfClVtFDM01GDHTtlozSTaVmC4o6maZVoUfyzpfkyo3LadVzkRDhKyHEU0NpK77kdEzE/BdLk623Bj8645Ri7aPhk1KEqQ/B8Rk/wBRIi+TC4Rdy8GaeJwuJjyfMI4M/wB7PhU+ZRGjPBNckVSR1jrFqxG3TL4Pc6F3AkZ/BljbGu/G6ZB/KZ/uOgnxRzfB190tHqu5HTP5SBllcXZlxxcmSxoxqpI6aTWOJu4Orbead/nXpn/qIR1f9TWPkwfajqs6klBexGO4YyuL0Xk6d/INHFD+vlW6SR7IbpGf4lOM3FR4R0uV5obtLIeUZd0+kpLwTb9xu9EM6X7iL4Oux7sTr2HpkmoRbYuvi5VtIu13wGJjp+wtF2Zc2PErnKj4T1WGedxU1dCOvUt0HZlrdVm2q8HuPgkyyPjSI/A0x64l8xOCb4HGmZH8rEqWsaSMc5RkuOCL8HxHjFE3Oq7F5IRbijHGkWt0VfNkYRa4kSnjjicZEssm3TdGBpWdfnUlQ9UdO9mBUTluZFPhIx4VkirlyieDFCHJCEd8U/DM2GEVaOr8dr+p06/1Yf5Mf2R/wfEX9qOplylrBOyMVpRR4LLKIuhS5Izi/fkqyRlUpOl4MS2o6P7yuDr5yjlaG7Ej4VCoyZ7DOol8tEmkSqhrdmL2xqjM3bohusmpKR0/3oi7ijqklJMxO2rE7VIbcI3SvuR0cqmjE/yeUdUk8ciaqT0sR8JjWJknSbZ1Tcs03/OjUqN7qjFKpCfCEzOvnPh01HOlfnTIrPCOtnyo6NpCm3IWub7Hp0EvmaG7RmJfcZIpvga7kYZKUDNe86J1Mi/l8nWq4ofYu1COlkQsyxtWZfIyMeTpWvTimZVthJqR1POR64JVNMlnftwZ227esPuRitQsntcmy3qmNe6EYHBY1cj1Ycq+RzjX1m9H5EOK9zJ0uKUr2mKCxqoqkWIxz2ST8n6+Si4qKMjtvWIzpnU0RqkydSg0zNBwnJaPEsicX4YvhuKPNsS28d+MfnSK7+v6aWeFRfKPgnR5MPV45TkI+Iv54IzebMaZupPgcm9YfbpEskx+dcapDH/gzfb24lKUkiPhI+JcY4D7I+TC7SbJzrwuTp180nIji96JSkk415K8L3IY24yV0zq4vd2KPKp2Y4v0YpnovyYnSbOlm3NoyT3ScfZFqV/lPgz5bxxXudZBLDF+71oaofaieNLFF+/d0ivPD/JHiKX8HXv/AFDPJOeuNtMTQ3qykVqqPLtCkxK+WZPKoR02RrMkKTo+JJeoKKsSR8Mr02N8Dsz8yRJkpVFmKLc26MsqiOX8m6nZLJu9jHktxRirYjqqMa5TErSpE5fLz3Ri2YPlkYm+LIt0dS/lZk5k9UfC1XTpmd/6U/8ABldzbI1fLJyXs9I+SM7SIyOods6Se3PAXKQ0mN0jPPfkbLoyS5Mfkda5pLbWnSOpifBm8GTiRBJtWZ4bZtd/TvyZvJ07rIiDtI6qnB8D0ei7Vp0sqmRkZF8l2ZvOkVyjCoxxxRmajjkdTz7a421JDTMq1xq5IxxW0z4Nq3LuinJ0kQxuEYjS/iy1f1no/IpKI5xktFotWh6RMHSzzSqqRh6DFjae5tjxw8ChBvwj4rg2zU14ZRHhErlSTonBKK578adWPzpHvbW4TkpWmdPm3YYyfmjrcm/MzK00jFasfKHrjekSjJoiKsi9o3YmZeYPt6ZLdYl7nXvdGI12R8oxzpUhSvmjplb54Me2K5kZ1BxFFr5/f2MeTiTZllGbkSVPXpcTc1aJypJClapojPGkuOTJCN3B0K2mr4GoprYyqlbOum5uMUqQ8aULKHwbmS7Yrkm7hQ+34cr6mGnWZH6k2yb3Sb1xJMlFkXq3fgW737EhFqtJeRswzrJF/wAifg+IRjv5KQj4etuEZu4MkryEqszJbaMCqPJndlFI2ogqkmdPK8cWdRT4MStoW1Kvcy1t892BcvgTqR00t0FYmqOoSZmilNkqRZHydCqwROsntwTZN23245CZkbsxOskX/JikpQi17rTqs9LZFjZOVDfJj8i0k6RsWTx5JYWvcwJRmrYqpUzIk4s6lUzpm3NI65fOuO/C2pGar4MUqnExypI6j7B+da0ruwNKSZHmmOnD+TqPuojZHyjHzGKR1P2UzOuHrHyhGSKcG9cS+dGOqSOqtYh6xTfghgunJ8CjCH2xKk/IsX8nptfWeuRNpUYMbbps2VJ8laLVj86dJ0vqfM/BCCikklSK48E5xUZMwZYys63GsmCS96soUbSPEjqIulwlwQjukkSjtbXb0GCM8MnJeWdTgeLI17aLVS1ZStWKPzHSuoSijM3LJJkzHW1DROG3WHhiIvTI3YkhK2KNF6wx+o9t+TN0uXC/mXH57MHladV/tX8DgmTST1grkjHDhDjSSaMMU4uvI1L8G9JUSmq5RnbjB0OTtjbemOBgkVuSsUV4FCPuyaknwyMdy+4UHdNpDxe+5nVQSaaJy4rWuBrtguUexPy+34d/Xix7lGzqZW5sa51xMb4EnoyKGkU9Ei0uCMXIWNrlMU/ZonW60ZX4VkHUkYncIy/g+IJNp6LydF/SopIqkKVynz7kmZJO0TVQSJvl9iOkd4UZ/CMFyfnTqOF57unj8jZKkzo7eIja8mX/ACZlU2T0j5OlTjgh/g+ITisDvyN89sHpMXB0WRPBD8mfNsjx5JO3bGZJWzczG+SPjSfKN8oSdMeWTFPlWY3eOI/tOpXJ03GVHXwtKQ+6DqSGlJJiir8GOT2ozzisfI9Wz3Jfau7FVowvgSbidTCnemN/MjHaiuTqZO6My4Y9I+ULwSW5UfpJ+ULBMWLazDTSOsjH0l+ShpkIOTpI6XotlSyGfGlMaEyxMer+k9WYpKMrs3XJiaSeqejH5McXOSivdmDEowUb8IUa8MXFcnUzUYNe7MeX0sl06Zl6jDLFJKXND8mN1tJczZ1NPHCn7HRQ354nWw2Z5LsR8Lp4H+UzqMMMkXFmXG8c3Fi0bosUtfwjHXqK/wAmJpRySJu2yTsimkhVZJJko09INkSKGT8m0jGtKLenTcZYk0pJpxtM6roZQueNcHjTC6aHminVnUtNQaEZPueuP7kQk1RdswxqG8kqV2bU2uScUnw2dVbj5JpJ8PSEHKSRNemqOlVti4ijd/Asn5iNp2QmlG3wb4+aZLJ+EdRNtck3qiXjt6Hp1nybbofQQhCTfLoyqpy7fhibzxaM7rHL/BO3aJQoekURb0Q0bixyQhOheSPgsnZKZubfJDyjpv6cTrVSG9Ojb9KK0yv5GPK4uQs7ZLIrsllbQ2XpYjo2vTozVtMFp+SzrMzjwmbU1afYjFNpUSqTOjdcWbrVGROjqOJtkpXphjc4r+TDXpwX8HxWS9NIfYiLEx8ihZ0WRY8UrfgyZZyk5NG6yc0N6R8kdMkifnRHStvGivlOqtWdFTyWzq8e7A6Q0xprtRGUdqLR08rR1EJTSok9roci2WR8kmXpYmhuzF5MD+VEHwdVbhZZi5nH/IqOrmlJIyLdG0SwzvhC6edEcSTViZZj+1E1TJyS8nSNTgqOsfyEPuRnwv1aivJ03SLFUvMmimmZsU291Hp5L8DjJe37FjsQ0xcSGJoS1Yzpk/UiyE1Q5LxZLLGMW3XBnzepLcb5PySdk4bSL4WmS3FHQTUeojfhnxKvXtfjsR8Nmo4WuLsyN3bOqk3lbYhDprhFWicPlsjZJ8EWlRF/NZB/6MnZIcrYpNpCHwSplMgudE6JMbt6LTc09FwdLOssbRuRKUadnW4Ip74Lh+dF4NpKbpJsk/cm7esPKIvhDm0YvikYN45mOcMsVKMi5QkZMh1WW+BiOnhStmaNmLNLC2hdfarafrF7o/W40vAuvw+9o/XYfyx9bhvizL10KW1EssskVY71Qx9nw51miyf2M6pVll2/CFeRs6yW3EyTdkvGsZURevsVZTK0jVmxNF7eDfwJX5Jx50TaZ0eRuKR1yewZHmSMHEIm+14OrnJY+Bli5GhrsTOilxRkqjHZ7HV1uEkhxTFA2ijRZuOik3kojRmuuDquHr0/OSKRClBHxbIt0Yq+6K1VmKcUqstk1TsyO9U6ZDwhmZu9aOhfy0SVKkdTHlnSRSmzM4rE6J1bJdqTE2tOnfyjmlFmb7n232oidNL5CMnTOqk9tDkzpHc0eFZ1c28hufizDLnknVE/OiMaaijLKrMkrZ0GZRnsfuda/kRB1JMxRhKp1zQpKki0rGlLyOEaRshLwhYU/ZGTFGm6Q/Or+kyT5od2KLY0+B/KeVonWrH5On82PMl5F1cb8NGSUnGmSiiMEikZk/wRXixqmZG9qVEHUkzNNzdvsR0kv9MeRmfmfAuCyNiZVmXbBEZN3Z7oXkbrAlXuSFa9hT8ClwNjEhKiLdjkkN22y7YhXo6esOJxl7o/UN1Y8zOoneN6QfAyQ/A9Y+SF0S8MXS29zFmWFVBuyHxGSrckx9bhyflGV3NtaYIKUhtQiTyWNkRiJQvlaoXgZ4E7Y4NMdj7OhdZUiW7adZB7232/CJpZWn7nxHnEkmWqJaxVsUaFq2y3qiLYkn5GkOx2xrToL2nVrdAnGmY18yML+RFs6uf+nXvo1pzpxfJJR9tEdHKib4MUb8E21GjM7m9GWX2dO2skWY+TN9tI6ta9Ek80EKVJJHxKV5nelMUDajaLVukKQsjQ5uRNU9V5IfahmXyVr0U6lQ9zM6fJ0a5dnUUsT5JeRx+WyhJiiyEEyONInFew0kjBKpO2Zc6qkNtv6aZ02ReLIs6j7WPydAl6o3SZndzeiyOLF1ONx/DJZVKXGi8qyfU44JLyTyuTekLTUkdTNTwxaEzDmTxxSXsKfB6lfk9Vx5Xk9ZvyLNTPXfskiea04p3wP6arRQMnTXJMdXQxuja5M9No2R9yUVfHJjgp+Wekh4kSwQXsyCUW6G03b8GNY5W/LHC4koOEtWrFEmmpKkO5JJCw5PO1jw5Gr2j6fL/2DVPRp0dNNxhR6smzHjv5jJ026Td0QwKj0WuRRlYscmx9On5M3TrGrj4E1aEb7ikNExeRSTRTErKrS0oscm9IiYmN0i15s3F0RyJCzR/J66MuXdFrTGuBoktJrXFFUIbSjZPM2qRJiFy0Swp4k0tMU3CSZHLCaJ4YuLaJcMUmjcxSQpom4tfzohS1xwW5DVoyJpMfZ03GWLIyi15PiONJ7lK77fh0q6iB8Qm7itGPTFVkpITvsaFrGSQ1J+BbopbiTVF869Lm9KyfWXaoyO2YVc0Yoqr06yXKXc9aOk4muTIkY7iqaM9qDaZK7G6HNvgQuyH3IwP5ES5TOrXLKZTOhi/WiblFeDq/nzSkbCl3tG2RCE15izH0rlBzbpIy/dpQvJjfyoZkSHrglU0JvbRnjXJ0i4lwdW/9NkI7mbVRKMV7F3wiK/OnkcWTkvBf0kr7McqkjC7hdGf7Xp0K5bJye1mV/MxsbvSC5EZPHZijxQ5utumPq3CNUR69qNOIuuS/2D6xXe0XVxt3EXVRT5Vo/Uw/DP1CcqX1VwQlwTnHj+R4ovmjbbFhTNkUvBOJliyMkqsxpUSdIjJslNr3HbKowKKXjTIo0M9+SME3dcEqiilJJji3LhCnKuYnqx9kPJB+5LBFybTFhUPazZCbVjwxX2GymjG6iY25OW5VySait3NIbhttjXPBGaX+SMvyZIKUWPibRHp5jwtI9HJfkl002LpZ/kh07i02OlxYnjjJ2x+nJWrGuSXJGJNNFlsTZbfuUIaLLL1x6SjY40T8lHBCVI3WZHx2QiuGJ3joyRp6J0Q6j5aZJ2/oRWiIpJFklaJ/c+zAuRTkl5M8m0Ps6Oajng2dXkjNpplDH50RES0bExutEUQE+PA6ZLjWxD0i3F2jF1co+VaP1i/B1GRTkmu6SsUNYNwlaI5yfU5YviI+qnLholyx6R1RQkQ6qcY0PqsjVbuCc3MrTpM6w3x5MnWqqjElJuTf0KKIeUYI7oJuKOqntxNKkSdsplEVyQaSG1RMeuN1JMU4NLlGbJja8mPJD80Z5Rm6TtaSlSfB80+WKIkUXQ8rqh/XR0uX5DNTTtjVMwZYwhRPNFwf5JJtkqWsRE/GtmLJFSVmSnJtacjtaIsssjKmY8rkK/pudOjE00ShCTi/wZHtRGMdqY5Um0ZE5RXNcpm2DrcZZRbpIcVaQlSRIjdE/BGmS8MxTaaHlShd8jyZJrxyPd7kfBua92bpuuLEuOUZJwxr+R5Zyl54HOVm4gxuXiiUMjkkkcqH8ji35HFxiiMlaHT9x5Wl5Hkk2QtyX4FkiuGyc8aj5KTy/wDyJujPmcXR+oy+zoXUZq+4x9bkXDRm6lz4sUvBiwxyJuTHGVKKXA1yxoiqJq4ldqJcobo3EVfnhChB8KRLFJGPRjMi51QnXknP27IOpIXgzWpc/TTIcjiQXI60uzKqm+zp/Ok/DH2YvuRd6NcD86xFqosorRM5XgUxzH2WWXotJc9lDRQ23SKFohaVrFCRwj3Fohj1jZY+5HGlC4IdTliqUuCeaU1THEooxx5GlQ5NDHqhNjWjqi6G9FHRk5Pwh/scM3HwOUn5ZQkirKJxdlEYfkS5IxMsOLQ0U2eCy7SOTDNQyRbVoyOGTlRSNsVbZKVuyy2WyzBxLttF9lkMfy3ROMt/gTnjTtGPM0vmlZLMmQzqKp2LqIq6Q+p9qFOcxxpCVyvSXk2k2qqiMaRIjB3aPUlFNUb2WxNkIybvwUooy5eKiyVymSXij5vwPcjdNeSOWbdRISdK/JGpPmJsRmhaIwv7T08g7uj0J+9ji4ixNqzJFqPkhG2np1V7/IpNOmWWiVEU7MDe5fgfhja3MYim0ZIUyihLWcqQ2QVk41FIimosjklF+SMoyX4KGxsmrQ9ExNMn57LojOUoJozq0nrCG4eOjaOBXbi0p+wpv8FlmddmCVSWmV/Kx9mL71qyXnRIgqfYm0XfbFWVQy/rPspiRxolY0KNkUJaVYqOC+2xaS7l2LuU2jfwOXJb9hL8lFCSKHo0U0URjrOy0hv9jj4LvRaya/Bf8FWKIidJEppyseTSMbFovJF3FMy8ruwyqaFox2ULsh5Rbo2r8DhGXsPpVvu+CWCnwbG5pCwRoywSSoxw2wRkdJmKyhRcpDXBk8pCXBJIw+CW2uUYFGU3aHjhzwKMfVa0aHii/YeFHojwmRqBGM8rt+CGNRIQbYkktMkkYZ1NkZon/wDURdHBnXiiM6iZclmJ6ZcDnKx9I7s/SzP02S/B6Er8HozXsYVTVl8GSSTdiaaEJ0mSdvSiNNFLTK7fBtshBKNszW6IuvI0QYnZJUPScdYeSeP3Q4tFa4M2x0/BnyRfC1xJpExIo2Jnopjwfyei/wAnosjFR1vSzMk432Q+5CfBk8MfZgjcj02bGODJeWLRcrWkOqNrvssTl7Cla5RJ96fIkhxHDg2Gw2Gw2HppolFrwtL7LGyiKpdi0SbNrRtZtZtZsZtZTHBm1j+guzJPaRm5CkNijpRtNoolG0o2scGbWKW3hkpJvhlj5JLj9lBaJC1YxaIyZNvA3b1RFMlpB3FEhxgx9kHUkR8a0UV2Q+5HsLWfghF77GN3kNxlfBiitpMinZQ/myCRlpIxqok/DMHCNxF3msXZSHHhj6VSlbFhpcEca99JzUYtmHqPV3N+xlbIt2RlyZJfNFiycGSfysUntYzp18xSFGJtRtRsRsRsQ1Hf5Nroyr55ESMvZkmPVHFDpWPyxJ2bi7hrEQ+VrL5kPGRhDi2PHFS4elIcIv2HhMmPbpbFIxx3MTVUiSEVp7fSyfb2Q+5HlIyeO3pvvQtGZFU3rGxG7miyy9WhJCoaTRLvQhT4E19BwHGitXWtieq5IwbEq+g5JEp39Rk4tm2hREtIqxR7aK1lKuEPkcEOMdJxtD7lX0aYoyfsQTS5Ql9LI/mY09U1XjkgT0xO4IY4rlj89iMDcoL6KdOyE4zj2MoaPTqTekk20rIxpGV8EftQ/BDmbemT70hLgy2kYlwMxv8A1LYmPJFOmxPusuzL9rR072uWn+7W+ESF5oaMF71pSXc8absfCMi3Sk9FZ57bH4Pcj5H9xj5TRJU9IauLGUOLNjIwp32TlSJTcvI1o7sjOoUY/tQxIor6c/A9V5IeEZPD7cFbiMxNDMn3PSIo0e+lF9yYmZGmNLuWtiyCffSHBMcWtLH2JMWMjFLwKkXp7djY5Msf1WiiiiOPgSS+g2kTk/YvS+yULPSY4NDWlMruSbFjYoJCX1G/lG7Y+IXWqIOh86Y+Ilknwx+RKxxZTFFmB1H6UW0+BeBpFlssaKH4FFedHBMqiStUQxbbKJQbmnpmTkqRCLSofgxwe4SM+OUpxqIoKkZYtQe3yYPVle5FSNzutr0yqe17THvjH5vJNtoxYpRlJsSRKEeHeiL0SGjCvmRwv9xZLJt9j11+BZxZLHlinTFmg/ceWFPkm7bLFLtX86SdISvkin5PSlJ+COFxPSUz9NFIWKKPTiemhwV0ZIqP0MvjWhwk3wQg2uSPC0RQxs57H2smqk9V5IfaiXhkvPZh+7RSaN/Bk+7TGrY9KGLSuxFL2GUzazazYxQY4MUGjazYxwZsZtkRvS0b1dDmhTRuRvRvQ6Y9UiONCSXexuhzsvRj+hRWlFapWRSWl6Wi1pZaJTG7+k0mOCPTNqNo4oplMpkcfPIoo8Dd9yXPfPw9G1t2vsiPSPEUJjHBoimihISRj8aL6CZiknEZ4PURuRetM50bd6PgstaUXqmWi0i0JloTSHJEpWN2Mpm2R6U37Cwzfsfp5fkXTP8AIunX5HgURwieCzciUrKEuR7ccb9zJkcpNllvRDVia913wVuiMEl4KJOkLmmW+x7r4HG/YyQrnvyPnshKKfgT3S1SEiet/RyJXrBW0LwkS8EvPZgXN9kopjVMxsb/ABqyhDRRRRT0+WuFybdEWitVo12NDhRJap62e2qlRuZvl7HqM9RsU2b2b2zdIVjijajYjabUbEbUbEbUbUykbSkOKKRSOCkPah0WWWy2bmWWzdwbmOTf7GkKCKQkvx+xn40a+XsiPRPgs3DYnrTMf2/Q55EtIT2sjlUh0Sx2SxtFyTIznaRbo30iWeMXTPVierFm6DPlZsiOCNpsZ6fBsNrorR2clOvIv8jsoqyv5NiNkUJIVL3N0R5IDyxR68X4JZGxyst9jPVjBmTNKbLbLL1Wr0sbLtmJMU60lu4qvoZft7uaJO32IhGlrBCiZPu+pPXH92jMsKeqMaqKK7GrNrN0kep+UKafucavRaWIp6NFCWvP0XGyWOvBta7Ex6edb57ErIQZWl9r7r7nJDd/3CXh6OVx29mMlpuYmXohI40h47n2P219ZwZDqVLyKUZIpEYqykNIyQuZFGxGxm1lUNP2Z8/5Hv8AZl5fybpm+Z6uQ9SY5SLkz5i2KUrLkXJe58xU/wAlSHEUWbRwGuDFG2xxVFEUmzJFRRZLIkTzstt990Ra5sbLLLJSMatkfBX0K0mrQ1XZxQ1wTg12R8kfGkfIqRGcTL9305Ohu9KMa51y+OzHO0l3tpGTJb4FJiytEcjqz10LLFikhSQ69npYue6vqNWOBT0b0el3o0hFCxiil9F/SckiUyx6P+3S8DH2RH2oViFpDuffk8ibRGbR6sjHle5J6NE1TISSN8fybo6cHBwUtGkUhJFIpFFFFIW0aWtotP3L4u+B5IV9yPUj+SUzDfI/trSWaaZLLKXllsZLyLsSoesapjGWXpi8kPpsfnuaRk229V5IrjSWTax5m0KbXuRm2+WefpTeqgyHnXL47MLRfa3SMk2+xZGo0WKRGTYkI3FkZ0KSf7Jm20emOLQ+6MGxQS+havV/QuhzG2/21fvZeBvtiPsoSEuyHc+29JsvWH3IXjTOuRE20hzZvl+WLNk/7mLPkryfqMlC6nIj9VM/VSQ+sn+ELrX/ANqH1z9oo/XS94o/Wv8AB+uf4RLrp8cD63I/ZIXV5LH1mV+5+pyfkl1Gb2mPNlfmbMc5t/czdKvLLZCTsXJi4JJUNj5b1ZLyIWiS29iTsdrR9mFC8fTZLz3Mm7esFckJJI4oyVuetkHa+lLSNG+uEQ1yeNdrIOmX2OVE8jf0MfnVtG43IjMjkE/2bVkoD4K0jBsjjoS+j76vvchyv+6yVo2tdiRFD0oUShIrsjLlLuffPz2QfzIj4WmZ2xGXx3sk+6hrtemIfK0j5MZBIldEvDH2SiULSuNUiKRkWj7MPkst/SZkVPuySe0euP7lo2T89kJUxO/oMktFpBDLJvRIc7VC8i0ssyMr6GPzo2N62KyM2Rnf1k9b0oaVm1tixoVL9nY5DbFfv/dtqZsRKFMdUY0mNGw2oaEu+PntY9fYa0pU+RrnWiC5IfatMn3aZfHYhjJSvuS0fjtemMekfJB8kCXKJcpj89jRRRRFHpjjFCEOCnG0SVMY9cImIX0WZavundeRrWHk9hkl2WQm0y/oUOKNjNglWjJHuKTprRaWNm5krsv6GNW9GPVMQhMU2Rf0b0ui9LHqlY1H2OPoX3t9jaQ3f9ha/dNWOHJEX03ZHx2NX47L0YmSVdkHTRF2vBZk86ZPHZWkvHZQosUShj8dtFGKI1ovJj8kB2kS8Ma5K74uhukmSd6w27UZEMbLWmPzomhdtlockjcOaok7fdLlUNUUbCMeRtVpJDWqihKhePryiymKyhR7GNDXbwKJRFUxcm1s2SNjNjoUGhRNptZTEpicjcjej1Eb4m9G9G9G9G9UOZ6g8h6h6iPUR6io9Wu2/pMtDa0sci77Wv7zX1YSoT0bNz0svVjl7UPsRG6WmSr0yeO9wTPTI4l7igkUUUNaSj2qLZCPIyheTF5IJWSfAyXnsorsTfZjkkZJJxJS/GkUVpGVqmR8lm5DyQS8jzw/I81+D1ZVQ5ZKFvfliTvl6X3tG1G0rscbHEoUEbfr1rXcyjaOI4jXYiNvSM2hNdlCXa4pkotaPSyyy9b1sbeiyHqHqG92eoz1Gb2b2b2b2b2b2bz1DezczcznspFCRRRtKHX98v6EJDZuVjaG9LLN3BfciPhaZPJZPx9SqWj0Y+xEJNNDd6IxeSDJSJcof06V6L/OjijaiijaUJzTG5v3Nj95M2oUEeO1/sdqZtSOF+7opDih4x4z02zYxKtbZHJ2LvlBDT7rWrVacV312WX3VYl9NyL/ALmv2Njbfdf0EY/tWmTzpPx9Ky2N60UOPbHzoxGPyQsaQx+f2K7F9J/3dlaKbExaLtsZSY8btjTXayx9lDLZyJF6IZx3JfRWljl/e2/3SZjdwQzJ5GZHwX9HjvolA2M2M2UhKno2JmPyQ8aS8D8/2t6JFf2ih6pshMQvouKJQfctH2t99aISEvo3pY3/AHi6/fIxv5EMyE91/suNEhjRXOjrTFe4hwhmTx9Cv3y7n2v+1ojOhZEPIj1DejejeeoLIOaPUPUQ33cdrOfoxi6FS+herf8AxnE/lQqaMiMnnSvotlllll6LueiRiXKIjoyeGP6dcfvL47G9Fqyv7Uv2N9zvsQj30XOu9m83m8czebz1Dezeb2OXBZf/ABdGP7FpPkyfRfZfau56JWzHw0R+3TJe1jEyxMsv9nel/sXotX9Jf2a/oefqX9C9b71Vc/8AG0YeYjZk8mTz213Px3oSfejH5Voj4HSMr+Vj/tq1fZXekV/a+Nb7ro4LsvRfjsb0b7L7lwnpb7F/xK+3A/k0yGT6dDRRWlCX0sb+ZC0yv5X/AGRfSX1l+8SvXj6a0r6aWnuX21pej0r+8Ov3r+rhacSybMnn6rKKEvp4fuWub7X+zv6V96F9FfQfcv7G/pvs47IySZzq4/Uf7Bf8RwP5WMmjJ57K+kxaPsvS+zFe5aOzP9r0svW/3y0SH2vSu9j/ALHet/sFquxNtjRejPHY327eRr20orSiivor/iOB0mjySZPz9Kxvs4pFlj0s47UY38yEyzN9pfctL7V+1sT+tWjHetv6NfTf7znvVD0poh9yJe4vtY+5j8dz7Ue2qPfs9/prx9J+Fr7C/ZryP3/ae3b7afgWq09+zF5YvBPwzJ7fTfe9Pdj7UQ8oX2rTN9r+muxdvv3ey7GPtXb79vt2vR+forsl4F2rzqu32f0HohaLyx6/j6n+1i8aPwY/LMn2n//EADwQAAIBAgQFAgQGAgMAAQQCAwABEQIQEiAhMDFAQVBhUWADE3GRIjJicICBQqFSkLHBgpKgwAQzotDg/9oACAEBAAg/Av8A8RXx/wDomKH/ANAqH/0Cof8A0Cof/RCh/wDQTSyr/oJpZUv+glfzcZSPtz/mukVC7fBSVfzTRV3RlLKl/M9IfeUx6/zMf/QLw9h0sqX8wUPT2MyllS/l6hv2WtBr+XNKKvZ/A4of8s2UIqftSdP5YMpRU59sv+VlKhD1ftylwVL+VC0Rx9wLQeq/lGvc/Ef8nqVJUxL3Q0UsqX8mqUVMXu2llS/kqylFXvJaDU/ySpQ9fe0Ccj0/kalA9ffTRQyukT/kRw/YChwVqUJ/yEei/YTgyZX8gFqVOER/0CUKSuoS/YjxvwyHykEO0EMhkEMhkEEMhkWgwshkMhkEEEMggggggggggggggghkEEEEEEGEwmEwmG0GEwmEwmEwkGEwmEwmEwmEwmEwmEwkGEwkEEEEEW0NDQ0NDQlbcmJmIxEkkkkkkkkkkkkk2m02kkkkkkkkkkkn9062L/8AUS1fz/0DR/8A8CpNkipZC/n+6kYylMwokdT3I/ni6kYxJspoRiHW/wCfrqR8xCkp+GcB1v8An62fMQtSn4ZwH8RjfLNJjoNUY0Sv5xNj+JSJtlPwzRHzGNvsKrZikaQ00Y0J/wA13WiWymj7iSR8xjqb7ZJ8xkr7FVCHSzGKun7/AMy3WiZFQylJGMdT7TNoI3VW0YxpMdBLQviU/wAv3XT9zGKlspoRjj6Drfd5tG5Iq2aMfwxyjGhVL+WTqRjEmymhGKB1v2DF5tG4q2Yx00lVBr9j5iE1/KV1I+YhSyn4ZwH8R+zoywO8bCrZP+iqhDpZjFXT9/5MtnzEJNi+GJpDrZO5BhdsQ2YRL2PJNqoKa4do21U0YxpMq+Ga/Y+YhVKzf8imx/EQpYvhihD+JUTyMLvsZIvF4tFoI2o35FXUYiqlDoZjFWv5AutEtlNAoRjY3+waraPmMapKqDVHzEKpe+muWkkknZkklEolEolGJEoxIxIxIxIxIxIxIxr7mJEoklGJGJfcxL7mNfcxIxL7mJfcxIxIxIlEokkkkkkkn9sHWjFIqRUoxDqfY4I9hRaCCCCCLQRaCNiLQQReCCCNtVsxjoQ6GamL/RjMZiMRiMRiJNSWaks1NTU1NTU1IZhqIZhZhZqQyGYWYWYGYGYDAzAYDAYDAYDAYDAfLPlnyz5ZgMBgMBgMBgRgMCMCMKMKMKIRoaGhoaGhoaWkxGIxmMxmMxnzGfMZ8xnzGfMZ8xnzGfMZ8xnzGY2Y2fMZjZjZ8xnzKj5lR8xnzGfMZ8yo+Yz5lR8xnzGfMZjZjqMbMbMbMbMbG9qTHUY39zGzEzGzGzEzEzGzEzEzEzEySSSSSSSSSSWSSSSTnnbnekkkkkkkkklkmIlkskkkkklkksxMxMxMxv7mNmN/cxsx1fcxv7nzKj5lX3PmVfc+ZV9z5lX3PmVfc+ZV9z5lX3PmVfc+ZV9z5tX3PmVfc+ZV9z5tR82o+bUfNZ82o+az5rPms+bUfMqPmMXxGV/EZjZjZjZiZiZiMTMRiFUYzESiUSYjEYjEYjEYzESSiSSUSjQ0NDQ0NDQ0NDQ0NCKSERSRSQiKTDSYUYUYUYUYUYUYEYEYEYEYEYDAjAfLPlnyz5Z8swGA+WYDAYDAYDAYDAzAzAzAzCzCzCzCzCyGQyGQyGQyGakkmpJJraSTU1JJJJJJJMRJiMRiMZjMZ8xGMUspoJgdb7HN4I7hBBBBBBBBBBBBHfoI3oIIIIIIIIIIIIIIIIIIvBGTQ0NDQ0NMkcxpk0voSTebSTabySSSSYjGzGzGzEYjE96SXk1traXbW+ueCCCMkGEwkEEEEEEEEEEEWgi8EEWgje1NTU1NTU1NTU1Nb6mpqampqampqamprbUlkkskkkkkkkkkkkkkkkndm02kkkxGMxmMknPJJNpJJJJJJJJJtJJN5JtPMwaGhpkgggggggggggggggggi8e5n7hgjkZMRjJkggnnIIuuVgggptI12mCCDCLgebQQRyHizRGlny0EEECtBBBHdEietmpMJhI7tJF8RiJ9rQYWYSCCP2Cm0WnlIJMSJRPLq0860YjEhPf9LTyckki6Hm1RiMRJO/GSOWkkxCItJiMRJPbJMRiMRItLu88pBJPPxycew5thIRNnwFSiEacxPvSSbRadnxsySST2/wA9uSML49y8iRhfuyTEY2N8qu9wYDAQrTtTvz+wsk5qhVZ13N0Intz4P3dMnBd7qZRP7yzyOKzRJiKe7MhkMi3jsOud6mEjb1z621Ncmprec2t9dmBLgYDCuSjLBBGSCCOWgwCpG9yOS15mTEjFZQYyfaMoxWi0jf7Jx7N8fwdpZjMRL/aSeSi0WjNBHOQ4IZ8ur7GB/YYkyBWwu3j9m4I/hI9qe5+Sn+ykq9b+D0PWCmmRdf2a8FXFv8JGp8ta38kWwToJRIyNfp/Fj9Q9Ux0yL4ca38Hk/UdSr9mvB/iVcCn4WtvFvQ8jXQajCPgVLR8DXtqG/d6QqGYTCYGR+2r4nxHqVVFEFbTKPyPiUtCf4it6plNU+pQyf2ZqcFTUSY1AmvuV1L7lD+pKkxasrr1KalxKHr1K3oY6YKapj9mkPRDU/USzQLUeWCP2zT+vtFWn98Y13ENkfwEf76pfvO/4SRsP/oFn+JSIJf2MRiMRiJJJ35/Z+CP23kkkkn3S3239BJJN4tBBhIIvHLrNJJP7KT+1TqgXxleSbRZd6fY4zvtjIHSUVwyrh6q0ftHJiMRiJJtoaFKRBH7mR7MWeBd4ZhVoTKaVS/A1+7j/AGMZHfFx7osr5JIeg6mJi1yQRyD7Iv22gjvMEZJJtPteI+pjoJpH8Sn/ANMf+uQkk48zqcO0vsSFmYsivPdHT7Bn2I8ke7JJJJ9lRmQuPMVD4dH7i6FH95J9/Pfn2ZJLJZJiZiZiZiZiZjZiZjZjZiZiZjZiZiZjZjZiZjZiZjZjZjZjZiZiZid8TMTMbMbMbMTMbMTMTJZiZJLJzUpkf7HnQ3yMe1ZZI88CFZ5VtzlTu+HfYI5NcjSoS3J7XORPgYibsX7GJmJj3l3JFWrI2Y5ODp7dq9NmczvxyTklDcd6nPFo9s9BLKhd4b9gwYTCYTCYTCjCjCuZknufXkU/cEk5YtC5Hrlp45p/F6ezJ7kx8+6kYkY0J9btlLmH+yE9+na6cs/aUXdoIvHLL31PNM1EmzAymkdGhiQrRmgwswvS6Q6X+9cL3jOaO4RmjY1zztxni/nkkLkJ5Tzfxl8kkEX8X+uTx/Evp2NE8m9qM0W65Ju8k5ZyvZnPPJ0omyHaMj2lyfm/jL5zeBsxCXF3k9f4ixsReSSe2MWy79LxZZIzxsxbznmzzSdcj5CRvbmzeghZXZ8l5v4y+cyz+PYkk52Lh+wKOu0hokkXKRaCCPZzEs9X9WnssWknkKSNibLLJiHv9d2cml32RceV/VsediDyeMmES9jMn9h3qNNEkC5aSRLLPudDJJEPl0PidLzrnduHKyJlWoss7EEE7LWZ6EnHvP6r+MvnY0OuLJ55Se51IXsuf2xgfckjDrd2knQQ0dMiJJNMkHjLGebRnfG7ETbDyEC7z+rY87EnnJ5PHJJE/wAE59qrZRGphJzSSNbuo+QjPJPff1ZoI2JJJ628cy0T/CjwS7a9xkknl45f0HkfXnlZ8lOvoNcxjMWpiE7yeckEW1tDeXxvLJORlNn+6/j2f4MT3p7JIn3DyRZHXb6i0MRX9+zYmOB8nO15tN4yfqE1ZiVoI3XssTU/vzJPt6nVsdq9V69vVo3Xkq4dj/y7D5ztCQvV3RFmU6rcq22v4mMWhI9tWfTkmzGuem3ncXJJWw8lQuCGPkp3POyvUw5/G303V+6s2ZBHtCCPYPW0WXtD6Hw1r1OvPeck62ggg85J3lkgbyR+/wBHbJH2WCNn0uxcnNlyCI2HlfDsE8n9LfD/ALXKQYdnzkdTtN/OT6cgh5mQikf8JfO1JPadTDyXjL53+hGwx5Zk4bc9m+l6CMizojhtNipvObw7Rfxk+nLzfr/ACOyPtMGHcjM78dtGlvO5QtBrkJ4jEh8BZ/PaPpkSOgtn0yeScjEhva8WxMettDpyOJNjIySYsyKhVfs9592RzLYm2KnkPHKvmJ05hcihbPEeToLbWdcj5y0rajjsM6baZHSyV4ex55BWeT15lZp/gNJGyreeyvu3my2Frf0zN/1yFPJecy0YlI1GzGb0srTs+MvjPO9VoSii64kGAq+37Ref2Fmy9h07K2YyrNO6uuSLvgrTad5cn52GpMC4ZsC0MB65vPIQiDB0IdupAqCEShvei0Wj2U/3gd4vGSfZqYyT5iEnUYP9kDMaKdRElVcPyh00vyNxJRXI7N7TQuRnmIIMBhIthIIy6W9Mq21sSaclOwvYjtOWf2vknmJ5edmO0Pm3tIqr1GpKWdIPlioGR1HaBnolbzaFtTforQJdkVb+58x/cXxH9z5j+46iTEY39x1/7vKJVoKrIjPJORIfYHeBc6hi7a/3Ckn2clqVKMkXWTpyzIH6Xf8AV6eNqenEmPqYkU6/QfF29SJI2ZJH3/1vJOVP2Qv3Cnsk2nJPMxlgnty4nFrqIggwCyI6k3fJ0rWTU9JR5sxXm8ZPG++5KpjUi2V0tSh15cBgV6OI+OXx3iCM0/u3Fo7dPb50s0JCRGRD9BXV1l1FVZPZYqc0SSLUeX+rrafc5W4+ueNvwee6KnQYqT8JplwMaa/YHx7Bjs89hnbQnJUryYue9Rccqs9lW6DVoyxuvLKyL1H15FV0kZJ7WnaN5qzqyxm8HnueLJN8Q3IrMVlT+yMIhEIwr7drwsj2lBhIyRyMC+EyEfLKqWtp5aaSBq7vOwuTpGKsdQmOq7Qt9i4c++U87jvBheZ5fHelknIvb+BmBmBmFmBmBmBmB/YwMwswP7GCr7GF/YwVfYwswswswswswswv7GFmFmFmBmFmFmFmFkMi8GBmBmBmBmAwGAwGEwmEghGhoaEL7kf7I7U+AlbF7TaIvJi36UP8X/gqVkqSZ8P7Z5zzZbU5PAz7DsuVY9/5VPD0KVC575RwJz/L+5hHS9lHEjZgVN3Xpkja8Hnu1JhYkN3qMQtR8+n7Dm85JJJJyztST7DVulunb1nW8mTyfjdq0pKV/VpzLcZBh2ErOzFrfDsySUDpOBjRi5l+qywudnQnJVqUrI6SjVckyOR8HnkWK7486uOebSPn0MRi9nsWokjQqpE8yslylOhiZjZika7W+tuhI82KCn4zneVnmi7GIjUpRhGtlHXOh3nlKhXRFuu/UdEVcWMTz+mWoSMWaM/zDFOSLsVTQnkdU5MQkLCVVN/6MKMCKPsP02eq4b64p2fYHsYSBO1P5h5lsrqPjBNnmWz42G882WZ7TZO9iXJLkGIgaQ/a64jeVFV2dMqHx2VsxlXPSiN1WayNmu8iogjKxWY8is0U5IIzRlVMkEWpQ6bRZpcNLYbQRkjTa6ZFac6ydB9TpTkq0RInkZ0y9FZZ+sbcre0vqVUtS+p42fUmGRK8bEskd2ebyLmXtLK8kXW+s/pyKRU+QWxI9lnC8nUjZi0cymOz7S32yNjpsySSSSSSJq2Eh2kQ+wwOpGISkwwdMjWyqh7XrtO87Eaeos3BDKd3xuYU8sRvYVZN73+Vb/0eDp/7da2kTKlfodackCs+ux651edt2WhUUqWfEf2KaUei2V1t9CSqk+HV9yqjfXNzuKzyPdRJLHsdRcB05fGaDQqqEp5B8D4c/wB7k70ckuVn2NhZhZhIMJhMJhMJhMKIvGfS8GHKhIhGKkTTZVp9iSbt2nYh82h1DIy9BMdo3JIItBrt1cCi2AdMFSthZhZB8T7C4WwjVqadykjNArLMuCvhZG87wKy4bEZPRH9WrKfy5qWVW9SR3prmrqhLRaf2dJJzJSqDg52WjpabzsUo+NVJ8L4en2Q/iR9EcX6sZ4HxWf0s+olH0F8R/wBjSf0Kk19SF/RR+IajY85J2Pi1r4a8i+P+Ip+J9ypaeq3UU1/6KlJEDMI91QPdQkfEqgp4j6sebodFZj+GU1mGc3QSsuC5P5tP05F6mBGGBaonO+O2uGfF7bkkkkkkakSRBhQlyaqZicZXsyJ88qWYGVUvOh2RVlWyt15ehGdzJSetqSXJGmzJOdDzTdclG36kit6WjXEPiV8NhDd0Ti+iFTBXixN9dCfwtyJ6wJ6sfHJRxKWVFXD1EpIz+l+os8R9T89RKpXg4v1d/BPWy4PI79XbzlWn0NKv9Hxfhnwav6KqWskHXNI+OXBi+L56FbljRTW/oVr8QuDIFtdLsVSzJGHK3kmytUxObaZEVaGr8sXCz/Mx9eB6Z/8AFWXGybJK6EJod12bplXHkmL8uaMsbk7E2jcjvD5TFyjsxPmkddqRiyOytBhI5SRtiuuJiK8jyojkoFQYTDsMXYPJ6ZZyQNCPBpL6lPw036nr0Kk+PXQw6L0tGglEFb4+p4ulqVcZlk6JicRwRIqbVLLEI6iIur/E/BSfC+H/APUyuqRZvSuy4qyz+TxnWjPiKV6nwtH/AKKlD3ui1Z6sa1v6M6NDW2ldk5YHCJWXCI+HQ39BrgIYlbA2QLL1EJXjQ8nCUTlXFlLOAyBZKkLJ69lfE1FdDyeu6ymv7mHNSj4jFQYUOhGGPocVkqW4naOwST2V9qjmlnp2ak808p0JIIi7u9pbCzu0EjI7R16iPVXVJGx5KxN6j/DUYsSRR8NOP6PwL8eoyOOpWiXfxairUWr9RUGI4lODgVVfi/TwH98s5aULWr1Hq9uniOmDisj/ADbtP2Klr/4Ph0e54PDKjFfqf8XG/hk+Tkqqwoo1KqickGESKZWWLystNTMQzpbiyn7EvMuLt0v1s6SB9sfDNTSVvX05GqlMU0lNSZVQ7dc6yTpZ7cD3o5GOxyRkkxckitny/hs+XSU0kwSmQOvZV0h1dleToQs050Oo1FnVMDd6jQV9LIe9Jjs2LYq48gh8qs3m39ZIy4h28lS4FTS9EcNOJS2SsXp59WJz6z1FwesWhP626Wr/AKOtXAl8P/Rf5aDT+ooP8muJ1jXU+ENSxo6DWtuoiCR/k9SlRT/7udbUj1shfez428HnaXEqpKlw3PDKfQqi1UuytD3YyvhlfUWXzZFbw+CJIthlCKuA/wAtldU2oerK+NnlfSzFZDy08F2qRvQmyWnqVfiYtNx7LFSp9tzdD2+t5JJFkS1K4/8ASGqftfT/AO4Rhnko05Vi3ugsiRULO+HI+bzyU8vhIGxcFzjv+rd8aCqqn1bkh4uA6m3/AKHFP0El9REzBF/VlGkImUhp6CfAbEoXgqkaiyIX4fvnXU9Nx5XkRVb0e56aPc8Zlwegh0bNKduiyL6Z3wKRlJI7qmZGvxkkk3o0ZWir8Xw2UuaMiGIerIuzpaBD2F+c6+tvXtECQ3hJnYWdD1ROZLNBBV3SSeepzxtrZei+sFLpX0Un4qvralSfFWmxVqLZd4IExrk52KbO9OxFmdDixcorQxaE5cDKqdmRUD5f0WR73pt+M/S85fQg+EuP+JFCqwFbmOHpdkmnHQj8MQo6FP8AXkj8qtUsU9Smjj6H+WISfHqJrh6k9DqV6oa4sdX0kXB5vM8gzznpcD3P07ni0mPIybLJhdlwFqcdD1HfFBKzwRl8CWqHW/6JtiY9R6O3+UyVLRnw6o8Duhu2Fs4RmQ3eYyMXE9eppqJ8D07QylK0k5lxGLajUe5Od9okm7q56nIh8bRaeSmCmj/5PxEP/wCp2qKXkWTgvU/FOwxNbb3cX+hwxqBPOsiYxZptJOSM8q9Jis1mghELIirhZ7S0FUx8mxcLep57NOZP8qK3rV/vwepiKrKlqoaI/FSxaSeBfmfEfgSp6RodZgdOsipwv6j1nwLizydBdR6vD/vP/W+xj9djxueqH02nwvA6YyLyO6PjfYpoSs6UcBLT1HVqUzJVr63er4X8XZSrwYduPxQV6nqUVzUuJ6DyLM7O3UeadSnUhC+/cWU6K7Qhpknw0PkoyKljQ4F7NfLo4EVv/Q/gVfcXwkvqVMqehQ1OTXddp2J3lkpY9tcTrkTMRqKk13E9Mr0KeOeBZpOo9jp6jU2p4co9UJ3e/wCu352Ikm8X6u2vAjp63Y6WUUwhnmzsnpaSFHqzClZehM2r4xwITqZVRhzeuvIOz4CfJ/8ALXb8i6Zl/wAj/wBIpPV6D/NniGKulv0HfrnjfqkdOOk+HVhfoMxIhD3ZyRF2tBM4LqylaezkV1C2V7FqEPZjJiW0/wCrtf7YkNVP+yVShx9yn4kPKjrnndjlOmZLI1rlTvA6uORiEN7cb6Oo0Lhlq/IhLQYqdt2p2aWVPXnPOXpll7H3OBTrV6j6kTQyimCfwi9LP6H2sutkl9jqYek8SlxPG9Xw1UmLhTwT8n6uI1l9EuR/ULgLL53v+L2qUN6vPEj9LPpsU/mYxv6kDE8lWytn1EV0x5RpUiITzxJ+VeR26CbSydSBXkXUfH0Ku/Mwf7MO9WLcqoRgYkxoVK7+lFny+FtFPDM0UwVVr+qSl/E/+0lf2oI/3Z9mjIxXVqbVcBcL1XQ2QIm8CVpzLJJCslvet0Kgqq+whW6dmjd+Wx0PjkW08jPIxLRHS/UbjU+F8SPUdUpXZNoemg+Hoeut3xjQ6cLO/wCpcl+t2p4nUfHJ53fVZ0pKqoMZSrq3TefG0TqVJPQqFuvejJNoiCcI3LG/xdEMjZkp1/V3RMb2+I7Oncfup1amMxmNC+JSJoT4DY2tfJjp+58xGLF/Qvg0lWzOTCRlfIIbkfHfTINcryu8i24Hx5J3juvXL6D6cCqzzf7GdclPGR/m65Y6lfBasSwk/mfEwvCvJRMecnq8vrodHrbqr/q5L9Tu7V/e3g873mcyWtQ4JytlJjZiKtThs9FZcCqk+1sWZPM8iyzdknnN/n/5aRWUcCqo4r1IyTdsWi7d5yzuJd0kn2BBFkPvT0WXiRsddlaE7WJE8j42I7PB02VSyvMrPirLWyk0+5U0OpQNqOiEh0mFi4s1bK1/ZX0Fwt6sQ9cXQiDh0PNvS76DFwuh/mjL55Ly80/36FOqw2eulmT/AKF02fWnN+nNRx6sdoyPVFOanixs6K3SyOkZYtiJtGZiWTrdX8ZW+NqinqehP4rP0zMV47mxZGIQxDviyM6dyggXZn2ySbvYlGJGJbiu9xDeysy2lln8IuR8EWh5GR25FWrF8NXhHkeVZNSba5EMqenqYZ8iephKW5PiaHqehxs2Na9CqNdfqYqV/qypF1Ovpk9Vf15pCWnoYGeLYUYUJRs/1seLriziyu8ZOgreuWrgxGGaug6If+iriRyUu8Xef1s6aW/V2fFCKVwsrI6Pu/DJhshiuhis8sq1T7TwR0vOWLqzYnuSSTkkxE85HaG+TeZcrGd5FkjI+G8rSdcj7dwQuPraq/Fka26bMI62ZJIiZGJysnU6o62i1SkQ9XaNSTjUx5PNvS315HweOW/Vl838XXBaD47fpkkdtY+hLu0LS+IxIVm96civN3wt68ci4HyliGegjF3NGLJA7oeRDuxZJgxD5dki5D0728i52c8DzwPdQ8i5GBDu9tFVJ1Y9uBLP06Dfc+nUWmR3S4kWdpsuOaRsqZhIsrU8B38j1svQr2GU/wBZ/ryPg8ZcLNUYxVLe9FtelOf5Tgja/wDSm0yhZExq8a8jOb7i4K9Tjxl6X8207mqtl5WIeV5MI+WRHMYieSfYHuLl8JFoNESTs49hIw3kxElVlyTyvN1y9dhkbsQosh3fHtvCn1KVsMkXB2WTqVDE87EPL4EdbSkjS/BetvGXzzsGFECqaF8UmlmCkfwjrseFt+RskVnZDzxbraRfF09Nid2NtcWxcRZn6i4O/wDxzvt07Tyuzs8z7hBHJvmkMWScsc6leXuPfY+efHdi3XaXD1FU27JWd6hdr9RcFnR1uz1y6ienkV+lpEddjwRoxfhExVEjYmmvUp6cbxlnJ5ut7yuX/Tl9Ffzkb/CrK+Ejba2FyM7Pm3m8XgfS64MXB2SvxY+4PKxDzLLLG57fiMZNnwEucknckfKcGRKyp849xbU5JJ3XIqKavrqKhJieSlswjWaUSSJEZakKy47MD/KTZHG8E69r/rZR1yMYs0bav6C4ElQrKp5OGwho8ch+tcv+nL9Mvm1JVq95DQ+Z8XdpyTpUPoP10MayzkZ5yT3VnSzyrO88diQ80GEqeVbEEEc5hFSrIxk2SG+QWjGtOxIZJOy7TvpDWdcDHqLiVvJhNLRsySSTZiyLaknK/XudOzOxU9yuuH6LYiRLTJIjSzGenIfrXIeuf9Nov+rL5POREaZVUpXTNLOB/wAebkkV4GrMRxg9LvoIfEfqLhb75Z7mhid3ndp7kqNx9ugiz2k4E2Pl5zvde68iY9lMrr02lmkkknLO5URoQUqSrTtnnap48iidr1yPhJ0yJ6egiLRo+A6TChE5/G3+rkPTabOK8C9bTbpnQkPjsdLzx/3uLf8A/B5MaQtRaWgb4jJ0sybJ8D01v12YMLMPcmKys7N9zgTzQRnnnpEiLSvuPZVJBh7StlIhiuiHZ3Q3ZcdmdrhsLYRAkayVEEb7G9Cldt9FteDhUMfAW5hFpt+mVqUUKPVW6GCUvUjVDt/xuisVJ45D68v5vUhSfDWpXxtT0zUlTYqdpa2Z0XNdbYhlN0Lj1vrqIbHTIzqx9DxlVpyRlggT5/CQRuTssWWO5RkbFIkMkaI56LIqRS1tvuMC6mlp021tLcnPGwh8d5lXAWSrt3/J7Xi1X3H9zpuYXueNhqfoVU/0zTwTwI4ZXbzyHh8t423ZehVx23bWb9OnOzng69BnoxcB8FZcD1PW/TrdMbKbPsbIIyvc6CshnQRIxbC7enaLRli084uQnL0J5SeXjUd3zrFaB3d523t02WZVFVXbPRbrKeGWMis9XkwsjKsrz4qKfE6nCinTmf09lq+5OyhmunEXDnNMiurejsnqQYDCVI6j/Kh6ULPht17us7J2J7jNpIGxZo5yebXZqhZHsrUa5V2d52XxyLjsO0wh1Ip1ew+1/wB7fjLQ4qGjgzFZoVZiJzPP52YIZ8uZ4LoaC/rZ8ZPO34XLer5B7cx2CB2iyKOD4+M3m1P9lP8AZGZ2dJTSLiR3Nba7O+Qm0EjExu8i7qqhiq7JGWN1lNQ+ydNmqonPp9Z4Dmpr7Glnw7m87KWVr+zivWz5T0zaGLiSPRpaJD9bvN6ZPTb+nOeLsjf/AKNebeWLvInn9B/mqPBOwxW12F2p2e0h9knk52kNdh8cnHZWOyKt3ir1UplOglI1yy3EdTxusfrwJX0pFSqZ9TFbihenafXa9MryU6Mas9/xsKDB/s4waNoeVnTJ67/6uW9M3jl3y72JvULPF/G3HfUO0dzwXm0bUdg6cpNp51IeV2xE78E6ZGtTpkfbNTF9WKPqx/iZCRPa/RbPnZVqkUDXJ+bKzRqOU/oYkyfrzP6nzjKUeuzPDZXYkM6X+IskFVvFvGTplqpyL3lOeeWnkeHKQQRzrzITFw9R/iYt2n8xjeZ5egh8iss3fU6chI/sLRWS7V52GLbZJIxa3nY87PGpkK2i/sn7E6kaewGU9R0vNTp5J5rXYVmJWVlbCPJ62Ts7TZLUki3TuT7zGeVeSbNrtEC5OUYjESVC4Ecy86Pi/YWdDyoxsxfWy4jss1Qub8cm9SBsntPouY4nBk2ketk9zorTb1I09SbU2q2H13vHYl6a5fUb6Zn1Ep7BGZDOluqEY39yXmbHdDtwHIidO7zd94knJJNo7MyeSRBhIEhWnsDv0yoedFXG649k87/plm0dx62Q8ypyMWRD3/JV+WShyQiqoV5KYGhPlfB47Q30OjyoY3PMQtzrZrSytGboKp01ejK6crJUfUk4kkjpk+X/ALFT3TFZDsuxLklwunabMTy6WlbUk5JtJOeeai0k2d4NI+u+j8P3Jp+5+H7mn3NPuafe8oxEko0NDS636R8brjtdLzyaVkOy7fU9Tzuvi3nW71Hut7qI6WpNCCj7HrZcl4PHYPGxULpw7WkVFOhxZ8R//SjDCzMpPjfcr1o6M403m6YiOefKq8mImyeRiI3X3aOd1GLknZ2Wo+2ti1GoyRZ8brmIRhX2MKIRhRCMNJhRhp+xhR6rv3k6ZWLa6K6zonYd09cq+GQYtBsgxPIxHWdn12/HK+d150NZWT2JkXXE6sp/FX6kzWPXKyiqStviY0kVaof5XdIqbnwYuNpjuq2IW61sT2aCNrF2DryUEZXzdbcinflU/U+HRi8shTmwoWRdgdUGsow/2U1TyUd1852LhkjJE8joJ9IyTm89287D+ouKv5Oo+fgV0MRxZP431KfzdWVOBVqfBJTqNEFXEbdNKGoq9RmgzqhM0+p1jQ+Jr7UXZ5tHZlJ1HvxkVkOystKeYjUbEO/rs9LVISjPIxZ0RzasxPvnotzwYXkeViKt95fWypz+dr03PK53xvrg+FpjURWkKqOxv0Jgf5j/ADf+h1JSTLK3/R09MuLQbH/V5EMRMevecQ8077yz2dGLtCyLdi6Hd26cxwtw5Pxs9R5WLk0jrnZNn2yJHpvrbXpdn+h7EcmylaIRinI7Pa9dz9S5PpzK6Wh2kSH15Fre8k2aKLQP0H/W11Q2KpCKhcotpc2h8y7Ia9pTyb7Oh5MI1b1HssjsUewZyQybRaNR1ak7XrankvJHG7WtvW0a7fjc/WuS873i7Uoo+2z0J62qGieR15CoRTNkVPRbXC+Ii3ohD5NcNnrz75B5XaLx7MjPBG87LZjnIFSKEf8AwOzqxMxIVpI2l2F3S55KR6GMfNv1KKR1QOpswkEDZA0QIeyxWRVXh5RKRnSz1PVyI+m303P1cl55H+mUvYgw5J3YzPMkMx5GsjEx1C2VakfWyZKZ5OrF0HzaK1HPO88g0L2lA+Tm8HSy2cIuHL+LJjmyIMKFofNf9Dmr6lKu1JTpsT2KniN3XMYk9MnxfsUqLvm1uMjTO7xZ8XzNXCkW56bnntunAxb7u7rOrcWcFscSTpb03IGin4aI4WnSBcpiREjVkhopf3Pir8Q/yiWvO9eSqQmTsz7JSfOQYo+uWbJrmldWjcZOZaC1WRc6uZQ/zeouQ67/AK71NkOz5r0FrZInX03vXnvHI+LLYqf0yxJURZPM1l6HTY6i426n9WpqJyOmRJrTItlnG0CIFpJTr55dmFCvSzF/Vp5ti5KpXXOR3RWm88gxLJF0NtkEE89NoE91o0IJztC5uSSeb/yZXwF3CUkueRxHzXh8n55D039Tj6WVRxOuR34tjyw8sDyUtkjyIb0FkjdniSenIvK89P8A/kU1a9f2CgZAlsNC20MRVJInfoJ6jQrVFCG6V/ZjRNQlyiGJkiyLI96ede3BBHJL0tPYHwFtuuDX+iqqBa86vSyW++C3f086th6HrsdMnQf9HEwiZ0ySSIq4qysxZKnhOOZ8cqVmQRGRbMiKhcBlKXHiN6vkW7vanuK5hvS+PutRBJLzxtuyNETsSJDZJiJ5RHXJN5yRtMXbK+CKXAnJhfKN2Vlzz227IgqfYXzP6eT8bPrsv02fOSOPAfoIknLBVkQ8iRMFXEahOyv0RRkZAsy2puhfmKU+PJsj2qjFaTF3RsgjOlusRCOAnvwOkpzPgYSmoeyyXnghkklLtwfcIs9CbOlFA1alFbkp20tfW0lRQuwvbYiOxeMs5vO9+nsnqJSVCEs3qMR1zSR/dulloxrNisleY+qJy08VbraBiWR7a4ZqvvzvTtz7M+3zsLaqeeM0EbTsuWgdSSMU2ZhIMKOBIrPjk67T5uCcyX3KqpyVIVG/HFic9kezocLR2LxZk6C5X9PZOo3BilW65vItmSojKrPgLNJNbsiSBkpGFkEi47kbEEEEclURsrh7G1NdxDdoIF3JkbDd429SWTt1C4CTMLEhwjjziFxKlJItmngJyzFr6D1qFoNEGHkowryTLEjAzhlRU5Fyvo+b9djpd8O4NnB8r47Ikh0xpkwCys12Hw2ELY/GdM02ntaWyxeyn36d2bojaWxBgZV8X/RjkgdOwhrl+nI1cDCNGFCHvL4VLfqxJIbI1Go+pCKZVsJBhP8A55arQxT9CDz2R8O8v15/xya4bPTZ8E7C6nXPTRTPqx5Y7jHdugogSzoq5eZ7rJKJJQmKncnk8UD/ABFNCWRK85kNC4cys6yQNWxcCrgSIf5mMXDfXUS16u6+C2V0xZK8j1G4ZTXS0O8W6dueXzmjuXiz4bXg8dm6XZV9s6Hmeluuwyp69FZ2W2u2NaiS7vw20zQmCp6kDptiFUrLjarYRPc3UhMkQht8k7PkEdcyHsU8Mj4C2oySTZbNX5nZFR8xoVaKsItCRFZGnI+lkVfiEotUxOfoU0DeV2T7WtvzmYjTh05fxyEbUEFX9bPg8c4tnzabemRnTI8z9Lzfrbo7dLVcFwvHd0Yte8vNiTs0Uk51bqaFVXfp2cQ9T5YqCFlQzoLkVkW6yNLPhyL2n0tJ0JMR1ZVqxKL1C30YTDIrp4n4KfwlVTZBF4I5Dx2emlsqilfqZV//ACE3+nUpnLPaUYTANxnbin1KPuzjavjseDxzrtBhi6ZjyvNRbhT6s/O/OaL0jE9USeuT/FZV3dD9hLiMeZIZLkW505ae3qze/SdeUdCFyT20sS9Cqh0mNGP/AGYV97LWzFZ7vBCV0UoqqbEVaEcs+y1xQvWoqpq+I/sj4dNNC/Siqpv628ZfQfacTJzI/NV/4PLXqimrN4PHKeeUfUXAeX4f4mP8VX+hu7QrMf5WdBiETkZTmZrkj2H17muOaoS9qdBHUe6j/IqzPh2x4v8A0xr+z8L/ALIgT/3dLkOgsyOvLMpTI7JTCf8AsTf16j1tx7jhMBCHfofC4evratTV/irPIiZ+pWmimpX9TxydOrFzVPApX1zLdQ80v3UuRoHsR7SeRHXaq/NdcohasqfPKtoxkmEVO/0FmR15lenYMKIvBUJD7TU7zOm4uFn14bSY3iXkq/CxVJnjkHWiij7jq09ClTFqenHluLGdTgfFU/8AEah39bPqcdtbM5cP4vXsiGhexI3FxHycexG8i3K19EUv6npb0FydHDsVX2EudXKdH2GlRTkfaUMp4snhZTfxsdWIf/8AXTvu02kxIx0nzKTGSzUwsXwxUoxDqbyPg+JT+WrU+4vyV6rkoyO64UqWPL6CjJ6Wk0t63ewoNNMtX355skfsfCiCdyYHaeQZ0IIyQRyMEZ47NA7LafQp43pFxOot+CCnmUNzn6C2JJtJPZvQSHyj34eWezpa9bPd616E6LUq/o87qZjZLMTJ5Bvhwt1pcrlp43fF5Xwu3GWToidLxd3nL6WR1GNjWzBhKRrlWt+OxSSSTki07MbU31tFmRycECGuVi02jtCzwRlXEd0SjVnDfYuZedFXdaVNIvZ1NMsqYt7pRTqdLeewL++ZT/Dfy2ec0WQ2tyMzz1vRC/K+Flzy38X4d9dyggjLO2tpd+Yh78iz4rTsQOgdBHMddhd28FPXnaVFFPDZjs7E7rJ5POw+uh69i8ZF6Q+UZ63/AEnm7JPXI8iZ0yK63quK4D488kNwT2J9vd53Esj9kLZSKmRuTkkhkDvXJoUcpiJs89QuUWx15r0t05zq93x2KNp+p5zo8t38c/5y+lS5CNjw7sRGVeg7QrNkyIYxbLz0kceyTzz7TPKYZMOSfZ65GCCCLPNI+S4LafORzr51cFp3rzsfpv45/wA5fC5Hzn9KszyJ6iOCKLNaSUiyu89pgjXsL7wtiMiH7Onk4I5vpyMezlw9ifpXZPW/6Hy/qLopHb0zIWh62gRi43VlaDrl6ke84tIs6GKzzUjeSP2mXuhbPHZ+l/PP+Leb+Hy/SmqD/kot5yTkjJ62QxdtSvBPsx7i/hFDtJGz+lX89h9DwLpxPO42akMkVWf9MnoLrr97O/S054zTl6ZI7Ayn2imPus5EP9wFd9um6KjxsL/iuyebUv8AMtTyeXtU8TEjEYidj1R6M68GeMjydTpd7/XsqzL2QxIeXhlfamhZNGIqQu3tSRabMm09jfuvz2yMiHl/Sr+Mk835t5v5P1bK47vkjjqen4s3nLGmwh5ItN+vNspaf03oJ9kPulLHdiIgVU+CqmBVD7ih09okf7OvoreFfxz/AJPGX1U7FDZXvT/ijwLYgqQskHUeTryKU6cqsnQV17OeZ5nlSuxD3o3pMeVMwiK6BVwNz3CClR+4yFwPRHhHr2TFEIfCdT4T6H+VPKebr/jsyPOx362WTruf0eean2i8sZ3kROWObknIybUj7hVqKhZFT7gxe4PN/Qp66TZThelvN/PPeLsQqVPXW3ryfm3kq/C/GeclLu3n0z9bLL1y0KNNb9OQedez6rrJO5SNZVzaHlZNpH25D4jYtfcU2S512j75I7crRv8ArbE4y+dx8l4tGXxyq9eDG1J5yN5PvZ53uUj2cCf1Ez5VOnVcSvFi6Lp7nWSTruxlpq5+SbYiZtI+3IxlVTfubDrzaSiBVTofFxYfBTPdYJ2Y2fFvO7HJeMr4b8j2nsO87CeScrXHbnkX7VXKKyGxD3IH7Ij9gsROwstKKylWnsvQWyyMi5Nr6DQinh17G7JachA8kZkPtPWyH7Pd12GBU8pFpJJJ7hwQuHuPx22rgUNlVcIRMdkfqdFbrykbfBLhbGkJ73m3nlPA1sKzW0xbHpsvnX7V6CurPnI9lIjX9j0TqQp9RsmRaD7I/QXC08j55GT13fIjzyUDEx6i3+vJdRkIwpc4u++nNzIrK08gvdT9prs6GJDOtos+PZJ1iz5Lzupk5J7ArReMvmzs+GZq7VllV+l0PJNo71JOSO4yTpkVpzPb6+6Hw9peSez1KzEybQQR7H051MewrN9RLrl826bVOZWZGVrZXO9BcOUWSMkEc0zzzPESjI1nSHneWfcy92Lb8WayTeSSewxz69O5eL+c0ZkOyzLtayJ8hGoyewPsTWZ7lK9zdfYD3Xzkb/jtrXOxxJE9VlXTmfOWbRrseL+cnnKrLjn8Eiy9RzsTsLnFln2YsnXklza9lvvM9sfKLtj2Kly2hUUUiRWdLT0IIIFSPlPN2JZHSmmRGVX85fOR3nN0PXIsiqG+QXMVZuvtLruMV3er3I+BCGL2RAuXe6h7C3fPPta31EmNMVpFZ3XIeDjZoWlo0ayRaCZq3XdZPN29BXQ2PJF2xLrkd07InZZOw4gnJqSK8ZFzj9urK7IaEvZ6/ZBdtd4k/DaSbU+m35zxkV3rfweDFkxS+U83gxQYiT0MRxtDs1JFolkZPU8nU9bRZxkWac/AhZPUTMXsiSe2pXXsqCOTXLoXvh3XaUhq03geRK03xZvOWoiXB6RlSHamyKqegtDESOsS5HoYiTS0WfodMqH5V4thHkdOtlbpka+wrv7i4jW2h5EYiRtexUyb9e0zki6359yLLH7Qpa9STUVoNbK3BRZmFFP+iqT8QnmehJF2TZZkMgaKSqkbKaP73sLIIMWozoQhLZTOtkxq1KHyS4Ei4bXHNFtfeEjyrM9p+5PW6Y+0pWnJN47wr+u4tyedjLFpyO7KVolt9SdDq8nQi6WdrVCl+CmkgjPVn9MvW6dtCEQstJpvvPPDZjI8mKDQhEZZJ9gu0dynOh92fcZGMT7Gh5noiLMSu2MQ/YidkySbSrSu0t5ul5nJGRs6ZPGV5GTZZI0zwQUlbxMjiVPT1F8TZ1yxaLRfW02dpMWZDZ8SqCj75GSTeMkk5J3JJJ939BZXuT7oXYXxyTkWfohXe0/cbV+rKuI7QRfrZlPTjtYtNxaDesjE8kEGAdFlUYrYR0nDLFnwzM6odaRJF2Ytck6ZYX2MNJhpIR/82lmMpkbqgdQhDRPKrlVkfbkNC7VN+udrYnI/2HR1yU7a9iwQjBSYKfsYKTCjCjCjCQRmnneq2WJXqrOj2HsxeL1MV3k63glmNkmMqsm4HkkdvOSLxsP0IIIJJz/H9CjgYVwEtbvLHIrMrv30u8LnZ7vVlQ7r2dBhMJBBHYugsyyTHKPrkdtBbauzAsrKWjUxI+XOvEdDgnSzdkU5leDDdccqJtKNCDDniZFzbtBFlyrsvcLyv3mieYdlfrebr2XBAl2T1Fwz+MjX3MeJ+OQRW5gprUkGuXiYWfLY9CdiScq4WptxRhR1JtXMlFBV8Mlr+hfGpPmUnzKfufNpHWjEYamUfBSHV9tl5mhIi75zr22LxyVQu2xyb/Ympk5q+NoyT3ThnXJLsCy4EVUNfQfxRfGoPm0nzKT5tJ8wxMhsp+D9xYafoiqtvkl/dqamjEQjCjCiLJnzGOpt3ps9n4nD0Ehc9B8JkkEbSyrdWxPbpOJwE0xrfVoMPbFrlfv5WknLwXISYsj45qe5YUYUabMIZC7lOeSSd58lVUUtbEZUpZVxsudgiyzxl85o3pyvaW+ucwx9Cmow93Q1kVuvv57E8s8k3qF3BPI9hu05VV7E8ZPOzORDtJJFpyxZC4+o8i2PO8lsQYSCMkZfPLYhcLLkfTZ4MjTnWkzAjCYRUrukDMWd/szOZd8nvq2vHPyTeRWd1zHnf8EcwuZVmhZHShaCaI9ntCZiRH7BRZVE26dgdl7MpGvY3jk5JGtvxyEbkk5Y6ZXkWaOcdpESPVFOxHs+SdRoS0I5KPYD9ox7GpYuW9PZk9ugg8C2J5OCN+csv2s8jF+8X+K6+z/HZvOx5zRpzj5V7tSjZj2Y9p2k6jEsnTItmbT+6HSSv87fD2Riy4Xy08j5v4GnldW1DtJJJPIvln6WgVN8SMRJiMRiRpJW249vvJNldIf7BP25Sv8ALXvs9kjIjDkRBBF55uLySSSTkgi0c06sk7L4dRe2HsTtP93YGu/TaLSST3uSSbQzDaSezobEsiOpR1XDZQ1rN17WYuGbCK0bE/tfBBBHavg1QsOr9RU6zrV7Gkm8EEXm8rsEmJE21IMJBoYjEzEyeeXLK/myV5JeRaFVpZifIMXaVzyWxMZltMXv6ck9rj37JJJJJJJO3OWSSe4zvVn4Sm6R03H/AFf09sMpuxPKv3jf7XwIbv03IvPtpqyZFpI2I/kk3lV4ItJPIdM6uu7PkIyyRaSf3edvX9p52ZvBG953WdNhi4ezZ3V/IzpzVP25CSSedTldtgj+KUe2q/v26f4pzykkkkkk8hPs7xyPFC7TIh0z9RUx/HeSSSf2bQ/4pLl/Hvd8ezumSO3P+WfXsiGif40v2p57M+PYWK2vIQT+9j/ZONtWXdZ/miv2GX8U13Fd0ju0EEEczFp/ie+G149gTeOYggf8io5h7PjsC5mbxaf5Gx33x2BWggjfd4tPcpIII/k34/bp/wATvH/+gUn/ANH3j+f0Ef8A4f3/xAAvEAADAAIBBAIBAwMFAQEBAQAAAREQITEgQVFhMHGBQJGhULHxYMHR4fBwgJDQ/9oACAEBAAE/Ifnv/wBZQcf1i5/X/wBYpSlLhSlL+nX/AN01X6ti7fS/+pUpcUpSlKX/APCHcv1n8B/9SuKUpSl//CbWn6xc/r/6Xc3NKXFL/wDhbiL9Uz+Av/qFy3+tvw0pcU5/+3NVE/QL45tv/wClX+iX5b/+2FL+vpfloqxf/vZS/LRJhPwPFL/8Jn+uJ/8Aa78N6SAlfE+il/Rz/WEJ/ouEIQn/AOFLhE67hHB6idyJV8j67/VoQn+iYQhCEJ/oNYhMkIT/AEIiEIQhP/o9+GlwkaRtwE75CV8zxOq//Sy6IT/QsEiEIQn+h4Qn+vL8NLhI0jgINfISLhfoHhMafwJl/wBdLqhCf6DQhdEHh/6FWITD/wBBpEIQhCE/+A0rwk8CfGwEi4/SJHisvwX+qQhCE/0NCEIQnxz+roQiEIQaGv8AQaEQmWPD/wBBTMJ/omf0+5nSyrCEGZdhoWt7CSXH6aBBY2J/Bf6jOkIT/QaEhZrLLDX+gUIQWeyy1/oJCQkQhCYf+g4QnQ/9bzquG3kyLs4jnNsS/UNYQV2OyE0+GT4lL/TUJYREYssNf6BWXBCEDxUH/oBZcITBmI1/oFIWAshlBj/0BBIhCE/19S5qGjjbF6KPtyfquw1s4HMo3IJiILgPKZrrTL/S18FZ/oFYt1NVEn/oLkcOpf8AQJYXEnRFkP8Ar8EEVnssMf8AoGEIQn9NvxjeFteEIuK/1z5OGUG0M5gcIO55rKvgv9JWBdWGMT/QCecq6GiHrGP/AEA2NJ0Nl8H/AKBROscf9fRQQmZjQf8AX0hIXR7E/pV62y4oiRDY1KIRP175OHS0fKGPAfeVR6LNZfgv9Jpekmx/6BQmILPZeB/6BQmIrPeIx/6ARERgqIHgv/QJddY4/wCvpgjoaQs/pF+C4TERWK0Sjjrmjglo4hfr+Rw64ehY+LtCG4kfyL/SaUpS/wCg0UuSjZf9BouFwb/0GhMXQ7DY/wCvrDWQUpGUf62f0PvPqbKD/otN9VLhMPuM4RP2YS6ZOxwi/X8jh8XNh7zUTtEFwH0Ndd/+d3/QyKUpS/6BQhMXQDDY/wCvoSIKiMWWW/6JfgV4Tj75xFL7aiOC6Hzhhfr+Zx+TjxuPxCbg8G81mn13/wC6z5r/AKFpSl/0Ei9KX+ltlwnG+cXZy8ieXrEi4XU/07S/FyOPzI0aGHXI8SPkZf8A4rP/ALxcX+iXrbLhH88S4VEK+TEkuPg74X6OvyLHj+gh6Vj4e0PaejTwmyp9d/8AxXP/AIJeulNsXmPhci9UbXl+yfF3xyi+ajr51+lOURtNBDUGJrg8Vl67/wDIZ/8Agqk6myiTYvM0GzFyEHZd/L3xyfMv6Fcfp3jw7YOB+c45k/0yn+koT9JP/u9KSkrbGvC1i8K8HHr51yM5fiozf0aZG436ds5Q1t6H3Aj1WaXrv/yKf/gaweCZkTllt7BtG/Bwa/Qrkfw5li/p1Ahf08OJ29D46B/WjEjxSrrv/wCpG0skzHzsLS/KV3QRwX6ND6hRl/rCYgl/UItqPyiAU7HUqXN/+HT/AFDP/nD0PBMLti6TXlm/aCSJfpGIZ3ZaDN/oFF+olvzw0HrJo4B4on/W5/8AP58E/oc/1+xtmjnns/kgMv3QSLj9M8OBzXBsX+iXBFK/0n9w4RNjUjSZ3LDi09nHvN/1NPgn/wALn/ydi4WRpvYZtnt7Ep+o4Fg23/S0xBfonKcByzDYbDxPYd9jyn/+DZ/8PuPY2zYSpviEV+oZf9QURSfPzHAchdPZ4/R2jgZc0YsUv+vp/wDF5/8AAqbJ5JuwF2wvCFoTY5Rf0yjL/qpBfNn8LBfAA9r8bFDjExNJU7hf/IZ/rWEJ/rym2RLk21Q2v4hXp0OUTX9I0GW/6zRGPjH8LBfDpGh+0j/fZw7/AP0jSkp5AtH8hTbUXAXT3OU4/wBEy/6+QXwf4GcXxtXkf3s9DfZHk1Njxfgv+uoTGzZWbKysrx/TZidczP6/SlLhf/gdKQfI2L+5GL5ehJLjrXJzHD89xv8AoRMR1zP5+WD7W+B/S17PopepuCFKUpS/60fTP9ctEwghCE/1w0NvgUg+WxeCeWJb2CXwrnFxfLA3L/oiiNx/E/R538HsfhZZQvYhtPmUpSlKUuLmlKXopSlKUpSlKUpSlKUuKXFKUpcX/Qb/AKXMQmJmEIQnROiEIREWIuqf1JD+O/6xQSU+CZXti89SiVO47Fw9Dmtv38ixcHxsv/Rys2EJEQ/0aCNURzSP9yiP7EFwkTT/ANdv4O3+tUP/AE7eulzSlKUpSlKXNKUpRCEGhDsSYoxcJaW34R/m0cIt/KxHE4r4Ljf9J0T/AEjRs0vYhF0aK4Ns49bOk/x/q69MD+DscC8xUaNfoKilKUpSlKUpSlKJ3+ltia8/0RD5/wBZTqSw+hCKkPwwahXC16P2MkK9fOYjt+zgus3Zf9L1+kIVOngl9Is+Agy0+BClxfjpSlxeul6b06/0U/i7RLeZ+gnwQhOiCYP+lL0Yi4T9Jv4KOmysrG25BD5+FSlKUuaX/VD6IHqU+WNatlEfbsjYfgQi4MF87Ec/scOm2/8ATlEL87EJfvYPM4fCmxuKibodP/RE/wDQT4f7EeH+xHh/sR4f7E+H+xPhkeH+xPv9ifD/AGI8P9iPf7E+H+x9x937EeH+x9WT4f7H1f7H1f7H3fsf+CPq/wBj7P2P/ZH/AKIryL/6iv8AqK8yvPBUVeeHpdhZegoirzK8z2Sir8ivyK8yvMr8ivyK8ivMr8ivIryK8yvyK/Ir88FX5lfmV+ZfKXyl8pfKXzHsF8x7Qq8sT5QvLL5i+QvkPuL5i+cvkL5i+QpUr5Mh/wCKf+Kf+Kf+rj/9U/8AVP8A3T6/3J4ieIngJ4D0I9HSGg942LgGutEE0GKpG8T7ivIrzKNm/wDE/wDFFf4lf4Ff4Ff4Ff4FD/wRQoV5K/wK8lf4FeV+xQr/AAK/wK/wKFC/8CxX+JX+Jf8AiPn39QSjH/SmGtOD6j6j6j6j6CvRXoo9CPRg9BXgrwR+CvBH4I/BH4I/BPRPRPRPRPRCEJ0h3FyIfPwdz9yEIQhCEIQhCEIQhCEIQhCEIQhCExOmdE/pt+K/LyJTB3mTRyH1ogsd7EVEQsy+diP5pwKsL/qFP5jEfwj+Ccjj1LL5FFQecT+hkglEv6JyJpf0Xn1rn+jEx/0p8nH+hK2/RNiOXWhNfoITMIQhCEJiEIQhCGhCEIQhCEIQhCEwhCEIQhCEIQhCEIQhD8YhCEIQhCEIQhCEIQhCEIQhCEIQhCEGS7nIkLJSk8WhKF/iE1wJfop4YJvt/rMxHN9ZVOpYZ3xX+i7gL+ichcf0Xl18lm4f0Q/6Sh8nD+hcHly60cP6Ixf0VfpJmEIQhCEITKwSsEzaEO4leujyQTIvnb/1ZS/CuTkwkOPwM7/0fnEX9E5C4/ovLr5LHM4f0Nj/AKV3NV/Qu4eHLrRw/oq/oq/obOBxnzIaBrpCbmaRuJ8tX+sl6+5weVXwP+kd4C/onIX9Fc+vixzOC/ob5H/SUdzh/QuDHhz60Lj+ir+ir+iOPQ5YYMW4Qm3QhfyjFf8ArW9T4yrVfAx4rn9f0XwF/ROYuP6Lz6+LHIXH9CYx/wBJR3OP9C7h4c+tHD/RS/pCfIzgMQq2znOc4fo5E+KpS/66uXwcWZdbyXP6/wBFXIXH9F59fJY5C4/oTH/Skdzh/RTn8C4/0Uv6MrCkyIMCORCeU3rwcZyJ8BS//AdUcMV1sVrD+z/ouLj+i8+vkslwv6E+B/0pHf8Aowc/gX+il/Q30y2ZGh4EJp4eAfOELopf/giVD97qF1skbw/sf6Ly4/ovPr5ZLt/QnwP+l9zj/Qu4ZwOfwL/VrOPQfeCiamBxZ/dFwHyxCxSl/wDh7EjF4wX9n9GF/RS4/ovLr5ZeP6E+B/0zj/Qu4ZwOXwL/AEUv6G80cMGaI4NsisHD7C4GtiX/AMUYlGw/2f0YX9FLj+i8uvll4/oT4H/TOP8AQu7COXwL/VrxQh56ocs+znYkb0C4Iv8A4pGHtRKE3fnuFKUpSoq8lRUVFXkqKioqKsVFWBCEhV5KioqKirFRUUqKioqKuioq8lXkq8lXkqIIJJJJJJJJJGEEhOKSSSSSSSSSSSSSSSCSSCCCCCCBIQQuxBBPjMxWUuaKCsUZ8C6QokjyR5I8keSPJHkjyR5I8lXkqKioqKioqL0UqKioqEQpSlKUv66lKUpUVYfX9C7h4jgcvgX+rXmuqstMM/8AitcDZAX/AMPXovRSlKUv9PTKKKKKKKKKKKKKKKLLLLLLLLLLLLKKxoosbuKyvrop+MeIIIKUpUUpf0FE/wCir+hvJDw+htcw55X7OP8A4rR4PCYhf/w5SlKUUVl6Bf0wAv7uFEylLhSlKUpSlKUpSlKUpSlKUpS4pSjY94IezZii/wDi9G8voQTL/wDmRh0LnBf/AIs30MXQmJl//MNGxvCwmX/4o30sXUmX/wDL9H1ky/8AxGl6mLrTKX/8uUb+FP8A+IUvW/hTKX/8tNl/+NX9GmX/APLF+Bf/ABO/paX/APL661/8Kv6m/wD5Uv8A81pf/wCBFL//AJSjw6hDy+h90D7aP/3/AMOvycgn42LnI7D8x4b9D5A/IkvisMY6aT/948V/ycwv4P8Aj8H+F97GvZ9HP8bO4m7yKncPFH8PJbi//al/T8fPtnP/AINivBz/ALhnDtfVH+/sbeWyvz1Ln9Ob5aEi/wD23CGyQjnP3znzP/eM4Vr6I/3Yjc2FvyvX1S4W/wCMGOb8MZ5f4DhPzaFwHfnE/wD3A3wCOB35P4MUI/5mcV+JHN/2Dkl9sr+Wn2xJj7iWJKcH1XNKyhcJnBP8n+4yKVgd3DW96ODX9Mnx3rd//WT/AEEHFyziP+Th/qIR5fyP+co5T8Gj+ehlfyqvgTOwgS92esSLt1Ns4/oK0V5OCY4P92nNO+x3T+nBzg/yeNfaOVQ54/8A2Vwv/J3f9ELc7+D/AJpyvuvo5Mfb+G9VMK9hD4V0XppSjbOPwM+Whu7DA093RepMrKP4Kmd3v72If8MNci+mc/8AcR/vAFHw0yf/AK7mOOw8j+kJ/wDFHaL72d2fsHJf7ZRv5Um7C8JQk8iNINdF+TkQHijZSkduqLwX7Iv6H5GeMP7j3iu/xVnDMf3hu/3FeV+I/wCuZwD8VO333o5N/kn6B3t/+n4Q4ifbOUV/Wz/gmOx326dn/RD+v/kbPv8ALGz0YE/nFDsehC/TciWCGTE6pOrWHGekMPA2NuwayHLG+pIrwUURnD38nlH2kxflfwd+r6dHe6jjfy6OQX0yf/qOHBj8nez62cILsD8s4Nr6I/3Aj5jo38ez1Mp2F3CfIh9aIv01fTMc/wBDsr6bi5cLch+JnibL8noFVUV0naiNmMc4jz0bFwGf76ztF/Y7hfWjgP8AyeL/AGjlcIQn/wCMWcF8l3P9LTCWpX2zmPwbP+CI8d+WfxYo/wBwY3DfxriMxNLkohd1Pwd2YSLSj6ZeH+u5C6/H2xc1dFx+M0pcXC+xSjUbg12lew9qLL+6MqzxJVDFw6NIfg6b0Vn8NzPP/tUX/wCOGeRfTOaaji/7BzK+mNaNkT+if6RSn/3Of6DhDhFfbP7ENnF/4jtr8s599KP9+RtG5X8fqE8XlQnuzwTgCb4EukHuGNjL/QNxMHZYvY+zfTNl+C/BfgrwfQrweo+hY9R6D0F+B6ivBQvwV4LFeMS/BYoPCRwQHIbGO/E/Ch12D9SlxeqdEBLi/I/u79qivJ/gc4P00zxr7TRzF/JP/gD5DS+B02vX+rG4qXV/Q1Wf62mHFyzjH+T+zRH/ADVn+xI5w+QXmfCndsbe7EXpEi7dCogk3cYRk9mysbwo3+hZfZf0FwHM48C6Gr/UouF6ITBdQExPk0P4umd9PvYnzv4O8fwzmv2jiw5cfT/104TpBKL4EkuM6NeTWdGjRV5L5I9A9I9I9I9iL5Ivkirya8lXkq8lXlHpHrfuf54/zR/kj/NH+SP8gf5o/wAof5xH+YP8mj/Jo/yaP8uj/Gj/ADh/kj1f3P8ANH+cP8OP8GP8aP8AOH+HH+DH+bR/lD/KH+aP8kel+56X7npHpHpHoHpHpFXkq8lXk15KvJryVeTXkq8lXk15NGvJrya8415/QwhCdTVEi/Qz/WfEn8ndX0Qjzv7O3Z42vRyq+2V5+KPwV7C77RHnD6SPhQnkfd+wp4eN+CeieivDPZGu8YPA8TGiE+BASfoewcKJdjhLS9DOTpfnmN+OiMSb7FeBO7M9w9DPaPawvaPcPYPRsXnYHqwvcE56C/DKHrK8Mrweweo8eU3pPV0AH2SNdjfRS4rLXc4y/k84+0Icz+B/+yYx4/g9wf8AksL2/wBj3/2Pa/Y979j2v2PZ/Y9v7D/AHs/Yf4g/80e/9h/7LC/90erP+ugN1fRir7D8Ozv85jfaP88e/wDue7+5757f7nufue2ez++af/BkCR/4uG/EvxPVPXPVwXp5VX2+gnZ/8Uen9p/4I9I/9kegX/6Hs/Ye1fsev+x/6LM3s4/uns4hkf5LFf5I/wAiNn/Kf5U/zJ/mckj737p/myP/ADn+ZP8AJH+eP8qf58/zZ/nj/Pj/AO0P8yf50/yp/lz/ADQ2f8pL/nH/ANuf5MSv+U3Tf2xtjBN5PYz3D8g/IJvyV+WWEmX5O+i+z/Kj/Kn+bP8AMFv+Q/zR/nz/ADJ/mj/PH+YEv/kPd/c9o94949o9o9g9g9/9z3/3P88e6e/+57x72Ar5PthfIorKF8i+RfMorzX5Ky+WF7CsvkzZsrNvll8i+R7D2HsPce8e6ex+57R7x7p53/c98939z/PHs/ue9+5/nj/NHufue7+57J7H7nu/uf549s/yx/kGf58/zR/kR/mT/Mj/ADLP8kP8+P8AKZBz/ID/AD4/z4f/AGY/yw/yQ/y4SP8AkFSf5sf5QSv+Q/yh/mT/ACnTojkP+YgeiDXYX/3J/leiapebjvdPcE1vk/8ARH/kj/HH+OPV/Y9b9j/zSP8A3SPS/ZHrfsel+2Ev8c9X9j/FHq/sel+x/hj/ABh7f2ns/Yf+aP8AxR/5o/8AFH/ij/3R/wCqP/FH/ij/ANViP8T+hKjJPEXP90u71cN6JXh+5/4p/wCKf+qfV++GTP8Akf8Auz2f3P8AxZ7f7nsfue9+57/7n+Qxn+U+ZIIkwACX+U3sE/lkPyf2Pd+w9/8AY9v9j3/sF52e/wDse6ez9h7f2Ht/se/+x7R75737Hvnt/sf+CPf/AGw//NY/pHrnr4Rr7TjYdsL7OIX8Dlb+fkF4sPsxEkcInRMzEzOkdL7iB7mJPnM8+EPImCDGT5ID3E+OdCaHGIXOYzcLqXpjN6h6Z6ePu4Euz9j0j1D1D0ySPBF4RHjCIvBx8F/QXouN5RYQNPA1GueujSIIwMoH7YvRhe5mZhCEIRkKPePdPePaPePbPbPfPb+N1T1Zb1HpEJEv2F2xxiX7id2/ef8Aqz/zZ/6s/wDNn/aRq7L9z1L9z6z0h+JH0fufSelY/oPqPqPrPoPoxfSfWehH1fufWe1H0H0n0nsR9Z7x9Z9Y/Oj2j3o9yF5R6x6h7ke5HqHuR6h6R7z1D3ntxE4WOSFXc/Yd3/Af4g/xqEO/9hPl+wgKN7RiPPQxHcYvwc+v2GnuxD87F5Gfee0e5nuHveA+w/8ABn2H2/vifYfafafefaepnsHtHvHtDR2PSWiv/mx+f+4//Nj8n9z3P3NeL/8AVnt9Zf6Xq/k9j9z/AMGet/uIpuOD3057B7x6B5xj/wAmej+T0s9B6D7j0P8Ac+8+0+4+0+4+8+z4tlMPB6AzIvue1jYTsJHQCTH7Axewe0e9nvwT3MJ7B7B7B7x7x7x7Z7IlPsnsnsntniMnl4iyJEupcCEIepH3Eb3rG8bQvGK9ovHGOz9hO7P2PR/Yb2P2HdvB7jwM9gvOew9y6El7sD1uiIXiKLwA384HrFj2I9x6B6B7UUPcexD8qPYj2HtWP6j2o9yPpPpPp6LfSj6z6T6z6BN7Ic7IZ7L9xeF+5/6MYE/+x4ga+x685MXuYnvnuHununsHs/se4e/+x7h7R7R7R7BfhnqZ7h6j0HoPQzZCEYw01isovMaw2jTwTkhCdCViVyJXYghCiYQmSP4ASSITroSysDJ2FBBkw18szCEIQhCE6X2PphLHwNB9UIib/VfnH383BepjWWskIQmSdQEEiIgs9Ycu3xpvIvOJ+6CZyF2RPMQkiCSBEiRJojsX7le4t3Edv4CBaAs0O9fp3Yc8DS/A/UbeBl+p9MGHjhCE6Ifgcdj7T7iPA0LfkOrlCnRMQSREQJRIJMSNeEXiF4xeHK9O8aQ6sJh/QrkITeCRsGL8In72Flj7DFibHJAm8G68ZuiEZkiExCEJgjAkECBeMQrwC8YvCF4x6Jz6neYVRs17RGxrfY9bGYH4B+IfhH4Rg1GpI1Gbr0CDmlzBS7Dpbdu59keew0q2l3EV+Ce4aJhMQfAlWKKwIpCRAlwl4ReI9QvGPSPXGVxOyB0o+TTGzk9U9IZn4x+EfhGTJkwkaDQaQ0jX6El11wdsLudgQSCK8AgQrxCX2PQNC2I/ujkzQrxRJlDR6B6R6Q/GPxDT2wWbJriaDRBoi66m0JD8TPQz1MSvs8zEzGQorpZP4xUL0KE4nPSTFkNhEtfsFc4EPfgUrSXsXeU9sLDuNIzkO2JqRRKeg9ROCcEEYwSR4PQeonwL1J8H1xTRk/KpxEWR6lBvms0+FM+mF9Jrog9OFG8YzNCYMhkO+GV4bAX7uhqRPT0wQavF58WENfFzHUiY1qHPqXROmY/HRMwmJ1z9HOmDRMTqjEsJs7imHkJEEhd5ifYbexHkbeT0Ea7fDSvIlj1IT3Kt3GuMKCKCK9xBIhAlEC8hMPBqfZUEw35xNVyx55+z/NYp+EN+SPpH7oZZQNBhw0NI0POjtmPA0H4ju7/Io7kO8Td0n/HUL0NYk2CKCCRILzC84vIRd2xDSi0mb8DTnhj76/Y+XI7Nw0el76WMfKOx2OLI5Fwqco57FKR1KRQRSk+RKJF5ReUWRf44SG6XZRu5NMecbE3tPWH4owPzjB+UZMm4aDQbkQxQQNv2GR6meoSOwtH3dioqwqKio4bILROCTEgSiJEgQryC84vNmdrEUtspJutPYkY9aHBPHpZYflG4ZsGTUgYaYvA3hSlKUpSlL00L4PGFMIV5BeUXiHqHrnqj7LMXjH8nIe37G+xGr8tE2OMvbEfmH5h+QeC0xa5XnvFcKUjt+4bfD60PyD3YldlhF1rpRBIJRZEFgSJAiiKkNfc34H0DV5YiQ9X6JtDab4H5RiwaDXyNPI/cYkeJC6kLHAybdG8QhCEyrCkEUgjwJFV9kHiggkcvktAdjTGovTMJgs68Ewm8CLfAjMSIRJBr3WN408yO6/Yh6Z1ilpx/FzNP+DAeAh+JHoYLCAcPZL2QhoUJ6oUpSCT3DSPUNfBfjBT7l+RjU4saHPR66/v9VPhnxpbzCDxMTCykIRCEGso5ZnS0sDUfix+IjXb4GPCTwyJd4j8oXlE8fYTeSkX5EwiZ3iqBV+FiZGHrEh9jJd57WUPae3Beb9sI6e78dPggpS4pSl6HfnDUTFlFllnsHpst2FjYRDHG+wmxnIs7ZfI9j5zxjGNGw17ih1MbN1/AgorGy8K4KKK8lDfyV5Khyw/oXd2HYQkY31MsKPYew9mKsFeSvJRZXT9Y2wvWBXT95KpRSwoso9mBo7lYeyENt0p/ihG01tclDfye49xu5PcWNiiiih466uUpSl6QuGywXHS+l6SvJ7D3HvK8leWIastuj0tiVYbCuKcooMSheCyuq7xvDtkpcKUohcUpSlKIUpHXovYtGvB7CffBLubj7Y3g1254U+MEeC6S3oaGK0PzDKyz7F9S4TfAvYak1eeoc4roBQemFo9ImNxg2ITZt0D+M0Cj79M3G9JSCQs/xICT2J957x2H8zgi7kkJv3m/OKF5XXc5h3JsFRB41sG3keFQ2L848s0eRi9uKCPB9Rn7z2G+mEIQTTCfXS5pRQpHUvRr9LcX408TEJ0wQhc9ZphYXZMzMzRYg0wQV5GjsV4HcP4EgJAQ/TASecekXPQqSQJp8PpaTG6UPFKUpS5rwpSlLhSsrL0K5KUuFKUpV5ypS4ouhYXXF57iPUemJ3L4JJ8N5MzCYedVKMSb6wr8lKUpSML0BdAMXClxcGz5TnwxY5PtnLK5KSXJekKP5AwH0FSlnfrBbwpSn83DaSovzrpSlLkjoFL0DgXpC9ApSlKXAh6NYmVlZSlKUYFKUpSiZD/HLc5POHhGlraMXq2bzvouaUpS5L7/AEAbrvCsrKUuEIRF22uqrpJfYvB2d78YpSlKVlKUpS4pSlKUvXvo7xldhsVshCzY0PM6ma6BSlZcKwryWX3hRS9bEEqyHehSbYlEeCLqdfvH2PHRRhou4/NgYfUbD857Cvz+kQap8eh/BP6TX5KKKKym8UuV8NYhMUvXPZPii8Few/MPwDOfYrx10pROu7POx0OG0xRWh3dJnhAn9/7DQUaTMajQkaeD6n0PqR4w+p9SfBPg+mMiQjoKSyMI6GrI6+H0hSkeSRCSPBJPg+gkwce2J8ExS3YVWid3Q6P1+FhYu1hTUngvGjbldG+uFn0PqfU+p9j2s9xJ9omB+8+wfuF7xeJnsDeE9h/55pdUhHhjTwR4IIEX2HqZ9592IvefYT8n3YG17PAPsxvePez2s+3AfkHgpq7nsEeyfDPsPsPswPvPuxo9j9D6H0PqWX4PqJBy23cXiCKoqGHwNvB9C/A3KLEYxWP6H1EjPoT4PYEzyPsYSu2J7R/7MnxiteD3E/5keJ9R9vsuVdC6JL7lleCyyBfgTkvcL/ONOq+2eLRuPP8AoWX4E+JOV2RAN/GP6s5QhPh5GVjQfcau57mMXveKMPtH5iT3nsIGhBJJOf7H5RV5E15L7E8Gg+l5P84ckhxVZ4YckxcJ8oW8IyMooojIyPEZsmG/h31pmwmGhimOeGPqmeSKslKUgqwpSlxV1XCFCzV5Gnn94aOwQ7sT4CVwkdgiO+gu0fqPEtncryb+SfoTg+GdX5/pqy8zPYWFhdS5RTo7DUvgfXGDRrphCEJ1RFQ39hh2DI9hr5XRRMQQXRqo2Nj/AEnHpmEsT9GnhMssvBsfR3YXR2GxuC4f2vmfA6mJSJY0h4E8E8KCcKKcilLRopRbTGLHJoUuCoTG8lGO6hDWCSOwkKIqGxdAxMwZXhsgil7w2cjTIL2QI/AkIQSMtyCP9DmH1w3jxli6P5nUsJixti5fTRfNMTExCfoZhZRREn84/coYbx3j+JdLxCEx3+FMpesx9fbJCE6JmExCYhCExBLGtBnsCd3lef3mN/LH5P5GrhsfkGzuNsH7jFKX9DCfFM8l9i+KfC8xfo5+kWH1rCdCzSlxR8Isjxx4GnQoNlfguCo0aNdM6qNjzJD8ZTgkNPdHqNrsJsts+jK/BsdIz1EY0/BMxs9w9bPePUz3CvBRH4IV4PfPdPQK5x8U+VDEJkHdzgkG05LnQnJNfuBzXbxWGm7Q0/eihROYhlJM/pGziNjZONOj/wClyjyh9PFFKcf186qnoILExmFm4aOEPY1gjuI4CbwtY4DTIbwhDBDIQTZoPkoib7FY9ILyHhIg8Ie8WZgneNMgpQ2EbktQ3JElGilyNJi9hZMP9B/dEy34SE19/hvVyyXhFeDxMe6P0Jhmzfjo/P6tdK6EUpSlGxvHcP5X8E+J5vTZ2H1aIcl1z5lmlKVk2h4GyjYy/q71cBx+Tv085WZ8v5/UIWGQmXhHfE6KLoWOb+GEEITInBjkKSdIT0wzlCe7aERBIJCLwLwDQU23gOtNcYYuNmys3nQpS7m3cTLWL2DGrOHJV5EjuQ4ZTljfQLpnzTfQ9X3cRiQM2lyIiX0+hD/gI3LrPge5gTdRidI02hN/roLL5F8spidK1YKcZrOcIIlwnil2GwoKBBsytoaZCCwYaEJiEITHEky1JN6EjaEXBNj19iTHYUmhlygpg8IhGMXbHJHckkKMmaOhal+j0KOA+3Wscft8zOQqbaCdZNxIX5HTYxHBwoiFdhEg12Ypya7TjrlCVJJdh/RSG+oF9UScS/DYTor7SEL5n+gXQuq9DR/pL16yy9XIeX8HP9ZSnIUpSj/S6+bhODpnxKdcF+mbGVtfA+pdD+NfAzr9Ez2Lfxtaw6x1LLGbDfRSibKysrKE33xeilEZDWCocH0KF+m7/wAi68EyZ/EI3uqv4J35Rb8OJQaNWP2GvzpEPlpNKjhfNQcqcPS/A+p85YN4e/j0vogungc0x0cwaCWsKEaKXYw3susNuA1MIJaOB0oaDYlfoiw8KaIQbwlo2CIfLpsbQnYNQkxfqRLiE2J8BNoxFOQ5YgiCO5rsisrFyVHqPeSIgZyR4KBxrf6PTOIxD64/N8/IQDMtpr6NQVK2irveNIh+YW/mLf2lfCDpeVY0gvtpoRNwcDwu4i3PaOgPlw3hdC/oqw0Qdd/rhtopS5RzLl/Bon6y4bK4v6tc4f0f3Jo/9Who/wCxyQco6/GV2jgsz4+cd+f1azAlPmXzrqpR/hvL6bxtyJJfKWNYmWDHil+LWWhPGsoyDRxEv0kLnyW5ttoisl8/3EdFrxsa8rTNoY8As9GO2l+O4+flur8kgCPb2JmRUi8Mtiq2Sv2aWFznzjuM7Yr+gTKQN7hpxyMe2TREQg54ImaBM3gmq0N4LuCGjKLobYhs3ZwosO4ay6NDYYchcC7kSxUsj0aibJX5Fo2/MfZDiNBFRB6IdFFY2iG5NkxBcZQ8YaLgbEcho7jHfqXx9+lUPjPcXJ3x/J+JdPMb0zQq24l7oVpra/AuZSE5rcBWLra7tF/huS4omaX0tC0XLkeJNcE+wnO2WiJ8L3H/AHsFPTZv5X8y6l1UXSvyX5b80/j4v13J+t4VTff743rHGuQvpZP1GngQbRxsMpE5SSCGsxntDV3EN+Orv/Q9/Ksdx57ZnUul5brvpfTBpE+VnDpou8tdChMO5rxWU/JTeFEZGJleG30C6J+hmNkChIK/B6ShR93Ozhm8W/A3j2GLnobnRzDGcvhbS56Yc/ocRDcPgmJ0WFpobCcxTEIqjaMXbwaGyuGdLQh8jg1sYikGJawws1MQlNsY0EIcQoagjF+WWPYUQatNFo0EoVC8EV3NY27CjlGgTTfAlEjyhmisngw40Jh3/TCulHc7n8n5obScNnAD8J9g/ceg+8rZ6DyUpl8BK0qNgsL9FP0XfF6OH9Br4z11Jeo/mfww5P1mgJpeRE5C5eENiVPOKfGMkYppnbERjN6eBYNPA/Gjt/guHifq7mHb41ij+Rf0hfWaToNeFL7Gyj6fb6AilFjcuFxx/TvK65iY4cd8r4E5fDfqOtYXHeT6GiYguqJEyLuLgpZtUjbR6BsZog1CgkKV4ZBPpQhCnYJ/scjRt7O2GvkeIhvCiEJRrHOjg8jRCQf2RdsVBJRLNmzV6G2LTkUOHbYiztJkGd/0XAJjC6XfHvHD9Ng0QnWii+Pt+t4/G/0nZhYXWfwORP1vJ+rVLwamaGt0Z5wZxGu5RegExr5EqxBAqLB/ofOZ/Q0uidC6nil6Gsj6X8D6GTD+F4fWVw34NiWITo+2WPJBM6NGiLBJJJI1Fi+efpuLq7MR5Fxgcv452DN2roZsV2OIiPgUyxaIQa7CsbNvAlEcR8hDjg4lqGnRpidsiQTNDTKJYSbwoa3hIfhhOisGFC2PtYpp2JpvSKaDbHCgm8GZRirDQcGvY/AU+g0wpHwli7Q7kuC5eCyvn44cWIXQ+xB/oKuuCG/lX6CYgv0fN0b+SZnyckIXwGPDXUv9YDkBMS5xH4aN7GmOQ3hHwM9uxXIQISvInRDwJV2Gw2eWd8rC/STo1+gmV0tl9K+RYY2nyz9GxdXFDxrGhuhtFQmjRo0aHEUuSSDwfYYarK/UT40sv9RrRwWllxtTr4EIQRDRMTCmPAbCdKETRxqGhyQqKJ6G7HLF2JYKG9krJg1WatnJ2jksKSonR8CbxaEE5gxXkW4aeBPYvkVwqo4SVkIUcFiN+BRGyBV8jVtCGiTbHj3/AEc4lF0eMbTHHBl6p8qw/lv6zv8AD2sz9KuvmidCw8c9L6p/AsT9HH6bMo/YIYZ2xscjaGyikbsVjvM1Q3caS5HkL8BsYj8dLxD8/p4TqUJmE+Rcj/Rs4P6A/gMFRcaNdFL07I/j4CLhfG5fBu4EjEvVX65vpj9ST6H1PqfTD6FyR5Ex485Tk5/0QuzhIHKhNMfQtKKvTRRdEIbkIY6OSMKCOhHYR4Ygx7ChjNC9hqI3DzJhE9dyw25CCrJopsQaREQegUNEUkeJQ3wToK2IQm+RK8DYeyNnc9DdiPYGBfcaokhPmvTOHxJpt/Q0iZbhZgaL/qT/AIkUOew9z4i/Qadz7l9sVifBZXnBeD2HuwvYj25eCL3srziljZyN+Bog9dzyscCTCCCSck4pE7m4vT3GIhCEJjg+ufA3hemfDyXQus/6OEI+hYnXovw8RoWE9nKBBEqIdh+MpcrWarC4bGUQSuw5oi4h2JlMQhCEITEJiExMQmEJidUIQhCZhMTEIQnQ+pl+Xi/oD+F/sTjJJJBGWRrGM8kFjXTwym6euu9bw8sOMIpC8njk4Hs4GdhE4/cghMiEhHgggjwSPc7sXURz55fPwM3EjspHIM9hK8/eDbas0OASx2b8CdygrOUNKQ77iZs2U2FxHwNOi46JWMKBhB5CB9i6oy4XGwghDa7IZ4UT9lKJ3vhvG9iMiwCXEfkUmJU2eQMrb0hk2xreyEO4cusnxImZzHZnZdJcYRvApKa26h2Djase4e9/uKZo9Y5v2JUf+jxexSC0h6h6D1o9AViLBZsQiEEIiEILaaKHdpnLrQkokN2jhERG0mFnsWb4C4YIk2JmhKURhT5FpbhcnAb4V8FxS4pSjzGC+Rpk183F0LL5wxdLyvgJ+nTRMP8ATK+JitccGyjfRBQiOeFFT5YiLBzzilKJXpQhBOkhEQmIT4RITEIQmEJiMmEzMIQhCEIJrqnQlhcYmb1zt+vYupemsVYN4UVm/BvpuNj7n2w+5vyNPJrfgXQ8tCSFI8XFxS+77DWH8EiPwEuQwWcFvaMPP0Ne2FjeioXxTsMQjgc49YTD+VdfQ7g+TsbQNIN+U2J+7Y0jhimamc7mzLIJ4K7PoCnBwKYeVDBaQyKhCDYLZQNHA2XCGljc14HtELY0Ho5TNDKNNhJt6HobLucAmOFo71xHcHGFXcRdg/GdwUEuA+sWTwCyUSwfBXODZmVmxUT6lnwrLYOAuGdkPHnHACe4SR3OLrJTe0T5TbjYhinyI7MzE6Hl2xwyTphCZnT29OrSFerZt2JbLhyIZbiMm0hNIQ/iuL18PmhH6DllcfIZx8B9/o50PHE7sY8whGRlFCvuJ2uKPrEoQYONyf8A2PLP3If9iPbHjs2h4P8AY8AWusGsQoaJhdGlYw2+mlIQhCEIQhCYQmLWExCZjJhCYQhCEzCEIQjIQhMJhMIQ7M66p0PofXO2HmfI/ma6zaY/TGispPZHkhPYk8kRUQUgQoyiwwuk4fI8sQmn0cL2VzhCei6FG0hFpUjkNbdFsXgMqntZHuLzHpR7hDFdSFwI2/RXh9Thn5nLE42crCVO/XoPBF8aOXDmHsaIhFpYlhvFI8GhCEDU6EILaDtiiMHppqmMK3k8HI3Y0jK2hFZa/Q5Dakf9xdlDLKRtxF22K8BjiSGjxeyh6RzuPcZA56k+K42TBddDwao+CEMWELD2uoT+v2BaGrfqNUWxv8GPNJnEWKay4HbCS/Llhi46FifDzRMQhBJXE2hLG9htdiDjwr1Qmb0qcM4nFCY/h7dN6Eb5a/Wcutj+B5SsnVPhfXOvgPDzs2VmzZWVl8j2MrKN+cVlZsR5ZgI4UaGkTH2NeMII5dUGidUxCdCRCExMTEIQgrsHXsIekFvM6ITEIQhCYhCE6IQ2TrrqXx8Iut/HV8r625b+D1HrFbj4CJ0CE9n5HthSlORV5Gb/ACPokOH0G2PIm9zwPQm9MCI0Ro5FR5PR2Q2Y2T/ZFE2QhCEFFcdXc7C6Jy+aH8A3FjhiGnsQgQts1daNE/I43fp4AS3myFHgiD6KMfYsViCeCGNDps3ENzSNR0y+x9NnE0DY8KiQsORqDTtHtj7TkMMpzGkKfIwwavYY9x1uitP0bOcDSx1C5eFGL4S6EmRjYjrIo8g7hOUIK0Sa2LCwiHouJZMpMQqTGDO3PZj5vJ9E7jucCYL+bIgkQSJiYhCEwhCF1YmFcz2iR0qxycGuY7hHjU9Rl1hVINwcEJ47/PelXW8zN/QN8A/hepnqNX8U6JmfLwO458M6Z1LobgQhMZMQT4z3GiCdMy+iZ5ITE6fro11aFiLyRGtl0wnwv5ewYviXS8TockCT4x+kXgEvcryD0M+4T++Om9h7xeAe9EPvil0dRdhfIYulFH3F9LEEYngjNiG8QbZMLkiEk4IP6GmaXoXxqcBwWS+yB7fEHoSOBPBCCWVBQqspeDsBfeDXtbwqMJ+4x3iL1RD2wNHgpY7ncfRxf0QeCT0So1y0j2T3ROwI9Gvh4fQpM0DbmaFc4mjgoddilFKO/wBkOaQ7MabgJHh0OQ2XC52bcD4NC4TzukOCjZyjaE0Kox8jldNnOnIbRQ6xLEDWURheYqS0N4O2iR7EV/wL9o1NJQ1QuIxeaGOGWhTURuLHCBoWjdRTUk70ax2XTN8O7IhfybI8IIdrY189C2JM8gbXgLsY++woghDoUb2I06NJj12E82vyIj0cD30PHsJyLHsIS/eeBBCYhMwhOmY5LoXSekQxL+ccUIq+ipS54NrQnbZqF+BtIhz+mOP9fxfXSsM7CT3D8rPGzlMSj9nweEfjEXjMJ0sXzvp4HfD+SE+O4EKkNPPaDJpBhobR7Om30JIQpvxjnKd6dC66swnVL2yvgmZmoq8lNFXkqPYMv0L6ucbbqvTSivMHtnkCej6RfjfURtjWT10P6Y7ck65yUELjYw3Qs3N6dByOAXSNWonpCbaHVqrC3NEgv1ORRML8D5I/h5OHfbCTIENYRDldD4zwINHaqcSiEeEaA/I203+h5nS1Uho4OMY2tG87LiYKCYTDwkTKUcQwOHIxidRwr1bYyjYtDxIrbYyWGTkV5EhLKK8NY19ilog1s0SwbjDZdFw2fBXdnIpsNNDZ2FjrKXvD/KF1+/iZ3t5YlO1y3vDQQSjoku7G2Ew00kxM034w1qH1MKMMMMXoNsYxqU3N/wANiicC0GT7CpkBwIfzxRLpF8cOa3iiyV/MhLk/mCWkP+yWWOBqxc8dv6Xhwv6GJ2QlvlisDGkzbpCkrw5GUu2IKscNLDw/1g/jnw8Om0oxCHye4U8kG4N3oUi1enyEGkN59o/zR/mj3f3P8wf5g/zbP8gf5c/zJ/nj/On+VP8ALH+SP8qf5c/zYv8AtT/KH+bP8if9nP8AMn+ZP8if51n+bP8AMH+YHGsfBciPyP8A7M/yJ/kT/Mlv+c/zJ/nz/JH+eP8AOHs/uf5o949jPYyvyV+SvLOZZfs/IU6r9yBU8JKCRMPogipd2dk2e6J0OdTGqh11QfIDTXVPgrKag4/BMQg8ITExx5qKsJ0GQTmE9Ale+EINPycJm2X5PsfcfsLHhZuZldDaRyRxHbDbwbBv5GyjNke7OK/kbO6O9PAN6P7CZA2xCVCfwIzjQ2mho9mqKrtcc6YmguGsIYxM1AhdCQggJk1qzXnFG6ceihrxmdEGiRYt4LhYhA4EugWOewwxINiIX2Gn2DG3UPxw3sbwvQTxDtiDwfc5HALiNBsomKivBRDvnogu4ZeNJQbY9o0E2xFGMdinHYSWAqHj5PyNBogkNgu85ZLg+yZnQhyQ4mn92KlVJhPJ2guCo2zVZhcEqg2hlGPNI4KNmyKJkS4xLSOAqn3xLx9miQX9/OsIIXVOmv8AQuovyaHDuBtSA5a4Fb1wa7mh8LXIrbrgdiSafsUrQ3G/kbeTd45r6w18s+DXzTqnVyKeSddyn2OYsLOrSeWsKaQ3eWaDx3wyEJ0zG8Qn6EWL+g4FIKVHF0b8ocz+cUVs22Vjw/crGNCaffG8oq2hCrf9FPksTaDxHz+gTV1kdobU7BvBtM4Qd4zRR7+h1lpmxiU1yUnsuH9E6qaBM5HY17YpeiE+FS6Z1v4LR4pBUQUgcZBMDaLijTZSKKJ+RryN+RryNrz85HA5I4DWo4eCiTE8CSadYnHs75CdwbrZ2xhnkDVTUL7IQE93TGoKS5PMokP0G3kVp0uKdkHPlBK8nsI4TQnMNXGzsNCvyHifJ9+OcPhm4wZPUnghfWiaFlwtYuEHyQQjgJ7PInGjQtJ4n0VnaOV+xWPSRUh0IeB6EExcYeGILhBJVFT0ObINDofA0dzTysRSUX4Yywmhs4pnihptjSBEyjEIaUohIoiD1iTCoSdz2GkqSFLwJ9QfbP5R/KxOtLfwEktMGTciiYuVhUKjeU/JdYhSYqIIuDZcLsRuX5OE4DtjXk7fvMn8pzwQumfB7PqcehOEojlP7CKKlwfwX9jkR3JPB3EQs5RRlsTOeOz5H/RNCzNeyQ3SCzprk1U2ZNVoaYnCgayZCy2MLvEH8E6n8z74eZroSpGJ/sQoekeoesJ3YehluT2SRkcMmyqjmuktTE9DeG2PnClnAuMyR6h9pJHiv0PlM8z9KuvgbTH3E2zvl9C6YTDEJ3NgSrk2wsmhhshleKjTgjQl3IpHwDdij2ON+BMIVmtjQw/gWCZQe41uaJhx+Q8PkfwCjZcbN4/GEIyMoosooSZGUWMQdKy4fXz8MOI50dyxxS/2EkVGz0xK5UNmaF+RyQfRL6J5lGWpdzTF6KxMo2Nl+RNsTP7wzlEuWedYUZSJp17eRldRpxZrTqE2JvINu7OEG11louBV6KnI1CeM7scvkRORewRfJfQ7ll9EJMreDbKDkNDiEESkGLJ4WGmNQTE8a0e+hHLEobsQbYmMpdjaNtichpsoauMduRe6EORDZE9BL5J8le55Wx8oSDZsToax6C0hyZ/LOD7+H+eboPoUTLhsbKJiZOfJdvg2WsqJmo8LYitBm72Lixyxdn2PgMfTciohYnw9xvTHdY2RBCNIWJrCwlx/YfJ3Q7kra5ZSWZcGnen5oQ/gvxuV8ffonxrkSnOGvg/sdCFyNoJkPzl4UjHEohRMo2N9F6piYbw+l4fWPCOw+sLorKwb/YcR84Y5dDTZQsVw2Y59AuF6Hhfp+HW8PY1B85fQufg+mDSzbxi232ww6zqoupywUbUKJ+Q3HLFDcO18KEThfsrwhsuSW0PTb9l9C+UkJfIufgG59ugTEKTLwryV4UrK/IiEZBMINfoq7MVyHBpKxOu41SJoruEvATSaPOhrbEX32IeoeAbZpjKSaZwwYbw0LTQsKt+GJAbwoNqIaY6i0eu8shmnjYnK0cgv2O8U0iZQRRXhCH1CwTIE7nIWKtlw0aC0QNuENvI3wbKW4PeGthkMemJ4shWhXEUu4yBGzZcie/BoQ87E9i8CBqMF2A00xYL51lO4l5JscYR3E14KmNeTeExwhry6LneNsf5hw/DFhSdFLoHRWVDY2NsuODgeCH1wmcuCbwh7Ce2FKU0t34G44HwOBnCLIdp2GtUV5xC6Oy89X7CzqDlNCERoghp2KKbJ/Q51d4Ny4l4NfQvngYai0yjTkf8AtCYtM3JCCOMZPUvMOwV0a6if6PjwvkfyoTKKHK6ExrnSjDFO2XCcJEyjEsz4nl9M6WN07rp6IaMWYcMw5jl+zgPLkJp15JxuPBehvLwuf1xnMP8ARyc3NEuHgCddl+xR45yZYvRSl0comXr4PCokTT/iO2JfQhNYXcWCy+viF8jF1cX2XKvU0YzRZYysMeMbJmYTZELvqmF1LF2HDE8COYYeOzDVHdqlkEEFKJSJVoxsTLKFKMJlEWYxzKahYK9BvYtig6GldMjdaG8O9HDhTRkbT7QpSFrGMfWlRFj9ynAZiZRbGRuELwCbkVEOOCxDFvgbuw7gr0KHCaE8a7F0NnGkaFt0X42XwV5EkEJCEXArrAncYakTTa2UmzNc6Y2b5FjawLXAl82LukGtpn0YqzgWiXg5GU74IDbSjwRAQZDGpY6jktkNw+8GxvFFT3NiBoNarN3oSA4/vpWUh1hKmsaBcQbSbY3V2dxMYY8aXIhqITxshMCMKoSvYvAV7Fr2+EITkdwXHRzC4OK+xcBsR1yLT2idK2EcP1J2oozVe2Lq9hHIP24m8JpSP/ohRvcTpQxsqlrEHigorKIuIVM2xFB9FzX9SlL19kLVi4NhC4xWXKKJd3+jXROnmKPr5CxyF0LC5xzD7/ZwHlzOfTtQyl6b0MYuRfp+HW8Rinny+ldf27BRFFlGrmtiUNc98p4hCwN34VhlE8FMkPCDpGRk6eD5TOXUmhM6xSCScZwOsU4L6K8Fb7Gys1eTQju2aLTH38/DBURyjgaAuxrTkTCHCsenS7i5QjBttsJanhVCoh9zkhzj34HHrFwV2MMJm2qUfbJRilg2P07fBxNuR5jpwxxsJVwSw3EGtm+gxPDyR+34RKlTWlh3PHHjadNcC0JwhV0+hZ9giaP3hK4YknY+jEC7LSH6x0XkezBRFzrsPyCcpsjkI28NAkp5JHo1+TsW/Ii8wl9kM3H8jC9ytAcIk+OR3jka+BmWht8FWy64qJqNa+tirpsn8wkLhyheLYldi2ROUJubGpzbuaskNU2eBopOdyKKuNGi9w0dhOObKfzll9SOEO6F8CY029COqPyzmvxEOeiDSnrY/ArcZGIJ2TT4E5l4WL8C8kPsQJDXBIFrD4D3gJaOUSsMSUXEgsZZTXKfwnIRzfbP540f7PKHuer/AFyLlCG36EdpP6GOaX8kVibLf3I1PtTkxNNDnQ8X0IfP6PgwuqfpGXBun2w2DWincpcKXA5t44EWi7HtGiiRE/QP4n1h9NZF0XWFKznOU4Dwzkd+XxgXIQlHh5fS36rh8euTL6UbxfRctdNdhS33JiwQhIQVHvh7XsL6nlMQ2kpbEJ5vWuFG8IoMczEcRC+JFx8jGw56LgRHkjClHF0UongspEnBBcNexD7Mnwx+rGGbE+dxHyjicmCJxH2zfsNIeUFs1KewsKMrg2R5Cd2Q7qnasK0LnLlbxbjcNKXCeIL8ougKM2/hcOVSGsY9+BxxyxnD39CvsOSx3Y7oXmbblCdVn4IkcvQ/iHoStVfZo3N4SMpKuYLhSlzOYaFG/J6uxa0lsorcDvpsvcfGuLHG31TatuQ1hcgmPkaKvDhXwDVF2HwwNsQ5VB6x2LCaRBH3RFsR5GqLzP30GtWq0cmx7aGPu+xItbRtfZjnP9hZ7NSvJJBGWkFD6+g5FORUTVeCWhNJmqXkeuthPbYUblzUbQSi9j+QujP4ZcM9ofOH953eGogyEkkKKNCrhL8jrW20cdPZFQCdDSERqrr+SCQkryMfSoouHwjf76OUhD/vNh3CO/B9fk4vodbISEacFnCaFeRjGcou0kTHeZmFCsR4egz0NMS1mhzk+RaiavzjDZxPYujwYKwm8Fe3SL9D3OD9bKNhMl0chsl3YV5mTFvTaWbI7noQ2fCnB/qnh9E8vpLgRxCZCEETL/tD5fYuOhyFZfAwuyag3Tc2Y6bEKfr38DHMXbL+VXbCjT+g8CRDQ2h7G0ztmxjYh2iXkMPCKIXwogkJa2O9WEb0Qpbc2IeR74/Mwx9HAJaWV8gujjOWKVlYfBRS42JY1FFipvzhrKzZR3FG2TEJ0TqhxHyh9D6+gi7esRthLQLfBHbbRwUxrnLE6Pan2J3LuN+iREHCCk2iVBsmQXGGOk5KgfRZMcW74uExbIciEJiEKNFJM5Ebm3yfkQzDQiaJRE3ka10VJbG6ZBQejQghLQuYLtvBS0WzhK/yGtl2RyGivKHuKNzbdxL+DZ6aJIhNqPR2eDg32mjiO5DaL+62LWdxovtSNO6LbGoVSdDDsW/gSNstQhZe9Hr9hMqrkSjra+jtW/pobVWKOJxwNZ+Bb7jbDmkJetFeUnKEG3W2K6ezRE1ok57l3yoP1CBbS4JwN44Kmbk42MuSFNqibT0KBXgojTvI23eAxV7aKWp2F4lbTSeqfyhf3OkQhCEITEIQmVxWOSFLlD4ZLRcb5ox2wa0NsVN+MUolBc23RtGKt1YLtcWro4XDRHBfeZ/w5FwxNTFkP7Yj9pvz8n8M0THrC7fWHHlQgbpeN8C0/RHLgWgkGhDk0NhezmXpGjVfusVnaUbGLv5R/CuTgwjt8069/M8ugkxISoJa4ExSdTGsPYuYQnxz4nmHDoQfTRwbILQs6HldzuLocjuy+Bq+E4MyUQzvLiwNi/R1+d/ZxyOXrQvgZWnUaOV/kc/5Qdaf9hLhmOcYNit9SxGOCCqF8M+Q0CQMdvOl+B1A/vjajaJGhj6smidCYnSzl1cY2vJRZZfkvyXmnBBfZUVY0UbRBUReCDxT0P6OYvnPscRU0F/uceJzHJwlyc1O4eUX9wseBCRNdkKGUUaFnBBcIlGOw8MaHF5CfwhPlBf3PquBEsXK6WKONCzJUUgoIlGchGSNGKptwprptbCJI29Q1qezQTDwbyiPPY3R+B0kXcsOPORgq/ydlF3ytCJLRCqtElRoEjp6YlTqGoeyocU+jz9CTDuaLgWHChfcI3OjgHbWhG5tk6S77G6MCA8O+j/fhlLtshMdJtBVJwMOH7EgPAlIw9HktKi4cOileiEPbwxW2SfckcvZtN+x+3aM0uC7/YNTUGn28D32XJE2E7DcwQqW5VtsRKlNH8g/mfoeGOwhyRcHS4LyIIuxlTd4NQeKUbSF/eNrKHBmi9HAdz+IhYcGeB/ZH9ibfRxfQdcOx/fioXcKtY6/aL+ycGXMcuQNo9CfGjS2lsLaTx2EDe3NG/iHBKMkSw+BsOX4Flo4RDjlButuH9e2/U+B4eGmMUanodbpoZNmyIYQ4P8AQvE6J0TEFwfGX01jgELpmP4h3FxlnITJ8dC4fofI3keWSF4IxrZBE/Uhw+D+zhehvpXHwPokMQhBImJlHYnw98c4h5ozpRvBxCNAR4IdTucuucRfIlvqUtrgkN415F5TTxcbEmRj5IxL2bIyPwIzZs17F+D6jfzU6HA/sCxrAt2zkJaFBiaNM+xOMXIWD6L0aqSxoazBMwh64p1z4eQWbYprRYPjP7D75joJsTWxaRbh3Q8iTAo2kIi3+5oUKtrYt/wQ7RWGeRBkG28ENxKxi5xvBWrwIHZH3bDNu4/IPwUfaDlNchbTncTqmxTF+Cpob8MNvYdnb6IS50NHrOzC4iQelsZeAkqfkddjZwj1L98D7Cg+QXkXbaaPoX25xTQtU21H67sY/YIg+6PuWbaSotCyg0GpRCXB4GzsNvaKVFh/MOH8Z5+FddxWNieDYwhcOLFIxRspTYkJpM1dHATDYWpYc9z+OsFjCC/tGZW/rP4AUgv85/GOQi6+CNoXI3bznlhWAJ6X0dw7Ct8MHs/4wKrtnuhmNfSFs4PzL9ykp82/iCXCQk7WHTUKT4KyoqOGnwLn4lP03P1PgfOHhS4PAyo2dz45+guGM5h/AQjhFldCP4x3EuhyEzelkLoaM5YlGWxLsJhQhL9e/sYV9C+m/Fc3YaJiZmV83w6iRJxcitXkfFq/RyGPoYOE+Vc5WFhfJBE9kxNvAiMcYQnsRBEJVhVXYq8keSPIwNSiyv0Gh9jid30TG/hC5Cc4EvgURImLoLlCK4OyXNIlRcCzOOmIIJD+K9L4wovYl1aI8EIPgKorfz0vfYMpKTNs0ObvvM6NUCJ9rGzzGvaOIZ3wpR9DcV6s15pSDhZ2+F8GnKYzfY4aQro1OhtFfZDrUVbdYoJLQ1QtTuXNdLcpv8nCHXjolPuWhY3g8ikzi+zi++t/FxY7fvDFA2NjYmIXQB4opBnsbjU6BHc4BM/3nAdy3MIPUcOX6H3Uf4MT9kMfAZKr8j/tibDP8EUfoLubI/l5/tiVBhJh6aE7d5sKImUbmw+iH4h5pvDJfSN1jUg3JyfGaXLFV8i7nGacLcLPX3EoVstjSceQh9xKZw0TGhYn6zk6nwMgxPDKUYpcO6v0T+C/CH01kQsnijmyTi5E+hy6FddG+nTyxMwWv1L4+Di6EsPpXwv51fm3Lo/nEpHASoNKGxzIfT/IwXyLnqShulxC10W/AmuSFBwa8CcHjsuGirN9AvWX3aK8oj89HZHAmn9Y7w4GQxorc/sG1c49iz7LRYguQsdjl3LaXJwQuDsJDPHR3g8PFz3vT+ejyNzGs4mLhCw6duL0FVGPqvyLLGFew3xTRt0oJU7X8qyy4NnpooolrTRM5Qp7RtrXD7L8JDaKm+SYeIB7nH95TfXUahb7L90e8G+njeOARxR3xSxFWawirycRJ/IcJi/BRqJcj3xC2jZh6BZfsYPjjtOLoiOQgLthcFtDbjt/NHNxi7sO1EX+UbK5RNx7Q69SBZMqEtntsa5rTQjpAjQhi62X2rGyna2cq9Ij74fAFC1D4ZyeOXrbTlw2wbd8LIoi4z4ixtGsUIaDGQRmggpQWv6LHh4UF6bhP1hvHHJ9ZY4hYQs0FEb/AE9TiH+STy+Db9O/g4TsdgpXUYuPkfTDz3+BD+GdaPV7N8Hy8GeFI7xHP0XH8o2QvjYnvrDSEiYNMU4x4NI92OmBjbufctM9hWSLhRvq58SxwN8avChdo0yNjtMuxzyhZFt0/gC5CCOcXIi/ImdyeIbXYpw/hC46kdzsHy8PDF0d+pHY7xxKFwcYg1EJnS/p4uY+mdNKVFXWiG/0F6GtsIi63L8o4BVzQZqHkTqVyupWk9t2R4oEh2x7aWISp5U8sXH9rPnopR8n8nFLNTllVSlOARxwuTu8KxGYZx/Qk1bXKNf/ADb/ALifH8BOto5UiJ4niLHTcG0FysbtCUU75ZHI7nMOU0GJn8WiVcJGwUud+GIQw6RzZ5G6HKKq7SCb2HqFH6QrslFG+wON9yi6j7/7xUnriHedzuYfSjkbtNkCaRCaCNxwd8sTiZ9xNyZscxYMK7Ms0PQYehBO79c+OpXLHm4XBvqn8k+fhh/BR2wIWaIXDwlz0PEuT6Z/PwhP7dPP9ex8/BexxOPL6V8nD0Xo7dE+Rd8PY10NczgOY8eRIzkPp4fs4L5Vz1p18hQ5I/Ij8iPyQaxRu90+orDo2j6H06aUojYmfcaeWNJ3NSfEs7ws+Y7vsuvoV8vY1Xoowj3bP3E5fUXb7zaOwLo6T7Od6EPjPcYsP4C/D5wSc41wEKOu+xnMFV7Dw5tibap7GK/vBCaaq4L0QhCGyPNKvBRHguFKXCJ8VKbKy4XOjRol5gaJDFpQ73VDdQajsW3ilKy5LRhewwczNFg1MPQzfj0VNYaP8zmIHB99FKUbwrbogLgTvDRq5RFGhv2y44BYJsh3CCRdERdRtLYNVvyfivkTujcd0Pr7oSg/3cK5NXKw0kmaKYTqCJEbP9fFxxCYAnP7GRI0bvY4lGVgU/2U/cXvsDWV2XpTsSJEjsUZ3oORF2DRzYzbB9PJoVWUeGw4FkPQtDaSRTVkRvD9e+RPqMeGswnXtfor0Po7cPD46qzIWF0jbIXPRyOWHWE0+gcH08uq/qXx1saYOKEiZfSv0k7YXU+unPHl0LlC20nx0GYxZQx9HB9iVPgfxnOdxQsmx6dBRsWXhj98fZ1OURoYjLS6+dCxVxn8g/tiDOc9Ho8CGP5EVAu2RMOYjhhDXR/H+YfWA5JAkOn3QuW+ThCjGynrudlCKaNQtDXO3w+sE7mlxcXogxMLNSGEVj2sXF6Hjt0vEJBASvCKTFfIh40Ele6ErY/Bk7sQa5NpNsU3m9Dmi0CqNYCv2PvDZYh+DkDgg2h/aZeaNlEzU0R7po2oxi0kfsq7hqPQhaceOOUiHgYhc44ftlm0G0cn85bfsH7A19TEcB/nRYWncOwcljRHguSVw2CFPH7hWm2xW0oLv9fB3Hcf2cE/sn8JiUX1vk01y/It61RGlpGv7ijAX9gtm0NCTUi8GslqMDWZj6FJG0QnYJUez2GJvkXsbFck4NR4G7A67+nZy5WXwPDH1w759fp38U+kscxZQuhiuhnLoeZn8jK7dPP9ex89f847C6HYLpWF8nH1d/ifxbn0LTQvHiPXO4Q8TYDmODfVcPyMXPXtmTCCDRBWGbHrNrtjZWbKyvFIa6INEFF+NZQjjG2h/JwNRI/CSeBSXA0QY0XkbaBdsv5ZsxHAuGrn8EY+MPHbL+EYw0+OxfiY1XA9bwUbTG8YcA6TGgoaZom1M+4aeU8X4blE1z4Ghttsh3HNnPDEBwmUXy/fleWMGzRXRzSxTobot/MZQ0jcdosEfYvlCnnqFMYXSd9D8U0Oi72RntMun30i7L7NWw+xifX7XU8qbI1JC60xs4HrOXQSH0JUQXAxiELH99n8Ebnoa7i1j4HCNbGlP4NTblEGTH+BjQaoevsf38do8F/Ph3FihhbHn1D/AAqQkFIEi15aJFiWOxqbN16OV0yH3H/IryGf2Q2/2PsG/wDdiRPsXQ7D7HNO4bwdsPoctcmaYZIaIXCkRCTyfcaeBrmCRDesVZzPK/W7Gfzup8D5yn6pfwv5gschCwuPiRnM4c8x/KwuenY+f17Hz1/zjsjg+EvgnRx/CmJ0dx/FuXT2O+X18A+vyMXPUm43soo47EBeLoAWA2HSIETeA0KLDWFlFqEp6EcdV+FURwH4C/unP+RlGwhSaDfIX4ZFTv8AWJ8DR7YN1RBcYkGfwUMZcU7CzywxdDY2P+wIjUDbeBQ6cIJieLafYSaE9EFQh2mOySYi3yoWcerGQH5xwLo38FL5Kn2QlFH3OCobNm/zbL8MzMcYJyoV5LEBXcZThs3JL8H3O2iCNEU0mHZM67o35KXMkbCZMG2KM0RsOyY6bHn7zk1Dh/HU8xwN0EeXgWsQsZda4ETH99n8XCTaR4VcjV2uTeHInAg+IxtWcbl4D6WH+YEhckNT1Q6t1posTfyiE+w9OSjAk2vwWUK6Qx09QZa20tEV9iPxn9lia+pCk4INeRXB8H8zBrK+nmkJogr7pwqhu7iTYoWjsHzw2G/jFjYJl7C/Ws5fvKyxj+NNf0L+B9PJdDsPNxXRQscsQdHensXQzka5Ok/0bthdSkeGd/1r56/5WReMvpXwtnhFx0P9JofT2O4iMjI+rkcHy9+pAkyzOvsT0fg/AylImQd84z5EuQYx5xSUWLG2Nr0rC+HsIVsdiqew/wBwU1plcXYmho0zYXUXk/g4aeyUHabTuLj9iQSzwLDX6cd+lPeOUc3hrF6DHdkBCnzs7/vA0T7KMPaNFC4gofZpfJpdgt1fyEsXnFFPtjpvIXFsvTSlxY+wj9xR2EBXZzcQ/ZTCZc7L0y7kvhjuaLMItIfXIoixrDqbdc/2L2uBZagJcY9XB4Fnl4YoTEZQmJ7wtP5HTRS5D8FTY++7VHAp5Jv542ej+culnYeGiaRNp9BvqkPQsLk/iiPHUuOjh+3mIeiMH2PtQc6GmVuaMk6jgC0guDdh9BR22xexrkYhJl0+RzDU0LprJFH90a5i/ImnOIOrSOXkWLjrhb+AxzWFfCS2SGmQTtcY26L2aK8ColGtuI6chynFjHy69UQARfI6ao8xUGeRsNOR0FafIx7o+NQbAKuv1d95fBu331Pgfx9/gb8Txfj7Ogx/DIWFsWi40F0Pk59Cbc5PHLqH/QD56/5AsLguh9C+T+ULgTL0JE+K9XNC6i4y7KUfTyP4ny9hOn+MIogkRMNpj9eBHgfqfU+pfgXiGexsouKvNm/I75N+SI0cXRCdfbpbQ8N5Rlx8n+6Jerln9wJnB3D3hHW9lfix53cSMl/eFw0EFFx/F+DwLuc8PpYxNGn9k+Qa0R2HJvy8sTaG3AsvWUE5GpoOa2d9jTEMQyjhMew29O8R7G9PTE1sn0NjxSg/BCPZCegVqHF9DQs3oFLmd/unuj0fnQjRr2xakNhoN9CKxohOyT/a/kfA0eikp14HdcW0DabBB4GQ1isvvCIQU8k0rYslxBkEV07EWtYe33LLw8IXcTNHEyVsaEBUDsLphaxF1Po8nF+TldA4aXdeMDKLRfTRpsLmFbYcrFqjh7diqh9BtyG1N7MahJwV6PwyoaWDDakhqwbvuWUSTDdvuLxRowTTGntc4dzQ6BX0LFvyP7RYJxDxAWfgF5jPh8jJgkcGNwOLHmfQ90kPfPAIoVkP2oC+qLGX2y9aZSlIsuteyloIwc34G2kXTb0PEMRG0QnwT/UY/QrkzXkJcvQm8Dejk++rhh/F3OL9Sy9HJY55fSWFwiNibycFy3Aunmji6I+XkX+fQzv039Ux89bfthdTnz0L4XniFksrK+ZeDl1Vwd8Hxl9K5HcfLq9X8Q5FF9mz2FjB6D1C8QvInwR4PQT4J8EhTWKPBPhiRh8keD6kHF1Pn41xj11aEuSP7IENexTyOPKY5FyRl2h/DO47uvyPW5/Kz3cKIyvwBZeaLHJ4b6WPEbLk1Oxq42O0WkdnPc7jXYgGo8IJKCIbKNuEIaWKzkeeg4DGqvAiphzCYOmu5Pc1i84y9MlbfFKigq7YExRCZaJlZXJ3xC0GhujUYYpjRMUwqiKHpfTXH+xtT+jevhbY89aXA1uhyKFtcHqnnWCI84Q5FXhE1cXZGsClSE5Pfgc+EaA2uqoxiet/ZvZmhwXrfg9Q2ENQZ7rALCXT2wu+e5w/k5/V/bDFivB90htRC7fY22bfaFoLYtRNkgs2iX7jVBELz8n5gIEFV3EFv0iQ4GwbKU2bxDBXRTgP1aTXY0PoUQNQsi/xL1xeDZei/wAZ+MMdJ2PZyH4EapRIdw+VgbLejSipe5VKI8hvC0baz1AUkhHfYeuBLsQlWbd8tTc4O0T9KtrFcBuG1ubPkbknE9SiUKfTwGP4kcHyz9Dyxyy+jiLpsXpfjpdzmiMn8AfLxz6Vnf8AoD6/5qFw6tfQvheeSOLNzX0X5e0u+ouB9K+lcn8L5Gd0Lp/hF02fQ34NiyTg3ilRAkIIKVY0Io4PURrsxXwPqL9B2Gdtwb8hRIx6iG3hjO4ztBkcG+5/DKbO8Bdj/wBPvJuN4XH8U75YzthY5+tjEpzsbbdfRoMQ1rDyfYbSHKtD5w3wEScFeB6N9C4PLoGkw2Md8mx/3Mag+xrMO1b4x0ssTFF4/sQjbqQt8QohB7Fo2CTeLaG1hoJRAlTRSJ08i2dg0VzULa8hi5p3HZ6PaLyINyK/g7rESMaTisSSbGtDGntmi34Eto0mcrG+WF2SkWzgRJ/IHhsSh3HWN43GJTlMQ3wRrN93j2RtcHMcn8bCz3HxlCw+cMWOR+/Wu5s/wxjHt7Q8WmJOsRSeBPxFTi8IeF2A7FbLpodGER3bVDYf6HYTugruxx4yTzRWJDG3cMshPmCTvYatUSDq/o552Dj/ALbAS/YLKyoaB5eeTiH6wNa6dgtUG2mleVwPU3YyUi57sjbvuQUXAOzqHav7mw1rsH2VCZOCv0r9I0MZzZbRwGxNEPgqm+Rs0hsW0JUzb2E6TD4+RcnF+ij8E62d+sMfXfQhCYnmCHALqk/Yz/CzzXTP4b+ofPwRx/RyidB/K8rn5N3+Tsw1jWeA+TiPL6FinyDOzrXKVZq8H0I8EXjFytiRHjZs2bFDWErkeWCoFh9Hb4e2Dm0WttlFBZvwImhpd9iNOzCp3OMcrCfgptohz/Y+l9YOkYmxvLgSWYl8jTyJB47HYQur74SlGDS4w5yuyC0dpnBkMBX3wtZNDtjwxd8C1xGp8HYeyDjLIQtrDGiVsuqv7Gz5ZMzGxSdq8F0fa6LlNMbicEodpNaN48IY5HxQ18jLsWo9Fdpi17C9eCxREvKFudn3+hhmP7FY+I2J1jNhZH4YnofgchcghaWz8T8CFbK2xsG0t/CD3wKxouBHN37PEOBwn8ouGKuCZREz0EDT5O5ZwUN3YudjO4kfx8duh9sduh+TFPp/swxYk8DaEsWntUW0nUa0LPOENjNh8nIPLaq+yQEkhpIeH2LJFyWT8FmPyGIS7lwWyCJDHhJPC3UQoQrN9h0lb8Mu4QzuP9op3v3U0FO8M0lz2NJu6Ic9tH/Lx9g/gaX/ABFpQ4M74fvqaPYiPXA0EUZvkn7FUiO0CPCiBDac0muDoduh6RCLh8K6X07yiJIZSXcqRcNCMDDZ2EHFsPgY+h9S5RxL5HhLgQu9offD8YNFyWGp10PreWGP4ZdJM7EcRdPMuMtvnmugc/Fz+o5dKx/LNkOc5uh4XxvPJHF8r+Lijv0kLgfPxiO+wn8bO6Fx08482QgkaYV5PuJybIbw0M9gmPvnbjDz2rn4EPpfQSbehiKb+Al3HRWzZzuQhiUtJCYDYmRidxoatdG7/Y8T6LOceUPe5FjE1C+WQ90VCbG8p4beHlsp2sllNdDBbFtD72KqhzxO3Qbg0PIlEJ2N6E8aOjjmiCY7LDWCM2bEJiR4GSJmuijYkdQ+4HbbsQ1p9mh0VD5eov5EapMEr7Gl5Gla/fGaa9C2JVRyE37I/aSJAw8KOf2AmMtyTga+wWPf0hXbJ+lN+RQr9BRVUW9i6TTOTwUJStM5HZ42DW+xfCu/xnURIvkI1UfExR6zJiIJhqIekTdlU5E0PaiwmfxsdsdjsPCwhGt9nsGmV4FGGO4flfuhBN/3Hx7AUef7jC8eBmodzL4H0E+8ZTfDYse/DhDUndiS8KG5DdR+zgI9YjdqLW32Foo0yEEWU9kKWoRHSmJnCMxNruWc4i44lGRDZlLgUDXc35EcWcmGX1RmyWxiidmJ9AzvuKPwLS4MoUwThjafGLhfoOENnhBjgYpXhqNYRFG1eOA+R/EuBx/JPGA+OIBzuezEUfItDQhoEvpeGw5fF4YXRMNvEunmfwM82eEXXofB35xMz+hP5qOE5RJ+hnlco48tdE+F9da6nYSh8iPofQhciKcL4md1nxjbYefUaNzCL3PthZ7Cn8SvLRRZY4eI/OVhWBIN5FeTb74mDvmnjscAwVThiFuyEJrkTZBY+jVoUmvlf3wJCLgmbSF2Bw1MQeloptoRDFpyNjwIXbDOMPD0NjI5iC66Fw8l+BQ1mNGCfFWUtGySVCisJjQQM+Y2OTpcsq58dzkVZhShos7ZVvAcMXse1xi4YbYxxkBt1asWj+cAXT/EycN945ZBUZSRU40LZa0KVI7o9SZqNg1HV7zyyW8CRoNrR+he+/QtMfA9d9jRqpi0vEdUQrsaEfgjbb7HPcA1p8dizsxuH7OWaqcIT2cRwoow3pj5w+RMeKKk83D5P4+Owzt0LHAikx+wR3Sr7D5n7gS+B+R/n5smt/Z65Dj+R/kg+csNvKEp6X2UxMlJw9jxT+aJY44O3Ew8DZG5NcwUx7oaz7M1WVd2Q7B+ISIHk2PhUKIzWQ9SFcjRUcOCNfpEPn47Ine/gfI442PthDyFGJ0LEE2tl0KaRDYtk+zN3cp3le5Dm3hdD/eiF+jVDKURtPA/ZxNZR37ErljjSHyQTfNGwSCcxbWGMfxLk4PkExSu+xrzBG8KiWOA9MuERUabq7HN8LhnjmieG8McLp4Diy23wCfH9Cb6v5R/BOQ5BdC5XxkI438V+Xgw3U54vLHlHc4umdKz3yvaJpx/GF2xpYsxgSECY15xUXCCvRKfLLFoJ3caCBofPZJNi46r0UpSjFwNhRFa4JvHAh3NeEyFWG2atYG/c/3wLCVGxYjuccIG4XvRwUeuCq56HJh4eGHt4JU4RUXqdxlAhoie5yNAJtF+BWFhUohRCyMJo0aEgUMLHigcJIfA1n7IVDjzxI4ATWqmYM4LyxH4ximHBcGwVzExPDGxDJ5FomPOb9kzkJHgDJ2t/H2K/wBlyQvvg8o7fbxoJPP7qG9JYeHyKz8MmNE33ZC3O3k80mgojVbe3jaJjw8djkINBKXc0JZcafAod9GEGqc5Y2jOHIhtT+ch4PthroSGXXJNjTQhsSR/Dy+DsPp74gwyYcnwrXfHJGifg4ExtFZ2xMUGyCZoYVp8DmU7zcmBhVD7h3/+DggQhSkdpLgXBnYS1hvQ8GwUXMRZbEco2nh8vh1m5sylMJHY5iGzDhF+kXWEQQl7FjYgvENSG7BBodiNrk5HLeOHyeC+sfRHI1iGkPuGXgYTXgbYjuHgoIbLdTn+FxEI4/DoV08xtC4ffPPpzevgf6prq/lH8YTc0boZMr4XlHB0X9HwR3GjRoUmEqOfTfQjuKqoE0+/yPlYaPUWLHJ9DKsKN5WG4VkCyxVsY8iMPyVhP2ale414C+ylL6EkCzelqhowvgaCbyIJ6w8jg+/IcB9uDf3Emckvlm3bD1YXSEcjgZJtIMERdiKTNMrj3sbqi4ujO+OToY9HF4YkH0nhBnhzPacjFfNqie6BA9qJhuPWqZVHApVDjSO420yGQ8NSFwVtcpDNIcjShBy7UcsvkHlaWtD39dllciNu/gSfieBCSYUdYkd0IW1Oweo2v2MSz2obu/OBLBM3zQ1fb9i3XfuMgols0gp4A4E2EaebRP7E7Y8hsHIxQ6MmH8AX2fZN4JqHYHfCE7cqoxrDIOI+YnEI/sj6/gY2cRDZ3woexowopsbKP4ghD6e+O+Q0Hn+H+yVy7tG6gEotf1yLKn3m5ez3HbDD5mw9U5FuOWBx8tmgW0bLC3To08kKd+HcyrNOTsOFBlzEOLHnCO5dHf8AYymHIaojnzN/DfcHpm8TgNMJIm4JPccIhF/RcTFqENs4BVnjN0ZSPBIeE2sFPYa3o3IQkS6LGdvgXKOL4kLgbb2yN8GhRXclJMJmwklhyyP4Y/gC6LluD9MjgFx19p9PRw6+36p9fJG30nJ059K+BrKOP4EP470HfJCWiG0cumx9D5E2W7+CdHcWF0BdinYnwR4IvBocdiBPAWTEJztkhYyxoRCjKjXkaJYNx4/A3oZ4m7G9Ij8loajwqk4IfRN2WXsMNrsNr2OKwmLg1ZpwUe1na6rHmIv7hTQ+RdIx5Xzn8Cw8kMdtvsc1XGB7v0Icn+KJtEbLsaIPFqt52Ih6CmjbZwJ059ib2HGQYzEUxCPLG+X2LbcneYkx4GMaxwP7jCVr2JL+ImxWygKb1WP0fI2aOQtIXGG4HS0T+xNxS+lDleSwgKaRYj34nosg3elr7FHNSiIYlcsdO7ifwGFoUXkOatM2JUwpxFO2xENWcEJCb22MfYYxXwdwgtDwj/wDx26GsdxMjODH6YREQ1o74/gYvA+xejudjvhwYeX4f7DOLmNxQfcXYkX31aP8yC55AIJZpPTZMPHOCRBEA5a9BsdVCUtGwwutYFl9Xs7zl+8EtlBBpDjYlwNQVjgJneP4P52HgpD9h+5fkTi3CLMMv0jOUT6P2HOVExdXvQ9d/wAxrfH4HaemNY5dxD4Tf0V2L/2kHeGLYzmiIU4Yfxcl8W06KIjoSCDQ0zN9BZwMUSjUNViD688MWSW/huDOUXTuguCDGy4D+N0PgSLvqX9AcWM4sXon08Pgd8Dzw579T6e/Sun8dDcy5ZtlL0suWE8S/H3QsMWHwx4xoL8H0GeCsZt3K84vcX5GxRY1IphTZB+40J7J7NkJqFxhdLLyPRISeGNYMnyLSOKzRP0In2GPpFtLRDSzbuYjgSDYKx6nsSlIZFGg7QHGamLEoauUFxwOnzwcf2PGdzsPsY8MeCDF0vnJdxnesTQO4JCaXrQnQl/uJJO92axETYVxHgLwTkVtIdIMulqbY+DQ8G5ENJXSbFsuCGguvC7iRxPQ0NFGYIfJ5ZQ99+w5afBw8jaDVTxF8O4m4g1QuqJoXaQDsm0Te2G6EUEJJLgSNs22CY5OGTIh64pUK42Nq21ZQmbg9jLBJVSNw0hdCNx2HF9j0WogOToU/oI0L9x98eqQDGhPInMQSEJUqwnhkPBMaCb7Cd5HyJUaiuOQj+PjwdsGxPDfQfYdpozfw/7JHwUdlYOF6eu6GVhTpY20wrkWJ8HCoTBXcNJp+EMdj6FQk2hnvjipjU9m75w5vJGonyMcn2d/2PvkFwDQk+4nAux2wGgjuPDXQscH3kkzEEgkKcxuhwFlYvzdtn4NU24RiEUmkXEO425CXmheWIWB4BJ4UjFxti7zNgGI0l2xwfVOrg+FNDyFH4CfkcIpsKToTzeWEaJ0PjFessljRvoWHwzk6HjgFx1XGfxuh8Cebh/0IuT+GcwpecvpXTSm/wB5G/tH+KH/ANEj/BhU1JT5X8i30LDvk+pclQSpz6PtDSWmnv5F09jkJgtuvfgr8G+gkzeG/KPwI2P3HPfH7n2NDZx1jmxKHTQ4iGzxDcQm0axsZmKc5GBbqbdbZx4RwILCZ8FUvYXYO4n9G1LvyxanoatDso2TqLE4h/LJIPU3RPD6Jiwxonb9H9xujRf5zv1/WxjQ+1MIY/E5EfcLscDThETWu4xTc9xQMaFDGL9o90f0IuMZ5TccIYzeuAx632xMANsrO4/7Qn9m5dxF9AK2prLkxVplUQtJRexbYqSCE0Nu0QKvJyyJX2x4UgcO2INK2234NDfcO8yinkHDuKTFl1Jv9xFNjZM21J5FwcokWXkgJ3GGkOcPzLb4EdglyyyhPFf3OXBb/abNo+xfeJ8EHi6OTxcxQ5jVCDY9FIr8Sy+x3F+T+kL/AAfhnBMNmdxcDtfGO0/BlK2vyNnofaxYOhcf3ZwiJvcsK0bLwGZejinX6Gjhxq5JRzPsRuhPaxZRHfA2MG/dOb+xNsB/dyP5QuEeB8BrY4YLn4VApjE8FhBMxtPo4jh+knfWFUdEG7sI9jSK5FVQTWaZDa0IUjSRHsRxCrSQclZ3OHycRwfBKlRhOiaQtihIkRgw/wAY5kiTFSwx8HMPJ9CFhY11vg5BdPCLPEeOI4ujgcfD/jTX/sn+FP8AHn+JP8az/Cn+VH+FZ/gz/Ij/ADjBv8wP8Oz/AA5/g2f49n+PZ/jj/Lj/AB7P8MP/AKs/xJ/hj/Es/wAIf48/wQvLEaROxwY8iv2HT/ZP8H0VE909z+D3Bf5R/wC7P/Jnp/uf549X7j0fvEP+6SET0B/6MXj/AJHJ71PqXxLPCdLvk1g10VWiiqLRC5GtwJrDM4Pb63yup8M5sZLsSCNWNGhtH1G7KKLPdiblZYmNsbI8keRn7i3zDuezDwdvDZRdQLsUhndN4uBMSOoukel0WDTe8FOCxx4QTgs8ab3JfkhwV9hDc4/wJCVoq3BOlL7OIpeGNq8DfvHANCyN5eOTCG3Py+yPIt+yEop9LLUycJ7RQ1+5GzTWxjRRIvtdiUtiUCV6jWr4GI9QbG+wuW0NPY2d42ghLdWJ84eUK1tS8Mrqm35l8iEkEzcH+r0btMTZvhBhdhsS74e39jS/wNxN6oxR+/0Im298bOcBuY0MVCp2aJO8O6M8B77HAag1UT3AxYUeJHbyzeW3tlGmhaBv0MXAykfQjjjWjU0JCCE/LQ5Enpgyor7IYg7LxES7Ipmeoyxl0chawoMfamXH1IZD+NnmGQKm0cKqfaJdt7PItY55NCpyKWUn4Dvf4w4d/g+xfJ4/Y3G0HbTwRViuo0PgkkXIu+mH1PRplNs0ob2kJWQk2L0OxGknwO2X7Baa4EGvz2cO0SJD5P5Y72O8iH8bLdll8scGL4WI1fPA8DQ1heglyLj4b8ccHsq2XyPj/YUuSbNG/kilbFu5xThykXZjfYe5eiiW2MbAb4w/k5I4OuMcwxWxM7yUHnditHoVouIZVESCwWF4fDKuHl9Cwsa6Fnifyurj6G/lnhOLKOHxT2zd5FeT7M+4+zJ7Z9iexPYnsR+Rvyz8sryyeyNdxvyV5Pzn8mzfk+xGIxH5w3lZU0JlxS4peqfqjkw+hYNRm/SeHJQWCQlY/dHrHaUexoGbpf70LjqfKFx09jV/shOisrBhmmsX4K8CruhwN9qE07YFPwwohpCe0amxgMFbRyix1CFtn84HhAKHcNolRrBW2XIx+G0rFQQ5hc4QnzBIS2NVSykRwxRi/WM8G1BtEvgbszax9uIRZD5DbLdK4p7K8EeBzBMf/ukkVdk/3EybiOHv8mi+MFGkkawgkcfI0Vi7YSvQSjgU3sXBDXOGGN+tFPE2fM5aq+inYbKUar0xNj+xMOCFVMc0+h6Q+VwL9oMe9CIPiminzoRvTn6Owt+C30xP3ncanwU1P7Hhss3iDSm1qGxNd2xBFb6H+2/vim1PSHC90KIOxq7EEj8CnI/85kKFEQxaQ18jYXQjiIQvScYX5BkxJau3oc3+BMrSM07ReYjsXgTTY0chdYQaGjWi7DDSXA2BmVyYh3CXc/gYWu2csGyGMbCJIzols7sSbfA2t+AJSJS9aE4Q+Y4nT8rTKDvV3J5NHA4zkiZSbjHWk0XGy7DEX56m/mNAljfZDLGdkKIsBusRwbsYIGkwSaLETaWxvIbIZ/YGKkFH8AJoEqDKRfsTxMh2HCsUm0lRHdYCncnQnb0QuX4OCzD50SYDQ0chIhBCzubobHwv5LItrrOFgz2DT7Kd8JoqqC5B+9D8CEeRkusq/Yye5ke4zv8AAnEcF18DIxiFgFfAgr8Blxq/WZtEURHFwJ4ZchGnQcuk8oWFrEuvmOUXQvgRxC652N+nfKGmZsM8Q7lOcGH0L6HPQhrcNTuKnCY5/vnKNNfQj8Px0rpQkTEy3FThm8je/wDfP86PuX2H6UT2CZ3yz4uwvlnwIaWFhGTZR58mBM5KpBGFaENDr7oW6GPVFP7DUl8ynCb9uP4Ex5RoOGdsPkXHUhshEuUUcQRpOEU5E3lFk2CgTQik1r7Ifc68IW67IiBANZyv7jntCZsjSEl4IJd0O1yhr0OYwBfxfIkUjTKS7FNgj7gb1nTvqY1bYtsG0EfR+fZwLCqQY5I1IcTgxmhOG5phwCEgw2G74mPXpRxzgEbnf0azIUsG7ZMIt7wgzRnDA3EWxcHcvbN2grheSNLwTv8ATf7Fdw8DN2Il137FWkRiExK/aHRPPL68mghOYaqcjnba8QQu1wck/wBdh7p8mjYtih90lcBrsOR9jnlGvIlbDS4RLwW5U+guT9ikC0rl8jamz++CLT29DeyZNoTyBrrkHyMYnyl/JPLBTUVgh5FE1extdGkQzJeKjYtfC0EEQBelwSHvcmv4EhpwWZfk2EotiE/ZFLmop0mXtSENC3wcjOewsKJYsCvgkn5L/DH4LhbvaaFg7brFhm3hrDTWLiEPDOIhvY1gkcjZUTQZYbhj+EUe5dkMfCEvGNMdxC9btxio1Q2EvLEPNI9n7nZ+DmsPS0v7jvHTQ2q4HFCLuyqDRrU4Zemkhxyi3qB31aG21Va9jJ5FcFAQXOAjyJPIseuINNvYrT4PhC0lhlfcf7hB/DHJ9nB9Y2RezgiAiozClEazsLp7tL7NOf2oSOE/yM7IipXOGVp1FtCiHgao97LgPBLbQvKMRw37/lfKaRdxW+yrsWA5vkx+n2xQlyHeuUz7j0M9QgqkLG2Mu5pZscJD2rwKhs7EnwbTNBTXRwDtt2FeNH2kwRxVoS1M7EGmOYkNXKKLuQ1guno4RDW6axcCq2VHXAuTY8omvIi2xdcPv0DyhYRxk6+Y/nCWn0dzh+8voRPRRmh2+GlF8S2bBltG87FJtChLkOK3FoE4tFulkaKKjaMWhnwo1WhCu4fgulOwqxusXEC8ZzKwxe3+45OsaScQ/wBJ2z9h4SYfFV6NunZzSN0J5FKbSNQpxRjRjQ73hoI7UbkhuNijyQ0oMoU5WCGrgds/3HBtEjysMXTBrdDVK5EkkbJLQUT9xddiicSZ7TZ0qLXEsPoEYbcKlpjqm20Mg7sRUhIL4hkXbNo4VLLWJdxBtbLE13tD5oNcINy7mhanvxB77garUn7Dr3Qmu77FS0UR3EGkt30NovQcdx8xFJXc7kkS7mJO6+xfVM8BytiX+cJHYY8Mo/Y9BeB3BHo8kTe9CI9NU2eQ3kaHlRYPWp5HHI7YnLZCmY6r3JhrQ2H2bJjZ7TwiiqL/AHhi12QkGNJ3+4K8r9hTaCSGOKJFNPT+mQ+XJMVzRxVGgND2MJjuhKOzyLaW6F9Awo1yTE9+aDdaK8leSu4nghODmSKt/wBiQ/8AYGjQKn3XcctqM4+ij6KLcYluyKo5MlBO/Q+I2aK+RxAQQVFcKB0NuF3ca7Ej8jMbs9jYEu3vFTK7+1sNPsG3tGQt8j0olhlflj/7Y9kjNHvydwjQ3+xX4eBQoS0mJ5OCV2MVoflFG0Szk+j+Dl5JmtC8B0ODgiaHifZcbsvA9n2aYElpDPoVFCU9i4NjYjZmgwq8BsBNtTFpDP6J8BiRu0LGq/YojgVufIkpWN3LH5MVitmt4eXeA0LyLc5FaDiM7bPKgktbHvtMRnBT2xHBGg1FS7D0I5D/ALpX84dEeEc32PiM4BcBckXwWJhRS2KXEi/Q77LBspyhCbTLnQib3GjuN7Rtt1sRRs8Khj5Hpwg0oPMyp8PK6LocC49E37Y0dhppp4EvS5dimoI8oTYRbQlReIidj0ilwOYkUhMYpui5bRtDViisTsRa7ENY6J8ZEy57h9ZmEHYQUbxJ0Rw6NEJj2NXhkIWwZoJVd5IdsMTyJUMRq94ub0IWOSOIWFh8nGPJ9OlBifQsDnVLqLjo49a4zznQoVeSlXnNXlfuVWnsa5sb6RtmGntljEX3eyWzQyB6YoEkURrHtvF0mPhvZ6x65B9PSpR5Akj8k1y/c/40Ei3EMrYWtW/YyBJFLhGwoqqxVQZRC3XU3+hTQb7QbRoEqKxMq/gO3hwPlTk+5yjTNJAmmtCJimmIK29loeBXd6GxqPYgGFwRjXrKDZCbRvQyIHhw6XwXaFPtFO5tmziqvwbNEd4FyJ64FLeRtpo08iPjfcI4qnkRTp2Pg5TEloaY2cyg4Q45rAPTsby5MMqVoRAdtUZo2Nslq8iDaFvg9ww3jUgkNdHMOGLVrwcrbpXsKCaOefIk22OLfBHFfQh8slQjdO5wcndwh4aDXZiEtMojRFhJ78Ma8ESO66y4+oOb3YhMRJLbg0f4Htmdux5KL7i/9BIT2BfwRwjlfuNyxoppeSQWqcEkhvdou7PvGMPaEUeDiOBUAaUPOuT74OO0g7tYvsU1/YSokbi4Uj25E3gSuC55ekOf7wuKU7CWiKHae0ckhsXEHbaRbexz1nheRaGWqN2OxFJOK6cgrZaEcbLKOws9DyvoTUPmbLt+g50fQWaT89z6RjQs/CHzjUI0xhBDHvlXglV2QvYnM4ZH9MsRvlaY7lL9Dmxfyhi7ZfgNYrXsJfRIhU2kV7iRctWI1jvgvcbrTg07HHHnF/Yy8c10PCE+0UTgh2OAfIbb7Eac+4j2zskGvYzwzQ97OyE9Io1uIc2xfgRbhTC0RXcLZFWQmEeqNb3wYfTHXy8MNMQmdJyhaUznFL8DbuR5m9yqFul68jmF+wlvAsKNFrGJO4Tmm3sUViG9n8g/3HZmJlnD7CN6I2+q9jzrPtnjEvWzua8s8CgxjeaN9DF0Wrfbc5KI+4WEPBKjgbeX2D7UFORI+H0XmMZ4KXY8HAPSEVNDXrQS70WCdEWGjYIGhbGhQVRZyaFUWLoxic9vRwI9dqN4dUp2uskEVHseuokLhxFwggVYtBIzYoNI9hY8MTKOTFNBCEJ1IWFycAuhTWOdOIZvl9ZHCXPNdGuPgLoWP8gf5g979z2/3P8AxZJ/80rx/c/8Wej+5/khLGiHPGhR7NEwuCeAPwCLDGo/2QD26Ifysb3ZDuoP8DtGFOyPG/maKzD6GjW4WnZ4Fi1+aHYfyFK/tZyDEpp3GnAjdyn7CRqr9hDGIREKFzgX9iDWHOE5w+36F9MblsusuDwCM13C50Ox0kaHRXo3b4DpuQmptHlD7NC+Bo5DRvoWlp0YiHXAs03+TbR2GwVyRJPuNyPBDpcCYZOBFey6YcMt6Ymho5uGY52yxG2RfxwiToXsa1NCv/tB8S2akdjCCYmJyBbSBO/k1PzB+BCmsCCZKDvI2S5PcUN02bgYp7IT2riUPD7Wmht9igwd9vwJILAcdSmzsVIao7mNCDVKbEOlMK1qb2Z9MTaGnQ8GJ08SjqwIhGWzvipHfZzvocZCRwEdlHMNfQmk4fbdipI8DCrlr+R2pfgpffZEukCdXbGk7GiIabTSZpWHUrYhPWQpRd4hPYesSY+4163s8CIDuvLcjjuJRKJtDQkW4hGkO7or7ehanTi3o5VMX0QyuDOVyamNbsb2cCSbhI7C8lEN2ZapQF6ODavGhgmwt+WescT8nYhTR6cCovvybs/8LyNGyO5WOXW1HsURPkIxtnixsSSw2w25aUekc3hCG9Wr8Bz/AL0L+e6f3G9fQtCruu4ulSeuSqTeGUYY3pCEsn3HyvWhSYGjuWMs4opcaS/JwG6wrr6IYq9FFxxyb/Alvf7P4Y5x/gf8XgSTsNNOYYjTYRwsJcY4MSbORibwIT+3GMfITnFqoSmFvjw1UTIjDTxEIQLaFMaCUeRFtHOy5CbS0MF7xUVWkIHR400NiDfZ0T0W7fI7jmyRJ+q2yzTXu9jn29hpLgyp8DkNUSF8lK7Ay5PwLyx596ILe+jtk/K0RXSXZjicf6DZUU2fxDg/vFi2v3C1LZ5wy35PsrBvpeFmDXRKLky9vJOgl01KJiY1PkU+TgePJ5cG1GHDX9CFk3g7uotOEBgzPTgvJiTjscDr4UsyItBlGKjbO7FhuhgSjXyNU/4ECDQhdDEZoXkhq4GXBS7DbLFwjql9ilq0bxdi72JPcXkLbQqwqHMZdHsiSw+RM1wOBofShCORwCyrdgvdnuYn3wmrC6FM8lnjLoX3l8P4EM87QvMixQ9ArCbRwjvR9i4C/B9BzP7A6KA1ttMfe2XSktjo6eEsHzU7wZsyHoq23gZ2QpyxC2i62JXWeKUH1qyvGmxI4/uzasMu4xO6DaCF2LgcN0E3Em+wmcqI1NjoiR2IH134b1Mdr8C6RKcT+if5CX6S3vsciYZFGQrRoxbaehtRI5nshNwfb6Ea+ih3YdL2Ni2MSr5IeBBg17DbbODa7ZD+pvAjyCpGJawmzxx2E3FFodjQ0dx10UkQHS9xWTat+yDSIo8KDQO1MTUVg8+a+zYbgJNIk1wOdZ+42iDgTDOIxehmoyQu1RXnket4ND0mg29yNoLuR7M0cm56aQ/8TymvAj2xN7ju5Yo00iaOBil6JfiJUQa2I8hbnAkirHzGd8w5jy6I/JrSXkOVL/A9JmN/LHMbeloqT8Emakvs1x8EPY+qOCG/yhx9A8h7iiRudti1l5Fho/fBCrgG7ckS3VsWXtmhEVdlBVRGkY19x3Y4DMN3i5edz6QzoE3ZG2MfhKs44n5NQ5mvTJGh6ocCVK9bF0Y2svHHs91WDpXwPHX2HrDg5ehqmlGU8hGpJUS+LzoN4r6OB8H7kYnw/IMkRzbJceei4e1HdEKaN0R0QghIe0Ql5+d4fUCpjyjuNaxa8u3C8O/cKf5Kv8oTfuj0LR4vJcNOBJxp+WRxuv2I6fB7j2GhCpsV2cD+94TzjzfRw+pyEakYr4L/AMl0Gf8AtD61khr0vLaGZBRx2Zpf1D52/wC85BjgjbI8bosymlvQ0TkjY9tdzYAXBIroajRBMRrU5SM7gK+zRRHCKuYj2Ap0h1BsvtHKbDaxJiJIcgJ6SIaQ7mkca/3FGhNvrEgNsQ6X3FnRs/AREn3gxaITWdlDq0XyeGOk5DmMS9wzQbIj70I3F7R9CS9xy0g4G9+TV1jcL8Rpzbz9YTqO4tmJ7dxJ4sFvOyGNeW70PEELrTDxiIJCXQ2LysJmo/j20LauNCiZqD9BaDMWtYaB1/EuNEs15HYRhq4kzZmnSJ+wtiJQwbYxRHsfsT1hbExRLY2hN1pjR0cF4TxD0x38x4Fywo84W0I09CfA7pjuYGdBdizClfJF5wqIINV3PAFPgiS6EIRzOAstqCrWccFxKEwsdzL4H0zwi6GwyZfHRCLCFEEUKJuITO7/AGYl4PK8DQgvA07EMYoOaOA7c1jYrgik77saIXR2ELEW4SY/2K5IbhVYy3H5ITBD2uR5INCF2BzqfQl5JbI7MII1XQvh18E0huX/ALhfLCHyhPGvwxrInoWd3KLcjgoqknqI7Kn9EORo3sgQ2+Dib6Oyy4fdSZwxRoFs4DbsQXjIKuUjXiDLuDCVoS1guCG87lG8ruQReBV2AtKr7FqiaCEjWJRSKF4OF+4StQlI5Q04YvQHFaJcMmJ2LoxZoUqR5Yi2sWesLwKQpN4TCxtjEVPkusHreDPBsVRcM2lSpTvgWptSI+7zmnm+iu54Ggm0QxR7CNvoM5+EkOXRyGhC4FFBe8pnJEVDZkVG288A8I/FhDtn3N/wK/uIR2Q0RIVeYN5mNKH2BW8RpGJbRMun5Q4fK5iWk53UvU3X7K76OTcq40N4W7fP/JOVNLfGh5W13aPC6flC6bWl8vRJTdoiEHiGk57o2/yO+zuLlX0RESWH/tkJSOPeifwtPZqDvhzQ1/sniYm3kOGHS1O3sXH7zliSMJttfQjpyLW//mPes+hCAiSi3Rvn7eTyaN8j04Q2uOL0JEcrgtErYjadgRvE76HEY3Jink8hRDexIkkM/syw9Mk2boaND/mZFQPof3Q6PXi7hubR5y+hEwuUN6P7JwX0bUYmu6z64Qr7nJ8IbHNiS3NhA+6O0iduaQaovQquMF8j7ccOHhFnuBEBmlP5FJEfg4wYcZRF7abKtvuG3E4Svx9o1CN2Mbv9GqdlakxEBr4nyX0NmkHaUc6M3jW1gBOkj+QI8HSysh+XtjpeDgQRM0yQ1WPznNEiVqvyJkvKkldVsHFSVt/wINCNjbhpKD1K/wBzvkXI/Qf2agcIaH3KMRD7j8F1IJytHGRC/I+myqIIv2Hm9K+BoZy+AeLHhYuFCYxVoPxfsKIN4QHTybo1HNlERunzhW6HSKZXAmeKWZmPY94ctS9bIhpoWJIkUqGOJRejgl/exL4R+DmT+C/KisX2iqTmFJSxjgN+xJ1MaglYiXOB6xmlLTYm4OTUNfOxK5N14I0QmiG5NRDbeLBkK+GItBMuh9wxtBFUau4vQWEcjiLLTgSQ72CnGAsdA/AhlhTlC6/BuPw3NGZS6QG0ElOCLq0zssYbIE8NnlNjdyFig/1oTRYo5JaUQd2ifOxB86NAn2DNpsfejkEKRqNXBYNEV5FpGhDBHknGSlw0imiOVTcIbQbixcSp0y/QMWQlpMjeGsS7RSqEl+xf1Clps7LZ7C9CTO4jOYRjUfcGTRlClyIekM5yfiU9miJDlBZUb4xQGoQ1iorlwO8yCjtPxFHKR5DdIaLyHEv+g2aEscnldiTwJd5Ozse0bRDH7YxB9XB2TyCRTdLXc2kgk3Bi+AxOHnGH2LgW1ftcHJCb28kyTGo2FN0aiEpe8LoaokHQmw+cPFvuMVJDXEJhITb0hLBBwIbQN7JkHhxoi3myXJn0Iect/kIAjTFsWjS76FaH7+4JoXfJtEhEWzYVSGtkUN7PtKQRkv1B5e8JcfwU0zvyhtjsMKEuqtvh9kCktDtvo0F1qky2v1clkfXgTbZwa6uBzUo7dunX7CImKe3BdKPvcP2HwbUrPDbEM05vieDkDZ9vIk/shPn9zUky5RR9pDbQ12TaY3yOtiIOHjN7Q159hk4KhKvu8MZcj0dxKD8Wl4Wtvx9nZ/efhfQg/wAg/wDbHZO4M4ZIkr5VJpf+U/ByseUzbp+03gZAZUKwp6mn/I9+99BphnARdaf4MaJE79xHt/cYfXyQ8fGI/wAv+BHmfwaYl8PRTaN+4qq08E13tglblUJbTo6Xz+RWoa7YhDgxviQafgSNDT8L+ynyq9i5OX6F2Ji918m5tO8g6dDKJ0L4FqrtC8VyNKuzFWErnQm54Lsx0JvbuxLSn3CNWLSaaiA3DGjhJcCrReTu6lO9rOw394EdmYpMijSm2Ft+xAbShuliOkq/yNROCEvGMhvkQW2TNaOF2tekLFeyEeA4Gmc0JsFzSYYSc+GcI4xJUEE21rTN/wB+DZySLtcLQ2Uo/luK5FguGXDyNkFxllOGWxpCbJ6w+mL+wzYsb3YxUf0gxYNpFsaGkMiJg2RyfhghMeYVDotSD2dyno4rf2Yz0hWe4u637j8BGzY2Ik2IVfAgvXOGDcH0Hpzso2TNJbKxBtByFBNngCZsJ7gfsFIymPS0mEMxwuMhx8aKe+DUbHDoLHJYlljDUtjCZMdcYE8ugXIm8s0z4+pPkqh5c/Qlogm4VzQ+5OJm5OIzSUo2LDgURTLpEq4PKNiJfgnc42Nbb9xDOfj7f80W/wCKf2EO1+SXp+1Rq4/iFVovI0L+M5AmyO5uAlEkiZ1sOEhBxoH3OeEQ8iqpIawtWJHpfpHXtDYMbHoO1o0B73Nw/Q9EcqHEDU2Q6Z9IWfhiYQmHxokYurFoUb7sLGCY2hdAgJbs8jP+M89fkS8pEzwtsiQ0dznDYweyNuwhT2NH2eOCaCp3i9jXORLQkKZA1kfguvyjhrGvKxJw1V2NS0Wu0LcsIIteImm6Fjr4FeAKOrF2cI4DFwJtk09oXJFEFvuQIggM7bOXnlC1MeiGLiIfcXFWyWo/AnyiynOKJENX9oQ2M8MVF0REXAhIg+R58Mcv6Q1TtFkuSE8IJH1gicGpsMcBCUb9IbO72J7s8MSwIimwmhWMuzQ2pvcJ2449+e40qxOK5AxKz4cAvuUPAftcbGp5HpwRLb4OC1V4Hfcf5HwELPAOZ9tyu/cKHceT62Pemr/NFk1V13LU0qPBvZI1fJ/sDsm05909RJjO76LAtB0mBskLbkcva0+3kSrRPuxY+RVcR78voTpkRJRcHfDZnDD4Fij6DsX4BcD5pb5GMHZKfRPK/Yj0/PgUfP8A80V2PBf+Ro+0pRfQmHgsbVoQpCTXfyRuPB9NOQtWDg+hJ7D49qFlK29EFLTg8tPzCUm/TPaJMpG97Ev7hC3RaexZfQRx4mxYK9C0WeEkLbPMuByV2FS/XAgQKNXkMbDg90yBQo65Ndm2NI0qVtlP93BGVvsa4aHP52O/eiFsMSwg0JW4fke6aNt8Dhbg5N9i4WHU8nZ0FXdeBhR4Asgc0cGrbcIWgoJvrwSEXntxwWyGompeBydgLS+3BsUWM6bE370cDco8L1/M2bY8sXTfgZ3Fxmi6EMfS74kMaJGc0FgjbSRij/IqOVy4P4ELgVqJPC0MdGPGoco2x5Yg1iKSwXGeCZugpqGjL8ti7RAl5JCRiUuINDIQS4Q2ahCtNUyrAVpIaCMmmMNBSwDDnCWILIoIpMZO8IeA2bys8yosobG0XN00SKVjdjpkjZ5fHQ8Xw31TGmqbOT08Zm3sF3QlqnhEeoKQxlaNO4woku7EqbMxLlDyqMGkHGGU9xl2TWpsKa3okmx/dgoEl/yJvgX7n4Uev90Smyt7NQR+i+mPB4dGiEIQi9cmrEy+Bp4rFfYljInBMJ/od+FmlKUos0/PUib0O8yumNGMeBD7xKbXKRYljNWIQ0eKryxJRosjJKvQnUFQm3B1vY/uQO0psYozmlSZmwmKsCJSSKMbGJFvkiJrkt1peRZazjV41fkYVCOXmHmiI39xs/JFshRoCRHNFHrE2uGN3pYd6fQkd59AUqIaIgF0GNaMWDz7ROGWeEEze2POjxDWktj84twXN3X6Lv7COb+kbsfAyafIp7HsTWEyzZ9iVoeGxh/fp7icEdx+By2UU0PpD6HCYyF8iej/ALh4SFPEWkKVtI2UjH2AqJIv9o1emic12/yGoyqch+RuPMjt/gcmtTfL0jhuvRp/Q6xGta9ikyR/wjndz+55WX0XLskPZVL6Bv8ARtc5JKCgqEU35Nhq1kk+iLQvusRnsgVXVZTWuTQvpIIFdtvwOPub/jyJXc4jDb5+/I9PPvO5+Se/yKYij4ZGHKCKmk37eHwLgdHfJtiHh6su6wh+cEbiFSnnhCeEO4QrkMJJfyO2PlDXgroPCwmUQlorf7R5WZhx6JLWWcf/ALyMeZ3JiEpDSDw4UNFFW+47tD9oV9DpWBLwqI1x4QvEO7E5rigrXORIcUQwqx4sC0ywbv0h6D32Sdx6viCSNiVr+UMy0O81GJO+mTvbVfYvpNuX4GnlD1Bo7BI+5yLHL+FnBZ+Vyhr6+A3sk5bh+PTOIJSDFbmxxyPZAbCW0J+Tbync5ncJJOGQbaF5ua9KIRaB+75LklJ5P2DrchGwZwHWpwp8lWzHb2u70iObblrsQpb7g5l8nAhDG8vlYfxvCzPjPgRcUVt8hqkysd0b+SUqbyxr4H3WawaIljQ1qDTKLZUN4dPIQsDJATJD8PK3S5uuFTbhUa0FYwbg9xYKy2Qiqf2iyp4eYkFJY15Rr7sHsY2MaEBcNw0EiGhc4XGDG28pYQlkJo1YhBAx9HLCwcELKLfDvtA7raM5EouxsYhN54P4oQXwMkq+DnBjdfQpBbdHYs5XhDlyzcewt9xmWWe+RsIb8B17dJcHkHCDJaIaIJ5ICbRwy2Y/l7C7n3LEv7DqOYvsv+TUNNxJ/saQhy9FNm53G2wJk6mdlAgrllDOTeEywDe4mu8zdQkSLraHrvod/wA/XwhG+D1npGsJYudKmxrYp8BL7FDRIJuU37E/aG2aS+xQaqsbohSLtU44zsJ6WYoMLpgjKZxIzs3sTofgi7NCDoF27hIlhvBvA8Iq0LXQqG6IbuHortsWVCKBVNQST+VEM2jESW6Nj6OZ5IJsi0B7HLohBY3sNT3N9ha2gWy0OTURZzuFSj4GLBciE+SXyiXYmLBYQuRSRUTLNvxo+2Adt3bPr6s/ZDl9x9aUdh4MLUoLcPTpLnFE6E9Dxobvt+4x/YLTVWHI/Joe7HPrlsiIx2GwSge9fDHhJ2Hf5zVeCQ0qUe+4xo27FRbdiW8QQd06SPqFqvt+SvySsW38G5ZW82nhg/icLrSdgFWRFUmtjyIiumj7Hg9NLlci7bTcnwQNXdO1sRK93tP9xuPN3wvjhCN7Y04lGyVpLY+5wVbTf0QOtdptLgj/AAkOnf1PubWh2bgE8PCGU+9TPWzfsy2Nw8R3EcLCztGyoc9mS70+zKRch7VO4QSGwkJYgpH3GaH61uPoN9Y2MSw8n+x3wtrYkbXQ0ZVYm0EFaINFqIoaQT0mnZc2ZPmxyo88UZ8noVBo7YQkkKG1L6H3l3hEtjryJra25T4GUbfc9HY+pfAmE2n2xc+CJPsrbbWv5LVTXYT64/2iOBMvItVj7A84SU4jhCCo0Y/AeqHWX2J9L9g2umb97Ee+CSLae2O0UmpRMnf8COyl4Yo227sUbRyRkE1Tg3VE6jm4qeGiC1hpXg7jygrJo012Fsgipuf2FWNr8nfobhscJJ8ji0DqikEMqmN1duMal5ePQqSUvJP7DAb2m2hDQ3pIIo8sQxfE8L4X0KNseVtjtVC7K99zk2NbkdsEy3uhOkPHdwUIeQetMqwyrZjGEzcFnBPWr2aZqEsjZDUc8Eq2bGuWLpz6AV2blYmfARU5zQuMztBB4CO8XaCVtnpGyvA2GsWfk85lY1lCwhciYTWJGXSHnn0CX3Gsa5E3tPJRAddzvAdLhiYbjYYjll8dCm+hjJ8Hc/m5jy6iCKrDfgbVhN9CruFO6aDs4YfVzDmxYGbm0xabGwo/i4T5DxyJfM8tURVf7Ih7/wA0UIa06/KHVir5Zbm2iryrhm3Fsxa6PDAUR38kElJN/l0WxaYeypCEhpWTW4hQq/JOjRIa7FnxlV4XZOhsw11NS0tipVHqBV39hDVvf+CN9RA0OkDyOky4iVT4E3GjYSZBEPrAkLdCRa69x47ZNJLzsRE59rTK11Xsb/3q7FyZm+1Yts7JDi09D1esSmd2d4D6IQZ107CSQU/c8jKNhZ02ykes2Hvo4IIB9isVaCHIlh0F26Pv3Z2I9rHBNa6YMnDNMYbE8l1WH+4zNWLc6KB8GIZ3xylhrSpExqbwaEdxlbxuxSzho0Sn0IL7HK9hKtOBt5ZS5cMGJNClDshq2/OWmydR+7GqvCHqCt72x4VjeGWPQpLUeKD8Qltt0Br7Pxs2/YSl3dxySdMrffwQZPnik+ENtcrjbgnX7zvcc4DWuGVopR+UJRJQ7vs0P7XEiq+CTIaj+E+Nmt1Emc9my1aR3KptPkJSaIW/quX2Ece12v0WpsSueXkQeGXPa+DyoqHtFqrCINb9vYs5cEbcCHfat59EkYoEt9hr+ENpjaGxhxCWxZF0yaSvDszsB5CQaYnosKMOf9mixCHA7jQ5R3xyKN+0e5xfuc4zRjHht0E08uZLw19kjzWdzyNuCNmz+ALXImCa9haCr8htexWhCOI6av7ERkr0sc7PtD4l/wABw1f2O1hyPxp5rgt6db2KFG6juIN5IkVE0H91grwVVTjGv8HZmfYa90PvyHpK4ayd4bfl00aVDX6h0UDaNeTu++HpDVKd8BpNtoLxXR/F9xDZi1ooseg5vzpjRp65EJJez9wcRPbH0cPZXnYTqaMYrmx75BEqobhsWimS1Y1uNFCciaOU3JF6F1fQjQTT9C/atptn3K8vLwvyrj4XxhcdZibyN+gx4/XMYzbxOnkUhRmh6Amdh7Ccn9qPZDl0Rf3ovM/I+/3IkLaIYlwU7EtsTvDVRqE3E7ifgLileCKJ0MHPewl9MaYvAJ9j8HHC+x/t+AyqAkJI4BCRKFPbwND9sPFKEbDFEJhCCEhCZoEYk9WGzINdXgrGmMohcjzDlsf4KMN4eKW5Zz/APk/HwtjEmejkcThtIZTL2Lca2IJNY7bDWyryJ0dyCEFhjwNngqNNCYqkjosOX1WN3/ehp6TfmPU08q2Tzs9RI1SnhHiV40LlVPQ41yejRorpe6mGqjwf3FFFEhwaOlwNYccopseJ7ilUD7OhZbdjRROHkxlLPZwTkOzHgpclIHlPYM80IcOMSYmexGkWM0I+RyUM9DOPsZgo9glmVDNYpOsK27fkbPeGzI5lLEq9obx7qKuPV37DDT0foV8Gzvyok7TuuEI8ruNNcobeDaHxTVN9CVbo4fljmMU3bmkK+wPa2TwMcyEqiXdwSpOyFPQ8eB3wmu5j9IfMNVhp3xMl2CGWeAxrHVTXYXRzhDpRe476fYgtKFr4nJTYnjyx8YYxOCUMVBeMo2j7jFGs9gpV6kBlxL9kObBxZyNV8L1tDiXsa4mtcjo926r0chVEcg8T5RbWK8iH2q0xRciOoMQxKlGmzj7IqXBv3GKseDwocjUsrhHP3OaDSLbOMmXshyKSq/mjPbXkS4o6koZASJT0tO1+cdqFv4WGtNc+xx036HA6S95BxtLwjlj8DF2OI+y4m56LTqIt+vJoSq1yhLln4dL+XCke3RVRw7q89hW9++bt9XupPtlH0aFaySNn8DcjRD3YRWX+0SqEJImU2exp91liwP2x2O7E8FiZcJhHB9CDQl+p+xQe39wsXKw1oNu+E3vJFCVff/AR1qpV9hoke6HZdcDlk11/4KUpS43X3EU13kz2d4icGpNaXjyMRpy3rwN3fL+RyV2PQztg4poYoMy3AlnqGhNEsZ4uXBqhegxCag8RENL/AIKtlPlwO7rzSyXvpncUC822a5CcSIp6UFGyg7lUe3J2qKORXcc/t3IfPLFaWzmalR+zviBttrsW8Bx0il5mz8jlOjej/kRbdPsYpKA3d89Z8DLK+FjOHwvgQuMoosLkgjXYzfMvFDxxW9jUTjsUvgTjcoTiWtkdjlYpxSIjXks9jpDDizU0cQEhXMcFFpMbGg2gqMI8nbjbp2fsSo0hodEUEoxbxIRBcj4R9iPuNDRCj0XAlYlWJsNYQeYmLD3ccT2l0kTHAhCEhuFIw1zSC+YidRyOLy+Dlx3OZ+Oh8/Ek20d1ohvQs/uMgdhYNx2AmuG4ECg64Q3o3mRsn0WYIbiYW3gQPkgjNoc90XfGHLYvof8AIBoUlPr+RtR37oq59E5/cnup+0aEeevvC2XcTXyGGbghqdsi9IRky4S0SipBjsYSuRv1C1kaDd8BsvQ0uKXHY/IxKxu0SNUieRhmwuQiz+SUzEeH5ZWIpsRs3licpaGVp4Hk+oq3exxptX6OSriDQkqTfkmA+E8EKb6Rx5FXOzdPcTuQgE7hFQ9NjaHyFsj3uU5xxjjXkTKZUXRSw4VhaWx4H0I4MNHClSGKXC0RmRoQjsaZvuG+yOOj/JwJ6yThIZARS03pOjE3yxZ0jsQY8XhZik+dDibftj3hxZWKVZTN6gkKN9D56eIcpoWZah3bFW22fivS+lHvZBKx+XFDkOu4j8hyOjljaL8vxovQkm4iFCFoUgfh6rRzRZkaRtez4JK/xCgPb8ml6qPWG+6xB7ttpFOivYh3JaWxjWeh6UT7Ms9iI4Pwa2cDUpb5HYze18WMge1fgCKVkReT+itzahy3bwPWn1vWzXzKzv8A8BvTdjRB/Y9Pz0JUR6KBwG7eGMeuC4IcQ2wlEP4Is/wQldv9hX8O6NYf46E0foPAXGGEGaCnYWOMP54uSF87PpiJoRJ66ZRq09/4E9xstqo34FK2Ez3sxoJEcz34NB2t27irpFthklaTX3hS4UuHf9PIb2O+TQF/dCsSMr3fb2h9lafc0Kv5QiS92UvRz76Ej7kkwfUNdhEEo3Pzo18ncSpeo80URiNi5FFv0X2gdL7FaY2NBpk1dflidxRHsdop1AyTON1S7iZRHqIffyuNi+RLTHfYLquf8jZIGxDdLz3JokM2PkVW1QkCv02J8ghPjZ21i/sXYSMJ/wAR3247E3QsvCGPv5GPB9TeGLqLLqiVNho2PYbBWCRpJt8mnYXQtD7pca7m28FEPaP6HDJotH5LTlEGaDWoqHamrGrAuinwhjseiFmo1rZsXZqOAlKwsNCOoXxiDZz+4SNJMnytmmKfgolJRmHiMIiGR5wi9CBn0wqvmjUf0TFKXqGWdITLhyGrjgx9uh3xcPkvR2II3jt8OZ/t4zehNVgTCOJhsYtjWKUpehcJI7xx69A9zwIqm4ceBpI2fRIgskDeQ39DB6fuiKevu/vRafvB2W78wSHKetB7taYldIieyVxycy/2N6hagtvyXJFeRunI9HEOIlEI5qfaOyEl2NGN4NlKUui4rClCwasUVQTxjAsNwwVQTbELEnLQhogqlm4rRsSvBtidKdNJCe7OI5H3C+ENpLwiVt69ioF4jXE4G0T0ItDTiBo4p2dCPfgWCFXvGnlgjqzWjGwsVjV4UrsZ4ghxsSqNDHZno2R2L5KGG2TDeEQhduuIGjxSznaeXpD2uGhrJy6O2ov5IKM9IuyHjwkJhYeJSTTHpQxOnRUhiaGQWeZRdjO5eh8i6P5gpwuiNDuQSH3F8OxYSfvX9xppxOxsbt7NJ8CuHMaSz1rsbBDQzsInzYmxDvZ4LPssAkd0cbDUPGqBzGrEpoYqQ3m1vfFuFvtPoY7GkpSkzQbzpI+Yp0in/nL+AiUnKfc16vPIgv8AKQbuLb+CH8szFaD5G+w1Ve79xPbl6exdAgzvVn3cr+Rt4Pb7GLf2FLEx/BwFToCU0FLxeA1iqQla81v3IY3DK5zYehzT9HM88Lcd9FtblOfscoTaxMM6mfgolevLISufQs0p+Ri9zV9J4ajs8iRLshq0aq9iiXYSfZRti5FENTfg7hB4lwW/gPPpdBqJj5iNd6p9rihzR+ycntEcUORXkaeSe7FdjuZJftop7m+Fn2CVIJRO+wxUYlu8ETXo3ehycvgeSqu6FFIe8Qg29ENFlVpdy2Bmu9HpJBl7rhdn9iXvlI7ED7u0ikkNlUjiIcJCm7YmpC9lD8hHovJdUld2xyC6Lf8AwJOz2xdq8D747YfRx8ljOHVcwRo0PKzpvIvZY5D60PthxVINCoMMHngg7DQmbHSo21g0KtjtFAtqRXrSHVWCKLo5zhi6nMPY3gQ20cRdGgkx0sFjGKHrNVhImGSoq60xyFGPoYpUsEkc3tCYfYyjYIUYkJ0UWCISM0EpiZwinxX4WwzHDKXJ3Z7mh/BtPnDPyb58YoJBlMafJA22X4I29ClseyCI0RE9mJYQkWpypIpyb0zQSK+mbeNNBE3di+zRgXsp7GjOxWNKp/QIkgKor/uIohJ8/wA7FOvwuBsBBuYOEa77n3NbNrYW6mJzacPGx2Uv5Hs7njYhO3RwiFgbNKfBRspSlKUSZE5Ei4OeQ/5QUkgc7TqG/ZRcjLDvSjQmxFhDQzgm3DEOBqkhYaZscY0G5c1+xAqSXoZn5ppooSv2NBFv0y1idojR8QR2E7cMMxM5ZyDwp+oajwiDlipEzNp22DCJ9D3DIPQ8FwnhPOzIR3VxVUqHwNejU3DS5taOA0nllJvA9wJUO+EGPoaOGW+cJMdsMQ8r8i00fxCB3H1OX4WmNbowdY7zTn8Cay0chHetgrsjsP5JbBQMoMxKbVElVPtwOu5u8XuUL0HbZiU3WuRTRlrJVarETrfkPKoNJvXs7oWtW60TRd92x7bXhFyNtulK0T2ZvYLS/VVtfJ+3DuxEdCee54uBqTpb7yIVSn2J2UmyEuWRp7KzS72Vv0Tkiibo2n0bv9D6KV8T4P8A2PI9hYQxPyMo2vKHqAWyDFH6HEeFzhajgoiINycB4r8t/J0AJlI4cwmv7WOJpRpMVJ8DhpChRTxG7YcK/wCRdovWhqd+hbY9Dg2voNyfZHe8iLFTzlIhS3cQqXHh5EVTNe4bEb4HC7v+PsSRKG4l7oTNC9ytGtCdcBDnZ5Ez1DbxEUaJb5F0H5LGBJNnkaYmiVGzcMtiQVxEIWu7wh7QUgQyCa3ZipW+CEomyLljYNPk/Q3hxoTF+SpNTV0gq7vbO3kFOg3L2FSfJwnBoUJ9tirNmi3Zx/4nEuxtDAGuyOD9ETbcKig+70vCwQ/ifWfWzv0XGiED6OwFo0dpJmUN1E9DrnRZGJLscQVCN4hoETWcBgo0E+0CuygkkqJz+iqpOJHHByRY/mN6KeGW0EIo20kFNPM7CJsQQmXo0PDFRmioZy0Ui9GIDjixmwmJBx7C70b18D9PDHxOYkdNqjYRsjzSlKX4kQjPDolbxep9LIMbgnqDw9MUIcCFNXSw2UvRSjF5HKybB4gTeZMJk+Rbwg3oaZvF6NlKUbpCwK2mjQpubTIpp4URdCX7gokkMTQl7Y6aTiFDbIN7xc0QTVJQjcSru8DUxL8CJq0xicWyrDzRTVG9WPbyLZBBVtnDbG4mkHLgR9jjh4MEAxCui+g1NjZpMngbCbkeHIjZ7JFJPOPs8iOAKcxwWovYgJnoezcW8fbgUg2MLxBDLhhi5pSl2fiMUjezRz245HNpwcI/gWotxmga9TnYanTa80b3jlRVjEtjD6JjthLa6C4OY+MLjt8bcG4S7MgP5k+Bs/tYCxoaF94UpCJHvgnYfkdM2qbHpxU0agTJaaBL8lcTFOJQtrX5JOg7DuYnA+B7/lELQ9ufA0mtcno0VfqCWm/ptC7anD2WdhhzpaDrlOHpIW5t+5QBu4taICflxKwa1a8X+SaLQkIKXb6PBaFO7oUpLkUMuNWt/k16fK/ENXwexa69aPtnG3/txi9QWhHDsPs8EKHPws4//GyiawxZa0y1xdIFdGz0uefZwKmNttGg3WOmVVZyM9y+2H918tecSEN/c5pYMY9YJRpkuUehEGJ+xGnYjeBztwE29yeFUNfeVpkhNPa0xgvpRLdUWfiPd+h0o8PWC1/05t+Iqu18F49Mkygo09xci4l0/Qmk/wDkHscHdnpQ28hr6no2H2PBR2CG+w20LShDpOSHsTAzh6aL9nsod5D8GNgUHd9kqTO+uzETm5U13HNpocbLX2UX2Ja2aQUW1uj2dXe+Gai0tQ7KJKuRLb2aHW7fNFlWr+ApQ20NfCg9C2uRi7lnsMQfyQQlXtscd4DRrkYuh4QzgPC+F5snwsXPXAkbKfcZKPcaHQ1WE20uB26aGgU7EI7khNOQ57R7QhKzkUHQvqW+BK7vwewd0Qmbs37Jy0rYFmuXvOG7N4TOR2zRidPM7EvWZHC7Xsx+BGgjjGiO4rsfYx4tZd2RUrvHFDH3lQ1kxqxn2HywkJNHAa/IUbZDlz17FbZMTopfg+GTlx3E+IuhnF+yP4xrExA3S+xFnQeaJlHCc3CUyppw1CfA9yCPkNKdbiXDsIW9DIVQmE/hkloaFc7QViE2IK/IzgL5I8q/J/kxta/eIUaqcy2kITQ+hsog4iUh4E1yPCDeRssSMa1hNn2LlKQuJiCU2P3TcMLjZCekwYo2V4te8bZCoxOJtiou9mvg6NWhak9kO0XzB/wmuEMPgSiJUP5DTRfA0URrQTqw5oy1HKJ1N9xt4Y+i5p3Nb+I1L/yHhSLwRNouxsl/kbb7wk3H5PYCgjoYzmxcjO4fA8rkYnnli4JnaQ17+E+rkhQKG46GwhIrYtv+3I7+xDUEvOhoZc3Oqx5PkN5E+wzREsiLeTmDk+FoTWNbGCkWmNSaQ+6FbWo1t0tCnuI17RwWyNsKPu9CCyZ3vF0Gv0huX1U7iTm9V7cDfdEnBOnmOTXfgNA/D9i6Cm9IbbXZ5Gq84TYrJJ+kDXKil30S9DYtiRctmp5coNSr/AJUtfY062VxC0/hYnE+1sWvXpkFwX+b+2Jh2O4/uiRbFoh4XS2PEz++G0NrMNdp7FzNvyHG/wBkdpLXYReEN/P7Zo7SLE65gyyJGPvLY2yy9rC8BfkPTawxF3aEi/CSOLFqMNijuNFdpCaaJsITm8EFINdhONKWjymmeY9yHC1M4UevoLx9GiKjwtCuLsOen9wrRtdronCjTdjsgd+QhUK+Yh7vYQIXTGsYvw9BSbuJREVnNM8J2hyxE+Zxl8f4EPUvIjciO6fYnSncZGpoiGdth+N5IPLmh7A2Vi7RoEtM9jVUyZTXCDnlpfhCWn7LJJHGxIgXL7GoL2cZJrse8lyHiT2K8QqZtxsT+EMtxCs22hDbeCf2SEOi+tDwYhfA8OX4UsPgWE+ngHCnY59vwXuhzdo8n9jgLohI3A5Rqg/24axK6xiCbNT8hbyHfiz3qN6IPXDFLBvuyekdpUdrUQ2ow8w5E0QY7hyuFi4aN60b4JYmhaL8Cw2HwxfzsLu44CDpvRThQpcLRqEgoCpcr2wivYpwEaSK02G+ULHmhR2U/BPaL66FidQTNT0v3L2g5sUQU7UfjC0EjzeiE6ZGi05JCCQ2kP4WGy4SY8sIdjlG6biJlLNhgWGjRN2Gb2Hx01hpgmuEzknlNjR2SaWIrEn/AALlMmYQkQja5yXkGiCRd8jkvJoAQkawSdBiNq4ONDmBCtzY1Eqweu400Nh+DWiBoVWJORt8IflbFJ78jmN3RCjxS41mcISHBs6HgWlp3yM1E1o3qC4LIqjFwhr/AIRBgqNIQw07DlDxo8plrNWMFg/LY6eg1sQ0xrG+rgFLuSk9jbIPlHbj9xVW19CnxLMvRoP2OhOiwxgsGOPRyE8ig2w0HwNs4dJdM6zgPW+rYflFPd5MFzi8MkijpoNctFVzv7ZPK8h3F5x5Mm+gVWRXa5GHZs8hR6HqktjmFdOBXuS7IKvSD5ana0Nbm7KnZ9ex1XkaqypZkLouSI2tOGbNpLQtEQb614EgYyRkoK+AmmKyRibpF2VKaKvjjSHpFDk353Q6djL1pWEnU34EhbXR4Z+c0XaK4PyTh/7vQlYeMs9R7KavFyuliDPYRoEYhMLvmlKQJo07E/RXTw5Z3wcxPmBBOiz7MSmD6wGqxpRk3yIJU24w3hqi2aOLaE6wrR67C5jH+bZC4fR5Ohfkamp7YmU2rXA+2fGtDK0RolQfKuGY1Fco2EvtUPv1FODXB+RHtKBvh2xttWJVDtdMYoxtAlbaIUjTV/E5Q3N2NJbb2h5DeyrOSS/JU0v2e41vjCO0BLO3ZDo9rgEIhzG+48ipO8sTinwvYolPl2HfmbKxpVoaCiiaa39FpclyFEQBnsHbb63h/IMfxFx0FhdNQJ/9hx1micCi5W2NhuwWjfVTw7L0RazI5yJeY1NGPtES7j73xXYM3Ulw2OAJfBJnYfI4xeyKb07C4OIuZm2MmmxrR2CaWFjAMX0NtNdUgkTMNIO2OIijvEzbGofsH0PGWoUsQ0IRxO0ILhPCwyKif9EuhotCBjLBqAS7Cx/HRWbLneG0OxRfDsZDgMSFCPkRaKbZq8JVnOCQ0sNijOAw59ZWEBwlaT6bB6bPMKF6x5Khap66Q8SFB2IRUF7DTQvw7ORJCl8iqG8DdEcN0otxhByJNl5mboUZCTYhw5yRRHId6Hg9bgQl4NlvCQ3h4OBvEEIS2kzR6DE4RUN7IpDkZqhXljp/Aktsa6d2c7wRJR2Nl2KYNNuNZ/cBEGBVQIWnbFzhwEKqnENQeEIkI0H9UzgvS1TGX5MiLQ2OL16ZUhPgbacnoc2H0fleGWMWgtwW2NnuchcYmGg5wb0ItO/QXGF8LQtFF2fQ3oU1NdsMQacQexjFoX8LguDtyTEKFF/K0/wPdX0zQD7PzbE3M70+4mtGNmpyLd6JfDEnUxzhzkk5bFIkLwLhovZCXZCEnAaX4P4S+BTeArKJ7RE07Kz84D5GqQkcBRftIU6cEE2u49mibKW4nt/SLXaHg11dn1H9hTT8H7Gj1CXDNm9D7vg002vDwz2hAeoXWGoJa0cxlp26v76NU+pcmJ5tXlDHL+xCbwhyr/OSieDRmLOSPc5uAx45R/OOLyLfzf2Gbobf4EiIdwrdzSN9YZpHNq/CHyFOP941q48lYxkhFkxVTFFYfYoH7nOb3eRsBT0eV9nPn0QmkcF3gzLgjweGBOJ8Nwa3rY+zAR2wiHtiXrGLYIPkIWitLXYUYmgrVNSrXFgteSG9EQnrz5KIiys7l2V2Ytdq39BOl2FimtwSrb4YQmJplti4olKf3IbZP7I4fh7WKLy5zHsviENeVFRSao1gXR0vwPHEfAvhY/0EulaaFhuDdKMSEt+WItUThsjkS0WBKF4EoPOSsQ7bPDE2honS5G4GvzieCVbk1TwV5zQg0PaZYva0edP3IkNExso4Dy9y9hGYdNEJ1TEyr0JyHgMJDpscxhsmUFgmQzEaFPAjzyH+6wsptMXJMuTYa+489g5Oz4OXxs8E/sROElg5RdJuhRdF68SGgNJDduCFFfY0MPWEW0CaO+KlyJ8i5pIe3BcoSCYB1tv4V08R6LjiNEiRp0J+bMbtKEN13EWlia2DcV5Bty3hD4UUcRHD3foZruc7hRvFd1pDROT6NvYhrkegw1A3z+8j4U0McrsSH7yDSfljSSLr2OJ6RxmXhqDeD2uinYMouzF0OwcaE65KG/GjxNkc1G/Fo0G2U6Qk6skQn4m5LtkhRpExW5bciMyZAXiitb3ZCVDSo28NY6E5uGMTUxzFlMThHIdzBx0N6F2QDtGgrvY6aE+hZU2cNI/BG7sDbNMe9A2mHeaiyjbwXIsPsJjDuKPYeUtDEdzsMXTxHEh0n6KDh5/4C7EMyR1uJNoTlM0PnujcJb2afbQyJ+xj8fYMmgRAvNyKqLs1nZ5lUT89hSP3YSjS0aQt92fQ+mQpuTQ9kLMD5g25BQj4Ynrdi52CiBYPFbvBxZP0HqM1LBX9QF13ouw1947gkctwQm5+Cle70J1rV/ubvuaVtiF7jeIN4G0osS9myS90+z1C1Eg52GWnGMaIJqsbrID6j8tF/Jo/QkhYZNCnwOa/bHuJ+iP9+HyP8iT/ACCHc/Jov22JHgisHXcXBsCeLaOwk+2KwXh4X9ljwfYxL6TclqhIeRX9C+hiVo8qeSxxnmAmDlDV9mfjze377GgNFbeUhG4Yq7TG5LmcI1mvf7/k06rnbiCTaY4UrfhSY/YbbdjREewc84Tux5CJBz4kHmqPE1E6GFR2+97pKldMQpSFo3YUFLwaA1Y/4Aind2hXuXIkoJqX6FhV6UFWgexdIThFbtJ0xat1VTH+tjenLDfeGSW0mNPBIW2sBz4FX4R44j4wvgY/nl160PvnRDRKx7jgsgmjG+0aElbWiARzcpxDQtUawhpstE33DjORBjElWA2zbSPcHfXBq7sq1CJM4aFRruIl9hxGcBRyg9K+MEEW6kIQQaTjFtUZ6GhNkGiglVtnqPDqmaFgSD2i25p4XRBORSKFh5DzkwI/hYno7TRRqj5fTyLYNMVF8DHDkg0bWw22JEZLXItsL0wWha60SPeCDH3ygOXA9uNHcSb7CqZQuVhvWYQXRzDeFH2htIpoNSlRs7Fa5PBBBBJOL8Co9eTto+SSoSesDZRMyMV7CQsN8ndRAV8EIscnfJm8Ni1JyQuAycIboSpHIjmLgS4MfwJyRvyxtRNRUlGNBpYuWlFQlXYxw0t+BK+cVWOkdid6Hio14hlHLJRO5NoaF/gPCIMoIINUh9hozTdx65YdiPId1kCFNRH7IG5O+JtwbN4LfMEt/wDn2K8LpzdGzE4zSj0WVxjk85bH8C4GIZ2QxYXOdPvHqmuTUvcKtiIh6FiHrEo0cIunChjSKOBz7Q4vdi3dgyd2JscDXKQqn5GjAdCkh5oTLvb4CXui+0LU2bEaCdkeODnRIiL67raKjC7vIdsZurJJz3S9GvERtNBwWxSe55E9vo+6BvLZIU0kSV275g1HZvCQvlbpzUYRzT74j0conhGn8hEOjU1JexcQ+p1zNmcZ3V/JVOgzsIY+V94bdHANj0Gaeh67+xrYUgXDssOymOSYvspo2CSPMP7kbGXAvJ4anfNC2OQVXgpTl5FWkHQI/iPEOc8MZKYkoxh4rTwtvwNYnVee4zQ2+e4rJKTa20z6nrwNBIeBOfQz/ZFHyj0nqEvsJoo+3QPbp5ZovO1wVdhrSpL6FumMkOLKUV7OAZRs8KA0+wcTEGbd7RAkdOxPkbEaj77ikgSgvZxyfZlTOApokyo5gsY8o1QK74T+Y/n11uTLoWkM9oSUNu00hR6qZx0aq4kAzT+iJcSVv2LTfJFuKQspZSEZ1uFE94IbgXeU0LmF+w2A2/3kQxhshiLg8djjCjoUuPEgh4cgloUazoxppiMVDWAxIeSciRPxRn/ij/wQ8g+49k0aOmN8mw4GS4Yy6KMIQYxLdD64xSiMnUoiYY5ceo8P4KXDZ2dEkQRV5UGj4Yjoiw4/2GI7YRh25O9YubEMfmL7BEXNQ4/gvcxout+4ib3jY1oLBHhEJ0U8RyuRo8LBbhvYgiG9iHLKOI9ynDEXkoxQrNWw+QsScpBgksInWyrg27SDW2S1bFqkiWpUIEhFiFToh9Y9jXc5UX2ByZD8BJGOXh4PpTjGYJ5LC9psPwniCOP+MNhKQmwkCTZvyTIkQlsWwehaGaf2GcOR3+Y11AuGUel0QsVHR6CvAw1piTOFo8mkb9hlADG4Kqqc4PQuh4y8EGuxlo1YNpyonfL0cOC/uLm+3YcktMT/AOLKXD2PNsX9zlljbLs4YrocDYsKUeX0rjoLrb94olmzce2hohboY4uG+SpglNtiNJopt+DkKUn4HI3yv8CfSCIEG+RhXkfoQaI1R9lBo7iRpqcNtvwNUl/sWrbbPAhrb2yhQVTHkJyPsf8AkEeYFugi5Z60Ry3/AJNp+eEzSLwLWIao6xdI2iIeASXfDTXaiHRVbEmJUbTNVA9urhqo8/HYsGjO5aWzllSGylE8OcjYVhLYhjYsPJzHCFsujQpdzihvoQzlibRzGI3AaC1RqhcEE/thGpodkiK+Sj/yjwl2altQStQXBKUZXIlpYSiDGg9l6CdwiIiN+i4TfbQ1Xsetvwc05WimkuF37nLJtym6LaJOMTt3LUfUoHlISGMWiVRccjg2jXhrCteYruBG/sGy9MfkOMWjW5sdo82Mia20M+rnsR2tp6W0Pz/xMEQu7Htv0HMPu0bFkg2xxwlwVJ8aFaHXkbUaXRCE+x5fS8MWV8L+Vz+FoxMWB00j3g/MkI4uhKVcjI+QsNC+B/RIRpjRzO4/YYBRdOnfg6R2a2N1JhQ9idmxNt5HVBa/QcM4FdsMchAk1ZyJlGiY2DgMa2KkxWP7SPoTwbIY9sSfCFlEhCFgt/dLOJzj3/Kg7Z69I2239mlKjW7YhLrlgajLCRDLCf2EXAcuGJ6j0HoJ4I/bCeHh4uUbM4Pia5UXFQ14O9o/ofdP2FIbcSyEgtrK9t8D5YhKsexIkhUzch8BI4Y2FhH0jr94hKzjYv1HuNYWG8XFIYJnCE6QwqJkOSPZwuPATELT5RZSIhq7whvEolcigGgEXYSzocX2T+AvG1loQqi0gT1hjVDa53LsGacY1u5XNmwmXc5LhYxpvZ2mxZ0e6GKpCIagFGUat4Hh2Ug60jUuE9GOawlyIv7CcnOG2FvFfkvliUhbwXuZJ0tfsRFaTZJiDmDcFoi81i4qGm2hOVWArye49p72IwrkQeX8MmKDd+V4TyukuAphpHbOoNyv7Z+4E5ZwHljEMQrBtK+0UOc9moKeiRaRV2Ffz2HiLY1ybVwQv42+iEY3I3Fr8Q0aXJZA1prZYmz+5h2lkQbopUkXAy+NX/DhJxs9zEUFNLhHCWMTWvua7T2KoGit6S3gcq0pzZb9sVtsNrFobgw4F9H50WbHGmcKILBmGhSiHoYlO0DwsGIYxcroORuIR9k/bic3yxsE3liPCFexpCZjvhZ5GDUTjfRdNeByemw6EIgh2a7mw+B3biGk1CawaxLm7GgffZ0crJz5HqTFBDwjdexL2cCj7vZaKL7bOa126UqOQkU7LFLs9ghYLgXYiTMxRs5LbRyzVTwiH3j8mxUXZTjhjG2+kTDs+zRK/I9kBwUZemvYZTV1r8jVxpm3ulhoZlGWwhq1EHXB57FVK3yJIlWhRG7Ir96Penscm3pb5Gxmt8iBUN/J7MXqY+gsTrfyuQhYXU2he4tMhseG2Yj2Cre0JBzEoREDXd0Jg+cMrTuTQWREXAT9DKrInt8ja0kP2sJzkaObFRMXA2jucRNGgv3QqEhIbZofQewmN4UQnODENYpbBJaJoQ+o7ciFNTWhjSr5KT/kb900jfaNraO7R5BDkPbiQbHvY0RLXcSNqFHFtjd9jlUTLRYzYi5fShdnB8XsKUaGiJbFvogvfHLkWYDoddKw/IgkirGow6PpPw8TYwxXGkzRg8E5d7KkaUom+tjEPqFXg2IIhpYSFRqaDdwNnJZ+WUxd2CXE0kItKzSWkJ1sfgcGC7cRkwNomFPSE81J+DvnAxiW2KQ92cAhTKuSnivkND0bIQ+JJTEvRVLbRJuDWLhIw9UWrRZ7vexJKeBtGhs2G7WhoOAzhYJaNNvqBmtBeBZ4KbemJs0Ommedi7IVZQmHiVGweyQmb1T0OCX2CUfv8FjfVbEaY7WV+WMfY9DwfQs+Wb8DysMQuMvCLiguHivZ/g0UOL4wrRKsGa+xYWUXKJYjKteRNqHpjWRb+NnIZJCEzWFQi0NlfgeOOxrSQ01igDnxLodhyFShvfLEVUlfY/oRfoa7iNOUrORU0JRGkMibG5lexouyb+iu0lsn5RpZbsE23HLfct3acpulEWlUKX8yX/qDAbeRKcC/cUWNFDk+xZjBYbeEKNhQT/2dhglsWHZhjE9lOOJjkfApLcJpFO4gmCNA7Ofsd+CslWh9mbSewICa12NFyNWnEKm8vz5EJvlo2/MJxnPNpQ84tn0Nlu7OEmoJa8WfsiE3JiDYutfPGDTOHItLbTcmxmWeqKjSoENmbdPAyQvdFdM0RGzhlISEilO0JosDc9od3HrzBgXuGbWxyJCrgg+Ae6N6rES0T06htlFLlGvuHLOWhJKn+AwogzuzuVR3sICKx6+C7iNLb7IpyC1o/Bga4sX8jZeTSx9macDMJcN0T70/NNzyvKNke40xETgjyxH4w+kWL1v5FOWFxhY31d2cOircaB3U0ieQznxhTXsDnBwHyNFEl5LY4qOlyIDdrQoXViPDdiUTUvcPvBI8DCGyuI2zmjj0ENMhBsS7DRMIaHLGkkIOw0VI7liiQ9oTJqQ2KYh8FCBXkOU3sYPRk7gnYbAhjBDNrRotjHoXVatn5JR0fsuMbyFBKLpfSseAutYXe/Ag34Br9D2lD9wuGr7EVDifAxa8PEtC9sYdyrBV/wCA3aF+UIQ0p17FHQShJULCsIjW0cGbxrKofI9vREhxLBANfJJciTdhslsbZvEwsNdCEo4IejjHQlCpp9FGHKpU2k+TkVjTq+yoTw7x5Cxkl3wItJh6RCnbUzanew9AcWxWIPdUUNxbDmJyctTHBjykBBMPI/Y2BmtGLCtaC7SQ2CDO1ZvpopK+xvRtjxzyeC4HXdF4FMJCFtfzEjKQTa4ZyezVPTO6MadAqBiYnuokb1JyMTq8EaFKwxJ0GLrbofwPCy8nh9VwYqP+QbllronokXVRpPA0HZi0bFjZ2e/Zj1GNE3uciymh9hTSG6Wx3RnNkp7OzDg/ei7YiRubGvJ9Can28jjyJqinwcofQMTKQy2/A9PMQPNL/wB8eg5Ro0KC3vNg1g0gvXZOWN01ptrYpLS0q7ITOiuz2Bqq3GT92j8j+Y9imlHEZXO5RjP7EwSGiGIQuB9kpBHC9sNlVyXRbt47Mcj5hvfRMMG2JiXLFpFOu7PCqPUWjaf4RtdhtBmf23sNaDhlbXQ+p+ze+xC1XDLGh5s2nZ6EvyeRPfkQ0bTS5eNDrOGM58iieXXO+79DI1Eld7HSmyEkoLuef2HF0LgW6HpwTqFm0WEJch6DdF+CsuTIo2dLpmyDQZ6+wjtfsfpG+J3OzZ9jA00N6wUzQuoS7A75NQ5hvlIoyTu8fg5BYI1hW9FGwbNtyf8Au8HNw8PseNtb0Z6Uu+xbBYmD3b7d2Ik4HNCLthKFPZDvpG6Gm9i4tCUNFeUO319CYfNrXrBYXHQul/K7iEJn2EzhsXmQ2Txpj5KK8K+T8CiDrfghTuER5qGN6whOxrTsxJJ2GJLAlNh/D5NR5L2fLIol8B0W0mhUQGraQ2b7EOI+GJ/M0Q4YUZYZcaIVtsozY6y6KQhCX0Rdgx3ICaHAYmmBxCx97FxzkTWqWxQjm4iEi/I7zsTG61BNph/xCNcj+0ItNYVLSsSrr+B9uSnsdu2zUQjFOxxxi9D6VruQ0cB+DGff4Lx/wFpVLQhLUP8AI/ohJ3bZqgln0Nc943gsRE/ohcC7NE0eAPBA3RlO2Hsn2Eo2khIhRpjUSjDvtY0GxFfYXJwGxiZTmxtiUQZLXwJw9jOIuOMMYlMMaIVz2Q0GQ5MMhTohknI00b0EpfoSk9i/cU9yZNijnhtGxAYx6WuHyNFHMMJpJsYx6yWDY9SExG0Ry1s9I9iwauxI0pZsD2aSe2J3SKULrTkP2bV6Ep8ClTJBiCJLQ0b5RasYUf7cHTq8Di8SEQYU0mb7YeHLXZD6F1plLh4fwLqPrchqxl33Bo/s4yJmAHSP2MScUWy4Q59Dx52GrbpTsmIbaFUGO2FjcGiDjG7I0OvVbEXK+jTWMUu1FpFo0ixtwWn1E7+xr+Iwt/3Y5ybHp8Cd2Edho9iXiLUb4LlRY+AWmRfbNra9k4iFpFpohFwjv+jg+iGNA0q1gVeiD6HA/YijYQg0WZj/AAMAlHlQvUp3KhaQh8i2OJHkfxBMQXvghwZ6+cUKUptx7JUpYa0ySnJIaIWXJO+zlHp7xRBQ2UkVyaJDhIYu2JFDTdXYpLRO6/3GcESJb60VWmqrehsvQhneExOndRAgafiMblGO43eKSh6+RnEZrjTZWknHDWGNtNL8iNZf3Hq6OQzYR3XAtwlFvV5hDrGi4SxbLriis24ERnck4lHM7HojjN7c3SehvhHB2lQ3rS0LbrsR3Rfo57f2OW1OPg2TshVe5wCE8mcxziwvhfxHk1hzDCg/GC2jG4tQQ4RCG0cBKK+DU/ZUSd78DrVorK+u43wXVhazkbeiOg7zan98Tkm1a5NUkarBKPxRo5RapB4+HAbiNwpYQKW2h9CeFrHnPASLoeKDGrZZExrYtxvAbrRRaCNJm60bI0JE/Q3bZ9CC5DQ7OCgq2kmJYm4R9DRaIgqSHZzPsbsY/muEcEXPfqaJWErTTYmDVaip9jljNuHm7tjw5hPc87FC7iwrsOd54Wg45T2bwhcFUeB8hEow1vK07zqQmOR7RbG6ydF6JSI2LhhDdGy8aqN0rSNfQnotWv7k9jc6bFNeSOLUZ21WU2whQeGn3GoVbaKMNmuOSGhBGmVL4CvQNsQ8DudEaiHZJDQUg0lPAH0V6mCS5FoS5NLZYforeBah4czjtrFQsHCFsPt+BDde35Z/cvTyEIoyXSYOR3mXhdfcuKX4WLLzfWnGJlndwUg7CG2kPFpqngflTul16Lx5aP4Q8CxpKhjPf4+BFtDiWyPZ6x5NI+GNoqJ/cU1FEUNkBfDRNafc+xH2loP8qNutIWoOUNC7tM4Po5Fgr15pTQcrkjQ+TRWgY0kXEbdhQbF5nL2VCl7s4Vv4ITyzYQfhlME8LtM91K9Gs8s4MPhBBxIRwNvp/vGy3sIYoW8NaxhFmIfByI5i7YySEiSOY8H4FBYQ2U/hl8kWKZ4kPzOR2LMYlFWoh3LmvuiB2hDQkbEWjwW7glta7HZFUbEnk3xScLDG6TVQkYmaw0hMrKJiZdC5ZBo6l3ET9ha4a/InOF7HvUJNJcCnUWjlx9kG2jUWoLiS7PzGPda/kGxfHB2tNP8AAxqdid34sjRRcHLn6Es08glFQ8Ib61whp+JzPwv7l9OXyOVMTNDLRChaf5NzsI4MVKT4RZGXUWEJieLRhYXwsXyOeK4Yw2wn/IicibNi1pHOHEYohO6HUlpENo+Q2plzszdT4JENo2zQ0u4cLWhNps2x56LNlFuB9jWFzjnGgw1CPUi4WUMHExPBsonjlioeLeWJrHENBt2I0wmCpXk2iG9QYbYxrpMW/Q+Z+Bs2xH4YhIzNcEvAqVBN9xwrSGEXBCSGjbm0G8jKpP4X08BxXU+hmDf+wINlKPphKidSZcM4N427v1t3JsbWc4FcLg53GNp6YtRzxbkP2LiCWKLeidC6GlDrIsFxjwzvwIORJbNlPg7I7W5ts7CbE21QrAR0ysjEkdsS/bZNQeo5Dw1hbBOu8obKsUE8kkCUIIr2OWmIfIbRDAeEqoU8S2wZRK6Em3EK7y4GhCi7j4YoX5JYROPQtNfwPiqbRUlWhyBDdgXGX5H1X/AOa3LymZDbM4EPW0bxI49BsXW+ehD+FdV9bkMS74QfY1ZBobgqkzuvwLdvA2vofJ9iRfoa5Henjuj6pDyUqTFpmE0PMFTq+1yNP9yawpQlcqJkGxY68iPgJ9jEns3RrolbZwxq9PgVo3tB3HjTFVffRyHJaaMbCCtuDGxErvg12pzSdgejPO2cvhi0BbbTP0K0MKDs2NgWYb5D2hJtodjsMQh2wTLb0INYWVhnD2bcDd8jAyehKDC1BvujdPnCD6IJi8IiZM0X6OBuF9yHtac87saO2GMXvEOGJ1yj6F0WKDO4q3hbFqXdIbfZv9hW06k/aL2pDqbeH1lDgTENYTKHw8m2T3IUvQJHk0c5LUbiE1YVqB9FzwKtJC2PYGegNsez1Bb/ACG0+zkzQpJexsLIVtpFTPZ7ZVy8kHu33O3BEQts14xlo7ZXlGs0+hbcvsU7oGkWxSp2KXBRMqiNgmIXwsXxuczsEKMY3Xg8BDsdxUXqw44YO4F0CqCi4ZbZahUzexlFRk9CFjbawjW2K0F04DW8nLpm5FoM05TKISIi6OMTFGbg8zC4XElJjxpM4QkEkE3gSxgkLF2jSxr0M7jtl/B5m+EjxGIBlqEkKOGPB7zHyC0oVu5GmmNuM3Wvmc0JwUuL1aWRIPyPe2JwFjeH8V6Nq+EaiA/YbQkEfIO6bNAErYg+TzBYPEFhuldFF0o2mcciwWO8POH2QuGsgK1HI29uvwNaNHciJ4LLHdF3DsiKQtX+Nj8jKWxNNpOTIXuJCiwappPUG/eCIpWqJTKqwXpiLsmyrao5roTY2qbLrkpo9AFPwUXhO5n3IVJcbHgkNNONHMjIdxTlvp3TnsLrprhtAnleIggiF4TKFhPt3H0OMrw+qEHyTKH0rDwjaJfLQy/jqfuNp9JimMTy15NwcrxYJwLyDJ8EHHuIaSKn7XQ/gBDXJ1exDRaFOChA4YCrIbFLUJmlPoSk239CheRkhjSTonGmPA4X7TLvFLYrlulc0bYQJFEtH+ifYTJmdfj+Sko14nktVpd5zFhxUf8AIjRC5oMd7XkWUWfN/ceV+OMmh4skwglh9DVntP4GxbFhwH3iyNoTEqNhNjuFUG6X+ZfTSrENwYxM8nYD/mAkJLzloaGe8Fqa8EXcYbRsomkPFXu+hVa7B5ScLubIbm+xKnEY4DaysPkeCTCxCCMPkQhpW6dgVO8OOjR2tEL5DOTkjSV5KqkP0K6S0aHSHR+ULlCGOmcx3+85fgpun2UNvp9j/pj6FTUGtBUIcbh+eNdFNvsagPUY90f5G4VlLpkl2Lci3NCeT2SELD62L5PNDtCQ+lBzExCI5UUx/YjS7PJQUIjsjz0MmiPA7xJsSR2HSb90UQxxmg8DG9zmcy4cBtzzZbhynyNiEISms48BhIRFLhveEsvlsSCzbw7eJBichiISYnhY1H7wxW21RsM/KDfhFx7/AIH7Bu4L7K5M4ZMZPlHHcRcZ2SiDKrLk+Ym0LjNwn1KUYrFq0Xd7Cs/nRuI1ZyxqUz2T+ixufkn03TYHsbbE4yGyzo2LoN76u2GPkS6EqhDSROTkuRHfQovZsa8RvARvga23isZRjOQlUNCxB0WHYLtiQ0a34KC+LDdPZRcPofRiZxZCkifA1EGcxPQxqxC6r8kobNsibJIaBqEkm1iqa2FAR4JPMYEUbp9ml8sVlVsuOXW2Oqdw3Wfs7OUqNYWOdD6SLtrk5ErwVci07jkraIT3EWktrtDjTJP/AKSxOSyEHhdPY74nWxZhyfQ8P4lxL7no+G8MeJa2Va+59NU5EUwFq/C8lF+CJDxjReiy/qdhtJs4l6K6HklZMRCMJLGyHtcDtH2Y2mVMc4UQKZyjQk/gX7+TTkSZFwLfUbLImrG+B/LOe/gTrXwHj6LdSvGt3yUWvjjIxKTgPar/AK5RDXhOjdifCYeLhuhK/N/YRIQsOwuTtjuZUKYpBNmKw7rF9eCQkQg+gLG78CEjVRP0LDEg1oS2V2RoYYejRofLFZem/wBx6Ve5+QbJc1ezNhyZww+BoxbzSjxCLEzRsbcgsQuGjdPIewZVCcjGQjtTOARo3opd7x4R6dDNOPkV21ijahyHG2+xdsUN0+Ryuwc1+NIUmz3+yHoGp74HJFCJJo4PuaMM2SaEG6WilRFOSYTEFLGXlWhilwupi+JnLhxtieGTIbDRLKmGbFo6V5E/M5rZokVxaQlc7Y9diQnoVqLPQTyhy6lV3I7p9GtZsljf5DmM1Nzm8uDG3KekLSjYhIWG4d9I4icGprCKRhol8FxXkR93lolwpYYo2JhtCnkTcmKYYJGNd09sRcwn7IqOzUbXcUWg9DJOaPXH8DXYSN8EucDC5EhCw4GxJ8J4pSj7G18T36CJItO4s90Pn53oezUnYlE/kX2Rc2tEJWn4P2jtr+Rv5Dg8W99CGsNnc2bNiweKIQ88JyAn/kG3dh+CMK3RESw5JX6FscfQ5LRGiWeWWVHhDEGNHEa8FCwMbw8ObW+h7KoLW0Ip+6sND588dtkNHgPwRkopJj7PCPVxRhB22NxibQ34CTgSeyr6FcME4X4JURHA076H0SpjNoqKe8GKe1EPnKka2NLn+B306Fb1IFbNcj4SElt/2H8MEpUafO0KmgNCFuNHBukvGGzbyXV3Lk7dM6dj5OWWc/gmxMyXli1nYQ28MY2Nkk/QgsHUZGgtYmk2MfH9zuBDsI8wXhkdQYnAzWRbBUyHA0LRtPxpkUzXbyJoXIt01g44OLmicemJ662PYNrkdkvWimhVfF9ExjrgOV3JMUoEJnfYijGjdjgcrnGEj1c0xOx+spMBiCDGUbw+Dl+WDXvpHzkxIUaogsa7ijiLkS5uEhrfu6K9JvbTS8Dz2P70UD52P5MbN4mLDual9BoHeMxjuPT8tGqP2Epqne/emzb7COIdi2cxDFpjYubR9CFiBsIQRO8cDPVhwSa2hV0MQ9FpG6EzfOi3oc3lR9bfQ1HCktFNiavS79xotHUMYoFtCg6w4qhQ3kD5ORSvQtTNCfA0okErXgcncNM0Jyh6ZXmcZwNvkrp28iIG2DdCZRb1Bk+wv0jKuiCOxcDeOODMsb9Ipsk4RNjUU3SgqgjavAtjtQwGhgqpyLauxfqKCxyzhuQ4g1CbHiwn7gtIQRUZQ6FA/BvBBXijyQRcRBO4eFIPjDXgrjR6MTQXQOyjIvYcVg+zs0mQbPsN+RMiGDl0O7yIrmi8x538jxPaOfxBbCy5PQOT4FwsrCL0UosPs1onqQXpfyMWadTsT9sW9z32HMOdUF6cXOpDH8v8DVM5sQY6bwWAsQmGxsuFydhvO8KH3gm6dguCiEtiuP4Mc+4G908h+4KxahHzmzsFuBCQhHggcEMQQrvG/gSbT+9CuxfdGjKaDrExk3pjSu3YSIQ9h0b9sVrQaAbaRxDH0NR9CcLNod82NL2GIhRyJltnOF8FxHJsvNgn7D0hXcnF0Oi+TLeMAvx+tSLuyJ9ik43pFqlPA2dj2Y0pVv0OBaE+li6uXW+uCfRyyzl8HcmwxXCbjY2OvhDfQ5fuPE6zsllu52HcI3MU1XZCQeU3Hc4dGeKori78l5pGPjvaONysfhEBYoagmguMMMOOwWPaR4kRBd16RHALLydgg0oG0Lgo/JjItV8b0dnpIJERss0GNXKbR5PYFrDcR/Ewl0B4Qgmmf34wsPJZXDQTzb68FhwZMXl8/WGy95cpBX1RypY32GpXGJIHhaX5CRUovB2U/kiu/wBhPFHcmhdfbY24SfyHIi4bKs/KOHMDEMfI/kT6L0rC0JmwJRUraCcBWcHGv4cHPORtIeol9D0fgX5L7L+oSK/wbUO6Lq20jQ/eOY4FR+BzX0Pp7CMsUhzbXAnzjXuDUr3EgLabNBLUaE0aJoNx18C/dOOaVDtmI8XDPGbQ4l5XBEWelyjfoVTjE/gYsrqbGqIsMbGxYipI48oYxBuC33LBnEkGJHJohOELaKqhHDQWCiBTaPZrq7FN0QOQu8NR8tibDE2NEPDJjmcweqRwYbExB8MQaL4HiCUxt0yOAsnQaEMXkSN8EOZHk/JXRpCcKNJ2HtQk2kPXS/uN7pmi2RNDbWGYfSjUVaGT018YbQui5ErGdFxlcdHcuUUUkF5wAW2vV3w+hLMF7G0HEeCgUf8AByVbJvTwe9hx+CHUT4FwaJij7FhsqH3i5KFQ2Uo8oeEhjaQuNG/+E3NCwU+xS3Eg2fwHjCSXbCTid8MS2TRjtrWOvSF5gk7tHMJ9kSrV8vIhUnA2OBwWRN9xbpnvRReBMkkaU2igjZJEbNzKWysZybFGDpcQYusto+RWE431Q1iO0bydvFUccnKmhq56H943x7NReh/Hp5NjU145Zd6/dmz0vtm2+u4obiLwK8i03I7j+PlldM6UaovRyYfwkM/9A02fo0RcG2JuyGnd4DsoNtvLYq8h8iJp9CRBjKYSMpWbmwv2XfaG22cDYyWiu4Ld6HIEtxQl9zgHg/QMc6ODGIcYouC4LnM/uA+1KboLCt7o44UhXk5N9iiiLs7tGiCRatG8VJEjHQT6BeYkeIP7sp+wQQg8khIg1PpiE22KPLFhCDyRBqsvQ257EMNLsdiEIpcIQnPpG42kNk/A2aFGrsFyM8j4HNLEkZwpKSotezLrfBt5onIuBUd7F6HiSeE9/scWtNDJpcNCRxYmCGPBdQWxoRUS0jZjShtJbXfgYv8As92PzW9m7om4ew2b/hG3z2GcRfkp6EFHMFINC7EQu/GlZYn/AEiY2afo1a/dD7/7xsdzb0Hycc4y2VNyjO07HavgRUV5C/kGk0XMG7bfVFPmf7Gi5/NINPPZ2Tc7DbY1FjtyniAfEhPKfSxfC4NbRC6B4UFt0bU7IWGPHiajRlibgTFkcC6JjPWWgyWjFAkiES9iBtQa1No9iiL3Ihzvi+xtx8zYjETziwCkILB0hsaGxLLRaEujclj6LuCFBLwxYnoiFBk3gfI9b0JC2Pt/YZym3+BPC6cDlrQ13mKySk7xBs2PY1GxIkOa0iDLUL8PMusbDguxtdDF0ciwtkeTEHGHy+wetPhS6oLZEXbRf7kggxJ/jY9pp3EmkQdA0IQm9imcCrLg1cbxUUosVecUfSmGSicTdxKu53IQNCHg4y+OCA1jHt9hzmUqvZqg7pVKuwl0bRiLSfsUi4P8nOJu3GdOp8G2xhM2F5RFvyXwTZrJwUbK9XYVMpcijKeRsUPSwngnBPRI28YdyC20RkijSRUBdKiniBFGy3fg5Rw/k3XWg5zwhtyfwNjfFDWbMc7IvYc+l4X6M7lRDkX5w+gxdT+BQrhk+4lwhuKlZfASPlyjFJ8jQ0ayzSmMlrP8w50WKqaQYb7BtjGJXIb2CR8F4SGutXhntnjC6HwUNoMNi7D8IS3pKbftnOndj45P7rPY8W5zsJ0NI+0EbNsijQqJXIrRPQRiSPzhbpJiRsLSEymjfKxwQssMglhuH70Hn0yBtD63wLhuirW7XDuQV7kuFlkEqyzEhLRwfI295jhw8PkhrCEq+xFeVtDf7DOrXAgxC92NUWiWi71fprkQg2NKjPem4+h8LLHgmPLIy0JYj7GiTARGBrw9Nhaqxs7TBQmm4XX+5UWELRmKViGCFNnbgNo2ouRTB7g7siNht+EJfvHc4J0VT3s/2uIQVF7R2A3m5E4LoxDlD7g3hwKjjNI8Sr3wd9X0IMX6EjgfZ7A3DV+S8AmE8IQhyTQ5zZXSxdLeGJNoifgSmHiYbIoesNFOy6g5RwI7KFF2SULYp21+RaxiHtCfOpp+Q67UxctEa4MR+WKn5G62cAgcI6eKGdhpyIg0HBFtCEhzUlUGpidGTyzMPRIju6CtQhcHIkQi4Ejxp4NGkaZXdG2QGhTTFUL5Zqmgm9HvEtlzzCuDQ2J8D9f7lfP7iaSbX7lUKDyeDHTgfS6XNocbU/MV5R7Ee1Fh7y/Ad2Bex9j7I0T2fk14dTbuCKqTgcIlew+K9YgxD+DkO6jsZeWUWmkOzzjgdjbq/ks/uC+iNc/RL/uNJn3yTaHlC6QSYVEVicuUCAe8P/VD/wAUEUvSi17Q/Av3Qw/95DZyn7jb2/uf5AXc/uPZ+42Lf7xyT8CofzAOMxut5J+4LLrMWQjbJqCxENky2dc/Qp7XKvAfybwdhYH5JYY5JD2Y4PkkcDFZxDM9sM/JafBL7DVDyQoxKWiFruOjkxahIURcjrsDNj2Qyh3QXsMfO7HJ5ENZv5NUmyEp3LsT5GVr3S6eis62e6ez6p8hEzS47eV8sSiD7fQpBxXQxRhdLGXfEx7o7ljQiLaQ9htE5eRjGPBev3vLxJ7SO7HC9NGoJHkwuDExSC+1GlpBNlFjYom2qZsbboQh12G+RLY1ex8D6gLbTTiqXYgVvX8DNpW9o5vNM4BW+R3MQ2rz2IZFPfA58v8AFE6sU/vFOjuGDe9whvhxRCmJ7Jg456GxvCWG8HK9hf2Y4Lj4NhR4gIcsM4i7iY8JIWFl49OWx6n7l2iq8Gz2HtXzwJBI9FGLC4Ndtwd7VSs+/ojPZtHggCsKdwaT+ME7HgeWMQuljVWCw34G8rwdXaDdRMg0KQ4lgvbaHpy1F8hJ7QuyjS9jo7u2/BsqCckkXf25h5s9hL6hchTajcpC5Fk2iFVqdx00elFXcQs0k2zhsm2/uMg7dpBvcOLaYxoJGo9qhJPY+Rz3dh850SyTExMRRY1TsesLpZ3dbZwoEqxR8GNENcGTQXA5dKLNWU1vg1eQtd7jOzQ1u6E+EaO4tFySJheCHTraO2Hsmhpobt8BRU5ca3MLiDGwgwTCdiT2QrxgWtieco27nmiy6h8CzHkhiludC2Hpj6JQxLKx3CY6Goxa3caabT6axYKVlL0LkVTVFbo5dLQX03ClKUpWUrNlGOWEbKbNtwXoVwWTB4udk+CDmVLQg9uzloRGk5RxL9hVTSG71+BZb6Fx/k4gJ3mxiDIiDyqKsvG5ui+ysr8lfksyV4r84h/Z2LqH9scmUIS+itDWl7HcX+wXkK4NmSI5ssRmoKyqmmcEgbSG3Yxf5UbRplong7/rOymQPr7MbNs5CWE2Ie8hjYsxMT7f0sUo4T+D/BnCfs4N/wDUH+FGI41Q+xhW/wAiXypx3Gm7EuOwm2xofQdeMH8T6YTqeldu5wklj+YPK5+D3qiEtdgoTgRwGYNe+AlArRIWDdXlic+g2Hh8QetAbiRHefz0BIU654Xo16020nrfJRtCHlhbLCy7aof0kcIoNnYSPb3Dgc7Gbx+R3kmnp09Ubb4SEeNGtFo2Mtp+RImlt1jT2Ez9EH1w7abfYiWaGMdmPes2Y9sSzFbnf8YpR4Sw2N0QWA/jEQh9a5Eq6BhG32C4O2ajzBogkqclJ0q0lG2mG8vCvCPYo3LMLkbSK0j5CmZ2o5ymntD0hrf6ODlHK/B2V/Yh/ZoWkO4YsMYhC6HiEGuhW3pDfaY5ixnMc5Jdh0umzgyX2Kr7IMsifYzvxBbcKQorhGqKq/Ygmi34fQm2r89iY1/3Gk7cl0PUciu2ITw39w3BltRN3PLHoI2hseJjE4naSbY1J+hNGL/sFaK8O5RbhO30Q7bkiR85ekoEaYomUe0aOtPNxcMXU2MW3AhIsMbwNjG3jnguTsumpDZFb0IDuD2qaew1XBYPVIoVmrcGgO8AanYghdci7VnIxYTKJ5PJDgEemeGMaWjusZWomhPA+wpo1I2JlC4CTsIsKCELlhN01CXSRBYUG6Jo9Se+hUxz5G3cNWNutHhjsPZ4c6U31JFljBewr8B5iCNQPgXgzgzE6SaUcYTOMamE0P4UIrveBO3odSewkNipRYmJXXBFFDhTJT+RYt5Nn62NN4xseCVEGoEhBBMILv0TO2IutsUJX6BOC+un2PXupZq+ODc2PGflCeQRrPhkh3WEHdBcvl+ENHW8ehcfZglt81ncUcyZsTYlQVrzRt2oRNC0Nhf2hiZq2INqY/kGpBaCD8dHc0+hFxTb3wSi6o0zwuRCH9waux/IRyp81Y5CqF4g2Me2IfS/hJfHfyss5fBJ+xewgzekbuspeIoN8ESHON+zHmug8DKtUu5XAeQzwEJbRNsKnLkTI9AtI2OsLUF5ZRo7V7Fx+fBWa5gxqvA1ZxWNWrtPx4NQ9pBHRUppsuy2xNPbj/cVONnAkzWCKDvY5r9mFoWXI+7gkUcJTNwsNjeERdeWkQkbdxM5fwOJeZCYIJfOeEXHjMz+20Q6KRN3G5PoeI+xo+Sj3vLEzkl+IEiNl1s1Xgg4b7GYkJ/xE9WztQoMWGhBC+BjYVcno4sdych8iEFpSCltfKH346J0Tf8AuKpwYrcH2KjT7CHceX4LwJc+vx/7CdEX5VJUCeQ7r0S5fY2x3+I2WmoaRNhRj94Fdxg14Dy+xPR7DJ5GK7xtN8gkJAxULVvsWxTqUs6KpHT7nPdV0Qhm2M5Hl8FJHyIWEIQxsODYfQxYvQ3j0uSaSy3hajGGU5nAQbF9BIaPZeGKeopyDwNDEqipKMe6NpCQ2ItkI2LODvx4JGg0rGyHyc53EXhG6oRLyNPYgmi/ElIaFHIajNQkLSY7g0VnJM2YfZuhCGhYgkTXUX6vRs2cscrkOeHRU2yEpXrQVXomG2dvTYbJ45iE9x89a8YQSKPwbdmHs7NIclWPxnYGd+NGhWHCkLext24XkTYNoXFjGQRSTWx/ZKb9vzo4SHZEbyvCY5C6l063sQcNX0CuzJtCGaU++2CD9PwMf1CxrKGeUcIqjaA/s0i08Ih9h+abIYGzDgGQ7+4pFSN77mgdLy+EbDsMnGcvcm44FKzgMn9psVJTkeapc01s5C6KFgb2NdI1Ly3C0OxFLYQ6r7FuVvQ9rdF+NaGPt4MTrfS+Mr4UH+i4rZ0E/g+wBu69I1iY1XCwDBrgjkSxaBUvDE6N+gh/wdFIw5XjwNweF98DuwcIR2kj7GjsSzl/7CJY8sPCaE4JVUWVbQRXOBbZ2YWztxEX2IudC6UvfcSFL+mQ5edCNCaTZvFP2yEKY2mC1JDgTNvsXHLoRRkIcD01B+Ib7IXwSE8TDZAamfA6/bsTMzBIQnOyC4hwLov0D0Tu2OXsSOGUuHBWhLhoiOiKWieWF/IZJfRMVpQxbGsFSVqr2c86vOGLD6yYaeG5Gx7g4ciSi79Gg5c4PfA7iQ3EO/evrgbgsnL7keUmvRsXVfA1RFoWHRaaXY0tEYqmztq+DvWmv0HdqRWeL9J+MZeWVy12jUJFSbVPAsKtGnsaIISlKu45YK1QXM3KPb9x3EH5bRXp1eaPz6EskWjlDytH9jo54ZQSqwmUQsbRLaOHHhZYulRS4EhLxlh9DZRh8DKPDubzB9BYJwQKgyVZBxXY0xBRaDeGjURDGaFPYs0NlNNLkns/4g22xPoUc5sbzUaZ2zwqNkxdoS0c+GHSIaTRusLKxMQaIvQY7DZcioT3E0x5eMv6FjLofJQ+8JvcITXFX9jOghlODH6uQ+qw1JutkWhs+jXT5CNfMdorkQ5UMPI+xHGNTfBXajPMR27o1q56XnctuSpKQc/cfkQmir2/JdH5G8ciRtpiY0f4SNSTAX1ViGwkPDG2cBuCNlZsjEjQsXrR41piSfJCbtE8tivmsbx7WYsEsKETIdGSYMQnKJKfKKcx9kVJ3YlL0FJG3GFqe4bKUdCd6OBf0O7gbB3KnhS6Clsr2mO9nJLiDQxaYt9AkTC1Uah73pOcQlpNsclvpobFMpfeL8ytE6Nr4n1JfCiuHBwMINvYm8PCmG8LC6Uhy9IbweTZ9RjEdycAsuFFi0KYSakB9oTY8i/+xCU3v92HjGwWtk0JolNx9yWbHp3G3JBCYeQQg2hoZRs7YlZyRyHOihhDSP5Ieh9ie86dvZRvxcEqp8HnE/IVm167GpWcBcngENudHtj3CnBelYSkM29yY2+QuTsy0n7DGjh8KX7iNv0Wtm3SrHO3sLiS0JSdiA8WfQ9xS8YtN/Yqrw0xKvfqvs2fo33EthtjXbicimrtu9iUo0xTtoPCRMITfwFRyaY95+WD2jOexblGkcxYchzhiUWE53E64JrSvv0P+jCZauOBe5L7HDWv7G+q+DlDSDSPQSsPoLYdzUWBr0bwyiqIJN6FqaoR9OQuSExWjXQnrcbIv4RIqjuTOQbZNfXRzeWOmhBTEIJ4+zn/ADi6H0lMklTeW8TwdwL6vQ8GPg+ghY0JcjRO2g2bRCIGdU4ErQzgzXb2NmtMo9jp6yhYRqqOcbdGjwhnoG6Pg0VD7Aq6UAS3JnErQ7kYvQhMuPsOiTWDyV5ZCdBsSyo7wzRm4i+i/I5iZOjmdv0LCKK9iVOKQ6/d+iKbYtt8CujbGCSX/QcfCPsO/FIof3JCWnN8CZgtAV/A/RnBQQl470gG9Ccix0PBaJJ6KzH96OHw0V9FXxxJFEaHg1rMA0JO6EJP3aO2P7GURDQLezoun0Jdwkkd8NcIRSYn7xrIW4ECkMQmQYZyEPcPHqbOWGG3hCRMRdq+hvwtL1hYpWQd4YlaRFR4pXSNX+hY56Wp1MuUul9cW3It8ibYbJhdaNP5PU93BvzhHgWJJ+x7UGl5DfkhPB+Bo34JjS6L7eekb6xmNpjQxseD4lLlwoNg5FVW35LoVpe+poTFw4aEaxxYOawJq9cD78FVaiUIi3fwMgONehoueBNBupBMUtiXcmyq8EhYORo+gu6N15g8C8MdslLiZrCiGPx8aYnSsLkdD3wfR26FBpN9h9ElCEDUF/CEikLcM4sU/I9OODLRnYE5G1Z9lGxrv8juSU76nYXdNiLWnMo9OP2Mxd+kNF+fTNnya7XC6GIJifQmY2xIUrvyfcDzcvI6nuNiC2u0vwQPB4H2eMnciOOoaFM0qr5PeLuxZ3m+exET/cbNB4k3seH27CKXBYGw2zyXRNqQ3ZYRSc1V0jQEfgSYj5EZWm/7FmeR+y9RNm20JyXDJBv2Mvg5MeW+gQIxPCGw0moxvcIssXGKhi0KIPDwMMUg3FawxjHyc0IfQQugk0xuRk9iGOOp3jaIpBbFYhMLLF0aMLAvoCwxuBOyNn2PJdQxd0GtZZFhPF2Upcawkajg4ChvhhJsTEROg0con6nyXoPkjCvJRYjTO36FHYomhNXDxo5RxA1vyN5J3UK14K53EEWv2dD10PsaoziNXwicY2VNmxvOJqEXjueJCapOYHaTkuPYXsTPYw3hLDgYeCVfn3E5GyybglXcy3+4dv8AxHMtteg49WLuEr5J6Hp4IFof2d0pGb7sWkbVwYqb1CIMWTmG+2POEgX7ZqaLfcp3GMbqbuSCiGMfOXtli4p59VJUw0/9lvL/ACVj0HJ+gRwXpXt9TqtvSOKJfZr4UfU/I8YNWISok/HpXX3WiTHBe35JwfryM/3IR7BeGe6D8G8CSOyBIKJCM4qnwLvQ+B0PBAdMQa1wC1waq74Jgo7sSONq8+czoemOjEe4hCfGBqjnho39nkY7rgT+Cm3F9h/2jle2PkI1Yi639oV/kMbYELIVO9iZN02J+gnUIextmidxKzhFlIuwuzv1Uo3lx1gkZZfBMMhBo0/I82f4GuyJURHI4J6H8CPZ+46Vpr8g9cjV+hm223WU2CWBZ+0goZK/Y0bpyyorTV8UrVN8jPS5V7ENJzx3PMWx8fOExS4XDdAGrfkUin29iqwed0JPZEQl/EiT1BX2g6Ouc1q0i/D/AGE7xUa8DeRjZ/AIovENXwIpcjfq2r8kPLN/YnR52O1D9my+QpQmEypsqmFo9jQu7k8ocBikyycvaDZpe4ewmW32O4r3XcMajXkdwKJt9ZZyY8suELUTyWKLcDW2Xgx0dfkNf3Ia4fkYwwwrobxwpk+TfIxYXQWKOJpC+J+RuVRxoQ5pMJdJMTyuixJNDeGcSZyCkiJLBsOoVZukKQbpTcaN4eofimSjHI2iryNfRHg9GJp3Pp0waEbP38FK0c5mTbw06OvkTpeE9EHgV2xx6S8CHtHcF6Q1OCNbZHkSLQXvgpmYxZUmomcZiDqYr2Gw1/sHMfYSLYmqb8i7UYnd6rOUGs8Cpo2XCZr2q+kPuQpPLuEmIJz+aGrFou8yHsJn7/uOdH+ULTe5DtyEPY/I5ZQrqAtZC+igi0JaC/aUMSEZscIZ1slml5eBp4ENvwxdoRRCHIsT5Fw2ZCCxR4fGELCzyutLk44KQYGxpcPgYu8jj51hdS9FCNzte2Um3Eqy00Lt/wAxVAnrJQxBzJtYfReng+xcsZcTy8Lr0O29n0ifLEIuwSbVkKhhyF7ipxsdXT6F14YTow1gW7VlK6/o9B6JieKt8nHa+1RGO7LxBt3FL1JvB9KbIhCKJ5w5neV+w1xzXbz7Et2xoaX7LgVvE4/D1pEhOqje2fIqtqmKpY1G17EhS3sOpn7E0/o6YBxsxfsOcsPAg2QjWUVtwomXClKUpRYQ2KoZ/L0Up+Bk5mMLyPvI2aZoeH5LgW22br6CVt8NpkGfnVHIY6PdGyjSincncbstD2fT+mPtpwYlMqzxya1tnnLYy2xsMauS3cbWKUauPQWxa+00uxFaRROwjeHDGqn2Nrw9mkzsh6NtaIR4nYScIVE18MW8V7Q7dfwWR+UbiV9yDZU52VWt30NBktrX+SLtJfQlqjQuWLc+xjOknc5N3vgiNaxQOb2hx4R0Y3laV0Ub2bjskXd8spr5BMU1pC8QrvuXbga3Z3BG52Qh3/kS9hNZvN4eHNQpfYhiE8z657Guh4G9bOfEJkU77Iaz8nBAWJM21vRcOtNQiJq8uw5AnwMavoE6R8iDXRQsLBFHoiyuhwbwGKEchQdsNRCCEqMNYPCbDUhtjo9HEcveejnMiLpwZJFhLNrhYEyosJlwI+hwU9DI4YqIvJs+hD7iwNFGOPmY8eDCr4NiDHb9FxF/hF61pN0N7EFywK3wj7OD0UbynJ5fS0UlYm5B13JjtnAo0WGl+FoXp/yLecDtsKqbyFWRfsJh7TFoK6No3V3psf2LkhPRSsR7fzSns8IuFam6cZo7wegp9mKpQvChOCvwdwohuYOSz2NYptC1vsm7BfJVlbVtI3mz0dyA+8MPYRxhDWHmDEwsImOB9LYls/gWcdjQxBZbaKHw/oLiiF6V51s5Af8ArQnxdeRoeWPCe+BtTZLTofSlaQiTCe4tn+ZmDwuhYcvCJMU544RTGdQ353mPtiW6GKh+BrrucEo2Z7riZbx8EIRg0RRi04+BKhMUDkhVNHc5j5ZrsQ8uwxHA0PnqaXgdOPuxNaXIE7+Wtiqk7ER97d/cg4wRUhJXgXT51f8AsItCfRBuDLeKv06M1lLi9Dwi4IIpiE/LDJ1UbEpE3oW7fZDRCrlpnA7pi3z2Y1SEMV9yQ/gN5PTGZdjNhsoaSBqsicrSCm5JvyKKufvyeoSos1/EURFXhjrbXjh6PfP2gjeqwWNDD12AkF6IILwNijLXb2MiR/YaCJD3Ro52KUFpIfFoZReBySQS+T45OWV3sdM3pnwXd2cF4ECOb5vY51nAsG5ohdId4Qu0i3litodND2TLs+yOUNnho0PkJ7DYgh8McnC+UMnsFG1EF1LT9Hma5Fv8C00ztt3FRRF4EjYTaXDRDHl4gx6hP3wMbikaBWy04ImO1/iE0RDFI8p08NO1D0qHYCaESmh9JdPCMXovkXp0LJBZQSoDWBi2QhyhckW4g0aYiGiO4jZh/vj0iZbRGlReVncmautVgusx2ZzEIJzi0uCn2JgxnMQpxh9ozmmfgJp3RvyhMrFMpfYiUceiT9/G+hMrEdjQPs7P0Tj2icGEIcMjY8mxZzKoF7Bxxu+RrbMfVoCOyRH0ER/KN9Mcib2aF/YsK9URW7Nso+YtCK8MT5CWdhzQsrFtHulQ65vWT+bYEX4I6RMrsIzY2XDiVp08eOaCIHsX7HmxSI77yXBjQ8FwU1JR4QmlwXYTx9xOxosH744x/BsZjD5xVi5nSIQhm8L3zSkpLyxBmphnJseeNjV0UfNCY3hOdK475X/sMOLw8iUcBQ2GTDtBs1YvgeI/ZU0+h6c7x8I/BRYaFYLqYr7MSLeGh4So6CTFgZEkNIwy+4vcPeSWvJyP+wmOOCPga2zxCBiiYZsg1b5O2L8EiiYmqTl8CQnBYs7SUj6ZHKJxtCRavO6OEb7ekPgV7jRPsRfPUcRXH9D1hKRGsLCNXU5YuBoaFy8gzHRyIb4Nn8I8QhDeLbD5ClwxcjKfiOTQMrGOk9F7HB4PI3yZPdGwrTgkh2pwvoVcFtFfyN6Nle8HyvDJnCHiDa0oJqsC3CT9hFfwUpa2tJQp+fvos3ULy0TaDvhHdD2xciDo4obE5nlDmaoW0o9D5LBpb8v0hr0BdpskX0N9xk0QP7hdYPM6ZXfGuKd1X/B3gDCSbb4QpUodqfyQ2yhs9BeMgskkrWtjM6xaU8myIW0kxmp6Ldxz6Es0VD4iwJexK19jhNP8EFZfAxq87I92YhJezd2NF3uIdycuObPMPoeWJtqi+uRY4x2kVJO5Q4LltDkhK9RKWK8o4/glOBcu/wCwyl6uDLXQlKLoLKwWHlZGuIKyQtKLAhcNEF0RyO4HJEkQp9h+hcRgbY2jiNI9j4bYnwmN6H0S4QgyDGG8Tc7P8DCPyQkJ79FSL3o48JCl9ZOAk+75+GFrF0XsifoU9j+49kR3kTFO2DUY7fA0E29D5s+hIVUNYhNXwLPRthpo5cGXgEhRcfgbiSNk3RvLwcpifdFqp9iZ1Hljtro9dj9XsLkBtf3ip2HIwgZ6F9i4/tP+Al8/gTZ3jv2X/I/GS+70JE+avqC8mjgII7Ix7Rao7rhRm1NxD5SHRRQXlhS7jW7fZDSEo27EMuh7oRchsQVD6E/OaHkTeWx8IRRRoJKLOulc4lii6GqulUtqkMRBjHlSTAXoWaU+zQ229HEk17nd4HMGiJ6Jsa6WuhdCLnQa29nrkU74TQtaRv8AES/bh5scRckK7EJS7nPBvBres7/xoTSVqjZSJRBJIlDGN0cgsw0tZbGrumvp+SwplwLkGha7yaIbiZlGPIPgQ2vJCfAlQxuQhwmO9sd+GFacbabG85inofkUuuRYWvhqncN2+2bI1By8Mp6hGR4h/m2PWWhCjzEEzwDXD2f+52LiPEJ0zoiJiAv7CfW9CFm/0M5TCenRqE7G5x3RFlvvs1hNi50LZFHgchtd+w+Uk+GQPIX+A6bNQ7DRjkMb9FnDUDWamp1dI/FeH2bmrag8SJ71wUFo/uM23CFaH0E6tDukrHutDumN7fYZFPdFjbUjs1yXckFeAnPdNZDwt/UOK198m/R/JI4Q02ucQ7ptcVnMk9kg3+wdlSLjvSuHa/8A3I4K+SUYCqLxiBFt+RjhQlrO4rFCfvEbS2aDL+WE4xbBDaUSthU/7zbCaePRy17qi0bjZd92Czn0z6Hh5WGImAynQ19C9fjxbijDY9CewcutGzMxdS5FwGhjGdzghdFCwsjO+UyUTGho3hNFwmUpJhcjORvLKFhRjFIbQy281EgtQspCYuIg0ORoeMaNRyidmJcQDJrTOAmCS/R7BAu4/gVN43hcN6P4HRv4mJrHBiCbOR2/RITPf7BenIJCxU3daQ9sQKK4i6hL1oK0b+zTyItSC0hqCZnXUeTki1yPsRTpIZpfwTRXdPJ4NEJGzibQtipxlkqJY7EGeBfyUdbmvAU8xnsgLPdGi/KqrrZGNryIId0cwh9DuIJO9iEhaBXwiTDRutd8SLwUdaEvBcMY2JR3DRvqd4G/FMY+WxiTaa2QYULaH3CdFy+BxDQwhFIPHLo0tCmntGzgbGPC4TyZrwdziNCyuvwct7XBC6cQz+3RPgXRPYa6iSPMZulHmNEDaqh4d3wrS4bYy/fBHMPUnIIJB6+5wKtiRUbfQPt6YkBJY2QGjo0UbEyj8FJo8Dr+S5OE12QiOjLhLDIbT0KCHbZYXw0NEexvRsxNLHcM5FL9oSCRpiw8CVGsiLsPFZxLjZSgfREOcdCUEuXoWrsulO5Rsbwkhriuw9W//LgpHYaWKUpS4ROlCIs8/wBnTGRkGj7RhmWiOB+yTSvpBKLkTNxH22xxfQyioqbUELyhrXoXGDGiyX3Q128V+4xaY0RGz0u+jZ3R+DU8jLkf4T6GXEqK94i58H3HqPyOYuUVthdMZy70+GJjhqe2PTk2+2xaJLYawuRJ2I2S1BnZP0Ju4eS9jsN5FDzd/k7w8C90MVlt+RNo9eAoSRrRBO4vouKP9tjLHcgUSZ+AryW3g/YTSDsCuW9F9JEIUDNjG2RJBzlyNkMpstwGJb8mo9kJvrwImuncjcqA5o/ZyEziy++tsJY2X3KSm0QIhA8Nly1R05se5/AssUKMux9LoULWELBIY+jZZLoTYhDvgzQynEKZY6HKzQjji1GiyUT8hMnCNTxFKNMsNFwRBtjYyh7i2MN3s9F3KKakLvd6L3tEFQiwYhILZB3rNKP4uDOWNxxOR2/RxdnsY3sI9wtkCd1shvZ6cC5FwY/uiKBRt2EVEjYsTQ+UjQJVo0DgWb5H6H+4vun5GRdwxk4CLbAluwtdbG12NbY1djtcXs5Lf2JVwiFGPAbD+UQiW5bflF5/CRDKhNdKNTQUTT6E8/jY/cnSszLY3hCPznZTEeKlopNfZqQ3ngbYuxpKmNHjd/Qu8j8Y3ZCKwjtl+xTv6CmzYaIkO2CWooDdYxbYQwo+SL0bLltiiUw0TofV5seWkLG3vY+1A85PYBL4CB3cEv8AAMoqPds8vg3j29cCt3RwUpehZizTrFkVr7C60p+BzTNNcohQiurEF4BaVgh8/B5R7hOw4oucQtC4PgYpJw2E42POXY0IWZ5H9FaOwVQaoglyJoVOvvsboTGuZa4GNsTKaDsb2IomfIkLrWZZgmXcM4my/ZBBIh2wGjH4Y37Al9kNpT8oN3G8XHeBhBPoesmw3GxptiIv/aNyPxhrD6ExsoToK9/vquHC0n5PIbFtp5ObFwmOVEReFpTZjwRJ7gmqTiEY2kRLiVDkR0Kh4D/ZY8bjSC0NQJfnsxwbGKYs3GNV6NCRpt6QehJ19hEqD1ickl5FB3MpqcF5FujyrSWj0ld2c/8Agd1WKYpfWPNcoVRS7uSiLqafhQSj8EXH2LyI3svZpyPRb49BVVk7CU3cLEmjrcRdldxB6shb/YbDiCUtN9HtGizpPtTxGYXO+CDkY0ZB+gVJn52JUG0zRoXZWk7DQOKxxYY2D6G8JYYQ0xnfuJhhwcBsosPSHPSC+JShyUILXflD9GllCwWHhZSxy6aQhtTxhrXA+yiiI0JPyjnNYY9DvIMNrC1EvgL3gsxcCKle4tMYIEWvgcGDngjwP6ITFRt+RGw8TQjsqxWb/Am0hzkzmOmKSEuhoafCyl6GqeBiZMWOByR4+Gl+FmzRCLSE0ajwKiWoVHInZincOPu8GzIXwmi4LW+ME0IoS73wh+YbeBk4aRGxQKe6N7TH9GywxNoT4M45j3D7/wBhN4Yw8FhhU0cMrTa4HzqFiRUXPQ9SXLE+d3GI5CWotjhk+hGqKiie5zKPY4Tk4979Canqgl9zMjHIoUAkPARJQuP39FDtoQRTsb9ciNdfATTTQqNF2GzdeR8FC6Gjl/0QhDK4JvTJh+M0gi19F9LGx8YpTvGsdgFuSJkNwwoo2UF50F6NvC4ONZqP4FMSy0R+dkWpjTBN/iMaG+0L3KyI9XyLp3e8IkmhbEBu5fXolNM5P4OA5NlgxaJDVvI/kqjluVyK2F053wQWmUSw1KLkapx+Ro9lJTyheUv3PYNR09yGl9g+NC9tsmDXyWjfB9cIFZ6CoWYLouF0aKJ0TXSEFtQkJHLA4nkVvOAnWaJO4+20Nv2o9U75TE2mmiK+4+uohQY2xzFdxCRFvZ/6xtSjbDQzRTWE+kpRCGj8PGutF9AdGbHtULmsozv4G4FydhfYEoqItMSBGXz9lq9TTQ30Nmk7cYJPAtSfYb7BI5GGkem86L7p59njTiT45KFHpIbNUka+4hwzREzYkMWKFEEQaNbHUaY+bEJtvwzm2BxSNdiu4mXOqVD7O/7Cdw8qqJFdXcKrsEN5H2kvB2btV2E5SUm/ZKcMHraJXg9INQm3k5BI+h9SlEyLZxcHxUQPVkPwxSis4gdPgbtDXA2fI5BSi38Tsg5+IuBTscnmYbwhLoXl9C7EeFIRHfcaPF7COU7jzvRYXwHQcGzw9w+HUWRHYeFhsb3hQ10U2WYiPAkVw8g2XAinKQnbRdn7G0EjUSbRwo2irPELoog67nhY2rk/94Mwc93+4wW8MfFonPIhRDNeQ8ozU2mhPqBa5ZYf7pfoBw5L0cTkLhfo1aGGzYckPBdhN2Qm6j9oJPRbg7cEpR9i12okx7gDCG8M/gsaSPyse2MR5HtcFlXYY5icg/8ArDsEbXdPYTeabLA2UeCcPaI25sPva+lRFUr8DuMY52BXdobeMNtCJLyJ6ELVeyJJl7IijLrEkUSLTsfe+CprNFochCM3g0GPZi7EQT1CeROD04DeTKUqR4x2x2wR6oHW8OfvwN8T3fsEk9528D9aNWTBHls0pxjWGPnoY8PkVfCILf8AIfsJUk7O4tdjZdNz/g3E9PBabwn2kQEHe88dhXA6LlFAp74KYKu0p0XK6NamXEhv5n0QVdht3toXdexNbJepiWvRsV8Na/GUx0XcvcL9s1TG4DWz7HbRG0b8Z0Vhzex9h9hDX/CIE1wxqxDG5RfZwCX4E2hmqi+mV4ftjCRQSIQs30SSgsMvwsspvFdI5l0aItTgRSbgmOw4KDae3k5A3aPpdi0+4j3k8YzrEX9EynqGn7DaG8JnOFiMjyWE+lC0oNdMeLG+ES1icnEqTZogiRTlKePsei2X7hO5+iJW6O+wNkr84ezML0jK8fB/H+BuF9C8pbb7noxtmhxvsb2fJTEVy5K0ho2O+GWWzVXvuJzwGy0XHJKPegnhTh3tDsvsmx9pXwTJjQmr2g4JJWP8iTRzvgiTLRXo8OdiE+aYmJhIQduyGuJtdDeHhLDYxmi7DpojF3IjlmhJ0juNlgg/gQxYrxnx8LrnwMfA03yNDH8e5yxPoWSFh9DHlYpSkGNcTC1M2hDQxbFwPowDcCaE0Jk7NyCUhcCwg0adxQSIOIaXIt4Ho2OYZ9km49DjYxsW5uAalyNiOIb9E+Oij4XZfpCglIamcojiDiEjSxjQ8olu2D5YxuD7ISMKN8De0J+hrd35PDU8cZQs+5sBDkWLkeuRvyl+w17h7K0xDceRdpmTIpeXpCW9voLd6fRpMN/hG9KL1wOdH2BVMdYnEsML9JiYm7TnHtF/gStDaGNoSPObijFDkkyEGQWBQ0yCcmJIs7ZEuGPvM6xjiGhZew2bMQuP3Eam2d4Nx/BVR6G/EH2ifRwrdirR+EOe9fQnStITxKQa0MQy4Y4LQk/eAz/meESv8CJs+qtGb0D8Bbze0cx+w4CP8iZvTz6GfhyTcX4DduX6dH3Eewgo0jRsN3s2l1hPQ+ldCVuQ2mmd7eqf8mzUJcDUxMiVJvlC0GaT0bLbOfgVI0eaKO4CYbC7Zido0UhXomhPRraZvbwPGTgjHqZwga7CTI4ZRhyDsn5QhoxE4NX8/wAGm7EatCKM7msn2JNttyxbwWCkEiBJdBcfAxtxcFhYM5sqVJKcOCxJAu4gQQiqF8NdCYuCgJFvQSxL4HUQIkiECSWGe2X8hP8AuNMPCFxCEJIkIuVinnRkZOh/oHJDU2PrZC0vYk0KnIj+nA1GXYunpCiF0UFpLyxZonqLJfYteB3DoVljry5fQn1ChL+w+/2c5BF3uFh9pvyPsCol4C0/YXGxnwGw5+7IoK/0Bi3tyyipyzUNoh4ownscnQJyCQ/cGk+2DFIVd2noS2mjRwyA7vX6RMIQhtGig5jXC2sPpSw30EV3lPHui2MquSgkS2NzRxRvijadsL4RjGVSOI4j46F0CGNYuGhNCxRE6HsKZBRiFhm22tBiOo8uD3MXk3CQyi4tBtCU4dT3rwxLS2aHyIa0C8ew6uBBcIalZ2FtsT3RqsSEozXsqZb7i9xHYktAxpJpjdXRPno4/RSj4EPZY4/QuZ7Rs4kqht3L7OX/AICXavtnln4Ly/cY+28ByZfkW4Qvse4bYGaKmbyizkZj8oVTgQc/uEq1jlj2hxliD0yl1yqZBtsfxTIVouTZt/sQ2yo6DsGJUkTMi8ktaKPOLSC2bciYsNOUpjaITryUapHb5kSkiUzsPTO4miYIOLGxRnKGxv2GibLmv7QlB7dHJCmq2NSmoPXaQ6NjS3KOeRlN0LHKbg7ivwI0ZDYW5pEeXi9DhxnhcNsjR2WW4IeyTHAuYLq20QlU6+w+xmrbXgbpo9Mekr97JryL6ChadtoRbUQ5fmqIlBnpnK48Y6oP4Iacd4ui4dcxErEz3jXwfQn3DNibZq1SNoPojmPh1B8CfItjEhsh+I3PuPd5FhMpIY0Vs7m6mpPuNWg+C2xyxuex0Qhoaaw8fbQmVd55EdFpRF2Qbp9i34WCCQgkQWFhkF0pdHOcOiTGPHqvZZtRxOKEqEJh7ECjC46Fho19nGswYlu/8G9ITchLEpS4UhEJeRLOxKGGsJl6WxMXTxn3XRM3Fv3jv+S/uaEYjjZKorUUkl2Jxk1O9hpy77YOKLNEJmhRIXuo3vjszbFBqStiS4wTctJeSkWmx4S4Np3Np5Fo+xuwkrQ3WJJMSK84q/f3IT2NNraOy0AkEquQ25MfwGrtscdqdyGggjPsK14Hqf3OSdPGCy/0iHSVGo9YlPqx24fSsPpE46hbtDkXgAvwO8C8mJqCtKPbvzldfJZYxs5I4dRYIQ+piIxUpelTjQQ0Nmp1fh3IeSI0yHIsxquilBqRSgjiOhqrG9cCipf5COx+JeB09BunQn6ksjA0YtJkGHn8CGlOBMraE1pUPfcNp6k9bfgdsbIpPRcD/T+wiuP0a8Rf7nnY7bZcUXA5XGxPAThCRoogmSHCDFyNmXtfuU5Jci6RJbZHYP5yOxHDC6Go7YXolp4pJzEEpRU/uCeR0SWyqBcC5OPA65GWJWeesbweCUWn47EQpWnwK/gC4ENWmhJ/eKSiaEXRpjQ0IaEfAmR7D6z6x+SIuP7CQhqFUn5wdp0364YpBzHldoTE0fsJ4jHtEGf8dCTtBNtfaJ+r7hcNQ6dBzGiEHT/sgcEI94HMYt1h6HfQ7g5wxyMjHsIIWI9N2wtnS7tiGu2/ZCqNPWKmBL2zkhxwmvti9rX6ztwmIgaGnaPQCHcY+tCP5CFIflfCuULq/CuUNBUemc1D1iVywG0hjCKPJopF7hpIcqji0xy+RQUwwzUNExUJFG+4+JvfJ5MNabh5HotJI0gkQmOOV0PC6phn9scUdohvYhsckKEEH3Cb94Gxg9B7Fq7nY6FhYQ0QeThjXvCpDbsKnOWRljF/eDtDblw0MXRRmxIWFlI1NnbeeqZUap91RT2kdx/yBpcoiIxjjGVtCuoYt3aFTfAhr7cPsQZQeEg/bRY/2cEo0JpP3O2JNCDJMa2bhKcoV1slobKmjXfgaWgaqUH8fR33DaPvO4618guR3VCp32H0dGWQ52+w3bLfJPXAg1Rd6ws11SsuH+lXJYlkbSlu5tGi4vS+ksPKNDOUhd7YpIkGjoyN6CKN6yutci4wxjxRdJCFgvgE4yl63sWsFBxIuz6hoqG9KEFsClW4NUWeBGEDFbv4PZkxy2dQ3ZiEuw4RoUSd/DS2E1FXkfPH5JKuGxSQ6jbTkcyEII2ESDEoQaJ+hbQnmaLQndyr9ExnIGpBsenFPFuSkTnAzvD9h92X4wh40keoc9Gp3GMELo5HdCc4jkocHF3BCxcbKez8lwhD1LFz+4xos7iz7OBvj+RYr3Imx16PRs2Jy2M5CRuoJYGMHBr8YqKS9SCJRCUxKHWHjORtEKVFm04LeL9Mv7DY2clcsQ0k0amDn3ij47mo4rkaDl6G7Mhb387C3SeoTNs8m5+0OYdfY29eROm/Q+8g7bHEhJ6GNE94b1myK2/Qnjx7Roeu09YNKtpFFMBrkSDq/YMt3Hvi9QvJ0kZYaUJzwhv7F9obyXWjhNob+Eh/hLk4yog+Uzljuz2s2BehzvsfA+TV05E8MdaQTkG72HMYekPqHnQFf1JQ8qd23h8DSu1o2mT7bH2Vs54GVXyxecJiglldDwh6L1M/to4YrC6DkvrE0OVL5XWByhey3a/yV0QNqaaQ1qIQSJjTF5g9aXCZ629ORVOrlCP2B+RYUURiTLOyOWOaxRMa+JZTOVCDfZOiEIQa+o03JPotGrJ1+5iZMdqPa/gobe2xAm7GD34O2TEtCGLZBbGhO7l3RrfA7pFE0sT8+i/YatN65R4n31VyNibmxuuBuzQkZNo2cxeWN9O39jVs73HO8wrUmCWnbZ+6AptCVsiQofkFPOkMeRwL3wKJtLfV2N1yehwSpBIS745eh/poQsobZcRrqGgfyjmsLgh0PcIQ+Rrs+XfBoeDH0PpQsF8DQUwuq5mG9B6j8CbpMbFK5h2wYwNNyiRi2MHeexgF7R6jxs+B9yDobxYzEqf+zDzd6hCDAlNPOw/YGthMh3K+S/RCEeJ0sUKeA2fcQsuRsSu44TuYTEJh9M6WembyofiEdkN/BsQp3IIuHNTEiTez9xs0SuR/oEeGCE3yJwkLgI9yP3R1xo8l99EFrJSH/Q6G9+RVQdreDRU2oVUVJUizZsJWmdhMbEKsiwbFDzb/AAKYRZWharGx4fPoKxNjDDeEZi0s5IrZq/eJIPkxPuYGWHlH9ux/1iEbUrXpR/71DZVVr8wVRq9Fc4fGhYq2VxKiFyJhj0J3DEd4bNgf+6KYTjLGxXvfLHP4wSkVs3Djjj4Y/GME9mcAypyjT7EPg0FoSCeBCDW4609j02+KX4pkGbLkQaqEqxvkqc4Wh4wsn1hqNOecRJtyEx+zOfwfv4ST9Mwvke1wIuy78dmPk3PZYv4hCmDOnY0FhNiWs3rQ+hZYmv1m2LDwwmsEGiG4TWPa/QsDfYg5IazsiEwiSa2OZV3PArmo3ORLVLmH/vZqRfHcSo1EpwEU/iDQ7BUoij6r0ksjaQpoiIRm8KxjwMq5EiZOBr4EmIHKbObCojasZwvkjWbIU1MqKeKiPL4Qzmm+32Uc9jsuxEUUYXahqb+zXFz7qHvbJH+RyHZ3E0fqWgMtDuLYbVGODdFPvHsKMuNGKulyPwoc40dg+e6TQk/QsJfhRrzyewp3I8xp2DXoRV0P9Gl8BMD7fYmh1sWhB6KtcYavwb8FhBRsTRehrGfDSlPwNlXeZ5nhELho8lhCEIpt0TKD9Toli4qmefLwuRcYMWmcaHomKMC4mgq8ZbhQ1OCCY+DUJHEDDh+MDBjtYteQwu1eEQsAL4ZYuiT4RfQWgxvFCELC4OeRYEtEJ0hCEzPGul5nwtakEqG/ZHUVU2K689hdRaS5Q7fJeCivkdto4i46rh9MJr22X7abrbO1kxak2eYDdENtAVF9QPp1wbMouEyGpkg+4oYhIRJYqXLHfGl5Yx98GdYxi5L0CjYw2Nj9HPclbGwiO/aTCP2h22j3y+4dhT9hov2DRV/2kHy2/cW/4w44QrVoeobS2h+RkIYt4ow8FplKK0Yeu8eRNDsDwd0NCENOyke35Y2JXCHjbKG6OhiNo0xu7kDRF0NGeMbLoZU3hAv3gucTzh/B3Tv8E7y3A8VVYQ5bE0yaHNEIiMW2x2beRKw7VJ+woGbPzsb50hHyF2UkTbewuDschjSGaVcRINYgk6U8LDwvhXX6E1kuBDY0QjZuJIabwv3I4PDwSnJfs7frEnwWdQOS9ZCIbBa7mzjB3d4Yx0CHp+2Oc2bgQC4ymys0/RyMRzCeti7a9dxkFFeSQiI0ITF6GhoKlCYhCISNIeNn9tDVq89vhNaOVg0NCEVQxoOVmozYnG5o2I2SexGqc2rufk47V592O2Qnvgp8SSRb34WzYNq3fshqvsr5SG2ex8fZHF7h/ZNIvPnyLaeTfvybiRFiG9lRmGuPdKMXsm57NK19Ay4fkvwUNI6yX5/bDOQaF8S+Pljv0GdyuFFx5HSojvFS8cDgqkJ8CEk4hJRZeCwSOG/JWbEVZc4ohCPCuuqSroPBnMeFhCEJE6H0wCJjQ8PRRQQlkrsWELjB4kJQSqGb+irTPKe3d0bgmxM9HahH5eTywPkFctyyaF2sD0xMS7lU4W9IQno2CJoQhCEIQmGtEsKIQhYXA+SCCH2cYMmJiYQghrL46YQhCfCxheR4TPRtdkK2GdUk0PHrYtTSb+zugk3y+LhjJLk8LP7C3vV0Ig7mzzBQvgiE40uR64Q/INpJYXQzGWYE4hJXycFM1Xkbx97ExsMeJtjGIpSlwbG8UYyw9VL3Q0pB4wSMxwITCiZ/Ekz2X9nd8G8dDdIP9xpW8TYbFxzLQeFBvGtjYfv13MhGI4GySGD0ok6FIfLdxhvuKxCGyjIqHHgcFaLRpBvYn9iEo8ZmSeUXKpSDFSHz8PHxSCxl7wQqeG5iZdlBKS2N8N9hqtM4ORjOACdJMhIratTvLD0dp7x2OWTId4SJ1rL610cf1ijthrywRnUl2nku+L9i2r19aGE10cCaRBahNAxIjYSLsPGqn5H9r3eyPZwaS3wf7jG63vDsXjqJsrEyKkA0H5XBKqNvTN8VJI0EhCIg0QmEIbRbaRX3vC2efexyWvBpHeADg6SArNT0ISrp7i4w1GyZQQ0MCUvI4Cm3+BwcOVQu5+BCGi9iES3yNU2q7l6prQ1jmb2NlnzE6bnob1s4f2ju6T+R+O4+dIvS0zZNMozc8CW9G1WuYL3DKxE6Qtr3KVd6Lkq8AigWuRXNo4T8nP0X8WhX5gn4Y3eYdhVEI+Hf7HzwM4w/gXxofAueh4TrRFrwU+xLyOUKf0i5tPwyJtsb36GiOBvZDkJtnP0JEfeUIQhCIhmkQTPgbId64Y2PD6BZIQuijedY2QuCly8K8s7aOcraY00KvDQsHhRTImRJgmrF2kLfTYkSEDfhD7oMPKMSL5EXwTzdm4PYhhp2OQw2xHroLgbZ28IQhMQhCFlUeyLdiSCFnvhNEgsC2iEIRE6INGmH8V+CAiS4Y1NmwuzVRaSGiC8hwNv8D7YYyIanQ8pU0dgKflBsnGw8d6PDIeFapdwmjY71mBIJZuKMhCM7zGhrhdx3xBf3KPBjwpS4oijZc9hKzK8HO7FuN6tiLKvAnaJHdQo6CG+F4MVSloaCY2NIaGPEkSF2EicYsMaB6nAhvu8GxmwV8s32xXw8WYQNFyz2YXYId9xPB2l0UZ9qQUweiCI45yhFto4Y9v4WnPwocxRaM5D2jQWNQbG7hFy3okxv3b94WhX0xLexCFwco+eCPWhm3+xi6DBIS4Z1QS6V8P8ABxMVMauCTvgLrRM0+647IY5JG03CCtaIO3bvkXSC4HAhz+1TT8h9ITLhTW7GwB+fbfhDXPMXtlG5KIWmP8NaIobsew9ASeRDlD/NEOf3hNf7x2T+zE+9+B9lftGf/wBozsmeA/R/KwyCwmIiHwsnjThPQr/hj66U8mPoIfA+SwXBNQygYHxXEiWxprh6LH2QJ3H3ajfpDdK3iqbFo8Bm3ZsUQ1kN3ZqlB2rXPYUj++L5NSXKIf02TEHJQK+35HFtoM4Gh7F13DndQfPNDeoVXJBzo2aCH+8WkIE/aDUmv3GvCNXEH7AbLTWBr9L4CWn0Jmg1qxGl6QYBtmzxb4tIjrP2Ub3k0M58zYn7IhCCZsjNnTKaBU1Ti+yjY3g2M4jwughD+KOwNFGjuIdx7geydGq1D5AJrQ1ODRsbHhhrQ49ETYzP8KDjoUXiKROL5GzXgtCejbr4NCG1k/GU++NiDDCQkIljOOlAn0zOQZZWiYtCL5jy0I3dOulpNDE2iN+CPweoXlCXy3QsW+2NzCFOTXXcMoMV+jbRCk72dwRexuTYc0KJycJkag0TU2aIxi04JOrTOuBtvdbfgrbrNS7bFTt3yc4G5Y4b7fuNFmsfMPcoUHIIbGKQN4UorPbNOArEVPtinWTY30g++Fwh8D6KeZz3I4NPiRWpNyMDZUNokQe+PISab8jL6Sg/YH5Jvyz2j2h+QouJfb5O3gxTiNiaPYtRDxDDZsJCQ9D+GKajvkl2E3gJ2DELhIUChZqD23AkXoYtG/g5IccEj60NBbJPsCW9HM4lxZxRu4WimEIntwhWV/vg8XHvDRuxLDXPA/unI4IY5ZQgxrqXQ+tDwxwmUTLv2LDn5HErZ47CaNaNFNOVOWlWbdDSLTtaTwVrkWyxdno0+wfVi6Qr5nI/4Po5vbEanPAkv2ENoWu/i5AR/nRv5/eP8kNnLv8AJW+/zbExZ2S/tJCdtwn/AN0OmvKIR4S6FGTCOxyw4mkV0NvuJ3kvHoSRa2zg2ibdoq4XDHQR1DW33OCNUN9IJDi8bKwPTyR8EZqddzxRcjnwMVxEJbPQXv8AyEuuy4N/ZsmgneH2xUjH6aLprZO5zQmkGxfWEadtG8nsh88EbQql5D1oH8CXAxkNVe0QGupKiNqp+T1TbNPRvdHn4U2cBLopUIsqaKJO4xiaGhgbW7yXbGN4cjzeKONkwuTYWLvhPEZTGpGhqlmVNiEE6lIt9jk0UY9XcPd4HnF+GVeRJ5EXkI9iF5Ee4fkIJ8mzk9Y9I9UZH5jQCAlH42O4bPriUbHYuefHEyhQ67TJM7Q5TQasbGvrGuYl0hIboy4uywlSCHodFHgRdw2J+545I1tozwz6F+dHwaYJSjWKUuL1eg9Qo7GiGN4bRPYNI0hmmV3EwuG/in6WvYpdMsfJwAdwl89otKi5GUgoHYZHQedQpHgH3keEjcgq+n2MPf7wqv7GkVRRBk+QmbNuGPXfRFXkfmEhAmCcaeuRJ7jdMTexCEuMMeGNj4TRsIorEb0NjKUYY16ia7j4gqaxqMUQbObEv7J4R4WxmyManIyRaQ+h9FnfBp7hbEohyj4NBaz8Hc45coM2UIujn6JeDRfAkKcngGghhbbHghBdTnyJ06i7UZ+woU81X3+DnT6Crn4EIYpid2HosSwcBu4T8BujSTqCO8RzNFHQ6LPzj5wMfOV0WidBLD+FDyT+URxSE/cU4m669nhcoRrcx3QiBynrZSuEA2hHAt/BkDRqG+5zDUln72E4ETt8/wC72x7m+6sWkkuwk+8I4Dk+Zi+bXm1/A1PdC5P3mi7L6+ulEw+clh4cBh0N36G1+zcuNSFdefsQuRmVy1+D0IyN3CfQkIKegpts0NxrgJZbVRraJFFcbvGxyRL8EJS/I10lN+DtwPb6Hdb0Jaa0RpF6nY8rURJuj33H9D29/szlBV+T7x+2Nh9jIl6KafyJpKU4lH3Rwy+s3v4Hpe3OGtiT3pvpmEu4noomSnoSNr4OWMxeOdlHIpSwpw3gO1GW9jeI3whPWkI1z8Dv/wBMIrghhaGSe+iTksxN9iubHYCeF97j7aZ9hYps35KyvyVlZ7CvLPYV5K/0O10OcbcbCOQ+jsjg16htIEeR8diQe4fkKL77H/XC0TCQfYkIQ/gNcmmLSGzRFEJh9Cei/A05IbuG2JhOhYiaZon6DQ08DcNOzI98FC9ReIoQg1jZfgfyzDWnAVDuFLwNVpOlo3BdOsfA094jk0IkJ0I5NcDq2kLvWJYhT0VyRjKfZ3yPDBr5YkFssbYWjC+R4nZ/K6y1/wA5KQlThh4Y83GtyeJsddjMKxUuGzlGbG6cio2IHIeC49eRPps2ckeS+Z9z7YxO4/EfvA+qYbrNdxs5Deh9iYhd4guTUplKMTCX7FNRi29FNoTSE08UieF5BvjqDbKGi2zQsiXLH8+x4ab4GmOHxIOcIb7iF7GhyGsR6nl+DSkIn+/5HbdhJwjhlz23PQhMQ/AQ2Ss/iD5EWPkYhMY8sgug/kb2cxpoU0zSnvk5E0katvqeR329XwIJFlHRFyn6Hr+BJTsHpvKNlEiFr6EU0LyUQbff7PetuiHAUmLGL5GLMzetCL+Az705HJjzkb7F8B8D6nA5jK3FRMXZpqDJMmzYuTmRXuz9z+dxEpE2tDm8ApA/Dux7NWCa+gzVftBbdOe5XDENFaj2JtTT0JF3OM7ti10vTHatDVbUbJCPI0+RTpquxW2ytmp5Ga8DTkScBk0P3FU4ozm1NjQpIXkcpoeypbi0ojjGMua1X1mCII9/C4mrDwuzwuRtiG0Ldox6fvi0tI0/DzwiEo4HCORjfTcoTL7DarLcO0O2rO05TlLFcwucQdh12CdHdfrVtkEN3EE3E2+jZiUIUQ0SFODvEF2FF3C65RdaWnOk9CVEzLK8Q7oWyMVakFBa7Cb0gY3WzRiPYflS8xHdEjNFjWQdKcixQinEsl4K6KXrvVoaPCNkVidDBgifA/ATzml6m8UuYQmV9CdyJEOeFFsT3CXarFjjYt3B3Gc/uN5Fna6PIj/hOJWnAyIfRD9RpOB2Jm4zQbEeReY9mEr8F6Q7oPkbELhJFojDV5/3FsaGw8PDGOYpLKGqITF0Yl9xvv8A4CC7IrFayDfohD8XgjoPzDVGxBWbIwQeVhc3LvR3FioLkTaHG2ISEOkOiHLA3Q1gxw6eRoS8LjCIhz4+7iK84ka2NnyJDS4GxxRzjY3vehUSI/gsWkNPv8HCntwvScEvRNlJ1CrdY3XRb3wr67iVEJNJoyR7Gu2NuyWP4rBc8PkZcPofQhl+FDwxoTCI0kLRJO7m8bb8EXZTSYg6+T6HMFQeB/BDT/aYFGLFP1BDNHIe7f8AYCJJhOXlOgnfN+J4WaX4PdCI40fyJ+CDC0O78HI9sfvrpWX1cjVIow/YOSYo+SKa8EcP2cP9jb/QJPvFg9iSQnCFv3RvuN7EKNJCSSh8clQ3Z3ZovV5G9QU1U9UTiQGjj0xpD0JoXege7e/AzBBGwcyjX2aN/wAly55H/Ym367n/AIu5BNL2NkqtoTsR03P5E7fCGyuyxYk13GhxW0cEYVEE6Hb+XiTFCH334OYwxR4SUNRsXULG4bqQUHxMoSdh7gx79U7jS7YQhbY5JnM14xqjbH6NUyU4NdyB8B7K1wSIhu71+tgPZPoNBxtj3ELSxeg1aauzc0PHJci+EUaB62hjAym9DUuUxvE85acKhHhsStQZ4QmTSJoq5CB5ETWmJYPg8rqjZZEougm0OFd0W2saI+DDr0SEzRxkdouZYI5yumlxOilKUo4JEXKGnwJJhS32LRK3cfYEajQ4G4arHgvp6elpzVuQkdok8Liv2zU5jZiNvRtuBvyCVcsUYx5JQSQ8eV5EpGDFiym/52aNfvi6o0WDMYQbou/trGmegkcdhMHEV/ApTZQTlTKjlgwxDkaSMYHtnc4HIQnmY0IE3TGmhqavRuLyPVhIFGXhojHTrud3kUf4KGNF/AkK5xTEqObwgkcBqzuJn4Ago3FQ32G9PHIjuIQyfaYbd3wtGv1Hd0B4Swfwv4nh8m/0iEEURs7rCreFO4iJGopA97zsb9sfmGjcWHwyfK7i5Hgmeiv9yCNzh3CXv2Fvy3hP5FMiIU/0cr5SET/4OehCy+l558Q+AfakmMWnYSL6NdNYpXcRZ3kX7oQk1fgQ27XtfY6SbsO4+yQ3ds5G7YuOTlacDUrsQ0l8AZAjcxaS2fkQ0NDbwaGcREbJvs99SOFzkRwEbbg6SXV7PQf+SPsReSpnI7gVLyQGlzCn9Yu30YNGJzEgmUQp6wRgvhVaDmXo0X6Hkv8AJ8jchMnFLVdLNlYq2QkT5G32Q2OfRoNoQxqCw02VQjYemMdhGlBaKUXTHhWYx4VRTLHNHuhNaHN361KTUmWzdweXJo4GxzTdPZfYUu45TgJFSNDZbRTTRcMdzDCCQafAUh+QbUOUuPA6HCu2vRsibE2bdh+XEZNmmalK/OHLFwSuxXnpuGMYfb4gw+gLS4QavFCkWcSMEvmpSu31KTZDWhcoLuGvGh8PTKl2ToE+M5C+eTR9iLz1A+vEgeoYOfLLvDv15EkS/IxBNEl0Mb6KUdsbFrXSMVta8jUCw7wUcUYbKJoLFDcaDQdQvMXmFduDbpeIxMLCjiNwmx3HsUWkPghNjxORckNjGEUbwfsR9BHnPEJtjtmaXHW5GpPC36B89bKDxWrofQ5Dwaw4YpFfJiJpePQ3f/Y09CC5E4hc2JQbuOWEVdhDesOM/wC4gxLJ/C8vq7jwz+JhMtBN6N0NlGG3KJZTmjnE+mfwtC0/dGjpp47FJ9nLD34j+C47/wB5Lg2FrgWMvlXJMX4l1fhD8vQvf3QX+GK5uUCfQuhoXQ0Q5T+WPoJbEkDekjmNU7gV9wUq+iu5wXb+hZnTDrGtciOPNYkZdv3O4/8AITn1/JqXT5T7lI6vAnwd7Cc24I/aDX/fNng/YR8+CeXoWQNPWhObiX5jq7p/Z2GNeOTwFZpIXsiUuILusN439DVZCpM+xYY8W0LslEmFqEljJ9sHXwfNHLoSsaYaKLkU47zob6diRsTC6LbaFaIpdHN9FKUbFlfITT4GzcFovk2Dw3JKQ1jccX9D1jdxstGg8fpF8OnTJbfJY2ZO8N2Q46g61ohHZYdYq7nhz7FoRhsArrI+0O4NEfgTfAm0xr1DsoxutncweqdmRexSEvSx852NBozlZbGyvnS/30+2KUTEFqPDwX5riTTLZfBR4Q20irszThifY2wJIVeTXkvTWUuLikE4IzthcY5ojVSztXQ2MMOO4JFFGHrIJCwVGdAw6LHF0Njx3MYtH0Uhzg44ELhjgkaRY6eTtixR2Ebx4ZoSxrcEJ+ozZkLDFwyHMpWRmweJlRoUbeOaIgcE2ObrfbjRDW318hMaGoQy7njVer+/XHMi74wiq6WLbrM5sdmFk/gg+hdKHhjfsnETGzlxN47Yyclxk1B9tNVYmmly0fhoNo8DhQ1SeAsfJyxX4n+5ZWsw5oRR1zEq8/IxYfxruD4R+UwwdjhXlH8C4XQhZfVCTn8000NoQxna94UaPvW1RTtwxyM7qp/gWwfoJxPTQu1Yrb+juFd3+xHBJVOJ+40ktGn/AGHWn5G1D51y/AjZVoexQoQaU8xn49x8kuC7Vv8ABK9PYkmxdjuNbfA75dyXp3G1y2RbjN2+EcCN7yPjEkTWEwtQfSBzb4ZOGJDxsQ+khpuYlFsU2JiPyENPRvxRbPjChCb9/BZ0nspLN61wQWEmYfJIeMl3HuRCY59gSp+UFn6xrhsuHYwawhBaCaI9ha05HxwMg0JDZSTlDyH2o9kO5fI53Rps6vIkudCFtFORQ9ITtxlyO4rsx15E8sSZMYYkchMXQylKUpSvqBSl6Lk8p9DfMmxIPLzwzSisQ8QnxsTF9L15wvH7YfYoossseBiqmJCCROiww+BNj2IMa5lliE1UGxU6mg+jsN9c5IaEDZHil0WkouF2KEuRZ9A5DTBlENF4brBDuJj6k2QhBZsbuIIbuEJjiIIvyNy5+DPBCkXrQngtG1nhCCigxaYyNRQ04cHFjvhDLsW/uH3nH2dgsseXidDy+pDyP+0LEFVo1+8afQUuBcBwTbLVQkuE0LSFvvwEiPYifwGo9jdsDjTSLh6OWGlf+Ue+EIo78JjksLd1+S30+Z/Im39GwUT0WEXhUt9B9fkca6Fi5Yjz34R6f2n+BO9l9odpP6xHFKWewhHgT3LT+B/dGHh8JUazu6xxP6Bt7HwLvDWNbFfCf0IqvYVYE4GxDUuB9B99ik0KC7lIoOLm2+fQ61zOxCFf2FSJQ2oNpLXfk3dofA7y1+xtvgX+5qe0PaYppQhdN8DVTG4WG8Jlg/KED1yJsWNsb2UpcJU0JH16McaxchbZZIIVs/3YaBYqJyL3H6saujcN7FXBoaaf5O01PhWDULn3YlJMLCrZyyxoqYxI1cX9YJFluDTCbGxYJK8kVQ0ya8iVNIKen5Gg/Txy4EmFEcNj12onHboU8Da7C1RQXyG0p+w1E4PXwT0PS9LnhcnGQ0bAsiH0wNSSCDxpiPvROJ/MhJU0J/cdW50sa6Tyum9aCYvDHFiO6HuUFHkOPV4KUpRsubilL0qaIrzjRo4ctjDDG6C6NEUY1Ms2aXCZT2ao3TQjTY2hdBtDZRoohjRLhBdiwkIWE4WNjmd+UpDYMWVcGcBiDE+ml6C+AWvq+frQsI8N9N6Am2Eqzl9Gv4P7ke2OwlVDa14HtcFyQ3thDl1wU30LlYuJzYOAXYZR/o0MY3vh3E0Iho2WVIUC7iSRVD7I8gkJJui6nOxZSfcSg+0FI0aKMJ3IhCOH+yTPTmFuBciJ2uaKJJ2uaEj/AFK/uHY8jg/xCbxQDNxeI1/6u/QhYhCDdrbv4Fc3Q/8AEI/wH4hXmH9nJjw02Nv7yGeeUL8wZTQb0pHDiUS0rREF3Ctf8hXj0Ps7GJvGMkncH9BGwi7DQOy8D+e490MXFJBTPOqeRKnc290pd6E9NqfRHN8m79miTX2R6DwVDFUdpctY8CRsGhmivJX5KVjZNCOAjew+pB1MUC2TYgKcmNV4Y1UvQlqa0LgK7D0D94mKKOiaIS6H4yE60hKMaU28JijxoUluxvLIReeKejgNo4nIxf1da0cMMUZPgYsGER5QxQnsHCq4N+7RPjkfYEyE3WypEBGnQPwGsFzRsXI0bJdD9GmiC4o8KQ0SRz6OeEQDDmI4ZfRIbubpR8XUanaQHDC4hHNRt35B5wSH0bC6r1O/UXyJUQSw7Z59D5ESkHKGGOPQss8awlL7UMcaxH5x22xvee0exnuPeKfVeG42+zoMMNiTMaCFGx9MffqtUiqJ+DxDv6Rdh5eSJjUH018GS6AeVh7o5Vk1m4fwjYxd5Sg10/P185sS8RTh1aILJwYzzxX5U/jYQ7i4GrIPk7iFt+M67H8Zic5DkcB4Hhsfwv4UPDvGreh5oa21wLanBNzEfuDlCF3GKNZGFqVGO/AJTPZjjxRHockfzRNHOcZBf+Ufm1xovbPAWvaL7xL9SkZv8R7yZjf7WH7dGSR7ExBC6EL3/wBpeuPJpMrJx2OdvorPoxMW9lJ8UQntCT8ciPPQQ0In4KfA8YIQ7zX9w0Wi/wCThrhLycESHzV4H6Jf3isgm33CK3EcIuwgxFEG2hoe5/wUWI15H9YEfybbIPmbPp8s5lfoXwO/ODQ8NQQlvfRZXDFyPCEch2GrraIRuJJvl8HsYnAY5zgVqnCEwmhfwGy2fDOG0jXQhFReBBjqWyY+03fYW2ZNHr1JCBjswiYc4XQtM5Zk30MHDmxLw/1pB9c47C3g8LR4DXO53uQjXulkfBDVQ6RCT5o33C0V9g1t3EqCrUPtM/IndDENmOM5JcbZqaM5wRTT2PCMSH2sF0+aIiOJzE+i3ljb6Jk3Owb7D7gxVQvJoQFN6JdXuG9RnsMu2H+vQ2d+ovkViohHbKtkEs8i6RRceGGV2Ku+llErHW5GqjDFlm6UWFjiPnokJcYo2Nh28yDHkLGLqFxByrBZLC4HmDQmxeRsNYQhiYulw56YHlPGuAnMzHhMTPZlfAG0xdvFehnU4+HAj60LBkPk4KxeWW++ItUZssJPsch84ju+3Qh7r7nPNfJxi7Caw+h9T6V0IeUld7wn/mcjQyYbmmsRNkGJITCm1h70ZEFRxstvY661o/JyHTh/7R/BxxvbC5ET5c1hbezkfIvlRqvI7fyFysLjeTkPItfC0/t0Lov7rtTtK8EJRISJhm4SMmhzSjW36GmBM+xlBNEKO0lERNRC6ex9lD7I0136NkKYafI/njXA7hXQn3YtO4fa4LkTjVGhaNcYLp6/YXd8D7b7nsf00PXK7lnHfsdkOOTa5/cW/seYMQx40NETb6OWHyPKHCEbV9SbIJYRcIC3IYXF9il4D5GHLY0W5Y4pFv0didjWXIJjdCaO/wBChFFol8HGF0rhiE4x81jUbC3/AFTuQCw++kPNWISTJtaETa/I41OBVotr2Q2acDmlorIEjg7QTqFSIdzsSYsVieh1U2hWcGhATG+k2Uxe1csTSC8o+YLkXSj7DQ4+Q2YT6LzwHz0SOAl8fZeOT1hkYgSbXij27k/OVlhqP5px9Epem/kW2dhFEdhjGMuVyLjGo5HAuGchOcdF0TIlE1SENQ1TiuLh9Dw+pzniPnoLFYY3m28Wgh9IhMXQeRYfwpij2Nby8PlYrhCFxPCdBYNw9hjwbDEaeGvQLD5Ihqjmc+ofVbuOHWsEJjiD9j8ShnAZ3YM5D5GcUJV8weX/AH8CHPIQ+Dt8C6H8Kwz+0Jj3X7OyEpiuAaVZyw8cMUh+SwngIXPL0hNU539I1z6aRF1d5u/+9G5trhKy9YR2kPvhpPcJH8a6n16/nPMfY26LylrN5qr+BMLynkX4AfXVTY1YlDZs2bHRcXzmn0Ypfk7V9CvG2l0bieUIRfwPu8k2PicDWhLJsdYYrr+420bwR1quR7jtBPgXxhGz7OyKqFvQuRPoibiAXByFsUDInlPnka0TXyR+h13RNKd2VEuw6nvZH32pplKOWz68bQ9C7C7wsIkXh7fTIzwtMNUeELFwG16qJ7FdM2U7AuUx7HwOB1AUas8kkXPFO/7QkgarhjORcJtDd9PPFwh+Oi5fU3NnaPBSnEGo5+pXKOGHn5Yn0KcMpD5g92kjiPf4PcCEO3wOltFM1UI00PNGeUbE8PTG8CCfA86DDSzwvyPMlYThCOSTESKzw6dRqGruTBdCw/gN65EGI3mC1DXzTzhMdHYpl4toRVKMs3jzmnCOYWEcfnXIsIQsGNjw8cxJj/dIitvClrojZsY7GHYZMD8GjHcCanWWNDFjYWZgr7RdDkcWebhjYHNbWJcIMfVC4yxjFx1Dt8DSwmXjkLCeHbBWkPsY+jkd4kY9UeSE8JhMPwsFhZcVn4GvGvRxhPJcvsb+G+PhIQxIh7Zxu7GchB14GSWxi1s5xxWXjxsnBnIYY+P6do7NehdXu8dWFCd4ZEgxIovro5YKb9xYw+hBGtqWmvsRLxuOMNac14YtI9cfsVgdmJE+3Qou+IfGXU+vQy31NC5NIzX0OtFYUuNu3+Brs1dYoQhMLp4fSc5z+DDJr9kFkJgceQlpPYxq9yHHlEhtp54HuG9s5LbwN7W40WKIm3ZE10O6JqX/ABRFQbTk8l3tsn0CUUSdhhlucsT9HJ4wTfA4ae7j4CMbcIU7h7d4FQWcIchqJoOYpL0MatovsVaaNukxjFtxhIRyELr4OwyUu5oHXIfoOihU0l4Eg4vAhMo9EQ5hjb+K+prE6uWZXi37wJUUVn6lyRww+Dmx3OI1hYdrgRJyUZcKJHPLF3FEvlRR0qxY2J3Wn0Wm3sbE0Nwr3LhBfZyOHkZe2ihJVgt9oMz6Mai2hN4M29rocOk0RDbBNiyfwGNKzQ3atsYrYJXGXiZYGx2VPBKbd2XC2LCFiJHWc7ZTWXBfIghCyPJ55lgw9495bH2V4q3Ygvca7I2bUPkvyqgb56EaY2NUeWJs4syfYsjdABBIeGcRZlt9DGLrGq+J7O4h4XQZshcaIZtlHlj5wXZwmSDQxR7JhO+Cwh4Iwn3DGn3RSkpc4YsvQtV19xCQjnxGu1FtiS9kcIWklW0uf9hXeC5pAUIoPbQ+66eBt3Q+pebzsfHL+ZdCFwPkbxzQ1IRcj70F5IS4H1HPvoeaf2D0n0MNS7QUnlr+JCoalqLFdbJV9HeRRbWEn3hYqVvfjCm6/oTXV4CNOh0uDk8Ln4Z0Q+qX/nHdA1wgxJ9D4nmyLkbehzKTD4IgKRtoeZqq07iHaBOyF/FJtbhf3IdKuexEWzsNKlDe17CT27s/8nkXUtMmaau/+glrTNo+w7UqIuZwRS8IpXNM1I5hovQ6d/c5i79jn78+TsKdyLFvfRz+hv2ZsMOg7wfadvUnNiM2pGuBQyt9vAryn2bobWInYuC+SJs5HsNHKcG2EZNaHODG9nfY1i8l2ODbfFYsLpfQ8csLkVom2chRo4C8hNfqeA4sMHyM7iWsuwhF3OUlor8DXgad6zaOwbcUjYul3EBE1tFfFo34LrDJ7hvCqwchIWzEkmRE0W9jqNovgorQoSnmspilQq4xghdPLFyuuglKGMhncc5CEmkIWgIKl/cUaQLjCd6hjd0N7E8Lh/IibFhZH0XiO44j5G6F8YINbJj5LuR4/ijZ/lC0pDkRV0IaIyMqLl8D5WSVaQsXDDDHZHFZl0rnlCyzkcjZ6HAkGPpUfQnrKbw8tlmpCaWh9jZeO4+TnjqyGMYghPLZuELCHwMZOMYV01ja/KKq0+3+3W363PE8CyFmT6UxeD8QALUs6a8DBISPsIKUm9IemdhbeC50w1U0d1Lo4iJe48M4O5zzczkw7TuMvwP4ll470I5C/wAx9hjuxTv5OZQraV93jLG8OBPRSW6GtyCCCTqCwuSvD1+pMAs0veGm8w1H0qnN5GJLTgnVxR4XQ+tCafQ3DwvTE/7eYdxEzCDQuMMsnNnsHcOcLDIwrwexkX/Ymi+3SOAbteNE0dom33X7Dt3yPynpjNpN7HfOuxUj5ON5NT7hCGIWq2b8nKLrY9eEJtH2dHNciK066PxobGhHyOB19CUr7nGiJjUIESJHNc4skbXfGptPWENjMSuHGbbrwhHJ4fwoTNi4/YG6Kaz1oVz4E3E3ETUnJGRd8bMmhQ5Op4hcGLMH8PPEBCRA28N7WJRRvXyUTGp8ouFjnyXImHlCcTGtCK/7CU7Iti9Gngvs92K5Q9jLo7J5RHAzEyq7PpM0Qh7Fm3DkAxAvw2mar+wekOjG7jn0O0RDlQZV+QtVkT7CsLDwzl1IMp35Us6iKJYighImaLMG1iqwgmssXx8MkLB8DGrhjxUwxRd54HJjG8DYxVoPma8CbT0N3k30o0JcpD8DFcVMs7njH8+JobzS1R1DisqyzfoKcMvJCCRNDxz+F3x54ZCdBjKQymw17L5jBvCHycGFnTMYo3hob6HbBEi0uDS+HQVBqMuJdD4zv1SCG8jeOb4aRw0EaTD4qNDmRwi9jbg5CdcC/wBibpBI8PHU17hvzweGWPdyMTf4HLrSzcBzOLw3QY3+jWHrO5jev7xnL8mIvwS4F6OTbq1wa7th7FwWkdgovFOAQmRUKofExTCNd8NfqKfyhHcKd2ymvOC9LTy3E+kuGhlTXPoyvjSr8sXEGv4BHY7jP7ghCEIQnTqmhqy/434GdjgiQ9nqKMKahcoUotzY0X2KlLufYnZicT5Fpf3Lpv2XX/mWKNeDVX+Soi4RKPCL3aHDkYu7XMG3ruyI/sWsXbpRLR3vn6FU07wJEVeBtOFixxey7jRvsc4M2qbp+irTQvWYmRs0WELgbYQ+OtHIaTsjgkJoz6IiSTriPY3hs1BxtRM7De8sehHidfayYhIZcvr5Yc0Z3yPjh2C8o0b+O3a2NedvkTJ8GFyJjylgag0djRLE/KNNtHu/sPYtMbio94PvLFrQbG8+YXY+BufQnYjNG1UlrGrwY3pwRp57o7F5Q1Z3LY38p+x2r+D0EvGC6wh5Zy6I+xpyhDGIXKwmCfjCNsE04CFOrqAst4vxLCwsmN4MhBEM8xZFbOA22Ld4HvsIrwHHQs0Q2PHLom+lT5FrRCK5qXoFDxOpYlqxgarYx4XPwIbxw6LghDwQiA2eF0LOSGJsT0PDwbEEOxEcC6DbryH3DQhNMQ1OfK06IJG++pkvwGHhZ1Vk0PCGJjeXgGmsFO2Hfahm8GyFoj+xNSXdcn4gaRVPoObw+hzFwxi4n8d+Ix+HvHIb2M7cmhVfOgTh3HsmzrIqNroKQSuIJYcn0sLHce/kJCT7Thh359sI7i8ZOuiDfFHReGXoafyK0Zfsj3/Ps9fPCF8X8N1QfB/OeKXC64IRotA+zC6BQwSHrZDRiQ/sVcbbpLubD7MqF28pkNtvj+SP/kjZ2RIRdy8l19vsUxUWT0HenxR0IIT2aL3G7yQt/QlNJjUavn0U/cvIa2+NidbE000aCpM+OL7GTWt/gaN8oSnAc7dA8YeDO2AgWVwJtk+HkczGofe6Id7KFp+CfsNHAZ3LrEvIxifwmspCNuxDeWbwxEiGMcrSOQ1vSNChsCTiz4iVZ4OGt+6+SMmwxcnboeIc42hsdbGyY1rgNuNPwTlcHLYXn38GjaehhuYEwaZvceyENEFX3ypW3scbUH9x79DRnYwokTIhTezwB6CV3PI6BDz2OWIJEDhhiywynF5nIrv1S4/Q7awhHYeGxMVi9Ddz354mg23nYXuDasMamzasWN1ySCyh5eKLjM3hjJLkT0JR2cLInrLwizgPn4dOHHB54D6kPoeXFloWGuBpjZkIPkbeNOOXg4E8EOBRiELF9Pp4MVU9uSBZz5ghRzdTwu2ea6yzMsS0Mbqww2WeLU0RCAIW8J70dpMFiaJvPcj3U/Jyw2mPcPnNeV1P4kdhjaUR3DKWNWjstxF9wSi+Bl2G5oc88oaBKZRRyfSwhjG2CVrY3eRpIosJ7xqaKCzUOVwNoVBmmRu+nBxvp/bC+N0mPwEjQe/Z6Hwf33Sut4zLrrRe/Ai1p3N46GQ4ijG31hd8X8CsBtP0Je7fgXPbXI1VSJW+Cnp3LNKLVWIQ4xIZwcKu8SwANei+jTZ3kcW7vtlu1fZoiFU1qdht+iasHMwrdfS2LafuNkuKqzwF1eXh0kn2F9HcfBZyHQmvsdk6yHhFUNzbn7gWfkh2KmzeEHkxf5EnoSbKcG7hKJHlC+yex68Y14PyJ7l8GfQb9IqkpKFKcjlk+cCivn4xKj2Ij8HG/hPPIubsNCweeQ8YjX0K+YNxpGuxTJtU4hELgWhu6jXENY8ozgNdMSOCKaLhJshwC0T7IVNHRUzQTEetigQty1CwiJhdYXROgjlDYSjQjxx0xB854/Mzo5oiHx0dsGOKiUMmPEXHRxy+h9SFJW8Lel54hPS6Edn+ulirFBLHtlscqGQYesa9CY4I7DHDHnh8Dyx8Z5iFh8j4xxwbQtshPhXiWsCseOg5c9I35eGrAhCui6FkiHU/knYaiM03VtPwLK8hi5OzJcYQoWMNPyKc6dsmtuKYt+A/nUvB4gqdYowbPLmsFwzucw48r594dhn8QWKfzCQT0wHVDNyElom3ba4HyMRyTNlHKaJhHP8ASwsMkGtvQdZscHIiaODwtckZCKZMjoNMq9v+4nrYnrYlIE3cq9eBFD+vjW/ecY9DqvJ4y+D++zMI29LFwpcOD5DH+JsyeBk28QTXnfBwPaaxseTwmmj+cNPUQobORkESQ8EJav2ZREltlVYmxqUSkXad0I/rDjTNd/ImbYuxKJzeRXTDotjLQJXS8D4RrX4Jw6Fd/OBwRX7jOXoPWPjyG5vyWEUch7Xo3Cce2b8MLCGJnbHYSuJr99EazgQzwjZPpXGENnIkSE030apdnCwpqbPpmxD3g3sSe5ynTfbw5yiT8Ct9j6miBr3FPZ/4Iga8msIF02an30arHudgWmKU3+L8wIS9DgbqNG+Pnlj2w7ia6HNCCJyX5FUSTwvs4DgSm3SCjg9zzwUEigwlEaoSk5EHTEUIqaQ6xlyY23CE1VMaiCwJdhxWsxw4Z5I4FYX3hhYPPDdCmxYGrGbaQhjL2wmJ+nXmsUOWCYup0RuvEEceg+l/C8rkboPgaiEiyTdCz7dB9MoxtJs9jwPULqvTE3SsDH1Z0zL4GNY5C4FiVBuiYmhBoch8CymF1GUbsEie+RKsRZMeP9BNtC0kXbBA4TO7zyHpcrq/liS8YRW/fVRnQ+4zuPTDLPhOkbR3GNinEoU7iekIsiRI2diH2DKQ3r7PJjgFwzuc+L/RoWCb/WOQ3q13EnsIoIe7nyOzbbHvn2xpiDbERjlkTOX6WexznAkXCEhrY76Jogt2HVqw7jKmYIOhG34L4BVbGnGM3t5EUUWK9/F/Pw+6GoxjuPg/vcoSrEudmOEDjNw9UGZj8CuzdsacRnhL8ztxE/uLg2r7xwfzgxL7H5wM2PRtxHNG6t8DeUizVHHqfZU9vuNWPHYbsn4GXilE+FfAzySsCAjsLS03MHts528i/IXifsIivJ3is8a0SqiqU2FymOP3oSlf9zVEvfIbNGM4F2dh8nYT9wXb08/zyEwk/DpYuTkjzKErKNsUpna5ZcCvaFfDw2NlxS67hIhSQbbeFUHDgKw0C5mhf7genBjGhCNoPybMJwY4ZuI7nDGz4PqPitM8HAN7mLF7fA+m3pmzCrFFjYsPsZRYHqgSRfdHCb2OmlHSlqfZRY1TzIb9PFMi7ik7Qa7kENLkZ2QnBDhB0iWhdn3LeKtjtOA2LRqkUYeOQnouKVj7ELK5NWGPHIeYEq8Bp9IanLB6xWa6T/GuTgERExLCOY8EIdrCXUc8kHB5vW7mj6y1K/kSTR0UMSRigRz6GzVDhkRHgadkxt4XQYlUQhlMnh/C1NjzKM+ma1kloOJN9sBms+lkQ1ZrsbDcwQ/QfthuF0ErZRwJsQR8mhGP4HQzY8Dfqa/f0Eig7Zh4hErFkSZYmDw9MMgRHohCykrhS5Y6AkF7C84j34bqWZrlHbjNnKch9Sw+mi6iGcigbTaODP8AfP5guBrkbsMeFiD1MIyMo/jLoYogyoSO7IzsdhLfhCpCi9+5Nw0b6ynOZDDn++Ip9HxCjjJofoP4HI7j4P5zLheBMu5xFSA+d9R/ZOQX9ooG/LDsRqkUb0z+QP2CiZHvgZta5NtNeBVSaG1UlSNXJs7uDcGbSf7nZ6uhN7YO/eCjQ1F5F+R7udhXTOQbSIox9JkXEdbB91+S6doI0olg0+45Imd0NvWmKXiGvAh2hp5XkXGPAzsf24gXH83o4PrqRzQvYT9nvC0oq+BFEH2+yEmtOCh3nAL7oiGht/AEBblpAJ1X8ovAo3UeRnJbqLhVwaNIIoJz5JodgtRGXocQi4URD+KNlwBPoY3b5+XwKTGtY/T0kNQvABK2yvCY0bo12vguNzjCE2CuPxhF4JDRYG6OAjgtvYrDfYeDgge+3o17RuYoVidzMOTCOKzSj9aWy4Umi2uwyGNDssUos/ZoaQmsXFdBnP44OLLoysWbrD0inw4U10JFy6ozRcPqXwNhM0Runy6qFCYvBC9DDbxaNDGscM8BjwNcnhnMfx8OYSwRv2LxmnbEo2kN9AVkXAmxCpbzNeyIeqG3nMHtCfmD2w+WTWjufteHjXMy7JR5FuL6Nfv6EHPjtGxTuQKSbhELkMeEghkbwm25w/ZOrfkrGf5jmMQnpg8Pl0rCF0vpYhLL+AJAuWqUlJ+UO9l5w10mPVp+exV0wCaY+cJkHtnhCH8NY7EJYkR9D52NrCLwULbmNeqLyaWYrg3XxlGl7hQlRa0Hc2gu/Daw5H7NB/CjipyUw/IibuLkfA+v2zOfZ5IZ+QMLmm0G1z0JV+xqP9Dbn8Ef3pP5kfVjL4Y02pdxpP0VapUOJTT/ANhyrY90Rf8AJHbjfcbY16cDap9xKNezl+jdh5HYro2vJT2Ej0hewrpE/P5QSl/3m26NltcnFS1HHg3Ro09nCfyOaz+440K1roD0gxbuugziNGNlGwg9x3WELs9dSOZSN3RqhJcs8yPkZ+SwXe6+hpjlK6baoeIISodMdYbzY1Q1soTKVlH0NOMNuRo4PYNnyJsbY+8jQtO4RwC4O5saI4vibrh8COvlSnnEg1BsmjzyEMhBTfgopp7H33vkTTa2PfBDR7Wgqq8+cJQmo3qm7VPKJGFvjykRyYmeAfaeUMlYW2WxX4wrkj3nuRBzzxKilzIXQIwGFUqzVsJvZxozuhIQQQRgjyT5I8jJ8uiukyxfEmMVUo0DzwHlsMffQu+g3fQPjrXTMkGIgkrfbpRSX4bIg2KI0XpSGMmiaF1hCEFz8CG88AmkQSExyNeRr74JPg7FoblDYdGmfzsdocFieyEycxpEn5YtsemPYJMl1h79I2PDZ8DuWXsT8I5dCY9IYVpEsUTEx8jw5CQKLznYWGM7iaxx613ZEIOuw+0b7ZuU8/yjlniN6Nmn0IYupiELpWCNyXYbK0ZtlfQq50LyKncWjsHfY7/IjQdaDnBO6G4EKjEEVjO+D3Gu53hqhS6bDaTmGpya/YYxT9mxfMXXK9zsUHso9k8YZ+AL5f5Hi0i9ijtZfYeBkrhoQ6/cbO99bwiFwpuIaHgFxmxY/uiYXG00qRoK0JbfJEJQCL01J8D0ykZOq6IamJ78e5SV6gm18HL9sNGHsxaJOGiNhke3ca6UXA59jZKaEMQcFW+m33Ik+exfRvfPGxQ9Q3tw4NRqFwmmgvleCj29Dx4FboPr3Q+4zy8IdqnaChaGJ/RHDQ12NpJ7Pdpip36FkF67+ipNC2znsKGvBscI/GDuMdrUfuG58EPhGnSJoj3Esa+vQllheUTD64PBzxAShvbdIW54FhpomG80EixyEXCoqNecfkpG/BH6P2GhTya8lKKxCw78cA+MNwcDf4j5QxY/knhRPCaHyPENMRhI+T6EtlYUF2DIdkNWz0DtrsJQxo7kNcHYFpxMRVcLUY3BNWnBTEcsa9CBv2Iyixs2UUWUN1i6E4VhrBCUpn0Hj2bKKylKUvwXYYljKNusk3wL2w9gTOQfLywyA0GOB4hotjPUJ4yYpS9UITBZCngThRCJNP5KTSENmkFpRqNiaYN4/JUT5wWWoSISznCg3hsvgTDbmTQ74K8DLsa60csrUNKzvgRDud48V9e47I3gfAbPHfgq7jVFYDpi/kYzbZzGapTkz2w+mHh/LvmiC0QxLGJqiLqnlEhE9CMxJcPDkQlBxDM7hdBciakalruxKRoaIPno89Da8ngIIGC9ST3jU32YPPwZzZLfQsLLw3RehCw52ESaFRRmrogop478FVQjdKC4Xj4JXcvcbMaE2SbBM0U8TRRN9DX7cJoHDQV3H4CL0S0P7L3E+1JORNVbGg8q+jdEf3NuEjemIPa8pw3nwhXV0qNPvI12Ipli11jvrGs6WnV3KEUnyPXUrTwuxt0s9G5ezsQm9iLyjhshwoV0Xqk7Fe03xhdA5CBFwhso8ETmqcZ3D2P0WRBfZKFr+mXKfVm0VjlXc31fYXcjX2+zvvuScjhTtRRqXH80ZzRjhpjb0gk1oyag7aT2Nk2VAuBokQ3uOJR8vTjFyQQ+0aEru9DxGiX3sgJK+EPz5EMGlL/BoOJRIbiqKc7i5xu3seJ62fQYN2bpjzb623iisOAygmCJ8Ma8kKvc9o0J6H0QVD5FKN4opRBZdqjccnvIlsvBRfMWFoMolo9AhuBvQhzOJZ/i5fLka4KNCExxyZ0wiqjNDdaELSaKVL0h0bCUkegR7E8BkPZWRdlsQjc9zH8sdpRz2JQtsVdszVGY10H0oXXvCBJRBpBg16wnXc+4mW8k7PAPPUNvGbfYjtkzSxi9DFplbOOEQmuBYPgfwAWObBeqEJhBIgkToDEJKiUYLj+QmoHwQlOe2CvI/MUNvyJjaCw422Z8WlRqFIMTOSHP4KuIcWSjVZfA8xeRvqFs2MOCEkkOCVo2QlmZ9x2khsu2HKRufYvyVmabRsKKajvkdMRHM7lwrBB8HxOZ4Q5tsT2cMNvC5EkhewMKQ72auyXgRrYWpCN34GfQcB5EfhXejwEc5zHP4Vwx9C6ExFg1FbYngsJwWEStF47i2kxH2g/R92KeeBe1u+8bW75xqd0fnYmSU4FlCmU4DZKP0TwHw4awc3uJN4PiiC6LkXwZeCqWp5Koe4Qrygqam4i1JGtN2t03ORTc5h2NMyupYqdyiYmwsOajmvsTxEaPCXOjuiexVST/ALmpujd6v9yDoV/llTKoGRWIbvEJSKmnfiD0Gy2fmAxtitLulZTkGqFtk6hU6EojUTZ6It/AJt35FtEc2bOac4FxpiaEuBKV014HI3IN8AzQNyFVEXKV47EaD+3sc5sY2Rof/ASy0JnD9NDRLh4g1vE4hdj7l9CX2IuMddytbOMusN6Fj+0THHo4hzraMYkcBkkIDYaGjTEU81k30KXhDPIiawmaDaQ1YqWPkbsRMhsomh8CErRMLodEDW0ENaYloTRwOVDW/hXeIIxI/i3wVa6DkG30I25FXA4FFzb2I3AYkuzPNG44ncQ0xlTY0au84m+JjzC4Xje+1CW1sR2F7F58DchraH4lYnQhMrwQswhCMjw2hggh4DTD8MphohCCwzuLMJs0Qw8CKDfZYEOwaNIpSiZTgLHYa3iCKK8OGqG+4sj+FCCWF5MwjEsCstFJ7H3Gyq2ImjVnmZIcRMbHOJMwvCRdKtMYsMh+T89GZQeEwguh4b0PLXQlR+RE+ehN0x6KoWEkxvlbZeiuBjDbzyzMUJh9j4FH0UohY3M2DkqngcnbxyzvGihwUb8n5KFB3kooaG+xwom0SiD32RFusXjmPN8+pC+EsoRrGP6GOXqY8kinYfgDQYXkoz0apaRyH5fgr4okHq0UPhFZ+xXecSlKJ4fCbaLbxVJT2LpV/gkOTE20+xLDjYuq8G4y/ItX3S0INxu4rdvm2KOSndJGpZrYqg8lGgyCHVDHopz2oiIkz7IS19+/UWLmCR5NHGLsqKjDXN0xP/6iMb2eJE48uefwWQ6sW0657X2dimiVuGtMru35IollFKbIkL2Z+TilIdqOJWX9DSjXSvwLLcK4vAjQPC+Alp9jb7hrWjJlHQTX2GXnYnVEu/J5B7D3C3BLbvAqL9AqTwuDDpE0atH9gZMBm1OUc+BO8jprwa1CESiPezS0bCeyEr5BtXJDfj8se2I01/YpbKOopsTnYbcQuMsQkXRwgxPa60boRwNiJqhqhttlEG1wyzkfQulhAbtIbpKQQSNCUK3Ie1WhMmb6hsucoPHIpRo1yNfKIdw6M09HpMAxdM5vhbeKaJnxNzlOhIzQuw/PQjmaOB8aFc4/yYlQTou4G30h1yjG74EbHIFtRrZqLGJMJ4R2ES9kHI0GehqdzZDddsmyxrDFi4Nly11aJk2hBeBRKQxky8KXLwuOo0TFINjLDbeLhCw1rqP0NDvGscOtJiCCcWYkFruMsK6iPzd2MGvdikbx2Pyhwr56RMYmHcIgpxK8CcjNNm+n4Es9+iVXn+xGCbDWGVm/AnZrhJnpDq5KPnC31zEgqQ2eWG+gQ0IsRD8c3DKGcn0csrCw4lhITRxGJlxBJiRcEpjVn4LujFrDFbRyyclSF+Y6uphskosEJ8XBBLelMF32yBV24PZHo/f8XjhwfPwNHdCJoaG6Vng0c7uO205REq+aniZId7hJbfyd+rsVaw6PWv6DdKWll2DTZ7FM1OG7yJNz7iPA4KEGjONjjx0aaMt3M2VlYvU2zwJMf3KGvkxy15CVur9DdrS3+5SYUfIdyqak5EdPlD2d33Gp+0dhd+RKH9/o7gnV8hb03G9SaRkn2pGQEVqSFme9bwQ+hvpWmr9i4TfwPZS1SlavyLSUJVPCFu9m2Uoqi21/APxn4EostPh0mng7taXEE1x2EqrV2JzVvg1t8CbXjngmwq7ixXSTyacBxQcJV+BIvWYpn8zHfDcKX+CcKaCmrYqOahaGFwd0RII0YomgcK40+BbHD+5F3lsjW5gnLsj1xfYtU1tD/wAlrY2CUXe1Y2nCS/Btv+RshuMXHCUo+hHAaE0K8jbeKUojkhUmnXhJYW4QkNeF1RsbE2cmgh0LkGImffGmhSiLYUwHqEuxh11AbpP6GRbgR2E217CaCeByfGUoqfFpilxWh6OnLKEXKmuv7h17laRPCQ/B0aDa0HttnYs31CXchXARwGw30FO4kmLR1q0WBKbyZUKdEd2UvD6DGRoYme2F0QmLmvMN9ixOlyxh9NMXIjv0M+mELTYYYbzek+MLCDwnTzy+YJxOeQkS4TLOCsjEhB8jlOfsbhUGtClDmPyO26Lm4rNy/L0Z5ZS67sQs8Lljd8rPSkX3Fdqkew3fwhXVoNiHA+RCmCbNUbiDxoeEJWeOEOXhnPMkclJnOXGVPLG3iYZXK4zTjFPfI25QzxofRZtVO9DPBlPyw+zDcZJ4j5OQxk5XEPDaQ/dGxqa3hNclouG41SijtNDejsLnFlw4D5OY5j6HjvitF6izSaIQKE9jjERAb5XBxfI27XekHYfsBaPRsVYtqoexukng926+RF5OKIqLH5NSjjoggih8dznnFI2LWnIunCdzTb83qCTzRzHLwKdPmRol33Ku59FltoR0xipXS8EFFySI4PA2gWXsQtA8ngPMJR3sLzcRlEsXuJdzWGzRZN9Qa7SC0c8nI3Y1RZn6Nq/AWgjTJwtF5on4OB4qFXkQny2V6TfgU/4jbOP0KO2xpm3vsUG0T4F6lH5HZVCFscEi0RR2N0TeM85/Oxywb2FFShTk7qS1ts4pcvgQ/wCBrC88idnAhCKK9guExsmxmmx84aBKeT2CZL0J+Q1y/AvyDtdt9oPlgy5TOePQnpDLg7tYac7CZpF5G03TRcR4HqEOWCZkxB6LhtJD1ulMvWCp0LgYskKcCwYsXITxuJ0qp1CWWJBr1BDUJOiHq2PlUvi/uOd/sJWc3w8xmRU7G3Y53xcxE6Hwc+hCuHpm4G/MZDoyaZVymP32WqNrxDQN0V+CokJxy6HfBRBs13Y2WhU7ijY34DOaZFyfkHH0bIbdiRmCB9ZrnM0TqhCEwiG8X0MJGzvjHSYuON/I4D0J3WVA9UIbD6XIRCHfozD6V3lKxeAQldhehKIj8ZhMMlEJiXDOLc8jO6Fi53DKCdSVGpqKMtsrEEhcGONxxFEeJ0KdN3E8uTGJmhWezimBovbZ5UP2kI7Ip7f90RN8/wAmi6QvkGsT+xxWkh9xkvsKJkqh0wU7eF9LgQ13YgJEFl4pTkanZYSY01jvYciaEj5eDQ2uhCw8Whh9Htmw2dZOjhFc8o7iyHI/whJ846rk7nIlEFsXl0J4E15ItL1siENGvsP2E8b4uxtupDHYiu2fYTXENhptDbyJfehoOhYvhDOU5D6J0Zh9KxJykx/4waPY2l6L7JCMpJHYThCgxPvoJpLg5HLTEWhqkzFnNRBQJa2X28D2yiBNtKrjRiNCnwQ5bSrYgNXg1RuT3kOY8jabI7Qn9eRs/jFt79G/dOx7cknLZ4r6G210bHciL01q9CathoKgtcpjUVrgy3dhB939DRy37CMvbPXCOwzKz04HB5dqdxP3+Abc5G212EKVqG6hJe6GqiGnzPQ79xjzHA0OSTcO4lqEfQcoz2bP5GCNs1FFrkRtbx/Y2twEnqnPMhOcsmbH2fsULnYbH2eoctWsIXJLLJrXyoSutNEG7FWk2I1aoKvQRqTyQEpKod+WNr4CCbFNph8dxp5EQQtQwv3YWEcIxlaWWvBfksIlfaLIw/m42UQTEGhmWNLfI6cnEWLX8DYrCEwjgk66UyFjGzTBPktfIiYosQc30IRHh0Vz3Nn9jumiPhQ10JJJJfEVtidc4hCDWjlh5SGoNaypPolI1axs8Zqkx7t7D7ujxiUza8BwxDNdxkRjEKt7WhUIfRbaCaSORQ7qUt5KEaEJJ6BuNisHjPKL0I8HouqEIQmZhMJmmbEg+QzVOCobwpSYXMuG3LEmLgY+hYpiUexUPuIG/CEwQjJfgGJbRCC3yRDXjGyFCboDg8LoQgajfsRDnka9NHAaOisrZBDS6CloeQxU0sQnTtl8D6FhNiS58CKcgzf0NmqQ5Gw5qxkt8EtIuDULX5G9w174x805Hew3IyEm5wI/5M5BiTbQl32Y3WasOmUTG0iu000QdpBqZoHrNJiWC0TCJ+o5jgpyPXUZohRi6LmVnNiHhJtxEC84QjySDEcGeBO0fJohND0xcjE4Lss9nUAVvsfUrCsKKyn96FFw+x8IaE3OXVPeFxhsa4WUJQhugiBuGp62Md6q0b9jLocvQlo27SQ1rCguBIgHVt+wiRsRwv2E2nPghrP1yUFcf2KEpcXo5BMNFeR30K4hNDYw9IpqxIavbESEcIpt419iQYbcCjlHdmjcRCm+BdNS78Ia7Dp+wrxKi/A3uCTxcjw7u6HIJ3daEo93+Rt5/mdqL8HkpH/fzwL+w090xq5b+4/+sLF/Aj5R4h2DQ7pkQqpzDI/XYV8CPk4Fbtzsez8CX2NDpqmqQYowSNyvwJHdNiEVISTQ7a/g/jAOKom+BRsKT4j0ssJo38pfsO+SU/4CwWO42w5fJ2IMOw5cLykcEhyqP29jnp6E5H8iff5kLXsNg613xFs13RK7Gzegsc6F9CQ1hXYgthImiDbsIsH1Z6Wek9Ii9B6MaNSxD/v4WUUQ0axxBCezkNjRKbZrYvYpdZu8dcwQ2xF667nRWJyJlEfj4e7hMuShSOA0+AxoMogxPj4XcjWwesXf4r4C88JYY23USNDmSFZfQxOP8MVryJeyf3iaobqNexd3Iy0D9EzRKirfYi4FRo5HYZPQ5u2CUFfYlcjlag7CGpwYXVctDTNkT5PXnGnboEy11b6ng1YisQ0+xphMbAzJDazBrISwg0SuD0npKnkpK4ENcFeJ+AbDImUJ3YTEIsKilKVmEJ1tvgmL4E70JRCwo2QQ0kGSagRSEJh9Dz2ILZMONNeRDpXuYoMdFWVTb2c6xj18DikhEiIRjGn3jcoxsolVE2oY3t4+gGlRDHI06hVCp2IpyNWKMswSD9Gho7wxC56x430QesIh+c8XKtnY2Cb6CyZfQd0I4incYuRQEy/4xf44/wDoif8AoGr/AOMnHz8bBgb9i+iPBRHjGf8ATDjGKmJSC2csU2PovR2weO2JhRqbVYy7OjFaEpvvYkrZyFj1aVkNW5wJXc7xttJEToEQlKLnuOUmMc2K9kkuWzVbJ/nMqWVehOWKWR2I2KeRoTdxa/BUk0N+b2I6z7YNNeXcpuo272IjkmKl9Dp0cwL6HqNu8sfM3TVleeS6vMtn4HshqORZXsSeyYl7qJcI/Iv8jOxH7FiJpxJi97CTbaiKz8gIcBHLRnmTReDnaEXHDf6CRduX4Lj2T2ODwmRI3kacHDiti7x77HSRYddgr6aZMbhcslNFWPVPRH9BPcGarYTsTxHZWN00JtuXC72SEJV9FxGWGKlav2HzpF92l47EDYn/AAIt+WInyxJzBmJpd9idrDGqaOEn7DEieCCYl37Za8mkLTcFaPsTHA+wobvuV5Ezco1U2E/sNC0VNDwv7hcKEGgyKEHNwstsDgTwo14X7DZcrpp2k2bJVB/KnR5UU7HZM+xfkrBfkSOWKlSwZajRzBNDse+xyEy40Is38+DgJcPA0Gw0SXJ8K0sVirGbF6KKn3wbaEtGyx2JiaRr8nAfPkTY1cE0glPQ3esRWkaB4+sCGgu2x6HZZDRFJjuq4CWvlmeyhuWUyPGiMrKtSihNjXjGyhMalixLMkDxA30cyEJhBDWN8iPEdhJhCEIIpCEqg3EeR+YSOxr2H6H4+GY2U/A+mI+59iL0NjsJhFFGEUSEHEGstYIjb8Y6PL62RsTrC/AEuBaIXBsihXsbY/vRD/5DEnhocmxsZYsUnI3xNSbciutvgYcIBOCTSFaMStHEYhixW+xYPh2CpwNdFDRMpyi9NGhsdjYRop4pTQqxMUTChbwIQjdrEJSY7iVRC4mN5cTCfiIPk6N5veL4sfhci9D6F8CjXjC2Bouwzces+Y+il6D6KUo1LNDuAkm3sTTfIkTYhrB6eRrobYnNHtqm0Q9Cyyic3TvUbBQe4mohhlr2JRJExVJnvMCT7nEew1jY1VzoWbNV9ipbGcRVT9vweQG42K+Bjvs5CORFQUdhHNwZZE2vI5k28cDEn+6J0pJML6VNRlG9HsfMnwRGjfvgTcv2Hw1eUPw4XmGnROESI9PQ/bAOOvXwPvVZodc07EZNxsaWx2FlJ2bZNpjZqiYuNlWkfkrS5O+loa0sUa2S8i1LezuWT5too272y8/MUuwYl50MTwsR7RF8inY0JEKBoibEPkv7DbRiGouZwM01CzB3L7Od0cWxPCQ0PKXg3hTgcBonJ3IxUm6KscEwq3oZrh6F+UkIm9GNCHcNXXcgqKs3DFJrBN5ofAe+5sxsiPJRMnpjOw7gb5DezGrsMXI0HwJoXuc9T+KlHtPeX7nsGzOH7FwMRGtip1CROHDQT5NtocXwqSbKNJijnf4mYhvHMO4uVopFFe6Gg4IhptOYlRln3sXW7G/A9RNiZp/7hqFtoXCdy7GaB0wWAuMwhPnhCCxCH8CH46IRGskxMTH46G99K7JomO2C7MCEZ2OQliMsWKEIbzCEISRlbY0X0ayyi8KwsZ+gfgLPZCEoSJlU4exfkXmEe49R8m/r5F8LhEosxMaKbxFiYSxRJkQ1ouKbwIl0jcw0c8DCLfljvk4Duw0fOzsjwrQ32PZskOI75TeL6O2JKsby7bLjXUQxh9C5FgkrExXQobQijYxyEhHYIJYLHSHlcPCySfbK7g7yKbGuwlrjC7oN3p5KIZXkpWJmx7PsUZqi3RcDKUebngOkFH2GhjJTWQTxHoy+Rua+Qhu7Y12yUpLiNmTJRt2+wkOGyF1t9kMrQXnT+4yNp4eA5r+3rHaJnrCG4z+QSXrCRor0ay+o0e4diokhvPSDsjyfuGltM48CRxcclNBf9EN8fskOj+zhaHYkRDQ9/B3BctY7KU8odhNn/Lx1b7MrE/3O7oda3s1LDs0/yPtu5VD2Gm8sddWTsIKcJZr+A5psJrhe9DHH74gJ9390W+2LKu/o47+CT/OtmmgvGgrEqPZfCZeb0QSOP7NKnoTC93gk7i4iOGGRfn4N8cCIDO2Nk9hL6ymxkVY0SsGbXiH8g5v0OcDWvY4HiwXmk904M9LhDrvPQ3oiy5rO7FHEIdILa5Y7vAyL92od9qEvnk/Cx3vmsuGJbS70JlxoddyyhLp6G4X3dHuET2Q29jmPgeo0Y0HD6lwkz2RA/R+4xKXb4njkjZGQQzcehE1gn4g4a2sF9zQ0o7+BG0JhDV3xNrmZ5xmsTE0Lk3EJbX5RsGP3DyMR30chGzlOEY38CUc4O+UypBSIPZyCJREJ3wTpmZ8HHwTEJmE/SRjXyQF0xIQuMNDwR8XfD+CfJOjQ8NCBoWUh56FrghDGNr9yOk9YIcLjZWIQhBCSISxYxLTIJvYLswRPux1tlvAtSCxb+1eCn3Mb0lBJoc2O5k5exaRpDUY+hOXi8oXckJD3OUTCE9J4WGqGso2SIIRCmLiZkoq0M8D9Rp9kcqo8sTa233HyM8YFHYmyqWhs2uB8jHq1E+7Lquwg8Nv2PeENqu2YJwUHBqTXLKOHUjcR/mFDR4HFGzlklcs8GBAmFFErC08ntNtBDRGKXHlj3y/AsRTu/Y668CXxJcJ0/wCYBclfyf50dKML/wBFnNu/EP8AdkIcd9js4ER+aGEMXqPsesMsexfzOigPsWxtdinC+aI6lEdRAE8p+0JfP7Iv+oP8ePtJ+wze5UaZEWfcm8sf9wZtdlFIb6BvQ1sfaPKPuOIsNB1fyCMgkhOvIa1eK4x3OClHpa0y2NnEOtpFeD0itjbOGmLCrM8YTQlCKaA1aJz9Z/klyiLuUDtSG5s8J8DHZ75GNcuhb1G5B77FRVp+MGv0DRZPoXsxLw1WmJ1H3L5IIpjdSUtj31wOFzguGhNyK39CnAh6F/uPhA9hdQeNRCT8RpYQS7J6GIWFTVGqhq32xSETgipQHzlGsOePhi2tHJL4TC0Hj9hd9XPHKkXCTwwu7Psicyb+tobv+MOUV8K5KjDRL5EBvsJcNz1HgQbuN6Ow+fhF2WdH+JNMToSuPKwlRMziNlTh6L26HZe3c0IHbfYdU3fEOZsupyxPa0PFKJlLhwK4N74Owuv6XfTCfDH8EIQnRToAiIQgkJaEEEhB9MzOpqkJ0TpnRrM64TMxs+EcdsNCD2GWjSKzWnMMZaQJhCmLFCYhBLFBo4Z4CuGiu7EovFCmV/tHe43s0HQs1gru2e8Ca8mLpryiLsXY0JCFhD0Nj6HhCCcOUPOmcCixBLZomINqnBkEUVuEn0jvmNttcCESEIPKPfZPA4oTOAR+BX3KD8jDEhRhlDc7FlGiP2XR5TR8vGCHDDzvCbRb8oYQ54cUyraGeBvNvkSFkkNCe2PDArJ2nAOh4DZHOkfIvKHKe+hNJWLJUScK4KlMbIvvMtwhmmra1iGjfQ1/I9DLBbnERTj2GWXuom2OaEmsN9ZJ8CSSg+x+Aj8DpHpIDE0N+A1Bq7QRoZIvRclp+PgaIV8PktwhGdFKpX6BbCpBJI/V1CUJO1CRB2yEjI7Y/Qoe/ppHH5Dw/Y8jQV2mPAY5rNFVu+bxJSq+RoWVmuDmGp94XTHSZ4sVArbwJNRwaL7oUabQ0tLsPcE0JeRvSR2ZRHzCH2Gu0aJs4E5ZXLDkJfwge1+juztmrY16LO9g73A2EYzZtqhb09HYk6nod3Nco2XoeFyTpwNWxc9HcQn6EsGtsXToeV4ezUNnHaj+9HOt+Bo5RvKTfAxrWhIiXSmaMNDogvgf982WJ8egfRCjC7YQsJxjmczmJE2+yiW9jlDEAt00Phh80Ql0myhsVONicOaMhPIoJhCEiYyXTygupCYhOqEJ0IrwV4K8D8GCPwVgrwVhGV4w9A3Jjv1QhOmCfgjvsUCEEieiYmCKSFh9ExvExOuYnwJ6H8jxMbG7cBKUQl6KNMHCPkXuM6li8t4rCEzOidCVINBoaNxwQosDYjfIT3GpnZfpHGDYI+X1kOfQsW3vsPWIQ8G8zo7ixBhMo8JYohUVLhLDNeGP1F3sF8tRdplZd2bQ+i1CFrSO4oYQQkm1WRuzX8kdwxjxsUOSGpMQQ+uhCEleULwI7h2jWsP06BISEIb1l5EjJODnD2U0KWnzgjwSlBTbfPQZZRKBBEhg+zkkwyxbC/DL0CSYLC5WhF4HgX9oUWbbZCpLDmLa7UKIPsOCYR8heRvymhOK8yLiJ9hu7Bl8QkHNOewtmHfheM+YBudbLlwIKrR6qYewRExzvsl2NPMv36ERCRodEGj8Bls5R6T1noOWQ9A9A9QtoVaa8j2h3QawHn3o7IfDFtEGiolsS1XujVVvQlU0LgGZcOjk8Dg213xwqbLY8aEzwD5aGH5G0Eo3wO20gtaAX9Av1jVvg4Bq8kcH2ZAYurk1xwCRBy0+DtuMMNTCWN2/5dJUZBBOGz/KbXbyRvLxxwWxaZpy8rSSIhaEmJLEHijuCP5IEX/4T0T0cEGmN2LMTdCEHi78H80j8WFMcfjlqerInxjSx+8o8LBfyE9IzzIISI1/J5wn5HS+xRWFyM1ojDew2jDZS4QOuB8zZEGOloUBvyeL5/KMw0iEXREQhMQmEGeAanx76ECOAshGMJ0LL+OdMxCZhOhtvrmZ0TP0FNqI+6eVZUk3R6sWOsUJmEIQhCEIQSLmD1ExJ6H3Q74PpL2eU2zkxUs/AYxspwU59CbWHPKXQO7eEPMF0rMZwLaGsBJIhBbEUUsQgiYSiQ+vtSI0DSScI5NLC5wvI6EMY8WxGMkdhkoafA0KJnyIToar2XaFxfCIKQfQQhdTkLEuMNDEENEOqExMmOD5IpiCNn0arfYPGlD0+ytvMwhikielejb2MXWdfqJahBoXJzKmkzfkuFWdruId4khN3SF30x9NXyLknQldbbLbYmP+Vxcqv2WI77EVEP5X+4jfoNDQmh232HqEIf2cX6jNkmJCcEbfGff9R9D69UNRe/B7hJ5Gul4Cu4bfRjRQ4RvmkbaQhKsYfYzhRz3DuMXo8HzmeSLtaZSaJgSt8DWh+EWwzybiaBs1OQGBh6D0WNU0LKXvhXJA3GmnvEGIOvaG9S1lwY9Bfk2+jyLq8hppxkO4Yxc8YV5WIvnIgkcoThU8CUZjWJguwyTi6uflMnROvXgmDQxG5vgaKP8As5b9AeYX9/CQtDwgb1wMnOH8m2+X+45W3PIoaaRSZcEg2NgjJNEwYyu8FAukjZyNKU7DEVrZy/QbR5BNPv8AoIeFuiYvwz4ddKxy9F43ijWKyyiij7dHWNzo0awyYnTrCzOhwaGxrn+R9M4EJ0IcbPVhokSrsRDQ0KTsJPOWPJJOacGfufc+xZZRHdGqZVUyPGxjnRfgbuqLkMIhYH0l2P0EsLs1Q3hDWGJaGt5PDWExIPJ2ngkTrN523rggz89EKKLKDEPCZkySsQxjw7aPZGu46QzvDwR0FMavoqN9CcaaGrvQ9jgbQ+M30IWG+nmmLnpMZEyizRbHpvlnbOs8CJh7GLq+WRrGsHB+bCURMaYTll4xJBRjJMao9MPjDab9j5TEIbKUQVHFwURSNxgnYJpFpDeW4LcWi31C1Dfo0HsQywJhp9rHKsPrWxL9RQrlo9IryJ8PF7sS8xV5KvPRT3MK2k/Aq8if1C8KENG+SDiCKCRW+6NefZHgUjR2R3s4N7D9kNoSdx400MkXgd4bljaPQvsNkfSG30KmW1NITs5A39GI1X/AlPsNmyhiaZCgvYajEBM1Qh8h5eCJaJsY2pudhj3CG86FlFZBsh6bQhyw9MQe8IbLmKMWF0LHoXQvxsRlr+DRopnT4ik9Kn0vgXX7IJluFXo5Qz7sujQh8ocfvjmfmHIQyXIp8Mbrk/BETQylDa5YUlwEEiE62VH2hfAZ/olp1COGVP55kYT4pjkXwoV7DWIktfoWiGP9Fels+gwV7ZVPvG/IIC++I0sUo6+DyZnROqZQg00IBluX5EvdsWErBsYjWwmMeFjjcH0zSG2MnQxNCC6kzywqFkhDZGTCIc6JBkIQhMEGiGHh4XAxO56GfAaJvLDGPDa8vhkOkcnmuuanzoOPkY7YseZhDH0odVDGQmXocdqeAaRBCDMSuFjuQ+2iSHDOkil+F0XRY/tkooOcRA5GjVu7OK6Daf2+qvTMK+WJAbbwSDZbK2LX2KR8pl3CQTLe60d7w0LexrBZ9pqCaFCEvKZVHtDc3Z4RwO8hEReCIg9RPgkk+59ieR98GehIe2Jkkhx5F14Fox7C3MUyUdNr0CaIdP3Kbmy1YTVJ3wl5FwNIge6XFqzRc8jkioPTF2w+tjuTgk0PQibyBCYTh+6y0DcqNvTYPvxS82c5L7EiS6/zWCzNDUixy8YINiKedSeC6ICIKsazTn59Y8D+B8ybfGFxRXQfGSsJWa8GmCpJOh+0kIPi/BvL2KS4R9rv9CVKzbVFRD20scOhecXFNYRX5F5BFwnSv6BMipb+hQNkbXTOjt8ExGN7iV2/QpDHGl+obzBqxr4PoenGoINYbgzbghYmZcTEZCFFZYNJFOOiCERMsTx5GvtYeNQ5YkwPoSoLSOXRRi5FwJrCY+hrtnEXpzd5iCENEwggxLohMQWKz4xGU7zyKuDQWGWCBHYbGPH8bFHyQ53ofPVqLl9GVZPkeUJFDH1PYQxpEOBJ+cLLcrJ8CXhilNT2EIo+Csm6y0d6KD2RwWOKexC7C4HRb+YbEGjU4myGvhmngbJWhOErExfBCDx4HlOKNUfBp4jIYkUb00xNLPByvWV3iZXNw5CojEw9dkSxS/PyGzNtHD6JUaCPng5w9fRb24a8s0t4y8hp7w6TNrDWjkx/NwlsSoc30J2xqbGX2o2MNnAl2pr9xzAsrHYBxJtLXvMNyggaeBeEj4CVENZmEX8BZ4EWELHcxys2YQhEIUXEITo5+ZIhY06+5Scr8R/EHh60E0++HxjMQ8OwIdMPTp60UcCvc4ZzyN1bqLOCJumxnrei3Y7SdCAtrNCURq2FRSw8zyDQSPDQnsUCdE/RNFfkfVUiR9c+BbejyiS8foINFyPwHf0s6IOZR2NGswgn4C1yRhBETCYQhCdSUM6EJ0wYhVDUPD2bhrB9EFRvQ2UpcNo5CGKLoDvhFHwMiC+J+PjqvYxBm44dqxnurPBDEPDNEO4uBjHj+yLJkPjCzfunh2O+T6EJHbB4YuhMhUkUZZ3Y1DPcTw5whMITC+mJHbCYMc1/AaptvOqSH1vN4Eiaz2BsghcGhnHdKYHjizghDWIFE/iPVkuDy2yxKbF5pi8xcLeebOMhq3FLZqDNPtP3HhEhIJFQaKPQMeiOwD4QkwTwJ4GoWFjw8R9osJJ4XgHsKi/DyDNG9izaZY8Bl5Hsk1cPgp6OO5c4+xyUR3gfTw/nY4T+hP2TcjWWxpC8nIlpnrRsmh9elWJ7f7hBFFPrPrHpmskqVo41RhoafRS6+6bfoJKiLj8tmziEJZTnhSl6bep9b4En2/By/Y8LU+vnov7EyljmdhHKmKokzj+Udpq+ym9vZxHL3EvW0aqxjrhjNAp9Cp9xsm4xF9srFIRc9Emqla0fE0yqmKNbHUrr9E+pK7iR8/omh4yfGkzyESXH6GpcnjNvM6L8M6ll4b6ERkEXLnsJF0wnyeIpOtZeGhDGwSNUeoQmNCEFirXIpIccTo7BqzTsNjeUUuRenRZlCDfVRvwIRCfA1o2xjpLNl5dN9dxiGQY0dJdIXCGMeP4BMYNGuLxamsJ5SMexNwxDxwH0LoXhi6lCDHhd8d3DulBMCjQ1iLLVQpT6CJ0UW8TDZyQ2sNlGmrkSvJCDmmJJCcbMZLR3FUJ4rh9TVfcVY9Kdo/UfjRVju0F5H7hu6Q5+SoXKYJCQi0bYlgaQp4xoqKUuNFG1gw2bIYaXlofZxNHCG3kh3C8w97oMDR4NxDXktX2GezGwjD0/JsGY0BcCah7RnbaOJ4Qe0PY17zx2JOxYjaDiWMI4IK4iHrNaF8P8C85jxiiOC5E3uLcbNkIQ3JD5NDcmnwdlu/BPg1YKP99acK8FZv8AcJFdE79LU303JSifWunsLPgpLiH8EfPwpghCMVQ/gNSrtPkTTzywUaimj/2DQ/Q0KsaKjav+BOYNJZwd4chwJXRoLTDiD0NPdlb+iXwR3giHoWJpB7R3GJ9WO3G5eNlllicoooooss++Nl9ULEjubwkgnFBJBJJOagkkgY7DlGTqVZ5BJL9C3DspDbf6Sdb6kulrEv6I0Qx4nxIeYNY24wTbgWw3wN8CPqGjO0ZyiGvDFwm0W5FVLGvseQgJUJEwrLGJiEINMjGIJfHJV5Yxl9DfKHFoo+h48QQ+hd/S4ofcYlWTUagphD64RQYhrDH0JCXSfU+hoYpE9+mlLuJCHsXkV3kyyuA9AgogqG0QaHQp7mysTxcXGpmEITGydCnS9HJFiI0jWFWKIJi2KM3hGs1eUNPYNPaL0KHcfbJ20ewhyAbeWOcIeH0XZIhBzBEHKeBWlR2VPhFBbfk8Y7uHe0KcZPbU15NMeDfjgfJNaYuC0Yo1lU2I9hW4FBzeEJ9g/kb5GTWDTWsRwmtBPfk9hGmEvfO/QfSepCegqzfdJ3CJsHJRx0LO+lFtieMatrjpXJDSGRwjS2aNYXcWfdgscsQk1jRoo0aKioq6QpUUuKUvo5x9GsJURJFKfxx/CsbreEVDqNKeFJsxE1tBG5Q0FcfxE23Aye0VI2YiT4JejfiwT35K2jQ9mzaKh86ETGqqY7Om0y/Izk9mqj/WVGyGsTqXPT46L0pNkORJfHOtr2G2+fhnVOiZmZ8C1hMpUht9M6IT4fAc/oYOId+gkQZatiQXgIwnB3ANXApyZaqCPxiwrKMY7CUJvBCbITCEJ0zCEyT5NFei4fj43thNhfMMeaPCweExsPJctjTdEPo9ggW48KQnnsUssfQhCHwP8LRiGhoZdWZDwvQjkIQvkLzCHcLzn0HoY15B9h9+IvKexYD2id3IE8lKaNYaJRTMXVOjZXgVQh7iPYQ/5CYau7PUPA+B9tRkbw2BT/kH5RHyYlBKhCYZRPFRMd8YN98pC50clOILpsr4jNDtX2U1THrePuSCjTqNkozSm2OGPbpK6LncINFbHhMOdwbW++G4i6EOSOVvrgaJebiEiQ9RfNHtnsX2HpPWJGGq8m3dN+O4vI/3P/BiojQZYWV0cdWkeDsBOwaa5zcKNk2z0+5zH84QWFqi4X6CiFwuZErjrkfYuJnb6RHX8FHPiVbQMQ2EmnoYl7kbdLsbeGKe4GGeUdvNEZyJNjzFTU2MQQdkjUhwJg5PAT9RXArujg+l9d/RNGNhpr4J06H0rTEJcH0Prm58H0Pp0r9Olq8YGrn4J/PpuSejQb8CwwQSQSQSQQTi9BOMkYo7FaPdmPce0flPdkfbhe09h7cL3nvPYNnf4b8TZT5JOmdEIxrQt4ES8B6UesYUexEJEIQhOjfVf0SxBW1v8DYNRliWMwxZLk544kQaDQYa40NhaZ+xXgse7iHz8DkLoYPK6IFHllwTJ7oRSeSnkrKU1jROgTBiZQ35K/JPuPaJZBw78re49wusDW9pce092D3nsDd3HuH2N+SsUiEEmIhCLq4YH7E+RrjeCXBYQhBRYQkaYhbBFMM02LVRiap3NNCwexKqGNBO4uznuKrsXLRketNFihvob9GvhQetoqKWhbjnNr8CRcL4Wi7UTTI9wLGq8o/m62NuPKeKfTLRE+xjE6GqS6AJgHcQkIc4Q+mfNcLE0hrqqT46dC4fwc5wLXwtaNMeq+PgabGmmIc7PII2oim6zwMYP5KIK8Chj30zwEUgktK7k4q8HtkspB29fMLP0aWNvmvQ+mfH4EzZ5CL9DBsp85fxzpcDX1cfMl+jYtt/NGCRETonRP0Nxovwro/WJsRKY6uyxYUZrY9dHDHdHMWBSlH0coTphGLDegxj4JhC6BcD+DiQ9DwxkGITDcQaN+SvyKq0WUp7kCUWC9hoiIwixeOPOyMmJ0xZ1jWITEzCYhII15L5DKPOajwfQYM9XJfIdxKQSIQnTBvkZJVisQX8A0J9w3gVwLbI2sWhyRBB4qo1ocQi4VF7wsQ2cxsFoKUK69BcyYkdsKvXsg7zc3pjyR7mk5O+n0ekvmhayeozZ/BcUV6GhMhB6TLf3iYZp6Eqxk95S2JU/PS3HyaiEwmz6Z0Tp7/B3Gdlhky5DNEL0bFcr4I+Tx4z1wlwM55z7EeSfZqjHOOMrcNHDCi2J0vBeZJNip6GOjT5J4Y0bghJiUHwBGvmT9IljYmx/G38F6l0JU8pJ8sIQhBkbIQhF0whOl5qPCN19MJ8mjn4J0z4J176J8DFH659XcEbseFbYk0IKly9vD6FhcnIprCQuWUbExBYIiExUT3hjHlCw4j7wn8PCnIW8NEF9DWhEIbCDW8GECiRBr0aY0L5nvPee3Keg9R9D6nqJI8dLMzmk4wSTiakeCD69HrN+wp3K8wjJjWKDWxLRI8ChQmBBl6GXI8A7excqHwNR4nicsTbTFpDWnhjirSaJNM41NYXeUJPszhbxU1QXeGNHE9vFFjuXBa7TwRhp2wryg3B7HqIvg0/wPQL7iRyejm9MaIQXQ8XET0NfdtplLejzn1GNKaqH8/TqRiYQ7X6WYW50vMg+SPoKLghBDZEd1pQP59roa3YjLGrhiT5fYvISb1hllF2C1w9EdQ00SnDFBhUrzF5HaCVhMz4J0SF/R0G6JB575hBrCfzpNiCVfo63hOiZnxoWhs8T4p+s5/SXrmIT41+hjCI+BiRT8jtuD7HQmHhcrDO48aoXCZQzImnheRxi4uLk4DcwYxkIJCycsLrYuTthZhBnLPIXRwN2IQhCskIQhMX07eRRRRRZRRRRGR4VheFdAjqJCEGifGBIWWxeAXsSOCwzjWKUo83DlUcTXIalJ8nOhxDcIGa0NFvucjGxsh9CHgYhIqye8TyMEnoZ9h4Dt4NGrOwpqofUYtNiXLYutdGEDRCE6ODnDKupmvbfh9XCFdQIbSo4ZH6KNmJxY8o9FTVT/R6JjUSaG+lFt4uXwJt1KM1Msi4uaXN6KhjvR0UTeRaSZoYX2MXcS+5BtIfbQ9mBNCOce8xs4c7f7ivI/mvRMX9FBLG3UuFcz5khOJJfo/Qj79M+KdDRFOh/wBFnXCfDCLD9CRCExOuExP1A+RNod6Y7Qt9Cjwhb6X0wsvNibwUbZaKh9R7OY1Qg+hCEhx8j+B4vHbKy0Y284kdKTPE5iFh9JqCWIQhCYTCEIQhCEIsxZhCEyvgYunRRtHcrjA2EJeAjXmyZFlnZjsxNWXKUKEy0JcsMWtiGouAWiJikp+2hcCQ1OcXBPD7xJQ1wbPBI1+watH6PUR4Iuhx6KdKheSFPYk9X4OAMuaQVCSIQ4y15KnN1YYzTW+ls5I1VdFNnNvBDnQ/MPaE7Q3EtoSf6S+Pcy3c07HqIKZJiuAhob1kwyYbo1T4rlb7Ni48dSNRkQf2bKLwgXhhe0cQa9Q9LZBFhy7iVlxSmirNKaKUubm4X5b0fgSxvcp+hQj/AEjxDbf9en9AfXxCRsThwQ0caUNt7Lh4SwfwTY8oTMvCiPFQmk1jZseOCaGuouMXnh1PFvHbCFeiEHx0uJwxYUSR5qKMXRPg1lEzCEIT4V0PKmKdme0ekVrXg8BcdBHFl4eGdoh4TVUueTSY5wMpGPswhtrh4NKGsP3omhYvWULoBOs7sJHc8CL1+giXwqfehdspYhMVlFwqZUawai+vEeb47Ndy9CUkoIUb8C4d2N3hd9BdnfD6Px0QhCEIQg8nDTCxDoSH+GeB/gfgMWBdJCEyhYEec3fMop/Mvvm0KYjGs29sfUiht9CINSIQiPHwUI7kTyQQQQiwgiIiEITEIRhfHCdMIH1G/FCtEq+afqkBv0/QNdE/Qz9bfhhP0j69EF3VkgRBvpXODykLrLHiYJE9D89FydzhBBZ1Jo7hj+B3EPnF1hdFyyZRwGLnP9zC7fQ/OF5BiO4bgni4XMZs2NE42e4XkH5z3noYHrZx9Q2IuNnsPZiRvsEn0Pobp6SPcMo9ifjsN7YvkbJ+B4Zq33hCby88XUxiaQmMYF2dGzEnqJ9mNS7FtGyxiuH5EyLTEC/AQuql0Ri8i7ibCNY7L9H3jV8lF6ZnhmysINt+grvJo3U1VYuHTX1jkhpdhkWFp0Yve0bNl8sHswVlfkvspS5PvkvKK2b44FCh3FR5waCp4Ci390XY+osV5bYmL09vqpQkxRFtn1w1B9aeF7E6BF05+sSIVl/RMbCHVCE6E7IEJ+nXw6xehtIbvgeyZhMQhCDRPkhCfPtkIQmJ8U6IT5b8HIujROqYczM6xMayjxHhpw2M5CHiCRojfgr8DfrOCEzWV+MWIUaqsQfXRLLUMPK46XhDw+BCPyL7XQh8MWEkQ44LkuH2RWPkaVQj8C+JQ7Dc4KyspTYmKxeh+cO7MR2GPVdNEVNMVp+hdO1UVj/wcHuHZ2ML3L3h44dBcYYxH8TqY0JoaxoQnvoXTN9rK0Q9F9mohLwGtxkPM8ND6CQsY7CBY4Dfox/wdGXwpUWUPbpMI8j5xKhNCYNCCC7jRSGhoTODbPEW8PkqauIiEZ4TLZSleHjRsGsUiNkObkp3pRsxYmLnsy6pwKJrujYTdobomEQvwzxcjGreDd+BdKWDxeqZIQhMMXIhP6QxMG6JMbxcUR8BLqrCTv8Ao4TomIQhCEJiERMpf0AT9JCfqp80631Nm4035IuhaZTkQOkbLJjl0JdEkNYgm6E9Z6icY0UUOLxweTlhYXY2jn+jG9YUTG9ZJ9B3Fjn+8mo/XokIh4LExGdjtDllENjH6lWaCdInlixCExyDCOfRzML0cMI/hZeLhokGFjEIJGiI0UsjviNiFL6JtNGjZeiODY3tiZPKISYfYYkIT2eYjjGNUOv0yqsoT6Jh6KHVIRUsSYSHokJlyPaOw+STKngSEZ4CHgJx8BcxdQWrJncH7IE9j0KNMryQecSEw3CSbHTNB4oSMQoqhlwp7LKXqUkOaxew9FH13oQjsOXFidUIQhBo2doW/o4TwX9HBLxcpmIJFx+jbhyJdK+ZtJbGdv69P1E/Ss1jHDxSj3hYHQmY0W2xHbCUQzAhY7gXmIidE6KxjOMNCwfAuEJYPrBjwhZeF0IIQmDITHYTxS9BYbb7w8QSJhBlmPCC02ejQhNFXgeTxcaPoWOa7lsK+rqTwuAiSYeENr7FgJjRzCGKLoPRwdMyuskGhDw20IxlOTsRsZsRQyYt1DSokUKPsPSXhHDlDRAT0Sx1hviL8PP7naydSZcMbCnqJicYndGXcM7CPwQGNVTR4hss8NCWyRDwhGU0CkoXpJl34Gqsbk3hFZWM0JnoSFqDZRjTJDxTtMIhzK4+yE5z0LL6Q+0ylyiDkgaSJ13oYpxHFhdK6oPC4Anl+lX6ZLAkvnXTSfpIDPl0T+uP9Kv0E+NCYPwDHaENG4V5GuQrYLNUJdihVWJhSKEkPgS5fTUVF6WgzjGhC6KY7DUeYJfCls5ZuEiEINa6ePQzi8MfSWGPCEY1xcUY7VjroY+x5hJKkcIH5OIPnOxOxexDuKvuEQudA2xRt9HNk+RYeeDrYxtlzGcDLEZU0NbG5ocNd7I7PDyNHpjJpfZTVwQ+xXajTfoWm8J4JORc4MZ2RuEIZwYvTS5vXTi+h24QsQmKUeHwLfswmM8RSkloqPWl5FoDDJgZrFyWe0004ySnzITCXouN8YKIeo37EvCwtwbkJgzaFVWqO6CLuvs2Dw0DVMXwR0tdCZdzhva9j5MD7AfsXjofwIQ+pw4XxsfPQ1cnfP6KyCZnkEl4xr9FSef0Uw2kNeYToX9Df6O/07nqJj3oYxobrwHSayEJelJjZwnTOjZcw5dLEhYfGJ4WFl4bEPCHzmEwsQfIXQ/TbAofQ7i1hjOwy5H4zGLvYyXA3mmK8C+ihMupohaNkucJiEqGaZ+ODeWhNhIXghBoV9EXSS0+sTEZGV4LGH0RWUrTuO8CD6K0oTZw7DJCRsRRfZCEv7iXiO42RQXkENfucFTO+ImoE9iYmM4AvkvU/wDPHRBoqzDbFhjgaOdzG4wqm0YVU2hMJ0AmNYQ9jeA8Foa5Q1rzlfDBImIQaCR+IfhEngSIRQg8LUF2RMSFiU2MRkwTY8QuNi3yNiDRzwsvFY8KhwSlkfQgo0fmfSjziaf6SY5+dIutf0KngG7z/q54mL0JfZ2Koj8G4bWJinjYrNAjkYeKMhCZnR3H1XLL4G3mdF5w8IombLoCDQgkTDyvW/kYY1gl0JjKRZeTRidEikB+Ix9InEUUiXwQ3haDyMYsUR2NGXT8SEHhwSFEtEIK8fDofAxCPg7dARS4cGQhB+gho3JjgqImS+yBKJYJF7GqL0FjPFmihdzYmtlhdlw1iY0RiYw3jUubmlKUpSlKUpZL2LcbFTZWVibE3cusN6JwbDtshhOzVEJpZK4WhrBBMY0IjSFF2UQTwuidBdRoUeIPKxCDuyLDUFj6HoH4D6FDmgmsiWFIGKDjofQhdk5ND+WTJ9hhqQSw5mmCwvhuX1MCHyLeeMT52hF+TX6OnJMr9ClDd/oe/wDTZ/RJ+imXhim0WJIiYmYLRv1HaD6mQhCHno7kTEJmCAfIwscFH0uwyjdjQsLCdD4Fm5TP8jDxMxlDDMNAMYuITLbHd8CxQogwYOCw1hcYc7CDVBaZohBo3F4EiEP4OOAukuRKJ9DWJhkw1mlNDg1pCWGWl7GchjE4hpyM4JXSznc4aYhI3spulCfHXjBDkT2Q38CCvwJYOaxhMc7i0gsUpSlKN5NCT7ELuQMoL08ITWxZREI8EEYTEovweEYwhbykVBOdob1oY6GCQlhYeOBdYYTO15wNwutM7kFWEIWUTBCEIUb65lC6FtFe4vwNHYq8n7i3uFxh5BK7CwNyllaHs8hTKUXsP6JcE7KGphmiSlq9ncGN3eAvZCQT4PJsmxINiMj8CT8HoPQUerB6cxRZRZZZeNiK/B9D6n0KK8F43hZearpAvcPzHsL8leSj3F9FSa5n+h0vzTrp4P09+J/G/wCkT9PMQhMzoSIQhMGFpjeEJhDwEJEYyE6JiZg0TClSFmYcQhORzDYtkG1Bi4YuoaRG9EFhdL7nfo4/DHBJFCdIEwsIzfgT+x6DzCTNE4hDjCw5yQcWPCYodjPloJpKsM55J4/OKRxx2w8LlCWn0TCZGKGiEZCZ7CzsoxdsiObGrEGh6pbA2MaX4ElExu5RiQaNtSUvtDNM2TCxSnaNcIGnk9wxM34IvwL9h+wu4Ynts1SQlcEEiEIjREaHMaGkNI7MeFk/A1obcKWFirwUY/IPcCCRtEsRG+5MoZxMaBBrxhUu2F9CfoT9E+CSD640pSlKsUpS4TzshA1Gvgaej1noFPGEzZS4hJoRiUbIg0TmGqNcoLNG8FOWR2EMWF88xCoxdT/QL9I+qk+VfAhDZ4n6afHP196Z1whCdMJ+jZMwSJ6xCEITpnwKYPBB4fVOh5hB8Io5Ue+5QYkcFGxsWUTKjYk6GuBdMbGszq/zTWGzQhosNGxjagxpcDH0nrPDEIQiGiEGiMQgqyBw2S4EEIaNYpsN0MW76xYamwkxHI8Yjjjtl8nJCevoUgggqKioqHCJMiJ0D03m40a5Q5k7A0F8if4FDlHFzH6He35EQhsosQhDbVC/sXHcplEDQSQgGsfoxu4DFbuEzyexIkCUSn1zIpCXyQaQ8WyYQSF0PLVmkbg2jzIXgKI8CMILppS/othJdNG/maElwxxiy8hhnwDULhkwhHIQwRBy5Fi/o/AOP0vAuu5EnkYR5yXszHuIIJJyUE4IJJIJwQQQQQQR0jsiiyyyyi8K+TpzMGv6DS4uKUo+hFKbKV431UvVevfVS/BSspSj8MKUpSlxcUvTR4Ocv471RlwpsoNMYNDZcrCFjZT5Z6EJhCDW8zECPB3fQlTw8uoaNisrBtlwsoZ88EKs0rN9EQ1Gh4eLhGELBYqJtbXkaMW0OYIXQLfsC5OOO2WI7LN+FPJyG+iExl1UI+xDgU+0N7cQvM0jd2PQR7E5Jky+9cjVop0eFUb+CzdwwxiUXiErsJPBORCCROgs3quKXNGPFLlZg0NEJjblDx2AeA/eLdr9Fj6tYRB3RPz0U7/odBq8YhOx5DDxWEUvgUUGM2pnEQs02v2Ev9LQaT9IxYaGuhYrnPW8qnBS9b6diwulUIXTCYnytwf6bflfxr+mP5r1KQmYKLpeeernpWaPAcYvFRvInPIegSLsTCCWbjuPnpuHyFlzuPP8nquy4cw+qlKUojWG0Ucw7TKyjOGFiiZSjY/7I2OJi6H8oLovK5Fwum9T+C9MxUCNYQhCEEiERBGVoxChgSJJCRGLJLMITEITNxSl6N9TzCCwuhoeZmBomMEurjM6J03qSolloT8jZb87+WGNOw/QaeCGecXjEi7CQSyXRHQ1+lSI/FPkR+eidE6oJJcj/QzqUv0qUM/SFh/6YbEkQtCUavoMfwX4uQdgzwSmGncld8C8AvBjETE+ejHy+o+mZRjbGLDZeulLhWUYVlFG8HCYNGkmFlDLsfb7yTFoYuOL7Y4YQx45IkSy8TrhMoawiZJiEy8wmYQhBa0axOoEIQhCEJiExCYNC6YTEIQhCYa+FD+CZJmdP9v0CQnQ2PHb4YT9LDFiZXX0JttMX+lNXCxZXzrovwzM/QwnSjCV+m8P+qn1MmIJL55h4mWaCDXQoJHuPwIQnQvhfU1t0cMo3fHQmx9C5qIIK8bxBpGsImJ0JEIQeCe107NiQk/POC6P8I74LLWOS+F/DD6Zp0zBomEIQgiEIQYSwWCEIQhCEIQmExPjmITpYx4mFiHAiDH1QhCE6J08D6n1wSKXDw0T4F+ifxrKKLqjpiafxT42jPB8MxqdM+JnbCGTF/SpYEkv0rgox9E/0/f0MF1TpfROiY7k6J8MJhCYmHl9abYeOGGXDmjQYZo2RkZMITGilYmTBMXg0QaIQhMQhB0eMbhcTBo+ELgTkbb6xw6TOL7zOp9DxGJmJiE6phYbGxvpmYQmE6oT450PoS6YToY8ToQjYTjjwx9KxM6+Lj6Pa6n0rC9cJifK11L4YQhF1IWF1JvgfYfDCE+KCGNRMTE658fbKIyfp2sT+mShs/1a/oMzMTM/rs+Jv50+Ch9D6WxPJdBlZU80J0IRlZ4IJvotzBohMU0RhODvPekVBaFiw+BIgizoY+WcBdDP5XwJdTFhPDIR9beIRk0TEIJE+CZQmJ0TomJ0PXVPnTxY7Tw/0iHB76ZmfokNvkTon6ddCFhfBPTE0/0sPCNT9NMr+kWI2eQS/Stw8P8AXIT/AEFMTofwPfWn6KdSdOeC6L2hFFYGOQ1nxlspqdLGouhvLJhYmYREEaIw0REFgbEgswrS2LDwzjzS/FMLL00ylwvyzrfRB9C6p0InRwxfE/iWO/1CC6IQhCdcxtcGnlkxCdEIQhOmYmZ1T52hPtiZnUsLK6HlAT+mNJkfg0T41P1Sowv0iQ2f9On+iF5/STLF+nZcQhCCZ5cvBCgPSes0GylKMa6NdD6UNlFl9FKUWK4uF0IR2wrlsYiYosMoz+V8yQ1ilG9FL+ghMTpnxTEJidDynxWOYvVRF6C4mUIRMTMwnwccCYy9DxquUzRUVZhCZGjeNYqLhspSo1m9FxS5Tho1hTog1i5EL8W+wpdFfsPd0lXu6qH9mLdzkPcV8Nzc0v6tM8CX6bxf6Gv9an6Al+vY86E0MRxl6bxNj5hB5pelYo8CFKNsrKXBveFGEXFyidCFhY4D5wXWu/TMQoWCJFG709/lnxp4mbi4uLil6aUqIKiJMpX4NlZfEp9A3grKbxWbNm/JPIXsK+RJl+Rv5IRm8whvzieyYmL1QhCEJeusXRPgXRcTD+N/AxPE6L0JC671fn+hXrvVcLp3184FH6ZCK4n9NnXCfPf1D+OYgkyMjIRkZGQhCDJ82jjonTN/C11QhCEIT4J1yZyhFBHGRkEIQmO+WQhMYTExBrEEiEIQmIPEFyLCxCYU8mvIkvJ7CJ3F7FCaY3hq8kRCXQ8Co1iYTEWKiroo34LehZuKbHmXG8LpWIQnUhP0ScZep/KmXDL0r9HwxruvjfQ/gn6iZ56lnt89/XTrnRCYhCZ1iENGiYg6IRB9Oh/TpL6FllleB+A9WbXgoot6b030X9femf1HhfE/0cxPghvpnVOifMpmCaohMsudmmdG1jgHhSE2PHcpR42u/wALxCYpcPLFlL0ELEysQQscDkcWweWfycITpuFxV8K46r8MxOvhixP0rQn1snxrDHyMT6F8FF8TLB72vgnQ+pdMwvgfwz5FhYX9HvQ3i4nV36038el1UvXPhbL+qhv+mv8AqL/Uz9Hep2+beVMEIyEyyD6Eh4hCDw8m63nuJB43j7fGxNiaCHln80mL8D6X13oWb0TM+CyPbr1+jv6CEy+lC+CfIzhjV2sWj/Sr9PM29S+W/peerkQsv4eS/DemC67mk+Vvwff9Tv8ATuf61v8AQd0cuuZ4vhZZYycvCdK6mJITHbCyyiYxIhOsupYSIMZwfYuOhn80vxM4+JPN/SM4f6pdXf47hj6F+meFpjS2XP6izovUvlmEQn9JvXOjv+jRC/Isr4beCQfzL+qr9dPmnxrM6X+g7/qV3fx8ug85iFljO2XCEIK9Cw8PgQmEPDITN6kJhLCEElSC6DHB9i4w8M2xz4XMrEHhDwuf1DX6J5XQ0L9G+pO/qFpkW36hf129M6pi5fzb6UsN9vjWJ18ZbJf9Fr9RP6jSfqGJfl+Pn0GPEaEIWGM7Yg8PLw8b6WsQafS8JYrykQmFh4RRPoMTX7Ox3H0Cly+l9CLh4XWidS/oc6JsXTPlfWhdG7+jTaJyWV+lv6df0Dv1z5eOiDWV1XphS/p32CXn/Ra/qqX6WP8AT3KaphrL6EU49J9KWGxnZl85WH0TLRMWwmGskITkRhBCTDQuKUT30I7CyeJcdDxn8Txv4ewsL9dflnRDvh/oL0P4l8r6U4PuXPRf0vOJ+meV/U38kxcz4u/xNw2xKfO/9a/n9DP1T5XU+mChOh9OWGMfbL6YQmJhdMWFxCxSJjRS4XQhZRBCGMebv0cP08vr7fEsNCdM6l8z5KX9Feov6lSL7Za+ddfPzzEJmfo3/Q5lQXSsbvRei/o3HAqdf+uH+vf6rv8ADOrfQO+EJYQjbSSOWXlY2TCITppXiIaELSGPEETCwumCWFljHKVdDOP6GX9FJ+h30rpQxa1886IJE6Wp87/UvreITwX8v0r6E/I18yXQnVMLofXCdUf9A79Tzddb/RPwF8q/Jv8A+Gz4Vh6QkXWydC/z6H1RXDEgNa6ZhLE6H0PqQgyPKRBrEEImULqZzY75ZzfQ8TLH8Uxelv1S+aCEwhCYNYhvvidU63176F8VKioqLjRTXwPfVCE/QrtZrFLi4XpXkfbBhTTcH0l9ioqNGilLimiopSlKVYub8W/grwuPn7ZlH8axepdCw2iP6Cj/AEKv6vPknz9hBfqnbpuU+hP5fEkMZyXwJEJhYayxZhBYZyTKswRCYQiEILoWWcnS1q5CfE8w18C5/QQg+lFwuei4qKupFRcCTCfB9D6DZfOeCmvh1iEROilPoXo3mG8QhBomE6J8Exyh/wBAS/VT9deu3PnK4HiYfwpfO2Lu/VT/AEROjkXRPnmZiYnRCdb+V9dX6R/Fc5Fw8ylwTKUeCHmE6ZhsbSGpGFKysoncvjEw5nRo0LgbRUUgXqbdj6n2FChtm7j6GWnc7FGwfgKwegbwLWFZH1TqfPwwmIIvTMRdLQswnwQgkQSIQmJ0NXpn6XeFhCCpCdU+VO/JP0lzSl/QXE/psxHmYnU8QmJmYWVi5V4rLi4o2UoopR5qL1r56/176Z8++u5ol/QN9G/gvUyvrhMd8XqZDeeClKdszLfUj+CLPBTj6FOkSJhvJS4bK/JfY26MbILpQxSwVlFZSMEKhZnSEJl5XfoXBBomIQhCEITEJ0TMJhdKJ8S+Hh/EjXyvDX6G9SLlCF0snS/kgn5/oq/pNzMz9AkPv9FL/fFFldHfovOEdhdNO4l8j+Z/09fpe3wMX6FfAxfE/nZb1v5e/U8PpZOlH8LoYzXpjGNXO2Lnv8DHjv1LnPbC6ITaEhdhZ79Fwx9ho5hD6p9PYgsdh8da6u/6V4WU2Fx+kY+l/I+l9bwmS+B9T4+FoXUn8L+FfHBdbF0Lo7z9B3/Rdxi7Y747DwsU/8QALRABAQEAAgICAgICAQQDAQEBAQARITEQQVFhIHGBkTChsUBQwdFg4fGA8HD/2gAIAQEAAT8Qskn8ttthttibbb4223xtttttttv/AEuf5s8P5ev+iyz8c8b4fCf4z/M7Hk/DPGXE+HbOvGeOd8v5551/DLq58nhgh8ceA8klnnrxn4+p78erf+jfrygdeObm9Xr8HiN8d8lspb22CO+/y5jz1bz1Z4zzn5HjjuY/p/hx+JMecLN8d/lvnOfxPG/i+d/Hm38Ns8ZZZZZn4e7PGcQWfh35bPyO1sbLJ8B5CDhuPGWHjfwyzzn+DOfy9x+Jv4B+XX47HkLPyI/A/wCkP8m/4jxtvjbbbbbbbbbbbbfwL42NaqZv+TPxI8H/AErnwx+A22222222222/4N/Lf+jT8c/w5ZZ+D/mfw6/BP8Cf5uPxzwn+D15Txnj3J4PHNnlss48c+T/Cfllnj4/Mn8ss8Zx59/5Qk/PG68c+c/DPGQ0PhvVlmHk875e/BevxzyWWR1dGQXfqg8Zth+eWWeD8zxlkfgfi222eHzn3ZE/g+Dz8752PPv8AxFj49zcfgWfgH5Z1e/wLPIXB+Gf5Q8Z/0h/gLPG+B/yn4ngP8h+B+J+O222222222/gN8Hwtaxo2222R4z/AeDwHgPwIj/Lk+c8I+Ms/HYbbbbbfG+dt8Lb/ANc/hnl8P5P+Z7/DP8ufg+csI/B/HPzP8CWeXx35zxnU+Q/BPOTElngn8c87+GE2+c4uPx5Hwf4/dngk8HnJ68vjnxv4Z4zq6/Ac+xv9x47mz8cbn8OfORZZZB+D1DPi/Af8H14z/Bz49+Ofw3IfwXY4y223n8efL+Bb5zyXuzwFnjl8njIM8+/8GXrz7/PPyzn/AD5+Z5P+oP8AEfnn+Ef+i38dtttttttttttt8N8jHwKtt8Hk/wApb+G22xEf5M/HPOWT5PfjmVjg8b1a+N8b438t/wAe8eX/AB55z/A/9Hn4Z/0h/kz8sskI4k/HLJ88+U85+GfiWWWeM/HPJ5xs/DPGdflllz5243wefXneZuY8fNts/meH8OLPwzzvHnJvkg658p4yPGZHjPCefX4OeeYmZcn1PGflx3Pk/PI8H+XDxnjPO+Pfj1+B+Af4SH/Jvnj8uo85/hyCYs/yL+XXjfJ+Z4P+kLfw38Sz8Dyf4T/Dv474222223w23w238Bvk/m238jyf4yI87BERH+Dfwz8Pf4e/GfnhN143xvjbfG2/hv4bb/k9/wDRZ5fwfyeP+j9/i74PD/lyzwFnnP8AAFl02QSeMvXjPHqePOc3X+Pvx78N7PGeerNssfzzjw+M8Y/xc2XdnnPOeMss/LPOTeo/Dj8Ms87z+HQ/CXMJuo3z7Jn1fVv5ZZnk8YzxfFx4DPNP5+vJ3+HvxvjHycfjnh8J+GeXzvjrwfhz+R+IfkEHji48nfkM8Z4Y/H1e/wDqsLPJ+Gf4H/rT8zwf4PX+bbbfO222222+Nttt8Nt8Gw/gHk8Z+B+Hv8D8dPAiPBHjfJqGTcwM8r+WeD8E2wss85NlmWWf4Nt/Lf8AsWf9jzznnDbLPwz/ACceOLLObPAPlfwyyfGXXh85e7iMI/Avr8M578fv8Assjx68ngPwCz/FnnI8ZFn4B4zxvjPOWT/gx4/DcIQEb55sjbnfL35yySHjLLPBe/KDGfnZ/r8csLPJ+e+EjqOPGfjnx+HP4ZZ+XHjPHDFnj3O/i+c/FvUHjPB4fwDx1/gyyPwzvweA85+OfjvnPGceM/wbx+G/mf5z8M8n+EPJ52H8Dwfltv8Ag222Xxtvhtttttstvg/6lfAjwRHnbbfGI1ge/wAHrx3+GeT8WyzxnFn4Z+OPnLX8X/rM/wCuf+izxn+DPwfyfG+MnxnjuznxnjLjxnjDfOf4SDxlhc7B5zxnnizj/D3Hjr8Cyzxln4Z+HFh4TIObLPGeMsss84WeE/PPG+Mb3ep8H4sZ78Zdfg+MufB5POT558njr8M/PPGXP5Pj1423zn4ep/PPw7sssmTzkQfhl2eMs/LPxyzLJPP1+GWWR3B4z/GeMs/yZ/gzwf5T/oT/ADH5b42222222223xtvk23y+H/Dv4sbv4H4oLTB4IiPG22+UEKM7/J6/wvjLPwz8EPGWec/wZ/2LPr8n/Dv+LP8ACec/yv8AjTyEm+M85dfjh4yyyz8OPyzxnk678lnG/wCLjfwzxlng/DZ8Z4PJ5zzkWfhlkH4tnn+LD8t8l7ZOPPrv88m98/488c2R+Pvxlx+ORJ4zmLLmz7ssPJ+HPjPIecfyfy4M/DPHx/hz8s/D34zx6iyz883zln4Z+RZZ4yTxnnDzj+J4D8T/AB5/2HbfJb/h3ztttvnbbbfy38OPHrxn+A/E/wAB4cWoOYPJB5212PD8b6Uhcv8Ag6eBETfxPw4/DPxz/Jv4P5Hnf82/4M/HP+qz/G2EFn+TPyDw+MfGNj+RPOeMs8Z5yzxll7s5s9eM8Z4fHq6fJsHnLOLP8ff4Z5yPw93P4nnPmyzOfGWH5J+GXFnj3+Afkfh3+HuPwD/AL9WeMszwHkuvwPHx59/hnNnjLP8AoM85492eA8B4LjfxzyeGOfw685+R4znwHgsyJs85/jzn8+fIfhn4dn5bz/k38M/wZ/iP+n38Nttttt87bb5y6iz8TwH+bfw0n4QRHkjC3w2NgzuT0F2nB/lR3ZCgx+efllln4M8ZZZZ5yzbkfD4z/DnnLPyyyyyyz83/AKQPxz8Xxn+fPw38Od58+rJ/DIHyZZZcsFl1+frznjPxzxkn4Z+eJ4yyPP8AH4c+Mss8Pfgks8ZkXT5zw+csssfwD9Jnrzlmfn68Z68c6T4zxkWSeOfyz7u7mzyeHyB458H455LPJ4zwfgHnPHPjPOZ4zz78njn/AB8sFnjPGfmZ/hPJ4PL+Gec/H35zyc/jnjPwzyHnP8HH45PnHznjPwyyP+x7+G22/hv+d8C+D8d/L3+HP5IlWGxDyQ2+QVgOSzrg62evCN4P8j/DPApFH8M85Z5fzzznnJss85+T4z/F3ZFln4BLLPGfg/8AXe88Z4z/ADZNm/ln5B4PNY+BVnjLMv3/AIMsmz888Y/58fKeOn8M/LPD+HfkfGQgiFPA1jEs8PnPwz8Nf8Pvxnhj8ss/DnfyyPOeOvGlxZ4z8c/BIeB+IM/LLn/CW/geTznjn8Ms/PPOF8+M5/F5s8Z+WWfgR45uvOeM84/4/fk/J/HLf+oP+u22fG/5yfOWWf4Nf8DVYI8nlBcrWTictW3w0bn46M/6As8PnIRE38OPyfOefXlPCWWeMsssksz/AAOfg2R+BEeMkk/wP4P+XPxz/Fn+N/PP8R4CCCyySSySz8H/AC5Z+Qc/lln49fhllnhySDPOeDzjZ+ZZ4CCCEEEkiYknjJ7zJs/BLPxy5PPPjPO+eLLgPHN35J8BZnXnPyyyxss8Z4x8Zc+TnweMidOx574kySznwH+QiyPw9ec8n4H4Z+B4yz8T888PjPBFkfhlz8mWT55/A/y5+Wfif9mPwPG/hvjfy23/ABdeT/oXyidQgg85B4QS25clbj1tmt+7IdvqPwP+hZC4Xb7rPOeMh5vlgP55/gz8ssy4/wAGWWWf4iPJ+GTZZZZZ4Szzn4Z+GR+T+WP+F8Z+Oflj5T/GHgQcQWWZ4PgSSSyz8nyfllmfj8eM8HnPyzm5uLep8ZP4G54yzweMsss85Z4y14CCyyYJISeMuCyyTw+c2zynnPHWeGzj8cs/w8f4+dPBZ4z8D8PuLIIIFIZAeDEhJIH4ceM/DPAT3/jPOeQiyz8s/E8cWRvg8n45+GWWeAhDwMYzJ8v4FnjPJ5yz/Hj45/E/PLP+kPOWWWf4N/6DPGH+LP8ALpLB5yy6t2ye9ZZgnShqkpjftupexGDP+ibIjhh5gI334fKeNSII/wCPPyyyyyzznO+M/wAOf4SPOeM/ICWfln+TPOfhn5Z+R4z8Ms/w55z8iIiLPJ+s1rEssss8Z5z8Xv8ALuPwyz8OX/J31B5z8s8nnOfGR5PII8DHyBJLAk8erLMuZ/HPx48sSWWMnnPBZHnPyzwTZ+fz5yDxnJZZGREIRCJJCHgT44ss5ssv4/Dmfwfw58hZZFk/iFlkHnPOT4yzznkPBe/B4PIQQRAs8GJJJZ+L55/LP8XP455M/wAAeTyf4D/GWEFnhlk/lv8AgP8AGfhn5n+BBatnh152VkS7C9rI8vMmxT5NyQqEwYf9Osd+CcQ+DxMeM8ckUR/y5+TZ+GeMsk854Syyyzxnk8D5zxPLa1iSWSWfhnnPxx/HLLPwfzz/AD5+WWfmREbWRjw/TIWXkbPGfhx4yz/BnMhZ+D5zw3ZZ+SWeM8ZZz4zZ+f8ABlnnfIwXeG5M9Eng+KxZz+psk8J4zznhvXnPIfgT4PGeE+7I9+A/Pr8M/DPL+WXqPGQRDyRRy5ieDPjPOfhz5yyzxlj4zjzlhY+c8ceM8Z4zYPGeDznjPxzzz+eWeAg+ohCZ+Bkksss/wnjPGec/6U/6YLILPAeWf8e+efx3xz5z8D/PuTzEyyTxwTH4TAOYR8m4c5bql8lzVADAw/6hHAnDHZaRGDj83Jg3a1I+UY9eTxlnxDID+T+T+OWWWWeM8Z5yz8c8ZZHjm2IYfDeCd+YR5PKSZ/DPzyz/AAZ4z8s/LLPxz8c/LPxz8CHwFriwVj4sfE+Dzs+ISeMsZizxn454yzwfkH4p+CWWeDxlz+SQfhlhe/HNl6kfB4PA6lxEGxYkRpcjiKTwkHjfwcDw2fhm2fhngs8O/jj5yyw/B1JLE85Z4B8ZYnuC4s8ZFkZ4Ig8G0nHF9ER8POHgknjPGP554zxn4ngM85+OWWQeSyyPHX5Z4xss/DLLLPAQR9PCU8apJJMmZs85/lz/ACB/gyz/AKM/DLLGCyz8Hw/g+M/x5+J+Zb+bZ40Jd6ss/BkHMt4J1e4MsPcngfoud77Cc35MA6P+qzwoMxjjvyWuhPi4VWL0myd8eqz8M8IQH/JnjPySySyx8P454z/AET5s/kgyuep8JP5Y/wDRZZZ4yfrxnnPwx/DP8OfjngjwWJC/kaDI8k/4sssnxn4Z4zwPB+OeGz82D8M8ZJZnjLPwyyzzngIgyZiYjPyFI5p4T/AhBB4yzxnnPwyz8+bj8cv3/hz8OPGXNn4ZZEHgJxqQj8FruSOOZCSz8s8Z4cyzxz5zxlnnLLPOWWfjnnrxnjPwzznk85ccQeCy9xNpuOJY+vmZR8Gf+oz8M854zxl6854z/pAghW7fgzPL+Yfi+Qs/EPxP8GOeTyudsvos8HgJQmKerF7gsPUywJo5J76iij5WD/rPUL0eMssbA5C+LXoSA0mceAoTuz8UhSBb/gz/AA5+WWWfhllllnjPGeCVh4NPxAZZLMx/PPGeMuLLLPGflnjPOWfhlnnP8eWf4sjwNk2Vw5De/wABu7aYQs8e/wAM8Z5ySyzxlllllnjPGecs8ZZZlln+LPxYLLLLLPOQXUWVnnMq3yJ7ugXLbhO+c/Hjzn4P4ZZ4Pyz/ABZZ4POZ+OWQefXjPxDmLuSWvyHMtF8G5uvyfzzy/lzc+A8Z59z/AIeP8LZZn454II3woSAeUQJZL4PhPOf9Dlln+HLPzy9f4D/F3B5FPiH4tx9TGbZn8cuDxnjPGWeM/HPGWR/j6tvpMeMs8jcWE9WTljhboOLiGB/13rx9H4ZFoCWsvdqR/nLJ10+njyARr8xyA/48/PPGfhnjLLLPOec88xDFKLx1P3tZ7JZNn4Z/g9WWeX/Fln454yz8k/xln45e88r7pI/BVQmzzllkeMs/yZZZZZn454Szxn4h4yyzxn4Z4D/ES58TeD9584W+DJZ5f8WNnjPyyz8Ass8Zjwec/EuPOWWecgs85ZZZB4CJ9T55jeyPlvuk4zctd5nM+Ms8HnPw7gss84n+TObPAWWWfgHnLPzzznjLA8ZBHdnTYg/kQWivg+c8Nln4ZZ5yzyWWR4yyzwFllln+DPHr/OeSC5jxBWHlXGXOlll/M/HLPwz8s/LPGfk+hY+/GeeMlJ+NiypwgZaNM49PgnnIgXOOp/2B6vzQ8JbyH2E3feCjE4bmFPcB7j6fxyFIH+TP8GWeMss8ZZZZZZ+IQww/h3xLPh8o2fnnjPwz83xx4zxnnPxyyyyyxs854yzzn4Z4LL3EohTwNWUy/jln+HPGWec/DPGeM/N/wZZZceMsss/HJPHRHjPBKMQr9/IWZ8NnjLJ855yyY84eM85+Oecgs8Z5cs8Z5ywk/DPB35zz3ZZEeU8K3K8e3g+cs854yyyzznnCfwzzkHnPOfhj4yz8Ms8Z4yyCw8Zd+cssjw9IgDGVj5sfMlYlvKZLPwyz8Q8Z4yzxllnjLLI8s/PLLLPGfjn5B5PJGR4Nkd/LAgVynbIPGWWecg8HjLPB/lPLHjBcu7Lmzygm8s7HIHtLdT9yy930WcE8HlBOrdD/AK46PH1f4UtlDX2T/Bb02wo/MXptnMcOkfKFdP5bkQz/AD54zwllln4ZP4ZZ+B52223y+Fn8Msss85ZZZZ4zxn+TLLLPGWflllllllnnLPwyzyeB4ttLm2WfxfwzznnPGfln4Z4zxn5Z4zwhZ+OWR5z8Czzlln4HjWHw2Xwz+GPlPKfjl9eM/HLPODFx5yPyzxlthZ4y4k/DPOeM/EiJZEF4qmLM2flxZ+Gfhnn35I8ZZ+OWXHnPOecs8Z4w84fhln45BD8e2r8Gnk+HxlnjLLLP8WWWceMiY8J+G/4Wz/CecsjiyCDYthET93gQeFm2n/BmfkH+LH/G447uWDxkWhIJaBkc5xIORcr+XAhi+IbCCzz33qAlf+qbbbb4OjwdH+PIPBZ/j57Wm37Ioz34ssguGGMfx2PlD/0Wec8ZZZZ5y6ssP8T4Zsss/wASWWeMs8Z5z8M/HPOWWWWWWWf4M/DJPGWWeDwfln4J5zxllnnPGWeM/HLPwSz/AB5Y+Ms/DPGfh2+Msss8ZH4Fv4vh8Nllk+Msss8nHjLLnxnkPCPjPwyzzlnjLPGWSfhlj+GWZ5Z+OQeS20tmLP45Z+L/AJs5s8ZZZZZ+WWWfjn4vjLLLLLICAs8hEQxN+DFtmyfGWWWWfhllllnjJILIs/DPOfjnjPzw7/HLLPwziyyyLIieQyHal/M1qzP45+OeMs/I/wAyly2WPlsSW8QKyLn0bcF9gg4qiAAPy7J6uxH/AEe/4w6PF0f5chsSWyjLkfcE7w4/DZ4MQjZH4iIR/wChfOeM854yyyzxlnjLLPD4yzznjLLLLLPGf48s8ZZZ4yyD/Llj4zxllllkElnjLLLPGf4M84WWWWSWWeMsss8nnLLIPGWeM8ZZZ4Z5yyyzzllnjLLLLLMsssssss/wZ+GeMsskss/PLObJ85ZZ+HPnPHfjPGeM8B4SLPGeA8ln4ZZZ4LLI2D8MjxlnhPGWWWeMs/DLCzxn4ZZ4yzwWec/wBZZBZ4zxnjLLPGWWWTZZZ4CyI87438csss85cWeM/LPGWeciz888Z+Gflln4Z4yDmzxln4kNvhvgtsz+GWec/LI8sD4zzxb5X8GcsH4cQkuxZc14nhdz+wu53+VAAAP8D3nrwH/Qvwtf5OhDn/oRDwkW4fYXtxS+O7A0dL5hdxDPOeSCf48/HLPOSWWWWfhllknnLPGeckssk84+E8ZZZZZZ4yyD8Ms854bPL4yyyyyzxn45Z5xssssbPGWWWeM855yyySyyyz8csssss85Z/hyz8c8ZZ5yyyzznjPGT4zxlnjLPGeM/yv4Z5zxnjPHFlnHnPxyyz88/Lm7s8ZZZZ5LI8FlnkLPxyz/Fn4ZZ4yyw8ZZH45ZBZZZZZ5yDxllkHhllllllllzZzZ4Cyzxllj5I/wAGWWfjjZZZZZZZZZZZ5yyz8e/Gfhk+M8tlllkHjPJ4z8cssg/DbduPw38c8ZZ/gz/Bn5ouX8MtyftKghu1lwPL4Fy0YCPth/jWD/nCSWb/AJuhHm6P/RJDcI/Jwzzp+DauJe4rSbMgIL3cP5EEf+kyyz8c/HPwz8M8PjPzzxnjLCzxlllnNllllhZZZZ5z/DlhZZ4zxnnLPOWeMs/DPwzzlln4ZZ5ws85ZZ4Syyyyyyyyzxn+HPOec8ZH5ss/wZ+eWH554z8EsvVllnjLPwz8M/PIs/HM/DPGeM85Z4zzkec/w5Z4zxlljZZ4yzxln4Z5z8csifwzxlllnjLLLLLLLLLLLiy58lllkf5OfCWWeM/Hnzn4ZHjPxzxnjM8ZZZZ4z8M8ZZ4zxlklllllj5zwf4+o/Mss/x7+OejltPcGWedhJb4DA1ZcMP0Te/SliJr5Nn+NiPjH+RHqW2/8AQMRet1f+kyDwWXVj8RiRkF02YOR8oRs/HYd/6DPxz8c/wZZZ5zxlnjPGecs8Z4yzxkn4NlkEllllnjLPwyzwyCSyyyyyyyzwHjLLLLPzyyzxlnnLPOWWWWecsssssskufGWWWWeMsssgsLLLPOeMiyyzxlnkyyyySyyyyyyyyyyzznhlllnjLLLP8+fmWf4cs854POWWWWcweCDxnnILIPGWWWWecs/HPGeAssbPGWWWeA2yzILPGWWWWeMssssssss8Z+GeMssssss/y5Z5z8A/HLLLLLLLLLPwyzxllllllnjLHzllllllnjCz8c8ZZZZ4YM8Z4yDwFlnjLOLMs8YWf4M/LPw2xe3iDPwUJJLYa4IBrhCR/wBRMDl8Efx78/5nwdLlZ/hSTMpt/wCi6xldov8ApzcBklsKB93cPuvhgvfEIgv5Cx/kP5Z+GeM/yZ4z8Mss85ZZZZ4yzxllhYWWeM8ZZ5yyzxlkFllnnPGeMsss8ZZZZ4yyyz6ssss8J5yyyyzzlxZZ5zxnjLPxzxlklllllllllllnjLPOQWFlllllnjPDLPGWWeMs/PPL5zxln4J+Gee/wzzn4ln45+Gec8Z/kzxlnjPxbLPOWWWSWWeM8Z4yyzxlljBZZZ4yyx8ZxZ4yyyCyCw/A8ZZZZ4zzlnjLPOeM8ZZZZ/hyyyzznjI8Z+GSfhnh8Jzfs8ZZZZ4yzxhZZ+GWeOPwDxnkz8M85Z+GWWfk/wCDP8W5bY+/xRE2FZDgu6RYSF+uJfo/CIwyz/O+Lo+AfmB1I/8ATh8T5oD0/wDToeEtl38s9OHw7Zf8nB6NkMin8dYH+TPGfhnnLPGSWWWWWWeMs8ZZZZ+WWWeEsssss/DLPwTxllllllln+DPyyzxllllx4T/DllnO2WWSeMssss8ZZ4yyDxnjLPGWecs8ZZZZZZZ4yybPGec8Z4zxn45Z/hz8c85Z5Txn4Z/kyzxnnLPwzizznjIPGWWeMs85ZZ4yDxnjILJP8GWWWeM/DPGec8Z+WWWWecss8BZZZZZZZZZ44sssss8Z4zxlllhZZ4yz8Ms/DLIPzzxnnPL4Syyyyzxn5Z+JZ+eWecs85ZB+Gf4T/qMs8nhGqvNiYSPDJ8w+fBMxy+B4hgA/6J6u91Zb+yPwQdth1I+7bf8AqRlJiR/06S/+gGanyB+JrWxo5LB5jSB7/Ibf+hz8M8ZZ5yyyyz8Msskssssssssss8ZZZZZBZ4zxln5ZZ5yyyzxnjJLLPzzyeGyyyyyyyyyyLLPGWeMss8ZZZZZZZZZZZZB+GWWWeGWfjlkWWWWWWWWeMssssgss8NnnLLLPGeMsssss85Z+OWfi/wCXLPyTyFlngLPGeMssssg8Msssgs8ZZZZBZZ4xsssssssk85ZZY2WeM85+GWWWeMg/LPGeMssss85Z4yyzxn5ZZZ4yyzxlkFllllnjLLLLLJss8ZZZZZZ5zxlllnjPB4yyyzyEFlnjLPGecs854SyyzxnjPOWWfgHnLP8AJnjPISJrcsy1Q78e2LOwJb8HqNCA+P8ApOt3urHn948A9zs1bf8AqefxETHuCEen/pWDmIP8BKHI9h9ofTbIRfLd/jsP/TZZZZZ4yyzzlnjPOWeMsPGWWWeMs8Ms8ZZZZZZZZBZZZZZZZZZZZZZZZYSWWWWWWSWWWWeGyyyyyyyyyzmyyyyyyyyyz8cssssssssgsss8ZZZZZZZ5yyyyyziyyzxlkGWSQWWWWWeMssss8Ztk+Msssssss/DPwyz/AA5Z+efjnksggs/DLILLLLPGWWWQWecsssiJZZZZZZ4ZHjLPOWSWeMs8Z4yyzwFlllllnjPGeM8Mssss5sssssss8ZZZZZZZZ4yz88s85ZZZ4yzxlnnPGWWecssLPGWWWWeMs8ZZZZZ4zxllllnzZZZ+OWWWeM8ZZZ+GWWWWWWWf4ufxCyJwhOpY35wvA/A5Yxn2S0i+5hoAAg/6Xrdrulj2bbOgldszbf8AsRBE5/0pDX9C/wBU8HGs+yxdnwbxKdY9C6/34eGyFIL3Yec8j/nyzxn+DPzyyyyyzzlnjLLLPwyyyyyyyyzxlllllnjLPGWWWeMsssssssssss8ZZZZZZ4ZZ4yyyzwyyzxnjLLLPGWWWWWWQWWWWfhlllllnnLLPGQWWWWWWWWWNnjLLLPGWWWWWWWWWWWZZZZZZZZZZ5yzzx4yyyz/oM/E8ZZZZBZZZ4yyyyyyyyyCyyyyyyyDwyyyyzzkBZZZZZZZZZZZZ5yyzxmeMs/DLLLLLLLPGWWWWWXuyDxlllllllllllllllllkEFlkllnjLLLLPGeA8ZZZ4ySzxllnjLPGWWWWWWWWWWWWWWecsssss8Z5yyyyyyzxm+M88/8AQH48HcB1Kn5kaFr8Y/BZp/bBGBB/06CfF5zfG/8AZ8JSKEf+hO/ww/rLpjoskIiTm78pLw8lMA/QfAp78PDZ+O/9Nn5Z+OWWWWWWeMsssssss8ZZZZ4zxnjLLJLLLLLLLLLLLPOWWWWWWWWeMssssss8ZZZYWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWeMLLLILLPGZZZZJZZZFllkFlllllllllllkFllllllnnLJNsskubLJLLNsks/B/DPGfjv+DLP8BZZZ5zwFkWeM8ZB4yyyyyyyyyyyyyyzmzLLLLLGyywsss8J4yyz8GWWecssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssfOWWWWWWQWWNllllllkFlllllllllln55ZZZZZZZZZZZZZZ4yCyyzw2Wfhn45/jPPP5cE3lj34EsH1vNqyLk+LjZD/qD9TMtv8A2o87Dllf9AP9Muq6fglur9zgzofq/dih+6wmjsMKA/kP/R5/gyz/AA5ZZZZZZZZZZZ4yyyzxllllnjLLLLLLLLLPGRZZZ4yyyyyyyzxlllnjLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLPGWWQeGWec8ZZ+GWWWWSWeMjxkFllllllnnLLLLLLPGWfhlkllllk+GyzznH/SZ/iLLLLGyyyCCyyCyCyyyzxllllllnjIPGWWeMss8ZZZZZ5yz8sgsssss8Mssssssssssssssssss8ZZZZZZZZ4zxlnjLLPGG2WWWWWWWeMsssssssssssssssssssssssuLLLLPGWWWWSWWecs8ZZ4yyzxllln4ZZ+Gfm+cLfGeM/B9S5WQ1gTyB9HUyLxZYCyfuh/RZGP+lQdt8MjLb/3IZDxiP+Xf6C7l0/LLoBfn3MbU91vHXvOI4INzK0fyFtP+kyyzxn5Z4zxlnjPzyyzznjPGWWeMsssss/DPGWWWWWecsvVnnPGeMsssssssssssssssssssssssssssssssssssssss/M/DLLLCyyzxnjLLLLPGeGWWWWWWWWWWfgkkyWSeMk/6Q8b+B4zxtnkjxllkFkHjILLLLLLILLLLLLLLLLPGWWWNlkllllklln4Z4zxllllkFllkeRlllllllllllllllnjLLLLLLLPGWWWWWWQWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWQWWWWWWWWWWWWWeMs/DLLLLLLLPwyyyzxln/R5zZZ+Ch4Akk1gW1tXz6sZH62AEsks5XCMP+kATsjbb/wB3FJCf4v8AWv8AUXYun+E/Gn3Kb38PVxBc+F1m+BSH8th/6bP8Wf48s/xZ/wBLnnPxz/Hn4hZZ4z8cs8Z5yyzxlkllkknhmW208Hg85ZZZZ4yz8c8Z+OfjnjPLM+GfDM/g/i+dnwfhz+Wx4IiPwLPIWRZZZZ5yz8css8ZZ4z8M8Z5yz/oMsssss85ZZZZ4yyzxllllln4ZZZZ4yzxlnls/wZ+GWWWWWec/DLLPGec/HLLLPGflnjLPGec8ZZZZZZZ+Gf8ASZ4SFt6hRx0QkNb9uCZm/wDHqMwg/E7+IM/6IM6lbbbf8Of9x22Q8Aj/AIC/0odXT/GAQaTOqXuK59GlAfQbGII2fjrE2223/sef4s/PPzz/ACZZZ+ef9Fln45+GeMs8ZZ4yzwXOkvwt+EfBb8PCfHGsBsj/AKtPySzwllkhZZ4Z4ZZc2WWTMMs8sssjxlkFkFkEeMssgsgggiPwP+gyz/Hh5fDhY8c2YHzB+YYLLLLLPGf9Jn/S5/1+WfhnjLPGf4css/6LbbfOfkklMNlxsuFwP0XCX8D1GYAPybs8If51BPoS2W22f+/ikKG/H/Uv9K9Y6P8AKkV0PycNzeD79yKg+yCIKEtEFjznhBI+rXgTXk223xv/AMv7PjLLPDILq20tLbTzv4aWlxaedtt8b+G222+X8eLj8W5/DLOOrLPGNkd54yDwWNljZZ45sbI8HgfJFxb/ANkyCDWzY+PBmzZ+IgcFln/ds/6/P+mfwW2W22UgdsDp4yyzy4lLDW+cviSZCYq/a9QBgf4G7P8AOJCZM223/wCCiLDuA+S/0odR0f58i8Cc4jnu4jTH8DSOCFqQLh8sHnPLbI8rXhrw3w238Q21tfwGv8QA1a8NeTXyb5NeGrW1a2tra2tra2tra2trc+NfHNtza2tr45ufOtzc3Nzc3Nvjm5tbbW5t/wAHNzc+dbX8NtbW5ubW7P5knBBi5cxx5PGfhllllllllnjLLLLCyywsLLLLCxYWLFhYsPiwsWLECxYWFh8WPiwsPiwsfFj4sfHg+iw+L6LCw+LCwsPix8WFhYNlhZYWHxYWeMsg8ZZZZ4yyyzxlnjP8mfgvxa2trayuz+ZDaW+G+Ntttttt874238d8b/34/wAe/wCRlttbc5WR8z8198hypL9wyYvls86EmUy9pLHXwOYAwfP7bnx93KD/ABPV3b/mLh+j/GXqRlt/wv8A8DC9y+zMttejxOv+hyUCHwm2vZ9fUngBZ5hvy7tHUMsO4XiD8t2TmyD/AKrPOf4c/wCw5/2oc/mT4ZB4yOv+pyzw/wDTb/g3zv8AnPB4z/Pln555Tmz8Bd38yzzln4Z4zxnjPOeMssssss/HPyz/ACZ/i3/Jr5222222222223w222223ybaeTFjwxIseGLEts+R+9p6kTvnxfByJNxcAeEHhU2hzI6/zkfr09EGOf5PLZ/k6ePX+/8ACkE8MJb7t87/APD9RZ/0gPZILP1M7yH37Jz9gsFlLFllnkh+e/A8Z4z/AOC5/wBh4tLFp82lp8+MnP8AAO5NjnJlqA08IzfkWhaWlpaeN8afhtpaeDEixZsWLHzY+bHzY+bFix8yZIbt8ybP+0gduSoJ8x+XFxb40tttt/zpZZZZ4d35nf55/wB2z/FnnLPwz8M85ZZZZ+GeMs8ZZZZZZ4zyyRkZFuTmIycyWc+Z9y9UUnLe9PtZLu9Z0lB/tePZb8vLB/m6t1ulf635JPEP/wAXAQH/AKJ8BYabgxTlHuCDY/JDCMZ1CwbFvhtttttttpaW/Xh+l+lr4t+r9Lfq36t+rT4tPi0+LF+lv1b9WnxaX6W/VpaWnhxcXFxcXFn5c3Njc2Wfjzc+Ofx5/Pm5ubm5ubW1ufm5+bn5ufm5+bm5sbn5ubE8c+Nbm5sbGxss/Fub0fufzLOLegsoEb4JG7HjPCXNjc+MbmxsfDLLLLLGzw1asskbV6I4hdv+zkeGzTj4cshrF3l3wBjbm5subGxsbGxubGx8a2trc2xW5jbW1tbXbUk937sC31XDjLibD5jd35lgcs2bMCxYtLSxYt8baWltttttttttvjfO2/jv4cf4Mss/xZZ4yyyzxnnPOWWWeMs/LP8APn4ZZPjJJI4WFYcTPNxMXsCJjIIfK2iz7ggcL+KxBQF1/wA/Vuty5J0fryoTjqVb/wDGxEvuA/8AQOzYH5g/0RC9Xg/AJJPAbITHhvg2Bmwy7/twv/vQn/tWH/vX/wC7hjf9q/8AyJNx/t2/R/df/uLl/wDKvr/uv/2Ul6/ow3r+6E6/tWP/AKWy/wDas/8A3rH/AN6SSAv/AJN//mvFce5CTj+5f/h2Hu/U2h/+LIf+m/8Awr/8a5+R/jw3KBD+11xCf+q//KhP/Vf/AIt8/wDTf/g3L/4L/wDPv/z7l/8ADHlf5n//ABS5/wDx3/490/8AHf8A4vj/AP8AP86Q/wD6Z87sjeUJf/yY8LLraAIHz4ATBQlHI/yRvP8A+wX/AOwW/wD3CPb/AGF/+tf/AKRH/wBoXJ/5C+1/ZfKv7n0f3Fq9v7L05f2X7P6X/wDjF9f9F07/ANLP/wBSz/8ABZ8UDPWZZ/8ArXD/AOa//Xub/wAt/wDp+I+uHsnxs1eWvpo5blcmTDj+fYnhf1UltxjnxCKGdf0l/wDmF/8AhED7/wBEfK/ovtf0j/8AIv8A/Yee768+vPrf1fVn0v6j4X9X0/6vrT6f9X0vBn1v6vrT60+tPrf1f/6Hhv8A/c8pjNsBxe2Nsn/Lz/os/wARBc1dO4OVjx99E+ifVPrn1z6zxH1L6C+h+bff/wB2+5b+Vv5W/lfutvtfo36t+rfqz5bHHJEILu/MJM5CwHx/S/Rs+GLH+AJr/Pv368mvDPDLLLHwyyzwyyyyzzlllln48+OfPNjc3Nzczc2tra2tr45ubm3xrbbb4baWlpaWlpaWli0tLS0tLTy5KTkoe4GiLpEO5RdZxO43BcEFtARrojkwi+i0+I/6B1br4jospb1M3xv+B/8AiykB/wA4dP7+IGjzZZ5Ek3KCjsmDstnhlllllllllllllllllllllllllllllllngm7AoYhHossss/HLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLPwEA/us8ZZZ4yyzxnnP8WWWWWWWWWWWeTz/Pq8dP6hg/f/AGJjyfv/AKVn/RngjQb/AMmeM/y5ZZZZZZIcOeF0x4uz8TyLyyz8cLPOWWeTLP8ACAZ+YCIGmJn4sWLH/XgG/wD/AOv4hVSZD+Lfx/l/8z45/DZ8+LFmxY8+LHz538Rc/pb9wCLrIwRPju2LjfuDx9TKzx/U0dxhH+fqwgQla9P/AJOKQoR/xuzf7a/17uWREWWWfgPeLzAJ9n/ZDyQ53Q/7KdX/AGXt/Mb+7wZ1/v8A7Ew5vX9f9Bn/AE547FyuBP8A2L/UnhLoXf8Akf8AwsGHMOf82ecss8Ms/wAYAZYS8QgQEeALgSMfcOfSSnNX+hHK3LlrTLj4D/MoW/8A8sGQX/A+D/Vbp/VpkEMR5yDzSdGyafB/2Tvdl0P+y3X/ANl7fz/3vGb1/v8A7E9Mef8AtEiO73mIv/Yus9f3Di7/AMj/ALMH/szv/wBj6w4SzkbBcxKtVcSWTe3JN/qwz9Edmp4Mj/KlK9S2/wDy4WPysT/Sb/kQ3I8ER+d7vawI/B/2U8V0P/hVd0/kP7TwP+xw9Pkv/Zy7XvME/wDZJ6Xb+R/8vT0uqzW6REamWangyE5PksL1Rz9E+YcwMLp/jP1LW/8AY8/+Ib4b+B3d368boeMI/P28Mn6X/ZByTxXT/wCFH3/n/sebq/7F0Y83p4f+gz/oD8DweHtA2/8AYuvh6Xb+J/2gH/wgOC6EHP4MM0xlwhMz/uHLcV/UM/WgvCE9w4Lr/gRNU/8AznfDTx2X+83Qmo+B+d7b3v8AUf8AZBmXEY6/+FWcc/4ddX/Yuj4Pr9T/AJc/y5/jyIhe1/y/9i6M93SHP8iP/l09LoQG+YNWdiMfzmW/SzjNLNULH+y3/BDVMN0/JEuVf/ip/wBpJ5JdfpbquO+B+XW9xxvj2f8AZC3LPMf9k7/9m+/P8OPP/Y52eL0T/wBDn45/kI/A8Pa/5P8AsXRnu6Xb+RF1/wDlr1ukeQrVw6mxu4cLPmXNX+1L/Uu/nwW6/gkl2/8Awk/7ueRybQQjp9eB+XSCI9vj2/8AZQdx1/2Tv/2b7PzPHz6f9idkO5/7KRERe1/z/wDYung6Lt/Ii6//AAo/7H6+I7uk2/COlpIwepORwEc/dYwfIv8AUlpWYxYmqbf+wZ/8nw/PrZMRWPiw5f8AZHpcdvb9/wDZO5/2Y7vyy6vHeOv+xezwej9eH/sZ4Ii9t/z/APYunkO/8iLr/wDLXcukePZDAiNpG5e4Y7AI5P8AS3T+vBb4gy1//wCHHjbbrH6e+C8T7f8AZPW972/f/ZDmXd/2Xun8S6vHeOv+xOz9eD0f9lPBEXt/7Izm83W7vxIi6f8Awo/7H2LoeV6h4LPgEDGh3FU148OfK8Ng4IJ3/wD4oi4t2QPJz4zw/A8742238dttsnuR82fmz82fmx82fm+++pfYX3F9xfUvsL7L7C+wvsLT5vsL7CJyUgqLfWvsL7C+wvsL7C0+b7C+wsfJfYX2F9hfYX2Fp82lp832F9S+pfWvqX3F9t999t9vlwfmJBv3wZCtwpEMf8COuDBwcHBwfzBwcH6YM6YE6YM6YI6gDqA9QB1AeoE6YA6gvUH1BHUE4gR1ZGZAGEz8T9Jl2a1atbW1KhsXSW+rp0jaAv2eL7L7r7fC+lfSvpfikl9K+tfffdfcX2F9hfYX2Fj5LT5tLT5sfN9hfYX2F9hafMiT45syPDbbbbbbfO2222222222222ltttpbbYgQLECPkj5oTYtf9jsj9z0fkERdP8A4Uf9j7H7upDdZ78eWPeQgVcknE+UwsEps/8A/D9ttttnwU2WC/8AWb+Ox+CvnfGttttttttttttttttttttttttttttvjbfO222222222222222222+Ntttttttt87a2+N/zbbbbbbbbbbbbbbbbb4bbb4bbb5NfgFlf+1b5Uj5m+6+6+6+6+y+y+y+y+y+y+y+6+++6+2+3/EAAFlPxkp8WyW9F9RKep4g9wXTKdtra2ttrawphblWvi3frfpY+LNn4s/H4AZs2b7rFj5sfNpafNpaWlp/izE/9k9f9kdz9y4IbrYGW5YvAhq42fyYAAAA//wCIb4222fCXZQyHiDb/ANi3/r9/6ff+i3/ot/8Ahh5222222223xttttttttttttttttttttv8Al222222222222222222222222222222221tt86t/Nv5t/Pg+zxbtWrVu1atWrVq1atWvDVq1fpfpfpY+LPxfpY+LMxVjZs2bFmzZs2bNmz82bNmz82bPzZs/Nn5/CYsWLFixaeTHzaJY7End24XzNuJiXAW2/wD/ABTZ/Fhhhx8iTf8Aps//AOT5/lPO/wCTfw3/AKnf8m+N/wAm/wDS7438d8bb+O22222/lttttttttvnbfO+d/Dfz23xvnbAniiRNtt//AOIbbLnhW2fIQ+MPCQbf8+f/APTd/wCu3/4Lv/XbbPg6TdofGUbfO/8A/DVl8DcfjEedzwkG23/Ln/8AJuyz4CzMeDwEG223/wD4XtsxP4viv8CUm22/9Fn/APIe22yzjwb42WI8b4Bhtt/+Eb/j3/u222zGbHnfI/HfOEUg222//wAqbL4HweDw5Md/iMMPjfG2/wDxA/Df+4bbLLM3fyZiPy3xvgIMNttv/wDJW/lssszbZ8v+AMMPgt/Pf/nq2yyz/hMRH574IQYbbbf/AOSt/DZllt5/N/NsrbYbf/i+/wDbNtl8F/wsxH+MYgw22+d//kfbbbbbZ/wGYj8hjyP+Hf8Atu/9l3/s+2yyy/4mfJ4P8OxCbbb/APyXsts/4mI/MYY/+f7bb52WX/I/gf5CEGGG38N//kHfGyy2/wCJ8n+Ehtt/M/8Am++Fltl/yPk/zjDDDbb53/8Aj7fG+N8rb/jfA/4i23wflv8A3Lf/AIDtvjbZZZf8r+Bb43/JsMMMMNv/APHO/nvjbZfw3/pTwf8Ae3/v+2+d8bLb/mfB/wBGMNsMNv8A/H2/iv8An2P8m22//Oltltl/6B8H/SDDDbFv/wDHm2+d/wChP+gH/Jv/AMp2W3xsv/RL4P8ApRhthti3/wDjnfDL/wBi3/4dv/Zt/BbbZf8AtQw2222x/wDyu/4h/wC9b/3bbbfC22/4d/7GWw2w/wD8b742bf8AoH/ot/E/+Y7Lb/0z/wBWMNtsNv8A/Jh/0hb/AId/+Ekf59/PbbbfG2z/AJd/wP8A0p/gIbYfAw//AMXb/wBO/nv/AMz23/Otsv8A15/0o22+d/8A4m3818r/ANO/9Rv/AMa3/Bv4bbbb+D/3jY8b43/+Xd/79v8A05/0G/ntttv/AFW/9QfmPkf/AOKXw2//APGdt87bbP8A1p/1hD5Lfw3/APiLbf8AtT/0mf8AyHbbS3/vm2+dttt//l7f/kuzH/fd/wD47f8Aqt/zH/fdt/Df+uXzttv/AF2/9j38t/8A4c3ztv8A24/6bf8Aqd/7EeT/AKzbfC/923/Jvjbfx3/+Wd/xb/2jfK2/jttv+A/zb+G/jv4bb/2HP8J/2Dfy23/+GN/7+T/3J/yn5743/ot8b+Gz/wDB9/8A5Bz/ALtv+ffw3/Gvljxln+Lf8u/nvjbfK/8AZj/su/4N/wD5hP8ADv8A2DGzxl/vCbjxr6LH4/YITd+s3X8ef+k238Ntt/y5/wBJv/Wn/wDLW/8AbT/JvnfzCy9wh2kfv7ozWKfjcYytXUPlbeu/U26/uFaNyeM4tQ492887HnbnwgpqE7eb/h3xv4b+O2/9Jv8A8A3/AAn/APNW/wDQc2eMstr+RJHa/wDk3Ef0cKT7lMcdfwQumD9yarWMdxbn1k4BJtcyezcuXw/XX5oBGURm9x+O2/jtv4bbb+G/9j3/ADn/AGXf/wCM3/tJ/iVuB53xv+HfzCyDX9OFqbPqiV/h8h5P5642qSRx8cJfVL7VlzlWGxxPj3cxDB/RL+Gvu6I55zxn+HfG+EPdnUwCrn5bbb+O+N/7Bv8AnP8At+//AMDb/wDDT/Jtv+TGDyA4L5ULcNp6NXCrfRkvWX3XGHzxv8DE6Xv2rPs5tOeIfO3fg3xueAiReiws1tuubXdu+LMSx/6qcAP+Swf5Ld/qep/r8LcTMs8vjfO+d8b+O/hv47b/AJdt/wD5w24fy4/7zlkFkZoH2hbn9BbS+ikmn897fFvgsv1GdV+Ubv1eYyMuJlMyOrfO+T2kfHJ74g+76ZWzOANuGQc2Lvw3Xu0ybgiOZ77j92iCTmBdiOcv9J6nOX9DY7PDsNLj2f1pLYb4bcNpfyD4ZZZ43y/g20tt89Gde/8Apz/Btv5H/QH4H/Yd/DfG/wD8oAWPz3zv454ItA/blpb/AMdrvx+L3Bf3B6fpyayP6UZ1z9l9zOtmXXB143w2ttttsOky0V2w4A453REuLeLGV220hBxwWDOQayc8nhBTMz5YtN48b42zObXMyOgxz8ubDyp8Ng8U9OV/rBoCH2CTL/1IsI5fhy/1eiMGrbPuyx/Pf8W285/g3/Nvnbf/AOZ9/wCv3/Hv45ZBZYBzh+7/AHfmbwfY7t/aTqo/WoMon1wn9/fjKrytr78cWeHy38OW9AYw3CX3AZqtinDkYei4LbXhhW27deTAfbF5PU83GbYMnfPjTrLZfXEjX+wnFjBcmv1dnh83RyZcMbzyti23LiW7OtkPXF8TGeK3+whLF/py/wDHcz+V7lsqHyhy+sjLnM+nZmWM/hv5gf4Nt87422238t/6ff8A+Sd/6DfD+W/9Zlnhgd3+/kXA4f3N/veyp0+/TG+r8An9Eatqd83buzxvlD3ZwsPEu+B48dIpUF7cg9qEjdAEfS+hnxjq6ttctbUOLl+LXeDxvfnptp27hnHuwN7mYDu0nr+Y498w5/8Abb4X5xJD5pM9xPVJch38Q+g/Rks0/wCJDon7LOcLPvxxBvgMWDjltb75cQ8+nP8Aiw/4GH/lf7G83EA/d5wtHGjPgsxBn6LdNss/zL4oXP8AEf5dt/zn/btt/wD47f8AFzcwNqIFv6dLT3vgt1dv9RfH3rXQAn1kq/Y3l2a7uYOZ5f14yDJ9S+Dx7I6QwvUF+JHcA9rHShULn5nwdHEbbzc7YfhmeHuyeLfHsnhti8iwJEtMSAPJZ9WS4LP1Nu8Bbx4OvB9ttsM4sBoJLaMI9YfVtIPUynH/ADMhmDjuY46dt8FpwELOZkjMZHq/pyHk52PxRxX97GZ/Dc7f9+YP8Za/3cj+hHwyyz/MT4238N874H8z/If9w3/+Ft8b5fL5Yt/wb/0hZZftHLk/ILf3J63OWt5uX72tkv8AUEj+tyTfs7fJ4w4ctubjjjxv1ba2kC61hT/xRD7YILtMDs2y6rI4CyfDkpzd9XSRbH2+NzjLuzx658c5xI/MXMxvVlx4Z7sA3qbk+bM3PdiZ93Gy8Xq7Nnj36t4lUsjsuObbeeGLBYcQ8ZlxYvqM+bAYWvthcwmjDsE8lwsWR0X6ZTpfuPj3Px/tbdtchBwc6kZu3D22HUgiCSOzPu5nqUXf5+nJTTh62lhb+vQv9hbiH6VIEOPqxJf1IuRp15M/zP47Fttv+DbfyPG2/wDZT/BsP/8A1nWOQQnv/Jj/ACi/9qX/AK3LImWMX8gW9r+tzb/iTE2Ob7vjxPiu731uadTves67YLiO/Ox5CWz9UTRn8hk9w/a2r+sIrq/o4sJ2/atxH8JEOsys2ts6ZF6Z68HXncti+yNsuPw5+fBx+OWeeYtPDvZjmHC7vjJOV2y5I3jZ4bj5Lje7be3Etn9x9W3ZCZ3DbI+bct3M5W5wwn1GYHWWPm0nEO87L5jw5kOgTcjTA354jpf2X/7UlbR+s2Pet7ciI3lveIG7iZHxuTDnPCwcCfygEocj8FC/9Mxo+2d7h/28TAn72cj+rWd4OWIYOmenk3P4b+PHjfx3xvjbY8Hjf+pTSP8AH/P+HfyD/wD7mQ/9Vv8A0+/hv+TLPILpf0EC/wAFQrlf1i35+6jcCBTS/oGJDVX5VtO1Z5sYy46fHOb53LR9ML0rC4kdlewNqFbGcaJmYPrwh6Bn25ac3IOQ7uhHjo/ZE1DW+KXhtvnryvnPxzxp47t3xz+Gung4t8chkxsSMXp8RhjT88Za9FoHM3OTOBc3FB2/t2zz4/Xgngi31GAekV+rOG0Hr+6+v/dx88o3OFwc+OwThem7LwjkvwL+43jXVwgc/cI4M/TNRk3zM+G9Qycei9PKbGn+pl/8b9YD68AM5mCBtSTJG2XI92vzcFFv03GsPh3ba+KP4L9bc8+8gzzn+KP9eJj29XFjJ43xv5c+C3/OW/8AxfP8ORzjxrn+DhQ4+GJER1ij7/8Alm/jcLnkbH57abn+Dia5/wDjz+Oz+L4PwXzvjmxiZI9APl4u2z45W5ifh7Yi/Tehn9E/4fOS6/sFbfm4fDkPGeN5l68YuZdI7fswkSE9sAu6isBGnQWvxFzTQN2C4ui7Fb+UHyn5Jn3Ny+qeVzY7JxBY5Y3LN7jfyzjZZ7sPXg3fSXPF03pX8CebMvVyWeDouM5y+BofxYZw5DrxzabY+UY4evwXxuHjL3Yer98+MM7s8BBHGwz6inKVnG+M0gN8Ofc9M8t4GWi/Xw42TMS5PGu3qbQ5hLi4z1C/LCXC7f7YEup/gYMH8CzKY3918qvm4GHflyI0v6GzmRsY8baxv4c+MfGfhllllkjA2NlllljZZZZZZY2WNllljZ4zxljY2WWWWWWWWNllllllllllllllllln4ZZZZZZZ5yyzxjZZZZZZZZZY2WWWWWeMsuPmz8SALovqADerT8kEhMAH1YXEo9lvwW/K4+bj5t+Rb8i35Ej2P7v/ANq+X+0v/wBsv/2y/wD2y/8A0r/9q/8A2r6VvxX0r6Vj/wCyS7/vL/8AHSff9C//ACl/+Ev/AMhf/hL/APF3v/1L/wDJ+DvV/ryHfkkkmu9MgvX9e/8Axl/+Sv8A85Y9n+zJd+McEcJP/wAf4s168YEf/U7/APJ3/wCUuT/xIbr+tf8A5a//AGy//bIbr+8v/wBS/wD2S/8A2S+lfSvpW/BfT/u34L6VvxX0r6f92/Bb8i34rfgt+C4+b9Fx83HyXHyWfdllllllllllln4hllllkIROIAAwLLLLPwyz88jNlllllllllllllllllllllllllllllllllnjPOeM8ZZZZ4yyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyzxlllnjLLPw58Zc2WWeMssfGfjn4c2x4bLLA5XCB0n7Mmgw+a/v/eXXq2j9Ljf72Rnl5eCLPO2liQ/SjrVWYIy5gfrYH1Y+AsssDxlngIDEzl/Wzfx/cXStz0wqa3tcvafmP0bGXDwW5HywnEl+J5ZDGfBk+XkDmyTwffgeSYuNYl1IQMcW8TzZH7txjm9eDJ4Y6uc8dEVHe83eNtip/cufXD7iMityTn6fDDZYkMPh8agdzObO+vGJ2QLwG2HLe2v6n5H9SGG3oyzP/Fb/wDqhv8A0sH3/VBe0L1/V4IzPbGqLx6y/wDZr7se5yXtcL/xXwbDt2eUs6bQ7wfdPpcKQ+l2vayGc4x7R8ufkxnuoy5c8mLficueibAw4Sp3a2lwucJwjYHCkcoR/M6fxru1X1Jgs+/Nqhj+cGN5/Qw7Uf2r7n94Xr/Rv/qHcmf7MlU/+y3b/Xu4x897f/Tz5P5b98F5H2/0L7/6ly9Q/wD05PxVKeFpT67fRXy0ObRz2GAy2fQWFFR/YnhxLh3/AH/hiWuL/wAsx/cWE/8AdONCx/8Avubl581P/wC9/wD7M59Y/X/cjXPw1/8Ars+mzO+WmNw4jh8X/wAcvrhV6v4svUFw16/nOD/wFzcf6rPjX+J6yfrEe3+rOf8A417c/rE+kf0nLJ3c578pzwcRO/PjRfNqf+1Bc/7bTv8AtXHn+5cs/wB+GO39u/8A0d6eH97L/wB8E6G/Tkrhf7nyXEOf37g5/vwXJ/Zuf/kdoYf34lH/AN7sev7twc/25Y/82N9/24/+xS7z/flOf9+Af/Nuyb9u9Az95HL/AG5Xn/fh84/3sXj5kAuUjJNVf/sTiY5ftcDlJO1mo/3MFGaYiJxzQ9Pidsf0sf8A6W+H+7ZH/lzzH+3Av/l3/wBc429Gdbj2r8c5/wDvdu8/2pZz+xLZr/tXL/5W+P8Avtf/AHsez9m3/wCtHqP9Nz9/8t0/8i0/96w4/wByddf7ZR5/vNv3/eyjrp+4xxUs8LJX7S9tS6uTPCrydS/Czlgjbg5mXUfm2Hu9W3L7tZ4t/SPlYpl7Sz2tXvn5ip0qttc81yehGdd1cXew9/7jDdl1Gv7n2O+H+9uD/wArIcf70sZxfu9n+y+b+1lux+4f/Y3Sdf2vd/uyn/vWhzID/wByz5/2L4v70u8/2p9WP7iIev8AvT3fzate/wC2x6L9IiGcf/Nv/wBXcXMj/wDYZ9kgPVwBlGXX8cB9f3b3/wC9HR/ao/8AWQ8ER/64pfcRhz+vxCJkXTSPKf70E6VL/wDv3Xf2YH/2/BvT/ux2Tzf+Wbdf/dDuKPxv9yYu2mD4Ng/+3HDAI4/sn00bws2eODXP+G0yw2lzyDG/b+kFzn+sf/Tb4P6N/wDj75v4zb+v8UXj31fL/TvX/qSj/wChBeSn6R/9fur/AIs+v+nZe/8AZvd/px/9Zj3+D0+az5I+jxCfDD8fjt+Ovos023L/AMUe+3wf0Mc1Yf8Apv8A8Bj3eJPjvg7/ABux0R0eJD21gdjcfMl5nZrzB7vCFXwgvjd/Gvx/sx8j/cf/ALbHv+lPY6OVPar7Inttr1/PC2Zb/qX/AOwXwf0I9ofyXTSPf9pG2f7i5/8AzkXmHMsZ7L+SuPY+Cj21wkmb+0L0Lvroe8f3H04/MTog3/XC4Sf/AKqdeKfFceTjth+v35cf/ivbbn/8Eb81ercE9X7j78/sv/xKO9zz8R/9M3PzHL48J1/pZzF/kMJGn7JtwZH1Gl0PlS3bIry2fLZF1xbEdXPxYvAKz/eOPgCNQb0twU4OiAkschWZB9TMyOTY+BMLYeSvFs5pdjkvfccVewUB0o9Qs/V/FwdTc5Lu2r6sXY8wtSO2Ze8/LX8Hq2BYwdyHHJZcZfxZ505IXnxrzsq0I4p8Rxhso6Rk7c7dQXQtcGBvSD6oENnqc/17Iw6fXFvw4vq/+hr93+ifT/WWbr/RB9C/IEjxhY+lx0D0Lj2FjLR3EHpxfQ2BwngyMMY3jLcJXU8vfheLbTxhD1JvuDnLfjx74tfLuwurUrzGrX1PPcrhONkeieDSSci+CSmbr0RAn1ED7Ljvh8ZhqW546lN0vhVhPqDxJ9q4/wDwWYuln3xEz1ljHh4+Os68A86bTNGGj5h/iH6T+JM2t/8A1Q3X9ULzZzdux38Fr7XAo7Ht+Py9od7f2Xr3ce7g9NwXeP2lh3c6t4Urc/2LZgbqB/cCP883Ix23p8cbC/qt+O++P4Xuf44h3/Un4v7XFr+jbX/5I5uP5QX1/aR7/stvRHxTR/8AaQQ/5XPmRDk/32wNf97b0f3PwznOP7XB/wCbL6/4zlT/AJs9Hb9t1ux7xxHyTpyOTF/vP/3TfK/3Y9jfS8LHr/tbT1/y2Pj+xjl2SDt9UMhzeNMeY98cvF/ELPGvq/03BzObj/Sw6/6zPf8Apdsqv/rZWfyCwVXU/wDHn10dV/Thv/hQ1z+ggdvH3c7KR3+kfEz6u0cJ7R0T5kruthdwfnhId5BvMKn2Ydu/73s/3R1/74ufvf3LHH9pBdr/AJmD4P8AeOco+b+0f/rkT/3hut/zCO5/e+n+0gPd+4bZT4LTJ9qEZ3P5n/8AdDPDm/Lc9e/VK0P7FzOX90XX9ydd/wByRwP+2df/AHZ23f8Aaz7/ALmxzn/bHOcfrW4sP92cM/5MEH/m3w/7Nh7r+1mc/wBy09/4V8lM0o+1jekf2y3BD8d+zLdyC18oCdXyr+0sGv8AtHs/un1v+4+f/djvH94Pr6psbm/3Abp/ewz3/dxB/wApy7pp3/ey5b8J/afW/wBrq3EP65fdxZ/ytef+c6HSDMxx8f8Ae49gI6f2m5p5+b5/7ZMRvrLs9367wT5ERD2GJZ/zl8ozntIc242xOHMGfMpVzcSnaHizv28SxcyEX0fqw8uN/wDxXf1fRcf/AIL4P6J6E39Tzcv6jXNP0LhiufPnObDwIy7P6lsYgTcL0b1lfSnIml6T9MI4/oZ7j/SwJhfud4f6mPbfV3mO5tKNwP8AFknGGhToQTmvqEOckxjvb9X/APiQBvM/WXz14cH9RxdE+o7+owNz9ZIev9SPKeviy6DfGIfrHHoh+tycCduKPYCR6r68b8/0Nz8Q5ZXHubk6QpxGqjGl3MFgfRCezxOlIO2OBxv2X7Jw+r9EZbhcHPR8wnXr8yecQf1ADqYEdX/ZBc6fpJ/36b4T+i5+f73bV2J/bwBF6P8AJKbqMj0u5c24h25Vqf8Agn/6q0f/AAx9r+pLnr+oF/8AKhKR1f71h8v6bZz9Lln3/XP/ANVIhoH6kT/xSX3fUQPRr+p9yj0K1jAnDfcbfw250yXII3Pyz0YwucRhmty3uDj3zDIERPbEgyXOZJ14ryfRLPmzxwUHz26q4HRHxC0yXcPghT43Vq+qFvVuVsK2tri42qOsP4tcbnyTjll+IUI9xhF/ZK3nYevMxrOPT4gk/WeOi5FuNnLbqdt8ZZxG8eMfHLPD4eC7U3h2Qfjyzcs4s4sD708DiuTB4Cy0ziSGw7Kfrxn03HgcG/NjWNj3BrhA+rH349d3XMbJvU58TPVhr1kx+y4lNu+mbctNttWYhOYd2oTqOLTsj5n8c7O7ePD2FzwmaPjTwn3D1cDZnqyXwwNgkPPi0fZGuyPj4g0CF22bxY7i5x7C+qDdZxD4ASc2uRPVuxbHqw9QfVlmZEHpQjNMbhENySuOH7jTRP2QaQHxAdl8OKG9ELnHjInvUBjKzlj34w7dgtPQOR/8tLh9qGZb8kiYEPk5IYDA/fED02Pmar7t2d9bc/idXYpxATd5LHmMdzjGB2QOoRL3q7zdHqx7yxvp4n6Tx1ysW7blxDg5kU7bdjh+2z3H6Iw7Y/ZloWQQQSD0eGGyhrE+QxvROJ/rI4zOMROdo3d27r/7RDq4uLpbhxitoryPiLBg99kTqEvriupPqZC36JxsAnyx2/Y2XoFxnYulmcsNHPiOXBbrssumH7unV6bsHE1h5B44duXqGPTY2hLrdi7MaNCJhHb0ssfJeqXXZ8W+MviYwBhCr/8ALhkbc+zHSf8AHGM9nx2+SB6hX0ldiR63KMXPyG9L4EXoL1yS9ZK9QgcXCOvdzv1nwsN1xPpXdvbG3Ih6Zj3zFep5Q7cutmYMUhu4fGwmHK+zJ0uGG8RuJiyOEc18Fsr3rYSAOodjrxG92DqPo8FHZBvdFwOELQGUD4sZDD9sfP8ADZnLuCRsdXLAHH9N/wDgSexfA3wd8Fc/gsHrxiZOr9sLbBweQE4TlklsgnU+/wAAvnjw8ay3cRevFxJ2CHi43uenw4Q4xuLDeYFgFjZ+8I+cXwbsI8MDjpwHy3BK/fgJNOskzggkWdn9CqrA5T3lpdFB6htw3VT2QvjQL0wkt4PAGzcn1OJYY8XFk58eMkw4H3xDHO836AQnTu/Eh3/VIAf0XD3sEhLLtjY/GWMQPfAfBblR9LtwN0yHxQgfuVU0McN8HmZ6m4j+sxCtWLu1EN+FqN3LMrn1GxbwNzGbrPs4PIZwSJ4IEQ+LDYJSSdTQKftLJ6lXfjqe7OrguZYG8hfWZnUfH+uJzYvNHkWfX+sPef6j1D54ITBNwFc6uUXZPojHUDhvoiIZGTiSQGTYMZL6PDy6LUB9cwTqMhJ52Cs6yfrY3AkXfu5kEnEc71Y0jtwR9bUdNkOiE+pdn2XSPhNEEysccWfiMLI6jm291LtEED/qY7wlOeL5yOEf03N3j3vbjGPaNtDlyTPDaEj5l8BHMyTq5BJuHq+qfsX392CbL3GeMLLC/jizjn9+BYt0z4T3Hozmc68JJE243gtfiw+fDPfNjCk6xHj9XvmYZmXRlim7Cs+55uQWDiQu3O2eN46sTPOLJ8BYZYZvhNsb1b/UscmdO2T6tu/BiZcvUd57n5l9MzNnhJYSfFmerHTLSQ8gDEMdyWx/N+nhj3fHPfj9E9XFh8TxHV3U+FXpVPeU9xeTMvXl8agHhFxpr9hG2r3A/wBTIwo/ZcoMPDHbPDILL3KcbAcwfmyL5dt7uPySIHabcHHKO/HMIFg64/UJOH/PNj6G6efrmOgP0Ja5/wAKV/8AYS//AGngGrww64jJTTYjjjGA8JB04vVZ+yRxMLOnEjkzwh7Z4dk+1xr72Q5tc4y+lOeZPOG4OP5OUo4pPDLrPX9Mnvj2DNF+LX5uDnu4RqzB+Lhxc/Ac+4WQ/Fl7i3u+RfJIPcwj4HhpeELVfi3HZAwk5U9xvyHEGZ+mFaX7Tkui/n0h+v7rfIw8MnLvjNzwwT9z68A/5T1uXwR5JkHjJhNWh8jIo0Ljkjlwy0Dxx83KI27Bn3ZbpGOPc28nMsHeQu404g/dj7jPS9yezD3C+aAX5l82tQrQ+ebLYDkT03IQ/YaROlfBYK+DsvW5uN3sy/d6rDN6dinQ9Ng/RdfKk2XqDomt4/zvM78t/LJGf87qi/7sNl11uB8wTmN++xHBxfVltxlq4NLgtZ9wEBjbsbceN8jxgJzFOXxhPI8DiuGaZLs3fw6B/BxN9o+vasxL6bULNol0hhuoc9BL9eHodyum28Ms5ZrO+LsbC42dQ5A1hkaySS8+LTbzZ+bHh940S7DmTnqxHcjhMdx4bePHR+0e4xt76Rc4RfWblH/3Nj3KPdgcd+Ak+B8vcBgPyLZBZQ/e/wCEM37HibmXIj8nE+iej46/qcyS7zJ3mT7SSbIZT1LOupPT3vgeHMmVabAGzl2faf8Agy4wwhKbDrNrlSDrzAeiPq4be4t4s8CI5g5gMHOy+TAyMvBaL08nJ4HHvhwPRAT2kL01/XNrsfzxbvY/V7QxDgE+JxBH1Nxq1YkT0ie7F2SzsJfYuZkJ6mm8z8nF8F9p/c4cWEQ/U5s4HwY/N8db15h/MXC5Zh2uRHDFnJzkzEJOeDJHNyeOCPE58MDjbiuISQyMySST5CYeAQzFMaR7lAn6s8PtHsFnDw09QbHojichK8cyHcm+l0cTEPGHGkHOPDBWcvcX8yfo/rmfaP4nnwv5ZnQf7noAH0Epnf3Ne5G8+riLZ2hZOg/0IPGf0gyXcw8aPTi6gwFmbO7Ee0OZ1bbzwHJxkd7d5BtiTJnncJhH3PUi5hD+uZ9CZGoj+Z9QvuJ95fcvZ/MOU9kx80qnWcBt0wL1zxDzwgO+S/i5tsyw57VJVDS5fcBtnN84WWYkb5y6mP8Ajm5XPTZ8kbvNnM99X8X7s5nzhYbfvm9Tznj+G9+QbZ44+ZPGXUrfcfu4Ekgucz3MuDzcuEsboz+s8MhZzcdeAT1CzL23lh74gs3qIHLD02yznw4OPPO3E3LT0TkTSSAntd5RCwz42dt8B8l9+7k/1zCNUhdgxndsjnRG4GOHFV3DqMZPVicjIc1P0ymqfGgGBn/gs+rPxImuOCw7RK2ccyLxRyz+1nD/AM7GXa5OHD8q250FcWa2r2w7z/c6zG3vE5d5twOvM8vB23G+7i16gpY+9yjllrcgLdpfOatbRff1b73xF8wjObXEQHD9rT3c274AedWF93BnNy7qx6WVcKUqJMluyJOGQms9jmUemMt9zUHkM8OMfvwXVYxcR9QZHWNyL1Yjy2eufOwwYrRwMmTX5t/M8AgZ3Z+bfzb+ZfzfdxJcwuOfd90fMyrIx1cm7fC3PsHzWUjrh7933p9y535bCzvAE5R0yENG5B0aPzK0F989U9Wo3GPz2O8wje9V7tJ33e9W2kN5tr3cem1jt0y+71cjGPnc/cZj73SKvidPE5X7J48PdveLL3du9t3M8T1GV3HDj2T363xrLca+uZ+SY3bLvdtOZh/QtVdTwdbcft+d2QZMCYjBPdh7Q3tCO6kuC5J2ha+NnHiPmZ07ZbOfDvHmMe7Uvwa3MA9+YuZEPxL1hyZzcvVw2y7HfgvSLdu8vmRB7Z34jj2n5E8WRcRct7N++ZD7YZNBxHut6qyfldRDl/YjYWD3mUe+Jx7hvdv5vg2rnotw33a+o8HYyQY5D5yZmz83H9XvzzZsHgfXm0s73YknTFzk0H2bfdk483V4asGRP3jHGycZOQ6Isr4IHEG3EDnHZuW7S64m+YFwf+yc5/M124zC+JkCK+lEI8uWRb8RUZujMWazwfVxBvBbfZsONtc8y33Lzfd+8z4oMbZutxoQ5Cs/aCRy7uVlA+L7J+TGTdvbmAPMe8EeoQ4f6guovAa1AtPd0PVzEfbOI8QdFvObm318fFvEnyyWWWYSSYrQMZWb4dvO3HuEkvByw8Z4hcNgkexkffV6TPZgeyAPlj2oR3mORY+0Jw9h1JPP7ph4v5WX5J9F2ki5af27OujmcDiPUMOd/EEdKY4bQDs436upIvmSvO3ZMNzWWJw7LHU69ss7voSvmX7PVmX85PuJB9L3FftuPpuBz/eX6rusIgv7Srtufmyyzzavtf2E8+DC4clhZk7e+uZ50cte4H7bDsJx9/NoO3Hi4dMkac2D+LkNsr1bbZpuwhwQBtN+LbSzBj4EO7S48e7Txv343+riDL3Y/h1t09eG8eG2lxsMJbxbcW3TZP8ANyhOJHe5Wk8gsJwkyD7mC7dQ3EHUXYZdzJOSJnfdkIJvAjZnjmaWeGZhxKfEpuW89N1th7l+r5CX6Un1CU9pHufRbfKyyfGX83IcXTqZ44XB0MjRry2XxuS+hcuRVT82cWJGAA8P+4fQT68c+QMQSzOL2E9592pqs6fqxxzJ8e47Db+bX54tHuV8wPDqbNH827r3fde7f1b+YQ9xHp4kR8w7eeL4TT3JP6v3sIP3PLIMfBjVv3cEkp3DxC8m9trjbYH3F9H4Id4UE36IBoieQKE4Yy+hB+mb/VJEA6PqACxsiM0saRYZlytmDuQXWhhvu/cdji+Ll7jmc3Ow92Xi/cnp4lHFW/aOZzI+SWzmrfvLRuPG2jBPcDjW4UBP6GSEEdHwTd65pbwlAdiZskbjxk/MDbtms8zmJyuEU+LY8eJnjePHFiLk95Azh8OuX2b7L9oxxs9Nbjc/cv0Nv22TebtsAD4IFjYXOZyWXmLno7npJ14oE4Bqxy0HiV7mh+b35nHbL4jk5uHvm9ueMjPuz8sA52+G8w84fAU34dNcvpK+rjmxNkc+/Fjx8RMXin1toyXJHyS3JGVvHfmN8XBzbtkP5uA9bHDuHY8SY+Y5I3FH42AKgITn+YwYENZ2sGmLd+7WchY3u1ZeRsOix1FlnTsrzzxBbKOm1te9tHMvmEPLde5phze7UPjIPeJS3a1CN5jRCtHjy92zbcvl3IT7l9RGoZuzxC7czIcyUre8yo1uVgPPNs3mfnEdBXkrpbhxLv3nxvndeHa02rcGFcfbk7b2tba4uVv3a/NysqdfELZ72WG+nJOOxg5gcG4swONfVlfh6ggEbpNkaYWtPEcePGb4J43wviIb9rfvxW8bZfxfe38cyTm2xn1zll9aCM/MtahHuVzuxW1y/i+CxlOI8BKDn94hyv0ZdEMD6X0H5E5pRGWBKdnm5bjt7FiefBOfuH1J6InrJfE2e0/InXxsc+rg89WxMc2c2HxJ5bj4uAvyeAY4sLktl4i536lhH4sBx4bhts/blptgXRfHMTC3fPJZfpSXOGN4ttlYds+7vSO58vcMvvxrezi4yziPu4fDZ44bPHXrx0Owcm+rIDWX2zt0W+z8zb+S122gjh4R23u2rEt4bc4bfC2cWhhdGz4g+yT7tHpLT5s8B8yGT7T6XbxZl25G+zmd3i/alv8ANlnF26P6kWBP0SuRTej+b1cZF3ke0Szhc2+MDIRFHdcUHqGznqNHQdnEQGD88/8AMLipuaj5GzND9zu/9JG6I6W8MbP14DPGRNxva+JSe8YIdrPytuncnKsergnQuX3Z+nx5PAsbc7D6bIhA+LDO7pBkwcowv3g88e7j0MjPHHPqBs57nl3pFwSNuOJ87sJ0XGIeAfBsFAa+twuLP1lzYv03EG/02Ck9gRkWhsQjdG9bJ8Jz4GaltxW1R5yXZYZeroztw8ZuJ/DsEx9ciHQjVverh2Q47guws8RJyR0cQZM+/wCHxcJtK9Q5eWG7nIOPviHmGc+SFOT+5A6uvGDbK8InhA/LEh9c6wXn/fLsXqh9oITEVpcvgtPtP5jDkH8kYcftzHq/2LotfkTP/wB6Wzwfyh+Ndhquz6huwf4kee0/L+iEIBzZ8F9IXZmnHdly/wABIf3v7CJ1+ridDH8o0K1bE1/V1huwe+4MD/W+mHuLy5v9Cfj/ANZ06xcnagfUDnE/HM/B/wBx8n/crDDsl624+f8Ae4Z3/mH7/wBwJF0xcM/s39tpu8XVcZGsOz7qG56QXolfUv0T5yXRxG116kZA2c4W5b3IRxff/eMuXHu/su4Bbc2/bfrbuXvzt8664dvk/gbbQU9dGSvI2cwOPu25x/a+rfpZfwLEx73aXC9zf9x33M2teZ5WPVt9H1t8YQPpPxliWBMIYxmPclf68SXnO6INjd0tbnT16nLPsJ3iX8f7jIx1v52+C6HETHBnfgy4PBc7hmg6n4iduoachPJwdT7SB7G+KMuccwfu4fDwZr1fe2h3FYPbOn/6Xtj7HJs6NZf3P4tHCj2uTsf+N8iuWB98R8mX2x88Tgyye42dO5TPBHcY2B8YfSXJ3zHYaIjjL3f6Fs/0+bjj/pnGH7bf4HwOf8TJvP3amUzoy5r6o8E+CU9fqYxBG+EsHqE+ubMdMgTRteydDqW1lX5ud4sblnkcWsa+rPqx5PrwcepA6bEXHJPcmQ5NgLnbDN8q22yWXt54UUg6u3cv1ftZ6GwyyepDZkeZT34Nt0+7bYSBsZK25ZoXTxpJ9gurX8Lu49mXvj+Y7ZvH+AJzWZLeOLh4vxJLnZblS+c5V2r4c8Hkufw/adz8A+rLCyLJ3LOfD1anDZTstwPXUb8WePXhx5YPu50TwDPUSbBPfEHpmdWMDk8eobTwdNmDsbc743m7iS/dh40PXjleSN93GTnaxJbk8+A558I2Tlnj+Lo8Yb4LCHVwZPN+lk9+ISc2bBxZh3Y5/W2F15C4yHjerYomYEsj3BU84S+dIe8RrMBsu4r7QHuH92r3BMPRYWLZrMx4Y23mQN66ufizJYWUai9dH6uwKQoWex+y7xLnke7IWK5YcbZEq0+LZupC4xJbzKuLZHbkZbPnLjy+EkIuXwafj7fBGsGvhlgcWeHx+Xos8hZ56t3IDee54+rXiHPGAdwXtnLvZad2rdG19Z5maPBwwI+fvJj/AJWH92DOPZIlp/WCTwZrpdt83xzbbz4ziSLQstnTuE6kwIwvi6l+UrsL+r5GHoS3uyHNu+LFjDA4e5d6ldQw7veRdufcB6jVnuXpbtZCGxAlo2HMfKwakiEDuebhXZZHmHJs3WFJeofUU5Se2ZbryWiRtblmMHiUgHktC1ziE+ptGTjZ1JxzPJ5b4lqzmRE05tGTTNLjHxGnVi8MwknGcP1c0s48L4PQzu2cFyzGF68BbBPKTi4DOmHXq0H7t1eIJ8eGbO9sdEdyMPnMETcww55tYAeZiV8yiUyseCmw9ym3BMzFpKS2fE3fXM8xZdEjdwNLI5QHMzL2bhNyn1Z4JPB49d+DxrbyWxgNmGhHHhZmQEiZy3pP7Nl72ynrhMJfJe+JKTF23z44jmDjLL3Jtws5lM52LnWHwWF8MLhI8AP8LPGQWWQZJyQe5GWXq3mcYhk70yXTY8dT+Dz+rOJIXIE5yxKiSTI+dnzZ9z4OPixvd8rAiHxsWLCDBsYR5JcaQBQBsMkIrq5L7ffuCvoTVz39yzzCN75lvKtv7eBfixbbnrfDZ9/h0xx+HPgHhnJ+GecL9QuLL6nnF6WcP1E8c+rLOOvHBhInO8Wf1cPhxs8d33PDtg3VvAvGxl9Cz2WR9lk5xB3AXfIcQeF/EF8kessuDcWTfHgnCLb3ceS3m3nxz6hxgpzZCzuyLOeJCeIbJzlg2EbZLruLZEDxEYmy7PhJ3QuT1B8Ty6jbkXwZHFwepcFxYY7eVx9QjcfCX7Tm/aw4bM4biwbBcHXj4w4+bjb+bPW2r1OHI4+JPd5zouXh3TJJ7cbFlscc5mWnks9P3ZIAanWuMJt0cyJyp+JvlJR6sbGOYFrn8HD4r/8AJ8cic/txvvXwm3Fuo+lt0oXkU/UkKj/Ek8siHeFm2QdwHgJ0g2zPDN8e/C2vjbObq2Xw7SmZRuKwu8MYSH7uSAOEpoBVg5D9RkW8g0Q7xWpEJNPOURYNBnoBX+iytfDMYm5lne5MPYyz7+U7u9MvDf8Ame2CepJ4jeahwhsz34wcsCyTZ4t8c3XjNbGwdloA4snfH5FsZxL7Jw2RyzXi0CNxaEdBIFg9WBmOcDJiGQ+TfI48OPGRpHkzF4hzj15cXbo5JTklpl0mbzQw93FQBB/Vmh5QbcoZ3tmbGvYkG2gS2tsBiQjpJ6hHq08BMdWQN5uw8EhOLCT7ZsxjccDYM2dcTeG2waQtpZYZMcwt5gZB9czbFUPDLPPq3k2fXhM/UXfuznqRkW7l8zdX9xHA+73+2N5/UPBHTdrHAFvcO5cGwodWBZcnEZG+ByINpluy82uRsaWKwjgl+IRxf8WfZ/wymayH0EbjwyekSQZwnFnu/GvMCdcXTmI1eGF0CObOerOfqCznLO/w2z238eHfGG6N8cTkcNtvDBHT+/A8E9Wb1DJiM4k5D0PAeHxJ5fFXNg9XGbDwEc8+er+PDwxcHbYTyA2mLLoju5ksuHjO7kvb54ILgZ+F33cLu+G9c8cpNRDJj0+cs1M4fuvjl8+yfVnhhY7Zzlll7mzMk4ibc92Xwtt5jBD0gly5s/a182Xg+Z3Yz4q8t/DOPy4vuCPGPrxj+B1fq5Dxr3JkHg8AYHF+jxnhOe7h5kng6s1bPrid5QtT9xmrLr+9sy/jwzMkLhPA8mWsJ9zz6yLnvYfA/Fm8McbbOaGXXjj1WDbG18MxNmW4cEPEeON8J4/i4jwh4dLeeS5cX3n43PV7unGbeoQao8Axnh1jeObQSu9meJZbDeB2zqTwjZZx0SZxki2JQs2b6m+HCWGGYTF2E4b5DHg14cr2c2F4vsWIPN7DtuvI54k4sEhBsP1/F8U9jtehERD22DN5lfJDhCSe2V8stsH52HuVduyvxJp1N1xzOvefrj/iBYPP3fNDUKbeheJbnU68vVjY7hiCbrlzdYjYbq8/dq52VOW5d4jqPuyJAs218wYW/UxIfPjLLLLM928F3MZxZ9wYwoakvjh1fLc13VjfRY+Y0x71Z8AOjLf/APdwxMBxA64/+3JSTigIHOMdefTDR3Sm/jbgR8/cuF2Jx4nvPu2iCBz4/wBVtp7m9x6CTlsgsbPCeGbEyzL3MiuZzHE1evHoIHvLPfqQ6OJA4k+pGC73xRwpYcNsS4gKWxoWxzbOC2OrqLqJvJJbuQwBzIGtzTJzAN4tBtPOTzyDs6kxu3OF25uWQJxGWHR0yU5HbET1fbPuNcxFFlQje8TVwwu2gXrI1hc03Fy7CE8LN/UO5zkO8lOwVl3Nga2dysw2AGQ/sQfAQRrdXf6uc56k7nbUjtjYdjBjE5h+GWYZPqOCyznqAss+rrojdg4shr7Z/djfEP8AaDDj4not78ccXuGEZpN+jWxvHjnnxjzZHkZ5uvCPu56t1KD8Oo0sfp/3BJwgZA5f8EepxsSWQ4Pp1CQwTzPUeCbsDLUKJ0CcSBjTT5ElFBke5B6UPJcN15wF1/i1HDHgs9yXMmxxZ8eEjwRv0z6u9jjxlm7HXT43I53xrZ/Ny/Vh43OLTDarab40mPNgEXHiWB828Fzpbt9eDjxm+C+714zOb1bje71K7seW7Fxe7YhZLHx3bnwPHFvPczBdm48Heb3JG+N8Lcj+5Lnn5zxnnZFGzr8MizckcLPwDmDCY9XFsPUzcsafjdJmpTz7/Hc53z68dQfkR41XvfHqODxzd+H5tbbOfH+xE6N8fz47I9NsyBt11jD3tnLMKWid8znttMk+rqNc56brSeCHg2Z+zIZ97ZcaFlk9TtvbfxZZsMKrswK93N/Fk2syZIdnvuQDHl4PG/gz8MZ7kBxuJlC/Hh53iyAgyOrkmDwwyMcPG38xG593MusttG2bOPL4dsn3l6iySThhykuOHqYBgBsNt9WbJIJYe5LHfBqjhgIzi3hg7lu+LgU45lclvR7nLZb9LR7gd9XP3JuX1x1WDJt7Wko+DhxBABZ9jC9iwDsSB6Lf1cXHh1RP7tHHhlnFvNnlLLhJJ5ZuIPGb4xvc7DzZ2WGEx0Stmaw8f1JaT0fKQx6ZCfRlOLr/AJNwSWd+MSPEqn9pdXxyMAnT+gj+F3nt7S1YeP5nkiPd72TktD3bti7tJX1Nq/Dxk4eMZlnlEPGM8eEVsAHMnc4kDJ8mT9orB44hs4EKOdhCL58HMCSeYNmPJzYFxtw9Nz9x6kP124tYBrHs7OcO52bg1jxdo5eOXkhMyTUZvNsvVn2sxJ5msOfztkdosyp3OSNU7ZkSZtnSAznObB0sBP8AU9jT9CfBPX8WwIDPUteZc1rkWC9X6ziS6+IT1dSRwawu7xDhj7hTMLgqucl3XpeYHokTy47ss3qGe4Va2H4MzydeH3+7PCbBzZ5J8X7YskVcki9ZeLb4i3mGP8jZZZkeHi7/AFHkjk8IY3P+EL9TndhOB7yRnWF2QOAOMLGfCdZnD6kJZxt/1KqaHn8kyEzfx2fP4QNNCy+cCgCFmt3RknoOo1ZlhoC2cHNmPVnhmN+rLL14fKHMnG3zxfFvj3Hg8erLPB0EdRbZGkMHHdrlyYziTzK5zY8rj3M5hyC5szxngJl4dtv1ZZz4f02vxYWQeN5jblfGWWN9TxZ/I3PHwOFq8S8yL3kpZHjG6hsmS3c+cuobeVssbCQ8H3+GWWeSZOubPDb53zynm5haW7MXw0t8H5b418DKeM/DPHXgfGYfJY2O39rCFORXeH+BGr/QkU/dYvXZcceDBxNkbs+1h/NlknxOsbuZxc9nhssBrHCcWdnX14zeMg/1JySi+B3tyd8crB92e57Y8ZYeNPRO7fXn147OofNkgiS0Qtz3+HPk89+Ane5nZuAvW7b63werOIibOCTzHV/FrHMmMP3dbTh8T5wJDx938eXecQ+CPCWRGJc8mx70AZANl7jC105jUW+oeerefGyImeA7Ga2MBsgYmcOi3kL5NhLLq2DXsnjYQ7jLYsMfYWz7JTwXstR1eOcUXkIJIDFfB1PuOmO53izJ4XZLvmDTufHx4CmYCZbfhzksjYxx3nQhFUDeLuCsFkAU6dd/1IzWXDXD3zdlFueXMRDint1JZXO64JqPXY2t8oeqQJ/HTfvnJ9+Ae4eeY7jfP6vSelnXE9pxLW/J5fHZZe7oL3scXC/y3JnjHMvUe2OC4AgAxHDPY4eCdsWI/KFr8r4XNnheW3DCzLaasvMicxTsiQUhqmzh/JOcvkxJgxw9w7YUOA8P06l4nefCw3FCEjb9EwNJassmiWvwtm5ctt84gB8NXQT9WAWQ+4K3G+xAJzfdjhHzJoPG2FwNkDhMj4jc6HxO2GH6k9m/SA+Zadxwe7nOCzZt3ieRJ+7iAOPDbhbZT0TRt4M5y3ETEnhDJLqs4/bMWeNPEWbd3fnOHzzp4cQXDIGbvjuWUFxjOYZE7L2Lsg2PGnXgJPOQ+42TiZgwJ+CLM5fHxWTeq+e03EryjqacnPGO7q/gvBHcsRvDvX+rfz578wmxJR8mE4vdXXGzYugs7fzqs0EAdhMh+MQeCL34L1x5S7zi46sSHL4xmbL1+LZxzsDiHbfBweW2PNhkcXu4S++jyJ4J1yy9BkjZKBzfctvjnHi/iJvXnecuLPKMF1xbxH8p8/zY5LkMhi2Gwup83Bbcl9zIyR54l8bN5fDyTvrxnflIHJ8Bz5xLCxbPOb50lz34ZZBWw+N0Lfz1874PG+D9eTxvPjZoFXwRew3ybMr5RUJj/gCA3i0+pPdYYzJClppVpDiSqh6SJY8+5SN3i04BWff/AFMN/wCC0dk8pxvNzutvx4JGD1rBL8WWcfvi3JeIzbC4yA263ILJ6fHrd8fviNzqReMgzx7PCeG92a38TZ1wy26sbLPP1zcc8WNnkcbGFk9pcskz6RpvgnZAjPE8bC9N1uZcPG3S1vUBm2x3u9QXvxrst88WuLTPG93clheoHySfBbMITDP1bxc7ZczHbAJNY8FjqLECEFqZLlepRbtljD4QJNyWzh3Cufh4AubXzIG8Q8lL1OnfFySLny+bcnEhA+DnJnzZ4yyzw8XbAfg3UWrOJPU2DcMrnBFYCfzO/PL5jT42vqaA2g407D5/dp9cypjv6t5Pw24K5VkglkO4V2+bIfuG3bdA8BY3SPPGMnPnmOvGTt0zdgyNg5b6nieBZMDmcucJim82h0DiBpPwHuV2th4c57vVcJpKmQrIWt3sMtTpkg3yjYQ85nTHzxY3N5hEhkWYbkrk8XI+GHQQxEqGEoVyilt9zxmYSFt3E4T5iP7b5GMc3D9SYkBjw4MmclSfbHEHOXrpHx4anOnxaGurG1T3cM9eWfXhUOzWT6bk8OpM6Z9CS9wJI3DPaOHehNcWrjbL3Jw5Bkpej5k3md6cDFjsep7fAcyRZezLPGPg9eDbWsg8WMI3D5uOwcOz0xdMMW553IC4Mdz5y6Ngnx3P6gssy9b55DDgOWXnw93PhE+JDyrHo6emdq635dtuVMYpvTO57xI9XoJVaDZe0coBJvneYPsg/Ac2lvhty/fheZLrvxl6mcNkvzfW229RB6szwNsLDbwWRaBKsLk28WThw3LOeD4s4meI3OJ42Ofwc+JyyyWy1nY8vM2WWYzpZeruakPV0ljljhyy79yZO3LcSWulvzO2z4/gfCXU+FctkQ3e2HHjm+LfHt8CDTnzxsm3rbrwiL9GWPjfDn4nnfy48c/iShBT3NFx4+ZLngAPbnjZEPDxI+/ULQDwSkyhyQJu3zLgafPMzi36I0w/tsDBJJnEvdjN2k88HwcjIB7h5xOYWeYDS+E/HdpdY+rh3cbd9Ru+C9y9t/PhNwuZfrmHrid23yd+Pu48mRk+pGzll0cY40vM/P4H6uJW5+PHA8bdA2ULHxLl/Vu27deQnLcCSy4l4dtmXZeW0Ri9Z48Zbz52eS9YFnDc51JvJHxk3RkTPjNbLJ5DfD55LhfuCe09Xtt0z1fHHjeWy5BXhtyPicy9hMwouVr5SZaZDgObedXDoL9S5dhAjcjTBBzmWguD3MY9yDhheDNb02ZytvqOjwEcba8QerSe/HF2+Fvc3xb5G5ZPjRb3x4wnwSMndPDGPo5xnvWHC7xPfEOf1K5G/CQjkdsOy/ql3vufDyWnN6PwZ5maEAeYwcfD83zLxOc/E2Z1hRTjJnF9dIU5tnRAxzW/jmZzhhLkvCyc8wx09TgOrLQ6k9kdszZBDjb5t4uRtsQQhh3PvEo5IZ1Cm65bvuEk5ibMyG5HU+5C2TnYQxkNlXkiM5wSnI/coOFvZLhx+rsRAC2uJwRvvJJjtnAbGNuZjGo5P38XGDttDri/jXt5a7yD4uz1+7F6kgU/m5Y4suCTyOmV09ti+PuCLbDl6jwRhHJtHDLjcl1RaG3DwjwX8eOPRd2c+ds9x0t3565yWBZQY+C3b5ujfG9LeHwHkbef3twdeCffkbcGeOPBxPFzHhD4s8ZzfxxAZnqB8SHGeQz3J7yzHcgdF9+CEiwx14LOW74CPmfHdhPhtvhfiz7nrx+2ILL4tYIn6v4vRbwRnh2+PA5vML1e4nII5bJ/frxkWaizwXrbfUCe7GN4L1JB82WWXM9z1xJzJ7LE7nm22OCZs34lwRr62+XTM3bmVvkusk7LxdL1zI2ZPds8zvGyLhnhyTxnWx+rfGPzZnJevx5/FHbDqzPPEk8Wa78bGs/nvni9eA8jE3s8e5zPHl/UGAYk4ck9q083bMhwUy53OWyueZmONcmXjlsZ6Xr7rgIS8WTl8MZvFrmbvObG0s5h3OMLiywkLLjuV+IC98Q82czJTPDGDnwulnjY8dbxsaYZbzOWDx5xuvLvFnHhjlmyznjwXHxZZhxBcFjvN/FmyLMk4ublvFnG289Rzk/GWQi7Tq3m5Yeb2SclvGZ9wufG8544F2eG4l8belxscSQOPDG4erle+Ljx6bhD8Ne5NU9WJaQ2rFzlgnJO2Em+eVnwZoMO7XpLZ758fzZ64jXMfi3XmJBwIs+W9eTxznzbE/J48b7fMNE33GNkGxb4zxngw3Z73wPczEs5sni+LLGBsWC9scBHb8R47g+564vXhJ430xzDu2vEw8TBng4S4Tz9MwubcvDqDw2+GY0GsLoEc5u4s4unc1P7tcArDD7SWEzhyXZHGb49fuOdTll6IKKM2R8c2EYGK/iGHR2d3OLYZM5S4oyZwtj+qAK6icRFz7eckBuxjeCB6GJumzmflaujOufNic270ZKcohZH5SZyyYPUQneLnjw0luZvywxMieV4ITCC1v7mLOOy8A59t7sdHI2ctj5iQnBb8Y1TiFvxMcAy2j3y2O3xqvMpjbANJ42Ji1wQxJYE4Z6lnMDsHwlnj3ZZZesg4uDxm2IFpFriPJZyecz7l9XAQ5hwuB+2Oi52ExYfEn4HO2c2WWQg1yx8frxg5GIls8yY9Xx85Zlzl3FnJsQnjmOJa2M7fPjHyGyT346jqczi4PDM8AQK+DLiPHVz1ZzPOQB4yDM3x6ly14tmjx87zEbhlxvHM+2eMPOF/E5PjqfDUtU5vt+Dt83FkBtnjObVCR8Rz13ddx1PMef4jDj4nshzt2PHBs+UL9TJkQ2SQHk8ZZ9WWQS5btm75Y1bJ3PP7PGWhevPsn3caPnctvf+Fj9/4fVlh5Yd+hrE42N2v5Za7zj6kg1jtbVgFo4NWKd50Blk4oTBjKwIhzLo+JNh1cKcHh92mN7CXZkSAgeLY1cYSZxcNw5t4t+7D5s8O53Da+zI954zc8bzJ8FlzhON/Fl+3uPu4emw458vi9bPI2eDnmwHx2Y33+B8eGPdkvi7N6jwPg1XbfH3BLfNu06vuJevGt9eE58c36TmNw4i2y/izbJObrwyRIeOzqfAEkhnu9h4fHxzFwvhbc8BYQsh4OuvB+reG/i5zYWwsjkO+o/V3PEPMZ2LK5HNsz1Sx/EcechExlduLUrMbWzOYPbPPuH1F+b+3gUsvoWeBiE9+MOYwnl8La7Cbc8Wy2kc+d4STpnPDefHu7L1t68BKbpfMORvaPd/6uOW4W8O29W28M1L6tPnmzUSKQ+bt3PG3dxD6yWOJPPHqwsSXJymwJ5hV9tywkOdtTrm5Yt+LI15WZTIAMjHLdbAhJJzSUbTlhBnRDiDls2Z92McToJxkGs0VhjA9M8+LlHzFZs+U6CQBJ1ciXgH9wWstUO9k6rU69w+hhF2dQlgQ5xk5RSPt9ZPLhnHJ81tRbZC4DNkmqcwtsY5OnE3sWrptnmIgx2+OS6yZAYwh14kLGOMedS8nln58GSPn4nHTV7gALSUOQYgR9X7RfMEsZ6n0ymkh5TYHPGcXNseD9SnVtzHq4I6tm89uRtvV0bWET6uy+CxcH728k/f8w4WIBw+eOZIscQ9eX3dRMdR420nzPfgd8eHb0eNTnbgvWc9RZZ/zJasJwFZvcy8xPZZLLdPhOd26t4iA/DmOI5uty9W3MNtwupm0235fHoZYrGxAsPxTiD6k8Pu/cTuyYFvO5dwJ349Ws8Ph3evA5Y0jHgXDGGVviZPK3meGJ1AhMeeG7nB8zzZ8WWT1dvUJiOdX7JGSHqDmbPg4s8YfN/M/qzOrPKFyIzxnjfz+fOHgsgbIPHCz7gKc3MdOSUtoNMIPKSKVg4BfJHLZuWwmatHcI4RotnLKbgy7OD8XLEB2LCvDw53Ccg+4T2Qc9Rw8Wu83T4bsNkaLxI+vDTwfq5zuN+I59Sljx9Qa82Z3ZjY7Z34DiOO5z1b923Nj4A4sZMyzf1ID3buQnbwT6DCg8Nu8XPh/XgjoY0+csambceDwE8QwFvh7t4LjHIV9z5YbLwrxb4T4s58LE7Zr4fPGWcScceG78bvjbD1Pl3CNnxczxtvqwieQUn5rPMp7LR8yokNeLIPAVvhU9wuEs06Lncgs4nuYfHFwNxHnLBPJesnztr43yubAwvIRYtvTJLOmRkn3Bs/DI+GxEZY+G5scsLZ9TfS/skPtaQNT9GVnDjHjuP/ABah/wBpnzM2crOZ0wpCPOz1OBljbZ4bq7s8Bwwzwl65ky/cl5PWWPBZJ09kBo2EszXxucWnWiyMWbpuTzxdQ7wzwtn8zGb3ca8QzCQm0jYcyMbOLse1usT9/MHsiOZPTtzdrShbaEH7tOXUMcY4LB3RJzUkm/TCZMSPpSXv1YcrLWwchbkixt7gXL1LpsaA2Q4DnIPOkWFuATjzhK67n4No+J3NsEnRFUBuWJmEg1NYBhcx2z6NZFpy+zLGEfEh1DHXW70Y8HHVgAtc5fEXksPuC98deN8l09wr0Tp3swzxjscM2G3OYGPDQ9uMjeOY/wDN2+FMLfdzhzBqQs6eolAGz9nZlwSKd7iU/wDOfDL8j/Ebw/kMnO4GQ2cs+cQ5cgsb0YZyYdk/f/VweNvpi9fSyzkuPhI9KXNTTrKJgsOKQ7DzxZZyXB2SwqWnAaSfZjM9kwBzpgHpgcCxezY53cwx6gDcENgzwbGu5xli5LCtr6ZgaNJHxYn7rDfm5wBsm5BbenEYdbHh2F9WaQIG+UOmOVq+0vwzGObfMfMeP48Z5fG+vKXFzkB4gTS7iyy5FjMBxzyyRu+HuySnb14OJbA38z56niOI593w8DZPnbAJLLOTi4t05Z8Y+Msm6ZTRtG6Lm35234uZG3xnnLLIq8tRpZk7ZCyJnjLPAkMx6PGx4G68ZDTPku94xxvUR2tlNPbnMHc0vHPNkfedq2euYV8YlgyeLzPLZfEiz83wMJzcxjO1tU56jhtk2zw7s+4OYNi+uC3fS93I6ZaCw98WsgTjJuyBjXu1BdLDWxsFJXN/GZnDxLOLO7HxnW2OPV2jhPx7jyAdsbW33cs3wy1Fz8WDOLOGc+YwZa+Hu12I65bpA45t3u/m5zJug5g43wn3FszDHuyR92RNxOSfFvHVub4zxhPFxsMvrxxkd+On6njxpbb7tl2M8epPrm/c9RewhwgJ5jMYPEShxnid7GWfiSNy7ZD4gPqATh1fBxYPDEd2FkQfRex8V8FtlhEAzu+McwWGfdvhhZW8PlOu8t5FyfUYvtH9bI9SEcD95kg5/wCG224nPwXXYBzk2p0jAqrweLdlaaH6uuPxwfqMeBEcAOsHH9McYF0nz2vbPYH8EXosc/cZ7nweHJjONs8Zk/PhvSepMmOW4NqZphAdbyXcuNw+5w5W+0+BepvosrC5/p5sDDuwNnUXXaLmdZux1Jz1aPfSMcWcEKOuVmhO8D+tucwvfUNc34tZOiAYs719SbcjCTOOtsCJGIwcSFpOE3iRdjbM/lssbU51keP43AyY4gsufub05nPIbaMwzwQVv5nTrKPE2xjeYce0Edt+UJLjVi3bDHFbme/zKrwLQZ2WAGwu7hOHO0eSRkBcJbe94kucIVZh3DAb4fV7sjuFGlzZAYZ5C4Ix9QVyFsE/lCLpGbRzDwH7g5uNf1OYhkXgnlvEvKwT3AXp+bJ9jpTUtkDe8e56DKQd3/anWsYjEhxgELyI43n+WX5S/wAoz4H9slpr+2AgIeo9plu8mSPBYUaTnVxgtVbV0tvNthtt4sQHeLGdSs4E5kGgWQeTCuhC1UHJH8ZbdhD2Zvy7Y+rhPcmcuSddQAGOTngyzBB+C1zfVvXYAsEh1qPlysfedrr2znUDJIw3czicByCW+eYuYiHUYzjm/SF8oGW5LbnF1Pax4GjbZZzL6uy5s97OjbY51ZuCdXV5ZXlgxln3Z9yZPBCJb8eOSyQvXDzGl/FwgdW64CGEbZ62OeHaWOyeN578ZOW3fC5uHS5svRknjJjllx8c3PhsPDwW6XcE2STbtsfv144suboSdbCIPjPyyfDFtzbHnTwa8d8XZDX4YiKHh54nIGsgcSru5ZOb1Acs8uMyIaydZl9b0BcIji923UcNyFzzC2dmQ9mAerDOpCDjM5kPyWXdLBOI59th+YGWBOOeDxXAUtnrww2c+Bk5LXq02/cA92aWeGLPqPpZ9xctgvtY7yz6nLxIfXYDrydX7eG7Fy3xbljfGLFl36tXV6v7te7DmD4ExW/cx8Fj4Z+1jweLWd+JU8Pj26WSOtk3EG2G5s83Ay3EpL45PDnjkT48Zxlw2ZlwxPfgthcbmyhCS5Lw7cyLl4l5i8zh3bHEbIGOSzOI3jw/GSjhJ9lpd2+0wp+0o6EFcrtTgG+/Aw2r5fDTwEJSy4OrdCPuc6Q1/wBMOiWL4Q+WG5/7jG8jsH9o3bJ8ikGoghPnLScD3zOJ0maqKVfpiR7JBDFM5JGcNsAxZcD+VI3L2+E4b1ug3EfAvbskfx2p6gwcuVTnOG4Z4LnxxORY8eEw5sdwus3uF+2Yn0JbHYtj0QP7XF5j4bhP6i7DTInIl5wbBZyTyWKS74cEgFhhuF6kiZfbkBj1y464xO5noLlwHH3lomxs+CVbZspPWSw5nAJOHUDcOLm4PDuWeEsDEjX87cFqwuyKE2RCX0HkTyPqfe+oAruWLQtKR4oF7BgEPicbDCbOTtjLtBkhiv0XrlnLmSscB99tj4r97kxx5uLIrhr6nYnJ+4qv/JRDBZLnW751CebO2X9f0XBw14mCYEUIThaywulZAyGHtJPX7sRs5mxzju+jYFxw85nqXmDi9sh7YXpM77jBtB+/Dt/dwD5bHK5B9WHV7nq4k6zTX/RFca49u3EBBMFz9Ccfac0knpkaP343OQ6emXnGeCNGx3k8JOFu7Fhly4t6s3Dm8R4XUheJnGDiIObNiM6SNn9xMgm44Mhjx8BOSL7bDlrKZ/k4hA5W3TGY3/hZe8cWeRepha2w4nzsrQdF1y79Xd6/A1hj6hc8N65/Aucb49LBuRw++djuDiDLPwwLljjxxvjD4PiE5z8TnwxLZ7sZ4bjLrfrb4zxwh57M9zjllz4QPHvPCc44uNIanx7bFs2A9Ntzo4l525Txn4gPq4zMk57y+uJzf1O+4k4kt+ssWYPmQkssX6mjgZe3jLVr4vohr7C+4kYAij/OjfDLe/0cL26bgO/JKN1/Ignkn+Mc9IeVudemW0PvBlN7O9Qzn+tFTf6THCQbQnDiAvE1h4Gyj1zLPcraIKWdDZakrKy18+A2xlyeP9kH3k8Fyz8TnqOXN0sp6sHxPwhdMcJXPiOhD+CwToj4XKwTiTq4urGcnNxt+OO4uOsm9YiQQGLu/W3HJxa3c58d/ETRframkXzGIA/CX22rmEg7ZYyOTgsjj1PaAIIvlfEZPHzYyOJFOHwTdT5YeC+Oh5e2WZ0Txc/Nn3zZP1a3D46yz9eD42Txtunkk56jDxxbdPGxswWXX7snrZE/WEeAjIl5yyX4QEPvxJieLlmNx+LPe3uyC7k1xC0+rGQxo0Y0cEOzb5wt60ujjwQHzcQWWWeCWSRxPSOqfUwe9C2g74WOYzImCBnGyHjstOBlyHvISxCFU5+CFMbpxMoG3BzDEvnLs2LxcgIPewM3Ue2DthH2O7Yx/THcx03ISdeGNR9wf0Ld7lw6ZqHMOzZ4OfGXUXc26N0zza6PSzshiwscwdXLn0WBj1C8nvgl9Qjko23i45DF1xYbaHRbD3zGR6PP7hPS+xOs2PDNOnjLNQflSWYy9G2RrshMY2a88lrX4W9uJvwkc9YY3ne4fS1LW3LoHMwsbpNSIYdXsGMM497aFxjF66M6HK5WHDc339jJ9h+Yg6T1lwYOOstwFMPUK8WAheW03mbDJ5TgEQzJy722UziWO/ExqszgftJGoXxQS7p6goa4xS2HOGQA9BPXiGxmH4mGpky7hk6PB1ceFXGXO28m3cmN0XPe+cW2uUQi2yAXI5nJ7jjV1i+WMhb+ADRfTZEz842BBaK9jEWN3XD9pMnDBeMOBHLH9Y6Md5HNWaWC3YczY3ptwOI50iLIWWpAZONss+7DILICGfLPDuy0z8C1K+AFp8GReGFrro+S0R6RgCSQK7awbHjY+iXgR09S4Wz44sPm5pGj34PVseC5jcHkUtmDfFzjaJOrEQwmJLjq4yWT3pDxOb4xJ9MEBYje/D4zjwngfXjI8Y8HHguYuw5neOY+Z8Z1JJfHLLc8Sgm2zxmsogk/14zWySx3yMbGY5k5k4lfFm9wWd/vJMsksddtLweO3jm35SfK+2X5W+zPyX2Nk99/d/8ArXt2+yV+1z8+D7GENyIcoXgh4Ibm73CALLh8DhG/MAsPHFwigPU4knhVgd56sXJ4JtnW2ZZl9eGWOM+IRYZzB89R1z3chZ9lm4SXTuzwPuzt+kRHcLw1lLjF/vVECnW2Z64vcxOLLBjwZfrZj8AMnlsLLl4JBZbmYNJh4MujiOcyzsnu7Orha/EvgLG5dz6nCNP1LsnE8W5CPnHb7uQXF185O+EfmB523J42XG3i3nm020tn5tJ4x3yrtkRvnXefLuI2Z4MPfgMgiW9yfP4Ag2dBw3Gbjcnqy/m5+fGthcS/kv3gXGNdR/aYxrCfd+9q0dLJ7SjsxKDEGbc2ckGXr8A4ZWIsO3eRsccyObMxEntpIYHHFoxs70RuXePXUpFvzbjcoZYO5DmoeNmAoXmuIuCCNPD+sfXz5Z/MHlBc8WY2csx8Pd2hboW+L4bpn1Phcx14zY4Z93xGPdjvhut2+I5bcMno3KuyTk5RnKm3IJiZYgF2NwxfbBIhg9+4dJAWuRP6v4gLzL/V2iq9wx0tdgbYDHdVkHOc+oG9wtsSQIj928zqMvEUvErxJ3olDnpl+Iji0epikTwt45uZWes9+bXElRms2hkXseJVeo9YXvCSXnmTv4GEBx8zwaXz1H8AtTHj3a2Hp7sN0nzdXcc8wT+XB/W3XCHvwt3/AEnfp+Lh0w6p7JzkH3U45ml089yPeQI+Y5i9T44SOB5ucvixP5te58ZzGWDoIyO+HlsoQz1heiP3zcyR8HDLWB3pk/u0mHOwUx3OVxdaSLdT7iBnLy+GJCZxYQC7Z2MQX4j0uHOPiEIEX4G4slE8FgbcR7/ODm5xseOQg/qIGnXPJRECx9SPd6ZvgIBnXgE8/BmyEQWPr4CWT0gcdOZ7lka9uuLSm85auxk62axBhRIeilltroA8RfGSHILZM4W5hf6sR33LzbMc58HhISLeId8bayxM20wuqIZAd5IzmRpMcXyfH1K2DO20Cxh3zevGWvO3PVxGXxFl9LPHuCD5urQH1fos8m6cx1d913wXgudh02HRY6ufkuI67l7NJ9r/AKhr1ucWs82DnjL+74skbXjuTiJmWXyJ3cyxbPXuTYPK+8fDnuy9l2nRPHge/AWu+F8INx92Y2WeH8Xu4x1CznZOe7IjNZDZxOxGdFtDjizOUQoRys+eodJJsdj5zYfEZmbkm+pDdjU6uII4YUk64kM4Cz6jGbuBmSXHHEct5u98B45hBzd6uXj/AHICUREGS52R/bYWhsHZZnOWnHElnX4FjeOoOLObIMs5l5OYObJv+PGM+lj14N/EZZpA5YSq+M0Vim6nLM3GEl0J/V2fiDI4vdox05J3HpcXIRpOJvi1GDIxyMt0X2c/cOcCGh1zOyyhf/dPWEJ/ECbH3nqe287QOPA7beuYy9Qz4J6/DJ8kGlk8cIWF45tfltONkF2Bj3eNaIcjlp4c6usBznEPwsc3IXCLKU18MS+ji4rsJkeoCRL1FwztvmDjx6ecfG8+NL5nu9R9twY6y6/HUQtOnmMelIANnJvHFkHsNxup8wXIvExHL/VyhxnqEDOYNWc9zGvz3M3iQ3YawavQWIjnTHZK+7/2hNSfG6of8Nvfr1IxfrOLhRR9SlES9mT/AEy5P4eBwb9xbwXS+0wQ5OLnEt9F0o/23Fzr9BGDh/vLdMiigd6eLji4O/HGz4SDhnwTlS3O2Rf7LOjqWMTiNPr23NZzpK3SAE2XZYnZ1Dw4oIIGfW2LBH6C2QH0csYqq+9nGD1JeGfUx7XHDYXSYCDA9LhiNPMfGS8H0eBbYVjW5m7JN/MWMOeMtBPeQMs3LPgJ8jhgxoOT4/BlSfmIez3aJMRgB5IEA7gO7Syhmx8PL8EhA4+p5fzFdEd1SwpwdrlM3VwwsFkpPwvqW1Lo/vIYdGfZ4jUIcLoRgE2ZGZCm6k6nEODniHl8kbfRbfrxxnVmvBz6CFcz2u21deIZK+Lqx8pLcC8fLFhjyQhI3mbjfTlP14MDA5cdy4eJnkGCHsM95GgcMKjHQhH2zlNz3CBvkl/Rn1sdyLq+3I4uwOJ5P6hOsUixGeHsjmOsQMyz5vfCYzLJsjUHUTZsudsgVdRgd4hfSdfcMQHQ4jhTgX1bMcx2OEnDlt0wYyKxKWEL0BdwkSfMOGdP0uOJTzgevwziPwLYQl18nLcqP9RknjLJLOJMvcgeGznymRvk9lgeN8eoPBeuYHF1CMPGXaH5iqzvGD5YPNbDCn1epZBh8wRwAWRwwPgX98yA5gk264bzvVkzGbb8We2T9eFkrI85YHVrO+7nJ8KSxyQtu5y5uLb28Dxsq2/jlnCwPixHOrPJlsOOWc+PHPERRtyt+bQ0uvWw52XYfsWKSHviZ43wC4DmPdwvUz686Lux2H8Th9zz8T6W+0xzMbEcDtnJoyp6b7FnBwzxvcPRvh6ckPictt247g3qUEFxiuy4ONgZtr4s58YhGs5uWx2befc9cy3qeHF5tOeYONOb93EQfHNr4bM9MD6G38XHO3F9hYvIkfJfsf3cnSSc25sx/ZMzEs44uvIQHzzJlzlnBFmjxBnjJ4ZfmfZlvUX6b48Yf0wRplpafNo2nhp82nzIJCmcxy7gF5Y+ZLMzUDmKCzAt3ldnHriV/RGobfGRb9XfjSW+WWOc+Y57i/dpdrQk4sHnxn3P5bbLRaJU36LL2BCw5kzyOlxK7xzHwb4jjyfvaDB/u1fo/qU/dzt7ttfDnhtzwGOYGPUcz7m1dsjDh82eP4icnbv9x5NT4+7Xqt/PiNgIHGxQcG5cb9C6QoHOctwckThzd9lrB36kfoqOXy2PfxKs0CZpBZkrx1Z1+rDe56uizgjrLu/TYINWTdEKrfGT7LMlCGJ9Hsiq70vRKZBhxGnuYs5jOblvxDuZL/K4/QsgcIVOyMcurEm5E0vfEcNsjeQ2amXPb3cBJ7YUt4PE0fP1OamFmif58Ui2YvZe129Qr3dA+tuL2WMyvNggZr/U6R0R5+5VdJU1kBBBhg0z6uM05lYILAnGcnUJL+PzfdctpPRZ18Di683q33anGWCeIAAh3Nke0mMktFxYBCQnpjbwWuBGKFmOrXDkhevc1sOJXZLPoFkr4Z4xiXHMbk1zbpjd1tXE9TLhMaO2Ct40Sadya8Zk52AcGbsZOHBGOU8DiYHA9RKTIcwuhpbqd1ngnUhYWuwsh4tc4uXF35C0kOrkgHPQimPWy0/Qm1Ix+Uy58yg440nHiPrBf24+OObiPDEBvDA+APPHE2WTz4Rgss6yYcfplnFg7lvUVJM1k3AgmUFozh4mEm+DggC+ZxD1tz6d2XH+tufrhLV332Qjmx2ZPjcLW2LiOos0uS23JgYvm0t6+7YL4EQXPhvdy78bPUffnI8JxBJJfruJyTCPB+/AOwKHFzz9TPcax+oncgTLfgynQf1CZZF2YTklNVhDXwCbEJqoPAqH7MQEqaJGwN8PNkm3UNzI/NyObtzZxc6/Ftp4/h8NuTNzce7WYNk5Z48f5gknwWecjT4LZLCzwTApLxZ9WfJfouwXXtiTX1inCMBKyj4JQkT32T2ykJnDPgebJ2HzG62+D2v/ACxkn+xK56vtGXK/tXBwf6d1/wDPiSf/ALsXxf3YDr+zAZ/z75f79gZofbtm2hwf6nyf2b5P7t/+1gZn6NT7bceP8TjT/wAuOe7eOcf/AHu//c23/sx75g+v7sr3/fnXH+7J7OPa7FUf+cs7kbwIkPP8zj/7TOu8v7wfX92e4z9uVMc/jc9T/Zbfv+3fsvkV839m/wD2V/8AsI/+3Y7K/wD2o+dHzrV/8lwY/wAg5B+R/VPeV9FsIZkNeGR0tzuxZltGuxjRPojiafzenrXThaFETJk1Jy5M3nw8IeN8YPc6hnMkX+8dqp8l2gnjLILA8M8YxwS/dv3b4hSHri6fmNYHLrsg68BvZB6vRg8wjw8ljI4HNnVwe7OSKfss2cIH3M6XgYfxb+L77LzQlLGd/V68R8UoOoTxh4+klHucwvTdvUmj2Qhh7LQdEubjcR9t3b34cb5PcEY8c7JLWOXq0mrf8Uek9RREnPHMBoTTlHmE/gfcAk/ul8QOl78KwjIvWIdeT9YXs+stAP7QdaaM/nbe8dZ62mWmv5+Vsujc5bjJ/ObCdrYLEBZ6FwuCQSO2AQka/Eg/4uDL0XDbo8emwq9DG8BP7ghzhgZ/HNszRc5MzLRXvqbcrCb7x3TlZZwROMy+D6gszP3cjcuOb1Y/dojvMyKx14aZfMnTYW+HTkjIB7gw8gH3acyJ8pb5JYLbU+CUgR7g8WoH9Z4wPlk6HEgd8s+9p7J5LbAAWhz45RxjcbtIeE2yJxf6LQJaG9shydwVnqU6bbu+BDruXFKmZe4j3bbA9kfbfD7+2VBgTBbsE6aDJY6TCVrzHb7LkmHfm0XKnDC0MOX+5laUMetQI2f6HY5BMSyvJM56iJIg5Y/nIjr7hOPiTi7FmbnjDIc3ewtsV5DPgzZkxznJ1zaSO4aycaXjjZQfDdlo4JEMObANY5BZHDMydmNhANhyGPr3escWHm4StSOw5nQ5JDhsxtgpkPqSDZ24RD7LWUa/Vitg6xBv4WXR1BwvR+1hC+0IR0GGkI68Y2Sb5ZtiTwcDO/UNOfxKbHNXK8vD/U3Xib2sRiDXWzID1hs+1nvmeviNEcBzCZDJwEAdM2/F3dSMACwvNpedhecNd+JikCXeZMg+/CeOPy5Xww2cPGWQ4PuyEDcl/NlkjvJZhc2eMks3jPDFjfGfMmxw5nrxgEc7xFjwOJdMYcP6kYgtzhYdibkAkdOvAUkDm9vi0+M2QMudCXZGM3ZuN8j8QwlRObtb4ULPBXxfViwGyvHE/ZIkFja8Os4uLJOMsyyfmbCTrwXc8KST5Lyzot/LbbZbZPGXIc3z9WDm+65Ox83Mtvgjfm1Dhlwd9OR3+koV4by7k4ZskNjZxyG27KAukOa5B8B/TttvCdSws0wd6hBg187x43PBZHjjfBEFh4yzyz6s8rjwfgQ5JNddqxEYD1Y6WVZO/FjF7nwSfVz8QLzZFtzZbYyPP+w4IMOeccZGW/mExLWeDLierBAMiK8FjOP55DHueWxncnebcUVgb0s2OPoyu58ZOnjh3acrn5gMI13a/wC3L7WY5lyHcmcCy5sZ1gk58Znu9R5DY8DlmCM8YcYHPjLmyD1BfqMDX9yNhCyZGM8XAWnps3r2J8zfzlhzCwRn1H0voy5E8JkNB3nqRkPovgZengCEcuY4Z/3fFxe7fJtiZLD4ZxDmkvPbdpo6t3Mf2WM/wZYOFPyadWaKeAwfMByXTixE9cZzsOKAz6hO8HcRg5RrYbH5TaHuVK4Oj3JzHD82F0A+iEZyJHSc7M8g8e7jF5Te7TmA+YwPRtbGM34tI5Ox45Pgu2F/NzQ5DO9gd/idl6jM55+rgw8P4lmrHwEIIT8kyEz8yGpj7Gazi8a8RZ/1DsAJodNc/FlE7IzMbjMkQkskkCPB6dg1kxPbCwzqDptgQO/cXiFp9XeBFOsiYXOpFAt5weMjnOL54g9MPBxSVwH5W+cyTLyms7MZY8usRqvgo7ivARV1dDxhws6sLnn77tXbvTtgq67hqE87gTIpBDGGKJ5AwHCCY70smgfszZAzLTmMMDlyqv1xk8znSCfD02oY45k4Zmy8okRSEBYfIjw2An7ZsvaTbdwwy/VjNnNwEPTSJEdwQiJAjy7hi4AdZgE8sxktveQTr4xg/uf7UzhjGc9WTuyC+sucvW8WOz3A4JPG3xLm5tyhzG/c5gzL/RPZwlspIsDHGIZMeCW9zh1BeSWdfqDI4jL08d22ren4E9O/EnDbbHOf8ocuLXqPJGDqCPm/jmeUdWc+Ms4suZ4HEME9F5kFHHGEzC2fvuVhGORLPAvfMDgwuK+/+KbNXHst4885suL038EMXFD1s3Gb0yckMfgYwlcbuw8vg48HgXI+PfjYu3fuCG7iMm4vXlNsmC52zgsubX3LqZ8WQbcb4fOc9Q5skZx3luxZeyQ9O5iYj/COQlFk8HSAc9Fuk0wsGHE4uJaubKDX6Z5xukhm7MBlj3I8clxGTxOz4NjkFnwwWC09S5L4zqx+JMiSz4s5CXPUzEc7yXRl8A3+pZiNEUcwkgD7fMBsrnfhDQ/8kDyS0bbPz8xuZRKCQ7yAYAHosuZFpkxeye7rT0MECjc0/uzh4iOEsqwvcuT7sc8xvicN4bIcse0NlxhufF3mXxwkl3Hebuz8G+eosuY/NjjwG+Qdfh+mfBjjk29pi8e4x1ZzaZcmAywLOYD4sQJMgP1Wf3A3tSso5xbbgLRbLdEfY7LDi2jDvczV3DKxOXEF+k5Exw+j1JXUwHTm+0QLwdEywfA+bfJb4zkmCBmGZYaeN9shst4DwFgFqJ/B8PhJn5JNOTxvH4FnjGHZdmeO3s+LICO9jsPIDsHws+EbpxY7VPOZKOIz6gpz8WvqTeov4MKa4W+cbIm8S/JJPcjxt8rD4l21Z8Q2kd+Bl5PPL5f3GBDqcS4MuQLpZmROZkoa4+SBYD3GcgJ8vdu/Z65sg4PojgC/DCAnxkcYDnpmnTr7N2ynP6jLE1lkjhC9R6LQGXJ0RTEeNmL1k7ZcsJfL0uR3Gk9TAja8nbD8yJjOGTjI1HpZhBHHbXUHrJDk5gLQSHSDjHH7GXppCMuNZOT7h4i5QNnu3uemQw+JGTvZ2xhJaQ2oSjGncCPLvU/gkad/mPNnnBHLFiVrfonhILY5LnEcvTOBYmDLhWROgHW2T/wSVF5hxb6TCfV4DOM8LG5S+EsNrOoC53+rJ/Y7IDpI6UUwFtXZzvixE2dyPq04bjzZWVo+4nBu8Yk+zJru2Q5m3KMGvZl6jpa8BF2rbWLJNC0ZE3dzMy7nKhDf8sQmcSqbEZIM56fElNGZPk+4831sv0iPGm93d82Rmy92fu7T5VolS74csYjscCViL7o9fBuxpvnhNitdjabksy232SJra6Ljtbsz/UPayqar+rgL7sNFg/fY54ngveJU5O+5YfHEYekXDYQR9rM21+Ikdsk48kyRwA1kb8rZoaZjcjHje5WCYl3sW9ShHY2ppBj0Q6mWPe6wCAKgx1cRN5yOh7mJiGOz9wz9fgOdvXnqyAs8dmGdks/AeTergJ4GGeM1s84yYjr+o5k56ucc+G5z8D5bZ8NpHHEQ7hPFLGbrPkth15xDbG+DMQ6+skeGUZNzu1Y3mfrGSyL9SRs7sebljBadtytzk8Phxk8EWSTMhQJcEcwk+PHq3rXwG6H7s5l0lbOIa+PC4n2QdtScG48zk8H43Q1s8G2WOOX2S857nc3zMUO8rvnij5f68CqzXZk/qHnLgKTp4ERj3Zy0P3cmnfqIKbAdd5t55vZmKZX+ZUnPqzpbKLiyz8P1HC+Nt3Pw5g/HuxMCHyPjsXPH0NmrY4v4u/mPDeI29xcYPHl8Hg+nlak+aMle2UcD/C6N2R5kGzo+CcbVvi7X+k/exs3YubnDN96B98RAekuKBABsrtz4y/jzjSIIdH0hTwa9ZM4MtvJxzJR0e2y4Hud1kGQ8Sz5fOXX9l1MJB8HEN7uG/XgC993fPjii5i0tjJuMe3LWPLYHcFn7sZO43urMxmrRt99r3caaIB3Vlvttz8l9q0Pba+ZGeDmHOOfDKxuWMvifBzcT4Ojnxvq9Rb9QEeF2OXAEHnDOfBQmHJ+rTUve/MrcQ+8l7Tj7lzP7vk4edOrIgZ2+7QzYmz4GSk/VZggc8Ty6utyZ7gY8NLQ23fGBONftt4iU74E+sOpnGvIPiYQcncbuPIok/HcdxgYso8A5v7mxvB35JPEheUXBjk9MSN3wSC2s4b2f7gcb4DcK+D1Yfrdo6fHxDhZdJtoMQKYnhsg+oRazNtgIFvASzc9XWL1Eeck7i+E72GSpvSAOSOVwaMZCc8sVeG33bH2vN08fMGkVycQ11B+wONb1Syuk5mOCe8hht0vRPAJz0Hy3GtTPb0TzvSN5kLjyTq6SJB7l6jhDy4ueieHssd0jTmf0vrgkmNtqbd7TpFD1etM2Tbgcz8JPiIpmw1WPRLgS26Ho5kXQlGS8bIy5yvFhwZpwQXbCDzwva+SOYxVvcdNsPdrjfPO32MDYY7IxxlIJs87UfrxERvJLngFUDAyFYQbuFyfTwW31fc/CI7v3cj/YkOtfOSqi5uccO5xO+7R5fi7nJcPB6Jg31tzo+j1Lrbhw+4Zu+yJj+yXTMKG+dL0PcziJdCC76gmaoeNDe7VEx+Y+vM4IQnh3lxKP7ZYUdsYMD75uNfTtZI78Vz1x+7uo+nC9uoPL0yQc2MIQOjDvJ+v4dNtx2OOp5JPI4v1IRZ9J5SzmVA+bU+Lisj8Ng5nw/UcEuereIkPBnqYm5ufHOsvjmfHss753fVrCY9M3dlvniec8t4jZ8cWWcWRYXHx4dh7vZvM5d2rhmceCJBgL5LWWIQpIxaOHm7Qsq+p9M/gmbNugn9TMkOri3ic63PGWhbcjMs4upbZHGYNi2cZPwvU7PlgoeWRzxy2jGXdxbLkh8Aw/dyCCDmR8n8RpzBH0nn1HhGV5xk5Yy6f3KoE251PSyCEGBnG+AU7mfthO7K23SbiCZ6nCbEfTbJLqLPOR+GWWXzb5ILLrPN1njI8DnbYMNG2xgR9x15ehnwLpHBMS+WNe6mkE9cfWxF9LGOcnyLnIdhsEfI8vhaK+7kO7XZZGrgpdfzcGTfd17tk+PBLw4IiKZnTz1yJjf47LGb1OWFSIlc3W5p44yRbGzc6+eHHDI5I8Hjr3d3smAzqywXdv0cRNkcTeDScwctfVzvdtI8sde5PjbUh20LkcuDuflheBkO2+x7uT1HoTZOQRs3slDzIDfq02peJb0QDyDrx6ifVp9nhYeS5fA0nwuykAbKtspH9yUNscvxEin9WKEiZEF9DjdPOIDg/sXQAHIT4HiCpfnGJ9bzDiRN25CMHi5B2TdXFlg8RyJI+BM/3OIH3zVmFGyOBBMTTuCAnq43aaQ8EuFi91sIm49/MH5qJiWnPzLr4Hgb8y89RPER6j5Q/dzEB8I1zs8vDloeJLeTxH1DeRjAuLfg6w5iNU4IBj8zAAwrzFahB3ht43zYB5+7lDe0ioxLjptAbzHjNmZ7VfNnJcXNfbBIEj67ktGOeoE0QAL2xYAS3UyQHr82QUu8cQpXkn6uT1ZggZD6jGC9cwEmOTi4mnX4j9oRabF4RgIqNhmtOT4j0F9GxTYfhJjrZszLQ8Ocjs6g108dq3IoTe5bOnpeJRjm2qnhcLW2+DYVj7hy+WT4NNIJyjQhp9ABjequW3Asl0/cIg0agEB98Q9AidFljTzZA3gf8AN034Qph49v68sC5wvZGx6Zcu/Ur+o5gzwtdjUsSCyLpcT7kS79fF3u0blo6slXVB6I24SgJK5bxZ2LnwQ6t2yzf5GyezelkucEv6G2PNuT2NjaJLc2LYyYbXc/Un+E2Nostw7zLfC31l+qWfIX9lhFr1kHgOzkZL6c53mFR6/r23BXNnQR1t5QxcyGy/uDccB1+EWFF+W2t49XPCAHB38QA7IVyXJaYw6zhf+Fie8zyhp20tV9bi2+rBM4tMuVOGZ/Hdk8NmFj4zny+fVvfHj1PgnYBebh+jwPjerXxvGeM8Ph8d/gmtzpxe/OcrZEdy49xWvHxBPBuxhHhxXJIFG2ANjLWdmL7+J2cuWym8PsjwJfPhuqPXVrNknF1IaWNl8NxerHZIclluJhL2WWeCJu3HHFn3b8Q5s8Nhy+DwvNvl02XT+7ocW9xH6yOESO2QHZlw/W2i/M6rGs3Anhy2/XLPT1HwTxx1ZN4Umrl2tTqUIfdrls3beYZ4T1tYyWeufHNljvh+7fJ153yeC3xtsdpfr8j097DwHXEf7bPLfJm3ItjfDb4d10UseZ1LnG6Xfxm2iWh+I4NxGbTgYPsldtZJiBMjZ1paV+44/AubRtl8hkOksjjcxLiyTO7ex05L4QuGPwvrj47R3PjXZ4bg1yP1ZYAQWWhHfg5zyQ4yLqBzwfPuOW7ksfXMfL3ZgnGNv7nlzuXwEBaYQDLX5syAOELh4a+mw2hM2e6yKEnUfdkxYqeruYXc0uTr49wORPRC2eDjdiOuJnuLrsaPu5D5+ICg14uYi/hgJSuHTarMZu+nME853v5jTkOJoOBHKHImPadP3kOElk0EcYhj3AuJyoxE9mOByxPeOwS4E/Bt/p08WIZMvdjzsvYZC2x1+Sx7ZHzLzu+CedwqfVmYwXG8ePcz6gtuH12VcwPfEm4ncaHXuuxUOgT4nVTnRy0J7lF+LbU8Oudlx07wAIMIV9eIx4s4FZLrORk7xDm92Y+DkvavJm3AGp2CrBe/pDYg0F3IXiNjHfSfh/iJ7v8AzCOH+i0Q1EYaGPQvbDzne+1vmV5xLgae2XLWZvF24tFG5rgkPPdAwuPqY08xzIAToDTZg1vajd569mQx1Tv6ZA3fk4kIdLoeiB7Ho+ptjj3Np5ec3Ih1yHOFgqatzBhUg9kweVDDDbDvuAuC5PizHuGs2nqOQJ/kgox1wW2JnOwxRT4I3HN9+ou4Mc6wXHKAmJs3J6836S5t7rHy6Gec3o2Jcp+GbU4DCL/gQqjqQC6F7hAOZ5z5my/nluQcBd921HyNw04IB4gGJvFvERfdubnq6G+5rVp8XR4fiPdZfI24scHt4idGHKcXEt306u3PMFROIhf+MzjrRg/7pdXT46LZsCSqcuvcTxsDzzzaSOapxDPag/OEh6vQF2DcsOLC/BPW3qHs9XJfM04wYumIPmXLM9Tx/mBoHCf8sBzfEOux1KRYMyC0GdynVx7lrOVR/uSOFPiuwTTbskcFsOA+oZvTiHgC45Ar/fVl+hCYD5XJBH+7nr7lV6BP8rADLCoCCmTjGwc/B4ALl1HzxY4XMviDqU9vhY8fHHg68HHHjXGYZ3yKWNx4yBPD13erDxkRt48Z44u/HMfh7v0SNxvMn1FyI42IFt3KD1Gm82OxsLl0gPjlkiVlodtpmFtXi+oXo3B93Y8Pm54WRy9Z4JZxNlk8XqzrXxlnFlnNxIQs8ZZ7QvUnXdzM/LKzly3q63Lp4Lp4xsjj4BxxrcgZxDQ0g268Ci+M7tR8zJPnxt/zS4+X7w4xNmWLPh7bYdkih7eYDEWe/DcM8cvCNk8XeDt/Gxug/MJ77h8b+Wf4vfng4l0vbD4dY8MT3dZPAwNZ2lkoth4znwcpLLe1tqCLfq2crlaN8coJMB24L5JCZTwJS8kl9w0fsQMTvgckiM1SAc82w3B4BdttWeHgPGxNwgvqDfE13n1IT83eCC2JcgmXwp/DrWTp3BHXnLcuIs87efA1RuRxxfEAj4a5skZu3HyI+UsSYOzwy7Lo5m1A+YpZdsl4s+bfNuiffHieQ43QKvUg15gHqNetIa9wbwkNadZDm+D9+OHuzm4jweHjGy4LkIlcSQ39dh6vheuLP8FsJPActeYmEdIgB/7IL3E31bnZblrxu4dvMcTZsFMv5kQB/bAYyfXF6z/mGBrn4Ig73eME1eduB26GeItTyck4nxH7sDIsZee0+yLjcreyi7S2Xk8+9znPDfRJEHp2PofQSrBnzeo3C6+GQEjzdB7sQGZ6jOfC3aDFujqscEMen1ObWO7222qPHOSh+BgM5Bg14OM9r+C4i09OcfE+tHYcSe/8kAacLOlrfXu5u9sgbsSMNdLJwsbPiCuDnly4s/bO8jLedpuy+MlzQGY5tlj3l/Wzv00Dwsi3jxwSQHH0QI9vW7DnHnnGOQBGEchJm5ZV5esd6+7VhxenfE9DHOmz3jOWYfU59Nzuc5ywA3+LBqmesncnmR7i+Fzz0Saru4y16Zw8/wC2PP39MFAbaQ/aBuAmEq97gdx7kZfCEu7l5iaOQbDVUbn2czpHJVYc4Lkj2mLlbnJx1BgK/C9TcrX4XBciyYgAUY4ycZuulLhAeiydgJmz74T9w39GzsxhyZuyjYOE37kLkH2XG24vgf7vWw3LfNhg3HVx4A8GHb/8s277syGB8SOHgGI2mERhaqhc6nFgMqd67krmDjdeLCRNMW/DvHfEXRAwC4eSV4zPhesQZMwg4uis9bmyYOz8kZ88sH7YSM0LOz4iOvZ7Xxnq6/RaCRC9YLNAriRp6zj+46EeSaVgiDuVh8DDTXG4LGbxAxiC8c3Qxe+phA7rtuBdhv8AdsZ/4jftmT8X4uH0f+8eM+0IeILHMRJ1AGdzWw62nuUTkKvsTLGn7P5ubmbyezB8IP8Aa3+mY44wdQwlHXjGOOchyc39lrJ8ZkXGXRE+Ft8o555R+4Od7i5f1+HzaZPe2b5bPGlsb4Jv4lR+r1c7b1x47kw52MR/yv8A14x4G3viXJsIVFGOj/NzLJn+l3lbcaepCuBvUqKMuWCP7YNuSrf2fzk6W1y7fDkfo8cdymzsHjiJ4eDw83vlk5m2+vGeAZgz5fBZl8ZIunj1vm+kuIf3RaDz8xrpy0W2HrJ7cWRvz0Wm3qP+5chxL9yE8PGw/i2M+4grZcxgO2J62vvx8r4CQcS7bYG2RGuVh8J0ePdrb4xs8Hk8cv4D41nbObiW8x1zdlvB+GD7bm9zc/V/c+N8DyPxBhPTG9Rba2544Cm8nptAR7OweIXs8JmcbetwE9T/ABDxLxO8DIjD+Yunx+5+eXGhRPhfoIfuWkoevy3x0I1jlwEnEcWJHDwHgSMvwWH0PkjoyQEpPhoYqQEnjwnzm2jOTIIQYXfEG2R31H7bOfHZDVcAXaTqY3MgfzMsUrsIvuhiFctvbqBl3Ulck9PC2lfZHyll7iJ+McM3S79ubvJVaOm2fASVZMyYKOLLI7c2Z3dkbJY9WtCGfaQRgJuP1qJp9Mfthcv1zE4ttJR+hpOgCezmVEjr+WfD2ZOzxT2q49HybM6j0Y4INz3483njDHySSPzx4V7L4kUz7m/4RM8Ps+PDYicv+j2txn6tlCc5L7vuta5hsjCPqHlveZzti45cr4yHOsuJ3tn70tofMaWJW/KcM+zlt0HFmaD2Q3Jk74Jg6oTSwNjzxGAOMLpXBI+wcl7zxuSLc054uSQZmy/FOBtXbycYfEajF3JzOe9lBxegbkAbOfBYOYpOrW+3+9P+mUsgHDOv1Kd3e58txksvBCkGpssaLP2fTH3AOZggxYNg4wWPvCVQv6naDQGxALnWs4R70/bKDZgIPu3+318MnB6ffs24M+N4yZfT7Czbng4RAAMwyHlMQz9xjuojXoccrgE4iN2/D1py2WPOTR/SQ75QZb3ezIiwmwnoEJuB6LFcdeuZDQJDg40+/mf6YFxzz9Fyxwn+gne50ni17YTqgzl8KcDo6ScZ0XuWFSK5+7nY++OXJFA4/ef6g2n2kCdq/rJXEj8jFqwiIiRF34DlfUFbOg/bCjiDFh4P3ttKGNg6bgRR/pADWyNWDf3J6gz1gO2B5jV0ICQc2XmODduZt1utkGXgfue0Jmr8xVgAc2LEWtOrR4mNdccEJyc+JTzKb6AP0X1ADIBzIjQe5mRMKhQ02010YT1NlqJ48OUOEXsS34cS4H1bZHzlMMCW8RHcmgw+iK6+mHg2/wBRgP7XrzU/aIA9zDO3d9zQ/OQBDOI36AWYY+mwfr+fUZ7nxLcqniI+KCeSN2xrjfOsWNhsIEvwNslYcvkTHuZ/wzXJRyg/4mvm5wv/AJWDVvCXHUZvPzxtjf6nq99Tc+DyxzkscjxlhZjPjTboT5hzLK2LT6EDNnnPd7Cf03Jc2WeHwyyy/XhNGWfJBNkC8y+oC29uXfUWsFxzPFchO7DUjGkzc4HPgnq+G2Kat+CyOyUjgmR8Z4a68DbIs8ZOnn48Fy1Y5+bOY2x858WoGScOX6ePA48aHklx43x2sbm+o4XYfMAcTcvTZaBgWHxZzYcXGczveyB8Tzttl3m658D6i46trIkGeFxCSsmXjQ6uZtHVzweHyrdwWzzepEQDqvjryXPx55/HbixbcX3FngoN7hj8G3sHtxZfvl3IPD5SF0k8Ebbb46kGIiPY2OAfnj+1hn8UCFbf2zxdbgB+e23SXwdN8YePjbhtphadFodnXVk6tW7luXLv4fJ424YwmnKE5zfLaJmNiQhZrmzg3jPA0X6LHl0S5ZF8U/Dj+y7kJjkuQYcsHPgHHhk7FsgOLt/DfHP9lw3L7b7rV4j3Nl0I6Z9tl9wB7j2MmHzEZ9Q6tsm0hRAPTfDgAhL4J+sj8ke2LcfrAXeFg42H02QXWRkyxJuMXZx4w4bdzwM4cpV+SP8AHK2n9QT9MsOzqTUZ/wCEYAd+rLkc7dWnkjzS4kSfgWEOEPE8DwPMOMC+Nc0A4Di1p+7pPzY7XC5cZywmS2iI4bPDQn05+y49fm6LfG/G+v1IZNTkPjW+2sJUXGblyZks4j9cSzgLf9ebnbvnE6p2T/dPcbE6m/vYKG6ufWNzAmOxveHFFhYK8iZDLSHZ6n1GOhzyRDvD1MzAcHrckranX0a+yJcSZNCJvD54jUHh0/8AhtThjhuwfHnn6Ry6Rdzd2IUBxO2Y5kQcb05sS12+kNP9wGYRYRycbCzx+pDE0kQ1imT0T+brv1xmonsk0c+pg8Ofm0LyBM3YOiBSZ1rvhLHBuYQmKmdQOWk4ZeAiZ13kubb61ISdMnucpuETR5gpX1ci/FyQ5pEuejkdDFyfTOTO8/uGOh0YxHlxkgEjngrsGvC+P0XLEzHc0/1ES07ymmBPlAB24GN2s6hejOOmcs+oc9WODsCu7J7oi0Onbdhv1AhR46ikbAWxxzwG3t+A/wDmPoOfO2Blxy+7SlTyJG18cK8cw8k/Dk33MfrYjb/SXyR+rPc8SbPHVq+7k2OyA+fBlvHjjPAM86RZw2sz7bA3qJzeeC4Rba7Nn0xwnSek62H8Jcr2r4bc/Pg9IdfvIxfAtNrCPht3gTpc+shpbIL8xyBA77bAO+655cIiX1Y0GcR576UNDpIHr2uCZz/5ouJmcrW2e5u/Yp6cPZcMRhvs8fxc+2cPlz4OWQanQxOvNkaFpcTYa7XTy5vMDoOeTdiDVf8ANAvPB3F1ZQxVyeP+Ai4ZYaS2Q11iGphz+pNRAcbn9hZmE3LBl3zlk3LZzLMdtHWZx1k6x+LDybOnoCCth8fHNoJ8e743qIDizGPssvdlhF1BYcZZk2WFlk2chBZmr4Cze7JjBuF6JAuL8EcR41qPLNwnmMJ6MaKe8MqAWQHjYGQyjXwc2f5LOZLcL3YdSSWNhZxFth4Sw+PAHncywlkZYPITEtCTZBcEhiek98R4Taw8PhY3F2PnwMljiOGDZ6X3K5tj28QcmWv1pkxn3LZ0ztzuu5lxt95Ll+p7j5BhvIrOOInktczaCeV+snwFd951K51xk7ZgaTxXHwNYfdh6kH6jwcPj+PHPg/PPGeC9+G6vfj4/B+bv/fxmH5Lt8c/g+PHRb+fTwRdVDZnMnEat5K+7B8sm3AgfcWvmQ1cnwXe7PRb4+5du+RJbKbnEXebgjPDFzsjqZwtHJ7tGeYQfhpZ0Tsmdvflb+2Cl6hPnM58G/wCpQ8Y92SeZ6jMiy0Zmmw1i2VXtgPfUBsp7ntC9gxxZ5nmThhe1fVB1aOz5zNE/sl+BbeyXbMuPeEodJTMI2k5F9cth76tbfw+PHwRHg0/Vlx/uUwsTkDOLxD92FPq7z2XOHCC8j5DB+H/ex1VpwJBi5rdm/wAEv7bJzj524OTzthXuNkPJe2R83QZ+7MZO42MhhlrnJBwbMNd/ErNg0eHfAmXqyTG+LriYHVnrbOS5n15fmYlGS9dWVeI9bLzrxuZ3I6fELcPeNky9hy/q5cGa3UEQOCGMpP8AUFrb4Bc2B6rzbwcTuGDj71C8agGHvbVXI5EyfZz3B6fuI6oN3Od+JIjTwjoou4myvl11nRM69zbbx4792o85w2zVnLYWeG58n5R5AlYeKHxsf1yOjn+UHUjc7i+lDn4ls5Yxz1ZSYGmMcwcc/SPAX8SQgzev3ckeftXK7jGvbaGSnrJL2hE6rszJlx31kNovHtZhhNSB0QAHD85x/dnxPdTm6P7yLgYd3Oy4ccj/AMWaA5PwjyNnSc/w3BNvpWJtMA8QWHDgjBfgFyC5h8qb/qDkYIicN6yQJF5WMBwM7Yh4dxutrc3E/q1uLhcOI7wD4bYOk4JM1yr8pMJwV0ziYOnJHkV4EX+eLqw93TvktlMtdkOyzeLk4udLYSQeei4Ay/3ZHbBjvu2LQBY9w3JGfcokbxBMOT3bfgT7PUaQ9363KLXl6YRfM2WAKfECG0EOnPm/veCfghwr1k+DnJEGh7XQFg4rxdae6C9+r+xhXE94AkO03lKtzBlyVrR4tAb3c8Bq+MbjB0R9WRh6QO5A7sHAxvpuAr7bDhh1j+rSE5h9U3ZIDTtvS7ZAih/ZGhBny5C/9KKVBP4MRdRO6D1v45t1GQa2zXTFoJ+c7/0XNP8ATJexLkO+MspGWQObCBqCgi4HQRbzHjeLjvOfJPV7ubb03Vxtlz406PD60tttzw+XEgbeTrwbdtvTkODJlHK2/qMnNycWz3MMXSUzhZ38p29njNZhNJ4fq97O+WYeM8KfNxfqWWIcsywsPjuTOZju+vAX1uLOMsdT1Pgu0c5nxDgyKeouzqTljdmSuBamjfa9psP1Nm+DcTCU5s8cxieDsQ5cvW/1fFsatepGf1JshZkaz9wYyYtkvJlkc2x1c+/J8b5LNg/LktiLLmPHSSN8bb4bP0mSscuNPwPgeoCF8WXrznh5GyIScxzNvcHYD4nhIWHHhjGS8YcTGw/Nz4x89MOO3ddF38DyR7gZPAvcKB67sbsKdBYTr/cgF41xcV4dLvws2X3YCPUXwx4HgjlzJJ7j5Ze7PDaZ45b5ct/dzXJ4IHFgccomsJeUW3zliFjknftIx1/Zse5XnLDvLA3qA51dZylubinte2Y5mwgnon4Li7ko51yS7iL+LOO5h2ezwDy7ZNzrIyD8O5cIaaJg99tx5TqfB8wZ++fHItnZ1Pk8vWEmjf5YuPrL0b/dE1pFzs0nOw/fFsDObTMw33EL1kMWDSRupCdZHA53gk8G3DP1cTi5GAYJcm8wPk+/c3YHjTDZHP0+NvRt+s6vRnuWmDN6cshaS4GD0Dw25HIQDo7+7FGtsVeARwEL5MKdOP0ZHoDN0OrgmO8ocynPu7hOOLhJEQQMkW6uNkBOnHzny3FBXnV4gWxfjclqe8hcigMItxHsvBlnF4s/fxpK1o8ce/3YnCcDxzGR44t89RpcSNrVw/8ACbQxY/UJBq3nhyTsQ8H5m5n19SAz5tsF/qd4Mf7tgkbUrzaq0c6b6seT03Jtaepfe2oA5nFztB72ciX86wdDBGeOicU+eJycO4g/txPXhP1Omnn5dv5cSvVy6ucy3PcAHcycn+se7LeL55nk6jjJPrqd3+LZ56lxt46J0zwT1kM3IuAfUWSHM2CFB8IcpO5pkoAb7hGepL7lMu5nBYHZzX7Iab8XFhr+44yYzDrZMuhxPj+r0Z7B4C7eHbx6nMAH3FQ32iBXZLVD27T/AEl2FiRJ7OTG5MYVw6nn4P8AlDbIDjjqBy6Hdp+oxEc2ntaA9jGZyEwM/WWOkH+uQDuA44toeTqfexczj/wt8Oix+PGZkJwNnO99bM8OVLt011zQgXlsFT4I56mbsssbrIyD48BvUHQWVyJ6J/4C9ENoCtPPUFF3sRdJcifS5oD8kQOB1iyTnjCkSNcOowmJad+CBZc+MviyyVfwzjm1nx0x7tsw8NtvhuMkzx49vML6fOTmeCwSxyEZZZ8UlrakZ93LiAXdnhL+NsuODxkF78LzbG2WQ7yyzz78dM6myXJcNuLpJzerp+HtHTqMI6JWfjuxhzzZPDAGFyV5ZPK4J7st+E4Bd58BvZAZ25n8PjeS4I9vnb+ZufU/UMcTy0k2TLGfxbXFrncPvffjjweT8Ni2CDwfh+7i7vB4ObIknn6mDY9MMUOmyBnjnbkvZA8v4vXhkXMRwFjL3blt7I5WN6k6+PA/ETviePU3GS5HjDjZ+rNnq7vi6x7b4OyGym+zdAgEnZCl1UiL/wBkMKRz7SQny93CGsnoOZ4NsuOI4mTwc2yXv8LDxeoLL/qcv42FAMolUvL45trdws/SBUdgM4kiwZ7EueOnRbeyB9sM0kHiUdMtOiK7Ra9KR9ku2+up5A3qTs/DLC3HxnM9xw93K3OWG3f2XIEtXOJgbvzPEdM1vScxbo0nL8QmywtL66W2YY49oALh7EDZsmmDt9yNQS4t4YgI7kXaHxzKsa/JLkZDrGLLsYSDjCGA2ZeMPKZe7qRpuziVzqND1cuPxzYat74uQuy35m6WPjEFlg5Zzq52R38v9CXgn259Rz7dW3XDj4l11w7goQHccMNvjiPDcht2DmTw2fJt8XctPjJsgly7/PWJTevbI62fJwxYeJXebbSMPHrxjBPts95zLjITwrOdStyxNlyL1n7gHIHM2wHBM8oKe47tLI2qaIhZ5OYlhxsB5ZAARAuPjAPmJxtn9k3/ADktyeQ5/m5bn3cNgKuAQoPHGmUKF/ERwg/pvbIOrlLBuEZbKw5H9pJNFyeWfdoWW+oNjX1CbknEu/wCHGbezi/XzadX9ommi8XLKxjL0IZ7ohN+XyXejCG497cD+rp6h3m6Ah9xuWArKYJi48Xq4A2+ly6VHj1zDdToxywnJMzZMIN0SVtLYBTjzhkM9mHcD5lyxHFuuk22514F6BYXco6egjUCvgyCnU56wi8GSLIxHCljwyxhJwuQNbPO/wDzuEfUwVDnY/hP/EbfcIcRynofJHCX0O/D3bz3e7i+P3E9aFwYfUFBrLHG5E2sd+8cha9Nl+P6gjWLoPTdxCbnUiEXCmRv1YRd5HGEdeDlOcjfnxsXPl5s8PFuzcTaWvjnx+5L72+yB3d4nq5/thPA6RxF6jzOT8JOfjbfHC3Usm8HNyb78bNzn4nl8GZ5ffh/BslS2CU+LrhTwXdsvFvh7PHpHVzriQWpz3zB6uAvqPrkAYcpscEuw8z1uPiPD9RFUh/d0/vxkP8AgkM7/u9Bl1l+gvZchrepILc9WFndlT15MvR535fG+M8Db418fvyXSe4TPBb3EsgN+J2CBmWQ3SW2Nvp4v5vf4N6nrxxBkmfzDu7kvVnN1M+I3XYsss8Lm5m+7X03ueuCy08c/Hlsmst7z4O/H1vD3pz03MYe73N49eI4X+ZgtNEv7WZnvwZp+hLH9XCcts2PLb56WHnkd+OcaniHxwnPUv1P2zrpY9FuEF06sO/0y4eW69fcJyGy+46Ck+v9JzifgRxbGPbAStHuXuTu4rjw+LXOZ3WPGDWWPwBYI4YZHzHRyZLgWEnt35yNxdB8pD0yb8lu03vYWYpcxttqfxTcEWRzLtizX5s6T3dLXU9TXJFPiBAc57vVbq1rHk/u7DyzBOMj14545vUeZDpJiHxd49slgN23eG9NISw/XgUWep1G4zPUkdW3oJyEpqXHK4Jko3fcREAFUwhOxElA4jwoWQb+hhzjwMfGlmHNrtnzBasgdgPjmzObfsbK92fuHO7S3xvh5bEreGyZdTzFowo2meN5JI/dvGXFgc7EqeWJ/Vt+i5M+339ty5k5V0l04shoCnPXIycxdTX4JNWIclV8CH4jTOJRnzZtgT3aEGD1K3gn1ctkWtxEnoerAMiaJaqsjbY98yR7LX6N8PmFt3XIe0cy/HzbdJwuRNWbPja4OMYHk6m8cRgIdQfmePFn+OWNjb8Tun6jX/ZJxcnD1Z5twszS1hx7uGI8FnozBLlSAxP9faWNy+COwmsvI8MVb5JufTifwgM4YltHxjJttrfYSL9Ft+nZLE5R1uKMMUcjjqX9MM4w6YyCg8xw/vxtsJbnqVhv7dyPZmVIfqTbL2fCMDYuG7A1ODm52cplp5YXK/PtgbLQHXiIfoE/q7dNytwvDmIjqn/iXXtYM2I/c1cEouiwNOerrUTY8fW5s6z145jcEbMm23KdbA9dewswA+DuO+jPeEu5Izo6fFo+5Ih+5sbYY6ei4MBvTNy4QL6OZtylgHgxjjxzN1Ofix43xz7I3wec8l7y4KaUaeCCeBbwzpu/MHSNmdyd82xtd5PG4MrDaWRccr4IdT8eSW9eBjdZ8fRjTuXhv3O+TPmS4u2TvwmM2Uz4sTZ+DGeGA7eydEtIixky8wDi3bRBKevDZYOZAvPPMb75h2/qprzbFuSW24cRETieGM5ufVvvdkGyGt6hvUdzg9W3Pjb1b49+SPBbb5Yi4nw3KBFp49ztpA+29OI6Y58UeOZ4PJ4t5ss8Z5TizHwTyeGTwzbcvZHEemMdjWIH34zJPAzG3Od2MvE21vOG1rrbZxDG6ZKQKY8WKDEAvB1a2imDH9kle7CeJ7s8cP0pmBbz44uPGFvUmx4H5nm9cfG+NjkHMjNmFNGIIXBx74Jt+9zxuDuF2IjgTz5y/d8ubZdB/cD0IrD1hu/c/eUdJD20iDJ11OmrI52XYamm8XxnvwxsvOT+AfhZ14mcNzjgb7lyftNCd7i8zP6bNs4mg4Yo4dfMQJjhJEuzCnvtdvFODbNOFzX31LV75upaAYWJ4e9TL84f8XVvgjOI7tNS5iHjcjXvu5x+PA23cgAIRZzltrc4wGSdXrY0ueP1ehFdPW38Zd31YA31ZFm+sT4foQZQbe12GIB7GV/VwUGk1deA6rtvruObHE/CHaZIQ2try5hjXjIEYHx0l2w+bFzxnU53ln1IWbIw93NyQi02/LwJ93Ho2NczjzOWR+U6PqA5wh/vm5tbMQ/eYXCFr1uzF3t7hO30W/UQcYEfa4eO1KXgdm15P6PiFAirGer0iRvtGgOlz88SfpQ7om+rbQ+ekdeN4tc5dpxN8w97dytbYM4QHUGfNwh2+N1iNcMihNrfEn+PwGqwzYxrqd3KESYdlnH7bNbNXicL+M4Fz0x8c5yCiDaC/FHF68YNkIj54j+idhth+rg6dE1QvI5PxcTAMwycT/uYd40uNrifDukYc76jrdms6vuf7MR9OWAZ8+19zqbZlr7bx/eWj3T+pT6D/wBWgethiMUGM01t1n1JFR98ZcY/YfMJ4oD4h2dcNnz2/wCsJ7QHy47P1wf+5QR7JyZ04+JphBiX+ncsJ6lmTxtuPvyb0JZiLQ+CT743i4Mi6JMVy4Uh7tqLzGWhjAIomsQiAx0hlpS3NMuPfIjmbYl8ZZbd+eZ/Ds4z8H5nlnwTyXoN5t5uc3JIfiBk4tYvrZ7sGQ4GTiwskmjszxrw+siJ7Ny95vh2zPG23Tsu+Nn6kXw+eHM6eFXIc6M7Kwks/aY5MonH4u0JdDODCQE6j2YAbbGbZCIzfHVwj43RbjqMtP0QeX58Fnozgkgufjwcw5O5z6tccuddjongtQ8hHD+J4+48H493HnCMnzPbHnm29LSfKFzhxOATsdW3SOfHXhdExMfgz314J5Tw27OY2cWYvJIZDzzOeGPn8C3TIZdx+vDvx41tWvXwPK+I07nuKh8t82w45taEhoEkwczep2PFcT8rD4WfpT8jkIiNjxzZDx3ZknDdL9SRlkRcvfyf83HhncgvEhDt+nr1EaqHcYlfBjXeIyeJ3y09Mn5ufXKWc65DbqsOpPps73OAQUD6sFhHJfp2HJJ8dw267eu+iJy368nF0wz7uQXeRgwwJyz9iyYdMH+ZT5rvId4Np7Oexjpp/VqUQBzch3xqk+f3256fMf8AC5n1a7/XjrEddeG68/izdB9z1L028y4zkMbO5sOXx0L3J0w6vRGT3m8kuMdTROuj5mMD6ILoxZEPn8wHrxrkSfSWYPcxJ8m2iH6tix5aOcs41zcPoiximD9lh2W8v+VNieEmkOeBNbQQ9cTd3i/m4cufh38WfVrB/tyDu/tYIII+yDLBD8kHtt8cBATS29mX65tIT4uFkHRc37TlrA9bGcKfyxzuP2R45H7lMEljOHcQ06ufkiXnJyfDL3yMsdQfFvq5dbFQHaf1aTY5csLsKHLC8BHJxEX9/wBTcDqJj0LPwP1dqyds4NfoWAB0ZlpyCy4QKfE3oY+488525afM3OPCv4Dw+mWdnZA9SybR/Zmf4sTPJPlzJwpOcte/g8QAZLfnyPi6iLdbj6nLxLsDxkeS5KbjVmtFPbs+AfiJIfv6STveXcmuj7pycF2Q7LHnst443JiL56fcMMOnT+Wf90ywvklpm83IWDTNYNLgDZfeXY/5UpBzDw00nDi7fd1bw7Zlk3LcHdl7uJz/AEpgC7PtWQHg4f6sB3ILgjh+IUSY8L1bX7T7kL2DJ2w3KHO7Z5ccIJJkMfmAP5/9wcpfW/qIYT1SPK+i5LNHiUjONvUMZ3bkMep916j4godFzGT7qAcbEwncyku7CoZVsILq7JwpovYeMjh8kfB344PVx4G2PHVlnFnjfGk9HOecAxz988lyeAxwXJBDmeLtalbN5kk58nLXqCcQZ2yz8Im6vfhDbJjfnfGWyXPje2d25+IPuzmYzLhLx1IPdhZzDk824y+vUsfH43Om3YxhhZyOjxxYr93a14sWS7w/3tYteOOL1J5nRLX+XZAqBc8ey5PUSy8SHW+P5k5sXqb0R3Bwe26t87xD+BcxlsXv8t4xfHXwDafgyD7CR0/VsnN2dq9T144u3hzGeWHxsmtkeWTOhmXxpHM993GbCWHwTHn9XQ/AnNezwT62dOZcvGGWbMRuYjtw2GAo6WPAo+JXdV8dUYBfA/gdB9z5N3T9RoHkX8WIul1tq3Ee+PBlgYeeJPRc+xsnpjTkf7gT4/mBdO3A82A3OvHVwyAHRHtir6YCjmR1W+jPyXyMIeeSR6ufXHhOenyUNkjqzU8Nt6tyPHUbvka+e1zbUcdyXfUiw95Pv9OGc/Q8TQjhiIHO4Z4iwK0uEWwKwI/5jr1/BfD8zxx9LO5aE3oSwZywRBvruw39GHAHqRrmOiGo282mrBT7huljXmZccEc3UvBrbJxIP6sCYF4OC7vq48g6v2lA8hjCxQNfcI7HI/ZCcd9XEtd5maNTiER2SD9rFsjsyjp/xMJnMYZBk3Q237uju6uN8ITcnJCc18OXaDfHx9srPfbet/GNwRujtlx/k5PhtIi5i2793r8MF8v6jHi1eVBGNwO+OWezc32zK4cw+ljBOuOpP8S+bx92nY0U5JpdeG1Q6uBS3d60Xm3HR+kg+wkjiGW/Et+kLeLkPDOD7hF7JBYpwn3xYzhR/bVhq+4/eyH4SR46S0s12QiaNlJt3bwnjeGWCy6OtsJucQD2z6gDGg+yDBFIhgjPVwwva8sg36hyLqwhekV5tGeB1IzRKT4aOf8AaEvUdHzD1o8MhDkdVt2wn9T/ACKbpnJDy/Etb2x2PU9G9TT5uL+xcoZ6uOZ3cJAbwWpWDLBto/iM9vbbD4X7t4y3PGdLsH3Ke95nYUNgpsg1zF7nGNuBegkZOPK3ekejZk484AXNndXQW0/qMAaRZswab3AAdYgLdFyxKaezdZyZ9kldyReevd2LfIQR0QB7e/3Dc5cePO9Ebv8AI4gm/wBMPtL9zk4jvtd9n65mMf8Adg65b/T5snbsGu+/sYPB+Dz56tZ/HJLY55Zcjm+RhPw4jD9Ws2Pf8p6iNiOeYcubgxh1E64kg4skg8BxByRwWzHGz+O2RNxIEG8Zze7tNuNw2Wyb05E7cLuUnq3pz7iczNsW874rp8KjmXEFwAQ5zbq2Ww4X349WttjbfT5hn3ydzsv6p7+5EeEca28928AHhGc3Nb0Q98XWTsC93PU78xvwXOvB4P1cO/iWceOPGeB8H4ceOmWoHHg8ss/Rh6uOIrBeN8vUvg764+ZxSyfgd+AvZJkyU8PHhxz5zdwkjuy1yCG62O3CyYub0sS3CXc4tl2Mt4idOkLtc4+o4hLvLjtG0zLIeHwef9y25/R42EeoPwbjxt08YNnNnHg3LQ89TC0votwLJz9mx8qLPsLeAcML7jg6vh45L2Hwv22gxkEnhxZvUJ6ufqx6YRqO5cY4XJSzeLLctyY4Fq7Hj7tfOWE3ObEJ/Zs0hmnWQIZ4P9NyLOOa7xFoei207M73C5ozhOc7scXO1k/vMp+2MYOP9yCx8cTaRzwJvl6lzcvs8TSEHqUkbHa7Hh6fM+jLW49ed6jC0sOTlUFSURpkAAl9Lb5HjoJc/vY8jbXu3nbQkyxDknxA44Dca3MBgHtOLge4Bfc9g4O76SGAHoD/AHLwEApbZ8wG7Drrxl7OL5mDZM5nNg5iammw/Q5DlBYAcp8w0M68SbPTH8XBID0WQ7ZzYjO5ljZvk+/DP7uW/PtIdq+XluIaPpIuIdjOCXGF6rLFLGXYFuBKg6O9uze8bQ3OLsNnG+tgcMAZc84+DWYWekM9zq5TIMYnfZAMG71ApyPy3eFI1rIWOxcb0Pywe3M3T2xyL9C935pu+OObMnAbrJ3OEoD1aHDjc4e3xayKXMSVo+Ggh1fEuZNg4fUBhB3JfGWdXC1slw433JzZed90owAw+urL6ktOAvJ83MByPJD7Vs944wfdlozySeew6F3PxA6fEPMw87142/3PI2VxzE8nmXF9q3x464Zy+J5Snu58/G4/0rQrGcyXEd+KGZPmLl/q2bYOd4hvIWpHAmuVy5IR2PiOJ/FYGP3cR6/5Vsrj2JBqCm9y3A7h4f1cx13FIl3uePGdWkCF6OI/vYGPdc27E/NuH9LmL0DfCWB1IdhkE6xcNAtikzD9cz5xocLrLlrt6iJfwfBxa+MniE6tl48BJvCRxmXtt+Ifx3jk+0zEZPjvcsMnIL4MtxvZPhLLOLqO9gU8AcvhuU8ZxvgnDyk/fjf7vgyPz5zxk2Mk9LOdczHNt8GpmenE+Ppc/DObmj4fF/YtJM3QlTxgSNj0btPjPDrsCca83fxbndxCcqWv7Y5lyXpzi6cbSH7nemJLD9QUbeGmXd7vXOEF8R3b5PJb5POeB/HZbshuN8cfMtskw+N6G9NwL5YY32w4txy20iXP5G2zcmSPj5Psupvc2ZYviEbTIdPAT3frxruWmFvn9+GI8LXgJ83G2+OXtHFOz6SfffX14z8OAbh+qEdfI73bbbr49+MmMDD7ILGLIH5cvrS1CgmlV8rlgvQv6lnzHPpbD6I9CzxgloILd5ycB1L7Xq7jmNx2JnMcOLuMe2fWsh03KmwnOWziW7H5n4n1ZOJ4YJfpeoSPHx4Lch5YcrciPVccYE/AX9tz7cZBFPzjLF6f82NJF39XInIwn1hlzcqPbwYeT6djk2t/uTtgsI9+sXSYTwcRJHO2wPjNyD7kneT6k5IeDiLjEGkH6p07tiDG98t5bfixlxnD9QXr2oBySQvNeHzhI7FVPjqSQcQVz2VI4Z93Zxyb9wk3d15EqcBLg7Pzsw+x7W5EF5GS+gn2e8bHBsjleITT17uMUbhxH0Nhzmxhz1O2m2Nn4TVEiG7EP6uCmp2YOMfXRF89v1bYX5yZ71yfp4nsSxSDCN+oYxx6fOnU9k3rFtn82xLoeX22MGA9ETvFgOoH1CObY5Y1EZ1xdCBw5P6bOgG6ThnK47a2IXktrlenIH+uBGHjT7MYHZNM97H1ufhvhI+S+VfOB16L2hqTE3AQPyDJbGuuYCmbH3sS5FPq25Nh6eIjL4gcSx5bkMLJV1+S6JC1zJuPxkntvgmkmOVeiOENGThk64fcd4vPguXMWKC4nqHNMtu8Z+rhiM0nFcvm4aQef6P+ogOjS08o9CfiYcRuCPrPL6fdwLuPUMehDbPfiyg7yGn+JE4zLa1jozC6Zg2dhCO8f1siDR1kqZIcbLZ1e4LCUkHo9svLZ8zY3+iEQbue1sH1SLvxudOPcB1DcbFZxxPNPce5/wD6LQHU3kG54DPEVw+J8igyKdadySpvYQdjljMZwH+S9tFxsHvPcysG/wAzP4I6/wAzzZ7t4nNjXmD3OeMI3abUJ9exqw0Z2v1f5k81/huMco5m8TDF+9g3LYJpiAN+t2UgAsanPZF6F3iGOPG+XvwF34zGdtMvVv4Ou7c+DiZ47bB2LdLGWPmWnPDOoYVCwhVazY3qbmBk58YcPuOlwB9+OZ/cPjZmzb4Nny3KeInKzNp4WebZDIMJY1fB7tZ+LpHrm31HjY8n8xekgBush52EYoP3d58dT4fV0/u+IdW7BcAfDLf3X7umzpm4ws4meoyep9E+upx6LDiepzmH02fieevwPPPjfHFxc7s9ThZnjX1Z6m436thuyGcR5ctbZxB/hkuycz44bfCfCBJ5F34R0kBncGGRdRvN/PjJ7zx0mdemf143AsdeXe4x6iOvHW5PbwXlzMZk6lbjwTw/u5px0t4h8BzY+D48lk+I4XUXK8eP4WpyPtZwJD5j1HyLDni5yE7GS9nwCCmgbC7PgV0eNs3FgOAmqB1fBjfoJIH+iT54F7w47TlslPS+ffgcoHZssy29PPqeQS2+2J5zm5n1B7yw+5G1ohP4ZZ+8xW+x2HPnqG8g/cJMVWt4nMeokGZhvf8AMFXZo0k+IYMDc5Sb/BfPjATcticaFyfM0Ry2dc+o7n34OrDeI5/lHDl83c+fTx8XRyc+NbdzbRH1P9JFliN7ffjXmWW449xPvjCRw2sSZ/dYjhPmwZx4H7ZZeSGo4XJiXvaZ5cPi7ZzOi7+Ihn0TveD6n1iQIcbLH6EzxW+YY4FjI8pkiFie4prSMFC2jjydJcWXPvW+gfu6UbZBOD/lYHm23gyH5cjGRgsvHh+nhxACbgHLPcAOZag0wvQJYoOBPasZ+858GUZouG21LK8txRZa7EYJM26F00fqYZ1OF4hD7CQbx4dM/dyCsOj5gch8bASNun1+pomMWVQ6jTuGLHrzzL0yjLHnWetBPokC8il9TiAuhcm1yka5Pj5gHFFgHd6la5nivDZSi6pt3JyIwLgiT1QyMTl8dgi4eYNgJ/XceR7yXWz6/UdZ8X/ueG04yBvK926tuQabBqEtn74P3H/hF3IBEb5ZUO4r41PYcJDbWBUfcIOONtdsemwGc0fXcW/dyOk8S4NO5MAC7c13NGjzMYUnT4G7dGueb4R/psTNpDsR+y1ChCepWX9XBalN1u/cQWDpjWcic5gQ+KCYJ+L4gxx/tEq/Diwkr9+VuR0fConxtpzAqjZz8lyg9f8ACZQ3S420p6eixBgM2R3emFX2hyfJPr5216+5AhZ023e2RavBcJUeeQZa1M7uYQiAhGGezAkLjgeP6thAb6XWCfT3nFly4cVX1AjsPO5hCNT7e7DcDzZnMHX3CCrEkxvKQ3K/HjPGeMsyzxxk3DZ4yzrY31Zx5+ZwtH23O5jhlTvl7DzIjP3JvFNvJZbbYt6iWLmTgvbi/bOztll0PhCwjkXCl5485k2EkHjPGvq238Hmzny9+HS+UrqA8PXg59ywEycXTxn3549vjmX1HgdS3czMZcvA5k2H5hyPhnieW51g/XYZpEHb6vne3xzEhoA2c51GlyWzZ7bK+M5t58MswbIi2yLYy38D8U2PI+OQ/qzOS5i2G0jF7TD+7gf14+hjwBnk92y5l8H4a2+L34/27r55jMshxPD4wOu2lp4Pdxcc74yTxkx4Usg5+T6OIvUmk+OfEtdqL5vjfHEyN06gIu/BMGd+M8uWow8DermezbLlh7Un+125WQvawcjYQ6e50cCRnIRUToeEt4TPMpvRfLLWbzbjk5sXL73gu0X8zx8SUx6nB1IrdI4jwcSceCfATZBFjkkGFrEhOCcbe31bCvAdJ/5yzLi8zRn9C4T0d7xsfGFt+yR/jpyP3FyOOQzoe7mztOJj6JXJ09tyHTIWRfR/q7Ze5VXI5nMuZzbwxE8cQWiiC235u4OOTx4+MCn8LKHF2UzeFng3EdkGrW4K+peXLuGdcd4tgsjXmzvCx6jlzCdObK88/bICSHq7DrftkjkW5wc6YiHfcr7uAuayQscxHseRbrNg5j37HLscz95KuALVZou2X0Jlwsj2X2Y+Fh/HhjLza9eizcPlq/BPAR+oymb3w8b6uTI02Rh2WPGW7WRHwuA9wl+pchxv/KAoOYgITUy0uwTSgf2GYRM3Wy/At37morQGwx2asHu5ubPEIw5muhdFh6WDtuK+3Gd7Zc9z7GDOFex7g5MI/DFym1PmDo/JnjZlkMHQW8+kj7rBnPUtOAvkLurPMHYwOPOSoffZG94/Hg8/VM3x87Oj/Nv/ABejLsoGx1EGft/5Q5fn/R+ASzaTN9Z+Qn2ubyMhrCW5hAJvHMNyTfU9B9TwNlDsjjkIVQPtWMiPqAWiEIOMtILnE/RHix1xz9Q4hwYHePY3Tiei7A2gWpWbLBms3tF82PCRZI8dx7GiD0xte1G3D4GuPFsQDD1btetS/e/yIwCSARhHo/42iwBAt08Y/JHNvl/zAzp6kHLfsiAwdbWD4jpR57JlyPlN2TrIyHTtgefPuXoAMW64WvDmAEzLd0TgpJyGzAFz9i1mcPDCCLA5n8PUDiOY3z4EbvNsN78bzLa2+CwsfLMTl28WpcCxutsczeacM4yOesIhrl+Zl/tJt0B2dyHKwfTt3axsbHV4EzWyeJ/JuxG054s+/Jz4fDGjPUE+GlnvJ8G6S4dRrjzJO+vD1IFuFw/hnwevELX8AdRQXg2GFEuAhyrdTsuETk+fBZnqRh0rDTeub38XDuTDY95f2S3Mp3IN8ccyscPMvGzQ2TU5wwycb92D2R10+B27jSPyItPJz4J/E8bLw3Jv33ZEPhO7g56a9f4ua0OrGvGXqLvjYy7XryW26/hy2eN9x1PWT7h8G3HqEYsjju5W+TxtokxPg92aQ9beNjMjMLqc7IrPXLs/MNufJc0y/gFmkGe/HPjjzzseD34xweN489CZM97ZQ7ih97u+llaDuBuLGhzAyG3ndjTm8z8xAdsAuzkjo/4g74HG0ObJ2Qk4yHakVa5qLAeb5EHguHn3LqzbatsTc5bbzHV6ygfHyD/Wl0Vz4sMruJHZl74ujhdh6APzaBMCEN8HE1TiuN+dkBBODshoBvxDfTMQ9P0S3Apcbtln6UM3geLMZ8yMh5x0Nyi4R6l18enbq3xHMvcfA2dJuvMwQTfQe4sohzev2irHzbrwOiZsHiJpdwG8ubkMxbaU4XRLyyyVeDqc69XLhwC3LqYs2GXapXveJ216WB6gnebbd58ABOl04UZh48PPDWGtyJsLN2w98WvyXBd37vj5ufkvvFsTmgy5DgLVcoERZmH7PzNynzjiSHibCA9xOL3WeGpK2DfLkAMXS2QuCZcUn1c3Tlz3B6Fyu51HXjchBtxgxkMn+YJhnUD5sJegdsCRXwHFtD5uWeW+++YFa08Mu/1Yjzwy5VodIYeoOd5IVNCHoeth31gFk8LTm65mH6Eltywtu21uPhYEI6W5ggbjn0F16s/9Shf2sLM4IeRZBj/7Vjf5my429rcuzxOAJBIc1PDlbjfzK3RfP/ifgbdEsh8vR+xGJgc7VZ96YnmnfxN5D9xhzhm9twXtGPnYYI3C9yDrCWy2nbZg6Gf3Fx5sIU6PHRZNDaNzY5FsLMkvGg8cUPG25ZwwC2w4iACfMCM0xsE+fh8XGg5ZsPnpK+TiVg8alGHaR0OJYP1/6lsEZk7H/bYEmGE/OGRniHOObGHZWq9yWJOFDHNhbPz4Qw+5HHcMp6ugc5kS2T+jh/m0u796wJarMsC2bT5T2sO9wBztGzDfy4bAAN+aiPC0LiXUoo9S7DGOH5PTPBHcfu5bTxty+vBbcW+N4zwloHUp4W9GZ8FvB6bHbuW18nEadSJ4YRJljWbh3HnZMHAuCnSbHAbji75Z6hDu2ZA8p4WBiT1cb4dY7sPl8b4QyxeNs5efDbZZtzO9z8iVOkW3JszLNtnz9wvgbsyy8ee7q9PN0GLmwV2sGYG2DweBfQxuwGHm9XM8d8tzEx9nCIJ43wr3Jfa7uHr1tpt6tJmZt08W8zKH7bmYnZWZvjS25+LPHX4ng48ZHHjn8GyTTMt+vA8xcyzbMxIP1p8n+EyI8bzZ4yy793Xu/mOH9zMD4LX8N2Nuzxv1fZccsiDG9H4nj5Ihx9Y3fABcOoS3i14fs2b44LkSZbc3BY0eIv07fHo/DNurjx78APB1sQckXrfE9rLLj8RuQnDs2/xhqgYTnwEe7fMZEcj5IYZnwkPpY+Q2xzFQSJmgvpkdEoOue7fkDlrYbdQObHuyO/GzH8R73ptjgzJPV/8AEPOPvFmn7XYyUL8AdggVBwNiCdIQB8vnbXKVDbR5+5ihCZNRrh1cvixbJ6zlv1Ht4NALZzgx3se1QyXmBg5w2V08z5Cye8dv1dZFzTvom78DMJqneLjQ/wBr2VgFc3Ntykt8Eh/y2FJUbZrOmAwLFLKHcgu37PUb3kOP5guvUz/mNKcDWMOw6uPTc2Nub9l1gZLdbOoD28W8cezxv6uDV/bs+GHHM9AsPmEdKQMWnKb9fycZ4/caGjO/3ZslsX1zHtdZZ6b0wgLPh1kv0x93EhEdwh+r0D70kdkqW2DVZzECOIBit4uEekuGekguQ1/1zcbAHQzWS5uRBBAbLBw+8lsCZijsnQ0G2VDkPVx3iX7Exfq4H3MZ07OnPXqjgIfWObrmmW4PY3MH8xq+Kx+5mV1bzCzNeQKb3myJ38nlnDVX4TIC0jtI374RoZc5fFg76sEnTIcm3DxGKMuiHriL4QdvTNite24b1Dgc4Z4g7up8ZbfnzF6+N4UJ+br4e10Njq2L6CuO+H/Y8OZMAkfEGW+tCFDo/gdDEPbZMyR83wRKi420irrGsl1q5fR96yrOjllD9Of5kDTGLgMFMeNUgS1WXHijmB6Op8RhjIKB854lwvcLjji4dZ90igp4I6Bd70kHKRw4o1tSDPwsIA12FmGDOfpL0ocA01OFnay4AteAfa263gTkBcfE6Yn2TTj4Z+uZd1mCTfCeOocOcd2rHLu1Fn0bS0/kEQ134LFoD1k4cu2raF4tHxpzDj5nOa703jgPuPXs7Y7OEx3bJZs3G/gyzxg6/EeOmySKhEdUo46ncQzi5Z8wsTSFycOFyXHm0ffjIpXA7sdJYd7JfNuFtxLLbf2XEXVvjn1dW6Z4xuLkt8iURP6u852m4jT/AFWqG+JBFlwxvbq0sLN6J8TPjPix0Z3wKS4PxdCGE2Bmwf3dbNfqDiLk4Ewu+PFPS2742W9w48Q5PeF7ZYON7J8H923rey+J+mPQkcZXUsJ+OJ+bbt3Zc9b+p0hfpk2LGHqPlnwv483MWTGWfkOkHyeNu+fXhpzxP9WZa87ImfMNaHnyee4h6jIfHH4Bz+IPm/2iWfriO/m0iZeIeN92+DLPcM98dlieHwTx7vVsX4jp4PTHcHUDm6nbLGON4l08EzzNnjIoymePtmw2HltfPPxE28tvXEeDuF0HgvRLbRPhmJ+b1OSXV80cPENzJL1owEx1CBzcpxZNfF2I0hQLdW3BukaNis4RnbgyaOXu3E3mY8BI85/Uh2Mbce5HTLkj4tcu7ee7vISOh6jq9znF3t2jOLeJEH2XyB+5l816DDzthRhckQ39LLy/VeLBF4fiFDCdwRPhlDNyEltUfC0T/gm1GZgJ5uIW9TIGM3jot6LPpu0VudMa7SwDH6u7UuTh4t8d0QbmWQ8PjDx6pgEtbJvjbTUlhlkO+ZQdQPkR3iT3c18oeJnFudXI4gx2Xhkc9tizziIYmw0OfmxX7tA+YDOY7CXu23vuR8xiWlxnCeYXWQ/Uj2QfGy9CxEyTkIuyErwkfbbk6l+be9km+H927FGid+M6ZbRJ30ywYmEmOHn/AJzJbrXvL/wNyiP4ZaPvANP9WKBnsl9zunQ/b1EQA7Tm/ltjW0YzTIQzQsEmoQ1oOt+CTps0BT+rgjpOS2QS8ky45tvvq1PbPg4LkDOLm/rHiLsobaBPbX9XM3afy2zNQh7i3DiohcOaDBfvJYLThjx7SdSr9TtnYTlVwMP5u64sODjSEm5kBN99CTbpIcvTsphg+RtBOrAek5Zdni5mdOpHZr7tbnBzkqXJf6223gTxLhfufh4NrHmOLvnxJ/3Jt+Tcajjc/UcvO50pFoS4h81ohcdYYpqzbQY1+NmctP1tw1F2I70eLJ9/H92a3Qb3cSYvEJj9s23DgDmZC9yARwzBCxH9v+i2r3W51nzMnZU1w9wX8K4w+rUi4EttLMAkdUvqyEYQfd3sHqR/FcM1hu0413iI6T9FGxY7vCf6u3Z0XTkZw4c4wiB3zHtq17YZHH6Et3ma7+5ceMltZeOJ2mG42OOQHNvWkr5jmdsYfKccus6POLlyp9vMOcsWUskkiNzZx0g6n8DfOnjfGvh5/d13b4ZDm6LQ5yRHi1Dn1OTyuHC3cE5Lwy67XM2YNxmBcEANrWers4gTd3Tc5PjOPAaxg/1XXjfHJPPTbba+DIS4NYw15EYS1tW/URwot3ldghk/AMy0Bo27EM3qDz1Eyvpm1OJbJb+rTj5mep8PjoRmXNz6x+pkZ4BS73XuVPhz4vlzduXXdQl1dYuPm6OYbv8AF2t+7ekZ4DlgA2Rri4M48aedkIJ5dsMnX7nfyIsP8JbL+QT58cccWh5/0KWup0R3I9SIueObuRtkXEeNt8+/D+F/2SPtjeLiBgyTCf14dJxBIfFklnzP68cnyCwfNpJ6uIR2eO8R34O1wBFMZLSxy48dJ48ZA3L5bcHssuN+iP1zB4J8ZcQs5LbZ0HM35iEtzbB4ztFSnfvmx9P6k9wb1NntvsuHiZ95ddIu6V9hGE68ZPEha2sXxzzbL5R4T5JRzlpJuQamMTp9TVF6mA/N6/iy2HN5h1jEsxZ6ky2NN2z3dPl1Vqxmdb7Ljpq/cqRnWdWkVYW9lhFqdc+VkP3LgkDDrmXksAvSg55zwS8cxQhnU9y5YZYoJ/iVeQ/U0XQTjKRNEUzVoTaKLX4V44W+vDfXU6Y9QBcrDVjFyJ43zUd4y0vBn8iAkznqPfRIR8wl2DzaUQ0epA6sVkz/AMrbBliyVgMIdHWW5Wg4/jueaN1wiAG43L1ng1IWLE3Z1Ew9J0+D1ZhdLjM+ZS9h+w25CJ1j1PAXENRzSean9XPebWA39ylXXGq3Fc1IYMvAOOd5gSIhnBqwQk46sUYS5Cx4x8b9RDR3r2WNgDqMGj+oKXosyWAeWaM5z0l36Bz6tKzr1xtifHDB/wArAnLZOybx1en+f+WG0bngTlD8zdP6uatW7BohtbwnwWqcDh9c2716rQwHrMttBlx+5eXPAfglcIc9jspGlvROPjm5DV2R7eK2+l3zlyR+8WgJRzxD1RwdyZxS3wMIkc2fcW/CDJcT5OJz4yLBvW9STe+yYcWKL42AHLAaPaAwugCW1n7gvkvqnLcoR0z2tjHs/mN2o/SsTu+2hMD+FJer/FNFF6nqBPDDu4mkswHCMMQOjR5sRlnprmOrjQfmXYGT3kurhCMztLN8G9SZoBYOS/bcfIU9wSrMIGHxAde/cKO/z1Cr3x3Ok7SzMCneGEsgmcX6WGh7W3n3aGytWqpihjAuBGuPV0EWqSOctyQu/wDc8CR3jx8w92bY3YPZg7dmkRsHpZ8DxLzvPlS15dPXck5/gbv4Phnmp48Rnkglze6A/wBR4JXzxx4LPxJs68Zcz43iPYwQnNq2uNx9q92VkfZcXZYNUx03OG/os6ySDlP4kshPMP1OzeLRqaXI6j4jz4PGx21lzcRZ9SRPXgs4vd3qeZAuH3dWxkmWw2Fo89RWhzOoamo0LvVWDYLiyrLOY59RYJsHm5ha5ts8yI2O98T2vlS2FmZ58niCO4Cu+odiPQZNx8fBGygRHifGx3f7Bcq3wWOpx56r5O8eEyFIm+bvC5F58cfMpHy+EA8mHjPOeNPjyfhnj4fJ4A5nzHyiLu4+PH8bF3uORP8ArudjHqyyHLGl3u3xps4s8Y/k68OxabbBcbE7kkMWwGHnxvEus8eFufq3k7tyO5ecl+6Hktnq+YIh4mAXLx9bDbLIfg4Je03+GyDxnH4E8cO/HRdi9ShrahIB2tm43JICY9q79tTjZnu1DU4wnq+YnGG27hh7LEkw11JMhMFX3Z9Mh7235KW6vVVBar+7giyLA4t9TVfK6Mli9RbgWLcwn7BuPbhfpHCzYWxt3jcEbTG5vEwcWWvUDadmxiHAydxA7licsVb82EZ1lp6s/wCEKj6C5rAPlLHx/wCpQS4PrYYCPCJKmdnwrJfVYWz0QkHmOtevJ4Sq2fU9HwRBAAT8BAeMg4m2bmN1MIHIcsxHzGPhzdJp1sCu5edwDWcfYHi4sC6A8wp+Eby42u9fMM4k7gmRGOyJ3OM43fywQIB8WBOnUqjwPJBdf6C4mKfTEMmDWa950R+S9/cg+GHOdXntsbLk/ecR7qInfUTnjfk4mpzxEPK2whh8tpXN5+epwaHreJAcA/LbdOwf6gGhwXPVuIkdvrkTxg8x5fOXLp3RyYe16IEd7vkvbMEvF0Yw7onaa/3czy6f2ekHH99EoZpz6F9H6l37Vf1Zd2UKrB4vKfrbO1o0PU72Zvc6+QtJ5sSPgEy+d3Z4s549cYbYTQH3wwWFXCLI5KOjh4PhtLk1zPifj8A2zLwksXs3/Cb57+ZD6lpZwmvEg+BTI1s93uTvULtrbTg7kOS7blz2w2S7PpzHZJoEGA424HF7nsul67g4yfX6uCQqOfJIs/L352W2zZRqH6LI3hDtv9ZAEy2JBW/RbuPH2l446sRLcqGE+kcsbke3Nypw9bbbtZublw5ZvzBYOzjm4KTIMNad5Ex0fDEYR9DLIJe8DYjc/i0WURzBNfwShh35mwswDeGHY8bCMHSzHJM5y5DYcFvwVpt9K1yZ2QyyF3bfDj+rA2QLNXlb45e5ca8k7oJ5MGUT4Q1/u6wcrA93Nr5yzyNvhjxxMDsa2drYZMxOLowcL4C2vMP3ZfUjsSjAnWG1WLHO31Q1YE464InqbslsM7niG2XZ8YeDuf0Fr4TnmW3jwvVgmZZBIHUJvhC/d7DGEIO7YODEbfVwHS4MneWYcs6HuXmziZPCpc5ZAgnzMz+IuCXPV9djsbG7j41lU85xH8LdsMpcfHEdmG5GOPB9Z17m6zbJRu62cE7dsBdBzvEWmV44/A8H45H4PRHjfG6R45sPoeMuC43Xws5M4T9fpIjLCW5ttuFzgeObWxZsHgHweHxP6vi5JDw74MDcyx1HVvgtdC9O3uXbLLPHMYcy7cvE4d2PAI5y9hDB4PUHm+RyWxj7B0sOgH9MQtzeoeI8aPVvz4XiWQHHLajtjX5TFtzEz9sIIjPwtvhFlfie+4Jcc3P3fMZ352JZDbn2wPxhMBlrneycmfdx7T9w2ibZdOzIDhy+8/NSyO1lhZx4Adw9Rztk7gkTrzKeJF06sbk7s5yi9wPpLpc9QY4D5eJp3fxnuxIzvy5k3oC7+gBnBvdPATPs6uV2dh4vgzEfuzPaX9t1y0u8yi+ocD7QSYPFuQMPAT3OjA9WIOLeGbl4L4Mmce5EPOk8/hF/VLc2Ib4sPcTdrlsNg/MOWucRnuIJfi4w+LT09W8sfIOQteoPafErtxY5PtLi05racodznqyw6sfa4J8t8El77bFbG3JM/cZ6vqNz2SzXDDPlsspjwvpsPccvexDhzbxEC5MmQ5UyF6+RuE5LAAvMu6cnTuZ2NHDdZ1fiaOcuI+D1CG2PBLaFqd8m+MvWj/mfvQylqp/R1CPfEctPhNtrB+lCT8kQ3TcTBg32YfAK/DALDtgjDHLYCTnxGGQZRB23DmVNx/mZfy5EcRvsZS5SrGA0SXseNgXhxiHF2cTo0nirkxPCuPo2vhx3Abzwx+c9/e8ZkXAmteR/q06CM9YkbT9b6IIzM+P6i77NgcEhOC55zqczvOxnDaKT4B7t2BHMQCeT5jEfSVg3Y2e45ZjNxpa5PLDmOfo+CeLkFnDL6+rp2eUfdvPi3u3vbvV0tbB/ZP8Aic8bnr8GTwP9k6RCiABr525lQFeAtWzE5X8WyCVXvj1fJdgdQA+EL7LlYh/mhkn/ACzILRPxvEVFHu4bIdY4ZEjaOk8xG82dIN0hkq8d0lHGPAc4XJH7B3s+30Dccd2ARYHuyoePTZg3hjkEaZXTW5NeuEGBvDrYOCHCergBJw+Y5EkXLhLraeAddsyy5v5K1ksOCQG2Ds225sHhbDxK4SlwLC68tZJt8z4OJc3w2HIbfO/h68L4fueot5gaNlEEPY0neWElhtkQ4+DAc3fsvhS4YS5SIZinOu7XSFDDx0Z78VAMzGOXwyczF/uXDh6Jd+vC2Osxp4IjcXNspfMZYKbPXECKMJ04ZU3G2iOxYxo2DV0JD5M9LZ3c7d7Z/F1GHmIOnbUW82wLSDxNHcvHE5l2lgfdgIZwWck8suV7knhhg9Y8d3HvLWrjxlu+dDlH6n9NnHDYeHw8W+vBlkT+J5PCZMbPGlvB51/NL9E2svqwqycvjOPx7kjBjzvgkuHZMgYAy4/qMzGDJ9eDdtd6t5uQyjjthhl+LR4ujxsX6Lp145s4sMQ4PGp+L1dEYgE9F1Zk5uCXHkR2eIHWy2B4zwp1vN1bxx4DLiwHF8eHGXhayzeIBi5lyPqF1PcEiThAs4x7bnUimW9+/wCk+SLpNOXdl9tykELcwspyEbMI3YlWH0RtqDDi4vsCOPSzgkscy+BDwcRtt8N1HXhzZK3WHepgEMEjaNIcS2EjlsPc3jZKQc2QEefeZC/FXzGwfhaZE+JcfhRMnpcg4nbZjridLBlgng6sZmNZLI8OWzGg0kodhFAXhuAPu4ctyU9T9yy5no2xEPz4ht+rD6Wvq29LbqQBLhtkY7wRVyLmIJ+CR6T4CZu7H9Rc6OR4NYT80G/cAYFVLYGYd2HezODHqMk7IL1RWFna8TV+k5PUfOg/rtJbgv8AznjjYeTjOw5KAHgutRfE6aNrY3O/q5LQoZtq1+/U6TPwO45LQ7IFukp2yHkz3GyMmVrDv3EewFvhmkNPPK+7Qp0ksP6IWQHedmsB+Bv/ADI9H+wwUHHZPhnquA3NOWcqO+p7N452zU9yo4/ixl5Z08NlETo4H8soU34OQiFcj7th2XwC9sJdbP6yOdXltQjYjSu1Vn63ZFoP1Z/eD3bzPGfKEKb64CCcfPBY2Gtw/vttCV+UzoCXrbBmsvex0cM+bmKNOrivo4tHyZG4b3Fxe5u8ySa5wTpDngJMBBNToubdEyxI4t12xxk8Q0N24fo2xhi5vtP/AIudHepX/cuRwjwIsTHYzl+MsdseMsLiW48ZAvHutwmBONx459zrAwPwj3Iv6GXuWeuY4c8a/ZhGNsEgYb/Ui1cgt+kvdnDCRM2gjyW6mvZJcNwyMkermPtglDhQy48esiPnC45uKftAT+BHRDnWTanlvY5uPoxZkJL7JU/FyCY7N3ukhaul08LcHdvjZvSZ1J8WqE4uqsZ1yte6adOrgJ9l+gGwHeo6X3Hg5jf4s2YcLdu58b6sudvq6u7S3wL4cT5tkfm0jDw/GBtsDp7ZBhofRpmXJ65bFojHOfNqbFU/s0yw2/Vh4D7zYgbsbLjT5S/S7ubfDSePB347nhCedgCw/utn6N/vxvjZzsvi20IuCjOOty5YziVa/NkCbYI5le4/dsSApxK8W035jTAObjFcg02Qv2izuMuUlxW2fLV6XCMtMXHrDaMSwQ8pbAdnELnz+iOHlRI4bg/skYLg3DXJtmeRv7reXudSu4TdXNyMI+vjqXZ4zW1XR/i5HPk/DCy6jwT+WfhvjslzHzP1Hjj4uCJ7tb49L/StPpZeXw/h4uckRYdt6uPB40O1w4eGHgtsP6p5gy5m8243F7hzbDZ03U8Bzz4zRPUFl8+H83vvwo9qVke5+rdMjlbmWeluywtZ1LZfJ3doMZbrOXDwERvhtj34znv+J/3SMl5hpHDx/oMooLHHE7KwTxfaRfTBS7MxI84vvjLnwQuCLdIA4pt6xYer5+QXd0vbFjs0Jzw3DpXo6WO3En3ZkHu5D58Dvxw93xezniIMJcNnaBuX+J23cMC4TtawhtKBKcQrSLozc6D8Wo5HYzlz0XjzOSXyfBCbc22CUiGbogE9TUK+YUH0mURQ7ObW6HXpJt5CayWfAU4m5b/VvpdX8DvDfA48wPxJ9XXQTx+F76508edDpCYHPVjPyLj57ieTjPwyVV3OeIjJnI2+GcyJiHlz5hge0WeBB6C60RxnAYcEjg/Eoli/BNeZiABuoayBBJRBrS3q1mgY643ZQBh1N5OJud4vM6FPOEDNrVTjD6lbbBZ0MuWtfHPZIdw493r36TZYd65dS+tiyqDGdLf3Y0duYn3nJYSF+nCP9RAUNR7TmCpnq9KBvUpFWRvy5KsB3tuRkckGEc9MkBbXDt1MHMinRx/BbZB/NGCeC+WLIOEg8bsaQ2V0EGcMDgh+ROu/Dah7TZ2WNt15vmH7cJjRytOZg8GbDggbmuAshuPthjzrHbbHNb9EOOGvcQlHv2ZKP1C3hHmlxY7hjXnTITqy44s+4G86tGBspK3S4OQgNy5N0+Mwq8lt/wAFwc3/ALuQZPIH6l5x+Yy7r4ucHczX3H+Ajn7zuw0IIeL6W6c0awq2VjnUf78t2v5I54MAeCYF3VW3RgCcxtGFBr23Uw/w1GaR727bLa/kUHH2kqm3QrlPlIsVG6yS4Sd4swBRAF6FxfsrDnxwRJvtjVvMxnzc5igpO1qscIy274yU4fAN/McW7Ix2Yr8+LiOM4sdSWB5lgTz4y2Ix+7MLoWMF0LTnmVfDZT7t9fhytlr1bPN1ZuS+OWD0RPDnBzZe7tgWYlnff46hSOM+J7UfNtsZwRWo3wM/UC7oP3ZYQT9k/AA64uOvmd6uwY5L0R0is6TPB4sM+JMJb5TwZPy3xtvN78eha/gC92Zep4BY8LvEATcsOeXwRvlLA+XVsmoFxvVcXEaXE4uNqWbyEM4LdjZi5YlvycycdzxL23BXfMXMzNnPjgzh68MZu0qNRt8jLMufyZLZG1mFzsRo6OeLg9Rjtnz5/wCoiHyZ3x7sefdxVtzYa7cm7HLGUy6GRmw3PjfGZ42M/MzMtli3m3zlt3EsG6OLizy81ZX9pbZDan2k9/t55R6PG2S4zzsoeBAC744Q9W4OUT6i/Qnc1adpB1gegwLfOc3bEkHjeHmNzb0QgnbfGNvjS7sd/m7CJbe478Czj3EfNsfDJxe2LGIFUt6DWET4ziuyVjAj92/V1zb4e2ESfLsuJ87DguPBscmzmt6yG4y/BAp8wvEclrGxtzKZ/Plb0XIcpddEqMwgXH1fEyz3Bh9WZmXebtA1MwEW/TPiw+xZgLY/d7y+Z6s1+JWHxLl3kYKMBznmCccLcWwnGWAshHLTUaMgUmZGnMSA8JBDhg8vR0SQWNeHx3JcWTKdeGTiZ/axBOQP02wHHdTly3rbzjbageJ7qj8ywH+WCO+TC/oMkwvuRztBbcId5Zdws8m5pkwhzGMhjlwAVlsw/Iz/ALuSg+rzP8uT6my03OIhsMkFrFkxmRIOhpIHlJ7sr1siAQYT5vRGh5sz6pDoHINucm/ZGrJyKPCTFDJw2iM9vlZc7xck5mmwcD7Sd7NWRCG8BK87jxKFVYDEmudiONOE7cxyhu5zrqzPIoyNr1tmz3bKI8k6tHAL5mBBLIuyyN7jQ6DLD9jYq4yMTEheIq4saPyRNKb3mTcDk5+ZN/B46bINN4cHNvkezjIrPe5ZApz5LkvjiItu6lf7o8JvGLPxPGifNxPgyZGHTeVbBXge0+LgZkQIAY5NndxE6pDibx85D3DFz877jSu3l0Fw1LM05z2+2zqENyHJTp95kwp0IJ0i1xyuV0/hkLRDhjSCrbNA9hLfJrcYPKVDbD3zNUaMc5IjbxPR+rmY9RzHuBjs0hSqvAZcfjI0gCT8fm5PjmwLvbf8uTUQ85422J8ZN0+KAgSJxwYAF2n6JOV7RpIbLnqFg/M3Hl7myPSxQO8kNB3IeHuwacO7Y6YlcEu+1zjf0Wof1mT93wIQbQZCE1uQwjANUmLbokf4RfwZbr1Mobl7BDH7Nv7ASy658XjSA4Q3Cy9fEeym7axuTngLnn4n5vb4586x43TL5SE3hDm+mDTiBywjjAw5/suEE8Y+HztvhhzyPdxdE8tzKZ6JzCE8w5NiDhwW4oltTZAGvMCVA1OfES5QdITtThqfnIQI8in0ScIGmX3nLMpNTmOYgX3xfzJ4x6Hxm5zJMGTcy/tmn6Ls25+GAnPGxyPDEtu2i4e5k+FMNsxkYubkkng2MyZw+O0skFsiXx5vxlxdm+PBXfGe/DOEQuAG7xJZc+iJfVnUt/bK9+GZ6OeyHBd7cZLHIW0j8W7f6xDknuI7jhPuzGETyt1YpxJxHWpPV6h8z+zD6P7MN8/73dn92OJ/3bmqS3/n3z2Huuxzeb7z/wClj30Z9nvWqe1KN6vhb9OKpJy4rsn/AMvw53JU9H29pDn+/bP/AJNi/wDlyXdXvMPnVt1h+9ljxeuUpz/XMxCHvuOkfEYHX4TKQf34b/37c/5zIc/5jI7d3w/2ln3/AHTDv+wvh/6Xq/449uX9I2/8e+eYv/mvriqujt4J4j5f+r2f7lp6UCac9zmVv7t40iz2WO7HDIbN7twcLLL02rTJuOYLOJy022HbG3JyTQ73AEd2x72eM+JLtqxl8bxamU8vzF/0k5geoP3LkN+hbQYd6Sc5HPT44kgEfjYB8OWeowPH+5CZHUN/McXLT4nmHWxjuUg+3hAWlpZ222Cn18Gzd2VzWD6S4ol2y3vLft2WMZSTc7tzT5JoaLhZn7t4MuHhtXJIfMMAHHUcs8WOCtoGivFoHJ9zKg+LI+/4jeBwziT87BODL4LZ5TsiJkeMj4hX6tgGanb97Drnwy2T92Btv51EX2Hi3E4g4KOol0vZK4suAdZYuZwLJJDTpzlmI44rv9SJ6Pf6tm+0jeEW+rWZ/SAnLbmN88xIwSwe7RrP0fsYuL9vGRpT+ix4vcyQsfomJ/ff+Btxgdj4dtujJTnzzsTiXIDFhOb3Hw0cB8xU8zuWxNyrjgM/z8RcW9/WWwxfHi2icz1S2t8Db2uIhtlRPrHTiSvDrHEcIbIRN0Gc5XEQ9/O29ADwI+Oi5ty723Necx/czIeCHrOOGaPDSOc4+X4j4B3OeBrClAdn4jPFqj7Y5sEesS/LaBNT8Za0/FsOCBcTMi40s6ciR2Nfn5JwD8XIPfVoBHFyYTRi9YyfAL+oYbxg5XtgbhAk++pDw44/oEKPXU+WRE6WALr9ypu2y9Y3p+vOkSv3PLrchLe984/ds0c7149EN9dTnxBJ/MwKx3E/WAL58kA50ybnqfZxa2ut5bmZLnbPQ38INkkcdIyBzdXseCjDxYUKi0GEK7sDqYJn8eCMnBa6YBDYU6h7llPvQit34zkej6P0SHECZqwiPk9toS8sNPBOj/zPQYfChGlHtqn239RqfBbvhZfdRsBvchmtmA8u4fcU2wnn4YxPTR5/udEscQ6jTtl1xf8AE8EX/Mhw/dwgf+q4tMZybchMBw2NQeogE6/NxwXHYJJhYNQwMSwE+RhmC9cabdhFX74jw5nGB2Oy4U+Tb/RT36CNuRfSD6bHL85G8HyXxk9F8XsYeZsdnJu9y52HwY74OPUC23w14RZ8ZNTIOckUjaCaWwDwQ4T7kQ8kvNtzCmXCEW0vU423Pu1fGaS4K8ZPBD6+8hqgUxSBCbHUGz45s6sMg9fwTPIyKwV6uFK9EJyF1U+sO2wI6g9E8G48UIsC7Dc9l54lehLd9xJDmW7Lb4/mxXx+jxyTbvD4y1XOZz1ll72EEnR2xhqLPsNYsWNyI9LLORDqNNIV1PgS5BMuYOMsM3Clrvjv4e4XMxyx4OI4u8cHj1dt14Pjn8OJD+9E8Z4WOWPo6v4zLiZkeiPjX6Ul+vLdlfXElu6F1vZrHFz8xpLc3ol7lbxQHUCVXxfq0/8AI8sA7bP1D6C/qc+/1Hy/gwt+42D/AOKKMzlY4UJq1scHHWjPZbOmwE9/9Xxy3JnKXM35WVg6nflPb/pOHHL7C+6WjtuZ/cslOIGXPdCEdB4TUuRGaKvu2Rju1ZUeItbvyDNYZfUN0XsmMmE+IO7DwW5bxZgW8zmM5ZzfMNxngJzsEh8fPh2tlnwsA8rTwY64jMAmacEtigdBKGJvr6HwzF20KT/B8TRP/wDW2w+Pq2zu48QM1zryXtpHDmGrXiXpSFnisofuDN203mJo9EmvV7enzHPmss3siLoS2cRY7MtYPFx4f9rl1yw3rZW5mRBCQjSwPcFFV4OOWEzPpnuf9nM6C6fDfwDWPs5YO3Dn+Fkjheowe8hCj03fNrw3VQOkZE4HNLlyzDWBh2djN7AwqL7W3zXHMwCPR8QWiXScNlDagJx4fmV5N1AdmqLZA7G1TLvcNrjb6kVzb7sBzEKPRzbuJPr8k6zntgM0m9FQcTRnxMuofK+/1gFusvL9zZIQtLLPealEk7M6G9w9kgkYCbHHGVgwONxFwPM9GccQiZEhDlpLS8rLWdZ9sYhykMWy2fH59WptNyr+Ag5Ums/rTO2iFicSsCIvtil+ZeUdgnfGC+8gdcGn7mhTgcZ2vzONwJnDNIMujcK9FivqU3hYBgA1nZI4nDXqwFE6eYhYAO3AuYHa/uDjzn6kA+Zj/FkJAX2gDo+s5hIc2nywR6HpJavRo16GMCJubykiAjiOyD8rPGVhsT+YNyDnuTa9LcnHqMMY5mtcRpwTXLwZJDvUMC4rQwadWQOdR/ZkMjhvYP6z4Ew3CMuPRPDIzizjt9wGsLylxqbvq7uCB6DYtwftwxg9GC4nYKfTuPNq7EKyXDJcdeMn0fLbbkQ/jYs94QcT4AdXBSrCSIHpZOwOxI4xD1s9Ez2SQmDwseXiAwhmA52yZ1kpmrB67hLwwvY9kwwDTnYCHZFAndy+eH836xMIoeGelxbOx9cE4f8Aw2xQIyDiHQ5CWMvhvqSDaiP07ac9wf0R3Z/9bg7m572Y+Zvg6/8AENf3MtwizN6v8EaMAWhiYeAZxu46gPN8wgY2zrjxMCarCo5h/wAzCDZOc8Hqc+89w3xgNy458zV5ywzi6b/UD+9Y1hlcnF0LhsQuGzMJxIix7hn0+p5Rz9wrArcPUgdWZZz1YYbC99/TuzYx79zzzaArE9kWqHgyMHMbBlkWw2bPKTzdwdxIMI2N3xprJbDtju47tttvfNtng3wo98/ouX05H3IafMo3Xqw2HQWBoZNHUOi4QW5UATg+pGhuQZiQp3KCyfZZdh+Z0IPxtvHCV7/ujJihYcowxx+Lvqy2e7ciAkw489WT1JskE4Cs7E6yerX2wrY2AucisJB0oHwkZ8ObNghlx92DmHsxieIpIBVzYbtHqeVSFtuhbvdoSdXae98cm1GW7y9bLdzi3kcktC3T4Hqe4vfgfmZhLfl2PEvhg8x0t424m2yC37tv98iI75n9mW9LQYzIHkg6N8cS5b40xLMsTPiSC6h55vcooMW3HjuN3EkX6WOJJy/vmC/6VJSJXyrmztPa422HmUCB7ZJ557gHT/1YwW5yw+viWC4fw5szxl+/DdsLLqCpfOwZJiZ1JEy9SuCOPlKF/uzv/wCfBXJ8c7XYeF2GQQQOnC9Szl7JRjtjCJbzbDvrxnEO3Vw69+GHbb1PXhTwGz57J5LGIAkQEI7eL4bDmPByxww5AMauk3uQCzm/RGCtxy6z1/Nqk702THYngg+yBh7IC8SArN3jCzIS8YCtvu9Qf0mRc92yZ2fTYYTrLNOrqhkAsCyA+JEHfi+dizb0Qw+vQeglsgMO83JIdDHzSusnw4kpwycAtUlKv+JxASWJLhs50miH6geF+o8mA5yXJpByD7WynFhyQg2uZ+yD1phYFOyGexCAqEOY48dl7YBmyuXNyY5ZsBTFMZ3y7/5gmAMr/HFo0wsfv6yA6de+7IaOMTPWMLqXWGfNs9BeU9X/ADQ+JiF9TviSRTJFodt/XHmbXdzptkBbI5nQ2bIvcg/dnxT1HHzc4vd0bBcf4eJFMhxjtxC+mlmd7BHdgiRZ0PE13cF+iFl4JdDBGvCUGnmdmOGehrf+0wnlxHx/BYrAdPR6MrZPX1Je/IY5E4f8RoZmkcTtqUiQnCEI4/vvpPsShNgfiLHOh4zsnWRxyQce4x8v3OxJTeBH0Bj4hDCCwHJYtGtiKwdMvj7vXQb5/wC6NekIODjV9bev15Gy0BHXAz6yWbvhkSXE5kfbDhmEF7X23En1lj9+270WChmuun3Jf0DskbHjN9qy4Pua/qFGTvU4SptQcMc1gpwzguY3rnmxC2PhbpPZGX2OeW1rVnqepU96DGxzG+zW75n6J3QjlNw1M5+l4kdj8cpRFDJ4j+Td4wChi7/cGy5zgnK4rXj1CAOZ/YdQScekfTJPYo5vqeghvdnDXwsOTYfYR9fHcEiBshmw/bJ6ecTE7L6iK/zlOYN31sRlFqr2wfDMBnMOO50kaBgWcrr3YENdZTG/4bh9xdJcy9PidbbEh4HJKB6PUqL6CIrIqa6IWDV9/EnoyECNMB9Gsjk+FghN8JPhpHEvHs+gWjYyBO9povFhIyJko3AO25tt9cFpwY+5x6f6YTaxzd/MIdXm7HerE9d7q1AnUSPqMGbmTneOJTlclDfUOjz4Xn+7B/7IHtZdS77jofv/AMQ9hyKb0fHuMcA8+8Rs4GKAZZWDkER26AjHZ/cFZpmRNmQFk2a9cGGWFszgso+WGzkfsEAF3ucA65v6f/FPD++W+n0/iX4n9VEdPHENLiP9WlRDom6nOMjjR5tgUFvNBztT7R+oMRDOtAg17tnXuOZweuY2YXn5Z0DOYF8TKScmuiU+31dkhptkjBwvruD4c+u5QC344SGaO+MZ8HhsjJ7sjnjPlyNeenAhOUJ8kTzgGson4mLcCyTAzicGcWhyWqg5tw9D4Ie3+uM0GMD3NQwHzkvZ24mo/IWJ43+yapIi8E3IIuMTcOM2QN5+25+4fbxrLf7EWwgHm0R/u9W7f5OsVdR/JO4j/qziSTVIYRXYtmcBFMziLGYDwbRx2GabOvOniQ6hIp7SclrelhMhzIk0GTQEkovdp3Y8pC2yN/A9j1JWHJGAd8A2J4P2+OHJ0WZFppxPkDHER+GbnWWjYDiYgb57j9kDHX8WwHO+IAtztDaahdZccetnwaPMMQg3xs98deNzvwMXEtfX0nBNVgvXrwlpk/SZGi3EHTbJg70+rPqYiAk7oLh8yLXVjsyDik62cIHscs49z34d9WPlbc12E5nbTYaGexEYxrb8WzEYXAazJ8rOG1j5FymhcinWTSobyQkoPY28XPsj/VcgNzmWDnyccdW8eA68ZxtuGeDlJc/DZ4jJkddsXBc3GYzaQ992NpZumSdjAgw3t6Pm2RT11kfa8TPLYjMap4jx/Rk6fk7gWfVqT03POJA4Eb2HM0QTiW+7WfDLGDO99v8ABchvz3wMYdR9ByfEKCLp0w7F6GZcl1PBPGRs6GBuZtz0l0WjahYHFrQHHMdTAHPwHBz78FidDpCc8HqDLkACFhPg+CfcbiYvuH9nJ9bCH+d9txj2+rE+ehnbZ9z4uTExkw+QXS7bYTPwC4umRvpPENx7s8j9WZCHkthCfC7BnGRO8kp0EORB8mYjzuvB/Ujyo3NtB79iUHCfOxW8CSC12+suHH9QPTH2L/xlyADvrqLnocGBD5mHjk7YcLV74sdinYLgaX4iCoU2w5PJPXm3I7ozBjhLPnbk3UhgaeM3AiYpDQA7nCApYor4f/ptl++4bFrwDkUHZl8bPWNiwUG804bGf1da8rzH1P0IBLe8tmcxMtXyse4B9IjSozHq3PDDjOH/AOsmeC4IBA+rYWDvPeIHCfbwsbA+9ldJJH+64UE/fwTAuv7xc72OrPAF5O+Nimov1ag31LdTAq2IGYZXDvoRIZu3KaSTQ6vudwLcpg98398Xq+rQ/eTOtG9rOWqoagy5lnG9CCjxpxGfRTcy3Az5xzW/Epj/AFbl6sDhMIHHnlW77w68nd3mQ+J8pZS6PEv+upapOVd5bkDmxgEunRtats1n+vm6JteiGgTMM1ZQWBH6LJZsrKcwJoPoti1+erSx1+rN1/LNcFw1nDZwlP1ZXksGDgH6Da5zyC5MCd5cYKNsdAudey0dLBn/AJ2x/wDkT0/7bKFjRHdxOrjGwxDxg+bsyA4LoW4YmH4cCHBdPixMdTBmR5ILZ65MyFqPgBHQ092hOjpD1PjqzTbiWYznQsC3GTGyxMHG8zptAOMkXMrtHUy/iHSIejgtCdhTvzs3wNhzP4vsSLsxnZ+YoXrLM5M7qPHqUrFA+LnxKddl/W1sJFUcRZQZ/cZz+GHQiSp8x0N+vxGDsX75sfPb9SSp1F4FC9yYbPYzYdx5GePAP3o3Rmdt3hjpT0ET3SHbEzW/AwRb+nLKm025NRW8WCZwN+4NMxdbGgALSlgd74uLMTOLbk3aMzq8Zs4icW8wBvSf6uf70h6uM/2eHBvl4jgb8XdIO8H/AHCZCXqd5U+YAKfIQyCp1BGACbX+glrJLQJNbo2YXiVfueG5o6RfOG5H+tjzD7tcluUYJQfu2BUYHlzdJnDbPh5IMM36szpjMgibwyTxLbfLJNfQdyaL9qRPI3lWW5p/Brlblw1NiN6sXZnUBoFuOt1HEuudmSpdic/jGukZx/oNJTjhrgPzMJaZncbGOLD8pvQZfpwFDnL4GiNOYpbyET5lg22Tw0zjbeYWtZN4uAzLizZ8Oqc+T0yOH8iV9R98ssDDPmJx+Mg6u8Ngnq2CRhyRIBxMGeonPBc9WJUZ2Q5smHTSPpeZkScdJKitbY5Q22rd5YfHaPXMPFgoEG3m0cRDV8SnJb1ZJQmvqE3pbg85vh1/Olpy8QgJJLkSxsH85PjMJaSOjHgm/V6dIYIjmGce3mHOdl+R/c+o6WHpB92/QjPTOBuh/JHF/wASIqcYTxKthP7rF0b8XeuN2z6hKiOJHkR+3CXKCM3lmHpJd2NpxsfkLXISAHg1mR0j0mOS5f8Az3/7suaH9a2xsefjCuYuJ49TrMdXXMtVr8OpQHL6mMAv8ieBB2dSfUIOEzNGBJR+iVicQQAWOCEoOOPESfc215PmBt+852EHxyWnG7LC23fh0FvgZYHI3b3LB+AOcBcGNto4X4lqLXbxbDH5YxsjzhCC33qFXDhi9sU4nLH5hM8IFgObAdVwQx4suKek5tc9jObHg01LsM6hnszNjzcg2yQYmzf3C3EZLoi4hPkLnqMTibprPRNSE5U66PEbJ4GfyQuGS+EYcb4ecYfq7c+JuOO7uLrCZGCD4IdrxblD+kyT3iIPEsuWSJvjh+50OBMDP6grpS3CLXlT6LcQN2Lh/iAXbadzuGzYlY+kuRfqxl5G8e+be/YEwPw3GcOF/GDYm8xBzOpGTtlTjPrdL4ys1A+f382fs43+LoQb96QCA58lw+CzrOVvLwRkfNnOEfqN5VuHDObCfvG787WfqLjnvWZVAadfuTMjosS5PkWx2k6OftzIoF+Cp/bHpTYG5TZm7x9GDXJhb0u25d2GSGSTtwJazPmFsqXN8lrrgewy5Wl+lLeC+yM7q3zC1AdZSVXf78FMszbFcGwF9auUwqNhKQDzgXFLLv1CAOZ/ASxuKeO1mvmWVBj2upg0Mb0QygWkbQIAb1Egf9nJChJfu4CnLd2LBe3flgyDxb9No4k3HtzbkDWf7XA5bCv3C2sCH0u/K8YNbV4xz6wkdYkZ51zB0j+erMAR+4x+xnPul/aG3MvNyFHKIBm57k8CgI/Nm+3PERFclfhYDgpunevQXGuPU3SyEkHbx+12DgjAOAAImjTvJhvREMcDeAgTBcfiCOifT4isHZ7ga3o/dtuQfPNrTZxBg0pevPG3O+s47n7eiQBf5z/LFn5N5/sxjNJoPW6f3clYAbcrgZBxMReoAdgbdMn/AIvbE1gJEyMOq5wmMb/XjFcnozLj9c853yb/AGExmzjdsRNLB4SEdjZajOlu63+Z1zPomxhA3nOMywaMcb1xaU0uJA0dncfqRueuySuCKRwjm12wxSbDbf8ABYanpi28RmfpkSy2e5O5h7uSwxuO9z7t7HNwL6Y6b7If13WznLH9qN7MbErGgz6idIEs87uOFnjaRxfxzATnGyfxbvke9jDlE7SMOJJi5UGNw/0r5ZzT9kyXfIRkfJH5NRiNOhmiovzJrB6gdX3kvdNJ7n4f2XUt9PLNxuo9ojAR2srTl64ySFpvGLLkoBTubaYnIyMcvbPcDhlmEPJ3Ci9I/wA3fsCYEYcP+U4u5HOT1nvJFV/sg9nY/wCI7/NjwuzP17nzuTD1lw5p74Wbc8vHAunng5m64+Z24sMfWzvOsq2tvFu4tjMGHjEgxeI7JF8MmRnyw0Nx7wsjlzne3h8yQjXlIvPGWZ6iNc2ZySkKaLbl3m/BlsSp0LM17wL+HDnGYci6YCf2DZ0xuSxm/tD1IG0r2ohsELHrQiyM2A2x48BwDxZrUFRyG5+ZxBDB/NoRm+fDv5lzXayPWXla8FvgcOLh7vSZ2BuYS4hNt0ebheLFLInxRknd9lxy6zTrN5vT1aMkxrchQN4DbWS7/ELOOZzco2b+9jsr4sfF2ngufJ/uxdA3x1M3fsyXFsaPMJ3K0J4c7xhKroxvx43GNOZ5WcR2AFurP1LxDfs3TCGGd1gwy/gLrNvXFrJn3HV6v5ePV/oXq/1PFzZy/wBj+b24P4ZPYf8A/f1EzZMH95EA/t3Y/wCxLS2+lbW6NWYQR8SB0PcBwNyF0MjdwC4Q9xNcZmgiZotkou2yuDzIByHsyAhAGVW90Vh9Q/pGdFLPfzDblDd/DNRed43IcEOYkykMwf8AtuSH9LG17p9m4qHXnNOLOOGLg064ukH+Ce5lnn9BFo5YEx/gy5MCGDYkaPFpjqPi48y+W6HqBGmzpclvRc7Ec2SwvPxD1b1b45ObEbkeriI+8uDxD4JCEZh6Moj+jzN0q7xrEbOFw87ljgFyrCHfXMT8aMbYv9ttNZ8zhu+TDn4RVxJ8OTlWZ03P4dku9bGLkNheu45GhRgzOTkS56dIYTNdszj8XzPWy5ddputx7vaTJV0/q3w+nCOQJrcc78/xENof+cexvEnjfmwCz49WaxA5d2tQdXtIMWDnDmtlHD9OwFOubjcw/PqA7mHyNkTb9c3uAaRvVPkWXWbOUiQ0HlQ6/wDaL+phxB0MtnAn7yBb5HT9lyfwci1q49+pMaeoYMQlnUiTZrm8QOOFyCZbFmzYyJqfKKca1K74yCAfiBej6/RZ3m425YA3Gw1zuD9OWTBHBH5betGy8M++c6gzoD2rPsbOxxzac3UdsLjb+2DA0GYiJnU9XTrOi0Gezom5yICeLLTrZ4jHAtp9Em4wImzk9+Eo/Qbn7Gx6WUAku6FgAMm3TAl1xDy/NkeO/wDcUxoblkVpcmLlnyJ9JjNB5X1YwNIDmXvcp+yRBwf7YOE9AIqXhqzxv6Ev2FG4AAQqB9WtU+ZZ+qineOE0SNDyj+8nYIEZ8NkDQK/uND4cWAR6BKFPH47+5j4rgcciHr6zxgHOsK2Pp2BMmbCXIwhCXavemIs36Y5Ac8R3A/drQOTZuS6yPqWMkbGDkeNfqbwuOy3gvB6XLbC1sEdel+M3ZYqLKC/wmzCfeJboEHSdn1NWHuJv52YM5Mvbs5trk+S3TOShaY4Oa4B9rPPvaNxFyJ6Yfs+WNh12Zf70wq49V7bkvOhyfqL3aZ+5OEMP7L1ScuE5cvjGuvUWhLlS3b9soY4qCnybCfuKf+MmP08G28j5R/1Dftn/AJRpNQSPXZzB64VAe9jjbisOzYTgIorgznPmfg5Pl0d85NbOUH8TPOdeiNRdgnysjzKT5csw+1bKfOSTh3mxZZ0UcIaY5j9AXP6Yh3/+O8DG7+tGzy+vNTz4PMyR5cxmFjiaaud8+G39yxMmfx2bxaSjXu9P6jIYdUQGPAzE/wCMAIBrJkmO48XI3w/vluDR62pe+Xn7jSw5sIc0XmzKGyeiz8T8RJucjXnm+KY2ZPDiOC0M37hIRnr0LZjjXN95aOcwYoxsAM4Du6WTJYg1c3FgbeluX7u2zQ5s/EATvggFBbwO8tOlnvJbJo2dq+J3qzDyHpuVpPdZsIJzEG79YAX04+7U3Yn8tzEGcCdTe+3A/aa98shD97fJnITJ4j8T/VyZ+VpjbnG7gd/CGlg7cttvCD19w6lvhIyyw6xCRt+AGZ8fdzbMD9Jcfnm2iIYLyywbrZw/qHDC1Pcd9ZO3U7Z+49/pH4iwVnz+Edwf6JEufZbD9y2bl/zkVHBLC6/mWK5SdzPfpzLpt+rmzS43MtHwJsE42LB26KTlwe/Gk7j+bRlvHRA6UPTqHknp8E1caXBjLDebskRCn9oIxkHBmWBcltjObb55uMl2T0fM4bhGcPc815cLl4vIT9+AqA3vpYBcOzq/bDE21YNqVgRG4z5tmYlpzvuE7Lj9QzUj03yNuk74J2Ld04iqbgUZ4ieHR35PHDPHlHhcQ8MgdOJuq7AvwTYWkzauXkY3pLkk6ufmEid3iMC3udx5lw/d3448vuNDrq+wmJwcl+/B4dDlh7mi4y9N8avZr4RY9iNrwOts5kszkvxq2Wp8r4/qPDE+CSe/9F23f02Iv2d+/Fh5wP6TOxf1OQrgHSE4ZzW2DYQhbkicDs8ELgzhOR8ERLheo3HbyTyrjPiGqQ6bkAfuGEnX+fKKFETuXF5jxtlvB+QP+Gc0L9tn0WXPzE/YX2t++WTc36gWOQDG4qy3EQwPostCXCTzaBGtC6dWeCULY9F6eMPB0bPez8WGWWpYJ48Mfdv4cye5xpkKHt01ZHHObqvKXL3wvVythfbM4bf21M71+yHwR9RIN+Raj98mdyfY44O9mU9NhN85oghqgKnPEUVAtatwLTPjxdD6LvN5+lw6gtxwHztx5G7k4LJHagMXDcnwOHJ9Zd33hHc35iBHcicF5kaQOLelj++Cw6qRRgRZhlFWZliUdyu39TS3MEClgOsmdlyUoKh7PbGKvqI8SGl8tOdY8/bFxL5mH/MVwOIlcC8v1B6z+4N5j88MdUeU5SBmTbfecWtssBKHnLAI9cMy4Rn9J9mwxhevG3Cd9XNBgVce2z2g7xxubBjclO7zKmCX83z/AKEz8tzhjY/zcz7tgGwycj6FnhNnvSecucgwIckPD+g2ei6QcWc4kWzzZHh8v/UWmcy9oErjXuRqgrL7asntHWR3aggy7eHIX23uRmDhE/rHG0OS+7mH2TofyTay3mSORg7sysmO3q6lLIHhA9HVlj+67gyJxCv1avuzDZERObOzZxkNyuRZ8Da5m7P55ssE4FZ+zO76d05/Us0IcIP3suB/uhnEKG2y55+YMEjsA94yeiJ0DLDqLsfE+W4ETrQ5evcsn1f8zE06Hl/ckjd69cPkmYHKiyW2Mfh8a6+3Nj75JUCsOjbL4GwoXPR3qD0VwDfUbjhYW2nE3LYtD9+PV6AGQIHaJg6dPYw9iDPGMMkFJfVpQZ124fqAkT0ND/wWvPwA4/28EGX5ib/y2OO5UcrvSfxzEJrJmZkGmXBnyJBbyg2GhE3jJvfD6vpwQv3sSmR9GAGclAfoU/knjdpqzAQ37pWf2S4fyN/8hfr43MfqH4x75y/TIlTHHE5UnVz72ijp+e6D6DQ6xvuwDOI4nHJbc5j7HdplJpLu87bsl19kTD7bLSfq2b7DptyAQrJ75u649xl/VY+gdEtnsTfki7BbyM/l2GLePZ8dmnM3u+PU69hA9TwWXvyYrHzdpb5n0Ryy0hWDwfLcRvXEMeG/NihBzpyDtD1eCFyMZ3GcPp26M9WwgevfMY6zu6fHF/zlgMjx3DUEe1fcz7AkDOPGWC+87DqZ6XqSnXxNq+09sZP6JoKlxMN70WEOQXeJfWIfhN+rAlhbRJga3Tsbi5/oleN54dfqV/R2BmJ9nVum0N/g5Wb/ADnwwcnNn6hO+PZBQDvMzls/RKWXd6yHMvGsF+beBoMFtUDjq4+KA4q2WTXCQmVHMXM8uXpTk/qzfjnGo4QVMBOPVkhgeUVHASNzbpqdk91S/lmW3fBG13CGkkAeXfUbt7C25N0S+7LXPHMtwPzZrPGXFgMevFW9zwI6sYXRuR46lkPZsjaiESEkd/3AJAediTlNMvgi7ZXQsOGhytpHeM3LcklIQcuZDHu0+oC17ZXqBECASnoEmmjhPxFxPDuT6GCIwK3A5l8CY4YK0nEl6GNTH+9Wj2P3EdBBaBr7hAa4cMlCuQjaZyxLic7PtkSTRuSNqh+Lnfkg93sguPKIaczrQ/mfdMXwiEPUiSfMa+bODCW7MZcVNRQwM7IvbRgGC7k/qQKlC4QmXA3G1nHEec6eTpsh3m45ZsqDJjxl2QAASJFy74W8Flw7EtI3bOI8ZJcFan5G2G2XfGA3SXplhT/iAjXebqGzjwrP0tOy0c20uTpg8fd7JPRYwFIZ/M1ymwfFr23D3cmcWXnjEuHNf0eNFDoZBR3LpIIztWHdu6ZwHfFhSj0T4Mpy3J9ZJRJY54NuEe3O2zuUlLljqV13MnOd4k02pFtkmEGJT8BbFmw5EmB8pGhm3EJxXlkFQ3cG2FevM4xRmeoAC2lQinluJnjZZOz8QHjj4tt4hchJFO6mwcQ8S8XOxmc2xZ/251YOT7KCsAaZmPhZ4F4eA/0yYYHTzFbC41nSPHHHTJG6aRGPi4sL5Tuy2ae52Fxdx6g0ZnGGKN6wr6CLMcePf+YH1vxcxXM5z9gdR3ARyxN4v3hs1bEXl6/Eqg4wB2AvklbjlmOTwyPoLjFhi78N8TE+8Zjw92QfEf37Cf8AS9k87jar5MXQjJRJ4sIOgu3l/U+ZtwDiA58/CENwmxfgb+7RvIRJ/IuFo+y1flyHtqvs4LGKj7GfyJ7DmMHo5m0ReeCWd7UPQwRXZI6IowsqMukNTni7qAtz8Mte4G7psSvg0nRYonxyArwbnxX3nFt32cIgQFHqDMiKTSYIuWyLvHpwfhl46nRaAHmei3SajxMhI6y/azGXzsV4PTLx3Ix2d0UbW6t9erowTiPZk6PKIuofAN+LbIK5lvaIH3YHxdIzzIq4jpI23P8AYMfLw/8AxNurvTdwlu4JyOlD0JZ6uyQmOrzsmVciHFZA7wY2OLdA4ftxzf2xkG919BCOj2j35R7h2h3P7LFpv4kLjnmMmePhM9+lQWsTQsZ8rdxaTrm/GzkCyRzlZaxmp475iAXjqes724x2LwX+LJ5FCtYy2yJcKx18AHOc53wEOReg3eVO3FYbT47ITgC4f8xgUywTYtOZaJ87yMn3ybGQ58p1b5hX57WTTVoc6f3CDsndD/si0BqEfS1X3YZNvzNnOccvUYQNmL0mZ9vb2xcfE3GbvBkOHDN9tiHQ5nHoPx/4zv8AmHgA9DAuWe465yJ8oy04RLhg4H6XSegz8q0jqtjmTiCPSMtulmROuJlDR/qHbAAwDAusOD8X+m7+vDOLLcvCBrmWqP6f+zpucH4Roh8bNO8ds5iM+DaXDmQJmRSimxodTpQs0/0hdApfqYTz5Cs8ISImfVLco+u0uXMA/mVExdnPFwxG7koGL7hynHKXYb7G0vBjB9ZG6ZfJ9RfvHEJnGDOO588HKrC54QiMclk4hxPW+oe2BnwSdtOBZbOe+v8AqXgt7DiVznBnB0W4Isycg3DmWT/YSYKOyRiRFBIxtidjFTmONzdXdz4kEze8uvR5jbef0eD/AHPuHdx9QW35QJJHlZcR4bpW5/RxwXEPJjxBx23yQd4tY2cxZpwDJ9Ia9vU+9uswRB7wkw48ROs8E9KQTnLsL0PES8GcH2xqY8fjPbbKCZG8MYdwro9kwOYYa6yRDz45+S5XnjtijLTnLxKl+nEM6DpTiSAbOYARwavlv7+2k/c/Mi2OW9QhxuI8dSC0ZuY8bPMpcLOSNbsAC4JeMI4yXjw+eyHG5esoebpbGCYwPCIkXPhiZaTE/UBLp4lokBj1TFiStYhHEv7oRTtCwSzk6ziYL6cZLqIiwZhA6LOw7PGDvXcHPIjyThk0TLTGfA2kh8zjNJ8JlnxAepcwnPcnRHOL9XXizSPdD4d9GIQh+TAI/l4XsndDqxT9BvGy7T3v5nKGMIMD4HRCNRYHJuyM3l9Wq5oHUr2rMTwtwEHHE7gNkk+gJPd1n12AJqUSYt/drdjIbsH3Ci82wLATmGzW56cjjadB6iEMksyJQbltuT1h4ls8HtuuRCJdncTUae8myOJ/WZ6OyiujI3pE1yVsR5IzN4R+YgUPH7TyFhyb3ZJH+65A4s2DPGOF3js77YetJh34/vZuOokS/RscHQjknb1c7N+EfE85DDkfuXibivyE/HbndgcbEdyBmz+tO0IoowvFoZPN47m9DTriznVjx/JJYDffcQYXCD/ctxjfwS985ttY4mL44gEDAgwisYYEauBk1k0jw3NI3vA2jXksZ8Dd85zl21BwugsXENhtQXZGXAkyGk/zId6HG8vNxo9xQQo82k2LeIcJdubguPHFwTCZceHHx74n+rLZxy+1lkj5terV2NNIIns5iP2JEnqcY9IpQwjSQgg/MumMGB3iy93sw6LnbgmCAg4fqPkd2LlwTWup3ZK1V1y/iC1AHGWD9waHLEmkSOyR6bd1kNiMHmOB2zmM+P5LcXTJsZNnEdN5VjDUx98TlHgZNaeyxzZ9MHzLczdhRbT9xGhpvcbq+sr3ckACYQTRWN4gccmbDtQd5L19l7Q/baYSedvmwDpH6j/BLo0E3aEZSqFyBw+9sgvBBynscSSewpto3IoNfdkNtB3sQPt+ywZMHI69icgE2RYcAhzyaplavoPIWKgOHuPMD4EAvmOO1ts4elxMdDIlvTHLwTwGt7nTIvzIDgXJlrxgc33os7lOm12CfRc+JkntPlsZlnF2uVAaxGHD+6oaBUsp9LBzo41KOFtigcriQG95cv8AlxCPKSAbbIHqf/JJOeBIjd4v2Mn6QwffGv8AYbB2XSHPzmINafD/ALi4/If2/wDM0D4a83pkrX2sQXr0yY2lqGHR7TueaqHTBAHOurN/YsZoZwOfkd6uC3Tgg2CvKhMXAmfK7m89SHoAqTgc6k5fjI/oJDwa3L8sG+pvqOqw8MOIIltkc644A2Gw84UNrxoyTnKeUfjkNjDZz2OMMr11P0bpz3r9F0hxGjvcJ5rhrumzI29HTbDHOvdx8M0uRgfZZY1JvDkutcHeWTvsbcH3UxoPgbfrul318ufp0eMjDF2l6hk24LHITHZft6b7oTaZu2F8h/2ss5CPHw+m/UQw55sI/QTXEuAfRC6T/wD5yFmvgI8aMYkcfAR0bSnXbqulGjo0u3vI9CefcGSyC688i+544s+DcMPhMWw8Zxdy3rrk+hHjtRywR9jxDw4/mxzluxEKwLSuk/EYIA4YgOHLii4jEEDHg4fr8PlfF7CJ+uWAZPsGTCvgIgcP6bkPQyIfBOAzPR2j/oRAvLNY7a3w/gk7O/CT7px9fFmPSYl8uHKWwV7H5G43zktR+SR+cigysvDVuudvMQzoQXDG47hHFR6n3j7gRw3IewDe4B0Iy5TzYBfQg3QUPAjgFdXAb3nlxL6y9ouWvi7llKNdAkMiZB37s7jMrDQ8GPeW9RwgrhN2HZxXkO97uYx3YYTifPj1+4E6FPY9v8yql4DD3+9uCDfEQs6OCGAcycM9n1Z64d8k44DeMMsIJx9MPI1I2mjXobcfRVb/AEGFRepHW5iSZi58kNu3Vh7uN4gnxseFiA9SQJ6fB6QF5lJakI4b3DbhdPAazmWTbsvhepl2PIz6nFn9K7ihlWhh57djPmIreF7keLJ6b6LVUee3P2xGAcBxYxlYc54mDi4JHqALMG3MsYQNysFnOFnjYZJ8+lJcH4jmPegzypL9i534k1nPss0/sh7dVwIQ5jvE0e+ZflL4rAAjZX5c5DvbJogMTyTkDrT12RQfz8ErIH1Bswty3tsG2Nvz+i1wy5hkRXL52Fm4BEkRCYv+EyKSt9erIckY/djd4PTIY7YNTcjXIoSGr97It0Q759T1cMWPhG2DIuofMcKcuTuosLxlwA3JTxFwSS9XOrPLkiKtu92wky5ROtuW69EDIAnjmMq4QwrYmcMdwuHjectb31Ojje/i3Di1csCz7skE/Euiw7Btr2ftsXeSJwSaxNXjfBa8EvfPLzYOpf1kBfW/M3IuV4BWHM/q2P8AuKfytlh1lvCcMgHVCYBsTYWGmxDwgLinOeiBEXOsLMy+3RRlb/CUQbVT8OQdv3wm3I/mZd95yXbDu4MkcEZnEB2L4SPXzGYADJn8RiInFq3b4ZJnEcYFufdl68rkmueG4gDf5ZgDywO+p2Ew1be6C3PwYfXkfGROxz3DPjgtLSjlRcNgHpG+xMckrot7X7J0n5sqDhMbeOLyIF/MHSiRLVyz/Zjaji9SdAf97JG3H/Ex6qbcyznl9vohomNuo7cQ3z0kLqrvPM6eZViWJvFoXwXQ27N9FOBKBTe0H/luHD+yEBA65t4vHzfb5nIjj1YM+LvYJin03qe/9QsQv9Gyz9zimCAYSJDgbG6ug4LpBm2MOC4NhAAkFSM+CfJKubnEd7w2Xiszl4kXubM9WAEPlZDGx7ng6Ty0+EmZ1EGEC3D9HuIBgHXGXP8AMSjtcb0TtHu/HMFNMU2NG+Ht+Y8t2yVjkEgcAP8Acd5MmotfcB7Ljt53qX/DFmn7myMcAabYYEyqnuXjkc/C4C0HKW0lcBbrO5nEaRMZ1Cb5bgcEwCwMuDIhmw2khD2Rw+RuyHOSF0cBJVY14l+Jm38Dt8ck3lhnPbkuyRc9d6s3Y4g7wkBj9T0E33bLP3IUOpBfFC7Q39ZbZB3gH/mbxsfJ7l/mLAN6LzdlsNTNm6oHLI/Emcsft9vwyssbOh6gbK2oWlO2IldvC+TouJ7lnt8Y3P8AsejVlgj0aa+SxZcXP3Y1tC4bp9xF46TX3CWvwcfYsU+bgGPyBZsO8jXfwfczJLDsAGZvEtpYMaX7OWEIdjGDQGwxsiAAH3jJ014azh75Mh1RDnk41T/mE9x3WLjdyoYrxnx/LdQgzc6GdZNS4DqnxrPd7f4IhcjQ7WEODjIIr75R6vxOcd/s/EBAAMAjmLCU8DHLPAShzt6T4Oxj+JheeJ8mbOo1SkZhrpsrTO95QuDnv5Fwg4HL6/aPtB37r/wLmFc7ukRtgTYuGO41T1SGzWIw26N3h1uSv9BPhi+pGenyJkys30npnwyI8HC62QHLiZcU+XrpI8HMYaqyYOUi/wDY3YyJcOSTtAe20i6ZxvjduNVxuI/h+tyvt02MN04/1+DY/AnD8eA334gfTeZuWwgLT4tvQZiDMY3x6hNF5IXHdYsnSL793KL0hs984Qn03Z+iyULpxzbCOL7jXia5ngrKm+wTPfDkGtxgOdWN9GDmE6g9q6PJ+22whfli3dQd78jDhQidHvNy4z9x6EQfIaZFnQXH3KzxetzG0gUh7lfLjrcbcqODyYu5FAmPbtedjRm/JCbqccJA8GcCcZujQ2c43QfBKa2HuISXKm+Xv8y9LzyjnMXMj1knsvk2I104M5WOhc9oNiLp3LrBz5yxqFvB8EK0FeXxZlncPt725f3nsehSnO12c7PMOJZ4bi2A+QsCxktjtiTaPC825f34bJ8S33478iGxynwwvpvmUTTwm7hGGqYuYfhkOegj/NheLxMiwv50ysDHcCRPWW3vMtxnnNNju3Jd+5Bguc4kGJZnIsZEzkEOMN+MlyB2EqU0nFOMiB4/tevE+5f8GgbM2b0xqJmU0YJGWfe6Ssy5nPVhNnd1FteWQ+Y4mUFoTtwr5max7vQFbSsG685Ld4MD4cjwuE0uUwlJbm4H3MEdJOdJWznTMXcjI+rpgCfRayBjUA6LiH1GUy4MMD5FJPHBO2seGTO7W6WcfqTlj1sMUhP3e7oubz0Z4XLDB2Wp+rdDx+y/qX6nlYvXEGS7E5iHgDxsl0eg6t39zR58XVuXtu+GSS85zG5pz8rE8DiN0l6yDsSbTidudQBATVwLA9xy3KQOV4n/AMoz1gkHXG8IyZFj4WywjgxOVFXc/wB3I3kDvQz3/UHbfxfl5Ni4AD5xmQPygH9AZshnpPRhHmcaX+hcv4S6A/otyrhxzEmccyhzt2OBEgM5LE+PnaYDUc60m8rngvsuII/Uw8XnWBKzhfvSuU1dGWeDbkwVrw+l18dSBC4PRi9+G93ChvBpDoOfpLHshe8bQwnoieb3KM7sQ9k9nkxRwwbW2NI3blYwoo/+gjUAOAuOPeeOi/GYBPe3Fo4Pr4Iwe/foEaA47YACJwiI9vBHLhceIzt4fd83vXzGWA4A9TEtjCnNntiZYJwRvnKMjWvK+PqIWqjoNkW9w75usc4iHKLZcCyQ5OMSBcNrVwL6/tk7iHDkFw2Y6QYCa7QX8Ju9f3vdgTh/Tsi9+rkNl9QkXLs2ykJII8cSCua9gP8ARAGufG3c84QnAenRl+OxYFpocTtnCPLY1MGLuYcqZ1Mdjfsh8Kfu2WjsV/L9x3tmtw/bC8iYchJmHPviwQPhzZjZ7x3qx+zb0PRD9x57WUEiuONjGLG9RiD3MSH0kASclzlieCSFlma58ZZHdsdZK4EyadhC5SOcLh47ahIN4I0GGuN9ypLugfUMTgAsbpsU+V4mCB6bcBkm2YxMgItmCHF2Qr6W4z+HS4PrHuPZSj0zaxzHjx976morlrNXqQLVHLx/n2uRAgYX589bO0Z8+wmD2M0MyCDqfbibjekEnlvEvJzDXbhbaPzzwzI18pv7bbHbQxeAcY5ei0Cv1iHHng9Tj/RFjYBTyfY9v3PxrJOf/oR1Ucqxu++YDYEPIL9gkaE7ehD+Tnm5wXKI93iP4GxT0xmQ8l1+VgWt4Ue4tzX4NzIv4FNM/qzsUAb7bla/lzl8PJk1GXI5MdQ522nTxOG9qhme2PIA1nw/yT/DkD+Z65wpP58N+j5bMQAnrOTLXOwE6B4S5qHwsCCIP83cEBKLt554bgtr44ud9fug6mGj4CPbfGSxMuDLryw498Fxz9t/uGgfggjk0z5TwXFwd2GJudsr5Bxks2BvDq69XQEyDi8PnYd2G0veWBs72/pbUfakudReYD+LE5Bny85xMWf9suVznObTc4W0Fp7nr4tEc5dvPDZc+iYzUPHyQ3mmzPRMQcWE5fAcs2/DmPeQhLH5LR149dFoZfaRCHyd7yoN376PqXAD/aFx7wfskOa6aOcILMPXUbircS1IqnME0E+QI33N5gkmizge7NGVjMjYHgcyCPe5kmMPWJH+GXEde0cb1K30WFUfk4bmrQ8saPgR8/ucgZcBg15ZlsewOtXIQCh+hYHPhqfEIGHiOTI/PV2mc4YHJKlSkmi8MeyKekPgjYen7k9F6R2P8SyoPa6+DGZC7zPVxwjwJCOLfBx5epukm3ADYkXxyJs59RhLPdxZLLBysAty9Q2ACqE+sJGVODLZbv5YShx2zeLW5i82SOoTGEsChUrSb+iwDtaA5MfqV7jji0s+XJsCdRNR9bHY1+hseyG0Ax6IuOkJVgFQfBZeksnfgAdsh1Gur8bkVD++zNhj7IFAiWI4gu5aMbPTjLQgOemxon2uC21xEuLlp+p+cx8QcSLu2sb2lzin02cmsRnHI+PFj4FdC05SLhkOiy9oWPdIjcZcS92+5xsSbCGHVyFzou9x1fzYMRn2s07g7zj6s+D+sinKSMWm8Wk7gx+s8FtwrXD4sst1OubMs2y05z4aj9T44ts65tN7laADXbMQfuVJrOenw8PzEnjqzAcEcm5/UCxKbyc++zaDo5uacudMq9yMfADp/UBInk2PmRb/ALO3NnC3gJPSu21J4uUXQdjHbYA0RoGwV48sH+jmYJJ/7nYjR4/8TCR8mZ7Ieivb1+473IwAfqI9VwlkATTm+IJCXJk+ncWcd2yA/UAB9nss219nshTqS7gmz4g2bmt0a5FkPL0WzqVkzo4WN5jruc6uAQb8EhcS+VFN0fgZA6gb3Lz4IZDvZWxhb4HZduX4suCXLVr7u0mZ9nghbwxyx6wwoOn5J4t6ki7tD+DJyo6XNzD6UYjvi/oNLWiWABA8HCOk4BTrSDBwduEhV+bHM5EuIG54pARYz3BuV7+2SwPLi+oAYfgxXsvRnqVRi+jS0gJ6ufeoU+FsVrxbh43HuG5NjQl4CjOAkDgEWeFEIuyJxMq1Vm08Bbc9EGbrBjLjcO5ZT+zllaYe8Lv1vd2Qoh8C6flJ5MVMWF7zreFtcP7POTMRLcuTJZLjgAuA3DvYMgj1wbb7xEjJN4RCR3LFHuHImSDnmGR4cJIuCUKTJ0QZy8Fqwx0sy4XEM2sv3BNmJsPExA9Kk5XKYuGE/mMzg4Va7STj93F48jZZNjSWycRtrDU3YkScQHjjuR6kunwY68ZmhIo83Fv++cS8OOYdRfZJ+N/4yopvpCa7uXwGdWHggGSPiREOHGWlJynBWCXILvG7cIDHW/05dXvmQXzOfq0vCzyG4e+IdtPjw2598ceyKu66yBwx97NksK3ADycHFgVPxN5O5MoFHQ/sz3JdDiHlrOULTU5VyTj+XCXSPi5PuRHl3hOes3bgoZH6Zi62LAzpj35DxCc4YMH6S8lPnYDmEVKAXwOJEJOwPTNc5+o5AEeNePgb8Fzibq19A2Z86L6W1f1ftrYN3uosaP8ATCCKfU4eJct8WxPW+I6PgsLr4Mk0xCWeh2QTcHQ6Zzwj0nTIb08R8i2VAMDPidYfKG3SyD0RcMnBg3PeWUhoxow8ePJ46ZeZeH9WBPIy2L9Q1bxv2NkxTMMe/Hmw2FrZZBMz9JaZnHFh/lFgB9ERrPlcuXr8RG75pKrVqMdFZEu4G4p76G7hB0WXs3aPwvF2zX5Ju2lY8qZw9tpGdx5AXqN3yDb46uRyjo/Uk0c5nhDGB4y9G2oyj2DiBhaXunOQ8KXvCB5e1yf0mOJHYj2iZh3e7E4EI8LjvPMVAQ0ZxIxGbHN1eMpI/DvBHcjxfhZLVpe2qxeZHByZ9zD7KMkuK/Q9Ss3TNuQ9R+RYH6ucTkPcUfaq7JuKdOBEnnMpPo/osyG/MyZPxa5wGZi7czA5ANwgWTXPThIg5JO3ziIPubD7E8ndfMYcUzh4frYEAY417lpmjppO9zlnyShUBz9yb1bMwM7ngyQBfS/UxDU/hbfZ9k/lM3nBjLZULswOcD1P0Je2x2y6z0uhL7vUWxN6Hw7JcJjxb44fGSeRw23VbS5ZsSJGZHEdcQLbDaA+A5lws50P+VwJ0yYcfpyM6r9LDq4k0a9ywu7panMcufv4IrqV6tr1PxZAWh1Ib1xfXnbKoDkmfnx4GJ0iC+nB62jxjtgwo92NsP8AWWVb8Wk69blVz4vc3Hg+5OOb4mEmbHv3ugjOYKlt5gQeElvyltZsgScy5N2oSfJmN55FGYOO5fMWHjYv8YMifxc+A4yOkXN3u+ZTtnyywv1Y9WbC6IckGEbHw2WrffpDcZ3eWeYTcOrePA7XFtns5Dg306k9iyD5CU6L6hDhPjmUYQGwYxW1d3IV7LQlWXHNlYANc0tnOcO/D2u8ZPV7siz4Q26XF6nR8W8Zt7H3lvF7h3eb3s65OseTMOIXuXuLkx1g6/wHCU01cHCzTlF9EvHeV8zI4ndiTeWCCZw7g7DnZWBARiZfL1HXEGot8yYsTek+NuTt3YupazBrLA5H3Z0dP/8At0N2106EH8LasG76F+CFT5ltaw6elyWyNA+iE392dJZw78HzKZdsYNS3Agdq5sh7/wDVAMQ6UUntzGxslL9zxFuJTtP4m2f22FZ9CNZOXFktZy26HKQ38PHOQTA1mTVkLpp+WAcAEVPu0dCxXHjwvPgjstei6IbGGAAfqjG+UO5nyK5ElOZsH6siTtrISP33VwxqgRanPwSPhtyO5kui3MfyTD8f7gjO6aXoKO24d2HE8bfKOX8S5rHjiD+IsKpqaeT7bnObxzb2/wCbWccboqCHM4UkHutNVc+GWMzXNiiut0cGjkxst/XaWLSfAH6ZaTbXu5Ci7v1ng2YffsEY5VzBwk9xwcHmWqXrYJkMZvEM9ccf03ZM4mYbc5ty1qBh8mtkih66Lm3WZKgI3OZ1r66IQDOAhQc9Pwz0/iy+HqyPpcLUKh9RwHeIAHz5zPzDHc2dM5cyeHtEjLefR8Q0uAw5gQyFMpxMEna1v6EBh6OeJVPcfAeSHgW7GRw+I51wYAwLPu2Vsh6r9HMb7zEaJdHMvhczx6iDJpcQfi/gAbDdPAToB1aszZWV3tb5Y74sEW+BzJBJTeNRDN9IfwX9+xacpvF3Lhw/pkziCxurHuWnLPbBzyufuU8MlsP6n2VeYEIX3Kg1Nf0tIOrpZ6PMnLC/DxYBYH8b8h+JpcboAvTndps2A8p+AjcqmvsAcc/DLjKMbC2okt6gCuJnO5CyAcB+xsfAXUGc+jbnCiH2vGSpXn6sMWlrXEVPDa7CXpt6MLF0CYOkJPInQgwOmWCVzmm3rH/LbVMnIfRAe4DVWM7n/ksaNCzfQ7KA7DgnEKvTPoHKvot3et/7PVkfh05ZvJEcZoPxA7lo50Y2ogDH3y2KfBaluSwBcv3XAjhts5B+Blm/6j7GRBvoe4IeZKucIYsd7gQFm5crr5L/AIPg8eIott2sNIUG1xPV3Rdf1IEuv6FkBeN/YN2sJLR8HgFdg5ATvsyDyHBr/afq4F/u5VMPVsPbOQZ5Pe70f8XDiX9xkHVOrXI4hL65BjccR6yXonL6mILuH6SION6C9ZHYnMSJfBtpC4O/AwM7/uKQSUJyWFdrcNwNh+o7v2m8XLaFXkbn1p2SxJX4HUfdQCzj/F053t34g9bsT4bkBtA8b6Nk8q/KsIPUj0dFtnGz4ckhw+HsmXXve22OQ8CO8YZDO9V57tCUY0nML7yXQONyFx5iTWJcEZTB6+CNpwD+2M0LjN5bhtAwzjJq1Zg8kPcxWLAjhpsAOn/AwQjOxYrecP02oi8rEPq/i0cB6/JuNz6LkFWvTI8g7zvBYDWvROlS/LAQmnOLYm76iORYoHL2xJ7jA9cyOYPL4+oCpagdrvGA4MI6DuWpBYP0TsO7tvBNnMht2RkuJhww74PfMP1bpbbbPUyzmscxx45urefDxRr43YjlPqVYYmIzp/DB7uYlLPvn6iUCWjvG8Mr65y0GGKX47KM4Jxr0vy3JajzMhF7UTJ0PWpPDOdnCfm/pUu2Pu8uy7gYkdr2JrMNs30c3FujmJ3alxwzpw4JnBYDH5WcOrczjqMXtLkDztxSqigq5XfNA4sGgLE7aP9em38H44xxcfG4J0rNB+4gC9fxBsMnqQ6bqIxYdcdXtDdiE2XOWWWlvcZ52Ts4YXMZHCce7YD4w+13+oODkuG3AsdEp0bI+FnER2QxaVytstD3cxtwZuEikHWBa5fI7DRhySCnHHFwdx4eJ7Gx3df6t020h5OrjJw15h3YBKYZC9y88F+7D0TIqvtuUAAqy+l8PmAs4HqI0niE4c2Q1k9OT+XYGLo7vvZy/w3s+niC7FjYw5ZbB7lPcJO+LXiG6EQOJcRJixRPm1pN9Gz0xztvk0T60D+hJtH+Z/wAGkEIelhb8eHBj9QtYNflX9hBgZ60TBS67PJ+yZM0fMacpfx2Qd7HJwcxhDqSOca39CCeTAJPuyY2jkfIkB6GC8JW6Np3P0Swh9WRzj1lnQucFgPD1mC4v6JIfEzfBiPA/t3e/P4gOG1b6NykE/aZuNObvc7EfsMCPhkAly8bDrI92tC+PTZJvn9XEaC4yS+DDmNRx0X8a7RkwNYGsEZDE98NgcsboT8kgduBHOZtcgrtdYAzZI5x15Q51+LFRN5M2eNaWs6QfcUSO2jmWgvYfj93K05m++LZgUO9t8PM6sKehEBhI8MbzCL06TslUb2Teb4goFZoeLd9B4249cfXwTAdVimRwb0WYATPPIr75sUvYHFnSRn58gP22MxgTvzknTprJ3B5nGLH1xF4Ifgm1VvC5c7Cg6tnI37DyQ2kEBE4fiRbe6uXgtyeCXPEd5ZyXEUI/L/6wIMHo4tuanOKN0u3c8q/MDp4xcEu8eoQOiTaBboOcv28GfdoCeALHZ4KOYYz5CSCfk9jfqBchhQcH7t3mtycHq16nwvNlmeW/52UnjHEyFvVx3Z1NQ9JfO+FzwHwsuFyR0bvRq/8A4w+GsA7woCP9RyRfGx1EOpJxjmNlmXA85vqby0eztaQM7a7a7/3dhHXY6B6mkj0AhzGnrJxi/T3ChpQBD7Z9EAAAiznQApuvjzJwb3LMn2c7ZzvwTX+51sN613O3mGGnfq8HLGUz7NgAC0y9E9j2wKGLnQuzbXm4AfbwRj53Qfvj0SHpcHQB/O4WJI9uX36n+xMG8DtEINxHxdSKccOp/cZxs1neQC2TJREvHFxzTl3x8eSRucGbv+b+hsMPcmNhAj9uyaQYQdmYnwkklq2X9l2WJz+zZRD4/f6Qwm9lm2B51+A7H+0g0IC4HgOlisZi5+5k0Jb/AB3JIQwxviyLd/A54TGXHYE3oK7cPHIsec/640yAf46Y5D8JYp4yLpV0FhkRYeP7hxyD3GNraczVi7AGD2QsA91/DjwaPDKbOm5wgO5CKYZ/4iwXhp9PzHDuQPILu9RXT9myeY5ZwMAE7+jz+maVoli7v6gXJs3eO3HanZdz3l0f7JGG+Eaxfqx5Wx/Lv9zy8CEg6JLN7lZkPSZ76Y3eEBLngfyBZKvkoeuPzMYCh5gGRV59J3d2xeISH9pbNtG1dDMybAfuBZ4GNhvV5ONpz7j0082PmGJoQBmhd24CsxSJoEZK8/JY509JzK4Dj7iu/MGcT9iPRJ2O/E+DzLzxNgL5QDiQFleTDIu8OO/sfcYjge7/AOodW9TDHdtjsgaZgzdMpzIhYsfAyFwlD1ZOPA8+HfGssx/helgWS6zx4nkeB+GVvsJEcLFIb9nMuEvesa/JNh+5zXZzGz2cjG1VQn4L1kgeo+AhJjxdQbEc8/mzTfZAPOHxZClhxuShzEBju7Pv5nDawWAm9C5/d/EoWl5n6rhoEw5AeE9WeFNEHifiOmPH0tFaIU1d2gcQDCBPE0K3XrZ3PozJSGk3giJo3qIzGXPN9C+Q4vUUsaEc5Z+DS3g7lXKK3A3YOZcnqNOjnviwr2M75v2W+kB7tty9lv3i4t0LksJzsQfmCvMk8B+lmJGhBBmFlsVlSceBzO3ATPyA9T2/BL2eGP1dR3Ucc+B4vcqXZC+vd17fGQCsyZPh3m4aY9+04Zh9xKHmWu/uPRatOpLojxPw5LdsATX3E3gIvT/c9MyYsJbjQ1smO3NCWWiFF3CDikQtEg0gkRxc4xbnFmcS37bYvAa7/wAW2IDvpJZuacm3U4HI6Zw/bmT756V/6sPIdaD+hAhBtU5zvvJkOR0FeZ8G5YCm42x65cEPo8ltM5veBPfU5ZBbG9+Blo/6ud1QsROGWoD6k5uL1yWU5YHun4CQ1QfFgTyElOZm6qA+A/E5v2vjcB5lTFYgLNvpcKNzUI04TqWrhZguW7jh+5pjgm3H9xIIHpBG/tnX3T1Y1dVlB1ufIz3YMQwojde5+NuOmSfiEckVmDz4CD6H9TM4uz+krt958mMnK5ILz8ZcP5g4AljsJ8ftPTw4EhzAEGcCcHvJV46stfC4Ljvtn16ueWJoSxXW2bw7033+MjHGP+LJLhGXMeFc19eQc4mOVuuv+iV4Em0Pq5h6IcPpNvc2k94S7q8RvdzmTzKwyPlYOZ9TNZRok+n1P3ORD0+y+XbkUiZPDbtlxei8/L+IZS4DAlo4LWkvIZMXqas44bPN5gg2PKXLDcZDA+LZbuz6YfoBzzb/AD1/6ZHLbo3D0cWx3Be4WExQidEYLwwOs4J6Hi0ZOhzb5WCEws8gQ33DjXFscg03U2U1ApDY9iT5xps4PPufqI4LbS72yvEuQHqL1xRY1zuE1jGRwT/gRYbQM4G45a04faZijl942odxedkGmThMvl6JrX2XPTOI4yqwZZFfAHcmIMGqgC4vOY9hCNZrm99phg7FUPekSE5wcA4m+4AIyMpHHyN6vduE+A5QtWcv7nRO0bH203RA5fJZPeywqv2x0MXgI4ZKUS6OLl46j/ri7abhMwkgC4JmZd9mFH8WmS7Rk64bHzVJ493PqMsXen8ylh6TgeCLCe1whNM4X9FyR9XDNygPbkuD0ASmsDrtE+UksJaaXO/QECB9h7g5tX6GJOT7XZ+H6pWg+VJ6IfxKzRLwsbv3aTuxZG9PV+xARpA8eSHP9zdw46Vb9RWx6kzjsHXIjNES+tqZnNsTcN55+pGOw2YNIsghuVmaO9SgBEMGnD0XGz4OcPEZav2/7pwQbu3WFKwYHpTfN6BmE6GxHUZgFbNsTy8mfRKlBps4jMBGe8iJMCJ7QSXpA6SF1dZE43IxwTyR/ZnO9crYp4xfV9HgKCPUcwqLeeHZ9jP0oRz+yc3meWw/ZG9LKdITmmHZ1Fkj1ZnAO5XbN777tUZo82qMI0+FyD+q4xNrPUcp3f2EevTuS6NB9CCNpWuR/hlOIKT3yDUKWcRxsc6TgJddGXaSOTuNQcyvcjIgCKQfgt/qDcXr2/ndKUHHp/UQ4rqcyxMsuQ2DLsumIfG22mdTP1bYjzPjLGtngbeLTw7LI6k8EPPMzNIwC2DOS51chg3gkBvFwR6gb1ckz1CD55hdgYPolaNepWsWb2kVwy17JEzAyRTLjmFw4PBtlBj0D3cYI/lADP45TiOYkOhc0em0acuSFIe4Ox9jqNwt27ZE2WbDuXsjjuq8ARAmPVfTh8WUhpANT4BiQ5LsjeLnINGRwNDjZaZLHOG6aP1Gb8e2wL+1Rma5nIWVntcfzsr+OHxZZKamRGCOMtWbcjAfuHIb8pnCclwm78J9hGTON4tB7g2E6IXJuuZIG7bat/M6ttbV6bJvO3rDQk67LSd292G8xOSRzQtQbR93BoXx71HnLsXewjQZ4JJj5jhzevDPokYg7pLww2VHSQJx3OXDC82WAPwY7Bx1Op84lEyX3N9Eg52RAONtKE7lA8WCLnm+AlhfGuxJ8xNi7An44/3GN9zre4uGcDLBNe+W5N6XCzAC8wQdgV1B/FOUo/1KfpMf912x/PB/rCQd98NG92Z6GP4xlLG5HOBuBwy33NXvNtXgDYYLm85ri70mtGkHyJgnuw6/sWiy3cSC/SXF9tuFiPuGpw21z3r9CRh4QX9O/Crw9SIxeMt2vGdGT/SJeXtiJjxJjrfDj3BhsLgTJBDpYHlcHogxtLhHlg4VZyD+kMT69woDbyHqQKPplQdsPnPVvEQD6BEK+Ng98xWpdug/ucIhZx22/o9Y5gBRz7IfLnUgiK503V7jvA0O3ZxDJzx6nxUEqMeoWDUfEhW1+oTrmLvjvrbqZhwx0luWl/Vhl6iTuTR/c6SYnkMOidEwkyHfoXBu808/AEBIuwkFLW+NzOjh+5ZmG6yOC+RuBbJDs1cmO/wWv3JpAodwn7fiE34P/mGan+K91IG+0YpOjftdsS6l4Lpwf+YBnq73JC4FIwZ7ukt3lngWxVnnOzG5Y3XnYdMnrYGGtw1hxMOXBwjnebX2QrUPgbfyixt9IbjsNCDBXqIC06iDfBTwm4+fPavj1bckDlegjSn0k3C+il0kP6IJPCaMgcz3c4Dwq/bJjzpjs5MV9319RHKBXc/0tu+43NAMjnMiLiNG3EPIBLinXqNFy/3E5q1/MpXd+vxLPoc4mcs+kGPaNPAQvhei6bsgQ46K4cQCCOcI2iwhf3NPrZ3oQAPuGPPBA4hxLD2HGPuIQ7HsZEa4MY4OHhuBkB4Gh7zHuGpGN0KBx3nPFp/GOewfROT1PX7uPCMcTd09zIhZT0eUfB8EmxbHpqT5GLL/APSamX7bu7Z4j0G4X43/AFGSRZZNe5eAn8GGaJN5bLL2lpGzvo5CUUjUHxen9ef1lP8AdjyR6fD42HAw5kU4/KnOjv5L46O/0Kl0yWjOlYwYyjfPh6Qeos2uAbGtf6FDEvuZIiZjnHLdfCwA5E/S24Y3Vvkf1CAAAD6IMOl+9EtwsOjcWuPuU4pm3H/Ddra8XIHx53I56Hyzc3kYCzRyQJI3VCa7GCTM34SYmdFwcff22gL2Ro4/d7MhqAYWkdf8pff9scBx+GHrLabumZB9OTdkgfRemgghDhzIUN4YvsQFGJG2BNh7QuDqK1cdtUM4gUcThAgDt9TqIqfAXag9fWspNdGF+QkiFF0/E1H6Ftsrww5h9NAB1HHHHjR0+XZrLdMxPlQ01of+7E/Ve7UZj3GbwRbHkMi62zq5csZqQ4LYOHoI1QwPR3aAMOx9Wa8oWepvCCB5gdjEyJzEbzythxODsOJ0L3FvAl4hblsZZpa5xMR4zvHxrbPK2WPB/K0uPVxz4UO4DNzOrNvVeyc+rKh93qLtJxJCacIRlzksx8LHke8sQL2S4/SccRy/a2YP8EuAT02ckbneeJNGWXNggsd9WhgsS3UZ4EzoFxgnwXJLl4D3YQDN0ulfptNXI27MvXfd/rSk4ciZ6eNkQlkmphTN42AMcMmfE6UlNZ8NljdnFw8xMhOggQY5YLWWihFgcWEZmg4O4Qz4mw5LM8dNhwJaLrLTIJGjNIzwBm1l6WLXOY4JDsje/puw/ptXFnnJ0nWzPPSXTw+H8OfGwr9F6ct1cpyaeTIoNuTnnLEc0lOSPZ7yfaLtn1eurm23SC+jevidD/SHW0xPUuYz4BwyQ9QOSZtzb0IFmLBNyNZwIyOzcv2lp2OxvpJ9MLfsmDFyzO2aPAxMAhO1ryEV0ZzB8Nd8OW4QbzSmRfsJaDPnVdJcN/Ay3AdcGWHGc0DjKa3DOckKRPCDOkk54O7ZUlnuGhcORmNy/f8A8CwMzeDwRAdQ4IfaTPmdsAKNTuvohRxiz5j9MNI7hkYhpJ4D0Swj37cjONP3Gx54jzek9bltFYb1A3rO72KT9iZRLHtraT4Cv2jhMU9sF5W8cpJd6W+8A6JxTtNc4m4NOkse+UFs3C4+znZNBIMhvYvRblfqwGdEgGsCOEiAKJwXPpBhfGRMsABOrrkvqU4ffm1Lu+WRpxDne8Tofogim8SahnS0P0S3nqKruWU04+Y6bPByIL/yS7kosWG2pRfkl8bzadFLqyOlvgmGd8rYHxgKlz4q/EeSzlWDmX+gLA6WLPVzDjoSr7Y4uTxEWIN7nn4c2SEZm9CWLogD+S0BWYFlxEboAdZsXk5eOQf1GpLTXwO3Apfof9F8TU8yKVXZi0fMoznh9zBgniustnVwCcxzlAyFss5MIMBByRzY8T5SXCTs6h5th/Bi3ylR8z1czRAHibr+7XPTD9s6VssskdWXbPXjlEPC9D8Qk2dA98WV39KWpPEWPOY1ur/pskaH7Meoz9jCz7am/T9TLgJwMwBtCLRWPOLfSDyrwSttHHQP0Tbnh1a+iz4I6kKQeeCBjPL4jIjbaziAZ/3otZkqHWWruJL2Pm7QNjKeM/xCF3ISE2xYJIDXockaLA4YFkh4nKAT+U4595mTe+WDH8eH77krgC4nrjzh4ebPUtj76M44nuuQUOB38BZqiQ/SwaHj99DMtR57Bxco+yPGF+ZSLHSxx9WCPwuUfSgMFyTolzjyT5Zu6Bv8v/cNT9SP5N2h5wOEueJ9dhap46P/AGkAR0YkD2vqFP8Ac+H6n+Bu2ryN5ZN2LOC+oYTwe8R86/1O3zRdmJySo4nhYvI61nOdFvCvrtGcgfi4QbEMmSuaRLuEjvFgAnTaJQyu6v5TuQSOf+mRoT0mBfCc479M+p3qyHVpJR7Jb0sIugtczU+B+WEqJ2/U8XV0rmHrifK5qhAv7NgycR9Wdub2zJ2nJ0J91cVznxkQ1Eg8NPYpdZs5UXpn92XAD5GO6anvO3BHEHX5ernvvBnOAqHR7hce2MjHqevuxOO/F1/H7jQm2sJLyS+pudZgRlMKyaHZz3P3H6YckNErXFxkU8egnnkjgzqMCGTVsA9zdEa5p8X7jY4ZLu2a3hKILK49PPu5oKQOh9wzuMC7aap0ND/EkE+81vVD5y2Zo+Tcir7kBypk4wc5mTAR3k+HU+PmXdMYUlAzdR7/AG2IGlrWHvr1aP2YbeJm7X68CKM+CGWRH6t+PGXvsmzAjO3Wz8OjBu22/cRhF0lUxaHqPU48Ld9w6ufaIIdamie0+F0CXwJkKcHfuxVvhC6LliWIqPci1xnPJ3cs8/nu+zwqUs5zVmOPMnB0+Cz7LJBONEPHNlZEetilsz1EMNmm3Ys3i1ebi1rF5e7o45eZnguYma9kAodZe30tyJ95LAI6TCNJcXdujgbdPh/KYAJZL8La9DZvgnQmqsBkJeviWnEgXCtvqJu50WB+DBPxM2e4tsyXknJgQbjnMkGE6oki93bbAGCxx/fMnLuy82/KHNy3L7CTJs/M8rGQ8z4ep4t/BZODeGXccbDOp5z8o3eJgxxubb4azvN0y3HDl8p5I14wgyHIRhOIICVepe3YbcNCyZ1C3njiIy6983Erru7TwUWLW02vm0+bYbAwNidH+kk7VLCByY7uB8EOoxzldbsN57beY5F5PV8pn7MmPRazPBvUGMTXIJxcCDZHtgZs7CY8VIwQgPUyU2+4xEfUBButk9C3ouAd3OPLae+Cz3e9W2iyckHkv8wiFdTFtTxHmRq9TljesEJ0dXK/V1pmcO+xbQPaMn0iwHB2Lv6JsxwQHsAfCvlkvDgkWvM6zIlC/wBBYhAd4h6KPeDA8rx3JcbLIPEQS4o+W3H5XtgI7rImueSIfDPpNJ30PwQJbvDHq3k/2N2nJ7nHoSM11Discf4I3TOmPB3klJ9sNtZmvuw3gcrwIeANTwsObMV6jx49ltbFpIMk6bfi58OOMtjJbW9whzrgpdwectdpfYvS8LLe4DXP+3fUGIhkzr4gurgHdz1HOChkRxlyDg/qZTYssQtjDnbRNvr4nfnhzCsPTxp+yOiOGWl0XA3AcdkcJix+JiPLOfIxuwfno9EBcT+2xzhnQfNnfgnrudXwWBDBwcjrI7waGO8WQI57DJ4sVcIHdqRyQMQrrxvSMkOOwsLrcnUeqXP2XcnMYJH18WNwLjime+CyZ/HNg97dcoZC6Bt12BlAvbzvowQDxLXA2ivJgYX5YnhKfCw/nqbS8gvQ4j1i8TnFwNicGZh41mFp8cW5O2gjYwoMwPfqIb4IV3Joxql/Y8zBeoTg9oEqYbNflYTkPqPLmFwkqr5I+hvfliUPS/RYLa22QfXMhyA79/aWN8YYqXJId54s9sXoHQvi4efq9Q/Sf+ndC0NrSGb0Sq+8P9yQu1sAe/dupMiJ/BJ8JY2zto+oWETYYUf3hCO5exyeyNitNKb3eTBouKEEnIiD2T4A+ZpOhDQSRrvoS6wDyAenPjRs/hyyTfcS/IbpdLkYMXhsD5hbY5zbD1Hig9YfPvLEhqjlj+ubCx5Wrhgfdxb3HwRLdVyrCFF9Bc+/1t2Wki45sFH/AJbbL3J5P1bWWG581cPyj+5faHZHAXrwc2n+qcEcH6nMwaw5x9v1EBOFxYqzAYBaTitsbh9ZAJio6ch3t+pzh7s6/Sx25vfuU42c3obbw5+CevKPkkDof4lN6p+rfms3/YkvRIBORZLv9WumB1hG+07Eb5DY+Rvvu5gR64uF7/U3hQYluW8c92xp2ebmAOHHNmQ0GPhbUGwPXRR+Miy8ZWNCreH5zosWOLjdr/KKI811rysog33fuxxdUJhRBwT4UnprLnlZPvS3V5hvq0qxsg/MOH2zF1yFl8D4yNT0nJajt+7o3xIa1V3tt016LGv1yPvL+5n5SHljbzo4sw29TYeSlo928Ty3w+9viNtm18O+Gc8Di0Bz4f22eEDwPhXLcP14LY4hd2fmOJK7BbZI9ckMXGsBXCaXGXSTG26IY25eM34suugnJwHHRJoD25He4T/9p2DVry/1YyzrzcgufYe7HrfuzHR+9g7T5LA9f8v/ABI66+G2g8wTV+SAjeM50bxIqMHq2igZKr36u2JAs5Mk61xrYMe0J+robTdOTaN25aXDn34mkcR45GWRxgUN4jS+JHDAiCGBbTkVNpPWW6DrbpJ2xcZODGdSGWrByEgssh4eKC2Z0R9iJnbTg5szjk25RbnpHAlZ6lMnu2MQ8Fss2JrG4W4b4HpOr+HHjq/dzGfFl2G85cv3+DpcmTLLriXI3ZFieOmeuMuAsPPNzfF7WAHOOFAAxfnZY5gEHbDjJzCOcaS62m9wsiwxZKbeubXhIvpMGgJa6JsfKQnjiLj927dTYsOVwnOsDIxuQCGS8ENp8Ruz82DT8zrqxtLuTIBEwzcbDJ8Dtr9pUvOwOLIC6YnmcyEd2ObsHCaaNVlTUWvHPsyL7f0kgl+Az4HTRkgc4gc+cZ1NGr1rL8CCEviKpS+owTDMMmlVjC8ZdwMkjRznG5Ad4raeDk4gMN7RhgOsmZ2Shg/zOOejlkxXRybrnHtciGPBxaQcrJceU2yN1jfMnzPqZfq5BaMcm1FX4nlDkuY7PYbfT0cPxGMyA40Lkfhttq4MnSBzLEYSQT2vd1FsO6a2AZOwTRmsMtcJ3AeTfb40HHfueOD9f8WtV2ttXieaR4TtjJ5y/wB+FzcJCT5Va2sTeEEg5ISwTNP3OAHSYdJzuInQfthm6cbj/wD5xMKxB0+P1dKzzosMjcBB0f8Aok64+8zJcylw7xk0Pxd3J0yOyOG7MHhZygZEsnFlyrnN2l4Nuvi4DI+WY7h0t5ti9eBDxPh5LOn3kW1erd4OJWUvMdw+An7qwD3HT+jcExwB6EiN/MHNw9od/RMnL2QXa8AGcyKnaQH5uLWGIuTDfExLcg5kX0KcMHvDYnqEem34Yi5Y7aBPxsvuI/s4sNcJ/m66i+dMOBHxMbvdGv8AqN4eHAUdhA5DieDDQOD8mJ8sTXTJ4g8dvdxzPrmpXHL4rs8MqAGaG8too4IH4wyG1z4dGQ8mqQeonyDypS2Q6Bn3PCGlXUHAJK/qU8DoFwiA9Wa5Huxxdt7sJ2SnAack3E57HT9wG+3RtRHOicJeL65PdiRHeL2YHog5vVp9a/8AeOzRHxPKIoj5ILv6H9Sn9JMcCUeD+No/pgCfOv8AcBYJ3JITJ8DXpSOkLgnD8lq829jSSUOCJK8mnzlyiv2ZThihxxzBPsmGbPEPFq6OLYmwVfRxPnLgNybDjkk57fzY4cghodjeokNRZ+2//CMMuVfXyYjhPFHJuxygj/atnbvfPRJIOF2hlvHfkthEXiaJrwxfVVD6IlAjkkAE9PjQ/ZHL9dll6CMhyJ/RaB7rnjiakPnejJV4M7mfbYmw4EEe+ZamMczleuS5eBIngefiTg6Pw3yAubG5OEHtyXY23AMfGlj1AT2Dt6sLBuMIHjgEj2A+/m5t9cREd92F/pU2E1ue8Y/HcR/sC663SscdW4dTqzXDaPwX8WCPZJdBVwxiBNrPqMVxHCiOfxaxzDgmVdJwWcwRnhBHJtzdAZuAfq4D5Yfs3QSH0PPNamM3A/jdhsl5vXBCwELSQxzCV3FuduD8i12zh6DGz9xlnmyZ/DyP3D3qHqY4zg0tgE65u0Wz0+EkSxdG6fgF0vfj1+NWTLVvuXynhCBevA3FXe2TebYdt8B0zYFVbpZpAO1bXp9hKZ+LpD0o/erjtkRgq5lzL9Oybbj8BcLTX2lgYcuMDJy8cWjuc2a5tV/UvQfORu2D5jbqfCCiZNsPouk9eCelwgmeUft/uX/UJjFA/uIVpu8AiOVj3IU7zAnn7oc/k+O7P19WJkpM7y2WzP6b0WN1cwzVbOatDm09NgXW+r4iMOm7cNOBuAlszOS50lzPxZMhLDkoY1kmly2XsRsNef0T/UHftjgNCe4c8WPekLbmLtbPv642IVh+shNzmnINuwNfUI3YfPjNXP37sJde+fIPm42/QufwyN+RmcDx7Y50Q+gzsdM45koFsOyORIckJDvmf7ZdkZnMAcJTch8fvHA7yw8Gzu2APQtdidWEackJVkideJ+tl22BcshleJ3jUBpGMNcjyScww8d+7FkMkf4+GWBnbL0+FuQIbUEbiot9kfqziBdcWQOw+/BDZLXbVsNxWZW4fFn3JLRcfAsDf1DeIgzmU5p7wSOpy8x0mS+4sYvoyyYcmTh8I9QJ0XDmHcZx9oh6qLHPA9SxAZZ9pnEjHxPhnHWPYzcVM7ZbhElwQRY9XOb1baameYvcFkgUcWdzQ5duFHnq4WOfCPTSMtOt3UZxwZkIF4uAFhu+Jx48eodziwJyzhwNwkl6ii8ZAzyM9tnCRQZ65Dj8PVsFoTcLneblR/bbP8CyQzlnTKYBc+5vc45tq552Kn2YTlzGZNhJoQNAtD+rLhyfbPUMyBxmdZmeAB08JrFcCQdnhWbYsOnVv3BNvQJy2dHTbDywd3vC/YH2/vJ/IZyvfPoPiBAxeZbCXiZaK/DMt+ADLPDKbcsaMHInMcq2QcywXBafSEBu8Tt0yd8cJ7ke0++wcNhqhxu93BJzL34I6nkWRZ4eppn7l5h9T8ziTnweF1bF46d/f6JYnTvsl6JCBAMJz/pUPKHQOecuHvyKG4hq6MxZGwDl+mIdYDhbgBwx75dwGMz0/wDc1AN8+pcA/wAxCq8u7FgB02kP67TkI6W7uJdZD5tV81F6jlW/BzbowP1zbqzp2t/UZ+J8B630WvNMIAfSy5ThheITbEHDssmjnx/0wyD9D5e4vk11yz2bbDyxrmBzIYF4n9G3V3PpuRf3msvcvbvGXzM4Frhu4QbZDhYEv605xbNuhjzm9bB2vv8APjiBNo1IYjxwxOOZrWfUB5HVFgV32XFTwXq/1/8Al8S+/rYlj5rRb68HUHM7c8ZDiXy8E2y/Ep/qD3t1/bso7txkRwlsLZB4OPV9Fo6k8Igw5LOBLBqT13AX2z5LunkNt5lP4J0Rs6yeE61xKzp023LuI6+PDOW/Hw5C9d38fbZ3Pe+CUOpuZWcYkOO9JzqNcNw67kNzbtF259PgQOBUSM6Z0f0En7IY/oIl6PYLskdzyRyIEuOQEZ/MnwoESOSXpmxPYfqa2T3J+Yugv2F8Z/fMONb1aiOz6tO5k7gQuGCDr8ErzHD6mMb4PkbXNnKBAvcx3Al2OdQHr7cMRLoPbaBz6YOB1621OccnzIPKOBtnkyANVi0CfMfj2uicgxTIZLAXhw7V9RJcHo6LGTxezhktBes+Uk75XcjsLnAdfNlL2gdW+mclRXK4X6mQ3YsB4UsOU/dxrr8yep8YYqFXp7ZhAQACaMNxrnVjuRHplh1flZ7iMltZj4VzLGRkPnbfB4Ni6vjnyk2WQ3U8BlzL0v4hngsp9MGFOe1N1pL0nv2yoe3xyDwvgqxM8cE6lBPyf6jsDYi1BCfc4JPnG6rfMAB521QgOgPVzPj8wcIbIvwXOCb7gw+gQfUsHJJxzgiPQtwv9LmN/J3VxkBk6HRdfaxnqwl+LK2G5r1D6cwogb8eAjqwwh4pkXOzO7S6QT4c4hJz5OzqNi/xAOSQxveF1Zm2TQnJcA2K4sObPnzcL9kmRZWvK2KextSfHjpJQPT11AXHdkyxF0mDTBhZxJI7+p06Ie408b+B2znh8PE9XN9t218y6c3qwc3O2e77LZw3b5JEgA5fL40NxhmGX4Q1derDAaPEt9ZEkEAm+iOX0i6Ax1oSypsTABFis4H0ynHxZAEthFb6mUYPm4LZJaergBt+opI5F+C3XWI+vDgvUKAfdywFs4u0EGfqDLbWrfiR4fJGvuRGc7dy/EBHT0yhwcIRQbIh0EPPtIKW4JfPqM2/jgN/QLgs9tCP4ZkyFGbEkYsHTxZfJZS9+Z2xSR/bJcII2nZThYBLktc6TUtCLXSd0rJvy+ixBue/uzUaOJ/cj4OW5Tt2HPXXZV4bTojh8Ms1uWYTMbBIaKi5hAmgVQYpylbiam/cAhnHbo4xHAYPd2qaoZZSMOCxem+7K6DavWGlsnVtD8ZFKJzAk02bMKodDKOOFyLWz4ly1kcMnmuebbjFcZRqTPsbzpfbZHqVVifH1DBZYXgr0EOGheF3h+WM9rwihxERBS9Yw6Qfbv8AVi9N9vv3ZEdIkjgejuRC7yC3wGTJlkr97kD0RXb4HhZ9rEeNy3cp6b2wq6n3BEjsNZ9TxW742O7nhhpDzetmJYePD4nFHHBZfS8HjPE/lvIkUHFEA/r4b5QQDVVbr4k8JPCBEcDC2f2clxU5vl2fLm4l1EA6Z+MMnziMZcfSLt8Cdj2M74D0bzECj59Mkg5jS2jEMhv9mALIHBvdwwdeO/5tsIzn2h4za24COQ6bncauyTMVusubyDm0ZAKXpQBeh62zq8jknEqBg7Efh/pvT0dGcetZj464PBwRCdWlsuJzeDeD9EnLCTcwNZ5d7c13geJGyY/hMuXPRb1q3rGD3bpa8uX0aSD5pqwGHVps9a/TZ3doX+lMISbnphN+rRE8y/qy/FOV4WlhPA/BkBzCKdFBf7P+OB7jx4eEvjrnEQtqpH3+WJJ478BtZucSW/bxYzdi1+xZdxjmPRPgXHCXU8uEa58Z+xt1zbORFh3+SdIf2cf28UaTc/sQTPsUn7y5Hkv91hL9Egc2EoasrpfvZCNPveZC406OJdnt8TDu1JyOjCP2P2SYPIyA+PV+/NQE2fMK8DL+RhNIWs08ce8h9O7iNzPmGS0G5/yGW5zOd6w/B3enhmGaiXlkFivwZ7Mt9wqmvWN68nMqUy6WMuL3XERyMN8GPm2geYc6e9uni3Q0tLZ2gp5g3PHxZKtr7HYtuq5OT9kuzsc+1jjAkczLMzmPeXKznP7sLCWjrS9vctzyTQcDQOhzLTLgvojcnB4Ncd1fmAu6A5bN+dhtyi075Mg3XM+eI3tU+yC0dT7EYxXtfDc9R+xjF10fcggfT8w8KAPridYNTqdOznjfL347MyTUV14EG2z+rPGW+BukBzZZdW/hs3Hq6RHL4EFkE9UR2k7JUgd85Zg7v3/dzmN3czgiW7bBtTBHuyADndsp6FheDOCxIppg3ehyV2Z+38z4ujGAzEuuFL1gPbaCrmTExW6TMTBjXcCKP2QcAkZU7ks3PwyHCH54E85A+CJA4sN/uGCXgLkDnV0HxKieyI9hSeADyL8bG/FhcLHIuNah9BPlXY9QH9QBxnFhvXEso30Xu3b1TxkseglyCEicIUDtmMtzmyAaWCM4faWL8x2G2PDaklaAHAt34t3Jt11kyAPLMXE5pnj0RSZ+HxdMvjSPTZolBcM+AsCvXPfh/PjEvZnMtY+u54S+o41mO20cl3JmW/cuWo6SPb3c82EH3yQdSOAwhMXlumBD5upm4jwbrOj5bm5EjijwQBBOLjRvFvPd3IbyGag7Mk4X6Qi5GFuhptwv1JvPbEfFyQ7bgnEtt/NgizPHsl19sdMcc48Pt+fEez1c4UOvwCXC2OSeU3Hp7XJu/I55l1X/AAZ4duGr9sZx4Z7zFzPnYwlp8H5eifC+mOLFGcheXhw3F6QCxKPOo9aHVsYjZs4Cn/BomdMvTloYPv0xoPaBonyPRNyjDcIFavTVzL82vTrMpzUmA9WixIyy6ItZTLVocN7cin7iAh80yLBYcmJDhpa0wLJ5MHCO7cKUznNxmYzXGw3VPh7lMw47vhk9+5D0AARkPXMx1vi5SZYdOX4PmfcgaodRMuBWFfHab8ENT0QkzRqFgbB192L3wZqmFl5+oKLDzAoPRGJ9DJM33JqXvwdxAI9DA+jjiIpV5zjCSSswH0neXVARUYylPH+X93uaeRTwC04vUmaWz+7ZmALeZEuUy5XLx7LUhxkcIY9n3IbP0sDmbnxEZbS8p8ZeFcBJmo6S5lMRPjkvS2Jdvgni7KZyn+oHQZy+37bEtoDbaP0+rVd+J1+wRBYEIOhLhMFCLnHvpZWEC6D02H+M1fix87h6mJxJkuuSV0d7ZAzGf/a6oPw7RBD6Eu7+jZzHEbNF2cw+C6hz1nxYTg/7Y+6x7BX5s+Tn0zAQf03Fgn79k4ct97LzL7R823Z+yxMDyFgPuNqhh7Ctxtgfb/jYzkd+6ysRsi1Z4ekLsguYVuAI7UNeXDnzaquv64TIkDjMODelumBq4OjPiDByOpjlyMdsjgMHH2yPR/mYwfvb7hE2Pwsfzbb/APeSE2k7lfYGNl+iVm37JlFD5FknHl6uwsl9j+wQg70IVjJnAedoez6iHd+zY7rXtSw/goeuX0c4PH7QyR9v6xJ/7E2cjyQ/JyW6F0ukLak68SsqcC5jO1LzCP7uDluPmHX4eQubcTizZ8Lakzz42xhuniBmR2uFz+/opa42dMhHUtvB7absXnaDIm8NrXEh2+CKowODrzYvfBMpviOmbTSaf4iiG5zEyHGHC0/khmw05riXp+hDQ6MVo5d/cCB3RW/vJa4beCCOc+cuM2FBNmoxNgOTSR6H+Z1atk5MurgBvJuBAMsh6t4j1dxMmM3NPZHeL7OkwBxEEeHZ5xdYPwtHOnrHcgvnaSrjBDYtE4OHLjOxHOW3uBh1ONvsBdfu/wAiWnrDHG5GXMBTOZ8QmbLk7M+l3LpSHz7keTTEEDslEcWMn7avOjrxwA3ah2jABxN6hI79lwhnwWyHBbpYHFA+gnF7kjwnHk9wyeTwpGRtw2Ewnvycvkb49bctzwxbzPjZ8x8jrxnY+Fh6TjrSU728cARNfac2zAJABkGi5Zxq4DdgydPm7ngXGMYEHPrLMwa5tni9SBAg0h6jBdHxxLp5rtuHiD3c29OJ0D9PxZ8wh0yLAO5zX7W1VLuF6IAozBULyv5uaOnQwMGR95uXDlILQ/Yi5rJ1XJrCHMALLJsJ1zAWfHpbMsyyalhuwDjqALbynwfV7kRv7kGkVi9QkHE6GJxMZh4TFIx8DLLxzM+wFemTAMOh23ObPwaHxAM15JvKpJEuzztu/hsOUk+BPsE9Dr7LK3y36ttc6jfiTChnO8zDpgDnmRxL423LT7iZbzC4Fnb62ybuzD8eH0Rh5vkWlTDuCvUczyzkepgFHe1dDb8t+z9TBs5hNlJl1ztNXs9xwLEBKy5wiSG4QbL03K6jxP8AvwauEc8epeN2eoRtx5I6Nl+6Np+DOmvNvCvl4mOBHOezcfqDZc+5GS92EHb1RAq2zHhXwkY9Xqxy54yz/CweLTIdbOxxcS86LYOA23nV34hwDiaae224Tr0LEUKfriXGHq+7KDh1ozi2Ng/b8yzjRsGpzLgHc44GdrBz9nfyObFzLU1O54ZeJeZYdmOC4J0wCKlOoMaS9sPcIjiExrxZa1wIeo9DjZOdYH7L2kuhzJAPo+JmP9WB+42E965xLGRaZA4OR2PdA5hbPeQjGyBlsCeFM8Jag41HGM7xJgxIxpdsLj5r/wA3aqrsExzJKIqI256C1oTNhlltZzDtEscSHUnfH3J7z2e+vVpdzfW/EO8wBx/okEhRh/8AMb0L794TOXNq7b82ze5JmuWKfNxfaHRd/DPRLhOYyOE22+W+F8cvfj3dPj3jDHbw2cyyWr1gkQO6Whz28+e6MTfgsUBAT5DYdwmzv79M1vizj+CBLhJaGOyIzoWE1W4yGFJMpcMfiP5HjgkyCZm8T5h5b9mBfVgtb7bkYYPY5TDkHJ6f1bJqfED52E7e3XBv/M7ZzPi1UdH6hC65jRzcfH8JaVL8cQ9Fzv3YMxEcSfSLjeuz0ZuKnG6Yl2JljUPGfb7hAQcM+e+Zk5lcDjIG52/LL20xfSPvOQGC6O88nTWL1lyiMLRJMl0fHUtHhwZDBkzAa+GHYOeRI46yr5epjDxi/sk0O/8A7uRnNS6oN42qRyXzLYTwKazGYXuZZYfLwZS9/wDaVEAWOC0nq5MDjm6Slx/Me2An1caAn2Zxkan35+Lt7dR+2yg93A3OXllnUIg4z5CSDyHw3+4PouIS0dbZnubD4d/uc9kN9WX+B/uTAh7G5CnpwlXRPb5blcHyg/HW6h6udXJPhzM8L3VrFAH6JWWeTkxSea5Ik/f+oBvCRaWLCEM9cWQcAYZs9NQ5YhgYPfTpww1+IcKnGcTcMNO46+llznwtTbeh7Jkd6sX902ZinZanNKdHdXRZlwN2eWMNOY4l5/qDG7IEuc7heS27nYfS0NRnsN3OeYuQ9E1JwSYQXq2heOvdxBm3G0blMB6SKp6Vnyd1LiAnj9znOHYx5uNXves7hgh9tz/UmsJszhF17RYDG5orz1bz2SESA1nsLnIkiOy4i8k+LPAq8kq0L94ZcQNSdGC+Oj9zhzfQdE2XRJs8HjPHInSeEvEMZnVx5PwZyye23xn3IeG+/L4HcXwXP4ZCEsvTPFc2sgO4ZlloNlm2fTDMZk5b+NiOEJ6x+xYKOnd1ojxGYLEDPQt2eHlhB15Cx4MwgYbfUfVqe565st95jiF3An05nN1aOshAHEzzRYCW5+7gWyfu5MM4yPJYyGw+M4tc2AcNxvsyV0bR2ReMuSfJmEyzmZLCdMsPibOI6kllHjdjArhYOTZ5xIAGx2ccTkNJC4uJj14cO6gOSiDX9ZZ9O7dwXM2d9ZmlYiITnv6W5nmZWnuMtJNmZOAFtstNIA3O+Hi3xi+m+iV9X0Rn1a3pjTbn58C9bDiXB+3oZYP5FpHsjC0fF6yX48fs4jPHG2xQvzu2vBJ6SUc/Mvc79fcAFf2gc7JznOPlhwZzFZl8s4Mwj9J44JNPK4JtM0NmmNEEE5TTiZQ52JD9Fs5rwbCJTn5nkf25GEC9Tpjg7fmMS76nkwiC+LgttmITb4t1DK5tGBcVAncx7276S5zwQekGZ0uLFu5M4ctyHuFvWjmRk4Pfn9GTsmXdhw7WGurGuA4yJPYsa5sQoTA5ldFY0e5jheuEJOtyRWSpYebP1EXOZ6dBufNyeMmWhsJpo4TPOZ2seX1ixAc2vHGywljPObdPBzZlm2hv5Wb/AFaOvfXWye7cw9t/0yTBwztu+de5xWNoG+uzx0Qb/wAMZHg6IVtjlLAw6sQmDx1MjpM7lg8n3BORd5P1yeAssg9QnvJ6zestsJw2jiB0/wDafOUvEznMSEB/u5+hGHsBO5VZ+rYR+j3AepGY31AxyzyI4lnYPDDoPWxyYPh9ZnwWPUBzfaPWjz7ZPP7hsCHjsfb4/VstD3jv6y+BWzomtft8vuY1KdRwgWzeJc+PU/VwgLqYFZmL4l46hpFhPgYC6Qkm3SYmHHYdCWyb4i4fRGTmrZMw5wn7WR+s256/bcKSp0XssyA9ZYdNPmRlm1DPyEcj7m4X/jtzZ3rZbKDm7tGOPhcCuHA61lHjTnD1PzgBEVie0gzEZfTC4w+zq0L/ACDY79Z0SwM/eMjnT4RUQxxps3K8t7gC+loic86xcc53BT/VwSYM4Y+5wI2ifpDdgSfskoMrbv5sJEjj9ybH7zcmIjh7d/zEzNvIeJ9o86r7hsTvGPT8z4jw1cD9b3cG/KZxvXglxusbi/qe063pg2jY3DnkFIRDrbv/ANTEgmli9O/N9fVrpyTB9kdihrBm+B5+XtiM9/lHAvYf7uDduJ+7tdISC2YeCf3PgZTw/qPKUZfmWeFjWX6gJGYQYSR6aekh0R70z/zKIxaPGljA8uY4QjLkIw8Qx9sk+/DEv5J+goR9uLmaTBei4rU0owdlXTttE/doQXspi5GQilqAcvoPD+rKeSex8T+ghf5f8LKavSGeqZDdX3JAg9blSXB30c1OsypgGRmM5h1dW+O/TcUwi8PklXMjY4CLWdWcvRyy3IuES5uYc2JhcOCYtcz4kkYQQXYJw8/c2wv0O/ph4DgTvMBzqC4IFwC6Yblxu+duPmqLwcGWAAFuIfkkH3cIKpwXGvv+LdnCLF/0yEAJYZuRFNmgdmy5cdx4MY4AOcEk44xH6npDnA020QkoyxoDBEfV8A2GaZ/MEa+LkodifZ0REB/Rw5HfcGfmBmyceHEvV7hJN78ep9eE4uDcW23wTz4Xxk8dWyyBrBmQwfEFnfgOJASbFk+44p61B+IATl8tqYB+8ntRH52OfoNjrjt9Wh+tJ3LR6tH4d3I3TQnuX5sB4Xb8XOu5uUiEO+294c+LXhkirkTMgM3izXbzhHSHJIXDm6zluXJTH13Zxjjttl+44Ah4kyC4ls8jIxRdYoxMAOJtLjuw4Ww+DsWJbH9xyazq35N+ppcclkf0kOySEhN4hESwPgHhbnfU72kjJhAcRAjJhanOQ/0t9TnOBZcA/wD+HdyyfYEmDb9LJCA+IpWv5tQRS0SPrF2dJsLIeFAdPMdItKhuscnbxcQlu08eixOI79Z+H4JDevh1lx8FmZha/MubW7sxyzebm58NhxLa092/FtuxOxO7bhd5f4yUeY9kkcGfqQRAveLuP4wSQadGBA0B+mCWaeuG5p/qIQOtjJRJwM6dFihLgTie9tO85gbzOG0f1CkO7Zxytow2F6Mb9wNEjr6cxPjlxKWRFRmHubWmH3ckdXTwm4WvMqHm1WjbtRubnMh6kVvt7gYR+r5Ybmgu0c0MF+gjhEz9WbnHqF8838RE7zCdW62pK+rI4n4JQ0ZA8CGa5S+4v5t5selpU7xJOPOb0ZLcAnY2HI59cxQbH+I3tbdkkQcnNzHjB/dzh0hvhUmeY62/BA/beiSY3HaNELjrHZ/vOJ3FVunPgc2JlI7AjPf7n22DDc7AZiHrijvlkbuLHpPba5O1uZarBvG8Sj+paTofE75uKeeRrc9Ewr0QdX7Mae3mB6f93zOzO393eUcd7Htb7E//AG0ICxntZjD0uPEyEbtvYNyVyNNsx8s2RYcRPAmXE6ReobFy+zPAwswclvnUPxT5k9A+e8vsrq4TXDgfinu3IXBkP92EPEsTn5uZAXCPUnE+HEs8MBE5F14rz4AwnuH344l6ksiLxHVun1IneeHfEDeJzBc9rih8mT4TPVfVxIeL+dQUidn3/EojGnEOQ9MbyWdJPA671DenZtzlA8wvTClpvftWcg5nOHdrX4fynkHzzWmrhJ3l9wRhPo9HmByzNkDV7bELwyyNdh5BHm7zB2EfQ8wMG5A9LcvirNNNhl8qQ3joYmtzxgXCjk9893MbUr6kNg+iH95sSXxJucQNJz09J7QArNzHSWIPtKeuu5tAIEJAUdz2e+tLItflpjaKmOoHeQ5XsgLur/pbdiE5Zt7LljcxSHMhHXhKzkeDncFsM6X96HkPJG6eAlhK7X7uJYv4nkJBCYHVsM4zv6OZjVxM+XNh49z4TzdhuQu4TjeR/KwcUD/w3MPj2NlWNi8Wueg/ohzm7jt+0K33t8fq9dvKDf4FblIdgtwuKrS/oFo+WsOh8F7yW6B8S9N2P5Z/+DsrPnE93NIgnt5Yj0Z/yIdyYGcrnGH7bSxxePv0jwthrkUnoL3Vmasj6jgOMhwb4P1bzF0Q6EGLuLNOSxn8H4l+X7IEjlhs0Blxnt78ZAyDm6d3zW64YGepZBvEKHTpxEYAHQ71+MkPDvJMbVa77LL+Djm2zN+EMcnRwP8AmAtgv201biEnCvHBJgyMfHZuBeWdD6wl1aWp+rd6/BZeNbGVu/mNcu9AmTKhdG8D1pFVMMchnzHvPc+Pq937rH3AH4qF6GyRGwRbznxIVkvKGOJethVl0TPS04keMk8Pg+bpHBZz48TM3bH8Nu972Pg/HIEk8NfF0GPwF8NrxJgvids3Z7vrq4nA+2waK3eZAVN1PVpv6bnL8EycL6YV4D5YyeDr1E8CYcH8ROE1JjcvOMyNnyz5Gs5hguuc4fiejs55TwsORuDBwZZOUCzlyKtfbc3ibbjF3Gvh6NsuPA3GyhZjcXEhY4WzFk6I+UIs9RT+oi0LXZaZmFo3PcfKbnVzJnMriWHPhXYtuxcYiAqkOQPy+/AGDG2OCS+Fky2XIRIRRvJ4g7oc5dMCmlfrLhCclsMcbLwg0RdkqfOIyCD/ACfERPNxjOYHruxywmCJU6A/YmVfsjx4TvNOGemTUyPnj57Zlm3bqXnqAj425tbmkqI54t+C67LS5j5t1TxtvXp8bY+iS9wrMgdULV6vaavVkvFcqWYDe6wTYBxAO2R5R61uDqQviiOlkRHjZouGfqfb7LKBb1wGZjHsSKsd1BIuEcV8PJxOsFg/G5LN6zwiPqzyTblOEHpjyYP0ZIxxBs3jlvMHtfZAe7BAd5dAC7EjI/7ozavUgctgO/8AZPAYhuYMnZxgD4JkPzxJke0g4e31cCEsh/1Ey/tbfZ4j583UA34Jzo94zp0xBuDn92HE6k+AcPUXuJWfD3jbBdX7fYruSOQ7bOEI8Oo7S7tJgL5ZaRad88pCb0ZNuoDPVrsOOpNTsgqRInvG86UTZ6CAWtsjiCBzbecG9NoQjYd7+Yc6D1KizqCN5H6h1dLjIYkjXYwZGQqydGNvfg2eMI5AA9waZZA8DdrSO2+LFjrMuRCDZwzixTkLPqWMklDVzlPheHJs1QvHcPtdwlwGrMjh08secOQBu2zPh3C6EOSvubBMeXZaJt4mb4fK+OkH1B4sPc5bHh6jw2eTrJVevCEHBzNuJuH6OVwATOfQy4hsGemwN+bTe4s1k+1qcZJH4NJBv4qRkODiTsMtKMPa52zgBbrnJCKzPcMtuqYjuzSnBkJupKB9z73RhEoXe3FwjTDQyQRGlyAD1Aqm0HY3eLJ2mrrZPTC/yy5HTX9t1TrGpn7t6EhEU+YUvqan6IBtoC+0O3EVpzNWnmJ/ohu44s7zjOZUOtSQu7h4Br4kE92HIP7JQ+318T+QvYrjcyPHO9bLMDPpcAgR9cS/I/TcTvgvivJ/m4ETw5gO+yafMQJPeYTbWEPDhJyWI+tz/qJ7Ywc83A8Do+7CcuYt/q+lzB8t6LgaxxrEL01bu4j1E5LVnVtkbDu7oNuuQX9Vzy4sI3OLbaRPs+Rz9TeQhpjCawPW2eDj25GkHg3lDwexf385K5DoTkMTZan2hbw/Jus1g/HNjE5+TIw4o5yWOxg3tAH0HuDmwhzEjwmHVDmAmoPDM3PmDhsbXBKvWvKuHW82xASKcn/ol61cB/F2Rpc+CDQIMD7br4EjHsJ0Y4kvLpYexLUA3bbkYLYSCcfDO/i5kPLAYg+NzixJh1PaW6APzdGCgem4GbCfW3YNc6erhmH72XPpKjQBlsBLM7jlNCx+w/iLx3OQxhnin4YtDLp031bLG5jvVtAGh8JrL5ZfzrU4XiwxDqvgLKHic+8TqzkmV16H0Z3Gc1iC7onZ1Ttq+dn6fomneVsDh2x6qEcPoXAltY/UaHdjqOOBys7MbdY2/UmUP8SW6j9kJdm7TMeYTJ7PLpcDzbsFvh/FPG+SUluEqD5ullo9RvDFk+cYWSFiaJJx9xu5BAXxknzlP1ckeV0rdOI3q311ssaslB5OeJD0zZ3PrSyewcQHJHzP47/qM0zYi3c93MPqJ2G0ZVg2QEerxEy3iNz3vctd20lxPyDNXi4zk+OrdA3Hslx/UobnZMNLYTCG4GC992fJa92SyfnPdq3dq9D4E4sLlh5JlIvnEbcePi05LimbsHxMYapdAjAJg9kTXYukcIc9j7sjc0t3BnPVjzD86QdiTnpaDkEPLZUZvU8pu5wZcBf6vrVIcEqPJ6wIEEZB5VOMukPBl1ERnjjTi2Xz53xnNxRjyXIjB2U1Cczd5t65t1Lq18NPZEu9Oj2yxwz3wXZf7sCiY+dkhn4B/wBGYJcvMIXtGPACOjggF0TtTMczgK83RQfAXAaf23PCD44EDrT8zTc/3A9thLzk8njaejMkXgh5rCcFzdbMfBETNMBZGSznLB/uwfJa56jk2zx8rNhxkBxIybBu78xjdbI2auYJslnHqc9sH2kVgZ4GEIQMuyuvGzLhaOkPbGuXPuUMHzcyDG42HAYQfmcKZz2ycwZujEJoHEvZV1g3MLfTJzNieoZantmHORegXE0nwt2BfuwYbWzS1ORgKDx6zCQJVYDUtOGUgo//ADelDCWPQgx6epDOB5yf6tgMPKWY2bhAC9vLZRxxzDjjIWYnKwbAB/MTXL6Vtg8741nsmcHUgYO+2yOR2HnfLJhXPeRkXNxcw2w/jSSYviy4bHvJEGbidZmDiCct/JsQWLbbfpZJwgeidFxlAwT5s/kfTEpriHIusLeTYCdwqe8kR5/cHdxlJMdhYr6BcTrwGfOfuBdP3hyyy2EseXZmWV1nn8Nzx3E8vjOR8tt8Mx4G3Yzw+HJHjxHyNCEyOyDLWXwTH0rM/c756NhO/bsSy5PmY+BHzeYS9hMn9LE+eC2Y9hjNxiH/ACbTZ6DEbb/UhoFXCIHlvPLJ8KemLgOILFkVB9iHfcSAdzOXzyAlcbllqrgWxgQB2LAtecdv2z86uP2WlEQHC5n3wl1yAK69EwQ3H9TN8af6OoF+SEk3G/qEJxybnlwsdHhNi6bDLpVwvSJ7LEL23WHsRqADQnZhx7bo9TYx6P1rAlvF8IGf+JHnTcONeYkNLD7NJ4nFoK/WJ5mNwMwgEuw/7EtyEG2YgflUDGHiOfgXYZNIpHhOZ/8A6BFkII3JT0Hx4Uw0zoy1hbq55xb+lDcE+ebD4HVxcI5Zq9Bttp3+4ZWbrB73RihiBoy0mH2VD9QwHOFtQ50e5jg0Dm57cW1I04JyPslMnhpPJmI5df0z3onR/jYCmbqLP7Z0DF+3/MU0arIZdT1Bl6HbOJMyT9iNyJcesYC+HB+YlGM2PT5F6lqA0ppihiPJjFvFOF4D7XxYnD3LrmPDcpi0QdhEEuaIAvMs5GSwSfdu0PCzNLHIpv6hcXW37+3qbg2Y+oJPSdfZcEXdzPTdyexeoBEdDMZsQcz0MBFsjs4DzdLJE2cQBq2Ohqoau+yKZ8MhyIJ2pwTI7znABsHFO8jxAHXNYu45it9IYfFt3f0vQiM3/OgXxUAGnxcKwa8Jv67t6BA5+7fmHlvRcK583timWN3QvVh459yBRU7ddm98/EDpJm8TbB9MuXCOBh4seM35LUxL74RUsfTzLPMHNg5fBv7PKQ8c+G6XHY/wMz0zx5TQCWz9v8SPO8uyz6ZwZDe4Ri25hwh5YGCHTe3zHV8kx9ocmXJB+8gM4e/EWHt2PqI8bppAK7tgW9sWHNOMuB7jFkZk6o5vu2R5P3zZ3DI+JPPi55kn8xEmkNw9mUeD5yXeIuCcxR0TJmvuFslbfqAGG1zyCi4S4gSXNhu/EKJKpcm3TMk5b6Ee4yHqtv2SASbRmxX4JwjiKaBIFDcvo4vVCQOS34joQyOou7m4+3laU4X5gAJgxgFz2MMGGwh3+0ycuk2APbxmxpP0RGMfPrJLonMFRHB1metmCAn3LAB98svS18hlwgEZacG4RnE39SP6SM9g2A4ZKwNj3M8FvJ8+rKJiI3XmWePtk9eZ/eZ7bON7s6Z4Nt85gIGaKwTiD9yVA3sFkfpHMU1z56uFWd96iHzVXqcgztx/MbTTlYhPckwIvklk5BCp0jqZ8CDk6ThXA8CHs8sRFgJpMdb4xXRghjwyFVAhFgJc2GwKNgYNyN3LnIEpnxPWXIlXVkGuRiJCzLPJnjYMC50Ebx7uHdr5jbJxPxkQ2sJG/mYDGPHFibQ4SwLPmPutPjqOeW51xDfpEHCe0A/N7nC4+huNuQA/PijWFTLSSFKxPJz4M9zxcmQh1COHORn6Gcn0ZtyPuKMnF3EJ3I8OSBDIQpGz9yejxJo45YATDCrqQ6Lce7GNmHwgeC8WYFfRnMTcL7TN81T7/DcRiwHy4cH8wAT/AFEeD7bOE2GqHgGy1zJHOcT7DydJ6lM84vBZxO4BwjOWr0OVswBKn0+7mDw9/MuEe5D92NP3XfhocsZ/AZ4J6nx4XznN6gHwBKficy7Hjjx28JMs9Icwe54mO4yV0yGObnp4TumKn9HBYj2sukIwNZcCdl8bsAp0Ev237NxaG/D/AIhQQxyA4OywHJvB0yA1P5yNTuy5ddvVayfR6ZMY5Ky9F3rzqzo5aE52MOhNG6PifhH89C3a8wb5A4iHjWJNxDvNhw/dsYqntQRaftA/ZOBPmLQcmPzMAyFRtCuPZsQvU5QtBx5+JBhbA63Q4PRKGlM7COt4rkKHOXaHBI/dggu/pX5bqXRlcwj+dhflDEelRJJ+fic/NjJ3xvue7CIbmBx8PD4jztsxfDDZaDE4JY+aXluXZYWuV2X+cJog1jrwQUhA5LMig47PX5WV1xV9RY/BDdXbc/3rDwK6+vV3J4rgso3c9rGwJJvMIp6vyMjs4QiBzBSC5B7IsPMAnTcn3GHdGOmGMosrroFyZGHe4mhHH4JDN1Znk2xsYbObO+thR6YusLaAfe6HoWoUfl45fuDdNAf0gpI4L+m2zEzgYnx9eLqjkRs3CTgxAsx4hdMR+CWu7lBivxGc/wA3GyPNhgIDpmGzIHv6nkoQ8vonnROkhXx14BbY+Lrp3+pgbd8saR02OIfAqQ2d64mkYMI59WtZ95g4ecIycARO9h4Vie8GMEYx3zLLUG57X0QYQVnB1OBDAZ7fbaAaP7AiOnJgfEXA0ayI43mDUThXe3QAcBOgHak0aw+zcOdNN1bPy4OxupNfksOBHUs5Hfn3zM06n1ckN0jo2FACfN2k8XbcbIl3MjzvfDS0YN8nnGFksIDnuE1NzgbrxfwyxcAQEHvIQn/BcfZw2Qg87aZjPjsHo4hY5EcHPTfkki9QxXlFuBIViL/wgGmvAhwdG4X/AGXUcEc0OHpthuZev5rx/Uh3YRTDsxZ0A22qmnHFwv3ZDkHQGLZw07mIyhmdzh+7ueIUW3c7nEDAQQl3S/aWp8Yz1uRN8NnuLMhm68y5ndpEoEb4cylEtMXpCSODbbu7e4yM6sk4gwWcPMhNxhkPKGneNoM2EUD7xApKcNfDBaI+V5jSMfBkYPKdQL+Ms6ggwCjPtJ9jkaXS+1J8HCCZo2mY3M544tZyXBy4mYzxvhPmT78bb4fKPcMrXQx3bm/MPRZXnixffge52M8j4uSJYEOGzsr4ka4fC4DeZePRAB2pPMFMSSJgslhgeIL41l2cbHzwtmctB/luQL4h5udb3Vi+e+uMIENvqBu3ARf1hTn1IU2Bx8Nys6kjLPqXgGyuBbOS2sFzZmOt7ZqKGydZuA8W9t6eO2Xm08F9wr3bZqe4DnXayl723g8LHlvhcWCFmoDFU50/qQQo7hBzFy/ktSus4Vj0y3XIOuYKDCuYXAY5ctih6ObkQ0PHfmPDJD1Z6Z24iLhmbbzwLOYNyPGwvMB7j5gTpN2FbIy/TueN+Uwz0TLK5Pt480hZ3Ag9Fp6MXHF+8l3GFoY4bqwRl/SyEKDLo1Hgcl+PAF6ur1WOX5ZHLXMWz1xvaw5GDpt2BnMleB47c4JwIfp2dlgLz3azNum3Dz1OXV7+oRN9sGdzc5l2+D92xyjI18XAXSxCTPgkWvNmf2S+BIx4jfL8xzJwy5OvULayNN6ZiySO/ASPEnwYwvUzHhLLuQy7mi/tdB39IWnxifEaOzh9k3sBGzgL6cz5DvNvtMtzH0o4Fz0HC3AOQdkOSJF93vG4jxcAPSN7HZyMWU30/EZ7D0vUcZ75ctyuIG/ubzjnzLjCc56GyuFj5if+UpvLrrtixwO/V3sHHvE41f3wXMEB/ceBmILibHx+m/0pYNxm++5yvf8AuviCpm26hc7y4br+pcwN4LRnzJADrlecgtjoBxOeJx0l/sv3c09o5U5cO2LmmnORmH03yHdvcn6vUn2bZ3bHMtwwjyOxcDxwiTDbbT0n+8g8/wAeOaDfBgW1swwuyX8p/uZwlFx44aslZihHtrHQSxcwg6WxqRP14IP1M8b7YBAmXP8AlHIEbk5o/swM48e1xJkr1Pf3f+bLAWaajGdyemKic+vubMOXG3bGJuTRROkgTn+JhQ+jaJmRJzIOgu/mwWmQ8QQaZJDGAZace361zmAcI1fD7T2XeORbIpz13tqGAz0fuXmfFsY6PBJuW4StZwohTSYJ4iLsMAb9XcZaxel2fOjSY+8lMpg6uIQnrgk57nputlMGgPXcF3vBACtdOyAOjjoSNAk44tFDfzzPBops5LkZ+8k4RsTnpMVNih9pYjAEuN32ySO17CI0kT2uZJmEB4devo3F/dnGBUbEE2PgIUEf1ucXJx9zJrqCz5jm3QeZ3sTsRhdvvxjZZIe8cScOQxCRHgh/mCygf3syt6J8dw5JsIsY8cOzuWOfhk3Hls8L4d4Gzxvh6t8NvNjLF0BcRvxBmcSy5L2cLw7mge0R7uD3IAYblzl1W5kic2WPiO25XqcgMsNB+keBzkUtfSzwVkRPwx1kNJX1Jj0HLFPC7HZeGX3jMDh1c9laqQ3HUVDCThpcQP25tOVf1ak1kAZ6W+5UZLjYDtNxB7ifOydwukgK4HxsYGWsbnNkL6I8BeLkYTwJOZELxbw3ZY2JWxoiQNmcPUWDtZ2DqQGyaZDrmJ5Iszux6Lgt156bUPzxsYV4SyzIc65D8Ap1eXOB1ttwl+i9pO3ZOQfaXcr0Lv8AqwQB65WKzk52E7cR8uDdMxu+cZP1o++JnhJ8EeK62oDw2Tdvlu17g8aPUcT4Sw5fF1CXSqwr6slcIGQ5b3xabL9JYt4u+nELNUs/ezpeuJzyEcnvjb6bGxyz8z4G7cIwh5dS7acxxFxEKMaCfRJxsOlx26wUrkHJd3ljTTtzrufUwNCJLSycfLIsBIaZpycxOcly9mzzWsQXScLZeYdOT5AloEHN3O225DqWtyGwTzGuCB9LnUWbxF0unN0/LGgSvbsdu0a2SxX9wBcTkmEifM8EeEvSh/m05dy41oOdKHMprGN6hYT9OGb0n2SyWFnQlA98l9Uj/dnIssMBg45gLN3Eg4HgzIYmEExAe38TB2h39XNvuU+iXTntk0J+cMlw/k9rZ2ovph8iVBLfBC+RWYYYf0QtziYvodb1oX+iZNqX9gxp9DZY12abLcj9t5tXrJsh3Gclxc0abx/zYTZeeHbh8jz9saI3bvK4Jlw5kRfU1vd+2ezM3reJ4if8MiaSKE9TMOrlkP5hYOL5smXiD1dobkuJ46jwHUF1bZ3ZRHhY5suiechz4ZCTJvPhtvkkj87LfWwpqq/i5OMizpuGZDMPYW9dfK32XB8MhpvHIZHqGKxWCb7YZh9XTLQJdQ0N71wRUZSLvQ73BPNOPRs67p92Z3euCazxr+xCdlnVOOo1ksMT9pJrg2K7Ed2xAB89Nxbj4MNCDv4dWvddXaMHfImY7p8N6kgAB13YGEElAdlODwMhLCHazeOScLaskxyBjjJsVSDB9p7cLA23PJonaSvQdqs7bKbvOb0bUTOI/stBPY3LUtLPT8Af4uB/d7tqHcHHOf6OYMEuJmqx58DxFq+Anw2Up/5zWY9vHkPA3Al1kGBxL5YfCMxDZ7hkIubi3KLR4ef3fKHvxyFgC6L5hBGeUEen3A0i/Zf9r4EIByvcX14PZfxzmb7atp0BsncZXq8i5a2fDzLapD5QzlMjWwRzbeEq93/W3ImB+7R8F9dPwblEMYFyL6P1P6Hqe9uZcp/Mbt1Y86XPJEbNXokZzC5kni0XMeoOyzm9XPxY3mIHXfuxaabbBuC0TgncvN7ensmrGDAXAlwOFwfF5dlbE6DhOXY9XRxzlsPYdb9MmuO/VmMxwlr+R9YsFpq1tZbwuxnp4+zIruMBfMBCZ7ZECKicdwDu9H2mhIHlDyDG9t06d4T7+cZPn+DiZycr6u0OsdiznmfFyaD7mID8vQtx2OvaE/R/HIu7FjzsXnnMXUDYsyTEchx4y5LpDjwx4PH83vx3vnePwbZYsJmLkTIIwTPBlu9XML8y54WzdDJHlvMsMu6cyaI95NhpGMjTNLiDXyQCkbxzNhRWMY7Opt3KZIKm5B3PBZjpaXpkY04AiGEO05jsyCQpOYcC7EeuZkll048dSAH9bYaJkJyRsxqwZLmdcjBuYtFLATgWxKAyM4XmGtGOPBx1K2dSBDJxMYJ2y5txphsckBB0E9HG7E5jbDgmZxIyCzd1bDx3fwnuxQzIM/qjDn94EBlU3jCzwxzrpjKtb8WS0PzZIT00LF6TFNbBa6qfmJwM+IKEn9CyGn6uQaXCdTw2yvh78M3BiLfHtPssy5+nIAEO7CY1eDic1t578f2Q7YH830wnwAM6BLBZGBz7sGhyOrE/XktM/Jra22Ln382PmhhhGn5V13bwj9kDJ993BYBzHGTYzjZsRJvS0hN2HmDDmHhuC9WWQQkMkmRrLgh8C2k4BdMjc+Lk8+JYomyVv2jj9XuXLjYCOI+rm5IQaeOOY8eP7QSaXJHEBRyQhwIvxAxpLR2JYLLJzxrF1k509PSTsT6CRmI2y7IB+GH6RiJ1G1pvVoaalPcYeG3I4sYew25EaLCGPEM92YFEhnkdju9He/NtMDTbsezCeI3OJz9nMHOHfuOKNjb1j7vsJPZdcXRbJ7DufsCTyIBwzahz5c3guDcDgPibX76fptBvQWXdPC0emOef+C2bZEyNEkxw+hjrBIuV+218La5Kw8vZwLe4vUAfxzBsmhw4P6uAt3sJAONgKXPpHqCDdtcfpbgPB5sDDyQ7H4Ca3dLLI+PPhZ8AfAuWBDZeZmbszNkBZHjCbkpcXgz+/CA5fHZYxtEjH9J2T7V60Tn47nt3iFlg9WUlzbix1ccYjNTlbZTnwgmRHneuwn94/wD8hgT6NNwcbCRWx6lmnfiFmmyhVkYbMy0B8FQQsyAnAPD8wqdEiPy4YVPT/wAxFGXIj9l/qXZMyxl9rYfELM1tcHR5LRD5nc+4zdQWcJHG9L4dWhEXgxjznwyz567yc9AH7jlvg9+5fm5RNb9gItvUMNYUjk79kqBr1B4y6Wz96fxBwPjbGvM/RcRLDU8SuTYE2ati9f1Jz8TZ2ukNdlHx2v3IkMQmYzfeT1dp9xsvYJcQEQ5Jahb2XLr1vBAQabA3cuEWcF9G20aDdxYkFglR8x3Rwu9niTm+Cc2FLmB2R7UGyONwaEm514s/2RdZjKPNh5nQA7/5JRrgb9m0pcA+kT5oAjz8zhCHnLhOQQcWbD5tuAgMDLhsn34Nc+ICQLTHK3AxpHWc7Kq4AePf7iFrp664kZjj8XYo4DCAduOmI30HVyZqXGt3eAH+53vAvMfXI7e4spOb8MxNT0r2Frwaf1uTmEM4pzp3MGXNfBsI72HzAbKTyeTHdp3lfLc2jg6Ms4A1m+7I47Qts61yWID6FoQJDn7wakHbKZwR20i6hDLpzPYvbfuy9n72QCncmXO9TduvmZYJj7gAep8g+CTxoixsx8kdsx8lv4DM8HjeLDFrcwuDgy4SkY2eBlotM5xLOI5WkPA4yfTnYCGQhWhkw1aehh1XIznz7bBgZuKc4PUeGfOWh9Pd2xWOMIjVy+B5nqAv53JOCY/M68K/ViXx6s4zJdJw9bk9uL/UN4ObqFi+eIgckV8DmXSxdQEXHMnSaC0LtWHqIaMlLCC5exZC4OrEdLd7lhJVxRnMcmztKkIA4JUy7xFhpCQMy4OfHA8Mj9ReYjgbxIhWYxsI0fDUuHqSLInvXeSq9vldZnHidchN9STeS4Bwc9bJq7z+sjNaO7tNJQRQgeFQOZrF16bKwbyZCpOz4e22fGzvhlm+MR4WJT7nRl+47QzHuE15joE2ObBt/M1+98LDjzAHpvNnTh/4CBLnWDMnzx83zkRZdXcBESAHMQew+UY0NQYDQ/pD/uCEhvbs/RYqb9NePlbcGo8U+J2SBZGCVPlNlzfA516m3vHy/wBWnw3fqyDCXIeA3BcVkwTge2X+XLAo2G94yfI7h4D3Yo1Kq8rn0Q6emEY5FDwKBN2CcHxEYfU+IzGBbM5sBMgystI+opwd+7iNw7bjOKd5BsHunLDfuhRbbvi7LNMfdcGXYiXsfMcHpKJp4yWbO/ZbeNIkRHX0QdU1zLV+gWh+fDrtOB5tQXd2QOYebvOIHc4ZvVmmzUMP4hmvJ7sE05mhWXfvm20OHkthWBzeU228/wC4cDv5s+xD/bsvNUK//wAD4i8g4N+ch7RVZmLbZRwyw0PmGPWHfg/VzfBAA1NxlUhyDy0R8rZC2QVih8tjhM7lfw7c/wCCY/4pO7C43U4d7joCA8fdrbTOIC2XU8aeC6VpNEJEmW4X3Hh8B4RYmj6zNoWW6eHjBI3vyScQiXjZEOF3gyzjxNzlhPCxQciMYbqJkc6/23KBbnfduXn0dq7u88HQRA5zexq0gnI6bSAHv2tpoSdX4MOAxn4Y5tMejZPY6gDQn2ZYCzyyMZg+hw2p3MX9dNqc6DE9+YWreD/Vulyg3vhP7IXBuqtIhuN0dENHo7kcPgzJihyzhpbONJhPjITPS3gHT7Ehs4IuUnpNkuclw+QXPJNmhHl1X5bi23DJtH6IOIUZKOde4xr/ABbTZ9nCnYxN/DAlwtVg18YYS2MkEiwti3Sn9J2LPvLvs55VwnYfHpQBLnLFMBPC4uwfK5I29ISDXtbCOT+d7uDYG5KT4j6eGzHfuf8ARuWnyWAcOz+4osuFNeegm72ibkF1rRle/wDDA82Ox8RH9WZHAln7pOh83tX1eOZjRgYN/wDLL6nbh/XM+iCdY7z0x7kKPBgyOEd/V6pc5QcOLeJHIMBukkcLCQYBBOEg92s5B4i5zBxYNE9A3WQoW706yS7wu85zDyAHKzkxmYHHqwpAKPKxHCzPR0E5eRcGzGWaeXUA7jmfbxdY3H5ky9EPCPiB3qEo5u75iNfjiVnQA9AES/vuTNuc+BID0cAG1w67tvlQTkjQemOYDeFfmwNxiE3e5eLnqWJB9vzK3f0kQDiwqwAjMcSFwSUN0nzJMacwJ1PcC4AnuGyPHZ4w8HjJybL2ncnc+Dshgygc7McDiYe8NxM6vFhzertaH3YAMVyCfo+m3Zr+S7jp2QLgAnT8O0st4nW2OgqyHDmy69vPMSZDVyGT2jm05OPcAMB4Sa+vtJ5j5k72SezrJeez1Z6dRAPbkHm9zOHFvq2ziZW4uty5sFuEhAlysX97axyMysnLZMkHg6O2HYGNSL7nHgR00bJNhs8El7y4i6ObgZEJ7sMgPNnMM647dS42zrmO8ttnRcSdlc9T5iO+RbFTuQIqhb/EZG0/MzkP0Ty4ON3GMOV85tjA8PZhO6nPgcSOKyKjA4DXrSJ4P4uP0hxrw3niwyVnpepGG0tvfnfPWOPDpZtzyzdobQ9w4d+5e4YeXoS+4te1gxLhWDwNZVNVmA44pPFrtpx4TwlkWtxBYXuPHoFjZMvVJ74dr0LkGzxgatnXpa3OKMz0ftsHozTrH8qHhyJ2ObzwX6tOkDlk5FZOPU2QdpeGNp93Nm9wQlCdseWPEsPBE5zbnGEp+b3DDsfUGzIOeLS1HNd4LN/JIVPxLZd9HdeLGju55/rbRAg5DCTmAtrCRuZFgvI23pKnC5epU80AJkDOZ1TfPgzJ9TXmbixsfIleRjg9lkjm4FzaGnNznaV66vJJqOUSdgfRsSIN7e+YESbA2zwWUutYTlOV8TwORbXLm6rhYwvD8LGxyN25iXPWTAUWHefEyWdOLXnou1ujCVfqUZNDbn2T3R0jQ3UXPNzUzaA5z7kHNspizM40bYB0DgnxsaAr6A2y6nyfUhJih0PrU0aWr0L+ojZBgHCfT+BOJCqQVStzAePh8h07unjnIjwuKeZluVdG4i27Y5eAlIZj5b/i4L9+Hky1LR4ZLIyO45uyIpyAXQtJo2x8dZth4cZMYJekXGQ5UnM23GCFeg2Z9Xo+Cb+QlK6KVuFxPmaletjf9/ZG1v7qdKA9Jkrz/wAyldOuJQC8wkssy4cFpzULVg3dsyTPY2qtcjdcVPJyxl5436u2zaLKrnhb4ZEh+5fFcNPnJc3+kfLKyOURcd3vTnMwyIXMBDR1F02AgyDkI9wIyNG5GdhjI4dZnzIgfibibKYaGxBY7AMiCWhw/VhJkg7jYQDpDe5uc+Vb45a3JZmzwlNVgW2KBzf/AHGWvcGEPkMc+PA0lTCGGOLLSAtyTptXWQJnrfqS0EL+i7Vnig36vv3Y2MO3Gyb7PzoSYMwRmBBEJzMK3rblTpSzq7Rxt25cENvKNP0eZGmOnCTb4yHvUJHLBz7ndMA90X9scZ3jAg8fxN5AAoAX0S6ZmWJQXfd1NwfPqUHP0W0lqx5aSOpYXYXg2dc5vRB8HO4ppcSMAxZx5w1i5PAgZ6NY8BE7O2RBcQb0yIO89ShhoRzseOTm0K5FeXshbHbidWbwOHXWEZ0ei9TiyNqCbtwfah1Mqy04bWSp6cx3hnHew6HKDT9DClnCzflu9v42ragtzYerK4e5302e9Ew5aljMJx9baoCYD12wk/A4M2J0hwZJjJAZ46OB2NwgJvzKBNtkc9yQ2ERrB4kHt6kN/ExuxPjqEnkjxwbbbEss2yWQB7iLiMJn5J2ZbHu/2pCRgkfq7IY9T5CAufzbGaMDh6tYrmyAcxyMh0SXTwsnnstQSTEapMX1zMCMHnDzkZo5XBQ5PMDYtwL6tMM5tZ3fq/8AAm27mNhn4lLW7r2nDBDws7wTdt7BYEJ17kXQ45tZODocT0TEFz8w+JeEum6cFvblDbb3GMcXHidn7tDmcMw6S4cZ8vzcLLiSyGvks8WW2eU4ybPPWy1Mz7JUWPiaBNptIUcgIA4NzuEeWwaUXlM+r4IfXbK6Jkaf6kccPcS5fp6jLqG5qF5+Bx9jCB0huvw3JVbHI2yJAqXIitoceIyFjsvHB4gmw9m6W8fdssB9x9yJ5FzvEXUwm4eIhrPP7iWd9Au3Dhx1u3fmfOAcbvjL4h468euL0PDeb4s3HLjTS0g8T+JC1A0A7jxhXiGWEOQ4uewh1xwOe1gBQmAnP8Fobhzw3/bhKNM5ssHxDzcCJ67PAI7jxQT8PBCGc2PjZvPjHPALNLdPoYfrWTj9Y+JMGdLfmADHwD/QertDiHogqD25lgefngIDmDnHiX4pi17WeoBTfmUOTW4/5yFGRJpbPMVOsm6Ngn1yxgJ7h/ofZuSn5d07iBk2gdEe0AastB4goIY/3urCZgHFQG3acETkh6tNHFyFMqXOe4YAXIH3Ob5WcyBbd5xspEOKv0RNm6c2+DO2TmbMt1B1ilvSJMiOWRPZxcxCWDkP7Icg25c37l5mb4XcrE/T8wDjD6s/KGs4tXmx87+B454XsI5ssW3AA6tlf00elfcG18DpcIud+IO3tvcwrev2+zZEUth4nMthtmZLzvHj0wIFkHMxlxLu9kXI3NzB3Eb5VnXhlzdcWbNx4LcOLWcV8BX+ObA1m59HyxaHM6XA3HB8R/UTVBnMzoX4Qsg+FyZhuRWThmDBwaIirlsTFCYjQWdzprrYjYlzAehvdmKdQdz/AOi+50/UeBP3cl1vvse4XSXTOsO14h/ZuEBWkg/DOLccezE9LMSPOPmXTm0xzwT5fRhccbrfPgPdmf8A1z6jSx+JpjI6fT6YuAgzHPasYrFXWh0c9XG/8MOMcDHYt9J9f+WX+AsgEBBAXKdxGXC2wZKHbgbcr7P8Wz6ZJMvYnS0bODCU7l8Bi5z6uCvtX9sCps+rcJeTxnxwSWi2jqy++afHcGTtfeWn/bAj68BcYzFkxkLdc62UbggEnS+OLNvCbr9P+2Olk5ZwTgtoRnqHDtPHNXn3IcR+sjiNzm3DXuWcwx8DH3cOLqweg8t+Jc6vKpmz5G6ih7fnIze8dN3u6HVzbGgw4f1cOMnHgafxLMZtEvaI7aWxcJwi7Rpx8QcXJCDSdvEB+ADXv7k5J5dCJo8cHHDnNvHTmJe1h8dIG3MG88EFh9OH/i2nEPXC9vWfNFgx9mGrkhut++Y9EWNpnIjHOtNJht3ybIfb5hPQ48CcQInBcl1Wd5zZYJnDzvq+CXRNcxFjz8dxcsK6bBv0e/ZbjfKmBnzZjouzmMCnpvqFGD7ZVIj3pvFyU114+ZzvNBHc5+WCKHo5DalojivCxIckI9NgOS1DCwgcsTmSO48CngXzvhYcTeYepdZHOyeclLCVE4gDqOCWeEUs5kaMIDwWX99vEJpBCweIfzLpNx1w2Aw+MemThOozkc89yxCZ22WrDmdwM6ufzw23NxxZle4XGTrrAPA2wl9FzCREnRxHE98WLULvxcnc+Yxxbad7tkGXLsCASbiWXBnx/cjpHw23l9WFxWNuDjwGRgQWz6LD3mwaCyRGdiOT4kuuRQQEZ0BYMfBxtHfNy7/rH2ENwTHq2H6kgE4lscCm2fy0eM1X46mcGp4aq+iQNR2xKz8d/wBI3eIAZ1+mcQUkXezhuUPdkHTbCGL6XEGzsj+Y2HrCeLCpvjZ6uN8bmWs58E6JkRdCR/UB7sXm5iMn982IuQlvJxHb4vS3nwevAD3N5hLbnKyM0MV5AmEtxsmbOYJMx9eFwRZzxEng72Uk5QTKg0DIOQOQ83WmdCJVAdvn9XOB5gF1ndn274kDanpzcfbONTqPcqTAbnTLsu0ZGPd9pC8DLYUocsiwzkn5SCapu08EbtyfDLDxM4h8x/6U5OsPVzMYADrbrkIcm+9sqK9cd7erzz/7IChTAGEpPd2hq93SZH7i6hkQpf3YEh5H11JHJ4fA2FH4clA1Ycv3I3jb7qVOAlw5yKZ83UWvFh0u1mqj2sCJBeHpMw8jDDAgdJ3LsSMx+GauOI9LAz3hAgJ3n9z+U7y9Ry25O7TpnPxaIPTPuTA7C8z24YQZ5Li9yYI35fibHlM+COHGsrvGEnOTfq4mNjrXBCR6cStOMmh0xj+yV3vE4OWy+d3z6v34wIhpD6upNeXbISpAI6o7OODLY4A8LQ6nIZNci9sBqLHH4GSaQI9w3rwNpkM/EDmZiZhxY8WWFyS6B1Tn7LOPHIRkuXc/gQPMeFuv9xi68JHHkfayAE/di4z67vQL+4BgBnqNhvSLFUWFnuzJ5EwfLy6XaIw+ZMrPx3hCcMPvPRad8vR8wqgJzS7rssXwe0h3kOYFtrGccwoER98Wul+UwkdxfI7L7oT3YZjHS7OAA96AxYBf31Ff0jsMLEZ83Eccb404z7nxkKmJ/cHzNFvDM+m8vRxGvamhcD+EM52zYSIgw8AOnfH7mCgIw6x/xJKS+3d3Y18dsjzvl6IKuLz6LEiM507hvvgbGaQczB16kS0kz/VDk2QTLgvgWXwmJYSnlh8BD+Ib+iQ+JDInJM5nPgbcGehncDFNicNul9xolU+EQ/wxeLgAtgZ2v6J3vbxGeyKb4PYZVvMhb2JNBDx1BWOIAg1d3uDv6JdQ3/IhxPuOz2X5uQ+fE4HsBufohxpcgcfSciSPkB8cQdH98uqmcG27ynvx7towPOMPyr4I7jwlkMwbUZrtncS7WTExmnbdpkLWXx0LHiX85MGQQRHqA5WzALCNfiD9IDSPR4ROOj2C4kOCKf0yLEBpcyAAgBfVt1ufZYdCO/HwZPLtXgH1KQg7urmIetX+rmTq/MMYOhYKnzg2DDNepevC+QbYw3eyx+NtA9zbfKkjHGwnr5JPK35VcKqvPtgwcRM0zs2vS9BJIa5H4LsndMk8DmDLGxL6e4pLdhVzqeCEhcz2D7lWnwK/pk54+oglRj5VFX0uC0/oset/uP5tx7tqc4SsJdwfcNyQ8QKPsnPE3m45beYMt8b4XHgXF14TjwzGwOB5jAIAyyzlydsbGWYHmSk3MnyTxHN2HYS5tcfSXMXNvLxEcw492EIPc600uDnOtHEv/NjEe/m9pNxZGmU7t1XLIIcBAE6Z9hq84SngHkhc+3du42WoCm2YMj8Dj4jhcBk/gZ8q87FBkH6bjSHOcbwluaMs56hQHzcuESGdR4Huy1B+PgDviAhxDJvd/Dc/F1bDbk/EMg4uF7UOSJ7lkR6lzhhnc+m5c1uZem4oz3tyP9Lkh/oJQOof3P8AcfV36Fw6ddiR6FHq7qV1xkcsN+m1PaUBy8Ya53Aiu48G56ZgBO23cfjYjkujw+O/PMsEcdvzYg1YDLgcRO6OGR6lpHCO7Vgdg9N20oWJFQFivfkOoutH2lggNGsLQZrEr6uYL9SXFlh5fAbLwaYhwxylmoQzjyuxltA66/uPIx3g5iA4R+U3KR0mzxLnnDgh/pM/UwCUTwPzBDln7cRcvGQuDuxAfXEvq3A3CaKHNiTo9GTrAppDObdgeOEnK8WjeVkuqG1nBY22aHEWDL4yxB215/P6YioThcINvbZEPU7pGJvsvvyMMesZ3iz4LOCYQzA5r0WCEkDDOHrJ3MCaozq21eEuPuzZjo6YK56rIcTmWF+kLHHvPoLkNh+E8Z9XU4EMxKD6Pc2gWjeEQ4vZxZHpzaODfsvrtJtt8aXXmLGTIZEzOBL7h3maPguAOsLuKKGcgQ4supt0Yb1YpwzL64yH4FsHvnE4BMCeXxjxZ593x497bFcj+rZ6ezwA/wDN2jib4fjojQ5zN574iG0HGfF6EZ9GIKHJ5t8ctonvwy58HV28dQ8SW2xzBEyy2R9DrG4SrwBy8xd4jM8d7L3gghsjyR48Hs2y4n7s+r34Lp/9vMtgcsmuCBMJAFXqUo4MX4PiZOednqzfC8zFFGcS4TDTJ+HxseBwzcgBj58ru5y6rwThnuyepIYZ79xKkTqyJKc3MbgeT6lcdPuE1WXI2+Y03kT3aevv5IgjnuvU4vd7lwvZbJvIXIWMelw7tvYRDJdoccfGvwQEdAaAP5ZbMEdiDhscT0z/AFIC5N56yeuMZxGEquFjpoVYwNP28rOcAHvOIY6jOQ9Mt7piUNgUL0lgfexDV9PgFu6jcg+pjsIcX1CyfByY8AIIvD//ALLDep+mLpcp8MnMPEPNzDJ4wmIWzYr5b/ufA26SXt//ABngYPlv28PcOWZkE3cu0+IFmctkp5epQlx1O2cgD9AMykcyanwzl2/Fy6ijG7H8weHyJAH/ACzc2L9p9xOkAt3HYfotfmHPwELgcHVgbWEOByn2zw4HQbpOazjt83EvjiTY42WXNulxFy8hSaE/UAC3a5k+KuZ7UjPOEVwlwY8XOZsisBhh8wMgM47+L0mv6hMrhem4Lk3ljXINsjM03DSP8l3cEagcnvIskUnAwh6dXRZwb7yCJvUZgWs8+pM6nRDjefmLWvp/TNnQXTYKHlT1cjhwHewImGBuGJw+5hH2QApTma3tzaVrpHGeXSOD+iLZ8y63iHj9l9S3mfUEiReOMdj1PyLR/BAo/wCoAH+MsUhmq54Yo/s2Zu4P1E9K+y5Y0FzOO4rZcy4JeAh/Dh+AF4O7snq9eHN8OFsMnVssj5a2So1j62XCCLqHZF1lVYbxOW7CvXg92HEvpk6LFPi7ubG/eR+g2WJn4DyWkMZwTGC37lhEeDD8XfgPchg+zIQ6wzltQj3X+ORNPSYzX9pAV5o3Hh18QIe2BUOMjwlxbenOMt1jbBMsNfBDHmfomSuc2j9bJg4TMvS9vjMj6uSUeobGLl7sDiTE+Fm8ctgbZIHmHS4pPZzJ8sYLvGLGElI5P3PHiwnKtEyEGfwkWlAimfO3J8b2Mb51iACPgeIju3JwNxhXffELjbz7g2cP5gVd/uXzu4b/AMNHxCPXC6B/cbcI4vjeI3NCeuC0wc+5HwcyR3YZBYgN16xPOqAYCMI9wy3AP7td4n7kjmkM4X6IoHswfYgM6xyWOM7Nsbe8Rxbt8QGW8jlxNnuOWWEnOXfHs2OfDB5SOY47tPIQUZ3sTw5M5sM0Bwe54NA1cuIvTAPqdrkJdcNUnM3a4rglg4ohOESKHPFuBOe+Fldj44mTONnc8IhbPjwNg92LXM79xVi/U4NOiGKz4Rsvr+hHX/o2Wd/1QpumtRv+iTyoysDk2uxM/VZ7/HF/66Trwh+lgX+na8cP63cFz1zsEt5OfLM0Eue4m/Di2HjgcxfxMnk5fNmYQDo3LBwyLAJJBhDn4TEbRftwmxc7j5n1zBZQe/I0B/ZKTt1J1txcQDHQMISL3+2f2Za/cGYYg94RFrjz1d2AXNH/ADZuFA2lj2AQ8OQwZcJsuSVZcPNyWJmp6k8CxJqMc2+LgmD0J06Z/wAlZicu/Vttg8zmmE4LV9PRROEMUu1wmR7bJ78b5yyXi593yQ6O/SyNr7vol8tuJZz83NavhD0zxzOHBbX/AEXy57sfwcSYcJttvjWHNhthpLL4G9kYuLS5T8p5l6fF4HJ1ScHeBcnqybZbiCBagH5OxEwwCfUgzaBSQ1li5slA815M8xlVt43OvljRTf6Nt0uPHGZycl3FGW0wx4gCN5epJExJxh9Mp1fB6Cy5zojWb7s6br0HKxHthdaQMd+yu1uXuPuE+LX0ibyweGLKQFh2z8rcPcFDtr9QAxiZ/dxm87/rkgnNkPb9NgfCad3mJPZ17H6iSYnQdzSYs4d8R3jIHT/hZCH6Gva92zA99htjL32YWH/cHGCdwN+BPqzCzsPhLJ2ywf3zebRQihxGcT+jNlsjJhd47kztxDuLfByR34shCVhiuv8AxRgPr/hiLiS3PxJnhGxWGMW61jWIz55krz+iXa4ILgZPkytj1crr+Jx+81B5J6vI93FG8rE1rwMi5d42BWGojc3LXE1iI3i5fGtiV2qdOcW04M4jBF4LOz7JXAgP7lBCDekgKh36l7xujmMgdvxMuOPafq58a8XLC3bvi1jwNDYXgdSBw3E5Obn4weJeXbm4XN6Mx3nmDkt+oZkli4nhxo3eIvTYbD9Hbe9GnrLT3gc6e4TvR6+dhzygB9MrtbvoFgY3jiD1/s0WT90XP52Idzisy+rzYwTnbQ3Vk8AWeTORvAO1YqMwO+B+23Twcdg+9LFcTwnJ9mX3Al2PzbYac2CfR8aRtY3ot/02OejG6uA19zTw+wcP6YZXLkZbMFVr3d0ElqX3CZ7tY+vAW3D3EPu+UaKuxnw3mHw/Phv+0v4M2iEvtHmJLqSd3bLZc93xVyrsz5safc+CT4LDm9suXaKjZ131LQNPcmwrj4tJnLvYj26PzarAfdlP4Brb5TDH1AWeHlsjhZudyNYn7mAb62E4PXo4i9Lcn6TfNoxzEcrOLBswjnbDXovcT34lu343m9KacHghCC3h9SnNuIAm6/pFk9hET2FhyS/RsU253uIOm+DladoB0ReLxnEvUPJ4wnS934nvgTnkszxVzvzBRi29RRo3E0jY+Ne5WcuZTt8d8ZsN721nDCw1nVNnc74jjq3iHDKOeeYTBfnZCM/AnDG3CzPfEcwppbb+bR08XM7t/Nt3mYcsbD3C+ZrmjDWbFiPPZS5Xf2zePUrhHRiCUA5l64DaN+0KW093b4T5QO/GfVkWnV6n9Z2s3Acwa8wZordHNjzwxdJtEQwBNQMUCzT45k1/c5jLBSpwJ5sH3jctupeeetgvhzy/zaL13Zh6uSwc7E9Q46hzw6dShEjLCwjznVzalv5WnthJ6FJb5Q/m12W53DiR61a88s21w84zBmYW+RsbfBNnxrPbZcJTPAzOJ3jxqDBmx2pIv7PCJkLAR17gScFk6gRpelTkkNUjnjhvnDGAMdTjyHu9AMYRyNwmXJP35k4gbIDm5sFM4Mc5Q+W6WAsKbuZ3M93gtczB3FFNsnJJtsRnlwpPlzR8sfjE239AYXt/3QDKfUDA4f1LdiOYz0ef2kRAO8IcEd7xAH6J5lvO5B8+7jwP5e9kAPMB31NXAsm4wRgZSwHdwA13bkAcx9/icY4Y8e/PYufBuMSzLKHjoaOVHoAF0OdyguOpL1d/jILjzswlBhMGD6ID9SZucEEk48t6KnDWVY5Vnzcu4l8rK8H1m8vBuaXTJnoVP23E47WJT0BOk/ZGVVV9tiHZWfRHmCb9rg84i6CRh3mLauS/k65k9ERyTpMWznwLTG4pYs3m5sAAOfLhAP2mTgPgslx3zcQXKgHRMb+rRhBrG4ZvkAwXfQXxOpG7ZnKsOBO4nN36JExtC631lhT1+Jz+JD3G+1dLO4MGwZBWPwh3cBJN6Pu7rtwCajMO5ZuceFDYiIOPi1cNm+AMIyeaRA+Uf3BA9YlIHE+Y/Fnk5Y7kHxiSQVIQDMWgD72+yEH8ORxB4wgc5LNPMO3DCNnO6lx0slvze/i6vDOIxnF2iMcHB8ZbgHsOSS2EkbW4TbHn5gKAHjLiwMD0LpvEpOHpkdd7YMJ3EH3A3N4nnB9r/wBk90+fXBmREx2Awef8w7Ls5c/Xlxltz4MsFv3MsLO8ls3j2S5jedbY6Pf8SIbD8MoOYjb6Jn314l6eerCRQe3MddnXDxkb2s+SEM4T8ZsEuMcRnHHyyIcnNVUca4xSLCHA25h/syoeE/PP1HvZZwn/ALtpMOLycH2ExATGN+G3w+7Y5zI8ksAX5gjeJNw4/rPTEBwyXeKBF/oJyaczHjnkS2Bcnu2Ybp4X4uCfNwN6heivAGJZnrwpbixwuBAYsHSbsonE3fAJLy0ezcT+bdz93J+dgRk+vVnNIdsh4gEuQojiCJ7mXFWj7j1M2JvXj7w7+OENWB8fMR8ptjWcrDmOOOGy0wwOZ3JxxPpGsyeHyX857g+usDVjqXpbkL5wAE+i2o5aO7gdE9EpQGAOlnt1ZCMdcepch1K5uFvnno2nlZcuHLYzY7LWJzuT4OeskdQUdj6hWW/EI11acjmpf3K42zTY1IBCeaDlzsx2zI2HicTqVZljAifCIPmMHm4JGNmHYfrxY+ANisngm+pD2QPA5Lx3LwbMdhdW5ceG7Mky+bH3+220AH1s6GJkcsP7uEHVw/U/EXUypCdH4kxxDcbu8Y+Obg6XU2yz6s15J4neEv1Pzs5xXJM4nJzCcSnzJY2Z6uJ8ZluG4tXFN5y0bDhONVHjI2qfv4ktp8SXDAg+SVY2BvPiI45LchYjweBs1DczmWYcvD6m29b/AHAo+S6rtseheMebAOfa4XH4fkPdosN6NjTp127NR/q4iaXrWojj5Z9AvjS2JzKr5Y2s5mZpNvoLj6j5WCUTrWSx3qyx4XiHj87D5W7DU5tCq6o1be8w3G5HZZ40I4Kf3JGZabkHimHsRyQyyGFEPTC6vRKBMt/219R8sx4iF7hRBfFKgun5nwy1Q0DT2Q9i7OTo/J66IBd8pZ1WPcF58djMPEAJwcZ+xN/PxMO7JKdxylphLA+M9Tmzud24SDtmWhcF8Gaxkk8xwuLI4ZcHEXrrwXQcRbS8mDMmo43ULqneGzAh9mYlo3Zt/Hjw3fnXwbIY3Dq3EwTo5zNlhs0F8R+CXCGzx3dPB42dgfDvjfOMOG6SF88XH97xhcIeQ8S+Dx9UbsAm3PohcOIOzxPw9j5HbXuzDOQ95O69X25g/pbRjrwfqXjwQT9qSACx1AxoX+XIuS5EnmO1E+Yyck7Vp9ccb83NeD2DiTATkemCeJIQxNs1wvWvR/eDedstnSkID6cL7iiOoeCRu2duEgnRuzNae5tGkNGwHih67vcnDWJnvemFcB3QmVDmX92v0mh8pOt77bq1j+Y693o70jZnOZEz4fP8ZcfNiWnDo3weSQ5IX1G8XdWY/mK/Bj+CXm3wYQZZyseC6uH9gwab6k9BcW2wZn5LbmPhXLOuMnLhBUWupx5Mf2T27h+pePbmE04mYn95G7EznKlDj75mcvmYxyLnrsX5r/ZzcBvtsY4I8tc+CyQw+znHZa2q86/rkbeLgTCA73MyFVjG7zjiDs5ifOEkOG3Ps+Lgb5grnM18b0jsQDzVOTJ8PIeQQcWY8O2z40sORBkt2lxI/sR5E7434tjtz7uzxIF4yECq1saDp/NlfFdX1ZDkzl4Rg/l8BzzYqjD4viuCYKevZIHW85tJR1c6kl1Y5vDcYiA8VWnPqcUSCLzsGYDHuy9G0XwEbo3vFl+/BDHkNfieuSjjHguqUhf0LhmGPhR5Ybp8JHggnEE1iD1+/pj871nfUqQXRIx8THDXI33RsOHNFzrekin9GXUTABsmnzdribmcyo6RVsE589xyyldYmexyIHjeIfA5fBdW6tszbZYrvtQkAycmyi9WjubJyeALMGq4G0AYZLixaS2kXxPcDg9dWc50eoq0fcDnc+3OZlj9twQeDY7TM6m5A69W6vx+xTkwICxNzydPWxwVEo8s0+ib1xEdSwK/0LO75hg391opDiHS2HHMg4OsvQ44uRhIeoTNJmc3I3uHEPNw1shzGE+Q+I8OPZ8RQdZRALbIx5ZY3WTxDZFyXCBkzLlyJQB1W54ZcXUw5hae7pET0c2Vp/CLaAmfOZZyh43PHL6k+YEeInCw8e5FnNgHcunKHxqT+4xxZLG5zkhptcuDYAQR42ecuu5j+o5Q5nthpOlDUDHzo67y1COxedl7o3pOT1en3MXBd3HPzcnfgHIPD45tqEh0xOM4sUA44bKAOY8vRymzc4ar/wAQx0fktlU+wAAkxXkzkAtXKHLpGk0dl3qBd2ZrBxaA9j2QyE7twSS+pCK6kpLmeOGcJtPiIjTi23xv1JvGw4afMLNZX7HZ5CTqd9y3QckwnH0s5ab92kGciEyBKxO0DFwYj5iRzPD4iRTEiwg7I039gJaPDgAg+SrmQVMUeCI42B4S4djI1D1a4yc4nFwf46y2zHpfUNxRu+pQto41tc/hYiq/CMDQD/TPsl9xZvXUh3Fa8k5WdbAflZrWyGD5y19wfRt90hF14idWjmWGQmtNicgF+WzM15tYeYNiN4QjlGZZJgkbaKc4HDc9oOKHhEcRl8L14ba5aeHxtt8HhaLk4O4x56Xok+UmoRjsjh46nknzsGBG0mPEeEc3guAlLS3wzGQhemAnkzcLLBjvjGWFzeSfPqXh8O/l4nkOF60F/wCr5rDg/qScs5w3Y8Xz8Rhyd3myRsOv0u/qb7aHOXckBn8k3gZ5OLmUZz0e2cHnqeibGW68ZargdyeljbYpeAS72ehO5dHe84HE3CQ+lY4kd9bMhadeHB4spIXwLhkyo6MQlmob3cyj4YJ/O7fnYcCjw8HzLC8Ll8HridN108hbnBzdqAeJtHt+wg6DX3pbJVeeJG8MofOb+Dlg0sOW+HhwiCSV+HVuMBY5dWRmcZKh7f8ALwS63ERyWZbKaliFeDZD6dv7kHUOAcEciWPOy5aI24kTFPXKCUAkb46D4JmQFjvbiwkxrcST1PmADXqevuSDig7n9HUzjZ3ocEP3OWNbHvvc70hgyFg52EBPP3zzlxqCnGafyzTnTvRPkLl1YoqnHuarGYbyv7yf5DTdOG5d3pmCe3Y638/G3RcvJWMumagR4UjCsyfcgO2HiCGu+jWTBvYP6bFeeM4cydS5b9rexokDyH624BMPVy13kjzY3LkWwGSitAQcft+36QeTZGGvw/V3uqODSv2sxgvBOk3yb455S5lrMIZYjADJX/G8TjS4RLuN1hoVyGDkjkUMVbx6jrjYWgAi76CBAlxBD4ZF0Ru4ZDeP0IdA5zvXfot54vKcklJ/3MyuAtpcByZABovPLNLhAsAy6RVCYVMaYVB8S5lC4w425azqPLbL7m8wmBD02XPPuMg3Ix4o4viBOJaWOdifNt7eC6eG2+R/eXLekvlaFvg+V42ke5nh4XPweCzFOlzDln49m+HMm/Sw9/25/wARaIP6V/5khw48RbRfGBaLjRyZ62BuzsySPk45lzZEPgPsl69534H9bYnI/uOVPiw72Ixs3bEAS4A+5jg9xq5ZrZP7rHK3ebsLMi4nJdxr9EZnURq4QcrASHxJJdLguS2Ox8iA3y5LMy5LFv1PaQ9SXvwAeEzkF0bA3EyEt6x4vOslY9NvE+OCOcGP83oY+F20Jw98pTln9y9423Q58ia6I5mZi1m5BZaZPhDDiQEzkchAJHeVm+Ulhh8BPbKrb/uy0gGI/wCTKIPoWaMfqZgBD4+IoR+VisbmvzOsKvSSvgHxc/i+e4PGyehgsPnwNxLwQ/kSlKigO4SsN2vV11u8rcXWGbBCAOlm3CTPlwH+70wToi4Bzij24D7OZByYlvZE92/LDq6Zc3AtEOFkYL3AOr6pYQvOzhDO0jD9S4kSdxucngcsOHkZg3E4iJ8T3O/of8ETB5dpkm2kubuEZ7oCde+reV6nFC3TIcbJq+VyG/MSjeKGZMG+EZiGcq9QnjmY5BvUQjLmMezTyz5tFIhsXJK54IyVeTuei1cbOjpAEGw2bAv3nMOmX4YA4zY48R/oJHR1au+/BMt63EZA8Sxr4yhKGOrHI/L6IXvi5fRLrr40PcNlnvRpubbwlhkwPz1E4b4RopeGZ6KvhunHf4bzbb3b5f3FxMcm43EJn7jl255iX6n8G1D4J6g1wjDmcyXysspLdI/CuU4fDuTdCWHgOBsTHZdPCl/D63q6jBYeWsjMFJkTnjIchDduA2CMfPeJAMA7SOfq4I5Hf3cgOFh/EMWq9dk80+kKH1fXoPDaUsZw1YHa1ggLDFsjFcSY7QNXjiwV/t8wRxbMmZC7OXxE4bcXufsJeHzMir7LlYBXFvm1MywyyjDfv5MFO84Rxz+2xQSDg6faYAcoD8nzOtzj7tw2DQ9stZn7bYHqZuAZciduUGGq5j6uPyM1STfwMhPnw9d3Le3/AAODxoDCwLLHkeFdxQ4CIOIay4+LImHwkkkcPg62IbUNB8pumf7G/iW6LU6nSM8F/BkcNyk3+IJh6FbNKxud0IbdeA4yIvXv85ZBGOPJkONpR5gdupg+I4c3/wAtoecRWe8D42QFfOznasqoLobOPZ3WGSDzJpekPywOPyYx+Ja+nESAavufCcZeuFi+DE3SyIrWNOZY5sYNk4dyqk00yEFHOuNILkce5YzmdCRfo+2KtX/lSM9/+rG8fUQ870Bc+0erTH3cRPUo5Onp9yA8eebbDT3rxDpcHLZiHJTeIoZE4Ltggdezgtgd6YuRq8E5MlTS55B/3LkCsGHBDVu6Nxr8/olydV/VgAFgeNF66t83uzEGyxzWUPf1C+e7SDEm8DzrJl6ZdAEcev6m4GrkdsfcDcocvsEuO2yDkP8ADZ0+ovHqAbeRXT3bO3OHSddk4gB22xllg62rC8XCJyGMDcnQlHnpLvw5KR8crBj5F+WzJ7sbhebfck7ENWSPhHnjZ+pPJ2iG+GXHc78ghmR44jmOomMTFOrQwP1HPIXuABFHEAEdvxY/ESuAJ6tMx9DBSZAgtpxImXRLW09i0ExqoYNhIB1KJmoLdmy5xI0YbdntOIXJfTPmv5ORgUAha030FgY2MtInbvYXKdZAcTtm7TblDOMjhuZ+rbxMSJEp6kbqZbre3bsLUAUbirt0m3i/bGHxra+FzIfVx8W54ZOIW1Piff1JZHdmrwmW4y2LczIW1k0i3cvd8MnF/EaQic3yvt+IY8Qd7t46+PhGiM63eIzxpwkkOnPyyDMMuGUnwcv9sOw/mzoYs+0+sIZ+1seU+Igt4b32T6snnwaMKD17T6WuVXjZ3wAJYcEoHzcyB8iydMBwAHECZjvv4kgRGpa3O8vln3VzdtRcfF66kC5Tz3ZYjm2+iPp4DryWIqL+ghgMzjzpb4/mCECB6bbttt8bscHN+2I2duM3YHR9Tm5DtWBwbYA+4sUmACrLhB60KdmDOUDIB7tRY1Z2c4aB7E735QJxdxexIJOx7Y2SuSufpTsNtpAmSBE8bbkDDcpL0tTLc7lYA93AOlOZPGc3rwyMsywtN2RPceXDx6CM7dRNy9AMLZWwrCFl6H+mbQxC7iNsy9/3beHrmHHb4L140tu248OeMjB8FnxtyvosPsg33deEB1yb5evDA25cRYvUJvz4cn8DdwN1ZvHYkXg6MgXJs7bDj9zcGZajyzH8FbD45V/aB0IaaQ+7D0KTzMl74m6GsNoHyQWrnM0NfuxYOfyjCDy6ijkGnoNuA/inABcy491T/wBpbROONMsvHmcmjY405nHN9y/r7b5UCfoI2vJn6I4ftBBqBOYsN4g/6h0mdwud8aE5xYa2hB9znq07sTiZcvzYc542tc290Z0G8NsIgXv7tk7Hj++VhIdNRbvF82z87xkAy5UPneJKkz2/NkiYishD1CS9seV7IO1xv+4/qObQcjYGNGDzaq6pgGZDakQpzA8YcF7PUFLjk/qFJAQJxtnhiPCTwS2NimG1ZOCIljhc5YltsL9emzJtwHLAHrWedvPS3ee7BdnbM/YLDZx2Dk9iHilvVI1AOUYJuX5/6W4kY4cez5jH1Df7nAfoIsar3xE+JoH5ICR7w5gTwa8yFnJg8nFx+YPZldznHG8WyRG9WcZuQ7lucsnn6J59JqWuSLzDjqDmyw+IbyWC2KWl17sg8Ivtl42Zlp4jqbuOifZ4RAb/AHNB05qcEQ9rBbeB7noUYH8bYXbh+5cyqLztif31DMOZM1zHaO2TmN8tGO0HGcPc6fAIYXGPNGOtSjVvZrHvtDY5Dx/zC25g+89SoXLg+D0eMGC6XYnKlLhAP7uGeyKXM95aF5lvO7AwdXhsXY4lsHuTl3+p29XSm5Y2XevAlYFzDpB1Px1w77ZNmR7G4d+DktLnq2k/VvgTz88tnyFT9iRIJF2XcJYWpeiVgJnU5Hl6+Gex5d3zazlzdyqxVAoNS4TI8TIyBmCs0nq2iXuBvueL7iR93tyHBc9uD4ONXxHERjp4mRwfCbA02tZbDuXg0OxYY9iHKcxhxiCvLwy3cnfBauDrHhgg7GWES5A2sPHNzp+m+09E52fHFo8XvJAIV8XVokgGTABYzuDlZNev3EGvLCerC1PXg9Xce4RHCG9Ph1wwXwKHmeJ2XUvch3MnZHtiODxP2RP0SB1Flg3ovvfHnG25tfIXUZzzH9LQ427ZOR5aS/VtMG0ek3i9QjS3h9WjMGe/BhHq3488ejxrG2vBvucznuxsiLOl3OkG0E+Dr4gY6I3dXnotE2Cf1Pk5RBrjR9dQHUUk+0jw/gbQ+nzArONXe2WHfueY8a3F4u/PDiIQuBzIz1n3IQjw9hxByCuedYwI7OQ+JFyOZyZnOcPIlmI6c3Au1tocud5aD7bKSCkPdG9r/VOh03pgtYxAYblS0t2Iv8xr423rfO82+TyuFgPC9sL9JK7L7/ERTD5VHCe/lFGQ/RA+QfNnrEGvAgvS3sb6x0gkTxd9OyOOw3a4RzK39xMCFczktyCrKhNuSdbZXhvNhQNNSW69WsjcLRojA54OD3zOK6GEH9PEDeY0gEv2RPMExpYZa+ZzdOQcbHFooSOW4OfDYWl6AiG3wLswF7ccP7gf0ep0yzxBNj3ehi5vX4bnlnOHzrLe7RQEnrhg64nxl3AJjy2tV9I3I/ashxb9cuVOezp8vhfvykHgnKfdveCTLjnf6j2HdD5ep5Jcec8bNjHcYxt+YE80J9DV/by4/wCJMT+TmN19PEEYXHBMax6iBwGz2B+y0XJneLKP4pWUTE7XH3CcZPOV8/x5sDy3LRdMcHHYNrA4jeiyZDdpb588jr/EZl6D4ccbHgT1JZZaLPiB7IKpek47umycxNLlQnX7hgS4TdZ4XwDT0c9yciQDxCWuteA2FZgG445O7IlAt0L5+C3RU0MEfjmR/HBzsHB1IzVEhA47qfA8PMaO2brhVkBy4EeAcscvsuD4jJGWRxGWRIWGeMvENFnIT2AWM3jbNmTPHjY8lsrNHMZKDL31tu2Wvdx6LB/dhcnwuKnSeHnslcOBY8mocktT0TYEfUB+JmKf4jAfQ4EzXfi+z22npjfO5JSPK87Yj6ebng540ubPnNP4bcHvYCYsMTZz7/W7R7U5wTIwphMHo5tGcAxfmC45F071DFwKz0euYpT2BMXwDgv06nNoNwLpPMmM7vi6h6LgBJuQ7OrnqQj1upMcBXA+4YYF+IsJ1TkY539MqTcOMT1bJ1i3eC2H+pkuhP0RHfcg0Z/AT3T+t21wf5BnCV8odxliFyyEAE6m1MaaHz0zembPweF0jH1ClnSWfs9bG2IKA7psfIuQIPCGN2snGKyITJ4hseTNq37J8sQXCQJ9G5/8xL2NbAgZRzaCCAen5YACOXDrmJjA4XpLPR1PYvNht3wji21f1Kzbbb8LfHS/3p76iC7bFE49lt9NC1tZ8k+LeYT3It483h+S238CGwrYeoNjsA9W0A5Bo/M0sOu7OJ7i93r1I68HxF0TevFlYNZMMnDh+4OJ9x1uWRcbTiM8SeOFvkjGvfDbewOtcWbxyBwC7vFxMcHXik2CCYng2PBnzYriQBIwePT0MqvoG5c59fE+D4g9NoLEHwMuXjCpGDiw4tG69xbpe4lkEozC7+bITXNONbX5teJemRh3YT4fuJPafZOHYXqDAe5hnBJ9TETUhhlhOOznu2eLbi4HuVHQ5l1uRwWnuOG+vAw0mOti0uWF8xxhfOStsZttxlll78DHNnxaiXrxuJdp0bfrbp2Zdjm66t8qi43uMAT98XKNzLCjUMxKEf5hflAN592bCn9+5FOPPglxJ3Zb33tu+Ni+W0yQjlOSBk30QEOj0M1473xiC44xgBGrGoOWDI+4+U+PaOQC7DQODx9TCjOXiT7yDUfNxD2OEk+whF984TwXSMvEGBKyjsrokHWPUF5/LfHHnmJ0hvsifRLm3bLg04ZyQfnOGXrz/QzYZvqLi5fbeI2vl7YxB+ZkH0Bsd/NXEOHzrAT2WZdW+DtEGfa679bcHmfRcdl5GPTLTmy4I7//AIECa39GRuJf3Ou4dB9pAC055ydEhiKSsIdm7JczQSbtGIoln5eImZMHngQjovaHnwh5eITwoWhfAS0lDl6294ZKMOUmrKPBPJ4zwnjb6/DeNfBJwkOfU8DbMeVfm0N19ngdizkcA52fD9mnLM6Z6OSB7sPcpA3PGXw2b2fgI9Qcj2bZlZd/hiD5+LfLZnUWXNq+MlADVw/M4wwfU4HdeWAdSkv7+jxGAHMl1auTA89oo3UHIqqrehup92xbjoLmBJF159Gzpb63D4/pOGTXefkLMt8pgK/XwP1DekRvkfosgwxnjPDdnm1G3n+L1lxvuXJNOddkskeO5+VlEkN8YlwSw2nlPhDleFi50jsKnuG/OAc8p7ZIXF6LXR9ZI3IcE4DlfbYnRZ1aqBIHtN4s1Y2T/olp3pH9W3bC4gDTnMkcMgvMPXFzDnqFumvI/UFmfwhBpGyDD4dSFhxZJdY23Nqt/o8YLS5JqJHieazlYXFIUuGKspnQf0ZMup/ULpJSnBadxlcb7uLcWxdjEeXBZusKd8OG/rIc+DVkNMAgrTFDcAn9/sP5xy8typzCeF1/5ybm9fzsJdZzzOQ+5Ir6x0ldVkwmnP2wcIeP3HW8kXINMYP7tjF3MTNPm6VwM5ziTU8+viyE6kQWLembVwy82o3CL4bTxL4NnIfr8w5cA+M4tgE2DAZr/dhb5zvrOES5GK9/EU6A79pAD9DYSNYTrUaDFhzbnmnyZlxOacacmWoPk5OBkxOE7WIXehNkf7pAORUvMgjJcPhZY8tekPUIVbyn1LXz6km6fUAw+n9x2O4xsEAXfDov6jR1PK/JLJ1nsj9h3L725GQwboWzJgGUMsu2ZDhyQfYZYzmQPQEOVi8HrLtf2c4/4ne61phvxESHA1W9byTEgLunwQojGCfviYjONnzL5r9x0vDWUnPD4lq3Pg+WzY/68Idtxt2QfJNw8PKttjfjmA3fyUtn7cyygWF76BHiOcqM2YvBBmEx7BnyTTla4YHvv6Iu1yBcvOQcFzvVriLiWU06gnkoeB1N0y4M+MRULCXOZz4KdTVzGIvDcce/iFxX2CT9OZEaOOcjqWz4uPIMcZ4E8HNjYxh2+oj9tupTmOb5jk0+FtNHPR0ynZJTHvFzy4LExySGuCfGWTLHyIcxVYMhwhSizp0SdFt6IZ3Ybptyc3FN2BwExPbPBeGA6/j5h3TE+RJ5cj+m+BEJeEb7VD3pCeqSBznwdf6bXXMN2dE9+f14Oo24kTIAJXb4eJ3za2fQ4fF+r/JIJsa2ZHnxrB+BcnGxvjZdy421uFN9Tnh13A4tv/B1zYDVak1/1cgTo6mk7mdROt4WE5l924O39qwNDfPdo9S1rn9cW6xbM9T2TbLbiN2cFuDnj93T3fxKBwPiLg2cXGvYm7A8r9Ako4fGnCwujz53Nkyq4cGyYHRMtIuXp8SrZ7Ic7jpscOxhpknn+JuUI/2WobSxMO84Jupz+x26OWQzv6STglOsuYQ2/Xk8fqyLbbL9w5bjOz0BIHOFzRf6RHE5a8LN6TZFPp6ty1w4/XcV5/qbiv77AN4THJjnCSr77tfTYeSS6C5bjIXg2I7WICHgXgvSHoQ/a+6Tkk9TYcPybbAN91APYW5CmMqjnM2XJqa5ce4/UQxfE5vcC2nLZHmIDGJLcczxIbYtbCyz3coDLhzdxHrmYWTcc6QexcsN3er+fG3Hhsst9WeBy5ercg7zD8zr1czsfEk+deAQ4jLlevqP9PPX1YEfkW5+Wxzm2hTErY85y+p3x7kwfh9mMzRc9tl+yAT8DcsOiBZ4DI7Lpb4d8NCI7wGX2LUzWKtES4vBBMIb31MGHf1YJSj3RgGP+JDfgtQTuEBLg4+T7bXvp2WxQutlw0u/X6tkzc2cetz9rMAyQeZLywhhKKQs5bjwYR9xwrNmkef2JA3vLnfFuBuxhEwdkcYv+COxwBdsFB6HEaYA4YpQYCHgIwb6eOPo3qRpFsGqjxuwduYFkN3jhCt9sQfWH9crbG4uZo/bI0mQpafMrGwepCTm7+pyY/VYEt8JYiFzMrCGLGDfb/q4rHNmKlz3PC2Hq4lOyTxxEe4H3b2Cdf8AhSNTkdnjJk2JdRL+IISDXCfHVwfuZmQB4LaTe4pOEHRcrZZOf8kYIoHvObheR9RIuMd3p4mIPNv0VfdzWEjh6d/uNT9WmGiODQ+2PZUV5Y/xIvm8PotiOBuhuz4CUd4dxfFyz2mTxvzP8sKJw+zYEjr9Cxl1s8K5+7Hr4gt077u0MWEUYQlZeInHUci404y4oAmHZdSbAj53Qy/hPF1PmxQRyHJXzjvO7ZX7ziw6ufZD+OP+EReo6Ho+Vj2XoGMxuib6evSRqMbA9xvWQcnf4NufVi5bnDFHljxp7tx1+kIOzuMBwe2NrADj9lhd/azmGoOhvxztyPF5z2y3lnMz04FrtsX9pUc5c6XG5TDkhu4Jt8z8Q7wXzy6e5rikzMSyD17IguWFSXOFzsel75mXuIz7XJd3Wv3gcQiDHehM9T9Bth7IjJHCbYdNn2/drZs8yF25LKNybg7AnZAQbcJccvWnF10ZdRuCfZbfL/SHBB6CfEjwBfLqzK09ZzPFv0zAz79PWyQTXOOkl0YF5fGWTyNafh9LnrJzWQaeLbEyPFxDm5ghxnuT69WMuZaD4t1AuNti3eSfHj8XsHGirzGTEObShW27CY3JVmo4k9T/AHatcINomQDDGG4Tg3a951YLYvCQXOL2rlM+DXpvZGWI4wIzq6XLMzuxw3Lf2gJyNp3hGu5Q6XVmt0kRA24uWzq3LhfqbrihFNd/Vy28Hp4uHvfsyY+P4Y+6AucN+6fvZ+MQwKmyenPj142J5tt+bhlzC50eH3YA+O2MR99z2h1e+ZM8w9HxL6Dw3NvjmNsiGZeMi2ws5IjRlY4Ha8w3YOZ8WKYmZJACKbgTnGh8cyCKTnnIRgcHW3KencOB6v0y6qOOCz4OmRPmBTqcurHYeeo8ay5eBkw0H3Ft0iGZg7+UiOPZHpCw5tGMz32sKMHoy1Lp5Pibb6R/ndcW/nXOiOajO5waE9OWsZyn7th8n3s1eGe8i58macNvFL9u3PxCuR0eEPuQHDYajr4O/qU1uW59wu8x+BxDbE99a3aXhIIfB02zrxhdsxWsbgUrO5Usv9y7Fz9kHy/qxdHvG4SiNH6sFnF0b8MD5mpxH5lTu2QipuO14LhBOgsQa9iY5g+axdkye7fk3Cc5zH5q+eDNOM8Y2XEN1DFb8Sp8MOCHXC49uQzJeGAJXKO7Ix77hhifpKH9Bcl8Dq2FU5Y5PuQ85Z8tqsiiXbOGNu4HziySecsYPqx6hMmWfCNdm7PEchJ5PEPuOp9L9RDq/tEwwcAcQl55nN7yXbuR6OT/AMSBHbWcs24Rz+I4XQhpnOIKZcr7gcWYQ5os+c4n4W0cF69fkbvoNspUSX7HhY7zJxTHn4g+iZefm9bI3QF9SWb3Px8s0s9tLZPOsj5jMeUac/cn4NdPeWLwIBeBxIcEiuMszmYdzCZxdbXrOIHhgQnWxj4Xxl6u9PjyLUR11OW4JYXDVIe35u785LBYXY9JM8Or/Amy1nLCGR28d5aa/jkR/BZMZ1JA1n0wvaXH9k14vEEL0/ouYth8K3PPd3oN6n48QWIQ2PUS4P23vtJFix4aRF6xmK6it1dntHdIhzFdEqIo+MiM8AjZVuFCJCAeb6FWfp5kl/Ba3ryWDetsjIey5LOCM2xwWKGl8KFSxpDjk9xs7fZ2I3dSOGM/pikN+XPibjjeB5V/i3HijqY4iIoDR3Af4t+gYfHVhcAMcWrr0oSgAnjOMtDudJL0ccZ+J44w73925wcvB0WmkMPmfuW9dN/q9qPCcJeh1Gd67dYpPnTWs+mBwM3OFYCJ0BLnCicN8oJFiYffq2p1XojbDn5PiTJwcPs35sTPGSuHNjnF+bCJxAOpw51yyaGbMM1O+gi+b9hzNoarzZsOicfr4k1TwSA95erguTsVhIw2nKMsBp4eLQ8OBRhN9/dr0svSK/cL7tybx+/3AJGXTd35lAhnCcXpp8wCOPPE4OPcwYD5k5EHlbImsI4A44nT6z4TjxZfEXdi7pxafhct2GbPuBx6aCvpsrmeSd4DsPqGj9zk+H9IEnIa4LJ6MYZ5bk21Dh2Sq4nVw5h04N1+Nn6Pdt/snjZ+3nLvO+i2XwYLrHUxtY/Dj9x4xjgMp9xLnM450HnslitZZ4udCo5oRsExEG/O2lbOFw30MxJXESZvxHjWPRBHHgzw8T7nQJR0bJS3O7l0ycn7sJkhY+D9eBBtxhtjDiXCZubzDDyL1sWxyiVy5g8SW8u/bAwYxCpiwiE42YWi8QfAlGDtjZxGeRjkI14cbZDlyC9OVgVQP/FdMMgMuikq+5NsG22/Bx7ih7bn6m8CA2DbmJUc+v2lHBn7kTlTme5daTfoQvbdszYPm6nJcPQzv0lHt/u5ZyxVdXT84W5acTz1vhOrjLcN8ax83DdQy6Q1/BFm2MDC0SOTsRrXDxsM2+C53yqxluQl36tdObHtLUwedcTjAB8MdDl2csCgNccMcZKRGErPJsry5nASHxJOllqnBczZSR1njqlymAJeDj1IVwOB2yWGZfeN0LFN1+0yAtRjVTz7XG79BErjfYXKf7e9hRHtStUST01JCZOUMgd+6X3JEv6T4jkYx1KGcR68k6lfsWsK73bFy/S5gYfPKXL+XZ/+0hmQ9/8AMZZhR+DP/mKT9gS87cj88N1bHjn8W+IgSDnEDYT5bSOBkl5u62qmj0WICYbIeZD5pbXG+yzPDgwkcQG/NrlzriAFnf5rQes6z1da7GHObgOjIFPr0nWWfofPgU5TqOGbotjH8J3QS8AV9bzEAQ/Mh7meYX5nncvAv8XKT4ndnonQmafi7MtHER8ZeD4szu0S3G2FDq2yfYc2qQmcNv51DLsy5DbsEqdieAa3rQeljzB1TuX6kneND5nFg1vtCQITPCCb4sYG0stk+rrbMJZ7kdbt0lxwXwEg11I+Z2j4tvkm7e1YRzkeO08Z5LIfSVN5LY/S4jsiQGHs4k9XHDHIwtbc/IQeEdSszCH8OIdTGurpgA69JOCeVePV6yGdERrJJx5w+J+kUc5tkdcFiwvG+89EaOxOox8mr9QrrrI1qOH5kEuQOZwbIwukQ3LZ3uwQNl74lyeS0axWcaHy+4gWXq2I8bo2WwCflnlOMtDq5LxvqNOiG9eif3rZxkioMf0kGihyjlxPB2HKVyBwsI65t+SDCuy36EC/kDchnq2TlysuxM923RYd3UIzS3g5uD5TmcOI4ktJhxtyXEy2fp4sLU1g2wcn+YG6ib1ckDux08A8jYS43IzICGgEMnCMxO7BJdMnHhHhLcI8zgvqfF2ABraOOdlX8mfzPuf2QgAXV4Tgtyc1XZkBdd8iUYNzswnRfldH1c65zyxO/wDxMMB6YfjOZ0TXTgHFwaNOS4g5WsZy5cflLZ8nwDuY8Bh0dw8D+dn+jYWiHdkV7WPZMWrAzwffyyvvOrkD4GBAEvOax42Cr6WQ0cDgHxZxMp92kd+IB5Fwegg2R6c5NOE65e4AWngHqQ+wHj1FfQ4LPBKNc/zMiBEozk3o4wYuI4OPjbTgedTM6jQ0ehdmKfg+VU2Jo4ZCxw+wlhrI1nszfcuQ1dejx65gx5etccwDO3s3U7BqaN0Pjcy5v8w3o+YgAce+YvN4zg63Lf3wc0Ip8w6ckblhzS/LA/ix/wBYKzaDgIRnAz0d/F/uFe7WCnfNiIqKO3CxZD0iI4zAkoHp7udBvzxcmGnPDccOevmWmB7H0jnQHAXrIpZQrnM6z4mADlw+S9ceDk8cG/cPW+MIOPGPCkNZMnzA5j31GMgAc8yExCzSb1cNfYkyeyJEJ7mdAgJ2TXE+E5zGaJnrbhHkzw8FyvicObn2eQNIzMJhlzNshw8ht1l626bnNrwyDm4tC1cW+VzLtxuYHHNuTiRx1j6wcPDIu7MOGY1WI5jQeXwDtL1Htl6zTnmVixLgu2TmWkfdmZOhsG24pOCuDfJLXJNB3f2RcViuFdhsr2z2k1zzxBUkfe7E3rIiY4oNGPdqwPsuVpx6VDemyiV6vqtMUQyTtDF+Rvgb9Wfgxs5jbbS4YFop7lmHzGvBB7sg7PhHBPq9x46hsOvBObbEdeOY8etWZrrc9cepgMUfOcSri/HDIAvz12RgPzQWMTwPbNbh/cGj7gbnOczzrUTo2WYaX3ZwxgH9C56ZA/bMQH+YE0fly7CMFdTfrJXEdbZaF5cX+mAjfwGuX+wM21zz7HIH6jr0HY0nFrl26zdl5cKjHABzcsPvPuADGZ0WN8YOjkE5HxI36uUGfWXGWf1kA4x/BYjr6lzsdfcq5LjDswxsP1GzZc3MYd23qyyyxLSAIS4+YL9aytrOrjvd22QRaRzswM0gy1vPPF1KdCmh1pczDyhyELkd4Ak/ejxYiZZAukkeHLDm6SjMu/h9G0zwPezjqzYgxHymXHGhbEK6FMlUOWweTsHz4MD+LR3ved82XFp4NssVwXItxsGGX3gN8pcw5cXkMKeHoHJN88ZuRzIL+4xbA5hW5y/riJG/OsUyN/2+9cxgyUwI9yhNG1xPWMuEd2WXwyDep33M+Mt55zeri44QpmFh7v5jnq/XMF8f3MuDEmyIbN4d4kgs/HGye+9uGA1+LBg/CRgHFxSAn9XO/DKU+W35zwmB6czwmQBVZafL6ke2fJHTiIpsbj6i7HOJchSWJ5kOc23E6LCd3EHtgDm9L0kNjmbBxQ7I867nIPBjhx7bPqAHAZn6udy3FJnZaA+GEy8s1Mi7nD3ovW78ejwbHcT1HyC1QEh/TYF8EZP4epDybcBJ8LBjV5h6lkfNhpKdjl+ibWHg/VnVjzkg2+zuIxsM9RDw8cO3DMG1AH2wgnsfle5Tc85dIjR+BMeb1Lq0cLloYf8AcwXBEcSJEc2fMN0lbsNzCkMMjs3q7PIcX8WfUjnBPFx3bPVpyEkc06P8WIDn0ykPbM4nM5o0xyOCmrL+58hMFffEIdiB+JQ3e57tUM3shsHBKuoAfssNqTV7J4SdSl+6AHxwuZBHk+JI4Nx595E6hXE6Mt5QjAfs4tZJJ4cL0/CVnjHeb2MgwxjoIHHDYOlzpozvDr34N0w1ugwaIQ5Ic5x1DT2mmFK4HDJ5oQF05iA8FR+YFvdlvXMflzGlnPM7vsZkTPA+1nWXWct7sfX/ALWLi4DCke50n2Mvtrea0v37L1gby2Tv6XyzZzkOD/5uyNnK3f2LCZD2cZqaAGH07b7QJtACODvPkgAddm5NGWfI17iIPUocuPgCcmKdK/7X9ylx1m4eviKviY6Qpgeny+bN0uGLah7bnY0WXxleyVq+nPkuK2GLxp8mW1hlumcljI0eQK4ycHrL7LInza7aFuCUd8NkmwZ4jl8j7gHkjloAD5W4hs64jPBuJmaZk8ZV5cn3svOVDomO8K8WHkXwSsnSyiG5hSkBGYXEs7yT4n45ZA5R4CFkfqCjkMyXIdnvqBPw+IS7wEaXMB7lpNyhOwJt3pCPMKhljsk54vqWNrR3AQnC2wDdEXBHI3VX692biZO8NyZDsdLmJcTfROOnwYnM+tOcJ6sE5mXmbnXM1sDpLCHPQkKFi9cLeRz5h5T7Fs0lPrlc+D44iYueJXOrYgiAbbdyZ3kfyLLdPGCBI8HZbfZ4bdhgjpQxT5jkWrkVDnVzMdLm+TwttvtWeo+GTc4kbvi3jPCQZfu98QG2wOqnWk+BwuKH9EEifsbHgA+rTFwdtzcDBxDIw15m9zJ+4DdxJ8GHrlucmllcTxmtsIL8EvZt4IPZ3OeZPB7IIvF7Ya5fmsTenEdcEQ6hnsn+tsUw/riyJ/o7sgODsLVJ97nVow7EqbdZ8Jk5c/HM0P70xHbzuZYB9BGJz4fnSw7cmfy3bLN/eNpzgPt5e9J02BI68vE1d+8em4e/d5clP6YWcDbbHjmmXB+iV4gAbqHJD9M+paoenMskuxyd5jm1xBgnA0rLXRIZhfNTf2P2JYVR/RsqlHvqLxH3a2JxjymW66JKpXLJruYM/VucfZZxFcnR2ZFk+uJ0H5g23/okcfCF3wF04tfme4R1Zdc86gLqskmxovgHn6+vA0Ehjxs8YcdmyUsJhJgaX0XKP3u4ej/U4TUiHNAfMmw77OZioKcqWIJ6YUD73OoRJ8EcJoIfYZNI93Bnc8t86eXG3JPijmx3SAC17N55yadwWVOn4lt4z1Z8ZicfD+oZM+PGz4zI5iYcIDOxCdvDzcksxFP1L1k7vuYnyi6ZTx3MiMxvdhtH6jR37fWwFrSzb9QWNmOtwm7Awrp58Tu+AWcEfDjwybuZzd5/2f1IYDnEfRBZ8FS5P7e2Gyl6WNgQejZO5h89ytd6zmr31YGWiD3tljEZ4VzEEydSKMeAuJ8TOfe2APu6j1BSNt3nkYBHNvMcYnWx5o8DOZ2PC+pk8kA/cGH0ueE8BJgnXMozvg3wmkdsAXJw2DmxOBku+52C5JPjtyQTOjm45LhZsidWvvwBtgkcvOGRzIMtWfHCyxPd1D1xb9HiXBuEk844f7hifPNufj5ti6D25I8cXMmcwGnEBhh3C6h/TThgOMcYWwvhBySVuPGpzG2IvJxPv69wk50SBH02EemIPygkc0EmHkoEP0PmQ5lY07hI17z2fSWYeZmHQR5MRJp3TjhzZytZtne/867+1cr/AAkFYjtpjPablgzP4mT39nTe4tweSCfOHP55kVA5HLepBxw4SDzx0n5SDjxsBT7P6UPJ/a2HD8DI6imd5owebE1ux+rEA07yf3e0R2wO+pVGd8TC41HqLBm3qYfhkO3TGZuPxcGOQc8wlgV7A7bBcLqUgzefsPVml6iEp0vufFwQBeDLjLtganIaezCwvVzB0w0cjsmfQQg4HgIgoghZJIAbuY70GWEXK9Nxy9Ewdt7txBQ6Hd+LRJBDjMZS8HI7ujFHSPF/5lbrL93Bls8+LZcwWJhdG7cI7J/ks2FlngxkbeouJxBTUnn1c16CbpA+B+PN8+HM71K5HiCYeJlNOzc4MtN8A58gnGljZuc29LfE8kOye4OPEMm3I+H7EfTDb3rfzGHi4NCykfN6CR+JBznusw1wOpl3tCHJfctp6nT7gMtD3lhhvVvDwLzoQepM0f03SU6oy/UZh9x8TWAB2eU5xrrBL4V/BPnwyfTLfaXL4S+hFQWc4giLiz48G34GxYB8y2gHwIU3mWAHeZL1chuGVLJj6Ug9kOL53q/nxz4yUI8C6hB7ubHrq78wbSFn3H1uPF7s4X1+BcEsWxHhEwW7zabc5EZsGC15z3cK9+Xlh4nEG9thgJmGpr6vqA7GOBzY84/7suH2bBzj1dg9dCjavmvc3qbK5WvkICGqvo6CxDSTimvXMXfrmhG9PjMtQcCCXr3zlkBhds5CfOifp7gc/uXj+rN7v+YMRw6kxPdttGMOPkJJ5z7YL5f1kYc4+9TOf28Qc33+P7JXubfJLw7GsNBhc+b7cf3cYZjm56yFtyP/AFMCM61uqRLarBGSwFiMcljNirnNvcsT3zbcRbetzG43mno5gR2TgUH8rOvdiVZ8uPc9Fs/KQ5L6GIwGtR+kBTfeXLFgLkpDzE+bGb7+iz9vl2YsttaFybLhCErSbjPRaQnIpBg9kzyszrJ6Txu/vjwRNJhK5M0bftE8Ec+oY7rfKLLjZZx57+DTF5bWRNLXJ6hYM3PFc6Hq93sR7LIn/JLx0Fkfw+SLhHHBCHoLS4Zb2g/23pI8072//OSjA+AwsN5kIedObBj2zzjbPjcbfqWzskVgchkqrXjwA+IOJJrwcrjg4S+n3YgHDzsDgt6CVfHeRYHfCUKxHLJ+6H8Dzr+WztsD9NvMsdtrv2SHL5u/HDi04UHDzlti7SHZOd5sB4cWDte54WRWEofu7dWPACJlHGATvorADp8k9B2XhDz0jZk4dxG6TqXN49qaXXayoD2s04m8HcuQuyC9359BegMg8w4cw13pfA3QbigGL9cWJvec2Cl2gE8Noett+rkRxxsG8SBKmYhBk3OZbqwS4H5jxnXN07JtwKy3b4uZO2D+eJAtDDCYjkQAiqbl012x5m5Cp211Ow+BmER2Hs8c2vhCMeFyptswZHceVs+Sw1IiI68AH1pD/ue42O73BnFlItmGTw5rQtttmFe3sSb/AHaSKw2zqW44RtM23YVzk5ft5siXKBplsyB6f+bJ1fS4nwLEI/aYATAM2vuzjO7X3rxOQNby9X5tcAQHY82ir2bs3jtS8ZuOQZKmrctxYY39blkLeAHCN2/MHKz4QkGTAdsbwMPJZO88QCXmDgcfjAQwHYPUD1tuGogFw6u9EWCBAODiXKACQMcneLFrL13Pwzif4jqv+RAFA4BPIwJjrZ6YcuWPYz2Cm5BxyGP7jSwsTrx9LHfZ18wNhg5oxLiYYfJPPrLcj0eP+d2TA7f+YY8JO2DIEeh1BnkOMRSBH4MhRRxBjstj8AyTYhb/ALvkknAG9BBdUf3Y2PyHFycBNbmT88+5g0wj2Jw3KcD4LlKe0kI6MIkO5aYz0bmS1QlM5duYP1OpcKA3oMi6Phu0xFLPhs2zrDwPBKd2coecCwmH9Mt6K6eF7AP/AFGL1OTE9gjmxKOp/UrfB8YQeeXEIrEfL4h3bT/BkuSXHwDGDiIDdzmXMvBL1PZ8clw2+8g+LQ38WULNy0uMfHaRhsAOEBcHUfAkfHVgGAwwYhF54TCPDZtMhe3jqxYwdeI3JNcMofpkHM6z4V4jD0yRuxfrZ8Tf5lLBzzuzPsWf/llBpT4Zx6/tEON/tIcj+m6Mz/dvnzYnrLidwTl3qPk2EXM3i6W8t6/65jqeIIZfJcZNlsQKDPtto59mtsME3l58bdeBty0ttl18bbbLFk+GxEHv39WtxauKfDx1FnNxfq3xhbbvgzMj8MQOrj3bUY8rQBzvu2F/t83yi98fVo4CWQw/rFk/0LpbyZg9PBehESujcJD9ZMcwv8tzCa/LCfr6DWC3t9xGp+7tjgX3kgDxlzxkkNB4/guPJYeUvxLi4St5meMOvuzrk7hvE2Dk4D6LgcT8M3c3+7hyw9jxIwO/yRusrMIuL4OcnOLm77lYncMkJ027d+p9WeV+E/4Rv97xb9/wG3Jr7TqfwT+pelMCfg54drZwQ557248efMURGGAkh/shGqtznWxHXbl1nbHgX1We72AzbK1Nkx8RiJzYZJH3ZxaCD2yPuVy+9sgB6QGGH2MfBjThEZXdWexvUzuLH1zjC9rbwmFN15/RYQMXALF5Y0bovSV+nLrMrOt2BKz1OD5k9JD7TvwQByQw6snGHxZuI4WXFt1y4TjPD48CPiKMggIq4AbYTL72R2woQEtpHQGt/C/sjeV1Z4ms3Gl0AsceEXN6yAJLn0nBkzDiX2tOrBfccLuLL3cjrIeeeLbCyB/cncuerYwcSxMLbZq+XiA2QpAxwwSbh8rJsvAQi2FQr+I83YvCGETmy3zpgzuGfJPx9eGf4Qk5zY9n1YHMr3B422Ml5YyNCdZbx1bpd1N2m+VyE4BOj7kw44EOSbf6Vr8G9lwteHwWmOaEOr99xLYhukVyQjhEeF4koRmTBwZ/Z+7YsXm5xsjmjPPJHA85y/tl2HcBkQol2hcoI45AJDIh0W6S+C974G22mXstjcQXnyeC5I26t/KHUb8Qw5zClswg+OI4BL+V6DokPsaPUIs4WOT9LWH0pYDCHWXdQ8EBYw/OlzLYEbpD4+CTByc4Ir+pF4JTZZxsZLhxIWsOPoP9EAgeicOYvmwgvqckp1kCbGOyGC8eFbXY1mhdF5Af6YFwd2fd178HJPogT3ISuVi9CckO/OwEerVC8Pu9TxPEA2xo9RHcvWiXWw0dIlsGb95RORBVycOZfwTdMwwHP9Mkee+75YI0+m9A9dS5HB0+eEvLD3HEbetNG9rHfwHVlpedisDZi3qebl+UR80Z1Z8LlJT3dS4lxkRUsNy2OWV09WbG2fuXTZ2bY0cvoQap+iBcZq1NtDgxruDOJ9GHbGcVBzPdO8TMR0USC0qf7jCRQf27Yd8zURHsWQF7xwuouPa9wVrzQepP1r9CeHUxm9Rlv4ZZdeM8M8AjnBJskW8YRtOYx5kFI7PR49ErstYLawO7ZuR4CJVbuQ9oNmn/ADJRcX1e8gHUwdEhGvZpfBD72ObLh05LML3QY5s/D1bBodnHwTAl8wJ56d9lx5ip4i5e4tfXgfqOO2bjOJlwZ7uLS5QxEYiXAi2sVjV3hImQb4IY2AmC3GUOTcljUcnokxnN48fRxOLYNtiXRbvysT58bw2Ukhi7cwFt2SHu8/cLvIS5+5AdRHCUS4YXYuXX4huAOSU2L9mP+ZiM+i+HuuoXAHOZOjMvRMOZyLi9e514yXFzwbki0vv8dPTb4XvxvPfjPB+rfCwG4uMsESuLio4S2zjuS5ly/mfnxz49/hnO2+HQgXIwZ7uTN0oyEzWyOsH1h9DOKi/udw6zctuET2sa5z+ObDAGy5iLN4DX6NgyoPl4ihwfk3Kxi62FzpK5g19Hd673czUH7wuCQLuupRiXy7g6pt6gYmPjYMw3J5MHO2QJjjg2NCz+DAOQ3smB5xipO4Avsn7S84jko+pvc7gwp8KPmvoJJ4YX73I2K/fImTZnggH6W2omA9G+BM5ZepPHLx1uSL4ebjjAIY6XC4wbBmfKyhxZOCzxLun9cy9nmQsy4EOiUY9Tkhzb9Gl3WyF64Q3bhxkfMf8Ao283uESs5N2cXVm7loRj629junkj3BcGvHwRPG44bMcMy4d6W2wNi07sYrPyy1h5hLeO4hdywM96zpebavPpECmIcZZbjXgLjV110y0MZd/NycMhg2gk7R5t8ksy0zDuFTzMjPyFmCM/t5sRHpGWxG9PD1+O6IiXb9Nprnxyk8zfU2eTYz/sok2/sw/3aP8ACQmOD9D/AIN03H7h8MbavgQ9o3bC92sE/iONWK2ngycx48bd/CX9K9m81BOMZrD+AX+Zya4xe74m6/u1T0jG/sbHfSSe5rzCXWx5zwZvgE7PL+7eiQ3LKMSe2wz8xIuWPucHmNCThziLA4RzZqb28CHdGWMOK64jwiJZzO7WueiILsSJTiRwlPEJRV/qEQDwON+kB1bR7fXFrI9nMO8RxR6NWWDCkMoK8PqbZl7+zd45sVXSRtzUieo8hN3wgh1jOjc4j4GPBkWPdoO7mFnjLDJ9W3G7Q+Lh+iVcztkS0gIptA4nubAJ+F6y2G9XEI6MHtLTz/C3wceAaC6573+rInqxj7YrzsC1R7r44vDAvSWygwUtK507+4jbS5Wp5riTSIbX1aOCUKVjmNvBEE+dmKSXIfE/BHTZPCQa+en9QTDpszr1MaW6hcUcx/2mP0bPznoczPVWxhTMuBYUeCMtcGxve2KgNowTj/lp+m4wD/TfRdxr+p49kkaRZoA7gfa3GgyJDhyDO5+xty24PW2SDF44dzovVxq4X2NwI5bDvVjH7+LEFgsEmpBMK2gnrC4gkEDi9urSNckJzxOCM2vIQhvUpH0PEL87LP4oN21jgw4CPYaGR4y71j5nyn+2LsuJoTJ7wM8+PVym3xsdz4O4578Fng8ZC2zw7kCfLaXJMsONti7cvRIbPm7u/jZk5tnLq7JZ8DIM+hH6wnECvrm2wDzrhaMd4vlCV4tGkCBI67u2McEM98c74LS4ngkh3zcIZc2hscDZ1Zux8W3TIMlzDi/a42mo3JC8exS7hLotghxLf1KPGysS+IPvmMe4KcQgInXuLA6jTe5HYCkCxHIc7nAJxsuDgeYAx5254hwwCe8G+ALCEgGJxGrB2LEfCd5shzsBmdWjZu3ncZh+0ey0ETLWx6D3FWOWKFxP5TpTT6npg/c5in0OzrQw0AouyUoAl2MmORPT4vVzbOq3wT+DJF3Y7Y5JzLOrXzftNKv/AFN42EB7Q5z4zXyfgc9eHXqCc8ba5oXFjysCObZhxmwa97f6I43ePWIZ+o0f6I/Z+kYwz5rXl30GBA7Y5zYg5EuOFnHFv1q5+Mq68cR862PyhlbcnfOR7mc8RlT+91vaHnyWQM18WPOv7uXBd+FsLolvMogV+LUA4JX2gO7XYEUnstLCueHJqzTKfPBcj92O3viLmXPjgSN6j5ixKeuJYLGHU8qB932YCsjjO/BYuY++7DxcnHtxLc8IObU+pYcy/RIfmE9+i3J2exHtvF/EIqhc9sRuax/Enovu8Me0gc4b0SYbZmeyoMebY19wfqqN3nUj4OyDhR1jI5nE7I88W+5UiAwkO4PdkgiHLi204vq41RCYN+cY2m31k+LYCcR9eN7OTLWL0c8sRy1gHqciNhfVhuzato8A5n3bZ9rPOmGMAuNu+CY3hvdI+C2CJsuJ+xkaGNeU3FHHjP0DvLmIL1tDlluOx9ZAwirg4H2CfbBVZPgQNwLg6huXmY5H2ygOmlwgWM0dQd3+iM5JB7AWcedExMTnzcRq2BPikybN4ZCD6Ut6ETyaaWwEw5LGtxOg3bPkaHAjw+N8dEdxYMNUnD3fonFi2zaxPkX2mQs6NljsnV9M2Gdy1+oW8pBH51gNAfWKOgM1jzeg5bj/AK4gYxGYSfcR+2IBxgAzuJDxagYsWTM9XNIOx4jeBSToGD17l6B7csAB1uH5nSHxfERey1gwIhIPuEeLOIT14Ig9+B7l5gh/RdXkeJOTI3w/u4j4ZADuIiih6MsCPzdwwk72KJMQAHj1cBcR+pTPHMBeTmPqFgAjbpo1W5UrgvtMNJMBHHMs7gsDZJc5Bqw6nP8A44isFeJBhYXPblqeC7DHMoXPwzL1Li3Yie5GZwpIrc2IzMTtuOVkT7tb8gYs0c9TAh8MtvVEZuuc6R2GGcn3MbHc3hFBBw3Fi7egP9Qly4EtQdNxMe9xnWAhh95Zgd8nofuwBDOgyAR1OGQnJwgj4dEcAl9f8EdjIEin3D5jY8uzfUA45yOacSgPPi0/ccWsPWvM5Yw140QTwnqzrBzzhE7sK3XRhRnY6P2RfXjwPhnk0xyP6kj6hC5B15nxOne+rPWL18Qr2WnY1eecwnzpXuboh7IrNCG+IOm/mg9L8xINXoHIoYp8oWOtcJti8PuPa9zLhcrLLCfwPwPw2Ig6u5KFnEwyDjLAHqZdZrDVknrxlwHib28ZdvByTkgYMsCubB6gc6HNsHJlXOXtDMXNk7x/adXfDZ1brxOZ8kceMa4zZzx4EyYfuuYy43vwGx3faEwhdWTHiS7bUlW6xXruw4yweuIB6kJ4fCay72Lg3i+QnWQgHHzzKIOOh6QU4j3izkbxLk4zjmy95bYXVzPEtGgyRlETpJuvK8MnkR67LVPs50ln5Jkw2Meu0nXzgG1B/wBbBEfPiZ0f7hZ59MJz1PfryabJkIUguYZJc8d9+FcgxiVYuLflyPJQGyJGR9QdwH3O+BZJBfV6WngEPldzjx78M3MeN8Hh2PGlozDjfiYi0M3Qy4BEjzJ5Eerpx8LCWX8W+Nl64vmerdPiW6iKgN9GTJzA4IDMcWkfyhK7/LOWLvWY8Nk+eC5NOY0Wfu7BLQLgNWNm7nqOiv3EiqXogDt56uwz9nKyFozKiO5loLqRmWjBwkiV+Eutg7LVD8MmzQ44lJ+FjuvLD0ePCMu3bGj6lMv2uiSjmvVjPaXb49ywPY05cvmA5NJ6dBN1+0+pk56kchdQtabTDdh6iGsV2NocS7h6e5DEcZ0WX3OGP9+4CIAyQO4+DLX1Fo9l8y2AYTlzPrE9CFlwH8bCdn9ZHjP7nM/2I/8AUzJQumUZV70rBgMO56L4u+myZYWfU2Z2uEKxi/YuTmgmpjH0NiXp74CADF3l4/3PCz9LJWx3x1OOFfs/shRqH2NzdnQYOW+mDvLqpNT9hlrGi4kv8xPqdeNi9CXETZ2gLDUheWwZXhJBeDSSBkfG7H/EvEi4OXcEIm06a9AAsPc3+TiLSPjRtg+z2iaD9ELfm34tyFfonMPuxDUafyupnm4XhJe2pSHxmzsEwhMXTf8A3QOOBdmfCH4N/vEOAWQTPAWz5xh7bgFpjvFv9th8zufT34RuXncqXc94k8PTGG1zmJgNLCDnXifStsLJNolg7NiRvND3I8wDCzacAf65lqkCuImd4epmiuzpjcxEAE9EOOMbnG5zE2HTTHRyfY/dmZkerHoQe4nKDbMuHPgTbm1fT4CcSnERww8+BY0S+fuBkHidR8h2TxcW+5eiPlJBj2kzbyOZbr7kIPQwAMZ2rtmfJxrAuED4CDF1LnPpiJFejI5h5khh32kB4RvmZvNHxDj22wtOpPuM+d/4790f+S9mEtp1fBFnzdnfjbASmHjAFsPBxac2bY4gY9BllnPVk78e7EmJDuBiQwQ/T3ImrO7tj2aNpwEM5Mdcdw7xnIWyc6SmBwjZgMRCfriZnca2cj7PZcp/Q+JFmvn2hPviAndiiYpB2uv6uIHu1O57svGwEwO8Eb4wwA6JVuC5cY5lZj9RaarA7CEQwrmf8QcmFSx3etu6dxS+TlfMJ5kyA7hQThwPsjgwmCTz70uZeCISkRC9Uac5ZW7LRxepfsPSctGnA9N24FNgx3WQXOVnw7HeAt7ySHxYM9y7yxy8dJn8jweQMPAnjCIssQyLrcXbQGIZGDBZKpqzF4jxvg9weFvPiEFWfI3FxuyAHSF82Y6REPcyy1R2gLrr1d+OEeMsjq2eGfCfA3e6RLB2Rx5OvL9e5cGz45JyvFpKEsEOMywPEL68t+5mCJMH8ygdsEU7jGvTZvI19uXXR40beB/qVhYAzbCHphlPTl6JcN6LYniSiH5LbcZ78yvJnxm4yar4p4bBOMDLcdbhXLnzseOoQcXDuzw0TPRP8xXc7F0PjPm9u4ancTDkZsvMaXM+rCrz0a2gEauhPKTzQrWRtyKUtnytnyPEJcW+BmPGTLyBBu18F8FkYwQW3s2HvnwnjptH14zjdjPdjPVnx4Dwlsh/c/iOVBfUdpsfY2NeTZ44QaW67yXkOI+Z27BnyWAFH8v+jLsE+HMbD5XhHCq9ZloaY9BZ+k2DjYjMPuNsBBnD8clRs11Zx7qYBaeghLs/cXXzbgD+ub3CPLehKeEZ87UerCZ74LXtliQ605Xixnd55OYmM1wQckFds3YOAcsW83P7XLNVbNQce4N5PTIPS37jm9zw9tSMXFsiLkdNiGqQvshhES1+N4ecxwmNgkb+0iAwRjLJFy8zdCRuMifkm5TuROLBLnJOipfJGjY7CjlzXuYc8zh9IHA4tmP1CWvTkOrD82XHgkY9f5bHDYkq325YME43lCgTdz0t20+8cldLiDoTn82EyHgd7clR4jg+odS4M5zA4Ngxw9EwP+2xbNz2wEmE6I2sixZGTXmzGHjizLtnCM3xQNYvVB9oSdZb2QtEp07uXO/yyMYdq4WMQ9dLR+l+WZv/ALmOr/ARQ/vH7bHn+FHXL9vM68xPA63u15n8MlN5T/SPUv4lh6swzyxuhJyeK/JZSMjSZsmzyyxG3GfmeAYkHExyZPslgZQZufrO5EHMOmzndcvmT2Ian0TOkTX8cXGtO7hzD93wAQ6ZqWlyFkDgGYr76DVuD9yL2bosbdsnCPuDjbp5h7dkZ8Xm7uP9ycBA9q3Gt2DCLynVg3SINb76sI3CDmHXMRyR1xaf1bPctRxbxES5bek3l7jkS4Zzdb3cgib45o3aSEcKEgYK99g9Qc96f+HIdB0JrC4yfYBcGz/JN62BzzNe0jWX38jQOUyJzFy/D9HttJxw9j/HqzbCVPASMiJonqz3DJu5Bv6nRpYOY3REr9QucWqcBtv6tI7/AP6kh2xg7scoWJOJMhRl4ly3YPJsol8fdy5JRvYiY3D3ZMxYns9nUiAfrOPWR5n9J1rfBuXCx3vmse9vTtJevoBvwCaWo1XtbLXx4uRdQ8rdbR0+2II6WJsgSWR8NlRocztdY0DXPCfwdsdIXE8X6nX1q5wOcxKA7oQpHBB1wclioNuQE78+pLL+13zbs8EMu8mnTjcEHerNIkKvi8fcT8rD4eIQIhuvPFijwEH3Z0PsmHtktr2ZsYdJqeN+oqAB+cLe8iWAh93Lk6zqxx+CR/Rsb5E5dWNt70OSfiWWcPcpqEyzSNZbkPlvh/AOfGWeNPibY8EeDRnjS5IhpClznT4YmFls+7WvDb420t8rDhhHjVsncKMrAtArWeDFDWN3Z4IjzlngOmeHzbJ6IJcmDaAn9xHLxEJHji9bZjKfU7NrcHEPOjLsdDBFhL7l5ttlyXW0bC28WhiW8Pu2Hk9JbCZ8s1/URpIXElt7ATeFhSM5Bn4uvniPxh4wHDHR8++eIR2SemCFwOkhtuYDw4hAszq94cNww/YcSGHU9mBuCIj7LMeTZJHXuJ1N5ufUphMfVo2EZFauOV8MSDKjHEC6IybGJJpd2oT4AhWMjEGlwi++bdwZL+1n7qUuIicMMIOGWjAHNgG+MblvFvLG11POBgkD0T4xv0kyZNs4t41ocr5ktWe3fAa2UOMtI9oZl0hY3yoA7mwGq6PU7qNgvaCe/EdcVyuahzaAL3g5CSeTepz4gN/cY7iqYc8k7PM+ozynMfqY7zNSH4tPi2wK8voWt1QXvbIDNNk/SCAi6J9uGkqztJ4Iv4WSItMW5iAtJY2R4YEpTb5sr2Fo/mFgkIGAcBHjR+/Rb0ITwmGbc3at/NqSW3DdXNwyu7faPq5L1ZYjzZFJDp6INOG6J1xCPUE8+SalyYD7EtGx6Oo4SfvsQTo/av6sSXTs+zBw6k7Ui/SVdD+WUmdvLYapPmWLHHmX8qw+nfF7IDdtHFyM3C6bLxEenUeGz4gPGQetyxNOsAWSr0Pv9Imc+V5WDsLnLB/k1Gxxn79wbN41gfxNmRgFiYXwctnAft5YRQbgxl7m2LUyc1LdS90SbdcEZ8Hckdt2HUmQJqk59nhjuIsgnZbtFfDP4dT6x8L/AILr88hzty5sqQDOJP5INfZEJ9xuohrl4FHOS3rjHY2+/AnM24Tt7B68IyNLJqScYP4dpg4FxfFS9C3+2S+vlMW/I2DYIOS4jhHZEMZthp3ph7k0j3xb1wOiSoySI4gxZBxfIg6jLNsnqTzOxHBLmf1Hfge30vSzDju6RvfitzS656gLGOcd1sD9TelixAXXhkAD/YS8Vg+WSuw+lZZwDgL04kbBOB4QFwR/T3fx22+7OD6/V2sBA325V4/gmHEekt0P39bZM93wLsITfVnOIHLIt6vuJf24tYXQ/wDKWuSPLcwg7trPDu5klyEmrbOYC2Rsu7rb421YuU9h4NZrk8PjduLNlHFCTRbx7bcQcadTB/pcwMtfBcH9DCRePSZMr+YLF1P+4J/BhBzcJvMI5DCcujn989RujzP0ct1QPA8A+CPZOdBHI8Y7JOB41kM+fmYH8yClDUzLZh79pYXCYOv1IEitf39WODjpZsUOW+mcD109x9eJyfvm5Go9btip/Cf9NzFCO67nHg1CBGuUjAmdc+4kAROjh6hIynSOMjZwcD1/mUFRps88Pr6tOn8z6KfqIkWnq7blJUTqeGG3iR4c8LceTxv4NsWnhLMJebakaeG7bsnFl9cNCQ5NXCJPcnOInw2LvEHdxObIubsESsS+6DAtodSw3MWWlmM+AJzI3jnwPFv3bxdDym6QgR48c8btvwD6JA2FBzvgGSweYOl1e8vULUWcR8OLPCXGxOothuDm3wCdWcJZbcQgO2kg4CUxXi1x0W8wGnwy1vmI6ObGPI8E7tTYHIRZFu5ctvcv4hb54nZDwgJZjXpu2CWWNM64JFTCZ4Ln5Obc9skOJludx6iAZptldZ9WqOlkcY/xPMIMLHju/ZoS7cZ82b6jLt4HgdteGzfAWcmRyzwOXph5gTMOcTvTLXaUfOcSJXbWIWm3axbcmQ12pQtoTJeBndXr4/pGuAjnzPeGe7HT3d+J4azhhlvMoOfwyFj8WPFiAjPiC9ZDzMKeCx55iNgltnCOg/aTzBv27bLydO8uI3m0qA7w9kh6LgU/JOHuUnJkxtw39t2rbDbDb6uEcujb9W/QwE9/YALLLptZWdckTeDktmPitHz4IsXyE0OOISIYnWFiGB4blqZPAsLoYB6hy5WLeBPpH7k5M/8A8GSOqYARfMAgkOWSeFxxCjlZSHO7lsTXwJ7SNtHRxOl6g6Da1XmydZ8rH22RHqB8OPMDNOH0xwZh8JTwP3YMoLk9QmkH/wDi/El23xgjlq/Wkvfz7SLMH6scfwTdkPqQV1u0HNuX8KO8kJdu1kzemXsjRM04TnuFuzrjhAGAReLkbkfMFzLu4cAIE+ML2BCzr5lxNbH3JvqXWGXpInT54luNEv4beVcM93YECL3kcSdsj5lPs84cyMt8r7sbn3jDn9+BPbZPh7nwOY9E8qxs8ZMYulpPGz9S93L1JmrlAbnpswPewyckpg+bYvkuOE1JAwyKI3qhx6ReF0P7x4Ld+6R/s9SptcqU2Ms+7v8AqZNF/ouUG/U7e3JPYQ87mO2CTDAcrAIHPuwXjmwhtzoPUEcFi+ASXXk65OZ5Z7u4JOIHrZtOHs2QsmbHJKPi5Idk2JkaPPe2tzM32l6Cc/5ngXSiFj7C5I4jXBxVkDmv+OY9GPSrNiL982DknlPFC5dgEkZ6i4/9RIaxI0eva9/ST56r+iY9J6hzWH14wiZR0pEuGH4eTYZ8q4Y4u/bP6MeggBOTsSQb8f8AmD0SkyFpdHgck8WbJIh0yIKxs7iEASjq4RgOlyHmjWqdzYdN1886Wy7caQMLdED8iOSXyo56jxGvHNyIll8gGPtywL46tk0Q4WKnZP5UfqFhHz8TRNP3xOqr4HuLPuseXkOZHwoecc20ZKYRuHowwG5Q7WcYfcMaZ6PdsEn6dQBt37hN9Hb4uOr0h/MCeYpmEOe0a9QR4ZLguOD/AIbOnAeNfqz9WdtgZjeCw3ObCxcUR+GfZyr1ca6sZ1A8w3pzbeIueslcG88/03HpsguhUzCZzA56bz9SIP3/ACXG3P6LCqh9BqxLS058TEJ4J8Jz4bPwE/kXPhdJOLJ2fwHSS1YTvLVDnlY2CJm23QGmjMGNHuftM9wfcF5twOD97MWHBLmhZuMubcSPJvhVlA25sHgsI35Y4NjMqNjiVkeBxIavFvYcGQRc2c3jwY5PYhdMOJxtWb6LhGNseLyyJZDncu7LPhk4gnruHBAgA8Eer0yxh4ad+MGx3IAeXcyJghkefA40xGNm2ba5GOwOxoCMiKR7Q7EA4R4sIDNnM+Vtbkb9Wji82OGMw6JctBnsu/4uJNjeyCn5uA4+9ZGhOfjLfA8WmZ3ZD7SZbOWPlCKXBOD9XE+LRssjHj+lu9fEqIFh8Wq4k4NyTNfVq5eTmGkXJx2AsuZOwgmOkMeSNWfBfCDcNy7O+DttkNG2OS41b1JeXzZc2WT4Dw8LOYPHO8Svjbe53M9o9xHLR3XPq52zl9d2Cw57kXacDdun4+rloJG4+CSs/ndWBQ4cu28txsMd+S5grVIAXAFTefWIBdQuNTk/Zlg4yICnAS7lzCQMhxIfN23geD1AHhwlnE+FvkS1YXWJuLDWyw5ygV6JSbDt2L3t5MjSfQei4EwYTNi/M5TGn3tEThnl3u0yfmL8MXmMw7stuZ+JocOXln3zfXjAceLGTiIff4bffre4ocGtyvMaOY/CPhQve/wzY2U1BcvK96vCeLVfbLK3nwOw9OTlY5f+YlhxL3qeJl6WD9IAuwrTrvyfRA4p3LlmhPNtWrSi3w7ExdXdsCeEyD6F+pHH3B1k88jnJraQ6LsnXUSCuSKdA4hDUPAgA9kBIDhwkxiQWsn47GTQ039WuUTC4MfmeXieW5vXlfAY/c9x68fH4HUeUPdgox1kGGcGwTPaBxe5hxKfdye842gy4dlGol1r8sPRc7X3I4Y7IcELz3LvPErjNkhL0cqXAMvt7Z5BvZHeIOJuSvWxSnHFugg0Q5wAZ1gZEMCDAgviZnTqyBGDxZLC4YjJbPJ+oxZm5/W2Zdy3OFvDAGp5/UIZXcdX0LOz5MxyEjqMhwccTCt0S4Pw77kPhvWwL5LtHD/5LJkhHVlBhEcCfNu7a/E6/gvXv6dv7sufpccs8ZG/+dIkKdVjdIAEv1Pgt8ZCiLpHLEIeu0Ab9FHc+FJLAe9iJeCfFB6n6XF14pdOrB6sbcMt8Z8rlgMT7ETRPhGoIeZEt8ojcIL9sY6I4Hv7Q9xE2bdtZB5g2ccbHd9KZbzKyAvEJMebYzqDl0Js0b3rZ2DDoziAad2PpvyRsjrgW82dr7et9FvvuXGZN40PL9dRHMLV7eCGewYGOPI+H3dsIpN7yEMaFuDVxwDsZ8WB0Ichg2Z0R+HuAq8eH6uXTo+NJQgRzO4PGagHw/MjJXkctyIl9s8DslrKC4sfJi6lKZ05JSu/DcAHBdl7aLbFWfuUEjXx3MDtyYNEx/NnYucbw5auAH38z8b+5JBg0etuFm85L+Xo3B+BccOGG8MxxC7fjx5FvzPjfBx4CLq5ss39SVL1P4DuAL8wPBP/ADuRkHgG56LOd85W4izre8m+E4ebj9wEAXFC4Zem3ebEcRJJ0IXcQaHonuUWfUdkWcaqbvYeBuN9Fx9MQ9kG2Dg4sTOBZHksnRjYWA7jnMIayl+7EQPdw6t3QupebUn6lodR+rd7IOWE+pfc3IMQnDYEn58auE6Y/wA2qVdfOzBIckOguOqwtANyu/jVG0t4iVK2dz2jvzcG+o+l0iBT63u1exXu6jkC6kbIjI6zIe/E+SrEZjJ3lqxdHSXmTLNAWxabluNGQ2MYl+SXLTvFgOQP429h/SXenwHiEUocVQxzswRJe2PxdZ8eLj90sZweATeCcXYGFkOCQ7C24Q/0s7t/bDNSyzxDqKfFPOy+ssfDjgzGJkPXMec26h7uSU8FYttt8erSJ6bStcZuEp53NAf6ifIO4cXGohwdzAd0fnIdRp2sQI8O4mAQfBdEJasbOdyCyFnEEyAs3zViVNL6nr6sENPUvwikZ5RZWO22ozyvfi4dwn9jG5YTgs8M2Yt4keATpKh/BBhb1se1y4DhR5bAXn5sRHLstfHmQlDPi3wXEqZbXvu21nJyhi5hB5HiygM+79ssj3lry6A9sGB0GUZZdRPhacWq8BMYoO8Qxo/RfOkd5k4v34I90JL0RjC7NOo+8icxGeHYOR6iBe3P0QNwnO4edsHv3ZB2J4TzwoHLqzwjm+YPBZeNK7peUs1FG0XIeiADxxdHNz5B3zK8Kf4nVjz8BI4z+4PulonDMa0rlaj0MwzhyxtJ5gkgMMlSYNSQDSPgX2SdJLPPHPkiFZZcRM+DqLluUXQ7kgzmX3sRhDJ6VtYjcnBhGHLEtOrb1kO2L9ynPtKvCCDVeCWQAT0RZXPnlz+I6HUcwMPTyM9Tg344LLSudxzvJgXXjLkuhcncOJNhzfFmR6sNTxCyY3x2v6ZA8LpuZLK38DdnwuSyxYcxPL8z1GAwC2Ig6IjZu5M3rs+g9Gsc/Klpr6lMAPI3cho9J8vyIheRDtDwSd/2sQc6GD+K6PHs15uj4bOZi+rYv+10HaydI3mw+MPlmvY4A9fAStnyWuG1BnvfBa2222khJwil7JUEruG5ef7pPpdT/wBpYmon6zwxP2bVP9NtEW/SXRfoeN/Pw9w/75ZBxaz8EJ7Uvej5CzhvDM726j5r/YUEcpLnt78DvwsGkhILPD4YuIw53xXKz1mrHKT2YWNo/d9Jx1IxdmF2T542A6AnXoHawtPcMfsB42x1Y6zmHTr9+g6LLRg1Vz9S0HnRJeUHA9R+BeSesnJjmC4hcoed6Yurw/tauaC1ZSE35I+TtjXd930zUh3h9f3suyN9qPUAQz4XVo0aDbphunDO/meuMsjyOSDB2Jlvmj93BMawGDV9NSXTTAxDqffPxn3YWMG6HjLOwdKC/wDmDYjxmRcAODtrGi7xQvCNv/EOL19P1Nna6fTLyMhP5hHXk8vg8gbjf6Pw+AB7YmJJ0WgcHpj8jcLP9rI3r6j7RHxDt6ayI5H9Mmc/D1Zd44g5k06tt9o2+R92+DglMDjbb2BaIHuAFWtyHEIwOd4l5cx0w85tvHUbQjwuc3HmMn7CY12dXjiSfzB6v2iEfhZG92tuR4m7zc/B7t6nxxZzZJlsT7nbjMy6hmM7IHk3Qbfgts4myVq7Ys8ApwQeSfTGixz4njlINxfEE287ISdhL0WqdXGpA+RdZZdOb2uXNb/UND9DzmnzLoR4RONQT3BrrGJAgfsgG0OJNZtnZXJkWq/2t4gq4SBvMqlvOkqGWfDwTrinQmLKMj6uC/cEfqctBlukZ5T+mRSyNHBsLCz5nI5Z9Rm2idWlpORybHj6jHGhj58p7ynhLpBIlubHfgikO41zGW8JSWMCFq5JdkzqXg5hLgl66n6MOneS4gG+5R4JX4yz8DfHBKS2+FtfBbKyoRpsbn68HIiGD4MyLBNr4adMmswfBM0Nhi5JmtCNScPqUxi1yX8tx68kLa3H7todbfHnSNV7YIGLuFhjjj23zGHzsTR3n6PgjxJxawnzMk7dsmy02wPAn5kPdqd+GWzuXx69Q+G4HzlwhcTcHov+LNQ+ZxcL4GyE2uSYsrSg4xjcfJDiHK3rPjScEt0KMB9P2+7rDqWWBcz0r0WbiHx1IfESuubYdZN7ZertyfBbwzTlzU2Xb7muO04JW2+OfRYnQXvGVvT+7S6E2nf9tlwYfvwD7WVjsLcM+5fBelfTeubh7td+DDicx7EcfEFjpb+Emr0puDAN5XjYYb7Q6aMpnqOW3yk+Joai3kj44WPE1CZ6tKKY9OyFGaKWz5IEUGj3pYEC4l6ZLbjywUs7YIjpP8DBDW2WmCSc37ucEDJS8ybpb7PEBsDWXh6u3qzvJtsuHwG5LfcNGP0Qq8/h7ZCcaTQF+DomENHGGvVy1vbkl5ZfFk1ffAfEGmx45uKxr4QXbA5+pNXizmy5MfE6F/F05vcbHjfPTDZwYtAemfKbu51szwMMgcfQ1fgtpNE8cgM0BITW3SkduCvWEJw3wkcaB5SS+8Q+cgZ9oEQuuu5eq16ix+0P8WP2sj9MnbGz6D9trDm2sBe254k4YwcQ+XmWgKHb1931Z/ofFMTesE2Y/DSYnqU1D6csOgPjcpyn7Vl0P6czrXyplWqWxOuLH5s57sNgC4kfmy4248FsLh1G4mA6el6JVxbkv1C6g09AxGMg0cjhaS7HDNt7asfFVQrZZvJ8pH5y2hdMtnzQaGC4Q8Z8h8vrwTkAHvX65h1Sx+m6+MtNR9GDgQTKuMOsnBEaWwU7uy1nQhsBtjX4aixNNH9/FpQDWWdsRR/Nxr3DdtV9gjrZ5eQHtPtujPwf+Ft4wu0XB0+LTY49HqLjhuOY36AGMZ7Hin5sQawZ1cwqHh9sRNPWuerjHTU+LCByX0wYDpDj5/iW1g9bwn7iaLUHQIy3oceBNhaGfcFHI4/eEhARjmHga9WJyQx0nsm8JPwZPkHI3Vgum4UOe0tPO3JEqs+vJ5Msvfj48wYO7m7Z3JjbH9Q24SEMgKODzHjuIkNuVj8lszkMybVPUjhfVg4M8OeiWdph4NuCza2IlgZReeFHHMZu3omWrwRJ83JMjR9WJGwCAPVlzX1aURc4j3922aIzgjjGzmb4PCufVmGx3eO5Ysyfu9B/uTDhfBQfZIyDD/yR3/yR7BZOST8pfCP7kOR2SFf7JN55PskuP98b1nCcUgC9CwECZuQv0hPdfMlqr+/IeOM8agCEI4A7CzglsoPxLXAReYiUvZZay/sNujxKxQkC8S7N4iOBZ0RNh6P2nc0H1cTnHZYMMj18REFkKsqRcRnjDHmPwsgbrOMNlpzFP4v371bMgrnD3EgeQQxZAj4Qbkzd9q1XAWUQYgIlwvwwb4Dbk8dzR8NtZZ+ZN4epXswRwYMYMs1wGz2gi+R+70V2608xsfVbDP7ggnA4Qj3l9jIurk0S68bkI7OT8k2GXJbuYzxxnhbfPt8/Fs3MbNjseb42HsrLdesJQKW79yDg3AQO2A8R5jj4rLMo76hbcPU8QIfVv5tkMyEDXH9zLqiuwZmxmDl3WTdM40yDB+//AANnWn1ybk+GSLybcQiDBCTirHp8P7zjqLRzA82GOFnuxe4Ib04RG9ZzLhQzMRGAm4Hg8S5fAl1tyO6+7zjOahxDD2W42LW3FOOZaRNcHsjATJ4IDjgmdCXpmi7eJWQr6i5p9UgwYZwEnttbs+WueLEmw2cMPdlrBHw9EuEzx4JsxkGrobaPmc8lrwObcp7gkpG1g4nPWRGnCBhKczzDnUMbvv4uJe5XXumOriQ9x3BM5XiQcLI3nK+72FkSWmC1ZnphJy9psh2dEd2CPBHsIQIjnbnw+OPGzE/VJSb8dz4yfDzBly7bBwTZkK4GPMP8sGYwAVnCYWeWyPXxgKNPH7Z0vUIPXtuc+vd38A4sdlnDwqTHyYHAcfUM7iOQ5N7/AOVze+PKvheIeLeS44Zebd3w6PU6dQMcDjISy5RLxPg68e/D558FC1f1Qs/OOdzqE0XlZdHPUZcHt+mevF4HXr5kPZCbgQMXWmlJ62AibcPnIZ05gO7mS82b1aiG40MEDvq5kbrLIp9MIoQXXM/qF5OgO24B3w6wgVs0/X6IAgABhMN//wBsJ60Vph8a/jt8eGbhK3yDZ49fiR3E9637atjmr/Q3APsbBG9H+0CxZzy9rC3LYdjsxMWHb1du/Gtju1kcW0vYMhYe2XFA5LaNClYtU+hOgcmxTuQ3Dtxn2Y4jMOCP4YYj2kMRXB9g5Hg8ukI+44LmPRAEzHO9T5ODx1zfuiN12V3Q8eR+GeSATOXUis36SsCUa8LnA8Dq4TeO/GvMSPO4dlByeDO5nNwMdjncNjxHt44QfZPEmvzAZRognt9SOD0ahknxjo+oLB56cuEUQ6dq8SA1NU2Xn2YWqweRA3rvEOHpAGnt2XIwlG5Q9lrUAbyR8JNXm3/xtni0xTh38x342yTYOHUgDw0hX9q3z054H8divCIgM9B8WasPAyKtZAOVgcHq5WOSB/YNYi3gY21RHj1c/M94b3ZuECT2y4vcFllrovywkXdllXU9vRb8MtaOQXdnDuvHjm4VvJAuGNl6edWkZTNR1mRucsDx8PPEHGSiceyHwy/Hvxr5bfRbfkvub7V9r/cB0p/N9i//AFL7N9q+y5uYs5gPIWeQ/HFHub+bi4fomVfluKfjw4jj3MdcMgV3F6sU0fqOa37jg5/gkvCH9SHS0cV/m0OZ7ebDjEhXW3QUg42mA/cmxjnZNFq9WApA4+fSzBzGBY9x1ebjrIKDB7y6QXCMdVcH6gDhEQBTenm+f1ORuQvZDbsC6S0eN8+p0nyj453zxJjokPItyQ6pOjIPaMDDuMV3PQOZL0jbCS65Y9m18+A4tth55JbZdRzz43wllnyWZfdzZI3KxOTiPZMLib2CynJl3BztwQPCfcOHA+IgA4yC68OiaJOeni24bcOJJM9Swd25TuHDmWIwb2wcW/QydrPnlkWFD4uVhl026OdNkuSQg64ITT7uD1PkbbPL4O595n5JxyySvfN0zmDGUjH+qIP0uuILuYnyRwA9d6zGGSm474J4ZE+NAfEmb1I4ihcTm+yLwXvEu3ixjDTbjz3LwO3xPc3PExadTn7nfJic5iOLQBnuurtz7rN25SK6epblq2v12ejHOcELwc+56atbmTxTxs+GYSQOHFxvB0cBNRMdrYbJJLLU5k742bnm7E7YPDgWrtkIHMmb+rXHy2AHIN30AZ14MQ920GpDr/pb/Fas7YJgXA7rk4bMWoBH4YDDZ++jTw3dl8SeBTcPuycGfBsnE+RllyZDOj4uBmr7+0F5c4g4nOyY5dBC/oe2yn+z3y/uMa4MDwAI6XTfcXtI4E+WN/3LlukdbowfgV/5lkQFQMN9Fx/Qnt5o+JCpG6hh4nu30JI3bkYyV8GH4SeLeTxvw+Rgl4W03LpshL9zDh/ZDDGHost+lKBwEgY/kPe26l8ORw+msqBCOs4YtCPRnV07jHUwiCOCP7mW4QccJ+5FePb+ydPsdmH3oleyMz/BtJGRPnU9SMhwvjl/wWIzOd+vUHMeL2j/AHEnjvubpcGyuS5/HbbfL5My4YIFwZLk3fG+ObW5oWYhRH+TmQHDwNuEWaMxHYdg/tjxPjpjvPDuek8X6WRE9W9lziu/V/Es/u+assEt2/aZrGIB/ZHBN4hzBWdO2uuGn13nkDhMKG/stgh3x8hb11zxlyzIOJcfWDz+IQ0xcXXhh6nduskZ8aGZY6dhBzC43HkPiAmPk2wiFBDkuX7JrnLv6h4k3Q05+GTMLu4zL69w4G1G3lxF6lPdISooV31PJOL8FZQXivTeyGMiwj7L7t5OfAfJO0yKmccNthhx39ShMOZtiCLyN55ljyeUno49BaiN1iESPEbCi77uJ5y4PpI/NwbXk3wBxMyxhaQEd+G+rHdecbu0tuzcAsqhdvb5hLeZ4OJS8WjTeoDvGTbyJ30GPRDHTZdZzJveH5hMT3zJLlgZ92iweM6t8Dx6Z4Papdwj2sVyDU5maBcyvLZNHDOZe25OvqQmXCdEuLPXgdmATb/h6521j42z4ht4Px5/A/DPJ5LbeODxt7t+IyOBvufiuWacWML4vm5HL524uZENnwTR3LN8LWcR25pbCe4YPcvoJQYD93LNpgdXDUa4lXEthcfzPbD92ncZLIkBBZ5fNymSzrHgBv8AMyHBb3wkPMEMp1vV3DreCGYU74F9M+rJXebVNkXwjBde4DpuQd5thrwXBvEAcpA0PCzvz4Pg553ltyA2kvjeLXbF2Eq8ZL7W/pB9Njc3tNwjZtnbIsfDeS/Xw222bksBfi35iaIdgA6uUC62E5Dep3jD4h3LmbiTlAe1LvFflkl+B2yFNPpdXtQ6JoLV+i9KFq2lzB6cuCHzp8F5v7x5f9xgz+oa7lrtqaSzouNveoXdihyk9ImoG+4yM056CKum19b4i3XAvwa23nfxA+QPtj0jEhjB8FufsMi+R6Dq5/j8LwiC0djNgey68Hq9pywRbJcDEOLq5E4hbb6bh3Yfltp3ZgHuQBAN7wPzMCC9JPAJyyc6g5w3FwwPdwOs3ZbxkYano7NgAcE15nfV1I/vZP5kfmHrljvPM79yhG4G9y7aYiyk8JXc8EzcLygQhlp8OTctIrijhG6T5F0vr3Lbw92lr7tLTq4CXx2IiAM/UYuhELpbs2FIvlrvRceCnhXdzYMi43SRgO7A6FuoWGPkg+5CEBYe/vIcHjDw9+W9STPi6xg/Lxnhnu58dH49s/uC7NurgEgxmyoPTpYVhTE6Z6jfatoTmBOD/spALB8dQdXouwOkcM8X9Smaaw+c3Id9s9aZDnD1KwdA4LU5I4fxCivGRC6rvHCOi6M+M56u/g2OOfDo8T6Z4ee/AlpvgL7knGXSM25Oy/yY3NjRxPiMAX9rv3ahgZkXvE5/qe1EekRguTZujL1B1cRvq6k04fxclpGTjHUwz7jUsNsMyol28w6l4cdZOH85/UAjgAC2zfyEWOYeOLFPDZ8ss/B8LiHmC2J4YrwHH5MB/wC4ZMkwL3/aD3eFiRdmThicx6AcjwtvTkZc71llw6nXjOrPLDZpwQ9YtkemEh5yhrEjfXBHJcnGSOJ5J7ZrPlnK/hG+LaG1DPbnriUvBU0TbLIF4D05BrcjUMI5vLg2kfwJzAioomLtvEIacOaNsr85V7tzgf3c52Oj2+pwJPXUic68/TAAtYP3AHFbjhmTOIfy5l/PHA/VmFjg931RtivnDieA2Q4BVodBa5E1eHHeyMQOmhxJPL7zP2e4M6uZk1yZLy++y5bCCIEcrwOrQ5A45dk5iP64y0bblp6sXmOyjyDab0/IxYp4B8hkNyT5Hwezb6pfZ4se5NHXK08HnmO7Pteqx92NmaeN72lz6+Idow7Z+Da8wC/2zqNq9YbJgjnptYf7uLIKzhut34m8mRqzjvTzCn56/DsjO0BdcWQ8AgBd6ak8ykejA57hq5LbjiTrVIANWsysWNSJZ67stIhxacw8uerg4tR7SFTDP7+GeCfGfjn4tz4NfAQHjTxzZxPcmn2L+HT9rn8XG09zEtURqzHIEKH1cuZJGAbnVzXKA4JS/Jc6x6q8S+RjqZBxjKhmX/oeYPeCB57QwniMNtpx+Uinq+nu2Ab9cWSDc/JKwxPTeGB18Qd4xcy3BvysphkkrO7B2zx4n53UlsWOE4OebX3CvXgvcMF7mARyhSwgfgz3s+xLHw4W2S+LXuL0fDHtsLjx9gukcXCHeYedGRmvEYG9fdsoLQ6Yl8+N+br2vNsBnhxM6LnnwPEXBngGZyj1HnE9LT1PDcsVAzJxrzdCAPcMndYchwaS88LJQK+NsWOBxYwV87CcBbm9Sj3tqD4kbJ8cNzR7C4sCWabckVwQP4jHXT4IwY5BvDiDUG0DfGe2GCEp+LpAZ/FyI0SyF8OkjxYDAi9eAssJOZpy+PB1Ojzk78axH5BjIJ09nViTTfQfEjPk/mNPiJ8WGGyHcicLhjPtf5uI3X6tNdWzNxe8ziZsTXZfjo3x1b1Dyb8z4N9DY9W7Tce6Zu3xHNfi3XLtsuLRZPec3QcTa5nIc3NzRZnxluULlczWYmEemHtmQw7fq0kHCAeGxkcLdg4QsUgHAZZJcSfdgnzPFZ0keTYGHnPHt8vq2ebE/U6MJQTxtk8TZZ3DGMapbzA5uHvHNj9bOvBv7LK+jlu4JZvxZ0MOH2HG/wA2MJPcOBKHHjbIvmZaiGznn1Z/i39S+mX73w8BEw16LsuMN7t93N29y1t5CccW0EyXjZjwXUx6jSbY6g8d+AjwbBy82RNkfxRcn6QJmTWE5K2hvC2Zs9jFkscrbB9WJFNn8/8ABG6zRK+yWnvDkZha4OXHuIpnz5tpmxx6yYOfMelLfaBkh6b/AMWyfAfjuMdDE6/VqYdeS238efCJ4G2ccmyy+T8G9QO+tf1bX/UAZnaWkex/ZPi25Nxs/VcZ7lPiwT4GGW3z4xufGp97cPCbDHFEQe4IJyJUEy7dFsM+V7/Z3H+owDbNtnoGl3xzH64v+LNfkL6GVZfinyfG1c5yX7l/xAg4LNziwPl2I5MLEh2cD7W0CsB+ML3hmMZgveESHThQ3N7gtFyp4FjCah76kd06DxHgOEE4/mxH71i5OcYxnTRg5tXHRs7dl45+CEHZg4bsOdZjybykDHXhzTOry4YJ7hHTGYvvI59oOtwsx0YxA1K6DkBG7734fiQUP0DtsU8DxiEgGsRkhJ6YPkZts5vdLz47E1fq+7Z+eT8+DT5fF+/GfhlkXCkPAaw+pFrs8ePbDEE4ExkgcHEfMB0RI05ZB7uAIJe4+NnLwEgdFsG/ghczVwyA5bRg8XPu/VoB2XcCJ9cW/wC0OBRnTFl8JW7jHtkv4LZPeRlxwtocEnzsu7cYdxDjY5kg0Yr7iFjq9RR/B5/HPLHg6/E78b+GwzfShH+rlH0W/m/eWuD2Xw8S5jYZGh4gYEA/Fha69sAEKEw6BN+zaZ62Txwyw4O7Cjmthyh9Qag1DlwVTLnGruCHxZCxIqWctehdvVvaHWj9jcs56DCL+1tZieGeCqjh9WUAWeAnGS/m1btvaTn8XZETRyTHI4+7rQdiHmQ7g45kXs2Xa7jSheu/AxhZ8AfPhjk87l0zj3O0+p3C+bbvf4t2YgYuY/Hqy857CB5nwKndnx5Z3nw73HNviJmz1Th1K3Bsoe5Pju7uXNO5EWy6LBBSD3zG7we96icv6nRZwPUose7e2932xDZkz5yct4XzzPl48fcvzIDtsph1MOhfDFnxJqvHHfEyc3vu4eIe52R+1yzJ05MNHIBnQZL5d3nhZ43mIBcCb9DcbDMXGQvmHD4255uWCuACXWPCecxu1lBe2dcvvnTKC6sAPREpfWyrZxEmEYY5v4gplgalxb3PMcfAvUu2kU4nYwfuEVqpzGrbWzPMy8WH4OA3vf6gGoGbMdnj14emwiLgebfVU78rI8k6QdGSZiyDwh14E53K2ZImcse5mbTOZ8eFgT02mOgLr1AHPaOM+5m227zx9GLs8dsMRy8T3HGW+HMExZ66ZOnMJLi37N8OFDWVLB201zjWWggcHtP7tB+26LlX0RPBnwrZQ7nXhYYbGnORq8s+7lh8WnQP1Y9OWV+opp9tjc8cet5gG7TJBmFizHhyYPHK8efeeRsGjZkGRkJjLSb4POzwfm9CcWB1tut3LLUQCeBHzOhluET5ll9Bv7t9LgBDQ5yqB+/aALy9glNTBHt3R4iK5/eG4SxsP9bx2yBkuQo1PLnV9AN7h3znjbfKyy2F6Jmw+D8NlkfSW4PmL/PuEmOj/MOd3if1Bw23oZX8bCgnxOcy74PBHhLTg7l2ey6fDckYhz/UtTfW4v7ZNxA31YjfqetYAU9z/IHFOHO8gjmlPl2SgQ4LreoA/m6vIzGvyfG5xe0sLaGdU9iDxMTBTDf0ixvCfmLj/tALi1i3fGx0GfoEB3Fc488yDOBfXVzc75PBw2OTYPXY+GEAHh3IUMPlK0PHYyiPt3ZFp8xjFx4HwfuQcQzHCbDaGcMTnc9W9t+jvqXCjkM3vu6mj2ey0d5zsLr5dh75tq4TzoyPGsGGJtVyxsW3A+Umtcy3mQbTSciBbtzwwPuFF6Mk/NlzsDNmT3AX4d8evOnrzzri+4bZbFgIm4GQ4sNK6xCB4x38yIK71I9P7uOPOs0OLjg2Vyz2SGmzwiyem+IyD2fB8caL5RIi5WyGARgdep7c8PqPPDl08wYPYSkbdL0k8gzzzbPiKHh7Hm2bosujf3Edfn4+PwzweN8PjPD157c8A4LPy92dsngfFh6Zz7iGjsHWTnbgxw2cEYYPiziJ+j1xiWXsB09/3GP3T7m6P9sg8o7IMuIfyYAGgeouiWZee8iRxD+o9/CQYjDzCQGBG4kLmj7jBGbSPtO/0yu31nPBcWX4szSclpbdNftyYMMGaMlTtjepfstPnxtl1Y47g5huLcuSUIQHMhIbBldTtmxHpGS29sDLfzHyZpnbfMPJr155ssg9wyDMZucncwkcsgXLs3zYxd4hXI5kPuL4b7fC2ls2m+NsgdnHTiQZGXLG1bn4minlwtlYt0iNxcOFrMCx7ZTX3E7R65ry/VtH3cZC/Nv3Ye+G3b+bcR/1Dfdsx3jpTbD1Y+rB0E/EJC1udktifusjg4hSIFc68O+MobOflnIahZO5QlLYn1ZZcYWDYI7sE5LlY3K7MRdp3wt1nDcKffAZz3IO8Sh4Lh5sN9J1M1zfALgzVvGDTxA5pBeHNm4bSPbdHAEKY7nE8BcFnm4tzAQ5m/qO7uVyGcWAnzLSUC0gWERZMwBObSG7uBGJ8cz78JDluaDrbfV70LlyKxDCCiOT0xw/tmbL9+G2W4ZJXhmswB8c2WXpDwwMaH6t382L9JmSVXmOr+oXORfidJ9wiBOLumXzrMzwv6d2mvdwl0oD8utuQC5g4T15Ms+K50Ftbx9XGxlc8m+HiVYTYZsbr4nfh7yxlz3vFrL344J44jPAbfDqnjNcVyGheiV1tsU9wmJrydyqwRzlgbcJHTmc78ZIegcs4mbjHg/uFAc6LoDh9Q6nqH7GZZ7PFyvfbJ0wv6ACwzY7vpXx1lOxcC8xn8zljwHzvjLPwcOSGf4BFv4ZbfCU3m6G+LmdE+mDrBd/H904/wAQePmJbxawlTm1bUuaQrPD4SX3fw25fNWNEzlg+uJiTMcEd+5ZCYd0Px8XHf8Av4tiz+9LJuwI4fUa5d0/Vw74+umxEEy4/BOtAxD0YwWZbvIDgtdJwdrzFQ79nGpbC5TjnFAA94LmRoMjnrDkUpvli/DIJIbzjufuD+fXHrI3yIBmcY5YByaEU07D4tXXaNhABmnwTqEjuA3t/R83BhzOCJuUdbDsJuPVia39M5gQWdH9k2p0YOuz6kYL79zd+h92zWwQtKx77PVbthd2+lvD/M+rMUtx8IcPdiTsnraxl/gKfj0T58k6lgcI5s9LKmKUPQb1NiGyZxxtwPc8o5u5AzHLP0zJviCOOJAGacxsoA5U2N495e2KSeYdllRthF6zx62MBsGVu8lzo2GQ+NQZXD6t12CwXfdg4K3JS8wOD1dU9/Vk0ZsQSOPdwysfD4y38H8v4tIbfyPONkrsMLa/Mh7h/NoutQWHYJ1mOwSzMeV4nBOb8e7hv7CbMcG3G5dEZzb4OLSbrmyhvcnwlrU4k09IrHkcuz83ju6QerHs/wAWjiS8Ad2ANv8Apbpe7ZPE9WnBmerMf6CPpwyEAqsaOYTB3sHY4BaWgeNuZxbDZBJkJhp1FFGiMW9wfWSdcy58gkzfDUKyZaXa1afdp9s5zxVu28y24+G/d6aQYYSfovXHhufCWPs5LOWzxztueEt+dLvwHE6LdxJCU9Tk+Yscnk5jYwkWPnNpTZ8wW/RhDo+ARA54afe2ztjh3fJBBPzF+0riO+3wJdT8jOWb4GFe2/ZlaBYw8A3uILnLDbb48e3z5us5sCEOrl7hiYvn3ZKG3i7GRjTOE2bOZs6ZsuVuzZ5nIngLj37Znh2wdyA3x35EUweZFZS1GHcdS5qGMROlic1lANGbe529kseroyZcMt52WMTkMWZjCF7TXfAuRZbIwQznxY48ym4UKMwclu76m2mVrrzBnu6cQ7uQeEvw2eRwY6jnJvLP44rZ8vs8fVk8J033tpbsc58bQhy7cAy2+JMHzcBcGr+jlkf7WeNjHWcwZPXm2LHMjq5R1GIFw+YQeGeJPdOEQ/aA2/8AAuaHuGYgyfLP/S5pZ4fhxsQ+PHa3Ilwu1keBvjme3xjvYcbbzHv9eML7QFiQZUXRlqzNKGytvcr4ZWfey4QIxrrd2tPoXUVp+tiOD3lNrEXF0EkpxkGenp+/DrIVnrtnKm4+H3APDyFnHtkeAJ7WFp+48Wwz43xvlmAlgWxsFkH454/gIhnfQJ/FhPhX+pZ2OjBuItGYBYp+Cn9W7NvrJwwLfezzF4TsuErg/U1sv/Wv/wAhcE3C/n+dXLX1tsPiXLHbXOP+TaOxU2+o/bT+4F39XIR/Wlnxbx+pzlxTz79wpPjml8EiQRi65nAWXJTXb8M4IA+zjPuIDYvGWv0PfalpWozfic8jgD/zMpMIuPcZscF94F54i8cE34TSj0CfQGZLciDDzOIpcV+IM/fImvqJxDmvb7ZANgcEESrD0RweX0y1EU6hzstoH9n38QfMO9HX9E2nToSqePiAcwIizxnj8Qea4YxFyYG0XHu3Qs5rxccNtxZOwngh8bbLkyy9zI7sjmXUa10S5HdkO8+kMsj4oiO39sAzPfMw1O4uAvEnf/VvlCrYOUDCIAPYXLQ4n0bcFFYxil8NzZ4biy3IYcWFyR9wtIdjTqMe9z3q3wS1yMbluNiI44gCN42Icy/rIAmfNtvNvmFh+6Dyed8LZZ+Z43i3iPD6bYYNwsHi21h7RXjmLDmFx+FmlngOJw3Q2chsl2uo+RpzLo5vAu4DAHA32MKuPD8kV+f7u7pz6L+clHfXyyV+rk8cZ7npP4Jncb6J5wf3a8SVMW9DJweT4gCmvnN6kXJI+OLBMO+tyyEAHOOLv69zco7aziOeqScbET1dtwXRZMnNIsGRivplx5KfKhPsSD639XzXzDPxsyH8gyU5QekdsCNPd/zysRFfHKXCHKw64SnqXxmsRsjXwMTwvbdmzzr4ZdeM8NOPCcz4eS14s7jdZLo2jiB7Loxo4d8HcYKR2uQI3Yhg5sh5OfG5DvNueAnP3ChNjg82vz4YrkB8HhdsSHt8HlPX7Z9U17ZRcbtwP4Lbbgm18PZbEXYbATeJjrZWwsQ1Kyv0a5qNr5wSBvu2WTfm4MQkQPBytIfBYBw5MerJdvrbs9T+Z5IP6jcbXjJxx4MXc3ldoR2KG3e57r4K3iZiXY52W+HQbvZtu83dlsgvl4hB14Jy58PXCDEnuXViD1OjmWUQ4eGGfvtmzzyM70hti92odSuT4LcuvHkRtZZQXr9TeU7mWcRjjdIy7uZTphD6mGxLnnbiI5MDOw2TGztjyv7SdzJdUMsPjbQiW48Y+nFn+GXg+F7MrFnhTwHt8OEkw5ObGHFvjfCDEnni/ZccfBDgDMaYsj0ckSX6E+nplOpGXh+YPCodG2LynziXC19QAlPa5Phc/q0rSaOS2BDmTBNs9AWcSSmxV0MKxXtpxlh/jH/cT4SAEGtedfiwe44GFc4sij6Zjvw+Dxt68MNsGwWWeN8bh+GC5zm3n04WoXcZv6Ya48GIcAx5ul6An/3IB8B/tb8WeCcWIOzPDXxazMn35tr2luTOd1hezn049ruXe/ssT0XKxUfsy58CAh71bhz3pApcX5lwC/W8XMbH/OFt+YhT4XlvdJ5+TWXl0O3zIdQ/u0tzi59WaRDe+GhcjrlgUPJgY8rM0pt1+oBNVDT1b5/KnyyN40b2c2IteMwsA4g6DIDcb6qazYKcOF1bHzvELkNY35HGQ06/DeAxcs5Z9jObyYd9bnzHFVJ1rS+viIrbm9sgWdjpKNCCeAkYNPcONlVy0U5weyGz0hzEnctc6stWvfg5tJpyhJ3jbd4vfdIpK9qOrUL5ivjTOYQY50IP+fJ4CJ1bZTrLNjdDMR6WDdlOIoVeNSJ8H3Z1L1cmKzHcsU98sfgX1u9QnQtszniQsw8Q+d7lggT2mx78k7lk+B5SO7g4JeRk8W4LCXAWJaL0/n4jT2iOy2HCaBLATfvY7ksqiYPrIXmztgtMC/J+B5fO2+DweTztszbGbLmIhnI1gB+JEBctwh9pXRlobklmyR54ooEB6mC5fAP2Y69nsjhc4jrO/FzjnDu9o/Zn1rFw2w4chMcZoo+f2EeNLl6kjwFvJhAABFyw0J8tx5uoCd4D6kmj7+y54a7A9bDpGuMLciyHh6YmvB1mPLHzHW3YJ5PfEHFuSzm9bCfllU8Hj0wxsP1rqMftJszk412fi4CI+IvpYFzenHMgXd4MxJ6dMOGThzpGN12zxi85xcC3EZ7uMMvXJ+fVhLdI8P78b4yHPiM+ZA8buiyMy6rjknbZcer9xzwLGSQahMPfU0DnJb14tBch8baWvPxL8sfUZRvss4MoFAELmc5tu9l8Mflw3Vb8/wC6d+0BOBeGUb0EJ453e2C9iWOEOSDA6zwuWPgzsR1nanueTjxKy4pNOuLip+fARfp8DAKI6WPyPmDtWSDh7snaTz5lxwztbW5GLajxLuMEYMdzzLnlnMEFghjsj7tt4jDN/LYMM5sHPuW+Kw2EndRh927r1MuPEINvEKJeC1pBEXW6sC5JTCO4j86BlyItsFonn/fmbfG3MeOBuRnoyPS7ZObmNjwMB5ngXIPeXZj3FXZjnh5/tiB/EU2ex4gM2Qexd0dJ8clgBQb2yAsK2l7fzLTCFvGwu9l88ueHFXSfEIInhgciI/c4X7T4SM2HPHfNxdi2ncNbN3bC9x7m0bExxNuRG0tiB8xEV5FqGoBwhgKiMx0WQPNtAHpbmnI4uZHc546Z4TlxJlji5cO8y3r4zxOOQazTvIvzxF1ojrs6E9LD7CuI4TJYN7yHLhXnpanG3IHstmXqW48lz4Y6JII33Hl8ngOZvlwhyztf/tuM310GsFXDkP4bk3g/2c+GDwxBYgbC4O2VE6vqJdROq9xB7B3FxjsDkOZ8OE43nMt7sdTu8TBd7P8AbHCrAFzDG43e+kyHxuvPeR0G4MPovvole46ZnNyKBU5zmyZws1bMuhePU90M/U4wmBNar9y4Bm8bFxWu8uI7xrN6VZ7CnT8wpgOGzDUSG06RE415tCb1MLk/KC7AGqFmv8mYJBrucuS8lR8lvBVh7zhniAjen/1ZeXF4fOyAO3PPzIhPuEPOu9Ahkm+EHjnEYKnfadM5wFmR5d25oHhP6Rh0L+kpY6Z9kNLhzh5d4YcfUZ8dfOXUN0MPdZpg19sUDHldnwSaaxywkszAjEYtT9TDE4wVB5vrGVpQMn8mLDF6xvy2DzLcYNv2mJGmB9t0mb2m93GLsm6SYuxPjLmnExPAW6BI5wRjpk4u+9WcWiUJy3i4jLUw4ttkN7VohSD7NsFFHkixnh5bLPOT4GYLhj8eY8N68BOuwJOJzALZelwN8GH1ZxxGAdpkcZqcDDMP0Q+5vGyfzjztoew/uLuiwDWv7n3nX6t3CkBEXzcams7tAiL+dGBrDPhsHR/FschsxsGvWxWZfl6I6aE7fiwl2NmGkyAxlNxB8afzLV1uE4tgJZJsDhdrp4emGNtl2c5hgHeLnxJ518PMI7hTfwlg2zifG2mT0QBvHN3NR7TmZatZOWqM55ngxhLna7XE4pXrslTneBK8r74i3E5GueN56tuJOUePq34nGRnl3LfPchE2e7vJxGa24pDseFmUZY2Jsyu3RDAv2g1ZY8nuPFgtTBva5+4sjcgUgbWei/mwdkgKcke/AYuMI4WILzccylhyvRLj5JLHvnyPJ80+5s9dsUgeLIF8QY3BdT1ZbjaPqzwm3Hri7nnRVuoy5Ib41sLhcsWj3DvhHMp0x+NY84TxwTAy8sm6Swuae+C7hDNfiMhs8h7SxseezZYefBjENO+eN4n3zxfLIccwdlpaLbLJluSgx5VzJ8WtY7h4LebYYiuRlPHqI42PLwdOJ8+5jA9Np4dvgwmzwbC+71mk8yBZeEGz7Sck5A/tuKPAv0HF/DxtqE5sLpwku7EXGCzgPB5nDqTsaAhngubuDLkkdd2Phu3hF48Hx/x4dHnlzLiRPewMkkL3xckOvV2sZA0s0vknyu3CPvhhUaBpZdyZck5uSseINj5C5JX92ItmRtnIRnJAOuLhqvGW/wDtYcmHcQcJzkQDm+423Lgmc61LF1xMntHo/WyGiOf/AB3VznqUfDdfi66sILDFtuLkizwnl/B8MgM88TPk8e5R8z/XFpHskfvIcERYzpLCzpY5IIuIKT/xtrx6uMhsHUeE6+W6Lnrh/lJ4gOAgzwyHEO2Lle+p6v7gEsOmFUfWf1Fy30zBPYrubY73mWrwdNdIkbjkVfcxK/KQUd5eWNl1eJBDF/PcRoGND+odc/gsOAYBF1y2ojjjn5YmIucGaMuTng4kS5dCc4wnfysafA7srZmBC+EG89Fk3JDVW8sZsP6YAJvZ05/SR0HCh6SMeXxaLsw7xM0H2NXctYUEH9SAp07rmNACp/cB0PLoQIJM3s9WeTx9Om46J/JB09QHEhuxPbTfDOw5HPQ7Y4/ASLc/UMON2mR+r1fER5i23xrOxBo+4WphoTGWAPp+VlwO+ZwwY2pvBjb0d+2YABwcybeIbz0593otFFN/5lBH2EYyOZ7h0+WRFj4w9ySUhVkBzFgCB2S5l7MkDJH6QjVaZ56h8MyRlzpDJzi3XbZIyPpLmfD1PDPiac8tZyW30LZWO3gnxl0+Nn/Efhvk3GWC32ltiWcTdt4nIMEPqLTZAmk90T8Nqhj7c2jd1zhkwgh64TE4ASNq/iTQivRy97e+GxxGgBsB/Bcsi98FhBOPjJjk6vmOYMPu5oJlmD7YxqbzbiOBBUvacJ4HcOSRebBJ8OiP1xmdc+EhC9eTDdLJa58Mh5qJVALnJ8EXOeXZMVdmWePcgys6FZyCauk8MeIMM5zJ4Pvi4qH3nMcGkets/Dxxnnlbxyz+7XOYHER7g68LPC5O5bDRYjvwMDG+7XjqHfHAeMx+HxtrDgh4EtIwzhP5XZhxY8H0lkiok4u8k23E5PBszdNlvHUdzk414I1tbOH4U20LAD0EOeyE7f2ywodOxBbxFyGvcRH78fmxa4xYZrbx2XQ7PKALnq2bWfgtZPnZdc2I6hMrmh1ZHMWB4Em0HMc1mWXFJfdz8TsPAF1eJ9SQxjbkECWcMge7Uz4tGywvUCQIEyhHiNpHhQ3Y4XwQ2F1kV2XLdpgW3CoH1zcj9wmG/vdOS0O+LiU0gLvJXYwR4CJz83BLmObWdRpNgcRctR7x15A9C4iBd/gs1t0N2W854yQknwHMLIzfFsmyaT9zxfuSrPkXe5Ys+2IKE8MQfgygywM7YZ4cOm0/mWdB1PEiUyLsX7uQXwy6J9y75Ti9cW8F08E+HPMsoRGnZMWu3bmTiHPMv9+3xnB/zLlPqL0ZygBo4Sx4gfZc+HGXg6y3XUHMweYHd2c45tjz3n9yLjnYLUPd3iRJLsw3Dtlyhyn0S6SMSOV3t/WADfM+sep2Yb2j+57T4UvpJCewTDeff6hx5LTAYcGbraJdeScnxyT5ZHAXvwSw854I7Iv33/nKA+p+zFbPFmJa77z0QB6T9DzITRCQhOJgDfsuzx8cx+7IiDHV93QLMdwBc9XrxIus8C87dAuajc6nq4fehLQO+lnH5zEdIfjrkzXAKHsYEexeX36iYNHLCa0XtiwLYCOcJ83eT3eOWJRycdiC1d2Ql0nIzhWWmKKb01yG49uZGry4I6Pq0Uad58Q8xojMIF+GCdp3Nn1Mz7nyAHfPZLHSMDjJgjpFPXHMY/LnLifOaPUl5qaIE+VDG/ZaegnITmA5kYHBPTHWYwIBmMgAOmf1Nye7BkdXo5Or4Yjm2PzxxaTQfp6kb+hellwb0nrnwtTJDbbfAoZDmIChet1UtMvftjjj37tAc0SDV7maddgDkvSJ3a9FJEtOXIxEuxc2cw68E8Ll46BjsWfwGxeIR026ngNDNQ8Eh9/xfDtotWHDN8OMkZO3TLafXyeAzsupzPFEdd2StuL5gvf5LHn3+OWPHgsks854d78lqiWzoGQMu2QcNxuTGQmP7SuBnSQehRxcoj2yCmOZIG/0gbgLUBPmLDHBJgb6Kf8ANvouti9OxjTjYZOgPVry6nX82jiZpeEuXSJFj88WU4fytnlgi2SknVnjNlvch6IjvzeocFmQck9wP2XUxxF2Qw/FzJ6uyHlIPMeNV6jk2E8G87YZjsI0HQSzCep5Ivk3CJi1uE5sOPUl/e/DdEvmO50H5SQwXfEG2A6j6wLW3PC6lwkInbPRZZPXgL2nqHj1b45UuOpLCPDdrO8y04eIepPVk55CQhoncBdmrOttcPT45jOfuw5QEbgZC3jW2Sc3VzYh2BG8X8NuC5GMt5P7tEAe8cu/U7o7ZDepsHgnWSbM1YNwPD+iKjzG/wCte4c7Lix7cgZZDrzabY8SBM1sscuHYclygZ1cJ5om3Oz9Sy1DZs5KG3HwOrtblhxGIfV7s3lZyGF7PB+5WRxc2xseTydLLBuWbGp4YLk7dObZa+B58OWy0t/sJZRPiwnjEmM/CcG2sRt2H4Hgt975mhwnmh1w8i5WJDuSx3luKscSHXm9TPiqtlk+F2Wc3xbXHzevDb4L18j1g0irxFJmLr+jqOZ40HqGRRtsXz6Lk7PZwbdbNzjNOpB7cgc8+GOXHX/iUEwmJXZY8AOCe88LepeJhYYTy7tvHEXUMc+VyOXZkWwfnIsnjEVuzPYhuurEAD/qvdqyifuBA92Dto7MmeWyeA9rNZfIot8Zl9ShZgG8vyIJeCnVRvLZI27GmHZbxOh+ThNYPpKIa38nF9Mh/u7S4j6kLrMJ664kd9NxHgcvmPBvs8MuYTPG/gy4/As4vi/3ac7RJ4ZPo46+W3MX71mGABcn/raxkg43gdsyMBuSVjP6iEDtskvfXjXH0+Nm6t/wW8mG9h6uKegy2HkOUW6oHHrhvdxDfBgFvpx3q3UOgeHmXAaNsZ8Vd0NeJh9xijNGdpxg45kVHqEzieX21Dn+Z6vBQH7uSDrO3EzgctxoL7fVnLzxgTMLnHEaereQmZZmGeP2QZ3PbPjZA129/FyYJq8Z16X3YMB30Tgz4YeeidnqQ7fHzaw0Td1eJjlVW08nfmbKHcOygzOvY7J8669JzDQYA43v+bAN9885DnrBnPue1n1Iy5cxcG2XLrhcGL2ikDBDoX3zAaEPzbsNxHpPnyDIa2QiUEZfGeRiHjquUtXOeggI6Z8fNvB9AWyHWCT9Y3D0BdUHA7D5hnzMMMj+s3mHcZpzGm83FxvhZsSInuPwyz5Ym37TBcAs4jfZdt3mRd9Fq6bNZEs8b1a+Nb5MNS4MYoA5hTDNkS33Lz43nzv4e+vBb5zxkEz5Ndfh4pbWhtuwcfGtjw8R02A7J+Q2Uc2fHqcHNBs5EfjgxCiPLkanZ+fUmP6KM8IBK26bfAbCwclq1CC4aI8FlhTg95PuV8MP1R5auP6m+RD77vhP8QTv+qAJ/jlc7FxgR1l7uanyTJ3ohmjkYaymUHF1IE3e9XHMtMyycy/THU+IMkkzFdrL4gr12euYvmm3NuNaD9V9vGyBca5ZTiiiqbmktLJhl4l0VNb8M9sG9WUR/iepDjPUnwsvC/BbxbnU+d9eDAuYJHHkz1Ej3ZMmH342GnSFtPVjOZxecCd13uOTZeYe06uZgSWst8M36gbx82mOTviOAzBnG4RopbKsdjgtsT1Rl64nLDy8ILPhCw6e7oXFxM75bcO5MeLPYcdbkPUNLiC6OZcZI2cblm0M7KloYsm63eGtmTxdEhk2+riZ4bTPHJbDdc7PIZJkc3WJXE8bE5l1ZpHU+CENWp1AB0yiU25buR6ZRc8/EqmfP7Q9EnB4MF5bmjgRVGSy6IvE8e0+Ww1I8hTB/VnhA2W8ILmeIGG3iKBxfwW/cDHlW31LiPMul8r5IbFi5cYmzRqzh13Ln+W6jfQ+ZeQwA/qHBLBOpR8SuxQcj1EkMJviJlhjy0gPb39Fn0wc8s4Tz9j/AMR5S2f9F2bVzPi/0JmRbbOeDOM8a+pcJmPXjOfI8D5sKh8LHTrjuDlv7VxBj7Nlmj+kDxslIPtLHblDwGkgBnVz8xuw7uSLpZwS4cpjtt7XWy2HOcyerb5oadlxaI470ez7lhvTvYwvXFY9sIf1DmyxuFgWww3qwXxXYukdmAIHyh3IYGCf2tzx1O+cfHFfAgfT9YWqJ6+LgXwsy4Rb5XSYiFZ5wudf8N91Kz9cSF4XrfVsWFEk9raUs58V7uRkg2Cyx8EV67JzROkshZhHcn2IuGnzdoh0+YYfSSW0IJA6TiAXznMADo2E75cD60gMm837xJ7HMM5n0xuWF9Pdlx8ROz5tCYVBh1IARiR5OUOdO0g2Id/GPEvhFHDT5mxhFoOwReJn3ZnIVHWuyTWk62cw4OYD+uYN7NmDMNEmm/WWOgz4ff23AjquVfK4Ceuy4k6cbPkc8/2WvZn3Y5Rcd3Uod4z3KJJlgAN3HOzn3C7sfDm8W5nrdXucsSB5vUkiAdIy/wD0u60zeIKXjUDy3rmyzXgWB7t09KmN5nHRHlHNwTxnkgju0OQa/RzZ2A9EwcAdfdp5Fup9tgyn1EE8r0Tsj8ypGwZifB1cBlyFYiXeW3wb4yx8PnOYXfwDmEuZl+7iw7uFjHC+S58ZZ1J3DTA+HJseefAmOltbxkKhZh93rmx4vX+E87zGc/gOnhmJvZ7tcjDAK5NnwxyC4do42xjYll4jWLgvttx8H7WE0V+Ye8ABSjp6gs/kDFUp3I+4AP4ZQaMMLqZnsR4szG0Mf3Gap3+pj1ha5JOVJQxOIiG/TFSt3mzw4fW2leX5tN4H2tgjG2nQRGwZ2+pzjzkyzhubnjLK7ktBtyxkLmwfLaM4YwwwLjPjCc+ZcMbb7Hj44gyh+7vZmWt1QdgTYy2YiHOfsiBbsPVmJyDq+wIxE+fFsEjv1GEBo+bRuZI3LNNsrt64nxxyRngMLMv5umP3bRkR9RC7Hj7EONuH1J5l8rLQBidLgz3YxHUYBYFLWEavp0iPm0+CQZED6htHfDw/qNOQ2MMot5WMMDxtsLYJX1fRLF8PGk5/vQwIkM7Yz50ZKBcd2w4u2AdjEo4d8S4zwPiVuUeUE5zu+DyXUt0ZDbNjUgOxkg58TnC9zxTbb9+Cc8b34+rxavjkwHmXAQ+N5FwG3er53FpGzcGXDw6fGOeZydvAbNrPGJiWSzBy9Y8OXh2CMRsOt+nmdyD40j3LdnDw1yxvMeFw7kp9eMvUseO42X0cse9RpNpHkeAjxL+UB/VwDAY8135kqiGPP4V7ZGxSZFPru1oJy9D7X5mwu6sAWAws9ef/ABaKr0M5v9GTO7JlpsBsPbgD5uNoyGFk53cly/V2S0rhpDu/xP8ATwZt9WeCI3MzwdmyYLY/AdEnLfsrC4H6YLntTrqKr1bAdLDrGpayeNag/N3cLkvTnwBo2G51zgRAMZnEN08f6S6OTse04T3smbmq/wBR02OF8O7S4YXDC0FQJ0fNsSO/GZBiOp68afhGA+4nVUHE/ln9yZ4GT8Z4Q2WRerHfHY3reYB3olsddSyb3HVxXPXnmcvGZlz7tJtirIRAgkNqXLgj4kXeJ5Rb6cjlBv2t2tNbw7cb4O5cXIPDNQ2FGcA/3T9Ou3+WzcSpEJo/GxjDxr6ziBk9+Y1S0cK63PfeXzw8vAeJEPDHCf8ADaout05iVRO8ZKFwMDdIHP1bQz4RwSwa/q2iVbc0xHb+mdWiY3KkDmM7O+7YXAAfuzNK3bHHIfSSxE/LqzHHOP7skdwr749QdRvCrnVsTE1DlztI7ludNriPh6CyRM/e3JwH78LlzuBPIATIcgPDubPTDi2gdLHYD9Mgq78u+FzazwjMI8bn4H4JHYEfviBFxk2Bhh46u943wEB1wdpoHIdmtu4GpUMS4twpdSYReR2WRz34zyrNtRMhDmZARacmnREcdtq9zJjC5tsm3D4TzfsuI30XUnn1nEWEXnkjSwHfYt4x/wAD51WWhI8d8eSJLfPV4mNwjeZcWM3MjwseMnu0Bj82+sPHfe2Y1V96mcHPrHqPcuQfaHBze7uZdzGSuwMeLpDvsu/emPoXubZ8q74SvfiUcBb8JzZ6xDsGAsI4yuaNw+objcfu5emb64c971jmGoHW+Msp4kB2H0uPHI1WbWv7Enp2RghUYy7WsuShFwZeJNkuG7/D57MYhuEwNg42zZtyrFitjRTm5Ew2YRJN1+rEzfHMbkl5sOT2y8tyWHaX4t63wRtzzBxLtoQ823fvwsbJIq3MIJkrYln9rmsfaQOA4uvhzMTXxunYOcHyXBksVz2zl8KRwAnWc/cc4gFwOcfNyokvZzbqEyHfwaI8Jdjb6Ccwc+M+fFOMZnDxhPj/AIRnhZeD1Rq22L5i1xS1tw2yeubltxWcz3MMnOZ2EOWeIb7k9sGzqCzJ5fc+Oci7fCx5YORbkOvlEeN23vduOBsPjGRUKbNUGqzL28DcltfFnE8gbzGTiXQklhDGK9DLkcl2TUHw8CIIJYUN82eJxEhw20c+NtyO8yOOcRN20yG+AJMw2XPjJ6bjfrcutbBokK+oBh8+XwvEeDFgEHBtwlj1YeXPiZS3hCcDbmcYc2FDxtzOvGzScDY8eB3ZvI9pLlung23KdAsT4lgD3Df8cj1H1nA5uUYeu7DF5WB25J1Msg514hz/AFPlngzqPNxSrZE7uwrMfc8eMs58bfx5JfHsy5OLOgwomE3P6muGb7W85Qk2cHPxFwuJwlcABinuDzp6mReT6Wp7m4RELxa1nngvlh9f0xBgQbKgk7Hm42IcnG3sGvhbzLyesf1C0yOf/wCvRdp8Ajye7rJUcFUPosWet78HUlnMpyRZ86+7onqrn2d2NEeU98zJPG/RNk+iCTmWY8H4cO9J/bHD8C1fxiWc+DxBxDf2/wDKNMmwQBs7wRiBYFn1Jz1ZxwWYKHPEnsSwDV/mEg1PEysB4wPHAvsIFh0OLCPSQgIboW++CfA45g9jgRgN5Kbbg3XRNMmuY8L1YtkTgc6vbAexnCM8sftJjoDQHGbNIDoxd3piEG9I7+45oReJZLC3yAaj6fRFdR8iAXn1HQ3l+bkbD17bU0DBRrsGnLsPTNGmJp/M8K6iTXN0W52nTz8uyl7McBIxxOk8unJxyd60sHPcz+ic3/NIGnjrx1HRaiz1C54ZcME4NhFslwtamhXZPnOJ8EZmJizA5ngJhB4P8mSMA58E0DaUnDiAqLMW1t4zayXAC1wlq8TdXhcuGnCw/DLqQjGPzBzFw8MqSMMh2cbcSj7t5k3NvVvMb3cvEkHUpm5/+lifVz5IgeLVLYavDHF9xnnHfB+O/wBsbVz9jIi68cPzv4PjbQQYH1EZjxpdVhhc98ZxbTjR/iQ5GsjCbfZBIOSENB9juzgEaGOv8QADRzHnZuJp85kx4c/ux3hjb9SCG3B742amN2Q5eWV5Yzfu43mQ4VkZ6vdt75SJuId3K6f8N1Y+DIiDWDiw++osMa8TBfnwRlR+oVvH7HyDBz60k5Lk0r83oMfphNjgHQjgTCziHi72JGHI6Rxz3bGQ/RbG5bWeCd0hE3l4nrYg1BsTvnjXHaxO5NHu4uubVV8G5lknBcWl0fz4bzY7hYXBF668IOcc+YO9NxCFfMt2ZiRPeppNXwOZdfB1X6eO2HoZx3idYRCdm62PL+siXWzwolzwVkXZjmYO9eMmfRzEayuMLgbE48SNOBbmNsA8BlrPBuEnmVHxDniSI9uvDC6y4IG7BceIkzwQT42Jbfq7Q62jHaT1KxEy8ApZ47APjYDO98Rto87YOC3bfDm8PB28Dnh7XoviVvdwSYpjBZKLnPDDMMHrrwHsjU4gDgsXnjN/TIr6WPd7WeckMjG+1H8TX1BwXIfMfji6ESQshj4sDjOzuLXZaI8hkVroMNcPEnweGPvitehDhzi3Dj+Jlp8mAudmGuEtYA3lz7N/K23nufmjsd818B83OfGZ+AbxcS2+WW3zdltngWceLM+iYjzgES2IuqMlRzB6FZRZddHcBL4N6A4ImRyWsEdWCyc883plkGAtcceAXDasMjuvjmZH04ML6gh/1PcifMfXHcLHnB51vbq0XVB14OpjJajv6gRqP+AZ/p5K/LbNxzjV+kJwHvR5hPh5c/VrBwZW+cAtizw3II522+PcHHh7Offg4l//AJ2WIaTiHwG6hLNs8fpMV/gufG515RaTIjt8FHVxnNuz5TLZVrr833OeohirC95+5SaNzvOLfuGScfuWwg857Gww11PmAgro8fSWnHsfbaPCnA/ex1AxjXdffUOU8jvpce2nDCdNzG2QXWHTvPc8ETd1bjpmOYOE08lwIHxauDBIhmwG8hnZ23IzeujPbcqEx23GF1R2Im6p3DDl3CccHk5Jcvr+7UBKk46XxwuwG/wl7wDxw87Baj6ifyRk+DmxyGiZDmQjpk2g8Dzc6tCyzh/UnP44wYePHQ7i0OZ64R6Jggxmz9dJpDdu79M8HPE9V2MIDhZmwuSCR1PuLKeuZjHsvceAd4kTxydkdY4LFZiSJl8sRtoIfvLNeLl7gggZLxxovExXIeBxYocFhOzFjSNc9T2feRHy4tLr3ZxPca5c+M+7fwDwgBcc8rlm2LiPPvryynniLnjk5uVLdu7dF0JTPe2mvHgFPULTKPRIidgq2QF1KICviB6fle7sZt6OIoTfknAtceszvDGceiL2nmO7gdyVycwHAUJPJZ30Rw6s+EQh8PiTmLwSVDYQDUgMSd71k84T1xGfR9IoAALvjIvzZc8Oliz3Ml8sKnEHGKDpDBdbjxXPht5ccy1TPDwaNywIZLlxKHbtJJnfSxfZIdbHr2GhYGTu/mYnJ7uN4u0dBvN0yKQ0i/qyc45j4s558a36snq2SG3xs42DM3wXU7Clrnm7cGzfU+/MjNk7ky1vW+Bp9Lh8MoW5Zs5Mcf5QvlTABRnfBKIG2RzCKU3J8KcpvUJPxt20+CxAXZ24L2kw393I5cbzcPc3IbIR4taXBt54vnmUnu4QbStYJMup7F1N7TYqWvAOZLg9SUWLbiJ8cFsBttukjrdJYbRs+4nrYAbUnYjzcnTcgA2ah6gZ4HMWYl+p1yy3wSA+DVW4Qd+Bxylm8T8HpCEN9kWA48E8wjYijj54k6/flzD2Whw8PdxX7tnywJ+45DtkER8rZbY0up5e08RcTqcS+4Hjvd0MkwlrN4sZeB0D023p02a/1KZi5dY/og6UHx1emLoeG/NRzN3bYKfN24hP4fFu8Juztt0Zd6jSIeJ8N15nCbfO3HctmDtZbEunt8Gf0bU2fklR2Q07JC0PQfu3H0wfxa525gQdzwd0yGIIg+7lTpxm4WR4HwU7hhe924vS05+us1EEvTccbIMDi6eu/wCZd43G9bJ7BCbYTOEyZfsbOPDDcAKfHPMmHiLHt5Otun4ThvzLoocc+Yd3IeOojw8eS3z1eH/JYkInrm329/8ALbwXr+I7/m5z2P8A/N8jli2o2zqCzypgqHAX6EBlk7vKTWPTiWqIz+rZsfGPpng2Q9Ah/LYW/wBU9/dZnwzaQBna2jR7bHxvYhMbDQsgPxU5D/kgchO2j3CDHjFIQGNfb4ndIDhd45+JgwB5ztySOZu7e4DHx3kqR25+tuOH0Pq9RxulGOrYnL292scvj5i0Opz13vq+cQwHvfqME9a8o2OcnePEL859xCtDX9oXDOGjdaus2AgDr0wA0OnAbAbeoJOQvTxOl7/ey8b3De4QyDBA4++ZmIek9PKXv3uLLaAe2E4iPMGGPguPHKQQNLa/lWhq8bzOUP0RcTh4NxueVHN7JYcuOyDwObfxgPkhmfN1kvKTkQ4wEyLbYKWyOW7k3ZOHg3bMDVnbg/vIoFi/OQcuf9z0U7Svr/Un/wC2u2jhDgoDgk5qxxT5gZ7bno44iPMZBX18fUD6/bcoAN447srMAy38W+G2bh85BHvwW6eTGTyd8+UN4YYzxF7PB5NyewFXFkXeGgsjPU5sMdHFuU6gN6gx39zIK/sTrJVbgN+XZjoDyPu5eUpoH59widEXOX6tEPFwZEBUGEdgAhSS7QFc3IRc2cscY/uDccxULZJxfqMAB7Wc/wC1kEai+1gKc7i82CfUlnWAC0fqQPCCtQ+LTe59ML5k7sMwXSeO43C7LkP6hi/vxsemRsDj3Od3Cy888x03Up7W+NY5erTpDwXiyjx2IXC3W42WjZYfHh7Jyyy5bHjbOcB6Orm72XuDY0xJhrkZxt6C9nYW5pHxwHjj5giag8NjG06evm3OC1+Zke8tfiDE/wBROsziR2Lj1bvg8zM6kCW3E9WvgIGE3ocd/wDmDkOvHrsyIS3bHblh24uCOPUJjItiy4EW2sdhLjm7WE20olDzNgx4Pc2nfApiABGSSdZ48b47O4bl7uI7hdkjvjhOHg8lwMsO95ZyxnFIi8jDyjmOAsEE+I6yWKM5P14G2CslSgRrD1c4n7XlsLDHcdt2OYW//X++LNBeOJjwrxsvDvPOwngJ5wL2tz4cfslxj1dsfj2ReD4Qnl2k/BfAWCHu2z68c+GGXA5uMRILlQOj2z+CUW/whZc+YLB6uSzjp76FkuqczbY4A+Dm4QB6csm7R6mFpPxZsuLr9w2kYP5ta8Wcu2j91vC/0p7WK0WSs2e7WRzweOkjpvu1yZ86x785rgsxPhkXPwHdsJz3tY9zQaAW+m3TqO8etkiAvWzyngkBywPQ47bSuduk9SGAtfYSGLZ8Lt4zxdD4o6ly3w3KFYdWP1IFMNB6CGDjqQ9+d+Iwmu8ZG3O+PmMCM65SNDmeTKGHJjk+iSAwJ/stBbzy8rc4PmXw9pmx1z9lmwK1HY9eDADlXjXbfwP1ExEfcM8zmMvsb5Kp/e286h5f1e4cIP8AP/zs5sPA62zSP65bc0eMvVIG7Y8N93RINIU5ycl9tuhYsz7eDSLIw4PhNBv27vjD5yf1ZbOv6gWXHNAsWOLVPPAfdvnfY9MwhDVPpJw7HO/5sHDQ/mdv5ZxwEMOQZw0KT59U8+uSZQrDHAkgjltrgD/bE69ehPMcOBa4C89XMpk99DMizOXHqYw5yPCkf3CECHrYI1fQtBzZ+rHFG5ZpzI8TrOIPGmGAqMUc5vMsECaCLxDBjk4ypLpnB1CbmLR8dp6uzGhOzSzImM+I8VzjyG4fJIAh4tIw+xsuTn6lRclngbmOJbt8WmHFlTT93IpF+i11QNktOOZvzI2PVochWB/VwTgHT+bjkDlAJqBkR17Fvjd6iMYcjgHpjpY96SHCZXu4PgMtOE/kYnTQ/eLi7THHh/Fhe+fqfjs4/Leij7yNf5yGT0Re5IK9eLBnhu+ocxkjGHJ6fHq6R8SgJ1x4fxZiwx8cmuejA+BRI4PhlYmPD1cEvfHgGPOxLeMYHEKTkPEDgCUPNjoYBm+ddJZgI+oG1Mc8XDpMWtXrZ6u193tI9kejx652fzOuNp6vezLaj9jlj1NZ0CDcQ92t7Mjgzm/RQ+ziPYbJODCEwLv0PllH92yPKbbVte94IbLjojpws4ZHV5jlLabG1wldfMTh2+yF7Wdcz5uYldNZjtvUR1Q5PjbszLAJkJB1D+niaTvBPyuRxtkfV8aEdlmTG+cnBcW5zbZ9RDk8fezs3Itttfw3efmL5ggn7+ZHjO0hJUMfG2U9s83ssYufiTjWFY83MPggxuNzI59zZaSPHguLm4XVnjbeY8DBZEYI8LQfrxkDsR5h/dxe4LubdZce5VguYQfEnSCHL4xZJFqOMsxLehldLId6scQkxkNJLFdl1HzIbuvjxNzGSQ8MshuOJ30W54M0lhc8ycfuWi7eOC9bYAS4suPEOY7YxluIZcP0bMEe/snuWJyR0eNOJ6hpFIQ3U1zaTn8LS/dnrvJeFk+Ifjf+e2u70bqyPcejC5q9wKmR/Dx2YPJvH4sU/D4bqGn8mFiTBejwIOOk9zN3ZIkHP/iw1x3GIOLt4MnFYwjzakOsi4PryMdPq43Asxo+I8tA+C4sAdZJ6e/tltc1utGXNUx1xYCfURyW5iYy+q6dwjs5a8j5GzSeDmWfC5cWxHjdu9gJMnwGF6PT3OcO+lzZ/eO6ozp9n3OYccPouyvST19QEuYzza+ZgEXkt4F+IyOJhBMua0dT7tnx4vNnHBDvWX3P5iMMmscsLHIwMWo6HEGMex+Mh3mm2T00NJfGE3NSBxm3nTySSA0maBbp10Z1EFK9mI2Rz5vrxQ/gxHgtNA4csWnY6kcTktlIOf7jFp/D/wA793NqyzcPm4JXouCErg43HOebFY7pfFuRCZgfe2bQciDRtrzLka07hXxbcNcnxFcUyPWk5Cc3sP8AZk5n2+Jbv3ySr5cI2B1/YepzcYfFtPmGhIIdBwyGgZo192zyM4SUdLj02/w9b9SYUc/2yQuGLE+D6mHXJqOwi13Gj0bMmVHX+h9Cyd4N+LJreO7aOSpDQeohjy9SYwcmclzUz06xs1cdcuYwHRr69IuTi93zTen7mAzHoTn9M4JbnOcR+M7IuGYFzNSCGw4gNd942UMV9boLm+N3u9E/DeJAHPhw1am6bomaejhb8PI+PZaQO02EsQHzHqfiXAbPjEzgcF0+IVAMJRhrbsZdY9TZczUaSl5+w+Geee74g/iw7nFo932Lscf7m+IS6+P34UJdkOxj4kAdZQvbCS0r76sHjfkJcnbLVDX7kMG84A0jqv5iS6iDMT9DY9ukcewWOX6nsaX5vWFw/DBLwxu7gtkHJtX4hiZHSQ49x7cZnJqbbMXJ47/B/DJu0JIxP1xadwnIwhdGHg8B+HKxPGhYWyhycdzkgHqWGeNTjYCyFzJ2f2HM9YMPZjcDROSwON+WReSfQ4jj+K9XKCz07bH5H1jbmbm8JGeidcBO5nELyBudwoejiUfmgUFreJrh5S+Di28sz0EpBW2IThbg6WccN+5/I/a+Dqwi0IIWzhDl8LBca2W77u3FhcQ8OE9+OYho9r4q3khxYTD1LdlyiORDji49Sd7YbIJkrcZXIYeckejDnZOJY5Hrwzt1EolzZ4bY9XFxznjqOdkG28r/AGfAA/Fi6F25vdvLo+CRxMwWmdwDlgZdN+fJ4ZbHTbcW7oNkeWPpJyefBN8B9xbc8ZchIwxNKRnu6yu18Edgwndb7bjTSxJ0gSGc2E9z9bOZx5aGkH+ycZw2vl/x4iWPGXKmrkeJiPEWf5CGPhNGTT9R14nxTPXXE5czjI2NgwaY58DLeI2lORMd2RwSN4OZViW8x1Hp8cyOXtkU6yV2hZ2Tju2SubzPKKGWsfSZCHrwHnPSR6gPYJH1s+oAR3AUIfYR2kTuU1jH3LsUm6utg4zCTxl3IFDnUaq+Hq5KXZeVd1OniJvjxmlyfwbeDLbgcSK+k+BngfF6gD0uEJxz+76MciFBF8fcjmDXu+TfPXIP1LYFVzJSJkR+ocn2nhlc9wM5IWCQwP3cQpMzSfCEZ6Che/h4h8w6n1DRPkYxm39mzdYe72+ZCxttLZaRcpN2b0y2M4l45t4v1KXGXdlwfTNCHZCbmXtuzLS7gc/hyGX5uv4ywYWGPP8AGwK+NuXq1ufVxexth2Nx8TqQtSKDYECx0tvqOjBmrcw1F+cnFNx2TcF/aZPDx6ncYu3s5OMeOV+BZS7C/wBMos4TDONO7TtPlJsdTO/hnn7JDk9z0P3aFyOK94mPq7n2bHrzvgtlzw5DbXqvwWnGrAnz7uL3483RkF8nksfEaQ5y2bI8HT7nx3MyUCnOkleuXnY4e7I4CGWfPWYZ9cJmmWQ/vPFzmrP9LP8AuG/ZwRDugGTCwO7lxd/81mJxnN8bCPGrPlk9GI7fXNglEAPzOidcPzctjBvx8RoZwbnskRlW/EZwc8cYXMUT0OHeG0O3U4XywTg4OY53FXg5wxch2ayDjOOPqc6uSS71DMPfr4bj3daX/MTuJU5A5Emog6cqZOF5d7s9nfMQfyNxOjnDO7+yEiRcdNiA5wOOODi0z1ZMcU+sjgmBupm82CI+TjI7mwdm2d3ZYwOTv2Wmz6Vsg828CBsxaP3P0fE42GzwnObBycIDdyU/UWxM+Ti5U+BwOtudP2JO8Mj5m57NBx87FwqndgCCGLs5VrOxnKH7Dc/kfhlHl/qEN6kPuR62eV8AM4PzaISlrb4hnX5PRBcNzDgz9lmFBnzdYlk4j+uMmKB/oSOxxkUToPuHZuPnjZQ13cyJYA0kFxytbE5weIUOJu6Wn5bJEz3LechCNzhMc45Mxc+c8b+B3fDM4vUNtZ9iRPVHk8+rGbOoAv68b3nMq6PcFcbm6kBZuRgy+5I3D5kT4MwgFfb1Jg/lH/ASHHnsOyPY+we40GBZs35DjjjdtmjvSXFsN+hlnbJ5Ek44YmD+49g0tPS1s4NxPuTxcb6bBd4+GONCY5iOQ3tePRJvJ/dxNL38w0zniR0W7ojq5nQ7cOzN8uCeTfD5EeSHi3WyXIRmPfg/a976tiYeYmtwbBDQ5bUAhyGT8/DeZQe+ID0lx4hmicXRhEu5Yy3nLevDwkovXjnz8k8c+fogpYh8yUc9hB69SZZ3b72WQ4M8P6DZ193I/VwQ9znE1vYW7bHLkRCyDsiaZzq4LTPhnFkj43wI2J6k8ZYbyxxBBVXgh4tPn6+pNVu/mB02eW0uQ/pkxwKwDtgHFzR1k7PUQMXLbG2IcOe7CYE+PEPWy3wL12ywHOfUmHw5y4jdwuEHjCyIFgS47SXWzL1DdI6s46ufq2mxvQkfRCBdfuz0FtqAvzKt08M7beabc4GcZZYJJ04Qj3C9x9pYRxCe1K3LC5Wyysro4ETMdnEcgljdi6H7tEPYlLvcbKBcXAY5IgxP77bq9LPGT0+g3QW4gOSG9SSFr7sCmlQiA8xRybcAZOD5VjmG9/HpLGl28UXeGySwK2ReVZr9JHjIyEhM3e7l0r07M5vXu5CGdWtEtB40sYn1FJwUnTLyr5S1LJ8kyc2W7QnMRznNkM8OaC9JaJAG7qftZwX6ws5EToWNkLimnU/Qql7dwPM5uczAId+BBg6XuBm05jF+pMCbwrcMBg5DMy/mEMdrcuvcgAHq2m/MHP7cXYIc9lpMJT4d8HuEEnpylfR0StSGcuz4ZKzkPRvZIdfj45u4O8J8PrKMHfNzUMbMaddjc6MUdO+iACBQbzLGTTDMHNhIuS2Ygm4fHB6XNy4G9H8wNTZDfawrgefCJxPxK/cNvHKoOI0lSTj1lkGsL6eITBO9HOrfoOePdnAMjjyB31rIHGXkv3bN4aj8waN+u+5AswCR2eP8F3uKf7sjOhrngAtRD+Ys04jjdXhLDA94vo3NZXaODlj0t1uuVtewG8MyyA9fPxfM5AM0P9w1A9MzjC62LhkAicMuP7A2UyM3cbUcZz6MlZx/8SfvOINF3cyYQPgA6eB/mxxH9f7E8KcZhCbYLDDxeOF5l8vcF4emTjsWM9udI+wDjUgAh3DNmDKB1gXNEzePlkTHAqvNjucsDmndoliJySz5hyB25wfBJzdGYWDTku4zvcGIE0G37lZ/Kq+c8LG5k2cxYjxMLOS3R8HYETuPqw5qxUeN5GSMp7TyfxaXMLhADidAc3ZKCHidD+DZWd2cPAjkeHQtn2Mm6IsjzZFy7H+5/q+ebhdIGcj+r3gnfGtgg1/bBaJyw/gw3CFzhM3WNmZ1rbkxgOtsnEf3Z5D9RyDwLgOOvFX90/4CJgtyvMejObOCTmPJ+C854Dm+NjiIN8J6XVgO3Nw/CNECbnEcsWIXATNiD2u2aO8Or1hMwFjxvBH8IcpCgbrVKx+lvDajnlCKHLn6I77XXcIhAODYzbFFtMem3eqHQE4bjDGRf0vndkrZnq5gmczI5up3dyGyBjrHqpz4YnvcR2S7viw2J6blx8OXhIGCUd5A9we4EcQ8m5diHGGa3vPDTwhct+dhXuJVznm4Ok68j+5/nSTJmWDL16u0bPD0wLdmfpzJzxplo9eMs5syDkdsOodOJeT68G1311driI8P14J3BYXiyJbO21jeYM7HBnh647tqrvNptHcgSJvzbvT5W53ZQ/xc8RerW+A5OSCuWs2+R8TTjGw2VHJeZyWNaWHh209sNzTIxsb47ZcLkeYE0s/M443YBzkjBt1vXgeGyKS7e7uXYYLkl+iX7iAyeOLjwWRxfHz4czxDzEsz+btu/Jzxn92sZcmLmA5zB4xd820cS5a4ty9TOMlnsWOkbyLDUP3OOiDmt6GW3tWDgbTxl+1h4BWSGhvH3fq5rLFOy1TOoT/cQ4yp7IVQ+rhFijrWwY47uy6hLQvtagiEmfBIZV4CIczXbQA24d+R5aLMgFLbDGezbYnFqOLfB2WTclsCizL9W4zRrjn0FwKHve21LwN6PVo42A1ZtjLAuG3PBz6YVuf68cicEB1ck+GD0c5MM4yzvxD42fAc2AiHqd522epXaRDw9RHIeA5gLRjzniPvCeI4Q045KQEWXOcwhpX5uc7b+YfJ1bFwvK5uq8TYqZ+jkB9nxCdWB14igw273RFDdy0HgFhC6IPZ/wAW8eDi/jOidWWM4+eSC8LEEZ3n0S8oN3qbWBxwXH93tGmfCc9LwXEe4OMI95AL8XAZh4U6ZDwqc7YDnPMzT3dx+9OHs2g39rZgIp47Ngycsl8WrhuTOAHSM/AObMJRcHiI0ExgFOVus9lg6M4n6wOoymZcn9FK3SR/fOWEMfFtlA9TfVDiW6R7jOnOQXSGadNoQ04XdzvNk4PD8WcnDoh3MX41lNnH2S43wIgGOuPnbhDS9/RA1mAty9Ibpg7+zd+ixyQI2On/AJLjaXMlGprpGxT7rIiud6I6XecnOymfD6n/AAs/pODjX3LIcegHLJANIcvq7amIL2xjP02n7Yn4teRj06nx23cyJj1KJFugf+CFmnCzndh2EjKTkjcn2+GSTi6DufMKIwtN6/NyADEEwOuuLdxDj/i2c/0t4B5P3zG8Izx29SiyN6wNnkvcD06/FporcPRnBE79NteJ7HOXL9C7o0jocoluKeBcOex+GnAT3ncQrIp+y2Pw5lOlhwLZAeFzUcy2doMU3acnzZvOx1V/U72f85Agm+gy1bi713e0xDb6tvPj1jZrsSMhwm3qWMHJGWTz1Hq21+0P3fdFas3+xYOb/aDrX+0e+rs4z3wznqWMxzT1LqQ0hmfMmOGvdou5aODSQY1uY/DbZPhuPwTU8I5yW1FiR4PG+T9RC+poe8qHTbsHL45ny5uRAxAYWVnNscOfcq7A9L31cjjmx7E2xDjn98XxY6bnb37+LD8rI4VIAzlxMo0UXyCxV+uOLOHUDl0HKZhldgJRxcleHnLSlPnZ0Ndm+gbxsBhD6RthpJAQZ8GMWDCHskcZG+VjYdLHCayMcJLxJma58Qd919k8Ue2cw5jczx+pkOy668XZC7hZ04hHi1wJByTuZSw0kEGsHF+WQ+P4vqtKbHHuXxusrNnUdXJdDx8YnZBgchFzgPiEw+NvVT0WeNt1tJnI3uD7JmOlqzXBiHF4Hmx4R+iTjiwjqfL4NPF2uJ6PbEHo2IE9M3LBwLpsmdTyWeO7HIiYgpIgONID0kIbcJYavBbPvp61cUW6AmMf7LWZ8xeDZS+K24Ln5tB5GyXu5cj4lP1EIhPoG0hiOo5a3ruwMYt4PGTfEQ5XM+FYbeR4BQ/UUlEYyeDrxpD4c+lmeOYRm1iTk/XmRLGeeReqs7Ma3INsEG+7jMJzZPALaw3I7aScVy9LiTm39cS/M9fr2peSryx4x5hnhNs8Hh7tBnnjSH3cfNsDHhsF/qRj0bjM4muQvxAJeGHhWPR2HHEhr5NP3CG7zHB1BWNVveRAgByuREOgh5ZnazgRiJ3Pg3M29GXcv0EwLJzbdGTwAV4uMPNh4B18Jd4j9WzibkeeTiwx4b2C+REFmj/UZG4iXtjjLeLnZaz7hlLsubhi8eD35XNtiAFt4LpNg8TBCmMJInqIYXS3px7yCFC6TuRBB6+owZ70d1hxwMwHLZa/n5h+BP7B/UawaHOWw4/2WUcxcESjbHPJfllc6WJHL0s9wU+WFeMAVuYc/m30ukwx63LNvoP/AKzMAkkfjYZtOgT2QvID6tHu2xD7CG7nJf0Q1Aw/lYhh8PebY6uGAUD5cGQOb2RuEfhj8aC84w24pfxcivGcOAOpnTJmNAbs8gH83DAPabe8WLoDcerUiY4kb8A6PjY5iBkvBKMMMxvED62E+m+Evs6NgdhDjbLT+FdSGcBmGtYL1IIWcyXhh0r09MAOzA446t+Z3uymj03ssesv6DaOgvB+S5kcJQ6bYcjw7NPduYJdo9CEU1WVcNf9IQHUI9KYZxsPlnzva8fuVId6z5JmQxZ8LOofUZQ7rV9ZIsi5yiaFXrnuVMzx2lyTnhAWcg2cA8tcc5tq7urvpHEDTePezOTvaEnDEHUlIAzwZzAHMLJyWngEVOL02+DYCDvFZhcCCfUdEsOm5/VqBS7xhYcuePmXZ9ewyGWk+uZPHV6OZZ2K/cQ9EZvcAtRS08vb9Sbk+52fXP5WeQ5Mo0HLr382lupLB6/dqOkXJnOI4xDkPerBJUcM4cWvhy7Z5iRtkjsbwedv34OPEX5iPVWf92D6hRj7nH5Mf8BZt4WU0ZLDkpL1P0m+AINzIl/giClhpKdRMM1dwtRsnYYHFA6J8Q20G5GLqX8Wz3PRvJWKhIDbAiBzZLynzuNxfe67xxBt/pkKJuLObNlkn4EcZ49Q5YJyPB4PHqdIhzHGZm16ngc+HnXDDrXJ6j4bGM549W7aMST21ycNpscl225A/o4zrscsG8xgwiI4R3qWnMTqUdwQzqWuLD5OYa5X7eIhO2eV9tgjhJAZV9O5B2OPTGM6QgLJrtB3vEjiVAOodxBxADqyYCwd8CL4JZzdyfXgyMKePnm+UNSNXw/7lT0WtuWwhsTOI4ng6DuFtiox1KJ37lYbn5sW59+HAw+LHhYc38X1dDKzrCWe0qM3aEj02B2iRM29x0mzcTlinRDBOLUNUiL03eaKXEtK4l7yh9e7L2sBvbd22C55dhph0whgfqJAkKqebsXVjC8PfCF8eYUPEXxYMOTfksZjkOW9RabyyALiFqP/AHP6t0uHJ6N4vuXE5XJ27Yu10xsHjwoeEwF2AjG5IYPBKZLLLks4I4l4YdyvDvwOAWpspkaecIB1CKpdxZ4wsyP6rmJs0ONiC93rbOzww3JR1kgXjP5suUQPVlsNjkOJ3GXmwMJwSglqt5nHJZxmxDepMeTLgqfFmguVvVsH6ti2aWIPzMO2WYz5nIAux4CnvLVe4a4tdmbDlG/bGfqEZkcUuFlw8xjThjltnmWorzdYt5uC/HMH0DZbiWHRcFlo58dSW6ognDjmPr05yVDF4ZamH7jYHRBg6yCuHfRLvZA8G4rgyPQNtc46kAP2bCRnJ6vgFI1gBAWN6vu3repqrAbd6JTand1PUra7CS4jJBPXhpb9NnMdR4v1CRyo82hlzIBKcG8+stDeOn0MPgEh7Y9hQ4MvnWxdm+M5NmEHh3K5nn6v1beQQG3Za+A0ide0Ycs+FA6vfmdgP0g/EeXotfyZjtk4+nLsb1Y15QGa+fqfAPGH7fmfTZa9cplv/OavtgHNhvfMhwAjSC+tYw3sHprJNCsSIesck9bNw83TOfYPnZs+YDJFqIs6zzzInp5eJc4OB9cxCFy1347hBMvh4PBZPRpD6nN342ifB4EoPxXrz3BcvQZnJw17x31lwClOCzecuFHS8LjZ484uaycwuWp13b+R+uBJOUvLPTRgB3HfoLmxziX4D1uNkA145A/4jDYC2yY+un7bl3tB669WHyMf1LJDx8wT/wDIIJ24tH3Z/iBU9gSF/YLA5o+521UQfX2y1Wcn6ioOHJ04ZScDhB1Zzs8Ec18g64f1vdzLCWjAfpt+x29Mrm6MvkmXCobunKzIL+4nk4e5W9j4Y0OW5tOmOP3A7PC95LvmcN3iXYEcI92mZ3km+u5j4u6pb6k4cZ9z533kBNQPqdlnxvRiS0TxnD9ZLe7pvMBwohz0Ez5aT9tXEQ47kIQ7NSaHR6nz4WM3tyR1JI+DtiTT4dturj8PZ4C/TLd5s2iOtyk7rm5Z620uw6JDN243SX0Sd52xmWSBbvdnPFjOoxo9BGMRVmSgpx1ISy2ibCw9xVozjqwZPPiWDkHVmJ9X84gwNjk+mYsAIYf+ZuHghwbYcrkMBx7Y64cxLJ58+P48L5I7tplhJy8T6Z45sgfHxPNnDHqZr4wfLLlicz1sy+BMVeLWGzEWdIQRzM8a+oX8HODa4deD+7knCcxk6AcipkYzk/PVuU6mINvXsIowwzIGjB1+oJx3LwIfDemIa9A4fi19k7qDyMp0B9cxXInlWfU/II64iDTVMYyX1cOYdLJTb9xdTnqDnx+U9+FLDwtt9Vk8jK7hwbQDc0HHMaNPEyqcsKcpzsnDcksKz83pe1mTEsnWJHu/e4x0m7di7ZzSLdYQQLR6v1PFw4vWghzAl9niOOXfgVHSyyHmfCKidS8ct78GsqccSlx8W+VzDgsnj5zZc+Nv4vmDfcBEF7HwWH8QlvcOyz7g+Ird3t9BcKDnL7bVco5wjN5NxQO+TGYeXtvv58Zt+/gr2zVx+uLE+LE8K52MLL+J2cSkH2z8cJ9XvxnEOZgsNEYJ6tn9wO9I3OIfcHjOWxZlng49SL1xaO72haZbu/G6I2t/mL1CGTHVw6snPHXjLaEw7v0yZzjLmQjzzLx2npcQ3Yy76IT4Ye8aSOzweIloiLctwhtPS4cXEk974nV5ZW2iDxp9WfiAeCHMpm6vdoR9w3UL4C271gPOQKQ3kA5XWfp6uYwrs7yPKYcdsooJjMAXeMnRhvDVkG02uHGdQ5JNZ5cLlvvKcEJz692QmfybDx41/idcNxHBxnBkyPtwDzDmU9k8Z8k8uV4TOmQm9zO6h5CTeYlxPk3jLXjfDtM6D4Cy4QzB7uL4msOR9bE4EYUzJmIJkBwcECKr6LKXrn0QwKLDGl57znmdEosjxrf1tp9mF9DFc7fkuYc+rjkbgIy0f7zAFxtoa/1abg7+onhOPxmOYbnTOuPmKZs/d9WAueXLH4P0+2wqc9e2wBTpOhj3ra6wazT7kMrD0eYTbO4k+uF9zcR3lvJARY4xk16Y5az74Lp/H22zA/uKxHsTECR17/APqyGOy+Mhbk3lgtOS+iYU1w7yWaSDhbzdL7jhqfONyRwzh3IMclmch/F2MZ93KwVffnGSmKNudzObYpAA7AQDk6HfmOU0x0Y95HGlw5XxE37CL2yhgfdscdAYoPl3h/Vl5Q30yYmn1/4ms9JzO2p894LfRofZCL06yeN5hDGCsBBczSfl233yEcOZwXPIHXz+YWdsO87rFib70uZ2mpaA8x07P1YwnFlAXPnIkHiAM9QG7podPxtw7eh8sBwFONLT3udRXFAMSHp2YeX0sNDi52soBDrYN3A2DoxbLjH9waU+BiWFfTfM5uHnXfUJjHhwbfzB53Za4e/0k5AL9ZdI2rtd/otcrDpy4dKf2sDrRu7LDfZtvL5Y9xhEO+/ZNhvHjzm8nyMJvNxue4VjonGepvnFkkGTLkubW2GxujLAhk8BKCZfqaMjcHm1zDdni4Iz4ZX3hjHj6Yq3LGTqMiWZiYhuu4BKIJ5CAI6GyDzZr2yMwsRnqZG3LK2D3Ay7C3fmb0n6ZB3l+Vku1Y4rnZB0ANIT22OKO5L1PUQP7m18PnPGFEsEfKHIRF3BJ59MM2Bs65twJ014uztRsRxemAse/O9usSHog4iAMfECTSfHCT3qo9L6vugIiK6nGcrEgcB17P3k9h9m8/8ANtm5GK9yqC5MoQuQziRPPGSHe30MYt89zIV1ufs0kF1W/HEGIuPTMXnBOyc6JPtljrn5s6ZcfL2yBN4nhnuyONtJeRHxaAnzyzkYbHhyvhvGWrOrps64iIzLlfazivhqfq4sS37W+N6IUjxyxKPPxZ+rL1O7OHxE3xtuIHhxA4czz6jolzeCvXDkIh22Hb4XA4u0bT5sW4uR417hB1sXL4hINYBli53LvcyQxHxZGdTnmG6YJLzPcbJZzcF/FjAyOurXuXji9IuTWPpPCBnJAEx4SxC8Pb8EMJ/YWV1YMxPeN8Ht5eIzket29SHlc3m5mEHuSO5Mbvys9shhi5hsli1gpD2w87CQWcScTkiVZkELfL3Ng8EmiB4ydg2YulGv/hHwSt08Jx2wUWysZYSKM51LyvMWagrkZxUsOBMTLi9Xclh8OV3lsHN6DGOVvi4b8QBMG3LiAEh0sRJbsgybFux1+vAXW7+A8eMMsviTw4+bt5hkMkLNY8ZdoGGqMD14d2vBMpphZyyO63EnA1i1h2hZ5ucfGf3a2m62ZwZ9E7nGSiKIOzc20LAXg3ctyQCzt9tveDi5l9XOZJ3c92PZ7tcPHrdj0W5bXxPVr2k8GL25sZ5A6XhiS+cTujcsk4bYYXK73J15n58Le7m4bbn7PD1b1Lvg58h9sePDs7/ugIuYjWwx9QFySrwd9BLv+8ZsiTZHXWx9QMVieg7FlL0J+J4yzTHzC4+h79MFjxn71lVl/EodgHKLds3G6b+2VntxuEgaHnhmEvqEceck3frQwxgfZlgzLC4snQyz3bf6Rl8I55MB+rWbMS1kBvw+BjR6MFOH62cr3s2CHQncQ4aerooMwmAz4S2U3gMH0xpdjxTCJymN9GOIOuzupUeUPu3sfxMr3z/4Z3t53vCfMN1HA6M/Fz16AgIBIzb3wxDcF3FwMTIyQDnIy5gD5HKuFSX6hbNzFZNL1JTDIWJwAnBIemMSTQCentK40+B7h0XAsngR/pLrH4XAledYhAj3gf3NDByxtAmBmJIgfBkxEjoQFvA4/c2p0k0r/QJHdHhuSOQuHTZyDNdJ5GLqa29YYCd+J32WROG4F95jcZ3JgcZKTTuMUCcgmxof0sPnPSWJRe7mnACGG7ucfDCAWnR02xq6M9+2ydfGq24mW59xMLhyzXl5OMvaTHGFyF6s9eJsbp6M49fufiW3KuOO9g5kegHn92fBB7YklgQzh3SRT4EGw4CftmcMAPZnMo2U+s2M9BuAWBjk044BkLwONeJgJztjNt6tI6fjyPdLhN5+45oFyOcLj3mVHJc8bbFODCw48aXfvwEC5YnRbBcQdwJx5jHwIERkq+ELA73AYCPHKPAXGDN+mbovnmGMwZP92LzpHnzGJouii7wFgZ2QyXbsOXAu7m+tjYD3q9DDGIAPqXDhWyd2Q7euS9PrZ6l8aWT5WEh45tfFx8SXNvRHlefCSPMbLTCxw8NjqTPI6u62ZbDkYmK3nvg5BadHUYB03kjC9HoNh1zxc0n72F5J6U4/v5ksSPxGDk4mF3T+htmB+GCcu+n1Md3wAyPq5ekno110WVmZ8WWWbtweoGdpw2medvhJ6Z8909MgE5Cdv6nmxtdZe05iPxkjyJYOSX4XwbL7LkhlnVxnwYz0mcE68Dxz4tVknkxiA99Q8rRGID2TE+c/uTVzicZBjPB48BYucFvMHBsSVwdinCu5HszF5tezfUPkGbK+9uzG136tlLWMPWEtj6PG3GbcjkOLPFwIK2j14G58fS2zGcS2RUXwbB2GXV2OI+BEAi05nVz6Tz5gw3fNy9QoIc6saOFG6zpOIlU/V08bg6NweR6n1JtYw9Q/UsxXbfvw1v0+LG5up5+EM7kf4sssIJMbi4jBySZ/XkbUCYgfo2PZ97DtimbxsDTkkcx7WLpjP6mGkwbq40duXqPZdHD34x8XmWXCfgmZbbRYSoA82+e26wwzB1NgkGZwJLJ5lwt8HkyYhOrAdgNayGerQRxBEmORKR54tIjwy4tqvMY55jtZGZfIdbtpAseXljTozXD9DBDoSurEzK+AZwxOw+4ZjQ/q1jQfVteW4gdu/wAFs49eeeRiTzdL5h5YO+Nkc5DZyDjs9+DkCdcO8S4wRo65NyQu5lpEG9e96hmcx1LAuDwx8NO5GJOPJcnuOFnc9TxG4jpIdrP8UuVyx+S5vk9+O3EW5B44hH1OyGJhe7LD6jN3YyRkO4Q7DAuQ7l4SPW5s136B6kEhzJ9k5PXlzZJnZnriUOAdjYgauHoi5NBA6zLVPvnff6nhxHosDffxK+A4/UHvC5jEMIJ2TyvxIWcqfaa+D49sAsuLQ/chb4kHSTjG8PkJXQxcCPS2ywzN3YT3t53X6sPv6IvQGG7c2YZAvRM5Tnw5NsbiY7fEv+UYJogOON4/iH7D8ZOLHekYS5OnU9tLAvyiugfcHKB/IgzumXc0c+JgkdRn7yHmHyxlyBBmovaqGMYwH3H5E/ss7vn1tzrm4Y439zMQC2BRucnnD98yCczGg4624TeFxXuWcR5PI5SWGQv+jLTAaDwbYFd+Ww26TpVLW9Xe8kvhB3sO5xymHAP2uJpPpeozxEwLklJ5bIyuvPUQm/rTP7tDGkI8UM1Zc78RQGADzAREQu395IGW3kYYFgAvCdSD7njI6uLmyYL65yNAh0O1qOA5JOIGDpimexhDs7YnTMeOO43I+88TWTly5CR89g+mLoarxIYTqh7HVmjwCYjzrjIFDgXs4hzD4XKwDHvkYHkcEw3uMcPKzeHU5d/wc8fWSagfQO5NwurbHHvcyd28fcnz59O2frtYgUzbj6hiH3o/uJw1LC0b7l31KfFjE8gEuiWMtmC20+/wDZjW7yCeLGzMlsx3DQZbnDCXFfQjoti0N0lhAO8ynDGpIcdnrkryQk9Qje0j2FjgdSZPR45+CbZZMBLy0zY3iHY4mThmlRwwd9eriw/qfv6bBAiaWVT5Zn8E8ZBAx7Ton2k9QMj2NjuLfG2y3LP7tsPIZs/DxnERZ2RZHDIcs45GnfXLrLr8TKOzAzIsKvBHycf3ZTvY1r6SfpHEYExBhhXEW/Ws2xbE2dtiKeYEz2dB4F0R56bGVhnOkC/chJIog8JoJ1G5ZY2TbD734+Cwg+yMuLPfcgqbkc8Nvs5IOuPG3Vc3dhm5GDL3sXLw2uIX+7f8eAPzDbdl1J33EHEiMsUmgz1bNwgi5b7ZEYCbGQTDZw0OX/Nk3+hvQx6JQXMNiMD1pJMZkHwWuPMLGSMeLB3CwkdDJ5dSBKw2AMg92c3Ji9eBZGU2Ehys/hHsRfB0LHiI3bsJB1PA5cm+PBcZXiRjhAzsXmmG4Vmu0Wn1kAordVgskHVt7kWnHgx7gMuxt08GyDnxIOIxhYlzNtQPmwWOMvlZ93u2DDgth8Z4N2GUBh6k9F1jWf1KV4moRcybZA6/1zuJGKjpzVfAW+Mt4ich7PlYcToes4v9S2IhydIg8LKR0XpsEaaasxEPPGWHiH1Hxwrdl9psIucF2jl8TPitHxsRVWqd6LXQlPGt2BZzKBifXzaQSMnux9tvgmuRIP59SK8thHBLE/Ac4euYCTojtWydIeEN2EsW2SOVnhgqb14Nlnq7fZFhnrY89QY3Mxxeku1HXbPJtzk8DwEaw/uQmo1HYz6cZY3CkAgcn2+oMAgCnBwvJnGshxmCwNHJ5Z5AD4tk7AcLPJnRhWHLxksEj6bTmJ8U7MiI98TAxuDLnNn/AEzB4kfb14lrZ92T13MASHssYHwSE4nDJ82m3PxxJZxbLdQmUBz2z4m583x4y8MBwh7ggDmMxn5O9g3E34IPJBaA0w1C2IKIcGwI3Bi/MTdf23DHObnevRAqlAQLYNedbHQD9YuR452yH18yxG5FnVfrZB83MHH3cWJrmG6xmbxLnJc46jg14I/cJTAUn1B0nn+y52vU8h51uEXUCGJhx6igDc4GBltDPHD22gRA2clBj1EagINHML0dekbpOWrX1xYBjHUfiPKV3r4hOMVcey54khsTAmcsYA2fU8zIKJBLQ4uMK24NeRsm5f2i3k/JwAe2x5nM5Zo6GN+kiPYX0kI6nQzDTpvBdDcRye4zCDznuf6Uat3FX4WQcfOIAAa0tAeE0/c8KYOyLNfTbDGRzYeJ+OZ2U2sBXd1bg8QHTMNMM0etYhxxM5Y+1ngMDNPD9qeeYcfVilnfZwThePxTP2EgItnK28IH4Nn2P8o9cj+m6bCVQzNS3Ap5OI4bN4h17TdLnSEmCBydJCiFY3JI3mazidCLbAcSOx9qc22T4PTZfcuHbi+LoPcpDmtMNhL6Oo7qPeXAvE08tjwnZZ4/2XRJJjdV2WxhnuTuYTp1NvsWDvLG3OT6N58KOXEmEXu/XYw9gl+E+wH9uSMkc9ngsDnI6668GTLzmTXxt2ZiVrk6eHTHw5iywzIsuM3Zx50WsnqfG5jDLPsjzghWR2U0deCuM7/EEdkrY7Y8S/WbfBGBb4yy692+HwcMdSzZA9NxhEJplvA45Smjz+rFoD4kcOPhdjDJiwR+sfGWfiSc9o5iX0yKZ3Ivsvd8RZEy2vfhBhs0Iggz9bFk2fL9x3cA8HE4JEtUq5nhZOTQ+cgCqA+huN3Pw8S9yzhIWl8B2W0P23iY/cNds4sKXYGDHEM4z9QnsXSzVngy3gJk5ve12JEFCXcP5QnkLmi3MNnWT8REEFN0nJ+Ti79YATILgPDWXA5k/SKpk+4kcEIU3gztgf3kD6TnzVWcEZoktz8QbB0TBxz8XGtmBBrYzPDPxc9WFvdgyOmThz6svYbfRO7hYGz9cx8IZH35l+4T1tvhz9ljxdWanGccM6byTW+GA5PQ/JJOPUubeW5nci8NtywQl+DbYRZzrG544hZzAcrGDwPyzyhI9l9M5dSt4vTjZyZ+FqO3t+vEUdTDOLF7hQ2SPiPlB6+YBAHHcXbH64voWNittxk7KSblal+E12n7yBwnsvdwT8y5GYSqE+pXtsrHpudtMIiciWbNr6ez0xBbG5u8aLOLJlyILbYwSA+DgjDrmAtU8DuMiY62aBgvTY9zbRA2cprN8Pcsgz0vRbjvfnggg5sNx9HstjA5DtUgOZqFwdy4xUGnouiOf7SepYgKseAY9eibZZbJtFheM35nGmwTvNkepPyui4ScR4knz6IeQXFDLhmG9SO9ju4QOoo4yMbb2S6j9QnBfzJYPgclMjOEKp4HyS0jq4WmxIUCq9EYHv34095G05c6eZuQ+bAhw9TzNbIS9TuGghgFoGEoxs9WREPtl+9QbzfQRlwFhjgH6gFy1cm0+k1t5SYGI88T6mWnorzRrYhCbEAyOWqzgXByXRd5Jbvqfosngh0izYVowsuL3zdNzDSAd4JMj5Ii5wBcK4b0s6GQr3No7m2B4hA7bDgTBv74CE3sk37YvqC9gpCNP63IeM52BS4cXXMfM6Lkc01/UXJh7HLI+OHLmkahAye17kfs48McMnG7Ua+EUHbncYABAd/L8Fz3BwQJsT7ETCaHcSXOGWmFqxQXr4iOUW7wZbaCLkEO+g7kiw09B1HiHfOdxhUtSdJ2xJFDnQx1xFAdFjjCat/QeYG4ZBSJGID4mcc5xrP8IrIQ5ve4uH/v1Ls+Mcs9j6upPWd/RnD/AHJ0fG9Mp/pZMGcP30k2TODMKRgDfzYd+JiOcSHJpzBZA9pyQ0Jj6yMOHsWWvOndHZdz08jGCjkx8ZAl0CIjFz0s8ckEfdioTrc3G3hQ5dnTesLrss11vpsAb8MpMUdgib6d98fdwkujCa982YfRMGaCXsWW0+4wQ7wscXWxOe/ku1n71Iuj9z2f6895/wCJ6pfpSeoB+kSblNdbtH/kuCYbwM4VDFBN98Zrq+BFWNkNdKc1APmABP8AIWBYY4n3aGnXEy09LhOO/OTA4Tks7tBnYMFI7ZcOsjiAkPxzYsOeRHNOuYODP2cN6MgKOLaB+7O7yR/9FfYtPa+DzdbeTIPxNhdPDBPgwwlvVq7K5YeyPkLHbjfGDp0ugDPWTxA4YI22XBWNXvYUrcbiCC4Hp8+vD4Y7cy3ZhlzduGnJZe4lsY49zxtnVVfGth7vY5IGdEgacyfasbjwH4FoEWSjyDx5S4CxzDPkiNXn1PdfcOh25FwnD8tnhzycWw0fuY45EGNxKeFIeI8O/huS4u0NbqR3ksnZywerPg9Xdbccu7IvmsA+bGCzbY6mY3qNHLV0Jc/qnKHM3SfKc7t+TmfQCPqCqnUBCYA+Sf2EzgubTuH05hGOZwYduWFD4L/ENtHEHwGZ7js0n33OMgsX+OJD2XXXkOfGty9cTrAmRngtDcbHEvikn4LGLyvLw5nlYwc2hnFzs9FzcjG2ZNubCTbFYtPG8328GPqaanMCmx8wIA5DZPxYyR+Jgl5+J06C5bObhk/H4nngkzvvZGrngEsE4cRrlbr3J6lu7S+CdeVZyBHEtQQBxL7sTE2GAtSIp8rNwShHHg2DqvYg+762MGYxOYHzxOXifl8Ma8cHhEOGTwlwPUDgGXwwszqawjdgYsrm9ILrxK2+1rZXLIs0Oc7cHcI89zsvVqZkueC1lZhI8WSap582xm8XAnux+e+XwRg2TlOYAubaADiMi4cR5dvqNf8A3LIOcXN1jy+iUFDZncwnt4fBBskiBgrd8B5tUTZIosCs6cZFPZnLfHcpxQ+JOYtwbVe4LmSaSSdAPOeoSkYE7OmYeblDUT2zLl22yf8At3ghXN0J7hPMMNnh8bzOAwuJHekagnjjLhsRxAqQX1DsKhwf68a5luMtSCKfuQdwrxA3D5uWEIy0yTebn0BXXqKt4uQsyLmwDYhwFL3V+9ygin21XsPrC07onyX6jxmR+rl4pfqubcTz4ZPY2T0tOxY+Ce2YDkXoz6VA7xoQcHUwLmPuWD9FpaR4T6smXDyodS5bdTOocIg05jzAR8p4v9otVncLGMub0fdzcsccXeZLOeTbZKROHGWrcCEc+Tktp7CO/ZYGnqtPV5b9BDzvn6VY9kWog0BJxDHtJxVwPYFrT3vHGW1NDFfu2NEruwLDBHLtbD3lsPbnPqZuf1bHCTtmHEY44wsfPEpsXA3mP1OSerWeE9ZfoCyG8GJ/B0XPMsZauxGMJ5dlkQOy8M1z4MeY8usWnuzG2UXXtHHxLfgjhjHoDgtxMxnPbnTIpcx692sK7gB+iAWwH6C7xT1Cc/uE3Od9Ma6Z8InsP5CAjp+5gyIJcsk5kbxzxBjNgN5tSYzVHP6lKvJdNeQw6HAc5hcnD5sIUhwPRCi2OBzh/Vke+XH6hd9D+nK9/m/6JyUGx/TO6QYDz/tayyS6uDE63u3f6EuX/TKhgYpYwImDsGSOBsxDm+ID9iz9xgba/FYgncMme5fviYd30lOeo27ZXKtq9rCPY475Zqk307cn2tHJA55jkytpn71qwbngBAOQd9wc/Ye/tzPSUYKcwB1zggPYWhwXoYCyOf0mQyGMfDqaoenLbBxBdCvLY59nuEJtgCvMvO3HGknXdj7OPTDrwMsg2jm8yHNzfmyuD5e7Q7x3SQ3WMrGx7f8AnAFicUfhZ+osoS/TazR9xa/oZGa0l+TIxJN4tNk/BPj6ZAwlY28BhDROgUdPVu8YHnbhAYt2E/w0k8QuYZ6PG/UVFkYDdJQCxs/B+DNp4TqzI4hju/GHFcRYw8F+hJ9JY/Fz8i5Gx6Nt0Is6vg3LGtnI+EZtXjPpL8clyXISUewiw4OfyDw80fdpfQSuY/PqcZBH4lqB7fwb34PAYfTA+p5uMuJcLgNb94G67PYjvyTaWaPek3F3By52NLmj8nNvUo+knrF3nsSDoJx8rZDGbM3l33azZFNjbY7L89kdJI65Y/MCYactDH+dnUR9ELGV3qETCy0SVAOLtT++LTa9sYCw2zPBZBZJm2WJvFlhtl7n0G/efQzhKES5INoXzkqCer6r6JePEtL4E92XxF8O+lzuwT6ghze/EqVBnqc9Fw3mDnVmZ9yaZlyuFzb8WHIXZOa29mOYPXhqx6C1YlL1ECdkDjwGHp/UnuP0MeG7bNA0mJ/cN0bBc/i+Xgh8ZAkIi0J9DyB+CX4ixh7Se5nPtG48ZMFn1G3uf1AvOEXA9Q/DicJxDqDiH0eH9T4dnE2wvQknpJiz9y3uFeUoOJ/hlOyHeY5AExjUTrH25C7w/qA5yWvuJ+gm1eONgYTvc+4IcFm2Wnc+7TXLZOTwQYg2ydC49HpuAAB6JFk1O297jpegDZ3/ANtDfKHMHdgkJ6wAjrNzrIfxKOBkpUFrkcc9XDcLwZGFT7cbOi7b/wAMT3LJGGZR+FPkXa6Su07w2TIxmWjLp33b8/4bPxIpE58POxGxGHN8PBhNvdrMZJnqXPcrM8wdEE1gCGCT5s3wjHqNm2Cr0Su/PAfUvOJ+SWXKxD8vLc+TpxBtTxb0Tu4EL3aHE5IU3mHBCZakh4x+S+oSXygBNjfK+Hf2wJ2P0y/f+9r8eZ6jBD8pPxp9E2ez7hG8y74se9S74h7J9EtLKI9sfx7bsTgywxdjPLtsazvxBISNyaS3mf3ayc08CzyPFIa3PITFsD0Ab8rGAzPZJQUgE+WQ1ogXIuB+ocf12TX0YFsabaOINmXAXRqp0WnbNWDg9bbw0bS6huI9T5tKWrwHRAW9tsXsQ5XRlwumTm9MiffK5YgSYcs/Vnd8aWbcwHqbrqpL2AhfZYQ9bYFeGcL7Zz6wwZ3/AOi0mujydwlSTj6nhBOGITBsmBzmQcfyZl4p8MlMdq04WOzmncn3zjGNXqr3Cg9T2RwPzJxMHAgEb0z96BHrvMN3nwy415HdBsa7WPn8xwnnee1cAtN5DMcNnDNazCRlDZzqduZNw7bdguOgWPnQts6ONLVv2Xuf2PhEJC0sGo3MC5ojgEozGO+Rd+01YpwjIuQjEPFuGGRMhrxAngBTHcvd6T0P23Mnu4G9nvyD1RuKJPn+yDKZ3oSdhz1wznYjJLsnjc5mR+DciGY7/wAprjqaLzMfLwG2oHVut9IM21IIPBYgDA7abPp4HxM1n3YEUrnTJ5LmlrOvUPR2ZAIPRNzjhOS4djnRBvqHIOc5zLxnuXSv7dkHRNuDd4idCbMb7NJtnPMQAdlqeM35Q4/c/bOfgDCBKHCw355i/wDRDj5nmPcX3bCHE4y7oTSYfNkXS4eEOOCBupBNy9x8ZLSAck4Dx2WTFyXDki0wYZoJFcwJDf2YJ0OSA5j4gHlhZ5HM5x44yy2HwD8wjpY+VgOnBz3lI9K9oyf40dHHqFzTxgwMYJz3kgL3Uo0sjyWqaydM5s07pyc8nk7l+vxfpau0JXzMJDx4zw755fGDlIsOpmCDGeNkNWOsTdsmrbnmxwckAEh9B/mfJiGe4Qau/qI4L/rJB4UGe3uXd/TjiaPwfEPTgnUQUMi5fb5vcJXg4tyADnEEJ6ijk4c3DoRxbT1FTp83AbzBBkXFm2bPa4HcqPsnnq2CS+rJH1B82ccSc2Y9TmSHxKte8uEAeuLD1kDbEY3Ic3jSw4mWFjkE27N4sjAcPw74mZ68HpH3CFkeruf8SHA9XPrS07QbBl1c2vE5jUNeoXDDg+8ssFgGWeqHN9EgQ7Est+AgnmGAcYR9Z1PHiBQZ34+0q1Y+J9hKerP6veN1CeI22cGHhanfZ4wfVtP8BcDqeD392s4t/i73E58as5zNuT4G2x7vUQj1ZkduclLUVDI9vk36l6rQn2L1euJfIh3ZwT+Itc0lVubHszkp4Z36lgXzPMgQH1dSvOSnj1Z7Tridjo2SfQFuVT/sYvQOO/dsBu0yBeQKmOryn0WHArjycjAXFq3IuE+o7GLs+z0QRDXokE9wLrWN8G0qjzDkwdwXT6cxfXLRScba+rh9EXMnOMmGLfDgx52wSPBnh8HhcHAYTtJHXlsucNziWCFwIMxzwxY9Ebp4VChqshjqzwy541cGg3BGT43whyfVkTxMEXk6hRu3AWBtn9rLIYyJiYuq3JKdG70LC3xJ7DuWpb7uB4hjzA+Zv3WssfQ9OTCPPL15KPA5bLngpSVycQ+C5+YgcZ5d8Zw5xfbY8PVm6yBfRa+ETBSBw+z5kpi9LjVmYNx/uwgnvm5mFqmwS9VrO89wM1L285ZxxzKuQlQCnAGrLm8mtknJrPvD+56lXMB0IPb3YJd7nHJnk2ObkT0XPDtxH6QEZkFoDRBaoN5yOUOHY7Qxw7ZdHIzTGObcbGUocJz/AMSCZ0ccE/5tGMTIXAeyBgNmdOxSYOnNbEK36TKh9XH/AObnxPohBw7znJcCEAyX578VzPT4IEwOniQJnRdYh4W4WcHvIXgh75TZQ7teNhc4JJ1HQfmHF0/p3iBFqJ3eRt2+PZW/Wrs5g8BQwMgBxrndVhowG6nngI0cPkWW/a3F/fo9fq9qDFZ85jlE+8S+bTlNk+w+iaRleuBOo+w2r+On5mpaj5Bm0+xY2jH/ABO7luPx0rF9LoGP1Pg6da3NBbXGNis4R+ftCDPTHAuY3L0k4HLFz10yLy6cHwTxmEiZnvalMWAgTHqwfYTrIbkfcjC8pxA5vL9T4PePAPbLwau79BL2+rPu9mRXu6yOOg6csiJOOySsKaOWMuGd7L44M5b2wCN6lhNREDf25uZDCAO3yZ2/n5twsesq3F4aIPRJH9iIxZ9oQESCHB/J1dPfj7rr3aIZY9WUDZPuWEmDUjEXQK5xkEsce4SC0vX5ACJs8cwHSh83bPUmuAZEMgL4uBXm1n62KeYxbm6l8O479Eao/wBd23D9oQel/oN3DnvOyGY3qHw+CHPj/Yh8lliEmE57iOW+rI5rS6jV+IaX8CMJu7J8q3yNbHPSNnL4MmPBLGD70x9rld26PHMBErvjI4lml9PMyrOLBLYAcZ4LMGIEHkwERpNiXX6jYAHrTm7WM+H/AKlDVP3yzkhh+e27eJ592SwI8W2+V2411jYOnvIXjZTVkfEgZBJclouSAE4cjIhweyUgcyeAZn1JTXUBuDqM+7G22NPNhmZBI3g89tkHMDckcHwz9R4erOeJ9uNggbK99eMJ6eOWcG2cOxx7mTrHjZFXOPovU+0nmH5Z562w5ce3N+LMPq+J4YIMmFeCxHWxzHuz6jDzyQBvEGx7zYO+L3ZAoWRbPUOC5bDvLVcuyT5g+8lxyziPuCD2s4uDb3x4ySCx4szmfbIy7uCRX4CwvUPlLLBBZYJZBlxI9eJ+2oZ14W86HbkXg6kE+F2z+AO/hYNiIG5GZ4COgnDnCU4HixU24XNj1y2nBkHO2FzdeEMvccv0uH1Pb/cxD/eZZsnw7KHj9B0SeGmRx26+2+b59MRKFwH0hD7Q/d3jOmf1ZW5Di7DxhLMCVvx494h78NzTMfHLOZXUWTn3Bn829rI4RrNgMuTa2PGR4h58Hhiz+LOTjwsRiqzxDYOA9Wkd7l9QmG8sPQSd0GF7SPE1cj+iWFVhOcFyp8pjxHTVyxQ0C7WsHjnIS3+TdmTTgGYMfrUfJd3mbIA1kzLZkfQxg8rJ8Bych85ZTfbY8DYA4mBu1BxvxZBkS4TZzxx40QA9MUM4zBhPiQTQkhzhGGwDJbEj8Qq3Rhlu4bWwYEFNLFzO8gTblg9m5DU2skze44FrG0G0VC4pz+i0gQBIGtawqcPOtG6eOzgLWNanX6hgu/3c7NYPWQNcZ9NLc+fAhu7v0i8T8mboA/BkBC/CsuGOs2NJQLvFypwtmw7A/iS1HreZiH7XOFkYX7KwuSnZhJySQ9af6oI/WjttEaJ7hzM7xu5/UDcZf7eNDzY+u/1fl/6C42biB3yjgRd91cztocrhay+63XWubaHfSZEQYED+p8lwYcmORYbiH7cEVVhwBkNvaLuDebADMtLm/wBSfpq/MJEJzT56Ioaa/u4S0OepC30JJyV3tsZ/djOAzVLchwD4tGnZPKO/uGHhsWPDbOIH3snUA8W5DrjbsHGJGoRIgpBzTCjmfvPvgnA3SE9MILrnuRUKpxiWY++ziM0T+454f3J6iiI3qNUb1CepInM7RlpzfYDLKYwWB3pnxC8mbvX1fafmb6tb/EsnGEP4sXe9wmSOtmwzlvrvOWws7dxnPbAoUOQw6SkD3Ms94cNXYu72GAZhzydmRYvwc8xG+rjLSngXC1vgnKQ5tujxvKyh99SIa5K7qwdX0ivwXMjBqDq41y+vrwifes/eWJxA2vfMBu/i2ISLWBxtm9Fnm7HUwmq2WeHJ2bbdsO3VOm0aSAqIfjX4ss8ZFnduZMduTBdWJ+BL2R0PnkOWJ+FzOIl9ngbS3m08aeNYtd/iDZZ4Y6ieLWNv0zryZC4hlMcz2TqBzvbS2lUUY2P4deVT8t9E2WUeM8+oIPCbJwM+Hd14/i8vln3EomYFl4hlvILBD933Hg+BxsoinfBbIl/OQ4jOnHUTQ/olxEADGc0bc7xxYPG58ydFx7j7Oo8yfEkOSUdck+Q8QThmj/pkMa21cWkZ1thZdR4PGWC5nEnNnVyQ+E4HxnhQs9Hj8OJgc7tQySy5243HuMskFTbks92YWbrPzPT4y1dGxl7WfMGQbwSA03YYDOI9Ll4JyqWvizcG5Yfb1YBpI74QCHMeGNsfxJZxM43k8Fsc3A2cETN9QWTP1ZOBylq2rJMss8E+3wzLNfIO+GYsv0Q/fPhTHC9snBpx11GXYf7lu3/UXdHwT4GB1IgPilce/BywwYHftj6nB1OecjAcXyQSz8E7OIJUPebE2T6gqUAw84R9M9irB5TmPQ/0RTadfESnUs8IFrDF0yViFO1ufcnGvBaTt9sg96bsbit2h5Occu+fg1MfBDnDIfALs2Mj9WjZPS+bu6Wx3GWLi63NMr33DySfwTweOldz6g+4PxYelnCwGQXCFBGYiGXJLv0Z/wAXA836v9MgQuZzmo6G5kI6g74cMkU+JCOmCjtgqAcDySXIj6GwW7sT2KWVMY8sqkYFfLDwrgkVdrfVQYDvZES5zLo/M2t5j5LAW9HljY2QUutv1WTliwUlgY9Ny2hH4Mt63TcT2Lm6JB4BF78e3LWi8toZH7jpw4OIPV28OT1AHxxsWtYfTL8W85y3xuFqcYIM/RttHhfNvx37kd7CfVwunRYJb1OOiEJxcoN0ZqYSpWDNBBf5t0nMbhH3ejkxBl2mJ+NW2fObiTgYSQcoqNuazNvWHmQrYl8LAPu3XOzbAcXPGyHc2BgfNg6R0AvV1+nZP2/qDBIbemxk4eLKLJTjeZg5wXcKIP7sg4D/AC2rguxzKNIBc1P1erSvStVQAk3qe032jhbMjy/2zfPB8W84WNjMI+br3s3Ffu+lyA4S4HgtkOGcQ7wR1i0GBnET/svoJbkqqRJ4GFPhaz4t1Ek+w8mD5aw1z+h4aD3ZW1qMGV1cySJefcnm7ooPDbZPsMnQ0Lf8kn0mzQbCtQccHzkBA77nLkH/AIR5fOxuzHYC+iaZLcrGaykBgLY4SMTQvjWWPb4k6lg/0upRgG3sR3CAlOpXbOWF6cMwvs0yXCHWOyRUEd5nOI1k7f8AsngvtupObY5XDxFPS7Fy/fKeczW5xdfcocWz+p90++aTr1B/cD5n1tfDCJxjCHwPUeAlC+c5IY6m/afJOOyJpL+DYZ4pexzmASHTxIDMxePJ0vapGxXnpkAukB4B2T3A8j4/H+79kKtP6Y5v1fJdk/saTrqZGPTbLLAFuCQ/PF8AeCLhs5kPcmywfgsPVhAixEE0v39xML43Pww/WuC75nH4Px27PHEh5RucxfqwH7fHaFmT6bYgvuTKvPcGdt496J9PN2Z1DuNf4EsZvP8Ax+rFJ8mIr3LsYOsJlaAZ1Ek5k/8AHmePof4vbN20kN07QLiT2336nPz45rQzOrPek/4iBESbR+e/AnrM8GcwEl1nlvWxC3jW+pu7i4z6XHG3PRR8TJ+0gnF1cNwz4yV8T8d38redLDe2Q+i10xxxnNmzjb6yzZI0460haOzdHTxvM9Qri+zr48Yc2OJrkmEA3bNy4eos+9jn33cZxYOpvv8A5kwhpbRDiJ5gF7fEdFzJD4szdj7PDc6uWa7Z4PMIWyyCzjqyyPlZu3Ase7JPGHl5s+rXq3m9LH4ZjseO7IIJCGdSNzgkRc158T3By4PiznA8A9ZTh1c53Z9OXZx9nEZylfL3GDgmG46yTzYPGWpMgsi58yfVjLiMOrA4Ob0SLAgHZzMBLk4cybwYTyEt4OVp7HOCAEGvKn/Mh4dtY93K0Vt4yRvgMsg5CyD6LunZmHBZBKtOVscXBmyyxxjzbTkImTDfD4annu2WHFsbJZtgSzmI9wu7b6tMNZkJwSHwCFYZddGaeeU5zBuVDuIb8RrDnyVVxeziAqP2tI673CcVDKtbTHO034hrAXNtXBP0q05wcRyLtwg5tN+rrLq9oXCj1kLh78QduBMx3DwTYy+xglmzaljlyJqyBku7MTM45uWS1wbKyxPPjUG7PMZwzGJOfDiEb88tIceog9bHUt2jttvG4MRsdcEk7j3C2bjIdKBvu39vHL8tnuwI8HXeZRh3BuIQdQM69XB+ieQwACHlu4/aPG32gbIcZOBxHTHGBP1xvzanBOfUonwoiB6mQQuAAko3JcRIDCEQX4Y7BGWBiz7btsD5k0zeexyOdqXPA/niT036ZFoz2Bdp/Vlrj+C2QD2vRZnd93bZwnwe25+ovAbnl29ctoMs5lmXz4GPpyygrBrGicyfFT+mf94vqnF+mefBYEnbTdjdQ7YrO3buPA1j6vomhxiXPnzxaa9rJuLNyc62+uS5lV4m96XwWHX9MCcbH1cXb/Fug6vSk1cM7h1f1YpUTO42/wD+tjP4IRrwdvWyuLHHdzLn1fMBQ0PA95fyfnsu03qzkgAzdneEOh9huHusZwOTrY6WHBOfG7PgsFTk55PmJ5ToT1dPlOB1pDUHCSIhD/N1amZtzDpRm5fQ3lkBHPaRAzTJ88Q6DXrkiL+LgdwG3HbB5Fwlq3kuRlX1K8l0myBXDbPTczOYDYUIl3DHPiDnZzNjO4RQduTBfu21/OyQem1tl8W3DDBHRniTzdR8CZktrc2e+UgIOgtg+pQvzsbthBsD3D2SNpuHDDtP1I/1iyjX+LEv/wC5s3/zWnkP1svtIA4l6yIqBCsk43b95x+74WFqPk8Ycc/kz+Jatzmb48x8LJ+XfyI33L4Ft2L6ix8Ee8SAA6b5mGeCR1P3Lnhhz1zk40Ux6eYSOE+ZPsn1wz77h6EfY+gdrlvfg+yfZE9O44tacawH7u4JTn+n4g6dt9iOFx7Lb0Eh3A8VqEI/FuEXZU/YgfM34nxBxAz6WDYnXn/jxnkLi4mNOd5lMgJlgvjAepJ+7j4lHcn6WbO8llhOCxYgQ3d93OvCXsTbwt6LlOLjWwbJfi5zb44s5T4+CMg6kGDxcoy8RnZd1n4jlZZBmRYzzTlmYPvwETnH3ODfHEwecvXFlkTPIT4My9QJ+47FUsy5s0swuW6uxBGQPD6kW4cBZ3PF2OT9EQDFenAzf6LKbueI0uAS+m9Xzz5Y9mkk4yc2J34gN5LEf8IEnbFi7fVjuxlg8HDwXdjxJ9EC0j5Hj3ekS/EcrD5oYz5p6LuM3zyz5LBxIdqs9P4l1bZbA5mCBLO4HVuPjmsgV4mZXlnL3dP4k2ckgzwuDzPVky8HgMc+LNWAueSamsBwRq4EGI2By2HRBAfV+lwssgs8Az5hDDiHYSPx4FHmEvi+XogHt9PMmFoZzcbZZxYufRLyWouQztKrr5QxsRc+88WeXPLPHjzYfe4VD1a8ArghDksHR5W/WU/viP5Hh9LlSg2J3PTZXqydkn1BzxcYQN7uITJxMELgD4h2MsYPoy0erFzknqQ78+BCK2CGDywsBd1ydQ4WOPakJhwfFkdrtsV51xhembP54hzz3OTE6ZIk52ZEunYjCojvmh8ZBk8C2fkKxupMMLJ6vvcwxxB1Acku1hb3pam52w+2QoxykPxtx6SETLcMRdMH83oj+y99T+BffdhwTtpYNf0kFB6U7ZUo9XATmvzmP/ra9rzIttLFmYae9iDfVszjnbPOLC/Kf0T9O+kuTNzGYc42WjfZciD8WCEVF7o/bBdu7ZMJgdEj96Ue8j2wftx85n4hnIRvtIhXuPrQvTGHgyIdGFJ4EdmK+Q2bsPlXGBHvJ3Pq6Jn7ik03gjXNXnSy4OMoHhzBeBgHBPFuPpf+C4DvDc6OkuQHIpTfZzh/qcgae3dlL/ZfJMH+LZynICXPhi00+bhqLg7Ev1FguJpIb+jboAPFmBjak6dJruSDp/8Apa+zSFObjmZGA5zidg58OiCxMwDjHZ2xXLHFxm0dwnmh+w3vE4xyRSbwvYgcY1dUs+Nuxj8hj/q2n4beS0H+dyfdj3OFp/okOm04wKcNGFSTwEhdjVr+69SJlsbjkREzYbj3N92DzOOrnxnhwQ7xcdePmGxRLayQ2Hu7ZLfr8PXnY/cz+pKWzY/fkmyCyz78HXx6ZLbfPIvqQP1u5uST62ljAPuZBnM5gqd9XEM478LeI30dKGb9A521VZfZADwH1ORtt5zZPxZLVwuY21B/b4gufE8+G4cxELvSbPECz4uGayyzkzffLawubj1jic8bz35efCefQeXqFNF2fqH8CSyTjrzpZYTc+ODIbEbNJ9SD0Zt6aV7jji/S1zqbP4bE99wXM6FnqcOhMFh3kEGdFz1rlxuSmcNsc08Ge2EIe7Z3CK9svfBv5l+/5jZ8H67g5y5MbTguXsy2d8rUUrMs9xLlnwwHzcdBZjls+Vp1YmIZaiyQbLJhYsDxmSwsDfA1A9EAYzHgit9iM0U20tK+JvM5OogKRYvCOHUfh5Q4gPLk9Ebe4+lYWk84+bfdH28I+YPjlC+Nk4Il9pa+yVxhFkMX6uDmtXGP3AUeHqRZW3PYfQbc08xLhZtw6uT4Cy2NyT18PiXLfU0y7L3vhwbcSwyBjCuQzftGeA2zebgbYbg5INg94bkc2M6uEUszg/TB9WR8cRxHLkgg4nj9HuwGX7WckR2yB5f9Qo+iPU5eLO4ZbDuGoWTgubn84gftdzqzgEMn5t+InvQuocJsGdcvZVswjIsAmVunnnrwE5JN2AeLE/YggwM2gMcXsz8xksx4gP5PDrPi+56mHi45J8iNOpGRmaWbcvUG4+8MA538RDBxxP8AONBgvhPHB+TGxwLpExfoJ9vtGBYd+U33pABqmwCIHRb/AEpRz+DbURhNje/DFqzk1iwcsPgn3Y/Xf8cu2cTgOFsr27Ql69WdxEsfFx6v2hF9y0c7c3DYEHlGHhseH7WR3Pvm0gkgs180+bklSziybEdPPYR+zZ/FozpJAIuwzY3Bf6bOPtz+5LsJSO3ztL8qQ3TbJFFY49Jhb/EahsAbJyV9uQy8OWHYfsuDnZ19LT2WDMQ+Yf7vpNxkfEKe7fz4QLjUbrJqIbpedInaXLOBBD3IS5bEOlwNtPsGvt5nByAHEOQmm5LwbLoevl3d7qDom6nEzgWPVucv9QAyHeTcsQdPXOwV14uRE6y4G6bJNViO+mM1gtDgS4h0TDE1/wCMYnD8XL5cI8NwgbbqGXp6hkb7mSz0h+ECOo06YoemDU5Dm9UB27PvDIni9nY2AAc7YY6fjqeTOMYhaImWfAVL9tfLuTdemwnglCWHsJgI/qzk/Hgmk8IzHovlniBWx5ZuL1KlmndlXtuUZ4El24S/A4tY8IcXHZyWvgm+OPG/MMMdeO4nosmNPhPFz+OS0fDI5OjJDwmPH6tbWHw+DMZ8jyDrwz45v9QHaYuImOJ8CImTN5lmXJxkhrN+51DUbvCSJXHQ9ypK69Y54vvJLDjYcBsPEHHadIQObt3aCA9RAG5N2Q1XrbEyYB17tWvVscWawH6uwnORsbJ+B4d8seevCQTJGaH3kE4bTCw87HM543nePGZd+C5PfqQSB6gWjboLjgjzz8uMTnB78faLOED3DzwwaWhe7Iy4iHOtpwNYA1n0RlCd9HEGs5Bhr4Lm+Cy2w8cETl1E52xb8M7+GZ43eMkZPO+MdnnwZfDLFgsmMOO7fTMvEdAb0BvTkww4fU+GpAR5/uA4LI0L9fEcY5mHYkF9IMssuHjPiCCTLlZEVm3WEYnRsju27iEec2XkSA4/m6hh+i4EojvMJ0DwcjxLEsMXlsGsdWa5ZDLbHxAfE4n6JLm5cO988bNhB4Q8AbblO7MKR6g32zvKQ1Mtm2fBmDDfuHHUcZNobiwLXuVbBclQ4T6YfgBZyzOHLARLMbLbGZdnLFl6O6/zGMNRyvqPDcIMSzR1g2jKzvE5r1JEdBzebnXbyHzlsyIJ9w3FWEt7vkbLGxdJF87ZcL34eSv1WiQfDZOLYfLsj5wobPhSoUOeZ9jgFka59XxyLhwXAmawQB+AjhmXJwi82q+o5gjfV2C36cK3RaMJdn6shkQDIOTcMy16Wzh8BGFyO7jLOhb25iCz7m16zLfCFjxvdk7sIB0D9OXBjf3zHljxa6TwC3jyhZxfPV+ls2ehf2X6aPDfDmAT1Thn9/8AckY8P2lx+3c7XKSgzo3wHXPPZHNdQ++0ZF26tFB6SJ+LxPrL5gyeCZ4xe7OWeXa36dnyVNmXeXVlFrkRR4dlw+DJylg7tIxwzNxm8L3mQyar+rCceN3iVVPgfzcq4ADXL3N/I34nSABzxxcjDiQ0NuxOmxh6ZK7B9z4sXn8CbBJK76ZOZLjWVW9jcZDrie5c31suvceEIB5Dp44bV5MGetJ/hB0dDyypprt0wGr1LUuLoggbGjxme7f8nskCO4uG3qzHeyCx98xnTLqZjckp8MMzb3PKVncnMjmifD2j3uiDbM7uU4jqFOechjye+MfLD0i4M0JzCLrxYemJgwzExfLk7zcyvM4Yc+AZB4fCsI7w8Ji9XrqEPFgNO/fh8ZfF8WGWZawy2k9x07EvHEXL9edfASc+EZe546lU+Et38A8HL1DwlvGR39V3Tj2MP8N1Hgct+I82ysZccvfRwo6vvHLUUbtnSQ0bGENzBdi+wPFlkZOqX5dLZGx8J+JABiyqaB7PcdHITs/iWmFm1a51EH3nvTi0ZyxoZiKHa+YW1oH7gdARxt7m1x4Oo8GeNucjru2fm1yyJDJu6SdPMCPFo3zDxxc7bbHNz15XpJxbbiQ9y9zua4JE68ae5lPU8E+Z0YnIyZhd838S4cF7j4Y0MtbBCOAzMXF8RM3PPuMnqwPOOT92WZb9We7Lunn47tUHgNXxkkzvjDwWWWWtywWGwZxB4eLS2ZssbDeFwxA4mDwfgBmQDWK1o9fMdMs4u3jmFMhcQPsn4LUP4vojwQPfiX9Sfow+Z15ZGbn48rEmSeJagmVh68c5kC98w8BYBe0eZLqW+mXcuSs93B4ITF25N2Bi2XEmNoZFbLq2F4hkPHiM7l8E98ZbmSGKP1GeZtn4kdwQDILo4IGy4wiLCQfVnhn3ANgOIRkmB6BK3KvceAfgfLOoNZ8WZOIWLzxZpMxuCR08XOAG7bJy15oyAts6QD7yW/gFtmeGzxa6eEEJA5H3mEsZXLitx4e/L3DbWSLe3FtnwPBDm2g9QpzdglQLguHvCh55YGbDGumXaJ+GeHFiMlR2ZGYI4ebAWD1aIHDtzQuAEicxx0Wb/bkfVzttp0rRPas3AwbDjw9+YLmhAAQhSS81witNPi4FocQ5Scvzbwntx5vqRN14d3tnwoPshx414ht48YfN6gM8LQvhG45biHTGzDLFd6SO/wAbOBxx30+A5bUsXdyxn8Mt52pvfh/oos7vaE8A+rrm4fXM4QcXevmWpk8p6bdELXc3tBcC1W0cpYj3d5HXkzxnjPHxYbYPZHG+Bi+j5mjHxIR9+pjOQJhLRqG3e5t5MHXT9XeWcFtmgb1HAC/ttjwhK3chDPTq5sLtjCR5OpESm9IXoXUfUOtxScGjf0OWPV7VYSiitLg0Yxx1bPv/AEuWFODCa2Hyz7wbcV8KH6DYTVudueeIZcXBcweHLds00ZieY4hacyO0izJDcdjzosIGFzIXawFrDr3curLgQfZltkKuJM5tIbBCC9Cxcky81stHnrxOQ+ocov0Fs4HycObL3GiSA65kyDnx9+HvibeYXq1+PO/FxB6n94KXTlvkTJ6OLqOXwl6i0b6g8ZNsXvi55vZLP2PBMdHmxP7LkTWng6v1D2XeWOyj8SXLYiePm56DkjsmJ7cGsObhE7Qcl8AzvzBGjXLkxjXLuR9ybmIfJZh+56bYDZc8WpWIKD3i8xP07xM83C26MLOF5t5wXgEMwI8ORuCezFw9Mnjpvw8TY7m+MZ6sT43Og8cc8eO76iyyzLp8LnHlKDI93dsZsk82PqDyxLluJ4sMu0nmF6nqVOM7XrWPi/TZ4yQiMXHgT+i4ufnxxhdnV1qi9CC6uGQJebTmLnyRdvjJUTqneP72jrJ1kb+7iCfC4L4Sw88+r34DfAQZ44ZBxOdZYWYHgJCTwAgY6IwdR+rJiJPP5snq1ujCzYTWYHxfQsQIHgwH4s8cePc8zm7bzctm8RDdgF3ZJNPGT9yMZr8zDBPV1aiZ2wLgM8bld8BAqiDsWyJ8A3HDwdbEA9k8ls2dDMPmFyNYTjLTNJRzAHRnxAHoj3DIyTmyPGZAWeFYDuPjLCTPVj78PZHBKgs297XBtWX5rNF0mcexO2OrB24J+pbW3P3yHEmV8LlzDnwbg+faEuID2WC5t7M8LmyR8bHkFeDZj6Ap4VmtjTk9cNvHjznp8e4+IAHERu1l1u3Pk/Vi3MJxPUbTEB3Z7l2+DPw2/SQbcJaDifpP4RwFkZ0Of3dVysGTxuZAk1emI0abofMDZ9RbJc4AsSunledyg4YHEdHz4IR6KzY+kg7Q/sygdIC0cPgLU3+q3G+RwTcaXF6r1DmHLN4XHFC9kf3GDjlCg9R8JpfVAynzfZYBKplwCw6mzKXOQ45JUIZkz/Y6zcy9i6f0DDZdiTBuWCZIexB2weCGWvqSmqF0ReZNBVuRwh8aOZFfWHOEj2WhOJ7sLRfXNn/6r5MfsZbzj+Ib0uoNyP8AmhujZZzAc5l8P7tzebuzixj9S4+uPdz658P7j5Np+iVnAMg8Gg4O9g8ewQE8j/Et+rJMPVzTcheVuUUnrSV6Dm6OLlvMe9G62G44xI5mf5fCPfc8T4F2GNvNOJly8zacZtqj5vyRDRiOhHXxnmPMLmjlpNbQh2kjy2OPFaUGPK2c5r3In/4jJ/8AKc/5JWWrHjG+7X6nk6D4JQ6QGR3HUOQ9bZzYuTGZ4d4b+BJPAs7V3HPCseP48KLSMaPUFgqYrZffjb8cEMWNllz43cBnDB8TRLz4bW5Oe7rzjY9wsIs08e/B1WMzNmc+Dwcw54Ltnc4R3E58pL0EubbfuGI93RDvLZPcvV4uncjrYBhOrY6k3uKKQOvmA6SzSc/Ox3Q6owT7zBzcYHtkGcc7jqLPAc51KBFbRne4YLQfuznjsQgRg5MnIsj0QLAdDNjmykNIcHpLHJBYGJbiMP2NlEnDDwLCT5WIGzgs8I2NnNs568dS9TxseHfi3w5+Ln4y+p2NLrFGHSHczw9HjGzPwNnv8sJ/ZYXRok974LuNC3PUPh593HyznAhzhBIACPXFx5/Vs7YWbngvROcZcvvwyblkPR/mXVXm/i1S587ZZ45cTy2WZZzPZnkDwycOCBs48dLLOPDctWdeZshsQAsB5OvRcg58FwAeMyLPAmG+MsLjbJzx/HhyYMcp3bGWeeMh4t3y4b9pLt8A31fBLhkk3CCwJH1+pweJSyPV9MO4M0BJAEkrmyxniGsd3SW3x5T7l2sD0THVz3NuYybMv6wPDMgGcj4I+jOeEuoeeIGeEGG2I5TslnhCwgsx+MP2wqfvw4medHJvZW98wuEuSWpMFnCwNObrHkHMnJafSANtIBCZbSD8l1c3wBEhJwwHS2+Mv2uHqzb2mGOm3snMjzsrkN/TwebLHjzdkjkSXNz8eHBi36suXiNzlhw2mEiPFyPDOcMg5ySTmnSCXYJRjA5tOpuJx22D7fcfSTtrc8GjmdbE9WpdV2zyLBsZIXPgtYGRw3YIY27H+c6DT4u2PjNiDjiKc5b1s6gN1gDx/uzw9Fo4yA9wOaJq4BALzKeRcxzl5QLl/T7YLyzruz4T9DcOz/ZL9A+WJvGTveOssxolvic9S+7C0AF+ctRxaYhJ8ECcDmM7h1cFi36IxaMkQerizgtXJWJhDvWfbCMzKLrOC3eC/u2WEt6DvQgH/usOv5mC9o3wUw5T+oZUU3Y6dz2cBYisOjDeiPGceyO+bvIseRycN1jjagE75PcLlMeuITCh8Dw3Lgc5ttDDi5pD20MsOmwmc9kDifMG96Wg8c3HRhJgysDnuerYJ6kgsOb5JWi6ZDoIOzxND+kNg+D97kbuT5k4Lh7shOX7hdlf22LyHNlz5trZb78G8D05B8gz4Jn4fqONlvZenObjW4WF3xloZcPAzhEjm69RvxnniCf1gzijykYbPORB6eB85HOexYH6Ahttv67pfu6ERJISxhS125hFq2WXiRttwyQeXnbJeHPU8Ny5OqJOFJPjLfB3fskkC4Jm8rev3L8StsfcXHnnLLXj9Vo2+UDPni/g+EAuJ4JkKaFqNmnccOUOOeUYQFPIXIEsVNHveGGweXmY5skAd1ZFeMgHJdMNFy+pzjC2/I7O5QDLwQkHIcxHHYs4uQxEY3uuwEuGToM3qf7pNLT5uk93wYWV8313JzOhk4yO2fkuDvm0OVufu4M2T9kBjtveZrO7V+p4uY5yFuXG2fm6d33c2ZztEkcSxnXpmxJ3L6GDnNvpvluR5tnN4k956ubjq4Omd8z1theAAcWReY+i/wCb3N1BOBZznHXhMPHWHgPbbZPDPjnxmlmHgg5LCOh+9mNVbDm6yTQyyHi+46Idsss7vXnPDdeWXFh46MupWckmFjnXjD1cVnj+LLP4wvVc2yTBlk8ec8Zt+vwC+Lv+53viyPB8G7dvPjd84n6kmfAT5g/823TqU/a525dYOScb0YXGwGQrgxsDi30z8QO0TvudMElwc2jXcSEPnDe7SvIukBG+HfxC9GxG17ID/wCoI65s4tf1Jvhgncb1FBCXnz4ZOB14TmPH14N2+Xf+Dwcoo/EE88TROoZHcctr1fOHm7mFzjfUrsySFh6JvqgXLAujCXi+xDcHhKYQuEOpEVcZ3BerbOI+ED8W70gNrpLaXhCRzvXgk8BGbIZnieC3rJ3erlB+JJN67iRl5fieB3DcC49Mm2Hoy3Jm4yJcN/fMZtwH1fMP6ZvRhLLBwGHeBHDnJ9x8hsZPAzzq33JkwR3MuIoTDb6plOLY+XjO5kxrpzl8cSQPFxK2SSZO4CFj5mmZ6yF4C19y+rkkIYFwerR1OLqAI/WBw+DT5hcX0WpZcLkWkYxb4B4aHMh3/Zdv/dIZtY70PixjLnVX9EzhB9szobb1/ji7kGRqjDqPN1n9WMnh8Y3cdQOiVNk4pzywXviV+YcNkBwgzjP7I0bcoeUDpiNjsnXVzeuHM8x/cUM6Df8A2s6OT5sAIdJnViFNcNsmn30TgP8AC3LXEoYclxNj9mRboy9W8slpmXL6ixp7HqftbrtfLylOV/cI0y1ZgL8ZG5k9e9LGgfYA+ZnZl7be6b1/+YH0XXhPQ3k936i5nQW7kO9uvi7YAxnDz+50+lmrTLSCUoMvVs6t8fyXpFpc9ZEj5+7gHY2Rx4OjZBxABIeMg26k/OPjsh6Yk9TTxAuCy5AWYEMvD7t6XGdW8Bl+cJOO1/qXWxp78AXTA6W2PHN+scebMRjjixvVpP1IHxPfBPeLNZZ4zxmLL9xEH1hB3G5RPoXcV8fMnNljc/DC/HgkfdnnPmyzIYSS13uzlJtR7serNlztHIDo6fdvlnw7s8PZ+zIgc0nhCd/aMtsOOFPa9Tn09zu4iQORwe96IM95uSIMT70Z+qnfQ+ZpSCXhcG9QhvNvcPepHO8JXXo9QXOxaTgrehuHdvFkh4yePD3bFj+GHvwTpd2O3Xnfq+Z5yQhjCnMg/F75mY5nhLP48a1xxO5vh3O4Z1exjs7l2hZunyWvk/m3d9R4CRwOIuT2AcWcWSb1Zc9RnxcvEDLcZ5FyePcoe7LnO2dLZ43PAwr4y/aCS4O3xkqAkslWMH14e/HKM6nxnPjlhN8CJwsdkZFhHj0QHZGWWPhljY2i1Y2eOLGzjxoWOhFlVr3ZtnFz4yzYLCyCDfB1NzJcmwa2nDgQh1ZyVLdKwVcL4SQ3ict85ZPV7gcncdPbmXb/AIsJ9xIJ7RpvD/Vr0ik3TQsJ4kByc2p3pfHG16QviL0OLaeJj5sgPiT6sj63Lx55tgsfF6ZZadS2+GzxkWHzbbuq8p56JvQjYjOW3fk7W89FlsbWHLRmwtyLEGti5Yw/KW2Azbv2c2zAxGvmaYyfdCfO7ZC2eYBmFjzOZa+LPxKR0XBDzPTDIz4fDi+bluw7Mvdk5kREeDMx1gCB2BhrzZQx5OMjoxr3x4GBtu2yHiLhgcyYZyMn0theqD8HCOd/sj3CgR5IZ3eIJWByU0xR/DCJoL2robkXzl/JcThuUxfYQfNnoY193Dw2P0sjUI64gTokJLCwdiTS1GdeMuvBKkq/qN+YE9XfkVFwrewNm5P+SV4w1PxfQt2rfojmz+cJ9j4t9EXT0wfxcW4PoJPl/wCbrKH2rS62/LdqNXbco7fKzMhKIGMLlxZL9xjBaFw7WWO2zZmsu8Weoh857tcjsObNfdbRj1d3+R1ZwdQ+Hnuky6c5nyQjjvVoF9cyBinKQAgfGnWepeYnOcEXl7JX42VwbIKEmsgg5v0yM0S1MgDNhOYWc3ri5OAf1Yqe+HzljQxtDYJ6lREjcH7hN++0P8ljs0C5clHcZGn9S/RP2ynYfrW1Tg/QQndn8x3Kv5vn1cH/ALM+UOGum2wZ+gKPekY4/tWDkBmEQOandypuS51C/EljufV74lENuvgzLvOI2Y+Vywr0t8Tv3DUpg8bGLfgRWrnLwSc2BkZHtAz+CW/uQ8bDMg2xBzzzZC+rLpkniyerds+p6YT4suOSPDxCJPZZ2xl0nxkpvb7nvweOPZ4B34QARy3M2KQ73A3+Y7bLLIPKEO5TPm5kW/ieYSC4JxEThLveecuYsLhjirKjWdNzGzXobIcXbjv2GXRse+J9yfsg82n3bPMPV2ssBcfvIsVH9IzLiZG0H5JPbcjq0Qy6jsacrF4wlXXJQ1LVNnBpHnLm6xLmr8eByXXgsfiDOz1ZZJandyvc31ZPjubJvjxueOLgTJx0zxRnA24BPOy/TK/FzxPOcT0uPuTEtXwMXPMZgcy5sPvnri3r5yXI8kCxh1A7jzcwW96t/BkcR8I+6F1RHobk9Qpz8XIim3m5fpaeL4IdUMtMM4PZZHuzZ5x7jwGYHawWdy/aR5IJYHuzIHPFtf8ANjPevyyffmuPw/XPwx8V9MH6tfV9JEOCxnU7RuvNg8k94I67l8qvTt8bH2o02+lf/wDEI6NL7z+pfuvyrsmrNu78ynDKe6p0PlZcw+N4b93V9vj6Qx1bH3DzPFvheYS06v0QfBLn1B4YkyWie615F63i4szLJybC6opnFLKpgZgiNyP10QQEn+7hc7Jcox1euWF9sb2XK5YIt5ttXNsdW9WfNhGHhkkOSctl+/GcFtohzfW4TgzjG82pHwPcZbfJ3cuc67it2btbCbpLujlIgZ9ZsewlLghZhH1kHgI+BPfZcXb2Ldy375lUTuHmxkf4F9oTbEr8yT4DwEt59ST1DzYknHu5/mNg3PDHh+DZTht7PB1JpzDvHhB+JEeFkON2EGJDnUn4Nl6tzW5zGA7e8HQt95x98WfK54wHcfHR68MPq4PEE6Z0ls99R9ljnOONweubd3/ZGDn/AHfE45uRHGjoOBdRy45vkEl1PkH9Xz5Oi8S/bsYXH/8AVy9F8Qz9F7kPe8sYvxHtcGGUJ32jz/ZOu3BntcPds7ZI8OrMyHHBe0D3AF1jlzPUMp1sgTv0Whr1Ebok/SBO3QvhtPdvkw4LAnTtrw6VkGHvwohXlMSY5JAV87HSL63LGDpxa07dRheAxnyDgsmcz7iWA2toPp48NJ7g7MvM8ljwAP3Nee/3JO37sHle4MXB9WWROb3S9Aww6jBTgkTrLzukhYXwkcOg6uDHD0WUMD5XIR3J3jTNzmCKrXkWH9WFwQmW3Hhh8HV1gPk+yXc0l3u3UuIgnYtxKdDd8CQ5DHPefuGBmNzY3bTLAw6hjxHceeBeSXUQjQRuEeDOILu3LOfR4yQmSOfiOW/Nz6s98O6I8ScBsEu/g6uT1zaW2kG+ej62csyTxuEO1A9nE53zaMiNlz4OyQcyZhxwxt2ScJ6tsOfbLG/f4ZKSOHcMAdS2zvjjfHq2JA9gz6tlaPWf0XPP2M0k4Tpwba0FzuVIQavRKOZg92dlmqzA3v4gW5A+/wD3WQpYthnk3uMY2r3a3o2rNTlO8+bfg1gTiMINwYEXNiBGQBYevA24x9JdnPBe71s2XRsI+/wSbeLZ8HFm+M3wltmeEJuSO89koGsx838TBtkHvJMdbJPhufcJ4s+d2ef1Bax8Bm83HEM6e7JjLvynj9c63rrgjpPabKMIQHtYcFpZvjPBwWtjZYdzlzZ4yzww4DWeY9+oMPA+CCxks8ZsBZZZYtzjPOR3VOiHPGeC4XjLPd+vx4tOJ8Lznu+S9eEydmT8Hz1Y9keMsZfE3LCwScWRBtk3G744k68ZaOwPiEI2khsej3YBxHhmTewlWWZ6ksgmODL9eN08LDlnOttsbvXgf0lte7eNm7sRd8E58ubpC4Z3Ai/Z9yedFx5hvEzocHbbnPfUQHz7mfd1kHL4O603ijMn9svsbectiA2G3RLLSPiMEdS74yEvUfFxbb9Smf8Aht8nFlBbBxHmNxJasbweLk8PN+7rfZ4LLbbRRh7ROZMNvnDiwkZz4NRkCbhwS7GedEm8REJt5SE9EA/UcHKzXNs3c73Dc6QnpD8+2Me5jGczz83LjfALjmwkd6sd6s+F9HgXZMsup5OIJ+awLCxNhvGZZ0nBsWLDY5WHxJdIGWXIs9oGcJcXmHvELpJJcjfLOHE2nEEdWnDCE0zc5cMZrkjvLGC/FnwlDxEC5bIC5Ru4QiGDKwXfVp65Jtj7WS5agHDIZ6PuEHC9rALAM7MszkuB/qCtxmfMMbqWA3f2XSOId6a5kQc4bac2N5LXdtzssCiDY0TLl/fzIvLBKDhcEw5Dsj1j9BdVEZ1fpOi68EBlhTj2s1uaF36WeCcZHM71aHbPwLZzBliH6hwaEYa9H1tz5k/bKdlK4KOTMuOXGp+cjhb1hG+N4lrrgt23yb8TA7LR8Eyj7wbILTIWq3njdY6X1MyD5jVF9adTzxBZ4c+RBIgTjLjL6J/2rbuzLJU5+DOh7juyLjhZu3A223M3Nizgbc2kEGVcuduuiA6n18eyw5vdx8W8Q7zAxe+RFHs8Z+HuOrnM7ae7ebbfK8eNwuIbP3hK8b8cl3I+3Lh8n1zCgj/eWWOXxyh8vHvJQE+yOTq+diPFtbvbcX0sZz9dhs9Pbccw+SdB/aBOcD1a7D9Qqy9iM+y+IGXbJbDZmJ1p2T43wM2fg8+EHic8jC87HPjeJ2PHqPx20PGRZzjO8bBNJJ/K6eFzjJzNnp2Nk0PG3bcmSP8AVzzhxY71cr/q3I8cPEiN3ZNgA4ufV2+TxvxZLviLjUEYEeDuZHbnrI4PBkCWRzdbjMOnzNQR+hAOjwxEZYeMseTPOX0fD1IduXqqaPLZKr5PbI1ZxZJxNnkPAWWzVfUGWeDJPOoLI2zwA8ZYXu6l3qAPjqeOvHNzbHuDeJPBNsfdlmec+OCa+rsLy2HzBBZ8yeTxvjlt8ZAyW3djcy9w5zPwQr2+M+/Xnh43xsMFcPUsi9e5Nzc5mJ6v0JJ1E4PRDm8y3uevAclnJuievIVgUQsbHHvwpHzZDYE5ClgnbHLxZ8GBywFoizI2jweW93Jwjw3Tfd8mECkd8d3gizPCdWcaXIwrlpmxNYJUV3Y7AmzpktkWOcOv1M9lk5lgwg/HgYyQNqLjD0LZve4xHwz06igPu/XPwI0NOwWGN12pwoT0x7lOHTHLwvEfBkSj5kdB4Eb1xPFlxRAHGXwbXtXxSID0XLeMlnRHxT6Mn9N8saPtnd3WdtsBbWd2TGDmEuDkaePVh0Rc8SVy0FMVIQiDw3J08mtjrz4LTi8ge7Zs9WcPzZhKW4jxettAMHBrgwxQC6XAGbASgkGSby2k5udlXHInUd7kcHsmXnPpja3pwjw6Y7GMNhnDHDaZ/PSdPMO+zfqRcvgxVNuWNywEYa/k8dr7YxdAn1WySjfgH6CT9yfhtdHDpsqbDeUhcr7C2WOGawekY+AcR8UQi7BsqfxHv1/mw3+/MDE9v9bfTxGGBcPBHXgB2HMcOSziSK6e58eXIy3JYeNyHrkXD2TnZhJB2JIiZ5LeObE3wFhJOcsoMCGKI29Xex550DwbfXqBggzxnHjM8GfE2OIx6nZjCb55jhzaMFx9zpZxvieFuGMPiFj5+bSE5IczOePB5z5bt4Zhw568u/BDbbb5c8O8xkoyT1EjpZDs2LIDn+mA5/gXMB/xdsXvOlyIW0dQ8om3SFwq5calwbkPZyS3pacBtg+x+rYNbtdJxhIY8T5bYY4jILkyWTCyyT8OkHjJXtxE2WCY6Tz7PHdmZZ3BPFt8X/FnKQrZzMuXm7XPHE2wQHZNRsd3Tj+YMJHsOrSIGTnq56ybH1w2nB23Mc+OMzPBOt6i33W6gI4W5e/KmH7udtjyDtvks8LgranDPuMcrr4ZZYMzLCzZZZZyfk8SmO5jmzXwyzjwEEeGzwCySzizCDccm4zrbM8Iee5IOcgssO56ILLrwEttp0syfx/i7Yskw4n8DGRJBuLloRFlmX6siJkRXxZnnnxmkcd+EMsIJM/uefVzZBvFnVjnh7v3db537s5IofJbzZu8uA2x/bK29CI7hDh/ELijhp9BIkuk3IrC+lqDLmscpYB9XWHp12TpZhHowsPcJywlxbOJszSDha651hd1DgNzPrZDBLr5FRyunm4Q4Zocz1T4b+Ae/Xjge9jseFdsMPGjLSGTIZr5m4uIuAs5NymMOex+mHi98t8zC/i18Qi4bcrr1O/XmY9zxvRImEu34lLLOJX14W2ze+pvqj4pXw31W2EthF7CGxMrPxH18f1s3HxCZpaFwYIJEI8M7j9wwfrwXG6TfAZ1y+HELE5k/NxD7hpwv9iLoXP4HJKbxIO2aTSQqAbUHduKBzM6/uzB0WH6rEhwXTnM4Y9LnN3cna8tbZNcL19XKr9xiUVJYqZLuA9ycFv9smz8bX18T12Gs2F6IZhKnqNyPPcHTGlxOVPvWeA0hPTfxltvB+7ezECXLkg9QxOGQ6L6uBrkMgHtPBHqCw8P7ubeIPWzVx0Np4SqO4Xqy9WXPKOGjB4GA02v/wDQYUljyi1yeEHMgeS5ouifd+m3nJePuxnMTze7eIPxxHAB5YHQgBoGdjwnSXOWbrLzEwxu31YYyfHhL58J4HB46nZOCScLsCOe7iYFEuLZn0J4iCFtprGzusk8e4bV4y1ueBPGM/1t9rgs7aRaij+BbZc+cWXOD1ZI+BEOBijeJ0GA19ZZGY+Injv+4WFH1LapS+YLR7HwsHP11ftlt6Z06OL/AJHIap9TnrpO+NXg/I+VjrwfiefDE6jw7sjqO7bfD4fGOerTwZcJIe4jqLZjzIRA3Ja6G5zASN7bZ/xCaGdSntu72WSHvqwOduls6g6s8I9TkV4+L0l7OPDwH4tzlz4L31Z45tyPuV1yYTl83Bc+SceNfCc2WFlm/gyJ5m4HBZtgwAWlsPCWWGeHxkBknhs5g4tcZu/Vl76t3iA8E+d85ZcEMszrtsQt4myyziE+AWXO+M+uJLII4uwEkncHNiffh8M8GJknuPnxjMcjxT14BJceMDy5BZJ44m2WU5z8TieGHL93QWStH5Odipe1mAWcSk/DdGfB3ubZj1aR7hhbkssWXm19wH60sIfC2OiHgg3jbLuscS5MyLf4ZLjwuFPTlwbl7S8M8+ROLi3bZfA+ghj5izmM+L4lyXF2nh43rK6Q8yhnE5IDAwtGAkHMhYRIBw3IiXvLb3tGy77Pm479wj3e7DI3auYGzrDx34IbM4bqMiTzcbg36XrxZ48cbzfRYfHM+LDhJjVz5heJJYDZOYIDxhPjWy1nMtPib6bQSYFZccb+im8m+KzXwccPmd2BdH+mOYmsB0BZPEwZ/wC8LdFLFDmW/wAsju3x/GNznecUIBxnMjxbxzb8MdYi4SubkPETgLOKHjDi40cMETXzKnBjIUiet6tD3HCFt44kVvhPk2E4WP0yV4kvgNxNXuAEz6nFAFngArkYWNl6PUnBX7XAzVKUOfHot5t6m2W/QaWtT4YVq2twOoz+5WSPF8CICuOviNXksYbCHwm9wnjT/wD3JqwHEYLMl3wiS0PbH6e3PGxfBkjS9q23g5vhCXuxhAA+E0Hn0fEkN792eFPDEceAyOG1tbicybItnm1r8Qd/tk7RNYOYJxKRmtueQf1tnhI8j7le7viDwQyJpAs8GMLUG++CnlnOLcLS2NLWNeo+Z5JybvwO7ZNB1rwvHE9ZacceBr3B3+mXkDqCLH3B+4fxCTAC1ZLpJA9A2QhtsEezYDOLbsLA6Mk+dHicfNxYJD7ln2QnzcZ2WPmx82/KzY8NLSRNpP24gNi3O20/DfHxHhC35Y8OPHvkN6DmGg6lEjjaN4sg5+o2ze5Lnbkzz7uuPUkc+/4vmeI5fuZ7g9YNL1sHjFbB3mznjwWRZ4Px0I17g4gLLgierPPXh/FfDx3wWKnOQ17gss8cLJzxJcZZqFu+cjLibMksnj8PfjHfGeM8JZx49+Njwx44gksji7Lnwdy3XnCw8D43XC4NkFh7bi5/iXnxvhcdy24YcLjx+o2fGXFh4dziy4tsJMh5lnEfhty8CE1zy3JXLMvZkiDCmeOWhJWy0Y5GSywlpLCeTiyyne5umZe0gPUPCPWsb88xnFgTkemDeb+wbnXVom5HXie+PAHg3ZPGc7PFyG8kcBa75eoXDPF2zx4j4uCH6i+bCeABcWFeY64+J1INiZ/3DpdUEkHcDblzpxxYndnjGRvBdoSLb0stzxvFs5vUuSIui314OINsuF+8kC5RxNLLPG4Q7dzjZD5jPXjcyXE3Ccs9cJhDrhyz0v6m9NH68p6yR8WkNFnHjV7lE4SebTQ234WWRR2bm/mDdQ+J4P1Ib7sWkPMmI56e+bmRl9YdQj8GMscmxWgZ3aYsnK7BEvfp+LdcPJMupLE5iKZHWTzJfvIOeoDqGF75ul+C1l+Icu7Z81y6HXCMvMUR8axbvhR6dwjgh/DqXZePGX1ilgecjFkF7WYQ+p6IyMIXxAOEgmaQnGWL6JzpDnJ6A5/b5LG5Xz1h46z1c2S+7Mvi1Pp5sHsXMuQh3Za3JG5I4+A6jDmPJPiAczvHFj8MmdyLwKR+ILLl4cIWWrbaPU/SGTsH9W8HHN8SxWCydm0lo8H0XJMKFjpJM9N6mTDE4TqEzFh96wh7uo/jIqv3Y6kkss4sdCCM+SLjqWHcPat9lvHr5uru3ffgt+LLrgct5cN1FCMLReWazEsvhck/adxPNk3wmkvZpfWTL348O3WpC+7Vhtc4geduOcYBo6WPmx4DvnDiyt9Vh7seeY26nogWCA7I+LCx8WJjHrJGdSHnLICCwgssWM4ssLNsDkJFp3E7neSm8Tusx2FmBPLznH8lvNw2WSQXLJX6c3VnMeuI6beCCzIPGeMg8JEwLPizy9mQZ+4IsbPOQz4zwc+vyG5efi1N4+FkBZZejbLPHPjPmAuPXgks8O7a9vjc8bb9RHEaXuTw5Z44PwN1bsEH4ZHjLPGW5a2cfg+NdwgAwthO3w3w6c5c7e3w2MK+Vi2BHlyJuZveRfPF+vHPPh0kuWwSS+N9SLcw/qZ0SmclgAfNwM6+bDMXXhk8dUbvPck7YiCy3+CL4s/UcauGyv1OZa/M76jB9ySTfWL+p55cRqD5ucNeMggh6n0EuRvvwV7k4R3B35W5gw48Q4kcu/PFwu5n4NyBattzGNSpcxhz+Y3VZZ9R3D6mHSWSkCucEH3fFkxO/A2D1bx3OY/S52sCnHge3FnwsMBzYfLj3ED1hvW4/wDzSXrDGQmhiU4RBdQFac/U4zHZH1st3hPyWl7l+18I3pjuPBce3gGc7Ohz0lAa8kuxm7hEWPdyA7j5kmxtwe8kEGTyCRzfNGG2Zjo83u+7h+ux8Lxlv3xIow46s3N/chDh5sj+rsUmdMdwkMPj3fuxqRcpxsOx44wygdhoBBcATK9+rV8dSZ9O74rjg/d1unE5jp+mbPDTWLsi1vZcSaN8sObAYyhvNyrA8bH68bbsW29Ntsv3a2+N/A6Ot1LhbHI4t+jIQwC/S5jqD+pPAfXqTSFyWHHdniocSrGf2PX6g+Cb6ZMj4emQg4fm/Tgt0hHbaxKHPtHFjBcJ7jtHx4D4JoB5LQWljvd+8p9we7qx9xZb3fdAuTT7QthfNo9x9pw99zgYoJXUPpTyVYHBJqO4xyLq2U4RWnhED2ahYvU3WyAfUvBBdEXfzHBbPARJONLPcOWg75kbic9y5avO5CEdvqvYuPTA3G0/J8SKdepNHz5TTwFk5oTq2ucNnPDMNebGEIDIZpdvM+QeAs8ocNwi4/h7ibfH1d/g7+G2TMu4DHjY8bkNrY9+WOIbfmz7s7hxIPEmsnfcaibp4NFu94YXX17uREbG/if469xhv08vUWeTyQ22mctuSkNp8ysGe/Ahlti2U7tlPm0zu0tPG/K0PdjwoNpAapcRNLvb4+Mv28P23DmNeTDwyyzPBY7mWNuPM6lzZ4DhyJcWWeOLJPAWFx4fmfki6teCHWzMPm4LLM9+MvdkT4BthO85nPbAEhthYQcXE3FweOBtsW2yx8+OOTw9IdThcczwxiw3B7uLicuGwM54A4kNefEywhHHNjlBRc8HFzS477LW2W3Ra3kgIaneHGHgxyI8G2Di7EYbzZH2kX0wvbBkepRnBdQ8uPF9W3duIVlDZEOZ9jfrhb3cgYnMzIXO8thguLL+aLVn4bM+I58frxO7p4gfNk4Sum6XDqGw0n2O3BaENMjng4eBwhqhlogsssifM/E23g9RUD4e5R7xl5QxyMV0tII/BPNpMFDC+p30MsXmHxDYmUVe2PMcJmvMuA8rmW2u92xtrJZangtE983MnmdHlhlwbj9cba9X/S4OF/RPtfsyR5eg8lyP7lnc+EnGH3AG2n+ZHUdyzQQmzZ8cHkD3UcZZeHxhncP34myfZcIymlx0rqYIOPEYAnHUJ1KYksdz3XMPF0QrJH6bquLbqmS427kjOjiAmyA5p+7XXE69wavq16JbdWSTfu/okM4P7hkPDzPFclDLb522cjqXD8d8fE+tnjfLIZrWFlwjwWt68dLbAgs6XfWz2+U76I+1w+n8RxY6QOyMd5CEN+TmzH1AzLKE52IHNmja3uHOZlZHhCYcWKCcjOJ82CAB02D8T8Fj48HXqcePqH8yEuQ5L+Z+84W+DhOBgBtlw3TPxeYsTo9cxfM/chFfCeTmDnEI+IQiHP0xsrhJe9uTjUzYclnqSN0JKBRYFyGXIG3Zs8vA3PLtza0OaJuPU3aR8nExBz4uW2seIcGxth41YlMiCIAtEVXhyHizDLieRDE7+LPOluw8+NbfO3Vp7lm1NMmzbMhw5hu/OedvrxvefPEOKvb4Rjw5x4A8ZO1nMMISvSwyOW2523IObUvkXKK16NgCIQvAcwfhlnrwkDkHjG+sgkjM7WN9xnqPGdQILFj0XrJe7B0eRCzZc4QA4LLD4uD42RfUAXGWQeDfOX13c+AC58cQedl8PN7zzvjT8mWfhnjGPJc+7L1lnJzPgfPVrHXV34yM+p73bNs8JHHjPPNvnPAvXgJb3kGWXG7+HM8ok4yzMuvGwnSJ4sE4ksI6b87OPeqSXpcC+F9Ud839JGXiJtbPN0WzzJG2cXuyObT1ZjY9+ojseofojfDBkdU9Ma1MCrHLzPTk9+FrqPGwyHz4Frr7kM+8n9Op9bLe4ZFnE8WuTyxxuw8eA1J4h4G1tLE4+5SxcS5EniXYD3b7no+AbBkxBHuN0X3NVw2DrEB6LDLSBelpBI9ZIJzYOrCzsxG577fi7FYxE5uDJEqh6/DJAOIpk8A937Drw9xDFuJHFso83nFpepzJEwfZE9IDlwz9XGTrJE0NtB1G5eub4Jv/AAk/wPCIyYXIXmQeeSPxG9mawHbcRdRsLIZOHiZDOG6iSbqyJS5ypfpn1O8JHEHL9xndzX2tk/eWEheYAhPJxJHjhdssDXuWWW/VzMdR48HBrtuk/DOJ8/6ttu7k87cW7xepbfLn4aHz3bB8MnI8cDjiw7Ibt8MSbNL4h7iJHjmQNSbiqWQsHlHl8Z7hBmxulmHUI4YvshcOYJHgBxaWepOXZ7lrcJdNOGA1ztfJYly8XJ7ubU5kdzronxzxKJXqUFuFCPFyp9iNZp7yUdMMnRodFwcuJytbdwIaeOM4ldQiG4RLJsu9tvCvgW2yW9jgz/GW4DpMjmYDyAuwvgYmazIYkWZfit/HrIjjKtjbuEseo6whGOT2Q7neI5iG5BZBZL3xx8TOVyFo5HJjOj5gdG2zzs+X8ufB1skhlHMOmmNkPgum3meofDnVucW37m3mPGa3TLsCEPfg82i/eWRxHw7pcCLgzLfJwTtvn3bJ5zwlkHCx9sIDxvnhFnk/wZbLpO44n48+osss8dfjngPGeO/DkwE4eTqwH8sssuPDx+HHhCy7izy+Wz8Rtlz5N8cW2eOMs8eiXjfwLWzeY8tPB52Hu9xd2nNxGc2XNzPBssdt4rFDSeOyVp3FDEyULR75merIcFjWIxCCztwlhT1NgPMvx4h4H9xc+1qLFkc5H1ag50upT4uAi5snh+JFJeb0Q4Lit6LFbFUsLasMzPRc25eQPHHlZxDzcrb3dniCSwvgUxwQdyFxpEy4hSlhxsZl0eZYMWU5ZU2eyYyGwL04nsC1DYJrDstSbpLTRlDwPdLj4BI59XG8xc0l4xALBjuceAy6gAcjiD2zZhUbZ4zwLvkOj9kMnoz+pDODwx4kRkz8MMNwLD5tHOTH95dPF3k2OeHImz9I5+q+7LHxwvblusD8pLzknbMFkZpMaGZnhmDjcLjGSZj3bMCw3D6fiyTjiRRfUncc8+EK4O97HJkOjo/1DgCy+Tv5nOhmMnO5xYxdgJDj1txH5LAldC5PNhvXgDML4h5thLd8kCf+fCzub68aQ3xcW+JzYBBljkfd3bkkRyWSt+yZfC4rMsFgB7El4RDmKBCPolvysuFIyJkaNvzfChD4Hee54yXqIeBOmNuA/wByJitYZOQ26bZzZCG2LI/hkeSTcqONnhx4C5zBZz4/vcHqXCf1Ds9k0w8Ev2yX23ue43eZJ2XqMhmF+NywVN9bf+HXYZJ2lwg2P0GyDyPUPccljQuPGOjwvNr3bfXuW4w77laOVwcvVucyPAb5IfDhXWyJTjYXzxdS2fqPCyMs8cy5t9EyWT3Ou457sfqU1TAcG/mLb7/DjxvhUzxxY3Bc+DZNNgj3CYePUSRpx5wsFuu5n5suLMJ4dvuwzlkb1xdGRHLCLqe7ixsY485HXj34NzmHLdFvjf6lPBZ3Xljx349/geD8Rs8dHqDp3Lav48CS3y2yxiz8HyWbFsfU5bHPl8Z/h4+fxw+JQz8ud/E88zZhHjn58BYMsx85cDPk3w82yOzmckLnjIPHBAeVtLZ1fHH4ervwl68OvgnF6J7iesL5bcWD6g3SeZmW/gkHHOdiET5B7nmqxziyAhhxJQDma0E+sc+OCDsKIzuQg3JhrYHTtkPiTnzlCF3zeb58NobepD6uzZMOeHidsWM1f4tcfiDqMFaJ8s9XbHC5NgwvUsngZ42MbaacbBMcLXln93x31YzrfHVp8RpLxxBNtUyQeCf54JZx4ZAZE/qA0mITxLm5XDwkoXdnSZfDiGR8Z3cGjn0TT3L4X44W3Ly9fzE4edt+sUlMvZsMXg7g1mWFxP8AAmPa+OIQcJQcB3OaynfEYr+dYzKBG3fc/uXLjz9pEOIJGYEPF7s5PPBHDPi43q0bHIO7JvoT4gJqGTmIVIZCj8c3N67lwEbGdN7bPu87zBddLMDN+pONdsOVlwoHfhOaORqQ8zT4zYCpr/ieB0E5uGDh2SCnJk77DcuQhtphwR7xJYy4djoJQA8EltSXJ5/HbxEEnxvh6eNuENvEv3DvG2+ti4T5euSOw+25XI3LCz6vvlmSiXJzm3ltGifkcw4fECZckAN8GZQf84iD4l8EnLDd2WvOWUAO3WTYc8NxdEDnJzYZ1zC8guCWLe22GzfOsO5422wkjwCkioA4S9yPCDk+rA/OWDWQmCT6KSMN4IWET1Pzmr1DmTJsPksd0JCjuZDkdF6jL78YNuLQObjyuITksEj48UhKQTXCseh8A0isP7HjHPwJCf1sLyt8N8GyNz345lfXgkyytb+vx0i3jI89XPhshB9p+hkuubKFoXTcvi4nrxlmRPjON/L68bfNsjOw+V9XHxHZKXPFz43kzxnOW4Z7sh5RrxB9TjT7tnObcfjvd+5Y9b4fB1F149ghe2xl78kR4I8b4fxZ9w3Ll0mh4btIzzgHg9cWzYzvjOJ8ZnXhBI4Js85ZJcwWW/XjefwznyRL1A/NkElngIfDlkfhvsjcuI7GWQEuW+OC5ubPPqE44myTwnzdXuLOLbB/DJfOWWZ5eBYePK/gMzjPJaHgko04HDJ2mWZya7l5HSeHG1iVnUr0ne5ycFmGHqzm5rllJIZNjxAnDJyWPd1Y2tvo+C8QbOtI0H4bhBDuCCebKckG4Q4jOJg7tNu0w5vV2uXrP58K3wdyRrsfPitWRwdwRwJAAeNQeGujnLHgJOLi2ZYlure5fASHPEHevAzXJ5s5Wo2WE8J+JENzoJE7TBrD+ri6QnkEq+OW0QDnTNOoeq5Wa2j8Tll8vyyMnbhDnxx1ZZZPnrwJN6died42TOIWR5tjvLJDrbWbcGpEZoW5hdtJPY+O53Didjjn46sOnkNkD33ZDddRlwM57Nrim04sxw3JfxPocjQ+S1s0EXsTgnX64gI4z3JIJSWhmmjq0D5gAyeO3jiIKnBZTnSDvgTNfdx5yOGyNGf8wc3zor6JNrWOdcK5ZuLOmyTk5n4dSzPLUvvJAI5ze+2zwWfWJGTaPjW18bvNsPPdo2+G22kMPMJy6xPk+o5clo2/OfpZ+rOL05lanpL1lh2QxcwPtN6nTGjFJlihCLhcBNk5mM/XMoe0qdWS00ldJs43ixRhxnhou25KHAIjrMnbBuw40SQvpPFvxLS27jmO/DZufUE6u3iDn3ZvvJez6JN5yb6J26b0JpeNjAEIHF0QONgRJoT66uK2xbdPYM+JNXDmz7rmQ7I2KlrDxkAxJmDi/MPslDl6GbAgj4fB35fwGwt0MTiYSHZ44h5/Vt2cRhwkf1xHqPAQ5a/gsy+XzfuS4c2HHWM0b5giY887PcE8Q7JFkDpc75R/udO4QSRyShfuXP5njLjLi+olfm451v8Aj1B4B6C5EgDZwTem5jq0atnk7LPfgLfHEd22lm2cw2+rLrwP4EcR5CyCycFlx2k+QtfXjPD5Ms8Z78cWFnjNsL3ZP5/PPk8dxZZdFlnHni2zmy38OYvqLLqDx1cRZ8efrxjpZB+GePuDxxvhLIGyDiN8MFlnFzcrZ/cxs8Nx4fDbPHjq6s9zs9RxLiycXJde5DiA8c0M9Gf0X0X3skw2XW5YKBlmEQfhey1alnW7E18Gk4ht0AnMotTZzM9d8+O0bBDtjW53LODZTJNjibMJWDvmfqzxt23TiDiLQJ6rXmSWr1kEPufASqQo674u2iM64vXbKxBckPxBdRq9QZuY8HqJlyL5LG7Y2/BWEEuOuyphO+Fx1OJgx3NJOOc3O4LjltbHNyxkQJx1Y+NncXqc75EDSw+UjxaGXJLGEmoT8osG+88iV2dQxeSDllsLOFmj7yZEvrJR2eNEs14/Vm2vDyQ+bBK6NpjXvjIFwLF2tEZoucwwZO5PUDv7sbgvZKsMAzhL+rGq8wZncNdOOdtNZOs2jkOvRjEDiZPrXbjU05CXUvbiccSjoa49x9XEky+7ssGmfzN3ly+p4bc93I+whyHjbi5iWcEcLFtty34hzwzh6n221YmMD5f3h+eHM6bOq5JntkfmGgem5O+NtTM5dWngvSQGJKbQ3SdwjOE+1t1yNoY+AAH3tiECCjwQhTucOsSz8YzBjGA4YfE6smaBchy5eMx0i4MY4taMAsGFnN6WMDxfpDZmOeD6sIh1c9ybbIhxbjBBuM58E5MN5JhjKsyFqQtId15WXuOMlJglxA+IcMiM8PJLg9j7uFi7Em96uOJAJhMs7Dm7EAO75JHHOdBN/kk75gWKT9bniHqzy6eoMpkJHgR42MltlzweZLlYX8eHw1oxAcWRyLJN7gmFwzw6d2+ODgmDvxlnuzjvxpmS89Qd+5J3fS204+Lj5uLh8cEJZzYerrqHGRu5Acztt2WfDPdppt6mD8izJAbcj4gHF1a9eHv8HwXcWQc3HjPGx/evjc55ks+PxziDiJDx7XeLOI6gk8E+ZglA4/APLnjI4/BiLfCWXRN14M8Zbl9wb44uS+IPPFnkEFx4x8t7/HeIz8N8hHgBO/HNtnjO7rxkzOC9J50mGybcvV2cNzZnbddTJI7LM2y1pfNjMcbMGweNhLdIgZHvO7mRu8eC+kH0zJngegmR36kgOsgdBJuNviVzxZmH4jjJBk57np7OWNMmYRq7HHEATzBmAd5NdeA636OLD0Iw32S8znqd6Y7n4PPhwdyXDHDZAG8EJLHnoIK/u6CxZ8TwTdaZxLvVeZ5LE/W2LSKeMXuVsWUlxtyuBGiNC5votGQ7JkqNE4niyE6uJ3cfcjF2MLOAJfIsTqEAg5HOGcSbcSdreuadRcV/LPRZJmWnr4SfpjbTFbk5YyKzInolAclSnmx1w7g9jiPN8cQGQ4l7LYMOSxP05tXSxjUkPi7c2BEpxIHGy31iGu2GOPQTjbu2E7pzxJ3AHqG3crr8XSDWWlp4c24Hj3IyHqIcvIIMYXOPhYWdZwb7nf8AQZnFy5g9AXQgB8sAVG2jsJ+YTPBH6qw3xDEwdk3s5slEx2OXRPFci3nw5XtZnn3cmxiu7i7J+aQnIf1NnNcg039z6EgpGwhrgy9XHEB9X1QPiPYL6p9Vgtljk5ok7Y/Y8BQ6lk/lBloBkgo1YThgWLgbcvlGUTkgevdotQkm8PUxyHFkxcUEVY9xpF4YUymM8LZ4I68UbmGpfpBm5PiXMcSpKvTNplt8QSCznqNJGdWL1pKTOj5gekbZxPKe+S/dC/8AQsrS3NmV1+yPODifhD7J5Ec8yC2sZsMacWxkPoTbuY3R7v3e5UnakTe5l1JB+rViQshw4xoB8Q2eMX7HJ6wfvm16EI9n6i8rOZyhWHu7nkljQj4Y+VeyoTpMF7QvpuftHpLg5nwkknE3nonNz5l9M+EPiZXRb5pHPnc9STzi1nymB9MfivV4W/idMtfE7blvv68HdwXyy+XN3bo74duYnIanK9umzO07d3Lwr7b4mcs2A3lbhIXwS0XOJPmNujL68ZjBm+MN9x4XG1jw23CEu5xBctjzEd+PVv4EEQLPGcxbIDlvVXlVssZcujqyzPwy5PHweF8JnltAteGLYbJ7su24B4OvH8T5zyj5LVyfB+JcR4ziBI8DcQeDxv5Ox4zwWQNnhPJPDA2eEs4ufGcO2ceOrFmyYB92HxZOM8MVkLSSAnhPPgH14Vr4teExuNOIAHwQvXcM62TgLWXzhL46eJyxoC7IK8SpmM2ZPLhssZqSOSOJerATPdsKEYNxALdLp627E4IyWGCoBCjb4HN248MIAJ56LmwPKWZG8/Ep+EZO3wUx+7i8R8Xu4PG010Q4t+ZZf6v1a0/XjctXGeY6PrYac2vEg4PEwcWQctck148OvqHudSfpsfHK6ZwvC5+2lxIHzAcZIHh7zyt7k7PSHo+Is3qS+T5lHGfGTBDTLgZ68frj/WwlRG58cZ2EkEqXLOdzlh6UG1qzm9LZDsvrIqHzN1+kcOpFmYzgn2XHM5HIxK8Eu5lxGQZuOMDPP22JTmgDMbsp17svcnrqI3mkRA3XqYHHSq/UMx36ze406Dp5iAm/UvbwGpNhx4Tj1GqkIRAWpuc3KDk9xkbg8t5LgXtduFx92A/td5Qkgzyc+CSNTG9b1GdVVl+JzdPISXpy2hrfq5QR6ri+dkcjyvDtgBfJ1YuNujkmejfJ+8y7s4fbn1PHB83WD+p4zGA4OfBkzIw9Rge1+lzgbsJFRhNnUdCafEgU4T1KjiXO2PzHxt6VnvJLY+iHOrV1yjiCaQb2sPqfUmncA8goepU07x4vLA8X4Fg7lOrcI+cm4WfjwKcEPelvqemQm+Q8Nu6HZu8RD0j0CD1RsjxhGPdrZc7k7h3uWuHxqM3GWR7LWeP5SUJ+EugmHSPOtouHMzoyskzhkONhcWkXzkSZjx8XBvDA7C2G2HsgLPCfcySSI8XxJYe7jerJHsgnhxCLNbC43jyQg8c/HF6sfmxO7i3jY5jTxhZoZZvhcg3DHN/F0W8/qDu3M4t3xmxhy3DPCXt85l748JOY51s+fBuc2yvULuE88x1ObHjH142wzqGrsZ+L44E5bZfLrCHbC5nmPi52BezmxILHwC2XHx4bpsG1jw95n4Z4CfHMqzizizxkcF3dSu8QcwWWc+G38MiyzwGyeDLebiV0T1mwMC2RMs+rAkg6sSPbJgrUHzZxZxZa8M4s+rkOrCe7kssjPDzI/FnhJ0s269QeMtSO9RvPEq4ObXuJ9Xe5hdWLnYzJHbJHZ4OlmepDYg5BxGSGN9CIBbNVOVvpcJGFjZI+Pd33bB2V6kterLPHbIdsP3L/AJ4ng/EaLJ3iIuebbLGCZlx6vZLmert3IRwh6fMoNibxzljw3AbA8c9bBe+bF+LJ8nTH1dfuQNyP7jeNt3jIKh0XE8dNr4Zyepo5y4g7l+Uj5jRW0eYPzDI3fGIXnteIAYvgT8WCcxAdAf1ZzMIHKnFnUmuHi0WLZkDibpsQfVofnJyJZAMvPnKdw5l928zxVOo/wWZr45X1bgbsbZ4bGNbj3K9PAj+9CNeMyNdXNzd1rf7v65B+Z+Sy9wiYz1bfdtx2/BBvpJ3MOe7SCJzI+b7bY7BJl9Wm9uWAjSjzdbYjpeEtQH7uYIXpKNYo0E+Lj1xnDKxGBmO2EAR8rth89xd6ZJhRcnclNrJ3OZMSHxw9iLkOZ0zheRNknbjJD2QlxuWJJci90Wy4ltkcF0RwXC7pg9IK9QGZEuNx1dhLnboawjYwcQeMYwtM8/WQY31ZMV4GBw3u5HJf+OXOMhZxdeO0mM9R7bdLlActnEJBqkpHsJvpk+ojUgwgj4erMYz3AJOWUu7+L4tJFvdkmMj4Ym9wWOSPKXpeGB6sJPGSC+C/mSzGCCEzqzhgyySPHEL1JMDi3cTG3SX2TFZA+A9I4sjzccwmpDm1dPEQInpHsd2Dvj5ZCDDcrctjy+c/F7/DOOY3lZMse731H3cWe7Jzi58cjc8XHovjjiPrwF77yzgjgvZYx6E9ngm+eb625S3DJuqaXzth6Q+Ny5RxfcXD3bcouLsn5LkxgoxyF98/NDfq5PU6nJHzzhuxqZ14s/dy33zHH4XGMSJ+mPUeVg56lry9znByHOWnqcuLoIU8WFuF8Q/Dj4dGM29IuIbBw5jVxGbyTjbx1Z4w+Jz4uPi368aWnxKeMuO8jxsoGW73djxHPluJz4sN68cZ1I+Llbz4Dkr4icJeWGQrVs1ncaeobflc/Nsb8zsL82y37tY5982w5b78Nl65lbmFt+rdW22y+XL3a2vNrhba3O2/N8duDuedsgrfxH6Hn027fxLJen1fSVtfUr3a5ffgD22DOb4ZQdkLzziNh+5Svh4Z7MJz2WeAfC4zlOLRkjwDYc28jhPDmXcc/cr3HySQlHgcy73OWbSxIjvp6gOYRkgB0yz8MFgZuWfiXBye8g+oPAQzjuDeVP8A+23P2eOtbYNTkHOBcHvyIOd0h8bZMMPue7wC3vJ2GxjiUcbPyT83cpA4RzbeYM2+KNXbuETltq5Z7mDi6LapKcQ+bJY8T1OJ48ttiMOXfZGyLA4hLcu5zuQMNUAdyGXgvTOpo6Tb3Ic5sJbNQmLkEEPCWcu1zTiH+nxu3LLhj+p3u3w7cvbde5OpzltuEDNPcOvq49Bfuz8y1MeILMhSVfAyF6/llhH1IcSmEkql8HrY+Vq5PAQmvVimZzL6jLgjh1LzgllmPnMegdMBl+m3dOLkdJw9exyO/LtFt3JGJiNV6WHqC5hJQgCzkHgaHUubLbF7hgdR1bxO25bYhJMatLc8F6mcynxERA6Rp4YWDB9wjcvhrmxSzwKWY+ux6MtbxuXtDPJTR1xYgfFkHgQeerrOS7kbLZX1c5zbb4fwZclud2qCGueogHA4nVjx2mWXHxRdRmWGfj1Ly7+GR+54mXI9hsQ2OPEj4ldJ38XJw8RodZes+7lvvEnxGeBnjZsl27n6ksyc42cRIMQ2ARnEfEtz49w34fA+NLbZ8bftk8759eD14A8kDUNljzcZL4b3Z4PxDbLu44y97O8ob44Su7DWUwsSwe558Ne7BbO92F559QtucbawvEgAvbzxb8MpmOXY3PB8dXOdsbvMLOyXqGFCJh134GF24m23wmc8AdZngLMc8CZ4fR4wsLJ8H6/EBrM8HV2v5bE+My5nxvPnYkm6c+Aur347jz9273e3m6EW/wCB6hP7sPB4F4tI93Fxb5/fjYbZ65PHv8j8e/Ktz5PBNl0gR58F2R/uW7zm19vjbVyXHi5J7afgrbfY/Rc30Qh724F3JiGRM5s8SPme7u46NwcXz4XiXnnmcxzFvgHbBdknsnLjc/uLY4v0yfM6Y43tgXobR6s5x3aw9UyOMb49WI5cl8BbGB0WDjLYx4Q6ZYR3143OyIujPgZbLcSY/EPDx26uXyTG1+J8Lk8V2eLfedyjj4EnqzwWvmEHMGz8yPmQ5cJYQ83KWMySxEv7lfNvOJ6vCj5uUEY9wLZWXtJ8k0uFm6y3ru5FvgLhI2DxTufjebif3Dm+pcLnu5+YbD7t068JIlg62MubG16LnJ1CFGHreIXLaOxBkHP8X6SHmFX6QZxIm9Tp6kbYbXhySNZQ6JZ4LS6HO2vebZ+wjI3rwD4IQ4h9EfAQ5sFlru9QccWcxrw9rHSOEbj+0buy5zC3M4uNjFuFEXMY78chFwz4MjC68BAJkc8dJHUXhkfqxnTZZt9Fyl23pLC7kUQ6sumzqzjwOvrxpkzM6sLJhyY+r3Ozx1Y8vrwBIixk92RsBxMzfF13O+M4s5y544sji+LLmf1Z8XsseNv+PHW3fffh0fAE/wBeH1PCNzWvyu/ll05gvWzwESwDJdeOWEJ1tlnx3Nj+yFAjpD43xvqfD5XPJ14ZuOPA7Fdczp04LCOeiRsmyB8BqbGJIt5zbYOe92Dw/Fl0h82puTM/c5HjuT4s9Fwuc4PAbp7sa2Z4L+IPq2uF2iT0WODt8Hh6gEtxcZYbYz9SeQgII4bevIK5K8wh4d8HGz4Y8HXjb2eHr8A8e95uw68Nsf4zwnlNsueLIny+W3x6d8d2cQWFnh8B4Lbd/A8F1d+Pc2fg3r7t3H8XnM88cZO7nn1+GWR4PGuRaJLPMk87cnjPvwvN35CTrmR+Y478epm6IyfM8RmwB0sZ65hkutmS8GMn9eM9snfHE8eDZx3Y2cN37juDTwoDOhdHBDYQvPj2XAjeN28IYbqOPuDAdTBxhBerAGyHvsIHdlto4nXgOrOSyMIUW7Xxr6tb+YnIj9zsGETbRgyzllvuTo/T4fGzeDwa5kWnd7Lld2HoibqHwRndx9XT7hpZ1fKs/baPLal4gs0DJZPMZEqUceG53d29SJAS2ok9GCWXGfZ4E+3FzHPqAwQ35gf6unIC37h4k8MW4m3d/tQv0JLIQHz454fjZc4lk58HXNierAh89XM8WMFgdR0j5QfiznqREzJgtlmn6uUgjvqOEnowMjPgMf6QfCz6ikennD8Whic7j6t82rl1agYmw5s8pjkIISRxcdxllnpZthDydMlMokHwYeQVstR5jk3LHR8D38T3l9+Tizckjw6+IBnjJ5b5z3JCHXtzPxO2QaXGWeEnZ1m3q378e5Vh7sY/cud+aPFiaPBYGeD9eA2wuFqCfiyfDObblpGNmXfDJIWe7hsjwSocIYBJZ7gCxU4hwXCDY4iF6jhsRBOj4uE6fG3LdTz4Z78M2y+ODi38CGGnHEjxa87xanqBk5c2HCy2Bz468bBzyXG2SW8S55OrOMlQw7LlL4T8eOfWXq2Fnrsh5y7WxEUOC5TiznVtyXjLOD5niGwf3BZloPyy4a9zzB45QPTBGnduQ7KceMPB479ecn8eLPGXHlcs9Iuuvd6stD3bHjnwnhufPNvjjxxvj9WZceT8Xcs8/U8eDg8b+LaQz5bE8DGy+Fji9eEuPHqyCzwseMsg55vcllzyeMPG+STyJcPq35ljxu7xNmngJgk5/EMmtg49SfXhTwXA4jwzYNx4PCzZY/fF6sWA9eAMQTLWeFgCfdsL9LD1NUdYILSP3NgeL9LJ+bmFm8tnniR93VoeGzdZ3KFq98TD+t4hyzi3m7osXSPtkT4/jIO58+rlfttwgI8xnbdt8GDzHcHNsdSsa2BXviN5sH3ftOQnhJ8TtsziRkdg25+OokkYyaDiP1cXNmZEWcn3Mw15fq5cdMAd2WkOe+bOWGG48u7DedXVhtnAXpgSR211eyXg/RbcT8WRLzZ4ZYWPdiFs+oecjudWtCBgnqM2HbZHNkH3Il7+pfPHEvvZY8+DHgbY9wJnaPs2ofMGG2Mk9xznmXEt8W8t6x9Y53azJbOcETBBlyk4g4gCxkuDeIL3EFrLOCNRjwFxzJZy76XKz3at8P03I5jVzcoh62HsskPUdERfKJyRkeAWT4Yrcz9ZYcxy31A7OYs/BZLMnuHyb9WRHDwV8M8DDT9fFnhs/Ab52z5skmVzwfTzeoTwnBYlw7nFzzLCDv8Aqyzi/cFn3Z4yHNgxx0zjwHN0x46ybPKfMAI+WzxvhLLFnWeO9id7J+bLLkep2A5Jx2IhkPGXfRZPfjdjOL2jBzOfTJ6Pcu8QcEHxc7Ys8c6wcQal2tmQnXMsPZ4ccGWObGHgZINt8bx4xS92bY5xZHVkHuyDIyDyd92si3vboDD8A1j8nLu5tt/DZYAsrfH4uT44Pdvnv8X8Xxu3vxhNnndu3zz4zwT+Wy55y3w+Gy5znxrvNstvhQsuPw2zkm6/Inxs3PnbmzPDd3HlPG+GemPHUNvHcr4GDjjwJJu+GBvbWGPhLUkyebXjiQktHqxTZgXwQHvmCC6QZIp9kaPCE5anxlnEfEhjB1IWHz75tJ1Jx4Y51xDrL4+b33YjwvhHZG9j7s8Fn0uduvMc4sz0dJNigB5sDjwnfC++A82fZALALdSd2crXtlMOa5kcHFw7YB4geJvKMzwsZUqdtidOLZ0S3PjFq9QvZKpbC/JOzdxMNc8Q4xq2/enjJ6rUsk7z4HdfhJh1YXSR1sy4zZ+brJeATxokhHkvReF0zIWx4z4bL3vuFm/fjEoGwb/E28cfUjO5tnEkxP58EE6+OIB65PBtlkBYgqWc2HEd82ZP6viyzjc8GIzAYmCt+yGzZCCx0h08HA27TGTDnYb4euMGbZEOYdkgJs6SLcy4gZfdlnjn6s8s73wSyTLLPHFjYZctQ32LBNOPPzJrJA8JthZFuzxYuYzLfHzbybMMdxpydXMGyT4um5eizzlk/HjN3wZs2T+pOdhtlmyXMHNlnuzkzwTehngwgiyyfkoj68KOWcTWq4jcmZJ4zwWWTy8NWThcMhBxZxbfUm+HpZe03t3q+W2Zyk45Cxtixs58OLL0RxtpnHhX4u7hMS3XY53iNA+n5h+JfARLj3fzZIb7tx8FnV1A3PMGdvgy7VvUXUdRz47uJqBvFmeOIOLIYn8Xynn3422M7tDbUuGz8s85Hh29XP5e/Bx5Z4z/ABJHnPObdeObY7mPw2OfDLJF12WbPL68ZB4yxss/H14/dlnMxn4ceHLg7h5m3x3PhtkNnl8NlkbbvGWeHizY58AWZPXhVc3w5vHn2fE+0ly2EF3ZZGNrYDJebXwljZL9Wwv4El0jxsXDYWc8E0E4yePU36ld3BaXLsGB82MrIXS5HgbEm89w21b4GWd5IJOc4sSJPiDSUxXe65Ew62HqNLBMjiXDlnwds6bigDIeoMg+zmybGMl7L7J3Aejn02D6JDoiD+Q2GvdwJ7Wzq5pzi5Y9MvhXMuZPxHps5fd3F0v/AFM/uNpL6S8Fxb8Tt7m9JBIRgtx45hH5I8CHtsDhCem9DB1492nzK6Q8ngZ1Okt0MXPDpfLcDwaXGBYvGXsGO41YmGuXbbOXEgwunFhZOxMs/wCJJgeAWfclybvEA8kHg4s243B1btt68cyzJl8x4/ZHri0j4sOnZYt8c51bWzfG+R4W368fdnjLPwQccnhHNc0fUA8PH8Wc7J3MZPADOS6lW+OIDfHB4dsb34wtTA/DQicSWrX5iYSLYeGHlPGc+Mur5YGyDtuU0tN2DeYOZb7DwvVvMuILM4yH0x9QYuHg8cQnTOFhwzLtPmE48c2ceA+/C2/gAWE+FBzeYnzy3Y+66dLLnfL1c+Ds4ucfHubHlsOrj7np8nRb4PazHiB3stMC1eGEs1OffMcyHeTyXIWy6ZG5GbzInUbBcxxPrIZ4HIPOwwgwubRYwePURHLZ4PPPl/DbmEczok3zkx3+HVp+RYSR+OXV3dcxMeHq58ZJ4zzr4wnjLNtwjnx6ixgs85Y9QHtgONwss9QT5bmyyzvmLjx8Wfd0eMs88/iXGzZszE8+MbPU2fl7t8JerSEud8LPKH3YEd2N03qTPHG9T2zysDyCyHjPCrBlnjeBwHcfXlBDmOJNZ5SeMgYt8bD38WWXqeDZOYdJ0J55nUzE4xs8IpEy5fu8Jazrm6cxLo2wL6bWZKGJZ85akqGE8HF4vlrcY8DdbbxO7gb4G4+7eTb+SJefuDjL1CSBgxgPXjkbdYeS0gfcA75Yg8WXUc6jALDLko+DBA2CICQiCdRutzEF+rB75tJnhCWdzxjcaYycjwd8N8JzstzzD5uWaw7Ki8fq3bX34QsSVMIj6bYn6htjnV1L4JsHiCbu5cLB6unxvzBPJBAZZe4XHV14xiB4tTLk6EEBkWDwGNttb349+eC9oPBxzBhEkhzZ6h4IXUZH4ZOTLi0yXwnzGTxEL7hy5e4EtjHZceM+e48Z4CDYOJMep2FxI8hGCSz4k+oLhZpZyzfRYT4MTwI8WMHUQ1Op+lwfD45sNhvLKPd2A92XbXweMuPBNsk1J0sfLG2RuxsjJ4EHXklzY+ZLG54iz03AMtlyx3C48+5bk5fzD4c+HDI74YZ+rLbbbjfLBDa6WHYz8w74Ey33LCZ3ccx9HwZcPBBkh8+dDmm2OebDPGLz8eHLgsksLNTmHKzjvi4Hg4h15nLm2Hji9c31vj1IZcx9PjfG53bDcc54esg4wle44AQbLPzdiz8Xyt7h3Oi73+rbZt7t/E+7Ns854PyfAfknksvXg9b57Syyz4LG5d3Vn4Hgl8Gfh1n4G2YT35BZfwzz0W+OOfGRx5dzw55yY5bGyyyb1+DE/h0Q/Pdu8eWCY/2mCEh+bfL1PL4bnbJ3c8NnjI5eC4x7Xtsy3wsc2ceEkstg7sSSz5PHXNtuR1nnWTwBkbldJ+cJs1Mt6tWOWKQy927Tj9WWmYJ62OAEGeK+maNMONss42D14wk9pcueX18zKG2Fg5lkU+D1E5Lg2E2MI3ZsWHuN3P3cwkN9ycbsE8Bmcw4QfcuJRh3ODyccw8Hg6xnfzGNni6cjj4Yzi9DlxcHu9N0vjnL92eO/GPrwC9HmNjgSdbbgRrj3HpAaeT5jiXjzuePeeMs5g4vhe1j1A0sg9SHUF8o3X8QsLqf3HAdjw6QHvwwurYad2fdl7JadxBvZZZPwWTksg4226t8NtvctvJBZ53GuC4C7gHSR8eD5QZcE7hFsWREfUH3ceM21KLD34EuJ/coWiNunULIWR1aXCwyu44g4yEL+YAwYZn28+DTeLu3lj5t85CV8OSyCW4tCIJpCEDPIYs54PUJaZYhIGWJd9SFo56lxDNHfiW4mW9ubj4mC+Iwwp1G8tths8p4VtDqi4Wx3xvyZdMPbH5o+eflxgO1sIfJOHdxZtguOWGc25D52MmdI+S0OXm+xL9s6xbzZulxj+LeZeZRL9w8La3+JFvoJcXOp74vi3jhjnuXiXnC2/cANprpYe4G50zLeDS3R7iJHdhbvLIPdxzH/AIsZy+SxILOY4t8aeTnn8D8Us8LliZmVdV1W6/Dj/CfiuNsPBL4InDxz/g38Nt88751+Z8ZH6vl8Hj3deOz8PVr42WAu17nxz5fL5ybbjx8/nlx78deoPD54ksjmXx1cvV0WDZBzN3N2x7s3uCNznxzHMgndqdgnmy251snwZe8evGdThk1ckDxhJZuJBZdLM2HzJZZPryY5dW4w3zBgTnBsg+eGbOZ/cDVy4vHF2+DucxM4GpcmSXpsRnwXfqDSHHHdhGMdlrHowoXLK7s9Hju1gep25/rwXQt9lk7vhiNx4mdkeDVqNDKQVvPH04ha837iD4CmRAcsl6gx48DiziCJyG4Ljlni2eZCb1/mxwnek3LZxeyOG31hKhOfAEXW4nNn1IAnlnYPmwjhBGxHjGDmySHOy4fHHxY7jL4xIzrx1HdxYQYT3xknuEb5Shb93SH3tmEsWhztniE8cXuWE4lPmxZsuYC5IURg7mXbmofhY9l8VSetle4CVliWl4LfYtfifRDi2tYmxe94DY0QYA5ZezHD3dGPTftZYucwh7YXzPDN2I9t6cow9ty+7Wbtz8sIsZsLDiy9Gw9xUfE5dO5A0/ksksclcJI24EFy6ZcZxc7Ixh18uXL22a3J2s8YjJuV78Zn3AjONgNh5YTIY8QE8eHpb+Z9cQLNjb1Bu2RJvEE6t3LjCQtuWXUQd9WbB8epvjwPBD3LHF2PD4wfGeyG88XDZll15Itte45kviwurMtxn5nTP9xPW5b9Wnuzmyz02cm2AcdF3YFuZD3sc7hjojvn8BdPnjh+bq75sW8Q05tM5ss+Ys0xwc5c6eRX9Q5pAzaDoeAuPDEXfkZsi6jx78PHgHVleHBMouLq2193z4dziDbjbGdMjxxckfjlj+eHjLnZ2248b5yz8DTenxj3lndjZfS1Y2QWMGWWWechnfHQsgbLJ315y4nq9eHzn45BBcINOLE48c2WMd9eOX1fqUMms4OpWFtnXiVHxWQ8TpnGSy3L+LT6tdRnx14OIvg8ONv4/CSbv4M5i6mNajiPPEwcfgJZngHc8OkK3tuOUd+LJ6uF8YlzYtrfq9SS3b1Dk22SMpSnxcC238zKcuYjn3xHL9yck5ujscxvxHjLWy+eG3vVq2bpc4IV6mcDIvVrfAbPFxL5nFnUIjzBMMbe7VmsCDlwe7k6Qbgzr+rRqblQBcD23pEh3gck505PvW/UeC/M3Hh7mRmXw/c4ZYwwgM68dZnMQMfCAaZYT6LdXi0Y3ddyCOpckVNS5nh2G5OnJagWtheCFsq6l9yMblrlsj6WPkxaUiV+bY2Fl2ObF9oWaWZYfEB8Xys2RvhIPGHxe/HVnjJzTicPUEcc5fyVnNIRlbctluWzx4wLpsk5i3I5eSzCNwtnPUKVY4sQzxkF1nx8SynHzbHjeO/B9xccWbxdR4wZ7C2EJZbjCZ8BjJ4PBzovXN7PDZYjmzxm3F24eu4ITxx8zlnkvZbvVlkkGSceG2OZkGYb4yBmc3ufjCxg7IvxEbcPCOGOfBPjbbbc8Ibw2L3cnqPkWnhiy+Z4er3luMd3zzevGznxcWWm5ONvN6Ybt4+BmeOLruHNPV+4BMbe9yckGdsWTepnT9Z3Zzu2e1j7WDtg1uXo2DsTPhsMnMAvEZ/cH22b7bGgLZx4kjHdyOIzcR8TBPaz6JPw2LPy8NEczicerRsz9Q/q+u+helMJs8kP4nrxLnITh3KSrPCWkvHj4ZbkGBcWnxcPS/S0ifHdny+efPFu9efjI3bPG3PnmNk8fzFr82rm1udnshb3CnVq37ufBuxuW5C2tu8WXdxZBZZHjPOHxc+Es4s85Zc3UsaefXNz4/T418aysOGtzDdvhW5ObvwcBduLmDxz83O3PRde7XjlurW2Fne4ed3qT3tzxnjIuHGwHkbMwmPDYW2rPZ4y5Lbl8MCR8G5Y+7hzYyFlqyCfB4CB2xs65v1Z7zwBPOZJ6mdh8wSRsJyU4Atc7mzFsPuP1v3ERuEON3IZmMijL4YBcO27k478SNz4hEl1y3eCEOzCvuFwkOJHWzAudsc4ncg93Sl2JwXVubvgfMOt3ulwR3JEcWAw5xkvFBkXEWD1euPAZlg9TyWekMdx+xLTx3vy5BD5RiBnNmEkW5fvKnlLAHPd3bOE/XlbsnkeS66jGE2eLWaRYTwcWHrw2frYOLh7uLEBEc2GWdWfUv1jft4cMHkIL9eCxs4iwb3er48bc42cXq3yTgXmHg/3c5ZxnjONnfTD3auS7tPm4kzY55yPBCXD3Ep7Bt6rbYTfNGG93u1hCB5e7nb350/r8B64G/5SePHJ35yyB3nPjBOrpscEb8X8ec8svZ4fch8NElfDgR4THhlxuRE2WeEsvSzLvu52dY+reY8ti8Rd5h8OPI8ZH4Md+Ev58Zy8t2uxt6urbcPGQc+PniYXxzc+HN8MX825rY73xxZAZzLzftLa2znmH0ye7jq5cyON6eDwOsvUg9+BunMcMM5ux0PzzLLbAKQP6sBZ55jTnbbNOfiEtc7mZGrIwYiDuC9oCQss+7L2X8a+CLT4dsfltx8ZzOOHht58bbLxHk88QYZc+eHhsvhX8shubPw5jyEXPht58Z4SHPGnnPOXEeGLBkdeEz8efO2bZ+PqzIw8ZdEcXHfnY875epnnxnjIng/AglmfLcB4xzmLbZ4I6nrmSB8fzGWXq2YIbjYu7IHLZZHhyLq5+bZfHULFzatmDaeDZkBxaTAZOB8XMrzGw28yc3HzcbH6g5/UQd+OZER5JL2RnCb1ejIU6Orpy3lLtGI8cQcrcYWcsELLlbhwyR/iYYHYcg4yJBgRybfXEeI45aowTBDrjjJOUicljNP4T1xZzGWR65u3wH9xljrHJPVskRzcuvHkeJ/ijif3cJltnnw8TwyzWHYzN2WObtY+dhB/fVv1P0t5l2NYc2y5At4LLGMHVmY77kiIyZBerkiDIDDIoBOFLjLbCy4+JxlluR5y6LM8Np3b7LbbfD3kb8+G/LfNzJ3zNmTPg5JjiOb5iJrI2S1vjYbnZMsLfDvhLHwdC66fPOQJ+HMzCFBGD5XsnjwdoYfxZ78PHX4HHjUGBjbfGrj4ky6Z8/PgdPAieUy/fgk8o/Fkrux2D3OnBBZFmNuS3IYY8atmHd3ext8FuZ4YQeOLPGjAPXPjmNLTzu8bDPjeCIDycjubPY57P4uBu+HNjBIPUfrLQSZN2fGtiuGVDDzzfY26Qb+ouxiaZz4HwThcvZl9RAuMYWkAjrqIULb6gxj4zxlzff4OkOe7n5bYvK5sC3PG8E9+Nlz8s8cxbHNmW+P5nfTfufyJR8Zbz4djgj8Dxv8Agb9fhtkdZ4znhjbS7Lq3fB+GaQWQZ4zjxx+AeNt+/J47vdvjg211Gx52fx9zyz4zLjzw5HjfC5du2eNk2wPGvhw/c/jz40uPPWRp4X1sYcXN78bbpBzZYOsjA+/CTusPq2LuYl+vwyRT+7m8zLcMlh7t8N2s5ifKvqC358jcnofEwmk4GAwIRCOfcBlvYWSWS2t02W+zwPcIF+1mev5mOSV3hnSd+oWcXey4uEu83Ig3mxkchtcCT13Pe2sJwpDhlpiHDkk9kKkLmLD4gZSITGBvBZFnwTZyy/F0ul8xq7x437s+7L1nlLGZCDNdIY558b4eLvx3v1ChLHC7AYQ4t8csQbZjrGZcM9Rt02p4PG8WukNoLSB4snei3i68cbngPBbDPBcWzc3PgzzmzsnzvjbeBPDJZe79xZsRsPUQlkr+Xvw8WsiItx87zNsce4fw5uY08p5I7J0jODByR+s872Z4Es4vi4k2yTwxMP44yWlaPJPDcTOZ2y68Dx6nlm4glLB/FFm/uGcxCA7NhBcQ/D43WPB53nw+BtbfGvqzwbNyTfMGlvMxaXHjLPiDhS36jkxh7jPfx/uTebOCFIuvcn3zJchi7JwPHInE9btnO2251ZPpLM2ds6m4PHHgIeobGBWzxhbzbpBdFsYv6s5yyICyxDzbK0uLQPwzZTOWXwgIOLH5hnvd48Y82Mjlx455hbG3jjwPz54nx78H5Jc+Mzxn4PgLNsIHw2+Xx3Z1cEn485BEvhnnTGHXMgt8DPjn8ny9z+fuxAQSR+/Dn4Y/hqx5s3LLLhtizwsDe7IDw+MfDbz4avZ5Sz8e4PD4y4hx1D8z4PR4wkzktfGZPjq92283Cj4N8ZuxOzN264luLTOYbsYk8Y/PqMv9Jgv3bj4428H5tbLm5N6jwUYX2xkFdYcrePTDBJYSZB8PrIYweWRlxcujmTLBS3HGxwhdtbE9xvE7xcfO2EA8DQBOy0CNBtwY8EAeDP7kEWcT92/CH28C9l0hwfTIWsuULONtn9Rzc8SXe8RUl9y8uBLt05uXBsFxRDd2Rbc/fUePRBsNzPIEGN+pI258Hdlz8RlzxgeUnji/Vzvjm3jweNOpLbeZRkmw58hcMjc2JOb3dErzaXx4+PBNzERC9RbmPHqFL/Y8DxxfExcFw2cwQb4LIefJ7usJOJ2XOyYF2ToMiR37Ljp8cRzYjbGzzPBkpl7mx85evOPqevGXDw54yyywggmH8X8EGLYg3uCI+myyPps7ss4jjxvjefx48HXjjx78MY+H8up+ELbeuJ3JUj6gM3+4fWWXDas64jDKJFgk4m3j7tzHJ10s/LhMfLX4ued86bxBknRiy3DLeIjDNt+rXizmNPD9eBZBY5DJa/gV++FgGHhneMucfw22bOLLq2YmHxsb4PPdhJ5LH8MPwz8M8Hg89Fv5Z15yyzMuPm48FjvFj4zx2S9eOd8Z+CXU+APAcSfhz4y4zwcNzxnjnfG+fVvjmxtuv8K8bd7HG8xbc3MeE8O+D8eJLO74/F6QIQbYtjdercJ8ZZ83yHzM7v4d242xduXVwyAcsD5W7O+py+4OLdu4nvydXngYmblxcHxgIc3E8Ei2W5JnlLhGWHxAssZhdXLkszbMyVCcbj0nfiJgsPjLnPBGZ/iOecOI2COt8fN45g2OcWly5hkcePBDO+J2Lm6g9LeUtnueJ4Ad7A4I1bj44e74uM8FwWy3uzmQPgMLOfDmUO3ic0ZNg8CMXGT1qRiS23LxzDZJDjEOcBZsPOJBHzPMcmey4Thiyxi2+PGxbbKw7Pjlssdj1xPlzPbfY8LM2LPHxGNutmyWQ8Xx+t8DJb+LOLObLN9xwylxaedwPAOm28RdtjG7c2lpYdzM5PMcs8MhIGLJCAPssdsIeOJmcbLfHP4F68BnNvN92eDlb8Hg8Z44v1PnPw/Vz7LMs8YWe4HxBxJc7DsZ7sCM8hzYbJ4zPC+Mniznx17jnwYeCSx5tsseXq03PAWEny2e7EGI5bbGZZsnPdkeDb33ZOhtfU9cEm5Avsjlte98Hc8BkYlnJkcOSfqO9fBGe7gTvq93XxHXhIc7bF92PEHJ4I76tgzILLDPHEHjQ923Du9yuD8MyXw/rwxbE8XH4ZBMHjLP8Ox4zHxng85PnePHryml14y4/Hjxp4zx1Z57Lq5YWeHuzyRvHgnxnjfwJt+oyYvcsR5zxlxIeWZCRuuc8ZY+clvdhYyXG3UHfhX8C5/FZsh+nxjt0Q89Wr4/V68LPNmcxKSc+EzWzcyDuYct5thh52R41mS+ADLnwZzAcQuZsxyHEYuX7oSyfvrxzbgXE8xF9L1HmczQWePtIebXH6uS54mVcuE9SuWxGDwQ7I66gTqTthuN0c3wJMn2tRTDLSc/MPmHbZBHLcbBHtzxKfMQqMR154tetgh1vcDB13PHj7cR3p0x5T+AcnxB3Tw9wvz418k98wsSQZDzn1ac7bPNyXEGerPmV0bMwgfmx7jhPDbsFz5DuL2ec6gY87CZJOifDfXrw9Wz4bXjQvVk74eTb14IL9eGeXWtqcrZNv4ZOcR/qDwFtm7G5clspfC5HfMG6sgyH0fgSXoxu8EWAHjHLPGeFlsuD424+PGjSJ/cF08yvw8wbIt3y5e/D55jjwXRcwcWSWRGIkxzwzPHPOXXn3a/NvhHIuWPHUMFha3cCDyzfORPvwzbx54+OrTz68MHh8Z5Tnq5PJ1ctkeuJObchHMLv+PI7yXvbPZfcSWZ49be+bHfj4JM6ObmA+bTbcODrjw/Ecc+DhsYcpzszTeYH34ZBx35D02njgy9Q+lzEcxpxGhzJbER3l4h9Dc5fDY2XtfCcWeOJ8Z+LLLjweN8b4zyfhx1Z+OeTxn4Fv4tgednzlzZ4Px0LCCLPDjK+/CfivNx+GTF92ee4vUHhLJLmZt/Fydsk8cCc2j4JmCy3q3x1P7ecfD1a3RHDJng+ZfJzGs4swNiOMvcvfjmXLb3y2Qz3l6kuJne/Cc2S82ucX3bkx09Nlk+hk7sh5fmOm7WafdgvWT1ZxsGeeHAOo7hL93Njx2w0G8AQSXAuebTiFY5PDPph7ZwXTLMcuBzPPGQG37sHuM+rJuWlmYnOcn1fe4PUJ9QTr3Ojnqfm9uY/cPMdZkNgCST3B4IwRyDkOYkdhq/cE9rGTiW5HGY2PzCzGQs8jmTj5Nh4OC2b5ZckhccgdwbsGZ46JWbZrZJzA+OHjOc8dFlvrYtiM3qO/q7niSBLkF8M8e5sd5gzPGcPnYu2ROrq18DxC+PxGkOrh92ywhKJFx44C4fGR+CzmZZvJ3ZxFkDPcfHjvw9cR3sRtzHHdpcevHJdT4fCG3bhZeo3wYZBozneY8GO/kWSPyl+nwHjnw3niPO2o2drGM2yySxsssksvUZvHjherUM5YPGLggk8cjD+fu92EmBkvlttpHj6jykZCc26fidtm82THvYus/XNxZic3Pfy2WWDen924limrM8oeubONgN25c5zacXq+Jzj5u3NuPBHJB8dEGMccPxHCcuRhZnrxvsL/37tiOEs1k6i/V8Q5D43xg33DcowHrzln4Nj4yxnPHB+Dclut0wWbxJ8ec4ufHHht8Nqx+HMf4M/N78bz+L+BtgxxHMlywQHhfrz3+DtnhiXw43xL+DN310XXjnxtvH4NlgFjG2eMg8h46syCzwFufh64LOObu2G3jxwkfh37uEnN6/ALDlm+AmAnGZOWzJOXHxk8M+eNkXwnjLOS5nqOUxbtw2D7tMn6ks6/VqXjM8c+/THUEJnq6b8z6WQVDwZey2kVbghOfDwXLY5GyDkZMJjBU44zu5ZOZLNueJ174sE6bPPCSXUrFcG4AT4PHEXOpW71cLGCdzxLGXqwwcWuGQuw7drDmOOd8Nl4iuzEeL5kH+JdX/AF4XfA83wo5zHFt1iTSxDPG2/dsvzHg5nxtkD/EDwRg4jhs3YOZh7nwuv3dTt6I1Lc1ultto2pLz+7cZd7Anr7Tll6tMvVrHjfBx453rwwObHcg68BzlmfU9SEAM7g1kbImDw23Zc542ziHBc7ZZA3PlGyOO48fuHYjPHV1DZ4ePAZOfD5LFkltHZ2B24P8AuOOG2XwxNt7B854I8Z408Li3wdcQvB/mw9+CYPOSFhYWFmc+NbhBJzaPGQbI5B4Lktk8FwOr44ubni5ySyxK71j3YtiwOWPojTkss8h78DYO7dw2QTnGEO8etT+rOZN0gzJ78fpj9zerQTZ7t6sj2XVwN+oQW+rd6jN3Ld3x6tfP7gd64zwLhK8WcYMvBcu2SFw5+It9wYD4Dm35POpkf7iOjwRhnjg76kXOdlz7se70F+4nPGz43beNl5n0854Pz/h458Ftvgjw8W3cWWed38M8nl87b4duci4jw33vk885amXcD4JJjxx5dtufwzXxjO/hua5beo68Z4+JICTx68e/8KT+Hu5yPHPuPDb0QXF8eMur1408c824eDwsMWcc+D7gPCwbJ9+HJzfGrPJOWfNnjT34ek2j5Y2QiBnUDLOOpbIs/QkjieW/aWw/obOerlj4uSbE3AwHN+YGPtWOzieSfjwQ8GHPhkF6iWDA7IFy6sRkjMsLOcyFTSXE4lrMOp1B8jkxsukcSEnZMvfBa2HFkQSObKh1bkcx6uUz14b46XP5S85MgLdN6seHOSZcLY5cGzYRuFljvLpibdzpk6Ddy336jOJLnIzwb5220tbLLgjksyHbnxpYc7epxerGatx4zfHUNjAbs88XPFmkGxO7CHC5h2yeFw2QsXe5moyBkzMLLLLLh7sg7vceNl92xfq+L42DWTlcmn1EmlwOLd7PH8xyRF/NpaQc8TtfF3ZZfeziwz7bbDcRltsguweVyep8Fik8u4qD3ZxZlz4zweNYy2UfD8+NgDDiVdMcWDw2yWPix45YXejIj2UPHl/UvyYEavcoe4H0wHpvuT6yfTbemTW5tpkWPi4WmdWPi3HBPRk/Twx8eB9LS36tdBbbCt8asNzsl1bpt75ic7Dw23NvFrbf8Efe6y0eF4YevGt1jC5YRzZjFmaL7kRM+bOtlDWcbkdnFxztrW/Fwzbi9Zbjlt3GnuJPHObww+eLOd8D35DrIJXLctz4kInH6hTbN8LevO7P4uRbL8WxNvg936iy5tz1Y7zZnnItXxlnks8Z4y6Lm2OdbI8v0+Q/DjZzY6nx34B5J4ufAX7I/P3Z4yZs8BcFtvjm4nqFs5suYcnzkFv4dfgeefAM+pMs4Gb9lnkPD47S+GxufPqyzJNLJ248ATiGBxBkPg5brc8e5uPD8+Nzq3wwk/vxltvEljsVMOIMgcbK5ZsF6aT3LBbJuOwfFys9Bt52efC5LPIx48HEpEr0m64j6bHLn3BORz0WJ0F2sWO5Dmw8GOu3B5c2Tw1debTmOJvs2xmzjZSyTTrx9CfBiMI7Kxy5dkZLk8wSJ4C3IXLe3qP8Zeh3J7fGTZ9NyIcHcee/DOfHvqZLM7uHbPqz3KBj43mB0kCsn34Ngs5keLIz5s6g8BmvjLmxuY4fGwRZzaYULDxpLxJmbPFfHFttw4bS5JjbbRzxpxIjr2PUSOeL4EmPmyXpSt5mxxAOJ7b3OOxsq9NtpP64tu4IA5uImHo8NtsjL9WnxaeATshsQ+oIbJx+pg6/UQ1G+20x9497XxZieCbJmeB54t+4+Y8MFIyhYXG+ffh8ZHvyDZceG68bM2EGRZ5TxngyA9k3GWWfdnhjts2ePG69Xxbcvjj4nCLWW/ny9WNm3uFuY8ZZcTw8zDPjOpHPDZHVvOdMnz50eHhkz341zxd9x4PVxqQkYbkLvExg6k6lXggvJzm4HPJZqWyMNsd3w5fu+8IL0FjshrZwcyK71GC4fqez9xz4RLq2L0F76h52Hkg1suTC5dOsYB492+V8fEvOT82+Pdvx5dPGeODxxvjp4PK3ckcX7t1PGQeHwHEwd23f4njePx93xZ+XEeCx+PL4/iD3DhMcyZ5zzn5vhLPJMnQuUws8YvhkEHqxNbLM8ZZIwbxc+p1essfBIEtNnNp2zWfbLMuYGfpCkdkyyxsz8APuzPB+Hu9lh0+FrA4/MuxxD82m2ngW2WDXfHLjB4zJjxgO5KTybFk6PE7rByxn3xFss3ZEL4E+b4LoPfkDxn+fbEmB6hkSbmXjCJHzIjljU5LlGP14U8cR4h0ZKcsWSjUvIrTeZZky7jA5/VvL7s4322HHMDvizOCWsIz5vZscu508MHDZBw0uB3txdWbt+bH3gDNbcO3fAhed3F8a7U9cwcl5fDdckCDcvU+kZdLFy7l8BC9i9PJ+EjBxbnWMOox5CL7y5+o2xfDMTjizmxufAwO5xkR+8jT3L6y7W5jPGEu/cHhxhYRzDy+AMsfEhfVAWXtk+i1loZe7JhA524SC4jbE6gZVhlHxx8ucbLgc2cznxJ6hnPEdeMJmTnP4ZC22mTtzdJNnj1lzxc+MnkGWYWILqx6ZHD7hqLvLPGSGybv7lSYSPhLC58bHgNurrPcjZx4+/wAsjPDqTYyTifwzwZENn5E227Ry4spb8PnLnOosIz8Pjww/NjfGnnxuH4elhPf5Bb+CRevCZZvV7y0nsbjI5bEw7uY5LIw8BzOZkcWb3dXMfVs5HMQtNWDOWXXHw6L4NmbxtmQZt7/i7CxByC+thRxsI4b4Db25M2wOdhtwXvdgeoS+tp4Iw59xpdvgJvNiE3mw45B6IG6xD6tkTglG/EPtkTq5x3bPjbny1h38Hi0fXjl8awtrcnq3DMuXu5hSfG+OvHdj49y/jzZnjJ8H6sskjhkvTc2eEhfPgLIOPGer34G3xu+dnP4ilonZXqYAXVxZYnjLPHO3PjObNPH8x45ufDsMvUrbyG2NkljG7O24CN7bWXBbfZ8c3K28XPzG+FWtzHgUzmWZKce2TGOfdji7HzJY+m1ndw4jiNNbbto6tYtS5e7UtKYwt5Y7c2s/uVHqPBqDYlnHUhnEimTOX3JHhkvVtDI7/mMTucjrm5SNsDg7GY9NkOs+o8GIze4OCQWttBuS142Vblx7YP2j5K9hxL5YNyfbPD9kOGFvFxzvMCTjm4Hc5OeC3znqL4o5G2XiLw95DPdjCP3YXsYWvUfLYUTevFwknifEv6L0W8iJ8f0xZ3M0yzBfZk+opzIvH3Kdgc8WBYS4Xc3q0QFgkgmBvkeE9QvlJmFz4e+PAHvwXO+HOXdzpZjaxy3HPzY8yb/DHHgLIMLMgsPA5thz4zSMjLjw58Sbk8k/EkLm0/BX8MXw2l9zEeNNp4HGMklMWdyWTvpERnze4WM7mcn3PFykmRuSeDY9c3D14OvDIbRzsXXFk2eDNuLILGNz8W08b4NuLbY8o9/ht/NjzZy2WvGTvniUh8ffgYJC6tePOT59Se7c6L5h5Px29W+eY78DMWOzieW2cmFxs8vO7m33lkCSvBG4eOfdvWuW+r3Bxu/u3It2Sp+E2uLWP1FethZd+2e5XZO3yx4CGyt2Qv7ZPZ4K4uXfg5LPGuf3HMAbAW9HggnwTL4OZker2+TpmziJsmIDch1Mxe3weHx6/wAHx+KeHqyJj14Jj8XiJs5kzwlnjDPbHfg8E/ge73P4jBu+TweHxsl7uFz5i+LeYlb3YTxsE+pusnx6nqMzwRfF3e88e0BdYdvV8Wt7t7sCzuzwzizdizi9L5ePL3Z4OX9XrCwt2wGsT4+oc5PDMct8ng7zwvMdTYeHjFvPjtfri7yIcQGEDNsn48IQLJzPUw7fN6XyI8bkd7b6upcCWo70tc2FlEs2TkiFiPVp9+cDFhsz6vc8E3SQuhPzE3Did+Z6vRe8+4aieXwmP9R3drJ9QbljiA/siWAMPVnE2w6bXj9eFbn3PqWwM49wxB7kN2YmYf0Cw1u0G7JPDPcGD7WRpDmywRDtIcP3HuHkjqPUeHZsdWvE2c2AvPzHeXzN6vd83rx14bXG+I4yHgfHuHMnF8LMiCOZbDd8Fl6t5iHlPB0+T3DfMevHtm6eLB349w4tf928yeE48b1eyPfj4uEM27ELeS9W2+ekchEAlzCLtZw2wy82TPgz43lnweiyPyBuRzPbe57swlSZwfnxseB8em9XBmL48HPh6PHpd8xzlnUnuejx7PA7e2Bm+/xZ5WPkzxsr0eEEbr4svTei9S54PG/8zHh6mO88en63x8eC95dZfMej6sJAOL48vZ93ce45n0icl0myHKeIN18rcGFUuV02sv/Z" class="fr-dib" style="width: 649px;"></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tepat satu minggu setelah Aksos, pentas seni Pekan Berbodaja digelar pada Kamis (28/11) di Dayasari Ballroom, Kolej Kediaman 5, UM dari pukul 14.00-20.00 Wita. Sebagai puncak dari rangkaian Pekan Berboedaja, IISMA UM 2024 berhasil menggaet AIESEC Malaysia serta Perhimpunan Pelajar Indonesia UM (PPI UM) sebagai pembicara dan 30 peserta didik dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) untuk turut berpartisipasi dalam Pekan Berboedaja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pentas juga dihadiri oleh Minister Consular Wishnu Krisnamurthi selaku Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Madam Rafiza binti Hashim selaku Director of International Student Centre UM, dan juga Madam Barirah binti MD Husin selaku Principal of Cultural Affairs Officer UM, serta dimeriahkan oleh 233 hadirin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>IISMA UM 2024 berhasil menyajikan berbagai sajian budaya bagi hadirin. Perhelatan awal dimulai dengan pertunjukan kebudayaan dengan tarian Ratoh Jaroe khas Aceh, diikuti oleh sajian&nbsp;</span><span><em>vocal group</em></span><span>&nbsp;yang menyajikan melodi&nbsp;</span><span><em>medley</em></span><span>&nbsp;tradisional dan juga perjuangan seperti Manuk Dadali dan Indonesia Pusaka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertunjukan kebudayaan ditutup dengan&nbsp;</span><span><em>flash mob</em></span><span>&nbsp;yang diiringi lagu pop Indonesia dan pemberian cinderamata khas Indonesia kepada tamu undangan oleh IISMA UM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak ketinggalan, Wishnu Krisnamurthi menyampaikan bahwa Pekan Berboedaja penting sebagai sarana komunikasi lintas budaya. Ia berharap acara ini dapat berlangsung lagi di tahun-tahun selanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pekan Berboedaja kemudian dilanjutkan dengan&nbsp;</span><span><em>Cultural Podcast</em></span><span>, sebuah&nbsp;</span><span><em>talkshow</em></span><span>&nbsp;interaktif bersama dengan Yap Xing Yi selaku Country Director AIESEC Malaysia, Nashata Denisa dari PPI UM, dan satu perwakilan&nbsp;</span><span><em>awardee</em></span><span>. Para narasumber saling berbagi cerita tentang persaudaraan sosial dan budaya antara Indonesia dan Malaysia serta pengelolaan organisasi dan kepemimpinan lintas budaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAgICAgJCAkKCgkNDgwODRMREBARExwUFhQWFBwrGx8bGx8bKyYuJSMlLiZENS8vNUROQj5CTl9VVV93cXecnNEBCAgICAkICQoKCQ0ODA4NExEQEBETHBQWFBYUHCsbHxsbHxsrJi4lIyUuJkQ1Ly81RE5CPkJOX1VVX3dxd5yc0f/CABEICSQQQAMBIgACEQEDEQH/xAAwAAEBAQEBAQEAAAAAAAAAAAAAAQIDBAUGAQEBAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBP/aAAwDAQACEAMQAAAC+RTNAAAAABVlEsBQlIBQSwLAAACghQBLCpRAWCoKFBJZYAWB059a+kLgKAAiwAAAAAAAAAAAAAAlABKJQAAAAFICyiUCAsALBedlTfTn0FlFAEAAAgClksJnUMgAlACFIAAAAAAAABQlAAFAABAAAAAFQoAAAFQsAoigAAUAAWCpQAAUAUAAAAFlAACwoAFAAoA5eL2eROed4Pd6fN6aspfkeL7fx89MVJukAEsQKBNe/wCdtPszzdWOk5w9fbw+xOvC4prnhPR0+fk+lr5GK+0+HmPvPz+T9BPgQ+9j4lPr5+Xo92PNTvzU5ztV809Y8d9aPLfTF4uoxbI1cS3q4ju4Q9N8o9Tyw9d8cPa8Q9rwj3Twj3zwD3Twj2Txj1zyU9GeEX0Z4Ds4DtOUOzgOzgO84l7TiO05Q7OI6uQ6zmOkwTbA0yKgpFsAAUhSKOnvndnlO1Ti7Dk608vzvX5GpRoUyolVM0CliwKEUlESliiAUlAFJQUUUBW8dK+n8n63yWEpv6Pj9njY5d+Pa37YcYLAAgBLKAAgEok1CKIgASyAAIAFEEsAQF+PYzsAEFIVUsAAAFgWUhSLACwAACwoJQiwssKCAFIsFlAJYCwWI1059K+jZbgKAlACWBYBSLAAAABKJQAAAAASgAAAAAAAABQSiKEUgOZTe8dBZSgABAAWAWUksJnUMrAABFEsLKIAAAAABZSKJQAABQAAQAAUgFgsUAAAAsUSiUAAAFgoBSUAAAKACpQAAAAUAAqUAAoAKAsOXl9XmOOOnM9vq83qsAz8v63mmviN4z2LAESiACwDfs8G0+lfL0Z7TjBy6w5PVpPFfePDr2Dyb7Q56uTV55O7zF9M8w9GeMO05DpnMNsDcxDoxDo5w6uRejkOjmNsRekwTcxDowNORes5Q6uQ6znDo5k3MjTNUgqAsABSKIoiiKIoKIFKSLAoiiKIpYoKIonbn9FPRdrzyoi0zNcF+XgnQBYUEAAssEpZRFlIpYtTKpctCLTLRY0M20i1ctCKWdMdLn6Pyvq/LSFmvf5PZ47nl34d1+0LwEsqCywAiiAAgCABKICWAISwASwASlgIEEPkWXPSFIUASgQFIBZSUAJQSwLCgSwsoASwoAEoAgFlIBQlCVSCIovTn1r6FLgKAASgBKAIogABSAASgAAAAAAAQoAAABSFIoAAlBAA52U30xsUKAAVIACBaCSwksMgAAlAACLAACoFlBCgAAlAAAABZSAFICywUAAACwKAAAAABSWUAqCgAAKJQAWUAAAAoAFlAAFlQAChVlOPn9HBOPLryX3erzemwBKX5Pi+38bPTJJsABLALAALvmT1Xy6T0a89PbnyxPVnzQ9OeA7TnDo5Q7OA7OMO84w7ziO04l7TkOrkOrkOs5jbA2wNzI3MjUQsBKCwlok0IoiiKWKIoiiKSUItXNAAoiiKIoiwFIsCiLBQAAAJSUXX2vn/AErgGCiKJ8z6PxWsyydAAAAFAUiolVqW0y0M20y0XKiKSFJRVAAABvG0+h8z6ny7kJv6Hj9viuOXfj3X7IvASwAsAAEsAEBKIAQASwELCAEsAIokoiwA+OrO5YVZSKBCglgAWUAAASwpCgSgCUABClIABKJQAAELZYIJVHTn1r6IuAoAAAACUJQSiAsAAAAAAAAAAAAAAAAAsKlAAACADnZTpvGjSaAAAsFICCKFksJLDIAAAAIsAAFgoAAAAAAABSLAUlgsoAAAAAAsAolAAAAACwCgBYKACoLKAABQAAACgAoACglARQAWDz8+3E4c+mF93p8/osLAUz8n6/nmviNZz1gUCLEACgAAQAgBBCxSKMqEolACWiAKIpYoAS0gCiKIolCUIoiiUAAAEoAAEKFCAAAoEAABYoACAAAoAAdk+j32vLDorneljk7D5vzPX551w2msNjF2Od3V5ug53Yy0XN0M3UIpYolsQCSwSklAVSwBQAJ0xtn6HzPpfNsCa+l4Pf4Ljn6PP6F+yLwCyWUQAAEogEsAEsAIACSgSAEsAEsAIoko+PUzsBZQBLFoJZSFAAACUSwoAAAAACwAAAAAiwoAgUhSAvXl1r6NLhKqKIAAAAAAABLIAAACgAAAAAAAAAAAAFQsUiwAKIsOdlOm+fQpRYAoEALJZYKCSwksMrAsAAAAAAJQAAAAAAAKJQJSUJQAAAAAAAoAAALAAAAsoAAoAFgqUAAAWUAAWCgAWCpQBQBBQAChePHtxTz8+nNfV7vjfWOgsSiTQ+R4vufFz1zLJsACACwAABKRKIoiiKIohSKIolCKJQABQAQAAFAAABAlAAAAACgAAgAAAoiiKI1FjQy0JNjDdMN05ug53oXm6Dm6Fw6DH1/n/o7zw7NceV6Dm6jnz9HzV+MrHqijNoiiAFWFSALEBQJQShKIsJQBAUACLARL149k9vzfpfNuUsm/p+D6HzrjHo8/oX7IvALCUAiwAEUEELASwAiwAkoEgBKIUkohSAQPj3Os7iiWUlQspQIBZQBZSAAAEKAAAACywWAAABYJQACKCAWUduPc+gNYCksAAAAAABCgJRCLAACgAAAAAAAAAAAAACwAAALDnZTfTGygoLFpKIsAjNoAksJNZJLCkAAAAAAIoSgAAAAollAAAAAAAAAAAFlAAAAAAAFlIsKACgAKCUAAUJQAAWUAAoABUlABZQApQOPDvwTz43hfP9L5nab+4x01zgFlM/H+145r4yzPaKIBKIECgAAAAAAAAAQAAAAFCAAAoAoioiiKJQlVctDLQzaM20w2MtDLZcXVXE6DDoMNlw3TndjDYxdDLVXDaMtCTSooioKWLEAoqVD6H2vL6teYLgACfnvs/nnYMdggCUpKAIUikgABSAllAEolEilixBFqVREAduPdPX836PzrgSb+p876PzrjPfh3X7Uq8ILCUASggASyBAsAEKRSAkqAEsAIBKJQgIsPhOkzub5Q7Xjs2lBChUBYKACoALAAAAAAAssFlEoiiAFIUgJqCgSyFlHo8/or3jWACAAAAAAAlIUlCLIAACgAAAAAAAAAAABQCLABZRAsDlvOje8bKClJZaACAJKAJNZGdZIBKAIAAAACUAAAAAFgAWBQAAAAAAAAKJZQAABUCwssKlAAABQACgAAFIoAFIUAAUEolEFAAKFAoATl5+/A8+N4mvNLl1+v7vh/YvLoLkUmOkPh+b7Px89oJtKSAAiiKSKIAAAAAAsCqhYiiKItWTQzbTLRctDNtMXQy1VxdDLQy0ItXLSMtKzaiWlytIoigUiiWUilAAigAVICoUoixAUCgBCCyid+P1bn6it+WKIoi8z5Pz94z6iWaQgAKATUSUUQsUSkgAACwEKBLAAABFIB6PP6GfR8/wCh8+xLJr6nzfpfNuM+nzelfsi8IKBAAEogEqIsEsAIKlgLCCEoSiASwAEAEsPj2XO5NQxnqON6YLviO7jtdJQCpQAUgAAALLCywAAqUlCLAsAFgWUgAKlIsFlHo83pPeNYgAAAAAAAAIUgLAAAAAAAAAAAAAAAAAAsAAAADnrNOm8bLZRZUBQAAIlAGdZJNZIACUIogAAAAAAAAAAKAAAAAAAAAAolAAABQiiLCwLFAAABQAUigABZQABYKAEWFsUABAWhAWgFEoBOPDrxOGdYXzZ1nPbX1vj+qz7jG9cRQDHxvueOa+I1M94UiiFTLUWKEpIoiiNRY0JNFikjQy1Floi2MqtigsCgCKgFFJQAAAKIFsELCoKFAABLFJRZQAAAAAsAsACiAWFoQlEpJQv6T433tcA1yAAfO+h+eb86zHpCAIAsoAACUJQBJUUEBQQCWCoLAABCFAejz+hn0fP9/gsRZr6nzPpfNuJ6PN6V+xS8EqoEAAAiwASyEsApLABLISwASiASwASwAA+OM7SiWUJSTQ549GV43eS65E7XjpejNKABYLAJQCyiALCywUEsKsIUgFQWUhSUJQWIery+mvcNYSiLAsCwLAAAAAABLAAAAAICgAAAAAAAAABSAFIsACw52U6bxstlAKEBQAM0AEsJnUMgAASiAAAASgsAAALLCgAAAAAAAKIsCgAUgKAAAoiwigAABYKABQAAWBQAAFAQFAoBSAWUAFAAKBKTz8e/BOGOnNryyzPa3Jfse74f2dcuguFlGNj4Xl+18bPaCbBQABUgUoigAAFBAUqJQihKJQCgFlIqWLCygAACwBSKJRQQFBCliiAWUAAWAACywAKBCkBSUIoAAISnSvse7OteULkADzfnvo/Oz6AnWUkAiiLKAKSFXNAEBYAEJQFASkiwLAAARCienzelOvh93hslia+t8v6ny7iejz+hfsi8CALALAAgAICLABLABLBKiAAgAJUBAczpjzeVcjOgAWUBCggJNjnjvDk3BvkO05U6s0oJZSwLLACyhLCyiUEolCKIsgKUABIoHq83qr2DWEBYKgLAoSwAAAAASiAACUoiywAAAAAAAAAABQSiAAUIDnqDrrOi2UoAsCUACBAGdZVEIAAABKIAsAALKJZSLAUlAlAAAFlCUSiUAAJQAAWCgJQCyhLAAAAAoAAoAABQABZQAEBQKAAolABZUABaEA48e3FPPz3ia8ssnZYa19f4/ruPts61yWVAMfD+/wCCa+OM9ylgACiUBFoQAAIAAWVYsKAAAAFFJYKAAAAsFlUEABQQFsoJRKQAlUAsAFlIUhQBKIAsKAAAAAUn0vnfodc/QNeYABjfzl+Tgz6wgJSVIsAAqyxAUAEBYok1AAEAEWhEsAAAIUeny+tnXi9njJRr63yvq/JvOenzelfsi8IsLCwCwAIsBAlEogEsAhLBLAACLAQsnA78vD5rfb5MdV4dPZ6j5gxQUQsoSiwJQAAAzN05TrDnOmRcjeuOjoxoqwWCoLKFlIAQKgBLACpQAAlHr8nsr1i4ChCkKAQsAAAAAAQoJYiyiVKAAAAAAAAAApAsCiUBACgiw56zo6axstlKAAKCAqACGdQmdZIAAABKIAAACywAsoAAAAAAWUgKAAAAAABYKAlAALAAAAAoAKAAACgAAoAAAFlAAFgoAFAEAoAOPHtwTz41ia80J2BW8U+36/i/Z1x0LkBjY+B5/r/Jz2gnQBYFlAAAAgFCwUlJRCgAlAAAApZQABQQoiwqVUpAUAUSklFAigAEFWAAFIoECiKAAAUEAABAPR+h+d9LfnC8wAH577P52dkrPcECBBQSwpCwoAESlihLEBQQAFIRQgCUAgCie3x+1nHk9XloSX63yvq/KuHo8/pX7AvACCxZSLAASEsApKIsEqIAQSiKIsEx419vk8PO3v5+3pPD6ff1k8/fQiw+OM7sBKAALFJKJQAmpQBLBKJNQw1TE3CWDd502xo1JRZQCxCpQASBSLClIUiwe3xe2z1wuQoAAAlAJUAAAAAhKJYKASlCAAAAAApACwFAAAAABKEsMWU3vGy2UooEBQAjNABnWREEAAAACAKIsAKABKJQAAAAWBYFgAsACgAAAAAoAAAAAAAKABQAAFAAAKlAAAFAAACpQAUBFgFAOPHvxTy8+vKa8onewUDf2vh+24+0zrXEBYMfE+94pr4qzPosUiwoAAAAgLQFgogAAAAAFAWUAAWFBAKgqChQALAKAAAAAAALLAogKlEolAAAAQoAAFnss+z1NeQLABg+V8zrzz6gmgAgAQsAKAAAAICiAEKAlAQBAAAgCie7w+5nn5fT5qCX6nzPp/MuJ6PP6WvsC+eLEFoAQAiiSyAoCLIAgEsBk1nj4Lff4vJ2Xk+n3Pner1JM2iBAVLD44zuywAAAWUyUXNCwWWCUSygLLCalJKJNU5tww1CULrmOrno1AoCUiiUAhZQQAvs8fts9I1kAAAAAAgKIBYAAgAloAAQoJQECwAWAogKlAAAAAAACDFzo6azotlFKCAAAIAsEsJnWSALAAAABKIogKAAAAAAAAAUSiKAACUJQAACgAAAAAAAWBQAoAAKAABYFAlAABQAABQAWChAFADlx6+dOHPpzm/KJ2BQLrI+56/ifZ1w0LkUY3D4Pm+18bPclmwCUBQkABQoEKllAAAAACwFhaAABZSAqUlFBAUEAWFpCpQAAAAFBBSAAUAAACUAAlAAB9v5H6TXHQ1wAAfN+j+edPOjHpoABIspEsALAssCygQFELLEBQQFiiBBSAAudQECie/we9nj5vT5gF+r8r6vyrienz+lr7MsvnCwlAEsAAJLIAARSAhitZ8nkX2+J61+f6voak4dtRAEsAEsCwiw+Olz0sAogBC3NCwFIACpRLCpRLBQhSWUiiFJNQzNDLUM0LrEOrno1JSwKAlgsAL7fF7j0F3iAAAAAAAAAiwAsAIACgACCpQlAEsKlCUhSUAAAAAAAhKOWs6Oms6q2UoAQAFAhRFJLkZ1CELLAAAAABLBQssAAAAAABSUAAEoAAAAAAFEoAAAAAAWUAAWCgAAoAAAFlAABSUAAAFAUABAFCKOHm9HlTHPeJvyidgAVQ19j4vruPuM61xWUAx8P73gmvj0z6CUJYAALAALQFIABQQAABYKFAAAAAUIVSUAqEsFApCpQAAAAAAAUiiWUiiVCgAJQAAAD6P2fL6t+ULgADy/A93gnoDPUJACUCkAogAAAAAIAABLAAsQFABBBQiie/wAHvY4ef0eZahfrfK+r8q4ery+lr7CzXnBJZSywSiASwSyABA5eO33+f5pe3P1+s8Hr7kzSQCLABAASiASw+OTPSgAASwWaIBZRLBYKBKJZRKI1kWUAAiwWUlBKMtDE3DM3DNsLcw6uWjVzosASNe7w++vRDWAAAAAAAAAIohSLAAAAAAAAACUEoAlAAAAAAAAIEMWU6b57q2UoBUgAtCJZQlJLCZ1kAECiAAAAAllLLAAAAABZRKAAAAACUAAALAAUAAWAABZQAAACgAFAAAAKAAACgAAFAFlAAFAlQDz+f0cDjy68przCdgUCgazT7Pt+F9vXHYuAHPpD4HD6ny890qbigAJQAoAsColAsABSLBYWywAoAAAAUBRAUEBQQFKJQEFlAAACwAAWFWEqCywqUAEKlAAHbj9S5+rTfkAAY38xfl4MesAIBYpIKsAAAIACgBCywBAWKEsAAAQAlIBYH0Pn/RY8vDtxVKX6vyvq/LuJ6fL6mvsDXnSklCywEAEsEcDvn5viX6vi83qa83X6XoTyerRIVIIgABACAASiASj4wz0AsogAFlIUllEsAKUksFlAEsFAWIUhCgACiwlCTUGdwyoiwihZDpMDp9D5noT6L5e9Z+k8/Y0UgAAAAAAAJQSiAALCwAAAAAIoAAAAAAAAAACAOdlOms7pZSlIAKACJQiiSwksIAAgWAAAACULLAABZRKAAAAAAAAAAAAABSUAABSALACgAAAoACgAABQAAWBYKABYLLEoUUAAAoATz+fv5znx7cWvOM9gUCgWF19r4fruPuXG9cQQDl8L9F8yb+WM9wAAAUICiyKgqUABbBAFgspRCgAAAsCoLFAUEEKFAAUCUJQAUgACxRUgAACiUEoIAKAg1+i+R97XANcQAJ+d+z+fdgx2ACACCwAoIAAACgAEAEBUsiwoEAAASwFIon0vnfRY8fHtyagPq/L+r8q4np83qa+uL5wsFEAYNPH4V+r5fkRfT5vT7j5vt+juTlvUASCkogiLBYAEAFSxEogUD4wzsBZSLABZRAFIsFlAEsFlBSLBc0WWJZSQKAAAACWFopLETUJNQksGdQznr6E8PXrys92vL2s9e/D5z698HvCiLAAAAAAABFIBQgAAAAAAAAAAAAAAAAAEsjFlrpvGi0LYAsqAsUIlgoJLCSwiUAAiiAAAAlCywAAWACglAUgAAAAAAAAAFgoAAAFQpCgAAAWCgAoAAAKAAAAoAAAoAKQqVBVJQEA83n9HmMcu3BrzjPcBYWgAbxU+17fh/Z1w2LkC8ug/O8vp/Mz3CbAABQAgoAAAABbBAUUJQAAAAAogKgoAUEAWFAWCgJQAAFBAAVYSwLAqUAllEolAbT7PuzrflC5AHM+R4bnPqJZoAiKlIAAsUpIAACKoBLAAAARKCAAAAELAAfT+Z9NnxcevIBfq/L+p8q4ery+tfrLLwBDPlt9fH5XnPoeTzehri+l7E+V9H1JJRAIACAlSqiIsUABLABKSASiBfjSs7AUIsAFmjMsLULAAoEsLYBDUAlhc0AAAFCUiwpCUUBLCzUIEKrM0J9L5/wBJN+b2cNZ8nfXc+Nx+t5Tj9Pw0+lr5fc9zlstgFIsAAAAAIoAAlgAAAAAAAAAAAAAAAAEMWU6bzoazoAALKAAliKBmwZ1kgAAEoiwAAAAsolgAAKAAAAAAAAAAAAFgoAAAFgqCxQAAAUJQCgAAFEoAAAVCgAAUQABZQAVQAQDy+f0cU5ce3FvzjPYFqUABbA39j4nrvP7rG9cgRYOXwv0XzZv5Qz3AAALJVlAAAAABVgFlIoJQAAVZYSwAFAQoUBYABUlCUUACwAAQFFIsABSAAqUIKlEC+/wfobz9I35gAHzPpfnW+Ax6UIKVAWUSkgWwAAQAKAELKSBQAQRVhAAAACUgFlJ9P5n07jwc+nOaA+r8v6nyrh6vL6D7WfJ8/XL6vz/DDvy6+tfm+v63VPH6dpEsSLAACKqAQAhLBLCyxQAIUgSAEAX4wzsUEAIoWUkoKIoSwsoSwoEqCwlmiFIABc1aQAsAEAABaQBCwhav0fn/AEU68O/n1nPq8nrJNDOOo8fi+x4jzdeo6dvnw+m8foOlzQAACwAIoAASwLAAAAAAAAAAAUgABSLADnc6Om8bLc6AFlEqoELCFUIk1kksIAAAQAAAAlUAlQAKIUAAAAAAAAAAAAAUAAACiFAAAAFAACgAAAsoAAWUlAAAEUABSWUAAUAUDzce/FOHHtxmvOJ2BQWgAAayT7ft+F9rXHYuFlHLrD87y+r8rPcJsAFAKgAFBAABSLFqABQAAAqCkLAWUASlAAAALBZUlFAAABAAUAQoCwsCwAKBLD0fovk/X35gvMADx/B9vinpDG0AFAFIEBQACVAJShCoLAWICgIAsQsFgASgQLAB9P5n07jwc94lJK+t8nt5HPUz0s0+h7U+X7vZUzoZAgEsqACAqKICLABLIgKQASlgBACVAD4wzsAsLKIBYBCgssFlAEDUsJSCylzollIILFms6EsFlEsQAUhSKVLAsACWzX0fnfSTp5fV49Z6ejz+gAAeX1eI7dsdDHL0Dxcvo5PF6HI9O/D0PU59BYLLABLCgAAiwFIsAABSAAAAAAWUhSWUiwA56zTpvOi2UWUihKEssLCFlAi5GdZIAAABLCxSAAAoIoQKACUAAAAAAAAAAAAFAAAUlAAAAAUAAAoAAFAAAAolAABYKhKBYVQBKgoUADz8O3FOXn78GuAz2BQKFAFJRL9j4vqufvMb1wUAOXwf0XzJv5Yz3ACLBVAAAAAACwUsFCFAAAALAALChSBZQAABYKAlCCkKAlQAFAAAAAFIEqFp6rn7Pc35QQBy6/Ka+XDHqSyVUSwAUAAEAJVBEoEqwKBLACwQCVAUlFiiBAIsACxH1Pk7uLxxGbLsxr6vz1x7vJ62vryy8FESgQCosIAABLFBEsEogICyogEFASwAAgPjDOxRLAACywAssFQtgAgKsAAFlJZTNRdSyJqUSwqUSkECiWUBUoShBBav0vnfRTp4vd59Zz6cdCAM+c6ea+yXQsAAZ1Dnj0Q8b14MdeGT1vJ0O7OgAAAlAEsFQsAAAAAsALAAVAACywA52U66xspSpUCooiwsslAAksJNZIAAABLAAABZQACAqUAAAAAAAAAAAAAWUAAAWCgAAAFIBQAWUAAWCpQAACgJQAAEUAAWgBBVAAA83Dv5058O/Brz0z3AWCgBQAGoT7Xt+H9rXHVluAHLqPznP6fy8egJsAABZQAAFABAWoKgsCgAAAAAWUixVlAQAFFSBRSKEoEKBKAAAAAAALAAAfb+R+l1y0NecACfnPs/AnYMdkAARaAAECggAAAirAoSAFIEESykS5i3GrAdAEoRlNMYZ6c4uWr9ln4u+uJ1mpT6nyvq/KuXr8nsX60svChAAqAQEsAgKSwASwlBCEAAFiiAJSLACBPi2XPRc6EsACUssAKQKFgAQNSwAssFzQACylllEIoAARBbAoEoILKRFrX0vm/STpK1lM+U9Pn5+k49e1AAAAAAJQktOPL15PHrvyOm/Hg+i8vY6JQAlAEAAUgAAAAAAAAFgpADnrOjprOi2UsEopKgFSjNACSwksIAAABLAAAACgSwqCoKQqUAAAAEKAAAAAAUAAKJQAAAAWCpQCUFlAAAFAAAUigAAUSgEBVgoAFgoAAPN5+/BOfn9HBvgM9gBVlUgAABTX2vh+68/s3OtcQAOXwf0fy5v5kMdwUAUhSUAAAAAAWoKEBQAAAUEAUJRQAAAAAKlQFQFlEsKCKCUAALAAACyrPo/Z8/o15guABzPj+G5z6gzosAoAVIohEqErJNMROjlDtOUZ7TlTo5k2xLNrIIE31jz9PX0xrz9Z0zcTeY8uPo+DpLk30Jg3OeWd896Oe90zabfW+T9e4+VnWZtZT6nyvq/KuHs8Xta+tLL56ALEokogiAACgIBLIAiwgLBQJYASLAACA+Mlz0WUSwUICywALCywoAIDUCagssJZQsALAWUiyKFBEsLKJZVlBKJVICWDf0vmd7n2efn6LOHo7WyKIsAAAAAAAAEsAM8u48fL6ODxd3nPbv5fc9zz9DdlEoiiALAAAAAUiiFICpQQA56zo6azotlFlQQpCgSxQAGbCSwgAAAIAUgAAAAAAALAqUAJQAAAAAAACpQAAUllAAACiVAsKABQAWACgAAUEsKlAAFlAAFAAAUABAPLx78Tl5vR55viJ2AqVQAAQFWC6xU+76/ifZ1w0LkBx7D85y+n8zHoUm4CoKAAAFBABVgKlBCgJQAABZSKEUAABSUWAEFIAVZYKAEAixVgqVEVQFgsAWyerz/VY+neXLfm9Twxfe+bjL6vzOXna8utdMdeW+rLy49fCznJz3jpHWOV76jPDr57L286zrm9I4u8ObpDNCZ6Di64rFgsujt28nr562rGsbWXO8yyunfefBh0lcu3lOeM3qTppvl00WBoAB9f5H17z+TLJtZo+l8v6fzLie3xe1frSrwCxKIsBJQEsAQKSogIsAEsqCLLAFiwAiiSkAQPi2az0llIBQkossALKE1koFgASwtlIBZYSwCgFgssloIVABTNlUQsoqUkUhSfQ8f0rnVs1kAACKIAUhSLAAABLAACkGdDz+f6GT5b6PAz28nM+pv5fpPXOXQoAAAAAAAABSAAA56zo6azotlKhLKoABLCUAlZ1kZuQAAQsAAAAAAAAAABYFgsAoEKAAAAAAUlAACygAAAAoASgABZQABUKAABUFAAAUigAEBaAEWUJQUSw83HvwOXm9Hnm+JZ2iwsqUAKBAUAU39v4PuvP7TOtcQBTh8H9H8qb+aM9wlFIBQAAKIUlQKIFLAUAAsmiLABZVixLLCoFlAEolACglBNLMtRJRC4NMxN3nE6uROjkTq4k6uUrrOZNzJNdeA9jxsvdrwSX3Z8aPS4Wu+/LZfVeHfOt89M3ny9OdZzfPjee3LKo3i5Clll316ejnvxZ9eo8V3nWa4Sz0vNqtTpguQtiXt14deeumpM6zOnHpnny7cemunPG2Oc9KJnvxu4G4FAAAfX+R9e8/kyybazpPpfL+n8y5e3w+6a+pTXnCwCLBLJQEsQAKEgUhABLKiogAVKIsAIsAID4us6zuWUgBSAssAKQssKBZSAShYBJalLBALLFKEsKAEEKmjIWyxKACWVVg39L5v0rnY1kAABKIsFlIAAAABKIAAACWADPPsPH5/p5Pl9fV5zt3+ZD618Pc7s6AAAAAAFgAAA56zo6azotlCgEACosAgBmxZnUIAQAAAAAAAAAAAAAAqUAJQAAAAABYKAACgAAAWCgAAAFAAAKlAAAKgoAAFgFAAFgoARQAAA83DtxOXn9Pmm+InYChYoAAAFIC6xU+96vifa1wouQLw7xfzvL63yc94szsBZRLChQQAAFqUhSAAqCgWEKI1TDVucqJNRJYSsjbnE6uUTtOROs5k6TNLvfXN8k9mDyt89ZrNPXwd868jXPWddOPeXvOWc3vi7l8uPZzs881nebHeXhv06zfJj2efU5lsii3rrN4zr2jza1teXa8svRNbmuXHr5tZhN5tyrXMQKdeXpxr0m+W5yeay53z6Y5t7rG6jN1uXne3WXyzPpl1uMW5vGunm546497z9dXO8+nnp4/T42fR5/Tw63lYnYogLAAv1/j/XuPkyyaazs+j8v6fzLme/w+5fqWW+eCyLCywSwAggAKEgBLAKiwCBFAAixAIsUCLE+LVz0llJZSWUiwssKgssFlCyACUAoWLCalEsKACUE1CywllRKJQhSkE1AAAVdfS+b9K52NZAAAEAAAACCgQAAAABAAAABnQ58PXD52fpc5fF6Mcj37+V3Pe8/WzYAACwAAAA56zo6azotlKgqUABEsqUhKJLFmd4BCglgAAAAAAAAAAAAsAUAAAAAAAWCgAAoAAACwUBCgAAWCgAssKlAAAFAAAACpQABQJQCpUAAA8nLryOfm9Hmm+QnaxSLJaAKAAWIsolQ3934Hu1z+0l1xAoOX5/8ASfJm/mjPcIBVECikiiKSFQhNMw6OcTq4q7uBO2eROs52NsdDLW45T1SXzO9s8ztyJ05LPTfLrN9fO9M68/L2Zs8t68tRrdWdebN63z5PU8lPTyvY8WPV5tZ36vH7c3n5/dyjx2zpm5od+Fl+hnPflvz+X3+ey9buVazfBx7cu3NrOtSdeu8Xy+rWM61yz2N8L2J5fV5E9XTh6JeXj+j5LPM6TrnFsSUBSe7l6+W5bwzfMx165ctYs3vn1N74d8XtbjGpx6efTp6SM558NTXHpjplvPul6deWOWukYl4+b0eXrPZx5NainSUEAAB9j5H17z+Osm28bPo/K+p8u5e/we8+qS8ASLKAgEoggAAKgEogEAJUABBAAWABJYPi6jPSpSAWACywAssFlUIAlAsAAFlRLFWUlgsCywpAEUFlM0KBnULLABYN/S+b9OzQ1kACVAogAABCpQgAAAgLLBZSKIAAAAACZ2PNw+hF+a9/CM9vHzPrX5vez1ufQALAAADnrOjprOi2UWUAABEsAUEksWS5AEsFQLAAAAAAAAAAAACgAAAAAAAWCpQACgAAAFAAAAFgFABSAFQFFIsFAAAAEBaABYKACwKEAA8nLrzTj5vV5J05jPYoLs5uu487008r1w8r1cKzN9DhfZcvE99Pn791T3ej5tvP6L5ma+nz+fxPp+Twc9ZsJolFySsksgrNqyCoKgBCUAAALBevfOvP3Zzrbmjree5a1ZcZ7SuGPVhPPenLWdTjLPffL68bzy9Ml8GPd5emOa+qzyzrs8708DO8VPVxz0zcdOvXOnLfnOM16N58jty1M0Tr7/m+/nucvV5sa69Jxrty4c7nMrrmavWMb7due/L27eeO3lc9Trnms3rFjt6OPfG+fm9vks4Sb64SrMukl5+jp0xqtccXXiZ64bxdSN6UuYvr8/r56y6eM5ery+7U15M8dTWJrUzrUO3q83Xj02xjGu9ws83Dry6wNdSUSxQAAS/X+R9a4+TCbnTGj6Py/qfMuZ9H532D2Sy+cCCgIABCUKCEssASogBAQKWAAiwBIABA+LZc9LFIohSJSywAAWUCVZTKwoCwS0gLnUFCVACwCw1LEAXOiApCgSwAWU19P5n07NDWQAIoEAAAAIogAAAIsCiLAAAAAAAAAADPLuPDw+plfmdvR507ej5g+rfn+k7JSwAOes6Oms6LZRZUC0JApLIBQJNZJnWQCLBZRLACwAAAAAAAACiKIoAAlAAACwBQABZQgoAAFgoAAAAFgoAAFlAALCFyNMjTlmu7juXbCOjlDs5Dq4cT23zJfRfLg9r59Pe+cPovnQ+k+bZfoT5w9XPgy6cdxqdefXNuN5jj6vB6k6Y1I8l9Hl3PT1+Z3j2efrJryezh1rSSXVyizONTrfKT0uXSWhZz62zxz2yzy49vj1nMreczUIsI0qTUCkgACwLABQlSPRnklCyKALYNMlsCKSKqbyl9vb5vbnv1+ebjh7fPk7c85Pb5N+dM3Wd5vv8AJ68auzGp5PdjT5+7N49Pj+hyl8E9Xn3nPfhT6OePq578GNZ3mO3Gwdjj7N9eenDlwrvjm3npeeo6Xllevq8nv501zzqt+Wufn78evOanatenn58X058krpzN5Sq114dMtNdc68/TvrNamZc+HfHrjt04WzM3my6xFWejGuut55bnnY3nr6PF3rjy7cLVjXWgilgAAL9b5P1rz+RKnSdOe0+j8z6fy7m/ofhfobjJHIKSiAgAWAEKBKIsRLJQRKM1CggJYUsAEsQCA+LVz0lgAFM2DRAABrNAgFINQLAWUgLLBZRLCygAAEAWUgKRalGaBUllN/S+b9Oy1NZAAEBSLAAACVAAAAAAgoIsAAAAAAAAFgsAUk0OfD1D53P6mD5/onE+hv5ej6TzdyXOjprOi2UWWgAQBLAIBZNZGN4IoQCUIKzI2wrbCNpF0502zDblDs4xO7zK9Lyj1PJD2PHD23wyPe+fD6L51PoPmD6T5g+nfmQ+m+UPqvkj6r5MPrPkj60+YPqT5UPqvlQ+s+VT6j5cPqvlQ+s+SPrz5I+s+Sr69+QPr5+SPrZ+UPpz5yPoTwD3Tw09k8dPVfJ3l9l8959O05I6uRejnU2xVY2OPZlOrOs3zY7cNZ79vL2l6Zo4dfPE9km8647uaVVyqwWVM6ouI2mE3ls1nqjy49pPNq+XU9PLn0sxvv2l5b0xrz9OO9OjSXOd8bOHM64deXpy72ue8p469t8Hos7tM6z5/Vmz5rWO3IKBBTNWoohSKIoiiKEoCJQAAChQRABSKIpZaIqPV6PL7OXTyZvSS9uXot8GPTqzzfQ8HdPQmsbxy7eWxzZ6Y6evy3Ou010xry+b6GrPH7fPsvg+pzPF34+yz5vX0+bU6cs6M49vjsvbj9CXa8+epOXSutkiaci9ceaunl9fk6YzvDcAABEFWejFeyTlvUvml7RdTwNO3O6xizWYVL0zXtmuW3mc7Mzvw6ZY3iyWVtZXYlJYUAEBb9X5f1Lz+TLJt0xtPf8AM+n8yz3fY8HvvHMsuQEAQCAWCgAEqIAQBIoysKCBQIsEpIACA+LZrPSAAAlmgCLBZSWUCCxYCkKAACywoEsAKAAABZSAsohRFAIVN/T+b9KzUNZAASiFIAAAAABLAAABKAJQQAAABSAAAAsAUEKCKJNDj5vfD5efqcTy+ry4j62/keqvdeXUoqY18pPpT5frxr0zjnN6zzctT258UT3Z83M9mPIs9efOO7lqXSFVqLzxivXzz1zeWfRTz+jl6M3pm5xrCcNzu4YufTnzyu3BNQVM2ypZR2nfnvk78o4Z9HDeXo8/qXyz0edHbn6pTdxrzc/XnTyT1y58r1cB6L0zrlj0+Y4TU6YnS+nOuOu1xrhn1DyT2ZTw4903nxPTx1MKsiiFIoihKIodOdl7dJ259MtzNzbTnz9A8c9nHWefThLPZvxdprurGs56806Y4elM8fWjyY92dTw71xr6BrnrN0McPVwqzpo5OpeOuo466DDoOeO+E1fH7JDVlx5fZy1PnfS8nu1ErGoz5NZxMOmfp3h359HPoj5b266Y+f6PV5ZfZc6xqcuw8PD6fzumPV6fm/Rxqkl8nm9nj68w3kAAoiiLTLWjm3TndjDasToMNwk3CLTLRIoiiKIsCiLTNolsUQ114bzfoThnF5659q9M6efN8uue+mOvXzSXrjGa3tmNOKOmuZfR6fH7eep4vX4NPd0+X6U9PLpzze/n67Xn5fdys34Po87PnfQ8Hq1PR5PX5M3z3e95xnt3zfN6GZXTns8nP1ebpnJNSxCoKyjXp8npzfR059eW1xzrXC46Y79vn+uXyZ1z3mwpYj0d/DMa9fDn3V6dc8uXLWN5nLpz1LZXVUdAUAACwNfT+Z9O8/lSpudMbT6Hy/qeC5+32s1xzLEEAEABLFBAAgFgAIBLEAlQBQIAEQBAD4tlz0AKIsFlIsALKJQIi2UkClVLAACywpSSwoALAVCxSLAQ0DNAC2AlTp9L5v0rKrWYAAAACUIAABKEogAAAAEoiiKIoiiUAAAAAAAAAAAEsOedaPNy+kPk9fdwN+n5eT7Hyd+c7d+ffjvN3M2Z1c3m6Qx4vZ5emOTc3mdWlyINds64cvdwrzDWWs6LqSXt38fXN9EjOvPnV1ni6bs8866rzt51L6fLrN9GevXG/nZ93G5315d864+P2+PebDWXo8/aX0eP3cca83q83bU7+Tp5yk1nQlydD06uuW8+X1+DU778et59uvFvOvW8sj1Y8ma7c8N41cDvfOLmyxKosJVIoiwFJNFvt8Xq566ujlvn5/Z4NSb5+uzbdxrz+P6fi3nhe+tS+nh6Oe5ND5+evDpz9nf5m5fpPF1xe/m79JfL6uPSNCWfO+j8zpj1+jxe2aDOlgsoJRKT5vXM6Y+hbees8fR5y73wrn5vfrU+W+lx3nxuk1m+/wAHfG/U3rnvk6o5cfXz1PH7Pne2zpds3n4Pb4N5z9L5/wBI1NMb8/g9/h6c4OmQAQAAAAFCwCUCiFIoiiNCTQk1AQqCsis0AELKBVe7w+zF9Hh6+YJNTeciwLAiwUO/v8Hv5dOfz/p+ZPLv19dPLe/z46a8+tT09PJ1zfW4M3jx7+fpjtJ6s3l31xxrW75Tc68NTtx9His744ddTHLvwsHoXh19mueuF6dM3zT0U5a6+PUyZ3npzsrlevGy5vQ5OvOWLTF6+jN5eq88as6cTzmeuM8vV5quodKh1AsEBQATf0vm/SuPlCbnXn0T38unXXP6ONZvLMsAJLCwgBLAAKCAIAQASxQBCywAixAIsAWA+LTOwKCTUJqUiwlCoGoiKAICrFWAAAsKlCCgAsUlQlmhLCVDQJZSWChJZTr9L5v0rKNZiwAAAAAAAgAAAEogAAAAAAABSAAAAAAAAAAASwxZTrc7FlJy7j5/i+54Dy9eHfN93p5cKzPP6eHS8+rLwZ9nn6Z5XbWZjcOV3muvfy9M3154+jG/Fx9vk3jI3ncyXbFj19eHo5b83SZLq5Ly3uvPn14s82NTeevt+b6Ma9WNXGuHXMHh+h4OmYN51rbN7PP6ca4vZzjxT0cOmc+nz+mDrwzrpw9HE9O+WInl1npiK1IogoAAAUgBSKJQiiKCiKJ346xforrj0x8/6Xj1OP0PnfRss3ee+fk9/g1PVXSOd2XE6crPFy3OvPLfrPJ0+jee/Bv2M3jjvxTrrx+0ni+hk+X9HyeutKzqLVytIolE8PSeuzRIx4Xo3OnQzoIWK5+P6Es+S9/j6c3q8VX6d5657eSbs8t1veJrHOtQOn0eHo57EzfN4+3Hrzll3IECgACwLAUiiKBC2QqCsjUg0yNRCoBCoBSKE0JNCNCULrmXryiKgEKCKCUp2l7eqZ5b5dfL7VR47M8HTeM+jv0xrG8c83vPMG+uK1z8+k6dnkV18vfWWeCvT5ZLHfh3pm3Lv28/bnvoJazg6uXSsePvx3ly3y3nrvho78L1jzuvE9/T53oxru57xqrCXhy1O+eW9558+nLU9Hm78iC9ah0AAABAN/S+b9G8/lidHXl1s9vt830Lx1jWbjMsAJLAJQEsAQFLABBEsAEsUBLAACBAIsAUQ+LTOwKlEsFlEAUEhZQACKC5XRBZSAsoASwtgAWUlCAssAKBFAAQU6fS+d9GyjWSAAAAAUgAIoihKIACKAAAAJQiwAKIAAAAAAAAAABLDGs06alLZSix4vb4zy+nzdsa78OtxryZ9fgT27+d6M30899M3x9s70zn0Q8nPrneOW5dTPq4sa9Xn9TOvlz3+XpjleyzlrUl7ejzezlvz8vZ4xGdZ69fLV6ruXz8/f5tZ8ts1nWsWXv18fu57z4PRw3ma12rfL0+bNx7vJ6Jehca4+T6Pg3jn0nqrlj2eONdcdzwZ1npmWrIoCiwKIoiglCwAlAUgCgCVC2I9/fwe7h0vDvJfldnHrz+nfm2a9nhLO/t+XuX6TxenGp4evn3hXsq+heewzQAPNy9vl1n168Hulzy78Y7QUUBQATh6OHdHm9PzrL7ufS2pmXaUCApz6Dwcfq8tZx6OXXNxsXGqJ4vdz3n5vV7rnVOe2N+Wzy5s78wsASggqDTIrNLJE0yXUkNM0qCwALAWUAAASgolUARCoKgqFCEUiiUooWC+3xfQ5668unn57vXPg1nrwnTedezHlzfR5+M1NSNS+3xbze3Pl1Ho8XQ6c7Ixqarnd6OF3aakjU0EqGpZW9dsamenhDO+meWNZ3kDfXz9c1NjDfXOufp05658+nn1Oab6YMrMZbN46c1yL1BsAAABKN/R+d9C4+Ylmp159LPs+rj31wmdZTMsBBLAAIiiAAChAISwAIBFsAsAEEASwBYsPjJc7TWS2USwmpSAWUioms6IAAC5sWgASwtgoIUlAUgFlIUSwWUSwWULABZU6/R+f8ARsDWUsAAABSKIoiiAAASiKIAAAAAACLCoCwAAAAAAAAAASw57zo6azoazoCyeX1+Q8vXF579LLhu+X1cbPJLe/N6vIzr3+XrwxfZeXZfC6ctZZ3NZyvOvV6vmazfp8/N0lmO/nss5dK9nTh2571hqPFeuN5xj1aPn3tz3nfp81xrr5Owzj6HmOft1nOvG9PSOW7xTPm9Dc4ejlD3PLrNcEs9eO1zry9PP01O/l7+azE1OmYpCjNoijLVMWiKIoSiKIoiiKEoAlBKW/R+b6+evWOW+Xg+p5tTxL6emM9vQ578fq0l59CPJ5vb03OXorNCWLIsmbNvnTU+nPJ648Hv5I9HDv55exVlCUAEquHo8/pTPh9fNO3N59Mc/c1PP7fJ1y30zxzr0M2WoqoioKkNMeazp5t+rUz1TNqYJ4OnLpjKOmKiqyKAQqCoKgWAAUllAABSKAABSNCWwWQsACAAAAFIoigQqQol19Lx+rltx8/eXv8AM+r8zWc+jzN53mdJcejrnN8kddSevrvnvnx9cl+TPo+TeM6vPU3NCculM9Jo5Trtee+vXN82vSzeHV5D0783qlz872ePedb59OmOMBFFvSXO7nN36fP6ueoYmtePrw3hLjpmLtM7WXGdZXI10BsFAASwUOnv8HvvP5Ym71497n7vTG9ednWTMCLCAAAEgBKAqUiAgAAIFARSAQQBAAEPjFz0SwWUSwWBZQASLYACVRCxRYABDRClM2UAUJKFCWCpSagILA1AFIE7/R+d9Gws1lLAAsBSKIolBALAAAACWUSwAAAAAAlBAAAAAAAAAAASwxZTrZoVQKeL2eFMXO+eunHr4+W/fnPQ+Y6cuuNsa1N3My37fne7G9Z3c3z8/V5N55Z6TeObctgjVwL6fL3zr1MXnrq8uU9vPyc9PodfF683zebss7cfZiXHUHThk9Hn8ss+riYl558868/S8yvXx5E7XgrtnmX2en5vs564c8TeejlbN3nTTI25jowNMq2yixDTA2yNSC3NNMjUgqDUgqQ0yNs0u+Nl+pfJ6+PSwl8d9Xl1n068Xrl0qWKWKIqIsRyvSnl7dE8+/RDyz15HDpzPV5+/ll9GsUqJbMLOiFJE4+nyeuPP05dCdpQIce0rj05cLO3fydV7OOD0uXWUlggjShCpYRzs6Y8nn6Z68TrglsALAAAAUiiKBSKJaI1CW0ytMtDNCpDUgsBLBYBSFIoSgAAgsgsBufQxryPd4M6uZm5z6fP0X6Pg9/ixfKO2NfQ8Pu5b1876fCXye947PRvw9I+gzM61y60+U+nz3nxZ6Z3nRk7en52836F8GJfoz52pfXwnn1NSdLPb0Oe/L5e/HriI1m10lzqyKmpc3v0zrO+fTN589+LWbrn06ZzLbFuc3r3OevFnedzI32FagAAJZQhOvv8AB7rj5gm3r8n0rn6ms6152dYMghAAABCABCggAIsABAFAiwAQAIEAEPi0z0oJc6E1kAAspQiwARc6WSwoCiKJKKgpTNlCwWUQFmiSwsUILKALAms6EsTv9H5/0NZCwCLACpQAAAABLAAACWUSwAAAAAAAASwAAAAAAAAASjnrOjprOilAJ4fd4rMzp5I1y1Oetezx9Ma6eL6HE8i5641vlqterz+3F5dvJ1577c+lXx8/Z5OnNM3UTaubaM+nn6MazrLGtYdzz8fXLOW+HKzX0vF6s61zzwOnLk3n2Tl7s3wPocZe3Dvyj55O/OosAWCpS9OKWosqCoKgqUIKgqCkKgqCoKgqDTI0yNRC2BZDTNLXvxrxe7d5b0zc6sDnjtbJqJaitSczq8mk9PHPA9eMeqGkipwPQ8vqrljeD0eT1eKvYllZvKOs3yTdxq243wrPp49JOfXn2h5O3ztT6e86zQhz6yvNruOetjxeiSuixRYlASkz49Z6+NOuA1kWooiiKCiLTLQy2M2iLTNsAALEKgpCoABCoBSWUlAUiwVCpCyCyCoABZddMejGtY7+HOvfw9PjTzo3n6vg9HilitR9L5/bF92fNjOqmNZ6Xn2GZqW9OHeXtTN4eb3+Xc5TtbnnfRvOvF19COerxOHDrz65no4eo9eN+XnrzZTrgLJVW9NenlvPVMW5uDy+jyejU5+frz6Yll1LFHq125bZnHN5ctTrmQ12BoAEShLCg6+3x+u4+clmp934n6PXO6zq8mN4MgksAACIAAhQBLABAASiAlFEAEABKIEij4oz1oSWUSwFIogloAAFlGaAKBAApRAllLLAUiwtghSUEsKlCUsBZSBO/wBH5/0NZCwBKIolAAAAAQsUiwAAICwAqUQAAAAAEAUEKQsAAAAABKOes6Oms01ZQCfP9/zLO3Ak53HTOr14ernvy9Neay8953mUN+vw7l63PSJ14bzo9Mxrln0ZTyc/fw3nj34ddy5yPXx1nFurwl9E3yze3Hn6Kx35+U908ezp5PZo+d6/Pjefq8M9Oep15dpfm8vRw784XWYolAQAAAAqAAAAAAAsAEoASgUgAAALvCX1en5m+evpuXblsRalggorGMeqSWiKAgQvh9ng3J9L5f07M46ebOvV4fb4rPbLzl5569xw7o8XfOtTp5PV5F9Wd+RPV0Zjxcs665+nJeWtiaCSKpLwrj18Ht3PQMaCB59Tr5ePp1nz5+or5D0efpgrUjQzaIoKJVIoILAJQRSxKgAAEKAAsAABSKJYKyLJDUgqIqASqllm59LGvL63LF8vv8Wq6+Xdss6+qX5Wfd5t5w9vWXw+nvnGtMazXPeq4zvxs5ufWyekleb0yXWsbhLFOXJPTx4Y1O+eKzWdyyb5zUe3xe+V4N8Q16a83f1Xnrj00zRzM78/qLz6Dw8fR5uuLDeVlL6eHtxrfO8OeuniY656M9q4yr3hQFBCAsUsPR6fP3vP56yb9P3/AJH19cMbzq4Y3gzLCSxbCSkAAAAAEsAEogEsBCylgAEogBCwEo+KMdLFqWVEsAAgoBQLAKIBZRKM2UWCgFICzWQACoKAABLCgsCgSxPT7/B79ZCwCWCpQAAAAAAABLAABKIohSAAAAAAiwsUiiLAAAAAAADnrOjrc6LZQKx8r6vykCMd5jGnp8/TGu2G864z0Wzh5+3m1md0s3nHM9V49z0XN5dK85O+PPnUqN55zpix0Zrreeo6a5yXM1ovl68zK9a59uEj2+PeVnv8P0c3n38Prxryeb1+XpzizeVloAAAAUlAoy1TDUI0MWiKMtCATUIoSiLAABZSLABQG82enfPnr1a+Z7M69CXOkqJLxs830fkevefZZeepUioq89+Cz2fN1y656fU+R9LN6/P+j4831eXrk7ebr1l83riLz64PK9uNTPPPU5deHtWeTr8/Wc2OuO3r+f0zfqPN35bzvHh1PpZ8POvT5nurhrv4o+hOfXOorNnh9+d5+Z9T530rOfXz5ynj3jtgNSwKgsUIAAABCkKAACLBUKAUigAsCCyQqQqCoCUACAWUAL9H5v0ee945MXjevHee+++M6SdY+fx9nj6Z7+nw9j2a8XTGu/LWojnsvk3rU69Jc2cxbc1Ofo8W69eNcc3pPIs9d47jd5bredU8PD6fi6Zz05Y1Gr7M11xjnrtPLxr28fL6K78u3mh7PF7ZZz6SPN5u/n64DeWpV9Hp5Xjrl5N46Zks3HbjuaB3hViglSKIsAPV157vPwldPte3n015s6xtGN4MLCSwWWUCLEAAAASwASwAAgEpUsAAIsAIAD4qzO6lJQlliWCwVYKCghQCSialEAmgAAUzUNSwAoAEoARRKAAKBA9Pv8Pu1gLAIolgqUAAAAASgBLAAAQWUCEAKAAAASwsUQACiLAAAABLDGs7OlzotlAsx8z6XyDXTl2xb5vR5pemsUd/N1xr0+f0zN8+d63jny3x0ITXfh2Xr6/mfQ56z5/bzl8b0Y1OLpx1lc7M0q2Q0ezNdoxqeL2TU+f6uXazHl+l4jit3PR6L5uWvL2z768fPpU449PDeciwKAAAAqUazS2UShYqlMqIojSMNjneiubrDnOo5Og5usjnOo5OlOToObpTn9Lx+/ntcdOevmZ7ereW9XG8rIzwctzr5PqYufF6PNNZ9efNqX6GfNxzevl6Ok5vT6Y+d297GrkzfLvVs7arOstTKWwStTy468dT2Zz0muF7LPP5vozU+Y7cN4usK6YnWWZ90zp2TF8nHpdZmvYl82e3KOfTnx1N+nw9q93zfq/OjgOmaSqgoCEApCkKQsBQAigAAAolBZCsiyCyCyDUgFIAUgLFi956ue5q3Gs8e8rw69Pns36uPpzefi9/z9T3TwemvR5N+WzWK3kLL24SXtOaPby4Rde/xe/Nx04dOe853wOnDr4t47uHbU9nXx+rnvzcfb4LLpreXLtmsMyt4hLc2Xvz5WLOvKgL7/J7ueuPDpyp7vn+yOvOZzry87O3Mlsus9Jfb5unlzcSzeZNQ16M5m+cq95QELKIAAE9li8/H34e9v7FTXmzvGxjWTC5IFsIoCUgAAQACASwAAgUBLACBAIAFEPj51MdJqVAJZoyFKJQRSyiWUAiwUEsFlCCgWACggKlEsKQoAEsKACggPV7vD7rgNQBKEoAAAAAAAJQQAAAlIELACgAAAAAAIUiwoEsLLAAADnrOzpZS2UCzj8z6Xyzffn0xccukl5TtzMdePSPe49uXThjt5941x9GtzxO/NM9OcH0Pn+/Gu/m9HhzfZrwdtPTnnjN65589STOtZzp7s3h6pxxvvz55Tj2xd59e/L3mtePp595WtT2/P8AV483rvh0jrrt48X1/O9E1PK78N5E1KlAAAAAGsjTNLcq0g1rnTbFNs0qUWBLCoCCs01JCoKgqSNa52X2dnDnrh6vA1PVeXXGrnv0l83m9vCzr6OPXN4+f3ZrzeX6Hz+mCNS9eXvzrprPPlruxqW89j5t6+brz+p0+V9LnrYzoQvDXzd51rl6tz105bJ567a+X1s9nz/p+WzyDri+zy/R5b0TG7HNOmZs8/XfmPZOHcZ0TzT1B4Pb87eeS3pnKyiqiiKSKIoS0iiKIolCUICsjUyKkKCyCwAEAAAAUlQFJW83O/dOe/E9tPLeXuHl9nhj19vF7JZ8/wBvg3mDrkpIoAlAQsJe/p555b689+eX1eH0eTee3A3lUO94XN+l4895fKN5sikIEL6vL7sa8mPpfPjpjWtOHT0M3Pq4dsXzc9Y3HbiT2+Lr5VSzpiUL34euW+bfOOY1N51lfT5+vKbiL1qFFBEAWAD251m48n2fj/oq6i8MbxoZ3zMywQUIssAAACVAIABAAiwJVAgIsASKIFShLD4y5xu3NKgWUQUCgSw0QAUEsKCLBZQgoAFlAEuS2UShLCgAQNJSAqCyw9ft8fs1gLAAAAAAAAAAAAIAAQoAiKqAsAAAAAAACUJYKlJQSwASwxvGzpZS2VArzfP9/wA06WdeervWuevLj0eTUxvG9R7PB6MX1Z5986899HKycNZ6Z4zUsnt8Xp569vg9/wA/N5d/P06Y+hidsb8ufdD572YOfpzvOs+btk4vT5tZk32rjvtcXHPra8c9uNzhbqzT08c28LlM+nh6Jb5vX4TjLOvMKAAAWBKIoJQQ0zS3KtsU1cU0zTbFNs0JQBLCKIAAIazZfqeftvlvxejrYgzZ52rXRyTq8Y9jn1lni92dT5brz646+/y9+evLw6Y1O3u+d3zfU49s68/h9vj6Yeny2z67h349BxTz+XWe2L6/J6ZfZnWOe3mz31nw3p6bJ0bxr5d16t531uMb1MdI8PD6Hz+uHbis+nfF7ue/D7OXNPdKxrPl9nDWfJy1O2fR7OPo5683h+t83U5LOmahFgsQrI0yNMjSAQqCxCpRAIKQqCgJQQAAAKAAAh9DwfS576ePpxzrpOfrTh6ePVefi6c+mH0Pn+mW+Xtw1Fl1mglgAQBJbc09XDnJeucE3goClpRAEsCFJYRSe3x+rGvX5PXwxry+jz+034vb889e8WPLMb6ZJqpjoOOe/GxZbNdOI1YMRTUdM28evK7Sy9bLAAAAUgPbjeLjn+h+P9nXNLGM7zRjeDObAAIBQABBZUAQAEsAECUUQASwAAgAIsPjwxsoBZrNSSlWUASiywAsCkLKIsFCUAAFgoIBQINSwSiVCywtlIsCwWE9ft8fs1kLABCgllAAAAAAAAEAAAAAQAAAAAAAAAEKgqUSwsolgSwxvOjpZTQoE8ng93z479sdc268++e+nLpca+dj3eLpideOtT0erw+7lu3OM3pjrdPL5vqY3n5m98rn6Pj3nOueuW9Z3resax1xuujPTNLM3lrlssWvN07eaz0ZljVzhevDnz3mejy+mz15zrGunl7cK6a3ys6eLvbPNr22PDz+lg+c7cemUqyFICwAAEAACoKgqUrI3edrdwN3nTd5o6MU1CqIeh7OevH5fq/ONejx+hfVo5ac+niq+vm1OXkuemVnU9m55ue/Tfn+qN+H6XOufWdIx4/Tzs9GO0lxq4PJ59zrjM0uXp88l9Pnm15zazPTKPpa8vq5dJUl4YmdZ92dM68/oIx4voTU+Z7J4959vivWzi1yrp9H5v0eenh9vzo+tJ5831s2OPk+i0+f7rUfM9Ph6Z1I6ZqCxCwAKlLAASwoIAgASgAsKQoBSAlAogAABYv0/m/T5dOXn9fll6XtysxnnjeYs3klEUlg1ELBQBIsQsAAAWwUloAiwQAUIbxpdNTF9/n7+fGuHv8AD7ifP9vlPUzo8Muumbpg6XhD0c8053ds5ztmzFzsxNQvXPTGuCNaEvWoLAFIAAD3c+vK8/f7+PbXNLGZrOiY3gxLAIAABQEACgixBAQqAAFgAIsAASABYD4wxupVgFlIBZQQqUAAsoigQsCghQACoKCFBCxQBKEsKAAAsKlPX7PH7NYCwCWCgAAAAAAAAAgAAAAEogLAAAAAAlAAAQoAAIoksMdOfQ3ZTQsA8Xi9nmjuxkvLfON+jw9Oe/b4vXzzrxE6Y7e/5vv5635/R5JfTl5z29Pl9NT2+H0Wzw7vPede/wAPTnr258eM6908izvOPoO/PfmVrEue6XGry65ry9PPOmOrkssKWDv38TN338nqzr1cevHNx1x0szfN6bJz9G68GPTy6Z5OmbMzUIqIoy1CKIsIoiiWAAsABQQpCoLc0tyNs0+h38nq4dPP5fbs8/rWVMYO3h9Xk3Pfw7cY8OddumfO+lyzfM5fQh0vLGu18nZelkjy85x6Y+rv5fpl9Phca9XTprN8j1pZx9Ejj1o8+uyyc+vmry+ry+3U1x6eGL14ezT1JjnrXLx41n6Hb5XsPR832+NfV3TFz836HOzHrI4+PXTc9vh9fz4+lvOsXnfL5dz6fn8c3myNxYspCgAWUlAlBAQsAAABZQAUATUJQiiAFIoi0zaJaHt8fbG/d5vTnnp4XLeQ6YKIAkKlCChRBKhAssABbJWiUABAQEWoiwLc063Nxr289TGvN7vN6V5eft57nXp8XWudy1GUslajfr8kl9HD0XN3w3qXh5/pZs8WPdk5dzNx4/d4umsjewAAAAAPfL21x+lS80sM6zoc+nMwBKiWUBQAIsBQQBJQgEogIpYABKSASiABYD48ucb1KEFWUSwWUSiWUFICywAAFJQlCUAFACWUEKAABLAUWUSgAD1+zyevWAsARQQqUAAAAAAAAiwAAAAAJRLAsAAAAAAAJZQBAFCUhDOsbOlmihFK+f5PVylGUueuThN4l79/F6ue/Hnry1m+7wenN9nj9Plzeydj59rpnW5LN8fb5zisqduKOuedl6e/y5xevDOdzW+WtZ9PTyerG7MsXzc/R5+mA1AJYWpR246xfoeL1eHGvR6fn+w5dLkz6fJ0O3j9fg3npebpncUw0MNQRSKiTQyok1CKIok1CAKIAtMrAQoFg37/AJtxfrvlXGvqa57xrzb4Xc6+X2fOs+rOfXOvn+vpmNS4PD7vnXU9ni7+lfm7+jzTe+HfGvL5Pq+PWderOpefzvT5ume/u+X7M30qxqCUAvnsx407Y6fS+b9Lnp4vbyzefqDPn9I47uLJ4/o8tTwb53efq3y+rlsYl14pw3l9LwTWerh7pfUTnrx+P0+btgN5ihNDLQhQAsEAAgAAFEohSKJVJUCgsAEoigoloFEBKHTlrN+l5Mc86DeSLLIACABYlsgqACwBalUlpJQEKgQUAQsIWU3j098a8Ot5jvvzevOsduXXN8vDtz6ZzqNSZ0Trw68h7fLJffPHvOurKN9czNrUWJEb5WXr4Pd8/o5jrsAUgAAAPoezx/S1w7SriLCXOhy6ec0FEipQABLAACkAEsBEABYAESiAASxQAID40szuiBSVFsBUChLBZogLALBZQAAlALLAAsALLCgAAiwssGpRLCwFD2evyevWAsASglCUAAAAAAlBKIAAAAAAgsAAAAABKEoAAAlCUAIuTOsdDdUoQK+dx6+fN9nm9HmzfR08fXeccO3OJ6OG86vn9XlJrI9vLNzenp8nrzeB3PJ34eys+Xv5dZ3jV3OU3DFDeCFlsXNq752O146Nce2DmokoAAlF6cyHbhY9bz+rnvl1z1leD3eHeROmLcjeuY63la0UiiTYxNjDUJNSM2jK0w3DKjNQtzQ0MKIAAB15d8a+jZeO/Dw9Pj6Z9/h7Wye75fVfpPLrN7+O8dzHXPrOvLtOWuWunz6+g8XpOk1M2Ul8/i+pz3n53Xed5+hr53XGvZOfTNTjzO/z+2tZ8m/b1rHQxoZNTh5dT1efjrWfoat575unls8Q7c705DrjIvo8/rzr1+H3+XnfN9PO1eP2fPs86O3OpalgUFgqBFIgAAAFJQAFIolAohSWiNDLQy0ICwBCwLFBFqUIKgQKlIAAIAQACiUooKACCwRFIFAgAgB7PJ2zfdnHXl08vpqUqPJz9Xn3nlI6Z6BM46Dn6HfNY495pz68Y9OpZefHXLUmdVNd/D6Ze/z/AFeTesjewAAAAAPo/V+X9TXn1LLlLCazox5dYa7iRAWCgQAEolEssAUCSwBEpYABLAEASlgEoQPhuKa7684768+perlo2xTVzSpYBZZQAAAoAAllCUAWUSwWCwKACUCUAWUSgQoPb6vN6dYCwACKAAAAAAAAAEsAAAAAAIAAAAACUAAAAAAAJKMbxs3rOigLE+b5+/CX18+kxfNn0ctzEo1CJiwzvPaUSHs+f7s3l6/H6868nr8voOHLrjpnGud3ncaTk6ZrE1IlKFBDVzTd57LjoOLpkw3IysAAJQduNzffryezl08vm78OmA3kQoKgtkOjFNsDowrbNSSlk0Iok1CLYzNjm2MN5AIoTUICaJfpdcb8/Tj8/wCtySt+WvFY741cLOjFOnq8O5fqTyue/R8/XLWbctT0dvCzfpX5lzfo6+dZfoX5vWX1+e6jn6fHo5+vI6Xy8LPfjy9a1jz41O/PDUCxYT0dvCzr2eXKg1kUih053N+tfNvjvtw7fNr0eTLriWXUjYzUAEAQVAACgAlUjVM2iNDK0iiKIoEKAQqQqAgsoSgFAAACIAKAAASyAFAqpbYjoa5yrmEKlAIAAIgAJQusjv0828a9nTw9+e+6XNSjz8PZ4OmdOet4Y1oleiW9ZyxrkubPV5vT4Tolr0SeaW649bOvk9vi1uDWwAACUAA+p9PxezfnoZSwms6PmdfB75vvLLkIWUQAAEsFhKAFgEsAEsJQAAgEogBCwAPzgVYioKAC3I3eY6a4l7681PQ4WO94Ve0506SC3NilM2VZQAAsUSwLCgsQssKAAlKBAWU93p83p1gSygAAAAAAAAAAAQAAAAAACAAAAAAACUAAAJQAi5M7xs6WUoSyw+Zw6yW+rGuescO/DU5tWzMvozfNe+pfLfRzjy7y1Ono8vaV6vD7M3j6Mal4ct895xY6ZtkTpee6mekObQyBUKBYN75U65CTUM56Qw1IkoRSUJ34penIAoRBQAQoKgqCgtzSs2tM6KlGdQtlAIok0jE6Qy0MTcMqO/Xx9Ma+nnl5eevZ8243mDpkBYKBZQg1AShvHrxr03XPlrxfQ+Z10+gkxcukgyHh556Z+prz+jOvF5PZ5OmJK6ZAsAUlAUiiUJQayl6c0QKAILAiiKAE0IojVMN0ytM2iUALFIAAlACQpCwAUAARKQspQABIsAACxKsCpRKBQolDXadMdaJvHm9Xm1zwNc1gsACUEqIsABQsHTnZfRb35bzjrjN6zydq7eL1jxNcOmNsekz65xxq9HE441npn2+T2eTNJuzpm85eHfj3Tr4/X5NdUNaAAAAAWd6+30l15aBLCHFfhfX+N9qdeocgAAAQFgBUELKWLBLABKIAAQAQLLBLAAQ/PSliiLqI7YOc1KgAFgqCpQIAtyN65Dtrz1e+vNY73hTveOl6TNLYgFqDUsLASiVCgJQsAFlPf6PP6NYCwAAAAAAAAAAACLAAAAAACLBZSALAAAAAAAAABKJLDO8bOllLYSwPldNdOe03Oes5uznq0zqWVw7YTGd5rHm78t5aix6OHbN756Yxvyzt33nzcO3DeajWVg1c01LqubeSTQy0MzciAus2t6zSywkoZ1DE3kiyEtM0IAABAoAAAAKAQoFg0yNXI0yNXFNSC3I1cU1IKlMqI0Oc6Dm6ZMtU56oyoiiKJZQB6/JrOvqeL09eOvne3rTn4/d4K+hy35TPu5do4+b204dcePUxzs64SqShKAAFgFIAAQqCygUjUCiLTLQy0IsFAAQqUAAAEKkNSCyiWCwCwsFCAAoAQoAIsAgAAAWoogFVJbFAbz3m9lx1S5XPn7cNckNcwABCogCwAFlGspfT18/TnrtMXOt7xuOPLvws7dvN6JXz/o8NTwdeeumetx6s3fi9Hljp17azZ4fd8/U124+uuPHrk4ejy+yzXi9XlvUNaAAJUEWwL9D5/wBu49Vl1woEQfN+j8Zvyfa+L9qb6hyJQAEJVSwsACkAEsEpCVUCWCkAEogAIABKPzllWUHXl0jVzsxy3zpQAASgCXWzlO/IgAAAAFiLrA3viO+vNV9N81j0ONXreWjSDSChQiwAGs09/o4d9YCwAAAAAAAAAAAISwACgAACCywAAAAAAAAAAAEAEsM7xs6XOi2ESw8W/P15b2zyzeuebU6Z5o9HTxerOrjpzOdx0Ofm9PLUyLHfn7c3WdMbnN59Z5Zs7cwoEqC2DTNKKSiLTE6ww1k1rnTrcaAGbAozOkOc6ZMtSIoiiSiAFIBKEoAAAAAqCgqCoBQgoFgqCgINJDVyNM0WCUEok0MtDM3DLQdedl7Xgl+pxnfnr5/Xl7i+Pp4rNzN6ZzNLMrTLUItMtCTQiiTQy0MtDLQiiKI0E0My0yoiiKIolAlCCoKgqCwAKyKlALAEKAAFCAoQqCywUBCwLCFgsoAIqoLFCwqClNd8bx2qJtnWDnzud8BGViqQqIAAAFBV13zeeu94dcaXSLjXlqW2zt08vbN6RV8fPv4+mO/t8/ePHx689T1dvm09fjlPVrfPOuOOnm1m+vx+6sebtxvULsRKQWCyklQ1+j+F+g1zzZbypBLDP577nwJ2v2vifbjqLygLBKgsFAAApACVAACAgAAEsABAABLD86FAAtyLLBYKAgqCg6a5aN8t4ICoAAAFujE1kAAAAtzYtwO14F9N89PRfPqXvOdOjNlWVPod+PfWYLAABCgAAAAAAAAEAAAAEolBKICxSAAAAAAAAAQAEsMdOfQ3rOigSxPld+PfGueLJddvNuO3PeZfPrFs9blrN8/p83qOfm9vnONss9Pp8/bnvXJiuPPv5uvOU1AoUikAqUqWrYE1BZDcgstJqCpDTNKlFlJneSZ0MqhKWSkyogAEoTUEsFBKWKSAWUELKJZQQoAFgoBCgAAIKACoKlEtJYKQ0zS3Ol6e/wAHq5ax2zjN8mO/HrmMtZ0yNIKgpCoLAsAgpCpRcjTItkNJCoKgsAAAAQtgrI1AAlAlAEpYsKgoQQoCwBQIoikSgCUUBKiKIsApZSKJVIoAFJvPab3Yx2EJjXK5xE1xFSFqKIIAAAAol16sMa9OOXXGm7k58K3Nc+vFOnDvwPd146xrhyy6Y9mvD783G7M68/k+t4958u8ejWfTx6eXGpy68emXp83pMc+vJ2JboABLCwQU+h9fxezfDOs6ZsBLD5/yfX5M932/ifbZ6C8gAAAUAAAAAQSwBAWAAELAAAgEsCw/OhQFlEUihKIoiwKIo0yNZCUJQAAFO/PvzjHP0eegLAAAAW0wsALAtyjprjTvvy7l+1283psCwAAAAACwAAAAAEAAAAAAQsAAAAAAAAABKEsLAASwx059DpZSgSw+bvn053ngrp24M3bWJeGos78/RnN8np55r0HnlzMelO/Lv5c67tZOHH28t48o6ZlKApEsoVCiqlLcjUgqUWDTNLAyolQ0yNM01IW7nTPTHPrzMC8wRLAAACwKgsCwAAAAAAABCgAAAWAUgALAqCxDSDTIqCgevyd8a98Xjrj18/pV4vX8/eeY7YSwoAACUAJQACKIoSgABKJUKAAlAAAAAAAAIpYsKlIUlEAAFJaJNFikiiELAIWgCBCyqFItIAlECgIOnbHTHaCbudYM8d89cRLiwoAsiywAAAAtmpenq48ca9nHzQ6ZntOfpxvOvPw9XCyS+lL5HHUo3NfQ8H0Oer5+vmzfTHhOvfzd7Ofl1npmRqzHXnV68x1gapCwAAVrPpT7ezfmzrOgBnWD4XDtxz6X2/ifbY6EvKkKlQAFAQFlAEsAEsAAIABLAAAQASiA/O2FKIBYKgoACUAIKlACwAAAdOY9PTzWOvmuQKFIsAG8bK3k5LAsCwAFJd2PrenzeogsAAAAAAKIsAAAAEsAAAAAAEsKgAAAAAAEKCWCyiWABLDHXl0N6lKBLk+b18/fF89it+jhM2+njrF48vT5NT6HTx98614u3ls9vHWo8nu8fvleX0+aXrvzegZ1LPPx9Pn6Zks1mihUmsjRSLKAAILcjSCoLc0soSwAAFXpp0x25c+3M5NTXHKklBLAogEoLAAAAAAAUiwKIAAUiwAAAAAAAAAAAEKJevs+d2xfoeb0fOzrOTrgLFgsBYLFECkFgqCpSAqCxQlACCwAKQqCpQhaRABSWAUlQoAE0M0AAFg0lBCoCCoCCwClEKiCgUjZYtXM6RcTpDDUSKSanRepMdrBWNcrnEs1xEQUgAAAAAFlAVAqI9Hbl0576azM15vZ5q747Zj519PbefHj0cN537vN6ca8/BD3cd8IYznecDUnpnpxrw51ncB2spYFBAUB9L5v2bj3DXDOsaKBz351+Px68s932/ifbY6C85YKAAAQqBc6AAECLABLAAQqAABLAACA/OrFKIsABoyohSLAAAACoKgqCoKgqCpQAlALELrI65wLAoEAolmjdmpfrejz90CwAAAAAoAiwAAAASiAAAAAAASiAAAAAAihKAEsAAEsMdeXU1rOigZ1g+R6OHTN5pbG8WPRjpw579Xz/oeIxrPXeZ29Gee+et+WMezw+iycunI134aX0TOs3n5fT5+mMmtzLtleYuSkbxTc0rM0MzQysAEsKgtyNs01ASwQLcpfR047x21zvOmNTXGTWUsQoABABYLLAsABSTUAAFgqAAAUiwAAAWUgCiAAKIsAJaIQtzTpiJRLKAAAAABQIUAEAsAlALASgAAACxViwKSKJQAAKIoiiKFCTUIAUgABCpVSxFAsAUlBYmruby1HQJS0hViWEAWzO8joxZdIM8d89cgvOAAAAAhQABZQCBbLDXu8Pu56x349OenDv569E8fqs3y6eSznZ16Z9Lp4cXlZrT2b8vq56+fz9/i3merz/RlvHt5sXxl75IdiwAAAAfofifoNc6LyxvGwQeD2/Ma8fLrxx219v4f3LjZLzALCgAEAFlABACLABLACLAAACAAQAPztFAASgABKEoihKAEoSiUAAAJQAAAAASgAAAAADd52PtenzepIKFIAoiiUAAEsBSAAAAgABSLAAABLAoiiAAAAAAAAlCLBLDHXl1NazooGN4T5eJzl6az0IuDecbl9WfP6+evN6/F0j18uvkl9nh9vks8+st59fF2xrPXn2zfHenl3PXwxdZnTn1u9y2dPPN41wFuUsN75brQJNDLQxNwyoksEoENXNLASiLJe2+fTHecuvIyjfAEsCpQolWpNDLQy1ACUEoSyCjLcMqIsACiUCBQAFIojQy1TM2MzYw2MNjDeTKwLAAUhSALAAAAAAFBABSAAAAsoiiNQFItMrTLQzbAoyolUijNBQAAEGaAFlIsBCxQAFUEsBBQabmmkz2JQpRSSozbCKVKSSwLBZDOemdc8rLzSxAAACUhQCUKAFSwBL7fD1xr12XnvXi9Xg1mWXrhZTXr4dM6nluieroxZw32l83HM3np7/J6cank9Hgsmsb6yB2BQAQAD3/Y8Xt3wBnGs6KDx+PWZ08vHtxnS/c+H9xz3KuJYKlAJQSiAWUASwAQAEAlEsAACCwEoiwA/PBUogKgqCgAAAAAAAAAAAEKgqCoKsC5KgKJQAlAABZT7Pr8nrkCpUKAAAAABLBQiwAAEKgAWUASiLAAABKIsAAAAAAAAIsIuTPTn1NazoopjeE+Lm5l6+vxe3F58PocJfNN41mery9JXr8fsxrXi9fjj28bs8Xo83o1M+s5649M6l5eX1eTrgl3m7xqb7XOs9efLvx3ygvOkFlNb57qoNMjSC41DM1gSiCKg0zoAKXp059Mds8uvNecrfAhKlAGsjVzaqUqUZ1TE3DKiAqUus6EsJNQy0MtQyqAAAJYLrOioKzatBYACCyBCIAolsItIozaJLTM0Ioy0MqAI0IoiiKItM2iAKIoSwJQgqUAsUiiKIABZSUogqCyIsoiwAAASiUJRSiAsQFFljW2p2kqbAogAFiwihLESiTUIsqSxGdS5zNS8oEELLKpIWUAWCgBYsAQiX6LnrlvPj78N5prec6it4Jb7efp5avl9Pil5+/5nvrh5fq+Q6XnI5+fvx6ZazrSB2AAJQBZ6LPt9JdeeVDOs6LGD4nbx+ydvNx7cZrX2/ifbY2i8wFgoICywAWUAAgEABAAAgBCwAAEsAPzwUgqAAACwAFgqCoLLCkAFlCiAAASgU1neCGjKiAAAAAAWaj7Xp8/dFirAAAAAoAAJQgAABACwFlAAEAAAACWAAAAAAAABLBEM9eXQ6XOigc+nOz4udZzd+vx+nN9bOue8eP3+azy2d957deHTnvjw9nOzl6/D6bPM7+az2TyyX1dfL68a5eP2ePeZc63m3NXr05bz2vD0cbnA1yFSWC3NNtWsqGdDLUMzUMtQyqIolg0g1c1e28dcdufL08jzumd8crEEKQoLYpc00yN3A2xTUgQIItyrdlCiLCSjKwggAAC3GitUzqWkZKgsQIKCwBIqC2C3NLIqpYAFIBKIKoESNMjTNKgrI0lEoJSEKlKgFMrKWUqUAZsgCoKloQqIAsCoBFqVAFgoAAVAASwAus9JrWs3PaWWUoVQAIk0XLRMzUIqpNZJKJLmxLBnUucrLzSrlACFQoFlAUCLAEgN+jydM62xI93TyenOnm9o+Zv3Sy3jxzfR4/R0Pn9fSN48vct2zc+f1efU8g7AdAUEJVBJ9L5v3Ln1jXCgxrOh5vT8xr5nv+f9DPXycuvNb9v4n22NC8wAFlICywAWUSiAAgAEsAEsAAIsAEsABD8/LFAFIoSiUJQigAABKIoiiUKQAAAAWaMrB057Lm5IAAAAAC2WPt9+PZAoCVCkKACwKgpCwABSLACAAWUQAAABCkKgAAAAJQgqCwAEsEsM9OfQ3ZoCmN8z42dZyvXl0PT38Xfnrvw6M68Gpveenrznnrz+v530K83H6Hhud8ZN5Cr7vB7Oe8eT1eXUWNZtlN9OPTPbpz6ZOCzXESqEA3vlo3ChkqCpSNQzNZiLBYKhbc6OvXl0x3vPWDMTfBEAABEpCgoCCoKgqCwKg3cbK11ri7w87tgxATUMtSIoi9Dfs8xfe59jj4vqQ+NPX5bIsEoiiULEBYzPTg5ChSWwWBQFIojXtjwFqWiZ33PI+nuPkPr1fjvsD5D7A+PfsD5GvrU+XPq+FPGlqKJdd449vd1Xw32ZPLn108WPpU+b5/s/JOIRYKgsAACoAAUQWUBEoigFAAASwWI11x0z2s1JvNtCiUKIQWKIUixKQk0rE1DOdZsZogRFqZ1LxgQCgWUilAASiLCaz7M3HL6PPGvJz+j8/WZV3N+jx3N9uJ6ca4b6zNOeDtnjuPDnv5+uPR18I+px49s3yZ1npsS6ssCiBahL+h+F+h1z1LLyAzrOh8L7X52dJ9D530Zrx8uvKa19v4n27jQvMgoCwAAAWUAgCAQqUSwJQgAShAAQAED89RZQEKAAACgi0y3gAAAAAAAFE3DKh2x0ODpDnYLAJQAAABYG8bj7nXj2QKASiVBQAAAAAsAAsAiWAAUgoAAAgsAAAlAAEsAAACUSwSwz059Des0oLy6c6+LNZyvfPsxrnvdzrlOmsuHoxg6+Tp0PD7eXY68Zs8F9nTU8++/KXzb5TWZzs1CWypS9Oe506pZ04Z6Y1xlLkAAEusU1KpKIsNxTKwzOmYysAVYO3Xj2x2nLrxXMN8FgSwqUBIoAWAgAAAUW76+88nr6CXj5D6M+Vk+w+V3PZx69D53D7HI+VNRMtQEANfT+T2X69xofM+nyPlzUslAUhCAVT3Z79JfjrLIohBQJRYNGo9HstX4wsAqQ7fV+L9WXsBz6eE6vmD6T5lPpdvjbT7Pg9PlPJWqjVN/Tx0lY18s35sktyPT9D43Zfq/I+p8kyEiggAWUAAAlFIKlJRAFgsAFSwWIqBWmt7zrHYVZVSWVVlgQssUAACKJKSEtmaTE6ZszAILmy4Sy8gFCpQFAAEKiO3Z6Oe83PPN7eHe955e753vs4t6l6uGJfTw4cdS4s1nft8Prxrn5fb4rJLN5vq8vozrjLL0Sy7qEqCkCj3fY8Hv3xBgDOs6PL8P6fzJ2n0fnfSl8PPpzl39r4n27jRLzWBRAUAABc0oEsEokoAiwJRAAAlgSiAAgPz4UCUAAAAALc0uQAAAAAAFIC3IWC75jrhkRSUAAAAAAG70j6fp8vqAsSwqUiiUAAAACwCAAAEsLLAAWoABKIsAABCpQCAAAAAASiSwz059DesbAHLryPjanXF79cOW+08mNT248udTTl3j2b588a9E8+pdZ7U4Tp4rNcrrpnn25+7Lhw+h5F8yzphZS2Guu+XXHbHLvw1yDWJQBAFgtlKlpLC759CZ3gtzqM53kyFJTr1498dpx7cl5rN8EAAoSxKgpCyhAABQL68fThSni184JURQQ6fQ+ZT7c5dF+TGU1kACFoPper5f1ICvn+b6fzLCCyCpSWC3O4+tqaX5/j+v8mwCTcIsAFiNe7y/UXWdQ+K1iywBYfW+V9ZegHg9/zjyyywtIsO+uOzkyN+jyfQl9hDj8v6PzRLEAA+h4OvFQRAsUFJYAAAVLAABYSgSwACUQqUFHSdc9ZanSLSUEtgAQspYAUihLCLDM1mpBIuTWZbMOuTCrMzWbyBlQWCoWywoIAQ6enx/Q561z7ebNnr8nprPl9XJOUvLpkjUQGd5NejzdeevT4/Zzl8S56Z69OCAvUGiUShAqd0+31N8AQDGsj4vl3jPofR+d9FPHy6c5d/a+L9q86suFlAAAABBrNLLABLAACAlBLABLAABAAgPz4UAAAQqCgAFIABKAAFlEsFlEsBCgSgUjUIAAAACygC3I+t7fD7oCwQsoSwoAABSLCpSAFIIEAAAAoAACLAAACUAEsFgAAAAEEsM9OfU1ZSgcuvE+P34dcXv5PX5ZZrOt5oM+zy+7np5e3CXmy3j1+j5u86+jx8283l6vP6qy5I9Mkl8fPWOuKls1BenXh2z2vHvyueY1ylEAAAtzSxQgaxa65UyQ0moxOmFyo334dsd3LpzXmN+dLAAAEAWCpRKIAFansj19RXPp86zywQAQssKg7/S+P9E+eQqAAVVg9P0/N6YCp8v6viPDCwBYhUL14+pfpWUnzfp8D5ayywCAsFdY9nqzVsD5PLvwsCANfW+R9hdgfN+l8w86WwCwKyiFH1Pl/VXtYMfJ+z5j5s3lIAABLFWChAICpVSwAAAWUQRYAEsWohYKgtm2t7lx2QW0Gs2WoShYsKCAAsogECZ1mpLEksJNSyag3lExLNcQSgsAFFEA79c3y79dxfHn3U8V7ctTfLey30+aPNjeOmQqShCL0zJenp8mM30+PWdQKpHUVqWUIKlHv8H17n3jXAADHm9Py2vnjHd9D5/0LnycuvKXf2/ifavOi4AWUAAAlCazSywAAhCxSEFgAAEAAIsAID88FWAUgFAABWhlBKAAALAWCwKgEFAABqBAGiOnMgAFAsABT6vt8HuiospCpRFAAABSAAAAACIAAAAAAKAQAAAEsgKAAAAASwSwz059S6lKEce3E+PZJfTnjc1qXUt6d83n2nlxrfPpz1nml1JSm8ay767c+e+M9vlO2eA4T1c954rNSpavbh1z17c9ya86zXAiygJQAUAAlg1rGq1miWDUWObeV12498ds46cmuY3wimZYAUgqEqUWCpSABdfX+d9WArPx/p/JKhKABLBQejziyCgABXTn7D3zXgPoM0vHtD4k7cUAqCoL7fD9FfYCxT5nn+p8yyQBCpS/R8n1JaCA+b5vX40soEN/X+P9ldEL8v6fy04yylgsvojzJSUH0vm+tfoAsDl876+D409flSAASxQLABJQJVqUgAAFgFIEBQiAUFlL1z0nVLM9GpQIWaUAAsAIsAKgAhCRKZpMyygQmhjWLzgvMCgLAogEDp6/Bc6+m8Ps563Jylmdd9Z8k9mLPNnm3kNBBLCyyNzPSXWOzF49p3l4+f3cK8y56dLLFWAFAv3/AIX6LXLQvIgpDHwvtfAnWDPR9D5/0bnxc+nOXp9r4v2rzsLgBZQAAQsBrNABCoCCwEolgAAAgEogAID88pQAJYLFIoanQzlAA1kAAAJQACUAABSLAAUdcWW4uaixKlSUFlWESoX1fX+J92KLBBQAAAAsohSAAAAAggAAAAAKllIAICkolQsAAAAABKJLDPXl0N2UWUce3E+PG4xrvvF819FMVgk2WJbOKrApYj2cOdzfRz1vGufq56l1nrxjl5dY7YDUu+e5vvc6x248+3LXATWKAAAQtgoJYLYN6xqpNQlg1Fh25dsds8u3Jris3x0hmLAFlgLEqUAAAUX2+/y+qBK8vzvb4QEqUUI1CKJNDKwFAAW/V+f9Yx8j3fPPr9vB7iwPB4vrfJSKIUllL9T5f15erlqtpR8z6fnPmTUsiwV3j293Jet5dADw+H6Hz0EKDf2PkfXXUB8r6nyzi1EzWyezcX51hEQusU+x1+R9RdgAeT1j4b63zk5ShKIAAACWllACAAAJQASLChRZRZuXeox31JVWWLLC2UABbAEBSWBNQAkuSSyyRCxLBC1DMs1wgQCgBQEEAHWXnfX0xfB16817d+HSL5fX87UkrpiAFWTUGdSHs8vt572rnrlvj5dT2+bg6Z1k11BQLEKD1fc+V9bXILzEAPD8f6Xzc9gm30fnfRufFz6c5en2vi/avMLgBYKABBAVQAShFJLBUBAAABLABKIACLD89YWwFnQw1mJqbXCjUuSCwDWQEKQsBQAAWAAAUiiFFlNCambm5AVEWCoAB0l+h9DGxKsEKlAACgAAQssAFgAAggAAAKCAEoiwASiACgAAAAAEsEuSdeXU1ZpAVx7cT5Hp8rL2dPD1579WvNuWzfY58+zN8XP0+frzyl3AAAj2dfH7eW8ef0eU1x9N1PE6c95FqWWXvvl1x3zx9HDXPCtcgUlAAQABYKgtg6MaqNQzZY69uHoz2zw9HCXjLN8VlRNQiwASiUAFg0g0zV+r25dQD53i9viSgWFqDdx2Mz0U809Q8k9kPI78EEKVfd7eY+dwsO/1fifYNgnyfr/PPGhKgqF19j5H2I48teGvtMbEo+Tx+l81ANfT8f01fN9nyj6vbz+gA83zPq/KRAWDt9b5P1l1AcunA25Drvz9Dt4/X5D54SShKJ15D7Hb4n0F9aCpRnQ+b5ft/NTzEAABSUAUQQLAoAEoASiUBSUHbl1z0oz1VYlClFgBQAEsBSAASjEuRLmwkSwoUZubiIvJKJQpCgBYEV6JXd057zrn5o6899NTxay3neI1AQBYCxUuTp9D5vr479GbMa83l7c+ueds3myx2BQABT7Xs59N+chLFID5Hg93hz3CafR+d9G58XPpzl6fZ+N9m86LiWUWCghRLAC3OhAAiwSwASwAAAIABAAQA/PKUIbxTry68lnTn0MblWY1lAsQABQCUCwAAAAAtghSWCljrOkXziyAEChVMgvbj2j7llQAKAAWCgAAASiAAASwCAAAoAAAIAiwASwCgAAAAJQSwSwz15dTWs6AHHtxPjCEu4nTHTN9u+HbnuVnN5+Xpz64wjpmoKCWWL05I114+3Op18zN6eP2+fU86t5lg6dvP1z268e2DhNTXEKlAAsARKBQUzQWDWueiy1b6OPXHW894a4Z3jfAEtzoTY5zpggAECgAWF+v28/oAPn+L6HzwEBQG8j1/R+L9k0B4Pb8gvNkoHfh9E9fi9nyjiB9H5vpPqJYce0r4btxQFJo6fY+V9U8Xg93hPo+z4/1jSVc/J+x40+fZ6T29XE8XnQ+n6vH7ADl8f7Xx0yBQ6/X+V9VQJ8f7HxzASUPbvw+tfEEEKlIAsPZ7/idl+s59AUc+g+HPR50ALSUIRbEAAFBKAQFsACoFhLZqa1qXPfRZQhQtlIBKWUEsACUAJCxCySmdRMyxEspqCZNcUsZAAAWCwC1Zv1b568+9SXhPRmy9ePaPFjeemZY1AAKBELLB6PLvF+lx82c669vH7pfNw9vj1MjfQFAAd+H0bn6tTXAABx7eFfH4/Z489kqafR+d9G58ON4Xr9j4/2HOi4AWABYLAAWUAQBAABLCAqCoCCoACAAD89ZZds9DldZXpjUM6lVFM56RMNSyKJQAL1OLWSwAAACwA1miFHV1iNRZnnlMigAFlNZQVC9+HaPuWVBCigAFlAAAAJUAAAEsAgAAKAAAAAAiyEogAoAAAABCEsrPXl1NazoAce3FPjHbNvZ15bxjPHU9Hby2vVy4s2c953mE1KlABCyyOnv8Hv568us9pXJ1Xx49/h3mQ1m9eWpv0yaz1803jfAECpQAABAKlAEBQusaXt0xvHacuvFcyXfDNsRYrVlLFOc6ZjCjNAAhaD6Ht+X9QA8vzPsfIIEABbFNfY+P9koJ8f63yTMsANfX+f9Mz4PoQ+ffePBr2oazqoo8fzvtfHMgA9f0vB7z53j9PmL9L5vY+slVnQ+R9G9R8z2/JQD3+7530VAz8b7Xx0whFg7/W+V9VQM/H+x8cyRKB34ACXpzDXrPFNQSwA19H5lX7d83oKD5/i93hAKhKhQCAUlBZSLAACwCkFIodMdM9bc3PWlCoAUWUIACxCyiWUEEsEuUkKlkLm2sLE1jWLgLzQQAAACUW+uennq8vMl3mWzpvz+iXl6vH6Dx41npiU1AABSShLrNvT1csa8mWd5evyejN9Hi9/hm+Y6aBQAH3Pifotc9i8goB8n6XyJt5PX5M9BJp9L530rnwY1he32Pj/YYC81gWCgIKgAtzQAQARCgSwILAAAIABCwAPz6pZ0wXrhDRF1LBcw1MkEsqCoKlN9Ui8PT5iCgAAAALLCoO2/PY9HKYEspYAAAFgAdOeo+7183pAsAAAFAAAAAIAIASwAACgAAACCoKgsBAAEKAAAgsAIZsqdeXU1rOglHLrxPjerzevnrpjfmxrjrG+vPc3DPo57579PDtqX5s9vk3jKXcAASo37fB7ca46z6M3z560mPVJfmtTrjOorvvl0z2xy7cbzC4EFloABKQAAUgAFlXt38/bHe8evM551N8Ask1C6zoJQUzNw5zpmMrBKAXf1/i+496UnyvreFPC1DKwBVQ6fY+P9goMfH+x8YAGj6PomDwccxNsQ6TNPR9T4n2F2tM/M+r5D5bUJQ+h6/P6D5XHpzQF+n6flfVAVLxTxeWwWU9X0/lfUKlJ8n6/yjzqTND0fV+X9RQM/G+z8cyBKQBvHsXPl78Df0/D9E+PneEsoELKXr9X4/wBeNCvB4vR5wQpCywUAgoCgBABZQpEoABdalx6BZVFtlipUqFtgQAAAAIsEsJmyySwksQitzOkxLnXKpWZKJUFlAAHTn0l+hrxdOW/Rw66l8t9Fs5unkOfp8XTpnlDWaSqACxSA6+rwb5693n4+rGvPz9TU8PbHSz1eL1eNvI3oFAA9H3vl/U1xDWAAPH8/vxz1eT1+SaCafR+b9K58GdYXt9f5H13OwuABQAQpABZSwBCwEsFgSwlBAWAABAELKID4Qmig1Fu+mzhz9PmGaJNEzNSyKIoA7a49onCyiwAAAAAqACwBDUAgoAAAFBrOo+5149kCgAAAKQogKAAgAgCCgAABCoAAAURAACCkLLAsAAAAAEsM9eXYus6AHDvwT4/fhvOvZ5vRwxrj24erWfV5fVyzrcxyzZrGN53zNZCgAAJ15I6e753TGvoPFM30+blncJdZWDfXj2z2vD0czkl1xEqglgqCgBCCgAAWJe3bh3z3nPpyXMjfn0RLiyt657AFgtgAzNwxNZiLBrI+v2+T9Nd42Pj4+j89JAiiWaXp9fyesA5/I+x8cgHq830zv4/Z8o4KJbUy0qfT+b6pfpILz3D42fR5yWU+p1g+RkEsL9T5PoPrJVfM9vyUhC2Dv9f432CgnzfpfPPGEWU9H1PmfTVFMfH+v8gkpAJXVX0oPmYD2fQ8HvPneT7HykwAhalOn1vH7RjfhPHiiVCpRKCiVAAQoAAKhNMi3IqC6zudFXHapothaiCwtgoIsKBLCgShmwS5LlLIQgshEpLmQvMEARRFJQAKANenyJfXrxJfR50sDUWCwAKgqUAZ1mNdprnrXfx5luuPfScOnPViLuhQBT7XrxrfnqLKgsYj4nTzenPaeX0+VbCW/Q+d9G58ONZa7/W+T9VzqLiwFgoAABC2CoCQ0wNTI0yNMw1cigASwsAACAA+EJqhWpT03nuMcdZrM1kgQLCUAAWBvHcudU8zWQAAAAABFIoAWeg459PM5N5IACmom9dV+ruVAsAAAAqCpQAACASwAAAILAAAAAIWywAAgQAsACwAAAiwSjPXl2LQoJx78E+OiX14sxrj24+s1y9vljHbGpdeP0+XUE1moqgABECywLFsCAoL249c9OudM9PK1nfCFuYBYFlUAEllAAAUI69uHfPacu3Ga53Lp59saRELrGjVzqqQXNKQsBKMLCSoenyj7evke9e/m9FPj4+zxT5j6FXwe307CZOgM/I+z8k5R3J9Xn1J8j6/zDnYssokozvMPs64d5Uo8fz/ALPyTHR7zvy7YPjN8xBKg+r6Pk/UXw+LryEoFNfa+X9Q0gvi9mT4t7cQdjv7sbAMfM+tD5L6w+Tr6lPF69B5PX808tyT2fR+H7l9/HpT5XH7XM+TPpj53q9myaz5Dp81kIKBZDSUqCwLKIoSiLAACVUgVZV3uMdhZprOhLJbAqC6xoqUEKsLKIohBAmdZIKyhlEssC41nXIGQBCywWUAWWgFlIsBCwFgqCwBQABLBLI9d49ee+XfPWPD249tTjizWkq9JYLAvo8/0LPqo156iqgvl9Py5r5/r8fsz1x5vT5gJX0fnfRufBnWWu31vlfVcwuBC2CpQgJDUkNMRdzENzA1Mw3MjTA25jpeVOt407uWk6TNNILASwLAD4KWa1c7Li1dXlslyLLlGd2uYQBdU5rAUdOXQ6M04ywAFFujksBCywFABR6vL64XcOHn6c6AUNdedl6dOfSX61LkLCUAAAAqUAASwQAAECwAAABAAIC0AABKQlEogLAAAASiSjPbj1NWUoHDvwPjCPRLxxqdefazvjVze/lxyXWZd5SrIBZQCggIASqBNSIC9eW5v0XGsdePPtx3xirkEgAWpQAESgFAVY134989px7cprirpwzRkA1BcjpeaukzoSiKIsKgksEIWDv6PAPqb+RV+tPlQ+nw8Y6dvLo+1eXUeL2ZPldvPk9k8Y9c8tpck1eY6uI7XhT3fQ+DV+8+J1PreLGRfHD2zxyPV58gpIon0Pn0uQBZ0wPXfGPZfEPa8Y9fLiOnbyD2PHT1zyD2TyD1vIPW8g9jyU9XnzEAA6ejyF+lv5Q+tPk0+nw8Q68gFIoS5SpVAWCoFgsCoKAAAABvPTO6XPYC2FCFQoJQXNNAWCoBBLADJKZpMy5sQFi4kW84ojSzM0M2iAAoAQFSwAAABLABalFgSwZ1k37PBvF9Xm7Yzrh6fN31OC51Vh0AAfZ+P9/WeqNcbAsB8T7H5/O57PH7Jvlw78FCV9H530bPBnWV7/V+V9RzouCUIKzCsxawLILJCpCoCAgsASLCqg0yOm+NO+uGzozpCCwAPgpV0Zl3c0XNIzTWdZFysAGjo68icu/AAAqAAAC7x0Oc3gEAKlAALc063iE3DNgHSJ1mV6dPN65fqi5CwlAAAAFgWUELAgCAAAABKIAAAAAAlAABCyiFIAsLAACEsrPbj2NFJQcO/nPkQjo36Oe5tvGr4/Z4d45yzeamiLKAAWStznDSCoKlKlFgsUWDr18lz09Xn3hmC5ASwAWBYKgoJYKC3Njr6PP6M9Zy7c2vNnrjfDNlQC3NLmwAWUCrc01JRYMtDDUiEKAlEpRCoPZ9H4n0T1BfH8/7fz08iwM5rUigAAKgtzS3I0zSamI7THQipIUjQy0MtDLRczY53QzZQgALAsCiBFgqUsBKJULc0pFqAACgikgJQAKWLTKiUAAAAIsKlNbzrHe3NmhSiUAsKBZQUgKgqCwIQsZLJLEpGSzK5uNSLm3ObNznDcwNzA0wN3mO146OpUEACACwCCkS2ApZQASwZ1kCO3q8vt59PLx9njszmzdBsFBO33fk/X1yDWAAPL8X6fzM9Xs8ftmuHDvxEsV9L5v0mfny5X0fU+T9K8+jBNyQsmTUzCpCwLILEgQoEAAlEsEAKCKitaxTpvjo7Oe01AEPhBdZDSSLrG1wLKglAdzGemI9HLnD0+XeKAAAAAAuoVkQAAAAoiiWdDvm5jzirvnTWSNe7w+1r6gZCwAAAAAUlACEBCwABBYKQqAAAABKEoigAlAAEoAgAAEqGaqdeXU0BQef0ec+PrPfF76b5dCeY6ec688ytSagsABGKsgqUAWKWUAqUWC2BjYxvOY7Oe4oEABQAiiLAACojr6PP6M9rz1yXErfHCmZKJQAAAAWCoNs0pBLTDqOTpkysAUEJRrI+p6PiexffMjyeDv5agoAAACoKgqCoNIE0jq8/pI1ECChYLICBAgUEKBVk0MtQiwSxFABZQgLFAKEoURYEsJQVSKIsAUBLChEFJSAWC2dJtTHagahVli3NEFoRYLYAJQShAIGbLMxm5sZuUmbnUluYohCyQsQqQqCoKg10507OXQssAQAsJZQAEAWFoBBnWRKOn0Pl+/lvfm9XDOvHLOoLoFBPre7h33xBkSqkj5Pi68s977vB7U48evEIS+nyaubddjHovRJuhGSpCyCxCoLEixSLCwCAQtCEBCgQAKg1c03rna7Xns0D4NggKom8AAADfp8nSHXn3PLjQy65rAAAAABSyjNA6YMqJQihqCIL1409PC8wAUijXs8Xtj6qkgoAAAABYLAsBLBAEALAqCywAAAAJQBKAJYAKACKABCoAAIuR15dTRQB5vT5j5Hq8vqxe2PP0zrllNZ6Q1JLCgEGUpKJZSKAApZQAACpRYLjcOe5iO9xuEoiiKABCghSACOvfzenPZx7cZrmTfCwsBICoFlACwlAgtkN3FLrMOrnoqqzNDE2jm3DKwAA3nnm0gqKqCpSKJNQJDSaJYLAA0xossj1OHRNICSKgsBQGVEFzUtzSoXSUKJNQyoiiFTNgoVYAKAEWUAEEFqEtgAEWoKhKgqAAAVdbax2xdJuVVAFllhAKACwALAAQEkq5ZuJhjXOmbNzETUyNSUEKyqwEoihZI1JRUNs6N65U6ALEsoyUlICixBQRagZ1kSwd+Fzfp8ufTnvxZs6aC6BG8euvsVNeepSWBx6fPPnSSdNdOMTpiCy9Ux332M9daJUEZLELCCUgAIQoABCywAWBEAKgLAsBC6xTSUu+dO2uWj4oqFCUAAAAWDreIvfz9yTeTiAAAENUlpUUzbBKM2jKiKEoksAABSWCpR6/J3j7lxqwsAAEollAAAAEBAASwAAqwiiKIoiiLTLQy0MtDKiSgAAAACKIoiwSwnXl1NWUAeb0+az5HbjrFz6fN6Jcc+/Ct2LICVBgogAoACWgALAWCpRYK13PNfoemPk6+xT5nb27PH09VPLfTDz59Q8PH6tPgc/wBH5z4j2+OJKEAWNejz+jPVy685vlnU3wCxKIpIAC3I0lAIozQWDTNN65U1Ipc0qCoE1TM3Izz3xtSAAirFiAayNMjeaMqNzGwKAksjWuWx15DshKiKAUIKgSlgQlAKlLc1aBKSKWJSJQApAALAqABBSUSkABQABEUEtIABWpvSXHekW3NKQ0zYpSkNQABSWCxCpLLJC4ctc9Yy1is1Li5EsAIsoAQsAolUSolBQiioL05U6s6CojVMzUJKsAWEsFAZ1gVAsl7duVzeEs10BZUL9L5v27n0DXEYNcufjPR83PJo30l4a9PRPLv1dDy9e+jnuhIESEAAgsBKBCAoAVAEQCoIQWUsBZRAiwJTVzSgusU+UKFIUhCgAAAAd+FPRyzkAFDWkzrQRkRSUEQWURFpCgAs0OdVM0CAFAvTn0Pu6zuSCgAEoiiLBQAAgIABNQgFlLNZAAAAKCgAAksIAAAAAAABLCLCdeXU1ZQB5fV5bPkwzb6/P7OeuXl9njroN5ksGEoAgoKgoLAEqkKAA37Ty+319Y5dqLiec3M9x0USZNTI1c01cjdyN8tWvkeT9H4o+S1mEsjffz+jPW41idOedZ3wJblLTKiAAKSV0OevV3X51+pU+Zn6sPlT6fE8LtyAFlBazbozbojXU4Z9niOHNFsAogFACKIBZDcmjM1k6OeyywsDNkOkU3rj2K10k4y0iqloiqk2ObrI5XYw2jDYzUNJRYWyADNg0AtTN6U5LBFIpYCEFAok0IpIoigUiwECFoLvOs9UM9NMjSC2FtzTdzYpBcxNsYs6uFs7Z58rO2eS46Ods1edNTKzNu4k3gznQxbKhBNQiwAigAAIAWCkLZC2DW+WjqzTWuOZe2OUTprjquzno0EoICTWAsLc9JdY6cpckvShYUv3/jfb1zscrzvmx4Dp5s6mtdddzHTroxrUKkNSBEESKgILAAEBCkCUqBRZLAEAAksFgoFgsBLCAusaKolg+aKRSFIogAABCoBSVSFLqaSgsZEQ1IACiWjKiTeQClFaMTpDk3DKwillQvTl6I+3qVIsoAAAAAUlUkok1DKwWUSwSiUNSwgACiWUWCgoEsJLCAAAAAAAEAEsJ15dilAqeX1+RPk2dca79Zvj05eL2ePpjoN5mNcyUpKAACC2CoAAobjPo7+85elC6mxjXE54z1Xr1zUqYLjMN3NNINXNLjfnHXh3N9OW6x8f7uI/Pu3GXXo8/oz0uN5zvjmzfAlsWCykysVYHTX0jj6aE8/gPo8/nE+h0+YPs7+L7V9nHtT5XH6PzRYTVlJXSnq7dpcbnE5/G3yoABQEKkNMjUlACADUlI1k2xsEGd5G+ezPbOjr7vBpJlmtMjTA3eeq1cU1cDdxD1d/nWPrT56O3mwL6fKj6nT5X1lk7Q5Ttk5INMjeufUvl9fjPBES+nyj6XT5v1Vw7jzz0w4TsOTrs83P3D5PL7XmT5reSWUILARFFJRdM3PaspbcjSDTNXTJOl45s745rizGbnbnbLNVMXUC0NYMlWbDUxYiQSQtza1AiwICCoKlAAAAgBZSLACsixSWUJS6xo3049CrEAY1kAduPqzrHH0+YiW9EsULPd9H5d1y93k8fJOnFJb05dj1enz9zokioCQsQqAgsCwAIABAsQWQ0goVAEAQUzKUEWCwLYEsJLC3OjVlEsPmCgFgEKlBAAAAUWUalLck1caGdQkojSooihVOe87Gdjm3TLVJVLLDGeiOLpgzUEsW+vye6PqhAoAAAUFIoFICSjIBSTUIBZSywSgCUAFBQASjMsEsAAAAAAEUgEsJ159DVgop5PX5E+T24+vnrruXl08/l78OmOhnpnMgqULACAiiAAsCy+s5fS69yEGpsAz5+/kJ6OXpKCce3A5749TprNLZRqUeb0eY115dS6zo3cyp8f7XOPi+jlvHXeLjO8Z1nfGC5WDSUijPTP1DeweXt8kkEAqULD2e/wCL9Jc/O+j80oFmjp9Tn2BDHxvR4KgAAFlEsBAABYLAAShZC6yNyUS6MdJa3eZNzNBCwArVzossIDTNIuI3rlTs50qon0/mfSl9QHLryPkS5KBvA+ry8frPAEAv0PnfRX2WBnWT5GUHbgPs9Pk/VNIOXy/s+M8CEqAQsFJQUy0z1zOkaxaCRNXGbN4i5ai5uYSdXUmN5GuMOrHUxOuDMgtZW4shZolQyogACwiwgBaAAAAACEolihCgWUlgCLrNNaxo6yUJUmdZLAezx+3nqeT2eO6yTVqSyyS53hEsAsHbj0Pb38/eNwIQsABLABAqCwABAQLksUILZVgIBKQFgJZpIACpSSwksLZotlKD5caqOuDDWQACwBSWUAFFCVEqUugLCWqTQzqbMNCKOe5S2bMaVM0EsVKIlJncjlNwwsW+/wAHvj6ixAoAABZRZSpQACSwksFlEsAJZSzUIAAAUFALASwk1CASwFIAAACALBLB15dDVlAR4/Z4q+X7fD6ee/TZnlvx5jtz1yk1KhbQtkNs6RKIQssAJp9Fc/R1tGQlaKBA5+X0+Ve/bl0SgcO/nOHfh6DYFlLZSeX1eVd9uPZNazBjmO++Ojn837PgnTyDHRnWbjI1yAWE3cdl9XsUkuTw+LfMpEqCpSgd/PV+h8/2eMgHu8X2DoB5vR8w8nHpzoAAACywiliiLAEAAAAlCmi6irkASpQQApaus0sDKiWU1z3IxcjVyN65w7/R+V75foCHLryPkSwIKEevydTkAB9H5/0F9iwZ1g+RjWRYL9X5X0T1gY3D42evJEAgsFFALc2bqWdIsWS4ZYNc7UuWQm71M1SHOpkjXTlo1JVmkLhIllKlBAQJQUiwQAAoAAAAQpAACwJULc0sQ1AalhZV3vl0LKSZsSwL7fD7ueni9fkazm56JBmossUgALrGj2ejy+iOgIQssUBBAACCoABCpSQCCkXQEsQBLCpSSiWUASwqCy5JFLrOig0lPldMdqubiJiygABQlJVIolAgqEus01rGhA0yrVxousDSQ0yNQLrnotwNzNTUQoWAKMTeYxjpFz7vF7Y+sEgoIACllFCgAAkoysJZRNQgFlLLBLAABQWCgLBKJLkASiAAAAAQAEsHXl1LYKB4vb4k+X38/pxr0cevDG/Pz1jrhLKamotaI2XGe2UxcrKsAJb7V39FsZsQUtACZ1gx5PT5V9XTh2TTNW+b08jyenz9zqhKlLrNJ5PV5F7duPZNct+cx049jWuejqxpfm8vofNz0sRkLgAsL7fD9U9KUeb0+A8MsRLBZQABZV1kEo7fV8XuAMfH+n8uuOOnMABQAFQAAEFgsAAAEA1uapkAQACwBRqWgFlLKMrAIxNYKlUC9eNPr+v4X1I9PLryj5AEsBUigAFfQ+f9A9hBnWT5GN4AHv8AD7z2gSw+X5+/EixAIollAUljUWdoZJzTXMqxLEdHQ0xk6c8QuELFLrGlup0jM1gyoixQLAixCUWACAACgAEACywAAAASiWUAAtzqFhdXNOlxpGaiCx7fF7eenj9njazz3jpIELbIABLBZT0+nx+o7XNiwWELLAQsEWCwEolgAAQIFAtlIAEQFgEKgoEsFlJLCFLrNCUtzTxa4aOnPIi9zln0865AlAAolAQFIE0gtg1EKzS656qsjTIusaNshcDcQuudOjnot56NJDcgssjE3kz7vD7l+rLJAAAAFKWUpSUICLCSwWUSwgFlLNQgAJQAApQCLCSwgEohSLAAABKIsEsL059C2UAeL2+I+V053L2clxryZ1npIsNazs10m5TRY1Dnw9WLOFysteov1J3EsQUVQCLkmNczn5fR519HXh2NXI3FPJrfI73FNJU0Ux5PV5V9HXn0THk9HkXp159BcxOuuOzp8/38mvn46YyguRCoN/Y+R9g0B8z6XyjisSLACUJRSUWBd4Pp+nj2Eo8fzvd4Tnz6c6BQFujLdl5zsODrizIBCgiiLAEAbmxLmikAEKABVqggKg1c0SiCJnUMBQFlNd/PT7bwe3L5Vgsobx6U4468SpQRb9H530I9hKZ1k+RjeAlH0/n/AFzYJLyPmc7AEihAWCwAW3MavNgCykLW06GTHO5AAFhbrO43qRZnWQUi5FlEQsElCLCoACCoLCgAKQAAAAAAEKAQus2KQusVd656NXNkKJ6/J6s2eXvwtzjeNIaTW9dDzY9PAkqzNCA6erxeo9W+e5UoksCACLBZRBLAAEAVLAgqUagEKhAFlMrACgi5FlECVS2CAazT5yKoi+jho0tOOSgKlLKJZSSiKIEoEoAIKlCUqBYNyAlKgWC3Itg0ilyN3HSMzWSe3xe1fqQkAAsqoCpS2UUAEsICSiUEsJQms01LCKIAACpRZQQAzKM0AEsAAAAAEsEuTXXl0NAAeH3eE+WI7dvL6c3xZ3jRLDXXHZdbmpVBKMzUOfD16sx9Wei5LAUUAEsGWSY1g5+fvxXp38/ctC2Unn9HEm+ezWs01ZTn5fT5j1byPPx1DvqDEZNb5bOuufQ+fw93hiWVBCg6fY+N9goHyPrfJOcsSwAJZQFigD0+f1eU+x05dRLD5/j9njMcu3GgVZsulmqu4zdVcToPPz9ebPJPRxZiWoAAEGi6iksQCwABRVqaBLCUABSoUIiwznpkzYFBYN+/53eMvobj5l+kPB9Pej5HLryQCwlvv+f9A9sKZ1k+RjeSN+se+CwHz+/zRAASkgAAAWY1yFlpZFsU30zsc9cUyAACpVd+PqlmPRxlxneEgEKASiBBCkAAqKIsKgAAAAAAAAASiAAtlgQtlVYNa5k63Fi+ry+jN5cuvK3Od40dMdzpuazcef1+ezgsuYsqAejz9j2deHaWywSwgIAAAlCEpCwUlECAWUoIAAEASwllKhUAhKBqUAiBZT5xususOesjtOQAShYNVTMsARLAACoAAAFgAA1c0gKCAoCC3NBDXXj1E1DPu8nqPpJYAFqLABQtlKlAEsECAASwAmoNSwSwAAqUAWUAiwksIAACFIAAAQASwvTn0NAAeH3eE+WIu+dM41kFXr2x0l1ptrDpIxN5IvSye56LkWyKAABBEJmwzjWTnx7clvfh1OlyNXNLjUONZOuufQ1YOXDtyPTjfA8/Xl6DfPpyM5C6xo6b5bS/N+p4ThKgCwNfY+N9Y6gfJ+t8s4SxAAJQBQJQ9vj93gPr9fP6ADweL6HzycO/GoFbzqXfTPSaWoUC0y0MY7Szycvdzs8s6c7AKhLqaAsQCiAAqaVvOqTWUksLAULYEqWWQ1ILLDLUIABZY9/r+Ns+vfkI+2+V9M+Xy68kKJSV7vD7T3CmdQ+P7vDk+1eHcGSeXn5S5ogQBLAACoVLkziwpLSaJ0m40uTHPfOgQUEWoNe3xe2XXPpM64Z75s4Z64TCqigCLAEAgAqVAogLAAWUSwFIsAAABSSiAWWKlJQqFpS6xqNejz9Yxiys51i3Xfh6I62WVz6ZPLjry1lLEiynXl1PV24dpdywk1kQAEUQFgABBFWUksCC2UqUgAAASTWRZQQSiELrOigEEAlPB2x1JcbPOsoAAAC6yAARAABRUgAAAALFABDUAAABYAHXl0NzcHo4eg+jZYoIKLBYKUWUoCUQIQAlCywgANAkogBQACpQCSiSwgAEoSiAAAASwSwvTGzQAHg9/gPmCAM53gXOl9HbydV9WuHSXozqVnRZ656dY0LmoKgsCxCyQubCS5M51kxz6YWdefQ2ClAMcu/IdOXQ6EOPPpg7ebv5R6vP6Bw68CWC2U1vns6+ftlPnNYigAfQ+f6D6iUeD38D5YSShKIoBZYLvHqO3z/X5D3+35X1Cg8/y/s/HM8+uK5BbudJem5vOpqllAAkTU5YrpjFS462vJn18meNss1ZaBAEAAFtmimSyCiw0MrCpRclsSALZSTUMrAAC6zY1ZYvt8PcnLpzRYKJXt8XuPaqkuT4/PpzPT9T4n1zqCfO+lg+K7cklgAASiABXLXMhKoW9J1hrVl546865Y6YsgAAANezxeuXqlzqZ3Dly787OU1LMrCoQQoIBKIKsBYCwAAFEsFgssABSAWCwJUKBYipRKFlW6zsuoiS5WZ3i3Xo8/ojpZYko5cPX57OUsuQp15dTv249ZeiUSwksEAsAAAAIABLCAtlKgQAFAEZsALLBLkJTVlKQEBBYPK5U6640yKAAAAUEsAQAFAFSKJZQQAKIoAQKAAAAsAJ0xT0XGx249z37zYtgsKAFFgtgtlJQgICSwpSTWQBZSywAgAKABZRAQIAgAASiAAAAQEuTXTn1KQoHg9/zz5llgCY6cxvnpfS1uXhrpld9OGzr6ce2xsuQEsBCoBAQRBEJnUMY3lc7zo6XOhZQBjUOO0OzNOXPfM35u3I79saOfDryJQWUu8aN6xpPDz7cIqUQS3I+v1+Z9JbKPl8PqfMSAAABYC/U8nqPBzQ19X5HqPpWUny/q+U+ZNSuCyXffh1XvvzWa7uFjtOdNswc9ZrK1LqaLLkmbimLGYNQEJSASlA1rNLjWSAtlNWCTSzKwASxQhQssJLAQoKljWsbFiLKRe2DCWV7/B7z2imNZPkc+mCfQ+f1PsXNLKPN8z7fyzzrELABAFWEMc7ksFbnYvWdJqKMZ6RPNz9PCzCygAAL6vJ6pe4zoDHPrzs553hJNZqAgQAAQsUiwWCggoBZRLABYAALAAEKCVCgWIqDVhdXGjpEi5saZ1mtejl2jSoBZy7YTyTpz1iLKdOdPR08+5e/Th1NoEsIAsAAJQSwEFBmwlC2UsEgUCgSkk1kllAJLkWU3YAIsEsAPCqoAAAAAUAQBUgAUAUBJQSiUAJQAiwWUAJSKCUAA7b5dDXo8/qPbQoABSVCgtlFlAIQAzQFEuQBZSywEAALKAALAgJKIWIKAEBRAAASwZ1C9efQoAHz/ofOT5wlAmOmCanoV1xzl9GeUXp6uf07L1LkQsAgIBCoEsJLCKJnUMZ1hRTW+fQAqQpCY3k1caOfLrxIz1O1uDji5KAC6xTpvG08/l93iiBIAC+3w6PtPF7FeT1j40+h4kzLTKjLQnXf0Fnzu3iKAhPp+n43017wPl+f6/zDyzWF69ceiXnOxeF3kWF2ujnOuTjOmSb5RO2eWU3m9bcu/JONTWQQQRVAFKCRCpS6zoWCgRLBRnSXIFlCwZ1CAACNaxsohZ2PV4vo/NIC+/we6Pairmw+RjWBYPqen5X1Cgcew+JPX5EAEAVYGdcznLFWU6d+faa1ZZQCyzHD08rPNN4sAAAd+G496azuTcOeeg4c/Rmzg1LObeUysAEsLAAur2Xjj3yXwuvKyBCyllAIUgAAAAAAIsAKCUi2C6zsKlSxoei1vUkKliiTUThw9fn1OQuQN759I6deXRelzpYsSAAAASwAAllJNZIDWs0SwEKCkKREsJZRNZJAamigSiAQBCcu3mOcWoaIAlAAKQAURLAAApUsRYKQqUAlACLBZQCAFJQigDW8aXr7PJ7I9gKAWyVAUAtlFlEAgSwAFGdQgFlLKIBKJZQAAABAksBYgoBKJQASiASwSw1vn0NACx876Pzj5wzQLz3g37/ACfQm+Xm92F8Pfv67m+mW5SiAgEsAIBASwSiKJnWTGN4WWaLvGzUCSwAudQxWScenIz6fN6jpz6cTjLBZSWC3NN9Oex4Po+JOQiAABL6fLD7HT43pX6GOXQ48vbT59948novnPX4vNyLAFIEbwPp+j4vpX6XPPU+R4/ufDOnq8fdruwluM8zeufU69cdpc574XjnoOc7rPLn2Dzdeujj5fb4bOdjWEsACUAVSyysyyFlLrFNWUhAolCwIozUKBmwEKlCoazo013jj9R0PJ4PV5QB7vD7z2ELmw+RjeEAfV+V2X67Gig5/K+z5j5gQCABXLpyMyxWs7O/THSbalgUFM46Zs83L0+e5yKAAWD3dvF6s66QlksWTROfL0Zs80680xnpmzM1CAFFml0Q318/Wa6cOkTzzebkCWKpAAAAAAAABAAqUCFlL0xsBTr9FfP6u3mueOIzqwmqkNTGbNcrizlLGSK314dZe2saXrrnsssEsQAlAIBAAAubCJTVlEsSAWVbAAREWC5sJFLvOgBAEAIDPCYJQ1vNXJkSxAqgABKBKAAAEsAAFgoJZQCLAUiwoIoAABdaz1Hv+Z9GPcCigRZSWUWUWUoICAIBBqUZsAFlLLABLBQAAALBnUIBLAAAAACKEBLBnUNbxs0AKfN+l81PnozalLz6YPX7PN6c9FdS92t4BAEsBAAgASwEFCAmNZMY3hVzo1rOjQJNDNoijGOmTjy7cR6vN6DXHrxOYCCkLZTXTns6dePdPm8Pt/JjkCAABAFg3rjTrOdW5pCUFMqJQhQB14l9Xz+3Mnbj7ZrzT2818t70nadJWs6XfPeDEQ3caN3GjUQ5+L1+TWedk1jUBLBYi0pqUubDMsFgtlNXKrLC2UCM0CBLCyiAktjKwtzS+nzbPsb8XaPQ848XHWRZ3Of0+PY6uVOkwPF5freU8beBYT0fR+PtfsPD6Tqzo8Xh+15j5r0cEyoBZx68jKxWs7PR059M71QFVLCxm5nl9HCzkLAAAL056jrrGpres6l3caKo5c+/NOGO3HUksRLCpS6lWmjPTml746czljeLARLKALCpRAAqUiwAASwAWUsIamhrOltlT6vp8/ex5PX56+dvDG+qJWLipixJN6OE78rMKSbzTtvhte2+HSXtc6MrKERQAZogEoASwzrNNWUhABZSywQEsQBm5JqaNULLBKJLBKIDwqoahqVXPtDipJSgAFhKBLBZSAsUEUoikILFIsKBLFBChKAAAAW9uPYz9D5/1I9SWggLCwUFlKBZRLBLBKIlAE1kAA1LACAWUAAAsBLCAShAAAAAAAksGdZN9OfQoAp8z6fy08AzVlLnUPZ6fJ7Z036M9Lmi5AgAIBAEALAlAQEJnWDGd5WWaLrOjSaCiKMrCZ1k5+f1+Yz38/Y3y3yJAWBZRYN6xTp6PP3N+H2+NPFLIAAAJUEKFLCoAFlQBAWAAFA5fQ8fpmu8anTm2SEGufQ3nWTnjWSNYN746OrnTPk9Pm1jELlZSSwtlFKtlGdQzLBYNJRYqgWCoKIgIsFgEKliTUCDSDesaKIAWCoioNIqpAABZQDW+I7ziOvNEELFXHPeCSy1rOo9PXn0m9CBCyc6vPOU1jUs5tZsAAKJrNj075dZq3Nl1rGy0jON4rly7YueM1LIsGs01c1dQNTFl6MQYssBAqApBQgAAAAAAIsFIWUoLrOlus9E+rvO7HPpg+fy78c7ayW43mJNKahHLrk881m5WC6ztXXPSXpvOhLKgRYLASwAAlgssM2U1ZSSwQLQAhCywlhGNQbzo1YLLACAksCw8UspvHSGcje+IqKpC2AEFBAUlgssKlBFAWEAUICgSxVhKQWUSglAUBrNNfY+R9ePQAKBAKlFgtlKBASwAkollE1CAWUssCACoKAAABLCShLAAAAAACKJNZEsNdOfQoAHzPp/KPCBZYtz0On1fJ9BrVluQEUi5LELAEBCpQAQARBnWTOdQlhbrNNWaLYQRUQZ1DONjyb1zNc9YKlLAWUAus6N9+PU34vT4k4SyAEoJSLCywqCgAAAWEsohSFIAFdOZfXvj0z00yW5ZR056Ok5ZNzjiz1cuVOmsdTNmR5+vG4ySy2UkoWC3Oq0lJKMywENXNNFIsoAAgWUSiCEsAiopKiWUbzTViKAAAWApLAAABZSUAEESwWF55sIS1rNj1deO5roxVqQnPeUxpTWOnOzlnWURagKISjfp8neXcxhfR28vpl2Jc8+uTljtzs44641nE1BZRYNJTNguaMrAElKiwFJQgAABCgAKIAgtiNXNLYL24dz62uerLcZOPj9fhmta49JrcqMzWQkrUkTGOmLIDfTPY1prO1VYsuJCwABAAJSAudZM6lNAksFlFlEsIAuQCRUus7ACUSiTWRKIQ8cqrAAiiUACwBFlAJUAAFlEFKJZUgKCAWUSwAAWUBQEoAWU19f5H2Y7gBBaiwWUWC2UAASwAhCgSwAFLLBAssFAAAACAkoJSKIAAAAAgSwZ1k3059BQAfK+r8lPCsW2aL7OX0zfSgACxAQqBAAQFgsBZSAkCSwzKItM2i2UoEokpZnQzNQz5/TyOObBQllCgC1Tp040nj68JJKAEsAAACgCWUAAFQgqUSiKIAF338vWa7SJu5QTROMqszQW6L0xoY1zTnz1jWYEUIQoFmqpSTUMywgGs6NJoFMtZEsoCpQQWIEEsNQCIUFQ6JqAAFgoCACWCgWCgAQEoJSSw5xBLLQOuuOpe2+Opet56LnQ51DWGbMxACVSLAonTHsXjn28s135dlsuYmdYGLK58+2LnnnphIWmemTNlAKgkpJLBYqywmoALLAAoiwAWUAiwAEioNJS9uOj6/T5Ppr23HZPL4vqeNfB0us71pqXnnrk4cvTzs5NkznrmznXQ33x1zq2pqBZNTWJEsoQQAAiwsAQzqU0QQALYBCAssCBZS6lQBAoGdQksIo8eaqKAAAAAASggLLAAAAAFLEAFIBZVSkgFgWFoACUAWU19r4v2Y7hAALLKAoLZRZSLBLACAASyAJqWrLCAApCgAAAiwgEAAAAAACKJLBLDe8bKAEfJ+t8g8aVXbP0jp6ZoAUEAgAJCwAAAAKBAkQksIQ1c6FAsKUhSLFiwkozjpDyY7cSoKCgWUu87Jy6eUzmyQBKIAAABZQBAqUAWCgBAAAAWVDu5dZohrXTn0OWeuTndZNXlle7zE7c8S5Y1mwlSgZoShuapZRLDOd5MyyLrGjYqpQCLkClgFIIi5AFgsolIA1rGi0gABYEsKQWCpQAAAAQAZ1gxLFQoDXbh3l3NJcVDtZ1Xljvk8mPVyTi0syoFCjK0vu8vsmrnUzZvNW5RGNZM51mpnUTE1mzFlKssw1CXOhGQVJLBYqoAAAAFlAEsAKgsBKAJZYWUvTHpM8/bgx7/B0r6Pn6YPFdsbpGkpM465OU6ZTM0Oe96L0lmqFSwSy4zNTUgQCwAIsABCWU1LDILc0oEsIAQsC2U0BLCwRQSwmdZAXySyxKBBQAAAJoAgQAABYAUoSxFgWUgFlUQsABYKQqUAAWU19r4v246hAAAoCgoKCyiEAIQoLmyAFlLLKlgFEoAAAEAICUIsAAAAAEoksEuTpvGygBHx/sfGPLrPtXt7pssCoKAQSwIEsAFgqUJQCgksJEIQSwayNoNXNKAg0BKItMzY8vm9/iXAKCwLqU0nEcUkqBLAAAAABYAFgFJQAAFSWCoAFyKhbvA7s6m2s5XpyzFTpWufS5LnOWdTS5451m5WaRnUIBZoWWlURC41IxNZGs6NXNKKJSgyoigoysEsIUiwWUCJqUWU2lgAACUEsKgoACUJRLAACY6czMsWCgHTmj0ucXV5dZfR25dVytM8+2Ty47805zUrJSpSUO/r83pzWbFXNlZsSAzNZqZ1lJjUsxZSyjOp77PmzvwEBYRLBZaiwAAAEKQoKlEsALAAlAIWDXXj0PR34eqp3mhx6cJYM9JLAIsozNDF1azoktlUAQQsksuZCqEEKgsABKIUTUMpDVlKBnWSAAFS2UsAABQSwkuRLF8gsAIFAAsLLBZQCBAAABSAqUQFgsohSWUSiKIAABZQAFWU6fZ+N9mOsVCCpQAKoKClBBLACAATWQBZSywSgAIABQSVKAhCwAAABCpQgASiZ3g3059CgAfG+z8k4/W5ewTWQAAAQSiAiwAILYKlAKQRCRBAgUChLZSpSlAKAg0zC+L1eZeFgohYKmC8bkhUAEAAAAAAAAAKgqCgABEoSiWAFsC9uFX0Yamud6c1kzGrGkzumbi4sxjWbLrJNSBZRVoaCwSwmdSM5sGs6LQqWhRc6IsE1CEAIogAiWUAqUIOlxsCAJYAAAKgKIsAAABBjeDMsWCgAitaWd8d5d7zqaJDUysnH0cDnjrySAWUWU9nbl1lk1FyBmwk1CSwksTGdYszZoLCdeVs359YEsS2BLBYqggAFgsogAAKCAAsoiyFlE0JvntfX3xLPZZTny3zzsSWILJDdxqUClACUsABLmxmy5SyqhKQLAABLBZS51kyQ1ZQC41kEFgtmioLEKlKhNILLDMsIF8lksqCpQACpRLBZQRAAAAAAFCAqUAgKAFSiAssQABZQFA6/Z+N9aO9zqyAVCgAUFlLZQCSwEABSSwAXOiywShAWUCUAiwQsAQsAAAAAABKJLC41k6b59CgAnk9mC6zDbNKlBBYFgEEoQIolAAUJSwJLDMsIFhBYNXOiplNOZe2uGk6zA0xTVzS5uSebv515gWIpknG4rTOpCUAIAAAABCgBAAUACpQEEKgssAAAUBvEXvfP2VBbEipC8987M5suWoApZoWUbzsudYiJVksTOdQlg6JQtqWwUCwhABKJbTDWYi0ysAolAi7xoqogAAABClJUAACUQBSY3hcLCACgO3Xn3zp0lmtW6OU1DGdc7OmcdDlz68zM1CFFg9fbxdD0480j1ue1ELAkpJEMY3zsWaIoxN4JmyyBLYEABYqwCiUAIBZQQqUgAKBKiAtlJqVfbrh6bPU57OGbjO9QmsqJjWEb5aOrJdXBNMjVzoolSwiyyERLLAsAAAAgFg1mwxNZN3NKsJLkAWUtlLEEBYNJSpUAmdZJLF8gsAqUAAWUZ1CkLKSAAAAAAAAWUAgKChZLAQqVAAFlAVZTf1vk/Uj0Uq3FSgWUJYWWllKUQIQqAABLACazossIACpQACAgAAEAAABAoAIoksGdZN9MaNAEBCyCqJQAFJQyAQASgACUWoSywuNQxGVqCwIQ6MDWLgkkNaxTeuezWs6LrNS41k5+ftxXIhZBx1wohLcjd506M2FgAAAAAAlRKFJQAAAEAAEKRbAUBSc/RzOG8RfXfL2XpJk1lBmyzMpFlIlq1RrGynOOk56W6z0Oee2DlNZIE1vns0krTNNs6AJECiVSpYksWEKiyKJZoTWRrOoogAAAAQqUEALAAAKJjeVxLCACgOvq8frzrokmul5ZT0PJmuvKZHbj3HPrDhN5IohQsEE7d+HaXUAgQJm4JjWbLrNLAmNQzmyyLCkQQoAAKlAAogAsCpSAWWBRASwoKF7+3xfQs59LTjy9Xkzqucmu05Q6YmS3Ojpc0sQRDe+XQ2gqFBGaMiwlsJUASwsABZRKMZ1k1c6KQkQWUqaFgRAADSUqVLYJnWSQPIKFIUAlCkFlAEpIAAAAAAsABQQAWCgTUJNQllAUEAqVQN/S+Z9CPdrGxKSVKoVZYWWxZSgSiAgCC2UZsAFzoLBLAAAAACAAQAAAAJZSKEsAEsGdYOu+ezRCwGdQllAFhagalQCAksAAACCoWkTSBKOWOvJSUsBLAkLi5IQus01vGjes6NXOhz3zOXHrxJZIuGDObKk0TDcMWwu+WjozoCABCgQKCKJQAAAAWVIAACW1cumq499YjvrXJb5e/hjCNFg3rkOzjTpICVLNZGpuo1kMjWYlAbwO8xomOmTnNZG8VN2KpRYKlMrkqCoKljUhZLkWVKirEOjNM7xqNCAEUgLAqAAAAAAABnUXmsJLAKAvs8Xpl741maxm5SS6I2Wdc6LmwzjpDnNwyolQKO++fQMaLCEZGNZqZ1lGs6IgmdZJKsysAQAAUiwAqUssIsoACgiwFgAUiwALTXu8dPqPN6bN+b2ZX5U6887xnrDF2lzqioERKmlu5oWCyiBQJNZSC5CyoKgAlQqUoM41BrOgQkBZS2UAmbAgtlLYKlS2BneTOdQ8goCgAAssFlJULBAAAAVYAAFhAKCAqUWUSiTQwVZQBAFhbc0vs8fpj6m+XYlQoQKLIUq2UUBABLCApSSwAms6LLACLAAABKIABLAAAAQVCkCwASwZ1k6bxspCy5CC2ARbc0qUWEoJLBAAAEAAUBYKgnLrg51CxBJDUkAICaUus6LrNN3FLi5OfDv54ZsM43xLMrNMjVyNQGdjNQ3caKlgAAQsoRQgqCpQAAVJe/WvPvvxPP29nnrvM9jzeryyu9+d6sW4vGXlwTQAAADaEazosKbxD0Z52VjUJLCywINawOrAk1gWE2lLZaoCCzWSAWDZoxNyXGemCXNRLKqUusWLrOi2IASiAALAAAAAAACxFxNZJNQgAp05o9lxuahTGkXbnDrOJOrlV6M0SwysEoy1CWDXXlo6si5uUhBjeRc6GbCSxArMsARKAAKBKICgiwsKWULAgCAKCpSAoOnp8fVd+3xdE+jvCz52Ms9NsjUAAkNSUm806XGoqValIVZYEsJLLglsXNAJQQLc0oM51gus0udZJAtmhQRBIFlFUWBYSpSywzLDywpQllABRLCgJSBAAAUAAUgAASoAFlKlC0jQ5LBKUAEAUW9uGz6vp8PsjYAARZRZaWUoEogEsEolBLACWaLLABLAAABAAASwWAABKABAsAEsGN4Ous7KCSwigFSwllSlBSLBLCAAAiwqUgUAAgudDjnpgksJmwiiLoxrWjN67OE9OThdwyombkz5/R54zLlccd87BEoLcjTI1cjTNCw3eVOrOoEKgoCBYLKJZQQoHt83rssxxrGsdjm9XQ4Z83Y6+frmXeozqePr57IKiiAABLZRrOilMy5VcjbNEsAEBYNFJKMrku8VN3NqpRLDUDKwoNWUSpZnUOa5KlFhNJoaUCAIsABCgAJQAAgoAEpc51FzLCBBSA338vZe0SXGdcjVzsZ3pebrDO86LAkuUS5NMU3INa5bOudDEuSxCwM2UAkpIKk1kFTIAAKlAEsFlAEsFgqUiygBYFJYE1CpS2VdL1NenwaOcZmtXOxQXMNTI3rlo6AXMjprjpetxsBQAJnWbmBAsWAAQtzSgmN4Lc6LjWSAtULCRBZRVACAC3NS2DM1k8goCgJSgJQQoSWAAAFALAEAAAWUEFlLZStZKaOWOmAAFAAqUtg9vu+Z9GO6UoAKlsWUWUWCwEogCUWUksAJrOiywIKBAAAQAAIAAAACUEAUgEsGN5Oms7KUmdQilk1kIFlLc0oQCAiwAAEKBKJLFAJSpSY6Q4zpkxnoObps567bOG+pM6ADOeo4Z7Q4Y9OV83l9vhiYuK5zZMToObcMqMtQiwoLciwLrMjteWy0CBQgFlCUShvHsrhj0crMd+nI5dZ0OOnJe3TPE6zn2zbjflOObKAGjLUMtUw1ElBYOl51bm5AFlLAQFlBSblIozneSEN657S2WrKEsEoi0mpZbAQMY6cwAVGs6N2WAAIsACCgEFQqCwFgoAAXOdZVAk1kBLKJYPTePaanPrDl0RrVzS5ZS7z0IuUmbkRBYKQA9Gps5Z65OcsAM2EsQqKILLARAJLC3OiLC3NLLCUBCpSAUE1mghQLAUhSbyNTWVvp8voNY7eYnPphXXl0l0kWwItRbQIZsANb5bOqVQBBLDKy5CwQqAQtzS2UmN5JZRnWSWaLZREIC2UWCyQrI0yN3NTSBmxfLLLABQUEFAgABAAUBZpIsEsAACglCwKBTcUms7rPLvzjmAFWCalEoWDt9D5nsj3659CpS2AWxZRZQAAQqBLBrNEsAJrNNSwAAiwAlCLIEKlqAAFIogEoiiLABLBjeDrrOzQJKWLCLDM1kaxo0lKEEAEogCwSgogEFAhC3NLKM46ZM6mxttFCJC51TF1TOkLz1DLEXHz/AGeExAKSSwKIBNQk1DE6QwsDrDm0M2I6649QACwAFgqdDp2vjp0zK9fPlU671yJ4/b5l36/Lyjfo5dpeXi6cqT07PG9WDHfGzc1a5tRHLcPPn0yPO71eLtleeeuDCkoIokuzG9aMW5LEKlGdQxN5JrNN6xpLZoiqihZVsWJLACc+uTkoihvPRFlgQAShKJYLFIAAAABUSpVBc51FysICLEWUiwduNPTM6aXOZreJUmr0JtTON4TGdZIixZV1LDOoj0dfP1Lm5MSwyEgIKAgAIEILFIsKlAKDKwoJQShZSEAFCpSUACUTpgb51fRjNJnWVu+XSXSJtZbm2VKIIGbAQu8bXprNLKWABM51EgsBBKEKg1cU1mwllGNQmpS0JEBoILJCxABc01c00gsDyCwBQUECkKgABACwFALKIBKJbCxSApSVSLC9eW6lDWdQ4TpiIsUACgAvr8nc+n08/piaCgqWwCgqCxSAAEFBLABc01LkACAACKCApKiLKsAAABLAUiwLBLBjeDr059CghFsUkoznUM6zTVlFgoRLBLFBFAQWUijNpZLBnUICpQDOg6azSxkSQ0yNpk24Dtzxk6ct08nl+lT5d+l4E5wJb0OWvT6Dwvt9bPgdftbPkX62D89z/R8V/PT6vzot59CLIcuo41DsAAUgAF16K5+mbs4a9HmO08XU9HKdzz+f1edc9t5jc15prhu7TXSLawRmStXFssDUxEpF668+o3i4mnPeYzvO6TeEmsaFg3rloc7CoKyNyC5oysLvls3ZUoqAalXUlhmwzrI3LDlnpzKtLqVAgAABAAqUgAAAAAFCamlznphrOd5MrESxAKCAvXiX1zl3ljoXOgsmRi80kSyAthemdYIWNacq7uNjeZEqKsABKJLAESiAWAACgWUyBQJQUiiELAqUWClICAoDpV5bxTWbFzZDrudJcXSJQAlgkuQlW7zs3ZSkAVBGbCEuQCLCAlKlKBAZoazossJLCgRBKCiTQw1CWDVyNs08yWwUgLLBZRLAAAAUgFlTWbBrOiKM0CiKJNQazoAAXNOuNSqDPPriObUIVYCpRYLvFPoev5/rj0WaAFLAFAAAACAUEsAJZoudZABIqAUiwChCxYlSgAACUlgqUiiASwY3Dp0lBCBalECZ1DNBZRZRYLAAKSVACWCygUgWKMTUJYKBZTWsaLm4IlALEOfPrwO3p5dy6zpNcuvAvPoPm8fqDx9fTbMemRNc9bprODUzsazpZ5++D89PsfIySpZYGdABYAAFlPTn0ca7c/Rmzye35/0F4dPPzM9vbzPL05YMd+PbN1x3maGqlqyYubMzWbLcjUaIEQWSyFmpc51mXOp1Jnvk87eEqSqgsgqCoLcjVyNZogOlxpNINJab5jUkXTNg3CAzjoOd1C0gEAAQAAFlIAAAACpQUdMdFnLpibzneEzNZsSiKQAgAejz7X2TKXUmC5kq5ZRLABYOubFzSOmN5MLKAFQUijNombBBAAJQAAWCggLc6IollAJLABZQCpSxSEKDbFWaUSl5rD0duHeWKjM1CSwksJm5q3NN9OfSXVlCwSwAgMzUTJLLARLFg1LDVxosCAtlLAi0k3DLZMXdMNjDY5zrDlO0OU6xed1DzCwBZSAoIAAABUARqUsuRvFNSUTWSpRZRmjO80oBBWTpcbFzqrz3kxLYw1CSlllALZo6e75/sj2749S2E0goVZQAEACoBZRLACazoudZEoioiwABQRLKCAAAoAQsolBLCoBodAARARaCwEozNQgLZQUllBUAgIQoCiLABLlUsJUAKg1cU1kJQKMqMY3Dv0xUJg7crg2xo1eY6MrOu+JOlzK6S5VENR0OHRU5+X26PzT6Hz82FlgAAAAFlr21yrp5+45enyU567w68PR4T0eL16jlrnubzLJWs2zoy3ljWERCULZSKSTcXCyLalzz3iW9MbN9OW5rWOsPPn087nyzpiyKTKwUJRQAAG8aTQFitM0gLrOpdNDGbACoLACQABLAAAAAAAABZSUNdMbmucGmekTnnpisNRIsBUgIADXXgPRnlV3mQsgqBZRQ1ZViou+ezM2MTcMXUBUKqS4GaASKJVIojQw1CFJZSKIoWClIoksIBYKAUFIsUBYNs6UsWY3Dp38naOzKCZLJKuWSyEJDr08/Q9GufSUFksBAQSwmdZsREsipYTaUWDQJbSW0loloi0iiABLIKgsBFJKPCsoCywAoEsAARYAJQtmhnUIClE1gtgtgudQllLc6IBnQmsaN3OiUOa5LFMzUIApVlL6vJ6D2ejzeiNaxpNWChQKlAAQCCllEsAFzSywCAIAAAlVLLBYQAAoABFBCgAu5SoAJKUlCUALCSjMsNWUAqChAEoSiAWCwCjMozQSjKliiSwXI3c6FBNQ56vQZ1zMuY6SUzvlRcbOmblN6yNuXkPrXwemzqmqmpo43nsnTh1OHxf0Hw45LM0sAAAAG8dK9nm9OK105cjU5bPL6evnOvL08zHXGJQzuAgs2l3hnpDlN5M0GmTc1lKFw6alxOnKJjWZdduHddtJYzk6ZsTz8u3PWcqSSwVTLUWAUE1TDUTVgqK1AAWQ63FlzLC2WliQAIAASwAAAAAJQABYGppdW5msVVaaOOOuDE1LMtRM2UhEAAAAKIAAF1ZShdIgsNa56WkS5sAssYLmiKAQsBQFihAjWQCgihFIC0JnUSWACgWUWUSxRSUANXGlCazbDprjU6TmTcwNSSqkSxku+fU9HXl0zqkVLkELAgJLEmdZskQsWy7myXVM20zaFlCCkKgrIqUAikiiKMrACefv57MhYACoAAQAAAC6lE1DILZS51kAJSkLLC6zSywQJUNbxo0CcuuTKUstMZ6ZFzShb146Po9vL3juVLYLYKAUlFELLALKBLACazoubACCAAUAEgALCgAIoAAlQFJqdAsCURFAEKCgAiwkuTVzSoAFgWUWUBEBZQBASjKiLBKVLCZQtgusjdwNzns6WBA4Y9HEaxs5qHTGicOuDTPNO+GDfs8fU9sXU1z5aOk1DHP0ZHzfT0j4V1nNSwAAAAbx3rrNYr08OfmLps1jh6TG71l4wmgmkRLJS1d4ZubIkNJSNDLWRvno6bzqWcO/njMF124do7wmucuF7JpPPy9HDWIEZogFlU3gllKgLBZUFB0rm6YMqhYLCqlCDXThY646jk1klSEoSwUBCxQAgqUAWC6zV3LmbqUu8aHHtg5Wky1a5zpE5zeCLECgFIARSUUsLZSlWUilIogKlGWbEChAAAAFgqVU1BKMtQlgoJQAWUk1EyCygACgqFAWCgallBpAZ1mySxkQqEqAB15d17dOfTOhFRBEKQsQsRGbKzKS7z0stUWCwFgqAQoCiXQiiKIpIogAEo8IsksAVZUgAAAALLADVzS0MywWaLKMKIUsUllJQoCUk0CDrM7IU5TpzGs0soy1laBZT1er5/vjvvh3KLLZQAqWKECoKgWWksQCazoSwAIgAABLABYAAoACKJZRFALuVUsCAAAAQtgpCyjM1kXOgUiiLACgBAACUFIsCwTWSWFvO8wyN3FNzNM566M9rSMbJWTpnlDFiM2ZrpcDON5TGNc9TrnlF9Pq+d6svdOPWtaWyUNY1zHH0c4+f4vo/PlggAAAC+nz+uuXXFs6eW6CbXx9bk3249Zc89ZztYVESoNdOXTWGOmdTlnpkXOxNDE6U5ds9I1bDl5+vGUg3149Ze4mpy6c13rntJz3i45Tdrk65MLBZSy0zNjm6Qw1C6zomoN7nQzjrk456YQlAoCTUMzWI7dfL2rrkMZ6yObWRLIqCoKgFIsKAAUmpV3JZqLF1vGzM1DGO2DNxS3NsnLrhMKIqyUgAVYsFAaJaFlWiFBLBKrMZQEULLKAXI0lIoliALclqiSiSiWCpQBULBM2CrCwAFlAUCgWDQlBqASyzMsZSywAAB15bj09OPXO7GREDI0zSxFsRESxcq6b57TbOhZCgFJbTNtM20lABLAAEQBAQqDxxLAAUAEAAAAssALc6NSwyBYNJSTeCwLZSA1FM6yKsKlM2wbxTolGNQ5tZLYNJSNDJDXu8HoX3bxqOusaspSUAioUAsAFlEsoRGs6EsIsAgAAAlEsBSCgAAAEsCwWU6JFM5NzFN0ICwFlBCgsBKMWwtmhQk1CKIACWEWUFUlQQARAzFvPpTg7ZOawWdTXXGTpz55NduOy8pksSLvnsY3zNRzpzSyY1jeUSNbxZfX6vndc36lzNS3PQxnVMNZJ8L7fxs3AgAAADr25ejUkcDvnj2PR5s914Js7c/Vwl8oz0KMykiideXTWdS51nMQaxD0M2gje5uJjpxOHLUlgNdOXSX0MWac9ZLrO0mbm5lc67TmN8+g893zNaxoTQk1CAoIo1146O2FOOd4FlSWKsBVNpZeG7g7sasLBkMtZgiLFIoiwAKJQAtVSWaSprWs0s1KhEmOkOV0M51mzM1lAQFKFVYoyobzsjckl3FsZItJbEmGKQSpaoACCgQLci3ItiLAXOlAZ1CAA1LAABLEWCpSAWVbLCUAKlLc6lSmooi5qZ1lmC5AAAWDt18vSX0TnqaSQskNsU3MjUkSyQtasbUaBQWiWhYKUlUlEiiSiKIoiiTQw0MqPBCwAFAEKEAABbBALrGgCAAtzoZ0MqJQsUWBNZLc6ICwANa57BC5oylGsjdxsmdjn0zD6nTy+yVvG01c0qUBbAsAABZRACyazoSwSyAUAARAAAAAAoBLCkAG86GLhdS0y3k1c0qUlQAAtABLBLktxo1c0WAsIBLBZCoNMUrMNTMNzA3M5NzGTreVO2uGjphs571SNQ53eBzuYyQpTHTns1y68zPLWKznWN5REFLbteXTLN+v08voSlqWjGdUnx/sfKl8gylABKFnQ78/RjUdfJzOnp3889rj2XXGek7+T6Xgl8Flz0AhEoGs2zpmXeczplOc6ZJvOy3Ozv0xuMeXv5ZeQIFu8dI1d2azdQypOXPvi5ltOctq3FLy64MWCyCglgtyNJRrA6a503y3klhE1KltM0W2IY3g1vl0s0lJmwgE1IiyFgoICpQCpotbXLSbzNRVkOklJLEwsERGLmkEKJVFFVSS5lW7M2k1mUAVol1gmJixBApZoELKCUAlCAAoBIUKhaQZ3kAtlIAAEk1BZRAqVagAlgWUalWiWBQJNSszUZysuQAAFg3rlZekwNSQ0yNMjTI1IOvbh3N2UFBQBUKBaFBKRKIok0IoiiLCKIsPmpbAUAAAAEAJVsEAoLLCKJQWC2CywShc0qDUDOoCwsACoOklCCTWSpSpS3FOmGjX0/le9fRrMk63OgFoAAAAFlICLEazoSwSlgAAAIpIAAAKAAASwsC2Red5bN6xsuLk1rOi2UAgFzS2CoCUSwzrNNWCkKgILGSyCyZNTMNSQ1JCgQMki2DSDfXHY0mK1jMi87AgLC2U49OejrjUPPLzqYTeURLc03049pdNdJfXmdU1vGaLoavE5cfVxj5M1nNELLCoL6OHorrMrNcN+ZfVnrg8/uvnL7eH0Dp8/6XzpfnDPRpTnNZQLNFM7xqzc1NZzncFWWdeXY2sk4eX1eVYFQi9Oez0a57mqCTUTGbiyXKy564MtC3EKoxjplJQkoy1BYXU0JQQBEqK1c0oWUGNZGs6KVICUL2409PPfaXwZ+jwjyt4SAqUVVa10lxuxpllaCZ1ga5xO0zRiwzNZsZEgKUVVKlAzaNXVMtWOboMXYlYscZmwElKSwoAFgAsAAABZQCUhLC2FqUk1kazogAEsSglBKWAtlIsE1CAus1dCVKWASyksTMsuQQAAAACwgAAKFOnXHaNFWULLCoKoW0loIKRKAgAAAgJYBD5wsBQACCgAAAABFlLmwqUAJSpS3GhLCWUAqBKCCwBF0lRrFLLCggLcaCiXI6+nxdl+o495Naxo0lWpQQoAAFhLBQJZUssVFIAAQqAEBQQAAKEKgsAFmOnIxrns2zsTULrOhYNIKAQqDTNKADKw1EKgqCoGWCyQsgAAlACSyIoiiamztqCZuSZsJLC2USwVDjZD0JTzcO/lsDeYUalM7zV6+jy+iPX05eiOelpc7L5PTkyzqPi49PmlghYLq7m70x3sxK1nl24dznn1cjxvdwPoe3ye1J8/6HzmvnUxu3NGNZslRLc2qQ63juzUzJdSWa6ejj2uN5ck5+bfNoIShVN7xqa7XNEEzx74szrlLO05Q6YzEoAKkNQIUTcIVWmiZ3DlYLAlWwUmgBZneCbxo0VJZSWgDW+Nl9WvNuXvytPJn2+ZOes9zPS6mlJtw9GE46aqwJNQzm5JmxJLhNZLIoLSVSalWrZctDOrsW2M2wSwWc7HFiy2WyLCWACgAAABAUAACgASyCUWDUCWVU1AlASUBFoIC2CyiLBKFll0FEUBKqAzNZYgsAAAAAAAAAWDr383aO1zVqQtlFoVS3NLJDTMNsQ25w6uQ6uQ63lTo56NJUk0MzUPmigABBZQQoAAAQFWVEsFgqCkLYFg1KMgWUsBLAQ1KMhVlLENJUAASwusUsozpk9fu+R6193TnuN3OgCgAEKBZUgWAWUssIsAAEogAQAAAKASwAqAFnLtg8/TPQb3TkomuezcUhC2CgjUBSgssJNQkogCUsmRhCyAUUC0y0MtjnOkMzcjLQz2z0LLKmNc4QIBYGGTssOC5O+ufQ4+L6Hh1Mw1lZQQ1caXfXhqPd28Psl9GcaTduqxjeTj01mPN8v6nzIyJVnSXdJ0mfRvWPL6c8NZ304+k8Xo6+M9O/L9A9nbG0x836PzmvCszqgzLlEqlCyIqGqlR15dU9Gs5svDpwOUSWgqDVzTtvHSaJk0lSYvGzXOyyBFAsKmzDcIQpRW15uozuWXON8qkEoFlsAXOgFkuYms03c2wCoKgFW9OXTN3rGi3JeXS5k3rh0a1cSXphCCs8+mDFUq0w1lM41myW6TN1DNUZtJZDprhV7Xz6j0a80PW8kPVnyyz0Y5E3MhVoQShAFFQAAAAAAAAFAEozQCFgoAUAABLBZQACpSAqUtllLFEUQsKEJBhLLAAAAAAAAAAL147PRvj0l0g1Zotg0kNTMNZzk3Mya1JIqJagtgqDTKze+KzveGrOzGk+aKAASwWUllAIoAAAWEsURRFIsKgoFgsACoAEsGslssAKlCUBKgsBQFGdZHTltfo+n5fuj1XGygoJZQABYEsAALAEKAgsAAEAJQgpCkAoAAFudQ47nQ653yMLkzvOygsBKGsjTNKUWUQEsICARBi4IgqUtmi3OgUlABLCZsJc7jXTl1pjWIznWAABLDlVO2dczlIXr14dx4ff5LPPDeRUixVSNa56l6erw9z6W+fRNYUx0lOdsOHzfr/ADTyjNduXabstmp6eXTfPhvO7HCjn7cU4fS830D0QTn876PzWvIM6SxJmygShWbIXOgsLvFPTMbsef0eY5WJaUiwUOvXl0luNZVqUzjpzucZ3i5lg1ApRZolgSwltVrMOjnsqSVy3iomkjUpZpJNQmpQqM5sWVRQWaoCFBTO8pe1llpSZ1qPP0ulxj0YXIJJk3nMTWudXcxDWVszaZpUk1TC5WGQREKAAAlACalBCoAAFlAAAAAAAAAAFgsogACIus0ssUlAFQQALKJQWCwKg1c6lqFSwSlgpmxJKuIAAAAAAAAAAADp08+49N49V3c00zDTA1mZlsqaLc6ysCUFAgsook1Eyssu+TU841gACLBQllAAAAFlQBLBUKlAICoKAAAABKIFWUiwAWChAAFgUCwms6W+nz6Pq9fF643ZSywWUAAAQAAAAAEogAARKUCKIsAQAAKlRdXIzvA78kEsM6xTbNLINIFzS3NN3NKQqUudZIBm5GbkmSIQazotg0yrbI1cU2zS5sJLSNBvNGGYmbCgAY1kzefQ7c+mDz61lcerxek7cO+E+c1jpmgAoL24+nNnP0cpe/0PjfTs7TOrIBOkOXi6yX5k1nNvbl1zu759ZdTGt87jHfWczeVz0z6C/Q8vsLmxM/M+n81rxkzqxUznWagLc6LjrI5WwtlFzTrvn0snn7+eMhVBLBZTtvG5bjeZqamrJw78bnnKuYoazoihZDSQsDppV5KJrGTriBAlWqlJUKhLrKN41kzGV1rns0ozqUELFqWaib13OGt4ltFlSPRz12rzYuZrOWRiZZCy6lLbsxNqysRbSW4MYuAsEAAAAACUFgIKAACgAAAAAAAAAAqBYAAEqFg1nWRW1xO8Oc1kgASoKhaCglUzpJbYLLFBUCZsuJYsq0wsAAAAAAAAAAgVb05aPRrhtekyiyJVamlrNS5VmxFCrViwFCEoqTUMTcTyjrxSlEFgoJZQQqUABFgApCpQACAAAqUAAIAAUCxSAoAQQoKAQtlM0O+NbV7/AJfsj365dCgqCyggqUgAAAAEoiiAABAURLLCwAAAApLlZFJ1x0M5ULDimT0SiEAGpRZS3NNSC6zoQJLkRgubmMkALZS5CoKlKzTWsWtWUKBk6uNJi5hLC2CkJyYJ149zty68TKcadfP0Pcmo8HL0+bcirBSAvfhrN9cms3y7nKvrd/k/Vs10vOxz1g5Okj5XLtxzp149ZrXTnvOptjeO+Jw1n0cenU8fees9fo59EgMfN+n8xrxys6ikznWaFM7yNyYNSWFCro10m7OHDvwlgNXOiSwlQ7dOXWW5smpvl0HHvjWfO3m5gRZRYKyKgEXreWy2ZLmCyiKoUlkKILCNYTTNGdZJqVdaxolBEFzou89Dfrx3OHn9vjlWVUo16vH6Ux5PpfPXllki6TN1bJpo1m5IpJoNQJyuFzNQZsAAQAAFLAAABZSSxKAFpCgAAAAAAAAAEKlJqAuRYjR3Wei9JrOd8V58OvO5wEBAFhaUlQtlLLJZZShUsVEsyuWQs6M0zLAAAAAAAAAIFUoCW7ml1qazotzZbZYQmdZqLUWlKiKI1CKqLAESq8Q68AVLBYKQqUEFlAAQAsCwWCglCAAAWCoKlBCwAUAACpQAEELYKCVDQOnp8vrXz3t5o+n3+f7jolAAAAAAAACCoLAAAAAILABAAAoCS5WqM6yJ059C51k8udSPSlMtqzbSKJVAJWhUEsJEJmyJm5IBZoKI0I0MXcMzcM0q7xo0yLIM+f08DlSNXGjpeeDtnjCpDXbzeg7cevmMctTUJD6HXy+rN4+H6Pz6g1kloBZTv18/o564cfX5ierw9a+3jPezLSzPL0eU+fw9XlzprLN6756mu8571iG9TzX0+Y9muXtPXRIDPzPp/Ma8iM6JUzneSCiBLASNsjfbl6DbWLPNw6cpbc01rNLnQyDW5qUaazrVBEY3yueed5sixLAAq1clJdSXUuTE1LFlAqgyqFgSCoGsjWELrNLaFQksGoNerz+86blTPk9nmXhrNmtRTPfj0T1+b0Zs+TntyLpQoWaE0TJaAY1xjMhbILABAAUAgqUAEFCgksKABQAAAAAAAAAASwAoLLkFOnr4+nO9ria5+fr57Izq5zN5SAFSELRalFlgFmgFXKwZ1mzMq5llAEsAAAAAAAABYoUWVppWrrOlaxoolQZsItJdFKiKJQATSszUskogTxDtwBQJQSiAssKAARKACwFQWCoLAAAAAJQBYBVgBSAWUsAEllAFg1AllNe7wexe3D0Zjy/S+Z6j33NKgqBZQgqCpQgAAAAEKgWAAAAAAALICc+mTRVyzTegY3zOG4jrfL7DOoFKAAWUtlIsEsJnWCSyM5sIUVRWhbQujE3ms53kihKJLkqBz6Q43eYyvI1ySrc2LjcXPq8/oOnDtzTyTr5quUPT7/mfRjp836fhPHvmrvOXSyrKVDfp8vfF6TUPFPR5D63r+b7LO6tS8u3kPP4PrfKzYSXesamuu+Pe5mdzU58+nQ9Hu8X0TUsJZSfM+p81fAM6RTKxJLmkoiwgGs9I16eHdN8enA8+LFlQ1rA6M0qDfXh2l1ZWqEsUzz780806NZm70l809PM5OsM6UVSc94EQkssoFg1JSELFC0xdUxq5JnUC7JrI6c+vOMwVc7O/u8nss0pJx78jx0mrZVmpE9m+XWzxeT6nzySxFg1rHUyqs1STQ5+bpziAAAABRCwFAAABZQREpQFgoAAAQAQqVQAAAIUgFg1midOfWX1ejj2zucunNeXDtxucWLnSUzN5IogRZVqUWItlUCwEoznWaksuaAACLAAAAAAAC2alCVqbluqlWs6tllqVWbAom1hKIAgKBQAUmdSsrLPFN47cAEUJRKJQEKgoIpAAALFJZQgAAAAASxaAAABYAFlC5KAEAAlgtg16vJ6F90WPG7eU+t08vpKAAAAAAAAAgsEABQAAAAAABLKlJJyPRM5XDGj03OycO/A83L6PWPB7NQuLSXGqJS2C2C0AJLDONZJEjMsFtJbRpqmpoSwkuSSwWUSyJEKUk1ms5uY58uvKpq6jDVXLXMejy+o1w7eZOPPeCAv0Pnew9/DqPkZ74OayrrFOzOh18+j28754nGU9Hv8Am+k+j18fr1Onh93ls8/z/b5c3nLJbc6Xfbz7s9OMeizy9s9z1evx+xLLFJS/P+h41+QszqagSwmbLIEELKWaiO/bzd015+/nOBVRSAtzTRompZrfTj2W2UpUZ0Od2MW5S5YGSikMhz1grNsSiVCwNFMlWNZjXTn0sjQxN4OdQ6XFLFFwJLTOps9fr8/pSipjeDyZ3jOrrOludQ79/N6bmeP2+ZPHmyqC9efQjUGdZGLwMQgAAAARQFAAAAUKJLAABZQAgqUISoKgqChQAAEsAAKB34emX0bms7xz3leXHtxucZ0uVzTebTAIBZRZQWFlWxSLBKM51iwLAAAEsAAAAAAAjWpqaiyXXTHSWrZqalzVguQWVbVgCAAIKABZDTNNM0TUrwTU7+fKwARQCAAFAAQAAACpRKIAAAAAAlUAAQqUAA1mwFCEqUAAAvq8vsXv1mYnl9nmNe/5f0jogsCoKgqCpSAAAAESgBRCgEFgqUILAWWyW0zjpyGLzl59ePoO28brPDr5ovTW46MbrnQy7ZrFCyC2UqUsBnWTGbkZuYhS6mibaqaaBBLkQAJNZMy5BYtCc9cCYwO94bLrNlLkvHpzp6fL6kx4fd4CAFJ346PqdOHc4Y65OHk+j5Tz7vpPO68TFyPby6U8Wmi9sdjfXjT3Xl01OXg+l8w4wzWs7N9ecs3jvmuft81Pqejj1EQqaL5/RzPh49Xnz0ysSNQxNZSCk0TKljSL349i+b0+Y5lIoAAbwXt05dpZbk1ee13rNCc06uOjeOeE6Y5yzcwOkwNTNAsmpRQubCAqUpZUtMdedN0sYZM1RVWdOezGevJLrOhvHY9nXG7FgZ1Dy8fT586tzTcVd+ny+lNce3O5+bnpyq6zo30x0JNZEDl5984AAAFJAFWUAAALAoLAgAAFBAABLAAAWCwWxQgoEogJYLZoevy+ua9FM6xz6YXjx7cbnAuQNXNGdQkollFlhZQpVCwIQznWbAsALAQsAAAAAAAWXWpqalWXW5rNqpqUhECUupoWJQCCgiUWCoLKWAqE1c08Ca9Hnmd4AAEsKgAWCglEAAAAWAABYAAAAWAoJYLLBZQACywWAEWCgFIUnr8nVfq4uoxhs8Pv8nc9kCgAAAEKAAlBCoFgWAAAAAACoLZ2s3w7eM6ZzpeXHpzjPp8/oO6K5+L0+KPoa8Ppjv0xupz64Lvh0JneamlBBYNJSY3zMxIY1kamjWp0pVBBLBm5KmTbENzITeo53cMzXAz5fRzOXTlo75uomekXmkN8deeu3r+f9BMeH38Dzb9HU83XvY5Z7wz6fP3qcu3InHryOfo8/Y5+brg5a7bNdGjzY9eDn24U6Tjk+j7Pmemz0/K+t8mvMMms09HPfWrx1uvP9Hxes+hvGhELc7LnUPl+X6Hzpu5uYlmjGenJEKqUEjSaM9uOj0eb0cDjZQsCgVZNQvo83Q9EzZcWF73nEvJizWZEkQBFgsKqUKBolmzE78TIgKpVVBAqESDVzsLBYNYQuudOnp83sr0bzUsoksOPn9nml53OpbrNW+rzd0651Ln53D2eSnTHQ1sMywcevkjKUBQQBAFAUAAABRKgIAUCoFgqAAEAAAABVgoIsAAIBrNjt7PN65vosmueOmDhx7cbjAsLBc6BTIAFIFFFoAJLmpmxAsAAEAAAAAAAhrPRbTO5vPSXWprNCVEpELrOo1YWiIsAACACpRYLFIAg8Os30ebUpcLABAAAUAJQAAmoQsAAAAAACChUsFlEsKCWUAAsAAEWCgFEolRfo+r530I5XWDnLg+hc6LLCwLAAAsAAAAAAAAAAAAAK31ySeP1eevL6c7zcc+mSejPYq5pHmj0X5nY98wEzk5dPP5z7meHcFqZsANJSc9cxmombDW87Naza2zoSwksJLCTWBkLZo1vMN45+aO/muTj05dTphom9WJnXIvG5J082637PP6jGd5G+eo6MjUyp157OnLryOXDeRvWzy77wUFgRxL5d8jeoO/o8Xor6fzvb5bPnqygOnTj2q9cbrHr8XvPbZTMou86EuTz/J+x8qa5MpaQ1hlJZQBLTO2TUQ7crDmDUpZVE1BKMrSawNsk6SQRKsiEsQAKAWaLNDGwTWSyQWUrcM0BC51kEIUupTUKsDLUI1k37vD707qAAMcu/OPG1maus6XXbh2TulufN4fpeCp1mxmwGDn5t4hZQFEAQUABQAAFlIsQgqUBQACwAABAAAUAAAsALAILLBrPWXv6+PozvWbFxz6c048e3C5yWxLAg0CLktlAFlihVACY1ixLECgEogAAAAAAAi7zqaqpq9M7zdVZqEEQFGpqFlVAAIFlCABZYWAsCjKyvDc3v5tXOhnUXIIAACpQAAAACwAQAAAAAAFSwAAAAoABCgBFgoBQBKOv0flfSl7cunMxy7cD6G+XUAAAAAAAAAlAQsUlgUAAAAGs9LN46Yrl4ve1PD36M3ne1lzoJHmj0z5nrOOvTg1ry8z2Z8vUcvRYdfFqvezaiwAsZJkIqMKLuUtlq6zSgSwmdDGekOV6UxrQnLXgicM9D1Tpzh035i+bW6dMajTEOPL1+esbxs6e7w+0znnxO+eUs6ud00yTt38nozr089o8PTPYUDHM7ILEOfDpwGdKnTGx14j6Po+f70+PN4CU6d/P7TjnpxrX1PB7j1WCJTdlJmwx8/6HkX5qzOksSZ1CFIoUNzMWShciFJbow6YKlEsAJNDGoS2CSiASwABALvFraQ1lB15i47YMalNRTNlpKIlMmRqai2qEJaQQssL9Dwe89FgsQqUmN4PJz3zzres6XXXj0PTc6uMeL3+WudsJKJ5+vliZ1kUCFBBQAAFAAAURAAiliwqUWCwAACwFI1kAAFI3Tm6jk6w5ukMTpkyqHp5etrt1zvOs51gznWThw9HC5xZbEsJZSgZ1kqUoFlipVpCoJjWbILAAACUSwqUgAAABY1qamlms61vPSaCWEIBZTVxY1cU1IUAAAAAIoABSSyvBZe/musaNRTE3kgWALCgAllAAALABAAAJRQAAEsAAAAFlAIsKAEAoFgULKM+/wehfo5qOfn68T39OfUAAAAQKQqUIFgKIsABSWABYKlAHfh6LJOmbOfLWJXXj2XcoznXMnz/d4I8/s8nvPQzTxeTtwL7/AAfRjp049TxY+lzrrrnssKFMY6cyFIqM20WqVRQUIZNTENFGsjWM8I58t91+fv0Zjpy35z3eL2+dPJ35dheWDvx3km5iunNoezyes8vLpzslitXOtS3NNduPfGu++XWOOd+Y7zzDXLOq1rnT0axY48umay0SWKsWL7/n9S+f6XzBUO/Xl3pnMO/v+b9Q7QImjSwmbCcO2T5PL2+TOszWSEEsKgqVQIoijK6MumC3FW50JNDNoysSTQyAVJNDKjLQzaM2gUCiiTUSs0QFiyoKkLJCylnTOjZTKwtzUuaMwXfu8XuO1JKAQnPeDyc+vKa6s6XWsaPT049rl5/Rys883kmdcjjyshnUIAFWVAAAAUAAEqiSxQAAALAAFIAC9eWjtxsMAb13l59Ou5rF3JY1CNUxbqznnuPNfVTy9epc2yM51gY3K4+f1cGeFLJNQmpRKICUKlKiLZVsBLlJmywKAASgAACAlAABZuXVlzpvO5repc6iwZsCgEIVZS0gFAAAAAUgBZRLK8Es7+e2VLrOiSjAIVUsKACWUAALAUgQAAAFSgABKIAAogFgqUEKQWUBFlAKgtlJvI+pefWXz468z19eXUAqUELKAAJYLLCwAAAAAAABQQvp8/psiyzxc/ViXj6MdlpzHDXlj3Z8HpK5eePT28PvPD136T53suzycryPfwxovt8frrZaSwzjWQUlUlUA1WiWwZuTOUJZsakNYz546c3SXl1g5208vDtzTv6/l9D3ceODXD08Tes7MTMq2wvt8PsPLz6ca3i5S9OWjokq+nx+zN7dOeieL3+Ewquee2S3OjvZI4w3EsFSGSXVxs9fi78UksO/TlTrw74r0fS+b9M0DOpo1nWSSwyo8vg+r82XjjeJZULneTIUQtlFaMzpgVtYQmd5JqaCwtdTz57czE1kSkzbCs0stTLQi0iiW1cTplM2yhUhbMtQTQwQQBojULvGlqCykyQ0zVgO/u8XtjqlQCSwnPfM4ce3Ga3rntdazTt38voud43lPLnfOp5OvngRUABQABAAAAAGpoSwksUAAAAABZSLADUlFlM6z1jt259pu2JpnQwmTprls1rFXTBOusaNM1LnWSS5GdSsce/NPLnfO5ssFgoICWUWC2WFABjWKgQKAAAAAEAAAAhvO1tXO70zrOtWJQJKACESwtmlWIAAqVQAAKIEKgoPBLPR56lS6zoAznpkzUWywoAIoAAssFgsEAAABQECgiwAAWAACggAFlAARZRZRYNQPZ6fB75eU6Dr0xsUCCpSKAIogAAAAAAAAAAKg16ePayZ3izjfPJfbrnpc8OnCM+b09l+Zfq5j5ePp7Pm/Q0Tz+nHQxrWzzdb5j1vmdT3Y49au+XQudYqAKIsEQusdDWsjUkGdQ5zpo566Dnz6eOOm/n9V9d5+iTE64MNcyzjzPRxdjxcfrcDhqjGe3I5TVrGd8jr6/H7DzcunOszcJZSwi+vj6DtJDt4vZ5zzmK6SdY5u4uenI4jUGSzUMXFjSaNXOzlQ9CCdcZr3e/xe4oJvGxnWSAFJ8/6XnX4zeM2hZbDnLBZoysG+dOtx0XNYNYQ1vn0FkLnQzuZLM0mdwyoikzneSAtyN3GioLcjUEsqzNlGdLIohBiwq7M6ombDWs7UQZsMrkqUmpqPT6/N6ktg0CSwzz68zhx78lxvGpelzV3383ZO7MuePDv5K4ZZlsABQBAAAAAABS2BLCLAFAAAAAAAAAAbwj2dvJ6ZvdymtMi89wxoNMi3I6656XdxTcRmSiZ1myZ1DzcfT52ZCpQpTFsEsKC2WFlAM5uaBAoEEUABQSwAAACLvO5b0x0zvVWXNrOpLAKLCERc6LZVCAAFhaAAQtlhLCUFg8Mr0eeWVGs6KBKMLBLFoJZSWUAAKIAEAABQACBQQAABSAAsUgAKAAEFALYLZTX0vl/Tl1daJpSUAAAEolBFIsAAAAAAAAKlJQ69OfTUY3g82ulzZHMzjWVus04cJ5z0duH0Infl1NTUSY6jyeH6/ylv0/k+49Tj2TK5q5ZLcqqIALqm1IQZuSsjprA3znGLzxzX178u49NwO0wTOO/A6eTlyOWs9zfozyXtz2OeOxPn31cKzhse3x+w8WOnE3cKtxqEo7+jydztIOuZs8NbOnRSILx7czx7LAoQxnriG8bFzbNZ3lem+fQzNbPf6/N6CwG5ombkAVS46ZPjcfZ45qxZcqM8+uTOlM46YJZTWsaWwJvNDWTWdUzVEuRNU5kKlJOg5TRMTcMqJqC2CgjURc2xLBcrNshmjOpsm5okuSZ1FvTls1nWSJDWVMtQu8dY9Xp49UtzoopLCcuvOOHHtyXFJd3Ol1vGk7pLnz+D0eUAa1teed4AQAQoEoAAAazoSiQLBQAAAQAAFllAAAHTHol103rOubWFskKwXpeejedQyg665dDSaW3NRLERKksTHn9PJPNNZsUFBKIBZQsi2CxKzLECgAQhQCwoEsAAAFIupqa31xvOtDOhJYUSyksEEmpS0UIAAAWCoVYKAsgADwrPR5xEtlKUAmdDMsWghQAABZSLAEAABQAAIsFBKIAAsAFlEogFgoAQBZRZS2DX0Pn+5faqIoiiAAAAAlCKAAEohSKIUiwKAobTsSmdYia5WXXFkkuV9F8HONeLea7fQ+X6I9vTh6DaUz4vo4Pmeb69Pl+z1Q2ySS5qyys0BqJdBZQZNS5GbBrOxnXIxxnkPbryfQl+b27U6wNZ68DeZ89Pf4d9j5/b081305dCkJz68BfJuzpneTXq8vqPHw78TPTPrPHfX5gC3GTvfPo9Pp+f7Tyzp5j368Ojprz+g7c98DEqyI1ALCUElKu8dhN85db6bPZ25dRZTQMywFLZS51k8Xzfq/MmsqlSjONwm87OeOmDINazoixVlOuQanU896YGdDPTOiY68zM6jlpkudZEpJKJKJQoKhLCiESywaM6CqKo5t2XE3gQWpbJLkXOiyoduXY9nTG0tlKKTUM43g8/HvwzZLF1rOl1rG06yLPnc9YRudDRDnjeBQJQQqFpCkRUKCpQhQAAABCpUSwKAUUk1AUiw334eiXtvDO9yDOOsOE6ZM7wO1403kL047XrrGjQQQsSxmwmNw8nP0+e5ihc0qAsKg0IsKkuSBAoBLAoAAAQAAAFmo1ubmtams6oztmyKlLLKkQSkalKJQABCpQBZSAoVYLFiFPBT0eaLAC2UsAoxN5UCWCpQEAVCywAAAAAABSUhSKIAAAAUSwABKAABYLYNJS/Q+f3X7LGosUiiKMtwxdDDYxOkMNjM0MtDLUIoiiBBSKIUiqnXn0NxSY3zMcull8PpVc9Oe47c/No1nQ118nI+jfD6TdxDfn6/OPfvh6Tz+f6fmN9OdLFsw1iuvPI3bISaLvNBStDhO2C2ZHn3g8fm9nllv0/B9Es1DyOXBPpY8XoPR4PbxXO+mDO+VOzFNcO+DnjlgvTPezF1B6vN6jwc+3EvTns1iUxcixClJ6vP6Dfh+l4jnetOfoDr5vR5D0S9DyTedSENZ1kosKJUPTvPaXl6eOD62sU1rGykJLBQtUZ1g4/N+p4JfJcWa1Ay6jloMY6cyAtzTS1cXWTWsdB14U3gDWSwMxDqlGEBoxblJNQjQjdOWe3MXOksLJKqLpJbTKjNmhu7lzN4OedYlkqlhGbKlI1c6L6OHqO+86S1SoqxCY1k4cO/GWTWZWsaXe+ezdzU+dnrmy2kZsMZ1gqCpQlBFpCpUJQlKgBQAAACUlQUACUoLmwAA138+pfXrz9M66sl0yGbCRBZSlM1k6dOPQ63GhYGbmksEEnHvDxz08UwqyAWAWFlqywmNZQKAASwqCgAAgAAFiLvPVbubxtZc6CWAtgubKkEllLqVQgAACKAAALAqFqCpTxDv5ijKwtzSgASlyCAWUBAAAAAJQAAASwABQAAAAALLAEAoAAFgoKlLrNPoen5n0Jrowjd5jq5jq5E7ONOzkrtOQ7OQ6udOkwNsU0gAFTLQy0MtFzNkzpabgvHv5jFxqame3GJ249z5uvTsm+HlPo+Tr2PN6M4js8fRfT5fVizXDv5q9dzs5WVOhJZz78l59L1sw1zNrktyNXETbBZjrDi6eYxnyyPrY8vc63hxPXrHU+Zy9kTyezh7C53hc8unKtrk2ljNzyO3m76PHv0K546+c6+3x+4+fx93nTndwm5DnNQjVM6Uevn6Ceb0ec3PNo9OMQ9Hk9HmNdvHTpM2txSXJNDRREoevxds3u49j6dWnTn0EsM0FlLZSZ1k5+b1cD5V1nOty1YqXE3hJz3is10TnrejjvpyXUwW3NLvno1lC5sKzSpTQMrSFJLTC1M3WSayNZkJck1LbM6WxVBojpuOW9ljWTON4OeNZlgoEZ1BZS0Nerz+k7azU3ZQCZuRnXM58u3FZCXG8aXesbNWRPPz6c7NS5RLDObCBQACiFJQllRAWUBQAAACEsFqCoChYiwAAKlNd8eiazekmsTcMzWTM1CKUEJS9OfQ3rOgCSwksAFlSY6DzY9WLPNN5shSAoNRDMECgAABACgEALAFJW4vSdMdFXOlJWbAUpBmypLEazo0llAAKIsKlWUSLAAAAADxWXv56gssJULZRYKgk1lUsFAEAAAAAAAAAAhVikgUAAAABZRLEoAAAAFlFlFlN/R+Z65fatlyoy0MrAtI0M0IohCwKyjbKNsSzpeSuzirveA73gO7iO7iPS5d7OfD0+dfJx1zzfXZ2J0zs47zs8nn9HKn0fN6IeX1eM8Xo8/c+jnWTXH2ZsyzTnre5c3VMTfNWuOjee9s8t9VPNrrkiQ1mQZkjPn9Wj52vePm5+po+RPscC9OfQnXGjz7micdcTXHroxz3zMXO61bqHGjj249DPHcr0+7y+uGppccvQPF5/rSz4j6vjTzXp6DzdvRQZM43DwejA35/R5jpysE1k1vno3JK3ApLKiyolvTjqXv6vn/SPcLLvOzMsAFUUJnWTHLrzPn+f2+LOujG5pVMTWDOOmbMbyTvnULz2OC5W2bWVs5tjE3gLSENM0uufVMtZCQMw6TnDpnIpUzrVM6qwpJd9a5dum4w3lczUMzWTHPrxOcSWENSWqmkKWWaOvq4ehLrOjWs6QQzmwY1DHHvwXIlwpdbxo2mo48/dbPDj6EPnz3w+bn6WT5718E5uvOoAAAAAEWFoAAAAIABWjM2jDdMXdXLoOTqOU7DhemTr6PN6JrpIlsRbJEksEsJLgtxTpvl0OusdFk1CBMzUWBChYEo58PVi58jrySwFirmxICUoACUIsBQBLAABQvXPXOrpefRSUQgGpVSwmbLmELqUpCwlqUtlIAUBQIBRIsBSTUPEO/nqUsUksFgtgtgTUXIJQBACiAAAlAAAABLBYVYLAAAAAAqUJQAEAAAqUtlHXlV+xvx+3Ni8y3Ogoxq0y1TFok0MzQw0jDTglvbLjqb04Z93k6zmrdgCwBKzTXbzWvZiD5/m+nJfn/S+d9A746Qw4yu3HpRefM9fl9KPNy+nxHHtw1OsxTPp4emW2WDUJUM5sVbE768+63yYGWTUzqGtU5cfTDxcPp+E59uHQ9nXz7X0Zu04tDnOuTxcvfivDr0c4xN05XtzNFPPdSpjpwJrPQ93o49pbVIsFguNDGeuEznUrEsMyxOXj9/gKxotlEQawTczVvTluzQINAM1nLv9Hw/RX1hNUqSwFFmgCZ1kxjpg83g+l4c65WWa0yNYQiyzM3U59M0JTGdwnTG1m8xdSQ3AykTUkFzDbA6TENMDUlSVszrWjN1AomtdLOfTrsx0oKJNZJnWSZ1gzw7+eOcsWAWUooC9eXeO/XOrGpTdlRLgzJCzOV1w3ylWaMVVWDesajfTjDtnlDpnnDq5Drx1hHbz9KvPrTy8/dDwz24PK7YTAoACgASwsACwAN9uXolmesl5zpDF1VwoAKItM9M6jSVU1lqREsyTUmTUlJbobbLuVaQk1kkoyoFSKJQk1E58fTmvG7cmYKksRAooABKIBZQBAAWUaz3lu159LZc6BWaSAtFZ1lMyywlq2WCBYLZqVYAAALLFqCgixLLBKPEl78AFlQCAWC3NKhUsAAQAsAAAAAABCywABQAAAAAAAKEAAAAAWUWUahfV9P4305drRbSKMtUxdCTfpTxzvyXK5Ey5XUrzmeme2ufTOuiGWOm+GNtxqMtEw1TDVObauupTONJfmfS8fsNy0xw9SvHn2RPFfernd5zdZ1sw3wru8Wj2Tz+iFozNC5uTMyXVmjObyNuI682yd5oZ3U8WvRwHn72vL27aOmsbl1cVGWTPDrg82PV5a1182zeeuYmdQxHKvTjMMefpyL6PN6z6G8dJdFIsAJNQZ1DnNRMZ3ms53lHj9nM+fu4NAVgsEVRZS6xqkqgpjaOv1vjfXl9ZU1LKgJVFlAJnWTON4jj5fXxa8Nlzq27OeevM5TthM6iuuMRLrkPRMdTlO2V50NSFubzJERLAsCiTQzq7TGt057tIoN9Dj169LOfTVM1SVSTUSSjOdZMS5XHn7+eXMsABQAC+rz+uuthNXPQtlSY1yM4YWy0znWJSaJZok3zXes6LjeI5zMsrI0yNs6DGjqlipVASjGOo82PWs8T1ck5qqAAILAAA6+jz+jOrKlhSASiSiKJZTXSbMtZXM1hcwI0MN5SaulaaG86GoKgkuVWVCxIsAAEUijnx9GbPLnvwuZEQKoJQSiAKFlLNZMgAV1i9bqalMblM7EIBVAJnWUmbNSgoEItlLVlSwAAAAAUEFBLA8Q78AAKgsAAgtzSwSUAAAAAAAAAIoASwBQKgAAAAAWUIKhKAAAACgtg16/Hpfs9PJ7JShOlOe2SW+tPFuRdYo34fb8pd9vL6uetUYpeguScr5iseyW3SzKkiiKIo0nMnX5fSX2dufoOfSczfHEVjM1nt249pemuXeGemTj5/d5rPN6vL3r0a5dM3WdQyx5q9s8Vr155dorMl1M5N5sgzV3WklyquJOrmXd5bO2uWjWHKOmM04TvgvPeLOd56rW1jLeTHLpDzZ9XmrGOhMezy+1fXvG5dAAAk1CJTmDGd4smN5EpPHw9njCDUtMtZGs7SLCaSt2AlqUNfY+N9pfTqWSkIAUUBKZ1IxjpheXLrg8XL1+Ob6dePeHL0c189RGdSznN4RKG+dO95aXTNXHPviOayk1EypIojejnvWiWwGjN69E49O26571TNUigVIoiwksJnWFzjXM58OnOaksAKlRNCJTt7OHossDW8bLYTPDvzOee2FxGBKllzom8bN8e/IazpbncPJnpySoLYLYM9OXU1rKNWFqCs0WCoGdcjPOzWYAAQAAVDt34d86sJQAACUgAOuuWl1hzNzNAKsALZV1rGy3NNIWoRJFupUSwi5RYKFSgESwzw9OLPFn0cLmCypQBLACpQDWQgFU32x3lW5zpFx0CWTWQEtlUCZubJCxZUEW3Ni6lKJagAAAAsCpQQqADxSu/AAAAQABAUCygEAABQAAAIsSpSAAABQAAAAAAKAEAAAAAqDSUoOn1/i91+059Jd5uRrFNduPoThnWFKOXzvXxXXZYVbJaJi8zPj9fCXPu8PrX0FuIoiiKMtDlw68Dy6d5fZ2xomNcl6Xy6THPXLrj1en5/XOvX149sV5fTDw49sryd+tGso1Mwcsyt3mjr183YZ7K58usluuaNwNb5LKml55ukXHJfRjHc5bmxnWjjN4JZI3zyrlj0E4d6LnXIzw78actVOM7YM/Q8P0F9Gs7lpQACTWSFOeemCY3LOc1kiVM+L3cDx2w0nQ561gyE3JCorpc6JZDRK39n432pfTqVEsIClKBKM53gzjWV553g5+L3+eXy9eNmvU4bM8+nIkCSywEgN3NW2JbcjWLmyFJOlTF1oxoFbMa69U49euqxrQigAAUlVICSwkuVnPfIzjXNeWdZliwTURZoSwzvHY9PXOrJVNbzosRMmScN8lAuNSWWUazTrjY49MaXQOHn9flSKBRnfMvTOxqWKVYAAAUnDvws5rmwAQqCwAFlOvfj2zoJQUEQABBQWC5pYoENOaujI1cajWudXo506MjTA1Mjes7JYRKIABRUsCwkpnHD04rxT0cLgKJSAFAAEsAL34/TPNveJdZjGysdBBAWUWUQJjfOyFsAAamotllVCoAAAAALAAAsDxQ7+epQFSwAAAAAtlIEFIAFAABAEUgKhbABAAAUAAAAAVACUAAAAWDSC2C2F930vj/AFY9GenNYUvTG0cfR5DWecVLQUmpC4nMucZl3nNOffWjv08/e5qUAAA8/i9fgrPt8X0s30S4Na57Hk9Xk1OUrpjfbhrN97zdca6c88jpvy+lbw9POLvNJm89S3nE768+16Yupb35bLx6I8164mt6zi56Z43U1qazeXTHQ4c/RDl6efRdWDGOhOWenM51tTHMvH1cUnTno2yPNnvwsmO3Mzmw6/Q8Pvl67xtbZQACTUICY6cyZ3mzGN5MkSc+vmOfLrglxoqQAllS2hrOqk1BLk39z4n3V9FVJLCWVVVABCZuVznWDE1kzjpJfnT1eOa2zS8uuDNmjKjM1m5llLaVWpZasxnpEzaAKbM76d7OPXqM3QiiKIoFIoFIESjMuVZsOfPfMzy6clxLJYEqC2aJEHq8/sOosWaNalGdYSYsOEFJRNSM0VYOzNMVDYXPm9fA4rElguNZOmpS6zZbZQCWACgnm9HnsmbLAAAAEollO3Xn0zq2JQVABBCwAKAUCpKOPPfK53eY6XkO14D0OBfRfNT03zWPRrz9F7657l0lAIUhQIChBNQk1Dnw9XOzyTryuBKAWCgAQAPX9D5XsT1+LvxzrBefYJWaIoKAEsM43i5gspBZVupqLYiwUCwAAAALAAAA8I78AKlEogAAAAKUixFgABQAAARLAFAABAAUAAAAAABZQEAAAAWUAqUtnrXftxZfbjy09HTzU9vLyw3y0CwWQ0wNYYhzmFYZNMD09/H0PT08fss6BABSA8ng93jqfQ8f083M6CN5rl5vXy3nztTeLFszqVVI1cs67dPMze/HMrQi2WW6qWLuXHTlqO2uU1O2bqOeemFxNQaQzcyN8d2r15dS2ZOmM4RmysaDz8+nKztrnZZrnI3zmK6cm05zUOc68z0ezw+yXv0xtbZQoiiSwgGN5MyxMY6c6zLEce2TxalOLeRZozbCWDXTENJqyAZ1k9P2/kfZXpRJLFFFlAJLDM1kznWDOdYEqM+H6HnXw6lmgMkLBEqstaJpRpAAtTLr1PPv07s8/XpTG7SKMrSLAAAUlAAsSEXMuRm5OfPfMnLrxXBIFIBrNLmw6+3ye0k1my6mjWs0mLlJbo82O/BZZQZlllANbxsmevI1c7Wcu3OPNnWLFkKlN3NNXNjSDSKqItzSoM+fvwsksoAAAABZTt159M6CURQARLAAAsKUCyZ1g5c94uQoAAAAIusU9Hbxdpr1Xnua0lAAAgKSwAiwmNZM8O+TzOvPWMrLFlBCggBTp25dZdU59FM7SiAAoCwksM51i5CwBqVbqWAhZVAsAlUEAAAAAgPEO/ACpQQAAAAAtgspIUgAUAQoQCKAWLAAEBQAAAAAAAFlAAAQFAFIoW9C+jluX1b83aNMw3eY63lo6TI1MytTGTpnOI3jGVuJg1JCpTe+XqNe7l0s0EAAZ1mvFw64s6+h6M3j1ua3hk58umNZyk3nULIAazpqZlrOtRNTNdMenGuefT541rkO84aO+eVXfbz9Yu+fSyY7JeE7ZM8+vJcZ1kyC7nU21pOWrknLXGzGOvKzGLNIQ0wy1nUWGTd47jfPWS+/xe6XvvG1oKUiwgJKJneTAM8+nOzMuUA8vP0eY1y3kELZSS5LYLvG7CgU9/1fD9BbLESxVlFlAIQZsM894M51kSyC6X53D7Hma8D29I+dPd5DLUIsQlqNUxeuzjvvs49N6RpSlsFFUk1CKJQiiSiVRKSAssJEWSQmLgzjWTPLpgxnpzllULTKjJT1erj6LMSwu+ejoQzKRqDn5/T5iBbnSXFgoNbxo1jeSazqW51k8nL0eWyppGsZO147OlyXVyNMjbFNM00zCctZSSygAQAAFWU9G8bzoJqFIEEAABC2CgqKY1hOObLkKAAAAAWBqDv38XXOvXee5rVzSoBYSygEsJnWYzLJqAnPrLnzTtz3jIRKqVABZqOnXn1zvQxuiaAAAAAksMZ3jWZZUKGpVtiKIUVUBACgJQAAABA8Q78ABQCLAAAAC2EoIAAFAABAEogUAAAAAAAAAAACgAAAAoBqJbpbrOpdXNOnTjo6sQ6MDq5jpeY6ZzDUzkuJkuWCyiVozv1etPJ7baxaSgAqC894rwZ0s69uqXV89Tphyq87jec6l1C5RcprowipqppnNJLNevx9JfTxxc69DfPLnnp2Xh1mI1nrhevLW0u/DvU9czYkuJbMYs6uVO2+GjriaOc6jnN8zlz6c7OOOmNJmyyAS5zSZhZVSo7e3x+2a7bzotUASwiwgGdQwUxz68rMSxIsMeP3eI5AtzTWQJQB0krbA115d6+t6/P6IssIBZoBAJLFzLkzm5JLCLIbzo1ZVloz4foZPi6+hzmvHfVU8+u6uOuuk563TLYy1BYLZqwUtlJNRJQASwhQsECpRLDOUWY1gmNZM51k5yjPLryltlClyuR25+lPR2zqznNQlUpAlsoM+X1+WMXOlElllAN3NNM7OeoNheHj9/iTHTn6k8+LKAuso6a406sU0hagsRMLKSwAAAAAWaO/TGsbLFRSBEogBCgWCgCyc+nI5SzWQAAAAABRKJZTt6PF3zfVeepvaUAAgiTUM51makqMrBKrOOubOOO/PWOarkKghvPRd9M759LTOyohCigAEoksJjeNZzYTRVWU0lhZZShLBAWUAAAASiKIDxDvwAAWUSkgAUChBQCABQAEogQFAAAAAAAAAAAAAAqCgCBSNaM3ZYUlWVQtzTWsDbI1cDdxTbA3MQ1mZLNe9PF1+j6a/P5+9yPne7oIEWUAAAWBz6Yr53Xj3PWg3yuLJz1jeZnfPU0lRLFKFu83Nmc1LayTU1L6I817+eu05I79/J25b9PHrJfP34wvS+avVy1ZZnRJ08+dT1PLY768+z0Xl0JElsyq87yscbxs1zZsSiEW5uYhSWUssl7+3x+zOu286LYKBKJKMrBKOdDPPrys5zUJKTPn9PI8KyghVEtMUNRozUL7fD9KvqdcdBLCSi2UWVEsJm5WZsMy5JLAIalNWaBSLKzjrmOM65XNogFlIUiwiw1c6soNWaMzWQLFgQhUEAQWC5uVmLkmbkmdZM51gyIzz6clazS2FZsOns83uuelDnnQWwhEWKqUnDvwjjc1dRZYlANXOi2Uk1g6JVz4/Z5k83XisuaAKCUALrCOjno1EpLkABACwBQG8dI76zrO0sVBAEAAQAtgoBKnLrxZxDUAAAAAAWCoKC9JTr28vbOu1xqa0UghNZJLJqSs3M1KkoysSCyZ3LOfPvjWeLebmLC9cdJre8759FlzpQgAAApLBAmd5sxnWbnVzsoWpYtzZbYLmiAFEogFlCwAEBE8Y78QABQBLACoRQWUAgAUABKIAAAAAAAAAAAAAAABrPaObtV4a7JeV6DDQjUIogLAqC3I0gtyNXI0yLIHTr7kx3lsbxTry6cxN4EBZQAAAC43ivm0O+e/GzVxuueTeLksFM12xvnq5zd5w1CNTUCVsezjrlvXj9ea8reOmHTmj0erxdue+nH1c83jZKx6OI63pmW8evBDzyz0Xzdzs5w6Z0XK+e53xxncudRIJW8WWY6cyZsIsJqUEj0+zyeub76zqLZQACAhAoxLCc+nJMSypLEY3k8OO3GgjVzTeFJnWS6xRZS/Z+X9uvTqURBYLQBEsWY1kkuTMsJKIqFmi6zoFApLDGemDKoksUUlgsAVFKtg3c0hAAElkEzDVwNzJagRCRCZ1DOdYJz3zGs7jHHvxXFg0zSp2O3s497NS5M1SS5RLKAVTPDv5o5oW3OpRSLBqU0lLKJrGlce3M8OenO5AWEAWFqURQgtlLLCAWEWAAFAduPol6UzsRIAQQBCgAoKBLKnDvwucCwAAAAACgAamjRoliPR083ab6XOpRYksWSzGosWSkksE1LMyykEKs58++LOM6Z1nXTHTG96msbFlEEsKUAgBKSwZ1mzGd5saxo1ZQIazpalhAWBZQgssCUoJUKCETxpe/EAACoLLABZUAAoIFAAECwAAAAAAAAAAAAAAAAbxqO9xuatllFICTWaREEKAAABYLAsvpOPu7dEgsAqUqCpkpQAAABZSZ3ivnNaGumYY6ZrlDtzllSmpdevye3nuce3CXhned5ll3lb1zZ282uW/Zy3iXNZOjj67Pn578emXTjuX29fF1xenLXSXguFLizvJg3nlU1283U7ZxzOmMaN8PXwrzZ1neMtQiCCXc0zeGa0iwWWLNQ7+zx+3O+u86i2UqUSwiwgBCZ1knPpzOc1mySxEDzeX3+EJQCpSFIoalPT9v5X2K6JUksUUoAGbDMuSS5GbCAAtmotUFpKICY3DE1CTUiEWyiWCpUqWllNgksAEuUYQlhbAsAgSjM1DOdZM51kxjeYmoVx7cTKULVz6uPsTvvOrEAEmbCCihaMeX1eSXCC6zqAWywazooLZTGrk1jUXx8fV5bmUAQAFAAAtmiSwABAAAUDXfh6c3QmksEZLASwEKBYLZSpaSwzw78LnIsAAAALABQAus6NWUAduO5fReXXO9IlsSUM6iwijKkysrMsSCkESqxNkztqXVlztZYAzULZQCKJLKSwZ1mzOdZsmpTSUJYus7UISglCCpRLCWUoEABLLPErtxAAAApABZUlACgSxQAAIAAAAAAAAAAAogAAAAG8aPRnriWsbzrUlVLBLEhKSxLAqAAAoa7e44ezVszNEzd5JKJQGRbSAAAAAoGdSvG1zi8evPOufs8HrHP053nz6Tri9eOj0szlvdtiTpk8vTp0rGO8zfN6eXY15PZxOPW6Pm/T8Xss4Tnszjtw6Z69vJ6ZbfTxze08Pepx9kjxz0+YykNb59D053mVx1iy4xN5uNYRiwhZYbzcTWVwSxENaxo1nWT0e3w+7Ou2s6ltlFgsBKJLBLCZ1kmN4TnnWaQJLEz4ff5DiKCKCkE1Bvno+j9f5306oSAWaUUgJmwmbDMsJLAAC6lLZQAABnUM51CAk1CCWLAWxYLZTaUksAHPfMysAAAIBASjON5OcsMc95ihXLrzOWppSjr7PP6rNpUFGbCQSFpVKQx4fV4Jd65bNazZalAGs0tgtxk3OI9CU4+T3+JMCgAQAsWywWUtggAAAAAFlN+jl2zoJZLBEEBLAgqWgLc6LYBExx68bAsAAAALACgFFlN3NNJSLk338fXOvWxrOkTO7c2WogKSiSkxNZqBJNZsgpZY1ZZrQlUi51CAUAVLBLLEQRLJLLJRKhbZotXNSllAAABLlFlKCLABCzxjtxAAAAKIBYSgAoEpYABKIAAAAAAAABQASwBAAUABvNPpiPLj2cJcXFmtIWxLEESwIKAUjp6zye70bSUoRFCy7MEBkatEsIAAUgCwWUZ1Dx8+nGXq4fQl+V6bD1cceQ9mufevPfRN5vTz9Muvn7WXledOPr8fM+q4dTybxk+hw7+Q7dvn+wjzehPJq7rt5fd59Tzay6Z93o+X6sa7+X12Pmz34rzTpxN3jDvrz943z9HOXljo1ODW7OON84i6XN6456zbFct8rGe/O55NKvbj2Jz78Y6+7we+a7azqW2UqCoEokogM43gZ1g5zWbJLCSxJ5/RyPGKAtzYFLMhrPU+z7vN6aoMrC6lFEksWSwznWSSwkoFIUULZSwBSASjOd5M2C50MywAAWC2UoCUEJjeTIIsEoiwTUJKBBjeDnneTnjfOXYJz3zMahd3Hc7+nHa5yoSwZsMykmlFBLzOXk9RfFvpxN656l3c0sC6lEkEUxntVm+e0ce0PBPT5rACkllEpQFmiTUIolCAAFIoaz0jruXO4BnWSSwSwTUIqosALZSoSxk541m5CgAAFBLACgUJQ3rNKC41zJco9fXx+nPTY59BYlgoApnUTE1mhpOc1iwlGlVqWW2XNqVWdQhQsABBLLJLmkRILAANWaltlhRQIsABTJEWDQEoSiSjwq78AAAAFlEpICpQBZRLAFIKgBAAAAAUsCiUAAEsAAQFAAoPZ6vF6o2wPPy9nFeVyl1ICUL1OD3dk+bv6PU8Po9IzuCxCxRZbCwEAJq0iiTWSKIoiiLCgAk1zOPm9Sa8Xq59Y8Xs8npO/Lrgx0xqXp15aufM4ehc9OVC2zGOvlPpb8foHl5D6SeI7dvB7jwe7zek49Mdk7cO3C3PD1Y1nhbnpnp38vbOu2M+bD1Y4dqiblz1zys9nDniu+vNqV6vF2zb5vVxicuvA6c+nJda5aRjcrMYsG7M7bMzrge/5/0M67bxuW2UWUAgIsIDON4GdZOed4sksJNRJjeTw568qACBSLaz6fP7T7PbnsssJZS6gsBLDMsJmwksICgINAtlAAAAJLCZ1ABKMzUIABZTSAABnUMTWRFIABAzQSiZ1gxneTny685asJz1ggXXs4+9N61mzJC5sJNCWkiwIHLpwMabOfl93iWXOpbvGxbBGQVbpRIEossSeX1czyqsi6TDYyu1xNQWwSwJUQAAWgAdufaXolzqEEsEsIsAEKAhEtgtzRjXKzIsAAAAFIBYKCpQDWsdElVZz6chCOno4+jHXTU57lQAoJQSysykssrHPebGlSqWWWWiW3NlssAAAAJLLMyyySwgslQtlNWWW2WWgCUgUsQJLElUWUASiSw8aO/CpQAAABZSAFQCgSwAilgAAQsAABSUWKQABLAAVYAAABZT0eryeyNY9vny8zXPTMuTolO3XHUenCNTAtgRnF2yjeuY63GtJc7hneCsjprlK7Oe9SikokoiyiiFIoiyHPpxOPk9vLOt749TyY+hwN8PRxV6PP1Os4dE5duOjWufY8rtyrXh9/ik9H0vjfSprvkz4vb4z0dfJ6U6Z5bPL6OHU6uPRbeWV6cPXNZ8M78emZmyy+vxbxr0efozcJemTWox6PPjnvvlrOtSc0z5vZ57JcQ3nUL05djz49GbOPbjDv35eiWeL6fhrn9D5v0D07xuW2UqUAgECBc43lJLDnjeUzLKksRnWTn5PbxPOsALc2tQL9D5311+juVEQVSgAZsMy5EuRAgBSUFBZSgAAAgMzWQACTUMrBZQlKAABLDOd4IQqCwBCxCoGdZMZ1kxy68Zd5QzneTGp0PZ7PP1s645YO04Ds4U7XhTu4jq4w6zlDWKN6gnk9XmOO50lmpDeZAml1ZRc0ZsFgtlMLE8878rMydDBDedZNgygiwBIoiwoUBFOnbn0zqklsQEAJLCoogISxCpDSLJz1lAoAAACgSwAWUAoLvOimjnjWADv6PF359fVJcbSokoSwoEsIKssTktslubNJVgzaVVllIKAABKJLLJnUrMpJLak0TNC2I1rOlolCJRQshBmkWUWUASiSw8Su/CWCgAAAWABYKEqUSwELBQAAQAAUAAAAASiUBAAFAAA6ejzeo1GpJNSmunQ8fXtuXbn0LqDMuoTvyjDc53DYy6aOU7SsasjpjMNSIqKrGa6782tPXlNygCgEx8xfpY+X6c69d8fBPqcfL1Ovk9vniezz9T2ebhg77z2OHD38Txduo83qxo48/Vk59PF6DXj+j5jx693Czv6Pmes6fP+n4Dt6uXY83fl3Th1xTpvz+hefl9fzpfodPL6jlevOuPL08zhKsdvJyj39fP6l646YOXm9vOOfXNHh9nis1OcNZ3BNQynM3089rty9Go6dc9TPm9XiOXt8HtPbrO1tlFQqUiwSwgJz3gSw551lMyyosSSwxjpg8uevIAAqWr9v433T12Uk1BZoABJnWVmbCSwksALKJZS2UAoFgsogIsJKMgIKCTUMqEoqwgFkNQGdQ5zeSAASwgJZRmjGdQ58PR55bLCFMdc+srss887w887YMTQy2MNQzz68DfTn1N9MaNYvMnLclzqwYsMlW1SoLc6JnWRZRZCxUnn9I8WpLLtoZ3ocuvEzQiwBLAABYBvHWOtM7ASwSwEEqoQAIRKJNWzOd8iBAoAAABYLAAoALc6NWUtgxjWRAazZfT283Tl19Dl0mtZqJKJQhBZaudZM0ubnTWcCUXOhVCFhaAABLBKqSxMzUslUyuaJUqU1rOpViWxYAAZ1KkRFmgUAgGdQ8Y78ICgAAAAAFARZRKIlIsUAAAAEUAAAAEoigBLAAFWAADXs8n2Txa9/gTG2o6a83Y2hefp83U6pAjN9/LernyTpOerbzjtrnDblmO/HEzenXjY3ymS5kyqStcry6PPOLvPse3859A+m8vos1x4w8+t7t8Ps4b59Mc989ZvoemOWt+aR2DydePdfRq9U8mLwO2/PTt25yF8Oq68Pd4j2ctxM8fR56vp+d9Mzz6cjp1Dl6+XdPNvn1PF6fN3X0eN5ZfV7PJ7SLgcfR5xwbPLw93jserx6Pqzh1l8t48z6U8vQvm7wxjtEzefSsrzLjWDfFpNejyD6Xb5hfocdDwevjs+lvn1W2UAAsBLCEWY3zS5sM43kxNZsSwksSce3Avm9fA5yiAUO33fifdrtQgGs01FSSwmbFzNZIQSwAqBZS2UAoAAAIsEsMywAAoEoiiLDNAAADOd5TMsAEpcgAS5Jmwxw9HCWFItN+vj6rCwiwzjpDm2MzeTM1Tl5vbwOfXHUmd8pdZklqCwJLKVQAQbxsmdZLc6IsM0S3NOM9HOsamkzrGjHPeBLAAQFABAQvfj6JdEzqoAISrLABAixIolBYszy3hAoAAAAAAACoKlG5ooEgzEAHXl1l6auufXFSXpvhuXolAJLC2UZuRDWbqddc+WO3KagxuhaIBVAAAQsCCySwgsmbKJUus7ltllFAhKAEsrJEoNJQCLBKPEO/CUJYKAAAABYFlFlAICLAAAAAUAAABAAAAEogUBYAANfW+R9E7cu3OTnnrzV149zczDNmjXTh1NSo9Xq8PROe+XozcZlxc565xcN4hJMumc0k2Oc3NsLNyce3DbwytpUN9OGjt9b5H2bPNx1wuu11xzbwdV9Osc8z2dPF606ZmDO8ajreMMGzGbwrpjWC5nQ3w9XI308PqNcvTk8no8/RPa0rGmTqks8fq8XqPF6sdpfNz9OTp3uZXmeKvrZ8vqT5k9HgPoePMRKPT6vJ75r5uPXwN67Dnw9XjOmuMN65WzfLOhcdTz9c806FO3nD1ejxe9fBrfM+l14d11ZQACwEQSwnPeBKMZ1kzLEkssksHHrg8/Xh6TyTrzIsFlr1/c+P9pdhM0LZQBEJLkksJLBAAAWUtlFgoAAAAJLCZ1kSwqDSUAAIIQqCgAiwxN5TKiAyoBZnUM51DHH0cZedmzOs9zt6Oe7LJUksICSwSjKlzy7cTHbl2Jx9HCXE3JczdM1oxNZABKILqUksLZSAgQC5uQipWU5xAAAAAQAA3359c6SxQIsCAAQSiLEUEoZ1yszBAoAAAsAAAAKAUusbLLkRCSwAdMdc63vDHTrM6ly3Cb5jreeo1FWkGbAWze+V1jXLfOWDOrYWiBVAlgqCwBALJNQksszLCWWzWs6ltlloEJaCyxEsrMssazoCKgssCDxjvwAgKAAAAABQULAkAAACwLAUAAAAQAAFAAgAQFAAvrI9dE89FtBQaCwreiPXsZ8+TnrmOeugiZMpTNoszkKO883Q6zHMPHBQJQ39Is8PqMd9ec1nl9ElzwJz4/RDfjDh7SXYJ5Q9WQ7cSzw+oPbA8uw60icg9NNThxLPoeYTy+8Xyegl5+QPoaJdeErh9ITz/ADCy9SMQO3vJpoPFsa5+cZ3ACzNDGg3wE9Gwz0Dy+0WecPoekW0AAEBAQM8wsDOAkEgMwsmQ83UJwBCoD6f1w3AlC0QFkDMCQJAgAAANUFAAAAACQMwEACgaCQKDMCggALAkDNEkBkKCBc5BzDzaJenrDqLAEBBJAAgWcQnYHElzSVBZRJAgEKA0EyChUBBALkLkq8hM5ABABAAUCUO/QzqBQICAAQARAtBAnEskLFAAAAAAABQBLAuguRZAAgjfUzvcM7lJdaDMAE1sWwlQLBA1mQlCWhaIUUCAAsACCyQILJAlEuhbSUBSVQgJCzIsUKIAQLA//8QAAv/aAAwDAQACAAMAAAAh3fPDDvGKGYMggE0889BxDHfYFNABrvH4DBBB199t91NhBBBhBBBhBRhBBF5Z9RhN19cpr2iHP/8A98gsfSYQeafedbffffYYQQAADfffffZQQRdZXccQQeQVbSSHOt4xywjqgjtgjpn8gjwVQPpx4lvHUE/37CKgFgojqfAJLLwEU0INLNJmm+yy/wAtZ6zAmlhhSwgx0U/fRwwgg6J55o+wjzk1CRFylDDnI7qeZtZi9z0U733+tW0GllHM31f/ALvOe+/qG+/76WWy+Mow1pZZ9ldl1dF851pBt1vEr1hhBtt5191tBxhRBBBFRBBRBJ1199hRxZ9d5+Ca3/8AvqimNQQWVUdfXfffacYQTTKDPffefbXTSRfWUYQXSZQeYQTPgvikqjvuhvihvkvhtvpMRZvpg0//AEWneiG2EinHHhz01WFUEVi0nRlEmgzQS3miwyQzjHm130EwEUEXHjyAGCM9upzmz30wVy2nTm/LvIKsrN6khuCqoU1WHH0D00BEm0Nc9+9KLucrL4JAbr4KYCBbUFVEH1GHEDyn2GHF/fCdE0lkFEHH32m0FXmnmkEE0VV3V3nnEEGF22GHZb7v/wDeCqItpB1JB199NpFBBBlZF99p959VhBV91xBBBB95pAMQ88xi0oCG6+C+qWurX/WqzEBOIGHuKWs0sVRsAc0AwMtV5cQ8McwgQVVdcVhRBdwwcwdhwsMBx1gUZ1x1hBBBJgMODDJU88s8ggLurTp4MSKmiHRDTxCk1KF91tFdJIR9NJVNf/8Az829w87isBALnqlCABBAUQYYbWeTENQQbQz80H/bQQQQYYUfXbfWaZVfQVaYRXfffdSQQQTebZWlvvebfwvoPfbQQdffbQQQQQVffedebUQQQXbfXcYRQTffXcALAPDEEPOggvvgvgvsit497/8AAXXsov6re5yxCnDylXkHFWwyG3HTghAwBDmW3HWEkEFEUkUAooICWkEDAAKYIwgR3fSodtZ+PrKY68XzyWkRG1iVwgDegJiw4ml33VmkUFUGklkftctf/Puf+8NjCrIJTgjwBzw01GX33wEXVU/vtdSNHH31UEkEUFf/APP999hRx5Vt9d199lZ19xx1Lyu89t2mCus119dBBBRhJBBBF99xhJhhBBNFt99BBBVd9V9RA4CQsJBc+qCOuC+uKeifbDXCrAzLT1WWuC+04wgdY08wgIIwgwoJAMJNNIEk4FW+vvOOMMEPfPPTDTGCfO7Lzhd9ABfPRB+NoRdop4h8FpYUkodAAY8FPFXs6qJJJw9ktFZV5lBRHvTrT7vPrzXnSC+qCMcYosMJg9J9l999FlBfD7jqPJV95999pVBJffDB1ZhhhBFRRR99991999h9nW+YQ0uiGu0VF99xBBBxRBBJdxpBBBBBVp11t9pBBN9999p1V5A8xN9+ii++qC+CC7jHrHSSax/ZOJCGyLS/ssIsIsAw8ElFhR1EOe+scQyz7vqzznrzfBoQhE4g9t43/dRzCH+Al+//AP7POhoMAOMXfSaKCEIcNRSBOXhR3FUqSQUTYV54wyWbew16/wBuOvcu+MMfJ677w0wwy213332lHFXFH2VFcugUE333nEkEnmHf8M33mEUEEEl1X33kHX2l12FNbqgAIJIbZQVEH30kkGGkGF32322EEl3nX333GkF32XVUkEFHlTxEXTrNbroZaJLfsd8L4J+/qQc4r1cpM4LLPN//APu/v3QqP/6TjC2qhYgBVITZvC7DyLzqyOKyuD/Kyz+yCDPz7Rxx3EMfqM8VsEYR9tdUFBU8FoYoqofctCotJBR57jXD9t1Lfb/XrHvXvX/HrKee+SoU89tVV99Jlx1tNhd9d1hMB9999tNlNJ59d9d9d95BBxRd9l9t99d9999tTKrCCCCO+W0pBhx9pdBBtd9999BBBBd99999xhAB9hx9dZBBF4c4xB9rP+uCLuaO/wDg/gmkswaRiBWxisqoS9vnz/8ATVwUESRvzwQADc5qIY69P5/c8JLb9uKZMN5797b7L+4Ip/MMEEF8ANP/AFs5gggBk94sJtNdRxM5XIbZNiQx99BlJDftVBXHLT7X/f8Ayx+6340guxltqriXfQfYVYTYefZSdYYR7AUdNddfTfaQQVeWfff/AGGUUUk23333n3nX2E08b4MLaKZYJC0EFH320lHX331UEEkH0333HXUEnw0W3GXEEUU0HyARW+Ob7oN74Jr6obpb4LtlC4/4WtFKUgRwnzDAw1D3yKvJKMUynLZMOf8AL7zmPOLSyeqCGK2/X/zGG6jzKCfZW9tNXkzjz0tRokBEMJ9AQR108oFxuh+YRCO99dA9Jp19dBVTvr/Dnv3bTjSiGqu2SSK+mP1ZVdZdVl5hx3dxFPXg5dtN1xV1tNBBR9p+y1ht5h9919999hR99hllXqCJ6SiHfWO5xxBR915BRp15hJdtdpJRhBBhV9thZ9RFJFV9xB9AEe6K2qCDW+S+y2erX+TTtOHuwUrHb9w88whEB1t//wD691izz/urgrnus6o8/n5kikwyttvi++gkv9ww0whopPfff8PYq9//ABHRQnTDAG0kQHCEwDh6+JWkrZ312nU0lH3VNdfuPf8AThAoDyOaaeqSAUwqCa6o0sMRBptz73//ABy3/D7RRQRWffbaaRQb05fffbbffVffRdcYRfQcaXQhigBqFPslrfaTUbfbeVfUQQFZdfafQQQQQQcbQSUMSQWffQQQVOvghvggluqgsrkvoj1ww7Dy1eO1V70/fLbQQRX/AL3mIZa+e/8A/wAowpn8tjmwpukYEstiyn/+uh88wwwk8pnx1fffXvOfz53x3OHUMEcCQeDYfCAPcAyD9WSgvadeR8wEdUxx2880mKM8tgnvrgmkNIIACNDqgvCMHKQTWVZ+98+4ySxSQQSQZfPbba07wxYffffffRfXYQQQQQUVRf6gETDCtvljnfZUQfcdfSQUYQTXVbbbfXfQQQQffQQRTRQffUcYcPsguvihgrgghnmvug7+w/M8jPMQ17z/ABjQFEEzPzywIMPePf76sMe7/wDPPmG+exFDyyuXvXz/AC0429wxwgvsPvfeVzfR0139fLGBDMPRAPORGTAPMLiYgUO9+RRScX/Sd6z951HJF0vzljllLDMODJDi1fRIGEJJMPaVAGYbT4x66fTbTQQQTcfbXewybSRQYRdfbcfSQQQRSQQTXRpoHvjqltjnPdfeSQUcffQRTUfXffeUcQQSSQRfQQRffSRfbYRQcHAgojoihnugnvovrj3o45KsdLFB/wDsfQgEkAP87DHKMMMavd+5OM+r8uIPLve7YgEKJT7/ALv/AIww0q75tjm9fffbLLABkl+1l4AcTFbCQMPebNEBcKoz1MEgSfVLYX/+26wbSNxywx159/ilOIDJOKFCVXcUWacaBXQfIGCXcX97wufaWcUQQQQdfSdw8YQTSSQVSSeYQTUfSQR0+1rrp/8A65pq5gVX20kEFUFU3X3X33mEEFEEEEUXHlEEXyn32kEU0XzwIZ76oJbqIL76boJf+PNYqX3TH3WsN6hguN/OflWIMYod/wDvCW2/Pvj7KSHSyEIAjn3+u/7zLziG6aODHK0995NovjLRcwZhwIAM8ooV818ENFhwvP8A1AJAaVUfVV/78OXsLz96zz0/3jivpHOOIQYQUbWdaRWdbYQccdQVSUXb0HfefbTRWYQcedfQfbSQQRQYUQYQcQTXcQRz1zbvu/8Ax4oop4EXH00EUnlXV3332lEE0UEUknEXX3kH22nWkEF30HzoJb74L774IL7pKob6Is/5fHz1Gl4MO8hHEQ7Jz3TLYc9ve5ftKvv/AOejKPCHmCiArDUr2+7uvPXKzmKCKk988taJCCz9dhBCHgAUU5M4U88d445o2KT5d8Z1VN9d1lOsAZvrvvv/AD260xqkDBDKQRdSfeYVZe85316VZfVaRRUXNufefffbfbQSYUfedXfbSQQcQQQQUQfRQUX6w0vmvvPPougiwQTbfRQQZVffaUQQRTSRQQRbSXdeYQdefdfQQffRfMAlvokvrrgkrl1uglvgi70QffUbLKj/APaAV3Xjf3Y5775/+9IYJ7sd89soe9LLaIooIq9eZM//AOynWO/Hvz999UNJDDPf9fDy2AAAMt43Yx8t4Vpwn6vhc+hRdtkDpbWrpR/DjDLCXzuKAttldRRZlJ9xNxhNjLfPbP8A37jFeVXVM97aWcdffXXRQaWfYfffWcRSQUUSQXffaffVxbtrvTdOrgvqSQQcfXbTYVffbfQYUeUfacYQdXTbQddfZRQQXfbXfABPvghvtsgjvglhm+ig+xgQlbANSb0/y1ZPfUPPsgi8/wD5/wC6OOz/APv8/wC8NKPe768IpKML4c6998oKpKJMbnX28kE8v/8A2jOnKwBV8IBNh994cEc9S7+kw2z4vKNnDj/jrlPmua2CTrT65txlxZ9lF55BFFJ7PTD/AOy9x4nlpv4efyXdTfTbedbSXaQcQQbfTXRTTXeZeYfffffbVYqvvtPOLgmgSaQUdffaVUbefcQQcfYYYececdbQYffbTWQbWeSXQQEOEgjvpgtvo0/61+gt76qR3SRfHHWP70qFDPd6ww4q8+vq8iitur3/AOMeIMLLuOLZp/vvbrf/AL++KOK+6Jx9xRfyPqT2emDjBAER88JEp58skI9o8qLERYyUQSX3rDxJdXXTWqq6L/Hap5F919dxxVZFdbj7T7POG+e7L3yun3pz9thRBIIQt1p9JBxNBV1995N99959959951JdqK+qQ9l4C2pBhBF999Jxpl9x5BVF5ld9d95998hd59x5BBx5hR1AI8+SS+qiGe/DDbrX/jW6uLDd8QMQtG+qHl4185zCCDXj72O+ieCXOXfvDSSe2+zrqDCCvf8Avtpxnn/wltaRcfI+5r+u3vum44BDHLvKNJcaKERdPdc+P7Rsgw6wfazeSZQV/wAfPLqb6b4TzVH2331W3QlXeUm0Oapqp+/vtJba4nu10k1FFHmzXm3GVUVEHXnX2lnXX3332nmnWmXIarJJWXoKYW122FVn312nF0EGEU0H3n3332FXyF33mEEUH3kEX0Gn+IK57LYL648e6IM8JL7x0dz0AQCFz+cuqwX96IIMuMd97aLoJMM97bcI6qK76oIs8ZL+/K7/AP8A/wDr85UAEEQN6duKZqM8p5oV0BWxVmWmDAAHX0FR+4IRadMf2HmkFSFVH3xMN6JboK4DBbbxEFWU1W30GkEmxbbYrMfOsLLovmPXm3G402FUXHnm2n0EkFWV33303HV32X31XnUpIsHHVYZr6X33kFX2nkGkH0kEGkWnGH3kUl32gFH2wAEH3n2FGkUO8oLb4I4p7+NP4JfoI77bnT20EzzzB6teuL7776sIsLL/AKOOeSzy73/r2qDHa7KbzSHCSKyezPN2ey+wBBAaDe/OqiPJzDuDNdBoIctVH8tBQdncDjT51WTDBBNVLBV5Vhef/qyCKyC75JQ+c8VFxtJdVFVNVJQQOCCLeee6OzRPRdddd9FBhFhJlZNhBhJBd95d59999999tF5JWGfBTiSiuqo59pBV919d5VNNFJhRxxNRRBB995BBxhBBV9tJBhpPv/iC+6yCCaSD2uC2uS2+P4E94go084RjH/Db++67jDf/AP73js9Axrkvvo4gAAh8viQHqlgujip9v3nkIgQQwf8AeGVmGwDGdpXoYSaxugYaJ2nba/hXdfEhb4FFGv8A7BB5TD3/AHorq94w+yTRYELddXfVfSZQfUaXSd0g116rustrp3EUdfXfbSQSRffYUceTaUUfddfffecefSRaaUgqxxw1gtjqvfYQfefdfddfffXSQSQQQUdfffSRXeaQQVMJNFPZf7/glvolmolqghogvugv8ymnPSAUJXbCTgl+1ovjw4wwtu+vipgy0+9682QRSihh+/8Aq4IMPe49IuIIi2UgIjG3IzpcCatNE3ECZ558AUfvds6Oxjy2pMk1blHUbpYOlOvcsX9erb7LsN+lE0FVkVHX20H2mkMOmm0Zrsvu77IpqqMHGkHH3nnXkEF310V2V3WFH3HX313333nnWklII9EEFGGpYyEEV3nX3X0FHH3W213EUEEGnX3mFX1EEnzzABBByhJ6YJYaaJLbrIJf4IOtvtfM5DVJoDWjziBv7t/3/v8AjDHz7mz+36DDa2/q32NrDTj2G+McNM8sJ5r04xwH1TVM0SbN0Hsuw42rh/XuSola9NSt98wklCzZO+pB1OKHvhH7HrVz/uW2C2C6pJN151VFF9BB59meL3WSWuDHbWfD7uChphBgR1p99tJBR9BxRtt1N5t5xx59999t99phCCyDDBxDjK4hF9NR59BBBBB9599JBJBBRBN9tFFdBJd9sAAA85Ay+KOW+OCG2u6COuSPjD/71jY1AwUct58Zb++SE2+rXCGv72KK+3eSv3i5MU4wAW+XHvFBL8lexrHYOjxaeC/cT4Bm8rBqJ2V4DbJiPuTU+Zcsh9NkMPSIlqh1VVJ7jtH/AFwdQxugty9gt8OafZVTVbc014xsohhookgq040x8410nfaQQRPffYTQXfcQQRecQbUdRukhdXVdfefaaU5jikg0Y28tBQbfXVfQQSRSVffXeQQQTbXfbQQfQQRfdYRUZbbXPlihvtogglvihtomvix+66D0WdgpfHb05pPfg15f/ozDbOO13w/AHeqIWgYpWm25IKgpTXIW/PhFSTAvhucvNByV+J5zaRVDoOeawfUks5ZO8KHYfNUxnLBq9eaUf4zwfUQHInrnv7vg75SfbVddVfMgsovrg4irnvpv4w5w0w9z+bSQZcPfYRSTfQQfVaceQcUQQcYBjkefdXfbTcyqhgg1wu/rgVZdTXfYRQfdffffQQUdcfbXbSSfQQffeQQQQbUHOvuxutoinvv/AIZ64LJ5POMmUbc1uJbBQYVjYyblDi13vlCADGlEG0WEjePJTpIcO4Tnij+tA1qi8FNBkQMabg6OSLJVQyb21Q1qIoBr96YK0klTyx2QOfDhevym0F6hJWlMc+fLoLaPsN/1nHF0333W6rKrZp5rKa46YO8uscfv8Mz2kHETz2kHH20UHXHX3333n0W12XlgGU3V3n2JbsQsENLrb4DSlXF30kEkVH33HHEEHXmH13kF2k3GXW0EEUl21Bb6pDlu8MAZ84EeaKklc40tyV6/dE9aTWvmvfS0UzHy7BQH33XX2WeGv99UwCpAgT90xIP02AWxGm0q7rPCH+ydEAOZs6lAsYNwy9+rb7pCa0HDzjzlK4TmeFGn0CyzBCVb/OcP+7apcv8Axt951l99tjeOOeq6qOWSmCjrj/uKePLalgBF50RRJl99BBBNB1999dNdNdtd5hddtFxR6WoQBBFDqySwQ5x/5zsAIGL5d91jHDL/AJdy7/wS9vSBvmnUHDM42+1bHxOw4kcHnmZ2jahdmFt/XR0MwQiQfQIxbs5Cr7rw6QCEEEMGDvuovOBfWQXJP0EwHv5Kg3CHu00cXkkTys88q6LDAeL6XnDb6mctdU17SbPLbKVp/F1SXRc4vIDEuhs89w/otk/0++TXeeQcabX9rrnvnnlsvsqhqissumnu9nLCEOPPCSQQVTQQUQYXffXeffffXeRQcQQdQ6egPKBqBxn164MtM23yxO4BC4adqy2FcS/McqqZVMAP3feca8/2fTjtaYlGyHlx33blrRjzMvmIQ+sNeJ+XL5aNAuOpR91/ghmqmpmMFFCEUccfcOJQJKl3fXxiO65O2LfyhZcbl02UQAFuBrVRKRrTEw2FY01pfDBMEFEt0/FTeXSVPSewvgslw58gvg3z9+bccQYYURT62+lolskhilvpmvpgtrhi/sPPCQQYfffUUTeRSRUccccYTQQQQRPfQQZUTZVMmfQ7U4/xNTvSrtvZeh+hDitzNDnRvFN6ns5yUQ6IUn93RaQRSVJc9EH/ACiYj6h8Ku4GpyxggJSFWRyB1CgtACUbFAs6pcs8udbEWUGm13FnXTCg3MdNik144ILbdQ2x5pTQMvZfXWnehnjK0Iy0G0XV1qWC4312zwFQWZB1UH1+Nf8Ah7D/AJ41ghhgow9wvobQcYdYTZ83/wDK7bKJ47rJqbqabqq4P8oDSw0EkEEH0k0lk2n33300nE1kFkACmkFFFVVq5Ko7BAOQ2fK2i7Ny2cMOVpge1TDQA4egt57WPtP33zUk0lGH31HAfNmlLb+xiblLHVUXc3jhCPoJoj+0bOxSqqSbGcuKt323UTm30WHF1kVWqY7jJNdvEg4qYLJ5G/ARco6qC8Ymz7g+77qhB7Q9sdrbL1JrQyzzy1C0cDplWnX6pbu7YJ9cPYJaIKsPeYaGk0lV2kcd+POYar7J5a5aqZbaIJooNPYAzjT31n03nFH33EEU02HX3H32132U1mEF1E3b4VFVih7NAU80ZhUuYPbc57nffp0ThCbNgdUCLo0QDDBwQyBCjACQUcbdRgwhz7kLGKqxl3kAIP2/y3D+V6A+xZBEtOQIFE3xBpcJQgF3FOsFoJ5TrJY80jLraRQzN5+FKX6lkXdoIj5Xufu8qesq0bPk/wDri89xN1wxoLVY+VFRxDz/AI4Rf9xzxntsj716tmdVQdbeYy7w13vvtrnuokstkvilitts8iVPPPecccfbTWcfbfffSQdTdfefffWfTTTVYYqhdzBXxUg9Og+pwe1rH4ZoXzlXOg0Ise1qotPy5y86wc048cYURbXKdfnR7h/ESNmQi658q7ykOF5QJ6FsQwxwwZbQY2DcdRAipNOKCQec7/295R2c/WeZUcfdZZutEXztnRNEqkjqTMbBXUsWyzAq9B1u/QvTcOKFKGP3Va3dQOQR706Y7/7ywgmjn634x0XfSRaQRz73vnjrjhuqutntjiojnjkvygVPNOccYXdffaYaVffffSQYXfbXfdfffPfVVWskHj/UKPCzIbg8EuTnSwPJpHdUjkVixRJyS48z0sAtmgnuj2w0980TU1840dMNu0E9riTr8kRLUiqEpHZvYSz8RS3/AJDkVXk1zhDVl2EWGsO440FU3lnl00jk1FnA9AL07CCc3HEHJPH4YP7B74uETk1b1Otvjj3CCg0zcxe3m0EEF8McP+vf88ILY54L+8fEElXXVAZ6s6ZLLJq7L6KJ5pZoZIJr7OGEHTwkEEEFFX22GlX330kEEEFX3333330X3G2pIKinHCIyjneRkIC+KTxlOIhp1iMYXC0k43Gf/PY74eJY45p09aKfnqspbk5xzHKoV5rwBi6NpSKILb+V4KdXuOXf4/mHH0EkHW0mX31W0Ufcc/mmEEXEUl03nyUibZSKvRW2JCOCMKXmA1e6NCbPfpOvVd9l3jRVFUHQuVfcGEFE/sPotPN/NMOIYp75L/MAGnlHH5ZapJpYJa5J7YJKY7qZZo776ukEFHCEEG0EVnX0k3X0l300kEF3kUV333331G28ZZg+UiVqXgvSLd+ZourNk3zo1cHikUEX1/LEfuMV20QAxy12HnD30D/sUs8COEEutY8jkNAP3ynXREAvkDw08GHwYXGV22nE0lmTUHHEVHXce81GstV08/Uq4VLnmWlQ/CgZjQtScibfoD+a42XNvX2k0KDtDlD03SRXI/ZNXx8f+8sO9dtM98dK6JLoZ5Ipy1XV/MJ47Kobr6rLppaL44pIJb54JM0EG0kEHFWkEEFW0FHHn2m1GEHVnHX33313mF1uLzjCyAx5AY7GqsoPuUP8uspcwQLPekW0P7r5fs8OsPI5aJIUzyjT+EMfsFPu2ucUuYb45wLfGcKw6EbXaqFT7ggv3131EXHHGX1EEHWUUnE+Mjw30DiEMKUlj4VguIo4cskPjMVfedvuhwEtyCKKseeQfvziDjBnHXWnhdoLFWoLfsMetetf+sNIYILILoLEmGs964KLobq55oILqbYIILoJpL5YY5EkHG0kEXkEVEFX0EWkN/313kFVl33HX3331XEoL0DIjAjk/A/D84SFoSANbZokAfBsc8X1a75aqNsQwwwLaAwBwZLopLa7vg+TvU29DXoRGCed8JB1EdAxz1Ph6F3D4Qyg30UUV2kXEUQ02mG3DzxznzD1t8sUoF3BF42b8aEgQekGHGQQ1bsEKcX1Akt6hMsdCARDjz2ua6ouXx4Yr4oOsO9/MMoJYruP+IZLfMNbKZpKqKTb6o66YIKppK5YJL76LrtUFFEEEF2GUEkX0kGMd/332kEEEHnUFVX32nlKL0VkTa1bcoPOFvaICruTYOobYT+uOcUgBDLbKJrRSwwAihQLBhTBDY51b71qOAj7TsdvP+EV4kEyrJBIZXuZS1Jnf7DDU1VkHmmGHLpiXF1HByjz3mRiW5Bmsc8zlMccdqsgl2aboJxrfOcjCl2+JHdyvPhw0zgXmXwoSq6elz5bqoIsP+N8LfoLra/OpJad99dr5ZYZaJQLK45ZY54apL4oI4rYp5H0EEEEkV00EFGHkEUEPH13m0EEEEGG0mFX323qu2V6uHjs3tQs4cf/AJlYo2k7t8i0ffWfAMBDHe+K2q8IoYcI8kAwMwCU55PW/wB8QUBcTTaHHMdkuEV/99MgY9V0kQINtDcVeQ9YdbV6inpTSSBNPPNTRX7TG2GfjOw781fmHKQrkA016Cm8VelcxYPHo2Y233FVfbeSffnXpv3TT/ughqw36wy34hologvgsq1wr+usklulhktoglgpgusjgkplqtpr/fQRQKQdfWYQQQXdSQQRffffRQQQQRTSVUbdZckLR75qS2Hv1mgVPWvPaZuON0knhOvBl/xk+vu86npvjjuinJOb3lA33xP7h8Wis9EFEUeHUaHiQxCQBsNcRBr5wYM9VYVXfCAZXQcbedDNBDCDBAOOPP7ngRcaWTVWABhnugmSc992QAxDn4vgmEMECteeahBXXefPHZ2lg+8Q5zwgnvgsx7z7wvitrg4wvuyvvrihnttkshngulrhgsrmqklgvqpjucQbABWfffQQRSeRaQQUfXeffRQYQQRQQQcfafhfd3doWBH7Frt9S0nrvNy5NQwgNar5o92NEFg9+pv87fQTe15zaZkSKkpgDoeb/wCCYqFZKwV707DLDyyGSQPsV3OIK62UFyiBmX1nF3UmABDCDDwiBq6XSTj2M80k0gRIpaq3m/8AjFEOfNqxgLOstjB3HRCfU8d99lJdhDC+7hT76CC2yOrjrTry+CTrTDCuHTeyGKSaSea++ayyi+iCqOCuCW6CSqShBBYEIBl999BRp19pBBBJV1511JBBBpBd5Jtdqfh8B+wMx1Brqp7MvaNg9w6PBBsITWfhNl1oA08y3vXrAx9j/wAdfVbKxZZTzIPegJdYRUEvfPJ/JrgSNYIowMsFTdgfEMODAHMbeXeUedorvhkkPFPm4cXwkiWYTfajgoniIIe3y0JDHgaN3SxOPw9+P9zJXj6NeCYUUH0onv4Bigglskholp/7vq0/61igvtP05nrtnuqntonginhlsvtgvhtvoknrvUQUCCARffbSYWffWZQSTXffdaQUUQQQYYQZXMk/fHhU6TXoOQSGSkoGgyO7d+v1SZKr/gAN54hKDEODEorhy574eTTbVqQF0BgIE9nIUqukgWg2TxcDVpfrrxOYET6LMJDOPPOPeZTe/rhiposs3Ud30RGKCPCNMPqkrsrHNgjk2zGPLsvZMIzuNyw2CkHCnSecNQQSUJ1vvlQnrgnvmo06gnv0trlv40ikitJKivKX6vquushnngvilrvoioiqoghokQRQcAQRffYRWYVXaWRQQffffaQYAAQQQQQeUKvt2i+EE5aAf6pkLg4cpMBCGCJPv/zaU90UZdz520sOeOEHOrz177175Ap94DcSXLysw7SFtoayFCIq8hHScR9dIbOBOEJJLPBBPf40ugtmhs95SfU00PNAAvvPKAFnhtJzGdCAPMAuovkRQi03ozxZn+QgCLfeRbSAADfvs11Cqnvqlr74vtvttsgqkvjnqvLjw88y8He7nEa0/ovumlvojvggmgiqmRaQQQQXffaQceXfSfbQQTffXTTQAIAdQYQZVLl035WXy+Z62i9Hjl+TOHJIEINEcY224cSgBeQZcRjggiGGEAReXx/22gECvMpIYWUUUd4BZ83cIneSHJGd4NYt4ECg9PDMXeunq9z29/yqp93eMBBRUAMBnvulHCGDEJV0AfLHDIEtgk4UczmfKgrskVicLwHPMAQAAP8AoILDrLL7sL7u9LLZbJIIbL5J6oZDT8NjzywwlPeueg7+hGf44IJqYIqq45220kEEF332kEEHX2lX0kHWn3Xn0AAAVEEFH1Vac9zDr5hsJCMNKwY+/NDQhDJfWAAwCQduGkUl21EFHkMdOM/+99/utuv+L7Yqrr9OkmRWE1HNu+9xBhDabrLoc54rYLNNceP8boNtP+d9OtfFzLpAgQADQZ6oYxzynTDBkD0EAiQ75oem7cQN+cPoS/oMiSH6wAAkRxa8I5gQqoLcpZ5a75bspq4b5o4K4pLiBOtyAAhAzTQAgABiaOe0vLHE3AIq67W0lEEEH320kEUNf+lX0E1X333UkHEEEEEX31U6ffmeVsD2aAZ0CZFz8/P/AIAM11NGueEE93vrTv5NZZ99519FRPLzfzj/AM/xpippnn73/wBaQBb7nHqYrIYpLLLoa5MPv/dtPMvu9cdP82mFGddniIAQzSARx65IoyhjY4E0xCmeQQ578NFAOxOyYprQ2Jx/C5gXAUSxGUBYa7p4L58977JYbqaoKr74Zaob4pbzzzzSwAwwADhAzywDxzTyxwp87H5U7/CkEEVWHX32lW2kX222lGFH1n3lX0kEEEF3332rrvko5AAPEee8UGYjjNMtkXUVVlwIIyhVl9pfuvd9Ne2gF2kVGtfPu8P+NPN/L44ru8dOAdRB+8MfM55L7bK8fef89eNNG2E1EGEnFDQwEU3GCTzFU2QBKLbwCCgIIqgiDw7tjD7r/X352Iih5I5HtJasMVUsgABR3uT56sveNMP/AO2CS6yGSzieiGeOCuW288oYwQw0wwAggkwAEv0AYwgUs08ceb7e9JBBAEdd9BBFJd9p15FFd999hBxBBBRVd59hG+qfHvAKfCsbiSzJw8H/AJwWaTWaSUqBGeQOFdsx7++03/XRTQXZwwzwVeTaeff2z19x/wCOR8Q8FcdOMsMuOPLFEEFOcMFkEFEEEFGXhAjyH032FCNNdkwAIZABQjj4D1LwScdwDZasMn04UaMHra0SpEpphaan0V3HwJOrJcCK4YvtaJ65pbb5Ia5Ja4oa5r6zDywwAAgAwhQTCABRfaBjQyiDSTRzHtLnEnHTz3HU33mFX2Ek0EFU31Wk0EEQC1G3nG3J468B7s2xQeoT6lhaCO/OSAgz3X2xBS2EBmmLuNeI7/f+8/d/XmUM93nX21mH3HkGknGXI2jpGVmFt8e80nk1kkE1nUU0kwX3m3kUX3EnHXf+8PsO93AQ7I/YtRx7LFdF3S9qq64JMOnBh6vnDYQnbglm3I3lHzXjyKs4Ioi8q4LbKYqqII6IJZIY6whaILLTDTzjDjTzzzwwwwwwwgBjBSBBQhzDia6320133EHXXmWlH2332kEFH32mUEHFEFX2FWnoKbgVudpUZrUUgopKHzsKhRiRFU0xBnVkLdxbc46Kb+9ffvvcrCc//wD50989p9j/AD8ZbYTSYhSQaQVSYSLEZXWdWWcYQRWNMYZQYcce+4w3+y95yl5dYDO63OsWCnqHAx7q/wDqr4LoJP8A/MQltYdT5D4yyIBQMxtBNh0KiGEHKG+2CGG+KCGeiaWG28oAsCeugAAQQAQQwQAQQgAAIkIAAAMQAIAAEMfb959xwgNRV99dJB9951tNJVxx9tFJBBFBhlZpqCXnqC4Lf1TfLTMy6w/7XI8wgRJBR1pdJGaSBzeKSoRtVAgYeui62PziOiACGXzTX7vH/HP7rPVNPDJ98p9JJNB9cGWaD7Hnj7rjnDzvjb/rrDZFMgAEkxiNIQfn2bf3HwAX2qSK6CzX6Epvsvpne4jBVMj+88IBBLpC2CT9rSmKCiyuKOW+KCeKW8AMMS2+AQ8MMAAAgQwAAAAQAEMMMEkMwgAgAAAvBlAAAA199h19pFN9pBR1JFBR1999xxFBBllZqABsPSbyl/HcnC5eSHQ9Hygo9Fdkx7Hb/CvqZPLGuo5RZ4I8AsMU4A+evPvCqMsldNYuvHn7PjL/AI48z8xVRW4ywkkiio92689y64RYS081/wC/uOzDwzgeAjQ4cwTEVtJQkRE+5Qbr69GDS18AksX7dqpzRwu0EAlPWuZZ/RRYro4L5apIoKIoJ5IPwRzwBYoAwzzzxzywwxQTywAAABBTiAwRSzxzjK+1DDTDxDGGH22kX12kEF3GEEG3X3HWkEEEE00oJXpdSh7BpqWR7fp+XDDktvRlAjw3vOdc5rOYsf8A3B5VlNZpysgkE4o7jXDLTsEwAs0cmDHL17f7/btd3/bDPbSO+6C+8hdtb/LxFH/fP0dbnHPcc4Q84pjXB1nyLf8Ad2xUsbuHNpoaQANP+QGsttcfSnffHASASA6vglqjOXvhvqvlqhmvgqgkhtvoNCFOBlPOMFIINAAAEMMNBADEMLNLKPPMIBDFl4QZRQQXTRXfWYQfeaXfcURVTfYYQSTTXfffUUvPDsXUkG8Y5wOgB/z94/Nfw9RILOF943qpmvhqgh18wyw3/wBN8rgCgwSYtcblJgBwyxyZvzySiTgVOTTEPL4KYL8ylPL4ZlIuNdrII/uQQgFvNrCgBW8qaYJ0M/HqcfH/AFevYb6+Dpwg4QgOIKEicSgW6ezelVx+PVW6CXNW/wCjtttvqgqvrpmhmjvkHKHIHoIBAAAABNJAAADPPEMAEONLOOABPPLOiwQUZYQXfffXfdQ7/wDv3UUE132EkEFX3n2lX1UbZjFojuet6Vbj6ot+onyiRDe/hDRTHPdj2t9mjwgPMOuvP3WQQnza7oK/scny1qSDgDyBIDgSTjQfLxwUbmPqr8fzE4Z8tY4PM/65+MGAxiFe8+BS8+TcLGj69UUwTosAf1pZ5NfckQAAQoRLi0UiCrzbe6NQ00XNzLIIjj9666Pbb4I6JZLpKIpzwCzjyDwACAjwgDDhzAABRyhzgyyjxiAzzSiwy84FUnGEH133X/8ArDXX/wCfQUdffRSQfffbUQUTVasmph80b7XoNpN1ge8u5xIIW54wEENKz/OeeYXPMFTx0zTXNN2Qq2x14t+4zLM9TQCADU22bdRRRxu6Eews9leBPEXh6l507g32W71wQFLfLQ1/ctu666mAWwxVPOMApsG13coBH97TlooBCm9GvCCERpbLeASUXX9ugs0cHn9qgnsihrlolqgqoFaVfQHCPAAAABDAACCAEBLDHPENAEANOBNADEABMgRUVRXfedSfeex3/wD/ANxBB199ZhBVt99FJFBRWG+OwSoJqfKH0xaO/e81QhT3bL7OcMN7mwuMxU80x3nLRBIzinzLHXHHrL/4Ev5iYknnYp2dZN13PLJDzYDCY8Iy7Cv+T73LUsFZ1IU884gdthUOuP0KM1qf08A88Q8asjTQxWVfXf8AunhHy03lRQOCtljUrOaTSQwogqfvFz/vvvsgorlqgpmr7/aRbSdIPPLOPIAATcUABHFLGCJIDDOHUTfHINNOLjRSWQffeffffaQ//wD/APjDBBd9xBX99999tVpRmDXMa09NDKwDD9+nLANVrPDLV7TGu8dJjuasg5toMNJtJt8DpePXrXjDv3PAsFtRmyX/ABPWVXVfWga50x2RT1Ycw94HXxk+91PEOceCPfaAEOYAvpg0PAQylMMENeCCJqE/AXZ7zx98+/8AjE5OvvCxCLA/+WRW3zx0I4bb7gIN7Kr4IZ67qY657q33wH1HQzzAgCxnEmkwRTDCgACQhzjThm8zQnGg0CoEWEFXX1Hn332kH/8A/wD8ywaff6UZXfffdacURVvviE6w4MmjEubnExEEHmx01wVZwrphORR28ZAYSLNSfffaP7Ss359/0/8AsMAH412/Lu183krHXtGWsuecV2qOtYd1mnGM7/FGmHs2TAjigBiAZxgh/pANf70xATizAHYF43VaeN/PrZ8uB/pXDHPLBI5H11zz1f8ASCG+eipfj6+mqSf+2+aaWmsy20dtR940scoL2W/lQQEEcgAAE4gYw4FuF8lpRhW+ZFJN9xBJFV9txB/r/wD9Ux09/wBv/wB89x9BBVltTW61Vs9e1IAARlG9l4DThxAIABDzuOS0g7wZN7TnJRhBlFIVp/LgcKKyybn+YgJ9s39E/dJBD3ZNVLDfjVZ6NpfF5Z9FNZpjFDLrjQg4cAQQIcg4B/tz/rF8oQUZowS2kvFRJP73HjK7vMA1qsjDngsPps1W+/8AvyTmutohI36qpgulmglotvvNBKADQZaRcMAx5q60gXPOAIFFBNPJKOLHwweBMCBBv7wRfbRXbQUffSVX+/7aQUV69+1/fffcQYVQcaljmlX+5YDDAOs9BXczzkVyIFBA08yrgqgp7WR7907SXQUbIQbjzIMKUXhonSAHOwYUGKcASMLmdlYU794YVp/bFVSeVRNeQq3zy/BPLJEHXHPBLfvGTxwfcIHAOeDNnCw1OnFw1/731TxGV2qPnkDAL0Dq8uqvrR/vsnMhBUwgrvo0w1omhuMEPCALTcScUOn7h1MXscIAMPHNMPNHGOG4J7AACBJBtxwUcYUUcQZfXaVd6/8A2lV332GNP/32kEGEMGHoIOPmkoJoQhwx4WmgR+ZLEMCCBAt8sN+MrbG+ajQmPu8FyQEm4M/Rjjlo4L1KGOHFQDQFwDzjAMIgBIMOEH4cPEW3N9/PyUGgR2gAygwjTzBzEvNI/F/2CDzA1E3DwN36zVQJ+4b/AP0XYMysqkY044OwhzyxWiety0AYYGRVS2imSPLzHyk4cw1dd5xNxFZhzi3g1qSlMMMmSkM0c88Ucv8A/DAFPLPOlgQQQWScVeQff6198/fYQUffYQXcZUQQTXY3fSiqvuh96jQyFIEsNVe6rVT6xqAAMw8eafcDCHuEDCHTd72VCO55/wBqQH1bx0FvfuxkFSx0tDHxligUnLPUEFYLccwK59MdJfkhSRyR5IACQCgd9sEjmRrkQBywkHzRplHsm+QvuaoLPGJxkIz+wBxiip6llCcILYPyABAUoiVdfvvMcfv9mVnGHWF2XnF3VH1fMxxH4ZHDAArgwBjzzwzBCQAwRDyyBJ8EEFX0UP2EGkcP0UmEU330AX3k0VXX333kEGGIJdDwlhbgkADQDzQ/Ce8JosQCwwAV3HWUJjQ8cUHyySnE/dORpMvOgXWt2HraNFb3/azOpBzhHSAkG/OGltpMPhkKlcM4pWFCQhTCQjQCgRcOef15kw7aQDADUVFxY2akcJIYppqILMOEARiRzo5jiMPfQg8Ic4IwhObx91w4tP8Azz5FlJxJ9xllxBVd5B9x7WQyBi6xYAAQYQ88888sAY4EcUY88PMWJBBV9NJhBBJV9xBNd9hBBMU84991915pB1552Cnd8GT4snM08Pdd0c8F5Wi59toABpR1kC92hbH7FkoUIBpTLeqzEd1B1YFSxBBNlX6Szm1dRgQQhNZskXznNpxmPUVqcBlgMQE4McUwI04i7eoH7Z3POoAMQQxB86oLfHVrDnWqiI0okBYkMa6Oc1rgBb6SuekOMEEcVXdQiPXnLN9d084Uw8848RdNFVlNOPUIZHYBAgEQYI084UEEU4AYGN4chEKmBJxl99JBBVd5hdd9pBl9z00oARJR9d9tVR5t+CS5u5/eYR8+2CCy0sSwgPtwB98AIBRcci9Xs/vzf14cU1BVbXvq0QApZ4eop77jmw00eOTR9lswE0gU8ocY8cwBR10AaM8IwVIQsMgcMUgAwwjydMemC0sAkJVUi4BAOXLeRZhd9AHIV98ExX+KEA9bSClmz/wMcYv15DQAGBJdtggwBBhpNR3ZVdMs5NdpJ+bHbWBBYE0c8M88d5hE8Ic0Y0Ys7N+eBJ9x15tpFNpN9xBh5999hdBJBBFR591dpDBpSiWPgpZ37xQ28IiCayyePGPAAUsEsMA8QLh09rTzf3rwZ9h1jnHLQEMN8OmOwwAwUogg+Ezrzz7OSioI800A9t5dRttsIE8ExpjPgw8s88iC0JaY9TmHFpZcstJveBTKz79ggKCS6XzhN5cMFJSgQUtTE49XyzKAAh5U5UoN1080MhRNHnDfDfTf5zRxwddlBpDWpdhY+Gc88oEQ5wNAAc0w44/ANTs+tRlhBBxhBlBZRFtFN95hBRRxBJBBRB9957ZBWmSvZEqplZ+QMKGs40IgkQmGAc8gE4084+gtw7bv/vPfjfzPDjXP2xJBM7L9ww0wAAMZVyc1/Hrf7z4VhIY0EVBJRtk8Qc3v1hr3j8AUDaK+uYCdk6LAxthhhRRCRl+mdBjS2mOK+2oU990oABxsMEgRt26DOHICEPWOurFFRw0kJFtX73bP3zrnDfzn/U4gk81BIQQGOKQ4gAIEYUsgAg0AMMko4xXzNdBRBFNdZVJl9dNV99BhJBRBt9BBxBFN5hlBaGW/Zz9tF/xQqyCBIwU8IAEgnZ4QMUg4sWY22MJ9Ft/nvfnvuPx9zDnLLw7hJJx1B9td5YWVhHvXvGktJ04gE8gpt8o8E/r3NQfjz08JDL754DloAav8B1d1dx7AD2W/7bKwcQMOffZ9kFR4qs15UKoVxtLCDwHKq/dVif1Ah1VbLzTnXzXDLHH3P3nHv7zWA44AAwAAIc0IAQ//AGCJJKMOMHLBOLCAjdfeUaUdfSWSQVcRTcecVedffaUSQQUTccQQWQgkcwSLaY+SfhiiAHHLOJRev365wgpCkHG7yk/EMfebyyw7ygq8bfcfSwD+zW/6/wBNNP318cj3/Ps+9Iln3u6JEDjgxE19M+FhjHPIJAe99F1N6QxR/wDVV9JtGFWxI7XXCc40c04WrjnJl8yWaZAveumlWj5Dny7ybUilJUYY37jPbTD3Ty+nrPn/AH634+xw83CGLAAAAAAOAGA0w56/41pKBOKYTfPEE/fYUcdYfYfaUcfSdVfWfVTfaCPfbafWYQUYTatsXj3ve6QTwjkilBANEV5x8y3x4xsoDAV2xhCGMvEMZbJ3x007yeXUXQ18/wC+/MsfNd/888LQPvXfwSaxvMcsrQyTzHUdvSCyCRAPP9vfcxSH8Y+aAeb8NV3Ob7hoYqDTQQjRyz7vce/HnnYOFD0D6TRJqUPpTJ+5QhRxjXcs9POf+O8+La8PMO/O9+vsvN8BjzgBAAQziAxPMrZr/POdcssOvcXyRIvUkEEVXmFlGU0lmUl33GmV0ARg13333GEWkFlpDHTLXeuHM+q4Ib7jv++t+iO//NOef+xLz0tuhIvCQRG4+O5Fb+PVqp+Mffe89uM/9vf8+OrYPQJ4yiTxX+kd0d3t+Pbe2331HGE/us8ujDDC69HhVSuKRf8AfpgoKKWsc8IsM404tPDL3yiaibtglwcsIpLWwYY26EG3nX7vffj/AO2wxz+khu/+l737w0240wFINCBPPPOKCOz9nkDHOLMAHHIe44XEv2SQSeQdSbeaUcTQfUQYQZZbUKVdffeQQWaSdbgEcYZtKTRy7krkkk/y/wDudNPceeONNPYCt9cjyw47314vf/VAZLq+OF8NetMf/wDvbhRXvPTsN9m60IEgU6DFN9/fOIwe51cn7q85N+uDlIY5mUpNtx8rnTjnrdcS/v6qCCi+4Ec88gCasEAoo6jNQJUMrM/lEUe2uCTvb7TzfPfTXnnTPqq+bSK7XfL/AI0752BNPPHOKABOIS4stALOuDGOfTGGI+/OvydRWaSTRi/XVbQfcVQXeUVTVcQVefcSQfZQZbgxbJmMRJPM2zx67nw93+xr0QW3+98Kzyz+DhvOPSBXbh7XYXCvLPS6Sww1x+stv/6QQ40zEPy9/wBAwKjBMsVU39NYwX3n2CMdixl3Vlk1zjwkmTdZcPc8wNXjwLt+eP7rJoIgABDASTTgyBhQCNChx0gHohoxjzxgfP8AWSbzrPL3vLLPWSXrXL7rXXfn7fXLsC0884IwA0sNnqeMAGm0cA8ZRwAEzYyH9/8A7aYVBv8AmH3E0G1X32G1XXkWFH310kl3lEm4JMlhhTYNQd+cNJb8d9vdJFzCiVG3R9dvs53XACQxVod2kHWCBBEniEECDzSgASx7wSMcBhX/APbz16zyE7HIwAti8UpxFIV990ABz3axJx5AbTv3UDLDeXZQ7jxE8OvbnKuSwAAc8U888AwoIALMcpa57CciRcIU4BvK+WmXjbzvzDb+yiijfHnP3Xj7br7vqqyAcsMUks49NjL7N98o9IwEM8AR/jsX7/8A/wCX3mL6EUEH03E0WEX1kGEEFHnX30FHVlWooIuerYu9QFx6TzYssOcPhyyDwRlFRXBxcMRIgQw1GqPEGGAgSylF4kBT37HkAQDDRm+JTEMcP+H/APfnZrv88ph3sQdtJEHF9UsxD72Jx9FN8Et8U1bz73sPs8MsocLj3OiOOc88E8888oAE0EH3ssLiFxU6NSQg8diSWai2qff3H++OKmGP/rrXDnTrXL7jMCGuowcAIQw1BTjPbbD3bbPjPzthrDAX33R9JlhBRpR1tltVxdddJpF55tBV9tpxBBNlCCG+pgWktNJBlV3PHLTPDYsgwQwAcUgkIgI6+4EEN9aXjB5Q4AcJV6pAR0JQMkTI8837s37fjTlvCinREyywshlDoEgzxeLd1AdFbGcwRtd96/NsQY1jPZo0iHb4wQNHLyAw0M8888848MEQ48D3QkJnO31Q6H3A84GeGqu6CKvHKaK2CSqWX7DrOeLHvrv74AIMAQAU8JV59N9x3v8A/wA/+P8ADfv3rvlf/wCdfdfTbVSQVbQZXddfSXaQYQSQQefbbRfQVRmglinxj6MsuY2tj856++/IBCDDHKCIBHEHHcUOCFeRl0wYQAJMHPQnQJrt58xy/lPD0uX8/eWrO13tocrntIFQc1MujQQhzQbHbcEMQVedSHh0KJvrHeRDLftE+MCNKwwgJMPHPKFMMPPHOGPOi43uDrIRf4x7BtPFMd+ymnjvsxqvjsioggh9+/8AuetOdsuIagAATzTgF33Dn33331tMVXn3EmePu/cP3W1GkAgm0HUFlWnn3kFUmHkE01FH300EVXVKpILLd53ntKx8c5Ne9OftQBRDxRQDiExgQAAURzDSlCrpvECwRBSWKATUeerLPj4CcMTgJ3nZ5JLVHYuw64AHUFRLojGWIt03QUFfG201n3JrUQ9txzzjRj0pagjw9ee//wAcs0884Us0848sckAKPb4Y+Pkc77gfAUhRFff2uuSi+yq6SKe+iTfX/HPXHvnvKeAAAA0sU998w5xpF9xzBdVBRRlBvr/nvd95FtphppVR1BB9p99BVpdZpN9JR99NBdF5GuGuu3OvqNxDzT/rnD/P5MgEo4c0Ic5EU0kUhuoddZtX+VBY88k8py0m58vfn4rXHUXMPL9Q2WS2WOx9pU+0VdEAK4uBtCrzPUolRU11NZ4qPez4xzbgAMAAeqdPkCz3vHb2vC88oU8s88c4EAkAqPIciatgzGGjlNGxtl82qGi2u2Oi+Lq+CT3/AO53x+91wzAAAAAGPHOfRHOBccYQYRZaSWcWQXe0fffeZXSaATaYURbQfbffUVfXaUe7bZeXfSVeYwhjwtux0zuIx2y75y8540TELPDJHGACYDAEDAcmdfSQaX0RfSPgHWDXrs0bREJOI3/CpOZWINvrmqjsrXWnudUeAFmBrCHAzSzJAY43VbfALtrymrpUbALANxoenNa4x13/AMSI77SgDjzzjwgADTwCMWnJYg2HCPi108HjGn6JZLaKrbY74b4Yev8Azr37z7bHxY4IIAUk0hV99wVtFJBhB1hB95hx9gu6KZl5VtoItVBRRJRxhRpBd9tJV79tZhJR9FpXSBRiCLKslhT773j/AH328ScMOGMNEADLIFKLDIHQPOJRSFTLJjnmPZWAb7ITzS9noUAfBPKCANmIqz4rsnjqLdHRCU7G5UNOZX/9aBx8vYaVH1s+K2y56xFLHPcdOSV80/uygej1w7BPPPPHKLAHPCD3afNiw2hhKOzTjANAQqkqnvkmiuk84nsj5+2493z66+40pt/FKHVUQQQ1/fbQaQdedQcQQVPBvvPaaQXQafTRYXcQfQVYYUTZUaVfccTQcXfeVxiETntxrtKw05+7+3x56+dGPBEMKKFBMALFIKPWgOOPccbeESw+4+QZBRkSc+m/8vliLEEBoai07yxNAAq7HECe9+5UYeLXef7kLQO+xscQm9u7t+llSKEPMM9onMYxB1zzOf5zA1PNCCPCIPAFDKH4SHQrA9wH/rs84V4pBYgmmshrrurgmknp0z99101+6+Qyns5HLLVVafWxsMTWdQVPcUQQQfNNiEsdZaVaUVUSVdWVfYfaQVeXQaUXURQQQQXfShoFcvrwBm8/66348z5555fGAGNOJDJOAGLCJBIEVuAECZdNDEu437faBMyOU4xiogiyWotggd065Q/NLBI4phAS8zx5cgKBhgJJFIFLPNVXq1E9N/wJjtfPMK9OjD/U3x76FXtngxLBIKGFJAACNJv1QOWhqtFkJeq46u9/Pb3tviKIMilnsqhtv277wwy351Pz7zFLKeZebVyxvLfYfRVLRaWSQMEFglFfSRfQWUSUfceQfbfTQVUdZWVfaXXQQcdYQgjjgEq7i429xyx7y17+/wAFmSRAGQBAgxQwghxiAlaBAjRQwQDZa9vvv3ySqwe5qUm0lcdpobgrrk0VOwAAihDyVM1vuG7AAT61DTzwzABlWqsQ+0yTmIEdn0ddO0n5YKFwjDk0nYPTjiCgQwQBzCgzc+GMoIIB99AaAJE9KNEGA74hxab76qoLqJItu8tddPdjADCCDSG0GX3Wt7Kn0F2lX32kABCRjtpPHWkWH2lWkVX3lEV1WFFGn3nknHX2EkE130qLofSgXP8A7HnDbDTnfrrdx5B1V1xYY4kAwsw84I34A088swAoCS7PLXz9IOTPH4QcsjIjuuCIeyNpxdLmUIIEulVZvnH7CEMQMosUsAA8QIyPUYs+hJ/VqCq2S0O8v3M5H9V5VM7Ws8k8EAwkAIA0AH/bvUrsoquYTRZn7+8MBE6y2WqqO6Wuu+iuGrTfHXDzQwAAAA8VN9V999t819594Z9NsAAMsom/f3V9VBp1VBBV/vlB99FBhpB1td9999BBxZpACDDI1fXz7P7PbDHj1BJJx1BlXT5kAEYMMUAook3pQ884woAcICiCDz3vG0TMh9tY7lWr/eegEsV/v19+mAk4uk9tVv8A1d+PLNBKCFGMCBOB+jADil0BD+e04+/E6ix1OpzhYXTs1rDHPPIKBHPDHGAK/wCNfjAsRkQcsMb54PBHUILYK75bo7qJIY4YJZ/MNfQBASAADhijm3023xBU2n+gxzSwShBzyoMNf33XX1EWEVV/8Mm3lEEEEWnmHX3kFUlH21FJdc1Vc9OdOvf+Msv8H020EVW8P8d9uuTRRyBBM93zzyhSTyziJbbv9/e+5EaxSdf7z4trZqlHV/fv+lmbbpKabjX3+PVv7bCBQwBCihCSjN6gBeU4nnE8hhyWtGr8Pxdk5JCBodajTyhQxTAhTxwyBe+N2KUjj4L6g8sMckJwUY56JILI77JbbLdPtf8AjHHU8MMgAUAEo9t9V5ZJJtR5pRxdp9pBA4WbPL71BVZN1hBV1pF5RBDjyDlhtd91pFJN951oiCGt3jHTnDLjDPnf/HNpZ4QV97DFB7HQsSueW/8AyfVPPECNOFDjloEU07/mAEhz6t2Xh3qnGXXe3w8+WSR17vuWa61y3yUsLLPODMNNMMLL1vAEwu+jpQfy676zCUUfK6XQhdF7/wCwDywxAgRwDzRAe/M5WQSGl27/ADjDf7FfUNH2aCWiCCy+WGuaOGafPX/4ksIAAoEsNdB5F9hh9JB9FIQAVVdpA82J9lBVl5JBVlBR9pJRRdpCCN1dtdtNBBBBR1ZMCKyf/rnvvvTLzjTz/brBEsssFcpdptfQRvCwbbfPck8gEABRw8UYDFPV/DUp8kY22Gfm4woBr6rTXPdFFtphVpvzvB9f1zxsY0MwkwAIc5Ez/ABPHSOJRUy6WgfM885Phd6yY/vbSscwgA4oEIIQUf8A+8gRLKPEdTJccQsoZ1wUdpguJntlsrtrqgstki/y9vPCAAPFBEdfYdfVfdaQfcQHBKQURQNNrCcaS6beSfTYVdbaYffSQQYeYQXfbQXUYcVaZRhqz09+86/xw0ww9DVWbNKBFFLYeKLXVAxwAcTbrrgKAAAJQiAHOPff5xnstkxkJXee6zECR+qpnuz1eWaRQSZyrhYWbWfwUAAJGJPHPPMfH+7GL3uzIMMPKOtm8m7y1iRWunNt5gvgih1DPHCICsn198pcNlktgkAu+ARKWaCGcNCMAulnhrvnqvsNEmx72/OOAMBIAEffQRfQdVeRfbfcUaQBVSFPqlxUOqbVcSfTQXaWaVfefeYXYXffeYacVcVZTRnk6/5rqy6/w0wzTNTedHHMDFLQbdCHBZ1wM44qMOqBAHAsIAAtvq7375hEnIrLOSRH+3YWXiNEPhp5cfSZTXW1gq2USbYwWfHDNNLCtvPfYzwAPZOdVBHOPbRksHOrlAaSsudvwgstvmx5PPAIMs+7x+w1RCEVriv3urUfPAuvTTaYXKGqtinmqkPJNu580/PAAFFPJHXYQSLHOBfQfTaXceIASRDMupl3d9aYTaVfUfYaSQdfQeUSTVffQRZRdXVSQR03x5iipw1/yx17eMJDHJGLBILYeIAAN453Z/30mIGhCBFGDjikol0bxQtC37PPPPP8zeTjnFPJAJj3/YfYURTcuq9fS3Y4UffNDBMIEMHTac4rF8aVsn6BDOJPiorAZUGnpyXP2gtg0299iKJDPu9yw76A5c7XeQSbX2ieLfAySYYSTADBlkusgiLPKL/463IKAHBCCPYSQIHGKOPTfeT84wWAARdGBvqt64fQUSVUdcQeQQVbaUfYSUZaQUQRdaVVUR5w3il++909+49y6ACDOLAGMGJGFLGEI0rB0/8AePJRyOc0Ey5KoYb9tnP/ADuCIw889zDDmO8AAcsw0GjZNVt119y+2KDbxhB1pE6yoAAMQV5QO77LJvvHKWAQHz7D751sK+i75ELvDXLLf7rGOK08bTvzdQwK/uKsYNF/6y8MIF65l9FE8Ua6W6yssoQo2/vv88AMAIkpttNE8095p9pN/LHbbtMo0IkKSCeJpplZR9JB99pRNBdpBdpB9dtJBhd5tV5RZV4WuCu/Lv3rDHDZ8oYIwwccADbjjJwDBhTjP33Tl9HnjNg+qKScpzbaQCZUsII8pzzOig4Yco4oI0GLpRBR1eaUMCblLBB1pOCGmOcsEQ4BFW/DbST2vXyvfWn/AB5wnmg3zbNB63z/AM8eO8t6JT7bfvuUhyRCpVD0VN8NvxmXXPEU2QjDzbppp6Azwggw8d5TzhgTAzx0XzSmdX23Fmfdt/mNdCSBxTZJ6bmmnEEU1W1nH0EEHUGHecn33nGlHHX1VVUniTTAhz8ftM8d9MlyjSgByjlG/vuf/ji5t+M9U2kHWn+v75765oYSNdz8W13XcD80+5RjVTBizTxhzSqfuEFhoAWnDCmsX3FG1r77yjyUgT23LfrfPSosI5PKGQyeMaruP23iKO98MM+PcPNuO77MuMMP8wmgI6w1M99cIRDSH/LMWRU0Apqa6ro44a6rrb7zyzBwQxwG1H01O13Vkv8Ajjh4kz2QIEM0KyWN91NZ9tF15hNF17jDN7BT1d99BV51xRVF9kY44sosDFU3nvrhgMcYYo008MccQEQSHrnmJ57syJ2aaWi66+85/vrs7EHobucIt4hFrAVs8gYA8QYAOPBxseJtBVUFPxxBd9L/APBPPvoKKFIl/wAP/JZbKoanVSXMW6+01FFz9MMf5/evuMvve9o69uu/OQWwSIM8u+f7d1Xhl40ImllHBxqpYR5b4ZaLra4gBxChTSBzihd+sP2sPPt+N/FxNMihzwxbLKHWFHGEHXX0XlUEc/vckVuX32Em0nH1VVW3wgwijjCxwxeeu9FmyjiTCQAQhxREwOfO+2d132DxcI45Y777pofLrowe4iQbHRoNA+969f8AQwM8sMkcYTXltgWl55cyjDBdpxpldQoUKDJuHtazDPriDH4F24hBXnEMRZllcfLHjDjvTLDrrP8A++/22z6SOSaSL0w8vLavZXQaY70ndVTXLliulh41/wDft6oTyiwDyQDyQGMeMMNcNuM8ed8wWcFzDzhKr896oIMMH32kWlVHPf8A6jV//wDwQRUYVTSRYTZEFOEMLOKOQazxUdeVJLIHHONNKBLRcXa2R5XHPKWaetpvvvrNNLCUK6H3HHbSCn+J2Vh57raAdZbCEAI88aPRuSXHHHwQVaAt2QQQIqtS/MxBxry//wC9pK4aqWTMPseZ9k14fOv3Hvu+/cNPMP8AvHbzgAU4kYOHnpUP/VpJ8ABUEaM9RFMgSOG6a+7frTzPk0U0AU8Vh91bbf8A59w0yyz29yo6w0TfGDIv51tiggw/fVYTfQw//wAspXt+8EEFkUEEU3nAghjDjzDwTGFFP213GmFmDRjwjRTAATgSwk0pIARyjHbbb64ZByiBH1VGX31MeYZOYjf7xhGtiN8PCwRh2cVz00LbCP8AHPX3CC6AAJBclgjI060pmv8A/wCv/P8A/wDhVB16t1sRUMt52xMHJHNurnou5/wxy1GAGbQsgzzjLZWR6RNHONzTnfeKNKjsqrqguzw/77QLPCMLQReVQ8z07w2z19929+4328WTbLHkx71+4hlvVbQaXQf/AMJIP/8Ad5JxBBl5xRZE404w8gEEMwk4oBdr77T/AD3HHBNMGHCOKAAOEfR9XcOI6hsgvvpBMMPTuNHWhS4xggjVBwD8DVvW235pICIB+2Yc3xSaf1xb2lohmgjShjUJGfWY8GZt/PIw25hhUL2y2kgRh/z/APc3TBTDCygSrN//APb/ADPLNe4n1Etv7/8AruABTRQfz41i56ALY4aIJ7vv8tOnXymkX0FVFU/dPsPPs/8AbnbT3b/bj9UUgOSVpVyyeOO8hhh9BP7zDX/v/wDSQcaWQdMCFIABJFMIEOANHPN89++999fFJEDKGCIDLjDJWQI/gXBO+P8AsO7Y6v8Ak52Fs5u3jfaGSvBLNOVcAzIOyccYgUcg8sb7BBVPV4+AWMMM40A0xgdlx1aqp9yxjPKHDJBIOiWINrnUA8MIvfcwYQu+IkfvHPHvAwUFXK+VKVw8876Hz/bW3pMVamy6i66iG+CjfPvP9h88RVhJVBVdDDH73fD/AC/9389y79w5STZApeYfzvtvqgBabdf6wwy1+/fQQQVdfSJEIPHKBAHCNOANPPIr6Wiw88TDIAFLGebS97iIlT3Q+SJEPv8A9PfJFeNJj8HCtLqu/JCJ9H009j0F/DwASzxywTgxEru12EKJWpoA9nDb7KBUBpaagkOJgYf7cyjiRdZ56+BNxzAwAwSyMPjAxJATz4+Mv+4aDAEvbKQL0hzwwgihThT24UaI4bY7qIevvNMdPM8k1zgTVE0AlUmsMMvPeP8Annr/AA0yy+yz2/UWswy/nntnvigaeV/qgh//AP8AvjFNVF9psUEkIk40woUEcsswgUk4ogQYUEYIIEs17P8A5w2PIy+Ki5YPdP6w89hc5VGD4PMwkvN/2zeYqfG9BKu1+XbLENOIMBEIr0YeLgienuFd7wuitXSTCSVCck1Htqzedmi+xTdKE3OJEigoLDAB8xhlqNHHK17z2jKLOcIuitCtfPAECsRDnvnmvqitohthn3/3/wC8f+c3xSADh0lw31FPOve9Nu8/uP8Ab/bHHbPfbloPrWC+++iCq3DrS+CCCz//AM4YQQVXYCOGOMIKCPJCFDJFIDFABGABMOJ91+kO2z565yxKP/2Si4OGK6pxTRUcGBOAgoLtdglX0hN0THlzbFxvdEMMFf8A/M7Rj7fFHDBCTs/E0wqv0lyO0QWkVt7An9PnaudksYaEwuBBT67577xigCNOIqKghx+edr4DRD2gZItW1ygAAAxx/sKBFNb5YYZLI4cM+88u+/dHgCAwACBSj3l0uMvssOvc9O1nRFlHMuv+uAt8pIbIYL8oJcpr4oY7/rMMMEU13yDhBjDxSAQhwQhRTiQyRxzAgCBNPvca7vc+ucM1+vueiYPjBAaDu3aGxjCl2iIoWcUmn54+MT578WhryDDfe9ct9cy134q12HTyTkfP3IbQElcpfEElh/dHZtmVMFGsdeWQTCxRb77Z/wCaCQA4HfDPawcr3uCeEQEdOWGrRpvAAAE88AAMMsD0sk26KOGC2OO6aHT3wgIEoEAAUh0pVvPHnvTP7b1Fx84c51nXLDhM6OeCCGCDq6Wi2eiS+vPbDBBV9N84hk44QUgk8YcEw4ocMY88MYkgVbDH4XrLnn7xBpfj3cf6z8sW3/7g2E8Ah549on4Ar+6vWwuWe/wA7Mcv/wBy93w6HRvEjnaeZIloYZ4/E6RG8I32aZCt4Navi0aK5kpHx4NMGEJvurvrrgvuBEIK9x/BIFLqgkiPHThjh3SKlBDHPPPPPOMFKJHRQincB+pxzw5/ByIAFKKAMFAPLWW3934820zeVbNECHMT340x2Jnsgqgghltllhgjnus42zxx/fcfDGFLPBGFCLHKEBKLPIPSUCHLDCGO+F59wy+xRGFiu5J6ac601jf/AFCHjx6NmxINwGApvdcTW/vfa8mCrOM/P/Me4DkNwpAkGU87qoChhixTiqgwgwO44xNuf6Jf1QACCCQQjyCjQIKJjxwJ7zzgCQ+epiCz5ZKLSj1o79L1hHzjTzzzyzwABQtl02lbADghh/Xw8uQgADSCgABAAEFWcsN8/P8ALDhRowk0sFzXvz344e+WqCCCe6+iCCS+qrSCyG/DDBks0Akk4cQoYkMIU4EULPr/AGQOCACHDC80w22wSBM7YvguRJAZSBFoie5ygqF2TmyMDEv43nfy539l7qWQ85yxt38LRWS+CAHe4xrsIhuP4fZPpOfFxoi/PJOPdXBPGNIJLDAOFAAAAAKPLCPGDJCNE195NWFlzzlAJZo20mi7eIAPEPPMAGJL+ufHj+BRF52FODwZP0UBLAKBCAARfRSww/8A/wBPjDN9sUYUE9FXTHTrUCK+OSOK++++Oay++7iHXf8Ay8wREIEBJEBNLIOMKOFJE79+3/8AtuCTwTD/ADnXDLXtr7gy662qyOFt7qY9osezHPxbzs4k0z3CdybLDnLab8MD/wCjv9NQYU8EJPttx45CJfe4/ssOC7CUvXGu723uHPOYRbAHKACP3fBBCBEPPKHPPBGJJb/oQICt97oBISq7kjZvCAAPPPPDDAE/nfsQHc79PRR7V8BiwAQFLBCBKKAVZdbw4/36zy+x3dAPAGKKR97/AO8g66pLLLb7JKI45rbLII57P/sEHCjiwB5byhygQiRSg8+v9c8+deyAxxSNcccNV/8A5DWPaehS2SeltkGhbwdxDzpHLzgAASWmZ+3nbP3Qok2s3fX0FaGJC0Ai+KyuGg0lBh7LAsYhU1cgqb55rAcQ9pM48I4UkC228gQQAUqCOOwwU4EF9mCV48UzH0IDmj62ARo8EQ88888gAXdrFweRlTH0DznPQNYPJAAgQ8UAAFV5dnvPf/v3vb9N4AwogYhrPTbzoaCGOOqOOKK+6iCGOu+CKmaCB9BYsUEK2ekcsMA0QUjTvTLXbEcwUEA0GPUrUELokzHMJ2GmlmHZl3FxfRVQ+qlvajEwgoqrPCiH3PrwVdmY2uCOPaOVVi+55NokoYdfCamznhwt0W/HLooUT/8AXWfJDIAHAjp0vrAAAAUR2sqgAOINGfotmLXWMo6DBxun08FXIAINPPPJPPGK1w93WFBIkwTcW842KAAGCEIBDAMUafW6z/8A/wDr/Uw08AEoAkUF/jvncWumSyyiCCCCCOfz22iSCCCCFJHI5wcJIq44EkkIA8rzzngocsoYyHSUvFrgcczi++JaksOYNeSURbSYpVh9WYIFkiU9lQSfzyKOPTLIgBdiPDIxL6NRtNZsCphhlBNJR9bB1jwAID50wkAI/wD0+ddNIAEOkkghvKADCDzzzwtrKFKAJRQ+rMfXKKqPO2nDexQcAAFPEPPPPPwpy2KhWbGgqyTQV5yz5NAAGAPPOAARafdSUff/APMMsghCQjTxzg0tM8vSq5IZo444r7r6qcMIYIa4o56nX3vMCrcxLzwhThgC0+M+DgTRCzSR4L4NEpZB3fb6/Vl4LqZFb/KBwpIcHWRJrjLWHczHzZL5rose663DC1msv5rqWmF0mlr/AC9BhYgtVyBt5SNYWvkwEkYD/wC82eQIIkMjniqnvoHPN0//AO9po4BCyzk01ij0lzjiwqvTR2vf3zQRzzzzjCDagTfCNoqW4s+PuNdJ5efpQABQzywCFH1Xm3322sMMDwCxygBTyyF2/uvYoZp4JIJIYKKoY667777r744VvTedzmfjKLSQiQjQ9tdggTjQQU3/APun3Xa6AdNgPD5JZJbiVF3SXk/7bcFOCeosdp7MYGqyqb3/AClAUvbeW6r72ReVTYQ3bJBGWWfy5nqJUbYfZNv1JLKBm9q8eQVIgghv6zwlDrjOA41+81rgtMNPLxZMI/cWKCBAs9EPfFnOMBPOIAAAAmdOk13DLxGs84z/AMsdstuPYRhzzyACAjyWHf8A19BBNAUoUAoAUIQ9tT7fuyWC+Wee++e+ySySCCiiiCC83h73GkM5gxJKYYccEbPjUYU880ZF0uVhRT7XRJhXPBxtJdlNhV328UzfPMgSyek+uWvu6Tnj7bS+VAqKXW4OD/5l959N1F13/euj3USEkVV8oDRoWvcUksb/AOJJeUcENvqo3yYEPtvuLQQQCAvtHDDFbkyF9uVXEJCAA1JFvV+AEPPLLAAAF1uBwJSGM6GIDKDfax984S2zOPPPCAABPGDB/wD0mEEEBTzzzwDQQDG1PteNpaKrbqLbrIJIKIZq6IIKIIXTElwz7sUlHPkCwBhiOePCzxQgy0ROmedFf/E1UbeA/TU20XV27ShhNUnrgSwhrozY/cLcOZJ4aHVHWnKuLr4ZoNc2VUHXjYiCwTbAbcfP2EUnnPA4ORawZfGiHkEEAAgQN8/rZ657zzQxgDw1HHX1HdENuMOHmxhRwUtAQ5DGAAAhRigAQztENkGCwwqMzDDzBDcf/sysNsEDzQACgBSxz/8A5hgAAAU0888oQ0AB/DvzX8qOySCCCeGKOuy2+6u+uKCD3LI04a9kN/PRK0IgJr30I8sgMwAH0W+/TLrRRR/65NQJR+o4WQPvTNplkYtcY0QZ3XHz7SujdJxsUEEh3KnT6yiufcwxauJxJ9g8KKLbaQnHD7jcY2MuQz5xEtFBBAAGH7e++iSe+44wA8A/YWGKtcgI33YPN5g8swRPyezX8coQAAAog884N0Y1cQ5I0jAA0MoAnDrAWDz/ACeNAAKANNOKffcQEAAEFPMPLCBBKN68z7z4pkvihkggrlnvvvvvvvuhgo87HB3S352z688FFKefBGDGOOCFmiGM+5607YbbP98W8wvhEDjHJqOLVPiMAMFIIebx5zhsjZWBNEMCENPcvm8164k4CuXQTXWVbHs9yoBn4zyxiLFI9N/IFIEMwwwww+19vuihvFKNAHHC0YGWTaEXHw50PDXDKIKBa613A/PCAAABKFPPtdIpKeBL0/L/AP0yABQId/5YvP8Azk0AAwU8UsNdNNAAcA0o0so0A88oU/rrHPWieiOKyCy++++++CyqW+OizXM7Y+a/XHzLR3ANlB9IME044SsDrnfLPfHFx3owcmXfXsOSqlAw9tZmXJZAA8oIk/UkAKChIEVIgVt9YQxByuKOuzR6x5xVQpZKKGCoqf3L/jZ9A+jYEY8ABBDBBDDbvz3+uCS4U8gAQwXYsZRBxkcYXLdArR0QgUhDbDiG8xE88g8k88/zGMy3dgnrcq3dsAAEiXrmYprzDJUAooU8w89BBAAAMgc8c4sQY88AA9zXDjaqSmKCCSia2++++++O+Ki0wDDisEocnrmGHZik/wBxcZFVXFlAlh9998ID7fX5tOmk1y6qDECwhG4+wDAZVMBENIMelGKJAOMcaTVTdJHMKXeJBvs8ZrQWaaZVOOPuOOpzzVR2cUET9/ZAAQRQUQQQ6+33usjg6cYKBBABk9cfNTXCWKl/DCnYdICHN5yIwHATPNEFDPPI/gtg+3fg44Aw09bTLENogtDY+w21AOAFPOIMYQUAAANIELNNAKEPLAL/APu8cw74L54YoqLIIJLrLrbIBED4cUQ9iF3YrpYuUTH/ADD7/br31y/m+H32uSG5dNiiW6CffnFVtDLnYThhsFoFR0IEwIW48gc8B8ZtNQcwE4skRxd9yPKuRJ1Rx+DI4ME+PzX9xtXNgJlvvzVhJFMEFlDbO++6SkJVx08w4kVtFhJjX7623/Ndo9xJs0dXdojUsUwAAAc888rVTAffBOzliFJFJdp90saqllXrTzwAsIN9l19pBBBBAI4w8Y8oQU89Vh/vnLk26mGmuOWyey2uavLDLxhfHZoGJZhFE/8ARxueEe379/wx8QuOL/5khjjplWdcovqoh401/QSWfRNR/VITTbVMMhljlJTcDCNMQbLHNFaGCISVSVnynDeSbTjL2JgHg4c8zSTSRRKIuk27TSSRBCSSR/utIACJIACFFMEAtxDeT73x0y4lNESBuQQe4VGwPAFDAACPPPLgUj++r2X77PraRedfWXTHONYQz7/7qPKNfffQYYRQQVffPPKELFFPfRQbZ0y9+LfEn21XRGFiovq+wwk1bRWH6p9bcxsaBBQoPUBhp9roLkCOF/8AIBSI7rjxTVZrb4Of+XUm5BD+yJE8Ok2CAwjy391JeCkuKxmHhA1kThDDkW0qLO1H187RFMA9oP2Vf/8Av3lLo8t0/wBwfPPMOIKXfeKAAADXDDMNm8827bFZeVky786gl8o86eeXUQKwOAABPAJPHOIwv430h2OxXslYdSIdZffSUeTRZ85z7FIMfffYQQQQQQeMfPPCMAKFQYRXfa6/7yTcdchrrjkPkjc3RDFjtUI9ykuBSbPuyRlWFCAnjgO6YLDfRqminnOigiLaglQ+y155WClilDBw3iGnefNMIBKL+oroP5jhtLNFMDCKYQePEB5tV6cxnrIQ72GaALaq782xQUAPkWYGn9PPPONPdKAAAAPPKH8wAZXbUDUDeV5rz/PCcL8hChU1xGwoMAINOEFPPIOVh477ukZp1cmqfcQAPIdeVQeUfZ559CJLdcfaQYQQQQVbLHPKAAFCCACXffz07F85rustqmq9aSp6DtkyyV+x0QDEB0QauHVYaI6ECRwXW91MbTEI/wBZLCCg7Ie54tyh967rYMqWMDSOwtX3kgCCFKJZ6T/K78HRSh2nUECwnneLaBa7qZ4Re3+pTwooIed9pbngTa9J77MF3RDPzhSBBRzxzxhV2jgzCivlXkNe59NWyQnznGDfxNzt4AABDygxzyhhYtJN/ZPsxsu3q7nH1QQDVX4jTG0u8syxDX3WVE0EEEVX3zzzziBDDwEGHX3usuZ7AAziAHCiZCL30Ca9uu20p3VC93bOj4KlF3zAChmSkVBRA1mXgT2VQBgx1kU3M7cBM+qpJO+uXpIGTtWmE0kEfh4cffB85PCkQSVSZJa8iJIa2L6rMseaJEFtLKw5qO/rCpsUzCr0FXAlNqFEzmtAAAxzzwpLo9N+P+ufR+KcI6nGmwmXUUFgLww/xSBDzACDzz4ynqLoLzNVRF8lJb0FHX2Fz18AABQgB6hGFX33EEEEEHEFXzwzzBQACgw0FHf/APTvMgwQo3+2bIvRGBuw9999Z+9tUHc2SjnA8Q0IMoXA30NgsU+amNcllTwbkdNJNxOK8SfGOiOL3lDOi4nvrf8A8Y0mYAxKlY3/AOgToTXPfOsYrekipZvuNsayowwtM6Ew6tdKwo9FFTD32SimeJEmE3YAAATzyQF/38Mv9N5cMfetankQWyVyTWBz05B7wgBTwhBDySQFD7bfiAlD+Q4X433HXl0kU3hAAAATD3TxBX32gQAADUn333zzygAABQAEMN8d89vOXSQw+4j2aShIOTW9847qR3D+VCp4QzpohWNQCN+fhUgx5ix4W/3WhuMR3kUHfvJmKtv46ZtemkcGLff9ccvd6XPdHMoDP/Q6fkJNqaqPX74456svuZaSWTUtr5zSI+d4xIceqTVXZrSE8p603iWwgQxzyiE3zFvcee9pK6wHNJzCgzC0g32xTT8RcAjzgABTwwRHaZ47xxbL6LM6Q2lX011331B0kBTgQzzyj3n2xAAEFn0xz333zzAABzkEkMPe+8ffZegAs/V1nCEYrMssJYry2FFJHfN8x6pQ+HlA+o0XPENAxo/UCcMXtdPf2k33MML1BdOK6oL/AH5R7pzXuz/DuupCCfzr6l9suRVfqW5kQK++K2K/bmaL9F3PDPuYcu3roMTjSCBUw3mc9+iCq+SQcMAAAQs1rIcrHT3T7A402mNA4DldZ9o5XBFx28PE8sAAc8DbYcYwQsQDX3syPc9dR519Z5/C08IQoQAkcw1t94AAABV888998c8AAAQ8oBBB33rTb4k0AedFhJjOWSmYXi66iSXQYSJoDAhIHES4DwCc54HQIMakwekXUrPb39txzvLqvEL/AFvhpjouaz/I8krsqtrpWxb6/wD9SgDACd+Wzaro44oqb4Oq4K2AfvP8NKVS6/MIgL8qqUnf4K5zfcW+u/8A0AAAAAIhxE8rXDz26B93AAEBBXL/ABGXLf8A1SDDAijSgQDhhWGRCxxSRyNf+SruD1khFFX0HL5TwgShwjjyRHv+oAQEHEDTz3zzywgAADygADXzzjBUmuc/tPU1NrabooQP77jF7krIeqe20xG5tv8AKPNzfWuEQxqvPAIbQM6HvJV5npZ1uMPv6y2auStzHy3SCq2uaYFHiU+yO3Ik0kZeR6Wyyu6S+b/HqqoNB2vP7XZkMi3HDwC/quWTHur7fEl9JYgbUoBBBcwFg47H/vHmyMhPoAAAgUshygoFbFBVzq4DpDQk4jSF8gAQco2kzzllDWlF9BJBFXieA84A0QU88tj/AP4gAAQUfPPPPOOAICAAPAAAMPAS3Gnl5HDvnonpkpg6BzjjmJQN9mbJ5NzYoget/I5E19bjUcQXal+Efft8O/pYQVabVWpb97omkqlpAIDlqiny8ojAY44sopmxCSURpmWhs5z079zy02kgOQXv/KJ2IBIncR6drz3msQNiiPM499PK9EABDPKFbtGP8yxwzjrckIAAMDFOEOLxGRSe8/G50NHuwP8ADNTM8AQDBYW9LwmLdF2kEFGFPL4DTyhH1DwFMP8AqoAQ988888880sAEAAAQMALL/AN+Srn9lzOK+zqoAzrrH+u4oQWSRL2SaP6kbd/3vXlOLBvtd84MUX9MW6EGujP9dZ19ih47qAC+KqSqRaS2GrTKCk9D3bblvSGKr7CWZGamZtPnT3rSe805/mnq+Buy+nl5vJad9SatZcYw0AgAj7wkgFN1oMfDUVLbjH2mSkrcAAAcoUsMEk+cR/Hq7cIjr1Nz3l7+jDH+MAeybTVbKvZ95R5phDGvAU84AU8NhHD/AOoAEPPPPPPPDBOFPLAAAKiYs/xWeHabfbIgpm63z1zrhvvvhLMROiy6OnvMv8jFLsLmrvIs1WWB7Mbljipqj9Ay/eaTcXx6PxwIlutiphKiplv1mhPOc062/Tdc3urnmzRDplq4773ovrGBQayuwWxRhv0TcazakcduppFAALfbCGDBIHr7+9PKAAfYWx81l1tEfPICFONAAIEExCe/f9O3g3H8bkXs+z9wy+6Ux8nqI6HnbaTVfc5xjyEPPDFPKQXw/qgBNPOFNPKLGAHLPKAAAF/byz1DdcagsonkqxX+9xyglvnqtGo4uA82RBjATfriSbh77laBzdc2t/yXv2IFs3J6yRZaRUvoBS9ikpvsssS4klumptAPTW02UYWUTzkrmwfHmvty5HGDOINIY/vjSIigi2/ddXjf/wAX7Z7ViGD33zzzxj77/wDv80bBVNbTnym2IQxc8c08gcgcUooqYeBl0gJkLIawu7ErvnrDjVWXUmaf4DRJNNBvjeyFwA088E8phXDWiAA88Y8c888gc8w8oAAAc8baW3s1eG+62GoRhDPPT2+2++CQFquhqQAf/wBGvnnsd5mjmpgFMHOlB/6owDkhlTU673UTVS5/HP2hEvtvqsP6+uuiutBADIaffSUWdfTosbdClvkpiKAOEEGaX7i8IHCmmq+VRYiYmuZrr1eRxPPfdFKKuvvvvvKIQ9w3wz2NOJJVvGPPPNHAOEHCBCizeT7HC8L04H1nR0x90vlXqsYzuU1PDCAB6y9unQANPPMPLQVw0qgEPPLBHLPPPIAFPaRDPIKux1nCUrkgvp3NZQdZdw/vuvtqksQvflJu0psctwps2QXmze0jG2qrb6FkPI8HbwV+zzWWaSRoBP72IBujvlKtpo/gtqkGONSXefUdbUXaQRcfCjqqpkNMFLTeXrh8PIEkmt8447gahnYQYSARRHMaUACksovvusB4v0/39/dPMPbs/DPPIAFAINDNDPzNm7wwEbG4T7JbykktnhvXDqQlno5CdfeL7w20msABPPKEfSQa04jDPfffffNMIAAFPLVPPFMvQPk+jl2xlsliQRZecd8sttghqmLZVRn6tA1cpprktxOQkO4SFXBJI9SBdLOY4kOqqQbYaebrUEz6AAnuJRurpngumlvgDFQXffYbUFCUQfeePPkvmriDPELcWsjwlovkMAw35zxGvqUdCGAKTuMcQAHsi3//AIJjUuf8uNd2jXOqGDDzTziiwQgQvDQNzed8OZTtxj0EHE4ILYoI2l7mcBLZWo6ExPKsNP4wgATzyjzlMMcPDzz3X33mDEUFX3jwDzyhqcI7+tcuVTIYqhwQJPUtLTBjBacrH3CCGGWxvDZ7fvfEgHRJw2wrLboFFnq1uYA3r40G12jmrsj1d54oyxyI7L75q4YqTiHX1332mjQzyHWlnWBD7aYrLQATH056ffAICggqLzQDyMkkAghyST3lDBhy7avPcJBl2ceev8ki1cbHcgAABAADzjxzTSyBRVP9ddeiuuUFdnKxb4No1hthGFelWOIGxsKIFPLCwADzyzywN98dzzz333kEEFEFGEX0zzziCO1WorRPW6QRSxZKpIB/pCSG5OoOVaGHW30mxjjix/fU8qTrH7ZgM1lmGH6z7w5PI+UnVWl2CvzUffaJJDErJr6tLrpQRDgEXW1GXTir4wDxXWER4LIopKihln4Yt5ozl3TCiWH11HnjRxzTyjGYDhnKLZ9MMKhPb9NYZgyAtZm7PywgAAQhxDyhzQhzwMlN/e8ywfAlNh+4aINbg/2MQlU2FsMdA/rqetMDwADzzzzgHf8AL088889hBBBxRxBV90s4U0R3LuKCg/u2CHcCQTJe4qJH0Hl1DlMMElD9ojUs5BHHlayeGKYstq12jZJu/Hm+36j99dBsldS1M5fyaa2dii+b762sEcM4JV5R9t1A+CymYgthBeiHf/yqEINadRZmmGW+qW1DfrDMQQkkAIg5SsRfiWCG6GEE5WurkUgI37mNXIAQ88kcA8MI4QYM9t1Z61plN8YTOf8AA/ogghjrfiWOEmuQ03xK1igt2iILAFPPPLKqritPHPPOACDHcQQQUfPLPPBHcHgqrlpfpUvnywxNYItig5P3Vn320t9VdjDDNzfgBfPYpBUl0vLtZhqUdoy+6p9aedWTYSaai6XS+sovOAojmihsuGFPIARQQccQTFlngjOKBTQApq864wkGZscAG261/wCILX+dt/8ACE84kMopTHInOqeC6moAiUows8Ea3jeV7UM48088A8EY8IgU9qV3xlzSE2IEq/l36CuPPO5yBuoUuBeWVw0o+eSq8A8A88888i+e+888ccgA8+/jBAAA89888edAe+8gCdeCCgcBfcg/CCi8/A+fDB+ifeh+8hjDg9dBeDCg/c++cgd+i9giDj/+jCBddddBd8+/id/eCc8Bei/+iiCAgc88hBBBBBD/APgnnoPPHQPvnvo33w4gwffgnvg4/wD750ONwMN5yAF3zz3+N594J7//AOg9i8Agggc/fDecdgAAAAAAAgBd9g8A/wD3fofHYPvvwXvwX/PPv34of4Qg3PoYvvvIPf3/AIL/xAAxEAACAgECBQQDAQADAQEAAgMAAQIRAxASBCAhMDETMkBQIkFgFCMzcEJRBSRhQ1L/2gAIAQEAAQcC+/x+5C/hnov/ABDL40emDxq0cTjrr3U6MWUvSyyE9ZY1I9JHpHpmw2G02o6H4m6JvgetjR/pxD4zEf7cZ/viPjz/AHs/3THxmU/05j1spvys/MqRsZ6bPRZ6LPRPRPRPSR6aPTienE2o2oqJ+J+J+JcS0XE3I3xPUiepE9VHrI9dH+g/0H+hn+hn+iR68z1pHqzPUkb2bmWWWWWWWWbizcbjcbjcbjcbjcbjcbiyyyyyyy+1ijciiiiiiijL0j9XD3I4mS9Hk4SFpmVfm9OH/wCxf12L3C/hnov/ABDL40emDkzQuJJU+9GVEMtm4ssh5FNDzQQ+Jxo/1wHxsUf70f72f7pH+3If68p/pynq5TfM/Mpm1nps9NnpM9I9E9E9JHpI2RNsSoFxN0TfE9RHqo9U9U9RnqM3yN0jczcy2WyyyzcbjcbjcbiyyyyzcWbjcWWbiyzcbjcbjcbjcWWWWX83DiqJtKK5eJl12/Cr5EK3I4nb6PJwiltZl/7JacP/ANkf67H7hfwz0XxX/d5PGktMHjkkjicdO+9GVEJ2VpY5kupJC8FWbDYemekekekekekemjbEqJ+JcUb4nqI9U9VnqM9SRukWzrz2WWWbiyyyyyyyyyyyyyyyyyyzcbjcWWX9VhhumUUUUUUUPoicrk/q4L80cSo+lycJv2sy/wDZLTh/+xf12L3C/hnov/EMnjSWmDxy5oXEmqffUqI5TfZetWLEekemjaikdDcj1Eeqeob2bmWy+Wyyzcbiyyyyyyyyy+Sy9LLNxY2bjcWWX9rwsKV8/ES2w+sxq5I4mK9NcnCOW1rL73pg/wCxf12P3fw7EL/xDJ40npg8crOJx/v4Ckbi9Ez1j1j1T1DebhyLLLNxZZZZZZZZuNxZZZZuLLLLNxuNxuNxuNxZf30VckoqkuxxU7lXyK+HjVzRxUaxrk4ST2yWX3vTh/8AsX9di938O9F/4hk8aT86YPHNmhaJRqVfAs3G43Flm43G4sss3G43G43G4sssvS9L/j+Eh1vnk6Tc3cm/q8fWaOKi1jXJwsqg1lf5vTh/+xf12L3fw70X/iGXSfnTB45mjiYU7+JZfJZf89ghth2OKnUa5qKKKKKKK1or5eO96OLUvTXJwsl6bMnvenD/APYv67F7v4lf+IZNJ+dMPjnzQtEo0/7fBDfkS2m02m02Gw2Gw4p3k0oooorSiiivosV74nF7ti5OF2+mzJ75acP/ANi/rsPu/iEL4r/u56S86YZ87RxOP9/1tFFFFaUUUcDgqO7abTabTabSjL+MG31k3X1mF1kRxkntXJwqh6ZP3PThv+1f12H3fxK+K/7uektIyqRjdrnzQtEltf8AP0UUUUUUUUUUUUUUUUUVyY4Oc1GEFGKXPx+Wo7frcLrIjjJdFycNBek3P3PThv8AtX2a+7w+7+GY9I/Ff93kGPyMfSRw+TnZxMKlf8dRWtFFFFa0UUUUUUUUUUV8DgIXPd2OJyeplf12BpZInGStcnDQ/wCJk1+T04b/ALV/XYPd/Er4r/u8mj0n5MMqZB2ufiMdoa/g6KK0ooorSiiitKK1orSvmcJj2Yl2OJybMTf13D16qOMa6cnDRfokvc9OG/7F9huN33uDz/DvRfFf93kGMZLyI4efTnkrRxENsvt6565a+w4eG/LFJUuxx+S5KP13D08iON29OTh1L0SXuenDf9q+vo2m06m43F/c4PP8Sviv+7yDHpLTDOmY3a5+Jx2mNV/Zf/x+PzPnnLbFuct85P67hknlRxqXJw+70WSvc9OG/wCxfZUbTbpuN32+Dz/Er/xDIMYyXnROjhsnPJWjiMe2X9iurrDDZjS5+Py1Db9fwyvIcZGq5MMpeiS8vThv+1fa0OJR1NwpF/Z4PP8AEr/xDI9GMl51wTpkHa5+Jx7kNV/YcHj35b52cTPfmf2HDJvIjjF1XJhn/wAA/L04b/tX29FG0rSzcX239Lg8/wASv/EJrSQyXnVOmcNPpzyVo4nHUv7Dgce3HfPxWT08T+x4bd6hxiprkxTXoD86cL/2r65y7rRRWls3F/SrscP5/iV8V/3eTSXkY/PJgnTIO1z8TC4j6f12OO6cVBVFLn4/Jc1H7Dhd3qHGXfJicFgH504b/sX1jmkT4hInnb79FDRWtl/VYP4lfFf93k0l5GPzyRdM4adrnnG0cRDbP+u4DHcnPnnLbFuct85S+w4RtZDjG93Jj2Lhx+Xpw3/avqbJ5VEnxKJZZPRQfwqKK5Nxu+n4f+JXxX/d5NJDH55eHnTIu1z8Vjtf13D49mNdjj8lQ2/Y8JKpnGO5ckIw9AenDf8Aavp7J5kifEWObZtbI4GyPDkcaXxqKK1s3F/R8P8AxK/8QmMfkfgfnli6Zw87XPNWjPDbP+s4aG/LFLx2OKyb8z+y4NpTZxcrnyQglw+vDf8AavpXJInxKRPiWxybFBshgZDAkbV8uiitbLL+gwfxK+K/7uejGPm4fJRF2ufisdq/6vgMVLfz8Tk2Y39nwe3czi2vU5Iw/wD6+vDf9q+iseRIycVRPNKRTZHA2R4UjhSK+fRRRXJZfzcH8Sviv+7npLyPxzxdM4edrnnG0Z8e2X9UlbSwx2wS5+PyXJQ+y4JLc3xVb+SMZf59eG/7V9BZLPFGTimSnKQsbZDhWR4dIUUvpqK5bE/lcP8AxCF/4hMZLySHz8PkpkXa5+Jx3EfR/wBTwcN+VdjJLbFvJPfNy+y4KKbb4pL1OSKl/nH504X/ALV86yeaMSfEyZ1ZDA5EeHQscV3n9JZfx8H8Sviv+7mMZLsRlTOHyWueStHEQ2y/qeBx7cd8/H5aio/Z8FC2ziumTkjueA/enC/9vzHJInxMES4ibFGcjHwpHBFCil9vZfxMHj+JXxX/AHeQYyXZ4bJTIu1z8Ti3Iap/0+OO+aUVtilzM4me/K39nwUZOziVWTkjKXoD86cL/wBvynNIycSkPJkmRwSZDhUhQivtq57LL+Bg8fwz1XxX/d5B6S7MXTOGyWueStHEQ2y/p+Ax3Jy5+LybMT+14PfbOJv1HyRn/wD1x+dOE/7fj2ZOIjEnxTYllmQ4UjhjEpfWv4tll93B4/iV8V/3eXWXjtcPOmRdrn4qH4/0/CY9mJdjjsm6e37Tg3LqcR/2PkU1/n14T/tXxZZYxJ8YiWfJMjinMx8KkRgo/wADXYsvtYPH8OxC/wDEMujJ+O0nTOGyWuecbRnhtn/S4Ib8sUui58ktsG5S3ScvtOCk1a4ht5HyKUf8+vC/9vwnJIycXCJPi5sbnMhw8mQ4VIUUv46yy+bD4/iV/wCIZdGT8dvh51Ii7XPxmPpf9J//AB+PzPn4/LUdn2vBSqMjiHeR8i2f59eE/wC1d+yWaETJxpLNkkKE5GPhGyHDRiJfyiZeuH2lov8Ah1/4hlGMn47cXTOHyWufJG0ZYbZf0aX64fHsxpcz6I4nJ6mWT+14KSUWZ+uR8iUFw+vCf9ncseWCJ8XFGTipSLkyOGcjHwhHFGP8zZuFm2o9dkcxHIKSf8Kv/EMo9J+O5w+SmRdrn4vF0v8AouDx78l8/F5NmJ/b8HtUWZ69R8mxf59eE/7O05JE+LhEycbJkpykKLZDhZyMfCJEYJfz+PyWIUzejdf8Eviv+7za5PHci6Zw+S+nNkjaMsds3/RcDjrHfPx2Tdk2/bcGo7G83vfJs/4NeE/7OezJmjAlx6J8ROY7KcjHwrZj4dRKr+fhitE8AoyixTIyJZUj1WYcli8fwCF8V/3ebXJ3eHnTIu1z8Xi/f9BCO6cVBVFLmyS2wblLdKT+24OK2N5ffLk2v/Prwn/Zy7kjJxUYkuLnIlvfWiGGcjHwRHBCJ4/oEjEvxHEyx6GLCenRm92mGVMjlVCl9+hfFf8Ad5tcndi6Zw2S1z5YbomWO2X9BwOPdk3c/H5fx2fb8JD/AI28y/5JcjU/8+vCf9ms88ImXjGOeWZKLQotmPhMkjHwkUKEV/Row+3TN7TD4KJ4bJ8OLh2bZRPVaIZhZEy196v/ABDLrk73D5KZB2ufjMX7/n+FxeniXO3SM89+WT+34SL9NmX3vknv/wA+vDSUchk4vHEycTkmOyiMcszHwZDDCP8ATIw+3TN7Th/Gu0pDgSwkk4sjKQspHMhST+6Qv/EMvnRmTvJ0zhp2ufJHcjLHbL+e4eO7LEXjn4zJsxP7nhN3psy+98k5v0CxyF1NtG3cQ4TJIx8JCIoxX9QjF40z+04bxzUZ4mOHQlhHjaN0okMosiL+4X/iGQemTv4MlNEHa5+Mxfv+d/8A4/H1c+fjsu/Jt+44Xf6Zk970s3IlxcnDZemPG5sx8EyGGEf6tGPxpxPtOH9vPn6Iw+1FDih40eiOMkLJJCzCmn9sv/EMg9MnfTpnDZL58kd0TLDbJ/ziXWuHx7McVzZp7INt7m39xw036TMj/Jm4t6UbTacF/wBn27+3xe3TifBg9vPxMuqWNVBcriPGSxnWJHKLIn9mhf8AiGTyPTJ8Dh50yErXPxeL9/zfB49+Xsf/AMhk6KH3DZHipwi4uTelEY9TJjw+knpwf/Z/I/v5aEYvbpxBg8c2TIooxQeSW7nocDYbWjdJHqikvr2IXxX/AHeTyPTJ8BOmcLktc+SG6Jlhsm1/NcBj2475n0RxE/Uyt/bbhy0UWyjaUL9GXZ6GvB/9n9avJi9uk4bmQjt5HJInmI43N2lXbo2EsZTRvkiOU3L61C/8Qy+R6ZPg8NOmRdrn4zF+/wCZxw3zjGC2xS5uLybMT+r3G4TvsWWddKFE4dY1gJe56rqzIoLBrwfv+6f2aMfjlc0h5Wz05SI4l8DaOA8Z1QslCyI3L6pC+K/7vJ5Hpl+DF0zhp2ufJG4mSG2T/meAxW3Pn47JuybflbkbjcbjcbjcbmbmbmbmXIUJEcaNqKR6cGTw7SI+SzcOWnU22Vrg2rAS8vVeUZYr0NeD9/271f2SEY/bq5JE81ihORDEl8ShxHjHBltEcwsiL+nQv/EMuuX4XDZKZF2ufi8X7/mOGx7MSXNlltg3KW6TfestFo3I3o3nqG9m5ls68+xs2SKZtYscmLCRxxNptaejRHoPqTjUtWbjdpRtK5cKSwEvc9Y+TNB+hrwfv+6f2aMfglkSJZjbOZHEkV8iiWMeIakiORoWYU0/pUL/AMQy+dcvwoumcPO1z5Y7omWG2bX8twmPflXY4/L0UKPTmLHI9GRJbS0bkb0bjcWxbiMf3N9RSoqEj0zYzazYbDYjYjZE2Di+fDL9flZ0R0N6un1IqiySbFZOdEbkLdZm/wD3cby7KYoiXYxQrhx+dY+UZ1L0deC9/wB0/gIf0W6hZHR6c5EMKRXzKHAliJY5G6USOcWZCkn9Ehf+IZPI9Mnw+GyUxeOfjMf7/lUmzgoqCbebGh8XhR/txD46CP8AbZ/smT4rKTbn122Kcl00lFM2fqcNr0UGenQ1FITVE8n61Uiy4nQ6HTSjaz8kdGOLWtM2sqiEzyKKRS5I5I42Sz8LlRlxNMh0Q5JGTKmjqbRLtxi/84/L1j7kZ93pLXgve/t39tVmHGqK+h2ksaZLAbJoWVojmFlRuX0C/wDEMnklpk+HCVMwZLXPlhuizJHbJr+GooorS0Wjcjejejeeob2b2bmLPI3wZHyNG5HqRR6tjyzPUkLIb7I2blpKyauJCKL2slKJ6iHPnTbFitDxTNkzbISH0PUReNlE8Yo6XLWOWhZIsvRypjkS0jxNKnnZbZtIxW3uxUv849Y+5HEOXpa8F7n9u+w/rkQ8fSUOCJYR4ZH5RI5WLMLIhP5q/wDEMnkemX4nDZKdJ2uZnF4v393RRRSOh+JcR0jebzezczcy2dTr3bZuZb13G7TrRGQ1+4jTLRNIlOymyijby0Y8ejbRZJ2PoN6o3UdGUypFMpijIjiKoUrKP2TWnpixnoslCiK6D7n5f5+SPuRxMn6WvBe5/bv7ZEPH09DxolhQ8Ui5IhlI5hTXy1/4hk8j0yfEg6Zw+TcufLDcjLDbL6+iitOh+JcTcjebjcy2bZn5c0UpwJQceSEbNkdF5JQTNkufYz05FctETb1HGiuhDr0cSEv09yZcie0k7KLNxY+XGrZ4RGV6ZH0ET1UTodSiij8TyQiblpSHJI9TqKKykeGMkNjrHHSb/Ij4Jee5b/z8kPfE4mf/ABa8F7n9u/tl5IePqnEliRLCbJoU2mRzCyilfyF8V/3c/I9MnxeFyUxO1z8Xi6X9FTNrKKKR+J+Bugb0bzeb2bmWX2FFshCjcXZ0ZKFcmOTTNxNU9cbJZD1WRyJm1FMlCxxa1jj/AHSZGLJS2jletFGL/wDJ4muvkit0Ka2mJdTIv2KXQTTMp0NxuNxu5sS/aknpknRdiJeTabdOpQsbZHGNJIfVkMdFocUzwSy0Sk2UQxzfWT4gx476+EOZdyI+DJ57kpf/ANfkhW9HEyXpLXgvc/t39siHj6yhxJYUz0Wj8kQydRZhZEXfw/3ov/EMnkemXz8WEqZw87XPkVoyrbN/Fpm1m1m1mw2lRPwLgb4m83m43Mt6dedOIvTKRtibEx42hp6UzbI2MUUhFaXrtRKNaQfXSupONPROh9dcc9HEmlJFEMQrTKWmXzqos8MtPSGRUSxxZGTg6aU0RuEqyK46Y/BSRPqhx7KRCooSXlk3bI6MU2J2dBKIopaOP7yT/WKBRtRKaRLI2eSiEbZCNI6a5eiF5E1Rlrt/snJehyY/ejiXH0lrwXuf9bEh4+vocCWE2SRvkiOUWUU0/hr/AMQyeR6ZPjcLkpi5+MxfvsUUUUdDodCyzcbjeb2b2b2Wy+yoM2MjAQ0bEKCHAcWuRNojO9GtJw/e5oWY3pm9Hqnqs9SRvYskiMykycNcXtJRJJNc+GdqhbbJr8zrQtcvu1jJojsmegj0kPh0VkxicciE5Y3TSkj/AOBkXSQvBtJxpnRjjXPjxlJi6GWVKhLoN6JC0x6NOzJOkRW5iVDdEsjHpYrZihSJtkXLSTaMz6C7v7JuPocmPrNHFKPprXgfd/Wx8kPH2NG1EsSHioe5EZsWYjlsUr+Aviv+7ye4emTz8bG6Zgna5HOKHxGJH+rEZ+KxtV0Oh00ssssssv4tMjHSjaVpRRtGj0kx4T0WeifjEWQXU2m2h44yJQceSuWM2i4zHGmWY50foZLybW+XG6kfo6WeZn5J6zlSH10o2i6HqzFmkRypnQcVGVymmeozcy4sjC2NdCO4zdJHks6DRsbHCiiGI29BRolJIlK9G9EhLSjHHoNMk6Q3bMUeg3ROdjZeiiRovRuhaZ+8vKMu30OTH74nFRSx68CvL/rI+SHj7ShwJYR4ZIe6JHIRzCyIvur/AMQn7h6ZPPJRtbPSyHo5D/PM/wA8j/Mz/Mz/ACn+ZlUUQxbj/PE9HGeliNmMqB0FlaPXmerM3yG7JY0x42voMcLNtDo3pHqnrCzI9SJuXLJxPUSHlY9MeShO9KRLr0lBxKFh6EriyC3EsA01ohkYyZHGh40xR2qt1DRh8E49eXE7iUVtne5Es48rY3eq6HuI4BY4o2onFRPUaQ706aUYdc+lpm0VrSmzHjQ4aSypEpbtaFFiVawXUbo/Rll1F5LUYk8jeqRVFmJErI2TZB9Bp2ZvPeS6mVR9Dkx++JxUf+PXg41j/rY+SPj7eh4yWA9OURTYszI5RTT7a/8AC+haLRuiepElQ2mNI9OMiOKB6cDbEnFbTD01m2kb5iyyI5bL0yQILqJct6XpZZerimOLRTNnbrnrtKaih5Hz2bmb2b5FvnjJohkT1n1IeRGVIxNXpkcWxoj5NrsiuhWjjZPBXVeDD7hwjROFcmKe1kupXQlLnxY/3dDzJDzs9SQqNh6bNpaRBWhRrSMaGkzLirrrDG2bUj8YjzIlkb5I+SuSMBRSOjMkqQ2Y/Jln+tENlkepHohNMbokzHKmWZfPeXkzR/4OTH74nFRfprReUY1tgl/WR8oj4+6cEPEiWAcZojkaI5xZUX2F/ZWi0bkbkPLFH+iAs0Gb4m+J6kR5Yo9aB6sT1UPMf6Geseqx5WPLIWaQ8jPVZvkb2b2WzczqWbtaFcdWJ0xTvVpMyR2lmPJ+tK/Lnc6PUZ6jFuelFFFFG0okqf2CzNHrsWWLMkURc4oc95FV1eW+jXUa6CXXSC6aWlpPwURj1tU4jX6ljGmtcU5Lo1aJxcXps3IrSOGTIYUhtInkb5KZcjdLSELIqlo09MimnbbkitMcbY8kYksrZb51MuBGCZUUVpVGWVvSLKsfTS9cUCikicrelkcsfGWu8vJlj/wcmP3xOKUvTWmFXkifr+tj5IePvKHBEsKHgZUkLK0RzEZp8y/g7LRuRuRvRviepE9WJ6sT1YnrRPWietE9aB60D14nrxPXievA9eJ/ogevA/0QP9ED/RA9eJ68D1oHrwP9MD/TE/1I/wBZ/rP9Z/rZ/rZ/qZ/qkf6ZizTZ6zPWZ6sj1JG9m9m5m5l6uBtaIyvWTLIas3uLFkRY9a0orlrkZHRqz02U4imb0bkTdiiPE0QXQon0YkUVo3RKV641bEuzlj+/ssHUcUyUYxOhDGvLjEyxpkYsXuEtKQ4j6DcTcRyNMtSQ8Y1SHhUhwaZB01pkx7kSTTrFKpGXFu61RDK4n+hjnKQ1rix7hRSNsWPDBiwRFFRLPcJUPLtYmpIyRrq9FJrt44CocUzwbhv8RiQojY3yQjbEqRZkmIej78fcjOpejyY/fE4rd6enBRvJb/rYeSPj7+hwRPAeiy5RFmI5kbkfvRfIsstFotFo3I3o3I3xPUib1pZ6iN6NyN6PUPVPVHmij14n+hH+hH+hH+g/0H+k/wBB/pP9LP8AQz/TI/0M9aR68j15HryPWmb5m+Z6sj1ZHqyN8jfI3s3Mtn5H5DsstlstnU6l63yXrZb7uPxz3z0J6ShekXQpJ6y8kfJGNFDiU1ra0taOVCki0bjcjc2NmPWiieMb0WOQsJWuZ9TFK1yZfHJh1m6Q5s3shl5JKySp/U0U9KK0ooowNJnQeOUpE8P4mF10fg2ts2Uhp+YZHQuulmV9RroJG1IUqI5Fo4soyw6XinaonjUiWNwMfWJlxX1jCyUWumNfkjNDprjVLSU1E/0CzotMSSHJIcxwU4n5YmPImh9yGP8AaqhRp6ZJGHwZPA9LL5IwsjCkNpE8hGDkOO0Yh9+PuRn3ejyY3U4nFSfprTgY/i2/6V9iHlEfH8DRQ8dksB6ckOckRzEMlia596PVieqj1T1j10f6Ef6Ef6T/AEH+g/0Hrs9dnrs9VnqyPVkerI9SRchtpEZs8lSPyLYm2R6PRlG5G83IbRZKfZjjs2I9Iaa0RSrkgihocDYynyRjZsSKJOhvWELPTRtNp6ZsNg4/DjR6ZBVyUUOLHuRuYpsUxNaVpQpVpKFnp9BxaPyNz0h55aGnZsNhsNgoG1Gw2o2ooorby0Z4fteSHjk8GR3IxupC6lFE1a5ML66tWPBAnh26YZ/rXOuvwqKKKKKKKKKKKKKK+DQuh/8AhDwZHURts3SdKEaRk9puZZjzUSzIbvS7F0OpT03NEckheBqytkiM09GrIfi6HGp3OCkiC2zGrRkg4sQvahOzPd6JFlsjGTIpeN2yVTSkjx0fTspWRwEYxQ1Yo1pKQzFL9T8D5V1I4y4RHmRKbZCFiom+o9GLvR6ST4hy9Hkxe+JxUvwWnDx240n/AFsPIvH8K4olhTJYT8kLMyGcjNCerMsmpsUpMjGtGhxscGUzazYySrlorSii0iUr0jI3HQcUbaerJOtXJlsvkp8sI3pVHqDprReRE8ei6iX6S06HQ2m0e1D6sgvxEijJE2sojjbKooooopDSJJGyI8VjjXwEY3fYoliKrRMjk5Jx6EZ0RkpaUUbEZYUJ9SPVcuRoXVdua6EcriyLUlyZfaYoW+RzSJ5W9cM7XI8KsWKKHCJKOyRF2uR+CSpkHTFrn8c1FFFFFFFFFfMrsKYuIJZ0+lmBX1M0v0R6DgbCTLIdEOZvZuZ6hvRjdvSbpEpNsTZHOKcWZOnWErQxEl1snBSQ1TMM+lEppscCMG0ekRxpH/0PpMyroYpXEyumN2+1DO0KeNljmNlssvqRyKSJqnzbmXpCFldDbQxjei70PcjiZf8AFyYv+yJxUvwRijuyRS8D/jl8+HuQvH8PQ4IfDpkuHaN04keIZDPZvWmdfmYY/tsTHpt6lFIaJ+dUJFaWWU6G+Xcb2J2dNcj6n6GUNFaxFtNg8aHGtMa6CRl8aIekD9El1EQ6jdEslm5m5m9m9lsSsXRC0c+opRYtonyymkPMb2bmKbFkHKLGl8CLIu1pRRORuZHIIonCxqtcT/Va5FUhSaI5kJ3q42TwmKX61ZOTcjC7Xcn7mYJ9a1y+CEaQ2Tz0PLNnXWiDcWLqUUzayimZcbcTC/1tNptNpkX5CRBfiUUZV+L+nrlvt4PBJ0TdvXcy3rfNh92mX2vVQbI4pE3+rZ6mQWdiyxYtMy/LRZpI3JkY2dIoj1ZN0jH1dv8A7DJ7TFOjN4vptJR/eqTZHC2Lhkf54n+eJ/mI4EiTUUXYh62Nt9iGOxJCi7J+NF5Mip6LvY63xOJl/wAXJir1InFtbEcDC52P+OXz8fuF4/iUbR4kyXDRHgnE3ziLiic97MXgUDaiuWcq1ojEbSN5YkbUUTx8i1RuLvR+TaUNFWzIqNuqZjdlDgSxmPwIzeOXG6EZIlGMyvk2m0ox+7Sh+B+dLFOj1Weqeqxzb+Th0oZk9wlYsKK0oyrqRw2egY8bi+TN51U2hZ5CziyReksf7i9ZeCXlmF9e1WmVfkYl+RtNptH1nTpDg5i4eJ6EB8PElga5MeXaRkmuXI6iX1MWW+mk5pDdsRDxrm9v2+CX6zvvYfdoz01JkcKRSJypEnb0sTYoWenJHqSiZWpdSONsjhSG1E6zZ7USlvZ7YmPrIyPoPoObI+3khhbFCMROz8rGJOhXpkfUsetJrWEVIlikimUbWRxSZHGlpTvTJpZPqtF3sfvicU16XJhV5InGVtRwMahY/wCth5F/ErWjaPGmT4VMnjcCGSh8R4jDqiMY7W7V6ysd8l62JkXrkjyXpZZjGNUQ6oS/MyeCCpXN2ymKDZJVpjlTFpQujEZfbyJWLoyLJ+D02dUPXFAyQMUTJAh0kLTNL9fQYXT5MnuIe5cuX3Ij45sr/LkWOTFgkegxLJEUkyS2u49UUUZsX7x+5CRRRRRRXLnXU4eH70nLaiLbmJN80sakTwtaxm0RzinFm5DyRMuTd0LFlkh5pFt6Y42+TO/t4y2snPd3sWP9mSXWoqlo2ZZ29EmyOAUEtaslhI4kdESykYuR0SMk23WONdZzvpCW1maXQvRUfs22yGFIdrnyPoWMZHRvoU2MTpkMikUjbEW0bSPKIqhtI9QlpfUfgfkXexq5xOK2+nyYf+yJxaVROHhtxxQ/4ZfT4/cL+JXPxK6mzqLAuhFUjPldbYyoi7GUSgNFFa0UIuiE9JKyS58emQgJdW/dMm23UcY9qHNDu9ceQUlo4kSft5MZkN1GPqUbTLGhiIZKG7RCfUlNURVyNyiPMiUrfyK7MfKI9UUUZoUxEOsStcj/ADIU1pRWmSSih9dceH90uRpE1Kqx5NrE70asnBxkQfTt5lckRVLRsyz3MxY67M8KZKLjrCCocE0PG91Ph2bWnXozHjkuTDCuuuZ/l/C442xEnRe6ejZly6QxuRCCjo5pDzRP9CFlk2WPKic3JmJdRtJEsjYh5KgJ9SRb5HpHOLLBlotG5DmJ3plYhvXey70k9FYsjR6sWRopD6IllY5N6PwPRe0l38aucTilHYuTD/2RMmNOcBaP+tx+4X8SufN5P/oRvorc7mqIzojk1lG0RVMcT0h4zaMsQzHKxonj6DXJWmPzpOJ4N4pEWOZscj0R42iWu8WRnqWR6GV/jqjGjL5ErI+NZj0UWSUiiMLZtpD7VfKwu1rmja0hkojNNaZMqSLMeShNPSyWRIlLc9KMeKuxkx/uGRxZGSa0mriY/wD87U/ctc866YoW+3KCkTwtdTHk/RX5abFdjSZlxV1McNzEtZOkSdy+Jf2OBdNMhjh+5SSMma9MePcKoonmSHlky9cfRXkyiLox9FeSW4/Qyumm2WlCijpQjwVGRsNpWkRIySpDd6S5IaM6aUyOKxRSJJkpdOWT0Xgffx++JxUf+NcmH/siRh/yLV/1uL3fyOT3EvIvBt0lG0SjTE6I5RTT0n0ISvSXgvkaIdBdTZZkxDx0bDbWuL3aPwUyuRZEj1EdGZMZWtdBEF+Jld6KDZGAltJdWJEbKejQ/cbTES8CtshakSaof0mKVPVmSFPTcb2Xeq3IxubZtMsK1xY669nNj/eGdOtF0n25e9a5PyyGONLS0b4ifZeKLI4kueUlRtuRCKS5M0v12r0sv7jGqjpN3IfSJKbekI2OSgieRy5nN6X00WSkedEhiFkJ9WLoSZBnUspDPJFEYCWmWXUSvR8qlyRhYlQxSJ+dWz9aRQx9/H70cXF+muTDfqRILrq/u19li938UueXuMnkxF6eTKtVIhkJdUJ0xdVo/JYyzcJkMhGaZRONjVDeiVshjURooceg/J00ZR1ISaLTJQiNdTHjvrPyYobmfon1IYhRKSMjsaYjCyxkpiFBNHtJ5LMNE49Bv6VEJWtckbRJU9YYbPQQsNSNqIxp6Z5Lwk2Y8Ndi0Xo0TjtkY3cdJdJ9t+9aS8GNbp2TyJEskmdTFOmeUbqF3LMmWjrJkIbeTJk2olKy/wCEj1aF4JypGLq7ye16qSiiUm3ohYqV6QjuI4Io9OBPAitIoavRrVColopm2z05HpMWIpIc9JPoN9SHYSLEkyK6asl50eqieNJd/Fe+JxalsXJg/wC1ENX/AFuL3fxS55e4yGHRPTKumrQmQnaJ+TFLScNaH00sU6FmYsxuTMiosgyLlLRPSUD0mLEOCJqnpHqbq6W2Qx2xrbEji3MjFJE+iMcP24lpEpWUOJto6ik0PLa1xe0nG0NUQe0eUfLWtFFFFFfJwvky4/3Rix/vmeFMjBR57Jy2oc2b2QzCdmWNowPppP3rtv36ZXUTCuhknQscpO1hiehElikjFO+j6luDE77TkkTyNkcTfWMFHkk6ROOSTHCX8IjFHqSkoonk3M4fwS8El15I43Ihh2mefSiEHJkYpck8MZE4ODK6WvJZ/wD53M/FiVunjmejMWBnoIWNLVzSJ5jCr6mZ9NF0H45VEqixmNaNWJbSeTlSRYo3o+/i96OL3bOTh/8AtRDV/wBbh8/xKFzy95kMOil+Z5J+B9GWWURdMmY31LGbEShQx8ykxyvTFGyU1Hom9bQ8qI5FLTNpijUbauY47UY1tRJ26XQc0jfuYvBMstG9CmOq0RSG9MUhk63c/Tv0VpRRRRRRRRRWlFadDoRdMj1WrRkx/uGSiLvuM6yZVGRObqPDnoQHw6I3BnlGPpN6ZPchdq/+XTN1aXhEYX15J4/3DJ+mrI/i67LRS7DcTJtv+BjHcSwSQoUi5IluenDfvTOvy1SIrbEvoZHciEHISUESzJEMqlyZYbojUkRJadJaY3FMU462bkPLFEs45NiMaqOmfko2s2FVpdDbYotsjGhibsyZBeRj5FjsrofsffxP/kicW3sXJwi/5SOsv63D7v4lC55+8kY/BN0i+pCVlGWP5crEQfTV9SS1rnUqRCP7fUbcT1WObemDzpml1MWO+r8EI11q2SlSIP8AcsyRLI5EXRHwZX+JuLLLNxZZZZYpG/8AC2+pZZZZetlll62WXyWWWWWWWWXpZZZZZZZfLhycj6k8f7jPaRmn2mz3M8D/ACYopckkmRf6/wD9mmR/mj9ci6nt5GY+uR6eZnl8+XHfWOWUXWScSE1tHlij1yOVS7spqJLOxyf8DFWyEFFaZZfkNuhPqPyYX+WnEa4/chsrof542fjBE8jkbZGOLUtHJIvRxTPSiZItMS0b0UWO4nqSN02KE2PFUdYLqLxpldvkjI6aJ6KDZHEjwRl1LRklQ3ouqGIckJtkF0Gmfsffw/8AZE4yX4rk4CHWUlq/63D7v4ldh9ZMcTdRKW4ZGVEZWZY2NVreuLqhupCdoolGxwZ412laoxwvrOVy2/8A5GlZLGel0NtEH1J5UkL8pEVSJNDyoeVm+yH5IeAeKSIY22LwZ307dkp9Eua+e+/Zfc8kYyMbfK8aZ6TQr7Ldut0YoTc2JVzPyP3rSb/5ELWT6EV0MngXjWfg4f8AY/AiOmTPUqxy3K+SWOMj/MhYIoWOJsiZIbWpRdrtNmTNQ238StK+tierMgpVdRlI2RZPFGPVkX1Qn0MzuWq6EGpLRtIm3NijFG8UhOkN2bWyO9a5V0NrY4s2MSHYsUmLAhY4o8GWd9NMPnSTpEvPNuZHqRjrLwJ/mbf3leqL0qzFjrST6EvI+/g/7YnGSuK5ODjtwoXnWX37+uw+7+JQuZ+D/wCmPwTI6RVi/FikmieOxxrWxEFUST/IhIvWbt6XrQojjSLUYGJdW17y6mPqhMlCxxktMPk3Njg2Sg0O9MUqYvBRPoxOzLG0NV9pHqyMYld2U6N+QU8g8joi52LFKXVKuTLk2mLLu0mftaS/7eST6pGV9CPjXM/xMC/EnrllUTzIgqS7WX2mL29lzijJlb+DRX0t92mQRixfubpEZVK07V5cn60U/wDjH1d6KEhY8iN2VH5MutKEiTIx6DjJdceTdqynZtkbJEYJcl0TnF9HErTBpml+uVJkMLIwS1l4FZPpIx5OlZPdypGPHWldTLLoIff4f/tRxjVaxVySgqgkvOr/AK3B7v4pcz8M3fkzcZEIZDyNWW4nqWSfJHySyUq86bhO0SjJiwnpIeFEoNaISGeSHtF7zIv3jkSiKR0ZLEiGOjppRLGmTxuJdGKembwYmMyr8vtVNkM7IyUu3OVIhC/ypFFFLm4kwP8APSfg/wDw/R//ALtG6N8pCjPfZlTl0lGUOuOTktM761jVRQ5KyK/ZxE/1i96PCIvs8RP9YfbzykkTzNmych45LtV9xtZhhbJJUKozIyVGbwbGKbXR4Z+XFrS+mixSZDCkJJG4pSR6R6KPSrRyIRtiSQ0Sjte6Ltc1jyo9ceVjlJnRnU22V1MS6EpUiTt6qDYsAsERQS1k2R0UrMy68+KGnWyU6JSsgPv8N/2o4yumvCx3ZlotX/W4PP8AErnl4P8A6ZZLqi+uq8E4WVXKmIR+tIPX9aV0J4xLqJkpCkKaUT//ADf4i6Mi7MkSMqFkTJ+D1WesxZiORMaTJwpiZjyk1aMemf3fbxm4kMil2pu5pLsN9BOzO+ph960l4FkW6n4Mf/Y9MvtMC/ErXM+lY/bpL8sg/wAYkfzyaSdIk7Zh96J+0h47GTJtRJtswe3mnlolJyMOL90hozQ2v+ARCKSKjHrkfQrRzPJih+zPVEIxYsEDZFHRFlNlJDkLxpll+iOOxR2o8kWMiq5JuSPVkOTetM2DaRvZuYvIuiMk70UbIYTalyWTkbiOufmirIraiXUnkobvSD6kl3+GV5UcYl01/wD4+HVyFq/63h/P8Shc0/afvSxRtnhaR8aOCZ6R6AsKRka0ho5Cdn7I+ORjklq9LLNwiPRmR9NPAp9ORSIZSVSQ/IjH1iRdS0z+fgV9QpUQzikn2N//ACWna7E/B4iTdyMfvQvGk/xyn6Ma/OQ2kSk59IKcOq8aSZLBJ9YylB030MUerlmn+sUNq0z5P0Loes2jBO1rvpia0ckiec/KTI4CH4z28uXHXVLqQX4o/wDrTiPH8AvJBtoaslFbdY4bNiiiPge4yxktIOZGMzadEOaHNsjEcv17Yi/KYsaPCIuyPvY3UiR6m0TTWm9G5G2LNkTajYjaihwizLi29SHkyT/RGNkIUuRzSHlsRKfU/YvAxSkZ+bEhroTltQ+Tdce/wqvKcavyWvBRrFotZf1uDz/EoXNP2n7elWJDfXSL6CmLTcqMs2z9iRdG/SD0iSNzR6jHNvl/YktUbhysR6TY4SWqxWitIyJdWR8pLpEcvzIyszL5FFFaV8uMHIXDolw4pOLIZk+bNKlphy/pcl65cn5EssmtEYpXHTPH94ZXE9sit4opDXQjolpOKN//AMtqETHHdLcZcm1D68kZOJHOJpmRfizc0erIbbFGyGJRJSpDl+V48ifLNWj2yI+DLcev+joSnu+9p6ryRnHaPL1LlIeN0Y/fpdsb26Z5aKTQs0z1psSmxY0XFDy2RX7yzvpgiN9R+DH+z/7MvgT3RP2yE0nRkhZ4FNxFlPUPWierEvR0ZIpMulpGO5kYpDkh5ojzjyyZbMMSXRFi862jM+vNjVRHkJO3yrx3+EV5DjF+WnkxLbBIWr/rcHn+JQubJ7R6LweFoiyyDH4HZRt0m9UWRkeUShY48jFpfKupjhWjiZMdFGLwTxDXXXBD9zdIZDcNscSvh0VyUVpRWlFFFFFG02lFFG0oorkooooS6mOG1DemVfkQi2yKpcvvkTwJji4shkaFmHmRGUpyKolNRMmWyiijYzE5RYnaJw3Ij/xsr1GKNdjLD9xTyEYqKGz0rPRgPh4ksTjyKckPJJ6ODXVKzHCtM0iMNx6WRCzSR/oQ8568hZzI1J3gn+pq0yS6/dpNkcDIY4jRKEaHgTQ8ckxREhRpF9BdMhvW0xk/aLNRJ3yJ0z15HqyE7LhEnlb0xqkX+RLwYvBf5mfwQyUi0xGOVrTL0ZWlm1SR4N0kb2epIt6LqKaiSyyZbfIjGqRl08NC8aUkT6vlRHwZnyxVslFJd/g73nGL89OHjuyxF40jrL+twfxK58vtZYtJeNIj0h5ESjrJvkWl9TG7ihlJjxHpG2h2LSuWEElpZ6iH+SJRaZi0yr8tEupBVEzy/UI2zakZfIoNo9FkvPwbL+TRWlFFFFEejIyTRJ9Uv0ZOsjHCly5Mn6hPaxdScFJDjWsJ7WPOxyvWGPcRxRRSNqKo3maqMHjs55dDHk2ojJy5WrMmPby4lbJxtGPHWjJY52Y3sYmmOKY8MGPhyWCSGmtML/LTMql93jyRierBicTdE9SJvQupk6SMEf2XZP3FmPKlGp5r7kF1PCIdWZHSIe0T/wCQzvVMg6FJMnG0dUKVn4lDjzddXj6cmJXLTL5GMxu4n5WZZdObH5JWiTt8uJE33+EvecXe/TgI3NvSOr/rcH8SufN7dI+dGOOjEQ9y1n50cbHHVEnphfQZv6imnrtRsRJRS0YvJtbMWPremR/ifkQyUUmJVpPqyiK6o/RN2zE6JZbIRvruqVPwSdy+yssU2YU31nLahO5jyqJ64uIPXP8AkmegS6Mwy6aTx2Rj+RlhXLBbhKuWUbRPcjHPaQmpLny5do5NsxrcxKlybkWTjaJKnyYI9L5XFM2yh1hlT5HBMlw6IYXF6cR5+7SbPTmbZlSPBC5M9My+TB7dZ+59/CupkdIxeDJK5D6RFKpXklu5Mck+inskRkpIyxqWtl82KNxMkNr0sa09N0YF50y+dH4ML/TMkrfNi8mVjWqH5I1sH3+Df5s4u9+nAwrHekdX/W4PP8SufP7NMZJqhdR9NGtERlpkR4ExxscDaeNcHgZk6MUiMhyaPVZ6rJN6qNiilo5imxy1hOjejJlL0XkyP8ShEIWyqRP3jyfjUMV9ckK+zRjVRRxD0psjhkxcOLFFHRE8n69Jt3CG3XaiatD5MUaiN0etEUk+TOtITcWRluXLkltRKW56cPyZp0i2Y8jTE7Rnj+9IRtkVS1seSKN8XrkhXXFkvpyt0ZJXLTbL49/QwjbIwUUSyxQssWSVofmscdsTfZkdyZhnXTyiX4x+BhVInLdKnLbEh1mZpdK54TcWZGpK+zh8EoqSHGpDQupDGZXRh8DJl6e1kslx58SpEpWx6LRLqNUh9/g3U2cU/wDk0xR2witFrL+twef4lc/Ee3SzyY0ONklWjQhPqQYxwQ40LSTHrgfTTN7izHLqUmPEh4mbGNFGOPXRjfUfTXrpGJ6aJYhprRysUbPRI/ibzyNEH0NtmaK+bfxY+ReDNDcLAyOJLklO3UYVz5odb0xK5aZcnWjC3u5M/t1wT61yZ5/rTh9JSpCnFmetKZhlaJq1olZjhtWrMjnesMriRkpIaJfhIxy3LVjztEsspaYcd9dqMuJP7fDHpZOMbFRBy3Cj/wAhaSJtJaIXWKMlpd9Ep7YkZ0yc7IuncpW/h4PGmSPXTFHTN7jF7Sfg8ng8i6G1McWuVEsnSjyMWkOrJt18Dg3UmcU7yGCO7LEXjWOsv63B/Ern4nxpFaQj0KJxsfTS+mmNk31QtJROo0Na4Hpm92iRCaSFJaUOB6aIxrTI+hCI4pngsUYlLWx0xwiT2owy6ljj1JReiVs2nhGSVv7JeSDtc2Wf6xwpaSyJDzMWdkJ7tZK0ThtemBE3SNkn1ZjtO3mMcnLTP41ToxZFLXJkUUN29cD66ZFcSGNs9FE8e0wpbRRqVsa6mLHWjkkerHTKvx5MUqemaPQwPryZcW5DVaYPbozJ739qiHtMkpaT/TXVEPcx7WTlb1xZK6ZpW+/Y3fx8Ev0ZXpDohk+sjF7TJ7SzyeDyUXRSY1yrVaY/JkfX4HB1uZxbTyHAQubesdX/AFvD/wASufifGkCiL08k8aZKNa431L3TQtF1HFHpksQ46QdMi7Rn8kVrvN7I5DeXesl1P1pKKY4sxyLHYpaUTtF2YY6fs6H7NrRuY5KiXkUGz0Weixwa+ZZZZel9itKI4CeCtIZHEWYi71yS2oxLdKzLP9aJWyENq0taShaJwcWYF+I42PoiMd0iMEkTxpkY0tM768ibRHOyWcbb5IOpC6rkze0wP9DIY+tknRPc9Mc1Rlkq5EyHtJ+CLqQvA5U9cmJSHjkiEpxINtDZkdyf2qI+DI6JeBRvGLpAw/sm6+qgSiY/dpmER8EvA/cYvaZfbqpH4nTSiceVaMWkY9Lfn4HBVuZxVbzgI1jvWOr/AK3B/Ern4nxpjQy6FKy9MkL5MfuRRIjLkljTJwa0xTMxZFNkcR6R6QsZtFS0ZutjP2j9jJfjITtCZ0HY8jQ5t6Yp0brdSN34mLrLSR5IYzYjaNFKjJX0Vlll6WXphV6PwT92mLF+/GuV26xxqJOVRG+pZZjf5IvoZcgpMx5NJx3IxqlplfQw8kpUiTt8lPXY9KNr0wz/AFrmlfTD7uajJiVF0dWejInBx0j1ZHwT9ovcR8IzS/JC8clLTNk/X2sfKI+Bw63k6yqCpGbwRltH9VE8FU7XgzCI+DK+gkYmZfaUbRUSfXVWNyOhs6jx0bDweRiIxskml8HgkrkcQl6pgjtxparV/wBbw/8AErn4oS6ngskWLIRdjMsaeuLyWPwLoxvoLIKS0lG0ZMdCJdTHDcyMFFaWjfE3oeUTbImRkfI3c0PyfsZlXS4zockbz1WedbMb6k5qhzZgEZjEb6PUPUZ6jJN6UV9Rg9umTN+urZjxfvROyXgXWWmb2j0p6erKiKcmRxJFLlzy6kZ0yMr0lJInk3MhitHoxJ4TFiKRPCpEMSiUieK2RxI2oyQTRdMjnPWiTzFmLzq5pDzojmT0fgfuMeOlpNdB+TDjfkzSqJBXJC6IzP8AIh7Vo5pHqRHkiiedDd/R0V8JGCXShQ/MboySt/W9SJHwZURXURlP0Yn1MnWJ7RtvkojcRbZE8KI/i6aTiQ91Zoi08ECye0ff4JdWSinxKF45FrL+twfw70XPxRF0Nl8kZEXZlVrWD6iY/A/JHqidpm9iysjlG00SjpCW09Y9Zm5vS9MS/bY5WbyPuJeUMl4H1ifvs3phEZn0MPgnHoJ0yMT8Do0TjX1WCX6PSiKEVrOVJmHwZnUTH7tMvt0xY767UZMSaK61ijUdJZVE/wBCIZFLXM/y0jJieUmsgvJBprt5ctdIrcyOJIliiySp0Ycf7JT2kpuT0sxZV4nkSRD8p6zfSoYf2N0ZZbmcPD9zlSPdIj404j9fbVy4Zflo3RPI39ddoRB2jL4Ma0myRHySyPSzrqhqTFKSIZrMkLRif6cOttJmyI4RPSRSSErJYrJKn3+DjdmOH/8AZb5FrL+t4f8AiVz8SUy9XrCQ1+I9EY3euNmVaxQmMa5FVFlkbk0L8USnY3pDySl1JeDzEiZF+XbxPqIyytmJ6OP/ACG7rTIeDJ4L5K+ljKmY8yZaNyE704iXQwe04j2mN/lo1ZODizF7dZ+8Uo0ZMtDbekZUyEty0zY/2Ycf7MjVaYslMTvs5M36bISpi8aZ1+RixfsbHCUxYInpQJYYsnFxZZB1JEfGlLTwZst9CG2MTLk3MwxuWvE/d4vcXSMmS+n1jxyWkHpikZPBiQx+R+RLSQhNSVPyRZDY1pUWPDEg2uij+VnWx2UWLXL7u/wd9TBD85vVi1f9Mufh/wCJXPxPkj1JLVrVMTtGRU9cUh+3TGZF0KEj9CuxxqOj5sSS65Mu43aosTuBFniRlXbi+p/8j8kWQdj8k+mmOzI/x1ssvSvpLN8hSbZjVR04h9UcPL9ZVcT9mOVrRqxRrSbpD8lshicuqxxRsQ8MWRxyg9cuLqQX4rTP51wP9c+adLWEbYvGihbvkc0erQpKRmja1xZdXkSMmW9PTmNyXQ4ePSyzO7l92nTJZW/rsOT9SxRkSwSWi8lWiFro/A/JWjEULoMUUzc0b8jNuQXqolKz2or9jdG4/EcSN+GZPd3+D3VIxKlyMWjE7v7h/a8P/Ern4nyQY1aGY6HElGtEY/Jm1ixz/DSD6j8ESUK0wx/eV9NGuZydVzKRGQ2Sfcc3VaQlRJjW6iXkxmX2vksssvSivo8SuevE+SEtrPWW0/bMc6ZGSerMs70x49zPCN5vYskXyNCWmXHuGtISpkZblzTmkTluekMcpEIKPK3RPOkb5SZCCo2ojCjJ7WPVZJI9WZb0wQ3Mo4hKzHDcxKlpxEnrX1FfwOLL+hwTJR2sj40fg/ZPyMTPA5UbtYJsqMT1T1JUQdyOngnPaOVm86kMldNyLtE/c+/wd0yPjkZHTI6izD1j/W8P/Ern4n3EfJ5JkZHqkp2MQn1JdVyLRH/yR6SJeNILoZvAtaH2r0T0a7+4xeDIiBmdR57LLL+FXwcDqWvE6QxORPA4qyM2hZz1kSyN64F0GhRoaJ9GRytEZp808SkPh2ejNC9SJ60kQyblpkybTfkZ6eSQuHFhiiuTciWZEsjekPcheNc8/wBc/DPSWKUpEYKK1zvr9PX8KsfS4N+DzyOBLG0x6LwdDoSkQjHzaihyc2Qx0ZOkTF5OjLMvURskbZI/ZDqS/AfXv8G+guRi04yVYjh/+pfX7iyy/qV8LB/DvRc/Ee4QuqJorVn603D0itWyPtP/APYfofuIeDO+olyNFdy9Giu9jnQ6kiKpGfz27L0v4FFd5GL26ZY7kVTMftMntfJfJgerdEn11jlYsyPUibkWi9XRlcdpw+kpXMU4lotG+KHmif6EPiB5pMcm+WGZoXEIlxA3fYxyqQuq1yz2n+hUSe58lfQ1/DqTRYpyRGalzTgitOg9EW2Y8dDlRkk2YfJVGSfU/RHyLJHxPIkOW4gyfVfA4L2MXIyOnHy9q4f/AK19jZZuN5uNxuLL1X170wfw70XPn9zEY30JK2ND5HyLkx+0fuF4Je4x+0n1kPW9K+BRRtKK7WOdCZm93dvkssvs1zUV28ftWrxpi6Gef654zpizjzolk3ctlm5i3svIj1ZCllYoTZ6KOuKR6rl0jhVDwI9GZLeiGOUx8OSVfDXkjnjRDKpMbSMs9z5enyK+62HpjTXxk6P/APKMeT9ckuqJXyJI8mPGSdCW4ykHTJv8T/6JEPJkx7lpXUj0ZJrb8DhY7cKF45GLTi5bsxg/619xZZZuNxuNxuLL5H9Rg8fw70XPn92kHpIfJ5Nps6FG11otMftP2Q8E11I+0n5H45LE+9erLL7kMlGRpv6SiiiudZmkYZW9LROVRG7fwscdzIwSHFMpLIKtZwUkQxqOrnFE5b5IiqWnELw/iJ0ObfPfwq+9SIx1kunx4WelISaPKFlrpd65o0yLVaXpCHU8I9zH+KJybI+SXsIjEmzHP9ZYPyvJHyicfx76VySiqghcjESdRZN3NvB/1x/gLLNxuN5uNxuL7b+SjB4/iVz5/eyCs2pCH10SGjqY4fut0zL0VQhSMr/TWqlSE+pBmREfaSfUfNeldyy9KKK0or6Ky+/WlckJUz1lRLK2yU2/h8N+9JTSQ31ISlYvBuV1opWTVonaYiGZPTiPq60r7+K5GP4ybRHOKUWUSipCcoMcrVxdoaUieJx62IhCzoicv1BUichi8j9hHyMjLaZF/wDXqySJNNmPqZJ9K73DR3ZYj6IXIyJxMtuKWmD/AK19rRXwbLNxuNxuLL7/AOvgYPH8SufN7zHErXYbEbVQktKoSuVzbfRYicOgvI9cbJ+DxDSrZ6aSvlsvSiiiu/RRX0V81/ScOx9TJikRwyZDGokntVwn+dmWW1GJvdpkxKR/mZDCojdIySt/MoorWvlX9hFcrH8SMdzFhFiielAeJH5I8k0IxaMyKpaRyMtmPqx+C7ZGFkcNMfg/enp/iQ6xp0mOjAZa29/gIfk2xcjInHz8RMP/AFr7SI9K+NZZuNxvNxuL+Tg8fxK5mbf+RvV+eRLWWm6RKTZ4fJj8jVk/BGFiiomWduudd2/4Oiiu/GVMx5VLkatEo7ZEHaMzuVYobVpaOhLLFE8u75tl/wAdHll8ZTmKWU/5T/kFKR0JtFkbvXLisoSPJjhSMr6EX1F40l4H7tF7ROpGaH7MK6GVUu/wcNuJD5WR8HGSvNph/wCtfaQRLqzwP5llm43G4Ui/iYPH8SuZ+By660Wbz1DeKR+hkvBFlkojTvRiMat6SVlGSQ+zZfw6KK+5vsUVpXOmLNJHryI5nYnZmjcRZWlWGN9fBlyG+Rvl82iiiiv4xIXLL4ii2Rwm2KN8T1YiyIslKiTsUSPJlSsuJDyfoyvrpin+uhkyaRj+JjMnuPUlpidIyyvvRVtGNVBJ8r8HiLMj3TkzF7F9pFifUfkl3ErNptH8KyzcbjcbjcX3sPj+JXM/A3/yF2XRKYhnUovqRekvBjfUlEuib08kMdsSrWUxyG+2uxtK5F26+5v4WGX6a6Gz86iqRmyV0/r4rlZL4kckUetZtlIWJGyJsidES6sjEkY+gskdc3jTFCur8DT8Nab5aw9pHyT6tj0xU0ZfPe4aO7LHR8r8GZ7cUtcXsX2191Dej+RZZuNxuNxfYRh8fxK5n4J+9i8DeiYqLRLxpuZCVon7SPnScbK1w65JVpJ/EvWu9X8VF0xO0V/yEntRJ27/AK5IXK/ipNkMaRaR6qFNisyPTcWJj8mJ2tM7McbNyiiDsnGpXti0ZMP70iup4iQfVmTpIb0x9UZPPe4CH5NkuVnGyrHWmL2R/hn24okqH8Cyzcbzcbi9UYfb/DvRcz8H/wBsb6aPSmRhRNrRmEzMj5PIia1w+CzdbGrJx2r51ll/x8VY8ckYr2i9xn8Houhqv66K5HpL4sXGKHkbFjkxY0joOcUTkmyKskq0S6H7MSpEpUSdsUmi2Y/aT8GN9NMuL9mKPUyOoilTMn/7pgf6y+7vcFHbi0fK/BxcrnWmL2L+DiN9S+5j8Eush+PiWWbjcbhMw+3+JXM/AveyXjWKLQ5OXRqlo/BgRm9wiDH0HTRMgtzEqQ5EF0GyUZMcJL6Gyyy+RIof8Jw6GJUhS/MavTP5/rVysfxoQbIxUR5IoeceWTOrIYhKjKIm+lY4W7ukTneq8kPA/BF9TehziS2yZBbUZJWMvXG6ZkfXux6tLGtsEhi5H4M7vI9EYvYv5BKytsSEf213ENdxM4f2fw70XNLwxe5j8DYtF+Q6ghJy6tdRmJfiZIWenQujH7SxuzAPwf8A0fo6I3Ep/Tx0Y/4TDPay9IxfqPRySRknuf8AWxXNJ/FjR6iiiWWT1StkIKKN2mXweBR3MSUUZMl8i8kfBkf4kX+RKKkiScXWJdTLKkJktEr0Xe4WN5lq+WTpGd3N64/Yv5CHkfUXgbH57S0fd4b2fxK5peBe56PyWJNiSij3yOiRLqx+TH7VrN/kQdoyIoxxqOj6MjIpHQcEyWOvpo6v+FWSSMU70zTo3N/yF/NQuVsfysK6kpfqKLMnjSKpGX26JNmxpaQXURmkIi+hmjavD5Mr68mOPQn5F3uAj1b0fLNpGd/8j1xexfyO7ob+hfbj5Ho+1WnDexfxK5peC/zLH5030bmzEjJL9bfxP2QnR6iMmTpRhMqF50YxHlG0cRzH9LBFDQ0V/C4pVIb6E3ul/QUVpRRRRRtKK5ILml8uDqJjVu5SogiRVSWko2j0OooxiZZ/oxLrpkdyEJXEnvgRnRJ29KIYmytsSfuF3uBjWO9Hyza31nr1Hri9i/nkORfcXVmD2r+Hei5peD/7L6cnhGIn7x+0fnS2Ri5HomOI2NVIXgyy61ZZCQ2zcSjY1XaRXybIaMY/4b1JeP4OvlpFd2ihcr+YjH0iPrLXL5RB9DebjM6WiMS6GWVLRGJ9CUVJE4bXrix/ujJ4GLvYY7ccVo/PLF7ss3mr1HovJj9q/qlpEwe3+Hei5p+D/wCyfTlj+MS+ovaTVPSEGyMVFE/Al0MkqkN2Y5GVH6IovaKaY0mNUPRIoa5kL5UNX/5MvhXrJ/MQvaY/JIiZzHk2ilCQ5xROd6QVs8IySt6Ijuj1jJSM0bWkF+QvGk5Oh97BHdliLV+eSbqLOH/Le8ySm9F5RD2r+rss4b2/xK5p+Be8nK5ci8kp3pjkZI2QSsi4osk/y0ze7SLo6SR4MXkkiS2sWSjemTWi0fOn8qGjH/c19WvjWP5iH7DH4JedMrt63okY40jLP9EYtix0iDsyQ2u4Zv1kVMxe4RKVGWd9/gY3JvWuvJxk6xnCJ0zMqm9F5Ie1f1iOG9i/iELmn4JProiKvkQpdRflEl0kzGnIqhy/IXgzedYSJRMfkZJWtL1WsudPsVpXfhox/Brt0UV/4MvtN/gh7Ufsn0Q+XGupPJS0jGyEKMngwvySVokqZZhQ3Rkl0Hp+u7wUKxcn75OPl+SXCW0zN/2PReSHtX9Yjhvb/DvRc0/ayfnRGJdCa1vTEyXWZCkiT/EZjfQzrRQtHptMroQ9z0kS5FrL6CGjH/T194vtoewj5Mz6c2/RKyEKWmd9DHKpaZofsxr8RzoyZL76VtLGtsEtf3ycVK8rOEumZve9F5RHwv63hfZ/DvRc0/ayfueiMb6DSZLGSjWqdCtshCjL7RmFmVdNMcv0WR/YyXjlQtJfAv4ENX8WiuZf+Dorlr7CD/AxszPrrtfLih+9Mz0xO4lWPD+QpOPRxcyWGaKrvcLHdmXL+9Zuosk7bfCeGZr3vSPlEfav5hDXw0cP7F/Ex5p+1kvL0RiL0lGyarXFjrq5JE7kMi6PdEkqZF0yM7JzSRiekuVC1fYXx4aND+Ffav8A8GQvttzMLMvuIY1IWKKKRLHGRLC0UQjbIqlpKdGXyJWRlsYppkjavPUszR/fd4CHVy5P3rxctuJ6cJ7WZnc3pH3Ij4/mI+ST1S+AjB7P4d6R5p+CXl6Igxa5lpjSXV5RRbJVdTxaY5GaP7L0xPrpMfnlWs12V8aGrKK+HfzNvI/h2X8Oy/4VfcQltZJ2xOiOdojki9XCJUUTyUb5yIQZKCZHHGJOCaPBjnaKsqhmR/j3uDjWLl/evHy6JHCOoyMvvekfciPj+cXjR95GD2/w70XNk9rJedFpjZ40zLppdmKNuxyvIeUZIHg3Wh6x6MXgy8yFpPspl8l/Bhpf2EMEmQwRRsibIksEWTwzj9h1OpskLBNk8bhzUKIsEmLhT/Ij/JE/yH+Rn+aZ/nmTTi6+oQtK+0jGz0OhskPHJa2RyyQs6PWR+Uj02RjXJLwS8ltEc7Fmi9Jrp3sKrHHl/evFz3ZdOFpRZldzekfKI+P5hLkQ++vJg9n8O9FzZPayXnRaRdCmWS8DVMhByIxpGSVRF5IPoSRONc0PaZX051pL58foaPTkejI9CR6Ex4Jnp5Dqi+xjaTHxIuJZDKpatWZsNde7ihuZkhtk1XeSs9JLHzQ9MWLFI/z4z/PjPRgejA9GB6UD0oHpxPTibIlLTiv1yUUY8TkQxRjrvR6kRTi+TN739SkL4t/Q4arRL8iatD6PTa9EQxFayyJHrRPVOplX71xZKJMfcxR3ZIpdFy/vTI6g3J22zha2My+96Q9yI+P5dI8LSvhR8mL2/wASubJ7WS86IhBs9I26dTYmRiooboyO9MT6aZY9NEmyOEeJEsdGN9Cb51q+1Zfw4av5ii2Q4YWKKKXNsiyXDwZLhpIaa7MZNGHJvWrVmbHtfd4ZdGcTD997h4W7ye18+PI4si7XJPIoH+mB/pgf6YH+mB/pgRnGWnE+dK1xY3NkYqK0lJRMnENm5ls3MhnkiE1ND8GT3P6lfKor5cMe49Nx6xlaESfQl1ZGkxJUZIJGKH71nkSG29IkPaZV05b/ABH3OBjc75f3pxbrE9eFS2N5PfLSHuRHx/AUP4yPJXUl8KPkw+3+IQubL7GS86YoWRKKGiuh7T1CpTPT6Hom2j1GhSUkekhRS0nkSJTbFKl2ELSXwlyUVzw1fy8WByIwS1nmjElxLPWmerMWeSIcSRmpazgmh9G12MU9shO1rlhuieH3OHX4E1aJLa+7GO5mOO2JPwPy+fD7FycV+uaMnFmLJvRxPnkSsxw2x0bozZNzrlxZNrG/wuXl/UIXy7Og18nB40dHqFykx45VpB/iZGKSSHmR65LLJl6xMT6GRcv/AMD7nAwqF8v704+fiOnCpbGZPe9Ie5C8fwL+Pu6ESXwknZw/WP8ADvRc2X2MfkjG2VtVR0s3xHlRPI2RbI+OSUDa0KVDzEsjescdojiJx2860l8JaPWueGjH8rBhvqlWubPXRu+aM3ExZlLoS8Ml7n2uHna5M8KlfaRj6RWnEw/+u5w8P2S8Evc+fD7FycV+ufA6kcR51swK5a5nUexCX/EP6lfNs6Mcfjxm0JzkRjRlpEPOk8SY249LbG+eJjdMmia66xjZPou7hjtxpcv704qW7LrwquDMvSb0h7kLx/MxY/gx04b2/wAOxC5svsY/JiEOaQ8huL1xLT1D1RZb1lEnGhG2yupFfiIy9XzrR/Ohox/Jw498hKteIzV07EXTMWTciftY/L7WB1PkyxuI+1D3Ij40yR3RY1T7eOO5kVS0Zk9758XsXJxPlc+P3IzvrycKvx14n2diOSoNfTxWlfPUjoyvioxtVpmd9Mfk3o9RE4/v9D546Re5EoDVaKTQ3fc4eO7LFcy8k3UW5O23pwqbgzKqm9Ie9C8f1dlnC+3+HYhc2X2D8mMb2xG7FywXRE+kdUyOQU1plSrTDHoTgvMJFm1UT93NEWj+Eu3DV/IirdY4bY65J7Ytt2+1inUh+0fntcPG5cuaNS7WFXNcnEQqV9rh4Ur1ze98+P2rk4n3c6dO5Svk4f2LXJHdElGnX1y0f0NnRjXwKFBnpSHikj8kb5au7MeMy+OzEZjdG5NE4Ku/wEfzb5l5ONntxcnC24My+96Q9yF4X9bwnj+HYhc2b2DMRk8FcsI2yBlY/Gtm5iyM33pGS2k8m4RFdCUnEbvmWsvhJifahq/kcLD968TPrXbxyvGS8vtcPGo8vEx/fZ4b38maG6PaxR3SF0XJxHv5l5Ie1cnE+/uYPYuTNh3Di4/WxX027v44bhwUReBS6EZWWrrJCPkshTemYfYiNiLY5Pv8DGoXzLycdO5pa8L7WZb3vTH70L+Af1vCe3+HYhc2b2PRMUxtciVkIje1DJ8yZss9O1XpMfQg+iMrVD5kLSXw12o6v466sxR2x1l0RN3J9zFOk0/PZgrkhKkOSutcquLGuzwi8vkzx2y7PDwpXycT7+ZeUR8cnEe/ucM/x5Z4lMyYnB/WJfawm4iyxZ0ZRRSJdWekyinEWWQ8jZfYso26KJtgenGhxce5w8duNdjO7yy5OFvYzJ73pj96F96l9CkVS73Cv8f4diFzZvYx82OFojGi4olK3pPmXkXtIz/LSZZslI9AeJjT5Vox/Mjq/j4I7p8mZ1B/H4WPWyeT/lF41ZmVS7PCr8OXPDdHsYY7pC5eK5o+UR9q5M//AGc1f8d8vDS61yyimZcDXX6lL6Z/ChkcSOSLHNDyEfJJ0JIy+3toSbIxZkxdDGmbEbTJFj7WNXOKj0S58kqi3dvk4V1Ey+96YvfEX3iX0KWr7uHJRD2/wz0XNm9jH55lKhzdFsYmS5kQn0P2epS0jrXQzUlyxFpL5kdZfH4ReXrxT/D4+CO2BOW2LG7leF3Hk4qPh9jh1+C5WZo7Zc+CG2PNxf65oe5EfC5M3v5UraWVVi5L0g6aeOe5c+bh76tNP6dC+56lsRjj+6JPaTyX2mIwofkfUtRdbkTmkeqxu+1wivKuxxUqxvl4V1BmT3vTF70Lx92lzV9ZgW6aF0/hnoubN7GfsirPTFFCQ4jjpQ1pfPZZjx2r2Eo0QemSe0lK+VC0n8xLrrL4/Cr8OTiv18bFHdJacTL8aOFn+tc0d0H2cXsRkltVxdrkzwuPNhhulplntRidx5OK9vND3IXjky+9lFFChJmHDt68T7OfFlcGRkpK+bJijMyYpQ+mS+lXw442yOOJsVGyDJdDHNUKSbJVQ/PbRjXQemb9Dky+5wEerfPxr6VycK0oMye+WmL3oX84vI/PwODxV+X8M9FzZvYxeSG1IUrZRSKHEx4xxNljVMfZxSVHkyeCz1WSbfMhaS+LfPDRkvi1pg6QXJxfn43DQ/Znlc9MDqfIzNHbPnXkh7UcS/xOFn+tWZY7ZPkRhhtjpxE7lWD/AK1ycT7ObH70LkeOLPSgelA9KIopacV7exjyuDMeVT55RUjLw7j1+kX28MYujNvUZfUyRfkUmh5JPuL9EfGlmVj7vBwrEuxxnnl4XpBmX3vTF719rEa5V9EvgY1bMaqK/iELmzex6WRkeqRyjyEOqESP0TQ+zDydEhyVC6ixoliRONPmWr+XDzrL4lllmH2Lk4rz2YR3HoM/zzPQmf55n+eR/nkSw0uVGNVFGSW2I3b0T6mN3FcnFR/fND3IXg4r2GOW2RF2uTiIWr1wQ3S0zT2xH1Zw3s5OI9j5sPvQuR54o/0wP9MD/TEjmi9OK9vZi3FmLPu6c/EYtvX6JIX0iH8HHFCVMtDypEsjkYzJ7fgYpuqGSNrZXbXVoxrbFLmZxa68vC16beT3vTF74/ax0fIh/RUPx3sPvQvH8Qhc2b2PlR+yPjky+O0meo6LZiiJ9TySj0JLlQtJ/Lh51kuxXfwexcnFdlSaMOZ3y5s3WnJvlwRuenFS8LXhpdK1zR3RZXNi9604vwtOHnarVq0ZI7ZPRK2YYbYacRPdKjhfbyZfY+bF71yPwT9z5cGZ+OJ8dvFxFdFJPmyR3RJLa6+hX26UhRmz0pEsckRRDyOJLz3kzHLqN9B5FRHqzbRl8dvh47sqFz5ZeFxV3y8Mv+NmT3vTD/2L7VaPkf0KVlEfBNUuyuXB70L+Hei5s3sfJsNokQer6GSW4fRdtEPBIjlN6MjjyojpPx8i9YasfYZXd4d/hycUunaj5RHwtX4J+583DQpWzNLdN8nDyqXIzPHbPm4df8mnFfrTFPbJCdrk4mHSzh4XKzNPbEb04TxyT9rH55cHvXI/BP3PlTpozO8a7mPNKBDJGa5uJjUvoV9A1zP4CVsjhRJbULMiculwnaJqjCNk/d8DfIYnRB3EnFMap9rgIdXLnyzvPFcVdrl4b/rJ+56YfehfZVyP6RR6EIjR4Ju+9g94vH8Oxc+b2PWESrNqJNeIujeKSMk/0+5BWzpRLyLH+6VDxolGuVaMfyoavRrsV3eFfTk4lfh2o+5EfGsvBLzyxVtEFUUpeD/M2f5Wf5Wf5WLhmmLxycTC1fLwvuenFe7Xh53GtZK0ShU6ww2x04idutOE/fJLwyfufLg/7FyS8E/L5pzWyu5GbizFn3dOTiv19CkUV86x8r+BihXW0h5YktkiKaZaRk6xMI/BPz3o4mz09o2jdpgZIl2uDjtxLsKV8RI4rdu5eGV4ifuemL3r7JaNavlortRQ/PwkhCGN9RvvYPeheP4diFzZvY9Mcf3HTJkE9Eyyhpj7eP3FHnIS/wDy34hRONorkQtJfKhoyXOvgcPKpcmVXBjVPsx9yF4Ws/aPzy8NC5WWWjcjci0Wi1yTVokqk1ycKvLOJ9+uGe2QnfI8dyszT2xG9eFfXkfgye58vD+/kl4Je59lwqN6LGvTvnTowZd65OL+gWlll6X8yzz8PFj/AH+iW5npsqiz/wCiXSBh8ltEvPdjG2JUjIx64fIyfnspW0oKornyPbBvh3+bfFP8+Xh79Mn7nph96+zi9GLRa2X2ooscB9Pg2XpKXwMbqRila/h2Lnzex6QXQRklS0jyYzaTxjXah7iyHvJe7TqQbMkOREdJfKx6Ml8eDpkJXFavwZY1N9mHuQvC1n7WPzy8NGojMuV7j1JnqTPUkepI9SZhyPdy8TGpXycKummf/sfJw87jzcRO5Vrw3ufLm975eH/7OSXhkvc+xBW0s/RJEFuklNf8fZwy2zFrxT/hPPwccbZFUtZ7jbSMcep6fUye0xv8jI+ndx7WKMUN0dZMnDaedMPuHRPz2eGjuzR7HGSrGcN7zin+XLg/6ifuemH/ALF/DRXQ/Y30H8JMcvhcN7P4di583sZ+xeBGbRCWihYk4kZWMlBDq+yhP8DD7jZbHDqKNMokuhJU+SOj+VDV9+uzw2T9a8TD99iHuQvGuT2sfnkirkiKpGV7YMfV80fJjdxXJxMfxvk4f2DMvvfJgntkLkzT2xP2+Thvfy8R0ny8P7+SXtJeexw8P/riH+enDr8yXgmqk+xH3Ij4WvEO5fwD5bH34T2nrsjnQpJ6NJlUMyzE6Zkndd5ZGje2YvBlVkYfiTjTMPkyeB9ngI+Zc/Hy6pcL7r4p/ly4PYTvc9MP/YvtlGzYSj3osfUb6fSx8mH2L+HYufP7GfsxsRl86Y42zakiUOpDwT8G6j1WSm329341B0yEr1nkSHlY3fItKJfJx6y51265oypmKe5azjuROLi+xiVzXJk9rH55OHjcrOKl0rn4d3HkyK4sfnkwexD8Evdy4Mm6PJxGS3XJg965eKX5cvD+7kn7WPy+fHDexLbEm7k9OF86cTD8r58SuaF40m6RN3Jv5y+5jJo9c/0Hronmv4eOW0crkWZXbMJlvtcJHbiXY4iW7LI4WtxxVb+XC/8AiJ+56YPevtFpDR//AL3YuheLb0r6OPkw+xfw7Fz5/Y9IPqRM2mJ7TcqJsUtqHJyK78Z0eqz1WN3zrSa+Tj0ZLt13sWTayMk1rnxbkeOfh8VddZ+1j88nDwqOmeW6etcvDS68udVLVGP2oye1j5cE9stcs9sWN2+XD70Lk4vzy8N7+TJ7R80McpGPGoIyuovXhNJw3InBxlXNw0P3pxGT9fOX07+pxw3E8VF0bnQzF4Mj7MerRBVFLmyOoMbt3wy/I4mt/Lgf/ES8vTB718S9L0sssssv5CQtJvv300jpt6X8VIa7VEV1RjVQX8OxC5s/seiIsy6JG2W3RmOKomlXyY6S8D+RDRj+VizbekZKWuXDu6zxyjyKLZiwV15JeCfueuKG6SEqJeB9WdDpzY5VJCdrk4mHS9MUbkhGb2PmRw890dOKn+uWHuQvHJxUel8nCx/es/ax452enM9LIelMWGZDhhRS04mX468NLrrkxKZPDKPIk2YsD8pVplyqKHK389fyGDwZZHk9ONEujIdIkvPZ4aO7MuxxctuLTherOJ/7OXA6xEvL0wf9i+DZZZZZZZelllllllll/BZQmRekn1+DHwM/RL4uJEl1NtklzpFEF+SI+P4di58/sesDK9MNaZPJsdEXtMk/x+TEQx+fkQ1l2Vy33ceVxIZky9HFMfDwP80RcNEUIrRtIjNS5M8amUyGGUjHjUFpLqieNxfPWmCVx5JxtMcXYsc2YcW3qTVxJQlF82HJtkX0Mrub5sONuSF45JK1U8Mosp6QwykyEdqrl6HQ6cvFP8tU2jFxP6Uk9Xigz/NA/wA8BY4rRujJxCQ5N/wz+qhOkRW7q40y1RN2yL/Efns8BHq3z8dLwjhPLOJX58uDbHEyTuT04f39u9bLLLL71lm4svvIQ9Nwnq9K7sdXztd6Hgpm2idVzJa4/eheP4di58/seuIy6QlR6nQXu0yeRv5KFpL5GPV9pMvuVypkc8oi4oXERPVgerA9aA+IiiXEjySZw86lycTDpcJ7T/Sf6mf6mf6ZDztjZZZZZZemDIkzfF8mX8Hf+g/1M/1M/wBTHnsk75sWW4VLy+WMtouIo/1SP9bP9bP9TP8AUz/SyeTcQntP9LP9TP8AVI/1s/1SP9Uj/VI/1M/1SP8AVI/1SP8AUz/VI/1SJy3O+SM5IjxUhcTE9eB60D1oD4iJLiiWWUvoV/IxZi8GUc3Wn/z2uDjWJdjiZbsr04XyziF/ycuGvTJeXpg/7O5ZZell/DsvveF2nyxK5kxSN3PAfeT6EWXZkfXnTKMPvQv4di58/seuLomSdsohjFAm9o8jG/lIWk/kQ86Mfdsv4Nllsvki6ZjnujrKNoktsq57LLLLLLNzPVmhcVkQuLZPPGSL7d/YX93fO9aK+oUmiEtxLE9L/Hs/sxLbBLmm9sW5O29OEvqcRe/lwpemS8vTh/f2bLLLL+RZZZfaQ9H45no3yrotJdPgPu7mb+gp9B8yQkNmD3r+JQubP7Hru6VGNsUUhIoyP8h92y+8piY/HyIedZD+m4fJXTXiMf75b79G6jz/ACa5L+ms3G43G4s3M3G43Fr6DF5KoywVXfZwrdkiufipVievCNme975cSXpD8vTh/fz39BZZfZWsu4hI8MlHvIQ/gKJXJFaXpw/v/iVz5/8AreuOFiSR+9H4Jee5Y38FSoUx/Hx+dWNc9/PTowZbVaNGbDXX4nRm2hZO1RRWtfwa+ls3Fllll9pSE/nYvdo1ZJOL7PBR/O+fjpeFpwv7OI/7Hy4uuEl5emF1NG43Fl6X9FZZfY/Wr5nyUVopraX1J+O8tH30iK6DXJZekTB7l/EMXPxH/W9Iq2JUitZ5P127+Lfx4ayG/p4ycWYsyerVmbCvL+K1ZGTizz/Hr6Oy+xXcUvm4nUtGZl2eCjUL5+MleTXhelmd/m+XE/wZ+yiKFf1SZfbQ+eMR+RrVyv58DwN9OeJw3/Z/EMXPxHsemJftaWTydtv4z0T+NDWXy6KKGu2nTMfECmmSmkZs7l8fyJuDE7X9rWtm43Fl9tP5i6GOVrTIunZwKsa534Mst05PThZJWZnc3yqxRFAURL6tcr5v1zx86PyJEvPxKK7kB+By50cL7/4hi5+J/wCvSHgsnOkOb7d/Ia0T+LDV/HvsUUV2lkcSeaUvk+SMnF1/GL57LNxfJZZfcsvnT+XhlT0y+B8+NXNJdEufiJVjfJimomSSbvVRFEURL65MT5kPtKQl1H4JeRG0r4K8D7iY5dnhPd/Ern4j2aR9pLIL8oj+ka0i/iQ86v6Ouw3z2XzMsvsp6PqQl+i/4pHQ6HT5jH2r+HZfysU7Mnhj5+EjeTns4zJ0rmUWyMBREivr0WJ/Asi+pKekV0GyXj6jhn+QvH8QufifY9G/w0xGRdfpFjkz/LJi4Ni4QXCI/wAsT/LA/wAsD/LA/wAcB8EiXBzJYpx7UdZfLrvt9yy9L1TE0+0yLtfxS+c2Nm4v56fyYdCTtD5+Bj5lyNjmTy0Zp7pcm02CgKAoCiV9kviLqhRGuzRXZr4uF1Ij4/h2IXNxPsejemEy9i/kKEmR4ebI8KR4eKNiOhfLZZevRk+GxSMnBziNNc8fOsvp60l8VO+1F/Or6xfJsvSyxsv6JPlr4b6IT/EfPw0axLkciWQyZiU29NrFjFAWM2Gw2lfxCY30JS56K1fwKH3MfuRD2r+HYufiv+t8mNfiT8fOhibMfDEcKQorRyHPRLu5MMMiM3Czh15V51fw6KNvfrkbJP4y51oxPtVpX8m5G83m43Fllj0oooaK+hsssss3F92PkmLxzx6ySgqitXInkMmUuxRFAUBQFAr+N3c1Fdi/lY/ciHtX8Oxc/Ff9esI2Iy+3mfxowbMfDEcaXJKQ5CRGPcs3I3Hkz8IpdZRcXWq1fwI45SI8Mf54ixRRsibInpRHw8CXDEsM13EmxYZs/wA5nSj0+GmNa3yvRaRfXSKt1kxOHdo2m1m0oor4CxyY8co/Qr4Nm4czcbjeOXLZZZetj+fYnpZuNxfKn3Mfkydjh43lWlkpGTJRPJeiIoSEv5RFcl/QYveiPhfw7Fz8V7NErIrahGTxyt/Gx4XIx4Uiq5GyTERXI32ZMTFrlwxyIy4pY3qvOr70YORj4dISS0ckh54I/wBSP9SFxEWKaelE8MZGTE4dhKyGAUIrTPm2olJyd/EsrVcy0fkj1RHoxyUoDXXuqTRHKRnBiUGSUEPLjRLq9ITgkQ9KZ6UD0oHpRPSgejA9CB6ED0IHowPRgenEpHE+3kh6RHHikf54H+eB/ngf54H+bGf54H+aB/ngf5sZ/mgPhSWKcfm2bkOZuGzcbjcbmXyUXQ9KFrZZZfz7N3ZT7eNGTscH7rciWRE8xObesCIue/t39giu3gX5oXj+HZHn4r2aYvOuXxyP4sYtmLhyOOtVrJjIIWrY5dmbIi5MmOM1WbE8ctELSXdxY3NkMaitcmdRJZZS5VNox8QJ2tOJ9nPjxuTIY1HXLlUEZMm9/RVZFVpuL7Vl62KRHK0SyOXLCbiyErXI3SPXif6IH+iB/ogf6ICmnpxXt5YTcZEJbo3yepE9SJ6kOXJw8WSg4uu7ZuLL7Fm43aMvWjabSiuR6LS/oL+An2sKM3YwS2RJ8QSzNjlyQIC/qq5K0ZXZ4b3r+JXPxXs0xeRLTN45JfEhicjFgSEq1rVk2IiuSTLF2JkebJBTVZcTxyELRj7eOG91CCitc+XaPr2MGX9HFe3mxwc2QgorWc1FXmyub+gZQtb7162WWXy8P7eTL7GPzyxm0zDl3o4rxzcL45H4ZJu2WzcyGaUSE1NcmTGpolHbKvhWXrZfJekYm08FlovsP7Fcr5cPgy+Oxu58ZEX9VRXYa5kcJ7v4mPPxXs0gqQtM7663RZZfwcWCyGJLsMmyCFyT0XOyZHVaWWZcamiUHCVWbhsfaS6mHHsjrOW1Nylud9hMwZN0TivbypWzDj2LVnEZNzH9BXxXrZZfJw3s5MvsfPjltkcQ7gubhfHJLwPy+TDk2yE+TiYfv4t8ljekVpYyyxCWj5H9u+XD7TJ45L7cCIv5dd9d583Cef4lc/F+wRHxrN/k9HKhu+Wy+4lbMOAjCuzIfkhyz0jzsmQ5GzcXpnx7kPkfZ4fF/wDWvEz/APntYZVI4n2cvCwv8teIntiTf0T7i7L5bL04X28mX2PsSf8AxLm4X28kvaS88iMDuC5Jq4skqfxHyPVLS9GPRG43aof2i5Hy4vaZPA9H3I+SIvvqFEof0lC5l2Xo1rwnu/iVz8X7dMbEyfSPxUrMGAjGu1I/ZDlmIjzskQ1bHIjpenEY669vGtzSiqVaS8E5bpN9pGR3i5EupjjtiuTiJXMn8+vkPnTOGn5Wub2Psb/xrl4TxyS8Ml5fLwr/AB5cy/N/DfOolD1eq++fLi9plH3l5Ii+S/nLnjrL7Z68L7v4lc/F+zTEIzPpo+zXZSswYf3GNduR+yPLkERfOyRDWTL6i0vSS3IyR2vt8LD968RKoPu73Va4Fc1ySdJknbJ/OXeXcfPGTRhzXrl9j73C+3kl4ZLy+XhP3y5/e/hNl80UUWMZuL7D++xeDK+g+8iDF96hIfUfT6G9L57+Bwnu/iY8/F+zTGIzD7FFFG0qufBhIRruTH5Ics0V1I88iRDRk2IXLnhuXb4dVDk4qX6+Bwi8vXiH+Gk/nL6KEmmYcqktMvsfe4X28kvBLzy8Ly5/e/gsb5o6WNm4vnRQ/v8AD4Mo+auzAiL7yNF2Jol512lfRPlvRMfNer14P3/xDFz8X7NIuiLMo+RaIS0rVoaovkw4iEK7sj9kOVkl1I88h+SGkmTZHmZlhTH2F1aIKo8nEP8AP4PDL8OTin+K0n2KKNpT+2xZNrMc9xm9j5sauRkVS5+F9vJLwS8vl4ZfjyPwZOs38FvmQiyZfYX8Fh8GUfKkbRrsQIi+9vkhDRr6Jv4nCe76BfUMjz8Z7NcZkJciELnaGq1xYWzHjruMZI/ZDmmhc8x+SGk2Mj41svXJG0PsQ9yF45MvvffjG09MK/BcnFfrSfccTb319Nw+X9ZHeNn75eHj1vN73z8L7eSXgn7nyRVtEFUVyZZVEfwG+dLRj7MVf3ifNi8GR8qIookuwiLI/wAAiz9FWP56+Nwnn+JXPxnt1xskuhLkRHsyjZXUw4bMcK7zJDI8zHzzP2RGZGIjo+X9GWNPsY/eheNWZfe+/i9rP2Y/auTi/K0l45UVrWlG02jiONfVvsJ0xZLx8sYORCGyJl975+F8ckvDJ+58nD4/3ycTO+nfb546In2oIa/gcXgyeeWKFpIkuxAj/AJl2yX6T6L7N68J7v4hi5+M9uqE7RPzyIj2o4rMeOu+xjIi5WS0XLMXkiSJsgIY9VojPHp2Ie5C8avwZPe+/i/65H7MXsXJxXlaS8cq1S59o4DVdpfUYpfqOCEj/NA/zQP80CMFHTL73z8L45JeCXuZtkRhJmPhxKuTNlpDd99j5kIYx9lEUMej+7vWHgyeeRERaMl2IEf4FM3dSbvnQ/qlycL5/iVz8Z7eRSJeeSKF2KIwshD4DGMQuZ88xeRE2MgtHzIn7SXR88fKI+FqzL7338fTCfsw+xcnF6PlQhLs0OJKBX2C6GLiUevA9aB6sCx+DL7nz8LyS8D9zMWWMuiS5HNIycR+m2/gN86FpLtLyQ0aKGvvo+Cb5ELkY+eJEX3kVbKtko9uI/qojEUcO+v0C+oZHn4z28r1REWlFFckY2QgL4LGIXPLSxazI+T9E2fsgtHypi0zLrzoxdYLk4hfn330w6cO/wAOTivGr5ELsVrQ0OKHD7Ba2yGaUSMt0bye58/C/vkfgn72J0YMm6OrVmbFNfBY+ahavtLyR8clD+9/Wj1iLkZJc8SIvvIx6EehaH9quTB7hfPX1DFz8Z45XqhMQuWhRshD4L0Yxdh6IWsyPk/RNkfJEY3zIRmXTscNLpWvEr992CuSOI6Q04V/rXiF+D1lyIWtFc9jZejQ4/Ev5/Dz8rL7nz8LyPwT9z04eVS5KszYdvXvt8yQkVox9qPkhysa+7Q3yxFysfNEQvu4oelUN9ftVqjB7hfw7I8/GeFyvVaKQpiZeqIREq+Mudj0WsxDZLyRWkh8y0n4JdHz8PKpcmaNx73DQuV8U+tGCVSFrNXEl0b0n41QkIrnsschyLEVo0OJWi7i+euTC/yMnu5+F/fJLwT9z0i6ZjlcVySVoyw2S7z5kiKK0aGPtLyQ5n92iXLEXKyS5oiEL7qMqHIXkyP7aItcXuF/DsiLm4zwuV6wNpsKYmxSE9IQIqviPVdh6LWYiXgfkgtJdl+CfnnTpmKe6OrXQyw2y7iMUdsEZXc3on1MUrjyZ41PR6oQtL0svVl6pC5mu6vq+F/fJLwyfuevDT/XJnhuj3pcqIorkofbx8rH92uaIuaSHyoTExMX3adMlK/tkLXD7hfw7I8/G+FyvVEdKK0RjgRj8V6oXYYhaTETYvJHSXay9jDk2sTvXNDchqu3w+Pc7zz2w5OHyV014jHavR+dFpuN5vNxfbsssv65c2CNyMvufJwv75JeCfueuKVTQna5c8Nsr7bHyIihc0kNdrE+d/wCQuZokuZMsTF/Zx1we76BfUMjz8b4XK9URdF6PTFjIx+M+RdyWkmREMl2FplXZw5f1rmxfuuzjxuTElCJmnulyIwZLVaNWZce2Wj0iUbTaVz1rYtHJDZ5FEa+bXxsUduO5eeThfHJLwT9z5ME7jy5obolV22PkihLnZLtY3zMa1rvbT02U19Yl1NoueSHzIQhfWrt0NV9zHRGH3fQL6hkefjP12IRJRN1G83GGFkIV8d8i7k9GQWkh9haZPA+x4MWb9Lrrlw2ODXNRjwORGKijiM3/wA8sZbWY8u7XJDcicHFktIa0NarSijaNDRsZUkdShRIool9lihukZekOXhfHI/DJ+58nDy2y5uIx1+XafIiIudjiPswFzUON613Ii0cUyWP6Vc2LG27kuxIkuVCWi+5UTJFfcrSJg8/xDI8/G/rngrZGJKPQeM2GPDZjx18hj1XbslrDSQ+wtJeCXnspmPPRHInq4JkuHQ+HZ/nkf55C4Yjiii0jNn/AFzxm4mPMnrPGpI4jDs6kWLkssREoooo2m0cTaUbRQGif1y1hByZjgoI4l9OXhf3yPwT9z5PBgnujyzjuVTjtddl8kSPZZJdleSD8dhoce9uFMUxkl9RRi4b90kS7Mh8iF925UTd8lfarRGD+IZHn439c+BdRaOIsfUhCvkvvPRj0jpLsrSrMkGn21JojxDI54sWWJuRaOhuQ8kUS4lE8spdpOjHnaI5Yss4hXB6IjITLHI3FWRgJC0fLtNiFEomT+uQotkOHkyGNQ04mXWuThfHI/Bk975cU9rIy3Llz49y7UuSIuyySH2YSFIvnaKGvgMf00MbkzDgURk3Q5ctllm4bHyIQtEL7d+TI9UvtlomcP8AQL6lc/G8z8mBdBaxiL6hjGLyR0l2UIQ4RyKsuGWN922b5HqSPVZvZfetkc0kf6LRLyRKKaOpQokYiWi0fYsmT+uw+SKXJmdz5ErZijtjy8Rjp7uXFm2MjNS5c+H/AOudj5IiF2WS7W5imz1GKZu5ZLRruIRQx/So4eK26MyjfUT1ZZZer5UJlli+338l639mjxHThf4mPPxn65peTB7dYxEvkseq7shkfIhku2hEkpRrLDY/opIh5Io2jgbTaRXK9bL5ZE/P10JbWQ4lH+iB/ogPPCiTt6wUGR9KJ6sD1YHqRN8TfEcoMlhxsnDa+WM3EhxQs0GblrkwRl1fDyQ1XKx8kSIuy2TfaQom0rnYx9uhCYx/Soxe1az6k0LnoocRrlTLExMX3aGh/ZrRo4X+IZHn439c0jD7dIoivlv4EkMQhj7aFpxC+jXSRHSiiuVD5U9bJEvP29llstlstls3SL57N8kerI9aZ60z1pjd8r5YkRc1jkORY+0hdljHzLnQ/po+TH7VrMmuvPXI0PniL6lfAWkT9k19on0LtnDr8f4hkefjfK5mYPBFEY/WzQhDG+3EWmb6NmN9OwtGPlssskS+vv6J8qELmlIb0oa7cHpZfMxjXcvS/po+SHtWskZNV2GPmSEvql8BDZYpEpdPtLI+TD4/iVz8b5XKhnD+ahH66SsoQ+5EWmX6SDE+V62WWdNGxcjJfYL6F8sRczHotH24ciYuR6tfZWY/JDxpemVdx8iEhFfdeF9zHyYPb/Ex5+N8rmRgx0L6+ce9EQ2ZH9LFl6vRaWORZuN2kdGtGx/YL6F8qFpel8q0l20KQ5FkbI8r7N6X9PeuL3C8asmyRYuayyx8kRLmf0q+AvukcP7f4mPPxnuXKjDjIR+wY1XcQtJsk/pYuuViHM3clFC1Y/5F8yFI3ikXz2PuRixxEiCFzMfNX1sHTMcrRelE4E4FCEUUND50hCX9qjh/Z9AvqGLn4z38uKFmOFfZSXecicvp4vlQ4m0oorVatj+yXz33qK1vt0Y0UOJEXYf2VkcjiyOeyMk9JIyrRIS1oaNptKKGiiKEhf2qMHs/iGLn4z38mOG5mLHX2bJLtrSTG/qE+RaPm6aNjf8AJS50JFFaIRQ0US7kF1I612X9ko2ei6NriY8lEMl6TQ0Lma5aEhIXyUP+bXkwexfxMefjPfrGNmLHQl9pNdpaSZJ/Up8i0rToWbiy2fkdSu2vqV8586I8iIlDKHEcSu1jXPfaX1qMRuGPEYtyYiQ1z0UVpRQkL+2Rg/619AvqVz8X/wBmiVsw4hKvtKJrtIbJP6uL5WxyL0UWz0yh6v4q7D+0fYiyyyxMhytEl2sfO+dj0XJtdW/qU6MflEhEdH26K/uUYvYvoF9Sufi/+zTBiIxr5z+RJE/PZslIf1ierdDkUbToWOQ5aJDH8F8i+8fZsb0giPNJdrH2n28eKe3dlq/qUY/Oi0kx/wDgiF5MXsX0C+pXPxX/AGmLHbMcK+3ZkXZkxv65PRqzbpelli1f86kRQuZrSXYxrp8WE5RM2V5PqYkBMiMk/wDwaHkx+1fxK588d2Yw46Evt2T69hsf16YmXo0dTqUUVq+7XK/4lFCQhcll6PyPnRDV9t9h/UxIe0/ZHSX/AINDyY/av4hi59n/ACWuhf2Nl8jGS52xv7K+0+4u0vvH2YlCWi0ej0TJLR8+Nlll9tj539SiD6H7uFNEiXOyxct/Nf8ANw8mPx9AvqVz11+sbLLLNxZfOyXM2N/Z2LJ8d/wj7MNFpEZRQxikWSXYTo3m83kZX2n9ljZEXQbJdlPmv+3iYfatL/h19lelllll87GS5WyT1v7GWkZ0J3zvtUVpetDXZsvtr4C+Y+zBi1s3CaHIkx8jXbh2novsICj0N0oilZLSyyy+Vctl/bP+ARh9q0rS/mL6lfUPtvuMkPlk/s0memycNU6FMvvrRliZerK5F8tfUw8kdLLGzcObN2iF3YLuLlf1eMj40SRKJLoWWbjcXqvo3/NIw+PoF9SvqH8eQx62Nj7Kf1EccZIXDdDaojMkuXcbi/hp8jXwr7z+c+zHyR0kbhvWihIWr7KIr7xOjFki+lCGjJD6t/zSMPgX8QhfTvvrsMY9Wx89fTUbSMN3T0XdPhnVrFPze2NDfQm77K5lpXav6VfTQlozaNFFFfAjPS+0vsEhGPI/CejiZVU9KK/gn/AYSPz19SvqX8ZjHyPs0V86myOGck2scZWmnF1DC5K8UI7SeM8EZ3E6KVykhvTJP4KejH2bL0fxn9Q+zB8jKF8K2jeKXZX2EZUbVNWnRjlYtMrub7q/uMTIfPX1K+pfx5cjGyyyy/okrPQnHq8ixU4Tjkd5OkxYo5YnpSUqipKY4xi7ytRdzljlAineuSVD+EpG75T5Vyv7GMuWzebzebjcbhdyhfdRbQ3uMMqYh+CT/Jlll818t/Qv+WgzG/4hfVPt0bTabSueQ9ZD7Fl6XrZfx+HxRmZZ5b2JQSrIo7iG5JkZZaINuZljtVqcskaeLHsuNoWkn0Ju/s1yv7GLE9Wy9KKKKKF2LL++vWHESiSzwlBjL1ssssssvlssv5L5X/EvuxZhZH5y+pX1T7SRRRtNptKK1ejHpZJ/B3CfxIY97I4ZQRObPU3CmlahbFD99EidqRi2NVcIi865JfCf1D+xi9ZLlorvWRej+5RssXknCuuiKK51zp/If8c13sTIsv8Ahl9W1rRRRRtNpRQly0UUUUSJaPWvgqXwowcjblxyqWfL4U5NC9FxZL02RjJQMeaUGb90mQk29rjBOp8N+0q6EnSG7761f1D+lfcTFrRQvhIj4+3XJBmRJ9XIeiF30L+lfexPqRf8OvrHpRRRtFE2lFc1a0NE0S861yUUUUV3Ey/gQezrkzrIKO+R6dGbFFMxxeJtt5MnRx9NJLL+RlcdqllyScUQzT9q0yy5trNrKZtZskbXz33q7S7VFcz519XF8lcl6Luoh9xdrXG0T1ei+AvkP+LWjQ+7DyQYvmr6lfYUJdxoTGZPBPz3qK7Sfehj3K9+2FNKXXD0mjPk20OTy9PRnRCcofjl3vq9ti2tobg4kV1EZJUN9eWJFG02G3SkSgOLXJRRXaoSK+a1zL6yMuW9UJaPnXIiH3aZuv4qF8p/wy0Wsu6jGyPzV9Shdl/SoXLZfJWr0smyXw1E2m0p8ifcjHcKcsMCc5brgr/KnlkPhspD/iHHet25SZOGSSJcPOKvBsRl9xDwfoySt6RibD0j0hRoTLL5nCzYbRrV6UVrRRtEitL+Y/pX3lLRo66UbRLkfMuRCZf2/nkWr0v4C/oVysfcRiZH+GQvrkLs2bzcOQ5FjZJj7FMWKbPRmhcPkYuDyMX/APHkuAiSwTiOMlquShqtE+5+flZm0knh21N1EjihRvqlkjFox7tpkIQlNMnvj0jGcfyc1MRklSPLFEjyMYtbL1sUtHox61zLR/OfIvoH31LSiiuR9hciGKRZf3Ker0sXfX9Ehi1fdxkH/DIX3D0sbNrNjPRbJcMyOBE+GgyeNxeqVixWLHRDGQpG2LNusjbFoeFNVk4GyeOUHS5mq0XagrZJ7EYdklTxYhRXjJilDrLLKTNrjTXFkpwnEn6ewjKBBwlYkrEZHbKI8ll8l8r03cy57LL5r518F6L6J/AjIXJZZY+y9FruL+3giXI9YoooruIX1VFfbLlY+4mY2RfzF9TH7BdqRZEitFo9J4YyJ8Gz0JJkMQsZDEdENH5IjIslLStcuOMjLBwmxc23twjDbcYQnZHFsRKc5EM8t43vgOoxI5IyRlxzTbwzajUVhkzJBbRfixF9O1favmTHzX377D7LX0SGP4GN8t9t8j+5TobvniLuoX1NFaUVpRX0i765Ho120YmQF/BpCVfdSP2QXLIRZZViSQtarVsS0T1l1M2FZFTi4Nx+BiUZ4tuKLxzafgx9Eyb/AOS4ZoUcVN+OHybJDyKSFkR6sVMnNWQ86N8tDXfoa1ijYOA4Mr5Vl6rnor6F/BjKmKV/CQ/v3pAXdQvpKKKK5a0ooooor5b7j7KH8GD6mOQvlr6dIS+7Zt6kVrZY9a1QjodNEjxySsiyyrOI4ferarp38C/Ei0mettmZctyvDBye5ygumbZZw6xydS2QjWPiEjI1kQ04shK+w/gPVF6UOJsHEr5i+mXxE6NxZetl865EPSvv4PvJi+hor4NFfOXxn3Y+SJFi/gEhfZ32WIXJZITLNxuLNxZQhvR+eVrqbdeNxf8A13l5I0ojyfpJqnljGS3QytMzyyMxehOFPBCPWCwyiZYx3mLfFnEdUQ5VpfcfJQ9UtFyMl8FdpfTxHyP4Nll9pcq5a+8XQi9L7dkWJ/Jr7hD+AvhwZB/LX0q+2vsUJaNl6IkJ6rXqWz1KPWiRdl8isk+oso7sTM3WMu/D3I3V0m6kJ49psdFQhIzt0LdGm+KuO3HSMsGncM1GTLvQuxRQ+Sxcy5UIrlZL+CiS5X9Ff8CjcWWWX2YkfiLlor5VfOfaXYXI+7jYhffr76tWWWWPkjpuNx6g5RZljJHD5P1KRHwMR4PLto3ULqirTMq2zku7BdT05Jp5U5EMEJInOWF083qdHCI+qSnHGmQyY9u2bT6enGiq7/65qNoxl6IjqxaMl/AoQ9Vo/q391ZZZfZiR+0lAca+zfdg6ZHwRf3y+/XI1zokdbFo42J/pdGY3pYiXUrRwstwZGSZxuNqSl3YkckmhPK5EkvM8WHITxbDHJ+P/APCxKzJj2kXUC3277Vi0ZLVERDGIWkvpUOPy0XzMfLWj/qYi+HX0MshKV/YLkfcRBiE7/uLLLFytWPnkxMs3sUiT6i6kOguo0flYpNCd6In1OsGTSyRJw2yruQSojBeckmqP+XIh3BlZMpK4Ktzsk5UbfDl+aPHYWr5aK0eq0Y+RC0lotJIfYXfrupiY0bfkrlWr5qH9Bf8AExF/Nvnr4mPSHyV/MPsxQlzSSaKrR8ktGyxMbMchEHRPIR6I8nUTKJDjZe1nFJP8u4oUiE66Ypr8lZPDfWMtiSnvfWUrIZJtVufiJPsLR8tll6oWsh8kdXotZdha1zLVFCRRQ127IyL0aGvjrlXI1/XxF8Nd6v4Vcj7mNkfAvPyV9GvtGx8lll6KAlperZvN2shavRjL0TIZBSI1pbR6h0JSpG69MkbMuOWzuR8jl4MlPpHHKDJZZRYoOfVtXVJ2bcXUi9smXuej7CFyNaJFFFFFC0ZPljq9L0elG02m0rs1pXIiOrH2to00IWtlIa+e4ngvkl9Tf38WJ/CX8k9VyPnrkRjlpFi/rmiueK0chyLEOQ3per5GxssfJFikY5WJFFCRM2H/APgyOoPuY2kz3GT9JS2IeNZPygtsq9OTHjamZVBmPG4/k+qH47S0ej0XKkUUSJ8sdXzp60OPfQnox9tqxqiLL5a+W+Rm0r4SK1ooofM3/Gpifwl/GLsLkZXPXJifUXXRfHX0jelli+vvShx5IrRsd6JaN8i5W9XzWYp9ULwb3oh23pQ2SqSrIqk+3CNlx8OFluLFld1+cD/VkTI5Y5IjTsUZXXpqKMntfaWj5LFLkS1kx8qLL5bL1ssT0kvgXpJdx6L5y+WjaK4vXdysb/j0xPmssvSy+RIor6Cvt3q1z1rB9TH40Xx19EuWvqLLLLLLLLLLL0ocRIWtFaPlQtHpLS+Va43+SIOzZem4UhjE7Nio4hfn2kbV4anuRvPwlA9KKkRyRXT/ADb+sccMbMkd4oZYyK6Gfou0uVrVaIjpInzLnlyUULRj5LL1vlvVMfYvmXyKKK7d/DrTciy+Zjf8imWWWWXpZell6oX8xfdaEzDP7xvlv6Oyy9LL5LGyy9LLNxZRRWrZfOtGN6PmRQ4kfcQZvF4EjaUMUV53KjOu1j8jVUT6oUHksW/HMS3K83SRi4jJVSb2X/qSVYW5dUuhxK5XyovmorSKI6SZJ9eZCKK5GVyXpejRRXeXeYtb5q+DWj5E/jJdmtGxv+giIX8y+35GjFIg7Wi+4Y39VfeQlrY5F9hkdJD0fOtEupjX4o90tG6RvZbF1H0Q1+8i6EvPZxeG9+5HVHt65uvXFGTiZ4T84cmyRfqGTBFK+Hj0R+jiPHK+SitFq9K1WjZMfMhc7LExrkWlaP5b7KI0z0kx4GOLXcSK57E+W/gJc1FFaNjf9ChfzK1vs3rheq+3b0Wl6r4a+ekLRvtyIaMfkci+daQSsf8A+RVLSXUVLToom+9JRJ+59ijGovpVTrqLJJOpKSZh2bROHquLw4+hlvFJGOpmONDOI8PVaPkWq7EUVpMfMmJl8r0aEUNFa2WX3a+SiEyxpMlhHBrnoUStLG+V62X8Na0UVyOQ3/RIX9OmY3QnYxfFX0T5b0X2KF3pENZMk+wiMiK/cOo9UUS9p4ejX4mRVN86RFG3bK/JOW0h16v80Yov1DiYxTI5JwHKU5GJfiiPgkcR3EXzRI6Nk2PnQuV6JnTWxvvVyPuvuqQpCZ0ZLEmSi46oSEitGh6LWijaitLLLL76XZlIb/o4sXxb1sv+JT5bIMg9F9sx6LRfAv6SPfkR1y9pMiQZts8FliZJ2KB4enExqfMlrHqiPSZO10jOpUnCUhprrO5tOSj0JVKaMMXQhnEeO7ZZeqIrSyTJPsrmaH0NxuL+kXasT0ssfUnCtIorllydCyy/iUJdiUhv+kRF/Asss3Flllllm4ssv+LTMeQi9F9s9Fol9XRRRRRWtEV22y9GPRaZEPtRZFilQnuGRWiRZ1I+Di4Jx5Vr1N8vbHcjZfWUetrHjocnGRDPu6W+scWHa7hpIz+PhRFoyT7KK5WWP4VaLVj7r7yfJ5HGmLwJ63o+Rs3M68r7l8/Qs3o9U9Q3f06L7d6WWWWWWWWXzWWbi/4pGHJ+l1F9tIZEorkXymX8RIXbbEIYyyOk/BLz2kyMiLsoVi0nL9KI1pllaH55I64/IoQdkl+t8k6e8j7TdhmiMU5Mnk/+eGbcSK0kZ/hR0sZLsx1vVj7K0ormoorVj+YuV6WKRuN3JejKKK1selFdqzczez1GeozfI3Mt/wAKvpkxPuWX8GxMv+JizFMX2zKIiJfOfxV22Mjox6R0ZkXbsxyP0bkixzE+pdjUi/04oyr8uRa7nHrUZopwmjLs3J+ELc5VKFSqOKEIGyJw6pC0kZ/hR5JdmPO0V8Gy+R/NjzSWiQ0VzPksvSiuw/7dMT5r1v4Vcll/xMJUyEhfasZFaS+zQu2yOktYsWmVdzHKiD6aSRSOmibRt63NUZ115kV1Q1GBCG+ZkTqraVYp/qcIOj8rRt3mOPTWXgz/AA09GT7K0ei1ZY+zXcfZr4q5V1HAS0a1ejkXpZ17FFD0v+5TExct6X/Q4pkX9syI331333L561Xbei0nqnTI6ZUPz2EhIcDwYMhHqS5XaHJNHEL8dVrEqynNbVipMwt3Wfq0vSS6w/J1U4sxPqRWsjiO3RXMhaSJdlczJdq+VDH8Fa336FzR6kltN1j0vRsb0svSiiita1Y3/d2JiZel/wBEtEY5EX9pYyPKxfXpaN9ljZDRm1DQ/Jj0mS89hEdJoi6ZhzdCUretCRN9BtxZJbhqnotYkpbRTkyXqqQsMI083Vo6QKT/ACULRjx1yS8HEcrHzPmQtGPsrV6sl31rQ9L718qfbSIxJR5sbJK0S6D0Y3zJdlj/AIFQZsNhXzl8yy+av55C0xyIS+zvVIfJIj9ehj7DY2Mx6SLHMkY2IZl89mD0Y+hCbRjknr0Q7kS8klZFdDN/2PliSINQdZbcSM98VH0z8oMUnJic9yMXVckjiO5fPHSQ+zHViesu+nrY+/fOu1CJFGRcyI+DLD9svkoooS7LGP8AgIxFE2jRJD++or+ggSQjDIX2v6G+SbohP5D+Puo9RF87ZJ6w0ZZJ6QfUXjTKuymJ6T0xZGjHUjaiTRvPJR+jN7tVpHSrkTx2iMXGY8lEXGcaUYpmP8yEeSXg4j4SRFFE+1HlWkom0r4D+giiKETXQl55oDRkjXLXbsk/4GMSK0bGxsf/AI/DyfolEg6ZB2L7Citb6cjMhjQvrpDLNzNzLLLLGN6MhpIb1Xkg9Mq7UHpk0swZmhTdHVsrRKyX7Muq0RHycRGXnHO4juRGLlKknDJU1+Jw6FySOI+ChIQyfaRZelC1opDXcoWr7S5L+AjHES0ZNc0HpmiPvyZf8BBEVrIb+U/oK0rt1/NRI+BofRmGYvsN3IyOrJ+SItKK7S5n3KKK0rWuS+RktK5Gy+SzGMmx62YpXpNdCTpnTsRESjZKOmN9TG+hWv8A8spszci0tnrTtDrdb6FORl81ji6Mca5ZeDiPgxEIkTfaRRt52y+zWi+NR17kCC5Mi5oCJroZVT50Vzyf8AiCI6NjHyP4z+fWi/pbEY/AzJH9wdMxvp9e9FyLVj8kUIaF86iiu60UUVo3ysXkhpOI+hZemFiYzMuuilzoWjRONEH1MbE9Y/vTNHpyIsRnhcbxySx1FSHKSkTjK08VNGNcr8HE/BiR0myXntLsyWqRtHHmrR/BrlfNXNjI8k1zLyR0zxEuZc8n/AwRBC0ZIfyn85aV/Tox6ND8mCX6X1+0QyxPklpKaRGVsQ0L5S+HWjHI88lFaQGORPkxvqR0zrWxS5o65DwzFIixVWi6RbUrkZB8sfI5/jUYurlvI9WdarhoEeVnE+PgISFpMfaRfYY4mwS0aNpXM/gIoorlSK1TJciMZHkmPzyohpkXQcafMh803/AwIFjGSH8l/OQv6lGLXIqIPqQf196MZEWs2NsluZhQvsGN60VyX1IDJEuReTGxGZdB8liky9YPSUiU9MbIyIvSXtJIcrH5fLF0ye2Zj/8AyXWW3rCdPLGU0sYubiF0fwER1n3U+eiiiuzY/gLSu0hvkRjFySJ80HozIuVc8pD/AIGAtHpIeq+wXIhf1WIixon4PDMEvrUSZuEyTGQFoyRGCNkT00iSEP5FfFvRwKEtaKGIgSY5knfLiYifglDqbHyIWjIPrpkeiEY5EZmOdk/A/BXWskdsuXyLFJW4S3M2R8yXUUYow8+ddGfv4EWJjJ91C7l8t6X3q0WtaPt0RRjXLIn55oC0yIfIuZkn/BQQlo9GP7dC/qsaF00kSML6i+t2jhHRjIC0ZKVCztEc6FNMetaV8JfHkxyNwpj661pYxETISfXmxMjpKJSJ4xqtFHViImVaUJEdISNzdGQcf3m69eTHVjnXRwcE3ByNju4dVePrz5UTVSfwEIZLtIRRXbbLLLLNxZZfYfYrRcj5vI1ywIcrJ80BaZPBLkXNN/wSIC0YyQ/t0L+pRhK1mjG6kQfT6utLGyyWkRaSH1ZDGh4oihWjEUSj3H2aKF23zvoSY9U9L5JESJkJeeSimR6GLSWuSJFEY9CSHoiBNdNYorXHM3D6xZk5ERMkY+cM7gzG07WTxWCE7qC5VpMzLqV8BDJduLFoyxPVss3G43DZfyGJier5kPlxojzS5okdJomuvIuVk3/BRIC0ekh/ZLkXbX9DhZHwS6CZkVnhmF2vqoq2UTdCGMYvJHWY5VIhkVDyoUr5IyLH23yPkr4sxt6JG02laXrJkGIyD8lCgLGLGemh4zH00ktZkUfomx6IgfocCiGjZGZF0xbZI2dGZf3yIgZWhbI4zbJPdLJck8ct1EeVaSOIjq+7ZFj8E+2iOrIi0bHpZffrvWX21pjFzSHyojpIyrVC5Zy/g4IhyMY/slyIX0N/xWN9SD6DP2PwSRgf1UVRZlmQGS1j4FpkY4ybIY5kMQo1qyy+4+R6ru3yUVrORuJRvSMjeJ6MZYxkPJEkbBQFErkQhj0mRGyTNtnpixi0ocR9D1CUxCMbL/FmX98sD00S2+mj8vRuMcbiYY9CHKtGZ49OZrtxP0S7kZG4sYjcNjl8NFD767SIC5mSXKiOuZaoXI2TfX+DgiOrGMf26/q0YZWtJeREzF0kL6iC66NmWO4g5J0PRIjrsRtSLRvLLGy+hPJRizJ6PssfMhfAWrY5k2byMykz0zYJaWOmOIpHRmzqQ8D1XNHRjYyC0cWRRXNOj9laRZBijaOIVPljZBSkLFUyTgsbUdqp4ZEfHIuTKT6MvksfbTJ93cWWWWN/Deljei0r4sDH2JorkRHXKtER5Zv+DREjqxjH9iuRfUP+GwyESQjIQ9xH6iPgbJMtFLR6KIlozqZJTQ8rMUm9ETIWZiN2Ym67T5kL4Vkp0TzCZM22LGdULIJ6zFIlIbIyIuxeORMs3I3o3rRaSJMQlpS5rJSHLRaJiMWZUcQv3yRuy3Gic0qdfueMw2khci5JmZde7XIiX0C7SEP4sfJj7DJcsdZroSXUiuWTJP8Ag4IghcjJD+O/lLkQv63E+pHSyRH3EfH08euskSTI6bbNpXJaHTM2L94UMiTIMzJGOBu2kZX2GPkfxZSMkxeSHgkRiPoPqSVMg2XoyaovSjH5F4Gy0bjebjdpZGQmIyaJdmTG9VrGRjVmWK9Llx+Tb1TyQTqW4WX80Y+ouRckjPHuoeqH9I9PI49t9+Pkx9iRPliLSXgmhcs3/CQiRXKyQ/jv5S5F/XRdMxu0tZeD9kPH08dW6PwkPHHRIrVmTJR60rMWRyJKyMaM0iGeiWazETVkImVmGfYfw6KNptKKJujLPSAvB+xIysixqxLXceSUHomR8iJstl8yIiJeDb1Fq2bxPkl2MUxSUkTVSfJBNsfWJ5J42LHBxRiXKuRmVD892+zX0KZY1rfbXNXLEx9iXgmLkiLRk1yUTdD+vrno2s2M9Nmxnps9Nmxmxm1lPWCIIjyskS+O/moX1T/hcD0Yz/6IePp4+NWh4omxoSK5GZnph1zvXASI+DiF1MKFzvmXwnKic7PSsljcTGjwLyfoykWLRMZITLGkzaRXURk89hERaSRZaGyT0UqNxFjJaUVyrozE0zPBp3riZ1vTckjbtp4+1kMkevxbF9iu3HyY+xImLkRHWXIyb+uQkUiXIoigKAom02m02Gw2I2HpnpnpHpHpijzNDJfYL+0wvroxn7IePp4+NZm5lkeRs8mbyJWYl0LH4M3nRGFdDI6MTtE8UZGxREy+V/BsvmcicheRIydSKJvoKXUi7Rmx312sRNimWM2j6CZZHyLwZOwiItJkmWOZuOj1gSHzrrpilTMvXE+SEG1bvo3G3c/CMMLkQVci5mjNEfwkUVy19ZXcgY+wyei5I6zHrNj+vsTHrGJGIkVpZZZffY0SX2C5F9Y/4TG6YvGj0h4+nXjRmWVM9RG5EdXIciFMnijI9GKLSFK2PwOO6QuHHh2sx+DOzHl2n+hUTzGLJ1Fyv4Deq1sckMZHyXp4MkizHkNyY1EdE/GkfGjkXesfIvBl88ifIn1IaIyLoPVx0T0gSH2UKX/FWuKX6fuqXUkqZgI+ORc+WIx8j+BXNRtGvh12K+E+fGQ7DJaLkiLSQ9JEn9etFrEiLmvRa2WLtyH9euRf2C8mJ2tJaQ+mXnVjimejA9GIo0MbJMmyGaj/AEolnJZbMT6n6F5P0NH6M3kUGxcPI/zSI4ZRF8R87JWRZRtGhIl4JRkbZHVCyNHqm48ocSOkxaryLwZPOl6oQxGPREvBLzyUihESXZsTIyoesXtPUtl2iCi0zhhci55oy9HrXfrkorkjpJfQPmrsPmxkexIlouRMjoyXnTJL5C+bAjy0PRF8q7ciX2VfXP8AhMDHpRD6aPuWrN8TdHWQ2MkmelJnoTPSkenIgmmLwf8A0frTaej1FBI6FrVavtLmelFatl2Uj04m2tGitKRsiPHEeBEsLRRHSUdJERlkfIvBPzz2Ix6I/RNddej5ET5npesWS1UbibIkZuB6kWYWheORc9HEQ5K1fPelFaPWuay+xXy6Eiu8jGhdhjHyoi9GSJPoN/axZF89aLlXbZJfYr7B/wAHhdM/RRRH6bGuusvBKNsUCCGyTGVYsaKSHQ2KhxiUbOpQo6SyJEuIR6smxeoRci2WLuLnoSK0ZlZukKUyDkIoaKHGQ96PWFmFkTOjJ4kzbWjGWjbQ9In6J+7SiuWMSK1Rk1SYomw2CJl6+NH2VkpVJyIx3xqEephiLx3MsehJdeZ9hdmy+xXI/lrlXYvVGMXYYx6Lki9ZGR/IXz4MT5b7C7kh/Dfylqv7OHkXgooX02PWZRtLochvRDypEuIHxDPWZHMRypip62SbJQbJx2swqyKVHTvJc18ljkSkUmenE2LldizFxZmguukbI5JIU0yWrGKRY0Q8n6Mnu0TL5YMT1iTXQoSFHlyeOdrRapj0jFOJ+jHe46QmYfHIuzPwZlUtKK1fZvloXPXxr5r5lzLtxMfZYx6rVCGZZDfJX2UUKIlyWWWXzLuMkvrVohfYv+CXkx+PqYayEtHo9FGx4UzLj2vTFEjjjR6MSMK5KRKkjPK2Y57WRzdBNsQ+1XcchyHZ6jQs4swmXpek8akPfjHlvTGUqNta0NWPGiWMXnRIXgyeeehEWXomS8EmQerZekh87QuaPlJ9CMXEh1ZjXIuzI4haWX2H2Fp+xcyY+Z/RJ9lESHZYx8qERJMzPkiivsURRFFFc65V3GSH9alov7Th/H1KVLWWsuSNEmZ3pilTFJUeoRleskyWWcWSzNo6sjjkzHhoUa5WuWu2tGSkbhdR400TjTMK1YmSlQsqJVIyY9ISoUzzq5DyG8sa0QvBk867G+azeeoKQncTL5IuiMtJyIPSQ+4j9nRHqEskqvDGW5Sh3WZ10HzrusQ+SxaNFfOrR6UVyX2YEOyyXMtEzI+hkfXVIiMf2CIi5KGtUWXo+/IkvrV/bcP9RDyPWRZuoeRMvSiXqxHmkSd6KLIRmRxijXI4pnoQPRiioo3G7Wiyyu2+WyTJyHMhMj1RkgQjRJkB1R+zJ4JSaZHKWmPHFnpIUBaWUTiPoRlrHyf/ACZPOlGJGSCZ450zGzOixSoeTSAyXegTgytwvYQXgx91mVEl15mLV9lMZEoa5UPXabfnUUPuwI9mRIfPEyeCfnVaN/YxI87RRWt8li7kkNfVIQl/ao4blorWvnw5JaTs62LSJSHiix4InooUIiUS1pZZKVI/0KxZky2zJvQtzZHWxi0rW+WiihqtKKGSMj0h5MXga0yyMeUeREZdSfgatkYG2jeKXJLoKZKR5Np40j5P0ZPdqpNG59nEzKrXLjZIvqRVko9xMW5m3qSW0wyUiPdZMyrS+VaPtLRFjfLVFl8j5XyUV8OtHzPngLsskPkWqJeCfuK5GP7BEWJ/ATL7bRKJX1KQv7fFOmRnaLLL7daUUUV8SJer1aWj0/0Uf6EepZbHkaHnZim29EMftHH8zFjFQ6aNiT0UuXfRGd9hcnQ3Icxy0yQKMcOpDotGZdLZiJCjpuJIXJONkk09Ii1if/Jk88vUfNRCJJfibT0xRHAih+B+SAyWt9nC0I2brMCanUdF22SM0eSijbq+Zci1vlsvVc1ci5H2a5khIrV9xEO0xj0ei5GTXXmf2KYpClzPsruscRx+nQkJf26MMyyyyyyyyyyyyyy+7RRRXZWtEtXHX9GXG7MeMjFI6G1My4UuuGIyLH5P0Rj+R4Q8jsg+gxkVq9NtigVWlc1jkOQ7Op4JzMc+pSY8MWLGkNpESfgn51wol4ET5rIzJRUh4mbWK9GY/J+jL50WiNyHrRWiRBdNH0kdK0bLP0TITHMkxaV2GiLpikuhOSxyMHuI+NF3GZES9wiuZ8u08F8ti1v6GjaJFaMY+4kQ7TGPkQuTJ55n9khIrvrvNDgV2n8tC/ucbE+nYvSyyyyyyzcWWWWWWWWX3FoizIxG5aPV+RJGSdHrMxZbJq0RVGWVEcxGds/RAmJdSOjYnybRaMuhNFlllnXSiilpkmSlbEyGY9dDzDyWYUZPB6VkuHZ6bTMcehNETILRkZFj0TZuOhSGSMR+jJh3DwTRta0oceZEICQzKbmKxiLJeeW9GJ8/7F1J4Xs3cKR8aLuMmjKuoud6xNohpDVc9/CrtVy0bTaVysfciR0XYej5VqyfK/s4oSKKKKKK7S+BJDX0aQl/dRZjfT4dllllllllm43Flllllll6Ia0mPJQ5uyE2Nijp+z9EyWL94vJ+ijPph8n6IE/BFdRDP2UIo68tFG1iibStbLLGSg2egz/Mz0JDxTRskJGHwZCC0nEiPSStCWktOuiRSJoUmWSemFaUUbUPBFj4dkoZFyqLZHGJaMkrKpkSSLaN/KhoXagdUYOovGi7jJGVCFzS1jpZZL4K57LLLL7aiKJXO+zXJFC0XK+Rj5Fyyxs9KRskOEimP6uiiiiitYEe+hfBaJR+hQkL+6Rhn8y9LLNxZuNxuLLIyPJIkS8ngxNMoTLGfoyaY1evEaYvJ+iPkqzakN6JdStWNm5kZFI2m0rWy+WjodC1pSNiJ4UQi0MiN6uaHMUh1pLSOrkeSuujK6mFc9E8MZEsdGwjjRso6cuRdSMhy6D57089q2zB41XcYzKuw9UKitGhrRctFD7CY9LL0vmormURQFErnZLuJEULnfIx8yFoiiikdCkbIjxQY8CHGj035p/OoooooooorSiijabSIu+hC+C0Sj9AkJf3kXRjla5L1r4SxuRKLTrs2WWQyDd6ZY9SSkiE2mYpWOOqJY1I9EjGhyQjJDcz/N0I43GR+jdTFlJZRO2IXJRSKRt0U2mJ6ssssvShjlIlKaPWFmZHiCOaxOyhoQxIkiUGOLOp1F1GjaJayEMb0j5MfZas2IqufIuhZZWvkrRM6aJ9qKZg1XcYyaJKnyXzpm43Fjeq0TG+zelm4ssvloormoUBRK7LJdyBFci1fK2N9lMssbLLLLLMhiOg4RY8KHiY4tfJiJG02lduiuey+whC+E0Sj85ISF/e4JfrRsS+H6fTSE9rM04zRXdj4GVbMkaR/wDRiXTRkm0zeKY8iHMuyPgrqfoaGVZ6TPRYsbRHxzVpelCdG4ci9L0oS06G1DiqMmJWemRxCwm2SIvlZ0GOI0LSlqiSESG9ILqY+29HyyVol0eiZfZXO9MZjXwGSMiF2aGtKKNuqHyvSyy+5QuZIURRK7bJdyCI870vTd3LNxuNxZZuLGIT5dqPSR6THF/FgLkrWuzXbvWitF8OiUfmpaL+9wvqfo89vr2nOSFJt8ijY8cRrsVpDwMXky+0XuMfjXaSx6Mp6Q8aocRRSLRaOhRXK9KEtb5GRQlo0xuSI5BzJM6mMR0KWrGSY2zexTOjK0/WjIsaPBJj0xkfHber5c0eWzpyLVdjE+pi8fAYzItaKKGuW70bFpRt5a0fcoo2lFclG0URQNvdkPtogharkel8j5EPlZfZXYo2npoeMcX8GAu+iu5XZfwGiUSvlRiJf38JUyErXJXOh1tuSQ0UPobuWkytWLLtJZmyPLRWlFC8afsn4FD8iPTlaRSFFDghRoaEhIbSJZDexNilITvWtWWbhPSS0dm/RIXJKKY8ZtNqFBFIRWlljkblo49CcSiOjWsyxTHIeuJEfHbejHy5ESjr+x8tduPkw+NF3mMmSWi0rVrWy9Uy9K1sssfbormoURQFES78h9uKILnZJj5HyofLLsvu0OKHDvwF3kLlfYr5TRKPwVo+aMRL/wABw5a6LqVy0Wq0rRdS61yy/VkedkmMhHqJduT6EJdST6EVyNocxzZvZHMLKbrKKGbWycKEQRS1bLLLLRSK5KRtNiKrsdCkUULWy9JRYr0kdDadVpRQ4IeMcWtGitMQvAu6+V+CfJfKtKGhc8fJh8L4LGZEIQihrtJl8jWl9qhIrlo2igKJXeejJD7cELnkPStG+aOjFrLwPsrnvsS70Rd9a2X9I0SiNfGSIr/wJOjh8v6vXaJUN6Igo7R+eR+1jfURHmZJjkLqQXTkrsZH0N7ixZWzFrKR+THBnVFkEmekhY2hLW0ZHpCRdi1kmOUi5H5C3ct6dRsQitLPUaPUT06likbix63pRZJjkKZa1ZvNw+pLoXojEhdx6PmyRHyUbea+S+SPkw/r4DHpkQ+jER0kPkfMtL1aK7FG0rloUBQFEr4TJdtEOVasooY3q+SOj0WjJLnYu/N9+AvgWX3V8polEfxEJC6f+BWRlTMM4vmirF5OpLkzZKhRCPOyQyHki+ata0k6LMnkxRtmOFaPRUMnpBm4UhDJ7kb5DlYosUBR0s3G4aTZWqHB+U/0z9iOhSK1euyLKSOh0Y4FC0oetnRjgmSxGxiTFoyUR9CyZWkTFou2+xLwTXN55LH2IeTD4+C9GZEIUhSGMet8y53yUUVzJCgKBt+Ex6SJduJDtMk+wtJC5J87I9+fnvw+6aJR+JCPQrV95/2mKe1mN7lzRPC5cxGIuZsb0mRIi7WTSfVmKKIsvSSkbpI9QlpbIbmQjrQ4I9NG1ItI3ayLNxuNx6hGSLKsarRi19Q3LX9iGOyLZ55XpY2WbjebkdNZdDcS16DIIxd19maGLRD7C0YtYPqYfHeer1yLVMsfxKKK5VEUBQFH4jHox9uCIrVc8n2Vo+WY+Zke/Lvw+Q2bi9bLLLLLLLLL+K0Tj8KKtn+ZqKNtDX/giZgzSTEIeqHJyGtNxuHzWNm4ssl1EyMiD7WQcjyzChD1lGLJQHYhMhJWbi9JSo9UUxtl9SOjPJsNqKRUT04s9EhuWjGhiFpsR6SNla/olZbEyJWjR1NxYxIopEoHgTLES8Eumj5IEO6+R8siWvXvw9xh8fBesl0JKn8WiudRFAUCvjMej7kFyLkejG+ytWLVokudd5j78PkSLNxuNxuNxuNxuNxuNxZfxmiUfg8KlutPqNKSJf8A5/4Ji8mPwRX4tvVI2WRpJk5dljYyyxM9OMj0xdO1lZJkfJi5WTUi9ehGZvRvRN2JEUtHHTcNo3G9lvVSNwpF6uOsrN0j1ZCyXpu0dH4FIWtM2jgNauRvE7JIWtk1a1ktcZDvPR8rJ9NGtLL5VpXI9cS6mLvvR8mSB4L1fYXdoojAUSviPVjGMfbiupBdh6ND7KL0YtWS513n4+BH5Eu1ZZuNxuFIv4rRKPwMbojlPViSluf/AIIjFATIZltp9XpEi1RPKiUmV2GxsY3pZZGRuNxF9OzlJmPyRTovkluHJnR8qeqNxGZuQ320y9XHR6pLRwF0HFM9Miq5XIctK0kURJcjYpEhSG9cQhd16vlyLR9eSuRaXz8OrZjXTvvmasyxrvpc9Gw9MWMUCvksejJduBDsPWS7S0ei1l8WXwIfHZLvpkZCfxWNd9C+C/7RGKItVJm83jk3z2WWWNjY2WXqmWWQ8dhmQmjCiK6G02lD0kbCu1fNRWtHjX8okZJ6tFaIZuN5vN5erZY0zbruRNlikOQ2bhyG9PJsNhsGqMbIsj3Xq+WXgl50aK5a089jhUQ+C+XJG+3XLZeqRsFA2lFfLY9X28aI+B9qfaXItWS+JJ/Aj8dkvgJkZCfxaHEfdiL/AMFjEiJ6XrfJelll6WWNjZfKmWYo2xdhk2SMMD/kQsopJ6MfcfKoDg9LOh0N9ClCQ1QtNurNxa0ejKK0TZEaFrIbLHyXo1rdG83FkjGiAu6+zkQh6Xz3zUcKiPj4zVmXG077d8lCiKIolfOej0YyuSiitUY1o9Vzz7S1YtWTL+FZLvryR+PIfwUyMhP4zQ13EL4L/sqEhaRZfNZell6WWWWWXzwxWRjtL7EvA/JRhXTSkOCOo2NFD560vmgMejLem0uSLIs6oi71cUbEbRwZtkVI6n5CTIwZtK0bGxm0fPer5GQIC7r5Hy5FpfKiuRcq8nDrohfHcbJcOj0D0UTwFVzUbDabBQNhtK+gb5H24+TGih6rnkPsrV8s1yPSzd2r1ffRH48h/DjIi/jND7SEL4L/ALGuRaKRell9my+xGDZj4cSrRdiY9I74izCknoxschyL5750QkqJPSKGlqhDjWnlDbiRmpdmhLTcbtNptGMY12LG9LL0xkBd18j5Zj575b5Ma6mFdF8da1o0Z8X76lM2m02G0o2m0or6B6PVj0fZhEgtHyvlZLz3lrND0Q+Wy+y/gIj8eXxYyE/jNDXZQvhP+vrsWWXpZZZZZZZel88YNkOGIwUda7M/AyC6iXQeOLHCURTY5G4fbrmTHITI+CTIs2ocKLoi7Q1QmOmSUoEMwpp6tFM/IuRcj8jrpWrGMY+xRXLAj8Fj5WZF17fTWxGLyjEunzWiWJHpmw2lG0or6N6vR6vsIghdxk+6xayJoXkeCUVufPZZfM/gRF8eXxURYn8Zoa7CF/f13LLLLLLLL1vVYps/x5qt4siNrMeCyONR70/BIw+Tqby0MY/irIbhEXpJCe1nuQ/xE9HjQojk4izG9F9pjGPR8z54EBfBfKzKuaiuwmcP5IePnMaKKK+kfO9WPniY0LR9uXdfIzJosrQ+vasv4kRfHl8VCIsXx2uZCF8N/wBTRt+NZekVZjwIoxS/WT3M2r4E/BLyYXRvRuRaN2l8l8qWl6LkRHGTx8iYpCdkkNEZUSSki2mJ6WeR4j02VNG6SPUN4pFjLLLGxskyy9a7cCPwWPmyLstc/CxI919tfXPnerHz4yK1fbn31ozIvgX8KIvjy+KtYv5DRXIhf21FFFFFFfKhjciGJLWDqRl83q+7LwTIFNo8CY12aKLL54kSY+RMjKi7RJDRGVE4pidaUIZLobzei0Jo3I3m4vVyHIb5UhrtYyIu89GPmkTXXlXZiupw0fxQvvL+Ix63yY0JaPuS7S5GLWY/oYfIl8VapkX8ehoa1Qv7ZFFFFFFFFFfGx4GyMEuWTtLTx35eCfkiJk/JFja7EcdjhJHXnoUBQH+ImpE4RHDkTIS/RKI4nVEkQnRaYyzIrOpZZFDi9EiiyUi3zpkno+xAgLvPV8zMi5FyPmxLqYV0X8a9FoyXNBEIi7rJ95i1kT8/Qw+OyXxFypifyGitV/bRfzYY3Ix4a+RLwT9whNlNmwfTnj5IEhofNGhUUTRGI0KJLH0HGtFpjnaLHHXYhpxFkZWlIcEbERWnQ3m6zaShWj54ko8y1gQ+E+fKua+xhh1Mfj6J/KfwXyMlyVpBEe8yfwmZF9AiPx2P4i5osXyKKKEL+1QhfKx4GyMFH5MiS/ISFRKdEciZJcyViTTIeCRJnketEV0JmOzwTkQZN11x5rP0ZGVomIsjOhxUh42jfQ5XopE5HqHqnqEcg5HU6iEZCuxEk+zAj33qx80/A/PbRZw/kh4+7v4D0fLLlSMa78iffYtcn0ERfHkP4i5kJ/8AiMHTH1+So2YcFdUq+UySEWZTG+pY6fLBjaFkG7NtoUKJx6G0jE2DWkUijMv3gMsfxI9MhHwZepFE46RYupKJHJtFNMcEyWEqSNxu0ooiKJJUVZPoeoN2PV8zfZxke+9XzyJee2tOFRHx/FPV8stFrAiu/PwSZfds3ckx/Pj8iQ/iLnUiL/8AEERXQlEXxseFyIYooS5NqH550u+yXkchIyogRsWOyURx5FGzZ1KNyE0TIlFDiURLJdSMCSPRancfBllTMUrRk1xspMniTOsSOY9RM6EoIeM2s6lkSLJF0Sl2kPnWuMj33qx8+TlXOjhV0F9y/gvV8suXGhdi+fIyXkXebIyFoyap/Pj8iXxVzPSLE/8Aw+KtkcUkhpE40/iRg5GPhxRS7N8iXwGT86RmTjuRVMhKhZEZJkHY4IaoRGS0ZTESPUlFkciem4y5DFlb0nPaQyJ6SEzOYF0JRsca0Toxz0lBMlhaKkjcz1T1Eb0dBUUtLL7FCQ0RHo+WMRx0xkRd58j58i7kfKOGXRfdP4T0fK+RIgu+yaslFi71FURes4j6fNQvjsfxVzPRMjL4T/vUY8jcUM22ZMW34KxtkOGIwS7MWly18Fk/JMx+SNUZkrIdUSiO7MPjX0zaK9H4NxdmQhKVmOTJKyeExLa6XgzRbMV2N0iWTqQM5g0m9U6IZhSTGNIcESxmw2M6isjZtJRNo40UemSg1pQtXo3pRJaojIbGYyAu8+R8810H28S/Iwrov4t6vRaMfJAgu2uSRek4d6ubJD5sUL47H8t6xYn8Wvnr+bws/QmWqJwrrfboWKTI8M2R4eKFFLvpfCY0ZUzF5G3RKTbMURxHhiyMdukUfoyZCOQ3dT9FCRkXQxRVi0ckX+ZHwOhvqXcRv8zG+hmRg8DGrHjGtU2RlY5G9G4fImbiciMyT6EfIiZRXQ/ejYtHopUN8zIeSAu89WPnl4JdvAvyMfj+LejHyvVGKIl3mS1kS8i+HOPZrRfBiL48vlsesSPwX/fYjaIZ0JRTKa5trFgyMXCEeGgj04oSXJel/OkIkkxQNpNVIxTHIc6FLSLJy6HukbOhRbRZZMWSmRyWdaMjlZjTsT6GTI7I7mxe0yY3d4+iMph8EtHZsslFrWMqJSG+pZFNklRBkiyx6OzwRkPqNFl9dJIRer1USiMbHGhkPJDwLvPV9nIuzWnCrqQ8fxb1fYxxIR0fdYyiiSJL4T0khlaLR6VcfhoXx2P5b5Ioj8F/32Itm2TGq1eijE2RFjgbIixI3fjVjetlllllit6WIb0vRL4sibN0rIqy6MrsgxMyGIZGiSHSZutCGhqiDJDMHk/RLBGRGCiNEofkRihFLTL5MfgvknGzY+VESfgvqXyIVUSWiJDJCej0RXQcdY+BsgTXQbZF9TGL4T7EkNVz1rwqI/evvMej54qzFEXLZfPejei0Zk5n35xEOhafo/RF0f8A+Wl5+BEXx38x8kWR+A/7/C6ZvMdeczi5FaVotEuhEXM+aMqHLXaNU9epbFIstfBbGicV5x5Ebdx6CJYdrEZImIyPoQmSZViXQi+ujLQ6on5IT2mLKpavoTyIhlFLoep1N1mTqyHREiDMhjes4jXIpl7h4yijayiXQWRilYh2jfpkjzIZRJURsULIKhmXGR8mMXeer7LJc968KugvvX3mPSXPAgzeOY5s3m83m43m83m89Q3m4vlbMgitb+A0PoWJdB6foQh/AQvkP5j5EyMxPvvSiv7yBYptFl6JDgbGKFkY2iuVIZRXPZYpDdvsJ9q0h5oI/wBET/RA9eB6sBu2S6DyX0hjMfQ6ExI9NM9KjJZj8khWRXQyY/36k4kcyZtTHCjJ5KIycTHxHhbyc+g+rMWOyqJx6kfBLyRXQ2m0nHoRltYnYiSKRKCHGjabROhSs2kIo2IonAWJiiIkS6NikXZLWyxZDeJjF0Zj66WZJC8mHRfBfYYx9heTh/C++fwZD5oRIqtKKK5rLGbhMXJIYxLV/CnpuErFBjWr+BEXxa0fzXypkZCl8Bf3sTb0NptKEKOlaKf6EPSJLqkVqlZtKKNpsNmvXWyyyzcyM+unTnyZIwRPNKZZDDauWNI63XgTPKHg63B10slmoU5MRHSaRGCGhVpZJElTMUxk42z040PCrHjcTDLoNon0kYZKiRuI+CXkTpCzdSMrJ2T8mKRej6aS03ExSZDIQZZY5IvRMkT86I8laNaUOLIsRtRBaUZkIwsXynpNdiHkwL8V/HslypGOJRRRtHEoooo2m0oY/JESEWWN9ivgSipIarSKOpF9TYh9Bv4EfkP5r5UIQmX/AOFx8i8FlnViL1Z+xa3pBVEmq66Re08lFabj1By0h06zkmyxsssvSTHmketOzBxCl05MmSukrmf56g3jW6SJT61Jsh//ANR6sii6FkRLqz9E/JAQ7RvJ5CEy7EmdKP2WTiJ0yLtEnRv6HqdRzTMUeg49SWOzHAlKkQ8iXQn5F4JrqYvGmajCitKHHRxQ4ktEzHlLJEsnUjlLsslJj8laXoy9P2NqtIzojNMU0WmjdRlprTCR+X+yatdjF7jF4/jHqx8sEQ5nEo2la7RroSXUiVpZuL777KMkeptrXy9H8BC+O/krtJCWqZffor+6j5MOPC4olw2Jmxp1rF6sjI3LR6Y/ygKSqpx2siraMqSekRzN3LbLLL5ZvpqnRi4ulS4rGxSTM3EJdIQbxXXoxrJ+HDmBUm/3fkk/1jgJUSjaPTdixUSXQp2RgQQ/BPyTIltMTJSHJmObPKMi6mFGWJjh0M0KEYvBlLkY30MkbMcCiXk/RN9SHgnkaHNswvXdpO0eqRe4nDoNaJmORLwZNMcxvkcdKHrLTaNUJHUjNpkZ7ikycKMRHvPuz8i6omq58C/IxeP49khcmNCXdZNC0fwn3KKPBY/gIXx38hduItGtUy+4vJt0l/coxT/BDyPSixSF1EhuhkRFdL0wyW1kYxjHdke+Rij+5x/ahZ45r1orkoyeOXcLLJEfyZCLjE9F+pv4mUnNLxFKTVHhH7MbHOmKQhlHpqyiJN9DyembUiVESbIQTROFMjLoZDFLoS6m10VbJ415w+Bws2I21okS8En+QmmjL7jGuhmRjxWRhWkpdDctwmS6mZUzHOhyJ64hroZV1Iqz0TYbOg3Qnp+y9JERo8MUiTIOhtUMwE4EjH5IfLn4IPqSVrn4ddTH4/j2SFrEgu/Ij50aHyor4z0vR+Pgx+Ox/RoRelcl9uImSH/dYIyaJQS6bWUxohjcpJODxsvVaJljMfsNw/JGtpLJ+oyGVo3y9ORlm4yeOfF70LojPlVmO5SFBGWk0SlZHFLbuijIzHJEWOR6hvTL0diRuJDUiJkI5KF+YoUThZ+USDsRIybjh9LGxdTwT8F/mJdDJFGLwZjC0dCRJSJOUWYs16cQuj03PkxCM0bYk4shJNDZZPyIsvS+unh6S0jCxwrXFLazdaMiF5IfLn4F5ETXNwhHx/ISQtYIiu/IQhj0or5N6NFEvgx+O/mXzoWt613bLG/7vFKVCHIk+ukG0SnJkRi1WvD+CUI2f/THpZfYfJJvefoZl9vOjDNuDH5MC6N27MvkRmk6xxTMhFtEHpkZFsxttDEyT6G52LxokjLFVpifVaSRlMetIpJi0y+DDOVn6JSdtL3kfBlZh8I4jwQf5ENcyXUx+4j4OI12IrTEIpWOKofRlkmPloRIgPxpjJ+DGkSiqP2Y/BlRHyYvhvsS/Z+xGTxzcIR/kJ6wRFfAmR0Y/gPvPR/ARH4zH8pdlC5V9evk/wD/xAAC/9oADAMBAAIAAwAAABC+v6y1tKBTPs8PNetOILsHEj8y3CX9u8FfxwDSgzACjBwBwBxjAGUECzTXkWH1GE3X1xUguIvcNNPJxqnW0Pn0kUjgg3X2HEHjzzUcv876ZLNkmV3Dl/5IK67pe91izjTXEm3TZ4ZoZNcktkBKYLrcyFFdZs2OqgjWfL7YfYUJJjdBzxw61WhVHiBnBk8O6cJZ4r5LOqyka9fv+B6P/u2RkA975nhyUXEWbIYpPkXjRSaUMz3N/FgB1XeE/wBn7Hfym2DAWeRZ4kIMtnLLq2Ouy2KL+W69QwJRt1X9/AMpphN5htJRsQhlpdB5dN5l9VJN99FRxZ55+/8AtixznitM4PPOFEeYYVffacZZcYFMFU2+/wC9sNfsdtKraLYp6q77f3VVn1XF2llwrpaZ7NPjqHte/wD7XrB8yQPCTm3bD3+Pwgz+mi1IU12zTjiWr/PXy7PXPLO2373Dqb2m7PG+T2z1MpZ+FAQgxcg1NoRefLez+YshpbyKfbENV94IpoqrShNrXzHTyK9dmY4wOcxUowLn9yGCyiSu+avn8ggkIvfc3swxRBRBxFN5R5RBVNVNNx9lhJt5xxBJhd992BiSf7z+SUjyUcoJJFAlJpFBBVpl9d5x97/XjfqHTzWuueCaiDfnPfylfLRZF91hhJcbrfqqrStpmVuSyWxIMIsQRxZ1HvWvL6e6TCyX/CmOfGrbT7COie3vKAd1dpdjolx0hAcRpsk7gws08FEUlJHQRtTDal5YNsOlemCbznE8tdBUgd4Kkw9lf7Xzzblp3QkSOOk0cGC2vv28+m+GgkhVyIE0fPjwbBx995VhhR9ZZBlVZhF5sUd5pB191JhhBN95Wp+6x59XagL+AV9VlNMMBBBN9pFJxjzvfOJtBfOOWu+OyS+ezfH/ABz/AM9fnH0XX0U0HFhucuMZ7WYDKe4K5qHGwUkiVQiC56//AANHIeGaP09EogMItEINhJxVkn3rcZlBI5Qibn198Pe8/wAnK7VaBRVCBrj5jkv5y03hgvzqyu8wSHMSVSNLFLHZZTz/AOdOXluYHF3YZBHwoX0OssPLK5gQwmxDQhLvv9zNHGgiiwU1kF8sPOkABy0UHlFGE3H2VnX3FVlgM6j33ap5TvQU2n0k0GEVEV3nHWGAjT775DhIp4ZKao4KJZJcdW88pad2l3U0UCRiCAPX+85BUiRyuYlIL4gTxzBEEFVklc2yiVTwRXAFzikXmssJL7NHHnILv6fabbqYd9MGcN69PSzLcUiTCkjocs/qLNJbaa5Ofe++O6az6UwQVwxgwnWnH3gbpppLghuIuHXyzwiwO2VEXfY8DQAzgQCgBzZf99aPRSjwAAFG3GlsP/0mV013nm220kXX2XnX3WzA9ZhDS5LrgdUV3032EFH213WXGkAAAzyhwghz6pK5NIa56rYKbdfJI4WGUUmVBQSxmPMtuKKkyjv2qOvu5OdV3VnUHEwChnlCknnNYd2S0sIaOpr0Szw3cJ/EVm33XzsNwX8b7eGg3gDjhSaqFxwFKP8Arb72/v6h0stez7MiTbFM4wIdbvnLdpRzLXXPegcgaz/jn+Y8hDG5BBW6uIosA0woIoAkM73yoYO+MEI1tJ5x3r/xRFZJ9d91h9tJJBx95dB5sCao4qWXLhL6ZB9BhxFhf9fzDF9sgc00MYgE8GquiGm2WKeO+K7/ABui+dKWecLAHKW09ygog3BmSCWZ5fSaAssk6gku3vhrf8xu1ucLLZ+IQfRdta4+5nBKLUYBPU++gIF/nvrl0wG8spayGl+QNeRgsx1rp75hy2EDKs+1eu43EdDHPG1w3ybcf+1y51tGdW6x361rtjFN066lvgkqLBMNEJCBHSbWTnKKtKEQWcYefVaYSbTRdfTbYQWQUbz3ffeQTZBOwtnn2gkK1KYYSVYQQcYQRT1wBDOIBgFPAMor+jgotlnlvnu7+/nvrMAbQBTGMFfA9lolp3hUyw9PY6GUicDESRV2kh//AIiswBVAz76oLPPrMp//AH6goFZwgs8l0sd99xcs7rSjvuOOFiP/APsURHBqu4jxu9qy+nDTDvneRmawHQSPEJV10bTW17m734FPZeU/yy5il4JPHAWo4uhNFIJcCENaedYR7vGN9PBXfQXQQVRZbUQxWWYedccUdZeefNPNbYKfk/ijsqgv0jSUaQUZfQVfXFhBFHDvvloBEjsrwmnhimjkqpip46ypNGTXBZHOIOPOEgktkR5QwVU6CyXgvLu1o1QMLDSV1e07qUaO/komlHGIcGVsIEfbDGJaVEBNBZeIRAy74Dgksk8L7k9WIcIj6cNSytHTtzUDc2+LxxAzqQTXQJYZIQIFetko3rZedjTRMBIEPFHPFHfGjhvhBAMbYPL9Zcd9cMHLjNMECEMfZUQVfspXURXSUWPPSXYEPHIORUFzhBqmk41iRrDDUecRfU4NKAEMELoigsogvusrkutgkhmugskll24fUWPPDTHLFAIMIy1j7wl6hU7qOBtwEPcZHECEQ2r7rg9qsk6xz0YfNXEHZAfGWORRQJQKCOQUfNUITfS+iDggg3dTvs9sVaKNTCXBEPXEFzkcOoorhqJ9kdXBIdecYFLsiljshaeV+NSOFELJFKjgvNaQR4azyCVTexn/ANtPVyStAwyAQwRhxUU0mdeU0kFHUEChDwTziQTwCWEL1LbzZAg5C3IlXXFmH0XXxAAGhgjar5LK4IL444L6vZL6YI4JYq8VUEFAAiASBAyQRKLPsP8ABu9rvwis5ocpg4MV5jC94iW7CrTB8wsIUo454NcdQf7ExJlhoV4wkwxMNMMJIjzU+mKD8RODqXHJEh4UFFmWk9hL7D8jytDPhvK1p1F/vtQxi6myqGiI7DlEEYwI5RzDdhtXbldZLXLb+AMskqy/JZdhf408ooAkdYxRX7vjFk9ttd98EcMg00AMYQB4oW0tw02i+edOpJNpdhV10kQE8wgsKmu+e+DD++e+C+6y6+SymGmPBZBF1ZZAUg44+Oa63D6+ECNSPudosb7R9UE0xf4hF23eLfby9sMZg08NMwxUE2jYANx4QUw4Bw5gI401wAo3+uXSdh7u26IIQgpdwIuRJghOnLtgWtHmQq/JIE042AkvCyOLNUw+IJ8wQUSyCKePxXOQ23Pz7+abmWdREQg6KF9xp4QA8cgMw4hhPDphVABhF1hMw8M088IEMtNI9Kwy6yWW2wz+FdNlFRxVhVgQuA0/cwYyCiKfr7TCG6Gy26Wu26WPvFxdlhJJgYsg+yeuz3qeLyOLV74M4dyJBNsr3680ijn/AG9ikdJHFMQDEWRdKZRO8iSZxEMHXcaQJXFOYcZIPvgqHkNLnxtvilfTJFUN6sPe+y1hcJ0xluR7SYHQANgiku+c0QodVfXVcCBKxlps40ZSNOBohqlizmho903nhFpWcuPFJCKJLABMFXS/yWZTSSQVSTebHMLAMFK078Ulmw8kk2BExlfXdTTXZQcSQCsvuIAMFQQRGujw0kqg9hlrimpgt+weYQKXaWYdAHomlq5w8nZ3yyBtZ6EC4CXv5xmxKJz+Neqz7wYSQLfYeGaOUPRigkAUIUcWOKcdcVSYPOJQwvhr3M/6yJZRHPZQYYNTWWcVosrwEb1k2xtSbVfeMLnksankS+MIks2fFxJAUtm47hhqEeQeCWbPPNCDnmrlruANunihAEMEJDCIeZTeTGJTQaScUSbfTHEADLD7yijkg/xKo6pNRlcbcfecbRSZJhvokjACfSXcjug/+khrvuokoogng+QaQfdAQfRHAPriuFov8+evh3rywAPFV0cOcr8fJd45POpjktJVBRUMJBBbWXccNrLC1AfPZLBNGQJOdQXgQwx9LTwu/WMVD44QZEHcZFLMsZTbZHkx+meMYVZPMBHwGTOGum34vMQVMINX2990qtnEGJHLfRy1snqaKM3y6vpK44AuPSDFDEPBIUfRZEAEBfYcRffaLPAuvLKklkS4ggPMg8qNLorKSefYccV6AkgluoMMHfeAtojsoviuvtvlhgkui8xbfZRSRbBLBFauhrPvt3FF4nj5XqEJACyYDTbnNzy4TGsr8jNNbcTCFBOQaCMYLfNUGIFOaQTcYGbdEENAggoNKMtr38I/ww4AfUNRHnLDVTcHAJmBIOKyUVVbzv8ANIfTC+csNexF1yRdbpL5ZpJKggiAnWUuJ6Lavd+7SWWK7t7yhwnmDAySDB0EkyyQWiQxnXm2zDSAILxBj5g3a7k3D44sWq4ozA3FGH+8aIb4LaoSwFU1u8qr64op76YYY4YKaJ9dtX3UFBzDzTwyoIdIoudbF3sJYypezQ01kFHwz/c96/8ADT/7KxY89p49dVpdd4hMBctYw54gsU9BcoZ46SmKHk51qT/fXzTa3BQ08t41RxSkglF8+NFkZjDW3axqvfqPmkLy6ma4RVBkSW64ESeGo0gsU8YWG67P7D3DiCe6LdetJtpxEgs6mc0gVhxMBhwwgwwwlMYEcMOEBxF81qyuUM8uCVGGWMYllNdJ7PW2yCfPBdddFPHOKOCeCCuOaWSnae2C/XzR8wckcMyjP3rj62DzTQ4mLRBVPuQsLU5xVy2iGeXPKXozKVIo9VtBFMgs8phkIdAcFY41lB1w5JAYL3OCNxrTeqDfCaPKABMR0BpE88lJYIZg1W3A3YBHIHjjDzx1ALbne2CAhJlsSyiqya6qK0848G22aHjaGq+n3vWGfDxdd54AUJl5s80WctxxJV1pgEwAEAEkM4kx5llclqGqQ51Qfh6+U8k89NlhDnfy6Ci6XajDjnPCWfiiG+y6C+/XiOKH3v8AUbBDIKML93s7y952roK/ZtrdbJeBazVFSRNMh6lunk7DP5yvKDRUAz9LQHALLbEAcNYzTbeNSUNFVWFui+Sz20gj5jqnxqVTfDnVGIXbUcFPYnqwILAGBy99aR8cYdFa/wCPtIQSCSjdPboZ67Khh0hCrEmkPYoYpc/9+L6ro0EkQzDl2FwHDSVV1XkG21kWxTgkzjwiijmHVU6FIrJIUUp6UpKBI5cskXc/N8MKprL4I4I4sNqrfKIbqYrr44pbo555yEVGDCDxCo5Oa789a4JtnmtfHnmGw2AYlngNKNL7dPOpyVG2iwXFH3UGmxxBDRDg1UgFl12RFHDnHXxX76sxbId5uJeM6fc1h2BgmWRGCD1XzTfOG4X8eN84HWQH2xlBCjlONxzwSjjdsl3ca6eWygiATiHWTaZopsdOtgBot2XwhgX5H113UWHlBE2kkFWVygAHgQghSS3yUUylIunHUIIaHIbiSZAZ4WlWP8sLpbtY5oIbraJYPa5YcfL5Lr746JryQl0n0DjSzsIfY6vpbIY02+qxFmHSNzChULJIY/xlP5YJ6412x00atajSkFkEGXDDkTFjwClzDqk0yArKIfENILYZ/NUadtMhwF9MsZlI9hB0dCZMYoRh/wD7pwZJz5VF0sjP7SA84kqtmKXVbjKjxB0I0QYtRxw0aCujeMkcO7Zwod5Zxz5s4oltJE0d9ZJBN8ggMU4Es8s8oMEGdKXBzaymS1bWoUKVrbT9h1PHH6amLO2mu+OCCyG+SiC2qCOKW2qwQ8ldB50ws4QPavTKmGOqURa3h4VJRZjh4QhHKHb4oczHb1hNBKM1xsR1swuOx4MALKcs08x51clEdkFwyiBmH3YghQT/ACqTO0MjIFlGjK2A2r/gy3CQWKFwucee+w/QRJtsn2gKF+//AP3zI6MfoCnV30z20H2X003O79dM6LjoJ6iO1iQyGxDTzHES10TgyWUWEzCgKpJrDiVEBh6Xqse8f5YprWoJ6rnFnmV3sPfd8oNvqb64oMMIrqJrqZ68Oefv6oCh1WnWFQxziBbqP57pYc+T6IBniUkAwo3Xhk+KIcBwhwsdq0ERCw4cmABs8KA2THn3CxDU2ylvgEFzlocgsF6XMPvTE35Hd8H+jGXmq2ri597hqcNPDh21M32W4rb9FNe/dCtfzQjp+NnqbbJq4BgEEVFVHVe+l3H6LtefY5Ar7YCAALJL6oiQSzzTCEEHRxSlkH0gACADBDEVjT61Y9AiUW3IQ8KwJvcmEiAyS8Nued7IZLb5Y47qKJZJa4fvMN8//wDtllVJ9lhNN5Q2rW2yDrTTEaoVTn8JVJxTED6s8uS8wwASyHB948JYYMxo1UKpRJQpCmA0lkGyEihIEYBFmCo2IOcZazdEYCLulEEVXqIeBVrToRtbftEJWndB1SuTTNnDrXpy/SYgAgM0AEgYUgsk1JpFtNWazXu626nP763T3YEO0eeTQ0o8sQwoQg8YIoxBZVhBpNEIACMkw0Ae5PWDLJlLfETCGOyvFR91h19rHH3KCKOCueyiCSa+CWiKvLDHD6fd9txhZFR4JF5SiumzjfHPT0l8A1JxgY9eMB9UgSyinIzeX7C6+6HmGO+4l5tZRYbSw8u/QWU07kiXeqwqFAl0LlAPkW4B6t7PvoKOBfj3ezDuQJQacc4Ep7d0VBBnbBPDWIwbmm6BBw4xTqJBR9MFl7XLPSGKYwc4VOzz3bnz/wDcP4kmhjfPEHLMGMAOABNDOQbVXrvuSYrkhBQYV7Gzuqs5f97J5gqoo7SffZWcaQ21/wAo67JKIa5boIJ7oKaIaJpaYNVVjl12FTyoBbBiC4Ivsf8A6Q0IW2YAkPyjlDRAQY/evVhKXJpUK4s8+TivJG6R+/lR2paYjTzXUIMC7+7sPUPXfU+slqLvoe1rP3UVCVxTYgexhR8z8kpseOXws15rfjppIJNS+mzXgohhOMVFhZ9F8GCm6yw5YkNX9iDfn7PfXNFGC6ymx8oY0IOo4o9VogM5BN9ddcOaRW2nlxRHMliCO/b+LotyWiyxl5J59RBDT335ltLHG2yueyKCWGuaCKe+u7jR944AF1wgQH+4ggMMcDjSrG71NGUlQUrOQysyDtFkr4wwSGj7v+HFUOVq3U+dh827Kbyd5ZE0B3BK4iAwExzKqIBYJH08Zn2S79/POctOwMxJVlY/bNgJb3zpoRpaUuVdD6HfyuCyfP7P+YS6qlxlJeOiqCQ00SmQ8unT7Vrz3b5/6O6whBCUgwqQYw1x1BlJFFB5RxJV4hph5NFiZqjoHBXmukgn3qfNVtJh19dz/wA/Ycf5x3106goijgmmpgjuhvsp/fKJxF7nv/Mil/JcXoVTQo2jwea0BjJwIuOdLOZIwNxMFMThpsgqMnofrK8cm7YEs0cLS883Pv1qUADnrtjIVG9EPuBNlXXw303zO6oKM/F8aVbNI5MLdATzUGSaOBDFAXgy74w7MFF47ntknlgQXeW9jksCBBPqkoqP+yzZPPuUYZv1jut7rBJPLCBATQQWYQbcYdcTTSQXbbSYThQmJDbGF1pBcy8vBzT/AH8bi8CJPmcssfUu2uWldT3LeUs+QHi0KOmnOuGoHoZmOm6Erv6YWKh/VuVDvGMcPKdodvCBraTgP7zHk22nVAOMMKBiWuffzUmSsBIel7TnbLy76DqdY6JkmWDb77NT7soQ4+xK03avIm2wJMJDnNV23HnW8qRiDKa4/NcO4LDH8vujiLZqrW3mMLZqwTihc/JyhoZJpqLoTklNPfnn3mQDUFSDw1EmFn23zDgXTxzgRnEEkXtYMGBK0rRdKWIDkDKmoOAXUbeUVqRGQvgEWNDlcF2RRZEgHNUlF/Me7M+G2ydRCtGVL6b9/wCGRgA2R+4fMQFUHmrmOr2QQyHqKqKPzkcscQxt96WzHH2KWVH5Rnk0X83IDo4dlIDA4XOV28yapdWhKGxFOwxmIMNtR6OW8RvelJlldg0pxHq+iO7rnKColBlJkx0+G3ZB1PjfqAc4Aia2iMGCCOimSkFtrfF0MAg8oA4Q8MogpV95xwsQM8MMBAA80ZlduvEO8kHw9Hp3KQ2PW52lyISjSOW7j0WSOV2d9gLK1uP/ANa3x6wliUEU02ki/KFL2MHiHhZcLkii34FaeH71l5V+O6lXPMdq98hk7gWYIXV+8kkuw16gbeamU5nFTVaFX9BiO11YmYtgxh0Um7VvXJXUML5bVsoRPAUEPzT/AMdqCFF8se9G/vM99b6Zq7X0HTiTA0IeSU1PMPcag2yRwyoZabHZgIo7n1AmNUAgAwwAjQARDxR31kXDQjiTyy99JTyy2E7nraHMsIiHlJ8sjflRgMZmr15jHtTjLC67EAQGlCszyFjQzwy5LYBX0GBVnVuX5kmGDkX9l1jr7ags1Ta58DzFjU2NRJup/ASxR/rIqa4NOoJKU0FNlByQuxkYYa4ty2iH/Ok8DsBGWPB+lBSBSRZSz28vhbwU8VnjBD01g144UEn7JadKbI+P5YpZ4r3nEgyDhADGRUecv/WYaoJhQCwACAERyJJbnm6M+ckSygCjTRikTwgzFmHzzAwhCBBjSxzyCSL05GsSNPsuirqu9LSX9Dc/oQmkzJ+wU7YSZRNzYcQncgkmePfr7I6GXpPN4NSXdbjEY2T5kLNKTnOO3w0Jnx0LMi2PQ51GZ54+OiVAfuKK5xS6WlEP032guAJ7ojww3aPKEx0aGlP4rke58RvXLDSs3YbjBlcELVzAn010CWIkWUU2vMN903cPsuZ6AhkF1RQk0iCFEVMv/wDnW+f/ADdNIGLKGFMHhriCcgFx19OMEIKEGNcRWVBbdYNLNPFAICNDPOKILibudJm7s8CfOAyU57jlnTTs/g2vnOUzm64RgVPYRQOLbyQUQ120zw3HC4uRPy2lJckdEcnMZIj3OXyGMQ6hArtIYM1Unt7oguyVCgoywljnGBLENpNiAhl2aQcz394ncvB247hO6XdyioO8uGoetAfayoLJ57DeZRBHMTfDV8I+ITQR8+hI+6j5/kigH8TTTcZSAGSXbz+9qqpsitkABKPFLKJDnmuLdtF/9eMOJPJbTXHKAFeYQZQAGMGIDHDPPQKPdnevCalFURF4brQ4C86Ju+INbSCrjFxCwwOEjOOBj2H0y3w4WJHHsgE2kzjNqQLGtRnVeh0KomEOeKm4zS/EWn4WBGhRUDssxyoyw2hplsujPEeYm95+68USM7m+wjpV9+DwT1ae0oHdpSqQpuq3AdesCxasUclOUPRKb5OO3JqZfOAS/hrvz8858gloiKPSBZSedXfUDilTOiusvimIFPKOVHHHHipr4UANfSPPCDLERWSIFdPYdfZGIEPDPLDEEOICWje/s2Tuzv7FyHOd9xmeyzKsBOv9UQBu4tkNziBKm0ZdDCPAdQrAYdBqfKWDvXUfMltrzPvGjBFAGlhl7c442de9S4E/zPmsx+tsgXR1sjvujCKLE37635cXFotaxLA+/wDhp1dv7O1wel1zzQC4CTK2vLHGOxVsCCjxlWOAmFAyllW289IvJY9857+ILBSxj2GykG1HmrowxxY4AJoIADwjTQjDQnkorfVkBjGhzxDz0lWmE2F0kmHHDQgzAQRxhAQCnmUzKqndz2rnDixkDSoxSK+UqsdRgn6hj66L6w1YlhDKZ6vfvMpJoo/qqMT0wp4F/NIVN3eBdDvo0lmK+/TPVa0IpBMMePKpb+sMdOtTFb7OfPoQwzq/ki5zusErFGg24maMQ0L4VrFMNN248PTAd7Xno4seocNLHmRc+LpTduvw7R8f/vYcv+dPLfbLphASwjj5jkV2tP7xjDiBC67DASRygpKxTU1DIHHwygyDwygQwEUFFnHHmlVAQwzRjDTziSiAUk8xcDQ2gXBTqVulwTkSfROCFfpELMJXMHg5xX3kzba6hDHH3lXbkOsdisRbAhP4aicWbD50kOUBsTAW+ucg6g5zw2KSPVs/tt/sJY+GFaafltcRT9+ZK8tT/wAsGoR57Z2VJlY3MY6YNifdLbtV5F6ho9MFoW91+Z9Q4yrabdgP1nRqSzG3LX33PzL/AHFHDJIJAaZff70jMDACGMPGgnGNWWVKu9XcQDOGL9KMrGkuhvOWSRYRTaR36QIBLHHHABPPOIIeWmfscZjkWPizhjMhfrY1jkCWbzmISjvQ0MqUVSQfurWTTby4ZUTNzgtzYBuKQ5CDb3lF/RzodpnY6jbMvaqZaDICjLflLBIUeYwiry0xizu45gny1zePWeOfqYKQoAvHvnRjvZOtKYVqfeITvYEVmHyHW9S7MhAJdEJClwaZ33M/Hmgqpv1w0xy81kAEPdYXJWoz26sOHWSXe/QXvlIIAYrLJWQVjgkjP6PHGAvuonGHSbQYAdx34TYRXfHKONIllLBQWrXgWEdxJ4HbAaWX3FUR1ah4nF5DhOWXwq07zSTZz4PKPuKFvuDmwfDB+DaV6rzVlwjFiVm40JDVkzdsaS/N7CGmyT/hcME+6gsgpjktQT7k/uheaZUOJSY4AfDjFdD4aLDf7IWCEbwA3fxHYcI/9F3J4uUBseDTPDbToyFhz4M0Elptpi++3zs8ygJNOeXGEbz76zvGVSPeawdaBoJEIFLADVV2jsvBJQPHhOsuosvMRWJPJBS8bGRXbHDACILCIFRUclV1bCm/Ll1Qu6N9H9V9AWPUHjrHAK2A06k7qIFcX3z4JCMOY6yz93wM8/ETaFfkomHIDeERthXaZ85UpRTdLcjTs0SAPC5zjnCkoxyEVaUroCRFMKRMGAp0GloQEBRfTewm+N/fnDZVRK1Z4ZNWQ0atSAgKQ4dFPFbO/q2557Pcc9hrpg62115nwgDFOIKIJP8ANbdao13E1mHEEyADgyCSBzHGNYJqS28zwYO7wwiRxw0EkiV203kU2Hn2AAQQ6hRG03ZwRW7LHDDuXvvrvJShjpPOTRHZznFC4fdVRRHVzzV1nFF1GUUWBavULNdVLcDDvQNwR0TDB8UrE+wHVwMfRn/CY7Vyh999tIdtrLZr57ZPcOeNc+VM/f8A/wD3Mqt6+689ioleJMqW/dOL9OBK5q7YzaJlKQe06p7DDHoh6tzKwgHe289qnvghzz/0wqpJAATQKLzkikplGaSUURVdOAHDfWTGZeZxjvvCBiKrw2oECYPIMYbeVfcWfXTSYaQJCABAAAMUWhGQSlN7RA5jyjd+euq43JZsW4Ru044h8COCRZ4rv3cJKrtMiIkFiqaJcaHVccgt/WJpsBPjEcb4Ov4sFllh8EjuqOkQNVfA24yDMX2tjuj0xlqpz/z+fRnifj8TZuz5Be3QFme9Tja4O4EXebFYCCc2RX12/WqaJLGpwmcN60He65vosmpu80018qqG/UfbPKi0unjENEYZfTeZdZAQQSaKMSRSNiCLNvKn73UEBAAPLANOUfffSRYDDSLDCMLInOCLFvhxaNFTpAFqmBiUjgCH5W/D/jg7DPuwmps1BafWd2mmJK8jsPGvFMIWrPxEI4dT1P1K/oa++zcjC84jxhXRW2K6YADNUe/14WQFLNMEusYANFbU8+4SHhyuCvy04eVvo/jsHs5deegJH8neig4aBX3NEJiAbr8SG9V45xM8hzXLjqgljvhstv8A9L7PvlXTwignfuYabAbgj3EkF0UVD2TwAgEEBiZXnCazhMklDBCRDTzDhG1n2E1yhBgyxBAAA7KIJZtL/E+bttSDgXr4H86raao35eCtg/fj00ecMEgenEnHXSa7nDgQwp5hQAjZF2r0Bha4dWCqlfl8pQBpZVtqtuCD+cyU++e/vukFUxqobz2hJoPfkjYqTxsYTDD4LywKo5YIHVARg1nKiFM/e2zIv6nluxM5j9rMwkjyxL+paIYJp6aJqJLcdILQO5zLy1lDDBAqXDg+HuJ75brNWSQySAyhxwTAjItuV3bzghERTBABziQxSUGXmgjzigTSy0E444647odz6+cW/wCqhfdZU+kY7Af9dFgZFdHVJD35SjvfYAcSTc180NVL+eSwZBM57zClOOt28v0JAb9Awlxi0wF04wo4crE4rjvjPvFd/LHuAEj/APylmzgD/wB9z0pGkXv/AF80oK6iMjDZe6yqFr/vjpyieys/rtv6vMYfa0lwQpF7MjDuPA2De+eWnzIwIA0oNI0YskYU5neyRtFus3BHIXx44M8QUkcUSai7vZkOsUM4A8gAAE9NBd1xBV8IMU8ogQ9j3aKqmgk/Qvbc3KNH9ZAWOdyQ3oRh0hAEl/QQCaY7yVMd4iOSZ3Ka4IlRA886+CmtKQ3fM/eZ1VVc1MDN+Hc/8sd5rKQv68d/Dxc/z3S6FZZ4iySKC7TOEXAMS33SRNPLTHUQcswQcavSptNx8Drr0DVgXQPFLVVWpWVHqVBM+Iek5Drt5vDSyn66TXwkA4QEhFocU0Uk19yKRpxlZ4O62Im31vdn8iOOGieL1hp6QA0888gUsA19p1VZpBkg0oMkEA/X/wCjqsEHIsL+7eerzi1B4e6CpmassYdUV+vJ52xVfuT/AMsf2Au6paQAb4bYqpaI5Yr5lMXWWUiyKMCYOz4NiLNP9M8mXH0XyWXlVlyTiwR78tIbYggTSZicC8KCQwwTTrLYsCB6PKJThAVjWVlPs3i/c34WJwCwMA+Z9kdZH3Juf5DKu/0mEo4vpQjQTjDkgxwUHXixjhC2HbsWB4ZgX301TynXs6mifWb4UwLZzg5DQTxzwhRCT3mNcNWkGwxTx0knRIJb6IgTzQJ0tvdI/WkxZbpv60SY1cKpF2E0R6z1wZFT7xxhw6LbJP8AnDGrnFE+6Wn7y6XHJnjP8YUY5S84hSzd5pFZJDFx19d0gYIKc8s8Ewochxb7/W8k3AXAc8EMc4SiTDJGK00SGw8pGNRPvAsLEYytb/BE3rBXaFtlaA2euTH5rmyUKqyTfeoMUEkk4QUNh51YEw0UctdV1sSeuVFxAw4Q81RFJdxDqUQwMcZ7UY0UgUIQUUoRFFJRRV9hR5RpMoC2yWuAY0Iil2v9ydY9IDXiGOvb0yxrO88sAwOXko6DGUTIJp0IQUc3chjjH3pEAFlFFRgAsfzDHKKWKeQzOdME4EtT/NFJ0MEIsAYwEiyGvfXrTjAE8FWWHYYQ/TDoAW2qUsWC8c4gO5ocqd5vfoLbC+VdE6IMz/SVJYovma/+Xb5dLLUV/fH/AF8qARZCQbIWKXVWeCCPBPeaGMOMttuSbZKIBFNxQFDHKIUYUY6SpSNPDM64EAPPeZXSVTReZXTSQXPCOPtslHNGPMQqrwGZIYNnirR8SpHhVyjFIkMAnqa+xgyOSeq8kENPDDz/ANv+MkwDW+uNMbL6xQZx0HVR1HAb9SAAA7rgAjFZod+mWTcvee89uEGmTCDj0b5q/Jm10vRxZKDjJ55wNT33HT8n3cdTTf8A3SQlocbBS2gYDNtID/HbfCu9TvAckH27HqIc4u25kshRhV50sAQItx8sMACOyOKswscso+bcqEcIoMcMxY7+kM0MLz+wkwAEZVx91x5hVNppU0s8fHuStFNulyqZuVFxGhjtLRleXTZg29PjtoY2LDX6Z1UVT+CuZzaGNZxpoqKW44uS2uSkeXjT3bzHX+Hy9nDamE4l93/WEZZ7Pe6H9JMFdpl5nzzj/na4Ihx95cDCMP8A8kQF+9OqYRcFws//ANs2xx86Q8DeDDUTQVXWWfX5LKOYKxY8MyEzW9bosQzhoBH31U131PPBijzXHXzjDjT777444wwx7rLoiQCxxA7NmLbqZ7KIZIgXwRgBklnVXU21E0F3nzDpIJb72msn5adLu7IIIsEWA84Ht7Stn/PmxwDF3wCXP+jLY/MM/wC+6iU6QFLIIAA+zC7uiGRN5jHDjHpgX3/GCq/jOyv/AF/fT3jji+wEq9/4lgh1fcUbQWKVXHY32IXq/BS2AygLQTcAbv8AJOtv+yEHpYKMujZ7cIUpEzEKfP8AzX+zrnzu9l32Hrtg0tth1Fd917Xr/wCHOJCCEDDFEMFDmnpjjprtnjDAHHBDDGcZv/ihsp0wjKGKJMJfadZUYRVdUWUeRnviiokBb/drxM0f7Awid+Jxj6OAubMfGyTBHPHAEENbcDrg146TEICZRRx+xbfAMTYQwTwihkpiqPINCGdb8xHJ+7tw8/8Au8ZPW0kAHLpChAr74pMdVU2WVtP6rgCEcQ8dF+CglbaYbcLPf4rJ+SURZ8impe8yL+Nqs7kILbvbTbN4OXQ9mkN/NFHWEVEzyh0Uvs9/nQABDwwxIoJwQrLb7KLLa7xzBQzCQyZSjju67MNPdoxSSAAUUW2kVEHXLrDUkMc45v8AG4l7ys1dACerYw4poLC/mTkvgLhfO+kNQufauEZJyFaXvtM4wtFdJJMgll7nQwMpXNVsgcp7K4iKGqYYCyCAxDPztMEB1Z/3eayWym2C04MezFpFdJR+yyEh7wcFjcy8w+MXh+sL2vUGHBt3S6rcn/VksuRgSG2xS/8AqkUapolBXKzZ483wVZcQeWMCVaL730+8cGDCPNrntrijlhvroggjmEIXSOLlgtNCj6v8+/8AMPRzC1UVV0EGEFE1pY6xnO8teOsPUmfVLUMzT+nDVVjvIn/ydAtOQLH4/wDfw2pNdgXStNNDSkoMY40wzdxSix9e+o4OCDfHXfJUDuCugKuCCykMiAoB3m/bHfHPd4I8me6wgG6ZBurdoQBi/nmlPozojE7aXzQZuLxVA5pDVWjOqi5vKvSc4MOyQ2Lp2Sje9p+CScbg6DrXrvVV5Vt48MF5Vhbz33vwUM40auq6OeKSy+qG+ysMBldA46MQ08OhQmmG+UUMgdJh1J9Nhd5NNFkGQVdjfvLT519nrMszO30CMS3oF+5ifctqerVegL//ANSpbTGeutaAAFZFjzrlkFMP2YeWcU5ESV9RjwXWFc+iZcQaUWJ06zKbHPUxDmXOymkRkN4otz3wHWpug0FdBm0dJ/lWHMHkM6Ew32FGO3nTxxA9lh/lvCH8JjbhIp9UYV98/DbF7n/k1/p/nxz8URQaDPCUbbSW/wDt55iCAZLr6raoq477IOO4pKCn3BAhYoxiDK/AJKTTyCxD0FWUuevullEElHVHmmFX6UFlUH+e7CZ2r6WJ+23RHgrulTKS75nbV8veRbWaqmU9bYa2lUU21P3AeSdRA0zbCXN881Hl0BwW7kGXE33csOeg16wJIs4mGeZ+M0nXAjHmxy+Ik2+kD1r26HjvSfKtVLoJr096iGg71eSQtrobqc1otnDhZJWXxboZ44fRw4/c0ro4a7+o8G2lmVxwGFksMuPe474KKKYLbpxCgb76rJeL66iR3ixIopRDFqChQjSj1GUzU/f9NcP+kH31Xkk00n01jCznGFYs771qaBqFl/xo2APZQ90HJeFDKkzynImq79ZmY5JNWXFtOIQOnX1kTzG5xm5Gtvmv0Gx/QRTTxy8ugFwKGQwwXGXQ+QaMv8iE1rCjDsLHT2/DTuYshHuDOQN2dj2Nfxp0nYbi3JSg8DRh71t7pfMkVRmFRYwM9J55ifLofhufapKM3HXyAxGUHnPZJYqMPf6IpKJY4AXmAJIJqqIYIyBAB230v7ZI2kSiRBTiEHnQnnm++8NPE3HHX2mWkFWziTgSmnbdI4/kyM+I/vqyFUxpZOk2tX2lD4O2FTfQmDWma4r9mk3P+h7YC/H02zVEFHrnsVh1m72nl06ATRsRCg4mdDZ30k+q2w1dUm2aouP8549nXlO/vQrdzr/EgeFZ1GHRPc3R2bWoKcBznhADez1ANf4v8vjswxrqs8sT98urdVK/f6IM22CxRgE3nSz64boIMu7az76IERyhAzjZpbpoYADC3SjEm6IYrhyyAhl0EFnRHnXmPO9uN/sUF2kmRbxgAhBClRJJfOEDNL7lLiND7FiyHhnslHkMDQt+HwCshGUgu9qp9/Yr/wADl1ZtlVtBNlxOB5dSz7URcVLxc049j9rjFaGDccSOtTjBljVJmSOHvfJ8w9t4VwirbuWVlPw6O0h0lNr9cAU8qByw9h5FRIYIVlLmG+DrDFh22iuiBr/H+x0jDfKaBFc4ksMMNd5ey7qi6Lz/AMJCbWMRZYUaDDGEgphoAAJeK/Ny74k+OJRYQYWeUeQQVdZf+97zxzacc1UZFPAICEUbbpqlIPe7tnJtNYXLtArTNNiYaf6sIb1zRMCz+uB9wjl3wgixAxzCUbVRcccTRtHTT+ESO4y3x2AJxz1S12U32j/1BVzZm9ZaS011xa8rYTZTPHMsYQaqnflnf7LaUXfQqs7tTWETtjcPHeXhojG+/bHn9JZqfol3YXr9i43UAi7w/wDWUgRTxAh3Us0mvZJoofex3k7qIpn0jSRyQY6657iLnWEXyOftOpxU03UVE0UVWkUmFf8ADDJv7D3vz7sJQsAM1BFSxiGDqj4tDMUMGgdYoJUVozO6SD8cvfzZhzJH5FFB3/nyKaOhz1BG2QZdoFVEL3c9WYH4fWZ7Wfg2Z1L/ADV11agwP09nct61nb/bWCSgdWfPENAAXZqYjpgMrtJAeORYJ1y/Q570pvn8IeGTSAsUcRYjEAuOkAQAfg/2y2Efknh/3UeVbSeCBQU3+3z7vtktv4Sk62TN8GMMDLIIuiomjOLV2KMBtnvEN+4WQZWYUecRVYAO5w3fcbb19519fICALKEXTgaorP7rtJ3OhK01YbXs9L0tdwuvcFq4/wAPqMo7rp+1vd+e1R+9TnJ6LrLtaTBPa0OB+riDG0gNHKVWNuwGV/XmMIuPvfc//slDHGEbbFUg6dowA68tylO2ssiWWFSUdiTzZeR8+pbI/wB0mkmlqCgkemk9h0LtFVV/m+6s+U9gWrBhpks8R9p1rjj33jeO/tMpvfN5XCb0wgcAAGKOCGEYdvTr5m+mKgET/NJNJhtN5ltREUq7f5VplNJd/TnBAQQ8Nf1vJyfc5mI4YIIA1XbgWQCvKl+x1QihgQQw08V6cDtBAyMobEU62Q9xOaTef4lwF0Kp1WgY4yN0M8kRa+w9whPxtRn7jBpFNiHPv2LGid5h5yaOC7ZNz8dnPbs1lUAgFqS6xVKX+eTbiv8AoGX4OkqdgmhZA+vXDqTZTLufUC/+HRuSeYRBPCPR5zz2hqhrrPYVIM5adyrb5DDGJ12siovoFDTtmYJDgrjOoqadaWdTaRaWQwliz0QUcZeRXWQWVYUceEW3Ya3pqPJdblBmAqjlc2xIoldpl3fOkdBsv42Yo3bfXd6tGtHyDTHQddJlIt55lJVMCQ9qmugRPbMxy76waLwZ8xmeTmKEUTUN6w5ttkd00YQ9zvUatVpxOj3geeRPAa4bV2/Raw2p790NjjL/AOvYZKdunU7QeJn311ZFz2oGB0VtDDAAQRTQJ6YK6rL6rahj3EEY1ZnQhMRL5g8Un6YIJL6xnXwzy45KWeOknWnUVcFU13PMGnFkU31lQXGW2VXzgwAXmnuuLPIEnXbAcnWqrHpUzK9FYoRCxbJu4dtm8SDVphicMebhaTj+GjX26kMD5KW7LyQcQB/girWQ7OcE/wABPvZzT1TuBCB7kp3+YgC/BlwQzXSdppBN7XM21X5VFQccb8ZIJh5szn6TjniOei+kGa8Q+zVVGY59943kgICVFbBojEcsIMCmeCiOK6mmkwUclh9oUQXHYAXIryi1pNlGe2xQwYwQhdyidG6ChJVtdNJVphx1tNx995Z5hMUIEhN1tEMUtxZXVC3OxeZvpKRH+hPV0K7USOR727iqzvvV4fByrqKa8nLnTEgaEIMg2g73yr0KNW+djZm1JALTu5x51NTiax5gSSPJofKw1lm9sgkVZdIcRhGUhkEAYjKUYK7UlVMEzzivlX6X2uLLfRXrRUtkekQl/wCkc54SkJfWmwCDj0K8baoLBOb70wgiv0yTfHCVCGUdcewQv5gSQNTMOGTRQk2cfFOpOK3/AHWSvDYl01mEFmEGHHUF1HFXF33/AIIUMRJQ0cpRp55v9CmGsl2GuEjpMCCmcU2LEtU+LvOKgBRAgLc9sIkKKUZ/je046NJQq+JrP2o4rrXbpPtGmstzjPCqbCe+Nd+KS2iH/wD2k7cxYDH8oxQdcAJxjhj8/f8AQfUSd/u0yBcl0q3EkgaFuOwg/leQw0o81zWv/QV58Gn00AxRWduCojC/Mu8uK3EyRAThx7yhSGhH0lFn9wRifXyGkCTwAIKAXAXxxTxkmWFPdeLW1G0kW3EVmGXG31FHmGF2H130kVDjzU139GhG45gdTt0uTP2w8E/Zqbq0pWooZCiTQCzQJP8A9Ig8Vc6xoMBh6aNZSEIyWVzssyyPL7n7JcjfNNt8QYOS08ggtFfz3T78LeOa33V5Wa6iO+Q0+9ovwWdwySq/RQOcTEjd/ToxS0gMUoM6YsF6Hfgyv7i7UrCpMpVsxQi/YFbmpOC+JkwMaqDLzLu60zNtJ5JVEdnaxl85PbMYyW6uE1dBMssQwsC9IDCORtZdF95hJttVt1tFNpFd1RRxBBBBQBtNFT5M5quPz+rYkaDtrZ75l519RtBbvdBEA0880PSNktx1dhRnb2WGmay3kPvrf5g0t7f7LnDWUr6xDTiLJtKHVcUmcR1xx50siSxZzTBBVK2SR8YQo50z4xE6OOqykY6rZfJqz+cBbvjXHZa2pExIG/f2fL/wvYCww++/FKuVhyZK9FFlQUNfb3nfHnnX/vv7rZwAZ9AElHvDrXgEeeiahNtd0s8IsUZU5wnj5hphhptdFQYc9dFB9hxRJJDjt9RBwQlFhZxexaSEEO19Sokzl/X8pJx3jtFfw2x3CmC6c/bnDuD7DbFdgMGG3KsZP9Vx3HKc0I0QQooW4dBRNGy+jUa7zSSSyiQpdMswSVpp3eFtJSCzFNlHzX3KFoh/+7abWuIJ1H0Lu+DNhd1vOs2KR1AVXkHLGBDGT5Ok5sFLnpNZ4Zy9gEsGK6nf7/PXzn/vf3jT7TiXZ5JFeO28VVdgWu1VeKG+CqSSAQ6auJzNVtNRpBJm0MYkdt9pJFNtJO+OKdFBMMBxllJC7upP0lXOs4SFT/tthxlZYpjIAkINxyUmYuZd53Wz3vVVBgolbiU5Rt1Pe4GI6qmSD62oQqmfhA+CFN0TrzFU8XykEshDxcB7wo/JAQilxpPnkqPvRqZ3qO6KZ8ELeDKSH1FFdxxTOndSgNyRB0CVMp9mkFw9lO07i00TKqkJaOqKaSDrDGafXbDrf+e+bvDGhhll3+/+yxhG2VM8Yt95EaauyHDPuax/phBQwUmmOulVRN0ggBlNdyOHX2oQcBkdxlh2zKdZl8jsQiejHnXl1Bp9/wACAeummo7jFlNjqAy/uMul+9rbbQJ+6YY7ZVm9rtuYR8UWbx9+lWg9irGHR2beaSeHqHFH60XcrNPOusRcaYfTkS0hwKb6lZza9JxPIe/66ZbdZefeVwstRcssBCxv9m8K8zeXgOp3hWv4VbeQPj7/AM8ce9vfCrfM9tdeZ6IcOf4FUhDKLIY7qbI3Tc9/ZaYPlFFnGEuJx+MHVSQiwrp5bmnRTSCxkGknY9+PqDCUkxAUlHLaSxmhyzpJwJN+a/PVK/chA5RaaYZbZbmvpRB1uSna7s8MvEgohXNmtfhlGpYU11m2nUHPfK/Lq/C6ggSgY7qObHfVBhl0MQevcmI1rolFYrgJyj8B0wib92Ekebwue/k2mnXE1nXjI6KYssN9RMvcNfv4MpPmlN5X2+Ir+/8AvLjvH/LBbGK2nzajjTCejP3UpJN0IM4mO+em1GHSw1F5hB5xBsCJHQXfll4UB5OyKaEYo8c88B99xSSr2eu8xF+89x1+/gBJ/wA7WO5Bq43612kcArgURPfRacSbV7YtNt3LtCPs29/TV55JIJPHobabURfebTX/AN2Xf5yorlfEUtt2exLsT1UQI5TPtF2Fjv8Ab8RoHiPw3WYT01PJ6yGlJ703qGjn733/AOUYQUXT1/fdKHG0Q5S6/wAeTIJxfjRwfrZfPOv+N+cd+dtuKIreTjOuPP8AzZzO5xxw0AQmG6G38jXBzTsuqKPf2Sp+JoH39IYkJqK5sekocME1ptBB5uSKKeWags0w9xlO5vNc/jd00UV+GWGwR4aOKgl3LlhBZC12WWCfFZCDbduUFXbXOACrC6SlZhpNwwkdpX/thypeIYEmF7xLZKgnD0Fs8OTrHFV1oenSi+PLL+6Fm99erh5JyhRrkhj8xwq7rzH/ANdfbTdXaRQRYbYdcuGWTTxUUpe/gnvl+aKJTf7w41wy/wCaadfd3nm/9/d+fta1NXAxo6rJ7b8yFM1PUAb4q6Oc4ZW9peO0YN0XWPkDIRwTCx0012UX/wDTuaSOiowxdNl2tOXPWGUq8JVltRhUweymqY7qGifb3O19F8UDQNwCdaV9DLXfqmauGNiXuO3nvyGuYC6dG5aDQ0Ma69ShXesKBt1dnObjlEoHuCAgMUgHnTvUzYgMiVlujYbN+MnyicxuS7zHNxxZ1U4wg8IdltHuIVfpKuXagBlWiU5EsAMdtDTn7TjQgIY/L73f/rLrnHbfj/fxtvDqOi63C4WqQUJhA1FoAKfQj1ofGGfrR/6BNiRsAck2xJ5Z9zjHCIQ6yChpZB1D92m3OM/Ef/CvcnC52SKid2um6KuXTSn26hdYD199EqIVjjnyKs9KC7CKPk96lLGCymrRbeT40428ImOY6/RONctm3WTqDk6NrqVwtkczTPHZOpL+eTF51Nu2G0clDWFA+PjPLd19E4gUIQcVZFuBKImjC0jV1otoqIM95tw04fDLPQ0uAkoNjD3z7nrLrn/uNzrTxunSuyybLxBJxjDKMIoyOGQkTlYfLPR19di+msRhQgcYphhl5Kmq6gMUtQUMhRdHV+6xVeeer9t+Wv8AEqhvjacyvmqopohznyiskAabcTOKAGD77tNeCNljKONswQsFjvvrWtCVEXayNs44q8DgNr9onN+9xEUlna12JfTQjq0485Hichug/eZzvsDlkdcozRl4cdTfXPOLBBOuHJQcv4ujfXUtUF5CpALZcUUadeOnxdEKCKAPLORw8+un84xy8uebQAEhMti157y07yafeYQYccDObT+qQfycUbeSkggKAXMJNHXQSYYOtgsLAeQkMLIbanZyvmY0s5M1pSuW8nskOSUtppjVtio35228r3ERXaFALLLv/udLt7ojLFvPxTfvQXfhMtjAKzzLJFg45ToDH+bPqoLHV0b3e+8y/wAvKcss9s5H7zyu+q/Mb4nL86HNKY0JtGXH12AABiQQqIKgHsbUCAra8lkgJ+eX1cIQjHlCwo1zTRzVkgRzuUEfHW0Wo5Jf/wAECSwOWDbzOTPPH/vZFr/HzPnZtmATHdFtV0DaQFp1Bn3CZ5RVtJRx55xZx1swARpGRW6yPrek7qS/QOz+adNlhK2+SFyumzCFt9wWA2icddzjd43IN0mfyulIXvNVUb+nIzlUnpe/cc+61jDI42dj0kcJx+Sb5uyzT/8Aj1JT/wDuOMB/XBVLLBrZ6QArou04WVnpL12W3yhhAwQJoqoyRWfp2bz1aCqFXca03KaohT3BSgCgQBQQxjTSOPFWHc8/dNWr5QIborr7/wDCOfrLHfzxDbjHvmzTxqInnZx5tU6i+AcZx/C2K91BhFJphNBxR8Iw5F9yHSmaDDevKHq8I2kcIUsxr6SKy0J0OVAJhp5gOQWfZ860Bm/gAa8B2p1yB4iPOVh9/h/ywMjWIpzswgJ7DABLksFtBsU9NaKBQy92yiVjzH6MXahzKrm0+28etZhmWotSy263uzpVpBUuCWeC0gkxHC2UWPF/dIPNQkguPTj1U4gEEicwEdccARR5td1K6iPbBQwks8yi+776+6zvfjLj7znrbzPHzov9BR5lxgrikglRFRlVGJ9ZBZIw5rVRN4cM1dTgHSXeP6YD6/gEIss8xBZ5bKy68EFMFRsBhxhUhtHJNxKKoqP3PsqfbGPGTbvGNx+w3cDEPDYKIXDVBpWtp+J2k0F95U5+pIl/YCGuEcnvfGu1aiVLH7YQOS8NNSNzgpd62SFffU71xh5euG2mMIw1dyHhyiwkaXog8wPJsnGRc8kYMwwck4kQGXhxx59fGDPvfZ5NZ04GKj3f/wCl5x734/53y+8w937vyvuZeTML2zsIEcdReW0aVZUfCLG3edLFOacU3ArYQl32MEa0JNHGDeZUY09mlksERaaXSeYecROPqoHbqss+2SPIs87nk4QmJnsh/A0oqFmDXVSQyBK6tqHZwmVPfJl/O6yaH+ST6DMPT+8yhA3+YfQiCeqkuSDapnShWu4pPSOcRrRffKLqlFPCAXWszTEfJ1SLfA/LsQRN/TDLOIIHHDLafMCCTSVbT35400F9n1tXHF43x60fT/51+/8AdPcf+Mfzw8IDWmmijoaiyWF00HWlW123FRQhEkwzDzk0ltTLQ0YtmM9pTRxSCgQQRjl/Z4LiiTQVEHjl21UiMOr7au/fupP2XmF8do4+ZfskTPs9rqjyVPwUKCRQFSRGT/PcRra5LNOGQgtGCJHbjm0PPz6NNN1jIuNW8J2E3A+xsLIZr7HyVt5HHU1zADQD1XFU6uSVtE4JVlaXfuuae4aG1HxBAAwTDCgyTn0lGVE3NO/QeLJrhxA+9e/9kzLMdvf/AG3zTDDLwRvIGN1pYUqGg5p1hlVQJp99pdR1pRBt59JBB1glaEFKjBoMmK4coY0w04MoH6+yaSu4AUQEkkodEKj1jzibHKyCsxFZn/SDUajpo6jHzuzjXTPUoQsLclaOdOb9rkX3PSEF/FLbFaqiOCXGvv4qVq8K2MiJAFRxDfg9jAt91FbQO+gGBxFhIk44YFFlzcL2jDjqVbGPKPPUqHc7gxVJynTMkoUkYwaH/tRBljzx5qOmBEg1TfTvVds+P7nzzCDD77LCOszmA19Zs4AOlhx9xFBhd9NVptZZ1VV1hh9pxBItyyWAr4wYc4UccwEY50EcnXKKajyOKcw9ZJBBg6BF/S62SO22I4tR4Q/a8mD1LKUYIULuLjzlN5mWKcpzhficfcXNyuy1HJxbEtK+y6MILnUCMm2Is/v9TIUCb7oiOq/EW+XMwSgKBl5xp4YMVlVpNCtjtLCwI+3yN/URQQif+zZBrzV4YQIwwkEuTbJdZ1hd5lF1oM0bjznP/wCaEK/z7+xw/wDv6pZKQI59nWmURT8EH0FEVXl0WE21UG1klEkV3Q0mV6m4bPRk1BDRTQzCA2lkEm8/8uMvM9pY5zkWkl3DyJe9/wD7zjDrQQxRsYZPimCUnxObbtfMv/DZRZa8AaAnA2CExKEIOm8CtZhFVFl6uLxdcaJvk1yBPLMtdCG+xIjsEXSnXMWkwzFTtFt9hVVBdl5hR2cBl2uruM0VOFWfXOzcS3lBxNp00I8UU84KKjv/AB2VcWfYEBPPp8303w/20o1+64sy5ztimlrC8431fUabszfYVXy8fYVRXVUeQYXdZQQPOcZdJ3v9zYDLIFIAJJcWfSxy5+x41xQWypqvtbWQTaeFEs4y974z3ztDAERNHaB+seHIqpc/OfOf7V/yFnyXubvCOe96pEI3VMh9y7RTbedffMN9FkecNQGWUrhGILQbgmXso7PoaEgObzTcYZSYQRSSVYYbibT+4uzNemdnlkFg+O6mQQcRRKCLDEKLGDENDZWXWlfZYFFPniq048xzsg56zapnirhijsgj0w+8fSU1k7TfZX715beWXfXVeSYcQRPItUWVBpq76PkDYRIBGceaXXX96515x7cXVffQaDYVQZBBHv4016287+pCONYQOaXfzYg7PMC0IFSb+LHGq4/+HoUe48wY1PL6XigaSw9WQaSHNnn9QtbZpHnIQb1si+HJDi6siiafpdwBi4RSdaRRbURQXcYQvSSFDhFHuroN+8R752ujSYQcUcbIAEPDCTXaRaUVdjaTIBMnupg046650/z0+6384/8AeNcYZ/sduM1UfKZnkXXFlEVFHNM7u30V1knDTg20FH9iJH5BXnGThTEEW0n0nuceobNNkltPWUqUOfMLkTYLscG3Io7oDWh7flE3gMZogAJ+7xasN0CWUtXeOi77xi0XaSMsstyCMONP2EXjRoYpfGOn2rXUaInxO7I+jWA1Q6iXoTG70ZKXWEGE2V3UEFlUIIlzTII10VIdp7pMJF0AOCWXGVnUQDhFDzwhDC3WemI0UxgAApqeP8ftd+OMsMN+ZL4fvNe5Y+l3WHnG+8sU2EFH123F0k4KklkUlHDwRdNFUlsTSGzFkGWUGlHGX3llV0uLqJ78r8MMNEKTZ8QoDAivsNXbZeMYK5pGcxPHWIbbkm+PT2cVknj/AGfZX3B3n/uym1j7PNpzGy+7DDnLD+y6ea6kidwhq6jxArcYkVeWFOz41WxmPRGqnhFBBltJFZxtF6+l4kmPqxFFsAxpzXFrC/8AmeTd3RVTBFUKGFCBGGf1SPfSEGCMtkyw3yw6236z4w4sjn85yyiI4CfaVycUXbTSVbUeTPPQUQfZfeWQEMHh30YRzuRYBcQaQVaSafQfaj12wgknkksiBYrw2TrtS8mF3/b1+whp4Osolj78VdPJKaXhxU1I/uZyFxAGCCazXScbfkc3kocZWIgOqw3xyx/lursuxLkZRYm+dphb07ZBR8DGLrZvek8Bj37/AN/qkFFFlmdupZkBCjP2XVHPUC80xFd/god98fVGyCCWFm0VIpjWPsX3jgDxKb4MOP8A7D/jv7nrvvXz3m7jW4XqTp0mp5xYhpdxRFN0dp1RlJhZdRAAOrxRlhdO950NdAY15FR5l5/2XjnKyyX3LksMV6CMLr29gxDZHH3jfo6CW8IAp1JRi82sjCMMguPGUIJw/DvUQ/ldrhVOdXq2vd1ouYOafDLb7X0IiqSRy19wVDLiyd9SeJkgRT/8julyUkqLXbv7ueRJNRFbayCxxFDWn9Gbebuhm4UpfH7OKCm/CQgocktR3P6IZXnX98AAM6Kmbjff+muOrHjLTHL/APsv97iL0no4R/UdRJVfUZWaVAdYfRYdYXWAMFpz9YYRSjBIbRJAPYfXRcdfxjrhjgoNTaYBCcacX0dgzbAETwaY8z02zTXLHPx/oG6exjAlovgZoZdBEm+5zpIR2kjkopgUhm8QQiLHkKo088w3rrtjh8T0V9m6MKdvg1+zDFEs+s9WHwPrO0x9nvkvyZUQQ8jijVUhfz5068jKL5DuIAvebnvnk+ltKPEIXZ66rgfX10IKNsFliv35ynpsnptzwz/WcU2hu+4COgil++YccYSeNbfeXTSUVYTXZTaHOMwx8VSfeyacQJMdUcfbdXbSdvsngupDdYRRjsIQYRGBQcPLOY/ThDkj5UeYFlsM+O5hGZsngg5RyyiMukz93irJ5KnmtgxbjCANVFCsFBJwAC0wzhoGB3T0tkFd1+mDnldX3/z9l5cIm6Ljaiqqtpolm5+5bamrPU8qse5lR9xtGyMbYYMDlfupr8/jEdNFKw+41kLYcfPEOHjhg729+lnvx01zx6RfvqV8hjkvFksjnYVSRcfSEFQcbfaSUZSRQaZHPXQXQSVUUyy5mCDLFZcaVecAZzhnklrGDAveQcW4jnJ2SAKPIFqNhqDo+aaUPvVZZJtidkhhrkxXYNE1lkqZ70mlJ/DXECWif/4EXhmvskjeCJRb7qrQXtvnmt9qyjsuIdLwngiObID9wFXpZvurrnohjs99b58uuK1gn9C77r+Jst9V4SboQRDs4206WPBKNnoi/lsTYFuPNNMjvo+4jvzX7z1z7Vf/AKzpV44L54ro4rUFkUkUjSQU2UlEGHmmc8nnT3HVGFUFHnt97K6abZW3mHWVUGd4Y5pOZYOPVmWEvY/zkRgDLZ/QRj6j30322uIq0BPaMxbpzpwgtYDwaepn2UkOfLx+u10D4MRjP6GuLp5KZnXFP6K9/wAIiEmvidduDoYo2NUJigBK/wDiEA2NWimvmguspsir09rvkLcegqgyuRRzmo1l8OKehU9KQLv5VIBBGOAFMCAFODDIJAPiov25021Q153xTfZ7LVeoPlslJUtsldWTWeUZABXVZSV3wzT6U9SfSdVedZRdZ61nqnrlpgV5gdRef4lntkJsnqpvtntg5CyxH3tgLrYNy58XQfcU/WblSsSl1FXO2pzEoWwBCYSeRWfx5qO5fdGnqVROqdTginiuOE+ziJI7mNFZrgjjB0MLJ7fFFOuJ0xULJFucCoo4qspokvglj15phHeS9KALHvXanulfxzNkB+oaHQLz2JGClPPNGIMEEiQLNANrgogjvWZYa/dXaY//AIh27Hpp6yhaI5F3G012nlQGlGn3f/vPUVuVkEE20nHnEXuOoI5Yebq6qZm1W38NaqIg4o4KqKpSLjS3L7thVOo4Dq6K21kFO4njSDJ7NrZkMvBU7rEuhz/WnYpLb7J4UMF1zGn3RwZVQ7546rqI9eskDHxZNLIY7ZxwVkZFMdSqI3gkXhio2Ui3xTTTE5llF46YIIEUffFkSq4GjcXDO5eT/rpRrWHYpsgBxQQHuvcduZLkSzRI5o7aYdVV3UV22G5PyBrlTDO5rQBJ6teIJ6vPEFVVnVVHNNOYtGtMf20VGFEWXfuMKJY7J4oI5sOGUPPPPZK5aa4KYDH2rM/vjMu0676NFnoh1GHGU5dMLsNUS+IcI9CE94OdWzAtKPePaa7J0bCfuaL4uJzH+J4f3i5KL90kvnI2XBJOIrqUVByrD7UuONoJsXJCk1VeNEmlln1HHgYbLXkYYVzB2Wq5T7lKM8ZEe4tQeCGpqfqwRzgDjF8sN99Qhh4oIKu8OtV1HnO+RxaqIh6uYalsNawzLsPJoJaMOGnlk2ksPMfcpXstf0wlkUE0/uPJo5Yar66ppPN8Utc+NuvMqKY6wyhqqjCJ6OI0dsO6oyYH2Hnmhj5/Ry0Kvq9iCUDVxaDPrdI/v0WEp6JqcZxOrWQiC/HPkgDHVX8Mp6M6KiOPK2Jm/rJYLP8AD6qUO7y3XFsjAZ15ufHKmQkAMQZMq+5xminRJqyoZHwX22FGDrrn57azun73ccU4Ew0lxvHL+6yeuGT/AE758IIA/wCYiBggQjz5pYxtftwi6de/PuYZbFFW0F2n+P66Pv8ARN1xBBh57jraGMUG+q+OKKKi6DT9BdNtFe+1ptlp2y9RdGuJtoUwe+AjVF9VN+q6l8w5dra2UE9oGss0cJPVw+xhtsK6uixKcUyb5x1v0Mi5VhFZBOdZunyAUWrxzdjBF+nbuhfMmm2TiKcfGyCMPbtZqGCmyUF8Qdl1GSPcHe+JFKzjjZmCvHTe5SmuHxgKRtw+SOKHXvXXDjGrX7Tz/TTos0xrS648gmqoO2iUtHqOwrKdhhyySOOoddJpFPHPrX/jDF1hxpZBCC2+wA2CGS2Ku2u2+5t59BRVnGKPpdlJASYfh0zoE604c+jfwE8RZohxqcgSVXrTI47+6utUvHWVqriwMCjXTGKu7Zl/tpxP5VnFVHPL73zD6+qZBx1Skra0uzNEkajsXH/cmVSFpZtpCJihiyIwa6Jp155t6Cjp3qrl/QtBBvjhhJtUbfgiJ4sUl9UOuCiHbz37PHC6rjf37bXeA859QcAMQt5ptiSGw1fb7seVB9De+Gq+0lBp1jXfvLXz99995VhtC2Gi++qGGK2GaiCyKUtLwZlhPSeP995kk8euv0+pRpe04C+iwgsId919oto27YGuS6XlVq9T5WPJXl5N1jjyCW2qfIojh15CqC38lMebl9x/2wtK6wHk6pJbW02PhULkNZTLtBrD3PdJNiRy/O8e2SwBtdJcUyTISaDEdE1gQhf8tUQATeqt00skNRwrzfjfLLvLjbiuuft72bHHxF9Rd4kQVFJxd9A0UlNpn3yTr7OeSuiCqBdl/wDlmp/7003+QVRbdZAdXy5tgrlvhmirpilonmgughbTTaUZRLszLAMNd90GcgKyCqIMHM1wRxr7i5jQpqNphljXUaLB13SaqGKQUsoqpqhxD3ZbJgs88xfPKBbSRi6OSPEPqa1ve/OietpXCoh7ThahsDGKlkQdpfGEFmktieQWWDjpotX9p8aNMYPLQFv6YJDNCEECNJIKk4w/6088020qnhBIcXm114fdTceeHMANdSYRQGCNKLQ7Dx+mgrgnvst6z8ovigsyw33UfWVXSNcUdexwhoispovpipjngruVbafjpl2Xlzz1UNHUArOkSnZRYOxFjxC6iuz9pIsWZed5Fqo64H4fv7KDIx98uzUbVKx3O4S1qDFOJLtPVZSnrglYTKB4dEWjGfBQIMAt13LZtRklJPHAApq1enwFFEootVaYMIgltpOnwrVvEdPLMcQhs0eMyNGPNMLDAx386ww6xxxvnjMPGFMl713TeTRTOGBKf61rx8xZFKdZE4+qvjuvh2or8muphjv9j+46RTXbIYebda7xz8jtopltmvhqYZdcWTosnt30j9WbLch9POGoygWcCoHPxMSLk8q4C68aWCW9RQUuA32J15fwbmQXTeaUWmAyRqW71NOG+aO3nS6mPY+8TZR4Lg6QA7ANodsDLdodboqFEKMQJNP94cuqxZPugYVAOIs50Fk7l8XA7fMOAAPPMlhMql85ZSVTXNGBQaK+WTnspOBMIHN3u/7TQBHBMKKH5x+gnrwzIEMd9Lutoghgo6vmmtqlqvu854zQUQQSOcCcbWYcZdHlmlm862RUQfJNDdBspvUksHEJK80k/wAWpRAf2zanj9JQaK8P9x8cbxVsTyZQ9/8APgCv9TG1OQQotdGIvRFOR9JIWK5jdN9BjYfDibUuvR3Z6BNYrJeRgrh2ltQqaEQkQAcUcAD5xZunpiya2QAoAv8A2AtAfjJOxeMJDjKGMpDHbl4ohadssMyGc2YFyfjuFCOOOAEkr22XYReRTaArr4mjimmzWdMdarvnoqpuqsquutqjtpu063948YTQMFEACGdeUTGGPmr+0eSICXaYfTRYgfoiJGJPmdkCf/sPnKwor9fcEfHiteG+ZWxOXF074mXKlroVwzoWXmivHIQG3fgm4J0Ya2stuBkoqRAMzhEJUUJCbf07qA8KZirisNFkjqmuNBJpqvIFrmIXTrwDkknJGEL3SFzAW8OsfRGMMsIENvrGXyhd6x9HrcNDlFk/3JgjNJKKADuq0x5XAPDBCYAH89ngDPqzbDjiQiFoHKMMnjhonvokill2jjtiyw5YNNIOGDXVbbNNGssnUdox4hFZcXVQaWr8XcKIgjmsFtgDJA9FEQnHEWDXCfnYN+jANB+qr+Ix96sx53YkQvgn5oZ5JXRFDpLc6xCH/W1cp30c+eWy5bbWFz+8EAegpikuovgpjggnivhlvphthgBRUt2Y2JgPTTMh8KlZSq1bEdFArAADPJGUmGvL6BI2Kptosn9Hrr0hrCKLCvu5/wCN2gChQvF219uJKhzoO/GIaVkjPTg5I4r764rJbL4odqdN+vc/mQxRHJV0nElgwSAy23L+e9+/roWVE0lo7TjF1SAgWrbIBk2y6Az9KnZK81RFGwoM0SwWKZfSqUs4Z6uJgIAqO/zpRlUQBoQOI8lk6+IKiDS6m1SMS4hshOsPDdYId/8AG2i26idDWGS26uCCWiGCMlhk3h2Kd4Rdg6nYiMVKcm9UscGIMA8w8qczHAqZ8I0iU93nK0nc/CWuuKGqGj3X3cgggg9hBJVXquA4OWX1gylxU3CSyesYwOua++eKiiSKa/zHNBsEGfeBbhhRckwK4dSi5vj33mSNpJt1qqCtxL+Q7dc481JH7Zs6wojjVXGqRxVNrydp1HvqkLLiym2dZKdywG6O4ey1t4Mvt90sYHRAh9oirmMzNBH6wTUga6qejX2iKKGuqMcAWium+qQUAwOOWJRU1J7fgDGZ9iNq4koCD5tAQGCAEAgYFLHF8Rbd9oQGecoCzkL7zCCiy+WG6H7jfssM8o5Jx9z3CSKAMCTtx9l5CuKOCCwMoKC22eyGCC2+2ai6hpT6bC4pxjR4wYOyOlSBZmySKN1RRB9JHmlM3eUgMEIeIMUvmL4fzoFFfSiH4sJpIKx8UsT7/HHmyI7otIq12/1V4hilChRGRUPW2583CeI6nTS3O8BHahJBKNDjnO+SO+icgJw0+CCOTjlAMU+66fFYPfAb1E2wJmBusRZz+Uj+KWKCAAYABTYPVUvkIAmYvfzRRaWI2iaK6iGeizvvf9oMcAJVheWKCqGsYECLxB9NuO3+uMMc8822CGbPKKeuCiiqVvgmUa0KX7gwgYSm/wAWrskhXUUZRWyl6ajElNBpIos3jyOPFBj56UFlXUTDh4N1Jo6BXzwEr06m13GWuCETPHZtt7ByVdNCPPtXIsnWbfeY0PWKHN+SCVcVMTSbRz6rjvrhMNPOPgkrijTQRcAElrgsWL9HU+UNTuAnUIG1zb1TvohirhBMAR0Tr8B70yDibIzw+RWW0dprnKPvOjg+/wDduoru0E3mErKI54hRDKuWVFV5545VwwwwrqZrZ+P76KaIoZ6lOcIkjHaf8FE0FNdnwLbql31Gk00Xce+BVH/ynDKry6r1OO+5vw8JcCxUqieRDuRrJZLvjfkzXUgnSofSzEM4AEVom1AVFUZqaGn0gDcLVzwgZVTJm2FCxCNE02P/AK+cuMUQYUk8ieOZNhBNUIcyKSJwgXbmlgxJWJ3o6LO+cAGCma+CAkMZcUyWUWn3RjksQ9vPSuf+QuuMQM8sAnvj3HPz7rRt1+62u2q2+QWfnRx5sHDTdxtwgUQaK0KiiCS6GQWOXcxZ5dOmPhD1pssGpW2+JVB19NMkae/+VnkKkBKFEvNae+sp8e0lcAjTIf8AlSXexNrh/QNr6fbFIVH8J3o9Cdk71WGggBR7QH2mcT3fRz1DBCMG1L/SS4ljxeFTx+ynPPOERQfKiLDpvXaRbTPMNviqc3q7rUbKUdXf2Ag9vDIfKhuhnrMEF4IqbChdTlI5jknrn7y+x3UOpnPPNINNhr9zaT096z/kohgojnnLvxxcXRI+bVRWSVfVMPLqrtvmnnvvgAhMnq7N4AeG42fMHXWmtiYYHKYWEFX+h7b1T5UeAtSa77vHCALhJyO461I2yWaA6LbFpzzvSXdZEHu4bI9xHl15CFKooXRPiBl94AF7Fnt3ERT6t20t1nnnATnuyzzriAAIXe1vvNPLl6/5hsNd7y37E5jsBWKLVZZSe0q6TkhaEPvvgFAHLrPMeaJRajnSTYaNEi85wCVWhvPOHMAMhpmuQU9z6/6gkqslknrilx5eeWe2T22RXQRYfbaogmrookgmpVgcwfO9PECNonPCPTftqmbQTWfTIYs1d/a23aRdXFvwYgmLEAlWOruIcCjq77pELOM+m2iQLNSWlhyniZ8+lmhr45VdYfk6PCitI0ZC29Z5HOPKO8P8cMu6b7n3/wD/AO+261BhQEIsc+uGGmXvKk5hEkb1+Fp40WlDl90/e/8AK7CCACFKMAOMUOQqMHebjzXhvORbXkj/AKmklHsKyRzCh75oZEE9uII6JYq65Ko7YpMUU2UGqwVmH0WHwQk+/LJZqr64oLBdYZpAVnlwab0txHXxoJnW2X12X3LTJQyK5O184HhCxvZ6nSiWacz2uyAF/gNrpqCelyjWxVzbPtZ5rrthhvqP308oVDZV6X+8cgzSzeuTzJqI/BnqCNC60f8AuL7/AP3umPRRPKCHEAGpgqsRZHxjlibgrQ51XeNqe0q/D6HH6SZBHAABMNABeguZpEcF+kQUkgoBQcv8xVOaaR+HEAKtipklwwz9kgslqvsghmhhiiaVTUcYYTfeVYgALF3qlkgkgvutvYFzLFmO7aOUyxCXfVDOXZZUSYdNwnso/nhp8Y3hkpjEBBxFlB2BgVuDV90Vd53h/PzRQdPAcvyHSbc3e9jsTEUUZSF5GfR0quvnxjO96Dhqmsg61pj3hvsvirvjfffaVSQXMDNOGoqgvmoU2Hof96pk/VxyYyJYf9ywNxfT8gAJgggDOKDH+PDPfJXjdU9sc2jiyRwk83GWafZnMAMiggon4844gngtvnrtkgPPqmsdbTSYrRYTWcScXd+w47vjlqmjr8Z9EvvAEYUMw4TjQFMGDQTQdYM/Hz22WdZd+/2JcoH5DHiT80ym7bzT6avLAz87VeAblqrGfsjSHaZPJIQg2iYGNbd/+1yqko0v+JKpBkvzhjg0Z9Diobhiog03cwwXZXQYQEPBJiuhiqlTsdBPeih+hg0za+5Ie9VXAp+jEwKxvvvFAklPg8x+2tJxSY/yI/oojCxsi/uwDGQ9CKOpqplu95zvgjonvoumjGPPgvn+aICerYYQQUUIGNNHfRgisgiokIPBsOFFy4UVsszq4YouMKZNLS/B2F99+/nkfVyC4B59FFNU90y0j3FHTTYAr4l5+/2XG+1216HZaOONFYVNn0i75Rd2+1ZtikqOO8tDtZZ7vAC+f4J5Xbzogyzw9w0wVUSQBDMHU1/ruqgXIeAO6wm00hIjow9AMXaSVqpYFIIzvtrrkolItD2xupEG/RVLOG6wgLMzw9h0dAfVoPEqgrlr2/7uphtpkknoqIGPrlsUfOERHYUSQTZhvOEDQKoitghKfI5n7T0JkTBGaS1aTPl4tsojrqURNRK9dKKFOTtibr/3yuDLlOs7XVpYkYeH3gu8wnpwGnce288cbAIb1POFQu/kotX6LiaKEKOuXlQuFwE0pEAM+9O6LaTf425zph5wXaIABKFi18yiHkobZDWuzcKYdOpl3ihZuofXGkNuqElsikljghHefgBVigKEx29p1/8AfuNCFPvuNHVunYK47t8d9NPfvMMIrrK7aJTjS7+N8G17uIlw01WHTjhChBSp9PP9X/Ik9XubQwAXxZRY01Rfks8vM1toveXGzxyDhqWm1VMvtcK7wSA5JjZUXLHzRgIr+fQBJgfwhXNPySTFOOfiwIbdaZb0Y+jlDyzpMeNsDojovZzDHkJ6x2iUkc8ssZYssu1gQp74qaKpSAjy0iVUgs0zWEEWYzg3jISyzZhN0UChYwIaI7jS9ypy6c9GlHAno1vd8PfEwRx/P1nF1hJ6oNevf8vtOMNf/wC88WsQcEf/AG/0yYPlUDo1M8wHP4wdFJDw8xkyZw8erfHNc8GqSPwdvMxJOZIWEv8AuvqlzxyrJJSBSdOPt+oQyrDajSI0huV6KCiu/e6JykJ693Oww77gv8oQKraqfPKi9T11gtweAmHIcAfncLooc1TpzkqG2uL7rJoKtv8AuS2eKPeOtxXOaOBxzEa2oXO8tfzyOJcqcAoE+GdEICE8UEcQ55a8+S/H1gqKIyxhAlrffPHZ3PfBxpJiS+Pz/DLjTfzjD6zs8C2UMwXTf7jHA0phrriq1ya4d5FmSkQTj86PdEINdGaarFVPbEQ3DM447g6rzmKZcQHnO72nhLo+s73F4Y+nUuiIawPVKosglbzCStZKLiBMWfpafLN0qGfbmLjqlmq/1r0oj0gSqrM8qs/jr3ZHGobm+L0y5+yCuaDO2OKCC+O0a1tAEgAEa2C+cTeafeP2IRrsJ7Gxxj0MAg08sA0ZhdrQCywY/wB9dVuQneQADo9+gsw6zzfachulx8yx474www17rnqlrvKCGut4wzeQSgjN5zz+1u6GXXcYvPAf8BOvOpuvlI0l2jqR5sxtkIfQfCRK3s/SvG+5KPUQcCdD9RtISBBr0hQtmKarrLCG/wBsTfZM4WQrs0YkkQkKr4+LuvzVLfQBRTTbtbStlluXRMue3aupT+olkaeyhHqoADp67Z757qHQmxRDTCIfaJHEfLUdZLb5rKdWzMKUtzBDLjzgjikaXzxPeiXQAK2f50ceV4yDdb0gquvWWlY4Z/8A3bvjvXjHX/8AvvohnrhPhx3yyxWRcDFSYcRW3gQFNhtkXo++8d330Xe9LSEEGcotkqvvyDcdfbwORbSxRkoVJs2usisIU8kcLlnr0463RErx0beaPIC8C/BM8iI0A4YMGP8ATRC2elQhBggpcHnz/MOy+PCGhvvxc7hcAks3zinRcHKD+x2L4I577yHGnBrpq73SPCWdLi46QMcNLrp/h0EagihD7BTxSCNXGQQbBn9AcBafLE9++sGF74AD7o5oKy4ONN+s/wD/AE8w8w1/vjtjqsngnv8Au8kUlUV950kEnxRRoUzU8to8f5OuW9VvQrn2cqMcjjEY0ktYxHAhippvHVNHhalk/wDnTqNuPc9TnGyzjlIJztvHPTnkW62khDOI9YNFQXICpEAwttTcWsoN/PHgzQWaEyXYeIPHwTiImCdFWun/AGJ4QmjAuqfjhvvpWlbweSon1nKAhn+SzyIzutgyhBHwAECXItvilCFNWtWVcDT/AOS+l+/RUa4ctcUmU4dBL7KI4MpZ4t+97r64rcv/AL/++CW+66+CX5Vh5hdVNkOqqfs6zWN7xy0LQMv1LjvgWlMbrz+xB1nUiReaxATE+ggE7YuHd5ZC5b/rPhcS6MdwL+yXLFTNEjPf/bbW/QuZdjIWvB9x2+c0aLv9fsQQwMYDrPSB9qXXA3/LzALnY/S4cJBAXBxjU/TNCyzYn+Oee+p67qPVP+2zsf2ZFjM/BDnSnvAVwVOJ2bOK84IQWG6ZfwJgov7Ma+ciKns9hDllZBCHdLOeOKyCWCPbzSuyDD7/ADnv/wDsII7raLsPvHUlF0U1xWo4ttCiiUzqWAUqs/NOrueLbM00pPaH5iZ1CAP/AC7BMEXcoaiNzdiS7j73vdIn1eFsjrmiv3tbla57q7Hr81im/wDEKaj94eoewJrhJ+tEMEOHD5yglHB0QUNCg19EW4oZ9AagwXOPZ5JospMANnghigkuTzcspdWslkkcL2CU1PBefohufOzAMsLGxfLEPCELfRImsk3w9t77rZ3xCYR6UV9zEXPislrvmsipw4xjogg1/riswwogvvkrtqgwxybaYRSzTcsJPNAFiujltynyymOjXtnqpNsWipQ9ImQJxVRXvSXD9YVFqPljqoz+/wBk3RG/OVC+4YoqZPaEqkQ555JR2wdbmAQN3jiUYVhkOhDQTzBiSyM6pg4CzAD0GrKMwnbTGIDESLh71RTMtuEM9JUr6oIIZGMcbrG0Z7dPHZn3nHzy7uVuTlzO2X+P3afWgQCzGGPLooWFH+ffvuWNt8Xq8+8tYn+jYqbaLYYI7/lFQoYMPMLKwFKIJLb6L5aoI4sIJr3hlPW0sMm2MIbZ4Z54N/lnMUSeRJEeyFZ6YcuaHNhnBDOymowchTd7APm+p9uH9OL1kVxdqZabLcIeBGThaoYSdxfzn9byLkRTDvNIlB4KaKqJv9/YAdYEfp0lXwusRqpkF4wXzEaYT64Gfx5i0k4pY9Md60k7q3iACYv9B5pX5r5wm3B54UztUUikCzmgJGW1qjUGEESXtrU6MA8eWevsMtuqhF/QLoKq6oJYcnW0gIINNP764JIYb56YJIILLI4EDvsbGzeMXb7b74aIfrTFM8nlKfWCab4uiudyyfpyob43Z8u/JqXlh3rYXqpJtMef9PoHAHDeLr7pbiQzwTDi+MjC+Tcd6JG5rxd5YEKmVavPP9N9McsgnsC39E+4ydt8pzx9j5nyzI+2gs0VKNU5aHk64pJ5/CcbpEm2bINMmgVz747LLpPnN7Q00sMfXnHYXoG4UiSKJWn1vo04FlIfCf8A7Tnv/wDMCkCPqny7nl+SbVBqkv8Ar4IYpIIpL7q4hBQx3b49M3qVASp4DF2Vvi7Y74Tg8cjKCFURGwZOteZpfHbSpySUrqKEtjTKwszLCPiIQQb6qdqG1LHvTZpbpLoQgRhisej00S8futXOIAlDiGYjmLaGFMOm32Cj/Gx+uWQgUEmT9xjOwovKzqsQ/wAQemhRy6NXCb/32ylJqbx1lCLnnYjB8u6iWquODNhOZ/zU/hOG5TGZiW5vso6f53KGXJVpnwW/bRu2ndF3Eo26CGePj5pVMeiSqCCCyCCy6GqCSsMIvIiAUGqfWeCC3dt5zVk4W777DD/FyJkfJLeFososYUsDxjNWiPWxHo2cXmCgAslfsEk+C7HTov295Aeqy2iCVYkMs7mcjrwn7z3YA4/cB5hjkj8qqTr15AgkO/sATfdLd2EYnFQ8PEeCmBOFWOdCH/uOYMSS0pt9Ofv+rfPV0Gfar8xJAe2qGeCGC7aZx/in652FFePxQ3YW0UI2uG+RwIWwIJerpNCWkkJjIEGaGGOrHlN8weO2KGsKCWSm+iSOegMM6KI5rBNOWV5B99Rue8cw8z/vDnLlQfwp+SerURFXS+20ONWAUB+/7+yHAjha0gW0gA8KS7LHBaXbtTKeaKSfkJAYa+etnfMEeqgQY0wjHDuD4XkGKBBe6mvj/VQLCNP6dAA1DsEs2GjUWdWF7OkmHf8AvvvnhEBeUQiz6w57MAh6yzVIoQoilttooggm4W7zmjcIoDpv6j0SgqZfb4z/AMy/hH6mxsk1k/h5l5HLYp7Ya6uPmEBhIKIKYKIIIJ6IZL5657zHFozxKApU3nWVDFepgCzgsMsMcMHP72Iau9ZK9JWYqlENiElUbp9pgGN6N+LGbn3kDQwtsM+AtUoEfgrZbodt/OpIZQkvs33TSwyZaZxHq5kz8HgBTzac/wDrBAhzeUqCkAIQX8o0QwmZilxofrn6Of8A9lrgJDPMADrcgTVbMksfSQh5AZAkvotjgohovUh1aFreOJhraNjBJUVbblvzjzt/eOrqdRfgdspSiQtilvsrj0+RUHIkjgkuokgjjggln9+sgtVb+6gb5XQYWDWJbXivwSAwwx9725/RhespWp87ZJUT0TIru+GinmmeS+V6FhU7W2qDLL//AMPYyVoWBjgrY9/brbqPLr0H8tOSQTIJpq5i0HWwb/GRxzT/ALXZUAxey0my7IEgPG+foc+hGqq7MTyZmzrSeQ0wg8c43rl5V0Wzx1syP7GBwCWiW+Wm+uqkSJpjz+5vlY/My5bEo4SpuVkv+B0SPF9NKDh22QRKyW6G+uTfLfptYOO/HjDXu2ymyiW+bqCiGZFVh4tkzed/iqJd4DPzA7zT3/j/AMFplxlUa3M4VfCGj9NxWjU1/wAaLuYeB9nJbTxuXH57v/M7nQb1TghLL30QbqJ7KJWE0N+IKLZZ4p8Oxj0Spf8AwsAwZjbrZkpmxcwLsEC2pHPFJBOti3qFVATwG37eOEAJZxQMh1Yd822u8z3oTm9MAKC6+GSKS5GAeE2n7Svo9EOr0h8shRp15rcmr8fGCGeOBbun4d82OKW6++qO7FdRJy+2HHPDbizL/X/6q+WeqHRGOQgFeD+P508aAktTyfNh5hnEzamUIVHSYDjkE4GNivd7MngsmJEnFtmZrSqswBhKzbLohpHv/Uf2SoRpwuyWmCkRR77G+qyOCenvTnmKqOGbvQsUIc2Dnk9ClUtzITfnkMWWyB8u/aIBRMoq0KGWO4sdF9Ayw60M42SMJ/M+a718w0+eCWu2mCSiZagr7PSGOD+H8b4IjRhERnA8ZrSr0SPCteKPJawawuC2yyuuGxRpNe663/8A+wwzz604ww8rntnFwVasp2PA+2asqd57C1B7UXGPjVB+Sd4WfeGq0thnNFlu8b/F+BMV/YUch9Pn28kYJi4+4SSy6Q6AIgnrZVMLjk4nJe+ww7lihkur8yTc9+0hhp2bFPINI62OJKSG6awvK1y2rKb5y5kAcXfIKgP21tZNLTeSG7RmFI94ZSjK1EPkEJnrqmthmvnuknVzsD67vtViWn6o85GGVBeFAUoPgaRm1ykiunaHNiPgPAnvsug2USdvkglv44x3z88wxyyjrqjBM26hgeotF7QllqUs+HduLO6CqIKwEeWS1A8augcVMJVv3ko+kQ47tKxYicz0PLoWEsw/4AZiNNhsFziv+0AOk1zMb88y58hgrkktm6YVFE15ohoTMXdXKGxzINlvfBKmstIauBkmjfbSaeSJImZCyUcEPDKHhyPvwiYWApfvrsZTLqgHIPtjplvrhDCaFYPHGIH5Jnv093JAQRU+x+xG6jsC18n7tzyYA5orFKguupuEOINookumhhtoz4w906lrqgGJ9GnjuqViVNpWdYYRN6Jui0/DXjHI52neEe55sLIPRD9dlS+CGSwHjWkRgG30fMXghyx3+/8AoTbmZR/66mqjKKb6A3cesNua7LYq77NlUwAJ8uZ5OGAWWGkzsLpouI28suN63gRUm0b9E3RBTwMD66l9zBzRyIXlRXWHHLDWZoIOnIbPL7L5IJ6rIb3jz6npgthdkp+EUzlDi2xyftPPa1PgFbTeUGnO1XoJ7xwJ7576CABz6J556J4JwEEP76J6P4KCN/53/wDc8/Aed9+/jd/AC++ffcgDgcgA8fc+eAc+Bdf+jBi+dBjh+BA/idfg9dhd99ijffDD/f8AAov/AB/4B2AOKP56CGP+MN8OKL4L7xz94DyL9/4OH0DyEEGGDz36Bxz58P8Ai9cgd+Bej9BBhcgf8egDje8998igBg9BdfeB+ge/8hA+/iCC8ifffeiB+AhCij/888f8dd8diD98gDj+jjj/AAHXvIo4YH4AIP/EAC8RAAICAQIHAAIDAQEAAwADAQABAhEDEDEEEiAhMEBQE0EiUWAyFEJSYQVwcWL/2gAIAQIBAT8A99bi/wBchk146Eiil/aOxcRSgc8P6OdH5P8A8PyyPyyOeX9nM/LZZZbLL9Wiiih+rElrH66Ft/rlpJD8Fllv0aK+Cul+S/DElrD663Ft/rHotZx+7FdDfisvxrclo9hC+shbf65ayVof20Ja0Sfcsssssv0IktP0RF9Zbi/1j0i+icfo2X02WWWY1b6ZSt+siWj2I/XTdi2/1rE+4nrJWh/BssstFnMcxzHMWWWWX0X4IKl0ZGlD/wDX68SWjI/Xjv8A7CEuica9Gyy9L0sssssssvS/ZgrYujLJt168SWj2I7/Xjv8A65jIsWslaH4LLLLLLLL0v4+OPRdJsbt+vElo9iIvrR3/ANaxj0g+icfroiqXRlk9vYiPR7EdxetXwI7/AOtYx6QdPomrQ/rY1b6IruZHcm/YiMQyO4vUSOxfo9/PHf8A1r0esHa6MiV/Wxrt0ZHyx/8A99mJLcQyO/p0Wi/hR3/1rGPWEq6Jq0P6kVbI7dGaVuvZiS3EPYj6FFFl/Ehv8Vf4hjH0QlfRkVP6mKPQ3SbH7MR7iHsRF5KKOxfs35o3a+Kv8Q0Ppg6YtZq0P6SMapdGaW0faiPcW49iO/joSS3HNfpDfyYb/FX+IZLpRB2ujIqf0oK2Lom7ftRHuLclsR38KR2Rb+ZFdy/iL/EvqhKmLWcbQ/o4o9E+0PbiPcW5IjuLpo7JFj+chfEX+JfUiErXRkjT+gtyKpdGWVy9uI9xbkiO+tCSG0X9GO/xV/iX1wlQtckbX0McbfQ3ypsbt+3Ee4tyRASLSGy/px3/ANax9aIO10TjT+fjXbozS2j7kR7iRQq+vHf/AFrH4IOmLXIrQ/mxVsSpa7E3cm/boiVo2Rdv68d/9c/AiDtdE40/m4l0ZJVGv2/Qoo5WUbCcf7K6KFEVHYbESIfXh8Vf4mXhg+4tckbXzEQVLVGb/rWtK0oo5SikUiitHOK/Z+WH/wBiXEQS3MnGc3/JLLKX7FKd7mDNfZ6JWcpaRzaR2HuIkQ+vEu38Rf4hkvCmQdroyRp/IoopkU+ZIURtL9oefHHeSHxWNbMyZ0PiXfZEOJj+0RnBq7Hkih5W9kY+Zu2NFyOdnMxsUhSRY32M0Xd2SlIciGNzZDgny/8ARkwuBghJy2ElRY2+iOwyO5Ih9eH+tZLxQkLXJG0P3KOVnKzlZylFFI7CcSkVqyUJfqTHhk95H/nX7Z+IlhJwrTHNsjCyMEhaTaSMmdp0iPES/ZCbkctijRb0lRl5NOEim9JuNdyGSF0h9Udhi3JEd19eH+tZLxJkJX0ZI0/Qoo5WcrORnKcpSKXQ5xW5LiKfZCztkZJj2OZqRGVoyXXYcchc4kM/9kZpk8sYj4lEJyloyeVIWb+yWX+hux7mGFijSK1zy7E33MUHIjFIsckh5ooefuTy9iT5mY8MpPYw4uRWx5IL9nEZU+0WcPGTkfrqWwxbkiG/14b/AOtZLxwYtZxtdNFHKcpynKchylFIpaOaRLNFC4hH50RyxkPuSjJfsc5L9kc4st7HNIlGUj8Mj8UkKUoEMlozOjFmdkXaKMkLRkTjIhldGTI2R3MH/I2ZOIp0xzUtK0n2ZgnRF3q5JI4jLbpMhFykjHCkUMzL/wDTuQxqrZKDkzDwX7ZDHGKM00lRPMkczkzheyHLqjsMW5Ih9eG/+tZLYtHOh5Ir9n5Yf2flifmh/YpxezHNIeeJ/wCmJ/60nsR4/HQ+Ph+kyHHY3vaFxMXsOSZZfkZPMlsNzkPHNjhKJ/P+j+RGeVEfyy3Pw2jLjlBkZtMx5E13Hlgv2fliLLB/scUyVQ/ZkyoxbiycqIzUhnExp7afilLZGPhZ2uYhHlVE5UieSL/Qqk6SIYmjlVE6SJO2Yd0R7IslNIzZ72FBzkYcCStooYzLK2Y8TkSj2oxYUu7KJOkcRkbkVYo0zBt1x2GLckQ+vDf/ADdo54nPE/JH+znj/YpIlkjHdn/ox/2f+iH9n/qxf2LiMbW4+Mxr9i4vG/2Pi4i4tD4qJ/7V/Q+NtdkPi5sfEyf7J5Jf2Kcr3JuTRHmI0zJia7ojOURzcluXpHG2fhZJJFkcrR/6GjFm5heRn4Y3YopaOKY8cf6PxQ/oWOK/RSWk4KSJ8NO3yixziS7/ALOV1uY8f8rsvsZ70xNpklcSE3Bkc0JGSKkhpKRirlTFJMlNRRkyubpGPh+bvIjjhFdkSr9PTLLvRJsx7oxK0TVI5Mk3sR4RfsjihHZaSsnmUR8TadCdswRXKLHbs2LM+ZJDbkzBh/Zkwyu0jDFxj3647DFuMglX14fUvRuj8kf7OeP9nPH+zmQmuiy0WjmRzI50fkh/ZzItHMjnR+SP9imjmPyI50c6OZHMWWi0WWWWcxkyUiWaf9n5Zf2znk/2y5HPL+z8sl+yWRy3Y13INVuTVMVjxxob5WKYmzmZuVrJ0jnFkIJT2OXl7k8zqjmbZTrTGrZjgkkZ9h3ZCDkSwSSJdjDPuQdr16JRTRljJSdIjddxWQmZYWrHFmGDlscqS7mSP9DUovszHxE12JO3ZDNy9h5kpWmQzRmv5IaxruiE0zPkpUmfzcuzHHKv0xqVnKY8Zgiyilq2Zc8Ioy5eZig3sY4PmVmKKjFFjZlyqKJtzZjhW5iarto+tbDEMiqX14fFsvTsZOLhjFx6vvEXF45I/wDTD+xZ4s5xzHkHmHlb2FKVDnkiz88jNnk0KU275iCnL9n43W5DFK9yKpHNQpWN0Zcz/sjkm9mQk67k50RmmjLI5mQySR+Vn5GZMrITbZFpIy50uyHmf9i4hkeIkRzvtaI5YvwS2M0pJl6KVMjkixQjIyYiXYXccZJHPJEc8duUtSjaMm4mRslJoWRiyjyNnMy7JQaO5hlTM2RPY7yMWGTrsPElAyRaZF0yPFLlVoyZVMkQyuLMeRzVMzRpkZUzh5Nr2csLXZH4Z3sZP4x2MbblsKKaJYIMjjUV2JJs/FIlgb3ROKUjHBzJ8LN90h4Wpdxxa2JZJJIxZaaMseZWjGqY5QS3RLLj/SLv9CML7dDkjNzvZklNumY8FkMaQ8dO0Q2LJd0SwOT7yJY4QW5bb7GGNLR9a20W5XdfYh8WitJvsZccpz7IycPkjGy5f2KUjh2c6ocmWyeWiGVMXdDSHFGXGyqZjnR+VEcyLMqe48s4vc/9LaJy5pHDoozJ0Y5tOmT/AJIx4jljWxULMnKo9icnzGBOQ8cqJYJNn/kmyHBu+5HBjiv+R4o/0fhiJV4OJRbTMXcycqQ51sYczslnhROSbdEH3McYygZOEv8A5JcNOJGUo/sk7Z+zArMsa6Y7jUfw3RJdymhf/pjnCP8A8bMeeD/VFprscRibVxQ4taQRPC2ro5HexggziNxLucMmL2aM8JPYw4ku76K0lsZotSMOVY9x8W32iiCeRn4ImSMF2sSVmJrlptGaeNf8k5sgtIR5mcriRnSMmeMUT4ub2HmnvbFlmyCt9yKpGxFolJRPzQf7Hmgv2ZOJS2J5XIx7ojsJj61VaR3Fv9iHyHGxQipMlGLXcz4am6XYXZmLJEU0KSOzMuOx80WYMlqm9OUnHsyfaWncTojlm2qF3RnxPdDUovTh9JyvsZO3cjnpmOaaM0pV2OaRcj8cpS2MGLkjpXm4iKcSe5gfczxZTRBOid6Y02+xji4xRkzKBk4qb7WSk5biSZKFGKbizLNPv0p0fllVCXMzkjCHfdjqyxSZDNKJjzwku5lxQabQ0rMfItxZMewoY5d6KUUZpqUnRHc4dfxK9p0xKurNNxRJ2xxZjxtsThjXcy8TKTqPY5ckn2TOScN0Jzb7WcjS7kY2z8L/AKI4iEVEkSuuxlx5Xe4scihMw0yKHFltD/kjJjlfYk5xfcXchw7ZDCoiXYXgW2kdxfYx/IRnnyOyfGJqkQkp7mbh3uhRcWfojJ/2YxwM2GyPNFmOd6SXYy9pEGv2csWPEhqcTHm/TP4tEoQZkilLsYaS7mTPFdrIycmZUz9mGVGTIkRnZuzDFVsV6GSNxM0abISpojy5YD4S2RxKKMmCMhwSdGDGtzJlUUZMjb0titEP5KmTg4tjb7d9L1qxRpsxVdsyT5jlkVrGVCyuqJMtiZiyTRlz3GkPuYsbk0Y4cqXwuJl2o2/ZjxuR2xxHCeR2Y8EY79yMUtjKlJ9yEIonCyMFEvS9WTcUTcf0Qg5Mx4uUSGSRZkycqsnPmZhirIIrS/AttI7i+xj+QjjNmM4fJJTRGpRRmwpq0KD7ocHZjdJdxTNyeG9hwnDYxZW+zRN0jJTZFpCyYqIZ8SZeOa/RPBBv+LFHkW5zmS27LkkKEmzHCieLnXY/807PwtIf/VM/FauJjxO+6IxrSvJWrOKx9rGqZgycrJZuWNofETtjyzl+yNrcWVRj2JTcn30aIxsXDNocJQZJ2SiUUUUJCErILHatn5sKVUTeN94jWllnMcxCj8sYqkSyWRZwzgu7ZFp/BcklZmm5T7IljkqZwzalVjimSlGCFmcpUh5eRGXPKT7MjmnF7mLiudU136HJI/NjS3J8QnsfmkfzmV3OGxlaNkpIbMsu+4lbMUGQQ3Q5kZX4FtpHcX2IfIizjFaHh7iVMwTuOksSM8ZJkZtGGaYkMpHIkzPtuPuz8MnsxcOq7slGn2FkcID4h3SPyzdkXkkPG1G2yLt0Y8apHIiMaKGlRkgubsjGqijt6eTGpxMmPlbTRaRFqfayeBorppM5ox2PzP8AseVvcbVDZKSpFl6pnNQ2y2KZBc3YcXsUx6Kyy9Iwk2YuHm9zHHlil8DNma7IWSUiMUZl/A4aTeWtOJkY8ii7Y7yO7J4kkOMv0RcomPiG6TIyvSeO77j4b/8A6PwJPvIx4cbe5liow7H7OHtLSUmv0ObHkiieW+yGrMGK2RgktMrpDyWzD4FtpDf7MPkKjLBSRPHRkgYZ8rIu0JnEKx4nuJuDMOdyVMUkyh9jO7WjlJbMhlb3FGEu5lfejHCDfcjgg12Ml42SzzaIS/kjG04qunkTK9TNnePZGXO5vuhzsU2j8sq3LLLLFX9k5rZDkyNs/kt1Rz6SG3Q75RPsjdEmqYmY8POm5bGRJaRm0PLJkZM7tjWqi2YuHcmrMXDxh+ivgOaMzjYrexDm5iULiY8fLK6HJLczrHLZixJvchBJbjSKiZIoXYx5aHnSJ529h5cjIKcpW2zDFRRnf8SEOaZCKS0lKKXdmbPHuojk2xEMbZhhyrSUklZmzOTohjcnZii0l4Ftpjj+9H9fH8hDMpkdMwcj3KpHMNXuNIy41vR+RxFmmnuYeKlszn5hwUkTwMeKVFPmKyI5JSY8ORd6Mc8kHTJRjliTg4ke5w//AAvaljjLdGfhlTcUShT6LO9jZb02Rw0XKSOIjUh3fZH6f/8AmjqhFWRJR7bkItujk5cJki3IaKZysxwlJk8KhFP9j0hjcjk/HTZHinF7IxZFOKa99szcTy9lufmlJ92crl3IrlOen2MeZuPdE86jsjJmlL9nM2KTISkxySJybLGJi7kca/bOTGQ5NkKLoy2+xixqPdk88YIycXJ7OiWSct2RTY1RHcwIrTiMldiMZTZiw8qNvAttMa7fZx7fI/RJ0iXdmWDLlEjlyS7WY4yW7GyKZkVoyQpixyZDCRVITLHQ8MWxxglTI44bodDhGRHHymZps5HZwz7e3knGK7k5Ycnb9mXh3Huhxa0xx5ifDtRTSJxrRIhglMw8PyHFRd3RE7pDY3b0U+xGpMaOHx27YoqjPw6a7IlgmnsY+HcxcDK+7JRhiVLcqUzJiaZymGXK7MzUmmYsLcnRgx8kfds54/2c0X+ziYNu0iMafcU1ykpSf7I3ZgjzLuZeFlLuiWFx3OQ5H2VCjyR2HKy+yFvRLH2FHufjdWhqa/TFGYnNPsYskn2ZRmyUqRy5JvYjwuSRLh1BdyOOzJFpkdzh9tJOkZLlNmDGkk2tH4P0RVsSr7MPkPYyMSJRRmgQmoshLmXYUWUMyqmKTRHKiM4v9nMtcuflVI/K5MxTaZlla7GBy5qZPtEf8pDaijHlS7kMkZbPz10UUUUVpRxONsjB8xJ1CicbYsaZHhny2jHkcXUth8Phy90T4DG4keB799iOGONdieaMTLl540KKHFcvckkcokRiRxfwuh9mRlRjzNMhkjNDhF7ok4wRPit0PJbIzjGHZ9yeW90R/G9yEMUtmZccVA4Z1Ohe4zNPJ3pDeVkZ5I/s/K5InJpmFc9KyfDO0zFhbb5kRiorSWKMt0fgh/QsEEcTRV2KDpGHEnuieP8AjSJwaZifehRX9ChH+j8cP/qKEVshnJG7Elpml/IxGZEItyMMajpl2McE5WIbLt+D9EN/tY1S+Q12JqmWJmVWnRKNMwOhSOZM5bOJVGGnJJongPxT/shCS3YuyMvENdkScpmPFJPYrsOTs4cmriRw97ZljGKKbMb5H3IZFIXsZEq7i7zJYo1baMjwxQsiX/KI5+3clNWQ4iceyZgzOW7LM+auyHzSHaIS7kIwnjozYXFjEcPicjKuWFIm2Y02PFKKswzcJdxSTVnEZXZJtijI/ki2M55I/Jkaq2cMnzWc6Qmn7eTIoonnYsjluibIJsnB2cNCqKK6ZOkzL3bOV9kjDjvdEYpFGTDZDC0yMVR21zzcTHlvsxzSJZrJtyZh2Jw5jFhpiVLTK+xiTWkn2I9aP0Qj9rHt8Vay2JmWTTuzDO1uVZmgW4mPN+myEYvvZVHFowf9k9hykmPJNC4mSRKXMyLpkMlk8lDmQyyi+zIcY9miWft2JS5n3ZHHexkVGHmUkRfbxX5WZX/FkpOLsnmlL9neTORn42+yHw8qspowycWhT5ok+8mQjBRRlirZyHDKkZsfNEyYpW+xjxytGCHLBHE7DinuQUI/uyeVNUKVyJZFGCpjuTOVpnDKMlsTwQktieNwlQ4pxtEl3MHJzLm2EopfxMspcz7nDTb7e0zirsgm99FbMGJ1bM2GV2kYMdRVrpssl3R+GIsUUJJa11cTsLdE5MiJNvYhGlomKQhxTKGSZDrQtiL7faht8iWw481nE4XGyDlFmHJZJKSMypn72MeaUSHE7E6yIjicZIlSjbY82OxTxtGSKlscjsUa3E6OZyOVii2YsD7WjJCkPmsU5ITUtxcsFaHml+iGfJzbWQbkl47LL626Rm4jvSMWSUtzPCNWSMcRd2kY8KSTMq/ix4uZksfJ+yOSiX8iNpEpMgm2YY1FWOhwwy3asjjww2o7GSCkjJBpu0K7oeKXLzDLZimou6EoZF2SIyx4uzYssWuzOIknIhszIjnoxcVOP7HNzZwsGnb9pnEp85GxKzFgEqXW/LJ0ZXaEu5Miuwk7I1WnKzYU0KcSxslNWQdrwLYW2r+vD5E+6IRonBSVGbh62RjuMhbGePcURQtiwTS7IhGSOS0Z8WSTP/JPdi4eiSjFURjbqiXDtIlGjHG2QwpruLDFfoSocUx8MmzLBRRFli5DHkgnsQaa7ejZZZPZmRSU3ZDieSLSXclllPdiRClFuiLSkTzRhBH/AK+Z00Zc0VH+O7G5TY4SQp96McU4EoVLchBJWTzyi9yWfI//AJM/LNbMWef7Ys+T+yE8ja7mSUaVmL8bkjPlxqFCfMyGFNdyWGu6IpwTMjbluY8/KnZKbmxR5cdnK2mxxVmHhOdc1mPhIxaYope3xMFVju6RgwvdiVerJGVdi2mOVmNWOBFCQ2v7JpPZjnJdj8tC4tpj4u0SyczOGkqrwRFq/rw2+ROVClek4poni5XaINtGdEUJ1Ihki4nNFdyElLYaHAlCkOEpSMWGhxTRlwr+hRalsYrpdOeFohjJxaYhnCt/34K8uXApk+E5U2bSoUf4KRDvGjI+Vjm5VZCLPx2k2c0YN0PNFppoklzWY83LGhycnuYIvlM+BbocGNVpjg20Y8UYruZ2uZ0KfKSyNvuK7OeX9mLK0+5KClHYy43ewsUmYsCj3kSjGXazNUMdIim5HDKoe7lhzxohw3e2RSS9WV0ZOIlB00LLGa3MnYTsw7apmSNo5XH/AOQyQlZyvThvBj26H9eHyMuxil3oTGZIsxonG0ciRLchNolk5jh9WrFBIrRxTPxx/oUUulqxQiv0ZMXMTi4Mc03Rw24mX468PE3yMe5hpwIPGnVmTh1Puj/yyvYxcNy92Z1SJbkMXOT4acSScSMjDncdx5sU1TZkr9MatkYIhOEKZPim1SG3I5WzHwspEuHUI2SMUZWjGv4oljjLdCxRWyOJtR7EMnJKzJk52YIXNdiKpfVzwi0STi3Q3JvuxMw5EJrWcmPRxtmPHFK2Pk2JYk9jBCvBDbofscpynKcrKKK9mHyMitEXUhPRopIlIoyIrvpw4vQy41JEsVTujh4qvUrTKrizJGSZDNKHarsxpzkiEWkr1yw5kPh5X2Rhxcu44onw2ORPhIrZjwrZNH43HdloaVXZaIY4P/5ChivuyGCEtiOCEf0KKQ4polwsGyHDwiytc0OaLMmGa/TMXDubVmLAofKbo/IrE78Uop7mTCjJj5ShGCbfYWmSSRdsa7EYdyS7EUmUYutEF2+BRSOVHIchynKcrKK9KG3yMsqQ8isxZU0OaJZ4ofEsWVt6SjZONH7OHF6MscZbojBR29ZqzPwykrR/5sjdGDhuWmxLoro4htRdCc26snCSirZVbFyIpMjhThdjuzhf+fC0OCYoJfLyTLMT8eRqjJJ3pKHYxz5WY58yJz5USk5WzGu41FRFuS2Ix7jRi64f9C1ZHd/EpHKchyDgcrKflht8ji8zUuVFtibQ8sjmYrI2QutM2wnTIZq2MUnJfKpf0V4c+Jyj2G5wlsPJOe5CKaI41dsyVfZEJZNkYsE5O2Qgor6uSVIemLxSfYzuV/8AVjLF3Q1RhnTP4SRlUVsRTqzJlndWYbfcyNmNkkY9uvGu/RN0iPy3E5DkOVnKyuuG3x2cTi/m2QxWfihs2SwQrcljcSOkGyzNkLbMOOUmjHHlRf06JYYS3RPhcbTpDg4Soycv6OHwKbuQsMF+hRS+qzJK3olbIKl4WZ3kvtsSbstkI2OLSJKV7EbsxN8pOVsw8jXcycJGTtH4vxxJN2YoJomiC7deJdE2R+fRRyjgODHFlaQ2+Ktc7TnRCPYyxIpjSaOWmSRjkiT7E7bMcTAlS+u5JbmeULtMhON2zFkg0lH6+SdIb0gu4vCzNbHRGNuiEFFdxUySVFNyMeOTiZcfKxTae5h4inUjJNNdmcrkzEqRNEdupEFS1bJu2Q+pQ4ocCPxVrmX8xXymQT7n6OdJ9ybg1aIx7k+y0UjFkZF2vTnMhP4LZxPM12JdmJbnCxnzK9hfVsySvREI+KWw4Tk9hcOv2SlDHsiWWUpEJEpWYsN9xKkcQ/5HKRgrEndGKCS7o7FLrirYtZbD3IfJrzL4q0ZlVyIrsZINjjTId0ZMMmyGJpdy6Zmn/RC2NURk0YZSfpMnuQ3F8FxTOIwx3SMWG5kYpL59nMjnR+RH5EfkQpInLsPSEbYvHRJWjLFq7O1nPR+SmQ4mSVJGOcpLujP3kRh/FsS/kY4FqKJ503SZDuuvHv0PYluQ+uvkT/6IrsTVoyRdmJ1InNRVk8zFcieGSojGiSFGmYGXQpp+g9ib7kH3F8JxTFBL57kczL6LOZjbelEI+biNxrchFyJYZV2Rgwv9kqhEUXN2ShUR2mYcrrucTllVIx25ox/8rrxrtfRLYluQ+vH5DirvWcFRKLiyTbRRj3GriTdHPbMUechi5WT2FuRfbzy2J7kNxeavPRXt17E2N+OMi/Lmx33JKmYIXQoKkcqRkuTo7QRkzTlZF3uiKjRldyOHxJu6Iql1Iiu3RJj3I/Xj8VasyzcSPErZoUoyROCZlSTpMhEVqRKUqJTfexbnDaT20xvzsnuQ3F/kGTl0X4UxO/JkVxJwfMYOwpx/stMaSOIyK+zMX8pGWFdyGaMVTOzkYHClT64ruLVjY9yH1nsR2+KtZbmeLaJ2YMjTpslL+JO+Z2Ypx2ZKKIJNdx8OiePldHD6MluY36E9yG4v8hN0hvovxJid+NoniTY8brsShlXfuQzzg+7J8TKSpDje5GagPPGfZk8fa0czMEv5dmR26se/Q9tGQ+s9iO3xELVjVozYiPZjyxUdyT559hx5DFkUuxGNaZ13MC1mqZB9xeb9E9yG4vHfRZZfgT9C+uy/B39Zk5egmJ+LNl5V2HxU0+5iyuW5cTJgxS7smoxfYbHjnLYWOcWrRgUWu6MvCwl3RDE4SIbdWNdGRiHuQ+sxbfEXRJpGTPTpE8rY5HdkGosyTjLYhJxdn/qfLVEZzk9xRcl3IRUVrkQnTIO1557kNxbeW9a8SfnXQ9EUUUL3JMlv6MfDLYyTk20cnMY2ok23TOeb7CxZJS7ohwq7WLHFLYzdpHDtaSSsjt0ogqXRkEPch9dfEXRxDaToqUpEeFnJd+wuDX7ZkxRguxKLZ+KS0xxjJpMjHHFGXK47GLNJtWyLtaSXYe5jfmZPchuLbypFV5V0vReVdT9rI+i/GtUxPwMzxrukY4tvuicX+jHa7MxwTK0Zmg2Y/wCLIu0ODuxdMVbF0TfcQ9yH118RdHEGFK9GZ526MUbZ+OLWxPhVK6Fw0sbJcw4unZFd+xiT5dHsTXcxvzMybkNxbeNiF42IsXS70XlXvydIk7fmXQhdeTOoWiXFSFnvci4vZDpLYj3kQXbVkiWKzGnFd314t+iTpDdsQ9yH14/EXROKkLEr0y5WuyRyuTMcKFpPYnNpik2Kk7IZ4Uu4pJ6ZERdMj5WZNyO5HbxMXlelC6Xoul+Be/kfmQuiC8GXApmTh5xI45L9EZuBHLfZkMcd6FqybSHnimTz3szDkk5K5C6cS6Mj7aIe5D6/7+IuiclEfExFxCY3BqxSiJayVk8ERuKJ29iMG2YIuMaek12NmY5eVmRdyO5HxMQvUvvqnq34VpfuSdIm7flXSiKpeCeSMdyXExa2E1LZEoyvYwY033EkuhnEzaHbZhwOZj4aMe736sa7dGTRD3IfWYvkZcfOT4ef6R+Oa3HNpULJJSMGTmS6JrsZI1LsQX9ojPHF7EJqS0lsS7MxeVmTcjuR8dC9BdC3H1bITv4uSQ/KumC8E58qMkpSbI45PvRDs6IRi1sKKWy6XscTCViXc4eUVuJp9K3I7dE9EPch9Z/JY5RJ012MsKbOWVnDQkt+hjxxMtR7Ipswtp0J6ZIkHTFLy5NyG5Hb1FrffV6LoQ9UMQxdP78dapj9CTJu35kLVEV1ykooycREuxZGlQnbMP8Az1My4+YXCq9ycXBnDzvt0wVsWrJ6IZD5reldchfEXRmmoonklJ9jBjm9zJgTFhSZBx6WZ3/Itik4mLLZZPYW5Hbyz3IbkdumiuleFdLvriPyfvRe7kkP0oLrk6M2VS7JkYR/bKSQ0KLMKqPVkyKKFnm5Ee6M8TB/10449EmS0QyHzaK8DQviLo4oxwTkQSSJtUZZkckk0YsvN+uhmeHey0OcaIZHzGN3FEl2GqZB9vI9ie5Dcjt414f1oyK8KH0LWulaLxq9H55Mm7fnWqRFdeWMmqRPBlsuUT8jaMfNJkcTIql0sz4pSY4uBDNW5OfMjDF3fTj26JO2PRDIe22L2mL5GeKaIKpEm1HsNyZ+NtkMUf2Rilt0zxqRk4a3/EXCTvuY+Git0JJIZPchIXjZPcg+5HbxUV1MXha6V4O96LVdSH6+Rj9BaRXhcUyWCEt0PhYEMMYbeCWxNpuj8VijSMa7dC3Irtqz9j0QyPuL1b6LGxfIyd0yv5Em0jnv9E5mDm/fXRRWuREdyO3kybkNyO3oN9SQuh9K6K9Oy36UmTlfoIQhepJWjInGTOZ2qI3RDogrYtZ7CHotI/Qei6GL5E9inY5Q/Y6exHC7tkYpdVFFFFDJrsfsg+3kybkN0Q9hFFFHKOIosa89l+HsX6OR9vQQtIr1suK+5BRi+4qI9GNdGRiHoh7kfqsaF8iRmyqOw8jbOH7i8lDimTwJ7EINeSe5Dcjt6yRXgY0NfIZOV+gkJCgJaV6ktjK6kYJp9rF0Y10ZNxD0Q9xfWYvkZ5UicrZixOcjHjUUvQY1457kNyO3rJeNjXx8jH54wsWMUStK9VnEwpsxOmiDbWqIbdEtxFHKUV9d/JzqxYFfcx44xXpPx5NyO5F9vUoS8zXxWzJLzIhjbIwr282PmiyMJRmQ21juLVsaK+2/kzVk3ymKVroS8ll6UUikUjlRyDTXRkFuQ29RerXvzdIfjSbOVig2QxCil6bZYut7DjbI7awV9Dfya9R/JkZsiujA79pxGmtMgtyG3XYmWWX7LRRQoigcg8Z+McGivbm+ujlZHFJn4JEeHZHCkciORepQ4iiV1yF36Mejet/cfyc7pE3cjhlovHfmasaoyiIbdaEvDfqUV1uByj07aV0LooorxMkiiiijlFhbI4UKEUJIr4WWdGJ2tUiHZDl/gGL5HEujdnDKl7jVmVC3IeV6XqvdaGiu/UvRkXpQoWRxlfGzs4eV2tEhL61eRi+RxSIw7mGCUV0WL2MkP2URflfQvgSXoJdctYqyKr5HEXZwy3EL69+R/J4m6McbkiCpa2WKQn67JwpkV1LwrRdV+pXXJeJD8bGiKsjGvk8Qjh7F1v6Fl+C+h/JyK0yMUpEdtGN6xl7ElaEupeNdNikJ+BddeRrofSh6LxONkY14X8HN3MKpC0chO+h/dl8lolBpkdtJdMZMXrtdS8a6GyyzmFMT8i8slqh+5IT+Bk3MWwhsZF/4GS+VWsuhEY+w+peB6rVjfSmKRfjvoa8DGtXrer89i6p6X78o2yCrST1i/wDAS+a0VoiEfZfUvGtZMfXYmIXhsvR+F+F+ZssT6prVe+tJaw/wD+belEY+2/IuhayGivAheO/Ex9KffV+VuhvRCfTPbVC+BLVbi1a+3Y/mN6xXuPx14H4osXqvqpXoh+WT6I9MlaHomJl9bZzCd+tLohq/eX+GfRJiZFWJV7j9NrovSyyyyAvWZZQ+hD8jHvqhMT6ZI76qQn1sQvTUbFGieqRH4KX+KkRVsjGvea9Js5kWN9ePqXovxPxMeqER6Wh0PWLE/AvSQhkuixPVr/TtWyEPoy8UOpdK1fifXfkY9UIXVLoRF9dC9JbiGS36V0N/6aMfgP0mh+GHosfU/TY+ldUkUPVMT9lC0mh9K0kxsUhf6NL4LfptFdaQupeNj9poa6ELpkzmJPVCZZfsJ6SRLVMsTLJPWL+x+/8AQNdcV7T9N9KfVPqXtUIbJPv0WWOQ9Yf/ANMtdUfafpsofQn0y8S9ZaZJD8URf59i+xXVH5zY30IXQ/hZHfjQn9f9/wCFfvV0L236cn4miiivdvSfTXWhP/fJa166ejRRQvbfpz1rwv3lpNFeRf8A9KUyiiRFdFC6LG/WfpyXlor3L0aGvImL6r/wr9WhRFFCiJDonISsSr32P02NfKT0lv5EL/a0V0PRenFDXROXYdtkV8F+pJfLsoorxxf+4oooS9NLqmxL4LH6rXzGzmL8SE/9n26L9VCF0Me4tUhQOUorRsv5r+Y0V5F/vaOU5TlHAcfEkLpl0JCXRQyX0Gq+W/Ihf7tIS6WiUfAhdU9ExIjHqaHrZfnfqPSxdTRWlfIl1UPrX+6XW1ZJV1oW3RYyTLId2RSrrbHo9LFL4T1XXRXyWumihrrX+7sUhO+iya611SY9Me4utj0lrEXpND8z+rRRRRRQx9SF/uuVlEXXTIfVHqm9EIg+3U9HpLVCfjsvraKK8b+staK0lsPrQvuJfcRCFoeMcaIvoon1RXSyTt6IRj6paPSQ9IkS/E2J9aejiNeN9a+chdLQ1rRWq/3CMcLKoZMXbpn1R6GS2HqjH1PoY9EL1FpJDXifWuu/kLqcRooooooor/box7auhoXRPpQi+iW3QiDoUr6G9Hqx6IXqLRjQ14GPxWX0WXqhL4a6miiiiiivqv8AwaIbayKfSx9EOqW3VBiZY5JDlej1eqF7DQ11NjfjfRZeqQl8Rf4Fr/B41bF26H1S31lIxt31S20ooWiOdDmW2LR6seq0r12h6WWN+V9aQo/GXkfjssv5D/wWF9LZfTPSTP2Y11S21Xgb6XoheReVjXQ15aHE5GcjPxixo5Eivjr07HMeU/Kz8jPysWQWQUy1/p8b7i0djskLpktJsRi26nt6D0TI+xYyXQ+iitEJFfRXmfS5E8g52W9LLLLFIUxT+K/8BRF0yDtasmJifRLYZMow7Lqlt6EtER8iRXivVj1q0VWiRRRQkV8S/MvRbHMnkHKxaWWX0Jil/pFFscXWmLboyRekX0NE9yaGYduqW3oS0RFifiXoS1RJCRXx2xssXkQvNZY5E8g5tl6IsbLLExF/Hf3kRcUic77aQm0RyJiektiW4mcxF2UMluSQ0YtuqXoPVMi+m+leZaS1RXgfwZPReVeZssbJSJPossvSxMUhMv4z+AvarSxdDFpHI0LIhyTRLWDL0mhjRj26peg+iLLOY5jmL678i0fQvA/gMei8q8rGNkpEpD6G+uxMT+K/ap9D0Xspoci9F0PpTHrZGWk9GiGq1foPpsv1lq9V8iWq8q8jJFkmSkPSvJfxXq/Yb1lovYY/JZfShMlrHRi1Y99V5H1JFFaV6K6Jax+RPWPlXkbJMZN9L/xCHqtJaLRes+tyLfUi9L1iyWq6a0ktV5GihxKFES8tFdFFFFFdElrHqfwpvVeReWQxsk+h/SfrxRKLaKa0rR9CYvSZfipleFFC7M7VrHrl6NFeovA0PSPU/gtktV40LyyYybH0P6T9ZESGTk/Rkak7orRl9KfpPwpWRhZHDEeOJONPw0NdEet+9RXWuh9L0Qhav3LLRaLWsn0LxoXkZIkSfVX0X60dJTo5r1fQ9V52xyG9F1xQnQmhyRN29KOUSGkUKLFFldh9C62P3a8j6XqhD9yUqHNnMczLZzHMcw3fQvGheSRJkmN/42OkkmUlo2PW9ULzNj8cWWcxKQ9EdtVuR7I3JD6F4JL216b1i9W/aZLyLxryyJEvsv1YaScdGx6X1J+VsvqvRdC6HotLLFuJmw3flY/YWi8r6nrH3WT8q8S8sxkvsy9WJIrvo9WLVDExPyN+i+pEUUOJQkco14pe0uuxPpfU9UIftydEnflXiXlkMm+t/SfqobL0vVi1s7vRCXibL6uZeetEQkIY0KOkvFL2ELwWIXifRH3MnnXqsbJyG+p/Tl6i0Y/EtE6Ex14G9H0XpS614lpGZzaR0l4pewvEheKXQvckrGvNYn6kmSkSlfW/qS7Fs5mJnOiyyyy/Ix9FarmvRRbK0bLYvK3ol4F4kULREdJ7C8LH1V6KF1vRdK6n0r3JeexS9JujJMlJvosWj+rNapDjYl08w8qQ+JgnuLiIP9immcxzHMWWJj6VG0NdCb0b1T0rociyy+ihLRdxxa6e96WKRv5IPSb8TJewtL6X1rqfTzHOc5zikX6FllllllkvRT9HJOicr6kvrsaK8E6irZxfFO3FGHHmzP8AiyEXinFZbojkhGSUZWmLpTH0KDaspo5JDWmKMH/0yagn2ZJr9dKZZY2Xqhl9Flllvw2X44lklYxeGXvvyvwULSzmFIUkX4pMssv10xeaT7GV9a+xJdSRWnHZuWDSGnN/2cDwkofz2MuD8qpmLhYYzsvFDI4n5LHldUPSKY0x9TZzDfRFpEpJrpjRJdT9FEXpOIvDL10vA+pdb6q8NsUhSvwT9tMT8jJsydLYhfYa6Ur1a7HEcN+ZmHgcOP8AVsSSVLR9FavoStkcSasmktce5l1hFPd0ckf/ALIcVpeli0roesbsaeqsWkuteNCkPuONeFj6F56K8T6l7CF1z39xMTvxyZNknb6aIoWrH9VroWrfaumRFsXTy9h6wi2zHj/iZcbT1U0iUnLVRY4T/sUZn6poa0SPxyO6eqaG70a0ResdZepZzX4pL0aK8b8j8C8cfBPyUV6EXQnfhomZJIfVHoY39Z6oZfRZeiiJdP6Jb6IwxZFOjKmOEr2FjbJQrSmRxtmxKR+ajnUhlERXW5LViKGihRej0Wst/fY10LxUV5X1LwPoei8cfBLfyJFHKjkRyIcEcg4+OMqE78DkjNNUSlb649DGP6jY2WWc3TfRYn0vYaHGyMTERVo5Efjh/wDUcIf0jLjiyPDuTFijDclP+h9xxsljYrQu41p3LOY5tVokxQ7EosoUeiXpIflfuPqXU9H6MfBPfxoXXRKHiuiOSiMk+ubMsnfWiOrGP6dljfpIa7aURVkEkQ0kyeWiEZTfdj5YIknIyKhMsT/smotWmLto1pRyHIymUxISEkRHGyWOimtHpL0kX5miiq99dT6nquitK1oXWye/jQvDKA11tjkWQnRGVrqyyJO31ojqx/SssbL8tFdKHLsWjlIQZGBFaThNkcFd5MlKEeyP+mJGTE5EsDiroob0ZGSseJONoarp7aIRHTsTSKKKH5F4FXnaGiiivaXW9H1rooryMlv44+OURrpslIvRMjJojNMvWb7GSQ31ojqx/RsbLL8aQ0JeB6QRGIlpzpHPH+yedd1ESbdsTeyIxZPLGBGayolwkWnTMuKUJDEfj7WhZJxFO33EoMaS2ZRR3QhIjBlUNl6UNDJb+Far6q631vRejIfjj42Tj0zkWXohEXRCZemSRN9x9aELRj+c5nOcxZfjS8lNkELfsQXYQ1Zmk4s5m+1kMaFEhjSdsyZoQRlyczMWdwMfEQkZoc6Jwpmwp0SjGatDg0IodrXHj5hYlHRjvW9GiW/hXjXzV1v2pvt5IeRolGtW+xKWqYtEJkZs5uxkZLrWiFoxj+YyS81C8imojyf0Ysy5u5CSaWk58qMs+ZkWY5oTSMvEJJpE5uT0QpNMxZ3VMzxT7oaHESaO4tGJFIg2mhO1rIt2IrSWxLfyrrXzF4Ho+p6L0JvyR8skSWk2PVCFotOZk5D8CELVj+bJD9qTG9MOZxdNmPJGa3M0OaLJKnoptEs02qscm9L1TMCjOPdmbBXdEUrpjwurXdDi1ujlORjg0UyGNs/CkVpKaRLLYnYmWMZLwroXXH5iXgfiXoT8kfNKJJUTl0oTELRkx9aEIWr+fKPtTeqI5pQfZkOLuNMnNWKaY9X04ZtNHaS7mXA13RHJOAsylvEvGx1+mSVCasjliv0PMhZYsnlSXYlkbLZFiejs7k/UX315pMb8aF5mZexLfrQtGyXgQhdDGP5jdF2OJylFdV+dkuhkGPuRjTL7C606MWdpkJqSOJhfdIx422TSicxGLmR4eVmSCiyTOYb1TIlimkPImiT9RfLS8T8S80346EvOzPLwIWjGPrQhdDH81ilNZartrWlU9G0TzST7M/8AQ0LiRZlVtkuKpizyauh8VRDiYyIzTE/A9hj0XQnQ59theC6MeeUf2Y+JhNVIXI7po4iHfsRqzHKEYk+JitjJl5mNti6VJobHIiyXhX1l4n415GSfkXoZ4Maa6VohPRjGPqQuljH8xnbqZkJ7nJZ+Pucloli/sU6jyopWRcF3tCzpGLPGTE+meaMd2KdkpPVtUKn1Jl+FNoWaa/Y80jnZ+RjlYxPv0LVvRD8S+ovE2X415JD9yaVGSPca64iiSQx+BC6GP5zXVmk40KpQRl/75ST5Oxzpdx50tifFSfYhmUXbJ5pSdnPK9xZJHCtNoiuwtIq2Tgkh41KdtDSih6sUa6qEMsQtH1Ia05Sula16q+Q9V1vR+zN+7kbonuUNdWMjVGSKqxj8CELVj6V8luQm+nJDmRD+KSY1GWRtruZuVydDUiQ6su9MXDSybEP/AOPuuYw8JDH0Y9zNksjV9yTQ9Gxl6rVs5i9K0ZWqRRRWj3LLF7i+Q9V1vR+wyXu5H2Jb60UVrF0RkZJDH4lqx9FMS+Q+hC3ekhbGX9jJmTRCP/4/Z9UTN/1ER/Z+xj0WqHpLRCF0PRdMtV4n6UfVQ/SekfFLzrwse/jXpZtH0PVCJavrQhasfSuv/8QANREAAgIBAgUDAwQBBQACAwEAAAECEQMQIQQSIDAxQEFQEzJRImBhcQUUIzNCgTRSFUNicP/aAAgBAwEBPwD18vA/P7uuhHDTvYSWj0rTJCxxa0Y2kPLFH1U/yOf4ixOX/wBGXkf/AFP932SOXO/dI+lP/wCx9CV3zs/06b3kxcPBDwQ94oWKC/6o5F+BLSimcrOVnIzkOQ5D6Z9NHIchyHIciOQ5SiiiiiiiiiiiiitKKKJtWWWWYlsUUUShZGNFFaNi0WiRS0SQtZVyPf2OGWz/ALKMa/3poybQl/RLz8tLwP8AdN63oxGKfLJCkpRTWqSGrKZROFjgzkORDijlRSEiijlOU5TlOUo5SihRFErStKK6KKK1orSiiiiiiiiiiiiitcj5YNjesd2RVIRT0ooSK0o5RRbORii7OV2cgoCgcqIws5DImos4XeD/ALJRoxf80zL9kv6JeflpeB/A3+yb099GUxOjhstrletFj0oaTHAcTkOQ5TlOU5TlKKKKKKKKKKKKKKK0rSiiiitaK0SsoooorSihaUujiZ70vC6MELdm2l60UxJkYXWx9Ne6PpI+nFCUW/4HGK1SdCT8DiK0c21GRNwlucJfIyn7mN/709jLFPHN/wAEvPy0/A/3Pa62tcUuVkZWlr5KFRRy6UUVpRRWtdFFapFCiUNCoaRRWvgpsRWlCSQyi0Poa6eVlaOLSbZOVtvVGHC/pqvcWOvIsB9N2fSPpbCxUKCQoCpPYSOXY5RqtNrKbPD3FuN37FI2ZOP6Jf0cI2sbRX4MV/VyGW1jn/RLz2q+Mn4H+7H5ESVapnD5VVF+NGPXx0UUUyijlK0ooorSiiitKGtKNkVZWmw3rRTGUxIpnK2xY5P2PptMUDkkLHJ70OAoN7ULCfTIwVH0kcfNwhGC6MUHkyRj+WLGo0ilRRyC2GjycomUrvXx7lvSSQrFujavBWjTMtrFN/wcLX0ymlZiuWbI7M1/Tn/Q+jcXRfxs/A/3PfTIgvBLFeNMkq1wz5ZITTRS0u9djYpHKctaUNFdVFa0UxJsqvYUWcrFFiiKJyNCiz6Ts+kz6boWGkfRbFho+jYsFo+iLCrPoxFBHKKI4oUEUciRSHRypjVCo4zKsmaTT2TpdH+MxJyc37eCtNi7PAhoVFIos8laVRRSEv5FEdFobTM1fRmcKn9NE915MF/VyGdf7cv6Jeemy/kJ+B/ueun3IMhX01sZsbTeiQnTOFnzY6fsUOKHFoSY0JDv8CPBdlHKzcplMpig37H0xY0ODFA5DkFj/J9EUKPp37H0hY6aPpocNj6a82cls5I2ckfY5KORX4Nl4LN7KPGi0YtfPgSGv5KZRRynFzWPDNp71Q9UraOHxLFijH3q2LZnnco5dEtKvV6NikzyhrXmHL8mxsZm1CX4o4VXiTv3GtjCv93LX5Myawz/AKJeflp+P3a/JAxq4Iz4rjaJKnrgyuEkJqW9jpFFHLscnuOJyigciORI+mmh4xQYoI5BQQ4CjEURxSKoVabFn9+ChVXk22pFIqjz4K0plPRJIdCKKY1rsWjZj02rwVTKGI/yWVuagvbo4LF9TKrWy3Iw2P8Awspl7UUNVo3RtrQ47aX+TybiHT8I2RaNmjOl9Oe/scNtiiN7HD/fkM8W8UtyXn5afj92uW5AxJqK3KZxGPlm9tUcJk5o8r9ikyhoQ0JCRvokWtEqGhDe/gTY3scu1lMWjsTi1uKOqLFbGJjI+S70SGh2Wzcpj/sX96batro3/BRJ8sXJ+xnyPJklL8vVH+PwcmHna+4QyqHelV5GxbDoRsMv+D9QkOq05t9hu/Jao8jQjiFWOT28HDJ/SQ1scP8Afk/szt/TkPz6ZRfwE/HxFV8retd1+SBivlRRxMLVklT14fJyzRF8yGmmcxf8FCSEMXQrPc/mx0U0tixNl/kVWPRDsSEhopaJFIqhbjpa2Wyy2hOzYaEU/wAi/soouvbWyz/I5uTCorzLowY3kyRj+WRjUUvZI2LRRuUxlG49Fq6S2ZYm/wADp6bMoqtKOIT+nJtbUcK/9mNEvBw1c2S/ycQm8cq/A/PYvuKJSRz/AAE/H7drrZfYfkxLwQ2ii2SjaZmhyyeqOEyOSpvwUUPRuhOxaf2bm4r1qy6Fv7D2LloqN7LN6ssTN9KdG5v51pCNj3LENHLWiRdPpYyy2Ucfl581LxHo/wAZhuTyP22WrbExiSYynpv7oVaVuW6aLeiX8jsab3Gba7/k4qX+xJOzB/wxLvycPTlk/sz/APFMfnsV2VFsUD9KHMt/Az8fu1+TD5Rj8CWnFYrjzIap68Pk5Joi00mmUxWM31Wir3KE99hxfk5RUtadCVeWW6FuNP8AIkq8lMVaX0WI2/I1ZRyiQ09EVZVH9mxelFnkbSKTEnZmmseKcvwibuTesU20kcJD6eJQrV2NFFPS2XQrZWtKivY5YlG+lLzZb/AmPfZHK/ycV/wyOHr6UUl7El/Bw9NzXvZnT+lLbwiXnvqDZypHMkOb+En4/djPcwrwY/CLejfNFoz4+WT1TpnB5I5I8re6N/BVactKxUUe22jTsTP6YrLRWm/sXoiy09P0mxtXgpGyPIkUJFFUvIxNlMZstFeraZet9P8Ak81RWJPd+ejgcP1MyvwhRSXkWxaLRejs3EOxN6WeGWy3p5GOi1Rer38HFWsL3MFfRieTh1+vJ/Zmk/pS/ol57S0ojA/ShzHJv1Fd6f2/Cv8AZDklIw7tEVsihacVitcyJKnrgyOGSLQm3uW9ENX7nLQhJItaJpjjq9zcVHmrP6KRV6LRcr1poRT/ACOzc30TodissYmMTGlrv0NlnG5FPPNrxfR/j8PJiUn5lo3/AAIZQrHYhssoRX5LL6K0fIWmIdlNHFtfTexhd4YoXur9jAqnP+zPH/an/Q/PaUWz6Ua3ZcY+Byb7NfAT+392UciMXlEW6QjYRKCadnEY+WT1TOFyuUKvdHtoi7pMql502a9y9EWymWXQnZRaLEJMdI9tKZ5LGfqYtLLLK08FnN7CHRWiRWjoWlHFT+jhlKvOyJNt64MTy5IwXuzHiUElfhFie5sxJfk20rbRlKi0Wf3omWhuxeCxqitVfvsh/wBnFtfTezMFqER+Dhr5p/2cU/8AZl/Q+umRgVjivBLJ+Bzb+Lm9in+5GLrbMP3Ij41qhWcViTjY1T14bK4TX4INNbFa0yyyloqLN6KZS0VlU9UxlaN0WixN3pRubjikUOzcooS9x+dGN0XoyhIZsf5TO5SWL2XR/jcb5nkr+EW9aKoaQkKxjtHM6K1pCVabIbsa0Q9/cSRb/Izik/pGP/jhX4Lo4eSuf8yM7X0Z/wBD89KhJkcaJSX4Q5jfxshsa+DerasTT+esvp5v1UYfuRFbI31v8E1zJpnEY3GT1To4OfPDzutVs9i7ENHgqykUeNKFpYqPYps8C30VlGx49hbm6LEb+Uzcp/kSeidDbsUmedKFEfnyb6WNWSfLFtvwjPNzySk/d6xVtHD4vpY4xENMVljsstMZuPSxDoqtGqL3FFCSHym4y0LTi1/tXfuYo/oVv2Gmrs4bzNfycQn9KQ/OijJ+ELE/cjFR3HNDm+pfFT8dN/A1pXzt9inzGD7kRuhPVbDOJxOStElT14XL9OaE7WiLENMpUUU0xNFJiVFDKR486pjo2SRY2my9tmJH6TfSy2WWLS9LEITobN0UMStaJM/yGZRxcq8sevBY3LNHbZbntYlp4NxWUNFHjW0WXRSGb2eRRZdFe5aGtPJucW5fT/8ATG/0R/of2t0cNb53/JxGT/akjlbFjV2z9KXkeQcm+u/i8njprS6E/gr+brpWr8mD7keEKnoh6OKcWcRj5ZPVM4XI5wX5RdF6U1TN2O0e249U/wAl+1GzLE9VbXkporbzp5PGiv8AA705dyttEUWxpafgRen/AKK/wJjYkNFnH5ObNJLwtUf4/BGGLmfllplEWkxyG29E/wCS1o0K1029LprYsTPI2kLyU7KfvpZxf/Ev7IJqCJ5opMxy5VL+WSbZzpeSU7+VyeOxXwVfNX2fc4f74iWwlpa0ZZxOJON+5JU9eFzOE/4Z5Qos8ClpenL/ACUUULXbRGyObSmbaeDmENllNiW+4kVaOUeqSKaKHRaKNkNlmbKscJSfsicnKTb93rw+J5MsYojFJJL2QkULW7Ni7JI/rStKFp/6bH9Ca0pFW/I3VFjaryfUSu2cXkhNJRHlk0lZUmYIKdtozY4LBP8AofeT+IyeOijx+40unyzB90SPjzqhUUhrl9h009jiMfLJ6xdM4TLzwr3WiOXTlWiYxs30Vm2lPVHgZvrX86edW9L9hDaEr1TZeqHelH+TzRWOONLd7vo/xeLeWQeieto2srTbS2WyTsbS8s+pBf8AYeXF7zQ+Iwr/ALo/1WH3lY+KxezY+MS9hcbcvGwpRkthr+T/ANHmhDyyfEr2Vj557pMnilBJteWYsMYwW25kTpuqOF8SX8mfbFMfnu38Tk8dF/urh/uQlsLT3HSE/wAFyezGji8dxutxqnrwmb6eT+GXsmJ6ochMsX96PRapjNxeDyVW46ZaR58sfLo6SPOmxuy0bCLRsbCY5fwe5f8AGjG3RxWX6mWT1irZw0FDHCFe25elr8l17jywTrmQ+IxL/uh8XiXuPjsY/wDIY/ZMf+Q//kl/kJe0R8dl9j/W5fyPicz/AO7HlyPzJlzfucs2LFIhh/IoJDSHBWYGuUy5lA/1Mr/SicMuZpuiHDKPkjCvY4u1GC/kjLZV+CTXLK17HC1Ut/c4l/7E1Q/PauvjJopfEP5au8ubmZw/3oS2RSpCNkbUIqjwTjzQaM0HGT1icLk58UU/Yoo5XWlI2sbQrYtLZTRTetCrV2IaVaKtGyyn5rWlpS0rZDaLQl+WIbHOP5R9XH+Ti+IgsM0nu0M5X+BYpv2MMHGak14FxUvwj682jJlzNbSHlzX9zFPLL/symvLJyFIvprXG0IobSJZ96ojKyTMc8t/oZ/p5T3m2Q4eCKUaEk9ONb/R/ZBpxRJ/pf9HCLZv+Tif+GY/Py2Rl/uRat6Xr4MH3Ij4RS0VaWIZRxmK0pIap68NmcJL8MhJ0mKf8G78CRWvk8D33EISLLPLGvwIW2tNeRUOhVo5KjmSHNL3PrQ95ofE4Ut5D43Cv+w/8hgHx+P2RL/JL2if/AJCX/wBR8dk9opD43P8AkfGZ3/3HxOZ/92PLN+ZMc5P3ZbFJH1K9j6h9RiyEJ3pKKPqUSm2PSKtkMSrceKJJUc1HNeqsx82k2Y4KUHSVnK02iSa8nCyimW34N2NMrTjf/wBf9kFSV/gyL9L/AKOEb5H/AGcVf0Zj6q+QyfE18++rhkudC8G5RVukeCxWNGxOPNFqjPj5ZPWLaaOFyucN3bRYrOVlV5H4tIbE9Wme2iOb+RyRzr8o+rj95JEuIxRv9aHxeL8n+twflj4/GvYfH/iJ/r3+CXH5R8bm/I+KzP8A7Dy5H/2YnN+7FBvyyWEcWhCjaJJpkK9y4CUJInh90OLRGEpeBYCcIx1jCz6YoC2EzJKhsvXCtxeCc6G70SFBixr3FAWxKaROdvYi8nhMSpflmQ4aX66FR/BQzf2OLTvHa99J/ZI4RVF/2cRtw+Ql27+Ly/u7hfvQnsM9jYdaWW2zb8DkcXitcw1T14XLyTViqkWvyPIvyfUjtckfWgtuZD4jGv8Asf6vEvLHx2IfHw9kf6/+B/5GXtFD4/Ix8bm/I+KzP3Hnyv8A7M+pN+7N2cjYsLaseGRKDjpFojijKJLB+Dkp7ijD8kXBI+rFH1olQmiUaZi32MkFQ9iyE6ZF2iUE2QiokmZfIiONsUJR08jImWI9UjHGkSlSJSt64yy0y0ieZLwSyOTMatijpJcxg4ampN7ltDdif8Df4Nzi5Lnxf2RdrwZG+R/0cLfI/wCzim/oyQ/PdXRbvpv4DJ6q9a+da776EnZw33oV14Lockc0V7oc1+RTQ8sV7kc0fyc8WzmRk/UmqJcLJsXCSHwkkKDi/As2SqsebJ+WPJJ+7OZ/llsbfahibViUI+WKeMU4fkuL9yok4Q/gbghZ3F7EMkZjgmZMbT2FCTORji0KTQrkRg0T8DjY1QjFPaix5EiWZNDdkVZGLPHuSmjmZFtsijJ4H50UbIQobUUTyFi0gic6FInkZdkUYoDaQ5Ed5EaUVsPz5Er3GyxbnFRSni38sW1GTmcJUcGnyNnHOuH/ALfy+T4V6J/KUzlZySOSbOSS9mU0Rg2fRkfSZ9Cf4PoyXlCwSPoSFgkLhpM/0zP9Kf6ShcNFEMSi7Rb/ACSYpWMlcfchlvYaTIwWjJTSPqITvR41LyPh4/kyY+Xupn1WOTZZzMU5L3Pqy/I8kvyOTekJtEOIVbjnGQny3sc5OWmLSaTQnuSimthwkiDaZdondlMStkIJE8tbIc5MSZRCIkTJ+SJcUSzMc5PSNEYWLFW9jVGR7nPtokYsYqiieQjMxNSmhLarKSE6KHQrXg4pNZMT/k2pGSSWOS/g4WUljaOPyXyQ/HoV8Nk+EeldDXd5WcrOVlPS+xRUuimcsimUypFMqRT1plMSelFFGOFsjij+Dkj+DlivYqBUfwSxwl7EcSiUTTTITdUS8Ck7EV0Wvc21dDivYlNxOZzIQWiaEycqRObbMQieRRI8RGTouzJG0S2fp7IydkZ2kNH6ScKMcqYmqMk6LITryXFoeJEdieNPexQJQcfAnIlExRR+lHNATjXk5iUjI10ohjbIRpDkkSdom7ZQkQgRVIlKyfnThbcxS/jTcQ2I4mS+riE7RNrklt7HCf8AG3XucVJyzSft8vk+IcmiGOUkPh3+R4Zo+lIcJIpiTOUUBRNiMYSXnceAx4opjUa8E5RXsc6/A5IbsooSMeO/YlCKJKmRjZKNEEcqZLDF+B4qOTchh2tk4JLZDTsx4W9xYkfRiSwxQ8RLHJdiNWYoQq1rLdUShJeGLNOJDMpeSxsUoscRwYtmJ7acy1rSiToWRMRNWjFFo2RPKhZHzEJJokrRLC7IQcWJk4qSJw5WYpWh+DKqb9TCVH1FRB2ybVDbsWWQ5NipHOhTRBtonJIWVHMi4s5Ik4JkHT3Ju0UxQl+SqH4JrooxuKE4k8teCU2zn2JeSiIppCbkyqRN76cFSbYlbKX50f8AYvB4OJ/5cZGNVZla5Wv4OGko4pMnJyk30126F8Nk+Iik2QkoojkTZsykZUihIVEMdksUkrGJikyEyycbZyMcHpjlFPdH08ckPDTIqkZWWY3uTjasg+Vk8hcj9RFOyPhGWfKLKm/BHNE+vElxC9iWWT9znl+T6sq7OCRZllSMbk350ywT8EccrshdIl4JycZEc79xZosaTE6PYm6Zjna6ZeDfnF4LWk8c5e5LFNFNGHJTpiknpPwQyq6OZUZZWzExvYyv0F9qzHJIyT6l5MbuKJwchYSVROdkZSG3RNOyEZPyKKRJ6SdDdjRDG5EcMV7H04/g5I/gk68D86pWcjPpy/BHEyONIn4H5KOD2siNDK/JY2Z01mxCdmX7Zf0PJycK68t10X8pk+ITocm0RbshNND3RODHFlPTHNxObmRkjT0siyLta1zE8cV7j2ZhypeS4vTLpFEN9iWKyUaMde5+kVJjyJIyZHJ+gxPcj4Mpiki0Se5GtJypE3bIY3Ijw6FjSJ83sRnZKNmKNdL3ORJ2N0hXJiWlE8MJE8UosxzmmlZbonzMcJnNOOzLbZijSJeDK9yy+q/RrrxxTYlSLROaSHcmQxpbsuETniyoikmyUtjnHMbsQqshOCOdDemQZei2ITXuKmMllolkb14MexFpbjdm2jszt/Wx2K2lRm2hJMzTX04wXeqvisvxOKPMLA0T5omPN7MdNFKxxgl4JHMY8g6kica0Rj8E1+DmkLKyP05eWZMVeDcjOSIybW5ktkYMapGNrTIiERqvDNqMkty9b0vpsvpi6ZjlaJq0O4SFmJTbIZZI5m0ZZsx429yEaXRNOLtEJWhC6HQyZCKLj+S9ZRTJYVdoiqRSKRljFkMe4tjJNJE5W/gsCN2TnyluTLUSWRvwNmN0iUmRlQ5N9cU2RTrcm6ROdj0WkI2xQ5TIyTLFYjhbrShX7Id1uItIztPPjNzL/wAcifkXy+X4nAxGWKcR7Mx5GmOS8l2ia3HE8EMrXkc4SJwXlMityHgabQ8c/wADxyP1RZjyyityT5ndCgJUUcyRKRGfKz6yoeS2exzpPcnOPsxu9bLL0ssvs4ZnlGWF7kYWyOGNbixRXhFbDw2yMUlpZKVIeYUlJCVNliZZzFjY3o2xxm35Mba2ZzMWlFaSZyNsUKJIzKQ0/gUjH+lEcnlIzeCMmhJyHCkLHzMx4kiWNNeCeJx6FFsWOTFhfuLGkfpQ3GlRmkXohISMcRvYnJEmJCiUcNCo2JfwJljTYlXsLlaozKuIxjM22OX9EvLFrfS9/j8vn4iRgZzjdomt9FNmJpjgmZYNaotkBeD6yXsPNJ7ITtDimxQX4FCJJxic9sl4JzdnMxyFIT3Iz/STe5b9HCXKzHNSQ1Y04uyGWy+hls8nIhY97T1SHqxrRUUOKG6FM50c19UpJE8sSTt/AY4WSgkOyHky+D3MUScWy+VURm7FJDSkiWGhqtISo+s/wfVb9iU2Rds8Iy+dEkKIoMjjo2SMk6G70gjk2GtzhlUNLT9tKdjftpn/APkYzb8nEySwzH6d/A5fPxEiE3EU7IsnG0NaYmRmvA0mjJiS8FPRGPTlTHj/AAhyktiBOUl4HklZBKaFiimTX6SSab6eZ+lx41L3MeLlKHFM+nErRjmkOQlo2WnrEZYh6ylTSRFtrRo5UcqIRSXRdJk8qRPK2P4BRZjTLS8kqoUtyUrRTMbnH2HMlKxFshJnknjFik/YWGvIoRJcsSbtmJbkpVEk7ZRGMjHjryJDJSJu9Em2Y8dKyUqRdswxfIikVQxDViTMyb4mJb/Bx06Sjei1rtr4nJ56K+Ek9IEN0ZOZHkoTotmORyJjxxfsTw14OWhSpkcosis5l5RcJeRyjE+pFkoRkrRGTgyMkx+DKv1dxd5SaMed+GRkmumyitcjoxu1pe5ejRFOPuN6NnNcyD2E9ZSSITbespqI5uRLHaJRafr0jHhtWxwSQpUN2KGxKCsjiv3I40hJIcVRJJFNkYooQ0N0SmzmkS5vcsg6JysjibIYUhRivbSx+DJrjiOSSJZCG7Rib5EkOxppFoT09zJ/8qN6cdvme/jRd2tL+IyefiJXZFWLYxyP0yHjgtydewhsg6ZGWw5olkGNFac7FfklKT8m4pOJOfO7oxXQpmbz6uMW3sR+pDcx50/Inek5URzK6YpWXpLIkTycxhZJC0WlNO0yz2MkqRbsx5GvIsiryPNyseexKUty1AjkTOYyKyJKdE5W/W0crOVmOVIcrRW5GKHVGR0yGVIjkUjmLLtiVaNkZ7jk6PqL3Lic0T9LMkUnsWQh7sUor3HmSFlsc6IysfhmWr0RHZE56YVckY/CKH4KXnTlY0/ySv8A1RVKzLPnySf89hJ/I5fPxDIIYmY5bk42tiSob0RikSSY8bHBop6wxN7nJSJxTILcyJUR8myQk2Sg2Sg16mzDKNDlsRVyE6HOh5FZlxWrXkWXJHZkeIdjz7Dm5EMTZHDTuyQnuLVs5v1C8DgmTwJrwSi4sUmRTmyOBHJSJQblufSfsxrIjmmRbbMi9ajHGCoSxjjjY4JMikZHRHN7E8v4G29FNoWWR9RmOz8DlVk5kZ7kZJoyDkOTOd/ktvTmZb0xrYmY3TJyRN29IknSGJWzAv1IilVJUKQ207FvoqG69in/AKtHEPlwzlfsP5nL5+JiVpB7kWmjInY0UWYTJaVkM/s0fVh+CU41stMeK92Kok5posXJSMjIumOZBuxuidz8IlBrz6mHke0SOSV7Ii5s3Hj3IxdUTwoyY6KMUBUhEoponzQkY8lrXJOjH+pkUqJOhZbdGWFo5dzDDYSo5ki0xrlENHJFGRop+shDmYsdHKRRJkZWZWX1JGPwcyMkxuyyOSiWS0X0YoKSJ46KsWMSpEyLolPYekST0iYfuRB7G1jFEdaeSO3Fuvwf5DKlhjFe7+ay+fiPciQimjJGtMchVIyYq3JaYXuZftIXe4lGS8H00fSIxSiSjZKFEYWKCHig0SwV7ihuVXgciDMrskt/UQ8iSaI44o2Raq7OZIWVCdmSFocWmQ8Em7ITaVM5jO7ZjnTIO0SkkTdsw+S2T5mRg7Gv0kYXLdCpDkmjI2mRyST8iyc6E6emS62HdkUqMqXqkYvA3p9pkmQyGSdvrTOdjmy30rowuiRFIZ7EnvpQ1pZYhGD7kLx4KRR46E3/AKpnGyvK1+NV2K76+AyefiPc5qMORSGotGWFMjaZjZZLHCS8E8P4FcWSknEW7FCZyzI2vOljKoUkN0TykJWxVQ4pjTibyFiiSwwrySVP0iRDEqJwUfBjkxDYyU2Qe4siSI5Ob2JwvdCVG1iiiTSRkk2zcjLLHwNzZTIycTHJSQ2kKW+s4tj5ojUpHK0Y1sPyJlEsaZSiZJeqRi8DQ9kTmN36REPOkRjY/Ol6NM5XohJmBPmoSaHZf4NtENilXEtmef1Mspfl6rtP43J5+FeqZPcg3FmPM3RP9SH5MT2JM+o0j6y9yUoyLMU4x8n10PLZFtslKkLLuKRJ7EsrWw8kmNtibQsrSMUrZIo/UOM2vJJNekj5IbpDx2yMEtG9yXgULY8TRCDbKUUKUWNE5NSIzteCUrZHHFoWKC9jkj+D6cT6USUYpEIS3aJc68mOLseyJZX7Ecqez8jcWyMVRLHYo0i7Y2J7E8tEsrY3fq8MizJMfpUQ86UTdHON6Ijt7HImKC90PCfRIwpGJfrQneiSKrwK2f8AgzNKsk3Y3eq0r5XJ5+ISsarSLohNOLsl5MbJMq0Si7KY4tFiYmRkkieSxOmQmOSaJ+enHKmSmRkmMjuZl6WGRxIZrdUWc29EnTI7oUKZJqhTdnI5H0ZJ7C8GTHvYoJIyPcxZPYTFpOSRKbbMNpDjYopDo5YmSC8oUmpGOaaJTiieS/Apu/DIW2OqMr39bCVMeUbv0qI47OVxIOyjJ56IOvYtPwhC0taYvu6EroplFHFusk/mmT8/ERJIpCIMmJ0czZEcbIxoy62OTL0TaOdlt9NnMyM6Iy5hJoyj9Li+49ie0hqTIZHHY+sieSzHuIlkaI5ky0ykZMV7o5JxfgjN+4mhyJKUiOIVIckieZIjltipmSqJeRTaHNsw03uOCZGo0jJLZjfyuOTI8rSFFIoyQfkrWKQhCZKbP1EZswpNlKhI309x6cX/AMstUxY/9lTvy69Rzimc6OdFll+pyefiIjVrW9EtIPXJ3N+mEqYpxcNvJle/poPci0Shbsk6iSZekJULKqMk7E2RyyRHOxZX7o+rzDv8ClfsWyU2vYc5ksskPLJjYnQs80SzSfRCVMhlRkyJIlkb+KjFyeyP9Lkq6JQa7SdEJshOy9MkEtYRbKpF7jlsJ7jdITMDFuUvyWtbGcU0806/Osd2ZIcuOHbXobLZzM52c5znOjmRzIv0LJ+fiIoUXROBysWJs+iOFLROiLvTL6JSaG79NZDK0fVVE8l9nGtx1RF7lmwxz/V4E1RlrtczHJv4qKtmDDSsWxxUV57cERS0jPcnHmJRoirFRORvY1sIbEcNH9LZRVF7il7DdiJy5ISkvYnvJ64o804r+TjaUIJdS9dZzCmc4pnMi13GT8/EYobWUUhQiVRQyWkPI47Dxb7k0k/lMcqZakhJIk2i2IaiSmkiUrfyvDQUpIiqWnFNdpIgl+NK2H5IsyQtG6IDaIRRMiiRHyYPByuhDFYmNnFzawv+R68FHmyp/g437Y9yu8vQWKbQsh9Q50KSLXXPz8RjltQ5HOxZJJ+CM+Yekq0xwZskZZxSJO38qptCyuy7RHYnOvA5sb+VirZw2JKJRJqMbbM8+aT7WNKhLSTLItDJrcitidpkczQp8zEluTkQ3Zg+0Tkl5GWP+itOPmm4xWtWf4/HUJyrc4z7Y/H2WcwpnOhTRek/PxEPA2RY/Amc2xEnHa0JbkdkSZkfpKK+CSsgnQ0ycX8vw+LmkmyMVVaZ51GrJO32sejaJWx2hXZdLclNWQlY4poyYl5RCNSHKibMb3MLqCWjvS70fg4ifNllrFWcKnHCl+TjU6Q13L9ZVj7fMxSJfEQ8D8kRorc5bRG0xyIbvXJCP5H6JGDh4umziOHSjaQ/gcdWLTI18slbOGxtIQ3RxOS5Uh9leRTikPL+CPM/IkqJoSonMbMRZKTotGSVisj5MDfIr1bQtmIzNRxzd+EN3rHyYpf7cP6OMdqKH8RY33ZfER8De5CR5JbMjNJEpq9irRjRJ0J2SivdGSKXoo+TA6gjO08bJefgbZjmTlSJSb1fxii2LBN+xHhMj9j/AEkx8HkofD5F5Q8bXlGCFyILaiqOIycsWSdvuJmNpi8FWxxJYySSIbIcrY/BKQk5Mji2Ev1GL7EjcWlacZaw/wBuujGrZi3hFe1HF+I/Ly+FeiI+BkXuLwjItiMW2RxIdIjNEmRdDtrYykIuTpE+FnGNtDVPvw8mJfoRnX6GS8/BJjk/jkrZi4e92QwwXscteD/wSGnsNMeKL8oWKEXaEPY4nLzSaH3cXjSTSFlRknsLdjdIT3FuicNzFFIlshfeY3UNGjxsWLx5OOn9kEx64VtJ0QpQj/Rxj3ivl38K9U9tVNilaEWT8Ce5HcSpE24vyOfMcKlZL7aM0ak+/DyYH+hKjOlyMkt38zfqMGPmkRSRubVq70cjZ6SuSozcLK24uxxa7uOdCdmSQ2W2R2N5MhBIkh3ZDwZJEN5Ih41aZ/ZaOKnz5ZPVEYcvDp15Zj+xHFxprf0G9/Dv4V9EIpksQ00Rk0QtkmPeIkrIpaZtOGl+tbjexxUWpW+/HyYPsRnr6bJ+f2hFWzh4cqT0v+ddtOZacurkZcMZGTG4vuRe5GWxkOV6JtmOJLYhKyULdm6RNSswRuaIppEj3ExoyPljJ/hEnbesfKMiawx/hGNvkRxn/X5d/CvVEGiJlgqtCVMj4JwfkUmSbTFlZCdozNUtMbqSMUv0o4tXuPortLyYHUUZ5NxZLz6eivmMEOaRGHgpJbs2Niuiine4kvcaQhtfgyY1NGXG4vuRmzmV7kZwZLHGQsSQmNWclCkJIyx2OGj+vSzbS1RxmSsNL36OGhzZYpnE7Y6MVckUcZ9y7NfHP4V6oRjkS3QoPmNooi+YyQocrEYmqMr0Xk4ealCjMk4smqfZvpj5MCTgjNtF7EvPfrSuq1o42U0+uuxXRynKcpynKco1qkUbFIpD9IlbOGxJKy6LEJ7CEbVojyxrRnMWZMamjLjcH2oQsWBMnCimQyTWwrZVHOkcyaJtpkMzQ58yOHihprTbRI/yE9oQ6OChcnL8HE3yGJfpVHGxpx/rS/lX8QiGOyMEl4OU2JJtEIuJJKSo/wBNuOEIrcbSexJ3rwkkmTSlHwZo1J9L7MfJw98isz/Yya/U+7yiS0stGzHHopC0kupFbab9K6VoyzmOYlotHqmP0mKDk9jHtGqGNCT9hWLR62P+xOhj/rS6OJVofYXkhFHNRNWRrwcsfJ9SKRPMczbMb2MmkTh26N+i6OLleWReiRwcax+PLOI+z/0x3yo4y7V67/JpWP4jGJpIlmSHnZCbkxSoUoNjiibnEbkyEL8k4KtkPTFKpIhXKcVGnfej5MDuCMq/QzJ93cS0b6E67MumK0arqXStH1JepRw2PZNrRJG5RQl0M5WUykUeB7nK/wAk4bMyx5ZdnFIk0Joml5RJvohIkrgNUKRw/i7KK0pk3yxbvwTlcm2VpFNyVGOCjCMTia5DHtBWcZu18u/hXrjMjdaIxxoySOdpkM7Q80ZIjQpK9htUT86RdMwTuKOLh+mx91eThq5EZV+hmT7n21o31LpWsulaPpWr86rR9S0a9Pii5SRCMkhL2K3P/ezdlWVQ2q1nKkzJLml1xx8wsKHirwStCJeB+ehEcjRN2JHD3yLSx0UcTNQwy/L2Hrw8ObJEVUcT9n/pCnBHGfcl1u/Uv0DXW9G6+DeqdHPa0xwstJE5WPSPkjFUOKRbaoljkNUI4SUXszNBOLJqn3Y+ThvsMv2Myfc+0tW+2tX0x1fQlq+mXUtWvTcJjfkpoo8dpm+jpHujY4qdbJ9iGTlI5YsckSimSjQ5PpirPpMWMlBGDaCLWiSLR/kJfZHo4GO7Y6OJf6EY5XBHGfcvjkKNKyXxb6IptixH0hKSY0x6p0LIxWyKockjI03pw0qkeYnEwqb7sfJwsnyUZKSdmT7u0tX330JUtWtUuh6rxo1pRXQnq0VXo8cbZhxpRWtdF9CKLG2Nouxk2lHyZZc0n2IwbI4mhxcfIpIySL6cMbVi8E8lDy2YWnFDoTRVlUcdK8tfhao4SP8At2tOJX6F/ZD7Io4z71/XVKxePTJD9AtH1v4R9GOfKRzROeLFFXY4RrcyRp9EfJB7EmOMmhxa0xOpIxyUoo4yLvurycN9plX6TJ9z7S7FFdC1Wkl0e3aeq8aWbGw+lPoe3oUcNhfkVeCkPtOxrY2Hubi/k4rIqpD64RsjFJDlRPck2mN30owyVUexkTYo7mJVBGxtRbKf5M0+fJJ376o4Vf7aGcR9hj+xHGX9Tqrt12UUJHJXkl6BF7D+LerEJMjaZB2NoyyT6eZkNzmMiTV6LycNO0lZxMOaF0SjXcj5OGrlMn2sy/c+6+t6ob0T0fUtGhLpa19lo9b6r1cbEq9BjjbRgjUUVpe4yuzaRJX7Hg3Mk6Rlncn1xjZDE1pylUifnrhKj6xFqQ4bmNNIQ0I4iXJjkx+dcatmB/oRucR9iIJKKf8ABxd869SihCGxj7yWjfx78GKDZGCSJySI5Gh5G0ST6sfjRKLVGTHWnDOpEt40ZU1J9yPk4euRGR1FmX7n3X1vo2NjbV6vRa+w+iWq8aPtLbV99HC4rI3HwK9F26OZlqhnEZKVD6krIQoc5LZFsQ2ZPPVCDkx4kkNGJkSLLKKo4ydRUS9cGO4Tl+DA6grEzifsRD7VZxn3r1FFFC0Yx96y+y/hXrgMmyJW2JMxxolGMkZMfL045CjYoSJw/SS8mOVSRBqUUcVGpPuR8owJciMv2Myee2no+yhj1i9Hq9Vo+mWvto+hLSut9/FG2jClGKTHv76Ndp6SLE0zJJUZpNy64SSe5GcTZigS5UPIN31Y5pCakSx7WRjTIPdC6OMleSvx0YY1w7f5MFckdOJ+1EVUYnFv9fqUhasf7AZibTJyuKIpWJQOdJUiU2Nt9Kk0Qy0f6hUTzNl2I4e3FbnEYrjbJbPtx8nDW4GWP6G6Mn3Pt2xMZ47T1T6EPVPR9L6Xql0NdL9Bw0FasikkJJlFMts367PI0eGS3HEzzok7fYsWVo+vIlkcuxHyRTOcsxbyEvAq0kZptyk3rHyiW2Gv4MD/ANtbaZ65V/ZGeyOJdz9axj9NRQ/hXrEvYjG3RykVXky13OFn7E94My/c+uuheThvtRm+1oy/c+6mNHK0yitXq+ha1uIfQmPpZQl0UVo2WJ6cpWjL7+ODlJJIw4+WPgViu9FXSuiihk34Ll7kpqjNK5P0iI7ope4zC/1LVM4iSjikyXnXBHmmjNTxukYn/tx/rTP9v/pGOyOJ+/sUUUUUUUUUV1rpY/RLR6ISPYfn4Z6RPYSYm15JZU0N33OGlUjzE4mNTfbXk4N1Ay/Y90Zvu9BZbF2KKLE2PtWWW+q2W+myzf0XCQuSZYn3bJFqxte7M86RLWune+7CdDt6Yfu1X9HGzX01EevCQdtmX/iZi+yJ59zOqghN8qOJ+/0VFdVllljfcS7aEezH8QkY8dnJGvBl270ZOLMfGSW0jPOE949tHDv9KMnhmX7n6NPRr5SEbZgx8sUL+tEthiKK62XuSn+ETyIlmonNy7Nd1eTGrROJgSt7C0tnFz5p9HCqoGZf7bMf2r+tM7dIjNJKzM7m/SNdVlll9xNV20yxbxe4/iMatkYpLyZJ8qJSbfq15Rwy/RZNujL9z9ImX8pwsLlZFKkKzYplIpfkrSul2OzJk5SWclkbG+zRRXdwytE90YU70SHsZ5c03rHyYUlBGaa5WiM0ooedEptn1HVWN38tfxON0PNtsSm36WiupeThfsMlcrMq/U/2AuxGLbRw2JpIqhb+TlrR12KJGXiFG1ZPK5Mv0ddeOVM5rRiRR4MkmoSdeES3esPIstIlNsvRv9wpkVZJU/QVrZbLZvo2uhHCfaT3TM33P0i+U4eFyIbKhPS7a6b1bo51+SWWKXkzcTapEptv0aizlY49aIsxpV5Gv504mUljaG9FFsiq1b0V/t16sRjgZFXeossS7NlacI3RKNozqpvro5RxZys5SuxXpLHKhSOYT9XFWzhsSSTbFSQyJZsbFnNH8olmhH3HxeNe5LjY+xk4qUrpn1Z/k+pJ+5bfpE6HK9GhoroirEYvtQ6RZxkraQyMRfK32V8M9GY1bIxpGZ79xIVIb6q6XotvL04SybdMzfe+pLRstlsT0fRWlehfXWll6rXY2Nh6IWuxsUNdeP7kY2uUUqE786WhzolxKjtZPinew8037jlJl+taGujGityGyRaolkSM7c5tigL59fE4FbPCM3nt10oZXUh6p0cKnVk0q8meL5n0rRvpXwq7K0eq0kuqPkwtSijlOWQ5STJZqMnENocm9b9e0Na4itxSpEstEpt/sJepr0GAk6iTbb7VDfSuy+jhs1NQYjiYxaHqtX2F8EtH1rR6rR9fDTV0JfgonJJGSfM+mvXsa1xeNJMl+w18Th8mR1EfnVI5RxK1SG+pdhdMXTsx5+eKvyZ8l7D1Wj9DXrH1rR6rswnytGLLzRROdK7MmRyfZr1r0oxDJPrXzq9CvURdMcm1qhRKKJR0SJS612FoujFJRluZqvbqfcWqQojgOL7D9Eh9a6Vo+xiy8hkzc3ZRXwENhbkkUKFko10L5autfEoTtaxQlrRKCJSfhdhD611yla6n3EIRGJRQ4ksY4teroroXQlq/RQQ0V69GPyT/AAJCRNdC+dXxaEQWlaMnO/QrrfQtJdxCIoSEtaHElAa0Yy+2uy71rVdT7r6selD9fHyMWjJqn+wF2GK/g0RYmI5VV2ZJ349Gh9laPuIRBCK20ejYxxHAaH2aK9Cuhd1I5RofTjesl6/GrsfkQijIuhfOL4Z9SEtLJ5Pb1T6UUNV2mIRBikcxej6HRIfbru0eBC0fS+taJWKJQ0NdOPzqx+uw+GSW+i0krQ1T1T+cS+MirFsWSlQ36pjXQtGhrsJ6e4iC6XrbKsmh+pZQtH011IQiMSihokumLpi3KGhxGutRs5Bxr0mIlstxbiQxk1qvXP8AZKMcdhxJtRG7frH07ikbMpFI2L6UyxMgy1otESg0co4FUZB+rWj8arVrpWi8i8atDRJdCISL1cRofQhCJKxr0ccsYR8bkskpvcx7LRjZJ6oXr0N/sZEFsSlSJtyfrX6JEFZyM5WJFHgbbK1zeveqZejXQtF5F40Q0Ml0pkWxayQ10IQnpL0TGLyQ8IvRjQ1qpav1r9UvRW78eqXkTqJOd9l+lfokYfItxrSytLLsozP4laRe4ntpY2Ma6UR6GiS6UWWP0TGIh4F0SWqIxbH8z7fFryTnsl8A/RQlTMbtXej0bLLLGzJ5+LXkiy9Hox9MdFpRJDXW/RMemOQtHox6RiQiSxpp0NV8x7ft/FkaYpJj6pMl8YmxPoYyiiiiKOUWrGhr1LiUQZDShoaHESIRI7DSomvmPb4V/DP0iZCYnrRyscWTH8ZEWiKHEooooogtEl0MfqbGRW5BUkVY0blDiKBFa5F8x7fsVeriyMiyEHMjhokiTMlD+MQpCFo0OJRWsep9DdememKNsVHgYn/GnKJFMRRPwP5f2+ISGV6tesjIizHk5WPPtsyWVsbJj9FXpV1JEY9DH0Ivoej1aK9K9MKpFobWiYlsUbH9Mqihokivlvb9irob9SpCkXrMfw66scdhUvI2hdNaWcwmcw3q9X6f3MLbQkvcca153RZaL0dlMaGvlvb9irV+pRQhSLLJP4hC6cUnRZZfZRfrXpimWWy9bLL0QzlJIf76XrIoetlj6K+EQumEvSsfpGMjKmRdpaqqfVelEoj/AH0tH6S+jcjH45CF0oT7L7j9K0JbkY/pVfjso2EyVUS/etl9C0b9G2kLS9IrR/HIRXTB9iy/gklZ9TakjmLL66iWh2ycX+xX8HfbvrTG/SUvLL1oihvs18PFiH0IUhCxNnIktyVe3wyEQhzH+n/kcKGmupM3EiVkl/8A4ftohCGUVo5Fl6IUbHGvSV6KItH0JkWRzMc29X8Njnys+snFDlfWr0vSf72rscxzFs5hPu8uiIlFaMbH0IxtEqvb4aIkUPpTIvob+Hj1R1THo6GP96vRauQ3rZscwpdtlaUyCEhobG+pEdeVjT+DgheBj6ouhMsbL1Qn69CKKF1Rkkc1l9DQ0NfvVrpaGitEkUVou5REhE5ET8Der6EhaISHFMlCh91ejRBaUNDXUmcxfQhfAIRXRY2WWKQno+iSH8o/ja9JXTRypji09HpQu7BJsiq0yLYfWhaR0SsmP4BEVtq0UUV21136lETycoxyOY5iyyL3EX0sfo1f7pkrXSu4jHFHKMZPqWi0ixEUnEmiS7ldd92PkitiihlFDQ11V2b9WiKEJmQbLLLLI+RaX0sf70SfS5UxTE7GtaVia630IirZCNIYxmTqWi0j5EImSKK7NDXpEQe3RRWjQ+iiiuqyxsv1SIsvSSJdMXTIvqYx/vGtK6ZS1iPfSt9V1PoRj+5EYtjQ1pkXWtYi0mPuv0aMfS1ox6pFFFdTGxv1aELRk4jXTGdCkmWcxzI5kOQ2X+92S1RFj6F0vp8GF/rRZY2MkrHGuqK1iJvSTH8BFWQVIorVjHqkUUVpRRWjG/WoQhCQ0Tj1KVHOcxZzFl/vhknvrE26ULokulvYwfeix6NlkkPSmNVpHWPnWQ/UpJjiVqkQxtkcaRWl6MY3qhLsN0ORfrkREihomrQ1130WL97zY+hD6U9EY8XuzMkulmH7tLHJUNl6cjIwIrHFX5Mkk26EJaryLwMZLuV3UIocRRMeLfcSRui9WhjHqhdVockiUr+AREtiKHRkS7i7VFMoplfuma6UitHpTI6Y42xeDNK30U6GYvOjY9Uy1Q2Pxol0IjoyTH2aEh6PtovXwQnRzdG5ZIY+jmFkPqo+svwfVHkZzst/AoQi9H4JvuIXUkLGLEfSR9NCxxHiR9JEsdDiyv3NLwPRGwtHpWiu9MKGZfPRLwKzD9w+wxi6YCTJRZJD7CEWN96PRBWVWjZzpHOiyTGy9bLL+HQhabmSQ+6uihRshiFBIa0rSjlHFUSgiWP9y2NEl0R0kitUIw+B+DMt2cur0w/cMfWxkemBHZkpMn279AnrGbhIVSVjpEpjYpHOOZZell+vSs5eyhC1m+8kIoSFAhjEqHqkUitWhxv9yNiek+iL0oaroiYmLwZvu6sP3D7D0j0wETiiaGupejbIPWRikTkN6WX8JGNkYUchONPsoTEyUiT7qQkJCiQxigkVozlFEoooa0Zvf7ia0diWklY46ryLRoarWJB0xMzfcVp7a4fuH2HoumAmkOVjRND6EhL0T0h51YnTG7618DjjsRivcm0kSbY+3Jj7iEhIUSMRIrWhLoooaK/cFiKH0WPRxHESFrJaxZFilsZfOshaYPvH2GLqj0TiOLFA+mciKRXopaR2YvGjGX1r4CPkXgbdE3o+tdEu7FCEiKQoiXQhdVDQ/hV6pST0rb1tFda7UkIWkZGTd6yFpje+r611QXS4FD6L667T0QvGsl1r4HGtxbD8Ex9yQ+2iCEiKIxF3mvhV6qhIeiFXrmPVdpoaFpY+miC3R7LTlT8DXcjpT1ew5I5iyy+xXZfRF6zKvqS+BxIVjJvR9uQ+2iKEiKEjxqvkF6laIei+BoruSQn2oO46WPuI5kRyrlpkpDyDm33b6bL1fRB6z6l8CjEqQhyZPuNj7kERoSRFI2L0X7JbE1q3ota+LYvPaxvR9mtK6Gy33r0vuJi0n1L4GCtiVLRtkvPcY+5BCREXQv2QxlES9a6a9XY5DmKTE7XaQ1v2oOn0ruPu2X30R8aSWwx6r1dCizlZysplMoxLRDJ9hasfcRBEbIr9my0jEqtV1X6BLty0aEiPjW9FpZerF2URdrs101pQ0UVrWlaPvvpj40ZLz66ELFA+m/wchyH0/wCD6ZyEUktWyfbbH3IkERQtX+ypaRY3okUUV0bD7y7j0oS7D0XW+qD9DRRXUxj7z6ER1mtUvVLyQoQpDoZ7CSGUWVpIfaY+5BbkSLQn0X+yZCIp6JdihrupFena0XW+qL37C6EuxXSxsfefTF6zXrUY/BzCRSGn7D8IRSHErcYxj7TH3ICIi13+VXpZERPbRdDr0NCRTK7b7bLL1vtITtdaEh99jH10V1PpjrJEk/WQjbIqimW0JnONpnvsWNjG3o0Ndp92BFogtK1Yq0r5FelaEtEIcRiRLl9tF1LrooXXXW+3JdDei0XTWuN7da63rt1sY+mihIa6n0x1ZJesxeRIssVD3KelobWr0aGuy+4hIhEWr02Eta+QXpkLXfSiihIdCelDQk+zWlll+maK0ei7UBdSYmX1KN9hjGPqQkND6H1R6JIfq4SojK1rtrZYmS6Whrqej7kFZCJGKWtaMTF8oqZyo5SjlKKKKKK7cVuLW+q9UhJDK6bXU0LspDRXZZfQ9IlFdiIhasbLExPtNdDGPrQmPpfVHRaMfn1Faox7C30rROPuN9XLq0OPooxtmPGRgkUtEtGMXysXqy+qkcpynKcpynKcpRWkem661ok2ODoui+iitUNdV9KRRSHEplduS0XaRDVjHohMT6r1vS9GMfWuitX1RK6HBHIj6ZyDiV6ChRYonKcpynKQQtu1e40ytaJRGvQYoe5jh0JDG9K+VQu0h7Ek0iLbW6rqoS6G9L0RJtCbYl0WxoooSK1vSl0paV2aKH2notPbs430MeqF3L0Y+uPW+pdix6Ucg4HK+3CJyoorSiihEaLjQ9G9UtGhFKvI4lfyVo0OI1Wr7cFuYlsJFdDJMuxPVfJx8dTeiTZyNeVph5LuRxDxuuUZTfXeskmcooq+wtaOUroaEnfS+tdbQ+4h+OzB09ENUMeq0XXfTY32IrqfWuqy+ujlQ4Ica7GNbdpSQuUZVlCRRVlHKNIbfQ9HGySofbRCJiT0vobGUu8/iU+lutcKuRkew2Wy2JD2Q+paeRxpbjlTFqyOrNxNi0RW1j0vprR9L0j6OtPbsog7Qh+BjWqFqx9dl9lIj46n1rVd6Q+vH47e+iFqrG9xO0MbsYmKjYY1RKNko124oxRtkY0tb1ZIWlC+VT6HrCXKiUr6IE0h9Ni0RN0SnuQna1oqtbRzRG0WLxo3RzI2rRDQlWllWOLRWr1iLqej7nt2sb36WtUIY2OTL6GxvtIiiu6tV51fbn1oh47NnMWcyOZfkv8Ak5izm0TGhqtVRRX5Hy6SjZKNdm6IbmKDF1SL1Xy66Fu6K6EihbDlaH1R8CGTaG1ZjaFJHMhO9LHIdsjEWNji0RdHMqGU7FrY2WJilQ5X0PWPW9H3PbtJ0Rla1SGPVOhzY30Nl9xEfI+l9hdC0fasn1oh47bZJnO0fUkLKx5WLKxZhTTE+ihXpRylEo2Si12HByRw2Od7ohGl1y8jLF8ulpRRy9NdDQ11JnMiUib2exN0xZD6kvyKcvyY5S92SypHO5CWikkRyEmpIYmKikUVIp6taNjluRaLG+iHYY+42+3B0y9GPovVr0KL6ZdhCtj0Wr7UutGPwV2mPrTohNHMuhMfQlZLFaJwa64Iwx7E6KK0r5ShREhrWuiupu+u1QxtkkOKsUSEBtRQrkxNIjuUUUK0NaJiaLFkOctFobLGxidCmXotI9hj7VaPuQlBx3dMcooUk+qyx+nb6louhay86WWWWX0PrRj8dtj7FkJid63o0tFFlHKZMZOFMroRjiY411skWzcWqF2b+FoooSEta7TaQ5N9VaWSkiTG3pCUV5Hl/Ak5eTwiyEqQsi9i9PIhx0vsMeqfRHsvV9iu/GVMc4P2o5kWX0v0KFq31rRCXQtJdFl9xeSPbl47cJkXZZvrQolaMlBMnjaGtYLcxxQl2JJGwmtExfIUKJRXabHIUhy7Uhvccr0plMhjflstJaSqxQbH+gWdkZqSEMUzliyUK6mNjkX0WWIj47L1fYXob9Vekn1oQhDHpF0WS6r7cPJHtz7kJiYtKIRKKGxlElZPGNaYoEELr3JRskqI6Ku4/gUhQPpnIcpRXabG+4x+CT30RjVjikOZzKxysjjbIRpE4WTxSTMcnFkZWJjgJuJz2PosnkY5N6IXSiPjsv5RdDfWhCEPVCY0P0GNb9yfcTpkJJid6R8ijox6UMaJwOXcxRI9l0S86JM3Yl2L+ERB93b3JS/HdqxQMmN0Si09McHJkY0tJxY4SZjxNVYo0tGNE8W9ox7aKdeRuLKWqHpJIaS1iVsPWPkj463ox6vqRJV8StZdhC61pJegxruT7sHTItVpBLYWrQ9KQxo5EQiR7DHY0baL46MiL0fZtIbvvIWmTGmTxuJibTFpQoIpaLyN7jK2MjcfBizJsbsss5jmExSolIeS3Q9FBsjjGqGtUQ8dl9D6kT3+JWsn2F11rJegxrbuT70JkHZBdLWjGMiq8kBLsNjbGe55EhFfGwmLR9bl6CKHtpQ4JksKTFHYropULyPzp7E42hfpl4FJNaNaULRxs+mz6bI42KKWkhrRG1kH2X0PqXke7+GXSx9ldloa70VbIrbttj7yMLI+OljGNaJEewxjrRrRVoiuzXwSPAsjR9RHMWWORzHMy+0+pC6ZXYkMrRrVj8aVZPHY04sxyJSQtyhtIeaJF2KNldDQyjlYoOyPZY+zFXfxaJvtLtSXexrt2N99HDR8C62NCQiIutjGeB6RF0v4hG1aItll9FFa0UV2kLRPWtGcoxliHoijltEsSkSxSjuh8+1pmJ7DJxlJkOHZHHSEopEkulooSGLsvpfSvtb+MkUV01rHttdxEFXYfQ++jh8ipITvrZJCaEJi62NFaPRNi6WX8enpZZYn0Uyn048Mp+CXD8vln0bOShDFFpjLL6GtUMesXtWlWckK8H00UjkVCiIknXWlqu0x9jeviFq3RZZfVQoiiV2mtKK7MPIu09H6DG2mYpbCfUybockmQkIXWx6NDSQ2IS6X1P4NO+qKTLabF40ooURoUaKKHo0UNUrZjyPmST9zPkTfjwjGpZJUifmuhyL6GNj0jFtkvI9PYSH0TIzaEOVM5r7F6IXZY+w/HxC1k+zFFLRrt124LtMfosSXMQ8aJl9OUd2YZO6ELssY3eisS6WviGJLrkxN0iPU5UOZzX0ZsjkkqMHDZFFZWS5pbJEFLErfljdvocbZQtL0oaKLY3rewvGiQ9hyG7ELwUKL7S7T7Mnsl8QtGPsx9TBdpjH6HCnZDxrZZes42TxmJULtPR6KkJ9L6r+Kl5IC0XRPqfkyf/Gh/Ri++JxPmBIjoh+DH9zJeWPqY/tFo/tIaLyTHrDwS8oX2EvPZj231ol51fwq0l2FpEXffYXkj236LAewheB9MvBIh22PR6IWrGPz0s//xAAuEAABAgQFBAMAAgIDAQAAAAABABEQIDCAAkBQYHAhMUGQElFhA6AigTKRsHH/2gAIAQEACD8Cs3am6dOniyaLp05T6I6dPB9vvbayaLp06fhAXANwQJPHoI8egR/QOJW9AY9BAvSPmj++gf71N7zPqj9acfQQfQQfQSL1/vUXvO+qP1qAMrXlfesiVryf3Whev96iEdSF0f3qTS/mmC6X61d/HoIJ8aOLqRqZQk/NEdC6L61wnSBEproPugPOqPowgfQGL5fEreM4IG7D61USgeMwSsMTdl96q0o+suIm7Medb/Mm6wp4H0AuhIU1131r/lCR/FcIxN2P3Q+tcJplAJ4NuMTPaX+0f3V3lJpBEwZFNdp9UPvWCZfyZ1gRxJ0yKN+79KQLIoQxJr/mlARgBeF4GvNEIm8b7v8A/rYQlA33itG+9hASjfIWK4luu/Baj9aSyZMhlH3qLU/vQWTQaR8w+8wjaX9UB5g1MxBag6emJQjkn3sEbTcS+QXyQTFAJkFi7oFGJlMRWNYrsckZTdyyaU9YvERaUSPkniJDQMHrnh0WIPK2WegIBHOnMfl0Tp8qybJGgU8Wz2H/AKTt/wDU+R/JP1Nci8jJsgyIyAqlCm2UaD0giSjkR9SG4V06dPFq4naLTNUMppugsUDMMk1yQyz5BoiiUINQNYymdusQY+JxROSEwRyX5J+20unToaCdbEAYGJ1X8tXAXxTR+SdOnkeDJl8U0HTp9QeiRMMqJzECoUDnjbA6eQwZMm2E8HqNWFEIoVzAyiQwfTXlfi0cAvVIleLp06egdplDJCgKjyiA0QoV3n/ef3Tp8o/CDUDKEUOk4i0zc8PsV4PK+ojNtMMudbMgRpiAmEDTfJGwJ642ed7lDKGr4qmuZDmmstEh1NthCmJGmKdCkcoaHmd+WRv0yjNjcwMDO1MUX5rC67/GbaAlE52kKDIFYghkTpp5JEDoLbUbOGmdvGXCmgEdAbNfvNo2kc4d3NkPKKdPkTAWrmgEc+KI2iJBMMi6dOhkhmXl/LQRlnyY295pNqATyDnIxFBtaOiHcplZYaRiU6a2E5M5UxEfFQIzttkREQmTTiq1gQR28EYDKGUI94eMoNvOnmFiJomU7QGeHdFCLVxuJ06eqDKbAhOJBr7IzPU8ZoUWgKg2K6JgyFQyjEjTauyIsNGzwF8UyZYt7mm0TOM0ZTnTyqMoYvsI1TkwjF86INtAyPQFN4GidGHOZ3kaJ2c8GrigYBNQPPQ28UM2JXRqmQQO0jIYAomQI12i0WQpjR/vk4bfEDQNAZM0DK9UbDefxIIlGARywNkp2EIPMJGkKFUpsgdiGDJkJTVOWdPpws4GQCOdZGBGw2g9M5sp9TCPM5iKgR1g1TVOewrzIyGvsmR0E63982imUNaaJ1AI0W3sLVsOgvl2lGteUYiQ62LTRrI77GO0zZaUNTMHq+U0DukVnzxQsBGnmoIGu0WyI30UMgYlCYZIWXnOBGUSmArmi6dDfYRzX7z8daMBVOZMoR4BMggZWiLUBQNYTGVqQ3+ZgsXPpQ2S6ekJTBoCIyhmaU72MAjWEjZkWgNnAnovKN4Go0hgE1A2vkSAQPBARzDJrWXzQvwEhMQignRg/BAgaxoFPfniyZQzf7yOYnfInPBhoCsOZShUO9X4JeDIdKb1BfkRlRkvu1IJ0/BB1T95VHPzICRsg9+7V2Qv1COTHMosRETWKf24C4sWO+M8UL7Tmj60zY+Ef6CZzQ9BAvhaseYygjYmZGkMj2oMmgNSam6dOnT7laY6J9WUNSKAmGilMmTJkyZMmTJkyaq6fdp0U8pnZbIpp2gERrBmFMJ4PuQGcWkiDwMhGvDiAmxwyBHjwaR9WRDv6WzuVpHkOi/du3lHcbZd7j/HoJG9Rkf3IftuYRv3ZGh4QsJPKpzjJkybKDcA52PFZoDg42TmUa2ah3G+pG9QCA0wcoDIHbTp06dPrx77cPPY4pN5rp06dOnR4bGTKGgC9I6sPQEZhY+KB2C2SHBIslE2LXPivimTQxVzd0My0jaTikaLRHCBsgMHTxCfKFPl2yzTOjB06eAvOdfIp0Qm4rOdNoZ4/CMpsqMgywR5DfkcboFz43MYjlD99/xsEaDxZMmTRCOE39tWZYevoJIQ6i/E5jD3Ry7IytAFNWJ2QyNyJRypoPFl4onVyJGiQgEyZMmTJkyZMmTTFCDJk0GTJk0AU1shzpXjOnYr1Xi6eq6dPKEbgDnjUOyvNd7hzfIdSP8A6SQyRlHoAZMjL5vuKdOnyBldBG6L83J49BI/vVHKm/QyCkPQOKJ5KxIWWPMNqsjv42QFeKzp8mdwC+4weUxdPB0UDOU/oAek6eD/APlFA/0EsKPvi/jxOPpfFj6BwUf6xR9YR/79qPyT8e9rSMThAp+P/Fn7ILtiRgVgXlFPx+O9nwWLD0Qw9FhLQxLD/IiUUC6HQp+PxA2efL/JYsPT7WLqFgKKwlY0MSOJDkUHrZ0Y4lhxdFhgxWIIJuQyhZwIOivKZYTABliRCHa/1kIFDoj1WDD0WMQwlNWa/Ip1gT9UO6/kCEA1/pX3Ad0YfJHv9r5QKF77Jk0CUMUCMsAsQ6QZeYgI4eq+SfovCa9YrtOyahh7ojKNBoYSUy+SaGHF1RgL2QUZRRIyZRxlYcSGHsigViCGFfBl8V/x/EL6/KORMgC7Ij/cfijgWC+wd0cg8G6IBk6/kw/7WDEsSw4liHVMxvuGQITRwojoiOqEAu4XxvhOdxYU6PUJmiQsY/2nTJr4vEAjmOhRCJQxuFih4h4h5vjKFMVwisSwnrF1iWEojrf+EF4i0CE99bZYoIQxJk19bQbKdigmXyWJEooegAIxCbovCHeA9AOIILvA94P6ASu8CUUVh9AZWLrBng3oAPdBfFAr5ImGHbgRF0vhd0UUcX+KwhBPt0XSNDEP9ohBBG+58kUIYgnQXx6IhYQjfqaQRQKIR7oYisSPa/AIxGQdEdl0dHp6AhiXyQ7+gUrwvk6AdYoFHqEB09AJg6IZArEsJ6egLCj2K+Sd/QMF5RHVHqEPQGeiGKDrzAegIRKf0CYuyAQT9V5QxegRusBDz6AzAIwPoDwolBFNdEyG4igesMQ6+gYp7/TQCZeEEfQK/WA9AuJeUPQKEUUF5TXQNRO2hIDdENyC5pqDo7eM31AIC5cJ90eJvKKGLp6BBAwf3PtrTaoUyxXMPSbczJryBr3lP1vQOqm6VtaGmG6cI6UNTKKA907bpf0EG55pRuQp3BT3inOCDaI73Q4digptBO9mTJvQU0AihYSEciaD8ztYKI+fQKCjmR77H9A41h06es14g1gI33m1V0eDX0YZYFG8wobJN3hQ0Uf0CwsQQPoIHBRtsZGueDBbWclhKObE55GBfD92DsgEcKZHJtogieQwbBjI2uPFr/iheWfSSbxDqIRqmARvFOqioYi8Nr7zlzoQ0QXgHVTkSn40HPZQqt6BGRg2vi8NkBBrIRy6NYF/r5QIzm+oxKHPR5sNUoUXRMo7ryn6598ibqi6w1yMwY4e68ld8ZR73tim8Tm3g6+WdN33bIE53DAxPY6Wbq3mNJs59TeGzQt5/8QAKxAAAwACAgICAwEBAQEBAAIDAAERECEgMTBBQFFQYXFgoYGRsXDB0eHw/9oACAEBAAE/Ifhr5SyvA/Bui+UvhL5XYXnPi8PD/wAevwSXg7TXJWRR5liLKPG8E7IoOAvqF+gv1IXogSLBFNfaI+z9YZjR6iAf3n0n0i/Rf0jPsbi3+4+4TbexX7zq+jAscY/0rBDD+kkQf0i/pg/fxn/qxo3gMvNv7B/eNw/dH9o/YN8LzI8Gr+j+sI+yOXbLLKKKwvhnfR04Gi8d9j8HYlvxP18eVf7GV13ws+hJbe7lr8evCvlIfi9fA6Dov8N2F5z4vD/wS+OvwXYNfo17x04Vh7U/M1iRYM1cC6O0Z7DOj+kZGZtGz2VFvcbe3K3sX9lPsQW9CBOIIIlhliI/RDhZ/BX0XxfuP3Y/2n7j9hf3i/3P6HkNiuG/v4UJlLxsvCsr+LOKRuvbNCSSIhCF4coQhPEg18Cc1a/VHkk1mD23QrX5I3rxrwP4C8b8nrCIdZ0/w3b4t/6tfEvF9+VRGs+d40tioiRqfsGdbGCh4t/RX0J/oT/WKKT6EskfqR/4zpi09LM39h+zB/Rsn7xo0iojxN+yvEDf7HwSiiiiv7+bMzEzMwnL6FKnMDcZb/v4dzPJCEIQnBTS+qKov0HmyRez7y/X4d+BfLfg98vXNDF4lhNDp/huwvPfF4f+9V3zqWhr153Zcxceg0ISfQihhbUa8LT0WfuPoeKvvNRUQQSPBZY8V8kUpclwZVEffALLKKx435YTEJmYmJ4pmcJicrrrvwXf34NcZzmIQhCEJmEIQhMQmJmC+2KyZMxpCnf7+f38yfDQ+fvyvmseuHULr/CvkF8B4f8AvCHfnpok9fgJwmLGmLTpOLb7G79jv2f2V5Ff78HP2ST9+c95/fJRY2K+MITjOU+JPjvUe2T368H8P55whCEITCEIQnBImJzhLNo+5h5giGb0+/nt/g/WXxfBDF8Ni8SyLpf4buL4l4f+7cLB7OnhMIeWvgkyEVikkga+c6MuFKKV4ue+M5QhPkz8FR3XPR/HD+seaEITEIQnxkaLR0oLzCZCn9SfI+vhPxIfND8j74IYuC8L5Pku+ewXX+G7C+IeH/u2dgsHvn0Q76HxLhXBCvLCcZmZnjmZ+Xl/vnB37OJmE5gJsITJOK5Xz09qm8PfBX7B7/X5Xfy0PmvA/CsLwoeX4GTCy+PWel/hWMWa+G/92nvIsa5LeWl8icoTywhCZnCf4H6SQnWiiyxBZWn+icQonEIQmIoRckuOiEITK8TaXdG2OD/vEaOrnevyS8C8vsXneXyfFeEXS/EX5z7+APg/9865vZBpC5WRJwvwE/xMIQhOQJwGht+Bhb9Ehv2WCEIQhCcoQnGc9cZ5GMpUhWu+Czt9k6uqP5ZnC/EYuE4IeXzQ+HrkuD8j74rj1nUrpf4Vj7FisrxNl4P/AHyzsxk7ZF51i6v8xCEIQhPiAVAIQgkXtiAekQhCEzLU64rw3Dep4Fx0Pz38o56OCvYCpLX3+BK+MfgXeGLCxPAuKz7HheJ9iyxeBKfX+F6fBGhIWWL/AHw7sHgakuaaf+N1CEyQnIEJ5QAIQhMQnhveAbibLL00XieHi/Fnig7kFIU4bSkN/v8AKBi8Sw+heB+FcWLzr/HbH2LhXjfBj/3roM7jOgnkznbHJvhPyExOEI8whCE4CcQmGmSZITJMIQhOM8S68ErE6u334Puqa/A3g/FNq6HVHBtm3r0K1/bPXzH8KtCdexCkXkfhfJi+Ov8AHbOwvPf+VL8bEOlO5WJ4y67FzxtPwq5TMxCEIQmUIQhCYJDRCYQhEQhOEzMTC8l+G31VpAXgmr678vr8Evq50Vwdb6NEfv4NeITxv4TVjNFQTCUjxMXnXXwZyXJf4hfQ+xcK8sw/989RjuPo7PDyj8odGGNPwUITMITEIQhCEIREJiEJiZnKEnLXhnk2LmvDDtF/PApp6Q9j7fxH42Tz1Xo0cmN1IijH3fn5/D9YaDLc2hMIVPm/KsPD8jysPivAub/wj7F8Q8P/AHfqdDudM1iZRJeDN4lrlMTM4zhMQhCEIQhCEITMITEJmeSfAnBeafGRoTtiv0fg0fvkf4B+KfvjB5opEVu+8dT8fN8WQxA3RRpha8V1xfB83zWH4UPxr/hr6G9izXkfN/4yfj98Hj04UdEd86pRPC1xhCEJiE8KxCYnjmJ4HwvwV+AmZnp4LRNnfdaHf49bQJ7eDKS6D7P3+UrysPAy3KxOhFKUXBDyuSZ9clwWPfhX+On0Pv4F8Xh/7pkhibOh25chl48GMtPgz8prE/AzwTX738FT79H/AO89/E7+KjKWUcFWS6Ieu/yAQvI1hZY3gQSiawuNyvGuL8XTwdn+GY+xcKF53/8AwAXRndw9+RuTL2hKnin4xc1+PWGqV2EqPS8Ez9d8t/g9eBkQLO8Ok7h3T8b2zvWINeJ3RZY0RM2jZROJS81mZXFD8yc4Uue7PWX/AIJj7F/kpf4A+sHQ7uG2Ii50ip+/yt5zE4r8POFQ9deBTT0hzT2NfHmJ4bwc8WgqT0FnQfr8YK0R2RE/Y71ir/Y/68CHyWGdMrTNlYmEE08PHo3xWFleBcu/D2f+GY+xYLC//g10H0djpTv4x0SHzrs9/ll+HXkufcJf9eCevbm+F+M/j/dmNTcw7n2O3wo/jtUe3H9jPfiF6kmJut8lwWWLhRDGuG3hYJE6vDMLwLz+3+HfYuBfAeH/ALz0zHdxYhiUb51Ctr/BX8I+WntJ1iRFzbip3TWninH1+DtC9cZ+wA81ed+KeJvGdXsRaGZ64e9YBIy+KflXBoawfATCcjksrzrnRZSf4VjFwrx++L8p/wCxvo7nRnZ8aWpfsgPkzWh9/wCMnhvxqLe+vBT/AKL79vfyt/IdbdjOmXihqP8ACVj3aEaD24nz0Z9+LSL18FvCz6Fh8YMMPBMJssQvw9i8HXL/AMGxizXwX/kS/G2tYu4fKYyKudJDHfIn5d4Xinn/AGIz+PeC4OtvF/BT4HDf4Ng2Hpv8FWixKhhuOxiVYJRpcN8PZMPC4e8vkuHrCy0TDDMJhPNvhfC8FwWWjp/hmP4o8P8A3wdTtyRqCA+TK2hGxf6m6mvAS99IYy95n5DrsFCcGafU0d34ANEKHss+g74BdDq0Il4mJ5LDyss9ZeFh94fF4Ug+yEEhrDFhFWVC+E8rr/DMfYlivwxf6s3bOj8Dlmj52C/9P8dcX8ztve3gtrtwvw58read/wDgSuV3RurqDbrHR/Pl0W1lTex36DXaZTY7ZHQeViWGLw+ss6Rea7w8LiyDRMTKgRvNYfFiH/iZj7Fkvgv/AHw2HRj8DVLmDLM/8GMT/Ez5y/ATf2xaD0ubRNk66XWPf5Jgy6Hs3iYcXXo7MdX8878Ta+xf2Xk2z3z2d2jYM9aa87exIQxeZcll4XOEwaIQmaEYFlDfJ4feF/hpHQYnmvgv4hf5yeV+j2Ge4/B0xCr53BrX6fyX+UXwb4dSdeD9tfRfvzTyvm/hWShNTeVobCLsx0P47VHs6adT27G9j1BD18ZYfiZea4k+C5whCEzBYYFwWEx4f+J2PsXCvgMXwy/1R6H46MT3yhVnBqP8vRvhflM9+TWf3x78En1TleVzfhP4nUtF7M+z9SB7+MG0sYLDTD7EOiXx1m8lxfNiy+F5LjMoQhMpvBKVYXB4R0/gfX4bt8VeH8Jf6o1wF5LEhmmouSnIpfnt/Gvwfom7Fgua3fpDn3tfkX5qBX/ooXBRIDx1fBqE3Z0G3jLHdY3JQTRI6+OxeFcXfI+vI+LIMmGQmKxMIJBiH/idj7F8S8PL/wBx2x28lGRJ5NFYfhF5vXy74EuV+Ekns8TXJD8t5sngngShOCu2QRTYfb+AGNELHUEdINO4w6ZCEKqiF0sPi/he+Hrn65QnhePfNnrwrMIThCYrymeh9BlP2L/BsYsV8J4f+OX487Hd44DEIXO+W1/o6NJ2z7PnNqMZ6Ba+d74PF+Ei5sZRqZmxB+4Pt+baI71TvlNH0U+z7w956sTlcv8ACrLwsvteNcPQvC0QnganRjd7Ht9jFL+PhfEfQ+xcK8T4PDw+vxE/wk8/dHQ9+WloSh8mWj6H+avkfh9fDmt14Om9vr5Dx34b8S7aDaYeUn7A8dPH3ym8rv8AWCuax0SO8R1YR6Xknw34ffwFifD9eCE5NDuZLNjO6ej7iIk/PmexYr4Dw/8AfDPvyj1sgXMt5Ef6LZVvwJivXb4D+NPgbE2O2Tq4LT2NDx/+PNohPWOs0/RBwuoe7Rt32JE0vwC8Mx64vix9YWX4X8WYZCEN9BqYomtCSGxJ+y3vQxl2GqfnmP8A/gZevJ2GxunXyzETOTVNU+vw1438c/A77UJ+oXNbv0hz33+MXx30KtT98NJ+rofOfYZ1+2avQTtJ20QR7ccJLovgz4awsPj64LhcPK4vPvHv4T8DRDYhUCX6FpiipKCtdC4CRsT9if5198FfhS/1LbQ+sRPIsJC3zQ5DZ/4KfBmL47jLXgSRX+3hXz753ixD+maxig++G2kdmg25/wDWHt7uN9MfqAj0R1K+ZPE8rxLwrYuLx653C8jzOEymRe2J6CGehHpC+9j+wKBVn3MUCd7/ADTH2L41/wC7XY0Ps6+aeiO+eiUP/FL4iVID2++dhn/zlfiH8Bl4L/8AfK7Qzpr0XCZXD3Oxh0B/fRp3ZESU/h7yh0hJ0vw6wsLiic1yXOeBeR5mXwfGd+aDRjKwidY9JR67GfZ7Y1+XY+8i+E8P/eDR2OvmkMiKi5LaX1+FXinymL4k59OiRFz1/t6XlvyH8GZR/rK/9eDqvTQ/2wU0I7uidlYmep2iX41RcnijfBeFZ98PXwll+FcC8fmvBS10Kfo6MXrH2jHsSPK/Jeh9i+IeH/u+50H2dfgWi8miqn5+vmTfmfNea3gGhfDd8n+AZnSWhnv++ATUSfZDwjqztFFiIl4X8B8XeL8a5PwPn74L4yH35PTMwSL4Jv8AwGgx6HvRpsYuD3Yj6xOvyTGLhXwn8Jf6nudRnXzyGTR87iGLP/OMaIttn8M5ob/Q1p21L8B/CfjXiSIpLoq/9j+o2e8JxFIhFXw3+HPgux813wXjXfFckM9cFyQsj/8AZ189DP8AyPCCWLfrCi+zEVP8gx98RfAeHP8AdPF0GdS+eOiHyZ6uH85eaeS+PfxUIg60Ouese8dfHfwVmeRIq1RjGvFMqlEvQ+8935FE4vL4LwLsWGLgxY+gxDFw0L4Lw7HRjcbk/eh1+4S5tGIYy+oxNi++hoqfvnv8P24q8qy/iF/q6zr8CQyGuamI/wCAfi1+P2jae+ZqM+llpfA34bwmb8JcKNEMZRFsYv1EmCpuuqIiL6chfklh5YsrwLLFyuVhd+NZXhWLoxUolOs1Hvj0muNC0i8EJhqxoUF/PgJbjF4Tf4N9/FXh/CXgX5ZfjBu0P4HWIpE501/Ha/EPg6Z2xKD659/2+vJPM/BGTEIazZ6I+iMB6xOLVDsb+xKWfYdDCdCmVgiZX1nv/HrwMWayh8HzXFcPWL41leFHdZ5vh+sC2G+xL0JJeaIgWxlHYf2HhP8AflfzH3518X/v0w/hIbI/NbiSZfm98V5r+AvgsngnJ1475e+Ozeavs/YQTjRReJl+zDQe7PaF9QZmqHbdDsacNCMLwTBTlGb3Nk6vvFN0fsS/h+Z/eSwWNQXgQsrDFyQ/Oh8Fxdlwlm2NadR5W8Ckl8JjCX6P1CCE/iZglf4Vj74i+A8P/d9hjOi8D8U5NkB8ns9Vf4WfBuFtpH8q5p+qQxn7cpikykxqezUI4nn8jbB+0v78BLVDR2x+4foeCM9ifXY0grGF0Rq2QgxyLcNBnbsYrEpPGpb7Qkj95TSHYbTPf/Pj35ywxCwWUTmsPC5L41wuCO2H25XRT3bDpF8fQ0EP0PXWF7QVjKvwTPfnXyeH3/vB9DPT4Ux/sjrmtiGfNi/h9+a5mP0TYSinOTgVgMC+5DWjP35yfou4kYmCG5YfbH0Nq9n7hF+xP2fsP24j+gQ5/aF1ehrY0K1QtgLIz2wQhVQSOwS26E6DRdj2G+UpROfYegsZExWr7FlrOsdv4l+BDyijwslj2MXi7cy+WiGQ3BW82DSL5cNhTEFThXvhBE/389j74i+A8P8A3aBYM9fh6lseo+TVR6PzF+BnjRPDCYg8iNSzbO2D0Uf7mAtVO76o9khp3BUsme5f2Jp7KIWkEqdI6zoQ8JQqpTdQ9xw+8X/sr9pj208L9yoVez6DQdnT9n8TKL9QrCGkm9jS7HU0s9msSik2RE3/AMypXT/+C9xvGyEXZWEUrxr7ttF5menum++mf+LC/H/XLthD4ex+KC4+vD78a5PgngQufgjo9YaNDD3FP2DnsTvZfmMfYu/jH/rl5Hh6jPX4ctil75qQmPOvwVx1zfxN8oUVkaX2ftxtJ+nIn+gy/ab+xSLQJP6IX6CbUiNOz0yQo0fciQaLoaNm6YhsML2uzosjDnOxj60uSbuAbROCP7P1EO0Pfsj3wfqkeqGdpChprCTf0f8Ah9gewErx2h9I32xuGhqhqpKD7IrCa8kN/SlV5eP+mOK/yS9nrisdhLD8z3zfiWVx94vJjwkd0df4R0PehD9Cg3Fa2K+x4S/l+xcC+A8P/el9nb4spD5JUeuT4z5TxX4kZWP9YH9l+x9RBYQhX0j+B+8r7wf+j9sUvC4vD9x9DH9goqJ12QafTKo37K/YM32i8NUHbQ4QFUpFS8IKmKlZ6G3Q4VK4aCmV3otd7H2pzAmez95+4e9o9vYhBDQaPtEOqjVP2P0nuh7ODo34/Zd7/gfbeXj/ANja6/JJd81guC8nvhfGhi5rg+LPSwjujr/DtX6HPRs6FXofdIifbGhNP47Q+xeY+Tw/92w6j+Ljsg75oah7lPwk8dZIvsnvlH6j+Bu8CcaqP+jfulw3xx1xaQXQrWg1ZPQdacGr1i8I/oTfQ0LobLvj1pDcZCkO9dHuQhMTJ7jaC0K0a0f+o6SEI06Ensbeh4uSb0H1sfpGzH9Yhc00T+kJfokQcdi2iIKjQ0niTsFPY+9Cy7P37FX/AMgqBGe1notApWP4dYQ9+B5lU6Cmnpn/AJvm34SwuK5k8rN2Ph7y8IQyeFeD3lnrLeHnqOv8TExDHPR9I8F2kWxPxTPYjqLC8LwuD/3p9D4X8bFVJHJo2UQ+/jLxx4Fgx94X9FX2QwpFfSP44r+yvspc0pT0R2GbrSITY9EGO3W0X0Upqw2emhvRrM0PTiF95+qY2O+yL/Qnca151UhaAl3jfWGQp9GnZF9A19Qwlzdoboz/AMBFj3Tus6IVGhCE/R/BR3wR3DUE/RL+xNthvoJxIh7/AET6JiP7BEewwG/BX9ivLjHFFdBrtlG4Y0QRhDGCLV6EQYEiCzxlpldGuD9So6hfEq+ch+VOb8PvD4rivKuDFjujp/GQLfoTdD6Q/aMwHBJ7fDYWK+I/90/kohvwPXGofv4SRGJP6P1ZP92CR9x1Ej9BPofyWWGz2Vk0Ky5oj2UOw39EauiqHVbEH0JH6xfcF7jtD6hMveTVJpjZ3BRiYlQ4hnQYZ0Gw6IxBKoT2a0tneC2qEYU0L6iHbiDG0joEjtbNJjKJhDkIa/rzKEPRvuLom+e7wIMbiO5OmQ2i6LosQ1dEl0mK7BB6KHQETGJqj0D2YSdwHSEYkRgjRbHLo7ETGew90M0nK8V0OlWpwRNL+yUX5OPm8LxsXiYuaHnfgQz1xfQsaNHT+PkWz3I3WijdNSjPvPYF+A+xeY+Tw/8AdthZ3+M5C/Y1SfJ7XgaG/oorCCfbCmCfo/gso/bjftP3H9eFpU+g+wjqCG9h90GT7x2y4dI8WIsiekI3BvsDN+oaehj+3KkvQgJLsgk6bBDXR+9IanH2fZCGiM3ZPRCSrC2vtlk2z0oi9wPpZZbwBs+4Q7WyxdsZ7ZHYghLsJTcGfqY7+CcUjrfQiEWGO2Qo9WKCRF2II23o/oDxiFJWOBG+2aSH9SgXZkGQNeihTyqR/RaUuBEErPPd4H+HS3li+CxeBc1lD4rKyh8nmoR0/kWg3D1Gs2hPWJvZ+wR2EdPK+j2L4h/5Evx3fxeEGJaIeavs7BDsFGssW422XBSD+c9FFFLi5eLyuLw/QbhtetCK2uEeMr0Otjv6PZ6I+8a+40ns+0lE+xo0JEOq0zveFE4e/IKxH2DFGy2js/piSBdBcYxexvU2esWj6yvsGq4TP0J/4R/Zu0hHtGjemOlsovX0egF//kDYJxQRGno9DEoGluuxTp9H6llUhegOCZuCqmxq4xVpaLs0xYoRWFsRF1TxlpkgpNlneFubeBakOiOxA6jg3SF1h8Hzl/2IyuBaq+xBj3n/AO14H+JQxeFZ9/BWWLK4TwwfXg6GdH5ODVi2hL6OsHdCZsHfYk8b7FkheJ8nh/gl+Hv5FiBR8ahe0FvYTgj/AGLC/VKLQuo3aPH2nD98kIH6pL0KnSHR4DYG8M7Oib6/hv1skIQkJiDxS5vwIQqrPqH6s+9iv0GPQvtE32I0aKkMdhqfY70M3i2ehapp42dC3/8AQONipw7SYjCaFvtEtlpGsJWNJBJZoce1sTSG1dDVousUUmLTToZCC0KWNTabo02iFgzezxB60KQrGfap6gb+0jdBrJUNVTO+uyN/RXqYI4NwTT9i7WjoSWhv0COKxdUQ7ey3TOltnUDGuIV9DAgNm2UUjQmnRQbohANXvRWdjWRg9rFZNIRVg2O+ui4F15aJBKf1wpqXtmpvMl/f5B4fw2LlMIYssXWVlc3hcWIYsdZ1/l2VPtCh+8IvdEvYs9h4GPsWa8b8D/FL8LfwdNCa+yr7L9j94/vP1BpDM7TRUg7OwHHtESvSg4wlmilNMHTti/sqjNveKqo9kitcEyC4XgKPO4nDaU6w8whCEwhCEIjWE8Cwh4bb23yTCSP24D+8reJiEGOmatveGl3BWrVCJLSYiGtFdLR6P3QgSOyKk0dEISMdWw76MlD9lzR63RMQ7joRqmxFjY10JScEMWw0QeRHolHsp1/8K9H7tkGyLYrSEdBqqYeiYj6n1hMTZvQkojbQv0e24egbLMbKyi7o0C5rB0toooI2QQihsJQmNFoVeEY3ovl3SCUntOH/AEFE9sJUfsT+m/JMXP3y9cXn3wmF4V1zfCeBiEsbr/Kvg0mM+h/0fYxva6HXY57Er98WexZLxvmx/wCERPJ74/8AvHRUfsP3YX7z2x+8eyn7B/cfvO2P3H1YlTSEpgrWkfqG/wBCZ1g77EnVHYXQRmbT2VHax0j6CvZS30OwJp9PD6Zt0KTso2dsijXRQ3sy0ezRhN8W0JH1YX7BJlYLG1IHahdWX5Z4Z4IQhCCyuSbT0Lo9n6jWLCWr3iTtB74A5NgMaC1BvsT7H2DsaOOOkQBxRrLRfbmsaeEMUy08M8L/AOCqO32Gy7IQWdr2ITU4hBehMh94Ff2MdERD0OuiaN6Iftg2ILozWGmWi3vlogo1VgjMb8g7WhJyMUbcg5MpqJAsHslN1aOh3zSFO2hhIX811fdHpPYmfQ+8in/0JE/HoeGLK8K4ex+JDxvD+AuDwh5XX86NRodELB4afvwFw8LzGLi8P8PcX9lRV9lX2VfZJ+4/afvwv1j9Y/afvP35f95+4/dj/fj/AHZT9x+w/Yfszr9x+8aBl+sj6H+h/ON/Xnf2D9bEhYX9mL95+8/fir7K/saTElNJtlGx9w+5SiprANdiRmyFpnawgyvtilJSM7Ni7roQ1B/cVLs+3JJNWkMKhnbBIlEmRhEKQezLlkJTEG0VP3yD+FCEXwp5I0F0aHWip29Mf7DXYZp6KqKp/pBGhs7RTrQ/VhYaro/XBCW7HQKJruZPNG2dCkQgqooyF9MSnuHQTT1iTUPUzRX1hj7iR6aCLOiRM0V0mQi4s0wdaDV4SQZOTKxF9volEsQ3Jc6N47MaxAhYaPhkMetC3Z2EdvP6ndEu/rha/saWP4v8gQ8PkvK/E/iI9j4Ieek1X89MHPQh9Eesd9VZ7gv7NMLzHyeHLmCPs/cfuP3Yv2H7cX7j9gnsqJGhn2GgaBoQRyQTgk/g75DzC88ftP2FvY1+x+x437D6mfuP2431t4QwKP2H7D9gqIvZSKyvClZWUUrKP2FZed4J25WEFxvMpqPsw7ZDTQweww/6PsI2IMKEmmL99msDcQn6NC8FIq6HIo0adiGn/SGsGhpugxOMTujQ0SjpEIkTA0Hsmb4dyEHNGGJL7LQ9kIRNFpcJ8Jl8K4bxMTIjyRrgNhG4e8AckglBgMJtQ+5fw1QeLiV24X0LColx7aGezTHBLW0I/QFXPeFe0OL6GgT+w310xjAqWq16wuyTjvCr0P8AaJ+8yBrehEv/ANLD6NtRFbXhoxJt6xvqG8o3C/RtuKYNYsXNor9wk2ehDyskOw3Z28dzC1Lundb4WX7H6IpP7rOv49YQxcV51xeEMXNfHbo/wLE/Qr0PqxO1HC/Y+1hcKNb7Gj2M4GiHmKMb+xv94v3of2H1DL+mBAnezvWE2nY0e2P9hm6lFYJj6EGhbZLGEmmNPsSkHeO8wVn68HhDuNRajyuVoSRw042g/URkINKQ0sV6DXlvfEkS0Ohj+RlyIzfwVZRj90NSEZCYM+u8JEl2JfY508ohmiBRrsSEmg80aobfeGSTEIQasVgSj/cSpH9H24JEj0W9CVdId+jbfQtohCZPoN1xCDiFZojGi4Qa0esbJyQgjRrAclW0JldsvZGvg7ZRTKWasL5uQT9ERMQn68EIQY2D9kLBUeEWw3AasJDE8puoRhganZWqNXWQ6LrMa0dFJGi7UXre8SRoWpg9SGxj0oaQY0dh9y+iA/8ADktdM/axrtiP7ITVdsbW1CVObxRD2sNpBKEhZ7wSxKZSnuUuU6C3tiDUFtIal16Eusy0djt5n/RMiOeh5i37L/8AkJs/n34q/CxDF53wvJDEd8kPyTmxHWdX+EiGMVBuENZ7ZXsaXYh5qC5o5hBsWzUxqCRLCnLZSUuEqIoTBJgOYTIktCTE/QlohehGzh10NtiaXY09YnXBMITKhuxDRKP0R/SHo6hE0jsaGLUERBKRobLTDT0RSAbBnYtbeBMOuhSmK/UknF7BHDT6JNaHmcITxNBOgkTExrDViOw27FGo9YW1ohCn7DXh0BMv6TtrockNQhCEEIajEiEIJEITNXIAqFw7zvxJJTFQv7Nas6l98H6R6gbQkv0QHilFrIoIeljVJ5Uxw2RmxJlFl8fgQgiJx0T4M4GsaKVFKMUJKQUuNDVChsQmv2w9DLoQgymItuA2+yfsT+8JKUkIa/GkOh2kv/p1oVsij/YlQkR1guj9zGsTEbR9UckPodRoA2+9m/8AZeo8TUZCp6M3ELmlLmkhbIcVPZAlFVR4FqibYbDjT94pkNe9CVQPZBncNQ+8dk4TwaP/AGMfX0PEEVH6YpnqT2LE/KVn1j0b5vg+C5dhiy8vyoY+TFidX+GY9uhr0emwZ9k9pi/YTUdolRuHqFD9Y2DVPol6NBTc/wDMJWRWHWH6HahufBNidFRUGiELtmyhxCiyTGyWU2hOqGt6xHiEtRH0NixsxaY1SJTJx48CkGNo/YL7Mg2eyxC6BINxDLO0SPrNg0suYZnobz9wh7GiHaFOswmZmcmJmyJketH7xxslglCprCLrBBpFgc6Y8E7J4gpIyOzLfhqhgNb42tM0/oMTC5bCkrsRphLbdkIyhTNaaLzFYLEjsLPYXYtNCYIJFhMQnnnhnOEITg0XClEXmpSpfeZ6pZ9juK+9cVloIQ9Udqi0kzEoEj9iPU9vBl6GRf8AZZ0aApr2H+hAVf0JJm4PUFoUzvRLQVk0hXA6BYv2Xhf2s7n3OCU2htxmnTH1hMmbx80jSbElEIs/Q7sYtD/gDsPsTGvWJjuPsjin9fxu8vfnfXC+GYMWXw35Fh80dB1f4Z9D7EIQepQ4uoMvoe2JIfUk3VeDuNx5gtIOdjxlvCbCC6JeyGj6RpoWTSNIbYvsxS0RoSsNmjskTSFCoKhCZjUOh6IiWWfRLaNR0EfAsDqe/Dses3iV4bmgmgknldwhOMCK4MvbDbfPvjOUIQhCD+iYJrDYLRighthtTY29MuXwXPoWKCfZ7Q0xd9iKr95SuhIUp8EIyiODaHyJpkRKCpGX0hXtUbR6ej9cGp2sezoMpuKwaUJT2lKhZCwzZoTXPd43z98oQhMQhKTGuFG8XxrPcNsKUvB8kdIiJsutjbPYldIQ9lTCZDPobNgS/vwKDlvcMRC/gKgdFdCR98QthIcGFG9FvsOvQ1BD29BbpC6SE/4iNrR33ZN7G4ipRaC2iMoJoaacxprGempL1gmesBv2KTQ99M9D6GatYLUOvmRfUpopwR/Uacsfk1ef14KLLwh8l4V5kdZ0/wAMz2I6YWDRnrDohnGLUewLFipdGn2O3DIhm7HRXHWDVwsC2jQ9tk8p4UQ0HTWFmQZQTUdcaNMdshTTIPUhjvsUGErMeaMLVS3oSws32TC3tkFo7qLaqR7hLx6A8Q383S5Z34i2iZT/AOgmhCEIyFsIJHRMNC+/Gah6f0ap7NJrO9OTRwlrGScIJIsQixfbRMKa2Xi7NoUkuPriu1tD0U6NnrQ9oftEPZ0mEx7wbH3MONLWdaXxJiEFmlExspS4pSl8kIyEIbRMsLh+Jdk9jo0l9kzCEqzSLrHSDGOvRFhog9Ot/wCCu3sf+Yla7DCn0kRQWtHXCg1oN2piSweqSatmhELaEkvWaUQgtiG6PWPdE3gNjSEaY9TRJT7G30hp9T6kdoOah69iTsdM3VHg9qxdPMiroNFLgtV+yW9n8M/wVvKHjt4EPihD5vkubwsXVf4ZnsR0wuDRVBUKmFJRJVjGEBDoKe0TYr6Ncu/WNoQbIxG8TeaW4Sp3SEJscUB/+CIGJSr7PaxSNRGhMh2Mrsca0STN0KH2y4XtibTQmQZrWsJb6O1DoJsRo+hTXfRCMxTNF0Ms/NCEIyEZCMhGViEIQhCGhJHPuDRodIwiIhTEkiwg0PBspCU9QJS6JjQ16Na2hsvQpaniaFUuiy+OAJKxBUYcV7CXOUvtLY0jWF2KKTB2wg0x/YCi6O5XCSst6LxxXOc5m4pc0pfFN8oQhMv4EJokUHpTRf7F0QRTSY9um69CZFSPZCfsfoJpBabFSIQl7j0WYaCoCdmNvTG7vCF0ofYtVXQ9a48n+hAa/Z9KxehTiIJKPCogTOKFE01/7jdrHN5Nn2hs7GRIaQxrYmNlb0EXYuvJMSV1RSX1wWq/Yq/pixL8N38Nd+RF4rjBm+K8a75rFyjqOn+D1lnsQnNKo9KMKQqm6LtD2EuFpIjph0GU9YSGO2DUSEBZCK+xi9YgkxOSaR6ijHvGiAtOsVNPYmq2MeiISwm0hMhBimkxIIvlG9IWlB9CxCpLBs2K2tnYT2POoQn1g4t6DuvjCEITCExCYnJLhCc0a3iLtaduKiCXY6dLRIncNBf2Po8JmLRPsL9cmLa9pJdCiWFsRrfGQ11iKDcMSniWbR78Qk0xbS9se7DYUwjfpfR1jILKmMoPjDZ3mc2UoxWXNE/DfDOGi8H5ZhCdsdDbQlGaBjm30J9Q027PeDf7whVZ2V0GcIYiFlzSbF7DNst02JN9GqtEYqIqyOEUFX2Pc6Za9C19TRUy7aiti1lppSDq4uOw76Ifsin8RU7zYoJ9jqMbFi02Y0w+vHrO6vtilw1tSfbNg9z80rHvC8Lwhi4sXFiQub8L8HSLr8EvwjPYhYXB4tQ+gvsT0LBjBoke4NQWqLCZ3wfYaTIhJIQ0MmRKDoIfQzsJZgjJMUQobmxuQ2KmsEwqTtaRq8Q9xdO0xzT0iHqCYlG2MmsVRuiKEghoXZLGEoKk7EZG3Oigd2QnDYvmXhiXFdCZH7xs1bJhuqkVT92d3CV0d54ybV0dofR0PIUPocEY/sIBD9+CIc7G95qtWLW+wtcNe2XilRSlKsLkpSlG3zvnhMzNxrF8sJi4kYlJDG728Nchz2muGxDSiPY1Rb2S0hNbrQbT09Mb7GNRiZFEhQiHoY4FPT6H6RH9jSRU0H2iEUtBB2LrZs3micE+zTk2bXo9iu2A2hj7Q4Sydh9m/aO2sV5lf3qJU+h7zqg9bP14L/MFhC5IfJ8n4byXF8ejpF1/h/YslxWuLsbJCDE2J7IRjUxUlFTcU2xE0PHFgbIqG0jD3xDEQh5R7G16PbY6puKTGnYrDaLfRQoGGxIjYpaDd3RvKN56REglOHuP68BurCA7EpumzIO9IhOvEzV01UjsNqDd+G/FnNo+NtoMbGImxzHfoNHQhjw3oPdCNgsvh+wh+8UTTHraImNDyT6HjlVhaR/dPYlb3g+horq0Mmr4rhwJ0QmZSFxRQVV81zSlL4lzhPBCCWJm8HwuLzmKXKxCxBLmPcf8Q+xdn7GUTwjbgiKOXDWh2B+oSX/4Gye8Q2fYNrRXa2RzrCaNWhF0LRbQXqH0D7zdsSoixdi6JMyzM20Pp8UJE+yeoQoQFhUxVDbBhlKGlLRPfn6Jezt39zB2oiNd98b+Nr5r8a4PLFxfNZQj343hHrjTrF/hnhcz0NuL7Oh0IejooEzvA9YHQ3OxtbI1kqTCDAoI949GEnRxekN6I6LS9YhUuyPrDUWx1DxCTBfQ6r6IpDphooQNQZQnKDFfTO5vbZuobTAUQWx3qFvEJlCckVmMnGYhGQmdk4QhCbmey+ho9l9QlOCRB5TplyehUbgZdpH2x/7CFTRdOj9Zq8XSkIWwSrEL+8CJtjb+ja7IirsjTDIqvF3A3im3RVpcHhQQT7M/CTEJil+JSlytIGoHfqGrCVl+iDLDbeOoKqyE8dY0LYlw2HTEn6N6CmGi7Et1HboS/SxpHoBOHtsXvbFekaKKOxz0GNeIyMeiXXBIYxfUKxN0Ue8IQ95noQ2dKluyHtH6nYNX4F5Pumrxtdvnf5F59EwsrwP4bwse/Cuaaif+GZ74C4MaF6dWfbwEEro3BBVkD9MmFqbDexAZIdtk4ViA/D2D7IJqP4bQ1LYj7PcZo3hdlJL7ND7IhICJDuRp3kqB9H9DxSGM4sYyesKukaFdHQ3CoqIiI0awUNEzoUPQyI0axFhAkQSRhGEYwQREEGsO2IZIJhDRPQhSYhdEfKEITDRCX0EQmAiB+s9wLO+mNAsn3ldFmjcE080oqCGETmUdzEuCn6GIfpCkGb2YvhSxK9YvHXsStHZ/j5mEIQhCEEiExSj8T5zFwyjw3obZbHbNFOj28NGgyGmbOEyId2NcxwtYp0hr/fCgvZoXTsOJtdCfYiJFEwz0KimnsaPZ7wewy2xK0iZj0zX0UxO6F6PsS/uRP3MDDhrkduiGkN7YdBCWPvDVaHt5tNEv7m6Lhdf0hHXfyZcXlZWfeOvAuLmUPHvC8vrL8Iv8Mx9+E7DqanbnuIDoMTYTE8tWIKaolslGiLw1g1n0IRrEaTY/bYUHZRPb6GdXFNAuvZ4Ci1sOsGX6KND603Bv9l5KwovBByaPYGtn+8KwrCl4hSiyqUvnNiPgSLiw9NLcURJBy0HsL9M7xovJCK/0GkGcOmIuUuyGx1jpBC4bGb/oexc9DYfWO5+lg6LyY9CRpJtsbXedv1XlXVscDnb+XCE4a4Nl+HS846P3AbQxzRIX7GoiuO2YJyahDg7JAOtdCd6YstoT0NtsSfeO3Q/WoRJ9otdYI3hso/uH3Ax3RTG83UWIPGPMOxVsHGhthtvGICJCrrEpSzwiBIKhToYDUlKmPtfgNP7DJNcP+SHd53+LXxnlcX4EPiuHrhMPk8dAv8M+slyfTFqPYQo/+MLUITRFSzeUOyQQdNkH0RIafbEGKJiKKf8AQcoHE0FJFkU1gkJjsK9j2xK0JdsW1g23ZkQLe8Yo0SIjo8rxWw94twi4ouKUpXlS5pS3FKUpclKJ5uaUTI/sJupiXglPVbExoS7ZcXFKXGvD3RomubaHRhTVYXEhIe8fR5aObV+x4xqm/sTVLoaBFjhDvEftxCY/UfvySfFA6RabfkmIR5hMJhCEITi+LL51lvFKXm8Z6Ew3SEa9Z0LAekP6Hd/RpMvSYnP6wsbbIj0Kb2H9BsG0pSqfSB9e6Fh3QQkOhU2IWiK0jsRTs9UNIXNOsr3EXBqzxc1/YiZssIUXWR6/9G2huwx2nod9lEzaOw+xQgO1o7cL44pxhcv2PtzP8gj14VwMWHlfAWVxXJcPWPeJf4f3h05dh/8Atg7HQZUM/wBWFfcHZIPTblHIoSM0kOK3oSydZXDFCJ9iRTuF2Tso8IS0zvLFu0SWdAe6yQnhGTDRnaRImXhjeCeKHXxbm+GUXoX+hIRIXjX/AGNwezh1HRhxQXouEo948eg9sPRbUWbEXRIspWZxit6FtpHSK33BUobxd5sg/B7wa66O8e/FCEJkhCc6XwoZPHCY0aFxfCkNXaYxs2QFPIP7CYBzeKIfwhnRiDXQ6s9g+0NNUWsTE1WVcRShxZ6JI+8pUNMIv2he51YSI1hoEEMQ+mNkxCbbxr2LeLXSGN6YnSF2I3oJISoh2exm242ehKX2dIrak4o1O3nn6XY2kWf2Qxf1SHvTlf4Z8JzXiQ+C4rwLxoeUIeFlYfGh681/MMfYskLhnH9BWQeKDzbFsNRbgtQWBpqdCnOMr2KJ6h/EFRqySQ+1+h7Cw/8A6npF0kx3aI6EUeuJ7BJMNGekHBsPW2dmiFUJUyH4EvC/Em0xH2Ia2EmvITyr6iCPrmPtEUwg7rC0L0KRsqaKCYGsdCNI0KF41MhR7mLMLQb2FvD0IMZySmkKMrr05zEwhCYnhuL4L4pn3iYqLSlzS+BPVSFbR+WhtHqjHbZTlbE4VSOMPdrFwhJv08btkwLRD2BIbiN2Nq6NENodaJHrT7Ij5OO8btIJv9D6rT6EujTF6IOehwIFTC489Uh4QOqQkMuNxuIY0axUN/vgkK7hUhtNOhaj3wXY8XyKnUefqz/A7OkPt8r/ACT659c5h+V4/vBcGTCw+K8Gv8Mz3gsLh2jDRjAmQ7jE94ZCh6zGQKbNWMQ3ENkHoadiu0OW2DZghKWMbCh6xIe2xhBpSJ+xRVPtPbC3HQh6AgkSwk4pl/HXx0MqmLO/GSkSXBcJUSUvOAuhK5/7E7TdzEdkEbcCexCxMI1oZArp6Quiqxz2aYjp4zKv2FUHz9Y6F9BttiGiSBLUgui6ZCfG1yvJeCENFGylL5VrQgjYfQa9BJ/6JtDPsTaHuY0f6alwKCMoP6iEiI6RXYTIjbZ7gmCE9l7KVMhafQnu1w26WhuWls9/GPffYr0hDraE3f8A8DD7DD9xsl+xjt/WHPoX2EhpcEg5Ip9iRLDO3KpIRARCGXY5t4ghLfG+JSL6Oo9CxT/zYmvlf5hfBXJ8kLN4visr/FjPfAXDsG9v6NnTAOQEPcPQ4bGyY44EmLofZLQpISBqKswKhvbZTuxMQ9SkjYoOwdlbFYY+3liGKHViwM6dkQxF8XOUwiJh8J8+jg5foL9ubcR/0G48D6f0q7isxp/U6B7Egzs//aEuzXOiZWhqjw7pZhh9g2T7N6Ui/eFdcM2TRERoXl6CDC0yizbFdbM/qFtU73pxao5/oahAG25xMEIQhONKXnfjzFKUuLyvhaJBGFrGVER1nbSG7B6AelH9jKtRDuiYBLgR9jqIT2PUG1Rlkt2ToIGNMFdaJm/QtNY9LY/tO5B+gv6P0j9IkO5H6AMWoesMYwvqzo9+OedBYqywW0Og6aKI0enBCLu/RaKaJMZvt5TOg+a8E7fSEKDzOf8AQya+R/lKLK4Tk+D8CHn0ex8Fwnhf+M2e/Adw/wDthBLWL6GoKZ+gyHYqLoJMJH6Bhtt7IiY6gmhuZK29slxEyCIfZ2h4aEAjuj+LETDKoeDTsCUiy/hOv2KUsyR+W8FiEGkTI0IaExMbxMTnPG80T7JKl23iifIescyaqy2kJHh6Q17uiGuNGTMSaTB6a2L3dY2wSKY214YT0LbTeAvf0EiENV2O3pMQcaOgJamIYJzTH9p2wtgovsQ4uoQy7NEylyGtX7HqjMX/ALDT02OatlKXheHrx3nfLcPlfFKz9bI8RF6E+kZ02fQFrG1ouh6HotWgmmqIkWHOxFuCYSTOzRCHakJ0DMOkPYaiO8cdHShQ1Kh9SM7R2ktjujPdaPsInQuk/aJHsqKLY/P/AMBdAex4LRH2Kfs+tHshu7ZR0cGlJkXQ2kii4yCNwQWzfca8rrDv/Aiu8Ksl+z+bHoVV/lc8rwvEhcnyXhYv8ne+AuHYRtlNBav2N7uD0KuGmJvYqHD6xRxZ7mqJtIQL2HImsU0Q50N7CUSh0xultEiKsi+hLRVVgm6K1oYmX0LG3Utsqt0ZFUOMWJ9EnhXNEwYgkTPMk5j1g+daEJxBrgUkkdom+iAQ9BCEHoSv9IQejOuHtx94t6PrSFI9kPWaIeCmV9hH04KKii5hw+hJCEJiEIKWvZ/KIhDukb6dQY6PUEz1jF0bFtiJMhjRE9feNso59D6JqVF9B9KwL9omRZVh0GRfGvIuc5aLzvhXHpEdg/RFJpTD0EotGSDQybFdHRITNoHVGPYvo2VJoYrQ17nY+ywN/sY2wl9Q0i0jvE7HtE2wsXuTH/SJ9mgxWxaNv4bWmKv6OguxpsLqM/eG1dxswlCN62dI4PuMrylZFG6GlhbhpM3YNXKwtZKUR6wx4jEv789WX0GLd+sRf7EiIfTEjf5J65rzvi+hC4ofF4WL8B47v/Dvo94oXFo4dM7I9o9QyhhMcsIaOnD0elw7Y/5n/mMXgLYb+hf0I0beKeGzTiR1ITNDbBVgRZ2zaIURCUI6lZPEgj6Tv4hSOvOmXBClKUTKh5hshCExNEIQhCDWScAsGiLmxLBoQK+E2kKdDYUZIPGh2hMbAaUGNWOEGN+j1GJ/QI09B3QkXwLUnrjY+hRcEI0xzX1m5/Qif7x00Psx1SCWp4c9YJ9M6DZ2OJ+HtxeHryTMxCEzSlKUpSl+BMv/AKEl2hPoP7z0UfqPtKcsBuEI4LHKxoQkQ9t8XneWNRDusqmotJomE4LeimnUltFaI6f/AEnYdqmWXFCfoP8AYjQfuG+swULo+0R6GZAKhh3w+Gyn/jGsG8QhNUu/LMOrL6Z79LrD6E27nvh/k/fnY+S5IfBD4LHrK4rgh4p3wv8ACs94Ll3oaSFonvCwk0OMaAnoTqNAjvIas9yCxY9RQ2A0NIb/AFw46LBR0NWBR6ZdsNBM+iLD7bNljwptKyiyqjwnBARuWGvNc0vOl8LZdlhSlzSlKUvAQ6xFZZIb+xV2Xej7Ufoi/wABaVvYtkW7lFLV2P0CEqxSlHshaF4KKiB7FQi8kJF2WTJq9CkJZbN/YkfRSRbXCfIX7Q/qH0al8CvYb+gstvHT5LznGExDZouKUuaX4bEdIQ9yfsbux0E/SH1aYsQYOQSSThvkWVwnOyko1CHNoNLggBmgokWMUTIbffJLBv6hd4+9CTejsMi2GNS61oR7M7xofyOKEOiCZR5MmGT9h6/O5QWxu3hU+it3PfD/ADiH15Fi81x9cPXgXJi7/wAQs98C4NGHaJ7wlsJRKT2LsfaY9uNlQ1mwpiEH7g3Ow3cqVYr0NeEaigz7N3FigoG0kNusCxRw6zxaImCZ1HX+xjTFpIIdphhTgtw0/g3gi4pWUpfIn4tsI1w39iYP0Ir28a+hCFp2LgwtlhfQkcylXCMJSsamLanlk2nhYYtL41WMo3hNt8HSR9zIpvQih6yyxaRoMtF2zsGLQpaMeKP2LkpHWUyHuoa8GsQ6xCcdGi4UpRspS/Jg1aOuZfUsgjKAJKxhL0RBvbG759uzUmKmPuZGHJahaaAQ57R78LIvCaHSPqEai+2KSCQaIa7F6CbT2K0CdPZ3xRs8TeSNlDvgDUe2O0ZK0vtiv0mGXXfyR81wvJ8Xl5XhWEPC4evAuTQv8Te8FhZeFtJieaN4SsG9kGdCJsOhhUa2hma+xQ2EKDwIQ2EgPIW6F7URwRvjoWhCMdjWCT+h/vB9GETYzsXmqHqDWDmxQ1aOlFPXHfJeKlEUpSlwTLopeMGvGup1DWUHuxX0TDY8JOz5yhmKaSGOBs1nDfBEacGUeXR4pN4wzdPC7IzUP0WSbZZBfRmvQo1bK/srH22UiZoFenhtQdtPY1D6wvYR9Cypsajj5es0pSlKN5uG8XjvPv4kwuxCUsbHJs6bZNQKsuhVhwmOYe2djqn6Hl9sMS8i1ioCmN47yPtzmK1zTymPdH2O2/WG6HUNH/hag/QawPQc5dNwBGkEO2EYoImPzqxMgf2JEwza57D/AC74vHrC4PLwxYvNYQ/L7F4O7/w7PeC57VNYlok7EPqFBusSKD2P6HJA2kNId2NoU3hmNh6xbJCwhjo0/Y1EPF28ReEVX2KB7PQth5VEj+G0fuIX0RE6EIJGW0EfRRkDqjYPiPw+8zEITw0pSlKUuKLwTk8QWnk0tk+2PH+mfQE5Jkx36MdzLJswI0dYIL2KK8Pm9kxJPeGPP2WHmDLFAZfobkOb9EEXIdSjkVfeO1Z6xC2x7yw1tFaIsuC6A5o8MsywPWKN8Wy8F+H7I6yiISj2egSljVxBtlhLrCFJ/wDIRryvIoGbCwuEwicm+EN4T2eESMXcFFtDV/p0jxhQyo7Ca7dllB/psYnxbUOsdsSboh8N+N1b/wCMA/QOWNeF/jmycvWVy9ZfJ5S8XoQ++XrwLLwiiOz/AMO81zIWxnRBtLBAUlEyYZHoNwZBoajvQ5EIQvAqm8JtCZC+4+xkCp1lEMQb6P6wsz0M7EHRDNH9EHY37FtmkfYdIcbpC2RlVolY9AftInqib8Lxed4UpspeLXClKuEGIJ24iyEgkxC36I7MpGw+I6D2QmIQD12JnvCpM/WsiIni3r0QEEmjVjK4R4YCy2XWh7XwnMfYQSSGKh34dWJ2C6Gp0M6oVpoeRMXUmP7zBqDaHfRyd+xqgpCZSi2rCzDSZUCCpVLFLmnvivjXy3ku0LFFaJbZSp9n9YubNjupPi3lcfXHfgmVwubzUHULoVM2cOs7js4VRj01T+oL6H/4z9Rnb49jp4NsYvsGpfn/APFDsX9Bl9HThf5OnvL8r4TCH4EPgsI9j65++Swj/wDv/i64vh7CINmwnKPRIxqOYThuSYTRthREKGj1otMi56Zu0UdGhj7JxgIoH8NEX+geRDClF9F0wXpZuInTG0p3eOqONMElbIYxO6HSZ9EI9iU9DpmkfeEvznwvGlLlFKUuRYLmpdRaIqkVioJJNZ/WsFQY9s8EEEgdYxV2MaSFEhpsTgm8FObLTJnXaOmLZ+0NTD9B0e1iYS0ZZiYafRQaGwTf9ierTtlrCtCNFGjDf9Y0Np1Y2aP1HQtKOylw/hUvknhc8WpdIp4EgjJQMDNuvKfwl4EuGh595fWNWWvoaoPUKO6huhA2rZ3I9wnb0LbYibKClZXqnQoSdbQv/IY4pv2Gmw9NHXgL0d2h+dhzxBP6rLhOe/FfPnjfB6z6ysrL8i8DEPDyxcVwXeXxR2/w7F3guXRFENKkUdxuh12JcZPRuC40Vi9DuGHQaF+xr2J0QVOh4x5GoXoVEkVIaj9wyd0h9oSJC+hNX6IA6T1H2WXAdscM0FpvKgWrbGg0mkfYZHQb2x0K+8wyNXBhrE4wmZhcJyXgoilKUpbgohJoK4fQSSUKVDR2f9Z6wJj9QqhalxpEJXS4U1UTmJXRRJsd+oiNmnob2WWnV0bhdn7hn6sIS7IHTBN/I9Y0iYG77HppTuSnRq2U3C7oXZ94Q2om8ENWKCIA1EVVZD+PLZNC1r414aXwrMEdvOmYxClBrTGO2ITH3MJ5H4p8FDaS7O6OgoqOmI6ISobglIgJ1YelLMUVdFxDtEBd4VTwpNMpMaEmxa2Q+xXXWzt57sfoUC+gsRZfROW/JsWOsPgi5XlfFcWLx0WXy7/4gsVjrg2JQod2xqnRNiExL7xBDQngbYftFGke8CuLS6ym/wBjh2IScGxr7KiSxP0N1ZoXZM6mIb0xeaY2eH9DLFVNhDLICmqNPomoXE4ThCPEJnZPCvHSlKUXA1Sz6PW5thrbwr1RPR3DZTDRHpGgN4CVY90fqNEu80NF3oZR7kaJ/RBmYudOoGRFCog6g94QxbYUlLj0bEydGlTY+Rnd/Yuij23sFJgkISvC0dinldf2LFwsbFf3zfCEy+FzfMsUvNE4QmEEsIlHrC0HejshON8T8CzPgUTB91iGg3W49Yy6GlHRQ97ZXSGgpC0xBaH/ALFaai7Ls132JajtMZvUJieD2EdxDGJ+dnfIU+pwfRKz2+AvnsZ6w+CGLj68T5LK5rK8K4rh0/w78WtAtNlQtiwgmemlG/gseNGSDeme2bjXcslGGyNhCCRMNBlEX7IHZnWGjaCGhsrEybtEW8b0GXor/onoXW8BuEUVLsduFw1hOF4QnhRPgsshTvs/cR9iemIQNrhgghSQ/WDow+iFY8uxSzsbIjHkpDxbUYqe46EHo+xkn0ISrwOIls2MbrJY1wosPSHRNDXfQp3vAUa0bMV9lwNRMzaFFBbY1NXRoPRJNYfr4lxX5pyXDsRMrCxeHSMHWcrjfhpS+CE5PxJVpCKy42DW6mI69iiSZ0NxVG4cWxtKDQeECwbNj6CSIh95Ie3qyuXSdFX2J/wEpQdEdCJe8tsPzK6+o5O8OguX353+AePWHwQxcfXnYh+CZfF8lg/zJfEfWa5dIqQahCShqGeyTOtGYEQNK/QjuWf+Fmw6gVoXsXMlEIdFeVJOadCkoUo0FuLCWih7vHIdX+h9h6Y1UyZZCp+3hkZJy7EysUg1cJwmZ5plEw/AmXsRERCRwiWROf8Aon/eE9sEiux67J9PEnrML1ZuDWGqQpPZIIO4WWvsQnLTDbbuHLgkRD6wp1iUqQkP3BRrC+8K0mE00U92N69G2L6DaG/4dkMTg6znCDROLxfgTzTCRCYq5SGI5lFL4rl3jCYQl8JMQOymxndxKr0Zcjc12liphxWxM3R+5N0JB3wVvYXsif7Yv7V+x8LsUEj7YSFbO3Z7Uxqo6Mav57Afv++HQXWOn5Llh8FguawxfMfNcke3+I98K4MZsQGjNAlo3hoWsZIJu5i+ygWLuUTZ2MKQgKUQ1OCHodcaIYkfYy7KIa8SIqPQ8N0OrA+k0c4K5VhtIGITEINEIQnGEJi8p4pgtLHUbQbXG9hGEOnnRHRRD/yRJE2fSJdj3OIQQyGJau0MWhEpi0NYfBCPa8NOtCXXFHbAJIS22OEhS4NA7f8AuLBNKNnuNnbeE0foj6EkjY9BIWFJGNt95QnG4mKX4E4rlMIQmXrzUuKX8QmyyTcegG6OhqmO4oawhklgW39wDoaYr6OsC/UGtiU2HgdbYSgwR0bdIf7se1CGyGfAD6CEi8OgmsUf6G2/v8isPgsLg8rK8a4vwLj6yusLlBf4gz3muuHrA0HQWMcWMzICSadzcEPBDqi2BqOElGLFPWOmbwuKIXD3hafiWU4xuxkw5NMVNJiYeAgggnxhCH84wSIQYnCnrE4LEOsI2iaawnQjdeiSFPeH3DJLrEIMyyggIZ6OI9vy/pHpj9Y9WiEbrHSm8MfdZ949UJF6zRo7YtpDk/YyRNpjQibeDsQ+i6b0SCWbZ0q40uaPfwoTjPEuWX8HvjcXyrsc6s5aXZCUWHsTaVk1lsH6MUFND3YZkohezHQOiqVEIYdRMeg+0Oug61GDVfPOUjquHQvF7965leJfNeIJEhA3h4WELvCHhi65vyPivMQxcEdf8P04Vy+4rQsV7ITBRDpU6Ze152QeqUdjUNVKIjRSlOygxPEmLCni3hS1HRExD6LyELhdl4PLebh8BrN4QnCGjFc3FFHQZEQeA+8UQuilEyZWgps8JtOiSg52Jo/afuIfsTOxELC9jaY3EfyKOpbP2H7x+4Iex/QfQjpDtnws2JY9jPoRIXtW+G+DlDweGagv6Co+KEy58GEITMJmZdfiEThCcaXE873TLaotvaFnF7JrBojX2ONn6CNeyiHcfYodyjsPaOcUoYdxp4NL2E2h/gPcns6cNEM2t4/+j8FryP4dLheFZ0JEgmVYPKw8sXN+NZXnXeCOn+ILnZtmNnUaYJM/R9RrCWxNFRdaN0dtTsf7Hq/wXY6RRfQhMWDDWGI14ExMg8yylmEIiZTKt9CGtMd8yfKiipcFgtyyEIiDEzCDxTi8TC7WFUxj+wRLBckpeCZRlkL9npDfbFKUQv7P2M+4H2UxX7OkTwY3rfZ9LQ9N7F/Yz9QNPRpjM9xo0Brx4vO+J4ggqYwIWVs/g8FOK+CcGLhCEyhCcblkJiopS/gYJEIQSomY2GGH8JZ0fb/4f/DGN8KiUIOGz1CNaZ2qSuxK2yMe16CKpE1EKFvBPZiKrs/R00DNDY4w/NKf2Z0cGiHbWKn6/L2lwvGhPijIlhBUKeI9iH3hYfN59cn4V/iLoLvBcm3EOTE00Ke5MLWyNhuuz2NYPYo3sc0dxb/7OnF1HZxlgMaGiYXKiYgn5xYMQul8OieKXMw8LMITKzWXc+yBGsuP2CnOlh5vKlKXF4MiKVoVdC/RmtSYhDNHT5UbYmLoWiEF8ScYTnMv6i+N65XClxvC8cWE4R+Cc7+IRRiUTFg9YnxFbo9qY+2V/tGPASJoquGXgxDHo3JdDmhol/5jIWm0Pqe0TbO51g/9+Yn/AIjafn/cTFLz0dOLqWH6P28x/wAn56lLE+CFYoQQJpjYsMWULBcFxYnhiw+cH/iWz3kuD4DTodw90aNY03omoC0PSGSF7YiiCXEICEzW4NtCBtCwfEFhOCHYxPFRBep3wEwong9j+JSlLkvgeGy4gxMITDlPCtU9Gnvw07Fg2Ol3ZKVF9i2B6Qtmh2sR1B46JEvYnUMuic14aXyykxCYhBEIQgnBrxTFKa/EzhD359Yd/gzi9qE+p1bGvaEkfZFvoUhGJQxZGj6xG2GgxSLuDYDmzc64J7HYdzuehei/YIoEoRDHLR54/wCtkoOnDoNUWX6Lv4JX4KZv4CsryrCjOMlRRHsfG8WPXJc2L/ETzQuD6Ylcekng16NJEekQPoH0z9ISqxj+pGjT7BKoSmbEJk2blioe6WT92DfFY5eAYhCE4ITYs6wkwYaJ8y4pcKUTKUotxc0TLmIhMwhMTEITwLgtNoSIKvXQyQsLsDHT7FtLA/u6ej+qbB/SFFTfzxCcEITCRPgNlwuKVeafDnGEzMXEuLd8F4t8FjSUXkh7YL37QmkK9lxopKPCVCXTCOqP7QjuOkHQdFndM7DpybGL0YZ9Q3hOy3n2/wDGTNnThE2dNDoX0f8AP+PvGGxRqjcnw6XBZqCMEl8DFh8kTiu/8QPNcejHQFhtHQNxHaPRDZJsTto00WLQw1OCV06x0EAskaFRr3XgYo14qIJrlR4nGeGfAvO5pSlxcUpS50aIicNBrEIQmJydZCDfZpiWEOR/LIrIyCUfY2j9g2h7Ed/I/hPw0ggqNZ18NcL+GXjQuhZY2hv4MFhC/TGPQkNcJVCXY6J5oWrsbJx4N9MVMQUmGVMZJhgu0x6FPT4EGdnmpdf0KvYuuHQjoUl9IR/y+di/CK7G0ImF+SDXlTE5ZQsaCCl0XCPeFxQx8F/iF9CzXDsNlfs9DJ9jVDEQf0F+2J0Ji1D+whqpYBVDHcYCKEhQjRELH4y8JjeIxCF2Ji4Q/QrCE+S8XwXxXjcUuVuNEIQg8EwiGiG8sXQqW8MqkFNoux2QpssbHvQSg3Btvg+Ey0ThOEITExBI2NCMkIyM2bKyvFxS+G5v4Zc1yQ5sSYeKPrh7+DCggwxU9CRiC3uiws1wWV4GqwWhTBbVMqeySiG/Zce6LEk12huvDyeaC+3D+NC0XXBaxU8fvUL0f8/wF+AvCKxXD+S4hDQT4NELwWchJRFPWVlZQn+HMXea4dx/2Gw9zHDUR+hr6ib6KMEhnejqFOhdQmiY0HAvrla0PYUd8C4HwgoRDQYdEIbfBjLmIaWDFmYnzNcbxpfAuClKUuavo0axCCRBoSNQsw//AKiOQwNt4hCE4QmITExCEWITE4QmENlLsuEyl5QmKX51+F68L4JEODwb4CyhSG+gLfYr2L6D9AaSP0MY/Yz6R2NsYcvCWyajvhY42NRWjRA226I1HfiO3wRP5LeFouuChb19HYu1/T/n/KITjG9G6/HseLC3offjSITxUssQUixJCoU5djr/AMO80Lh3FP8Asaoi7wpFkMPdBP2Q3T+0KkxqU9neQ2JCjZiixti4XmsbFiDxRDUImSQWmLrFxKTg0QYgyeCZmJza8y+JfHcIuETGbHEupWo1hMfHXnvDYuUFzuLynJfAXzZiYWZizEizoY+j2P4b3RtX2TdjFrot7HronspIbM0DOx+FPRQOAe4QB6oTQyPFFP8A8RXYM2lMK9LKW/mt9PFMXCoSfu8LtH/F8x/h1aPWuK+BjfwQrKLLEEVguXV/iCxQuHcTd9M2cP6wm9CNmMJpHs64TSQwWmD06f0mhdyEXBdIe4kH5kXMJilLiCLw4LweWiE/CLC8d8S8FKMaI20PZw05FvUc8eaUpS5uKuN43NxSl5UuV8eeeExMTyPKzOUxMasXHYY2/iLsWPs0Y7Fjoh7goh7C1xBqPeIrVj7YmzFgWmke0PaHdZC3XAbk3YmO/wA6iP7xYuuMxLfWF2f8f+D7bLeAfFZQ4JA/JOdCfFfudzePr/h3wrh3ihKhC6o9sT7YkDEEftOnh9hY74fdgljiGQETH7REz0juz0BteGcUyl5p+C8wW8LCbxeS8U4QnlvFMb8dzUUWLilHwRtiVYBTdGoIVJX46b+eyeSeZ4hCZmYe/gQnG8lrFxPBt/ESwKI9hieyFc94SmkLsSsjDGGhvf8AWELodZ3EnIOND6Q6FYXorG+uDoflI/vnBf6LDs6cHjZn2R/z/If4teV7JEHXYsNR+NSHjptHqP8AX+H6CxQuK9ATD3LOxG09DfsG+dEnOhBcNuozkzcascwnuDCXT7FqChIqdD34V4qJ8LhcHyud+G3nPhNCJ8Cl43GgYkZ6eQd8P5X5F8bxaILyTxXFLyvFLxo1Xi/jWxUmJHQDbfeGIWAdtCoiYkD8A2NFw6hNSDErIEfGLG6jbs+yymt+d/K7Fh+hcLAjDXaP+T/INKGZlBEHrPxKQfyLs6P8OxZrh2jT7qetmoQY4g2MD3Bg4McEXDVkcYQ1rAQ1+yG3nL6HrN4LMJnZfFeUxeOD/M35KdIxy77ElR7JMPtMv52EeL5rhS+Nc54VrNFnZSA28v4/aN0EdsnC62haB4w9nSIdh4spojVBtoTFNUNWLvlF2bESeHYb35aZ77FwWbENiwu0f8PwF/gfQLpG78E4CEviISQn+IjPea4d5o39Yrp3YUIQM3tk1B7/AGP/APRqFReA24a6bILpDQ7spNCWCxdGqMavwIWZiE50uLieCCRrIzjE8E+TPwG8Ier9nbKj53zLyrwr40xeKLhl8U4PksEwWGScLWMeJkvBvgwni2l9CT9jXtiJqDhC6NEV/AsEPTFqHpYBjVsaitFBUwmZtGJYIfbB9+X+yy6UFwZb0LIl2hP/AJ+ei/xFzcvHgRbFl8Uh6RqCf4uVw7xmEW6+A1Q1CjuE3gafohIg2/oU6ng3qkkFf+ZSB+4pHBjZmJnrE5QgycJzuJyuDaKMMsJ8+/EgljXmTg3LbQy/LWF5FzvhnNdHYxMzzzD4zAjJ4oiDKXC8HiG78NZfFn0IGmjpC2zVhVWTYJr0QIzb7OxEaEfeCGYBjHLC2ekIQrpo7+ak20vZ/KMzHB6PUToRY46v6f8AH+YS/D3KxeZbIQ+v+H6C7zXDtJv/AEaBdHoQ3We6OrNsJQx6EhIaR9kpGMG9i6jNyZBTQmfaPoDph38D14oST5MNUNYZCE8KeEyj59CjYxcOYYvJv4F+Qxclyfw75LwhPLPFPwaQmHxQ/DYIXFvNvzdxvf6NmY0QmhkNb9EZ0RdjHETSo2uxdK9NCapm0XoaKohYiQyxcF15Zn9miSzHAp79D216rhA/ze3r8n0FubJ/h2LvFce0mmz/AMLCISqZ1EI0QmsHgQaJ9Goj1kayKNqoJaFsYDvYSuxF0LHsQffL1Z9jxBonHrhSly/Ab44QhCPjCEzPlQmIQhCEIRkZC84T4XrzsuGuUJiEJhOEJxmNfGnNCCHC8Flr8Tdx4h1myI6Rd4O8CrHrMbHPRs2IRjrWig7BdMT6HRHtCmmPXl/SvB6Hwpr7HNmsi6j/AJ/gLr/ONs1/w4ztmuHaMTbEbYD0PDaHoMgbQwUIMdG6C5ycLKw1C1CgaaE6G6LBDE4PC5kGmMTB+bpjp8BCcVLliJgw05TD8UJicJieyEITEH+IQiEITEIQnCD8aXLofOkxPE+CWEqIJcJxa4IhCZeWND8qXlT6HSTEToeps3x7TEQQ3RrwUvQ8NP8A0XUUEdYX3ioe6NmLzIT++DWvCv8A6xFq6Fa/rjq/1o7D1fhv8p0FmuI7c02/bGpjxAjTDY/oyaRNmN0UwF2JFC9P8EBt01O/GhnXmmJ8FwaGNeBdiHlLJJ4iYj1yZGTwIh6xPAvI/HofGE4QhCZnkWZwhCEIsITNzSl41+X0TNL8m5LKnJY9+R5anyl2h9DsI8VNVEVsoF4owOQJ1DrIltE6WD6aPePS8jlntw/SS4O8P88aAI1/fM/5uS+Ff8AhqfDXoSJ/h+nCuM/6BHc6AkPpGCCJsTNWMlA+8NHPZtFSHod82xctND5opSiZRFmTg/AmXieh4vkuKzvEJiFFG8oQw8TEIQnjQuC8LfkS5QhCEINcIQhOM8FxPOy83ilO/NMzxoTBohBLCEZMvnCYkw8sa+Oy5lrmJH6cTPvYZZicaImxojNr6OxGw6OgQ2aMXl/kRcN5X/6P34x3FDusr/k+Y/yM8fY0V/D7IXNf8E8Pxpu+CTEBfjvRCmWxR2M6zR2LzQOaQGIStjD9lk6QTTHpvFKMPh7QsfgYRCEGbN5ZPGlg0MEGvEsUuKVZaw8azRC5a8F5r3wSJhsud83wTyl5oQhoprleSzS4WIQnP0PjcXF/ALvB3isXGhohCE4zDw+LH8hKUO/F7gkCl1hG5W0UMRo0g2I0EfoPYf8ArFVpV0PS3Yn6dFrpjwfkt9fXGvP+ow0ihlf3j/oOn/GLHrxnUi4oQa83ZHR/hXjpkhcO/OfeF1BOrGoWEq6G8DQk0VD0ehspoNCYbfsiGNmXCnjZwnBd4TFOyDITMGJeBZuC94MTxPjSieF5ITwia+AhNrRJ6Lk2XF8D4LgYT4PlCYbw7xKUuVwbw+F5ri3yXwHm834IIIeFmLnczjMvlCHQy+D34nl9C+xmyZ90P1rLhj0F1UeiVaO0FsY0qH5zZCRBsahAlQ6heWe/vjcv/d4/YB7/AHx/2HX/AD/GLD8yhRD783ZG6/4foLBC4rsx2E4U0NwJ6KWLTG4/mDrGJBGwTYXcFV1nuD1WaqlyuKi8QheClKR8/XNRhvseG/DS+dFLi4fCYa5JN9I9DDsVkD0ZudlhrMxMwmYTNwsTNLy33MykmHzjNlZ/DJ9GJvTnphcq+Fycz1EPtbC/cH9XPpGzvHUPnXyEIPBYhvwPhMTg+Vy/iNcrZMTHB3KymXR7Oom0hXovUU7PqYeNhadMW4mJ6Z3jLVooyY1PIu0ie/XG/TDKCweqf+jx/wBR0/MYvx68lcoYaIfm6jRP8P0F3guS78dhD2Kdm/QqNgYKdCFJCnHQxTKWixlhbhCY9FOVMbHQYvAmLmnmeFHUTH0Novwd47Lm5twmJm9Cb6E9dcPTUWuxCFWHxrhAKz+/lCTwSmaXC2LZUSTwKLhMVJHo9i7ZCj3hoU7OqTB/RP1T9c/TP1T9Q/Wxv1ifSEG3lMEGPWhJ1s0UafeUi4fQ951ZfiQhPPIha804KiYeXxa+LbrsmhWwhqFoJH6yMSiuwkXAWUN66KyqxnlmgyaN/I79sLBcU1h/Gj7Ee8S9h9E6/vHQ/Z0/nVifEnCgkg7Y8Ex+frOvwv8APMXgzsx2wsaEsJOitoeoICgtKx+/pCyL0PsexLOaq2ScrV4CGd+V5FK+CEPD2TmhsPB858NI61hz2PVBI9YqKsRPsfoDplDuVNGDHwly1qYn9uUJDo+vHMbA1JTWaXM57WuhP/ke2e83CHvQlD4g/YftP3H7BNEG2Oo94TH6CJCWElbG7XUbex+4S/YfquoSGjuHv4jR1FxuZ43mYtHQ3Q1j1xfw9/eOuwQiopBKsgUY/QWUV2y3C4kPLR47Qb3Bdl+Wqsuly1h/fZSc7pOr7x/1nT/gEE+ChdEz0QogkYlfC6xlP+HfWReAPZZCURUOkNChqKkrGx/4BpqdzVobEmAVPXjaQm0PMY6PKFhhvO1zNCwfhW8Hw9YpfDfFCb6F+lhlPey8N/vA99hLtPLsC/1MNZ/94OQSHmgNNifJ4YsxUvoqrM8KHpSEoR2miP3llLyDZQh0VzCf2HWIRC5IUoYhKObWlmZcsS/4H/cP8R25rlfI8tuDRYfBeeMZVoTzocoSZojT2WSitHdBUf6YDbDH0VguPvKF5Sz9+SUwRPsyw8J0/eP+86vgL8hRvGudG9ZTNIw7/CkMf/Anrl0FiuP/AAHca4WoFiKoNUfuFqOZ6GIqLEzBDxG9hCPajbw+pROl2ULCeSa8dxePYSyTHQ1xWCOnwi8LNbQhEljo/cBrVuT6pk1u8OTf/XFGPj7NX9cNY6fG8t2hBPZNxmEJygjXfvHeaI/eblCcDshMTEIaUcouHps3x83t/wCDbZPnLwL+CWD7wssQvK8UfDYnwNQ1h4fwnemfoiLbIejZGPRsfZpjIdski3DFwoBEpH9OF0F40JVpfbP41yS2xc/8Z3F6EUbxuXR/PgL8hS+f14ewav4KoqG1/wAA+fTgrrjO41pbdZ7ga2Nihts9m2icVPYkogtmhDQ5hKLqRqJIaU9Iazce8ULofgvHeaJwTHlDROfpg/joejWkKRLMJm2++8747YXBvYwf93BYfB4es2hIylxca4W1fsSJhaAxyeYS84KErSGdWhf/AK8kacyI7y0LRxcQrK82ygfiECSwiISfBq4vkzA3WX8LsNrGVFSQlbEV2etCmW0tBrliwzsJ+xc2Nd1oezWOgG9n5P8A74LSnLsFvPo/fjy/LEiBx/2nV/nJ50EH0/x57jsOrLjGbDby+jtmsH0D6KMvY8Y9lTKh0d1+xYJSjGj0S0FjcEP1kYu+SHxpc+sdBdDWEyk1yUfna4vjG+wpSyox72/filD13+hti+Hb/QstaZT8YlrDP1R85n6Nq7yxI4mJldziunnIDnvBNn6yhiGO+AX4l8SEEhhCZXmfDfgTrBJcl4XgyE/0emF+wX2BV99i6KwOtGsnrmzuNoZsLsipWPzV5v7DQcGosRpb9PH/AH/Bi/IR+V+WCw8vwr/F/Q7c/cdmNBKWILP8EUq4a5oLEGyQnQrQ1ouj0KUIKWNvix+hYXyXlDA9kwnhoa3nth4PsXxqu1wvN6Q2LnvHTp3Z/wBQvDPb7fHUvBuFtcLJ1rwx/wBCQXBI2Hi46uEeRYWbxf8A+fBC1B1E4rD8i+BMPhrhQSOsTlvM874vgtDYbr8Hrj6FjoxCqCXge0QhoU0E3mJJC2DTmxWboPEOgzwPx1ftzpsfqHhbUjs/vH/SdF8BeR/gkqaQ1+DfAkPikPy//r/h+mVC4IT9kiq3hdvLehIX+02dPTKwiTLljYDU9CML7vA7tmuj38MhjwsNDWO/C/jJBIgrLVZffvCwvBYGPW/vhniQhJK4+g3ml47eA1Uzaffg99Cbu+K8n/YdfJ9CLjfCYpP1xVb7HTXjPyrK4zxzMxE8cXgnBj50Wx9cV43or29iSNdEL0JUPuKkNGy3pD2xLHOuDyxQhV7KG4Je/QpxjfCHEY/EuyD5pusrOHUovb94/wC86fDvhf4GhYN3zPyehvg9jA/EhiEqS3/Dux1wuK78FjbMXRsjt53vmTQRQIpFTRs2UtLA6dighw94pm6E+EhC2NDxdYaRDthrF4nwqI/8DYlNcNPvybzedWLZqoeq/wBZSqFdcm8s2+3wQhmhqc/5qESSXHVpl4U/6uEZ2cmq1ZuKTf7ckMaHr6x6Y83yXx09YpecwsyJx/QvhvLJwgkMP4FHp7UQ9luh01IDuQRUe+Tx6GbDXQ0EyVI1KtFuxz0OK+Q4SL9c/wCNDob9vhVSGb/rkOn5xpYhv59BaHzLmxkjq/w5Yrj/AMZ3ZScFaR0ckGtC3eclV5aCXux+6Y9AraE3s+oOjZj+pxbJYx/CQuKee2Hg8L4m3gQ+IQhKkQU0P/oJvGfXJYhxkqhV+svKJDfsp3wTk/6+CZ2cX/eM12IMYo1YxCXyifZs6WQSNcF40vhzimxPKlwfGYuWPg+Pofw0P3CaLoQxiWHW8EyukMCQIw0exN2MLPhKmPvij7A1GYPR+boNpIeUOF8xaKNj8rUJ7Fif4csELjH2LoSbAn6PaRR3oT1YkPnUFM2Q1exSJoTDQlND34vmhM3k/DRMuGbwmei2LQmV4V4ETGg+D9PDCExPDNCUSSJYOxuIGTD4LYkwAWpoWd17HwRvJpCUQh7I78Mj/uOrL6yDwMNMftBrhR8YLo5pNoYdVff4HfBYodCfw6+T5PgbHxXjR6vQl/RpbQ+ro6kLy3DUBqV+js/os3g/WHjps0xpR9gr7PY/FX/z+DST74/aA6/9Cn/WdF8x/InCaytIb4Ivy9kxIfho3mEUv8QXfN/yH2DaQgIET0LI21ikj3MfI7lxeWlGuwj6miNMGux8WHwmvJOP1wQvClO2EweUPzrCC8F08aXCPRDsg0TwO2G4it+sRBPSylRQLw1jqQkCBquElQ/hkfRM+xmu9Ie8FNhcf+06Lg2vY/RP1MLpkM3z98ayi798bhI00e414F8WCNYmUdcwmFleJeBvDLi8W4PLwvGlRTlLhNHUxklsdSFOhRzUII3wng7jRRxkLsvpHbL8Vp978Crb3xhhkOeP+kXS+Y/kIPx7JoeT/APsez0PwXjFQlb/AA76O3gSxsv7ZBlH2n1iOgSG2Em2L4etUqBf3k3rDeMhxD6FjfhvjpSjINYfBoSD5TjOdmRbD1/64dXK4oxBN41bQOc6s3CVoWsWGOY/t4kr4o6edb/cWIMGoZOfD+e4br6EoUWNR3sbXgnOfRZbnHgfbl4D5LDTgn7JeTSYl56F5KN/BWYUwvFfFa5LKDDy1fK0rRdKT9rFNoJslt94vkbPVQxQ3BE1sR3RdYNl41g+34FujJVeQEuP3j/qF1+VNVHbHoYk28H5UPxpDnJC0EgfhnD/AKzq/wAO+si5R98H2LaDaFGt4lHteFyYyNwx7J7DXYu1Gri41wnvE5QnNEJwoncNZKXWJ4gliEwk8qNuEm08zl1pAQTqTzocgdg8vE79CUEpcCnCmhw5yWr/AGLo6R0bxwUxE16xoCEvZdM/SFhuvDcH74I/7xdZ7j/v4JtFhdWWeuScdHQKlNcksTRd/b5vrimIQmEQS+HSjVHoZR4uOkM354eimffDL6qnsY2ot7FjeCcWSYlL+xKFLZJ2EtC8UT9OiRLm5T9iom+O4EaMf9Iuvg+/wEyxdHfKSuDfmQ/GnB8WC0JR3vhQeFkdV/hXjoLBcs+3iN6Q3QmWx3ZQmG7DWnlDWYPGxy0xuXQ0ouLDYTzF4bhcJvDGFOivGxPKUYnjRq8NR+J//tlUfYdv+w8dZ/sxoi44REJ1ZSo/93LeEUTD4URIfC8/QzdF1i/9lHcNvwWgm2JwS6We4cnwsigPfjcL6LBPltfvjOD4vwzwrBcUaxeaPXhbyymngnBDl59eB6ELbZsA9tDnSM3HYNmyfo7vBeLwnoboqWVIShiBlBeKvgTB3ccUrtipL/eX0XzHxvnQkmMsQujtm4fknmnKJ3oWJqERTwTDd4dB1/4kQuUfZCe2ImXWYUtaPsCQaD345IkHehUBNDnQ1+sPCHEJUaXD8y8CpcmOW8BI6ExYYa8F4bS4bHjnRltx640LM1+xJi14N7gzlshqi4fyXJMTaYRMb1wpIeyf4IRobiP47L9OKSf0wuY7D/q5PrwTE52SYriC9uFLm8GbyvJMTCGzGvkPDw8IJeviO/Q/QPcw2/UyIuhMKCIe7EHfwXJ4Y7iXLYtqZVUNTs/F/Vc3pUa0v4N2caX0LF/vPXS+Y/g3gwt5F1gkPEIhA14Ea2zu+ChfZ0Gg6xqLw3kOr/EiC5Z9iGqNjo9I2F0QKYntK+hPEx9BQhViOofUERbYpsHD4OOM7H/nx0IfXApSEy3BkJ4tP98UWF4f+w/5s9h3f0fD+GxB+xH7D9qP3H7hfdhYqr9H9o47sD3KH9CET4KRhfGN953Fw7j/ALsvHTw7T/s8YkhaAfNzppioXa4dF8CeOcewmysl4oMXL1xmi8XxQag2sMfmRfcetEM9rYveJOhTcI4FYM6HReh678sjEahLly+hY3h/djJf9c/5sNUtbo57LjR/pH/QXGXS8678r+OW5X2INCQw8H4LMfojSJU+AhII6Po4PnvjI/xA9DuIXIezRI9H9crveFx7Jb2SdrhHwo1QVL9G7sdlsvoNaJ7WJhsl+BS+CjPJCckLCxoZCcpiCy0ylZeKm/8AThv+Q7OO1+xoh95hf2eCwk0Lq5aP6rgjdY+hsibIau1xbNcelwf/AOR6yxeEuUm/+nGYR/XCFeP7AbA+Ky5H7GqzuSwvCsTyQmuSQuCwsrF+AxvHfBNmkGoPwXnHEQmIi2kG+wtQ02IQl/7FpxvmuS7wIQa/SwGoeR42PzXH8AJa5119jpV7hdKuNNl9CtnwqvgUfw63hPCcRcNlL4FiNSsbZ+WcEyDKLghvyLs6n+QvyHYQuUWyw6DbWbGOUduOKLEHd8UeNCaG3HsGzjEv0IbFlYeHyffyvXCy4eEiY6NCxBiYnL2eIkHz/wC46uC7P7wnCSi4G2MnCGivIIQq30GsQQup0Y14MnfY1V4UxusfvhogsLCf+ufZON3Hb4PeK/xiwSuiM8cTNbm/E0LmuxPMFic4XleNy/Aoka3w3zhTrXjtBJ0GhXSJBCKLx9Huxngwwn0LaxtPEbfCL1sIfXjVoUr95q868Pv5MIRkHPEL0IaJhohCeB8NmhSD+LdefZUKkj9f4kQuTorpsb6xI1YpEI/oKjKdiYaEe08k2ohSIiw7zZReJdFCR/J7YeF4N6ENwonwaGsHxlNCU/eVNQwprPZMLD5RKLhuzh/NY0M1mCRN4QAsZfTHhdiFqw+394WNNcKbR/LcW40lLxV4JGTH81CdZZYTbEdPg0AXTF18CJ474qVFxcpx38KcmMY/k7FMX2P5F70eiNvw9+BdHvMQhohLYqqE7Ywfh/uOb0j/AN2bDDQnF6hNjNsf3lLpc6X8XpsW2RCo6viQ+yeANHFMX+DeIX/iQQvAwyF2sISiYENNYz+aV9D8zT+8c+xmzyso65F5+/LHllwsUnMxjQ1mYd+sUs7TsNP0Lxg5fdwX/wCAu2YQ/wBjKBMIJEzCS5fsr/vOzSEhNC7Pi+XpidVxSFh8Wh9Vw6srkdv8O/FDnWhI+8ae3/7j2wp6ZZF/Mrh7axePb8y8G8bxsQmfeWVF8q8FGPg8t5J81SnYQ4dYzneUY+vAkX7P5NzoS19hTt9H1nGEJbHv9vg6izcLheYVKX4C4vFSWNUwy4vivTC1jSSIpvjUY1PxUz/7n+JC7HQXJOHZGpHq4JbGOQhEFbs6jHQSc7895oWSBJ51x9Dz3w2saUQ8piYhF8DITi5k3QkqwxNdgx2sPHVo1gnBK4s/vlopEjV2Q1sgghMMZbEh8EP9WYb6EiSH6h8WjpEV6xs4UU/7zq4MafTi3fAraEe8H72L+yN+j3BfpYkyuUp1lVtHqquGkSGokQkGPKT2Os8bxfNPAuK8Fhl4UvkvFvLw+HQ/Kt+DZfMkPLwuXTFskzq/9F0DMH3H4JH634Kn7xu0RLTjeQ6cvv4EpS8yf6wvEFnrBS+ZYURHO0TKCDJ5YLMLjVCJdfF9+OlbZHpeDWgr/wBDp/w/Q7CEa4f8Q8PrZRIXeCKH0jlJdinpyXhn74vgsiaFjHXx++HmmJl4UYWGXk1hojyxaGnePSPHfIc9YkTrVjtGPmmy/Za/YmdIbbUIATJiNmnOUGI7x6CFmQw7iVrvF5Ew25QiXfCkwk/ofzWkaJi4W4aoqho7Qk30jcFELWnBkRPoT6E+hrhpLDo0qNSDonhpM71B/SJZ1+CfYUNNsc1vhHhdcli+CceuCEuC4rguV5OZfY8vDLhDcvWOsTl78FfknJ8sNCJYjEPWH5x0349lkO/FmAUwvvHT5FLkrJSlKN6KVlxS4uT+hBCrF8hKx4ohCjpjGdMTWEwanFIanHopjRuHbklWQ8qNRZmgRGeVmzFBQ3T+zo/xDsIXJPvGw25ioTDcaP3fBt86JjnQ9Cx+B+WYR2IMXM4dcBfcqIiYvGsbHxMWKV6Dgneg/oDR28c99Dvw7Y+xZtL0buhMvR+rLLOhjdwWNITjUR7aF0ELest0hfoQ9H6z9Y30Km+Ngqp7SHv9uPehNofqwr6M63ehq9FfQkej9OZ/Ufr43aP9eBgfZwR0rCH2G+8ptQT9n0jvmd5hCD43FKUpSlKXxoJZWd/ApeWvYx8ukPFzv8L9hHUvUNRhQ+/DaffP0fzmsK3Acm3xVN1sVavvHV4asXgLkpSl4XFO8MpcUoggmVeNYGJRYTiHwQinFazZtjW+M1gejG7zbUfkXaFoIjY9n6GuOKE4UFpjdP8AD9MFwec8bIpsTMY3s3QUiS7PtDW/I+NLzQ+aD8DL5l4Fms3HZMoTYmwqNc2+E4UV9n7CuExikP8AWVPX6LjZuLikcQWD94XSwU+2E2w0vGckyN5nKifOD4TEzBcVl4r+zY+cDHxXgmJn6xeKEtcV5l4mPDsY8QQ2EsKJiYh1ymJ8rq2N1MDaJPQukXgSqL9n825/zYov3cUckN+Ox9j/ALvE3IxWFxT3yfjuUEUVXiWsauY0CxS5JwrwSogIRJyTZeacF15iBOtT3Bq2+KKC1vD/ANAul+VnwnkXJPt46QyAthuFGyjc1wsf3HQ0GK8UuFi4ZCFmJDNx9/E74UwmD4p4a50pcp4nPedi40phNNXNdTfC4XF5UuaU/Rl6IJpNMnKEIThOE4UY8XxL4PXwV4XwQXlTlfDcN5t7GTPYi5G2S/TwUUIp2Vl+PXwFhoPYtJh98/8A7oLSXP8AtMotrkJYbej/ALsdfClKMUbxRvjeNxfJS4QQSF8GiuEMIXQ+8vl3RVDQslfm7fBaUVG94VY4hlOsTQXX+Hea8F7bHekJdhSjRmNWH4LllrxfDeuLY8XW/jqMLR9ZzXFeReFw/D1x+wQCWENFzXoesWF8NzS4omNo2NtnPUJVTeUiEFjpkhBiE8U8TxNkyuFzDeZmcoQnllyuRY7xMrK50vKjeWylG0akYSMNhivNKy4TKP6EPyPgi+F8pyNDwvDR/wBPBozvNexm/wBHFVR/YWYrIngqMUpS5ubneJjWHm+C8SCYT4XiWCKPvCfEmZ1SGoxDb6ErLeboJji81HgKSbyhQhsU7Y3r/Eq65z2aggJCy1YHlZXB/BfwauK0L7C8859xFGwevhUuGJDGb+iEfg1lQaFsfZVhCH0r7HjL8C8F/wBEE+hNLUTjCYXCj4zMIQhOE4TPWZynCEw8whCUnlWU8JCPMJzeFPE8IfBnseGx4KPjHhMXwJtH2fJfCBhkiiT8Nz7PwSV9LLpBb+/Cmko26/omZHY/sJMSxXil8V53yXFEUTwriRcLh7YQ3crZ7hoGNjq0Jx01F5lhnrxJUaymysWL75uj/Eu3h0Lg9EJFNZPj7FhBeF81xoQuNO+OE8PbD4Ga4rF8afBK8QQnhfZHUmOpFNY8jDd8t5UTw0k3hCqLE40pSlLxoh858KcUXM8T8y7EpxXyWx4qGxvG6TDoqHgq5LjshDYmU1lT+Ih4fBqTFG0mbxPB/wCd5tGZsTLpYkVKUuKzOrM9Zpc0vGl8D4PyXNGE8o0yh4TD5ykHPvO/4iZjjhOCnZbmez3FlF4O/wDiTvhcewZKQhI6Ab9iexYfB4sH8c8Fxd+O+Hth9fH2CyXDvKxPAj2R2LLz681LhpCwdCmnj3hvFwsQmGPfi95gyee8Zh5T4XjS5vhXKROd8t5sMMMWmioaY2XEIjX0TjsQ2IiYT8TOc8D46HDdfA/rQsX65/8Ahx5aOjGnspcOZL0Kww6xS+D7w/M/JeF/YzBRD8snOiigmUQh2C1jQfjwSxM60NXwb6xDR64Q0aPAsHr8WvmPFC4957ISMo8RIxCHxY2N35dcGvhsEPF4XxEXFKLeaU0NLCE40YXFKUqIIKaxogjQgvud9cmXIkD+5Xg3vF1ybLzWaJ89514bzpR+S+VVOA0axMQnloy8aONwrHnRSBsr5wnCYRcJkKuF81LeVg2EEXgm/wDrm1x9KXkB+vGkxS4ufrnTovk9eN5T4MLkE4N3xKDvDDsUkZs0NFS8cEiLEEhtEz1lfBvR+AnihCYhCEJ8VncXNeyUQ9nVkMF1yo3flJP6PZRN/WMWfREb9I/SP1hv9HpNifZPx2uwhnYZ7wynrl/4Lxp4UIZClLmlLiEJkpeUHi8D+DTIxiwD4vCdxo01hLilLwvhXGiw/BrO/laLwWFwQXgpSiZeEYhrm8sQfQVhoo2bL8GZebhOciYnkfWZn3Y3vz18oWrlFcRiZiKbg/RgUcKN8NcNcHm8JwuX4LyXBDfBuXYpgofNCCMnhT4kkfX4z8K8sIQhMP5y3suoI9hPeF1hrLY/irjZ1KOwE+1cCSyL0IJiKXLRSjXYj60/0XG0D2NY1x6hZPLJ4bwmIQmJwb8KQlhBoPNLlc6XG0aZ0dJnR3hDWF2Jj6GJzHr4lKLjB4PCzMT42+EJlrmXBfCpBBVgw7HvLZcQhCYvwfWaLBMQgg1vM8L4rtGngdvHWQpezsH/AGRidmUCUQSkELil8r8z8Mwx80y82vIiKSIwerkkIpUQcXBMMWKXmgvlX/B8Z+FfiXcQvCI17Yo9i6w8NjZS/BuGJHoz7cEn6xLAncSRRsbKUTys+2H2PYcnqE83wo/JCn6wr2NThfDBYpYQkXZcXzU7GssmuLGMJnq0WWZylwawjIx4WFwXHobLlZmITE8M8MKQnFl4ISwmUuELKFhD40pWRxdH9FF4UhKTcEOpGBiEOiouV8G4mUxPoosLLxopfA+KUdRoHyT9kyA/WG5imNdg2FsHTjQSiYo2Uo+D8b5dcbwfivFYmLzb8qex7D4phCYsG0QhrBsYvChDVIT8Do+D4r4j+K7i5Ntm/wD9I6E3OxYeG+MxSSOphZ0JJZgWHPClMMpSlEUomORfcQVdinrEPx8O6EPB8EQmFz6bQbqhfSeiP1D+oYvQWM+xDU0LFxshDWWGkehh9w0J+eeAEKhqcx9EoE0yeP2CxOFKUpcRPGx/UUj+C/o/jgkxm8QZOEIzqnF1TmzrlCYmJ8BeNxRvCzSkkER2IssZeKPseKCyMpeEzPNS5pS5KZpgy3KUTEz0i5M98EuNPn/C7FpDjDtbHv2U3LzGlYuKUrGNlL5rivzPxPjfHCfBQQmEMNnZSjF5phrE/BTLD4LD/Du4hcyiEQSHeIXXhJzvgSpGFPQkQoljVhSvgt4LxuYjRhMTNXbItNfeeoXRMX3znJ1Eic+50ix2TPeU/SfoxCvWDRiAbwXKwxDtEiyHWo0hTdjC3Jcr4V9h/TLVQeXkjQNAaBKMkxSlKXNLilZ7DAd0kdMkJrEOGthlRLRRcRojQfoH6g/rY36R+mfp8AGllK9DxClKNBTdRfThfrDF+jjlg3YzvDPE3wXG4pSlKUog1YayGvtD+hTCt52VQm7EYQQqGyh4WaLnc0vlhOFIbYfFPEGuT422i094fJNwmCXYmPY0KU7C9ZsubheNL5HxvwN8GTgsPKwXw5rCQli5eWLl6wiayuJmfY0QnCZsWqfChMvwr8R0wXLswlKSbIauUXWH18VzEjqaClNI2IQbxPvnETELgs3bJCYxoGz/AOGezusug+K5/pBDJZ1a2xxt6LmjvtltBFE+F7wswSF6+8U/cRzG38ekTwmJ8HrCG+UuSjrt5pSlzctG8GYJq6NcFNpkt8N0fvwv2n7RC6tMNpwQlNMnJx9Y/XE7pRNMuGk+yi1jJYJyY+N4SClxSlKaY7YhDkbbIJ2LDvjsUTNemPSYQYpVh8LnQ/h3ClG/IuQ+PcLyuP8A6p+7BMZc+p6Z0pcX4N/AIWX8e4WUUb5zEEPogiDRMEiCEEdhiDU5LsWkuvhPmh8V+IeK8Co3YcomsdsQnwXXWhAhKDeEFh8CV8J4O+CxcLD6GzTExMo3oGxevR2R1x1wfFYYsNSgjpZSsT2NVffNODU6aE6ubIIgksuYOf14F8JNPsagmXFwQWIRVhS8Vj3mlyeRBUQaay94f+A7C8F5pidg6eKHd8P+Q/8AVH7j9o9Xp9Cw1wnGhzm5XwRkzciZRlubF0WDvFSUNJhYWh2bxMroYvF4mb+ETzo/AQpealSUpfkj1zZfJvzMeEIQvkzgmLE5QhCDwsNCWCEJhDxMjy8I3884weHlD4rD/DO4IT5SxnTHSEUYNbkT86VHMmxQtCSQ3hLg5s4xnue8EXCz04KygQi3gAtfDSxCFEQj9jysxzWfG8IM1De1yXIS7EftyySo9iXSGr8L+FeSHReVyuDHlPKiwqSk5wfsnGayjPfD2d/DsP8Au4OTvRRJ8KqfQ+F8CITEITLNpBEYEsC0ijc0wa4JCS4UGLhZuNZmJ858UUQn4SQUHikFL4WPQfWL4bz743ioPyMfjeF82lwmEsQg0TEGhYaqyhCYeiEws6wm9D5K+M/CvxDxXO7Dai6G4qWJEA3gpYvIfoOloLRaKkN4SJljGwTXB4Ls6cFnph1wikxUIJibrspOPk1mlxD0HD1vHPXo2QfCrguJezR824QkIYvG8kyx4QuBMpRBHs7eMfJdjm7jvjdx2jedOTENauNLj0LxthISGXCTaKKMplqJxsNkEXsgfBl/CXD4LFExvAWJ1mbFL4XDk/Js4rL5rD8TyhckzEJHb4BYvBC6x64sXZ2PGsMJxY2ehomYKQhhfIXlD4rD/DM7ivPR6sDUO2xuDdfHRCPF8L3hCNoXOijylwYx7HRFyxjtzI6HfBCNGJhMQqaKJw8PmmQwQpMtGfkkaNEHhRP6LSyzX+l5M+GheYs3DRMIuDysXGtBas/8HJYfNtz/AMx/3cehwfRL+3juFweGmEUoxJjm+hR6wTTHocpcFvKw++N1x3wpfmXisoQnzI6RdYMfkcevzKiyviseEFzobXSNPgXii5WV2a8SKUuGIfBDQ0MvPV8Z8FyWH4Z4H8V4rnIR7fo6kMG4JEIQgxtCeffBrRCdMLVF4JcGNnUpfQss6vMXBZ9sEs22GiCYliK69DZRvwbmb5Tbzo8H8dwsii/t+TR/CXFH8I1hYfMh7ULWNi3mPvwwmf8A9uO/7vCPr4WpAfBTZtwX3NjXY2HkvGpfKvmoWUJiw+X0MGPydsDi68i8NxcPxvK8jys0uEuNqiL+OXFieKJ4UQohlEy4W4XD2Qh6xMNfJ3lcl+IeCFykPqDej1G4oQlwrpDZhPilWbaybDzOLGMMGFwujTiLLaOx0ENEaTZ5JiYmUX7HffPWYvDq4PZPgJB/n0hDr4rFloeuSbEpkA3j/n5Tkz0d394d53jwsLpvi9515rLQo8aKhtCVYlEhyy6E6HQ+KYmyMHzn4r3wWEyj4LDEwY8pXxH6xa+C+a5eXheFeGneHhC5RWxgox6+IVocP4KzRDExlEylKXCYjphN4ohViYomN4uTE+QPisPgsX8QrEJxrhMptHykJrBMJhbxllC7Ta5aCXFjZ1G6GFhMQlRIMJ8umLoIRDYKLrFExM2TNr6ESHzWAkCzZv18GC8P/oeFOCaPXwkhDfkQvIxrmmMFKI/4B6b4x0LlxuO/h3n/AFcYcLwPQevLSjfL0IIQMWUvLuIox5nK/jULFzOKsfC6YJzbY4+X4Vl+F/Fu+CG8rihFOsLhbPYxJV0Qk2+c8yGxDxS4uUJ4Li5onBvQmXDYnhMY/kDw8rkmH8J/GF4Tdui6R25C6EszK2hjMohwm0QC1wnJjDDaGGE9ZuXQTLx6YfTM1Yo9FwQTExXR4f8A2nXl9D3z959Yh/Lg/TmQiEIQgh+hsvOgkMvgvBc7zaGTjSjE6wh8T23gHu4duRso9ZfYtThbG2/PeHMUSuJLF/AsCTm/yXReI0N4n2D2MeF3wa++bRmobrhB/DfJYfxV4+4pQ3KEyCpcZ5Fm87wYo83N4UuKUT+GryLkvxDxWJzYVFD24kEsTMHhAbqBz19CUJPE2Njw6HbFZQjcWMTFlZeuLQ7DYTQ8KKiYmPc+GP8AtOjLa+Eb/wCZeNyCCRKIJYMMX9DPKXjWUvEnyTwPQykv0Nb4Oogv/wAR+VTv47/oyqNsv5wZV9WFynglw0XCHQw/1mcpxh5pb+NXgQmIQ0alwxjFgXCaIeBhxb8z8LfFfg1IUCNmDzQ3XzaJ4NedYfjpSiFj9DofnF5EPivhv46uXXl48Im/BRJhcGhohCmtC0QklwnJlGx4dcPXgRcEEMLCGdHhXQxsEE1gwxDCYxa/Br/Y6M9h/wBuHictce9/T/8At5FBIImBISJiEHQsb4xeRCJsfOE5TDXgVa6Yqp+s/UJB0SH14B2cO0/7T9nDX1MoSZol8YY187QasXFGLg2h/D2xLhOa+B/jLsQTohpnMZ2wTHQUa5tgh8ZzvieH+EmZMSPnyEE+Ssrwpjyngx4XZ/AnN5Q+K+G/ivFcurKJD1srvAgkQhOGxZ0a1oSS4TwMY8vfF+S6OhCEIZ0Z1HXE7byOP0UTEIYSsJTm3/2GuboaYn47hKvBr/Lh6Y6MfeVgmScpRmx9JS8E8iEJYfJeGDGQXFqoppYLXhE4JH0zsP8Ar59Hw7R5/Qgdh6S4K9hCVdjW/CUw8JCiRYaD8PUdB8MTytfPflghCHRo4h4ePqLhXn6+MuaXnX4F43lYvJfzncwDojLBqYXg7Y35C8tH4AK8a8b/ACYXLq8FRMEhZUZMNYmJPJcMY+DfkxBMQ6YZ0xLCWxoGON5TwMeoTZ8+yHyH0RZ+SYRrrCqcFt5TeUJilwhCPBIiGEDnol0dcV5UJYtQ+d4M9l5TmTKyA4WxHDaH/uevAtbFayhCveZIUWm3xbJ5xsohMI1hse+LqxMY0MJB7J4X+MpcoXY3B7wY8qylwPXirw3yXB+J+d+JC4PilSAZM2xyb9lN+JD6+VfOmOPrCFPT/Elcm149cvGLx/6wsPC7ElPG2N8TwQsQuLEJlQ+IW4TWG58F+xZP/m8H/k8czrySYyQsaeCmbvlCCiJkhP3xYSOiF/RDgvKi6Lhc++S5Lxp49Y9wf9XP3xMdx/3Hs14trL9hZ6c98Jicm81LhLhB68j0DZaGmLrIzfC/Lfx0I7YkMaGJisPCi8Vi/R0E8vhfO+C5Xkx8m8IWvCh7Z0P4Smy2nhWL+MwQ0DeVeRD4r8ULzagqiYh4UKUVs/SRcqUuLxuGMY+hYLK4EE83h3IIe4SGH4rQwmLSmTXCP+z1m0b65Tn/AAJVcIY2rm0hIp7wmCExIIdczERrKYghEUFMbonmEhjLxnKjfnbCwhbMi3zXgbY1/oMgMtuCZMqfXrz2+CzCDWDTCeIbXBjEjHhrwP8AHIR3O2H3h4deKaxPl9Bxi5cx7+A+b8N8HsQuV4KToazdCC/Lm0QR1/jqGUf4QTpwJWNhoFPeZW8URfM+DweSwuKjqY4mPDuONh+rH9jxcoQmbBc3wkMkZtBe+uC8CXHr3EqEr3l9F794WofecxYawvEYbDrIahMsY0hHjWOghjeaLFH41znBZVQ2z2JUaa78VhMauPeJdD14VwbghMK4HQsH4tlRcFwZPBeU5P8AAXEEyjQZ6y++a1gTi+DpwMuU87Hlcl4VljwhcWQ3x3hR4tfh0PjbS4peNYXJ8VyX4oXjXXLxj1LDGmHLRsQlxuH4KXgxB9eMTDoMYeGjEuhjZnBMR6F3yeIAhM1Rmj8SNr6RoPse3lj10J1Z1btYfXApmuZYUylGNZTEyoYYeB3hOK4LDY+C4QmZzQ/ORSdE/wDsTPTg7D/qz+mMkPg1UfrTxODHxaD74JjQWYNCGS8WhcGPoYmIPy38KsXCFj1lnULrlq4kFgWMwvhrm/gsQhfHX4dD4trF3kXg15HwXiP8MLxjplKdRiFwXY57aJ+S+F8CG8DwmdrG4FrOp14LwWCNXgTh1sKsQvohxmZ3mPXRMH8dEy0ZP7MoRpjnfQzvhOMzCzB4UgZfZV94FRJh5DleSFh8ELFzcrB6zfIhdcaznay57uHYf92ILsVIXBLvsbNH55FCQuEwotH46EIMTA+8n5EqKxi2Nr8GsrlREaCa5NYU4IWDDZMfifJcVm/BVEy/BfxM/wAMxdG7F+Wfxj+SLl6uL6wlSpDpCdjqW2N3hJ8Z4O+BS4YxcX9QkNofmsELQm/Am2FRMGXTDVE2+w7aaJhJEIUPk2oiOR7H+8npaFL+8pmPSaF3miIeA8MJU64sVGj9J9jC2Mw6ry1l98oQXjXkXCZ9Ie6Hw7OO7PDSP2J8GXRleG89hcFyTEvhbY9WJiEGEhpplGGvEhCBSCraJdE/ArCE5aiIsS5MTXgIlgsMhOevAh4ZReR5WGMQha8aRRX8y5Tqb/KrkvxQvGesQSSLDcUOawUvXmfgY/CHxawsLwulj38LYRsOzwsQ7ue7Ljs0O9aPTeFfYfez0408O3XzcVE1BNYhmhv6C7Ng9QijY0GiGT6wQ/kYeS36H+mKb6xSU8pYY+CeL4oTyLihkhISNRDyjpwPtxSdEZXa4rew9/hUfh2EwuMGISY/A8GoLLWYXwbRENeFIWikOPsNjv8ADflLimekPCWId+bag2IJHwfBdCF8V8nwuXh8mIXGj5OD34dCEf4ZPzuoo/IvKuLF8G/POnI+yliaIKLJjJTzPwvB4QhYfjXs6j6LH4GEahzq8Ez17FO8IyK+z9iL9iPcwi2ko329fXiYNP6P1pDEmfeEBDGFoe4sBM9eBZjAlGh0H8MJhYfJYnCE5Pyo2dEx9SQmUWLLxJtw2YSYZlqxaGnx367RGqmt+Bjc1YWJlC4nh9bFYVFG1mY32TID8CEhEEoJY6ib/Aogs6MbdKyEh6PF6zcrLFeNt5ExhsvnfAsMYll4fleEJY7J4ZYR0s3GlMMf5HeCXsbUju8L4D4Pgh8H+GTLxXL04riQlcCT4k4MeUIRMzixRsOrBjzNKLkXSd//AE+/er8qNKwH7R+5jZ9vjPBSR7BjZiHYbY3apWGz4OLLvilPZeB+zti8kLKwx8k8Pk+D5TjrEiTo1h9MscGySJv3xZ9DF4M/QK6nwZfSb8Dvw7ZlzYlF2/CmJHvgBhieWsLX3mfJCwxvvF6fPVwRRZII5jZHRjOAYeF4tCcXwIIMXxPwsYuL86F4HwUIbruUy0Vj14k/F3pEe3x34V+IflSwdYhYJL5DwbiWZiExoaGhN5GqGG5+8IQ+LgyGR9evgPil4/WPdgqlis/gWAlm6wY3GLEmXL3yiGMfFeSl8raCnQ/ZhVNlF5WKoP0tH7D9A/WP34yBpkNKOgt4vNM9GOEzplQ4zTNPFMaMnCJyOmCQ+NLhQ/IEEqEkJQWIMXYppySEs0Ydpi2vwUhYWE2hypdCpIRY4mMYxogt+clgR2ihvhsYsvgvGxC+AhGzwJwXFfiu6JUiQuvmPgvgv5DoLl25nUhfBml8DGPBiwhZhOLGaDudxmNo7D8Cw+8KIb+NRvxtXE2WGIEJMrI8Olawp/svBnhYeZi8mLguFxfIuSwudZX2UfsP2Yv3H7sRs+SKF7gsafvwHvX2LjfF0XFSjEj9g/HPGOuxEJhCHkvYpPETww+h/g1joF/+R10xMTQqibFhjJgkQaxaPksifwnhd+N5YsvsXwSDWjsd8jOS/ELsQsBL5RYfBfiFOnkSOo+pbZqQtfJYxjyhCwuDwxjN2DjafiELDrj3H+CRNo6HFjKSKD4IaG5hBYmO48LisTNKMfkXwkL5S8Xwvwa4o2QGMjLwTyxBCxOINcVmspRMUeg+Prm/iLCws0cEOh2ywxrCNFLgvBCVyiWXleNYeVh5XP1weEJzZ34egQ2FPwpefodJ1/GfiX4h4rxrsJUKw1CXymPmvC8JQbJjaGqHyXBPK3ofv8Ho2DClKUYXYnMWWhfsNqCiWNCZRzs8ryPNFhEJi5eL8Jvmvh249jqhFKUo2Ewgvig0YnoZVgeoWGsGh4nlYTwhpcG+b+WiFgh0jWDrBursqMouNy+fILJDxPM8LDZeC8TwheF/ixfF0T5cuS/EPBcm4yojehrUWL5V4Pii4uXxaPYIY8LmhUTDWWfmvG/BTjpRCF4Ow2PGZ1LLRRrDZh7ZXK7F4Vxa5rwr46l8b4s7D4dx9CeFyY1l6yfhaM0rA2EFEwxiDQ0NE5LhczD5r46KXBsR0HUbHh2Ud3BxEIMb448ITElohPhnhQQ8dcmPL4oTn3wvCUPb8K/Ho7/L0PisP4T+E8PBeObHW4QS8F+ROCFzfBKigY+83wqYuNGzi/wFwmXFwbeKGNjO8UdeK/EvChT4LJ4kLwLwL4BjHloRWFhClw8XBtYfiY2NnRtwaYmHhBRjXE1C8nxpB/KuUTGRBoLeN0SY9xTrg8izZWbHiwuJL9EJh4fneELissfhSLzeN8J+c7ISf4oVy6v5xq6JPNfI8vDzCYWF41Sj75+8oQqiBRv8O7rNKbMW0OGXkSIJhvE+Hwa4IWIPLyhCFmDX4JeK8/TmhISE2UTIMPBsYb8S2RpQz7xcHhjY3hiDRMLD8L4v5qYhbAttm4TPRoPaTIQaHgtPAgSc353wY/A8PLwheR/nu6Oj8AvxHZYrl1ZS2MBaIS8F4XzsYx8YQnKcYRC6IPN8CDO/A/iTn7yuEzBMuuNrQmIQSmP6KhKxt8nwSEuDGPKFm4vL38JP41+EyxbyrBciM34oUCxLDSYkQssYyjwg1hLDJhZb8D+YhIcHsDaKOz3htNCmiTEEh5awNENDR3xS+OYvILixIXiY/wAbS/C6vkZ+FfhXl94LwrnRMifK/FfB5TEXxQhCENeGWFERX4qky8CYw0h/sShl4/8A6IKw/BMFhDWINcFzY/jN8ZYebxvi0fA8iCDC8DExOe4XXJijHljHwMg0dF0N/iFotexEU3/8CQK0VOxriS4wYYYmCMcFwfwnhYfj1wQl4Ll/DX43svllD/GniuE4DoInsm56+Ix+BCOvFCEIMa/AhGhE79j7w/iP4npJhFIrvA2LhEiJQyKNcC5IWNieWP4xPEsLyznr4dReV6Fg8NYdo1CDwuKdCQ/7i8j8QZ6tz7E5Pz34CymO6GxIm+itCVbHpD+BohMiQkTlB/CQh5XB+FeJ9cN+RYeF8v18FC7XyI+DxPxZ4ri8K2Meyblc34lyfK4XkmRJxbEUQ0wNXxfCfMvJaL4mFQTsSEUn0NGG3g6nbCy+CWUiHXmFleB4mVwmU/w1OCNci9YeXgaqw8LghesPhRj4HhoeFn2aQe4L/wDRL1jrg/hL4L4lGKp0LWFrl+CE49cWMfmZMsYuT8WvBRj+A8If4x1fL6/HH34PcOU4SEi+ax+JcJlc4IO80/0XxJfnrknC6LianQxRlhBLDjwhPD4LC4tD4LC4TM+AuCKJ3N+Nrg/KS8tR7F3eaNDEGuDy8PDHy2rEJlrV7+G/jtdlDoJwHmlLm8bi8P8AwfWXi+NiwhjELi8XgvIx8Z4X8RfO6D/j+d7wvxD7wXJn/wABSEEP5rfnXK5o4/BeI1+bfhQFvCXE8lFYNjj5pCWUhMNbzeJZvgg/hr4C8jH4UueudZcEjGajZHWVhHY6+BMvDweFwTXs78n89YayRNRVQVBzkmaJj5XlUMfwFljKLwLCPWLleB0fC4vy14p8NGy/LS5L8R2xXFjtgqX5xjH5KUTNYo8Vyw2L4PO3yr4S+EhFM7QyEPZSjwY/BcvQ3j1hk8Bc3xhCZhOF4IvyV5C6WKxIQaG3xNMLxQjSIsvxXkQh/iSy8ajpRAaEmGuZBilxcL438MuxcGPivMx+XYsr8d0D6iflXkX44zqLixdw8UpfG/gPwrkSKyqJiyx+eGO4uF+OcG6dBNNYpXmlH4FiCEuRvgmJ4iIQhODzcJCIMeYTnRHXyF5VZdj9Tcb4MbBUiGx8kPFDcsmx64XLwYuDQx/h6MWsMPT9it1CieFKMmGMuC5pcExPLfxFljwuDHwXBj43ix+d4Q38r38PvgR+hfbyLyIfFfiHivgzD4P4DeKXLKxFGG9Dwf0JxBMomLgc7cYLDS4URfxjw+GfwJQ0esNjGNlcFhd4Qimw+hLIafBC4iYuDxCEyeZzX4xqFGSRgcT2I0+yY1zpcOJ8XhjGHyMfJ8181E2qIe3/ANOhsvoRYXBGMGxsYmMXFY3ggub8j4LL6HhCzR8Fl80dcE1ieRfhH4VOPccEMbWFv4dfld4feK5PC8b+G8Hi8aUow80QuxCQsM6jD74XC3c0pSif4tgX0kFlvQsMXNHySEssNjCZYVsJnYg+InxWWaLlPCeHhspS4mOw0NYXJ+W+BjH4G0OheA64Ww2dxdEHGhonJoeRcXhsbGPL2PDD+Y+C8Tmwh9Y1ithsVwLwmxFG80QhMvJ+J8VyLg/FcXissZWteOfhJ46PL7GiCLjXjXkf417xXF/gXhS8nhso8oXYhcGdB86PCYhCEfBMgX8P65YnbcSUGIaHwTkGxVh4WGImaUbHm47RsawPKxCcLyuFEyj4rDKJ5L558m0OpRisLZLwToNEEw1yYm8T5MeHhDKNjY38V+VeFwjs6/8A3KyFkNRjGmQhBISyy4SEL8AY/A3yXG4Yx+R/hH5ew+h6/JXJfiPf4qMWLxsHh8CELNG+KbwMNl4QeSYmJ/O7zRRR+xCT/wAC3STzS/8Ahaf0G37JsyrnS8Cw1sQSHxXghZNDWUJlLyfOFKPjS4RfCnxWPvwI0IpuhhqwWCCWWMZCExMpwSuxuqrC8GxsY8NwfXwr5142yomikZ0KohDLyQlkhCImKPCEhLy+/Mx4XkZPlH8p+JryrsboZxZvOlwvIsT8YfeK4PjfnMThRspSj4QSwmVCZSjY2LDYxj8bmYNjYmJ/LXUZiAE4KEN/QRjGbD1+jUsmiN/4Ik6gQm0dUiR6WBsZtJ+JZWesKaYqomvAngg3wIXhfFIjGicyOhPCF8xiYfPYJ5QQQiIs0pSDWHlrLouoJm+hTLhsbwx8Tw/hofmWbye6GMmNslwqmJIniSwWb4X5ELLGI9YY/Ax+BcX5l+AWX5URY3WIieJeReA/w3vFcG/wiD5XL4rEwijYxNDfhSUpSlzBMT+Qx4mzSo9h/tBsd/Qu5G8r+0Lo99dMQkqv6PRn7RphM7i/sOVYuikTGviTymPDNohhRrg+FFyWF4ywSGjY+C+K/Kay+ScaYhpZ7NGoxZXDNh7y8wgyCGhS4eLvDFovN/hlhG1YivsTMdNbHjMoz9iEn9FLl4XKYjcLO+HeH5VljELiQuDGLKWbwuGPzTyL4iy1rxrKqahPXjXifB8V+I94LL5PDF4XznkaEeWPjCCoQT4aE4MY2jZ5aDcUylh0ILhaOiC+ORVQgluH9C2iSay/4jQ7f/RRm+FCzX7FroXr2Sw/g9RtdorcdRHcGQFXjWVweE8vwLmuSeHyWFynhXgfxWUfhjmeFm0rMmxoWXmziJiJrFKXhfAyfg3hZUYp2+0f+LAbbwomyhMXmYQT1miKEZfH0/iFhsrgx4WV4n40P8DBEF52zA3y1+Kej35LwvmMQfB5hMCCKEDLxQZ2z7FGNnK4peFOyEEyK/Ec5LQj9p00dhtpoe77Jwoq3s+jIT/09jWguy+oL6ZbQLGm2NWYQz1ob8ayuZMuJzQ1l5TE+b4rPrD5KJiEL5jHhonh7eAj0TM8LLyyiZS4UFg83h6y/irzzxOaauxEpXQgtLgqwhB0fAsvCeC/EXIj0PC8S4Xgi4fiX4FYWUPyy2LTHaKCF+O+K/Ee81h4hODwvA/jUIQfAUwgisyYaHY3WLPsaDbw4yYR+NMpcuRfNcuoH6A//wBO2c1r/wCj+gEUW/6LmFGO/wDwbsMHez6omRHu/wDwOTbo9YhzXztzLxLg0NZTFheBYQy5XmvnnjvwyY9WGMaECZcMQiDWHh4WWNsYNDGuVw/gr5aUdXeEx0R0DZRIQeDFKPDIQSFyb5B5Qx4SFwb5tlHi5v41YRBi4V5JwahSC+O+K+e/D7xXlXGfAdJzYnBRWChOVLhLBrhdWZ4QhB8AonK8KMQr86Qubv8Ag69CAmtkulohM3r/AOEsUfsubAVtH0yCaGEC9jEbpr2e40IM2TjMGjo/UL6MRp7XJPBu8Ji8oxBLgx5TG4vhMUIPifJBL5rHhl5TM8wYjIJjDeKw2UeHhZeR6GNDXBoXjfFfNgtPiJEGN4LkhBIS8DC8D8FzS8SHlC5LWehsbxcXKw/G/P7+J6HhCgs8MymONQ3BPmvK/wAa94LnvDxRfAnnaGhISFgJcHlYpolkJgN+GYhEPxacEPyoboODuTcQ0jTEgaMRGHsYJA3Pf4YQaGhjqH/6PKtroXulBfYhSjEJlKJxaGhooJb4BBCsGsqckzyph5g0PKFvlBIWLynIQnz35VNZTLi3hD3iWDGUb5Hi0w8MY/Bfh35UtmrZRoYhfJn5bh4XEuM4NjLyv5BYtGjO8LhclxfY1Qeovx3+MPo94Jh+IvC+c8LzeDQlyLghoiJwNoehnWx94mH5GiY1DF8JOCH5H9BQXT7Onz/9D9An1pIS3YZvXUxqqNy6FMhL/wD8p1NPpm4kSN9/oR9DQk/Y6whKsTi0HkBYKmNJm1jQnoL9T+cMHhMkIUULJPWDfFjyhC8M5oe+CWyfNuU4vmnC2HTRRt4IREosPBsfM8pCjY83zpYmVxfwI+aIk+hrLVcCYsuxC8DwsFzeevK8vCFlvC8i4v5CwvOuJIfYjQlE2LkuSkJIKoT+IuS/Eezr4zwvlPhfANjZSlKy8ZeH9o7JjhWLDLlIX1HTl6DY9gxm/wBImnQZbWEIdGyzKQMbEPIkqbQ/t/4EIz9IVJTf/gwu2vuh9z/9EhxMRf8A4R2vV90dZ/0Ozex1ihpCq0agabHiSFEzRFwbDonRDhodFIhjmD4CWExCYbG3gnBMTwuS5J4Z2yvwJMPD8ScFiY8aCRMmxsbHyPHY04Q2UvJ/LnwEJlINNZHkgxCCJxeHlYJC8DfhWVh5Y+LwlijfhsLimvAvgri89nWFwWGeuDYaYYg14oLspPYoX3hcl5lyWH+FZ7wTWHzY/LfHOEzRcEIQxsbxcsN5FxYR9k9NRJpUS3a+x4b6DvYWKvYTUPoCRehDZDSHAaR9YYA6CffCjVyOi8SZC4f8Duot/s/Tv9Dab7R1kEQx389f/DfHoKLWydB2pFCJxFNtcgQRCg8mLi4PYyiYhYIN4Y8OTQxMo2XIxS4bLhS4eX49CxMUYxiwxMoL50EmIPDH5PtIFnTB4Gx8ULrKBrQ9CbG+GE8y+MvBQ0PYsIMR0ZtCcnlCE+Eeb4PQstcHmYmSEJhFEy/IXNixOKZrkx2s9iCXrx9HWa0yqFhfll8TF2LTrwvDWL4kieWYfgbDGPhRmmCUQRfWL6OxExPsUJaiU9Db0J9iSuhLQvqLdojIo6GKGnJbtapsuLSYk5UeUVRcJBdFp9X2THsCyNP6hdt06NCh/wD6djn9F6EGYKt1vttGvlwdw9MWIpMTZBJibKNjY8aFz2Tig8PCqwRmlyuLxuLiYTEKUpSCFDQpRDQlljBVfgEIdRB4fltrFKNjFGyj4oT1khbQn4FZnx9oLDGI6iEITix+I9cnzeFlPg8rlCEEiZJgxC8GieV+VYYiDQh4QeIQYvA2j2J46ciYQnxegpDfLX4dj2yTD8D43C5QnxblCGx+AvQ1oSKJlG2MMtmfcJNIiiGqL0MpUM9FHWOLAj2J0LF06YmnovnQxMHidX/6bNolFdr0xPQR7HF6DTh/hm2NdQindi11D9dPo+1ax6swmQyD1miIrxghCQyCWhIxooWR4vipS8FhYWHhWWENYoyDxL5sELoYeX5d0IQpRsbGxvhrKFxoNYnifxVh8p51ze+A+bxRDYLzXhSiehiE8vK9YjIQnEkiYmEwfB3BPkIWCNDkw8J8iwsPKY8P0Fh9D7OxrwoQ1IWw38V/i0woS5Xk18y+GiH4SQSWGxYH2LrE50G+8b9yMoNINlXs0TSaGvsaQYJ9ZGO0Rrm/Cm6Jzc+2PU2Dv/QD2QHGkx1KL6Y0/wDiX4X9NlRf1EcSHahHh1vKFk8TRIJ0m8PEJlLJixToTo1EjwHHwExYpSlHwXNfwLpDeINEGvK8JHixSjwXxGEqJhBrC5PwwhBrwz5KfL3gRRjw2MY2N5ogYXkfCjyvAliEyQgl5ZrDb5Cw8LJ8nxaHwotrEwmWiYe8LKIMH6hRDfEQ+K/DiTDfmYvmMvJcLg1mrp1GyjYuEXwyGfoxUNsLEbIP+CT+hN9TCOh1JNCQlOX981OgYqmfd9kh2NUR/RKoSGBYEHDskJTcFY1EKN3R+xYjfBizBvWhjfCfvDQsJMpaHgglgjxXRBpC/CNh5Q3ldjITWH+FPEXCQgxjRM3D8FZq+axpiZbMJjOLY3xngnFYnG/GReDQwrCjDY3ilG80ovOZ4o+CesTC6wgkQhPBSlzcURUUpfivguSb4mIfBcWsEd8GsWjXNYQ+ISIXyj/CIL8S+LXgXk0Onwx4vMhsbdHbeNiCT6xPvghangm223wH9CmmtjvSNYr/AICRvzf9I/Sv0aZcfQ8nR+jsMmCQru6NSmnRHwaGfSexU+l9KLChbKhchoXgnspChhOGmE4MTLWOwusYWCaeEF5TnCEwheFCY2N8pfmpcRDWhBkINEwh/BQsLgxC8Kjb5TE5UaN5hMNCxMLL+BCHRRPhBmhZDwNjZSl4dxhdYfL1wYxrigkQglknOlLi+S4pnWFh/BQh9cVwXwnnR08Ny3DWV4L0wn8hfhEhPhPC+O+D5zC4voQWb2Ewh0KUYg2QKSDQsY1bEUg5m+gS9YNwb+gIhTwbYMqqffmsuxVBH0eh4dEGhVGoZaP4abVZMwLkYrZpjXei1pQPhQawilGPEENJha9nofYsJBIJpmmDwfhZi2IKMhCZRMwnGC8SZR5TytjvzFExWERNCDWYTCQ/hLhS8Eyl4tjF8rz2SZvBYguD8C8a8YUbxSlz1wWXil4vDGPgkJYnhuevBCEITGyMhBSFm/irNyhDJwXBHsQ+DQmJ74bIejTFiDUwuMjB63hfDfFD/Bp5F4V4L5Xh+FvFys0omXtG42hMfR7KJY3BoKJsQoxbqhF9QUlfY3RQOnsZtDRQR6A/0QpOoLx6zpsvm2hFvRo6f2j0EfuCe1gvbHuJZXP9Ej/7jUd5eLiieGLw3hXCbFgWe8Hpg0HwfWE53EHypeEJxpR8k4Q1gfzB7FhZJiEJjBJ8JckxkzVwbL5blrg1i+DWXhDXwFzZSlKUpS8FxQ+FzrFHljIJCCQjXOlLySIQnlmP8ZYg8rDLyWVw3hYbghMLLWzri8aLpDQkJ8hD/BdiXxGL5DITixsos3CR41wiEjF3iEEsTWByNDNZ2BwzYdIoTRG0Z2JD0bWMrGWUcU/aHObyuOz6h9jqD1gE0WazNiHapH2p+0Jkt7Y+hIa4G+KG8GViIRhMkhBHR8KzQQQ+KpiNeF6GuFEPCyhLQw1meCm8ohLGy+U9YvGnCZJ8SYnGZpdD8hcE8zhMUqJ+Bg/JOKy2VYvJ4eEJCQuV8CWITM4wny151sYmIphPD4GplNMeGux6eUz+cFlD6QmNhfCfI/wSWHlvC8zLmfIYnhjDZeDG2itjcNLlRH70OkxoxCeNzrIWbxHRIlhr0h6Mr2YqdJjn2V6KTQhdlwGCTxomxzRztumWIVP2Jt+gxm3f0PSrYiKKYCA0T2UPsbvwMLBomE9CyLhNiiR6G7G3lYLL3lUIhohOENMTCckyWIw18Sxs7YkaJY1YYvhzieLw0ewq4taHr5zfhponinNPguD86yheB+NsaN4peFzcNjyuC5vGEIITz0pfkJCGPKw+KHhDwh5p6FjUuVvJok4xZsg8C2vhL8QQmLyvkY8LhMz4twNxLBLhiNqYIZHDcbbwh/QmNjDesGwt9kWj1Cfspto/o/8ACV7DbdEJe2K0eP8A/ZLF9eRG0GSDXZU9lw9NtH/9HCy9y9+xStP/AMNidjSFQn2okHrwsMpSnbBjRMEwIvMRWYSDd8FismLI0x75W43XCcIhiYJCeGGuHg3hlHeEYfFeDYNXxk8PCEPDLG8FGyiedCJ4oNDZeELyQqZCPxNc3yfwlzY/KSY2Ubxd5uLhjebgil5whPxaxcPghYfHvC4J5WEy3Bd8LiFrh2NSxoGF8ZYf4BCGVFL8BkwuL+K8sGxGuKow0hAg7DaxNZShPg9Db46N5kdAhErgbECBNo2wjXYoTe347tjdroU6BP3Hcu8APs1+xsqCRJYFtNNEWT/4UmLweYLkKOJLDnALAys4LBZMQuCCjay5CiwyeFmsTKgz8KEIFmFYTLEnwoK4eF3hYd5Sj+hZBjGp4VyOMSibBGesLEG5guFm+GlG+GsXg1m4XN+FeFC5vxrOUbGylLm80mKlYWuMJ4YfXPZOU+EuSEMebl9cVlPDygs3JPQikMfAniDw2JmkaBa/NSFgow2GF54NYXw7mlKUpRDTGrwTCyMGG2bCxcJnYQxdjf1jeTHiC0dBiUNFIFfZ92fzzaEnY2jssR3jRDIPQsccZSVkblibEnN9i8nr9GsdRzekpnghV2cXw9j5PDEEQuerRD1ibfBYrXFsYsPA0OpizTWRC4PhcoTgjbwLxmEU3OsEdZvwZhF4LB94ZB6LcPDw9j5TCWJlEPsn7G1Ohlh+g6QSIN8JpfG1hZQ+L8b87H408rRvDZeAuRsojZmmIJCWYTjCHWHzhMQhCDF+Mhc7hD4Li8LfOiZvBchMTxsNTEg1yJnf5YhB6G8QYSgvElyeL4H4aUviASCKaY1YwiI8NFYvQ7GXD6wbKjDY2HxNFJBIqNQ3uIbHrY1ZodB94Ck08SVoSEqEEPr7Ok7ehNpzbsTBP/wT9gfpjTRKnIsUVbouBc7HztMaGsEEMU3Z+5DQc98FgkyMSITK7FRrJphKjQpS5aXCieUKXG+iZk4UXLyTLll+AsLAhCYRRDWG+JwbxScEsTLxBYKGyOKEGhrLxXxbmjRcIRPKvGuvBBrx3AuOLkuSlHNxIhCeKExOUIQmJ85eJq+JifhQh7w+i8ExNFGkyRDFpoXYjrF+GvwSfDRSBeFeB4XJ86N8BR4KUvEFYsCCwLC0aEjDysU6YUh4Em+BWg6JmqjEQqSOBSJB2q7O9+Jaopw3QnUKttoZBabJTE32hOm0U2kGtNFBQQWexAQ/EZLgaIQVCEwIN58+CQomSZSjVCQ0NtGxYbHrMoaeZwohEFk3xiEQiILiJlGkLwhX141lIgsJhDoe8zw83LzMLMw3mhCE4JCEhAqxv4b8K4PKzeTF4XyXhY/JS+U+vkHyfzFh8l4E0MTw8U65pifA9CebiiZUmyJB7Ig9DL4y/AobWBMQinsQvAvEvHcUpS4NlHi4eKXNwcJGkPEbDbvFYfY2sIdsMUf6yhM6jRosWgb/AIH1nK7HqPEfAllIy/fhTsETTQT7RL9T7hM2r/pqEE6Qf/6NU5UOPovoSE7olA1sd2UQTK4iEwgsF2KJwph24rNMwYxsKFMMQw0mdxoQnCcFiCeN8Lm8EPBC5tD2yLXkgyCWFB5SGjrGuWO4UqHxguDJkhCEIUxYoSpf8BcwYviTiuV4NfJUUXKlyhcF5myl+UvAuafNPwsPoog8XCxvCCaYlGaez0LXwT4r8DRUPeCYg9nvgvJeFrfgXL0UbGyjGy4vJ64reZcDY2N8JlnfCnUtMQHwJ4Q5oYDuJBf7MU8ECpnaxzUNTP8Ap8CDJO4zYYtOKh8VQ+j9pFYLHZBRB/S49iGvYiR0wL4BhvDF1mGiiWxjKGse3KQoXJ74RHCQbFuSQMnFkILEzuLilxcf+ZeFhZeEQdogK8Ep/TnaQnHCVHQ5w2iWHizYtMLh4fFZXFISIhMkEJms+T+YnliwxfCfBeN/HXl0vNOMOvmPrxJjXBYZeC4rhc0mU0yTgnChYTCDCnnfI/wD6Gwui6EVwXwXwMWaUpctjZcUpeKy8PZOexjHlC4PF8Pok3orxXeWmBGhuNBbJMP1NDuy6KKbEj++ftwwpFU0Np9Deg2tHGM9C36Qe2kkKr7nemJlCdi2KOh0fFvimMaCTFGUp2w0KWDtl5Qw4uCjTTEsQqG0PA7zcsvMkQgmuMolicjELKyljoTOvgJ0A2jWUyq0EWWhGnsgmHs2JGDRDY8li8YJYgsQh3xZw6wV/CXDWEP46F4n8kcXC4RBLjc3FLhS8Cq41mcV8Z+V/CTH4HsaHhQbTXotzXw1+DbsbLR7EXN8F4oPheVKUZcrM4zkghjGPF43DuGgsIe+KxBYHEkJUIxH0Kn0QOiImyaim/8AvmpCcFF/AZdArUGRClEt9aL9H7CTfT9jGEcJEPobbhRnvgsps1Lg9iUHpis+UEhIViYylwgRhMsW5RsXBlw8IRMIRGQY++CITjcPgmFlDZctMQ/sgtfXQkRQo9CxtFRGFrFEDUZeJhohCEIQmFhEIJZEJllKlirieBfKmEPCNZQ+D868bH8dsCZSlwuVLCl0Riy8NctJMF+SUoxYfF+FiZbwah6cZU66GqF8ND/AMUenjBg1lcaUvGeZsbzeMIQnMCEFkMY3h8LgQXRoimJIbFEaPlSlFnXBKb7NOzQQb36G7G2tEBRfvilYtLDTLSLr3FHYpFvfTHvuh7vQnpExCew/dRNTZ6Y6HdhZeHwp75LWLMPjb5oXDouWgy180JCYoghNDQ2UzeULkhZpcJjysCeLBxN8IJ4rKF0OjE8hYhMG8IglhIY6JlEiLhLZBYv2Gv2NY0Gw2fsbbykPg/lPLwvI+a5zyN/ITHEKXE5N4UYYYfIKlKUotxFYblfgnns98bxXgrLmcUXDWGGVUNGHv4aH+BQQURcIbxeB+JeVhhsuUTExCEIQnITDGN5fByNmdOEbCbC+EsEBSFBmwKEfsZ9opYvI1ZcF95XuNG19p+0Of2eBXaapDt0oXtIn2dPCHaR6TETN0PZDyx8JmlxeFPWLaG0PlRDaw8E8dSrh4SEstCCVxYk4IWVMmwn42PCE8XktYWhhMuEImdF00DCT7KdnQ8F3gsEWGGIIoQZODKUvEsT+0/cN/sp75d4sKXgvlTL8i8K8Z8mP5dXK4Uo2N5757mpS/wCFYxEGiiGExfA1m5Xz7ai4NhkEuE4VcJ5WxuKQhEWIQnFjwsUMY2PhMNj2Eaoasme6Nx64XCKUTEPUJ6EHRKVeCFNFp0Uw0QerItw6LMECsyHcUmS7h2RaOjurhKrtja320K2zoDoM68r5sT4sJ1YfRr4EaiGxiw8TgeFjeVhMo8TCFgpSjDzsvJPDHiC8MJhhcEaKLA1ihiw2UvEww94LJnsg0QYuKXzVl/IPw0fnfyk8ynSixcKUYb4QnihMJiiC/F18i5aELGUSH/D3zII7i6yYhFxVi8KLnOTY2NjLwSwsXm+RtDGPmxDthxvYmbDoNGzjMTO8UFU9m36KNEBIOfY0j6KYax2vvK7F1hKxpoaNk+3tFr0bQ/0L2eiTc2V32MGeP0yf/QTdbCaYfKvwPC4LEhtDeBHrl7yY2DbwuHYu8MKjeISDNiKUow3hEILggkQaGd5RBYpp8kdeKdB6dXR/9zoSzrDlICNLKNkJhJiRo2w6FGO8XzIf4lcveH50XwsfzjYpSlwuFeYQZfCswhMJv8mvBfBHhn9wjoanGX6ExfkljuOIG7hnQmJlKXNKUYvN8GN4YfBCxUXFwpSl4ILBDGxvlRhvheyaIA1R3g7OF5GgdY9B0aNcIZKPi1Wl6z2FhdjVXuM+oZ2KRT2ismyZ/wDR4kW0Q1rGQGuEiS2PHTkaGUom1k48AjoPvwLP0PsSEdMG+CZM3C5QomVKNjY3xawnhYkY2x4JiEhrE8F6cK4oSRj/AKNA42NhvIKlYJ0TCFcCMH0Nsgd/CvNfglzQ/PM3kx5vy1weuDZcISJl5SxCeCDRB6xPyS+E1j64eMuii/J3F8HeDj3xryMbHwXfCopSlLwfCYGpgbyh8GNg1xuUGIZoNUISoWN4GOnARTlkeZTP2R2xFGw9G/8AwtrHYWb2/Rr0IVNM7Nh02alohVd2kCQl1lolrwhuCiwiIuPY74fT4UQeUeuFgiCYzEJhMiJm5XY4ybxSFeFO8rjeJ7uGXAh4vJCmaSSE+OwSCJhhsbiQS/WGZpsgtYcY94b/ADfrCGBFhsh+JcWvE+CEH8lMRRuYJYJYY+EIieODX4e+VfDZ2ETQ9MgzUhMX4S+RjYVI2auBrCy8KXlSl8FGNj4LLzcUpRPEITFGTOvEuUM6aTDFLA1zFqYkbxSYtNw10IKUUFAok0PIWEq/1krsXQjqT1+z9+C7a6EwhtpiD3iPaaEu7EUi8OnI8TEEUYuVhd4I1O2V4iGHzopS85tlEvsdPks3MxcKXDwhh5mLhCNhoNBBZ2PB6NUDDDeILAstsbETMGiGNvzK43RLnIEQSL4p4VyfBdIY/lIQsTJMsoxCXKYn5Z/IefvGjKscX5Bsgj2UbBYeAhid3l5nBYuFweGPDcUvAs0WxcHgXuGr6ZS8UJHZCj4byJB6H0d3h3Ishi7PYw7HRSWxBmvSH7D1OnPdl8N6GkdfoEKTETzGPGGpFQ8VRpkaGCXDsOvF8UxspcLCyLwPwtrFHhiLA28piYmSiFLxWHhbJijQ1mYXN4WHU1iRCGNMLlMf0WTLmMeJkkU9DxBHsswq+y5fjnhX4NcVvKpZtvhrxLhvL4Uo/jTgkJCQkTKzcQSIQhMQhCZf46/MTxMHYltEwiG/IMIMTGC2+Du8GiGyiyllLghZbKMeGx4RBYRMQh7xOCLx6HcpexfYLFRjF0UEzsjYY0TwvDxDULZoHpvheCPs4NGOpRgQUj/RtUbSITL4ZJkNSFen0I/cuxa6HB4vdH2IpvbnZPZ14dM/XB+C8FhRhi8niYaLHsriPgV4zKVNHk9iYXJ5MpcGxCaGPsWFweEsJWdBqwtTN2Fh43CKpmrwkImEszhrKxS+Wl8T/DU9YkoN6Gx3E+CuF/AkhBIQQliZY2PKEJiPMzMT/GtsYVwtk/IW8EPHQThWiqXwYTE4wTwnxRrEzITCEwnBc9BBrBCyV9leHgx0wMQbgzAhFBUTNuiG+aIIDUNkk/oh7CRHsbXQnUIamhNvKexsJHXZJai+oX2hHL6GrEgZ+77IfTBl1wTDcd4Y14ay4KJofgUTLcTKm2CRCE4bR5nFYQQYsMfi6LxhRplE4PglaNYsM2ZRMdjqUwVISFOC3Drlu/Dr4i47PCmsznfCwnnX4EuCQgkIISJwqG8QSEQnhmGifn34YTJ9obAt6EIouxfLvw+hd4N4YvCrEdsgoPPCic3hjysImEJcBCeGj3mQMJxY28uGwgUexrEfYYdDItYFqJ/+ikTT65OPrF0XYGtCX0ezSJYemybseWF6HdDUKODhO96/ZR9xdz2IvOhpXBHcITg8vwJHfC4H4KXFHhhYS4zDta4CRCCTEiEEEy3xuPWGUvBCCKLSCRBMSTGWPKQouuFkx6eE+Ew9oqrimVxzEIQXY3/gNmBB4NkstcHhc1zY3yULggkITC5wSEiZpfG/8NSjLk8JTUxIIv8AHjRfoSLBijWWdRSikee2BqTjrC8Dw+SygkQWXx1mZaGmGSxXKm2M3gwjodNDzAPpfwRpeUy9iH2RPohMLvh3omHWRZShw2g7n2app+zRvKeG0E13Ex+h2/Qoe30+kTTKweULoXcpczLLyXDG4OPvE4Jly2xeAuBCYkXHihONl8COxrglNCMIMuRYJwQ0XeDC9Ca4JrMlnR5VYZAeUJHQReiEIM9GyfIX4uSHYZcFPg+K5onCZP5KFlKIQWFxuYJfBhCDXyl+NXAZUazKJfjnMnHG2dMMkj0xvQdA0hU0PTE74FxYx4Y8IQsISFxo3hEJwRCYZohY3SC4DcwdTqIP3weIWSOuEkc4JkewKhlw0iUPZNimkbhJv0JsiVaJHX0f9mUJiE06LLXY+n1D9BYn3jY0UCSNHXi+ixIZeD5w2MMIY4+axMJ4FwWHROKycHhcDDL4EsPEySWTGhiFwaFB57idcfU7YTFnqEdcbPYstThcQQ1f45fDXH0MPK8Nlm+S5tG+L+SnBMETk8wXwbiDR6J+afkuOxZYFuwgoo/jv46LJbgid4HO3CSn00X7Qu0hAbQhYyl8j7GyjHhZQSEhZo+VGylzRjQbTLdGr3gawslNnREkesVyXqLXN0ZNNd8DYYbAnrIhrkE6MaOxaLbjU5WEnoKENpoRoDd1w+Va2dY6H6Cw8+sA1MIIo/Esiw6zeSEQjw6ZSJmYaw2MMWYKMNiLmcEN4SQ8iLg1milxMXEw3HULgggWE+HpmfeKdiCVJlmiHPzTx6/DJ4R1Ymlg1w3hMRMvxri/lIWUwmFwbLhC+O1+ZXmXZYSjtC6Fwm1+MXRD7VE+kRIdDbK4G+egGnt5n0ztDC73hB5RS8WNjGMWEEsIS4MbGQhB9DKUVEsMgd2UiEjJcLBpDudjqPrAt4yZ1HtCKfchD9F2HEg2MPtD6NNwsBREfYoxGhSRelxe6W7aehZd0acpL0aOn6poM7+iNhDysWQ/gGPi+XcfrDbvzD0J4WdFw3haj55LlYXAuHRRsIbWKUbeIQQuxJISeEIeKcegosIQzsdBibEV4QjsKjxCImN1/n0QXeK66H4QWHl8Fz9cH8lCyhBObwhLDb8NwuVLxfzNevwN8PbB6CcJSVwFPxZOxpo6D8GPaF2Lhhwg6GvR6Z6EGEuSlxMp8Twx4SEhIXMPKxcHhcGG8evG1holKh5Ns6nudnCj9RTIarhfR7DaQHvwp2H0WE2IoKFhOE1CHYF/8QmuHQV3rQvs2RTpoon/AI+j+16Gt1E8PFyWojYxDog1yg0TEFMevjp8Q0LZgPF07GajNLyXN8FirPYkIZob3kuDm6GLEeJdcWKMWFsZ3G1iiHLJWino1Bwo2jf8f3l/iOwjOo3g+asvlvC4rL+WSyghcKN5Xx3vCw+v8MsglUoyajTp+LVoQlrAZMVDjt4NUhdDH0ID3x6THhMY7dDTbgSxeLHxR4IWEEhcnilw2UhGJEINjuHvCdLEGjOg1s0LcbxDZ1OggTDGOw/oEfRYW+F7G7iKC6Ghu0aDLo9ExTcYsFK43mnA424PNKb+yZJgd66v0I7IhqNDrh8XQ2XEwTw8PC4vKTgLM4uNhrlJlRsZYvi9cTXFFxSlxWixi4nBMuh4bC9HVcXgu2LCx2H1hNG6myCClHwO/wDBbhBdDH4PcvMN+L1hj+SgsoLxfBC43wrwXBPL/wANFRTC1C0EupsPQXN/DIQeghONjaQxsNC7Oo6DJnQCv9DfYtBDaw0YqQ8LLFwY48PBIWCROTyy4XCWDEHogzfsWlRI+iEIEs0IiEyBn6Hd2PD1xdun6xIky+D7YYfZoxJgnIsWY2EMRuLQQy6Noee5xkLRPrZfpitSQx7YM/fhnRnTDwsuhRjY2PCxPXNHaGhmhOj3zOExMdEBYWGgtMNClw/CspiVOhxq0LHySIeuDGslmYuU4bsU6cWIbi5R3Hw9kLhYaLDeJIp8hSj/ABCxLwdPk7Gx/IQsoS8JC+M+Cw1+WXwHjxHoWB9CdjRG1+Ip/AzUOTT2L7CbwawK8MbD9IixJmibsM9x/GKNCcHlYYYfBCZLwvFyhRkBRE7C/Y1cU6I4YUJexqeyLFCnYd8LCZaPZ0JoXY0d0YNDDGijGlmjbDCHWKbPflxcW9mxi0x9gRrzIopQOeumR4QWGJrJPFfrwqEx408CzCcIbQmLKEEGl4Pm8LEILCicplOJDXBiELKGhoRMdhNLkxldjh4WTiGWTGtsSiD1mY38i/ilrF6Fw/A7yvCszgx/KLgQlxeEIWF8hfJP8A/gMTHqNBoMOPT8QsxIDc2WZrGcYUX7g+xLFh1NDF7FbUjCixeCw42M0MnApeTy2PCQkLWSY9DmKUxBYUCWVZR7EGwauxDLE+FAwahMNDiNcCXBEMolm4cYLYbWJD6NQx74qIg+u9jRT39G/ROorti/QiZo68zOpHjdGxcUj9cUp04E8rMJjROCY/godGmNTgniGMSFhcUS5uolygumLsQhFHE8WYg+GRDNTECnx1+GfO9p1KMfBe8vK4riuZ/KLKYLg3lC+WhYaH/hGQLaH0LDqOr8OlD0hjmmIPaZVEtYFLFGasS+kg2gn2PBlBkKHF+8EBKCY3yYa5mCxS4XheEiMWsKVN5TCDse8dBkukMwChMSpjGqGEsWiYEJjJlpjRd40OrDqdvHPBJFvZBjkE4eoQ2hKP0Pt8FW43t2icNocJRm8OlmiyuB4V3z95RBDKCrEHG4x4XyELiookGLKw/EQhYeFwZ1HVcLyExZbZ0zbRXCj4L8M/Mrs6MU0MbGJyH5lyP5KZSEEsXLyhcXyfJeNCw1/h4Q+ibFCL6fh11TtEF9+hR9MR6CU4hjYH0BoBJiMQ3Rl+h7vEgifsrELE49OLFMLK5zCeOQDeqNt7bouxYHswRE24EMdYtJRAVWHpH0bsVlLw7D4Im2FNcNepVFwzqx0uJnpjaRI/U7w1oRJ3sfS6F99DsA+ySSw8LBjY8NbNX5rjRi4Q8zJrwQazfMi4uGQYka3igsO+DQtDH2XCE1wlwaxRncXS5s7Me2EI7D42RQWuCDs2bY/wAZBI6j1yTfQvrFzyi9fQ1eiMj+ht6wJhjyTBZeF8BjD+QhCwggua4UpS+ZcnlCyn+E9n24WDaYj1fiOQYh9ntILrH7xQNYbH0bGexesdI2Z6YbBgZUzdExMQfE1SCCRCCQuWilKUTzHM0iu44PcPQbH3ZBmyHooMOTFeCaEkOnjlxqog0QvYnCVgb2NCcsPrHZsJuDRahIa324OTcGn/YumukNHUYl2TTRDSmHhCHliaZGsvMEJ4uYQjJh49YMMay0TyQhCcZxmGJlXBPhRlHheXOXMJhvLoxYQw2VIQg0RX46+QUaBUsoaxfEefrCMCUf6j/Ugj6FJIWGMeBRMLncTxtj+T3yhCXB86XC+QhYgx6/woT0jqOL3H0/DrMGh2mj9hV7G0UY8TTQVotboijO+Nt8dkQTCRgVCT6wvG+M8TY8FEJZ/cVXYlGgRCZDKw7QJXo1UGDUbCV4fUM4IbbwxMTFxW2JjpFehOMkLEwgsG0NspVwo2De/RP8hvNZEvsg2/2f/IzunnBPJjzZYEGMaw/CsIaFNhwK4RMIQg8tEwsTjCEJ8NjeYIIRBrKeWITeU4vFBDYQh+soaI2MWl2Nfjr46NBo9wleKK8EhSieKLZERfRFlkNnTMNbw8ryLLGMXyEFhYrg+LyvOhZvB8V/hjRBHUDxS2dX4k6HpBDv7GENwgJowd6sFovA1jiWqNFYufL3i/R7Q14vyhMLEEiYbwNjysw+xlQOEPbOmDsT9iIwS6EbyIbB8Q9AnhvAnhvCaiw3GI1hjFsrRdbEIdeZxkgmNCjcDzpR6E0VJCTNkp2apwTD46GaNrB4QlGvAkR47Eimh40RDWH7EsPDynwhMrEyanCYSwmxYmbmZWLC8jeF2JYJrmzThIRRjpjoOIYs834qSy/ing8JsQQWHi4U2wnkq8mPDGJhfFcrkx/NLBc3xXwFzfFPLH/g9BJxuJHVF/C7pnod+h4AtOAJjXExdlBnsUwKUhZiUFNz1zGcTFM6iyxmyMhOKFiYeDHhImhjn1nreKztXQ56GoT0Y6x2xA29GmuA9cJ7sm8NBhjsPrLfAhMNxoManuPDWWzsjwp2SRnfK9iSPXWyLk2I0zryMfCqEFjWMmGuaRMNQSQg1hvIkJjGImsE4vKZeM4taITMwnmcywgsQhfA7o6l5PI+8ExYdTpjqKOj0HvDfyD+KhiHwEXgQuSlKUfCLh5eUFy+Dy/DRj+SuxYSEELE8MF8VFG+K4J/gVhi9LBqiHT8MtyObo3sTgoz0NmueheofoGsn7HUDYrQTC7HSIdPH6C+wcY0acURCZg8kQ9D4ixotEii2WF1IggSIaR+tDB9dD51xSe0LoSVEcag2mHuHxTGO2L6G4A2XsGjYuzqdc3gqwg1OhuqbCxO0NHrZYE3qj0I5R8nSNDZtFEPBoTg1MWCKdIGKMXCEmGifoVQi6wx8IMdFKUosry0o3xMDwhIhDsZREz2wrrm8eoghC4jqdyQs/kLD+MuMGdQuL2MR5UohhMuKMuXjc7h4eUPmuTH8ldiwuiE8i+anxRf4J4Bq4FuJ+G7HASCkSWScVCQmGCC/oa9CTofcLU2GsH6zOqY77L9o/QLAx986UQmiYvBYKDSFg1PsS3gmcWmDfpkp9AbJ7E+2e7Ig9AegWTZGfRn3QqH2GbDgWVBLJjeOgozY91hlikSI1IeIbHZ0H2LCEoztDUeJg1PaEOfoR6INWxMGIQx8Fiwm6GhFKsVhcyY2MdzRvWCwY1loa4FlBFwnwpSl43EHhsuEhJijZTcWGy4ayTyTo6FFl4axXvhIQnio3gnY3vhPhpl/LQw1lxS4PCRWUomNlMT4aGhjFF3wgsNcllfOELFGieKiF+Ba/wbxTdRFFPw3sXDaYmYoFkpjQQdi8FE72j2AiCF/WDPQt7HbCoWTGJjQmNjKUpS5SxIeHkmIQ8pTOxfQJPoiQmUaoiJtG2JCUfTKDUZ9J2a0L8GjZ1O4xEvA8UWz3FuBoaIMTyTKNosGw2ikQZJhKx0xPGiTEnhqLMpCsTZJq9G1C6Nf9Gqi6w+Bj4IXbCQWGTC0gsPKE8KPCSaQ5GISCJhoRag3mEeZ4LmYQq4J4UY3iCE6Hh4YQx4uIQQtibNoesLi+OWCEf2MdKaZSzfFNfka5joqLwC2Lh4TG4LDxcMYuvhrH8F+Isi8qF81f4UsdA9KRCfhlfeU4B5NCXY12EN1oZQfoyYawvkDCnpik1k+cEwlxY3hUWIZ6vZ9hZnTgm8KXGuy73B6NNstZA2dCn0J1IauKcBEI0JTasC78PeO8HmFCm47CDENikwlCR5xeT+iHXAhbRNjVjo71ami0/vo66eyEPWUw+Kx0PfCiwPLEicCFl5dj1gYsvFDR74ISjUIQmJwnhfKCRMUeYejDGylKPLdoXK4sXHtwTGGh0JLkLSfDXzkrxIwYaY3ilE8FBoahRhMXi2FE3wRPIx/KSwJcT5XKwvmrjBrzv8eswaiE5v56VIHAhCIaGexoEpaFtsbEoT6H+xCc4KQSyMfBplhE0NgUg2MbIMFxJcLhsY2diEGlNDGlJG5DcTqCrZ0NsIj7I6mNTojTFCkE0OishkyxVokd8S7D0ISGhppxiQi4U4JjfgEj4iGuxuLDbEnbwTiSoUvsJExsCNsyP0dtcEPksqDsQnB4NKDQ3lcV2RC4oUTwx3FvCw1MJiY+EJwXPvD1xRMEsHyEGPKxBHdCFEIpvD4T7xvgWYV4DRfkhcOhSj2MsxRoIJSkYQmLHovNiEuN4rm/lISEELywS+RPI155+RTFvGEIQaxPwKVBssKhwPYZW1ofrWiWNQa5GfROvsd7JMLHeIf0i9ARJTKeGNjRQ3GyKISNFKI9FFtCNDwkdZP7h1H0dAp+hSIgPiTMg/2IjXodtDEJM2jElN2MXYnUNYugxaEUaNoiVllEJ4KI2CD2Gs22Lo0Q9IxrleEFo7jO10bN+hUuqhqgQYhZfBcFEyQWXhM3wLHrKwNRNkCzoQ0QaDDFuDQf0PeIQaLh+OjGImFlMauboPix4WIQQ64QuD4HbKELDGx7cJCCwP4S+Q+XbBMvBrC81EKMTEGohcWXLRrJPjS8VwfzigvA+S/ALi/wDAuyEiIaJhoQmEIQhCEJwnw+r5aLQkm5ssSVR34+iJYn6EMV1ggwJRTpMTtJD9lmigkh9jFdjnoewkWZJCGIIbDv4FsWQ+D2dIguJQkxC96JuxbLlp/pNGikW9HeGtDv2NJr7OwikGs1NsI6gbh7xczCH9N8NSFrB0H1H0CaHrE8MD13oS+n9Kdairs/TCFhj4LgTRBieF2UZsTeGHmiw0MTyeCTjSjbDsIbKQIYsJmZGjYhIhCExBLEGspCXXEfMmUTFsQXQuTw52O2GJ4IWPd/MSCXxhfOaZylzSjxEQgkNcBBPhR4pcUOwceZ/MEEuay+CIL5j8LXjX5ZyyAyCSCoqLwhCEGJxCYhCE8EJx0Qg86hyFPQujsjpUaNGJ3sXrWP1wx7wb1hSeJzYQkmIogFZG5i2REHUNh7WGsJC4ENDhrgQfuG09F+j+C2Cuzqx9i0fuNuxdG8ekbawLEisT2UQjRtQ2SRBxjG3/AOnpjYsbZF9cSuENw1ubtjhYkQgxg8L1XCcMXoyDQuLPvHtXv0f2hyo6DZsLxtj2C1iCCDDWExrhuQaOjuKMbjEaI0VYux7EMODwuJrCChoQaEIo2XEEJliK5THjcoo8QgkJHcXoQhHXC5e53EsmELD03xCWGP4ZfGXhYsdiopS5XgmaGXBCLlvL4IWIYnJcX8pN+cLlfJvB+J/4DuPkfjn+c8FRS8oQhOIQhMzEwgh4U9jG943RII/UUyh9pDjoJIeCBgzTpmt72EFuTQkQ3wMlxmZjUSUGYmBS9lCkBhT3OJa+zt4Wg6jrwIWx6GxTsWCnRHHuDmwWegxoxtXQhCYIQoyAfRIX2GkxEEjesO5IRCvQ7GOhOY/8IdYWTGGEIwkTrbeB4LD4Lg8bISZEgmyuDZSINEwiisIVDWE5hAy4XY3x6HhZaz0UpSjGJ8lmYrBSDwYbD5LCRDcOJ8mPD8Fl2NgsN6wKZv4on4lo4WVKPkqO4WC4MfgS8Tjsi8R/JQggieJ5QvleheWf4BDU0WR8aylwvA34eeeMUvGYhCHfGhEwOKnY+h9i7QusKG4bg7aJ1e8h3exHTNMLZRWnQq5qhibBAmMaqHsKIfE0NeKR4yMnES9jgamRC+0SUdlEJuKuxJaFsESDYaYM2xIaCNjRkQVuhIj2bYHSQ28Eg1qPQC7AgrIDJlmwwngmmxA1jM7j0HHRWKlYvtj9Bmbi4WhoJCf/AOATrA1gvExDQQwLgxobKIf0FGkUFLwTHk+FEN4hJxSxaxRsbLhcSwqEOmMwx+OQsJsUQwuuDy4xcvsWCz7cj/IrMKB4GXghCE4oiURfJBoSNXhb+ZCQuaw8MuV8B/Ja/wAAxOi3lCeKExS/AL784RhTYZnS0NhtbNhbYk0hloRdlv8A8C0gtph1PsZwU9swSIYabCjDc0HijG7LETBCUaRUMNhl3jUzC1HoMbLMxI1oRRIs+sGoXR1FRMPazsOioVrE+zoYkJCBv9H6gW2HeBrK2ekJ9i0hnYShsiKGssOg3co2EZQXC4q+iukb9oMv6wPBeFjw9jedhuDKJSYY9XDbgWYbxsvCiKMJPghvKzIxd5SEJcEsmlJloY8Wx4pS4mEwsS6yWXlR7EzmSEIgy9YZLAJhGP8AEwXF7wXeHQvFjGlllRRMYcSEhj8jRrIF5v5K7wIRi8T4IX4F5vJ/mlxaEmhIhCE4IhCIiJlk8FY3hX4RFGbE0hAtF9iphd0NWKWmNBN07CxibEOm/wD6PSENjpJcFquYooGgkaGwMb9iaqiCCBobwYuG8IQUfwE0Jg2j212aGM/cWMkdscWJsFlUNjaw1ZBaRuG5xdIasV5K4IYSPUY94xPSToSiVorGx4lYqYHcW0NbyjaNy7E8JzTaehxnULrgfgY8FwNbEyi3l95QaMd+zVs2WWyTxFILslIRgnFY6YpijwgbwbLlIWFKEIIRU+4/ThMQmHkfgpo0bCxosIWX1zK7HlcBKNCB/QT6FvQ39j0h7wc0Qbl2oau15l8Bcn0uSZP4Hg1HzcUox5bHhcH6INE4onP7sMa5X5cJC8THh4Xgn4Nr86s3EMhDoaYiH9BInBDRMQhCEIImCQRGdZ/88J9WIxj0OmaNWGrsoiNYb0KOy0J0dQ6Gi/ZIhn0WB7Bo7KDewWoScNsDJrabmiUfRQqG0OPgEuDwc6FnRQj9jE9iikLDQs2jmhliXpkQooOEJs6x2xTgXrhc09lga9DsY8PH1Bw9CZ+yhaGzpl6GT0GQPVExj4p7PSOiF15Ty2WIWE8LR4mIMTKy0wsLvJJ4axRjwsNMHnUrLhBNghcEbCRRzfFfBcLjbw48UpqLZgsITEQZ/eQ8O2RE0N2hpu1hnqifWztkbXyEuN5MITgiZYUCZS4vAbKU0MhBMEYi8X4nlOsz8LBZfBC5IXyKXyP85cpnvYbgxjBLjCImN4mZlJM3tqNQddCfOgxJweYbwxOD0LoXcF6SLp9mgJzHVOjf3DVvAS1opjqJYaCGzRFlNKjI0FxMRjYdL9i3g3KOhscForIFUHZ+osaKjWL2OXsXs4WibGiQZDEMSyImNB0xvWG7HoIomngLFhc7xnh4uoRsWGGxNCqG+EuG1h8UF2bk1oXWFh+BjHgqN3BcN8IJvL9cJrNcPCwb4ClKUvKCCEN5g3GgWMJweH4ZcvcdMoWWKMNjDdGuEwhCw8DD4g3RrhpcQbl0MH6GJ+vjEy8IQ0xGTEzBMQmGhjxSlySEEEsoPwzkx1iamW/gvmlWahLL14nyvFfNf+IRJRMNhLCxMTG2Rk+nJ8OzDZGNnR2yI2dkGiEIREyTU6CBNhGekeNx6dCTXYr9H62KnQWMb0JWVR3GSjZINlEMOPGGGRS4bGuWh6g93l2MgZrsmCCGaGIhohyE/vG0TSOR4Q1NpZEwn2Jm7QsQQuTyuGJhkwxMQmiUVNGbjUyxMPVzkYmDdMIXiY+H2HTwqyVGmqXZRPoaIPAyEMsdFE4RPDoYbL4YLCuQ2E2WQShODyx4fnV04Fh4t7GKdk5hMQuE2UpRMpcdhFxcwaDR+hm1dMTyvO6F5PEJwQghCYY8NEIQSEEuhIWFovF7zOO+Oso4+CiD5JUlgSJPAlljHheBL4j+G/z8k7MQhLihMasWfsxiawUN7DCeUMCl4YwyjoCmiYhMHk7GqDehMLub7EhYmO8NH9Ab9HpY2NERZlmRBrskENXJYtiimR0ZehP7Rt40SKVGjsUQeiOGdYKiTBiA3GhT6DFCjQTqyQbLUx8LJLwrkGh4W0QwsOnBR4piaZ0XlKdZ1eQxjHlRQYmLGJjDcO8EybjN40jImhmMmMj8ZBWIpEIQmDHgT9YVmcphjw52xeC47qQyhC4BtYWGGLDJgmsIWEGy4pRFKNsQsUvgYYXR9ZGviFw/CIbw8HmEIJCCQhGzXB+K864Gp8cSzCXJ5RMMYx+BC/06cY1q6xITMNB6EwsUeuh6Bq+iUTYxbXFJDQ0EjjmILwQghCoS8JRkhNmhIWegTGIUxJgQv0MDdjuUPsEslCRkfeBu2SJLLYQMZCaKLDTNl+yPmIIJDcGWHssbTP3FETuiBI8EqzscOHYpCHV4iGPvJ8ErCDLzMyo/QZnrj05iy+VwxjHgpOjYKPCej1hjLnrGhcRPG+SZmFyKYKsH6xKJLEyuesGMPTsPx6xZQhYY3Jh1gbILDwaE3isIO/OlrwWhcL4DhHzZDFGxiyj7wuCWF4W+D8bHkIedFHwXeQWsPwLixk5LC/06LKIewqxBO/oR2LYWsuNk2+h1il6vos2ym0hIhcWwb2NWNCEwhCEytFnw79U3RDSwbMNphR6XA47GYbWBAnsiWFeGkxSxib7P3hWFoVzZr08NiYrG0GYoIPTxbGG73inXeBFF8NnQbH9TTsTgWJwsNBiSUNhI2jsdRoLwPPfJj4yx5SzQSENEE6KvXA8U6DrguKzOL4FUVAfJBSlWE4oYuCeKDMnGEeKCKWYJ3i/RhQnGE5PDGNjjHeJyax3F0LrKWTIHgeYG2ycXchqxYQTWa8nYQud5l87p50zqMNl8KFhRZqw3yfkeDvEnxExahx5XHeFwY/Ev9S3VEq2OesKQb2URRoeuuhF64fZDGqSQsQSy+KtNjaYEiEITCEwhAOhdyMQZOCDoTcTEkKvQ2Cu0z7qODh14Lg4GrwBIJLD1bLqkXGPFJjoIMEgi6Ow+ir2sBAogfQJ/ssbwQjIzTsYXBnoa/QiypiGacCcSlDpsxBeEycDGhjwxKNrP0JYjZWh6YohbYJiesPvh0nWIXiaIMY8GLUR3hLA2hRsV8i4KXMZmCCEFlDXi/UJEJEzCZnNjw0WG4pxYxRYllCFl4cYdkw+HcVNsFhi68NBC8m3wBfBeFwpSlFiieKUpS/suEy5ZOO+cEYWmn8OtMU9FERwfheS4r4l/zCY1JvBiHincae1D94ho2KCEwsXKPeCbw685noyqMgVI0xkIG6RVHqDp2bmxB7B7GamGjKj9YjNDC46Dzf5YkGoNl/BqvQ7t0RDDYsIXYnFT9jehhIONQo8GtiQ5TXDWWWQJpWNLDNjdbO+KsOhsOgheTCDQx5/RuFaeFIhP1h94ueh9YQbFENRdMvguTwY8GM0s6eGiLjeX3yQuNGyCQh/AsoJMafqwwEvCubwxsnO43wawsPNLgQsMeN2Fli4ESQQsJoSPEzKK6dMLwvL6G38O/EvC8CElKLAsS5gJ8WTwa4NZFqfBYhIWkbOhv1YFheRjfgX+nvGAjL0O2k8O+dRqlojtgxwoMbuiXBDwWX/OKQbJgsvE5Ios0dBhCEDqFiI09C/rBLQbCY0UMeK3yNBuCBLF+ksP0hstkmroaw96KO+CSLj9RbdkcHU8PqP0G86YQg2NoNng2ypI3DPQ22H4MbCmKdCvDYtgsSELxphjweIMiCU6Z2KOaRUKeiEfDqOrg+C4sYx4PrFmHAnSYY1sWGQmUQQkQSIPBBLNIJX0VxpFJPHObeHkfWL8FGJbOoWFROiC4HaN3geC6HxLI2ZYhoexdCFz1lYbQ2/w5oWIVgsK/fMv3zIwJi8szMsTjanwKLeinYcEyk+R+FseVwQv9QuNyNoVgyh9guxaHsRdFfNsbE3AOx0zXoVlPS8MFiWqaJDeh4W0K4IPsbexbEJiPZX2S9i+jLvYhhd6FoSY0IYVEmK4P6E+8N4sJQXR9Qln6D6g3oS0XQyMbdCftGgmPBuIIIfo1CRVEILuGxPFVEj2SiMqdFRC8b4DOh46Dti3FRYreJYpYuHoYwrpC5LjR5PB5U0baMspcFwfIkQWJl4jEwneTUk+M64NwXxWGXAlwQuPUduLXEsF4OgusPLYu+BeNw+/Mu8Eby/gsY3KlKXCyhYFCRifw2vhQx00fYhS9m48U4seFxXDXPvy3/Ko24OW4TwR9mOh6IdDQaXZV2QnFvINguCEPYtdjFvGlqCqwWCRIe9z3SgoaHhiK8aFo+7AidjK2JYTNYhBD+mSKQlwK4xEX1hNCXs9QtG108JLQliiEVHvCaLuijURMkENkihq8Fsr7zrydsPB6HmiE4xIHhDCHn0TOT7IJJPG+JjHmYsojeHvg3liQuA8QgkbiCYQhAikT4jz0wfZ08R47iaJlCwxsQ38XhDyQh74jHhYS2LC5+86x0H2PyrK/EY3nIas5cX4DGJrHJ8CvwG5r/WoJoiSWKIe8b9HaPjS4SPD78o8NE8XUT3sWeC2juOKmgdyScH/AEVPQxZOPR2TDYeEyolEepYLY3hW0aExbRv10fpWMhQpZOUNF2IQJX7E8RNs60kXB2Mbk+xD94FKw0QmRdx5FhMoILwPkeDHlKwkC6PfhtPZqGhrJJIRoXCDN4mll+NjHg+EzOnn0ThMklmrImeygsNFLhMJZgsTzMYxjDD7H1w3jRsWBImSELDeEiIQeEdZXAsPsYWOvA2LCeaUvimPy+/JfCl8BvgQySeFhc3wpRjw8JPL6Yzk+KPfB8oL/WJVnQaQui4UohcoXgG0Ms194GG+dBIvB1KN4MaJ9pDFlsocb/Y2KGsQjwhLDFJhFhLCCH6jXufSYzmmibUKzY0V6P3QmY3IJcqtLextYkmWQ8bPhrw08sxLof0PCgXrFeWhjHh4ezqeCaHU8EdFTG8LWKe+OxNecYxj4QiNCa4zExOCmxJl8BlGhYWJic55KMY8GxsN4wJvEtLBZIbHhLJ5aJyLhXHXFhD7LBNMvKl4URoMP55XJ/DYYklKXC8TGMeWj9RDxr4W8HxQkL43r/JTCzCeBFvFKUWC5LkYZZ/sbxcofLfQrqR4qexoEX0W9CG9GX2xUfYzoLhTsSGhjsmKJi6OrwSGaESdJ9aZ7e0I0HSoQpCIY9DBj1CIw19ErrKCZYOCS4jZAsGyEHjYi8KISwyFOnwBjwebisxbWOh0RfY34pw6j0niXLwxj5JC0GnrQgvqPeh0gnGxMJ0JsCRCxpEysrMzOc5MoxjeBjHkxiWEa4JfAg+PU74QmPC4FhBCw8T7EPeGxOJPZcXNKUuFGxr5+x1+O3wycwV8zHxZMSfBV8p8VyX+kgglwJmjC4IUon0Uo8NjDNG+XThiaYUvWE8HQ7s3dDLs0b4go0ymnABhFLhIQy22URSlGxCS1iWhQaRYMS+xPQVTqETWw/oYeW0OYiIEFSGvobDrKwQQQnhvi2JRDKIvJqsF5OmGNciVHcuEMTGVmYRTTGylFxS5zi8MbGPigiEEKIZ0bF+mKhFbdYooIKcITwLzPixseDfMdMLMzMU4PoTeVhuVJwN8PYsIfXgRKuNNoRSFKs0pS/B9yJ5F4Xk+/hp5K7wvEx82vGKiC8r4dB8FheC/5+CCRBYQhMUZE+AWQww2MtjeYQZxI9w6ZE8bsO7LFXodwjaf/TAMGl2f0M0xTZBlKbxBYMuF2Sw2aGQ3CPYmroSFBJWY0SPKq0ejB6MqMpiIlgjEhEMbQxQw44PiyBt9kJhdi7R1QhCwl4Xh4e3HoSyuE4N8E4ViIkw2QvOC8DGMfNcbldg1TIIJwRRhCclwQvFMXk+hjZ0GN4Pkrg8usUY+Lzcu2LzTwj0IVldEGQ9uiZH1B980wikLzPxa4djr8ajD+I2eTLhZnJ5fGZFrksyFl+P3hj+J6/y0EsITjRPCL4QCjYxRJt6OkFVtR3oivsO6hV157sxKNFoX3DctY0hKOouNlePfBIY2QhMbwtDEO2QzpGqsbqGtAzaPDfsf3oQHXZYJpD940JISNDmGXBhkhtsbT0zQvhIiPYvR0OgvA+DHh4PXFr5rGplI6KxwgJVYuTyuTGxjHzQuScTQniQsrxJYb5t5MYxjG4OwuLFow6DWGxLnRinsXBZTxC4J5UUWjuxf/g9N+JFIXL+ZPxsb4qZLJrwPjMPm0foGuRBBC4PwPwF/pUhFCeOlKUvCjY8DGvBTYSpGwKTEkl6w6vL3lpkIq4q/Q1DobZ2HlBvO7hSg0GxB6KISvEpdcHrEtCiH/Q948TUJiGhlEXdYvoHrM+sJ/bCf6GEYPC14GNxsdkKw8Pgii7PXFC8rFkf8w82H3wWHUJ3TIMpcsXZ0MSJclyeTHl5XhNDXia4rK4PL8VGyjDGMYxjcRCxcpTrEPBC8DweEPihYR2iDXCHaPzViFy/Mpp4H+DITCcNghC4vk1h4fGYXPBMVhcH5WNYQuSf+XQmKKFhRhEXCcbwRS4RSlKaLh4KzrEg/+rEb6EbPzXcaG8RWKEBs0N8EIViRMgZbEJjeap1H0dso/cOcSIeXa8CW9h7C2qhtkatF4L4qRhQ2IzSP3H7hjIQeKIm8PkxdnpiwheUsr4ehdEMJhDoiH2PPopaMacQPwseXzQsrhBj4vyLxMUpSlKUox4f1hjG9YXZBRd8FwkLNSyaoll8nnspfKWJpix/BXn9iCy+D4Xxv4pCZk8HovBjw+DzCeUAhYnkeWhjwhYXBeR8r/hUSyCfojGCOAnionwpc0Sb9G5HUrh1kSeTF5LvF2hEGoUmPIb3ilxoSGIdSMtlKLKscyYz6MXbItH0Ea7xSiJ/odrBYVP0W2PeCX0JGQMDf1KEwxiAkzSNUNUd4w3ilw+SNDwhiPU6fBGUPLwlRLg0J9FfMkIai15Rjwxj5LC5sZMPwrghYfNsbLilKPDy8v3k8kE3wTKVxJh5Y/B7cEQWVwTEO2GbIVL4JYb+cvzQsMXCFl5fghOTwMQQglxb8jy8omLlebXN/4QWdfCvNh0JmiSXK59FFvydh24eiJ0WovTDKLCOgTQiYhI7vikyWNIWNQ77EsWw5t4YsFIRB3ND0aeDdIe0gqJBuG/QjWhwcDRDDZFgxi5uUpDY3yU9nrghC8jw8X2XjofGvCl4ISLWLE8rHhj5IRPA+B+VCGPiyjeRnrDLixaEMNvMwSN6E1lkGMfN9HbHvCwsrsWd4emIfxA/MmzrxfOviubv8GeCrgbwvMy/BB4FzD8jwx5RS5Xlf+M7lLvKcdfBZKSWF614m9FbF5ejLVgUoc0I+1cFh/TKBjUyMIaIxDQF39sRNpRLVQtofqKZ7LRug2x9gsdTN0VToIDugmaIJQ0Lh9BWHY0YGw0JIg4xKQcLwZIstD4rExXoSFheUx8HxWuLG8EJkhugmnjYx5Y+SELwsnnWXxbHxUpbzZcHissQQs3ZH/wCC5N8YTCDbO8oYuaEJkxND86+AlZr4nyReXT5fKwpixfCh4Y+DzCEEpwWHleNjyuCF8F/4iCz3CYn8FY64OCfsCkiHy3luYS83U26E0aYTC0F6uxpp4WFI7AtaGse8KYWLZDtEMYjt7IujoRvYNrYhh+gYImNeyG0IjiY+hzTC/VYD76NBozsjBNl8JIglaE6L8HhuGytcS4WGemK57y+R4PMmU0xZhMIghzHY1BiJjTo8dy8vkhcrwY8whPGuTG+K5vLwY8ffgIIauTGTglnSjeLwELhqMp8Pbzr4CiH4Hxub8sbMzZguhYfjYx4hPAsrD4TjcvDw+aXBeNf4rsUDFtDFLzfkSpuH1jShxYSF9gk0ZGJfeaPbID82yGgoMYyDmrA9bGL+ZRIJkEq2yA0NrGMKnc0RAqZikVQ4Lq4XY6rCeNKCirTK6PQ2bEZ0M+h3oj6Kj2JvofZpHonFi4dP7h4mE0I0xoaw3lMPOsLzH4B9MXfGhkxR4ZmgLFyXNj8S8bH4HyQh8j80HgxjnvkWJvAuVhjZcLhcNbGDCExYWVwo3g2DYWrz5PgJC8Xil8KwuFGH8deC7w24UvNjHeD4LCETmha+GhZXkX+KkJdiVAsobZdCeLxfGl5a5IQtjqFworlODrLfoh8DpgehA0CaTWMgkJfRuDg3sj0JBRj6H6y12O2u8CrE/oapOibruk5Po7QhtnW4lFkLs/7CQfWcuR4X7RuMBMv2P2Gwri4m0X7GHGiYbG83g95objaWUIJFUNROOXmMebwx47nxvDTGsJcTLxsYx+FZXhY/MvAfnYxOV5p43EBcWPgjrLYizejthMpT1ybKU3LbAxiWuhG08q+AuxdZfxG0Od/GLg43g1F8jH4SwuT8Ty8PkhePf+P1Ytm/RVF1voc9W0JiYilKPwpbOrWL6XlMqHUPeXsUfB6H2DNIfQTASoIJwdYowZBq9yFr2Ki7Ex0hqShqdYPyCIv0bMMKTSJImMoUkXRAmkPSEQ947RLQ6oRhM+hfoc4GlwU0LQUJ2TaNmW0O8VRNkTRoZZpWK0R4tLOx2OmC+AfgWCR4uFi7HvhRCILxPLH8Z9jyx+Fc2PxPLw8GPvGnQfEouyZCZuHiEEyxhoNKCOxfQsLgsVlxMIodCdWG0W2vnSa4MfmXBtHb4q7ELL68yrljwhj4LBcb5HyfBC/zZGhDiqo06HrJR+joQpSlLyTv0dWO+PTnrCIfCYZvjBHB+Z4hDEl+sHWEOzXg3p0iG4aSCE4iiL9huh7kyuGokeseHodYwUtMCRoLCakQW0Ewg8IW9jwxH7hhlBMavoWhSIhsFC2GMQWpi2JdDFeLc1g1gXyhZOOmC+EHl3DErGr53hZBdMvwMeX8xrwJi5MY/h2bEMfAleDVyeEiczdEhBMi4tjeEhIoxrQux4eyTvghS+EQnI+OyeKjG+On4QuH42icSQlwXmeHhj8CF5H/AI5HqLTbEjGQ3BbfTGSlKUQmC2h3vhKtBb1iouFwWaei5olSfEx7EbEJ1DdoZj6CQhvOktGlX7HY9nokSDaGE8v1YxuiONmQvQtQfVEaA25kNbGjG1x0KgS1gJr2doxriGtjLC/sasVEk2HzBNjDC6GMZrB06HTGIYzXAaFw74F8EY83L9jbfBo/TFigWHlcXh4fzWuaxebWOvHrCYefWGxseLiUlrgb4pcmNxFDQbmLWEhEy2QSFoeLwQRdCRiwRNCUFJqnoC6KRfAUXm8XlcPk2ht/HWUiR8BMTxOZSHilhcF56MfBrguK8Lw8r/FuxD6g7V40uxip9oZXQq4pTDsiRf8ARkrZWNy8WorJ+j0ENNesG9lfQmQX44gmfaJENV2fWGJmij4tEUQiYZLpO4iDmYynU7snsKMPKaQ0nfJFoSH6BpLD1DKjG0uxNYjSOlZXjsOoOhaG6Ky474CRIg6CunY1FTwsHo1Yehp4ZBAuk1ipOPEbWC8jGPDNh8GMYpoe2/A6Y/WNNLLFhcWMfyX8Z8j8Y8+xjHijGkG0NjZclFmlwb2fXhMdRIyCFi4XC4PghjGOokQsYPR2P3GWTYP6KP6IPyvC+I8UbLypcsP46F1jofKFDcJ4GMgsWJENC5rzPjMrK8jyv8Y0t9Dyg1+gwxsyNDDW7R0lo0IN4WE4IpSWEITMbggmJexvsSid780w8S2xMIaNtE5bQmgXR7kO1qER62RH9o1BOmNR1+ix0DGQslNDVHgUYjEcBAy0DxHd0W7G1oaxsiZsGLOxyECJTQTM/WL9RX1EmMKC7B+gkmhF0ej2IaEdOxxox4ZmOQ1EImiTqNEH0sF8EY5yeCaGuSLF6NLJ5XJ+VZXkfFk874ryfgD7Ex4aQ0dxMWD/AAJSPsghG5I794SVEMRBqIINCcygheGjxZCh1iOI7CdoVrG+dKxRaLh+elWb8kiCGtccsCWjWZzeN5NC4jFx343hoa4vKwv800eCaJlYSjyyID+x/wCSKHj0eyDJXgw+BInASWGaxsmKU3+J9hnquNYii7Okeh2lLIGy060yohlkP1sVFiuExXYeK000aJj24SaEYr6HlRX/AKS/QxvUO2kCYpQZ1FYXAQKEWbDz1CDrSy6wEfwfoxujriUgwwjR0M3TKCYpssVFDJIJno7D+gxD3FtC1dCsHgn0ftkPQXkPDHh4Pg8PBKjV8aXHUKC4rwsfhXnfNjXO8mJ5mPCaOwuswg7saGiihtms2VlFDsbDGOxER0MNUJeIpRYXF8KMhGUnhaTASf2iaqFvZNH7854UOnhfF8YTCDfJSzdcssheE4vCw8oNfHfyV/i+4qQRTj1NsUSRszpEmLcGxF2PpesIODHhScEqEGhZqNTiRYYYgaFKp2X7c6phh3EV9m+Tuw2myivsbjWw3EGvWDQxHGGMYKjYUQui1EV0xFMDq69FCDoahH0ToHIHcqNn0MsZoI0YhOy3QjR6sYmKO8XplD6Fn2LajEDWDWknZBVgfQ9G4M6PTFYmdhAenBExM7QpEGrGo7EEsF5XljHh5ea2Rd8G684XJ5fiXwH4J5WPwPgxjHh2F0TNmdOaR4DzrKGwoF1gS5mh/XKbHhBLNy+VwnGfvgxo81V1DdejEhuPQ6Qp50IL4zG+QhCxeco0woXk+L4MeF8RomWPgheJ4eV81fjugoaMaw+wWQS4QxuD0KUZous7Os6KM7wnWxIdTrCPaKMtE6FQ9NIisH9jwUiilxig2F3eO+G3sCtcdDV9oRMEIil2JE2GbH9jWUhAMlwWjv8A+xVKb9CKpdGJH2j+zAjblSDpF94uKWF9Re4WpIVv7HL/APARsNRqGJ/5EBAq7k8RtYaiENj6ibglPqNdYYiXYr6Gco5DfsSJUOSYZjodMSQTGaHRUWBoPsYPfCsEojHbocS7G6OnmY8MY+b2iyTYDRCZjELVOriuby/Esryvjczi34GND5PwHh3F1iENokWIQg1xJCEZSToQeRi8khLiu8nxmXKWJGHULrWyKgy1/Mvy7C+O+W/kdBZbHyocBFPXDeVlvKFoP5Vl4IXkeV81fjpmvWDpM27G6b0JTRqF2VWy6JRY8hUIJ6jGcPoY2+KWsIKRYhqhi1g2PCNUo0LHk3Bsgw+3h7aGL2mp6N+mb2H032kIUduXd/8A3gVz+SH3OpehQrDFjJqFg5dM68SGhnOiALaJIuKY2RDHU1YkdhGyLqx1T9RYN6EJexwhzMfb0LIxPuQtjQocHs7Y/ViBdobMSY9pDDuJwatCX7KRMQpiTosG08IzYnY0OZqscQmxrMpG2jqhedsYxj5MRqh0V2svhoi687weH418B+aD8DGNcWPixjF1zDRyeWPgRikIPheE5PiXNDSaHJIV9mnsabU3Wx8XzL5GvH6H+OhBYZRj4ti0iGE8K4GIWGPeVqItdDQkfyXxXKc3lcZ8lfjex/8AAOiw3RhsRHSn7cJm+xG2MlpiX/8AIdkgoSh+0Paz2PQzfoI7MvQ2TFE1jaMrggwuw8piZCSJkUtXsVUuoomtoch6/QoCkfaLdmjAIYq7E9DVrZASOQDSYk+ihnQ+KqE2THMMm6KKIpDQtgQUD0ICltEsKCBoJ/8As0kWF0nqO1jJwUE4IgiRobTHS12dssxj6jEaIJvsTLsZMeFCoYSFWMM0jQLShZiXHBFIZo12O2xtMULxPDyxjfgUNUYx6fBYdLEmDyuLHh+NfBflbH4WNcmLLGPJOBKzr5vg8tHrgWDtmEYmsGh981h4XB5RcFseuzsn+ht4fJE5qJT4zKfILCwyj52aw7GGsJiQuVnW+CJIp8keGPKELxsvivx1l/ikKKehqzr+xrVgydiRKUTfZK9jW9Yu09IhEL9PZv8AQb6jNCY7+UfsETw0kbBvMIND7ISsGg/c98w6TrR/PiVvbP6h2LQzQRVU6CKwvEViaITmCY7EI8Fu0Ml9NCrskhsIh/QSaOLTsXWh460M6Loj2IGoTDINGFwxx2noJjI4IdNEhtB0AtoQCbQgt4eh0RVNYQgawcUkd8fQwW0ULVRchx2NNYRIUHgfSF5XljGPDw8MQaHZEXiYRRNp8pcXxY/kP5LQ0TwvDJms944FKXwPEGKXcOguyZWhD6w+aw8LwtDvAhQ/OhfjMcvxplFHzJRBLCKeKymJ+FYNJ2LjPhPihf5xaKg/QxqDtP0Vwa1C3AzHqIoWLBY1f9sghCzWE1ExRjEQg8KJ7PvCXIPijR0pPpo7/wCil7g2bs6zshD1wdDqzrGOaX8GOrKuzajVDWkxgXs4+mPLEL0OBCDRHXNvWLM4s3sBhb0ZkWJjV36OwdAzaE3RpQeCz/1gTQ+xChdjTDbOpbZHqxOkTQZGdj0RUaQuhph3GFTE3wy9edafY4RLg6C8L4PofeGPBj5dB64p2GLoeEL0dMPwvDwx+BC8zGMfheEPHvxMfeHl8GfeegnsQhsWksPH3h5eFweHZZ92LFmV1yZ6wjpwvD3inoXZDsehh+ftksex+ZcDfI9iwfhqJDwhsvFE3hcXlvD8C8ay8PHvC4Fy+8vwvh//xAAoEAADAAMBAAMBAQEBAQEAAgMAAREQITFBIFFhcYGRMKGxwUDR4fH/2gAIAQEAAT8QEuD01B2iSvR6G9I/z4N6EOiQ1DUN4rD5VrKt6OH2Ii4J4b4LaxRoSGy5fCaGtk1BPs4+DVuzWpiSg5n0SPRtwS5sb+s65Bm+v0Z2+4NCZpDRGTM+Cwt5gxXC+ZdWYQqx4seDnr+HoncLWGz34X4QhCL7LCYfwQ3ocP5msKi4TPND+HTPDg29iy2JH/TRl+xiEeCKejxKuiGIQsM7mG/s4P8AghFgseiZYfghRDeVmEyvjym8tfBISH3Hp5ilwvhGdRBeY4Esv9eJEKYrQsLbytvLOfD+FWE0Igvg9v5k1jYmtBa4Pz0TsUgi6r4OjXo1G8Qm8XHozaW8Un2xrV0mLQ7+GyGza2PYUOiakxJOohoaos2k/glxUIT0VLoU0CtXBN4NvqF7EN9P+xNWo19DoKS6HHKfGv8AB7oYvd2N6E/w8U6HEZLBM9t19s1a1c6hR9YnuRlOylW8/gy/Qk+0Km9ipaKXQ5aPwSC+tGtOJwXJENcrVGl2EZ+CUrQ1zSC71E1aiHWjfL/8hrsMm+G2oV6TcGvin9Qy6NSIfihs+rCNhdewwbsb6DXv/o1Po97f6yt1iUJSeEvRoR9n/SHDNGNvEP7FcE+B1Nkg/LYuvCvCnoosZ16MXZNs/R42xXUzYl2skNkb9GJD2xuto6KdBJOHcSZSekJGlsTuihcGXNKbbENEIl1DIxESQgwkQSo1GT0SpINTeOghuE0TmydfwSx6NYSolLRLKeJcO+WpLURVUk0TfBFYzVk8Tht4Brop1ENYXxudCSWHbm40NU42MekPH4bHcaHhjmOMm8uI4f0lIUW2QNs+j+DNDT0cmEW8K1jSQtUeN+HuhIbEl9+bLBukIN1TDRovw480jf0xY8Hj9hOsT0i9aI1Qk/WaOniFRwQ/xmroRdaRqF9EOyG/O+HBhL46GV/BLHMfpcLLNYSyswYkIXCI9PKaIlhCcyscFl69Fyjzcapr3O/DmOC2tH2bqkaJC8YhdEKERohMPNg0eENKD0zQ/mPcLEnCENuo+tZSN/FU0NSfGbH/AAWVifpvFLfkz6EjWKTNPcrCqefBfCMQmIib+HMUWxSkEy44XFx4J98wvgiE+MVwiEJ85vKQlhP8N/WK1EWwl+hPYpXRIYpSIWlGjaFi4Rop7miorRuiUG09IQ2st+Bm1bEZNo1EBPtR7IqeceJxywMWZQl7CeDfr/z0N0Pev+BUq3/XRqbfRwJNigVf4VbQ0h1jSYi7kokISiUIvcSISbGlG0Q1al/CL0iB9Wx8Rzdr/sbFSSRveheNDtb/AINsdo1fQbF95BewfQV2n2shVuhiXdDTe2Jvs8DHbZ9qd7G/bo0TqDZDaRktKOEFfQ9a+jX7GsN9+G/qpCe2PYf0Y63RsUJkX8KkPO4Ka6PUkz7GVu7FR/hMJG8RsSNlxReuF+sJaOEGJBfgk2Qa2lByWXuxL0hPEhs9h7cFPmsJfBNNk2TEj+BwKCd0NLRHBq5X7miRB5jIPg3GfpNCuJs6+ExBaa+HBR+EEjvGpiUbGh48QfqNKNtttN0hpZeniGMnxhMT7w0e4eNQVG+HuGMWsJo8xML7G0brOeE9xTox9IoIb/6RYT+iGeFHBpRQ8SpKOiHf4jf/AAuhYjLwSFxEMXJBqi+z0Z4eotFtYQmhsnIPR0PnaO4VX2N+M1Jh4XMFlM3TtF/ccFRvX4Jj+Gw06atujjoRcP8A8GpvPSTWEi3nwnd5qg6scE6THfl0rxcNnuFtjOrCPM+Yv7h538Lhj4ymwk2uj7gheChrLE/Pk/4JaFSjwT2VcP8Ao1lLKYxRnJ8p8EsVG7iZWPBYYkRzCcbPwQ8Np/D25jEsThBCefcUX3l5UtwniPR6IhRPmF3MGj0WfIIngtCwsOl+D8H6bFQvj5hDWF+CxDRj8J/5JGOtFdaxVhDBkHr2NM9IMWYf0pcpNbGC36IRNhVM9xHLGJMPKokcr9Hui6Cj9N6ji/Mhza0IVAmiqSgtxtMldQVOcF2wlzQhwnWn4Nz9JrokvTmFwDY9DPBT2OEbNusNNKx6Bf06NRr6JL2hpLUNV3hPjEm6Mt/UyuCLd7o+FE7024z9jUvY3g4LW8X+xpyjimzkUDV8EHt6OWy0gn6Fc66VjpsQlF0hBf0SJDRCZg+LEP8APg9Cw1rDcEl6eCYJQSwagkcDJVWzJCcSKokgylmMf4Mm+ohnkt8I5hZ/Ri7h7RCQSZvCRoosT6P6xBo9jEj0/mEv0hBQVhpghPBKcRFSmqZa19DrvIKopKTQiGoIo6T45f04g+fHUxcOjw8UeWxv8F+IfTwmNDQxZo0JE2W4a0aIZKyEhBk+xltYeHIXRNEdG0Jp8Y0KKxj8F1DTxKhIV+sf6NiTmx4YlO4Kvg0VwQxNnvTUMe2TQhWdGTpC3BD0scQqfo0G9NOM5Yf6JtHUUaY+ERF5hDWNgnIb4J5j1o4x/DZMPgvCYZzHnxhNC8x+npS0baF+jZcTCxX/AOkyseC+NPCdh+HQt4W1iT4NtCQhkwTIOw8EUE2Ls0PbFl5/0ay+n7DQ/gsbFiPWLlC0IgoaxWii+fuxFSH/AEV5jYmRj38FlfGHufBnZhCzsWJ+kOPZ9CxBP5LHMoWIT6J+jSgzxfKCXwSx4IfZv7IOTODaES0IxDeFq7DnrjN0UxVcLEzceHB7aNm9CRWm3YNcjI4xu6qIal3wdJqIQbiCG4PuZCaTPUR7BDmyLRxDN3gb2L9W+kYEypq1QX2DeJBqFqSlGrhQ3NR7Q/vGDedNyG7Ggi9qxeEcVCKfpW6JNbGqdJSexCT2IqCR1BM0xpX4UMmF/cTYbCITZoixG8ohMkYjF2RQhoQ0GiiDSyk7rE3oaVZD+iLwhwtkZETCD20JEV3hER28MFBo8PTzCkbsL29IL0f4eGyiCxIVMuCJoXCDQk/TpiTmP6QhVH9DrCCWuDKnBK0hJgl4UdEVF1shBL9xIQrt0TGpJhdIY+006OQf/dwUg6Qj+HpcU7nwmHiEGuYe0N6h6Qc4f0bw1sZ+j8Ilh/gmNrLxRw2kKeIuzsIMq0Nie8LBfwa1cawqbFBog0rDmi4R+jm2jQZE9IREiF3CdD8eOYqguj0jcEh/oikeihzY1hDlKvNjTI2GkLb0NIeQ3sXU+xDyqMdy8v4QhrO8oS1i/Fr8FfjsWJ8Wss8E8SY8WO4txSEJhGhu9bH0qTaj6F+lQVN4mbssEzS6j00afhqZeI+5r4/5n34S57LhCy+YRGTR5iClo0L24Ru3KWz3KLlGsfmGdZzGvgl8JfDe8TFfw18IWC70QxZeseCHlHgsJ/pR0q+FO48PRPCIxjuNIXDzCKUo3PCUwhSecG3f3EurHDpZhsQm8zZPgtjIa6LH2N9aG60U10hvCps+bG1D3jbg1zBDfoL3sbA79G+iYNhN96KDfjONvokVKX6HpR9Br/o0J+0JX6P/ACPfTGn2Jfs66OGxmVzot7RpNCfcDrhsvTQfoO+n6Fojd22b+zbYsEa8EvzeIINJ5gkUTEjJ/wBxBLHWThzWFIRCVbI8JNkdwhMdZMQ7jWEeMUbJ0WNLw0uY2hXYnbaEKWqRC+zHpGQSJpj11ozMxbjWaJJF1tkwhBIXjC4Ior8YfySc8JEIS4QQhLD0/wAINr/T1C7+D0Dtof8Ao1ZUkdG3le1/R7uHej0X/BisQ9i3h4mje8MT2dGcgxN44sTHXhytFx+ocpoIjQ8T/END02Jfvwk/wdOrDw3+C4cY1yYc0e49x4x0V/0pp5S6wsNJGyaJpbwRbwe1giSPYnlOsaENje0LCTPRrWKWqYb4IunYxsSZr069IXNYj2SoTebeyw9l2dxcRC+Gj8NZ9ELYzw2yGlh4mJHnhcf58JnXwu8bzono1in+nMLCw9/CVCbQdNYKcElSiZ7KLMOrCaQx1+Cw0yGreJEt2YpvKK/lrFx4PCxM7+8Lvx/zE/RJfHd+CmVlZRoRCCFivNGLE/REuXD6yxPWzePfhTfcrFx+H0TeYs+CLn0TwsNU/BfBI0hYuiMfYjY7/wCWNaMRBpEGrpIoa/KaWQ79o8/Ckw88KUexaKl4UQ+w4A5YUr94f5D+4/RFLj2S1po39FrRr9jT7pLNBtOnAthvRuXg5emJmN0ohfQPErGxv7GOiPEEvwachI9nf4Qi0JUo7P7EkQSXuP8A9w0fwkxBQmEh4hEiExNkKJCaIQix0SNbGJFQ0I1RmqaWGdaJMK2eY64WCG/0WN44frSHPBLp7jQtFCm0iY/a2hv7JJ8I8NaxMQh0cCX7EEhLRYLQkSCWiEI0TeERKC/eicP3H4xx9G38NFwqsZsOcVdGJKaFQumOvZwwaKsRNH24LiHKJJFWFcfeGQiLo0afgxaG3dnCOHgpSiV5uGfwotkG59lYxvfaNjXwVJ6ZDx5U+iq6Q+UZ8GcWH5sVwh1LmKJCGsLS2J/4bV0PHRWDX6M0goMfCTnSEfTzmGjoePNjQvINbOJ4bRMpiQgkh/h1rLRjwbhw2LsEJH6tOH0L7GTFxoZXm4WL8Fn3EehDWf8AfnMaiOzPRDRB45bj9F8EfQhiWhdP6bLcavNDFweBHV+HkQhJEmJsqFjYkMaY0xQVGtHhBomsiP4f0WGilmEPCcPomVl9PwRC/g8cPflZnfxhwaPL84TKxcLudDPc6FjotFYsaNaFLwjJm/BY8PSYWEP6wxJTCNiF+4VIJt4mVpY8EiEUNYpIQ0ig0EuCiNfBTk/URNP7M4uZ/wBPBDRNErg9YnuGvcIeLOYUig2V8KNSG4bZ0SeN/QkJG6JbEQjpo8EkNekJgh36KhH0mC5hcI8Ijy1qPCfQ1SJWIhBQlhPBoSWEifKbFpspYa9OZRRFE4beHPs0T9IkPUHXoWINEF/R+YSxH9Y18JuC71GlHlK02QQY0cZacwn4R+FDc4WKEGq1hRBlb8x4FpoUeEaRFRogmnhYeqVreDbK9I9F38JRpnBUkZS+kuOirfPBG9oqLioml4bKars3oQ0l6G/o2cvGJaWGh5bFh4dazBo/RyYoyslG2MYtDb4PjFT9+FHHSI85n02Qk9HweIe9G2IeDUg1SaGT6GtMq2jFuXDTQuM1KxEUTmoMVgh7ZsfR4MQ396PSitG7h0ZSfT7YXUKPaJMOUWkN7E1cEG1+M+rZDsGch9bH0SXo3sRTEorE47iDWJl7ebomF8Ie50dZumxFF8N5SSymfkNJYhCI+sf78HmCIbFj+lFimoa9RwM2z6Dagm4V9CEK0aw+/osJH4f6PH1jnuxj4frD/wDzEz7JhIjJiEhNEIsczMxCyrfg/DSH8dn4WC580sPNJ6TE+CFl/HhblER+CR/uVlXGhRt1/F5WF9kOXC0e43o38HlMQnRfBKjonwSIbb1pmzHUCKXO8NWifaXGU7x+/B48+VHTmOohBmjZwjK/cSEbIhrQ2KFjeJoSfq+Dd8IQrotsm/scEYliCwaIKo00iaFh74anD6Jmiy+EJ+iIT4Ji2Jb2bfCY0NV0SHti0fpvFiWhpLH1R/gtjWI8NM2bIspEaPMQasGhixNsrEyRaSN/BXTjFbdGQ8RCY/EXl2lFfg9+DlQSIdPh+RagkgthJ6hoJyB6CVmhLKS7CbN+YieyJ+CFTnmO6HpDodITM6LoktKE2IsRxiFbHiI3wiOCNl84ft54N62WiK2m96Mzu1LHCvRcEODmZ8fM8H3EJfSfSwyODSx7h1DSxo6Q2P8Ag7lqq/DSh/o0TZ6PD0jjozZaeYWsNWP+CZw8OIuxOekQoOUR9Da8Mb09IyD3GdQj3EIsN8R3YhiCfRmXg+9Nm/TZpBNfQzbGKess2enlSPdoYoyGv1Bv4QSJBz4TH9EM1ibOkY0LO78Eb/8AD0WKTK7LcLXwWOY4Nr4ouE/hp4q0Vj0kTYi3cVrhxCvMeDFl48okoJGcRMnts6+fFvDEaLmQ78GL4Ii+CeF0+/ho58JnQsI9PaOfB4rEVIuhYR5hfHWFiPo/CESQvhD6+KghfBCxGznxTN/FCEJfBCTEs1YSOHLY0SxZQti9DppfuHlF9PeiuKVEnUN7TN437nXxTQxvKTTNshHhkRCYY1ongmU9IydEiD4PYtomNviPzPYj3EJFjmPWilSWP9J8PouxISX0MeyngsPlwyKIQ8OMeeIpUdzPzD8yiDmXsSJoSZv6EzEUL6JzbiLXgmvCt0TLwkV8Q5aPOik55CX6I+j+RL9EiQSfQjzWD3PWOjRNQnHUSrwpkwhIUPqIn6STC0kGhU3xGn7RC/Be4Rlz1DVQkHEQhBdCQ0hMVdEoh9HHw4fpbw6W9rEhnQdBtkx1Op3YqpfobSDf9TiWFuDSpMw2PhDWG96H3DNDL8GQgYlwYtF/4Q4iYmyaOH7i7IQ5ORInol9j+w+/ezkWKWCU3TWmNoSEQc1ibomjxTkNSkGPGmN8LrQhiUY+nuxNYVPSwg0eKD/cUSETRXiJzfMfwcnSxCTuxlcFej+9Ek0M0NrCosviOZhMQhs+zkxMenMNbJ8GsUptj1CovwX9FrNwseZ0hPCJvC/mIK/ZFhDx4REyla414JhMRM0IeZcMqlNmxVIIYzg/T6Dyxbx5ibEserDx5hPDbyiY6L/xWP8ARr4+ZTwxY9ILEwvr4ImPMtYgkXWUuHMrmOYSyluEdhDdx/BFwmXCGzZ3HhBU9GJCmFhJXNRPi9m6X9H00eZiiq5VgncrzqlxOipl4x7PxwtOqt5mYssQrmiy+keicIqNH0fQ1iLpHVWRVn+H5hYhFo/0QzvCPxYuXR+IS1sdo9lJceCNYntJcQTxCQp4QaxBkOvH8JvMI8IkJopH/wBGyLNMVjYfuCKWYwTorRqhM9i3we1Qmu10mrY0QteH6RPnCek0SpyX8Qt6JCF+RLijIkRFP7bf8Qkdk5Ry6pF9jbH6NqH8GouH1oaEld7GNP8ATt2PlNCFBKob2sfw/EcOj9SFsaSHB4FW9M7wTE4fjJoTnpWaNDRDaZYL9MWhEPVtC9ZpjWhhFqpqm4JJ4xUsnYjZGNfDhKRYeYNYcKN/B3ERrYlro0ODS42n8OXDG0ljw0aH0g2LhLR8iOjqKTFR6QsQXS/mCI0SRucehKibwa9bEx7GeDWy/gg+j4jUJ/0YbrHRcG8wyo33LrE9He5UPQiH0enhfuP6J0agvPocYv8A6JcFJX1sXHyekjRouVl4eFj9wh/B/FvSzfgu4mfw9Kz0/Fh4+oX9x/hcWv5U4K44M64hIZyCEJCTxHv47G2OjKQycazIbx/d5UJB/KCysPDFCDFlInrLjzh9G8KfBnvxmUM0LGxGsR0mWJHvw1S4lGJYWF0UxSZ1oXUPuXwX0a+PgsaFzEFILXwSjNi+PcwS3lZtfY2nGPQ2TRYX3ZRp3UYtpfpEujIIQtk6FaYyEZ+jx6xMSudMVIbwh/B4X6fXuNExDYyQ9pYXK0biHRYd+CxvEj/pvwooQmdvwSOkmxNUfkFRXwg9EcRsjhCNEPuV6W8E0LXhbE4jB9ILUUiX6FuItP0Rv1CoaeiTX0LaTFfRDY1NOiU3EkaG3BL8PVRRwUrKiGnFDS8NP60IvhvKnHEh1OuYnNHjx/Vs2nbaLtKrwjOohCCn+mnTTEkONR+CJrQnjZBjYnpaxfGx6IjmhLg1Nk3hEt090cEbPB8PeEQ72i73Yqzp0mFXos+u7EKVVb48PguDOPmUXDeivExB6xSVDWH8XEqao8dbITGi4Ykx9x/SDsImPQ0ipvbFPsUNPEVWJpoZ9s16daOJo/Gaxt6RG6COCtG66eiei1CiGWLn9HpkYuQezizy2z3G6PlGhLGtnhGPmE8Prw0hLVxz+j2IOcQkzbHr3RsWl3HQXBo5n0dbKXKbcIvi2PhD8LFPjzO7hDTJ9kx5w7h42ikYkTP00X4RGjzC/o8aJi48FshoRsdp0X6z2xcNQqnEhP6E378GiCRuwjbWOZcCiOjdGvj3Lc+Eh581nWiHM3GhPL+OhYWa8e/DnyraJ8W/hMbw2L4JiQvV8bRefDWIQnxXx1OYePPihkS+ENw8Sxug7j14Ik0UNbgPqeqhO9uDO6nwaop5LaEM9RyCPdP4Jh4aEhivp6e4a/MTDx5j3Hhs0sb/ANN/Rvmdm3vOrhCI2JPExCCWE0ph6qiEFwxhH9EeCf6wTFD+4sHZ4HsVrWhfguNFPwbdYcJH8if6FGK2KlaPsydCVMQaaqGhSelpEpCeMk1CNkNotOj8wmTq9FUsH+m2SNCTSPoXMJkTr0J7RV/pk+aK00f0x17m26zY5RtIhP0SG14LEGkz+n+CV/tIc4P7paVeCThExQsY/wCn8Ykz8Y0SY/otoJFV0URCaHiYbNdKdSGsJHr+sW6qpo39DH+M2iSYWrdaZMbpxR9E0NfpvGzR6TD1liZNOke/m8PEVo1hILQ3jxx4/cfQ8TZvH3j0Xc2OJQp02kYkJOj1h+d0MTuiMavoxC6No8NMScNplEJL+DITHaw7BcEaLbwYtIhNCexxJGj0beJMcPo4aHtIbFcTVNsT/poc5jUdPYL66RUVJ3oUiZtiXwZop34P4MvwXwamOiwsIWeL8H8JEIYmP7+C1n/PhMTLElOi+j/SDY2ykohex4kKIQnDXRHo3vPcerLZ9EGO3FqMhCEw+Cz+P4N6E/C4WG8T/wAv8PMsQ7maEtCKhTCmNY8w0JEN6Evsa3iYRMM3h9RSfFbokTJ5pTV5lfD0twsNCR/nw9NrhIvh7cwhMJbPM7FHvCwFoNyxGsZo41exKj2GqIQYsKcn9Dgi0NDR/RrR5h07lY8FlPCgvcNHprWITHfSumz+439DYk0vgg1mkbwkwi4LTBCUaMZU4SSeTQ0jdCnwk+gvov8ASPobVBBCEJbGhJf6NdEmoJJeC4Y0z9CtrmkMmX9qNM2Ns3pnvBjJRJXomkx09Ip/xCt2XEGNSIfiWIjaFpkrpwU1WNpPTNcOJEVl/BCJRJfGYZxs3P0apOuEFCHV+51T9ISj/RezCY/4JESRtFf8FcTC4PoifuL9DOU4bGyVYSRcNYWhbX1BV6K6a/ALwbXg9eDl5DFbC1MOY3ixCffwmeYiXmGbGVLhBiG/otOYuGmMLWZneN/Dyj66PPnellxDWqkc4i0MJJir1FX3oqrFjex0on+D2coerZbqweFnmdTCfRVjbakI0mx60bS4J5dg9QXwdHjR0Y0TWHwswqh+lR2jQmtsY6X5ekLiEP03Njz4TGh3wtwjR5nUwlmFZs9h7m4+hY2IfxRpkIjuNPK+OjTWHCP5cwzFUx0MJ1H6IIniLiLEhXl7ycS7gzw4/BfGCO6x5vEKMg1rEdIIapJmXL0L5cH4IrZ/pMU39DRD8g/BYUNlwvweIM1lQu5iuH7j3Fh14/poRXhefDWVmZQ5hHMrHD9ELHnwjEhCwsrCOiWj0ZwIjFVv94PGaHJQUFd0W1+ZiISjRpoTF4YwvibxDxDJiaxolElBP8N+GiP6zcd6c7jpHiEiHshCVDKaNHBI4SkHAkpM9G1p3og5E/ouXouRrbBImaEuhKm9EVGx3CpX0aRCEFzS2OPT8BJMu+Gn1CTXPBNGwlpGxCb3j/SpekP6J6Oa0MiHNTo1sTPBLrNfo/8A9Fg4NaExtlfpBHs9N/Qn5R4rNaEkholsfO9r/wALFomM3tXaGlpntG7xjEnHirSIM0c9whrmji1h29wtPQ1gyD/vT3eNdJSHo8F9CE9PCYQs82NoePNCUeJtirdq0J7NbTK8GVXFy/g/VTUh3fjFxby+/KfWIbRel5R7YmfcGv0ZwhEOmhLKI9x4JjiY81LLOFw/BXRd6Q4xHGvocQhrbdFeNifZC3WIcdFuJniEm6NPhNCElSPROJjENEeoXQuZb0PqHZSpz+CEnpqDaLpCmV1DSI3wkRZ0bPrDaHg/MFtIbjQo1yENOHHiZUK6Ie/EzxH5gmP4c9y9kLh3EFhMp5lYeKswp0gifudm7m4mJn0bx5mlwsejF8XZcGs0KxQS1RJRCf6Qi78Ln8HRCHtENmcH+DeWs/0Y/sQ1iEx5nZcbxMa9xBZpYefBY4zWEsvG8vKLRL4T0ZyEIvs/DS+FOlEX7I4LRUsLO/girC/cUWIThCC+PvwmhISyii7lQRvUF01wLXIFUhMglLWxKrQlMKkILemqNdIz2NZhpjEIIQ2EmSkRNzCCRKQTFMfhYL6Y2bF/WCENwgiINCNIX2QlBfgSKCW2Tx4a9IiEI2NG4bfS62tC2zjOG8JU8RGbXhPDSFdbgkiqQiQ0zcP8KiGuiIX6G6d9Iq6juxVEX1sVuek+ljrE1hsonRjV4eQTRR3wQ2IRT/RM47Sb6O0fjQmtG1FkSEqXF/8ADbPm/wAQlFwb06dSIk8Imhf0S3WfonD1iGzw2Nj2eGzaEcFcbR/UVcEz/C5nN4cNIhzoT/4VQv0UavBDNS4erovWKaacEVGvRBRQTGd7NuiFNbO/v4zH5ijuPBEw6JY2uYZCGxDSZTeKf3LWWNY1waHGcHISPWTUE5ogkOpKI4DGlp7QmTYsZYmmukZ6N6EtJipRNt9EmJwUQ6bqNPMPX8ElFWKQbXERQrUJBD6eiRNMg0RNdEhcz9aJh4QmKDF+I9KhvEjFWsObNzZ5hk/MRahv5Lp5/wCMJiYZxGtY4sPLz03m4paP5xkIQhMT4/hBXjZ0eNqNxCwWxFz/AE9IfR7iMttjcqGtaxyeCOekwht/Fi0b8GOoTKQnx2zRItk+PTgz8+K+dwse4nwm5j9ITmFMJv0uzTy06IhwQg6KCWFmJYSxD3CWZTQiixxiyjpMSY2LCzBZ2bZsolFwaN/rLc/gzK2QbYF0CHHmDVEsJDmt48tYh3RLwkGCWiJEIQMJlgkILBISUgkKfWJB19EUwke8PUQvCEWEklw+8TaGhK8H0QfiZs7Do6Jti6NMkPSmhJ8EJjimxtwnolBYWG/EbfSeoSnomNb6KiqKuOfF7xvREh/BzmHCxjTJh6PTS6aswvT7IJGuI2WiJdJC/r3/ANEkkl80vPEXKqSjUCRuYZf0Y3TxEHzhbqYZdPQjhDWFofRoQ2QkEniGtHGMsOFZefR3ZN4RB5uy3UGqEW2P72saKklUNuETsLfcHfDkQokfzDRz/wA2N6Zv6H+41D209HD0fTUuVnfwbw4jbThxDH06idw9MTendFUp6EuD5YWkRV0R9DVpIVBRkfT1ijVGJWNHxlxo4VOI4NNGwljqM8bL1HmE/B0keJUbFopFR6Ja2Nsqm8TcEUH0dg9EzUtIJwfSaGxdUemf4cFbtDWxWaQum36TGe7wj7EaNEiP9ErjwfnxmLrDPo0c2dnzg/g8XGvh6Mj3MPeEeZ7mz4TmP9zv6N8FNwWSilEKifcbJ8EPCbiI5sS2hyjj8OGeWnvRtiuI2JT4KZmKP+YdJ6y45mXGvrKWOCH0aqWZnnwWOZhD7Ok1om0xogkidVIRY2Qm1EO30ZpbN/CiylpD/RFZ4JVfDbwmJ3C1Mz7+KtKOnYIXcbEIv3iEwhoXxmHcgjb0e+CEx02RGiPBZnxiVXtCF8IIYn6oMfBk8hMJY/wg6iNnCL7xGQhGaYnBpJF/DpDWITcJ9EEhm00qbbjGhGvMNoawhLE1hPmP9P0UlJ6iezHPCsqLhSvY7o4Iix2khD+jYj39CgSOHv4ebYv7neNiIrhF/DpGNNsX9HpVG4TDXpsuGhprDSPr6EPs6jcEr0T/AMP0VIZ/8ItC91P6Y6291nv+spGztTYmsNd2kfqQmfDky0hpvYunmxHOCY1NlERjE4w6WL0Qh/dF0hElBcHovfsWKdPByqjF11ip+u3+F621jSfsJKKUYTjDUUrbG0aNI+nuXhi+DxMejw2bw/CO1kZIQVGO+4edfY1vPT8OTQymujVG514+LRDm8ImhKsQ22JUieoLbkE9mFiE1FZbHrTGoR6eyif8ARobJoQ2kY3+DcEJtD6IcNwS2NUSrWHYKew0hJpiNWJ2jkPDVyzio1TTocbHicY9PDlPGtuJn0M1cWsXyYtvDXB9IbLM+fB/04/m6QeNDpNnudE+CGkvl/pfhMrGxibGbpjNcZuitQ1GzcrWWW4vlwzhoRwhfL3/xZML5UWPBYiHlf/cUjGscQ4T4QWbhJiRBLp4RYR9Gvg8JfvxWfS4jZPh94XcLMF8FMLH5iiwl8lh5WVlrWxXEvsaaTpGozShm/wC4senY0XRLSd18LhFBLXSQ1o96eD+K68NNHJlUdxESiVbuFpPCm9Y1T0qYtso236RG/WVopCFIQXcP6GtHufsnM1iTN9G+xrZ3YlvEXaT9EmIsQ/wmtI3dIkS0L0Q5SIjEhEwjSY3Dbx9EbJCjb8+MUNeFHw6jRTvuJjRrDvh+hMo6gIciQv8AwvOrcW7SEkvaQprwvSJhY4LfT0UwjRw/uUh+FxU8R3TNrHrEbnDXwkS+h4Qbt8ztimNiqXfoiNtYT2PaSRLZDY1V0OjavcNizPh6Njg7RF3h4fxbwunC6PMTE+TmGqhv8EpOsUVCPWXNVlBLS8gxeDVISbomoK2iY2k4MkxOp4R71oqi3Ay1DRwU+CdemkhzumJWtNCa9FwY/GQjuzQnYPxUTQfgm5o+vo9EaeHzCqJviNDbaH9M+oxybPodtxEXY2oNapAPz9JhQxsLiZ6atFtD7wwsMpvP+ZeVjzE2TDJjm8r/AOG8PMI8em4Ikwh51cM+vjr4zNE8cLs4ZQmEJCELSFn6w8PHaMbkFtjm5hlOKQ6axB/mPcMWZnzolj3CGeYaYiFnp5fCo/JhI9+XmUjz4NUWYefMxMZJh4nym8LC/hT3CWFhZ+hCwsoemLYukq78lMrEysbQiZQ0mhdIVX9weshY5r/QrEagxCCKIt51lCb9Q16azh/olr4fpvtErWQ4Vw+hP8w6b+xlFrFxr6NEIx1CeIkRYenO42WE1i7GLQ7i3CFE/gsK4eJj/uFCUN0o+jeNsT00uCu9iPCJMpWxtaOi/VhIVGPH1i5a6aQnoTnS/usf6JJmkaQtcG4J0q+6y1/okNFaJol8ZftD1jWn/gevExjwG21/4adxCGkJpj+zYnrQ3VpM39CVuPeY1UPkITRsQmQdQSfPPocld6XcLhnh+YiClxubIZ6TLRDRtazSHPpm0I2nRppdFPRtYr2Sv7Do3+LpMQ9+CwyMd+Ptpp4eP5jedDRwt2eFmH6NaTw/wmUlEzr9HQq6Fn+hj1GOJQR943BCOqzbwqZBoaSJUcD7BFWOg3o3QlSpBJWmKRM2U3FFGMohsSfAkPTzo/orSiWDo2x6/o/T+CVLCFwc7MNwa6ZCDoxJrY1Cw8PETiEkkLVGuiFiVN0dP7iiZ/k+KGL4f3Ho3hLDFnYhGpiCz4b+CNRmzpo0I2jeHjeaa+CGJng+CJhtoKqLyQYWnhRLDJhkxwe2sS42P9Ju4b6X6ylSY6eD5hcEencrNxop4f6LOxLP5jrzczQxI5c14+8LF8y23jaypjeJBYnw8EKYnPj4TfwQsV6ynhfBXCwia+Ewi5mUIQ+ixqJopPTrQrr+mhYQ9u9H84T+CNDSjEJVGtjcZRqPLaz34bk+LuPCGsLb+E3mi6aE+UbVEzTOskH3H6Iac0sItNPPmdkSx3vDf0WPeEKl8ZBI2UX8JRi/C9KuiW2xojEJ1s0UYlVWaEuDNPCe1oh9m6h6IRl7T4apfBJYRzZCGse2lQVqrKJVPTcQqDto3/4PeeQ6raHGkeIqOofSa/0R+YehWo2aHEP7LmvWKOH8Y3qelKlBxr8RBENZ2yFHC7Q+nO5Qn94o2otl1sW1bC0RtGkOIe0U2kKI23u2PXjp9DY/BbGh9+G87YxjQ2oXLWPoZRuHox2rY9Q/F8GPFG/tiy0RtdHIX1sp12MJCFWHxSen9DEMS9JOHT3hdJG3BDgmtjCaEj+j/R6Dboi0KbwZbIkCbT6OiujXwTUIBzTKzwf9OpaejfvDTQvYhtLojXdDmkPtEUpMcJD1NiFaPaX2b8E9CQ1sVcg1reHUJf8A3H/7Y6zxa8+G4JZR6LmPC5jI834SPOvgxpoj9z5iMWaV2H4NdxxlF4M8FyHnxvMeZqP3E2Nr0eaj1Cix/fxQt5iGvodoxVY/GNTkxR++CY8NkPz4Xvwh+nTg6m8J3EX/AIcHcTGsc0b1lbxcKY2fwVNYosJfCM4WCbL2j23h0Xw+nhcLoTYtCmhy/DeIQnwW/c/zCZcJ42b9nwudEwh5/c0R5oWqsZWLRq0G2fohQ+hMWR+iXCOkEJYWu0O8Jsb3mCQh0Qy40TgkR3Dwhn0K4R2n1o8Pw0OeDyk1zHvEe7OeiWYJJcFwvwSx6ViVEnrRVRrTEmR46tFw8Qf0R/BimhwQiPZBi4sJtMrZvREbIQfhMOm4PTzM7Q+6PfB/gv3mOBfzG8t2AMlT4vmhjeI1OtQf8G/yI1NlS8GiE+4MQ600fn1hGhiHDY9EmWbSOk2aKMTKJfBpQ0tU6iiQ3sh+zDEMaJsa1m4Fa1jdGVzttvyiRscFRcLPPgoPg4QVRvFxaIczYPWx3o0iBoekOPpPo/h/TWjfqHEqISETbaPIdDtLSHFvr+hmv/gTLj+idVHLSJohGkJCUVN6Gbvdjpsb1/eiuj/8FvY1WUQmtjZElsaF0Nc0TxmjR+Ir2zeUhm0LelSTE5oTTRDz9Fd/wuhi0706Gqh+ixIxbGKjEv046PvThfpjnuF6OdGq06Jw2YpIwkGt5mbl5pLhvfw1hzG1WeGuZmdj2sQYujJo4XKQxiWvkvvPXlDrKxkxWfwZXRW22LJgnYmKnR7lpiqPCk0NiKxVDw/GUZQRV2LvwRBQ0fmEFiYRNCUw2RnBXFGdNig8XE+CbwvihDP6Uv5nZBDE/v43CVwhHBfBJ5hKR0hCfBcXx1hY2hrCEkXGkIbwsoZcLK4XHca+sP8AMH2PIcobsrpr/BQMasLUYWEISpj3I2hJDW1qEy8VsVzreN/eb8myGj+Yvw7ielxqjf0sJ/o3+4iczzCzpkGjaKzg1FlcE9CQ5YNwSz/hGTuhpnuNs2uoi+hJo8HBI2PwsKi8OZOaKRW9IqawxJYhMeI8PFSCPGRil2KRN6/+BFfdJDpt3WU/1l0LlIcPBI/pH58G1wqhdDKUf3Sn+C6OFw9QrPY1susQkH/R/mZPSI8JrWO7GXyD6L1UXcff2X+DwUuT7keoa1m1VZs0Vtn+kJApz4+CEefGap9pmjzQ21rEPofuxfo5i6ZVCmke4aNaELbFzqhi9ow06NBpGbdnIeGv0TRIhImW4xOi4aa3hJD4PigxdL4WOMQLmylhw7wftka/gm0a9RcKRobt7ECuYEyGyLBP0UNiGlUJH6XYl56LzRs2+DvSoVEj2C14NzTQoStDx1kHCGbQlDl1hL7GoPG7Txop1ngvxhMPCJ8f8IM78GMU+cPwfw7hfNpCWs+T4Q1C+Cf0zfw4feOGIkztTBGgvDzFE8+G0dox9ITNLG8F9jXfh0VW5ifeOiyqQYtM3DY2axsWXjiKz+lF6XFxIXEymJw3m5XwTKdevjz5e5XwbLrJfC4ooe/BMTmbRIXn/m18PdFLlrfwXURfsSRjJG15RbZMqj7k2V1ivfkv8TQ8ktPFXgh9N4v5n/BZ8Nk+2eYsLeF2c+CLGoT2iZ7jwTNbzrwa0IuLwSIjQ9k2JtHpREKN4uErPgnvrLs3CuI1MdHhNUeybEKvpGK3BjVRrHmFo7zmIQVwkHdHCfuzd2ybZcJoamF/BiY1R1aX7WJXqRf/AAfphBWiBOp4+0LpcJNocThobIvo7xfCfHzglKU/wcEQqRS758US2VM1mfQ8O8Ej+DX0f0dT0tjPcS0NcwrRNtEVFv2y2K0m9psdRv8AgmPFw8SxnMMvxnSYa2M8YyaWLHiXD/hpYstuQppoTR3Jv/CEjODhaqICRoaXCCJhExrwbCRcFh5g0KfWFvCHgqSp9VHqGO/4MWwY+HMG8Ej89xNiUSIpS4V1oeiHX4UmJaY9dPRd6EtrwT3Hj8Lo9ehPZuJTrNQ4kLYcW9icNNGhWmdRw6Gl4abPQlN/hOs2nif9ysMn/gsbvKjZr4ebKvUeZWGXC8HmDx78kPPpNkIlhPMzrDLhH3Z0I7cU16VCcZRP6PRLDKIeG9moI+xlipYsX8LsTdJCYr+d1hGoevGvlv4vFNojLlzEuI7h4maaFhcysLKxufFZt8L+l8wsahsUykT4MvCEKJYf4Iub/wCSyhFLlkw3Q9Y6xnUWvhoT0ehmJE78PRKhbq2Suh4Ed1CenpoohieN9EPKxwfw4J40NaP4JiH/AHFF0VIbzEQYsNEjVP8ACk1sWhn1CmxXhBr7EeQ7iLEeJ4NLiEphXC/lLo6LWirQ/GQ/BrFKsUSiOMSqFhc2zYhDLYI+xKjRRCKmjpUaTWJRJfNkkTWMD29QomRFJ3p5+i2sawhqvFI91FVxuYovs+xtCf4LehpibgrTSGzpv8kERDELfpfGhuitGOi/UWEWGRi/B/dFx1m4QYFW/pHDaFHaOzJtSnpW6f0pQ+mTQ6f5miRp7Gjo1hr0Y9ofcM2Q1w6+DuHqnfwdw39s3rPQKREPAjzabd2eUL0NsUawtBLDVOGjmOmkUXXNjRFdGc4JjNIUg1DoXRcOyfQ1TWjZEU2Js9NkEQ13Z5/RJiJujbPRaITgdaGxUahITbEK9DFpliqNXRtEdTG8KKtl1wvB8dwk7iIeJDx6N6IWuC3pnVPDtgufo3i4hIq/g9C/uOCz7j0R3CNY8xouxzKSJl/CEHldSx4K/QyzM9HsWdDX7j7+Sb0zZOLAyWkLJM8WPreb+YRYMXRcP4TYx0Wz2L+4/wAIbEQgiYWIPR1Ujw0NfGLELDefcQZrLxCOj1z4eYuLneE/hrFGJb+FJikJzPsKRzCiym/ogliCw0L/AMI8L6x9DQsJP48FjwUWEifBpKx5RqCf8B9vwsE36KzQ4E/RSGfxuEpfg1pIJhE2TCe5hIcgvgz9Nx4po5hOfH0VGcJoVxdFW8XwQ20Wm0LQh+fWFjI8HhcaHi6Ebw8L+FGxNnB6RXnYkxp0W86eapVl80d4KlgtpDUzVCI8PS00LuxwaN/Z4aGRsincPh7/APwPgr3fxDSWyriFSl9lokM7BM395XNscNTNITCiUOkJwe5hDJRixpZSNiS0Ib8LSEE6TT0SeYhNtGkamzQ6kkwiHkUP0t2NE+hrLrSqOMfbvHJ9hzWKTKnweUhseHhjER+l2Nb2UaaowMUJJX4SH+mgvtlv7NEENSzRJITNojbIQhcM7Erd2IbSRt+IT3pDgqmMWmNqoUmx3Q20EmJ2JiUc6C9Dg6mNcGPiQnwSh6gy02JCaG0z0TZGJWM1F+BpM0XBIv6MCnWJX6aIuDXVRaHRJNM9omxFs8Ep73FXPfgF1F0J99XDFqn1lY9pVCp5eYeZ2sQWIdEPPekg4oPh7iHpSaN4WJntN5WG87IPMjXx82JNemqE2bxW7QsEaE8wZ97E4xlW8cgjmG8OaIEsdyswjxMskPRLDyjXw3mExTWfr4b+T4beNfeF8Kj3CIQhfhrENnEM4VD0T4I380NiQkLKWF8JiMsysLH1lCGt4T6J7YsOkkazsdqz8EZ534KifDaowz9FIdylhCCo21seQTHRP6R/gsIuV0qvwfhMIXMo6QhDSx3FawsJYX6QaLs/oSVxW/SH4xJdeJ0TQ9yn5hUgmtoRxipCnmGmy7F94n0Jjd0NDolomsQ91lk9NnVo5B/w1G/S64e05C6wsUZ50RP2i6Lo2k6VsbTtksbUPml54iuLrDb0Jj+bHPskFSavuFh40zUwo+jaTRFdHg0NmnmohJjf0LeG/o7jnRsYmPEHB6On0Nw2qj/MdWhpx0fzFKhahvdaF9EJLQztUpRTY/WxWfp9r18ll6inwaFoTFP0Q610TKUb2JbFg1ghpDUUWkQ1rkqQm/4KIiknmj7FtjuzeEs1/B4pHRCu6JE2bEYZ4h/guj00eaJViImmN4TrNpjHYj6HwRMkZ3pR2Giex2kR+H1oYpR7eisg6j3xaMSK0JZ9hQ5H9l0xnXNDBsqaopGX7xDUEp4zQbu0cLYj2axBIePR4QiYYt4m8pEOmsIc8NYWFPrFNetjSEdNfDuGKDFmwtWZiGiYudj6bUQsM7cNmH2KiOC4c+O8Inhsa00e4UKq1jsglS0fmPo2Wmv/AA2UY8JrCeNT4e4XxeoIW8IZcoYi7uazZD8IKfKlE3l5fw3aSLeJmLCWYaoke5XFjcynv4c+K+Cr3hJ4L4azo0I2bxGUQd1poqbDPZL8HcJoahsxCWzPPgpJrwbdbMSMuNC/8fzK4IfmFM6FJULWKLCyhIRq4/GyZpsR4pmPDExNM9HEafSfWEt58xGc3S7HsldEo2Ut/EN+DOlJFExNPcGfhGLRRuCwxCSRo9F4yml0Up6RW0cFtinPCL/wS4nFQU622xiVETDNzw4z/cOwbR0p+jRIauzghwfiJik2NujNLSEPuFtC06LBK47hNMXv4XZVjeGxExPoujlOK2I30PBPXdjdEi10o3XleP8ACQ00iZbx5loX6aGPWIRIfD7KTZUqL9ssy35+Ddur9GW2J+DTSXv7FyUUWoowjzSw/MUT6NunBnMv7JhLcKJrG3mGxfBvdN1MQ1n00XNEQSXpbMN7LpDpxhbY+0kWFEMX6NOoR/8AST04xtNvYvxCg1+CdNnWxp9dPSaFuNTwf5w/p0cvdlRUTFB9j6T6P4hktDe2IqKLZvCNC4JPVR/ppRFeHRY2UrI8po/3MnvwpD9w1h49Pfizudr08NeD34WZ38NCx7hbx7vLEejFRDNL09OGeRPmC2IZHhIOZjJh6wj/AARw0J+5LfjeCx3MEX7edw/R4PNFcPCKhnmVo1cUo/lPi8a+XpCCRP0VysImVJlGsLgvl6LExbj8pMIeFrM0RFQpwZBXCfyWZSZ8L4PDHrO3OD64LQ34ceNwgik1RfwBYdJonmy4MYn48T3E+P0axcTFfuLpaEdyspkJhMW/jum0NfBoZ5rPI6KtnPCsuhtRU8E6LAWmKle4IX4bc+O6fwa0htMqLEWZX8Er0aJpYllPzB+CO8YsPEE44dJhM6REPW/80bmtdf1/NuEMfQ/6xeHT7KikD/p/p6iFb8GxqdOEdKUiwtvDU7TZCH6hr/p/gyfovRDRCacx0/D3uF0k4TYktGlo0M2sJm2znRGrZ3sd1LtD0ecE20EGT5Cz6Q1V+4Zg3sY7hoRBkmW8Nm/o9x96OfwUVsXuCGjWzLLNlntq7vgkTK6LWIfhBmjwSY7URsmKiZ8qE00QdgrcbND7oVgth90PExwxNzh4JvSFs1UPs6kbGmO6wx9mWnSvSaxtPJLcx6MRJbF0mitNmyGNKuFIbchoOhSNYSjTF7Y51MqrRbTaOuCRBdwbGR75n6Fj6KykxvFxML8HwXw6j8HqY9+WuDuGTCYxa+C2/hPgnB/OspMQpR16P8G2hJdI0/ctC/BPylFmj+HrwsQ8/wBw7aF2D2c+fqwsQ58DHnkxM7JhHi+8V+4SOxkN/wDnoYsUUKJpI7lT4obLnVczCHMI8+M2yISzcQahcL40uNn7h40JFminmGL5TE6FNNw0bwXb1vJ24R4dEg5A3p+EH6Bql8FhxPofCteoTQ/lNFy0ebzMJOG0LMJjZCMr/D9uPMXRUxX0uliPN/DQ9FqN0QxYS/SEyhIamGvo4LhQ4seH9ZoqQsJKSZh70ijjFtw/0QynWIiFz/rPSpC2m2iob/DwTKNaIR8fSwfOu4JX+L5tw0xm8ZivqKye3MxwZS/przDb8LSC2x0jgj0uhuCDP8LZw6NVEf3iwQ+EZwqK+EhvQ6eYpS3wY7DaE9j8eHwmnW0Ejq0NIU9FpoT9UJb0KC0YcHj0XViFPcscuGlUNS2xob5LCYGEeITHsF000hSy1ikmkiIdmGVo23mKYo6sNweaM81iiWz7I0GKJD0ylPMetn6HpaKxXmEbQ/BziE41DdN3DTFFjo1vmyBdsf4Jwoh9UU2JO2DN7En9iRFPwaEkSaQjavBlBPKT8E3qFUdMjQkNtiSYkcio68Yn4bwYttC1a+D+kNaH5ogkMQsvGhY3eiWVlYeIQax1bNEeZ8piC0/l/BXN+EZM8KbITZPPTqENikPAnhCP4LEKTEGx6aHIcIP+nPww0eYIdR4Inwo6Ji8KP7P5iD1iCUGI3D34r4f6V5g06JdyswU+v/C/Sx4swmFhDuOH1lLG+nhNCy3rC2NCfwi+hkKLKF3C7mYQpcLw9GLFPDgpltFBxUd23R93+bOsaFmiLCnloy1pi3E/Pjsoh0KTbJODxrWzmEkPZvO4ecJn04jsy1j6prCxNLFdg/zK2z6H58Gy70zWNn2Kks+zXITBr0S6SvTw6UTpFhPDaaQxuNJIa1rYsRPZxig7eiR9QloqP6DG8QRdQS+sEwon/hMLDhKLSEhSPWG5R83wU25fi/8ABzpG7/hzH4MUEy/8PRI8D0sLY/8ARrTvcE9p4iNs2v4PTptiZ+iRHhNorG1G2xtfeN2slSGhuaFpiN5ZRFDo2ivF3oYxKt5aU8a+86QmOuLoTJ1cTcH+lKX08e4uEiYg0/rLGSFrbfB4aH6MX/Q9DPUL6QqTcPGtaFewX2J0ikZox7ENY4FqiVw2aGa9PaNXZD0SQ0vBjNjFRBDYkHW+aJNMR1CW0P2ISVv0mFBJk0UcCR1pHujhRCdTix0Oo8DWxJfY5RUfBNVM60MJlc6dYyKUW3ojG00xmPb4Tv2PYawkaShNsayKpjXsRdkNjb6J6Cld8SEOsTeocaY7SEFN4jNYX7m5hsSmWLmZh0mzmF8oTM1lYuVn6x5ml+HMWmxsZwdHkQhC/ovCTCwvjxj7cfomNsQ8yjT7jmKekxMNC+DF/Bj+TWdYWHp46R44ejF4M1lDx/hs0Vi5hdws7+CGbPrCzUfWOzDK+MJMomF8PR8E82/D+lFmi+CNiYrjvDQ8NzSPsPB9hk/2x/RLNFcUQ1b40ypi4nwQpPBkfXUVIo8o7jw8Fj2lxoo3BdNDE9mxDJiPEmILCFqm2u4o56yCzELCK5suYhtbFi+H9NY8FNNlHMQ1cQXu9CczrQm3ejH9p7OkhFds/wCF/RL6z/h/kHRCWyZTHBLmy6tEqP3xkQidol+TFs3xCEPfP+YmlMViEax/usU1EbE4etjSH/BD2+mxpCQ0llfZKhRYjcYlEjoUh+CrNNYmPcPF2ekrEpuHgzdu2NBDeoSSxotFBE6pv/6KtH2RiOPxY2OQ0IWGbo3cIC5JPtmtT/BcRx9j6D3SG60zY9REFiShKuKLEKesZ0O9xthFRd512E+D1/T/AEeFj+jQmeo8GuU6seCkRd6Ylp7FXRLpEnrDYuDEuz9PxDSmjRia20J7TNXdo9jERCNDQtjLDjC/BqD4IQnfB1CztEqEkKZ/cP7wlfCeDWhorU2Sn3Y9CNay/rY5daCCE0KhKt7FhGz6GvVhYSw+5bwsNY/pC4YnuC+XRrHfhMLHMcDSIiR4p+HPhFTR78X9inUIHb/JoxtCEpgiJ/D00sU4LsprWVD+x9haVLdsk2LHhMvH+/F37ENDz5leY1hka+E+E0sIL9WZjz/whrCHhY9y8LKxZiiIJObFwWGJ1Y1hXHpsVeOHSYn1nePBiyhhFysf4IYhIeE2PAdthrYVp2vcUT+38VRviEUe2b0xTPV8lqK1bsJ4zh0iR96w8OEEaNLeHMRsjNpiH0Ro1im8UTK6aINMS+s7IP30RRCxv62LEpsVouM/g0zhTWFXUISuj3O/gukUSEkhxIu9vOuiST6QafqJNBEZ/cs4v0tmEOndId3Ua8EqPxG7+4my7hJJJL52Tap/otdbxG/IiI0eFom9VfCXG1CMa2XFEzo20WQajZNhIri8Llpen8P4fwJkw3HiCHITWP8AR7Ho2JHSJCQk+QdTGwxESuS20hUu6v8AqEjaTFC1+yGiiGLDXSlgsbbSESGaeCiliNtzG8e6THAcpqbSE5LUIh8LiHp6NkPR85h78a6O4aGMp4aexiwtvBbPRW7PocU+zdOoShFsNqI1ClYtwdEOiTxwY1WerYktCb6PTSSRsphngmsdZob4LYte4RVR1iUPwbc2dJasK0xdN6w0pMTXB/Q+w0bOMbY2OGfTbhYbLXzZNX/wbalCNLgfopqkMSz5SjqWP6OkwsPzCUx7MREiIKr4XLP8ENRnmGTLEcLjZK8TF3nzKEPPqLSbH1MzOsTFBL7wjWXjQzVWayZSNPLFhEKe0T2Qa2QZBCYrB7Ni2OTOtG+nh4eFLr4MosLHuGXWV4TEYuZRwtNnFvCR7jnxozwQvhq5XPhp4giKY+hYRLhQ9xPh7mmiZhwRDgsLHokPg0hbHb+DV/3E0MszoWOsZ5Hotwxb+SnaT0Okab0RMWJhDOMin/giiex6zRCJrHpOnh9lEXD8HNQWIOLHtx7Ss6KQohrPnCL7KQUaEXZoS+hr6P6e4hX0V/0b1tFW6QQhm/6sym+EG+kT9PC4uFr0nl+CHjRLi2/PhwYKNJWF1Sz0TcwhtF2OMgtEZRnpWiPeL+ZmLSCNymvlMbP9IY1oa/Ma+xRo58P4sJ1DEn0jfg0g7nsIvnuhzF5Psi5ofX48VDnvMwvCo7TSGFUZv57KSbJvFoQ2ycnX8Q/TiSoNBUUDYh62NmxlY0y7KWjW0xjrNLEzMvLh/mGIYi3hU54K+s4NIc1vZ5Dg9HuTa2On0en8CH4dwi1sT7D1BKuHgnvBIfWKkaR6j+HpdMZ2m0xDK4hDXosTDeOHiEMV1SF0JODZjTTKY9LglfWKpWNapYUikEejESbPIpbpQN1ttsbACkNPiIauyO/J4fOC1j+GxpjR4o/i3hkJhj+Nw00cEcysMuPMdIrsUOohsuf0giaOhOCaEK6F4bZGOrF0J5dY0cZRbHpYdo8NGjw9FmpDSOuLPRZYui+8K3DETGsLGhiwyZ7mnhsXB4mJnU0f4f7jwgsL3/yeK8USeVlG4L4f1mswcNzh6dwvjMz4odGmx8zMwUwmhFNpDGavRsUfeEufNaY94/RTyeViiEaZtp22f4Xo7F8mhfpumiJFxNaxcLHcU9otjngtsQ+ihoTWNib1YpNaG/woUxROHROI2LK2ifmbh9REXCsHtISf2XFw0/R/0UQhprw3zNFR0v4VFNLrEfwXdkeY/wBJoUiJ3FbYvaskxblEhfNmETGPi25jbip6T6P9Lyjb8+z1j4tiPob3Tq3iYQ2aNU9P8wyUjSOeFUTGeU2U0K42ji6bwkxk2tjxsUWHj3Lbgm/wrVXdCNBq5hb8I000tktwdsdFIm/WJioXNpQqdlf0Rq20e9s0l6zrsOBKVEF0Ql9I1hsREe43j002P4Po8P6Ms0OobP0Z6TQyLHhR7mL+nZ/hS6a+xmi0sR27HvQ1ZGj0gw4hHrQkE5NDIc9OD3DeynIMJkTX6hOhPQ2GdWxCo+C5BpFUEsdw1EJ14WsUhbaG9CpRukEtjGzcqD+g8IPBrWxD1W2yy0vCUWjtiIhp7Ex1P0GVQhpQh7hjRNEjPcovw68OI04b+Hgj3uWvnvuIJZTLldGIf1iYpB7FpExB8NIR9zY4hIxcgjwXPgsV03nY/BxUZo6Yv1aIjwhcTP7iT4vBof4e4Z3wfTzHovnB5tE/h95TaHzmFlIXR4bFhKfKfBE1slF8NG9fBZQkT4bJlEPBUmFt4ULDZPgpNCw/zCIefBqDOgkf78LR0cU+T+yn0jei6eDltCEt/MLKw0a6h6axmu7G1piaO5myIfBMTRDRtkhWJt4T1hMbPZmCUIj16KMr+EghxY5Bw/Rm4JMQ1WLT0hbYqrjwXwZ6RsZEQRDghy40jvRTiJwhWMguHpobxKxQaw/08R78tQUY5rfb+v8A8OxW/wDCFE/RwZWQ50exr3BDfwUZvGx0SfpKWJ4Wzmdty6PTn8L94/BYsNJrQ26jQ0XSrXtxYP08JvDcGm+ous6FREyzxGnEmMUratio21BcFuiW7SXKEbESPD8HRM22cjf6Ncp4xpwRJFt+CWlGxamzX7NuD9JKWoaQ376bysPEyyYXIQnbi0S+yYa2eEP8Eg1tQeHBpvG0zYhBcPyi2m28NJMrm2VCNJC2RWITQnsYhpn0LhKOzA6N9G/w44csYg7BD1i+oPuHoUXWKtsa1gz0VGjagrz6YxbRE9D4tYhISsIpg0SM8lIcn0MSLSTomqf0sbDeEsqbcGJD9GnvT/ChH9EujVDgNI3Fto4CDyteiHHmYQllrS+CeYM2T5e5q+E+LymdFqEehreFMVJFh9DeM8nkSIQl6LxnqPcTHhCYb/CjF/cNMe+kxrSyscFhj7hLFHjf0LD/ALliQswYoaz585lYRdC3jzC+F2aH+ExP3K/9Jj/MrL7hCL8Vsi+G/gkMTgjYnrCYz6LCihvPhRFLTVFtdEel4yVEIhrQplM6JFXw2McsSo+sTCGhrULPtLZ0ldGoRH9NZuGiMX9HSsvw1hHXhzMedD/CfFNMelKbxDfUL5VoRKcLdlQ/sU0e7ExUqfCYpaanhN/gxE2QRfsX1MJ7cJIgjwWhqqm73GhiYm6PR/CEGLSo6It2KfopktV/p/NDHiQ/y03/ACQ71dEeDQmL7EdyvghveK9NGtkNw9P9PMRH4Rk+DIJa6MpqdO7EsFwrNzYsOGtDVWJj00qVnBuIaxEf7sTqg0JuadkVtHR8KpF1b/jYxr6hIadelGWmt+NCxqnKg5yjEVVL8EkQGjxDR5iDsOEpyk+D0VP+mkaGQYtsgxs2Ph4cx6P6w1HT+YaGejw9bJvRSPcKsZEaQg22vvWI0KzDvYVsZ/h9DieNBDhWaPENDCk4Ksh6Q8EmNHCRY0X8F0usag8tNCdmhqi0GlC6dIfgkQ9p1rwSE2jifpbUvNkWdGnIMq0iKTYpGtf8o/psMCj7/gmiIbqmTE5IjSuieH90cEdP7iEZPiu0iGstFxr7z9iP/wDJBdzZ3Fw8LCWIRYorczLPs44dBPWWjoSQnjuP0XxbF2YS0tDQ8b4d6QiGhLeX/PhtH8edipWLDhSKY/nxrKJ/ZpkPc6GnmELV8dDEQf4jaxCDwy52vMo5hJDFj/Pj4MWOr5I+xUgoV53jRPrHghiPSZgvmxEEtI5iIo9JwZ1oZTsS8K08KJ4Uoi6g1lYak8aEuKGvx0KNrwfDmz9NuEG4uGsJ/oz038JB/hzDnuHIeUrzulKe/CCmKR5JENjQ2I2od8EGtm7h8xCw0RM/Rp6hGmVn+YkFMp/ZwTKbJsQbSpN4+hVpvHhabYrpCqPSJJiiGKHNnOoY6Ok1IYUq8Xzbciw290T2M8HjaFfs/wANigtOkYp9kpNfmLXSo6cZENzFa9L8EhcFT8LvQmzZb4Q2hfuIzWE+jGj0Q03YtCKuOoay1bSOuvaEMU6aJzT/ACiE7CGKwh0NC1eoS6zOYIqlcxbEJZh0sxd5fw5seGxq+jTwochWPFF7hjkG2MpTsGNjxcIfpHSwTdHupmocuC8NJo0X0Xokk1+FQlo1rHgkRvQ0lto11HqW4M0N7KLaUYzf+iUWoSjx6O/wlY2L6h4qLg10izEP+DsRpIRtujtFw24Kis/B3UG/wQnBtMa2UmuCJtT7JSr8PO4Etd/uJ1nD9P0ono/ASAdJq4hNs/8ATuMp6i/WkJlEejbpl1iEhn4LSEbHmf8AjKLN0KxMfwjp+X47vxpWxkaxdCExkGNxmM/59LLaEb0I3rG80uNDILh4V6Y/0aaNnazTr38blVXH9WUhIZMWYWUsKDtQj7LsmVrC+TJ8nhuLExMJfD9+f5lc+HcL48xMOwQhVM8+DeEfw8FlHOEIbJhYXxTEajGcX9jKiUwnR6J7+C+MzBq10Jc9mJ8KKCGq5tjqqq0UXlw/BLDuESiRMr5IWfDzZvH1rL+kEspp6Ymvson3CPR+Hi+FEfWFNnhoXRtcKiHpU9CQ0fmF2YYjq0hJjSNhE3mtipos6p+4jfpCCWNHenhWlri+baSv0QGP0/oot096+jRdY/ooI8ERZXMS9cFNm36RKJDOF6KZXHDppdPBo3hMf9N+iiLhn6dGxb38fRNoehj1orEm5WmO+uy/Y0St4NcQhtSVBuO3o74LiR/gpN4VbLQkNKITLWsvkGPWx+QQ3w/T1/DUGxrUNYbWPrcxA2LEICbI8bEFR4fw0fQ/1HB6f4LfTw6eRE2Pgv6MQns4/RVCfh4hqDTh4KuBWj+sJw2PsPddIJVjZujGtLCVY2jg3sl8NIeK52oR4dEfY80Jbp6JqcENUdmEpoYvDoLrp8Q0yc/Z/fDxP34OnNewVtPxUN+YVf6HZomJXhMUl5ZKqFCjl/RP7D5jwRvO0PFx9ig9EvMMa8pENEP5j/DZKQ9xcby3jb+T2vg70fR9IdU8nAnz4Ofq+GjRviJ5B8/MUT+1o7vDK28denMIfx4/lEfUNMMYsSiJlUswsbRcf3DQsP5I2fosURPisLE+E+U+MWhfFYXwRPRXC+DPfjRM/RYWFhM0yCx+5Y1VXB29jJSvzG/PhHfjJhLDlHmxCWCwu4UwlgrUfbxoaG8daFimmQrUII3wiF8HshH4LmPcrvxT+C5RQ1mY1i/pULKEccOYQ0u+n1jpqCTwtFxSnVhPRW8LpR9IeEYn9H+j8Ea8LDYqsJ/gmP8AYavCzhBC/dS35v8AOOx0+w33WKPDcO9Q4RNdJwsxvKTXgrDm2xtvjw2hWfo3f6aTIhkPwcg8tE0htiX2jVjF/SBb8KhNfQ+NQTLsR16WJ4xNZ3rN/MNLHgUEml8FvVuzzQeUNK7HdpOFnvGKJ9g0fmYPQ6eYb4NDRB44WGn8j2PDeGLzFxC4bzSPmINSjx7EeEwvRfpr7F0bYl4LuTpR4zbwUx4N8fpW0PuX2MamsGMXRNJVsruh7K9sensUHu4H3ouUSrvpxaEUV22OSjWzzQv0Y8dNmIJPDwb0elNpsZ1omr8mJ2o1F7AvqLZCT0SrY9GulPbdJyOwXDSfRqUnBhJ/oxaVI9bRPoby0W4mjjE8rQ4Pmz1IQ83EIT4Qusp8+Xnw9HiHm8bx9Fo1RpU4eGvom4Nz7F0LzYiVSieXoWEoOm5sQ0J4flGLobYujbZrDF8UPFEfRsX2PY8U7nxkOQX4JY4Ssny9zwjGX9wtfLeV/wCPufMawsoomLFxzCby87xML4+l+DFhOIRwRcQTmhZueBH50Ptjp/o/gR5hYXw9EIvWJq0S1ehDNuvklUFJNRs2JFHloWjWGVoVxsUGKe4hBDSEf6IemIeLxPg2aD0R6Pdk1zEJhMRpJC+nisNNE2RDKIZoTcOej4cFJWxR5WJSPD/okzX0aWsQ/EzdP3LbaQqi0e948hoS/cN7NcNiJbwc663MSSJLz5wb73f8Qk9GmH9o37ms89EV8Gv0TXrLvMJBifpCTY4MS9EP8xUy0U7RvD1NjVGuTo9EItbGlRfaxC9E1hwxqFdxdiY0dJrRH08G0hBONEtPHF230VQvsIWpcbRuLk4m9Dj0a/zHhE+DWsQYxv0r+DbIM3MX3GungyD5s/h5hoTXwmazfx9Wh6R0fg2VpTO0Ez2jcxu8P6JsehJ38I6Pg+HnwXqGY13B92MUpovFrCV7HYgr7ouuFqqHRBwUQwxTR/DZBaSGqxrQtm1iqjRPofMIIbrO0ban1Ie6K9E+ND2qmoIvizfse5thNDa22QUWETDTGlo6nh5RNNpG8Z/mj3DFpK1/RvbBEVEw8LmDUePdjLrFQsT31FiWJneP9+XpMXmXj017jwZWPghXezgQiuGj+cPzFb+Lw8H6hsRskKpoSGostxr4a+Wsf0TWfBZTxcaJS09Ns4KlHjSEXRaUrJnotI/3HvMXeHoX0frwxP8A8JhmqVG6L4LC2PCRRPEzcX/wg9YQj0WyfDfx6QkYmPkF1+4xnGS0548K6WCVRzw+sLQibFT02j/UfhByQQwYj+YuKMUtND3fOiHEaxMOPK+P+4TLj1FxUsJX7w4ioov6LhwryradKku7HwcLhDZ/S8R2G6UXRrFh02kM8WyaFYPTh+Gm6eiK7hWG/vQlpi+jWdzRMU+2TCvon0XTQ/UahroifQ2gatfv81s3pKj61MqLoZZuif8AwqeGyFK2ibghwaLUg70cpZ+/hvd6LCJPSCDZRbDaIVotP8L7C+PGr+4SXWzb8N3gq2RSjjN/Z16NHDZjxfaNGnsXTBNG9jY1qW4hr7AojRCKaMiOFU7Q2q9Gmxd2/rEwZMTGi4fNDmsvE+HmGb0JOYv+EKucx/GMb0XR5j9FBpH2PQ8TC8G0JGohdJsR7IfRiIKRRbY24KMWikTGuC0nvYxdmyTK0Pokaab8EvUKNi076e6NF+DrQgkQ7DY0KDg4PCX6bMmxkxoa2jeKuzZv6Njf4eYREE/4IYhrZCqumjRJwgINhjUE3StTqwX1yYjTEMYnjZ4SngIbvn+DkU/6Ikk5Au5aF7SN+iafH0ZMdGfzECW/ntr4JZQ+k/8APhPhIx8IKe4JYRGcPMpaHwh+DF8GuYXmMeJrOvvCWvj93EIfpSK/j5hI7iY5huC7jpNnC6EbbxrR/o0NPKNT5r4LEwhiwtCzMJY4X4kTN1hCeFuiJRIQyCxMImsIhNCU9NnpCf8AhRbGO14GQIVJaRPsqKJbO41iJj0Jl1hC+w5qDlH9iHk8XCw1VBiSeh1MmH8qf05jWeI3hNEzTYiMm0KoQ9CefTrNEZ+EbN3mKIXRrBVouIxkxUkVOzG00UuzVLcMrL+YovM1iYmN6EQ7D3WJSVCLPSoThJPvKiabPxITPEvmtFCp/TN1t7YoeymsaZpH9FNpF0TexxNuHSbdLHEhoTaG4IlVuE9aY0XwbTKP/wBL5CE0hDX4Rn1IbfpLg2S6J7KijZGvB9HSGv6fhu4ISMSh8Gi9FCCXTm/T2t/Q3kSdFBPY17ExaHfei2oSvQ+EGp2lXKxF/wCf7hNjX6aPf1jQsJM9w2bJ9YTHhk3h5aGbwtlGxKrY9aF+LCw58Hiuod+MhsyJJi2hoVwj1D708FwZriW0ci10b0PcvfB9WhlR8RuNClohlfD+TjGIb0NHcf4UW02MWxdHVsWtFSF4WvZBxDaaUKJsbY1i2eE+8JmkNJwSUpB4/sRJUufAcSreMc77+DWpMO03shakauunBjor95nwmG4bfEeQIaI1VdSEylsRpWsc8lvuY1dn6UvBmxXZcNnxY0rlXE3lZRzFeJlYf2N5sIgon0SzDWFnjE1wWND4awZwiCpMeJCTosXNxfMIZ4JjGcWZvKLj3uGaEjiuFD+jKfvxQ/sWN/KEx6JE2Qpo16M9w8QXg8L6xcoQse49hP8AwR/uLjghfG8+KaNDhzKxNYa6b0duiM4RcXXBZglD2Yh+U4M/o6PTdpCPC18VC1Ry0PQutG2sr9OG8bQkawj2Ekw/0ScuE8rDE0f4UomErhjSE3ijEPM2fQjR4EdeL+jr9FoqLClLqEXhX0fTzbEJbGlBFeV+YaJrYqjj30WtspPSj7dxD2fQqtEPRyLzS+Vxd96f0b2Nur6N1tk5vDaUKa9HJoSw2e0bv4jriYk7Gf8AwNK7JvQ1MKODpEKt7RBVoPiztiY4aKXgvqHPiF1aUE3eoeJ0lwfohNRNscp6oU6rPtn+Cemgua/4Wt3/ANoeIbhNjRzr0NA1pr0vYjq7Fb10hUj/AESSclZ6ifbVhvrloeaEFaByrH9C1Xba3/B+4R/8D+4d8+FNDHDho4dRobKT5QeikOm0fgmJ+nvRpCHhPo8e9Hlv9w2voWiVUQ6kjZ6xMS9HWtMVwTaF7BL7Y/8ASD8G/Ij+C3B/o1jg27g3HCvFJY0h0QsOUiDHWPeJuiWGKOj1IMn6KnpodCEhtjZxiL0baUE0mz/HelQ/zGkVyB+3p6XSgk2p/wDrEyUkODfxmIbxw+tEJhcEFsabom39uGsP/hT1tCNJiVKqzdJo/wBxd4//AEVNKo/CkGiPDxGe7x+j+CLlYa+Hh7jkaDaMUXBYf/pYxN8z78GyYhIiN4MUuoJufP6wli5vh/UL9KNjbzXhYXvxmHj8xMrhuo8ZF8Pr4fhPhF8JSfFEwhlPsWGhXCz7lCyh6wiZ2TEF80yi2IWdixSiw/Ro5EFe0JEP1C4LVNCeEkLqfwbF3eaaPUxaAXglR6vkqSGjw0dvCE0TejYv4PK9xS4iRT9uP8x0SQ0aJrK+jRCGj7Ofo19Z/SEuIawkN4iNaEfiLiIokJER58GLCd0bwg+jXBj0hbXC5X+DkRF4fjLoho/RxCtcEa9VtwRKj2f9fzY1yrO1TGxr9FTmH/Rj3bKbSaNBV0kGnExGrhnDeh6dm/uxq9HwGuxMaOQeFJj36HYPUe436bhG/RKDTQ1war6V8+hXXUX3/VBeqBveiaLbYsk5gtTRP7D0HmQSFSsGb6OCPoQ5TdRaKiVYndn1QTF3UalZRwSRRcHMJVrYubbRSDapI0n6dGNbbuhBHpKyeLD37sEs3LPsahHjpwfz/poioaNvLxzDeGPDxR50ezHacEh/bPNI/WI29G6hdrBkdDL0mujuhHRsvBClpL/gxvWOqxa9NmNfpMGN+s08K4ej6Jwe2JbuFofRJ01dD/BDexk0JbZ70etirZtMg9CJ6Roi16GxnHBag6Su+Fuht7P4jake0WcrXpq0jWGia+H5m4YmL8IT6HcNMZ4xqNj3gnYQV5Dd7gw2ZAtntlPTzaG9lJ6QmIV7+Da0bwpjgyiJ8U6seCUw8JF+jqY0aIFdicEf3NEQ41mt4oh7KIcFTEJIXFhwaw8LGjXxrZ94vyUWF8f5h4f/AIaP0Szo4I18F/4ITw8RYVF3E2JbGtEYlo+sM3mEF3Dw79YrF3C8+M0sLmEJYXwnyQ+H2TF62bx4hET6xYmLhQWNlgjmL9DVzmgpo/lBoF4ORpbawtsco2U1o8yt50iv6ysOJmn8NY4M8EGTFHN7E/06z6TZwefCsuHcIQ9iWnGIcN0oiF3w302U/pBnpxi+kODfTzTPCpJJLCsLBidJeZscw1DenRYT7V3RSE4vn207n0i7iW34J9aNVcafHojdTP0Sn7Y0PZa3psbfGX4JUkmNznpp0OXwSJA9DFtqrkYlb/TCvSNdZ2vsTKUiLVcVqYdYSFf/AMieqf4xNWqvtE200cLxlp48Qf2EWZJhNB/whQZpSNCYtwUxs/6fVlJVIIp4vWXN3UM0m50P0ra6JUENoxl1lBt2eOfhKH1haQz0gxzu23fBz77ZXhYNr9tEOHdqjS0GaM/Bi8OLE+LEk8PR6PHnSYhxjp0mHobUPtDWyDWJ78L9ZUGFjWEeG0xJ08fgo0ejTjFTO+m4P42dH1kuGM2Mk+EVUHwf9PBLdhBJUb3tEOhRGxKPDXots9IZ5ibQ5BIe2QhfMRaytom8J+DSp1DYl/w/B6HjoVAvRJVXCbEKK1WxXEsTH1omJiZ0ekSHtdIQbx6JoePrDeDX6FIYsUYlW1OC64ptv/KN6t/DnPYhh/0uILZP3DWVEie/Gbwj6NfDwRZjrGbIqhuC6VFRODVwgtrYyFQ8bhfBvWG88G2e6HFZhZvCw6Qaaykt4cuIXRwUEcEvnc3434bEvo/Pn4TC6f346mPo3m/N/Bti1ha+Nwu5WEhLMxrDJ85i4ojuVn9J+njFOGRI6bJje0TXRcP4TLyh3DR+CW9lwh7ILBKj1ZWEWFDmrluFweyY25jhoTNDJRLpJnZYJoevgqV+jZTGISpCfpDdENCXw60RESOb0UQxExBFL0TkHtKCV6J1CPsdZZBNfZsdpUlRPUKrYNQdE+x+EK3WF3XBJKQ9Y9eDTh5+lQTMjRf1oSeo6xCUIv8ATuNL4z/gWUG1WxNlIv8ASFL9hZcFL9IZQoIiWi8iSGN6tlsD+x5oV0xjHs3DZwZ80Nk0a/GITgyqIN2hLtj3W8JtRp7GqJn/AES9pH1ofUiDaeaHsVf1FfWI4LRtv8EkEkRKKn+hue/YfqFRhqIXZlyHUmJ+/Wi2cM0Tx5R0EV+yIh8Ezyju5VVMkq+Tehc1tGtt9Rj0wL4IPD7wccqKu4HS82OTQme24XENU14S+mxV63X9H2Ptjbov0WcrcYh/Vwhs32CVv1jA1i6zOjY/n9DZPjPvK6MZ9Df0V51BkWhogyDZ7oh94+jQuoNa2TcRIhC7gTbN0b+nUJ7JaJVD+Ni28Ww5KOwV9Y9i/Bp2C2PQ3sq1dFVnhEPL2s3BCG9F5gm4MqYu/pNkVIhRI9HxCxxj7wqgpSNHg64J4QwQWuzEimiQSct+PnzhB14fwXBG8IduNCc0hkT0xKiuNWOWnY5crXqGKToSSb0Zp3sK00j8EjVG6NerCf8A0uFobOr/AMFhfHwTONw/rONHMeISI9F/ce5p+QfFhoaxDQ8M/Ud6KUXBfw4UlOLFGsWlL8KJ4TGywQ8L5LHHiZubfgnmGhIWPvCmb8YcL78X+Ep4Q93nhuvMedFwtYohl+MPo8EoLRT/AHEF8CFaTSIvlUF01sRpBEh0mgllY36hLCPMaHRJZQujFz3Rb/M+ibQyJ6VaDNv46yivCbNYsNGrMeCWhXH+DEl4f6fcFvCauIj+Bp7LS0N+iuxRk/BL7ZpCfrFpNn2JizUV9I/vPWheIe8aGxt3ZTa1wdUhKkTUpbpdEm2N+zZbxipwpNCT7Ef2NMp07+xNTdbGpaQlWbFOLgV6EhXRVcDskz+xH043/wDhBiPF6NEutLY6RU0iv6SoK7RwQ9dfxkizT8p/NC2NotmuijA2oxN8V9imRoqVBZ5iQtdA231jrYtNFaZWJtGxdGrromMVwa6cE3C9dSv6MPAzE25Fra/4SbhltKR+XQg9b8QntvZOioi9sv2v7RvfJekkzohcT+FmJjFKSaZNPdMbt0f6dK6vRrkvqZqxXTG7bHS7WkMbrc8REuyIa0UgjQxbH1i50v5WXht6hUt2kjoka5sHB5lpQbRVdH/xDohjfyeWS/B+fHUpaP08w/6Pbwn5iDPDpcNYZIRjZcLxKyQLo2L7FLGJGLpUbwLS/DV/0pKSC6JqoSRzQoPqcG1D99N0T0N9Ib+hL0fRyX0X6i+I0XBRMeLFjQm1o8GvRND6NH4xdiJo6P4Kkz3C1BsujWMVJLEP+mpJAo2bR3FmPBdHiEFMNay58KfWd4p14ZUWUcE0IXdi+2o5f/wNMNp69Qqp+vRLtJibbpx2mhEHCVY0KYmFnWHjqyqI+y+ig2kmNDzs/sQn+Hg8Ps8xR5Y838H09wtmei/CtFpCYRR5o/j9/BfOepjFPg5hD5+iHhY9R6WYWLrGjwuFGbxC5Xe/GDy8JYWFMQgj/cPCVQkQiVxFf/NEEp8K6tfBY8w3qQY7rbxJsKQXCY+iwTiL8F8GvB7YkKpjUsxaB/GipHVe0OGiCxtGj+Zps0XGjVJtZvlxJ6Ro5zC26eImk0P8Hrw54JM1oSiOFEaFUN/uF3RGLesKlnh5Vh3iNf4aFy0SYkRiUmizv/0TPSvtD0VRIS6KtT3J7dj8TGQZ2h2JIQ4Te4lhOSv4W9Yr8DSbRj1BvRoN8KXBtLC9KitaTYlLQSVtGnv/AKFzbGTaZOFu0X/8Wxomx6RM5d+iU1aU18iU2U/RmjR8ZFb9g6m3PROH04JsbW0NRbRWTexB0kIImsSShIU0maZsZqXKJvY5nsa9F9DWlNElaubL+l4yXHZ9GgG/aC9inid+NCnqn0XBataQ3CfBwbuP/ghL/lkmhM3eBT2qYtSIiBLZoa9PoRJJ1UuKaIhZREivYTUguE/iKbnpWV8FyOKxkcxIhBIcILhDQyDRvNKM7l4YjTo8WlPxrGh4h0ZNfo0MfMdG1CjIM6cB8rRLdjShROUVh0LuEJCY9snwP6Eb5h1uDUlE94lIJXRJKpjGF+Yd+xOsehcJohNjOhmmsOH6TeKVdKjX/wBONjFRNn0z3O45J4Ubn8ZuHSY9JjeE83Gsawhn3li2NCLRvWxM6PomNjgrdQ+1C1IbNZ6OjI20Pht//wAEigkbG5irFIVE0bHiEmGV53tiNQ2FdC0tMSEJD0W4dQin3Rt0hKi5r4OIZU8o4kL9xGe4au6T4ImH8N4WViEKIbPBIWhFxvOsOMWGxTKGzcw803mIVxX8Eanw24ezFwxfCnnwUOIuhYpRG/gtLCJhiNCET4JYhrP0ymx1o2kJw2L0fafxmHhJ4pFiCx9mvvDbsgtL6YfxcddRqIXhHrZ/sWLnbhzZTwWE/wBHSu7LhMqfgtbG04xoVNwfmKb9EtdF3FHxG9/dKyH7BpI+ii4PcxWJMnhH4hfQWxd7GrwhQqIVOBr92JVXX0NPCi0kj9zVpjjVOCJU9zWdGJk+nY22ItE/Ux0Te5BO29r7Q3BIJpqCaviFo0bH4GDkn/gedz1G33Q010VGkOU/h+gUqONEdjaI0L6HD3hpifUI4ropVprTHitM9DVr29GI2VExIc6QRFPEJ+wY2i18CUeofYTNaDESW+piaVwJbsmlGLCX4TdcY448PSyY2nahCZKm/BHRo1L8EcFsxkaNFNp/ZH6BrdoStJMu9UVKVUdQRqmW2Nwab4PaNYSjhULoiRijOV5/4+zTNWvBovoXximpcGkrXS99GJfRM82N8/pRprMw0qcbGqTVSA+iRlVj2yejMd0RtHoIl/jbI3t4V/xwY+/JtjYm5jU+SzcM56fuG96GmPv43R+lXwqwx8IWqPaNGNKCJo/iHh2i6Tw9EmEJtIXR5wWhQffBbZ6JzQuhO7X0Pf8AMPMlLv8Agg03tiTRxCfwlwb/AO4SWHMJxLQ4NUkWhN1CXVEI0cGrEcC0LWz/AKWMTapIXD+SwxHr+b+Hnz5j0W0PWfBqCSaELTQVdWha3WyQbaY1IaxoRKPF2sXF0e4T7Ma+LEXWWSG655K8bwWvT64avpNZ+swPCR4s6I9D0hI0gqjfR536QWFaMmIImjeNdIj0g78F8UUpMMWfwS+CH8H3KXy0UlIew0QT+K78Wl8eZ8Fmb+CSXyrI/lMKfBXEF8FSHh0L6nDLhrE9bEb8wljVPeEws0WUlulht6PrQx6wt5Pwfw8ENFNsRNfZa9jnCG5hFTQohx4VvSb3ohV/zCbPdCo2eH+idRDqKPCuJBb8Ntei8EN3kGhfpDU61g1KtmzvZam2dJnNkXqhpdRctA2Lar8RX0bX0NvWhXrHT6LWykOf/BBN4xDrT7Er3/ILVUp9iZtKexyf6iD5or6tmqUDQe8GjbfS/psdWmfVKJimJMd2bXqFdsdZl/8AkgVZul82JN7n6MIiQrUoatnqLkpMopInw3EttDLqCbEE7pSmaQdmUmy0dXM/PCEj06LjC4sm7SenRDkLFTopKsQ1k0NpN+FVp08gp4GnTZSQbb17ZDso/wA2sHJ+KWj/APgTISeiEsSeyFTZ3fpu6cYcjZD0mQ0VdFFw/wD0e7ux31H6LdbDUSkKS4ooTaoeeaYxTfh2XEjRl6YL7B1Wx1NoTeGf0SmNv9EwjQdbyIsfrJijqm+YW/h0uEPEaxtTaaG022PjPD+S6Smmtx+D9dw9/wAhDGN4RRlH10mNfJMLWGXRpixRrDQ6sxlzMaa6TPBlNlTS2LXC6aFrRNCUYotmzTE9CWibwvogSPSfhGkhuD00NraFG9DF0lYlCcGappaCy9GTQg8oTRNs3n8HPoTbVGt9IkxbTY0ajP0xnoqmaJFPCBGv6N4iH+HguDF8Nj5m/HwWKO6NfBP4OCYhuCkNrEGRPqG7wTtMb8w56hA4etVCdNxD3qr/AAQqvZygzR7srPMbQzjz5iiVLrZqaHYJtGN/wbWCF9COYuOoR6NIeuCsOY2WUcKvTsgmKtCy8/ZCfFfNPLrIX6WXzDxzEzMcwu47hGscIV0ixv4TFLcwSyj+YgseCZ7mYYvhBFwvo+zkzzC2sIWFilJhZeVil5hNEIapjab2TGUtjW3hGhn5jhMeCwo0TC/GULxoQtVc+NwtGeD3KJtMfwjGe6F+k0fsPDhVsrpuDTF9NiiR4MYwb0HTQXWD9pRQVRGrWglvajXNJFPqMTw1NJWPekobcxquiDo1tVjizTPuZ9hNE9WDKmiWm0mTgWlr+rg5hNMSXUQTgY2kls/YxhqFT4H3TZom0fo5ceGk+CRaFJPINEpcK6U32tDHpbXjHG6KXWarXHwR/wDoCnpNPZBpWaO96frIvoVoY7TaXGIU1tM0N1spFQoxstW7sQVG8spuqWc6ZaWRjakFhwTbn0xcSxNapoRmoxuE/GhxQ5YmLnGnxo/iiYpn/obSW6Yi1rdIWtprpDSXBEe5erESJhd2JD8nhCVEEICRxij6mSZvwfvFHqGh6UQDQ/UPk0oqlsdM9i6IeCCiclt2/RLdmiSOLjJqope0pY23Re3/ABkwk2yepC8hiqzXo0kF7W4TsemIJrwa0rWJccyuGt6xLTOsSXahrmhp44etb/EXgtQZ4LP8zmKnneGxvDetCuGdzMvLSgtrDfwWXi4Q4e4fwYn4M9CTq+2Pou0YnBPZLehL60N+D6XKg20y1IfBsXZo5PBsXRStC/Hs+9kGL9VFvYj+lhdlUGb8INnI0YuIf2J0PMYk42JVuofczchEfgmhig/Qxots7/wrUKh40Up7jWKIY87wmUQ9KfFHUPR038J+iIU2L7H9leGn9kTQycs6od8g3v8ApItJv+DFoPwdUjwkEj5hYTeFBoSh7lC36QfBLZ5/+ixQ2IT+CxZllH9GLD2tCHhuzmy1YQ58OIq0yiHfMtmzj+Xcx4nw2IXwgl/4z4e4pRjysr5r7x9zCPDZ9Cxv4e/C6xfhzCKeixUy7WF340WdHgtQmfcN6JTTRXwfo1U2LTonTh/hw4kQ1T3C/OkYiCeaV9E32lRv4vO4VMQ3asLTP92chHCOWCacEnq4K+Gw52xejPs1NW9shsa/ENcgf12JM21I1bDrukNyiYu6Nlty/r2XGl5cUTFtoU9UhteyFJ2G6Pbmv0nVsTTT/An4Vc/wZfbYNNMekedHioiWNxitfVsYmdN1J/o1v9KFLHfwTF/3QsglpJo2dikGklobOlJdTEbXUP8AhTlR0RGHsau72IaIRLXqQyN0aUp6FDT1GTYlrZPfDdRtIxFBAlqQRpUrwUl6n0jPiQtughpIkD0LTKNL66jVk0h1s+maxmxxViYgb29tTGuL/wDBR9d0omubTG2xe4eX6bQHJXr7EUX/APZD379q8ESa2F9CfhNkn9EujH5TY19iPVUJIigj2xqbwZjcEdPpCSr0WdISgrJlEk0E5xz0WlJeHFkGjWiGtYy706bdRIppk97Epbc4Qbf6J0St2m/ByGtDBt/bG3Hpi4LTKPQ3wbP6e4orXfUVGa1FrbhZo1BZvkCM8JNHUaEFpNE8pJ/CDzosbJpZZrMN5eOrK/TTRdmxs7j6xHm4bGf/AJieTDPQ9wX/ANI02MO5b3BUT0e4VuFMNNLcKPaEoXs0n8OyEH0rtFRlOiy6HGmLo6nw2OpG1L4M5Gj/ANE9XGqVaNni7ElJei2hjZwekxdITeGfExP9INtB9v4Mesy4axcTHo/g9Gnj9KNC+K4N7zcouNY1cTGicPsi9GBa9DvTf3BsGhJB11bGuWxAmyd/wVVk0OP0SsNom8eGlsZqHuEyKHRSHesIWPBZ7Xjp6PHXl4cPBXsWdlPB818fRs1MfuE1haylrFKMfmUIaKTPvx/wcH8OMWUTQs1Zgj0YiZZMcF0vp0eGFIL4XfwQiPCdFhDeNKiQxLpDZVhNs4U14y7ORnMUZSGpij0mNf8AEZxBOsbjw6LCwrWThsWFlV6JNj4bxBsJIV484MXadmWvyL6l/pZEu4E6004bmIsrPVITkJTRHgb/AFC/obvR+LForE3GyBs84Tow9EUtImLSaKzwTPvBleEcsFRdiYt8pD1aRDukgQnRikx70TsEzoVxpiaWhPn+BNT+UzZ1QUtv/wBY8JQ4SaWyoqC0hNeEytr9GTSP8kOEkq8ZNC36JNxUf0M42oTX6TeGajT6EhqmPe0hDiFQpUkDPQk0dEu6mhQ2xpIaafBlguoZuRNiSk3oSvaVKOI+jg6DKsJfg01R3XQ5rDSNMm/wf6gjU64YorNfynGWr9QmIYo3GiID9WL1bNtITWoL03/ggEqvorqm9GaaMTaZsdNrjQkfN39HWiiXf9CkD5kf0Q7df0hYRDjMlOlBSROm9sstsRJDV5HfSmei1efo3v6ZRPslt9aPPf0Vm3uDnD7sXdrbKcJaloQ9w46M3iypTq2J0r37LTrEG9D2vCiPE+x4UzqDhTht6I1941SLEA9KKS5RohteEaxw9VVLwtEmNtG2NvhoM4UY38DWOIUwxzvwoymxqvDEhqdWHh4uNU0elw0Rw8y/TwiTJ+MdV6E1o0PGI+xp16EjxDavUXRp3EXaeWhwUo2pjaf4PS2J8emO8GncUtn2Kc0fQmmP+Db/AEf0cEo8qQ9MY2hui4caRVJaJRjF04ozrYmhI+hwQlBob8RRq7N8gm4P/MxFyuh1CFrHvwa/9Hh5vwnH6e8x78PINYjPV8UeXMGjtKVRPNJotwOm1cPo5Sseq+xrVNtkkMc2JmsMSNI1iMdNP94PoTGPQn7MLufc/mCkwloex+Db0y6Fp+Za2aJhmifWFoULWefB6Fmo5hpTD3iQeWdh9i9zdMTWOH+4e2fRFcI+8fjEQX1mYYpJi7+DGS8NCeP0LufRL7xMMWxlxwSF+lN4TWii2PUhFL8fp4osf4e0Twox9IcevhcMZULMzuf0PTDcI/o1pzROTArGDaakFcFXahO8f8xzbs36sPDI0Kt0+kPsSeu/mhRbf+sS3t/WyKSX8oJjSf8ABNLY/iOZg46LbcU9iI9wZvX2LFE+/RuxcFPMFMaSEIu3UObNiPCj4VSsptejpJsbRMIjEkxp+C/4Il8EzUheierSG7LVIjoiZJM4NLYhPp6UD85IUURD/QnFbGs9rQsbSt8vovJPQRtMhi6/6JyaG32vBEJ368EtHZ0LtFOBYSd4SvsK9GYQ8XqX0Pp/+DG+mvsag6Q6TMSKPAEV2VOafqKGzYZnVkPTu4+QV0iHHybE0U40hS9lsJT1ITW1GL7K2nl4OWtjnxDhug0W/wDo5LQXSHa3wVU2BPxRG1FBP/va8Rzhig83+T6IlT1XqHstQrCZr9jdVtf0QZPfohKxS2g3XSE26j2iaJ2ri+vSCfqPvY7vBDdCx1RT6Kl+Aiaa60NrWH2xM3pMq6GskitZ/U4QQhe404jgOiR4gh6TF0nogtxREoj6fY3ejsao8ZFsbeaHNL7hpMbxZun0aq8GF5PBxQLm4UOGiEFPMOX+yFBX1VR1dK0x6orGjimRfNieXvV9yfmHwTx/cOlmLo18J8Hhjxfs0iqOjf0Nl38HjZB52f7hYb4JNPqwW3sbpKeCWG9+iHeDWzwqyv7icGJujYp0huoVTmL9YTfYt0TYjSESaGXxMRTJdbG0WN7OoTZpYVH0TjE0NoTpD8HpjehL/TVNzoZRnSEJp8qprp8EM1MsWfv4zRz4tfKYmFhTDLiU9EsfzCmHwpIXe+Eov6Nr7w0mKaTLbB5aXj5o3CZon4f3pIQe65+CtRBNPjRpw1TuJsWG1XR9vTZHMEKCFhXCxw8Zo94aGdjTNaGzgt4gzh4I3WSD6bgnO5+h/h4eEHPMSkeEQ9RP3CJt058diXD5nwehfmL+CvpBiPZiCZ7hbKLCzw1eY2+jv0JCTE4iuibFBz4Le8aqEPxlRM61hVeHTZW3hD6iY6hI8nwhwh+k/Y23GN8RjX0KVg8JEpqeJK49iPrCkmws8D35/wCDJsX6xcCf8EF/+IViRNLxDeix7Hx2LP29Ne7FIbGxP0G6oxf1WxsriiKD09bKuiftDR0m0Qn00dNtiZokh1izSj6O+Nr7Qw0hK7G4aNDcUGiUcDwJmjlCrDyapsX0SNkYzHDRn6P9EsfZpHFSKv6JqS2L2k4Ptiw69jX0hKHPBW9ENJw4bF32fcw1ts/6x+gabS+mzR6Hw6/RMigg0RVl+30SvTa6Q5Eh6LpMR3KCCpDaBNDSZsUFBfok19//AEcXSFpIazLolJY0xa2060/Cmk+D9IJsbbGvUbbZp4Qf6GybZn/Gs/BoYs0V0P1ELjRFUVMcQrb1SZpfS+cG1D0Opyhqmygm1+vbDo6ReNIhNJMqrtG/Ei+xOaXdjNtZRVCEXHocuLqkKzV9voNDFxsbcTGiRqk3DskntvYqjbHcUJ+I7tt1nCNkpGJrcxob/wBopTRIukg7F0c3d0Xbbe2e4RpiUBQVSCEzUHGrwfFDUD9wu36bpIfF+i0qQhKxadwuDnEdKvgij4jb6UnpWkhDtm3p7HpvKvX2Uv8AdCWgEtJ9RwhvqL/osyiSKDmGSs0lh8Y4MeLlmyjIMhMvDNyjJljWjo+vDfytx+ClmEIitcHYxC5orrF/Bfq2cFPTuhLxsm+k0RNjSaFptofiFaFRVDr0w1qCwg1a+x82KPQ1JrQlUNC1wg0RGi/hxcFU+DehCQnRqNCHZDQWktldGJ/Q3obVEaNt5FNGtsUH+LExfgyib38X+rCJ8rh58zp4fos3Ph/udQWfwSIhBJvY0f1FQ7MfwWuDu2KEPsIENrhixJ2Q2kExDPvBu66QiQuhL9GuN4Txr7II8NiRPYvwmGiQemJUUntFExl1BQ82WIXTtwu07h9pNYS7hbS+8Qa5i0X2z34JpdNGkXOsW9EUuKWihPcU+seCsX2eGnMXQz8G8J7giYejWPSZCIxbxSpj4jnpd9FRF8FpKPuNJlSHNKBUSxV9l9M39RDTQluRc4GyQ6V0Q+xMBbgRR0ClRfqneqfiKNWkuD1PoOYRxOBdK3Bt7GI63X0KrduSi1WPbPRvTajLtUTYb0cei+GwFCpivoOdNUfUh9FC9OifIaE7vERdCorTYSdFQqJLpUaBTKE1tidtVoeWn9QXdoirSs3oS0fkFOsVadY/UJ5uODSo+yE76QtYkQ11CW7F/wAFsDAptISXTwOD+3jRoqiLDxGkbEz8PwJv6NU14TZIepYSGwj7FbrZPsnrWhL8JeHGC2HRMjEH3TEm9H8aI903NITxNJC82aaFZKb7fWaIlRJpP1cEUWv0PVwuNqCa2oy1qpfROdd6UW2wmHSHRsXVpl+GyijCBRNMX7KRtBDrf4STW4N3d/s26t7THKTNfaNtFNpcYzUC2KdQ1ia268YrE/RK1WtNCjR5aFENEhqmNzaLiaQ62VBMj7QX0hRpuDsm4rusxTTVPyZErWxRbqqlvfo6O4c//kh9hDolfTzmhelabS8L+gNTexpjnhqf/hO6PXUWkNQsCatI1r+/ggMiE76Qs/0FDZo06elyjg0UuvtsWhzVNGvUP6FMbBAsaMaj9Po6F6Q5WxQj6XBacZYqTX4RRMWvTbEmx1GjWNfWYN+Fa/CFXqSlb/pw9Klu5iEGu2QnUaf45/4xw8t/uYeH5lr/AMNjx/cM/SY0bE6ts7jmI6ay9Z0P+5adEuqVrYtG6aNGN1f0nuCjYuITQ2rhaeEf0NlK3+CcDbo5om8KUY34LHjSYm3siCm9kSek+ziLGh6/hqEuNvC+xMbKmJkdE+G3SbGbw9Gi9L0JRCfDl/ZTVY8KszLxMfmE8TDFmJjXPg9Z2y6KMmOn+H1cfRXjzO1i4WO4tY+on/EOGhjcED0hK4tjFg/qVNI21/Rt3VSI8Ylfoh3GN7G0LpCF0S5nmOFw0kyCDYUxBi6HrPcay3n0uz8Qnst+CHo2VipXhFWGzSE8f6PC/URn9Ku0cnSJ1FTWmhJvQ/VF5qd9Bcw0ronrmjVprUdNTzj/AKb5/wDYaOk4COmo0yD9R16dX9xew5GL6dIP1QnRDWo8GttoNG0hu3/8NnfX/wCoTfUIT8y1eWdIX4h+Ow0cWX7NqDfcMhjjlFGPVFB7kLk6Ptn6avRviQvdwv1jRT92xX3zlL8cb01SKif1D7EGkU1WjQ3XpRdLe4vCi3HYkEjuMpyrq8wbdrglUJdNTYtApGr6hj4R23+FfIKKyp4x7r9i3iXFi+NI1OvQ91wGcc6TTbRvNI2N6ifo9JJRN7UPtTUIUw+yYNJkjb9pIp9eiqHh9gkvBIHNvSIlxDZnNn8RCUiInRtRN7YntIRfexd2NR0k82ami4O4o2hP7P0fuyrhF4Pv4NbEtsmITQ5+wk6SD3tCQ2/iEUE/SC9FENbEtMiiERXY0tE2tiEo3TS8wlUVDGkOaKhH686b/wAFGJP6K0Mhu7PGMtSK9mmIQIklJxkaLiIGf4FFniGlvYUhI2ez3A63/wADprTZ9a2ONNC25fSFBqNM6pOjUqf9VJy+h4X7RFKriG/APkSvjY9NIGrbtsZEydjHJoblj/SNGy9aySa6TkFYkIgaCeJEKtr/AAbW6+merYm0LQ2fbBcWg6FpK7hatUxsmoJY53DQjgzb2+j9IXCbRxz0/wDw9YwvpGr0hrrXQymVpSI6PRf8UJ1i7JNCtvfrGBLsTT6LKEDMQpV+qKSklBCTFq+30PpvR9kPtj0O2o+t9WEUlNL3ExDhVobGc+iQbW1s6H+jiPoaN1qNe7xCGu8KcoY/j7oZo0X4P5P4auXYV2IesvDZ7h3FwxKM0ylOhK0J7PAkONnBPQ0qymhcN4W3iC0y5S2NEORn0dYi1jT1mCtgiiF6O4ar4V1iG6hVI6MRuIRdPEZPoeyDRH2gzUvpEkNfpo2EpNzgohgWD8wn8ZjwZNYmJh4efoWP48wn/hr4RC1l/CERDmPWLfhPs0LMGGjwto2q/wAQ9+oLTdl/4b4qDkCTjYmhGoIqcCYhPTyvmwpiF2a+xlXsbSHLRUl4R9N+kJvaFPGh/WOcY1PSDtI/wnNjXtqNfkQN1mqnoQKabExeCFUQJ0T2hfjoVJEapun7Ia0nsuKiTQ0P6IPbH9ULXQ2XIOh4mhf210T+OseVT/4P+g3+obEoxZaC2bEE/wABplshNW2RepubuA/7/s0pFR6E2gSfrdW9/Y9Sb4N7sX2MSlpoSb3oqWhebY+gzY6XO+xNobdbH9g4RMSNUT/ZLjIKNjtKhfrYmbexuFZUil+/GVDwuhKsbPpi4vBaEmKpaH/RKm2W40T1MTb4y/YrbTEmxon4JGbSQu5oxbWkXEcOp0hPwVeGL8aGUdFGLYkK9ZEr6UICkWX6PNJA2E5yiKDRM9s500MIhsaTZbRVRILW4qxq3kx4XQ0bglA68I5CrrrYzIaaY3T2jbZ6MVtqoxajVPIoNYmTSCVXohac2T+/4NEna/0eyz0qcIogX5GIrYPm2iwTiYN19EklRB/IlsrVwe0XuhremaJXtYRwSG6+E6cZ1/hCJka0Tg19kTbZ7sqpx03RHAmdNfZ6roi8Kp0/08a9LpDdG0j0f8NtE+grdofG9QjkjE92oUoIvuQnLLN7JG71cFO+6NcSzQ/tJtVb+kN9FUvBDZG/sW21sjkk4MTMuTIu34Ymm0UCaejmRAtabhAbe5B0qLu2It2MreL6Iq0ZV9TQ+TeCXpbcF5I9tC1oRNEEqr0r1avTHs26jEOTp4U1/oN8ArSqpprZaE016JF7TfsQ+sfJOVFpkaaGz1d8qNm2tEXz7CVE356TElajzBNieEbZ1CGJqlXWNp8UY209l0W9DKqMSElEKIiQklMg19nXon3werXF0JHQm8XRKZU5rXRvNDmO8R3/AAejWjh1xsYaSKptWyvtEpC9ibQypnXKO8FTx5felxMFfRTkwdilRIjW8yH1lEhLheRkP2oxRtsTF2oSIM8pVinGesqQ2U0/izweWXFuHsdWIjoszGscO+keGbmPMdfwdtbO9jYsRXKtMa3RL/BaX0h7wps9yxYSd2xwajypFTerjaGxDRP+nQ9dE0kV9o9uU4WnBfvpr7GbQvolEV/eFv8A0mxcdFEzpP6FZhIS2MqQm2LffawLhz4+8w8rhOG/hKSa+HU2OF+P3hZg0JfCCw/wW/k8/bP9J8EbeNQQ9DehebHfcbdW4N5Sap76h3vYc4E00IJENo0Q9Jpr9Ogn/TjTTp/XR5Av6MGyxmmJjVDQ+Dz0ftKeid+Du3p9I+80NJpO/wBH0oaF38KetDdKoKLbUbe2K3IYt1AReMhTraxkWG7BsHJ4ISvrIpGmVJLgz3QyiBdJaEQ1YzWsr8cG39jtlLrsP6ZCC6+h30g9NDVVoQRNUa49wsK+wWqif8G919DsEKcbFaa1UeQNfRDxlN8G49W4jSSoVpOQU+mMXiNm40XrGmTE8vNkvG0aLRkq01RqnHBsGklK+YX0b1si6U2QSEmxbxKezC/pGAlxvh9OoUkbQ/kTVDtxnrBNLTFfRogu0gzTQ/wipszQ1C1dg9n+JtkjQ3qUNgx4t7cGzVDfRB/olpbNmxPC/pMUOpG59XBfNOSkH3IEJttRvXB/uJEkGoqjZH0iVaaMSLSp+iwaFE0fxlQkkUaG/wCh2luE/wCYPgdhtliao15/RCE9Eg0CXxpoRs00NNiST6hsPotFhrw1+jTsZuH/AA4xjdo5W6wvdCexEEpVJJ+IasS4XwWka+8a6fgoOItE+ievKWVMXB2QV8Jsh0iPcj2FEz/D2E+3BUVHInabR1o7Jb2NUIJ7hJEpB6ZDH/hhJfRCCWxHf5jT6iKIbHSC3S99Jrm2O+uWhuIkPSmjvOsbj8LC96NPsIfbTIiet6/hsbGU1kNqOitFP9Gme1s/ARNRk6pEYdv0MW09Q3H2DkkUW/U9Lc9N6PX6KKibEpJ4d8vsQ9ktoaDnjHaUe1o7OnBoroaTHuMbs2fZTjPykmxK+lh9A5M2DXq6qFbEuWF3wXgmhifENobQ1cG0uGyuUSkqSTJUJqguXRr0FOocP3LwsT6Y234f3i6V6KkhE0BSY/cPeH9kNdeDJQRUioU5SpGm4NSo9QVOhp+iKohlb4LePr4KMb6a02losDzyPeZZGNxdDFlKa8D4P00tNGM0kPaHmGstaI18/Pj9DH8H+DxGxM348a+G0jdG2OG6eUpBJplTWvsiwX0u/pU0X7wtWlt1wo34JEokoJuwbvuGJvoj1saaYlv99E1dH0h9nhZ4ebx2I5i4JB8E5Ssb/NlwR2kejd0KekhdtYUuyuCGxbXDtDcxYjopvHWKNv8A0VL+BsbhfzH4IezefDf3ivxZ3j6zrMzD01Mdw+nmG4T/AMrmf+LWzSIj+kwkNIbkdRIVttD/AHfwbtmiWJTJMoxOaQ4LFPHizs5ANiKrrZBqsRcEirJKMm44N6NMTaXFiYpspITFqHvFT7mxNSPK+jRIsTY1NIS9xD06nGPdJvQ53rFCWqaloKT9XQ6aiCRH8BEnoNOVi10UXBpW2MH6R0dhxE4vWXNoexzjwwrQky80MreC74L7Ha4FqCQKN9GhGMR3fhEC0DGJJjSN8G5WmcpDLThI4XII9pHmRUj9dI2h6SDSQ0WjVSToptuoIUqE+lRKcj/MPbagkeLZLHgzAXlZ/cKcV5BlGv8ARzqEg194VDCWObJrQlFaf8JUQi8NKVs2jotU0rRNSCwVekQmdSFE/wDRDxpBN1Mdpp7EVM0St+tiZH0Eugd2ersUVj8DrTVISkH9Uc03TGK7pjJpbLuVuN/tRkgNGNn2Evwf5EtEkIQhPyjE7bSca/goN8EibGKmgptNJkAUSKyHWi4atihv19jagtRibWkPelXrGk00xbZF9CvdMak0X8GKNUhKV9WNFsSNC3y8eLFK+4x9Tw8FRrqc9KBKOGrSJUeHv14Js0dEV6yufZfjIQ/2pA+xbN8gkS0cfC7Km+i/Tp6EzPIKnVsdFaPw6hKnNwp5UIc9xxG/BMbJrggnj0KQTQ10xexbY72M2W0mJSz/AOFHaLiD0jjFG0Nj7RG24dDaHGa6ex1raGwTetDcSbGxxWLVQY7C5G0QpKn/AFCc9hlawSJTg4F4i3b1dD1Nt9FuMEKlWjUBOinHr0LkQUxc9kNU/g8J68Cgo0xdH84auq88ENaWvoUtqC8Va9ZZGtCRQnHRI4j4/Vs5ckPGhy4rX8FO0c0PeYr+x+tU1GlaLvZXsTWwUpQX+iSgmE5VPRqFBu8hjSVG239CVK46KepFI/RzZlgvsetC9vDSSo/4H2NHbEzlHMyCWa14btntUYes20kSljWsHTEk0xjRERDiy21hPlHtjppIlE9t0mgzpKxIKMdJcFwl9DHNKXP4yHnEajeXRjKNYeEMmEvlfEbLmnhomx6G8PDZ/Mby3h+DPKXZDo/wUa/RLRG/BHRVoN/YaFts/oj7ErCoX/ohPZFQ5RLez+oXb0Puhn/0rXeeGmbbDJMujW9IbP0dglomJIV+x08tESITJG9EEOPCKo254M3Eah49CljE7uGzZnj7xv8A4xJMjJhk+FExM9xRFxPgyl2UUY/h4UZMX4yekXwlIiTGme52bGs8x+41hLDQkiYxbahOVfaYyrtr6KaRxe/QpItkRNDemNp6uyxpvTFNn54dkNTqZaFxiWkof4Poimn4VqKRqag8JaTGn6wohql9miS2NyaYU+BIoyQ1oukddwvtCTUHCZbtjVU0JJpHLbErKMgIT9LpNe+CVKMQs42LdlqjyhGS5SZNEo2ujd1aR2voTUOOqCDpD8jHpnQLBn35odXlGWom6ODqGptwZXohx7hXsQH9jGu2HLr7FJ9DE7GPa54JNYihPWL9EVSkY002JQrWqOi6JJUcylutlPZ06WMwILl1DmoRDhL6F6xP0+5/h/0dejSWh+JE4aFp1CW0xaOqOkxM1zY5VHMvgt1YQcaol0LGarf2PYdTJ9MT0er6CTpP0TPCKhiFS9WCtJNCSbEv0MSE0yR6vYOZt2JDOGy0OO+6H1baEoaEojRwhJNbKON8wpongu54w9HGjZCf6UpP2xGv3YprFVFHrjgz3cSKK6SGbCuvqlRAqjKTo68E7UGCNoa1dMbO6FX4JUTT2Pj6Nujvro1aRbcF3dJWvBJCQ0Gf3F2/vHng01uncKpH7iJEXBDesNuibdY74KletH8FHg3+CR9ISEuKEn0JqfdnfuDTxin2OT8KHE2NqU9kDfbp1ot3isVYnwSJvf4XDcEqBNKla4TKo3VDs9vo3Osb0knDf6VnRU+w7SL7EtISpLwrf/0U8GenEnTpLcH8aO7AUVODU1FDT4ejiVVMVelJ4gma9C5VRvth6PNSv3ApdWhUt6OQ9kYnwZz8PRZwdBfGJKbl7oXXl9F2V/Y3+IaJVENekQqtJHGiVaNBpXTJOvelBt10PtzSESJ0R3HVp6FpptNejGtf2V6H0SfuhQfE0NOj2TUTqwYoysIITZ6FRfqtKBJxi7We2NpCY3sojWNGkdeGja9GRnKVuj8tCt7wYrbbSVjKC+mIfKzMcoY1ouGtD0haGfuHi4eNC+T4dy4NGyEIsa6Pb0KjNMujdOYPYjSFpw0heEyqiV/h9/RqMuu6PyiT+iViXgmrBPcP/mF1DKtHUaQnDQfdC6oJaomh9Oi06M0XToRFVl+zw2Qvs2NNCQ9Nkx/BOC2e6HtnPMVNI9QmyaRoglBsfrhTKj9MRUPcN+DJH8YiU4X8xBKfB4/CYhBH38HT+iSxCYg1iDIh4SyqPbETLmFmwQzWsL9L9scNGwZqIMIa2Nh2HDMlf8Hlu2L0tXODot7SEh9JfbHaU4xTH6bEvSR7RkRIT14NK1jRbbIk9i0N9TY7S8JqeiuusaM9CmOSyciTZbSWhcbD2NZKhLcG0RIcqhdp6EOTpCBsXV9i2W+FiWoNVetkz7ByPaG/Wh1EI2PY+hDpOkT/AEFOSW/oVxUVGuTZPzgloYjFMLdoKdkSpjNIrxj2kYFrwT6k2ykq/wCDap4N33UyLv3FrwPGb1B0wZpXyi702MrRBIXmI3iDSvo10n0TCK/Wxth86cQ0j8OCfROIa0R6GiNCYf4HIlEi3RLTrFooVZj1kNSktCh23NiZnEPQaJwUlnrLTRC8BgBKbpKRGu/xY5tUfKi/ExBHP6OyCekgn9bFVXGWE68aY22QeqfUxyT+yQ7ISIW/waJ61h//AEq8HqiY/wDYdgpRDJwFBPNjhH1BEu9EpOBA2PW0aZoQ6sPbt6Q/sGt0WkfaOZbEJTKvT0WrjQltvwTSCgyIlP0hpTg4dN7dGP8ArYjTXG1SK/oX6aHSXMcNQd+yv+4Yv1E30S+vRERao19Ctx6sfQ8ngp0jJsSFfhGCZMSn2bCRdwUlt00yJaVIeuMrOINdE5oejKU//To5SpjE1GxMh4g97FEQVBk29HA1bcRf/wAH+sqSGzaES2sTQkaEHSuv9G1w39ZBzAQ0poIIhFBRj3m2epnCbQxmz/ggpYqHL6CcS0/aGmwlr9J57RrEovslo2hsSiIra1+mfiIQ77C9Xi2I3vxMY/EEMf4EUhdFOkjbsKHwRtpJCIiV6ayj/wAiEd1Q2VHBLbQ7q5F2NR2DkolKLT9Lqi2h7gZ1YkqKr/QOPBeo4m6ZS6oItOxum1ESVKoROE8Ygmt6jiL0emQ1pKk2aVW/GUNPxiOnR7N+XNLlImG+YfQ225NRJFBp5QL8pjKitCPsGU5xcMb1Bi6xpfN48y1l+FKUZ4PDeNPGkM2scwx8JrRGR4Vox9M9p+kqTGn4OoSFUul2TVJNitNaIxLY0P8ADXBXgzwXS/igo8GHOQWxokfSG+hhacZ9bH+jehLZ/XgxNCe2Pbh94TH0RxThpJ4daFJsTo/zHhWno2IbRqGr2bunouqHobz78vCYZ+iPSfBw2bG8NHD0Q+4XzYr8UaXwiwsdxP3L8hBYh+4WIkzhk2bOkQEIhoIBa0yocRnYggVnlhvbQppt62JaXH0dfTXBoJIaaVY8NOofu6UFpEbL1LS9H7Vm11jk+jmk/TvPotIK0JoY9RuTD06KkxpptHgxfYKNZbcSLLGUGWh8QyX6fjnoi6cP1gYKiFJe+sSY/YxLya5oVLSLm9kJvdD2zUAk8xEPkhGgSTLLtjQrTIjSGrZc+aGvBDMcx+WkJ2WtkU7PBJ/RnchJImrdVYyIhCwJYqPPwb2bR9CP4NtRCZeaJ6eCpHT8xKbJslSJv+YX8Lo5q7Om4ei/McNCNNGSp9jxj0zTG4QppUQUvENn4Jv7D9oTmxuMdHwa7oWo1+D3/oEyd8FtpyO205o0G/dhiOXRAK2qN2nR1W56I9FKILEiE70QRCi2hI2L6iLWhJRsJqaBJn5h/G4bFNnwngk0ljpNaGqLm3D+1iwUnBMpBjXpiXNN+nOLRtqIXU4LWmhiDU0yWkEMTg8fTYreiSvKLSJaw6LVoyj7ocgt+nCMZTtOCf2USdH9C/BPYxoWu34I2LfuykRFSX8Q4Qm+hK6fjijbY2LY4hQ2ht+6G4J+NnHmP03y4kIqWKlwglUej+gShro0o29IZx6PD7Wyi/cT6LV+moqJCWNiIRu1DD/W9C6kRIsgfa0PdIapISN0KlC/YkPRUPqaTXqOQnoSRbbZV9Q9rFPODb2iFEOcYgzrQuufrNq43sRtWlQXh6iTaaUrg6b0XtZfR9KaL3I4yImI5SPDu/8ABFu7tGRiKGuR7uylRtDW6DVU1DwiYs0J2mbVltH/AIIRlVjdLS8FbrqGpOq6XzRGgTaFnVcNHR0rfjKa7NbE2hoyPGOrDytMp/Cj2Tw1pin8FHvrUxJ9NpEEP3p7jFquJF27Dfwsa0PFJ8H8OkJiYbw2dJl+DeHhU8eXBkwzUzHi7EJ6Ytkno7qIe0NP6JGfbY1+jejvRJ3Cf2XfMHiPMU9G5/DRqMWxRkYjQ8a0x7ZfB7Q6nwY8aOtMQhs6hoSRVR1DTIPWi7SSGSQ+6HNYRa9iP6F/cNkUNNXgtkENCw2RQm8T4wXYxpkhs5PhpnC4WGbIP8Ns/wA+PuWLM+s7+Dwll4RPnA2Io1Ceto0E2LCHKhKvJSap/wAGPfRMuJI0Br2C/wDQvTo9ycGvSESRWJeminQbLzY0/oaelBFWC0xmbYzg6klpsaFNFhH00XSmFRrKDNK+IvdEtv4TbXYKU7bEhWKdx0L3iGZGgqmk2MTbbZ6kRaNVcfX0JTSDMUmyiGerwSoZH+hu8RcdGuDQBQG0ajOn4NJE6I9GW3NRP9CqJHQ2xaF1Se2bhn9EuwOnoRMTS0kVkY2hkomcmjQuCbTHW0in/SitGzhVxVUI6sNAk9RME7Y7QnqJN0JxGwvtCWb4sf2LX5ZLQ39Wb/pKPwGpFIvB2a7BQ2hJMDQ2luaQ9WfokoneJHBD+EgkQk+hpEjaKkQ1QFtv2T8F25MSFvZWi2j+14UxCNG16Jtl2WnMWbh4NhdYtcvDcEXGi8ukKWrc0TgyixWWMaI0aloGV6r/AOkdRbWfY8WvEOW214OOzNXQsjFwZNIKgEdFFX2yNtL7FzHWUW/6QY1fcHJqiYvsevRCGysmiLhPsWnCfh4QiRCLRGv6NKk1+UQpzENmul0VLRHDQ4LEKjcej+sjTLjTUJIQqb2N8Z4hfU2Lpv6HUSKPx1iejURUMvrwrG29UdXdoqN08Kcg7oXMT1DlPTwTOJlsJUngxhNA/gRf8C7WFL1vWM6GdVGehAJcY2NuJCraiFyybWiUl2EFajCLo+alplSlgxHxChHiET7coiI9yaEmRpiUj0MUpNYN6Z4FaY2voVpqIUlrXAUkuM4Eb9UFFTB1VkQcybtwSgmj16K66JajY3W9EHU4xZJfSEd+eipYo0hHAOD0ilCxLdQSbSs9UM4ZNjBFEhs0I+0KpD20mIUrjJS6VUdq2oSJHJ0no1MaNE2Mprhwh1jDKNEaxNNxGmfZV9l8EWZYbEv20sgV4lmx4bVH8vR/FDLiCXg1hseNkV2ybHTpHlrwKrvw348b+8VQdNlEtMVpTaQ+cE6UGl9HfTQ9IWunhNUVrY1xEetj5BoNkV0Q25UL0oosaEiaZRI4jlw3qFSjpuxrZ6Lo1Hi3Yh/iE4OTBIz0XDno2hvhBoSYR1wpOXhoqEmV+iGaxMaxrKPVh4eZvDQkhq42k8XEP9EPwhBLEb9+KWJ8J8Ueno1sp+i4sohoU3TjQ9ZZLguiX4c2ulPBOgbz7ZpT8EesRD/5HseCIJscVGPoQ/Q2iAihQNH9Ib70KS8GSCZuw9Hox9NrZITNal0//cB7GEtH2HtIr2JAPNu+jhyGoGqa6KL2Mt/Y0wrF1Sm2DBj+z1kGiu/WfVFBp+mirRrjYiqTehC5tsonqoab2yIepFrPR9EFSxUUw2JzRJaELooVW28DPWX0yAQmaEKR0aOtbKx7S6O+s9HrPng231k33CQms8KolYl+iJzYkfmjQSpkJ2hKhISGk0TWyY6VIn/gvC/RNt2JPs1JwgkPbkNbUIpDpQahnzWbzjqONqjxbBAaWjVscGp+Uhz2tGrTbaEEhFXrEX1DpFo/cPET8Hsm7DdlIiSg+xC7s09iETWyaIbea4aYgMpfwmhP0tHeMsR+mplDRtk+hFS4fZTdW2S11p2zATQy8F7jmsM6uErYt1vz1CFahq0/H9EtKIaccWRIWmhJGtDlpvtBoPTVpClJcEiSjnfR9FtjRPRjRaRBtp6RpCWiGJaEkxm1o0VPwYTn76aSy7D+hP8A1njZHPcDrenRSCZoZfEy+MrWkNnw55TcURxDLre0NEuFuJTo1T0iV7H5ZWuHgqeP4LQ3piaFOzQ2rs4Ma+x/SN1UjI29oiJrov4JxCGg/o/PKQX/ABH+vcKLBjR37ZxCRIqMYW+RvdG3SrDTTQfWpfYzbdovCbH2BRmgnhCcJbQizGVMaGYg0RNlulwTXqO1v+o0FuujXURlbd28LKCaSbJ+aHvHf7aRbbfo7jWjxYxEutimTb6SpND1I9Q6VI11jIwdrfgnRjyITaU1Qbn4OmT8QlKb+xyhavZw2Vltf/glJraHqpKbRNtwubF03vp9xE+8Nw8NiwlseH8G2K680MVy2nv4N7tO+mxJYYbar/8AQSiHGbwp+jw8fRfheEw8cGJYorWMv58OvLgsQ8G+DJ7iHMMbKUejuxSbZdjiSElP4hkw0WhtGxIejons1rKXsEJBdmuCxBC8NmN+sTohoTQh7YyVG2daEej4hTdIaHsVGhL8P6JbLqQXDSCNIhEOt/6dYqloVtFcq0ap8WT9y0K/BbGIg0aJCVvP1iY0hrpFiE4cHBoix3CNUS+COsaIQSwvMvZ+iFhiKvrCGhnpKRUxoc40whI0TRu0IQ/0e1JXSNFHccGlQRfGmxwoOnf/AERpNBJpSRFVCZV7LtrwZLocENoxZzo7ScNAvD9yhrJjKxk/6KSTfhyzVH9BOjcG/UPv2xG1n+iXttC2+vNGqnjUupkSN+kHWJFA/wCiZSD62GzqhLqguIOUYdFj2aFX9D6qmgo47FfNjGC4qTGjUCWEqoxhvIKajV6PazojEEDEV30UkrXDGNykETl6zUQiEWF0E8IsInBtHpXtiFdp4TNm+ITRtqpCqjnwRRwX4VfWGn0TehBi1xVFqTR9Mlaa8GsnHYLZMZtp7Lp7jgw6KhNrSFlT+0IVRO1tNdbvVNUc0Vi0SdtCSQpsYhpUT+sMaTW+D9/6IXnhODnRKyZaeE06O2EwyotOdYohN+CZ/wBhCSHjMfBEx6PsGpbDYjS/VE+kf8NCGbgi+ImkNiaLhNkK6JDRGSkNwWCOejXoU2/IxKLpqUT44ftE0vQ4JrehoUaQUtkeDSkkBcGvBtcG/wBnOnBuNn0oRaOaL4XwX4j/AEbbL1IV+jbGdm9jt2xJ6IRE9Ki/o3UTmHg8F/BMJUba0Ntm/RqO+4aL0Tbzbiul4ROMS+0TaJojFzRr0SnR1UJ2en7eF9Nhhn7JD/SfWFvWl0R06kNNMLW9nrlKih2mmKVkhKteEerYNbUYKgs/D7KH9wu0IKLS9ESUX0kp+iKqKrwRA4iRFW0+CM8fRx4e0714LxLf+lC84xbZKsmqkTOOOEx7U8ITCJR/gdMEnMdFyZpf/RVMyoag0olbqFF+3gtHBqpLZXUC7DXtiinhv0J1ErfZaqCr8khlvZEEmUo0cEvT7RHij1hbaGUtGVJmwxp0hpVC8P8ARW7DbHt2cDGecPPeF8IP4oePca6M1nY0yaEahC/D/SEKN6+LRbzDSlaQ4iiehwaVZ9GmkvETbjg1L9jcG7xDDb3eCKiD0fRwbFsQ4sFvSOZ90NE2JzdQ7pC3rHqeC2ha6PnRCW1o9KLTHoMTQ+YdNLcRyofghKhSC+h9v/TS0aH/ANorSj6LfppsZSCQ/huFHzEwmI2R53iDEhk9w/MvC5n9h4mMYvl9DEx4pNnHhPcwkPD/AIRYd0f4UY1tTf8ATXuS9w6NOC9wihDraUSFNsaKiB6aQtki/rJfBoalO3H1ZP0kA0ZvoOdxyt9Y16fSnWfgRngTlPtbQ10bImtKa2OlJQabWhtobqYWpKKIFuv1v1iWUcEqGuKxW+hdS4bURqNdfg0/YqiiZwWb9bFDbiY+rgZJLnf9Hb2aRvCdh6pag+e2xjin/GJ4kgk6za5K7N20JJz6ExNolghIY9V/lF9C2xYbTY14YiGkMyRpVmxVURSPj/Rtttwdo1EJMSJzEiyS0yPg06JcITfBE2jiTE/WLC8o/BfwfCDRJ1lT/wDBJNDTE90n1Ra0T0eoUt+6GjQpymyuyaaZ/GJM9Ivmk/ByFpifdiSxNKC2IbmxD7zogJGOVuZppI/w34MzYls+xqe1sF4AnfBah04NUQ1eIY9f2Lg2oI/Mf6PwaGtwQ9V+wXA138hGVVpBI536IfadL8Krf9GqTdT0zoOq0vSpWmhITdF0pWimqWlRUtjdlIE0ISsXuF+qM3WLra3haINke2Mc06VZW2xN0bG+JMvo3lLWXxmg4lGGk2VdRdm2yrhRtFXjp3Q17cEf1EFpwf6yNjiI4NrP9OEEtNG7gmX7Bn/BrXBMhJDc1jR0bNNsRujYtnTrIhXXhL7JVCaEn68JEhIjijex3X0P6m1wcv8AgznYMdvXhvDwdv1j2BZYamsT19iEi22dTOknS+z2EYTaIDVt/opx/wBmh99Tl+gyJGmnwSul4I3dHbymio04P2v4NxNhJtsd0feIUpvSlT4xMr/L6IS0vP1Cq9X9FZ6DVS1Exolb6mhWkvTgnB32B0EpD6h9exsbWid0da4NbOuhS2QiE22ShrF0hI/Yg2tw3RKHh6Ul0TyQc1aLAurjNjbFR+hOKMTPS8GxbZdjg2cOnomyjdUwt51tMTzCE6zfNRo1kzN4bNEPPhfhPm3DYmNZmFh4eeFeHcWoQ9CFtmo/ukVHRQ/4HRE0mxN2DF3o9CJtQ3dYvpoexNCEzg7Fhe08Kg1tRnhvqwxvf8OD3Y0Id9H/AIo3sW2OQu+C4hiQxLR5tYThA9phm/EJOs/gl/ijhGp8er40eUkNaPrDzvMGhrEFmYdPofl+KPe4THj6+cyy34RnJ8WcDe5Ds4wirw+0cQzRi0j8P+8Su8WrofCH1EprReIMVGC/BMG3YU5/tEpL5pM31whCtY3GpujjUQ0fUhJ2huPQxOpj5NMX7aaHXrsSvRdU9MUDAprP/wDlG6pllDVInofIMPpOab/Rj/4CpeCVjWReeF1HtCVpURZ8RLnYOYa9EjVDZ8ccFN0d9ZoVGubNEspQbNQ//QiMoKMao0xJlU0yM5iGy9QlmtlP9Dw3tsW0ks9m5JstqejdIjsKS0ivor6KtZxhTE8Y0EnBnDRa6iObIyL09xhX0L6hN9YJOtNEaIq0hNUf6RELHsJ6bXmQ6QvoN3LpFq0FwSkWhE24TXBCrnRo1GilNpsWaRRoooNb6dGSU719iWuxzonRN3/7CMTpB9Ah5LaQ5tP0Omv4MtpMn6bIxHuXHCKG+sG0kMR/QxP6NCT8aQzaUxDTWKok2/BrxBKdf1YqGyQ4brKVu1C1GxVVG3BsRT3uErbDY+5xwetjexESOFwxhaVbGp3a8V0bZySLWy/4UT8NfZvwUK0W9G3S6dKl+lI/f8w39ITN/Rb/AEh7+DHqKCaG1DwiHoTJKhJ8OiSJEje9CTbrY9qJIX16XoTSaQ/DPwbZaOJiGyjSxcRF+jfUR6JF0aEiQUGyWh4E/RxjFSFJbVHlnxH05CZ9sF/aQO+ucFp/webbOuD/AF0KS+iP+wdFjaZWKaGkJfYp6iXQ4ezPUPR7b0bPQ11eoZS9THKaVDfw+el2pU9m8n3HQHhKlq9h/wD7ohp8vwWlTtERBEWhoSTDWr70eG1GmVkG2xqWmWa8HqjbmKNfo3R2KmIlOB0SCa0iQudJlscj23hdt+xibvSpjIdBuyS+PBpIJKLVLgy4Qkv0T06bJiHPMKF09CWibGu91S/0dbvVSeG1Rsafe3F/orVu5l+E9OmiIVCTLrMwz34eX4dGOvOqJYa3oX38NYbH4/gzvmYh8PrRDwS9+sJdE0PDeiFh0mOdWGrHRDTO6H39JV+CUSNB7TNiRFMesfsLuHv4T74MY1GW8yhNLwb7GzQe/wAGgmWrD7w1NPD8GtEWj3h8I6JoaZ4QiI3cpfCUazML4ei/8tnmNrCXyh9YuJi50eEwtYoiXCIT4wcEjkb2zp8P0c9NWlOGXfoSn4kUe0mDK/GJSbZ/GBGm+pkBUUaPaHMX2U4UYlWKlFgjjQhfZx0ohVpFON0TFgl8Y1W2Sa6y+C3S4IOwqJqo49+htSSYh2kP9IREtjXaLqjb1/gh+0WpfRMTtQ2pVtbJe/6L01BQ6JNaJ8JCE7XBowlurR93DrM8lyoasEDaGjbEZySFArGEW5qlddIjetsbeCitEfb0ySJKhqkJeiPDXDXrEhsejoRPwap6TQ38JfdYmotB+Imei1H1MhdP1JoiSej3JvC7I6JEPRlONpFTYWlpqUaSe4aCQwJrRe9KtY7mTbFKCTSolvbY61UR8GtcKNF0oQSKDvDR20PbFOS0jpBI1H9BsvIvW5MTn0kNa+h3iMKH/G8BNQbUwRs2JKN8ZT6fQ4rEK3wbwamELL6P8RKRWvBtibg41GqeOpEdDWxnXU0OCU9flFpoTRWVplKJq/Ro/hDqFGkOc0KD0uofo4+onkL2ZKIfDKPwfg59ie+7HynovMRkXg20j+CpDnR8Ers/qEiHSN6JWUibTYlEL7Gk+ysHHCjg+jGWCgaCaUGi8G7k5T+ODbxYxVC9LP0/p6La6IJLQmSvRNDSQzZ7JHD8Da7Rn3RooxlBD+BElJJ49iIt30zar/p2M3/pxteoqj6iJvYtzRJMa0VQYtOsV9QQ1kNaYyC3RJcdoqrg0XUH3aL/AAbmy+QkCvSGLWgtWmxJM3/2FCe6dH7NE7VraEKgxQqaIiGjcCbalbWooJWWb2M9xsjm62q8MtE+sjRWkfc0Lwa+zkhKbakH3P8AImlP0pTawjmP6I4EcY3LXySN+xcXWyKmaSmJ9EtkbcHMm9R2rcGn+dG8LHt43hvKg8bQlymnBuhTkrPmpxF+zxYQ7LsF/wDm/mWPB4fCaK8XLZWbEevHEUVGvhs9w6Ub2dxTdxxmz8G2Jj7nXhD3CextE8x/SwaIdbwmv4Uej9DZXBUSyIotdG4bwxus2Txk6VmyWH6CaosIqw+DhHhtNChy1jTbY09iW2qNJRo4xtcYuCGL9E9Q9jKJi+18En695mGREoT4fWJrCxPpkER4nvwYvg/j3DzNEGIuWRrMqw8SQWG0JLMRM3LGIo9pjtP6F2RUREF9iQhcw+Mfv6KpSdfp3TrEt/4FNmRVfDb+xyNdZZCHo8ibTHcGi/8AR5WPiVjiWPXlGk9QTdH6PwGtQVQ9QhmqQ2PU1pjF73skvEh8t8DSx+obN9Y+3wtB3KWVXxCW3RDKaWkoXRA1q0tHWGx1XtsqoPG2voNT6o6v0Im42l6GzZT9ENGhvaxI3Ru9Ptccy7RyrVYi6tNijkJ70VNMtMV7wW3eFVlpCZ7x39E+jRnJLRS0V42j8FooW53S9YP6ltlE66fyK13ym7ex80cqvZXp/wDIxEG6xWbpJ1aJS0u2focGQ5af8Eu6/Baez1FQtE2IP06VIpRKfiIxOf6QnOC/S2JLBtF+xpSc2jZ2QU1+q0TTX+DhapCpwTrIJjmg6XE5eEONCY30ZJmI/DZobSX5CVE/ASal4haJIXRps19Ya0qQLQnpWbafb2KeOtDxa6Ul4Pu1/SJ+40nXnp4XZUPYmRyiaIf0Vg+DSW6PqFLqaGxZf1jE/wANpkixNQUUpw5Bomv09GmyfZpDWmfo6JPpOsnCEdkI7jrYvR/OOhpJ2Cj2KLrD6ejx+jvTaLf4j0Wxob0tDEmNE2xQQ0yJ4YkP8G+xucZf9K/oqZVNDHo9Ceoq6Lp0hmiYm30dsbYo6O2qzqX0S1X0La6PVQ6W2IvhmxLqg/8AROOkkh/VqzeWQ/Yka1aEpLQyqk2MrTZG2tjQ/wCirRGiaQ56QnmlaOJPaNBd/lcH4qFyOJZkv7sZjuESsNtcHHSB0qa1PaOBo/i8ONE0N/8AID7CdSFIjVkGdSi+za02LXKFXekNjh4Ftortn+8LdPaRqJ4mhSuCCkeiIK7NEJf2Z1CFYim6V4sxZhvpXUxRj0tcLc2mkh6QnYLQ5urWkGXbHjo4j0tGx6P4P47vwuXcN/B8Ehk+Ly8smPsT03dF0N3Rwr79GyVFFtE3hP2ldP4LTY3joxHYMoJbHpGyKjzKISVsFwUsTPRttM2iCGzE/RbHS9OtjetIj9H/AEQQ9RnhWEqFhibqErKKJ7SuhbqOFi6Hot5hFILHn/p7vOs60XCEljzLeFp4Yh0/qOY6/kvlWdEbw38LpnQe2nDxwfSE2IRRepjP/BjGhRCcmIpdBPfLBlHBfo061DHJPRLkE39kuiiFtpcHJvhuTWmKqiEmx6ufwx25tDzQTXZsaun0EvDrhN8FhoRX4/ClXdwf/XRomVSJakJDBuEs79kveh46EI1GxChqRHDoJ+n2P2NKsdW2xrIqmnGuh0rEmmyQeEnoqpU+FhWyw67vF2NiZIJQ9JbE2qIJ/Q0Y/oxNtskpsXfpUuCZmion5aME30JleMsTez20TiZHlBN3o+YNxD6w1NqJpofmjDNsbX6VjCd6VIWqY2nRgqomFZEMx5LsqKNA/wBoLAF1WEW6xCidHFbLbG4PQ7Se2b0hr9gtYlsv0JuncNuCuy9FX4xxStSGaS3jXuDNHpKhCb0hL8UK0Ntlc34K6fRcUT7hiWjo0TNiAnSe2U6G8IY2ahX7/Y3+xBv/APWNKv8ApDapIqwS6SHuH6aGv8w+no49oZUkIVtsUjg2Mbc3+4a/BLCXT1E0V2M6tDgkoabbNqFM1LYlvhPBMn9HK+xNgm/rF9kWtI3UFCQ4dEkhteFP9G0f6erZeJia6htnQ97NIZWxvenEM9URVJxnrok2zmEndCXNlPpJqCwX0en0UfSDcRcVPpRuPQxDRs/kG9ZOfRItbT3+iydEMToUFkupGKaWL6bSE54OUen8dFVdfj1GkhLCJEwbllMJh3NUhl09j47CNjEKC/4QySr+jVIaiGEa1+jTakIyStmkWMTab++mtsuDC6G2as2isN8yUHvOmmN1ViXNC20bQySQph8SrHuOtjfWhul+lvens88YkSBFdTE4qv0KSUBNCRDiG2hCN9DunaGSq9dF/WRylA0Y5V7XqE5Kpt6IkuMhOV4IcxU1mns0QbtOTDDhKrljKKVkIOjq0r/2CkZrUEI4xqJtaxz0xIYiqh/ExfFkzd4mh48y5m7H/R40fglhrKw4NbmXiMSI9qmpB8ya4N/8PRcx4I9g6SNGkJCw65hRLY+YbehKiLtmipbShatoQi6f1hPmHKcI7hwQaaXSlq2hOG3B0RuYfOj2jeF5eC0jGJsX/wA7NEjwT6sSEJDwUXv/AIpY84UeU8NFGjghkzvGjVNnuHc+ZQyC6NbwsIbwxfDz4cmGPoimyYWz+Gjpp9MF/wDVBdkM7FrVk2mvJRvodlVvRO2g6j4VlQxPv+CYTQj6EbO14yYnBZiTO6H+LQm71ibRbQoxr9HvwXB0xbdA5a90bv8As4Ni/RUFjBV9D7yfYjbIS5lxaHpGi82x4TGTTTowhp+i80+oQRlKBST1H8UQLJ+i50SOCwqJoOKG6yP70XTw3cbWy4RcDFwrI0Oz8K0X6xpMe1opROnDqreNJwUNfQ5gn0dhsRPaHU5DtEXSHss9E/REX9hEo6IRcChSuNoTLtosP9y2huIV639CLoEd6BNo9k9HB1N8f6ILAjSINwomo6NXOsdW7PCuO4BYjX0MiT8OENibkYmt9GqCE3WxxJpxCY/BEz6SVv0tFFQqUF9Cp3GCobrbNK+De/whHje0xI/pzGrfrYwk9WHTw6qjfuLFtwuprUMS1Dbpsv2Rjaeht0Vwv0Xjg49kxyoUkaHAmT+yrRFMhL0iXSU8LPTRX9lDo82f0V9P/mycH9nmyOEoYaeMVVpfIbUxsih/SIlY09F/eDS0yo9o8EhuoNlvwpR6R4isT8ZaepYGNW/qGZJW8RTveId3FB7h6Cyy1Ue0Sg/zzhKaErd3D/R5Z6MT3gpTe/obJq01vo0kvf2NR/4iqG/stFexl8F+WXPB+DlIj9yhLqFVdRPDmj+hrevRvr/svBtxf8NkLsGvUEk4ITNvQ1bJVcXfeMkmhtpMriTh6H6DdRvRzpPwlprf4iDofQviW50bRB7I3XH4IOmrHf20VYvDFi/Cw6kfWj8GSTojuq32NKCJx1YhybE1YlXehvo4xrRNo/3Hoh14fhRNuiaEeSqn/pCnH3eiwem3NCGLSUVEoWe1hdY0XxpcauUMX2Q9HmOYcG5hDJ7nzGx5UKMYimPILTCs4Lroyj5g+aQ2KMQxtQTYmqfx4bCKxpmjw3R99HxQ2WFo1enpw77oX6JGNr6Gx0R4OtjEtNnhEKrWNBetMaKw/RuYUYpVwjiIyTHukI2l5wW0H+YuJjczrN+TeKpiM/DmIsrDYvgzbeGN/DWaX4rCmKMSQhYp17ehniOobG0NtpC00QmiMEaGn8BHDApIxWgdq4I36JHp81DU7E7Ex8tDvo0LXej5fui09Xj/AIJMehJ8Jl8rGh/FEtvTTDNs8O+GMj2xMELUov8ALwM7MWpqaHkX0Pa9Eikxh8StNSd0x/d0f2m26b3V4jmQ0utFE80MkWqJkv6KpG0ig7/oGHDezHQU3EfnpCEENaUKaSFtbWPGNJJEvhWTjKPawm5GPpRPFT0xUjpcJbJE6NvQ7bSttCX3sj9EdQlKMZrSxebF7s3RuMuhfwa29HGiyQ1tpjpISC42/wAEtC0S4TePExXKGv8A4MEmtvSE+Jgv4JcSEl4stO0bKf1GJfaEyleoTSQG5+IKprzQzgYRyCs2JxsSDVYJRITtelZ+DIFhW4d20Mf6iS/BR6/wu4fwbUGbb10kJ0UJitsr+jovjd1vSRBMelkZT9J0S2fQu/hqMqm0kUF6+yg43/SkA4d35ibEl1kEZyCCTNHmtCUe1gkJJaY9JDno3RNv+idpz0qlUK4aaKpSn+41hbdK6amPonhvrP0SWnceCGzoj8RpGa1sgavo2VHXS7g22tibQ2OjYi7pcT0vS0UC88G9ODwuECJFpDpVp7NwxS2+DFFbJZyZG0Ne7pGyUCU0ohaqG/vwTKREKEwpKxmv03VYrmKI4bSLqjsN2WhFElLG1DUEWwhN6sV7GleFSG6L3CLil8NaScxWHix1BsHYKr/60Ju20NguJwnscjcGuKc5w/wb1rQ500IE22xOoxCFFEUhKEoikTLDHmFELa6NOOFHW1GnRPZ5+loMb8HFYW4Ou9wc7eipp+kNBFTwbQ2JDgjSL9CGhD6NsSXMbZLRRuXE34wUj+CXNZeMrwxZjVEiQgiEwh+i8H+jxd4oltjWII9Hh5fTWZfi8XUwloUbHIoxo8jYtDMNRaF+nlKhoX6RRBTHoh/wa4KmNtTRQtkEnJwRNFjThq4kZ1m0iCC2z8ER6PbOJj/NicWDTo1o08ENvhNPDebf4MS0N1Kn0jX2dzRIi08TE/RYWf6MuFvXxeb6fo1rKzomI81/LaR58NrwiFm4RcLEJrMmE8+5GVpskJPR0ti8KsPGzxjbNFaeFgkPGNTB4qtLrZdc2Nhp0abMalFXwfZqDeWINGje5Bk9PBvG4JSoiLSg0yKX6GmoQvAQjWNf0H1s2VTYhZRKxaUm06hEpwStCtl1M2w4i3Kfo5vVKjcaTo3hf1jG1SSI+lxNztaoxo1GLc6GzbUFrSGtDh8IyTRFUvCFpDTWKEbQvR6PBsjey7E9DTF6T1oQ+iU6KkarIiQ2/wCCS14cqbEg0jmkfQ9Q8xsXPo41o0mVN8F/R+4UOxo8K0dcJ6xCRo39ih/QIKewkeiKb2K7E2hT00OpaopYooRL0cG0ktZN6NJCnVrAlLpODTd2i6tIegJJ70Kl+CXn3/8ARrBoSKnXt/0hrgiJeEvab4InXUNyiScTVZ0EiG927bEiJeItb4h5naxrfODpsS5D2JQou1IQaODxHQxOrGPbxiwxBhw01ZVsFxFfhFUSGZkhMwVEaT/9II0O0/bRIT2JP3gkNSCjxpCPumoM9O/4WaE70dKIqhSqIT/wvnpXBSPQuCGkfWGzm0VM9FzC2eD+iIOFg4Gn/wDkXXkG/UxsTpvhubE1GrcP7h+j7ha/EQS+xZxJzYgCTez02jpi1spnqvXh5Wv0W6eyzfexESXg7KaVD1pN4KEnv+kxJDmUQ16V0hWpGwcFmLbGLtj2SMS9A5U9UdkC11wfYyKmmuaKgfCjbILLrYybk8NO2+jxi+U+4sUNfZVrfwfbU162Kz8n4OxRQSd0ilm6EJo16VhnZslFZAkaFRK0IjG0kMXZoYutX4SUJeiJCLfjbInjVEvoSYxIhFiCCpiIQbqGI3PTUXaaLWOPGksEISHMU9HolGM/rYi6jTVJWWrxwOTY0CRsZ2j00WXC7z4QbeISYT+DwsP4srPvCGX41s81mM8wk2l9HH6NsaEsNvgxHhO5PbIaKtbF+j+xs2NsfBDFtJDWhsdUwZBDaFrRwJR0vDkRG/Tgzr+xtG6ym2LO4R0tCsPDf3BFIdLoZD/hr0cEUv8Ap4sNZdFhZtws3H8JsSxrH0NY5iCPR4fxfTeH3Cw7fjr4I3nWs0a0fgniR54ZZCL0bIWF0KtFiGgt9+iiGiijFzlE+6aITb8QtP4kNVOo32jPyOlbcQjDxGmfSEpm0qIkE6nWKUCbWhH8SGmVM1RGe2P1Yp/YYnSg7J3rHVXn0W0gkKb0xkdiIat6xJuyWkyz9ArcPtjTRtJQdqM2ZVD19Jf9G/gIptiOqlG9Y0aQz/5pW2JtIpWvcbwo1safRDhCLg1sfsX2FIe0Q1/v6iCOJIn4S1o8Q5o8aIJrf0eEaZrhv7IP3DqZwSwyb0yKkYklSdaTJ0iUKSi0hojglGTpoOk09r6HCT3gQmh00vRDNzuGX2xUjvggoQ10n6I9NDe0LSL1BK2/B+xMuOINWIWGhsa10Tan9oYnNTgYG0SE9X2ZWq5aE/cIhutaZRZm/pi6ptc/hspvRZJ3QZ6bYq5bbeFNg7TqimPuE9Yu1tEY10Xqi8ZVIFG6isQhRNvh+DjbrMQOjO6rcEnETYj0jng/Jt3/AKXW1dikEvELiiWhGReM7RMOoXeoaJiRoWz8LP6HRSqFheibe1jpDLpVkotDZ9oq+hpfcRvwX6baxU/B+myOrSJ9iQvWNImtEo9qJpejDR8HEH+htro2Z1behcGxcG1MKvsa4PyjaYma1/8ApBNUc54dHFPEVAKexISk3gn9g/oge5ZpWhVEjiwainjRY3ocXrNsGg260JK6I/sIb3/BqegtPXRocMw39jK3Rp4CY9GIfbYinjg9/mLHrvY8PpYNbhTX2NuNB6SnaijTatj6Ff8ARKS4fwSFpRJJJJIXOGzpG73+H4GttaWzXfyMYR14J12w3BtPRVtBBtTG3BTF5R1MhWFV6HH0zYLSg22WLhwinEI+gLyQPda5oY1jd9L4N9HJpmp5lmJHlVDFXqNeFJhSb6IUo4TWzYjFMRMXH3Q2RJCY6MTaGj3/AMF+FuFi/J9+DGJD+U+lijcTw18KJ6GvTwmkN+C0sNYcYZGPpES6NELRR7FYQRfeyuiFPBkJRNw6xJIfgrcJfYtY+I6JNbM2mY7uhfgokNVa6aJ4kg0iIL4LQvWIbY2tCT7R7jJpIfemri2kN4uY8s7lM2a+Cbx0/osenuXjfpzDhPgssgsxY0LbxrNPvZefDR6bHRZS/McjnBYkWEhYmIs+qhiK/otkksHWrpDSFmIo2MmlWxkktGsaUoJr8DyJ/Yok29TRuvhmnT2VLFkoupv0cXwenhuD2SW2cxtCdWipriR6/odI5YSRuVipUi+gvsbrfR6kx20G+29hLtRDZN3pDopywg2tp/QqmmJrpLEe2PUJusWsvBTTwa+9zg1bTNijVwl9+H4LRr7I2z7qKMUmFEKJ3X4Jb0InuiX0boSdwF5Q64xInsWWhPrgwTdZPpDpNQn54LgacFHBp1jrhvh0aFOn8E9wpCbw/Br2It8POHKIaUEn9E+il2yHbbLzH/BZJlNCmassqnSJdwp6OGqTjaI2pCs0UxUx7wk2zmsaX0OqNzR4wHFy/PwW6M1M3Zqo/rHhkI3uCuiVbFs+wkiSKmhmlpDRsoHH4NaKMTu1OIcXfC3H0FAkIBXGhlZ7Y4QloVaF19oW0iz9FlKMRD05oVk1JPw8AutjHpS0UXS+zHM3IqRFyMUn/wD8okxFv6JDawkSlvAmc5X2IJsncDroM10Nm9i9PpWz/SkbE9fUF6MTUNEdEQt0OYutF2N66J7eFkKvWPfCFiK9jQqhoTS8G0VYYvo/2CWrTSF9+MZS8wuq2dINsvI8G5xjsNzuE10/ROmmmJcjL/8A4EPUy6Jppwn4OjGlbx4cfVBqpJkr4Pi2zhVCVpjRRk20GtQmYmI9Ml9mxFfBkSm/YK6d+hOmJuBPyEkXNb/WRPe3sub9J7E+RqEtpJN0uGwefoufpEUuk+CbQJqiPp4XNEfv6OGl+C+i/wCvtDTT/wBLZdTjEx7UXQ9DV6hX1DT6LhNfjgvc2O2bERJKen74S1qkjguk/BLqi4fWF9CWtI7rzQlqo7Dhq7ps5FkxapCGiT54Ue2NbEF2iv7FPejLngY0OOL0+qhE2Wjwa9FJiEx6vjaxr+l0Oss0hUf1EhaJRJR7YU3buKPtDG4mVPKZCDSy8sW/h08x4ODNYcXWN04ay943lD1nYzT9wtGjyD/WyJCkQ3uEqJjuE7o3R2CtTG0LhVY155j/AAf55j6TYrsrPIxNiDSRBF1RaZKwvDpV9jexNbJoQljzRuw8FkfNYXBDtOiGtIdwsKkWViImaMRsfxYr8ds0vhs5lfBYXgy5aFMvHGae/hr7xCQaxPghii6PD4NndnjCZrPD9MRWx+nehNzSpHvkNtnXR9IcpokJGOaSYgEYrR7IcgJOJCK3MuymTssjIQOF6Q12vxEpt7OJDqpKG3WVTX2x7Rjn4CdE/RCJXY3tp4NoRyhikprmhKXByyLf2UXpst6elXcMQttsTZ2Vi2zJ9IRf8HbdNsXFNQv2EbXQ4hLS9FosbZWhUV2USdHBNI2LuKVvSEt6G1vMyI12MbTagrNjRD32h0aEvpDQ1WkNWVJBVS29Ji90eCi4JyjVUtDbiGvhY9RLCkNupFCb6FjTZO0rOiHVXWNVf2hSaCOn9YunTs9kzo6St6QqtULlUO5soQuAlpQJNCQcT1Coo2TDZdvRrdYpFyC2l/eDAdmnUXSZdejOL1dMU3onWKWoy9YIwSJkeDocpUTYySbcdE3wJn1ZDKO72cDQVzVkNvR+krpIV9I91+DMNXAmgQnoErRRSyKH5NtPY1T3/mmN6WNbsv2T/pBqL/p9SNlSu7ghJq6KYdL7FGdXBouFUxlXCtbG9VH9cNlGpicOvDdejZ0gg3+FhtD/AIQnhA1BL82eEqQkLTaIakKhsbq2WJwe0huej0eyx6KVj0dP6eUuz0e0TSpuFQ8SYyNal6S6Vz1inMYSsGzbbnh9iAsnH4ONL2iIqvT6pGfQp7F9feiGu76UohxW39H7q8R2n0EDy2KLSg5a1I18uxdTM54IOoJNl7WLWvw00nx8GX+A1M+2yH/s0dw5jXTK7vWmJdXli0N1IjjEq2PRM8SrCo9H0N4cT/6a5peocFWjWNH1/wDqSTFxt0TaQ/8AAUir7DV1SHaX/ommzvmhq15cKWmt1weaS0Kt/THSH9oWtMaOxI7j0evMdCiWyahERc0/u4V+jcuDY9RffT1wfw8EcxdkY8/0uz0TF01dmK6oo/8AporqqVP/AAV9Eig2p15YYzYv3Kx3DH8ENvD+LpHCY7fgjp+CXRlN3E+x9+LP/qEfg3IhuJDWi/o2qVJSnBNDSEbOpCcY9rCdehq4eG0NVnlPvRsNGUuG/RdPyGjd3RvjrNJE/BP0Whqh+iRofRcuOISbQ8N4us6EvYPSG2JfQqWrhO48jy18PcLMWJ84deh7JmiPbjTN/L9R/TWHjYhfBT6yycF8vBnpULolN5Gh5I+xNPYr7i0XRP5hWllGqeukYJWURpur/RkZMQ2mNaKjLJqDVoSZ2kpZM0kH2jEvw505vpcNMNceqhEPN2Ie05+FFN8Vc68o19JsYkW2JkSKlrTZvVYqPVsXnDbRoURobY+wseekloX63Q6xPghf1G6Y/wC2Ypa4hrek9J57S2xRJLSFShf3QktQjpqFyI0NYa3cLPRLCaPPwjpdiNG3nBIz0bGr2QKBYqZPuFMmkVpDZJNiQfiHH6LT9J6hLcJW2mJLRrRrpH4P6rxSifw04hqJVRj1oR6QhkyzSROcF0aexJK/BWfsV9JM0tdIka9ETbekLGE6Q12u76hLaLMGjZcYjItmqGqigCy0bJFo9enCO4bhR8Q2o1Oxv8EnwNuLuh3ePZTxRPFWWW1WhcNyfDQRh/o/DehfGmSCujzbxosMUppMc1UuaEab39hFuBc57HsT6J4MVNIZekNm1QTWg+itF/Ri1ND4La/GJJYmul0iYQe9+iiaOiGkXSie6WRJn2xb4h7IRPYmuHPRNiWSXDRKNDQmKEEkOUaEUbdQ10NGtEaH+sNkbfXl1Cb3ob1iQbUR+sVPT8RXIVDBDQ+qFpqgpdRz0CiYl2th1V6TEtXtskdWhfjgrf8AbRz23BO6Lg3raolDfuEmyC1gjZ72K7uEIiH78Hbd+sSl6xdt6KbXCa/gbiex7KMS1p/ZFCjdMX7yQmSVUYjn8PRuSDy02nGX36ej/mxr9HYI6IJtDa02IqjQH6wqbCdPRLLi2JJKhCllYhxr7GtL6EwU19mnhNje3/Svou0aTF/8EaL+x5tN6DAId2Npl2zQ3Xmxta9o9qV6bg5rZ1ssFeEouj+LpiF2dogiCbLZxSxVRDk1q28v9BjHcV5b+FxsbFh/wa/S6xNkGIfDWEldleN4eKMsQ3cNO8xcUuu3Hmx9RFEPUExqcHUxdhpmlhE2x6F0biwiiyV0jvh+JjoyBJjNlx+Bq6MR3cHf2JvZOiSieEG1RPjENET7OJCT91jgkZr/AAcbJmDTFtBIbwb7Q2VbP34UWHMcorj6x35IS0NnWIZ5iTNxu/FZ189MmJm7PPlpHfCFEXBvo8CI0LimUbOcZU16Q9ISpMNW2MaoeOj20jZKM2P0UlZSLsPbX0QjQWiTTe0L+miif2Y29tkhDV2mOoZ7Qm/qG1dM7CDf4iC0qONxCcuj3+mPQsJi2nNL6LBasnRSgo2MalCVVTYv0hfyIdI36Ia4hUGl1DX9FRr536EG0jsrLtEu4QyfzojlnsZtF02V1Dd0XFxKqLOgmX/RdoRrKvRd0VD1/RN73Ni/QofCmma3oTsxdCYn2/Q1l6Db0UzyPS0TsFWQvp/ha1lv0Qrp+mJBDGgxez6EtvouHolmt/NjfShCOA0a6MbsWhH9kxn17HqWzSHSSHegVTkcLD+8LhfaiNLVFdJeCwbNjQrGIy5656Jkb0LzFg7KfwbZRuelGVh6a3RjRUIAiQ9FEJVuDSlVCJNkxDhdQ+VpMX6SNmmoU26xLRoTH9iSfRwSx3ZtO+mJ1o9ItpTTXB8SmOLQU1aRJ/iI/kaTUFtkPqCQl+ENw10/Xw2lknXCbQ0xKa6JFPd0exCRoSWtFNRiaE/BiemcEIT9oy3Hp3RS2Rn6G29lg3XCr70a9GytobZ/Wys3UUtQyYbOtY+wjH0RsfB/xJak6jlQmqoQTXY2/gRWCaFTu/dENUtQ3UxnPoarynRJoQeNJWbGhr8EktJhsbfUJd/RrE9k1uwUjyapQn0Kd7TN/fNjXi2iQrGDR+iq9kX91bHNLjKNvtkaMbtZjrdxRacPqlESaagz9rlJafjEzSVfC3BP0fpOkEVoUJwJ0ED6DyIVXC9OoZJuIopBsaJyi1prBbr6E9ttwRdn4abgvPTVXwWtEVUKDQzXrzHTg2meZQtDetHonrOhlZfDZcdba40ZoWny5DNtCWFj+5vwuF8L8G2WiXaNFLj+GxxncPERN/GYR4NE3+FaSHN0fi8g20yxUWmynhBSn9Hf8Lp4HP4WPHB1saUFh6RKh/SImh+DG8coujGeCP6FH4PQ0oJtWj8E9bZODQ/wWxf0YhsfS96y3BD6sVVVl1/8PNky+LGx2CQ8PF+HnBb3jTxceG0NaOQ6PEmbrCx7mZ2Mnfl081iMUw2lrGsTxHroxPL4scjD0T4LBYkLBdScLKJTtiDISODtiIS3aFpsMklZFRxiWokxJiRNaXKJsjTHC1ofI1RRwUom/wD9GmzY1hLTL3KGxrz01rZDS2J/vRomqcKULLbChK2WkV6cFuLcHJl5IUOsbs7+Cp/6fQd4z9xtzJ9YttsQ1XCF/dIYkVu9DqxXwOV9IQNGh5LhtFTkOIz6JNNNcEOqCWmSdQt9GMlgywu9IrJ9HFWUsP5s4hCld0L3YxGKi2cNlCiXora0VifKh/hKvwl2NQeGmVovrGJRDbemX14S9wn0bbJTwRskOX/NjEhT8wIum2Sm6j/BPsKkof8AUJIcEhC9vOhyZKLmNl6Vb10fHUTG6is/gn+ldQ6AVq7a2MjNLuCK1WUUhpDTcE//AN0J5teio9hceDYqp4Npq2xLeFhOQ+2SY3ttmxQZbsQkajQn+zY9f4TaN+H4LQg/z/Spr9OAJDCTHMKJAiajQwa41tw3ApC3i/gtaLf6NLgOYtQ94hOUQ/g1OO0khOHu3jyIaIRBqvgleoSOG2+EGjf6iMa/cJpaY2Lpw/g6GuKNGxuvTTRtftDkK5ERosF/DQ2yvWh7O1pC9P4s8NzCVujYlD9KXzFP/BG1r0UmxqL/AIO4k191D8RcHezaYtj3rfgoT6Eamk4h4gkxwrpi1ba2yxs57oWhLQ0mTY0tYSj3ji2N64NtYmofzKsgcT59ko1qDUs1aJWzbQ9l0lSzUR38Nodsw2ZXcF5vr1eCylJVEDUHBtQTG31ojWvBp36LEh5V+IoWQ1q/RGm20Xa/ghPv0Ka+o3kdfR6PHPm22OqYdTevUW2npfQ22bbG0htJCZv72S/0Q1psczeqLt9MdWhG3sSlnPsSn1NGiPR+G1mZZMr3DVEqkNv9WhMv6hL/AEU9aSoY2nB2b9s9I4PWH9i7jz4PHuV8HiH+DYmXFzXh/o/5neJ+Y3m4TP6Hzg2ytpQa4ipDVYykdIqxoS1TSiEMTEqjjojjFbhBF2hv0Tex6JlGSmxPR5BLY6NWiYrG6hSG6JLRHdHg3csWkifTIaqG08TexNYp6KqLaOlHlJcy9YnxQ7jxfBZeHB243hinw/pcbKPFy3lLDymNdz6PWKTdxrFPBc4NRbHGFSOEXFabOYMl/bgwNnsUiOtGV8iHkKIPE0OBXvByneMWtfWLpJvpqSuFIjF6mx6OpRJuLZaielq/ZVZBSUKjRqxuJ3gW2kmmhqa7TaoR7Yj6Qko5oeuEiSFT2FtTVej6tQSSj0LaImi2G9vBPr6xuzr2mIMgUx70voXY16WoFmr2K5z1j2qJK0ht+0uIgNIh/uho4yiQ/DbPSbHeH9DSh5DhOqlaF2ib6JqC0zT06G/CBJNsabgtMK2NQmfRxGRIiw02KUarI9YibPDXaTClRV+iY4m0yk2IaX9o0VPEQpW2PNdCI4qEqSi0Qkti9Zu7aFXVtml4oT2lFBcGk/0e9WmeceHueIX4kkOTokUIbdQT1So9ETRr6IUlpXZ0q7imiHKV6XSCSJ6bbwjgkhMohNaGQmiC60hz1bYmfwcA1KetFLo2bPTQ/UEEkrodduTmxAVF+sShIbJ8ahe0l59C1brg+jW9IZGa8EFIZuyfgl2aOEpIGeQvZoZGoJIn0QbmjS4xaMSoftn9nHcU/wCjaXelELBsKWJ1f0pTpU7wpbsbiJF1i8d0Upz04N6GmlRKLbOcw+SF8IcJzCwf8NB1wfpGyN5BRqbfV2PLSTcolJriM4LQsakNyFR21kQyvcIKLth6Y+CPglPRSjg74Ro/C42z8JanqElXtrS9/o4t1+j3UehtoYmExfaR3UGJbEjZfp9EmmUu0hr9ODGJsaH0V9GMdFq/BmvwJNv8IaSQ17OCMUsvxi2BGyjfp53Johp/jHHt+3g12qvwehPyCSEtDol+zQ2IdtVsjn2QbrR/oWWPUKmO4mn4rj05RssK0V4XR9ILeGPtqtxFByaGw7LZKfSw8Qzo88BnIPh7D8Ys35sS+D6TGh8EoQ8HZ0TaPBI5aPPBlw1hlGLmIOX8IJujppr9JGJtpibGYtrp9CWKaFSBrRppnBDfBjr6SYXWDz0vcl3E3j6GGk3o77jvouEbSFiJD29NC4J6HCHNlvGDuox7Y6c2Vj0hLabPNw4LHuJs2kPzQ2iIW/Bn6TCRfhvMxS/CjfxUJvmF78lmbPD8uXm4RB1i1lZSGPH7E0XhFsXEQ6aNJOCjvJNPBFStscnWxyOC9oai4QbtIcasoLb2LaGfXGqg4jtG6De9FK1ES/ohMi/YuxJnyj9/SgqQaUF6IPoe84OgpGiRaNU6cSJaFeyAa8LV0/Bb3jvaKUBcCNNTQr6mxLqBFuDXgSNExqvuEVdkNqmcFofuAmlfFscG/D6kVK0bGhKIfFCEHrEbGzsOhrgn3mm+HDpeRn7Dd6NlZAtqJsUEV6EgnoUMabL6dVJodkhFCa6RNDwkkHGbpdFBwa/4RapxuCe+YcSo00/b6yOm9madYo/g8348LVaEMkeIPiLUc/tYQnp8LL8onb42MIIgjtcbJKifWjwF5caCi2ybP9EF8E1mlyJ/p6ZsSsokh7m7PueCxqtjU0rVwh22q2bRafY2GFJag0JW+iq/qDkFXtilLrCi1ihU2SrGTVXCyodDXKhCoq43/wAGSn2oVq7Q969eM20QX0MGpODOmNOM0kiR910W2bJoVB9iaWxdaY9oU1CqbK5so3s2RY98E/abG8RftF6yv7GzY5V/NjhWbiw3B8sG5MM48Q0yeERt36EvIM2bH5TbL9l3fUJ65DxCpYJxia5NES/RPQl/ts+7xIYO7dpb8SaLKkxDriHpRosbV6JD6FQ/0xAfCFu1jZb0f4an7jjPdDxWXcKN6HKmh82f9Z/Q3Skh7QkdwS3+ifZquiUNiWHFgbaQ97HeDZCTU2LNSNvR/DSltglpvehqCL6R/Ih6LWveDK0aFu4O3opmn2ILTotLYt1P/wBx7T6sJuF0Xf8ARVB1G0N209vob3ofe2lo3pqC8Y1lrpLR5zEIcx5si+hY7IaQa4tpCm6+qy+mbWtYZ2hiHppCvwfy0IbXwuimkN/Zw8OZ0cHMUo78Xj34ImCTGnKM2v6MU2Y+jRqPuPfwbjF4yKEU/RvosG61hacHT6C2fZw0Nk3YyQ9G0JwW+D6ti+kPf6GdQ+0/03oSh+sTK1oXaIPhwuPT23KEVng29jHgq320PwWGKZ0UuKbFJiEEnjQ0xDzwuscZVcP4a+P+jl2PWyZ3M+TFY+HnwWHBLMNYuHwfDgrr0XRohCFPu4o/Phs00JBQRqIWvpXBZRRNjmh7aNnuiV4IVWSS5UhIgrZsRQqaoxUhFVGynUxhrX6UaZ3YjXR16Y51Rb010mQ0FxhpEYRDTHENKnSMNnUU+yHJpOEN0E+lNF4JNkcavSFjdDh02JspbW4JpI1jEr8hoQ3eDzTYoovCq+jGPJOMZTgTvC2Op6aOiNNjTJUMSlw0n+QX8KtQZ6K4ld4aE7in7IXzYo4KpCbK9lH4KzQm4fVidCbT/wCkFXhKjEjcNTrqGDnh4RFffDg0J2bWN0VbS8N8W7wbpJ1eoTpdEXUizzDxvY1B1TUS+jbfHNjtnRuPR+vompLbW2MlrQbSCeUZvQiJtwWkY6V4a6kQ5CvRHdEIUbFqPDVNaloaYwn0i4QhJb+jmpXSra8J90bqhVnI9i0IOkNqlg+lXpJ1ILVfgs69+fgiUoc2g4+3TgmB0WGq+xCgYio/pVT7guj/AJpDenhOfAuvw4gNiR7Q2ehi1JxjaN3+raIWX6aI4jop7cgvkqNzB7HXS6HUG6Ol8E8eIMTngnrF1wb1McaH0f4L8Y9HmypeHppCuye0vPobWsbOCPBf/CfnD3Q16MS1jWj/AAW6PYceyY8I/v8AhZV9hN/iElAJWqpB3LijPJjRFG/SzqUdfuOUv0VX7h/w09Y4jS+qV7G202/EPgTZo87h0+DZ4JMaaaH+HS74L1CO8x2xdeI3/RBtlmx/o6LnMfQxKyhvpeDTw2cqJZd+Fr9JiRLGSv8AQzfaUdNfumjJdo3twTp1PaFqESWt0FhQaRU3G0DVuwnCReQ1uwQ2knoaZMUdYvGjSjoqFk0WW2Ra2pejR7HOoutIv58KxY0hXCqIKzU2pQgxGPYy6ue1Y6bRYZ0INj+KKLfwSWEJ7GP4SXZNwqg2PkmYaGiejUF9lwrjz5vmsf06h6IKbpi/+C/ojd1hRwaEp/Tc+CEQK1DY1yChbGc/rwr96Wm8eitEnuooQWtoa2I0R1CbcOpT6BaG9CaNMeiidb8FoXg9IdQlVCBuHXRauBpaJUakzpfG5Xw4buGIsxrDQrhi+LEQeGvgvh5CP4rvwbxz4UmdwabGoibNOirNNwXosIYim9MQkm6NVei3uMUiopCSommjfWIaSbHuYkHUzQ/THGnNG611EvvEuqMtb0QxOkDRv7bKpxoYm79g6aQlKLg7jzRf/I2euC+j0TKk30VS7NN7VDpzHL+wwbtIHSJjKSaMT6IShpm16RrYmhM9qnBwDQMLTvRLJlpiX0RJJ/Qi36M9Hg+2RuehxWy1FbrYptEkLTHEciaLCdMTdoNRiRNfrN6P8G3UbP4R41ndlEFWNIej/ouK4bcwaJDZFsE1xoadgnFoJrS/GIcD4hB4rh7jF1+aI4FATTf+D6W+aFhIbo3E/wCDe6HCBpJ9Y5V0svoin3QnsQto6ocXQSSM/uiGHfshpQfU9Pz+jHT6LiP74RH9bxGjQ6zwYxfuT7CzJ/wE2hSMtnExpVbL+Fe1sVLhDjsSdVNC4nabiYl7TRtjcFB2qh4kZ4nMItKQpDSfUO6aCW2Go03UIUoWmRDdWr0v6xFlaxWoLZHL7ovf5EcoYzf6o2UNNKkzftRzdFnKhw+neyjIrNxkaexy0pXogxK+aL9lw9qjkX4PpuF5sYjhcOm/oXRoSIXRqoXY9jb6OJVHiEvw4qyps8ZJvQnCAuX0kJoWoVlIekfgyoXGhk4/RfewZpTzQlOE0myo166NbK3hv8ENtNuEJRUc8KVMf9KyPo1UsXxD0NlrHRuZJNHPT1bF/RL+CXpw0P6Eaejro1P6Pv2eEJaIxuCVDRRCYreofXE2mim/EPQm/pMZ1/Sy+C4qdHaKDDV4qjaIcdLQ/ox2tFVbIilH6sRqQnX9QiJNePwb6GHxNNOjSaRoS0Jvg50jXlv14JLaHiokcZsqysXZ08xpjfg4HnBye25/9EvXEzqY8NLPkNl3j+/ExY5jmFnSRsZYUbawxs287ZWN5Y9INj4f7juNfA0miYE1sm+itRC+x1+bONnqL68WxcowjSY+nh6hrYkdeNjG0MYvojnBJwgjQifoiEsF6TWxGkbHWK48w5oabeyMQP8AgnGMhi17ol0jXr5im7N+4p/mdiPfjNni+DGTNw8MXGPQiD+DwzwZ4bx94mdit4XF6T4+iRobqRNYWWVFxjaP08aG0IQunTh6Ps1wTTPoo1Zwl/wNVHBb0F1p8QgfqGiYVjbYbUFf+AtrfRzA5HhzynS7HhSpjWxoas/qpHHlbEAB/gGW2h81/wACS00JJwFqnWzdrdUika2NILqKD6xqPpKj8THMkNJtUxmgo3f9G7CD7ouxzaYtIQbY2Og0yax4yoaGbJ1l6JliNkdMbF/T7IfTfV6fQaiiQ0MJEING63nKNVNDEaR7o/zYl9lJISaXGJav7jal2Nn4GnRKIT+xFjdF90rVN04MzXMmwrgRIuE34WBv2IwSdYwiRSRcGi2KYl4KdfQvTbdiSmcguy/SCIxxqbQzU/RMN1tquilUccpWlCuCaH+hqo1CUN6YutttGk3sd2ySJBJoLu9nAwrs19DTJ/iZKEgw4hbWl6FVBu0QpqViS0kMLhNLppVrf/giJA9yxJDzp6MG2rezcoTSDCLYSZMmP+DFa06jYTXhdb7FVW5xaRDyamxST4bkIkH0iRIX7D0iKCfiIV9Yx3ufiNdE98om8Rf6JnVHqqx9Z1vrG9lK7sf8KpvU8ENtKidNMhwxqi0vw3UadefJR6/p0hm6KnNGziw0RCUSdEWPwVMREOKOqbWkJuD5NH1CJSjdeG1FrYhNl6f4ycw2/wAYlRfYNexncaFNXo+I0mdui7vS4PTo6/B8KYo/pGjg2uFQrscvT6qNDpcUht/Y9osOjWz/APg/Wb8RubEz4JCRVrWjePeDHobo3V+417insOMupei6KSGyE9DzcuH5NIbfZXYkVpDf5C3RRo35l38VG6R/jOJCHND+zofyrHUc0S2vfjGnbSeEeTexSa3oU55vSTJr7ofkESPjHhP/ABiJSqiSX/wbgi8OCpacH9ItQsTPBjxdskJxFeRBd9TcQjxTKpwTTSG8bsM9GIT+CKP4LLPMREGcGOiG9n+ZtbN4RYUZs54U14WZ/wANaLfPjcC6QL6FBsZ3Q0PENi6KeiYrRiGOC6PgiYJMfRL9wyux7YtQYhnqIVqUbGxLoqmeX4J4qImmlxk2dw9aYkoSNDTEui7MrOHrOc+LXBQ2i5X/AI+C38IdJ8X24SuVtnuJlY58Yh/D9eP3N+GhnpwJt7ixQUpoLhGSmyfQtk/XohTZAZqeiGrHW0OVubLByiWNeCRhv6Ft701wUwNtrqNskka/qDBvprglE279USkZJadL6G3IP4Fef/BSVbXg3b9/WQ1vYztnFexNrrwTvfCpujRRNwf+2XEam5RST+haKJmtt9KNXejZXw0f10lwQNUVZJuvCxzopIl1soyGeLYwO6IyXtFelNBaQmhevm2hrRr8HVdDQxHf6QaYsKOjZoTRjTm2cGtBbK6Z7BbRdjuhLVOQezwa51ovqHt92KTTKmz/AOF+sLQYpSHCFBbZ7ohJ4Nq3s+nC/gSi0sK/MHs2NvohvjNhwqegfuC/4AJWJkg0NCT69KTst8NSSopYT3F6CKyCm0f5iG2hGTu00vWvUIOsannDc/A1nuimmhfQPn/4TgiujdZ9jjbFI+pPVW9kcVmt2XqHN8EbcSdNWyoWujvo9DpUwJyVNCPEnG/TZS5oXY5sJFIVEEOpD0PaIWkPLIkhf5KwapGkNf3wSh7WHpPTh6OIsomLfWPl+zRt4TKNsgkNzRUrhYxhsdguXWG3B3wpzZ4d8I4WxUSYzmzRpwXEJ4fUaHjZoxPCbNbSGnW2bPdD0zY2dEpw/wAJVEkxbrXgt0tFeMT8pBV4ZIanYJ1Xwdm4h5Taptq2MJoKoUHBtLQ2v4V+sV8PpbL9lN0pCtDE/B0UptFFCi3ZBSCY+hI0jnCjN/Q51D1IfW8bqOeHNU8UFEED8GSf/VC0NIddNyMtDRraFpP+FG/oayEf6DypqYNtWkRek+hw2sJjSZESfhVJp/RmpM/fCGonGh93hwTVCRJU4SuovbKhPbbaEIhNwfghWzcPOh4qb0NvmExs8mYeETeNjt9YW42kFJlawqIs0W48w4I6P5cy18OMbHPk2sPGsdEi8x9DHwp7h4SDbSEnkT6Po+IVUSG2sNPHqooGI95hIu4bPT08QSN/DRDton+YJE3iuzDcNiwe0NBqniIUWW/BGveiEtj8I2Iys0JO/ho39ZNZsL8tlf38EQtFloh6Icw94/mJ/wCF+C5lZcxu0mYUpMUrPMvOsboXYQmhNiYrBRCw+0INvomgZTpDiQ0+iDUVHLcL2NBbIc96PFqdRLT8JSHLPlKQirsv4NbVJBrfJ6JeiMZNrQxEGsRL7F/SEh4Newq9cSQ6XNj24hGPnsiXgsT+ikL0XGvaGOxrZ7MKYc+i05wWEhCX2xKvpjErrQudCV03eDV+LRSHEiy7EFKiWoaTTErgp2i3NIbpUcEGiR6FUuiZ4H4hPoatNftHrpBptiUXSGiHt/DkGeI2zhNUSs8HUb20xLY/w1IRIuyv6E96F9+0QrpBOWlGptTsKiv6HI+7FP7PR+0/UWdHqQ5sNGuukWX0Q7nPeqkwVaGFlfgxb1/ortxiM3VNlS7JSdpba2xGnPTVW3BJcF3eENmvWJzLUERmmNY11D/SJ+iUb0NJ6HTWKWJiu62Ob3vX8pKa0h1GgiSW94mSBzYqV+ojzX6JGpY+Ja+xcSz9+yvWH81WP/RKhqJG0iO8FlYx+stCRvPsUYF0OclRS7NLZESwnWn+MZpqk1tEc4Rw5BMVTQnIbTH+/ZBDLTQypLh40bwNfWxG6LZNfWHiMsHsVRKfo+l7h1Pgj9h4Zfz+E9WhdNsynRTunCe4NCDeC9jHRbLRJ2Mrbeej6JOTFhTsbro2w9IXIIYj/JBtJj16hBh7ib4eFQt4X9RsQWwkrITdNfWLfB1rY3+naRp9K7/C62MdOMTSN+bbFCqS1bRGu6IMLbRMer6rhRE1UMY8rNHLb+CswY0YyqLfcKaVpa6KYk9CErSrkEJzCO4kXbhZT/8AI8BLjJXhOc6EXTFs+vSK3Y12hg2Nag3pvmhTLjFw5j/T/TRcJ6P2lFItL6MQqbi+FUkLSdeGKbfhdcFEUb7lt4ovhTQTdGaQ8zDZ+jYh/Jly5Rr6PCEIV5l8wtCtlcNJG3C0c13BN249POD4J3TQnUhJu7FCqiXDTbxvpCax4ek0N4fSnWx8QuCtg+i2aENu/QmPhahD2wuu400LSR94VG+w6wTYuCrVp6JMVoj3pCZxlH9jNFzu8z3HPjS/BZfSo1x/PZNZSuKeDeV8DxombZMrh7ikwsNejKom8f5EkyG/oTGPg041xi1wkRb9Q5O3SXUOIR2Pkw86K4VUUSlsu0JW2xVqU/ob24noY1TW0N6gtL20R+AIe4Sn/paRWNY236Lb6xxclrVKCn/7LaiCFFRRdDlfpwUzc6nxiql+sJDUeHWksT79R/RWDkcGqaE1v/oXX7YhtFAagqEVUlRuJXp1umU/4asIXBWF/wDgYqLtbFoN03EJOkdEsEndjvDwn0ag0NaZCcTY0if8GtoZt1/RtsYlw6Nc9EJSBp4J+jFvHUVyng7qZNCvsZBnTb+tUq8Zq/1s6sxqK+nB7ttNBT7EFzSFz4X0I0JpD/ueCYVEMkzQp/8A0xvVgUcpsSlS9oW1sSjTIKkewhBfQ4FtiRiQupm2Cxv6RpdGsJ/o36Iaj29Dkz6xirT1f4IUeItNOiY1+qJYNNoPrOC6yx0LluONC3ubW0bgTj10nT3lOgGi9Qo2hoXhj4uj6TV/hpiS06E3G6Nc3pfwQm3oStNUsaHeicNbpqbYgkbWhpSOoW2diOECcGKu0uz1ujfBfaEzWNXRGJEF4MSpCEtiKOt8FzWJB8PDjPTXCCYh9iF+DTQkps0aNtsYh6gqh6EYPAntjXGM0+jeiq+IbONENpjrg9l4iljawtY/0RuMfg49QVa2XptsSU6hPD2wnOn8QnspSy7G66Xeitfw/rNXZPoXCHExNeiHCJO0LtCb1Ds9IM1GviPyHfCDenC9FGbNBXGn6XCvziNtrwqKHB6jVCWUeuKE01fqj0hDkt/hvX/1N+r6JhjrFImqoeJWX4aa/RRuUQ7xDbX0NraF0T/oy/yLXw6x/RcaNY6yTO/SaFSK4T2NHptcwpvCXW8PGZY19goKMeUTPPgsJnGNm2V5dVG8PDaxseXlXFwy40ilNMZsMZtpkErj7Ipm6/BdrGR1bHFqFjHxQ4o0UhvpkdpLWX9LsRBe4X9HsT5sdbIeIQ2J/QnouE9jsY2Lg+i2hNYNOCPdi3wb8FoeMdEJ6aK0yib2bpPCa0JH0dIsTHvxTH4TGiDXyv5j0p0S8w83Ff8A4QgkT34/cwxeknmH3MITMy+X0Vo41hPSGEf6MZNHx8ZsE4MoWjvD2O0Hu3hF03jJH7RsIvR/wQxUiC0K7cU/pp4OStCtg9preypojz9ZQZbGnuoIwRrfCOEZFT+hCbFW19jHWx1GkxK5saDsk+jE6DLJ6I6fTcxzo1rWG4xKo/rNVjY7R5todhEQyF4RlemxCpDHbwWKXa3LcPqYTjbL3scNNMQnyCQSIJq0KEW9I7GVKdbPSaNFzFJg0k4holGly8Gw4Gy20x0po1eFU2fRdkbmmMND8iNiseL9C3sauhKRVir+IVoSEhNyGJRzdZeG7BT+4x9jc9QvND1SJoiGTm3CjkqK2Ms+MqcYkksJpNMtJo/0UaqaFsoz9GmZDEf1jxZm2XHsZesnmox3SdKJzCSbaNIo24Mb/htpkGmX2gsr/oSag9i0ViatCiof6SjaNiF29o4zI0/BD3L8KJ/UETbfqYWiMT018EgNq1/SscNyZCSkkqS0SsTWtDdmk1f0SnUSI+EXPY9rUQ0lRSGyZzC/XobaaQ0TGvtkDTSexuntDVqFp6Pz6GXUEpsbVvBOay19wiI/ULn6Q+0IKq/mJRNMjjGhcEm4RlNiXehq9sej17jFFo40R4xfsc+9l0Nl6W+j0iqbYo/capUPRYNqYKhtQf5ctl4UiWxxFr/wbKMfFtisW9F82b+xKtkEkhVM1RPpz0TZ/PROHmvj4mxsrL9YibRUuIUaa79HaQqaOklE9028+hDH4NK0SS+ju2tH04xCS6TaTGXBQaia/wBQxotU72RaTsn7lqiltJILEm+DCk2v8Hqn4KSLi8HiirY+B88K0plHWCY419vpqeGJoUg9Qvt4qRqmjhGzZINtm8SDaR+pDC/bbJzCKM6gxbdZsW8cgf8AvZoe8PKxcNrHg0JNFdEMcw9C/MNz+DetHuFTxs5iEKsLZsdixrDIUWUxuvSH1Gz9IQm5S74Oy0e+jtIkEq/0/FlwsdZurRjWqzRF2oU9GuYtE4j3g9DtEwtKITU2LBKoekP+49Gx/pwPpVil2FwdbKUQa3gmMX4I/UNDo9f2JkPTv/ih5WW2s6eUMhMfQnh/FPKK+Z/D+ZVQ0T3EHrSw/h9COvP9yjQ/ulpUT3Y1FzRsFwTw+jYsR/UJP6U0N1/exZt0UJdDBoTGeO6hRlSHqi2N1NNvjO1j3bag1aUrKqejWhJJw2fuR/UNJxB/YQJb6RFVaNzG9sTPZfdCRCBc6GDW3IU4LEEkxrcFo44JfYriS6wfoqbRaECTFoXX+H09Whh+xtv8PNC0XfD1MrEyk2MQy9KpIpca+hSaFKTr6xftjQ/IQio4LBnzH9Rz2DTQtahH9ihQUaVl6h/TY7w2mN7sNiFcFBuxlK+oWSw2MkU4L1wLBqXULZMYpoTSSkam3/B6TND+vRaVi23Wz+0FCSgkdQ13/evGRK9XYkWifpKh/hHEb5i+2p9j20PvaR5qeuKi9IEJQvo14qKQ8U0bgkMGCi6F6SREODRCvQVG8G/s/WPv2Hq+UszxoTKiEZ7O0aE3S9eEx0T+xSb+w7TosqBa3oc9ETV9UW2zyUpLg3SdG24NQiFEmaQSMQ2kJL0ZJs0iuG/sRdG2IifUKXSIcLojY0TZLoj+ziwYS0JP6J9Im8EkpJFDhxYaPOHT8ZopBvhxHSNsaY0k1OCvUdo0j1Yui8gn9ngzQsbLorYup4uxtRpfWFq02tpmxQYn0TqImhUS/wCsXpHLenvBD7R/jZTYsEztmH+j8dHC6wq0zVYq3Cmn0RhhPStcf2JqC6If9FySiEaGmhtkHXY3GhttNMQkKv4xlXUoqQj8hVSf6900xqHiTggS6x+T0mohZ3P9Ech+sae2JRTaSETaKt6iHhuK1v8ABu1a0V19VDuONaHtE1skNiwuYZc/ol/qHBzbq9sRqz8+DNMJ0/cOVXXX/TP/AIcNpH9IviYiqidGMiEVNDLmkpqEGz6G9DE8cWGsvW8Nn6ODeiQT/BtCEDV6e9l/YLEI7hdDUsJ2aN+rpyEN8FI9DPaQ8bEok4xPZdimozR4VxfMVLDaNiFu7PAuKHgujiODTQ+iVUeEaPBHuP8ASobeaijHob8P/wB7B/rP9NaO3KhtY6LKPcJrNJh5p7h/+fhRnvyQ/B4qvMfQicNGzuNkeWeUSSeFMGtkaYrSkJawx6Q6bERfsuTz/wCi6k0ODJRYJEvyCNob7bPV1jfSjVjQjSPdC3+DrkEpEZqUSngoh/Z6fgyZ9G0PwbV0sMtijgiZEqKs4O/4L0fiEKCmxaG1CJvE00RDZNjTS4NtVjl/R/otdG5zDp+MNCT0ktITJt0VQlKNzmIssbvaLpoShUjzEeKKrhWhOv1Ybojq1hLq9G01o6hQRttDUJ+HTQn6hNiFGVQlXobyja0YvKbnCwW3RP8AT17J9splNEPqHUNqM0RwQq3D0bE3CpvvDjvBDT+jtNKiqF5Z+hvT1+ExCR7o0zvYph+bFs9YmRTQsM3oRa4c2qyJ/EZ4kE3RoNNtaEEmqahBAtjF16gkiLRaNKfcujvKJKkYigngInokah7G39la16KirL4KjIOtA66K50ZtotfTUQ4iDiQib0N5GlOoSGGrHRrl6Qe39ZtIfSViZUQmoaLyoaunHvg240f1jezlpyDu0XSx0SXD03iNk2JuiQ06Lcf4ieaG3peiIiZQ/RBdUqE6phLCX0Ms3R/wv6Xpdi7E8bF+jYvso5zDcF5o10/g1ssFh7GtCiNwTNsv/Rvp3xqnEJdP7E32Roi0K7SK+hNjSGxb50cej/0a8IEkoObEyif4fjE0ejSrG8LfUKXQtFjBPpEV1URG9y64/oUPDdh7sVK00WlRMRcSRb4JFY7av1hVagj2DZJZ9CFMnnv0TFBeIVNX3oS3ThE6fqOVe/R6R71tJDzTP76F6u2xYimuGjJUa6qNDxoZNof4LXhoaXxQxYttRqpcvVlCE9i7XbrDeLnZuDcy83DFH3DxoY+wtH+ZN4bGzfw95h4+jyicGzcwmQti16L7hN9iQpTrZ/2hceKTuhN6hypDdJsHTUOCbp0Kw408Ua/7Brdg5VZwXUbENI66KQbgudELo+iJo0Q/rDilG0PbOIT1h8wjSTcP1CEPc2PSOpMloNvRT6X/AMjGsc+C+fujeJnVE/i6bQ8sfmhLCtKfzMfw9xsZp58xrtxzHuLiFwoNzG9VlI0cHT2ILwQtrFuhtD/1CTaEM0nBCn1oa7Q7Roa4+x+J4hniGhjXQhLeDWoO2Hoz7ygv/aN6e4pL+g1mpKVr4yLpPQ0woKmWZ9rGlBHsRfWi+i7qEi9qE2JiFp0WxbQ0Y66VG73Ns4HR6GBCsaHpXg9W/D8srkYkyQyWwQ2hjm/OI0eH0S+k8E4kbHiuotEVQUDkb0a6onWoJ9PY6F3Z+DmkIhFLXWMofBHokTo/onjH/wAir+CXRuroQ6uUUwk5wRon4IRi/wDZCJfwE5ExLpi6637ElFEkLWX7IdEn2J0T9RfLkqTIxvWCa7VfQyfsemmSl0akR3SF9p/p0UFNUX6KRd+iS2ENk0JDDu2XSup04ptujEGadHXWZuu+Dis6/Y1M01H9bTTH08DacZRNE0WKCaE50qIKkWieDgtyFTglienRxITxxeP7GFBJIupcCbS0WPXDe0N6FSREjQ2h/ksH+imv03O0crx6KlGQSfglV/DhYNQX2iUSiTaI0USiu0RbJ0ZSqin2JI0PguCVjCdGh0xtKIVN6OjfFh1bE29vpEKtkmEk3RngnGIfMP4cKRko+DR2U2XHmHpoZ/0hsTC0Hto++FeES1FjQZ6ITeEjwXmJ6VFaGRGjukR0pDX7oY/4yvSvW8J7X+DhKta0mNq0W9nUMRULbeMjQlt0TaToUrIWlfYZpzbEPnR2ttoYk9opO/Sh4g9m97ppEaGhCAtT6RvW5yrqJkhoV5VTfSsETeOqTZ/Zj0eHwoxkFrYwQwlvYvZ8LLliLBqFUope61IUl4Ug8UY+IQ8XDevgi4bxoaY8MTY1rC5nm0esfcM1hLo+nWdGRH9xx43l7KE4mEibEwleinRhCXRN9J1YnWDe9jfcUehBeVF3+m7RPZ4Ki9bGrQjSPyOrggnsi0XBlpNYTSRsLn7hzQSh/foc+88CEKUezovrDXtKekaKl+59yvhDiJhL4zDceJs9xs4t4+r8UPDw5MfmZj9yhiHj35e4uWsTPT/9hBdwWhWC8w+M0Yj8PwdNY6SGCZXROtoVU/0Jal1jahP4glkSFHfRIaEtRtCTjTd6zed0xEiVzrosW/o0h9jv2Jw/1H+jEkU6InYiaTNmsGqulcR9H1sfBOlE3jIVCmhbtNNWUbwq65g2m4Nf8ETF2VpaFW3T3hGltITNSaaq8IpX6VpCbvBsUWNGroW305pFZTqNKbLS66N+Ca6h2aZWHema+Dpm9CTYqaZD9dRd0a+CjZqk+FLo0+hV4NmtDPKfgJEgiD30a+mKzSe7ei7rXdmmbJ4NQuhjJ2mq3CqOIeygmqUTfhXBN4vTPVDhrDcKxLVaW2J6G/tjCmvGQsSVsVnaoJDG1L6YqcCQ396Q7NIqlTqaEsnhstmsLfGfVRdC0z/CKJKYX8In4cScIRCJIXpCRY8yEH+UbVo0UjYe+j2NCG4ajFNaYxXRjesPxEZNEw0KjTXCW1CT9QtGsEtItiS+tmofZwmyvwTfHwb9ZdMUxp3hEujkUFyFQ3RODwYoeUqhp7y6IrE08Nsb0fRBn6U+x2CJvGtGkhPTg2i6HjSO9EprCW0yaRJoQaqCHaEikGuMS4Smh9Q2crNIotjLB/ZvWLTeOaWObgvuxm9MSUxpDWPUzVD/ABic+1xidRxS3y2t/goNk0cjcGraMvBi1K7Ou6jxY3WOj8+mjYfiQj/oxppomNT/AGjto3VKX+5Mbb7Nmm0UusPVHk1ebSGn6K61oxcbdey7+kNITGqQXTxmhrHkH3Rrg7wZ7CUIXwqg1X4OpsesL+vDXe6D/wCKaNfZTzF+cylMOYfy/wBE0P8AHhRZo8MbxBOXE3KOjzvP+lKU1ifJBMhL9EiqeYkYLemM9/4NE0xD9Nohi80UOs4hO/iOxGhHEbamHZ0ptoa8H+CswmjTs76OqkhlEPpyIm7D/cNYYeJHQsr0422PczNa+Vx+wWfTeann3f8A5L4TWGP/AMOn+j0MRtZa0hGkaHy4WK8wma2yL0Il45i4MSylrP8ASUzKZvEbBtagmcWhrELm5NIoQC8Uw6iD9nwp2JPRyaTGbJpN8opEer6Hf4FNd2KkEqls069ECqZRj0iFzQ3g1rhykG1Cl/T7YrSoQYmkKaUeESJjQbrfhy2NfR6aQvoQzGrodS3iODTkx71jaSYQkhpaSGXWPqHTcPR9H1H6hv0rYuxjfBPC8pFNbEO1sSS4JGsRXbE9iaRF3OzLNYHoalbFqoIZ+UMOTRtkrwMirb3BgcXhCNM8WJsSWEoWMSxBdRIMT8lLJTpu/hN1GqJejY0StjOLEh/3rsLkRfXR0StignsiU0MqURR8GhNGPwZHTwadPYkNjz+yYxBKkfR9NYTTouUnNnCaIkiIfU+DjNPDYTKijaQzeFIMf4bXRWD/AJMWg02NpsTk9E1L/wAEpHEdCWTwgKvINCLwSYw534dWJ9snTU5g/sZWmxfQbV6ero2NOCf7vDKTYsMfw0iRX4Up5w8J4QTH48Iv4V6IR+aEv+I1VejVEiCZeUSdVG/oS+hM5Oi0kwjwbXAyjT9NXGKUUSKj01iMkp4dJ7hlO7pCEjwUNf4X7BxJMvsRxx+wsWl+E2zwy+2OQws/Y+3Jipsq+eod0VUNr1OjorSEqZVfBCIg4rwdK39Cv1bQ1t+KLF/rEdtGvFZoQUM9iKUerjG+0+rwlT5hfrwuxz5vmW0djPpx7/w2DzQyaZpNtsTp4JubbwVX9sSfzGzVNo+8LYrnuLhsZA+YUGMuHCjGM9FlIuKh7Ejx44+wqGx4WUrghJi90xhsWKXRco6J7xxlZ+giToT0avRfZi/so9NjVzYoaHq3slrTJiKtPSnwYywrFDG9E/TweitRJCId9FENjPpRpoUuz0t4J6HWzaCNxf8ATQsQl3+m2TPmZlUhsSXo5floQx/vwmUexnjPMfWNG+ZmEhL5M8P4TDXPjHMc+D0boXTwbG5JjUKByqTGg1eDpQdpODUEFOo/SXgkxO0XPQ00DrWm3Wxa04IbcnrFrZenGRXKOkBqSZSqaHav9ETTVRttPzRuvfSdF6MbRZsWunomV0cjYRN0NF4JfvD7Reh2ht6vCMvhxjMYLP0aUGi0iiMSOjK7KzucFJPRkb3sbdILVPdEPBHWP6F0gpR/yl/4ThNG1j9bKlu0YndJaPKSbbomGF4E4mfmFUXR0YngrRosX3pM/TR0hoTRobHGNfocE5od5RwSmaPEeEr/AIfpM2Rwa4T6H/S3DG0zRCQ2ljQOsW1uM2LfP2hCSfb+jRlX6zuyIdWdDgu/bH7jRiVBWrrw0S9UKE3tPR9bciP/AJaJwjJBrXCfpCiSaNzpsYtH0LY3+CbdG6ywutMo2jTTE7sZGkfrEv09OC6NNi6Pwxx4RNvRL/B/YX0QjBHvRJcQbS1j0baEb9H9IvRavdiX2SCe9sbSZ0olnRiDi5g2dtHW+nmjYtLZaqej7+YhCJk6M0Pw/oyaPyHgtelHN+IWkUtZIcaykxKj2pPzRr+ZVYJD8II/NDHpJJdiE/wvWN8o+mPXehs62yVFLsG3sVhBvzHhS6KNVsaf2X6O0/BWtNIUzQ0qdTC6VVFq1Y5tzI4f/wCUhpi2L0/6JP61oQA4IYmhQJoTaZBr/hE22J+Mvy0jY9aHM/bHs1PY2iIKpeQT3F6x1B9TcqHotS8GhieC18fRKn42I49UenpDzMpk+O2UdcgcjVC5VmTa9GWqaRJ3pusUv9FLjwjhVdnTeKUWE/j60xHFw/0e/RuRDfmfWX6RRMbYrj3NLvg4e4psjH/RCmHkmllUU0KlG6JCjGyPrGhI3h5omMTRrXwVR9hOXRs2aCE1BbXThga6Vhqj0kJaGWF0NMfkEe2UQmP8PomyW4MNJC/DTeNaotue/CYo8sZoRwpaPGhj+HM3DtxV9DEe5ps/3LXw9+EGazw3n0pBnfg+ohIjgTdFe6NELeeDbvwUw8cQiTL6JtJPYzalxYBVFG0pW2IRhNYajNLwlnW/BIqaxaum8cE1RD3gq20WkJj/AIQEkL3NJCWvV8PE822UH6EVH9ia+zSGIVEqDVotsr2jxU0+mvvhr3ooxw/0sEFTfR9dKtFvo9dQ/tIaZ/QyGl9f0cr9J6QYkPTZtDTav2Nem2z72Tm8bNPwTNUf4h62L+no3tinEXW3hNdbFNyDonEvsrF4Ksp9FBtYUqOMdsE3eEPTZfDSid7HvzCq0vsGmGKPSVGEm2MRSNaEOD8Q9/wr37ODcjPoNI5hp+oQidExFTJKaNbEK6NDwD9ClaRu7wZduaa/R0NbLbFU9xCZNIdVoXPRvwpLaDJsZvpEJrn0dEavCbHPWRG3oS2+i1di01GJ0/EiIoY9P8RF6ha2hUT0KUf0JEKqQwr6NvoqdhVpG5JEoKejUKhzY/BKFUP6xyRPFwoNikNf6UZvrw34h7fRhP8ANm3wlJ4NumvoaEaS9F8OFLRvhcz04I8FS+DXMSiRCQ8IIaFNCd4Q/wDxjSRrVEvwTPBjK/0Rtr9FqbsQkP8ATRkWLNsqJBfXmb4NzvhfWKmhnh7ND8gmNUWTR1VMWS39QhpZTcn+leokxVTXzTETUozTMOaLTGUcc0LZ+aQxI19HdUa6j3bEnJBSG+sWxUU0/GjQUtiAwvwuz8pr5EL/AMmO9iZd9lOnGkLbMelyaGvsaNYZ5huCeUaNCnPdw4l4HUzk+CpumyEcJ7Fq3qY8a/oz4+BjWHhLkxqYpS/Eh/DZrKv+D6xHhKMcwi/DRaQeileG8bHcJTFYnSGxqAaokap8GbeYsQhzEJrmEwhLQivQ+4usawm8Jwo1MQ4xW6JD6OvRrqMaLD0W0JfRE2xtRFF9DeEY79iKdIa+YJUXXMeTk0Moi4uEUVzcwWbiHmJ7m/8Agz6JiJD18Wi4o8O/DQ8dPSbKJnuJnxDeLds7FjRVD/B4ElV0Lhst6EjbQfubZbwaUbQ+1hdJbBRf/I3d3wQ21Z4JsT0iEJb4DInBkEx+I0STE2BakvETfuyqm9luiCmzYmvVhNrbE2maCdysaNmxpEG5YyIf4xgjG2Nofqcj00oRPc2PZOx7IOnS4Pz4Nfoa0z9Q1NiSd8HpDRFR/Xg/UU1GMiFivR5wt8FRCqXMw8CamSKvCxicop0b3YVNnRbNFSZd4rxRU+iE26OIqGnSx6YmRH+lXPwWzOyNJz6NtMakscaL5NsYU1wpnX/5gSJxob6ibITpNfQiKaRZRijnb2KSj6UoRtMZQNYtuuqkUZJIeWgmSTGor/GPK279iY0mLRxoVGdQk/SdJpjdNl9Qkybg6folWxEqG2hdU/sS/B7EX1jVCRFRo2x7z6/RqPVbEpsvui3YmEhilsTZsXwrw/8A4Fevob+xsqG6f6UsoxSz0UCdpZ6MSWLpFrTpzmLBj3GTfxm6RIeGWHUPbgqbF+s1CnTxfWLiXGi/B+C9HaWpFQ/4I29rC0JqlNJsRN8Egcv6UZvjw0tKwmymqP7rLAm+nHSsppiq7hiKPpNrQnHWhdsEn5DWpDW2YqUmhp9X+bGh/wC/Q3HoR3UEDgybYO2Tf+jmqPSFLhoemIuohEdykC502lo404dXkvRK/QXXttKP/wChe9d+ild2Nio2oJ0tM8aNpB1GmLUlpHR/D+5RuYVOjV/Uf9MSu8UWiTeiYNYZEMdQ4mNabp/xGzT9KSPwbYyYoq6kNsTGe4eKQg9G4XgyE4Mn2XwRPpjVxHmHuGiRj+PMXPAsVIU364IapCvQjSx3C+LFEPfMQjKJuC1w3TpBomhIZsXD3ChBplYmyhiJesT8NC2LgSixuYl+xlxM2O8QRrWxJsdGqzgWlRjbRq/pF8WLMynhrEws1ioij+KeqPC0X4efDeN4hw1TWLjeaXNbxDQ8SYjGtCaZQu0WuIZPmHwbY0f+DE1aiKfRxFU3+DOlpDtxpMTdaR0MJyPxMSkxU0Nrdgun9Y3dNjGb+ERqFsL8ALogz9LjFfSSpjnN6zvmxXWKftPFEd8K22daOLom9sSe0ax9H/SGbRbwc2iNgiLnmFJj4E9Ns2bSGYzQvsfpE1wfkhJaQ0XgkEErpoimhyNIgjJ0jGphoUQ3tEetG0QX6cTd4UiZHvQ9ek1RF2z+Du4xUgm/cVjYtusdXBvQuKj62OwQ6herjU1iuSCfqE9CezVNNwcbqYmNLKItE0P2xLObN7ouqJqGiUXQbhLo2ud2d2j3w88PVcItMS6PnBYHuHAtHkR9oMctv7ElZS9xH3Y/ohWQiGhqTrRIfhCh7Gl1I9EdOztCQNCRei2sJ6PgnExa0SsWKPR4FNI0EkVjYbTWCOOkKQb+iimhQiG7sKQ7Y0JsOLK3j3pd8HWhpPg4vCz0vp2F9Js/09L5hCGKve8N9Ic6XZXWVN4rPEazTqLfBG0X4JHgh97ZxjbEy75hI5s2QiLTFua6bkP22NaQ76Vf4NqDJI2l9OtMuF4LdHtoT13L/DfpIQZxTUw6W2hfrUfX7ZKY0vaxKumJJ6i9Gf1UuIW7prxm8bMSrP8AhTNDXtPxCdRSWgn94gVv0wbqNHgl9yjZVp4hLZukVfpFZ4OjaZ9QjTF2jq+IVKVwjxufL2YqjdE/taHwhmqqCUSQ5JfdmiHViDGyQ80MpumPr/BX+MrGylmaUeGPOvRNF5R5pUN43IWYbxSmj/cT6NjwmhjeG8puZuWaH0Gt80mdxSizzwtaF/pRMURRdjm+zYun1nWO3LGy0jj8zCQXxToSBKG0Qi3gStb0NLpabP0GJOk9ZJYhshpWLPhfz4einSn8+Ky58vqjvwaQso9zs9KNlOCH0WKaeJcKaZCH4JGiUWZ8m2kbHi4J7eh+DazaeEUqOgQe8tzbP56Z11j6DIWCrSRdJBJsXJGUI6Y+w2Wlr7GpK2dX4NNprYngcz0U941oejuy7t/0c14I/UJQtQgiEFr8YuMW2NXoWitBq4JKiReUXkZIJuni2JsGL2LQgaCzZX2TTdNyY00O0WyL0sORHGfcSOiSIWiepkXRoYoPg6ZppfY6Lg9KJHoSX2xO6ElBp6m1kjnBU/wQ0hKenn6J3FuqfWj1FGZ4en+n4ySbNcGM2UTq4NukqPKdNwseytCe8GJiZfsT6JejTLNNUUe4aS4UJjQ+rE4Nxj6mhaPwKncGFnB22Jiqv2DSb1og8H9YS2TwVPXTRqDiE2jX0JxQr0M/RsqQ3JEV/wCjZCaKqNtUfKUNZsbpXdiv2XZ1jENYt2b9KyylkIr2VSHC0WcYnOsb8FCqEC4K42hNNjd0eCr6O+CZ4UU6TDgk6RCTIvRQ9Gt1ja8Px44y0b4Kj/RV0XwnnglrDJJTZPs0mU/ourZwbKmaQh0QT7KsMbqhJPIIvRliXGYb2ZBxRE0TYhkcP6bK/sTRulF+YSONRnT6VItBYJ0miE+Nv+HVpB/aEBdbZpEWNjnPRBntohttv+jcGGkZHkFq5EMRv0aI1TTdPwrePUOhOpk2Sv7sSUOBhD2ZM97GPVisenSpXhfl4JD2z8GRwSKGtaJ4SCWtkJI6PCs6RtDay8p/9CNfwg4VsWHRY4N7Edxdmz9F8OZax9GtUWG0x8+bJ8aWYosLh58NDf8A4dwsPoRcN08GjhSn6LhjNaPsm4J6SNRU0SWewXpsnq+CNDWhJorF95rWxK9YgYuCWkmIerqiV68Ek0NTYiT6M27M4P7zPnWbEMR/BYVwxDnyeFRF/wDF4+seGl/4VIp6TK5mCIsU0zZimmFR7hv+Zs5Ixik72dFHxiKkErtd+iGtV9n2D+m9tQTa0QstMdtzf6SZj4IRBupkWWj9EuvR6dzY6NlKgcboQd79K2L9Gspob4UX6bE0Ki9FrQyouoJ6UQ1T0PbRNo0xVIqY9Skhxsb9K+xPIJ8VQyiFUP4RH0kcKJJIcspTQ4tQc8PLBk2NsbZWtL0u0Niv0NeEb4iOCXIj+LQl5hdg6QSY9CfgjbI6RkObvuLG/wBFYIe2UvRveD0Jtwaw+iZbBse/dE5gitnBrYlrpExqbEzfSNl+mJJaHES+8GhlahybJaE+9Yh7EkX1ET/kVFH1jaS3jdd9K2VYJGiv9El6PoTKkIOLuKpjiY29RjZsK+sbL4y7uFrQj7tnEfRa0aOYOsTKnBNbKht4NIW8Noo3/hNk2NdYiFXo3p6LBOomsUSUHW2NNNVfwRUedNv3EQ9jcR+MlEoNtG/o8NGinSRG9/VJEQ7rCOdwiKnpoa9p7cN9ILimGpj9wT3sviGHr80T0nuIxJj0R04YtzCNREa6aSONMrv0afiDl4T0P/8AjC0TR+ia9NTWFsn6RE+xG96OlEnH+4UotLeUf9DyLgysk+om+sSfBK6o5IzWk56ytbVFtllx9jWlW9D1/wAGs2hpo4DmhI036NRORF9pb6JaznQRMT4yx0faEy1IOo9Ftinq7uiJ+yHL706Py/6LTc7o7RY8uKNHBuLbLwY/GaOeYu63visSFiCxYM6g+jg/SWt5bgmVePD2xc3ikGPR0fwQ3ilOYrmx9LB4b8w8MrPbiX5aGRE+cZMQhHDmN/CDwqlipBrNDbbfxTG+CEtf/oxp/eY2ExaxTWEzZTbGy1jnuf8AYJsSBDaYmXpaXQl9CmmxD/6DJ8Vm/mPZifBYuHhixczF+D3hs8K80o8fXwmLi418lovz4F052LzH+53BDu9VsYJq7KGgxqMl+oec/WP6q0PRsT/THRsO6Xk1iQ4qLp5N6yUCx5EFOJCiR1uCkL30ladlVo9nYDTFS+CbvabmdHihHwe1EmoJqbR+0Xgj1HZvoohqTEQ1+krCsqw4P3Q3tiTE6opHaFyJ29o01fRdErRpVFpEmVExuhe0cpGf5hGu4T/6XlQmaaJGsJIn2Nr0j+8LD7eiR+Y0h0hBSjUPWUhBX1FnS/Q+/QxihHHhcN0jp/mLGWf3wQo2xQ2j6Du7KaMqJZvoqdG00itIvgwmOuipsUxJKCzP1id3gkU/BYEfpX9GxV/RUQjLEhkYhW6Luy5Y2Ia2P+miMr/6SHpeYrcxS166ca/cJs//AEQ/SzDey4RjvVhpi0kencQmI8ZGjan1hPDPHCYTz+FeCbEj8KRpsSRHSkbY09mnYQXpENMWzXMXR6VLojbkwkyeEUkEGEukNa0UaaHGzm09/RWxPQn4xiBUkoV0fULehmnGRd8KunvBvyHi/o3hCpoWG/EViozaFjb7iCHt4l9iRpfsQpaj/BUaGocjadbYxtFLIHy/EsJH+jc+hFFiPqUWxxXEGvRKy6BWv89E7uEQnUxqKH7oUXRfjoqzkxO9KvbEu+SGafS6pl1hlaJTTuGzzYil+x7FjbNQTehbeqT/AESBSIUoUKj4OYXYOqOcNrfZt96wS0RI4XRcJjZcM4h+GxFPB4cIb9R0hH1SEfwufrKZpGh/PwU+aY8PLRJloaEdEmTG4RtofxgptY4LY2+91TfRc6RkxtE+KTfBLrYxNqDUWUs3HPStSCe7HpFRn3SjmZMqZYhWmzfuI80YhrK4T4z5U7iZ3jo9Y4efHzmeYgxZSxD0/BuD4hNhW2/BZ8RMeM/D1LtkhunhUFbNEPq7EL0IatRUvses+UbVUp19DedMtOsUWTZCH1RFM21B9b0a24swk+oNRDYm2x/UK8B6N6IiUX1hwom30Tg05TZ/sGpxEx0onH044UrKhcLGhGro2/w71jX/ABGiJV049l2yttKEWP2+lETVfg/A2C6MqXKJ/Y3pYmyO7x7I6MYtIuy6EyvrhdobaQtp6LwtZ4QocQrh8QsQa4Kejx9EU2NUXR9/uGFRIY//AAbgncb9LGOMaJ3Yqmtjw0n/AE4X+jbQ28FBdoqyRFHdiUcGxfU9McaEJOmhNJbY4NrpUotehy0bGJTCX9SH3Y+/08sFyvol+HUa/wDgn5B0uNbNLSJ6axGjUajp9GxH0zrZteiV4OoYl4+i1d4jZPrMzRvhSCfwMQvT4J01hbGqQbDODs2av4fWsJDyiRCT+yhQiX6Ql1UJTRIsNbtjKkJp9Db+xbbFWkhy5f8AMcaE510TXhWQoKes1t4ZYh9Ev0k3jpVNZjUQ+nBvQ+6UcTH6hLfo9MasYsW+6LFma0dP0j+/8PTY6iv6JJs19GiuUd1vQ1jRHUXCAWsXG1tENElH0tExvokY2hWqc9PpiSFdkSGt0gknHDfuSGdqQ5DPTLQrVqD2HKRKIUPyE2fohtwh9G890gyfjGjQ+5Xy8OIhKbeqlYSKQpFokNr4UX4QJQeNOnkYkaGUovk3vDRRTDOj0kb0b0hsbmHRW6HM3H9L8XlrGiGzX/gxfmJnZsvw2isRMRQWsvKF2HRejU8Qq3BSDlxfg1hI/TQ/sSJpl0tDfRE0TRMQ8eFhWxv98NvCGy/BEzLwmaTG58bhlwxDH8PSxieWpjgmMYsaJlDzcNu/HgiDy+hI2NRDCxumv8TWV0Gm3/AjYiah9eX6Ldfgxa8T90SElNEtRaXBrgQ1J+GqbYjJt8GHcpxYgpy2++ik/wALOiGz/RTTYgbFsj8gma0mUvkQraM34OoX4Kt0T1/ho42KEWsnpz0b0PEQ20uGxdgp9iaRvwaWlST0u6JytpMqhNkG9Gq2jSfR9HRNYicGxCo1/g1Gnhi5+YgzaFdDppC9JIRJ8hKJIaEoVF18KbTEaZwX4cIchNn04aYlhihF6Nb4for8EniiYuM8V6axWNpYnGaY5cJk4xnh7C6gnUabU4Lkmwe09gqP03JPYdxg2Q/16LasIrRS421CNQ82xbpR6PRzF8w/MLtG2xdNYdorhs5m9KVUlFrQ5inWMVLilxuHSUo9D0LcwqhPVx4g6IVqFSF0f4b8FIWbE14aF+IU4hqaP6Oc4Nq47cNdljavB1FX2I0hD4J8LR6P4N1j0ye+m2JRDwXBopRNJxjf0bJGIixEpIrH3cLQ2XopCjMqx43iUbUzs86Js9P3FLWd9ESxUj/ws0Vii3WIqS4VqtI0329X2Srp1m9oVNmlYqOkFpEaQWw8j8Y0twiiFr1CGlwfY8GaQkRk015EMV8OTY6tUSuQkDUEuN6ENhe7GITNm8+43hL5aUylIocI3lhUbOEmr/Tr0Tz9Q00FbPSHBrRo1jjxr4dwbE/gxp4WFrHG83LzPjCYq+DeI/h/sxcrv/ihJDPIaeKswTadQnWwm1F7eNfWZJiUpk8ILUQuUbBI1MVJCIpsbEfYhK8BKiS/wRpkfIP+DixeDWxI3iz4LCTZoYnobxPixUi+Dr0dNLChoaFSiZ9j8YyG83HTzM+P2jnx9+DN0xbjz7ESQlhMf4ca9QkfpJX0kiXs9EpBK0Q2BvRsfqJHojSielG2vgmS6EslT669Y3u3bY9dto0gzSfjWjzcgrtpG6n6x4VRGrNdVimsP0tq0U1uCQ9sXhTShrQ3pH2GTQtvSwqJ4R94M2xN3hvpXdicNhsXYvsLZF6P1LqKzhXVBnURDGkRv4xy9NI3gxH/AEJDSfhPpYSX+G2yLxD0PpQVH5Bd2PZPYPSuFjRs3Ho//cO3SFFnSw1p6NJk9awcxoS2hWH8GiT5w5qnjX2f6bQnuUZ9MuxforajU2a2yvDSo7tFDSRsJbzQl9MPrXwTtv8Ag6xem6cYmlsr6WLotE/Uyn/+SY+2T8HjQ2JrHgofWKejEUg9KX8xSpwVeVKzSZR4jKaHWWekwlzFSaP9Iz3Rs8jN+DTWmIN3L7BoQLfpoaI0JujZcV/CKyVHuU2LvR+Ym0UQvJfkZW6KbIr0L/BDUNG+wbg2m0NCqQt3RwtkXWX6Q3FR2L9H5UXbKj00XejeGL+aJiEheCf7n0Uv0ohXD+kxaSTw3oQze6LaLQppJBBvvUhjdj3jqvTdRbnQkdFIULbeCSbP5oWpU3rwVI2fdDUo9qbym78fn6OYtH9kGKj1aEz6Q9/WUbSU1o3bkzvDYmLGz+lG3rSG3Lbtjw4pV+DKIZ08g12rShn1P0WkIofqEJK8Vf8ADaG949wlijZvLeh6ezpIYd5hI4J4oxHUeDaj+KxvFyzmKXD+T/8A6NG+FE9FwmX6xSlxvYmefB1CiZwPoiKIZ0/RzeDokdYQ0JMs0QgRUcFJSH8J8VifHmGsQZNYQ+DnxhMJZ3j+Z1Bs6V418bh/Be4TNC6PRMzPDLGPoTGTRU8r/wAC26/RuFBzIN1ISbFNrHMaGrT8eyjr8F1T0UehMUonxP6MTJtI1LFhYiNcp2PhFGSlegt0+wsml/h4pL1qO6KOF+xei5tGxNmhNfhGzQQjLfg0XOkdJbrG9EHpr7IkhJNjIbGhSrCeE3EaaFH7Ps/oio1ExaG4xtXgkgg1JrYpTpVYTWDYfFcI+4JuIQ2ikWhwZrGh+FxVD+CaonukeG3S8E9suu4vFBsUeDZsc6ekwn8GcELZqzD0kUmiF0hYQ0Y8eC+zYu+4a/XiFHoUg6IKddDaQriNn0P+jKLhwescFSPC/MSjLwY/ROQbYiE/Soh+jwY/vWG4yuDF/UPwp0ZoK9o03haQ97JtmxWWsSJsgm0kNInjIqsInxiTI9fYjdbw0oq6NGkcbNkEJoom9FG2Jo8E68L2myIS1rG0EenNH0TrQ1w8+hMyngjTaGjKLE24RMkf6JDGJc2auKKhDT0IMlaHtjqkN8Y5g1s98hOTCGxMZ09Y2vD3gqxE+3jZoL8Glr9wuyaOI9FZT2LRP6O/AQov6Q7exv7An8waKDkOkxulNjbq1YlRHjDHVKhq7b3TpHXbXR55NEKz6OeGyfYqL+AScSF3IzbN9KHCXZcQZMbEaWz3QgvTiFwNpUN4ci4stFEPOkX/APWXz1j2hP7jVV8Gqel2el+8JizdDI4MSEUeHhjGxWkaIx1PzE18djePCYRPiy/KEFtNv4LK/wDd53i/nw/omcKUbYqWMYThcG7Db3Q2XM7sdJidsZt5sqn8wyi+e8OnMzOsvCNkw6MmH8GUeNDy4WY84emhLOh0vw7j0Zc/UPc6DYKKCtGxsQu/kRslJv0KWvWtsa7IV9Dxo110iFNuoW+dNjzj8mN2f/8AIvRoxABpnWiEL6cFNsepwRWbkxhUI2nR0ohaq2Nqmy/7Bcc2J90NQSjuQzQvcffg9MYisS2SPgm2huoNkhIj3Y+s3cN7puGt6hRivp+mjFqmyWOja2y+n6PbTQoMbe6PjQ+EPpUmN4E0/d5NCWtDdYltaLvmHhL8Efn/AAnglW+jt5iC3oum/TUIk+H3rCLeEr0x3xG/RofkL98yvo8Z6f7jf2KEeI6tDexWP0kRtj8EdfCLWVLE6dbx0282NIeofRpuCtg0Yno020NsX9Gmj+nSqaxp+iaN48FboWsXo9hPRMu8P8Lw6sebRR1UtHFadiIPYXgsLfTjg+n+Cu2f3Hhrf6NrwWCS2WPhHWPWqP8AuNkYt+jH4LRxiQkhSsnhIyj+qL+l0NyCkHz0r9lKcg0e/BqbH+M/qFBvY1wcmvoWxaF9oR+QmMY1H+HHwQ0ltUZVI6mh9cQnPBs0Nb0JT05vF+sM2Jn6xug9bGyouKQg0I/TrLzQwhCafDaK3sSf2LagtDb3dkY26IY2qEJWn7EbU1R0ssS9Jdut4JGIn+6GdpGOdevo/Y363o6XDbDhVbRG1WoIlf7/AKhUSv8A9Q6NsSbXGftwnkEXH9iqeeGz/wBFui90P9IPCeH94Q+Y8g7uJUxF9YjzCzb6LmWj8YZ7wn2LBqrh2nLxmunxDStw1n3RMUWWS4Q3lvDGKs/pSjf4LuGXF+TUPr4fwqxCEzo8xeCf+EJ80L4wmEhrZr4e4iykMmkyDiLrHBZpWK1MUQujmigzaX0MgmO/HRCfBI4alo8SCxML6x5nXwQ8TK78YQeG8LHMvfpsWF8J8Ix6Nw5OwkGWhLVE83z8FRtI2Me1zRC2vTeocbPdEjX4I3SaYiXW4JkGqOERohP7pU6iXQkcrq2OY0dTHOfwfRwXtaTGQnbfw1mK36EVEaSog6CxiOF/TiNk2xqQTTGOMT4Tyn/wfSNvVRpojYl4b3Tp4VrPBcleiRp7w1ClBnvBOj6HrWx4hsE2NicYxKIR9ESEmJRH8Ho+0HR0H9+kprgl6yBI9DVNE2a5BaE9Ghw1cNsVRzex0/0mFlQ1s/DXMu0m0iNLVH1MTNPRSrFbRhOnouwbQ81DktCVcDDa8K/EsTQibbGhCO4SGa0e0/hyI9Q1BelR4JtMqKTR/hG6PRIqFMbtLLRa6fh70RpYvhWjoaGxP0j1RvwaIyUQ+xGJ2N1xZHLP08Ylo2HsNCWzdPpkPgkvVgyGkNppm4bp43RVHRVDapCpdE94RBQ23EJfaGsJp1DcEv0Z9IS0IyrexEtIZNJD8fo0oxIlfDjpJoXU4elHhpicHoTG9PZXem/Xhtp6Od/RbdwloZuaLwqxojFhs3C7Ez+rHrPcpYe1056Kv+nBdfqi1PWkJWDgJoEbVE7wTaK9bFdK0USEF0qzS/yMo3RDjQVKVgtmlE4ikaq6IXvvGJ7Tm00JaOtYFLSDqj0i8EtWdZJtsXwd5iyHWNYu61CJsWLMC5rD0S9x6oQrlGdza2xts2Dgf0+FKUpM0e8IbyMX9G8bmz7HDay9/Bun9xcbw1rCHj+4S/BfLhNfKYgsonxZPilmKiG1hf8AlMaNDRMQmJliSC7TGQRc7xNnkFjZCTCzrEaLPg8w3iUSafw6/i1hsgv1fB4facERFP5hy4jwxDRBmx+o1VNmGSQoW1rQnleRMPTGZIbSXioiaM1cwpbGss7jfo9fw4h31z1ij/huPV0MvpQWlwlO0cmtH39DSWjcIc9KocxvEP8AeiEx6heXolTGp1DbawntIi1OG23oYakKdT/060RsaOosaelodeF9FGyFrw//AAT5MJk/RNuCeFu7GvzZPwa0sVaEmMgsu9YVQ/vwX34a0UqYhNcLsS2QSRBCfRzY2JQn7iBJDp6Jo6aZdJc9Epa2KJMcaJh6JRR/SqDJizqkLvho8/D38ENUT8ONojS0QacqFfSNcE9+gqHrNEkDSGkNWR+kh7zCSZ0hprGmenZuGh+7JhoTaHH+48ovRJQ3q4aZX/ok2NpKCQkuCSG4oLUPqcLl2Us+g1fg4EG2tjT19M/DK+z9GnRJrCSEjrRE+8V4aUGLWywW30aU/R6Wusb1s6hdHhJ/QqGTcL0bRUIYvxCQVPD0Ob2Viawv4TmyuKibLuQa4viRG2U2LzE1rQjpqsSrEn4WktjQk6tEpNiPBr82SdH3bE2bIcek/wCkSgtIZfQ/6TSogm6wbLrDbPFhiRGhzgjbZCtkWJuF1jzWH7ovR2LQr6z62IT24zXK1+jbPxUQ00pxxwe5iFzhNoVqL+KDQ7c8HM22JaCOkg1ouHoU+9QxZ4xu1Z0VTDETSoy0sGr/APD9CdiE0I5S/BuF/BWo29rFlW3uLhjdXMP8w9O9JNiccPbK66uC/hbV+oWafFhk3lRiWHh153TxC0lj+ZVL9npN4XhuzEeHifJDWGuP4L50/nyszf8AzWbBfFtY/wBIXFKzb6JlLmlebClZRO5aKNVXiNn7l/RMbpcL4LCUH4QJL7IM6THRqfDYxiEby87x2EzDeIvlBEO/DpCoWG2U+kV04EM8fuNf4H+msUHTQk8tux7icO+MiNEHV0Kj8NipFJVhGivrR4FoYnt6TNos014TBbroqRODhT6G7kKbcJar1YUxYZQdNiacYjH8PHULR0vXdljGIW9Nn4mIbQmlMNogiFOIR6h2lGo8KfZoTY1Q9HRsbGEREIMWIbFIikaTE31ibmBq6fZiKWpaFDQj8ZRjZIabH+Y23tn6mUSrE46J2NbIa0iPomHT6Nk8GlUJB6Y1+jWjY00tic2jzylEhJLZpNDJin2NaPBD0mONGphOM/vo2lHbGn9rQxtiV9wWxBrbpGobo08FtITasNPxConuHB8F+7PERoVJ9on4NOIQSg1uiE2Qa3o/k2/GJ5wbw/YdCmH2jYroYy39MVFBClIY6Xihp7ybI0JncRCZYxP64RsZ1F4ghIXezkYtHhFZRsnoqNPQ/wAIbbJql/6ThvzFK31l/TZXSvWhNBL8F0nhtYSBbbhfB9h3Z+FNktqI0J+jQh2DtGhyEpv1E2PgyRpwaT8wm19DrRts8PKPohsVGptCdpuUkFaRJiaL6PmmLextjpdlGo0N1mthFX4h6wnKjbv9Eiv1CFEZUwobvR6VBWfrWxNQuL1ikunpoQqPTQkiNelFDvzBNLwItcSLdiVj1qE8O4Q3nRJje80/9MWhUScRGvRGq6y2kq3o1V60KtNNbF6+1i1/ZD8vRqHl+EYoxZQ8Lh/MsXIPZRj3TJ9YbgmahwYr9fCmssUwyYXx38HhUmPcwXxpM0v/AJN4ZsyL9JRuKfGYmIiEPSL4aPKXsPwjH8Pr4aH9wXmNEGsUeLn9IvhBix6TLz6T7Yka/wDB49Hi/GYfctHvMSY+hcG4vh1fh/kpjDhb/A2pCW20K7jGk4Wxr49+HB22xEPb8Lj6I5KxfQt45/DLpWhsKCW/8HTcvvYtRLb7SHd/0qnTwb8NkNoY91sSMU4Ns6iQXFv+C4dCtI1TQ9iIruxngdItmK0J7/B+P0b2X7R1CvrODCHoXRKvCtrgjG60bU2ZYit9Jo45Bb2IJKOCYm2KzozXHoTR7aN6YTXRwNPQ3e0heA/Igo6ajaPwNhobTo1+H5+sZGZCVCh1nPgrREDDdPZhGLxIaTULwbb0zWohtFriQ2iy0VOIrhW9Ii+sRw8hIxtpof0JUb6Q33EruNt5pLm4QhiEnYRo2/Be2NmJ5s02xr6RNC0Rmw0NJJF1aOjE9YUeHdESk3BLZDZftCmKr0S1jxRD0phJUZLRTh4lSEEnRFNIfpUiY2YqmsJRt436x33RuiPo0hbUPs/S65gtP09hH0L9N0+6bb2aQxkj4LjsF5rY1Zr2hJ6IjjOzWG3BykhI8GyXDaymyC0x7w05BPhK4NAkumnhuyC29ia0QjIM1C6p6hY1iES4xCyrm/RR6ZNdGK+i7RVneEN/ZdF4JDm1Ez0sadXgtkNCXIakzfhEtCJJsQlN7KhPjNQCwa6oKTE4u0istLxG3Jt4NuiH5MaFHyEWfoefCRZZ60lISSGyDG3nwXXcfgo/b9/9P0yv9ILWOvCVHrZarvQpVWIsYxNX4LDw10n6Lc+ehlHkts5h4madQ1rF+eif+V+FFrNO5vxRaJ8YPMISD8B7ZGQh3HMTCHhDPNmj/wCoWmFFUJBwY2tCebTzhSsYtHvMtCR4P3PrGN5aw8o16LLzMf6QaWZ8Jir4fr+NeFhnobZM2hVtCRIX9Ejhf096b/wYin+6zQcKQ0voQzSGu1oWmJUk22K2kRsQb7RpDMyXpbQ2yLSTYpK2oIm1BOJ1kOtbbPaGR4LF+jcQtGIIp4pikEbEyiiRDexvhV6xquGxCzbZfh0I6IdF11wba9HvbQlT0UnSFbe/CHMU+hNfaF+4gxRDQkqh6p7kexLZ5w/0uFEyl0MahCSgkiY2JISQkaQ4+MTQ06xhsaHBfZAzggn+EuxFIlxH3obGkSj+vDSEG0xul2fkP8NUkVLmEmNooR4jQaIradLpsobf2VlYkfw0sKk3opYsHhdKo9EcRb0p4bsGj8GpskIqP+FHDrRwtbEhwNbosQcbzpw49EaruKmodWzTJo0RxcHwUs36OCJPQ3w9fpyabgnxMSu3CNrrFpbJERzfRTSQ0SG41mzgvYn96TH5K6UzwSqtKb8eGVe4/uG0Ib+xOwq2sVEq4TqQkL9NTZxYQ3+FcGy2FZRLFcTGTQ3+id2O72K6Q2hMUCaYwlpbHpraH+Sk+FI80NTwjeIHpvYmG0Ojv+YbS2ImJzRxmoNVkwsarN6NUm3ni4IROmh2SENJjlFUu0QkbjKNfZRU5/E2Rb/kU6ITRSJnUTmmi0kGnqYoKnohCCV7srItvRu62qRiTZKO7RoQUSMeATaIvUUplhpaJf8A8ie07nhtF4T8E0kPHRG2T9I02ai1oJ0/uWyJrEQj7aQk9G2VbbbHVfhY/wC1F/02H9PWQfr+DZcTF8xBY9xPMPDJMvRGf5h5o2NCi+VeGiFjL8q//Dgvm/jsN+Dw9+PprCKKKSRxGikOsYjFbr0KWIx9F1F6KfDUKjeFXPjFi/w1ov7nbwk7i/C7NrFKXDx+5Q8IS7l4glhf+SeW808Po5jePSj+FwnBt5V04PSg2GuCZf8Amybp6puElZJKs2xskiUVsu6NnBzWOa/DQaKEamwTQh//ADCPv7Jrk8ohEEPYLvQxW1JaT6aOkiWzRseiQnwcsoyaEJWUcEjRaZN9Zci1Jm3ENf8ACktCrRyiSzz0RP6HT5waNDQ0kPgSHQc9ElDvSO6NLCf6SMo/0TQsaLuGNUtlHpDfWyDWhekUK0zonNj7S4X8LhPWC8sYUmJWx62NnRUrGd/Rbp/BIOg1r8HIzS1D0a6Ma/CC0yKlH9wXW2PxHvRWydrV5ovpkJG3vTQmoMiozaPUbY97RdHl8GUSKbp7suNNQoohpxDKJSt39FpeFEhHUeEFGRjccdNo8DbET+Yuv4z9GkR+CGx7Iomxi6EhNJnFQqGSITxMaK5hOE1slN7w2ilei+mng79E/SHUNb4Vei/Sjcuyiag+cN4/082K4sbTLWf3BCPFwnCWunPC7oxvd0uHwSIyfTwtlslBd0e/4cEqYlrSIbk7RKP8PCJIW/wT8GJRtQiY96hpkEqOj2o47BrSV0awZWOwSHR/QcC/AyT4QdrE3C4ehXDX2FoYjdFtjSt8Ps/Ex6jT5heQS2IqDXvo00GQEgTpJ08YkfGaHddjfoQvSm34hxFaGnWEKj0hv+jsIvDGlJejoMmLFReiFMcQul/UQ9Y93GzwcwpCifjKUbu2KlbdvPRm8Q3MMSL7uMXMqw2lcZYn94Ou+Du8X/ya2bOCIRTWfcNd3hkmzg9CcxCHoxpHR4Zw5l8GxbLcQmYeE+aJ8J84NCMdTP6+KRM6E4Ot15hULG+i3pzLOGnhtFN4mf8A7hnW+LDZdrDXw+hNDo//AIa1+HnT0ixBs/uIPCXwhrEzr4UU3j3Dpfh58t3Dwyjeio4X4aGeIeDs1Q35giT3Gu/wlv7sXB1/k1oX2KgM69Fu+m2KqPwaIrtwOIIZ9JwUhtIU7IPreCJ9yUU4f4PX9F/BmkJ/IHa0RTbd3iqDMSuh0mbIdSgwhJXY22IaEcZr/RDEkvBM24xoxr7G+U+lJ4LYf0Ewa2TWh1XQ3jnSMWFxUvRRejRIWpJa96M2Y3StFhrHD9Zomni6gtIkf10TsY704ixCrHwT+yln9w1oeoJtFh1fBfQWnRNTQmqFtcEqg4PY0PYaWBojJ1wj8FGN0qUYJuDITQ2Li0HzSF6KmMIf/ujvSqQ0K8ErXBxLg2Elf0jv4Jbsa9GlE5siWD+vBP8ABC2Q36hG4JMUHWfhoda0zbey1DVQkxtzXBNlTT7HGLV0UG6USq2KkbQmkmT8Kiu8hXRM3s/CFsFT/l4J2i6N/Zo+i/03DUk01iuM0FLyipfg3iTf4iDWQW1Dfe0PYF0LQqLXCRmryjV1G6KJmnwbrfkNKETGoz80fWyI9xVEfYmeUYnBwbSZN6WKPuK37hNl6fhlSmLTtQqeGvBPcNHWhW3s1pCSQaqxeaFbehWChUX4NCVIaSGvwf69CVK8EV+M46KntDWoN0cfBp36xKKMdVoqOvrwfai+CpCsKsdFqeoq4yT/AKWMoj+H8PaNFmPEyse45sRElq+jV2V4PatUIq+YSaZ2hpv4GN//AOQGk2xf2kPaRUndUgxwSiXYSJHRgmkLUipCFaBI17JrCxLsv0iieYR5S0JLolg6yt+L8GyXC2w0Tf0jbWtSUkWtsU0l7p4L/wAwkT+H0h/WFik2XP8AmOjbFRaXwYz+jei8z7kfwYyb+Fz/AIN/ZVR/PYhkhMPPCf8ApFg9s8Q1jesobJ+4gt4PTayTIQJ1iXeOZ18uCWFbVZWJ/lOknyePcqCebh3/AMaejFhwT/4W40JY1m65mjpC4rx9FRRDfw1mifo6ceHvN9TPqQ0hcR1EGi/8BH09FYkNEOF/ChTNIvTQ06b6ig8FYkroiaJDQT3GO052imtaGNQckJzsrLsqkGjWJcVP8l0/nC4TcFwU2xblE3OiWZshXBsoqU2T1IorjY04x72Na0QkEyoXw+2hvig2Y19409lfMKMq4Q4NUU2MI2FqNNttDaYzYvKNcmKeHSwpNP8AROIW2VH9wrg3oRFrFL4NungkQrNyNGNk1WhQYpyIdE6hHkZdTaL6HzTU19oVsoNb0Ia0aLNQnvpNVhxORKvP1CpKz6lQmXhDHa/6khpkJNUTlFu6I6KnR/pweg9vwfRVoLeqSJocXGINMXRK+ERVYc6M7JaNbKkJXr6abEvsYsW2xM3xVEnTrHG6JFxDQJJJfg6pa9G+fYvrilAS+RIf/wCA/wD+QLw/4IW5kuRKK0EklrJf4R4iCR20k2bLSE2lHwTBd2CFoxotIlbOkpJ7UYaXJ9ir09jHs3SnuIUe2xOpi0xwWKQX/wBP0cZVMPRSaguISIRI6WhhfZkF+GkmdLZhpn3DU+hM9tsWDdRdHBioQXlOi1roqtsdg+x+Db4QS2P+CRtOIbCbSG+lLwbErpjcaeGzjE6bLNH2RaEMaw0JinD1CQsNCRD1OZo0TY7yo+jmQjGlDTxwiLwah4mxzcQ0q2NVY1ocx1IVpJSIaQ2kjo/6asNW4lMFVVs1WxIsehoneh2m0xqf9zaPHMTCExb1aU/QI8Lirgq6m8LdeOx711rYbFcomxhnfM6HtnW9RL/SNh9YleOIR782JEUw1ljNY9Wf0TY8XL7S4/w2dZL6R43zHEvhr4f3DN/BUxpePKM385rHmL8EJbgnasJHCHg1xVQ0mko6NkZRqNtuFHxr5RfD+np/9iFk+QeoIfMLGsaC3hP5LK2QuEcuP7hiw0LMeHmTH9xZ8tCJogszDPC5pcV6NC6HjbNti2LFaLwgtpfYhKhuI0kJDai7Pw1XeHW56MFEfogKaQyM4j7czozu+0RLeqimidQ8iFShSjVUjiUNYYVTuIY9PTexL9F9lTjF0SH2lS+nLNHaJBNtkGyMTFKJxr+CZNbNkX4jYxM/pNDNDpoWbQm62JPRunhcNofRQbVGXhshrhcaa0PG0MyxaYhbG/2jp0WzJCEW8Js/UJlSG/s/xmj+TFHs5wRHsoqa9x+xEpsVsEqgc5ERKDSuoXmzqp5yYs2FmLv6GzcQ9bCGq7oWEYlbTqRQaae0fVQvsIRa9VzCYyMim1jkqcZHBJaNSngk1sdo4OE0hhL9N962V8gTDIUh7DbFeCaibRUJplLTfp5y0JS8YbXP1idb6LNCbqLKqMeghPGhPKZOo3EXcD+ofSg1PcDSUWnTVPRo8lCvSWxQhNiUn72xQCGx0TRqC+w8rG/6Nm0//R1rQLjeLTH1jw6q9Y3uH0M3T8NI9poXuhWkVN5pR2IRRF2Id8EdeP8ANjYno2dxRODkFIN/RV1DVFbcQkCRbZusgnL9lottns/BNXCpYXWxrbO/D022I9NC/jQ06ODmxokYlnGMEeEG0NwM0f6N6FrPKjmmRXp/HhIWvMITLD0Z0/BqmmeClZxBLJq+obynxiQYm3xEVWmIp22roSVK3gqISVdFPFNLglBwSjrLh2XYNsiIje39jlso0nVHT+lY7S79RXiqbGVbRp7Gexnua8/iRHRF85ZpTokjCPpMTKsdm/4jccWM1d9IxfPzE8FjSQmvsT+O8JQ9NHhR6rx0kw+n9LoezRoRwi+eibtPMNr4zDKbF8nhGjrE6pp/8134pH2GQd7gzY6TIOwnxDRHo4M0uZifGmzeHc0hpdW0mNrUP4Uv5nzM+HThf/FYeHhDZfhRRYeHmfCjN4VK/vEG0Nmx5QtDZNsRGP6NHbRo9iqLY3BCwzQGSaYQzQ0khXRTA+ImoJeO5gdhUs60om89Q3l0ca+ogPxoYE0Jh1ddFmkEW2kMnoYt6GNS6y1c6J6VvhX60f8A6KE9x4NA60IvR+aP4seLD2cRu6Kb0JwUhBEhKSDSWke4PY9DTwp7ELwa/DwnuNuCr0sOGoe3CDi0JjmwnoTJ8I2VdxGLC26Rm4VRfr2Va2Jno948PNHiSGKMK+koSnhp6IEah5ksHLroVrd/rQ24KtSJ7XelTGqoJpD+j6WQQgaYnOsr8FemN/Qk31DNTlaopT7hC9CsWA00Sob0S6PCrZW4Pb2sI0NeiXC2EvV4ObrjcomPcb0xpGd4aehL9ovwTjef6NcTSNriEOEj40P8G/8AjH0hQOhNtqDt/wADQh6Jrb0jbtJruhbW9OJWRsXASqNx0hv+aE2joVEE63oXaW5tjDiwmjLAzQ9T8x9ftpQckenoxqz1j7H9L4MTghXpGJCTmWxGoKP1n56bHxi0v0TE0OV6KbSNs/wotj/EUv2PEkGWJaPrXRO/9EsotFlX0V20WyViVGh4bRW90aUh40cRXTpGJVomxJ7pwaen6V+j2hpji1g3GKVsf8x62tjTu0Ppp4M5sa+hsLo1CGT6Ylo/oriDOtDEhsrui8+sfYNQdCDq+ikm6gsw4/MIEfg3AuEinNk5w572VWggaTg2bbOtjxH+gYx/BKNp32FtqhjH3pELZ7g2joyCQ8+IbEh8EPFt3huCxNCWtvbIJX7Ye1wUo4YuwldVQ0NOXBN39Ib0mPXmYhLbcJB48Lc09uHhsZrLR+l3jaQxCWy7GxYv/i1oXxfwRDnxTKLqcO8rHBef+FvYzyiVygjRYexorE02PEym7bx/mZ8PMbwn8Em3pCiy4xia8cz3HmVRZU0PDyvB4hBengx5XlwxMZvEw953v4PDX/hsmULOh5h9G3cW2G2i4ngvDQtHo/j6Ev8AQYtEOSq62QahaHB/G0NTShtCmBsR+BonpwSl9I0aNrgUjpmnXVLUHzSZIe91RNjeFSB7FNMR9FJH/wBi7iaJC1H0nQ/TaWPoo0fQ59kQnBC6FWhy9LBMei+Bvojhz8Z9zFoJHriIxND+kaDL+Yo/oWqRrDs4VfWqM9GecF9myi3Bpkh4N/bwZN7Zpf0tUaEP+i6xJIeqIJYSmG0jdF0++huYbexw8f2J7PwrWxT4GWBz7+CbIM+kaD9nDgc29L+EUJhNpGKS72LdYlTQ6S1h1NCg3oijaJUPq2L/AOHHRGt+pMWl+UsSECoqNoP8bggu7e6OCmPRMym1ofK9/wD4EkK3AT8JhPdLptYeZOX80aWXRHg0ZP1kMgejwy6/xDL0T0i9F04R4jY9tNpzUGbbbNYZzWObuy6Pho+3Y/1rC7pahcNKrkZy1E8oq5DRVen+jqKP0/wbvhTZti1i+J+4XEVSjcUGjii8R+iQe0tHmmXRf0n6eM+i6g4VJEMMbQqJviP0ikxk1Xi/8Ghb6OCudi7t43h/Bh5GNoYl+DSPQqtwX8GXo6hi6hCaGrPoRpD6buxb8F9CehRoQ+cEbOsXiOPo3vHXrg2/DY9fgvUqewZCzG52xkxVa71CiTRbVTrQ5baj8FuJv7Y1SbH0bNpRHJ4N/wAGNuCwr0cpyC7Lr0bIXa86KtRXpEq2zSxMNEwhjJjV62hL/RSNSJlw/wBHyDkwbiHb+kgbwtuW0EBbbKLD+n+WMJjYmNibRdoppjWLijmDKdGjnpcPF3h0194STzdZuND4LZJ8pi4Xf/DmKWQQY1HvdF8PPhYI8ZHhQP4f6UTGyCRsYx02ImH8L8oIRbbW4JL8EUo8e/FGvhBF/C4a3mYW1j8+Ly+iJhZvJhYiK8aW8MZs38NoR7ifBHi/B/hpxg2khCYaeFmzwb9NiU330ZjgvRO5T8Nebg+7bPBzOgyoXdvBzWY1T20KQtDPrGSJjW1Q/wDiPx4lh6Pp/DTQhHuhYpxIt0aQ1NpqQivC74KGJ1JicT9G4iW4blokbx5plVwtCbfh/no8E6trZBKIT9Gir6HRfWxbVpcreExhEHoNP7Gls4RnWxHTRLZsnfvLEvvPjK96Hbs2c4UrZsmh4/T9w36RCDYe0Jb4oPY36VoNkMKzbbbbOvgtDrQl3ZY8a0NRWkIyki/8iE/W3GxtovjG8Zdsb8POCTELyT0zqMSZ4R82t4CeTXpsWDSie8G0N6Rti+CggvzDGq1HmExbhdiiDQRb0aI002ahPUJseuunWKmkQ0Rs59EZeClFGaaEj6r7Ejvhasd6h0X8Et6ITYkkcHOFlg1v94USb3GJhfYhj9YmXgzZeDZvt0xHpGMoWpPfGNVsT3DRXWT7JR82La2Rn3D/AE0JfZpGoN/BfwX3hbI0z/SM1GIaZeDRdCX6MbeExCV9HOnOmJEui3NMX1dGqF/+khtiRJuiHhDQ8I9ERUYNkVc7Bo4PsfdlHBqtDbSoiN/mzeeDc6tisrGVKOddNNo9hPWIbxeQr0qMW+npdj+qV7G6Okn9Jwp+pi8mIadDpvSjSVB3pRck1+P9x899saHYUQKYtK/dkmGl20oKFcRodzxjpZpkejPDqKMWX7FibkNKaPoZO/8ABEhPFlvDEe97o9yRiv8AWM0ht+IcqEKXOpvGrb5Il+JFUnouH+EwhaNFaNnmPR4WLrExoWyZo/3HmyjGXHuWhjKTG8a9+Kws3NxIRM8OrChcrCSwpqkZIenp4nR59Lv4NTQlSeYbmZNn2315+scZ1cIQgxIbSqBz6PBdH9YinwgxZlevhdfNl8xRvel8N6ny1lD7o9HiLDX7n1G/vERFjw2seCFhiNb+88j1zBCiRoQtHtRs6+j1JTOsfNmOgibNpKmlIQ6wv1if5C7ZsJKwrE3bwTppG/oS3Rpl1DS6Ep1/gVONoqITy5Rt0hMI/gnhtcwNwRIW6hFp9H3OD58EgiatIR/eheCUuxI3wjG4Rf0Jb6XxRaypFnF3uFI2PYhoaH6J03Ykemh9P6KVg3tqCf4NVnqG9F+iC/pSE2cQ/wCHXczQnh9OFa0hPwTGrl1BP1uVjNIdh+aH77a3C8w2Na0zwbmjRuvo21uNirmmf7NbybX9Jj9NPoqJ78LvkIlh/wALK/ByUlOKF+2NvuF3hZtG7wemJk0v6QiRBKtkZUMJUOVej3wfqOiZn4RsS+my8rY1TTOWPZei9DUEF+PQmTIRf4YSQ9ej+vghLuhIQ0NLwfI4LTKC4NQVZH7w+phh11CnGmhFpu4qNjZRtdmzf2Ln6ePHWWcKXgmz24TOD1jgrqn9NjxobP6URr6HS0KQbWiiZ/RePCILYkPSJNHBchXrJC+wT3aIj7FxiGh26I4tYcHo0enWeofRqkSQ0l//AJG09H2aPg0PVg3rwUevR3htaZvw/WX0esHzSo5NmiaEhJ60NOianMalIaJEVQT8gjaEz4MomLr0EVViV0k/yGqlQ0GCpfooU4h3i1oe33Nt6NVtrLW2z8x9oIEJ0jWW+k9F9HGovgsbX6bgktQj3maWa8dJf4U1ZxIuhC6xwR9iRnx4JYr3ohuHT/REEIdxG42mtwf/ABIax1CNomHKQ18bpkRDJ8NLHp3LP3KHsX1l4bx2Z9H+Z9wsLNuX3O0xdEm+EiHojvwWILTFIQlhLeyRSjGUvweLEsY8GhI0+XpvCaGp0SFdCvpc2e9PrGyPO8bbxMMp35P5R/8Aixjfwp3PgzZt51mY18KxHrJNjRzDe38ETVYnRRLEhRtv4d3jbEsv1lUYnylJ7EdX4VP8HtDHacDVtwcteIen7jdr6MUFPRH0e4GidelGaSnpvZ9Ttn0T9gZ44h3fNjUZBbINOCG04P5XwfB6VX2WEqw9/BDg+UT2qbCezVHv0bmmRDG08Gpobr7/AElZBlT4In0SDXgt+j6q8H/dEuo0tN2fhp6hvtPOn78K5ijbG2aFw0ytnh0j4zQvNGps+m3CMo2OXJ0EeEDE2x/mEOeHjZpQTaA9zbaUYlj9ivoTvpaVuHLBO6KmK3hsijRWXFKXE2i+IlIL6p9FGyP/AMK2KeEavNjW0bTg0qkWMb/+jEi0XTWo/wDB6MUai0K4sUaqG6fpcE+Urf6LR9P0T/njZUGsfhRmJ66VRv8ABlD/AF4Qp0Q/5Fhs6O6UkWn9ji6msMeSVYkcGL6hGPYloeG9D28cuH2bHNaKaFpFZ3bL5h7E/vC17jjouRoRQS8Lsi1/D9EP2G+DWr4IUKKm9iS6evBJJHqLWi7jI0hsLcUND0NlIhmsJz3YlSUemVUcGtWDZ30bHwfCng1T7w7Si99PEF+s/jR4Lwf8I2RkG4aPBpCYtt9HFFk13GJpcEXodmwxjBIUNfZ9gjtCforSTJAhFBWj5wj0ODaKtUvRvNm4jLL3+CNJu+C+NmiP/TTFdCaNsmKN6wmMnCQ1L3TZfh4x7HERl63GvvDOY19kkvsb2f8AxhVNPxFGsbgiM9wj34Rns+hkXR/vwYzoqf09wQhm9FZHjhzQ8U1jQ8vFFjYsrEzGNiISS7KLZQpBH6RN9wkT4Jj2c8ENjD4J/h53EEbwaIT08PF3WLHh/CUg09CHskguiNM9bweLhwpe4WP7jmfPghtiwsbSPEP/AMX8GeY/S8x0eHh4vz/mFCDFi71icGyhC9I9GIZb+Bu0RSmjWtUK7SFGv9Na1BJtDeIVxdlbIhBm5htJiRDbGxmIgyasRAmzpD0OEn1dH6RoSd1N8QmxomzYmmM1pjbTYlUVZjQ95hOUYko3jwbx+n0JkIWouxNDD/glEkp1jeFq5gcxLO47DZOeFdg+DtehTwe/BQ58JrDEqcPSeFfIcekKukousb6RoQjXh5j8TQ9n60/hUnzozFoijFOG/wDMJEEaeE0xL6k2qwl+DUYqvD0VGvGijqOm0KXfQ1uzFlKcW0OUaadgm8aC/wDoq/zFLtDKilmEIGsJRzt2NR7Y54N0QvP4ekbSBbRuTDUwxV4ekZNvcRdfwXjWzWysQ1/mstxFNr4hIshjbF49HfGOFxiY74Rt6FxT0Sv1oKsX6P0iHVJ/SKYzZ6Y0RTCh164O45ssFBqVwoxGjTNQTp7hGldYN46PTdJrY5SGujWnWUp+EmiHRL90j7EK0miaXuiMfcKEimxsSPqomxJ3exJeIjTxWa4W9HpTERxC3aMTmDfjFH6bgyQy6Njexvex6RxQZx0QahxWjlPUQY15/o7StC5vE2f6U16N7hYI5K9GykwtRJH0ta2KO+ocFD20N+DH1Joa9bHmxzplxsTS2eigjqNGmJdPpmrbSiEatIe6BrQbmiyNzTg8+LJ0QmEMmPCujVFfRM/xXF+FiZtqkH/vnonhpHN1nNu2Ji36Qs/JqDZVhJib5m7KWs/zDF0UiRzH2NFw4UTJvQlMEQYsMZ0uLiYh4Nl/8t4T+FaF7PCzMImE80jWE4tj3mCXwgmo308C58EQC7dGuEIfWF3H4MaM6NWmmJDvdEiVPCHFhY3lCHMen3n35f6N/FJI9+UeGr8POjWNfBCLj+4mKT9+D+DVF+iFiNNhIgstlLcfptf4NH51iez3R3rErQ/ooMFrNDRb1iKym9SosZXtFf2OeIuLL/VSy/BVt/iFsCXpum6KSTbFFvf08tE2pEYuteF4LSDaQ6bEYwbRqjb+j2wh6sISP1Gk/wBFv+Co+kiPCuQSdqXRJ6NsejdRIcfBci3Q0MrF2R4H6vDR6F0dL8Ekm0a+js0VQUYxVTR+zF+qcZROaOmyCHAiXhNUqkSLBoe4imz62K9eE9ilPRja+hK4/o/I9FT/AE9LoQTq/MVC6/w0/cX1aXBCQ9eBRNCVTtTDKldRNl3Y/ssWFFaJxYE+DX4KJPRouqI/gxFqa2iqNf0fRpE2WLovIJsajXsxLvFDmGJbEQ38bEVYW3Df7IOH8N44f4MLmkN92WVC+xPpSkE0pscI/hXpEC27C5C7O5aEmn4KQtc+hGxNRrw6NJaR/Boli/QvXjrHBYUVNFaYqxBUhvRS/Ft7HDwNMtmhCX2MSMRVcpWPgm0imm9xMYR53ok2+jVWmqJOV0aLaKOyobohJ9NeiS9xVimy+Me2Jwcfg0NtQWs0WaTNvDYYl+jSHF2LWxmzYaFOF+xJUeoLfUx8QhSY+h7S2cTOtUv4J06nD7on1CJRU34xE2kZvJP9L8xKNUm0Vj3IajbISUVH4Nqcg1UZG2ULxitnWQBNtKCXMrgnD6XfB7UbFpW4IaLYsaRW2Kjyv0ZRCJXUEx+Jj+Y9ENqGlokHd8xjFvDE9txtv+jKfRpwSq+kYza4Y6JF0T90QTx+M0i+Dv1i3YpBwTG6bw2O3FFp7wxSfCs2Nsg+Y/T+YgyyDIszTNZdKXFzQmxoDXh48zM/RxFylSQbFUrBYgiYoujdR0mLCFSQ1H3IR3RvWdiYUHRSHm8eRP8A6M21+ogh/DfwnxZNZmLhDGaw8dL48WZv6PDV4Q6kcLip40PmfvO3ie4gvNFhS/F4bSEGUwWE9RolEv4MbT5SfRGjfQVhBE0J6OKGgBMt0VUaUjuuDW8JIvRf3Y9JmoWlNn+46aU63+0V57bFtWnqE0oTQlPWiYfWzS/UpPS9FMDVJHEK1lUTcQkOog+kmFYN8qE08J6G9X7O9IKfehejD7Q1RjHpTA69Ea8w+JHOmfcpUsbNkNa6sbKziFjZMIWOnRON/pbWdK4Rk6XD0axesTR/RNiqYn6j2EEjRyqE2hrb0a2oIkaNoXNFG+iaYmh7KLYldLuxwWlEOL9Cb3xI5o/0ZtT4OBUh6O/Y05sRqHvpyg2kJlwhwZox3odK6NsYrEJuLtI43sPSia2XMM0aWvGJxjddwtHriKaEthEv4YZyO298rG3NMdWyiYoCvT3QlX4QlsdJbGa6QX6U9jWCaYvr36XEE+lGhEtEy1tf42Pz5+oR5SZdxELFw0RkJWL8G1EIa9KWm4e4p0XODxEcSNTD0FeCbNyi3oQ0TRIqE1F9YouC0jXgvGJQhqEpAjjr2aLDYXmZse3o3Dj9wzZUb8GOe9L+02uxw1UM7pDbQf8Ad/wbpykVPBdWHUzZolLPBY2VibYkK6GFWk2JKxSmXo049iyiNDVL+2yXYns3v6LUT6J9j4aEkxGhGC0baW2I9oLh+CM+mxEqo0tJ+b6NVNJj6tZeEjufBb78TYlpE+D0Meh1UZorFhJyuUjU3tDgVy9o/wCOia+KaHhEGUtGJF0QS6Oo2/l/hB6Xc+z/AMX8H8PoqxpFW87I8vck0i3lE2hSGsUqLilG/k1w+vkkPWOqipCCtUJjy+aiJuDi0zQ2USFnQlP0hS4/TWZ8P8xMfZN4hMSkoh15ZEcKNFZcwhoYsTY+axBI3iKFxB9y57jzOh6FW/lwzvf2aI+xMxeHP4auvhPD1jVotsSmo9iCRqoTTYS+NiKjdJDbFoWns04JS3vwe2xLHR/0Tevseomj/wCdoWhxRek4htUV90nYpTtj4twp5S/mxyex/wA0LT4LasGNKldPWhDFJmHpE33QnvCaa1vDbSEtC+hCzQlkg17BPYKn9IsGmnsiAJRTB0Y91zFJKF0X7H2JEmh272SIX0OUpde8Lejho2aZ/gm3b+waJfgkyIWQhJWH/wDRusRT/YKISErtI+yQmfR2NbpoNfhvC/hGiD/GKJIc+sW2KWHEi5fWhvfREeFh6QtKbgkbT6bCTEPERiYidbIH8H/iGnaaKgqXQqVaE1praK1fBja8Eu6PW20LSlpIYRxwYz9FcNCNpEKaaxbzGwl/igv/ABOEH23xC03xrUGJCf1C0ntEi6yYfcPXg1/T6uiITUNRdraFVZplg3oSTEIao9rZ4/US/wCVBR7Q1obEf4WMcbespGjb90TWmJP1IZ6NlRBuF4XUeW2uIrZRJjG3x6Lw0P6CsRuCEtHVaISGx4U7wSVNL+n/ANZBJkOe4Zo2ykcwli6Ege12jJtYc6Ov6xun92x7XTdGzwhN0aYvuJ99Jsaa+sUg1o6PUH+dExycZxiY+rY1twRtoarb9EdOP1R2S102Ct19DKVpieuyHpMqKcyqbtGw/RuKi0Fromt6HzZ0NQ35wbS1TQvoelRNPaF0RRuPBt6F660eH9IT1v4LY2X0REU/mkwsIuGkhb9YL+4uLNGw29au6I8EqftDd34N65hPCFm7LhpCa1nw34JjHvMwnobNldw82Fo8MZCDyxtaP34UrYmY9YS2hIhFSNiz30exs6umoNHR6D7i/wDmoXHgtDwnDpMI4KB0oS0I42zTZ3CLlCZH+lDxMioh9oFoe2M4LLWEiohoXURf0jF8mP5P4pP0V9wxaXxuNp4dzNDwtY9ps2vm3h34tUfsLoXEJQRFhp9VCJgzvr01ViamqSIU+BjY9jrTofp1Dm0DAiGjHgb+hbf4W+7FKaqOMXeiKs5CdJxjE+IJ9LehI2X9HFs/w6kGIdE2vR1HtISQts14hxU9JtkSOMuFM+5bZXNH9K3B6/sT0/BN3biIEufbGujTvBp00E6a2Q9GTX4RTgrojTh6f6bMRzRNlU6RiUhYIT3Clp7laaouNiCFobT6kbEND1JSCUE53BC/o2hJiIR0voS+CRshokLqwTrHL0ia0LqpuK69GwHo+MVOn9Xosy+HSF1DEVxurDX/ANJXRdGE0b/uRIfSP+OVHfyixCumLJyNuDrJs94MNIuiqpW2Mkm6NvPox9H0U9wphoziZE1qqGxQmc6PN9HpTUdGl1o8mz/CfP8AkJPEEmjBGj+oUhCJQMWkiFj6I6PPV4IcaUcKjZSiwQSaZZr6r6KtEHBPZf8Ap3wqWhjdehFKLao6b5Rv09GxtHSIXgkNJ9F4ssbU4Oo6RCbZH6tnv4VUhE1Nk1BR/DirHjEjZMhUkNKCHc9yzrIP7poqiNPY9rQ5D6Ru9HX2MUgbG6IVGJENo9N8ISg9iRiNJfomfmI7LiITd0yFWkN/AT+fD6vBtrQlnoybSCdel9/0uTPoZt+6xHp+Cgh8eiMjjHrUJVuXYsK5BKFUSC9Cmv6wtMaxQX0LpTbNGjSFYTWj7svJkJhtNM016MbPSRLE29b6M5+w5D/mQd/4Io1ELK8+TGjagiRYUH1DNlqY3MTQ/wCY66IYhkxqjL4JWvw/BvP6W6xpfCEaYl2oQb1ET7EFCs7EdHo11m4uL/4zCIyv3KRYLNP9E4x0kdyex6YcqLsfwsw3lCHy9QgKOY0QosJYa3oWOw9PdZZwnwuGX5e47n34Nn+YhJnVN7PzGynSi9mGcE/fM+FNYfB9ebZBvBC4t5Zz/aGyU9OcQNtRSWxzaqo1ND76CzDJDURfSLKI7BdhCbIIf4UX4bvQhbEojiHBlqvS1WsZr0pFTT4NaF9jS7dk0ataJPo9gtLARaH5S0iZzRw0Jn8H9KVnhfoXL4Ten5h92WC2EFrBnwYZRaNDZbqn9h4SXKGNJo0P6Nxm4h0XT9I8N43CrsPoFsJ0zQG/YKM2col/mKMg3jaX5hdiTw6ZIjxn7JEm5GVXFRIe2jqNd6xEXTtPyDv0z1hqi62kv6xKRX4+j0PsYqOV6aZTXzH+l1IOTQtUrfpSs/D2GoTi9VMdpeEgq7mxKf1ZYhqLe2FRG8qooSIRY2NY7NRjR+I0yYQ/4Dc0cxRJ+Lwjf9iT+Q/w1SSjFpvg+WBX0xvEqNkoPovuEqWEm4RoSv8ABIaUNrY2O35onNS8sVJNHCyCZSilpqpjTK72kNUcdeHafWyK1iS68oYtMbYL+i0zZvQii/hWV0Sb54feXpMf82T05Tw0yvooSaGhfiI2K8E4a7hDzgtKwraVx4X/AFD0NoqSGzwcw/saQtcLsseHpsdo07ENDSOiVkQ1EakegzH/AETu2N4lHJ+ki6IiefRRId6XpuCQiNwPSase1J/01KdFjlcaE7dYyC8aHps4nS6Q3qDt25hHdCWxeDmzd4eR4o4/4CQmtelB/aTRRT1IbwXsaaEqx6Zfgitn4V0at6hL/WKQcSz/AIU9NDJUaWiQtJ4Y3hUhPbH8vRBU/sk5GjxJCUeVij/gh2nMMT2LipXZwTxSL/S/hG1mno64XuE9DpRlGzZYtYb0PzdG9Cag+Mpc0VGNFtioMXcUqEkh2LRIGVKeLhsvwR7jpszRixBfOzexUUFMJiLCai9CnObNnR4ZSlwk2KVYTcbEoJSEtHg8+tYjPS52edxcQSRBF6R/F/CYekMX2J/CtYr+H1lpUmJoglnRbnYseT/wvKsOD5TsPG8nhPM3r+mPWIkheQdbHpEqaRfZby0JPstY9pIR1/6dBfqNHfD+MVb2bHW1DpXJwcZdEnRPa0hU37wUiDnEUSY1etEjI+3eFFMsjjNsG0KCPD6LSEk2bKYwSJjcFlbW4RwTLjGbNkXbs2aILqzRjRhDVFdYtsbaIdEJeQduTwbvo/QduFpDTezwg4pC20blRafwvp5/o7bng75j7HiUo3hsSfGzxYa2tkQLun3S6K8Bn4QcVtHOAtdf0exzBFs1VuQQsTbEkaE40X2fGI8GRzs0May44VCRUmablFJ02trY5jL+gTg3ltCdxB711D/cuoWn/RyE9YqFsqxqmMfAFK7hLWG4xEi/oVJ/0xrlZ+CQmxb9w4FWNP2Q9k/Y79m1xjtvgwTTZMe2SycQk/MFoPxTDSZB76Pk00MmquIY2mnmkOQUMaaK03phVojhqIYlfBIiSF6VKso26X9LR+F/RfuGb9EjTRBJKbIhi/ppi8TNJkxM6KoXEPWxL0ic2R04OxHSOqM+kQmPOHEWNIZFsfCiPxHjOoo2XWhx+7GktwSHbbYw9If0bGyuyttIbZMnsb2iGl6Kmj6h6LhtcGyiLob+hbJZ9lORXFHvIl+kiRc1sn2tm0HNC56Lwle+n9RpEGQVIJN/ZLrDYhVsSr6PK6ha1UU9E0M+m/0SLYnV4MN71hZdEnh0dO//AMAgvpfBM6cGHS486aleGREKTOtL/D8naKm3ENp/MPVxRfQmNvKODex/hcJ6lHk5/R4rfosQdGxYWkhGhvWHp2niOCZMNo6PZV9EWJhx43CaBnYvG1o8HqY00vhMmZn3E2Q+zGrxr4LGvhGuImQowSS2N9N2UWhiGC3FLmY+weJoYnBtG1vvGZ9UY8LHmNfBPMITDqWPKXD7vDIQo7BCPfl+zFFls3vM/cwef24pbl7yhmwkaDvRyjbM1j/tRKmuv0t6KBHoirH6wpypJ8FCE1saj8Eq0l4Mmb2y10b0VzFYlVRVPZ/EbG9URtzQrtRGofZuWrwk62OCIz1MZ40XkEcxXR0eIaSEl+jaTR3opTRaJ+Qez+DuKfwJIqKfhpvQ0I1Rf/AkfRIyejEjvpIxkkh+0MT0OtMV4hVZxFkhCrreE5DiHJr+HRRTRX+FImJJCXMWtHSFtBRDRwtmHp1ia4tCpwgtifpR1fyN07ClEGLxUcL2wzSK2yDwS2lRDI2LzvEM30Ti/wANPD0h9jTEId6XZRD00NZOUxcVNCCtQ2FPfSFxC7D3Spv/ADRsr1C0HGsIcNJbYmkbWES0hUT4cKTeui0P7elZdk4RlJoS1Sf0pyDQuI6lLgMT2O7r6ENC1saPRpcF6qJRky8ZX9tQd2ENoVTxxIZ0TcTH/CaEhbW0zu/6sLLSjNPKWoebwkv8FBUmXbg5Ef0bPWen8KeqKQmyMSjEK/RsbEhCOE4jz6Z13C2c0bRiVoaRC3CxCaLdTRAmEKnCLLqjLUaQzLskdXDXWOpFE5h31j/+H9Db36PvBoy9Mb6shBw4NRl9OsXa0JZtql1PBnuGW+I6cKeMSo2y6L9MSn9PuQ0S9muCmIOeFSTUJeul4OiXdHJC0bNj3lRs0h7vGx0VLMJtMfgs9HRsT/Bd+6PUQSMQNaFI64NcWmmfahCi/Bn0DJ78riiG6/EzzG8VZ8tk2IvahvSwnCiGeLwTziaDKX9hp5OCZfT+Y9mNDfB0T/Bs0VQt8EmxYuh4qRUNifRGxmhumqMsexhspUnBYqujddYzX38LksFzSEj0d8G1bE2YlWNNJClP7K28d/XxQ8oSb4hw94/Pl6JjxMKVX8Em+ITvNiCYWaElJD+SGyk+GxBODGEsdQq782Qh0Il+Nxopc08Kxmi4ZcUY+jPrE2ePC5lbZ6M7mVi1jZC5bjjzS53l4WN47SwbeOIdaHqx85ndG/5kV/RM24N0f8Y1FVr+D8IFGD30KEGuoma7NtlWy2bbx7hSXH8OnIT7NfQhFimn0NZrvaFfEOWtFyq2zbGl6QZJa8FwteDHEO4tUQxMVsgosVj7/pN4ue8wmsXo0L+iaVLi1notIdP/AME2jbZ/hvTc02OxVVHEaGRiabxYKNsZ9E+m09/4NOkfSRsn4Ivaccyvwt708RdEObUuQXdeDEyontH6Jch7rpX9H/A1jbYtCv8AFn+zbGMTcng1Da2xiv2BKFIh6nc0Pj9M7Nn8wvX/AIQgbqYjbdSSHiImqr6IXqS2aY0LULO/EeF0HENx8hfW4Hw+meiWyqaFMaWBDdMoP6K6Nxh1C/uzT+5//Bo4Ns/BCq5cHwZRD2xMf8RNRfUHTezWX0xnYPc2zgmajhZKUVXEhXR4S3CMuWE0RCHtiSQxcaWxWprx+lqTWLhUBcZFojZERTKyjSRMXCNIW9n4F9BLp+TCNrZ+kNsSredbZG+sQlaJhoj3RNuieIeKeJrFt+EYkxOuQjQuCTPyF+mXDnD8ZpNDSh9oTGt7YkhE/NC5hGb2OMRRHlPtJxJ/RqC29HBjdEvB6fT0bePSi2MQ7fwbd5/gv4JNkkEmgxoVhTT6O6qz1IZkoaeFB414NFfots9PRxrnh4LDCxXiYeohFdG5baFJYZ6Bt4Uq/wChWjaQybGaF+YWspN4S8G0Le7x7h5an02TXbV4o0qXU7MQc4RrY1luI2kbcswRtX6Vy8Q34jjw3U1iuITpURes9LBs9LsTjP3wuK/sfDY+jeh7Jj9R4LtbHrGxPNHCjPC9HLi/RWd6IjyPW4JR7Huhybjs6IPoGEOoefMLpsRuJCbETowsN/B7EdHiDdiNLhKIm0JRhEvyJ0ok6WtPSNInhl+KijNqQ8Ns1Bp/Qlz+ijRv0/PhcIQsTF+DOITGj0fNFePwmejE3rL3Di+H6LHh4sfvohoY8t477h/JmvWU2PZRtHUGNKMXCz/8GxXX0mKCBLq4aDu3+jtr3o7S9IejYbTHPZjVNxi8eL4hJesTaIu4Z3hpzBi/Q3N1BEb7bNVRxsqVoilRYS8r0c76GtkE+9NiLshrrFlje96Gm/gvhtoXBbEoKbEbT2T6ePCbP0TdpYNIN74ID2I4y0zUVrY3e1g9RIfghpCaSgm50TrgtcHY3TI5Sf8ATax1yqGjmiqOC/opHgLmVKS6G7apjT9Ekvd4S0ja6ziF4kc4yU1/Q3/gI0isZ/boZT8ofkK7BtHmxSGVTl0NdrSPvLxGjZVWlPWBtpJDwTCn/rDXXUH0SjHaK0c3P4PSIiOD0Ppe7FF41mDfpadEp/ghq7ZRumyeMRJZ8eF+GhKj8EaT2BpOPYvaN7Du2h1GCUhZh/8AiRHyh9/BIbm/TWyot6eiVZN5b8KtCH503gtpvfhLbn2OYaGSjG0FChiWL+kM1pidb8LNtGysb1jVINLorRpUUNTRGtlPdERnv5irH0TSZKJHZNkF4NKiXgiSWsCZqC+zEv2JNaKmnqEWhoX/AGUvBF69DX0ivjR44J72iidD2c90ebOELQ/RW3EPehsZ2aoxuaKrRyFOa0xpjQurQ4zI4v0809DQ34jxUQzTWx9FtlgqcqFrhqaUnV+i3W5LUH0Sfg4rYyibRMQ0jtqHlPs1T9FCsoI3HpRLHmyRYWLoekjQ0OWlFISJukOZuDTsF1aNMWtvrCfGX5uTLaUJSqRMoeVsnI7Ot6CgowtytizXENCtIb42HWM/8EL8KMRYXf4Uo3sbULjSw/rH/wCIb4WLFH+n+lL1l8KNR/hSxaG1TosN3uH+ZqPcVQbOOicxWmdENh/R+h6Ft0dXBSW2Kk8EPTG1BmdxPjvHxE0uz0NfW36JNSt5ovvKIVFymMk0TJUW1ENpulHBaOIX0Ili4SzNhr4JfbmbsEhi58UI2U+sUuaPGj/DQ9YeUen39iOjxdCyhwUG9rFWGUZ30bFmwpqaL/3HuKIpo6N7GapCGOBd4R/Vj/42Oodpa+hUSgtx7FqdCVwbQbZWthY0rg2KSoQ0jbYx2vFhIZrYvofg3GN0a9GvfBrdaIeMa760h6utia+ii6ImpT0aR6JIMTG2ii2r6u48K9HRI49CXpPvFXBOHmhXCpxWKhFxeIZX9ibE6NpCaYij2MpA6bY00fZ1tmm/MHro6o3XoiKwT8HPg4wyLuhd2Lbw80QrxpiljrmdcdQ5CRMaZB/UL5BrYmLWxiQfaF/4Il3T+H35sNdHrw65CfourZs63sU2cbVpQeqPIJ3YGvsc5Qod7EEt/wBY1RCCTjENRlaNYTbJgjV9NHbL7eRHGX60KO/Rc60PD8ODIJukvCPYJQcpcaCeHglTEKHro00PmNkJp/EeJo/Cs7vwoz7Yp/RxVERoKia0OWdcC/UnDg9B6lJI/Bppld1jxnWtjH/4LjPpOFCA8U046hIkTQhtUb1hdymiVpI6glNeEPV4cZ1aGbQ+wVYhe4L7EPwh+Ph+ko/R/RR9JgmxhFZSW/ejdEgoOMa+ycIKrZLwgiY2NbG3wa0aMoi7dLA+7G98GhKRl2JRgfQ2y7jEmN1w/jOJFZ0O58WxPQ5dkA+CAmiw9+kK7k3xD81HsdaIZaEjPxwfqyEN3EqE+eH5lCHrHw1wVzX5hYQjfnINU2FKnRjSXERo0SdHJ6EtsdRokFs0jQo9CVNWQRLxfNd3bw9i4ELBynDw6hGuijVsS+7TXD/6BWIfnwZcN5/wZUNj7oixbKvC8x5ooxzonhsbheiY6Q0VNib2PLvrG56XfRxNlRYTQ8NMjJrgm06hLDbFqjbbO6jcr6eQxRc3MFrSYhaEahttPcHbW+40zQs79U+MommEM2v99LGx8kWjWsdlH8NLC+EP8HifZTZQzp9fBZmxRYZ/TuEsPovih4cOL4K5pS0pTwonobxaaRX+FY3+jZWfSH4UrqEaPSyZ4UbeKbKQiHtBdCvHC+Yu/wCEf6bTFNOaQ1DmjJJYxkCFqteYuWbdGYduicNxLwqwvfhp+QX2UX6Vl8Lo5aKp+hkHyjGeoRjgVjkgpdyidET4I2ouhdM0hYqXhSiVhyLM1XsuxMcTFYeYQmQeX1OiTFw7ZsOzYnWkJR9HWjjQrEK9imBaG2xJwNfQRJaJsbuaNf6OWNQ2pI9k2j1bEJxpkWmC2riND2ki4QzNIbHSbiFsSv8ADTJ2zga/wEOLhMPw0/uFPR2zR7DXb20IVrwTWjkRS9GNaJaYk/URfdEo0pbQhq+ImqLEuZ9ybWiJafT6CEmjL/Bjmv2EIyjEgWnC4Wz61B3sFwoXQ34no4WT4xbfIw29Qieg4kezizxTFQ8/iIlH7eGTCv8AhVoXf0TWiPw065Sx/lLRePVwZ9O9DTxprhF9EVhOGnovW/UWv4GiEm2xb0fML9G2hG0z6g3iIi+xHfwtGT9PR0qQ68KiWtiUbWxK3UNJcO4qKWG6YFvCZieCT2IbQmnomrf+FYntGm9Djd06aWFY20tiQx6eW4cQytLDFcGktoa6aT4RBdG/DjYmIBBldWDqPBUM9tKc0L0uiig7dXCGtr/or6SgxpIzVqY0rwQxBVpNCVZtu0IafjIdeDbxEbObHBcG9C0a6Jlo0tm29/4JwpqDXX+B7t/0bn01jtFMuzUdNfa6hU6f0LsPd5RRY5Kfpsy/FhTOxn20UXf6yGfxEZKGvh6h5jUaY0LuiIX/ABY2lD0rG+FZeYZBN/4Jw8KMpo+Cx7h8E+4pQuHhYN5uzjgn+i/Cl4dK9pjw1jWH5h8NGoqaFywlQ26Ma+ng5NSQqxyJ2xx8606TEcPCHT+was8yuHPjXhD4iffw1dDZRppdfCMmOfFEwqdcol30HjnC/BEJJijq3hPPPhsXxqx70XxWX4PusQ2sejZTzLfNYfT3eOnpLho8xdmsPH2REFcpq0jnZ5NfCP8AAcN/Rj6iPDhY4Y5XgRUTkGPf20Rhnxd0XmmTR6JHbG2TT0QmhCfTdGtjY3GhTN6hMCC/Ye8uDU3YmEx7WW2xY0atI3TY9iGahUeuoT/RZ9aEy/CExul+ii+4RFg09lV/p1bNmbekhbHKmj9D3smRo9GxJ6HIhiGFQWh1Es+zY3BK9HpwVaIl0ay549GdRzDV+qExio+IfGLwNFKJvRTX6JCS+2yYvrOn8xF/qz+lh/Gb+nCtIWrFtn8htiLjWIUffwWleChwX6hcpcP50CHBrBL+ZLb+mWauYbHWJ9QjqYhKb2kXWEFX4aO9DUZr0bWvw10eaWkNMUTGObnYPwVlS3BJm8nCHirfgz0OqtDv2ISEWhNz/wCiXB6VKxNjHEiE/rPFQaTUGKTRrOjSLGX7Zdj1046SW/rCX30N8BsSZGeGJ7KdEsQQ4cwti+LY2V0fB8Nl2qixib0QNBuXxD26yuoe3SiNifHC6E9JCVLRx4d8Y7UJiPfpnHobKxNLXo7Ni16xNs0xEKmIl6P6G09DT8HOpSE0xqx04fWxt7YhuJtl3PC4UHsSPulG4Jn9GJ6SP8Fj9g9y8GabtprUKkXVoelEx2uiHGxvRPsWuia3BVJZ1oTfSK1oX8FEx+iUH7B7ZqUv0TW9nNkj0ubGRihroNNq6GWLrPSnhWWbW5eLN0pSng1H+FlaloScaQ2ibNmsxTo8U7CRI6Kaa+uGmCjdhxnoncExc/jwkLuJ/wAWHobRVyjg2vS7KmVFXixRDSHtHGcZfpExFi/G4TE6eCGScGu3wRNEhJra2Snuwbre30oyqEC3BMTLpU2UD6GvsjE4jTafyhxizTuXopRDZfhBk+CwpCj3h2e/odPcw/KdFrnxgvrCWHRD5j7LlNDx9DLneKMcn7/4+HjE0cKy5/3PMeDeWLHBcKI1RVQtS1ioJY2bfwHK/wCjEi+yFL7Pwl4JraHD7Fw31CsPdRVfR29RBb65pSKNzL1XTYibG2PCX4JuNMTdT9ETjG3UCLoNWwejr0svNMd0aoxJM9GaN0bNaF+lSLtCN7Eim/oWybNYqE0TX6fZTWP6xnbEcDFN9E9ITTwevROHhsTOoPotIkQhbYvYfQ2jRGk3cGQcbR9CRvbTGomahNGitR804aw80bso1XoXRM3IKaY2LjSsMSP3YuCn+HRTNRjVDJnpaNiJDG6daiXxDQuF2+iDZRKkZdSdDbjRNivqJuE8/pH+YY3P7YtzZyjc4/BtubFhnuFKR9KKaPc0Pc+srRa9vNL+mzvxZdE2zwTvht4ctFbp8SFykaE0psdpv0xV37x6xt3g3CpwQKVxiIiv2Hb3VBqtvoiUZ6l8Qrr+MdtD0RpjOCDQk29E69vg+KD9DpZV9Kvs4dQ2LsSF+dF0kF24ZYx0SE98HaxnfzDWkbJ9m1hPXS/YVo69Ev6Rhj6JEkiUkUFQu6QnEhti+oaYmxMa+2LQ1o8JRMr8RIhqbwZtYsVHt1s0ujfRpx0asbP9w+heQ2T66UcXT3WJ9E2KMg0eKZRCn2eLgl+UiukfrFWiXWI7RDeqaaZpCexLRwUGTWmVo6NsTK2XY2kx6ZsnSZPbj4OioY2Mq0hmtlJg36jYIedo0U03aiF/WIOrCLMJm6ZEVZ9UeOJaNB+Hg3ouhOsb0V62X0JYfW1EiGt9pRsbpDRW3w9ehYignoqK6XDvY4oVeMcH1aJnRVrG2hp9kDDECV+iDCZZjiKsPSyv5jY4TCFKPDkYvK7h18P+saP/AKK/+l+JfFOeFm3mE1ZcrpMlp0anw/Mb0st4V2NCxGljRCDFJEc0NNfB5gheQa1faCkEvEIeP9xvKeFinSiHmibx/MV46cNHRGvlZlYfcUeNCENfo9FzT6ZS5WUUb8OeYS2I4PRUG2EMiaNXr6YlaGjrxiG56Nn9AtBGfyUUirhD9Bqv0xcE2SUQ3Q3pI3i/aFPBdKc6e4t8Np7IPTGy0iNo+tjSHBMba5w4Lu3obSJEXZMUzFzhto5oUTKSDgkpmbPOjY7TQ/jPBbUNwWxxoS7jtrzGxoccsXdHRz3hP+DZ6X0RINePg3gnmhr30X2KtCNXylrsg2IpKcWYNT/g7aKL/Ra4x1DCKzCJ6YzQSc2Xl6hKFqIjjGCuzS2/pihJLSyn+kL+CE/EG09e4REbVrEpeJQ/xzE+4hVUSRqsGi3CGaXqIoiUghe9WEg41leilG/Y0tHfwesWtmIUcSJJ6j2JtxibWK2alGqTxiWlNC6LKg39Fj2VLwZx3Boz87HgLeGxfVQkzS6LiGtsYfmzSUP4IQxW0It0onrQKVs5hP5JtbPYJSUhLR90mj1oTHNfRRyCNHG1tP1Dt7/akPzTIIaJhtjRwhXVDNLGgODnW+sbZfsyu6P0XacE7xlS/SkGydG4tYafSWEWyPYvoQfgn/0pSjaRXcfg4kJ6SY7eiaGof4JsSmkjQ38xuvQqvCVtITfQuGjfrIqib9JPDcFOoixZxG3Ef6RTFmByDr6NuFOsOVaPSxTpjN/6QX6a06Np6pG+LF+z3XCjGiE0RJfQhO+ejTkHbUbextBI1YyaWxnBI0lDg8MWIJLISOrSG2iUWCRLJ9H7D1rgSzynoUEhj/qaKYQ3jeXyrsEklM0sP9FGL2d6EiFTbaQyPlob9LCHtNUPab/doYSRNtFLPwifUR38II+jpzMnhCj4FCNRokNPsp3Y/fSRtene9huk1ik+2i3ipEMS3bmz7F3aIJf9GglRbIfozdx/htY5zCIbEjSFCtDtaP4aOtFOhZStQttjz0+spkx4QRTbQyijFqIoMIPXnRzPpcT4LuEkTHsEuuKvg8PgU04G5BiKXDmqxaDd+NDhX1j+nXmYXwTaxR/pRZTlLPR4RcPF+L+DIX4rDJrPn7n+D8h09OE+UFOjGseDBRKSJbND/SFVN5pdHTQnNllYVEt3Q8F6292ITIETZOP2ToyDk423oTGmtjcfTZ5/RCaPTcI4P6JCJnF/TRjvpaOJ7HqJHWvRLon97P06Q8EFsTD4bw00WE1YLg39Cqgvsh2C1SvCEiwv0amij44jng/C/uJqDpbGlng6QRH0VKlbY+oTWxCFJlPDhNXFNwTb9Q2N/uxNUrNbN7G+LRB+m4KHRwaNVaX1iVJvYgqaY3RC0ljFtKj9nB0m1Repl+oLW1qCHDgnjZIPammHCRKNEFBFubeCwGXR3aaTexsUa2TQti2xJSNGhu0JDQkoKe/Qt6bj+haS/wCAs9a2cYv7lDvcTe/w3/Ddeznpr/RuFgnp6YoV6apYfo01Cb2NNH6N7VX6HBkSJBJaExijmJRofPxWjVuX1T1wVL+l0JgNoqTG9oai36TOWhLwLdoTSLLc0JdJdkNiu7YqgkpEKatlFrqPZQz7OpWbhAovBdtC6aDf8fzFb9NC2MTT7Y00xNoTE9DNhmw1Em2JKF0PjFxUS/Rw0OCKtQl3w4ixo1sXeiCImejXNmgjUY67DgyI/rG1GNRd6c2yTYr/AIJ6G9SaEixK4k8G0mN0he7KiGyQjTGjS9+G2G2/ROMikkNi0V9PMNDRYI2U1bsSmNLQlBMSbFFqwUSG7+HBtNldiNAt9ZW8PwT6V0v0fQhaori3BvTo3wv2Mhi/0SqZinvB0L4Je1vZAbpR/bEfomoMpzCLoZf9pYR/TuUKJv1tlQj5CUK0pDWExPaJsXtESxNmlhKfEbPXjdEIY2VIYZ0Io1Hu4N2htTUd+jYci0KZZo9ibfpXGNmWKC9mqagoSF4H65ZMf6G947fhN4pB0t4NQC1pG6grO/6NpmrhNfBoOtqDB5nwc2WSbEbwkVCA5jay1sqqt04X4ajC/g7i/NJ46LQ0hv8AVLQMUtwuE2LtPBWwVEOlbcGSjdCwN0ZrG5lD9FsWFh42LlLl6H8GcGKfKlfqw58PrCfy9WeHcPc0Lozw1nfwbiWEy5YPFv2JreLJoSGvpmn82VX9P0Tl8JL9EIcpJx8v2WlRWluy3ZZ20MmsFFFs9Neku/Br6Emnt48mHf8AGIdloxwTZ9z7LUJXSKDRPofGVwQQ/wDDUm2OmlH0OqP3YkLjJwp91H+YbN4hzHpv6GyNiWOKQ/aE2/WILplqxp0dFuU3ejTI4p7RN1jULosax66FfB7FbFdE9K6LcmIkZoJHSGqa+hvp8Y4W20NxNO2RGEdKhH/qxCJonNd/Ca0MoNVRPDlK3seJYrTSnT9j8khM00hgTUYE1WJ5f8GLTZoujH0ja02QL7hSSTMQK3+MSdMNVNFrk3CG1X9PEFuLd1S1q2aN22f4TZ9IaEzd2OU0Cvp/RC/Z4haTNsveyjZLJ6Y0cKduNHmeE61Q5j2vjNOhq0hBrSGnwo1AvRD8CL2kPwSFq0elG3RYeDYb4p/Sx+s0M1IN6t/ouSRFd4E+BM4EG0hbiPWLTNNS/B1m3tifT6x1EEnROIteytkaFBWJFfDRk8Wdp6znovqVhtwYife8Nr/4e6JoQrqNCEtyk8EVEuJDiX6JoxUSaS3TWJohHOCFYmbbIv8ARFObg2maWobND8GaHNnG9jbaCPb8wf2ymm2N6/T1ITB7TjuCWhqIa6Q7qolZOUSEfg1rZoW5ji0iwTcExvR6VOGvBS+3DvDYn5iO6Pe5UmiCez9e8eouhiU5wxN0yDL/APUUY9aFT/JtsNqlK80XlKfcttl2chTpwbG0mf0ipui4csRbZV2aYxJHDsH9ocNiCl1UNH3TxF9p/iON7xdiKtIfAb0MscjbaGX9jSUbsZaUbvjpWN6dKaeFb7KJlRsbGGiSbHUSWIFqT9FOYVAW1EPn7jqX8GJDxD0+iFLetbGbn6KodZqBk+dFTo7XSXoS/Y+/DeMaOPCLLH1h4bc6hDZRjUeNTFihCbbIQJtkG/jDR/M7o/RWxoiniDDel8HumzNLYxhmzE68pqv0a2L0kwh4hRz5cNmyCGMvjEN1YavP9H4XKy+C5mt5mFnh7hTPPhal8Z8mT9OcKCbXowvILmNCjOB0/wCjaSQyYtJTTZ9JtlmJsVmsSES3SEAjaFc2fiLB7pohF+n00jgmnhQ4cF+s9pVWy0gm8LW4J/Z/hx7JRPGDSg1SrL5B7kWCSHKPDX0a0UTh1F4J1jTUWHllwuloudIqtaEQiLwt0RO3RFZwXQns+oq4romhSN3HHRJHELc+7RX4RCRq8G6brJ6yEG60O05diYWnSpOD2JDWxebIkpR9rHX0Q/0Yt009MRp7jRaIcr1kP8Iyq9Hd6FS4QTa+xscJEH0twosrSrIl3TEiJQ/GJP8A9woXanqNaP6Wh+ZTFPzC39Khv6ILdEhBobGk0KuwnSIhfg22JX0fojaTwoNBRusfP0o0KUcHjMa91kkpw330WyrE+x90feqfwcZU3hLhTK+V80bev4bCK7EW+D0NLTYv4WCpwYZi0Ufd+HiEZqHBi14TSJ9mnoRnWkUvzDdRIkEPSQv0LyHG8flCkhprgtMl6JHp06+mhc0Nm2yH7jYnvYq3wU7SwawcRUOoSfpYqdH+fRq7ISaGi2NJFOiu7EdH1Qs6R5jVjG8hbWBO6jSGkol+EfWyesJpVylTVE/pD3BDyCM1h9RI2JEFaPmPRn0jbNLHdFLfhCRS+j2xlRvTf0xHZNQfYpwbaOGmblPhTbZu7wnlog5N6iNTSIc9LronixYW08cYz9f/AKZohH1Nit4UXcOvSoMtfKFBVItosh7hwT8KMNFfB4LZYxx3ps9lS2mNEhtdDG2XRdQ2zY/YJuM25vH84NfRuVHVKJ6G9pCVa/ela9K+0clt+j0P6K/wJodi0bHYQ1ipHpA2awxvaWQmu7NWxWJn9Y2jqIfc3JIbyF8+2cIqN0WVaJpxjaHPXmoTp6bihbKv6hcX4/wmU4f4B3TRsamTIbMIQpSkOdfQnohpQSr9jEfmWL4WFL87j/RqDo79E/RvNGXGx9Gbw+nty9FRUJYTHnmND+D3GsQ2j3Dfw+t45OkhtYr8Lslwqr+Q19tiSjo2Sv8AojIusXJ36x3PJoUzjY27ibhVWxTp/wDwf/p6JwWxreDf7ktBJvaH+GoTHDwri2N4NuNT0U6F/wDWRJ4e4JkyvUFJJMWVM3oPT0NX+iOY9HBMYkl6zVom67ie08ovwbWNfZRRNMSWvRSmwgmtCp+oTbiF1zEEqaRYaowa1EiTeiicLx7KJvBNRblvgzcNIbt9GvBpn1oo33Y2yQnaN/gm+PbG9tEaNJl+kX78OFEOMSU48N3UJZ86RO4aw1+4Nb0bsb2voQbbcLzYmobRcEG1pifXRboh1NG3kNlNL9Lay+iz+H0b9IpwVpe56PnUKXGJyIf9IoU1WRJjt0RlT9F4jexuQSPRpI0NYJxFO3FW2NyFTHpLSLvQtsTLpbK/wtIn4e4XN+lZf3Yn+7FqlSODjTGmmotk6fpvolAvB7EjyDlR4eMX7saxtDcaF6NeQg/oS9F1mvBQu9oo28aEhZKK05NnsytWCdG0uj2E2Q3aPbqL6N9Eyi+0IJQSSeyldGl7hRSDf3w4N/RsTY6kOHBv7LSF2bS4QiCxj9CbgpBtVUJG/v8A/CENPEOfCssbSDMd+wbXtkH0d6qJ4ovr7PZN4qk0d95hf3wRd7REbF+j6K7ynhCNVCG9i0PDlLB7Q6sKIeqnxDIasY2yZ6HJwt2aPCFx4sNng7qR1/ELF9JZSSWuCaz2m9UN7Z6cHI6PHVtTfohnPD9g1vmq/gqS7Vhoo1psTY2PgYbDPse5Ubo57hq/Rjc3DffR/iju5SudL1FWrML54KpRMo5JtEHRvTNHiR5bWUV/1CbwiQTNS2bUNCUUGbLPhst0rpvKcF4h3Bh2ExcHUefMRmtiq2tJDgYUH0+8z7wo3iiHhISqIhdtLEwvmhCa+ijbg9UWijKFdHhW7g3Bi1qsar+lYo5H6QXDrFh/Gr43Cw0N7+Fw6X0uKXFxcXZ5j0TxRFLmaJCi+H18GX4cINqHg+jsS0hNbNC0foh0qfQ3WJvQqkOEQFQlohTRrSZ2Xp2T1FFHTzeh6ZHDT2VIKFEJ64UtzZT9ITT4in+n8E/RFb6U6DexO9ZSJpkBsLYnGTd+2f6LUxTYipPGxHh4e4XxqWi1UTEAsAlToi002G7+YR9oeRMf2pfot1Do9SY/0Q21IJ6Qn+iMTIxidtVGmQtP0f4tj2lhTrHz8ZGxcIJDsbWzSaQnafiHMmoaEsm0kNcMSY9yV1IRtGVR6SHuGz2xtxFnp2dzVobRWjjgmipnAtYUTLSGpEAlGaec89HaXGvRLA7eDSRsiS/R3VTNgmGElJUxLwbLYk6P7odwh5rBoeyCaV9G2/TZG59k+xIcOD6/SpeC26NH9p6N7QnVhNMZrHSEpDtwhfD+FeH0Ipk0aRG9nmE0MiCTRHSDEhtwXAkWxrcI7T/BCQ4NaqHJS4qc/pfocD9xbZCQmJGxSQW7G9l+wk0V9EHF/EbIkuijUsGmc3ROmoVI/BUTOoWkaab+xtpzwfBsmQY9inREGzfFDXTwGjFEiUtDYkL3P+n2Bnr2yyGyuDdKXY0HPC0QsUY20I1CLwpfMOxIRuw0N03NN4Zip5RRPZ+jr8KQbi2hCdRt6GP68RA/f0p9HNfZE1HwiTqHP51CcGtt/JCn64PYyXZ/WdzGPRrun0PZFrIrqabTC4xn1RqWWgxa3Y3B8AXoydRiWkjPUe4/+hv0cDYiC38G1NsdaQ98ZtIqCT5B7Lxi13hPB+HG6I8//MKfYmnEP7SOpCWy7G0U2JlKl4Jlwno+4VW8Ug8PSrB9obcHgkSSHuDGoJEvg5SQ5AokZNsKz8bQu/Fovwbzr5M2potG4N75ifp+EEofxjF8GOWhameH5eGy3wVsVJD02Nn6cCUjR4g8Ikw/i3pImEUS+Dw4UlGv3NxMoqLh9w8TN+sUufS48YsfZ6MuJzHpNYfwXR9NwR0WQJL7PCv09Qti6V6hyoMUi9HcAuiH7o1FEWRsvR/WNtsdf9JX+DjhGx8Z09Vwc+yP71+jcrHMrcENvTeE80TFC+CP2lK+UTVYmvGzY+xvyGgViY2FeXEY1rohr0TvmJ6yfRyC7o74fSHsRHPT8E4yCfRlLGbY+ETcLsdcUeurZ5BIfTdLRU5MNnhvTFvY9wbL7Sz07/EK5vHiCEl9kfw0HwKbUWxbtjSFL9FmmMaOl9hEQpqG0NIFJ8FloXBwTFrD0KSGzpSr/BF1tl9NeMnKIom9RIWyF9xT9FX2T8E/BC3YnGb911YodntYikVK8E30JRLRHINK2DTw/GD36NNMZKLhDU0NN+iDO5SUGI1hKaOINbgtEQtD0WmagcZNCRDPHMNeiWFFGhfwXijjwfBkN+Cn0LQtwbw/A03+H8ORTGh/h4enpIiDHh6MbwhoaLCRiI9PsJMbSQto/wAFaaeqN1HdDR0b1piTL9CbG1uMqg22iit6fg2QzQTqozYg3IGpWtUgLW6NR6Okf6UT2UjaQ/Qbt8HOhohJ6GxwqcjNVFXh4IbLY5uC1dGWIr1RJcPTopSjTWI+48ojpuiEdRGmKkQtDwdvSJawjbQuKHRFIUcTqHSawrjmEtehHhrLObJS9bRiekeotjdYNn9LhXTxaQ4vroaqjYh0aSpp/RMumhNjaXfB+RRhum6WnWNob0j63R7e2xqM94NP7gmolujetM0tw9NVHDZR/YqlwV6RDspe60WN/Qhyj1tH2xPsEG17Gb+FCDVUbT9hMbHBiDaRlHG6xOGydWRoxjV4iQlJIQlSF/jCmS0Nvk0PWmkMTy5lFFi64M5Y+Sm4oJiCmJhTRCjRJwbh4U/Q1Iyg3KbO/tiFopT1GzGuzmxI5n7+EPoeNiL8ERDzdso38OL5r42Hfn/Vhmrmk58PcQnxfmGjgeFa0LnyTSTFp1fhbWywOm2X2cXqE7v0ahwbYl5UWdP1joh9Nei2rsbv3KZ1hS/kNXEKKEE2ahtFPreFaZGR6lLoykR+og3c2NCaNMk9NQ/BAzhVBtLCKmj3ZuotJQ4bGtPSo0E98eiIhNaHF/ghUcUGIb3E8v0om9moW/B64OvHS9aJQ/2R4XhKjRoVeLycxUheYcUl6xEm6v0MbUlCj02NavEpD+ZshejaRRso6KyixYxOzZspIDVXUygukrHDEmmK4bUV0OEPU8jLdDodL7BvYxM/WX94VRQsSYoI/ER7Gn3SP0apDrEfguw0n9l3EhfQ0stYmhWC4ZG+GpLijDejen6Ru00dONFSlH5BHo2i/ozj4fgScHo9Q3XhviH1jE0Osj0Ri11C4Tm/RRLYpk22xaEtC5EeDv2JY1s/TaZ/pWJHhpsXJinHR77INpQbng9YOm0Nk2Lr2btjEm0LbVY9DX0IER+KxfyDf/RNTfpV6xNf0XrehnTDsxP/AEJOJrwfYJeyUiVj2Lo9sbkHEJ/Q1pobSaE9Cdotsiwp0uE3aebGTHOmw1GOsY2rIxOXosHL6kOEMS+/hWLbSnolNLwbxSiY1ELecSJxSbJP8RDSHLOm+D3X20MPo0qHshIcbQxDjGuIJSSmKJhv/wCDe9lDD5UNsXiUXbh09YtNjceFbERSwt4htYf/AEdEd6cEznpCWiu3weil0iQaGn4i8YvWVpLCYvpZ+Chi5BImmjW6xL/RI+BYyi0YuFhYVOSW71BLdLg6NtaHTyo8+TcJx/CC0h7f0NDXDnIb3j+C2OJdCSF9+iERBhrWikm6PvfGJXEHSY9WKxKkJl/C4RfMr40SH/cLmd4br+jxn8WfctMu8XCcRUzooNFaxr47P9xvFF8IcIsM8o2cCVHRbhsiG4IjWDdHCW20MuNSi+L04Y9vu1ionmCybGiNj2dPdDOMfcI4bHwVFuENiWza2dRd7KJsdEzZQftw10NXRONF2PnYL/8Acf4Jbwjfcf8AGHtCX0NRE0R8TFqQSHiqCeqhtjVl2WDH+wuzXonxITq2y7xyiQlro3BJPY5rO9o0LYm2L+jdPodIbTG9aYqhJMxtXkMNMjUH5oZGQ3BnUcxtCqah0hQhw9OL7HR1uG6LtH0v2UW+MaaE3YzUW8V/Z3pWhfsW8ObFkYttdeeDtB6aqE1bB7DiiEJjbKo3/wDo0GJpcVEtiIka4JpMT6hN3FtomVaovsYg1rBLhPxk0SJbI02NuoTrVK3Vi7ymi3wv1ulCehCnWO9HpRJ3ZCkHIijPTd6WMZWisTL3Y2fZjCb+z7K6U80ISRSp6pJwQ2pw3o2uopsTJVl+2JchpkX2KCiHYo2Xeun/AMEhc2tDEjhRbPreIEvR86NwcQ39MtI6Eq1ChrEnqlDTRLj2WN3pTRWxcEWhpbA0Xo1NpjRCMqNDEz8D9xwhaHrrNNWbFU06IsYt1jd8HppCv0bfX0XBhyogtaF0e4QrDPoTQv6NcKkxlGN75cbZ9CkM9M1BFej39lLvNNIYm9UX46CKfuIelPdtkNW2XQ2qmeD39fYmnreDQ6PtrQtEnQ9CYkKkg3pmmzYuza9G/E+s6JIS/wAYkVOiJJGwz/di/wCMtehpP0dvRWHpfuG9wkX+iZxM/qD/APh/gn6hs/3Gj+DtxdQTfyCbhd2lVE9Xj6GkNEjQ0dGtzsxY4QTfgo78Voa96Gp330Y6GaBaHVkhvJw0mh22uL09Ke5sRprFyb/pBDVY/BExv8LkIRHBg8VEGk8KqQr7l7IXRXSR137wxLWHpfmHhGwtoTeHh5pfis7Oaw2WZ8+FN/C4/pd9+HBumjQuX+4nkzfoXxSxRm3j9uG9FaNmz3hz0eNpo8ENChRMY5ef7iBk1V+s/qaT0X0aOltU0l4NUYnJrRUxILSxonjWNPTz6IpTiEN6NlhdQRLtFZ9Jo86LsPTrZpc6J04LjrwaumJNN6I96IT9NkOHUQ/REWhyCW9kExQgn6cabgkT2e2dCaqI22T8Ija6xw7UQ8NaKKskUbJEiE3wY3Y0sJCtG6Ki9FOi00bqxKISXRok99OE6htmQfo4Le/RsobPUNJis6NIMNogqolN+jnEudNvSfIJ/Y+/ob9E4JiYp0cJ/BWjuFIooLT6XJ07HnrP2FDQh9japrHoqVibW2J8XBPC1fdMdIuD10YmNjfotNxlXrP6wO3wq2oXWx7HRL2kYnRIo0nS7RUXHpoSOBSbRNvE3Z4J5cDDc2Nahr/RNTbLtbxG/T+lK2z6FD2ipITPYeqF8fS9VOIX8INFfBTSEE+/RfsvpP8AwTTwb+5PI49USOtMmqQ9leCTpJDaY6ksftL1lQ2QSJtdg8C0bLR6Hsb/AEczY1dR9THvRE7oeuD+4ZtjV/pZ5gkTGhDXtDYJsWV38NCQaDX0b+9lH6REaCr0kaHiopNSi/d4TjEw2N7/AA8NcFENyQq+xODcKnhlmunBDQmvOGm3SocnTgnZNMvq/o478JrUIjZB8FsQlTLR8U8PMLmG56JU0Ve3g5N6VltF9HAI7a4P1QteMU8w9EPTg2/Wkhs9DYmN64GxfjPCMfVDSdjGg2g21vTxvhEdx/NM/T3f0ebh6Lh6vfRwbaK/1n9NU+tGoacrxYj1UVsXKP8Aab4yLjTOcGq/pI/7NfDQxqMZs3UU9y/g7lkmb6NpFuvZ7tgtukFsG3i4eYJEELBeiEHWz7BhRPY2qGhK02OraIVRrcGhn9xN5SILC2eYekV0Pf4Yfw1hmsbzady/g9H1j0azeIfen4KtkaOrPpomyMSQ9qbFog20VhVIPeEGeH3hIRsWIMWWhr7RdlFUP/ocIQuGjaNk7/UWhauzQtqVof8ADeKIVq0cxxIbcsL9o9ENYOYm+l8OsrFtEOTF8ITHeieG1BM3RbE9jbFU6b3UIWx/SZiXQ1EbC8bEDrYv2/8AWL9USlGGtIvtPkIOWYvf7+iv/oSbQ07Wh6emIbQmJtjYraLcOaG0jVFBVf0fDFH6af6OIoVhVi1wa27o9k0XZWmIZU30b+vsvUM6n9tbIj3ahDWEFTQwW1RR6hrXse6VxpdoWm4Sn/Bqlfwe/S2mMvoehzqow1G2/wCEG68VtC9M0E2IJoj1UJvxjb2kRX0xr2xjUxJG0mI0KpYQ1o0ZYLSXYuT9FZpKGx0V7Ym0fZ9KL4PbE2hadKJ+jbb2NK6Y/GJNYb24V9+mmz7FrYulJG2x4VT9JsYmoRdQzX2RB/VHERuMWifbEj1C7+5qKqMpahn4j68J9G9m0UqL0SSOs/WtGj7ITJLHRnoqIZR83jZw0gnsXvRtl0LvT0Tgn2UWpBnX0gUfg1H0f0JFYgwmkSHuG9fYq3GRGafptJpvRsJaHxttfQ1Pbc+hqxUtDhOIYmyhuX9KqViTeiPotIpUV2l+C/psaPsxKCcFTX6JFaexM0uDZctiXaVdeEnqw982KomRrmDSRBDb0xPgvoraKQX6LTbnWMqHbky80O1vlo1MevTfFR/0fwZRxjebSJuTjEq2mbS1JYN0TpEzyh92yJELSW6P03CFqCPBrkg/ENvZ0IGzamhxtfheGy7NQuyhv7FYRTw6TF6X/gxSujnrHDqZstgvTawXdscGj6Nm09oXOdHqIUOs5qbGhIRrCbENf6f6RCY/CLvw1hGhHXhZWUyG6LqhMLkEKY1tnTxcJCwjbGfRssJZjemk8X6ENLTY5poST6NBQNNk8GkkJxCbaZJ6NVMd+TPD/MIh/cjG/wDM3WjZvDxRd7hChRXFSg2OieGaxazbNmsT/mNjiGu4myElIQhEJEVEdR67EqKvCIQf28RkH8VhkP5mDInWcN1DvuxhbEQgkd30c/2KUOhKwurwJ7HmKOMcsHpoShjbWEys16a2kIcRPjBvQi1aLqCXC+F0L9HsFtogVHiiIfjJEiGjiGrYFqJItKMxCV14OFSwn+xBdFsQv+Zj+On6NLSmmmhIe+UITozZD2hbWizURdIhx+iEJi2GlB92hJt/ePoV0qZrUQ7/AIRfYkpfiEWtw0E330TbE3ejYXZp4+kxvRdOm0hJlUVRyzUWo/o9x3DRDSle2dyhNkxRMvcdMbZo8mo/sabVMUqpZ0a+xQ0p0osxppDRGxE0JYPqdl4MJG8Nj1GPcPTjNnhEVIZ/mzeOKlTRXpYfQb9E38ElGNEd3ThMfqI9Gu6EhISYJEX0WzY+ikGyGtD/AE36XdPS/omNz3QmOi0kfvUT6FWaPF1wV7DYiIi/6JKdNpxi6T/gsFvCsfio9kCez3TFrYp6JLzhNreG2n9G2iaL+j4WkI0vw82yp/jGq610X2D3U3OMafg1XejzCWH2H3gtIatDacEkMIJvoceDZVNj+Cb+seo1rGhzx4ifuEdhjRWsNOCok2cKMXCmhS6UQpBs0NiCdwtrCGxJm6HfD6qPzGxOk7t//CrJvw3Z3DcZaQv4OyCF/wArxWWbEVsQtuEvROlkHDbbKPSPzD8KVmiVaf8Ag/3cFpNJaF9xCQShwohtvozsUaX/ABHrtP8ANj11jQoaWITmhP8AylLw9qE7cfomytwd5NF8Q3EJe3E0LRsuDi6WNTYxJTPpf0hMrp06Jx+D6J/8F9i8G69I8WhCSEyHhiIJVwQjwpPls2e7ErSIxBKE22aBXlJMhVqbPvOciV4NCjUokxbEHNmOjdFUZX9F+zQh7FMSlRVskx4L9fx2kLs8NYPaaN+0gg/g3nrz6KzH+ieXjzDZBV4seXt6OziH0uULRbj0VXz8HaTZMt/BzFgnRE8pw3Ri/gx/o/6bt95l8Q9N4vCfEBt1aFoNdDf0baxAa2MUWkiHpIvBOIdFqPojQ+iyzcE6LwOjFRmoyQhJNSTpL8SIOrY4poQgxvrg50qPcpMSLQku+loZUxMT0NpFFB6Sl4XTQ3PfcsQaX2OLYm0OupqQ2mNU4LGNfosLQa/0XpPBQb1w6sdIyMrT2tCac0LhwXIzEyaqHCo/+Dman/SXhu8wkNF+xNNipPo3DdEmJhCjpPEIQ9JDg2X4ynpjehVhLeUr4NHgyEexzHqFImgnqx7UbUNR6w6hRppiZj09oWMf77Ql/pBMSKDTtFvbxH4i/BSGjbxDW7Bq8K9R2RZU1wn2bfEJNQSPFmEka6ZHhuWDe2bSti1zF9RupjqCEjGJ/wAPNC/mzyk/7h3THsXrZN2k9IyTp4j8Ylsn6aOmykKfEL7ImxJIerBJOVDRUbQRRJJCbIJ7wxPR4KZWN9oZvV0JzZTruihP9OP9w/ohtCaY1+zZ9ZL0Qm0NF9C20VBr7sSmhu0UbjotdMbg6/0bbNUbBqGCL6KkGTDex7R+CSPDEn/BCRN4/h3WPPwj0eIaaG/sWiVLdDT0T4Jwqk2athxo3Vsa+JCzfrWOiPoxKlSb6RbElpGl5n1j+bg3Ij/Ri/o5aX2XyoNFq2VIhrpso9R1KFL9JJhSUSk9iL2NEDqtuj4b9LPgpurIQqkEZoRki8P+YJ4MuRmXhZoTGotJlq8G8aZocuj1H59Em0z0cQuJoUUGtdFJCh2F3j0enDa0/wDomsfSk1BCfSj/AHRtiHHodS0eqPo2sJnCNraG3RaaFx/+DNkYohCcRR5WIPOsMThNGMdjV5UYkyIX5pinZvtG21o02W2tiSbWCRvmxhWtnQ1qj34KIqNijXTV0hCbHXUODdONC0rQ0LevTdk2bwh9NiEv9yNb8w2VQ+1h51Rqk2Ths3BJpNCTHh40hhs7jwOeCHCbOkPg+n1lmpzCwsKQhEQ0fY2JfDeJj9+CbPeDOYeLDuhxzeN1/hzYolMejoyQvp5CDVpbDwkWlrEKNUapHpVqYyraxHCbNjHsgxUXINNbo3hvCf2N+wUKWedPdjuTrNye/qCdqjgIX6WIQjjHtBiI0xaQY/2M7i0EI+ytiEYISjHhiYyJpE0L2/z8YwNpbEzf+ENET2o52aQdteHCHB9XuJb0PV/ZFY2eibjY0Js0XQls2z69Y62BXtmiMuFhRqN9WjS4fwb2hcrJ9oc7jYiYuocLbE2yaNMVPhFFoiUSpEsY5rTf0cotpFtjdu8o80QaexXjJisj2b+iNocaIb1hOFOkCjNcFyngVMWvdD2J9F2PUJXNsIT8GUttjNPbF2eir6jaCSVNPChfQ6Y9zYdCi8Q1NH5PpPQw0uOIdtGPobJaZpewSdQkmu6JTRhSJ76R70zw/DTvRteConVEmbfhX8QncTISe2awUOUb60y6ImTjZR/PRRNlf2OitFt6ehLUOl9FEXV9G2oSLuEelBrjOvTKKO20fmhx+nR/TNIW1MLgm6J60KClgiprBNCgZ4kKafkGUNFSTg0g1HPTHGpiNE4MDlsVGmPRIOaJvTLFftCXlEmsKumJmXbDVLYlkYqojXouqhoUdaIROjg42QNfbxcJFFseLPBs/iE2JsU0J+0bMlaNRCmmaH9DlaNUujmMDd9E6dKzRDZsX2GT4bPWPSHReodP/Bxp9Ie5jvpBNWv5hfWPDxsfr6RiUr6QtOiknsTs8DZtHRs222Q/6KRGIq0bgSSZ/BSd7G16W0Mhs0VP3wcDZTd0fZs9NNU3r6IJ2xmm/B3jFbCkmX7wJteaNVQ26R+eHNU6OEgxMu/6fReoRG9IonLRPf8A+jWxPf4Jwp38NlfotGxOH+iSjdhOPw/wXUj8OC2N7hzJsvncv4pEGtsQlsSelSekMxC0aS9DRJbGPUOGekq4QmhoaXULD0iX0l2LvNiW0Jhoc0R+ofsmziw3BZSinn4PUIPovMNY8GIf2sJU5pi9yj0amH3Egw0JGQhMfFrBUfRNYmPUaotJC8b+LQxjGbNn9xpnMvWeFxCDEIP/APQw1EXOvRRqk9EITYpKx9c8Eae4bIJD1W2L2rl8hSUSI84XY3pi4iwtwqZVct4XByQcM1EIURC2U3pD2JQUmRUl+0UoJJIuBMP7E03RCZRHwTJGWMY0h6H+jkqpxrqY4bDgUhfosH6QwmnrZqyHXBJe4XhdErg4HNQa1wT/AFja16K3Rv62IduBNwLDarQ9it+DQ2qJNoupYIEK0I3zVGbRP7gzcNjxR7ExiwZ3ht6N1c/CA/8AkUpLNCigtVtBwLrG/givSxtYe0WFQ0E7R9wmMhaJ7PPhns3+YTjomgR3RqCbIjw7TGuhNyFoIe6vHRSi6hSy4hh+biv0JhNl+zneDelsTQaJBvU388FVJBHX+pG8HRlk49h9ibcuCVjfLC8rWoKBdlq/h1v/AIC8FH6f8hiR4S+mKUnQl8RG5SJnCEHZWNJTrR6dHlS0uA9AbfFNtbJ+DXlF6fpRG+tBe4VZp/osbVGRvf4mV7NfaGN5S0MRt/uGIaLoTJsT7E3D0bGyyoQX3xtzZagvFxh07jF7G3bdQy6Yo1xjfqvxnoF0DbqFvOUSf0O60JkbDQIJVR/BzFp7ElzQt2UgxvrHDgxj3NtESL+oYmtHo2kMN5daE/V8Ls8xUNouN+C0w2vMKdEtLwYLUcCHGKXo7NHmXGOif/CuvZU0sOmtFR1Dd28WYIKDVog5jpTc/ELNDuoL+zxQao4PCtCqE59lQ0ht6UbSow4KcG3xH+De0XaGkVFtoo1HVrDK+jcwlqP/AArTQ3s1BvqF4J8LeiKKxtqI7zhGm1DmH3+YSi+kx/Y2zR/BXpWXT9WOpL7H1wajEVexvf8Aoq9DtMU0xhc3iKqRZeDRiStbOiG14x1/BQvzRNjhCYnpqipUlEp7sutkN9GvtlEUtG2ynEVUTTIkMW6ETHu+yTo1UXekok0xb8E8ap9C2N+JBFGjGILaJRwOo2xn6WQivEkP+lWbmNWYmGhfR0kmJrI1oaWG2P8A+CGNbxCC+4a2QYpiDRN82Q0tFFsmuZ3B/UH+jVfRp49ei/CiWx49x/pSnmPRhs+kaQkxEx6Ru4JEVvW+inVUKFJRm3TcfTQmiYlrbJMIi9O/36JqnEPGkcwkpjjKeGm6SsQGnXNDLvBE8g3oSG2fTftEI8CdGvQQ2nBEhPg36OSmBDp4f2MxNsQnXgzY6W5pAntNDVYrI6heNVmCT2En9jRaRz0SMxXYMTfCa2J046z/AEcHekYtuIbgjJLrYvIC0tFitLzPxRbP/B42VplcE3aLTSp+ipaL2gxqDpN9iehPZFa9GXopT8EVDSu2JuL9CaSGwwttaM1UM6HrFnhU9jpspbmspcN4ixYJ0Rae34NNODKUWxrCSc2JTE4zaCRPQzR8KlGictRrPoWlWsFb6OIxMJtl0JV/B06hB8/Yzwn7EPY2TEmn6Kk7xD96YqhbK/siE3shvptYhcfwaeojVGh9yIVuxhpTsRJuF9opM/RnRpopOolG+19ihnmH5RtJVsVdFgopsGMEkTTovBRM1sJED/ocmf6RiG9tbE2NwZwaJaL9nRarEumj5tFcSEmqhq3RU3SPHguH2F+jdi2IDXY3bo22Rb6bSp7BTxFXGhztbGnCLXuxKe2DIJ8+hNFq/hU6j7IXfBfUgoyXuGqDabOWNs75hBR6JhGG8Lmz1Movg94n6NTERJhIsqRdEWng7BIQ5iaIqJ0XRPSR1SsItGt6NCkQ0u8cP1s5NFKf0a0KR5o4mNC0Q1vTdEHLq8HfdDPbwbbF0RsRQ6Khjhw2G99tKg42R/YtMb3Ljr0i2oXNFShVs2l+mpfaa8GpxIXOjcn0Ni7/AAr8G49/Zdia80zXqE1Y2UY9z6E4xXgzbmE0agvRqXQiFGj6wnpYa3R0dheDDV6EpvgmuCREKxtsSuEv0ihwbHCfClN/FDaJCTYsQhtQY4WDdG3u48YkQpSE2IJZBKFT6L5BaOmp6EduGsdMWRHBio33PrG4wbZINjvp0nZCfcRpjZ5ll+EIQRDwSNMMlg/oh/T2hBuXDomcng/oaNEz5jX2JfYkhLEqw3SNNjHhv80Wkf8A4R+G0TEZ6Onpui6eaLSQ3MKrFhDGzHqqNP1m8hKyEkFoa4xhCKk0ij7Bm/s/Bo2Uo/14ptsXtwpJ5tnPLBvQrRpRsYk2hKbY4npLCGatHqjZhm5imkKNC2JWxOD9FG/6K3BMjg1Fp9EGGmhzE27rYGyQejaad4PYhO6EMqNURjcIr0RZr1i01pbGcJnXrTGu7CN6KoUq2JfY4M3VQnALU16XJaLR0TYndCSrXrEf+pjng2O4hWH3jdOkJCL03RCwcpWnmGyCLhlNj+sJsSwVXzFTUJH0UCejGLRSNEmPV6LNnRt7VLEhwr8Kv5hNoOSsv4MbsWi2dRoJELBhHRUJvguj1r6K/cu1/UW2eNibR6mVor+xmCIhGnpDzP8A/sKtjIaRdHBQZr/YLzfHh9TCoIEz9M9Dat+oWNDHsdTO8aHH4f6OrRW1WM2cG28KY/zY1pUa+hg26OibEwvGHHFaWmeZlbrwN0Y5iNst3ofmQ6CF1X+dExNW6Ibo/a3o1USbG0+IXEZfsn4MlEf9G/Y/0Jt6YjdImtoRXQnqRGu0UThZtDeHhFxTzEpIMWILEpPp5azd4R4cYmmhr6EVJo0HRrBMUvCpC+0Qs3Y36K3H2c4NOsQmUbGzUnsQbNjp9L9iozgyQ8aHctiQoVbbLfBt7VF+j00hsXbiqIu41tCquhw2qcuoaTK2NN6eeHMVM1FpDS2sVTpaGL8ZrR+zojveD6P00fYpKMI3tDF/SRkqpaXWFGLRdM/afgpIembo0WCNsqevR6/VlFLGN4Z/p9HnwX1iZRBISIWhtwumynNkfY1Rykx2kISMlwaCCg4JGImuwjS26VX+EXwb9gxKwdoUylkvRiG6TQwqX2DU2jZwemLaw2YqIx9GvjMTH1MLHVEiJdODwQfTrKCDd7hbHvZqeGn9GalF2zMR6JU4ImhbLhqIWoMehrQxJiL8kzZsf9KeY22xLwWBHqjfeRPLyCm4b/1wa7jf2IaKxYxMLRtjlCQlaoh7WEvwY0zTZDWJnxif2t4aySW/oRMv6yTL+sQxF3ojHOCUUOJDejU9n4PwZptCpI0JjXwSJEV7e+CuKGjR40LRAhMeUhnWOoozyi0T1l/R2Yt6HdW/GPitrj+0JS/ZH0IZTTaG4UbolV+luh4Lbh1s+0GqFtvSEyr2bxf+D6PwYerZ9NMnp+Lgui2KtI+sMT4iJYzo5SEJqo0b12agkqb7ZdGhqbiQ05lscwhvCeTLhY2LMJmYh+iY9NnUhLz0VLYigxfBOkWtin2PRpNFpx4e9EdP97IKLTNQlXBvomINQTeOD+hKx1zg9HIomN1E8vBVRSf+6IlqE04NqCb+xvgekhVp0TZXUJNunE+ujf8AbCK5Dv8Awdf78VM04K3o/RCxiZca+2gyvSuaQ2JuaIehDLXuCE7/AAu9G2hL9C4wiXh60dseyHaWYGwSoRdZsexD4UaKtaI0LY2P9EuNRjYu9j9GP4tjTpCeEOdUTrE9uEXKN3jQSRENxvWyIb3hpBISTpujIxiwkQSXuLC4gm8v+CGPDesXQsTCC0Rs2hPBf8DjmoNtpYWvRKr6eI0rf8Ne47Hot21oWX+j9HPRk1e6MN3CuVHvMn/o8CPQn3mh11DZODsheC0aZ5jUtHodfsP9qIv+FiN/0O7R4QqrGkP0f9Noff0aP0YTahNp3Y3oYhfi5pFmPD7R/p2xJsTcU3sv7N5/KbQm0R2DHtj7PcVNUTE0Lo3raWUmyRjIVnWp7ijfFhfG4S2JUjWyvR+O4WmgekWY2to3EdCY4hGmtDdCNRCJsaFUQ0qVBU0NILiI8nGcH4KlYPbSHq0ajeqNl4Q4Vox9RjIkN0W0h1KYmh/RstF8f8FsSeE8deWhofBpEGphcGPTuJf7hbMO/CEFibxv0Xw6N/Q+CeYPWP8ACY0lifCY8wh/DZwX7FBJIZB+DRkvo4/2i6LxKj0WWLz6Y9cFqRpHxF+hOFYnXBILFvFiD/MujuNDvnSeVumz6BlsCQnDYNF4xJEcHsfRoN1+ImkFpFPT0x9NFNVuHDXBWKHthWiBLYh4w5yZ6JwiHmZaOUEtEwJLtMR1EabRsmhKpUTpXTwKjEyZ4YmJH4LbSP4QlQ/0s07Xo9Cc/qLRPxF6eiL4U+kx9CMPQhNno+i7+CWOtLgp4i4oiNIMTP15txYijuE8Mn/gz0eKa+CCehnZkI6h4MQm5D+SrY501oglwsxTl0R72Mz9PDD7PG/wR0u8GnBN96Gqqj+RQTQ/+saazev6Z2/6NIbQhoSNKGo8UNI7v6KiyIX4O1+yM+oJTFlT4mMkxqbGbX9GVPiITClGvBztRl1s/pewfmhf42NB+v3BIqJ+HBNYT3wkpvY/ND0NpCeUeyngj7EE9m4SjJw5PV4UXqYmW/R5vsdMrGCSgw3dl3UKxBN9HJj7EL0XmhGheIaGhzROEXMQdOeldHOZpUN4mbGbeLiyGvsb0LKjHMUSIUGfpYx8qGJWhJLCCS6Qm8QjqSE8Ps1MNtCOSyn9off+jWumgoviXEKyikn9LJb9If6hM8N6L5RvTg20kVsquxpLdeE10qTqZ+tvh5+esrHs8FKntbG99K3rF3sbjF/Bg22yCaQ02MWssI3DaXaXPqE1CuoeqxKxJLwTtw/EO6P9Exusbro+hvG/ghfJEI9ol1plHMSKyjRsJtzGzfy4LKR+CVITyeFoiSMlE0hU/dkotQ0/D0Oi0/AnhuoagbimxX0OjFE4JKEV1w6JUtf6Q8GztF4a8wP6EmHDp6o38IKJVwVU5VCekN9xBLG/ghMWxayvT+kGsOLp1r4GQ2h4cuP9WDRNHo8tqxC4K4kPDz9wyOjRvaKxHmNHL8F78ph8Lo5OwrMRonwW9Q9unUKehbKfg2mvBO9HObGysSEkJBKS/gm16xK0jo05RrWO58ogon/hsbfKKoDQpveEk2sChtj/ALhqKpW7P/iw/SnLNbGTRGyUFou+DYvoTo3h3P8A5MbhvqjMk2yziwIcJGgY9q3+kUvRoi6Hozh7odbon+HUfcN9c9inYkh1lEu9JJn7C9DIkSWlTv2MR6Ld82cLtlkLVb2mqbP0tZK/aIQVTW8tBLF4QZpCV584LKQZ58bl/GYWhWyTRGhvo3oUE1jbS1DrH9G6RsguiO6Qtb/BD+jE0JfjGuxpjSCCFIX9E4tjVjehTSLQpY1G9CRDW0dQ5Uja/jD7pkH1IWrreNENIu/6HNaER/ZBITf6rNFwmP8AmY0/BirwW8VFvwNwmjjFVL8NBUo2l0g70hPT6HopGsP8C66tjOfqx9DpoxvUmM2262J+6EiHVE2OMSHsL4C72hVNDJ++HonBu/TZDw+l7K/RIZPwd3stbFwnB3wTuIP7LobnPSywVbYma1MNB0oenctDWd/CiZcM/MIfccQhqNwmEyLiuZ6gkqf1gtpUSU2T0bdP6e8GMlB22fTOv7E/+DjDwi/eImvoa0aWeEv9DbZHCFYU0mPrrENJ1GirY7WX2GrRtLnRMb8XMVJVP/DzQ29Ppb03f0elU9I85hfhxzDRKv8AwTFg2qvsf3T1XaNduJvpRXexaR1PD73Mh+De8I3IPSNjtISf8GNpI0v2X6Ppif8A0u3hmnw0TbGG3CKEuiZq/JDYkjzDIRpDhQQnrhUJ8uK2E0Nk0VRe/Yy28E2ElULarYytCIeHtontDsbbohumK2+DaXo6aZFK2oKb8P8A8PwNhFbdE2ohWmhKOiezqSFxLEZ+iysMgkLCwyiX2MmDEPpwNXPmOh/WTZuENIglD00R+UQunBvR5cIT6GTMGWf+LeVCUmbv/cVhtwV0U3KF4t6SHxG10oxvC6bELnQlEn0J2aRpmO3SY0Ooe9GiMUUNskBqJUYc+8I3/hJhjYtXnaPj+iS1RRaH0UgZ2nKjUcK6L+4rnR3HB3f9JSSNSLEQWmNkK2s1X6benAeoOIroZ/fIaPErNN2EuF0+1RFGxMaY0L++4kUq0/cdqE1V+G2JIS4qcHoj0nINnhRtvfBrZs3tVNWLiSuK22bt4j7rY6dCKaPBZRo6+n0SGOaNZ0QbPfncbZxYkPB0igjTG9G/vDZXKI2ZDyFpRJIaG+saEE2mJULhYrw+xJYIKlGWyxej6Jv+jkGvzGuQSacXEK7Pf4LZxYUcE4qO7f2L0se2M5Pw2desNbLy4VOBZo8GdDV32/8A8Nj0/wAKPhx/4X1kkxqJMo3YJzx1C0fw2h/Y0JhzG2b4JuFN6I5dKKVV1CLAi5gieHGPzQzlENj0Uid/4Kt0Vjgk11DIeyUmhdxoQ0NGx3oojzYnH0o9+E0f6en9GZ9Ymb58Ey/CYT/Ph5hE+G7hRBIYlBim74OGsKNod2vKbg903O2P4IhCExCkjNCVNY1SmvDXg98NG3TiJ9HlNtm9xiY357jzDmoKI0bi2UpIXIJPENvSGNe+i4xv9E36LSIPwr0SjnRp5inGyoandCf6I80bhrG2+bEM0aHsSrLiZYmVXswX4E9xFXBa21Eh/moZs4xutt49LmYmGLSwyQsPSiWELinRtjagmNwT4TvAn+bHsNS2JP4xs1cKv+jPRz1CdvG50WloVCwsemVOUjXeDTXQq/RRtDbYaTG/WVO0g2Q3C82PR/cfuHsR+YQk9CwqTEw94YinBEdwYyH9IPCDX6Ufc7OEEdEQWmeY+hj2Po3vZxfJXDEy5hB6xvqFbReNFPD/AEYsXYwvsb2i0PsJSG7lJ0WGxTBFt9Cw3TDV42NM4IapJFIfRC9DensewgkxfgWhv9xw9o7NP7Dp/dGlIbQmUe1+iXjaUH0lEL7TKVUYXBMl+iIvrEqMZQSCU2x9/wBM0Q2SFuKkxaTjZBtUmnGJsY+kZs+iojVIOX9aTYoIv4eH7SFGvUR9C+2EzVYmaa2J7KLe8dpHKL/5T4Tl2xSaensTfovB/Y5homIWD1tCHef8Hr5bNp/CZmHNkFo40N16Rduo+s/w9w2aEnRd4JSaJfRtIcX8FWxa92Jsf2IhBjZYWhFdWLi6ikeMWdjGrLup/uhymtMq/wAGhENnJw6KLzZYkNuqdP8AdLg3uP4b7fBn/rg1oQ/SZrVlqen8yxaw5CL1ijbiwxaaaIipcwn4O+Nj3RxdEI2UHRb2foVKx7SxFTEpaHdhCGrRk06h1bPsIeFrY9lgugkTR/Q4QagqnzDTqE10NYfBDwmaQx9PzLK/hr5NfHvhPg0JH+5beEEcKxhC97lFxvB1ahIM8HD6Nl+wlj3h2MY8WRnFWNYo1hOCX0NtKkBwifjiPzF1zVLtIa/Bwy66Nxia+9FQ7/DW9i//AHFj2dE4P8ZXCCJ8HpsbkL0ulgk1xmmyxLY3Zne/oi7RjGnfoaF9nPdieLBoTR1aLDZn0eNCtUZ4yifBC1tv6IvogkLYWEzHJJtjGL6EhqPPRVEEbYlh7GTmEiUm2hvWhNIeg0Q0xtsQpTpp6aNPaJ/Bq7sTw/ghCtPGbv4xq0jZB+jEPVNmjkS0KcFVvBePDTYu8DpNo0/R4sX8xfj1o10TX0KtiWyfCDWT2PN4ekGnjHR4NE2Jbwh7E6tiP8FBHgnRrD+hjHi82Qn/AITDNtEIfT8NxZlRZ4U+8kiIEYm7PY9oR9R/AuyIS1RKQWNJrgldGO34OKjtYqfBz3opEc4N7OiQhBCQ9D4N8xlR638IN1GQg9QnCvgxYHUw+JcIV+jZqmx2yjk0RQVGtkOrf+DRi/omVz6JYop0LBDY3+kY6ns4NtQ1haKTX0IoVDYxbwbe2Ra0P6PdmqL8ePSNuIXBlXmGJn0Le9bo2x9w5I+w9HKFlCIJ3BX3CodHRC+nh8xV8Wvk4S8JoXQz0jYjiOfBHcITaEWum96PSCbEIaqJ9krSNIf4I0WTFqjZdSH4TRX1Y0beiVPYy272IQmkyvQ/Scwpjx2jAqmvBGvsXdn7eDp8ZqYmxnD/AOElbqqHN+IqpsSIF9VNCOi3t/RtL1i0HojchsWGLgql/ozwhf0SLtpsui0rRjqXDwT2LfBaGvA6qCloSu+ibVgdMeFLicSOCF2nBwtDusr7HoSFXRsgiobPQ4/RU/uEJ8Q1scKXC+LzMOrGh4Q94g/itrDKLbEy3ZS7G/TtJneaR12EpEnoYkOyY7T/ACFadKZNGJXQ2IrpD14e0MaKLrGXQmFYcNnAaiKjZch3Q9apXWkaXejg23pYf4VEj7NuahwKeku/s4MlPHpkFRLs8g3NI36X82J+C8NvwamEytk+3vGhSaGqO/ZHUeCwNsb+yuaGaQxjZ6hKLSSjWGxuYP5StDaAnTuErSExL/UMNibh0u8NU00NJIS0NQgmOD4JONjeIUokN8E9iaY3sdNChujN9EzijpqlKXSie+mg1DGjVuibq2J2M48Gt0WxzEv+HUNSNY22xU/yYIxo94JWd2htRF0xU9ylnghfwSEoX4Us8PFHLhGRkjGt7P1/A22J8PM/Xw8Eb+sxDwb8wsTEN5WGL4N9QtDP6F4RoTKN3o+Eg6QgnGox/qBbYuIjBYTWjfw0jWJQSH1EQaUY3JoT0908Eb4iLBCFKQRJBsghBC+/hKeDS0htNisWSEbMrYmxN9D9KJ6GbtC4L08JC4jsGjDX+mJoVQYkxqfSCOD0i/6OMWXo9oW0OT6FlQ+Mj6XchsbZT8FqPyLNviFh2ma+i8/YWlSX3WO7IR/YlhL7xo8KmL8J9jlnVpxpX00X1DeIbv2bLU2VE8LNCi8Q1guNYO3IbpQzgcH3eX3E+MxBGxHK8wYX/BM8zf0oha+XH6Lw4nsukWnjmNoTfYn030o2P8HWdIJNH4R9Y+sLChNFP/g+22PwR9aJ4yTdJaP/AKjzpKSKtjjQk2NcGv8AQpdqjRq8pbfRwQTPiOhTRCULxFfuU7I5vvW3/wBFtbeP/wAJtt4rG9e7OHkHvrOCrGaXo2GbVHt9IvMOD2GaDFGWRqnClQqNfCEGR2fTFwG6MfRaaIiX0WMW/Tg2xtvH/wCE2KjePNjrGby8J5vzuPcf5lr4plytMXwVCEBtMTfp2DHIQGa1HHYdt+Y9YY0NCNkaxdjpD34SGWRjGvsxKNpsf9PNEJ3BubxwTNTSQ3Sqv9PvCduKIb1rFQxJ0YbS1hX7KJm2xummrsXmhYbxKzlK9rFhpLX2KPZFfwY0J7FJBvKnP+F1PD6H+IsaF4zeWJpo1L/we9vWxLb4O4kcZRMqfTsrSKU8SxM6p9rH9DJsWzG334JjEwnoT+x9ZQgeL8KqLBu+DYv+sJ6aE5pCgTdGy0I7pRu+FGh9QyUo8Q0W5QnhENNQ6xLWXfhrexjGz24QYxQ/T7o8Yx+si+hrZDRBYWV6agr95fKhjGj/AAuGXRTe/hfgxNJ/ptDpycoiC2cZ2i436PCl9GUV60fb27NnuE2XclIeCT8E3SQau0hhNd9IhTJs0SK6wqRaQkSIeUqJEyyCPZD93seo6Cav9NfTkaaObGYzp0ps0hutDXomJjcKPro6/wAnoXS35cCoSrNEEQqaHmkP9D0h+oxwrc3UbO9G1/C+e4vo2LozmuhyfixzZu84NP6DcNjdKtnRix1oWEmjS/pdnfPGbfXXC5/AZ6DSRdfQnMLFGK1oQmKL+/o+xcLklCCehaD9tDZ0R91sSLj2Y3hd4JqFGxtUr8Yiw+9ieJfwQihHgQ6Ns3RV43EKCbvdCfpDnTnpKNPF0xVM6MkYpC8KKQ+CKHpYHmze3YJ9rEtl/f4LK96LJ+mN90IbLxHLhr/V5dZo72MZR7sOvax9A8syCSw9jJLbErZro0oJp+k0ODg9YYSFaejEx2D92QdNt9EkyJIsH0I6JbVGoEpbPVhjS8KF+rCYmPwVMZts08I1aNU12b+hMZihYeJFiiYx1iY+mqPK+LWKU0zeYT5TLRSvmUFj9QhYsGaeFlOjLZs/Rk0o7GGFdErg3WmTXBKIroulQuslrGmsbx6h+v4Rio0X6GdP82Pc1B820x6+uYba/ovG0KUv4KqH0U+FU4MrjfmFwesJkBnovwVusF/dDbT0f5j/APyXXT/5CF+x/wBK/Db6ydgu/SF+FRfR6Y1EioZ5wSEkv7hvwbtTHoosrHZIwtUSAicD3MgsLoipnDFycOiFobwoNhG8aKe46yl2amExwfwpeFJ6JjezeG9wbRVSi1UwcVYatQUaoiUQ30ItCVKxOHh3KyspCZ/GUXHox+DSoxfzI9kfuH3GdG7D7HKNmsUh6U9EiZ8HV8UIhjUY1iitPR8F4VjePP0lNQ219F/5gtGoNvWHDRKx+Y1EU64IWRbZtQkJN7a0xUyQh1EBhqNH/RytAhShrEphiV8EZrExwbXRpsgOhrodpjzRk0G0vgYidGVtFmx60LiWuGi6NNBxSNEmmW1KOC0jH0KpWmxiKFROlEJ++tjqqwntRf3DL+i2oKn7uR02/gnh/wC8EusJPv6dCdKEvRi1EMQmPsr4J7N9F2F0JNWw6bfYcOGhUmCYirWz7PMJDtmXEIMcjyiEGg700K8Da0jrLXy3LhEE3YaDdXTwp+iw4I2zuqJMT/oggST7G1PoppiPo02W2asrQ2RPYjzC7eL8wtkl3i4ovDQgktbj8WQ8omiDt/B/+468+EnWKMdTvqLn/wCFit+m4uib/g30yJr47BaTMbFYivBwZ7bNl/wtf1MaHjc5hJiTI/wUTexyMShQeCT8+I12Ca7ohSGs28Jaw0ekEbKJiS+hk0KlRhNzLaGVe6Nh7Y8xEKjovxiJh/8Ag+ENYpMI18GSj1hYsQn8LrLYnQ/YaIf+smLxoVNH+D5igtCx0/tj/gPabhJ4g1Mr7OCeh25uj1IocRV1s1lUkWpn2T24t6ii1Jz4VvqOSF/B6emeU/0yuWDN6FrCcXRfdJh6cIyDlL9Y8HzuGJKKEo9ao6XeONfYiE2jgzWx9/BMjFml+D4jYpbYpNsSFhm8MMuiE1hm0eKZpcLWG/h/mWsU/wAxdoajjQxo8N7ZRFeE9IpQZqF1wuiTGqEiEEtibjTWhH0dzc6EIWhZeDWyG0NjEx6ehIj6G0UZI+ENjJ8PCQSR/RG8N6Hk3P0r8Yr6M/h+lLiSYpFcfzDY8+R4dKYm0QkRXEMononUNHTpTLD7ed0RKOCHGvCxHKJEzgnpqsYkE18UUqbL0WJE2NCWV0Uoxjfdjf8AwZQfDZUiPfs0mocCiEysg6h7Dtv8HQhLRoMaJsY7SQTINKvpSNIaiHj1/gfAg1io7P8AA/cpEW1tYaV0aTQp4xpfRISZ5AqC2H6TZs8FSr7WzrNIS7F7cPE8mGLCQSqnBWo2mKOv30WyuBPwmz7Qm/yb16bAk+IoSrYlFoQ+oKLWJyFaF/LQhatEhC2ng+pQ0eHGhniSLsXRIoznpqQY0zePo2JP3CETEVF+jTW4P+jPyHgnl+jGlBuMTjNXZNUQwiaEKIQ4T9F0QxCk9yF0lpNi+mO5AtqGNdXgq1INy6IxWEfMLxj9/vY9myzsN/4vYhb6YhJKBBaRKcKNpdY4NSH0RzY3WcRafdzRtI7hMUsObKuDX7of8N/fwauxCwfDLSsQwHfsbX2NcQWO7EhiZugWqbVC2nBy+PQ17mxvsdTw/s7KJDENDRJ3HYlgnxvw38lmiWs6w/ijZkyhfBYtxIlGawU2W4KIWJIcH2KqTRM0WP8ABtNUWp1E2aGbHnoTEO9FlNXZHfo2unf6NuwqWl6LQ6SxZhWqsPw/S/ox3RAglUhjZo9FGfgQx6Qn/wBZ6kboyFabo6r/APTgpWqUbHVHoqH/AE6Lwa+MtaG39D2mj0rwrWnhaDWhrPxCElwdoyjR0bbdZMviYkyDJbDVjRP7F0bNGsOiKcX/AIaz7iGj8sbq5j1I9Hogj6E3GfwTEyGN4JwXg1T9IghFTFJkMmtisEKKifxUvMkJ5prDH+jGKVC9GTawhmzWhrGzondEeFp/NkGh/gxo4M6xlKiC1ce41ha+ZvLihspcbn78PO8MY2MiUFaRzZRbJG9/w7Me3BIUvoRGhKpIpPh58WxhnOO/D6CIo0bEITwnRdD7zQ7lFcwLS0Po7Iprr0eDmL4apBHIjk8jcJsUehyS2aMETfwNSqJigmJ4TG0NGMuE7oRXg+zGSDGUT+yEhUi7zSjpFpw6U2Je+hWmxSvqy+Qip4y0mmiT5TZqFbSwQhPcE4mFO0h/BoYxtG1pCbYbTajTZpnHHGMrRaL6Ii3T/TYmvgmOdNpm9QmenoLWvoYNhxMbpaU0IXgqfsE9jV8GE2HU2JlcNjG8JCjs7hEJoZOiT6KCNwujzSFxOND7/t0cvBI2tcIlyjRTX9GXzOhvcYvgo2MZuCLmumJHhfG3xX9Q1wc0hL/v1jY0VxDrRI+jmEv0rZ/BKjROM2fRaG194OhMRgJqEqLpMadI8L+ky8OwXQ8CNs+3pTwuJTho3CDTuHKfiw2yN4cKMuLlIeF/4PCGh/JIuzdpB/BMTPMRDFAkE9ig2hXAr/MTbqltnImxlrYnKeBpwehaHbQlFy8fs0Hqg9qMSDe9kmvSv/o9n6VsZxfggmeRY2sVporFrg5dvC+m2hXQhD/mNiW2Nb/cIv2KEDGJu5rY3+DcfCjkI9E2xt8G8+C7+lCRtKriyUUVDMt+jiPcrCmquFw/ENYGipLMxWa+MOYZUVr4rdGkKIWFjEtU+szFxELm8qQrwSoK3WjZMRP4halF3DlyrjZqCFhdxfg3pZZe4Q8pLzo8I8PXce50/gkLCcYxsbfoxunX828aJNv5MTFDkVm4mxC+oKEh/boyqHR7SbF0w4PQzQVIqZNvQonoaFr/AIKmrCMJNpzSQtFFnXwXd5bSwaHsbw26xhtDN0sloSr0/kSpV4WxVCeCnRwxhqlGcLB7BEi2E1iXpBc6/wDv4Jj1/B2vsPizehroaOG9476cXBV6Ht2ewvWf4XXCDSIa8Ithj0qK0bP/AMJRYuyl3DTF3se9pcQ+CbrkxabNMQ6m/wCi1+CpM8qOqI/wR8huLRLgkW6JPSFpVTRYofXqKmxC22l9lIlhoLWUPLUeElRYJa6a9xrwmGqamNMeGUFCEjayvFtH0JMNM5tMTZz+Cf5oiGohjhzZRrhrY0e9GqbGiCE0oWS+xVaFNqJqpoin+eDLXLR0TY3WORPix9cL/wCyNiENH/h4fsPUjUo9NjpDJwgpGkLCt/F4TbjGLaiHdi2USDSbGhcI/DX2e7JDU2N3B/8AAv4MbIwfVoaMRl25eGhvEEq2l4r8UhiZE0+jeKMS/g/x0bfSFeH6K0byQ6iwb3LhrTEsUuLvp6NC+evRs6L9+LdyphMf2PCZ/gjQnw6zuOdI1UN6HbEio+prkElOjRjvRMRwtFGjHYL3omzg0hk+zo6TP+wsKso/+0//ABGzURNjmnBOENCrGTG0ejiL9YZYkX6Q2txCejmjZtSCfo3BCaUY3JB84Jpe7+BOrgoy+CUbeEjUGyzC2m/8wQXVRNEHa8No80b6x+iEM4Q7pdPg6uwpiTRCCXwhYsF9m3Wav4e4s+MeJ8ovkuvKeVc3w/3GyZpogp4qkRs/4GxPdDIhNCeHl9yhLCChsWsUay9ZjF43o0a5a1jzKwssuI4M6OaxCfLfwkPR5ZsXusE1iv092c2M6Ug9Ivs4bKaG9DLmox8JiDbgr7oqiRjn0a6T/WcWFIFvCKU4NMGxiobuscow3rDkXotY1Y3N4cNzBYSr9HzhuSQ6EyCGv1Yty2JYbk/WK1CS6UaPrzFE1EjkWY1PpeuxjExu7PBindsX4bFfAmmj/wBF+PDwNI/wPz6Q0bpCMVWYg7eHGx0WjdFob15s8SXSIek9FVCmN7yoYy4cX9EbIn4JtFmJOURKCVcQmv8ABtJfaP01fwTf2RfoWjmr4+CqUfUPbv0IGSUkUKmh/raEyE9ZSkw/jtnEIfoaKQdo0E6xOCEoMw+5luCHAbxBCNbHDwZFcVIT2Qg5ROrh+BOUU9Q7JPRpcZYi1bQnrCSINBIZRi/mRJwb7+xilbTFU/Cjw8qqGJyNsTbaFqn2J1Yo29Uo7+Vk3+HhfDb4N+ljeKU2I0Ji0KSUSQmFUVRtRxcNj2860N4eI8L9P00LEcxnIFf1RIVNI4y4arFoTT9IktiYTGqsQ48QS1CeEL8Fjz/14XhoeVlfmIeCTEhXrYkKaH/IS9GbDsF+hXTloTSSE+oexxlWGVtcom2MeF1HBAZPoT4OlrD7Xge2jjUS2WPHuE4VnGS4eaR4esq9E1YJ7F6heUR6WIlsqYsaHvi0ijD1s0I0kPox+lqEb/pAja/hsaq6N8H0mb6xsWkbJsOXB46QPtnud5SQzQhCHhfDzDFwW8TR4L+/Fcg018GhDgvisNsTH+n39iZ97ODNRiGibN/RB2kJGiUIVlLj6HvCEnlf02LEJR4bGdWEtDsP9OlGLqJ+myjhuZWKLKawYasb6PY+vDw0OYebhvC/mGcOoSY3ClBl8GeD6hCUOnsJDGRY/WeAr4z9RoBnQybKRNm1L7ERNrpAwtLhsbHspdFY3DVGxjDn+lGu6FZouCpkaYvGx9C6JBJLLjKJicAxaY6I5E6kzmbQmhdZo2HIOrobuXg+iVDfBL8poPpbZt6bpNjgmsL/ANFfTnByBuoW/a1plQxDmOQ2Yn9H6N6GiShSl0Nsrg4PiKIltinHqqtn04nCvpG/Q5VTWmax2X2Mbmt8fyBI6Yti7VwCpCaLo02f54PbZ/FKN66L3BpwYFuJCewSSGu0rwW4iTYlHoZpQpSHuNjoiZs0CI+6LvKDbs0L7mHVGI8xYh0epsv2bEsGNLlg0l8OEJF0Lxjpk1MOypjl+yNMPdTvn9H8VplS9HNQXhzRIiEEb1eG2qbaGFrn2KbP5wTSPo1hLdjZQ2NQS2eoaNon6PSsKP1HExElzZ9jVR7ylLNRDNEkhLuh7WtDJ3S5p9KP8GLMmEJtNM0KK4yISHCNGqkEmhoPnBjGi/psRURfPhMIawvih4I5h9F1jKJr4I0T4RHiyh4TExvgthCCk4KhaPbHrYm0GNXEjUPCEoq+k30lTIaIPjX4KTIvsaFZ0SEKI1qMbMHpZatYcGiVoTV7PWtn3mD3weyyDaw/zbK9VYUkGOum9sSXoiEQem3cIqCQiaHrf/cMahRf0bE1SnihCkn9lHqaL5wdEGG4GxOMvIUcj6m6GLFWE8bIKrRJDmNfNkawiIYojwkw18pcXCPMMWXPgJQaHd7wuG6KiprWI0ocWi0MmI3MLpEI8wTIh7hr0bR7+HQ/ocnBT7PMHBrZzFN2JDtLeD3l6xzF/RYQ2TxM+xjeiofwiJjXyf8AMvPGGpcbOfw0aMFKzpsXaeg+GqSRItOi/odBRMY2p18GortilcpRloxb0Yo2JjrGh6lKMOoNjY3reSiD4NpDuMWkLQuC+ynjHRrGaHqDOGgYzvpRGJXZFGPEzuujXT/RoxeYT2i+i6b0HbpPp+lf2Okkg+jC6tj9rXGWCaZd8HsR9qDh/Z9TE1tnpZqaN4fdKjS0PkYj+h8HcKejV0g7Y31sfn2R0sRV6KQxDho4Wo2o+k0VVE0htqE0hNNYtF0bvpp0xBPjLsG32bRmw9FBQjuCjbPqFwbt6exmVeIb9wkeEtjejxemjmvMeEWf1jUMq8KYaNIURN//AKfpCHw5ofSYefo19n+mkIQyhsyejbHyNEFrCHoffUKfomhPC1Sj6JRmm9BMJf8ABSpGu70vhRvRr/MV6Xxqel25/wBHOV0ghS6mhFHGLYn6hrkUyr9HX0XT7IeeC2JGtbHsYaMd+BTYxMSDR0fJF9OStjsX8bc6gQ2WJjeG7Cvag3q0O3aGzEIcR9ZtPsXx/Qmhiw0Uuvj0j+NxsQtD+C+NEyFx0Lh6hXaPsaLfpRt0dwlZJR6awv6cbF0amFPQhT8GMX6HjN3Si0bqxTHXKdsGP3ZWoWrSLMaE8VIbgv6QkNRwk9IJpujPejUEL/qFuVjQe42U2V4ZYtFI4ODTuNz/AE6N6x3PRN4c0V2PaRdnvT3Y1r8H+49WIS54dF34MQmxJEZWVYQ+DeN5mNIZBUbyi4aPBEGQQqPRWWFTy0Y1zROPQpsmXkYgpzOojmkPTXpTeFhHR/RCX7hNY2fwZBo03lN4NGo0dorjoY8P9H7iC+8bFlaP0aGRPaHo+h/D+keFml+PT0dEP2f/AAKrFHsg7Z/wXTZ9IV2iIgxtIWGiGuyDZIqOPQhSptCN6KUpT7QytjHhS+jY+m/GNMaEiJi0vsaFOCx4LpfR7RB73jI2OijG0DCu/ZRTZFEgYO0Wel29aE1KfrFtwaa3Rmngu3OtDiYzi/mH9l4OW4ElpOCYk06mhuDRrZt7w52mo0QiSnp/RdCrJekbKLSHHWIyRJLbH6mrtJYKJlVNkJZlKn9E9dLqUURpoVCW20cbHjioj/RPEK+jXg5e2aip0J8pKjUp1jn3gjaTcGpsUSrQ9GlodQ6mKRwYuDheRnSD+YSh7vCO9EH9jDb+hFIINoS+oW/BQbDSOcNkJGhWEf09FpdCG0x+kyxPCfo2FSXBCe0kKTNtV0dOqtvCeiYyH0qNn/xsbmHttDiJM0RoWne0UN5S8eg42qcNjEb2P6HO6F++HiEkOH/8Bt08UwlY3ockQkScExpSi14PQipN1IQgsY/no3JN+i0KltYvazgisIjPGK+iDpCdR+DixE/TczLiGxjD+KJJvTJxqExtDW0LXw7h5ezjGa+DFlEw/gmhq4TkwWaX0z2Zcfgxc+saNJISRETaY/KL6FGTRYc2SY3Cl4NHjVhFookQ10qhFG0kaFvzmLpjIc/RtJYjUKafB60ecIMXT0Nr7N0Qk8EtMfg0PPg3+HhMfZRsT0d4Po2hu9waDwXkWz8Z8pW0OnshfUhNcjGSvkkqUnwWhaQ7ib+BY8RMbylhPFuIcH9/BuochB9PENoaXmNo0MouPCkWxISFroy1KKS/g1oThFLlY+87OCPo1wSXw48MangphIZpDcFD/B9gm6MeGt5YjoxLFPMfeWm8vHR+4bhcefHXo2TjKl8TMU01UMfX6DlYmVsScFr/AP6MsRNZo6idkxo6EolHKfSiE6EkhPHCl2Mbw2/BsZsVGxvg3loa1+is4GQrgnEkOqL4KdeDRiETF+jVlUOC7G2cmIpV0k02NuFGxL9HwTF16H2RdjG/EIdTPEO3YxJFYn+Cg08YCRNl94QkYmSS6Hd9DZOsbqNgaD+onvSYzn+/opqSSKXwRhtt0T10UxB0DF2tfY6qaaGZluGnP4xi3E9jbQiS4KC1DhMCJM/jNiIhVoN+UZdIaItMcdbEO9ja4X7QnVQ24DxP+mhkPHmresKw+hfw8m9jHeCYttMV6xFNRHvQ0hUymr0q/wBEoWIapsabx+junhwZXRNeCQ+rCQtDqKEYkQcu1WKiFr3ND13m6OPpeISuqL6+lX0U2+k8PBr+wqlQqPsIrdMUSa2i1iLtENQ1br0Wy7hFHPRs02aGuQ86b74i9j7mVo3oUb74fR9ZlGJpCmnNMam00OeDPr4+D0v5sktiV8Ho4NbGGrRIWVdHpMXgU9wgzXPR9PSjxML0QT1oVEtF0k/Ua0U2WdLRoWfRfFY8IfmFmLCy1lYbLksGzG07BkNvggM8Qj0JjkG1OMSpNJjEQlh6b0XCUYpcLNV7NZOkTBf1Cpru0MNtNv8Aw73hP34KMbwZ5w0kJqI22PVgmsHgkqEEdQ1tcG3uIqE5iKG8IuDei000zU/Rtjc2faGwnVIIfSagtdHvhGIaWxyIXb1tjE7LvKH81sY2IrTxv6NfFVLEKVoWVDQsdH9/Bl+C9NF+HmEm0KwVU2Qpse7EbPw6kSNaE/ghMcvwRExe/QloesXDw80x81j0ZpE41/60Y+jQ8XzKHiDTxfw1cw/cPgzzCJ+naJyYaEMr/o92OeFEyL/Q5WPg6JSvwToRbgaHsUG1FBapCUX4aJhtTeKNj2Moy4TMHiCYM8Fp/wD8i8EdEyD8G0aFop4W3R6FD1aNExttkJJaR4NtvDdxkiP4deyGlsu9iaUYr2THFY6Inoh86fbZCpaR6ohNCbfRjUx+k7aE6gSMib2KNTGNdhZT3Og0/H+G6u0THLaemxw2lDe4v7YxjbbGnKvBfglDkvSsYosdTotY3xMYWmVDssxy0dKgT0xDIaKQtSRmkpMbD8LND1wEs20z8IirDV9BbcY5wKfUOoXg6WP0ZvwsE1T7wuFFRCLwbwa4WNyTEzoTVG29lLEUkjFGNXY1RuON4UPrL2kP00oew9JobYlsYTN6QoNSi6NzbIkbZ4nik9jv/fHCxH/LFBs0oVwelp6Qlq3DYlEzeUUWjaJpVymmfiKkOtkadG3/AJ6Xhp88GNzQx6NCUNiYtQbbFRO6gi7GzVN2mXHMKubsXTzHpENZ5DbfhFEPUh9g+7Gqvw12LWwgxpjvg2JbJtTo0tkwy0YjzBa6g95MRhdJIQv4dSHql3h8RRDExi6x5iPDXxnwfP8AwWiqI1aFWiIt6Na0Okiv6RItz+vB8uDJvJrpf0ah7ssE+FU3gFMQzQC/C7xCGzt0jcU59n1K1hvqG9THuyvcHIbFWJfY10T8HUmVmh07CjEg32oUEmoXWW70mEPOFVGE5SENntZfsekNHB0tniC5w8FB7p+mOsWJTDdaLfRxoRG1Es+lJGN3zY0DtwnlDY8K/QiYePFhCGoIYs+4WLhfB4gNkEvhIeEExDE9KtIVJV5BFbNCuoX8wsJfh6LhFRaEaaF9CesMZRj8KPTP0SmDZ3Q8uUND+Wn8eZexodHynSTZzCLhM95iZo2c2Ma0ibxqjtCTFwWb9mn6MdZDZ7SaFjIuDwDDTsOE0KRCkix4UqGb9Ih49NPH+jXREXQxuExPwZ7K6MnhNS01ioyE1sZ3DFdCW2yMac4JoevBqmN/+0STVsla9IqmqI7Y4O+HiKUVQqR5IbRlMScZblV05o24PTJh39PPwQ3yG0QQSpbiStnBQUGokf8A8jEpcjQbYdti51B8UK4IaG00UQ6JQ/vRaHFTIDO/Rnv0KSNGgPGLGX6OQRm0T0IVxjGHeB6/olEIlTNSCKOj9ZL6oxLh/hSUf1I4CI4ETKKvwppKjw8Js2/M6x82L0YtuC0X/RDcPKaHmy7Yt6EiEoqlov8AmEOMSI2J9h4hvDKbpYWwSoi5EyImP8GVQlUqr08Ig0W7NNax6tD1/YomuYnQ8GrNceGnmGhjJ64ynSouF90aLq0TZjIc/M0s08bGSVpRuZ0dmyQuYSRCPXCVqLDQ4ymyF/cHJtfWP4f34KMkZJJn+j8VHD2yw1wEqqNWjFFV0UwdYno0holGochBIQckmcQduIqTJLgm1ELQhBrD8Q1BTHPi94VxB5X/AIomhDQgtDhG+4nlIagaFIcC8KvtbE00Gy7R0NEN7fDmKWrvE2bFrFp9gatTg9QhejdFHMbb/wAGmmuHNM8sF+DOYaNlqaw2oREKN2sqjT2MaDPsVmxKHTPDRFeErBvaWOiYx/pPoWujaj2bb8HoRFZRSMn/AMEE6fQ556fY40VQfTf9KQk1/Z4h3PhdRw2O9ZuEMg9CET0jHRJQmGzzO87yn8FCfujf2PXx/wBwsQXDwXIIUHsXBr0QxZ6Ohb4R6U3mtYfmYxN60KZZoQYzof2JohxgxD16fo8jiKcg2n8Evi6fWj3Q7hjOPF0LdIy/+C6eYS2PaDq6feMzFMpd8GhkXNawlOwts56ItMXpUKbSSEypr7xHhHo2kvzGylPRspcPbQ35w0JHA0cG0Tg+NrRdDmw4kabHODUNiNQhNDE9hocJL7H4JoW9kpIep1iE9HcL0Nn3Q28K0T8OKS0kODLttaTTRsCs9Jy6n2ejxUfRRv7IjXT71wTabd2JNbIioS5t9mlKhvbDZsG7IKFmpop+OkRrG55sRwVhpGJ1R/4bD8pahUSaYir9sVNwTROP9GwaIXbow394lLiJ+CeGhIbQN7FIqSEEFwTHwhv+FDkWOn6L8L9DMbZp6F9JC2kaGty/wU8RaJI0F1D0LYmjQnPNmn4d6F5SrxQYj3bD8EN4utDhYbQoKdLCw8LCe5rEk4aGn4o7HS1jT/goKlwlRioUgn+jgyom27+FaezbiLopX4zYNv4LK3OC7KU9ETHVtTaREe00xkO42tm6RDoLprHD+i62UxE0xKahr6FUxOWjS6a4KRT3Bez4tCw5ExphH0TJaNka/wAF52hbWmU/EaD0S4OekJcww8Q4IV4IVypCdBk2tlaQ7gnRr0XcPPIdtzFBnosIg8LO8PK0JZhlK0KBqJ3pDf8AopiX7PRWxiNHUo/lE11IqXohbuNsMaextu7GDFdMmr5njGifGJXhVoX02S0j3RGbXSzDOlnrP6NEoP29K1cOidKtiH4Q/wDMHTVYiofg0U+fYlhHqdzqiY91eCQmkPdo6vYXZYmmLhqje2htneG/5jQmFR7pb+jXM9sSF+okIUTQgY/3H+CxGM03hqCZcUXD9LjaE9Yeb8PcUuP0lHifOYTGiEZ9KSg1stOtDN4Jbvy0s/mFwXRfrxRkQ/gXEaE4h8xTQ6a/4Nsg/v4I38ERY4PhBodg3sZGTGjWN4eJ8IPR3opPofUNUJiXpsSmsOnbIdbtKKtCOhIggoLdGtawCWhY8xrZz0ZdwcRRtcNrR6eoYyGyLDfcNt6wW3B/eGijFrjHsE2kSjEHDOPwiJHSTKIiH3r7N0TY8J6aOFHrHp7/AA1/o2bWmVqlqC/EOnL01H1VjiITT8GNu3/wMQ+Km+Y9FE9jcRW0WF8OoScF9iYyqOk1plhXBBCej0JM+6JkUNMaU0j1j2hEeJFNSqaW0Q1tCBqPyGIitPQtNF2mmOjtTZiERYEujfeokUG56KR/RpCdw+ifmHPGLeE9ij9I1CcEa6h9HAuz1EFW4Ln5gm1tYT1tHohNND+0yu6NVoahYO+FPohP0bNEGxIemJP6KlxFF0R0WrsUJePUdm0FTaiiJsF2+ulvDiRGNmiQ3vUxQso+jw9F1akaqlE5pJRmQvofn1fNM1yH2VronD034xEbaSSVXRHwmcMOG4RRtDVtO1I0hq0kVEj0cK434OlIptsWNnR6lSMgh5PwVEmP2DIfRynvQtUYudo0Tw2vihcNoMcjG6FCqF1wVsmJX0S+yhX6NFhWw5R2Z/qKPAl6Kp0SupjupF0Sforr4J0aEpobEenBdEs/4PC5wpcaHpwWUdJ8FpYmGyIuipLDtTJb/Bc6Gzb6Hhj/AKZBbFuDeoY3b+h1bhO2XrwSzaLkF+D5nQYj7GcDcNJUVWe86PWhjbolrCKkN0bbFOcGkuM/w8LOmqJnTSNEfRtpM8Qv/mDv3rGxHKxdFFWeG/vCQ9UT7sT/AAbH1pYrRaZD9prxGtpDsG1h7RFw/Rusmao8abxntDF4I8IIoe6yzQb4US1ikLhYnpteZmUT/wBILNzBiT0OkdPRVhDpplbfJ00c38LiERRaRtYWX/D0eWPY+pY/B6I7lqnYyq1GmQZfouG1h4WdLB1Ip6XpPhCfFXHB7aGOmhPtG9NkNBWYWf8A42cNFELw1aqJ3lwW9ZViFILH+4e8w/MUZ3D2wuhsTpBYuhkbFiK7eCLVEeUJOMT0JEMeiGq0NQa0TFJS+gjTIbTYsvwZQyo7HG3RPe1oY3tIn2JISHnmmJxaNQfX6cwQ2vE2bWKOHuajRRTp/eEwzwXB2pljawm6aH6Caw3+GxWGhOvbLGUVVErJ0XX42OktCX4IbURqdRMRuQX9R90jjnBYn01rLRQmKRcpxHnY2ZoTYw/MEtEazsKoWyFNU+jY9+DEpRrkEPQxH4Jo5dlSQ+tjplY2hsiKN6ILXo/3DaOv4M0OpiUF48E2OzfrK/DfKyLwv2IkO6jGxbHwTComoaE3rFTsjx9fTP0DCt1nvRP8H+C2RfZCYkjjTiHGEvdMfINi6GT1H6G9lcapP0ZR/ebENsqEEE2TX6LTR6zFp9D3rgY1032O5nwmIiY4kiGWkQJBITgm3eHWi+oVdyBiMSSJxp4QQkKQjUYlqE3omls6h6hseOjX0sr+G2PvRD4NCGiCJNDX2UTzPglhXQlqkQm0VtjGmKSUhrUEYLJpiG06c8aB9bLrM6E92IF9jR3RdtiuiwhCYmUy9DrTTGD/AEquxrFJ9lfGbg8bx6xw9YpovRBv9NUxvY1UNmhSiIfXBtesgTh1fgyZ+i66NogJuir7F6fQop9HpNDwyvw7mkV7/uFNilSGSp8Qno/SKs8GsyaFx8l3+GkxsR/oplZ9E8r4IpcJMeEIYnemsM9xU0XC1seyTtnfBwLyi73v/wDBN5Ux0pcpzgt4XBMhBkNm8PuGJR/w6Qh3wl3g7ujn0ejeJSIfMfmPobmKXQ+DH8N+j7hExdjTIPDOLDN40MbRsWFh9F6il0HMIQwuj+mI1DZggCQVLDkWHhjY2VY8ExuvNRzZJiuc1nozR9yGJtxEdEtYPrhwlhf3EG0Itbw2jnhsmhy1XgrSUHqU6jNlG9pls5tk79iaYntUbu0NsTU2Mv8Ao1chCY+g1Ecfxg1roiYT2PZMOm+0r4O6TE+DjO+nP0udmvTXiPMSo2mNnCMkP0tFVGh6TY9JUE9IUQl6NLwZja/CbsaIOLa9fCUmoLuzpqTpoMi00+iZNmyQ50NaYm7E0mM0aHYx424N4dYkF4ixDYeshsJBYTExP8Ni5o16RY2vRijWPEaHDjNEQ/4L8KNEJBHCFs3CehdJLSSMbWmaf/B3VKeDb8G3SOImkfo1txlz/omM9OYU2Uv4K3g1BkXTorEk/wDg6rmDyu0TENUJxkeF+0Pb8JekX6fwBNYgakxslcsgkaTyuimkm9m0UoJ0h3KLVwSfg3+x6qHovCiZJj/nwrQm9lbEjwaNVDfxip1aNboZlKLED+NEwrLM0TNEWIIlH3EjP00xHBFjoUwVNXBkvsiPo0yW4NMK/HKVFVPERDOE9IL9BLB0ha2bhOPmKLUx+0JjFDUJaRtcIH0eiB4pPRve8pDQ+IY1sZ3p6vRfhBqfpxtejNX8Id8Et7RKiIcumM9KuSqNH8WHRNi1CV+YpVzH0fgxU1Y/uHvSLX1jexXFxtm6iWxqpkopcIR0f1hY/oxY1h4SxNjaw8KDXwYsbHejeFHt4XcMnwXRIpdiZhbblSJkvo1zCeGJRbOEG2enRPC8x+Dej7G8e/BRGhqMTxunaeXCk/S51BGzeE8NQbPsf/lPi0kPhBp45seiaWOsLmGOL6aEcIilNDbfoil8JIgsX4N6G/WPbxSjFhQQtYpv7FYODN0cwaqUGoRd9EkJCZuK6F9ly2irehlD09r04jZF+jvA1q7+jf24Td4qf74PdFaQkbv4JUSwIOkhdF0HWSC4NYYi+DqZ6PH+kYnf+jYifYrDcZ1D5tigyFdXjGuD1CsWImNKjViRE3RqRDkrE+Lvq4OsF630V5E8/gou3wTgv0fYGjsYmNQtL4a3CtiGPzBfY0JxiZ/ghE228N1D+iEaY9CQfiKJf6Ia7L+YXQmUWbxbJF3EWftDL+Fx0a2vo9wlpCcd88+F3NR+JngvERxi9xdY3f3xiRp+FYkX6HbsW/8AEND8YxSNob0VEQdR9HOMfYab6sMaOOI8UyNx7YNjoTYlS4a2P0antHsaEbpt42JhvPQprfRlWoNE3NiVIawS1j6dhGnw1cElUKVoQa2cP4JsZ9C2JGRVaGhYYnMeHUMQkJsW8cy0zXGL/wAVvDRBiwnBP7xtcK0Zs0Nf+YhLSpIe0KTqaEvQSrd2PG/oStwfmhbGmVo2lVhUNt4LtjWHBLNYPdinueiW0L7GtN1oTHsj1iVpEmP+D2kNI9JD7PRiLg+iQW1zh6DZzwd0sLmT3o/jGa2LjODqaGOJU4OCQc+G4NMjVbGc0xorEx0oltFTUxus/wBFor5ccOG6Kvw48oQxsXcPuLlDYxDFh7v0LLyQ+whzHnw8w0vh3eE0JrQ6a/Ubo502IhzFOoQ3jgj/APMW8PCDeGdGO3DtISG0PDeFrG9QcUyzbNiL868NjXdjWjRPcJj9FjjNmscO4rKf4Oj4XRlpmuxNylOYa0xzNteo8EnTYtJj1Iq/gB3JoW8LrxfR/Y6/g3huD0IsmxYbeG8Vf6NhsaqbH0iukaNpCojUSOi4OGUuTno2NGwU1HV0aOIfv2M/W2LawfKfb8FdCg/u4ZtU5DPraGkpJ9+Me2GpobSE3iNE5jRsTxpsbXUVouE9sb9wqa2zmEjRdW7TI0kJe0YjwvRMv2suSnjPeFUmDf0zRDcRLEEIG+D9ujbx0Ti4HUp4Q2tMbXssTSWY9KPtGxaE2egyUFlwc9GUb2NsSFv0SNG7WWz/AA0PZX9E3m1wfo6foyLDokXNrEUmJGr05/RMbVSRuwShwS5oWkVKGiqQu94ehYtYk2yfqOcP8zyECN3Q0Q0Q2x+mNYZxYqJw5xlP0eJtoWkiCjapCOMa3+nbLlb4Iam0JksYxTQhgmNDD0xlpITRFKsqWkxObrEQmM1n1UV6hiQgkMUPb0LRDgdOibN0f4x0sXQuiHuDISxpYaaWELoxDKLeNogh6w8IaGEIQkKcY8YtoxU9G4VdJ0q3gzH6BJ6I1kETSYw5jxh6PlC/Y6YyeDG2bTg4SHPBQxL9NJpjXb7D1pI8Qv0vUefpRMdWH7n3hdw//WLEe4qgng1RusJigu4+w600xDsGP6N82NVkngxkXG/vQmOCrXDQ4g/7iwbdQ61GRV4Zjfs0O6MSXwnxPKOiIhr5olN4eHr4UYhFH8EhM92IRfhMNJ+7Ij8DRBO6fhybNXPML4piYqsPMI/tDHBiwRpVfR4fRWfwnHg0NZ2awj3H4zXRKnmxsf70Y2Lj6h3WZv5SYuivCUXFiIVRvL/zhvCPoRtEMbY1YnUELFw9lHSKUo5R6G2Np9yiNHMLHo1X24Yxr0alOobbZv6EnEKjGnghpD4MY0bzQ0yYUxDmobZvobE9DqCV2X022sKCKsQ8SENCyjY5/gvWjhJs9QmEdY+Y4NbxEPRSvwrfRcFij+0JqFKuE3l36E+eH0NezEK6MRsU1RbulGzU4NocghWqjf8AUNY7SEkE2jYm0JSE/wDKOExlbHTo5hL7xpkuU48E4JdHVoYyQ/8A4YyuDIXgtdFaMZD8R6qWnouq8NXDYujEHooUXc1Yglw4Mx1No3cRQnhBJHolZPPGJqxlPR6VFtp4emvwn0xdp6zp0T2IbHws6Lr0bN/Q6SGTfwIUU4DEy8pVs0iDrQ+URskYklH4HVBuPZvSISEmJCR9EFxoa+mLop1mGKH0ioKgtofqQb0Prux7UYhDvEdTG1CaEmNoMTghaLuXCMMuEGiFjFi4e0TCeZr4rFHCUaWvhZhRdjENkcaYphca/wCCLETD/A58GPTQxF63RNF7Ro/RlnhC0pDMboWIrxRjRE2iWuCWqPZj/DiwaEn7o0Lo8bHIUT59jcdGtlKhwTHU2QlMaofsY4kWts19mmzv8NSen0SPomNFg+C33wX7BykTEsCZLYvB+7Kx+FescHjYg2k6L4Ey0SRDd+KEPHounhS4Ys+CwzX3BYRprH+GhjFhDWb8LifFPf4JKkQhYUvXiJm3CwxfuKXZ6JY35iY+kNyj4O4Qh0awoPBjesp4S/8ADRbcM9xr/SlRrExok5mYrHhr7H7rCbSKg9WbrHhf8SiCErCO3oJQmoJJJHGLQ3hxHrL0bxTwpXpdDZVCs+sMWE0NbNENFGHzgx3okcC/CpPRIyjQv/B1m9Iaw1s4eIa2PXf8HvsNWTIJap94UcGk0cgT2b7CvoR0fl6ITbh9gHt7YkxsqUgy62VM1TwnNn2xYU0PYk7wnSH5imzd14JFSWvgkpNi0yPwZ/ptMqatJcJbWzsM36xOdHKQwiSh+0IZFIaBx0TLcHRCwOpC73ZodZZaZL4UmhPfBcIiBw8/ysUITwXDYSeaGh61g9dGNso0mxyE49Gz3wanRrfwTIMeyCq1TzaGz+C+xvTHiF8okjRWmxnELf4KXN3n/SVa4cZCH94s8NiRjaQuY91BLoinC1WD2cg3O8EsNQ+6H9Y0bghqOZBiEFj7LBJ0kE+lLMT4IaEQZGyGuQsUQupPCLhbHUT7Q0WkfhSJfp1UGKt1CcLZdPDkacP0NbiFqHo1oQ+H1hNf7hH+awlFjqEkhvRMocGsT6Q/ui4cL8V8ELwRu6QaLnL7XgvLsRKhCjFH0NU/wMq1oR/otNoQ0L+zU6exDC/B/ZrQ2vCTiRI5HhBnGjTRpJob39H3Zqk5hsf36bLGfWx2ZuiaLotrgtMWzWjOOCiZd/gjk+jg0MaCWxlI8IZL0SrOykmNeQ86MjP88KJXppjxN/R/GGxsSzs9Hligh4SUFJj3L4L4IY8IuK/i4/ceaENMiw8Q2hfOIgr9iGTUKj6WoSPrR78L+i2aQvBdEeYa0MW5iukG3TwWHjWsoMbWUMufo1m/ht51oZ0aXw+liPFO7+Ew0O8H0WJshEuMSFnnmjf+BpH0cBpq4PtpEUkWTZsWEN7LYxilHpHAxlGNVCRo54eCxyj4vsf7g3WNGUPohQSOhNghbTJ9YiPwNbGaQ/oYbKLMg3BWHAn+Y7pEj7hdFxDdN+CaJoNbG6dWzyD35h6xWL8NmyuZ3jZz3CGh/GKvQvoq+p+Gr0R9ilIvT0SUGtuCQa1w+qMOTT3oRKlQy+fgm1PsqzXRtw1bdQtxMVCa0X6EP7EMHsQyw34aJ6hbRxjHp+HBzGqEVgl6hSCLbyOtG/SKSTQn+nCENkoXtGsPotlnGH8PXBiRSlL6bPRLaE6a2eInq7FwfKhQTY1j3pV6Nv6PeC/o1t9OM3SqcIbLixWD018E2N4lEcOD09DY3j3CJsS1wTzxD3aQ0g/L6VNlUxrekO8FmkfodJ4QYhEpBrQ2RAbQl4lfT9wcJLQ67hvcGXNn3pBoIxvBoKXWNXwsKrTFW9VDgY6JFGaTIH3v4X4kNlzwotlN4axBYuLim1hYuH1HETZCRoXW1zjQ9FdfbQpZFT8JmX+E0xPEb9Gk00LhqF6fgJTihQ0yK+CdibWtjJd2J9nWJVE+kNpdQ3qejekhwZ//ACx6E6bKphnCs1iCeHSEMMNtLC3hF1vhWNjFjK+jY/DZoghEv6J/hx7/ANPBWCehJKs9E6iIbQzGJuDGyCVHFj3G8Q3RPDuEjhV4PLcEvgh/BE1h7WxfJBxMz4IqPDweViCRP8Bv+JeC+CovMaghCEXYsX8GqNxjVGMg5hbg+YY1+4lw6qmPHgvnvLcNuiWWPpv4WFIK/RwfwqRrBvfNifkN0NCNEpJ8G0wkLJLbEpQhQ2en9KUfgpct8ZRsdP8AT07IxMbyhYmsm+Demhs9F5qldIjtkJi5oaRsQuLEQ1zDhD06U94NxqHoUvBL0ZPReIqw37DiiS+ng0iFQqpQS9o1WVpF3BL7wzgleCQx0RwRCo5wpHFRaYxNdEUb3hb8JibHqRFpNU8uL/8Ap/ozwao2jXGOiiNeGkuqj1IREGkxFo18PBUddhMbtbGDUzTVE9D/ALs/rx3okeiEMVp/ohAe6hli2MYunlCehI2kJ6kx9aNnDRjVuIXHgzQ/Ru8QkP8AcRiEhoWqofRBVM0iWiP/AAj9RCwTH4Nl00xqw5pDb2LhC8E6aR4azWkj6GLE4sJJBt8KoRB7ffMN3KxjWCY2m0NGxlU2OmWjaFJ8ENDXhLgxN6GYNoPTEJ6GhbRE1gypIVJin2ywbn6KX+jRvo6ehNtMacGLXoSdN1+D04bCn0U0NBMOtiuGQQxMn2N4TLliyjX3lEFuFWFlODy+6Y18JsghlSK23qEJVWHVGl/DeonR2dNUbbRE0UbRxHR9on1QSe0PZlj8zbimshxEBVr+GhuMWlS6I/0a+kaHGpRrY3pFU4LH6N4pB2QrKxDC0/si9FyHYywTdE1S64Njc9GN60i7vRvwUf4dKoypw2uj9olnR/go6h1jrZep4OlXuGomMrxcoptfBso2HmDF8N4eUfe8+M3rSwsocaWbhfFDlEU9xXRE6l6hP+QlrFPRCxY/h9CetlvEJx/FveX4f/uENBltxYdcw7dH1neVhLO7hObP2DaHwcZMcHPrP8+e8dPBkOhWQxaZBo+w/TssLyBCJlsXwLh7RcUawZfBvF0NiaGdPr4ITE9c+I34NjabNdpOjSEVMEwmdKilKJ0n6NXLsfwfkVb8Hp4TjhX6JruErfWaKfolH2R+Dhag7ejGNMr7OjG1BaU+ShT7jKmhl134INd2QXuNn+lE9KEWy86V/Y208JobHqRla/w9fBt08g/2LbDLprhN2obvh5TgurHxo4hpYhsbOpR1iQq3oaS0NtCdJ9YQTY9eibejkoxtNdE94NpofuEMqhYfRsTf+CFsRTmJ7lcINMVHIPRG8KrKUWnh8E8l4KzmhPY2IaF0Y0u4hPsgk+yImxLdhDkIhhSYbG36XxD0KDNckHrlGP42HkaNDkmUijjNKgkStcRbElsb9CnYvRAd4NjQbNiSQ8FoRdv+C5rSIlDiglK9MbfDqMo3RRxDyRpDSE/B6HfSmtfY4m+6iqINtMsNjZNiZ+BP4+CwxE+CH8LRPRweVs/MtfBGywTFNktsU8/s00IjRr/UJTFJlxHLEGVNC1dC1slKM2HvJja3UIIGrpT6SP8ADrX1jb/os60eMaH36OspIe0uP4aHHs+4M5Nja8wnIcH7Y3tCkOunottlR6+x4VXhcX6JYJU0jTGaOsX9xvGtDokoqHocfhU9G7iY5sTjxWIfxNvgvg1OjtGLuUMSQ/MsRBJIfxZwUH1E2x5MfRZqhaL4KJnSe4s/sxZJamGLmsX4qM90JkSiFtiOGvBbQ+j6PDJPK0Nhjwir+z9DXRr4I0/hs/C5eH7/AOj6MuN4kdGqW4inCE4NNs3944hopDdhKiQwTqLX+/wkcyhlRK7i++DDg2eFKNieilUK7C4ThcXZBlGg34PRCcGMfooJiKG2aYizgyQXh7vCSJXD6QkGqXTK89EP9RT3aRwhhMyuCCj84dkmN7CE9ynfck3/AJhujFLj3COIX6Kt4uF3FeNwqE0b8x4TeFRtlYtBvRtFc+hEXaNV9EqhJtRIpMefCMOivWfWJKBXSYz1wTfEzUMkOwzfdFfoqaVQlRItl4dQqbILcxx0aQpUImtDH3H0FRPYrB0s1SrBrWybIHCE0eDxupFG6KCPHRcQbJt0TXhYKcVYloWi33/DU6JnGx7iR/guw/0uoJkxeF4NlswvcLaSY+aYsKe6QpCJU8Irw9fJzC4sKtlY2JSYqexNoSqaHxiJ+ZMi2uG6dREsE1j9Oh8/SGpB25BqqMSj6XaHsxn2DIQk2MR0a+2QHaGts8MpExJTeGwSVb3+QWdp/L6f4vPgQiDgqywl+OsIY00S4qH8VwtEvCdIOpoSPoSwtdFC2jWkM6tWDSVIOqgyD6NodHbR6XsRer0Q09NFv4S+YJGRJ8E9piaE02Nrb7PaOLhRt026J2DJejIIb0iXCy5RNiGkLGIIWOi30beEvvF+y4N7RT3CQroRxQb1BvgqhfpGn9i2PQvTg0GaNq4VJaNfNiTyvstaEo8LTQarFF8GLLzbh9WFj0Q1lEeX8dTpfz4XCnJrJU0v7K2KNo1hNGni/BC08cFRWCGlh/0fSobJXhsYY0XeNshDWhixF8FC59bPCnkpR8Hop+fKFP8APi3hDg00bwwhHoyibHtNCs2KaXglGuCTQNj/AAg6ungqxDN+j2NNbPSNJQd7j8R4ITgphJEwstp4bUY3hsqF3Ynw2ysdqi9NqHh/Qk2cRT6JH0eiaKkNoeC6i1RabxDwUSG9wkmEqrENtN0fIMSYkfVRWNudwsLO8HtZeYJ76c+CLvE+2eaFIkzSRSjvpdFRdjiNsaKLhll0JXo106L3CvSF/Y2Jw0jQ3xjedGFPSrrYteIsS8LJYu0abNA2hmniUgmi/h9RJ2+DekeInkwNKh+jKsU+nSLovSGjENa75gls9IPSP9GaQ06o8cFSrw4hFyqg29RYJExaX/5iCTaEc1C/a+VwkP7PPomHo1rFObWE6N/YzU2K94Y1lrCQkxKs5CEkoa/1M0OCfo9rsGXa00eJxjVWhiEnOmtHgu9Cl6a0OSIhzPybGP8AWImlsRujWxRpNcE7sl3xF2JcIOpC70c1l8Giru0qjaGO3C7iejedfNkQh7MLCZTQ4QTwhlJzEEpCMYvBtoVopFOhSm4tPd94N9RxfTq6VQlQ7bYqnDav0MUPYhWCSjRF/otkoLT/AEaWJov4Ntsuja2gz0HtcNHoSTj9HDSwmVHo3ouPHhM39Iqwm+iqt07I+sOdGfbZYfln0JD/APBvYha2xaQ79aHdFdE20XaQy+Y4MQWtD/R78QmkxiZjW4Ojw0eYSrQk0L+D4NiSqFw9g0PYjZD3K3hD+BlFjuLMoTHMMgvius2LGjemJClGdn9iOP0mHwmzgvMt4+phZT4eYr9HtDz0V+hi4N4Qwnscex4jzTfvw2M1UVYeH3ZMcxcVYdHzPmGeCZ0fS4l0jQSbIa6zexyMYl5Qka2KkIjWz0p/gmMTL9FTQ8PDaG3RLXB+/FJl5j3NWBtjei4cfg1hOiokJG16UpuieYX9IxshsqG+DfwbNj2/mPvZTZThRo4nvQn7HtbB72db+sJl+kJqG30ZBUuJrH+E2QmiYmiVY6LEZ4ksP6LR6PLfmF9n08totKoNngx6mJZ6JGaNDLUdCFM+ibwWjhohpkG7+DEbhWX7GtIYxCjZDTeNj+DF/BZwbg6IHseH0L8E4eBidh+QVQtkX3iImaQY2Mn0PQ+DUEjY3S6dNIcgnoh5l40T6KUb+jzTHoozQvxFwmJrCarNIqPMNtFHlPDf9h2MY/jWNCkcTSwdHDiHC0P22esbKfglNENo1T9Q/wCH3MExvoRSJFTPDTY2oJrQ3IXeho/TGP3BycFPqa0oig5IMb/CdJtjutjf2VZXDTKeX8VlreZo9y8v4PmYxWv0kG2kPH1oVtHVfB0RN+Kjsns1Pxj/AAd4PY2GNxi/wV0MLfgnovBMbE256PaGr5ojsGhuIcBqzhpEY9REQ3RFEfpCHVJh4d/0+x6I7aNfRCxeNj4lhuj70bwmmJPTE3/S8PHehveiwZ7pZ/BnCu9L9rR4P+3QyUuk/wCIbTeNEN+sfxNpCe0NuCHzCJhvwfTh5oWZlmh4NDeEsLNgq5i5axfwhwp4evHoqIRW/MFVPKOofg9CUKWfFHn9P/zCbfUJ2HuExjLseKrr4Hjxn9z4PD+PUczpjKVH+ndLFz9kxPTXmGxYmGtQkR0bSI4VI0RopR90MmWH1MJRHHBi9d9FlIRrYujVNpix9GyGvrDHw3hpFxPoW0hKCPtE9EU5hMKuh6H0lH3pRidYmIX/AAY5Etpv/CirBQ2YqgmNyQSaR9tjOiOtCSKRakSUHGWoihoTKx/SRUx8iRE8so/3D1somV7JpsR+s2NCGI/BEo2zwe2KaWP09ZoWj0jNolRCCg+7F0abTjLRPbHpIbWwReSECVQrWhu+YudPIjg2hCYqIp+i3sSoiQVsqZEJEzcYe2SMYVg2aEaCb+yC0NUamNjzaIldGhv8EzRaWG1RbHkQqqIN6KJtyHYtBDXqOf4IgzekLEbjEipch3aVxKyVE+O4z9o+7wagxzvmIT42YJPoQ+/wkiA1ENBNumj16WNNNpjHadhUqnpjW6LkGvpoUGq6f0dUfFZSnpYJbTbE6UZBjo0NX0fBZ7olEtVC/ggmGo4OpsrTTHTuEzg/vK2VCY4aENH0LDw2L4TKKahNUSbQl8CZHg8aELX0JtxtCMBOrCZ1oUT0a66PkpXBcQ1RkiU9E6xU3VLSN/wjBNWl+hUqkG5KNyDx/Rm2UysZ6IeL4MVHwVJBSC9GVDNoJlfpUR0a6G2zwT+0J3BT8LP1jY2mW6lFosE3s2lTcG2mJ4/WDep6NlG8bFmYgngehtCXhwU3R26Rp/DfxvHlcxrCo6IhCQ2VPXo1PiunB7+CwqURBJDrp9D2++Cni6olcIpvGhNCF9nXwbhachbhqenJvGiGPqOkw2xjx4e40QWUUbL8OjR4JZWnilJcLzH1nwemXfDcY9a2ckcG87wUqo2bE2hPkT2eDors2WaGPRtIuDc9wxDytCYmbVFq4Q9IZIY+lfh/oy7Nif5gp6huNEPRj70aoMcFXo/0NUzYaNFhUP8AQzxjT/8Ag66yiaQvvCUZtbolYunB6mhnh/oz/RwTyrhMZpdHxC0Vl4N49xo8zsRU81NM4U5hPDbZvwv2W7EbaJCXnSX9+xqXZ/8ARfpjGw4aZr7GzQaNMejex9EOwaNneM4Rz+iCp6Fa0WqQtMWG8T3waGQ0eInXwRKPEKrT/wCTT0S2LX8IV0fRN4qNMohKzwQJRLYlej/I1RGhm0JVDTn5hbIVveiKKafS+CptDTcg2MZfBWk3wWEN1xYvpZ5jZXhmgx9Ox9EqxuPDPMJDVLQq+hNCSWiI1/RFKg35QnW1jFjENEIZIbsfcTEwe9GpVPHWtw6KKhtCldg3+kFdG6NobraN2hd4ekJFtnrZQz7IKj2MfML4LeEtEjQvgxZ4XDwspMaNjFhbG46iEKmI9auFRSeDci9YLg2b3cGqsX2WfsIWF9XS1pD5R9DiaBPX98E5RGtlWGmxjTmsQ6xibpbhYp+j4x6GyuXCNxDrwRExw41hcJPbN2nPT8ohwZxDOdFeC6d2KoWi2y0S2KcHTlfY5R/vxWNlNUqEl9C0Vs2zQR8LcaG5hGsbzv4ItbNDuEJi1R4TL6elq+FNHD0eyiEhooybr1Etjw6QntZXfhuCFrHSz4PDeXsWOBPBqlxx6xg9mi/G6xouqN4v4VM3d5ed5ubhC0MZHhjt0OQ6UFiHJ9lPWUZY4W+jEsJbEbR6XH0mjwYYhz/CGcZ58EyI2hcUzSwY7WSG/vBB7H076xA6Wxzi3mJU2StKoT0cVGL0sJMDCb6N01TNQ9jblSHYkJP6hPIJ6PcNY2bEEEWP0xP64Mjtw1c+uih+P6EM+7ijII1ujJqeiah0Yvsu1neiCoxLiOHWfX2jVwlqnp/Fj7aYlSdF2DE8O0mwmtCTbHoN67jb8Nl1w8IN6KeBqKMm3oVEotDUJWUpQ13dCVNC1h+i33g1RIWumzg/sZFNmJVi1vBoqOPQosODVDWi9M8+Dfoy0LfEI10ZEz8CQ7RjcPDQtUJKOX9EcJF8YzRcMtYjaEznp9iKVLRRV4mLl3C0TWxBoafzciGqJRaGjNBro0crgh6yJ16N9TRxH8v0eJQiNBr1cPQeFpj2JM3BOv8AGOislq9RRfha0xNb+ilb0W0NzFxj/pRX3jW1hzYo0PSIRSibHhH3hjMq+czcLeH8EsVQ2M0j9hNCEtrG5DS78TxlUZ8//kFdKWlRrRmiVcSPuY18ZaiRq/ofUqNSNkc6Ni0MX6J7gYsg2h/wfpY4e7EVc0hsbeN8WUeQn0eHp4g37DU6PCRaR4IIgltbIPB40hwccGvRcIk6jdWzwrllf8Hs3f4ftLsTlE0hk+ja8HghMQ2GvzQ4Ge3Pfgs1h5ZseJ8tPDeF8Hjw09lOPCLsWzhr4t/eVmhISCE7pjxP6f8AIQ19FOMjtMTp7QlTpS43RGxQQvBYZS+Z4NZSGxs7j89EY/4MuLsubnZobY+pjxRRl38f4eD+dxDSGKiCfc//AInhiw2zfJobng1K+CMR7hMY2IXmHsQ7ho558ITFUOi0U6hkxY2xmX2Crw0cGqJITL0tMdEaoU/D7E0zodvgv2E9N1om+ieFUaEvWQDaE3en10c0e7HpDmY7smk7sTCP5Zf2cxvoh69P6NYnKJQ7mYe8VDFjaOCa4L4QWL9n6OzDe6lmbejhREX6JeIa6RutsPor9w9w7TYXrxpGkbQvRt0bCdY2NUXmh8NjGMpBKM044qI2HhsdE6iGhpeNkz2Q6MR9jYXw9E/o8G0Lb4N/psNtweyE7DRTQ5KPUXS0VfZwQPBsT3BKM8GVQ2sTh9zT6JqM/wALhrjUxpI6hi6OHlL4WZLg1+i0s/WNExToeL8N0mopCIOWbrsGpS6G3Q04N329jWI2rKqNEKCfgw0NEIhMQjwepUdr+jtauH90aTKkNtMf0QwOvoq7Ggv0b9EDEPWDL4e6L4PLwh40ilJ8blYuvgT1Dzh0NCVGPSOeieKiiamyAbRpDjfLYxN9MiXr6EmJXvRsQXy7Gf2K0oKSF+8NXRtH8F6o7aQiejCbLwqR4bYhBv6Kz3+DejfhY/ge0PhSzYm8eMYz8N7G2I/wdSYw3sWxM9WxSVqvD9GNjYbcWCdSFWxITHPBesdnUQ2GiHGvjRe59R/QkUrFx4jw7/4T4I0P4pDw2jfwamDmsIuJimhpoX2QnqF1HtND7NJu103ShUY2NMRUkfS4WP4TEG2UqmZi/Y2LeFpH7RreG2eoRRno/i/gh7Gib6MX/wAx58O5X2PN38doTKnoeNxjOiwg5BcHpIaI/wAHorFrFF03NjaF4xfeWQcg2RaFnaEx4oj6w4tzKtpixjK2OCYxtRD6N/wTSGrdGz76NteJisn36KduF6f8wdLyIXgiCDbCL+DJ2dE+QhKnBcGQY21Bo2NxncOrFiH63o2l0huo7qjb1vDfLhnkND6N3P8AcrE9w5i/ubPDgpDR4JtCbSkFLv8A4TkQ+w64P6RwUbSFxqjwVqu9TXGKaeGtoXdKjJts1D2ibToqkm6hfeJNkz9hvozarHuHQxiGxLrQ1EN8FL5pkm3QtIxsUMZVsXalNOYacNHhMfip1MgUDEkU+jGPTZr0ba6VwWhUNRt2JGcjPsWxUaKMtwUelPSIJtscRFPm6ejWLhGxsuPDS18PBN2jehG7B49fD0uyBM0mzZETd0cxm9i7C0NmQaJSU0dGn2VUQ1G7gaVGNCqNuCb0aQtRsWLSEzpRsbUo2LbHGhGM0L7IYhuB4fdZY18OEJlHkgiYT5TDGmy4kR62Ph4OEE9HpCOobppGlLn4g6Qrbg/1Sg0tpMY5Mp+4TdvgnZeiq2tklBc6c8GgvwV0o7RdL1sScQm0KWiY/wBY3Gis2NaVGtwcRfwuYjR/RyYZpjYhcFfBpeiJVWldjWxLwTNjJ4bEJLQkI5pDa+j0/Ct6Pf4ff/wgn++HiLZ53Cc4Jq7PGtDSNGzbWDxPki+iNGIXBQY+j+FG8WY0QYu7P9GaJ8E0OExGLzDSmEqhN/JDP9FL0tEI1T6NJeFSsJpkhFRVMTWIaF5DnRMS0LR4eTD1ljwsH+jFrY8fcZ0h6bUx4Up4LDTeHin1Dez8x6UqxpMeLhZb9ReUo/NnUPh9hYrh9D/BLDHD9EvWLg9CEh1CJvLqXTeHWNGjWP8AcPCG+CZcN8KVMcgunyCpDMTS8OLBlctQ2VRjpKONvXpTL5BejfpulO4OJ1IXb0grR2kzVMZVpdOHQh6faWZ3BPEUHbwRpMrTxpFMSjF3h70j4mbLWseExcRFEQ8F8fR/0/0fp/w/+PCbrxHp5oX1ucpprThLTra8Gy+qvYQRVSr0TEvRbY9j0Sa8LqxaBrfjZihMxtIY9GuzTpBsFuDY9Doyjbgg5DTw8ZyLtUluLcxiiGnDRs+lIUQti/RsTrWhkPhxjWuYXh/hHSu0XgouaytawlTH0LY6H4aGtiD3wWmOXhs9J3Cwv6L4rCIeCXxp+I31cNkadDGph9NZZpodL0SeCJlVP0OvwVDotCdNfYnHKNoTLhAqkHAxoSvY+mJ/bxoQlJPei6KjFsLUbw2IQlsjBs2D+x6HtQWMRjo1ofweVhEGLCCp0k2x6Yi5hC/hDmTYu02J+CQ/cJigkm0httgmxjFz+nUMCWtrQsj4xf8AhCjG2CkjR2Yh5X/otqxB03LMR9CR4JunEaYyL7w63WRQaab0bfghXfg/Hiixxfom4eCVNIauo9VRzROQbQ+6G6dWzc4TaFpOi30Q2uQoX6HPsv74Kv011CqmF+n+C07RP/hw+w+rWxuX4L4I/wAxtCCQuDWKP4sTePcJDxwfmEx0QhHcrC5tjRG1oaJqYO4tEMSzuiwmPA1aH+QF/wDSbElNdOiSr0aNlezyLQQxVTZNbENXeF+dGb0eiPQ+ZIuDx4/lrCw1rE+LYuplOmsaxc7ufSfQk4P6xT9RIhzzC9EUKNEEfSDYhQcFhGmOjVG2OHiHmYozbxSsT0Js2cGLaTbIk/oqfR3Ba9HD0X0eoz8Qouv0blo/0W+kWEmuI0bOEZPQtLdibdP1NvR6m4MTejRpjOv7xpqlT9KIbQhENaJdHQkaPMtfmOJn9dEe48FifDpLcLwlHtCFofTkmdU88iIQym1diuJ9cZYH9PRO/p7YzGVVm/8ASBmTf7Qtwin9SMUDjSn9G/IM14/6StLGqMb2KtHnpLBv5wUpwhsT6ILSo42KoShIFtBlRG7Hoh508SGJiY37E1Rpgllj0t4ZHgTngnReDZPUK7EMU5s8G96EeLGqIfUvfSxOQfRMqZyxn+7EJWxVTY2hG94q9PRoTptM/wBPw/wT+8Q2IjIKvFviPzK38Po4LCDGcfLZNE3ifBGjghG8gpg0htUf7PWyGbESHW0Ra4RPeCTaWEq0f7X8NoCv9xqtfBRc5rCGndD5/BqO6Ho609jd6MhbY4NfZzub8FhLjx4TCwSjPwfOlEriXFGsIeHfTjohKMSFBNoekq+hNmor+xKST7uoxUfVplqDY7xhfsSDSThFIRYeil+iE1g1f7h5zZdxiHhp6NI8/RKI+hybHRtQasIqitMR9iejqET0bSQ36jh00VlQnp4q06GgmPCkxhCsESlSx0YYR000KiRoahEFPsV6XQ1W8H3/AMaIo3+FNofweLfi+FxcIb1lDW3sXw4XZWLR4aIYv4K5rLEeMWEO6E8L7OiWvNIW0n4hJGj9HXuEzdNngu4WvBCMa/M0b0bh6MZ0chwPg1zY1B7Q2kNX0YhJrEND+PBmllZ938P05miOYuKbRR+H7cPepzsTaIiEnp5ouywTPB+7xYLaPBHomfo2MY4vlWVHcTDNHuKWjQs1evvomWI+2N7pW6NuCf1IN7ZHUbaEmuiU3Bc0ivoXgk04L9G2J4PYyfR1tI3MbX+j1waJ72JdIWx3ilgkYpFaOsLRpNbQ434dEjzOel0dSEsUZD8xcNFhdFE2b0Pe2WFTTv8AhdQXRNcbaSQkFlE0u4JvOtR+rXe2h6Ve7aFiE7rtD8jDiZgx9qrpf6hIpf8ARCyu8pe/xiC0V8TdPHR+jSGNYr0rl3wY2x/OiKejK7ibQlxwQbYhobPo6bGsdjePOmuU2LQbQ2N+0aGIdtF/7i1GMsiOb2xbY3hZPo0cGGENIdtCaCJpiJHIUaL+lom/s1BLdE5sTTaFEJjcw4xuiHW6KIdNo56V0iw9MXGhvPmE1iU0ikf2P2joxlomdEw+5w2AhtNd2MvrBhDY2D+0sW8EjKoQ4baGxa0Jz+GmQ7CrYVdLw3YoSlBPGawbR0O9GDdWsG/wcDYx6IvMbdEGJL7GoTRxm8cFDfwZdiY60PD5MI/3Dxs39ZQuQb0IbT4akNGyGkzXozTc/wDwXuLfYs8n6PUpJ9oi3UhrbtiJs8m4TbwJcUqhoZrha8ZuhOt4ZbD8hIXcoyNcTw/wLZsYtt8H6XEb4U7BMTULjSKT0q2JymnopGPWPWmfpjYaDYk3dYfxl0bcGYjqI2xT6GfZFoQ0m0JlaRW30X0PfS0MN/aO/N4QyCZZiy8vP6JHmn4PGsaEWL4JO9FNYhTZ6Na1gO3YhizMzCSiexBEyqR0sE9CHjdr+Cd2I2FTw1l4bKVomFxTBsv1lV2FP4dy8bJlTg/jsdLRTWf0g8d4LeHBKn3mlw3osPIjxZ0ZRkOCPoQgmNXixL41MYm/gx0YxMVI/mEib0PkomVDLpm8oSMf/wDBwcbhxDhxbOCpCYRoUOKlIbtpFEeKPGImxqZTRbOKk2P0qeyr0NieE6MEJg4feB2jVIngROD1GxL9ElSqXFUPTdGnMLXuWJVdxBYqZ4axpl6N5bjGpRTSRtoOVKoRW90CIHse6FTi+O+CQn8laIRbe2n8ZYFOs5wbHWoWRP8AGiNURNm0VEubGyo8P4X4NOE0e5tSwbHKebE9OMuirpjaRWdQxmhPDmGpdDTiwnB0xKM3ilZsE+CiSLaLR+oqstoy2Ml+jXR27LhpiFOC2NXHgl6bJwekzgqUfomVN7NjYi4uOYuhYWPoumLbwaJtCJD5BpE18GOQc0fCkND6qGJuD2hUVYtTb0yIzqIuG6FT0dqbZa2Nep5MhuiWcEhEzSesbJtT/D1Q2/8AUf1gxYzlHHTRouH/AEacbFTXqEVhBpzh9/FCaH+fJbHij6LCKs7hpCILKE/BDIb8w5lGyN7S2hPdt1f4xzoLbckW2KsXrOuj3wl9jwE1/hQ/sxPjF8EQdXRNpF3F+ooJ0TQmmmJ+n39lRfwqpAk0N70Ri7ifREhDbFWNf/TxVC4J7Ex1rhxB02iKh2OCOEOenoSE3zDDVq7HtCcPsQiH3o3w2XZ/RMT8WmxWH6dDbSLMvPBP0V6IsJs3oeZ8J8Ef4L4PKcxs0f6PuFRf/RLZoIf0INJpixiZE/SfNITGmoMSITCiwk0d4QT7fhBVYUE8PDEsNbZrGhIdQ7tCax7oTaOobEeUZa8+/wBI2I10dGxr9yijTtFfo8RR5edD8F+41cPDdHoM6C06dw/4NP4JjY0PrBEkE+sQ0N4ezSFjZ+G3CDE80/o3ouhvEZoTXRqSiFg0kdTH3Yl2jU0aJbVEi0JbNy0ctH5H5C5aNT4xwa8RA2g3s5Z3b+zYhaWaMaI3lPQgnghVs/0TEhEg5HsMofwDEhxaP06cxrEvgm6K1/SxDsRNYSw6P8OVGsDbabQxEQ76WM2lxrQqkmxxwdwkGTmk3qolfaOqW9nNKi2Lb8v8HYErV4xswjqHvXSZ+FGMvo/vfYxmsVY8J8YE/wBLHTeMYtpcKU/uGJ4a0NXaZ6PS+4lGhDeIYQQg0I44Kyn6iE9EjZDShGJk/CU0SojGm6mhKIs1ZUiiZRYKb2IJUxl6inUtZeGJGoRn1h6QkXaQ3rHhRC2M/WThUhIIREnBwhrMyjnRA9MsqhprTN2JvpaEzYp2NVs4FPBGkhnbrBxFf3hSKCY9aHsIbpxVwS8gzVQ3rbHD1hqpscvRPCPJrv8ABUacoxL8HBqek2PWFj8QswfDwZrg8sqZL7hVfGb6S6E1E1mqIYuiNoW1+n3jd89Oeikq69N4afUOkxwxUxaUSrfo54sE48EY0JQeG/pGQqlg6r6NU8FKOjP59YSY6hsmEfY9C34Jr+je8P0f2L6oxdNj4IoOVMTJ0N7b8OEdH/DWhbw5WNj6Je+CSiZGf0P8Hy+s5tjC+2fQnGxkJE4P+CWsa2vlcJFXKG9YmGSm8UeUa9Es0ohiwyP5uBTh6MJMWxPcGhIQ/jyCNCQ2iYpE+Hhg38FPgmLCYzg/w3hjYhCiRA0z3+DZZB9jYymuE+Os6+dz7h4v58Efpw2P9GXw/g+DfhDaglsQa0fbH8Dgahsf6NcNwT24LYq8aKU/ojpIOvFE8d8yyEdH0bjUeE8fxjbGnuEj1scjfqGeFccKnBM/NjGJ9JzCkkNDQt6gsaBD2esLdOkLH0vWe0bioqQtssbL0ZTY0RnkI1miE6QP2Pge2ji02II+EOTZNcHsQi/YsekFplmxj0VcJfQhI6xZRqdTugm2pacaQqJjXdB/RTfjjZU0rnTG9RU90dup6bDkElpeNHZjx0VZH6iG623doITUgtiq/wAGtvu4kx6aH8kJ6xsh1Cn2MNjY2NWJk1h4gjQ1sSNM7r6Hpk5iQcE/sgj+yTB8OD0i0hr6Hgns5RFXhWGtbGHH8FuC6M6Lc0VFLvYkSPG8TeEdZT+MRCksx4Vo8x+YQ0f6qR904Nq0qSMaGp6OYrIf7kZo4xbwuU1GZCKymtoXB1sbYmhKkR2PeyftfpfgcEKkxypDmlND0LhaiKK8NSD7oWgn+m3C/TLrCK5+DPMMaGmIQl6OYfTP8INfQ0K/BzC/DdJhl1ingj6IQQ14JwkiexKJJMTYgxMZJI/+CAF9R1tHZfpLGgyGbCd9EakLhWh8PT3QqpTQXp0TbG+Ex+U7L4NIaNF28OaHpOCqy9bFBc19CYr/AIxs5JP+lG8RxBlB6HH0NIY24+mxpM+hJ0S1BLHF02QYYTm0IJ8ELxfS/Y2x/HWFMIfD34J6hrFG73DSLr4JVH3oaHiYbwvvKWGRw0uEVZEEgiqbHJrwXfBpoftGl94awxOjJhNrjE7CGz1BLUsn2QLC7w4IqkEIWPs4s6xBjK4fX2L7yTGltDU8O0XuUxno3cbIbIsXG7h1YmxrDzGmej/MIbiuVh42h8JdvBasEphpDW6c2Rsaa8G3cN+4iwTER5NSHRJI3W89NoYnlYYjGo6PFIeGxpJrYkYkZu4eENCUFcaEjwhMcR0P9CZW0a/6TuhpQeuhM/SAVphv8HP/ANEDjwbqFUM16htib0jJoVGoyiF2LpUINdClVFB/op9nULejV6aymMrNLCqkT5dpO7CEn0sTFqz6sdas7oSLKbq2jFZItK7/AKIGEtk+LWq2PcWl19j1FWq49ENWc6JEzNynB0k2x7+ubNY0QTt6FLg97g+5hnghGHG9EnSCcGWHEWqWFcLfT8YcFLi4UmWIkNf8xQvo8cDQkJ1CtRpkpxB6ENCZ6K6RujRnFH4WQpsnqiR//hMJYRq3mapopXilw3pn0f78vMPOsNNJYUGkhGy5IMTemJUoxpDWOCjG2Xuk2JpjRDg1iJQIhviY2iVqi1DGPgwy3obGTE14PGRMThvWLWhKkLBDNcINkmz6N9OhpBtDes3wuHzg19ib9GIOQYmxvtj2hrglspqUefM64TZ+CEnRIa2LmUcR+FwjrGjY7KINbSOCaoso3/gj6i+IZIyKKQ10jHUMSEE2o2x/CCk0T9EMbGUTY2D1b7huPhXUin6N/QxElGNwrZbn9G2aDfuEy9ELq0fBNje5hqh72zrEdTOokLSo6ujZOiX+iDpddE9BHiG6TKyoJoTCb02JnH6VDfQ/t/JKiQkIfmLVn/ce4Qilw1hNE68NibNjs1jYsU19EH0QkxP8FKohcHAiaYkRENYTNQ0UT2Q9FtZJu4JJsU0VFKCOGymkeawnhMWGu4dh2Y4j9GPp9YS0jpm8No6QO8HcTjH/AE6ODPVm5eXjXMrLPRixBIm/g26WjZ/ByjsScw5BqMRforDWhGlsbYtlBuCYv3KbGymh8x/8GJYm8J+CWN4hBr/popULHbSqJM4CIX3BKhHDn2PYg6JNiarE/wAErhG6jUYhohoS2nRow/aHrQk7YKfRHSEGiJeHY0kOiWoIc8Y2+zaZDaPMPH1RrUSJ3K7+Yg0phCw+242TbHjgeDElLDXV/gytbd6FLFj9Ikl0u6GoG0t/jFilRw3sSLdU2K+CnGhlq4mKhyKaFgCq+i9KT502BhQ5xlNaRf0yHqKtQYSQkpQ6hqyIko0WtMbHwc6VRNm2W2NaxOTplw0lsea8Bp30RUmrsZCE/GPSjBMuMthVq3CrhE0QbeYE2Jv0iDGa0JUacHaJMa4NYYlfTkKdPwu0Ns37hyH0fmEz/M3Gh7YlvK9EbxXnYhx9GhpGxofmFh4Ta4JCfRNMZsGqGkZf3Ym2Mc0bEPwEmD70PA8KI6NDt2eR1XoXA2mid/weqesKq2WIbZwfZhJDKG0xNxUrHZiicKhoeiiaGTCGPJ/pTTS0QgilG9jKhITET3Df4LK24XUN3YnFR7JOomXQ9qemO8E4JspE2aYl4JPo6mf6htUTUG2ObKIrp+jw3wQ0QrGPa4PaEGPkE1wcko3obHWqN49UP6UXkbSh97s2xoNUVi6hVsT6HwY3US+ickarENoSN6ht6JuYQmvBPZKnoq906VD3fq/KChGXM+C9vyY2fgqhO9LT8+Hin/MPQkMpWLaGhIg1oTCiEDpDTVZ6jUYiY1nwf2PwdWzTwntnmLzqcWiIL9D8Sx+k/cpQRHm+Y3ivWi/Df0KzC4fHhtjGITG+Y1jzC+L/APGl1h43nTyn0aRw2Zei3ubQUxJZNDQ1FCQeDPaPzCTnRPQ2dHj0os0PZ+EIT9OiHhGfhZtCdH4M0RSn0x/TouDUxJqCeCX4RDcHt0YQy3svwlj+iGoViWyHbkU9j5a2xjdjrYthJJMZsqkPS+DQr9CEj0bUKsUTQ4bJWoISp9Fse2NDQO+iLhAoUpf0uNCwpcVDXaeCAtpFE21adW0HbXJXDQj0TcbFUU292IFl/uxkdaWM/A9JZ4LBoTWhi07kK7bc8Vjdrkx6E3YFN/1sfFaROx2jHLUQbaHdsloW10SdbG4JB7fSv1iTONaESa7Fp/cU9lCUv/w1Qn4L06E3+lK4XdYOGj2bKbQoUHogrwbhsUgmyqL2jRCkPGNpCgpirwipzgoJN/oniQ9JDWKJKdGrRrTaWx1RmM9wsNDRWfULj6+NwsbE5hnMb0ynRvD0heGRbYm6P0OjRSiZTGNFHNUxfoTohTDRUfUhO2O5MKIxyDt4/YM0V0ThvFqo4K6M60Se2Na2xovTUSvBsvg6Ux+DSxUmNjaPdlUH90mxvbKd0QtNDRkYhrokwoKzNDO4acGKliOjTWOf+JWdWn1rEaJiYpjE5wb1s0Hpi4kVHBXRITW0JBKbG7PpFU+hoaqGejVCujdkP3ZOlhMf9FWPZLvBvQ04PwP7KmN4r2f1jYmNuUT/AFaKqi6EEofYzQ8U0L7GX/wuO2Ptg2xt7KP+nTwhfosGetCa9E3FvQnhtfFZWh4S9woXHnzS/BNm0N9oUNt0YkMkQkxIihNDLBbWErI1GQRq+0Q0hWkHYmyFoQg6GushoVkGo8E78KTQjY+MZ1tCTwoKiFUuie8cF+iY/gssfC81h4NC0KjTFCU0Pgy5psfy9x3F/cP4MeL8Fh6xDg9tlHpC70Q0F1oV2NjY3hr6HwaGJN4+oniz0uhDHCEHhdGLY/hNaGnh4d4NLh0LSP1iezbDWjZGhNiG0ShR7NhMu4pHGNS2xMnti7BP2bAtDa+xy0ZbuC1t+Dao4RSODHzo3u/+EizTH0BjBJf7NDzag5o3B7JtDUmJL1ptC+t36NG3SKGMkfwf19Fg0S/8G7TRIYoX9Oxt4eFhFL9n9w0kS24PjGc0G1jt9N7f4xIffSqIN9wbyr/Ubt9VfQoNu50cExd2GDavqu/j+yCPr1tMc3ubnCSu9WkxdRlO6Qk4/wBERdao3mtilyjC9dlSxuUTfB0uDUivxi244hyrqDTD2YiOoYJifR29GVgy0hjoS2Lg0GqQpObJn0yVvQuogXSZKDW5fcXY2lKL+mrMOlsaVGXFaC7gvKP9Om34b1oZpiY0PWh8bg20UR1i1M1dpYWCXC4KuipaejRsu8bwqLWx4uGflKzpNXG9UuF4WaEKuJEIxiKDQkw3hI2hM7hD2TQ5p6ENQq9CVHHRPoglUcHrRYnwc4LDImlsfbH5SkagvE2RrY0pRjwVHjaN4RC81iNQ4bZoaGXY+iYmiwaPRCZf0UuHt4TwnitjT3D+DwjeFHRIeGkJGxiHW2L8DbagxakE0Ng9DkOe8bW24J5RMQaxsXDDaeNXsRMl6N+D6JyHpS/kG0OIbtDtH9Hp/wDg36ag29Dn3vK1jNQT4jeFZXtDDc0KSwTfh2KY2sGm59kHfTh3BPRu3RoSPxrDHheT/wAFaExQy/EnoUeEGspjdNFwn8dJF2JiDt2j6ITeEQlCCfTJ7NolKFwRrgmhHDaEPkxYJ+NImforZAVY7Y8J44T1YWCthkmw9E+/ZwkF/BBIbeEeFIWsWDxw8y38ThRY0OPD6fosoePMf7nR6QS/9YxDyxkZwXdD64QzPTLjQ7saKhwKIQlpIonSEIIaLTvuCVYknlixMRTD/wDRoi0MT7G5NDDM6QmzVoZRDR7YyWYb1gntY1D70WqbY56oq2l+lSun9C9p0N2v4KJKr9Ln9xFM6aQafdN7OeFG3GvK/VPoSlsaJKJ/Rw1WNlFF/BCFgcpfkmscN1vEXBjBNeilDePw3uPSOheo5vwuyti8N3P0JVXFU/BPXCCC8/0Rnm6bZRjGL6fQ3E170QX/AERMldy2CqonzQo9FcLlDEujcNC7TYjiqTcTIUc2/vg4P9D0oIqGzH2Mc+FIoIGoQbaHCF+H9IUom0Lsj9MpRCdaEvpsvhTVMdEmyqg76zY7YkhEhGGDorNGiZGKWi0pR8aHQtCiGLB4htRqoT7wm6RYlqiPolf6zfgbYnWUl0TFXHwW9gjjHH5BcpsX2NQRMlUU6hMerB0UHt8G3qZ5wnCEjzLn/Rs6cGI28pjfjFSmhxk16IqNYKhaQ/8AxTaZvScZkmbeDV4haG0QepX0bRQb0b7hGseJ1scpBpropq/YXwIJVGyGo3+lY3zH2PWGxK0OD/Bmp0v6McePcbyqxl6NHJob1+jFJwQ8JiGekidHpfBdNY8PBRo4hxwkE2VUSu/sTZMa2KfptmhYdQU02xBiuIcek0RDbQmNuNYN+nX0/wDgQVCmtPpId6cbpyDHvZo80iDKrENlXfBlhU1a9oZfRfDgthPa0J0YlR+jtWtFE6lPOhL7ehiIT62L6w2xiTaNCcujg6RxsbjY0h/WMyqmcELZKkPCCXNYS2LQ24KkJnpNW5/czoxLSxnTjE+FXYOCWG0Gq48JsZEPp5FiQigkjQ0n/RxQ3jVILTjN9aL6R6F1QTjHtYkwxOCTNVCHW0PT+gytiEo22SHCxBOCcZWLCNZqx6NEyuDQ0iEGtnQ+Ua9ubijnwo28cwxPmGhDEyFOkPNYMTgyPP2W45IZuX0sNDbHjuNzZBKhoQRiaYThRvHBkjJRJ/8AQsuGhDN8x3wk8J+YP+YJYQt45/0npogmMP4NuCq9wvsXFJdQr4F0zSZrOF5oJPBE2qJX7Hosc10x42K1bX/CapIhGN2INNNi8oKZ0memxmsCAhaQt9KKE0bmoh80n9MbFSPP1DQaGtEjEmqL0UNNCzFobbkFeExWhqKPQvoRfgk7i6mye5BV0dOCy6Zb5RueKoH9rpaYyKYrG1ELta1PRckOjGU407x/0aGW1t/4Drx9hgn7BKIOA7Bu6ZC2hDaK94pjHSobuyu2lMtitbLs3KJpBw8NbGPTGIbTY305FRNyGNbEQb2Ug5G4UtGyypSlEadDGJCTNQhIlpGxhI0V1RNoxLjsht0MT2hWIaiYncKhCdYhcHpn+6+GzjxCFLsRRvRc+lhc9QsxsTmyCV0IqECDTFPMP4w3V8Gq2bIlNmj0cGpjEpUMpa9H+hqVEw8VPC0Jx4PQa+sJv7G2VnglSEQ0JfYlqobvmGP+DTTK8THMe5oxMfBiNiEQ4EfRY8eUZ5hYgn+FFtdJ6NMl3ia0ewSi6O/gWxwXFRdrRxRr1/o9z+djjhuDXvo56MYhXY+9KoJUR3BKagrJhtwdSV4eP4NL044O+Ieh+GoarNTo30Lx06FsV96isern1o+ng5RNIVRDTH0df4ag7g/WCfC11Cq1Y/yJPoRvQ1+h/QyVtiZwbapIxWfJHgxbxo/GJ7wlrMWYkaGLolxSN9CawYKKobjRiPHWMMikFHoUo34jZ3YjmQ1Bo4sK+BpJiU6hJo0nrD00O4MHWxFH2VSofYuHlieijEej04f7ifuO/C5d0IUEkP7Ol/6TY+n8j0h40axq/FrFo5MNnnw2oXE3mGmMjJvLuGhd2LeFJ4h0MNrQxtYV9xSXokY9whPTmC+KkE3BMOoez9w1YR5jEno0kbw1oaaQ0NQ9Nm9CTC4NscVIO11jbEvvLhTkdtg16BiSIvFjeuCgnYh4JNFTRBQQrUjVIQ23oY1BNNi7lrgcuuvGKhmsRpO+nGg5qv8ARtXApMG3/Vg9pEIamyR40JmxxY8HrgiE1sQ0UTVfh9Nc1pEKlfp/wdu22+P/AAbV9qJKL1pqXutlbqa1VTenpjloqu1pif4PFUOA6fJC7WnW26h20vX2hNJkkgnWVCS7aI8W/s/ijk3Bm9NDZ0QWor9QkqEXg0aI8kHppF8Y2nuDCOjnpjAh4ggfYg2lcbbpH2oaR0QpXmn5lUTFFPzDPT6piPoyDcrNM+gmQ2LpsTG02XCDR9IfjDh0oqil1CQYhfRzeXzDwzusLWPRwpMLbKiYWJRFaN4bIibnhLo0OikaZ58UP4bOEontMapzwYiLGiBxjFFW2VCvLVD6z3ZZs2SpBkSVEDIhEErEavCLwiaEtGo8MeF8F8aLuG8JtDVdEl/uSIMfNHHw8jwqNifEJzDa2XlPDwZtIX2jS8El9kUGtITYlobekoqeyOsZ+D6Nn7RuWjjfomHro8dN7KOPZCbw0kM4P7G7R92McHdGyNorG9Q0aFsdE9N0Meg5aNJNDIXglXvA06kbNfZVjEr8N/BsJERdoU+DW9jjSRPwX5H+CZykGtj8ijUH7e9kw395nXyQ+fNf04JOj5Eh9wjgb6NjoThVj8HoXBOaE4yqKTwXhUINtUcZRRhNtsdR4FQi6GExKFnBPRBjohLwemIUYn54M2NH0UndjZQy6JwqJmhMVNvK/wDJYRqsKU+5ihj/AHHuVi/WNj3pjPcdpDVxMe51l1IWVrCLsgxUU7hTLMXD2p/Cu4rNYGtNHD7yqhWCRBJCSOaFNjhPofhx5RyMmVzDGKxukhTbZ/BOoTFGhhkNn8FMRj6eYPI8Q3NH1G82XcTgJCjRJInhDCaqEptHSLYctvWE4iZETunBWv8A8H2zBm2NBRz0ktJen9jaDEafhrR7s5DVHim8/wAENbGLQx1sl/zo7qmWr7Br0a7jS+hHfdrfpnoo9prp+IFCj/1C7xevwEDrym2iSC3VRSNjqCbr4VSjA+6eqVVN/wAHKJQ2Kn4mTNkuFhv/AITRxL/DYNmcXohtiVhL6K9QlRxXBhomxrLIPxm7F5R4jQEuxhDdJMWqzuhOkGkRz4q/BtpFwwepMTahUehBLpCtLjovuG2dQiUYmkNPsHHUNsYqL7Gnwa/BpCXsxG0xDFrG0MTzaf6O4my7PcK34eG4XYq9sV1Dp3f6PaN10mNIS1MRZeGL4cY17V9E2MpJ7HjqDlkiqJytjYhH0NqDR1oZyNgnR1SND2gyEEXCC1GTdIxJQ1TGXEJifokUc9ENAh4SzCaOvzCYmifgkmPpB/wax7lb9OY9QjcGiTw1RuYltiaa0JLwdXFuYao9DYtoao2GdRtwfTYNeIb0/QbWNoWxb4ioNpCdn2fpWzUG1wuG4ij9I34QNi9Ls/oa/wBG5zwTOBtcEJoUS/C9O6hG2L7RIs+sNhQJF4foSRf/AESSEt6FTX6W9g9lTTG+Rj50/wB8Nw2wNUFtvG8IetYnxR35N5Qmk7itoT2bD0Ni0JtET4fgjobq6KC2JNH0IRSibWhlj2JLRqzolGhbaYm1pl02h1UlQz1DgkZA45hRPQyTWiP9FpEyVmKya2JJn80ITExvHJi43miPcLWxtFDc4LePT9j5Btm2Kk+Ny2Mfw/zNLWXGijbxo0Up5+HRU7wqxAsNiWHR579H4XEJpoaIfYZixwuJiD/GTTH02NaK5PGJMR9iNMZvpsfWM8En9EqKQ4NNmvsusLwNRiYWiVDKPSOf6OJDRDSNWLTopqDtO/otKGmxS0mU9HItlXoSUYn6wSTbWxFFT2xQIRitaRQ04KlxouJCsQNXVdJT7C40+HSlHpviIniixRkKXYz+BW0ROsgGNTiVF3VEm0/BLib1Q00ar8MUbpqMUO0ys8QlMn8a2Tg216hHLtLaZTqRvU2tiZxi17P8ZLToegj9y7VDQ9VjZSJib0NWtiWzpDYuMq9IrpiShNpxlL6L9mmNbXBiVfdiGPodEl6bM3jIL6mPF6J/UHwyJ/Y2NtC+waw+Dv8AmZRHhB64cw8LAm8khmsj8GSDFIBtNMaMemVDFYc82J/Y39ml6Nivg8J4e7vFxbM1Fzw9WIe4QlVCF1wU0MqGjeN6F3/RIIm+H0IgcwhBMM8nwTYvvG7UhbGzGvgmMJIZVCprCCccNMZPpDSbJbHIzqTaYmJaE4dGMfoljuPwQSIJTrFRJDhLGmiM8y6MRIlQ1CoVKI1BTDbGxfBYhr0WtYchdiZDrTE4NCDemLo9t1mng9iDYR9BP2aXBsbLQ2KbG/S00bGJmzv+FtQUmjpNQ9jHMNP0XODvDx0bfrGxJS+Db6Ghd2n+F0Kg6JlsQryNomF9SPSESEui/TSeOJtcGmkOuaK4mU4rhpDDOnDZafCPuD20ipFH4UT2Q39iz4UYli58+JZu3CqPBkCRl2LYnuM6uCa4TQqmUejE6es2OUYl6x0mtm20JjaTJUb2vBOT8GmD9/YiP6F0SGhGKsaNaGNB6m4Q0tjtM9F+FSEfeFhiHlYeUPo/rDH5kbL8m/jPhoTHn0Z4LD0XFzsQ7TQI1BaQ2hD0N4vGJ5Q9i0Wj1sa+hoXVOiae8JIRXhMR1lY/t4nSbPaTnwcIP+jDbJBRkKDS4QlIbIQJGIU+9iRNE3iVgUoiN2Ub8LRLbQ7jd0mMbdZp0LYBujb0WU0bVMK0QamqT9EhRoaJtnEhF1X6NtDMhCw5k4kEFziG7soytdDdL6ZGkf0iTPS0RT3psY3Id2N80L5ak1H3Kw/se31BOoXb9ME2SjktWMgbSieGmAdTGNauEgiJqRfJfsqwXn6PmjROlX6NDuDY2N1IiIiGrkGLKQeh6QnRUQNbDgcuxOeDdWy+tF2NQbdlotj6S0LoShfVF34XFR+ltEbiYg0fYjmkxragh49FoXXotDTNXg29FEI6McNeDtTFpHG26Jl2ItZaaZJjzH8xIujoh5iIUaRG/wCFS0LY9fCK5uulbjKOUV10dNRCQhW5BZ1ifhAw0oaG8EOG+/PXzeDa0hGionsusI7RmMqE11Cnqw1aTqNCWxsYcGhoS+yLKL7KsEIaOC1hQaTuJaxfoWXXGSpDhicaPoJTaxtRo90dUeFlUWEmsRErI4dG3BVuCan0f8w1saQ2NqmOOOjqNNDHN0e22fSN+x7jraGW36NjY7hp8KD3Qio3sHvp9k+un1Rto1/RXhwRP0XJf+Ffh6x33oSxfkX5FPudOmRfwS1hOMnsKOEQ1o6KdD7S67Bm7v0fhYtE/cRNj/COWjFn2L8EGmKxINtMbfBCHhjFobYsVHuGKCETNCYYxpxYTTE2zgW3hI+jYmN6wxO6GjaE/pEJpHTzYvD2yUmhP1CGhDX6JPf6I0xv0gTTcGHuzYiEkiIhWtC6ikX1rGmr0hN+n6e4Txflcbw1PgvrFLMf4WNoaYz/AAb+Dx/Dw3n+44XOobvxvzRs6J6xJwbxwZRpD1DeEpRCwx7Q0IzdGwioTKUpRR4aTYtaxBi+Gxv8H5WdcP8ACYYapuwSYxpzQ35gnBtCgpRcWZzelRUlpD16I4ScgTPsNv7Eif4P9spvfBCT+yCYqrYsNGmkJ9afg93a/wDg1wRkgzqv+hMirTSaF/gV9ls3BnRG8KwTJwSq/pjEibxDdeNXg3+CENl/BViNbLD2wUu42JYoWkfCamNUEavlf4O5P5qwrYq4w1R9TTFcVay/aEv5bjsEB4KRnSVWn2IcTfZ4xbJp/wBGyEfBN6IouuscX4EjSh/exq+DSh2JFrh+gLb9ITUDr/AyaJU9DmoKcJ2QzYdI6HeiKWPwZ0o02M06OSY9n01g36hscwg0RCMYnoqKERCFi9CYqUtrF1DKoLWN6NjV6PaJuCPrhVZhH6f8Iaf+HIfsRVjngnq+FQ3o3MoQ3ik+CS/3LwkxKIQ9uiEunXdG6YkrtFGmJA3dJaoxw2Gyw7GP4P8A8WsK6F01QoJCPSouISqMmxNoYIvQtGiOUrSTFQYkoL7Mb+sp1jPP0uE16JommRMTRIIafpDBOcF+FLgq1hwZlTWx2aOYZqNiCeylxxD8F0geXTdxcdP4N9Mo23oRBoTa9LWqNX1m46dEaFS9GkP0MN4RQKfsvRvZ+MUiBNenig+npY9CNlDMbFeCXMdkhJCWCW+EVezkRR96KUbKkhBv6E6tlcIrfS/pXai17htIS2iMW34fwQP0hvCQjSCUW6ck/GP0BreKeiWKN7ZRc+DNixRCGjFGxyH4G2mKjjfomjSoai2WFGGn9jGlD2haQ2V6qKocgxdHN1HlSSL9PE6VaKkhlA2CZJD+DT6PANmyWE1okYkn6SWpRE0aGaKKWsTexKcFspfT7Fco2/M6PcbELbwej0aPcE9HoYtpOi+NxTuGIuPB4vxTWKL4LDpYL4PQ2e8L0bExfEx6cw2mh516I8JtiZZwQomujRWbNCn1lQST/CIhjXFRCD8GmsSqkINwSN7bEwkxOOYLiKNUOmaENjdexVAm2hNi1osOlCGkpXh0O+ykuDJofeRs8W9CR7PR0sGriHNlaiQvD20PTWhnbFjYnXKJUhILepsRE1uzSBbVbTIPwgzWj6z+Yidyjb6oe0UyT7HKh0KpBpqN/wD01y+ijbTKHd14SlfS34acB8Yo3FvTWha0jj9JsQixfb0Lm4x+Gya5jwVD42aP4HJ7WhvWqNg96J7P1sutLg2grqDL76Nu9Fiydeym0xNbKeht/g/SKNstUhqzQeyQxtlcRNWm6Y9suVsaIbpf0JV1ITrw0wuniNw34MKBO5QTG9aOLHWtijgnawu4VHCldNCjePhtqEa7oSTXRrhxYcvcspdG8+CfDWKU9x6JL6Nm2zXTZE9GQQX8HV6JwZPUHVoX01wf4GyHXg1rKGB8X/hPtY4Vlws9CFoh9CxJRB+rwTwJp8xUifODdlEqIngkawm8Po+PWE3pUzswRP8ABNyPpKQOCQSTHUXHS1QmqhNizCDRoIa7CNEc2aQ8WpGzSG1jxEE6hM00JGLaeiiSTcND3oekMOCsLLJma494UhJpINP9OwfBvQ0zUG03gw2XpCNsOQvsEpIXa/CBKLp4P6EaKaPBj/4VarHsjIypP0J6hQ1f6REEun2IbVLpkY1HwQ1sV9i5TZr4LD5m40dwkcQxC8Iaul0JBXRLWOtDk3jwbmhKnGX1FNkPTHNMbGlzKuDpMiH7RIRcpELUY2tSE1xkUmkJJ2i004JcCdEkoS7KkxrR3A574JQ0iBC0jq0Vw2L4WYrIohojEL7YhvR4cY2xI5KHDwg/MPPcXPmH84UixrLKMs6JV0VJhsuyxDY/jRdLhDHtMmE2N+kK6iwtOPLEhI1rDvmLmqQu0N4bOiVn6PuQhDg8PYVEMa2eCklSsakfSV1mo2NlNgkNcmoNKQ+MdMmoQl0Wj1CnTyM+wjnDKrAhEjYbMfKjbUg2SdEOtKhOwRkYytoiytCQstdTFtUPBZ6YmdHD9PCvkEaE4UlXBODCPgwtLdTxjKXrbRHVWvSYqvan4JmVS9Jew1r/AAUDPUyfmZej2RSNeNfjExC9GJKNsT4LfgxMbGcEQ3Y4a3+DU048Ct7votq1rBC/BppCCnEfUh6SE/pK/gbp0bFDVo8jNJIdMamy0zbTUEyDWMZ/pf0eNYVDmhJ6Ez8hRmH1mghOfwhBGPfGyy2hibHoXcEiv7JfRaLXENz0o1URDocgQyDnSptH1Bptmj2DvVzENQSdQ2Q3Mw2hYWIJljgyo0KIVzDiN+osxppwiEuJoiDS+hsjRscNDWYJC0P4pCQ0kTVELaEIVCNeCTENDD4NGhPGBu+iuiCWFXs0yEGaGEyUekavoTOjboiqjGIxMuiYNGSjWEybHMNDPPhcIX5isjZBDWsJLCWHTeGx/RiD7i/+C6jQiVtFRjutj/GVRTo3vpxzZZ6Nqjehz0eDaG6UU3JClBpWhQ/EcKz6o+IX66LDht4mhkJ+CKwvh7g1CLsxPodejRb6yXPpRtsQ2voYs3PmWn8Fh/WEokJ+MlJF0eukXgtCTG20NJ5f8KxUkuxWokQd8QxQnyilfoWzo0JJ6GyGQxOpNCcFD3sQSo9qkI5MbbLrpZfhHvoaH+nmj6PLpMSDoqIabLfcExQ4sLuP589ESwiNI9NUef4Q7SY/Dgy59+eu4QxT73mHuvkkz1kHCE0f6LBaetDSL5iU9wmJoeLsaqpHgoE9Y6Gps0JY/ovgzh/UIfhRs6T3E2JE2f6a4FPrDc8KgWulKI4zoCf9G42hCWxpYKhwSTiFQNicXSY5guqMwZtDOQbX2J4N+ujUv+dHT31GlvZYNu3tuiNGUhS1JvYn0IJET4AIof8AAK8KFNlcLHl05j7+i4osfaKJs2/wVKp6J6N1cRp1VFfBrwy6gp/aMwOtsTAFCcpxUVqpjEhJ+iYTrIZpKkMlNKG6JPUexOUcbpELYxTfRlCH0/IcM0biQxKQpDsbOwaZWBESQlJaNITW0GDQhzlCNLQm1rYiaHhulR2ceic2R0cemxtFU8GlDsQWsd7Q/wAFzQ6PYqVUTahsNQSvQ3qRBFMBiZJKxNVj34RQkQ1Rag1vweJYk0HhXTWJX0UyDjQ6Jo0PSpfBHuWLfwU8IOiQkbE3vQ5EQ94NYV96F19jv+F+DoJ6bjFejc/BMfCzIWimszLbeGiCIJDQl6SCEJEGJfhxHFsdbQ1sY9MYh4Qvj5uxaD2p+D1s0LwbHoVfWWe6KQ6ybH+Yl4NEICd4X7Q9MYmeKPbxdY8H3HszoRRDDQl00ieEQytLD8EoPSE9+GvhHnckjkTTC27wcenobZS71gvsbcwbGSsYbWtC8GISRRui67Sz0rox+0heiX5sSdFro7qPCkUkFqiv16NaV0Tf6NuDfC8oyttCcGze1YNs4d2dE1nR6G2fbpBEw195R78PwQx4TEyGHAwhV4JCJUa2QlmHjF9awyak0dQY8gl2Iv0VIx7Y0LoatMVKibo23BaVbZrglBC1+DTbEtQtmfwlg6mJjEpvQi/kHSJQ00LgtPG2sJt34QpS57vDDW7NDW2QcxooPg2JjNF+Oz9x0kwsz4fY8dNY0VItJrpSxtweCcQ2j3H6R5jncWMTKUrzxgmnNYLEKlhGT7GwtZb2XKeLYJPHcoqGxsi6jQdzDWxVJl0JlCmE6iqmIRN6FA9zdCJISto0mhuzHlbon/02JId7g+4bBuhdWWDqU/UbIeoOcNCZ6LFBVuPymmvAV0C4IY1XDJB+DEo6/pSORXwLQVbDXhKe44RClPTgibIl1CMW6tChANTCfXdj2lrcFaWU1wKVuxJql/8AonSuKgksYnHdNC3f54uuH+FIm+Fl00+mzPGNOMbe9EmDD6iN4Xvwg4WuDJt/ojrEa0T9IlLhssOpoSTaP8HolR+j22xiauz8MfcHqIhh9j01EJpiOaWxwc2dFf6O1x0UKSaOCX6LYrIxmuQbRI1Rsxy4MbHskJQS7ERBElRO3Bv6dKO3MFjQxnDGm0MTPvo3UQGjjZwRjUTDmWvMr4LHlKy6OErEkLfpbouiJb0JqymkNl0X/gn9kvTEJUjc11CsX7E6mEXfDRfgiesgkQaZJlLReEfQkJaYquCf4PXVKKeFuLMJKiEMU/SGg09w8PmGru0JMa/Y0fwSuiMmho8jE3yl4NI5h2hMe/RoThU1BMdWEysS4S0QQ0IQuiWjaLhQR5psgmyxNjG50/gxCCkGUvxRfWQfTm6JiEQd+wrWUfAb30TOBvY9CjFLjX3oSodtKjSQgQuOJCQrRISMSwQWuiPNdEhkVLWP0ppi3rH0h3wj0R4ext0Y+fpRtqwd6bFl4eFm/PjgpRcRCYz8G97FG8MxoN7FaYvLhsQ09qMZJnRb0aV0ii0NP0bhPpEM6hPSf2JtM/cnpCC0kQ1BPgmxMS7Q1bjHsJ6EyHo8SFpXyI09jUivColfR6x9Yonhwiw1jhWUTLBmxiVF/BmjNYb/AP3LFcay8PP5nSGb+D0WYgjgrqui4PFgc41vjFWbKXEwtskFaNtHhzCaGGnckI9E3hI1sYsXHiLs8IvpiRGJfg2m+HptbYoPuFaKmOO+D7iTPoGzaE9G/ss0lsSjaE/Y2T7yE7Pv8I3Y46UbijTFIjZcEuibQS6zSPso23sZ/ZD0TX2Jpob6FxqPwEJ21McTiNvIxZ0S698Gm7W/srWjrgtThn3hOGoa9NaYtsfhDrxT/D8orEICecFpP11iJTaemiKb4FUaeC+rV4SWhS101/Bh1I9L7JFTTUkovsjxrYkdSf8Ag2AbMv46J3TR/g+4R0nFhadhzT9Eao2+JGjKXRLNIm3UMhLwS5vY14vBK2TOlKnSag0L9WDrRyX7HViRaezhiOEfuh+6G1Yz+ghmqNGoIrhTOi2/RqxMW7pVRtIbeFX4JEY79i/BwXQ9WmOjfw9h6xMg8v7w2x9JMTfo3XwkKc3sTTo/S0xNqNjd6a9DYTCh+kbOfFbGhHcrjG2hR+DNPg/6P9tCScNPBNUq/B7o6I6R7COmhII4mM3S4ghY5sZGJaEEhok8HtibWBIJ9knPuaPYhS2Wa1sRFSEmIJcP2IC1oew2zbYqLQuLSr4RkIe6tSEwn+xBUyq6PYRkcSF4oumqRM+sdTE4NHhoeEgiGytsSfBcw0QWmNGNjZRbG2oXZXxiY2Eg7S42PaJQ2OkNkxBZeMUvRc/R16blgbHVbFPpf0TGkKUb6N+UbwwKGZIS3saBVijQ+dEuaF/wITaj8EMSG20Lm0I0xp9bG9h17pIRNk2Nei1uwrM+2H6PW/s/wapE2htsbOis38GIdN54PGsnrC0IgRbVOjYWEiaFtCc2S6yha9GimIMQ9RiVDbR1T0YSbKN1NQqSQvRtoS2GY4exg1EhWVncU9QmmhT9jGoNo2QhFFFSYLwMIWV01hOj38PTwmFfwdx+4o1HoZIWbhfgsMusf4e4nwuGQp/SjHzDkISiukIQ6qbDPsoiQ7hwht5rNi0aGUW0JfBh9NJ6wXenVhjSEcQyubQvoo9vPSxQTHPsubG/0bJGqgyy9jUTxmr9GghLg3WnRpXnBNpCEk4JxJsS4P8AWRA9bJkMo291Dp4xZ4NFHY+nBn/0LQftDDSw2EfmyVoQthLrRWH1ml9g1GnBNSZd4K2oCUpONIbUk4UR0d2Qg0Wm5fTRGi//AEWWhP7HXWJjhy0JFJN8aGqN8bwUS362hFOf/wAIwqtRU6dJylw4u+r1/jHNMjT02oPX6+yiTKIQNeYn2ywSsjpEe7E3URBdLBt9HHR239IkPIvRu40dQnGhkYJ47wanRK//AAtTKsLFkktmohbNMshCeFiWscP0sJd4O+zu3Ap2s9UTa36UT9l0KDnGIRcEhOdI8NcYlCFCLXcMJwWk2jSYvCl6N0tLBPZFFrwbS2KTaJN4OMhsMbcFo7pfQ96GvPSEnPjMQ1TWENaPshNt4NsRuVkEQ8ZSpFTSE2QM/wCCQ1Wf/GH0OjcCNCxzCQmJxiB4NHRRtfBoaTE61bT1VDbaEmrK4hR1s6GvaEik+qQQ4bpcIVpFnYxM9xscKxCBaHvCev0ZYJ2E+i6Ee40I2cYts2KE0MpGQ9D0ylEy0YnwXT1F0JohYU2nsqRp+CqFtUUJ6z+EHINforoj/wDBVbxRagzgn091jikGNUReilHjZI6WhhPg0bFu2MfDF+RFWhIXRRkG6RMn0JEj7Cr2KrohJyi1PpNm0SkGt1oT60fxE8aJD/COENhINTTP+UX9Z+EGHXiEx4vghl+K6MYjQmxE0cY3obYjeFoaaEqgkZT+DV0MdTFp7RJtCVXYUmRp0bQ4zZwq6h72fWUmHcQ/KOf4IEhsTamihBqrQ97+x+DGM0xNjv6DVW8I06R1dIJCaQXc3wizbl+m8LohtLH+DR7Rkh8g9Z1BsaxGj+jPMJrC/wDKEY6dXxU2xxZiE7uhrQ7eDLLWFliNBNEWHlx7F9H6J6E8N4gxhXFxT9EaeDg1u8GjGi9I+yPsYaNp0aC0IzeBJs3CELERLW0KQTqGPmJIhkn+DVg7omFsVvQpPhVDdRq3vQ0kbEN66QQw+saqtsbeILitCGn4xSzfwZJ3hLqSJ4kT0CII0VNpibWo9Q2N9zo1n1ZRvieF/D9x0/Mzl0Ko9+x7V6X2GqhUOt6QTZInoiZqOtxoU9brfWIdtT6afUaPxc1UK2QvRB20NVsc79En7CgonpG00NGd2PTFPdjRsxxocSiGGgYhzTVo0I1WzQvELUnRMRFHQfWGhDQlpHhF95SCVriGvVhnRPonC4pj1ZSbJRXFhISuISfeCdDb7Kmxv9jhiZddp6GlTLEQa2JSUtMZNiG38HsKYbccLJj1QUNo2XBN6+vBvfR9Db6PtCdC0Q1K3scgmFb2T9PP1CbQ3jRcMcEfomNjIUpo6Jn1EPD8I+/CR6FqFGnw40Mao7RBtNwob0N8nR4GRDbFSjwkEqJbwIjWxESY6TgnfBWQYlHUMIljHuhT+0J3pHtiTYmiiFGobCQ1sh/J0N7zomLRi4UY+cFse8KWGhrbgtCQSo2J0aqhNR4bNDpCU0Qh4mOMaIzYuHlxDQT2IfOjVKUX0NfoufwVQyejHwuG/wBHWtshoaM+safzbx6IwP1Hp0afY9hsIt4xDu4Pobla2aF9EppaEIiYyiOC1sW0SY0oNt4Sb6LRRi9EGEjwib2NdEtwegoZ5Kgk/MGoRQlIcXRpa4NlFF/4IbGIbxBDekO/YiEIPV/Bt44kdFhNLwohKRrpJlW/QknsTeIISZ2iZaNwQ/slOM5JjLUTY6blMnD6IuiNiGBpkU59HNP2ESaZrDGsEmK0JXrK/wDHYtD2WeCx6TBtD2/gvm38Ef6Ub1j6WdfBKLP0LSGJEmhNMTWLkdvobYnUI70m87RWJs8wsa4PY59jsT2OIWj+oT0UbWjbNiY0XY27kptbISGxbIqIaDKcf7Gm9iIlRNvYmgle6GoTktUU+iRjNYIRU6xKRlhvLR7o1OHA1rQ0Tf2cn6yVQcmKSTwbqrwbGtyju3RO1PglyCI9keigpJkGYn4jY1T/AKLRtnsxEJPpJpCii2NxtBjaFtMen+n1+ENyJaKxvCHRv1BnTun/AEpqYtL3LIhkDZdC5mNIjSFMtEfGpBQXwEvB/fQk3UJD7faKDto4yq4LXtaZHZKxLYjdiE3tk2VPhGy/8Em9ClrZU1KT7PpHvsclyGJ6KHtkEn+EFogmMcJ4bHasnsxTXBfYgaDUN/RFINBFgjaTHLEgdqhOgqw8WAlBURMI62zwTi0yqM42Q0P8jNvonoq0ZIPedtbwImcurE2GO7H6JsaCFoX3QgiGLfR/hulPiJOMNfSGvs2hIlmXUz9G3hsSNyq0JE9M4K/7jSimKRZhy0/8G4/wlzRE06i/SD0MMbmEQnhJBRJwgmYkaeoe3s2OmmR6ViQ1uE+hj8HYFK3osNDMpGmKi5hYfnwS3h5p+iqKpjR1n4xDWhtlGmbajFP9JB2NjwosPfCcExUHlCY0oIRMXSWPCJh+HSMdKn0Wx4QT4MXyTaE2FK8zG/hyG5BBhvZ+U5jWhKcK96mhvCZEQj0JIm8T6EtYi/o0/BJwSjTXBXnhxlQ0qxLRrWiG0nOHcrTHlGsrMyxfQ9YQ2IffBra+CRH0yjoYhrEN7E3NlkEaeuGw0zZnNipIa/p4ptMTx4P+zUVW1sQ1RfoeGLHRUKij/wDkRaXEkpZURwhv82N14MLTFtDqgkKr06SPpW38rlDGl9j3tDHTkf0+DPPl/ce/LWE/jdFZvP8AD/DyFEqGLQW300DlDT0cYuGiE1dkTSNcxujlyTKsNjE/BjemPTg+0LRRXeG4mNjxRuDbZR9D8D5gy2b0hulgybL9Hcg3WVODW/s0Rv1l10u1cVbGGQ1RsJ8KXZ94aalOemxpi6Q9EHQ97dFB0bEfY0kh3P8ARrR9UUTGRJDUM1onBsdj8Q+KqVnZ8If4J3DcNE9f+i0SfDq90ZmlaUZDX+zFg3+CuXRa1DS0NaivoEH2Lf06WxV9vaNbnaakT+otvqKuCUlrbQ/coQ5DZ+juDla+yXho7c7CMPoT/phdolFCHJvYkN4JH6OEO0+rP4NkIlRPTUTbIf5INQmIL7B5f4O2w/NiQ81ehRVv/wCCTSrGh+BR2tCWxsmxr7ZY2mSVYXBHppxyx6vGpYv4ebGNjdky+zqGyTYyxoTb3RvSsuKael59i14IVGj3o2mQIkxoUJ0ZrSGfo0pStNCMsQ59Clbf4x40yffh/hVnXp70ehI1BDelBj00R8LU0PWxtNwhsZ4xqNiRccYnRsen6NMZQVOMbcY1HAgexJreUU0NUSok0P8ASKElR/YNv2ltH8DcTiJvQkhohcKPv6GN82IiPCEZwohFHhdR7mYYiieWuY2JwQqeIvTQZ8GE/sfRSYp5fBM3iQSZGlwadFwrQo/hVzBVKMZOI+hjesQjhBrZ5s/AamHhfOz40pfilskhzS3o5KJXb9ZEkRaOM2rEL9iTNMElP8JpUmjra8J9baPxrROun96c6hQemN82NqQVauhv6WiqG6I9tE3aPQbY/wBwuf8Ahdoub8FweI0PiFzBs23SLPB5KodaqKxDeqhPqGk1UVwT0LTGx1oV9jaaE4WDovEUtdPcMNoKVtiLCI9DUYk9Qo050aNUbT4KHSt8GVMSkpoS0T8aOjc9oawTwhJD03SfBI+sJfp9if3hBo8Fh4REhzDxN5Xw0P4vC7nzHCPO9EIcLbbD6PvQiCuja9HCE34JixeGyn0Ey+fpSj6JYYwNGsdLhsdaZWhMYwe5DRHdHY4zVY20bowtoV2IbiQ6/sf7GutCS8E3z6IhaQ1wRJIaJDH6NbPX02l/Tf8ApH6zg1poSVpotw0DNoUcNnEgMdSaHsY24N2bJNCHSa2LYvttCmm/eCLkXqlpWJqpjQ+ETSYmJBNiULY16On8eEQ19sNXG0bJEf4Ofh9CH/Ra0SS79i1InrRxnJH1F+jVDaSmkqrKMVQyVG0WpqoxHTF9HITXG7VQsSJFThadonZSGh2cEKq4PTG2R0yiY3vEqRD13vg1aQmJpq+kFrTECaJJXf4sKpJGzUneH9LsQqjUVItsXIW+kJpjWhY6VN0YlVwVuC0GfwL3BhEf/BYbNIapnZEljSY2Imv0g8DViNkabRteCpQaa2MN4LYr+xVRMr5hBZwfpIl9YQSe3g08rHTIkrPyC+5+MXvSYwb/AMkLW2qh/TRBbwkLexlqLRrN4xtJIcFFuooMY0xoVXsQS2g9bYPvRaKmPYyRdMlX6Ki4IoJETEIPDRuQ0EzaR3sXBLf8YkcQllSEw7KxVexrN5gohFeCE2JtsmOmzuXh43lHuKxXDLsUfo9ceBL9+CnoQ8PLNC+DkxWjfoqT3G6TQn/cIp+BRjSEtjWJl/p0gY/lcLE+D+fYqcvBElEJd0JeM8SIbTnYNqbF+C7tiQls/wBRKf4JJ40i/p4jgohLacG4WbRVf0bbVhGoNNGtpEi8J4fRslU8pWNtNK6+hL5aP8HhP4slFlYReIWDXBRY0c6LCY0bYKa0oQSXpIM16PtQy6KtUY4RIZG6NGyzg3h6qMTjJgypCZodDqrG2o0MForZDs2KosY0LknRkkq6OiQ322dKkxMcKN60bI8vZ5hYMayzeDx01isp5ilwyGjWeFT2daFw0KiO4uk8v+Ynxpnpp0Kwz8GkrYz9FpI6Ey+Df08MSUEL0Wia+iaII5jt40s0mOh6U4wuW7mDaXo3+qxuRYxxFbUWitKHXTS4qG3xjYjZfS2aNlSYpYR9Fn30VK3D7Z7wapqjOt4ISj8FUjZQsXZRdN21s2aKzYFsY/ogiXBxQ94P0KNJoeg9idtwZsW2noUP0RbT9NFQ9L9GhubokaUfR4ew+xUFodZYb0KDTbKpBLaTq/g3zf8A1kL7R6f/AAQT8mxNErt+mIjXfoV/o3JwJLQteN2ejpyN+Phbq1KGqf8ABNIaOO3rXT3/AEXYJQrSrFEaHLabRzpRwR9EstDnBtYM1ax1uC3OFHiWuMuggYtr/RUskEfQ+xqTGUWX8GPCmsa0TNlHqjJ39YKtobCSPsTCaE8HhOCWibIx70YL8Dn+G8bKxvesJEEUW4msN9E3x4fhR9D/AOh/sQ3+jEo0cOaFGuYbdDE0fOHqnomtjcqi+4THjQ8Zzw9Q16wLmxCQtP8ABLH1BuQVFeESEXBKbY3VCXojezgMXC5WNPs04vYqIhVPtJt7E2Eps2IJUQaNaSQl9ogmb0NNLY97F3mhvanlRjMcYlrDcKaKLuE4NlOfCn18NF4NieE7oSHFh+DQv4dRZ0WgjUmL4Cohkwlwc0XRcT9O4p3zFfrOkUOYSDj2RF2fed8HahJei7Gh/KfClwvjCCFpnAW0mQ6xfY3OIbVuWiSEjW1gi+xKSH0ky6e/4Jt0+yxcuDfiI5So94r6MVbGggmot6Gzo1BqutIbbbcwy1Br6EV4IQ/hMLGzYxYczRCW2cJQuU36PaN0mhPZTjuHvghfsUWOj0LY9aGuC08t7QmuHom8cxNoVFVRPRamJo5sZxo0g1L8Gf0Jt+jHqprD2ohK1Ble6OSYQQzwSZwvxQr0f18G3Yajq/mPf00W5QzzG87wh/CfD6LvEz+9IhqyqGSC1TRbG+KTYpMQ6L8RCKW9ePsbPqlE6YhT/RqGjE23ijY+BuicRbsXv2N6Y49GuxhoJXbo0+sabNKjf2NK2jRCiWkLrNf6e1scf0Wn/go/SIcEbl9C8THXDrF2vSjC/wD4FNCY9KnU/wCi4aha5RqUZyvsekyHCoUo8Q/6JpNaItEaWxSaI6FFtC2SQ3I0iSlHBDC9GvBx0VSVo0/o1BaUlQ0lEbXUfhIkKe4aBm6Y2usYjYmroxmJNvaERGkehxYknLqi1LBb6jtQJv8AgXBStSKWrqf1tv8AwRaJJJxWtIfNYsRTZyvCjQ2VH4g02h6FuCpb6N2y2JqJWtESoUml4Q6HxnEZTosJViGwaIdRqG0qNBttD8HExxohfhUo0tF8TPswT+xJQaRosK2JlNG/gtaET20K29IkIKo1BUmENwtYmC2QvBzxGhs4HGasTrcP0JXg9CQbROaEoMz6RPelVQ8qO6M82UtCFppbQxdVdfpqnpvWu4RD8ZGf/g1LQjLgk7I4aohv9F6PY1JiXC2mPVomh/ka/ByZ/oQoVmokaNZhRdQjeC1WBM9pCF0RWnBqFno10JFRwbRBtU19kTYmdJEkUbuGeiejgkw7TeKxZa+D+CcEy0Z4N7F3Drf6LQwjaJBh6XDbLdeXYJIpIQmMZRM34yM9w/wSI0xK4cNDozeKWF9GyGIhr4f58U785mYpOaxJSEHC0z6H+7Fc2JJamEo0I8EOw1n+DT+hSlFDjkE+PQyCedeKvWSbidDWDwgh/wAKj+r+Db0dQ0eH9WbjWVhYo8IQ8LE3TePdYrKxXCcdFGbG3yCf2x/iH+jEKoQ9pC+xsVgzprol2JKscwn4IKJCdQ19ITbcGnwWEJvQ9PYpRsa2NNDbHaSFNghUo3RO0GJHuILFLPDXwooTwY3MN4eeMqDINn0aEV+43m4ZMPmIQmIaP07sXMrFNDk9jijZvxMg2NQtLaKPPCppMf4WllYnQiw6NM+qJJ/YgloSI8bh9kG4VCiLrQqkVGsVvY2kNxDT0/RbYk/UeaRVZWH1EzrsHzGMr7CT6Iml/D1sdqTFPZPgDe+FCcW0f7rwTtLWzSMbVZcNjqhYyxJIfNMTEsf1sSpWPuz9EotCetD8CK3GXfRCaFOE+PRKtBuhUq+xi5toWoOkTd0zUabQpvLqHeH4UXGOShIIQ0bhJmOfr0eZEXg1mOAd0k3N/RYOwrKOjTUTvj9TEaC8P7YmNBpVTY6jW6YmlnFCQesaSHb+GiJ7BpLcORbexmsLonsSJDjHiFoTHjsECE1KRY6M3CE2QqFNCf4TRT6kJEhdIfNxpjxEWg1sZ9iTIaIc9EN/hpQUhoSNioxU+EHT0pNaNz8ErEiFOhDYghJI0RFetCexTkNfQ/R9BFKTdQ6GfSvwe7BOnSZtjc2hMW6N6LZIbtbGG7mjxidhYkJbnoyawRYxFpjbaXgmKMbGVZ3R/YMyaH6tlvWJtts9UqEGuHhMLdDKFzD3uaIwMQkcYyWyGSjAkTU9EVO7o5bQXexfr0I8Q2xtseqQlRqbpUxzwWSxcUuEQWKyC6dF8YXSGTQncLw8aIOkJjTYsekEdQ1vC8G8N+CtITWENBbHOYUpEaYgl9k4TfxZ68NpEGPeHmE+MITKmb8IC9bPqYg6KhBNeoQhbYmr/RCGj/BhlwoP1HXCmPg+iE0jFuhypRO/SmcyjF14N00OrEjEs3fwTdG+aG+E+T+LeX82hL6Flts9ExawTEzSQamFUEJ6HtRjy1Q1qodX+4TEeDSTLf02RromtD278GhxlbghJMso4SY/AtGzXTFpBR7PaWlR0XSvfyXNDYyHiw7G0Pz5/wCDwvg3liwyfp9DL9448UrFhDN+xsQpraFXR4D0hwxm4xN+YTWhWHgmhb0xLgkoPTtNirIEtioxpnEa39jJoaaGo0JN7G8KGNQn9Q3C6WhBM0SWiYSIaiEqghDO+aNTUZoXWIVUQG4OmPq0o+lg27s38PpMm02PkNYO0COEJqEL0cPRqVEXd+bHr+norL4eIXEkbTgtoWmKy4T92awuiq62MJvDVH2CUkuA+bm9qE9aTEIVwU7fxXBig1zaf0MWqT8FRu4SOQT99Rxk6F/bKKI2ntpEytS1lECiesur/RdoHRULyLi/qIbY2x9/oap3rFS+hdcRahNdWKko2dEI/oYwtEM02J0SVGiQlLRwQYdVGrOMkG9YomH2IfRqFfY4apX+m2mVQyQ+F/RPVj1GRqbwhzWhi20I8G0Kv6GzemxRMqaEaFP0mIaLBOD7N71B3ohJiHJha/mHYoKi+zX+nhoMa8dwmoXWzRIXpNrQ+E2dWD7HrpcZop0YzTQxrQ2tUJXUGNF0mt+jPNhL6hutlbCnhTZNC5jPASpdHAYpISNmM1ULRPRFYK3wkG69E/B4KWP0Q9En0X1+ejRs+pi3aK24+xitoWbCscLD2w6eDYjEQmdj+NHmCYnlfzKiGxwIR+BcEKDRRlPCFxpoeh9KJjxMUSj107j6CzwdGZ/S8uNJfp/DQavHmVlrM+N+fT3Au1sVeiccILpF7EU2JFs7PsJ8eh0MOhvYlWNNDs4hpkSEhIRHwjEtMrdEa8Ey9IvuhgSvLzfgv/F9+MHhfbwt5iEkLfNYYn9idGtEQlvC2aL9jGR1bE4Wj2cxeFOiS+8e7E6NiZT9EMXRdGqP0O1RzA1abLtfQhpHIvRJTNxw9yi6GxDGkwnCGfwcweGUuijdxTR+DxT34z4TH8yhF9Y1aE0hCUOuolONCpwlwQmaNLiCexBaPFVCQjjGXFP6j7I5iweLfpUeYuzRuCIStGojahMJwjWzc2hpDIUSGFdGzIsFiH9GzH0f68NiDEin9I2QqDv8T85CDbUelhVF7U2mQ9zo5sljagr4Nu402JhfpCIhSjTLJJ0khLYkadvAjXpU70YniejGKrXUznLig12JjXPDx7LsS2KkSX6NOjTcLGi3DT/7+nCga3SBlqX1ZbaRvGNFQxbeYZiK3DTbFzyTbjyv9Kn9ibGtUbY+/eHhxi92KI4PX9G3MCPUJxiGp9PcI03BY1NTnC9hdYQqqzxMuDRse9YpG70PJ6JlvQht1HkGUNH2KWti1MIhasNoqTLGqMpOGqEKiSH85XS01bY2ROMqM4E+bEh1FKtTIn1gzRCLQlOFEJCQ9C0JWjYo/wAIf4bpMQhueDJotAW6fRr4JhrC+XZWnskOhIqNXdCX6KC1BGNnoKuoQaURqJv7PUI3kl6GLjGzYtDVaS3hRu5rxs2KDERMSnux/QU1s0IQ7hYRRvD+KpBqYaZPjfp4/o1ODXuOCGLQvdigndMaPcKDwpqGvsbyDws7R05MIaohNGuiYtTYoaw8PLbQ9GfzLL8tlL8V8fcMRBbYoUF+IdCpBVg63R/soaxv7ZBVFNQQcKi7P0X3hdxD6Qh8Gg4VY/RKh9Q8f/qzz/wpz4oaux4u0ITymdEl6b7hsPmIM2JvxidGsLWinnMUq9E9l0ND+hNif4N6EI0J+DvBGy0rR1Ey8pwFy4Teajq5m+ncvOzYsbymPK7ipYR6PF3DeNjQnh9yinmGeiVGsWDLRKNodtvYtJ6FErPukRweii0XQvBR6g3Nnim3BLLfo2y/SNuDH1kJ1j4I+zxJIfjKK0hu7pumiwqkPBRI+ieyqZ8Gkd9G9jN0ShVKpR9j/TNVobX/ADFVHtiZ/USkUehOYLj2NiVHJiK2IlLY1CnV4Otwv6P+n9E1JSBIbSpn+iolHCtMYlj201p0VFQ2x6JZBx1o+tkdA/YvVpkzTopKii2LGT03RFpMQkK7RXssqiP5CnGiI6akFJWmkfGdA01RC+oH0QrRVMd000vstFJRRqrwczIjaRQmw/f7MLVP7TRDH9Jn4xeiQ9DcNmIa8NLQl+iTq0PHhZaIufRheHqyzweM40Emo8Xr/BExyiDcY2kEMOw6PxknomRIuHAiHJqDJqiBMTU1bNNFYZ05/WJRo/SLxNXB0NUQmiH5UMbYVG+CGtLZaVKEhLn2JoYR616J6Eg2DQtKFf0VrY3r8H2XFN6xEzjEJS0RRKKrTDTVJrZs6JXGPRAUyooKXaZa16aImN3TZiEpF/CnmiLrHCE7dhohpxsepLqG2w4h7jdZUIaRz4LFGJNs0Hr8HROsqp7hiyh8+CyinuEcysz9Nlw8UQ8r7OEcGtj3BaH+C2iPsR+Ye0Q9NYmhVHqYkUa4xNQ3Vggtsv0NDmjohoajOMKb8HcP5X/x18ZhODUREuCFnIy2fGNE9jXlNgtkuhMcXwbDrwkyG34IWEqJKqd/hsP8jD0xB7YxIeEQeN/+2i818UXxmvjoQ78HiiwiFwxE1R7zcKPCFXwp1TAupPC62P4eRJtUJbv4xEttFEhjnzvxmNUp7ibWHsg8f6MRCDNaGjc+LPEXRX8LhUey4tVUSIJuxJdFNo8X8xbTYED2JQ2E6cVuRRhVD0WFJsR4LhfQ3+aGHJjYn7G+iDE22IjwIS/WSVwrpAvofyIMslTVHsKXhxwfQ7tNbY9tlV2IRw9o5RohZj71xHhSXDrEou+lRdRN7CPoSI+njdlP8FlDcIaUSHVUcH7IPYRqy8bEhXtNabIY34PQkhGpxC0n30X6zHccJ02lUPzGcdIWhXJptE5/GSbpe10esORjtnekHTt1/wBHtUqkmVqfsr//ABxioolt8i/4MV9iINiu/wCC1Kv0iLz7L3g2pobX9CFceQLY7TYz1oiE3NCej/BPgqbGjWj/AORiiDrJGKEHikLhyLSUHGFYYpBbaKm0GYzFUIjdNGy/SRQXUIJl/g7PrY4NtGwQ0bOG4JKkJYkQR/wJbGiOiW0I/wABa8EyH6NuDQ0RiIUb16MdRUkUcp+sMPRIWho0ezFsFaR+rYnoC6LgtjQhjwRFrYmtbZwaQ9IKif8ATYL9EFHBU9EoVFDGPwitngkKZSHV6bExQKk30h3BtIbY4ht3bHhCKI8xDQyCWLDRlyhvCXXo1EIp58GvjJmfBYpoa0J7GzpsQxiE2NIPmhs/wpEyDVYPp+rCwy9F0RrExCkKiFD3htei91h4c45gldk/B/8A9hyGJr6E8Z+mOfBwmNp13HTRs4ILQ20MoxuIW0MbQvqCEWUiIhxQTwjwf1wsowxC4XyWWXPpv4f3FEphY0SfBUWz6bE/oYiHmEUZrDwqNoa9HKJnmEyGsxibVpHi51N4fYjUZBZN3tCEfYnhW5UH8dDQosTP+43/AJ8Nn+DXPi6P4tEJskRB4g1iDX6NzZCSFp3CzhN9E3dj9GmqSJf0jT6LXRtlENmhCFqDa6LYlvYy7EajG8sec9b0OfiH+PGwSW/sTetlX8GpVoW0IuCddEzE9FHjN6EJId8G+jBoex7e2P04/wBF+xpDTZKP9Pw0SjwR63RuJIRLwaHC/KxcTRFX4a6SHtv0PFvtK3tqFsN3/wDg4fom0bEqb6EqEqkJ3aL5EKcpjdXdkfDUJkN2CEUdQgJAhUXrj2fjZs1Q4R00mzRFW6LGk0vwXoxEHmlvmhk2Sueo4brx9oatbf8A1MtZfohbtc6ODxNHKEe0u2sQa0tDCRGLilaEtGsPcznvokfuGcGyaNyY7qvEEKEWJTpIe9QS2aJbItFbF+jQLpfjGgsE2xKMQ1RsQ/uyRcFg96G0megiDaZy3gxnUQ4LQeKCRwfwW/SJHHoSJR7K16WibT+xWoST7gmuCJEfdiaIQ4+F2JlXWJtvS9F+0MFoa0cFWkeBbEtjiQpdjEq9pzensiEJalNEpFaY90f2NJui14L2PbU2E+iVDe0auh6Q2aE7Iqo/g69JMdfAlFRB+lxPhv8AzNwtiaQh/CYbFh9WFhLDR+Y9+KTN5WJhYqLwmWtDWUfoemI3NHmz9IypsmqhDzFHmEh4WFlqCUYkNNqCZ6L+eDTrLrDo2x8oYMdnmEQn/lPjYLokQSJs5bNnSmijEzG6ohFEQiUg1G9M03oSYnF9w2UGpCHeYf6L00QbQ9jXWivrLuHLmZXxnwWXhFF8NZkNqfJUQ28+C6/izeGG6NIfRcwkPGxlmf6NLCZtpiRjJKxTco7cRtwpBi2k/T0X43GsPN1mYh58K/jaLNZTWIL9Z2XHmNCaZ+I1IBm9KEhqQ1cOiTZqLQitODoZXfxiwbCbEiiE56J79LBlMQ2MfKWQb2NmNsRBCrVOVi20RdiZUin3gm4J0h+7K9VkrYpV9EfqzRQ56JiQRR0N+DccG9jNITR7iKK1I0iFenb+x8G1iubjFPT0Ja+m9Kmy2yCKjw9N8J/0Q8JoT2oIVot7E0ympoUb/wCiijVYlemjgk62RKtjIoyNXyFbtcLl/YVJC1ujg76eh9YJUdN7LNPI4EilA8tSKoX7SqJm76AYrKeqTJVLdguwslXozk+Edo1wTfRcQk4bWhL0rFiPRfQa0dbH1ei0FDXY98R9HG8WFroiipVKwe/wypCYhND8GmqbFpj3gm9Cd8IZYLfBlBG6M5spceBqhaIaSDfMf4NpFFSExo9s9Q4g0JY4jVwYm9JqYNiau9Fni0OBRiw44zsSr1BHdkGNR/rFzBtoRT3IWuC2Ia0FKGXYUNooQ9pjVcHmDXX6NcO14Jifv0Wd8Q5pkdEEelPh4+kdsg9cGOYQtoglo20vstUrujNsNqaysWT5pMhH8oeYbFlHudr46Xp/uU30rY/jBcGNCgmvga1j0pQTxFRaVa2cySKkZC9EW4TFLhaQ2Jon4Iboiei/cPfCCG0Qi9w3UOfAhUkEQ7/8J8b8F8IQS2T9Ei+j1VjWCTEi2IJBfjRzUHHxDUYSieEGhIhPrD+roujSo6YlvQxPw16TDVWHz5J4fyh58GhHCieo8LEfzmHhOK4g6PCp+PisVDSE9l+hDhKT4LCREhCehWxd3oeOd0XTRDD0jllKpIZlqPoqovgjeblUq+PmWPEWJoSL58G8LQ2UWhr4KHpS63grS4eIJVRRjdIQ7Sotm3R40+USsEPen2FXRCRqoQxbSEx/YmjyeaNtHDgfBh2Ns4j/AAqa6Nu/ZKM9NcG4+YVI9+CqHsRu7NJ0TTexaKD/AGWDWyy7G15ob6Ze6Ywt0hfoGj9Gk+2XeOoWigpvo9m2hN9FWtedH9UfdgiQVUkx130mqi0CUdCRceKcETuHaocIApgj5H/BCbXo20kfDc/Yr31c+hJQbQzVCSm/WI3o1piX+cJWK1aKJJiZChnqrXCFpcNOdGNxeXTJJjQo6z/00PLa+v4VR6C//GhpKTmnRyz1B4WsTh+Mg0/oQ4Ix9EeSEGIu7+Db3BPhto+mKmrBN+hiSNVH/wCzBQQjcGnt3uaSQUhoOixjoWRoxm+x1UW4VbQpyjhSujZR0aKrHqF9M8IPXCkJiujJ4TJSvQqTghWkQ2hL4OVvgrBJtDhT6HsviEhKHnSL6JOjbT0xqoxLYm02Kvg8omIIQ10pBLUT0hbaNG1s2D+j/LFEtVmrGbYq/BfkR0tDW3sba0PaQ6c/4JKWbKQmiQNw190IYuBoSj9TWEwqOXfwkZCH2HouWT4mNiWsvK+Cw0LKNZmEMuufBlbQ0asbz0Vslui0qxKSYvVEJI/cab2XKbncaavwYwm8cuELp4P1ia40J9GsPehxoY+bN33PsFwP0dPCnz/gr78bhZSb2JYQf4THZoh/R7e9ChyE0T8EcNrQxlupiYQLZti/Ytmf0JbY0opEhQ0f06Iumq2dIl/iENi18r8vsWOM+xfD3Dyj34tlPMrhYbNUTT0mMesXz4TFxc1ZRPgmtUmnhIppi34NGyUjElVoQz4QV+Bi0G5FwutUqR4e49E8z4LNL8kxFNUuF8KIeZmEIRtktzBpw2C1g+eEOSmgTVURAbNDFNiUtQk6MWJdGwRB0VmiGNzTGIaNDdNvRuumwevXnR/gz35RhCrgjux29cwkaRoTSoahoJJN0V0J0dCQro9DGxKwrpRwdEYpTpwYKb0JaVGtLZHv/TaVpV+UR9jRng6ZNUfTrEoEr9jNui5sc5+lFNWxLdiNLkeUx4L/AO4aNQfIK2rhfEJVOiG7wWmh7NaolCxxBiM0SJOuoc2/tM3oRtE1C6Y7d/ehtW2k2nRMSUkkYlRJF9DySS450aZ1WkE1Fk1X39wtS3Exl4S3Yn/6IaD0NDHExv6NUbLSGkLlGseFfTqa0R3CaZdtjN/RdExDPAjRodib8BK+0jWiU6aeeibng99kGjQs2hKZu/h+iDZRPf4W6Yj6NLossC0VSJSkXRVHQvNY1S+DGHTlfhph0JhD0yGIdGTp0HgiuiuhD2N5hOmJFhFtkTTQoojkiSeISiET2JxqHrCklOEUSQjg+rp1nicyCfqHvU36OSpfsTjkY+mkanCCcHthS0kIrGLKNl1lkxv6Poo3sbYIWKx4X8FpFw6K8ayllfDWKMSzc07m6w8OwTExYeEWJirTJiHA3e0d0zdjfUhy3oehMTxwbEJoWIvbhUT+xoWxJsUYyzwWhRvghDbGMayv/RYSrEhbg7Rtjix5ivEdiPRD0EhH4JOeDWCTFshe8KTN3houPr7PsT/ouDQaGHiOjFbhZ38Z8fM01hZusTF8z1fHzFRTWFfsQ8ejw8QXwQiHHijxteiclL5SOYkYp9j16aGiiaqYq6ivzpFGHqQnpCaZ7cU4PtPWQRd4Wbmq59POfCsu9mmxzGn6N6xcax7s/csY2xOkUVxjVJi6ELXVNVZD6OG6MoTWCMlTjjEj2kU/C5BMicGp/g8bNiOH+YY8HVsc2QsSG1GK6EUJTFwVRDCaHSknDZqh0aPRzxkE+DSDV98Rf07BVeFporRYLrlHf4OrjLPrQ+SH0aCVuLZuSS8Pq+hKtEMSCQhPR5KrpzBbRSRV4J9Q2WCc/wBE6eilaEPtRjMogLcRsm00WrfEFtehEmn/AKJ2UhFtP9EonENT0adY5IkuyP8A4N6HYCFCb6PQ0T7RtaZ11LfBwqJ16uoVxxF/o4rNE0/hN5ubTHor2CwP0cEMfPpaExdD8E0JgSGiu6Y36yjHDa2IEwtV46O3odrCNUJOUexNiYZ6LgPlH1hIrGKCRSo5T7EmjciFY20r6JT2x5wfRoob+sqqYtJbsbptDxL4Ltl0uDRdxaQns3oYjXB7Q0rRfpVwNX1s9x6hE/6PrRtkZ1iH5RaEI9Qr5sTYkL6KLqFQaEKg6r9sS2I/CGkaE4ca0PSqcGM0VaNaomlG0i2uFUKNjd+jaSE3TZVd45WzZ/uiusdPNvD+DWPo0UuUszG3CCQhjwkJYVPfgsRjYksPCv8A5eHhNnBLpEG8JoNSEpLSpLZ5pjmmmPscYzHKaahdOYuhnGT0Q6mbPoRTb92IfQtPbGRfROGhvh/MP4LOvgs34JbFBBLZMU2O+vhizpsJJY/JobFII4iVti9aHXaE2JBJ9kEhChxje19GvrDyH+RpojQn0Q/gjf8A5vKgh4WEdxbtZeGLKERkE4xFWPd499mdi58IVi/+nXykYmJ0YYQuE1iqrrg0euIWNO12FS/GJdVTQz+FLo5pHhdicgsI2Vcx/fgzeKUv6X8NvjrR34QR01h4X39l0Ns2c0M+Ugm7su+GylHpC0P8KS/YMstNCUdP9JJIiqGNGNv6KQjgtaeL07ikSF4N54N+XF6cGLo00v4x7s4dCu6UxN0SFI4LUcH4Gzg1CMhCDG/0Tume/sZoeiOjQiXBBVTGsT9sOODIsFUiHJU1I3JXSEeM5sJq69LQ0zGugTr0d1YNprejTz6hJknXoXA50Q8dVIchMkaTecE3wXyIEa00TONVb3aM6QUyByc3dIeLr8GpMkaqTbX4SIkiV+nRJv2vUM9EkSrTI38QlEMfcNWfhp/0WnB/Q00h6gxp/wBJgxo1uLDQ+iPcWIRDVDW3fs2kNFE4xcCqCqv0PAmP1DVJkoj0Tf0JujjGkN4LHSuoT3BTmhrFF0ZTmqV9Fdh9Au5BBMW0hLRQ9M5WMa4NqirEmi9WFuhRol1DcGgjTG3YLZTr1ggjXDdJNCEOsFYtcySqFaY1Z+0tYhpCdPriSIJRPo63oaKHxsqC0J6WB8Gufo8U1/kQlV+DWIrOjE22j+C1lacG+yRuiOcaG1R76UJKRDRpCFANbrK8QYvisUfMpYXxQhUbLhLV8J8Vi4sP3GsMqE0vjNmsM4N0v0hicFvhtJj9xWhS0KShOxo2pg7f2NbGE9kqHpiJdo4jaY4EtnptYRNYs0UbaKNDRCB4SRzLysb+bwswTZBMdZfR+Ap7EEcogn4f4PW8Svo/R+iRo4JPoZHt+YJKPaN9ou0VYkJF7OktbQk/SbEHKNLDJh/NDEJq7+aHjqEND+L7jzE+FZs78aennwQzwT+xFg3RDwksQaFDORr6LBI0MnbaZoqRSheg6rjHqTQhv4JT+sbP9xc0YkJl/MM8KPFKe48yx417iMfKa+Fx/hIWUN1YZBiREMESQtPYnqHlHY2UKZaVxseNshtEUfTTYvtjaE0fwSCWCVIojQzQxxJjPo/IPX0+x+sokmqtsTngk2hIiijAuMGhruDcTLvujZSwMfWbEnoyqevPTzEk1gJUto2V+CT9f8QhHQ2EqQbSNUhU2GzaTGhR466IrBsoLqvazqEmbtBMloJJNjdP7K2vUJ6xPVPFwiNb2RBtMZp+xTSXc2NV9jJJL6Ox/NCgmaTEwDSCr+spIchP0v8AmSDotfTEZf0G6bT0xWIdE2Wd9ho51sSjgwx4UP8AxE/+EpH/AMDEqMMZSEP9GljehpIbh0lTkx9KEW0aW0ygSHzsSE6JujfRJrKkgppCa8E8JfQkJE1Sz2Pbo7rYxkUSqQlIyFQy1QlTqEhFScNq8fEGPVwlcOaTKhoTTJd4qwUdxZRqMafZK8FdjTXS4mvREpYgi7NUcFJaMV5ja0K0EW9PUQYW4hWCVJ1MdGGcGvsrbOGMcNToHbhUa+xJ/oicg0k1N5HpMfBJY9O/FL4X4THfBo0QTDKe4WvcXL4saNefN/CQuiJ5pMUejZ6JofEawpoeroy4HGO6xoxiKIX0TtFjEn5liMmIiRiejqgsQ3YhPxl0fY0U3g8fRpf+Ov8A1ox85hIgL1DRykoi2JNP+HgvHBzVGOkFexXYKUTHFsbKNej6awps8F/Ma0mUdfENm4PUZanVweKdI0PYljjwhi5hfBYWhvCuG8GmsIqRrFF8rrD+TEPK+CY1SHvwVNDY2tCYtigl9GjSYya/0ScFTRa05KmTS8aN7fg381c6+xnPhcvGixSjy8U8zwbE0s9IljeI8pFJQmmkKg9OJ+j2WCKgxlWp0rivux5G8+hrX2IKNBBJMSHobR/BPSUIcORHJolIP6P0POsp+6G4ujcQ8lQ3GbUSCFjWhBPgolpCGkOp1jHYb/6IJBhrQ0xr/oi5Bh+6NJdL3shmxq7vmImZ0d2a7JsSkJBI0GUKnQftoeoK9CNH+wEbmoQKMxD/ANHmN9OcyqQMnXhGhyzekmcdEHdSY9ozpU9HG/wyDGIfhJfAJ6pBHs2PaaGawPFG1dmug0f2p4nT/sG3N0EaKEIJq95sVQqc0aINjpq4Wi7m0hvujeI62WzxE8H/APBtDYilQyN4KOCtVDqjUZsclo3YlsjxBaN+H7F/RBKMauDH0X2G9C5vp4r7gxe3cCSGt/YtYTbZMGbWmiq0aXV2atId3Y0GN2YX8G6kOTpPpmokGElRp2ipMjeM48WyCFkIkyKPwcH9nu+FeB0xsSFqoUl9xIsvWxo9Ynnon4RwlIlssq+htC3mkK15/wDjFjUZbsxP0euMetDUEiKldsHtfp9Wtjfo7qNc2yMu8r4I9KPWIQWP78VRJLD5n6+SHjXwTNHmOtPCPce4mZhiGLwTGTaQtCpLRtVxkR7foh7Rs6fQ2nvJ1CER6ZPwfmj0TPEbMiH6JMSUP0tRRDSdElR0ehnTEen9zWi//wBCHhBUS0NEPoEqEWCQlomyFgzFvolBOJPMNl9P6JjWNbGkTG0WDa0JoUEOoaCZesYfwefN/Jix0d2MQ8KEzf8AxizoWPcMSyhTx4mEtCR0JieNYuYKFsFDE4ykzumiEnoVvQtKR6RUuIhs8qxUVrG/jTWL8Eel+COp4eEsr4uY8+DeN4StlqiONJMCq0bU2dQWjka7SY5NglJ/xCrJT8RrNfYp/pFFZoTDs08FSCcQmJpsR+C5wbHEPY+y8JD6KlH0KNoRcEhIRpjBLjEaeHoew3RuNj20OCEya60K5VBoaCYvsaPo0fRb00zZJXGzF19CtJi0nC+lxym2NrQ9lQo/gpNt0aaKzfuF0Xrf4NrQ6vcHvQLOpj+JMeFXghFTGrSEkX0tVHKjbdGNiaDFE2xia3sj62RhHc9KKPdepR+sd0xdjiNZcvvSAU9eNDu+XfBsm/JvY8wj+n+ieLT31MTkRJ6OUx7wu0LY0XOSLC/Ro+x+Rpvozn9GMbotj0IuIOQjLRMVGyZIb2LZCJRibQhMRQh8LOmhHoqGmJcEvoouiE0kcQklNPQjaGoTGO7G/Roir7G0PSOPRULNjYeaEmMPTpX0Sb4NNMTuLX1h4YlVtYdc0UkiHp+saeYJVh4RwWwgtnD0Njh0jbFfENkUXXpphLQkWxYexjRueCflFFNCnxi20NKj7KafwYrbacRKEKc/+iSCQcn/AKQpiXnoyidpsMaNMWXj34aRRu5T4zGz/BISgqG6PMxTvxX/AILTzSi+LfwTJgY20ehGhIQX6Jo1QtU6Z6bzRwah3UNWhqelolRz+CeEynHlMRDTGqSaHGkmNDyoe80v/nPg80uNEhVNDEtkhEaCWiGOTpvxliNrOhCbEIc5i9JZRiKeVnS6EPR7pj8hRCE2NDWp4NaNNJ8PRZfxXx6mI3l8FwRr/wA9opTquFhIomL4LnxaejnovYU210sOpTCGiMWmWH0zfg1PwaljcIz8cFu65smio97GvouPouF8N8z6aQ3s92LmGXRcN7z6bG2J41j6z+YmP5zKaQaeoMKlM8jFk02J0vWJC16SJFJM2CVY5jbYkJi/uhUtiWkBr0G9K0GwkRxipiHFFWGyag9VY+jGQzb2NPNH6+iKr0j6NglwW+YEhuDYw1jEDUbnkO8G3gjJlEhMZc9PC+kx3ooo4JkbhCfqJGqxDX0LV4WSUgXJlfR6BD2hGtwelXTY9R0UEaSX4XSgxNpB79CTbGNzFDcFrSN0iy0Y2qpCTbJFmiC9tHaSdK1/0OW7VpoRKNj/AMNHAh+rC6tkqf0JRrpcYtS21Mvoei0a0bKlVvGd79fYOkmySrbOIocDbG9zPbKv8aKEn02sIpOiJjXh/wDBptiTEU/0aX+kykUlpqGt2f6B3Qk0JEINH0yCbXBtLY5LXRQdSiYlB3BbRZ/Rv7CWQv0KT24I8Y8uyYHW2Ndi4H+xrsdDY/aPRfcmhEv6Mae6Lwu2JVFaT6E/pImNHoe9Nod6J+0ZUx6xM9oXgRo0MhBxNwRdIiHqTETabWqTim4LXRRKDOI3DVfKM7ho9PCHpDtR4cDZCWlpyCJIbg36NHC2hDwZyDbTdHtW9DfxiFhYbf8A4Q0N5SEev4xiWEkJTZ+jKMWPMz5ti+PosM8N5uP8x0awnoRDZIootaR2II51TGPBdPZFGaGtiWxyqbF0NEERwpVcPScNkEI06Hy4b/f8HGfoszDNfKej+ffMXRU2L6Ii2zQQR4KRaPqcKpENTiL+jK6EzZH5C0bGi+zDekoI/wAHzmz2FTqEG0tjdHwkXDz8OPC0EjEyUp0XeE8UXR5WFhD2LEyhiHJ8Gx8w834QeYeTKYm8cYh/DuL3HkGsIo0+hfj+G8PaIh4F4UtDWg4bhrGxKqQ2Ji3ilzcJ7G8N7+L7m/OwpFdZdRcQ9LjWhLHLThoSkHWcCUnBb+6n1vMHEiKeyCr6TqjE61pZs0hqBlbGWDiTZtqWxW77CR2bbOhLRcG54NkHjHGMkNN0u9lnBayCZcE5oiKN/wDRvQ2y4asbjZtCGW+D/ToSE0OPglCug/qJNrQnF7HvVJ9ENNMpxk3pGPG4IaI1LRnZn6K3CT0X4hoD6KbGqotoVLf6L88NhqYpwJU4KTaJIdKjseLDVc6hulFp0KN2SHBGTLY9GlQ3Gr9MQz4N1fVE9bILhLZDVOqKbn0TYtXajX5BOmlVXpvwRw2s4iYkaN3bJVCxDF8w6FwqlkfUc7IxTVuBpsaKLuH9D0ExGvCE0SY9muCLlCtPWEmIkzNsSGPT2IaJg+ie0TcrY7RoQm4elCfsXGxy0QVWLwHv0ZtLsbG0isQ9IuiZbNG0ynkaWL9Mj00hAktQ1IJB9gQDiuk4ptjwKNbGponR6Qsfw7O0ifb2kfocf6QEPwuxitIqns1b/GI5rE6CT+jTZFFVJaIYx5G7oTsQvgUaaEpuXoPBoIXcaRaU0xYp58F+vDZcJayzfwr4KekbEnmTGsr43CxfhTz4WFGxfFNPDy0URRbqLRfgkhioL9C7bY1onSvQlV0Y3BVuia/wbT1TvWfuiFov0PJguLZEJHggxvmhZwaH05lZvzuEPFzRYchfhLBCf9EF0RYShpxDaNk2JRIKTg3OD2aOj0WCaaH1DK0O0oni1ovxTejE9QapCFUaH0ZWbwy5YliFL8mhCHp4R4hfBYYn8OYeb8GL4I/GJFiH0RaN5TGv0gsPDRjF76PqPQnBCBMyVQkJ4yZfB8Ka+zWIaxdlwvrGzwYmNiZ7n1FNn/6Nj5iwuHmmz0qRRikvPRJUkFo6KN8PGIQ0upTVEhGCVQyRB6zfOXZP1509w/5hnNCa2KjV6OafRsgkb2R2k8HCSQxoXEvS6SojhHQb8GEXdm33BN9EotqTYpS3Eiy3UPKiHSo3oRht1D8MfFH9USUF6SLpyxcJi/QnKNDbU9EMPWgnG5jaST9QvSiihYsYvnb4PTKDT5htKo/MSFGtK9KhnpPnB2KIkppwVRIIaIUQRHsc9Gpr6Gr7FRJoG7RooCioltL53dfouNyCpGlUK3k6Jt4NVkybruJjpvPE9T6hGegR+p/o+KNdvDFOVi0xi1TWnNJi/E4PBE4ZLQJUSojA1p6xbW2yGbQ1L4j8YlGKNJlLhH0JcXhsTovp6eYRaR/+ZJeQg0Mq2aC04aEj/BnqCVJjc8EbTKjPxg7vp9jHezcF6c2b8ZR/Yo2TeiNbh0IgleITPwchv7LaXWGeG6JvGcfo6EICvsR0X6ExMLRabGJ7Y3bJ/wCDVsTKLR6oJg3DrOvDhop7OsR714NQMuQrYn7Dc7WO/wDoumHN52DF0lFTQqFpbQ/sGy0bIT8GoqQ4Ntt48xYsobhcRCRP/FJtoQ5Cob3iv/xfx0PLeXs1jaFhn5i7zxDNiexRjIZrr6kI4bFSW0LvD2O03o4IaZWIJ6WFvBXGx4IJuijII0xMWHtDVOR87zdY9OvNN4Q/mhGhYbEnTQaBJHolo9G3ob+2PbZsWsSIWjePoccFysvhZFBvXYPf6aLdFNmI/wBhw6RQjPL6WmhQftvDWmI0ysSHinc0vymUMUYkkqMWFi/+Eqyh8+VNfNaKpnwjN4gmPDEOeDqaHkSpC8hG9JzY1wiyaFVrxbEO+CbVEmGxG9CwphfeWUuxNIo80p/o9vH+49KX4W4jIkhbcQlv3BYYNi7J6ezU9ods0kfYxJYreE4Nh7kHhpq2bR1RoUS3rwpklhMlsaJdxy6E4uGzxwY+nRC+sPBHo68FIPP4M/8ARmheCCxMTZGvTZYN/ow2MZrCk+jYToprQteEvBroSMd5sj0j4NpNqNfY2RMg6Gk4MFKmyELqjrJB6Rm/5FvS4wihLSQpFBJaHGxLpkppsfX+CVTAubZNtCXDcFcMpoabQ94jcOEak0Pao0pwXFWhD20IYmxkV0e1+4L6TcfjG6/AaN/Gz60XDxkqSm//AIcq62DNZktJ7H1Qm1Nji2n7f2hdd293xCSWNsb9G3e4IM3c5/wTRtDODaKsUtNplsSj4hIRfscHGoEXweRmoN9sJPwQjp3wgmEpCCDraOKiYJWp4xDTT+9CqqJQhqTdPQOnR6DZztDEmbgin6birE+aNz8QyQhGxumIf9Gy3DSsn6IlYimDwSF3ptFgXRKjdpIi6NfRSG2nwdzsGkzcHttkoHaEgWtPDGhWqXXBSC20VRCekM36IsBMVpSdu1ia49CNNCNpNCNOhy7EeIUtTKI3+Au4WfMN5SJjcH8YJYT1+nAoc8NuKnvcMmEsUXz181iGs6+NyzWG2XSpNF09Dbdp9ULsPW0PHINieGJxiYmmNobn8+EyhIVaRUVmunYvBBsnT7EFR4ZUVMf/ALV4TYqTgkphNjtCRoSSRvQ3Bu6Q2N7pRG2ftHpSlbY0Nb6LKSI/CVit6NCceOMVNmiaKovsfBHmvWFD0b+zYyFWV8EP4ofBdEPF+CfyT1tfCZWzfwQ/DfwTRDY+Fesp/BUTKsIadHwapj0K8HtKQHNim9So619mmPTFOEfQ/wCFV3hv5sTwnPnXn3FWH8EU7itY70RR8DEIQ9OCseO0pIxlKnvw1Dm9CUFwSuU6aGlUv6FwlSuUdrRuPV1j0zVmqTE9qcbsbUYlPQl/+YbYwqmxMZ/xDYhCOK8P/kj3uDG9/ZzKjQJzQp9x/QyzVYPR+j4PY+Fjfo9m0xMSrVxJVoZMUdxX+jqdGyDDaGnJfjO9NjXz8Yxh72ITjwjqa0FNbIfIQyRabKTPsRtB6Ug800I2uiDEpL/hJwWvoh6ux0HJizg422xpUe0ktm8CzTapCtCVukKj14XTRzwaRjy2HXG0U3ROlhh76Ms3glO1Uh69Ebb0K9IXo8I8Ym5tbFKbaRJj/BXegje2R0RMzShv8w7gTQ2PplXU8dFqk9Co2cNUSGIffBU68JfY4iYo0YpIRQ2haLVN4rIY0xJie6Otss/p5YbHSNGhHrFoV0y2qNvRqSwGLSjjK4IXC4bptCVbFJsWkS0OhbDuaFT2Jlxi3ohK+jR1BK1pDgS8EuqjTG3tHaY0kMc6SFFjEnWNR2j1OiWmvSLgg2Q0MZen2xJiWGtCQlN0QQajHoSQz00jkzbhxhcLLj/4WXsZHqHaaY2708vV6OFU4OXB6xfFtLwuUiCHrN+K6T8Hoq7E/Slw/hBaH8ukO4Wy/wDkk/sdETQ9YTGbeGJSIa+MtGx7E29jaehqJG96O2ekgv7isI9nOrY2/VMa0RFxt4JobF6EtXrwt7GGlaL8H8J8fcP47+CV4xy4WtaF254ctnpF9EGMT66VxiqRGyEq4JdvDcR4asx9YQjlRWvM1CJqfB3bJULomNGX6GvtCfhCQg83/wA0MnBDVYjy+iJzO8wfcInwWVhfFZXE+FFjaOn5iR2CmkN3lhdIZqcWxKRnA1lc+SOkfZjdxfjS5TwohixTgoffwmIT9YxaFp0XjcY0Tu6JIkhI17DpwdqLZMiGa0hpWlsaM1r7XkHWQ/syoFt0UaBurw2tsTNrTYlqJfhEG0NOYsFvQnPobwM3+4JiYxbd4JEhGmIoQv4WcY3es8yb2xyYnfhWxjmy6S2UGi6xVupv6sGtub4jd07C4npuJsb3JsjjapFY3GpsVpJofoHFL1HQmTU1RBDRGP29Y9+G09oio9IW7YkzpUZ7aK20OTWvRmhaH8TKkxaSUgvqKLIz6haUa+oq6hV1iVum5GV2ngRRrjYa6UGxwgfexrHo+sWh0BW2J+FSo2cEoSSnRJpM2ogqPpy6OI+DFtiCHrIcl/dZGqKne4bY9Rt7w0j3FUvsqBa6hux/UbQTVKKqaEU9Yl+jfZW+LRGk9C2GNjjwaeCYmhNiExhl/Sja1oaR5GtoXOFP4dGz8Ek2SQa3CaNqGTk9D2GmMVGGuiJV6eIS7j/S6H6J/eDbmDo2M0O3FcGrBLaNUpP01Q5joiY8EPQ1YpBJiXEN9j1ig3Isaa2KQZLeWllfabSGq2P/AEHqpcJysfcp5uYLHuYb+HMUNMaJnhdj+bEQuINTHuViP56xs4wmPE2baxcUCSKQPo+jRIm9D7FsMWuj6FoeoeEej4fzHBFMJ7P0T0VWJjVG1oYeGaxc8wliDWGxMX/g+4miJ6HoSMRLw1UNj1gb+xvhshRCa1sb+h03SDcKM3TS2NEN3ZT6aFG/Bibxq8KONdHIcPsQ294N8ECYbzf/AAaFiiyh53hE2bXweZMU9+Czfi8vzNFGPOhEp+FhfvpVwZjy1pIzfYg3RE06QvemQ2UR7hj7lYpSnuN48Jf/ABuFjZfsV+SUoRKXhbZHPor1n/BWpNj23RN1SRUTcFINwn3gq9Em0aFOD9Jagl0rGOWSb8EHP8GjWxN2bbJFfEIr1/BQjwaPwsExdIFGF6bJnBbexL3YivoJodFJzRENDSGNMdWxR18HUVk5oQUU01pesgyTTcHW310XDFTZMo2E8g+PgUKE0m+YmsUaxBj6WYtKhqz+yWHms9TEdh+qlNtp4W7qiZdHMlXf0svwxm0K07RW9UfoSoWl3RUvBxpQgt7p5wet0qRjLTD8CurRDRDwEKMyHbdRadwQrbjG19iZWQXcmkx1ztNajNr8FvcRUfFpr7HSoWhNIynWD0NjCJqDKVcQo3B9hrWz2j/WPb4NRIX0r97RKqdH74f0joUGrqscDE+lFCEglBJ/QgVQyTotro9MduhLw4xt7GitbE/RPdGxtj0WYZ9lEzYqInBY9ipiXrPRsaiZN702f4Iq7GnjleC82KKpoT0Oujq3IhM4E9F0R2j0SJENxPZCUkV+MaSlF1oTsEexJ+A3nuCcXwejHyjaexkmxFex0xeoSQhokTGhuKCbfYxO51ilIdrBwfGx7bSF9OixopWUS2L4Ffhv3EeULSG60XeN2fFYovi1WSYo+kwohiw6l8IxDxMW6GosI8FqG5GiXVoSIRCy1gqfsP2dv6FCM8RGFYRI0PZ6xeZadFha9GUSP/wvsEOWH2w+8P4zDyhrQ/gifBCBcNQU4bMXg0G6PSGE8IeFRemj/wCFy+yq6PcUkaZu0tw0jQuxG8cpBwamE2pGPsZtjRYa2PfuEa+s0Vx+ZXyXf/PwRcrG8PPnxXxbPcMQnlYXcX0bEhoQh/pYUeRB+GzQg7Sv6ZZX0haJ+HMazvDnw/pv4fvxoserFH8OPELCknDal6OdDVtGGka/D0QWX+nMkJ+tjgj0PSJqkCJiLUYsXQXtNzxDGIst0abn7Guq80NRD26HPPsyxrHqLg0OoXR6Q9YbdGfzGr4JoxLQstE/EhfwTC2fo34RtUlxfssJKjQUsiMu7jG3DD6hn1jWuiO19D7hQtDW6vSxN8FIifg3NG6Y7oYubRRGhHGOm1fYqdeDV6TbHDuhsGziYtP0TbhSVdHaQ2o1SnBbNeGjiUlF9/pEvRK4baYqy3RouuCdRaTg+hEGdnXfBLaJ6Rd30TdEIQm6NbXwQmtViGyib+j8RG0vuItrVHXwZveu20QMUp6DvrkKwbT+yndwaED8DPg5yElf2VjGNPg1Fx0omhpdEmtHvC7E6GNDYb0UmUaohFJDpaGrxkYnpHqKJ8GqhLRBRmkhMQY0Jq7GKbFbSLGxo/RCSGa9xbsGEJrgxQlBFY4Qwo0VINHF+Gn6aCGlIY+w4E6abRIkEvRvWiO7EqEjVoWuiZIZ/wCjan/3i8Lrpf0YkxRJb2PoesqH2PVQltGsOh1FLITFqIaPxkq0ODbOD3QzuCKDEUbKVz/ynwiEJDdJu5hF6NIgxaNk+Nxc7cG+IbeBKJhDImNcZjatocmmfYmh/csFbjaPBqa+OFiufkz9g0rbEGtPH5BEk6UmNUbqX+DGmxD7ITfxGtViY1pkLsVxpIS+mRn+iPEWCOMDNiENvH0MmUMhwTed/Cm8diPQh6bt4klKsXbG33w0z/BUJI/0rcEUfxvD9/R9U+D+vDSesIVIeMn1gu/gz00xzxCfZtC8wYjGtmwmhqYfwX/ihoX/AJOFKJ4+8PLws2uv4Niw3ifpseEfRGcz4ImsNeRCYS0kyTiRp6YnZHaYj63WQkfglGenmJnzOijxr5eF+xk+xL9N342fCi6fej6gtVejdtYqmoa+mPbc462sQ1ttZFxPQ4m2x6/Ri10M86mzTSo0mMdSVZv7E+f0S/4FSj+umjoqpf1F2V2K0iEeCXCJi274WrhGJMYh/BFDO+C8C6KysSEEiMaOFwPYsT0RINpCkY1i0gvRANOCao0hBS9RpJn5DX8iC2PsG+xJ+CpBieh6CH2kJNpF7aGJ+UZa/h1jG3BMooJ6E9MqZ0yvsenGUULak+2PWgWONCh/pp0zYOUz/YN7IbvbKbUYkvUNHXjEBaQtETajgxODsBD35BxRqW/rHYVaZRCevsWI3QtoloMSKRnB9eK/SZYooxPmDZN0LrFscRyVchTQ1OlRQ3BOpDDSiV/BtUrDS8PWhj2RobEjFzQ6gncGtjX6GOtG1SjNFeCVxRqjWhiJ4RoaJTwIf1g1hiFsiaEJL0SWP4JsVENn2U9LUOpUhMba8EW3TanGO0dT3DS2mNNM3UJ+Q2jQ1+DnSxnKDIJn4IVw0G4MaGcOhotGy4LpwSa36XVw1aTrmFXg0X9KjHOz8GPuG8pC0v8Ax38GJWJaQ00P9xDXyTUw2X/wSs6m4h8jGjmUbN+xJLVY+oTvQlU1T+BVr2GtwtikPGhDdRsGjwS/BYnCRaFgxmujOiGqjdweNCaG1R1kosbTei0TBUT2XwYmXaU+F2Ig7+MNQeJlfB4QjXxShLYhKxVRyaIsMZDJGLokc2ayJiG2fSY0VihtfzC/Sj2PXCvRWL+HgkUXGT0c0Nj3hhloW1gnRaHlEIKDHhr4f4Uc+C+C+LJmZvwYsTP0K3MJmfFTKRYxRjXko1GTVNlneDJwhyTQzax6WceYXw18Gk/hMQYhZZoRc3cyse4XMJbW9Dk0t/gomDgtIXsFEotyGhoTNR6yUkm4dgKEpPDwG6Q9yHoRtSaF/iSFOhfjpuHpnnq+jijlxVG2HrZwTT+xNm/8FGSND3pEiUkEqkLomJb6LzQk6iFFIbsZ36RTpCRicVE+B0AhF5eCkrQ8hyCnfiFwqKTXuRn6wNtshf4EIIY0SpVsfrWhJEK2HQPUiHUKmjO19lT9R7g7/RlNmRCuiKJxI0I+Gg2r80KJB1s1pjt9i36ZpEdaESXSDjGyfDqiGos4VDZCESpH6JfX0LxeUKkJG/GJ8SWnRuRCcNUKXyLYtSnVsJii7SJEl4LQ3rFbBaWRsZbhGxcehr8E8YyTeyiNqDMfh4mOlaE19bH/ADD0bDRC0IrEfQyfp4SdpqYS0QhlOPQQkbwhjbEmpg0urQ0RQ8GFobk61sajol7SQb2U80JmlwaYk0y6jE19D5UidUGmmaZYN3Zo2xuxNvCtiqK0cpEUZsaLoZxMo/6biFl7p6EaX9EnEhMLR9DY3g6alPq+z6Dp0XpUSKTJoLaX0QSQyIbhVjKb0NiW0GM/o9o5P02NzMzv4X5T9ytZPrDSXfi/hEIZMoeN1YSoXg2edw2m9HpoJHJmjaEprWhf4YkQlTWz7EN7wp+JCdX8KrSxsxF4Na0a4h9RD8py39FGmnBFpSibR7pEGWEQ9M9uG0d0SPO0UW9orHBDY0JPBh3gmO5ffj4J4U9y18ljVRBbTFglgujeGtD/AIJtvmh44htGxnS0Jb6LhdEQsMWZuFWPRKQfwX9E3pWhXhpCf/B+5THa0W00JrLEiYRdHcqFysMTIQVyhY18aa+Dz58li/NDKyxpiqE9GkITEyXRB8Kr9GoltOMR1iZ8PH5wVnDwTwkh4qmEsu6x2ZQ8Ni6d+Cwke4mbn6Fia8x1GtWw4tuCYjF0sEoLo9oWIWaRK1EmSH9tDf8AI6n2bOVniEhraTP647fg91bEN+jg3VoMf03ohEJfWERI8BxkGsJKChio2NtIS2JmMFh0EcSKj0qwX6mKyGm6SNJODt8FqQ2KW0hFZ0SVRj0h9foayT2FNa3+CxJwukJjw+jTpuiKEKGK4Emnh3CN45UbC/ZohNjehiY2iWlBbZJEEg5OmrTHqRb+RDpq6LHv0RPqLSbQnKiEk2LH+GrF01iQb/DokhlRlM2noY0qMbaEe/IxppvXuGIPZzw82fdO5pfZvta2K0UiCQNndDbG683Q/oYxqlSRDQjse3BE0tkXNoh8IJsbURHOjUhqQtMi8bHJJpFxEYUm3heBeMaU2Ru1BslUP8BFBFdDZsM2ihUIkGK4SISP4GvvpsxJWQt0d4EVi3CkQS0MOGEdJ9j9G/RsbIcawh/UJbHSNYErRWUi8QnGV/Yxo8GCX+1JpoRzmKhsdRwTX0S0PTHbWj0MlIhIOq/g9s2K2HbbwWk/Sqkxf0bGblLG0VY/P/GlF0kGkhyTLYzfxgu5WX8P6NRmhqtsaLozic2JOH6JRobr01f6L2NH6KDlJwcQ/kf0E0Jm4co9sROqm6Gp4RsRIdWLG/sQ8GTYiPFX0MWtJnB0QxKJZh62WkN7wh6/84e7HiE+CwkQhCkwerZfsb2MZBS0Q8zN1soR9QXlFleCX6Jb6IcKhiUQld+iatPYbKfQnV0l4hND9iFhfusSuxys4LT4I4IeFlmxC+HUOY8+OsXDKvmi4XzR4fXxeVhFLhMSRoQ0qtDKwirbHq6NhsF1Xgmsx/DytFPR6LrFa8GWYYj9Giv/AMKTH8zTRSi2VCQ92JRIexoHjmxjaRP8UFvUNU2jROHobGxFQQ9uXZSJP9Yuo09MtJOx6fdj7f4Jv9cJIpBXCiuaWh06GmvyID/RtRJDf3EayPonpGhomW9jQTPCi7RKF2X7EzpQSiShH2NkQZrFtaFseNsGtqvZFKGxjcB2tbHJqjnobeCaEroawNFWE+2mX6J0qVTv3h52iLQNozjGI70cmKjtKSD3X6KkbTY/CLMSadwvsNBbVetlFaJB+MRvX4aQRrRbRdw/JYnc8ILH9KiN8Nti3oatm0hN7IEdDT6IK0FFNTRq/wBCiHaT3XUUki/GOrGjsG276DqtuMtHo+D6K4eDYMaEtngFNzTIauOohsyFtMdHoftFFGPo0xMTvRDFO/BrXD6n9KF4QVPR9E4Uc9Ex+BkWhCW/+jK6WcUbHr+DQ0OiXojY0yw+0h6mFKeiSfokXEaEKCFOKiESQ+qbQrXBDGlsSGJUK0iuLYzcoldijpJjTjQmxL6ZsJ1WhOtMb5hYil6dbEmIw56EENaINfb2Mdo4cEqbEgacNih5E4IIMymhdjyH9f0jUG6G0inwQh/Cf+KwhEuH+DKdJi4s+CzceZeG95PY2SaKnoi4xbGajr/Ctif/ABDTbSGJ8Gw1VFt+C22MttaFRDwbQzXoqY3o+zG96HLdDeD4OOiI6iuxVPhafQ0K+sXBW9nccCGJtCwmmOMV2IMO2PC5mLnwfxW/ivjDCRISHNyDELOI2QhcD5jysRdbGxsbKdYvExIUNPH2bzdFQsfWLpQpWV3hzwv/AEZiQ0Y9EIQXB4bfg/hcrMIJYSPB4V+D7cPPo38blZf4P4IeVlEFnuEem6NjpMaTP4NE5tlg26H0+4JdIcE78JBfF4YseweUTD+Cg54bEjyM0KKDYwDbhsknsnoaGkSCoTUEoIp4WbbniKceltpkaOjXbs9G9aCom63vQ22iu/gx/qFOGhjEJ5sEi0tDeqo0xGpsixqRBpdwaqE4W+KTJuYoyxjn7EG5A/6Mp0arcLb0S8IlBpGd8TUqolkVj2ffvjHp0QvsoN4RlRn3s/wcWktnEaVJpwo9GvYmaI9skJOpdJNbQtSYiaRpsihDBojLYfofNF2LpR69LaOTJSQ230bkPbfiHJnB1Mg6JD7EPGJozZBYn2JXX31D66fj9LJdrJWEHGxypjSbL0WBqe0Us15UzQuGGitaovpH21sZb5BFH6sO/Z7rIxjRBLYppri3aNg0aIYiVCT9EQQnRvYiWHgE24xOx+wiBs6Q4KSqQ3b0LbQpwa+BJcNVg3fBS0NhvIcYrQiFOCSGOksEbC9U/D2J/o7GQn9lG4fxiZWRUkGqPtQtjVZHXBfgnBBxnXNCZqYEjomuE2kKn0Q2kRwaR7GqTLTGw1cPvRpr0VEqCEkaujf2J4Y+IdWOqGrDRtj8EE20x2mvsc4mxDIdulhocxUbG/iufBPWaefC47hKsThpbGNHV/4r4XLm8T9PDoYmNppYVsFNQxuEhEuopdbFXQ7YkOGkF6Rw9pDumrYkaiZULKT4JpsaX03DTaObEg0MI0xbWVeFQ4LCeEo0Mafoqi62ikY8HrPS5f4PL+CRBKbHhf8AiJGXqCZvhqe6QqmhsZtiR4NzYnS0u4x/ELwR0m87NwWIapMLcYnP0om2fwg9NlcE758NYkJ/p5hzgk00USG8L4PuadIcHnz/AMOFGIp34rCxrD+Pr/8ACpYQmURUdELhwNQvKQoui32IVClGvUUswir4TZqZuE5i4ZRDVFcc+CzfMIooTX6KbfVQ9Yyac8LYfL09LQhJCWnvYyxMZsGUbR4iEE0kjaUTGTtDclRHgNnD9I7BtFtCFuoQv/xNc4SJE2V7oblGGVaG0hhk4PrRRNDa4NzrKvs1G7NmNYQr2P7ja8Q2NNifoQI3R7xCUNSg7dLsalE222imtnZNnqapAXZJP2Gm07/COWM5kM13Q+koLKltEyqBI1TbwVKto3dKYl2fQumbT2LZM1VdMSkz0ViZBrCSH9RxCMz8gaqS/WISFpr8Hrrw6sRO+HY00GN7xEbJERej3RR/Y1+M4Y7VcE4//RKxp+DyVxG62I0DKovoiq1/o924kOpkk5VNiDIjTFvUHRr7HbJN8NTQlDeIVtnIw3wQSop1XjKENXKymubNWyg1qmzGgtDWhsToroaJGrZqaQ3/AEb0xp+0TShvEsJhkSYkooIO5cJWj0rgTfQkzf8AWRI2Iu0arHFwo3RuirC2qVXgkIFxD4f0TW4+YKYo/oZoY42LvMSGX6iTfBwhLWx7t+H2PCtV0g9D2pp/0s2bT6KBDeyX9O0jQrRwY/wdrEw86L2JNV7ESEa8OLY5sNEh4yJGy0Mg622NQnxi2Lm4I1vFxfnz5bEzzQmMS0hUmX58w5iLFL8Ee40e6Z0IRyFoEsK2j8lr0jkGrXrGmMRAcm64Q6cIhP8AdF3IO+xzXRsv0e6JGLg/+ClT0SiFZ9YXqCf9Ez0KOEPKWnpM+hViF3/B8GvgxQq/9EUbWV8k2LfReQWKQQelNmn6ifg12n3CeC+hj8Gxs2EwQ0vhN5/M7oxEYtdQioo+j7ipmyEeEJ7F0gkKY1D0eENi+KzNY6I2TH78LhPzN4N7x58HhYTfwX/nDhdYvcW/0W0JjShuf2Sx+FKMTIJCmJEkTVxB3RRDI8cef8IWZ0a+PnwmdkIQ1WDpLd0c6GMtuk2xkZ02bCFpPxUhBuf5BlrbGfGKS/8ASQnH4xQaY5G6YTJaQ9aSIr4HxMJ1o1EuDX0Gt+EWKWFusQj7ZpoeGvvpRrZ+AsG3ob2MNvQ2QkZODqYJ1Xg9tpMcJTJ6wpURCe0haaEjQseSIhbcU3U0xGCNJxjmqm1Ox6rjquiLwd0aCtUO7YtlOGiPBxtBlL+opbI6g6hbD+jNBiYjQrSHbkYmeuCBYXps/wBHthQmqJUlpCDSNj5+m1dNs0+iGt0uyNpl8M2/BgVpmwLFT/TZGi70NkbK7qa6KdMhelntNP8A1CsvV8DXGo3ufQ9U0MJsXBvTG4MxbQhU4K6PDcfaEj6IGldGjIkNKLZo9ic0TTF0OpwnpsiS2LWM1Q6o1MIO2Qm7HS6UzQvsEEWQrbG8mhRmpBJPhK0dhpp7Gh6DXhPwaEhCE+C3FN0ig+IitCODRNjemNwu8CTl0MNSD/B1iuDBQxEG8WTaGUTK2MXdOBv8HWFI1X0bOhIWeQSiaP4L9EwoxzwgX8Khq+nR2nPBoMU4Un9hjW0asEJkDd7WP8FtibVQ0D/81v5ISSRqDrR7S+F+cJ8El8V80i5NrQ5LSwvyInp0benvYvJWCGQZSFPGcEpCdOiY24bezT2Ct/SEOvqNXEjqUuyJVj/hUxpoTbFUIa2xrehbRZo80KEELmIoNKsX8b9/+T/8iQkWdZMX2R5Bo/FhuuHWOw7hsa3seTPG8JUTgnfBE3hlKaKvKJpM9N7NP/B1kZEipvNKxaKIJ6Q3sbPCHnQuj7nWYhLCGa+FdhNZmJn3Kb+Cyi/JDL85ndxwuLw2ENP6IctTiUJSiX6EEoVOmysaL9YeLPBng/cSiUpRJZ8/8N4XyQin4ZIJ7WhzcYhDRK6PeCkZKcY4BoXRBPQa8FA4c2JbqDEiejfBCP1pCRvReCWRqfSI7Zs7Y4VGdCJjcYz+9jYnWOtbQuD3xkVNiwWmhDeh/rGMQSQ+if4Ilo3Frg5RUcexnTaaP8ToSlGR+9Sqo2YkpROJOCuBf/ss7+hm6iHI/RdEyOaSDou4hiXswlDTbokkVHU6ltDaf/BFMUuDrCadLNd2RoTfrG3BWBN/ZPoJy9CXBN6hJ9iNfBK6ahfX0xBqFQ3W3s2Y519F5eEx30S0RIeF1wbxDVKo7grSbZtqWIrWmMOkj2HMH2EbvR//AIN1tRNhEpe+vUKkmxIJjVweDjGLoloQXBN6ffa0JUNg6GdTHRvR3iTesaSRSeNOGwvtidGc+zqGaa2bCMJ1F4cbFjjLP4Nr/wCaGcPA/oDTX8YrQml6SJS9YxhUhr1G66NH0QseiE4UQ0SOiHoYjXC6W2JjesS3R2jcLfhV9DVG12bPTwM6KmtODtYN4Mqnh6MIkBSmjexYJDWHoRio8YoaFW++ic4SQn1lEG7LNGzXo8Lb0JcbFZ9HxodrK8PEyhDXzqmhvjG9j1jv/k2il+PcNYjzIFaggkxp1Fv6LbGDb8GNUV50p6ZoLpssEvhU1ptEP0S59oVm3EK/ZP02m4hX0b6NdH/RUjEvqINseEN9i9Jk2VcY+/WFIsaN3RsrKkh4qM7iMX/s8aN5TKI0FNCkuH6QtTY20ns3EyuH0JHhINjZbRb4bOH9idmPDrRBbPdfDzMw0LrxsTeNliElIJeiUNfQzWGEN/hsY6IZSH8U8IonRenWaOf+U/8AJfJMZMr4p/FNFI+heC7o6TJiZOnKJDgyGk8LpoJazayMhCNYreElmMefYTC4a5n/AAadZCbjNfQxtC055j0ajeHGyDYpHW+GlTHEdRsBYUgLNVCA4TFKOmgWqiWzttoZP9BCcetF8bY3ZOv6PGconD1YNoR6U1VRJVFEEJViZk/BKYVnBxoq7RA6R4Cgofkd0YpUHtv4tjP/AEZI3BjSVX/4McezRxNBFIzombAa05YipUxyRV4QKmaRqCEjYoklIg/A+psj6JXVRKxtD+r8ELRsiEalrQtKNhsWi3Q1Iaa6ihosE131EWmJppxmqh81/wC/Qil3D+wZUmLaC2O/xniu0eir8hpIeOiRnNDSZUi6gxL7TNPwSRK9HJhaozuhyHBmGjXhDy014NaFOwUQ0NP/ANEUtINi6Q4G4MbxOfgkoaCJ2KcmJHFRdIo14RfY39FFWIaTT2M9R4TVGoJmgpNoZ0Q1T7ooImxZ+mraG6Y1pU3ultLCq6E1zhN4TqGjWpR9Fgn5enRp9DWDUxRxNMhvpaSj0NJEQSmKHRUjEXqJbokexkWhP8mCdrTHCQ5SEl2OXRkxWPXgmRdFqmFcE/zYqKvzBn+CcRTE/R/UehvSF6NHiY2jTotpbFxbG1wdJ0tzQ4MdX6MZfbREfRmrEM62Pvwqxf8Aw41iiHh1FPPhoprHnyQiIiEl4xkUOml6c8PKWaYu0OOEofSCJBwhUhuUbYXPYgS0iiH0bgpwYTrNBMriJc6OjjqQ+VDSuxFGVQxmz3KfglG00hoaJ+EHguo4xYbg+Lv/AMF8NYQ3hfH/ADGzg/SHJ7YojQ2f0b1B9xs8P6OIbXiOIarE3T0JGNnM3GhYe3rQsTQ0agizwiE70UtbGl8EGospiYuL4Ijg1hPOspIZ4THRp8p/4P4L/wA4L43MzMQmE0hC2NolCbQtUQWJD1Eh4Q/uPC7IfZwQyCRMIaxD7FcdhNuC3mCS+GzLmxh5WJ0Wl3YxrWhFG/OmmVsdjGM6C/yNMwzQzNt0TOJjPGGojjCo0Ir4MjUjL6UNcU2SQS6SGsSg4CtiDUcKsE3+tDOtC2GTP1Eg0RAnKPQsUGHNGycGtzEnCg5QtUeqG2j1RVEz+Yg7XoUEdEoxL9qFYJYjIVJeDDHB1Tcn1FgwhtZLZppjWqQtMnjNa8EYXVHMYQS1YJoSj/CjY2Nog/gsM2vobwfh3Y0/B4hsMajctmhHS0tJj0Vl0MNT+id7FosLEaTZHTrRC4Xh18PBOCjo3tkvBbZTGpasGWw91aViVVJSNLT0UlJ3tfgyb6JgghmjGiMWCQuDuMj2qf6IpskwqsET9ITTKmTTY1GI62dhE+j209GjNQhBrSKIUtl7i0NJKMmkxD2QtoSEvhdrITQ7eD62FqGPcG1FQ3pSlLvBDIKL0uyl2h2YrSQuOIhwSCN8QnJs0NfYhEGMKrRIjQJssex9FBXUeLaR6cHfRUJb0eoK1/kW6JIJRCTGhB8EtkFTTZpsIgp5poxPRwwFmD8yCQjXo5TQ/YPo/wDxfxR3aF8HTnxmH8kzXwTwkJCYSGk4XDLT0fSvBiRRRMb0KabKjlwbJiqYmHEMUgxemNjex9b0V2npp6b2fZqb/wBGGkg+JnkPuKRD8QQkmTZRbCZWeknuUNsrw6Uhu6GaYvh7i/Ln/miqYtQhLgpOSQi2P+n0hWiJ+4XeG0WiEX1hEEv0/wBPtI16JnsOqCWlRa8PJDwQ1zRvxCiUHaJMq50WznGQSZP0eF1CENEylP2HgsKKDhFoeKfmFTZFRD3Pg/ih5qN5/Phfgvjr4P4I0POnnQhThpjtODoEJI2cPpQt8jfbNxR5ovGf9G5qsejQhsa1hH9EcWGIjN3EEISNYh+jH4oLBatZHGhWUWpCUhYTCY2dNHvBuMRoOU0mWoF9QhVUk6CHSQrJaGt7OhFRUJDYdl1DyBcrZutNG/dNqiz+g4qyRNQlUdQh79KmWqPCDGiIdCbPYTRvooQQ019HdSodwLhK8JglUcqh1hPtGTFpiXEClBykw25YP6Lba0h0/vhFIOh6CZjNPbnRuhNeofWxi/oL0om3/wACrxrVFabL0SBLQevwItDcY5rNG6bFatuFSbVEj9G0NLY28Nrw8R7FyWXJom2vVhpwLKfR13TUCkSGwS0K9HaRG/Hs2Nag9NCdR4bu/Bb9ENZLwkW5IoNOlDiCFLY8F5NHEhEoGxhScwTYxNuCE1hs3Ug2/wBPL+2axeWR/BEgj6OtNMaxGn03Q6cHPBaGHfBV+jPCkIGdglsSwgtiHobol9MSpOnpykNkJmX1TVDUzdbLb9EEfokNfWjaJH50VtFylDV5sqPeCGMJvwb8gx5BO+rQnxE0qO3wSvDaL9jW0PS+xyNa2It1jW4dovGxM1xDDtJskhJcCpls2I1BE4hKCEWjN0N6NEQoTYUKQxaaGo+zjipKY1U/eha0+jcKXBLf4JtD7Q2xtUvw7mP5ax+rBvF4j7HiZf8A5oQn9jj6PWGy4oUE6RdCrw62N8g2PUafZ7g0kMEiYm4hwyeMaVE2MXS60K0Jt/g3IONdGy8Go2hmt0bT3gXTQc/MbNPUHhNpkwkJz0SNesY1bH9f+KL+H+5WGy58wsxiYh6GKRiTcuPs4NsqTOBoo2x3+Dqe0PrOhaLLX1jnxYmKPHiPBW7Kf/g2bRRNDawnvkQhKkE9P9KxMRuCzRUj9JIQXwUPcJTaxdDHmp/K/wDjx/G/JRnPjC4bFhC+GhbE40beELD9hMK+jJUOoJoqQ0nNEVKkkUj1CMWnhtg2VLRHZBv4hOy1uYT8GvpkWJiHUF9BoapNDGThdGU16NR9H2zcJuHqgRLQ0++ibmGtD0yYlQhEgbWtUUP6kWbIS0+eDbjYl6Mgkbt/CaIezd7SQmNKhJ149C15woodcG7f6PURrcEgx2lj8Ek1cST3V7gU4NPTNCGj0H4Gm1iQh1dFpxtsZcX0ZTS/o3T2GWa56KkKcGrpDJMs0Lbfe6M/QtaTQaqjHNUS5bJXR8ShQdAJGiCCV66yJFviJLQa4Le2MwVFi4MKa/8ARE3L6F3f4hsW4jZF0fTobt6Fdmx0YJXwi9DIaFOyxNsy8TwCJLQ5jULxiEhKnvRtI0I3taNqB/baZVi6/cQSQl+YbO9nDd6HTCS/g5vR9qGymGpjBKkzwb/RsmEtyCehcHpXBYaQ/dvSNk9ok6cn7aECFsi0sd36PpcIJ/TITZPhVcGnQ02ZAOlBsHS/SOGqHaCli02boJv+CX1FODuwnROEumPZ70Pp4REt0P2iyIERoWNBvpDRCOjs6JKj7DR6JwX/AHBHRzUgQjTpJCHTtGMQYftFCBwMwaKpsTt9ixCxCWiys2NnRsiXMfoJ+zexOMQPd0pvbgqoxKJMXp+xEmkaThUbHTOLBohr53F+Tf8AhX8N/CYQ+4ojYy+TY2f/AJiHptDSmkQnS3GJfs76JtqDNEfwhsTk2J66dGJ/YRdRTYzeLRoSjZ+zE/4a8o02b8VPxn6Lb4I8j6Y5wcejxwu8tiokPRGL/wCbxPlfhRzTRs8hD7EhJIkaGPqmEl6KTD+xjno9Ptnoh9bNcWJH0fFsrfmJiDSuiEJs/wAHGTG8WoaRYc6Nu6FTELWEiGXQvBDfsGxM2QR9w7hHRYSNYrKU8Yv/AE9/9EUuVhvNxfhMLjEz3CYmLx0ZpHf9GPX90Wyp+B+boRV4pUoIrzSPsUlsaSiT1lNUk+iT/CKJpiachoiHGIQmTuDVwajG42+jnGhp0X6NiYW6h/QVtQoikp+lmNlBC3r6Nr0rIU/EKRM+k0VJtCYfMglnRZiAlQxHSukZuyN//TG9S1+lCPX1ixG36NhYEp/psWH6PLbfBEqRcfQl2IXhqxJzghQNoViJbLHBpBN90P7MfqrSem+8NHjTR5gzebCSVFOr2Wm3wesOwXUKhvxMZpE/oiaOU18jFp/RLBIti/QVvwQWtMRS/wAv0QKqh6nUE/pDJp0U7In+MtH1RbKSTQvKYyk/BNG4JPqCrYJGairiNv6Lk1CT7hJtCXfb9G5KlgoWJq0bAg9s6aq5spjcGOxBKaZp/BTJjoR+/Y0nodCTSEWhFw9E/BymtfYsuHos4pxONMcUZtqK4Ex4Q+HOf4IJR4bPYhUT+hzlxo/kVJb/AKMElIVDrtFM5KKHuyOCCek04xNSMS3v/RfaKdIkxqJ0VNURhJdjgbLhSFEvsTc6ISQhtinfpivoifhvwT1Ke6ENJ+iXjGl6JmtIem9EwRJjIPw21tCVaEmJcpskNISSYmZb8Fw0RLQgxDrhq0U2NHRfwT0XiInaNREtCR6i2KBSUe9mz8FBLSF/8H+nEehhNtQ1MYRVwWLDRo4OkxPfTopL09YiNaG9F0OtPg56hhi5/wD0FKIfzpSjE2TN+j+EzBj50rdbZDQ5lOE1UOYUWx0cQ00lTZS0V0Z8H9MsLsTZX9jYKthKj9H2b8FY0frLpDLY3R2dLTh6c15hpfR1Eib1ofqGEPSIohRdExNDaG6eGrsX7m/+Kw3/AOCVi0vsf0XSFtRJMiqG4PzeF+Cg3o8we4NkfWKjxvpUMTeYRQSpKyDPwiOLC5Ph7Gbwp+BhY6hrK4jWIti1vqGbU4xv47wyZv8A5T57+bnxa8wmUhC/mJif+CeFoT89x31NjvuDa2J63rY6NteiD0sE0LFOi1BM8COovdNmJ4JXimP0ZH2JWJBoSyimmRRRkF+Br8OBKWkaBqrQ1DqEqiV0VVB09CDzg6YTrBY13sUaU2ORFZrYm6ZsYrrHRH+ZZEIrokhQlwCA46DTUY4/vQqhB1BS2NVKbQ21sSb0IvZKR3VEzV6TE9TQ7xiML0bvxlZXZcTOiV06khUOMVa6QwVvAnzX4aWpKyXP9G4nhCC8OGKgJi1If/bZytr0phpRhQ+UrLUY6FZpSLujoCfVoO+lRbKhgdKtGLq0uv8ABipWMt2IYzv0NULUbTOkdViQlEKoI2SQ0030Qrg6T6JgouomP06RdHcbF63qLNstU8mxOkLxPJTxUu0WRjU4I2NC2+oNtpofc+CJNbSEGFJxOsNC4Cx6OBj6yYW2xKCwx0UsFNhdfUNpcoj0aEka8FTGGiDdZt2dGktf0XbAlaa2LlW+nAGPaE0ypiJFEWrYmo0xMLhdC2GShRHfCWbBQscHGibhSC9UamNCgbB8GE2bISSFSJIe4JW6GRDaL2pquCk/qNrmpsaY2JaF4cbHwddEkdJXQ+uiY5iCRV0xm0P1SLTxR+7Gyu/gxCvZ7IiGsDvg+2f2KfQ7N4LBOobgtw1GHjeJ8J8l78E9DeH8N/8Am2LmEJtYZMVlxto1poXVWI2FHWTbD3HOqR9DUhYPu2zi0eBf0FJoSOfZeDW39Gh0aUVZ/UdP9F+CJ6NEhb1BhSD1vDQiFh4KCcKJ0eKIWHn0uF8e/BZmFZ94gu7GNfo2UYgkcjsOuD00ObF+8J3ILexPWHSn8FEz70TPUQ0VLuFfIIXSYWEP6HpYpKjkHGQ3RF8xp+mveGnwq0j2zoVIeF+bgsz/APpc+LyjwWZ8ljZXrC4JP0ionKhBRiGkS+MakLb6baRGR3aGmPwhNmko0Jid6yXujZCq/g2OeiRelfZSQud7E29l+MYSr0S2Fb2Jhe6Sn0SsRoJBFLUQl+yfZBo3tOly/wBESOiy02hn/wDyhriESTpFP6FrX1o1mh2laj7B9ieSaaYm49iRMbYe2308C1RpHVfYjTJrwY0iIV6Na8KhHsQkSGyE8XB6hdQtJ6W2SKhL0rgpWIh0XsIEhV0IK0eNcezrjS1DhU1z6PK4Rq6RZJxsXdtbHX8QSpIdad2ITDOqVuzSEwcTkg60UbV8NIE2rjItx7LtqlJ8PsSZTTHWxEpuDTEPVRrl6jQUIbVILY1Y2biCqsu2a3tDLxivqE5qD6L0ZShDp7MV9aQ6S0eg4pjdKfwfWrcO5CYIb/2XDWJgqaUUXTbTGvDTYzK+6E5/RuYfULNJitffYVW6Pi8PIiPoui9OhThjG3RN5XMWbGLGlEq/Qxs5pjSBi0x9K3jTY99kC6NrDaY6tUb/AJCZNMbIh9Vl094YSYldDZJEZJIabRpRNvD5so08YzGgx6bxHd/Yn9Micb+sGIU7ErEjLbpwt9DbYkz6hI1RE0JT0SGpSzHN/i2yEEeIapw8rGkOSwWjtJmzo1bP9F9xrgmQz+dGra+ixo2f6KcZFF9Cf2aMVG4smG69saTZ2hBNipt61hxtD6x42PGao2TY7Q5NT8Da0/5hG1tl/gl4xfwYq2LR33CYvgmeHC4udZeN5fy2uC5l8FWb2RiZsrizS8P4GraF6RGxuJMiWyIx5c7RF9CToxwg5g1UW2GohstP0iykzT0qQ1WRu6Jsc/wa+inbBRov4d0VK8Dm0hMm6Jql+xwTEX6QzWh6Gt44XFw/ihYfweaVGgR4JC2xCK4beGkhIX0NeNjn+DeIbfwe9Cf7CloncJcEzRR/Fzet4mxcGfQ9F1hsnptCxu1cEeDgmrhVCpZRujSj+xJ3K5PklmYZ5i/+8+CGP/3aNCxNGjGUTGijYpYY1Rmhsx7CSGmOkMVuiR+GuejDx+HSeCHAl4PTItKD0JeNjW9DTihDTQwt7uhFX2T9iRGkdErkIF+T1uHWsXJ8YuNComQtCLTcqElbSZp8Rw30HsBxGui9Ewa1iAgxVcDyQ1R5I4bEk/xNQs8OqIQnBHKXHBDwWojQSkPrSQo5P6VpLPwTmCZtcF9JNSC1xEmOEIg7G5FTrs22UeyXhPxC8mg0/DoJHjQ04lXnRYgbKBd19E0Q9oyV/BJyoRUY9TYaI6SFehNpmgZvDcGIrSmON0JrxLAj9BySTIiz6E8Q9Cn4P1L4sZFDG6cv0NIpZ2hopB8h7XSiOcpMT3olDexbZJoZW0KDaRzTH0hTY3vXBTWzShFH40KHob8ZrRzSEnu+DbSWFpsQzd9haVN1VC1SQTYpDS4WEIQ1TRYttn2D96XKOTpIdEbCVCDf2tnY2GpoaaPCIqbQ+pdiSRoQ+BkktFNRG2hEkQpJteDU0D/BB6Yrok/UaQxtjbbrE9iF8bj+hPkGXRwNCEkCFwdiZG6NogQ6h9r9NcEsGNzYnQQl4QpXBwhqvQ3e4NhpC/QiQ62U6Nn0OM2Si82JKEyDrhQ5reDIggcQseCejSxM3h0f0IkmdsobJv6GkxRMgaaK7pi7/TUq/pBENCZ60v4OzDe5GVQbbggesi5fsRWW/wAaHcb/AMxcQmLmfE1mIuLML4R4W2VIXUfgTcjE02hIJC6hBr4JWj+Rq5RfaQ2QjZGtIv6N7GW9Wmm0NjjY20RQYnwaDe+DNJaNiqM24JVEQUUH9h6WGrReJ4NhLRyi5ET/ABjI34USg+hDY2Q3ek/RNtDcg2uV8Z8Ksa/8kq4cxFEoTbPoSHwbPRraFwRpIhbXBqfY0lE6KIo+CeKLxtkduLimph0TmI8LMLEOaGNG9fR9f08guZbo4hOQt2LRWz+s9/Bo9X8ENY1l/CYZPijeLiZqX/8AT2PGi/DmKJfpdomLTpEa1sU1cjS6cGnFsSRQXgJkkiYSYmsLsaoy9uD/AGXaoKyEJFo3Rd1bRfNA0N/ZJ97ORMITPCvRd2ij9FuhTFWPTbcGhU09jS1lbpumxxrgqWI7K0MYIn6LToYOH4xutoKq8wEO0fgFRV2mrBJRU9Eyf4NQiHpEdpVRCk66QWVWGmc4hJsptiV3Z5khOCjNfw4Xi3+haKM0U3HUIW6NrhQ0Hx9i0CRKwahoFZaN0h7V6NE9P9IxxUo9vUeLT9FFokxWcQwMkGzrT+mNmnTu0W+iW5WPsG3pDfSCPj6ExOR3GJl9HcSjQ03s2XYukEtpGhCIYixoqe/SXJj5yG1Xo36F3wlcGvRKxfUYumw7aOpDG51Ol3UL0xpIY0nB6YlqOiDrXYyHuqPcBGtFCR48G6oNwU0TY+k2jT3/AAVzcpM4X1oZ+D7hCEhaKM9ERnDP+9v+DmjtoThoFoNaRrYNtldfBjtU/DXA4U4NmqchGhN0qDi4IgixCfs+qLQ9Cdyn4ZoXmyHRtP0TroTfbQmxDqi/Q2fo+EZsJYFKmtCXognCz0Qk+ddHvZqU1EKmIRMNQY0UkMng1sYxnRnBX+CTSEUTawSSgiZMZ1KD0heC+xtCwzg22NxDK/qtkBR0TJpobaEQlv6N10lIO2QCEt7DRmzfgmtpsaH7YvQtiNfs4Ay42lf1oa27QudIdJGuia/8drhrGzxf+O/cJYTBDmkQhx+DCN9YibRHZD0hN2jVI+Qoi1bsJitUr/B9tHD2NqN0/oaH4E+9J4x0IIJiKE0IM1UEjY4P6HPTW4jZ6GuesSG3xkuNG2P9ILVCnhvcQ02gno9gv0PQ8dFifvwnxXMLmLlZY9wkkLExI8RE94f0NGvsTZw7/mG/rBjf6XeFaOcGWwT/AEXgioj0LhdEFobonoojR17LJDTxYVjVS3hqD4eJHh0p7Gyei6HIMQtF3aJ4Q+bIIL4QrQvi587/AOUy3/56+CGMQ2S/H63i0SeCYvCTN9P1EoimxjrAnt9EmJaIiJ/4SSQqI4QNDb/SJDXBhrYtdGqT0JZeFtem5+Cp/oQ0gRGNmaHol6LoshW1s9ODbw3pNni8HNaO2jE8ZpUGRoJ+iN7DbDUjIhXP/Aqp7EPSKmqJyjx9h/cM1u/BJW0JQS2LXwbTiNVNDa0bEhHBn0ENIji0N3rguuk/TYoHQaNjj8IhRMZo2I2hAVVBzLQlBpCAm7DaJjQ9o67BNEmxrpCxcNLRP6QxpJpjJpDltFFsSdDlTg0Pgit7EFUoy20SrG16NnCRsVBk+FniEg0bPY5pPWbWbEJxsg4iDGiuENmtmgo/wTVfpuqma6/4ef4V3EDSFgn+oaRUb6DNnR/NorKVlbEacJwxop+l+zZfRI1VHAXX7FoYTQXRVBrDeUoeCHMnpE/QxwZ44UM/CpCwSVGuDmi8iGp0xJwfpm62Gy7wbjdQyaQippiTSl4O2QeIb30V1iDLr0Zr0TJ9HyMNlZdmv1CVexHUJvBacIN1CW9CtjW4U7wq4SQkkuFiZd2McWhrxCyQbY3/AEqH09oZb+xsaIKaIeKI/YPeEhUQT7ClglBOZskmPZuiBd0xyUJrx4EeDuherX+DTg+h5pjyS0no9dY2g2IY+jc09F4Q3ehgdUnUOWrS6INoaNRpD4msGaLXYdUNNdXwohELh/B/BYmp4lCJ7EU2jVKi/I0ag2YSeDQQqEt9Jo34OCk6XSJSokMmmhGNsTD2Y2om4LboxyodE2ht/CSwVi0Qt+jJWIaHeDX5CEE6iNCjNOM4ujrEhpjTESWxaOrq2fT0Y+0QbGMePr4reL8URCb+KxokPXGjSohJT9JB4jaG3SqbFBadlEQa/RpENtUeFqCZ+ilkvRzQhNiuhdNpj9KN4usaHEPuh4ZBLCbp4K9TRw0a2JFE4XdP/jOhQpdCc9L+jWF0d/8ADmsaFP8A+hDp7v8A8F8b8VMLE+CKxIXcQpsUyISP8HNfPBaf6JQ/gSN6RlLwj6JckU0ho9G7tDk0yuDjRof6PBfUJPR1El+F41jXGLrY5sx7qFBB23sm0RpD1ZVcOdmrH+BwQx9xTkEp0EjiUKURcU4yKTxDwlGquon4QRWmP+mJDT0Co04x21N3Q32oWy2kHbhjVQklXpofgJT0ItVsfxCdtJoiag41Eh/sa9xHrGnodronE3SZQNIpVH8jyfI7oPabaGvnIO6J3jHbSNforJIyr30edUvg4gREXBzND5wuNaDtpij301Aaza4UvBvQfd+zSySpsTZQaJtGxoS2g9D/AKppn7KI4Eiy1omWxYkk0i/oUkcVS1TofpOCVUfCgS49n6JKyOPodNCaD0x6a42LbKKRatDbSGbGaROn9IvGaL0bCtsGsJELsTQxjGJCyxvGjoaEmxa2XqD2pDSZRskSRCeRqnSkFbhJ1wVl9cI5IIsQ8ui3q0JaZKsn2Y9BTKjFKYl9BMFNsYscGxH+m2JYh0JZ9mjVRKmLQUgnSfQmYu0a02xHqEISmiiETI/oS7P3Gi0OkTS5D0jlpE+FQ2RiRBL3Z5RDaWirpu1TShIV3SE0yl/BZs0OMmPTp8E3z+jewabH0NXp482NK9EgjSpR2Hoorg7SHeqJGbE7QjpyOmoNqXQ0gfVom+jYg204apsMosaDj0oNPA8UjWnkyC+L+PnRFp05NC+2HmMRVUaWxvCNMYhENpH5GqnKHLkHWMrsZ3v9In6aSmiPUPHUzT9JjXaElBKTYk+huje/RktDev0SiPZP+E/Bp6SmjyUmqNMXXC/Qlsf2RrC0bF2jC8PCFnQznyW4rsfwhVoSnOnD8NPBgk8dHhPXTZuPcRHRxxvqghEWSj5EL8Z6JNiVIMgh+jRPgnVsW309SJCI7ilPBYU9EvgmaJsa+FXgmxPS1sXuy5bLjWENrDzo7llOv/zsy/8AxWvgspfCGsoTgoNCfg0hzlHLYTQjfhqYtiQQ0Khb7PxDRbEEGgqVt6xFLk/9CVotuiblOtEQ7HgnWlPwrcFc0Q6xTHCeptH2hShqQg75kTWCSGxkkhG+JQG6HolJcHtob+G0RdIf24mV8Qz5P1xW0mhjehIqFFYrFKpGyVkZpsuHDHbBBaC36xpDDCTiTE9QZo0KjGm1g3TiqnP0sRV/RZ+iXVE4Tc0SYPY319C9EJzrNMSFIRKHo4XwVNm7/BibQ0aRs3xjNPHBqyXokUfRpntka/BrUE2zkaPpBJNlxrjLjVbF2i3VoTRHOJqkT6fgkNMaQ+xEei+YSekDKEJwTqSf0VcWMk7DUsQVOjZcKyMc7TIaaKCYna2Q0nBOj6IbEQFgWljWkxCODxUeiEhfI7aehGNNUOf0S17Rtr8EhxC2ijppNIS+Gr0Nmo5dlN/pUfR6iYpHsOklywdhspROvo1bexLTgzbY7xsng/54bINHEzWFbLj8hK6tki2qQumixHyhz8NCLoSkaCX2tk8TPsTFH+GlaP8AA2PRmbSGD1iVj2xwWD7o/KPcxair4iBI4o/BNJ6LbFUEw2hG4x8QrdEFV1Ex66Ma9ZvBIFIgkk2hahDzmjU6JTHoNtH0gw0EVHP+HOjeMcp4iP4E7jZTQ19DSQh+I4yS3/ycjUNcH9fKfJPBNIaPzwnojQv4NjV2bOsaokVUTNdZoino36RR/UdE2Sjxb3QhRQV2F1wWWIRzQkgky3afePaNdDt6flEmTtG8MYkOO9YyoSW3SIaGvtCE/RSVHsxvKz7/AOOhdHWzZ4TDTamxSSEoZaL7ZXsrWH7jaC/4FrbQxtdkrBQ0LsG/wo/w7MFbEoxLRGn/AIfuNHp0SzsYoL0g9eZhvGmbHii2xMoywZu4omhMrkHJ8LhDxPnr/wA6i4SIX/y+hfHRcazrGh/hz0RRY3GxEbWIRNbHshKIS0NCepITRo0hMMSrRN1G5QRd9FlEomlNQi8E6z7CJwhCU9NLR6og2PaWxrTScZTvnrJSPsWqLfhEekImhIIPEkMYiqJUajF4ZKqn+icJixizUePb21oYLbZFT0/3RwnGKmLRAKXS/QntaEw0JWkQpSDcQyj+3R0HsSVwNnWjXnsm9oV40NwcglsHMq4iJxQQagtRqLqFJCGVwPyIZxxMY2RSQgXdEMTWqLDQvJIZYE70xJQluI4fSPSjgkpB76VF4FMaQlpwZurX2bko1tYb0hDi7EKv0E4NchBpHpPtEY0NQ6RwykGdRGg/Rp2iTqmKOTemNtwT/Y2xeBvbEVn+ia0Jj2NNsI7fBzjIy0SeYn0ynh3tG2o8RzBa9HvD8hBUTYmJDTwUWHP7jpF0SkY6wZSlEya/waxfuJ6V7GKzQb7K2z0TdMhDmxu66IaBPjKTdKXGJ0iGNPWCaZFhH9FEWYkjiEo1UOEqEz4Jh/j/AE95RKQQS0JcRKfaE/SQSHqGkiMZsY36Wx6mmK2mLSSEVt6GdFSomuCXrIQ4RD6QW2Whzdjr7jWPHqE8IpjN0ktiu1jtiQgU2OBGKr08JMTcENOqEXg0/wCHFLVssxpGPBOpDehbSElekJcH2MmDNGNULmylmDFtXg8N8KabaSFStwQNbHjz/wAV9kp9KguGjVHoSwo0O9ohpFEz1To0aopz7FoWYz8Gz0aUh1+nomGqhI2EhqxX6F5+nBXexvSZXpDd0h66KbiQm70Wo0bw+4NnRIcpV6TbqGVw2nraFQhRC3xDnaeUhYprK+LQSDrHgjca0OiEQtGFtEngxx+7GvDiJgiyjcdH8Il6xLrG4hiNKLosNaENQrN4V3RYh/hr5oqJiEGT4OxFqKXHpS43lHoj6NrNLh/+EFiEOZ3/AOb+C/8ADvxWfBOCdUNvBqEXBemzw4kJTgmbFlv/AENW32hfkQkLDTULpOnCvhlb2xU0OrF45dMQj1jUJobxrZ/+C1hYe7Hw/RqVBKTmDUrD9IhCY0IRofoWgmv4Ni0/dCyDzbdfo1g0ha2hiWhqbaVIvwdE2xQnR5vsfgaBX0iRJscRXG0NC00PXYla8FqlTyMUTbLUJNoRt/kMMHFoH9//AAWTr+C0FYrv18GPSKpTSeJg7GtER+Lo3nB6rz7JFvZU8CaYJx2KnRz3RrTY2/sehV+hDGbgaaKIpzghbFInwZJURLaZtNEdFp7E/wBEa3poTT5RQwW1XlEIQh5yyH6QexPwsGkJNzonom9CTY9NFRep8OjQxqnpRHqJH6h6adGycKREJQvGi+piiMVKK2huISPTEhYIXL7ch/cyCjG81hLWEY20Poxk6iZrFrtHNE70JtNsdOEqNrqN4hT0cZsPWJKE8x4PA1Ro1BLHJBdDa9C/Y/Boa4S1MRRJmxXrIprRMS8HeMt/pM2hiETdCVuf4NXgphCCWEtEEiE2mMcEw59jrH/hoZHg22Hw2UJqi2ob1smxYnpCaVCoaFiHBd+j6BJpCQ0LJtsR9DRIQ3/wTFrAJ/ThCP8AD38pTZs2TEbasaWG9rw3NjZwyt+iFBHGiy8Q1QtIT10uNwWxBMuy0T0RjU54PujG8Ifc7zvE2JUk2LwbKp8GyjeKSs6sWY0ng1WlWfgXSQnBcEt1tD/BeoXENEqMNpISDe//AEujxVH5F9h50TFGuHg3wr2aj28V3pvrGteUjWyRc0JGx+0aXYLUamU4GvhCykP5p4j7mFmj/wDIWGhNi76NtaN4dL9jlHsTCxcG27h2f2NsQnsqWhjkE91C8aEhCpeH0bVITR41B3ExWj0p+ixM/pRqr6R/uN5mi416MuLjmVrKzf8AxZf/AAvw6b+b+G0eYQhOZQx4uWTKezTEI2LgchGSHpDcGZsSRluhzZtjZm0OQUEtDbrYpoRE3IVJjXOg1SdYhVW/RGvRCY/GsSg24bYmMmj66ora6cLoRExIR9YvdHHDQaPC0VGV1iUxEFfejNQ20khi9TJElCE9LPsWmKdK6Z9EL1KiqNkxgbGhqbQMl1sYqpKkqa8FJKjRKCKkxLA0hbeAnJtpmqCrxMfU/YJrT8GIg6UMZjacEnoaNDRiWiFgdYgoqWxYhJfiFpJDk6zRC+iYzg2a0M49Mgmh+IkRRsT0R1j/AME+qIFAuUeVFu/giIVZp7+hW0JoMZMXgh1btFn/AEahVUjrFVnwf8IyPspkaSFnbjlkEM2x+HOjLTFtwjTT+whvCFfPoRLfqLBltQUuhVdEmchRUkQtjEt8ET/LY9FNJ4MfMQX0JC18RqOzllMXxCmqXQ1g/B3TEtbYt3aNjIcG4yQ2b6PF6qMbY1RUfRCL4JkTYtND0yJ/AIeaFIiXSaEpBGnYbYbrQlTDFpcwSxGj7j/BLYhN9JRjQ+j1wb7OBtDUG22/0vUbDUOYQ49C2xLyG1rCEyrIaHn4WsVvgq1BLGjQ7Do1KLXpQx1BSNxTFImNURoYj2a4M6KkWw4Y1Mx/w8IMQ2kO5LsTrE0GP0z3RMefRqkIjXpFMO+FtFoexr4qI7hYeWiS8Kzp6Rv1rN9zw0NpeFdI4r6LTSExqNdEgu/h/wDh70Ue6FSmCRsY0KC6+hP6FOMa3sbJdg2agcie9MYvTh8E4xipuDCRBInEhJN4a+mfw6QiQw90VG0h4T1/66xvKFcVPn6JZNj+yGomIy7tCO6Zf+lDZrYtCEtnsGN6PQwz2vS+rHo/oQSgq1F4JQSqHzDWG8PWIf4LRP08P6zg0x/uOjjHHJ8NZrxfnv4LDl7iGv8A+mv/AC9+a+OvgmM3hDmVWxNrrLlaF09MQtBGU0tDdp7wTJacEsyic5VaN0/RP7FrfCdMtkv/AIP3aFpJJCVIRoeEKkE0byWbLT4PSsZtaGTXEJNEJoaRBJCUVg106NJ4x4xanGIKvBgqhgKYn4VMaOJH3aEr0LLQzEmaQ1JAoilT5CwnGOtpCa7OI2xiriHVYnpDK29RE2N09QvTtRcsv8EWd8lRJXsL9/S1tDObN6JHCOhzfdjrG6a6LWXZxnp/ZQmkuAtYWhFa+zQIQqypBqhDoqhJJsSioVjc4JPTkXvolsa9t6KPbQy8FxNCaIJ60XnglixLVmkxtmiotQRNhExiyI6xOHPMJL4QbQ39IUEJp/gvsNGSQp4H3Q9oq23pvP7LCENH0bHdRm4E/BYNCdaPSt6pHsWo9goZxjY52ka1mzdiVEosGPJdyyDjdpbGWyL0VCLaL6BJxmqJu6YgXUKoVWM+sXWjtx7CGhsmhKLhU1tCor4Wkxj/AKUPPvI3RaODUJ4hcI4kMbYh7Y5aE+BaWho+oL9NLGyE9EwkR4a8J1mlHWOaGmOoypJ7LNjBE4aGuCRARw2NNQ1G0MGIj/SpvSEUs9wfwYzSwbieyej4PbEGy7ng/Yj9HhY2obvXCxNm/oSJjaH0SrhUVBLYr8EhJHpYJvZBUF5s+g0/BI3tk0QuPMFUJ3wlC36HJh/+FyuiLr8FtiSQhoLaHwv0MTUwhvbEzRig2jjw0t7wovSfQqSI9KxU0vZOhX6Im2RRGkd6YkSQdscLQlGonum4qaNSYcYiQkGzv/8AB6my9EPuFG2h7f6P7ZCv+i2mVTaGtGiDWvjCKfDWYLglutjjemLeRJbXGO0esW7eOobT+EFTiGyfo5uY9CaLqFQ3vp2MR5FoSfRPgli8w01lw8OrFztG8fxDKxNiR708xs3m4ZPnOMhI8RJv4PHML4+f/wBT3Kyv/SrHcIrCcy1k10Qd/suy0tLh2wkbL9DMIgTKVJbKTOoNGhE5hOobwtsaE3hsPfVQ2ko6qVZPQOSUZ/fPWcLsVxGhH2Pkg5JtD6NR+t6H9m+mingmOnNk6rHggcvLXlEdHdDWS2E5YICsYprHgN+x6nWP7hIoRaQ7Lbhwbg/hGuYnMf1ovWoFQtCDaD3Wf0xmtiIWieloRPUN4IjdEao3TZI7Nod7ip1tGLXWNDJicQvp9DK9G9j7UOap6oiaiW2oawdsC2pv/DvKDrQ9Ml3wgrYkJ3bECTYtW5Cu/wAJE6xV7sTa2JZTbQwW7K2JFONFsah+4sIWF8HhFkJR8F1rBEtnr7IqVwpDtYlXELYRLT+kbbG2kN0WE2K7DgmkQviipWjRt8NVYbWxV+b0I4aFmMpfBSjJJn6OhZTqCBxs4zwe6mKRL0egqoW/eG4IOifawej1waFhPVgxxFp7Ht6GvqFbe0OxDIGvMLw/SkP4DW2jlpiCcFaQUEhzEJ3QkSEEkSnWiH7h/g3sbfuBtaXp+xun1H6G7vTNmx67orppel3otYuiqP6IapQVckpDev0RnzARRJDaGWqNp1YRzCZXP0uxKj9RBUajwbSjiJPTQ6nRJchPKKY6Tsi6xPY2xEdI9laNsUkYiq0daEe4+2RlX6KBnhEE0qSMy2P4T5TCe+CP/RIs8KfSNrSGxdNiYmtsbZR8p/Ge9ExdG5w1dkqH/KOIbqYwOgz7FJbGEi/R6hemydnMN/SXtsTCwtn7KaqYnp6Rqja2QjSfRJomzZXjwKkX2NkNPiZEI2mhxM0UZ0s1n18tmh5Q9DqRDN/TO4XjEdbxjW0JFEujS4bemlEiJL8IQSPT+DZLg1pRI0HTYtCTpOjuqJoomzZDg+Gyp4TOrCX3itH9zfDs0RfPf/gxHom8IQxQ6/gvgzeKxi+L+V+S+LZRD/8AC/HwgsbKNhP27H9wS4Iy0rHWPSWOqdFV06KpBiSjQxG1IeBno2/i6GxVjb/0SvRJJRHpDhP3H1hS7GkiY2LtESXihQVDpfQpsKJD1hDWHwu+iNr0fD2nOQlwtDtwSadQ8GUUm40ag7Q3rZmz9g+9oRkcYqFwJeo1f0LfqFJCBJaIudGlYldlLTfBz0f+YacGpLp/Ypa3CUjYxesTeDmYf0HQldMXI9kmKkFht2mddiQ43GasTZjMtDVGuHFIWLi/jNQK3wtEoUYracG57TGybINtiyR1n4KEY7RMSezr/MQqkIhNWbEo2bCFqHfsgJaTGkTa+jcv00V9CWui6WP8w8vex6o8LUJs80xFvVLjTS2OcHZXTZy62l6JuRy2xMtJsZ6x/VDZo3im6JRFxjXuxycLG4KjRi2NvRhX/ELX54Qgz7FxCYWGMMvBvBGxFbBnhrTHtpfxjTKNoWhRaFbejhi9eHg+CWDT0x90MuC2NYk7VFgxo2RISRoWrE1CY3wQnWS4khA/GJ08hBJfRDwWEhENkXRoZMNVRsblP0HE1psS2MdpHuhFynouDFYNvlN9NSyyNkSfIa3Cuib3F/Ji+4ui1so2OwV6sXBLaNrEEzrQkP7SG2qUVTTNtEecwQlROxT0Wxrf5htiY9Ia0TEJ7E8KLiPRaHd7pum3hJe3CkxJcGd8yuZWN4Qrhi++wuLcFoT8wzG2T9x/h7rg+oa/dCqwlD0TJSObYtEWxrKUvCxayleKUUV9icTfYpbFAd1iSotSb2agQ9Qq5REqPNjdgmscLfMdPBj7jXIaHa4Q6KZpbn+DUeXPjSjwxYZQcG+r1MVSqhTVUTYqfpMP6I+5l0VcOwo90ukpuEwrxT3gmhRJIgh7dLVbMvRJcKtsmd6PDY2bx6RfQijYs7xfkh/D1YTPcL4T/wAOL/xWfPlfhv4IuL/5IUXw6Q0KiiFsQfBJvThasEdv9UjEsRaY210VU2t+CT8l9jSbkhILUTaFYPkLw4ulNOjdSrN72Oo5HCN9pqUXQLlp/KEXg96F8HIctLzYrTf9EVDB2T8HNRqMb2yqEyi8DvBRxWnXpj3Gtk7ovMJcglHVTTV6Ngk2R6fNHjY71oblaPvNh5u7o+IZ6JpONCbwT9ei5INmxsivsWjBI7opS2iRqqF9HCHHaLvUHQkqIaae0xvDaaK6OHSMTasGot4HuhUaJYddJSDJGNW9oaaiXXSIPaKg13v8EzGyJmk14QRvQ92NKhiexMX+jiiDaQvN4hseuPL0xxaw4hFghH0bC3vwbS2Ov0Xx2ztCARpzHcYhCbQq8KN1CadMXqLXTcF6NKCiNAqpeiIEhdw+YaFhZcYxmxwajbGmL9+xUHpFze3bEqokNbGjaNL0s/hYITGaXotG3QvUxLuikuhKKCOpIhqh/Xp9HRO8g/RqkzQn4KV0arDRk/4PTJw/wiFGiPWyDX/Se0XdYSpEKD1vDg9J3GjY1o9sY0m+h9NlPwnjPcpihK00IVyxMtzY59O91BXwTiFLpo4cGNvQl/02XNEqmqNamhiS9JNofUQ6nD6QpiqJ4LSsSEo16VyC22Na2InYPtpIbwbGU0N0gjHbQn9YLwXv6WF0mJzQmoVwJr/gmn0ugzrDZmMylPMPG8T4dnCEbaNzGmQ3jw4tD6Q/zEwnsTFTS0UWdIKD9PcfQ/N5mJPhxlYhFEOCX1nV+EYaV4JdJoWxLD8hs26hpEGfwq5B9DG8XdG7NM2e4X/hoW2fk2SvRBMSWLC0dWzxm9GzcaF9/Rd6HtDX0xUlobwijEIoKIS2cWmbE/hpMbolj6Yh6cbIeCI5j0jpzg410b/P/ZkzMrifwfyQ1mfHf/gxHP8Aygv/AOt9IZUJ00nRRJaL+lHBb+FuL0U+iXRl/RTLXw1GhBpH0jm72IlHb9wp6MbtEWblsTwqSOroiagls7xnrxfD7whMb1fSU9aJ02pBpwxAkGmqJ6NmShJtrR0Qn9WyJiceElpeiaTT4Nv1DrbE2lrQx7oZ62btfSPRO4bBWlRKkdK8j1zoxqqOu0mbxVJvoth79Bdz7EbJjQY3B+Ym1BNUmmR9EzVf0XdNFdtpD5BbXUJ6o9tDZRh3qN0qaIaJocmhN6DD2xW8JHNEE4MCxoWNTJloxa9Ey6NHsZ/sLeeD1WFOiJBIS2Q4PaE9Ghf/AEidIWH0L9HBFJGL9J6FSIdNBSaGy0TQQdbPbFeqORwLTpoL2J7uOhz7NuEQRlbJkhmyKKiFiYexoamV9jcoh+HDT6QZtqKxtJNiXY79Ix2G2yoTWxoLISm0JoUtQaeH1NvBJhsOD34xK+xa+hNcF+RImhTJO4oNfh9nCbNf4SDfdCXTn98EmeUXwaGYgnR0kQTHk7MlBm1h+6NmhtDf0X7Qj+S3p1o9XMAq2CVZQutoQaQ7iGnSjhq2TTcI7MbIbVa8G2Ju7y2c2o/5HEk2JsOaNEb36KqT4aODf2aIRUpiiYidEJ6NftiQkb0aRuFKqWl/6X7QhLXYdHRwrKeDuVhKiIKpDhNof9Fh/wBE/op+FGxfR9D9LhR4RyMndEQhQj+9QfB4hDq9pcsfyvwvg9umvbEtbYhpQT+hrIbltK3iMTGnpisHo8OipuEng4exq/RlKMmNMRebPQSnwaF8mOopr0QkTI84QXmha6aYhI0QjeG+C+koag1oekcu9G94Ua4PnSaFgSRFEbZXBLC4NfRstKJjG55sXaysoph4rFXct4WfceYfyeVhEyv/AAvynyd+fVifGF/8J/7JjkGxmh0SkqkxaOmNUajNViKaKj7BpBhj/N/RLYqsVvYwIPqF+sRuDdZd9E/04bG467RARYW8+H9H5R9iOLqRVXo2FSQuTZrWL9QgqGN60NtwWlH0bdYLtRtv6fY0folbT0N6YjT7TuRLxCXoSc4cbdvg1oSjpohTT0JzTTPtZSViSLasaaaEHanBXC0MTUE9grTGIkdDFsZdikmv+SGXBtLa4PWhuvD1QflPRWtir0QYwhpXS3B2jQxxIteyp4JnBsr5SXRVqiXoMW0NQYTsinC9pDVSCGhE1INMS/ESKyT/AODWkJOjIPgxmxJEDUQ1NRpvaEVNXokEfsuxoUpj6RUSaRs4hpsJAmXmxm2mJtUbLE/adWzZwSNCDUxYh9Dw9JGxYRB6wxohK4zvBrZD+i4Fg5Jt6exiok240xpLRoyUmiSHBVSyUa3RdcTKw++f9EyVDdPY7WhNWhUQIl4RCJCEFplabJyEIxKD6QhDSP6NCSFCYoyIahwxoMmMktDm5xjHWO1moRtv+ji/Y+CUdFWJmWKGNT+D+hTC2kmIh+314M3ROPCEj7GOvwSGNo3sVtc0Um/o1BFKN0xa6xDE19DKQZT8RRI20N6eBNC1zR6+ylHdWylsJ0uEW2hMQmVF59n3xTWjjG5/RQNUNG2UuyMPGqTLy9TCLgTWJGjQ/c6Y1C7hcTDUxDeF38E9kPMGcG2//DzPnwWGMhsVY9IJBeDjaFI2bDEoJGjcSxFBJdN0fRHTZjC/SD2JdDWGmhMfxePwTarP+fgSSWhmlJhNXOktkTS0Rjbg7DpsrCvsYQhfvpvIbaWEUSb+zzgofwY5oSWXjb2zWVaSDRRpjGtMRcI2/hcX/wAEIVQ2XNxPj5rPnwopCE+M+H6XMmbhYXzfxaIcFgkWaFpmi/DgqNTVg5rX/Svo3IcvZf8AUPVO+jEhL1slcJ8fo0/wZZctm+pIedKx/RivpW/TwaFBG2hdoBMks3SzJoWj0qpuY4dmul0hzRiFHwp0QRoNFYErTb+xj0O6CWynq2Mm3S/hU1aVrdL1eiTZJCir2Nohnj/0V8CT3pqDTSYqiIHSLRtw+kRpCL64Q7KNtv0TGjFf6OinsQqO1fwSWR/hXwQ7T+nCkaYh51hp20+s6Nam7Ezqh5r/APCokWn6JoT+iJzg0b2Ny2VuLQ6vY68NVsSLT6zSRUf79lNMWurSO8wJs17KlGzyskxVLnRuMSFBH1rXxbINK4VC2I3wXTpKYmtj1tskKEOxdFtGv34NsTT0OwxmQ0poxT9JFmaKEmMSILUEXRtCxIY2MYhCOCDybP6H1pnsYy/lPRfRZEe1fwcmr/gUnxf8JkwjadjGqjH6Sw2N2kbaG2DEPMpZYfetn4CFJCkm5BJ9CUQiGxJjbQpNEg274ImEGhrMEHo84LMJUbLg1XSkMSPsvB2v6Q29kes7Y+ixCbeCM5G4jNRu8H+seJglV4PRtGjmP8PHjQuIb9LRCQkxb+IM068RfLgxdHqPSqeNChyMTd1Rz2tYs25BdTL2e8Nf9Gr6J0yUkVGIvpKuBK0mnoolkE4dNGKPWdkauyNfY28Zp2xNRmjXzWEs0aBtPxCkHVB4uLCj6J40xaGWnBUqhXVrRRsfSQ+//SfBYe5NiFWxO8NaL+CfiN3zQ9EnSxj6bukN8Kh8o1P4GM00j0/iod6Ouh6f/hTeha9ifZYtIQlpunhRdn2biNl5irSHce6H9CJMTVRwT0Je47FRHTZ7pCfgqtnR1jbPRnlwxH5cIn7iFGzzF18pmL/wmElBdPPsfwWL89eZ9F8p82a/8Vi/G4XeYuJY2LSynejeLUFwXBkmbVGO6/kNvR/djaDRapoT0ag1nUNUO36VdbF7In5DN7sbGUSuIbZPMAMKtCiXW0L+FF0Sw8fWxtlE5rsVFZda2Len/UVi2OjYKSbGJ80VqG30bSuL1ZbqCOsZJf7o2RDR6Ewse2So2Psew2rehREyV7G/4UWGKuImqQvdP+4W4jdKzenB0h+iKsIXaaX0Khp/Bj0jgG+w0n9H1oX1IuWhes5dsX64m9UJS2IjR5JiWmmtiG6Npd/yCLobo4hJQXp02KPbFWi0NSGOFadEXRYG2aUSuIPD0sN0g/wWoJRkPhJC7G+w1P0j4KUSKx1+jpmoJwYpEati9WN3JVNaNEPQQpc6JG4xBFJ34hIfWGOCEhBrLHGxujlrCt7P7jQk7ichnTRC8EOTHrqNiO5oynUJrj/w07QmA4XBYrSF6SQ3RoX5E4gkKFUglsQvzHSRKPQ/s1jzDQ+DxBX3D0Q0caHFIb0ZiRt/4PyneEbNBb5i1SpBbIU/Rtoe0Jtw3KLbHrQkFUY09aI1sXgm0lsZBJcFGL6hdiuM8w+9iKaGsTUJB+h+Fgx5Qu6ujNvYnH3/AAaqWxEbYrTeiwUlp/4T9cP24VIkZzo1wRTDVL9DH6Zu8Wi6btY3iD4fR0mIT43wKjGoi7N44ht4Y+vDGUHv0UxXRRMSn2JX3CV/g0Ot4uf+vfhWh6ZKbLpb6JGKmQkOMmz0f8FPq4ZENobwp3LJCrVPaaP0V4iG4MYhK4eEbhQuhIiOcIQ6piw4vkn2fwRMaD/mNxRCfaEsUa0hbEmhLGh7Da4dNnUjeINaxDw9H0e1mUV9yvhsQ5P/ABQhCmL8H+MhrFNf+F+d1/5sedlw1wX9z/8AotCZ7oYsJC4GdWBIsUMMtCF01ILajZkqxdCsQZYzTn2N1hfdjXvAvxlZR2kQ9BVHSiTHNpvGJJoEhBq2JRFw1hOQ7/D+DpA2xvZLTJQqxo0paXgVUVpmlNj8MV1JOjxoSVWak8OBkho9ronKz6XYmqNlGvs7n6VGhX7FYbyxL66KNI2KejKYuiQkuNZ+IpT9Id9QxmvSTUGNP/C66fOIa4CJbdI8dE0bTTh5WNe0v/o1rn/D0pDshX1sVPok+z6jQlCeJ14qTutmutDs3qIRvpYOMaGvDVbGyRiCCemsbY3qGypkQlIFUTNsEUejZvQ9xMaQz3KVMm2QcF6DiH3Q/wCCd1BU22O1eujbFvwTDdwLCRD0e1ErtIVtMpqh8VEUWyjP2aJKhDPBvCiWGPLHG6ejkZH4Mgu6YtHCFwmUlptZSbGixCrtiZgqiOsSrh70J3KJR2GqNJPKCWhTmE2J6NDV/ol+ixsb1oY1WJFDmHXW8ITGx9hyFGvA8EDOLh14R0ZP+kRo9G+hNPRr/IaFo204KzcxNcg+iFYXT0SQSZGvcFbpi8g2Wz6psmJu0N2EUTJoa/4aZIjdxXh4E3oz2SHpYig1vi1UTtM9v6Qjs/jefjXjHPFYafcbQkLfWMWQQccj0JjKvRmyTYwyjv8A4NZXtCqG8JDv2e9HtDQnODeirtH3CGd0KoWE3ymypoaGNzTEWdJ5/wA+LELGvgpTcNSKr9+z9NChGiN3D3MHfB6Y/ND9Q1rYi4NIaQmP/wBGhpDRlUyQ1EhcP6GJWhRea2KMJPp6INRCdNi8PtIimLpkR/8Agx9rCEPTF+CFwX4JuMrgm2yuif6Jnh7iYWLobCZ/uO57PheDuVrHr+VNfH/MrLw9/wD9C5h7/wD0kJ/BZYsbcKiiMSCCX6JMVonBehlKOtGgmKNBJUL6iX14oNyQh+j2IZG2Lk2MSIv7Rjlp0vwTyhOroEFJDi0sLOxeG8bxr7wrbjtLY+zOkuXYs9z+BGKch1poedN3T6aL4Eo/ok/EEoJV0S/NCOpixUe0jRbo0EPEy+BNvqHcMUJNwZS6G5jojxCkmJnh9HvtvDSy06brRMZPY7PBaoeI4vRFf6e5sp0gxr6Dgv8ACJ4bix6eh2lRPxlbbHcZpkKpT6wGQ/A22tolHqFuxtDNnrF3tDg16JROPA4aEiCiWYxqDmU9IiHIkeLSF0zd93okPXGJcE1+CG7J0kPIThOQT+i4IbFRRKvA0+CPgzItEqvtEkc8E8MPYjYWZoaGmB08EGNDcSgv/p6JQmKnSEJ6Jn6EJm0NvEJXKKWeNDUSQkhF3jh4TZHii6RT4XCPFE94eRc6bvg6JjbhoGSo2h+79GWCdOyVJTQre6aaYIUY/wBL/wAE3oay0Kbf5BODVs14RmqUJGOjQuibqNvSwZSE26SbHV0NDXvKR00fEUSN0Oi23lg1OH6Ji2J6NVFzqNRrrf4xrT3CEIQ8IVT0Q0xtp2H2qG6sMaZpD/Mf5j02JYY9LGz60aOnJpifdbPBig6Lw8Yijbgzo2ITR5rDdJoqS/wR7Z2o+4fn/j95W3Mo1keRmj+GkC7RP3wTr4QTTN3Q3fBuP8K2mOoexrSo9uDVEZGNVYv0McgsT1CbnwouxUR7YMeC0iuQmCQhYavRdE16vRFht6KNIRL+jXorRtiXvokkhPWEKISEx/g4ivhCYZ1Lmai6hIkOSlxP3E9o/T6uF8lirMINfBIe8rvymXlfPWXjXw38n/4LCPcRiSQ18Hcgo1JOCX1ibWyC4bEhOsuhfQmbNtp4RBNIom/s+5FGxbG32M3RMRN0UpCbEdJJD4ka7pIYe0Yh1BG3BGRiNah7h3Cb+y42UtFbiM4PjLRt+ECa0bFbFK4KHY2TXglG0J6IFNYr82JMmujbWf6hT/WazYnNMdIasajFIU42tCJRHsaabT8cGK+eHQYtRsQGhp7i4N2IUKErVsWnaUkQ4x2pGz1TL65eNjhpr6EtW7LxOOpY/wBHBMWzR6ErQ1XWeBkEho7daFqh/hv0bsgrB+0pWm0NT1DY9bTG0imrgtphakK1sVQVmd4fD0e2ylw1VfBXa8F1iyuxp/cIZ4yUg/zYsZfuLBbYkUYm3FcJaoHSTFEOlCqIUYjoyaOF1+goSGhkJgssbH9KGyhhjQzEMSuiWtCaX2JU/Bfg0Qa0auE+Migkco+YWhNXC8EHuFwSaPthY7H6NrDzgiphLaKNjfnp9bGNlXHksWYyg6f/AOi+m2kMNo2cFvZpDuYPGMaGG21s3U0WEKEiREG20KJEP6H7h7FpLftFtkmzVDVjQSfRq+HvY7RJnWKtjjnB/wDBpMb8Q4cFIec2aqIaHTRS4QvgsxEEp9Nrol1sbbZHPgWEiZfwhfX2IkiNLDU3nqeGb/CtMv3sSQ9GxbZOC0bYo/OC79H6bG+0bez02TX/AJz4oTZHYkPY1k33g6o4wxuFjHJEoIvod0Pu3suyJkwJeCOjSp9Bb8GtoZK9IaSF/BwdXwkF1wSPRExE9IbNvh/otk2se7N3o/gybDcXY2z7CZq62XcKX7ybfuKiu4WYR+HhJBPwf0hxY8x5C+UeUceb8GRn+/CYWL/4pYufPiv/AOtrO1GvBB+AxicSpRMUgsbZHulb2RQ+jh7oTPpROso1ZsMXWxl6xJ5sWiNZWNd7G/sQvRvxHDuMWm1sShThx0uf03ROCUo0GaG2Ni06VCpxG8LC+COvdEbzdGNqiVM0/PSrdHKM3bgsrEOdX2N3bKPkG7vYlHsoWzIIa6MejetiEu8KLfD9YolfB4CqWn4f/UPXf2Xe9I14jQ8OhVr0KB6VTaRbTR34tL6LOUbSJ5p6Za0XR0wWETg+vYkdSg2U2lxiCsPUQ0kQ3cY0LpBuF0OWkOfaGj+h2LyfhC1oV/gK/IarGmseDJReDT0dQLoL1+HgMxhI+3no2zRMIbN2JMFWyMVrfg71jcFHcQx39xDHoZNCPWNiEXBzsQmUUm4NQhp1kOFFiSEPBHRCRrDYx8HPRneH+DPqEr6L+aPCG0J6ZV9DCF9jOBbRNyeCng1B+HhxhSZaX2RQSEuCq4J70LqEvo2On3vCNrHRfov7x+wkg1+hlzstvB2O2ujQ+9hpJd2MtmjOge2zgsmGhRMiQQ2Wa0xSRMkCWlXhQIS5/otJ6HZ4ddNbRBI9QlodrUGW02NqlhRibDzolSJH6L8GG1EK7TQr9kIbaWH6hb/ZF1Y8FCQXwT18aPD3p1j9JiY5lwT+Gw/V+xERQUG09DhPr4maIv3Db2Oi/mhfRpC2fRqDgunBqP4LE/8ACYgkfSFbdKCW6h6hA2VVYmFxUxb2RkrNEPjoj6xpDbeUHCGiHTaRT0fSGI+iY1BbFkFkLi+sEuMW3SRDeh290LrPUPouVHTdNJ4RU8rNEGLwXo1GdDOdPEsIUfg6glFSjeH/AOCr7EfRS+oYW6RwaWjyYRzFL/5LKKmOfJ/L0ayv/B4eF/4L5PDxoZKiFXSKLYX1EfWLVPS7wRg0J9DVfRorQoKbLiiZLhspwT8ZWQlwhobG9oezgxSTVjZI1TRoE9jYiqJpiqnsaYpX+ob2NVjNCbpN/wDhTRCY3/4IZsOWzSrhENaOAoitDaQ0RF2LQ1A1tJI2tMfxn91MVSGnSp+DrnB49mtEbhR0c78OoSXQQk/oijXbGbb2eDY02itsUO4m+ns9CUNmxtITo0IlNiKULjcWmmK9ecKRdCRtKsVfZrdTRWlCw/WSoVtTYthnWLGNTRPY5WmxpukUrHPMNM0Wtk0k2UTgtU8lRIQiKhEI0RRND/oj7CUFlYkYyDz0XYvrDyh3sYyPocKSYpm8TFW+DVxsJOitobxPDK2JUQKZ/aSIkvwSmW94QhIeGU1Z2P7w7NC16HmM8CEiIISH0Y90VYf0NT0Qf2Skf1lD5SaQmhLWEhuD7GzruePFK2xs6XeDehMkbMobhdjQb+htOngiZ1MVxEeJExqjS0ptC4aHr/MSDQsKVw2f1oUpPogph9CTom4Sfg2ONnop0S+xJH8eGrCYme9EUH/+jRr6G/EaXh4EjiE4qvBTFNfxdK0KiIJXWAM/cefHmFM3KRHT6Cv5ui+C6LEJaFsfoyMuG3RsTx30/rKXdNkI0kLFZNnA0cGT/wAXmZokfRWhmv8Ap3wRM00NWoXSgrG2x6p4NnuL4h3Qjemhrf2bNfYydZHSMdjgbLaJR4sEtENCxSyxWjh9CUicPcKeM1HBbc8PYkJYjQ74f0Whuw7Fg/6N/Z7GLZqcHmS3gt59+EPWLoxzVJsiQ/3EpBNI48Jz7/8A6VxMvz/w9y9fBMv/AIfWV8UvhPgz0RJweoXBfoqEoIaJoaSiXD+IcG9nKNqFjLpC5MKLbL4XZ0LRSpqnqG7Y8IyTRsXN/smJYmE4N18NtviKkN76NS6acRTU0kL4+mqJzG9kf4CNJf2jSQ2thI/+0T72hruhtseNNDqCbpzZ0KmG4zzR80fSG2v5hOnmh/cZLG1/GNqklRxI3ESpFKlb2hRwZtKj9DWIaQnRNPfRqOyDrGVQXrehJT2fjssN33QrW0l0QtGjxm7aOohRxaENgkvg2ybJCUX02Pfo3sxext0lcE/6hs1bjgw7TZHWhdIWpL6cG3oS/uDSCkF0okkawiLD02sP8HBpjHyj8yqQrtQcqtbuJwJabg7U9IY6rIb6YTSwvwSCujcWnwQUSGfqP84XDG1hMXxbHwZ6wa6bSxRJ3BBBLEnmYeCaEhNjW9CNLSGJOMjKR/WUhGvss2V3Yqbw2WE+CIZZtFrFwqkKRDbG3Szg3qDYxHXsbTR0Y63WaUgSjPSQaI0V8NgtRMYlg9vo+M1axCCQ34MIaZERMk0IS1GRm7Dke7E3SojhDE0cvsGxqE/R/uFH0J1MsHTS3hy4OTetFKL/AM7hC4h3ogjWZi/CjKIxWOPpD8Ku4X9HuU28Mr6zYJopdFo2lSM7FdzHPNF5GaqG/wA1+HRiy8EKYTopO4ndjJ/BGqyom0V1fQ2OQbe9n0r/AE2SiJEXqJoYQ7P9G6O/VQ0iFENtejV3R/g0HY5PgnFDRD0aFeMhxsZ/qFzQtLZabfSn3BrY1smsOf0T2iDngk0zuC0OIM4kIL7QuPCR7jvBNo7zCRGV0SE6JD/+DKcHsvhtXWL8plGsvMNixP0Zcr4v5LKxBf8AhPlMIWHhQWoVqWN5o8Fpio08TYn6PkI0xvCF+ssw9i9Kj0b0hCf/AAYTMkltjTiQult9iiUSJt/WfuC1EJwptkG0QSiL1EQ9M93jhvExC4QrCfx/4L1qr0SSsRPvSZcTo62yjb5zw0xrf4XP0UH6QWNG3WoJTHaxP1d90NTjTRNtsSJ6xsbaIWQ11/AnNu+i6mykU97/AA/0R+UFltI9oVj/AAirenm4LT+mL0g+u/iK2s92bjxXff5Mt+miC/CJtCEj1XFEpbQka2ob8QSw58o+hqsVImjwjG2kxyJDReC7MdIQ2MVVsU1Ps3d+2RoaGnyCxaFD2ef7EKg2CicK+zZB7IaJiJGqU9CIPQTVFL10j+xjEhgCYRWeiSahGtCDw3oix+Cf7SZaSw3hISN4+ys4GwY9GjGfqOHiqGLWE+kJgxfZT1jpYdwo5TwxoY3vHMp/RRdwpgtoYiFaQY0amKbLvFKj6HpzR+hJWbHTa2MaqdVETqY/WxvpYJpDLg0JpNoiG9w+ho5hNeitRqprS4FSRUN7ghJrQxAt/o2fwipAtENaNAivzJNDf8GG9FtNrg4tCELsZJgjsRSjbaaH9/YtRd9bNDfy/fj4LC7Ihz7LmZXyhEESGje/o+jjbG2PTKptlvpqjbQ8LnR/uIF9i6y+bG96GjbUOnnv/i/khQbEjNtI+0JjMQosN4clYw30TOoa8HeER+Ma0JRIxrWxPrgm2yQfRn8QX94PxjRk2wscxwSNIZnf8NsbwZViU86PDGPRKwet5Jjf4VDHS0f4L7NNZp5iYSjqKm2zqJoUEQa+xmxXkNVaH8V/5r4L4PXxZss/8V//AEN/+KNJLTHetf4MwJ/op94s/gx+kiKh/wAHEbq2UTyuWjbOm9D/APPTYuD9REJMCckq7TI/rFH6NpCoSIkMQrbIY6ezFPSfCRn+CVE3Lu02JVC8HRtt+QsGr6ia2DumtoUuyBTZcZJshTv0+oC1A8a0Is0tsTjiY5pAgqYh09+CUI3Su46eCWhqsxV/jG/veCI2Ki2qXQiLxinIrcDVr7aKlv8AwdJEQmhWHojW9ywUuo6h6raPw7lF7037TFPBTYU6TUJaIUlaE7LlxVqmFYhu9spIbY36J2lYN1fiL/wjEoZ9ca1D3Q2vRtIbdKnDn7h5oaMdezdI3gu0SF0/mL2l9YaX0cMq5cQTRd48i+wcZO1DREhro1GUv6h7W1jii0MkbqopPY1VEUqGmPIRYpWi5MWIQsPuUvh4PpMYx00N8GK8bEfp7BIhBY8+Soi4sQw6IruH5h/prCQi6EuHCGNX34NE6d0Opjvn+jqxwfcF+Gtl8w/tDOaL4bgqGmhtHCKj3sX4ISvQ6hI2e0RE+kMNchrN9h9I7PolsQkaQyEH6g+sVSFXcC4N6Gp9EPf/ANC3BNN9F6JwdYtU9PREhl4LtE/KX/pYv6LbqKS/4JbBN8cF/wCFSKczfBsdNU8LncJlLOxaN0kJIeL9G2nCP0b10bqVQ1/w5Bk90dK/WN6Ex0JoqEgmXDcGPo2bET0inwgiCWvgvhGPBRWpUqjSQhuywIUnsZDerRmNijP0b6zQ+IaJdG7pDexBDjGw+INNatNzQ/1bK6heUSdj4JfCmjhRDTFuIfBJn3p/RSRjuFrHGskhPRROoTP0Epsf4bmUEoTZDQho/wD3D7KRsaWb/wBG60c/v/8AR/BC3lbGh/FlcJ8n/wCiXz38piY5YfXOHTDq7oTQyr/YNi0jwPFW4LCfMUu8JL+oZUVHCRP16IU0l0cTOJIt4UGXGqFsVEPy2NuhJiNjF0CGhfzMQl8mMSiN4zmSaYtosdiEZ2nU9Qat40R/H0ZN9HgndJl1EVtjw/BYgWoe4KcE/SLs1UTHJYOVTd2JJCQj9yEY2fkGLynGx2n6OLXBIrxMkGqxQaSP91Ioy2T0IraeMddqgubQ3V/mDWTpwc5Gidqmh1piYTFJpniaFrvo9hb2dqNpaodbdZ+OCJaQ9NIrS7MAvtDk0XBW9EoyF1sfZ0jlCsQ30hcETDRopo0TH4Y4Rw97EhdIbno0PnS80I2gWma6Ia9TP3H/AAGbexaaYm0xoxqiMuX9IuIKx4xvz4EQehuIf6NjYMehun0bZ+H8v4JCyRPh/pNEQ53BPzLXo/4QU+iYIh4c/gsHQwzSKxDa0dM9IfgtMesPDjg9qcNoTY1Z+HAu+iKLCGsFqHnSQbUSaEUokLXsanBM0QvX8IJI2LuhCQjwgNeVCDCVeC+xDcQxMrHN21N8L6GaLKMb7NxpjaOJDfINBViSTZYa+8HNPY9aHaMrtobEtU6MbFE/kiZ4TQ0RiCQ8wg0TN+D2bEcxIeLg/wCDDF/RpDpTYvEPbEoJtsUGsFDjG+MegvZ1/wCC+DFmCL1F0dCehFKX0T0JLTZKEyD01GIS4bS6L7/TTC6NXuPRTYlXwSsVCUXyF+kNCJIbHaIb7F1EenjD+4RamPHAmiGh6WZSQ/RtJDbjp4N6/BtamL4IQvsS1RRBOvCbIiQWmMcaEX8PvY5oemeEaE9MVbHMTY028Nfpr5XD5lZV+CEbxac9/wDG/wDrwmY//V4Q1a2ekKKejWm2Mhx/MKYhfp7No3vG3hvYx3QtRj+gqK56fou0hL4NkwJkgWyCWE3BxKmozCbfux1ssrHNXj9HvRC9vRsZDf8AhrH+EXmITmfTwXcXhPTZ7cXg4kn2+Ds+jVRBEXgym00zzrNU9o2BXoRREX4OylYQu6zQ/wCgb0monaelVsW29M03Y5IFqaIL7rTo1JpjSn0hXtwbTQ0NHIGp3CVTpXx3B9VcEuu7WmMcmOE00M6Wynt/GPzNfjFO60/3okKWNN/gW5dDvajNFRLemJHi2VTiHaFbv/4d5bpKtG50iuFRivIKiPsELg0bESNOCyQWv9H6mUL8Fmf0Fs85j7o+ydFeCwSw8NN6PeD+mMeGehLb3rBxNw/IK3Isbb9EVHw8j042hWHmLp1CTRI9o0ImtH0KU+2Q/aCLD5hCEufBsY2GwevBvY/zEdIoQXRNYVP0PTNiwt4Q1oQ0mFhqG1/DQzVFF4XtN0QhvBJiKI8LT06UmSHpv0/uOaHwpODwhcH9HDF3+YGjdClUJ/g2x20O2n6i7F3DmqQ9lrYukJCUwqVqYNJ1kF3Z/wDDIo2RousFD7TezT6I0p4K1RbdFSQuKNsTvH6JMTa20PiIa9o32MMdyrCmj87weIicGlvh4e4uFSs3ivofyeYQaN4nuqaVIBkjG2kMfuxv6NWUZRoY2KjR+wtKJoT+jRR62Rb7NzN/IyEzB7ExCczHBjHUJEIdQmoUZRk/f9NSvwSNIcaRWPZoT+zSrKik9Ixmww/4KEPsxtbwqJCT/RKT7wQh7ImSJlrC3zQr9l+9Yh/+DJs6GPgjSg3TSDxZhNsTlE8gloR6JQpH0XeD3pkixBpU69rZr8WEJqYaGTFpPgvnPmjYi/O/a/8AJGzZP/BIRPnv4wluGi7I6XDwOwe7t+n4bvglr9Gb2M16J9j0P8Foel0TQ3WU0XZWJ3RVVR8qNlFU+tClJJ+RC8KjhVw23KLliUGtfpJJ6/0ZM342NeI4M4V0yU0PnRro+Gs14qgnlHBk0I7/AEajrwR+Fggq1tCtpKvDn7BDozfQxrR+IVpp7NU/wG/VwdgYt9Y8P6Q3YVRPYvUF5Kj0C5jqbsYn7CqwQgSy08ROpe2x1v8ADkmlce9HB5kNzjp0Y6r0kTKtCeo34zTGNLaQz2hHdIxzH0DVpv0V2nvojFsIaNi7ilxLKeBupHov/UbgtfZNwbEEr9DUaSKjSGooLpBHSxZXkFpylJ8ohM81nZr7Y1RD6/eRIX6I6y4WHpY9GTGUcGEddY9cHKPaGj2Ibeih90oFh/GyjbL9aFNCxTjNskEVivzI5WG8IRMsYY/xiYMeIJLH+i6hfQnEIgsLOzQxoSUMIW/wQRweNYdE2ceS4hmxCkHoUWbGQaFMfuF94/nCkOoh+QVSesfwraZuN0yEMmgsozSG0NaoqkoJqtlkcIq10Wq+hpTnR6GsG0xtCTq3huQQo19s6NpkV0YfRjZITT1aZaDNronYMJjybQ+VHsWtivwUeDsqR1pHqbG9qjWu0QjVsjWnhY0SizMIWGhYZcTHmWzkxSP0gHirYyOGNcGhoS2QkYuEaGmIa+iCi9G8KbG4LTD1vgvivg8+rC4cWOBSNCun++jeCh2lHaQ9pT62LmEjo39CIhaWFNIQSDErghzBvYieejGuiS9NBeFiU6QWD/GP9KJ8OETYyo2v4N6Ls9DH2DetsfMJshr7NiR7wq8F0TvTXuX5RjlNTHlE3HSxaNUtZ4xeI+iMkUG7MJbY+i+KwjmViG8LCNm0x45T/B/HhvD+C+E/8X8J8d/HqG2hTQ+oW/5COwy89lDp8XgxagtxML7GjehsmdbH9HpNk/Dlu5+EBONpKR3r/pokhBKIRKQ7d4exIJemgkLvfCj0Nv7LYp5sdxNCDEtIamJvEEtDTGhRcZU8VKMRsgZr8CS1EXZxtDVbFzcYqQt3uyHsrxodnBvXWjurY29BsKLbRor2L4eCGzhGiVNJBRba2hoa2mS2N+Cy2lBNaK3Y2evwd/oOS/tIYyY9Mn1gO1DurZbVOmtiGqg0VsEVfhTcL+iWtNNDgakNvpi8zQ+WqLnZDQoSZOLTKI6aQtZiVTRrH0IkyXgoxj09MbSusaCIX50Y22e00R/h2LBN6Y82h0tmiL/o2uiih9C+Hg9OjNyD0VVi6ZdpD53FBUmhm1EhNz6kQm6+ixI2qYYjWdC+iHpsvJikinGEJfHYhjY2PBsYzbFi0T2hWG9i4eZ9nwg4Nfo0/RoemxPDRREGj/N/BXRsG+8MSGzfTRC0RDeGiQWmQomjdY034bQxtDFV5wd7MOWbCtDagqZ9BiaUGq1RMVJqvwZujSQ4ujIJRHhqJNY94KaGg6n3TZx2rsbH+kwyaTL9D/gtvRFBJG1qmnY/xiTb6VGoXSG/Bb0HaGyG0kQjTRRXHuNirHU4zbxewR/WEkHD8K1/4TCWxi1olDRF3Rtjwmxr7GPw9I2hoL0h+HIOj+xOi0qhXB1BM6N3F+Xn/ihDE9MTHsXNCSolRJUMqMYm0xigk9GhuLbPCYVsGhpOi5h8LKH9iSGh5R9NXMUZNUsG3ti2iwV+xaHfodeyCa8w/cL0u5s0JXYehuIY4L9D0xmsJCtR22NMLopTf9w2VGz0kVFol1jGeyiVPOCdPbhGjyDaQv8Aw5il4v8AxVGefFvN3hYfz1i/BZvx8x/PjcawSvePY2m/8g9iTcJP4xahjFfidBNorFdEURtxDqQjEL7HEn/xZErZESjgoKIblpjwx9jZuIR+ikWGqiG0oipsPDD2r0hIuI0juHsaa0QjTENdhPBIhM/Z6NKUZtNDI7CNwLhXmxDXkHpzjEyf9GHRtjltFgpaYm2/B0Eus4/gpovpjcSS/YT1ahx6dJIOS8TOS/8AGLvql1N7opS6aL6Qs6bweyOh/RtGoh/+CNNqaQtr6omv1NFRxjYcEJg32GHotfYmFqOIfYzcHYTISB+ENkwR40aNztFPrEbENdaNiNA3sZo1BtkQV8FlI/8A8jYg0VIZtQdS+CaQ+h/9C/g67GpUmQ6nP0TKJETfR4V+C06mNiswjuIM4hj8+jZQa2SLQtUJ3ovwbqpY55Bsk34OR1b+hsXQQwPiZNEwlRJCaeENbbI00mJVV6QSFZIWGxYawY48Ga8eE8bqxNieEJ5qL8HpwY1sY0xJCIOeiGtYf3hjyV0blxFSD5hg7GKsWssPaM5/Mur+Ya6yMNtXRBXY2vfBq2KiEgbTQ3f19G5jViW0UrRABEkQNxw/QbL0f6R4GmpSKv6OFGx00M2NxsTEWf8ASYzCkH8TwaPcY2vsb10YW/cK8QTQ3MlLTURHdGSX+iGaNMMY1seKJe0VUxtCCRT6XR66u0xW4yS5MPDQrCovxSN/X8IfaLskLR1MbS2VcG6N9pQxiCHOzDbmDdGYnHiu4ThNizfLXwRFh4WUUbPGNaNWLiHX2CnBg4xbYzRBLQtjZ+nBcIyRwkwms+w+dN6Oz9FSRsmbOUkFbohwu4IvRRLTE0xC2h6HeMaPBHqHBb+Brg2xo3dDDxiVWSE1oTQts66KaFqGqs70SMTyb6Gxf0pawrDk9wnscP6P7zdQf/r7lCpokPcT4bJ8FhT4IhrGsbF858oL4ISUX6LpJoSevejb2XRttvZVt9fRstmyqaPspmfqyBVGjXIT+y1I3VwSJVITqHkO2o1M9DNmhMRa6O3Y4pIWt0Nm2Q/oKWyHbaCRhDemKe7shCISGh6Gf4aWN4WEPEw+DpaHRLcJTUvCq9IltpCXbUfosxsoou9MVvvIhJK46KR4yQ1rfTYSZD4HnTSdIYnEMMjVH+PTO5fYsqEQUUg78sSJNJCHKJ+ipHJOaEpzQ2La0WNpQ2/TdGa/gLsYm2GiQaaiITxKS6htXfDU1RpoVRf8FVfNDwTaMsECodnBNIx2Syl9StZN68Z9jPZDzTcGa/2NUt6LohNaQvArjQw6XD/9hFW0xNIWQsLkOfDozpRRNbPJj9hLMG0PF2UezeXR6RU/D2QHO9Q2uDK3fBL97Gca8HjRrzTw3xIb8wpBbJa2JPU9GwnHCBLg8i6JllGwcoxjLw3jXuEIQmLLWbhjGJR6bOC1lwdwzVGP+USFwiIM8Ez9PGatDTRenOjYmQWm1BcG0Vffg2tbP1DY8b2RItifgsTbQ9MTgXdTHV6TYNRjEiPRSIUV9xp+x3CFcjb6Va2htfZ/GxhpxdG+oPemQnWSSvWJqG5Sh/bOkLFBGmhL8HoQrWMJbFUPNFaLVwTwriE/0Uf/AEaN/wBN0sEqjEKSIGjYJRi6aFDeubEk5D6Oeo+oafUf3VJw0Qy2aO+GxoexIgkJNbNi/o3zBPZwEShfBvQ6kNn8G4xtl3hRIQ4ei0q3RNDY9DYjQ2N0shq/isN5RDQx9ELF38FbwVNqjyBPw3GhDQ56aG2ULYhtIaSGuUaUIJrRCfSLBfwmto0eqjpC2RD2aI1HQQTRjUc4RCJhelYfaLCNZmmz8gxjf0sHU8MmE/BIaJrxsS2Uj7EqhCShy4XThL5jrL9HgqFuwadF9nnR3LK6N/8AhsufPioiXZ9GhUgzXyn/AIonxh5hIdy/ndl+dB+tEG+0IVJqbGl4Ri62h2tHITG66miSGqAqvREJcoiQaEzXH6Sh9Yh8ZujTmkQaHSLs9IbdlOH8n0aGBOaHsTLZQxtSiWBlbG0Q2ybH2jVPFThBkxCOjHg8Qht7NmXh4QXmonpkOHmkmiZsdOD79BCWvvY5uGqORbPpkRS3Ba2hqpQWHqrtFkir7RT2mJfQ/k+CEyWCbQQwt5Qppu7H10pXTWUYn4MH0co5Duh+6oxEvKJNQ/j8YibGpUhDdo6iGWpCcPYjSZMhxkE2g4iEx1aHi4EKaIgEhb3cL+GlbU3+Qtb2bhNn+gFVD8EtYMpsXRNj3cKZ0vTkcIJMXm7zo1RlHNmhtfgrevp7GHoTgmbnwuGqSYjwZqYRsTaJjnhHujepBrQ3BNiqm9VoQm0KoutrCYk000MGbh0guv6JFMmKCC+DPA5RjUGxvNeHNGjcwhN5e4mdTEY0h4L7eE/s/wAEbG+hpUaguUfdjEJlxS5dybG9o76aG8fY6k3RsYX36jwb5o8L9I2N6Q1UNVSHJDaeh/UN4ayUgq5JcI8Yg9MoY3++Mtfomcfg16tCRaEg48Ian0b0dGjT/wCnaOI9AUb2QDgZL3AoVsa4VmhiXBrdcH+Buj0E3odDKV7G2OC3dCEaKEKsngrdwr06hzcLW3so4vByKfo6g41xjpTxjC/RrekKROjmfM7HRaVKU1A9JFJWxjYzP0dHuMg4MjGki8H097svMMajKib1se4xv/yQhjxSiyvT6wrFobOUilNB4T3SrYpTYtG32SjTEhtU3s0+FiNqImDcQnWzZOxyRTgm+9E/C+C3DpjaEyoTRV6/C0b0bNz4Io/t5Q2IgeCRFhFo2LDh4F9ELBH8KNfRYMf4MdZFYWQ1heZ/WPaG1Bz4X4L4cxc+/BNlqGh4Qy45m52ayjmIzmGLGvvLFm/CE/fh5naqY8MpPzwq7RPIxtTg498IGilVkxUkaRJJaiwRJTGk6EzfBJFtJ8olcXDYsG0tkE/INe4ONitVYtp4L1BfqFIfWJ8DZdB0zmhKvRMnUx8J7Ho7SaNiFzFg1RRVJHRYx05/tHo2mJvrKUYkv+YVV86WnN1wejx9if0tmw0eTYpxUWg2WrlB+1pCvpCuv8FeO6Smqs5YmhLU/wBeDWaQm0bWmUgvzoadtoLLX/KLRjyBRqVfjovYr7RaPsaA36/gwKKX6Eu4LSCc6IToUJ7k+NnoAyCyIqLZpYJtxLZU8EPmMvoQ3o2Ukx23E00JGtkkgTeGjb0JPYkIdCIQy8HW16x2gRVdrOnzgoT8TRNJ/Y5OtgLJtlHTvBDvExKEvobrYWjQcrX7oaoymttYtO9EJ7NouxmsOInIxrBuDs6Y+axU0fBzY0y+0hrhEUjTqFNTJaa1iO4TIRs0bf3JqEFsbwoJpCLvHg4NjG9DKEWwbKUW8bKLgxODFtCLSiGqf5htno0MTWf8G/osOoQpx4Q2KiWh8HgnfBNbvTzCfuBoiGt2m/8Aovgju5sb/cdH/wDp/Gxq1wRuvs1Leh3mOWx0x7j+YBnYNvp9yYgx62VplGN6knqo4leoUVE3PSFs+4LZpighJJv+oYkPgOTY9JCiHyfQyT0N0J292CiTF4WilYuDUwT1aVviIoJHTwNinFWK6npCqGqTGO1RA+zqJ++dQidL30fiM1rb9Key4v0VsSRWWdw39FN8L/8ARJoLxHOHo/UVDajE7BtsZQsG2Ueht5uHR3BMhBFbG27f/RP0XWP4IWEK8ZESmxcEOA7qrKsMrQ1lRySFsStHpNDVNPCPiEb6h6G0cF0ajFq6NbgsY/DOrJ+FYtiUouHovDQ9scwpi/uHzDZBvaGNXWL6JbIvB26Ru/Z9s8FwW3oVTymfZP0v4I/w+t6G0a5B4jcKiPEK9PDo8PY0qTF+Xp7hfDmELCxB7Yyv/wAF/wCCPZmf+NxM8382ilpRjkYp1ik7fgrTRJ1i2A15Iictfwa6tP0SpSEeP4T0ZEH1SKhC2yUFhFWxu2UaIlEcQ8kKVE1OE0GvYNCNDcg7hDZT2EtI8HBKpSrE5HBu5Oj4LEZ1jerfEPrb+CVRSbEllJrSF6Ta/wDSINt4M1Lr1DNkxNFRsQqPbUi4Rb0ftJl2ndiHuCmnXsdMqVCFaSUHBPBGi0MemKa4oXSlGTpw9X2JYvKKN0GLovCgS0Kib1pQZ2TfRXWumLPLQo/0CR7Q6mmLHSRQTTOOLf2hOS2EY/Gy+8TFxHFRspENEa2jinpLp0LTEnuxuy6INZq/YlP2aLNImIbMR4IaeK0oKWhad0WKbNoSZC7GxOtkLpqq6Jrg2bTAIIQ0atIE3NiVd4K9HGsTGg6EtzBCN/B4ZaPexs5HpnmjkhU7e9DW9J4ODf0McY8tIpMuQNb5imicIRQRx/Y5VUcFrDIJLQmsTDYyrsbH3eDkHj+imKaohjx4VgvomnhZsNFHR70xrBw3RPZVhq6Jg0iC/ol9sY5cNdYuiejkILoSQf0yfuPzG+waoiEOXYlrpoIn0TY6RbT0JK+hXsxh1fwmiIkiM/WxJ6tELxIp4fVUKW4K3OIrXhZq2NiEtpjGo9+xIKBGjR7Ibo1a/BY7o1R6S0eVMRKXeEuCbRsowntC0KReCReDvg20JWWq4Bq1x0du6IRrf0K8tCTITTGmdmL1fCCv+jikMbTF2lWGyjYhioxnRM1QyD0aGhxMeqfo9rZPBoiGM3KMbRwSg0lsVGSRRjEy/CfNFcnx4LCehG+oSIQquhvGNXTzGhsWujdJYTU19C2kxIxQbTSxBEUbJRLWhQ0rY5UJxcLUN+CNHiYxeRC9OeCmUoI/Fhi29HGRTRvVGuk3CXQxNxn4JQb6G3vDekKsX6FsEhVuibgiEFj0Qcw92itcNJjj/DrIN+waw48P5rPKa+Fg8w3+GkNj0j3N+C7/AOOv/wCnqml8uT9RdWhMuvCt1rQu30OtbOCq2tCUmk9sWh2v/oigT9G86KX9Ynqc2noWubr9o12mM+FtspsRttht2GeCVsxr1wapKDSok2LE7iGSqfvaNXIkXGOGz6ND4DdbH6Y0lvg1jS4hdTInOsUY9X6ICC+7KkTRw62TYleE/wCCMa9/8Li2mn+rwbM1ax60NJKLCX9qxji9C9JIb/8AF6PbtDS4GXbwZMmxIYaBAkxrhkom9j5HJWkKujQfRGqT4XY09Gyni2i9vVO2T8F7fs3I4h6+scCV26LCv/wK2HKa/wClbZqFNMGX7NIngtL0I5V9Ek02NM9vTuf2oTW2UuCZXTW+WLeoaVREaLRsNxm0THwufsgrVCTo9pDcqn7sfpyLrVGuiumKtFUP7pj0jT2EFFUkbmUj0rBuXGiFPykQMqaYy7oYJdTZQNjoSaW56Pv/APJpoJTRkNV+C8F8GIcyxjWLpOzrE39H3PcNrRyfg0OWfg09mhoWnBP9JvRcTxE2P8YelolbRLQkCwUNjbVEzsWXwY2OxsYwxsZ9CKPCWCnB4Q/M1iITD/GMeLo8L8Z+Hiawa2QS4RraYxP+GnvDbgk2aNzhHcpBiX7l7EaH6I3aVQ10ZFTUE1DRM2anlaQYSwrU4RSGww0FsRuo1FDGiQ1SH0mOGx2kZ7xKr7HJjpHZOhLv6Nt14t1SjjXfRrcZ9GhCIKsbVL5qjML7Z1fB3wTsE+jT+9DSJQueE0zwJU/guff2xHJCtX/RDTI9iRJPkHXG6H3DFKPw2PuEjaFh4WjWlBNQrighyF7o2f6OvjF9CODTw9I74Nsa3SInot0gmMNWT57Exv4IuVlsokzgJ6LQ2fQNcNjEmxLSNAa0WDUfsJaaHOEHvgw34LfRIK7KiyG0fpT9FPYckNvnmHDvhsW/MXcg8RtFxsvgiItGOsa2NDQ5dFcealQoajYiGvogno/BCFtN4eCf0UZ3QivzNo6dQ3F81hFLr4WZ394h6FtH1oav/nS/FfNlw/jMPKPfjuIVsenjwu6z1jzLUolqGl7G202LhTZvCE6Mo01JUquobno0URKvwv8AKHr66mna01UO6+s4QpGnGii7w05jdlC1oTo7kg00ZL6In9/g6jHaiESINMa1psdL2DN226UWWxyc++khq4ujaELsb36HNHZDeGgLGn9Ud1ao/wChLV+dHeu3/wDoN0WqUa2niG0nDTJJMtJIf9pDob6hzcp2HftkNw/DXoKlx4Id2C0lBdUxulSey7UNWnP0VaNxsSVmNjcsUrwMC3GtQbuNpf8ASmqetDoTaK/gipPOCdNhNpBeut2GsTrANbpdvpa0HdeMWlmtChWnr0sn/wAIpU8jLRE1RNTKWod9JNbN2pMUXtFuIQk4MTKmICmykeKGcCOnr9N6tjdRjW2kIrKKKUkOSolqlRW5pEu/Tpn+ibNoU6Q83ThNm5G2p9ic6Iq7FM3o26aaYlWGsmciosT9+HCjHBlNDWyoocv7PwLsXX5hrdozx6PTXZJeMd07GoxL2kTYmN/gi9FGyNC2za/qIIghlwhaEIMbeDwcGNuaY7MczrDCeOiW/hRayxmkPZTw7iVHBf3H+mj/AEaIaHrgj/8AkjWL4bx/Ij0yDe8f0cNn2Eux7EisZ72Vsj1FrE3WivoZNiiaoicEJPBpDGeDjbFP1ISETEf0MSTRw9DW4Kql9HpPDX+wpNj16f7jRo/TaJw0Yi49Jf8AoiXBbYlrZ0PTEtEsNUa8aElEj20aP8HL1zhdGpfQkuU1fReeDSdyWa0M2njxR1shMViWd4dxum4U80mIbiE2jzmH/DYnWSMg9uGXD35whBaH41BtJvs770MXw3l/H8NfBfFRH4KNFsTUkZ34JxnPY96NDY0SM21ocmLbdE14+lKlum4nKvg0HCn7Qz9QY9M4pT7JydwsLZ148xf3E2Nwf7wvdDKv9H4MY/5h9FQxC8QolsYvTR95JExO1Dm8Hkq/KXRNJ4U41pDXnwlzv5z4eFKaKNjwt1/OEV/8plae86/8HCfB/B0k+6Jf5hVOGsY9bbo5uoVTohlUhj1GNf4GUP6GlIRPr9kje2P9Q20UlfSaKgTVI2cwzSQi1i9Iba7vpi2tUG9I2OtlLqFtj8NCb2tkJaG/TN3g+1aY/pFba2bJ4ZQfhq3hNjaOk0x9rl4x3TZus0m05CDD9SYse14g62/1jKkpVBtUdg7f9mLhr6EJvGbpMeYSoJ4b+abpoqQlFRD2m5T71dCQboO9FKriLKJl1glChfw8SZOV2L4/8Kshqll0K1CkK7RuBSEQVhcPtPIOd9pER6aXp+G4o5xjWxJVsqKXTbohUy9GxqI1SjWkJDvo6WE9EhNRxjWj2qPrdaIqY5Gh7a4VD8DRVoj/APRPRqAhM7HCdPVFJR800QvEJNPaG5vYm6OmPolhoKnoS6F41UdcuG7BIVrhG2aTkN2pLUMml+ohpGgsXWWa9Ge4O1HLY3WMQSPA6+PFjr9xfKN/ux/pd2jef4W/uCuEKXDNkH6iShYc2ITNYxj0Mb6GeDPfhTuSuF0WdCtFhDw0MduD/VhYTQoRv4QvwNxcv6OvgmrBm4NR4uyM/D8DCRIuGz6JwT90PemI4yVNknRqojGyIR4jiQ5hpIb0OXmGi7G9CH9K7osyIhw0bRRDo174hXwh5NBQOlRKengUpwbw7sq9F30rH1hcdyb+jZQm1DvgiRtdRZvQnyxOKkDDVHHhsRMQQe2Kbx5irVQpFhtTFJDWh3mbvHNjEye/CEJRCKRXMT4R4X/gxfMtNG3gu8Hn8EiPyxwYzZNmjRM+hK5s0i9FtaGJs8H3p9wW/SjfiZWPxjcJdjdZGJfhR+t9G6NjStIZvTEK0X6eimPEJT34RHmGK3DEh96auOBkSnWEhd0a9wT37RFnhxdLPDX0JXLuqf8AA6o7YKQSE9CYmVHD/Bhtp6P5ncyn8U/+EJlDrPTRPcEmO+5f5/6JYfnyb1h/CG/jP/Ck1Pseu2rrTP0XB8gIIeTuhcXN7ZdLGkqG0GNxcFJQTc+ComfCjwKMqcZ01RiRaSOptDqqmlujsuuFpfQf2CVejalErTQn0b2bIqXhBq/4OHpi2KTwZuumiPMjcD0w0hIlguijNa/Z9YCoyl7pNpjIxoVRBbv6JlJA3h6Gj2o79Jz+iDv09mkopHol7o8jJNSj00PW0xPLorYxIlLodbY+saaab8VFVUVCDhEYJF1v8HckhM5FWVCSvT5BmiaFbKKNvt1HdY1Q37QTTr0a1D22sK71qXQwk+oW+iISh9pbtEoS0ZkoLQbbrJFWMjc5pjKyGmQY9aaG1Kxs22aEh40vtoaCgkVQman4dZvASerwW7QwVDcHTWhNhy6f4ICbYKFGSYm0xy/Y8vEK4kmdRNEFN6Flrom6SQ8T8fhZggtvuJoWsUSS4z+DGPg3sZRlVv7hl3zBNEDSTv17g22+CJCXozkNg6x9I56GVGUaPCswsQQz3HvEIN6GGNje8f0MbXweF4ISE8TRz4sXwYg92j7sfCwsFsXTeIOoZ9joxaGmbwseYeB2zreKx3eIvBaRs9S+jcb0jr+ltHX+He+DKKFbhDX4Qpm3CPRaDHiIa2dZVr+iUc1Hs4sOdw1MRBGtFqoSQl/6LcUPuGNHAb9E9OMY4eaw68Kx3X7Th/o/WOf4U9jdQ0JOFaG4h5Rra9QmnTX/AES5sYoxk0n5h4xtNFQloqL+FKWlvFjeUrEytC0iqxlng4JwqHTlrOmxoWZvRBuC4heNoTRDiv6GYWFLR9zClyi5vwWyXBaLB+DgdYhtzRfz5SuzUJtIkLfo0avBp8S4xP8AweumkXKaQolUhsab/wBEoSj/AAYvRLOiW+xscCQ3+Y0+EfZJx47D0pTcIOPPRs6z8J3Q7SENDX0cboi4Xqn9NH1hiRsS9FtMZ/WNtoe9ja2IQlw+2J1FQ/aVjbQ3lngvj7hHp4i7YzzDFhIXBrbGN4+vgvDrfx8w+vLEN/FelJh/K9wvRYXHhdFhVMk5RlZ7b3s0UkmvBNq4jHq2jw+NCXSbssGFuFJtKoe5NlRX2dC1kUb+oO/XVO/jKJIqjm8VEjmjtbENBtdKvTo9s2eyE4JE/wCCI0aGyYxoVn1eMTNmxo2O1P6J0eh4bG2h2lNMcbJ1/wCEPW+thRgppsGgJVfopjirSE4tX6PTYWDRevUZsmK7BPUJN0tDTHc7YU/xDu/oaoPQ0iqaEH19tC1sKovsETSqE04hpNJbaQzaJiG9DQbaCsJN0a3eFYzRQl3v0ao/xFJJv6Eq37QijXgzpMc06xpu9F4P1Fy37BJ0eKPKQiSbkIdz/BH/AAdF+i1f6M7ggkNbY8s/+S9F+lnXSEztJMp7E9g7a0ig+gTGijjNYLNBkSHiqjSjhCJt+IcdaHGehzBjQY+6MZwr6cHiuXFbh4NjFsvBsPg3pmrnVC4cHNG4aM6f4xqtj7PujdcPz9H3/RdA1qHFR6FjwIv+D0zoU00OP8Fw8YukI9yxnIxNvDQ6Z4hHjw9Knp4zwJob0IXcQ8Jm5mjpHj4FpT1i42PgnokOBsfb/gmx9f8ARMN8KLbz4jxDH4KsDS2aI9g/o6X9H9C3D3/BUuHWImJRKCIMTjNxm2ripCELQkPGz7YXSPB+iw8RtBsQ+I20PI/0RN32hJJL+GiH/wAsKxtovtf/AEYxn/geq8NmtnWaIfo5DkaBui3/ANOJQo8Kx6F4Ft7EzQ9nePBJWa6j0WNvY4xj0Pjz4J4Tx0Y2cDREETX+jYtjpD4h6Y+f6XbPRbb/AIz7RdIW2Ma2x9QuzBcJxnL/AIMf/nXCtjwz7wsIm0eC8G+MH2anTjg26MWVSTYhJiMX0ZpxDB62NKiLaOCasSE3Dgb3BbQ3f8WG3C7G2mMw0eheH0LwscEtJi8GkbNDWxbTFw+sTQ/BrWPs6F1jbOkM6eFvYXpwIeiSPX8Pw4hM9R6WBt17HpYN4SiwuIg2PuC3oi0eNn//2Q==" class="fr-dib" style="width: 608px;"></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selepas&nbsp;</span><span><em>podcast</em></span><span>, lima&nbsp;</span><span><em>booth</em></span><span>&nbsp;interaktif hadir untuk memberikan pengalaman langsung tentang Indonesia sembari diiringi penampilan&nbsp;</span><span>band</span><span>&nbsp;dari&nbsp;</span><span><em>awardee</em></span><span>. Dua&nbsp;</span><span><em>booth</em></span><span>&nbsp;menyajikan hidangan khas Nusantara seperti nasi kuning dan cemilan. Tidak ketinggalan terdapat juga&nbsp;</span><span><em>booth</em></span><span>&nbsp;permainan tradisional Indonesia seperti congklak dan&nbsp;</span><span><em>booth</em></span><span>&nbsp;informatif mengenai keindahan Indonesia dari Sabang sampai Merauke beserta&nbsp;</span><span><em>photo booth</em></span><span>&nbsp;yang juga menyajikan pakaian tradisional Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Culture is a part of us and it makes us, become us,</em></span><span>&rdquo; Ujar Muhammad Hanif Fajar selaku Student Representative IISMA UM 2024.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Press Release ini ditulis oleh Marcello Ahimsa Hayamaputra, Sarah Khansa Alexandra Najla Dhau Arief, Alvin Tannady, dan Muhammad Arsyad selaku awardee IISMA Universiti Malaya 2024</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sering Tertukar, Berikut Perbedaan Reality Show dan Variety Show </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/sering-tertukar-berikut-perbedaan-reality-show-dan-variety-show/baca </link>
<guid> sering-tertukar-berikut-perbedaan-reality-show-dan-variety-show </guid>
<pubDate> Fri, 29 Nov 2024 15:45:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Meski serupa, variety show dan reality show memiliki konsep yang berbeda dalam menghibur penonton </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/sering-tertukar-berikut-perbedaan-reality-show-dan-variety-show/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/G8XRUvyoth.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sering Tertukar, Berikut Perbedaan Reality Show dan Variety Show</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp;</span><span>Ada banyak jenis program acara di saluran TV yang kerap menghibur penontonnya. Selain serial drama atau film, pertunjukan atau yang akrab disebut&nbsp;</span><span><em>show</em></span><span>&nbsp;juga menjadi salah satu pilihan bagi penonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada dua jenis&nbsp;</span><span>show</span><span>&nbsp;yang paling sering didengar oleh kuping penonton yaitu,&nbsp;</span><span><em>variety show</em></span><span>&nbsp;dan<em>&nbsp;</em></span><span><em>reality show</em></span><span>. Meski terdengar seragam, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh. Berikut,&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>rangkum perbedaannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Variety show</em></span><span>&nbsp;maupun<em>&nbsp;</em></span><span><em>reality show</em></span><span>&nbsp;merupakan pertunjukan yang bertujuan untuk menghibur penontonnya. Bagi para penggemar&nbsp;</span><span><em>Korean-pop</em></span><span>&nbsp;(K-pop), tentunya istilah tersebut sangat familiar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski memiliki pengucapan yang hampir selaras, keduanya memiliki konsep yang berbeda satu dengan yang lain. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dua Konsep Acara yang Berbeda&nbsp;</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>idntimes</em><em>.com</em>,&nbsp;</span><span>program</span><span>&nbsp;</span><span><em>variety show</em>&nbsp;</span><span>mendatangkan bintang tamu dalam acara hiburan tersebut. Sedangkan,&nbsp;</span><span><em>reality show</em>&nbsp;</span><span>merupakan program acara yang menunjukan kehidupan sehari-hari seorang artis atau idola.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perbedaan selanjutnya dari dua acara tersebut dapat dilihat melalui skenario yang dibuat. Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>Medcom.id</em>,&nbsp;</span><span>meskipun terdapat skenario yang mengatur jalannya syuting&nbsp;</span><span><em>reality show</em>,&nbsp;</span><span>acara tersebut dibuat seolah-olah terjadi secara natural. Sedangkan&nbsp;</span><span><em>variety show</em>,&nbsp;</span><span>terkesan lebih rapi dan sesuai dengan skenario yang telah disiapkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya,&nbsp;</span><span><em>variety show</em>&nbsp;</span><span>sendiri memiliki pewara sebagai orang yang mengarahkan alur acara. Pewara&nbsp;</span><span>lah&nbsp;</span><span>yang nantinya akan mengingatkan sesi-sesi di dalam acara&nbsp;</span><span>show&nbsp;</span><span>tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedangkan&nbsp;</span><span><em>reality show</em>,&nbsp;</span><span>karena tuntutannya yang harus terkesan natural, artis atau idol yang menjadi bintang utama pada acara tersebut akan mendapatkan arahan-arahan melalui perantara, baik itu kertas atau pesan yang diletakan di suatu tempat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nah,</span><span>&nbsp;itu tadi perbedaan dari<em>&nbsp;</em></span><span><em>variety show</em>&nbsp;</span><span>dan&nbsp;</span><span><em>reality</em>&nbsp;<em>show</em>.&nbsp;</span><span>Contoh&nbsp;</span><span><em>variety show</em>&nbsp;</span><span>yang bisa dijadikan bahan tontonan seperti Running Man, Going Seventeen, Knowing Bros, dan masih banyak lagi. Sedangkan rekomendasi untuk&nbsp;</span><span><em>reality show</em>&nbsp;</span><span>yakni In the Soop dan Young Actor&rsquo;s Retreat.&nbsp;</span><span><em><strong>(myy/ner)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ihwal Jukut </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/ihwal-jukut/baca </link>
<guid> ihwal-jukut </guid>
<pubDate> Sat, 30 Nov 2024 14:27:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di senja Melak, jagung menggantikan rindu akan jukut. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/ihwal-jukut/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LunUgNGqLt.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ihwal Jukut</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suri dan Lena sedang bermain di depan rumah mereka yang bergaya panggung menghadap sungai. Suri, gadis bertubuh kecil dengan rambutnya yang mengembang, tengah bermain masak-masakan dengan Lena, si adik yang hampir lebih besar dari si kakak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menu masakan kali ini sederhana. Dedaunan dan kembang-kembang yang dipetik dari halaman rumah mereka akan diolah menjadi&nbsp;</span><span><em>jukut salai</em></span><span>&nbsp;lengkap dengan&nbsp;</span><span><em>gangan</em>&nbsp;</span><span>asam&nbsp;</span><span><em>haruan</em></span><span>, seperti yang dulu sering dibuat oleh Mak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Iya, dulu. Sekarang, susah mendapat bahan inti dari menu itu. Tengkulak-tengkulak di kampung yang bernama Melak itu menguasai pasar dan menjual harga&nbsp;</span><span><em>jukut</em></span><span>&nbsp;jauh lebih tinggi dari sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya Bapak bisa saja menjaring ikan dengan sampan kecilnya. Namun, karena ada beberapa tetangga yang meminta bapak untuk memperbaiki atap dan dinding rumah mereka, Bapak lebih memilih menggunakan keahlian menukangnya. Karena itu juga, Mak sering mengomel tiap kali Bapak pulang dari menukang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sore itu pun bukan pengecualian, &ldquo;Cobalah selepas selesai menukang kelak&nbsp;</span><span><em>kita</em></span><span>&nbsp;minta diupah dengan&nbsp;</span><span><em>jukut</em></span><span>&nbsp;ketimbang dengan uang&rdquo;. Bapak yang sudah &ldquo;kenyang&rdquo; mendengarkan omelan Mak hanya menyeringai sembari menaruh alat tukangnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau diupah dengan uang,&nbsp;</span><span><em>kan</em></span><span>&nbsp;bisa ditabung. Kalau diganti dengan&nbsp;</span><span><em>jukut</em></span><span>, pastilah harus dimasukkan perut&rdquo;, sahut Bapak saat menaiki tangga memasuki rumah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suri dan Lena juga menyadari hal itu.&nbsp;</span><span><em>Saban</em>&nbsp;</span><span>hari belakangan ini Mak lebih sering memasak ubi dan daunnya ketimbang olahan&nbsp;</span><span><em>jukut</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sur, aku bosan hari-hari makan ubi&rdquo;, ujar Lena.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku pun bosan, Len.&rdquo; Sahut lesu Suri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi kata Mak, itu yang paling murah di pasar&rdquo;, pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku mau makan yang lain. Apapun. Apapun itu selain ubi!&rdquo;, Lena mengatakannya dengan setengah berteriak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah, silakan makan&nbsp;</span><span><em>salainya</em></span><span>,&nbsp;</span><span><em>Mbok</em></span><span>&nbsp;Lena. Sekalian aku sajikan dengan&nbsp;</span><span><em>gangan</em>,&nbsp;</span><span>ya!&rdquo; Suri menyusun &lsquo;masakannya&rsquo; di depan Lena dengan penuh khidmat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ah, ini lebih mirip&nbsp;</span><span><em>Nginang</em>&nbsp;</span><span>ketimbang makanan.&rdquo; pungkas Lena diiringi gelak tawa diantara mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah gurau canda mereka, seorang tetangga melintas di depan halaman rumah. Mata mereka terpaku pada orang itu. Lebih tepatnya, mereka terpaku pada apa yang ia bawa, yaitu keranjang anyaman rotan yang berisi jagung-jagung. Orang-orang di Melak memanggilnya&nbsp;</span><span><em>Busu</em></span><span>&nbsp;Johan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemilik beberapa petak tanah yang ia tanami jagung. Kebunnya tak jauh dari kampung. Bibitnya diperoleh dari Pak Camat sebagai bagian dari program Bupati kala itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Warga Melak dan sekitarnya diusung untuk mengolah lahan dan menyemainya dengan berbagai macam tanaman sumber karbohidrat, salah satunya jagung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Pak Bupati, berkebun lebih menguntungkan dan pemasukannya lebih stabil ketimbang menjadi nelayan. Juga lebih cocok untuk mendukung pembangunan daerah dengan memanfaatkan lahan hutan yang telah ditebang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konon katanya, program itu diperuntukkan agar mengurangi dana reboisasi hutan sekaligus bentuk balas budi Pak Bupati kepada para tengkulak&nbsp;</span><span><em>jukut</em></span><span>&nbsp;yang telah menyokongnya. Tengkulak bebas memonopoli sungai, sedangkan pemerintah mendapat pemasukan akibat transaksi lahan hutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sur!&rdquo; bisik Lena memanggil Suri, &ldquo;Pasti kebun&nbsp;</span><span><em>Busu</em>&nbsp;</span><span>Johan sedang panen besar!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suri hanya mengangguk. Kedua kepala mereka mengikuti arah keranjang itu. Terbayang di kepala mereka rasa jagung rebus. Berbeda dengan ubi, jagung memiliki rasa manis yang khas. Olahannya juga lebih variatif. Selain direbus, jagung juga bisa diolah menjadi&nbsp;</span><span><em>gangan</em>&nbsp;</span><span>bening juga bakwan. Bungkulnya pun dapat dikeringkan lalu ditancapkan pada tongkat kayu guna menggaruk punggung yang gatal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Segera setelah&nbsp;</span><span><em>Busu</em></span><span>&nbsp;Johan memasukkan keranjangnya, Suri dan Lena bergegas memakai sandal dan berlari menuju belakang rumah. Dari situ mereka berlari menyusuri jalan setapak menuju&nbsp;</span><span><em>darat</em></span><span>, sebutan masyarakat setempat ketika merujuk tempat yang arahnya berlawanan dengan lokasi sungai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Len! Kita lupa bawa keranjang!&rdquo; teriak Suri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bawa secukupnya aja dulu!&rdquo; sahut Lena yang mulai melampaui lari Suri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesampainya di tepi kebun, mereka berhenti sejenak. Mencoba mengambil nafas dengan suara mereka yang&nbsp;</span><span>ngos-ngosan.&nbsp;</span><span>Kebun itu mereka perhatikan dengan mata yang sesekali terkena peluh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Bah</em>,</span><span>&nbsp;kebunnya sudah gundul, Sur!&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pasti masih ada. Mungkin masih ada beberapa di tengah kebun. Lagipula, mana mungkin&nbsp;</span><span><em>Busu</em>&nbsp;</span><span>Johan memanen habis kebun seluas ini hanya seorang diri.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita ke tengah kebun? Bagaimana kalau kita tersesat di dalam sana? Hari pun mulai gelap.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kau mau makan jagung, tidak?!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lena hanya mengangguk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ayo!&rdquo; Suri berjalan sambil menarik tangan Lena memasuki kebun jagung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Benar saja, mereka harus masuk jauh ke dalam kebun jagung itu. Sepertinya&nbsp;</span><span><em>Busu</em>&nbsp;</span><span>Johan dibersamai beberapa orang dalam memanen jagung kali ini. Biasanya Suri dan Lena tidak harus masuk sedalam ini. Mereka pun membagi tugas. Lena mencari di bagian kanan, sedangkan Suri di bagian kiri. Keduanya berjalan sambil berpegangan tangan agar tak kehilangan satu sama lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Len!&rdquo; seru Suri sembari menunjuk bungkul jagung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka bergegas untuk mengambil bungkul itu. Setibanya di sana, tiba-tiba muncul sesosok pria dewasa dari balik rimbunnya tanaman jagung. Keduanya sontak berteriak dan berlari menjauh dari sosok itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Len! Tunggu!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Cepat, Sur! Habis kita kalau tertangkap!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara teriakan dan gemerisik pohon jagung yang mereka tabrak memenuhi kebun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak lama kemudian, mereka keluar dari kebun. Nafas mereka tersengal-sengal sama seperti ketika mereka sampai di kebun itu. Mata mereka terbelalak melihat ke sekitar kebun. Mencari sosok yang mereka jumpai dan berjaga-jaga jika sosok tersebut mengejar mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siapa orang tadi, Sur?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mana ku tau,&nbsp;</span><span><em>lah</em></span><span>!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untung dia tidak menangkap kita. Laju juga lariku,&rdquo; ujar Lena tersenyum memuji dirinya sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aneh.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aneh? Aneh kenapa?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Orang itu juga lari terbirit.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mengejar kita, kan?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukan. Dia lari menjauh dari kita.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Bah</em></span><span>. Kenapa kau tidak bilang?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagaimana mau bilang kalau kau berlari dan menjerit duluan!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jangan-jangan dia&hellip;eh, Sur! Tunggu!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum sempat Lena menyelesaikan kalimatnya, Suri berjalan cepat kembali ke dalam kebun. Mereka menyusuri tapak yang mereka tinggalkan ketika berlari keluar. Mengapa? Seperti Lena, Suri juga kadung terngiang dengan rasa jagung. Apalagi, jagung yang tadi mereka jumpai hanya sejauh gapaian tangan lagi. Seandainya jagung itu terambil, mungkin Suri tak perlu masuk lagi ke kebun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bungkul jagung dengan rumbai rambutnya pun kembali mereka lihat. Mereka mendekatinya dengan perlahan sembari memperhatikan sekitar. Langkah mereka terhenti ketika terdengar langkah kaki yang juga mendekati jagung itu. Mereka memperhatikan sosok itu yang semakin lama semakin jelas. Sosok itu ternyata lelaki. Tak jauh lebih tua dari mereka. Bercelana biru sepaha dengan baju berwarna putih kusam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rahmat!&rdquo; teriak Suri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siapa&nbsp;</span><span><em>kita</em></span><span>?&rdquo; sahut lelaki itu dengan ragu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Suri. Aku bersama adikku, Lena.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Anak&nbsp;</span><span><em>Tua</em></span><span>&nbsp;Syamsuri?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa&nbsp;</span><span><em>awak</em>&nbsp;</span><span>di sini?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kau sendiri kenapa di sini?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jagung.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sama&nbsp;</span><span><em>haq</em>&nbsp;</span><span>dengan kami.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suri dan Lena pun berjalan mendekatinya. Benar saja, sosok itu memang Rahmat. Tetangga mereka yang rumahnya sedang ditukangi oleh Bapak. Rupanya Rahmat juga melihat&nbsp;</span><span><em>Busu</em></span><span>&nbsp;Johan membawa panen jagung. Sepertinya ia melihatnya terlebih dahulu ketimbang Suri dan Lena. Karena itu ia sampai duluan di kebun jagung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berapa banyak yang kau dapat?&rdquo; tanya Suri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tak banyak. Baru dua.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami pun baru dapat satu ini.&rdquo; Suri menunjukkan sebungkul jagung yang baru ia petik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tadi aku pikir kalian anak buah&nbsp;</span><span><em>Busu</em></span><span>&nbsp;Johan, makanya aku lari dari kalian. Panen kali ini dia memang membawa beberapa orang untuk membantunya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lalu kenapa kau kembali?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku berpikir lagi saat mendekati tepi kebun, &lsquo;Mana mungkin&nbsp;</span><span><em>Busu</em></span><span>&nbsp;menyuruh anak kecil untuk membantu panennya.&rsquo; Sebab itu aku kembali.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita pulang saja,&nbsp;</span><span><em>yok</em></span><span>! Hari&nbsp;</span><span><em>dah</em></span><span>&nbsp;mulai petang,&rdquo; sela Lena yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka, &ldquo;Lagipula kita sudah dapat satu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ambillah punyaku. Biar satu orang dapat satu.&rdquo; ujar Rahmat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Wah! Terima kasih, Kak Amat!&rdquo; sambut Lena dengan mata berbinar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka pun meninggalkan kebun itu. Perjalanan mereka menuju&nbsp;</span><span><em>Laut</em></span><span>, arah yang merujuk ke area sungai. Angin beriringan menerpa daun nyiur yang berwarna emas diterpa sinar kantuk matahari sore. Suara gemericiknya bersanding dengan deburan air sungai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara-suara bak simfoni musik ini dapat didengar siapa saja yang berjalan di tepi kampung kecil yang berada di hulu sungai Mahakam itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suasana mereka kembali dipenuhi dengan canda tawa kanak-kanak. Walaupun, perasaan mereka tidak dapat berbohong. Mereka sadar dan sepaham bahwa apa yang baru saja mereka lakukan bukan sesuatu yang dapat dibanggakan di hadapan orang tua mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kendati demikian, pikiran itu mereka bungkus dengan gurau dan tawa. Untuk kali ini, dan semoga ini kali yang terakhir, kepolosan mereka harus digantikan dengan urusan perut. Mereka berjanji apabila salah satu dari Mak mereka memasak&nbsp;</span><span><em>jukut</em></span><span>&nbsp;lagi, mereka akan mengajak yang lain untuk ikut serta menyantap masakannya. Untuk sementara ini, biarlah jagung dahulu yang menggantikan&nbsp;</span><span><em>jukut</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, Mahasiswa Prodi Sastra Inggris FIB Unmul 2018, Koordinator Laboratorium Intelektual Humanawa</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Keterangan kata</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Salai</em></span><span>: Kuliner ikan yang diproses dengan cara diasap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Jukut</em></span><span>: Ikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Gangan</em></span><span>: Kuliner kuah sebagai pelengkap nasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Haruan</em></span><span>: Ikan Gabus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Kita</em></span><span>: Kata ganti formal orang kedua tunggal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Mbok</em></span><span>: Tante.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Busu</em></span><span>: Paman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Tua</em></span><span>: Gelar penghormatan untuk orang yang lebih tua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Awak</em></span><span>: Kata ganti informal orang kedua tunggal.</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembuka Parade Teater Sastra Indonesia: Berteater Dakadipta Membawa Naskah “Pagi Bening” ke Pementasan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pembuka-parade-teater-sastra-indonesia-berteater-dakadipta-membawa-naskah-pagi-bening-ke-pementasan/baca </link>
<guid> pembuka-parade-teater-sastra-indonesia-berteater-dakadipta-membawa-naskah-pagi-bening-ke-pementasan </guid>
<pubDate> Mon, 02 Dec 2024 16:11:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pementasan Berteater Dakadipta eksplorasi cinta dan kenangan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pembuka-parade-teater-sastra-indonesia-berteater-dakadipta-membawa-naskah-pagi-bening-ke-pementasan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sVeBfL8Lon.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembuka Parade Teater Sastra Indonesia: Berteater Dakadipta Membawa Naskah “Pagi Bening” ke Pementasan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Berlatar Teras Samarinda, Berteater Dakadipta sukses adaptasi naskah komedi &ldquo;Pagi Bening&rdquo; karya Serafin dan Joaquin A. Quintero saduran Sapardi Djoko Damono. Naskah ini dipentaskan di FIB Unmul pada Minggu (1/12) kemarin dalam parade Teater Sastra Indonesia angkatan 2022.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pementasan dibuka oleh Yanti Nur Wulandari selaku pewara pada pukul 16.20 dengan total 70 penonton.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Disutradarai oleh Ai Nasyrah Nurdea, pementasan ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sudah lama berpisah dan dipertemukan kembali di sebuah kesempatan. Keduanya mengenang kisah lama tanpa saling mengenal.</p><p style="text-align: justify;">Konflik dimulai ketika seorang lelaki tua, Lukman Hadi yang diperankan oleh Irdan menginjak rumput sembarangan. Sarah yang diperankan oleh Alipf Laila pun menegur sehingga terjadi perdebatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut menjadi pemicu terjadinya obrolan panjang hingga merembet pada masa lalu yang menyenangkan, mengharukan, hingga menyedihkan.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, riuh tawa penonton mengisi ruangan pada beberapa adegan. Diiringi pula dengan musik yang apik dan permainan cahaya yang halus dan sangat menyesuaikan dengan emosi dalam pementasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lengkap dengan tata panggung yang menggambarkan Teras Samarinda dan dikemas dengan begitu kreatif. &nbsp;Pementasan ditutup dengan pembacaan susunan kru produksi Berteater Dakadipta dan dokumentasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Usai pementasan, diadakan sesi diskusi karya yang diikuti oleh kru Berteater Dakdipta, penonton, dan dosen pengampu. Dipantik oleh pimpinan produksi, Widya Amanda dan Ai Nasyrah Nurdea selaku sutradara, sesi ini membahas mengenai proses kreatif, interpretasi naskah, hingga pesan yang ingin disampaikan dalam pementasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui pementasan tersebut, Ai ingin menyampaikan pesan tentang sopan santun terhadap orang lain. Karena bisa saja, orang yang kita temui ternyata adalah orang yang penting di dalam hidup kita.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dosen pengampu mata kuliah Teater, Muh. Al Fayed memberikan apresiasinya terhadap pementasan yang telah dilaksanakan. Ia juga mengaku memberikan kebebasan untuk tim dalam mengekspresikan dan mengembangkan kreativitas sembari mengarahkan agar dapat melihat perkembangan mahasiswa dalam berproses.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Koordinator Mata Kuliah Teater Sastra Indonesia, Eka Yusriansyah dalam interpretasinya menyebutkan kisah ini adalah transformasi dari Pagi Bening menjadi cinta yang hening. Eka menyoroti bagaimana interpretasi tim dalam mengadaptasi naskah yang diangkat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ini ditulis oleh Widya Amanda, Pimpinan Produksi Pementasan &ldquo;Pagi Bening&rdquo;</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>&nbsp;Berteater Dakadipta.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Paslon Beradu Gagasan, Debat Pemira FH Dinilai Berjalan Dinamis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-paslon-beradu-gagasan-debat-pemira-fh-dinilai-berjalan-dinamis/baca </link>
<guid> tiga-paslon-beradu-gagasan-debat-pemira-fh-dinilai-berjalan-dinamis </guid>
<pubDate> Wed, 04 Dec 2024 19:29:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gagasan Segar Warnai Debat Pemira FH </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-paslon-beradu-gagasan-debat-pemira-fh-dinilai-berjalan-dinamis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7FqtawD7Wl.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Paslon Beradu Gagasan, Debat Pemira FH Dinilai Berjalan Dinamis</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" id="docs-internal-guid-5a3c0829-7fff-bc90-ba94-ff5afede5d16" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-weight: 700; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">SKETSA</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&nbsp;<strong>&ndash;</strong> Nuansa yang berbeda mewarnai kegiatan debat terbuka dan kampanye akbar Pemira FH tahun ini. Tiga pasangan calon (Paslon) saling beradu visi misi dan program unggulannya dalam debat yang berlangsung pada Senin (2/12) malam lalu.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Debat terbuka yang digelar di Aula FH ini membawa angin segar bagi dinamika perpolitikan di  FH Unmul. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang didominasi aklamasi atau hanya satu paslon, kali ini mahasiswa disuguhkan pilihan dari tiga kandidat dengan latar belakang dan visi misi yang berbeda.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (BPPR) FH Unmul, Noval Akbar Ramadhan mengungkapkan rasa kagumnya atas antusiasme dari Keluarga Mahasiswa FH dalam Pemira tahun ini yang diikuti tiga paslon.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Sebetulnya ada empat paslon, cuma satu paslonnya itu terkendala administrasi dan juga keterlambatan waktu dalam pengumpulan berkas,&rdquo; ungkapnya saat ditanyai secara langsung pasca debat berlangsung, Senin (2/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Meski terdapat keterbatasan waktu, Noval menilai debat tersebut telah mencapai 80 persen target. Menurutnya antusiasme peserta tetap tinggi walaupun sesi tanya jawab dengan audiens tidak dapat dilaksanakan.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Paslon nomor urut 1, Muhammad Salman Al Farisy Khairurrijal bersama Amsal Boy Karto Siregar, tampil dengan semangat independensi. Mereka menegaskan tidak berasal dari struktur BEM sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&quot;Kami mengusung tema non intervensi, inklusif, dan sebagainya. Karena kami merasa dan memang dari independen,&rdquo; tegas Salman.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Lebih lanjut, Salman mengaku debat kali ini cukup intens dan menguras energi. Demikian pula Amsal. Ia mengungkap bahwa dinamika interaksi di antara pasangan calon sangatlah menarik.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Memang tadi ada sikut-sikutan. Namun, pada akhirnya saling mendukung satu sama lain,&rdquo; kata calon Wakil Presiden BEM FH nomor urut 1 itu saat diwawancarai langsung di waktu yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Selanjutnya, panelis debat yang merupakan mahasiswa FH 2021, Benidiktus Lasah melihat fenomena ini sebagai bukti nyata berkembangnya demokrasi di fakultas yang mengindikasikan pergeseran dari sistem aklamasi menuju proses pemilihan yang lebih terbuka dan kompetitif.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">Mahasiswa yang akrab disapa Leo itu pun turut memberikan pandangannya terkait jalannya debat. Ia menilai jalannya debat sudah cukup baik, namun memberikan catatan kritis tentang pentingnya menjaga etika berdebat.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0.0pt;margin-bottom:8.0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">&ldquo;Menurut saya (debatnya) sudah cukup baik. Meskipun memang ada beberapa koreksi yang harus disampaikan, seperti bagaimana ketika menyampaikan visi dan misi. Sebaiknya jangan terlalu menyerang personal dan membanding-bandingkan. Tetapi fokus pada substansi yang mau kita sampaikan,&rdquo; ungkap Benidiktus saat diwawancarai pasca debat terbuka malam itu.&nbsp;</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Calibri, sans-serif; background-color: transparent; font-weight: 700; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-alternates: normal; font-variant-position: normal; font-variant-emoji: normal; vertical-align: baseline; white-space-collapse: preserve;">(rla/ner)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rancang Bangun dan Lomba Balap Gokart Listrik, Mahakam Team Raih Penghargaan PLN ICE 2024 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rancang-bangun-dan-lomba-balap-gokart-listrik-mahakam-team-raih-penghargaan-pln-ice-2024/baca </link>
<guid> rancang-bangun-dan-lomba-balap-gokart-listrik-mahakam-team-raih-penghargaan-pln-ice-2024 </guid>
<pubDate> Thu, 05 Dec 2024 17:59:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Inovasi gokart Unmul menembus ajang nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rancang-bangun-dan-lomba-balap-gokart-listrik-mahakam-team-raih-penghargaan-pln-ice-2024/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TCVycyzoci.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rancang Bangun dan Lomba Balap Gokart Listrik, Mahakam Team Raih Penghargaan PLN ICE 2024</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mahakam Team yang beranggotakan mahasiswa FT Unmul berhasil meraih penghargaan sebagai Juara II Balap Gokart Listrik dalam ajang bergengsi PLN Innovation &amp; Competition in Electricity (PLN ICE) 2024. Acara yang diikuti oleh 53 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia tersebut, pada puncaknya dilaksanakan pada 5 &ndash; 8 November 2024 di Circuit Sentul International Karting, Bogor.</p><p style="text-align: justify;">PLN ICE merupakan kegiatan rutin tahun yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (PLN Puslitbang). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menjaring ide dan inovasi terkait bidang ketenagalistrikan.</p><p style="text-align: justify;">PLN ICE 2024 dapat diikuti baik mahasiswa maupun dosen. Rangkaian lomba yang diselenggarakan terdiri atas tiga kategori, di antaranya rancang bangun gokart listrik, kompetisi kendaraan hidrogen, dan idea competition. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada pelaksanaannya, Mahakam Team dari Unmul turut berpartisipasi sebagai peserta pada kategori rancang bangun gokart listrik. Dosen pendamping yang merupakan Koordinator tim, Fatkhul Hani Rumawan menyampaikan bahwa pada awalnya Unmul mendapat undangan dari Panitia PLN ICE 2024. Melalui undangan tersebut maka Kepala Program Studi Teknik Elektro, Didit Suprihanto menunjuk Bayu Ramadhani, mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Elektro FT 2021 sebagai ketua tim pada perlombaan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kepala Program Studi Teknik Elektro menugaskan Bayu untuk segera membentuk tim. Beliau juga menugaskan saya sebagai pembina untuk sekaligus mendampingi kegiatan tersebut,&rdquo; ucap Hani saat ditanyai secara langsung, Kamis (28/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan penugasan tersebut, Bayu kemudian menggaet tiga mahasiswa Prodi Teknik Elektro yakni Norman Arya Putra, Bintang Dwi Purwanto yang keduanya sama-sama Teknik Elektro angkatan 2022, dan Muhammad Wildan Faza yang merupakan angkatan 2022, serta seorang mahasiswa Prodi Teknik Industri angkatan 2021 yaitu Dieouf Ramma Allo To&rsquo;dang untuk bergabung sebagai tim.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Bayu selaku ketua tim mengakui telah melewati beberapa tahapan seleksi perlombaan tersebut. Mulai dari pembuatan proposal dengan menuangkan ide dalam bentuk perancangan desain gokart listrik, seleksi dalam bentuk presentasi dan wawancara, hingga akhirnya menjadi salah satu finalis dan mendapatkan pendanaan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah dinyatakan lulus dalam seleksi pendanaan, di mana beberapa &nbsp;anggota tim yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai kabupaten di Kalimantan Timur, dipanggil kembali ke kampus melalui surat Dekan FT Unmul kepada LPPM Unmul guna segera memulai merancang gokart listrik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dua minggu setelahnya itu lagi baru ada kabar kami lulus, baru habis itu kami dipanggil dari fakultas untuk balik lokasi dari KKN untuk rancang bangun gokart listrik,&rdquo; jelas Bayu saat diwawancarai di hari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Bayu juga membeberkan kelebihan yang dimiliki tim mereka sehingga dapat lulus dalam tahapan seleksi yang ada, yakni sistem BLDX menggunakan <em>water cooling</em> atau <em>liquid cooling</em> yang tidak dipakai oleh tim lain.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem pendingin yang dipakai oleh tim lain tidak begitu, memang ada sih tapi jarang dipakai,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, Mahakam Team turut merasakan berbagai kendala dalam perancangan lomba tersebut. Mulai dari minimnya pengalaman dalam lomba sejenis, dan tingginya biaya material yang dibutuhkan termasuk ongkos kirim, kurangnya ketersediaan pelatihan bagi mereka yang merupakan tim baru, hingga kurangnya alat-alat pendukung yang dapat menunjang perancangan mereka.</p><p style="text-align: justify;">Dieouf, salah seorang anggota tim menyatakan, sekitar 80 hingga 90 persen material dibeli dari pulau Jawa. Hal ini menyebabkan barang-barang yang di pesan datang dengan waktu yang bervariasi. Ini kemudian turut memangkas waktu mereka dalam merancang gokart listrik yang seharusnya dikerjakan selama 3 bulan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;PLN ngasih waktu kurang lebih 3 bulan, nah untuk beli bahan-bahannya sampai semua lengkap itu butuh sebulanan,&rdquo; tutur Dieouf di tempat dan waktu yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Dieouf melanjutkan, untuk perancangan gokart memerlukan sisa waktu sebulan dua minggu hanya untuk merakit hingga jadi.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya persoalan material, Mahakam Team juga merasakan kendala dalam hal finansial. Meski angka pendanaan yang diberikan oleh PLN sudah terbilang cukup besar, Mahakam Team tetap merasakan kesulitan akibat banyaknya material yang di pesan dari luar pulau, sehingga biaya kirim yang dikeluarkan juga cukup besar.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, Koordinator, Ketua, dan seluruh anggota Mahakam Team berharap agar ke depannya pihak fakultas maupun universitas dapat memberikan bantuan dan dukungan berupa pendanaan hingga tuntas. Selain itu, pengadaan pelatihan juga diperlukan guna menunjang pemahaman dan mengasah keterampilan mahasiswa, khususnya yang akan berpartisipasi sebagai peserta di ajang yang sama. <em><strong>(amg/opi/ali/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Parade Teater Sastra Indonesia 2024: Bangkitkan Semangat Kesenian dan Pelestarian Budaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/parade-teater-sastra-indonesia-2024-bangkitkan-semangat-kesenian-dan-pelestarian-budaya/baca </link>
<guid> parade-teater-sastra-indonesia-2024-bangkitkan-semangat-kesenian-dan-pelestarian-budaya </guid>
<pubDate> Thu, 05 Dec 2024 18:21:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sastra Indonesia FIB Unmul hidupkan teater </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/parade-teater-sastra-indonesia-2024-bangkitkan-semangat-kesenian-dan-pelestarian-budaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3bhaOvhNHA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Parade Teater Sastra Indonesia 2024: Bangkitkan Semangat Kesenian dan Pelestarian Budaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Program studi (Prodi) Sastra Indonesia FIB Unmul angkatan 2022 sukses menggelar Parade Teater Sastra Indonesia pada Minggu (1/12) hingga Rabu (4/12) kemarin. Dilaksanakan di kampus FIB Unmul, parade ini diikuti langsung oleh empat tim teater, di antaranya Berteater Dakadipta, Teater Seraya, Teater Kastara, dan Teater Sandikala.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hari pertama diisi oleh Berteater Dakadipta dengan membawa naskah &ldquo;Pagi Bening&rdquo; karya Serafin dan Joaquin A. Quintero saduran Sapardi Djoko Damono. Pementasan ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang sudah lama berpisah dan dipertemukan kembali di sebuah kesempatan. Disutradarai oleh Ai Nasyrah Nurdea, teater dibawakan dengan teknik penceritaan hingga pencahayaan yang apik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hari kedua diisi oleh pementasan &ldquo;Barabah&rdquo; karya Motinggo Busye oleh Teater Seraya. Pementasan yang disutradarai oleh Aditya Ananta Putra ini mengangkat kisah tentang seorang pria tua bernama Banio yang memiliki 12 istri. Dengan setting panggung yang memvisualisasikan ruang tengah, pementasan ini berkisah tentang rumah tangga Banio dan Barabah yang dihantui oleh prasangka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Teater Kastara memeriahkan hari ketiga dengan naskah &ldquo;Cipoa&rdquo; karya Putu Wijaya. Mengangkat isu eksploitasi tambang, pementasan ini disutradarai oleh Muhammad Refinaldi. Diramaikan oleh banyaknya aktor yang terlibat, pementasan ini bercerita tentang permasalahan korupsi, kolusi, dan eksploitasi yang dikemas dalam kurang lebih satu jam pementasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Petang di Taman&rdquo; karya Iwan Simatupang yang digarap dan dipentaskan oleh Teater Sandikala kemudian menjadi penutup di hari keempat. Pementasan ini disutradarai oleh Mutmainnah Bahrun dengan mengadaptasi latar Taman Samarendah ke dalam panggung. Naskah surealis khas Iwan Simatupang yang digarap dengan berani oleh tim produksi ini menceritakan tentang perasaan hampa, kehilangan arah dan harapan terhadap realita kehidupan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selama empat hari, seusai pementasan, diadakan diskusi karya yang diikuti oleh kru produksi, penonton, dosen pengampu teater dan dosen di lingkungan FIB Unmul. Tidak hanya itu, praktisi dan pegiat sastra, kesenian, dan kebudayaan di Samarinda juga turut mengikuti diskusi karya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sesi diskusi karya ini membahas mengenai proses kreatif sejak awal pemilihan dan bedah naskah sampai pementasan, serta interpretasi. Tidak hanya itu, kritik dan saran juga turut dibahas pada sesi tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup di hari terakhir pementasan Parade Teater Sastra Indonesia, diadakan pembacaan nominasi untuk memberikan apresiasi terhadap tim yang sudah menunjukkan kreativitas dan pementasan terbaiknya. Pembacaan nominasi dilakukan langsung oleh Ketua Panitia Parade Teater Sastra Indonesia 2024, Awanda Erna Pasutri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nominasi pertama merupakan nominasi aktor terbaik yang didapat oleh Muh. Waldiamar Prasetyo dari Teater Sandikala yang memerankan Pria Tua pada pementasan Petang di Taman. Sementara itu, Amelia Saputri yang berperan sebagai Barabah dalam pementasan Barabah oleh Teater Seraya mendapat nominasi sebagai aktris terbaik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Awanda kemudian melanjutkan pembacaan nominasi pemeran pembantu pria terbaik dan pemeran pembantu wanita terbaik yang masing-masing didapat oleh Ivansyah Hafiza Rafa sebagai Adibul di Pementasan Barabah dari Teater Seraya dan Nabila Azkiya sebagai Perempuan di Pementasan Petang di Taman dari Teater Sandikala.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nominasi selanjutnya adalah penyutradaraan terbaik yang didapat oleh Pementasan Petang di Taman dari Teater Sandikala. Diikuti dengan nominasi penata setting terbaik yang didapat oleh Teater Kastara melalui Pementasan Cipoa. Sementara itu, nama Risqi Yanuar dan Nur Khamidatul Awaliyah dari Berteater Dakadipta masing-masing &nbsp;keluar sebagai penata rias dan &nbsp;kostum terbaik serta penata cahaya terbaik.</p><p style="text-align: justify;">Awanda menutup pembacaan nominasi dengan membaca nominasi aktor favorit dan aktris favorit yang masing-masing didapat oleh Khairunnisa sebagai Tivri di Pementasan Cipoa dari Teater Kastara dan Alipf Laila sebagai Sarah Kirana di Pementasan Pagi Bening dari Berteater Dakadipta.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Parade Teater Sastra Indonesia 2024 ini tidak hanya dihidupkan oleh pementasan teater dan pembacaan nominasi. Tetapi juga diiringi harapan agar pementasan ini tidak hanya berhenti di Parade Teater yang diadakan tahun ini dan bisa menjadi langkah dalam membangkitkan semangat kesusastraan, kesenian, dan kebudayaan di Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ini ditulis oleh Widya Amanda, Anggota Divisi Publikasi dan Dokumentasi &nbsp;Parade Teater&nbsp;</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>Sastra Indonesia 2024.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati HAKTP 2024, Perempuan Mahardhika Samarinda Gelar Diskusi Publik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringati-haktp-2024-perempuan-mahardhika-samarinda-gelar-diskusi-publik/baca </link>
<guid> peringati-haktp-2024-perempuan-mahardhika-samarinda-gelar-diskusi-publik </guid>
<pubDate> Fri, 06 Dec 2024 15:56:01 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jurnalis perempuan soroti patriarki di media </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringati-haktp-2024-perempuan-mahardhika-samarinda-gelar-diskusi-publik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/elZF2a8Inf.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati HAKTP 2024, Perempuan Mahardhika Samarinda Gelar Diskusi Publik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP), Perempuan Mahardhika menggelar diskusi bertajuk Perempuan Lawan Kekerasan dan Diskriminasi, Kamis (5/12). Bertempat di Aula Kantor PWI Samarinda, acara ini dihadiri oleh wartawan dari berbagai media, termasuk pers mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diskusi ini berangkat dari kegelisahan atas minimnya peran media dalam menangani kasus kekerasan seksual, terutama di lingkungan kerja jurnalis.</p><p style="text-align: justify;">Perwakilan dari Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim Tri Wahyuni turut hadir dalam diskusi tersebut. Dirinya menyoroti akar permasalahan dalam ekosistem media yang masih dipengaruhi budaya patriarki.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau ngomongin patriarki, dulu itu media sangat patriarkis. Namun, saat ini kita melihat jurnalis perempuan berkembang secara kuantitas. Harapannya, peningkatan kuantitas ini bisa mempengaruhi peran media dalam mendukung isu-isu perempuan dan anak,&quot; terang Tri Wahyuni, Kamis (5/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dari Perempuan Mahardhika Samarinda Refinaya menekankan bahwa tantangan besar saat ini masih terletak pada lemahnya penegakan hukum. Ia mengungkapkan meskipun Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) telah disahkan, penerapannya masih sering berbenturan dengan aturan lain seperti Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) atau Undang-Undang Perlindungan Anak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diskriminasi yang dialami jurnalis perempuan ternyata tidak hanya berupa pelecehan seksual. Seorang paralegal dari Perempuan Mahardhika Samarinda Disya Halid, menyoroti minimnya upaya perusahaan dalam memenuhi hak-hak pekerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Perusahaan media harusnya punya SOP (<em>Standard Operating Procedure</em>) sendiri untuk melindungi jurnalis perempuan. Biasanya jurnalis perempuan mengadvokasi ke AJI (Aliansi Jurnalis Independen) atau PWI (Persatuan Wartawan Indonesia),&rdquo; tegas Disya dihari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, peserta diskusi menekankan pentingnya kebijakan internal perusahaan yang jelas untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual dan diskriminasi. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja. <strong><em>(xe</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>l/myy)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Raja Inggris, Raja Jawa, dan Presiden Amerika </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/raja-inggris-raja-jawa-dan-presiden-amerika/baca </link>
<guid> raja-inggris-raja-jawa-dan-presiden-amerika </guid>
<pubDate> Sat, 07 Dec 2024 17:58:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dari raja hingga BEM kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/raja-inggris-raja-jawa-dan-presiden-amerika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3PBv24I38r.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Raja Inggris, Raja Jawa, dan Presiden Amerika</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Akhir-akhir ini, percakapan di media sosial ramai dengan pembicaraan perihal &apos;Raja Jawa&apos;. Beberapa puluh tahun lalu, pada November 1997 pembicaraan tentang Raja Jawa pernah dibawakan oleh WS Rendra di Taman Ismail Marzuki dalam sebuah pidato kebudayaan bertajuk &apos;Megatruh&quot;. WS Rendra membandingkan &apos;ruh&apos; kekuasaan Raja Jawa dari masa ke masa dan membandingkannya dengan Kerajaan Inggris.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebagian dari kita mungkin sudah tahu legenda Kesatria Meja Bundar, sekumpulan kesatria yang dipilih oleh Raja Arthur. Di momen- momen tertentu, Raja Arthur akan memanggil mereka dalam sebuah meja bundar yang melingkar. Kesatria-kesatria Itu ada untuk menjadi penyeimbang kekuasaan Raja Arthur, memberi masukan bahkan mengkritisi sang raja. Oleh karena itu, dalam berbagai lukisan digambarkan bahwa kursi Raja Arthur sama tingginya dengan para kesatria. Lukisan itu menggambarkan posisi mereka yang setara dan tidak berada di bawah sang raja.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pidatonya, WS Rendra menggambarkan bagaimana legenda fiktif itu selaras dengan watak kekuasaan Raja Inggris di dunia nyata. Di tahun 1215 misalnya, Raja John menandatangani sebuah dokumen bernama Magna Carta. Berdasarkan dokumen tersebut, terbentuklah sebuah badan parlemen yang terdiri dari para baron-baron dari berbagai wilayah kerajaan di Inggris. Mereka kemudian bertindak sebagai &apos;pengawas&apos; raja. Artinya, raja tak lagi berkuasa sepenuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Berbanding terbalik dengan raja-raja Jawa di periode yang sama. Dari Ken Arok hingga Panembahan Senopati, raja-raja Jawa adalah mereka yang berkuasa secara absolut. Titah raja adalah sabda Nabi, bahkan firman Tuhan yang tak bisa dibantah.</p><p style="text-align: justify;">Kerajaan-kerajaan di Jawa dan berbagai daerah lain di nusantara telah runtuh. Berganti dengan sebuah republik (berasal dari kata &apos;res publica&apos;, yang berarti &apos;kepentingan publik&apos;) yang kita kenal sebagai Republik Indonesia. Namun, watak Raja Jawa itu masih bertahan. Mulai dari Soekarno yang sempat menasbihkan dirinya sendiri sebagai &apos;presiden seumur hidup&apos;, hingga Soeharto yang berkuasa selama tiga puluh tahun lebih lamanya.</p><p style="text-align: justify;">Saat itu, setahun sebelum reformasi, WS Rendra membawakan pidato bertajuk &apos;Megatruh bukan tanpa alasan. Megat artinya memutus. Di situasi krisis di mana kekuasaan Soeharto berada di ujung tanduk, besar harapan WS Rendra agar berakhirnya kekuasaan Soeharto menjadi tonggak awal &apos;terputusnya&apos; watak kekuasaan absolut raja-raja Jawa.</p><p style="text-align: justify;">Reformasi telah sekian tahun berlalu. Presiden Indonesia tetap selalu berasal dari Jawa Termasuk Jokowi, yang awalnya diharapkan dapat menjadi megatruh itu, dengan keberadaannya yang berasal dari latar belakang sipil tanpa orang tua yang berasal dari kalangan elit tak seperti presiden-presiden sebelumnya. Namun, ia justru membangkitkan kembali mitos Raja Jawa itu.</p><p style="text-align: justify;">Jika WS Rendra berbicara tentang Raja Inggris dan Raja Jawa, izinkan saya menambahkan tentang Presiden Amerika. Tepatnya Presiden Pertama Amerika, George Washington. Setelah dua periode kekuasaannya, la memutuskan tidak mencalonkan diri lagi dan kembali menjadi rakyat biasa. Padahal, belum ada konstitusi yang mengatur pembatasan dua periode kekuasaan presiden saat itu di Amerika. Namun ia sadar, la perlu memberikan pelajaran kepada generasi selanjutnya untuk membatasi kekuasaan, termasuk kekuasaannya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kontradiktif dengan Jokowi si Raja Jawa (atau lebih tepat saya sebut Mulyono?) yang sempat mewacanakan perubahan konstitusi agar dirinya dapat berkuasa untuk periode ketiga. Kita juga melihat bagaimana di Pilkada serentak ini, ia nyaris banyak membuat daerah berakhir dengan kotak kosong dengan mengkonsolidasikan berbagai partai hingga hanya menyisakan PDIP. Secara waktu maupun ruang, ia berusaha keras untuk mempunyai kekuasaan yang mutlak.</p><p style="text-align: justify;">Memberikan harapan &lsquo;megatruh&rsquo; itu kepada pemerintahan selanjutnya (yang juga menang atas cawe-cawe Jokowi) tentu merupakan sebuah hal yang sangat naif. Namun pertanyaannya kini, apakah harapan &apos;megatruh&apos; itu dapat diberikan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa yang dalam beberapa tahun ini kembali turun ke Jalan berdemonstrasi? Apakah harapan memutus. &apos;ruh&apos; watak kekuasaan yang absolut itu dapat terwujud?</p><p style="text-align: justify;">Tanpa mengurangi sedikitpun apresiasi, izinkan saya menjawabnya dengan sedikit sinisme. Di kampus saya sendiri, Universitas Mulawarman, Pemilihan Raya BEM KM Unmul berakhir dengan calon tunggal. Dilakukan dengan kesengajaan hingga calon pesaing tak dapat mendaftarkan diri. Peristiwa itu berdekatan dengan cawe-cawe Jokowi di Pilkada serentak, yang (ironisnya) kemudian membuat mereka turun ke jalan.</p><p style="text-align: justify;">Rekonsiliasi memang akhirnya telah terjadi. Calon pesaing itu akhirnya memimpin salah satu divisi di BEM KM Unmul (yang justru mengingatkan saya akan Prabowo yang menjadi Menteri Pertahanan setelah Jokowi mengalahkannya di 2019).</p><p style="text-align: justify;">Namun tulisan ini dibuat memang bukan untuk membela atau menyerang pihak mana pun. Tulisan ini adalah &apos;peringatan darurat&apos; bahwa jika kekuasaan dalam bentuk apapun tidak boleh mutlak dan absolut. Jika saat menjadi mahasiswa sudah membiasakan diri dengan cara-cara seperti itu, maka apa bedanya mahasiswa ini dengan kekuasaan yang mereka kritik?</p><p style="text-align: justify;">Seperti kata pepatah lama itu, &apos;&rsquo;<em>power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely</em>&apos;&rsquo;.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Al Fatih, Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022</em></strong></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini juga bisa dibaca di Majalah PDF Sketsa Edisi ke-44&nbsp;</em></strong></p><p style="text-align: justify;">(<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Baca: <a href="https://bit.ly/MajalahMinatOrmawa" target="_blank">Majalah PDF Sketsa Edisi ke-44</a>)</span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Luluskan 1509 Wisudawan di Gelombang IV, Unmul Berikan Layanan Khusus bagi Disabilitas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/luluskan-1509-wisudawan-di-gelombang-iv-unmul-berikan-layanan-khusus-bagi-disabilitas/baca </link>
<guid> luluskan-1509-wisudawan-di-gelombang-iv-unmul-berikan-layanan-khusus-bagi-disabilitas </guid>
<pubDate> Sat, 07 Dec 2024 21:33:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wisuda Unmul Gelombang IV tahun 2024 hadirkan cerita inspiratif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/luluskan-1509-wisudawan-di-gelombang-iv-unmul-berikan-layanan-khusus-bagi-disabilitas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8nP2laYCNV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Luluskan 1509 Wisudawan di Gelombang IV, Unmul Berikan Layanan Khusus bagi Disabilitas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unmul kembali meluluskan wisudawan dalam perhelatan Wisuda Gelombang IV, Sabtu (7/12) di GOR 27 September Unmul. Prosesi ini diikuti 1509 wisudawan program sarjana, magister, hingga doktoral dengan ratusan lulusan menyandang predikat lulusan terbaik dengan masa studi tercepat dan nilai tertinggi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui sambutannya di akhir acara, rektor Unmul Abdunnur menegaskan para wisudawan merupakan lulusan siap kerja. Hal tersebut didukung dengan modal dari gelar akademis yang diperoleh dan kompetensi yang didapat selama menjalani masa perkuliahan. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan gelar akademis dan kompetensi yang telah dilayakkan, para wisudawan dan wisudawati memiliki modal beragam untuk&nbsp;</span><span><em>melimpis</em></span><span>&nbsp;karir dan bekerja di tengah masyarakat,&rdquo; katanya, Sabtu (7/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur turut menyampaikan harapannya agar para wisudawan terus melangkah secara optimis untuk berkarya, berinovasi, adaptif, kreatif, dan berintegritas. Wisudawan memiliki bekal ilmu pengetahuan yang telah diperoleh serta menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadilah generasi yang tidak hanya mengikuti arus, tetapi juga mampu menciptakan gebrakan baru,&rdquo; pesannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Abdunnur menekankan pentingnya memperkuat hubungan dengan sesama alumni dan memiliki peran penting dalam berkontribusi di masyarakat. Ia juga berpesan agar para lulusan mampu beradaptasi di era digitalisasi saat ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah seorang wakil wisudawan dari FT, Harga Putri Sitohang dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih kepada segenap sivitas akademika Unmul. Dirinya berterima kasih atas segala dukungan di setiap proses perjalanan menuntut ilmu hingga sampai di tahap kelulusan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harga juga menyampaikan rasa bangganya pada para wisudawan yang dinyatakan lulus pada Wisuda Gelombang IV ini. Ia berpesan, agar para lulusan tetap menghadapi masa depan dengan semangat dan berintegritas sehingga mampu berkontribusi untuk diri sendiri dan masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya mengajak rekan-rekan semua untuk selalu semangat, menjunjung tinggi nama baik almamater Unmul. Mari kita terus berusaha untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, memberikan kontribusi nyata dimanapun kita berada,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Unmul Berikan Pelayanan Khusus kepada Penyandang Disabilitas</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terpisah, salah seorang wisudawan penyandang disabilitas asal FT Airlangga Raima Putra terlihat turut mengikuti prosesi Wisuda Gelombang IV Unmul tahun ini. Ia membagikan cerita dan rasa syukurnya karena telah usai menyelesaikan pendidikannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Airlangga mengaku mendapatkan pelayanan khusus dari pihak Unmul dalam melaksanakan wisuda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sudah koordinasi sejak kemarin dengan pihak Unmul untuk disediakan kursi roda,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam prosesi wisuda sendiri, Airlangga dihampiri langsung oleh Rektor dan Dekan FT untuk prosesi penyematan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Airlangga juga membagikan pengalamannya dalam menjalankan perkuliahan dengan fasilitas di Unmul. Ia mengaku, di tahun pertama perkuliahan belum bisa mengakses fasilitas yang inklusif untuk disabilitas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tahun setelahnya setelah di gedung baru, itu baru ada akses untuk saya, seperti kursi roda dan lift,&rdquo; beber Airlangga.</span></p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, Airlangga mengaku bisa melanjutkan pendidikan karena didukung oleh lingkungan yang ramah dan teman-teman yang selalu sedia dalam membantunya menjalankan proses pendidikan. <strong><em>(ner/zwg/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Libatkan Mahasiswa dalam Permasalahan Masyarakat Secara Langsung, FH Unmul Terapkan Metode PJBL </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/libatkan-mahasiswa-dalam-permasalahan-masyarakat-secara-langsung-fh-unmul-terapkan-metode-pjbl/baca </link>
<guid> libatkan-mahasiswa-dalam-permasalahan-masyarakat-secara-langsung-fh-unmul-terapkan-metode-pjbl </guid>
<pubDate> Mon, 09 Dec 2024 20:11:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa FH Unmul kini belajar langsung melalui proyek lapangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/libatkan-mahasiswa-dalam-permasalahan-masyarakat-secara-langsung-fh-unmul-terapkan-metode-pjbl/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1HOGPh8AHZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Libatkan Mahasiswa dalam Permasalahan Masyarakat Secara Langsung, FH Unmul Terapkan Metode PJBL</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Tak sebatas pada pembelajaran teori, FH Unmul kini mengadaptasi metode Project Based Learning (PJBL) dalam kelas perkuliahan. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi.</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Dari peraturan tersebut, PJBL ini kemudian menjadi salah satu program yang dikembangkan untuk mewujudkan keterlibatan mahasiswa dalam menemukan solusi dari suatu persoalan. Mahasiswa, dalam penerapan proyek ini akan turun langsung ke lapangan untuk menganalisis serta mencari jalan keluar dari sebuah kasus.</span></p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, dalam suatu lingkungan, kasus sengketa tanah menjadi permasalahan paling krusial dalam suatu daerah. Mahasiswa kemudian dibentuk menjadi beberapa kelompok lalu melakukan studi baik secara literatur, ataupun berinteraksi langsung dengan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemudian akhirnya akan dibuat sebuah <em>legal opinion</em>, pendapat hukum, <em>legal opinion</em> yang kita juga sudah ajarkan di mahasiswa sebelum turun ke lapangan itu,&rdquo; jelas Nur Arifudin selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FH Unmul saat ditemui langsung pada Selasa (26/11) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">FH Unmul sendiri sudah menerapkan metode pembelajaran ini sejak tahun 2024. Tak tanpa alasan, penerapan ini juga dilakukan sebab menjadi salah satu indikator penilaian suatu prodi untuk menaikkan predikat akreditasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Nah</em>, nanti kalau mau akreditasi Unggul syaratnya harus hampir 80 persen lebih itu <em>project based learning</em>.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Implementasi PJBL ini juga menjadi suatu evaluasi bentuk pembelajaran dulu dengan masa kini. Arifudin pun membandingkan bagaimana perkuliahan yang ia alami dulu hanya sebatas dosen mengajar, kemudian mahasiswa bertanya tanpa ada pembelajaran yang inovatif seperti sekarang.</p><p style="text-align: justify;">PJBL menjadi jawaban ketika kampus dicap sebagai aktivitas yang hanya berpaku pada teori dan buku. Sehingga dari pola pembelajaran tersebut, ilmu yang ada bisa diterapkan langsung sebagai solusi permasalahan yang riil terjadi di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti suatu saat kalau mahasiswa kita jadi aparat penegak hukum, jadi tahu situasi. Kamu kalau ke sana menghadapi orang seperti ini, begini caranya. Jadi enggak kaget lagi ketika sudah jadi jaksa, jadi hakim, jadi polisi,&rdquo; sebut Arifudin.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai pengenalan terkait PJBL kepada mahasiswa, Arifudin mengatakan ia sudah meminta diadakan sosialisasi oleh BEM ataupun DPM. Kedua lembaga fakultas tersebut juga diharapkan bisa melakukan pemantauan sebagai bentuk survei terhadap implementasi pola pembelajaran anyar tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya mempertimbangkan survei dari sudut pandang mahasiswa, Wakil Dekan FH tersebut juga mengatakan, akan ada pertemuan untuk mengevaluasi PJBL ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi yang jelas di akhir penilaian studi harus ada <em>output</em> laporan dan sudah ada beberapa contoh laporan yang diserahkan ke Polres.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menilik penerapannya di perkuliahan, PJBL sendiri punya implementasi yang berbeda-beda dari setiap dosen. Salah seorang Mahasiswa FH 2024, Nabilah Nur Nujud menyebut bentuk proyek tugasnya bisa berwujud sosialisasi, video edukasi, sosial eksperimen, hingga melakukan wawancara dengan warga sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya interaksi langsung dengan masyarakat, Nabilah menganggap ini sebagai salah satu kelebihan dari penerapan PJBL di FH. Tak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi, pola pembelajaran ini juga dianggap bisa melatih keterampilan untuk mengetahui permasalahan yang ada di sekitar melalui sebuah riset.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tak dimungkiri, tugas yang menggunakan metode pembelajaran berbasis praktik seperti ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Nabilah merasa waktunya cukup tersita dengan tugas pembuatan video yang mesti melakukan wawancara langsung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;... <em>nah</em> itu cukup lumayan menyita waktu kita ditambah lagi PJBL itu waktunya cukup singkat dan ada <em>deadline</em>-nya. Jadi itu sih kak kendala dan teman teman saya hadapi, ditambah lagi nyari narasumber itu enggak segampang itu,&rdquo; tutur Nabilah yang dihubungi lewat telepon WhatsApp pada Minggu (01/12) lalu. <em><strong>(rla/man/tha/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudah Lama Tertunda, Begini Penjelasan Pihak Unmul Soal Pembangunan Gedung KDP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-lama-tertunda-begini-penjelasan-pihak-unmul-soal-pembangunan-gedung-kdp/baca </link>
<guid> sudah-lama-tertunda-begini-penjelasan-pihak-unmul-soal-pembangunan-gedung-kdp </guid>
<pubDate> Tue, 10 Dec 2024 16:29:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul melanjutkan pembangunan Gedung KDP yang mangkrak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-lama-tertunda-begini-penjelasan-pihak-unmul-soal-pembangunan-gedung-kdp/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QqXu9tQxcY.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sudah Lama Tertunda, Begini Penjelasan Pihak Unmul Soal Pembangunan Gedung KDP</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Unmul terus berupaya menyelesaikan pembangunan sejumlah gedung konstruksi dalam penyelesaian (KDP) yang telah lama tertunda. Gedung-gedung tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan fasilitas akademik di beberapa fakultas, seperti Faperta, FKIP Banggeris, Farmasi, dan FISIP.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya, pembangunan Gedung KDP telah dimulai sejak 2009 melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim. Namun, pembangunan terhenti pada 2010 disebabkan oleh Permendagri yang melarang adanya bantuan terhadap instansi vertikal seperti Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Rektorat Unmul, Achmadi yang menyebutkan dana pengembangan infrastruktur saat itu dibantu oleh pihak provinsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi pada saat itu kami terus terang saja dari pihak perguruan tinggi tidak mungkin dan tidak pernah ada anggaran sebesar itu untuk pengembangan infrastruktur di Unmul selain dari pihak provinsi yang bisa bantu di Unmul. Karena di APBN pusat hampir nol persen bantuan itu,&rdquo; ujar Ahmadi saat diwawancarai secara langsung, Sabtu (2/11) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, aturan tersebut kemudian dicabut oleh menteri pada masa kepemimpinan Gubernur Isran Noor sedang berjalan. Artinya hal tersebut memungkinkan kelanjutan pembangunan melalui dana APBD pada 2023. Empat pembangunan gedung langsung dilanjutkan dalam satu kontrak besar dengan total nilai bantuan mencapai hingga 40 miliar rupiah. Meski demikian, kendala teknis seperti keterlambatan pekerjaan menjadi tantangan tersendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Achmadi mengungkapkan salah satu kendala teknis pembangunan tersebut. Dirinya menyebutkan proses pelelangan proyek tidak sepenuhnya dikelola Unmul, melainkan oleh pemerintah, termasuk dalam memilih kontraktor.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ahmadi menyebutkan pemerintah dapat melakukan pelelangan dengan dua cara yang salah satunya adalah melakukan lelang dengan metode kualitas dan biaya. Namun pihak pemerintah menggunakan metode lain dalam pelelangan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi selama ini pelelangan itu tidak menggunakan metode itu, menggunakan biaya terendah, makanya banting-bantingan harga,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konsekuensi yang muncul dari sistem ini ialah pengesampingan mutu, sehingga kualitas konstruksi yang dihasilkan sering kali kurang memuaskan. Kurangnya kesempurnaan mutu bangunan ini juga didukung dengan kinerja kontraktor yang tidak profesional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika dibolehkan, Achmadi ingin menunjuk secara langsung kontraktor profesional yang mampu mengerjakan bangunan dengan lebih berkualitas. Namun karena Unmul masih berstatus badan layanan umum (BLU), maka mekanisme penentuan kontraktor dilaksanakan melalui pelelangan yang dikoordinir oleh kementerian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gedung KDP sendiri dirancang sebagai ruang kelas guna menampung jumlah mahasiswa yang terus bertambah. Namun, penggunaannya tetap diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing fakultas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mau dijadikan kelas atau kantor, itu tergantung&nbsp;</span><span><em>user</em></span><span>, yaitu pihak fakultas,&rdquo; jelas Achmadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Unmul berencana melakukan proses pemeriksaan menyeluruh terhadap gedung-gedung mangkrak lainnya yang belum diselesaikan selama lebih dari 15 tahun. Audit ini akan memastikan struktur gedung masih layak untuk dilanjutkan pembangunannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami juga sedang menyusun ulang&nbsp;</span><span><em>Detail Engineering Design</em>&nbsp;</span><span>(DED) untuk memperbarui perhitungan biaya sesuai kondisi saat ini,&rdquo; ungkap Achmadi.</span></p><p style="text-align: justify;">Meski konstruksi gedung dibiayai oleh APBD, fasilitas di dalam gedung seperti furnitur dan perangkat lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab Unmul. Dana untuk pengadaan fasilitas ini dapat berasal dari APBN maupun pendapatan Unmul sebagai BLU. <strong><em>(</em></strong><strong><em>xel/yra/jaz/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aib bagi Dunia Pendidikan, Pelanggaran Etika pada Karya Mahasiswa Masih Menjadi PR </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aib-bagi-dunia-pendidikan-pelanggaran-etika-pada-karya-mahasiswa-masih-menjadi-pr/baca </link>
<guid> aib-bagi-dunia-pendidikan-pelanggaran-etika-pada-karya-mahasiswa-masih-menjadi-pr </guid>
<pubDate> Tue, 10 Dec 2024 17:20:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa keluhkan pelanggaran etika penelitian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aib-bagi-dunia-pendidikan-pelanggaran-etika-pada-karya-mahasiswa-masih-menjadi-pr/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sJ60swHucM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aib bagi Dunia Pendidikan, Pelanggaran Etika pada Karya Mahasiswa Masih Menjadi PR</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Publikasi jurnal telah menjadi hal yang lumrah di kalangan sivitas akademika kampus. Di Unmul sendiri, terdapat banyak tulisan yang telah diterbitkan di berbagai jurnal yang ada, baik karya dosen maupun mahasiswa.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, terdapat beberapa oknum yang menyalahgunakan hal baik tersebut. Beberapa mahasiswa yang ada di berbagai fakultas di Unmul pernah mendapat pengalaman tak menyenangkan terkait publikasi jurnal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mulai dari dosen yang menuntut untuk mencantumkan namanya meski tidak berkontribusi dalam pembuatan jurnal, meminta untuk menempatkan namanya sebagai penulis pertama, hingga mengatasnamakan tulisan mahasiswa sebagai karyanya. Hal tersebut mencoreng kejujuran dalam dunia pendidikan dan melanggar etika serta norma penelitian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswi FH Unmul 2021, Novita Fitriani mengaku merasakan keterlibatan dan bantuan dosen dalam pengerjaan artikel ilmiah miliknya, sehingga tidak terdapat masalah perihal penginputan nama dosen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, ia mengungkapkan bahwa beberapa temannya mengalami kejadian tak mengenakkan tersebut. Terdapat kasus di mana dosen mencantumkan namanya meski sama sekali tidak memberikan saran, kritik, maupun revisi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bahkan di beberapa kasus,&nbsp;</span><span><em>draft</em></span><span>&nbsp;artikel ilmiahnya itu murni kami kumpulkan, namanya diganti dan di-</span><span><em>submit</em></span><span>&nbsp;dengan nama dosen itu sendiri,&rdquo; ungkap Novita saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Jumat (25/10) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novita tidak sepakat dan menyayangkan hal tersebut masih terjadi di lingkungan Unmul. Padahal terdapat pasal-pasal di dalam pedoman etik sivitas akademika Unmul yang mengatur hal tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya sudah sangat ketat, penormaan sudah bagus. Tapi, implementasi norma belum tentu bagus juga, dan saya sangat menyayangkan itu bisa terjadi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menghimbau kepada mahasiswa lainnya untuk meminta pembagian tugas, hak, dan kewajiban secara detail dan jelas sebelum melakukan penelitian dengan dosen. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kejadian-kejadian seperti yang disebutkan di atas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novita turut menekankan akan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak. Mulai dari pihak yang menerima laporan pelanggaran dari mahasiswa hingga para pemangku jabatan di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Implementasi sanksi kasus pelanggaran seperti itu, menurut Novita, masih menjadi PR yang harus segera diatasi. Sebab, terdapat banyak mahasiswa yang tidak berani menyuarakan keresahan mereka akibat tidak tegasnya sanksi yang berlaku. Seringkali sanksi justru menyasar kepada mahasiswa yang menjadi korban dalam kasus tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kadang-kadang mahasiswa ga berani vokal karena takut nilainya dikurangi, takut bermasalah, dan lain-lain.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alami hal serupa, salah satu mahasiswa FKIP, Mawar (bukan nama sebenarnya) mengaku pernah mengalami kejadian tersebut saat masih berstatus mahasiswa baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat itu, dosen yang bersangkutan mengunggah jurnal yang menjadi tugas mereka pada akun Google Scholar miliknya. Bahkan, awalnya mahasiswa diminta untuk mengumpulkan biaya sebesar 100 ribu rupiah guna proses publikasi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untungnya pada saat itu kami tidak jadi diberlakukan membayar 100 ribu rupiah untuk meng-</span><span><em>upload</em>&nbsp;</span><span>jurnal,&rdquo; ujar Mawar melalui pesan WhatsApp, Selasa (3/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mawar berharap pihak kampus bisa tegas dalam mengatasi oknum yang memanfaatkan statusnya sebagai dosen untuk bertindak semena-mena pada mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kampus harus menerapkan kebijakan yang tegas dan keras terhadap dosen-dosen yang kurang ajar seperti ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>, Ketua Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi Obat dan Kosmetik Bahan Alam Hutan Tropika Lembap (PUI-PT OKTAL) LP2M, Swandari Paramita menyebut tindakan mengambil sembarang jurnal dari mahasiswa akan menjadi&nbsp;</span><span><em>boomerang</em>&nbsp;</span><span>bagi dosen sendiri ke depannya. Ia juga mengatakan bahwa jalan tengah yang dapat diambil ialah dengan menempatkan mahasiswa sebagai penulis pertama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika dosen pembimbing ingin dimasukkan namanya sebagai penulis, maka harus mengkonfirmasi dengan mahasiswa terkait atau bisa membuat perjanjian terutama perjanjian tertulis,&rdquo; ucap Swandari saat ditemui langsung pada Selasa (22/10) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ia juga menyampaikan cara adil yang biasa dilakukan ialah dengan menjadikan mahasiswa sebagai penulis utama dan dosen pembimbing sebagai <em>corresponding author</em>.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang bermasalah adalah jika dosen tidak ikut dalam penelitian tetapi meminta untuk dimasukkan sebagai penulis,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Swandari menegaskan bahwa mahasiswa dapat melapor ke pihak program studi (Prodi) apabila terdapat oknum dosen yang melakukan tindakan pencurian maupun paksaan dalam penulisan nama di jurnal mahasiswa. Sebab, terdapat Komisi Etik yang mengatur dan mengurus kasus pelanggaran etika, salah satunya etika penelitian. <em><strong>(dan/man/ali/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menuju Indonesia Emas 2045: Kalimantan Timur Perlu Komitmen dalam Pemerataan Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menuju-indonesia-emas-2045-kalimantan-timur-perlu-komitmen-dalam-pemerataan-pendidikan/baca </link>
<guid> menuju-indonesia-emas-2045-kalimantan-timur-perlu-komitmen-dalam-pemerataan-pendidikan </guid>
<pubDate> Fri, 13 Dec 2024 20:06:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kesetaraan pendidikan di Kalimantan Timur masih jadi PR besar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menuju-indonesia-emas-2045-kalimantan-timur-perlu-komitmen-dalam-pemerataan-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pgdoKApF7H.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menuju Indonesia Emas 2045: Kalimantan Timur Perlu Komitmen dalam Pemerataan Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kalimantan Timur sebagai penyanggah Ibu Kota baru, yakni Ibu Kota Nusantara, masih memiliki banyak permasalahan untuk bisa mewujudkan visi Indonesia Emas pada 100 tahun Indonesia merdeka, terutama pada sektor pendidikan. Pendidikan sebagai dasar fondasi untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas masih memiliki segudang permasalahan. Mulai dari infrastruktur yang kurang memadai, hingga tenaga pendidik yang jauh dari kata sejahtera dalam melakukan tugasnya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut menjadi tantangan di Kalimantan Timur untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkelanjutan, di mana hal ini sangat krusial dan membutuhkan perhatian yang sangat serius untuk mengatasi kesenjangan yang terjadi baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Data dari beberapa survei mengatakan Kalimantan Timur termasuk ke dalam salah satu dari banyaknya provinsi yang tidak memiliki daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Masih terdapat daerah yang kurang mendapatkan infrastruktur yang memadai untuk berlangsungnya kegiatan ajar mengajar</span><span>. Fakta dari survei ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana hal ini dapat terjadi?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Visi Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa komitmen nyata dalam pemerataan pendidikan di seluruh wilayah, termasuk di Kalimantan Timur. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas terlepas dari latar belakang geografis, ekonomi, dan sosial budayanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerataan pendidikan bukan sekadar retorika, melainkan kebutuhan mendesak untuk membangun generasi yang cerdas, kompetitif, dan mampu berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Kalimantan Timur, tantangan yang dihadapi untuk mencapai pemerataan pendidikan merupakan masalah yang kompleks dengan banyak aspek yang saling terkait</span><span>. Salah satu kendala utama dalam penyebaran layanan pendidikan adalah lokasi geografis Kalimantan Timur yang terdiri dari hutan lebat dan topografi yang sulit dijangkau.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kondisi alam yang ekstrem menyebabkan masalah infrastruktur yang signifikan. Banyak daerah pedalaman seperti Mahakam Ulu dan Long Pasia menghadapi kendala yang signifikan dalam hal transportasi dan komunikasi</span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keterbatasan ekonomi masyarakat juga memperburuk keadaan. Sebagian besar keluarga di daerah terpencil harus memilih antara membantu memenuhi kebutuhan finansial keluarga atau mengirimkan anak mereka ke sekolah. Salah satu masalah penting lainnya adalah rendahnya kualitas guru di daerah tertinggal. Sebagian besar tenaga pendidik berkualifikasi rendah, tidak memiliki sertifikasi, dan tidak mendapatkan pengembangan profesional berkelanjutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Faktor budaya juga berperan karena sejumlah komunitas adat masih skeptis terhadap pentingnya pendidikan formal, sehingga mereka lebih cenderung menggunakan metode pendidikan tradisional untuk anak-anak mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, tidak ada program beasiswa berkelanjutan yang cukup. Anggaran pemerintah daerah yang terbatas untuk membangun infrastruktur pendidikan dan kebijakan afirmatif yang tidak efektif untuk daerah tertinggal semuanya memperumit masalah pemerataan pendidikan. Pada dasarnya, masalah ini lebih dari sekadar masalah teknis. Permasalahan ini adalah hasil dari kesalahan struktural yang telah lama ada di sistem pendidikan nasional. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guna mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkelanjutan dan pembentukan generasi emas di Kalimantan Timur, diperlukan peraturan komprehensif yang mengubah sistem pendidikan secara menyeluruh. Ini akan dimulai dengan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Afirmatif yang menetapkan alokasi anggaran minimal 30 persen dari APBD untuk program pendidikan di daerah tertinggal, dan mencakup jaminan beasiswa penuh bagi siswa dari keluarga miskin, serta subsidi untuk infrastruktur sekolah</span><span>. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diperlukan kebijakan yang mendorong peningkatan infrastruktur internet di Kalimantan Timur, pengembangan</span><span>&nbsp;<em>platform</em></span><span>&nbsp;pendidikan digital lokal, penggabungan teknologi dalam proses belajar mengajar, dan pendanaan pengadaan perangkat digital untuk sekolah di daerah terpencil. Semuanya harus memasukkan teknologi pendidikan ke dalam kebijakan. Ini akan menghilangkan kendala utama dalam pemerataan akses ke pendidikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk memastikan sistem pendidikan yang inklusif, perlu dibuat undang-undang yang melindungi hak pendidikan setiap anak tanpa diskriminasi, memfasilitasi pendataan dan penjangkauan anak putus sekolah, menawarkan program afirmasi untuk anak-anak dari komunitas adat, serta menetapkan kuota khusus untuk putra-putri daerah tertinggal di perguruan tinggi negeri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Regulasi komprehensif mengatur kerja sama multipihak yang mencakup mekanisme kerja sama antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. Hal ini mencakup standarisasi program&nbsp;</span><span><em>Corporate Social Responsibility</em></span><span>&nbsp;(CSR) berbasis pendidikan, insentif pajak untuk perusahaan yang berkontribusi, dan sistem pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan semua pemangku kepentingan terlibat secara aktif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan setara untuk mencapai potensinya terlepas dari latar belakang geografis, ekonomi, dan sosial budayanya. Pemerataan pendidikan bukan hanya ide teoritis, tetapi tindakan nyata menuju keadilan dan kemajuan bersama dalam mewujudkan generasi emas. Pelaksanaan regulasi ini bergantung pada komitmen politik pemerintah daerah, partisipasi aktif masyarakat, dan dukungan dari berbagai pihak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerataan pendidikan di Kalimantan Timur akan mengubah pembangunan sumber daya manusia dan pengembangan wilayah. Setiap anak akan memiliki kesempatan untuk mencapai potensi terbaiknya secara pribadi, tidak terbatas oleh keterbatasan geografis atau ekonomi. Ini akan mendorong mobilitas sosial dan menghasilkan generasi terdidik yang berdaya saing.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara ekonomi, investasi dalam pendidikan akan mengurangi angka kemiskinan. Hal ini dikarenakan akan meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal, membuka lebih banyak peluang kerja, dan mendorong wirausaha baru dari komunitas yang sebelumnya termarjinalkan. Menurunnya kesenjangan antar kelompok masyarakat, peningkatan kohesi sosial, dan peningkatan kesadaran kritis masyarakat terhadap pembangunan daerah adalah tanda dampak sosial yang signifikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mempercepat transformasi ekonomi di Kalimantan Timur, pemerataan pendidikan akan membantu mengembangkan sumber daya manusia yang mampu mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, menghasilkan inovasi teknologi yang tepat guna, dan membangun ekosistem pembangunan yang berbasis pengetahuan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, kontribusi pendidikan akan menjadi pilar utama. Pada tahun 2045, setiap wilayah akan memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional melalui distribusi sumber daya manusia yang merata dan berkeadilan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjuangan untuk memberikan kesetaraan pendidikan di Kalimantan Timur merupakan komitmen moral untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih adil dan bermartabat. Setiap tindakan yang diambil, kebijakan yang dibuat, dan sumber daya yang dialokasikan merupakan investasi penting untuk generasi berikutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cita-cita untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada setiap anak di Kalimantan Timur tidak boleh dihalangi oleh hambatan geografis, ekonomi, dan sosial budaya. Kita hanya dapat mengubah potensi menjadi prestasi melalui upaya yang sistematis, komprehensif, dan berkelanjutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Upaya tersebut akan membangun fondasi yang kokoh untuk Indonesia Emas 2045. Inilah saatnya untuk bertindak, bekerja sama, dan berkomitmen penuh untuk memberikan pendidikan yang adil, inklusif, dan bermakna bagi semua anak bangsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ini ditulis oleh Muhammad Rizky Ananda, mahasiswa program studi Ilmu Hukum FH Unmul 2022 sekaligus Manager of Culture Engagement Division ALSA LC Unmul</strong></em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2024). Laporan Infrastruktur Pendidikan di Wilayah Terpencil Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. (2023). Profil Pendidikan Daerah Terpencil. Samarinda: Penerbit Resmi BPS Kalimantan Timur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. (2022). Laporan Analisis Kesenjangan Pendidikan di Wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suharto, E., &quot;Kebijakan Sosial sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat&quot;, Jurnal Analisis Kebijakan Pendidikan, Vol. 15, No. 2, 2022, hal. 45-67.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lepas Landas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/lepas-landas/baca </link>
<guid> lepas-landas </guid>
<pubDate> Sat, 14 Dec 2024 16:32:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cerita tentang menikmati tempo kehidupan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/lepas-landas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XwVekahX6u.JPG" />
					</figure>
			                <h1>Lepas Landas</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aku beranjak dari kursi putar empuk yang selama beberapa jam ini kududuki, bertaruh bahwa bantalan duduk itu kian panas sebab suhu bokongku. Berjalan menuju pintu utama dengan gawai yang terus berdering di tangan. Jangan salahkan aku yang tidak suka komunikasi via suara. Rasa-rasanya itu cukup membuat diriku yang pemalu ini kesulitan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pesanan atas nama Mbak Arum?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku hanya melempar senyum sambil mengulurkan tangan mengambil pesananku pada ojek itu lalu menukarnya dengan beberapa lembar uang. Berkata &ldquo;Ambil aja kembaliannya, Pak&rdquo; dan segera aku membalikkan badan masuk ke dalam indekos. Canggung rasanya menunggu tanpa suara sembari melihat si ojek yang terus merogoh-rogoh isi tas pinggangnya guna mencari uang kembalian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kupinggirkan pekerjaanku sejenak, mengambil minum dan kubuka kotak makanan cepat saji yang kemasannya kian melemas akibat basah dari uap makanan yang terlalu panas di dalamnya. Tampilannya tidak pernah berubah sama sekali. Masih sama seperti saat pertama kali aku memakannya di bangku sekolah dasar hingga aku berumur kepala dua. Suapan pertama kunikmati dengan khidmat dan kusesap asinnya makanan itu dengan mata terpejam. Perutku yang terasa panas sejak beberapa jam yang lalu agaknya mulai mendingin semenjak nasi itu turun ke lambung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Terbuka pejamku dan kulihat pesawat itu mulai turun sedikit demi sedikit ke arah&nbsp;<em>runway</em>. Roda-roda kecil mulai dikeluarkan dari bagian bawah badan pesawat, lepas landas dengan selamat. Suara rengekan anak yang berkisar umur tujuh sampai delapan tahun mengambil perhatianku. Jemari kecilnya yang pendek dan gendut-gendut itu menunjuk-nunjuk&nbsp;<em>chicken strip</em>&nbsp;yang sedang kunikmati dengan terus berteriak.&nbsp;<em>Mau! Mau!</em>.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedangkan ibunya tidak ambil pusing dan terus berjalan terbirit-birit menuju&nbsp;</span><span><em>gate</em>&nbsp;</span><span>pesawat paling akhir. Buru-buru ku telan makananku saat kulihat ibu menyuruh kami untuk segera bergegas, mengangkut kardus-kardus mi yang kami jadikan sebagai tempat baju dengan tas jinjing bermotif kotak-kotak warna coklat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tempat ini ramai sekali. Orang-orang berjalan dengan cepat. Tidak luput pula kuperhatikan setiap orang yang mengucap kata maaf karena tidak sengaja menyenggol tubuh orang lain. Suara roda koper yang ditarik pemiliknya menggema di ruangan luas ini, digeret kesana-kemari dengan&nbsp;</span><span><em>gesture</em>&nbsp;</span><span>tidak sabaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kenapa semua orang di sini terlihat buru-buru sekali? Aku bahkan juga mempertanyakan mengapa kami sekeluarga selalu sampai tempat ini lima jam sebelum keberangkatan. Sehingga, saat kami sampai dan tempat ini belum buka, kami sekeluarga akan tidur di emperan bersama orang-orang lain yang melakukan hal serupa. Semua orang di sini terbirit-birit, termasuk keluargaku. Aku ikut terbirit-birit karena Ibu menggandeng tanganku dan berjalan cepat sekali sampai kaki-kaki kecilku tidak mampu mengimbangi langkahnya. Bergulirnya waktu membawa kita masuk ke dalam kabin pesawat dan menunggu saatnya lepas landas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kursi putar empuk kutarik. Kembali kulanjutkan pekerjaan yang sudah aku tunda selama beberapa hari kebelakang karena rasa lelah yang menghampiri. Namun, suara ketukan pintu menginterupsi disertai panggilan keras yang berulang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rum! Rum!&rdquo; panggil seseorang di balik pintu. Kubuka sekat itu untuk menampilkan wajah temanku beserta pakaian compang-camping lengkap dengan keringat yang mengucur di dahi lebarnya itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini ya buku yang kamu mau, maaf lama. Aku sekalian titip tas di sini, nanti aku ambil lagi. Duluan ya! Udah ditungguin sama rekan untuk diskusi!&rdquo; Sosok itu menghilang bahkan sebelum aku membuka mulut. Ia temanku dari indekos sebelah, namun suka sekali menumpang kemari. Ia bilang indekos yang ia tempati itu semakin ke sini semakin bermasalah saja. Kalau kata dia, itu indekos&nbsp;</span><span><em>red flag</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ibu kosnya gemar meminjam uang, air yang selalu mati, sampai penghuni yang rusuhnya seperti berada di kendang kera, katanya. Kesehariannya diisi dengan agenda yang super padat, beraktivitas dari pagi hari sampai malam hari. Kadang pula diselipi agenda pergi ke rumah sakit bersamaku akibat dia yang jarang memasukkan makanan ke perutnya. &ldquo;Aku tuh enggak&nbsp;</span><span><em>sempet</em>&nbsp;</span><span>makan, Rum!&rdquo; alibinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kembali aku daratkan bokongku ke depan pekerjaan yang belum selesai aku garap. Baru tertulis dua sampai tiga kalimat, namun sudah cukup membuat diriku termenung. Kuputar kembali ingatan masa kecilku mengenai dunia orang dewasa yang serba terburu-buru. Namun, aku pun masih membingungkan keterburu-buruan itu meski aku telah memasuki kepala dua yang kata orang-orang merupakan gerbang awal menuju kedewasaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di usia yang kepala dua ini aku sedikit berbeda dengan orang-orang itu. Aku tidak terburu-buru. Pertanda bagus, kah? Atau sebaliknya? Yang pasti selama kehidupan yang aku jalani, aku tidak pernah berlari</span><span>&nbsp;<em>tercepot-cepot</em>&nbsp;</span><span>seperti orang-orang pada umumnya. Aku cukup menikmati tempo hidupku yang sekarang. Bukankah akan lebih baik jika kita berjalan dengan perlahan sembari melihat-lihat hal di sekitar kita yang terkadang luput dari pandangan orang-orang yang serba terburu-buru itu?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Teman jidat lebar dengan baju compang-camping yang beberapa waktu lalu menggedor pintu indekosku melabeli diriku sebagai siput. Karena, hidupku yang tidak memiliki perubahan secara signifikan akibat dari kelambatanku memacu kehidupan. Ia bilang aku masih segini-gini saja. Irit bicara, pemalu, lambat mengerjakan sesuatu, hanya mendekam dalam kamar dan sedikit narsis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbanding terbalik dengan dirinya yang memiliki agenda a sampai z walau berakhir opname di rumah sakit beberapa malam. Apakah hal-hal seperti itu dianggap sebagai perjuangan? Atau penyiksaan diri? Apakah itu artinya aku tidak berjuang selama ini? namun jika masalah menyiksa diri, aku nomor satu. Gemar sekali aku menyiksa kepala melalui pikiran-pikiran dengan angan hampa yang terus menghitam pekat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbicara mengenai pikiran, aku selalu menebak bagaimana cara berpikir orang-orang yang serba laju tersebut dalam melihat dunia. Kata mereka dunia semakin tua. Kata mereka dunia cepat sekali berputar. Barangkali dunia cepat berputar adalah faktor dari penghuninya yang serba cepat pula? Apakah itu artinya jika kita hidup dengan tidak terburu-buru akan memanjangkan usia dunia beserta bumi?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak ada yang tahu. Yang kutahu hanyalah ternyata kecepatanku dalam memacu kehidupan merupakan sebuah pelengkap dari mereka yang serba cepat. Tanpa adanya orang-orang sepertiku, mereka tidak akan mungkin bisa mengetahui cepat lambatnya seseorang dalam memacu hidup.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari duduk di bangku sekolah dasar sampai kepala dua ini, kegiatan favoritku jika sedang bepergian menggunakan transportasi udara adalah saat menunggu di ruang tunggu bandara, untuk melihat pesawat yang lalu lalang. Rasa-rasanya hidup ini seperti burung besi di bandara yang memiliki&nbsp;</span><span><em>pace runway</em></span><span><em>&nbsp;</em>tersendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ingin&nbsp;</span><span><em>take off</em></span><span>&nbsp;mereka akan bergerak perlahan untuk ancang-ancang melaju terbang ke udara. Sebaliknya jika ingin&nbsp;</span><span>landing</span><span>&nbsp;mereka akan bergerak cepat kemudian turun ke bawah dengan perlahan. Bukankah kehidupan seperti itu? ada masa di mana kita melaju dan melambat, pada akhirnya semua itu bukan tergantung pada temponya, melainkan pada waktunya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan pada akhirnya semua itu hanyalah angan hampa menghitam pekat dalam kepala yang menenangkan diriku yang terbelakang ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Andini Oktaviandari, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diri Kecilku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/diri-kecilku/baca </link>
<guid> diri-kecilku </guid>
<pubDate> Sat, 14 Dec 2024 17:54:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jauh di dalam sana, kau ada. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/diri-kecilku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qMCihj7qOD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Diri Kecilku</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bercakap dengan diri kecilku<br><span>yang dulu mimpinya beribu.</span><br><span>Rasa pahit mulai menutup bibirku.</span><br><span>Dipaksa bersuara bersenandung merdu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diri kecilku, lama sudah tak berjumpa.</span><br><span>Banyak kesukaanmu yang sudah kulupa.</span><br><span>Mainan dan kartun favoritmu tak kusambangi, lama.</span><br><span>Kini kunikmati makanan yang dulu tak kau suka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apakah kau kecewa padaku?</span><br><span>Mimpi-mimpimu itu hingga kini masih semu.</span><br><span>Jalanan impianmu itu belum juga kutemui.</span><br><span>Gunung tinggi yang kujanjikan belum juga kusambangi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apa&hellip; kamu masih kuat menungguku?</span><br><span>Jauh rasanya masih dari mimpimu itu.</span><br><span>Andaikata&hellip; sanggupkah kau bangun dari realita.</span><br><span>Ada mimpi yang tercapai, banyak yang gugur tak terduga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jauh di dalam sana, kau ada.</span><br><span>Menjadi pendengar suara gemuruh terbelenggu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Siti Mu&apos;ayyadah, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2022</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pertama di Kaltim, FMIPA Hadirkan Mesin Penukar Botol Menjadi Pulsa Guna Tanggulangi Sampah Plastik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertama-di-kaltim-fmipa-hadirkan-mesin-penukar-botol-menjadi-pulsa-guna-tanggulangi-sampah-plastik/baca </link>
<guid> pertama-di-kaltim-fmipa-hadirkan-mesin-penukar-botol-menjadi-pulsa-guna-tanggulangi-sampah-plastik </guid>
<pubDate> Thu, 19 Dec 2024 20:15:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul bermitra dengan Indosat dalam inovasi mesin tukar botol plastik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pertama-di-kaltim-fmipa-hadirkan-mesin-penukar-botol-menjadi-pulsa-guna-tanggulangi-sampah-plastik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y3pPujGkhW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pertama di Kaltim, FMIPA Hadirkan Mesin Penukar Botol Menjadi Pulsa Guna Tanggulangi Sampah Plastik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Dalam upaya menanggulangi sampah plastik di lingkungan kampus, FMIPA bekerja sama dengan <em>Indosat</em> menghadirkan satu buah mesin penukar botol plastik. Menjadi yang pertama di Unmul hingga Kaltim, mesin penukar tersebut memberikan benefit berupa pulsa untuk setiap botol plastik yang dimasukkan.</p><p style="text-align: justify;">Inovasi tersebut merupakan hasil dari penelitian-penelitian mahasiswa dan dosen mengenai daur ulang sampah plastik. Saat ini terdapat satu mesin yang telah beroperasi dan akan ditambah jumlahnya oleh fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Adapun cara kerja mesin tersebut adalah menghitung berat dan mengenali jenis botol yang dimasukkan melalui sensor. Botol yang dimasukan harus dalam keadaan kering dan bersih. Untuk botol pertama yang dimasukkan akan menghasilkan seribu rupiah, dan botol selanjutnya akan menghasilkan 50 rupiah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepala Tata Usaha, Iriansyah menyampaikan penggunaan mesin penukar tersebut tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa FMIPA saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Hanya saja dikarenakan wilayahnya yang terbatas, kebanyakan penggunanya berasal dari mahasiswa FMIPA.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pernah sekali saya tanya mahasiswa fahutan kesini dicobanya. Pernah juga tamu datang kunjungan dari SMA,&rdquo; beber Iriansyah saat diwawancarai secara langsung, Selasa (17/12).</p><p style="text-align: justify;">Iriansyah menyebutkan bahwa selama prosesnya berlangsung, inovasi ini diawasi oleh pihak Indosat, dosen dan mahasiswa yang mengikuti penelitian. Pertemuan dengan mitra melewati proses yang cukup panjang untuk merealisasikan program dari penelitian mengenai daur ulang sampah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi juga panjang sih ceritanya, enam bulan yang lalu pertemuannya. Karena memang ada desakan dari fakultas untuk meneliti tentang plastik itu,&rdquo; ungkap Iriansyah.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rencana keberlanjutan, pihaknya ingin lebih memaksimalkannya dengan menambah mesin daur ulang beberapa titik di fakultas. Harapannya, mesin penukar tersebut bisa diletakkan di luar FMIPA atas izin dari pihak mitra.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai target pengguna, mahasiswa Prodi Statistika angkatan 2023 Nofsya Afdi Fahrezi turut memberikan pendapatnya mengenai daur ulang botol plastik yang sedang dijalankan oleh fakultasnya. Ia memberikan harapan mengenai botol yang sudah dikumpulkan untuk didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat seperti dijadikan <em>paving block</em> dan lain sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Nofsya juga menceritakan mengenai pengalamannya menggunakan mesin penukar tersebut. Meski menjadi inovasi dalam menjaga lingkungan, ternyata mesin ini juga tidak luput dari kekurangannya.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa angkatan 2023 itu mengeluhkan dirinya yang sempat kehilangan poin saat memasukan botol plastik ke dalam mesin tersebut. Dirinya juga menyebutkan sensor pada mesin tersebut terkadang tidak mendeteksi jumlah botol yang dimasukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kemarin itu saya pernah masukin satu botol nah itu gak terhitung, jadi kayak satu botol kehitung kadang enggak. Terus poin saya juga hilang di situ kemarin. Kan di situ ada untuk simpan poin, nah pas saya cek hilang poin saya,&rdquo; keluhnya kepada awak <em>Sketsa</em> saat diwawancarai, Selasa (17/12).</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, jumlah sampah botol yang membludak justru juga menjadi suatu masalah karena keterbatasan mahasiswa dan dosen yang meneliti mengenai sampah plastik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cuma kita kelemahannya itu pengolahannya. Jadi hanya beberapa mahasiswa saja yang penelitian tentang sampah plastik. Sisanya mau gak mau kita buang lagi karena satu karung besar itu kalau gak salah isinya 400 biji botol, yang terpakai paling separuhnya. Sisanya gak mampu (kita kelola),&rdquo; tukas Iriansyah. <strong><em>(mlt/dya/mou/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bahasa Indonesia Menggema di Tanah Khmer </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/bahasa-indonesia-menggema-di-tanah-khmer/baca </link>
<guid> bahasa-indonesia-menggema-di-tanah-khmer </guid>
<pubDate> Fri, 20 Dec 2024 20:23:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jejak Indonesia di Kamboja yang membawa kebanggaan dan ironi. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/bahasa-indonesia-menggema-di-tanah-khmer/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vpmhRTaHmt.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bahasa Indonesia Menggema di Tanah Khmer</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Judi <em>online</em> telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi dan semakin meluasnya akses internet. Meski menjadi sumber ekonomi yang menggiurkan, dampaknya terhadap masyarakat sering kali tersembunyi, terutama di negara dengan regulasi yang lemah. Kamboja adalah contoh menarik. Negara yang terkenal dengan sejarah dan kekayaan budayanya kini menjadi pusat bagi industri judi <em>online</em> yang banyak melibatkan pekerja Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan saya ke Kamboja awal November lalu meninggalkan banyak kesan yang tidak hanya membekas di pikiran, tetapi juga memunculkan banyak pertanyaan tentang dinamika sosial, ekonomi, dan budaya di sana. Pengalaman saya menemukan jejak Indonesia di tengah hiruk-pikuk Phnom Penh hingga ke kota perbatasan Poipet, menunjukkan bagaimana budaya dan bahasa kita menyelinap ke ruang-ruang yang mungkin tidak pernah kita duga sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Poipet, sebuah kota perbatasan yang dikenal sebagai pusat operasi industri judi dan kasino. Kota ini memiliki suasana yang sangat berbeda, tetapi jejak Indonesia tetap terasa karena ada banyak restoran yang dikelola oleh Diaspora Indonesia. Di kota ini, bahasa kita sangat kental terasa, seolah-olah menjadi bahasa sehari-hari kedua di daerah tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan saya berlanjut ke Phnom Penh. Salah satu hal yang mencuri perhatian saya adalah keberadaan restoran-restoran Indonesia yang tersebar di berbagai sudut kota. Sebagai seseorang yang mempelajari Hubungan Internasional (HI), saya langsung berpikir bahwa ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal&nbsp;</span><span><em>supply</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span><em>demand</em></span><span>. Restoran Indonesia menjamur karena permintaan</span><span>&nbsp;</span><span>dari komunitas pekerja Indonesia yang terlibat dalam industri lokal, terutama di sektor judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>. Selain itu, kebutuhan akan cita rasa dan suasana &ldquo;rumah&rdquo; menjadi alasan mengapa restoran-restoran ini terus bertahan dan berkembang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal yang lebih menarik terjadi ketika saya berbelanja oleh-oleh di pasar lokal Phnom Penh. Awalnya, saya mencoba menggunakan bahasa Inggris untuk berbicara dengan penjual. Tetapi yang mengejutkan, penjual tersebut menjawab dalam bahasa Indonesia yang fasih. Bukan sekadar bahasa Melayu, melainkan bahasa Indonesia dengan dialek yang sangat mirip dengan bahasa kita sehari-hari. Saya sempat terdiam sejenak, bertanya dalam hati, &ldquo;Bagaimana bahasa kita bisa sejauh ini masuk ke kehidupan mereka?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penjual itu menjelaskan bahwa banyak warga Kamboja belajar bahasa Indonesia untuk mempermudah komunikasi dengan turis atau pekerja Indonesia yang datang ke sana. Saya pun merasa bangga, bahasa kita telah menjadi bagian dari kebutuhan ekonomi di Kamboja. Tetapi di balik itu, ada ironi yang tidak bisa diabaikan. Mengapa begitu banyak orang Indonesia yang bekerja di Kamboja, khususnya di sektor judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>? Apakah ini karena peluang ekonomi yang sulit ditemukan di dalam negeri?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, pengalaman paling membekas di benak saya terjadi ketika saya baru saja tiba di Phnom Penh sekitar pukul satu dini hari waktu setempat. Saat itu, kami terlibat perdebatan sengit dengan sopir yang mengantar kami. Di tengah kebuntuan, seorang &lsquo;pelayan&rsquo; dari rumah bordil di sebelah hotel kami menawarkan bantuan. Yang membuat saya heran, dia dapat berbicara dalam bahasa Indonesia dengan lancar. Memikirkan hal ini, saya merasa miris sekaligus bingung. Apakah ini adalah kebanggaan atau justru ironi?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di titik ini, skeptisisme saya memuncak. Bagaimana mungkin industri judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;bisa beroperasi dengan begitu leluasa di Kamboja? Dugaan kuat bahwa perusahaan-perusahaan ini mendapat&nbsp;</span><span><em>backing</em>-</span><span>an dari pemerintah setempat menjadi sulit untuk diabaikan. Regulasi yang longgar, ditambah pengawasan yang hampir tidak ada, menjadi indikasi bahwa pemerintah mungkin melihat industri ini sebagai sumber pemasukan besar. Namun di sisi lain, industri ini membawa dampak sosial yang sangat serius, baik bagi pekerja maupun masyarakat lokal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai orang yang berkecimpung di bidang HI, saya merasa pengalaman ini adalah pelajaran besar tentang interaksi budaya dan ekonomi dalam dunia globalisasi. Di satu sisi, saya bangga melihat bahasa Indonesia digunakan oleh warga asing sebagai alat komunikasi. Tetapi di sisi lain, saya merasa miris bahwa penggunaan bahasa kita sering kali terkait dengan sektor-sektor yang abu-abu secara moral, seperti judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>&nbsp;atau mungkin perdagangan manusia?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahasa Indonesia yang menggema di &ldquo;Tanah Khmer&rdquo; adalah bukti bahwa budaya kita memiliki daya tarik dan pengaruh yang kuat di dunia internasional. Tetapi, apakah kita ingin bahasa kita digunakan dalam konteks seperti ini? Apakah kita hanya ingin dikenang sebagai bagian dari industri yang membawa dampak negatif?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kamboja bagi saya adalah cermin yang memperlihatkan paradoks globalisasi. Di satu sisi, ia membuka pintu untuk interaksi lintas budaya dan ekonomi, tetapi di sisi lain ia menunjukkan bahwa tidak semua interaksi ini membawa nilai positif. Saya percaya, sebagai warga negara dan bagian dari generasi muda, kita perlu lebih kritis dan berperan aktif dalam membangun citra dan kontribusi bangsa kita di dunia internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini adalah saat yang tepat bagi kita, para generasi muda untuk bertindak. Sebagai individu, mungkin kita merasa tindakan kita sangat kecil atau tidak berarti. Namun saya percaya bahwa setiap langkah, sekecil apapun itu, akan memberikan dampak. Tidak ada yang bisa mengabaikan kekuatan kolektivitas kita. Tugas kita bukan hanya sebagai pemuda yang memiliki semangat tinggi, tetapi juga sebagai penjaga integritas moral dan sosial. Kita perlu berani mengambil sikap, termasuk dalam melawan industri yang merusak seperti judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pesan saya kepada kita semua adalah untuk selalu menerapkan moto &ldquo;</span><span><em>Think globally, act locally</em>&rdquo;.</span><span>&nbsp;Di dunia yang semakin terhubung ini, apa yang terjadi di satu tempat bisa berdampak besar di tempat lain. Namun, perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar. Kita bisa memulai dengan mengedukasi diri sendiri, berbagi informasi dengan teman dan keluarga, serta mendukung kebijakan yang melawan praktik-praktik ilegal dan tidak bermoral. Kita harus bergerak kolektif, karena hanya dengan begitu kita bisa menciptakan perubahan yang signifikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mungkin saat ini kita masih berada di persimpangan jalan. Tetapi satu hal yang pasti, perjalanan ini mengajarkan saya bahwa bahasa dan budaya adalah cerminan dari peran yang kita mainkan di dunia. Oleh karena itu, saya berharap ke depannya bahasa Indonesia akan menggema di panggung internasional dengan konteks yang lebih membanggakan, dengan kita sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif bagi bangsa dan dunia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Reza Zwageri, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional FISIP Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kepada Diriku Saat Ini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kepada-diriku-saat-ini/baca </link>
<guid> kepada-diriku-saat-ini </guid>
<pubDate> Sat, 21 Dec 2024 16:58:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa, kau masih kuat menunggu? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kepada-diriku-saat-ini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wRPyhGFVWa.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kepada Diriku Saat Ini</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bercakap dengan diriku saat ini,<br><span>bercakap dengan diri dewasaku.</span><br><span>Tak mampu kuungkap tenggelam dalam samudra kekacauan, karena diriku hanya bayang.</span><br><span>Meski hanya serpihan dirimu dulu,</span><br><span>Tapi ini jawabanku dalam ragumu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlalu bagus kuberkata jika ini benar diriku.</span><br><span>Kau yang sempurnakan dalam jalanmu di masa.</span><br><span>Katamu, banyak mimpiku hingga beribu.</span><br><span>Katamu, masih semu jauh dari nyata.</span><br><span>Katamu banyak tempat belum disambangi hingga saat ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sadarkah dirimu yang ini adalah yang kuinginkan?</span><br><span>Kau belikan anak kecil ini buku-buku yang dulu hanya angan.</span><br><span>Hey, siapa teman-temanmu itu, bukannya dulu mereka hanya bayangan?</span><br><span>Bahkan tempat di mana kau ada saat ini, bukannya hanya mimpi?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa, kau masih kuat menunggu?&rdquo;</span><br><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Pertanyaanmu itu membuat aku terlihat jahat padamu.</span><br><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Sedangkan perlahan kau nyatakan mimpi-mimpiku yang beribu itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Siti Mu&apos;ayyadah, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembaharuan Tak Berkesudahan, Whatsapp Hadirkan Bot Percakapan Meta AI </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/pembaharuan-tak-berkesudahan-whatsapp-hadirkan-bot-percakapan-meta-ai/baca </link>
<guid> pembaharuan-tak-berkesudahan-whatsapp-hadirkan-bot-percakapan-meta-ai </guid>
<pubDate> Mon, 23 Dec 2024 19:12:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hadirnya Meta AI mempermudah pengguna WhatsApp dengan fitur canggih </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/pembaharuan-tak-berkesudahan-whatsapp-hadirkan-bot-percakapan-meta-ai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/w8SoOQD7sq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pembaharuan Tak Berkesudahan, Whatsapp Hadirkan Bot Percakapan Meta AI</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong style="">SKETSA &ndash;</strong> Pengguna aplikasi WhatsApp baru-baru ini dibuat ramai dengan kehadiran <em>chatbot</em> atau bot percakapan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) yang dikembangkan oleh Meta, perusahaan Induk yang menaungi beberapa aplikasi media sosial. Meta AI, sebutan <em>chatbot</em> itu, menjadi fitur pintar yang membantu pengguna Whatsapp melalui papan percakapan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Asisten virtual tersebut dapat menjawab pertanyaan pengguna yang dikirim melalui balon percakapan. Tidak hanya menjawab pertanyaan, fitur tersebut dapat digunakan untuk membuat stiker atau membuat gambar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>Kompas.com</em></span><span>, fitur yang dapat diakses gratis ini memudahkan pengguna karena dapat digunakan langsung melalui aplikasi WhatsApp. Pengguna tidak perlu mencarinya melalui tautan atau mengunduh aplikasi tambahan seperti&nbsp;</span><span><em>chatbot</em>&nbsp;</span><span>AI kebanyakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya melalui percakapan sendiri, pengguna juga dapat menggunakan fitur tersebut di dalam obrolan grup. Caranya, pengguna hanya perlu menyebut @Meta AI dalam balon percakapan kemudian ketik perintah atau pertanyaan yang ingin diproses.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu, tidak semua pengguna Whatsapp langsung dapat menikmati fitur tersebut. Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>liputan6.com</em>,&nbsp;</span><span>pihak WhatsApp menyampaikan, fitur Meta Ai hanya tersedia di negara tertentu dan terdapat kemungkinan pengguna yang belum mendapatkannya meski satu negara. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karena peluncurannya dilakukan bertahap, pengguna hanya perlu menunggu hingga fitur tersebut aktif. Pastikan juga bahwa WhatsApp yang ada pada gawai pengguna sudah melakukan pembaharuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai asisten virtual baru, Meta AI masih memiliki kekurangan. Informasi yang disebutkan terkadang kurang akurat atau melenceng dari fakta sebenarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>Kompas.com</em>,&nbsp;</span><span>salah satu kesalahan yang dilakukan AI tersebut yakni saat akan ditanya tentang penerbangan dari Oakland, California ke Puerto Vallarta di Meksiko, bot malah mencantumkan penerbangan yang berangkat dari Seattle, San Francisco, dan Los Angeles.</span></p><p style="text-align: justify;">Jadi itulah sedikit fakta perihal <em>chatbot</em> Meta AI. apakah fiturnya sudah muncul di WhatsApp kamu?<strong><em>(myy/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Orba Mengintip: Ulasan Singkat Wacana Sentralisasi Kekuasaan Presiden Prabowo Subianto </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-orba-mengintip-ulasan-singkat-wacana-sentralisasi-kekuasaan-presiden-prabowo-subianto/baca </link>
<guid> ketika-orba-mengintip-ulasan-singkat-wacana-sentralisasi-kekuasaan-presiden-prabowo-subianto </guid>
<pubDate> Tue, 24 Dec 2024 17:42:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Prabowo usulkan evaluasi demokrasi, ancam reformasi atau efisiensi? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-orba-mengintip-ulasan-singkat-wacana-sentralisasi-kekuasaan-presiden-prabowo-subianto/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vFbvyz14Yx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Orba Mengintip: Ulasan Singkat Wacana Sentralisasi Kekuasaan Presiden Prabowo Subianto</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam pidatonya saat menghadiri perayaan HUT ke-60 Partai Golkar, Presiden Prabowo Subianto sepakat dengan pernyataan Ketua Umum partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menyatakan bahwa proses demokrasi di Indonesia perlu dievaluasi. Ia beranggapan ada ketidakefisienan yang terjadi dalam Pilkada yang menyebabkan negara menggelontorkan triliunan rupiah dalam &ldquo;satu-dua hari&rdquo;.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai solusinya, ia mengajukan agar Kepala Daerah diangkat oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar menghemat anggaran yang dapat dialokasikan ke sektor-sektor yang lebih vital, seperti program makan gratis dan perbaikan infrastruktur pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebuah pernyataan yang membuat dahi berkerut walaupun tidak membuat terkejut. Pasalnya, menurut La Nyalla Mattalitti, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Presiden Prabowo pun disinyalir mempunyai visi untuk mengembalikan mekanisme penunjukkan Presiden dan Wakil Presiden melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) alih-alih melalui Pemilihan Umum (Pemilu).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wacana pemusatan kekuasaan seperti ini harusnya membuat siapapun yang menyatakan dirinya sebagai &ldquo;aktivis&rdquo; mulai mengumpulkan ban bekas dan bahan bakar sebagai tanda persiapan untuk aksi di jalanan. Karena, wacana tersebut berbanding terbalik dengan aspirasi reformasi yang menyerukan desentralisasi kekuasaan dan melibatkan partisipasi aktif publik dalam politik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika wacana tersebut berhasil lolos ke tahap realisasi, tergulunglah karpet reformasi yang telah diulur sejak 26 tahun silam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Langkah bertahap menuju perubahan sistem suksesi kekuasaan secara nasional, dimulai dari tingkat lokal, bukanlah sesuatu yang baru. Penulis teringat pada kasus historis yang terjadi di Kekaisaran Utsmani. Merujuk pada buku &ldquo;</span><span><em>Ottoman Reform and Muslim Regeneration: Studies in Honour of Butrus Abu-Manneh</em>&rdquo;&nbsp;</span><span>yang disusun oleh Weismann dan Itzchak,</span><span>&nbsp;</span><span>pada pertengahan abad ke-19, Sultan Abdulaziz berupaya mengganti sistem suksesi dari&nbsp;</span><span><em>agnatic seniority</em></span><span>&nbsp;(diwariskan kepada kerabat laki-laki tertua) menjadi primogenitur (diwariskan kepada anak laki-laki tertua).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demi melancarkan rencananya, Sultan Abdulaziz menerapkan sistem primogenitur tersebut di Mesir dengan mengakui dinasti Muhammad Ali sebagai penguasa sah Eyalet (wilayah administrasi setingkat provinsi) tersebut. Kendati rencananya gagal untuk diterapkan di tingkat kekaisaran, langkah yang diambil Sultan Abdulaziz dapat menjadi cerminan bagaimana penguasa mencari legitimasi perubahan suksesi politik dengan menjadikan keberhasilan di tingkat lokal sebagai langkah awal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal yang serupa dapat terjadi di Indonesia. Apabila wacana penunjukkan kepala daerah melalui DPRD diloloskan, langkah ini dapat menjadi fondasi untuk mewujudkan visi Presiden Prabowo dalam mengembalikan penunjukan Presiden dan Wakil Presiden kepada MPR.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>To be fair</em></span><span>, secara teknis tidak ada yang salah dengan wacana tersebut. Perlu diakui bahwa proses Pemilu/Pilkada memakan biaya yang sangat besar baik dari pihak negara sebagai penyelenggara, maupun dari pihak kandidat calon kepala daerah sebagai peserta. Dalam studi &ldquo;Efektivitas Pemilihan Kepala Daerah Melalui Dprd Dan Pemilihan Secara Langsung Oleh Rakyat Dalam Sistem Demokrasi (Studi Di Kota Medan)</span><span>&rdquo;</span><span>&nbsp;tahun 2022, Hasibuan menyebutkan bahwa Pilkada serentak dapat memakan biaya sebesar 20 triliun rupiah</span><span>.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam Proses Pemilu/Pilkada juga rawan akan politik uang yang dimainkan oleh para kandidat calon kepala daerah. Di samping hal-hal tersebut, bunyi sila ke-4 pun melegitimasi terlaksananya pemilihan kepala negara/daerah melalui mekanisme permusyawaratan/perwakilan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, apa yang menjadi permasalahan selama praktik tersebut berlangsung ialah ketidaknetralan lembaga perwakilan dalam memilih kepala negara/daerah. Sebagai contoh, selama Orde Baru MPR sebagai lembaga permusyawaratan/perwakilan tertinggi yang berhak untuk menunjuk Presiden dan Wakil Presiden pada saat itu hanya menjadi alat legitimasi rezim ketimbang mewakili aspirasi dari rakyat Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepala daerah pun dipenuhi oleh orang-orang dengan latar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang ditunjuk langsung oleh Soeharto. Hal tersebut jugalah yang membuat Soeharto dapat berkuasa selama 32 tahun tanpa adanya oposisi yang berarti baik dari lembaga legislatif maupun yudikatif karena adanya sentralisasi kekuatan politik pada pucuk lembaga eksekutif, yaitu Presiden.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan demikian lembaga lain seperti legislatif dan yudikatif, tidak mampu menjalankan tugas mereka sebagai&nbsp;</span><span><em>check and balance</em></span><span>&nbsp;kekuasaan tanpa adanya intervensi secara masif dan terstruktur dari pihak lembaga eksekutif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena kegagalan fungsi&nbsp;</span><span><em>check and balance</em></span><span>&nbsp;dari lembaga-lembaga tersebut, bergulirlah gerakan Reformasi pada tahun 1998 yang bertujuan untuk mengembalikan demokrasi dan kedaulatan politik Republik Indonesia ke tangan rakyat sipil. Dari era Reformasi pula lah diadakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala Daerah secara langsung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan demikian, Presiden dan Wakil Presiden dapat melegitimasi kekuasaannya atas dasar kehendak langsung dari rakyat yang akan dipimpinnya, bukan lagi dari sekelompok elit politik yang ada di MPR. Digaungkan pula upaya desentralisasi dalam wujud otonomi daerah sebagai respon dari kebijakan pembangunan yang dianggap tidak merata selama masa Orde Baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fungsi MPR juga ikut &ldquo;diberedel&rdquo; dengan membatasi fungsinya &ldquo;hanya&rdquo; sebagai lembaga yang berhak mengamandemen UUD tahun 1945. Langkah tersebut diharapkan dapat menaruh lembaga-lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif dalam kursinya masing-masing serta dapat menjalankan fungsinya sebagai antitesis dari sentralisasi kekuasaan dalam kehidupan bernegara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah penjelasan singkat tadi, lalu bagaimana kita harus menanggapi pernyataan Presiden Prabowo yang telah saya terangkan di awal? Tidak seperti biasanya, di kesempatan ini saya mencoba untuk &ldquo;kolaboratif&rdquo; dengan wacana Presiden Prabowo, yaitu menerima wacana beliau secara bersyarat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, sebelum DPRD berhak untuk menetapkan kepala daerah, para legislator perlu memenuhi syarat-syarat kualifikasi yang ketat diluar dari persyaratan yang sudah ada, seperti wajib melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), tidak pernah terjerat kasus pidana korupsi, memiliki rekam jejak turun langsung mengabdi pada masyarakat dan,&nbsp;</span><span><em>last but not least</em></span><span>, tidak memiliki kerabat yang sedang menjabat di posisi strategis pemerintahan setempat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau perlu, dan memang perlu, syarat pendidikan harus diubah dari minimal tamat SMA se-derajat menjadi minimal Strata 1 dengan IPK sekurang-kurangnya 3,0. Dengan menaikkan standar anggota DPRD seperti yang telah disebutkan, diharapkan para legislator memiliki kualifikasi secara moral dan intelektual sebagai representasi masyarakat yang ada di daerahnya masing-masing serta tetap menjaga nafas Reformasi yang anti-KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, cabut Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia (TAP MPRS) Nomor 25 tahun 1966.&nbsp;</span><span><em>Eits</em></span><span>, jangan emosi dulu. Usulan ini bukan berarti saya pro-PKI ataupun Komunisme. Tapi, saya beranggapan bahwa TAP tersebut membatasi diskursus perpolitikan Indonesia yang sekarang dikuasai oleh partai-partai berhaluan &ldquo;Kanan&rdquo; (Nasionalis-Agamis) dengan kebijakan ekonomi yang berpihak pada pemilik modal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Silakan anda sebutkan partai mana yang tidak berhaluan Kanan? Bahkan partai &ldquo;</span><span><em>wong cilik</em></span><span>&rdquo; yang berkuasa selama 10 tahun terakhir menghasilkan produk legislatif pro terhadap kebijakan pemilik modal dan menggerus hak-hak pekerja seperti yang termanifestasi dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan pada tahun 2022. Kalaupun ada partai yang pro terhadap pekerja, seperti Partai Buruh, mereka masih &ldquo;berselimut&rdquo; dalam narasi sosial-demokrat yang &ldquo;pancasilais&rdquo; dengan merujuk pada sila ke-2 dan ke-5.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Narasi yang mudah untuk ditiru dan diklaim oleh partai-partai lain bahwa mereka juga beraspirasi hal yang serupa. Tidak ada partai yang benar-benar kritis terhadap pemerintah terkait kebijakan-kebijakan ekonomi ekstraktif-eksploitatif dan secara nyata berpihak pada kaum pekerja dengan diskursus politik yang konkret. Pelarangan ideologi Komunisme dan politk berhaluan &ldquo;Kiri&rdquo; atas dasar Gerakan 30 September ibarat melarang gerakan politik Islam atas dasar pemberontakan DI/TII.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesuatu yang tidak objektif maupun solutif dalam jangka panjang. Mengingat keputusan tersebut digunakan Soeharto untuk membasmi lawan politiknya dan sebagai tanda keberpihakannya kepada Blok Barat di tengah berkecamuknya perang dingin.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekali lagi, bagian ini bukan untuk meng-</span><span><em>endorse</em></span><span>&nbsp;komunisme, melainkan opsi yang bertujuan untuk membuka diskursus politik selebar-lebarnya demi adanya keterwakilan kelas pekerja secara jelas berlandaskan teori politik yang konkret dalam penentuan kebijakan ekonomi dan pembangunan yang ada di Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarat-syarat yang telah saya sebutkan diatas sebenarnya mempunyai satu tujuan: yaitu pembuktian diri Presiden Prabowo Subianto bahwa ia bukan representasi dan tidak membawa aspirasi kebijakan Orde Baru. Jika ia tetap setia pada semangat reformasi, sebaiknya wacana penghapusan partisipasi publik dalam penentuan kepala negara/daerah ataupun politik harus dibuang jauh-jauh. Dan apabila ia&nbsp;</span><span><em>ngotot</em></span><span>&nbsp;dengan &ldquo;evaluasi&rdquo; sistem pemilihan, maka ia harus bisa menjamin bahwa para legislator perwakilan rakyat ialah orang-orang yang terkualifikasi dan membuka serta menjamin kebebasan diskursus politik di negara ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita pun sebagai masyarakat sipil wajib waspada dengan wacana beretorika agresif seperti apa yang telah diucapkan Presiden Prabowo. Kita perlu ingat bahwa Reformasi di Indonesia dibangun dengan keringat, bahkan darah masyarakat sipil. Kita perlu ingat bahwa rezim KKN Soeharto selama 32 tahun gagal dalam mensejahterakan tumpah darah Indonesia dan gagal dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju. Jangan sampai pengorbanan dalam menumbangkan&nbsp;</span><em><span>The Smiling General</span><span>&nbsp;dirobohkan begitu saja oleh&nbsp;</span></em><span><em>The Dancing General</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em><span>Opini ini ditulis oleh Zain Aqil Hidayat, mahasiswa Prodi Sastra Inggris FIB Unmul 2018 sekaligus Koordina</span><span>tor Laboratorium Intelektual Humanawa</span></em></strong><span><strong><em>&nbsp;</em></strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasibuan, Ros Intan Hasinah. 2022.&nbsp;</span><span><em>Efektivitas Pemilihan Kepala Daerah Melalui Dprd Dan Pemilihan Secara Langsung Oleh Rakyat Dalam Sistem Demokrasi (Studi Di Kota Medan)</em>.&nbsp;</span><span>Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum. Vol 2 Nomor 3: 205-216.</span></p><p>Weismann, Itzchak, and Fruma Zachs, editors. <em>Ottoman Reform and Muslim Regeneration: Studies in Honour of Butrus Abu-Manneh</em>. Bloomsbury Academic, 2005.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rencana Pembentukan Fakultas Baru dan Relokasi Sejumlah Prodi FKIP Terealisasikan di Akhir Tahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pembentukan-fakultas-baru-dan-relokasi-sejumlah-prodi-fkip-terealisasikan-di-akhir-tahun/baca </link>
<guid> rencana-pembentukan-fakultas-baru-dan-relokasi-sejumlah-prodi-fkip-terealisasikan-di-akhir-tahun </guid>
<pubDate> Tue, 24 Dec 2024 20:09:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Demi efisiensi, FKIP Unmul relokasi sejumlah prodi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pembentukan-fakultas-baru-dan-relokasi-sejumlah-prodi-fkip-terealisasikan-di-akhir-tahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QUhJK2DpHB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rencana Pembentukan Fakultas Baru dan Relokasi Sejumlah Prodi FKIP Terealisasikan di Akhir Tahun</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> FKIP Unmul sedang menjalani fase transformatif dengan relokasi sejumlah Program Studi (Prodi) sebagai bagian dari pembentukan fakultas baru yakni Ilmu Keolahragaan. Rencana relokasi ini dipertegas melalui surat edaran Dekan FKIP Nomor 2380/UN17.5/HM.00.01/2024 pada Selasa (9/12).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rencana relokasi tersebut telah lama digaungkan oleh pihak FKIP. Tetapi pelaksanaannya baru terealisasi di penghujung 2024.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Zahrah Aulia Nabila, menjelaskan bahwa hal tersebut telah dibahas jauh sebelum dirinya menjadi mahasiswa. Mahasiswi angkatan 2022 itu menyebutkan bahwa perencanaan tersebut telah dibahas pada tahun-tahun sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dan sebetulnya kami juga sudah menunggu cukup lama yang sebelumnya cuma janji-janji, akhirnya sekarang terealisasi,&rdquo; ujar Zahrah saat ditemui awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Jumat (13/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemindahan prodi sendiri dilakukan pada dua lokasi mengingat sebelumnya prodi-prodi FKIP tersebar di tiga lokasi yang berbeda. Adapun lokasi sebelum yakni di Kampus Gunung Kelua, Banggeris, dan Pahlawan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah terjadinya relokasi, penempatan beberapa prodi hanya berpusat pada dua lokasi saja. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, bersama Prodi Bahasa Inggris, ditempatkan di fakultas yang ada di Gunung Kelua. Sedangkan beberapa prodi lainnya, seperti Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), akan berada di kampus Banggeris.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kampus Pahlawan sendiri sementara akan difokuskan sebagai pusat Fakultas Ilmu Keolahragaan yang telah dirancang oleh pihak akademik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswi Prodi Pendidikan Guru PAUD (PG PAUD) Annisa Mustikhatul, menyampaikan rasa gembiranya terhadap keputusan ini. Mahasiswi yang juga dari angkatan 2022 itu mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa PG PAUD, termasuk dirinya, telah mulai belajar di kampus Gunung Kelua dan Banggeris sejak awal semester ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tanggapannya senang ya, karena PG PAUD juga kekurangan ruangan belajar. Jadi dengan adanya pemindahan ini, semoga ruangan untuk belajar cukup,&rdquo; katanya melalui pesan WhatsApp, Senin (16/12) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Annisa juga menjelaskan bahwa fasilitas di kampus Banggeris dan Gunung Kelua dirasa lebih nyaman dibandingkan kampus Pahlawan. Sebagai contoh, di Gunung Kelua hampir setiap lantai gedung memiliki toilet yang mudah diakses, sedangkan di Kampus Pahlawan hanya tersedia satu toilet yang harus digunakan bersama oleh tiga prodi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait relokasi sendiri, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>berhasil mewawancarai Dekan FKIP, Susilo, yang menjelaskan proses pemindahan bertujuan untuk mempersiapkan infrastruktur bagi Fakultas Ilmu Keolahragaan. Relokasi ini juga dilakukan untuk mendukung efisiensi pengelolaan FKIP yang kampusnya tersebar di tiga lokasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hari ini mulai dipindahkan. Itu prosesnya&nbsp;</span><span><em>kan</em></span><span>&nbsp;memindahkan barang. Jadi (Prodi) Penjas &nbsp;ke sana, (Prodi di) Pahlawan ke sini (Gunung Kelua) dan ke Banggeris&nbsp;</span><span><em>kan</em></span><span>.&rdquo; jelas Susilo, saat ditemui secara langsung, Senin (16/12).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan bahwa proses ini kemungkinan memakan waktu hingga dua minggu dan harus selesai sebelum Februari 2025, agar perkuliahan semester baru tidak terganggu. Susilo menjelaskan bahwa pembentukan Fakultas Ilmu Keolahragaan menjadi pendorong utama relokasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Fakultas olahraga itu memang mau dibentuk. Sehingga Penjas ini ada prodi baru namanya S1 Keolahragaan. Dua prodi ini lah (Penjas dan Keolahragaan) yang akan menjadi fakultas baru namanya Fakultas Ilmu Olahraga,&rdquo; paparnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, pemindahan ini juga bertujuan untuk efisiensi pengelolaan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;FKIP itu dapurnya ada tiga, pemeliharaannya tersedot biaya besar. Kalau hanya Gunung Kelua dan Banggeris, <em>kan</em> lebih ringan,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa, Zahrah berharap prodi-prodi yang dipindahkan mendapat fasilitas yang layak. Dia berharap agar pihak fakultas memperlakukan prodi dari Kampus Pahlawan dengan adil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maksudnya mendapat fasilitas sebagaimana mestinya, karena kita juga sudah cukup lama menghadapi keterbatasan,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Annisa berharap ada perbaikan dalam hal administratif dan fasilitas sederhana, seperti tempat sampah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, semoga FKIP makin sejahtera aja sih kak, dari mulai pejabat sampai ke mahasiswanya. Misalnya, SDM-nya diasah supaya kalau urus persuratan lebih gampang. Fasilitas juga ditambah, kayak <em>sediain</em> tempat sampah di setiap kelas gitu,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(zwg/ali/yra/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> RPKIM: Peluang bagi Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rpkim-peluang-bagi-mahasiswa-lulus-tanpa-skripsi/baca </link>
<guid> rpkim-peluang-bagi-mahasiswa-lulus-tanpa-skripsi </guid>
<pubDate> Thu, 26 Dec 2024 19:30:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> RPKIM solusi baru kelulusan dengan publikasi dan prestasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rpkim-peluang-bagi-mahasiswa-lulus-tanpa-skripsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8GyH2jrOvI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>RPKIM: Peluang bagi Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Prodi Psikologi berikan sosialisasi program baru Rekognisi Prestasi dan Karya Inovasi Mahasiswa (RPKIM) kepada mahasiswa semester &nbsp;tujuh yang mulai diterapkan pada angkatan 2021. Melalui Surat Keputusan (SK) Rektor yang dikeluarkan pada 2023 lalu, RPKIM tidak hanya berlaku untuk program studi (Prodi) Psikologi, melainkan diterapkan kepada seluruh prodi di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Program ini memungkinkan mahasiswa untuk mengganti tugas akhir skripsi dengan publikasi di jurnal ilmiah yang lulus <em>Science and Technology Index</em> (Sinta) 3 atau menyesuaikan ketentuan dari masing-masing prodi. Dengan begitu, mahasiswa didorong untuk aktif berinovasi dan meraih prestasi akademik yang lebih tinggi.</p><p style="text-align: justify;">RPKIM memberikan kesempatan lain sebagai syarat kelulusan dengan tidak menyamarkan keilmuan yang dihimpun pada jurusannya. Program ini dirancang untuk mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam menciptakan inovasi dan mengukir prestasi yang dapat diakui secara formal dalam lingkup akademik maupun non akademik.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Prodi (Kaprodi) Psikologi Dian Dwi Nur Rahmah menyatakan, langsung mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa setelah mendapat arahan dari Wakil Dekan I terkait RPKIM.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita sampaikan kepada mahasiswa, terutama angkatan 21 yang sedang skripsian,&rdquo; jelas Dian saat diwawancarai melalui telepon WhatsApp, selasa (17/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pada penerapan perdananya, prodi Psikologi berhasil melakukan diseminasi kepada sembilan mahasiswa. Dalam proses diseminasi, hasil penelitian rekognisi mahasiswa dinilai oleh pihak akademik seperti WD I, Kaprodi, Dosen Pembimbing (Dospem), dan dua Dosen Penguji.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, penerapan RPKIM masih mengalami kesulitan tersendiri bagi prodi-prodi di Unmul. Utamanya terkait dengan capaian prestasi non akademik, seperti prestasi dalam bidang seni maupun olahraga.&nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut, menurut Dian, terkadang tidak sesuai dengan jurusan yang diemban. Sebagai contoh, ia menganalogikan mahasiswa prodi Psikologi yang mendapatkan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Pencapaian tersebut tidak senilai dengan capaian pembelajaran lulusan Psikologi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Contoh nih, kalau psikologi kan lulusnya mau jadi apa? Oh mau jadi asisten psikolog, oh mau jadi tester, oh mau jadi staff HR. Nah kalau atlet, itu kan tidak nyambung dengan lulusan psikologi,&rdquo; imbuhnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski penerapan program tersebut merupakan arahan dari WD 1, akan tetapi kebijakan yang diterapkan menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing prodi. Hal ini kemudian memungkinkan aturan yang diterapkan pada prodi Psikologi memiliki perbedaan dengan prodi lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan adanya penerapan program ini, Dian berharap dapat menjadi alternatif lain bagi mahasiswa angkatan 2018, 2019, dan 2020 yang belum juga merampungkan skripsinya. Baginya, program ini tidak hanya berlaku untuk angkatan 2021 yang tengah berada di semester 7, melainkan juga pada angkatan yang berada di tahun-tahun sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika aturan ini diberlakukan, maka otomatis akan berlaku untuk semua angkatan yang sedang skripsi,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, salah satu mahasiswa prodi Psikologi FISIP Unmul, Muhamat Ahyar Ardani, membagikan pengalamannya saat menjalani program RPKIM. Ardani menjelaskan bahwa program RPKIM memberikan pengakuan terhadap prestasi mahasiswa, baik dalam bentuk publikasi jurnal ilmiah, karya seni, maupun penghargaan dari kejuaraan nasional atau internasional.</p><p style="text-align: justify;">Ardani memilih program RPKIM dibandingkan skripsi karena menilai program ini memberikan keuntungan, seperti waktu penyelesaian studi yang lebih singkat. Melalui program ini mahasiswa dapat pembelajaran untuk mempersiapkan publikasi jurnal sebagai syarat melanjutkan studi ke jenjang S2. Selain itu, ia juga memiliki beberapa penelitian yang belum sempat dipublikasikan, sehingga program ini menjadi solusi efektif untuk mengakui karyanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya kira program ini lebih singkat daripada skripsi,&rdquo; ujarnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (14/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, Ardani mengakui bahwa terdapat berbagai tantangan dalam menjalani program ini. Sebagai angkatan pertama yang mengikuti program RPKIM, ia merasa banyak hal yang belum jelas, seperti alur publikasi jurnal, cara menghubungi pihak jurnal, hingga pembuatan laporan yang masih belum memiliki panduan resmi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih banyak perubahan yang harus kami lakukan selama proses pelaporan agar bisa mendapatkan SK kelulusan dari rektor,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam menjalani program ini, mahasiswa tetap mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing yang sebelumnya juga membimbing skripsi. Meski begitu, ia turut menyoroti kekurangan terkait alur pelaporan dan pendadaran yang masih belum terstruktur.</p><p style="text-align: justify;">Ardani berharap ke depannya program ini dapat lebih baik dengan adanya panduan yang jelas, baik untuk laporan maupun proses pendadaran. Ardani juga menginginkan mahasiswa selanjutnya lebih memahami bahwa ada alternatif selain skripsi dalam menyelesaikan studi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rekognisi ini sangat menguntungkan, terutama untuk meringkas waktu studi dan memberikan kesempatan lulus lebih cepat bersama teman-teman,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(emf/ali/jaz/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Libur Semester, Berikut Rekomendasi Kegiatan bagi Mahasiswa agar Tetap Produktif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/libur-semester-berikut-rekomendasi-kegiatan-bagi-mahasiswa-agar-tetap-produktif/baca </link>
<guid> libur-semester-berikut-rekomendasi-kegiatan-bagi-mahasiswa-agar-tetap-produktif </guid>
<pubDate> Thu, 26 Dec 2024 19:48:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Isi liburan dengan aktivitas produktif untuk pengembangan diri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/libur-semester-berikut-rekomendasi-kegiatan-bagi-mahasiswa-agar-tetap-produktif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/O27RXMhvV6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Libur Semester, Berikut Rekomendasi Kegiatan bagi Mahasiswa agar Tetap Produktif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp;</span><span>Tidak terasa telah satu semester mahasiswa menjalani masa perkuliahan. Pertanda sudah saatnya bagi mahasiswa menikmati masa liburan selama sebulan lebih lamanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya bervakansi ke tempat-tempat menarik, waktu liburan semester juga dapat diisi dengan kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan serta melatih kemampuan yang dimiliki. Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>rangkumkan rekomendasi kegiatan produktif bagi mahasiswa saat liburan semester.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Magang</strong></span><br><span>Belajar tentunya tidak terbatas hanya pada saat hari perkuliahan saja. Sebagai mahasiswa tentu dapat mengembangkan kemampuan melalui pengalaman-pengalaman yang didapatkan melalui beberapa kegiatan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>campus.quipper.com</em>,&nbsp;</span><span>magang merupakan sebuah kegiatan pelatihan atau praktik untuk menerapkan ilmu kompetensi di dunia kerja. Magang biasanya dapat dilakukan selama satu bulan atau paling lama setahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu saja magang dapat menjadi pilihan mahasiswa untuk mengisi waktu libur semester yang biasanya berlangsung satu hingga dua bulan. Program magang membantu mahasiswa untuk meningkatkan kualitas praktik dan menambah pengalaman dalam bekerja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, banyak perusahaan yang memberi upah bagi yang mengikuti program magang. Tentunya hal tersebut bisa menjadi alternatif lain guna menambah penghasilan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kerja Paruh Waktu</strong></span><br><span>Dari&nbsp;</span><span><em>Kumparan.com</em>&nbsp;</span><span>menyebutkan, paruh waktu merupakan istilah yang biasa digunakan dalam pekerjaan yang dilakukan tidak penuh jam kerja karyawan. Jadi jika karyawan bekerja selama delapan jam, maka pekerja paruh waktu akan bekerja empat jam saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kerja paruh waktu biasanya dilakukan secara tidak permanen sehingga mahasiswa bisa menggunakannya sebagai pengisi waktu luang di masa liburan. Kerja paruh waktu biasa dilakukan di kafe-kafe atau tempat makan yang membuka lowongan untuk kerja paruh waktu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kerja paruh waktu tentunya dapat menambah pengalaman dan juga menambah uang saku mahasiswa untuk keperluan kuliah atau keperluan sehari-hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Freelance</em></strong></span><br><span><em>Freelance</em>&nbsp;</span><span>atau pekerja lepas merupakan sebutan untuk pekerjaan yang tidak terikat dengan perusahaan dan hanya bekerja saat dibutuhkan saja. Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>detik.com</em>,&nbsp;</span><span>meski tidak terikat sebagai karyawan tetap, biasanya para&nbsp;</span><span><em>freelancer</em>&nbsp;</span><span>&nbsp;akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan secara fleksibel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengisi waktu luang,&nbsp;</span><span><em>freelance</em>&nbsp;</span><span>dapat menjadi pilihan jika ingin menghabiskan masa libur dengan produktif. Pilihan pekerjaan&nbsp;</span><span><em>freelance</em>&nbsp;</span><span>juga beragam, seperti penulis lepas, desain grafis, penerjemah,&nbsp;</span><span><em>programmer</em>,&nbsp;</span><span>dan lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui&nbsp;</span><span><em>freelance</em>,</span><span>&nbsp;mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang bermanfaat untuk dirinya. Di balik pekerjaan yang fleksibel, mahasiswa juga bisa bekerja sambil berlibur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Melatih Kemampuan Baru</strong></span><br><span>Tidak hanya perihal dunia pekerjaan, tentu masa liburan dapat digunakan mahasiswa sebagai waktu untuk melatih kemampuan baru. Jika di hari kuliah mahasiswa akan sibuk memahami materi perkuliahan dan mengerjakan tugas, maka waktu liburan adalah saat yang cocok untuk melatih kemampuan baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada banyak kemampuan yang dapat diasah dan berguna bagi masa depan mahasiswa. Berlatih bahasa baru, desain, menulis, kemampuan teknis tertentu, atau materi jurusan lain bisa menjadi pilihan mahasiswa untuk menambah pengalaman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa dapat mengasah kemampuan barunya dengan mengikuti kursus-kursus daring ataupun luring. Selain itu, mahasiswa juga bisa berlatih secara otodidak melalui buku atau video yang dapat diakses melalui internet.</span></p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa pilihan kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa selama liburan. Meskipun berlibur ke tempat-tempat menarik juga pilihan yang menyenangkan untuk merehatkan pikiran di masa liburan, tetapi tidak ada salahnya juga jika ingin produktif di masa luang ini. Selamat berlibur! <strong><em>(myy/ner)</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lima Rekomendasi Film untuk Temani Liburan Natal dan Tahun Baru Kamu! </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/lima-rekomendasi-film-untuk-temani-liburan-natal-dan-tahun-baru-kamu/baca </link>
<guid> lima-rekomendasi-film-untuk-temani-liburan-natal-dan-tahun-baru-kamu </guid>
<pubDate> Fri, 27 Dec 2024 19:56:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film terbaik untuk liburan seru bersama keluarga tercinta </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/lima-rekomendasi-film-untuk-temani-liburan-natal-dan-tahun-baru-kamu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sXo7Jcb3Sf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Lima Rekomendasi Film untuk Temani Liburan Natal dan Tahun Baru Kamu!</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Akhir tahun menjadi salah satu momen liburan yang paling dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari liburan Natal pada 25 Desember yang menjadi momen spesial bagi umat Kristiani, dilanjut dengan momen-momen liburan untuk menyambut tahun baru.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk kamu yang tengah menghabiskan masa-masa liburan bersama dengan keluarga, menonton film bisa menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai pelengkap momen kumpul keluarga. Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;rangkum beberapa rekomendasi film yang bisa kamu jadikan referensi untuk disaksikan bersama dengan keluarga tercinta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Home Alone (1990)</strong></span><br><span>Siapa yang tidak familiar dengan film yang seringkali muncul di Televisi (TV) tiap liburan natal dan tahun baru ini? Menceritakan tentang Kevin McCallister (Macaulay Culkin), seorang anak berumur delapan tahun yang tidak sengaja tertinggal di rumah sendirian saat keluarga besarnya pergi liburan Natal ke Paris.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semuanya baik-baik saja bagi Kevin hingga pada suatu hari dua orang penjahat muncul dan mencoba untuk menyusup ke dalam rumahnya. Dengan kecerdikannya, Kevin membuat pertahanan di rumahnya berupa jebakan-jebakan untuk menghentikan kedua penjahat tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain menyajikan komedi yang mengocok perut, film ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya keluarga di hidup kita.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Spy x Family Code: White (2023)</strong></span><br><span>Film animasi ini digarap berdasarkan kisah keluarga Forger yang hidup dengan identitas ganda dari series anime dan manga dengan judul yang sama, yaitu Spy x Family. Cerita di film ini diawali dengan pengumuman kompetisi memasak Akademi Eden, tempat putri dari keluarga Forger, Anya, bersekolah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengetahui hal ini, demi kelancaran&nbsp;</span><span><em>Operation Strix</em></span><span>&nbsp;yang merupakan misi dari kepala keluarga Forger, yaitu Loid sebagai seorang mata-mata, dirinya pun memutuskan untuk membantu Anya agar menang dengan membuatkan makanan favorit kepala sekolahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Loid, Anya, dan Yor, ibu di keluarga Forger yang merupakan seorang pembunuh bayaran, akhirnya pergi ke negara tempat asal makanan tersebut. Selama perjalanan, secara tidak sengaja Anya malah terlibat dengan kejadian yang berpotensi mengancam kedamaian dunia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film ini begitu segar karena dibalut dengan visual yang memanjakan mata, kisah kekeluargaan yang memikat, hingga elemen aksi yang cukup menegangkan. Sedikit informasi, film ini sedang tayang di kanal YouTube Muse Indonesia hingga 15 Januari 2025, lo! Jadi jangan sampai ketinggalan!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe (2005)</strong></span><br><span>Bagi penyuka film fantasi, pilihan ini tidak boleh dilewatkan! Diadaptasi dari novel klasik karya C.S. Lewis, film ini menceritakan petualangan dari keempat bersaudara Pevensie, yaitu Peter, Susan, Edmund, dan Lucy.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keempatnya secara tidak sengaja menemukan sebuah dunia magis bernama Narnia yang melalui sebuah lemari tua di rumah kerabat mereka. Bersama dengan singa agung bernama Aslan, mereka berjuang untuk membebaskan Narnia dari kutukan musim dingin abadi yang diciptakan oleh Penyihir Putih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film dengan visual dan jalan cerita yang memukau ini menonjolkan tema-tema seperti persaudaraan, pengorbanan, dan keberanian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Rise of the Guardian (2012)</strong></span><br><span>Film animasi garapan studio DreamWorks ini menceritakan tentang petualangan Jack Frost bersama dengan makhluk-makhluk magis pelindung harapan serta mimpi anak-anak di seluruh dunia&ndash; yaitu Santa Claus, Easter Bunny, Tooth Fairy, dan Sandman yang menyebut diri mereka sebagai &ldquo;Guardians of Wonder&rdquo;. Sebagai Guardians yang baru, Jack Frost memiliki kesulitan untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya sebagai Guardians.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal itu terjadi karena anak-anak tidak mempercayai keberadaannya seperti mereka mempercayai Guardians yang lain. Hingga pada suatu hari, Pitch Black sebagai gambaran dari ketakutan dan kegelapan yang mampu membuat anak-anak jadi kehilangan kepercayaan terhadap Guardians muncul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyajikan konsep fantasi yang menyegarkan dan seru, film ini mengajarkan tentang pentingnya untuk menerima diri sendiri dan menjaga kepercayaan serta harapan di dalam diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Sweet 20 (2017)</strong></span><br><span>Sweet 20 atau&nbsp;</span><span><em>Sweet Twenty</em>&nbsp;</span><span>merupakan film&nbsp;</span><span><em>remake</em>&nbsp;</span><span>versi Indonesia dari film Korea yang berjudul Miss Granny (2014). Film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap ini menceritakan tentang seorang nenek bernama Fatmawati yang tinggal bersama anak, menantu, dan kedua cucunya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akibat sifatnya yang cerewet dan pilih kasih, keluarganya berencana untuk mengirimnya ke Panti Jompo. Sedih dengan berita tersebut, Fatmawati memutuskan untuk pergi dari rumah dan tanpa sengaja menemukan sebuah studio foto yang tiba-tiba saja membuat dirinya menjadi kembali muda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menggunakan nama Mieke, Fatmawati yang kini berusia 20 tahun akhirnya bertekad lagi untuk mengejar mimpinya sebagai penyanyi terkenal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain memiliki unsur komedi, kekeluargaan, dan romansa di dalamnya, film ini juga memberikan sentuhan fantasi yang sukses membawa audiensnya bernostalgia ke masa lalu melalui gaya pakaian dan lagu lawas yang dinyanyikan oleh Mieke.</span></p><div style="text-align: justify;">Itu tadi lima rekomendasi film yang bisa kamu jadikan referensi untuk ditonton bersama keluarga selama liburan. Tertarik untuk menyaksikan film-film di atas? <strong><em>(ary/myy)</em></strong></div><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bunyi Radio Antik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/bunyi-radio-antik/baca </link>
<guid> bunyi-radio-antik </guid>
<pubDate> Sat, 28 Dec 2024 21:16:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Radio antik, suara misterius, dan teror yang mematikan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/bunyi-radio-antik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JUM8JxgJ5q.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bunyi Radio Antik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em>Danum ohh Danum</em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara lirih mengagetkan Danum hingga dirinya terbangun dari tidurnya. Waktu menunjukkan pukul 2.30 malam. Memang sejak dirinya duduk di bangku sekolah, hingga dirinya telah bekerja, insomnia yang dideritanya kerap muncul tanpa ada peringatan sebelumnya.&nbsp;</span><span><em>Habis deh</em></span><span>, pikir Danum.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Danum ohh Danum</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum teringat dengan suara yang membangunkannya itu. Entah itu mimpi atau bukan, tapi terdengar begitu nyata. Suara perempuan yang lirih itu seperti teredam namun jelas bagi Danum. Masalahnya adalah Danum tinggal seorang diri di kontrakannya itu. Pikirannya mulai bercabang, mencoba mencari logika di tengah kecemasan. &quot;Mungkin hanya mimpi,&quot; gumam Danum, mencoba menenangkan diri. Sejak seminggu lalu suara itu terus hadir pada jam yang sama. Untuk mengalihkan pikiran, Danum memutuskan membuka laptop dan mengecek berkas pekerjaannya yang sekiranya bisa dia kerjakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malam ini, Danum mengundang sahabatnya, Diandra, untuk menginap di kontrakannya. Sejak pertama kali bekerja di perusahaan, mereka menjadi sahabat dekat. Diandra menerima undangan itu dengan senang hati. Diandra berpikir kalau Danum pasti tengah kesepian sampai mengundangnya. Tapi sebenarnya, Danum memiliki alasan lain: suara misterius yang mengganggunya setiap malam. Malam tadi di jam yang sama, yaitu 2.30 lagi-lagi Danum mendengar suara yang sama. Tapi kali ini suara itu mengatakan hal yang agak berbeda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Danum oh Danum, ingin tidur selamanya?</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kamu ketemu radio ini di mana, Num? Di toko antik? Bagus loh.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara Diandra mengembalikan pikirnya ke dunia nyata. Dilihatnya Diandra tengah memperhatikan radio transistor tua yang terpajang di ruang tamu. Radio itu adalah koleksi baru Danum, hasil hobinya yang mulai mengumpulkan barang antik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Iya, aku beli semingguan yang lalu,&quot; jawab Danum sambil membawa belanjaan ke dapur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kamu tau pemilik sebelumnya siapa?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum sedikit tersentak mendengar suara dari arah belakang ketika dirinya membersihkan sayuran. Rupanya Diandra kini telah berada di dapur dan ikut mempersiapkan makan malam. Danum mengerutkan dahinya mengingat apakah dia tau pemiliknya atau tidak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak, aku tidak tahu. Aku &lsquo;kan membelinya di toko antik. Mungkin itu milik yang punya toko?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum jadi berpikir apakah para kolektor harus mengetahui dari mana asal barang itu. Aduh dirinya jadi kepikiran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Oh, begitu. Kurasa kalau kamu tau jadi lebih baik, &lsquo;kan?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum hanya mengangkat bahunya, tidak tahu mau menjawab apa lagi. Setelahnya pembahasan beralih menjadi soal keseharian mereka, pekerjaan, dan lain-lain. Danum tidak merasa sunyi lagi di kontrakan. Yah, walaupun hal ini hanya akan dia rasakan malam ini saja. Setidaknya, pikiranya teralihkan dari rasa takutnya terhadap suara itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan hingga pagi, Danum tidak mendapati ada keanehan yang muncul. Danum bersiap dan Diandra juga bersiap. Ketika Danum akan menyiapkan makanan, Diandra meminta untuk sarapan di dekat kantor saja. Agar tak terlambat, kata Diandra. Meski agak heran Danum mengiakan lagi permintaan temannya itu. Padahal mereka sudah membeli bahan makanan untuk sarapan kemarin. Ketika mereka sarapan di warung makan dekat kantor mereka, Diandra membeberkan sesuatu yang membuat Danum tahu alasan kenapa dirinya bisa tertidur pulas malam tadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Num, tadi malam, sekitar jam setengah tiga, aku dengar suara aneh,&quot; katanya di sela sarapan mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum tertegun. &quot;Suara apa?&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Awalnya seperti gumaman. Lama-lama, suara itu jadi jelas dan berulang: &apos;Danum, oh Danum, ingin tidur selamanya?&apos;&quot; jawab Diandra.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mata Danum membesar. Itu kalimat yang sama persis dengan yang selama ini dia dengar. Dia mencoba menyangkal, &quot;Mungkin kamu mimpi, Ra.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Aku yakin aku nggak mimpi. Suara itu berasal dari radio antikmu. Waktu aku dekati, suaranya tiba-tiba hilang, persis seperti radio yang dimatikan,&quot; jelas Diandra dengan nada serius.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mendengar itu, bulu kuduk Danum meremang. Dia baru ingat sesuatu, suara misterius itu mulai muncul setelah dia membeli radio itu. Tapi selama ini, dia tidak pernah curiga bahwa suara itu berasal dari benda tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum kini membelalakkan matanya tidak percaya. &ldquo;Tapi itu radio jadul, Ra. Mana bisa dibuat jadi alarm. Dan kata pemilik toko, radio itu sudah tidak berfungsi, hanya bisa jadi pajangan,&rdquo; ucap Danum menggebu-gebu. Dirinya kini dilanda rasa bimbang antara percaya dan takut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu yang ada di pikiranku ketika mengetahui suara itu berasal dari radio antikmu itu, Num. Ketika aku mendekat, suara itu berhenti, persis seperti suara radio yang dimatikan. Aku merinding bukan main dan bergegas kembali ke kamar tidur. Hingga pagi aku tidak bisa tidur makanya kamu liat aku bangun duluan!&rdquo; terang Diandra tak kalah mengebu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum hanya terdiam mencerna penjelasan dari sahabatnya itu. Dia baru ingat kali pertama dia mendengar suara lirih itu setelah beberapa hari dirinya membeli radio antik itu. Namun, selama ini Danum tidak pernah curiga karena dirinya tidak merasa suara yang membangunkannya adalah suara dari radio.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malam itu, Danum memutuskan untuk berjaga hingga suara itu muncul lagi. Dan ternyata yang dikatakan oleh Diandra benar. Pada jam yang sama, suara gemuruh statis mulai terdengar, mirip radio yang mencari siaran. Perlahan, suara itu berubah menjadi panggilan lirih:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Danum oh Danum&hellip;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara itu sama persis dengan suara yang selalu dia dengar. Sontak saja Danum merinding bukan kepalang sebab dirinya menyadari kalau suara yang selama ini menghantuinya tidak berasal dari mimpinya melainkan suara sungguhan. Ada ketakutan yang membuat Danum ragu untuk membuka pintu kamar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Danum oh Danum buka pintunya&hellip;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara itu terdengar dibarengi dengan pintu kamar Danum yang langsung terbuka dengan cepat. Danum hanya terpaku melihat kejadian itu. Dari pintu kamar Danum dapat melihat jelas radio antik yang memang diletakkannya di meja ujung ruang tamu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Danum oh Danum...</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum dapat mendengar jelas suara itu berasal dari radio antik yang ada di ujung sana. Suara itu lirih dan teredam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Danum, tidak bisa tidur? Mau tidur selamanya?</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Danum takut sekali. Tubuhnya tidak bisa dia kontrol. Dia hanya merasa bahwa dirinya mengangguk tanpa bisa dicegah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sini&hellip; mendekat, biar kuajari.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>***</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keesokan paginya, Diandra menerima kabar mengejutkan. Danum ditemukan tewas di kontrakannya. Polisi menyebutkan kematiannya sebagai bunuh diri. Namun, Diandra tidak percaya begitu saja. Semalam, dia membaca artikel tentang radio antik yang sama seperti milik Danum. Radio itu sebelumnya dimiliki oleh seseorang yang juga ditemukan tewas dalam keadaan misterius, dengan luka yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebuah catatan dalam artikel itu menyebutkan bahwa korban sebelumnya pernah mengeluhkan mendengar suara aneh dari radio tersebut. Suara yang sama, dengan pesan yang sama: Ajakan untuk tidur selamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan hati penuh penyesalan, Diandra hanya bisa menangis. Jika saja dia lebih cepat memperingatkan Danum, mungkin segalanya akan berbeda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Siti Mu&apos;ayyadah, Mahasiswa Prodi Sastra Inggris FIB Unmul 2022.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Aksi, Demonstran Tuntut Kenaikan PPN hingga Pelanggaran HAM yang Tak Kunjung Tuntas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-aksi-demonstran-tuntut-kenaikan-ppn-hingga-pelanggaran-ham-yang-tak-kunjung-tuntas/baca </link>
<guid> gelar-aksi-demonstran-tuntut-kenaikan-ppn-hingga-pelanggaran-ham-yang-tak-kunjung-tuntas </guid>
<pubDate> Mon, 30 Dec 2024 20:13:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi masyarakat sipil Kaltim gelar aksi tolak PPN 12 persen dan tuntut keadilan kasus Muara Kate </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-aksi-demonstran-tuntut-kenaikan-ppn-hingga-pelanggaran-ham-yang-tak-kunjung-tuntas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HeESONSIyp.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Aksi, Demonstran Tuntut Kenaikan PPN hingga Pelanggaran HAM yang Tak Kunjung Tuntas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Keranda dan bunga mencerminkan keadaan pemerintah sekarang pada aksi penolakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen dan usut tuntas kasus pembunuhan yang dilakukan di Muara Kate. Berlokasi di depan gerbang Unmul pada Minggu (29/12), aksi tersebut diisi dengan penyampaian orasi politik mengenai kebijakan pemerintah saat ini yang dianggap menyengsarakan rakyat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi yang diikuti oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap kenaikan PPN menjadi 12 persen yang direncanakan berlaku pada 2025. Selain itu, aksi ini juga mendesak pengusutan tuntas kasus pembunuhan dua masyarakat adat di Muara Kate, Kabupaten Paser, yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi dimulai dengan orasi politik dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat yang hadir. Aksi juga dilengkapi dengan simbol perlawanan berupa tabur bunga dan keranda sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul Muhammad Ilham Maulana menyatakan, kenaikan PPN akan memberatkan rakyat, terutama kelompok menengah ke bawah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya menyebutkan, masyarakat hanya diberitahu bahwa kenaikan PPN sebanyak satu persen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tapi kenyataannya secara komprehensif, kenaikannya mencapai sembilan persen jika dihitung dengan dampaknya. Ini bukan hanya barang mewah yang terdampak, tapi juga bahan pokok yang sehari-hari digunakan masyarakat,&quot; ujar Ilham saat diwawancarai langsung oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;di lokasi aksi, Minggu (29/12).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyoroti ironi kebijakan pemerintah yang menggunakan dalih kenaikan PPN untuk mendanai program makan siang gratis. Baginya, kebijakan tersebut justru malah memberatkan masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika pemerintah ingin mendanai program strategis nasional, kenapa harus dari rakyat kecil yang sudah terbebani?&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain isu PPN, aksi tersebut juga menyerukan perhatian pada kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang menimpa masyarakat adat di Muara Kate. Dua korban, Russel (60) dan Anson (55), tewas dalam penyerangan di Pos Komando (Posko) pemantauan angkutan batubara pada 15 November lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga kini, pelaku belum ditemukan, meski pihak kepolisian telah memeriksa delapan saksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami sangat miris karena sudah 32 hari berlalu tanpa ada titik terang dari pihak pemerintah maupun instansi terkait. Wakil rakyat pun belum ada yang angkat bicara soal ini,&quot; ungkap Ilham.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tuntutan dan Rencana Lanjutan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam aksi ini, aliansi menyampaikan dua tuntutan utama, di antaranya</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menolak kebijakan kenaikan PPN 12 persen yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengusut tuntas kasus pembunuhan masyarakat adat di Muara Kate.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka juga menegaskan bahwa aksi lanjutan akan digelar pada Januari 2025 jika tuntutan tidak direspons. Ilham menegaskan bahwa gejolak masyarakat akan lebih besar dibandingkan saat kenaikan PPN 11 persen pada 2022 silam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&quot;Jika PPN 12 persen ini tidak dibatalkan, kami akan membangun gejolak yang lebih besar. Dan jika pemerintah tetap diam, kami akan menyuarakan: <em>Turunkan Prabowo</em>!&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi ini berlangsung damai namun penuh semangat, dengan pembakaran ban sebagai simbol perlawanan. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa masyarakat telah marah dan tidak akan tinggal diam menghadapi kebijakan yang mereka anggap menindas. <strong><em>(</em></strong><strong><em>emf/zwg/gta/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 00:00 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/0000/baca </link>
<guid> 0000 </guid>
<pubDate> Sat, 04 Jan 2025 19:24:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di tengah keramaian, pikiranku terjebak pada dirinya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/0000/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/94T0fFJfSF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>00:00</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara gemuruh kembang api terdengar jauh di luar, menandakan detik-detik pergantian tahun yang semakin dekat. Aku berdiri di balkon flatku, bertumpu pada pegangan besi yang dingin. Kota ini, Paris, terlihat hidup dengan lampu-lampu yang berkelap-kelip, memantulkan warna-warni dari kembang api yang meledak di langit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Angin malam yang sejuk mengusik rambutku, tapi aku tidak peduli. Aku memandang ke arah menara Eiffel yang jauh di sana, berkilauan dengan cahaya-cahaya yang berpadu dengan langit yang mulai gelap. Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba meresapi setiap detik yang akan segera berlalu. Waktu bergerak cepat, tapi aku masih belum bisa memutuskan apakah aku siap untuk meninggalkan tahun ini dan segala kenangan yang menyertainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Teman-teman yang baru kukenal beberapa tahun lalu sedang bermain dan menikmati cemilan sembari menunggu puncak pergantian tahun malam ini. Namun, aku memilih menjauh, menatap seorang laki-laki di seberang sana, membaca bukunya dengan tenang. Aku lalu menatap tumpukan bukuku di atas meja, beberapa sudah selesai kubaca, dan beberapa lainnya teronggok tanpa sempat kulirik. Aku memutar badan, kembali fokus pada laki-laki itu, yang sepertinya tidak menyadari pandanganku yang terus mengikutinya. Dia terlihat sangat tenang, sangat berbeda dari hiruk-pikuk sekitar. Seketika, jantungku berdetak lebih cepat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku bisa melihat bagaimana dia duduk di depan jendela besar flatnya, dengan cahaya lampu yang redup. Lengan kirinya terlipat di atas meja, sementara tangan kanannya terus membalik halaman buku. Wajahnya, yang disorot cahaya lampu, terlihat sangat damai. Mungkin itu yang menarikku&mdash; keheningan dan ketenangan dalam dirinya, yang kontras dengan kebisingan pesta dan suara kembang api yang menghujam udara malam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menyandarkan punggungku pada dinding balkon, berusaha mengingat setiap detail tentangnya. Rambutnya yang sedikit berantakan, jaket hitam yang dikenakannya, dan betapa seriusnya dia saat membaca. Aku ingin tahu lebih banyak tentangnya, meskipun aku tahu dia tidak lebih dari seorang sosok asing yang menjadi bagian dari pemandangan malamku</span><span>&ndash;</span><span>&nbsp;</span><span>ah&nbsp;</span><span>tidak, dia pernah memberiku beberapa rekomendasi film dan buku yang belum kuselesaikan semua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap detik yang berlalu membuatku merasa lebih terikat pada gambaran itu, pada dirinya yang tampaknya begitu jauh namun juga begitu dekat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku mengalihkan pandanganku ke arah kembang api yang mulai berjatuhan seperti bintang-bintang yang memecah langit. Kembang api itu semakin mendekat, meledak dengan warna-warni yang berkilauan, memantulkan cahayanya ke gedung-gedung tinggi dan jalanan yang penuh dengan orang-orang yang bersorak. Suara gemuruhnya terasa seperti dentingan waktu yang tak bisa dihentikan, menciptakan kegembiraan yang melanda setiap sudut kota.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jarak antara setiap ledakan terasa singkat, seolah waktu bergerak dengan cepat, mendorong orang untuk merayakan setiap detik. Langit di atas kota berwarna-warni dengan kilauan merah, hijau, biru, dan emas yang berganti-ganti, seolah-olah bintang-bintang turun dari langit untuk menyambut tahun baru</span><span>&ndash;</span><span>&nbsp;dan lagi, laki-laki di seberang sana tampak tak terganggu, juga tak tertarik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span><em>Is that the guy from the concert you went to</em></span><span>?&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara itu membuatku menutup mata karena terkejut, seketika lamunanku buyar. Suara kembang api terdengar lebih nyaring dari beberapa detik lalu, seperti menarikku kembali ke realita. Aku tak lagi berdiri, tak lagi bertumpu di besi yang semakin dingin. Aku duduk di kursi kayu, memeluk kedua lutut, dan dengan selimut kecil menutup kedua bahuku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menoleh ke arah Leah, salah satu temanku di sini, yang sekarang melihat ke meja di sampingku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span><em>How can you love someone who doesn&apos;t even know that you exist in this world</em></span><span>?&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku mengedipkan mataku pelan, mengikuti arah mata Leah</span><span>&ndash;&nbsp;</span><span>tabletku yang menampilkan seorang pria yang sedang siaran langsung sambil berkomunikasi lewat kolom komentar, ada ribuan penonton dan komentar yang naik tanpa henti. Langit di sana tampak cerah dengan sinar matahari lembut, sementara langitku masih dihiasi oleh kembang api yang berjatuhan. Aku bisa merasakan seberkas rasa cemas merayap di dalam dada, seolah pertanyaan itu mengguncang kedamaian yang kutemukan dalam diamnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span><em>Isn&apos;t it strange</em></span><span>?&quot; Leah melanjutkan, suaranya lebih lembut, seakan mencoba menenangkan sesuatu yang tersembunyi di balik kata-katanya. &quot;</span><span><em>You&rsquo;re over there, in your quiet world, and he&apos;s... just another face in the crowd, unknowingly part of your thoughts</em></span><span>.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span><em>I went to their concert</em></span><span>.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span><em>Yes, along with thousands of other people</em></span><span>.&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku mengangguk pelan, sekali lagi menyadari bahwa semua ini tak pernah dimaksudkan untukku. Dia adalah bagian dari dunia yang tak akan pernah bisa kugapai sepenuhnya. Dan aku, hanya satu di antara banyak wajah yang ia lihat tanpa mengenal lebih dalam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku menatap layar tablet di meja, masih menampilkan wajahnya yang tersenyum, berbicara pada ribuan orang yang tak pernah ia temui secara pribadi, termasuk aku. Tapi aku tak akan pernah bisa lepas dari itu semua. Aku tak akan pernah melupakan bagaimana aku bertahan menjalani hari hanya untuk melihatnya di penghujung hariku, menghilangkan semua rasa lelah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Leah hanya satu dari sekian orang yang terus menanyakan bagaimana rasanya menyukai seseorang yang bahkan tak benar-benar kukenal. Aku tahu dia benar. Tapi bagaimana bisa aku berhenti menyukai seseorang yang, tanpa sadar, telah memberiku harapan dan kehangatan di hari-hari yang terasa dingin? Bagi mereka, itu mungkin hal yang aneh, sia-sia, atau bahkan menyedihkan. Tapi bagiku, menyukainya seperti menyukai kembang api di langit malam&mdash; indah, meskipun hanya sementara dan jauh di luar jangkauan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span><em>It&apos;s twelve</em></span><span>!&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span><em>HAPPY NEW YEAR</em></span><span>!&quot;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malam ini aku memutuskan untuk kembali menyimpan perasaan itu dalam waktu yang tak bisa kutentukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Maydhinni, mahasiswi Sastra Inggris FIB Unmul angkatan 2022</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Teruntuk Masa yang Lalu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/teruntuk-masa-yang-lalu/baca </link>
<guid> teruntuk-masa-yang-lalu </guid>
<pubDate> Sat, 04 Jan 2025 20:31:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pada akhirnya kurelakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/teruntuk-masa-yang-lalu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/65cyyZtXJC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Teruntuk Masa yang Lalu</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="">Rasa trauma &hellip;<br><span>Selalu ada di dalam jiwa</span><br><span>Tetap mencoba tuk berusaha &hellip;</span><br><span>Namun tak sesuai dengan kenyataanya</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Entah datang darimana &hellip;</span><br><span>Segala sesuatu yang tak disangka</span><br><span>Entah dapatnya bagaimana &hellip;</span><br><span>Semua insan kian bergelora</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Selalu terjebak di hati &hellip;</span><br><span>Menjadi sasaran yang dinanti</span><br><span>Kucoba perlahan tuk lari &hellip;</span><br><span>Namun semua itu tiada arti</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Lalu bagaimana dengan keadaanku &hellip;</span><br><span>Menahan tangis di setiap waktu</span><br><span>Dengan sekuat tenaga usahaku &hellip;</span><br><span>Pada akhirnya semua terasa kaku</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Tatkala perasaanku meringis &hellip;</span><br><span>Hingga batinku menangis</span><br><span>Dan ternyata telah habis &hellip;</span><br><span>Semua kekuatan yang berlapis</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Pada akhirnya kurelakan &hellip;</span><br><span>Semua yang mengecewakan</span><br><span>Hingga diriku bisa bertahan &hellip;</span><br><span>Dengan segala hal yang memilukan</span></p><p dir="ltr" style=""><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Anisa Nuraini, mahasiswa Program Studi &nbsp;Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmul 2023</em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Huru-hara Penundaan Pembayaran UKT, Ini Penjelasan Pihak Rektorat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/huru-hara-penundaan-pembayaran-ukt-ini-penjelasan-pihak-rektorat/baca </link>
<guid> huru-hara-penundaan-pembayaran-ukt-ini-penjelasan-pihak-rektorat </guid>
<pubDate> Tue, 07 Jan 2025 21:12:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembayaran UKT tertunda, selisih semester lalu jadi perhatian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/huru-hara-penundaan-pembayaran-ukt-ini-penjelasan-pihak-rektorat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9YlqCJ3XAn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Huru-hara Penundaan Pembayaran UKT, Ini Penjelasan Pihak Rektorat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Berdasarkan surat yang diterbitkan pihak rektorat Unmul mengenai prosedur standar pelaksanaan herregistrasi dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), masa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) seharusnya dimulai sejak 02 Januari 2025 lalu. Namun, pada realitanya terjadi penundaan yang membuat mahasiswa belum dapat membayar UKT.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penundaan pembayaran UKT tersebut diinformasikan melalui&nbsp;</span><span><em>broadcast</em></span><span>&nbsp;atau siaran pesan tanpa pernyataan resmi dari pihak rektorat. Hal tersebut memicu kebingungan dan ketidakpuasan di kalangan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diketahui, pergantian nomor rekening penerimaan pembayaran UKT menjadi alasan dibalik penundaan tersebut. Pihak dari Biro Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Azhari menyebut hal tersebut memang harus dilakukan. Hal tersebut berhubungan dengan adanya pergantian kabinet kementerian Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akhir tahun kemarin ada surat dari kementerian, kita itu kan ganti menteri (jadi) ganti kode Satker (Satuan Kerja), otomatis ganti semua. Artinya rekening yang lama tidak boleh dibuka lagi, akhirnya ditutuplah,&rdquo; terang Azhari saat ditanyai langsung oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (6/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Informasi terkait pergantian Satker ini tidak diumumkan secara luas untuk menghindari kesalahpahaman dan hanya diinformasikan kepada para Dekan Fakultas dan Bank mitra Unmul. Azhari menyatakan, persoalan ini akan diselesaikan selambat-lambatnya pada 10 Januari 2025 mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi kebingungan hal ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul menginisiasi konsolidasi secara daring untuk mencari solusi bersama. Konsolidasi pertama terlaksana pada Sabtu (4/1), dilanjutkan dengan konsolidasi lanjutan pada Senin (6/1) kemarin. Puncaknya, hari ini, Selasa (7/1), dilaksanakan audiensi bersama pihak rektorat yang dihadiri secara langsung oleh Abdunnur selaku Rektor Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, masa pembayaran UKT dijadwalkan hingga 20 Januari 2025 dengan masa validasi hingga 24 Januari 2025. Apabila terjadi kendala, pihak rektorat memastikan akan ada perpanjangan waktu ke depannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur turut mengomentari terkait informasi kenaikan UKT yang sempat beredar. Dia menjelaskan bahwa yang terjadi bukanlah kenaikan, melainkan penyelesaian selisih pembayaran dari tahun lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selisih pembayaran tersebut muncul sebagai akibat dari penyesuaian kebijakan kenaikan tarif pembayaran UKT dan iuran pengembangan institusi (IPI) tahun akademik 2024/2025 yang sempat ramai diperbincangkan. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski pada akhirnya kebijakan kenaikan UKT dan penetapan IPI tersebut dibatalkan, beberapa mahasiswa sudah ada yang membayar UKT lebih maupun kurang. Oleh sebab itu, terdapat informasi bahwa ada kemungkinan naik atau turunnya nominal UKT yang harus dibayar. Ini merupakan buntut dari perubahan nominal UKT yang sempat terjadi di semester sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selisih lebih bayar UKT yang dikeluarkan oleh mahasiswa di semester sebelumnya telah dikembalikan, sedangkan mahasiswa yang kurang bayar diharuskan untuk melunasi kekurangan bayar tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita komit (berkomitmen) kalau yang lebih bayar (UKT) kita kembalikan, tapi kalau kurang bayar (UKT) seyogyanya bayar,&rdquo; pungkas Abdunnur. <strong><em>(xel/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Digital Detox: Persiapan Optimal untuk Menyambut Kehidupan Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/digital-detox-persiapan-optimal-untuk-menyambut-kehidupan-kampus/baca </link>
<guid> digital-detox-persiapan-optimal-untuk-menyambut-kehidupan-kampus </guid>
<pubDate> Fri, 10 Jan 2025 18:24:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Digital Detox bantu ciptakan keseimbangan hidup mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/digital-detox-persiapan-optimal-untuk-menyambut-kehidupan-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HZHc90PQzK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Digital Detox: Persiapan Optimal untuk Menyambut Kehidupan Kampus</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Saat ini dunia benar-benar terhubung melalui teknologi digital. Hal ini menyebabkan proses digitalisasi telah menjadi elemen krusial dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kampus.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walaupun kehidupan kampus kini sangat terhubung dengan teknologi, Digital Detox tetap memberikan banyak manfaat sebelum kamu memulai perkuliahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>rangkum lima alasan mengapa Digital Detox masih penting meskipun kita hidup di era yang serba digital:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Menyiapkan Mental untuk Pembelajaran yang Lebih Fokus</strong></span><span><br></span><span>Kampus seringkali menghadirkan banyak materi yang harus dipelajari dalam waktu singkat dan menuntutmu mempelajari materi yang banyak tersebut dalam waktu yang singkat pula. Tanpa istirahat dari perangkat digital, otak bisa kelelahan dan sulit berkonsentrasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Digital Detox membantu mengurangi gangguan dari notifikasi dan aplikasi, sehingga kamu dapat belajar lebih fokus dan efisien.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Menghindari&nbsp;</span><span><em>Burnout</em>&nbsp;</span></strong><span><strong>di Awal Semester</strong></span><span><br></span><span>Masuk kampus melibatkan banyak kegiatan akademik dan sosial yang dapat melelahkan jika kamu terlalu banyak menggunakan perangkat digital. Digital Detox memberikan waktu bagi otak untuk pulih, menyegarkan pikiran, dan mengisi ulang energi. Sehingga, kamu lebih siap untuk menghadapi tantangan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Meningkatkan Kesehatan Mental dan Emosional</strong></span><span><br></span><span>Penggunaan perangkat digital yang berlebihan sering memicu stres, kecemasan, dan perbandingan sosial. Dengan melakukan Digital Detox, kamu bisa menikmati kehidupan kampus dengan lebih tenang, meningkatkan kualitas tidur, dan menjaga keseimbangan mental yang lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Interaksi Langsung</strong></span><span><br></span><span>Menghabiskan terlalu banyak waktu di dunia maya dapat melemahkan kemampuan berinteraksi secara langsung. Digital Detox mendorong kamu untuk lebih terlibat dalam percakapan langsung dengan teman-teman dan dosen, membangun hubungan nyata yang lebih sehat dan otentik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Membantu Mengatur Prioritas</strong></span><span><br></span><span>Digital Detox memberikan ruang untuk refleksi diri dan mengevaluasi mana yang menjadi prioritas utama dalam hidupmu. Dengan mengurangi gangguan dari dunia digital, kamu dapat lebih mudah memfokuskan energi pada tujuan akademik dan kegiatan yang membawa manfaat nyata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah derasnya arus digitalisasi, menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan tanggung jawab akademik adalah kunci untuk meraih kesuksesan di kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Digital Detox bukan berarti sepenuhnya meninggalkan teknologi, melainkan menggunakannya secara bijak dan terarah. Dengan memberi waktu untuk fokus, refleksi, dan interaksi nyata, kamu bisa menjadikan kehidupan kampus lebih bermakna dan produktif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mulailah dengan hal sederhana, seperti menetapkan waktu tanpa gawai setiap hari atau mengurangi penggunaan media sosial sebelum tidur. Jadikan teknologi sebagai alat pendukung tujuanmu, bukan sebagai penghalang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlu diingat, keberhasilanmu di kampus dan kehidupan tidak ditentukan oleh seberapa sering kamu terhubung secara <em>online</em>, melainkan bagaimana kamu mampu menentukan prioritas dan menjaga komitmen terhadap hal-hal yang benar-benar penting.</span></p><p style="text-align: justify;">Ambil kendali atas waktu dan energimu, dan jadikan kehidupan kampus sebagai perjalanan yang penuh makna dan pencapaian. Kini saatnya untuk kamu memulai Digital Detox dan menciptakan pengalaman kampus yang lebih sehat, fokus, dan seimbang. <strong><em>(xel/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanpa Judul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tanpa-judul/baca </link>
<guid> tanpa-judul </guid>
<pubDate> Sat, 11 Jan 2025 11:53:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ah, tambah nasi panas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tanpa-judul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6EymLHGpda.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tanpa Judul</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perairan dangkal<br><span>dan dalam</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Udang pun</span><br><span>tetap udang</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari laut</span><br><span>dan tambak</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ibu memasak udang, tahi ia keluarkan</span><br><span>dari punggung sampai kepala</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Udang asam dan manis</span><br><span>digoreng dengan tepung</span><br><span>sama-sama nikmat</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ah, tambah nasi panas</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Udang</span><br><span>ada pula yang dimakan mentah</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan buatan Ibu</span><br><span>Melainkan buatan orang serba putih dengan dapur super mengkilap</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, udang pun</span><br><span>tetap udang</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Udang mentah dimakan</span><br><span>Udang yang berotak besar</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diseruput &ldquo;Kaldunya&rdquo;</span><br><span>Merah-merahnya</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Udang berotak besar dimakan</span><br><span>dari punggung</span><br><span>sampai kepala</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepala udang menjadi dua</span><br><span>Udang berotak besar dimakan,</span><br><span>kenyang perut si tamak</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Andini Oktaviandari, Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SDGs dan Indonesia: Keberlanjutan atau Sekadar Retorika? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sdgs-dan-indonesia-keberlanjutan-atau-sekadar-retorika/baca </link>
<guid> sdgs-dan-indonesia-keberlanjutan-atau-sekadar-retorika </guid>
<pubDate> Sat, 11 Jan 2025 12:17:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> SDGs butuh aksi lokal dan global demi keberlanjutan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sdgs-dan-indonesia-keberlanjutan-atau-sekadar-retorika/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/E3uBE3B6RS.png" />
					</figure>
			                <h1>SDGs dan Indonesia: Keberlanjutan atau Sekadar Retorika?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang digaungkan pada 2015 dengan tujuh belas tujuan ambisius, ditargetkan tercapai di 2030. Mulai dari pengentasan kemiskinan hingga aksi melawan perubahan iklim. SDGs dirancang untuk bersifat inklusif, dengan melibatkan semua negara dan lapisan masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, krisis global seperti pandemi Covid-19, konflik geopolitik, dan krisis iklim telah mengancam kemajuan yang telah dicapai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>The Sustainable Development Goals Report</span><span>&nbsp;2024</span><span>&nbsp;</span><span>memberi kita gambaran yang cukup mengejutkan tentang kemajuan global menuju pencapaian SDGs. Dari total target yang ada, hanya 17 persen yang berada di jalur pencapaian. Sisanya? Hampir setengah yang hanya menunjukkan sedikit kemajuan, sementara lebih dari sepertiga mengalami stagnan atau mundur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Negara-negara berkembang, terutama di Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan, menjadi pihak yang paling terpukul. Ketimpangan dalam akses pembiayaan, teknologi, dan infrastruktur menunjukkan bahwa sistem ekonomi global masih belum berpihak pada pembangunan yang merata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, laporan ini juga membawa sedikit harapan. Penurunan angka kematian anak, peningkatan akses air bersih, dan biaya remitansi yang lebih murah menjadi contoh perubahan tetap mungkin terjadi jika ada komitmen bersama. Sayangnya, keberhasilan ini hanya sebagian kecil dari pekerjaan besar yang harus dilakukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu tantangan terbesar dalam laporan ini adalah krisis iklim yang memperburuk banyak target SDGs. Emisi karbon yang terus meningkat, investasi minim dalam energi terbarukan, dan ketergantungan negara berkembang pada bahan bakar fosil menjadi penghalang utama. Ketidakserasian dengan target&nbsp;</span><span><em>The Paris</em>&nbsp;<em>Agreement</em></span><span>&nbsp;atau Perjanjian Paris hanya menambah urgensi untuk bertindak lebih cepat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai generasi muda, laporan ini harus menjadi panggilan untuk bertindak. Dengan sisa waktu kurang dari enam tahun menuju 2030, langkah kita harus lebih fokus dan terkoordinasi. Kembali lagi saya tekankan bahwa moto &ldquo;</span><span><em>Think globally, act locally</em>&rdquo;</span><span>&nbsp;adalah prinsip yang tepat untuk memulai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita bisa mengambil langkah sederhana tetapi berdampak besar, seperti mengurangi jejak karbon, mendukung energi terbarukan, dan mengadopsi gaya hidup berkelanjutan di komunitas kita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gerakan-gerakan komunitas menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Greenpeace dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) yang aktif dalam isu lingkungan, membantu mewujudkan SDG 13 (</span><span><em>Climate Action</em></span><span>). Zero Food Waste mengajak masyarakat untuk mengurangi pemborosan makanan, mendukung SDG 12 (</span><span><em>Responsible Consumption and Production</em></span><span>).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Samarinda sendiri, gerakan seperti&nbsp;</span><span><em>@transit.smr</em>&nbsp;</span><span>yang berfokus pada penggunaan transportasi umum, sejalan dengan visi SDG 11 (</span><span><em>Sustainable Cities and</em>&nbsp;<em>Communities</em></span><span>). Selain itu, komunitas World Cleanup Day yang digelar rutin melibatkan berbagai kalangan untuk membersihkan sampah, mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbagai tugas proyek kampanye lingkungan yang dilakukan oleh mahasiswa seperti&nbsp;</span><span><em>@santaphabis.bawapulang</em></span><span>&nbsp;dan&nbsp;</span><span><em>@ecolite.association</em>&nbsp;</span><span>turut berkontribusi pada peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat. Begitupun dengan Gerakan Pramuka yang juga turut berkontribusi dalam pendidikan kepedulian sosial dan lingkungan, ini sejalan dengan SDG 4 (</span><span><em>Quality Education</em></span><span>) dan kerja sama yang kuat melalui SDG 17 (</span><span><em>Partnerships for the Goals</em></span><span>).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua inisiatif ini, meskipun berskala lokal, memberikan dampak besar dalam menciptakan perubahan nyata di tingkat komunitas dan mendukung pencapaian SDGs secara keseluruhan. Namun, aksi lokal saja tidak cukup. Kita juga harus berperan aktif dalam mendukung reformasi global, terutama dalam menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah, institusi keuangan, dan sektor swasta harus ditekan untuk memastikan pembiayaan yang memadai bagi negara. Media sosial menjadi alat yang sangat efektif untuk menyebarkan kesadaran, memobilisasi dukungan, dan menuntut aksi nyata dari para pemangku kepentingan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, izinkan saya menaruh skeptisisme terhadap komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung SDGs. Pernyataan terbaru Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menyatakan bahwa perkebunan sawit dapat membantu mengurangi emisi karbon, bertentangan dengan fakta ilmiah dan realitas di lapangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Herry Purnomo, Koordinator Center for International Forestry Research (Cifor), perkebunan sawit hanya mampu menyimpan karbon sebesar 40-80 ton per hektare per tahun. Sementara itu, hutan hujan tropis memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang jauh lebih besar, yaitu 300-500 ton per hektare per tahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, lebih dari sekadar angka, ekspansi perkebunan sawit kerap menjadi pendorong utama deforestasi besar-besaran di Indonesia. Hilangnya hutan tropis tidak hanya mengurangi kapasitas penyimpanan karbon, tetapi juga menghancurkan keanekaragaman hayati dan merusak ekosistem yang vital bagi keseimbangan lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pernyataan yang menyetarakan perkebunan sawit dengan hutan alam dapat memberikan justifikasi bagi deforestasi lebih lanjut, yang bertentangan dengan tujuan SDG 13 (</span><span><em>Climate Action</em></span><span>) dan SDG 15 (</span><span><em>Life on Land</em></span><span>).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Deforestasi yang terus berlangsung menunjukkan prioritas kebijakan yang lebih mendukung ekspansi ekonomi berbasis kelapa sawit daripada perlindungan lingkungan. Tanpa langkah nyata untuk menghentikan deforestasi dan melindungi hutan yang tersisa, komitmen pemerintah terhadap SDGs berisiko menjadi retorika semata, tanpa dampak nyata bagi keberlanjutan lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebuah ironi, di mana dalam kampanyenya Prabowo selalu menggaungkan keberlanjutan, namun justru melangkah jauh dari esensi keberlanjutan itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>SDGs bukan hanya kumpulan target, mereka adalah refleksi dari nilai-nilai universal tentang kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan. Sebagai generasi yang akan mewarisi dunia ini, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa janji global ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menjadi kenyataan yang dirasakan oleh semua orang, terutama mereka yang paling membutuhkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Waktu terus berjalan, tetapi ini bukan saatnya menyerah. Pencapaian besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara kolektif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan bekerja bersama, baik di tingkat lokal maupun global, kita dapat mengubah jalur yang tampak suram ini menjadi masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan. Dunia menunggu tindakan kita, mari buktikan bahwa kita adalah generasi yang mampu membawa perubahan nyata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Reza Zwageri, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional FISIP Unmul 2022</em></strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Daftar Pustaka</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hidayat, A., &amp; Wijaya, A. (2025).<em>&nbsp;</em></span><span><em>Sawit pemicu deforestasi Prabowo</em></span><span>. Tempo.&nbsp;</span><a href="https://www.tempo.co/lingkungan/sawit-pemicu-deforestasi-prabowo-1190895"></a><a href="https://www.tempo.co/lingkungan/sawit-pemicu-deforestasi-prabowo-1190895">https://www.tempo.co/lingkungan/sawit-pemicu-deforestasi-prabowo-1190895</a><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>United Nations. (2024).&nbsp;</span><span><em>The Sustainable Development Goals Report 2024</em></span><span>.&nbsp;</span><a href="https://unstats.un.org/sdgs/report/2024/The-Sustainable-Development-Goals-Report-2024.pdf"></a><a href="https://unstats.un.org/sdgs/report/2024/The-Sustainable-Development-Goals-Report-2024.pdf">https://unstats.un.org/sdgs/report/2024/The-Sustainable-Development-Goals-Report-2024.pdf</a><span></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mencoba Saling Mengerti dengan Bahasa Isyarat Lewat Film Hear Me: Our Summer </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/mencoba-saling-mengerti-dengan-bahasa-isyarat-lewat-film-hear-me-our-summer/baca </link>
<guid> mencoba-saling-mengerti-dengan-bahasa-isyarat-lewat-film-hear-me-our-summer </guid>
<pubDate> Mon, 13 Jan 2025 16:07:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film dengan nuansa romantis, santai, dan penuh pesan moral </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/mencoba-saling-mengerti-dengan-bahasa-isyarat-lewat-film-hear-me-our-summer/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KrSPl5h0wk.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mencoba Saling Mengerti dengan Bahasa Isyarat Lewat Film Hear Me: Our Summer</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Santai dan nyaman merupakan kata yang pas untuk mendeskripsikan salah satu film dari Korea Selatan yang rilis pada 2024 lalu. Berdurasi 109 menit, <em>Hear Me: Our Summer</em> dengan genre <em>romance</em>-nya membawakan kisah dua insan dengan cara yang berbeda.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film dengan latar musim panas ini menceritakan tentang kisah seorang pemuda bernama Lee Young-Jun (Hong Kyung) yang jatuh cinta dengan Soe Yoe-reum (Roh Yeon-seo). Hampir seluruh komunikasi yang dilakukan oleh keduanya menggunakan bahasa isyarat karena Lee Young-jun yang menebak Soe Yoe-rum menyandang tuna rungu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya berkisah perihal percintaan keduanya, kisah yang terinspirasi dari film Taiwan yang bertajuk&nbsp;</span><span><em>Hear Me</em></span><span>&nbsp;(tanpa&nbsp;</span><span><em>Our Summer</em></span><span>) itu juga menceritakan tentang perjuangan saudara, Soe Ga-eul (Kim Min-ju) adik dari Soe Yoe-reum merupakan seorang atlit renang tuna rungu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Soe Yoe-reum memiliki impian membantu mimpi adiknya mengikuti Olimpiade. Dengan seluruh kehidupannya yang difokuskan untuk adiknya, sampai dia tidak tau mimpinya sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari<em>&nbsp;</em></span><span><em>Imdb.com</em>, rating</span><span>&nbsp;dari film ini terhitung lumayan, yakni mencapai 7,5/10 dan dapat dinikmati hampir seluruh kalangan usia. Film ini dibawakan dengan atmosfer yang santai dan damai. Sinematografi untuk setiap adegan turut memanjakan mata penonton dengan keindahannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, bahasa isyarat yang menjadi salah satu komunikasi dalam film tersebut memberikan efek tersendiri. Interaksi antar pemeran utama menjadi berbeda dari interaksi romantis kebanyakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, cerita yang santai sangat cocok bagi penonton yang membutuhkan&nbsp;</span><span><em>refreshing</em></span><span>&nbsp;pikiran dengan menonton film tersebut. Bahkan di dalam film tersebut, tidak ada karakter yang berperan sebagai antagonis, melainkan bagaimana tokoh melawan sifat buruk yang tidak dia sadari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, hal tersebut juga bisa menjadi bumerang bagi film tersebut. Alur yang santai berubah menjadi membosankan bagi penonton yang menyukai konflik yang kompleks atau lebih menantang. Kurangnya bumbu pada cerita membuat akting dari tokoh terasa hambar meski diperankan oleh aktor yang berpengalaman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu, dengan membawa isu disabilitas, film ini memberikan pesan agar kita dapat mengerti dan menerima perbedaan antara satu dengan yang lain. Sebuah kekurangan bukanlah hama yang harus dihindari melainkan sebuah pelajaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, film ini juga menyadarkan kita untuk menemukan mimpinya sendiri bukan hidup karena mimpi orang lain. Karena mimpi orang lain itu mimpi mereka bukan mimpi kita sendiri.</span></p><p style="text-align: justify;">Jadi, itu dia ulasan singkat tentang <em>Hear Me: Our Summer</em>. Ada yang sudah nonton? <strong><em>(myy/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lawan Boros, Berikut Tips Berhemat bagi Mahasiswa Rantau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/lawan-boros-berikut-tips-berhemat-bagi-mahasiswa-rantau/baca </link>
<guid> lawan-boros-berikut-tips-berhemat-bagi-mahasiswa-rantau </guid>
<pubDate> Fri, 17 Jan 2025 20:26:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Beberapa strategi untuk meminimalkan pengeluaran mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/lawan-boros-berikut-tips-berhemat-bagi-mahasiswa-rantau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wqQNrHQCEL.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lawan Boros, Berikut Tips Berhemat bagi Mahasiswa Rantau</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sebagai mahasiswa yang merantau jauh dari tempat asal, tentu tinggal di indekos atau asrama menjadi sebuah pilihan. Tidak hanya harus menyiapkan mental karena tinggal jauh dari orang tua, pengelolaan keuangan juga jadi tantangan tersendiri yang kerap menjadi rintangan mahasiswa yang merantau.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak jarang, karena kurangnya pengalaman mengelola keuangan, membuat mahasiswa yang tinggal di indekos atau asrama menjadi boros dan kehabisan uang. Lalu, apakah tips agar mahasiswa yang tinggal di indekos atau asrama dapat berhemat?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa yang tidak tinggal di rumah, tentunya pengelolaan keuangan menjadi tanggung jawab diri sendiri. Mahasiswa mesti mahir membagi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makan, keperluan kampus, dan keperluan-keperluan lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun seringkali pengeluaran mahasiswa melebihi dari yang seharusnya. Hal tersebut disebabkan pengelolaan keuangan yang tidak tepat. Tentunya hal tersebut memengaruhi kebutuhan sehari-hari mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu, bagaimana mahasiswa yang tinggal di asrama atau indekos bisa berhemat? Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>rangkum beberapa tips berhemat yang bisa kamu terapkan:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mengatur Pengeluaran</strong></span><br><span>Salah satu mahasiswa yang tinggal di indekos, Susi Hasriani mengakui boros merupakan pengalaman yang dialami olehnya. Meskipun begitu, dirinya tidak terpaku pada sifat tersebut. Mahasiswa Prodi Statistika FMIPA 2022 itu memberikan tips agar mahasiswa yang tinggal di indekos dapat mengatur pengeluarannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengatur pengeluaran, Susi menghitung pembagian uang yang akan digunakan per harinya. Hal tersebut berguna agar uang tidak digunakan secara berlebihan setiap harinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misal duit jajannya sejuta perbulan,&nbsp;</span><span><em>nah</em></span><span>&nbsp;tinggal bagi&nbsp;</span><span>deh</span><span>&nbsp;perharinya maksimal bisa ngeluarin berapa. Kalo pengeluaran per harinya kurang dari batas maksimal biasanya kutabung buat&nbsp;</span><span><em>emergency money</em></span><span>&nbsp;</span><span><em>sih</em>,</span><span>&rdquo; terang Susi melalui pesan Whatsapp, Sabtu (11/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan penjelasan Susi,&nbsp;</span><span><em>Kompas.com</em></span><span>&nbsp;menyebutkan mengatur pengeluaran tentu diperlukan mahasiswa untuk berhemat. &nbsp;Mencatat pengeluaran menjadi salah satu tips yang berguna.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan mencatat pengeluaran, mahasiswa dapat mengevaluasi diri dan juga melihat jejak uang yang digunakan untuk keperluan apa saja. Mahasiswa juga dapat menyesuaikan pengeluaran dengan pemasukan yang dimiliki.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Memasak Sendiri</strong></span><br><span>Tips lain yang Susi sarankan yaitu memasak sendiri. Hal tersebut tentu berguna dalam berhemat karena masakan yang dimasak sendiri biasanya lebih banyak sehingga dapat disimpan. Namun jika tidak sempat masak, Susi menyarankan untuk membeli lauknya saja dan memasak nasi sendiri agar lebih hemat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Berhubung aku jarang masak, paling masak nasi terus beli lauk aja,&rdquo; lanjut Susi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Membawa Bekal</strong></span><br><span>Berhubungan dengan tips sebelumnya, membawa bekal juga membantu mahasiswa untuk berhemat. Dengan cara ini, mahasiswa dapat terhindar dari membeli makan di luar dengan harga yang jauh lebih mahal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, mengutip dari&nbsp;</span><span><em>halodoc.com</em>,&nbsp;</span><span>membawa bekal sendiri membantu untuk menjaga kebersihan dan kesehatan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini karena mahasiswa dapat mengontrol makanan apa yang dijadikannya sebagai bekal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Berjalan Kaki</strong></span><br><span>Tips untuk berhemat selanjutnya yaitu dengan berjalan kaki untuk lokasi yang mudah ditempuh. Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>liputan6.com</em>,&nbsp;</span><span>dengan berjalan kaki tentu akan lebih hemat dikarenakan pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan jadi lebih sedikit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, berjalan kaki juga bermanfaat bagi tubuh untuk menjaga kesehatan dan mengurangi karbon dioksida dari asap kendaraan yang dapat merusak lingkungan.</span></p><p style="text-align: justify;">Selain tips di atas, masih ada beberapa tips lain yang bisa digunakan mahasiswa untuk berhemat. Seperti mengoptimalkan penggunaan promo saat berbelanja atau menggunakan fasilitas gratis dari kampus, asrama, juga indekos. Yuk, mulai berhemat! <strong><em>(myy/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gadis Selili dan Orang Utan: Bagian 1 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/gadis-selili-dan-orang-utan-bagian-1/baca </link>
<guid> gadis-selili-dan-orang-utan-bagian-1 </guid>
<pubDate> Sat, 18 Jan 2025 14:24:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah perjuangan gadis muda dari kampung Selili </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/gadis-selili-dan-orang-utan-bagian-1/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ue0e9QOG1a.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gadis Selili dan Orang Utan: Bagian 1</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selili, sebuah kampung di tepian Sungai Mahakam, berdiri di tengah keterpencilan, jauh dari hiruk-pikuk kota, serta rumah-rumah penduduk tersebar berjarak. Meski tak luas, kampung ini juga tak terasa sempit bagi warganya menjalani hidup sederhana. Mayoritas penduduknya bertani, menggantungkan hidup pada ladang-ladang subur yang dikelilingi hutan lebat dan aliran sungai. Di tempat itulah, ketekunan mereka terpatri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di dalamnya, hiduplah seorang gadis yang periang. Namun, namanya masih menjadi teka-teki hingga kini. Ia merupakan putri dari pasangan petani yang dikenal rajin, terutama keuletannya membantu kedua orangtuanya. Meski baru berusia sekitar 15 tahun, ia telah terbiasa dengan berbagai pekerjaan di ladang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap pagi, ia mendahului sinar mentari untuk menemani orangtuanya menanam padi, sayuran, dan buah-buahan di ladang. Pasca tugasnya usai, ia melanjutkan pekerjaannya dengan mengumpulkan kayu bakar dari hutan yang mengelilingi desa yang kemudian akan digunakan untuk memasak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selepas menyelesaikan tugasnya, langkah kecilnya berlari ke tepi hutan untuk bermain. Sayangnya, ada satu kebiasaan yang kerap membuat orangtuanya cemas; ia seringkali pergi tanpa pamit. Meski telah berkali-kali diingatkan untuk izin lebih dulu, ia masih saja sering tidak mengindahkan perintah orangtuanya, entah lupa atau sengaja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suatu hari, setelah menyelesaikan pekerjaannya membantu kedua orangtuanya di ladang, kebiasaan buruk gadis itu kembali muncul. Perasaan bebas yang membara di dalam dirinya sulit dibendung. Dengan riang, ia menelisik sudut demi sudut ladang, melompat-lompat penuh kegembiraan, hingga langkahnya membawanya ke gerbang hutan yang lebat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seketika ia tersadar bahwa ia telah bermain terlalu jauh. Tiba-tiba, peringatan dari kedua orangtuanya untuk tidak bermain terlalu jauh melintasi benaknya. Rasa takut mulai menggerogoti hatinya sehingga ia memutuskan untuk pulang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun saat berbalik badan, ia dikejutkan oleh suara gemerisik dari semak-semak. Rasa penasarannya yang kuat mendorongnya untuk kembali mendekat, meski peringatan orang tuanya jelas terngiang di telinganya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baru saja ia tiba di hadapan semak-semak, belum sempat ia berekspresi apapun, seekor orang utan besar tiba-tiba melompat keluar menerjang sang gadis. Dengan cepat, orang utan itu langsung menggendongnya dan membawanya lari jauh ke dalam hutan. Gadis itu berusaha melepaskan diri, namun cengkeraman lengan orang utan itu terlalu kuat, dan hewan itu menunjukkan kelincahannya dalam berlari sangat kencang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orang utan itu bergerak lincah dari satu pohon ke pohon lainnya, tangan satunya menggelantung di antara dahan-dahan tinggi, sementara tangan satunya lagi mencengkram badannya. Erangan nyaring khas orang utan menggema di seluruh penjuru hutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap ayunannya diiringi suara khas yang memecah keheningan hutan. Gadis malang itu hanya bisa menangis meraung-raung memohon pertolongan. Ditambah tubuhnya yang terguncang hebat akibat kelincahan orang utan dalam menyusuri hutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semakin jauh mereka masuk, semakin seram suasananya. Cahaya matahari semakin terhalang oleh kanopi pohon yang rapat, memunculkan bayangan-bayangan aneh di sekeliling mereka. Gadis itu tidak berhenti menangis, ketakutannya semakin menjadi-jadi ketika ia melihat berbagai makhluk aneh yang bersembunyi mulai bermunculan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Makhluk-makhluk itu mengintip di balik pepohonan dan semak belukar, ditambah suara-suara hutan yang menyeramkan. Tidak pernah terpikirkan olehnya, keceriaannya berujung menghantarkannya ke kebinasaan yang semula tidak pernah diduga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orang utan tiada henti berlari membawa sang gadis menuju hutan belantara yang tak berujung. Walau sedang dalam malapetaka, diam-diam penuh ketelitian ia memperhatikan sekelilingnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gadis itu berusaha menghafal setiap tempat yang dilewati sebagai bekal untuk melarikan diri suatu saat nanti. Meskipun sangat sulit mengenalinya karena kecepatan orang utan dalam berlari mengacaukan fokusnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tiba-tiba, orang utan memanjat sebuah pohon tua besar. Pohon itu menjulang sangat tinggi di antara pepohonan lainnya. Sampai di puncaknya, orang utan langsung mendudukkannya di sana. Rencananya untuk melarikan diri seketika sirna, mengingat ketinggian yang luar biasa dapat membahayakan nyawanya. Terlebih, tidak ada waktu untuk memanjat turun, mengingat orang utan yang terus mengawasinya dengan cermat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pohon itu menjadi tempat di mana ia ditawan. Di sana, ia menjalani hari-hari yang penuh penderitaan, jauh dari harapan. Pohon raksasa itu menjadi saksi bisu atas hari-hari kelam yang dilaluinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap bagian dari pohon itu ikut menyimpan setiap isak tangis atas cemas yang menghinggapinya. Sekeras apa pun usahanya menyusun rencana kabur, akan selalu didapati oleh orang utan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlahan, ia mulai terbiasa dengan kehidupan mencekamnya. Kehidupan yang semula mimpi buruk, mau tak mau ia terima kepahitannya. Hingga akhirnya, ia melahirkan anak dari orang utan itu. Meski begitu, kerinduan terhadap ayah dan ibunya, ladangnya, serta desanya di Selili tak pernah pudar. Setiap malam, di bawah naungan bintang-bintang, tak pernah terlewat sepatah doa, berharap bala bantuan datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap pagi, orang utan selalu berkelana menyusuri hutan, mencari makanan untuk sang gadis. Terlepas dari kebejatannya, orang utan selalu menjaganya dari segala marabahaya di hutan. Setiap pulang dari perjalanannya, orang utan selalu memberinya sebuah kelapa. Setiap harinya, ia akan selalu mengonsumsi kelapa yang diberikan kepadanya, sehingga kelapa-kelapa usang bekas santapannya menumpuk menggunung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di balik ketabahannya, tersembunyi kegelisahan yang berkobar di relung hatinya. Tiap malamnya, di bawah sinar rembulan yang pucat, di atas pohon angker yang menjulang, ia merajut benang-benang asa, mencoba menemukan cara untuk meloloskan diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beragam ikhtiar telah ditempuh, namun semua berujung pada kegagalan yang sama. Ia menyerah pada takdir yang terasa getir, seolah garis hidupnya telah terukir. Ia mulai memahami bahwa segala daya dan upayanya hanyalah riak kecil yang tak mampu melawan arus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam keheningan pikirannya, ia bertanya-tanya, apakah ayah dan ibunya tengah memikirkannya di kejauhan. Di tengah belantara yang sunyi, dikepung pepohonan angker yang menyembunyikan dirinya dari dunia, ia terus berdoa. Keajaiban, meskipun tampak mustahil, selalu ia dambakan. Meski asa kian meredup, ia kerap membayangkan ayah dan ibunya, atau penduduk desa yang entah bagaimana datang menyelamatkannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malam itu, angin berhembus lirih dan hutan sunyi senyap, semakin menambah gejolak perasaannya yang &nbsp;naas. Ia tertunduk lemas memandangi sekeliling hutan yang membosankan. Tiba-tiba, bola matanya terarah pada tumpukan sampah kelapa yang menggunung. Ini jawaban dari Tuhan!&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Bersambung &hellip;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Nurul Wahdini, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2023, berdasarkan hasil wawancara bersama warga daerah Samarinda Seberang, Agus Ahmad Fauzi</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lima Tips Mencegah Gangguan Kesehatan pada Musim Pancaroba </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/lima-tips-mencegah-gangguan-kesehatan-pada-musim-pancaroba/baca </link>
<guid> lima-tips-mencegah-gangguan-kesehatan-pada-musim-pancaroba </guid>
<pubDate> Mon, 20 Jan 2025 19:34:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Musim pancaroba membawa tantangan, penting menjaga kesehatan optimal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/lima-tips-mencegah-gangguan-kesehatan-pada-musim-pancaroba/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/F1Ak4WsKhr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lima Tips Mencegah Gangguan Kesehatan pada Musim Pancaroba</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Musim pancaroba adalah peralihan musim kemarau ke hujan ataupun sebaliknya. Musim di Kalimantan Timur dipengaruhi oleh adanya pola curah hujan. Pola curah hujan di Kalimantan Timur sebagian besar dipengaruhi oleh angin monsun. Angin monsun merupakan angin yang secara periodik berhembus dari Benua Asia menuju Benua Australia dan juga sebaliknya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Angin monsun terjadi akibat adanya perbedaan tekanan antara kedua benua. Angin monsun yang berasal dari daratan benua Asia akan melewati lautan yang luas sehingga mendatangkan musim hujan di Indonesia. Akan tetapi, angin monsun dari Australia tidak melewati lautan yang luas sehingga curah hujan di Indonesia menjadi sedikit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peralihan musim yang terjadi dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan. Banyak orang menganggap bahwa paparan air hujan yang menyebabkan gangguan kesehatan. Padahal, gangguan kesehatan ini disebabkan oleh perubahan yang mendadak dari unsur-unsur cuaca seperti suhu dan kelembapan udara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Virus dan bakteri dapat berkembang lebih baik dikarenakan adanya perubahan suhu. Sebagai contoh ialah Rotavirus yang dapat menyebabkan rinosinusitis atau pilek pada orang-orang yang terkena.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain pilek, perubahan kelembapan dapat menyebabkan gangguan pada kulit seperti ruam, pertumbuhan jamur, serta iritasi. Penyebaran demam berdarah (DBD) juga dapat meningkat karena tempat berkembang biak dari nyamuk&nbsp;</span><span><em>Aedes aegypti</em>&nbsp;</span><span>meningkat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menghindari dan mengatasi hal tersebut, berikut&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;rangkum sejumlah tips untuk kamu menjaga kesehatan dalam perubahan musim yang terjadi:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mengonsumsi Vitamin C</strong></span><br><span>Pada musim pancaroba, kekebalan tubuh dapat menurun karena perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Kekebalan tubuh yang buruk dapat menyebabkan kita lebih mudah terpapar patogen seperti virus dan bakteri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu cara untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan mengonsumsi vitamin C. Vitamin C didapatkan dari makanan ataupun suplemen vitamin tambahan. Vitamin C terdapat pada buah-buahan dan sayuran seperti jambu biji, jeruk, pepaya, brokoli, bayam, dan sebagainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Menjaga Sanitasi dan Kebersihan Tubuh</strong></span><br><span>Untuk mencegah penyebaran dari patogen, kita harus rutin untuk menjaga sanitasi dan juga kebersihan. Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang kita gunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk makan. Hal ini menyebabkan tangan menjadi penyebab masuknya patogen ke dalam tubuh kita. Dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun, kita dapat mengurangi risiko masuknya patogen ke dalam tubuh kita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain mencuci tangan, kebersihan tubuh juga penting. Mandi dua kali sehari secara rutin dapat mengurangi risiko kesehatan pada kita, terutama risiko adanya gangguan kulit seperti ruam dan pertumbuhan jamur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Olahraga secara Rutin</strong></span><br><span>Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>siloamhospitals.com</em>,&nbsp;</span><span>aktivitas yang teratur dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi stres. Melakukan olahraga selama musim pancaroba dapat mendukung tubuh untuk tetap sehat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menjaga tubuh tetap sehat, kita dapat melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari. Olahraga juga harus tetap disesuaikan dengan kemampuan pribadi sehingga tidak menyebabkan cedera pada tulang dan sendi. Untuk mengoptimalkan manfaatnya, olahraga harus dilakukan secara rutin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Mengonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi Seimbang</strong></span><br><span>Makanan sehat dan bergizi seimbang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mencukupi kebutuhan nutrisi. Buah, sayuran, dan biji-bijian mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat meningkatkan kerja sistem imunitas tubuh. Kekebalan tubuh yang baik ini dapat memudahkan tubuh kita dalam menghadapi perubahan cuaca.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Makanan bergizi seimbang dapat dicapai sesuai dengan pedoman &ldquo;Isi Piringku&rdquo;. Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>p2ptm.kemkes.go.id</em></span><span>, isi piringku dicapai dengan satu kali makan, 50 persen merupakan makanan pokok dan lauk-pauk, serta 50 persen sisanya adalah sayuran dan buah-buahan. Selain dari mengatur kebutuhan dan porsi makan, kita juga harus menjaga pola makan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tidur yang Cukup</strong></span><br><span>Bagi mahasiswa, tidur dapat memperbaiki tubuh, mengatur hormon, memulihkan fisik, memperbaiki sel-sel, menghemat energi, meningkatkan konsentrasi, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, tidur yang cukup dan berkualitas cukup penting untuk menjaga tubuh tetap bugar dan optimal selama masa perubahan cuaca.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Durasi tidur yang baik adalah tidur dengan durasi 7 - 9 jam setiap hari. Selain itu, ciri-ciri tidur yang baik adalah mampu tidur dalam 15 - 20 menit serta saat terbangun, kita merasa dalam kondisi yang segar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk meningkatkan kualitas tidur, kita dapat menentukan jadwal tidur teratur, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, hindari konsumsi kafein, serta lakukan relaksasi sebelum tidur.</span></p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa cara untuk tetap menjaga kesehatan selama musim pancaroba. Sebagai mahasiswa, kesehatan kita harus tetap terjaga sehingga tetap mampu mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik dan optimal. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ayo tetap menjaga kesehatan agar dapat kembali ke semester yang baru dengan lebih kuat! <strong><em>(dan/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Bertajuk ‘HEAL’, SCOPH CIMSA Unmul Adakan Kampanye Sadar Gejala Diabetes </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bertajuk-heal-scoph-cimsa-unmul-adakan-kampanye-sadar-gejala-diabetes/baca </link>
<guid> bertajuk-heal-scoph-cimsa-unmul-adakan-kampanye-sadar-gejala-diabetes </guid>
<pubDate> Tue, 21 Jan 2025 17:08:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringati Hari Diabetes Sedunia, CIMSA Unmul gelar kampanye "HEAL" </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bertajuk-heal-scoph-cimsa-unmul-adakan-kampanye-sadar-gejala-diabetes/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/qA6m6Vw4Dn.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Bertajuk ‘HEAL’, SCOPH CIMSA Unmul Adakan Kampanye Sadar Gejala Diabetes</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Diabetes adalah penyakit kronis akibat gangguan produksi atau penyaluran insulin yang menyebabkan tingginya kadar gula dalam darah. Jika tidak terkendali, diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada saraf, mata dan organ lainnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk meningkatkan kesadaran akan gejala diabetes, Standing Committee on Public Health (SCOPH) Center of Indonesia Medical Students&rsquo; Activities (CIMSA) Unmul mengadakan kampanye penyuluhan dalam rangka Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap 14 November. Mengambil tema &ldquo;HEAL (Healthy Eating, Active Living)&rdquo;, kampanye dimulai secara daring dengan kuis interaktif seputar diabetes di Instagram CIMSA Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi diabetes di Indonesia meningkat pesat dari 6,9 persen di 2013 menjadi 8,5 persen, bahkan diperkirakan mencapai 10,9 persen menurut konsensus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni). Angka ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dalam terhadap pencegahan dan pengendalian diabetes.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya secara daring, kampanye juga dilakukan luring pada 16 November 2024 di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Kaltim. Acara ini menyasar populasi usia produktif, mulai dari 18-49 tahun, dan dihadiri oleh 42 peserta, 31 anggota CIMSA Unmul, serta 14 anggota magang CIMSA Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 Wita yang dimulai dengan<em>&nbsp;</em></span><span><em>pre-test</em></span><span>&nbsp;untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Setelah itu sesi edukasi tentang pencegahan diabetes, diikuti dengan&nbsp;</span><span><em>post-test</em>&nbsp;</span><span>untuk menilai peningkatan pemahaman peserta.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, juga disediakan layanan pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah dan tes kadar gula darah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Aulia Nissa Sabila, Project Officer HEAL CIMSA Unmul</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Guna Tingkatkan Pengetahuan Terkait HIV/AIDS, SCORA CIMSA Unmul Gelar Penyuluhan Bertajuk “SHINE” </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/guna-tingkatkan-pengetahuan-terkait-hivaids-scora-cimsa-unmul-gelar-penyuluhan-bertajuk-shine/baca </link>
<guid> guna-tingkatkan-pengetahuan-terkait-hivaids-scora-cimsa-unmul-gelar-penyuluhan-bertajuk-shine </guid>
<pubDate> Wed, 22 Jan 2025 17:42:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Peringati World AIDS Day, SCORA CIMSA Unmul galakkan program "SHINE" </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/guna-tingkatkan-pengetahuan-terkait-hivaids-scora-cimsa-unmul-gelar-penyuluhan-bertajuk-shine/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QxnIoA0AV6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Guna Tingkatkan Pengetahuan Terkait HIV/AIDS, SCORA CIMSA Unmul Gelar Penyuluhan Bertajuk “SHINE”</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, pada triwulan II 2023 terjadi kenaikan kasus HIV sejumlah 13.746 orang dan pada triwulan III mencapai 17.690 orang. Rendahnya pelaksanaan skrining HIV di masyarakat, terutama ibu hamil yang kemungkinan melahirkan bayi dengan HIV, bersumbangsih terhadap peningkatan kasus.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rendahnya tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS juga ditemukan pada para calon pengantin. Padahal sangat penting untuk mengetahui perilaku yang aman selama hubungan seksual untuk menghindari penularan kepada pasangan bahkan anak di masa mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berangkat dari hal tersebut, Standing Committee on Reproductive Health and Rights including HIV &amp; AIDS (SCORA) CIMSA Unmul mengadakan kegiatan bertajuk &ldquo;Stop HIV and AIDS for Nice Future (SHINE)&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan pertama dilaksanakan pada Rabu (27/11/24), berupa&nbsp;</span><span>SHINE <em>Quiz</em></span><span>&nbsp;di akun Instagram CIMSA Unmul untuk mengukur pengetahuan kalangan muda terkait HIV/AIDS, sekaligus menjadi sarana penyebaran informasi yang efektif dan mudah dijangkau.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Puncak kegiatan dan acara inti dilakukan pada Sabtu (30/11/24) di Puskesmas Juanda, dengan target sasaran berupa ibu hamil dan calon pengantin yang terdaftar di daerah Samarinda Ulu. Setelah melakukan registrasi, peserta dapat melakukan&nbsp;</span><span><em>screening</em></span><span>&nbsp;HIV terlebih dahulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara dibuka oleh Raden Intan Utami selaku MC tepat pada pukul 09.30 WITA. Sebelum masuk ke inti acara, peserta diminta untuk mengisi&nbsp;</span><span><em>pre-test</em></span><span>&nbsp;untuk menguji tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukannya penyampaian materi yang dibawakan oleh Agnes Kartini mengenai HIV/AIDS.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selanjutnya, diadakan sesi talkshow yang dimoderatori oleh Muhammad Ilham. Tidak hanya dengan Agnes, sesi ini juga dibersamai oleh Hapniah selaku Direktur Eksekutif Daerah PKBI Kalimantan Timur untuk berdiskusi bersama terkait HIV/AIDS dan bagaimana kenyataannya di masyarakat, terkhusus di Kalimantan Timur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah rangkaian acara tersebut, peserta diminta mengerjakan&nbsp;</span><span><em>post-test</em></span><span><em>&nbsp;</em>dengan harapan &nbsp;terjadi peningkatan pemahaman peserta, dan tentunya lebih paham serta lebih aktif dalam menyuarakan kepeduliannya terhadap HIV/AIDS.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan World AIDS Day (WAD) yang jatuh di tanggal 1 Desember, tepat sehari setelah puncak kegiatan tersebut, SCORA juga menyebarkan&nbsp;</span><span><em>celebration</em>&nbsp;<em>poster</em></span><span>&nbsp;yang dapat ditambah dan disebarluaskan ke&nbsp;</span><span><em>story</em></span><span>&nbsp;Instagram masing-masing. SCORA Cimsa Unmul juga mengajak mahasiswa FK Unmul untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap HIV/AIDS.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, SCORA CIMSA Unmul berharap meningkatnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terkait HIV/AIDS, serta berkurangnya stigma buruk terhadap orang dengan HIV dan AIDS (ODHA).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini sesuai dengan tema besar WAD 2024 oleh Kemenkes &ldquo;Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa&rdquo;. Maka dari itu mari bersama mengakhiri stigma, diskriminasi, dan ketidaksetaraan dalam penanganan HIV/AIDS.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press release ini ditulis oleh Nabila Khoirunnisa, Media and Communication Team CIMSA Unmul</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program MBKM Berpotensi Dihentikan, Mahasiswa Sampaikan Kekecewaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-mbkm-berpotensi-dihentikan-mahasiswa-sampaikan-kekecewaan/baca </link>
<guid> program-mbkm-berpotensi-dihentikan-mahasiswa-sampaikan-kekecewaan </guid>
<pubDate> Wed, 22 Jan 2025 17:56:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa berharap program MBKM tetap dilanjutkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/program-mbkm-berpotensi-dihentikan-mahasiswa-sampaikan-kekecewaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7fRChkNrzx.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Program MBKM Berpotensi Dihentikan, Mahasiswa Sampaikan Kekecewaan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun ini terancam ditiadakan oleh pihak pemerintah. Program yang banyak diminati oleh mahasiswa di seluruh Indonesia ini terancam akibat adanya pergantian kabinet pemerintahan pusat.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini sejalan dengan belum ada tanda-tanda dibuka pendaftaran kegiatan seperti magang dan pertukaran mahasiswa per Rabu (22/1) ini. Meskipun begitu, kabar akan ditiadakan program MBKM ini masih belum mendapat konfirmasi yang pasti oleh pihak penanggung jawab.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>detik.com</em>,</span><span>&nbsp;Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiksaintek) kabinet Presiden Prabowo Subianto, Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan tanggapan terkait program MBKM. Dirinya meminta agar mahasiswa menunggu atas hasil tinjauan ulang program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tunggu dulu aja, karena kita juga ingin&nbsp;</span><span><em>review</em>&nbsp;</span><span>kembali. Karena dari sisi pendapat dari para pengguna, itu agak berimbang,&rdquo; ucap Satryo, Jumat (10/1), dikutip Rabu (21/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut tentu menjadi perhatian, mengingat&nbsp;</span><span>Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (</span><span>Kemendikbudristek) pada periode sebelumnya dan Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) saat ini berada di bawah kepengurusan yang berbeda. Program-program yang terbukti sukses pada tahun-tahun sebelumnya berpotensi tidak dilanjutkan pada tahun ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu mahasiswa yang sempat mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) program MBKM Risma Aisyah mengungkapkan bahwa program tersebut sangat membuka peluang menuju prospek karier di masa depan. Selain itu, program MBKM dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi individu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama mengikuti program ini, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga untuk menjadi bagian dari Universitas Diponegoro selama satu semester,&rdquo; ungkap mahasiswi dari program studi (Prodi) Sastra Inggris tersebut melalui pesan Whatsapp, Rabu (15/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain pengalaman itu, saya juga bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai kota di Indonesia. Tidak hanya ilmu dan relasi, saya juga mendapatkan uang saku setiap 3 bulan sekali,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Risma mengungkapkan kekecewaannya terhadap isu penghentian program MBKM. Selain dirinya yang ingin mengikuti kegiatan lain dari program tersebut, dirinya juga menyayangkan mahasiswa lain yang belum sempat mengikutinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;... dengan meniadakan program ini berarti mematahkan segala mimpi dan target para mahasiswa yang sudah menyiapkan dirinya untuk mendaftarkan diri,&rdquo; tukas Risma.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan pernyataan Risma, Mahasiswa prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Zahra Nuraliyah melontarkan pendapat yang sama. Dirinya turut menyayangkan jikalau Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dari program MBKM harus dihapus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Walaupun masih bisa mengembangkan hal (kemampuan) di hal lain ya, tapi maksudnya seenggaknya dengan adanya MBKM tadi ini itu memudahkan mahasiswa gitu loh,&rdquo; keluh Zahra saat diwawancarai melalui Whatsapp, Kamis (16/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baik Risma maupun Zahra berharap agar program MBKM tetap berjalan sebagaimana semestinya. Dengan adanya program tersebut tentunya mahasiswa dapat menjadi anak bangsa yang bermanfaat bagi masa depan Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Misalnya emang enggak ada langkah lain selain MBKM harus dihapuskan, seenggaknya ada program baru yang bisa jadi jembatan mahasiswa,&rdquo; tutur Zahra.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu Risma juga berpesan lebih baik program MBKM mengevaluasi seleksi kegiatan mereka, khususnya PMM. Dengan menyeleksi mahasiswa lebih teliti, tentu dapat menghasilkan lingkungan pembelajaran yang lebih berkualitas dan sesuai dengan minat mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Serta tes kesehatan mental juga sama pentingnya bagi calon peserta ataupun dosen PIC (<em>Person in Charge</em> atau penanggung jawab) nanti. Hal ini berguna untuk menciptakan<em>&nbsp;social environment&nbsp;</em>yang sehat. Saya yakin kita semua membutuhkan ini, terlebih ketika kita sedang di perantauan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(npl/mou/emf/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hujan: Sebuah Perjalanan Cinta, Persahabatan, dan Harapan dalam Fiksi Ilmiah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/hujan-sebuah-perjalanan-cinta-persahabatan-dan-harapan-dalam-fiksi-ilmiah/baca </link>
<guid> hujan-sebuah-perjalanan-cinta-persahabatan-dan-harapan-dalam-fiksi-ilmiah </guid>
<pubDate> Thu, 23 Jan 2025 18:14:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah menyentuh tentang Lail dan Esok </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/hujan-sebuah-perjalanan-cinta-persahabatan-dan-harapan-dalam-fiksi-ilmiah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kOKV277ZSJ.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hujan: Sebuah Perjalanan Cinta, Persahabatan, dan Harapan dalam Fiksi Ilmiah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Hujan mungkin dapat diartikan sebagai fenomena alam yang terjadi saat awan mengeluarkan titik-titik air jatuh ke bumi dalam rentang waktu tertentu yang biasanya disertai dengan angin dan petir. Namun, beda halnya dengan &ldquo;Hujan&rdquo; yang satu ini.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebuah novel karya Tere Liye yang bertajuk &ldquo;Hujan&rdquo; merupakan sajian kisah fiksi ilmiah. Sebuah karya yang menyentuh hati dengan tema cinta, persahabatan, kehilangan dan juga harapan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hujan dalam cerita ini bukan hanya sebagai simbol cuaca atau peristiwa alam, melainkan juga menjadi representasi dari memori kebahagiaan dan kesedihan. Bagi Lail, karakter utama pada novel, hujan adalah bagian dari kenangannya bersama Esok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Cerita dari novel yang pertama kali rilis pada 2016 ini dimulai dengan sebuah bencana alam dahsyat berupa letusan gunung berapi yang hampir menghancurkan setengah populasi manusia. Keluarga Lail menjadi bagian dari korban bencana alam tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peristiwa tersebut juga menjadi pertemuan pertama Lail dengan sosok Esok, seorang pemuda yang kemudian menjadi sahabat yang memiliki tempat istimewa di hati Lail. Bersama Esok, Lail menjalani kehidupan di dunia yang penuh tantangan baru, termasuk adaptasi terhadap teknologi yang canggih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maryam, sahabat perempuan Lail, juga memainkan peran penting dalam cerita. Maryam adalah sosok yang ceria dan penuh semangat, yang selalu berusaha memberikan kebahagiaan di tengah kepahitan hidup yang dialami oleh Lail.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persahabatan dalam novel ini menjadi simbol kekuatan. Di dunia yang penuh kehancuran, hubungan antar manusia menjadi sumber kekuatan dan keteguhan. Esok dan Maryam membantu Lail menemukan Kembali semangat hidupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Persahabatan mereka juga diwarnai oleh dilema dan pengorbanan. Ketika Esok memutuskan untuk mengejar impian dan tanggung jawabnya, Lail harus merelakannya demi kebahagiaan Esok.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini menunjukan bahwa dalam persahabatan sejati, keikhlasan untuk menerima keputusan satu sama lain adalah hal yang tak bisa dihindari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara keseluruhan, &ldquo;Hujan&rdquo; bukan hanya kisah cinta biasa. &ldquo;Hujan&rdquo; merupakan sebuah perjalanan emosional yang mengingatkan kita akan kekuatan harapan di tengah kesulitan melalui persahabatan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hubungan persahabatan dalam novel ini bukan hanya tentang kebersamaan dalam momen-momen bahagia, tetapi juga tentang saling mendukung dan memberikan ruang untuk tumbuh.</span></p><p style="text-align: justify;">Novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai perpaduan elemen fiksi ilmiah dengan tema emosional yang kuat, sekaligus mengajarkan tentang nilai persahabatan dan pengorbanan. <strong><em>(gya/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menguak Kebenaran di Balik Jeruji: 2nd Miracle in Cell No. 7 Menghadirkan Tangis & Gelak Tawa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menguak-kebenaran-di-balik-jeruji-2nd-miracle-in-cell-no-7-menghadirkan-tangis-and-gelak-tawa/baca </link>
<guid> menguak-kebenaran-di-balik-jeruji-2nd-miracle-in-cell-no-7-menghadirkan-tangis-and-gelak-tawa </guid>
<pubDate> Thu, 23 Jan 2025 18:27:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film emosional tentang makna keluarga dan perjuangan akan keadilan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menguak-kebenaran-di-balik-jeruji-2nd-miracle-in-cell-no-7-menghadirkan-tangis-and-gelak-tawa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K7bBM42GG6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Menguak Kebenaran di Balik Jeruji: 2nd Miracle in Cell No. 7 Menghadirkan Tangis & Gelak Tawa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Penuh haru dan menyentuh hati akan arti sejati dari keluarga dan cinta, &ldquo;2nd Miracle in Cell No. 7&rdquo; versi Indonesia adalah sekuel yang dinantikan dari film pertama yang sukses besar. Falcon Pictures berhasil melanjutkan cerita sekuelnya dengan sangat matang, menjadikan &ldquo;2nd Miracle in Cell No. 7&rdquo; tampil apik pada penayangan keduanya di layar kaca.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari IMDb, film tersebut mampu mencapai rating yang cukup memuaskan, yakni sebesar 7,8/10. Meski awalnya diragukan, film kedua yang mulai tayang pada 25 Desember 2024 dan berdurasi 147 menit ini berhasil menyentuh hati para penonton dengan pesan moral yang kuat dan komedi yang segar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada sekuel kedua ini, kita sekali lagi bertemu dengan Dodo Rozak (diperankan oleh Vino G. Bastian), seorang ayah tunggal yang mengidap<em>&nbsp;</em></span><span><em>intellectual disabilitas</em>&nbsp;<em>cross autisme</em></span><span>&nbsp;atau yang lebih dikenal dengan disabilitas intelektual. Dodo dijatuhi hukuman mati atas tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis kecil bernama Melati, meskipun ia sebenarnya tidak bersalah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekuel ini membawa penonton ke kehidupan Kartika (diperankan oleh Graciella Abigail), putri kecil Dodo. Kartika harus menjalani hidupnya tanpa kehadiran sang ayah, Dodo. Di awal film, kita langsung disuguhkan dengan prolog manis perayaan ulang tahun ke-10 Kartika bersama para narapidana sel nomor 7.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kartika kecil percaya bahwa ayahnya hanya dipenjara dan sedang menjalani masa hukumannya. Tetapi kenyataannya, Dodo telah dieksekusi mati. Rupanya, semua pihak sudah sepakat untuk menyembunyikan kenyataan bahwa Dodo sudah dieksekusi mati demi melindungi perasaan Kartika.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaku Kepala Lapas yang menampung Kartika, Hendro (diperankan oleh Denny Sumargo) tetap ingin merahasiakan nasib tragis yang dialami ayahnya. Begitu pula dengan teman-teman satu sel ayahnya yang juga masih menutup rapat fakta dan berusaha bersikap biasa saja saat Kartika masih diselundupkan ke dalam sel untuk menjenguk ayahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film ini dipenuhi dengan kilas balik yang memperlihatkan pertemuan Dodo dengan istrinya, Juwita (diperankan oleh Marsha Timothy) sebelum mereka menikah. Kisah cinta mereka yang unik dan indah memberikan nuansa emosional yang kuat bagi penonton.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adegan ini membuka mata kita akan stigma negatif yang dilontarkan oleh orang-orang sekitar mereka. Namun, pertemuan antara Dodo yang notabenenya memiliki keterbelakangan mental dengan Juwita, seorang guru di sekolah luar biasa, menggambarkan bahwa cinta bisa tumbuh di tempat yang paling tidak terduga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;2nd Miracle in Cell No. 7&rdquo; juga diperkaya dengan unsur komedi yang segar. Para komedian ternama Indonesia seperti Indra Jegel, Indro Warkop, Tora Sudiro, dan Bryan Domani berhasil menampilkan akting memukau lewat ciri khas mereka masing-masing yang mengundang gelak tawa para penonton.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut mampu menciptakan film dengan genre komedi keluarga yang menarik. Humor khas dari para narapidana di sel nomor 7 menyeimbangkan kesedihan dan kesederhanaan Dodo selama menjalani hukuman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun berada di balik jeruji besi, para napi dapat menemukan cara untuk tertawa dan bercanda, menunjukkan bahwa tawa bisa menjadi cara terakhir untuk melawan keputusasaan. Ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang menyentuh hati para penonton.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kehadiran karakter-karakter baru turut memperkaya dinamika cerita. Setiap tokoh memiliki latar belakang dan perjuangan yang unik, yang menambah kedalaman emosional &ldquo;2nd Miracle In Cell No. 7&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film ini juga fokus mengangkat isu ketidakadilan dalam sistem hukum, di mana oknum-oknum yang memiliki kuasa menyalahgunakan wewenangnya karena dendam pribadi. Melalui film ini, kita diajak untuk merenungkan dan membuka kesadaran khalayak umum bahwa masih banyak kasus salah tangkap yang berujung ketidakadilan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karena film ini merupakan sebuah sekuel, maka film ini hanya melanjutkan kisah dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab dari sekuel pertama. Bagi sebagian orang akan berpikiran malas jika ingin menonton sekuel kedua ini, sebab harus menonton sekuel pertamanya terlebih dahulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, pengenalan dan perjalanan cerita di sekuel pertama cukup mudah dipahami dan dijelaskan ulang di sekuel kedua, hal ini memudahkan penonton untuk dapat memahami alur cerita secara keseluruhan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Narasi di film kali ini lebih berlapis dengan alur cerita maju-mundur dan sinematografi yang cukup baik. Alur yang dipenuhi konflik adopsi dibalut dengan humor lokal yang lebih mudah diterima ditelinga penonton Indonesia, menjadikan film ini sebagai pembeda yang menonjol dari film asalnya di Korea Selatan yang lebih menekankan tentang kisah memilukan dan diskriminasi disabilitas.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Film ini ditutup dengan ending yang sangat emosional dan memuaskan bagi para penonton. &ldquo;2nd Miracle in Cell No. 7&rdquo; merupakan film yang cocok untuk refleksi diri tentang kasih sayang, keadilan, penegakan hukum, dan arti keluarga. Film ini layak menjadi pilihan bagi keluarga dan mereka yang ingin menikmati kisah yang penuh dengan emosi, tawa, dan renungan mendalam. <strong><em>(zie/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Semrawut Pembayaran UKT hingga Malfungsi Website AIS Picu Aksi Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semrawut-pembayaran-ukt-hingga-malfungsi-website-ais-picu-aksi-demonstrasi-aliansi-mahasiswa-unmul/baca </link>
<guid> semrawut-pembayaran-ukt-hingga-malfungsi-website-ais-picu-aksi-demonstrasi-aliansi-mahasiswa-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 23 Jan 2025 22:44:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi mahasiswa Unmul berunjuk rasa, menuntut perpanjangan pembayaran dan pengurangan UKT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/semrawut-pembayaran-ukt-hingga-malfungsi-website-ais-picu-aksi-demonstrasi-aliansi-mahasiswa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oTTrq0kiun.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Semrawut Pembayaran UKT hingga Malfungsi Website AIS Picu Aksi Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Aliansi mahasiswa Unmul berkumpul di depan Gedung Rektorat lakukan aksi demonstrasi, Kamis (23/1). Aksi ini merupakan buntut dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) yang mengalami berbagai permasalahan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seakan sudah menjadi persoalan per semesternya, pembayaran UKT kerap mengalami berbagai macam gangguan. Menyambut semester genap kali ini, mahasiswa mesti menghadapi gangguan saat akan membayar UKT akibat pergantian rekening Bank yang dilakukan oleh pihak Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentunya hal tersebut mengganggu beberapa linimasa terkait, seperti masa pengajuan keringanan UKT hingga pengisian KRS. Meski sempat diperpanjang hingga 24 Januari, rupanya masih terdapat mahasiswa yang belum bisa melakukan pembayaran UKT karena terkendala dalam pengajuan keringanan yang ditolak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini menjadi pemicu aksi demonstrasi dari mahasiswa. Aksi yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) dan sejumlah lembaga mahasiswa Unmul ini dijadwalkan mulai pada siang hari 12.00 Wita. Meskipun pada realitanya terlaksana pada pukul 13.45 Wita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi tersebut membawa empat tuntutan, di antaranya:</span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meminta rektorat untuk stop kapitalisasi pendidikan</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meminta perpanjangan pembayaran UKT dan pengajuan keringanan &nbsp;UKT</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meminta rektorat untuk melakukan perpanjangan pengisian KRS</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meminta rektorat untuk segera merevisi Surat Keterangan (SK) No 12 tahun 2025</span></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu peserta demonstrasi Raihan menyebutkan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas sesama mahasiswa untuk saling membantu. Hal tersebut dikarenakan banyaknya yang terdampak atas gangguan pembayaran maupun pengajuan keringanan UKT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Raihan memaparkan BEM FKM bahkan mengalami represifitas dari pihak dekanat fakultas terkait. Namun awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>belum berkesempatan mendapatkan konfirmasi karena BEM FKM tidak hadir dalam aksi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena sebelumnya untuk FKM, terkhusus dari BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat, semua pengajuan dari UKT-UKTnya itu ditolak, dari mahasiswanya itu ditolak, untuk BEM FKM,&rdquo; ungkap mahasiswa dari program studi (Prodi) Pembangunan Sosial (Pemsos) tersebut saat diwawancarai secara langsung, Kamis (23/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan Raihan, Peserta Demonstrasi lainnya Zulkifli menyebutkan dirinya juga turut membantu menyuarakan keluhan teman-teman mahasiswa di fakultasnya yaitu FKIP. Mahasiswa dari prodi Pendidikan Sejarah itu menyebutkan terdapat permasalahan yang sama di fakultasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada yang kenaikan UKT. Ada juga yang masalah universal di FKIP mengenai web UKT yang eror,&rdquo; sebutnya saat diwawancarai secara langsung, Kamis (23/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun keduanya berharap agar seluruh tuntutan yang diberikan oleh mahasiswa agar diproses oleh pihak rektorat sebagaimana mestinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi ini harus diperbaiki lah ibaratnya. Harus ada evaluasi untuk sistem dari Unmul ini sendiri, seperti itu,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Pihak Rektorat</strong></span><br><span>Aksi di depan pintu masuk utama Gedung Rektorat sempat mengalami kericuhan di mana mahasiswa mencoba menerobos masuk ke dalam bangunan. Beberapa saat kemudian, Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik Lambang Subagiyo dan WR II Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, dan Keuangan Sukartiningsih turun menghadap mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sukartiningsih menyampaikan, Rektor Unmul Abdunnur telah menyebutkan perpanjangan pembayaran UKT hingga 28 Januari nanti. Hal tersebut disampaikan pada saat audiensi yang dilakukan beberapa waktu lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga mengonfirmasi terkait permohonan keringanan UKT yang juga akan menyesuaikan tanggal perpanjangan pembayarannya. Hal tersebut juga dikonfirmasi ulang oleh Lambang di saat yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perpanjangan kita sesuaikan dengan pembayaran,&rdquo; sebut Lambang, Kamis (23/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ucapan keduanya juga dibuktikan dengan edaran surat WR II nomor 563/UNI17/KU/2025 yang menyampaikan perpanjangan pembayaran dan usulan keringanan UKT diperpanjang hingga 28 Januari 2025. Surat tersebut dirilis beberapa saat setelah aksi demonstrasi selesai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Demonstrasi Dionaldi menyampaikan ketidakpuasannya akan respon pihak rektor yang terkesan secara normatif. Meskipun begitu, dirinya menyebutkan akan terus mengawal hingga tanggal 28 Januari nanti terkait surat edaran dan perpanjangan masa pembayaran UKT.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi untuk rencana tindak lanjutnya setelah itu kita serahkan kembali ke teman-teman lembaga,&rdquo; tutur Dionaldi saat diwawancarai secara langsung, Kamis (23/1). <strong><em>(zwg/xel/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penyampaian Visi Misi Calon Dekan, KM Faperta Unmul Serahkan 23 Rekomendasi Agenda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/penyampaian-visi-misi-calon-dekan-km-faperta-unmul-serahkan-23-rekomendasi-agenda/baca </link>
<guid> penyampaian-visi-misi-calon-dekan-km-faperta-unmul-serahkan-23-rekomendasi-agenda </guid>
<pubDate> Fri, 24 Jan 2025 15:57:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KM Faperta Unmul sampaikan kajian strategis untuk calon Dekan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/penyampaian-visi-misi-calon-dekan-km-faperta-unmul-serahkan-23-rekomendasi-agenda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eSUmcQuP0G.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Penyampaian Visi Misi Calon Dekan, KM Faperta Unmul Serahkan 23 Rekomendasi Agenda</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Faperta Unmul menggelar acara penyampaian visi dan misi calon Dekan periode 2025-2029 di Gedung Prof. Rachmat Hernadi, M.Sc., Selasa (21/1). Acara ini dihadiri oleh empat calon Dekan, Senat Fakultas, Dosen, Tenaga Kependidikan, dan perwakilan organisasi mahasiswa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Empat kandidat yang menyampaikan visi dan misi di antaranya Fahrunsyah, Nurul Puspita Palupi, Hamdi Mayulu, dan Odit Ferry Kurniadinata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah pemaparan, forum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta. Senat Fakultas, Dosen, Tenaga Kependidikan, dan perwakilan mahasiswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan tanggapan kepada para kandidat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memanfaatkan momentum tersebut, Keluarga Mahasiswa (KM) Faperta Unmul melalui Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Gabriel Butar Butar, menyerahkan kajian kritis bertajuk &quot;Amanah Mahasiswa&quot; kepada keempat calon dekan. Kajian ini memuat 23 rekomendasi strategis berdasarkan tiga isu utama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami telah melakukan pemetaan komprehensif terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi mahasiswa. Kajian ini merupakan bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam upaya pengembangan Faperta Unmul,&quot; jelas Gabriel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kajian tersebut, KM Faperta Unmul mengidentifikasi beberapa prioritas:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bidang Akademik</strong></span></p></li></ol><ul style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembenahan sistem praktikum dan modernisasi laboratorium</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peningkatan kualitas penelitian mahasiswa</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengembangan program pengabdian masyarakat</span></p></li></ul><ol start="2" style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bidang Kemahasiswaan</strong></span></p></li></ol><ul style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perbaikan sistem beasiswa</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penguatan organisasi mahasiswa</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Percepatan penerbitan Surat Keputusan (SK) Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) resmi</span></p></li></ul><ol start="3" style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bidang Infrastruktur</strong></span></p></li></ol><ul style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perbaikan fasilitas toilet dan sistem penerangan kampus</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peningkatan konektivitas internet di Gedung Peternakan (PTK)</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pembaruan peralatan pembelajaran</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengembangan kebun produksi dan&nbsp;</span><span><em>teaching farm modern</em></span></p></li></ul><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kajian yang diberi nama &quot;Amanah Mahasiswa&quot; ini disusun melalui serangkaian proses pengumpulan data yang melibatkan berbagai elemen mahasiswa, termasuk penyebaran kuesioner dan diskusi dengan perwakilan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami berharap rekomendasi ini dapat menjadi pertimbangan berharga bagi calon Dekan dalam menyusun program kerja dan kebijakan fakultas ke depan,&quot; tutup Gabriel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Gabriel Bastian Butar Butar, Mahasiswa Agribisnis Faperta Unmul 2021</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Krisis Mental dan Kesenjangan Gender yang Dibalut dalam Novel “The Vegetarian” Karya Han Kang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/krisis-mental-dan-kesenjangan-gender-yang-dibalut-dalam-novel-the-vegetarian-karya-han-kang/baca </link>
<guid> krisis-mental-dan-kesenjangan-gender-yang-dibalut-dalam-novel-the-vegetarian-karya-han-kang </guid>
<pubDate> Fri, 24 Jan 2025 16:14:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Novel tentang depresi dan patriarki </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/krisis-mental-dan-kesenjangan-gender-yang-dibalut-dalam-novel-the-vegetarian-karya-han-kang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Mp9ZpSNq71.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Krisis Mental dan Kesenjangan Gender yang Dibalut dalam Novel “The Vegetarian” Karya Han Kang</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Perih, mungkin menjadi perasaan yang dapat mewakili pembaca pada karya setebal 222 halaman ini. Han Kang sebagai pencipta karya sukses menyalurkan keresahannya dengan apik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diterbitkan oleh Bentara Aksara Cahaya setelah diterjemahkan oleh Dwita Rizki, novel ini mengulas hidup Kim Yeong Hye. Seorang perempuan Korea yang memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian di pertengahan hidupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keputusan tersebut perlahan memangkas kedekatannya dengan anggota keluarga, bahkan suaminya. Yeong Hye mulai menjadi seorang vegetarian sejak ia memimpikan hal aneh. Mimpi yang terus mengganggunya, hingga ia sulit tidur dan mulai melakukan hal-hal yang tidak normal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yeong Hye bukan hanya melarang dirinya sendiri, tetapi ia tidak membiarkan suaminya memakan daging. Dirinya juga bahkan menjaga jarak karena merasa bau tubuh suaminya yang seperti aroma daging.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sikap Yeong Hye semakin menjadi-jadi ketika jamuan makan malam keluarga besar diadakan. Di Korea, memakan daging adalah sebuah budaya. Maka sangat biasa apabila menu jamuan makan malam hampir seluruhnya berupa daging.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yeong Hye menolak makan, bahkan ia mengiris pergelangan tangannya sendiri dengan pisau ketika sang ayah menyuap paksa mulutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejak saat itu, Yeong Hye dianggap menderita gangguan jiwa oleh keluarganya. Tubuhnya semakin mengurus dan tulang-tulangnya semakin menonjol. Tetapi rupanya hal itu membuat suami kakaknya memiliki ketertarikan secara seksual dengannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesehatan mental dan perempuan menjadi isu yang digarisbawahi dalam novel ini. Di Korea Selatan, krisis kesehatan mental menjadi masalah yang serius. Kian tahun kasus depresi naik cukup signifikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal-hal yang dialami Yeong Hye berkaitan erat dengan kesehatan mental. Penulis beranggapan, Han Kang ingin menyampaikan bahwa orang terdekat memiliki peranan penting untuk mendukung kesehatan mental anggota keluarganya. Ini ditunjukkan dengan Yeong Hye yang semakin menjadi-jadi ketika ia tidak mendapat dukungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, Han Kang memusatkan perempuan sebagai sosok yang sangat menderita. Bayangkan, Yeong Hye yang mengalami depresi menjadi objek kepuasan seksual kakak iparnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Potongan kejadian tersebut menunjukkan di Korea Selatan perempuan ditempatkan sebagai objek, maka patriarki dan kesenjangan gender masih melekat kuat di sana. Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>Kompas.com</em></span><span>, Korea Selatan menempati urutan ke-99 dari 149 negara dalam peringkat kesenjangan gender.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Isu-isu yang diseret Han Kang ini membawanya pada Hadiah Nobel Sastra 2024. Gelar ini pantas diraih, sebab karya artistiknya sukses melukiskan kondisi darurat yang dialami oleh negara asalnya dengan emosional dan metafora yang konsisten.</span></p><p style="text-align: justify;">Jadi, maukah kamu menemani Yeong Hye melewati masa krisis mentalnya? <strong><em>(mlt/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gadis Selili dan Orang Utan: Bagian 2 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/gadis-selili-dan-orang-utan-bagian-2/baca </link>
<guid> gadis-selili-dan-orang-utan-bagian-2 </guid>
<pubDate> Sat, 25 Jan 2025 10:52:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebebasan di depan mata, namun dilema tetap menghantui </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/gadis-selili-dan-orang-utan-bagian-2/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9W457kBOVe.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Gadis Selili dan Orang Utan: Bagian 2</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ide brilian pun semakin menggelayuti benak sang gadis.</span><span>&nbsp;</span><span>Satu persatu kelapa itu ia kupasi kulitnya hingga habis tak bersisa, sampai pada akhirnya menyisakan satu buah kelapa yang akan ia eksekusi dalam penyelesaiannya. Walau telapaknya mulai perih dan kasar, ia tetap bersikeras melanjutkannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jari-jemari lentiknya menganyam kulit-kulit kelapa tadi, kemudian menyulapnya menjadi bentangan tali yang panjang nan kokoh. Hari demi hari, ia tekun menganyam dengan gigih. Untaian itu lambat laun memanjang, hingga julurannya mulai menyentuh tanah, kemudian ia sampirkan di dahan pohon yang dirasa kuat untuk menopang deritanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pagi ini rasanya sedikit berbeda. Saat orang utan mulai melangkah pergi, ia melihat kesempatannya. Ketelitian sang gadis meningkat sangat tajam. Ia memperhatikan setiap derap langkah kaki orang utan. Ketika sudah mulai jauh, dengan cekatan ia memulai aksinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan napas tertahan dan hati berdegup kencang, ia merayap turun, jengkal demi jengkal, tangan dan kakinya mencengkeram erat. Meski beberapa kali hampir meleset karena kehilangan keseimbangan, matanya tetap awas mengamati sekeliling, berusaha keras untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akhirnya, kakinya menjejak tanah. Dengan napas tersengal, ia berlari sekuat tenaga, menyusuri hutan yang selama ini menjadi kerangkengnya. Langkahnya semakin cepat, detak jantungnya berpacu liar, seiring jarak yang kian menjauh dari pohon tempat ia terkukung. Bayangan seram dan suara hutan yang mencekam tak lagi menggentarkannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia terus berlari tanpa menoleh, menyerahkan arah pada nalurinya yang tajam, sembari waspada terhadap keberadaan orang utan yang mungkin berada di dekatnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketakutannya tenggelam akan ambisinya. Setelah lama berlari menyusuri hutan yang tiada ujung, bisikan-bisikan untuk menyerah mulai menggelanyuti telinganya. Namun, gangguan itu sirna begitu ia menghirup udara segar dari tepian sungai. Langkahnya terhenti di tepian Sungai Mahakam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keindahan yang terpampang di hadapannya menghidupkan kembali tekad yang sempat redup. Sungai Mahakam seolah menjadi penanda bahwa keajaiban sudah dekat. Dengan semangat yang membuncah, ia terus berteriak memohon pertolongan. Suaranya menggema, memecah kesunyian alam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam puncak kegelisahannya, secercah harapan seketika muncul dari kejauhan. Sebuah perahu kecil tampak melintas mengikuti arus Sungai Mahakam. Dengan sisa tenaganya, ia berteriak, suaranya menggema di atas riak air Sungai Mahakam. Teriakannya berhasil menarik perhatian pengemudi perahu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa ragu, orang itu membelokkan arah perahunya, mendekatinya dengan cepat. Harapan yang semula hanya angan, kini menjelma nyata. Saat mata mereka bertemu, ia tahu bahwa keajaiban telah tiba. Perahu itu bukan sekadar sarana, melainkan pintu keluar dari kelamnya hutan menuju terang yang telah lama ia dambakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat perahu hampir mendekat, dari kejauhan, terlihat sosok orang utan cekatan mengejarnya. Ketakutan kembali mendera tubuhnya yang gemetar, namun tekad untuk melarikan diri tetap menguat. Ia langsung melompat ke atas perahu yang mesinnya sudah menyala, dan tak akan membiarkan hidupnya dibuat sengsara kembali oleh bajingan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, saat perahu mulai bergerak menjauh, perasaan aneh tiba-tiba menyelinap masuk ke dalam hatinya. Ia merasakan kebingungan saat orang utan itu, yang selalu menjadi sumber penderitaannya, kini mengejarnya dengan menggendong sebuah bayi di lengannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gadis itu terperangkap dalam perasaan yang berkecamuk, tak dapat ia pahami. Sekelibat penderitaan yang telah membelenggunya, kembali terputar di benaknya. Ia merasa dilema di antara dambaan kebebasan yang sudah ada di depan mata, dengan kekacauan emosional saat melihat bayi itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perasaan yang tak dapat dijelaskan itu menghentikannya sejenak. Namun, mesin perahu telah dijalankan, membawanya jauh dari hutan yang selama ini menjadi penjara batinnya. Dengan itu, Tuhan seakan memberi petunjuk, sudah saatnya melepas belenggu, menuju kebebasan yang selama ini ia impikan. Perahu semakin menjauh, membawanya jauh meninggalkan segalanya yang ada di hutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sepanjang perjalanan, gadis itu terdiam, bingung dengan segala yang terjadi, hatinya campur aduk. Di atas perahu yang membawanya, ia melamun, menatap pemandangan yang sudah lama tak dilihatnya. Kini, bukan lagi hutan lebat yang mengelilinginya, bukan lagi pandangan dari atas pohon. Semua terasa asing dan jauh dari apa yang ia kenal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akhirnya, perahu itu merapat di sebuah desa di Samarinda Seberang, Desa Mangkupalas, destinasi yang menjadi titik kebebasannya. Pengemudi perahu segera membopong gadis itu menuju desa dan meneriakkan permohonan pertolongan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penduduk desa yang terkejut langsung membawanya ke rumah kepala desa. Kepala desa pun langsung menghubungi keluarga gadis itu di Selili untuk mengabari kembalinya sang anak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Nurul Wahdini, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2023, berdasarkan hasil wawancara bersama warga daerah Samarinda Seberang, Agus Ahmad Fauzi</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pergi untuk Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pergi-untuk-kembali/baca </link>
<guid> pergi-untuk-kembali </guid>
<pubDate> Sat, 25 Jan 2025 13:28:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Apa yang kau lakukan ketika aku pergi? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pergi-untuk-kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vaiLQfk2x5.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pergi untuk Kembali</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertahun-tahun ku menanti</span><br><span>Menunggumu untuk kembali</span><br><span>Berbagai masa yang kulalui</span><br><span>Kau tak kunjung kembali</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walau begitu, aku tetap menanti</span><br><span>Dengan senyum yang tak akan terganti</span><br><span>Menunggumu sampai kembali</span><br><span>Walau raga harus menyatu dengan peti mati&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di balik senyum yang menanti</span><br><span>Terdapat pilu yang ditutupi</span><br><span>Terdapat luka yang tak kunjung diobati&nbsp;</span><br><span>Dan terdapat rindu yang menyelimuti&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tahun ini, sudah tak lagi daku berseri</span><br><span>Tapi, ku tetap memberanikan diri</span><br><span>Untuk menanti dirimu yang tak kunjung kembali</span><br><span>Walau raga berkata &lsquo;tuk pergi&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang kunanti telah kembali</span><br><span>Secercah harapan masih menyinari</span><br><span>Senyum yang hanya formalisasi, kini berubah menjadi realisasi</span><br><span>Raga yang akan bertemu peti mati, kini bangkit menyeringai lagi</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seraya kau berkata &ldquo;apa yang kau lakukan ketika aku pergi?&rdquo;</span><br><span>&ldquo;Menunggumu sampai kembali&rdquo; ujarku, yang akan pergi &lsquo;tuk kembali &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Muhammad Iqbal Alfarezi, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi FK Unmul 2024</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fleksibilitas Sidang Akhir Paralel FIB: Tetap Sidang Meski Penguji Tidak Hadir di Waktu yang Sama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fleksibilitas-sidang-akhir-paralel-fib-tetap-sidang-meski-penguji-tidak-hadir-di-waktu-yang-sama/baca </link>
<guid> fleksibilitas-sidang-akhir-paralel-fib-tetap-sidang-meski-penguji-tidak-hadir-di-waktu-yang-sama </guid>
<pubDate> Sat, 25 Jan 2025 13:58:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB Unmul terapkan sidang skripsi paralel demi efisiensi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fleksibilitas-sidang-akhir-paralel-fib-tetap-sidang-meski-penguji-tidak-hadir-di-waktu-yang-sama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TaKixTcjkd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Fleksibilitas Sidang Akhir Paralel FIB: Tetap Sidang Meski Penguji Tidak Hadir di Waktu yang Sama</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Banyak mahasiswa mengalami kesulitan melakukan sidang skripsi, salah satunya karena dosen penguji tidak bisa hadir pada jadwal yang ditentukan. Untuk mengatasi permasalahan ini, FIB Unmul menerapkan sistem paralel dalam pelaksanaan sidang skripsi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sistem paralel adalah alternatif yang memungkinkan mahasiswa untuk tetap melangsungkan sidang skripsi tanpa harus menunggu kehadiran dua dosen penguji di waktu yang sama. Dengan pelaksanaan secara paralel ini, mahasiswa melakukan ujian dengan dosen terkait secara tatap muka atau secara daring sesuai dengan kesepakatan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswi Sastra Inggris FIB 2021, Delia Nur Amni membagikan pengalamannya saat melakukan Seminar Proposal secara paralel. Selama mengikuti sidang paralel, Delia merasa dapat lebih fokus selama ujian berlangsung. Hal ini didukung dengan persiapannya yang lebih mudah dari seminar proposal pada umumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya merasa nyaman karena saya lebih fokus dan teratur ketika presentasi tanpa merasa khawatir dengan hal-hal lain yang membuat saya tidak fokus,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai pada Senin (6/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait penilaian saat sidang paralel berlangsung, Delia mengungkap saran yang diterima dari dosen pengujinya sudah cukup adil, meskipun terasa kurang karena tidak adanya diskusi dengan dosen penguji lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau diuji secara bersamaan tentunya akan lebih berbobot dan bisa saling nyambung antara pendapat dosen penguji satu dan dosen penguji lainnya dan bisa saja ada momen diskusi yang membuat pemberian&nbsp;</span><span><em>feedback</em></span><span>&nbsp;atau penilaian ini jadi lebih sempurna.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Mahasiswi Sastra Inggris 2022, Sri Suryanti Utami yang juga melakukan seminar proposal secara paralel mengaku bahwa dirinya merasa antara nyaman dan tidak nyaman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sri merasa nyaman karena ujian dengan dosen secara paralel terasa lebih intens dan tidak dibatasi oleh waktu. Hal yang membuatnya tidak nyaman adalah sulit untuk mengatur jadwal temu dengan dosen penguji.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang seharusnya kalau non-paralel bisa selesai di jadwal sempro itu, tapi kalau paralel bisa mundur terus jadwalnya sama penguji yang gak bisa hadir tadi. Harus bisa nyempetin waktu karena &nbsp;mengejar nilai di AIS juga,&rdquo; katanya melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Efisiensi waktu menjadi nilai positif yang Sri dapatkan setelah menjalankan sidang secara paralel. Penilaian dan saran yang diberikan oleh dosen penguji lebih cepat tersampaikan dibanding harus menunggu kedua penguji untuk hadir di satu waktu yang sama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sidang akhir paralel memuat dampak positif seperti ujian yang berlangsung lebih intens dan membuat mahasiswa lebih fokus dengan materi yang akan dipresentasikan di hadapan dosen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, sistem ini sendiri masih memiliki kendala seperti sulitnya mencari jadwal dengan dosen yang tidak bisa hadir di hari sidang untuk melakukan ujian secara paralel. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keduanya berharap sidang secara paralel ini dapat membantu mahasiswa lulus lebih cepat dan diimplementasikan di fakultas lain. Sistem paralel ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu tanpa harus mengorbankan kualitas evaluasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu salah seorang dosen Sastra Indonesia, Irma Surayya Hanum menilai sidang paralel ini memberikan kemudahan mahasiswa dan dosen penguji. Mahasiswa dapat bertemu langsung dengan dosen penguji yang berhalangan hadir saat jadwal sidang karena memiliki agenda lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada kepastian waktunya, kadang dosen tidak bisa hadir sesuai jadwal yang sudah ditetapkan karena ada tugas-tugas mendadak lain di luar kampus,&rdquo; terangnya melalui pesan WhatsApp pada Senin (20/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Irma, hal yang perlu ditingkatkan dari adanya sistem paralel ini adalah disiplin waktu dan kesepakatan antara pihak mahasiswa dengan pihak dosen.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal yang penting untuk diperbaiki adalah disiplin waktu dan ada jadwal kesepakatan dari dosen dan disetujui mahasiswanya.&rdquo; <strong><em>(zrt/lza/may/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengenang Peristiwa Merah Putih Sangasanga: Inspirasi Sebuah Perjuangan yang Nyaris Terlupakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/mengenang-peristiwa-merah-putih-sangasanga-inspirasi-sebuah-perjuangan-yang-nyaris-terlupakan/baca </link>
<guid> mengenang-peristiwa-merah-putih-sangasanga-inspirasi-sebuah-perjuangan-yang-nyaris-terlupakan </guid>
<pubDate> Tue, 28 Jan 2025 16:56:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Semangat perlawanan dari Sangasanga yang tak terlupakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/mengenang-peristiwa-merah-putih-sangasanga-inspirasi-sebuah-perjuangan-yang-nyaris-terlupakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eiOndpp1GG.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mengenang Peristiwa Merah Putih Sangasanga: Inspirasi Sebuah Perjuangan yang Nyaris Terlupakan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Indonesia kaya akan cerita perjuangan para pahlawan bangsa, semua perjuangan tersebut dicatat dengan alasan sebagai motivasi dan inspirasi bagi generasi untuk berjuang membangun Negeri. Tetapi apakah semua sejarah perjuangan benar-benar dicatat dan kita baca dalam buku-buku sekolah kita?&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peristiwa Merah Putih menjadi salah satu perjuangan masyarakat yang jarang dibahas. Berikut,&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;bahas sejarah penting bagi masyarakat Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peristiwa Merah Putih yang bertepatan pada 27 Januari 1947 silam memiliki kenangan tersendiri bagi masyarakat Sangasanga. Ini merupakan peristiwa perlawanan para pejuang untuk mengambil kembali tanah air yang dirampas paksa oleh penjajah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Latar Belakang</strong></span><span><br></span><span>Proklamasi yang dibacakan oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945 menuai banyak penolakan dari pihak Belanda dan sekutu. Hal itu disebabkan mereka belum menerima bahwa Indonesia sudah merdeka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak lama berselang, pasukan sekutu datang bersama dengan tentara Netherland Indies Civil Administration (NICA) &nbsp;yang &ldquo;berkamuflase&rdquo; sebagai tentara sekutu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awalnya rakyat Indonesia menerima baik para tentara sekutu. Tetapi, begitu diketahui bahwa terdapat pasukan NICA</span><span>&nbsp;</span><span>yang hadir di antara tentara sekutu, maka rakyat Indonesia mulai melakukan perlawan terhadap pihak sekutu dan Belanda. Peperangan terjadi hampir di seluruh Indonesia, begitu juga yang terjadi di Kota Sangasanga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sangasanga merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya yang melimpah, seperti minyak dan batu bara. Hal ini membuat para penjajah berlomba-lomba memperebutkannya meskipun harus dibagi dengan penguasa aslinya yaitu Kesultanan Kutai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah mendengar kabar sekutu akan datang untuk melucuti para tentara Jepang yang masih tersisa, masyarakat Sangasanga dengan senang hati menerima kedatangan mereka pada 11 September 1945. Masyarakat saat itu tidak mengetahui bahwa NICA juga berada di belakang para tentara sekutu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ksatria yang merupakan nama organisasi pemuda di daerah tersebut, diubah menjadi Badan Penolong Perantau Djawa (BPPD). Bersama dengan tentara sekutu, mereka bekerja sama dalam mengelola lingkungan sekitar, bahkan mereka diperbolehkan untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan memakai lencana Merah Putih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun sayangnya semua kebebasan tersebut tidak berselang lama. Tanpa aba-aba, tentara sekutu ditarik dari daerah tersebut dan digantikan oleh NICA pada 17 Desember 1945. Sontak hal tersebut membuat masyarakat sekitar waspada dan mempersiapkan diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentara NICA dengan tegas melarang semua yang berbau dengan Indonesia, mulai dari mengibarkan bendera Merah Putih sampai menggunakan lencana Merah Putih. Hal ini lantas membuat BPPD semakin waspada dan mulai khawatir apabila kegiatan mereka seperti berlatih menggunakan senjata dan belajar strategi perang diketahui oleh NICA.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tetapi yang dikhawatirkan benar-benar terjadi, pada 31 Desember 1945, tentara NICA menangkap seluruh anggota BPPD. Kemudian organisasi BPPD dibubarkan NICA secara sepihak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Perlawanan BPRI</strong></span><br><span>Walaupun sudah dibubarkan, beberapa mantan pengurus BPPD kemudian membentuk organisasi bawah tanah. Tujuannya adalah mempertahankan kemerdekaan dan membebaskan Sangasanga dari pengaruh NICA.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu organisasi bawah tanah yang menggantikan BPPD adalah Badan Pembela Republik Indonesia (BPRI). Organisasi ini berperan besar dalam perlawanan rakyat Sangasanga terhadap tentara NICA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan terbentuknya BPRI, para pejuang berkumpul dan merencanakan perlawanan mereka terhadap tentara NICA. Perlawanan dimulai dengan melakukan sabotase yaitu membakar kilang minyak dan mencuri senjata dan persediaan tentara NICA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini lantas membuat tentara NICA semakin waspada dan mengerahkan mata-mata mereka di tengah masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada 25 Desember 1946, BPRI dengan lantang menyerukan perlawanan secara terbuka yang berlanjut hingga 1 Januari 1947 dan beberapa hari setelahnya. Tetapi banyaknya mata-mata NICA yang berkeliaran dan mengetahui rencana para pejuang, akibatnya semua rencana perlawanan selalu berujung kegagalan dan membuat beberapa tokoh BPRI ditangkap serta dieksekusi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Puncak Peristiwa</strong></span><br><span>Walaupun diterpa kegagalan dan menjadi buronan oleh tentara NICA, tidak lantas menyurutkan semangat perlawanan para tokoh BPRI melawan para penjajah. Sebaliknya, mereka melakukan perlawanan yang akhirnya menjadi sebuah sejarah yang hingga saat ini masih tercatat di benak masyarakat Sangasanga.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para tokoh BPRI yang masih tersisa melakukan pertemuan dan menyepakati bahwa mereka akan melaksanakan penyerbuan kembali pada 27 Januari 1947.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada 26 Januari 1947 dini hari, rencana perlawanan pun dimulai. Para pejuang membuat pagelaran kesenian budaya untuk mengalihkan perhatian tentara NICA. Sementara itu, para pejuang lainnya mencuri persediaan senjata milik tentara NICA.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Serangan dari para pejuang berhasil dilakukan dengan mengambil alih barak tentara NICA. Tokoh-tokoh penting penjajah itu juga turut ditangkap. Tidak hanya itu, para pejuang juga meledakkan gudang persediaan senjata tentara NICA.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga 27 Januari 1947, bendera merah putih biru milik Belanda dirobek dan oleh para pejuang, dan diganti dengan berkibarnya bendera merah putih sebagai tanda bahwa Kota Sangasanga berhasil diambil kembali oleh para pejuang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga, peristiwa itu dikenang sebagai Peristiwa Merah Putih Sangasanga dan sampai saat ini peristiwa tersebut menjadi kisah inspirasi bagi masyrakat sekitar tentang gigihnya para pejuang bangsa dalam menghadapi berbagai macam tantangan.&nbsp;</span><span><strong><em>(aim/myy)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> IUP di Perguruan Tinggi: Menambang Ilmu dan Pengetahuan atau Menambang Kekayaan dan Kerusakan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/iup-di-perguruan-tinggi-menambang-ilmu-dan-pengetahuan-atau-menambang-kekayaan-dan-kerusakan/baca </link>
<guid> iup-di-perguruan-tinggi-menambang-ilmu-dan-pengetahuan-atau-menambang-kekayaan-dan-kerusakan </guid>
<pubDate> Tue, 28 Jan 2025 17:10:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketika perguruan tinggi diarahkan untuk membuat kerusakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/iup-di-perguruan-tinggi-menambang-ilmu-dan-pengetahuan-atau-menambang-kekayaan-dan-kerusakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DjbeL4jokA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>IUP di Perguruan Tinggi: Menambang Ilmu dan Pengetahuan atau Menambang Kekayaan dan Kerusakan?</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Saya mengawali opini ini dengan bergumam, &quot;Tidak ada yang lebih munafik ketika perguruan tinggi menerima Izin Usaha Pertambangan (IUP) demi sejumput duit dan mengangkangi Tri Dharma Perguruan Tinggi&quot;.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kawan, apakah kalian sudah membaca atau melihat berita mengenai rapat yang diadakan oleh Badan Legislatif (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membahas penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Mineral dan Batubara (Minerba)?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu fokus yang dibahas dalam rancangan perubahan ketiga atas UU Nomor 4 Tahun 2009 ini adalah usulan pemberian izin pertambangan kepada perguruan tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya membayangkan ketika ini segera direalisasikan. Karena &quot;Seharusnya kampus jadi tempat menajamkan pikiran, bukan menggali tanah untuk keuntungan sesaat dan menambah penderitaan bagi masyarakat&quot;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perguruan tinggi adalah institusi yang semestinya menjadi benteng moral dan intelektual, &nbsp;tempat di mana pengetahuan dan kreativitas harus berkembang, mencetak generasi yang berpikir kritis, inovatif, dan berwawasan luas. Alih-alih mengedepankan kualitas pendidikan dan penelitian yang berkelanjutan, perguruan tinggi yang terlibat dalam bisnis pertambangan justru berisiko menjadi alat eksploitasi yang merugikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika perguruan tinggi lebih sibuk mengelola izin usaha pertambangan, maka fokus utama mereka bukan lagi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi pada keuntungan finansial yang tidak terbarukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita harus jujur dan tidak boleh menutup mata serta harus mengakui bahwa industri pertambangan berulang-ulang membawa dampak negatif yang sangat besar daripada manfaatnya, terutama bagi masyarakat lokal dan lingkungan. Kerusakan ekologis, pencemaran air, tanah, dan udara, hingga konflik sosial merupakan konsekuensi yang tak terbantahkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apakah ini pantas dilakukan oleh institusi yang dalam Tri Dharma-nya menekankan pada pengabdian kepada masyarakat?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perguruan tinggi seharusnya menjadi pelopor dalam mencari solusi atas permasalahan global, seperti krisis lingkungan dan ketimpangan sosial. Dengan terlibat dalam kegiatan yang justru memperburuk kondisi lingkungan, perguruan tinggi telah mengkhianati peran fundamentalnya. Kita tidak boleh lupa bahwa pendidikan harus menjadi jalan keluar dari masalah, bukan malah menjadi bagian dari masalah itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ironisnya dan lebih lucu lagi ada yang mengatakan, alasan yang &nbsp;digunakan untuk mendukung keterlibatan perguruan tinggi dalam industri pertambangan adalah &quot;meningkatkan pendapatan kampus untuk menunjang kegiatan akademik&rdquo; dan menyebutkan &ldquo;biaya kuliah bisa turun&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, jika pendapatan tersebut diperoleh dengan cara yang merusak lingkungan dan mengorbankan masyarakat, apa gunanya? Apakah nilai pendidikan dapat diukur semata-mata dengan uang? Bukankah lebih bermartabat bagi perguruan tinggi untuk mencari sumber pendanaan yang selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan dan etika akademik?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mari kita renungkan, apakah pantas membiarkan institusi yang seharusnya menjadi pusat peradaban berubah menjadi mesin kapitalistik? Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan, bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas. Ketika mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan prinsip keberlanjutan, mereka secara tidak langsung mengajarkan kepada generasi muda bahwa mengejar keuntungan material lebih penting daripada menjaga kelestarian bumi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kawan, izinkan saya mengajak kita semua untuk kembali ke akar dari esensi pendidikan tinggi. Menambang ilmu pengetahuan jauh lebih bernilai daripada menambang kekayaan material. Jika perguruan tinggi hanya mengejar keuntungan sesaat, mereka sedang menggadaikan masa depan generasi yang akan datang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita jika lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi penjaga moral justru menjadi pelaku kerusakan?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kawan, bolehkah kali ini kita bersepakat kembali? Bahwa pendidikan tinggi harus tetap menjadi mercusuar ilmu pengetahuan, bukan tambang yang menggali kehancuran. Bahwa kita harus menolak setiap upaya yang menjauhkan perguruan tinggi dari perannya sebagai penjaga moral, pencipta solusi, dan penggerak perubahan yang lebih baik dan berkesinambungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akhir kata saya ingin mengatakan dan mengingatkan &quot;Menambang ilmu dan pengetahuan jauh lebih bernilai daripada menambang kekayaan yang hanya membawa kerusakan jangka panjang bagi generasi yang akan datang&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Andrianus Hingan, Alumni Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul. </em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kuliah Tanpa Beban, Peluang Beasiswa untuk Raih Impian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kuliah-tanpa-beban-peluang-beasiswa-untuk-raih-impian/baca </link>
<guid> kuliah-tanpa-beban-peluang-beasiswa-untuk-raih-impian </guid>
<pubDate> Thu, 30 Jan 2025 20:28:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Membuka akses pendidikan dan membangun SDM unggul dengan beasiswa Etos ID </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kuliah-tanpa-beban-peluang-beasiswa-untuk-raih-impian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HGKe9v2IHI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kuliah Tanpa Beban, Peluang Beasiswa untuk Raih Impian</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di era modern ini, pendidikan tinggi menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Namun, banyak calon mahasiswa yang merasa kuliah adalah impian yang sulit dicapai karena terbatasnya kemampuan finansial. Padahal, ada banyak peluang beasiswa yang tersedia, salah satunya adalah beasiswa Etos ID. Program ini tidak hanya menawarkan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga memberikan dukungan pengembangan diri bagi penerimanya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut individu memiliki keahlian dan pengetahuan mendalam yang hanya bisa diperoleh melalui pendidikan formal di tingkat universitas. Kuliah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi langkah penting untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global, terutama di era revolusi industri 4.0 yang terus berkembang menjadi era 5.0.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, kuliah masih menjadi impian yang sulit dicapai bagi banyak calon mahasiswa, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Biaya pendidikan tinggi yang kerap dianggap mahal menjadi salah satu kendala utama. Padahal, kebutuhan akan SDM berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga kebutuhan strategis bangsa untuk bersaing di kancah internasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini menciptakan paradoks yang memprihatinkan: Di satu sisi, Indonesia membutuhkan lulusan berkualitas untuk membangun bangsa; di sisi lain, banyak anak muda yang potensial justru terhambat karena kurangnya akses ke pendidikan tinggi. Ironisnya, keterbatasan finansial ini sering kali menyebabkan anak-anak dari daerah strategis&mdash;seperti daerah perbatasan, kawasan industri, atau ibu kota baru&mdash;tidak dapat melanjutkan studi mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ada kabar baik yang sering kali terlewatkan: banyak peluang beasiswa tersedia bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Beasiswa ini tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memberikan berbagai fasilitas yang membantu mahasiswa berkembang secara akademik dan non akademik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu contohnya adalah beasiswa Etos ID, sebuah program yang dirancang untuk tidak hanya membayar biaya kuliah, tetapi juga membina penerima beasiswa menjadi individu yang mandiri, unggul, dan memiliki jiwa kepemimpinan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang yang memberikan manfaat signifikan, baik bagi individu maupun masyarakat. Mahasiswa yang berkuliah tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan memecahkan masalah. Keterampilan-keterampilan ini sangat diperlukan untuk menciptakan inovasi dan solusi atas tantangan yang dihadapi bangsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui program beasiswa seperti Etos ID, mahasiswa tidak hanya memperoleh kesempatan untuk berkuliah, tetapi juga mendapatkan dukungan pengembangan diri yang sangat berharga. Pendampingan dalam bentuk pelatihan, pembinaan karakter, dan mentoring menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya banyak peluang beasiswa, alasan keuangan seharusnya tidak lagi menjadi penghalang utama untuk melanjutkan pendidikan. Program-program seperti ini juga menjadi jembatan penting untuk mengatasi ketimpangan pendidikan yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain membuka akses bagi anak muda dari keluarga kurang mampu, beasiswa juga menjadi alat untuk membangun pemerataan pendidikan di daerah-daerah yang memerlukan perhatian lebih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka dari itu, berkuliah tidak hanya wajib dilakukan demi masa depan individu, tetapi juga demi keberlanjutan dan kemajuan bangsa. Setiap lulusan perguruan tinggi adalah bagian dari solusi untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari masalah sosial hingga inovasi teknologi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan memilih untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi, setiap individu berkontribusi pada pembangunan bangsa yang lebih adil, merata, dan berdaya saing global.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesempatan untuk kuliah semakin terbuka lebar dengan adanya program-program beasiswa yang memberikan kemudahan akses. Yang diperlukan hanyalah kemauan untuk berusaha, semangat untuk mencari peluang, dan keberanian untuk bermimpi besar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa Etos ID, misalnya, adalah salah satu wujud nyata dari komitmen untuk menciptakan generasi unggul yang siap membangun Indonesia dari berbagai lini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam dunia yang terus berubah dengan cepat, pendidikan tinggi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Setiap individu yang memiliki kesempatan untuk berkuliah, terutama dengan dukungan beasiswa, memegang peranan penting dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan biarkan keterbatasan finansial menjadi hambatan, karena kesempatan untuk berkuliah selalu ada bagi mereka yang bertekad kuat. Dengan demikian, urgensi berkuliah bukan hanya tentang mengejar gelar atau pekerjaan semata, tetapi tentang menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. Pendidikan tinggi adalah investasi terbaik untuk masa depan, dan program beasiswa adalah salah satu jalan terbaik untuk mewujudkannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa Etos ID merupakan salah satu program strategis yang bertujuan mencetak generasi muda berkualitas, khususnya dari daerah-daerah strategis di Indonesia. Program ini berfokus pada pengembangan SDM dengan menyediakan pendampingan akademik, pembinaan karakter, serta pelatihan kepemimpinan bagi para penerimanya. Tidak hanya membayar biaya kuliah, tetapi juga menciptakan ekosistem belajar yang mendukung kesuksesan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam mencari beasiswa, penulis juga pernah menghadapi tantangan besar, seperti persaingan ketat, berkas administrasi yang rumit, dan kekhawatiran akan kegagalan. Namun, pengalaman tersebut membangun mental tangguh untuk terus mencoba. Ketekunan, strategi mencari informasi, dan kemauan belajar menjadi kunci utama. Beasiswa seperti Etos ID menunjukkan bahwa kesempatan selalu ada bagi mereka yang bersungguh-sungguh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indonesia memiliki banyak wilayah strategis yang membutuhkan SDM berkualitas, seperti kawasan industri, ibu kota baru Nusantara, dan daerah perbatasan. Wilayah-wilayah ini memiliki potensi besar, tetapi kerap menghadapi masalah kekurangan tenaga ahli. Dengan adanya program beasiswa yang terstruktur seperti Etos ID, mahasiswa dari daerah-daerah ini memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi dan kembali membangun wilayah asalnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kuliah dengan dukungan beasiswa bukan hanya soal mendapatkan gelar, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penulis, misalnya, merasakan bagaimana beasiswa membuka akses ke pelatihan kepemimpinan, seminar nasional, hingga bimbingan karir. Hal ini membuktikan bahwa beasiswa memberikan nilai lebih dibandingkan hanya sekadar pembiayaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengaruh beasiswa terhadap akademik mahasiswa sangat signifikan. Dengan adanya beasiswa, mahasiswa tidak perlu memikirkan biaya kuliah yang sering kali menjadi beban mental. Mereka bisa lebih fokus pada studi dan pengembangan diri. Selain itu, program pendampingan yang disediakan oleh Etos ID, seperti mentoring dan pembinaan, membantu mahasiswa meraih prestasi akademik yang optimal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa juga memiliki dampak besar dalam meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa. Banyak penerima beasiswa awalnya merasa minder karena berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah. Namun, dengan dukungan beasiswa, mereka mampu berdiri sejajar dengan mahasiswa lainnya, bahkan bersinar dalam prestasi akademik maupun non akademik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wilayah strategis seperti Kalimantan Timur, yang kini menjadi lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara, memerlukan SDM unggul untuk mendukung transformasi besar-besaran. Dengan memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah, program seperti Etos ID berkontribusi langsung pada pembangunan wilayah tersebut. Para penerima beasiswa diharapkan dapat membawa perubahan signifikan ketika mereka kembali ke kampung halaman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, beasiswa menciptakan&nbsp;</span><em><span>multiplier</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>effect</em></span><span>. Ketika satu individu menerima beasiswa, ia tidak hanya meningkatkan kualitas hidupnya sendiri, tetapi juga dapat menginspirasi orang lain di lingkungannya. Penulis sering kali melihat bagaimana penerima beasiswa menjadi panutan bagi adik-adik mereka, mendorong semangat belajar, dan menunjukkan bahwa kuliah adalah sesuatu yang bisa dicapai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kuliah bukan hanya soal mengejar karir, tetapi juga membangun wawasan yang lebih luas untuk berkontribusi bagi masyarakat. Program seperti Etos ID menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Hal ini penting untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga peduli pada lingkungannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak ada alasan untuk takut melanjutkan kuliah jika ada banyak beasiswa yang tersedia. Namun, mahasiswa harus proaktif mencari informasi, mempersiapkan diri dengan baik, dan berani mencoba meskipun peluang terasa kecil. Penulis percaya bahwa kegagalan dalam proses mencari beasiswa adalah bagian dari pembelajaran yang pada akhirnya akan membawa kesuksesan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beasiswa juga menjadi solusi strategis untuk pemerataan pendidikan tinggi. Di Indonesia, ketimpangan akses pendidikan masih menjadi masalah serius. Program seperti Etos ID menjangkau daerah-daerah yang jarang mendapatkan perhatian, memberikan peluang kepada mereka yang memiliki potensi besar tetapi terhambat oleh kendala finansial.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulis merasa bahwa perjalanan mencari beasiswa adalah pengalaman berharga yang melatih ketekunan dan keberanian untuk bermimpi lebih tinggi. Beasiswa Etos ID adalah bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, generasi muda Indonesia dapat mencapai potensinya secara maksimal dan membawa perubahan positif di lingkungannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan semua manfaat yang ditawarkan, beasiswa seperti Etos ID harus terus didukung dan dikembangkan. Ini bukan hanya tentang memberikan peluang bagi individu, tetapi juga tentang mendorong transformasi sosial yang lebih luas melalui pendidikan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kuliah bukan lagi impian yang mustahil. Dengan banyaknya program beasiswa yang tersedia, setiap anak bangsa memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Jadi, tak perlu takut kuliah, karena ada banyak jalan menuju pendidikan tinggi, salah satunya melalui beasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Jefri Firnando, mahasiswa Program Studi Psikologi FISIP Unmul 2021 sekaligus Awardee Beasiswa Etos ID dan Mahasiswa Berprestasi FISIP Unmul</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dinamika Politik Kampus Unmul: Minimnya Partisipasi dan Tantangan Demokrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-politik-kampus-unmul-minimnya-partisipasi-dan-tantangan-demokrasi/baca </link>
<guid> dinamika-politik-kampus-unmul-minimnya-partisipasi-dan-tantangan-demokrasi </guid>
<pubDate> Mon, 03 Feb 2025 19:20:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Demokrasi Unmul diwarnai sejumlah masalah dan maraknya calon tunggal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dinamika-politik-kampus-unmul-minimnya-partisipasi-dan-tantangan-demokrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/og0H0u9QxX.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dinamika Politik Kampus Unmul: Minimnya Partisipasi dan Tantangan Demokrasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp;</span><span>Dinamika politik di Unmul terus mengalami pasang surut setiap tahunnya. Mulai dari polemik Pemilihan Raya (Pemira), minimnya partisipasi mahasiswa, hingga berbagai upaya meningkatkan kesadaran politik di lingkungan kampus menjadi sorotan utama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) Unmul Suarga Nabil mengungkapkan ketika aksi &lsquo;Kepung Rektorat&rsquo; memicu penundaan pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan DPM tingkat universitas. Salah satu peristiwa besar dalam dinamika politik kampus terjadi pada tahun 2021 tersebut bermula dari polemik berkepanjangan dalam Pemira, yang berujung pada terganggunya masa kepengurusan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tahun itu, kepengurusan mahasiswa hanya berjalan selama enam bulan karena efek domino dari kisruh Pemira,&rdquo; ungkap Suarga saat ditemui di Student Center Unmul, Selasa (28/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, ia juga menyoroti tantangan dalam menarik minat mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Pemira. Menurutnya, kurangnya daya tarik calon dan kurangnya pendidikan politik dari badan penyelenggara menjadi faktor utama rendahnya partisipasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong>Pemira Fakultas: Beragam Tantangan dan Upaya Perbaikan</strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya di tingkat universitas, dinamika politik di fakultas juga mengalami berbagai tantangan. Di FH misalnya, pada 2022 atau 2023 terjadi Pemira ulang akibat ketidakberesan dalam proses pemilihan. Keputusan tersebut diambil oleh Badan Pengawas Pemira FH untuk memastikan Pemira berjalan lebih sehat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, di FIB, Pemira tahun ini berhasil diikuti oleh dua pasangan calon setelah sebelumnya dalam dua periode hanya terdapat calon tunggal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua DPM FIB Aliya Nur Salsabila mengungkapkan, pihaknya harus memperpanjang masa pendaftaran calon demi mendapatkan kandidat yang cukup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami sempat berkonsultasi ke DPM KM serta DPM dari fakultas lain seperti Hukum dan FISIP agar pelaksanaan Pemira di FIB bisa berjalan lebih baik,&rdquo; kata Aliya saat diwawancarai oleh awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,</span><span>&nbsp;Jumat (31/1).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun tantangan terbesar masih berkisar pada rendahnya minat mahasiswa terhadap politik kampus, strategi&nbsp;</span><span><em>branding</em></span><span>&nbsp;organisasi kini mulai diterapkan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>FISIP: Upaya Calon Tunggal dan Tantangan Demokrasi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>FISIP Unmul menghadapi tantangan yang berbeda. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemira di fakultas ini selalu menghadirkan calon tunggal yang harus melawan kotak kosong. Presiden BEM FISIP terpilih, Jamil Nur, mengungkapkan keprihatinannya atas rendahnya partisipasi politik mahasiswa FISIP yang seharusnya lebih peka terhadap isu sosial dan politik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sangat disayangkan jika mahasiswa FISIP kurang berpartisipasi dalam Pemira. Harapannya, tahun depan lebih banyak yang mencalonkan diri,&rdquo; ujar Jamil kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Kamis (30/1).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski jumlah pemilih meningkat akibat dorongan dari pihak fakultas, angka tersebut masih jauh dari ideal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk meningkatkan partisipasi, BEM FISIP berencana mendorong lahirnya lebih banyak calon pemimpin dan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya keterlibatan mereka dalam Pemira. Jamil menegaskan bahwa pilihan mahasiswa dalam Pemira akan berdampak langsung terhadap kehidupan organisasi dan akademik mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Harapan Untuk Masa Depan Politik Kampus</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, upaya untuk meningkatkan partisipasi politik mahasiswa Unmul terus dilakukan. DPM KM sendiri berencana untuk mengajukan revisi terhadap Undang-Undang Pemira melalui RUU Nomor 1 Tahun 2025. Selain itu, berbagai fakultas juga mulai menerapkan strategi baru untuk menarik minat mahasiswa agar lebih aktif dalam politik kampus.</span></p><div style="text-align: justify;"><span>Meskipun masih banyak tantangan, harapan terhadap dinamika politik di Unmul dapat berkembang menjadi lebih sehat dan demokratis akan tetap ada. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam Pemira serta organisasi kampus menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis dan berdaya.&nbsp;</span><span><strong><em>(xel/ner/rla/myy)</em></strong></span></div><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peduli Stunting, CIMSA Unmul Gelar Hi Kids! 2nd Intervention </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/peduli-stunting-cimsa-unmul-gelar-hi-kids-2nd-intervention/baca </link>
<guid> peduli-stunting-cimsa-unmul-gelar-hi-kids-2nd-intervention </guid>
<pubDate> Tue, 04 Feb 2025 19:25:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> CIMSA Unmul edukasi ibu hamil tentang kesehatan dan pencegahan stunting </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/peduli-stunting-cimsa-unmul-gelar-hi-kids-2nd-intervention/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oww3hBQkQN.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Peduli Stunting, CIMSA Unmul Gelar Hi Kids! 2nd Intervention</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Hi Kids!&rdquo; merupakan Community Development yang diadakan oleh CIMSA Unmul dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para ibu hamil serta ibu yang sedang menjalankan program kehamilan mengenai kesehatan fisik maupun mental selama masa kehamilan dan pasca persalinan, hingga jumlah asupan gizi yang harus dipenuhi untuk anak selama seribu hari kehidupan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada 24 November 2024, CIMSA Unmul mengadakan intervensi kedua Hi Kids! Community Development di Puskesmas Sambutan. Ini dilakukan setelah intervensi pertama yang terlaksana pada 29 September 2024. Sementara itu, Intervensi ketiga dan keempat secara berturut akan diselenggarakan di bulan Februari dan September 2025 mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Agenda dimulai pada 07.30 Wita saat para peserta melakukan registrasi untuk mengikuti seminar. Dilanjutkan dengan pembukaan oleh Aulia Nissa Nabila sebagai&nbsp;</span><span><em>Master of Ceremony</em>&nbsp;</span><span>(MC), kemudian pembacaan doa oleh Fahrul Rozy Amin. Lalu, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars FK Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Yolanda Wulandasari selaku Community Development Officer, dilanjutkan oleh Diva Tarakanitha Nurmadani sebagai Community Development Coordinator. Local Coordinator CIMSA Unmul Muhammad Yahtadiy Ukhrawiy juga turut menyampaikan sambutannya, dan disambung oleh Nur Yuni Anita selaku Kepala Puskesmas Sambutan sekaligus membuka kegiatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara selanjutnya merupakan sesi dokumentasi yang setelah itu langsung dilanjutkan dengan sesi&nbsp;</span><span><em>pre-test</em></span><span>&nbsp;untuk mengukur pengetahuan awal peserta terhadap materi yang akan disampaikan. Materi pertama disampaikan oleh Handy Wiradharma, yang membahas mengenai &ldquo;Menyusui dalam Mencegah Stunting&rdquo;, di mana peserta tampak sangat antusias mendengarkan materi tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah sesi&nbsp;</span><span><em>ice breaking</em></span><span>&nbsp;selesai, acara dilanjutkan dengan&nbsp;</span><span>workshop&nbsp;</span><span>pijat oksitosin oleh Yuliana Lili. Kemudian dilanjutkan dengan sesi&nbsp;</span><em><span>focus</span><span>&nbsp;</span><span>group</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>discussion</em></span><span>&nbsp;(FGD) antara peserta dan anggota CIMSA Unmul. Acara berlanjut dengan sesi pemberian cinderamata kepada peserta, sesi dokumentasi kedua, dan sesi akhir yaitu penutup pada 11.00 Wita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan selesainya intervensi kedua ini, kami sangat berharap bahwa Community Development CIMSA Unmul dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI untuk mencegah stunting, serta memberikan wawasan praktis mengenai pijat oksitosin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press release ini ditulis oleh Luqman Fadilah Rahyudi selaku Head of Media and Publication Team Hi Kids! CIMSA Unmul.</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Mahakam Gelar Aksi Tolak RUU Pertambangan Minerba, Mahasiswa Terobos Gedung DPRD Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-gelar-aksi-tolak-ruu-pertambangan-minerba-mahasiswa-terobos-gedung-dprd-kaltim/baca </link>
<guid> aliansi-mahakam-gelar-aksi-tolak-ruu-pertambangan-minerba-mahasiswa-terobos-gedung-dprd-kaltim </guid>
<pubDate> Fri, 07 Feb 2025 10:20:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi penolakan diwarnai sejumlah peristiwa pembubaran </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-gelar-aksi-tolak-ruu-pertambangan-minerba-mahasiswa-terobos-gedung-dprd-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K9ocbrBrZI.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Mahakam Gelar Aksi Tolak RUU Pertambangan Minerba, Mahasiswa Terobos Gedung DPRD Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Aksi Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur (Mahakam) kembali digelar tahun ini, Kamis (6/2). Aksi ini merupakan penolakan tegas mahasiswa terhadap perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) di mana pemerintah mencanangkan izin pengelolaan tambang kepada perguruan tinggi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aliansi Mahakam mulai bergerak pada pukul 14.30 Wita dari titik kumpul Islamic Center menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Timur (DPRD Kaltim). Sambil berorasi dan menyanyikan yel-yel, massa tiba di depan gerbang gedung yang dijaga oleh aparat kepolisian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya aliansi mahasiswa tersebut telah melakukan konsolidasi untuk menanggapi usulan izin pengelolaan tambang pada Selasa (4/2) lalu. Kemudian berlanjut pada seruan aksi yang membawa beberapa tuntutan, di antaranya:</span></p><ol><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Minerba tentang Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) bagi Perguruan Tinggi</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sikap DPRD Kaltim dalam mewujudkan poin tuntutan mahasiswa persoalan WIUP kepada Perguruan Tinggi</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memastikan dan memperjuangkan RUU Minerba Perguruan Tinggi tidak disahkan di pusat</span></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada saat aksi berlangsung, perwakilan dari mahasiswa seluruh kampus Kaltim melakukan orasi untuk membakar semangat massa. Pada 15.15 Wita, mahasiswa sempat menerobos masuk namun kembali didesak mundur oleh aparat yang berjaga.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Senat Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Kaltim Andi Mauliana Muzakkir menyampaikan, tujuan dari aksi tersebut berdasarkan tuntutan dari Aliansi Mahakam. Dirinya menyampai kekhawatiran mahasiswa terhadap perubahan Undang-Undang tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita lihat saja dari tri dharma perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, pengabdian. Kalau ditambah kampus disuruh&nbsp;</span><span><em>ngelola</em>&nbsp;</span><span>tambang, apa kabarnya dari tri dharma perguruan tinggi?&rdquo; ungkap Andi Mauliana saat diwawancarai di depan gedung DPRD Kaltim, Kamis (6/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika dicampur adukkan dengan&nbsp;</span><span><em>ngelola</em>&nbsp;</span><span>tambang mending tidak usah sekalian pendidikan, mending langsung saja kita jadi tempat komersial,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga menyampaikan bahwa aksi akan dilakukan hingga tuntutan yang diberikan oleh pihak aliansi mendapat respon dari DPRD.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mau sebulan, mau dua bulan, mau tiga bulan. Kita akan laksanakan itu sampai kita menang&hellip;&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada 17.29 Wita, gerbang gedung terbuka dan membuat mahasiswa masuk untuk menyampaikan orasinya di dalam. Meskipun begitu, aparat terus memberikan peringatan agar mahasiswa menghentikan aksi pada 18.00 Wita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi berakhir dibubarkan oleh aparat dengan menyemprotkan&nbsp;</span><span><em>water canon</em></span><span><em>&nbsp;</em>pada massa yang masih memaksa untuk berkumpul. Akibatnya beberapa mahasiswa tumbang tak sadarkan diri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Pihak Unmul Soal Kampus Kelola Tambang</strong></span><span><br></span><span>Sebelumnya, BEM KM Unmul sempat melakukan audiensi dengan pihak rektorat di Gedung Rektorat Unmul, Jumat (31/1) lalu. Abdunnur selaku rektor Unmul bilang bahwa adanya izin bagi kampus untuk mengelola tambang adalah sebuah kesempatan bagi perguruan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, gerakan penolakan yang muncul dari mahasiswa akibat pengelolaan tambang dari perusahaan yang umumnya hanya memikirkan untung. ia menganggap, penolakan ini muncul akibat informasi dampak dari tambang yang kerap berseliweran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semua itu juga ada dampak negatif. (Tambang) ini kebetulan&nbsp;</span><span><em>image</em>&nbsp;</span><span>lama sudah tidak positif, merusak lingkungan, pengusaha dan macam-macam,&rdquo; ujar Abdunnur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur mengatakan bahwa tambang yang dikelola oleh pengusaha fokusnya akan beda dengan ketika kampus yang mengelola sumber daya alam tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyoal dampaknya terhadap lingkungan, ia juga bilang bahwa pengelolaannya bisa menggandeng para ahli. Seperti ahli geologi, yang lebih mafhum soal standar pengelolaan tambang yang sesuai standar keamanan lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak bisa mulai (mengelola) langsung. Kita harus memikirkan supaya lebih aman dari risiko. Komitmen namanya. Hanya mencari untungnya justru kita tidak pengin perguruan tinggi seperti itu. Itu muruah namanya,&rdquo; kata Abdunnur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ia pun membeberkan bahwa hampir seluruh perguruan tinggi di Pulau Jawa setuju akan keputusan tersebut. Sehingga keputusan untuk mengelola tambang, Abdunnur melihat ini sebagai peluang besar bagi Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">&ldquo;Harus kita memilih, kan. Kalau kita tidak ambil kesempatan ini mau kapan?&rdquo; pungkasnya.<strong><em>(zwg/xel/ali/myy/tha)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minoritas yang Luput: Lingkungan Inklusif Kampus yang Tak Adil bagi Pengguna Tangan Kiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/minoritas-yang-luput-lingkungan-inklusif-kampus-yang-tak-adil-bagi-pengguna-tangan-kiri/baca </link>
<guid> minoritas-yang-luput-lingkungan-inklusif-kampus-yang-tak-adil-bagi-pengguna-tangan-kiri </guid>
<pubDate> Sat, 08 Feb 2025 11:15:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendidikan inklusif harus dukung fasilitas untuk mahasiswa kidal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/minoritas-yang-luput-lingkungan-inklusif-kampus-yang-tak-adil-bagi-pengguna-tangan-kiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VWfBDNxJWF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minoritas yang Luput: Lingkungan Inklusif Kampus yang Tak Adil bagi Pengguna Tangan Kiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Lingkungan inklusif merupakan lingkungan ramah bagi semua orang, baik kelompok mayoritas maupun kelompok minoritas yang termarginalkan. Banyak lingkungan pendidikan terutama kampus mulai memperhatikan hal tersebut dan berlomba mengusahakan lingkungan pendidikan inklusif.</p><p style="text-align: justify;">Namun masih terdapat hal-hal yang luput terkait penyediaan pendidikan inklusif, salah satunya tidak memperhitungkan fasilitas bagi <em>left-handed</em> atau pengguna tangan kiri dominan yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan kidal.</p><p style="text-align: justify;">Terdapat unggahan salah seorang mahasiswa di media sosial. Ia sebagai salah seorang <em>left-handed</em> mengaku kesulitan untuk mencatat materi atau mengerjakan tugas di kelas karena kursi yang digunakan di dalam kelas tidak begitu mendukung. Kebanyakan kampus menggunakan kursi besi sambung di mana meja hanya di sebelah kanan. Hal ini membuat pengguna tangan kiri dominan merasa kesulitan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun beberapa kampus menyediakan kursi untuk pengguna tangan kiri dominan, tetapi penyebarannya tidak merata. Ada yang hanya terdapat di beberapa fakultas saja. Bahkan, masih banyak kampus yang tidak memperhitungkan fasilitas tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di salah satu kampus bahkan, salah seorang dosen mengaku melihat mahasiswanya yang menggunakan tangan kiri kesulitan menulis di dalam kelasnya. Alhasil, ia harus menghubungi pihak kampus secara langsung guna menyediakan fasilitas tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melihat jumlahnya, yang termasuk minoritas hanya sekitar sepuluh persen dari jumlah populasi dunia. Tidak heran kalau kelompok ini jarang sekali diperhitungkan dalam pengadaan fasilitas. Oleh karena itu, pengadaan lingkungan pendidikan inklusif juga seharusnya memperhitungkan keberadaan kelompok ini jika ingin menciptakan kesetaraan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pendidikan inklusif sendiri menurut United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), merupakan respons kebutuhan keberagaman belajar bagi setiap orang. Hal ini mencakup meningkatkan partisipasi pembelajaran bagi semua kelompok, ras, maupun komunitas. Pendidikan inklusif memberikan kesempatan semua orang dengan menyediakan fasilitas dan kebutuhan khusus bagi yang membutuhkannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengedepankan lingkungan inklusif yang setara dan ramah bagi semua orang terutama di lingkungan pendidikan merupakan sebuah kewajiban. Semua orang, termasuk kelompok minoritas apa pun berhak mendapatkan fasilitas yang nyaman dan mendukung. Hal ini akan meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apabila mahasiswa merasa tidak nyaman dengan fasilitas pembelajaran, kualitas pembelajaran akan menurun. Hal sesederhana ini mampu mempengaruhi psikologis mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa merasa kebutuhan mereka tidak terpenuhi dan merasa terisolasi. Fasilitas yang tidak mendukung dengan kondisinya akan menurunkan semangat mengerjakan tugas maupun melakukan pembelajaran di dalam kelas. Terlebih lagi, pengguna tangan kiri dominan masih dianggap buruk oleh masyarakat yang telah termakan stigma meskipun zaman telah berkembang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kampus sebagai sebuah lembaga pendidikan sudah seharusnya memberikan dukungan dalam hal keberagaman, baik dari segi kondisi fisik, sosial, maupun kebiasaan. Tulisan ini tidak sekedar tentang menyediakan kursi bagi pengguna tangan kiri dominan, tetapi juga terkait dengan kesadaran akan keberagaman dan bagaimana lembaga pendidikan bisa memperhitungkan kelompok minoritas yang kerap luput.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui kesadaran tersebut, diharapkan pengadaan fasilitas khusus tidak dianggap sebagai hal yang kurang penting maupun sebagai fasilitas &ldquo;tambahan&rdquo;. Akan tetapi, hal ini termasuk upaya kampus menyediakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi semua kelompok.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebab, pengguna tangan kiri dominan kerap menghadapi masalah teknis. Memperhitungkan pengadaan fasilitas bagi mereka menunjukkan kampus menghargai setiap mahasiswanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun tidak diperhitungkan dalam penyediaan fasilitas umum lainnya, setidaknya kampus yang katanya &ldquo;mengedepankan pendidikan inklusif&rdquo; seharusnya memperhitungkan hal ini. Sebagai mahasiswa yang turut serta membayar uang kuliah, fasilitas juga merupakan hak mereka, baik bagi mayoritas maupun minoritas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, pengadaan fasilitas pembelajaran bagi pengguna tangan kiri dominan sudah seharusnya diperhitungkan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Widya Amanda, mahasiswi Sast</em></strong><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;"><strong><em>ra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Daun di Antara Kerumunan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/daun-di-antara-kerumunan/baca </link>
<guid> daun-di-antara-kerumunan </guid>
<pubDate> Sat, 08 Feb 2025 18:59:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Di antara kerumunan dia paling tak kukenal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/daun-di-antara-kerumunan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zfC1hoQOUq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Daun di Antara Kerumunan</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hiruk pikuk mengisi ruang kehampaan hati<br><span>Yang semakin berdebu, mencoba mati</span><br><span>Logika sibuk ke sana ke mari</span><br><span>Berusaha mewaraskan sang nadi</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak, di antara kerumunan dia hadir</span><br><span>Menyapa dengan mata, beberapa saat mampir</span><br><span>Ibarat taman bunga dia daun yang berterbangan</span><br><span>Terlihat berbeda, namun paling tak kukenal</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hey, hiruk pikuk itu terdiam beberapa saat</span><br><span>Menyapu debu, menghidupkan kematian</span><br><span>Logika pun turut membisu, tersesat</span><br><span>Membiarkan sang hati seenaknya berjalan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak, di antara kerumunan dia paling tak kukenal</span><br><span>Dia juga yang membuatku mencari ke sana ke mari</span><br><span>Untung nadi mengingatkan logika yang sial</span><br><span>Dia bukan dedaunan yang bisa dipunguti</span></p><span>Sungguh ku ingin daun itu&nbsp;</span><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>memiliki mata dan telinga</span><br><span>Atau kalau perlu punya nama&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Siti Mu&apos;ayyadah, mahasiswa Sastra Inggris FIB Unmul 2022</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Balik Layar Persma: Kontrol dan Intervensi Masih Jadi Budaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/di-balik-layar-persma-kontrol-dan-intervensi-masih-jadi-budaya/baca </link>
<guid> di-balik-layar-persma-kontrol-dan-intervensi-masih-jadi-budaya </guid>
<pubDate> Mon, 10 Feb 2025 16:18:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pers mahasiswa hadapi intervensi, kebebasan pers harus tetap dijaga </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/di-balik-layar-persma-kontrol-dan-intervensi-masih-jadi-budaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HNtKmgim9y.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Balik Layar Persma: Kontrol dan Intervensi Masih Jadi Budaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Hari Pers Nasional, Minggu (9/2) kemarin bukan sekadar perayaan, tetapi pengingat pentingnya kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Pers yang bebas dan independen berperan besar mengawal transparansi, mengungkap ketidakadilan, serta memberi suara bagi mereka yang kerap terpinggirkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, kebebasan pers di ranah mahasiswa masih menghadapi berbagai tantangan. Intervensi terhadap berita sering terjadi karena lingkupnya masih di dalam wilayah kampus, di mana ada berbagai kepentingan&mdash;baik dari birokrasi, organisasi mahasiswa, maupun pihak lain yang merasa dirugikan oleh pemberitaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal, setiap berita yang diterbitkan telah melalui proses verifikasi dan menjunjung tinggi akurasi. Jika ada keberatan terhadap data atau kutipan, ruang diskusi selalu terbuka&mdash;termasuk melalui &lsquo;Hak Koreksi&rsquo; dan &lsquo;Hak Jawab&rsquo; setelah berita dipublikasikan. Sayangnya, intervensi yang terjadi sering kali bukan sekadar perbaikan substansi, melainkan bentuk kontrol terhadap narasi yang ingin disampaikan.</p><p style="text-align: justify;">Pers mahasiswa (Persma) telah lama menjadi salah satu benteng kebebasan berekspresi di lingkungan akademik. Namun, di beberapa kejadian, Persma mendapat tekanan saat wawancara dengan narasumber. Efeknya bisa mengurangi keberanian untuk bertanya secara kritis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Narasumber, terutama mahasiswa, juga sering meminta agar identitas mereka disamarkan karena takut terkena dampak dari pendapat yang disampaikan. Jika budaya diam (<em>culture of silence</em>) ini terus dibiarkan, kampus bukan lagi menjadi ruang belajar yang bebas, melainkan tempat di mana kritik menjadi langka dan ketakutan lebih dominan daripada keberanian.</p><p style="text-align: justify;">Akan tetapi, di sinilah pentingnya Persma sebagai wadah pembelajaran jurnalisme yang kritis dan independen. Jika sudah terbiasa menghadapi intervensi sejak berada di lingkungan kampus, ini justru bisa menjadi latihan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di dunia jurnalisme profesional. <strong><em>(xel/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> YOUTHXFEST 2025: UKM Jurnalistik Politani Gelar Lomba Kreativitas Digital </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/youthxfest-2025-ukm-jurnalistik-politani-gelar-lomba-kreativitas-digital/baca </link>
<guid> youthxfest-2025-ukm-jurnalistik-politani-gelar-lomba-kreativitas-digital </guid>
<pubDate> Mon, 10 Feb 2025 17:12:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> YOUTHXFEST Politani hadirkan lomba kreativitas digital untuk pelajar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/youthxfest-2025-ukm-jurnalistik-politani-gelar-lomba-kreativitas-digital/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Lqt4IWB4k9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>YOUTHXFEST 2025: UKM Jurnalistik Politani Gelar Lomba Kreativitas Digital</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik Politeknik Pertanian (Politani) menggelar lomba kreativitas digital bertajuk &ldquo;YOUTHXFEST&rdquo; sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Politani Samarinda yang ke-36. Acara yang mengusung tema &ldquo;Kreativitas Digital&rdquo; ini menghadirkan beberapa kategori lomba untuk pelajar SMA sederajat dan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Ketua panitia kegiatan Dea menjelaskan, kegiatan ini menghadirkan tiga kategori lomba yang terdiri dari dua lomba daring dan satu lomba luring.</p><p style="text-align: justify;">&quot;(Untuk kategori) <em>online</em> itu sendiri ada (lomba) infografis, fotografis, dan ada <em>offline</em>-nya yaitu lomba menyanyi,&quot; ujarnya kepada <em>Sketsa</em> saat diwawancarai pada acara penutupan, Minggu (9/2) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Panitia mulanya telah merencanakan lima kategori lomba. Namun, karena terkendala satu dan lain hal, hanya tiga lomba yang dapat dilaksanakan. Meski demikian, antusiasme peserta terutama dari kalangan pelajar cukup tinggi dalam mengikuti rangkaian lomba yang diselenggarakan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, acara dapat berjalan lancar dengan adanya tanggung jawab dari panitia. Dea menyebutkan dirinya bersama tim panitia berusaha sebaik mungkin menyelesaikan acara dari awal hingga akhir.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami ingin menciptakan generasi muda yang bebas berkreativitas dalam digitalisasi. Maksudnya dalam dunia jurnalistik seperti ini, dalam fotografi dan videografi, yang kiranya berguna bukan cuma untuk UKM itu sendiri, tapi untuk masyarakat,&quot; tambahnya menjelaskan konsep acara yang diusung.</p><p style="text-align: justify;">Dea berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan penyelenggaraan yang lebih baik. Ia juga mengharapkan adanya dukungan lebih dari pihak kampus untuk keberlanjutan acara ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Semoga kegiatan YOUTHXFEST ini bisa berlanjut ke tahun depan. Mungkin bisa lebih baik lagi, lebih layak lagi dari tahun ini. Mungkin bisa jadi pembelajaran juga jadi ke depannya siapa pun nanti ketuanya, siapa pun teman-teman panitianya,&quot; harapnya<span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">. <strong><em>(ela/rla/myy)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Tukin Dosen: Rapor Merah Nadiem Makarim bagi Pendidikan Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/polemik-tukin-dosen-rapor-merah-nadiem-makarim-bagi-pendidikan-indonesia/baca </link>
<guid> polemik-tukin-dosen-rapor-merah-nadiem-makarim-bagi-pendidikan-indonesia </guid>
<pubDate> Tue, 11 Feb 2025 15:02:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tukin dosen membeku, Nadiem disorot atas kelalaian anggaran </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/polemik-tukin-dosen-rapor-merah-nadiem-makarim-bagi-pendidikan-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3Pe042ihKy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Tukin Dosen: Rapor Merah Nadiem Makarim bagi Pendidikan Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tunjangan Kinerja (Tukin) dosen membeku sejak 2020. Pemerintah bersembunyi di balik alasan bahwa tukin tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal, kejahatan ini terjadi sebab Nadiem Makarim yang tidak mengalokasikan anggaran tukin dosen.</p><p style="text-align: justify;">Dibenarkan bahwa Nadiem Makarim menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) No. 447/P/2024 tentang Nama Jabatan, Kelas Jabatan, dan Pemberian Besaran Tunjangan Kinerja Dosen sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berdasarkan persetujuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tahun 2022.</p><p style="text-align: justify;">Namun, alih-alih keputusan tersebut menjadi angin segar, yang terjadi justru menjadi jurang kedua bagi Nadiem karena keputusan tersebut terbit tanpa disetujui lebih dulu oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait anggaran.</p><p style="text-align: justify;">Kelalaian beruntun yang dilakukan Nadiem menyulut kemarahan dosen-dosen di Indonesia. Seperti yang dilakukan Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) yang menghelat aksi ultimatum di Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Senin (3/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Aksi tuntutan yang dilakukan dosen tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menindas tenaga pendidik dan belum menyejahterakan dosen. Bayangkan saja, hingga saat ini masih ada dosen yang menerima upah di bawah Upah Minimum Regional (UMR).</p><p style="text-align: justify;">Rentetan kejadian ketidakadilan tersebut mengguncang hati penulis untuk menjadi tenaga pendidik di masa depan. Melihat kinerja pemerintahan era Prabowo sekarang ini yang tidak memperhatikan kesejahteraan dosen membuat penulis berpikir dua kali.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan penulis menunjukkan kegagalan pemerintah dalam memanjangkan impian anak mudanya. Barangkali penulis hanya satu dari sekian mahasiswa yang mengubur mimpi untuk menjadi pengajar.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini dapat berakibat pada sepinya anak muda untuk lanjut menjadi pendidik di era mendatang. Belum lagi prioritas pendidikan yang berada di urutan kedua. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak menaruh perhatian serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah semestinya memberi perhatian lebih kepada nasib tenaga pendidik. Kelalaian terhadap kesejahteraan dosen dapat berdampak pada perhatian dosen yang semestinya fokus mengajar, justru dipusingkan dengan pekerjaan lain yang menjadi sampingan untuk memenuhi kebutuhan.</p><p style="text-align: justify;">Pecahnya perhatian dosen ini dapat berimbas panjang, misalnya pada kualitas mengajar yang tidak lagi optimal akibat terlalu lelah atau terlalu pusing memikirkan nasib di masa mendatang.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah barangkali bisa belajar dari negara di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) seperti Singapura. Mengutip dari website resmi Politeknik Negeri Nunukan, Singapura memberikan gaji senilai 75 juta hingga 208 juta perbulan.</p><p style="text-align: justify;">Barangkali nilai tersebut masih terlalu tinggi, akan tetapi setidaknya pemerintah Indonesia dapat mempertimbangkan bahwa kesejahteraan dosen patut untuk dipentingkan dan diperhitungkan.</p><p style="text-align: justify;">Rapor merah Nadiem Makarim mesti menjadi catatan penting bagi pemerintah Indonesia agar tidak mengulang kesalahan serupa ke depannya. Masa sih sekelas pemerintah terang-terangan merencanakan kegagalan?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sering Dianggap Hama, Mahasiswa Memandang Kucing Liar di Kampus Sebaliknya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sering-dianggap-hama-mahasiswa-memandang-kucing-liar-di-kampus-sebaliknya/baca </link>
<guid> sering-dianggap-hama-mahasiswa-memandang-kucing-liar-di-kampus-sebaliknya </guid>
<pubDate> Wed, 12 Feb 2025 15:19:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kucing liar di area kampus dianggap sahabat oleh mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sering-dianggap-hama-mahasiswa-memandang-kucing-liar-di-kampus-sebaliknya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TohapsVmra.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sering Dianggap Hama, Mahasiswa Memandang Kucing Liar di Kampus Sebaliknya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kucing merupakan makhluk menggemaskan yang banyak disukai orang. Meskipun banyak disukai, sebagian orang merasa kucing liar merupakan hama. Hal ini terjadi lantaran Anak Bulu (Anabul) yang tidak berkepemilikan kerap kali bertingkah dengan membuang kotoran sembarangan, hingga menularkan penyakit.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari jurnal berjudul &ldquo;<em>Manajemen Populasi Kucing Liar Melalui Collaborative Filtering untuk Kesehatan dan Ekosistem Lokal</em>&rdquo; yang diterbitkan pada 2024, Muhammad Taufiq Hidayat dan Supriyono menyebut populasi kucing liar di perkotaan terus meningkat.</p><p style="text-align: justify;">Data pemelihara kucing menyentuh angka hingga 47 persen. Akan tetapi, angka tersebut dibarengi dengan ketelantaran tinggi dan kepedulian yang rendah. Dilansir dari <em>Mojok.co</em>, hewan apapun yang mengalami over populasi merupakan hama.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan dalam <em>Indonesiana.id</em>, populasi kucing di Indonesia mencapai 15 juta ekor dan menduduki peringkat kedua dengan jumlah populasi kucing liar terbanyak.</p><p style="text-align: justify;">Kucing liar dijumpai di berbagai tempat, termasuk perguruan tinggi. Mahasiswa Unmul kerap kali menjumpai kucing liar di area kampus. Alipf Laila, mahasiswa Sastra Indonesia 2022 membenarkan hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Alipf sapaannya, mengaku sering melihat kucing-kucing liar di area fakultas dan di jalan sekitar kampus. Meski begitu, berjumpa dengan kucing liar tidak membuatnya terganggu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku sendiri suka kucing dan tidak menganggap kucing sebagai hama. Cuma kalau terkait menyadari lingkungan, perspektif orang berbeda-beda,&rdquo; ujarnya pada awak <em>Sketsa</em>, Senin (3/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, dari segi lingkup pendidikan tidak sempat mengurusi kucing-kucing liar yang hampir ada di setiap fakultas. Kendati begitu, ia merasa tetap perlu memperhatikan perkembangbiakan anabul dengan memberi makan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, sejauh yang ia amati di lingkungan fakultasnya, FIB Unmul bersih dari kotoran kucing liar dan mahasiswa juga kerap menyapa bahkan memberi nama kucing-kucing liar yang datang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di sini juga kucing-kucing berotasi, jadi kucing di sini bukan satu kucing yang ada dari kecil sampai besar, tapi akan berganti,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sependapat dengan Alipf, mahasiswa program studi Teknik Kimia FT 2022 Almo Arifky juga sering mendapati kucing liar di Laboratorium Teknik Kimia. Ia merasa tidak terganggu sebab kucing liar merupakan makhluk hidup yang berdampingan dengan manusia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan ada yang rela beliin makanan kucing,&rdquo; ungkapnya pada Senin (3/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Mengenai sebagian orang yang merasa kucing liar sebagai hama, Almo berpendapat, selama tidak mengganggu maka kucing liar bukan merupakan hama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau kucingnya nakal saya bilang kucing hama sih,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(mlt/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prodi Tari Resmi Dibuka, FIB Unmul Siap Lestarikan Tiga Pilar Budaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prodi-tari-resmi-dibuka-fib-unmul-siap-lestarikan-tiga-pilar-budaya/baca </link>
<guid> prodi-tari-resmi-dibuka-fib-unmul-siap-lestarikan-tiga-pilar-budaya </guid>
<pubDate> Thu, 13 Feb 2025 18:06:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB Unmul luncurkan Prodi Tari, kombinasi seni dan akademik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prodi-tari-resmi-dibuka-fib-unmul-siap-lestarikan-tiga-pilar-budaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZCfpmU7tW9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prodi Tari Resmi Dibuka, FIB Unmul Siap Lestarikan Tiga Pilar Budaya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> FIB Unmul memulai awal 2025-nya dengan pembukaan pendaftaran Program Studi (Prodi) baru yakni Prodi Tari. Fakultas termuda di Unmul itu kini tengah gencar mempromosikan jurusan strata satu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Perencanaan pembukaannya telah dicanangkan sejak dua tahun yang lalu. Kini, proses administrasinya tengah berjalan dengan melibatkan berbagai pihak yang mendukung realisasinya.</p><p style="text-align: justify;">Baca juga: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fib-unmul-mantap-buka-dua-prodi-baru-salah-satunya-akan-jadi-prodi-pertama-di-kaltim/baca" target="_blank">FIB Unmul Mantap Buka Dua Prodi Baru, Salah Satunya Akan Jadi Prodi Pertama di Kaltim</a></p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Prodi (Kaprodi) Tari Eka Yusriansyah. Dia menyebutkan dalam dua tahun, satu tahun persiapan dilakukan secara intens untuk membuka prodi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Eka menjelaskan bahwa pihak kampus telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga budaya terkait, seperti dengan lembaga yang ada di Sungai Bawang, Pampang, serta Dewan Kesenian Budaya, dan Dewan Kesenian Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita susun mata kuliahnya, visi, misi dan lain sebagainya semampu kita berdasarkan observasi, survei ke kampus-kampus seni yang ada seni tarinya baru kita undang LSM, instansi, lembaga-lembaga budaya tari untuk menyempurnakan kurikulum kita, khususnya terkait mata kuliah,&rdquo; ungkap Eka saat diwawancarai, Jumat (7/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga mengungkapkan kurikulum untuk Prodi Tari sendiri telah dibuat dengan melalui tinjauan internal dari fakultas dan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M). Selain itu, reviu juga dilakukan oleh pihak eksternal seperti sanggar komunitas, lembaga, dan instansi yang akan menjadi mitra kerja sama.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kurikulumnya, Prodi Tari menyediakan mata kuliah (matkul) yang berpatokan pada tiga pilar budaya. Pilar pertama yaitu kebudayaan pedalaman, pilar kedua kebudayaan pesisir, dan yang ketiga kebudayaan kedaton.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya sih tari-tari yang berdasarkan pedalaman, pesisir, dan kedaton itu lebih mudah dijangkau oleh banyak masyarakat,&rdquo; sebut Eka.</p><p style="text-align: justify;">Eka juga berharap dengan adanya Prodi yang mendukung bidang budaya bisa menjadi peluang pekerjaan yang dicari ke depannya. Contohnya saja jurnalis seni, dirinya mengaku masih sulit menemukan jurnalis yang bergerak di bidang khusus tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nah harapannya di seni tari ini kan gak cuman dia fokus ke tari, tapi bagaimana estetika seni pada umumnya,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di hari yang sama, awak <em>Sketsa</em> juga berkesempatan untuk mewawancarai Dekan FIB Unmul M. Bahri Arifin. Prodi Tari sendiri, sebut Bahri, telah terpilih dari hasil survei yang dilakukan FIB ke beberapa lapisan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Dirinya benar mendukung atas pengembangan realisasi dari prodi baru tersebut. Tidak hanya melalui sistemnya, FIB juga menyediakan infrastruktur yang layak untuk pembelajaran dan praktik Tari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di bawah sini kita punya lab tari, di ruangan bawah ini kemudian itu pakaian-pakaiannya apa ornamen-ornamen ada di belakang sana. Jadi ada dan itu tercatat di dalam proposal pengajuan izin itu yang direviu ketika permohonan izin (diajukan),&rdquo; tutur Bahri saat diwawancarai, Jumat (7/2).</p><p style="text-align: justify;">Prodi Tari di Unmul memiliki tujuan untuk mencerdaskan mahasiswa dengan pemahaman yang mendalam tentang filosofi tari. Tidak hanya dalam keterampilan, tetapi juga sebagai ilmu akademik. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bahri juga menginformasikan Unmul akan mengadakan lomba tari pada 22 Februari mendatang, yang menjadi bagian dari peluncuran prodi baru tersebut. Pemenang lomba ini akan mendapatkan preferensi untuk masuk ke Prodi Tari. <strong><em>(jaz/lla/luv/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tropical Studies Not for Mining </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tropical-studies-not-for-mining/baca </link>
<guid> tropical-studies-not-for-mining </guid>
<pubDate> Thu, 13 Feb 2025 19:09:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul harus pertahankan fokus studi tropis berkelanjutan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tropical-studies-not-for-mining/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GjQNKqkY7G.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tropical Studies Not for Mining</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent; text-align: inherit;">Unmul sebagai Pusat Unggulan Studi Tropis merupakan satu-satunya kampus yang fokus pada potensi dan segala permasalahan di wilayah hutan tropis di Kalimantan Timur (Kaltim). Sehingga, Unmul menjalankan Tri Dharma yang berfokus pada sains dan teknologi, serta memperkuat kerja sama nasional dan internasional untuk menghasilkan lulusan berkualitas, riset unggulan, dan memberi solusi bagi permasalahan lingkungan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Dalam <em>statuta</em>, Unmul memiliki moto &quot;Menebarkan Dharma untuk Bumi Mulawarman&quot;. Artinya, dharma yang dimaksud merupakan tri dharma perguruan tinggi yang terdiri atas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bumi Mulawarman bermakna wilayah hutan hujan tropis lembab di Kalimantan merupakan wilayah Kerajaan Kutai yang dipimpin Raja Mulawarman.</p><p style="text-align: justify;">Namun belakangan ini, wacana Rancangan Undang&ndash;Undang (RUU) Mineral dan Batubara (Minerba) yang mengizinkan perguruan tinggi kelola tambang menuai pro dan kontra, tak beda dengan Unmul. Ini merupakan kontradiksi yang dipegang oleh Unmul yang dilukis indah dalam tri dharma perguruan tinggi yang berbasis <em>tropical studies</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Dosen Unmul dan Guru Besar Unmul menolak adanya regulasi yang dirasa ugal-ugalan dan menghina marwah perguruan tinggi. Karena jika melihat rancangan RUU Minerba, ditemukan kecacatan formil karena revisi tersebut tidak melalui perencanaan dan bertolak belakang dengan Undang-Undang tentang Pendidikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kecurigaan pun tak terelakkan, seperti ada pihak-pihak tertentu yang mendapat atau menjanjikan keuntungan besar tanpa memikirkan dampak sosial dan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Alasan membuat kita skeptis bahwa pemerintah yang mengobral izin tambang ini berkeinginan agar seluruh elemen masyarakat bisa mendapat hak yang sama untuk mengelola sumber daya alam. Tak terkecuali kepada perguruan tinggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menjadi pertanyaan, apakah pembuat kebijakan hanya tergiur angka-angka keuntungan, melupakan bagaimana kerusakan jangka panjang?</p><p style="text-align: justify;">Lagipula, perguruan tinggi akan meninggalkan entitasnya sebagai gerbang peradaban ketika mengelola bisnis tambang. Kampus tidak akan lagi dipandang sebagai tempat menciptakan karsa, rasa, dan asah, tetapi melahirkan pebisnis yang bermental perusak alam dan lingkungan, juga akan menampakkan wujud materialisme dan kapitalisme.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ini seperti virus bersembunyi, tak kasat mata, dan disinyaliri oleh motif akal bulus yang busuk dari penguasa untuk masuk dalam ranah pendidikan. Ketika pendidikan menjadi ladang bisnis, maka sebuah sistem pendidikan akan tidak sepenuhnya lagi fokus untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun disibukkan dengan untung rugi.</p><p style="text-align: justify;">Kami teringat tulisan Roem Topamasang yang berjudul &ldquo;Sekolah itu Candu&rdquo; (2010). Buku ini seolah magis, semakin pudar, semakin pula relevan dengan zaman sekarang. Ia mengawali bukunya dengan sangat kontroversial bahwa anggaran belanja negara untuk sektor pendidikan merupakan primadona, tetapi juga disertai dengan hasil laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tahun yang menunjukkan Departemen Pendidikan Nasional masih tetap salah satu lembaga pemerintah yang paling korup, banyak salah urus, dan sangat ruwet.</p><p style="text-align: justify;">Kecurigaan pun tak terelakkan, seperti ada pihak-pihak tertentu yang mendapatkan atau menjanjikan keuntungan besar. Sistem pendidikan yang bertopeng materialistik dan kapitalistik akan tidak lagi sepenuhnya memprioritaskan pokok paling fundamentalis.</p><p style="text-align: justify;">Polanya dalam <em>The Great Transformation</em>, mengatakan bahwa memosisikan tanah sebagai barang dagangan atau komoditas dengan memisahkannya dari hubungan-hubungan sosial yang melekat padanya, akan menghasilkan ketimpangan yang merusak keseimbangan serta keberlanjutan hidup masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan lingkungan alam yang mengancam krisis ekologis dapat kita renungkan bersama. Mulai dari pencemaran air akibat dari pembuangan limbah tambang. Limbah dari proses pencucian hasil tambang membuat kualitas air menjadi rusak dan tidak dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Warna air yang pada awalnya jernih menjadi keruh, hingga menjadi penyebab pendangkalan air sungai karena endapan yang terdapat pada proses pencucian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menjadi sebuah kesukaran karena air merupakan salah satu sumber primer dari kehidupan masyarakat. Namun, sekarang hanya menjadi aliran pembuangan hasil ketamakan pengelola tambang.</p><p style="text-align: justify;">Aktivitas penambangan pun menghasilkan polusi udara. Salah satu penyakit yang ditimbulkan adalah faringitis, penyakit akut yang sama seperti radang tenggorokan. Tua dan muda sama saja tak ada yang bisa terlepas ketika pertambangan sudah beraktivitas.</p><p style="text-align: justify;">Polusi udara ini disebabkan oleh debu akibat aktivitas pertambangan. Jika masih terus-terusan, maka masyarakat di daerah sekitar tambang akan mengalami gangguan pernapasan dan hidup masyarakat pun tak akan mengalami &quot;kenormalan&quot; seperti seharusnya. Apalagi jika makanan dan minuman bercampur dengan debu, dapat menimbulkan penyakit yang serius karena mengandung berbagai kotoran hingga virus.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, lubang-lubang yang menganga besar membuat tampungan air dalam skala besar, di mana air ini memiliki kandungan asam yang sangat tinggi dan berbahaya. Dan pada akhirnya, tanah di sekitar lubang galian tambang pun mengalami penurunan tingkat kesuburan akibat semakin tercemarnya tanah. Tumbuhan-tumbuhan pun menjadi layu, sekarat, dan mati.</p><p style="text-align: justify;">Hutan yang awalnya menjadi &quot;Ibu&quot; bagi masyarakat, flora dan fauna sekitar, kini malah menjadi tiang kehidupan aktivitas tambang. Hal ini terjadi akibat adanya perluasan tambang sehingga mempersempit ruang hidup didalamnya. &quot;Berkat&quot; perluasan ini banjir dan longsor merupakan hadiah yang harus diterima. Pohon dan akar yang pada awalnya menjadi tempat resapan air berlabuh sekarang telah habis dibabat.</p><p style="text-align: justify;">Hak Asasi Manusia (HAM) yang terabaikan. Hal ini merupakan puncak dari dampak buruk aktivitas pertambangan yang terjadi. Menurut catatan JATAM Kaltim sejak 2011-2024, sudah ada 51 korban lubang tambang yang meregang nyawa akibat tenggelam di lubang tambang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Miris, karena tak ada satupun upaya dari pemerintah dalam menangani lubang tambang dan tak ada penyelesaian yang pasti terkait kasus ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ini hanyalah salah satu contoh akibat aktivitas pertambangan yang hanya menghantar nyawa menuju sang Pencipta. Masih banyak korban yang berjatuhan akibat aktivitas tambang ini. Masalah ini akan menjadi distorsi-distorsi perlahan dalam pelaksanaan sistem pendidikan di Indonesia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika menilik sejarah, Pada 3 Juli 1922 Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah bernama &quot;Taman Siswa&quot; yang menegaskan &quot;Tri Pantangan&quot; yang meliputi tidak menyalahgunakan kewenangan, kesusilaan dan tidak melakukan manipulasi keuangan, serta berprinsip &quot;ide Pagurom&quot;, di mana tenaga pengajar melihat tugas hidupnya dalam karya pendidikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, taman siswa menjaga jarak dari politik, atas dasar pedagogik. &nbsp;Bapak Pendidikan Nasional kita telah memberikan jalan terang bahwa mestinya pendidikan itu sesuai dengan nilai-nilai luhur, memerdekakan, dan kritis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketimbang munculkan risiko praktik ekonomi kapitalisme, sudah seharusnya dan sepantasnya Unmul berdiri tegak dengan prinsip yang fokus pada keberlangsungan lingkungan alam Kalimantan timur. Fokus dengan riset unggulan berbasis pada potensi dan permasalahan lingkungan alam di kalimantan timur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jangan mau memelihara kebodohan yang terlihat dengan mata telanjang tanpa ada penolakan dengan nalar kritis yang hanya menyebabkan kesengsaraan di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Tulisan ini disuarakan oleh: Bekantan, gajah borneo, orang utan, macan dahan, anggrek bulan, dan seluruh masyarakat yang tertindas di lingkungan hutan hujan tropis Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Jonathan Imat &amp; Ismail, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul 2022</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menjadi Salah Satu Syarat Wisuda, Peraturan TOEFL Tumpang Tindih </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjadi-salah-satu-syarat-wisuda-peraturan-toefl-tumpang-tindih/baca </link>
<guid> menjadi-salah-satu-syarat-wisuda-peraturan-toefl-tumpang-tindih </guid>
<pubDate> Fri, 14 Feb 2025 20:39:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Syarat wisuda makin ketat dengan kenaikan standar EPT </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menjadi-salah-satu-syarat-wisuda-peraturan-toefl-tumpang-tindih/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XpMquCw6QZ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menjadi Salah Satu Syarat Wisuda, Peraturan TOEFL Tumpang Tindih</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Berbahasa Inggris sudah menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa di lanskap pencarian kerja yang kompetitif. <em>English Proficiency Test</em> (EPT) adalah sarana untuk menguji kefasihan Bahasa Inggris. Unmul telah menetapkan nilai minimal sebagai salah satu syarat untuk mendaftar wisuda dan memfasilitasi pengujian EPT dalam bentuk <em>Test of English as a Foreign Language</em> (TOEFL) ataupun juga <em>Mulawarman University English Proficiency Test</em> (MU-EPT) melalui Balai Bahasa. Selain itu, terdapat upaya peningkatan kualitas dengan penghapusan keringanan bukti pernah mengikuti TOEFL dua kali pada tahun 2023.</p><p style="text-align: justify;">Selengkapnya: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/surat-keterangan-mengikuti-toefl-minimal-dua-kali-tak-lagi-berlaku-kini-mahasiswa-harus-mengikuti-tes-sampai-lolos/baca" target="_blank">Surat Keterangan Mengikuti TOEFL Minimal Dua Kali Tak Lagi Berlaku, Kini Mahasiswa Harus Mengikuti Tes Sampai Lolos</a></p><p style="text-align: justify;">Upaya peningkatan kualitas tampaknya tak selaras dengan fakultas-fakultas. <em>Sketsa</em> menerima laporan, beberapa waktu lalu seorang mahasiswa tak mampu mengajukan wisuda padahal nilai minimal fakultas telah terpenuhi. Menindaklanjuti hal ini, <em>Sketsa</em> kemudian menghubungi Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik Lambang Subagiyo.</p><p style="text-align: justify;">Lambang menegaskan bahwa kemampuan berbahasa inggris sangat penting bagi mahasiswa dan bagi peningkatan internasionalisasi kampus. Peningkatan standar secara bertahap juga telah diterapkan pada 2020 dan 2024 yang menaikkan nilai minimum jenjang S1, S2, dan S3 sebanyak 25 poin menjadi 450 bagi S1, 500 bagi S2, 525 bagi S3.</p><p style="text-align: justify;">Peningkatan ini diterapkan pada angkatan 2024 ke atas dan dilatarbelakangi oleh waktu kelulusan mereka pada 2028.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kembali ke tadi, peraturannya selalu kita perbarui, terutama untuk yang baru tahun 2024. Jadi mulai dari angkatan 2024, yang nanti akan lulus tahun 2028 itu, ada peningkatan 25 poin,&rdquo; ungkap Lambang saat diwawancarai, Selasa (11/2).</p><p style="text-align: justify;">Lambang juga menegaskan khususnya bagi MU-EPT, standar yang digunakan oleh MU-EPT lebih rendah dari TOEFL sehingga menjadi alternatif bagi mahasiswa yang kesulitan dalam TOEFL. Ia juga menegaskan bagi mahasiswa yang kesulitan membayar, pihaknya terbuka untuk membantu walaupun belum ada peraturan yang menetapkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini memang kita belum menerapkan itu. Karena membayarnya juga hanya seratus ribu. Maksud saya ini mahasiswa, membayar seratus ribu nggak bisa. Tapi kalau memang ada yang mengajukan, saya kira itu juga dibantu. Dan membayarnya pun juga itu untuk prosesnya kurang sepertinya kalau seratus ribu,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Lambang juga menegaskan perihal perbedaan standar minimal antara fakultas dan universitas, peraturan universitas lah yang berlaku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semua <em>kan</em> sudah ada aturan yang baku. Bahwa aturan wisuda itu yang menentukan bukan fakultas. Di fakultasnya tidak ada saringan lulusan. Ya lulus, ya lulus saja barangkali. Tapi kalau akan dapat wisuda, harus mendapat melampirkan sertifikat sudah lulus TOEFL. Sehingga itu memang pasti berita itu tidak valid. Karena fakultas dengan universitas, yang ada universitas lah,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(rla/npl/mar/myy)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Area Ramah Disabilitas Dinilai Kurang, BEM KM Desak Agar Terdapat Aturan Konkret </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/area-ramah-disabilitas-dinilai-kurang-bem-km-desak-agar-terdapat-aturan-konkret/baca </link>
<guid> area-ramah-disabilitas-dinilai-kurang-bem-km-desak-agar-terdapat-aturan-konkret </guid>
<pubDate> Sat, 15 Feb 2025 17:26:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Minimnya fasilitas inklusif di Unmul masih jadi perhatian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/area-ramah-disabilitas-dinilai-kurang-bem-km-desak-agar-terdapat-aturan-konkret/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0Hwzb52A9s.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Area Ramah Disabilitas Dinilai Kurang, BEM KM Desak Agar Terdapat Aturan Konkret</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Fasilitas inklusif sudah seharusnya menjadi suatu hal yang wajib di lingkungan pendidikan, salah satunya kampus guna mendukung pembelajaran setara bagi seluruh sivitas akademika termasuk penyandang disabilitas. Sayangnya, fasilitas inklusif di Unmul dinilai masih minim.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Muhammad Ilham Maulana. Ia menyebut, hingga saat ini rektorat belum memberikan tindak lanjut signifikan terkait fasilitas pendukung bagi mahasiswa penyandang disabilitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana, sapaan akrabnya, mengaku sudah menyampaikan terkait fasilitas yang harus dipenuhi pihak kampus, termasuk fasilitas untuk disabilitas dan jalur khusus yang memadai karena melihat tidak semua mahasiswa menggunakan kendaraan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu harus difasilitasi, tapi sejauh ini&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>&nbsp;belum ada tindak lanjut lagi dari pihak kampus perihal ini,&rdquo; jelasnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Rabu (5/2).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menilai Unmul belum termasuk inklusif untuk mahasiswa berkebutuhan khusus. Baginya, inklusivitas bukan sekedar keterbukaan akademik melainkan memastikan semua mahasiswa dapat mengakses pendidikan dengan nyaman dan setara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait regulasi kampus mengenai fasilitas bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, Maulana menyatakan belum ada aturan yang jelas atau setidaknya belum diketahui secara luas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setidaknya kampus harus menyediakan surat-surat keputusan dari pihak rektor yang kemudian difasilitasi dari tiap-tiap fakultas,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat hal ini, Maulana menyebut BEM KM akan terus mengawal pengadaan dan pemerataan fasilitas inklusif kampus. Pihaknya mencoba mendorong rektorat untuk segera dijalankan karena menganggap permasalahan ini tidak sepenuhnya diperhatikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pihak rektorat jangan hanya fokus akademik, tapi bagaimana mahasiswa keterbutuhan khusus ini bisa dipenuhi,&rdquo; tegasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi Maulana, memberikan pemahaman kalau inklusivitas juga permasalahan serius cukup menjadi tantangan. Tidak hanya kesetaraan pendidikan untuk disabilitas, tetapi juga memperhitungkan keadaan seluruh mahasiswa. Selain itu, ia merasa &nbsp;tidak direspon dengan baik ketika menuntut soal kesejahteraan mahasiswa.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tiap kali meminta soal kesejahteraan mahasiswa, pihak rektorat menilai (kami) hanya menuntut, padahal ini serapan aspirasi yang kami jalankan,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(npl/man/yra/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 1 Kakak 7 Ponakan: Kisah Haru Perjuangan Generasi Roti Lapis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/1-kakak-7-ponakan-kisah-haru-perjuangan-generasi-roti-lapis/baca </link>
<guid> 1-kakak-7-ponakan-kisah-haru-perjuangan-generasi-roti-lapis </guid>
<pubDate> Sat, 15 Feb 2025 17:35:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah yang menyentuh tentang perjuangan seorang pemuda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/1-kakak-7-ponakan-kisah-haru-perjuangan-generasi-roti-lapis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/TUpOw3XvJC.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>1 Kakak 7 Ponakan: Kisah Haru Perjuangan Generasi Roti Lapis</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Film layar lebar berjudul &ldquo;1 Kakak 7 Ponakan&rdquo; yang tayang sejak 23 Januari 2025 lalu memuat pesan haru yang disajikan melalui cerita bernuansa keluarga. Dipadukan dengan fenomena <em>sandwich</em>&nbsp;<em>generation</em> atau generasi roti lapis yang lekat dengan masyarakat saat ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diperankan oleh Chicco Kurniawan (Moko) dan Amanda Rawles (Maurin), film ini mampu mengalirkan air mata penonton. Berdurasi dua jam sebelas menit, film ini berpusat pada Moko yang menjadi kakak bagi empat keponakannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hidup di rumah sederhana bersama tiga keponakan remaja dan satu bayi perempuan, Moko harus memikul tanggung jawab sebagai sosok tertua di rumah. Ia rela mengorbankan sekolah S2 yang diimpikannya demi mengurus anak almarhum kakaknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bermula dari kakak iparnya yang meninggal akibat serangan jantung, disusul kakak perempuan yang meninggal pasca melahirkan, Moko bertanggung jawab atas hidup keponakan-keponakannya. Siang malam ia mengurus bayi ditambah keharusan mencari pekerjaan, Moko berjuang demi kelangsungan hidup yang layak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Quarter life crisis&nbsp;</em></span><span>atau masa krisis menggelayuti hidupnya hingga ia mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan dengan Maurin. Moko merasa Maurin dapat menempuh hidup lebih baik dan meraih cita-citanya sendiri, tidak seperti dirinya yang harus mengurus rumah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di perjalanannya melewati masa itu, Moko berhasil mendapat pekerjaan yang layak. Namun, kebahagiaan belum berpihak pada mereka. Setelah mendapat pekerjaan yang layak, Moko bertransformasi menjadi mesin uang bagi kakak dan suaminya dengan kedok mengurus seluruh keponakannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dua orang dewasa yang seharusnya membantu Moko dalam mencari nafkah justru membebaninya dengan berbagai kebutuhan rumah tangga. Keadaan Moko yang ikut serta membiayai kedua &ldquo;keponakan tambahan&rdquo; menggambarkan perannya sebagai generasi roti lapis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyaksikan usaha keras Moko berhasil membuat penonton merasa sedang bercermin, utamanya bagi mereka yang merasa senasib. Meskipun bukan melihat Moko sebagai diri sendiri, penonton turut merasakan kekhawatiran menjadi beban bagi orang tua atau kakaknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bertemakan isu keluarga yang menyedihkan, film ini tidak hanya membuat penonton meneteskan air mata. Film ini juga membawa tawa dari tingkah lucu beberapa tokoh di dalamnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun film ini sudah memasuki kata sempurna, terdapat detail yang sedikit mengganggu penonton, terutama yang berpengalaman di bidang arsitek. Beberapa detail dianggap terlalu dangkal bagi tokoh Moko yang merupakan lulusan jurusan tersebut, contohnya tulisan tangan yang tidak khas layaknya seorang arsitektur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film &ldquo;1 Kakak 7 Ponakan&rdquo; sukses menyadarkan kita bahwa tidak ada perasaan terbebani bagi anggota keluarga yang saling peduli dan memberi kasih secara tulus.</span></p><p style="text-align: justify;">Jadi, kapan kamu ingin menyaksikan perjuangan Moko?<strong><em>&nbsp;(mlt/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanggapan Mahasiswa Pahlawan Terkait Relokasi Prodi Bahasa FKIP Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapan-mahasiswa-pahlawan-terkait-relokasi-prodi-bahasa-fkip-unmul/baca </link>
<guid> tanggapan-mahasiswa-pahlawan-terkait-relokasi-prodi-bahasa-fkip-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 17 Feb 2025 23:01:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Relokasi Prodi FKIP Unmul masih menyisakan kendala bagi mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapan-mahasiswa-pahlawan-terkait-relokasi-prodi-bahasa-fkip-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tcy8vEgiID.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Tanggapan Mahasiswa Pahlawan Terkait Relokasi Prodi Bahasa FKIP Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Relokasi program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmul dari kampus Pahlawan ke Gunung Kelua berhasil dilaksanakan pada akhir tahun lalu. Perpindahan tersebut tentunya memberikan perbedaan suasana bagi mahasiswa yang terdampak.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca juga:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rencana-pembentukan-fakultas-baru-dan-relokasi-sejumlah-prodi-fkip-terealisasikan-di-akhir-tahun/baca"><span>Rencana Pembentukan Fakultas Baru dan Relokasi Sejumlah Prodi FKIP Terealisasikan di Akhir Tahun</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mendapatkan kabar beberapa mahasiswa asal pahlawan mengalami kendala saat melakukan perkuliahan yang dilakukan di Gedung FKIP Gunung Kelua. Terkait hal tersebut, Dekan FKIP Unmul Susilo menjelaskan secara rinci dan saksama terkait dengan perpindahan gedung kampus Pahlawan menuju &nbsp;Gunung Kelua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Tidak ada masalah jadwal, sudah selesai semua jadwal. Apa ada komplain dari mahasiswa?&rdquo; ungkap Susilo saat diwawancarai di kampus FKIP Unmul Banggeris, Rabu (12/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Susilo sendiri mengungkapkan proses perpindahan mahasiswa dari kampus Pahlawan sudah berjalan dengan baik. Dirinya juga menyampaikan ruang kelas juga sudah disediakan untuk memenuhi kapasitas mahasiswa yang dipindahkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi memang sudah saya pertimbangkan semua, saya perhitungkan semua perpindahan itu sehingga tidak ada masalah. Justru mereka senang dengan perpindahan itu,&rdquo; sambung Susilo.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu mahasiswa yang dipindahkan Agustina mengaku merasakan perbedaan suasana antara kampus yang ada di Pahlawan dengan Gunung Kelua. Mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia itu merasa kampus Gunung Kelua lebih ramai dari kampusnya dulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau Gunung Kelua itu kayak lebih rame, bahkan (banyak) wajahnya itu yang enggak kita kenali sama sekali,&rdquo; sebut Agustina saat diwawancarai, Rabu (12/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun kendala yang dialami mahasiswa, Agustina menyebutkan, terfokus pada organisasi kemahasiswaan. Terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang masih belum mendapatkan sekretariat di kampus Gunung Kelua</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kesekretariatan PBSI (Pendidikan Bahasa dan Seni) masih belum bisa pindah ke GK (Gunung Kelua), karena ada beberapa kendala yang masih harus diselesaikan dulu,&rdquo; bebernya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya Agustina, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Tiara Dhamayanti turut mengungkapkan kendalanya selama berkuliah di kampus baru. Dirinya mengaku ada jadwal kelas yang bertabrakan dengan jadwal jurusan lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau sekarang, mungkin karena kita baru pindah kan, jadi juga jadwalnya itu kadang bertabrakan. Jadi, dosen itu minta ganti hari, ganti jam juga, ganti ruangan.&nbsp;</span><span><em>Nyari</em>&nbsp;</span><span>ruangannya (yang) kosong,&rdquo; ungkap Tiara saat diwawancarai, Rabu (12/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait sekretariat organisasi, Tiara menyebutkan bahwa Himpunan Mahasiswa (Hima) dari prodinya juga belum mendapatkan sekretariat sendiri. Dia mengatakan untuk sementara ini ruangan Hima-nya menggunakan ruangan yang sebelumnya digunakan oleh Hima prodi Pendidikan Penjas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait kendala sekretariat Hima jurusan mahasiswa yang dipindahkan, Susilo mengakui belum ada ruangan atau gedung yang disediakan. Maka dari itu, dirinya memberikan solusi lain, seperti memperbaiki ruangan yang rusak dan menempatkan Hima Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di sekretariat Hima Pendidikan Penjas untuk sementara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada satu ruangan Hima masih belum dapat, karena kalau mau bangun itu kan prosesnya lama. Oleh sebab itu rencananya saya taruh di ruangan LDK (Lembaga Dakwah Kemahasiswaan) yang seperti gubuk di sampingnya MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) itu. Nanti rencananya diperbaiki biar bisa dipakai,&rdquo; bebernya.</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Tadi kalau bahasa Inggris, salah satu bahasa tadi sudah menempati (ruangan) Hima-nya &nbsp;(Pendidikan) Penjas dulu,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(kia/afa/ica/myy)</strong></em></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Aliansi Mahakam Jilid II: Tolak Inpres hingga Soroti Pemangkasan Anggaran Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-aliansi-mahakam-jilid-ii-tolak-inpres-hingga-soroti-pemangkasan-anggaran-pendidikan/baca </link>
<guid> aksi-aliansi-mahakam-jilid-ii-tolak-inpres-hingga-soroti-pemangkasan-anggaran-pendidikan </guid>
<pubDate> Tue, 18 Feb 2025 16:05:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi aliansi Mahakam di DPRD Kaltim ricuh, water cannon dikerahkan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-aliansi-mahakam-jilid-ii-tolak-inpres-hingga-soroti-pemangkasan-anggaran-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3axdXnb5ZB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Aliansi Mahakam Jilid II: Tolak Inpres hingga Soroti Pemangkasan Anggaran Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) Jilid II gelar aksi bertajuk &lsquo;Indonesia Gelap, Darurat Pendidikan&rsquo;, Senin (17/2). Aksi ini dilakukan untuk menanggapi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya meminta pencabutan Inpres tersebut, aksi membawa dua tuntutan lainnya yaitu tolak revisi Undang-Undang Mineral dan Batu bara (Minerba) dan tolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aksi ini juga merupakan demonstrasi lanjutan yang sebelumnya sudah dilaksanakan, Kamis (6/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-gelar-aksi-tolak-ruu-pertambangan-minerba-mahasiswa-terobos-gedung-dprd-kaltim/baca"><span>Aliansi Mahakam Gelar Aksi Tolak RUU Pertambangan Minerba, Mahasiswa Terobos Gedung DPRD Kaltim</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi mulai bergerak ke arah Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) pada 14.45 Wita. Seperti aksi-aksi sebelumnya, iringan massa meneriakkan orasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan selama di perjalanan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setibanya di depan gerbang Gedung DPRD Kaltim, massa aksi dihadang petugas kepolisian yang menjaga ketertiban aksi. Berbeda dari aksi sebelumnya, terlihat pagar dan juga gerbang gedung telah diberi pelumas dan dihiasi dengan kawat berduri yang lebih banyak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Massa mencoba menerobos masuk hingga dua mahasiswa Aliansi Mahakam sempat ditahan di dalam ketika gerbang ditutup aparat. Hal tersebut memicu kemarahan massa kepada aparat sehingga aksi semakin memanas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuntutan demonstrasi juga diperjelas oleh Humas aksi Aliansi Mahakam Andi Mauliana Muzakkir saat diwawancarai oleh media. Andi menyampaikan tuntutannya berfokus pada program unggulan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Gibran yang masih kurang tepat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kami ingin menyampaikan ada sistem lebih baik daripada memangkas anggaran pendidikan untuk prioritas MBG. Yang kami soroti adalah mahasiswa di pelosok yang membutuhkan makan bergizi malah belum dapat,&rdquo; ungkap Andi Mauliana saat diwawancarai, Senin (17/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senat Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Kaltim itu juga mengonfirmasi bahwa aksi akan terus dilanjutkan hingga menang. Dalam hal ini jika belum ada tanggapan dari pemerintah terhadap tuntutan, maka aksi akan kembali dilaksanakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span>Maka dari itu, jika hari ini tidak terindahkan, kita akan terus berlanjut,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Andi, Muhammad Ilham Maulana yang juga Humas Aksi menyebut program MBG mengorbankan dunia pendidikan dengan adanya pemangkasan anggaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di tahun 2025, kita melihat ini segala sektor mengorbankan dunia pendidikan hanya karena untuk menjalankan makan bergizi gratis, seperti itu,&rdquo; sebut Maulana saat diwawancarai, Senin (17/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) itu juga menyinggung isi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang dicoreng oleh pemerintah. Maulana menganggap program pemerintah bertentangan dengan isi UUD 1945, tepatnya pada alinea keempat yaitu &lsquo;mencerdaskan kehidupan bangsa&rsquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada sore hari, aparat kepolisian mengarahkan agar terdapat perwakilan massa yang masuk menyampaikan orasinya. Namun hal tersebut langsung ditolak oleh massa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi Aliansi Mahakam terus digelar hingga batas waktu pada 18.00 Wita. Pada waktu yang sama, aparat kepolisian langsung menginstruksikan anggotanya untuk memukul mundur massa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Water cannon</em>&nbsp;</span><span>disemprotkan ke arah massa yang masih bersikeras untuk berkumpul menyuarakan orasinya. Hal tersebut membuat salah satu massa tumbang terkena semprotan meriam air tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi pembubaran tersebut berlangsung alot. Aparat Kepolisian masih berusaha memukul mundur massa hingga mengganggu perjalanan lalu lintas. Akibat bercampurnya antara masyarakat dan massa, pihak aparat sempat bersitegang dengan masyarakat yang mencoba melewati jalanan yang tengah diamankan.</span></p><p style="text-align: justify;">Malamnya, pihak aparat dapat mengamankan massa yang masuk ke dalam area Islamic Center Samarinda. <strong><em>(zwg/zie/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FKIP Unmul Tanggapi Temuan Retakan di Gedung Baru, Pastikan Tidak Ada Masalah Serius </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-unmul-tanggapi-temuan-retakan-di-gedung-baru-pastikan-tidak-ada-masalah-serius/baca </link>
<guid> fkip-unmul-tanggapi-temuan-retakan-di-gedung-baru-pastikan-tidak-ada-masalah-serius </guid>
<pubDate> Wed, 19 Feb 2025 19:29:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gedung FKIP Banggeris retak, Dekan pastikan perbaikan segera dilakukan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/fkip-unmul-tanggapi-temuan-retakan-di-gedung-baru-pastikan-tidak-ada-masalah-serius/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/iUBLBA4BfW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>FKIP Unmul Tanggapi Temuan Retakan di Gedung Baru, Pastikan Tidak Ada Masalah Serius</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Retakan ditemukan pada salah satu Gedung FKIP Unmul Banggeris yang dijadikan ruang kelas bagi mahasiswa. Diketahui gedung tersebut belum lama ini selesai dibangun oleh pihak fakultas.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait hal tersebut dekan FKIP Unmul Susilo menjelaskan, retakan tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian bangunan dengan kondisi tanah di Kalimantan Timur (Kaltim) dan sudah dalam pemantauan ahli konstruksi sipil. Tidak hanya itu, dirinya merasa tidak bertanggung jawab atas kerusakan itu dengan alasan pembangunan gedung tersebut dilakukan pada masa jabatan dekan sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau retak-retak itu urusannya pembangunan, itu zamannya Prof. Amir (Dekan FKIP sebelumnya) yang membangun, bukan saya. Saya hanya menggunakan saja, dan itu sudah saya cek. Kalau ada retak, pasti diperbaiki oleh orang yang membangun, yaitu kontraktornya,&rdquo; jelas Susilo saat diwawancarai, Rabu (12/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam pernyataannya, dia juga menegaskan, berdasarkan pemeriksaan ahli sipil tidak ada masalah serius dalam konstruksi bangunan. &nbsp;Dirinya turut menambahkan, fenomena retakan ini umum terjadi pada bangunan yang baru berdiri, terutama di wilayah dengan kondisi tanah tertentu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau bangunan pertama kali dibangun, dia akan menyesuaikan kenyamanannya, sehingga akan retak. Tetapi nanti akan berhenti pada sentimeter tertentu,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai langkah awal, pihak fakultas telah melaporkan kondisi tersebut ke pihak rektorat, yang memiliki wewenang dalam menangani perbaikan gedung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dekanat sudah melaporkan ke rektorat, dan rektorat nanti yang memperbaiki,&rdquo; tegasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ditanya mengenai kemungkinan penyebab utama keretakan, Susilo menolak untuk memberikan analisis lebih jauh. Dengan alasan bahwa itu merupakan ranah ilmu teknik sipil.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita bukan jurusan sipil, jadi bukan kapasitas kita untuk mengomentari itu. Yang berhak komentar adalah orang teknik sipil,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain masalah keretakan, dirinya juga mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan fasilitas fakultas. Ia menyebutkan bahwa pengajuan anggaran sebesar 40 miliar rupiah telah diajukan ke pemerintah provinsi untuk pengadaan&nbsp;</span><span><em>mebeler</em></span><span>&nbsp;baru bagi kelas dan ruang dosen.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau itu disahkan dan tidak dikurangi, semua kursi di kelas ini akan diganti baru, termasuk kursi dosen. Kami berharap ke depan FKIP bisa menjadi lebih baik,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, terkait masalah banjir yang sempat terjadi di lingkungan fakultas, pihak FKIP telah berkoordinasi dengan pemerintah kota. Ditemukan bahwa air berasal dari perumahan di atas gedung fakultas sebagai penyebab terjadinya banjir.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya sudah kontak pak Wali Kota, dan tim dari pemerintah sudah turun. Mereka sekarang sedang memikirkan solusi untuk mengatasi banjir ini,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, pihak FKIP berharap perbaikan fasilitas dan infrastruktur dapat segera terwujud demi kenyamanan mahasiswa dan tenaga pengajar. <strong><em>(ela/ale/man/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Tontonan untuk Dorong Rasa Produktivitas Kamu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-tontonan-untuk-dorong-rasa-produktivitas-kamu/baca </link>
<guid> rekomendasi-tontonan-untuk-dorong-rasa-produktivitas-kamu </guid>
<pubDate> Thu, 20 Feb 2025 21:04:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Cari inspirasi? Ini tontonan yang bisa tingkatkan semangat belajar! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/rekomendasi-tontonan-untuk-dorong-rasa-produktivitas-kamu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gHiWqphDEK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Tontonan untuk Dorong Rasa Produktivitas Kamu</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sebagai mahasiswa, tentunya belajar merupakan tugas utama yang harus diemban hingga lulus bahkan saat bekerja. Namun, rasa malas kerap menggelayuti motivasi untuk tetap produktif. Maka dari itu untuk mengembalikan api produktif, mahasiswa perlu menyiram kembali dengan bahan bakarnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu cara mengisi bahan bakar produktif adalah menonton film atau drama dengan pesan yang memotivasi. Berikut ini&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>coba rangkumkan beberapa film dan drama yang membangkitkan semangat produktif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dead Poets Society</strong></span><br><span>Film ini menceritakan sekumpulan pelajar yang tengah melewati masa krisis dalam hidupnya. Film yang diluncurkan pada 1987 ini menunjukkan bagaimana para pelajar mencoba mencari jati dirinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan hadirnya seorang guru baru bernama John Keating di kelas, mereka mendapatkan metode pelajaran yang berbeda dari sebelumnya. John Keating membawa anak-anak muda untuk menentukan pilihan hidupnya, melihat dari sudut pandang yang berbeda, berani mengambil keputusan dan menjadi diri sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>3 Idiots</strong></span><br><span>Film ini menceritakan tiga pemuda yang berkuliah di Imperial College of Engineering, sebuah kampus bergengsi dengan tekanan akademik tinggi. Rancho, yang diperankan oleh Aamir Khan, memiliki pendekatan belajar yang unik di mana dirinya lebih menekankan pemahaman konsep dibanding sekadar menghafal. Sikapnya sering bertentangan dengan sistem pendidikan yang kaku dan profesor mereka yang keras, Viru Sahastrabuddhe.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film keluaran dari India ini menunjukkan bagaimana tiga sahabat yaitu, Rancho, Farhan dan Raju, berjuang untuk melawan peraturan belajar di universitasnya. Mereka bertiga kompak membuktikan cara belajar yang mereka percaya bisa membawa kesuksesan di masa depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Start Up</strong></span><br><span>Selanjutnya datang dari drama asal Korea Selatan yang berfokus pada Seo Dal-mi (Bae Suzy), seorang wanita penuh ambisi yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses. Dalam perjalanannya, ia bertemu Nam Do-san (Nam Joo-hyuk), pendiri Samsan Tech, sebuah perusahaan rintisan yang sedang berusaha berkembang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Drama ini menampilkan konflik utama berupa persaingan dalam dunia startup, perjuangan Dal-mi dan timnya menghadapi tantangan industri teknologi. Selain itu, cerita ini juga menggali tema hubungan keluarga, ambisi, serta pengorbanan yang diperlukan untuk meraih kesuksesan.</span></p><p style="text-align: justify;">Nah itu beberapa daftar tontonan yang bisa kamu jadikan patokan untuk menambah semangat belajar. Selain itu, kalian juga bisa menontonnya di saat rehat sejenak ketika mengerjakan tugas. Ada yang sudah menonton? <strong><em>(myy/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Lomba Tari FIB Unmul: Peluncuran & Upaya Memperkenalkan Prodi Tari ke Khalayak Luas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lomba-tari-fib-unmul-peluncuran-and-upaya-memperkenalkan-prodi-tari-ke-khalayak-luas/baca </link>
<guid> lomba-tari-fib-unmul-peluncuran-and-upaya-memperkenalkan-prodi-tari-ke-khalayak-luas </guid>
<pubDate> Sat, 22 Feb 2025 22:32:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FIB Unmul buka Prodi S1 Tari, dukung pelestarian budaya! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lomba-tari-fib-unmul-peluncuran-and-upaya-memperkenalkan-prodi-tari-ke-khalayak-luas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XYeBICNxo3.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Lomba Tari FIB Unmul: Peluncuran & Upaya Memperkenalkan Prodi Tari ke Khalayak Luas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &mdash;&nbsp;</strong>FIB Unmul resmi lakukan peluncuran program studi (Prodi) S1 Tari. Peluncuran tersebut dilakukan bersamaan dengan penampilan lomba tari kreasi yang diinisiasi oleh FIB Unmul. Berlokasi di area FIB Unmul, acara tersebut diselenggarakan, Sabtu (22/2) pagi&mdash;sore ini.</p><p style="text-align: justify;">Dekan FIB Unmul Bahri Arifin, melalui sambutannya, mengatakan bahwa prodi Tari dibuka dalam rangka melestarikan budaya, khususnya budaya lokal Kalimantan Timur dan budaya Nusantara. Total kuota calon mahasiswa baru prodi Tari yang dibuka berjumlah sebanyak empat puluh.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan rencananya mengenai pemberian beasiswa afirmasi kepada anak-anak daerah agar memiliki kesempatan untuk masuk kuliah tanpa tes.</p><p style="text-align: justify;">Informasi tersebut turut dikonfirmasi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Nataniel Dengen.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi ini oleh Dekan dia akan menyiapkan kuota afirmasi yang khusus untuk para lulusan (SMA/sederajat) kita di Kalimantan Timur yang itu melalui jalur khusus, jalur afirmasi,&rdquo; ucap Nataniel saat diwawancarai langsung di lokasi <em>launching</em> prodi Tari FIB, Sabtu (22/2).</p><p style="text-align: justify;">Terkait persiapan tenaga pengajar dan praktisi, ucap Nataniel, telah disiapkan secara matang. Tidak hanya itu, pemerhati seni dan budaya juga akan digandeng dalam pelaksanaan perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu sudah dipersiapkan sedemikian rupa sehingga ini sudah siap berjalan secara matang,&rdquo; sebutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai upaya memperkenalkan prodi Tari pada siswa-siswi SMA sederajat,</p><p style="text-align: justify;">Koordinator Program Studi (Kaprodi) Tari Eka Yusriansyah menyebutkan salah satu upaya pengenalan prodi baru FIB tersebut, pihaknya menyelenggarakan lomba tari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapannya, ada siswa-siswi yang jadi peserta lomba ini nyantol atau kepincut dan masuk ke prodi Tari,&rdquo; tutur Eka saat diwawancarai langsung oleh <em>Sketsa</em>, Sabtu (22/2).</p><p style="text-align: justify;">Lomba Tari yang telah disiapkan sejak tahun lalu ini menarik banyak antusias siswa-siswi SMA/sederajat. Tim yang mendaftar membeludak hingga panitia memutuskan untuk menutup pendaftaran lebih awal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pesertanya itu 35 tim. Satu tim 5 orang maksimal. Nah kami data ada 168 orang,&rdquo; beber Eka.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu pun kami batasi 35. Awalnya harusnya pendaftaran itu dibuka sampai tanggal 16 Februari. Tapi tanggal 10 (Februari) sudah kami <em>cut</em> karena kuota sudah sangat memenuhi,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Eka menyatakan akan melakukan sosialisasi mengenai beasiswa serta pengabdian masyarakat sebagai upaya lanjutan untuk memperkenalkan prodi Tari kepada khalayak luas.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, <em>Sketsa</em> berhasil mewawancarai beberapa peserta yang hari ini berpartisipasi dalam lomba tari. Peserta dari SMA Negeri 2 Samboja, Andi Aina Nastasya dan Kirana Anindya Dwita merasa senang bisa mengikuti lomba di FIB Unmul tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Keren sih, universitas ini bisa mengadakan lomba tari, bisa kita jadinya menyalurkan,&rdquo; ungkap Andi Aina saat diwawancarai, Sabtu (22/2).</p><p style="text-align: justify;">Terkait Prodi Tari, baik Andi Aina maupun Kirana Anindya memberikan respon positif terhadap peluncurannya. Keduanya bahkan berencana untuk mendaftar ke prodi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau banget (daftar),&rdquo; aku Kirana Anindya, Sabtu (22/2)</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mau banget. Tapi mudahan lolos,&rdquo; sambung Andi Aina. <strong><em>(mlt/myy/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sudah Lama Direncanakan, Kaprodi KG Mantap Rampungkan Pembentukan FKG </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-lama-direncanakan-kaprodi-kg-mantap-rampungkan-pembentukan-fkg/baca </link>
<guid> sudah-lama-direncanakan-kaprodi-kg-mantap-rampungkan-pembentukan-fkg </guid>
<pubDate> Mon, 24 Feb 2025 16:21:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FKG Unmul segera diresmikan, transisi fasilitas dan organisasi dimulai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sudah-lama-direncanakan-kaprodi-kg-mantap-rampungkan-pembentukan-fkg/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h1gnHQi9H7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sudah Lama Direncanakan, Kaprodi KG Mantap Rampungkan Pembentukan FKG</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Unmul telah lama merencanakan pendirian Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Kedokteran Gigi, Nisa Muthi&rsquo;ah yang menyampaikan bahwa rencana tersebut telah mencapai tahapan yang signifikan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, Organisasi Tata Kelola (OTK) Unmul untuk FKG sudah terbit. Namun, perihal peresmian dan pengesahan masih memerlukan persiapan lanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;April atau Mei akan ada pelantikan pejabat FKG-nya. Kalau OTK-nya sudah terbit dari Unmul sendiri,&rdquo; jelas Nisa saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Jumat (21/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Urgensi pendirian FKG terletak pada kebutuhan untuk lebih fokus dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan mahasiswa kedokteran gigi. Ia menyebut, fakultas dan prodi berbeda dari segi penyelenggaraan dan fokus SDM serta mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apalagi kami sudah ada RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) dan izin untuk pendidikan jejak profesi, memang mencukupi syarat berdirinya satu fakultas,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait gedung, Nisa mengatakan pembangunannya dilakukan bertahap dengan pertimbangan kebijakan pemerintah terkait efisiensi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rencana pembangunan sudah ada, tentunya ada pertimbangan dari kebijakan pemerintah seperti efisiensi,&rdquo; terangnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara ini, Gedung Sekta (Administrasi) di sebelah RSGM serta Gedung Workshop Fakultas Teknik akan digunakan dan direnovasi terlebih dahulu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nanti bertahap pindah ke depan, sebelah RSGM. Itu sudah diperuntukkan untuk kedokteran gigi,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk Lab Histologi dan dental simulator, Nisa mengonfirmasi sementara ini akan tetap bergabung dengan FK hingga pembangunan gedung FKG selesai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peresmian FKG diharapkan sekitar bulan April, dimulai pelantikan pejabat seperti Dekan dan Wakil Dekan. Mengenai hal ini, Rektorat Unmul telah menunjukkan dukungan penuh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>FKG akan menyandang akreditasi yang sama dengan prodi Kedokteran Gigi, dengan reakreditasi yang direncanakan dalam dua tahun ke depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin masih menyandang akreditasi prodi. &nbsp;Dua tahun lagi ada reakreditasi yang statusnya diperbarui,&rdquo; jelas Nisa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Organisasi mahasiswa (Ormawa) juga akan mengalami perubahan, dari Himpunan Mahasiswa (Hima) menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dengan proses transisi yang dilakukan secara bertahap.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Proses transisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa prodi KG. Mereka mempertanyakan kemungkinan untuk mendaftar sebagai anggota BEM FK masih terbuka atau tidak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menindaklanjuti hal tersebut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>mencoba menghubungi pihak BEM FK untuk mengonfirmasi pertanyaan sejumlah mahasiswa prodi KG. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak BEM FK belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, para Dosen dan Tenaga Pendidik (Tendik) Kedokteran Gigi menyambut positif perubahan ini dan terus berbenah untuk meningkatkan kualitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;</span><span><em>Excited</em></span><span>&nbsp;jelas ya, dan masih terus berbenah. Walaupun aspek jumlah kita masih terus mencari, meningkatkan. Kalau soal kesiapan dan sikap tentu senang kami bisa berkembang lebih meningkat statusnya,&rdquo; seru Nisa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Langkah selanjutnya setelah pendirian FKG adalah terus meningkatkan kualitas institusi dengan fokus optimalisasi sumber daya yang ada.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi tidak hanya kuantitas, kualitas pastinya jangan sampai ikut terbatas. Jadi dengan apa yang ada, itulah yang harus kita maksimalkan dan optimalkan,&rdquo; tutupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui upaya keras dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Unmul terus berkomitmen mewujudkan FKG yang mandiri dan berkualitas.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan berbagai persiapan yang berlangsung, diharapkan FKG Unmul segera berdiri dan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu kedokteran gigi serta peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. <strong><em>(aim/cau/zie/zwg/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Mahakam Serahkan Kajian Aksi, Ananda Emira Moeis: Akan Kami Bawa ke Pemprov </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-serahkan-kajian-aksi-ananda-emira-moeis-akan-kami-bawa-ke-pemprov/baca </link>
<guid> aliansi-mahakam-serahkan-kajian-aksi-ananda-emira-moeis-akan-kami-bawa-ke-pemprov </guid>
<pubDate> Tue, 25 Feb 2025 15:43:19 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahakam tuntut DPRD Kaltim, aksi diwarnai ketegangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-serahkan-kajian-aksi-ananda-emira-moeis-akan-kami-bawa-ke-pemprov/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/C0BIbFMvW3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Mahakam Serahkan Kajian Aksi, Ananda Emira Moeis: Akan Kami Bawa ke Pemprov</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sejumlah mahasiswa dan masyarakat kembali mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyuarakan aspirasi mereka, Senin (24/2). Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur (Mahakam) Jilid II ini diwarnai dengan berbagai orasi, nyanyian perjuangan. Tidak ketinggalan pula spanduk dan poster yang menyoroti isu-isu yang mereka angkat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Massa aksi tiba di gedung DPRD Provinsi Kaltim pada 15.00 Wita. Mereka menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah daerah, yaitu:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengusutan tuntas kasus pembunuhan di Muara Kate.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengawalan kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur yang baru.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Humas Aliansi Mahakam Andi Mauliana Muzzakir menilai, efisiensi di berbagai sektor untuk mendukung program MBG berpotensi besar berdampak pada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih berpihak pada pendidikan yang menjadi investasi masa depan bangsa dan negara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi nyatanya, pendidikan malah dinomorduakan dengan MBG. Dampaknya, ada potensi besar kenaikan UKT,&rdquo; ujar Mauliana dengan nada tegas di lokasi aksi, Senin (24/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, terkait pengesahan revisi Undang-Undang Mineral dan Baru Bara (Minerba), menurutnya masih terdapat celah bagi kampus untuk terlibat dalam pengelolaan tambang di masa depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ketika UKT naik, mau tidak mau kampus harus mengambil opsi lain, termasuk mengelola tambang. Ini bisa menjadi efek domino jangka panjang,&rdquo; tandasnya.</span></p><p><strong>Kemunculan Wakil Ketua II DPRD Kaltim</strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu momen yang menjadi sorotan dalam aksi ini adalah kemunculan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kaltim Ananda Emira Moeis, yang menemui massa aksi. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan meneruskan kajian yang telah diserahkan oleh Aliansi Mahakam kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ananda Emira Moeis juga menegaskan bahwa DPRD akan memantau dan mengawal perkembangan tuntutan tersebut. Ia berjanji untuk membawa aspirasi mahasiswa ke dalam agenda pembahasan DPRD.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dirinya juga memastikan adanya komunikasi lebih lanjut dengan pihak eksekutif terkait permasalahan yang diangkat dalam aksi ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan keresahan massa aksi. Mereka tetap menuntut langkah konkret dari pemerintah dalam menyelesaikan isu-isu yang mereka suarakan. Aliansi Mahakam membeberkan, mereka akan melaksanakan aksi lanjutan jika tidak ada perkembangan yang jelas hingga 7&mdash;14 hari ke depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, pihak keamanan telah mengantisipasi potensi eskalasi dengan melakukan berbagai langkah pencegahan. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah melapisi pagar gedung DPRD dengan oli dan kawat berduri untuk mencegah massa memanjatnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, langkah tersebut tidak sepenuhnya efektif. Karena, beberapa peserta aksi tetap berhasil memanjat pagar tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan adanya kesepakatan bahwa DPRD telah menandatangani komitmen untuk menyampaikan tuntutan ke tingkat pusat, massa aksi melanjutkan orasi dengan riuh. Prosesi bakar ban dan press rilis juga tidak luput dari agenda mereka.&nbsp;</span></p><p><strong><span>Mahasiswa Sempat Terjebak di dalam Gedung</span></strong></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unmul Jamil Nur mengungkapkan, ada empat mahasiswa yang sempat ditarik ke dalam gedung karena situasi aksi yang sempat memanas. Mahasiswa yang berada di dalam gedung hanya bisa menunggu hingga gerbang dibuka kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami sempat melakukan diskusi dengan pihak kepolisian di dalam gedung. Jika gerbang tidak dibuka, teman-teman aliansi akan tetap berusaha masuk dengan memanjat pagar. Untuk menghindari mahasiswa memanjat pagar, pihak kepolisian akhirnya memutuskan untuk membuka (pagar),&rdquo; ujar Jamil saat diwawancarai</span><span>&nbsp;</span><span>awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>di lokasi aksi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Merasa tujuan aksi</span><span>&nbsp;</span><span>telah tercapai, massa yang mundur perlahan lebih awal dari demonstrasi sebelumnya. Pada 17.50 Wita, mereka tidak lagi memadati gedung DPRD Provinsi Kaltim.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Aksi ini menjadi salah satu bentuk konsistensi mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah. Kini, publik menanti apakah pemerintah akan benar-benar merespons atau sekadar memberi janji kosong.&nbsp;&nbsp;<strong><em>(xel/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seminar Marfish Series 01: Mengekspos Ekologi Danau Kakaban dan Perencanaan Daya Kelolanya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/seminar-marfish-series-01-mengekspos-ekologi-danau-kakaban-dan-perencanaan-daya-kelolanya/baca </link>
<guid> seminar-marfish-series-01-mengekspos-ekologi-danau-kakaban-dan-perencanaan-daya-kelolanya </guid>
<pubDate> Thu, 27 Feb 2025 18:32:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Diskusi ekowisata Kakaban bahas keseimbangan ekonomi dan konservasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/seminar-marfish-series-01-mengekspos-ekologi-danau-kakaban-dan-perencanaan-daya-kelolanya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZHSiiL9YJA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seminar Marfish Series 01: Mengekspos Ekologi Danau Kakaban dan Perencanaan Daya Kelolanya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Laboratorium Pengembangan Masyarakat Pesisir FPIK Unmul menggelar Marfish Seminar Series 01 bertajuk &ldquo;Danau Kakaban: Profiling Destinasi Ekowisata di dalam Kawasan Konservasi Perairan dan Rekomendasi Model Pengelolaannya&rdquo; pada Rabu (26/2), di Ruang Teater lantai 3 Gedung Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si Unmul.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seminar pertama Marfish Seminar Series ini bertujuan menyosialisasikan nilai ekonomi dan pengelolaan efektif ekologi biodiversitas atau keanekaragaman hayati di Danau Kakaban. Perspektif dari pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait berperan untuk saling menanggapi di dalamnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kaltim, Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Dekan FPIK Unmul, Tim Dinas Pariwisata Kaltim, Tim Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Tim Yayasan World Wildlife Fund for Nature (WWF) Indonesia, Tim Exotic Kaltim, hingga Asosiasi Duta Wisata Indonesia Kaltim. Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh salah satu dosen sekaligus peneliti dari Politeknik Negeri Samarinda, serta dua orang narasumber.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara dimulai dengan sambutan Rektor Unmul yang diwakilkan oleh Lambang Subagiyo selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul. Dilanjut pemberian cendera mata oleh Dekan FPIK Unmul, Komsanah Sukarti kepada Perwakilan Pusat Riset Perubahan Iklim, Anargha Setiadi. Kemudian diputarkan video pendek persembahan dari Exotic Kaltim mengenai Danau Kakaban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sri Wahyuni selaku Sekretaris Daerah Kaltim hadir sebagai&nbsp;</span><span><em>keynote speech</em>.</span><span>&nbsp;Sri menekankan tentang kayanya aset ekowisata alam yang ada di Kaltim, terutama ubur-ubur di Danau Kakaban yang memiliki&nbsp;</span><span><em>value</em>&nbsp;</span><span>tinggi dari berbagai sisi, seperti konservasi, sejarah, dan edukasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ekowisata tidak hanya bicara daya tarik, destinasi, tetapi unsur edukasi, literasi, ada cerita apa?&nbsp;</span><span><em>Story</em>&nbsp;</span><span>apa dibalik daya tariknya,&rdquo; tutur Sri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sri juga mengungkapkan untuk menjaga nilai-nilai ekologi dan keberlanjutan wilayah ekowisata, agar ekowisata tidak bisa lagi disamakan dengan&nbsp;</span><span><em>mass tourism</em>.&nbsp;</span><span>Mesti ada pembatas bagi wisatawan agar tidak terjadi kerusakan dalam wilayah ekowisata.</span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bicara tentang ekowisata maka literasinya adalah kita bersahabat dengan alam,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dimoderatori oleh Ainun Nimatu Rohmah, sesi diskusi yang merupakan sesi utama dari acara ini menggaet dua orang narasumber, diantaranya Peneliti Pusat Studi Perubahan Iklim Universitas Indonesia, Anargha Setiadi, dan Anugrah Budiarsa selaku peneliti sekaligus akademisi FPIK Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anargha Setiadi membawa materi ekologi Danau Kakaban. Ia mengenalkan keanekaragaman habitat, hayati, dan spesies-spesies di Danau Kakaban. Ubur-ubur Kakaban menjadi&nbsp;</span><span><em>highlight</em></span><span>&nbsp;pemaparannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara narasumber kedua, Anugrah Budiarsa berfokus kepada daya dukung yang mencakup geografi serta pembagian lahan dan rekomendasi pengelolaan Danau Kakaban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Erwiantono selaku&nbsp;</span><span><em>host</em>&nbsp;</span><span>dan Ketua Laboratorium Pengembangan Masyarakat FPIK Unmul mengungkap latar belakang penelitian serta seminar ini, yaitu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai ekologi biodiversitas di Danau Kakaban.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Urgensi dari materi-materi yang disampaikan pada seminar ini merupakan usaha agar tidak terjadi lagi gangguan ekologi pada ubur-ubur Danau Kakaban seperti di 2023 silam. Namun, tetap memperhatikan jalannya wisata di Danau Kakaban kedepannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semakin banyak orang yang punya kesadaran, semakin banyak orang yang secara kolektif bergerak bersama, semakin banyak orang yang terlibat di model pengelolaan nanti yang akan kita inisiasi,&rdquo; jelas Erwiantono tentang harapannya ke depan saat ditanyai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu</span><span>&nbsp;</span><span>(26/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selo Putra Bahari selaku peserta yang saat ini sedang aktif dalam industri perikanan mengungkap motivasinya mengikuti seminar ini. Ia mengaku melihat potensi ekonomi yang sangat besar jika ekowisata ini dikelola dengan baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai salah satu peserta yang antusias untuk mengikuti Marfish seminar&nbsp;</span><span><em>series</em>&nbsp;</span><span>berikutnya, Selo juga berharap diskusi bisa berjalan lebih aktif, sehingga menunjang keberlanjutan&nbsp;</span><span><em>project</em>&nbsp;</span><span>ini di masa depan melalui ide-ide baru yang didapatkan saat melakukan dialog.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bisa mendapatkan sumbangan ide-ide untuk menyempurnakan gagasan yang sedang dibangun dosen-dosen kami yang ada di Unmul saat ini bekerja sama berbagai <em>stakeholder</em> yang ada di Kaltim,&rdquo; ujarnya antusias. <strong><em>(ary/man/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampus atau Korporasi? Ketika Perguruan Tinggi Jadi Pemain Tambang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kampus-atau-korporasi-ketika-perguruan-tinggi-jadi-pemain-tambang/baca </link>
<guid> kampus-atau-korporasi-ketika-perguruan-tinggi-jadi-pemain-tambang </guid>
<pubDate> Thu, 27 Feb 2025 18:47:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> IUP jadi ancaman bagi integritas akademik dan lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kampus-atau-korporasi-ketika-perguruan-tinggi-jadi-pemain-tambang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/KEglUK792R.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampus atau Korporasi? Ketika Perguruan Tinggi Jadi Pemain Tambang</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Isu keterlibatan perguruan tinggi dalam pengelolaan usaha tambang harus tetap menjadi perhatian dari seluruh elemen masyarakat. Meskipun telah ada penolakan terhadap izin usaha tambang bagi perguruan tinggi, transparansi dan kejelasan mengenai keputusan akhir masih tak nampak. Hal ini mengundang pertanyaan besar: Apakah institusi akademik benar-benar akan menolak atau tetap terlibat secara terselubung dalam bisnis ekstraktif ini?</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara (RUU Minerba) menjadi pemicu utama kekhawatiran. Kebijakan ini tidak hanya membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengelola tambang, tetapi juga berpotensi merusak integritas akademik. Kampus yang seharusnya menjadi pusat keilmuan dan inovasi, malah dihadapkan pada risiko kehilangan independensinya akibat keterlibatan dalam bisnis yang sarat dengan konflik kepentingan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kritik terhadap wacana ini telah datang dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan akademisi sendiri. Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Fathul Wahid secara tegas menolak ide tersebut. Seperti yang dikutip dari&nbsp;</span><span><em>Tempo.co</em></span><span>, ia mengungkapkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam industri ekstraktif dapat merusak kredibilitas akademik, terutama dalam hal kepedulian terhadap isu lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Industri ekstraktif telah terbukti mengakibatkan kerusakan lingkungan. Jika kampus terlibat dalam sektor ini, integritas akademiknya akan menjadi taruhan,&rdquo; ujar Fathul Wahid, dikutip melalui laman&nbsp;</span><span><em>tempo.co</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.tempo.co/politik/rektor-uii-tegas-tolak-perguruan-tinggi-kelola-lahan-tambang-integritas-akademik-jadi-taruhan-1198392"><span>Rektor UII Tegas Tolak Perguruan Tinggi Kelola Lahan Tambang: Integritas Akademik Jadi Taruhan</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Selama ini, industri tambang telah banyak menimbulkan masalah lingkungan dan sosial yang berdampak luas. Perguruan tinggi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keberlanjutan dan keadilan sosial, justru berisiko kehilangan perannya jika terlibat dalam bisnis ini. Independensi akademik pun menjadi terancam, karena potensi tekanan dari pihak industri yang berkepentingan dalam eksploitasi sumber daya alam (SDA).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih dari itu, keterlibatan kampus dalam bisnis tambang juga bertentangan dengan nilai-nilai perjuangan mahasiswa. Selama ini, mahasiswa sering menjadi aktor utama dalam menyuarakan isu lingkungan dan hak masyarakat yang terdampak oleh industri tambang. Namun, jika kampus mereka sendiri terlibat dalam industri yang sama, maka akan muncul paradoks yang mengikis kepercayaan publik terhadap perguruan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dampak negatif industri tambang sudah terlihat nyata. Banyak wilayah yang menjadi korban eksploitasi tambang menghadapi krisis lingkungan dan sosial. Misalnya, kasus anak-anak yang tenggelam di lubang bekas tambang di Kalimantan Timur. Menurut laporan&nbsp;</span><span><em>Kaltimtoday.com</em></span><span>, hingga kini sudah ada 51 korban jiwa akibat kolam bekas tambang yang tidak direklamasi dengan baik. Selain itu, konflik sosial akibat perebutan lahan tambang juga menelan korban, seperti kasus pembunuhan seorang tokoh adat di Muara Kate yang hingga kini belum menemukan titik terang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://kaltimtoday.co/dua-anak-tenggelam-di-kolam-bekas-tambang-tenggarong-seberang-satu-korban-berhasil-ditemukan"><span>Dua Anak Tenggelam di Kolam Bekas Tambang Tenggarong Seberang, Satu Korban Berhasil Ditemukan</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sapos.co.id/headline/2455509744/pembunuhan-muara-kate-pr-besar-kapolda-sebut-masih-sangat-sedikit-informasi"><span>Pembunuhan Muara Kate, &apos;&apos;PR&apos;&apos; Besar Kapolda, Sebut Masih Sangat Sedikit Informasi</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan berbagai permasalahan yang muncul, keterlibatan perguruan tinggi dalam industri tambang jelas merupakan langkah mundur bagi dunia akademik. Kampus seharusnya menjadi pencipta inovasi dan solusi untuk keberlanjutan, bukan justru menjadi bagian dari masalah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika isu ini tidak dikawal dengan ketat, maka ini menjadi cikal bakal isu korupsi di dunia akademik Indonesia untuk semakin meningkat. Perguruan tinggi harus tetap memegang prinsip independensi dan integritas, bukan tunduk pada kepentingan keuangan sehingga mengabaikan aspek sosial dan lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlu pengawalan terhadap isu ini dan tuntut komitmen nyata dari seluruh elemen akademik untuk menolak keterlibatan dalam industri tambang. Ini turut menjadi pertanyaan kepada negara, kemampuan dalam memajukan pendidikan sehingga kampus diikutsertakan dalam pertambangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan memosisikan pendidikan dalam nomor kesekian, karena ia merupakan tiang utama bagi kemajuan bangsa. Dengan begitu, bukan hanya dapat memajukan suatu bangsa, melainkan bisa mencerdaskan kehidupan anak bangsa. ketika penerus bangsanya cerdas, maka mereka bisa mencukupi kehidupannya masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga keperluan mereka bukan lagi soal makan gratis, melainkan pendidikan yang lebih berkualitas. Jika keterlibatan pertambangan ini terealisasikan, maka kita sedang menyaksikan awal dari runtuhnya nilai-nilai luhur pendidikan tinggi di Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Ekmal Muhammad Firyal, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2023 sekaligus Ketua Umum UKM FISIPERS FISIP Unmul</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mendapat Dukungan Masyarakat, PKSE Unmul Lakukan Gerakan Pungut Sampah Serentak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/mendapat-dukungan-masyarakat-pkse-unmul-lakukan-gerakan-pungut-sampah-serentak/baca </link>
<guid> mendapat-dukungan-masyarakat-pkse-unmul-lakukan-gerakan-pungut-sampah-serentak </guid>
<pubDate> Fri, 28 Feb 2025 19:28:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKSE Unmul gelar aksi pungut sampah, kumpulkan total 150 kg sampah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/mendapat-dukungan-masyarakat-pkse-unmul-lakukan-gerakan-pungut-sampah-serentak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/egGgsS5uYI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mendapat Dukungan Masyarakat, PKSE Unmul Lakukan Gerakan Pungut Sampah Serentak</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Paguyuban Karya Salemba Empat (PKSE) Unmul menghelat aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS) serentak pada Sabtu (22/2) lalu. &nbsp;Dilaksanakan di 35 titik di seluruh Indonesia, PKSE Unmul memilih Kelurahan Sidodadi, Samarinda sebagai lokasi bersih-bersih.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pembina PKSE Unmul, kepala kelurahan, tokoh masyarakat, kader Pemberdaya Kesejahteraan Keluarga (PKK), warga setempat, hingga organisasi yang memiliki fokus terhadap lingkungan, bersama-sama turun ke jalan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Organisasi yang terlibat yaitu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Sobat Bumi Pertamina, Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMAPA) Unmul, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Sylva Fakultas Kehutanan Unmul, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (Hima Teli), serta Putra Putri Kampus (Papika) Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi dimulai pagi hari dengan melibatkan puluhan peserta yang terbagi ke dalam beberapa kelompok. Total sampah yang dikumpulkan sebanyak tujuh belas karung dengan berat kurang lebih 150 kilogram. Dari jumlah tersebut, empat karung di antaranya berisi sampah gelas dan botol plastik yang masih memiliki nilai ekonomis, sementara tiga belas karung lainnya berisi sampah non-organik yang tidak dapat didaur ulang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lurah Sidodadi, Budi Triharyono mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Sidodadi, terlebih daerah tersebut termasuk sering dilewati oleh pejabat daerah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sehingga kebersihan di sini harus dijaga dengan baik,&rdquo; tuturnya saat sambutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjaga kebersihan lingkungan, tambahnya, menjadi sangat penting agar lingkungan tetap nyaman dan sehat. Ia berharap, kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung dan menginspirasi warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di hari yang sama, Agus Sukumujino selaku tokoh masyarakat setempat, turut memberikan dukungannya. Pihaknya mengatakan, aksi semacam ini akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengan memungut sampah yang berserakan, kita bisa mengurangi dampak negatif sampah yang mencemari lingkungan sekitar kita.&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, pembina PKSE Unmul Wasono menyampaikan, pihaknya telah melakukan aksi tanam pohon di lokasi yang sama. Sehingga selain memungut sampah, pihaknya melakukan pemantauan terhadap bibit yang ditanam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ini adalah bagian dari upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tidak hanya dengan mengurangi sampah, tetapi juga dengan meningkatkan penghijauan,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi GPS serentak ini menjadi upaya berkelanjutan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Partisipasi aktif dari warga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif. Utamanya mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Sidodadi. Harapannya, gerakan ini dapat berlanjut dan meluas, sehingga lingkungan yang lebih bersih dan sehat dapat terwujud di seluruh penjuru Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press release ini ditulis oleh Pipit Ade Nita, Ketua Umum Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Mulawarman.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tambang, Ilmu, dan Kuasa: Siapa yang Diuntungkan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tambang-ilmu-dan-kuasa-siapa-yang-diuntungkan/baca </link>
<guid> tambang-ilmu-dan-kuasa-siapa-yang-diuntungkan </guid>
<pubDate> Fri, 28 Feb 2025 19:52:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Industri batu bara mencerminkan kuasa elite dan dampak sosialnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tambang-ilmu-dan-kuasa-siapa-yang-diuntungkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vvsze1qZDd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tambang, Ilmu, dan Kuasa: Siapa yang Diuntungkan?</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pada hari Selasa (11/2), Departemen Kajian dan Keilmuan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) Unmul mengadakan program kerja pembuka tahun ini bertajuk &lsquo;History Cinema&rsquo; yang mengusung tema &ldquo;Tambang, ilmu, dan Kuasa: Siapa yang Diuntungkan?&rdquo;. Program kerja (Proker) malam itu mengajak khalayak khususnya mahasiswa Pendidikan Sejarah untuk nonton bersama sebuah film dokumenter &nbsp;yang mengungkap bagaimana industri batu bara di Indonesia berjudul &lsquo;Sexy Killers&rsquo;.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini merupakan respon mahasiswa Program studi (Prodi) Pendidikan Sejarah atas isu-isu yang sedang hangat dibicarakan di lingkungan kampus Unmul. Tidak hanya nonton bersama, Departemen Kajian dan Keilmuan HMPS juga melakukan diskusi bersama dengan mengundang pembicara yaitu Michael Silvester Mitchel Vinco, dosen di Prodi Pendidikan Sejarah itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&lsquo;Sexy Killers&rsquo; merupakan film garapan sutradara Dandhy Dwi Laksono yang membongkar bagaimana industri batu bara dan keterkaitannya dengan elite politik Indonesia serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Film ini dirilis menjelang Pemilihan umum (Pemilu) 2019 di mana yang mencalonkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada saat itu adalah:</span></p><ul><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nomor urut 01 Joko Widodo &amp; Ma&rsquo;ruf Amin</span></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nomor urut 02 Prabowo Subianto &amp; Sandiaga Uno</span></li></ul><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Film ini menyoroti bagaimana bisnis energi fosil berkaitan erat dengan para calon pemimpin negara. Setelah film pertama selesai, diputar film dokumenter pendek yang disutradarai langsung oleh Vinco yang berjudul &lsquo;Gaungan Sang Penakluk Asap&rsquo;. Keduanya mempunyai persamaan di mana sama-sama membahas tentang eksploitasi sumber daya alam oleh elite-elite politik. Sebagian besar tambang batu bara dikuasai oleh orang-orang yang memiliki hubungan langsung dengan penguasa dan politisi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahkan dalam sebuah cuplikan di film kedua, para elite politik itu sampai harus menggerus lahan kebun karet milik warga hingga berhektar-hektar untuk membuat sebuah pertambangan batu bara. Ironisnya, &lsquo;orang-orang&rsquo; itu memberikan bayaran dengan jumlah yang tidak setimpal dengan kerugian atas apa yang terjadi pada lahan mereka. Bahkan, &lsquo;uang ganti rugi&rsquo; itu tidak cukup untuk menutupi biaya pembaharuan lahan kebun karet warga.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum lagi banyaknya korban yang berjatuhan akibat lubang bekas galian tambang yang tidak direklamasi. Di Kalimantan sendiri, lubang bekas galian tambang memakan korban, terutama anak-anak yang tenggelam di dalamnya, setidaknya 30&mdash;40 jiwa. Selain memakan korban jiwa, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara yang banyak berdiri di sekitar permukiman warga juga memberikan dampak lingkungan ke masyarakat sekitar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seorang bidan bertugas di Desa Tubanan, Jepara, Jawa Tengah yang berdekatan dengan PLTU, menurut kesaksiannya, mengatakan kasus sesak nafas, batuk, dan pilek di desa tersebut seperti tidak memandang usia. Pasien datang silih berganti terutama anak-anak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang berdekatan dengan PLTU, saya pun berpikir apakah memang karena berdekatan dengan PLTU?&rdquo; ujar nya pada sebuah cuplikan film &lsquo;Sexy Killers&rsquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tapi saya gak berani bilang ini gara gara PLTU, karena memang belum ada bukti atau&nbsp;</span><span><em>screening</em></span><span>&nbsp;khusus.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan juga, dalam sebuah cuplikan di film &lsquo;Gaungan Sang Penakluk Asap&rsquo; menunjukkan bagaimana dampak pencemaran air bagi masyarakat sekitar. Seperti terjadinya ruam kemerahan di kulit hingga menyebabkan infeksi yang terasa perih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun dampak yang diciptakan oleh batu bara itu tidak dapat menutupi fakta bahwasanya penggunaan batu bara pada energi listrik di Indonesia sendiri mencapai angka 70 persen. Karena harga batu bara yang relatif lebih murah dibanding sumber energi lainnya seperti gas, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan energi terbaharukan seperti matahari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada sebuah cuplikan film &lsquo;Sexy Killers&rsquo; disebutkan, biaya produksi listrik menggunakan batu bara hanya berjumlah Rp600/KwH, gas Rp1.000/KwH, BBM Rp1.600/KwH, dan energi matahari mencapai Rp2.900/KwH. Sehingga kemungkinan kebutuhan batu bara pada tahun 2050 di Indonesia bisa meningkat hingga lima kali lipat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Khofifatun Maysarah, mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP angkatan 2024</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kesendirian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kesendirian/baca </link>
<guid> kesendirian </guid>
<pubDate> Sat, 01 Mar 2025 14:06:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> "Sebab kau hanyalah dengan kesendirian" </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kesendirian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gLNqBkcYDu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kesendirian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Omongannya tajam, melukai hatiku...&nbsp;</span><br><span>Batin ini pun menjerit saat duduk</span><br><span>Entah sebuah kebetulan atau naluri untukku?</span><br><span>Sehingga dipertemukan dengan orang berhati busuk</span></p><p><span>Kau berandai tuk jadi adimuka&nbsp;</span><br><span>Seolah punya kuasa tuk membenarkan diri</span><br><span>Tak usah kau cari hingga ke Negeri Cina&nbsp;</span><br><span>Sebab kurelakan, dengan semua yang terjadi</span></p><p><span>Biar karma yang membalas perbuatanmu itu&nbsp;</span><br><span>Dengan mengutip dari sebuah penindasan</span><br><span>Tak usah ragu ataupun tersipu malu</span><br><span>Sebab kau hanyalah dengan kesendirian&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Anisa Nuraini, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmul 2023</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Polemik Anggaran KIP Kuliah: Nasib Mahasiswa Calon Penerima dalam Ketidakjelasan Pemerintah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-anggaran-kip-kuliah-nasib-mahasiswa-calon-penerima-dalam-ketidakjelasan-pemerintah/baca </link>
<guid> polemik-anggaran-kip-kuliah-nasib-mahasiswa-calon-penerima-dalam-ketidakjelasan-pemerintah </guid>
<pubDate> Sat, 01 Mar 2025 20:19:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketidakpastian anggaran KIP-K 2025 menimbulkan keresahan kepada penerima beasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/polemik-anggaran-kip-kuliah-nasib-mahasiswa-calon-penerima-dalam-ketidakjelasan-pemerintah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uBgVywNrcT.png" />
					</figure>
			                <h1>Polemik Anggaran KIP Kuliah: Nasib Mahasiswa Calon Penerima dalam Ketidakjelasan Pemerintah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Belakangan ini, muncul polemik pemotongan anggaran KIP-K 2025 yang menimbulkan kekhawatiran mahasiswa. Isu ini mencuat di media sosial, dengan beberapa poin utama, seperti potensi pemotongan anggaran KIP-K sebagai bagian upaya efisiensi anggaran pemerintah dan kemungkinan penggunaan kembali sistem skema beasiswa KIP-K seperti pada 2023.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dampak dan Kecemasan Mahasiswa</strong></span><br><span>Ketua Umum Keluarga Mahasiswa KIP-Kuliah (Gamakipka) Unmul, Arya Gautama juga menilai potensi pemotongan anggaran KIP-K merupakan bagian dari upaya efisiensi pemerintah. Arya menyebut, beasiswa KIP-K 2025 kemungkinan menggunakan sistem skema seperti 2023.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun telah ada pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa tidak ada pemotongan atau pengurangan anggaran KIP-K 2025, isu ini tetap meresahkan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ini membuat mereka khawatir tentang keberlanjutan bantuan biaya pendidikan mereka. Calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu juga akan menghadapi kesulitan akibat ketidakjelasan mengenai ketersediaan kuota dan anggaran,&quot; ungkap Arya saat diwawancarai, Minggu (23/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai langkah nyata, Gamakipka Unmul telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini seperti mengumpulkan informasi dari sumber resmi dan berkoordinasi dengan pihak universitas serta forum KIP-K.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;... juga mengajak mahasiswa untuk memantau perkembangan terkait KIP-K melalui media sosial,&quot; jelas Arya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berpesan kepada mahasiswa Unmul untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ikuti perkembangan informasi dari sumber resmi dan terpercaya, serta bersatu dan saling mendukung dalam memperjuangkan hak-hak sebagai mahasiswa,&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP-K</strong></span><br><span>Salah seorang penerima KIP-K dari FEB, Ani Fatimah mengaku cukup terpengaruh oleh isu ini karena baginya KIP-K merupakan satu-satunya harapan untuk melanjutkan pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tanpa beasiswa ini, saya merasa tidak bisa kuliah,&quot; ujar Ani saat diwawancarai, Kamis (26/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat ini, Ani terus mengikuti perkembangan informasi dan berharap pemerintah benar-benar melaksanakan janji seperti yang dijelaskan lewat pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa anggaran KIP-K tidak akan dipotong.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Harapan saya kepada pemerintah, semoga apa yang diucapkan oleh Bu Sri Mulyani benar-benar dilakukan. Anggaran KIP-K tidak dipotong,&quot; imbuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ani juga mengungkapkan sejauh ini tidak ada masalah dalam beasiswa KIP-K yang ia terima.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tidak ada masalah, selama ini berjalan lancar,&quot; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai perubahan teknis penerimaan beasiswa menggunakan sistem skema, Ani menilai hal ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan tiap daerah, mengingat Upah Minimum Regional (UMR) tiap daerah berbeda sehingga biaya hidup juga berbeda. Seperti halnya biaya hidup di Kaltim yang jauh lebih tinggi ketimbang Pulau Jawa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Saya setuju dengan mekanisme ini karena setiap kota memiliki kebutuhan yang berbeda-beda,&quot; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah seorang penerima KIP-K dari FH, Rian Hidayat juga memberikan pandangannya mengenai isu ini. Menurut Rian, penting mencari informasi dari sumber terpercaya agar tidak terjebak dalam isu yang belum tentu benar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kalau mengenai isu-isu tersebut, itu kan udah beredar nih rumor-rumor di sosial media. Setelah saya mencari tahu lebih lanjut, baik dari Pak Menteri Kemendikti, Prof. Brian Yuliarto, maupun Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, mereka menegaskan bahwa bantuan KIP-K ini tidak akan terdampak oleh efisiensi anggaran,&quot; ujar Rian saat diwawancarai pada Kamis (26/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rian menekankan pentingnya menyaring informasi yang didapatkan dan memercayai pemerintah yang telah menjamin bahwa anggaran KIP-K tidak akan dipotong.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kita harus lebih menyaring informasi dan memercayai pemerintah. Jika kita tidak percaya, padahal sudah dibantu, itu tidak adil juga,&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rian juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait penerima KIP-K yang salah sasaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ada mahasiswa dari keluarga yang berkecukupan yang seharusnya tidak menerima beasiswa ini, sementara masih banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang benar-benar membutuhkan bantuan ini malah tidak mendapatkannya,&quot; jelasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Rian, pemerintah seharusnya melakukan evaluasi yang lebih ketat terhadap calon penerima beasiswa KIP-K untuk memastikan bantuan tepat sasaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Harapan dan Saran untuk Pemerintah</strong></span><br><span>Rian berharap pemerintah memberikan solusi yang lebih baik dan lebih memperhatikan kesejahteraan mahasiswa. Adapun perubahan teknis dan skema harus menyesuaikan kebutuhan tiap daerah dengan cara yang transparan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Skema tersebut (seharusnya) disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah dan dilakukan dengan cara yang lebih transparan dan tepat sasaran,&quot; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rian juga menegaskan pentingnya pemerintah berhati-hati dalam bertindak dan memperhatikan rakyatnya, terutama mahasiswa yang menjadi penerus bangsa. Menurutnya, jika KIP-K dikurangi atau bahkan dihapuskan, sama saja membunuh masa depan bangsa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Pemerintah bisa lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran dan tetap memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan,&quot; tutup Rian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ani juga memberikan harapannya terkait pemangkasan anggaran. Ia berharap janji tidak memotong anggaran KIP-K benar-benar dilakukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Harapan saya kepada pemerintah semoga apa yang diucapkan oleh Bu Sri Mulyani benar-benar dilakukan, yang mengatakan bahwa anggaran KIP-K tak bakal dipotong,&quot; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walaupun pemerintah telah memastikan bahwa anggaran tidak akan dipotong, ketidakpastian ini tetap menjadi isu besar yang memerlukan perhatian serius. Mahasiswa diimbau terus mengikuti informasi dari sumber resmi dan menghindari terprovokasi oleh rumor yang beredar di media sosial.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, ada harapan besar kepada pemerintah untuk tetap mendukung pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan finansial. <strong><em>(man/gya/zie/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Janji yang Tak Ditepati: Dosen ASN Masih Berjuang atas Hak Tukin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/janji-yang-tak-ditepati-dosen-asn-masih-berjuang-atas-hak-tukin/baca </link>
<guid> janji-yang-tak-ditepati-dosen-asn-masih-berjuang-atas-hak-tukin </guid>
<pubDate> Mon, 03 Mar 2025 19:33:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tukin dosen ASN tak merata sejak 2020, picu protes luas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/janji-yang-tak-ditepati-dosen-asn-masih-berjuang-atas-hak-tukin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mXCtXjAnRb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Janji yang Tak Ditepati: Dosen ASN Masih Berjuang atas Hak Tukin</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ramai kabar tunjangan kinerja (tukin) tidak lagi diberikan merata kepada seluruh dosen aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia sejak 2020 hingga saat ini. Hal ini menjadi polemik tersendiri bagi lingkungan pendidikan tinggi karena telah mencederai hak dosen.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>detik.com</em>,&nbsp;</span><span>berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2024 tentang ASN, tukin diberikan kepada ASN tenaga kependidikan administratif. Hal tersebut berlaku di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan atau yang saat ini menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Namun, bagaimana kenyataannya?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah belum juga memberikan tukin yang sudah menjadi hak dosen ASN di mana hak tersebut berlangsung lebih empat tahun. Tak urung, banyak dosen-dosen menggelar aksi meminta kejelasan Kemendikti Saintek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>kompas.com</em></span><span>, salah satu aksi yang dilakukan aliansi dosen ASN Kemendikti Saintek (Adaksi) terjadi di Istana Negara pada Senin (3/2) lalu. Adaksi menuntut pembayaran tukin dosen ASN secara merata. Hal tersebut diperparah fakta bahwa hanya 30 ribu dari 80 ribu dosen ASN yang mendapatkan tukin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dituntut banyak bisa, dosen dapat gaji seadanya tanpa tunjangan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi ketidakberesan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>mencoba peruntungan mengulik lebih jauh. Salah seorang dosen Unmul, Sri Murlianti memberikan tanggapannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di antara jajaran kursi pengajar pendidikan tinggi, Sri Murlianti menerangkan tukin yang dijanjikan merupakan kewajiban pemerintah untuk membayarnya. Apalagi sebagai seorang dosen, kinerja yang dibutuhkan sangatlah luar biasa. Selain harus mengajar dengan baik, dosen juga dituntut melakukan penelitian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sedangkan, pekerjaan tambahan seorang dosen itu tidak mendapat jaminan dari pemerintah. Maka demikian, tunjangan dibutuhkan untuk membayar letihnya pekerjaan multitugas tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Begini, misalnya kita dituntut penelitian, sementara pemerintah itu tidak menjamin dana penelitian untuk seluruh dosen. Jadi disitulah sebenarnya pentingnya tunjangan kinerja supaya dia bisa berkinerja sesuai dengan kriteria yang diwajibkan pemerintah,&rdquo; terang Sri Mulianti saat diwawancarai, Rabu (12/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sri Murlianti juga menyetujui sikap Adaksi yang berusaha memperjuangkan hak mereka sebagai dosen. Bahkan jika suatu saat terjadi mogok massal, baginya hal tersebut perlu dilakukan karena merupakan bagian kebebasan akademik untuk menyikapi permasalahan yang terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu hak juga, itu kan hak intelektual, Kebebasan akademik, Itu kan dijamin undang-undang,&rdquo; sebutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, dirinya berharap pemerintah menyelesaikan tanggung jawabnya membayar seluruh tukin dosen ASN. Menurutnya, kebijakan ini sudah menjadi barang yang memang harus dilaksanakan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan sudah empat tahun yang lalu. Ini tidak lucu, tidak ada alasan, gitu,&rdquo; pungkasnya menutup akhir wawancara. <strong><em>(myy/ali/mlt/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Bersiap Hadapi Banjir, Pemkot Kucurkan Bantuan Revitalisasi Infrastruktur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bersiap-hadapi-banjir-pemkot-kucurkan-bantuan-revitalisasi-infrastruktur/baca </link>
<guid> unmul-bersiap-hadapi-banjir-pemkot-kucurkan-bantuan-revitalisasi-infrastruktur </guid>
<pubDate> Tue, 04 Mar 2025 19:27:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir Unmul terus berulang, Unmul dan Pemkot Samarinda siapkan solusi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-bersiap-hadapi-banjir-pemkot-kucurkan-bantuan-revitalisasi-infrastruktur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BHWyM28rBJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Bersiap Hadapi Banjir, Pemkot Kucurkan Bantuan Revitalisasi Infrastruktur</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Banjir menjadi momok yang kerap diwaspadai setiap terjadi hujan di wilayah Unmul Gunung Kelua. Hal ini disebabkan banjir yang selalu terjadi setiap kali hujan dengan curah lebat di kawasan tersebut dan menghambat aktivitas mahasiswa serta merusak fasilitas kampus.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wilayah kampus yang paling sering terdampak yakni area FKIP, area FEB, jalan menuju Fahutan, dan di area depan Perpustakaan Unmul. Genangan air yang cukup tinggi di lokasi-lokasi tersebut sering kali menyulitkan akses bagi mahasiswa dan tenaga pengajar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain curah hujan tinggi, buruknya sistem drainase di lingkungan kampus memperparah kondisi banjir. Air yang mengalir dari wilayah perbukitan kampus juga mempercepat terjadinya genangan, terutama di area jalan uta</span><span>ma.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa penanganan yang optimal, permasalahan ini terus berulang dan mengganggu kelancaran aktivitas akademik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menindaklanjuti hal tersebut, Sketsa mencoba mengonfirmasi pada pihak akademik Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unmul Nataniel Dengen, menyatakan bahwa pihak kampus telah menyusun rencana jangka panjang untuk mengatasi banjir dan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Persiapan sudah berjalan dan tanda tangan kerjasama sudah selesai,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai di FIB Unmul, Sabtu (22/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai bagian dari solusi, Pemkot Samarinda memberikan bantuan kepada Unmul dalam bentuk revitalisasi infrastruktur dan sistem drainase guna mengurangi risiko banjir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada beberapa bantuan dari Pemkot, yaitu revitalisasi penanganan banjir di Unmul, kerja sama pembangunan&nbsp;</span><span><em>mini soccer</em>,</span><span>&nbsp;serta bantuan genset untuk mengatasi masalah kelistrikan,&rdquo; jelas Nataniel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Pemkot juga turut membantu perapihan daerah aliran Sungai Karang Mumus dengan melakukan kanalisasi, sanitasi, dan revitalisasi saluran air agar banjir tidak semakin parah. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan lingkungan kampus menjadi lebih kondusif bagi mahasiswa dan tenaga pengajar dalam menjalankan aktivitas akademik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain penanganan permasalahan banjir, bantuan dari Pemkot juga dialokasikan untuk pembangunan Unmul secara menyeluruh.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan keterangan Nataniel, saat ini Unmul tengah menyusun&nbsp;</span><span><em>Master Plan</em></span><span>&nbsp;untuk rencana pembangunan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Kami telah menyusun <em>Master Plan</em> pembangunan kampus agar masalah banjir bisa ditangani secara menyeluruh,&quot; pungkasnya. <strong><em>(erh/qdp/syl/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mendapat Bantuan Pemkot, Unmul Menyusun Master Plan Pembangunan Jangka Panjang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mendapat-bantuan-pemkot-unmul-menyusun-master-plan-pembangunan-jangka-panjang/baca </link>
<guid> mendapat-bantuan-pemkot-unmul-menyusun-master-plan-pembangunan-jangka-panjang </guid>
<pubDate> Tue, 04 Mar 2025 19:50:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul dan Pemkot Samarinda bahas renovasi kampus dan fasilitas publik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mendapat-bantuan-pemkot-unmul-menyusun-master-plan-pembangunan-jangka-panjang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Hb1mbfc5aL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mendapat Bantuan Pemkot, Unmul Menyusun Master Plan Pembangunan Jangka Panjang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada Senin (3/2) lalu, Wali Kota Samarinda Andi Harun melakukan kunjungan ke Unmul untuk membahas pembangunan dan renovasi berbagai fakultas. Dilansir melalui <em>unmul.ac.id</em>, kunjungan ini bertujuan meningkatkan sarana dan prasarana di lingkup akademik sekaligus memberikan ruang publik bagi masyarakat Samarinda.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rencana pembangunan ini disebut-sebut akan menjadi rencana kerja sama panjang Unmul dengan PT Trialfa Nusatirta Indovestama yang akan berlangsung selama 25 tahun ke depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;telah melakukan wawancara dengan Wakil Rektor (WR) IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas Nataniel Dengen, untuk menggali lebih dalam terkait bantuan pembangunan ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain renovasi di berbagai fakultas yang ada di Unmul, kanalisasi sanitasi dan revitalisasi saluran air sebagai bentuk penanganan banjir di kawasan kampus Gunung Kelua Unmul menjadi satu dari sekian bantuan yang akan diberikan oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, adanya dorongan kerja sama dengan beberapa pihak untuk membuat fasilitas yang dapat diakses secara publik seperti lapangan&nbsp;</span><span><em>mini-soccer</em></span><span>&nbsp;di wilayah Unmul tengah direncanakan. Saat ini, persiapan untuk perencanaan tersebut sedang dilakukan yang sebagian sudah berjalan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nataniel menyampaikan, saat ini Unmul menyusun sebuah&nbsp;</span><span><em>master plan</em></span><span>&nbsp;untuk pembangunan jangka panjang yang memakan biaya cukup fantastis dengan nilai lebih dari 10 triliun rupiah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin ada beberapa periode rektor untuk melakukan pembangunan itu, tapi kita sudah menyusun secara komprehensif&nbsp;</span><span><em>master plan</em></span><span>&nbsp;pembangunan Unmul,&rdquo; terangnya saat diwawancarai pada Sabtu (22/2) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Master plan</span><span>&nbsp;yang disebutkan mencakup beberapa aspek seperti infrastruktur, akademik, dan sumber daya manusia. Menurutnya, tantangan terbesar pelaksanaan&nbsp;</span><span><em>master plan</em></span><span>&nbsp;ini adalah menyusun sumber daya manusia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun ada biayanya, perencanaan pembangunan akan mengalami kendala waktu jika sumber daya manusia yang dibutuhkan tidak memadai.&nbsp;</span><span><em>Master plan</em></span><span>&nbsp;yang berkaitan dengan mahasiswa, akademik, dan kurikulum yang harus dibenahi.&nbsp;</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya fakultas A, ini program studi apa saja yang disiapkan, apa laboratorium pendukungnya, dan lain-lainnya berdasarkan kurikulumnya. Ini juga tingkat kerumitan yang akan kita coba benahi secara komprehensif,&rdquo; &nbsp;tutupnya<strong><em>&nbsp;(rla/ela/zrt/ner)</em></strong></div><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKM dan PPK Ormawa: Tantangan Fakultas dalam Mendorong Kreativitas Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkm-dan-ppk-ormawa-tantangan-fakultas-dalam-mendorong-kreativitas-mahasiswa/baca </link>
<guid> pkm-dan-ppk-ormawa-tantangan-fakultas-dalam-mendorong-kreativitas-mahasiswa </guid>
<pubDate> Wed, 05 Mar 2025 20:32:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FISIP Unmul optimalkan strategi agar mahasiswa lolos PKM dan PPK Ormawa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkm-dan-ppk-ormawa-tantangan-fakultas-dalam-mendorong-kreativitas-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yaj00Ggs4G.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKM dan PPK Ormawa: Tantangan Fakultas dalam Mendorong Kreativitas Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Mahasiswa (Ormawa) kembali menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa Unmul untuk mengembangkan ide dan inovasi. Lalu, seberapa serius fakultas dalam mendukung mahasiswa agar bisa lolos tahap pendanaan?</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa fakultas berlomba-lomba mengirim proposal dengan menargetkan peningkatan jumlah dan kualitas pada tahun ini. Salah satunya FISIP Unmul yang kembali berusaha menunjukkan komitmennya dalam mengirimkan proposal bersama hadirnya tantangan yang silih berganti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FISIP Unmul Daryono, fakultasnya terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal PKM. Tahun lalu, FISIP menjadi fakultas dengan jumlah proposal terbanyak kedua di Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alhasil tahun ini, berbagai strategi diterapkan untuk meningkatkan peluang lolos. Seperti mengadakan&nbsp;</span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;yang menghadirkan juri nasional Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) sebagai narasumbernya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Mahasiswa harus memahami aspek teknis dan substansi agar proposalnya dapat lolos pendanaan dan masuk ke PIMNAS,&quot; ujar Daryono, Kamis (13/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, FISIP membentuk Tim PKM Fakultas yang terdiri dari perwakilan setiap program studi. Fakultas tersebut juga bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP untuk mendorong keterlibatan mahasiswa dalam bidang penalaran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Presiden BEM FISIP Muhammad Jamil Nur mengungkapkan, target PKM tahun ini adalah seratus proposal dengan sepuluh yang mendapatkan pendanaan dan dua yang lolos ke Pimnas. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 50&mdash;60 proposal yang berhasil diinput ke universitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Antusiasme mahasiswa sebenarnya cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta&nbsp;</span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;yang kami adakan bersama fakultas. Namun, dibanding tahun lalu, jumlah proposal mengalami sedikit penurunan,&rdquo; &nbsp;jelas Jamil, Senin (24/2).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyoroti kendala administratif, seperti informasi dari universitas yang sering kali datang mendadak serta waktu penyusunan proposal yang hanya dua minggu. Hal itu menyebabkan mahasiswa harus bekerja dalam waktu yang terbatas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Mohammad Bahzar menegaskan bahwa universitas telah melakukan sosialisasi lebih awal dan memberikan informasi kepada setiap fakultas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami telah menyampaikan informasi ini ke seluruh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. Jadi, jika ada fakultas yang merespons terlambat, itu tergantung pada kesiapan masing-masing,&rdquo; ujar Bahzar ketika ditemui, Selasa (25/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski dihadapkan pada beberapa kendala, FISIP tetap optimis dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam PKM dan PPK Ormawa.</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan strategi yang lebih matang, FISIP berharap bisa meningkatkan peluang mahasiswa lolos pendanaan dan membawa prestasi bagi Unmul di tingkat nasional. Namun, akankah target tinggi ini bisa tercapai di tengah tantangan yang ada? <strong><em>(emf/dan/lap/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keterlibatan BEM KM pada Acara Baksos Polri Presisi, DPM KM Gelar Rapat Paripurna Terbuka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterlibatan-bem-km-pada-acara-baksos-polri-presisi-dpm-km-gelar-rapat-paripurna-terbuka/baca </link>
<guid> keterlibatan-bem-km-pada-acara-baksos-polri-presisi-dpm-km-gelar-rapat-paripurna-terbuka </guid>
<pubDate> Wed, 05 Mar 2025 23:13:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM KM Unmul dikritik atas kehadiran di acara Polri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterlibatan-bem-km-pada-acara-baksos-polri-presisi-dpm-km-gelar-rapat-paripurna-terbuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xERlHgMboR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keterlibatan BEM KM pada Acara Baksos Polri Presisi, DPM KM Gelar Rapat Paripurna Terbuka</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Presiden BEM KM Unmul, M. Ilham Maulana terlihat menghadiri Bakti Sosial (Baksos) Polri Presisi yang diselenggarakan Kepolisian Kaltim pada Kamis (27/2) lalu. Keterlibatan Maulana menuai perbincangan publik melalui unggahan akun Instagram <em>@kaltim_nyapa</em>.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini membuat mahasiswa Unmul menuntut penjelasan dari pihak BEM KM terkait keterlibatan mereka pada acara tersebut yang dinilai mencederai pergerakan mahasiswa, mengingat tindakan represif yang dilakukan oleh oknum kepolisian beberapa waktu terakhir. Namun, BEM KM Unmul tidak kunjung memberi pernyataan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>BEM FH akhirnya menerbitkan&nbsp;</span><span><em>press release</em>&nbsp;</span><span>berisi pernyataan sikap mereka atas kejadian tersebut pada akun instagram resmi BEM FH Unmul, Minggu (2/3). BEM FH menyatakan kekecewaan atas keterlibatan BEM KM sebagai representatif mahasiswa dalam baksos tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut dinilai mencederai nilai etis mahasiswa dengan menerima ajakan dari instansi yang telah melakukan berbagai tindakan represif terhadap mahasiswa dan belum tuntas menyelesaikan masalah yang ada di Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, BEM FH mendesak BEM KM menerbitkan klarifikasi keterlibatan mereka pada acara tersebut. Mereka juga menuntut DPM KM membuka forum serta mengambil sikap tegas atas peristiwa tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>BEM FH bahkan meminta BEM KM menarik diri dari seluruh aliansi pergerakan mahasiswa Kaltim jika tuntutan mereka tidak direspon dalam 1x24 jam setelah rilis mereka diterbitkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DPM KM Unmul akhirnya mengadakan Rapat Paripurna Terbuka pada Senin (3/2) di Gedung SC Unmul, sehari setelah perilisan pernyataan sikap oleh BEM FH. Pada pleno 2, BEM KM mengaku mendapat undangan Polri pada Rabu (26/2).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maulana menyatakan sudah menolak untuk berbicara pada kegiatan Baksos tersebut. Akan tetapi ia mendapat tekanan untuk berbicara hingga video yang merekam dirinya tengah berbicara pada acara tersebut diunggah dan ramai di media sosial.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Apabila ini menjadi kekecewaan kawan-kawan dalam ritme pergerakan di kemudian hari atau kepercayaan ke depannya, saya akui saya salah,&rdquo; tutur Maulana di rapat paripurna terbuka, Senin (3/3) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya ingin meminta maaf, dan saya jamin ke depannya bahwa ke depan BEM KM Unmul akan tetap teguh pada apa yang sudah kami bangun sebelumnya,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>BEM KM mengaku lalai tidak melakukan komunikasi dengan lembaga lain serta tidak mengeluarkan klarifikasi apapun pasca kegiatan tersebut. Maulana berjanji mengeluarkan pernyataan yang akan diunggah melalui akun pribadinya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden BEM FH, Anugrah Ramadhani menyayangkan tindakan Presiden BEM KM yang tidak melakukan koordinasi baik dalam internal BEM KM maupun lembaga lainnya. Anugrah turut membenarkan inisiasi mereka mendesak DPM KM untuk segera mengadakan forum yang secara formal membahas tentang masalah tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai pernyataan sikap Maulana yang diunggah di akun pribadinya, Anugrah menganggap hal tersebut tidak etis. BEM FH akan terus mendesak Maulana &nbsp;untuk mengeluarkan pernyataan secara kelembagaan atas nama BEM KM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apabila sampai besok atau nanti malam tidak ada respon, kami menyiapkan aksi-aksi selanjutnya yang mungkin lebih besar daripada pernyataan sikap kemarin,&rdquo; tegas Anugrah saat ditanyai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;di lokasi rapat paripurna terbuka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan hasil rapat paripurna yang telah dilakukan, Ketua Umum DPM KM Suarga Nabil menyebut DPM KM akan melaksanakan rapat tertutup membawa keterangan BEM KM. Tidak hanya itu, tanggapan dan pandangan KM juga menjadi pertimbangan mereka dengan berlandaskan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KM Unmul, juga terkait kelalaian DPM KM dalam mengawasi BEM KM.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau untuk DPM KM, tadi ada pelanggaran etik tidak mengawasi BEM KM yang menyebut aliansi atau mengatasnamakan representasi umum,&rdquo; jelas Suarga pada Senin (3/3).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suarga melanjutkan, rapat tersebut juga untuk menindaklanjuti pelanggaran Pasal 27 yang membahas terkait perizinan BEM KM dalam pembuatan kebijakan maupun menjadi representasi mahasiswa harus melalui izin DPM KM.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu saja akan kami nilai di rapat tertutup nanti,&rdquo; tutup Suarga. <strong><em>(zrt/ali/ria/xel/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jam Pelayanan Dipangkas, Perpustakaan Unmul Hanya Buka sampai Pukul Tiga Sore selama Ramadan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jam-pelayanan-dipangkas-perpustakaan-unmul-hanya-buka-sampai-pukul-tiga-sore-selama-ramadan/baca </link>
<guid> jam-pelayanan-dipangkas-perpustakaan-unmul-hanya-buka-sampai-pukul-tiga-sore-selama-ramadan </guid>
<pubDate> Thu, 06 Mar 2025 19:47:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perpustakaan Unmul tutup lebih awal selama Ramadan hingga 15.00 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jam-pelayanan-dipangkas-perpustakaan-unmul-hanya-buka-sampai-pukul-tiga-sore-selama-ramadan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/HIGsi3rJM7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jam Pelayanan Dipangkas, Perpustakaan Unmul Hanya Buka sampai Pukul Tiga Sore selama Ramadan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Perpustakaan Unmul baru saja membuat pengumuman terkait perubahan jadwal pelayanan, Kamis (3/6) sore ini. Mulai hari ini hingga 27 Maret mendatang, pelayanan akan dilaksanakan mulai dari 08.00&mdash;15.00 Wita saja.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jadwal reguler pelayanan Perpustakaan Unmul dimulai pada 08.00&mdash;21.00 Wita, di mana pada masa yang sudah ditentukan itu mahasiswa dapat menggunakan perpustakaan untuk belajar, membaca, hingga meminjam buku. Namun, sesuai dengan pengumuman yang&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>&nbsp;dapatkan, jadwal tersebut diganti selama Ramadan berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut tentunya membuat waktu kegiatan mahasiswa di dalam gedung Perpustakaan Unmul harus terpangkas. Mahasiswa dapat mengakses pelayanan Perpustakaan Unmul hanya hingga 15.00 Wita saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;mencoba menggali informasi terkait pergantian jadwal tersebut kepada pihak Perpustakaan Unmul. Pihak Humas Perpustakaan Unmul menyampaikan, perubahan tersebut berdasarkan arahan surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama Ramadan itu jam pelayanannya, jam kantornya sampai jam 3 (15.00 Wita),&rdquo; sebut Humas Perpustakaan Unmul saat diwawancarai, Kamis (6/3) sore tadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ada edarannya itu,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Humas Perpustakaan Unmul juga turut menyampaikan, pihaknya belum bisa memperbarui jadwal yang ada di akun resmi Instagram Perpustakaan Unmul untuk saat ini. Hal tersebut dikarenakan akun mereka yang masih belum dapat diakses akibat peretasan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun penyesuaian jam kerja dari surat edaran Menpan-RB, merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN). Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>kompas.com</em>,&nbsp;</span><span>Menpan-RB Rini Widyantini menyebutkan, jam kerja ASN selama Ramadan 2025 ditetapkan 32 jam 30 menit per minggunya.</span></p><p style="text-align: justify;">Adapun waktu istirahat pada hari biasa 30 menit dan 60 menit di hari Jumat.<strong><em>&nbsp;(</em></strong><strong><em>myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di balik Keamanan Kampus: Perbedaan Peran dan Tanggung Jawab Satpam Rektorat dan Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-keamanan-kampus-perbedaan-peran-dan-tanggung-jawab-satpam-rektorat-dan-fakultas/baca </link>
<guid> di-balik-keamanan-kampus-perbedaan-peran-dan-tanggung-jawab-satpam-rektorat-dan-fakultas </guid>
<pubDate> Thu, 06 Mar 2025 20:51:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berbagai aspek sistem keamanan kampus tengah menjadi sorotan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/di-balik-keamanan-kampus-perbedaan-peran-dan-tanggung-jawab-satpam-rektorat-dan-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/he9eKqWzRP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di balik Keamanan Kampus: Perbedaan Peran dan Tanggung Jawab Satpam Rektorat dan Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Satuan Pengamanan (Satpam) di Unmul memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan kampus, baik di tingkat fakultas maupun di rektorat. Setiap unit memiliki tanggung jawab masing-masing sesuai dengan ruang lingkup kerja dan kebutuhan keamanan yang ada.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satpam yang bertugas di berbagai fakultas di Unmul memiliki peran utama dalam menjaga keamanan aset dan kendaraan di lingkungan kerja masing-masing. Salah satu contohnya adalah Sunyoto, yang bertugas sebagai satpam di FISIP.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tugas pokok kita adalah mengamankan kendaraan yang ada di lingkup kerja kami, termasuk aset milik kantor yang berada di luar gedung yang terpantau mata kami. Itu menjadi tanggung jawab kami, termasuk motor, mobil, dan juga helm mahasiswa,&quot; jelas Sunyoto saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (3/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, ia menekankan bahwa tanggung jawab satpam memiliki batasan. Barang yang hilang di dalam gedung, seperti laptop atau komputer, bukan merupakan bagian dari tanggung jawab mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sunyoto juga menjelaskan bahwa ada pembagian tugas berdasarkan area di fakultas di mana satpam ditempatkan di beberapa pos strategis. Mereka bekerja dalam tiga sif, yaitu pagi (07.00&mdash;15.00 Wita), sore (15.00&mdash;23.00 Wita), dan malam (23.00&mdash;07.00 Wita).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Khadafi, satpam yang bertugas di Rektorat, menjelaskan bahwa cakupan tugas mereka lebih luas dibandingkan satpam di fakultas. Selain mengamankan area rektorat, mereka juga bertanggung jawab atas keamanan di seluruh kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami di lapangan, di jalan, mengatur juga. Kadang-kadang ada kegiatan di luar gedung, selain di rektorat, itu tetap bisa kami tangani. Misalnya kalau ada wisuda, pejabat datang, ada kecelakaan lalu lintas, demo, atau orasi, kami yang menangani. Selama masih dalam cakupan Unmul,&quot; ungkap Khadafi saat ditemui secara langsung, Senin (3/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Khadafi menggambarkan perbedaan antara satpam di fakultas dan di tingkat universitas seperti struktur kepolisian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Satpam fakultas itu seperti Polsek (Kepolisian sektor), sedangkan Satgas di (Rektorat) Unmul itu seperti Polres (Kepolisian resor),&quot; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Sunyoto menjelaskan bahwa sejak 2020, semua satpam di Unmul telah beralih ke vendor yang sama. Sehingga, meskipun ada perbedaan tugas, mereka tetap berada di bawah naungan satu sistem pengelolaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baik Khadafi maupun Sunyoto sepakat masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam sistem keamanan Unmul. Khadafi menekankan pentingnya evaluasi internal terkait jam kerja, tanggung jawab, dan pengelolaan aset keamanan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Jika ada kekurangan atau kelebihan, itu biasanya disampaikan secara internal ke vendor,&quot; ujarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Sunyoto menyoroti kondisi parkiran yang perlu diperbaiki serta fasilitas pos satpam yang lebih layak.</span></p><div style="text-align: justify;">&quot;Kalau bisa, parkiran diperbaiki karena kapasitasnya kurang. Selain itu, pos satpam dibuat lebih layak, karena ini seperti rumah kedua bagi kami. Yang penting nyaman, tidak perlu <em>AC</em> (<em>Air Conditioner</em>), asal layak saja,&quot; harapnya. <strong><em>(npl/zwg/myy)</em></strong></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Adaptasi dengan Kemajuan Teknologi, Dewan Pers Luncurkan Pedoman Penggunaan AI dalam Karya Jurnalistik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/adaptasi-dengan-kemajuan-teknologi-dewan-pers-luncurkan-pedoman-penggunaan-ai-dalam-karya-jurnalistik/baca </link>
<guid> adaptasi-dengan-kemajuan-teknologi-dewan-pers-luncurkan-pedoman-penggunaan-ai-dalam-karya-jurnalistik </guid>
<pubDate> Fri, 07 Mar 2025 20:06:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> AI harus dipastikan tidak mengganti peran jurnalis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/adaptasi-dengan-kemajuan-teknologi-dewan-pers-luncurkan-pedoman-penggunaan-ai-dalam-karya-jurnalistik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lak1WRPQo9.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Adaptasi dengan Kemajuan Teknologi, Dewan Pers Luncurkan Pedoman Penggunaan AI dalam Karya Jurnalistik</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Di era digital saat ini, kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal dengan<em>&nbsp;Artificial Intelligence</em> (AI) kerap membantu manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Dengan adanya AI, banyak tugas selesai secara efektif dan efisien.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jurnalisme menjadi salah satu bidang pekerjaan yang terdampak dengan adanya AI. AI dapat membantu pembuatan transkrip wawancara, mencari informasi, bahkan menulis berita. Kendati demikian, seorang jurnalis perlu mengetahui batasan dari penggunaan AI itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat hal tersebut, Dewan Pers meluncurkan peraturan terkait penggunaan kecerdasan buatan NOMOR 1/PERATURAN-DP/I/2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik pada Jumat (24/1) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengutip dari&nbsp;</span><span><em>tempo.co</em>,&nbsp;</span><span>Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu menyampaikan, peluncuran peraturan itu merupakan sebuah upaya pendukung Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menghadapi kemajuan teknologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan peraturan tersebut, terdapat hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan AI. Jurnalis harus memastikan AI tidak menggantikan peran mereka, melainkan hanya membantu proses produksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seorang jurnalis harus berpegang pada KEJ dalam pembuatan produk pemberitaan. Setiap informasi yang dihasilkan AI harus melewati verifikasi dan pengecekan data sesuai fakta yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, lembaga atau perusahaan pers juga harus bertanggung jawab penuh atas konten yang dihasilkan menggunakan AI. Tentunya media pers harus menjaga kualitas dan kredibilitas suatu berita atau produk jurnalistik yang dihasilkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peraturan tersebut juga menyebut perusahaan pers bebas menggunakan berbagai jenis aplikasi kecerdasan &nbsp;buatan. Namun, ketika perusahaan pers akan merilis karya jurnalistik berbasis kecerdasan buatan seperti avatar</span><span>,&nbsp;</span><span>suara, hingga gambar rekayasa, media tersebut harus memberikan keterangan penggunaan teknologi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Dewan Pers, dalam peraturannya, menyebut jika terjadi sengketa dalam penggunaan AI pada jurnalistik, kasus tersebut akan ditangani langsung dengan mekanisme yang berlaku.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Koreksi dan pencabutan karya jurnalistik yang menggunakan kecerdasan buatan mengacu pada ketentuan Dewan Pers,&rdquo; tulis Dewan Pers melalui peraturannya pada Bab VII tentang Penyelesaian Sengketa Pasal 9 ayat 2. <strong><em>(myy/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hari Perempuan Internasional 2025: Suarakan Kesetaraan Gender di Era Modern </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-perempuan-internasional-2025-suarakan-kesetaraan-gender-di-era-modern/baca </link>
<guid> hari-perempuan-internasional-2025-suarakan-kesetaraan-gender-di-era-modern </guid>
<pubDate> Sat, 08 Mar 2025 21:23:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> IWD 2025 angkat kampanye percepatan aksi demi kesetaraan gender </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/hari-perempuan-internasional-2025-suarakan-kesetaraan-gender-di-era-modern/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eVtjXrS6AY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hari Perempuan Internasional 2025: Suarakan Kesetaraan Gender di Era Modern</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tepat hari ini, Sabtu (8/3), dunia merayakan International Women&apos;s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional. Dengan menyuarakan kampanye &lsquo;<em>Acceleration Action</em>&rsquo; (Percepatan Aksi), IWD mencoba melakukan percepatan menyuarakan kesetaraan gender di kehidupan masyarakat dalam ruang lingkup pribadi maupun profesional.</p><p style="text-align: justify;">Lebih dari seabad perjuangan dilakukan perempuan untuk mendapat kesetaraan. Waktu yang tidak lama untuk menggambarkan seberapa gigihnya perempuan melakukan aksi membela kaumnya dari penindasan. Namun, sudahkan kita dekat dengan era kesetaraan sepenuhnya?</p><p style="text-align: justify;">IWD pertama kali dirayakan pada 19 Maret 1911 di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss. Pada saat itu lebih dari satu juta orang menghadiri rapat umum yang mengkampanyekan hak-hak perempuan dan mengakhiri diskriminasi. Di Rusia sendiri, IWD pertama kali dirayakan pada 23 Februari 1913. Dan akhirnya, dunia sepakat menjadikan IWD diperingati pada 8 Maret berdasarkan kalender Gregorian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari situlah IWD diperingati pada hari yang sama dengan kampanye-kampanye yang memperjuangkan hak perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip laman <em>internationalwomensday.com</em>, menurut data dari Forum Ekonomi Dunia, diperlukan waktu lima generasi dari sekarang agar dunia mencapai kesetaraan penuh. Maka dari itu, IWD mengampanyekan percepatan agar kesetaraan itu dapat terealisasi segera.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia sendiri masih terdapat ketimpangan gender dalam berbagai bidang, contohnya saja bidang pekerjaan. Mengutip <em>iNews.id</em>, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kesenjangan gaji yang didapatkan antara laki-laki dan perempuan. Data tersebut menunjukkan laki-laki mendapatkan 3,5 Juta rupiah perbulan sedangkan perempuan 2,7 Juta rupiah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketimpangan gender juga ditemukan dalam ruang lingkup pemerintahan yang mana laki-laki masih lebih mendominasi dalam penguasaan jabatan. Dari <em>Tempo.co</em>, Kabinet Merah Putih yang ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto memiliki 43 menteri laki-laki, dan hanya terdapat lima menteri perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Melihat masih adanya kasus ketidaksetaraan yang merayap di era modern saat ini, IWD menjadi wadah masyarakat dunia memperjuangkan hak perempuan. Sebagai makhluk sosial, perempuan tentu memiliki hak untuk mencapai keinginan dan tujuan yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menyuarakan kampanye IWD, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk kemajuan yang positif terhadap kesetaraan. Tema IWD tahun ini mengajak menentang <em>stereotype</em>, menentang diskriminasi, dan merayakan keberhasilan perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, komunitas IWD juga mengajak siapapun yang di manapun berada untuk menyuarakan kampanye melalui pose <em>#AccelerateAction</em>. Hal tersebut menjadi bentuk solidaritas bagi sesama pejuang kesetaraan di saat ini. <strong><em>(myy/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Danantara: Peluang Perbaikan Ekonomi atau Celah bagi Tikus Berdasi? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/danantara-peluang-perbaikan-ekonomi-atau-celah-bagi-tikus-berdasi/baca </link>
<guid> danantara-peluang-perbaikan-ekonomi-atau-celah-bagi-tikus-berdasi </guid>
<pubDate> Sat, 08 Mar 2025 21:34:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BPI Danantara sebagai ancaman korupsi terbaru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/danantara-peluang-perbaikan-ekonomi-atau-celah-bagi-tikus-berdasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/odwuzi54nV.png" />
					</figure>
			                <h1>Danantara: Peluang Perbaikan Ekonomi atau Celah bagi Tikus Berdasi?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><span style="background-color: transparent;">Senin (24/2) lalu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau yang dikenal dengan singkatan &ldquo;Danantara&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2020 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan BPI Danantara Indonesia serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara.&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Danantara yang dibentuk sebagai <em>super holding</em> Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menggabungkan sejumlah perusahaan, di antaranya Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), PLN, Pertamina, Bank Negara Indonesia (BNI), Telkom Indonesia, dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">BPI Danantara akan mengelola sejumlah aset BUMN yang nilainya mencapai 900 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 14,6 ribu triliun rupiah. Mengenai dana awalnya sendiri bersumber dari efisiensi anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencapai hingga 20 miliar dollar AS atau setara dengan 326 triliun rupiah. Angka yang begitu fantastis nilainya.</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Melalui Danantara, Pemerintah Indonesia bertujuan untuk mengefektifkan pengelolaan perusahaan BUMN, optimalisasi dividen, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Tidak hanya itu, pembentukan Danantara juga digadang-gadang sebagai instrumen alat dalam pembangunan ekonomi Indonesia, meningkatkan nilai tambah untuk negara, serta menghasilkan lapangan kerja dan menyejahterakan masyarakat. Sehingga, cita-cita Indonesia Emas 2045 pun semakin jelas di depan mata.&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Benar, bahwasanya hasil akhir yang direncanakan sangatlah membawa titik terang dan harapan bagi perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, perlu diingat, bahwa segala sesuatunya memiliki dua sisi. Ada hitam, ada putih. Ada gelap, dan ada terang.</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Tentu, kita haruslah optimis serta percaya bahwa segala sesuatunya memiliki risiko. Dan untuk mendapat hasil besar, kita juga harus mempertaruhkan hal yang tidak kecil sembari bersiap akan risiko besar di kemudian hari.</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Akan tetapi, yang menjadi kekhawatiran ialah masa depan negara yang dipertaruhkan. Ada sisi harapan untuk Indonesia lebih sejahtera dan membaik. Namun di baliknya, ada juga krisis ekonomi yang menunggu apabila Danantara tidak dijalankan dengan optimal dan mengalami kegagalan.</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Jika dilihat dari respons masyarakat, Danantara ditanggapi dengan kekhawatiran. Mulai dari maraknya ajakan untuk menarik dana dari Bank BUMN, hingga menurunnya harga saham. Dikutip dari <em>Tempo.co</em>, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebanyak 7,83 persen ke level 6.270 pada perdagangan 24&mdash;28 Februari 2025. Dikatakan, penurunan tersebut diduga akibat sentimen publik terhadap Danantara.&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Jika hal tersebut terus terjadi, bukankah tujuan untuk menciptakan perekonomian yang lebih baik bagi Indonesia justru semakin mudah untuk ditepis?</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Belum lagi ketakutan akan intervensi politik pada pergerakan Danantara ke depannya. Tentu, akan sangat mengkhawatirkan apabila Danantara berjalan dengan adanya campur tangan sekelompok orang berkepentingan.&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Oknum-oknum yang diberi kepercayaan untuk menjalankan suatu hal, namun malah mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri, yang merugikan negara dan masyarakat luas.</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Sebagai contoh, kasus korupsi pada penjualan Pertamax oplos Pertamina yang kerugiannya mencapai angka 968,5 triliun rupiah atau bahkan bisa mencapai angka satu kuadriliun. Ada juga kasus Asuransi Jiwasraya yang kerugiannya mencapai angka 17 triliun rupiah. Bahkan, hingga saat ini nasabah yang menjadi korban masih menuntut pengembalian dana.</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Wajar jika masyarakat skeptis akan kebijakan Danantara ini dan merasa ada kepentingan di baliknya. Daripada sebagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat, ini lebih terlihat seperti upaya memperbesar arena serta peluang untuk para &lsquo;tikus-tikus berdasi&rsquo; bergerak mengambil keuntungan.&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Perilaku buruk yang terus terjadi dan masih menjadi rapor merah Indonesia ini menimbulkan keraguan terhadap jalannya kebijakan danantara. Akankah Danantara kemudian berhasil dan benar-benar bertujuan untuk memperbaiki indonesia serta menyejahterakan masyarakatnya? Atau justru menjadi arena para tikus berdasi untuk bergerak lebih leluasa?</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Tidak ada yang tahu seperti apa hasilnya? Oleh karena itu, pengawasan ketat dalam pergerakan Danantara ke depannya sangat diperlukan. Adanya transparansi dan peninjauan rutin perlu untuk mengantisipasi pergerakan-pergerakan yang tidak diinginkan.&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Masyarakat lelah dengan kerugian yang terus menerus terjadi akibat ulah para oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Sebab, masyarakat lah yang selalu berada di posisi yang dirugikan.&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;">Dengan demikian, kita sebagai masyarakat juga punya hak dan memiliki peran penting untuk mengawal pergerakan Danantara ke depannya agar berjalan sesuai dengan cita-cita yang telah disampaikan.&nbsp;</p><p dir="ltr" id="docs-internal-guid-00377744-7fff-781a-9bbc-7f22bedffe3b" style="line-height:1.38;text-align: justify;margin-top:12.0pt;margin-bottom:12.0pt;"><em><strong>Opini ini ditulis oleh Risna, mahasiswi Ilmu Komunikas</strong></em><span style="background-color: transparent;"><em><strong>i FISIP Unmul 2022</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendidik Mengais Masa Kebangun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pendidik-mengais-masa-kebangun/baca </link>
<guid> pendidik-mengais-masa-kebangun </guid>
<pubDate> Tue, 11 Mar 2025 19:29:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Guru, pemimpin peradaban yang mencerdaskan dan menyadarkan bangsa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pendidik-mengais-masa-kebangun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wvfWWo4yHg.png" />
					</figure>
			                <h1>Pendidik Mengais Masa Kebangun</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Menjadi seorang pendidik bukanlah hal yang mudah. Bagaimana tidak? &nbsp;Segala sisi harus dapat ditanggulangi para pendidik dalam andil mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika tidak hadirnya sikap untuk menentang ketidakprofesionalan seorang pendidik, maka bersiaplah menerima nasib bangsa yang sakit.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyelami seorang pendidik maka hanya akan mengarah pada sebuah cerita. Walau semua orang dapat mendidik, tapi guru adalah peran terpenting. Guru yang dalam&nbsp;</span><span><em>hymne</em></span><span>&nbsp;lamanya berlirik &ldquo;Pahlawan tanpa tanda jasa&rdquo;. Para guru adalah peran terbaik yang menciptakan banyak cita-cita pada manusia Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guru menjadi pembimbing anak bangsa dalam mengolah segala mimpi. Selama 12 tahun menjadi masa wajib rakyat dalam menempuh pendidikan. Maka, dalam kurun waktu tersebut peran pendidik/guru genting dalam membangun siswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Malik Bennabi berujar, peradaban dapat bertahan dalam menciptakan keselarasan spiritualitas, moralitas, dan intelektualitas. Maka peran guru menyelaraskan mimpi peradaban itu. Mimpi untuk mengusangkan sikap feodal dan kolonial pada jiwa manusia Indonesia serta sejalan untuk mencerdaskannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada masa Soekarno muda, kita mengenal tiga serangkai yang ujar Soekarno sebagai era Masa Kebangun. Ini tercantum dalam catatannya yang berjudul, &ldquo;Menjadi Guru di Masa Kebangun.&rdquo; Dalam catatannya, ia menyinggung tentang taman siswa dan meningkatkan sebuah roh kebangsaan. Roh yang ujar Bung Karno terdiri atas tiga hal, yaitu roh kerakyatan, roh kemerdekaan dan roh kekesatriaan. Segenap roh-roh tersebut diharapkan berkobar pada jiwa setiap guru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada masa ini diharapkan semua orang harus bisa menjadi guru dan pemimpin. Ya, Guru! Tetapi juga dapat memimpin siswa. Jadi guru bukan sekedar barang yang turun ke kelas layaknya bankir bank, tetapi ia dapat memberikan maklumat untuk siswa bisa merdeka secara diri, dapat mengilhami ilmu yang didapatkan, juga berani bersikap kritis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada masa tersebut kolonialisme hadir menyusupi segala aktivitas dan pikiran masyarakat. Dengan hal tersebut, Bung Karno menganggap masa kebangun ini menjadi patokan. Patokan akan pentingnya sebuah guru menjadi pengajar dan pemimpin sekaligus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini didukung dengan pentingnya membangun&nbsp;</span><span><em>character building</em></span><span>&nbsp;(pembangunan karakter). Bung Karno menganggap bahwa karakter ini dapat tercipta dengan belajar sejarah secara dinamis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan gerakan pada membangun bangsa maka ia juga berlandas pada membangun karakter bangsa. Membangun ini membutuhkan para intelektual organik yang ujar Antoine Gramsci untuk hadir. Sebuah intelektual yang hadir dalam memperjuangkan kelas. Sehingga, para intelektual organik ini menjadi pemantik guru dalam memimpin dan mengajar pada arah perjuangan untuk melawan ketidakadilan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hegemoni cukup penting untuk memengaruhi. Maka guru harus dapat menguasai dan memberikan pengaruh kuat pada siswa. Pengaruh ini bukan beralasan nantinya memperalat. Tetapi, menunjukkan bahwa hegemoni ini jalan penyadaran akan pentingnya pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga dengan penyadaran sebagai pemimpin untuk pendidik, harapannya akan timbul sebuah kesadaran tentang pentingnya pendidikan, bukan sekedar menjadi pemuja makanan. Makanan yang diberikan sehingga manut bak badut istana dalam film Spongebob episode Dunces and Dragon.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejarah menjadi cerita yang bukan hanya menjadi ketikan atau omongan kosong. Tetapi sebagai bahan pemantik dalam mengartikan bahwa sadar sejarah akan sadar pentingnya kepemimpinan. Guru yang berhasil memimpin akan mencapai mimpi untuk mencerdaskan bangsa laiknya amanat undang-undang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>John Dewey, seorang filsuf pendidikan menyatakan bahwa &ldquo;Pendidikan adalah alat menyehatkan demokrasi&rdquo;. Jika pendidikan itu benar-benar meresapi jiwa rakyat, maka diharapkan demokrasi berjalan baik adanya. Berjalan tanpa lagi timbul permasalahan yang seharusnya tidak perlu terjadi di tengah-tengah isu pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjadi guru dan menyadarkan pentingnya pendidikan memang sebuah Via Dolorosa. Tetapi, mengabdikan diri di dalamnya adalah nikmat yang luar biasa. Karena dari Masa Kebangun ini kita dapat belajar bahwa menentukan Machtsvorming itu memang harus ulet. Kesadaran pendidikan akan membawa kita pada arus pencerdasan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Rifqi Al Bisri Batubara, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul 2022.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kontroversi dan Keunggulan DeepSeek: Model AI Terbaru dari China yang Mengancam Dominasi ChatGPT </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/kontroversi-dan-keunggulan-deepseek-model-ai-terbaru-dari-china-yang-mengancam-dominasi-chatgpt/baca </link>
<guid> kontroversi-dan-keunggulan-deepseek-model-ai-terbaru-dari-china-yang-mengancam-dominasi-chatgpt </guid>
<pubDate> Wed, 12 Mar 2025 20:03:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> DeepSeek menghadirkan inovasi canggih dengan efisiensi tinggi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/kontroversi-dan-keunggulan-deepseek-model-ai-terbaru-dari-china-yang-mengancam-dominasi-chatgpt/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/K6pbdshj0T.png" />
					</figure>
			                <h1>Kontroversi dan Keunggulan DeepSeek: Model AI Terbaru dari China yang Mengancam Dominasi ChatGPT</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kecerdasan buatan (AI) semakin pesat. Saat ini, telah hadir sebuah terobosan baru dan inovasi AI dari <em>startup</em> teknologi China, yaitu &lsquo;DeepSeek&rsquo;. AI ini diklaim menawarkan kemampuan yang mengesankan dilengkapi fitur-fitur inovatif yang canggih.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>DeepSeek dirancang untuk memiliki kemampuan analisis data yang cepat terhadap berbagai situasi kompleks,&nbsp;</span><span><em>self-learning</em>&nbsp;</span><span>atau pembelajaran mandiri, serta adaptasi yang lebih baik. Model AI ini juga diklaim memiliki &lsquo;memori panjang&rsquo; yang dapat mengingat dan mereferensikan informasi dari bagian awal percakapan meski telah berjalan lama. Oleh karena itu, DeepSeek digadang-gadang mampu menyaingi bahkan melampaui kemampuan model AI lainnya, seperti ChatGPT.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;rangkumkan beberapa keunggulan DeepSeek dibanding model AI lainnya:</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Efisiensi Biaya</strong></span><br><span>Proses pembuatan DeepSeek diketahui hanya memakan biaya di bawah 6 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 97,7 miliar rupiah dalam waktu dua bulan saja. Selain itu, DeepSeek juga menggunakan lebih sedikit memori dibandingkan AI lainnya, sehingga membuatnya menjadi lebih hemat biaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kecepatan Respons</strong></span><br><span>DeepSeek dikenal dengan kemampuan respons yang lebih tinggi dibanding AI lainnya. Dalam tugas-tugas yang kompleks, seperti&nbsp;</span><span><em>coding</em>&nbsp;</span><span>atau pemrograman dan analisis data, DeepSeek dapat memberikan solusi cepat dalam waktu singkat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kemampuan Penalaran Matematika</strong></span><br><span>Dalam penalaran matematika, akurasi DeepSeek mencapai 95 persen. Persentase ini bahkan lebih tinggi dari ChatGPT yaitu hanya mencapai 92 persen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Fitur Open Source</strong></span><br><span>Berbeda dengan AI lainnya, DeepSeek memiliki fitur&nbsp;</span><span><em>open source</em>&nbsp;</span><span>yang memungkinkan penggunanya untuk memodifikasi dan mengoptimalkan model sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal ini dapat membuka peluang, kolaborasi, dan inovasi yang lebih luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kemampuan Integrasi</strong></span><br><span>Selain menyediakan fitur&nbsp;</span><span><em>open source</em></span><span>, DeepSeek juga memungkinkan untuk dapat diintegrasikan dengan platform lain, seperti Google Workspace.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada awal peluncurannya, Sabtu (25/1) lalu, DeepSeek tidak terlepas dari berbagai kontroversinya. Kontroversi ini melibatkan isu privasi, keamanan data, dan juga dampaknya terhadap industri pencarian informasi berbasis AI lainnya. Di awal perilisannya, teknologi AI DeepSeek berhasil mengguncang saham perusahaan teknologi global seperti NVIDIA dan Microsoft.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, DeepSeek juga terseret tudingan membocorkan data penggunanya. Komisi Perlindungan Informasi Pribadi (PIPC) Korea Selatan pada Selasa (25/2) lalu mengeluarkan&nbsp;</span><span><em>statement</em>&nbsp;</span><span>untuk menghentikan pengunduhan pada aplikasi DeepSeek.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini diduga akibat penemuan indikasi bahwa&nbsp;</span><span><em>chatbot</em>&nbsp;</span><span>AI DeepSeek membagikan data pengguna Korea Selatan pada ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di Tiongkok.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari artikel online&nbsp;</span><span><em>Tempo</em></span><span>, Kaspersky yang merupakan sebuah perusahaan keamanan siber global juga telah mengeluarkan peringatan terkait bahaya penggunaan DeepSeek. Peneliti keamanan dari Kaspersky, Leonid Bezvershenko menyebutkan, fitur&nbsp;</span><span><em>open source</em>&nbsp;</span><span>dari DeepSeek dianggap pedang bermata dua. Di satu sisi, dapat menciptakan transparansi dan inovasi, tetapi di sisi lain juga menghadirkan risiko keamanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia meyakini bahwa penggunaan fitur<em>&nbsp;</em></span><span><em>open source&nbsp;</em></span><span>tidak menjamin bagaimana data ditangani, terutama ketika orang lain menyebarkannya.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sifat sumber terbukanya, merupakan pedang bermata dua,&rdquo; ungkapnya dalam keterangan tertulis pada artikel <em>Tempo</em>, Jumat (14/2). <strong><em>(nav/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> FT Siap Merancang Ulang Sistem Rudal, Dekan: Terhalang Efisiensi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ft-siap-merancang-ulang-sistem-rudal-dekan-terhalang-efisiensi/baca </link>
<guid> ft-siap-merancang-ulang-sistem-rudal-dekan-terhalang-efisiensi </guid>
<pubDate> Thu, 13 Mar 2025 19:30:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FT Unmul dan Paldam VI/Mulawarman kolaborasi perbaikan alutsista </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ft-siap-merancang-ulang-sistem-rudal-dekan-terhalang-efisiensi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1frs2g09Qy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>FT Siap Merancang Ulang Sistem Rudal, Dekan: Terhalang Efisiensi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Kepala Peralatan Daerah Militer (Kapaldam) VI (Mulawarman) mengunjungi FT Unmul guna membahas kerja sama terkait fasilitas Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) pada Rabu (5/2) lalu. Kerja sama ini dilakukan untuk menunjang alutsista tipe lama yang dianggap bisa dirancang ulang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut disampaikan Kolonel Cpl, Anthoni P. Sinaga yang dikutip dari unggahan Instagram FT pada Jumat (7/2) lalu. Ia menyebut, Paldam VI/Mulawarman akan memperlebar kerja sama di segala bidang, termasuk di FT Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rencana kerja sama Paldam VI/Mulawarman akan diperlebar untuk menunjang alutsista secara khusus dan Komando Daerah Militer VI/Mulawarman keseluruhan,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu alutsista yang memerlukan rancangan ulang adalah peluru kendali (rudal) tipe lama produksi Polandia yang onderdil senjatanya sudah tidak diproduksi sehingga tidak bisa digunakan. Bahkan beberapa universitas juga mencoba memperbaiki, tetapi tidak tersedia alat yang mendukung. Padahal, rudal tersebut diperlukan untuk pertahanan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Dekan FT Unmul M. Tamrin mengumpulkan akademisi program studi Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Informasi untuk dipandu mempelajari sistem agar bisa membantu merancang ulang sistem tersebut. Ia mengaku sudah bertemu dengan peneliti untuk merancang ulang sistem yang merupakan teknologi lama tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sistemnya dirancang ulang oleh dosen IT dengan melihat bagian yang rusak agar bisa dioperasikan kembali dan dimanfaatkan oleh negara,&rdquo; jelas Tamrin kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Kamis (6/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tamrin juga mengungkap, tim dari FT yang terdiri atas dosen dan mahasiswa sudah melewati tahap satu dengan melakukan penelitian pada alutsista yang diserahkan Kapaldam dan mendapat pemahaman tentang sistem serta bagian yang mengalami kerusakan. Sehingga, sudah disusun modul untuk menjawab kerusakan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guna menindaklanjuti modul tersebut, Kapaldam menawarkan penyediaan fasilitas dan FT menyediakan sumber daya manusia (SDM) dengan anggaran yang ditanggung kedua belah pihak. Namun, Tamrin menyebut rancangan tersebut masih belum dapat dilanjutkan karena adanya efisiensi anggaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau kena efisiensi seperti ini agak sulit. Sementara, apabila TNI mau melanjutkannya, silakan, kami siap menjalankan,&rdquo; lanjut Tamrin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Proyek ini termasuk proyek penciptaan barang baru dan hak cipta akan menjadi milik FT, meskipun secara fungsi proyek tersebut akan digunakan TNI. Sehingga, FT juga harus mengalokasikan anggaran penelitian. Diketahui, anggaran yang dibutuhkan sebanyak 300 juta rupiah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat hal tersebut, Tamrin menyebut pihaknya memberi tiga opsi untuk menjawab permasalahan anggaran, di antaranya&nbsp;</span><span><em>sharing budgeting</em></span><span>, pembiayaan penuh dari TNI karena FT mencoba melakukan efisiensi, dan&nbsp;</span><span><em>corporate social responsibility</em>&nbsp;</span><span>(CSR) dari perusahaan swasta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tamrin juga menuturkan, belum ada pembahasan program lanjutan. Pihaknya baru sampai di tahap menyampaikan alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk menindaklanjuti sistem ulang rudal tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami hanya sampaikan butuh dana sekitar 300-an juta, belum ada lanjutan (terkait panjang program),&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(lav/afa/yra/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berburu Takjil Favorit Mahasiswa Unmul di Bulan Ramadan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/berburu-takjil-favorit-mahasiswa-unmul-di-bulan-ramadan/baca </link>
<guid> berburu-takjil-favorit-mahasiswa-unmul-di-bulan-ramadan </guid>
<pubDate> Fri, 14 Mar 2025 18:45:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tradisi berburu takjil dengan pilihan beragam dan harga terjangkau </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/berburu-takjil-favorit-mahasiswa-unmul-di-bulan-ramadan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/g2eSMwGHdI.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berburu Takjil Favorit Mahasiswa Unmul di Bulan Ramadan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka. Dari minuman segar hingga camilan ringan, setiap orang memiliki pilihan takjil favoritnya masing-masing.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Begitu pula dengan mahasiswa Unmul yang memiliki selera beragam. Ada yang lebih memilih camilan praktis, sementara yang lain mencari minuman yang menyegarkan. Selain itu, lokasi berbuka juga menjadi pertimbangan penting agar momen berbuka puasa semakin nyaman dan berkesan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu contohnya datang dari mahasiswa Unmul, Elisa Dwi dari Program Studi (Prodi) Manajemen FEB 2024. Ia lebih suka takjil yang praktis dan mudah ditemukan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Takjil favorit aku itu Risol Mayo. Karena Risol Mayo itu murah, enak, dan gampang ditemui di mana-mana,&quot; ungkap Elisa saat diwawancarai, Selasa (11/3).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain menu berbuka, lokasi berbuka juga menjadi faktor penting. Elisa pun merekomendasikan tempat favoritnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Rekomendasi dari aku itu ada di (jalan) Pramuka 6, namanya Pondok Nibung. Menurut aku di sana tuh&nbsp;</span><span><em>worth it</em></span><span>, dan juga makanannya tuh banyak, jadi bisa pilih sesuai selera masing-masing,&quot; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Syakila Putri Narifa, mahasiswa prodi Hubungan Internasional FISIP angkatan 2022, lebih menyukai takjil yang menyegarkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Yang pasti, takjil favorit itu sesuatu yang nyegerin, kayak&nbsp;</span><span><em>es-esan</em></span><span>&nbsp;gitu. Tapi untuk aku pribadi, aku suka banget minum es cappuccino cincau sih,&quot; ujar Syakila, Rabu (12/3).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain minuman segar, Syakila juga gemar menikmati pastel dan risol sebagai camilan berbuka. Kedua makanan ini dia pilih karena rasanya yang lezat dan mudah ditemukan di sekitar kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama dengan Elisa, dirinya juga berbagi rekomendasi tempat berburu takjil di sekitar Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;... patokannya di seberang Ayam Geprek Borneo (AGB) daerah (jalan) Pramuka, ada&nbsp;</span><span><em>outlet</em>&nbsp;</span><span>yang jual takjil dan makanan ringan. Itu tuh di situ enak-enak banget, banyak banget juga jenisnya,&quot; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Tradisi berburu takjil selalu menjadi momen yang dinantikan selama bulan Ramadan. Dengan beragam pilihan takjil yang tersedia di sekitar wilayah Unmul, mahasiswa dapat dengan mudah menemukan camilan ringan hingga minuman segar yang cocok untuk berbuka puasa. Harga yang terjangkau dan variasi menu yang beragam menjadikan tempat-tempat ini sebagai destinasi favorit mahasiswa menjelang waktu berbuka. <strong><em>(ven/zwg/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ombak yang Terjebak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ombak-yang-terjebak/baca </link>
<guid> ombak-yang-terjebak </guid>
<pubDate> Sat, 15 Mar 2025 14:50:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sampai kapan? Aku pun tak mengerti </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ombak-yang-terjebak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9Qd6oogFTt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ombak yang Terjebak</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Air sungai terus mengalir, membawa kisah dari hulu<br><span>Deburan ombak terus bergerak, membawa kerang ke tepi pantai</span><br><span>Lalu, mengapa aku terjebak dalam getaran yang tak pernah sampai?</span><br><span>Membeku dan perlahan tenggelam dalam bayang-bayang sunyi</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aku merapal namamu dalam senyap<br><span>Namun, kau terus melangkah</span><br><span>Tanpa pernah menoleh, tidak sekali pun menyadari</span><br><span>Bahwa aku ada di antara ribuan langkahmu</span><br>Aku adalah angin yang diam-diam menyentuhmu</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sungai terus mengalir, ombak terus bergerak<br><span>Namun aku terjebak di hati yang tak berani</span><br><span>Terdampar di samudra tak bertepi</span><br>Sampai kapan? Aku pun tak mengerti</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Risna, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jatuh Pergi, Ucap si Mabuk Perasaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/jatuh-pergi-ucap-si-mabuk-perasaan/baca </link>
<guid> jatuh-pergi-ucap-si-mabuk-perasaan </guid>
<pubDate> Sat, 15 Mar 2025 17:31:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perasaan tumbuh, menghilang, dan akhirnya menemukan jalan pulang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/jatuh-pergi-ucap-si-mabuk-perasaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fwQPJGx5ST.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jatuh Pergi, Ucap si Mabuk Perasaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pernah kan berada dalam sebuah perjalanan di mana saat berangkat rasanya jauh sekali. Tapi ketika pulang rasanya perjalanan panjang itu terasa singkat. Lalu, bagaimana jika itu terjadi pada sebuah perasaan? Ketika itu terjadi saat perasaan yang perlahan membelai. Tetesan yang lambat laun menyeruak satu demi satu. Waktuku melambat menguji nalar meratapi bayangnya yang tak kunjung memudar.</p><p style="text-align: justify;">Pertemuan itu rupanya belum usai. Masih membayang bagai kunang-kunang pengganggu penglihatan. Masih meniti mencari arah angin yang sepandang. Tapi bukannya bertemu hal pasti, layaknya memanah sambil menutup mata, aku masih disuruh menebak-nebak apakah busurku tepat sasaran atau tidak.</p><p style="text-align: justify;">Bayang gelap kerap memudarkan papan jalan, dia lagi-lagi membuatku tersesat dalam kasih dunia fana. Mengajakku terlupa akan Tuhan yang selalu menyelimuti dengan kasihnya. Tapi rupanya ingin tahu itu lebih besar dari rasa takut, aku tetap menggandeng tangannya menyusuri setiap rasa indah dalam bayang-bayang kelabu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hey, Kamu. Cantik tapi sulit untuk digapai,&rdquo; godanya dalam pikiran. Dia terus merayu dalam perasaan tak berujung itu. Tak berujung? Ah aku hanya mengira-ngira saja.</p><p style="text-align: justify;">Dia mengajakku menyirami bunga-bunga dalam jiwa. Bayangannya membawa khayalan penuh makna hingga menembus batas yang seharusnya. Aku masih penasaran, akankah dia membawa ke arah tujuan yang kuinginkan, atau hanya sang penggoda, penggosok daki rusa, yang butuh dambaan pelukan. Jadi, diam saja dalam diam masih menjadi andalan.</p><p style="text-align: justify;">Semakin dalam dia membawaku, semakin erat tali yang mencengkram, membuatku terus bertahan pada air bah tak dikenal. Rupanya kini dia membawaku tenggelam akan ketidakpastian yang membutakan. Ah, aku yang membutakan mataku sendiri. Jadi, sekarang hanya dia yang menuntunku. Dia yang terang benderang sehingga papan jalan yang tertutup bayang tak lagi dibutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Tapi dasar sang penggoda, penggosok daki rusa, soal membuat tersesat mudah baginya. Tinggal matikan saja terangnya, &lsquo;kan?</p><p style="text-align: justify;">Layaknya turunan, angin kencang menerpa wajahku saat aku berlari menyusurinya. Membawa bau-bau tak sedap menerpa indra penciuman. Perasaan berbunga-bunga itu tergores oleh pemantik, menyalakan api. Dia kini merobek rasa yang sudah kubangun pelan-pelan dengan ulet.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perasaan aku menanam kecemburuan di atas haknya memiliki tujuan lain. Tak sadarkah dia yang membuatku menanam bunga-bunga dalam jiwa. Tak ingatkah dirinya yang tersenyum saat rasa dihati berkembang menumbuhkan intisari yang bermekaran. Kini hanya asik membawa tangan lain mencari tujuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kamu salah. Kamu tau apa tentangku? Memangnya kamu yang aku suka?&rdquo; sergahnya dalam pikiran.</p><p style="text-align: justify;">Oh, iya. Benar juga. Sebuah ilham merasuki jiwa, merengek minta putar arah. Aku di ambang kebingungan. Setengah hati meminta diteruskan, setengahnya lagi marah kepadaku yang mabuk, mati duduk, tenggelam. Semakin besar perasaan, semakin kurasa hilang arah mata angin. Dia juga sedang mabuk, menabur serbuk, pada perasaannya sendiri. Sedangkan aku mengais-ngais jikalau ada yang tersisa.</p><p style="text-align: justify;">Rupanya tujuanku sudah kelihatan. Aku sudah sampai dari kenyataan, berwarna abu-abu yang kelam menawan. Tuhan memberiku luka yang mengering. Tujuanku sudah sampai dan aku harus pulang. Aku berbalik menyusuri perasaan-perasaan sama yang familiar. Bunga-bunga yang kulewati tumbuh berkemang kini hanya layu tak bertuan.</p><p style="text-align: justify;">Wah, cepat juga dia menghilang. Bayang-bayang menutupi papan jalan kini telah tiada. Betapa mudahnya aku menemukan rumahku kembali. Diriku sendiri. Tuhan Sang Pembolak-balik hati. Menanam rasa rupanya lebih sulit dari pada mengikhlaskan. Jadi, saatnya menemukan jalan lain.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Cerpen ini ditulis oleh Siti Mu&rsquo;ayyadah, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB angkatan 2022</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa HI Gelar Kampanye Stop Bullying di SD Katolik 3 WR Supratman </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/mahasiswa-hi-gelar-kampanye-stop-bullying-di-sd-katolik-3-wr-supratman/baca </link>
<guid> mahasiswa-hi-gelar-kampanye-stop-bullying-di-sd-katolik-3-wr-supratman </guid>
<pubDate> Thu, 20 Mar 2025 19:39:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kampanye Stop Bullying ajak siswa lebih peduli dan berani bersuara </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/mahasiswa-hi-gelar-kampanye-stop-bullying-di-sd-katolik-3-wr-supratman/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wIcWpWrIRV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa HI Gelar Kampanye Stop Bullying di SD Katolik 3 WR Supratman</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Unmul menggelar kampanye <em>Stop Bullying</em> di SD Katolik 3 WR Supratman Samarinda pada Senin (17/3) yang diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 6. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sejak dini mengenai dampak negatif <em>bullying</em> serta mendorong budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, per November 2024 tercatat 209 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah tersebut, 111 kasus menimpa anak perempuan, sementara 41 kasus lainnya dialami oleh anak laki-laki. Angka ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan, masih menjadi permasalahan serius yang perlu mendapat perhatian lebih.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekolah seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, serta membangun karakter yang penuh empati dan toleransi. Oleh karena itu, edukasi&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;sejak dini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kampanye ini diawali dengan sesi pemaparan materi edukatif oleh mahasiswa HI Unmul. Dalam sesi ini, mahasiswa menjelaskan apa itu&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>, berbagai bentuknya, dampak yang ditimbulkan terhadap korban, serta cara mencegah dan melaporkan tindakan perundungan. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami agar sesuai dengan usia para siswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah sesi pemaparan, siswa diajak berpartisipasi dalam&nbsp;</span><span>games</span><span>&nbsp;interaktif yang dirancang untuk menanamkan nilai kerja sama, kepedulian, dan keberanian dalam menolak tindakan&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, panitia juga membagikan&nbsp;</span><span><em>snack</em></span><span>&nbsp;yang di dalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan sederhana seputar materi yang telah disampaikan. Siswa yang berhasil menjawab dengan benar mendapat hadiah spesial sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di penghujung acara, siswa diberikan kesempatan berbagi kesan dan pesan mengenai pengalaman serta pemahaman baru yang mereka peroleh dari kampanye ini. Beberapa siswa menyampaikan mereka kini lebih mengerti bagaimana cara bersikap kepada teman dan lebih berani berbicara jika melihat tindakan&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;di sekitar mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dokumentasi acara turut dilakukan untuk mengabadikan momen kebersamaan antara mahasiswa dan siswa-siswi SD Katolik 3 WR Supratman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pihak sekolah, termasuk para guru dan kepala sekolah, menyambut baik inisiatif mahasiswa memberikan edukasi bermanfaat bagi siswa. Mereka menilai kampanye ini sangat relevan dalam mendukung upaya sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa HI Unmul berharap kampanye&nbsp;</span><span><em>Stop Bullying</em></span><span>&nbsp;ini dapat menginspirasi lebih banyak sekolah untuk mengadakan program serupa. Dengan demikian, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih ramah, inklusif, dan penuh empati dapat terus berlanjut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press release ini ditulis oleh Selma Mela Elyani, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional FISIP Unmul 2022.</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Mahakam Kembali Turun ke Jalan, #KembalikanTNIkeBarak Jadi Seruan Utama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-kembali-turun-ke-jalan-kembalikantnikebarak-jadi-seruan-utama/baca </link>
<guid> aliansi-mahakam-kembali-turun-ke-jalan-kembalikantnikebarak-jadi-seruan-utama </guid>
<pubDate> Fri, 21 Mar 2025 22:42:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahakam protes UU TNI, diwarnai pembakaran gerbang DPRD Kaltim </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-mahakam-kembali-turun-ke-jalan-kembalikantnikebarak-jadi-seruan-utama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VP1jEdAsmu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Mahakam Kembali Turun ke Jalan, #KembalikanTNIkeBarak Jadi Seruan Utama</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) kembali turun ke jalan pada Jumat (21/3) sebagai bentuk penolakan terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang telah disahkan pada Kamis (20/3) kemarin. Dengan membawa tuntutan utama #KembalikanTNIkeBarak, massa aksi berkumpul di depan gerbang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, massa baru benar-benar bergerak pada 15.52 Wita. Namun, keterlambatan ini tak memadamkan bara protes yang mereka bawa. Justru, langkah demi langkah menuju lokasi aksi menjadi pemantik kemarahan yang semakin menyala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesampainya di depan gedung DPRD, massa menaburkan karangan bunga sebagai simbol perlawanan. Gerbang yang sudah diolesi pelumas sebagai bentuk penolakan terhadap mahasiswa, kini dihiasi dengan simbol duka atas demokrasi yang terus tergerus. Seperti aksi-aksi sebelumnya, orasi-orasi bergema, membakar semangat mereka yang hadir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tuntutan tak hanya berkutat pada penolakan UU TNI. Massa juga menyerukan desakan untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta menarik personel aktif TNI dari ranah sipil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rahmat Fathur Rahman selaku Humas aksi sekaligus Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH Unmul menegaskan, kehadiran TNI di ranah sipil merupakan bentuk pelecehan terhadap cita-cita reformasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Kondisi ini justru melahirkan kembali situasi seperti Orde Baru. Bukannya menjadi lebih demokratis, malah terlihat seperti &lsquo;orde paling baru&rsquo; saat ini,</span><span>&quot;</span><span>&nbsp;ujarnya saat diwawancarai di lokasi aksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia menyoroti pernyataan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak yang menyebut pihak yang menolak UU ini sebagai &quot;kampungan&quot;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;</span><span>Mohon maaf, kami memang berasal dari kampung, tetapi kami berpikir secara akademik. Bahkan naskah akademik yang dibuat oleh pihak Tentara Nasional Indonesia tidak mencapai standar akademik yang seharusnya,</span><span>&quot;</span><span>&nbsp;tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah suasana Ramadan, massa tetap bertahan, meneriakkan tuntutan mereka dengan sisa energi yang ada. Setiap perwakilan lembaga yang maju terus menyuarakan api perjuangan, menegaskan bahwa perlawanan terhadap dominasi militer di ranah sipil belum akan padam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketegangan sempat memuncak ketika massa membakar gerbang DPRD. Sebagai bentuk perlawanan terhadap aparat yang berjaga, mereka sempat menarik selang air dari dalam gedung. Salah satu mahasiswa bahkan mengikat tali di gerbang DPRD sebagai simbol perlawanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjelang waktu berbuka puasa, massa menghentikan sementara aksinya untuk berbuka bersama dan beristirahat sejenak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada 19.30 Wita, massa kembali berkumpul di gerbang samping DPRD. Sebuah &ldquo;Panggung Rakyat&rdquo; digelar, menjadi ruang bagi mereka untuk kembali menggemakan tuntutan. Panggung ini diisi dengan orasi damai serta pembacaan puisi perjuangan, menegaskan bahwa perlawanan ini bukan sekadar amarah, tetapi juga refleksi mendalam terhadap situasi demokrasi yang kian terkikis.</span></p><p style="text-align: justify;">Seluruh massa aksi membacakan pernyataan sikap secara bersama-sama pada 20.28 Wita, menegaskan bahwa mereka tetap menolak UU TNI dan akan terus mengawal perjuangan ini. Aliansi Mahakam menyerukan akan melakukan aksi lanjutan dengan membawa massa yang lebih besar kembali ke DPRD. <strong><em>(zwg/zie/myy/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tawa Tanpa Nyawa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/tawa-tanpa-nyawa/baca </link>
<guid> tawa-tanpa-nyawa </guid>
<pubDate> Sat, 22 Mar 2025 21:44:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lilin padam, hujan turun, dan pelangi akhirnya muncul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/tawa-tanpa-nyawa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GWyNSnCDky.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tawa Tanpa Nyawa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Aku duduk di atas rerumputan hijau, menatap kue biru dengan beberapa lilin yang menyala di atasnya. Entah sudah lilin ke berapa yang harus aku tiup tahun itu&mdash;atau setiap tahun. Angin sore berhembus pelan, menggoyangkan ujung rambutku dan membawa serta aroma manis dari kue yang belum aku sentuh.</p><p style="text-align: justify;">Langit di atas perlahan berubah warna, dari jingga ke ungu yang samar, seakan ikut menyaksikan momen ini dalam diam. Di sekelilingku, hanya ada rerumputan yang bergoyang pelan dan cahaya lilin yang sesekali bergetar tertiup angin. Aku tidak yakin kenapa aku tetap menyalakannya, seakan berharap sesuatu akan berubah begitu lilin-lilin itu padam. Tapi seperti tahun lalu, dan mungkin tahun-tahun setelah ini, harapan yang sama akan terus menggantung di udara tanpa berhasil aku genggam, sementara angka di belakang usiaku terus berganti tanpa benar-benar aku sadari.</p><p style="text-align: justify;">Api itu berkedip-kedip tertiup angin, masih bertahan menungguku melakukan bagianku. Tapi aku hanya diam, menatapnya dengan muak. Tahun demi tahun, api kecil ini selalu menuntut sesuatu dariku. Sementara aku masih diam, menatap lukisan-lukisan yang belum tersentuh warna, kertas-kertas origami yang belum kusentuh, dan cerita-cerita yang belum menemukan akhirnya.</p><p style="text-align: justify;">Seharusnya aku meniupnya, seharusnya aku mengakhiri ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi angin sore semakin kencang, dan aku membiarkannya mengambil alih.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Biarkan semesta saja yang memadamkan lilin-lilin ini, satu per satu, seperti harapan-harapan yang dulu pernah aku percayai. Perlahan lilin mulai meredup, namun tidak ada kelegaan yang datang bersamanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hanya ada kehampaan yang sama setiap tahunnya. Aku menatap sisa-sisa api yang masih berjuang, tetapi bahkan cahaya sekecil itu pun tahu kapan harus menyerah.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Hahahahahahaha!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Giliran kamu!&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ih, bukan aku.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku menoleh ke arah beberapa anak kecil yang sedang bermain, berlarian mengejar satu sama lain, tertawa bersama, dan membantu satu sama lain saat terjatuh. Tawa mereka terdengar lepas, bercampur dengan suara angin dan gemerisik dedaunan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Aw!&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku memperhatikan bagaimana salah satu dari mereka terjatuh, lututnya menyentuh tanah, tangannya berdebu, tapi tak butuh waktu lama sebelum yang lain menghampiri, menariknya berdiri kembali.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ada yang luka, nggak?&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Enggak, kok.&quot;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ayo bangun lagi, aku bantu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Tidak ada tangis, hanya cengiran lebar dan dorongan kecil di punggung sebagai isyarat untuk kembali berlari. Mereka terus bermain, seakan tidak ada yang bisa menghentikan mereka&mdash;seakan jatuh bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dulu, aku juga seperti itu, tak punya rasa takut dan teman-teman yang selalu membantu. Sebelum akhirnya mereka semua pergi mengejar pelangi mereka, dan hanya tersisa aku, juga satu orang yang juga sudah melihat pelanginya namun memilih untuk masih bertahan menemaniku.</p><p style="text-align: justify;">Aku menutup mataku dengan helaan nafas panjang sebelum tiba-tiba aku merasakan hawa panas dari bawah daguku. Aku membuka mata perlahan, dan di hadapanku, lilin-lilin yang seharusnya telah padam kini menyala kembali. Aku menatapnya lama, membiarkan cahaya itu menari di mataku, sebelum menoleh ke sampingㅡsumber dari api itu, dan satu-satunya orang yang begitu lama bertahan di sampingku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tiup,&quot; ucapnya menunjuk lilin-lilin itu dengan dagunya.</p><p style="text-align: justify;">Aku menoleh, menatap sosok laki-laki di sampingku yang kini duduk dengan santai di atas rerumputan. Aku mengenalnya, terlalu baik sampai aku tahu apa yang akan ia katakan setelah ini.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pelanginya bakal muncul setelah kamu tutup mata.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku tertawa pelan, tak lagi menganggap ucapan itu serius. Hal itu terlalu tidak mungkin, hingga yang keluar dari bibirku hanya sebuah tawa tanpa nyawa. Lilin-lilin itu terus menyala, membentuk lingkaran cahaya kecil di tengah senja yang semakin larut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku mengingat semua lilin yang pernah kunyalakan di tahun-tahun sebelumnya, semua harapan yang kugantungkan pada nyala mereka sebelum akhirnya padam dalam hembusanku sendiri, dan setiap aku membuka mata, aku tak pernah melihat pelangi yang selalu dia katakanㅡdan aku nantikan.</p><p style="text-align: justify;">Laki-laki di sampingku berdiri, membuat mataku tanpa sadar mengikutinya. Ia menghampiri anak-anak kecil yang sedang bermain, mengobrol dengan mereka dengan ramah lalu kembali ke tempatku duduk bersama-sama.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kenalin, ini Kak Amira. Dia hari ini ulang tahun, lho,&quot; ujarnya sambil menepuk bahuku pelan, membuat anak-anak itu menatapku dengan mata penuh rasa ingin tahu.</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Perhatian yang tiba-tiba ini terasa asing&mdash;terlalu terang dibandingkan dengan bayang-bayang yang selama ini menyelimutiku. Namun, sebelum aku sempat mengatakan apa pun, salah satu anak dengan rambut dikepang dua melangkah mendekat, tersenyum lebar, lalu duduk di sampingku tanpa ragu.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Tadi aku juga ulang tahun, Kak!&quot; katanya, suaranya riang. &quot;Aku tiup lilin di rumah sama ibu, terus dikasih hadiah. Kakak dapat hadiah apa?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku terdiam, memandangi mereka satu per satu. Wajah-wajah kecil yang tampak begitu ringan menjalani hidup. Hadiah? Aku tidak tahu harus menjawab apa. Jika mereka bertanya apa yang kuinginkan, aku bahkan tidak yakin apa yang akan kuucapkan.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kok lilinnya nggak ditiup, Kak?&quot; tanya salah satu anak, matanya berbinar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oh itu... kalian mau tiup?&quot;</p><p style="text-align: justify;">Mereka saling berpandangan sejenak, lalu menggeleng hampir bersamaan, &quot;Kenapa?&quot; tanyaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;&rsquo;Kan itu lilin ulang tahun Kakak,&quot; sahut anak lain sambil mengayun-ayunkan kakinya. &quot;Harus Kakak yang tiup.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku diam selama beberapa detik, memperhatikan wajah-wajah penuh harap dari anak-anak di sekelilingku. &quot;Ayo, Kak!&quot; dorong gadis kecil dengan kepangan itu. &quot;Kalau ditiup, Kakak harus bikin permintaan juga!&quot;</p><p style="text-align: justify;">Aku tetap diam. Namun perlahan air hujan mulai turun membasahi rerumputan di sekelilingku, menciptakan aroma tanah yang lembap. Lilin-lilin itu tetap menyala, membangkang terhadap angin yang menggila dan hujan yang mulai mengguyur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aku menatap langit yang kelabu, mencari warna yang dijanjikan, tapi yang ada hanya kabut tipis yang menyelimuti awan. Aku menutup mataku sejenak, membiarkan suara hujan menggantikan dentingan kecil dalam kepalaku.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Ayo berteduh,&quot; ucap laki-laki di sampingku. Aku mendengar langkah kaki anak-anak yang mulai berlarian mencari tempat berteduh sambil berteriak senang karena hujan turun. Namun, Aku tak lagi mendengar apapun setelah itu. Aku hanya merasakan bagaimana air hujan tak lagi jatuh ke wajahku, dan aku percaya dia sedang memayungiku.</p><p style="text-align: justify;">Aku menarik napas dalam, membiarkan udara memenuhi dadaku sebelum perlahan melepaskannya. Kemudian, tanpa berpikir, aku meniup lilin-lilin itu. Satu per satu, cahaya mereka redup, padam seolah menyerah pada takdirnya. Kegelapan menyergap seketika, hanya tersisa langit mendung di atas, dan hujan yang kini turun tanpa ragu, menghapus sisa-sisa api terakhir yang tersisa.</p><p style="text-align: justify;">Saat aku menatap sisa asap tipis yang berputar sebelum menghilang, seseorang di antara anak-anak itu berseru riang, menunjuk ke langit yang mulai terang. Aku mengikuti arah telunjuk kecilnya, dan di sana, melengkung di antara awan yang masih menggantung berat, seberkas warna muncul, samar namun nyata. Pelangi. Aku menatapnya lama, membiarkan warnanya meresap ke dalam ingatanku, entah sebagai jawaban atau sekadar kebetulan. Tapi, aku tidak peduli.</p><p style="text-align: justify;">Aku tersenyum kecil, membiarkan rintik hujan terakhir jatuh di kulitku yang tidak tertutup, lalu bangkit perlahan, merasakan sesuatu yang hangat mengisi ruang kosong di dadaku.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Maydhinni, mahasiswi program studi Sastra Inggris FIB Unmul 2022.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Hari Perempuan Internasional 2025, CIMSA Unmul Adakan Rangkaian Acara Bertajuk BEJEWELED </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/peringati-hari-perempuan-internasional-2025-cimsa-unmul-adakan-rangkaian-acara-bertajuk-bejeweled/baca </link>
<guid> peringati-hari-perempuan-internasional-2025-cimsa-unmul-adakan-rangkaian-acara-bertajuk-bejeweled </guid>
<pubDate> Mon, 24 Mar 2025 21:11:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEJEWELED 2025, dorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/peringati-hari-perempuan-internasional-2025-cimsa-unmul-adakan-rangkaian-acara-bertajuk-bejeweled/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BjZSeFNKuv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Hari Perempuan Internasional 2025, CIMSA Unmul Adakan Rangkaian Acara Bertajuk BEJEWELED</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perayaan Hari Perempuan Internasional atau International Women&apos;s Day (IWD) yang jatuh setiap tanggal 8 Maret, menjadi momentum penting untuk merayakan perjuangan dan pencapaian perempuan di seluruh dunia. Hari ini tidak hanya sekadar merayakan keberhasilan, tetapi juga sebagai wadah untuk menyuarakan perjuangan kesetaraan gender, hak-hak perempuan, serta mengakui kontribusi mereka dalam berbagai aspek kehidupan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap tahun, tema yang diusung dalam perayaan ini adalah mengenai pemberdayaan perempuan, dan mendorong kita untuk terus melangkah menuju dunia yang lebih inklusif dan setara. Standing Committee on Sexual &amp; Reproductive Health and Rights including HIV &amp; AIDS (SCORA) Center for Indonesia Medical Student&rsquo;s Activities (CIMSA) dan Standing Committee Human Rights and Peace (SCORP) CIMSA Unmul berkolaborasi untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesetaraan gender dan&nbsp;</span><span><em>glass ceiling</em>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, kolaborasi tersebut juga merayakan IWD 2025 dengan menggelar acara bertajuk &lsquo;Bridging Excellence, Justice, and Equality for Women Empowerment (BEJEWELED)&rsquo; bersama 26 mahasiswa dari berbagai fakultas di Unmul dan 35 member CIMSA yang mengorganisir acara ini. Acara ini dilaksanakan di Gedung Integrated Laboratory (I-Lab) Unmul, Sabtu (8/3) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesetaraan gender merupakan sebuah isu yang sangat melekat pada perempuan. Kesetaraan gender berfokus untuk menyuarakan diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan berdasarkan gender. Mengacu pada Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) 2023, Gender Inequality Index (GII) di Indonesia adalah 0.447. Hal ini menunjukan penurunan nilai sebesar 0.012 dari angka tahun sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu hambatan terbesar bagi kesetaraan gender adalah&nbsp;</span><span><em>glass ceiling</em>&nbsp;</span><span>yang dapat menghambat kesempatan perempuan untuk berkembang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai pembuka rangkaian acara, para peserta melakukan&nbsp;</span><span><em>Focus Group Discussion</em></span><span>&nbsp;(FGD) mengenai sebuah skenario yang telah diberikan. Setelah itu, peserta akan melakukan presentasi mengenai hasil pembahasan kelompoknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara berlanjut dengan sesi&nbsp;</span><span><em>talkshow</em>&nbsp;</span><span>atau gelar wicara bersama Yolanda Wulansari sebagai moderator dan tiga narasumber yaitu Nanang Supratman dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda, Yulia Wahyu Ningrum dari Biro Psikologi Matavhati, dan Refinaja J dari Perempuan Mahardika Samarinda. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti gelar wicara. Acara ini ditutup dengan sebuah&nbsp;</span><span><em>workshop</em></span><span>&nbsp;atau lokakarya di mana para peserta dapat membuat gelang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan berakhirnya acara ini, kami sangat berharap bahwa CIMSA Unmul dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaraan masyarakat mengenai isu kesetaraan gender dan&nbsp;</span><span><em>glass ceiling</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Amanda Amalya Putri, sebagai Documentation and publication Coordinator for BEJEWELED Activity CIMSA Unmul</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KAMMI Unmul Menolak UU TNI Terbaru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/kammi-unmul-menolak-uu-tni-terbaru/baca </link>
<guid> kammi-unmul-menolak-uu-tni-terbaru </guid>
<pubDate> Thu, 27 Mar 2025 19:15:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KAMMI Unmul menyatakan perlawanan terhadap ancaman militerisme </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/kammi-unmul-menolak-uu-tni-terbaru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bXdyZK5TsO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KAMMI Unmul Menolak UU TNI Terbaru</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Unmul menegaskan penolakan terhadap revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) terbaru yang disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada 20 Maret 2025.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai bentuk protes, KAMMI Unmul menggelar aksi propaganda dengan membentangkan baliho di Fly Over Jalan Juanda, Samarinda pada Selasa (25/3) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Revisi UU TNI ini bukan sekadar perubahan regulasi, melainkan ancaman serius terhadap prinsip supremasi sipil dan demokrasi di Indonesia. Kami menilai revisi ini membuka celah kembalinya dwifungsi TNI serta meningkatkan risiko intervensi militer dalam kehidupan sipil dan politik praktis. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengancam stabilitas demokrasi yang telah dibangun melalui reformasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai bangsa yang telah berjuang membatasi peran militer di ranah sipil, Indonesia harus tetap berpegang teguh pada konstitusi dan prinsip demokrasi. Namun, UU TNI terbaru justru membuka jalan bagi otoritarianisme, di mana kekuatan bersenjata berpotensi mengendalikan ruang-ruang demokrasi dan mengancam hak-hak rakyat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KAMMI Unmul dengan tegas menolak regulasi yang memberi ruang bagi militerisme karena berisiko meningkatkan pelanggaran hak asasi manusia serta melemahkan supremasi sipil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai respons atas ancaman ini, KAMMI Unmul menuntut:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membatalkan revisi UU TNI yang berpotensi menghidupkan kembali praktik militerisme dan melemahkan supremasi sipil.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Memperkuat pengawasan sipil terhadap TNI agar tetap berada dalam koridor reformasi dan konstitusi.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjamin netralitas militer dengan menutup segala celah keterlibatan TNI dalam urusan sipil dan politik, demi menjaga kebebasan serta hak-hak rakyat.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demokrasi tidak boleh dikompromikan demi kepentingan segelintir pihak. Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan mahasiswa untuk bersama-sama mengawal isu ini serta menolak segala bentuk pelemahan demokrasi dan supremasi sipil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tunduk tertindas, atau bangkit melawan! Karena diam adalah pengkhianatan!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kembalikan militer ke barak! TNI adalah alat pertahanan negara, bukan alat politik yang bisa digunakan untuk kepentingan segelintir elite.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><em style=""><strong>Ditulis oleh Hamdan Ferdi Maulana, Kepala Departemen Kebijakan Publik KAMMI Unmul 2025</strong></em></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Demi Menjadi Kompeten, Kini Farmasi dan Farmasi Klinis Terintegrasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/demi-menjadi-kompeten-kini-farmasi-dan-farmasi-klinis-terintegrasi/baca </link>
<guid> demi-menjadi-kompeten-kini-farmasi-dan-farmasi-klinis-terintegrasi </guid>
<pubDate> Fri, 28 Mar 2025 20:42:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FF Unmul integrasikan Farmasi Klinis demi standar apoteker yang lebih luas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/demi-menjadi-kompeten-kini-farmasi-dan-farmasi-klinis-terintegrasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lNwshOZKqx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Demi Menjadi Kompeten, Kini Farmasi dan Farmasi Klinis Terintegrasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 1005/DT/2015 tanggal 11 Juni 2015, FF Unmul secara resmi membuka studi minat Farmasi Klinis dalam Program Studi (Prodi) Sarjana Farmasi. Hal tersebut bertujuan untuk membedakan fokus pembelajaran antara Farmasi Klinis dan S1 Farmasi.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Farmasi Klinis lebih memfokuskan pada pelayanan kesehatan dan peran apoteker dalam tim medis, sementara Farmasi mempelajari seluruh aspek yang berkaitan dengan obat. Namun, seiring berjalannya waktu, keputusan ini ditinjau kembali untuk mempertimbangkan apakah pemisahan studi sudah benar-benar efektif bagi mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan memprioritaskan kebutuhan demi menghasilkan mahasiswa yang lebih kompeten, telah diputuskan bahwa studi Farmasi dan Farmasi Klinis resmi dileburkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat faktor dalam penggabungan dua Prodi ini, salah satunya peraturan dari Undang-Undang No.17 Tahun 2023, S1 Farmasi dan Farmasi Klinis harus digabung. Dengan adanya kebijakan pemerintah ini, diharapkan lulusan mahasiswa Farmasi tidak hanya unggul di satu studi saja, tetapi dapat memiliki kompetensi yang seimbang dalam menguasai keduanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjadi apoteker tidak hanya dituntut untuk bisa berperan di satu bidang saja. Jika hanya berfokus pada Farmasi Klinis sebagai farmasi pelayanan saja, hal tersebut dianggap akan kurang komprehensif sebagai seorang apoteker.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka dari itu, kini studi Farmasi terintegrasi satu sama lain agar mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang kefarmasian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pernyataan itu dikonfirmasi langsung oleh Dekan Farmasi, Hadi Kuncoro. Dirinya menyebutkan hal tersebut sudah melalui pertimbangan pihaknya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Hal yang menjadi pertimbangan adalah kita mau meningkatkan kualitas pendidikan Farmasi secara umum itu baik karena ujungnya mahasiswa lulusan Farmasi S1 itu adalah menjadi seorang apoteker,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (6/3).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pernyataan tersebut diperkuat juga dengan ujian standar Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Ujian ini menilai keterampilan mahasiswa dalam menjadi apoteker di segala bidang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini menjadi tantangan besar bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa dirinya telah menguasai semua aspek dari Farmasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum adanya kebijakan pemerintah, studi Farmasi Klinis masih bersifat peminatan. Di mana, mahasiswa tidak memiliki kewajiban dalam menguasai semua aspek dari Farmasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sampai pada diterapkannya ujian standar atau yang dinamakan Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI), kini standar kompetensi apoteker yang berlaku hanya ada satu, tanpa adanya pembagian di antara apoteker klinis maupun umum. Demi memantaskan seluruh mahasiswa agar dapat memenuhi standar kompetensi, Prodi S1 Farmasi Klinis akhirnya dilebur ke dalam Prodi S1 Farmasi, sehingga, seluruh mahasiswa harus menguasai pelayanan dan Industri Farmasi secara bersamaan agar dapat kompeten dalam dunia kerja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhirnya, studi pelayanan klinis akan beralih ke program Magister Farmasi Klinis (S2). Hal ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memperdalam ilmu di bidang pelayanan Farmasi. Dengan adanya program ini, lulusan mahasiswa yang ingin fokus pada aspek pelayanan dapat memiliki akademik yang jelas, tanpa harus keluar dari jejak pendidikan farmasi terintegrasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, mahasiswa yang memiliki tujuan bagi mereka ingin fokus sejak awal merasakan perubahan ini cukup berdampak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya kalau dipisah itu lebih bagus, karena dari awal peminatannya udah beda. Kalau mau ke industri, bisa langsung pilih Farmasi Umum, dan kalau mau ke pelayanan, bisa ke Farmasi Klinis. Tapi karena sekarang digabung, jalurnya jadi sama,&rdquo; ujar Mahasiswa Prodi Farmasi Klinis Fathiyyah Nadine Syafira saat diwawancarai, Kamis (13/3).</span></p><p style="text-align: justify;">Dengan kebijakan baru, Unmul dapat lebih banyak mencetak lulusan Farmasi yang lebih kompeten, baik di industri maupun pelayanan, sehingga dapat berkembang di dunia kerja. <strong><em>(nes/aya/man/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyelami “Panglima dan Muslihat Koloni” & “Pembeliant”: Sebuah Tinjauan Kritis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/menyelami-panglima-dan-muslihat-koloni-and-pembeliant-sebuah-tinjauan-kritis/baca </link>
<guid> menyelami-panglima-dan-muslihat-koloni-and-pembeliant-sebuah-tinjauan-kritis </guid>
<pubDate> Thu, 03 Apr 2025 20:53:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Novel epik Dayak versus VOC dengan konflik psikologis yang mendalam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/menyelami-panglima-dan-muslihat-koloni-and-pembeliant-sebuah-tinjauan-kritis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dXRasHzt3F.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyelami “Panglima dan Muslihat Koloni” & “Pembeliant”: Sebuah Tinjauan Kritis</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Suatu hari, saya menemukan sebuah karya yang menarik perhatian saya&mdash;bermula dari cerpen &quot;Pembeliant&quot; dan berkembang menjadi novel epik &quot;Panglima dan Muslihat Koloni&quot; karya A. F. Sandro. Minat saya untuk membaca karya ini tumbuh, tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap sastra lokal, tetapi juga sebagai respons terhadap kondisi sastra di Kalimantan Timur yang kian kehilangan gairah.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam konteks ini, novel ini menawarkan penyegaran yang sangat dibutuhkan. Tulisan ini akan mengulas secara mendalam keunggulan, tantangan struktural, dan potensi pengembangannya di masa depan, dengan pendekatan kritis yang konstruktif dan bersifat reflektif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karya ini lahir dari sebuah transformasi naratif yang menarik; bermula dari cerpen sederhana &ldquo;Pembeliant&rdquo;, kemudian berevolusi menjadi sebuah novel besar yang mengusung tema perlawanan masyarakat Dayak terhadap penjajahan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Proses transisi ini tidak hanya memperluas cakrawala naratif, melainkan juga menantang penulis untuk mempertahankan esensi cerita yang intim sembari mengembangkannya ke dalam bentuk yang lebih kompleks dan epik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novel ini menampilkan tokoh utama, Nanjan, bersama dengan Nara dan Taman, yang bersama-sama menjadi simbol keberanian, pengorbanan, dan dilema moral dalam menghadapi kekejaman kolonial. Di sisi lain, &lsquo;Pembeliant&rsquo; menawarkan kisah personal yang lebih intim, terutama mengenai hubungan ayah-anak melalui tokoh Sanja, serta pencarian mistis terhadap Pusaka Pembeliant yang diyakini memiliki kekuatan penyembuhan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novel ini mengisahkan perjuangan Nanjan, seorang pemuda yang mewarisi kekuatan legendaris sebagai Panglima, dalam menghadapi kekejaman penjajahan VOC. Bersama Nara dan Taman, ia menjalani perjalanan epik yang dipenuhi konflik moral, dilema kekuasaan, dan pencarian jati diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di balik pertarungan fisik yang mendebarkan, terdapat pertanyaan mendalam mengenai apakah kekuatan yang diwariskan merupakan berkah atau kutukan. Konflik ini diwarnai dengan intrik politik, peperangan epik, dan simbolisme yang kental, seperti penggunaan motif &ldquo;ayam jago&rdquo; sebagai metafora kepemimpinan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kumpulan cerpen &ldquo;Pembeliant&rdquo; terdiri atas lima bagian yang saling terhubung, menggambarkan dinamika hubungan antar generasi melalui perspektif yang lebih personal. Cerpen ini menyoroti hubungan emosional antara ayah dan anak melalui tokoh Sanja, sekaligus mengangkat unsur mistis dengan pencarian Pusaka Pembeliant. Dengan gaya yang lebih intim dan narasi yang padat, cerpen ini menyuguhkan kontras yang menarik antara keintiman hubungan personal dan kekuatan supranatural yang mewarnai dunia yang lebih luas dalam novel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu kekuatan utama karya ini adalah kemampuannya menyatukan adegan aksi yang mendebarkan dengan momen refleksi yang mendalam. Misalnya, dalam adegan pertempuran antara Nanjan dan Timang, narasi dengan cepat beralih dari ketegangan fisik ke monolog internal Nanjan. Walaupun hal ini berhasil menambah dimensi psikologis dan memperlihatkan keraguan serta kegetiran karakter, transisi tersebut terkadang terasa agak mendadak. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk mengoptimalkan dampak emosional, disarankan untuk menyisipkan deskripsi kondisi fisik&mdash;seperti napas tersengal, denyut jantung yang semakin kencang, atau sensasi rasa sakit yang menggetarkan&mdash;sebelum memasuki monolog internal. Teknik&nbsp;</span><span><em>bridging</em></span><span>&nbsp;semacam ini akan menciptakan transisi yang lebih halus antara aksi dan refleksi, sehingga pembaca dapat merasakan kegetiran momen tersebut secara lebih utuh tanpa mengganggu alur ketegangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karakter-karakter utama seperti Nanjan, Nara, dan Taman ditampilkan dengan kompleksitas yang memukau. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai penggerak plot, tetapi juga sebagai cermin yang memantulkan berbagai aspek nilai, konflik internal, dan identitas budaya. Sementara itu, Timang&mdash;yang diciptakan sebagai antagonis&mdash;berhasil tampil sebagai sosok yang lebih dari sekadar kekuatan fisik; ia adalah &quot;force of nature&quot; yang selalu selangkah lebih maju meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih pasca-penjara. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya menyarankan untuk mempertahankan penggunaan simbolisme, misalnya motif &ldquo;ayam jago&rdquo;, dan mengintegrasikannya kembali di momen-momen krusial dalam cerita. Walaupun penulis sengaja mengurangi konflik batin dalam karakter Timang untuk menjaga wibawanya, sedikit&nbsp;</span><span><em>hint</em></span><span>&nbsp;yang halus mengenai dimensi strategisnya&mdash;misalnya melalui dialog atau interaksi singkat&mdash;bisa menambah kedalaman tanpa mengurangi karismanya. Hal ini akan membuat karakter Timang menjadi lebih menakutkan dan tak terlupakan tanpa menimbulkan simpati yang berlebihan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Transisi dari &ldquo;Pembeliant&rdquo; ke &ldquo;Panglima dan Muslihat Koloni&rdquo; merupakan elemen penting yang menghadirkan tantangan tersendiri. Meskipun terdapat usaha untuk mempertahankan&nbsp;</span><span>tone</span><span>&nbsp;intim dari versi cerpen, beberapa segmen terasa agak&nbsp;</span><span><em>stretched</em></span><span>&nbsp;dan kurang terintegrasi secara mulus. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk meningkatkan kesinambungan naratif, disarankan untuk menyisipkan sub-bab pendek yang mengulas proses kreatif dan transformasi tersebut secara eksplisit. Misalnya, sebuah bagian&nbsp;</span><span><em>meta-commentary</em></span><span>&nbsp;yang menyoroti elemen-elemen yang dipertahankan (seperti nuansa personal dan emosional) serta yang diperluas (seperti skala konflik dan kompleksitas politik).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendekatan ini tidak hanya akan menambah kekayaan naratif, tetapi juga membantu pembaca mengapresiasi perjalanan evolusi karya dari bentuk cerpen yang sederhana hingga menjadi novel epik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan analisis keseluruhan, berikut adalah beberapa masukan untuk pengembangan lanjutan: &nbsp;</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Transisi Emosional: Perhalus jembatan antara adegan aksi dan momen refleksi. Sisipkan deskripsi kondisi fisik dan simbolik yang menguatkan pergeseran emosi, agar tiap adegan dapat menyampaikan beberapa tujuan sekaligus&mdash;emosional, mendebarkan, dan pengembangan karakter.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengembangan Karakter Antagonis: Meskipun Timang sengaja dibuat tanpa konflik batin mendalam untuk menghindari simpati, penambahan elemen strategis yang lebih halus&mdash;misalnya, dialog pendek yang menggambarkan kecerdasannya atau momen di mana ia secara singkat menampilkan sisi manipulatifnya&mdash;akan semakin menegaskan posisinya sebagai kekuatan yang selalu berada di depan.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penyatuan Tema: Perkuat kesinambungan tema antara cerpen dan novel dengan menyoroti elemen personal yang tetap terjaga. Misalnya, momen-momen intim dalam &lsquo;Pembeliant&rsquo; dapat diintegrasikan ke dalam novel dengan memasukkan kilas balik atau narasi introspektif yang mengaitkan pengalaman karakter secara lebih mendalam.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara keseluruhan, &ldquo;Panglima</span><span>&nbsp;</span><span>dan Muslihat Koloni&rdquo; serta &ldquo;Pembeliant&rdquo; merupakan karya yang kaya akan nilai sejarah, mitologi, dan dinamika interpersonal yang mendalam. Karya ini tidak hanya menawarkan narasi perlawanan heroik terhadap penjajahan, tetapi juga menggali aspek psikologis dan simbolis yang kompleks dalam diri para karakternya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun terdapat beberapa aspek&mdash;seperti transisi antara aksi dan refleksi, dan pengembangan detail pada karakter antagonis&mdash;yang masih memiliki ruang untuk penyempurnaan, saya sangat mengapresiasi upaya penulis dalam menciptakan dunia yang sarat makna dan intrik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karya ini merupakan penyegaran bagi dunia sastra Kalimantan Timur dan membuktikan bahwa kreativitas serta keberanian dalam mengeksplorasi bentuk dan isi dapat menghasilkan narasi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenung tentang nilai-nilai kepemimpinan, warisan budaya, dan pengorbanan. Oleh karena itu, saya merekomendasikan karya ini kepada pembaca yang mengapresiasi literatur yang penuh dengan nuansa sejarah, fantasi, dan konflik batin yang mendalam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara personal, saya merasa terinspirasi oleh karya ini, terutama karena Sandro berhasil menggabungkan elemen-elemen kecil yang memiliki makna simbolis mendalam dengan alur cerita yang epik. Saya yakin dengan beberapa penyempurnaan pada transisi emosional dan pengembangan karakter, karya ini akan semakin kuat dan meninggalkan kesan yang tak terlupakan di benak pembacanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswi Sastra Indonesia FIB Unmul 2021</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kembalikan Militer ke Barak: Demokrasi Digembosi oleh Pemimpin Bertangan Besi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kembalikan-militer-ke-barak-demokrasi-digembosi-oleh-pemimpin-bertangan-besi/baca </link>
<guid> kembalikan-militer-ke-barak-demokrasi-digembosi-oleh-pemimpin-bertangan-besi </guid>
<pubDate> Fri, 04 Apr 2025 20:56:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Militer kembali merebut ruang sipil yang membuat demokrasi terancam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kembalikan-militer-ke-barak-demokrasi-digembosi-oleh-pemimpin-bertangan-besi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SyaZ1qfTGE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kembalikan Militer ke Barak: Demokrasi Digembosi oleh Pemimpin Bertangan Besi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ada sebuah negeri di mana kebebasan adalah mitos, ketakutan menjadi mata uang politik, dan demokrasi tidak lebih dari perhiasan yang ada di pajangan etalase kekuasaan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sini, seragam loreng bukan sekadar pakaian, melainkan lisensi untuk memerintah. Mereka yang berbicara terlalu lantang akan disuruh diam. Mereka yang melawan akan lenyap dalam senyap sejarah yang dibuat-buat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konon, tentara adalah penjaga bangsa. Mereka disebut tembok pertahanan, perisai rakyat. Namun, sejarah berkata lain. Dari Romawi Kuno hingga junta militer modern, tentara tidak pernah puas dengan sekadar menjaga. Mereka ingin mengatur. Mereka ingin berkuasa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Romawi, para jenderal lebih sering naik tahta daripada melindungi rakyat. Di era perang dunia, nasionalisme picik digerakkan oleh mesin perang. Perang dingin ketika dua moncong besar beradu perkasa. Namun itu bukan hanya tentang rudal dan spionase, tetapi juga tentang militer yang mengontrol isi perut dan pikiran rakyatnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Korea Utara adalah puncak eksperimen saat negara dikuasai militer yang warganya hanya boleh berpikir dalam garis komando. Thailand pun tak jauh berbeda, dengan kudeta sebagai tradisi yang diwariskan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para ahli sudah lama membunyikan alarm kritis. Michel Foucault menulis tentang bagaimana disiplin dan hukuman menjadi alat kendali. Ia melukis panjang dengan teorinya bahwa seringkali kebenaran adalah kekuasaan dan kekuasaan adalah kebenaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Samuel Huntington membongkar bagaimana militer selalu mengintai kesempatan untuk berkuasa, dan sebaiknya di negara-negara demokrasi, kembalikan militer ke baraknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hannah Arendt memperingatkan kita bahwa totalitarianisme lahir dari kontrol mutlak&mdash;dan militerisme adalah pion terbaiknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam konteks Indonesia, militer sudah lama berjalan. Dari Orde Lama hingga Orde Baru, militer selalu punya tempat di tampuk kekuasaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada zaman Soekarno, mereka adalah wasit dalam kekacauan politik. Sebagaimana yang dimaksud oleh Alm. Salim Said yang menulis&nbsp;</span><span><em>Tumbuh dan Tumbangnya Dwifungsi Abri</em></span><span>&nbsp;bahwa dimulainya dwifungsi adalah era Soekarno.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain mengundang kontroversi, dengan kemerdekaan yang baru bertumbuh, tentu ketegangan politik dalam-luar negeri dipertimbangkan. Sehingga ini untuk jalur mitigasi dari gangguan yang hendak kembali menguasai bekas koloninya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini merupakan pertimbangan yang dimatangkan oleh A.H Nasution pada 1958 dengan konsep &quot;jalan tengah&quot; agar alat negara atau Dwifungsi ABRI memiliki dua fungsi, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban negara serta pembinaan masyarakat dan pembinaan wilayah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Era Soeharto, melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966 yang diklaimnya diserahkan oleh Soekarno, sehingga secara de facto ia menapaki kekuasaan pemerintahan. Sikap militer begitu kental, mereka menjadi pemain, wasit, sekaligus pemilik lapangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua gol harus atas nama mereka. Militer berubah wujud menjadi lebih superior ketika secara resmi diterapkannya Ketetapan MPRS No. II Tahun 1969. Menduduki posisi penting di pemerintahan, mulai dari eksekutif, legislatif hingga sektor strategis lainnya adalah perubahan konsep Dwifungsi ABRI.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara praktis, ungkapan atas nama kepentingan bangsa dan pembangunan nasional beberapa sektor di isi oleh pasukan bersenjata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tiba di reformasi, lautan massa menuntut turunnya rezim Soeharto yang otoriter dan korup. Dari berbagai lapisan masyarakat, sebagian terdiri atas kalangan mahasiswa. Mereka datang dengan lantang menyuarakan untuk mengembalikan sistem demokrasi yang seutuhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, runtuhnya rezim Orde Baru yang berkuasa 32 tahun ini dengan bedil, pentungan dan senjata, suara itu harus dibayar mahal dengan darah, kekerasan, kebengisan bahkan penculikan aktivis oleh ABRI.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apakah betul setelah runtuhnya rezim otoriter, bahkan setelah reformasi, sisa-sisa hegemoni itu masih hidup?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Deretan nama seperti Wiranto, Luhut dan tentu Prabowo adalah bukti masih eksisnya mereka dalam pemerintahan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alih-alih sejarah mengutuk mereka, justru sebagian masyarakat lupa akan peran-peran mereka yang bertangan besi. Bahkan Prabowo menjadi Presiden hari ini yang belum diadili dengan kasus pelanggaran HAM di masa lalu. Selebihnya mereka masih eksis, sebab memiliki tanah berhektar luasnya, bisnis, perusahaan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kini, dengan revisi UU TNI, telah diketuk palu pada 20 Maret 2025 oleh parlemen di Senayan, yang sebelumnya digeruduk oleh tiga aktivis yang menjadi sorotan media sosial.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka berteriak dengan mengatakan &quot;TOLAK RUU TNI&quot; ketika berlangsungnya rapat tertutup di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat. Tentu kebijakan ini sangat sukar melihat prosesnya yang kilat dan menghilangkan transparansi serta kurangnya partisipasi publik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kekhawatiran mencuat dengan spekulasi mengembalikan dwifungsi. Ini menjadi anasir yang serius dengan mengutarakan pertanyaan, apakah kebijakan ini untuk kepentingan rakyat banyak atau kepentingan segilintir kelompok?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebab mereka melompat batas pagar-pagar yang telah disusun dalam UU nomor 34 tahun 2004 dengan semangat reformasi. &nbsp;Penunjukkan Mayor Teddy sebagai Sekretaris Kabinet dan Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Staf Khusus Panglima TNI (untuk penugasan sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Bulog).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini merupakan preseden ke depan bahwa mereka ingin lebih dari itu dengan memperluas kembali posisi di pemerintahan sipil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana mungkin kita bisa percaya bahwa militer akan melindungi rakyat sipil, ketika sejarah menunjukkan hal sebaliknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sejarah di berbagai belahan dunia mengajarkan &quot;militer tidak pernah cukup dengan satu kemenangan dan dominasi militer ranah sipil hanya akan menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Myanmar pada 1962 dan 2021 adalah pengulangan sejarah paling brutal, di mana penggunaan intervensi militer dalam pemerintahan sipil melalui dominasi dan jabatan strategis&mdash;tentara datang, demokrasi pergi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Turki sebelum tahun 2000-an, pemerintahan sipil hanyalah boneka para jenderal. Sehingga intervensi dan kudeta pun terjadi pada 1965 dengan ditandai digantinya perdana Menteri oleh Jendral Cemal Gursel yang merupakan seorang militer. Di Indonesia pada Orde Baru, era Soeharto dan pasukannya membantai 400 ribu hingga 1 juta warga sipil Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita hidup dalam cerita Marsinah, Wiji Thukul, Munir dan para tokoh yang lantang bersuara kebenaran, namun dibungkam, diberangus dan hilang berpulangan nama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam perspektif ini, militerisme acapkali dikatakan sebagai ideologi penindas yang bukan hanya urusan politik, tapi juga merasuk ke dalam lapisan sosial, ekonomi, serta budaya. Pertanyaannya kemudian, jika militerisme telah masuk ranah sipil, bagaimana kira-kira hal tersebut berdampak di beberapa sektor?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejarah telah banyak membuktikan, bahwa hal pertama yang dirasakan tentu dampak sosial karena sifat militer adalah bergerak dengan komando. Maka, untuk negara demokrasi seperti Indonesia merupakan hal yang berbahaya. Sebab, akan ada upaya-upaya represi dan intimidasi terhadap suara-suara yang mengkritisi pemerintah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari hal ini timbul masalah baru, yaitu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Penculikan, kekerasan terhadap sipil, hingga pembunuhan merupakan hal yang pernah terjadi di Indonesia. Pelanggaran HAM akibat militerisme di bumi Nusantara telah memberikan trauma kolektif yang berkepanjangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walaupun Era soeharto dikatakan pembantaian paling intensif sejak Nazi. Namun, sampai sekarang pun masalah-masalah HAM di Indonesia sangat tidak mudah untuk dituntaskan dan masih belum menemukan titik yang benar-benar terang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sektor ekonomi tentu akan terdampak dengan kehadiran militer di ranah sipil. Sebelum RUU TNI disahkan, Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Tahun 2025 Kementerian Pertahanan sebesar Rp166,26 triliun, berbanding terbalik dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yaitu Rp 57,68 triliun dan Kemenkes yang hanya Rp 105,64 triliun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari hal tersebut dapat diketahui alokasi anggaran lebih banyak diperuntukkan untuk pertahanan, seperti penambahan kodam berjumlah 22 yang akan tersebar di berbagai Provinsi. Ini tentu tidak sejalan dengan perintah konstitusi yang fokus pada &nbsp;pendidikan dan kesehatan yang semestinya merupakan prioritas, namun menjadi&nbsp;</span><span><em>second choice</em></span><span><em>&nbsp;</em>dalam Anggaran Negara tahun 2025.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ancaman korupsi dan nepotisme juga tidak terelakkan, hal ini sejalan dengan yang disampaikan Anne Krueger dalam teorinya, Rent-Seeking, militer sebagai aktor dominan dapat menggunakan kekuasaan untuk mengamankan keuntungan monopoli tanpa menciptakan nilai tambah. Hal ini bisa menyebabkan terhambatnya persaingan dan inovasi karena dapat merusak produktivitas nasional.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan sisi lain adalah budaya, yakni identitas nasional dipaksa seragam. Propaganda berjalan tanpa henti, penuh kontrol dan pengendalian. Dalam politik, demokrasi hanya ada sejauh diperbolehkan oleh mereka yang menenteng senjata di bawah ketiak pemerintahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kenapa pendekatan kali ini dipilih? Dalam banyak kasus, yang diutarakan adalah kelemahan pemerintahan sipil yang ditandai dengan korupsi dan inefisiensi birokrasi sebagai pembenaran untuk melibatkan militer dalam pemerintahan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi, menurut Alfred Stepan dalam&nbsp;</span><span><em>Rethinking Military Politics</em></span><span>&nbsp;(1988) bahwa bukan alasan kegagalan sipil untuk memberikan ruang keleluasaan pada militer, melainkan momentum memperkuat institusi demokrasi melalui reformasi struktural. Seperti memperkuat Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga ini adalah logika yang berbahaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari studi PBHI (2025) memberikan temuan terkait keterlibatan militer dalam birokrasi sering diikuti oleh intimidasi dan penyalahgunaan wewenang. Jika kita membaca buku Il Principe karya Machiavelli adalah ketakutan itu menguntungkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika rakyat takut, mereka patuh. Ketika mereka patuh, mereka mudah dikendalikan. Samuel Finer memperingatkan kita bahwa militer, ketika diberi sedikit kuasa, akan selalu menginginkan lebih. Jadi, tak sedikit kita akan mendengar dalih &quot;stabilitas&quot;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu dari semua yang telah terjadi, apakah kita akan terus hidup dalam ketakutan? Atau sadar untuk berjuang demi negara demokrasi yang kita inginkan selama ini?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua berada di tangan kita, jika demokrasi ini ingin terus hidup, sadarlah bahwa kita akan dijajah oleh bangsa sendiri. Kita akan kembali melakukan perang kata, tenaga, hingga nyawa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak perlu takut sebab Bung Hatta pun meyakini bahwa demokrasi yang dijiwai oleh masyarakat yang majemuk tak akan sirna begitu saja, asal bangsa kita mau belajar dari kesalahannya dan berpegang kembali kepada ideologi negara yang berjiwa murni.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demokrasi yang mati suri akan bangun kembali ketika rakyat betul-betul menghargai nilai-nilai tersebut. Kemerdekaan telah diraih, bukan lain dan tak bukan adalah sumbangsih rakyat revolusioner.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Revolusioner akan selalu ada di benak rakyat entah muda ataupun tua, laki-laki ataupun perempuan. Sebab, perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia senantiasa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur. Dalam pengertian &quot;Berdaulat&quot; UUD 1945 tertulis bahwa kedaulatan adalah di tangan rakyat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Mario Jonathan Imaat dan Ismail, mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dalam Jarak yang Kupanggil Tanpa Suara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/dalam-jarak-yang-kupanggil-tanpa-suara/baca </link>
<guid> dalam-jarak-yang-kupanggil-tanpa-suara </guid>
<pubDate> Sat, 05 Apr 2025 15:27:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Karena di setiap perjalananmu, ada aku </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/dalam-jarak-yang-kupanggil-tanpa-suara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aTk4SOB62J.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dalam Jarak yang Kupanggil Tanpa Suara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dari kejauhan yang tak bersuara,<br>aku menyimpan syukur yang tak sempat disampaikan.<br>Melihatmu berjalan dalam terangmu sendiri,<br>seperti lilin kecil yang tak pernah padam di pelataran hati.</p><p style="text-align: justify;">Bahagiamu,<br>sudah seperti kidung sunyi di ruang yang senyap;<br>tak diminta untuk didengar,<br>namun terus mengalun bagi yang percaya.</p><p style="text-align: justify;">Aku tak hadir di dekat langkahmu,<br>namun ada dalam bisik yang tak disebut nama.<br>Dari sisi bumi yang tak kau tahu,<br>kupanjatkan hal-hal baik tanpa perlu kau tahu dari siapa.</p><p style="text-align: justify;">Jika kelak takdir menyilangkan cahaya kita lagi,<br>biarlah tak ada yang berubah&mdash;<br>cukup saling tahu, tanpa perlu saling punya.</p><p style="text-align: justify;">Karena di setiap perjalananmu,<br>ada aku,<br>yang menyebutmu dalam diam,<br>dan menyerahkannya<br>pada Cahaya yang mengerti segalanya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswi Sastra Indonesia FIB Unmul 2021</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hidupku Adalah Perjalananku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/hidupku-adalah-perjalananku/baca </link>
<guid> hidupku-adalah-perjalananku </guid>
<pubDate> Sat, 05 Apr 2025 20:37:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasih sayang sejati hadir lewat persahabatan Berliana dan Garbel </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/hidupku-adalah-perjalananku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GVWcdaJtCL.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Hidupku Adalah Perjalananku</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hidup adalah sebuah proses yang dimulai sejak insan dilahirkan, dan akan berakhir sewaktu meninggal dunia. Dimulai dari kualitas penghayatan individu terhadap seberapa mampu ia mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi juga kapasitas yang dimilikinya. Dilema kehidupan akan dirasakan mulai dari rasa kebahagiaan hingga sampai penderitaan.</p><p style="text-align: justify;">Selain tuntutan kehidupan yang menyelaraskan realita, namun dengan seiring waktu hal yang membersamai dengan situasi kehidupan yakni terlampirnya naungan dalam insan keabadian, yang berkesinambungan dengan waktu pada fatamorgana. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apabila seseorang berhasil menemukan makna hidup maka kehidupan ini akan dirasakan sangat berarti. Berliana, seorang penyair ternama, mempunyai seorang sahabat yang setia. Namanya Garbel. Biasanya setiap pagi Garbel mendengarkan kisah-kisah curahan hati dari Berliana. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Suatu hari, Berliana baru saja menyelesaikan karya puisinya yang sangat indah. Puisi tentang seorang wanita yang sedang menjalani dan menyelesaikan kisah pilu hidupnya. Siapa pun yang membaca puisi itu pasti merasa tersentuh. Wanita itu sangat ikhlas dengan semua kejadian dan permasalahan dalam dekapan kasih seorang anak yang memperjuangkan haknya terhadap elemen kehidupan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Garbel, coba ke sini dan lihat puisiku!&rdquo; kata Berliana dengan bangga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Luar biasa, Bel, sangat indah! Pasti laku dengan harga mahal,&rdquo; ujar Garbel.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian Garbel kembali ke gubuk menyiapkan makanan dan minuman. Sementara itu, Berliana maju untuk membaca puisinya lagi. Oh, semakin dekat jaraknya, puisi itu semakin indah terlihat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berliana maju beberapa langkah lagi dan membaca puisinya kembali. Rupanya ia tak sadar bahwa ia tepat berada di tepi danau.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Garbel melihat Sahabatnya yang sudah berada di tepi danau. Alangkah berbahayanya. Bila Berliana maju selangkah lagi, pasti ia terjatuh ke dalam danau. Garbel mendekati naskah puisi dan mengangkat naskah itu dari tempatnya.</p><p style="text-align: justify;">Berliana berlari ke dekat pohon dan berkata dengan marah, &ldquo;Apa-apaan kamu ini, Bel. Berani-beraninya kamu mau merusak puisiku, atau mau mencurinya?!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maaf, Bel, maksud saya&hellip;!&rdquo; jawab Garbel.</p><p style="text-align: justify;">Namun, Berliana tidak mau mendengar penjelasan Garbel.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pergi kau dari sini. Aku tidak memerlukan sahabat yang kurang ajar!&rdquo; seru Berliana dengan wajah merah padam.</p><p style="text-align: justify;">Terpaksa Garbel pergi. Berliana pun membereskan alat-alatnya dan membawa perlengkapannya pulang. <em>Uuuh</em>, rupanya berat juga.</p><p style="text-align: justify;">Esok paginya Berliana membawa lagi naskah puisinya ke sekitar danau. Karena belum puas membaca, hari ini ia akan membaca sepuas-puasnya tanpa diganggu oleh Garbel.</p><p style="text-align: justify;">Mula-mula Berliana memandang puisinya dari dekat, kemudian ia memperpanjang jaraknya. Akhirnya ia sudah mendekati tepi danau. Ia tak tahu di balik pohon besar ada sepasang mata mengawasinya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karya hebat. Aku sendiri pun hampir meneteskan air mata membaca puisi itu. Orang akan tergugah untuk mensyukuri kehidupan. Dan mereka akan berpikir bahwa sebuah ujian adalah bentuk kasih sayang yang amat penting dan berharga!&rdquo; pikir Berliana. Tanpa sadar Berliana maju lagi dan&hellip; <em>oooh&hellip;</em> ia terperosok ke dalam danau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tolooong&hellip; tolooong!&rdquo; jerit Berliana dengan panik. Ia sadar bahwa dirinya akan tenggelam ke dalam danau dan maut akan segera menjemputnya. Saat itulah Garbel muncul sambil membawa tambang. Ia sudah mengikatkan tambang di sebuah pohon besar dekat danau.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pegang tambang ini, Bel!&rdquo; kata Garbel sambil mengulurkan tambang. Lalu Garbel cepat-cepat menarik tambang sekuat tenaga, menarik Berliana dari danau. Keringat bercucuran di wajah Garbel, namun akhirnya ia berhasil menyeret sahabatnya keluar dari danau. Begitu tiba di rerumputan, Berliana pingsan.</p><p style="text-align: justify;">Ketika sadar, ia sudah berada di rumahnya dalam keadaan bersih, Garbel sudah mengurus segala sesuatunya dengan baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terima kasih, Garbel, kamu menyelamatkan nyawaku!&rdquo; kata Berliana.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maafkan aku!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak apa-apa, Bel. Saya senang kamu selamat. Saya membawa naskah kamu kemarin karena aku ingin menarik perhatianmu. Kamu sudah berada di tepi danau waktu itu. Saya khawatir kamu akan jatuh. Tadi aku berjaga-jaga dan menyiapkan tambang karena aku khawatir kamu asyik membaca puisi dan terperosok ke dalam danau!&rdquo; kata Garbel.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Garbel, sahabat setia mendapat hadiah dan kembali bercengkerama bersama sahabatnya. Kasih sayang seorang wanita pada pilihan hidupnya, anak pada takdirnya, kasih sayang seorang penyair pada sahabatnya membuat Berliana makin menyadari arti kasih sayang. Dan sebagai rasa syukur, Berliana memberikan hasil penjualan naskah puisi itu pada panti asuhan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Anisa Nuraini, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmul 2023</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sang Alkemis: Perjalanan Seorang Anak Gembala Mendapatkan Harta Karun Impiannya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/sang-alkemis-perjalanan-seorang-anak-gembala-mendapatkan-harta-karun-impiannya/baca </link>
<guid> sang-alkemis-perjalanan-seorang-anak-gembala-mendapatkan-harta-karun-impiannya </guid>
<pubDate> Mon, 07 Apr 2025 21:16:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mimpi Santiago dan konspirasi semesta hadir dalam The Alchemist </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/sang-alkemis-perjalanan-seorang-anak-gembala-mendapatkan-harta-karun-impiannya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JIIct4RCFB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sang Alkemis: Perjalanan Seorang Anak Gembala Mendapatkan Harta Karun Impiannya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mempunyai impian rasanya pasti dimiliki oleh setiap orang di dunia ini. Termasuk seorang anak pengembala domba bernama Santiago, yang memiliki impian mendapatkan harta karun terpendam di Piramida Mesir pada novel yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Tanti Lesmana.</p><p style="text-align: justify;"><em>The Alchemist</em> atau dalam bahasa Indonesia &ldquo;Sang Alkemis&rdquo; menjadi novel karya Paulo Coelho yang membuat para pembaca terinspirasi melalui kata-kata bijaksana, bermakna, dan membekas dihati. Para pembaca akan mengikuti Santiago dan perjalanannya memperoleh harta karun yang tidak seorang pun mengetahui isinya.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan ini dimulai dari sebuah mimpi berturut-turut mengenai piramida serta harta karun. Mimpi itu mengantarkan Santiago kepada seorang perempuan gipsi, sang penafsir mimpi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perempuan gipsi itu menafsirkan mimpi si Anak Gembala dimana ia harus pergi ke tempat piramida itu berada, Mesir. Ia akan mendapatkan harta karun dan membuatnya kaya raya. Mendengar itu, tentunya Santiago terpincut untuk mendapatkan harta karun tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sembari memikirkan cara meraih mimpinya itu, anak gembala bertemu dengan lelaki tua yang mengaku sebagai Raja Salem, tidak lama setelah bertemu perempuan gipsi. Lelaki tua ini juga mengetahui tentang harta karun dan piramida yang dipikirkan si anak. Lalu, lelaki tua tersebut memberi petunjuk kepada si anak gembala cara untuk menuju tempat piramida berada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tuhan telah menyiapkan jalan yang mesti dilalui masing-masing orang. Kamu tinggal membaca pertanda-pertanda yang ditinggal-Nya untukmu.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kutipan itu menjadi salah satu pesan si lelaki tua kepada anak gembala sebelum keduanya berpisah.</p><p style="text-align: justify;">Selama perjalanan menuju piramida, anak gembala banyak mengalami rintangan yang harus ia lewati. Dari harta perbekalan yang dicuri oleh kenalan barunya di awal perjalanan, terpaksa tinggal di tengah oasis untuk menghindari perang antar suku, dan bertemu wanita gurun yang hampir membuatnya melupakan impiannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Awal rilis pada tahun 1988, Perjalanan Santiago dalam novel ini untuk mengejar mimpinya tidak hanya mengajarkan pembaca semangat dalam meraih impian. Ia juga mengajarkan bagaimana alam semesta dan seisinya berkonspirasi untuk membantunya mencapai tujuan dengan semangat dan keberanian yang Santiago miliki.</p><p style="text-align: justify;">Hingga pertemuan si Anak Gembala dengan sang Alkemis membuat si anak yakin untuk melanjutkan mimpinya. Ditemani sang Alkemis, anak gembala pun melanjutkan perjalanan menuju piramida melewati padang pasir yang luas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan di tengah padang pasir yang dilalui, si Anak Gembala dan sang Alkemis mengalami kejadian-kejadian tidak terduga, membuat keduanya tidak luput dari perbincangan panjang mengenai banyak hal. Mulai dari arti cinta, kesabaran, kegigihan, hingga memahami jiwa dunia.</p><p style="text-align: justify;">Masalah yang harus dihadapi selama perjalanan keduanya yang diceritakan pada novel dengan total penjualan lebih dari 150 juta eksemplar ini, memperlihatkan bahwa tidak masalah apabila dalam proses meraih mimpi terjadi konflik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selagi si Anak Gembala tetap setia dengan tujuan awal dan keinginan belajarnya untuk mendengarkan kata hati, serta peka terhadap tanda-tanda alam semesta membantunya dalam menghadapi rintangannya selama perjalanan.</p><p style="text-align: justify;">Hal-hal yang dialami dan dilalui oleh anak gembala selama perjalanannya meraih harta karun tidak lepas dari rintangan-rintangan yang harus diatasi, serta diperolehnya banyak pelajaran dalam proses meraih mimpi. Jadi pantas rasanya, apabila novel ini diterjemahkan ke dalam 67 bahasa berbeda. Sebab penulis berhasil menuliskan cerita tentang perjalanan meraih mimpi pada setiap kalimat sederhana yang membekas di sanubari pembaca.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, tertarikkah kamu mengikuti perjalanan si Anak Gembala mendapatkan harta karun impiannya? <strong><em>(snk/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jumbo: Duka dan Kehilangan dalam Perspektif Anak-Anak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/jumbo-duka-dan-kehilangan-dalam-perspektif-anak-anak/baca </link>
<guid> jumbo-duka-dan-kehilangan-dalam-perspektif-anak-anak </guid>
<pubDate> Tue, 08 Apr 2025 19:06:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jumbo hadirkan petualangan anak-anak penuh pesan dan warna </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/jumbo-duka-dan-kehilangan-dalam-perspektif-anak-anak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/krTkclmO0v.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jumbo: Duka dan Kehilangan dalam Perspektif Anak-Anak</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Tawa, haru, kehangatan, nuansa lokal yang kental, pun isu kompleks yang dikemas dengan sederhana membuat &ldquo;Jumbo&rdquo; menjadi salah satu film animasi yang layak menemani libur lebaran bersama keluarga.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jumbo&rdquo; menjadi salah satu film animasi terbaik karya anak bangsa yang siap naik di kancah internasional. Animasi setiap karakter dibuat dengan memperhatikan detail-detail kecil, mulai dari ekspresi hingga gerak-gerik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya karakter, bahkan latar hingga pemilihan&nbsp;</span><span>tone warm&nbsp;</span><span>yang mendominasi memberikan nuansa kehangatan saat dilihat. Pemilihan harmonisasi warna-warna cerah juga memanjakan mata penonton yang turut hadir berpetualang bersama Don, sang karakter utama, dan teman-temannya. Semua ini hasil kerja keras oleh 420 lebih kreator yang terlibat dalam proses produksi bersama Visinema Animation.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disutradarai oleh Ryan Adriandhy yang juga sebagai penulis cerita bersama Widya Afrianti, kisah petualangan Don dan teman-teman sangat penuh dinamika. Namun, Ryan dan Widya berhasil mengemas perjalanan kompleks dalam bentuk yang sederhana serta penuh pesan mendalam tanpa menjadi polisi moral.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih dari itu, karakter yang didominasi oleh anak-anak ini membawa kita melihat dunia melalui sudut pandang anak-anak. Karakterisasi dalam film animasi ini dibuat dengan begitu realistis, tidak ada karakter yang sempurna di dalamnya layaknya kehidupan sehari-hari. Mulai dari anak-anak yang memberi julukan Jumbo pada Don, Atta yang kerap merundungnya, Don yang berusaha agar diajak bermain, Don yang egois dan hanya mau didengar oleh teman-temannya, serta memikirkan dirinya sendiri. Semuanya adalah karakterisasi anak-anak yang realistis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari karakterisasi tersebut lah konflik berkembang dan menghasilkan pelajaran-pelajaran yang berharga. Don yang ingin diakui dibantu oleh Mae, Nurman, dan Meri untuk memenangkan pentas dengan balasan tertentu. Namun, Don melanggar janji dan mementingkan pentas selanjutnya tanpa memikirkan kepentingan Meri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini kemudian membuat pertengkaran di antara mereka berempat hingga Don menyadari bahwa sikapnya salah. Sejak itu, ia menyadari bahwa ia juga harus mendengar dan membantu teman-temannya. Bukan hanya ia yang ingin didengar dan dibantu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, film ini cukup kurang realistis untuk diadaptasi anak-anak ke dalam kehidupan. Kemunculan sosok hantu, orang tua Meri yang menjadi menyeramkan karena disetir oleh Pak Kades untuk menyerang, menciptakan suasana seram bagi anak-anak. Juga ketergantungan Don pada teman-temannya yang akan menimbulkan salah paham bagi anak-anak bahwa ia tidak bisa apa-apa tanpa orang lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terlepas dari itu, film ini masih menarik apabila hendak ditonton bersama keluarga sebagai sebuah hiburan. Dengan mengamati hal-hal mendasar seperti sikap pantang menyerah Don dan teman-teman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlu diketahui, perjalanan Don dan teman-teman lebih dari itu. Diawali dengan kehangatan keluarga Don, film animasi ini membawa isu perundungan dan isu sosial seperti kemiskinan dan penggusuran paksa. Makam-makam lama dirusak begitu saja tanpa memedulikan unsur sakral yang dipercayai masyarakat. Semua itu dikemas dalam standar yang masih bisa diterima dan dicerna oleh anak-anak hingga dewasa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui&nbsp;</span><span><em>Jumbo</em>,&nbsp;</span><span>kita juga diajak untuk melihat bagaimana anak-anak memaknai duka dan kehilangan. Khususnya dari sudut pandang Don. Karakter anak-anak yang ditampilkan merupakan anak-anak yang tumbuh tanpa orang tua lengkap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di balik sifat ceria dan ambisiusnya, Don ternyata menyimpan rasa rindu yang mendalam terhadap orang tuanya. Ia bahkan menangis tatkala hanya mendengar suara ibunya. Hanya buku dongeng pemberian orang tuanya sebagai pengobat rindu Don. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita juga dapat melihat bagaimana Atta yang kerap merundung Don mengalami perkembangan karakter. Atta yang hanya hidup berdua dengan Acil, kakaknya, akan melakukan apa saja agar ia bisa membantu kakaknya. Hal ini pula yang membuat ia kemudian bekerja sama dengan Don serta teman-teman yang lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Don dan teman-teman yang tumbuh dengan merasakan duka dan kehilangan, mengharuskan mereka untuk bisa belajar menghargai apa yang ada. Teman, keluarga, hingga hal-hal kecil lainnya. Melalui sudut pandang anak-anak, film animasi ini mengajarkan untuk menghargai apa yang ada di hidup kita. Banyak dialog-dialog yang juga mengajarkan kita banyak hal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagian sentral yang juga menjadi kunci dari film animasi ini adalah&nbsp;</span><span><em>soundtrack</em>&nbsp;</span><span>yang disajikan dalam film. Salah satunya ketika lagu &ldquo;Selalu Ada di Nadimu&rdquo; oleh Bunga Citra Lestari dinyanyikan Don saat pentas dan juga muncul melalui Ibu Don saat anak itu mengenangnya di radio.&nbsp;</span><span><em>Soundtrack</em>&nbsp;</span><span>tersebut sukses membawa kehangatan sekaligus mengingatkan kembali akan perasaan kehilangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Visual, cerita, hingga musik latar tidak ada yang tidak menarik perhatian ketika menyaksikan film animasi ini. Terlebih ketika unsur-unsur lokal ditampilkan. Karena&nbsp;</span><span>Jumbo&nbsp;</span><span>merupakan film animasi Indonesia, maka unsur-unsur di dalamnya pun kental akan nuansa lokal. Lomba tujuh belasan, panjat pinang, kepadatan penduduk, hingga suasana Kampung Seruni benar-benar mencerminkan ciri khas Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, film animasi ini layak masuk dalam daftar film untuk menemani liburan keluarga. Film ini mengajak anak-anak melihat petualangan dan belajar dari pengembangan karakter Don dan teman-temannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Serta mengajak kita untuk melihat bagaimana dunia anak-anak dengan ambisi, &nbsp;kreativitas, dan imajinasinya. Juga mengajak untuk lebih menyadari bagaimana anak-anak memaknai perasaan duka bahkan kehilangan dan membuat mereka menjadi menghargai apa yang ada.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Terakhir, melalui dinamika konflik serta karakterisasi Don dan teman-teman, film animasi ini membawa pesan penting bahwa di dunia ini tidak hanya ada kita seorang. Dunia tidak berpusat pada kita. Kita harus belajar mendengar dan membantu orang lain juga. <strong><em>(ner/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> KHDTK Unmul Ditambang, Mahasiswa Fahutan Tuntut Pengusutan Tuntas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khdtk-unmul-ditambang-mahasiswa-fahutan-tuntut-pengusutan-tuntas/baca </link>
<guid> khdtk-unmul-ditambang-mahasiswa-fahutan-tuntut-pengusutan-tuntas </guid>
<pubDate> Wed, 09 Apr 2025 23:29:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tambang ilegal di KHDTK yang mereka temukan saat kegiatan lapangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khdtk-unmul-ditambang-mahasiswa-fahutan-tuntut-pengusutan-tuntas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Jj7ikas04X.jpg" />
					</figure>
			                <h1>KHDTK Unmul Ditambang, Mahasiswa Fahutan Tuntut Pengusutan Tuntas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Mahasiswa Fahutan Unmul gelar aksi Aliansi Rimbawan Bersatu di Gedung GOR 27 September Unmul, Rabu (9/4). Aksi ini dilakukan untuk menuntut pernyataan sikap pihak birokrat dan mengawal pengusutan tuntas aktivitas tambang ilegal di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, mahasiswa Fahutan Unmul melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di KHDTK Unmul, Minggu (6/4) lalu. Hal ini dilakukan setelah mahasiswa Fahutan Unmul yang tengah melakukan aktivitas di sana menemukan adanya kegiatan tambang di area KHDTK Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diketahui aktivitas tambang tersebut telah berlangsung sejak Sabtu (5/4). Sejumlah mahasiswa dan pihak rektorat turut datang ke lokasi untuk meninjau area yang telah ditambang. Gugatan juga telah disampaikan ke Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Christian Marcellino Amanda mengungkap luas area KHDTK Unmul yang berhasil dibabat sebanyak 3,2 hektare.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Christian juga menyampaikan bahwa terdapat mahasiswa yang mendapat pesan-pesan spam dari nomor tidak dikenal sejak permasalahan tersebut terkuak dan ramai dibicarakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengenai hal tersebut, Christian berharap tidak ada lagi yang akan menjadi korban ancaman seperti itu ke depannya. Ia menyatakan akan terus membersamai mahasiswa Fahutan mengawal dan menindaklanjuti permasalahan tersebut. Ia juga menyampaikan harapannya terhadap pihak Gakkum untuk segera bertindak dan mengusut tuntas aktivitas ilegal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau pun tidak ada, dengan maaf kata, berarti kita ada tindakan yang lebih lanjut lagi dari sekadar memediakan ini,&rdquo; tegas Christian saat ditanyai <em>Sketsa</em>, Senin (7/4).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, meski permasalahan tersebut telah dilaporkan kepada pihak yang berwenang, mahasiswa Fahutan Unmul tidak diam saja. Pada Rabu (9/4) pagi tadi, mahasiswa Fahutan Unmul menggelar aksi Aliansi Rimbawan Bersatu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dipimpin oleh Ahmad Jumaidil selaku Koordinator Lapangan (Koorlap), Aliansi Rimbawan Bersatu berangkat dari Fahutan Unmul menuju Gedung GOR 27 September Unmul. Mereka menuntut pernyataan sikap dan kejelasan pihak birokrat mengenai isu yang tengah hangat tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di tengah keramaian acara halal bihalal Unmul yang tengah diselenggarakan di Gedung GOR 27 September Unmul, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Moh. Bahzar bersama Dekan Fahutan, Irawan Wijaya Kusuma dan pejabat lainnya menemui aksi demonstran yang telah sampai di lokasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Muhammad Syafi&rsquo;i, Muhammad Nova Ramadan, dan Markus Lewis Pasaribu selaku humas aksi maju menghadap sejumlah pejabat yang ada untuk berdiskusi dan menyampaikan tuntutan mereka secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">Bahzar meminta mahasiswa untuk tenang dan menghargai momen halal bihalal yang tengah berlangsung di GOR 27 September Unmul. Ia juga menegaskan pihak rektorat telah melakukan proses gugatan terhadap permasalahan yang terjadi di KHDTK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah kepastian. Sudah pasti ini, sudah dalam proses,&rdquo; tutur Bahzar kepada aksi demonstran, Rabu (9/4).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan agar mahasiswa dan pihak rektorat saling percaya dan tidak terpecah dalam mengawal aktivitas ilegal di KHDTK Unmul itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berharap mahasiswa tidak mudah terpengaruh terhadap kabar selentingan bahwa ada pihak yang mendukung pembabatan hutan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya terdepan <em>nolak</em> itu. Profesor Bahzar, orang daerah, orang Paser,&rdquo; katanya dengan lantang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu Dekan Fahutan, Irawan Wijaya Kusuma menginformasikan akan melakukan konferensi pers dan mengeluarkan rilis dalam waktu dekat. Ia turut menegaskan kepada mahasiswa bahwa kegiatan penambangan tersebut telah dilaporkan, bahkan koordinasi dengan dinas instansi di daerah pun sudah berjalan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Irawan menuturkan, pelaporan memerlukan adanya bukti atau data lapangan. Setelah itu, baru lah proses lainnya bisa dilanjutkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Setelah kita punya itu, kita bisa melaporkan. Nah, proses yang dua hari itu, kami tidak bisa buka karena itu rawan. Akan ada banyak pihak yang masuk,&rdquo; akunya di lokasi aksi, Rabu (9/4).</p><p style="text-align: justify;">Setelah berdiskusi panjang dan menuntut adanya pernyataan sikap nyata dari pihak birokrat, Bahzar, Irawan, dan sejumlah pejabat lainnya menyampaikan pernyataan di hadapan seluruh aksi demonstran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita proses bersama-sama. Nanti kalau tidak terjadi apa-apa &hellip; artinya sudah kita lakukan dengan baik tapi tidak ada perhatian, saya dengan pak Noor, pak Edi, dan pak Dekan akan di depan anda, demo bersama-sama di depan DPR,&rdquo; pungkas Bahzar. <strong><em>(ali/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mini Ensiklopedia Masyarakat Adat Balik: Merawat Ingatan yang Akan Musnah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/mini-ensiklopedia-masyarakat-adat-balik-merawat-ingatan-yang-akan-musnah/baca </link>
<guid> mini-ensiklopedia-masyarakat-adat-balik-merawat-ingatan-yang-akan-musnah </guid>
<pubDate> Thu, 10 Apr 2025 19:31:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemuda Balik lawan kepunahan budaya lewat buku ensiklopedia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/mini-ensiklopedia-masyarakat-adat-balik-merawat-ingatan-yang-akan-musnah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pcKNCi5Zp2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mini Ensiklopedia Masyarakat Adat Balik: Merawat Ingatan yang Akan Musnah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Masyarakat Adat Balik&mdash;salah satu komunitas masyarakat adat Kalimantan Timur&mdash;telah turun-temurun tinggal di kawasan yang kini menjadi ring satu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan jumlah mereka kurang lebih 100&mdash;150 jiwa, suku Balik menempati Kampung Sepaku Lama, Kampung Bumi Harapan, dan Pemaluan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum pemindahan IKN, tidak banyak yang mengenal tentang komunitas Masyarakat Adat Balik, mereka lebih dikenal sebagai Suku Paser. Padahal keduanya secara linguistik berbeda, Suku Balik bisa berbahasa Paser tetapi Suku Paser belum tentu bisa berbahasa Balik. Munculnya perihal Suku Balik ini berawal ketika mereka menentang salah satu proyek sumber daya air kolosal IKN.</p><p style="text-align: justify;">Proyek tersebut merupakan Pembangunan Intake Sungai Sepaku yang ingin menggusur 35 makam leluhur mereka. Tidak hanya itu, rencana penggusuran juga mencakup situs sejarah yang memiliki makna simbolik bagi kehidupan Masyarakat Adat Balik, yaitu Batu Badok, Batu Sekiur, dan Batu Tukar Tondoi.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, proyek yang digadang-gadang oleh IKN akan menanggulangi banjir yang terjadi di Kampung Sepaku Lama, justru membawa derita bagi Masyarakat Adat Balik. Kini mereka merasakan krisis air akibat proyek tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, berbagai ritual adat yang berkaitan dengan sungai tidak bisa dijalankan karena Sungai Sepaku yang telah dibendung sepenuhnya oleh IKN. Derita itu juga dialami oleh para perempuan Suku Balik yang harus kehilangan mata pencariannya.</p><p style="text-align: justify;">Dahulu sebelum Sungai Sepaku dibendung oleh proyek Intake, Sungai merupakan sarana bagi perempuan Suku Balik mencari daun nipah yang dianyam menjadi berbagai produk olahan seperti atap dan dinding. Kini mereka mengalami pemiskinan yang struktural, pendapatan hilang lalu pengetahuan pun lenyap seiring dengan paku beton yang menempel di kiri dan kanan bantaran Sungai Sepaku.</p><p style="text-align: justify;">Proses pembangunan IKN yang selalu mengorbankan Masyarakat Adat Balik ini lah, yang menyebabkan timbul rasa takut dan cemas di kalangan Tetua Adat. Mereka menilai bahwa pembangunan IKN yang dijanjikan pejabat pemerintah akan mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan, nyatanya malah membuat mereka semakin terpinggirkan.</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi ancaman kepunahan terhadap Masyarakat Adat Balik kian membuat napas para tetua adat tersengal-sengal. Menurut identifikasi dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Timur, jumlah penutur Bahasa Balik kini hanya berjumlah sepuluh orang. Jumlah persebarannya meliputi Kampung Sepaku Lama dan Pemaluan, serta usia para penutur rata-rata 50&mdash;60 tahun. Sementara untuk usia di bawah itu tidak bisa lagi menuturkan bahasa Balik.</p><p style="text-align: justify;">Kepunahan bahasa yang dialami oleh Masyarakat Adat Balik ini ditengarai oleh terputusnya ikatan mereka terhadap hutan, tanah, dan sungai yang telah dihilangkan oleh berbagai industri ekstraktif dan pembangunan. &nbsp;Hubungan Masyarakat Adat Balik dan lingkungannya bukanlah sekedar hubungan antara subjek dan objek semata. Tetapi hubungan yang sangat personal sekali.</p><p style="text-align: justify;">Ini terlihat pada cara pandang Masyarakat Adat Balik terhadap lingkungannya, yakni <em>danum</em>, <em>tanaq</em> dan <em>lawang</em> (air, tanah dan hutan) seperti ibu yang menyusui anaknya. Maknanya adalah air, tanah dan hutan memberikan segala sumber pengetahuan dan penghidupan.</p><p style="text-align: justify;">Sederhananya, interaksi Masyarakat Adat Balik dengan sungai, hutan, dan tanah melahirkan berbagai pengetahuan kepada mereka. Seperti kosakata nama tumbuhan dan hewan. Berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan cara berburu, berladang, meramu tanaman untuk dijadikan obat, serta bahan yang digunakan untuk perangkat ritual Masyarakat Adat Balik.</p><p style="text-align: justify;">Ketika hutan dibabat oleh korporasi dan dikorbankan bagi kepentingan pembangunan, tentu saja berbagai jenis keanekaragaman hayati akan musnah dan tak tersisa untuk dilihat kembali. Sehingga masyarakat adat pun akan mengalami suatu peristiwa kehilangan berbagai sumber pengetahuannya, termasuk kosakata untuk menyebut nama hewan, tumbuhan dan berbagai unsur yang hidup di sekitar lingkungan yang mereka tempati.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari data Forest Watch Indonesia (FWI) dalam kurun waktu tiga tahun saja (2018&mdash;2021) di wilayah IKN terjadi deforestasi seluas 18 ribu hektare. Sedangkan sepanjang periode tahun 2022&mdash;Juni 2023 luas wilayah yang mengalami deforestasi seluas 1.663 hektare. Artinya dari hilangnya hampir 20 ribu hektare hutan, Masyarakat Adat Balik kehilangan pula ratusan bahkan jutaan sumber pengetahuan yang mereka miliki.</p><p style="text-align: justify;">Keterancaman terhadap hilangnya berbagai sumber pengetahuan yang dimiliki oleh Masyarakat Adat Balik ini lah, maka Buku Mini Ensiklopedia Masyarakat Adat Suku Balik ini disusun sebagai bentuk perlawanan terhadap ancaman kepunahan yang mereka alami.</p><p style="text-align: justify;">Buku setebal 206 halaman ini berupaya untuk menyoroti sejarah panjang dan keberadaan Masyarakat Adat Balik. Narasi yang dibangun oleh penguasa menganggap bahwa kawasan pembangunan IKN dinyatakan tidak terdapat masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentu ditentang lewat berbagai dokumentasi dan cerita yang telah hidup secara turun-temurun di kalangan Masyarakat Adat Balik. Selain itu, bukti keterikatan mereka terhadap wilayah adatnya dibuktikan dengan berbagai situs sejarah dan makam leluhur yang masih bertahan atau telah tergusur oleh pembangunan IKN.</p><p style="text-align: justify;">Dengan buku ini pula, Masyarakat Adat Balik mencoba bicara kepada dunia luar serta pihak yang ingin mengganggu kedaulatan mereka, bahwa mereka masih ada dan setia untuk menjaga wilayah adatnya. Kehadiran buku ini juga bukan semata-mata hanya untuk dokumentasi sejarah, tetapi menjadi suplemen dan bahan pembelajaran bagi generasi muda Masyarakat Adat Balik untuk kembali mempelajari bahasa ibunya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam proses penyusunan buku ini juga ada berbagai cerita menarik yang tersimpan, tatkala para pemuda Masyarakat Adat Balik yang telah sadar akan kepunahan yang mereka alami. Mulai bergerak dan mencoba kembali terhubung dengan para tetua adatnya, mereka kembali mengunjungi situs sejarah kemudian mendokumentasikannya, dan melakukan wawancara kepada para tetua yang sebelumnya jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">Mereka menggali pelbagai pengetahuan mengenai sejarah perjalanan leluhurnya, ritual dan tahapan dalam perladangan, tumbuhan obat-obatan, perangkat dalam ritual pengobatan, dan sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Para pemuda adat juga mencoba menunjukkan eksistensi keberadaan sukunya berbekal gawai yang mereka genggam. &nbsp;Di tengah hiruk pikuk pembangunan IKN, para pemuda merekam aktivitas saat berada di dalam alam, rumah mereka yang kini terancam oleh pembangunan IKN.</p><p style="text-align: justify;">Mereka kemudian mengunggah kegiatan mereka saat di alam ke kanal Instagram, dan menunjukkan bahwa mereka masih teguh dan setia untuk mempertahankan ruang hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Pendokumentasian berbagai pengetahuan yang dilakukan oleh para pemuda adat ini ke dalam buku juga sejalan dengan perkembangan di tingkat dunia. Masyarakat adat di tingkat dunia saat ini telah secara aktif mendokumentasikan berbagai pengetahuan yang mereka miliki.</p><p style="text-align: justify;">Pengetahuan itu meliputi sejarah, kewilayahan, kelembagaan adat, adat-istiadat, bahasa, teknologi, sistem religi, dan situs-situs berharga yang dimiliki oleh komunitas masyarakat adat. Langkah kecil yang dilakukan oleh para pemuda Masyarakat Adat Balik ini, akan membawa dampak besar bagi masa depan komunitas mereka.</p><p style="text-align: justify;">Buku ini tidak berupaya mencakup seluruh pengetahuan Masyarakat Adat Balik, karena masih terlalu banyak pengetahuan kolektif yang masih tersimpan. Namun, pembaca akan dibawa ke berbagai peristiwa yang dialami oleh Masyarakat Adat Balik, yang membentuk mereka sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Berbagai peristiwa itu membekas hingga sekarang dan acap kali menjadi suatu pengingat bahwa ternyata mereka bisa melewati berbagai peristiwa yang mengancam eksistensi mereka.</p><p style="text-align: justify;">Fase yang secara historis membawa ancaman terhadap mereka, membentuk berbagai pilar pertahanan eksistensi di tengah ancaman pembangunan IKN. Mereka ingin menyatakan lewat buku ini bahwa sebagai masyarakat adat mereka memiliki hak-hak yang tidak boleh dilanggar oleh pihak manapun.</p><p style="text-align: justify;">Ini selaras dengan salah satu etika ditingkat internasional yakni <em>Free and Prior Informed Consent</em> (FPIC) atau Persetujuan Berdasarkan Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa) bahwa masyarakat adat memiliki hak menerima atau menolak setiap proyek pembangunan yang berada di wilayah adat mereka. Prinsip ini penting untuk disokong dan dilaksanakan agar menjamin harkat dan martabat kemanusiaan.</p><p style="text-align: justify;">Pada realitasnya pembangunan IKN sama sekali tidak mengamalkan atau melaksanakan etika internasional tersebut. Pembangunan yang masih melakukan akumulasi perampasan ini mengingatkan kita pada cara-cara kolonial dulu dalam menguasai lahan milik masyarakat adat dengan undang-undang agraria-nya yang di dalamnya memiliki konsep dengan nama &ldquo;Domein Verklaring&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Isi undang-undang itu berbunyi, &ldquo;Apabila masyarakat tidak bisa membuktikan hak eigendom (hak milik) atas tanah maka negara boleh mengambil tanah tersebut&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Ini ciri khas cara pandang kolonial terdahulu, meminjam pandangan dari Naomi Klein bahwa Kolonialisme selalu memandang suatu wilayah itu sebagai ruang kosong tanpa tuan (Terra Nullius). Maka dari itu wilayah tersebut dapat dieksploitasi sedemikian rupa.</p><p style="text-align: justify;">Ini dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2024 Tentang Percepatan Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Presiden mengobral Hak Guna Usaha (HGU) selama 190 Tahun dan Hak Guna Bangunan (HGB) selama 160 Tahun pada para investor untuk menarik minat mereka membangun IKN.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, privatisasi terhadap Sumber Daya Alam Sungai Sepaku yang dimanfaatkan sejak dahulu oleh Masyarakat Adat Balik sebagai sarana membangun kehidupan dan sarana mereka membangun peradabannya, kini tidak dapat lagi digunakan oleh Masyarakat Adat Balik.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip perkataan mendiang Romo Yusuf Bilyarta Mangunwijaya yakni, &ldquo;Yang selalu menjadi korban oleh pihak yang lebih kuat dalam masa kemerdekaan maupun pembangunan adalah rakyat kecil, khususnya yang miskin, terlebih perempuan dan anak-anak&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ini ditulis oleh Andreas Hului, mahasiswa program studi Pembangunan Sosial FISIP Unmul 2020</strong></em><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Buka Jalur Penerimaan Khusus untuk Anggota Pramuka Berprestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-buka-jalur-penerimaan-khusus-untuk-anggota-pramuka-berprestasi/baca </link>
<guid> unmul-buka-jalur-penerimaan-khusus-untuk-anggota-pramuka-berprestasi </guid>
<pubDate> Fri, 11 Apr 2025 20:02:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anggota pramuka berprestasi kini punya jalur khusus ke Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-buka-jalur-penerimaan-khusus-untuk-anggota-pramuka-berprestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/9BMcN0NoEW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Buka Jalur Penerimaan Khusus untuk Anggota Pramuka Berprestasi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unmul menjalin kerjasama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Kaltim terkait penerimaan mahasiswa baru. Penandatanganan <em>Memorandum of Understanding</em> (MoU) pada Jum&rsquo;at (31/1) lalu diharapkan agar anggota pramuka yang memiliki pembinaan moral, spiritual dan karakter yang kuat dapat melanjutkan pendidikan di Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang banyak orang ketahui, pramuka sudah diajarkan sejak SD hingga SMA. Bahkan di Unmul, Pramuka masih menjadi salah satu pilihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan keaktifannya di kepramukaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Anggota Pramuka mendapat pembinaan yang baik dari segi moral, spiritual, dan karakter. Berdasarkan data dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, jumlah anggotanya sendiri di Indonesia mencapai hingga 25 juta anggota, sementara di Kaltim terdapat lebih dari 25 ribu anggota aktif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Unmul yang melihat anggota Pramuka adalah generasi muda yang memiliki pembinaan di bidang tersebut, memutuskan menjalin kerja sama dengan Kwarda Kaltim terkait penerimaan mahasiswa baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang dikatakan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Lambang Subagio ketika diwawancarai pada Rabu (9/4) lalu. Ia mengatakan, pramuka merupakan organisasi yang sudah <em>settle</em> dalam hal pembinaan semangat moral, spiritual, karakter dan lain-lain.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu juga merupakan bagian dari tujuan kami dalam hal pembinaan karakter,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain agar anggota Pramuka berprestasi dan putra-putri daerah dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, Lambang menambahkan penandatanganan MoU juga memiliki kriteria khusus, tergantung Program Studi (Prodi) dan keketatan prodinya.</p><p style="text-align: justify;">Pada awalnya, pramuka memang menjadi salah satu penilaian dalam seleksi penerimaan prestasi yang masuk dalam kategori prestasi non-akademik. Namun, tahun ini Unmul sedang mempertimbangkan akan adanya jalur penerimaan khusus anggota pramuka yang mendapat rekomendasi Kwarda Kaltim dan beberapa jalur lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan hanya pramuka <em>sih</em>, sebetulnya juara pencak silat (dan) juara MTQ kami akomodir, karena kami tetap mempertimbangkan prestasi. Tapi, ada prestasi <em>plus-plus</em>-nya,&rdquo; ujar Lambang.</p><p style="text-align: justify;">Melalui MoU yang ada, dijelaskan bahwa jalur penerimaan berbasis kepramukaan dilakukan melalui jalur penerimaan mandiri. Pelaksanaan kerjasama ini berlaku selama dua tahun sejak penandatanganan MoU dilakukan. Sehingga, pada 2025 dan 2026 mendatang dapat dipastikan ada jalur penerimaan bagi calon mahasiswa baru yang berprestasi di bidang pramuka. <em><strong>(man/myy/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pada Dia yang Menawan Sekali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pada-dia-yang-menawan-sekali/baca </link>
<guid> pada-dia-yang-menawan-sekali </guid>
<pubDate> Sat, 12 Apr 2025 20:22:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Semoga dijaga Tuhan selalu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pada-dia-yang-menawan-sekali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GUi7RwasAE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pada Dia yang Menawan Sekali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pada dia yang menawan sekali, <br>semoga dijaga Tuhan selalu.<br>Dalam tatapnya jejak bercahaya,<br>seperti sinar yang berpijar di mimbar.<br>Dalam suaranya damai bersemi,<br>bagai kidung lirih di hening pagi. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada dia yang menawan sekali,<br>semoga dijaga Tuhan selalu.<br>Tutur kita mengalir perlahan,<br>bagai eliksir dalam piala cawan.<br>Setiap kata mendalam terasa,<br>seperti doa di senja merona. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada dia yang menawan sekali,<br>semoga dijaga Tuhan selalu.<br>Kita berjalan di jalur sendiri,<br>namun jejak bertaut dalam kisah kasih.<br>Tak perlu janji untuk diikat,<br>cukup pertemuan bermakna erat. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada dia yang menawan sekali,<br>semoga dijaga Tuhan selalu.<br>Jika kelak kita kembali bersua,<br>biarlah tetap seperti semula.<br>Seperti dupa membubung perlahan,<br>meninggalkan jejak tanpa beban. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2021</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Resmi Menjadi Alumni, Rudy Mas'ud Raih Gelar Doktor dalam Wisuda Unmul Gelombang I 2025 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-menjadi-alumni-rudy-masud-raih-gelar-doktor-dalam-wisuda-unmul-gelombang-i-2025/baca </link>
<guid> resmi-menjadi-alumni-rudy-masud-raih-gelar-doktor-dalam-wisuda-unmul-gelombang-i-2025 </guid>
<pubDate> Sat, 12 Apr 2025 23:59:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gubernur Kaltim menjadi salah satu wisudawan dalam Wisuda Gelombang I </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/resmi-menjadi-alumni-rudy-masud-raih-gelar-doktor-dalam-wisuda-unmul-gelombang-i-2025/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/up30BBDrKH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Resmi Menjadi Alumni, Rudy Mas'ud Raih Gelar Doktor dalam Wisuda Unmul Gelombang I 2025</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Unmul kembali menggelar prosesi wisuda pertama tahun ini, Sabtu (12/4). Berbagai momen mewarnai pagelaran Wisuda Gelombang I 2025 kali ini. Mulai dari pertunjukan dari mahasiswa Unmul hingga hadirnya Gubernur Kaltim Rudy Mas&rsquo;ud sebagai wisudawan.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya sendiri, kakak Rudy Mas&rsquo;ud, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Hasanuddin Mas&rsquo;ud turut hadir untuk mengambil gelar doktornya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, istri Gubernur Kaltim yang juga merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Kaltim Sarifah Suraidah juga tampak menghadiri acara tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Acara dimulai sejak pukul 8 pagi, dengan para wisudawan yang sudah memasuki GOR 27 September Unmul, lokasi wisuda berlangsung.</p><p style="text-align: justify;">Walaupun didera lambaian kipasan dari masing-masing hadirin akibat panasnya ruangan, euforia hari kelulusan masih menyelimuti lokasi acara. Terdapat 1.534 wisudawan dari 13 fakultas yang terbagi per strata. Adapun klasifikasinya yakni Diploma 13 orang, Sarjana 1.305 orang, Profesi 90 Orang, Magister 113 orang, Spesialis 6 orang, dan Doktor 13 orang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sama seperti tahun lalu, lagi-lagi FKIP menyumbangkan wisudawan terbanyak dengan jumlah 345 orang. Disusul FT, FEB, dan FISIP dengan wisudawan terbanyak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Laporan tersebut dikonfirmasi langsung melalui pidato yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Lambang Subagiyo.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Selamat dan sukses para wisudawan atas keberhasilannya meraih gelar Ahli Madya, Sarjana, Magister, Spesialis, dan Doktor Universitas Mulawarman,&rdquo; ucap Lambang Subagiyo dalam laporan, Sabtu (12/4).</p><p style="text-align: justify;">Momen berbahagia turut dirasakan bagi para wisudawan terbaik, di antaranya Vincent Surianto, wisudawan Teknik Industri yang mewakili sambutan seluruh wisudawan dengan IPK sempurna (4.00) dan masa studi tiga tahun delapan bulan. Ada juga Mardiono, Doktor Ilmu Manajemen, sukses menjadi wisudawan terbaik program S3 dengan IPK sempurna dengan masa studi dua tahun sebelas bulan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sri Winaryanti dari Magister Ilmu Perikanan dengan IPK sempurna sukses menjadi wisudawan terbaik Strata Magister. Kemudian, Fiki Hibatul Wahfi dengan Spesialis Bedah menjadi wisudawan terbaik bidang spesialis dengan IPK 3,91.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selanjutnya Muhammad Hardian Passidin melengkapi wisudawan terbaik bidang profesi dari Profesi Dokter dengan IPK 3,87. Ditutup oleh Nur Azizah S. Putri dari D3 Farmasi dengan IPK 3,91 yang sukses menjadi wisudawati terbaik Strata Diploma.</p><p style="text-align: justify;">Dalam acara tersebut, Rudy Mas&apos;ud turut menyampaikan pesan dan kesannya dalam pergelaran wisuda kali ini. Ia memberikan perspektifnya mengenai tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh para wisudawan dan berharap mereka dapat menjadi pencipta lapangan pekerjaan dengan jiwa kewirausahaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita jangan hanya sebagai penonton, kita juga harus menjadi pemain,&rdquo; ujar Rudy Mas&rsquo;ud, Sabtu (12/4).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu juga Rudi kembali menekankan komitmennya dalam menjalankan program &ldquo;Gratispol&rdquo;, besutannya, yang memberikan kesempatan pendidikan gratis dari S1&mdash;S3.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita gratiskan semuanya di seluruh jajaran universitas di Kalimantan Timur baik swasta maupun negeri. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencetak generasi emas kita. Kalau kita gagal menyiapkan generasi emas kita, berarti kita sedang menyiapkan generasi cemas kita,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur selaku Rektor Unmul juga berharap para wisudawan dapat terus berkarya seterusnya di dunia karier. Ia juga menyampaikan sederet prestasi yang telah dicapai Unmul dalam beberapa waktu terakhir yaitu pencapaian tuju Program studi (Prodi) terakreditasi internasional, hingga rencana pengembangan tiga fakultas baru, yakni Kedokteran gigi, Kedokteran Hewan, dan Keolahragaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita mencoba untuk bersama-sama menyatukan langkah, pikiran, untuk bersama-sama sebagai alumni, sebagai lulusan Universitas Mulawarman untuk bisa membangun dan berkontribusi untuk pembangunan dan kemajuan Universitas Mulawarman. Dan Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan Gubernur Kaltim dan ketua DPRD Kaltim adalah sah sebagai alumni dan keluarga Universitas Mulawarman&rdquo; Ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unmul, Sarkowi V. Zahry turut menyampaikan harapannya bagi seluruh wisudawan. Dia meminta agar para wisudawan dapat menjaga solidaritas satu sama lain terutama dalam menghadapi tantangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dirinya juga menyinggung solidaritas dalam menyelesaikan permasalahan tambang ilegal yang mencaplok hutan edukasi Unmul di Lempake Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang ini kita sedang menghadapi tantangan penambangan ilegal hutan Unmul KHDTK di Lempake. Ini menyangkut rumah kita yang dijarah oleh orang yang datang tidak diundang, tentu tak layak pulangnya kita antar,&rdquo; ujar Sarkowi, Sabtu (12/4).</p><p style="text-align: justify;">Meski terdapat hambatan audio sekilas sepanjang jalannya prosesi wisuda, sesuai tradisi, acara tetap diakhiri dengan Abdunnur beserta jajaran dan juga Rudy Mas&apos;ud bernyanyi bersama. &nbsp;<strong><em>(mar/aim/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Gelombang I 2025 Sukses Terselenggara, Wisudawan: Ini Ungkapan Kami untuk Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-i-2025-sukses-terselenggara-wisudawan-ini-ungkapan-kami-untuk-unmul/baca </link>
<guid> wisuda-gelombang-i-2025-sukses-terselenggara-wisudawan-ini-ungkapan-kami-untuk-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 14 Apr 2025 22:16:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wisuda Unmul meriah, tapi keluhan soal panas mencuat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-i-2025-sukses-terselenggara-wisudawan-ini-ungkapan-kami-untuk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/spAOLufTXw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Gelombang I 2025 Sukses Terselenggara, Wisudawan: Ini Ungkapan Kami untuk Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pada Sabtu (12/4) di suasana pagi yang cerah, GOR 27 September Unmul kembali dipenuhi baju dan topi toga, batik, jas, serta berbagai pakaian formal lain yang sangat mencolok sejauh mata bisa memandang. Sorot lensa kamera bertebaran di halaman parkir menawarkan jasanya, haru tangis kebahagiaan orangtua kepada anaknya, begitu pula suami kepada istrinya yang sudah sah menyandang gelar dibelakang namanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut merupakan sebuah pertanda Unmul kembali menuntaskan kewajibannya sebagai institusi pendidikan, yaitu meluluskan para mahasiswanya.</p><p style="text-align: justify;">Pada pukul 8 pagi, sebanyak 1.534 wisudawan memasuki GOR 27 untuk melaksanakan pemindahan tali toga yang akan menandakan awal dari kelulusan mereka setelah lama berjuang.</p><p style="text-align: justify;">Banyak kesan pesan yang tersampaikan, baik dari awal hingga berakhirnya prosesi kegiatan. Diselingi juga beberapa penampilan paduan suara dan tari sebagai penghilang rasa bosan yang tentu ditutup oleh penampilan Rektor Unmul, Abdunnur beserta para tamu undangan pada akhir sesi acara.</p><p style="text-align: justify;">Semua kesan pesan yang disampaikan terangkum jelas di dalam beberapa sambutan, yang dimulai dari perwakilan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul, dilanjutkan Rektor Unmul, dan diakhiri perwakilan mahasiswa yang diwakilkan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas&rsquo;ud.</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari kemewahan dan kesenangan yang berusaha ditampilkan di depan panggung, terdapat beberapa kendala di belakang panggung yang cukup &nbsp;dirasakan oleh para wisudawan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika para pejabat dan tamu undangan mendapatkan &ldquo;penanganan spesial&rdquo; mulai dari tempat duduk sampai pendingin udara, di sisi lain ada wisudawan hingga orangtua wisudawan yang hanya menggunakan kotak makan sebagai &ldquo;penyejuk udaranya&rdquo;, dikarenakan tidak semua area terjangkau oleh penyejuk udara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini tentu menjadi ironi dikarenakan banyak wisudawan beserta orangtuanya yang sudah bersolek segagah dan secantik mungkin agar bisa berfoto kemudian, harus luntur riasannya hanya karena basah keringat yang seharusnya bisa diatasi.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan ini didukung oleh beberapa peserta wisudawan yang telah diwawancarai, salah satunya Silvia Andriana, wisudawan FISIP yang telah menempuh pendidikannya sejak 2017 dengan predikat sangat memuaskan. Silvia juga mengatakan bahwa selama berkuliah di Unmul tidak mengalami kendala yang cukup besar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menyenangkan, baik, terus juga <em>so far</em> enak aja sih,&rdquo; ujarnya saat ditanyai langsung di lokasi wisuda.</p><p style="text-align: justify;">dia juga mengatakan selama prosesi wisuda semua berjalan lancar, tetapi ada satu yang menjadi masalah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Prosesinya cukup baik sih, cuma sedikit panas ya tempatnya. penuh dari atas sampai bawah, <em>rundown</em> sesuai sih jamnya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Hal yang sama disampaikan oleh Lailani, wisudawan Magister FEB. Dia menempuh pendidikan S1 di Yogyakarta dan melanjutkan studi magisternya di Unmul. Selama berkuliah di Unmul, banyak susah senang yang didapatkannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Senangnya <em>sih</em> ketemu teman baru ya, orang-orang baru dari kantor lain. Susahnya mungkin ketemu dosen <em>sih</em> ya, dosen kan agak susah dicarinya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia turut berharap kepada Unmul Muda agar terus giat belajar dan jangan patah semangat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk Unmul muda semoga sukses terus, pokoknya giat terus, jangan patah semangat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lailani juga memberikan saran kepada sivitas akademika untuk mempermudah urusan administrasi, terkhususnya mengenai pin wisuda karena tidak semua wisudawan merupakan generasi muda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin saran aja, kami agak kesulitan kemarin mengenai pin wisuda, agak ribetnya di sana, agak lamanya di sana. Mungkin bisa dipercepat dan jangan dipersulit.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Maksudnya ada mahasiswa yang masih muda, mungkin ada bapak-bapak umurnya lebih tua 50-an, <em>nah</em> itu &lsquo;kan gak bisa kemana mana mungkin bisa dipermudah aja, jangan dilempar kemana mana,&rdquo; tuturnya dalam wawancara singkat.</p><p style="text-align: justify;">Vincent Surianto, salah satu wisudawan lulusan terbaik mewakili jenjang strata 1 dari FT mengatakan merasa senang bisa menjadi peserta wisudawan pada gelombang ini, mengingat gelombang ini memiliki peserta dari kalangan pejabat, yaitu Gubernur dan ketua DPRD Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi kurang lebih acaranya seru banget, dari pagi sampai siang. <em>kurleb</em> berjalan lancar dan kami bersyukur juga bisa diwisuda bareng Gubernur dan bersama Ketua DPRD Kaltim.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menerangkan, selama berkuliah di Unmul terasa menyenangkan dikarenakan adanya rasa saling tolong menolong antar teman satu angkatan, dan alasan ini pula yang membuatnya tetap semangat dalam menjalankan kuliah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kesannya seru banget ya, apalagi kita bersama teman satu angkatan, solid. Khususnya kalo anak anak teknik itukan yang utama solidaritas dan kita punya jargon &ldquo;Industry Unity&rdquo; namanya. Jadi walau ada kesulitan dalam belajar atau mengikuti kelas, yang pasti teman teman selalu menyemangati, selalu <em>support</em>, tolong menolong. Itu yang membuat aku, terkhusus semangat dalam menjalankan kuliah.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, dia menyampaikan terima kasih kepada dosen dan seluruh sivitas akademika yang telah membersamai. Tidak lupa dia memberikan semangat kepada mahasiswa lain yang belum selesai menempuh gelar sarjananya dan juga kepada wisudawan yang baru lulus berharap agar ilmu dan pengetahuannya bermanfaat untuk khalayak banyak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama, pasti kami mau ucap terima kasih kepada bapak/ibu dosen, terkhusus seluruh sivitas akademika yang telah membersamai kami, juga kepada teman-teman semua tetap semangat, yang belum lulus cepat diselesaikan studinya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk teman-teman yang diwisuda hari ini, semoga bermanfaat ilmu dan pengetahuannya, bisa berguna bagi bangsa dan negara.&rdquo; <strong><em>(aim/mar/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> AMAN Gelar Rakernas, Bahas Sejumlah Isu Masyarakat Adat Terkini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/aman-gelar-rakernas-bahas-sejumlah-isu-masyarakat-adat-terkini/baca </link>
<guid> aman-gelar-rakernas-bahas-sejumlah-isu-masyarakat-adat-terkini </guid>
<pubDate> Tue, 15 Apr 2025 11:19:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rakernas AMAN kritik IKN dan tuntut perlindungan adat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/aman-gelar-rakernas-bahas-sejumlah-isu-masyarakat-adat-terkini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LGSGdfVju6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>AMAN Gelar Rakernas, Bahas Sejumlah Isu Masyarakat Adat Terkini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AMAN ke-VIII di wilayah Adat Kutai Adat Lawas Sumping Layang, Desa Kedang Ipil, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim. Kegiatan yang dihadiri oleh masyarakat adat, organisasi masyarakat, dan sejumlah akademisi tersebut dibuka pada Senin (14/4) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Mengangkat tema &ldquo;Perkuat Resiliensi Masyarakat Adat di Tengah Pembangunan yang Merusak&rdquo;, Rakernas AMAN ini akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan hingga Rabu (16/4).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan yang dihadiri oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia ini terdiri atas Pawai Adat, Dialog Umum, Konferensi Pers, Rakernas, serta Pameran dan Pagelaran Budaya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dimoderatori oleh Abdon Nababan, Rakernas AMAN menggaet sejumlah narasumber yang berasal dari pemerintah dan lembaga yang berkaitan dengan isu masyarakat adat. Narasumber tersebut di antaranya Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMAN Rukka Sombolinggi, perwakilan komunitas Masyarakat Adat terdampak IKN Dahlia, Akademisi Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Yance Arizona, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Puguh Harjanto.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, acara tersebut juga mengundang Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono yang kemudian diwakili oleh Deputi bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN (OIKN) Alimuddin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Keresahan Masyarakat Adat</strong></p><p style="text-align: justify;">Dialog publik dalam rangkaian Rakernas tersebut membahas dinamika pembangunan IKN serta tantangan dan harapan masyarakat adat di baliknya. Lambannya proses legislasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat menjadi salah satu isu yang diangkat.</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat adat menuntut adanya pengakuan dan perlindungan hak-hak mereka, dengan mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan RUU masyarakat adat yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.</p><p style="text-align: justify;">Pengakuan yang dimaksud ialah dengan memvalidasi dan menghargai keberadaan masyarakat adat dan tidak merenggut wilayah adat mereka untuk kepentingan pembangunan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Memaksa pindah dengan kompensasi adalah memaksa. Pelecehan. Karena tidak ada pilihan,&rdquo; tukas Rukka dalam konferensi pers, Senin (14/4).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga menekankan adanya sebuah kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup mereka. Ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Rukka saat konferensi pers berlangsung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya, yang wajib dilakukan saat ini di IKN adalah, hentikan semua kegiatan di IKN di tempat-tempat yang saat ini ada indikasi bahwa ada masyarakat adat,&rdquo; tuntutnya.</p><p style="text-align: justify;">Rukka menegaskan, jika pembangunan masih terus dilakukan di wilayah adat mereka, maka &lsquo;pengakuan&rsquo; terhadap masyarakat adat akan dianggap tidak ada.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya pada dialog publik, Alimuddin menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kaltim mengalami peningkatan setelah adanya pembangunan di IKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kaltim kurang lebih tujuh persen. Jauh di atas rata-rata nasional,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, realitanya, masyarakat suku asli di sana tidak merasakan peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut. Dahlia mengungkap, masyarakat kesusahan untuk mencari pekerjaan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orang (suku) Balik-nya itu sangat kesusahan, apalagi anak-anak mudanya untuk mencari pekerjaan juga masih dengan persyaratan-persyaratan yang S-1. Itu yang sangat susah buat kami,&rdquo; tutur Dahlia dalam konferensi pers, Senin (14/4).</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya persoalan di atas, masyarakat adat turut menentang rencana pembuatan taman nasional di Meratus. Sebab, hutan di Meratus merupakan wilayah tempat mereka mengadakan berbagai ritual yang telah dijaga dan dilestarikan selama ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami setiap tahun ini ada ritual. Membuka ladang, membuka hutan itu ada ritual. Jadi, kadak (tidak) bisa kalau dijadikan hutan nasional,&rdquo; protes Mirdianto selaku Ketua Dewan AMAN Hulu Sungai Tengah pada saat konferensi pers berlangsung. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami jelas, Kalimantan Selatan itu menolak bahwa adanya hutan nasional, taman nasional,&rdquo; tegas Mirdianto.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Problematika lain yang disinggung dalam konferensi pers tersebut ialah pembunuhan tetua adat di Muara Kate yang hingga sekarang belum juga diusut tuntas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Warga Dayak, Muara Kate Warka Linus menyampaikan, mereka masih terus berjuang agar kasus tersebut dapat menemui titik terang dan pelaku pembunuhan bisa ditemukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu sangat menghina kita selaku orang Dayak. Orang tua lagi tidur karena kelelahan, dijagal,&rdquo; seru Warka Linus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melihat berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat adat ini, Rukka menyerukan, tidak dapat mengandalkan hukum. Ia mengatakan, masyarakat adat akan terus melawan hukum yang tidak adil dan bertentangan dengan hukum tertinggi, yaitu Undang-Undang Dasar (UUD).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita menolak tunduk pada hukum yang menindas. Dan di tengah-tengah situasi ini, kalau itu terus-terus dibiarkan maka kasus seperti ini akan (selalu) terjadi,&rdquo; imbuhnya. <strong><em>(ali/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembukaan RAKERNAS AMAN VIII: Konsolidasi Resiliensi di Tengah Gempuran Pembangunan yang Merusak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/pembukaan-rakernas-aman-viii-konsolidasi-resiliensi-di-tengah-gempuran-pembangunan-yang-merusak/baca </link>
<guid> pembukaan-rakernas-aman-viii-konsolidasi-resiliensi-di-tengah-gempuran-pembangunan-yang-merusak </guid>
<pubDate> Tue, 15 Apr 2025 11:34:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> RAKERNAS AMAN VIII tegaskan perlawanan Masyarakat Adat terhadap perampasan wilayah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/pembukaan-rakernas-aman-viii-konsolidasi-resiliensi-di-tengah-gempuran-pembangunan-yang-merusak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tIinBwPDra.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembukaan RAKERNAS AMAN VIII: Konsolidasi Resiliensi di Tengah Gempuran Pembangunan yang Merusak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ratusan peserta dari berbagai wilayah berkumpul di Desa Kedang Ipil, wilayah adat Kutai Adat Lawas Sumping Layang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (RAKERNAS AMAN) VIII. Rakernas kali ini mengusung tema, &ldquo;Perkuat Resiliensi Masyarakat Adat di Tengah Gempuran Pembangunan yang Merusak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pembukaan Rakernas ditandai pawai budaya yang melibatkan ratusan peserta berpakaian adat, Senin (14/4/2025). Selain menjadi penanda dimulainya RAKERNAS AMAN VIII, pawai ini juga memperingati Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara 2025 dan merayakan 26 tahun berdirinya AMAN. Di tengah masifnya proyek pembangunan yang merusak, pawai ini menjadi simbol keteguhan Masyarakat Adat dalam menjaga budaya dan identitasnya.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Panitia Pelaksana, Yoga Saeful Rizal, menyatakan bahwa pemilihan Kedang Ipil sebagai tuan rumah RAKERNAS AMAN VIII bukan sekadar teknis, melainkan memuat makna politis. Wilayah adat ini berada di garis depan ancaman ekspansi sawit dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). &ldquo;Seluruh kekuatan AMAN berkumpul di sini, memperkuat solidaritas dan strategi perjuangan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutan pembukaan, Kepala Desa Kedang Ipil, Kuspawansyah, menyampaikan bahwa keresahan Masyarakat Adat Kutai Adat Lawas Sumping Layang yang sering distigma sebagai pelaku pembakaran hutan. &ldquo;Padahal, sejak nenek moyang, ladang kami tak pernah menyulut kebakaran,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sekretaris Jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi, menyoroti situasi nasional yang kian represif terhadap Masyarakat Adat. AMAN mencatat 110 kasus yang melibatkan komunitas adat sepanjang Januari&ndash;Maret 2025. Pada 2024, tercatat 121 kasus kriminalisasi dan perampasan wilayah adat seluas lebih dari 2,8 juta hektare yang menimpa 140 komunitas.</p><p style="text-align: justify;">Kalimantan Timur jadi contoh situasi genting ini. Dua orang Masyarakat Adat Muara Kate menjadi korban kekerasan saat memprotes penggunaan jalan umum oleh truk tambang milik PT Mantimin Coal Mining (MCM). Leher keduanya disayat&ndash;satu di antaranya meninggal dunia. Di Sepaku, Suku Balik terdesak akibat proyek IKN. Di Paser, hutan mangrove Masyarakat Adat Rangan diuruk untuk pembangunan stockpile batubara. Adapun di Kedang Ipil, masyarakat berkukuh mempertahankan hutan adat dari ekspansi perkebunan sawit.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rukka, situasi ini bisa makin memburuk usai penetapan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Presiden Prabowo Subianto, dan pengesahan revisi UU TNI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kebijakan itu memperkuat watak militeristik dan melegalkan perampasan wilayah adat,&rdquo; kata Rukka. &ldquo;Di sisi lain, konstitusi sudah mengakui hak-hak Masyarakat Adat, tapi hingga hari ini belum ada operasionalisasi yang jelas. Aturan tentang Masyarakat Adat tercecer di berbagai undang-undang&mdash;ibarat tubuh yang diatur oleh kepala, tangan, dan kaki yang tidak terhubung.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menegaskan bahwa tindakan perampasan wilayah adat yang dianggap sah secara hukum belum tentu punya legitimasi. &ldquo;Legal, but not legitimate.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Rukka juga mengecam praktik kriminalisasi terhadap pejuang adat; serta regulasi yang memperkuat model pembangunan eksploitatif, seperti UU Cipta Kerja, revisi UU Minerba, UU Konservasi, dan kebijakan nilai ekonomi karbon. &ldquo;Kami yang menjaga hutan, tapi pihak lain yang menikmati keuntungannya,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, di tengah tekanan, Rukka menegaskan bahwa Masyarakat Adat tidak akan tinggal diam. &ldquo;Itulah resiliensi&mdash;bangkit dari trauma dengan kesadaran politik, sejarah, dan spiritualitas. Dunia telah mengakui bahwa keberlanjutan lingkungan tak lepas dari peran Masyarakat Adat.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia menutup pidatonya dengan pengingat sejarah. &ldquo;AMAN lahir dari perlawanan terhadap militerisme Orde Baru. Hari ini, wajah penindasan mungkin berubah, tapi wataknya tetap sama. Dalam situasi ini, sahabat kita adalah alam semesta, leluhur, dan pencipta.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Dalam sesi Dialog Umum RAKERNAS AMAN VIII, akademisi Fakultas Hukum UGM, Yance Arizona, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tidak sedang berada dalam proses demokratisasi, melainkan semakin kuat menuju otoritarianisme.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masyarakat Adat tidak anti pembangunan. Tetapi Masyarakat Adat menolak pembangunan yang menghilangkan tanah (baca: wilayah). Sebab bagi Masyarakat Adat, identitas melekat pada tanah. Jika tanah diganggu, berarti ada identitas yang hendak dihapus,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Yance juga menyoroti tidak sinkronnya mekanisme antar kementerian terkait pengakuan Masyarakat Adat. &ldquo;Karena itu, solusinya hanya satu: segera sahkan Undang-Undang Masyarakat Adat,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">RAKERNAS AMAN VIII berlangsung selama tiga hari, 14&ndash;16 April 2025, dan dihadiri sekitar 500 peserta dari seluruh struktur organisasi AMAN. Forum ini menjadi ruang evaluasi, refleksi, dan penyusunan strategi politik gerakan Masyarakat Adat untuk menghadapi tantangan yang semakin besar di masa depan.</p><p>──────────</p><p style="text-align: justify;">Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)</p><p style="text-align: justify;">Kontak:<br>Arman Moehammad<br>081218791131<br>Direktur Hukum, Advokasi dan Kebijakan AMAN</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meditasi Fantasi dalam "Frieren: Beyond Journey’s End" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/meditasi-fantasi-dalam-frieren-beyond-journeys-end/baca </link>
<guid> meditasi-fantasi-dalam-frieren-beyond-journeys-end </guid>
<pubDate> Thu, 17 Apr 2025 18:42:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Frieren tawarkan refleksi emosional tentang waktu, kehilangan, dan arti kebersamaan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/meditasi-fantasi-dalam-frieren-beyond-journeys-end/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oGVGtdS41D.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Meditasi Fantasi dalam "Frieren: Beyond Journey’s End"</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Diadaptasi dari manga karya Kanehito Yamada dan Tsukasa Abe, anime &ldquo;Frieren: Beyond Journey&apos;s End&quot; tayang pada periode <em>fall</em>, 2023 lalu. Anime bergenre fantasi dan petualangan ini diproduksi oleh studio ternama Madhouse dan disutradarai oleh Keiichiro Saito. Serial yang terdiri dari total 28 episode ini memberi ruang yang cukup untuk pengembangan cerita dan karakter secara mendalam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Prestasi &quot;Frieren&quot; secara global juga tak kalah mengesankan. Anime ini berhasil menduduki peringkat pertama di situs komunitas anime terbesar dunia, MyAnimeList, dengan skor 9.31/10, menggantikan posisi legendaris &quot;Fullmetal Alchemist: Brotherhood&quot; yang selama bertahun-tahun tak tergeser dari posisi puncak. Pencapaian ini menjadi bukti apresiasi besar dari para penonton terhadap kualitas narasi, kedalaman emosional, dan gaya visual yang ditawarkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam lautan anime bergenre fantasi yang biasanya diwarnai pertarungan epik dan misi penyelamatan dunia, &ldquo;Frieren&rdquo; hadir sebagai oase yang tenang dan menyentuh. Anime ini tidak hanya berbeda dalam cara bercerita, tetapi juga dalam pesan yang disampaikan. Kisah di dalamnya membawa penonton merenungkan waktu, kehilangan, dan pentingnya menghargai momen yang seringkali dianggap remeh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alih-alih bercerita tentang perjuangan mengalahkan kejahatan, anime ini dimulai dari akhir bahagia perjuangan para pahlawan. Setelah berkelana bersama tiga sahabatnya, Himmel, Heiter, dan Eisen, untuk mengalahkan Raja Iblis, Frieren, sang penyihir&nbsp;</span><span><em>elf</em></span><span>&nbsp;yang telah kembali melanjutkan hidupnya yang panjang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, karena perbedaan rentang usia antara dirinya dan rekan-rekan manusianya, ia harus menghadapi kenyataan bahwa waktu yang singkat bagi manusia ternyata sangat berharga dan tak tergantikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika ia kembali setelah 50 tahun, sahabat terdekatnya, Himmel, telah menjadi tua dan meninggal. Kehilangan itu bukan hanya kejutan emosional bagi Frieren, tetapi juga awal dari perjalanan kontemplatif untuk memahami makna hubungan dan waktu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Anime ini memperlakukan waktu sebagai entitas yang tidak netral. Bagi manusia, waktu sangat terbatas dan tak bisa diulang. Tapi bagi Frieren,&nbsp;</span><span><em>elf</em>&nbsp;</span><span>yang bisa hidup ribuan tahun, waktu adalah sesuatu yang awalnya ia pandang biasa saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konflik emosional inilah yang menjadi dasar dari perkembangan karakter dan cerita. Frieren perlahan menyadari bahwa kenangan-kenangan kecil seperti obrolan ringan, hadiah ulang tahun, dan bunga liar yang dipetik bersama menjadi lebih berharga daripada pertarungan besar atau pencapaian heroik. Hal ini mengingatkan penonton bahwa kebersamaan sehari-hari pun bisa menjadi kenangan paling mendalam jika disadari betapa cepatnya waktu berlalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam satu adegan, Frieren bertanya pada Fern, &quot;Mengapa manusia begitu terburu-buru?&quot;. Jawaban Fern, &quot;Karena kita tidak punya waktu untuk disia-siakan,&quot; menjadi titik balik yang menyadarkan Frieren dan penonton tentang betapa berharganya hidup yang singkat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski bergenre fantasi, anime ini mengedepankan pendekatan humanistik dalam penggambaran karakternya. Hubungan Frieren dengan Fern dan Stark, dua rekan barunya dalam petualangan, berkembang bukan lewat pertarungan, melainkan percakapan, kerja sama, dan kebersamaan dalam aktivitas sederhana. Melalui proses inilah Frieren belajar menjadi lebih peduli, lebih hadir, dan lebih manusiawi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu kutipan ikonik dari anime ini adalah ketika Heiter berkata, &quot;Karena Himmel sang pahlawan akan melakukan hal yang sama&quot;. Kalimat ini diucapkan saat Heiter menjelaskan kepada Frieren mengapa dia memilih menyelamatkan Fern, yang selanjutnya selalu dikatakan Frieren ketika melakukan kebaikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pernyataan itu bukan hanya sebuah alasan pribadi, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang ditanamkan oleh Himmel. Tindakan baik dan kepedulian terhadap orang lain dijadikan warisan moral yang terus hidup dalam keputusan dan tindakan karakter-karakter setelahnya. Himmel, meski telah tiada, tetap menjadi simbol keberanian, ketulusan, dan kepemimpinan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tokoh antagonis pun tidak digambarkan secara hitam putih. Para iblis dalam cerita ini justru mencerminkan pertanyaan filosofis tentang makna hidup, kematian, dan obsesi terhadap kekuatan. Ini menambah kedalaman pada konflik yang muncul dan menjadikan anime ini lebih dari sekadar hiburan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan alur yang perlahan dan suasana melankolis, Frieren mengajak penonton untuk menikmati setiap adegan secara penuh. Keindahan lanskap, transisi musim, dan momen-momen sunyi tidak disajikan sebagai pengisi waktu, melainkan sebagai bagian dari pengalaman emosional yang utuh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Visual pastel dan musik latar yang lembut memperkuat suasana kontemplatif tersebut. Bahkan, ekspresi wajah Frieren yang minimalis bisa menyampaikan perkembangan emosional yang signifikan, dari sosok yang dingin menjadi pribadi yang hangat dan penuh empati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski berada dalam dunia magis, pesan utama anime ini sangat manusiawi. Hidup ini singkat, dan hubungan antar manusia adalah hal paling berharga yang kita miliki. Dalam budaya Jepang, hal ini selaras dengan konsep &quot;</span><span><em>mono no aware</em></span><span>&quot;, yaitu kesadaran akan kefanaan yang indah. Namun pesan tersebut juga sangat universal, menyentuh siapa pun yang pernah merasakan kehilangan, penyesalan, atau nostalgia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Frieren: Beyond Journey&rsquo;s End&quot; bukan sekadar anime fantasi, melainkan karya sastra visual yang mengajak kita semua untuk berhenti sejenak dan bertanya, apakah kita benar-benar telah hadir sepenuhnya dalam kehidupan orang-orang yang kita cintai.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Frieren&rdquo; membuktikan bahwa anime fantasi tidak perlu mengandalkan&nbsp;</span><span><em>plot twist</em></span><span>&nbsp;atau aksi spektakuler untuk meninggalkan kesan. Dengan fokus pada kedalaman emosi, keindahan momen sederhana, dan eksplorasi waktu sebagai tema sentral, karya ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang transformatif.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Anime ini mengajak penonton untuk berhenti sejenak, merenung, dan menghargai setiap detik bersama orang-orang tercinta sebelum semuanya menjadi kenangan yang harus ditangisi. <strong><em>(zwg/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menempuh Jalan yang Lambat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/menempuh-jalan-yang-lambat/baca </link>
<guid> menempuh-jalan-yang-lambat </guid>
<pubDate> Sat, 19 Apr 2025 15:19:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Karena mencintaimu, adalah bagian dari prosesku menuju terang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/menempuh-jalan-yang-lambat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zgUM0D78Ib.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menempuh Jalan yang Lambat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tak semua cinta lahir dalam gelegak,<br>sebagian datang seperti embun,<br>jatuhnya pelan, diam,<br>namun menetap tanpa tergesa.</p><p style="text-align: justify;">Kita bicara sepanjang musim,<br>mengenal tanpa perlu mendesak,<br>membiarkan hati saling mengaji,<br>dalam jeda yang suci dan tak terburu.</p><p style="text-align: justify;">Tak apa berjalan jauh<br>jika yang dituju adalah saling memahami.<br>Seperti anggur yang disimpan dalam ruang paling hening,<br>rasa terbaiknya datang setelah sabar yang panjang.</p><p style="text-align: justify;">Aku ingin dikenali bukan saat aku bersinar,<br>melainkan saat aku retak dan rebah,<br>dan tetap ada tangan yang tak menarik diri.<br>Yang melihat celah namun tak menilai,<br>yang diam-diam menutup luka dengan liris.</p><p style="text-align: justify;">Tak perlu janji yang diumbar,<br>cukup hadir yang setia di dalam doa.<br>Tak perlu memiliki,<br>asal saling tahu bahwa di antara banyak nama,<br>ada satu yang tak disebut,<br>namun selalu diingat dalam tanda yang hanya jiwa tahu artinya.</p><p style="text-align: justify;">Aku ingin cinta yang tidak meledak,<br>tapi menyala lembut di balik dada.<br>Yang tak perlu terburu,<br>sebab ia tahu:<br>yang lambat adalah yang paling dalam.<br>Yang berkelok adalah yang paling mengakar.</p><p style="text-align: justify;">Dan bila nanti raga tetap terpisah,<br>aku ingin merindumu seperti mendamba ruang suci:<br>tak selalu bisa disentuh,<br>tapi selalu jadi arah pulang.</p><p style="text-align: justify;">Karena mencintaimu<br>adalah bagian dari prosesku menuju terang.<br>Dan untuk itu,<br>aku bersedia menempuh seluruh jalan panjangnya&mdash;<br>tanpa pintas,<br>tanpa keluh,<br>dengan cinta yang tenang dan tak banyak suara.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswi program studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2021</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanpa Nama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tanpa-nama/baca </link>
<guid> tanpa-nama </guid>
<pubDate> Sat, 26 Apr 2025 15:48:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dan selama aku menanti, aku akan menjadi diriku sendiri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tanpa-nama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uoDW0o7wie.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tanpa Nama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ada yang datang seperti senja,<br><span>bukan untuk menetap,</span><span><br></span><span>melainkan mengajarkan bahwa cahaya pun</span><span><br></span><span>harus tahu kapan merunduk pada malam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka kulepas,</span><span><br></span><span>bukan karena tak ingin menggenggam,</span><span><br></span><span>tapi sebab aku percaya:</span><span><br></span><span>yang lahir dari terang</span><span><br></span><span>tak akan memilih jalan pulang lewat bayang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku tak berseru kepada hening,</span><span><br></span><span>sebab aku tahu&mdash;</span><span><br></span><span>kasih yang bersih tak mengetuk paksa,</span><span><br></span><span>ia hanya singgah,</span><span><br></span><span>seperti desir halus dalam ruang bening yang tersembunyi.</span><span><br></span><span>Tak harus digenggam,</span><span><br></span><span>cukup dikenali sebagai karunia,</span><span><br></span><span>walau mungkin hanya sekejap mata jiwa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Biarlah ia melangkah ke mana hatinya mengarah.</span><span><br></span><span>Jika memang ditulis untukku,</span><span><br></span><span>ia akan kembali,</span><span><br></span><span>bukan karena kupanggil,</span><span><br></span><span>melainkan karena ia tahu</span><span><br></span><span>di mana doa-doa tanpa nama menyala.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan jika tidak,</span><span><br></span><span>aku tetap akan menyalakan pelitaku sendiri&mdash;</span><span><br></span><span>di sudut sunyi yang kusebut iman,</span><span><br></span><span>di mana yang suci tetap kutunggu</span><span><br></span><span>tanpa resah,</span><span><br></span><span>tanpa amarah,</span><span><br></span><span>dengan tenang yang lama kupelajari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebab bukan jemariku yang menentukan siapa tinggal,</span><span><br></span><span>melainkan kuasa yang lebih dahulu mencipta segalanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku belajar menjadi lembut,</span><span><br></span><span>bukan sebagai luka,</span><span><br></span><span>melainkan sebagai bentuk paling tenang dari percaya.</span><span><br></span><span>Bahwa kasih tak perlu dikeraskan,</span><span><br></span><span>cukup dijaga dalam diam yang tak menuntut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan jika kelak langkah kita sejajar kembali,</span><span><br></span><span>biarlah itu bukan karena sisa harap,</span><span><br></span><span>tapi karena takdir memang menyusun ulang waktu</span><span><br></span><span>tanpa kita sadari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka kubiarkan semesta menyulam kisah ini</span><span><br></span><span>tanpa campur tangan dari rinduku yang gemetar.</span><span><br></span><span>Sebab yang sungguh-sungguh ditetapkan untukku,</span><span><br></span><span>tak akan pernah goyah saat tiba waktunya tinggal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan selama aku menanti,</span><span><br></span><span>aku akan menjadi diriku sendiri&mdash;</span><span><br></span><span>yang halus tanpa permintaan maaf,</span><span><br></span><span>yang kokoh tanpa pembuktian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2021</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelaran Film Dokumenter Pendek: Hasil Karya UTS Ilkomers yang Jadi Tontonan Lintas Angkatan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/gelaran-film-dokumenter-pendek-hasil-karya-uts-ilkomers-yang-jadi-tontonan-lintas-angkatan/baca </link>
<guid> gelaran-film-dokumenter-pendek-hasil-karya-uts-ilkomers-yang-jadi-tontonan-lintas-angkatan </guid>
<pubDate> Sat, 26 Apr 2025 19:14:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Nobar film dokumenter, Ilkom 2022 ajak penonton merenungi realitas hidup </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/gelaran-film-dokumenter-pendek-hasil-karya-uts-ilkomers-yang-jadi-tontonan-lintas-angkatan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/r7FrmMT0P2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelaran Film Dokumenter Pendek: Hasil Karya UTS Ilkomers yang Jadi Tontonan Lintas Angkatan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Gelaran nonton bareng (Nobar) film dokumenter pendek oleh mahasiswa program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) angkatan 2022 sukses terlaksana di Ruang Teater Perpustakaan Unmul Lantai 3, Kamis (24/4). Kegiatan ini berlangsung pada 08.30&mdash;13.00 Wita, dihadiri oleh Wakil Dekan I FISIP Unmul Rina Juwita, Koordinator Prodi Ilkom Silviana Purwanti, dan dosen pengampu mata kuliah (matkul) Sinematografi Kadek Dristiana Dwivayani. Film dokumenter pendek yang ditayangkan merupakan luaran tugas ujian tengah semester (UTS) pada matkul Sinematografi.</p><p style="text-align: justify;">Penayangan ini melibatkan mahasiswa prodi Ilkom angkatan 2023 yang tergabung pada matkul Kajian Sinema sebagai penonton, sekaligus pemberi nilai melalui Google Form yang telah disediakan. Setelah satu film selesai diputar, mereka lantas mengisi beberapa pertanyaan sebagai nilai sekaligus feedback kepada para sineas amatir siang itu.</p><p style="text-align: justify;">Menayangkan delapan film dokumenter pendek, dengan waktu produksi kurang lebih satu bulan lamanya, riuh tugas lainnya tidak mengesampingkan semangat para mahasiswa dalam menyuguhkan film yang memiliki cerita dan keunikan masing-masing.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Delapan film tersebut mengangkat cerita nyata yang acap kali dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pada film pertama, &ldquo;Mines or Minds&rdquo; yang menggambarkan dinamika dan dilema yang muncul ketika perguruan tinggi di Indonesia mulai terlibat langsung dalam pengelolaan tambang. Film kedua bertajuk &ldquo;Usman The Porter Man&rdquo; yang mengangkat cerita sehari-hari buruh porter di Pelabuhan Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Film selanjutnya, menayangkan cerita dari sebuah pasar lokal unik yang ada di Samarinda&mdash;Pasar Dayak Beluluq Lingau dengan judul &ldquo;Aroma Lokal&rdquo;. Setelah berkelana di pasar, penonton diajak untuk mengenal masakan tradisional Kalimantan melalui sebuah dapur yang dikenal dengan sebutan Sapa Nusa, film ini berjudul &ldquo;Memori Rasa&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, penonton turut dikenalkan dengan sebuah komunitas vespa klasik yang berdiri sejak tahun 2001&mdash;Samarinda Vespa Club, bertajuk &ldquo;Nostalgia Asik, Vespa Klasik&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengelilingi Samarinda dengan vespa telah usai, persinggahan selanjutnya adalah cerita mengenai Museum Kota Samarinda yang dikemas secara apik berjudul &ldquo;Dari Masa ke Museum&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kolaborasi antar komunitas juga terjalin, &ldquo;Serasi Arah&rdquo; merupakan persembahan cerita yang membahas tentang bagaimana kesadaran masyarakat terkait penggunaan transportasi umum (Transum), yang bertujuan untuk memberikan <em>awareness</em> terkait pentingnya menjaga kualitas udara dan mengurangi polusi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Realitas lain yang tak kalah menyadarkan kehidupan turut terlihat pada film terakhir bertajuk &ldquo;The Broken Promises&rdquo;. Fenomena judi <em>online</em> (judol) yang mengupas realita pahit di balik dunia maya yang gemerlap dan kisah nyata para korban yang hidupnya hancur karena jeratan ilusi &ldquo;kaya instan&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Delapan film dokumenter pendek yang ada diiringi antusias dan tepukan tangan penonton turut menghiasi pemutaran berlangsung. Penonton yang sekaligus menjadi penilai turut membagikan kesan dan pesan atas terlaksananya kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Seneng</em> dan bangga banget karena bisa hadir nonton dokumenter yang dibuat dari kakak-kakak Ilkom 2022. <em>Ngerasa</em> takjub dan kagum banget. Isu-isu yang diambil betul-betul membuat aku tertarik pas nontonnya,&rdquo; ungkap salah satu mahasiswa Ilkom 2023 Haris dengan semangat, Kamis (24/4).</p><p style="text-align: justify;">Penonton juga memberikan ulasan bahwa dokumenter yang ditayangkan tak lupa menjadi pengingat dalam melihat sekitar dengan lebih baik dan penuh makna.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak pembelajaran yang didapat, misalnya sebagai mahasiswa sudah seharusnya kita turut menyuarakan penolakan terhadap tambang, terkait judi <em>online</em> juga itu relevan dengan kondisi anak muda sekarang. Jangan coba-coba main, ya,&rdquo; ucap salah satu penonton lainnya Najwa, Kamis (24/4).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dan terakhir, ternyata banyak pekerjaan lain yang kadang kurang diketahui, jangan pernah mengganggap itu hal remeh, bisa jadi itu satu-satunya harapan untuk orang lain. Harus lebih banyak-banyak bersyukur, deh,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ini ditulis oleh Yaasiina Nur Laila Aprilia, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kartini: Suara Perempuan, Suara Perubahan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kartini-suara-perempuan-suara-perubahan/baca </link>
<guid> kartini-suara-perempuan-suara-perubahan </guid>
<pubDate> Mon, 28 Apr 2025 21:35:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Film "Kartini" refleksikan perjuangan perempuan, pendidikan, dan ruang aman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kartini-suara-perempuan-suara-perubahan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hf0MCaVjbz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kartini: Suara Perempuan, Suara Perubahan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pada Rabu (23/4), Departemen Kajian dan Keilmuan (KAIL) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) mengadakan acara nonton bareng film &ldquo;Kartini&rdquo; (2017) sebagai bagian program kerja departemen, yaitu History Cinema dan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pada 21 April 2025.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">History Cinema malam itu mengusung tema &ldquo;Kartini: Suara Perempuan, Suara Perubahan&rdquo; dengan mengundang pemantik diskusi dari Perempuan Mahardhika Samarinda, Refinaya J.</p><p style="text-align: justify;">Film &ldquo;Kartini&rdquo; (2017) yang disutradarai Hanung Bramantyo ini merupakan film yang mengangkat kisah Raden Ajeng Kartini, seorang pahlawan emansipasi perempuan Indonesia yang memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan di tengah belenggu adat istiadat yang mengikat. Film ini mengambil referensi dari surat-surat asli Kartini yang terkumpul dan dibukukan berjudul <em>Habis Gelap Terbitlah Terang</em>.</p><p style="text-align: justify;">Buku <em>Habis Gelap Terbitlah Terang</em> merupakan salah satu buku yang memuat surat-surat Kartini yang terkenal. Isi buku tersebut menunjukkan bagaimana surat-surat Kartini dapat menggugah hati orang-orang yang membacanya. Dapat dilihat pada salah satu <em>scene</em> di film &ldquo;Kartini&rdquo; (2017) bahwa teman-teman Belanda Kartini terkejut akan tulisan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melihat bagaimana seorang perempuan di Hindia-Belanda dengan tulisan semaju itu, yang tinggal dalam budaya feodalisme, dan kolonialisme Belanda bisa memiliki pemikiran-pemikiran yang maju. Sehingga sampai hari ini pun surat-surat yang ditulis Kartini masih menjadi tulisan yang relevan.</p><p style="text-align: justify;">Kita seringkali menemui bagaimana perempuan dihadapkan dengan banyak sekali pilihan dan mereka memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya dengan alasan-alasan tertentu tanpa harus terbelenggu oleh aturan aturan yang mengikat. Seperti contohnya dalam hal pendidikan, perempuan-perempuan yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi seringkali dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti situasi ekonomi, dukungan keluarga dan lingkungan yang sangat mempengaruhi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Karena memang hal-hal dasar yang harusnya kita dapat menjadi masalah struktural, ketika seseorang tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan mudah diakses oleh semua orang tidak hanya untuk orang-rang elite maupun laki-laki saja, peran pemerintah dipertanyakan, apakah mereka benar-benar menjamin kebijakan &lsquo;setiap warga negara mendapat pendidikan&rsquo; akan berlaku atau sebaliknya?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun nyatanya dengan apa yang terjadi di lapangan sekarang, tingginya UKT perkuliahan membuat tidak semua orang dapat mengakses pendidikan, dan ini menjadi kendala besar bagi kita yang sedang memperjuangkan pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Memaknai perjuangan Kartini sebagai perempuan yang berlawan dan ingin merdeka namun perjuangan Kartini yang hingga hari ini belum selesai, melihat bagaimana banyaknya persoalan mengenai keamanan &nbsp;perempuan di ruang publik, seperti maraknya pelecehan seksual di instansi pendidikan seperti kampus dan sekolah sekolah, bahkan dengan apa yang terjadi baru-baru ini, seorang dokter kandungan yang melakukan pelecehan kepada pasiennya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perlunya melakukan diskusi dengan meng-<em>highlight</em> bahwa kekerasan seksual tidak pernah menyalahkan korban, apapun kasusnya dan siapapun korbannya. Baik laki-laki maupun perempuan diberikan pilihan untuk tidak melakukan kekerasan. Ketika mereka memilih untuk melakukannya, itulah pilihan mereka, dan itu bukan salah korban. Maka, ruang aman yang sedang coba dibuat, bagaimana perempuan merasa aman, perempuan merasa merdeka seperti apa yang dikatakan Kartini itu tidak bisa muncul begitu saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ruang aman diciptakan oleh masyarakat dan lingkungan yang mendukung, melihat bagaimana ruang aman saat ini menjadi PR bagaimana untuk kita tidak melakukan kekerasan tapi juga perlu memberikan edukasi dan teguran terhadap orang-orang apabila membuat kesalahan.</p><p style="text-align: justify;">Buku <em>Habis Gelap Terbitlah Terang</em> membuktikan bahwa surat-surat Kartini memiliki kekuatan besar untuk menggugah hati pembacanya, meskipun sudah terlampaui 100 tahun jaraknya. Kartini yang hidup di bawah tekanan budaya feodalisme dan kolonialisme Belanda memiliki pemikiran-pemikiran maju, menunjukkan semangat perempuan yang ingin merdeka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tulisan-tulisan dan semangat tersebut masih relevan hingga saat ini, ketika perempuan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan dan tantangan, terutama dalam bidang pendidikan yang sayangnya belum sepenuhnya dapat diakses oleh semua kalangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana perempuan-perempuan saat ini mengupayakan ruang aman untuk mereka yang tentu saja tidak terbentuk secara instan; membutuhkan partisipasi yang aktif oleh masyarakat, melalui edukasi dan kesadaran pribadi untuk tidak menyalahkan korban dan benar-benar menghormati pilihan setiap individu.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Khofifahtun Maysarah, anggota Departemen Kajian dan Keilmuan Hima Pendidikan Sejarah, FKIP Unmul</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aliansi Rimbawan Bersatu Gelar Aksi, Desak Penuntasan Kasus Tambang Ilegal di KHDTK Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-rimbawan-bersatu-gelar-aksi-desak-penuntasan-kasus-tambang-ilegal-di-khdtk-unmul/baca </link>
<guid> aliansi-rimbawan-bersatu-gelar-aksi-desak-penuntasan-kasus-tambang-ilegal-di-khdtk-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 30 Apr 2025 23:07:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Fahutan Unmul geruduk DPRD Kaltim tuntut transparansi kasus tambang ilegal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-rimbawan-bersatu-gelar-aksi-desak-penuntasan-kasus-tambang-ilegal-di-khdtk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hmfkkNpS6N.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aliansi Rimbawan Bersatu Gelar Aksi, Desak Penuntasan Kasus Tambang Ilegal di KHDTK Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -&nbsp;</strong></span><span>Aliansi Rimbawan Bersatu yang terdiri dari sejumlah mahasiswa Fahutan Unmul melakukan aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (30/4). Massa yang berjumlah kurang lebih seratus orang itu menuntut pengusutan tuntas permasalahan tambang ilegal di KHDTK Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khdtk-unmul-ditambang-mahasiswa-fahutan-tuntut-pengusutan-tuntas/baca" target="_blank">KHDTK Unmul Ditambang, Mahasiswa Fahutan Tuntut Pengusutan Tuntas</a></span><span>)&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, kasus tambang ilegal di KHDTK Unmul ini mulai terkuak saat terdapat mahasiswa Fahutan yang memergoki aktivitas tambang di sana. Kemudian, sejumlah mahasiswa Fahutan langsung lakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Minggu (6/4) lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selang tiga hari setelah sidak dilakukan, mahasiswa Fahutan yang tergabung dalam Aliansi Rimbawan Bersatu gelar aksi di GOR 27 September Unmul. Aksi tersebut dilakukan dalam hal untuk menuntut pernyataan sikap dan pengusutan tuntas oleh kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian, pada Sabtu (12/4) lalu, Rektor Unmul akhirnya memberikan pernyataan pers secara resmi mengenai tanggapan pihak Unmul terkait aktivitas pelanggaran di kawasan hutan pendidikan di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, mahasiswa Fahutan merasa tidak ada kejelasan serta transparansi dalam proses dan tindak lanjut penyelesaian kasus tersebut. Oleh sebab itu, mereka menuntut dengan mendesak DPRD Provinsi Kaltim untuk dapat melakukan rapat dengar pendapat, dengan mengundang Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Gakkum&ndash;pihak yang berwenang dalam penyelesaian kasus penambangan di KHDTK Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Humas aksi Muhammad Syafi&rsquo;i menyatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menekan pihak kampus dan aparat penegak hukum agar mempercepat proses penuntasan kasus tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini sudah hampir satu bulan&mdash;terhitung dari 5 April sampai 30 April sekarang&ndash;belum ada kejelasan atau transparansi dari progres tindak lanjut penyelesaian ini,&rdquo; terangnya saat diwawancarai di lokasi aksi, Rabu (30/4).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Padahal kami terus mengangkat atau&nbsp;</span><span><em>follow-up</em>&nbsp;</span><span>kasus ini supaya bisa mempercepat penyelesaiannya,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Massa aksi berharap, tuntutan yang mereka bawakan dapat segera digubris oleh pihak terkait agar proses penuntasan kasus tambang ilegal tersebut dapat cepat diselesaikan. Kemudian, apabila tuntutan mereka tidak diindahkan, Aliansi Rimbawan Bersatu akan kembali untuk menyuarakan aspirasi mereka.</span></p><div style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau memang dari aksi kita ini belum ada hasilnya, ya kita bakal mengadakan aksi lanjutan,&rdquo; tegas Syafi&rsquo;i.&nbsp;</span><span><strong><em>(zwg/ali)</em></strong></span></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peringati Hari Buruh Internasional: Bentuk Solidaritas terhadap Rakyat Tertindas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringati-hari-buruh-internasional-bentuk-solidaritas-terhadap-rakyat-tertindas/baca </link>
<guid> peringati-hari-buruh-internasional-bentuk-solidaritas-terhadap-rakyat-tertindas </guid>
<pubDate> Fri, 02 May 2025 19:56:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Komite Rakyat Kaltim Berlawan desak pemenuhan hak-hak buruh </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peringati-hari-buruh-internasional-bentuk-solidaritas-terhadap-rakyat-tertindas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AVA7FsK5K3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Peringati Hari Buruh Internasional: Bentuk Solidaritas terhadap Rakyat Tertindas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Massa dari berbagai elemen masyarakat memperingati Hari Buruh Internasional dengan aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (1/5). Massa mulai berdatangan sejak 09.00 Wita di titik kumpul di FKIP Pahlawan, lalu bergerak ke lokasi aksi pada 11.35 Wita.</p><p style="text-align: justify;">Peserta aksi yang tergabung dalam Komite Rakyat Berlawan Kaltim terdiri dari paguyuban pedagang Pasar Subuh, mahasiswa, serta kelompok pekerja dan buruh dari berbagai sektor. Tiba pada 12.03 Wita di depan Kantor Gubernur, massa menyalakan semangat perjuangan melalui orasi-orasi kritis, pembacaan puisi, sambil membawa poster tuntutan dan bendera yang mewarnai semangat perjuangan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, aksi juga diwarnai dengan sajian makanan berupa bihun dan bubur jagung yang dibawa langsung oleh massa. Makanan ini menjadi simbol solidaritas rakyat dan semangat perjuangan bersama serta menjadi sebuah sindiran terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap gagal.</p><p style="text-align: justify;">Aksi berlangsung tertib dan damai. Terlihat juga aparat kepolisian yang mengawal kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Dalam rilis pers yang dibagikan, Komite Rakyat Berlawan Kaltim menyuarakan berbagai tuntutan yang dianggap krusial dalam perjuangan kelas pekerja hari ini. Mereka mendesak agar pemerintah mencabut Undang-Undang (UU) <em>Omnibus Law</em> Cipta Kerja serta menghapus sistem kerja <em>outsourcing</em> dan kontrak yang dinilai merugikan buruh.</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga menuntut penolakkan terhadap upah murah dan menuntut gaji yang layak secara nasional. Kebebasan berserikat juga menjadi sorotan, dengan tuntutan penghentian praktik <em>union busting</em>, istilah untuk upaya melemahkan serikat pekerja/buruh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mereka mengecam kekerasan dan pelecehan seksual di dunia kerja, serta mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), RUU Masyarakat Hukum Adat, dan RUU Perampasan Aset.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan lainnya mencakup pengesahan RUU Perlindungan Buruh yang disusun oleh serikat buruh, penghentian tindakan represif aparat terhadap gerakan rakyat, pembangunan industrialisasi nasional sebagai tulang punggung ekonomi, serta nasionalisasi aset strategis negara dengan penguasaan saham minimal 51 persen.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga menuntut renegosiasi utang luar negeri dan utang swasta, pencabutan UU TNI yang dinilai mencederai semangat reformasi, serta penindakan terhadap perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dan ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan tambahan mencakup pelaksanaan reforma agraria sejati, pemenuhan hak cuti haid dan maternitas bagi buruh perempuan, perlindungan terhadap kebebasan bersuara dan jurnalis, penyediaan pendidikan gratis yang inklusif dan demokratis, serta penghentian penggusuran dan perampasan ruang hidup warga.</p><p style="text-align: justify;">Selaku Humas Aksi, Muhammad Iqbal Al-Fiqri, menegaskan bahwa demonstrasi kali ini tak hanya melibatkan buruh, namun juga elemen sipil lainnya seperti petani, masyarakat miskin kota, serta mahasiswa yang turut hadir sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat tertindas.</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan yang diangkat dalam aksi ini cukup beragam, namun secara garis besar berfokus pada pemenuhan hak-hak buruh dan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merampas hak dan kedaulatan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkhususnya menuntut untuk mengakomodir hak-hak buruh, mengingat bahwa belakangan pemerintah telah menciptakan kebijakan-kebijakan yang justru merampas hak-hak buruh itu sendiri,&rdquo; jelas Iqbal di lokasi aksi, Kamis (1/5).</p><p style="text-align: justify;">Soal pemilihan Kantor Gubernur sebagai titik aksi, Menteri Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul itu menjelaskan bahwa lokasi ini dipilih karena merupakan pusat kekuasaan eksekutif tertinggi di Kaltim. Harapannya, gubernur dapat secara langsung merespons tuntutan-tuntutan yang dibawa, khususnya dari buruh Sumalindo dan kelompok lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Iqbal menyatakan bahwa aksi ini bukan akhir, melainkan pembuka dari rangkaian panjang kegiatan sepanjang sebulan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hari ini akan ada aksi pencerdasan, diskusi-diskusi sepanjang 1 Mei, peringatan Hari Reformasi pada 21 Mei, dan puncaknya di tanggal 31 Mei bertepatan dengan seratus hari kinerja gubernur Kalimantan Timur,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(zwg/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> “Asik Tanpa Toxic”: Mahasiswa HI FISIP Unmul Ajak Anak-Anak Peka dan Peduli Bahaya Bullying </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/asik-tanpa-toxic-mahasiswa-hi-fisip-unmul-ajak-anak-anak-peka-dan-peduli-bahaya-bullying/baca </link>
<guid> asik-tanpa-toxic-mahasiswa-hi-fisip-unmul-ajak-anak-anak-peka-dan-peduli-bahaya-bullying </guid>
<pubDate> Mon, 05 May 2025 19:57:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa HI FISIP Unmul edukasi bullying lewat pendekatan santai dan reflektif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/asik-tanpa-toxic-mahasiswa-hi-fisip-unmul-ajak-anak-anak-peka-dan-peduli-bahaya-bullying/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/43ExADAWv5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>“Asik Tanpa Toxic”: Mahasiswa HI FISIP Unmul Ajak Anak-Anak Peka dan Peduli Bahaya Bullying</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya membangun lingkungan sosial yang sehat dan saling menghargai, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) FISIP Unmul menggelar kampanye edukatif bertajuk &ldquo;<em>Asik Tanpa Toxic</em>&rdquo;. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 002 Nenang, Penajam Paser Utara, dan mendapat sambutan antusias dari para siswa serta pihak sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Kampanye ini menyasar isu <em>bullying</em> yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Namun, seringkali dianggap sepele bahkan dinormalisasi sebagai &ldquo;candaan&rdquo; belaka. Melalui pendekatan yang ringan, menyenangkan, dan jauh dari kesan menggurui, para mahasiswa HI FISIP Unmul menyampaikan materi sosialisasi yang menjelaskan makna <em>toxic</em> sebagai segala bentuk perilaku negatif atau merugikan orang lain, terutama dalam bentuk <em>bullying</em>.</p><p style="text-align: justify;">Para siswa diperkenalkan pada empat jenis <em>bullying</em> utama, yaitu <em>bullying</em> fisik (seperti memukul, mendorong, dan menendang), <em>bullying</em> verbal (mengejek, menghina kondisi fisik, atau menggunakan nama orang tua sebagai bahan olokan), dan <em>bullying</em> sosial (mengucilkan teman atau mempermalukan mereka di depan umum).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, terdapat pula <em>cyberbullying</em>, yaitu perundungan yang dilakukan melalui media digital seperti grup WhatsApp atau media sosial. Meskipun sebagian besar siswa Sekolah Dasar belum terlalu terpapar dunia digital, materi ini tetap diberikan sebagai bentuk pencegahan dini.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan dilanjutkan dengan observasi ringan terhadap interaksi siswa setelah sosialisasi berlangsung. Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun dianggap bercanda, masih ada perilaku <em>bullying</em> yang cukup sering terjadi. Contohnya adalah tindakan menurunkan celana teman di depan umum, mengejek hobi seperti menyebut teman wibu dengan nada merendahkan, serta mengolok-olok nama orang tua.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan ada siswa yang mengaku pernah melakukan kontak fisik tidak pantas kepada teman, seperti menepuk atau memukul bagian tubuh yang tidak seharusnya disentuh orang lain. Komentar negatif terkait bentuk tubuh, warna kulit, atau karakter suara pun tak luput dari temuan lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman anak-anak terhadap batas perilaku yang sehat dan menghormati orang lain masih perlu ditingkatkan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya di lingkungan sekolah, kampanye &ldquo;<em>Asik Tanpa Toxic</em>&rdquo; juga diperluas ke ruang publik dalam bentuk sesi wawancara terbuka yang dilakukan di Stadion Kadrie Oening, Samarinda. Mengusung konsep santai tapi tetap reflektif, mahasiswa HI FISIP Unmul mengajak anak-anak dan remaja yang melintas untuk berbagi pengalaman tentang bullying dengan imbalan menarik berupa tumbler dan stiker.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebuah papan tulis bertuliskan &ldquo;Ceritakan pengalaman <em>bullying</em>-mu dan dapatkan reward!&rdquo; menjadi pemicu diskusi yang ramah dan terbuka. Melalui sesi wawancara ini, berbagai kisah mengemuka. Seorang peserta menceritakan bagaimana dirinya pernah diejek karena warna kulit dan tinggi badan hingga merasa dikucilkan oleh teman-temannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peserta lain mengaku sering menjadi sasaran olokan melalui penyebutan nama orang tuanya. Beberapa mencurahkan pengalaman di-<em>bully</em> secara verbal dan fisik, bahkan ada yang membalas bullying tersebut dengan kekerasan karena merasa terpojok.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dari semua cerita yang muncul, benang merah yang bisa ditarik adalah bahwa para peserta sebenarnya tahu bahwa tindakan tersebut salah dan tidak seharusnya dibiarkan. Salah satu peserta dengan polos menjawab, &ldquo;Saya pernah diejek nama orangtua saya dan menurut saya tidak boleh karena dosa,&rdquo; ketika ditanya mengapa <em>bullying</em> tidak boleh dilakukan. Jawaban sederhana tersebut mencerminkan bahwa anak-anak bisa memiliki pemahaman moral yang kuat jika diarahkan dengan cara yang tepat.</p><p style="text-align: justify;">Yang menggembirakan, respons para siswa menunjukkan adanya perubahan sikap yang positif setelah mengikuti kegiatan ini. Banyak dari mereka yang mengaku baru menyadari bahwa perilaku yang selama ini mereka anggap &ldquo;lucu&rdquo; ternyata bisa menyakiti perasaan orang lain. Beberapa siswa secara terbuka menyatakan rasa bersalah dan berniat meminta maaf kepada teman-teman yang pernah mereka <em>bully</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tak sedikit pula yang menyampaikan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut dan bahkan ingin menjadi agen perubahan kecil di lingkungan mereka dengan mengingatkan teman lain agar tidak melakukan bullying.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ini ditulis oleh Muhammad Reza Zwageri, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional FISIP Unmul 2022</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kilas Balik UTBK 2025 di Unmul: Tanggapan Peserta Terkait Fasilitas hingga Aksi Kecurangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-balik-utbk-2025-di-unmul-tanggapan-peserta-terkait-fasilitas-hingga-aksi-kecurangan/baca </link>
<guid> kilas-balik-utbk-2025-di-unmul-tanggapan-peserta-terkait-fasilitas-hingga-aksi-kecurangan </guid>
<pubDate> Mon, 05 May 2025 23:42:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fasilitas UTBK Unmul diapresiasi peserta, meski masih ada catatan soal kecurangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kilas-balik-utbk-2025-di-unmul-tanggapan-peserta-terkait-fasilitas-hingga-aksi-kecurangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5xi9iDRPas.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kilas Balik UTBK 2025 di Unmul: Tanggapan Peserta Terkait Fasilitas hingga Aksi Kecurangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025 telah selesai dilaksanakan, Sabtu (3/5) lalu. Ujian ini turut diselenggarakan di beberapa fakultas di Unmul dan diikuti oleh ribuan calon mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Berkenaan dengan itu, selain menjadi ajang penantian oleh calon mahasiswa, tentunya hal ini menjadi ajang evaluasi untuk Unmul mengenai fasilitas yang disediakan untuk keberlangsungan ujian. Lantas apakah fasilitas UTBK di Unmul mampu dikategorikan &ldquo;Baik&rdquo;?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu peserta UTBK Boby Sitohang, memberikan ulasannya terhadap fasilitas yang ada di FMIPA, tempatnya melaksanakan ujian.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebutkan bahwa di Ruangan Fisika Komputasi, alat-alat UTBK berupa komputer, tetikus, dan pendingin ruangan dalam kondisi yang baik sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama ujian berlangsung. Lebih lanjut, terdapat kamar mandi di setiap sisi ruangan yang memberikan kemudahan bagi peserta yang membutuhkannya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Boby juga memberikan ulasannya terhadap penjagaan yang dilakukan sepanjang ujian berlangsung. Mulai dari satpam sampai pengawas ujian di lokasi tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, kalau untuk pengawas sama satpam, baik. Saya pas baru nyampe itu langsung diarahkan sama satpamnya yang jaga gerbang.&rdquo; Jelasnya pada awak <em>Sketsa</em>, Sabtu (3/5).</p><p style="text-align: justify;">Ulasan menyenangkan lainnya juga hadir dari peserta yang lain, Nabila Ekti Novita yang melaksanakan UTBK di Fahutan. Ia merasa puas dengan kelengkapan yang disediakan oleh Fahutan, dimulai dari kondisi komputer yang baik sampai kebersihan yang terjamin baik dalam ruangan ujian ataupun kebersihan kamar mandi.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Nabila juga memberikan gambaran terhadap suasana ujian. Baginya suasananya begitu santai namun tetap disiplin dalam mematuhi protokol pengerjaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;... jadi kita masih <em>enjoy</em> juga untuk ngerjain,&rdquo; tuturnya saat ditanya mengenai keketatan dalam pengawasan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pendapat mereka soal kecurangan UTBK</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terlepas dari itu, kedua peserta juga tentu telah mendengar kabar mengenai kecurangan yang dilakukan oleh sejumlah oknum selama pelaksanaan UTBK. Salah satunya terjadi di Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Melansir dari <em>Antara Kaltim</em>, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unmul Lambang Subagiyo menyatakan, terdapat satu peserta yang ditemukan melakukan tindak kecurangan dari total 11.975 peserta dalam pelaksanaan UTBK 2025 di Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oknum tersebut mencoba taktik curang dengan menggunakan perangkat elektronik yang disembunyikan di balik pakaiannya. Perangkat tersebut antara lain kamera yang diduga digunakan untuk memotret soal ujian, yang kemudian mendapat jawaban melalui perangkat di telinga. Untungnya, oknum tersebut ketahuan sebelum pelaksanaan ujian dimulai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, baik Boby maupun Nabila dengan jujur mengungkapkan kekesalannya dan pandangan mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku sih kurang ngikutin ya, tapi aku beberapa tau juga ada yang curang. Menurut aku itu nggak bagus banget, apalagi bagi kita yang udah usaha sendiri dengan belajar, bimbel, TO (<em>try out</em>) mati-matian, tiba-tiba ada yang curang itu nggak <em>fair</em> banget sih,&rdquo; jujur Nabila kepada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, Boby dan Nabila turut membeberkan perasaan lega mereka ketika berakhirnya masa ujian. Harapan mengenai kelulusan tentu menjadi doa yang terus dipanjatkan oleh semua peserta UTBK. <strong><em>(ali/mou/zwg/zie/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keterbatasan Ruang Terbuka, Mahasiswa FIB Gunakan Lobi dan Lorong untuk Berkumpul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterbatasan-ruang-terbuka-mahasiswa-fib-gunakan-lobi-dan-lorong-untuk-berkumpul/baca </link>
<guid> keterbatasan-ruang-terbuka-mahasiswa-fib-gunakan-lobi-dan-lorong-untuk-berkumpul </guid>
<pubDate> Tue, 06 May 2025 22:07:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa FIB Unmul harapkan ruang terbuka yang nyaman untuk diskusi, belajar, dan bersantai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keterbatasan-ruang-terbuka-mahasiswa-fib-gunakan-lobi-dan-lorong-untuk-berkumpul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OI5AURbn5g.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keterbatasan Ruang Terbuka, Mahasiswa FIB Gunakan Lobi dan Lorong untuk Berkumpul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Keterbatasan fasilitas ruang terbuka di FIB Unmul menjadi perhatian serius bagi para mahasiswa. Minimnya keberadaan gazebo atau ruang terbuka yang nyaman membuat sebagian mahasiswa kesulitan mencari tempat untuk berdiskusi, belajar bersama, hingga sekadar bersantai di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Kebutuhan akan ruang terbuka seperti gazebo semakin terasa di FIB Unmul. Berdasarkan pengamatan langsung, banyak mahasiswa terpaksa <em>ngemper</em> di lorong tempat berlalu-lalang. Juga area Gedung A3, terutama saat menunggu teman atau mempersiapkan diri sebelum melaksanakan seminar proposal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini semakin terlihat jelas saat program percepatan seminar proposal yang mengakibatkan banyak mahasiswa berkumpul dalam satu waktu.</p><p style="text-align: justify;">Dian Suryani, salah seorang mahasiswa FIB, mengungkap keberadaan gazebo sangat penting, terutama untuk mendukung kegiatan kelompok.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kegiatan kelompok kaya diskusi antar mahasiswa, buat anak organisasi bisa dipakai untuk rapat, atau hanya bersantai dengan teman-teman,&quot; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski Dian mengaku lebih sering menggunakan ruang pribadi, ia mengakui saat kampus ramai, sulit menemukan tempat yang nyaman di area terbuka FIB.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Muhammad Padillah, mahasiswa FIB lainnya mengaku sekitar 40 persen aktivitas belajarnya di kampus membutuhkan ruang terbuka.&nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, menurut Padillah, kondisi area terbuka saat ini kurang nyaman karena mudah terdistraksi oleh aktivitas di sekitar.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Lebih ke kurang nyaman, karena kita pasti ter-<em>distract</em> dengan hal-hal di area terbuka,&quot; ungkapnya saat ditanyai mengenai kenyamanan area terbuka yang ada saat ini untuk kegiatan belajar.</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga menilai gazebo lebih cocok digunakan untuk diskusi kelompok, dengan kapasitas ideal antara 5&mdash;12 orang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenyamanan seperti atap yang tahan hujan dan ventilasi udara juga penting supaya bisa digunakan kapan saja,&rdquo; tambah Dian.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tanggapan Pihak Fakultas: Akui Keterbatasan, Tapi Ada Upaya Pengembangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Wakil Dekan II FIB, Singgih Daru Kuncara mengakui fasilitas ruang terbuka di fakultas memang masih terbatas. Ia menyebut saat ini mahasiswa masih bisa memanfaatkan meja-meja di kantin dua lantai yang tersedia sebagai tempat duduk dan berdiskusi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya lihat anak-anak kadang duduk di kantin itu, meskipun memang belum ideal,&rdquo; ungkapnya pada Senin (10/3) lalu saat disambangi <em>Sketsa</em> di ruangannya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait fenomena <em>ngemper</em> yang kerap terjadi, Singgih menyatakan hal tersebut terjadi terutama saat program percepatan seminar proposal.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Oh, itu karena sedang sempro, kalau sempro normal memang nggak serame itu, itu memang program percepatan. Jadi memang satu hari, beberapa. Mungkin karena itu aja, kalau yang reguler Jumat, itu nggak sampai begitu,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Singgih juga menjelaskan rencana pengembangan fasilitas FIB sudah ada, termasuk kemungkinan pemindahan gedung dan penambahan ruang terbuka. Namun, rencana tersebut masih menunggu keputusan terkait kebijakan efisiensi yang sedang berjalan di kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Prioritas kami saat ini adalah memastikan proses perkuliahan berjalan lancar dulu,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait keluhan mahasiswa soal ruang terbuka, Singgih mengaku belum menerima laporan resmi. Ia bahkan mendorong mahasiswa dan BEM untuk membuat telaahan atau usulan tertulis agar aspirasi mereka bisa ditindaklanjuti.</p><p style="text-align: justify;">Meski mengakui keterbatasan, Singgih berharap mahasiswa dapat lebih kreatif dan inisiatif dalam mencari tempat yang nyaman untuk berdiskusi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya berharap mahasiswa yang lebih entah kreatif ataupun inisiatif, karena diskusi kan tidak harus gazebo di FIB yang bisa, kita mendiskusi di tempat yang menurut kita enak untuk diskusi,&quot; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, mahasiswa memiliki harapan besar terkait keberadaan gazebo. Dian berharap gazebo sebagai bentuk peningkatan fasilitas di FIB sekaligus menjadi ruang alternatif yang nyaman.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Juga dapat membantu kegiatan mahasiswa entah secara individu maupun kelompok di lingkungan mahasiswa,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padillah turut menambahkan harapannya agar gazebo bisa digunakan dengan baik dan membantu mahasiswa jika perpustakaan atau kelas sedang penuh.</p><p style="text-align: justify;">Baik Dian maupun Padillah menyatakan kesediaan mereka merawat dan menjaga fasilitas gazebo jika nanti disediakan. Keduanya juga menyatakan kesediaan untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas gazebo agar tetap nyaman dan layak pakai.</p><p style="text-align: justify;">Minimnya ruang terbuka dan gazebo di FIB Unmul menjadi kesulitan tersendiri bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat belajar dan berdiskusi di luar kelas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lewat komunikasi yang lebih lugas antara mahasiswa dan pihak fakultas, diharapkan solusi yang tepat dapat segera terwujud demi mendukung kenyamanan dan produktivitas belajar di kampus. <strong><em>(zie/ela/ary/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rapat Dengar Pendapat Akhirnya Digelar: Usut Tuntas Tambang Ilegal di KHDTK Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-dengar-pendapat-akhirnya-digelar-usut-tuntas-tambang-ilegal-di-khdtk-unmul/baca </link>
<guid> rapat-dengar-pendapat-akhirnya-digelar-usut-tuntas-tambang-ilegal-di-khdtk-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 06 May 2025 22:27:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rapat kasus tambang ilegal KHDTK Unmul hasilkan janji penuntasan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rapat-dengar-pendapat-akhirnya-digelar-usut-tuntas-tambang-ilegal-di-khdtk-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bJ3XmZiDEi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rapat Dengar Pendapat Akhirnya Digelar: Usut Tuntas Tambang Ilegal di KHDTK Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Setelah hampir satu bulan terlewati pasca terkuaknya aktivitas tambang ilegal di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul, akhirnya rapat dengar pendapat digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (5/5) kemarin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pelaksanaan rapat tersebut menjadi agenda yang sudah ditunggu-tunggu dan didesak oleh seluruh civitas akademika, khususnya di Fahutan, untuk segera dilaksanakan. Hal ini turut disampaikan saat Aliansi Rimbawan Bersatu menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kaltim pada Rabu (30/4) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aliansi-rimbawan-bersatu-gelar-aksi-desak-penuntasan-kasus-tambang-ilegal-di-khdtk-unmul/baca" target="_blank">Aliansi Rimbawan Bersatu Gelar Aksi, Desak Penuntasan Kasus Tambang Ilegal di KHDTK Unmul</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rapat dengar pendapat yang dilaksanakan pada 14.00 Wita di Gedung DPRD Kaltim tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait. Di antaranya turut hadir Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim, Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah kaltim, Dinas Lingkungan Hidup Kaltim, Rektor Unmul, Dekan hingga Wakil Dekan Fahutan. Tidak lupa, perwakilan dari Aliansi Rimbawan Bersatu juga tampak hadir membersamai rapat tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari rapat dengar pendapat tersebut, menghasilkan keputusan bahwa penambangan di KHDTK Unmul merupakan aktivitas ilegal yang berkonsekuensi pidana dan perdata. Proses pemeriksaan saksi yang masih tersisa serta penetapan tersangka oleh Polda Kaltim akan diselesaikan dalam kurun waktu dua minggu ke depan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kapolda juga sudah menjelaskan bahwa kasus ini bakal diusut tuntas dalam dua minggu ke depan,&rdquo; tutur Jenderal Lapangan Aliansi Rimbawan Bersatu Ahmad Jumaidil, Senin (5/5). &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, pihak pengelola KHDTK dan Fahutan Unmul juga perlu melakukan perhitungan valuasi ekonomi guna menilai seberapa besar kerugian materi yang dihasilkan dari aktivitas tambang ilegal tersebut. Untuk itu, pihak Fahutan dan pengelola KHDTK membutuhkan dukungan bantuan dari bidang aneka ragaman hayati dan lainnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena memang valuasi ekonomi itu cukup komprehensif dari sisi vegetasi, dari sisi tata air, dari sisi lingkungannya. Sehingga kami harapkan dalam waktu segera juga kita bisa untuk melihat hasilnya,&rdquo; ucap Dekan Fahutan, Irawan Wijaya Kusuma di hari yang sama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi persoalan KHDTK Unmul, Irawan mengapresiasi atas sejumlah bantuan dan terlaksananya rapat dengar pendapat tersebut. Sebab, dukungan yang diberikan menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan aktivitas ilegal yang menggerus lahan hutan pendidikan tersebut. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga memang pada akhirnya dukungan pada saat proses ini berjalan, sampai nanti pada saat pemulihan lingkungan itu juga sangat diperlukan. Kami sangat mengapresiasi dan terima kasih banyak untuk inisiasi yang luar biasa,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(xel/ali/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dampak Efisiensi Anggaran, Perpus Unmul Kini Hanya Buka Hingga Pukul 4 Sore </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dampak-efisiensi-anggaran-perpus-unmul-kini-hanya-buka-hingga-pukul-4-sore/baca </link>
<guid> dampak-efisiensi-anggaran-perpus-unmul-kini-hanya-buka-hingga-pukul-4-sore </guid>
<pubDate> Thu, 08 May 2025 16:17:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa keluhkan keterbatasan akses perpustakaan saat malam hari </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dampak-efisiensi-anggaran-perpus-unmul-kini-hanya-buka-hingga-pukul-4-sore/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/peRnzNJPXY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dampak Efisiensi Anggaran, Perpus Unmul Kini Hanya Buka Hingga Pukul 4 Sore</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Perpustakaan Unmul kini hanya buka hingga pukul empat sore. Perubahan jam operasional yang awalnya buka hingga pukul sembilan malam ini dimulai sejak awal hari kerja pasca libur lebaran April lalu.</p><p style="text-align: justify;">Perubahan yang tiba-tiba ini membawa sejumlah pertanyaan di benak mahasiswa yang sering mengunjungi perpustakaan Unmul. Pasalnya, perpustakaan ini menjadi pusat bagi seluruh mahasiswa di berbagai fakultas yang ada di Unmul untuk melakukan sejumlah aktivitas, mulai dari mengerjakan tugas, mencari referensi bacaan, kerja kelompok, hingga hanya sekadar menghabiskan waktu saat jeda waktu perkuliahan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu pengunjung Perpustakaan Unmul Erin Trislinanda mengaku kaget akan perubahan jam operasional perpus yang tiba-tiba. Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2022 itu selalu mengunjungi Perpus untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugasnya serta menunggu jeda jadwal kelas berikutnya. Dengan adanya perubahan tersebut, ia bingung untuk mendapatkan tempat menunggu dan mengerjakan tugas yang nyaman di kampus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pas puasa aja tuh sampai jam 5, ini cuma sampai jam 4. Ini bener-bener nyusahin ya. Apalagi bagi orang yang sering banget di kampus, perlu ruang buat nunggu, buat belajar atau gimana gitu,&rdquo; tukas Erin saat ditemui <em>Sketsa</em>, Senin (5/5) lalu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Erin berharap Perpustakaan Unmul dapat kembali buka hingga malam untuk memudahkan mahasiswa yang ingin menggunakan fasilitas perpustakaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemarin aja yang sampai jam sembilan aja tuh rasanya masih kurang, dan ini sampai jam empar itu buat apa?&rdquo; komentar Erin.</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan Erin, Arya selaku pengunjung perpus Unmul juga turut membagikan kekecewaannya terhadap perubahan tersebut. Mahasiswa FT Unmul 2024 itu kecewa dengan adanya pemendekan waktu kunjungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Orang-orang yang memiliki kesibukan dari pagi hingga sore dan hanya memiliki waktu setelah maghrib tidak bisa membaca buku lagi dengan lebih sering,&rdquo; keluh Arya saat diwawancarai <em>Sketsa</em> di hari yang sama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karenanya, Arya berharap Perpustakaan Unmul dapat kembali buka hingga malam hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, jika melihat dari sudut pandang staf dan ingin melakukan pemendekan waktu kunjungan karena biasanya malam memang tidak seramai siang hari, bisa dipendekkan sampai jam 20.30 atau 20.00,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait penyebaran informasi perubahan itu sendiri, baik Erin maupun Arya tidak mendapat informasi apapun sebelumnya serta tidak tahu alasan dari kebijakan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya baru tahu beberapa hari sebelumnya ketika setelah salat maghrib ingin melakukan peminjaman buku, ternyata perpustakaan sudah tutup,&rdquo; cerita Arya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kan waktu itu lagi masih ngerjain tugas-tugas juga, jadi pas di Perpustakaan itu kaget aja gitu kok tiba-tiba jam empat sudah tutup,&rdquo; ujar Erin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi perubahan jadwal tersebut, <em>Sketsa</em> mencoba untuk mengulik lebih dalam ke pihak pengelola Perpustakaan Unmul. Humas Perpustakaan Unmul Muhammad Zakiy mengatakan perubahan tersebut mengikuti kebijakan dari pusat. Selain itu, penerapan efisiensi menyebabkan tidak ada alokasi anggaran terkait penambahan jam pelayanan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, Perpus Unmul kembali beroperasi sesuai dengan jam kerja awal, yaitu mulai dari pukul delapan pagi dan ditutup pukul empat sore pada Senin&mdash;Kamis, dan ditutup pukul setengah lima sore pada Jumat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi otomatis kita kembalikan ke jam kerja awal lagi. Karena di luar jam kerja awal itu dianggap lembur kan, dari jam empat ke jam sembilan malam dianggap lembur,&rdquo; sebut Zakiy saat ditanyai <em>Sketsa</em>, Jumat (25/4).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Zakiy mengaku terdapat sejumlah mahasiswa yang protes akan perubahan tersebut. Namun, pihak pengelola perpus hanya dapat menjelaskan bahwa kebijakannya sudah seperti itu. Ia juga menyatakan, jika terdapat alokasi dana dan memungkinkan untuk beroperasi hingga malam hari, maka mereka akan melakukannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Misalnya memang dapat alokasi dana dari, kelak itu, memungkinkan untuk itu, kita tetap menjalankan program kerja sampai jam sembilan, untuk orang pelayan dan pemustaka itu,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Zakiy menambahkan harapannya agar perpustakaan mendapat anggaran lebih sehingga dapat bekerja lebih maksimal serta kebutuhan pustaka dapat terpenuhi dan lebih ditingkatkan lagi. <strong><em>(myy/ali)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penerapan Kawasan Bebas Rokok di FISIP, Berikut Tanggapan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penerapan-kawasan-bebas-rokok-di-fisip-berikut-tanggapan-mahasiswa/baca </link>
<guid> penerapan-kawasan-bebas-rokok-di-fisip-berikut-tanggapan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Fri, 09 May 2025 22:22:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FISIP berlakukan kawasan bebas rokok, mahasiswa harap area khusus tetap disediakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penerapan-kawasan-bebas-rokok-di-fisip-berikut-tanggapan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rlAB3R0WsO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penerapan Kawasan Bebas Rokok di FISIP, Berikut Tanggapan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="">SKETSA -</strong> FISIP Unmul akhirnya menerapkan kebijakan kawasan bebas asap rokok di lingkungan kampus per 1 Mei 2025. Ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 2782/UN17.2/HK.03.03/2025 Tentang Kawasan Bebas Asap Rokok di Lingkungan FISIP Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dekan FISIP Unmul, Finnah Fourqoniah mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan untuk seluruh civitas akademika FISIP Unmul serta pengunjung di seluruh area FISIP, kecuali area gazebo-gazebo di depan Gedung D2 (Akademik) FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dosen, mahasiswa, tendik (Tenaga kependidikan) wajib mengikuti edaran yang ada,&rdquo; ucap Finnah saat ditemui Sketsa, Senin (5/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Finnah juga menyampaikan pihak fakultas akan terus memantau perkembangan pengimplementasian kebijakan tersebut. Ia juga mengaku akan mendengar masukan dan saran seluruh civitas akademika agar dapat mengevaluasi kebijakan tersebut. Sehingga, penerapan kawasan bebas rokok di FISIP ke depannya berjalan efektif.</p><p style="text-align: justify;">Evaluasi tersebut akan dilakukan di akhir semester genap ini bersama dengan dosen-dosen, tendik, maupun mahasiswa yang diaspirasikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari hasil evaluasi tersebut, barulah nantinya FISIP akan mengatur penerapan kebijakan tersebut melalui Surat Keputusan (SK) yang akan dikeluarkan pada semester ganjil atau tahun ajaran baru 2025/2026 mendatang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Surat Keputusan itu akan kita lakukan mulai tahun ajaran baru 2025/2026. SK-nya nanti di situ. Ini masih surat edaran,&rdquo; jelas Finnah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Sketsa</em> juga mencoba menghubungi sejumlah mahasiswa FISIP untuk menanyakan pandangannya terkait kebijakan tersebut. Christian Deep &nbsp;selaku mahasiswa Ilmu Komunikasi 2022 menyambut baik SE tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski ia adalah seorang perokok aktif, mahasiswa yang akrab disapa Deep itu tidak merasa keberatan dengan adanya penerapan kawasan bebas rokok di area FISIP. Namun, ia tetap berharap ruang untuk perokok aktif dapat disediakan dengan merata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Para Dosen, mahasiswa yang perlu ke sana juga lewat situ (lorong di belakang Dekanat), ujung-ujungnya tetap kena. Jadi mau tidak mau, antara ganti titik atau perbanyak titiknya, agar tidak berfokus di situ saja,&rdquo; pinta Deep saat diwawancarai, Kamis (8/5) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Smoking area</em>-nya mungkin bisa diperbanyak,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Serupa dengan Deep, mahasiswa Hubungan Internasional 2023, Mawar (bukan nama sebenarnya) setuju dengan kebijakan tersebut. Ia mengaku kurang nyaman dengan gangguan asap rokok maupun vape selama berada di lingkungan kampus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun vape, tapi sama aja asap. Dan kalau aku pribadi gak suka juga bau asap vape walau baunya macam-macam,&rdquo; keluh Mawar, Rabu (7/5) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Aku harap <em>sih</em> kebijakannya diterapkan terus ya, dan nggak cuma untuk sementara waktu aja,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(ria/ysn/ali/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruang Rapi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/ruang-rapi/baca </link>
<guid> ruang-rapi </guid>
<pubDate> Sat, 10 May 2025 16:17:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tapi bukankah yang paling suci, tak selalu membutuhkan suara? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/ruang-rapi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aOH1zmH6pb.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ruang Rapi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Kita tak lagi menyebut nama,<br>tapi aku masih tahu nadanya,<br>seperti mengingat doa dalam bahasa yang tak pernah aku pelajari<br>tapi begitu lama tinggal di rongga dada.</p><p style="text-align: justify;">Ada hal-hal yang tak kita ucapkan,<br>bukan karena lupa,<br>melainkan karena telah selesai dalam makna<br>yang tak perlu ditata ulang oleh lidah.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, di antara jeda yang semakin lebar,<br>aku belajar merawat sunyi<br>dengan semacam kesetiaan yang tak meminta kepastian.<br>Seperti nyala di dalam gereja tua<br>yang dibiarkan menyala semalaman<br>meski tak seorang pun datang untuk berlutut.</p><p style="text-align: justify;">Ada ketenangan yang aneh,<br>saat tidak bertanya lagi,<br>dan tidak menjawab apa-apa,<br>tapi tahu:<br>segala yang pernah jujur tak akan musnah begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">Sejak itu,<br>aku mulai percaya bahwa kasih juga bisa berbentuk seperti ini:<br>tidak kembali, tidak pergi,<br>hanya mengendap dalam udara<br>yang kadang terasa hangat saat malam terlalu tenang.</p><p style="text-align: justify;">Dan jika aku masih merapikan ruang,<br>masih menata secangkir harap<br>di mazbah yang tak lagi kutunggu-tunggu,<br>itu bukan karena ingin kau kembali,<br>melainkan karena pernah ada hadirmu di sana,<br>dan itu cukup untuk membuat tempat itu layak dirawat<br>dengan diam.</p><p style="text-align: justify;">Kita tak bicara lagi.<br>Tapi bukankah yang paling suci<br>tak selalu membutuhkan suara?</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswa Sastra Indonesia FIB Unmul 2021</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kunjungan Kerja DPD RI ke Unmul: Komitmen Bersama Atasi Tambang Ilegal di Lahan Pendidikan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kunjungan-kerja-dpd-ri-ke-unmul-komitmen-bersama-atasi-tambang-ilegal-di-lahan-pendidikan/baca </link>
<guid> kunjungan-kerja-dpd-ri-ke-unmul-komitmen-bersama-atasi-tambang-ilegal-di-lahan-pendidikan </guid>
<pubDate> Sat, 10 May 2025 19:13:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektor Unmul soroti tambang ilegal di KHDTK, penyidikan terhambat laporan batas wilayah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kunjungan-kerja-dpd-ri-ke-unmul-komitmen-bersama-atasi-tambang-ilegal-di-lahan-pendidikan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GE1iVT3iIN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kunjungan Kerja DPD RI ke Unmul: Komitmen Bersama Atasi Tambang Ilegal di Lahan Pendidikan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Rektor Unmul Abdunnur sampaikan keluhannya terhadap kasus tambang Ilegal yang menggerus Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang dikelola Fahutan Unmul pada acara Kunjungan Kerja Resolusi Permasalahan Lingkup Komite III DPD RI Terkait Isu Pendidikan Universitas Mulawarman, Jumat (9/5). Dirinya menyebutkan, masalah di KHDTK telah dilaporkan sebelumnya oleh Dekan Fahutan dan baru diusut setelah terdapat kasus viral beberapa waktu lalu.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara tersebut dihadiri langsung oleh Anggota Komite III DPD RI Aji Mirni, Perwakilan Komisi III DPD RI, &nbsp;Jajaran Pimpinan Unmul, Perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Perwakilan Kementerian Kehutanan, Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, serta pihak terkait lainnya. Acara tersebut membuka kesempatan bagi pihak yang terkait dengan isu pendidikan di Unmul untuk saling berdiskusi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur juga menyampaikan masalah di kawasan lahan pendidikan Unmul, Bukit Soeharto juga rentan akan permasalahan yang sama dengan KHDTK Unmul di Lempake atau yang sebelumnya dikenal dengan Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Dirinya menyebut perlu ada pendanaan pemerintah dalam mengelola seluruh kawasan lahan pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami khawatir nanti kami yang mengelola yang diberikan sanksi. Padahal pemerintah hanya memberikan pendelegasian wewenang, tidak diikuti pendelegasian anggaran,&rdquo; sebut Abdunnur dalam sambutannya, Jumat (9/5).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia Semiawan, dalam pemaparan diskusi, menyampaikan komitmen Kementerian Kehutanan mengawal masalah hutan di Kalimantan Timur, khususnya KHDTK Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu, terdapat terhambatnya tindakan yang dilakukan oleh pihaknya juga berhubungan dengan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh pihak Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam Undang-Undang RI (UU RI) tahun 1999, Indra menyebut, terdapat ketentuan bagi pengelola KHDTK untuk membuat tata batas wilayah. Indra menyampaikan sesuai dengan data yang dimiliki oleh pihaknya, Unmul masih terkendala dalam menyusun Laporan Pengantar Jasa Penyusun (LPJP) sehingga hal tersebut juga menjadi hambatan dalam mengusut tuntas kasus di KHDTK.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini bisa dijadikan prioritas sehingga ke depannya tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran dalam konteks penambangan dan lain sebagainya,&rdquo; ucap Indra dalam pemaparan diskusinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemaparan juga dilakukan oleh beberapa pihak yang terkait lainnya seperti Perwakilan Balai Gakkum LHK Kalimantan yang menjelaskan perkembangan pengusutan kasus KHDTK Unmul. Dirinya menyebut masih mencari dua orang saksi kunci untuk mengungkap pelaku dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, pihaknya telah mengumpulkan beberapa dokumen sebagai bukti dan menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).</span></p><div style="text-align: justify;">Acara tersebut diakhiri penyampaian komitmen seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan kasus hukum mengenai isu pendidikan khususnya lahan pendidikan dengan pengawasan progres dari DPD RI. <strong><em>(myy/ner)</em></strong></div><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi Penolakan Relokasi Pasar Subuh Menjadi Ricuh: Aparat Naik Pitam, Mahasiswa Berakhir Lebam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-penolakan-relokasi-pasar-subuh-menjadi-ricuh-aparat-naik-pitam-mahasiswa-berakhir-lebam/baca </link>
<guid> aksi-penolakan-relokasi-pasar-subuh-menjadi-ricuh-aparat-naik-pitam-mahasiswa-berakhir-lebam </guid>
<pubDate> Sun, 11 May 2025 00:15:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul dipukul aparat saat unjuk rasa penolakan relokasi Pasar Subuh </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-penolakan-relokasi-pasar-subuh-menjadi-ricuh-aparat-naik-pitam-mahasiswa-berakhir-lebam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uzJkVVDU2f.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi Penolakan Relokasi Pasar Subuh Menjadi Ricuh: Aparat Naik Pitam, Mahasiswa Berakhir Lebam</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Sejumlah kerumunan masyarakat berkumpul di area Pasar Subuh dalam unjuk rasa penolakan relokasi Pasar Subuh, Jumat (9/5) pada 07.00 Wita. Unjuk rasa dilakukan untuk menyikapi keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang menurunkan puluhan aparat untuk melakukan pembongkaran paksa terhadap kios-kios yang berada di jalan Yos Sudarso tersebut.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kumpulan massa, mahasiswa Unmul turut mengikuti aksi demonstrasi tersebut. Sayangnya, saat terjadi bentrok antara aparat dan massa aksi, beberapa mahasiswa terkena pukulan dari pihak keamanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melansir dari&nbsp;</span><span><em>kaltimkece.id</em></span><span>, pemindahan tersebut merupakan permintaan dari pemilik lahan sejak 2014 silam. Kemudian, pada Rabu (30/4) lalu, pemiliki lahan kembali mengajukan hal serupa kepada Pemerinta Kota (Pemkot) Samarinda. Ia menyatakan bahwa lahan lokasi pasar subuh tidak disewakan lagi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah beberapa kali melakukan aksi penolakan terhadap pemerintah, para pedagang akhirnya bersedia untuk pindah dengan meminta tambahan waktu. Namun, Pemkot pada akhirnya langsung memberikan titah pada bawahannya untuk membongkar paksa kios-kios di Pasar Subuh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum terjadi selisih antara aparat dan massa aksi, mahasiswa sempat mencoba melakukan audiensi dengan pihak pemerintah yang hadir di lokasi, salah satu anggota DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda. Namun audiensi berakhir dengan pertikaian aparat keamanan yang mencoba memukul mundur pihak aksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu mahasiswa Unmul yang ikut aksi Zulfadly Amir menceritakan kekacauan yang terjadi saat dirinya ikut aksi tersebut. Dirinya mengkonfirmasi adanya audiensi yang malah berakhir&nbsp;</span><span><em>chaos</em>&nbsp;</span><span>tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nah kami mencoba meminta audiensi dulu terhadap aparat negara, tetapi mereka tetap menerobos masuk tanpa adanya mediasi,&rdquo; ucap mahasiswa FKIP Unmul tersebut saat diwawancarai, Sabtu (10/5).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Padahal Disitu ada anggota dewan yang seharusnya bisa diajak bicara atau diajak mediasi dulu,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Zulfadly menyebutkan bahwa pada saat bentrok, dirinya mendapatkan dua pukulan pada bagian wajah dan mata sebelah kirinya akibat aparat yang mencoba menerobos masuk ke dalam pasar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk pukulan itu di mata sebelah kiri di wajah sebelah kiri Itu sebanyak dua kali,&rdquo; terangnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya Zulfadly yang mendapatkan pukulan akibat naiknya tekanan darah para aparat, tetapi beberapa mahasiswa juga mendapatkan perlakuan yang sama, termasuk para pedagang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Banyak yang kena pukul, Bahtiar dari UMKT, Iqbal Menteri Sospol (Sosial Politik), Maulana Presiden BEM KM (Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa), Ilman Gubernur FKIP, banyak&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>. Pedagang juga ada.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai permasalahan ini, Zulfadly &nbsp;bersama dengan Keluarga Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengungkapkan akan melangsungkan konsolidasi dan berencana melaksanakan aksi menolak referensi aparat, dikarenakan apa yang dilakukan aparat kepada mereka sudah termasuk tindak kekerasan.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya untuk kami dari keluarga Himpunan Mahasiswa Islam jujur tidak terima lah terkait represi aparatur negara, itu sudah termasuk kekerasan lah. Jadi mungkin kami akan mengadakan konsolidasi dan hari Senin <em>Insyaa Allah</em> kami akan mengadakan aksi untuk menolak represi aparat,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(man/aim/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Seremonial Yudisium FISIP Diubah, Dekan FISIP: Anggaran Penyelenggaraan Sangat Besar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/seremonial-yudisium-fisip-diubah-dekan-fisip-anggaran-penyelenggaraan-sangat-besar/baca </link>
<guid> seremonial-yudisium-fisip-diubah-dekan-fisip-anggaran-penyelenggaraan-sangat-besar </guid>
<pubDate> Fri, 16 May 2025 19:25:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FISIP Unmul tiadakan seremonial yudisium, mahasiswa kecewa kehilangan momen akhir studi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/seremonial-yudisium-fisip-diubah-dekan-fisip-anggaran-penyelenggaraan-sangat-besar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OexKQy2Iz8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Seremonial Yudisium FISIP Diubah, Dekan FISIP: Anggaran Penyelenggaraan Sangat Besar</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Perubahan Seremonial Yudisium FISIP Unmul tentunya memberikan perbedaan suasana bagi mahasiswa yang terdampak. Kabar tersebut tentunya menjadi hal yang mengejutkan bagi mahasiswa.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;mendapatkan kabar dari mahasiswa FISIP yakni tentang isu yudisium yang dilaksanakan secara <em>online</em>. Namun hal tersebut dibantah oleh petinggi FISIP yang menyebutkan jika seremonial yudisium sudah ditiadakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada saat yudisium FISIP diisukan akan dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>, awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;sempat menanyakan kabar mahasiswa yang akan terdampak jika kebijakan tersebut direalisasikan. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis, Yusuf Sahar mengungkapkan kekecewaannya jika harus melakukan yudisium secara daring.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kuliah hampir empat tahun yang diharapkan&nbsp;</span><span><em>ending</em></span><span>-nya mengesankan tetapi malah sangat tidak berkesan,&rdquo; sebut mahasiswa angkatan 2021 tersebut saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp , Jumat (25/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada saat diwawancarai, Yusuf mengaku belum mendapatkan informasi apa pun dari fakultas terkait informasi tersebut. Dirinya berharap jikalau perubahan tersebut dibatalkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selaras dengan Yusuf, Mahasiswa Prodi Pembangunan Sosial angkatan 2020 Tasha Amalia juga berharap agar yudisium tetap dilaksanakan secara luring. Dirinya mengaku informasi terkait perubahan tersebut didapatkannya dari mulut ke mulut saja, dan belum ada informasi resmi dari Fakultas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bikin bertanya beneran dilaksanakan atau enggak, begitu. Mungkin akan diumumkan secara resmi ketika mendekati waktu pelaksanaan yudisium mendatang,&rdquo; ungkap Tasha melalui pesan WhatsApp, &nbsp;Jumat (25/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bukannya Dirubah, Seremonial Yudisium Malah Ditiadakan</strong></span><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabar perubahan seremonial yudisium dari luring menjadi daring rupanya hanya kabar burung belaka. Dekan FISIP Unmul Finnah Fourqoniah menyebutkan, sesuai dengan hasil kesepakatan, proses seremonial yudisium tersebut ditiadakan. Hal ini berhubungan dengan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Finansial dan tenaga manusia, yang sangat besar untuk penyelenggaraan Yudisium secara berkala setiap triwulan,&rdquo; ungkap Finnah saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (7/5) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Finnah sendiri mengungkapkan beberapa pertimbangan untuk meniadakan kegiatan Yudisium. Sesuai dengan ketentuan efisiensi yang membatasi pos-pos anggaran terkait, termasuk yang selama ini digunakan dalam penyelenggaraan Yudisium.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Finnah membulatkan agar esensi yudisium digabung dengan tahap pendadaran dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan baru.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Gordon tetap wajib diadakan oleh fakultas namun mekanisme penyerahannya bisa diatur lebih lanjut melalui Sub Bagian Akademik,&rdquo; pungkasnya.<strong><em>&nbsp;(myy/ica/nav)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PJTD Sketsa 2025: Belajar Jurnalisme, Merawat Fakta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pjtd-sketsa-2025-belajar-jurnalisme-merawat-fakta/baca </link>
<guid> pjtd-sketsa-2025-belajar-jurnalisme-merawat-fakta </guid>
<pubDate> Mon, 19 May 2025 21:27:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PJTD Sketsa 2025 ajak peserta pahami jurnalisme kritis, dari verifikasi fakta hingga teknik wawancara </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/pjtd-sketsa-2025-belajar-jurnalisme-merawat-fakta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o73nEy8w6b.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PJTD Sketsa 2025: Belajar Jurnalisme, Merawat Fakta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Sabtu (17/5) lalu, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul kembali menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD). Bertempat di Kampus FH Unmul, pelatihan ini mengangkat tema &quot;</span><span><em>The Power of News: Unlocking the Secrets of Impactful Journalism</em></span><span>&quot;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sekitar 60 peserta dari berbagai sekolah, jurusan, serta kampus hadir dan mengikuti setiap sesi dengan antusias. Mereka mendapatkan materi langsung dari para jurnalis profesional yang membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka di dunia jurnalistik. Adapun kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Moh. Bahzar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Menjernihkan Informasi Lewat Jurnalisme</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sesi materi pertama diisi oleh Muhammad Al Fatih, jurnalis Kaltim Kece, yang membawakan materi tentang peran media dan pentingnya verifikasi dalam pemberitaan. Ia menyoroti bagaimana jurnalisme berperan sebagai alat klarifikasi di tengah arus informasi yang semakin liar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Berita liur itu haram. Berita mesti berimbang, tidak boleh hanya lewat satu mulut saja,&quot; tegas Fatih di hadapan peserta.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, jurnalis harus mampu memverifikasi setiap informasi yang diterima, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses peliputan. Ia pun menyampaikan pentingnya keberadaan pers mahasiswa sebagai ruang alternatif yang fokus mengangkat isu-isu di lingkungan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kampus punya banyak persoalan yang kadang luput dari perhatian media arus utama. Di situlah pers mahasiswa hadir untuk mengurai masalah-masalah tersebut,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fatih juga mengaku senang melihat antusiasme peserta PJTD tahun ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teman-teman kelihatan pengen banget belajar. Harapannya, dari materi ini, mereka bisa paham bahwa semua informasi harus diverifikasi,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Belajar Dasar-Dasar Jurnalisme yang Kritis</strong></span></p><p><img src="https://lh7-rt.googleusercontent.com/docsz/AD_4nXerAKS3giQOTXD2nh0aILGa8v4sfhnTR7GT79wQ6zFdT6-4GCF8lQPZT5LnTrqP88duGlFyCMpK0BUKsQ6JMMmRAwFMmfe5ilxEdQbzK87DLLRCGt_usY3RsbJypClRRc2QqqQZRQ?key=XP29FI4s99yzxMemG9eqXw" style="background-color: transparent; font-family: Georgia, serif; font-size: 12pt; font-weight: 700; white-space-collapse: preserve; text-align: inherit; width: 786px;" class="fr-dii"><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Materi kedua disampaikan oleh Hasyim Ilyas, seorang jurnalis sekaligus anggota Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Samarinda. Ia mengajak peserta memahami proses kerja jurnalis dari tahap paling dasar seperti riset narasumber, menyusun pertanyaan, hingga teknik wawancara yang etis dan proporsional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang paling penting dalam peliputan adalah pengumpulan data. Tanpa data, kita dianggap cuma omong kosong,&rdquo; ucap Hasyim, yang karib disapa Ocul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menekankan bahwa pewawancara juga harus menjadi pendengar aktif, terutama saat meliput isu-isu sensitif seperti berita duka atau kasus kekerasan. Selain itu, menurutnya, pertanyaan yang disusun wartawan harus bisa mewakili kepentingan publik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jurnalis itu berpihak. Berpihak pada publik dan pada kebenaran,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di luar materi teknis, Hasyim juga menilai PJTD ini sebagai langkah awal yang penting untuk membangun kultur jurnalistik di lingkungan kampus. Ia menyebut kehadiran pers mahasiswa atau&nbsp;</span><span>Sketsa&nbsp;</span><span>sebagai pencerah dan penerang dalam dunia kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, kampus perlu di-</span><span><em>blow up</em></span><span>, karena banyak&nbsp;</span><span><em>problem</em>&nbsp;</span><span>yang tidak tersampaikan ke publik.&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>bisa menjadi jembatan antara mahasiswa dan pemangku kebijakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini penting bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga untuk orang tua, masyarakat, bahkan pemerintah daerah agar tahu kondisi kampus,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kesan Pesan Peserta</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesan positif datang dari para peserta. Nisrina Zaahiyah Basunari, mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul, mengaku puas dengan keseluruhan acara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mulai dari moderator, MC, sampai narasumbernya seru semua.&nbsp;</span><span>Games</span><span>-nya juga asyik,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa yang angkatan 2023 yang akrab disapa Nina itu menyampaikan bahwa materi tentang teknik wawancara menjadi bagian favoritnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena saya memang tertarik dengan dunia jurnalistik, jadi materi tentang cara menyusun pertanyaan itu benar-benar berguna,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Haris Fadilah, peserta dari jurusan yang sama, mengaku baru pertama kali mendengar istilah &ldquo;berita liur&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menarik banget. Di zaman sekarang, penting buat bisa memilah mana berita yang layak dibaca dan dipahami,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Harapan pun mereka sampaikan untuk gelaran tahun depan, agar PJTD selanjutnya bisa lebih sukses.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga PJTD berikutnya lebih meriah dan lebih&nbsp;</span><span><em>gacor</em></span><span>,&rdquo; ujar Nina.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terpisah, Abdurrahman Raher Azzahidan dari UKM Jurnalistik Polnes juga menyampaikan kesan serupa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seru, banyak informasi baru yang saya dapat, terutama soal konferensi pers dan bagaimana menggali informasi lewat pertanyaan,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia turut menyampaikan harapannya agar PJTD&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>tahun depan bisa digelar lebih besar lagi.&nbsp;</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Lebih megah, lebih spektakuler,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(tha/ner)</em></strong></div><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pendaftaran KKN 51 Unmul Dikeluhkan Mahasiswa: Website Error hingga Jadwal yang Tidak Ideal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-kkn-51-unmul-dikeluhkan-mahasiswa-website-error-hingga-jadwal-yang-tidak-ideal/baca </link>
<guid> pendaftaran-kkn-51-unmul-dikeluhkan-mahasiswa-website-error-hingga-jadwal-yang-tidak-ideal </guid>
<pubDate> Mon, 19 May 2025 21:52:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa alami kendala teknis dan kebingungan saat daftar KKN Unmul angkatan 51 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pendaftaran-kkn-51-unmul-dikeluhkan-mahasiswa-website-error-hingga-jadwal-yang-tidak-ideal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FeLMVT86gU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pendaftaran KKN 51 Unmul Dikeluhkan Mahasiswa: Website Error hingga Jadwal yang Tidak Ideal</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pendaftaran program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul angkatan 51 tahun 2025 menuai berbagai keluhan dari mahasiswa. Sejumlah peserta, khususnya dari angkatan 2022 yang menjadi kelompok wajib KKN pada periode ini, mengungkapkan beragam permasalahan yang mereka alami selama proses pendaftaran daring berlangsung.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mulai dari waktu pendaftaran yang dibuka secara mendadak pada tengah malam, gangguan teknis pada website resmi KKN yang sering mengalami eror juga tidak bisa diakses, hingga kurangnya sosialisasi terkait pilihan jenis KKN seperti tematik dan reguler. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan dan ketidakpuasan di kalangan mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswi Jurusan Manajemen FEB 2022 Selvi Intan Nabila, mengaku kesulitan saat proses pendaftaran karena jaringan internet di tempat tinggalnya yang tidak stabil. Ia menyebut pendaftaran yang dilakukan pada malam hari sangat menyulitkan mahasiswa yang tinggal di daerah dengan akses internet terbatas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya, pendaftarannya terlalu malam. Enggak semua wilayah itu punya jaringan yang bagus, dan itu juga eror. Saya waktu itu nunggu&nbsp;</span><span><em>loading</em></span><span>&nbsp;sekitar 20 menit. Waktu sudah bisa pilih, pilihan desanya tinggal sedikit,&rdquo; ujar Selvi kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Kamis (15/4).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selvi menyarankan agar waktu pendaftaran diubah ke sore hari, sekitar 16.00 Wita, agar mahasiswa punya kesempatan mencari tempat dengan jaringan internet yang lebih stabil seperti di kafe atau perpustakaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya terkendala teknis, Selvi juga mengungkapkan bahwa dirinya harus datang langsung ke kampus untuk mengajukan keringanan lokasi KKN karena kondisi kesehatan pribadi. Namun, ketika datang pada 09.00 Wita, ia tidak berhasil menemui pihak koordinator karena sedang menghadiri rapat di fakultas lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap pihak kampus dapat memperbaiki sistem dan menyediakan opsi lebih manusiawi agar seluruh mahasiswa bisa mendapatkan akses dan informasi secara adil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Banyak teman-teman juga yang ngalamin eror. Ada yang cuma muncul satu pilihan daerah aja, enggak bisa milih sama sekali. Bahkan ada yang kejebak, sudah terlanjur milih padahal nggak mau yang tematik, tapi malah kepencet tematik,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Selvi, Muhammad Gibran Alza, mengungkapkan bahwa secara teknis, antarmuka pendaftaran memang cukup sederhana, namun justru sistem&nbsp;</span><span><em>backend</em>&nbsp;</span><span>dari laman KKN yang menjadi sumber masalah utama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dari sisi pemilihan sebenarnya cukup mudah. Tapi yang jadi masalah itu di websitenya. Web sering&nbsp;</span><span><em>down</em></span><span>. Jadi saat proses pemilihan, banyak yang terganggu,&rdquo; jelas Gibran saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>di hari yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) dari FISIP 2022 tersebut, proses pendaftaran yang dibuka secara serentak untuk seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas menyebabkan sistem tidak mampu menampung lonjakan akses dalam waktu bersamaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski dirinya merasa puas, Gibran mengaku bahwa tempat pilihan KKN yang ia dapat bukanlah pilihan utamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal lain yang juga disoroti Gibran adalah waktu pembukaan pendaftaran yang semula dijadwalkan pada 00.00 Wita, namun diundur menjadi 01.00 Wita. Ia menyebut waktu tersebut sangat tidak ideal bagi mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih jauh, Gibran menekankan pentingnya sosialisasi yang memadai kepada mahasiswa mengenai jenis-jenis KKN yang masih banyak disalahpahami.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Banyak mahasiswa yang bingung soal pemilihan jenis KKN. Masih banyak yang belum tahu maksud dari tematik itu apa. Jadi ada yang nggak sengaja milih tematik karena nggak paham, dan akhirnya terjebak,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(zwg/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Namaku Alam 1: Konflik Identitas Diri Melawan Bayang-Bayang Tragedi Sejarah Kelam 1965 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/namaku-alam-1-konflik-identitas-diri-melawan-bayang-bayang-tragedi-sejarah-kelam-1965/baca </link>
<guid> namaku-alam-1-konflik-identitas-diri-melawan-bayang-bayang-tragedi-sejarah-kelam-1965 </guid>
<pubDate> Tue, 20 May 2025 21:02:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Segara Alam, anak tahanan politik, mengisahkan trauma dan diskriminasi akibat stigma sejarah 1965 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/namaku-alam-1-konflik-identitas-diri-melawan-bayang-bayang-tragedi-sejarah-kelam-1965/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/raYEU3R9O3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Namaku Alam 1: Konflik Identitas Diri Melawan Bayang-Bayang Tragedi Sejarah Kelam 1965</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Sejarah ditulis kelompok berkuasa dalam sebuah negara, kalimat yang cocok untuk menggambarkan kondisi pencatatan masa lalu di Indonesia. Karena dalam novel&nbsp;</span><span>Namaku Alam</span><span>&nbsp;(2023) bagian satu karya Leila S. Chudori, pembaca diajak sadar akan sisi lain sejarah resmi 30 September yang selama ini dipelajari di sekolah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan latar belakang di masa Orde Baru (Orba), novel ini menceritakan seorang anak laki-laki bernama Segara Alam yang berasal dari keluarga yang dianggap pemerintah berhubungan dengan gerakan komunis. Sehingga, mau tidak mau keluarganya harus memikul label keluarga Tapol atau tahanan politik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alam sendiri sudah disebut dalam novel&nbsp;</span><span><em>Pulang</em></span><span>&nbsp;(2015) yang juga menceritakan perihal tokoh yang terdampak label eksil politik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/resensi/pulang-gejolak-eksil-politik-pasca-tahun-1965/baca"><span>Pulang: Gejolak Eksil Politik Pasca Tahun 1965</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dianggap sebagai tokoh yang memberi dampak besar pada kisah Dimas Suryo dan Lintang Utara, sehingga lahirlah&nbsp;</span><span><em>Namaku Alam</em></span><span>&nbsp;sebagai turunan dari&nbsp;</span><span><em>Pulang</em>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada kisahnya sendiri, Alam digambarkan memiliki kemampuan&nbsp;</span><span><em>Photographic Memory</em></span><span>. Dirinya mampu mengingat apa yang dialaminya dengan sangat detail, bahkan pengalaman-pengalaman traumatis. Dengan alur cerita yang dibawa olehnya sebagai sudut pandang orang pertama, membuat novel dengan tebal 438 halaman itu terkesan rinci dalam menggambarkan setiap bagian cerita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alam mengisahkan bagaimana perjuangan dirinya yang harus dicap sebagai anak pengkhianat negara oleh sepupunya sendiri. Dirinya juga mengisahkan cerita orang-orang terdekatnya seperti saat keluarganya, ibu dan kedua kakak perempuannya, harus ditahan untuk dimintai keterangan ke mana bapaknya pergi saat masa-masa penangkapan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya keluarganya, Alam juga turut mengisahkan sahabatnya, Bimo Nugroho&ndash;si pelukis andal&ndash;dengan pengalaman kelamnya sebagai anak eksil politik. Dan masih banyak lagi tokoh yang berperan mengukir sejarah hidup Alam, seperti Umayani, guru sejarahnya, Trimulya Rahardi, Amelia Andara, hingga Dara Ariani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya persoalan kisah masa lalu yang berat, dalam novel ini juga Alam bercerita tentang kisah-kisah selama dirinya bersekolah di SMA Putra Nusa. Sekolah dengan standar kurikulum yang sangat jauh berbeda dengan SMA di Indonesia pada umumnya. Ditambah lagi kisah romansa Alam dengan Dara Ariani yang terhalang dengan perbedaan latar belakang keluarga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Leila S. Chudori membuka mata pembaca terhadap sisi lain yang ada di balik sejarah G30S 1965 yang diketahui rakyat Indonesia selama ini. Kisah yang memperlihatkan bagaimana nasib orang-orang yang dianggap simpatisan PKI oleh pemerintah. Penulis menunjukkan hal yang kerap terlupa yakni bagaimana nasib keluarga simpatisan yang tak bersalah dengan stigma yang harus dipikulnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui&nbsp;</span><span><em>Namaku Alam</em></span><span>, pembaca diajak melihat sejarah dengan kritis. Tidak hanya melihat dari satu fakta melainkan mencoba menemukan sisi lain yang belum tercatat. Ada yang sudah membacanya?&nbsp;</span><span><strong><em>(myy/ner)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Asrama Mahasiswa FKIP Banggeris Dialihfungsikan Jadi Sekretariat Ormawa, Penghuni Diminta Pindah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asrama-mahasiswa-fkip-banggeris-dialihfungsikan-jadi-sekretariat-ormawa-penghuni-diminta-pindah/baca </link>
<guid> asrama-mahasiswa-fkip-banggeris-dialihfungsikan-jadi-sekretariat-ormawa-penghuni-diminta-pindah </guid>
<pubDate> Wed, 21 May 2025 20:52:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penghuni Asrama FKIP Unmul resah, tempat tinggal mereka akan dialihfungsikan tanpa sosialisasi jelas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/asrama-mahasiswa-fkip-banggeris-dialihfungsikan-jadi-sekretariat-ormawa-penghuni-diminta-pindah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/A1nyvImy6Z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Asrama Mahasiswa FKIP Banggeris Dialihfungsikan Jadi Sekretariat Ormawa, Penghuni Diminta Pindah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Mahasiswa penghuni asrama banggeris FKIP Unmul harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tempat yang mereka tinggali akan dialihkan fungsinya menjadi gedung himpunan mahasiswa FKIP. Keputusan ini dianggap mendadak dan minim sosialisasi, sehingga menimbulkan keresahan bagi penghuni asrama.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu mahasiswa terdampak, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa awalnya mereka mendapat informasi bahwa asrama akan direnovasi. Namun, belakangan diketahui bahwa bangunan tersebut justru akan dialihkan fungsinya. Hingga saat ini, mahasiswa tidak menerima surat edaran resmi dari pihak fakultas mengenai keputusan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa tersebut menyatakan bahwa mereka hanya memperoleh informasi dari pengurus asrama dan tidak menerima surat resmi yang memberitahukan bahwa asrama akan diubah menjadi gedung himpunan dan <em>lab school</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Enggak ada, seminggu sebelum rapat bersama pak Dekan malah baru dikasih tahu kalau asramanya bakal digusur,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai di Asrama Mahasiswa FKIP Banggeris, Senin (3/3).</p><p style="text-align: justify;">Perubahan ini berdampak besar bagi mahasiswa yang sebelumnya bergantung pada asrama sebagai tempat tinggal yang strategis dan lebih terjangkau dibandingkan dengan kos-kosan di sekitar kampus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami diberi waktu sampai awal Mei untuk pindah, tapi kemudian diperpanjang sampai Juni. Itu pun tetap sulit karena mencari kos mendadak dengan harga yang sesuai bukan hal yang mudah, terutama saat perkuliahan masih berlangsung,&rdquo; ujar mahasiswa lainnya saat diwawancarai, Senin (3/3).</p><p style="text-align: justify;">Hingga saat ini, pihak fakultas hanya memberikan kompensasi berupa penambahan waktu tinggal asrama hingga Mei bagi mahasiswa terdampak. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa mengenai prioritas pembangunan di FKIP Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa mahasiswa mempertanyakan urgensi pembangunan sekretariat himpunan dan <em>lab school</em> dibandingkan mempertahankan fungsi asrama yang telah lama menjadi fasilitas penting bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kehadiran <em>l</em><em>ab school</em> di lingkungan kampus juga menjadi perdebatan, terutama terkait keberadaan anak-anak di area perkuliahan. Mahasiswa juga menyayangkan kurangnya sosialisasi terkait rencana ini.</p><p style="text-align: justify;">Mereka merasa keputusan ini terkesan mendadak, karena awalnya informasi yang diterima adalah asrama akan direnovasi, tetapi tiba-tiba saat dikumpulkan untuk rapat malah informasi mengenai alih fungsi asrama menjadi sekre hima yang diterima.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa mahasiswa mengungkapkan kekecewaan karena asrama yang selama ini menjadi tempat tinggal yang nyaman dan strategis, kini harus ditinggalkan. Mereka khawatir akan kesulitan mencari kos-kosan yang dekat dengan kampus dan dengan harga yang terjangkau, terutama dengan adanya penerimaan mahasiswa baru yang dapat meningkatkan persaingan dalam mencari tempat tinggal.</p><p style="text-align: justify;">Terkait alasan pengalihan fungsi, terungkap bahwa hal ini berkaitan dengan kebutuhan ruangan untuk himpunan mahasiswa dan <em>lab school.</em> Namun, beberapa mahasiswa mempertanyakan efektivitas dan prioritas pengalihan fungsi ini, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dialami oleh pihak kampus.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Dekan II FKIP, Muhammad Nurhadi menjelaskan bahwa rencana ini sebenarnya masih dalam proses dan terkendala masalah anggaran.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan, bukan renovasi, kan gini, rencana kan mau buat <em>lab</em> paud. Nah itu <em>lab</em> paud itu membutuhkan banyak ruangan dan Hima-Hima rencananya mau dipindah ke asrama. Hima kan perlu tempat juga, nah itu asramanya mau dialihfungsikan, tapikan karena efisiensi, mau uang dari mana?&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (7/3).</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga menanggapi pertanyaan mengenai bantuan pencarian kos bagi mahasiswa, dengan menyatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab pihak kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa kok disuruh fasilitasi, kalau anak tk baru&hellip; kecuali anak tk mungkin saya carikan, tapi kalau mahasiswa harus kita tuntun?&rdquo; ucap Nurhadi saat diwawancarai, Jumat (7/3).</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa berharap pihak fakultas dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait kebijakan ini. Hingga berita ini diterbitkan, pihak FKIP Unmul belum memberikan pernyataan resmi mengenai keputusan tersebut. <strong><em>(npl/xel/mel/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kampus Minim Fasilitas Belajar 24 Jam, Mahasiswa Mengandalkan Mushola </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-minim-fasilitas-belajar-24-jam-mahasiswa-mengandalkan-mushola/baca </link>
<guid> kampus-minim-fasilitas-belajar-24-jam-mahasiswa-mengandalkan-mushola </guid>
<pubDate> Fri, 23 May 2025 22:06:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tasya, perantau dari Semarang, buktikan prestasi meski keterbatasan fasilitas kampus tak mendukung </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kampus-minim-fasilitas-belajar-24-jam-mahasiswa-mengandalkan-mushola/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/q9KT5mu6zT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kampus Minim Fasilitas Belajar 24 Jam, Mahasiswa Mengandalkan Mushola</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Anastasya Dian Sulistyowati, akrab disapa Tasya, mahasiswi berprestasi jurusan Peternakan dengan konsentrasi Teknologi Hasil Ternak angkatan 2021 ini memiliki cerita inspiratif. Anak sulung perempuan dari dua bersaudara ini berasal dari luar Kalimantan, tepatnya dari Semarang, Jawa Tengah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai seorang perantau, hal ini yang menjadi&nbsp;</span><span>obstacle</span><span>-nya dalam membangun mimpi. Tidak punya keluarga bahkan kenalan di Samarinda. Ia terbang ke Samarinda hanya membawa tekad. Padahal dalam benaknya, Kalimantan mungkin hanyalah hutan belantara yang akan sangat mustahil bertahan hidup di sana. Kalimantan terasa asing bagi alumni SMA Negeri 1 Unggaran tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sempat bersusah payah bisa menjadi seorang mahasiswa, ia&nbsp;</span><em><span>gap</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>year</em></span><span>&nbsp;selama setahun sebelum kemudian lulus sebagai mahasiswa di Universitas Mulawarman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya mengungkapkan bahwa sebagai seorang perantau, ia tidak memiliki teman maupun saudara di Kalimantan. Di dalam pikirnya, Kalimantan banyak hutan seperti babat alas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apakah aku bisa&nbsp;</span><span><em>survive</em></span><span>? Rasanya, pertama kali datang kok beda banget. Aku bahkan sempat nangis,&rdquo; ungkapnya mengingat masa-masa sewaktu pertama kali merantau ke Kalimantan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akan tetapi, keputusannya untuk merantau mendapatkan dukungan dari orang tua. Ibunya berpesan bahwa ia sudah memilih dan menentukan jalan, dan Tuhan sudah memberi jalannya. Oleh karena itu, ia diminta untuk bertanggungjawab atas apa yang diberikan oleh Tuhan. Nasehat itu lah yang menjadi pegangannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum lagi terkait biaya hidup di Kalimantan yang jauh berbeda dengan pulau Jawa. Tasya tentu harus memutar otak untuk memnuhi kebutuhan hidupnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku sebagai anak kos harus hemat, mulai dari bensin, kuota, makan,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya mengungkap untuk bisa&nbsp;</span><span><em>survive</em></span><span>, ia harus hidup secara frugal. Meskipun begitu, harapannya, ia hanya ingin tempat yang tenang dan bisa mengakses internet secara gratis untuk belajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau di rumahku di Semarang ada&nbsp;</span><span><em>Wifi</em></span><span>&nbsp;sentral, sementara di sini harus keluar uang lagi,&rdquo; keluhnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia melanjutkan bahwa ia sempat menangis memikirkan bagaimana harus mengontrol hal tersebut. Namun, setelah itu ia berpikir untuk mengontrol apa yang bisa dikontrol. Seperti sakit, lapar, dan mencari penyelesaian masalah lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, ia benar-benar memanfaatkan fasilitas internet gratis di fakultas. Bahkan, bisa menghabiskan waktu hingga sore di Gedung Agribisnis. Namun, akibat hal itu, ia sempat ditegur oleh satpam fakultas yang mengatakan bahwa perempuan tidak boleh sampai sore di tempat tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya aku cuman mau menyelesaikan tugasku, aku bergantung pada&nbsp;</span><span><em>Wifi</em></span><span>&nbsp;kampus, tapi kampus tidak menyediakan itu,&rdquo; bebernya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada saat itu, kebetulan ia dihampiri oleh penjaga kebersihan fakultas yang mengajaknya untuk menggunakan Mushola. Di sana selain mendapat fasilitas internet, ia juga mendapatkan tempat&nbsp;</span><span><em>indoor</em></span><span>&nbsp;yang nyaman dan membuatnya bisa lebih fokus mengerjakan tugas kuliah dan mengeksplor banyak materi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya baru mengetahui kalau dia, sebagai seorang non-muslim, boleh menggunakan mushola. Sejak saat itu, ia menggunakan mushola untuk belajar. Bahkan, adek kelasnya yang kerap membantunya juga kerap menggunakan mushola untuk tempat belajar hingga sore. Di mushola, Tasya memaksimalkan wakrtunya untuk belajar dan mempelajari kembali apa yang ada di kelas. Ia baru kembali ke asrama pukul 21.30 Wita.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya mengaku mendapat ketenangan saat belajar di mushola, meskipun terkadang ada peristiwa mistis yang ia alami. Bahkan, satpam kerap mencoba menakuti Tasya dengan mengatakan ada sosok anak kecil di sana setelah melihat Tasya di Mushola hingga malam. Namun, Tasya hanya menjawab bahwa ia tidak akan diganggu karena ia tengah menuntut ilmu dan Tuhan bersamanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pernah saat membuat laporan praktikum, tiba-tiba ada yang tertawa tetapi tidak ada orang.&rdquo; Tasya menceritakan pengalamannya. Namun, hal tersebut tidak meruntuhkan semangatnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama berkuliah dan menjadi perantau di Samarinda, tentu Tasya membutuhkan kendaraan untuk memudahkan aktivitasnya. Ia mengungkapkan baru mendapat kendaraan di semester tiga. Itu pun milik seseorang yang sudah seperti saudaranya karena motornya sudah tidak lagi digunakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya sendiri memiliki beberapa prestasi, diantaranya Juara 3 Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) di UNS Solo dan Juara 2 Nasional Lomba KTI di Unmul. Menurut Tasya, kita harus coba menggali potensi dan berusaha untuk mengetahui bahwa kita juga bisa bersaing dengan mahasiswa dari kampus-kampus di Jawa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena&nbsp;</span><span><em>opportunity</em>&nbsp;</span><span>nggak ada yang tau, siapa tau Tuhan memberikan pintu itu untuk kita bisa lebih sukses,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya juga sempat mengikuti program MBKM Kedaireka selama tiga bulan di Desa Bangun Rejo, sehingga ia bisa konversi sebanyak 30 SKS untuk dua semester.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya tidak pernah berhenti mencoba hal baru. Ia juga sempat mendaftarkan diri untuk IISMA di semester 6 atau 7. Namun, dalam percobaan tersebut dirinya mengalami kegagalan. Tasya pun melanjutkan bahwa ia sudah berdamai dan ia merasa harus legowo pada kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Seenggaknya aku bisa mengetahui jawabannya, iya atau tidak. Kalau kita nggak coba, jawabannya cuma tidak. Tapi kalo kita terus mencoba jawabannya mungkin bisa tidak, tapi kita bisa banyak belajar dari kegagalan. Ini (Kegagalan) buat tempat aku bertumbuh, maka lebih baik memang harus terus mencoba&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya selalu mencoba peruntungan, ia kemudian mendaftar&nbsp;</span><span>intern&nbsp;</span><span>di salah satu perusahaan bergengsi. Ia mendaftar Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA). CPBSA dari perusahaan propan yang induknya di Thailand bergerak di bidang pakan unggas. Seleksi untuk bisa diterima memiliki 4 tahap: upload video, tes potensi akademik, wawancara, dan LGD (Leaderless Group Discussion).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama kali upload Tasya merasa takut, namun ia beruntung karena memiliki sahabat. Sofyna Alfiya dan Aisyah Jofaturrahma selalu mendukung Tasya dalam berprestasi, &ldquo;Coba dulu, Sya! Yang penting kamu udah buat video,&rdquo; kata sahabat-sahabatnya Tasya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya segera mengunggah video untuk mendatarkan diri di CPBSA. Ia berhasil upload di jam 5 sore dengan batas terakhir upload di jam 11 malam. Kemudian, lanjut tes potensi akademik dan lolos. Ia lanjut tes wawancara 101 langsung dengan HRDnya. Tes wawancara pun ia lulus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lanjut ia tes LGD, ia merasa agak takut. Namun, hal-hal tersebut tidak membuatnya berputus asa. Pun sebenarnya ia pernah gagal, tetapi pengalaman gagalnya yang akan menjadi modal hingga ia bisa sampai pada fase itu. Saat ia masih sekolah dulu, Tasya pernah mengikuti komunitas AIESEC dan ada tes FGD. Walau konsep FGD dan LGD berbeda, tapi dengan pengalaman itu ia masih punya pengalaman saat FGD dulu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;LGD ini agak&nbsp;</span><span><em>tricky</em></span><span>, aku dulu ikut komunitas AIESEC dulu aku daftar ada tes FGD. Ini kan sekarang LGD dan aku dikelompokkan sama anak UNAIR dan UNAND.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan mental yang kuat, setelah selesai LGD, keesokan harinya ia dihubungi oleh HRD dan dinyatakan lolos seleksi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku disuruh persiapan untuk ke Jakarta dan lanjut ke Thailand.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak luput juga kalimat motivasi dari Tasya yang memandang kegagalan sebagai ketapel.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jika kita ingin ambil manga yang lebih jauh berarti Tarik ketapelnya lebih jauh. Karena hadiahnya bakal lebih nikmat, kegagalan <em>is&nbsp;</em></span><span><em>my bestie</em></span><span>. Aku akan selalu berikan yang terbaik, karena aku nggak tahu pintu mana yang akan dibukakan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya berhasil membuktikan bahwa dengan kerja keras dan segala pengorbanan waktunya untuk terus belajar adalah kunci kesuksesan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Biarpun fasilitas kampus tidak memadai. Namun, Tasya selalu menemukan jalan dan tempat di mana ia tumbuh. Meski itu adalah tempat yang tidak disangka menjadi tempatnya ia mengembangkan dirinya, yaitu di Mushola kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Walau ia merupakan seorang Nasrani, tapi mushola adalah satu-satunya tempat yang aman dan nyaman untuk ia belajar. Jika ia pergi ke kafe, sudah tentu akan membuang banyak biaya, jika di asrama atau tempat tinggal teman, barangkali ia sulit mendapat suasana yang bisa membuatnya fokus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mushola adalah tempat yang tidak banyak orang tahu dan ia gunakan secara maksimal. Tasya menceritakan pandangan orang terhadapnya. Banyak yang menerima ia di Mushola, tetapi tidak sedikit juga yang meresahkan dengan sindiran-sindiran seperti &ldquo;ayo join, ayo login&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Tasya, jika terlalu sering, itu membuatnya tidak nyaman. Tak jarang ia juga membalas sindiran-sindiran tersebut. Padahal menurutnya, seharusnya setiap orang bisa menghargai perbedaan, seharusnya setiap orang punya kesempatan yang sama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan Tasya seorang minoritas, ia selalu berusaha damai walau ada rasa kurang nyaman jika memang harus belajar di mushola. Walau demikian, tidak semua mahasiswa punya cara yang menjengkelkan untuknya yang nasrani.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Temanku anak KAMMI, dia selalu ingatin aku doa setiap jam 12. Aku diterima di mushola, tapi beberapa oknum itu bikin jengkel,&rdquo; keluh Tasya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya selalu meng-</span><span><em>counter</em></span><span>&nbsp;hal-hal yang terjadi jika ada yang mempertanyakan keberadaannya. Seoang mahasiswi nasrani dan sudah tentu tidak menggunakan jilbab selalu berada di ruang mushola. Jika ia berhadapan dengan orang yang mempertanyakan keberadaannya, ia selalu ada jawaban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkadang Tasya berdoa, &ldquo;Tuhan tolong sembuhkan dia, agar dia memahami beragam agama, nanti kalo misal ia ke Thailand dia bakal juga ngerasa menjadi minoritas. Semoga dia akan merasakan apa yang aku rasakan ini&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketidaknyamanan ini seharusnya memiliki solusi. Ada hal yang kurang di area kampus. Tasya adalah salah satu mahasiswa yang berprestasi dengan memanfaatkan fasilitas kampus. Ia memanfaatkan&nbsp;</span><em>public&nbsp;</em><span><em>space</em></span><span>&nbsp;yang sebenarnya adalah mushola. Dari cerita Tasya kita mengetahui, bahwa prestasi mahasiswa berbanding lurus dengan fasilitas kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bayangkan jika ada fasilitas yang benar-benar bisa digunakan secara umum dan jangka penggunaannya bisa sampai malam. Akan ada banyak mahasiswa yang seperti Tasya ini akan lebih berkembang. Akan lebih memiliki peluang juga untuk berprestasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya kita butuh fasilitas&nbsp;</span><em><span>student</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>lounge</em></span><span>, sebenarnya kita butuh ruangan itu, sangat dibutuhkan. Bahkan perpustakaan Unmul sekarang tutup jam 4 yang sebelumnya bisa tutup sampai jam 10 malam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Tasya, seharusnya terdapat fasilitas&nbsp;</span><span><em>indoor</em>&nbsp;</span><span>yang memfasilitasi mahasiswa hingga 24 jam. Ia bahkan mengaku iri dengan mahasiswa dari kampus lain seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Diponegoro (Undip).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mereka itu bisa seharian sampai malam di kampus dan punya pola belajar yang kuat. Mereka bisa ganti-gantian ngebahas soal. Aku ingin sekali bisa merasakan nikmatnya belajar seperti itu,&rdquo; ungkap Tasya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya juga menilai lebih baik di mushola hingga malam karena kalau di kampus vibes belajar itu akan lebih terasa ketimbang harus di kos.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak luput Tasya juga mengeluhkan minimnya stop kontak di lorong kampus, hingga&nbsp;</span><span><em>Wifi</em></span><span>&nbsp;yang kurang memadai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari ceritanya Tasya kita mengetahui, bahwa kampus Unmul sangat memerlukan sebuah fasilitas agar mahasiswa bisa lebih fokus belajar. Peluang hadirnya&nbsp;</span><span>public</span><span>&nbsp;</span><span>space</span><span>,&nbsp;</span><span>student</span><span>&nbsp;</span><span>lounge</span><span>&nbsp;di Fakultas Pertanian sangat memungkinkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adanya gedung dekanat dan TU yang baru akan sangat berpeluang gedung lama bisa dijadikan tempat mahasiswa untuk belajar, mengerjakan tugas bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya menambahkan prestasi lainnya yang ia dapatkan, yakni pendanaan dari Program Indofood Riset Nugraha yang diberikan oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari program tersebut total ada 80 penerima manfaat, dan ia satu-satunya mahasiswa dari Unmul yang mendapatkan pendanaan dari program tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari mushola ia banyak belajar, namun keadaan sekarang sudah berubah karena portal sudah ditutup setengah tujuh malam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tasya kembali membahas soal bagaimana perasaan dan nikmatnya belajar di Mushola, ia menjelaskan keberadaan tempat seperti itu harus bisa lebih luas lagi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya enggak ada yang ditakuti di Mushola, ada lelaki hidung belang, enggak ada sebenarnya. Tempat itu paling aman karena selalu ada&nbsp;</span><span><em>security</em></span><span>.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Tasya memberikan pesannya, pesan itu untuk Faperta yang seandainya ada mahasiswa berprestasi, fakultas hanya&nbsp;</span><span><em>numpang</em></span><span>&nbsp;nama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tolong Faperta bisa lebih mengapresiasi, minimal dapat sertifikat penghargaan gitu,&rdquo; lanjut Tasya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, ia sudah turut membanggakan fakultas dan universitas. Namun, hanya mendapat apresiasi dari dosen peternakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga adik-adik tingkat bisa lebih diperhatikan lagi,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Artikel ini merupakan hasil liputan kontributor Aqwam Naufal Fadhlullah, mahasiswa Program Studi Agribisnis, Faperta 2020.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Doa yang Pernah Dituang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/doa-yang-pernah-dituang/baca </link>
<guid> doa-yang-pernah-dituang </guid>
<pubDate> Sat, 24 May 2025 20:30:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku kembali ke sunyi, dengan tubuh yang tetap penuh arti </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/doa-yang-pernah-dituang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8jvqNRgGDF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Doa yang Pernah Dituang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Ada yang tak kembali<br>sejak malam itu ditinggalkan begitu saja,<br>dalam gelas bening yang setia menampung<br>sisa hangat dari yang tak dihabiskan.</p><p style="text-align: justify;">Aku, mungkin, hanya satu teguk<br>yang tak sempat kau jaga<br>ketika tanganmu mulai gemetar<br>oleh hal-hal yang lebih layak digenggam.</p><p style="text-align: justify;">Tapi pernah aku mendekat ke batasmu,<br>seperti anggur yang tidak disucikan<br>namun tetap turut dalam nyala,<br>meski tidak diteguk<br>meski tidak dicatat<br>meski hanya jadi diam di pinggir harimu.</p><p style="text-align: justify;">Ada sunyi yang kau pilih<br>dan aku tak bertanya apa-apa&mdash;<br>karena aku tahu,<br>hal pertama yang ditinggalkan<br>adalah yang paling mudah dimengerti<br>sebagai bukan keperluan.</p><p style="text-align: justify;">Namun di ruang itu,<br>aku masih menata meja<br>dengan segala yang tak kau butuhkan,<br>seperti suster-suster senja<br>yang membereskan kapel<br>meski tak ada misa sore hari.</p><p style="text-align: justify;">Aku tidak kecewa.<br>Aku hanya tahu diriku cukup ringan<br>untuk tidak mengganggu yang berat.</p><p style="text-align: justify;">Dan seperti air suci<br>yang tak sempat disentuh jemari,<br>aku kembali ke sunyi<br>dengan tubuh yang tetap penuh arti<br>meski tidak dijamah.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia, FIB Unmul 2021</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> LPM Sketsa Unmul Raih Silver Winner dalam Ajang SPS Awards 2025 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/lpm-sketsa-unmul-raih-silver-winner-dalam-ajang-sps-awards-2025/baca </link>
<guid> lpm-sketsa-unmul-raih-silver-winner-dalam-ajang-sps-awards-2025 </guid>
<pubDate> Sat, 24 May 2025 20:46:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Majalah Sketsa raih Silver Winner ISMA 2025, ajang penghargaan Pers Mahasiswa bergengsi tingkat nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/lpm-sketsa-unmul-raih-silver-winner-dalam-ajang-sps-awards-2025/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/R856Vp4Uuv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>LPM Sketsa Unmul Raih Silver Winner dalam Ajang SPS Awards 2025</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul berhasil raih Silver Winner pada sub-kategori Majalah Mahasiswa Terbaik kategori Indonesia Students Media Awards (ISMA) di ajang Serikat Perusahaan Pers (SPS) Awards 2025. Dihadiri oleh sejumlah media, institusi korporasi, dan pers mahasiswa (Persma) dari berbagai kampus, acara penganugerahan tersebut dilaksanakan di Hall Dewan Pers Jakarta, Jumat (23/5).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengangkat tema &ldquo;Pers Indonesia, Pilar Informasi Terpercaya&rdquo;, acara yang telah digelar ke-16 kalinya ini menjadi ajang kompetisi bagi media, institusi, dan persma terhadap karya jurnalistik yang telah mereka produksi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dibuka sejak 15 November 2024 lalu, SPS Awards menghadirkan sejumlah kategori kompetisi, di antaranya Indonesia Print Media Awards (IPMA), Indonesia Inhouse Magazine Awards (InMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA), Indonesia Students Media Awards (ISMA), dan Indonesia Digital Media Awards (IDMA).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Umum SPS Januar P. Ruswita dalam sambutannya menyebutkan, terdapat kurang lebih 570 entri yang terdaftar dalam ajang SPS Awards 2025. Seluruh karya dari berbagai kategori yang masuk tersebut melewati proses penjurian dari tokoh-tokoh praktisi di bidang desain grafis, foto jurnalisme, pemasaran, periklanan, komunikasi massa, dan jurnalisme.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tokoh praktisi tersebut di antaranya Founder&nbsp;</span><span><em>Tirto.id</em></span><span>&nbsp;Sapto Anggoro, Guru Besar FISIP Universitas Indonesia (UI) yang merupakan pakar komunikasi massa Ibnu Hamad, dan Founder PR Indonesia Group Asmono Wikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada juga Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia Sari Soegondo, Dewan Eksekutif Masyarakat Fotografi Indonesia Oscar Motuloh, pakar&nbsp;</span><span>branding</span><span>, desain grafis, dan digital Jonathan Kriss, serta foto jurnalis senior&nbsp;</span><span><em>KOMPAS</em></span><span>&nbsp;Danu Kusworo.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui proses penilaian ketujuh dewan juri tersebut, majalah LPM Sketsa Universitas Mulawarman keluar sebagai pemenang Silver Winner Sub-Kategori Majalah Mahasiswa Terbaik. Bersama&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,</span><span>&nbsp;majalah GEMA Politeknik Negeri Jakarta, majalah Ketik Politeknik Media Kreatif, SKM Amanat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang juga turut masuk kategori sebagai pemenang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, pemenang Bronze Winner diisi oleh Majalah Suara Satwa Universitas Udayana dan LPM Novum FH Universitas Sebelas Maret (UNS). Kemudian, Majalah PABELAN Universitas Muhammadiyah Surakarta dan majalah Identitas Universitas Hasanuddin keluar sebagai peraih Gold Winner.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada malam penghargaan, Ketua Dewan Pers yang diwakili oleh Ketua Komisi Digital Dewan Pers &amp; Ketua Bidang Anggota dan Pendidikan SPS, Dahlan Dahi turut memberikan sambutannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyinggung soal kemerdekaan pers. Menurutnya, kemerdekaan pers hanya dapat tercapai apabila wartawan serta perusahaan pers-nya merdeka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemerdekaan pers hanya mungkin tercapai kalau wartawannya merdeka, tapi juga perusahaan pers dapat merdeka secara finansial,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Dahlan juga menegaskan pentingnya&nbsp;</span><span><em>re-skill</em>&nbsp;</span><span>atau pelatihan bagi wartawan untuk menjaga serta menambah kemampuan mereka, sehingga produk jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek subjektif dan objektif dalam realitas, melainkan intersubjektif.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk memastikan pers tetap mempengaruhi Intersubjektif realistis,&rdquo; jelasnya. <strong><em>(ali/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tips Cepat Merampungkan Skripsi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/tips-cepat-merampungkan-skripsi/baca </link>
<guid> tips-cepat-merampungkan-skripsi </guid>
<pubDate> Mon, 26 May 2025 21:42:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tips skripsi dari alumni Unmul ini bisa bantu kamu lulus cepat dan hemat UKT! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/tips-cepat-merampungkan-skripsi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/D88CKKunVB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tips Cepat Merampungkan Skripsi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Di dalam menempuh pendidikan tinggi jenjang strata satu atau S1, skripsi merupakan hal wajib yang harus dirampungkan sebelum mendapatkan gelar sesuai dengan jurusan yang telah ditempuh. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang ditulis berdasarkan teori dan konsep pendukung guna menguji penerapan ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh semasa kuliah.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk menyelesaikannya, acapkali memerlukan waktu yang cukup lama. Alasannya pun beragam. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu untuk mengetahui tips jitu dalam merampungkan skripsi, agar perkuliahan pada jenjang tersebut dapat selesai dengan baik dan tidak perlu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) lagi. Lalu, bagaimana merampungkan skripsi agar cepat selesai?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut telah dirangkum oleh&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;berdasar hasil wawancara dengan Siti Rahmi, Alumni Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul yang meraih gelar sarjananya dalam waktu tiga setengah tahun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tentukan Target Kapan Harus Selesai</strong></span><br><span>Membuat target pengerjaan merupakan satu hal penting yang tidak boleh terlupa. Sebab, dengan membuat target, kamu akan mengetahui hal-hal apa saja yang perlu untuk dilakukan dalam waktu dekat dan batas pengerjaan naskah skripsi kami. Dengan begitu, kamu tidak akan bermalas-malasan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Cari Tempat yang Nyaman</strong></span><br><span>Di era saat ini, kamu dapat menemui tempat yang nyaman untuk mengerjakan skripsi. Misalnya di kafe, perpustakaan kampus atau tempat kamu tinggal, dan kamu juga dapat merubah sedikit bagian di kamar kos kamu agar lebih nyaman sebagai tempat untuk mengerjakan skripsi. Karena kenyamanan adalah yang utama dalam mengerjakan segala hal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tentukan Jam Pengerjaan</strong></span><br><span>Setelah menentukan target dan mencari tempat yang nyaman, jangan lupa untuk melihat waktu. Menentukan waktu pengerjaan akan memudahkan kamu menyelesaikan setiap baris demi baris tulisan dan memberi waktu untuk dirimu beristirahat sejenak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Atur Waktu Bimbingan</strong></span><br><span>Selain itu, jangan lupa untuk dapat mengatur waktu bimbingan bersama dengan dosen pembimbing kamu saat bertemu. Kamu dapat menanyakan kapan waktu bimbingan selanjutnya, hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki, dan persiapan apa yang harus kamu lakukan selanjutnya untuk dapat merampungkan skripsi kamu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jangan Lupa Diskusi</strong></span><br><span>Selain berdiskusi dengan dosen pembimbing, kamu juga dapat membuka diskusi dengan teman-teman di sekitar kamu. Misalnya, dengan teman yang memiliki konsentrasi serupa dalam segi judul atau peminatan kamu, biasanya terdapat&nbsp;</span><span><em>insight</em>&nbsp;</span><span>menarik, loh!</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kalau Mentok, Jangan Berhenti!</strong></span><br><span>Tidak semuanya dapat berjalan lancar, begitu pula dalam mengerjakan skripsi. Jika hal itu terjadi, jangan lupa untuk istirahat dan mengambil napas sejenak. Berhenti sejenak boleh, menyerah yang tidak boleh. Penting untuk dapat terus memperbarui literatur, kondisi sekitar, dan mengevaluasi diri untuk mengetahui sudah sejauh mana kita melangkah dalam merampungkan skripsi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Jangan Lupa&nbsp;</span><span><em>Self Reward</em></span></strong><span><strong>, ya!</strong></span><br><span>Setelah banyaknya rangkaian yang dilakukan untuk merampungkan skripsi, perlu untuk menghargai dan memberikan waktu terbaik untuk diri sendiri. Kamu dapat melakukannya lewat hobi yang kamu miliki, bertemu dengan orang terkasih, dan menonton series favorit kamu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa tips tersebut membantu Rahmi dalam menyelesaikan studinya dengan segera. Terpenting bagi Rahmi adalah mengelola mood dan fokus pada target.&nbsp;</span></p><div style="text-align: justify;">&ldquo;Biasanya kalau sudah ada target bakal lebih terpacu ngerjainnya,&rdquo; kata Rahmi. <strong><em>(ysn/myy/ner)</em></strong></div>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Prodi AB FISIP Unmul Terapkan Sistem Paperless, Dukung Budaya Akademik Ramah Lingkungan dan Go Digital </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prodi-ab-fisip-unmul-terapkan-sistem-paperless-dukung-budaya-akademik-ramah-lingkungan-dan-go-digital/baca </link>
<guid> prodi-ab-fisip-unmul-terapkan-sistem-paperless-dukung-budaya-akademik-ramah-lingkungan-dan-go-digital </guid>
<pubDate> Tue, 27 May 2025 20:19:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sistem paperless yang diterapkan karena efisiensi dan mendukung sustainable development </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/prodi-ab-fisip-unmul-terapkan-sistem-paperless-dukung-budaya-akademik-ramah-lingkungan-dan-go-digital/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/B9PixNbcwi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Prodi AB FISIP Unmul Terapkan Sistem Paperless, Dukung Budaya Akademik Ramah Lingkungan dan Go Digital</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis (AB) FISIP Unmul resmi menerapkan kebijakan <em>paperless</em> atau tanpa kertas dalam seluruh proses akademiknya. Langkah ini sebagai bentuk transformasi digital dan mendukung <em>green business</em>. Kebijakan tersebut telah berjalan sejak 22 April 2025 lalu, berdasar kepada visi baru prodi dalam mengembangkan keilmuan administrasi bisnis yang berkelanjutan dan dapat berdaya saing global.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu dosen prodi AB Mukhi, menjelaskan bahwa urgensi kebijakan ini adalah mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pelestarian lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin mengurangi penggunaan kertas dan limbah melalui pemanfaatan teknologi digital. Berawal dari situ, kita juga ingin mendorong budaya akademik yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab sosial,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Jumat (23/5).</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan bahwa kebijakan ini diterapkan tidak hanya pada mahasiswa, tetapi juga dosen dan tenaga pendidik, khususnya dalam hal tugas, bimbingan, dan diseminasi akademik. Namun, untuk administrasi yang membutuhkan pertanggungjawaban keuangan seperti Surat Pertanggungjawaban (SPJ), penggunaan kertas masih diperlukan karena sistem FISIP belum sepenuhnya mendukung <em>paperless</em>.</p><p style="text-align: justify;">Di lain sisi, sambutan positif datang dari kalangan mahasiswa prodi tersebut. Salah satu mahasiswa prodi AB, Bilal Zacky Villareal mengaku sebelum adanya postingan resmi di instagram prodi, kebijakan ini telah diumumkan oleh dosen-dosen di setiap kelas. Ia merasa kebijakan tersebut membuat proses akademik, terutama pengumpulan laporan magang dan skripsi menjadi lebih praktis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami jadi lebih simple, terutama untuk skripsi karena kan biasa kita tahu skripsi banyak banget pake kertas dan itu mahal. Dengan kebijakan ini kami jadi lebih irit,&rdquo; jelas mahasiswa angkatan 2022 tersebut dalam wawancara via WhatsApp, Kamis (22/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan Bilal, Mutiara Oktavia Damara dari angkatan 2021 yang awak <em>Sketsa</em> hubungi via WhatsApp juga mengaku telah menerapkan sistem paperless sejak awal bimbingan skripsi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya sejak awal bimbingan sudah menerapkan sistem paperless, karena dospem (dosen pembimbing) saya tidak ingin hasil print, sehingga saya hanya perlu membawa laptop dan menunjukkan <em>draft</em> skripsi,&rdquo; tuturnya, Kamis (22/5).</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyoroti bahwa sistem ini terinspirasi dari beberapa universitas di luar Jawa yang telah menerapkan sistem serupa dan memberikan dampak positif dalam berbagai aspek.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terlebih dari dampak ekonominya menurut saya itu sangat adil untuk mahasiswa, karena saya sendiri terkadang berpikir dua kali untuk bolak-balik menjilid skripsi karena harganya yang lumayan,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun telah mendapat sambutan positif, beberapa aspek dari kebijakan ini masih perlu pengembangan. Dalam hal ini, Bilal menyoroti perlunya sistem khusus untuk mata kuliah yang memerlukan pencatatan menggunakan buku besar atau kertas folio.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hanya perlu mengembangkan sistem yang belum ada yaitu pada mata kuliah yang perlu pencatatan menggunakan buku besar atau kertas folio,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Mutiara juga berharap adanya pengembangan <em>security</em> digital yang lebih kuat dari lahirnya kebijakan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap pada pengembangan <em>security</em> digital, karena semua arsip pastinya akan berbentuk digital, sehingga keamanan digital tersebut harus diperkuat agar tidak terjadi kebocoran data/file ataupun hal-hal yang tidak diinginkan lainnya,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Mukhi juga menambahkan pandangannya dari kacamata dosen terkait beberapa harapannya mengenai dampak atau hasil kebijakan ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pertama, tentu menjadi salah satu kontribusi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan harapannya bisa menjadi budaya akademik berkelanjutan yang mendukung visi prodi. Kedua, efisiensi proses pembelajaran yang berdampak pada penghematan biaya oleh mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. Terakhir, fleksibilitas dalam kegiatan akademik sangat diharapkan dengan adanya kebijakan ini,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(nav/srf/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> LPM Sketsa Unmul Rayakan Milad ke-18 dengan Nuansa Retro dan Kebersamaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/lpm-sketsa-unmul-rayakan-milad-ke-18-dengan-nuansa-retro-dan-kebersamaan/baca </link>
<guid> lpm-sketsa-unmul-rayakan-milad-ke-18-dengan-nuansa-retro-dan-kebersamaan </guid>
<pubDate> Sat, 31 May 2025 20:07:58 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bersama Sketsa: Merayakan Perjalanan, Menguatkan Ikatan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/lpm-sketsa-unmul-rayakan-milad-ke-18-dengan-nuansa-retro-dan-kebersamaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Y9JrH4E7PS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>LPM Sketsa Unmul Rayakan Milad ke-18 dengan Nuansa Retro dan Kebersamaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong style="">SKETSA -</strong> Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul menggelar perayaan ulang tahun ke-18, Sabtu (24/5) lalu di Kopipian, Samarinda. Acara ini mengangkat tema &ldquo;Bersama Sketsa: Merayakan Perjalanan, Menguatkan Ikatan&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peserta datang mengenakan pakaian bergaya retro sesuai <em>dress code</em> yang ditentukan. Dekorasi dan suasana tempat disesuaikan dengan tema, menciptakan kesan santai dan penuh nostalgia. Acara diisi dengan sesi berbagi cerita bersama alumni, permainan kelompok, hingga pemotongan kue ulang tahun.</p><p style="text-align: justify;">LPM Sketsa Unmul sendiri sudah berkiprah sebagai media penyebaran berita kampus sejak 2007 silam. Tepat pada 21 Mei 2025 lalu, menjadi tahun kesekian bagi <em>Sketsa</em> untuk menebarkan informasi dan media kontrol di ranah perguruan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">Tak hanya diramaikan oleh anggota aktif, salah satu alumni juga turut hadir dalam perayaan usia <em>Sketsa</em> yang ke-18 tahun tersebut. Syalma Namira, anggota <em>Sketsa</em> angkatan 11 sekaligus Ketua LPM Sketsa periode 2020/2021 mengaku senang melihat Sketsa masih aktif hingga saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Senang sekali rasanya <em>Sketsa</em> masih terus eksis, masih terus hadir untuk seluruh pembaca dan juga khususnya untuk teman-teman Universitas Mulawarman,&rdquo; ujar perempuan yang karib disapa Alma tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Alma berharap LPM Sketsa Unmul dapat terus menghasilkan karya jurnalistik yang memiliki dampak bagi pembacanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga <em>Sketsa</em> terus menghasilkan produk-produk jurnalistik yang bermanfaat dan <em>cover all sides</em>,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Harapan dari Para Awak Sketsa</strong></p><p style="text-align: justify;">Dari angkatan 15, Silmi dan Firda mengungkapkan kesan positif mereka terhadap acara. &ldquo;Seru banget acaranya hari ini, kami ucapin selamat ulang tahun <em>Sketsa</em> yang ke-18,&rdquo; ujar mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga berharap <em>Sketsa</em> bisa semakin kompak dan lebih sering berkumpul untuk mempererat hubungan antar anggota.</p><p style="text-align: justify;">Alyda dan Febby dari angkatan 16 juga merasa senang bisa hadir dalam perayaan ini. Mereka menilai momen seperti ini penting untuk membangun kebersamaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kerasa banget <em>bonding-nya</em> hari ini. Kita bisa ketemu teman-teman dari <em>Sketsa</em> 15, 16, 17, 18. Silaturahmi makin terasa,&rdquo; kata Alyda.</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga menyampaikan harapan agar Sketsa terus berkembang. &ldquo;Semoga <em>Sketsa</em> tetap menjadi yang nomor satu di hati para awak <em>Sketsa</em>. Semoga kita bisa berproses bareng-bareng lagi, lebih deket ke depannya,&rdquo; ucap Febby.</p><p style="text-align: justify;">Perayaan ini menjadi momen kebersamaan antar anggota <em>Sketsa</em> lintas angkatan. Tanpa format acara yang formal, kegiatan berlangsung lancar dan penuh interaksi hangat antar peserta. <em><strong>(tha/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Kualitas Belajar dan Riset, Mahasiswa AB FISIP Unmul Sosialisasi Software Alat Bantu Akademik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/tingkatkan-kualitas-belajar-dan-riset-mahasiswa-ab-fisip-unmul-sosialisasi-software-alat-bantu-akademik/baca </link>
<guid> tingkatkan-kualitas-belajar-dan-riset-mahasiswa-ab-fisip-unmul-sosialisasi-software-alat-bantu-akademik </guid>
<pubDate> Sat, 31 May 2025 20:32:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa AB Unmul sosialisasikan Google Scholar dan software ilmiah ke siswa SMKN 4 Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/tingkatkan-kualitas-belajar-dan-riset-mahasiswa-ab-fisip-unmul-sosialisasi-software-alat-bantu-akademik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gfJuP5P3F8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Kualitas Belajar dan Riset, Mahasiswa AB FISIP Unmul Sosialisasi Software Alat Bantu Akademik</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Menyadari kurangnya pengetahuan siswa SMK dalam mencari sumber bacaan ilmiah yang terpercaya guna mendukung tugas akademik mereka, lima mahasiswa Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis (AB) Unmul menggelar kegiatan sosialisasi <em>software</em> alat bantu akademik di SMKN 4 Samarinda. Kegiatan yang mengangkat tajuk &ldquo;Sosialisasi Pemanfaatan Google Scholar, Publish or Perish, dan VOSviewer untuk Persiapan Kuliah&rdquo; ini dilaksanakan pada Jumat (9/5) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Dihadiri oleh 27 siswa kelas Sebelas (XI) Perhotelan, sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan dasar mengenai penggunaan alat bantu akademik. Hal tersebut dapat mempermudah pencarian dan pengelolaan referensi ilmiah, khususnya bagi siswa SMK yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Para siswa diperkenalkan pada Google Scholar sebagai wadah untuk mencari sumber referensi ilmiah yang terpercaya, kemudian &ldquo;Publish or Perish&rdquo; sebagai aplikasi yang memudahkan pencarian referensi dengan menyediakan informasi bibliografi dan tautan ke sumber asli. Tidak hanya dari Google Scholar, namun juga dari berbagai database seperti Web of Science, Scopus, dan lain sebagainya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, siswa juga diperkenalkan singkat mengenai <em>software</em> VOSviewer, sebuah alat untuk memvisualisasikan dan menganalisis data bibliometrik seperti judul, publikasi ilmiah, dan jurnal dari berbagai database. Walaupun saat ini belum menjadi kebutuhan utama bagi siswa SMK, pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi mereka ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Siswa dibagi menjadi empat kelompok, di mana masing-masing kelompok difasilitasi satu laptop dan didampingi masing-masing satu mahasiswa. Melalui kegiatan ini siswa dapat merasakan langsung praktik dalam penggunaan <em>software-software</em> tersebut. Selain itu mereka juga dapat mencari referensi ilmiah sesuai dengan topik yang diminati oleh masing-masing kelompok.</p><p style="text-align: justify;">Para siswa tampak antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan sosialisasi pada hari itu. Saat ditanya oleh mahasiswa di tengah kegiatan sosialisasi, beberapa siswa mengaku bahwa mereka tidak tahu ada database seperti Google Scholar sebagai tempat mencari referensi ilmiah. Mereka merasa sosialisasi ini memberikan pengetahuan baru untuk mereka dan dapat digunakan untuk tugas makalah mereka kedepannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kakak-kakaknya sangat ramah dan penjelasannya mudah dimengerti, saya jadi lebih banyak tahu tentang aplikasi yang sebelumya saya (tidak) tahu, untuk mempersingkat saya untuk mendapatkan materi dan membuat makalah,&rdquo; ungkap Salsa Iklima Aprilia melalui jawaban pertanyaan di Google Form yang diberikan.</p><p style="text-align: justify;">Seorang siswa bernama Riska juga menambahkan dalam jawaban Google Form, &ldquo;kakaknya ramah dan penjelasannya mudah dimengerti, untuk materi yang dibahas saya dapat lebih mempersingkat waktu dalam mengatur daftar pustaka dan mengetahui ternyata banyak aplikasi yang bisa mencari informasi yang valid dan benar.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ini ditulis oleh Gita Azzahra, mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Unmul 2023</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Batu Hitam: Harga dari Kemajuan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/batu-hitam-harga-dari-kemajuan/baca </link>
<guid> batu-hitam-harga-dari-kemajuan </guid>
<pubDate> Wed, 04 Jun 2025 00:04:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Refleksi muram tentang asap, tambang, dan lingkungan dari balik rokok dan layar laptop </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/batu-hitam-harga-dari-kemajuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QLf8rIheDK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Batu Hitam: Harga dari Kemajuan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&quot;Ini yang terakhir,&quot; tuturku di dalam hati (Lagi-lagi aku berbohong), seperti janji si penguasa yang kadang tidak utuh. Mulai kuketik beberapa kalimat di laptop tua, lalu menyelipkan sebatang rokok di sela jemari, mencari inspirasi yang kadang hadir di antara kepulan asap dan secangkir kopi.</p><p style="text-align: justify;">Pesut-pesut itu sudah mulai naik ke daratan dalam bentuk patung-patung, lukisan, dan dongeng kakek kepada cucunya. Tidak lagi di perairan sungai yang mungkin tersingkirkan oleh pendatang baru, si ikan besar yang berenang perlahan dengan &quot;batuan hitam&quot; di punggungnya. Mereka bilang, &quot;ini harga yang dibayar untuk kemajuan&rdquo;. Tapi, siapa yang membayarnya, ikan-ikan kecil? atau sungai yang sekarat? Sudahlah <em>toh</em> kalian juga menikmatinya <em>hahaha</em> &hellip;.</p><p style="text-align: justify;">Waktu kian berlalu. Asap rokok telah menggelung-gelung ke udara. Kepulan putih itu mereka bilang membahayakan pernapasan, ayat-ayat yang lebih sering terdengar dibandingkan teriakan para buruh.</p><p style="text-align: justify;">Berbicara soal ayat aku teringat pada seonggok mayat, yang hak-haknya dirampas hanya karena perbedaan pendapat. Sepenggal pertanyaan muncul dibenakku, mana yang lebih berbahaya, asap rokokku atau asap racun dari pabrik-pabrik batu hitam itu? Mungkin sama berbahayanya.</p><p style="text-align: justify;">Di Benua <em>etam</em>, dahulu aliran sungai mengalir jernih membawa kisah pesut dan mitos nenek moyang. Syahdan, airnya berganti menjadi keruh dan asam hingga kian parah mengusir ikan pergi. Tak ada ikan, tak ada nelayan.</p><p style="text-align: justify;">Di jantung dunia, tempat burung enggang dan orangutan bergelantungan kini menjadi padang gersang. Jika <em>Homo Erectus</em> berhenti bergelantungan karena evolusi, dorongan adaptif untuk mencari makan dan bertahan hidup. Nasib miris dialami orangutan, mereka tidak lagi bergelantungan, bukan karena untuk bertahan hidup, namun pijakan mereka sudah berganti rupa menjadi danau asam mematikan. Bukan karena pilihan tapi pemaksaan.</p><p style="text-align: justify;">Cakrawala tak lagi cerah, kelabu dari pagi hingga magrib tiba. Di balik itu, lirih nyanyian adat tak lagi bersahut, teredam gemuruh mesin dan gurauan buruh. Pohon berganti bendera perusahaan.</p><p style="text-align: justify;">Melarung menjadi penghubung antara manusia dan alam, namun kini tersisa cerita mulut ke mulut. Hasil alam diserahkan kepada arus sungai dengan harap kebaikan, namun kini bukan itu, melainkan limbah tambang yang dilarungkan. Tak ada lagi melarung doa, berubah menjadi racun.</p><p style="text-align: justify;">Korban telah jatuh, laut tak lagi berisi, warga pindah kampung, yang bertahan harus siap berhadap-hadapan dengan abu dan debu. Sementara elit masih berdebat soal kebutuhan listrik dan berusaha tetap mendirikan pembangkit listrik berbahan bakar batubara.</p><p style="text-align: justify;">Kini, saatnya kita bertanya: Apakah kemajuan harus dibayar dengan kerusakan lingkungan dan penderitaan manusia? Apakah kita rela mengorbankan masa depan demi keuntungan sesaat?</p><p style="text-align: justify;">Aku diselimuti kebimbangan, menulis ini sembari merokok, di bawah remang lampu yang entah darimana sumbernya. Mungkin dari batu hitam yang diam diam kusalahkan. Apakah aku sedang melawan? Atau aku hanya seorang perokok murung, menggugat sambil menikmati hasilnya.</p><p style="text-align: justify;">Aku sampai pada kesimpulan, asap kretekku akan hilang dihembus angin, tapi asap racun itu akan terus menghantui kita.</p><p style="text-align: justify;">Rokokku telah tandas, tinggal abu dan kenangan yang menempel di ujung jari. Kepulan terakhirnya melayang, seperti harapan-harapan yang terhempas di ladang-ladang tambang.</p><p style="text-align: justify;">Ah, barangkali aku harus ke warung mencari sebatang lagi, sebab tulisan ini belum rampung. Masih banyak luka yang belum sempat diceritakan, masih ada bau belerang yang belum sempat kusematkan di kalimat.</p><p style="text-align: justify;">Tunggu sebentar ... aku kembali, membawa asap baru untuk menyulam cerita yang sama.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Zul Fahmi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul 2023</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gelar Aksi, Aliansi Mahakam Evaluasi Seratus Hari Kerja Gubernur Kaltim </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-aksi-aliansi-mahakam-evaluasi-seratus-hari-kerja-gubernur-kaltim/baca </link>
<guid> gelar-aksi-aliansi-mahakam-evaluasi-seratus-hari-kerja-gubernur-kaltim </guid>
<pubDate> Wed, 04 Jun 2025 22:11:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Evaluasi 100 hari Rudy-Seno, soroti tambang ilegal, bencana banjir, dan beasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/gelar-aksi-aliansi-mahakam-evaluasi-seratus-hari-kerja-gubernur-kaltim/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/t9FmuGIkPK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gelar Aksi, Aliansi Mahakam Evaluasi Seratus Hari Kerja Gubernur Kaltim</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) kembali menggelar aksi di Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (kaltim), Rabu (4/6) sore tadi. Aksi tersebut digelar guna menuntut sejumlah evaluasi seratus hari kepemimpinan Rudy-Seno.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Puluhan massa aksi yang hadir menuntut sejumlah permasalahan yang dialami masyarakat Kaltim yang hingga kini belum terselesaikan. Mulai pertambangan ilegal, program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) perusahaan pertambangan, perbaikan tata kelola lingkungan hidup di Kaltim, pengakuan dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat Kaltim, hingga realisasi delapan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang digaungkan semasa kampanye. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seperti biasa, aksi dibuka dengan penyampaian orasi sejumlah massa aksi yang diiringi dengan deburan asap ban terbakar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak lama berselang, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji keluar menemui massa aksi di depan gerbang Kantor Gubernur Kaltim. Di kesempatan tersebut, sejumlah mahasiswa menyampaikan keresahan dan tuntutan mereka secara langsung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Muhammad Ilham Maulana mempermasalahkan program beasiswa Gratis pol yang awalnya dijanjikan untuk seluruh mahasiswa, namun realisasinya berbeda.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita melihat, pada masa kampanye, yang katanya semua mahasiswa bisa mendapatkan&mdash;tahun ini kita melihat hanya mahasiswa baru di tahun 2025 yang bisa menerima itu,&rdquo; tutur Presiden BEM KM yang akrab disapa Maul tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengenai hal tersebut, Seno menanggapi benar bahwa saat ini program tersebut memang ditujukan untuk mahasiswa baru. Namun, pihaknya akan mengusahakan untuk turut memberikan kesempatan kepada mahasiswa semester dua hingga delapan pada 2026 mendatang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi ke depan sampai semester delapan kita biayai. Jadi jangan khawatir, adek-adek bisa datang kembali bulan Maret atau Februari 2026. Tuntut kembali kalau kita&hellip; tidak bisa pembayaran UKT gratis,&rdquo; jelas Seno menjawab persoalan program Gratis pol miliknya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan akan mengupayakan pengadaan beasiswa untuk mahasiswa Kaltim yang berkuliah di luar pulau apabila terdapat lebihan dana. Tentunya mereka perlu melengkapi sejumlah syarat. Berbeda dengan mahasiswa perguruan tinggi di Kaltim yang mendapat pendidikan secara gratis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mulai Juli pendidikan gratis akan diluncurkan untuk anak-anak semester satu. Kemudian, nanti Januari, Februari 2026 semuanya akan diluncurkan mulai anak-anak semester dua sampai semester delapan,&rdquo; tegas Seno kembali saat pembacaan rilis di akhir pertemuan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini akan berlaku terus sampai 2030 mendatang dan InsyaAllah akan berlaku lagi selamanya karena ini menjadi kebijakan nasional, sudah ada peraturan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan adanya pendidikan gratis,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Seno juga menyampaikan sejumlah laporan mengenai pertambangan ilegal di Kaltim telah ditindaklanjuti. Pihaknya juga membuka laporan umum menyoal tambang ilegal berupa <em>barcode</em> yang bisa di-<em>scan</em> oleh masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">CSR pertambangan juga akan diatur agar anggarannya dapat difungsikan untuk memperbaiki sekolah-sekolah, memperbaiki universitas yang fisiknya kurang bagus, serta pemberian insentif kepada guru dan dosen agar meningkatkan gairah mereka dalam mendidik generasi muda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait tata kelola lingkungan hidup, Seno menyatakan pemerintah provinsi akan membantu pemerintah kota untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan mengurangi bahaya banjir ke depannya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak ketinggalan, kasus Muara Kate yang belum selesai hingga hari ini juga akan terus dikawal hingga tuntas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, Maul selaku Presiden BEM KM menegaskan jika sejumlah persoalan yang dituntut hari ini tidak segera diselesaikan, maka Aliansi Mahakam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah lebih banyak.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apabila beberapa bulan ke depan masih terjadi persoalan yang sama, maka kami akan kembali dengan jumlah mahasiswa yang berlipat ganda,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(ali/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Future Folks: Mahasiswa Unmul Inisiasi U-Pro Untuk Persiapan Karir Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/future-folks-mahasiswa-unmul-inisiasi-u-pro-untuk-persiapan-karir-mahasiswa/baca </link>
<guid> future-folks-mahasiswa-unmul-inisiasi-u-pro-untuk-persiapan-karir-mahasiswa </guid>
<pubDate> Thu, 05 Jun 2025 20:05:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul magang di Indosat gelar U-Pro, bantu persiapan karir mahasiswa tingkat akhir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/future-folks-mahasiswa-unmul-inisiasi-u-pro-untuk-persiapan-karir-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jVLLT1ff36.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Future Folks: Mahasiswa Unmul Inisiasi U-Pro Untuk Persiapan Karir Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dunia kerja tidak selalu seperti yang dibayangkan. Kegelisahan ini kian mencuat seiring meningkatnya persaingan di dunia profesional. Menyadari hal tersebut, sekelompok mahasiswa Unmul yang sedang menjalani magang di Indosat Ooredoo Hutchison menginisiasi sebuah program bernama Unmul Profesional (U-Pro).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Program ini hadir sebagai wadah persiapan karir, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir, agar lebih siap menghadapi dunia kerja yang kompetitif. Salah satu bagian dari program ini adalah I-Pro yang menjadi inti dari program dengan menawarkan berbagai layanan pengembangan diri dan persiapan karir, jasa mentoring atau pembuatan <em>Curriculum Vitae Applicant Tracking System</em> (CV ATS), sesi foto profesional (Foto <em>Session</em>), dan workshop atau Future Folks yang menghadirkan ahli di bidangnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada Future Folks pertama dihadiri dari Marcomm 3ID Branch Samarinda yakni Muhammad Aji Nur yang membuka wawasan peserta mengenai realita dunia kerja, terutama di industri dan perusahaan Multinational Corporation (MNC), tempat beliau bekerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan pengalaman pribadinya yang juga merupakan &nbsp;alumni FISIP Unmul, Aji berbagi kiat untuk bertahan dan berkembang di lingkungan kerja yang kian kompetitif. Dirinya juga membahas perbedaan ekspektasi dan kenyataan dunia profesional.</p><p style="text-align: justify;">Selain Aji, ada Vincent selaku Junior Executive Area Marketing Kaltim-Tara Nutrifood yang memberikan pengalamannya di dunia Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Vincent memberikan wawasan terkait program-program yang dapat diikuti oleh fresh graduate seperti Management Trainee (MT). Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun semangat, nilai, dan mentalitas yang tangguh sejak dini.</p><p style="text-align: justify;">Dengan penyampaian dan materi yang menarik, para audiens yang didominasi oleh mahasiswa maupun <em>jobseeker</em> sangat interaktif mengajukan pertanyaan saat sesi tanya jawab. Sebelum acara diakhiri, team memberikan <em>breaktime</em> berupa games Kahoot untuk mereviu materi yang didapat dari audiens dengan hadiah Kartu Perdana IM3 yang berisi kuota 15GB.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hingga penghujung acara, kegiatan dapat terlaksana dengan suasana yang interaktif dan tidak kaku atau membosankan. Kegiatan diakhiri dengan sesi penutup dan dokumentasi. Dengan suksesnya gelaran Future Folks, besar harapan kami untuk <em>batch</em> selanjutnya dapat lebih menjangkau mahasiswa lebih luas.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ini ditulis oleh Afizah Nur Afkarina, Hilal Fadlilah, dan Andika Triwardana, mahasiswa Program Studi Hukum FH, Teknik FT, dan Ekonomi Pembangunan FEB Unmul</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kenaikan Biaya Pendaftaran SMMPTN Unmul: Beban Berat di Tengah Janji Pendidikan Terjangkau </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kenaikan-biaya-pendaftaran-smmptn-unmul-beban-berat-di-tengah-janji-pendidikan-terjangkau/baca </link>
<guid> kenaikan-biaya-pendaftaran-smmptn-unmul-beban-berat-di-tengah-janji-pendidikan-terjangkau </guid>
<pubDate> Thu, 05 Jun 2025 20:21:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kenaikan biaya SMMPTN Unmul pertanyakan komitmen Kaltim dalam wujudkan pendidikan gratis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kenaikan-biaya-pendaftaran-smmptn-unmul-beban-berat-di-tengah-janji-pendidikan-terjangkau/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YDnTeWfVOy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kenaikan Biaya Pendaftaran SMMPTN Unmul: Beban Berat di Tengah Janji Pendidikan Terjangkau</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Unmul sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Kalimantan Timur (Kaltim) selama ini dikenal menawarkan berbagai jalur masuk, termasuk Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN), dengan harapan dapat menyediakan akses pendidikan tinggi yang terjangkau bagi masyarakat luas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, kebijakan terkini terkait kenaikan biaya pendaftaran SMMPTN Unmul justru menuai kekhawatiran dan kritik tajam calon mahasiswa dan masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kenaikan biaya pendaftaran ini seolah bertolak belakang dengan janji besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui program &ldquo;Gratis Pol&rdquo; yang dicanangkan Gubernur Rudy Mas&rsquo;ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Program ini menjanjikan pendidikan gratis mulai dari jenjang SD hingga S3 di perguruan tinggi negeri dan swasta di Kaltim, sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peluncuran &ldquo;Gratis Pol&rdquo; pada April 2025 ini disambut sebagai tonggak penting dalam sejarah pembangunan sumber daya manusia Kaltim, dengan target peningkatan akses pendidikan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Program ini bahkan mencakup pembebasan biaya administrasi, seragam sekolah gratis, dan beasiswa hingga jenjang S3. Namun, kebijakan kenaikan biaya pendaftaran SMMPTN di Unmul menimbulkan pertanyaan besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apakah janji pendidikan gratis yang digembar-gemborkan pemerintah daerah benar-benar dapat dirasakan oleh calon mahasiswa?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kenaikan biaya awal masuk perguruan tinggi dapat menjadi kendala nyata, terutama bagi mereka yang berharap dapat memanfaatkan program gratis tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kenaikan biaya pendaftaran yang cukup signifikan menjadi beban tambahan di tengah kondisi ekonomi yang sedang terpuruk, hal ini menjadi ironis di tengah upaya Pemprov untuk memastikan tidak ada anak-anak di Kaltim yang tertinggal pendidikannya akibat masalah biaya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Biaya pendaftaran SMMPTN untuk masyarakat umum kini mencapai 575 ribu rupiah, sedangkan untuk program studi seperti Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi bahkan mencapai 850 ribu rupiah.</p><p style="text-align: justify;">Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan biaya pendaftaran tahun-tahun sebelumnya, yang tentu saja menimbulkan pertanyaan mengenai kerja sama pemerintah dan perguruan tinggi dalam menjaga akses pendidikan yang inklusif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal, biaya kuliah di Unmul sendiri sudah cukup tinggi, dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dikenakan per semester bervariasi mulai dari 500 ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah, tergantung program studi dan kelompok kemampuan ekonomi mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kenaikan biaya pendaftaran ini berpotensi menjadi kendala serius bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang berharap dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus dibebani biaya awal yang besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Gubernur Kaltim Rudy Mas&rsquo;ud sendiri menegaskan, pendidikan menjadi kunci dalam memutus rantai kemiskinan dan memanfaatkan bonus demografi Kaltim. Namun, realitas Kenaikan biaya pendaftaran ini bisa menjadi kendala serius bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya yang besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan ini pun menimbulkan pertanyaan apakah perguruan tinggi dan pemerintah daerah benar-benar sinkron dalam visi dan implementasi program pendidikan inklusif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika biaya pendaftaran tinggi, maka janji pendidikan gratis hingga jenjang doktoral akan sulit terwujud secara komprehensif tanpa subsidi atau skema khusus yang meringankan beban calon mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan apakah perguruan tinggi lebih mengutamakan aspek finansial daripada misi sosialnya sebagai lembaga pendidikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di tengah kebutuhan mendesak untuk memperluas akses pendidikan, kenaikan biaya pendaftaran justru dapat mempersempit kesempatan bagi generasi muda berprestasi dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Calon mahasiswa yang memilih jalur mandiri tidak semuanya berasal dari keluarga mampu, dan beban tambahan kenaikan biaya pendaftaran tentu akan menambah beban bagi mereka dan keluarga yang tengah berjuang mencari biaya pendidikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kenaikan biaya pendaftaran SMMPTN Unmul saat ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dan perguruan tinggi dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tanpa langkah konkrit untuk mengatasi beban biaya awal ini, janji pendidikan gratis di Kaltim akan sulit dirasakan oleh seluruh masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ini ditulis oleh Gracia Bulan Kristian, mahasiswi FH Unmul 2024</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banjir di Unmul Belum Teratasi, Mahasiswa Minta Kampus Segera Lakukan Penanganan Serius </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banjir-di-unmul-belum-teratasi-mahasiswa-minta-kampus-segera-lakukan-penanganan-serius/baca </link>
<guid> banjir-di-unmul-belum-teratasi-mahasiswa-minta-kampus-segera-lakukan-penanganan-serius </guid>
<pubDate> Tue, 10 Jun 2025 18:59:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir akibat hujan deras kembali landa Unmul, ganggu aktivitas belajar mahasiswa di beberapa fakultas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/banjir-di-unmul-belum-teratasi-mahasiswa-minta-kampus-segera-lakukan-penanganan-serius/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p1fVTHuRzd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banjir di Unmul Belum Teratasi, Mahasiswa Minta Kampus Segera Lakukan Penanganan Serius</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong>&nbsp; Hujan deras yang mengguyur Samarinda berdampak banjir di sekitar lingkungan kampus Unmul. Berbagai fakultas pun terkena imbas dari efek banjir tersebut, terutama fakultas yang berada di kawasan rendah seperti FEB, FKIP, dan Fahutan. Genangan air yang masuk ke sejumlah ruang dan koridor kelas, sangat menghambat aktivitas perkuliahan serta mobilitas mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Dekan FKIP Unmul Susilo menyebutkan, posisi kampus yang berada di dataran rendah sebagai penyebab utama dari banjir yang kerap melanda. Ia juga mengatakan bahwa pengendalian banjir agaknya sulit dilakukan dalam jangka panjang jika tidak dalam rencana yang matang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Air dari dataran tinggi, termasuk area Fakultas Kedokteran (FK) semuanya turun ke FKIP. Infrastruktur drainase kita sangat terbatas karena kondisi geografis dan lahan yang sudah padat,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai, Kamis (5/6) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Susilo menegaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari rencana besar Kementerian Pendidikan. Namun demikian, sebelum relokasi itu terwujud, pihak dekanat menyiapkan berbagai langkah mitigasi sementara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mengusahakan pengurasan udara secara cepat dan mengalihkan ruang kuliah ke tempat yang lebih aman seperti ruang S2. Dalam kondisi darurat, kuliah daring juga akan diaktifkan,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Banjir yang melanda beberapa wilayah di kampus Unmul tentu menuai keluh dari mahasiswa yang terdampak. Salah satu mahasiswa dari Fahutan, Oktavia Saputra menyampaikan keluhannya terhadap banjir.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proses perkuliahan menjadi terganggu banyak mahasiswa tidak dapat menuju kampus, dikarenakan akses menuju kampus pun juga terdampak banjir akhir-akhir ini,&rdquo; ungkap Oktavia saat diwawancarai, Rabu (4/6).</p><p style="text-align: justify;">Dirinya berharap Unmul dapat segera mengambil tindakan akan kendala yang selalu dialami Unmul ketika intensitas hujan tinggi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap pihak universitas segera mengambil langkah-langkah nyata, seperti perencanaan infrastruktur dan drainase yang lebih baik,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kritik dan saran juga disampaikan oleh mahasiswa FKIP, salah satu kampus yang selalu terdampak banjir, Nuryan. Dirinya juga setuju banjir yang tidak diatasi dengan baik oleh kampus merenggut kenyaman dalam belajar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harapan saya kedepan, kampus dan juga pihak terkait lebih serius menangani persoalan lingkungan yang akhir-akhir ini sering terjadi,&rdquo; harap Nuryan saat diwawancarai di hari yang sama.</p><p style="text-align: justify;">Perlunya kerja sama yang &nbsp;seimbang, agar permasalahan ini dapat teratasi dengan lebih adaptif. Dengan melibatkan semua anggota yang berperan di dalam kampus. Sebab banjir merupakan ancaman rutin, dengan kondisi berulang setiap tahunnya. <strong><em>(ica/kia/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Ilkom FISIP Unmul 2023 Ajak Publik Soroti Masalah Juru Parkir Liar Lewat Kampanye Edukatif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/mahasiswa-ilkom-fisip-unmul-2023-ajak-publik-soroti-masalah-juru-parkir-liar-lewat-kampanye-edukatif/baca </link>
<guid> mahasiswa-ilkom-fisip-unmul-2023-ajak-publik-soroti-masalah-juru-parkir-liar-lewat-kampanye-edukatif </guid>
<pubDate> Wed, 11 Jun 2025 09:15:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Juru parkir liar masih marak di Samarinda, mahasiswa Ilkom FISIP Unmul gelar kampanye edukatif masyarakat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/mahasiswa-ilkom-fisip-unmul-2023-ajak-publik-soroti-masalah-juru-parkir-liar-lewat-kampanye-edukatif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7C1KRpZB08.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Ilkom FISIP Unmul 2023 Ajak Publik Soroti Masalah Juru Parkir Liar Lewat Kampanye Edukatif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Praktik juru parkir liar masih menjadi persoalan sosial yang kerap ditemukan di berbagai sudut Kota Samarinda. Fenomena ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga merugikan Pemerintah Daerah (Pemda) secara ekonomi karena pungutan dilakukan tanpa izin resmi dan tidak tercatat sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski tarif parkir yang dikenakan hanya sekitar dua ribu rupiah, akumulasi biaya tersebut dapat menjadi beban tersendiri, terutama bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar rumah seperti nongkrong, berbelanja atau sekadar singgah.</p><p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana cara membedakan antara juru parkir resmi dan liar?</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pengelolaan dan Penataan Parkir, kami mendapati bahwa yang tergolong parkir liar dan resmi tertuang dalam Pasal 1:&nbsp;</p><ul><li style="text-align: justify;">Nomor 15, &ldquo;Pengelola parkir adalah pihak yang telah mendapatkan izin dari Wali Kota atau pejabat yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan parkir dan memungut pembayaran terhadap konsumen parkir&rdquo;.</li><li style="text-align: justify;">Nomor 16, &ldquo;Karcis parkir adalah lembar kertas yang mencantumkan nomor seri, besaran tarif, nomor pengaduan konsumen, sebagai bukti pembayaran yang dilakukan oleh konsumen parkir kepada pengelola parkir&rdquo;.</li><li style="text-align: justify;">Nomor 24, &ldquo;Tenaga Parkir adalah orang yang dipekerjakan oleh Penyelenggara Tempat Parkir sebagai tukang parkir pada Tempat Khusus Parkir&rdquo;.</li><li style="text-align: justify;">Nomor 25, &ldquo;Juru Parkir adalah orang yang ditugaskan pada tempat parkir di tepi jalan umum berdasarkan surat tugas&rdquo;.</li><li style="text-align: justify;">Nomor 30, &ldquo;Penyelenggara parkir adalah Pemerintah Daerah dan Badan yang diberi izin menyelenggarakan parkir yang memberikan pelayanan perparkiran kepada masyarakat&rdquo;.&nbsp;</li></ul><p style="text-align: justify;">Selain itu, Pasal 11 ayat a dan b menyebut juru parkir wajib menggunakan pakaian seragam, tanda pengenal, serta kelengkapan lainnya yang ditetapkan oleh wali kota atau pejabat, dan menjaga keamanan dan ketertiban tempat parkir, serta bertanggung jawab atas keamanan kendaraan beserta perlengkapannya.</p><p style="text-align: justify;">Melihat maraknya juru parkir liar, Mahasiswa Ilmu Komunikasi kelas A Angkatan 2023 Universitas Mulawarman melakukan <em>campaign</em> bertema &ldquo;Kampanye Juru Parkir Liar&rdquo;, yang menyasar masyarakat luas, terutama mereka yang masih menganggap sepele praktik parkir liar tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tahap awal kampanye ini dimulai dengan penyebaran <em>pre-test</em> yang bertujuan mengukur pemahaman awal partisipan mengenai isu parkir liar. Formulir <em>pre-test</em> disebarluaskan melalui akun Instagram @jukirly dan @aykomers23, serta dibagikan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi kelas A Angkatan 2023 Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kuesioner ini mencakup pertanyaan mengenai pengetahuan, sikap, dan pengalaman masyarakat terhadap praktik parkir liar. Sebanyak 77 responden ikut serta dalam pengisian pre-test, melampaui target awal yaitu 50 orang. Capaian ini mencerminkan tingginya minat dan kepedulian mahasiswa serta masyarakat terhadap isu tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tahapan kampanye berlanjut dengan pengunggahan video dokumenter bertema juru parkir liar yang dipublikasikan melalui akun Instagram @jukirly pada 8 Juni 2025. Video ini menjadi bagian strategi kampanye untuk menyampaikan pesan edukatif secara visual dan menarik bagi audiens digital.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan pemantauan, jumlah penayangan video menunjukkan hasil signifikan yang bahkan melampaui target awal sebanyak lima ribu tayangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Responden yang sebelumnya telah mengikuti <em>pre-test</em> dan turut menonton video dokumenter akan melanjutkan ke tahap post-test. Pertanyaan dalam <em>post-test</em> disusun serupa dengan <em>pre-test</em> guna mengukur perubahan pengetahuan dan pemahaman peserta setelah menerima materi kampanye.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Proses tersebut tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi internal, tetapi juga sebagai bentuk pengukuran dampak nyata dari konten kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ini ditulis oleh Naufal Helmy Aurel Putrayadi &amp; Alifia Marsha Fadhilah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2023</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Organisasi Kampus: Wadah Agent of Change atau Ajang Kepentingan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/organisasi-kampus-wadah-agent-of-change-atau-ajang-kepentingan/baca </link>
<guid> organisasi-kampus-wadah-agent-of-change-atau-ajang-kepentingan </guid>
<pubDate> Thu, 12 Jun 2025 19:40:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Makna "Agent of Change" mahasiswa diuji melalui realita dan tantangan organisasi kampus yang kompleks </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/organisasi-kampus-wadah-agent-of-change-atau-ajang-kepentingan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SvS6jPXXA8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Organisasi Kampus: Wadah Agent of Change atau Ajang Kepentingan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pagi hari kampus selalu dimulai dengan rutinitas melihat jadwal, masuk kelas, mengikuti perkuliahan, dan berkutat dengan tugas. Namun, di balik proses akademik, terselip satu frasa yang kerap digunakan oleh para dosen yaitu, &ldquo;<em>Agent of Change</em>&rdquo;. Frasa yang melekat pada identitas mahasiswa. Namun, sejauh mana makna dari sebutan itu benar-benar dipahami?</p><p style="text-align: justify;">Julukan &quot;<em>Agent of Change</em>&quot; mengacu pada peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan positif di masyarakat. Peran ini menuntut keterlibatan aktif, bukan hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga dalam menjawab isu sosial dan berkontribusi nyata. Untuk mewujudkan hal itu, mahasiswa membentuk organisasi kampus terstruktur dan kolektif yang memungkinkan kolaborasi, belajar memimpin, dan menjalankan ide-ide perubahan secara terarah. Organisasi menjadi ruang praktik nyata dari nilai-nilai yang dipelajari di kelas.</p><p style="text-align: justify;">Organisasi menjadi pondasi awal bagi mahasiswa untuk belajar bagaimana bergerak bersama, menyatukan visi, dan mengimplementasikan gagasan perubahan.</p><p style="text-align: justify;">Mayoritas organisasi kampus merepresentasikan ciri khas atau budaya fakultasnya. Setiap organisasi memiliki tujuan serta minat yang beragam, dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Himpunan Mahasiswa (Hima) hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang mengemban amanah advokasi dan representasi mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, mereka sebenarnya memiliki kesamaan visi mendasar terhadap anggota atau kadernya, sebagai wadah pengembangan diri dan relasi. Organisasi kampus menjadi tempat yang sangat efektif bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik maupun non-akademik, mengasah keterampilan <em>soft skills</em> dan membangun relasi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dengan beragamnya organisasi, seringkali muncul pandangan tentang &quot;organisasi baik&quot;, &quot;organisasi buruk&quot; atau bahkan &quot;organisasi tidak penting&quot;. Narasi ini kerap menimbulkan pertanyaan, terutama bagi mahasiswa baru yang masih mencari jati diri dan tempat bernaung. Mereka mungkin dihadapkan pada dilema apakah berorganisasi itu penting atau hanya membuang waktu. Ini pada akhirnya memunculkan anti-tesis terhadap pentingnya berorganisasi di mana sebagian mahasiswa justru memilih untuk tidak terlibat, menganggapnya tidak relevan dengan tujuan utama mereka kuliah. Persepsi ini bisa jadi muncul dari empiris pribadi atau kurangnya pemahaman mendalam tentang nilai-nilai yang ditawarkan oleh organisasi yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Secara harfiah, organisasi adalah wadah atau sistem sosial yang terstruktur di mana individu-individu bekerja sama secara sinergis untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan dengan efisien dan efektif.</p><p style="text-align: justify;">Menurut saya yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum UKM FISIPERS FISIP Unmul, mengenai bagaimana sebuah organisasi di lingkungan kampus, organisasi bukanlah sekadar tempat berkumpul, dengan sebutan Keluarga, melainkan di mana teori-teori perkuliahan dapat diimplementasikan dan diuji dalam praktik nyata.</p><p style="text-align: justify;">Organisasi menjadi tempat pengembangan dan juga penambahan wawasan mahasiswa yang tak diperoleh di kelas. Hal ini selaras dengan bagaimana kita akan bekerja nantinya di dunia profesional. Di dalam organisasi, mahasiswa diajarkan bagaimana memecahkan masalah yang kompleks, meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal dan <em>public speaking</em>, mengelola keuangan, manajemen administrasi, dan belajar bagaimana bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setiap organisasi mempunyai visi dan misi yang menjadi landasan geraknya. Visi adalah gambaran ke depan yang ingin dicapai, sedangkan misi adalah langkah-langkah konkret untuk mencapai visi tersebut. Setiap organisasi, tentu saja, berbeda-beda dengan tujuan spesifik yang dijalankan. Ini saya dapatkan dari materi <em>Mission</em> pada organisasi yang saya ikuti.</p><p style="text-align: justify;">Tujuannya bisa menjadi pemandu arah yang jelas bagi seluruh anggota, memotivasi mereka untuk mencapai cita-cita bersama, dan menjadi tolak ukur keberhasilan serta relevansi organisasi di mata publik. Kejelasan visi dan misi sangat penting agar setiap anggota memahami mengapa mereka berjuang dan ke mana arah organisasi ini bergerak.</p><p style="text-align: justify;">Jelasnya, kita bisa melihat &quot;wajah&quot; dari sebuah organisasi melalui kualitas ketua atau pemimpinnya. Pemimpin yang kompeten, berintegritas, dan visioner adalah bentuk dari kredibilitas dari seluruh anggotanya. Mereka mampu menginspirasi, memotivasi, dan membawa organisasi mencapai targetnya. Kita bisa meyakini bahwa organisasi ini berkompeten jika pemimpinnya menunjukkan dedikasi, kapabilitas, dan komitmen.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ironis, jika seorang ketua tidak kompeten, mereka cenderung menyelimuti kekurangan mereka dengan <em>branding-branding</em>, janji-janji kosong, dan penjelasan persuasif yang seolah-olah semuanya baik-baik saja di permukaan. Mereka lebih condong mengandalkan popularitas daripada substansi kepemimpinan yang sebenarnya.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin inilah yang menjadi alasan adanya persepsi &quot;organisasi buruk&rdquo;. Itu ada dikarenakan apa yang disampaikan tidak sesuai ekspektasi saat berada di internalnya. Ada kondisi dimana organisasi justru menuntut anggota secara berlebihan, meremehkan ide-ide baru, merendahkan inisiatif individu, dan menjadikan anggotanya hanya sebagai &quot;suruhan&quot; saja tanpa memberikan ruang untuk berpendapat atau berkreasi. Apa yang diucapkan dalam visi dan misi, atau janji-janji saat rekrutmen tidak selaras dengan praktik yang dilaksanakan, tanpa melihat esensialnya terlebih dahulu. Fatal, dalam berorganisasi kampus jauh berbeda dengan tujuan awal mahasiswa, yang ingin memperbaiki, belajar, dan berkontribusi.</p><p style="text-align: justify;">Budaya gengsi yang dibalut dengan rasionalisasi semu, di mana kepentingan pribadi atau kelompok diluar internal lebih diutamakan daripada kepentingan bersama dan nilai-nilai organisasinya sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Sewajarnya, organisasi bisa menjadi ladang berdialektika, sebuah ruang aman untuk menyampaikan pendapat dengan rasionalisasi yang kuat, saling menyuarakan aspirasi tanpa takut, saling memperbaiki diri dan sistem, dan saling menumbuhkan potensi setiap individu. Dalam suasana dialektis inilah gagasan-gagasan cemerlang bisa lahir, masalah dapat dipecahkan secara kolektif, dan setiap anggota merasa dihargai kontribusinya.</p><p style="text-align: justify;">Organisasi terbilang buruk saat ada perubahan tujuan. Kepentingan pribadi yang pragmatis memudarkan tujuan utamanya, menggeser fokus dari misi awal, dan bahkan mengesampingkan nilai-nilai, moral, dan etika yang seharusnya dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas organisasi.</p><p style="text-align: justify;">Saya menulis ini sebagai bagian intrapersonal terhadap saya dalam menjalankan kepemimpinan, apakah saya sudah menjalankan organisasi sesuai dengan tujuannya? Atau tidak? Dalam penulisan, saya memberikan pengetahuan pribadi dan juga sudut pandang dari latar belakang empiris.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Organisasi kampus, pada hakikatnya, adalah miniatur masyarakat. Pengalaman di dalamnya adalah bekal untuk kehidupan setelah kampus. Dengan membangun organisasi berorientasi pada pengembangan. Kekayaan organisasi bukan dilihat dari anggarannya tetapi dilihat dari sumber daya manusianya yang berdampak positif kepada masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ini ditulis oleh Ekmal Muhammad Firyal, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2023</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Nothing will Separate Us </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/nothing-will-separate-us/baca </link>
<guid> nothing-will-separate-us </guid>
<pubDate> Sat, 14 Jun 2025 20:50:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sore itu, aku bicara tentang cinta, ingatan, dan kehilangan yang tak pernah selesai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/nothing-will-separate-us/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7NWWfYlALh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Nothing will Separate Us</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sore itu dia bertanya padaku, di bibir pantai berangin ringan, saat dimana matahari bersinar paling keemasan. &ldquo;<em>Jika suatu saat, ketika kau bangun dari tidurmu, semua ingatanmu hilang, menjadi kosong dan hampa, bagai kau terlahir kembali tetapi tanpa wujud bayi. Apakah kau akan tetap jadi manusia yang sama?</em>&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Mungkin tidak dan mungkin iya. Itu jawabanku. Bagiku, bahkan jika ingatan atau memori manusia dihapus seribu kali pun tidak akan membuat Ia menjadi manusia lain. Ibarat sebuah gawai, semua hanya akan kembali ke setelan pabrik. Menjadi kosong, bersih, ringan, tetapi berbagai cara untuk mengisinya tetap sama. Tapi mungkin, mungkin saja, reset ini akan menjadi kesempatan lain, kesempatan baru, kesempatan kedua untuk mengisi gawai itu. Membuatnya menjadi wadah yang kembali penuh dengan hal-hal yang lebih bermakna, berwarna, dan pekat rasa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Seperti memori handphone?</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Iya! Benar sekali sayangku.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Bagaimana kalau rasa? Apa rasa juga bagian dari memori</em><em>?</em>&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Pertanyaan lain yang Ia lontarkan untukku. Kalau itu, sebenarnya aku juga masih bertanya-tanya. Tapi aku yakin Pencipta akan ambil andil. Kau tau? dalam yang kuyakini, Pencipta akan meletakkan kita di tempat yang terbaik untuk kita. Aku kira ini berlaku juga untuk rasa. Jika Pencipta mau rasa menjadi memori maka akan terjadi. Jika tidak, salah satu atau keduanya akan hilang, diminta atau tanpa diminta.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Bagaimana denganmu, apa rasamu untukku?</em>&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untukmu? Cinta tentu saja. Cinta tanpa karena.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Senyumnya merekah setelah aku menjawabnya. Rekahan paling cerah yang pernah kulihat sejauh kami bersama. Terasa berbeda tapi tetap ku nikmati.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Walau kita berbeda?</em>&rdquo; tanyanya lagi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kupandang sepasang mata menyala itu sambil mengangguk pasti, meski kita berbeda. Jika mereka &mdash;sepasang mata itu &mdash; bisa bicara, mereka akan teriak; <em>sumpah mati aku mau bersamamu selamanya, jantung hatiku.</em> Jika saat ini kau masih bertanya-tanya wahai cintaku, semuanya memang terwujud, hanya saja tanpa disanding dengan panjang dan bahagia. Kau berakhir bersamaku selamanya.</p><p style="text-align: justify;">Percakapan sore itu terus terulang setiap kali aku menatap laut ini. Tempat di mana dia ditebarkan menuju kebebasan. Aku tidak pernah singgah terlalu lama, takut-takut mengganggu dia yang mungkin sedang mengarungi dunia. Aku selalu duduk dan bicara padanya tentang hari ku walau mungkin saat ini dia sudah tinggal jauh di angkasa. Selalu kusempatkan walau selarut apapun. Tidak ada rasa ngeri, yang ada hanya nyeri. Walau air mataku tidak berhenti, kalau tentangmu jiwaku tidak akan pernah berhenti berseri.</p><p style="text-align: justify;">Untuk kali ini wahai Penciptaku, aku mohon ijinmu untuk menyimpan rasa ini selamanya dalam ingatanku terpatri cantik bersanding dengan sekian ratus mahakarya selama kami bersama.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Cerpen ini ditulis oleh Arnianti Reswanto, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum FH Unmul 2023</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tarif Biaya Pendaftaran UTBK-SMMPTN dan Profesi Apoteker Unmul 2025 Mengalami Lonjakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tarif-biaya-pendaftaran-utbk-smmptn-dan-profesi-apoteker-unmul-2025-mengalami-lonjakan/baca </link>
<guid> tarif-biaya-pendaftaran-utbk-smmptn-dan-profesi-apoteker-unmul-2025-mengalami-lonjakan </guid>
<pubDate> Sat, 14 Jun 2025 22:29:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Camaba pertanyakan alasan dan transparansi atas biaya pendaftaran seleksi mandiri yang naik drastis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tarif-biaya-pendaftaran-utbk-smmptn-dan-profesi-apoteker-unmul-2025-mengalami-lonjakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/To8hHbcP5J.png" />
					</figure>
			                <h1>Tarif Biaya Pendaftaran UTBK-SMMPTN dan Profesi Apoteker Unmul 2025 Mengalami Lonjakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Biaya pendaftaran Calon Mahasiswa Baru (Camaba) jalur Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SMMPTN) Unmul 2025 mengalami kenaikan. Hal ini menghadirkan sejumlah pertanyaan di benak mahasiswa terkait alasan perubahan dan peningkatan biaya pendaftaran tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan Pedoman Operasional Baku (POB) UTBK-SMMPTN Unmul 2024, Camaba hanya dibebankan biaya pendaftaran sebesar 175 ribu rupiah. Kemudian, terdapat biaya tambahan yang perlu dibayar bagi sejumlah program studi (Prodi), di antaranya Prodi Kedokteran, Kedokteran Gigi, Psikologi, Pendidikan Jasmani, dan Etnomusikologi. Biaya tambahan tersebut diwajibkan bagi Camaba yang dinyatakan lulus ujian tahap pertama dan harus mengikuti ujian tahap berikutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, biaya pendaftaran UTBK-SMMPTN yang dibebankan kepada Camaba 2025 mengalami kenaikan hingga empat kali lipat, yaitu sebesar 575 ribu rupiah. Sedangkan Prodi Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi harus membayar sebesar 850 ribu rupiah untuk dapat mengikuti ujian tahap pertama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kenaikan tarif tersebut bahkan belum menyertakan biaya mengikuti ujian tahap berikutnya bagi sejumlah Prodi seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Psikologi. Mereka diharuskan kembali membayar sebesar 500 ribu rupiah untuk mengikuti ujian psikotes.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya biaya pendaftaran UTBK-SMMPTN Unmul yang mengalami peningkatan, biaya pendaftaran Camaba Prodi Profesi Apoteker Farmasi Unmul pun turut mengalami lonjakan yang begitu fantastis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tarif biaya pendaftaran yang semula tertera sebesar 175 ribu rupiah, tiba-tiba mengalami kenaikan hingga sepuluh kali lipat, yaitu sebesar 1.150.000 rupiah. Perubahan tarif ini diinformasikan melalui SK Rektor No. 03/UN17/HK.02.03/2025 tentang Tarif Layanan Akademik Universitas Mulawarman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu alumni Farmasi Unmul yang juga merupakan Camaba Profesi Apoteker, Toni (Bukan nama sebenarnya) menyampaikan kekecewaannya terhadap lonjakan biaya pendaftaran tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Di selebaran <em>web</em>, uang pendaftaran 175 ribu rupiah. Kami sudah bayar. Setelah itu, di tanggal 2 Juni ada kenaikan katanya jadi 1.150.000 rupiah,&rdquo; ucapnya saat ditanyai <em>Sketsa</em>, Sabtu (14/6).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu bukan uang sedikit. Kita tahu juga &lsquo;kan perekonomian saat ini lagi nggak baik-baik aja. Banyak orangtua yang kerjanya <em>nggak</em> sebaik pekerjaan orangtua yang lain. Jadi sangat memberatkan bagi kami,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Toni menyebut, ia dan teman-temannya telah berusaha menanyakan alasan dan meminta solusi di grup Camaba Apoteker 2025 yang mereka masuki. Mereka juga mengusulkan agar terdapat pengembalian uang apabila Camaba dinyatakan tidak lolos pada tes tertulis dan wawancara. Akan tetapi, kompensasi atau pun pengembalian uang tersebut tidak ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu &lsquo;kan bukan uang sedikit ya, Kak. Terus tidak ada jaminan kalau misalnya kami tidak diterima, tidak dikembalikan lagi uangnya.&rdquo; &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau memang ada beberapa calon mahasiswa yang <em>nggak</em> keterima, ya minimal 50% lah dikembalikan (uangnya) kalau <em>nggak</em> bisa semuanya. Karena Rp1.150.000 bukan uang yang sedikit,&rdquo; tukasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menteri Pendidikan Badan Eksekutif Mahasiswa Unmul Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Dionaldy Akhmad Ghani menyatakan kenaikan biaya pendaftaran tersebut tidak rasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kurang rasional karena lonjakan yang tidak masuk akal tanpa ada transparansi,&rdquo; tulisnya kepada <em>Sketsa</em> melalui pesan Whatsapp, Sabtu (14/6).</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyampaikan pihak BEM KM telah meminta penjelasan dan konfirmasi langsung kepada pihak rektorat terkait hal tersebut. Melalui upaya tersebut, pihak rektorat menyampaikan bahwa kenaikan ini telah diupayakan sejak beberapa tahun terakhir sebab tidak ada perubahan tarif biaya pendaftaran mandiri sejak 2017 silam.</p><p style="text-align: justify;">Pihak rektorat, jelas Dionaldy, telah menyesuaikan perubahan tersebut dengan kebijakan Kementerian Keuangan (kemenkeu), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (kemendikti Saintek).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mengenai kenaikan biaya profesi apoteker, pihak rektorat menyatakan bahwa kenaikan angka demikian merupakan permintaan dari birokrasi fakultas Farmasi,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari pernyataan pihak rektorat tersebut, Dionaldy mengutarakan bahwa BEM KM mendorong kampus segera melakukan transparansi dan rincian perhitungan biaya yang menyebabkan tarif pendaftaran meningkat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apabila mereka tidak mampu memperlihatkan hal tersebut, kami dari BEM KM beranggapan biaya pendaftaran mandiri dan profesi Apoteker sekarang ini tidak masuk akal dan harus dikembalikan seperti semula,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hingga berita ini terbit, <em>Sketsa</em> masih terus berupaya menemui dan mengkonfirmasi permasalahan tersebut ke pihak Rektorat. <em><strong>(zwg/ali/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hilangnya Miss April </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/hilangnya-miss-april/baca </link>
<guid> hilangnya-miss-april </guid>
<pubDate> Sat, 21 Jun 2025 19:45:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mencari sosok yang hilang dan temukan realitas dunia yang tidak adil </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/hilangnya-miss-april/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EBcF0bfdAW.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hilangnya Miss April</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pak, kata Miss April, dalam bahasa Inggris itu tidak semua huruf harus dibunyikan saat diucapkan, Pak!&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Teman-temanku hanya melihatku dengan tatapan bosan sambil mengelus dada. Pak Kahar tampak sudah jenuh menerima koreksian dariku karena ini sudah kesepuluh kalinya hari ini. Aku memang tidak pandai bahasa Inggris, tapi catatan dari Miss April&mdash;yang menghabiskan lebih banyak halaman buku tulis dari mata pelajaran lainnya&mdash;sudah melekat di otakku. Satu-satunya orang yang pandai bahasa Inggris di kelas ini, si Binar, hanya mengangguk setuju sambil beberapa kali mengacungkan jempol padaku. Maklum, dia anak yang tertutup. Tapi, banyak guru yang tidak tahu kalau anak-anak pendiam biasanya pintar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Maaf ya, nak.&rdquo; Pak Kahar melepas kacamatanya, lalu mengusap kedua matanya dengan kuat. &ldquo;Kabarnya kepala sekolah sedang mencari pengganti Miss April. Sampai ada guru pengganti, bapak akan mengajar kalian Bahasa Inggris. Atau, kita lanjut belajar Matematika saja?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kami serempak menolak. Walau tidak ada Miss April, kami tetap ingin belajar Bahasa Inggris. Sebelum kepergiannya, beliau seperti menanamkan doktrin di kepala kami bahwa Bahasa Inggris itu adalah senjata gratis yang bisa kami kuasai. Beliau bilang, Bahasa Inggris kini sudah seperti barang obral. Kau bisa belajar dari buku yang ada di perpustakaan, video di internet, tulisan random yang ditemui di jalanan, bahkan hingga pedagang sandal di Bali. Katanya, semua itu kembali lagi ke diri kita, mau melatih menggunakan senjata itu atau tidak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jujur, analogi itu adalah hal yang cukup keren ketika didengar oleh murid SMP. Tentu, aku tak percaya kata penyemangat klise seperti itu karena satu-satunya alasan aku belajar adalah untuk mendapatkan nilai. Tetapi, ketika ilmu dari Miss April mulai berguna di kehidupanku, aku pun mulai sadar. Sekarang, aku sudah bisa membaca&nbsp;</span><span><em>fan-fiction</em></span><span><em>&nbsp;</em>anime kesukaanku, dan aku tak takut lagi untuk meninggalkan komentar baik di kanal YouTube&nbsp;</span><span><em>streamer</em></span><span><em>&nbsp;</em>bule favoritku. Miss April juga menempatkan dirinya sebagai seseorang yang selalu sigap membantumu, sehingga kadang kulihat ia sebagai seorang guru, kakak, bahkan teman. Miss April benar-benar berbakat menjadi seorang guru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, ini minggu ketiga setelah beliau menghilang. Aku pikir beliau terpaksa mundur dari pekerjaannya. Tetapi, dari gosip guru yang beredar, beliau benar-benar hilang dari muka bumi. Kami saling bertukar informasi dan berupaya mencari Miss April di internet dan semua sosial media, tapi nihil. Oh, nomor HP-nya juga sudah tidak aktif, kabarnya karena beliau sering berganti-ganti nomor. Ada yang bilang beliau seorang intel. Tapi, daripada menjadi intel, menurutku beliau lebih berbakat jadi seorang guru. Hari Selasa adalah hari yang kunanti karena ada pelajaran Miss April, tapi, buku catatanku berhenti di tanggal 5 Januari, satu bulan yang lalu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Katanya, Miss April itu terlibat hal-hal buruk. Dia juga tidak suka ikut gosip guru, jadi guru yang lain bilang dia seperti menyembunyikan sesuatu,&rdquo; kata Binar kepada teman-teman perempuannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku tidak percaya itu,&rdquo; ujarku, &ldquo;Miss April itu pintar, buat apa dia melakukan kejahatan?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Siapa tahu dia butuh duit?&rdquo; timpal Ferdi. &ldquo;Soalnya, waktu Miss April membelikan kita cokelat sehabis ulangan harian, dia sempat bilang itu gajinya yang tak cair-cair.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Apa sebenarnya Miss April dipecat, ya? Karena, kan, dia suka pakai&nbsp;</span><span><em>make-up</em></span><span><em>,</em>&rdquo; kata temanku yang lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Obrolan tentang Miss April hari ini masih didominasi oleh gosip tanpa fakta. Aku menarik diri dari obrolan itu karena tak ada yang menarik. Tiba-tiba, Ferdi menghampiriku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pulang sekolah ngumpul di tempat biasa, yuk!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku mengangguk setuju, tapi tersadar bahwa aku tak bisa mendatangi rumahnya. Aku sudah janji akan menemani ibu ke lapas. Kami ingin menjenguk Nenek. &ldquo;Eh, aku lupa ternyata aku sudah ada janji. Besok, ya?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya deh,&rdquo; balasnya. &ldquo;Ke lapas, ya?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Iya. Soalnya jadwal kunjungannya cuma hari ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pulang sekolah, aku membantu ibu mempersiapkan barang-barang untuk nenek dan membungkus rengginang kesukaan nenek. Aku tahu ini absurd bin ajaib, tapi nenekku benar-benar dipenjara karena kasus pencurian. Dia mengambil kayu bakar dan sesekali jantung pisang dari lahan tetangganya yang kaya raya. Karena kami orang kecil, kami tidak bisa melawan, dan akhirnya nenek memilih untuk menghabiskan masa tuanya di penjara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi, katanya penjara adalah tempat yang mendingan daripada harus sendirian di rumah. Di lapas, nenek selalu mendapat makanan teratur, memiliki banyak kegiatan seru seperti belajar menganyam, merajut, dan lain-lain. Ironisnya, ibu bilang kita beruntung karena tak payah membayar panti jompo. Penjara sudah merawatnya dengan baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seperti biasa, aku dan ibu naik angkot menuju lapas. Begitulah, setelah mengurus administrasi untuk menemui nenek, kami bercerita tentang banyak hal. Sembari mendengarkan cerita nenek yang itu-itu saja tentang rutinitasnya, tiba-tiba mataku menangkap sosok yang amat familiar. Tawa renyah itu pernah kudengar di kelas saat kami berhasil menyelesaikan latihan&nbsp;</span><span><em>grammar</em></span><span><em>&nbsp;</em>setara level anak TK Singapura yang sulitnya level dewa. Itu Miss April. Dia berjalan bersama seorang polwan sambil sedikit bercanda tawa. Ia mengenakan baju tahanan, tetapi wibawanya tak hilang karena itu. Ia tetap guru yang aku kenal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Detik ini, ingin sekali aku memanggilnya &ldquo;Miss!&rdquo; namun aku tak ingin orang tahu beliau guru. Ingin sekali aku berlari kepadanya, menyampaikan bahwa teman-teman sudah bersusah payah mencarinya hingga ke ujung dunia, dan bertanya apa yang beliau lakukan hingga berakhir di sini. Gawat. Ibu polwan itu membawanya pergi ke tempat yang lebih jauh di lorong gelap itu, entah apa isinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ibu,&rdquo; panggilku, &ldquo;Itu ke mana?&rdquo; tanyaku sambil menunjuk ke lorong yang tak ada ujungnya itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Penjara, mungkin,&rdquo; balas Ibu santai. &ldquo;Ya, kan, nek?&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nenek mengangguk. Berarti, Miss April dipenjara. Kenapa?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Nek,&rdquo; panggilku lagi. &ldquo;Kakak tadi kenapa?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Entah, kenalanmu ya?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat raut wajahku yang serius, Nenek menunjuk tasku. Aku menyodorkannya, lalu beliau menunjuk buku dan pensilku. Aku mengerti. Aku segera menulis semua pertanyaan besarku ke secarik kertas yang kurobek serampangan. Nenek mengerti. Ia memasukkan pesan rahasiaku ke bajunya. Dengan begitu, aku hanya perlu menunggu balasan Miss April.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seminggu setelahnya, aku membatalkan semua janji menghadiri acara makan-makan sekelas setelah sekolah karena aku akan ke lapas. Nenek mengerti. Ia memberiku balasan dari Miss April.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;<em>Dear Satya,</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>At some point in your life, you will realize that the world is not always fair. So, keep fighting in your own way, because your voice matters, and you must keep it safe within you.</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>P.S. jika kamu belum mengerti maksud surat ini, teruslah belajar sampai kamu bisa memaknainya, ya!</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Best Regards,</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Miss April&rdquo;</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Andi Syifa Hanifaturrizkia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmul 2022</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Gelombang II 2025: Rayakan Prestasi dan Sambut Tantangan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-ii-2025-rayakan-prestasi-dan-sambut-tantangan-baru/baca </link>
<guid> wisuda-gelombang-ii-2025-rayakan-prestasi-dan-sambut-tantangan-baru </guid>
<pubDate> Sat, 21 Jun 2025 21:23:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Semangat menyambut kehidupan pasca lulus menyelimuti prosesi wisuda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-ii-2025-rayakan-prestasi-dan-sambut-tantangan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SKXVJ5imMh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Gelombang II 2025: Rayakan Prestasi dan Sambut Tantangan Baru</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Unmul kembali gelar Wisuda Gelombang II pada Sabtu (21/6) dengan penuh khidmat dan antusiasme. Dilaksanakan di GOR 27 September Unmul, sebanyak 1.158 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan resmi diwisuda.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdiri dari 3 wisudawan Diploma 3 (D3), 902 wisudawan Strata 1 (S1), 121 wisudawan profesi, 123 wisudawan S2, 5 wisudawan Spesialis, dan 4 wisudawan S3.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari total tersebut, Fakultas Farmasi menempati posisi pertama urutan wisudawan terbanyak, yaitu 188 orang. Disusul FISIP dengan jumlah 179 orang dan FKIP 158 orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Lambang Subagiyo menyampaikan wisuda merupakan awal untuk mengemban tanggung jawab lebih besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Wisuda bukan hanya menandai akhir perjalanan akademik, tetapi juga awal tanggung jawab yang lebih besar dalam mengabdi kepada masyarakat dan bangsa.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia memberi motivasi dan semangat pada para wisudawan untuk melangkah ke jenjang berikutnya dengan penuh keyakinan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya semangat, prosesi wisuda juga diselimuti rasa haru dan bangga dari para keluarga wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan masa studinya. Khususnya sederet wisudawan yang berhasil meraih penghargaan sebagai lulusan terbaik dengan masa studi tercepat dan IPK tertinggi. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di antaranya ialah Ardiansyah, lulusan Diploma Farmasi yang berhasil meraih IPK 3.66. Dilanjutkan Cecilia Sumber Jaya, lulusan sarjana Kesehatan Masyarakat FKM dengan raihan IPK 3.96. Diikuti lulusan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi yang mencapai IPK 4.0, ST.Nuranisa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian, Nur Khayati yang berhasil menyelesaikan program Pascasarjana Manajemen Pendidikan FKIP dengan capaian IPK 4.0. Serta, Chelda Yuliana, lulusan program Doktor Ilmu Manajemen Pendidikan FKIP yang meraih IPK 4.0.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kunci Sukses Meraih Predikat Cumlaude</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain nama-nama di atas, terdapat sejumlah wisudawan yang turut menyabet predikat &ldquo;Cumlaude&rdquo;. Dua di antaranya ialah Salsabila Nazwa Balqis dan Micaael Tiku Pasang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span><img src="https://lh7-rt.googleusercontent.com/docsz/AD_4nXejo3DqvgzQKow8uYj9I_mS7AHn9QkbLJIPAIFokPGF_AaCFShTC4tco9zn_OUqL_mkjz22rma3bwmKe39eytQM3ufg9Y1bkAr77uRczfFQEVmSybQWC_ueOHElbEzbeA5wcu8Mrw?key=qRaZXrIc9l0UzYqUX65xYg" height="340" class="fr-dii" style="width: 602px;"></span></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salsabila, lulusan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), berbagi pengalaman dan tips suksesnya dalam menyelesaikan studi. Menurutnya, kiat utama adalah menjaga keseimbangan antara belajar dan&nbsp;</span><span><em>refreshing</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jangan terlalu&nbsp;</span><span><em>ngoyo</em></span><span><em>&nbsp;</em>(santai), tetap main tapi jangan lupa belajar. Kerjakan kewajiban dan tugas dengan serius, tapi beri waktu untuk&nbsp;</span><span><em>refreshing&nbsp;</em></span><span>agar pikiran tetap segar,&rdquo; ujarnya saat ditanyai&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>di lokasi wisuda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mengingatkan untuk tetap memberikan diri waktu bersantai tanpa melepaskan tanggung jawab dan tetap serius menyelesaikan tugas dan studinya hingga akhir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><span><img src="https://lh7-rt.googleusercontent.com/docsz/AD_4nXfC0QjeAiM7nmn0MRx8WoK-5oVIiDDDR5JGuETwERTVpBcJS-y9QZEJZ84dIPTbLMgO3zrkLl2J8e3oP4gOwqalXxP1HErtrg5OTeHANERv5D-OGiTDvb5AZM6M18eUkqO-wotuBg?key=qRaZXrIc9l0UzYqUX65xYg" height="340" class="fr-dii" style="width: 602px;"></span></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Micaael Tiku Pasang, lulusan Magister Ilmu Lingkungan juga turut membagikan kiat suksesnya dalam menuntaskan studinya. Micaael menekankan pentingnya ketekunan dan manajemen waktu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rajin dan pintar saja tidak cukup tanpa ketekunan dan keyakinan. Saya juga bekerja sambil kuliah, jadi mengatur waktu dengan baik sangat penting agar semua tugas dan pekerjaan selesai tepat waktu,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menegaskan mahasiswa harus pintar mengatur waktu dan jangan sampai mahasiswa yang diatur oleh waktu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menuturkan gelar Cumlaude bukan jaminan mutlak keberhasilan di dunia kerja. Oleh sebab itu, mahasiswa tetap harus menyiapkan diri dengan tekun dan keyakinan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tantangan sesungguhnya adalah menyiapkan diri menghadapi lapangan pekerjaan. Ketekunan dan kemauan belajar akan membuka peluang lebih besar,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(ali/sza/mou/ner)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tanggapan BAK Unmul Perihal Salah Sebut Nama Saat Wisuda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapan-bak-unmul-perihal-salah-sebut-nama-saat-wisuda/baca </link>
<guid> tanggapan-bak-unmul-perihal-salah-sebut-nama-saat-wisuda </guid>
<pubDate> Mon, 23 Jun 2025 22:59:05 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wisudawan kecewa namanya salah penyebutan saat prosesi wisuda berlangsung </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tanggapan-bak-unmul-perihal-salah-sebut-nama-saat-wisuda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gWxbJChWkn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tanggapan BAK Unmul Perihal Salah Sebut Nama Saat Wisuda</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Gelaran Wisuda Unmul Gelombang II 2025 telah usai dilaksanakan pada Sabtu (21/6) lalu. Acara berjalan lancar dengan penuh khidmat. Namun, terdapat hal yang menimbulkan kekecewaan pada sejumlah Wisudawan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut dirasakan oleh Wisudawan asal FH 2021, Marsha Odelia. Kekecewaan itu hadir lantaran namanya tidak dipanggil dengan benar saat prosesi wisuda berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat prosesi wisuda pemanggilan Fakultas Hukum, nama saya itu enggak dipanggil. Jadi ada&nbsp;</span><span><em>miss&nbsp;</em></span><span>dari saya,&rdquo; ucap Marsha kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Sabtu (21/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saat pemanggilan yang harusnya nama saya Marsha Odelia itu dipanggilnya jadi Cindy Aulia,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Marsha juga menjelaskan bahwa seluruh wisudawan diwajibkan untuk mengisi absen kehadiran pada saat pelaksanaan wisuda. Ia mengaku telah mengisi absen dan mengecek status kehadirannya di <em>website&nbsp;</em>wisuda Unmul. Akan tetapi, saat prosesi wisuda berlangsung, namanya tidak disebutkan dengan benar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengatakan, terdapat wisudawan lain yang mengalami hal serupa dengan apa yang dia rasakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dengar-dengar juga yang duduk di belakang saya itu namanya enggak dipanggil. Jadi saya enggak tahu&nbsp;</span><span><em>miss</em>-</span><span>nya ini cuma di FH aja atau juga ada di fakultas lain.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span><em>&nbsp;</em>mencoba untuk menemui Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Unmul, Afra Tustini Ekawati. Ia menuturkan bahwa kesalahan tersebut bisa terjadi apabila mahasiswa terlambat dalam mengisi presensi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Absensi itu dibuka sampai 07.45. Kalau sudah lewat dari itu, dia terlambat,&rdquo; tandas Afra saat ditemui&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (23/6).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Afra menyatakan bahwa daftar nama yang dipanggil pada saat prosesi wisuda berlangsung berasal dari data presensi yang telah diisi oleh wisudawan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia selaku Kepala Biro BAK mengaku menerima masukan tersebut dan akan semakin teliti lagi ke depannya agar tidak terjadi hal serupa. Meski begitu, ia sangat menyayangkan sebab hal tersebut tidak dikomunikasikan langsung kepada panitia saat acara berlangsung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini masukan buat kami, nanti kami akan semakin lebih teliti lagi ya,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, Marsha yang mengalami hal tersebut merasa tidak sempat dan tidak enak untuk melaporkan masalah tersebut kepada panitia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Wisuda itu kan dijalankan dengan khidmat, sehingga saya enggak sempat untuk bertanya,&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena acara berjalan formal, saya enggak enak untuk nanya ke panitia, karena panitia juga kayak lagi buru-buru gitu,&rdquo; tambahnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(rla/ali/myy)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penjelasan Pihak Rektorat di Balik Peningkatan Tarif Biaya Pendaftaran UTBK-SMMPTN </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penjelasan-pihak-rektorat-di-balik-peningkatan-tarif-biaya-pendaftaran-utbk-smmptn/baca </link>
<guid> penjelasan-pihak-rektorat-di-balik-peningkatan-tarif-biaya-pendaftaran-utbk-smmptn </guid>
<pubDate> Tue, 24 Jun 2025 21:08:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pihak Rektorat menegaskan bahwa kenaikan tersebut didasari dengan kebutuhan Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penjelasan-pihak-rektorat-di-balik-peningkatan-tarif-biaya-pendaftaran-utbk-smmptn/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yD1wvpmVg1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penjelasan Pihak Rektorat di Balik Peningkatan Tarif Biaya Pendaftaran UTBK-SMMPTN</h1>
			              </header>
			              <p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ujian Tulis Berbasis Komputer&ndash;Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SMMPTN) menjadi alternatif lain bagi calon mahasiswa yang tidak lulus pada tahap Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun UTBK&ndash;Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, biaya pendaftaran UTBK-SMMPTN yang naik hingga 4 kali lipat dari 175 ribu rupiah (Tarif pendaftaran tahun sebelumnya) sempat memicu atensi berbagai pihak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>(Baca:&nbsp;</span><a href="https://www.sketsaunmul.co/berita-kampus/tarif-biaya-pendaftaran-utbk-smmptn-dan-profesi-apoteker-unmul-2025-mengalami-lonjakan/baca"><span>Tarif Biaya Pendaftaran UTBK-SMMPTN dan Profesi Apoteker &hellip;</span></a><span>)</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Unmul, M. Rijal Ardiansyah menyatakan kenaikan tersebut tidak berpihak pada rakyat kecil dan kesanggupan finansial rata-rata masyarakat menengah ke bawah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rijal juga turut menyayangkan kurangnya pergerakan pihak-pihak terkait sebagai perwakilan mahasiswa dalam bergerak dan mengawal isu ini dengan serius.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karena menurutnya, pihaknya sebisa mungkin mendorong kebijakan berkeadilan dan tidak dapat melakukan lebih.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sangat disayangkan mereka tidak bergerak serta mengawal isu ini dengan serius,&rdquo; ujarnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Selasa (17/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyampaikan harapannya agar pihak Unmul dapat mengkaji serta mengevaluasi kembali kebijakan yang dikeluarkan. Sebab, menurutnya, akses pendidikan merupakan hak seluruh elemen masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akses pendidikan tidak hanya untuk yang punya uang saja, tapi seluruh unsur masyarakat berhak mendapatkannya,&rdquo; tegasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Pihak Rektorat</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menindaklanjuti hal tersebut,&nbsp;</span><span><em>Sketsa&nbsp;</em></span><span>berhasil menemui Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Unmul, Afra Tustini Ekawati untuk menanyakan alasan di balik peningkatan tarif pendaftaran tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kenaikan biaya pendaftaran tersebut, sebut Afra, didasari kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh Unmul. Mulai dari peningkatan fasilitas hingga sarana-sarana untuk pendidikan lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, kebutuhan panitia, pengawas, hingga penunjang pada saat proses seleksi UTBK-SMMPTN dilaksanakan membutuhkan biaya yang besar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kebutuhan kami ketika seleksi dan sebagai proses apa segala macam itu membutuhkan&nbsp;</span><span><em>cost</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang besar,&rdquo; ucap Afra saat ditemui secara langsung, Senin (23/6).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belum lagi, lanjut Afra, kebutuhan di bidang eksak seperti laboratorium dan bahan-bahan praktikum juga semakin mahal di pasaran. Hal tersebut juga menjadi salah satu tuntutan dan kebutuhan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyebut hal tersebut telah dianalisa dan diolah oleh tim layanan keuangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akhirnya itulah yang kita berlakukan. Karena, kebutuhan-kebutuhan di perguruan tinggi itu tidak sedikit.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Afra turut mengakui peningkatan tersebut telah diupayakan sejak tahun-tahun sebelumnya. Namun, baru bisa diberlakukan dan diterbitkan Surat Keputusan (SK)-nya di tahun ini setelah melalui proses panjang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu perlu proses waktu. Dari Kementerian ke Dikti, baru ke keuangan lagi. Jadi, perlu proses,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(ali/ner)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembekalan KKN Dirasa Kurang Maksimal oleh Mahasiswa, Kiswanto: Akan Terus Kita Upayakan dan Optimalkan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-dirasa-kurang-maksimal-oleh-mahasiswa-kiswanto-akan-terus-kita-upayakan-dan-optimalkan/baca </link>
<guid> pembekalan-kkn-dirasa-kurang-maksimal-oleh-mahasiswa-kiswanto-akan-terus-kita-upayakan-dan-optimalkan </guid>
<pubDate> Wed, 25 Jun 2025 22:43:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kepala PPM-KKN LP2M Berikan penjelasan terkait sejumlah pertanyaan mahasiswa mengenai pembekalan KKN </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-dirasa-kurang-maksimal-oleh-mahasiswa-kiswanto-akan-terus-kita-upayakan-dan-optimalkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ejyFU2Wpdh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembekalan KKN Dirasa Kurang Maksimal oleh Mahasiswa, Kiswanto: Akan Terus Kita Upayakan dan Optimalkan</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp;</span><span>Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-51 Unmul sudah berada di depan mata. Guna memaksimalkan visi dan misi dari kegiatan tersebut, Pusat Pengabdian Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (PPM-KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masayarakat (LP2M) laksanakan pembekalan. Pembekalan KKN-51 ini akan digelar sebanyak tiga kali, di antaranya pada Jumat (20/6) lalu, Kamis (26/6), dan Jumat (4/7) mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft Teams, pembekalan dilakukan secara daring yang diikuti oleh 3.427 mahasiswa, 80 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan sejumlah pihak terkait lainnya. Sayangnya, pembekalan pertama tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan lantaran sejumlah mahasiswa tidak dapat bergabung ke dalam tautan Microsoft Teams yang telah diberikan oleh panitia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alhasil, mahasiswa yang belum berhasil masuk tersebut dialihkan untuk mengikuti pembekalan dengan cara&nbsp;</span><span><em>streaming&nbsp;</em></span><span>pada kanal Youtube @Unmul TV.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) FISIP 2022, Christian Deep menyampaikan sedikit kekecewaannya mengenai pelaksanaan pembekalan pertama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang seharusnya dimulai pada jam 08.00 (Pembukaan pembekalan), namun baru dibuka satu jam lebih kemudian,&rdquo; ucap mahasiswa Ilkom yang akrab disapa Deep saat diwawancarai, Rabu (25/6).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Deep juga menyayangkan pembekalan melalui Microsoft Teams yang tidak bisa diikuti oleh sebagian mahasiswa lainnya dan harus dialihkan pada kanal Youtube.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Informasi yang dibagikan melalui kanal Youtube pun mengalami&nbsp;</span><span><em>delay</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang sangat jauh dengan mereka yang mengikuti pembekalan melalui Microsoft Teams,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Serupa dengan Deep, Fatih Arya Ramzani yang juga menempuh pendidikan di Program Studi yang sama turut menyampaikan rasa ketidakpuasannya. Ia mengaku memiliki ekspektasi besar bahwa pelaksanaan pembekalan akan sangat membantu para mahasiswa sebelum KKN dimulai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Rasanya agak disayangkan ya,&rdquo; ucap Fatih di hari yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keduanya juga menyinggung perihal penggunaan kertas dalam penugasan resume di akhir. Menurutnya hal tersebut tidak menunjukkan &ldquo;Ramah Lingkungan&rdquo; dan tidak sesuai dengan cita-cita Unmul yaitu &ldquo;</span><span><em>Center of Excellence in Tropical Studies</em></span><span>&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kenapa tidak memakai media online seperti Microsoft Word, G-Docs, dan aplikasi serupa lainnya saja sedari awal?&rdquo; tanya Deep.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan terlaksananya pembekalan pertama yang dirasa masih kurang tersebut, keduanya berharap agar panitia dapat mengupayakan agar pembekalan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Alangkah baiknya pihak Unmul bisa memperbaikinya, bisa dimulai dari panitia yang bisa fokus untuk menguasai media <em>meeting online</em> di pembekalan selanjutnya,&rdquo; harap Fatih.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Deep juga turut menambahkan harapan agar media sosial resmi KKN-51 Unmul dapat lebih informatif lagi ke depannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jawaban Kepala PPM-KKN LP2M Terkait Keluhan Mahasiswa</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi sejumlah keluhan mahasiswa terkait penggunaan Microsoft Teams, Kepala PPM-KKN LP2M, Kiswanto menyebut bahwa pemilihan media tersebut dikarenakan Unmul memiliki kontrak kerjasama dengan Microsoft Teams.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menyadari kelebihan dan kekurangan dari aplikasi tersebut. Oleh karena itu, panitia pelaksana KKN telah mengupayakan antisipasi dengan adanya&nbsp;</span><span><em>streaming&nbsp;</em></span><span>melalui kanal Youtube @Unmul TV.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Makanya yang pertama kita coba antisipasi dengan&nbsp;</span><span><em>streaming</em></span><span>, supaya nanti bisa dioptimalkan,&rdquo; tutur Kiswanto kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Senin (23/6) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kiswanto mengaku akan tetap menyediakan layanan&nbsp;</span><span><em>streaming&nbsp;</em></span><span>pada pembekalan selanjutnya agar seluruh mahasiswa tetap mendapat pembekalan meski tidak dapat bergabung ke dalam teams.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menegaskan bahwa inti dari pembekalan ini ialah memberikan pemahaman kepada mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga membagikan rencana panitia untuk membeli Zoom sebagai persiapan fasilitas diseminasi, yang merupakan kegiatan akhir dari pelaksanaan KKN itu sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Biar lebih stabil, karena kayaknya kita sudah bisa pastikan Teams Conference ini tidak bisa dipakai buat kelompok-kelompok kecil.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengenai kemungkinan adanya pembekalan tambahan, Kiswanto menyebut akan memfasilitasinya apabila dirasa diperlukan oleh mahasiswa. Mereka akan menawarkan kembali kepada Dinas dan pihak terkait untuk menyampaikan pembekalan ulang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau tidak, nanti biasanya targetnya adalah DPL yang akan menjadi fasilitator, menjelaskan.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kemudian, segala informasi terkait persiapan pelaksanaan KKN, Kiswanto menyatakan, akan disampaikan melalui grub telegram yang yang bisa diikuti mahasiswa melalui tautan yang tertera di AIS masing-masing.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga turut menyayangkan sejumlah mahasiswa yang tidak bergabung sejak awal dengan grub telegram KKN. Karena, hal tersebut menurutnya akan menyebabkan mahasiswa ketinggalan informasi penting mengenai persiapan dan pelaksanaan KKN itu sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terakhir, Kiswanto menyampaikan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan maupun kebingungan, dapat segera bertanya kepada pihak LP2M, baik melalui&nbsp;</span><span><em>helpdesk&nbsp;</em></span><span>maupun datang langsung ke kantor.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(ali/myy)</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kusapa Sepi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kusapa-sepi/baca </link>
<guid> kusapa-sepi </guid>
<pubDate> Sat, 28 Jun 2025 18:28:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kekasihku yang diam, tak inginkah kembali bercengkrama? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kusapa-sepi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bAQehMNlWQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kusapa Sepi</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pacarku yang diam,<br><span>aku hari ini meramu kata</span><br><span>mengunyah tiga buku puisi</span><br><span>dan makan nasi</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jalanan kosku sunyi</span><br><span>terakhir kamu datang, setelah itu tiada lagi</span><br><span>sampai kapan diammu menjalar</span><br><span>memenangkan rasa yang belum pudar</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku sudah menyiapkan senyum</span><br><span>bila bila kamu datang&nbsp;</span><br><span>tak lupa menyisihkan lara yang menggelayuti</span><br><span>selama kamu pergi</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Layarku bersih kata-kata</span><br><span>tak ada kamu yang menyapa</span><br><span>Kekasihku yang diam,</span><br><span>tak inginkah kembali bercengkrama?</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB 2022</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jelang KKN 51 Unmul, Berikut Berbagai Persiapan yang Dilakukan Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-kkn-51-unmul-berikut-berbagai-persiapan-yang-dilakukan-mahasiswa/baca </link>
<guid> jelang-kkn-51-unmul-berikut-berbagai-persiapan-yang-dilakukan-mahasiswa </guid>
<pubDate> Mon, 30 Jun 2025 17:37:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul bersiap KKN Angkatan 51, pembekalan digelar meski dinilai masih kurang maksimal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jelang-kkn-51-unmul-berikut-berbagai-persiapan-yang-dilakukan-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/62wjdpuuSR.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Jelang KKN 51 Unmul, Berikut Berbagai Persiapan yang Dilakukan Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unmul Angkatan 51 Tahun 2025 akan segera digelar. Beberapa tahapan, seperti pendaftaran hingga pembekalan telah dan sedang terlaksana.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pelepasan mahasiswa untuk terjun ke daerah pengabdian masing-masing sendiri akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yakni pada Sabtu (12/7) mendatang. Menjelang pelepasan, setiap tim KKN kini sedang dalam persiapan agar dapat melaksanakan program kerja dengan baik nantinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tahap persiapan terpenting yang diwadahi oleh Unmul adalah pembekalan bagi mahasiswa yang akan terjun ke lapangan. Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pemahaman, dan kapasitas mahasiswa terkait pengabdian yang akan dilakukan serta mencanangkan program kerja yang memiliki dampak nyata dan berkelanjutan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pembekalan tersebut dilaksanakan sebanyak tiga tahap. Dua tahap pertama dilaksanakan pada Jumat (20/6) dan Kamis (26/6) lalu, sementara tahap ketiga akan dilaksanakan pada Jumat (4/7) mendatang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, pembekalan membawa tema &ldquo;Sinergitas Kampus Berdampak Membangun Kemandirian Desa Mendukung Pencapaian SDGs Menuju Indonesia Emas&rdquo;. Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) juga turut mengikuti kegiatan tersebut serta sejumlah pihak terkait yang memberikan materi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pembekalan dilakukan secara daring melalui aplikasi Microsoft Teams dan siaran langsung pada Kanal Youtube Unmul. Mahasiswa juga diminta membuat rangkuman secara tertulis terkait materi-materi yang disampaikan dalam pembekalan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tahap pembekalan ini dirasa kurang memadai sehingga beberapa mahasiswa menyayangkan hal tersebut hingga melayangkan beberapa keluhan. Mulai dari ruang daring yang tidak memadai hingga keterlambatan pembekalan dan penyampaian informasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pembekalan-kkn-dirasa-kurang-maksimal-oleh-mahasiswa-kiswanto-akan-terus-kita-upayakan-dan-optimalkan/baca" target="_blank">Pembekalan KKN Dirasa Kurang Maksimal oleh Mahasiswa Kiswanto: Akan Terus Kita Upayakan dan Optimalkan</a></p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya pembekalan dari Unmul, di masa persiapan, mahasiswa juga turut merencanakan program kerja yang akan dilaksanakan di desa tempat pengabdian masing-masing tim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Program kerja ini merupakan salah satu hal krusial dalam melangsungkan KKN dan pengabdian, sehingga setiap tim menyusun program kerja terbaik mereka yang sesuai dan membantu mengembangkan potensi desa tiap tim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah satu anggota kelompok KKN Desa Tani Bhakti, Dicky Rachmad Nugroho yang merupakan mahasiswa program studi Akuntansi FEB 2022 mengaku sudah melakukan 50 persen persiapan tim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persiapan kami tidak dilakukan terlalu awal karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal kami dan tidak sejauh lokasi yang lain,&rdquo; katanya, Kamis (19/6) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diketahui, Desa Tani Bhakti sendiri berlokasi di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dicky melanjutkan saat ini timnya tengah mempersiapkan hal-hal lain seperti persediaan makanan, peralatan dokumentasi hingga printer untuk memudahkan pengurusan administrasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, hal terpenting dalam persiapan sebelum pergi ke desa tempat pengabdian adalah kesehatan fisik dan obat-obatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan ilmu yang akan diteruskan kepada masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persiapan lain ilmu yang akan diberikan kepada masyarakat sesuai dengan prodi kami masing-masing serta persiapan tenaga dan pikiran untuk memajukan desa,&rdquo; terangnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami juga akan melakukan diskusi dengan pemerintah desa untuk menentukan program lain,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu dari tim KKN Desa Bukit Makmur Jaya, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau yang lokasinya cukup jauh dari Unmul, juga mengaku telah melakukan berbagai persiapan dan koordinasi tim sebelumnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Risqi Yanuar selaku ketua tim yang berasal dari program studi Sastra Indonesia FIB 2022 menyebut timnya telah mencari tahu terkait lokasi desa yang akan mereka tempati. Namun karena terkendala jarak, ia dan tim tidak bisa melakukan survei secara langsung.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, Risqi dan tim tidak kehabisan akal. Ia mencari kontak dan menghubungi tim KKN angkatan sebelumnya yang mengabdi di desa yang sama untuk menanyakan beberapa hal. Ini dilakukan untuk menyesuaikan persiapan mereka hingga untuk menyesuaikan program kerja yang akan mereka susun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami mencoba menghubungi anggota KKN 50 tahun 2024 untuk menanyakan terkait lokasi, kondisi sosial masyarakat, hingga infrastruktur,&rdquo; jelasnya, Kamis (19/6) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait persiapan dalam penyusunan program kerja, Risqi dan tim melihat beberapa hal sebagai pertimbangan. Selain melihat potensi desa agar bisa memberikan program jangka panjang, mereka juga memperhitungkan program yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, ia juga melihat kemampuan tim, &nbsp;jangka waktu pelaksanaan, dan kesediaan masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apakah masyarakat bersedia terlibat langsung dalam program kami atau tidak,&rdquo; katanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Risqi juga memaparkan pentingnya perencanaan di masa persiapan agar ia dan tim sudah sangat siap ketika turun ke masyarakat. Hal ini beriringan dengan kesiapan fisik dan mental. Oleh karena itu, ia dan tim mengupayakan untuk finalisasi program seminggu sebelum keberangkatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Agar ketika sudah terjun ke masyarakat, sudah tahu apa yang harus dilakukan ke depannya,&rdquo; terangnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, Risqi melanjutkan, tidak menutup kemungkinan akan ada beberapa perubahan. Menyesuaikan kembali kondisi lapangan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Prioritas utama Risqi dalam persiapan sendiri selain rencana dan program kerja adalah kebutuhan logistik dan komunikasi setiap pihak yang terlibat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kepastian komunikasi antara anggota tim, DPL, perangkat desa, hingga masyarakat setempat,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(ner/myy)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Gala Premiere MIK UMKT, “Bangku Tara” dan “Rupa Tanpa Rupa” Tayang Perdana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/gala-premiere-mik-umkt-bangku-tara-dan-rupa-tanpa-rupa-tayang-perdana/baca </link>
<guid> gala-premiere-mik-umkt-bangku-tara-dan-rupa-tanpa-rupa-tayang-perdana </guid>
<pubDate> Wed, 02 Jul 2025 21:34:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dua film MIK UMKT 2025 tayang perdana, cerminan keresahan generasi muda kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/gala-premiere-mik-umkt-bangku-tara-dan-rupa-tanpa-rupa-tayang-perdana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Ymf0ZNkr4L.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Gala Premiere MIK UMKT, “Bangku Tara” dan “Rupa Tanpa Rupa” Tayang Perdana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Di tengah geliat kreativitas mahasiswa, Media Indie Kampus (MIK) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) kembali membuktikan komitmennya dalam menghidupkan ruang ekspresi sinematik di lingkungan kampus. Lewat Gala Premiere MIK 2025, dua film pendek bertajuk &ldquo;Bangku Tara&rdquo; dan &ldquo;Rupa Tanpa Rupa&rdquo; resmi tayang perdana pada Minggu (29/6) Malam, di Gedung A, <em>Co-Working Space</em> UMKT, Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Kedua film tersebut merupakan refleksi keresahan generasi muda tentang identitas, keheningan, pencitraan, hingga luka yang tersembunyi. MIK berupaya menghadirkan ruang kolektif bagi mahasiswa untuk belajar, mencipta, dan bersuara melalui karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah perasaan dan pikiran.</p><p style="text-align: justify;">Film pertama yang ditayangkan adalah <em>Bangku Tara,</em> sebuah film dengan pendekatan horor ringan. Cerita berpusat pada tokoh Tara yang menemukan catatan misterius di laci meja kampusnya. Dari sana, dimulailah percakapan sunyi melalui tulisan-tulisan kecil di bawah meja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin menghadirkan pengalaman yang intim dan penuh makna, bagaimana keheningan bisa bicara,&rdquo; ungkap tim produksi.</p><p style="text-align: justify;">Film ini disutradarai oleh Muhammad Khalid Zain yang dibantu oleh Chalid sebagai asisten sutradara. Menurut Chalid, <em>Bangku Tara</em> merupakan eksperimen pertama MIK dalam genre horor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin mencoba genre baru yang belum pernah diangkat sebelumnya. Tantangannya cukup banyak, terutama karena jadwal kru dan aktor yang berbeda-beda, serta keharusan melakukan syuting malam hari,&rdquo; jelas Chalid.</p><p style="text-align: justify;">Film kedua bertajuk <em>Rupa Tanpa Rupa</em>, disutradarai oleh Firgi Isra Dihyanur, dengan Fizi sebagai asisten sutradara. Film ini mengangkat isu psikologi dan kesehatan mental dalam balutan drama reflektif.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Inspirasinya dari kisah nyata Bang Rohmat, mahasiswa Psikologi UMKT. Film ini jadi ruang curahan ilmu dan refleksi dari perspektif mahasiswa psikologi,&rdquo; ujar Firgi.</p><p style="text-align: justify;">Fizi menambahkan bahwa proses produksi kedua film ini berlangsung selama satu semester, mulai dari pra-produksi hingga <em>post</em>-produksi yang rampung tepat menjelang hari pemutaran. Tantangan utama dalam proses produksi adalah membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan produksi film.</p><p style="text-align: justify;">Usai penayangan, acara dilanjutkan dengan sesi <em>talk show</em> bersama para kru dan pemeran film. Suasana hangat dan akrab mewarnai diskusi seputar proses kreatif, tantangan produksi, hingga harapan untuk karya mendatang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami ingin tetap konsisten berkarya. Bangku Tara rencananya akan dikirim ke ajang kompetisi film mahasiswa, sedangkan Rupa Tanpa Rupa masih akan disempurnakan terlebih dahulu,&rdquo; jelas Firgi.</p><p style="text-align: justify;">Kedua film ini juga akan diunggah ke kanal media sosial MIK sebagai bagian dari diseminasi karya, sekaligus ajakan terbuka bagi mahasiswa untuk terlibat dalam produksi film berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Film ini akan segera kami upload di media sosial MIK. Kami juga membuka kesempatan bagi teman-teman mahasiswa (UMKT) untuk bergabung dan berkarya bersama di project selanjutnya,&rdquo; ujar Fizi.</p><p style="text-align: justify;">Gala premiere ini turut dihadiri delegasi seluruh lembaga internal UMKT, serta tamu undangan eksternal seperti Pers Mahasiswa. Acara ditutup dengan pemutaran video behind the scenes dan sesi foto bersama seluruh hadirin. <em><strong>(xel/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Belenggu Jiwa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/belenggu-jiwa/baca </link>
<guid> belenggu-jiwa </guid>
<pubDate> Sat, 05 Jul 2025 16:46:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku dan Eva selalu bicara di cermin. Kami hanya ingin didengar </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/belenggu-jiwa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WhWiyQTjOe.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Belenggu Jiwa</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ketika cermin sudah tak mampu lagi menahan kehancurannya, lantas kepada apa lagi manusia akan berkaca? Akankah ada tempat lain selain cermin yang mampu menampakkan jati diri manusia yang sesungguhnya?</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Diriku yang lain pernah berkata. Diriku yang lain? Ya! Diriku yang lain, tak penting siapa yang kumaksud, tapi dia berkata jika cermin mampu memperlihatkan sisi terang dan tergelap dari manusia tanpa ada kuasa untuk mencelanya sedikit pun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan sekarang aku di sini. Kembali bercakap-cakap pada diri sendiri, melisankan berbagai dialog tak pasti di hadapan cermin berbingkai. Bak sepasang saudara kembar yang mendiami satu tubuh hanya saja diisi oleh dua jiwa yang berbeda. Jiwa pertama adalah diriku dan jiwa kedua kunamai sebagai Eva. Dia muncul di tengah kesendirian dan ketidakmampuanku dalam menghadapi hidup, dia lalu menjadi bagian terpenting dalam tubuh ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mungkin aku akan membiarkan Eva tetap berada dalam diriku atau mungkin aku akan mengakhiri Eva, tapi bagaimana caranya? Apa yang harus kulakukan agar dia pergi meninggalkan tubuhku, meninggalkan hidupku selama-lamanya agar aku bisa bebas. &ldquo;Hmm, aku masih belum tahu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya hari ini aku ada janji bertemu seseorang. Ibuku yang menyarankan agar aku bertemu dengannya karena dia merasa keseimbangan jiwaku terganggu, sehingga perlu berkonsultasi kepada orang yang tepat.</span><span>&nbsp;&ldquo;<em>Aku sedang tidak enak badan jadi sebaiknya tidak perlu pergi,</em>&rdquo;</span><span>&nbsp;sesuatu berbisik kepadaku.</span><span>&nbsp;&ldquo;<em>Tetaplah di sini jangan kemana-mana.</em>&rdquo;&nbsp;</span><span>Aku diam cukup lama lalu kusadari jika bisikan-bisikan itu berasal dari Eva. &ldquo;Aku juga malas pergi menemuinya, tapi ini perintah ibu jadi kita harus patuh kan?&rdquo; Tidak ada jawaban. Aku yakin dia malas menanggapi gadis penurut sepertiku.&nbsp;</span><span>&ldquo;<em>Cukup tahu saja.</em>&rdquo;</span><span>&nbsp;Barusan itu adalah jawaban dari Eva.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku kemudian bangkit dari kursi lalu berpamitan pada cermin kesayanganku. Tak lupa aku melambaikan tangan padanya, setelah itu, aku berlari ke arah mobil yang kemudian kusetir menuju restoran kecil di ujung jalan. Tempat yang akan menjadi ruang temu janji antara aku dengan dia. Dia? Tentu saja yang kumaksud adalah kenalan ibu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Entah kenapa saat berkendara di jalanan sepi rasanya jauh lebih nikmat dibandingkan saat berkendara di tengah keramaian.&nbsp;</span><span>&ldquo;<em>Berkendara sendiri itu tidak menyenangkan!</em>&rdquo;</span><span>&nbsp;kata Eva. Aku mendengus, siapa bilang aku sendirian lagi pula ada cermin kecil yang selalu kubawa ke mana-mana dan dia selalu menemaniku. Jujur saja cermin adalah teman pertamaku. Tanpanya aku hanya akan sendirian dan tanpa Eva aku hanyalah gadis penyendiri yang selalu patuh pada orang tua, tanpa ada kuasa sedikit pun untuk menolak segala macam aturan dan perintah yang keluar dari alat ucap mereka. Tapi, syukurlah semua itu telah berlalu berkat kemunculan Eva yang datang bagai angin segar yang lambat laun berubah menjadi angin malam yang menusuk kulit karena kini semakin sulit untuk diatur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Eva sendiri adalah karakter kedua yang kubentuk secara sadar agar memudahkanku ketika berada di situasi tertentu. Bisa dibilang kalau dia adalah gambaran ideal tentang diriku yang selama ini tidak bisa kuwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi terkadang aku merasa jika Eva seolah-olah ingin mengambil alih kepribadian utamaku. Tapi benarkah begitu? Atau mungkin cuma perasaanku saja. Ah! Sudahlah tidak perlu dipikirkan, lagi pula aku telah sampai ke tujuanku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rupanya hanya memerlukan beberapa belas menit saja untuk sampai ke restoran ini. Lantas segeralah aku turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam restoran. Baru &nbsp;berjalan beberapa langkah saja aku langsung berhenti. &ldquo;Oh, tidak ini masalah besar!&rdquo; Aku bergumam di depan pintu masuk. Restoran ini sangat ramai dan aku takut pada keramaian, tapi tidak masalah karena Eva bersamaku. Aku pun secara sadar mengeluarkan karakter Eva yang bersemayam dalam tubuhku. Dengan keberanian serta kepercayaan diri aku berjalan melewati kerumunan orang-orang dan duduk di meja paling depan.</span><span>&nbsp;&ldquo;<em>Apa yang kamu takutkan ini kan cuma keramaian. Lagi pula mereka tidak akan menggigit.</em>&rdquo;</span><span>&nbsp;Eva mendengus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku pun dengan segera kembali ke identitas utamaku sebagai Magda. Jika aku adalah gadis yang pendiam, pemalu, dan selalu patuh pada ucapan orang tua, maka Eva kebalikannya. Dia banyak bicara, pemberani dan tidak suka dikekang bahkan oleh orangtuaku sekalipun. Lantas jika menelisik ke belakang, maka aku dapat mengingat bagaimana kemunculan Eva pertama kali. Saat itu aku membentuk karakter Eva secara sadar agar bisa terlepas dari belenggu aturan yang diciptakan oleh kedua orangtuaku sehingga aku dapat mengeluarkan segala unek-unek dan penolakan terhadap kendali ayah dan ibu. Semua itu tentunya hanya dapat kulakukan dengan bantuan Eva sebagai perantaranya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selagi aku sibuk mengenang memorial lama salah seorang pelayan datang menghampiri dan menawariku berbagai macam menu lalu dengan tegas aku menjawab, &ldquo;Hanya secangkir teh melati.&rdquo; Setelah pelayan itu pergi, seorang wanita datang, dia mengaku sebagai kenalan ibu. Kami pun mulai berbincang, hanya saja aku tak tahu pasti kemanakah arah pembicaraan ini nantinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Cerpen ini ditulis oleh Bella Sapitri, Mahasiswi program studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Dirikan UPA BK, Dukung Kesehatan Mental Civitas Akademika Melalui Layanan Konseling </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-dirikan-upa-bk-dukung-kesehatan-mental-civitas-akademika-melalui-layanan-konseling/baca </link>
<guid> unmul-dirikan-upa-bk-dukung-kesehatan-mental-civitas-akademika-melalui-layanan-konseling </guid>
<pubDate> Mon, 07 Jul 2025 20:06:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UPA BK Unmul hadir sebagai ruang aman konseling bagi mahasiswa, dosen, dan tendik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-dirikan-upa-bk-dukung-kesehatan-mental-civitas-akademika-melalui-layanan-konseling/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0bj9uvzKoR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Dirikan UPA BK, Dukung Kesehatan Mental Civitas Akademika Melalui Layanan Konseling</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong><span>Unmul kini memiliki Unit Penunjang Akademik dan Bimbingan Konseling (UPA BK). Layanan ini bertujuan merangkul mahasiswa yang membutuhkan dukungan secara emosional dalam menjalankan kegiatan akademiknya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hadirnya UPA BK ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Mulawarman. Unit pelayanannya sendiri berada di bawah naungan Wakil Rektor III.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Latar belakang didirikan UPA BK ini sebenarnya adalah pentingnya pelayanan bimbingan dan konseling kepada mahasiswa. Selama ini mahasiswa banyak yang stres, banyak yang depresi gitu ya dalam menyelesaikan tugasnya,&rdquo; kata Kepala UPA BK Unmul, Andi Wahyu Irawan, dalam wawancara pada Rabu (25/6).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tak hanya menyasar mahasiswa, Wahyu juga menyebut bahwa dosen maupun tenaga kependidikan (tendik) bisa mengakses layanan ini.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bukan hanya mahasiswa ya, ada dosen, juga tendik yang dilayani oleh UPA BK,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Layanan Profesional dari Dua Prodi</strong></span><br><span>Wahyu menjelaskan layanan UPA BK didukung tenaga profesional dari dua program studi di Unmul: Bimbingan Konseling (BK) dan Psikologi. Ada 18 dosen yang tergabung dalam tim UPA BK tahun ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ke depan, kedua prodi ini akan bekerja sama dan berkolaborasi untuk bisa memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Kita tentu tidak ingin memberikan pelayanan yang tidak profesional kepada mahasiswa,&rdquo; ujar Wahyu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan layanan ini tidak hanya ditujukan untuk mendampingi mahasiswa agar mereka bisa menyelesaikan persoalan akademik, tapi juga masalah sosial, ekonomi, hingga keluarga yang kerap mengganggu proses studi mahasiswa.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ternyata bukan hanya gara-gara persoalan akademik, tapi sebagian besar adalah persoalan di luar akademik,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Prosedur Akses dan Program Utama</strong></span><br><span>Nantinya, bagi civitas academica yang akan mengikuti sesi konseling UPA BK menyediakan akses layanan melalui media sosial, khususnya WhatsApp. Mahasiswa maupun dosen dan tendik cukup menghubungi admin yang tersedia, lalu menentukan jadwal janji temu. Setelah itu, tim akan menjadwalkan sesi konseling dengan konselor yang sesuai. Prosedur layanan tersebut saat ini masih dalam proses pematangan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain layanan konseling rutin, UPA BK memiliki dua program utama untuk tahun ini, yaitu&nbsp;</span><span><em>roadshow</em>&nbsp;</span><span>ke fakultas-fakultas dan pelatihan internal (TOT) untuk meningkatkan kapasitas konselor. UPA BK juga telah menyusun&nbsp;</span><span><em>roadmap</em></span><span>&nbsp;pengembangan jangka panjang yang bertujuan membantu mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tantangan dan Harapan</strong></span><br><span>Sebagai unit baru, UPA BK menghadapi tantangan dalam memperkenalkan keberadaannya di lingkungan kampus. Masih banyak civitas akademika yang belum mengetahui fungsi dan layanan yang ditawarkan. Tim juga perlu menyatukan perspektif antara dua prodi yang memiliki latar belakang keilmuan berbeda.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, karena efisiensi, keterbatasan anggaran turut menjadi tantangan lain yang membatasi pelaksanaan beberapa program pengembangan. Meski begitu, Wahyu menyebut dukungan dari pihak rektorat sangat membantu unit ini bisa tetap berjalan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia berharap UPA BK menjadi ruang yang dapat memfasilitasi civitas akademika dalam mengenali dan mengelola masalah pribadi maupun akademik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga dengan hadirnya UPA BK ini mahasiswa yang studinya lama, yang depresi dengan kuliahnya, paling tidak berkurang,&rdquo; ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wahyu juga ingin layanan ini menjadi tempat yang aman dan setara bagi semua kalangan di kampus.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setiap manusia butuh bercerita. Tidak ada lagi pepatah laki-laki tidak bercerita. Laki-laki dan perempuan punya sisi kelemahan,&rdquo; pungkasnya. </span><span><em><strong>(yra/tha)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dukung Persiapan Karir, Mahasiswa Unmul Sukses Gelar "Accelerate Your Career" dan "Future Folks" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/dukung-persiapan-karir-mahasiswa-unmul-sukses-gelar-accelerate-your-career-dan-future-folks/baca </link>
<guid> dukung-persiapan-karir-mahasiswa-unmul-sukses-gelar-accelerate-your-career-dan-future-folks </guid>
<pubDate> Thu, 10 Jul 2025 20:25:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melalui U-Pro mahasiswa Unmul gelar seminar nasional, berbagi pengalaman magang di multinational company </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/dukung-persiapan-karir-mahasiswa-unmul-sukses-gelar-accelerate-your-career-dan-future-folks/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Of0Ep3400x.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dukung Persiapan Karir, Mahasiswa Unmul Sukses Gelar "Accelerate Your Career" dan "Future Folks"</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Berbekal pengalaman belajar di Indosat Ooredoo Hutchison Apprenticeship Experience (Inspire), sekelompok mahasiswa Unmul berhasil menciptakan brand Unmul Profesional (U-Pro) berupa I-Pro dan mengadakan Seminar Karier Nasional. Team Inspire Samarinda sukses menggelar seminar nasional dengan tajuk &quot;Accelerate Your Career&quot; yang mengusung tema &quot;<em>Smart Investments for Career Growth - &nbsp;From College to Company</em>&quot; pada Sabtu (5/7) di Gedung Science Learning Center (SLC) FMIPA Unmul.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seminar ini</span><span>&nbsp;</span><span>mendapat sambutan luar biasa dari mahasiswa, alumni, mahasiswa di berbagai universitas di Kalimantan Timur, hingga teman-teman yang masih berada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Peserta yang hadir mencapai 150 lebih orang, dengan antusias yang sangat tinggi selama sesi tanya jawab.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain hadir dengan tema yang relevan dan dibutuhkan, seminar ini mendapat antusias yang luar biasa karena menghadirkan narasumber profesional di bidangnya, di antaranya:</span></p><ol><li><span>Aldila Bandaro - Deputi Wilayah Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara)</span></li><li><span>Sofianur - Kredit Risk Support PT Pegadaian</span></li><li><span>Vincent Alumni MT Nutrifood - Jr. Executive Manager Area Kaltim dan Kaltara Nutrifood&nbsp;</span></li><li><span>Ikzan Nopardi - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul periode 2022/2023 dan Calon Pimpinan Daerah Khusus (CPDK) PT Bank Mandiri</span></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Accelerate Your Career</em></span><span>&nbsp;merupakan salah satu hasil gagasan Mahasiswa Unmul, yakni Afizah Nur Afkarina dari FH, Hilal Fadlillah dari FT, dan Andika Triwardana dari FEB. Tim lintas fakultas ini berhasil menunjukkan kolaborasi yang solid dalam merancang dan mengeksekusi program yang berdampak bagi sesama mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain menyelenggarakan seminar nasional, tim Inspire juga sukses menyelenggarakan</span><span>&nbsp;<em>Inside the Hiring Games</em></span><span>,&nbsp;</span><span>salah satu produk I-Pro, pada Minggu (6/7), melalui pertemuan daring via Zoom Meeting dengan menghadirkan Hanifa Khoirunnisa selaku asisten wakil presiden atau assistant vice president (AVP) Finance Business Partner Indosat sekaligus alumni Management Trainee (MT) Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), untuk mengulas lebih detail terkait MT di beberapa perusahaan lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Program ini menjadi wadah diskusi berkelanjutan seputar persiapan karir dan berbagi pengalaman antar mahasiswa, serta berperan dalam membangun ekosistem karir yang matang di lingkungan kampus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Buah Manis Pengalaman Magang di Perusahaan Multinational Company</strong></span><span><br></span><span>Kesuksesan U-Pro tidak dapat dipisahkan dari pengalaman berharga yang diperoleh tim selama mengikuti program Inspire. Program magang di&nbsp;</span><span><em>multinational company</em></span><span>&nbsp; ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kemampuan berjejaring</span><span>,&nbsp;</span><span>manajemen proyek</span><span>,&nbsp;</span><span>dan kepemimpinan</span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Selama hampir enam bulan, kami belajar banyak tentang&nbsp;</span><span><em>work culture</em></span><span>&nbsp;yang profesional, pentingnya kualitas dalam setiap pekerjaan, dan bagaimana membangun relasi yang saling menguntungkan. Pengalaman ini menjadi modal utama untuk mengembangkan U-Pro,&quot; kata Afizah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain memberikan dampak positif bagi tim secara personal, kesuksesan ini juga membawa kontribusi signifikan bagi universitas. Tim Inspire Samarinda ini mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap ekosistem persiapan karier di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui berbagai inisiatif, tim berhasil membangun jaringan dengan perusahaan-perusahaan terkemuka sekaligus menjembatani kolaborasi antara dunia industri dan pihak universitas. Program ini juga berhasil menciptakan kesadaran akan pentingnya persiapan karier sejak dini di kalangan mahasiswa, serta memberikan akses terhadap informasi karier yang berkualitas dan relevan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, tim berharap kegiatan ini turut menginspirasi mahasiswa lain untuk lebih aktif dalam pengembangan diri dan berkarya, sekaligus menghadirkan platform diskusi yang berkelanjutan sebagai ruang berbagi pengalaman dan membangun jejaring profesional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tim Inspire Samarinda berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini menjadi platform rujukan utama untuk persiapan karir mahasiswa di Kaltim. Dengan rencana mengembangkan program menjadi&nbsp;</span><span>annual event</span><span>&nbsp;yang lebih besar, U-Pro bertekad menjadi&nbsp;</span><span><em>catalyst</em>&nbsp;</span><span>untuk menciptakan generasi yang siap kerja dan kompetitif di tingkat nasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesuksesan ini membuktikan bahwa mahasiswa Unmul memiliki potensi dan kemampuan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk komunitas yang lebih luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Kami ingin menjadikan U-Pro sebagai <em>legacy</em> untuk adik-adik tingkat dan menjadi contoh bahwa mahasiswa Unmul mampu berkarya dengan standar internasional. Target kami adalah menjadi pioner dalam gerakan persiapan karir di kawasan,&quot; ungkap Hilal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami juga membuktikan bahwa bukan soal dari kampus mana, tetapi bagaimana kita memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang dan berkarya. Semoga U-Pro bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk tidak hanya menjadi&nbsp;</span><span><em>follower</em></span><span>, tetapi menjadi <em>game changer</em> di lingkungan masing-masing,&quot; tutup Andika.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Afizah Nur Afkarina, mahasiswi program studi Hukum FH Unmul</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> 3.427 Mahasiswa Unmul Ikuti Pelepasan KKN ke-51, Usung Tema Sinergitas Bangun Desa Mandiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/3427-mahasiswa-unmul-ikuti-pelepasan-kkn-ke-51-usung-tema-sinergitas-bangun-desa-mandiri/baca </link>
<guid> 3427-mahasiswa-unmul-ikuti-pelepasan-kkn-ke-51-usung-tema-sinergitas-bangun-desa-mandiri </guid>
<pubDate> Sat, 12 Jul 2025 18:18:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul antusias untuk membawa ilmu dari kampus untuk diterapkan langsung kepada masyarakat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/3427-mahasiswa-unmul-ikuti-pelepasan-kkn-ke-51-usung-tema-sinergitas-bangun-desa-mandiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/OGQUQhy2R5.jpg" />
					</figure>
			                <h1>3.427 Mahasiswa Unmul Ikuti Pelepasan KKN ke-51, Usung Tema Sinergitas Bangun Desa Mandiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sebanyak 3.427 mahasiswa Unmul resmi dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-51 yang mengusung tema &ldquo;Sinergitas Kampus Berdampak Membangun Kemandirian Desa Mendukung Pencapaian SDGs Menuju Indonesia Emas&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Pelepasan digelar pada Sabtu (12/7), dibuka tepat 08.25 Wita dengan penampilan tarian dari mahasiswa perwakilan KKN.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul di halaman GOR 27 September, menandai semangat pengabdian untuk terjun langsung ke masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Panitia KKN 51, Kiswanto, dalam laporannya menyampaikan jumlah peserta KKN Unmul terus meningkat dari tahun ke tahun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">KKN tahun ini terbagi ke dalam dua kelompok besar, yakni 81 persen menjalankan KKN Reguler dan 19 persen KKN Tematik, dengan total 652 mahasiswa tematik.</p><p style="text-align: justify;">Sebanyak 351 lokasi KKN tersebar di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim). Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi lokasi penempatan peserta terbanyak. Tiap kelompok KKN diisi delapan hingga sebelas mahasiswa yang akan melaksanakan program pengabdian selama 38 hari ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Kiswanto menegaskan pentingnya KKN sebagai wujud nyata sinergi kampus dengan pemerintah daerah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita ingin KKN tidak dilaksanakan secara parsial, tetapi juga bersinergi dengan program pembangunan yang dibuat oleh pemerintah,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Program KKN 51 mengangkat berbagai tema yang mendukung pembangunan berkelanjutan, mulai dari program kampung iklim, masyarakat hukum adat, kehutanan sosial, kebun rakyat, ketahanan pangan, generasi sehat, kegiatan mengajar, hingga tangguh bencana.</p><p style="text-align: justify;">Rektor Unmul, Abdunnur, melalui sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, kesehatan fisik, mental, dan spiritual selama KKN.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap kalian semua bisa menjaga diri, menghargai adat istiadat di lokasi, bersinergi dengan pemerintah desa, serta meningkatkan indeks desa agar makin mandiri, termasuk sektor perekonomian,&rdquo; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Sambutan Gubernur Kaltim yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto, menyampaikan bahwa kegiatan KKN ini sejalan dengan visi Kaltim Sukses Menuju Indonesia Emas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami berharap KKN ini menjadi cahaya perubahan, membawa inovasi, mendorong partisipasi masyarakat, dan memperkuat pondasi pembangunan dari akar rumput,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Acara pelepasan ditutup dengan kirab bendera kabupaten dan kota yang diikuti seluruh mahasiswa sebagai simbol kesiapan Unmul bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat desa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mahasiswa Antusias Menjalankan Pengabdian</strong><br>Dua mahasiswa peserta KKN turut membagikan kesan dan harapan mereka menjelang pemberangkatan. Lia Nurfitriana Wati, mahasiswa FMIPA dari Kelompok Bontang Baru, mengaku antusias meskipun persiapan pribadinya masih belum sepenuhnya rampung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sangat menyenangkan, tapi panas sekali. Kita juga bisa melihat berbagai macam <em>vest</em> dari setiap kelompok yang menandakan acara ini seru banget. Tadi juga ada panjat tebing, keren dan oke banget pokoknya,&rdquo; ujar Lia.</p><p style="text-align: justify;">Lia berharap KKN menjadi ruang belajar langsung di tengah masyarakat. Ilmu yang didapat selama masa kuliah, juga diharapkan bisa dibagikan dan diterapkan langsung di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Senada, Muhammad Haikal Qardhawi dari FEB, perwakilan Kelompok Kariangau, juga menyampaikan kegembiraannya. Ia menganggap pelepasan kali ini heboh, asyik, dan membuat semua tim makin kompak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara terkait persiapan, ia dan kelompoknya sudah mengatur persiapan semenjak beberapa hari lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang tinggal berangkat dengan semangat. Harapannya program kerja KKN 38 hari ke depan bisa berjalan lancar sampai tuntas,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(zwg/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Unmul Berlaga di Clash of Champions Season 2: Kisah Inspiratif Charlos Falentino </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/mahasiswa-unmul-berlaga-di-clash-of-champions-season-2-kisah-inspiratif-charlos-falentino/baca </link>
<guid> mahasiswa-unmul-berlaga-di-clash-of-champions-season-2-kisah-inspiratif-charlos-falentino </guid>
<pubDate> Tue, 15 Jul 2025 20:44:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Unmul, Charlos Falentino, buktikan mimpi besar meski dari Samarinda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/mahasiswa-unmul-berlaga-di-clash-of-champions-season-2-kisah-inspiratif-charlos-falentino/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7hAxWNf5vw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Unmul Berlaga di Clash of Champions Season 2: Kisah Inspiratif Charlos Falentino</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Charlos Falentino, mahasiswa Pendidikan Fisika Unmul, terpilih sebagai salah satu peserta dalam program edukasi nasional Class of Champions (COC) Season 2 yang digagas oleh Ruangguru. Ia menjadi mahasiswa Unmul pertama yang lolos seleksi ketat untuk tampil dalam ajang yang mempertemukan puluhan mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Charlos mengungkapkan bahwa pencapaiannya ini bukan sesuatu yang instan. Perjalanan panjang, strategi belajar, hingga manajemen waktu yang ketat menjadi kunci keberhasilannya untuk lolos sebagai peserta COC.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Class of Champions Season 1 menjadi insipirasinya untuk melangkah jauh hingga menjadi peserta COC Season 2. Hal ini muncul ketika ia berkesempatan mengikuti kegiatan di Mahakam Ulu. Di sana, ia menginspirasi anak-anak dengan peserta COC Season 1. Namun, ia merasa akan lebih menginspirasi apabila peserta COC sendiri yang datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lalu aku mikir, kayaknya aku harus ikut Season 2 deh, biar bisa jadi inspirasi juga,&rdquo; ujar Charlos membuka cerita awal ketertarikannya mengikuti program ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dari Anak Samarinda ke Asrama Semarang</strong></span><br><span>Charlos lahir dan besar di Samarinda. Masa kecilnya dilalui seperti anak-anak pada umumnya. Namun, titik balik dalam hidupnya terjadi saat ia mendapatkan beasiswa penuh untuk bersekolah di SMA Semesta Boarding School, Semarang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Puji Tuhan, waktu lulus SMP aku dapet beasiswa ke Semarang. Sekolahnya asrama, jadi dari SMA aku udah belajar hidup mandiri, jauh dari keluarga.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di SMA, Charlos bukan hanya belajar secara akademik, tetapi tempaan mental dan kedisiplinan turut menjadi teman terbaiknya. Ia aktif mengikuti olimpiade sains, kompetisi debat, dan berbagai lomba karya tulis. Bahkan, ia berhasil meraih medali dan mendapatkan beasiswa lanjutan dari program Beasiswa Indonesia Maju (BIM).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski punya peluang kuliah di luar daerah, Charlos memilih kembali ke Samarinda dan mendaftar di Universitas Mulawarman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Target Sejak Dini dan Manajemen Waktu Ketat</strong></span><br><span>Charlos mengaku terbiasa menargetkan prestasi sejak jauh-jauh hari, bahkan hingga setahun lamanya. Saat menjadi mahasiswa, ia sudah merancang berbagai target seperti memenangkan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Unmul 2025 dan aktif dalam berbagai organisasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;(Pilmapres 2025) itu aku sudah targetin dari 2023,&rdquo; terangnya lewat aplikasi Zoom Meeting.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, dalam upaya mewujudkan targetnya, ia membagi waktu secara detail hingga per jam. Selain menggunakan teknik&nbsp;</span><span><em>Feynman</em>,&nbsp;</span><span>ia juga menggunakan metode belajar&nbsp;</span><span><em>Pomodoro</em></span><span>, yaitu sistem belajar 25 menit dan istirahat lima menit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesibukan Charlos tidak hanya sebatas akademik. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi, seperti menjadi Ketua Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) FKIP, ketua panitia penyambutan mahasiswa baru Kristen, dan anggota divisi di Himpunan Mahasiswa (Hima).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jujur, sekitar 40&ndash;50 persen waktuku memang habis di organisasi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alih-alih merasa kewalahan, Charlos memilih memanfaatkan waktu transisi, yakni saat makan atau menunggu dosen masuk kelas. Waktu tersebut ia gunakan untuk belajar atau menyelesaikan tugas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kadang waktu di kelas pun aku bawa buku latihan olimpiade, jadi sambil ngerjain soal,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jalan Berliku Menuju COC Season 2</strong></span><br><span>Mengikuti seleksi COC bukan perkara mudah, aku Charlos. Prosesnya meliputi pengumpulan berkas, pembuatan video perkenalan, tes kemampuan logika, matematika, numerik, hingga wawancara daring (dalam jaringan).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tes masuknya brutal banget, soal di Season 2 memang sengaja dibuat lebih susah dari Season 1,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama masa persiapan, Charlos belajar dari berbagai sumber. Ia kembali membuka materi UTBK, mempelajari trik-trik daya ingat di YouTube, bahkan meminjam kartu Uno dan domino dari teman-temannya untuk latihan memori. Menariknya, seluruh persiapan itu dilakukan diam-diam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bahkan orangtua pun enggak tahu aku daftar. COC ini memang rahasia, jadi aku cuma bilang ke temen, bantu aku ya hafalin ini,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga akhirnya, kabar kelulusan sebagai peserta resmi COC diumumkan. Ia berangkat untuk bergabung bersama puluhan mahasiswa lainnya dari berbagai penjuru Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Bangga, Tapi Tetap Ingin Membumi</strong></span><br><span>Saat ditanya soal perasaan menjadi bagian dari COC, Charlos tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, kesempatan ini bukan sekadar panggung kompetisi, tapi juga wadah kolaborasi, pertukaran ide, dan membangun jejaring yang luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ketika akhirnya tahu kami bukan 40 peserta, tapi 80 orang dari universitas yang berbeda, itu syok banget. Tapi seru juga. Bisa kenalan sama teman-teman dari luar negeri bahkan,&rdquo; ujarnya antusias.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski kini makin dikenal, Charlos tidak ingin terlena. Ia menyadari betul bahwa perjuangan belum berakhir. Ia justru ingin menjadikan COC sebagai jalan untuk memberikan dampak yang lebih besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Aku harap COC bukan cuma tempat dikenal banyak orang, tapi bisa jadi pintu agar aku bisa bantu lebih banyak orang,&rdquo; ucapnya saat dihubungi Jumat (11/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Charlos turut merasa beruntung karena banyak dari kakak tingkat (Kating) yang mau berbagi buku dan ilmu tanpa pamrih. Pengalaman itu menjadi bahan bakarnya untuk terus berprestasi dan berbagi ilmu yang dimiliki.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak puas diri, Charlos bertekad untuk belajar lebih giat lagi. Ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk bermimpi besar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang penting terus belajar, fokus, dan siap terima risiko. Karena semua perjuangan kita itu nggak pernah sia-sia,&rdquo; tutupnya.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(myy/tha/mlt)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Peluncuran Diktisaintek Berdampak, Civitas Akademika Unmul: Masih Perlu Penyesuaian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peluncuran-diktisaintek-berdampak-civitas-akademika-unmul-masih-perlu-penyesuaian/baca </link>
<guid> peluncuran-diktisaintek-berdampak-civitas-akademika-unmul-masih-perlu-penyesuaian </guid>
<pubDate> Wed, 16 Jul 2025 19:31:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Kampus Berdampak jadi sorotan civitas akademika Unmul, mahasiswa dan dosen beri tanggapan positif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/peluncuran-diktisaintek-berdampak-civitas-akademika-unmul-masih-perlu-penyesuaian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1N1dTr1PuK.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Peluncuran Diktisaintek Berdampak, Civitas Akademika Unmul: Masih Perlu Penyesuaian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Program Kampus Merdeka yang telah berjalan beberapa tahun terakhir dan kini berubah menjadi Kampus Berdampak atau Diktisaintek Berdampak mendapat berbagai tanggapan dari civitas akademika Unmul. Perubahan ini diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Jumat (2/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa hingga dosen menilai program ini memberi dampak signifikan bagi pengembangan diri dan kualitas pendidikan di perguruan tinggi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Program ini merupakan lanjutan dari Kampus Merdeka dengan beberapa penyesuaian kebijakan di dalamnya. Mendiktisaintek, Brian Yuliarto menyebut Diktisaintek Berdampak akan menjadi gerakan nasional untuk mendorong perguruan tinggi sebagai pusat perubahan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, kebijakan ini tetap membawa semangat kolaborasi dengan industri dan masyarakat seperti pada program sebelumnya. Hal yang membedakan dari program sebelumnya adalah penekanan terhadap dampak langsung yang harus dirasakan oleh masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Tanggapan Mahasiswa</strong></span><br><span>Di lingkungan Unmul, program seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, hingga magang masih menjadi pilihan mahasiswa untuk mengembangkan diri. Namun, perubahan dari Kampus Merdeka ke Kampus Berdampak membuat mahasiswa perlu kembali menyesuaikan diri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sabrina Azzahra, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP 2024 menyampaikan program-program Kampus Berdampak selama ini sangat bermanfaat bagi pengembangan diri mahasiswa. Ia menilai kegiatan seperti PKM dan KKN Internasional membuka peluang untuk belajar langsung di lapangan serta meningkatkan kompetensi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Program ini membuka kesempatan untuk mengasah keterampilan di luar jurusan,&rdquo; katanya, Jumat (16/5) lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, Sabrina menyebut tetap ada tantangan tersendiri seperti informasi yang tidak merata dan persaingan yang ketat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terkadang informasi programnya kurang tersebar, jadi tidak semua mahasiswa tahu cara ikutnya. Persaingan juga ketat, jadi harus siap mental,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Suci Fitriani, mahasiswa Program Studi Manajemen FEB 2024 juga menyebut program seperti PKM dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dapat dana PKM, kita bisa langsung coba penelitian di lapangan,&nbsp;</span><span>nggak</span><span>&nbsp;cuma teori di kelas. Ini bisa menambah pengalaman,&rdquo; katanya kepada </span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Jumat (16/5).</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, ia mengakui bagi mahasiswa semester awal, tantangan lain juga muncul, seperti masih bingung dengan istilah teknis dalam proposal atau laporan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Bagi mahasiswa baru kayak saya, kadang istilah proposal itu masih membingungkan. Apalagi kalau belum pernah ikut sebelumnya,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Suci berharap program ini tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses belajar mahasiswa selama mengikuti kegiatan tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Wakil Dekan III FISIP: Perlu Adaptasi Cepat dan Dukungan Penuh</strong></span><br><span>Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP, Daryono menyampaikan perubahan kebijakan ini membuat kampus harus beradaptasi lebih cepat. Ia menilai, konsep kegiatan yang berdampak menjadi kunci kebijakan saat ini.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang tidak cukup sekadar ikut kegiatan lalu selesai. Harus ada dampaknya, baik untuk mahasiswa, masyarakat, maupun kurikulum,&rdquo; jelasnya saat diwawancarai </span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (21/5) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia mencontohkan program PKM yang bisa diakui sebagai pengganti skripsi di beberapa kampus seperti Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Di Unmul, FISIP tengah mengusulkan kebijakan serupa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami sudah mengusulkan agar mahasiswa yang proposal PKM-nya didanai bisa bebas skripsi. Tinggal menunggu persetujuan dari universitas,&rdquo; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, ini merupakan terobosan agar mahasiswa lebih termotivasi mengikuti program penalaran seperti PKM.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di bidang non-akademik, mahasiswa yang berprestasi di olahraga, seni, dan keagamaan juga bisa mendapat pembebasan skripsi jika capaiannya mencapai tingkat nasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau ada mahasiswa dapat emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) misalnya, itu juga bisa diakui setara dengan skripsi, tinggal menyelesaikan mata kuliah wajib,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, ia mengakui motivasi mahasiswa di bidang penalaran masih menjadi tantangan tersendiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Olahraga dan seni banyak prestasinya, tapi untuk penalaran masih jadi PR (pekerjaan rumah). PKM dan debat itu masih harus didorong lebih giat lagi,&rdquo; katanya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Untuk mengatasi hal tersebut, FISIP membuka berbagai jalur agar mahasiswa bisa aktif. Mulai dari seleksi internal, undangan ke program studi, hingga jalur mandiri.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mahasiswa bisa mewakili dirinya sendiri, tidak harus lewat organisasi,&rdquo; terangnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, perubahan jadwal dari pusat juga menjadi tantangan. Biasanya PKM dipersiapkan sejak akhir tahun, namun saat ini jadwalnya mundur karena kebijakan masih dalam proses penyusunan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Akibatnya waktu persiapan jadi lebih pendek, mahasiswa juga kurang waktu untuk menyiapkan proposal dengan matang,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, FISIP tetap berkomitmen mendukung kegiatan kemahasiswaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dekan dan jajaran tetap mempertahankan anggaran agar kegiatan mahasiswa tidak terganggu dan tetap bisa meraih prestasi,&rdquo; tutupnya. </span><span><em><strong>(sza/wil/ner)</strong></em></span><span></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suar: Nyanyian Perjuangan Masyarakat Adat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/suar-nyanyian-perjuangan-masyarakat-adat/baca </link>
<guid> suar-nyanyian-perjuangan-masyarakat-adat </guid>
<pubDate> Thu, 17 Jul 2025 21:18:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lagu "Suar" hasil kolaborasi Tuan Tiga Belas dan King of Borneo dukung hak masyarakat adat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/suar-nyanyian-perjuangan-masyarakat-adat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5aQmM7esRq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Suar: Nyanyian Perjuangan Masyarakat Adat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &ldquo;Suar suara hak ulayat merawat akar masyarakat adat, lebih baik menjaga mata air, jaga terjaga selama-lamanya, dari pada meneteskan air mata&rdquo;. - Suar</p><p style="text-align: justify;">Penggalan kalimat di atas merupakan salah satu dari banyaknya lirik yang dikemukakan oleh para komponis musisi dalam lagu Suar. Lagu ini menyajikan berbagai cara untuk menghadapi ancaman dari ekspansi industri kreatif, deforestasi, dan kebijakan yang mengabaikan hak-hak masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan tanah dan hutan leluhur mereka kini bergema dalam sebuah karya musik yang menggugah hati. Tuan Tiga Belas dan King of Borneo berkolaborasi dalam lagu terbaru berjudul &ldquo;SUAR&rdquo;. Lagu ini adalah nyanyian perlawanan yang mengangkat suara masyarakat adat dalam mempertahankan hak ulayat dan melawan perampasan hak dan ruang hidup mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Herkulanos Sutomo, Ketua Pelaksana Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu, menegaskan bahwa suara masyarakat adat perlu didengar lebih luas. Mereka menekankan bahwa tanah, hutan, dan sungai bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga bagian dari identitas dan keberlangsungan budaya masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;">Didukung oleh AMAN Kapuas Hulu dan Madani Berkelanjutan, Suar juga menyoroti pentingnya pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat untuk mencegah perampasan hak dan kriminalisasi komunitas adat. Lirik yang kuat dan penuh semangat, lagu ini menjadi seruan solidaritas agar hak-hak masyarakat adat dapat diakui dan dilindungi secara resmi.</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, melihat makna lagu yang terkandung, Suar juga dapat menjadi rekomendasi untuk menggelar musikalisasi puisi. Hal ini bertujuan untuk memberikan penjiwaan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang sebuah makna lagu yang tersirat di dalamnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lagu Suar bukan hanya sebuah karya seni, melainkan panggilan untuk bertindak. Suar mengajak untuk masyarakat lebih peduli terhadap isu masyarakat adat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, lagu ini turut menjadi pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat adat. Perjuangan masyarakat adat adalah perjuangan kita semua, didedikasikan untuk lingkungan dan masa depan yang berkelanjutan.</p><p style="text-align: center;">Aku lawan<br>Kamu lawan<br>Kita lawan<br>Mereka yang ingin rampas tanah kita<br>Jangan biarkan<br>Masyarakat Adat<br>Kehilangan Hak Ulayat<br>Ruang hidup satwa liar terancam<br>Dan memecah belah keberagaman</p><p style="text-align: center;">Menjaga hutan menjaga kehidupan<br>Petuah bijak nenek moyang leluhur kita<br>Tertanam dalam dalam mengakar dan membumi<br>Untuk keseimbangan alam semesta</p><p style="text-align: center;">Ohaaa<br>Ohaaa<br>Ohaaaa</p><p style="text-align: center;">Tahan bertahan pertahankanlah<br>Tanah air &nbsp;budaya adat istiadat<br>dan semua kearifannya</p><p style="text-align: center;">Janganlah kau lapuk ataupun runtuh<br>Tegakan warisan api yang dititipkan kepada mu dan kita semua</p><p style="text-align: center;">Oleh leluhur<br>Ku bersyukur<br>Diwariskan tanah luhur<br>Hijau Makmur<br>Tumbuh subur<br>Indahnya tidak terukur</p><p style="text-align: center;">Lalu kau datang tuk gusur<br>Hancurkan semua terkubur<br>Akan ku jaga tidak akan mundur<br>Walau raga jatuh gugur</p><p style="text-align: center;">Paling depan kami akan berdiri (berdiri)<br>Hadang semua aral berat tak peduli (tak peduli)<br>Pasang badan ditanah leluhur kami (leluhur kami)<br>Tak akan lari (tak akan lari), sampai ku mati (oooooohhaaaaaaaaaa&rsquo;)</p><p style="text-align: center;">Ibuku tanah hayatku<br>Hutan darah sungai juga lautan<br>Mereka sebar ketakutan dan datang membawa pasukan<br>Lalu manipulasi, tuk ambil alih, mulai berdalih, ambil kendali<br>Rusak hutan ku mereka gali, ambil semua kau bawa lari</p><p style="text-align: center;">Tanah Ibu Kami<br>Hutan Bapa Kami<br>Sungai darah kami<br>Jaga terjaga selama-lamanya</p><p style="text-align: center;">Menjaga hutan menjaga kehidupan<br>Petuah bijak nenek moyang leluhur kita<br>Tertanam dalam dalam mengakar dan membumi<br>Untuk keseimbangan alam semesta</p><p style="text-align: center;">Tanah Ibu Kami<br>Hutan Bapa Kami<br>Sungai darah kami</p><p style="text-align: center;">Tak boleh ada siapapun yang merampas apa yang sudah leluhur beri<br>Kami akan jaga dengan segenap jiwa raga kami<br>Tanah, Laut, Sungai, Hutan<br>Akan kami rawat untuk anak dan cucu Kami<br>Kawan oh kawan jagalah semesta&hellip;</p><p style="text-align: center;">Tanah Ibu Kami<br>Hutan Bapa Kami<br>Sungai darah kami&nbsp;</p><p style="text-align: center;">Tanah Ibu Kami<br>Hutan Bapa Kami<br>Sungai darah kami<br>Jaga terjaga selama-lamanya</p><p style="text-align: center;">Suar suara hak ulayat merawat akar masyarakat adat<br>Lebih baik menjaga mata air <br>dari pada meneteskan air mata</p><p><strong><em>(ica/mlt)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hal-hal yang Tertinggal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/hal-hal-yang-tertinggal/baca </link>
<guid> hal-hal-yang-tertinggal </guid>
<pubDate> Sat, 19 Jul 2025 19:19:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kau dan aku terus mencoba, meski perih dan terjal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/hal-hal-yang-tertinggal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/N2Unj6i7DP.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hal-hal yang Tertinggal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Di atas meja kau tinggalkan sepotong hati</p><p style="text-align: justify;">Tidak utuh, tapi ku tau kau perlahan luluh</p><p style="text-align: justify;">Namun, setiap pagi aku juga menemukan duka yang luruh</p><p style="text-align: justify;">Sebelum pergi, kau memotong nadi untuk memberikanku sedikit kasih</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, aku terlalu bodoh untuk menyadari cintamu bercampur pedih</p><p style="text-align: justify;">Dan aku tetap menerimanya,</p><p style="text-align: justify;">Aku menerima segala rasa yang kau berikan dari jemarimu yang penuh luka</p><p style="text-align: justify;">Meski rusak dan berdarah-darah, kau tak pernah peduli padanya</p><p style="text-align: justify;">Katamu, cinta kadang lahir dari yang tak suci dan penuh teka teki</p><p style="text-align: justify;">Sebabnya diam kita saling menambal satu sama lain</p><p style="text-align: justify;">Menganyam harap dari sobekan kekal</p><p style="text-align: justify;">Walau hati tak lagi seutuh awal</p><p style="text-align: justify;">Kau dan aku terus mencoba, meski perih dan terjal</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Risqi Yanuar K.K, Mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Antisipasi Kejadian Terulang, Panitia PKKMB FKIP Pastikan Lokasi dan Makanan Layak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antisipasi-kejadian-terulang-panitia-pkkmb-fkip-pastikan-lokasi-dan-makanan-layak/baca </link>
<guid> antisipasi-kejadian-terulang-panitia-pkkmb-fkip-pastikan-lokasi-dan-makanan-layak </guid>
<pubDate> Fri, 01 Aug 2025 22:26:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendidik 2025 pastikan perbaikan lokasi, konsumsi, dan konsep demi pengalaman maba lebih baik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antisipasi-kejadian-terulang-panitia-pkkmb-fkip-pastikan-lokasi-dan-makanan-layak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0vpLFT2if0.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Antisipasi Kejadian Terulang, Panitia PKKMB FKIP Pastikan Lokasi dan Makanan Layak</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FKIP tahun lalu menuai sorotan publik. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, dinilai kurang memuaskan dari segi fasilitas hingga komunikasi yang terjalin.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/lokasi-dinilai-kurang-memadai-pkkmb-fkip-unmul-2024-tuai-banyak-protes/baca"><span>Lokasi Dinilai Kurang Memadai, PKKMB FKIP Unmul 2024 Tuai Banyak Protes</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengantisipasi kejadian terulang, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama sekaligus Koordinator Pelaksana PKKMB FKIP 2025, Bibit Suhatmady menuturkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya di tahun ini. Salah satunya memastikan lokasi kegiatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pelaksanaan PKKMB FKIP atau yang kerap disebut &ldquo;Pendidik&rdquo; tersebut akan dilaksanakan di Gelanggang Olahraga (GOR) 27 September, yang tidak tercapai di tahun sebelumnya akibat kalah cepat dengan pihak lain yang ingin menggunakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun di tahun ini, Bibit memastikan PKKMB FKIP akan dilangsungkan di GOR tersebut. Ia mengaku telah bersurat sejak awal ke rektorat untuk pemakaian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk peminjaman GOR sejak tanggal 23 Januari,&rdquo; ungkapnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca juga:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/huru-hara-pkkmb-fkip-wakil-dekan-harapan-damai-antar-lembaga-mahasiswa/baca"><span>Huru-hara PKKMB FKIP, Wakil Dekan: Harapan Damai antar Lembaga Mahasiswa</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, mengenai konsumsi yang sempat dipermasalahkan sebelumnya, pihaknya memastikan distribusi berlangsung dengan baik dan sampai di tangan peserta dengan layak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga melibatkan pihak fakultas untuk menghubungi vendor dan mahasiswa sebagai pelaksana di lapangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sudah mengatur distribusi makanan dan kita pastikan makanan tidak seperti tahun lalu,&rdquo; ungkapnya pada awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;pada Rabu (30/7) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, kegiatan yang akan berlangsung selama satu hari tersebut dilaksanakan pada 11 Agustus 2025. Tanggal ini dipilih sebab mempertimbangkan kegiatan Mahasiswa Baru (Maba) yang cukup padat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Supaya mahasiswa FKIP yang jumlahnya banyak banget itu nggak capek,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebab, kata Bibit, pada Selasa (5/8) mereka akan mengikuti PKKMB Universitas, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan orang tua dua hari setelahnya. Umumnya, PKKMB tingkat fakultas dilaksanakan antara tanggal delapan, sembilan, atau sepuluh Agustus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih jauh, Bibit membeberkan aturan terbaru dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) yang mengimbau kegiatan dapat rampung pada pukul 16.00.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena jumlah kami yang banyak, mungkin kita akan berakhirnya di 17.30 Wita,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga membenarkan bahwa sudah tidak ada lagi pengenalan kampus tingkat program studi (prodi). Kegiatan tersebut diganti dengan program kerja (proker) himpunan mahasiswa (hima) yang melibatkan maba.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi mereka menjalankan proker hima, gak ada istilahnya PKKMB prodi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Antisipasi lain, Bibit mengonsepkan pembukaan seremonial sesingkat mungkin dan pemberian materi dari dekan dan wakil dekan dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>talk show</em></span><span>&nbsp;sekali jalan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Bibit, cara tersebut lebih efisien ketimbang perkenalan satu persatu. Maba juga tentu akan lebih betah menerima materi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, ia mengakui kemungkinan&nbsp;</span><span><em>chaos</em></span><span>&nbsp;dalam acara tidak dapat dihindari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Walaupun kita pahami kemungkinan akan ada misalnya&nbsp;</span><span><em>chaos</em></span><span>&nbsp;sedikit atau apa.</span><span>&nbsp;</span><span>Itu bisa saja terjadi,&rdquo; tutupnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Namun, Bibit tetap menegaskan bahwa pihaknya akan selalu mengantisipasi hal tersebut sehingga PKKMB berjalan sesuai rencana. <strong><em>(mlt/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PPATK dan Wewenang Pemblokiran: Saat Hukum Bertemu Kepentingan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ppatk-dan-wewenang-pemblokiran-saat-hukum-bertemu-kepentingan/baca </link>
<guid> ppatk-dan-wewenang-pemblokiran-saat-hukum-bertemu-kepentingan </guid>
<pubDate> Mon, 04 Aug 2025 19:05:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekening rakyat kecil diblokir tanpa pemberitahuan, publik pertanyakan keadilan dan transparansi PPATK </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ppatk-dan-wewenang-pemblokiran-saat-hukum-bertemu-kepentingan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yZQ8X3NIsz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PPATK dan Wewenang Pemblokiran: Saat Hukum Bertemu Kepentingan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Belakangan ini banyak kejadian yang sangat membingungkan yang berkaitan dengan pemblokiran rekening. Banyak masyarakat bertanya tanya apa yang sudah mereka perbuat sehingga rekening mereka terdampak pemblokiran. Mulai dari kalangan atas hingga bawah semua terkena imbasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) adalah sebuah lembaga independen yang memiliki tujuan awal pembentukan sebagai pencegahan terhadap kejahatan, tindak pencucian uang, dan pendanaan terhadap kelompok separatis terorisme di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Namun, lembaga yang didirikan pada 17 April 2002 ini menuai kontroversi di kalangan rakyat kecil. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini banyak berita memilukan berseliweran di sosial media. Banyak masyarakat mengalami pemblokiran rekening bank secara mendadak tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.</p><p style="text-align: justify;">Tentu kejadian ini menumbuhkan kekesalan tersendiri di hati masyarakat. Banyak masyarakat yang ingin menggunakan uang tabungan di rekening, tapi terkendala karena pemblokiran yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">PPATK mengatakan kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebanyak 140 ribu rekening dormant dan menyentuh nilai Rp 428,61 miliar.</p><p style="text-align: justify;">Banyak yang mempertanyakan kebijakan ini. Mulai dari regulasi yang tidak jelas hingga target pemblokiran yang dinilai tidak tepat sasaran. Alih-alih mencegah tindak pencucian uang, kebijakan ini malah menyusahkan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Muncul pertanyaan singkat di kepala penulis, dengan kemajuan teknologi, apakah tidak ada langkah analisis tepat sasaran terhadap tindak kejahatan pencucian uang di negara kita, sehingga memukul rata regulasi yang ada? Tentu hal ini menimbulkan polemik baru.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun 1998, terjadi penarikan uang dari rekening bank secara besar-besaran yang menyebabkan krisis moneter. Hal ini terjadi akibat ketidakpercayaan terhadap pihak bank pada saat itu.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terulang kembali. Dengan sistem yang bobrok, kepercayaan masyarakat dapat menurun drastis terhadap pihak penyedia jasa keuangan.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah memberikan janji manis yang akan menjamin dana nasabah akan aman dalam proses pemblokiran. Namun, sulitnya pembukaan blokir ini menimbulkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari susahnya proses pembukaan hingga persoalan waktu yang dibutuhkan terbilang lama bahkan ada yang mencapai 20 hari kerja. Ironi melihat fenomena ini, lantaran ada yang membutuhkan dana tersebut untuk berobat dengan cepat malah terkendala dengan pemblokiran rekening seenak jidat.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan ini mulanya berfungsi melindungi hak dan kepentingan pemilik sah serta menjaga integritas sistem keuangan nasional. Implementasi di lapangan sangat jauh dengan tujuan awal.</p><p style="text-align: justify;">Banyak yang menilai kebijakan ini sangat menyusahkan rakyat kecil. Bagaimana tidak, beberapa masyarakat desa harus mengurus pembukaan blokir ke kota dan menunggu persetujuan yang entah sampai kapan akan dibuka kembali. Ini sangat merugikan waktu, tenaga dan biaya hanya untuk membuka rekening mereka yang terblokir.</p><p style="text-align: justify;">Dari beberapa kejadian yang sudah terjadi, timbul pertanyaan baru di benak penulis. Untuk apa sebenarnya kebijakan ini, hak dan kepentingan seperti apa yang mereka lindungi dan apakah negara mau mengambil hasil jerih payah tabungan rakyatnya sendiri? Apakah ada kepentingan lain di balik semua ini? Beginilah jadinya ketika hukum dihadapkan dengan kepentingan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Opini ini ditulis oleh Raditya Wahyu Pramuji, mahasiswa program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP angkatan 2023</strong>.</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sosialisasi "Waspada Bencana Dimulai dari Kita", Mahasiswa Unmul dan BPBD Edukasi Ratusan Siswa SMPN 24 Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/sosialisasi-waspada-bencana-dimulai-dari-kita-mahasiswa-unmul-dan-bpbd-edukasi-ratusan-siswa-smpn-24-samarinda/baca </link>
<guid> sosialisasi-waspada-bencana-dimulai-dari-kita-mahasiswa-unmul-dan-bpbd-edukasi-ratusan-siswa-smpn-24-samarinda </guid>
<pubDate> Tue, 05 Aug 2025 16:36:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa KKN Unmul ajak siswa SMP 24 Samarinda waspada bencana lewat sosialisasi interaktif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/sosialisasi-waspada-bencana-dimulai-dari-kita-mahasiswa-unmul-dan-bpbd-edukasi-ratusan-siswa-smpn-24-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LTOWW6o8TY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sosialisasi "Waspada Bencana Dimulai dari Kita", Mahasiswa Unmul dan BPBD Edukasi Ratusan Siswa SMPN 24 Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>Samarinda &ndash;</strong> Ratusan siswa kelas IX SMP Negeri 24 Samarinda antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi &ldquo;Waspada Bencana Dimulai dari Kita&rdquo; yang digelar oleh mahasiswa KKN Tematik 06 Tangguh Bencana Unmul, Rabu (31/7).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini menjadi bagian program pengabdian masyarakat bertema Tangguh Bencana yang menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda sebagai narasumber utama.</p><p style="text-align: justify;">Dalam sambutannya, Ketua Kelompok KKN Tematik 06, Muhammad Alfan Kafafa menggarisbawahi pentingnya membangun kesadaran sejak dini tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak abai terhadap potensi bahaya yang bisa terjadi kapan saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kota Samarinda memiliki risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran. Maka, penting bagi kita semua, terutama generasi muda untuk memahami cara mencegah, merespons, dan menyelamatkan diri saat bencana terjadi,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Pihak BPBD Kota Samarinda memberikan pemaparan interaktif seputar definisi bencana, faktor penyebab, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun rumah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penyampaian materi dikemas secara menarik, dilengkapi dengan sesi tanya jawab serta permainan edukatif yang membuat suasana semakin hidup dan menyenangkan bagi siswa.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini juga diwarnai dengan pembagian poster edukasi kebencanaan sebagai media pengingat di lingkungan sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Analis BPBD Kota Samarinda, Hamzah turut mengapresiasi semangat para siswa dan keterlibatan aktif mahasiswa Unmul sebagai penggerak edukasi kebencanaan di Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pihak SMP Negeri 24 Samarinda juga menyampaikan dukungannya terhadap program ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus dilanjutkan.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir kegiatan, seluruh pihak yang berkolaborasi mengabadikan momen dengan foto bersama serta memegang poster edukasi kebencanaan karya mahasiswa KKN Tematik 06 Tangguh Bencana Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan BPBD, diharapkan generasi muda Samarinda tumbuh sebagai generasi yang tangguh, siap, dan peduli terhadap lingkungan dan keselamatan diri.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ini ditulis oleh Selma Mela Elyani, Humas KKN Tematik 06 Tangguh Bencana Unmul.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB Unmul Tahun 2025 Berhenti di Tengah Jadwal, WR III: "Keselamatan Mahasiswa adalah Prioritas Utama" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-tahun-2025-berhenti-di-tengah-jadwal-wr-iii-keselamatan-mahasiswa-adalah-prioritas-utama/baca </link>
<guid> pkkmb-unmul-tahun-2025-berhenti-di-tengah-jadwal-wr-iii-keselamatan-mahasiswa-adalah-prioritas-utama </guid>
<pubDate> Wed, 06 Aug 2025 14:20:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB Unmul 2025 dihentikan lebih awal karena ratusan mahasiswa tumbang akibat kepanasan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-tahun-2025-berhenti-di-tengah-jadwal-wr-iii-keselamatan-mahasiswa-adalah-prioritas-utama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/F1X6vVbSQR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB Unmul Tahun 2025 Berhenti di Tengah Jadwal, WR III: "Keselamatan Mahasiswa adalah Prioritas Utama"</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul tahun 2025 resmi dihentikan lebih awal dari jadwal semula akibat situasi yang tidak kondusif. Ribuan mahasiswa baru (maba) yang memadati GOR 27 September Unmul sejak pagi Selasa (5/8) harus menerima kenyataan, bahwa rangkaian acara yang seharusnya berlangsung seharian penuh itu harus dipangkas di tengah jalan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keputusan pembubaran diumumkan langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Mohammad Bahzar, di hadapan peserta dan panitia. Ia menyampaikan bahwa langkah ini diambil menyusul banyaknya mahasiswa yang mengalami kelelahan fisik hingga tumbang di lokasi kegiatan akibat cuaca panas, kepadatan ruangan, dan kurangnya sirkulasi udara di dalam gedung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Yang kami utamakan adalah keselamatan. Itu prioritas utama,&quot; tegas WR III saat mengumumkan pembubaran acara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut laporan panitia, lebih dari 311 mahasiswa dilaporkan tumbang karena kepanasan dan kepadatan di dalam ruangan. Sebanyak 100 mahasiswa dirujuk ke rumah sakit, sementara sebagian lainnya ditangani di tenda medis darurat. Ia menambahkan bahwa asma menjadi keluhan paling banyak yang dialami oleh maba yang tumbang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Situasi darurat inipun membuat pihak rektorat bersama panitia, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM), perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan seluruh fakultas serta BEM fakultas mengambil keputusan cepat untuk menghentikan PKKMB lebih awal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahzar memastikan bahwa UKM yang belum sempat tampil tidak akan kehilangan kesempatan untuk unjuk gigi. Penampilan mereka akan dijadwalkan ulang pada acara Dies Natalis Unmul mendatang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Untuk penampilan-penampilan UKM yang belum sempat tampil hari ini, akan kami akomodasi pada saat Dies Natalis nanti. Jadi, tidak akan hilang begitu saja, tetap akan ada di hadapan mahasiswa baru,&quot; ujar Bahzar saat ditemui&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>usai pembubaran kegiatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, pihak rektorat akan mewajibkan seluruh maba untuk ikut jalan santai pada 20 September 2025. Hal ini dilakukan sebagai pengganti interaksi di PKKMB yang terhenti lebih awal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, evaluasi terhadap lokasi acara pun tengah dilakukan. GOR 27 September dinilai tidak lagi memadai untuk menampung ribuan peserta. Bahzar mengungkapkan bahwa ada wacana untuk mengadakan PKKMB secara&nbsp;</span><span><em>hybrid</em></span><span>&nbsp;di tahun berikutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ini menjadi evaluasi besar-besaran bagi kami. Sudah dua tahun kita menahan-nahan kondisi seperti ini. Ini menjadi permasalahan besar. Maka, nanti saya akan evaluasi juga sistemnya, apakah bisa dilakukan secara&nbsp;</span><span><em>hybrid</em></span><span>, sebagian di gedung dan sebagian dalam jaringan (daring),&quot; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menginformasikan bahwa pihak universitas sedang menjajaki bantuan dari pemerintah daerah untuk pemasangan</span><span>&nbsp;<em>Air Conditioner</em></span><span>&nbsp;(AC) di GOR.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&quot;Tadi juga ada informasi bahwa akan ada bantuan AC dari Wakil Gubernur. Kalau bantuan itu sudah terealisasi, maka masalah suhu panas ini bisa teratasi. Karena memang gedung ini sejatinya gedung sarana olahraga, tapi kami paksa fungsinya untuk pertemuan seperti ini,&quot; tutupnya. <strong><em>(zwg/rla)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aksi dan Kritik Warnai PKKMB Unmul 2025: Kejelasan Gratispol Disorot, Kehadiran TNI Dipertanyakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-dan-kritik-warnai-pkkmb-unmul-2025-kejelasan-gratispol-disorot-kehadiran-tni-dipertanyakan/baca </link>
<guid> aksi-dan-kritik-warnai-pkkmb-unmul-2025-kejelasan-gratispol-disorot-kehadiran-tni-dipertanyakan </guid>
<pubDate> Wed, 06 Aug 2025 20:22:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aksi kritis maba Unmul munculkan perdebatan soal kehadiran militer dan ketimpangan bantuan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-dan-kritik-warnai-pkkmb-unmul-2025-kejelasan-gratispol-disorot-kehadiran-tni-dipertanyakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sV50nE4Pyi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aksi dan Kritik Warnai PKKMB Unmul 2025: Kejelasan Gratispol Disorot, Kehadiran TNI Dipertanyakan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul 2025 yang digelar di GOR 27 September pada Selasa (5/8), diwarnai aksi protes dari mahasiswa baru (maba). Suasana yang semestinya menjadi ajang penyambutan justru berubah menjadi panggung kritik.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi membelakangi Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, hingga nyanyian lagu perjuangan mencuat sebagai bentuk kekecewaan terhadap ketimpangan program pendidikan gratis atau Gratispol, serta kehadiran aparat militer dalam acara penyambutan akademik tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Aksi Balik Badan FKIP Soroti Ketimpangan Gratispol</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah acara, saat Seno Aji akan menyampaikan sambutannya di atas panggung, seluruh maba FKIP serempak berbalik dan membelakangi arah podium.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi yang dilakukan mahasiswa FKIP bukan tanpa alasan. Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unmul, Muhammad Rezky Nur Ilman menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap pelaksanaan Gratispol yang tidak sesuai dengan janji &ldquo;gratis&rdquo; dalam pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami menuntut mahasiswa jalur SNBP yang tidak mendapatkan perhatian atas program pendidikan gratis tersebut agar segera ditindaklanjuti,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, program Gratispol belum menyentuh kebutuhan riil mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Pasalnya, hingga kini baru menyasar maba dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) juga mendapatkan perhatian dan bantuan yang setara, mengingat banyak di antaranya juga menghadapi kendala dalam hal finansial.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>Kaltim Today</em></span><span>, Seno Aji menyinggung soal distribusi bantuan pendidikan dalam program Gratispol yang belum merata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya tanya di sesi itu, siapa yang belum dapat? Ternyata sebagian mahasiswa FKIP baru membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) terlebih dahulu,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>BEM FISIP Dilawan TNI Setelah Gemakan Lagu Perjuangan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketegangan meningkat saat maba dari FISIP menyanyikan lagu-lagu perjuangan dengan suara lantang sebagai bentuk ekspresi sikap kritis mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aksi tersebut mendapat respons dari Kepala Kelompok Staf Ahli Panglima Komando Daerah Militer (Kapoksahli Pangdam) VI/Mulawarman, Deni Sukwara sebagai aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang hadir untuk mengisi materi. Bahkan, Deni turut meminta perwakilan BEM FISIP untuk maju ke panggung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Presiden BEM FISIP, Muhammad Jamil Nur menanggapi insiden saat penyampaian materi oleh perwakilan TNI yang diselingi aksi menyanyikan lagu perjuangan oleh mahasiswa FISIP. Ia menyebut permintaan maju ke atas panggung oleh pihak militer sebagai tindakan yang tidak pantas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) FISIP menjadi hal yang sakral jika menyanyikan lagu perjuangan, tetapi di tengah kami menyanyikan lagu perjuangan, militer malah menyuruh BEM FISIP ke bawah. Saya rasa militer alergi dengan lagu-lagu perjuangan,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menegaskan penolakan terhadap keterlibatan militer dalam ruang akademik dan mengkritik materi yang ditampilkan dalam sesi tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami menolak keras militer masuk kampus dan menolak UU TNI. Dan materi yang dibawakan oleh militer itu sangat kurang pas, karena dalam penyampaiannya militer memutar video di mana mahasiswa merusak fasilitas, di hadapan ribuan maba,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Situasi kembali memanas ketika penyampaian materi oleh perwakilan Pangdam VI tersebut, sejumlah mahasiswa dari program studi (prodi) Pendidikan Sejarah FKIP Unmul tampak mencoba melakukan aksi&nbsp;</span><span><em>walk out</em></span><span>. Mereka beralasan bahwa sesi tersebut berlangsung telah melewati waktu salat Dzuhur tanpa adanya jeda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Dosen FH Unmul: PKKMB Bukan Ajang Bermesraan dengan Kekuasaan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kritik terhadap pelaksanaan PKKMB Unmul 2025 juga datang dari kalangan akademisi. Dosen FH Unmul, Herdiansyah Hamzah menyoroti kehadiran Wakil Gubernur Kaltim sebagai pembicara utama dan keterlibatan aparat militer dalam acara tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Padahal bukannya ini kegiatan pengenalan kehidupan kampus, ya? Bukan pengenalan pejabat, kan? Sayang sekali saat pertama kali mahasiswa baru menginjakkan kaki di kampus, tapi mereka sudah diajarkan &ldquo;bermesraan&rdquo; dengan &ldquo;kekuasaan,&rdquo;&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sosok yang sering disapa Castro tersebut menegaskan bahwa Unmul seharusnya tetap memelihara tradisi akademik.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jelas ini bentuk indoktrinasi. Kalau urusan cinta tanah air, saya lebih percaya rektor atau dosen-dosen pengajar Kewarganegaraan dan Pancasila. Kalau urusan kedisiplinan, kita bisa belajar dari orang sipil seperti Hatta, tidak harus dengan militer,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(</em></strong><strong><em>zwg/man/mlt)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> PKKMB Unmul 2025 Berlangsung Antusias, Ribuan Maba Tunjukkan Semangat Meski Dihadang Berbagai Kendala </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2025-berlangsung-antusias-ribuan-maba-tunjukkan-semangat-meski-dihadang-berbagai-kendala/baca </link>
<guid> pkkmb-unmul-2025-berlangsung-antusias-ribuan-maba-tunjukkan-semangat-meski-dihadang-berbagai-kendala </guid>
<pubDate> Wed, 06 Aug 2025 20:40:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> PKKMB Unmul 2025 tetap meriah meski terhenti lebih awal akibat kondisi tak kondusif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-2025-berlangsung-antusias-ribuan-maba-tunjukkan-semangat-meski-dihadang-berbagai-kendala/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yiR1phkEEh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>PKKMB Unmul 2025 Berlangsung Antusias, Ribuan Maba Tunjukkan Semangat Meski Dihadang Berbagai Kendala</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul tahun 2025 diikuti oleh ribuan mahasiswa baru (maba) yang antusias mengikuti rangkaian acara sejak pagi hari, Rabu (6/8). Meski sempat mengalami beberapa kendala teknis dan keterlambatan, kegiatan tetap terlaksana dengan tertib.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara resmi dimulai pada pukul 09.15 Wita dan dibuka dengan penampilan tari adat Dayak dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Unmul. Meskipun mengalami keterlambatan dari jadwal semula, suasana tetap berlangsung meriah dan penuh semangat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rektor Unmul, Abdunnur dalam sambutannya menyampaikan bahwa dari 45.000 pendaftar, hanya sekitar 6.500 mahasiswa yang diterima di Unmul tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap program GratisPol.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Atas nama Rektor dan seluruh jajaran pimpinan, kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk pendidikan gratis di seluruh perguruan tinggi Kalimantan Timur, khususnya di Unmul,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, tiba pukul 10.24 Wita dan menyampaikan sambutan. Namun, situasi sempat memanas ketika seluruh maba dari FKIP melakukan aksi simbolik dengan membalikkan badan sebagai bentuk protes.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/aksi-dan-kritik-warnai-pkkmb-unmul-2025-kejelasan-gratispol-disorot-kehadiran-tni-dipertanyakan/baca"><span>Aksi dan Kritik Warnai PKKMB Unmul 2025: Kejelasan Gratispol Disorot, Kehadiran TNI Dipertanyakan</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai waktu istirahat, Wakil Rektor III, Mohammad Bahzar mengumumkan bahwa rangkaian kegiatan PKKMB 2025 dihentikan lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Keputusan tersebut terjadi lantaran suhu ruangan yang tinggi dan jumlah peserta yang membludak menyebabkan suasana menjadi tidak nyaman dan kondusif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejumlah maba dilaporkan mengalami kondisi fisik yang menurun hingga harus mendapat penanganan medis, bahkan beberapa di antaranya dibawa ke rumah sakit terdekat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca juga:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pkkmb-unmul-tahun-2025-berhenti-di-tengah-jadwal-wr-iii-keselamatan-mahasiswa-adalah-prioritas-utama/baca"><span>PKKMB Unmul Tahun 2025 Berhenti di Tengah Jadwal, WR III: &quot;Keselamatan Mahasiswa adalah Prioritas Utama&quot;</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum seluruh peserta dipulangkan, kegiatan ditutup dengan penampilan dari UKM Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMAPA).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kesan dan Pesan Mahasiswa Baru</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski acara PKKMB terhenti di tengah jalan, sejumlah maba tetap menunjukkan antusiasme tinggi dan menilai kegiatan ini sebagai pengalaman awal yang berkesan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Javiar Abid, maba dari program studi (prodi) Teknik Elektro FT Unmul menyampaikan bahwa PKKMB tahun ini sangat berkesan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami bisa bekerja sama dan menunjukkan semangat Fakultas Teknik. Ini jadi pengalaman yang sangat berarti buat saya dan teman-teman,&rdquo; ucapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun acara sempat terhenti di tengah jalan, Javiar tetap menilai bahwa penampilan dari FT Unmul telah menunjukkan hasil maksimal. Hal ini tak lepas dari persiapan yang matang, di mana mereka telah menjalani latihan intensif selama empat hari berturut-turut sebelum pelaksanaan PKKMB.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun berharap agar kegiatan seperti ini kedepannya bisa semakin berkualitas, baik dari sisi fasilitas pelaksanaan maupun partisipasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Senada dengan Javiar, Salwa Disyha Auliya dari prodi Psikologi FISIP Unmul, mengungkapkan bahwa hari pertama PKKMB ini merupakan momen yang sangat ia nantikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Ini benar-benar hari yang aku tunggu-tunggu. PKKMB kali ini tuh kayak&nbsp;</span><span><em>our dream</em></span><span>&nbsp;banget. Bisa ketemu teman dari fakultas lain dan akhirnya resmi jadi mahasiswa baru Unmul yang udah kita idam-idamkan dari lama,&rdquo; ungkap Salwa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menyikapi terhentinya acara, ia menyampaikan harapan agar mahasiswa yang kondisi kesehatannya terganggu pada hari itu dapat segera pulih. Ia juga berharap agar teman-teman yang belum sempat menampilkan penampilan mereka bisa mendapatkan kesempatan terbaik di lain waktu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk masa studinya sendiri, Salwa berharap bisa mengembangkan diri sebaik mungkin.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Semoga saya di S1 Psikologi ini bisa benar-benar dapetin manfaat, nggak cuma dari sisi <em>soft skill&nbsp;</em>tapi juga <em>hard skill</em> dan bisa jadi orang yang bermanfaat buat sekitar,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(zwg/zie)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ALSA Unmul Sukses Gelar Konferensi Nasional, Puluhan Mahasiswa Hukum Bahas Perubahan Iklim dan Deforestasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/alsa-unmul-sukses-gelar-konferensi-nasional-puluhan-mahasiswa-hukum-bahas-perubahan-iklim-dan-deforestasi/baca </link>
<guid> alsa-unmul-sukses-gelar-konferensi-nasional-puluhan-mahasiswa-hukum-bahas-perubahan-iklim-dan-deforestasi </guid>
<pubDate> Wed, 06 Aug 2025 21:31:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Krisis iklim dibahas serius oleh generasi hukum muda dalam konferensi berskala nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/alsa-unmul-sukses-gelar-konferensi-nasional-puluhan-mahasiswa-hukum-bahas-perubahan-iklim-dan-deforestasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XXNGx6hRLF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>ALSA Unmul Sukses Gelar Konferensi Nasional, Puluhan Mahasiswa Hukum Bahas Perubahan Iklim dan Deforestasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Asian Law Students&rsquo; Association (ALSA) FK Unmul sukses menggelar ALSA National Conference (ANC) Tahun 2025 di Kota Samarinda. Acara ini mempertemukan puluhan mahasiswa Hukum dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas isu paling mendesak saat ini.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengusung tema &ldquo;</span><span><em>Social &amp; Legal Transformation in National Climate Change &amp; Deforestation</em></span><span>&rdquo;, konferensi ini menyoroti urgensi peran hukum dalam menjawab tantangan lingkungan. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Sebab, Samarinda sebagai kota yang berada di Kalimantan Timur, merasakan langsung dampak perubahan iklim seperti banjir, perubahan pola cuaca, hingga kerusakan ekosistem hutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami memang fokus pada isu yang sedang hangat, terutama di Samarinda sendiri perubahan iklim cukup terasa. Kami mengangkat tema ini juga berdasarkan hasil diskusi dengan akademisi dan dosen-dosen kami di FH Unmul,&rdquo; ujar Muhammad Alparezi, Project Officer ANC 2025.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Partisipasi dari Berbagai Daerah di Indonesia</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Konferensi ini dihadiri oleh 98 delegasi dari 15 universitas yang tersebar di 8 provinsi. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya kepedulian mahasiswa hukum terhadap isu lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kepanitiaan ini berasal dari ALSA&nbsp;</span><span><em>Local Chapter</em></span><span>&nbsp;(LC) Unmul yang berjumlah sekitar 100-an orang karena proyeksi delegasi atau peserta berjumlah 225 delegasi,&rdquo; ungkap Alparezi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain delegasi nasional, konferensi ini juga dihadiri oleh perwakilan&nbsp;</span><span><em>International Board</em></span><span>&nbsp;ALSA, yakni Daniela dari Universitas Sam Ratulangi, yang ikut memberikan perspektif global terkait isu lingkungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Rangkaian Kegiatan dan&nbsp;</span><span><em>Output</em></span></strong><span><strong>&nbsp;Nyata</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>ANC 2025 tidak hanya sebatas forum diskusi. Sejak hari pertama, para peserta mengikuti seminar hukum lingkungan yang menghadirkan dosen-dosen FH Unmul sebagai pembicara. Hari kedua menjadi inti dari kegiatan dengan pelaksanaan&nbsp;</span><span><em>Focus Group Discussion</em></span><span>&nbsp;(FGD).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam FGD, para delegasi dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diberikan kasus nyata untuk dianalisis. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan bersama, memunculkan berbagai sudut pandang dan solusi hukum terkait perubahan iklim dan kehutanan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pada kegiatan hari kedua berupa&nbsp;</span><span><em>Focus Group Discussion</em></span><span>&nbsp;(FGD) yang memiliki&nbsp;</span><span>output</span><span>&nbsp;berupa jurnal. Dalam prosesnya, kami juga sudah berkoordinasi dengan Tim Editorial ALSA untuk publikasi jurnal,&rdquo; jelas Alparezi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jurnal yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus kontribusi nyata mahasiswa Hukum dalam memperkaya literatur Hukum Lingkungan di Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Suara Delegasi: Seru,&nbsp;</span><span><em>Insightful</em></span></strong><span><strong>, dan Menantang</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu peserta, Arnagya Akmaludin Aqsha, yang juga selaku Director ALSA LC Unpad mengaku mendapatkan banyak manfaat dari konferensi ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat seru dan&nbsp;</span><span><em>insightful</em></span><span>. Karena setiap peserta dapat melihat diversitas dari banyaknya pandangan-pandangan oleh mahasiswa Hukum se-Indonesia terkait isu yang sedang diperbincangkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya sendiri mendapatkan topik terkait bagaimana kita menganalisis keadaan di mana program atau kebijakan pemerintah itu harus berorientasi pada keadilan iklim dan bagaimana aturan-aturan hukum di Indonesia. Apakah sudah tepat dengan berbasis keadilan iklim? Karena melihat implementasinya, masih terdapat beberapa undang-undang yang tumpang tindih sehingga perlu dibahas dan dikaji lagi terkait hal tersebut,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia pun mengapresiasi keberhasilan ALSA LC Unmul dalam menggelar ANC 2025 yang dinilai berjalan lancar dan memberikan standar tinggi bagi penyelenggaraan di tahun berikutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Didukung oleh Pemprov Kaltim</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesuksesan ANC 2025 tak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur yang menjadi sponsor utama kegiatan. Bentuk dukungan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Kaltim dalam mendorong peran generasi muda untuk terlibat aktif dalam isu lingkungan dan perubahan iklim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dukungan Pemprov Kaltim juga mempermudah tim penyelenggara dalam mempersiapkan rangkaian acara sejak enam bulan sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dalam tiga bulan terakhir, kegiatan ini sudah mulai digempur. Tetapi, kami sudah mempersiapkan sejak enam bulan sebelumnya untuk persiapan terutama terkait pendanaan dan segala macam,&rdquo; pungkas Alparezi.</span></p><p style="text-align: justify;">ANC 2025 di Samarinda diharapkan dapat menjadi pemantik kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa Hukum untuk mengambil peran aktif dalam merespons perubahan iklim. <strong><em>(xel/dan)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Warna Kulit Menjadi Alasan Ketimpangan Sosial di Dunia, Apa Penyebabnya? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/warna-kulit-menjadi-alasan-ketimpangan-sosial-di-dunia-apa-penyebabnya/baca </link>
<guid> warna-kulit-menjadi-alasan-ketimpangan-sosial-di-dunia-apa-penyebabnya </guid>
<pubDate> Fri, 08 Aug 2025 21:31:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Warna kulit masih jadi simbol hierarki global, warisan kolonialisme belum sepenuhnya usai </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/warna-kulit-menjadi-alasan-ketimpangan-sosial-di-dunia-apa-penyebabnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e7W4URk25t.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Warna Kulit Menjadi Alasan Ketimpangan Sosial di Dunia, Apa Penyebabnya?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dewasa ini, dapat kita lihat ketimpangan sosial dan ekonomi ada di seluruh dunia. Jika kita menilik lebih tajam, kita akan menyadari bahwa negara dengan mayoritas orang berkulit gelap akan selalu tertinggal. Sebaliknya, negara dengan mayoritas orang berkulit putih akan selalu lebih maju.</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan, negara dengan mayoritas orang berkulit coklat akan berada di posisi tengah, tidak lebih maju dari negara orang berkulit putih. Namun, tidak lebih tertinggal dari negara orang berkulit gelap. Realita ini membuat penulis berpikir apakah warna kulit dapat menjadi salah satu faktor penyebab ketimpangan sosial?</p><p style="text-align: justify;">Sejak era kolonialisme, masyarakat berkulit coklat hingga gelap selalu berada di posisi inferior dalam banyak hal, seperti ekonomi, politik, pendidikan, hingga sosial budaya. Hal ini terus berlanjut di kebanyakan negara dengan mayoritas kulit berwarna meskipun kolonialisme telah lama menghilang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut terbukti melalui studi dalam <em>website</em> Our World In Data (<a href="https://ourworldindata.org/poverty" target="_blank">https://ourworldindata.org/poverty</a>) tahun 2023. Data menyajikan bahwa tingkat kemiskinan terfokus di Benua Afrika, serta beberapa negara di Benua Asia seperti Laos, India, Filipina, Pakistan, Georgia, serta Syria dengan persentase yang lebih rendah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Teori Yang Berkaitan</strong></p><p style="text-align: justify;"><strong>Teori Sistem Dunia (<em>World-System Theory</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;">Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Wallerstein di dalam bukunya dengan judul <em>World-Systems Analysis: An Introduction</em>. Menurut Wallerstein, dunia terbagi atas pusat (<em>core</em>), semi-pinggiran (<em>semi-periphery</em>), dan pinggiran (<em>periphery</em>).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Negara-negara yang berada di pusat merupakan negara maju yang memiliki teknologi tinggi. Negara-negara semi-pinggiran adalah negara yang berada di antara pusat dan pinggiran. Sedangkan negara pinggiran adalah negara-negara yang bergantung kepada negara pusat untuk teknologi, sebagai gantinya mereka mengalami eksploitasi terhadap sumber daya alam dan manusianya untuk kepentingan negara pusat (Wallerstein, 2004).</p><p style="text-align: justify;">Posisi semi-pinggiran dan pinggiran kebanyakkan diduduki oleh negara-negara dengan rakyat dominan kulit berwarna dan kebanyakkan merupakan negara bekas kolonial. Sedangkan negara-negara pusat kebanyakkan diduduki oleh negara dengan rakyat dominan kulit putih.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Teori Kolonialitas Kekuasaan (<em>Coloniality of Power</em>)</strong></p><p style="text-align: justify;">Teori ini dikembangkan oleh Anibal Quijano di sebuah artikelnya yang berjudul <em>Coloniality of Power, Eurocentrism, and Latin America</em>. Artikel ini menjelaskan bagaimana kolonialisme membentuk pembagian kekuasaan global berdasarkan ras dan warna kulit sebagai penentu hierarkinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kulit putih akan mendominasi, sedangkan kulit berwarna akan menjadi &ldquo;alat&rdquo; untuk mencapai tujuannya. Kolonialitas merupakan struktur kekuasaan global yang menciptakan hierarki di dalam ras, budaya, pengetahuan, dan ekonomi. Dalam struktur ini, negara dengan rakyat dominan kulit putih di tempatkan di posisi yang lebih tinggi daripada kulit berwarna (Quijano, 2000).</p><p style="text-align: justify;">Teori ini menjelaskan bagaimana rasisme dan warna kulit tetap menjadi dasar kesejahteraan meskipun penjajahan telah lama berakhir. Hal ini terus berkembang melalui lembaga internasional, media, dan kurikulum Pendidikan yang menempatkan kulit putih sebagai lambang kemajuan dunia.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh dari kedua teori di atas, dapat kita lihat dari negara Indonesia. Meskipun telah merdeka secara politik, namun Indonesia masih sangat bergantung kepada negara-negara dominan kulit putih untuk menjual sumber daya alam mentah dan pada investor asingnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketergantungan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia belum siap untuk keluar dari struktur kolonial yang menempatkan Indonesia sebagai penyedia kebutuhan sumber daya bagi negara-negara pusat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Indonesia masih banyak menerapkan model negara barat sebagai standar kehidupan, menjadikan persepsi rakyatnya bahwa kulit putih digambarkan sebagai kecantikan, kepintaran, dan status sosial tinggi, sehingga membuat rakyatnya menghilangkan budaya negara untuk menjadi &ldquo;orang barat&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Warisan penjajahan diikuti warna kulit, menjadikan negara barat menduduki hierarki tertinggi di antara negara-negara dominan kulit berwarna.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ketimpangan global antara negara maju dan negara berkembang memiliki kaitan erat dengan sejarah kolonial dan rasialisme.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Warna kulit yang menjadi simbol rasial, masih dipertahankan untuk menentukan posisi suatu negara dalam tatanan dunia modern. Untuk mengubah struktur ini, dunia harus mengubah cara untuk memandang bahwa negara-negara kulit berwarna merupakan negara yang berada di hierarki lebih rendah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Negara-negara kulit berwarna juga harus mengembangkan pengetahuan, nilai, juga kebijakan yang berasal dari identitas dirinya sendiri, bukan meniru dari negara maju.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Daftar Pustaka</strong></p><p style="text-align: justify;">Wallerstein, I. (2004). World-System Analysis: An Introduction. Duke University Press.</p><p style="text-align: justify;">Quijano, A. (2000). Coloniality of Power, Eurocentrism, and Latin America. Nepantla : View from South.</p><p style="text-align: justify;">Rodney, W. (1972). How Europe Underdeveloped Africa. Bogle-L&rsquo;Ouverture Publications.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yumna, Ruhil I. (2019). Peneliti Sebut Anak Indonesia dari Keluarga Miskin Sulit Terlepas dari Kemiskinan Saat Dewasa. Serambinews.com &ndash; Tribunnews.com. Gambar 1.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Irham Saputra, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul 2025.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Branding Tepat, Agar Usaha Terlihat: FISIPERS dan SEC FISIP Unmul Hadirkan Program Socialbility Project bagi Para Pelaku UMKM di Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/branding-tepat-agar-usaha-terlihat-fisipers-dan-sec-fisip-unmul-hadirkan-program-socialbility-project-bagi-para-pelaku-umkm-di-samarinda/baca </link>
<guid> branding-tepat-agar-usaha-terlihat-fisipers-dan-sec-fisip-unmul-hadirkan-program-socialbility-project-bagi-para-pelaku-umkm-di-samarinda </guid>
<pubDate> Mon, 11 Aug 2025 18:14:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa FISIP Unmul dampingi pelaku UMKM Samarinda kembangkan branding digital </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/branding-tepat-agar-usaha-terlihat-fisipers-dan-sec-fisip-unmul-hadirkan-program-socialbility-project-bagi-para-pelaku-umkm-di-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Gm88WmYHsR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Branding Tepat, Agar Usaha Terlihat: FISIPERS dan SEC FISIP Unmul Hadirkan Program Socialbility Project bagi Para Pelaku UMKM di Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIPERS dan <em>Student Entrepreneur Community</em> (SEC) FISIP Unmul berkolaborasi pada program kegiatan <em>Socialbility Project</em> 2025. Rangkaian kegiatan ini dimulai pada tanggal 22 Juni 2025 hingga 19 Juli 2025, sebagai bentuk dukungan memajukan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Samarinda.</p><p style="text-align: justify;">Dalam laporannya, Ketua Panitia, Aditya Prayoga menyampaikan bahwa 23 peserta dari 22 UMKM hadir dalam sesi seminar dan pelatihan intensif. Program ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga pendampingan lanjutan bagi tiga UMKM terpilih yang akan menjalani tahap monitoring dan evaluasi untuk mendalami praktik <em>branding</em> secara digital.</p><p style="text-align: justify;">Wakil Kepala Dinas Koperasi Kota Samarinda, Dra. Indah Erwati, M.Si., selaku perwakilan Pemerintahan Kota Samarinda, turut memberikan dukungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada saat covid, semua pertumbuhan ekonomi itu turun, tapi siapa yang terkait? Ya UMKM, karena bisa beli dari rumah. Itu salah satu kenapa Pemerintah pusat, Provinsi, maupun Kota itu sangat berpihak kepada pelaku usaha,&rdquo; ujarnya dalam sesi sambutan.</p><p style="text-align: justify;">Pada rangkaian seminar yang dilaksanakan hari Minggu, 22 Juni 2025 lalu, para peserta mendapatkan pemahaman seputar strategi <em>branding</em>, identitas visual, dan pemanfaatan media digital.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ketika tidak memiliki keunikan dari produk kita, maka apa yang akan menjadi ciri khas produk kita?,&rdquo; ujar Dr. Kezia Arum Sary, S.Ds., M.Med.Kom., sebagai pemateri pertama.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Rosyid Nurrohman, S.M., M.AB., dalam materinya menyampaikan, pandemi menuntut kita untuk paham terhadap perubahan digital.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang sebelumnya menggunakan tradisional atau konvensional, menjadi ke digital.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Sehingga ia menekankan pentingnya <em>electronic commerce</em> (<em>e-commerce</em>) dalam membangun eksistensi usaha di tengah persaingan pasar digital. Pada sesi wawancara bersama tiga pelaku UMKM di Kota Samarinda yang terpilih, pemilik <em>My Kitchen</em> Samarinda, mengaku sangat terbantu, terutama dalam sesi praktik langsung menggunakan aplikasi Canva dan ChatGPT bersama pemateri kedua.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatannya TOP, bagus banget. Saya sangat ingin mengikuti monitoring, jadi tolong dibantu usaha saya, ya,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan agar pelaku UMKM dapat terus berkembang. Sedangkan Ibu Misnawati, pelaku UMKM Bukuan <em>Snack</em> asal Palaran, mengaku baru pertama kali memahami konsep <em>branding</em> secara mendalam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau ada kegiatan seperti ini, saya ingin ikut lagi. Saya harap ke depan bisa belajar juga buat konten video dan promosi digital lainnya,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Bapak Alianur, pemilik usaha Kue Keminting, menyampaikan harapan agar produknya bisa lebih dikenal masyarakat luas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya ingin dibantu di media sosial, dari <em>upload</em> sampai bikin <em>caption</em>. Semoga masyarakat lebih tahu tentang produk lokal seperti Kue Keminting,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Dengan hadirnya <em>Socialbility Project</em> 2025 ini, UKM FISIPERS dan SEC FISIP Unmul menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.</p><p style="text-align: justify;">Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat koneksi antara dunia akademik dan pelaku usaha, tetapi juga menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat memberi dampak nyata dan berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Diharapkan, program serupa dapat terus dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak UMKM di masa mendatang.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Press release ini ditulis oleh Andi Sarah Az-Zahra, divisi Kajian Penelitian Ilmiah, Fisipers Unmul.</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Meski Alami Kendala, PKKMB FKIP Tetap Berlangsung Kondusif </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-alami-kendala-pkkmb-fkip-tetap-berlangsung-kondusif/baca </link>
<guid> meski-alami-kendala-pkkmb-fkip-tetap-berlangsung-kondusif </guid>
<pubDate> Wed, 13 Aug 2025 21:19:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendidik 2025 berlangsung meriah dan kondusif dengan kehadiran 1230 mahasiswa baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-alami-kendala-pkkmb-fkip-tetap-berlangsung-kondusif/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3t10mohw5N.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Meski Alami Kendala, PKKMB FKIP Tetap Berlangsung Kondusif</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FKIP Unmul atau &ldquo;Pendidik&rdquo; 2025 berlangsung pada Senin (11/08) lalu di Gelanggang Olahraga (GOR) 27 September. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut tampak lebih kondusif dari tahun sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/antisipasi-kejadian-terulang-panitia-pkkmb-fkip-pastikan-lokasi-dan-makanan-layak/baca"><span>Antisipasi Kejadian Terulang, Panitia PKKMB FKIP Pastikan Lokasi dan Makanan Layak</span></a></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan Pendidik yang dihadiri sebanyak 1230 mahasiswa baru (maba) FKIP berlangsung secara meriah. Kegiatan diisi dengan sambutan-sambutan, penyematan jas almamater, penyampaian materi, yel-yel, dan jargon dari masing-masing program studi (prodi), penampilan&nbsp;</span><span><em>band</em></span><span>&nbsp;dari Club Karya FKIP Unmul hingga penampilan teater oleh maba.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Gubernur BEM FKIP Unmul, Muhammad Rezky Nur Ilman menuturkan perbedaan acara Pendidik tahun ini dari tahun sebelumnya terletak pada persiapan yang dilakukan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami sudah mempersiapkan apa-apa saja yang menjadi bahan evaluasi di tahun kemarin,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, mengenai konsumsi yang sempat dipermasalahkan karena basi, turut menjadi fokus perbaikan. Ilman mengungkapkan, meski terdapat beberapa makanan yang basi, tetapi segera diganti.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Namun pada akhirnya kita tidak bisa luput dari kecelakaan tersebut,&rdquo; lanjutnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengenai persiapan, &nbsp;Ilman juga mengungkapkan, panitia dibantu oleh sivitas akademika fakultas. Termasuk&nbsp;</span><span><em>sponsorship</em>&nbsp;</span><span>serta sarana dan prasarana untuk memaksimalkan euforia mahasiswa baru.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, acara Pendidik pada tahun ini juga menyiapkan tim medis kesehatan dari luar universitas. Ilman menyebutkan tim medis tersebut merupakan kenalan dari panitia mahasiswa yang disiapkan untuk mengantisipasi apabila ada keadaan medis yang darurat.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kolaborasi sebenarnya antara fakultas dan teman-teman BEM dan dari tim relawan juga sudah mempersiapkan hal ini,&rdquo; tambahnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan Pendidik 2025 disambut dengan kegembiraan mahasiswa baru FKIP. Mereka tampak semangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Yel-yel dan jargon dari masing-masing prodi dinyanyikan dengan lantang dan penuh semangat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yusuf Khoirulloh maba prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) mengungkapkan kegembiraan dan semangatnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Memang dari pagi tuh udah seru banget kayak udah ada parade, terus disini juga semangatnya tuh sangat membara gitu dari teman-teman,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Faiza Annaziha dan Athyah Ma&apos;rufah maba prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia juga merasakan kegembiraan dan semangat yang membara. Mereka menambahkan saran untuk menambah kipas angin di dalam GOR karena hawa yang panas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mungkin kipasnya bisa dilebihkan ya, soalnya kan banyak yang sesak, soalnya di &nbsp;dalam ruangan terus banyak orang ratusan lebih kan,&rdquo; ungkap mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, acara yang meriah itu harus diselesaikan lebih cepat. Menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama sekaligus Koordinator Pelaksana PKKMB FKIP 2025, Bibit Suhatmady, hal ini disebabkan banyak maba yang dilarikan ke klinik terdekat, lantaran terlalu bersemangat saat menyerukan yel-yel.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalaupun terjadi ada yang tumbang dan lainnya, itu karena kelelahan. Karena euforia yang saking bersemangatnya, bukan karena insiden,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Bibit turut menyatakan rencana maba kembali berjalan beriringan menuju titik kumpul di FKIP seperti awal kegiatan. Namun, karena kondisi yang mulai tidak kondusif, maba akan langsung dijemput di GOR 27 September.&nbsp;</span><span><strong><em>(gta/kia/man/mlt)</em></strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Yang Diam-diam Menyala </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/yang-diam-diam-menyala/baca </link>
<guid> yang-diam-diam-menyala </guid>
<pubDate> Sat, 16 Aug 2025 15:10:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Karena bukan balasanmu yang aku butuhkan, melainkan kehadiranmu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/yang-diam-diam-menyala/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2QFtf3PGYa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Yang Diam-diam Menyala</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Aku tak pernah menyebut namamu dalam bait pertama.<br>Tapi engkaulah yang menyalakan seluruh baris,<br>seperti nyala di ujung lilin yang dinyalakan tanpa upacara,<br>hanya karena malam terasa terlalu sunyi untuk dibiarkan gelap.</p><p style="text-align: justify;">Kau tak tahu, betapa banyak puisi lahir dari diammu.<br>Dari caramu mendengar tanpa tergesa,<br>dari pilihanmu untuk berjalan pelan,<br>di antara segala yang selalu ingin buru-buru pulang.</p><p style="text-align: justify;">Aku pernah ingin menjadi alasan seseorang menulis.<br>Tapi kau datang, dan diam-diam mengubah arah doa itu:<br>aku justru menjadi tangan yang menulis,<br>karena ingin menyebutmu tanpa mengganggu langit.</p><p style="text-align: justify;">Ada yang tak bisa dijelaskan&mdash;seperti mengapa mimbar tetap dirapikan,<br>meski tak ada perjamuan.<br>Seperti mengapa doa bisa tetap dikatakan,<br>meski tak pernah dimintakan balas.</p><p style="text-align: justify;">Maka aku tak menunggu jawaban.<br>Tak menagih kejelasan.<br>Karena beberapa hal suci,<br>lebih indah jika hanya dikenang dalam benak yang bersih.</p><p style="text-align: justify;">Dan jika setiap kata yang kutulis tak pernah kau baca pun,<br>aku akan tetap menulis.<br>Karena bukan balasanmu yang aku butuhkan, melainkan kehadiranmu<br>yang membuat huruf-huruf ini tak pernah kehabisan alasan untuk lahir.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Puisi ini ditulis oleh Davynalia Pratiwi Putri, Mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2021.</strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Unmul Gelar Aksi “Evaluasi Total” Tuntut Transparansi dan Independensi Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-unmul-gelar-aksi-evaluasi-total-tuntut-transparansi-dan-independensi-kampus/baca </link>
<guid> mahasiswa-unmul-gelar-aksi-evaluasi-total-tuntut-transparansi-dan-independensi-kampus </guid>
<pubDate> Sat, 16 Aug 2025 16:59:06 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mahasiswa Unmul menggeruduk rektorat tuntut evaluasi total, enam tuntutan utama disampaikan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-unmul-gelar-aksi-evaluasi-total-tuntut-transparansi-dan-independensi-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LRkHxqF0kW.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Unmul Gelar Aksi “Evaluasi Total” Tuntut Transparansi dan Independensi Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Suara Mahasiswa terdengar dari Taman Unmul, gerombolan mahasiswa mengenakan almamater bergerak menuju Gedung Rektorat Unmul membawa <em>banner</em> tuntutan pada Jumat (15/8), pukul 15.00 Wita. Kedatangan mereka disambut barisan satuan pengamanan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Aksi bertajuk Evaluasi Total Universitas Mulawarman ini diwarnai orasi dari perwakilan tiap fakultas. Mahasiswa menyuarakan kekecewaan atas independensi kampus yang dinilai semakin menurun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal itu terlihat dari pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unmul 2025 hingga pasca acara, yang dianggap tidak selaras dengan dunia akademik, termasuk kehadiran pihak militer untuk memberikan materi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Situasi kian menuai kritik setelah birokrasi kampus meminta maaf kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji di Kantor Gubernur selepas insiden mahasiswa FKIP membalikkan badan di tengah pidatonya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari keresahan tersebut, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan utama, yakni:</p><ol><li style="text-align: justify;">Mendesak rektor untuk tidak melakukan intimidasi serta melawan segala bentuk intimidasi.</li><li style="text-align: justify;">Memberikan hak penuh pengelolaan PKKMB kepada mahasiswa.</li><li style="text-align: justify;">Menolak Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahal.</li><li style="text-align: justify;">Mendesak transparansi anggaran dan pembaruan monitoring dan evaluasi (monev) Universitas Mulawarman.</li><li style="text-align: justify;">Menindak tegas pelaku pungutan liar (pungli) di lingkungan Universitas Mulawarman.</li><li style="text-align: justify;">Mengeluarkan pelaku kekerasan seksual dari kampus.</li></ol><p style="text-align: justify;">Aksi berlangsung dinamis. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Moh. Bahzar menemui massa aksi sebagai perwakilan rektor yang berhalangan hadir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada massa aksi, ia menyatakan aspirasi mahasiswa akan disampaikan dan dibahas bersama rektor serta Presiden BEM KM. Bahzar juga menegaskan PKKMB akan dievaluasi secara menyeluruh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah PKKMB kita akan evaluasi besar-besaran. Saya berjanji tahun depan kita melaksanakan yang terbaik,&rdquo; jelas Bahzar.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, agenda pengenalan UKM yang belum terlaksana akan diganti dengan panggung khusus pada agenda jalan santai, disertai rapat bersama ketua-ketua UKM.</p><p style="text-align: justify;">Sebaliknya, menanggapi pernyataan tersebut, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi dari BEM FISIP, Nur Alif menilai tanggapan tersebut belum memberikan kejelasan terhadap poin tuntutan mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Respon dari WR III belum memenuhi tuntutan kami secara konkret, terlebih cenderung normatif,&rdquo; ungkap Alif kepada <em>Sketsa</em> via <em>WhatsApp</em>, Sabtu (16/8).</p><p style="text-align: justify;">Ia pun menaruh harapan kepada pihak rektorat agar konsisten menindaklanjuti janji yang telah disampaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Berharap pihak rektor mendengar dan melaksanakan evaluasi yang kami bawakan pada aksi hari ini. Kami pastikan untuk terus mengawal janji-janji yang disampaikan oleh WR III,&rdquo; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Aksi kemudian ditutup dengan diskusi yang membahas tindak lanjut aksi mahasiswa ke depan. <strong><em>(emf/ner)</em></strong><br><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> The Defects: Anak-Anak dan Ekspektasi Orang Tua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/the-defects-anak-anak-dan-ekspektasi-orang-tua/baca </link>
<guid> the-defects-anak-anak-dan-ekspektasi-orang-tua </guid>
<pubDate> Mon, 25 Aug 2025 13:03:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gambaran ekspektasi orang tua yang ekstrem dan anak dianggap produk gagal bila tak sempurna </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/the-defects-anak-anak-dan-ekspektasi-orang-tua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lPqCpiRMBn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>The Defects: Anak-Anak dan Ekspektasi Orang Tua</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Membeli anak melalui lelang, lalu membesarkannya sesuai keinginan dan kebutuhan. Kebanyakan dari mereka yang membeli anak, menginginkan anak yang sempurna. Anak yang cantik, pintar, sehat juga berprestasi. Apabila anak tersebut tumbuh tidak sesuai ekspektasi, maka ia akan diretur ke yayasan lelang untuk dibunuh dan dibuang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut yang digambarkan di dalam salah satu drama Korea berjudul <em>The Defects</em>. Drama yang tayang di <em>channel ENA</em> berjumlah 8 episode ini merupakan drama yang menyentuh isu keluarga, khususnya orang tua dan anak. Di balik banyak adegan gila dan tidak masuk akal, drama ini sebenarnya membawa isu yang dekat dengan kehidupan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ekspektasi Orang Tua Tentang Anak</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika membeli anak melalui lelang, pasangan yang datang akan memilih bayi dari gen terbaik. Mereka berharap, anak yang mereka beli juga tumbuh menjadi anak yang sempurna. Seperti keinginan mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di dalam drama <em>The Defects</em>, ada orang tua yang menginginkan anak dengan bakat atletik. Ada pula yang menginginkan anak dengan bakat akademis tinggi. Bahkan, ada yang menginginkan anak dengan kondisi tubuh sempurna.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sang pengelola yayasan lelang sendiri, Kim Se Hee (diperankan oleh Yum Jung Ah), juga turut melakukan hal serupa. Ia menuntut anak perempuan satu-satunya menjadi anak yang sempurna. Menuntut berperilaku seperti anak keluarga terhormat dan menuntutnya menjadi peringkat satu di sekolah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kim Se Hee beranggapan bahwa anak yang sempurna akan membuatnya bersinar. Ia mencoba menutupi inferioritas dirinya dengan anak yang ia ciptakan. Ia bahkan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan anak melalui ibu pengganti demi mendapatkan gen yang sempurna.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ekspektasi orang tua merupakan hal yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat. Meskipun tidak segila dalam drama yang menuntut anak sempurna tanpa celah, di dalam realita pun, tidak jarang anak-anak lahir dan tumbuh besar dengan ekspektasi orang tua yang dibebankan padanya. Banyak orang beranggapan bahwa anak yang bisa dibanggakan akan meningkatkan prestise orang tua.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Belum lagi orang tua yang menjadikan anak sebagai investasi. Menurut mereka, membesarkan anak memakan banyak waktu, tenaga, dan biaya. Maka anak tersebut juga harus berguna dan meningkatkan prestise orang tua.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lantas, bagaimana ketika anak tidak bisa memenuhi ekspektasi orang tua?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Anak yang Tidak Memenuhi Ekspektasi = Produk Gagal</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam drama ini, anak yang tidak memenuhi ekspektasi akan dianggap sebagai produk gagal atau produk cacat. Orang tua mereka punya kuasa untuk meminta pengembalian dana.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada orang tua yang langsung meminta pengembalian dana dan menukar anak mereka dengan anak yang baru hanya karena tidak mampu memenuhi kualifikasi kelas matematika. Ada pula anak yang disiksa oleh orang tua mereka sebelum akhirnya dibuang. Ada pula yang memutuskan membunuh anak mereka yang mengalami cedera dan tidak bisa lagi menjadi atlet.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka yang dirasa produk gagal dianggap layak untuk dibuang. Orang tua yang membeli mereka dianggap layak untuk membuang apabila mereka cacat atau tidak berguna.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di dalam drama ini, orang tua membesarkan anak untuk memenuhi keinginan mereka sendiri. Anak hidup sesuai kemauan orang tua. Apabila hal tersebut tidak terpenuhi, maka hubungan antara anak dan orang tua itu tidak ada artinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dialog di dalam drama bahkan dengan berani menyebut produk cacat untuk anak yang ternyata membawa penyakit genetik. Ketika orang tua memperhitungkan biaya pengobatannya, anak tersebut ditawarkan untuk diretur dengan alasan biaya pengobatan bisa untuk membeli anak baru yang lebih sempurna.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Fenomena tersebut dekat dengan kehidupan. Tidak jarang kita mendengarkan ungkapan-ungkapan seperti &ldquo;anak tidak berguna&rdquo; atau &ldquo;anak yang menyusahkan&rdquo;. Beruntung mereka yang tidak pernah mendengarnya. Akan tetapi, ungkapan-ungkapan tersebut -bahkan banyak ungkapan yang lebih parah dari itu- kerap dibocorkan oleh anak-anak yang mendengarnya. Melalui media sosial tentunya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika anak-anak yang dibebankan ekspektasi tidak lagi bisa memenuhinya, tidak bisa memberikan prestise seperti keinginan orang tua, pada saat itu pula orang tua mereka mulai memperhitungkan segala hal. Termasuk biaya dalam membesarkan anak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Drama ini memperlihatkan kepada kita bagaimana ekspektasi orang tua, yang bahkan tidak disadari oleh para orang tua itu sendiri, justru menyingkirkan hubungan emosional orang tua dan anak dan malah membentuk hubungan yang transaksional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Rasa Bersalah dan Pemberontakan</strong></p><p style="text-align: justify;">Menyadari bahwa dirinya dianggap sebagai anak tidak berguna, dianggap sebagai produk gagal, menyebabkan anak-anak tersebut merasakan perasaan bersalah yang mendalam. Di dalam drama <em>The Defects</em>, anak-anak yang dibuang selalu merepetisi dialog yang sama bahwa mereka akan berusaha lebih baik lagi. Butuh waktu bagi mereka untuk kemudian menyadari, bahwa mereka tidak lagi dibutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">Perasaan tersebut tentunya akan membawa rasa rendah diri anak. Kepercayaan dirinya luruh seketika. Anak-anak tersebut jadi terisolasi, tersingkirkan, dan menarik diri dari dunia. Hal ini digambarkan melalui anak-anak dibuang yang tinggal bersama di dalam satu rumah secara sembunyi-sembunyi. Mereka tidak bisa pergi secara bebas karena diincar untuk dibunuh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Anak-anak tersebut pada akhirnya hidup dengan tidak berdaya dan menyimpan trauma mendalam. Hal tersebut juga disebabkan oleh tekanan akibat ekspektasi orang tua. Ketika melihat raut kecewa orang tua, ketika mereka tidak memenuhi ekspektasi, maka akan timbul rasa inferioritas dan akhirnya meyakini bahwa mereka memang produk gagal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun dari sana, terdapat pula anak-anak yang keluar dari rasa inferioritasnya dan melakukan perlawanan di tengah ekspektasi dan tekanan. Seperti yang dilakukan Kim Ah Yeon (diperankan oleh Won Ji Ah) yang bergerak melakukan pemberontakan terhadap sistem yang diciptakan oleh Kim Se Hee, ibu kandungnya yang membuangnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, anak yang diciptakan Kim Se Hee untuk menggantikan Kim Ah Hyeon sebagai anak kandungnya juga turut melakukan pemberontakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Luka Antar Generasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalang dari penciptaan anak dengan gen sempurna, pelelangan anak, sampai tahap retur anak yang dianggap produk cacat adalah Kim Se Hee. Ia berambisi menciptakan anak yang sempurna sambil berbisnis dengan anak-anak yang ia coba ciptakan. Hal ini berawal dari pengalaman masa lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Orang tua Kim Se Hee menganggap Kim Se Hee sebagai anak yang tidak berguna. Ia ditinggalkan begitu saja dan pada akhirnya tinggal di panti asuhan. Di panti asuhan pun, ia mendapat perundungan. Kim Se Hee membawa luka tersebut hingga dewasa dan memiliki anak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Anaknya, Kim Ah Hyeon, dituntut untuk sempurna. Ketika Ah Hyeon tidak mendapat peringkat satu, ia membuang Kim Ah Hyeon dan menciptakan anak lain dengan bantuan teknologi dan ibu pengganti. &nbsp;Anak tersebut kemudian ia beri nama yang sama, yakni Kim Ah Hyeon (yang diperankan oleh Kim Ji An).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Kim Se Hee, apabila ia bisa menciptakan anak yang sempurna dan berguna, maka ia juga akan dianggap sebagai anak yang berguna.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pesan Tentang Ekspektasi Orang Tua</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>The Defects</em> pada akhirnya dapat dilihat sebagai sebuah produk budaya populer yang membawa isu sosial yang dekat dengan kehidupan. Ia menunjukkan, bagaimana hal sepele dan ada dalam diri banyak orang tua, yakni ekspektasi terhadap anak, akan menimbulkan efek yang luar biasa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara sadar ataupun tidak sadar, banyak orang tua yang menaruh harapan besar. Seolah-olah anak mereka akan menyelamatkan dunia. Banyak pula orang tua yang menuntut anaknya harus berprestasi dan bersinar, tetapi mereka hanya mengandalkan gen tanpa memberi dukungan pasti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ekspektasi orang tua terhadap anak membuat hubungan emosional berubah menjadi hubungan transaksional. Bahwa anak-anak harus hidup sesuai keinginan orang tua dan harus membalas apa yang diberikan orang tua.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini pun dapat dilihat melalui tokoh Jung Hyun (diperankan oleh Dex) yang pada awalnya merasakan hubungan emosional dengan Kim Se Hee, tetapi ia juga merasa harus balas budi kepada Kim Se Hee sehingga ia mengorbankan nyawanya sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut akhirnya akan menuju pada dampak psikologis terhadap anak dan mewariskan luka antar generasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>The Defects</em> berhasil mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Dikemas melalui plot yang kompleks dan terkesan rumit. Drama ini membawa pesan tentang penerimaan serta hubungan orang tua dengan anak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Anak-anak lahir dengan berbagai keadaan dan potensi masing-masing, sehingga orang tua harus belajar tentang penerimaan tanpa ekspektasi yang dipaksakan. Seperti yang pada akhirnya dilakukan oleh salah satu orang tua di dalam drama tersebut. Ketika diminta untuk membunuh anaknya yang dianggap cacat, ia lebih memilih menerima anak tersebut meskipun pada akhirnya harus mengorbankan dirinya. <em><strong>(ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BAMBI oleh CIMSA Unmul: Edukasi Publik tentang Emisi Sektor Peternakan di Hari Bumi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bambi-oleh-cimsa-unmul-edukasi-publik-tentang-emisi-sektor-peternakan-di-hari-bumi/baca </link>
<guid> bambi-oleh-cimsa-unmul-edukasi-publik-tentang-emisi-sektor-peternakan-di-hari-bumi </guid>
<pubDate> Sat, 30 Aug 2025 21:08:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> CIMSA Unmul soroti dampak peternakan terhadap perubahan iklim dan lingkungan melalui kampanye BAMBI </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bambi-oleh-cimsa-unmul-edukasi-publik-tentang-emisi-sektor-peternakan-di-hari-bumi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xvxUlfHV63.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>BAMBI oleh CIMSA Unmul: Edukasi Publik tentang Emisi Sektor Peternakan di Hari Bumi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati</span><span>&nbsp;<em>Earth Day</em></span><span><em>&nbsp;</em>sebagai pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim. Pada tahun ini, Observer (Obs.) Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP) Center for Indonesian Medical Student&rsquo;s Activities (CIMSA) Unmul turut ambil bagian dalam peringatan tersebut melalui program bertajuk Balanced Actions to Mitigate Bioclimate Impact (BAMBI), dengan mengangkat isu krusial yang masih jarang disorot secara luas, yaitu kontribusi sektor peternakan terhadap pemanasan global.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 2022 mencatat, peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, dan frekuensi cuaca ekstrem kini menjadi tantangan nyata, khususnya di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengalami kenaikan suhu sebesar 0,44&deg;C dalam 14 tahun terakhir akibat deforestasi dan aktivitas manusia seperti peternakan intensif (Ridha et al., 2022).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Indonesia pada 2022 mencapai 1,24 gigaton setara CO₂e atau sekitar 2,3 persen dari total emisi global, dengan sektor peternakan menyumbang sekitar 14,5 persen melalui metana dari fermentasi enterik dan dinitrogen oksida dari limbah ternak (</span><span><em>European Commission</em></span><span>, 2022; IPCC, 2022). Fakta-fakta ini menjadi sorotan utama dalam kampanye BAMBI.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kampanye BAMBI terbagi dalam tiga bagian utama. Pertama,&nbsp;</span><span><em>air campaign</em>&mdash;</span><span>yang dilakukan melalui Instagram&mdash;berupa video ajakan untuk mencintai bumi mulai dari tindakan kecil yang dapat dilakukan sehari-hari. Selain itu, Obs. SCORP CIMSA Unmul juga membagikan fakta-fakta menarik terkait kontribusi sektor peternakan terhadap kerusakan lingkungan, dengan tujuan membuka wawasan masyarakat dari hal yang kerap kali terlewat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kedua, pada 26 April 2025, siaran radio edukatif mengudara di Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda dengan tema &ldquo;Dari Kandang ke Atmosfer: Mengapa Peternakan Bisa Picu Pemanasan Global?&rdquo;. Narasumber yang hadir adalah Kepala Bidang Pengembangan Peternakan dan Agribisnis, Dinas Peternakan Kalimantan Timur Ihyan Nizam, Kepala Bidang Perencanaan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Samarinda Basuni, serta Rizky Cahya Sethyorini selaku&nbsp;</span><span><em>Project Officer</em>&nbsp;</span><span>BAMBI dari Obs. SCORP CIMSA Unmul. Diskusi ini membedah persoalan kompleks emisi dari sektor peternakan menjadi informasi yang mudah dicerna oleh masyarakat luas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Puncak kampanye BAMBI berlangsung pada 18 Mei 2025 di Gelora Kadrie Oening, Samarinda, dalam bentuk&nbsp;</span><span><em>ground campaign</em></span><span>&nbsp;yang ditujukan untuk memberi edukasi kepada masyarakat umum. Kegiatan ini diawali dengan&nbsp;</span><span>pre-test&nbsp;</span><span>untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai isu yang sejalan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelahnya, dilanjutkan dengan sesi interaktif yang membahas berbagai dampak industri ternak&mdash;seperti pencemaran limbah, emisi GRK, deforestasi, serta kontaminasi air dan tanah&mdash;disertai solusi nyata yang dapat dilakukan sehari-hari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah sesi edukasi, peserta mengikuti </span><span><em>post-test</em></span><span>&nbsp;untuk mengukur peningkatan pemahaman yang diperoleh dari materi yang telah dipaparkan. Suasana kegiatan dibuat lebih menarik dengan adanya permainan edukatif bertema lingkungan, nugget tempe sebagai alternatif pangan nabati, serta buah tangan bagi peserta berupa bibit sawi hijau. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 13 tentang penanganan perubahan iklim, sekaligus mendukung komitmen global dalam mengurangi emisi GRK secara menyeluruh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui rangkaian kampanye BAMBI, diharapkan peserta dan masyarakat luas dapat semakin memahami dampak konsumsi sehari-hari&mdash;khususnya produk hewani&mdash;terhadap kondisi bumi, serta menyadari bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan hidup dapat memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran ini, diharapkan pula tumbuh perilaku yang lebih ramah lingkungan dan mendukung terciptanya gaya hidup berkelanjutan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Ade Aryani Haniifah, anggota dari Documentation and Publication for BAMBI, CIMSA Unmul</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kenalkan Jurnalisme Konstruktif Lewat Suara Zetizen </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kenalkan-jurnalisme-konstruktif-lewat-suara-zetizen/baca </link>
<guid> kenalkan-jurnalisme-konstruktif-lewat-suara-zetizen </guid>
<pubDate> Sat, 30 Aug 2025 22:43:46 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Zetizen Kaltim Today luncurkan jurnalisme konstruktif untuk menyajikan berita bermakna dan berdampak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kenalkan-jurnalisme-konstruktif-lewat-suara-zetizen/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0R3sWC1V2h.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kenalkan Jurnalisme Konstruktif Lewat Suara Zetizen</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Kian hari informasi dari berbagai media mengalir deras. Pembaca seakan tidak punya ruang bernapas untuk mencerna informasi, sebab berita yang disajikan berupa kabar tidak menyenangkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari latar belakang tersebut, mengusung tema &ldquo;Membuat Konten Bermakna dan Berdampak Lewat Jurnalisme Konstruktif&rdquo;, Zetizen milik Kaltim Today memperkenalkan jurnalisme konstruktif. Pendekatan jurnalisme ini menyajikan berita yang fokus pada solusi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ibrahim Yusuf selaku Pemimpin Redaksi sekaligus Penanggungjawab Kaltim Today menjelaskan, jurnalisme konstruktif tidak hanya memaparkan masalah, tetapi mencari solusi dari isu yang diangkat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui Suara Zetizen, ia menghadirkan ruang untuk warga Samarinda menyampaikan aspirasi dengan instansi terkait. Dengan begitu, diharapkan solusi terbaik dapat tercipta.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami berharap lebih banyak lagi keterlibatan teman-teman komunitas untuk memberikan ide, gagasan, serta aspirasi,&rdquo; kata Ibrahim di Hotel Fugo, Sabtu (30/8) sore tadi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penerapan jurnalisme konstruktif lewat&nbsp;</span><span>podcast</span><span>&nbsp;ini, menjadi alternatif pembaca agar tidak hanya mengonsumsi berita sela yang bergaya dramatis saja, tetapi juga berita dengan inspirasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Eva Danayanti selaku Country Program Manager IMS For Indonesia turut hadir menjelaskan mengenai jurnalisme konstruktif. Ia mengatakan, jika berita investigasi berperan sebagai hakim, maka jurnalisme konstruktif berperan sebagai fasilitator.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sehingga teman-teman melihat jalan keluar,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, pada peluncurannya, Suara Zetizen mengundang pembicara hebat dari berbagai ranah, seperti Doddy S. Sukadri selaku Direktur Executive Yayasan Mitra Hijau, Olivia Novina Damayanti selaku Founder 1000 Guru Samarinda, hingga Buyung Maroja dari POKJA 30 Kaltim, dan pembicara lain.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemaparan mengenai transisi energi, dunia pendidikan Samarinda, kegiatan seni, serta persoalan layanan publik diterima peserta yang umumnya berasal dari Generasi Z.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup materinya, Buyung Murajo mengutip perkataan Uzumaki Naruto untuk memecah suasana. Kemudian, acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta dan pemateri.&nbsp;</span><span><strong><em>(mlt/ner)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ribuan Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Turun ke Jalan, Ketua DPRD Janji Akan Menindaklanjuti Tuntutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ribuan-mahasiswa-dan-masyarakat-sipil-turun-ke-jalan-ketua-dprd-janji-akan-menindaklanjuti-tuntutan/baca </link>
<guid> ribuan-mahasiswa-dan-masyarakat-sipil-turun-ke-jalan-ketua-dprd-janji-akan-menindaklanjuti-tuntutan </guid>
<pubDate> Mon, 01 Sep 2025 23:19:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahakam gelar aksi besar di DPRD Kaltim, suarakan sebelas tuntutan terkait isu nasional </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/ribuan-mahasiswa-dan-masyarakat-sipil-turun-ke-jalan-ketua-dprd-janji-akan-menindaklanjuti-tuntutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0EamARjmQh.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ribuan Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Turun ke Jalan, Ketua DPRD Janji Akan Menindaklanjuti Tuntutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA &ndash;</strong>&nbsp;</span><span>Buntut kisruh tunjangan mewah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan isu nasional saat ini, Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) melangsungkan aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (1/9) dengan membawa sebelas tuntutan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Massa aksi yang berasal dari kampus Unmul, berkumpul pada 09.00 Wita di GOR 27 September Unmul untuk kemudian beriringan menuju titik kumpul di Islamic Center. Kemudian, di jam 13.00 Wita, massa lanjut bergerak menuju gerbang DPRD Kaltim dengan berjalan kaki sembari meneriakkan slogan dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di depan gerbang DPRD, dibuka ruang orasi yang diisi oleh berbagai kalangan masyarakat. Mereka menyuarakan kegeraman terhadap DPRD dan menuntut anggota dewan keluar untuk menemui masyarakat.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dosen FH Unmul, Herdiansyah Hamzah turut naik ke atas truk yang dijadikan mimbar untuk menyampaikan orasi. Ia menyampaikan bahwa gerakan aliansi adalah gerakan yang satu komando dan satu perlawanan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di tengah berjalannya aksi, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas&apos;ud keluar gedung dan menaiki mimbar menemui massa aksi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di depan Hasanuddin, massa aksi menyampaikan sebelas tuntutan yang dibawakan, yaitu:</span></p><ol><li style="text-align: justify;"><span>Tolak Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP)</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Hapus Tunjangan Mewah DPR</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Sahkan RUU Perampasan Aset, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), dan RUU Masyarakat Adat</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Tingkatkan Kesejahteraan Guru dan Dosen, Serta Tingkatkan Pendidikan di Daerah 3T (Tertinggal, Terpencil, dan Terluar)</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Tolak Pemutihan Dosa Pemerintah</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Cabut UU yang Tidak Berpihak Kepada Rakyat</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Hentikan Represifitas Terhadap Gerakan Rakyat</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Ciptakan Kebijakan yang Pro Terhadap Rakyat</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Hentikan Oligarki Politik dan Demokrasi Palsu</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Tegakkan Supremasi Hukum</span></li><li style="text-align: justify;"><span>Hentikan Kejahatan Ekologis dan Pertambangan</span></li></ol><p style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Hasanuddin menyampaikan bahwa aspirasi diterima dan akan ditampung.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&quot;Silahkan menyampaikan orasi dengan damai, aspirasi akan kami tampung,&quot; katanya saat di atas mimbar.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, massa aksi tidak puas dengan tanggapan tersebut dan terus melontarkan protes. Sehingga, Hasanuddin masih menegaskan akan memperjuangkan seluruh hak masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum kembali masuk ke dalam gedung, Hasanuddin berunding dengan perwakilan massa aksi sebelum akhirnya bersepakat untuk menandatangani tuntutan yang diajukan massa aksi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tuntutan dari teman-teman mahasiswa dan masyarakat akan kami tandatangani,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sempat diwarnai ricuh ketika Ketua DPRD Kaltim turun dan masuk ke dalam gedung, massa tetap melanjutkan orasi di depan gerbang setelahnya dan menegaskan akan mengawal pernyataan DPRD.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hingga 17.00 Wita, beberapa massa aksi terlihat mundur dan kembali ke titik kumpul. Namun beberapa masih melanjutkan aksi dan orasi hingga dipukul mundur oleh aparat menggunakan gas air mata.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Koordinator Lapangan (Korlap) dari Polnes, Ferry Septian Gymnastiar, menyampaikan bahwa tujuan dari aksi hari ini belum tercapai. Tujuan yang dimaksud yaitu masuknya massa ke Gedung DPRD Kaltim.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dirinya menyebutkan sempat ada tawaran dari pihak DPRD Kaltim terkait rapat paripurna bersama perwakilan massa aksi saja. Namun, jendral lapangan (Jenlap) bersikeras untuk mencapai tujuan sebelumnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ferry juga menyebut kemungkinan adanya demo lanjutan jika tidak ada langkah konkret dari pihak DPRD.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami ikuti arahan Jenlap, entah tarik mundur dahulu atau lanjut di demo susulan,&rdquo; tutur Ferry saat diwawancarai di lokasi aksi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara terkait mahasiswa yang ditangkap karena diduga terlibat dalam pembuatan bom molotov, Ferry memaparkan bahwa massa aksi yang dari seberang telah menyuarakan hal tersebut di depan Polresta Samarinda.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Lebih lanjut akan didiskusikan oleh perangkat aksi aliansi,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(ner/wil/myy)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Retorika di Layar, Luka di Jalanan (Analisis Video Ungkapan Keprihatinan Presiden Prabowo, 28 Agustus 2025) </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/retorika-di-layar-luka-di-jalanan-analisis-video-ungkapan-keprihatinan-presiden-prabowo-28-agustus-2025/baca </link>
<guid> retorika-di-layar-luka-di-jalanan-analisis-video-ungkapan-keprihatinan-presiden-prabowo-28-agustus-2025 </guid>
<pubDate> Wed, 03 Sep 2025 20:13:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pidato Prabowo pascademo dinilai penuh retorika, minim empati, dan abai substansi tuntutan rakyat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/retorika-di-layar-luka-di-jalanan-analisis-video-ungkapan-keprihatinan-presiden-prabowo-28-agustus-2025/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/f1jvkM2qQq.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Retorika di Layar, Luka di Jalanan (Analisis Video Ungkapan Keprihatinan Presiden Prabowo, 28 Agustus 2025)</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pecahnya demonstrasi besar di Jakarta, Kamis (28/8) yang menelan banyak korban jiwa, termasuk tewasnya seorang pengemudi ojek <em>online</em>, memicu gelombang kemarahan dan aksi susulan di berbagai daerah. Situasi yang kian panas tidak hanya menandai krisis sosial, tetapi juga memperlihatkan rentannya ruang aman bagi warga dalam menyuarakan aspirasi. Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, tepat pada jam malam hari itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo melalui akun sosial media resmi pemerintah dan pejabat di bawahnya merilis sebuah video ucapan belasungkawa.</p><p style="text-align: justify;">Namun, isi video tersebut justru menimbulkan pertanyaan di tengah publik. Apakah ia dapat disebut sebagai pidato kenegaraan, sekadar ucapan belasungkawa, atau hanya narasi penenang sesaat?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pesan yang disampaikan tampak terlalu netral dan berhati-hati, bahkan cenderung menghindari substansi persoalan yang melatarbelakangi aksi demonstrasi. Alih-alih menunjukkan arah yang jelas atau empati yang kuat, ucapan itu terasa datar dan minim respons terhadap inti peristiwa yang tengah melukai nurani publik, yang kemudian ditutup dengan retorika optimisme presiden dan pemerintah yang terkesan narsistik dan defensif.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa yang sebenarnya ingin disampaikan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam menganalisis isi pidato presiden, digunakan metode gabungan antara N-gram dan Analisis Diskriminan Linier (LDA). Berikut adalah jumlah frekuensi kata unik dan berulang:</p><p style="text-align: justify;">&nbsp;<img class="fr-dib" src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a556bbc00fe605a1e4f8442cfbd0a611f3f0b9a0.jpeg" style="width: 937px;"></p><p style="text-align: center;"><em><span style="font-size: 14px;">Gambar 1 Diolah Penulis</span></em></p><p style="text-align: justify;">Dari tabel diatas, kata &ldquo;<em>bangsa, negara, pemerintah, petugas</em>&rdquo; menjadi kata yang sering muncul. Hal ini menunjukkan orientasi <em>state-centered</em>, yang lebih fokus pada citra negara ketimbang empati personal. Sedangkan kata &ldquo;<em>ambil tindakan</em><em>, usut tuntas,&nbsp;</em><em>ojol (Afan Kurniawan), sedih, dll</em>&rdquo; memperlihatkan ada respons hukum, tapi hanya sekilas muncul dan tidak dominan sebagai bentuk respons jatuhnya korban. Pidato atau narasi yang disampaikan Presiden Prabowo, dalam konteks ini tampak lebih menekankan legitimasi negara ketimbang mendengar substansi &nbsp;kritik massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Dalam konteks ini, pidato atau narasi yang disampaikan Presiden Prabowo lebih menonjolkan upaya legitimasi negara melalui penekanan pada hukum, ketertiban, dan pembangunan nasional, ketimbang memberikan ruang yang nyata bagi substansi kritik massa aksi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kalimat seperti &ldquo;<em>seandainya ditemukan petugas berbuat di luar kepatutan akan diambil tindakan sekeras-kerasnya</em>&rdquo; sekilas terlihat tegas, tetapi justru mengaburkan fakta bahwa insiden sudah terang terjadi di lapangan, yakni petugas menabrak dan melindas pengemudi ojol. Dengan mengemasnya seolah masih menunggu pembuktian, pidato ini gagal memberi pengakuan penuh pada kesalahan aparat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seruan untuk &ldquo;<em>percaya kepada pemerintah yang saya pimpin</em>&rdquo; juga memperlihatkan kontradiksi. Permintaan itu datang di tengah sejarah singkat kepemimpinannya yang sarat dengan kontroversi aparat dan kebijakan bermasalah. Alih-alih membangun kepercayaan lewat langkah konkret, presiden justru meminta publik menyerahkan kepercayaannya tanpa dasar yang kuat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Demikian pula himbauan agar masyarakat &ldquo;<em>waspada terhadap unsur yang ingin membuat huru-hara</em>&rdquo; lebih terdengar sebagai framing massa aksi sebagai ancaman, bukan sebagai rakyat yang sedang menyampaikan kritik. Alih-alih menenangkan, kalimat ini justru memanaskan suasana dengan memposisikan negara sebagai korban.</p><p style="text-align: justify;">Narasi pembangunan yang kemudian diusung, &ldquo;<em>bangsa kita sedang berbenah, membangun negara kuat, maju, mandiri, sejahtera</em>&rdquo; pada akhirnya tampak seperti pengalihan isu. Dalam konteks tuntutan aksi, publik justru mempertanyakan kebijakan yang nyata bermasalah: Program Makan Bergizi Gratis yang menuai kasus keracunan dan dugaan korupsi, kesejahteraan guru yang diabaikan, eksploitasi tambang yang kian masif, hingga kesepakatan ekonomi-politik dengan pihak asing yang tidak berpihak pada warga. Retorika industrialisasi dan janji menekan kemiskinan pun berbanding terbalik dengan realitas meningkatnya PHK akibat efisiensi anggaran dan naiknya angka pengangguran.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, pidato presiden lebih berfungsi sebagai respons simbolik ketimbang substantif. Ia menghadirkan wajah negara yang tegas dan penuh retorika kebangsaan, tetapi mengabaikan inti masalah yakni, keadilan bagi korban, keterbukaan pada kritik, dan solusi atas kegagalan kebijakan. Alih-alih meredam ketegangan, pidato semacam ini justru berpotensi memperlebar jarak kepercayaan antara negara dan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Pidato seperti ini di tengah aksi massa menunjukkan dilema klasik antara memilih stabilitas atau membuka ruang kritik. Sayangnya, dalam kasus ini, narasi stabilitas lebih menonjol ketimbang komitmen demokratis. Jika demokrasi ingin tetap hidup, presiden dan para pemimpin negara perlu belajar bahwa aksi massa bukan ancaman, melainkan bagian dari denyut nadi demokrasi itu sendiri. Alih-alih membungkam, negara semestinya menjadikan kritik sebagai energi korektif untuk memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diamnya presiden sebagai eksekutif yang tidak bertaring terhadap tindak tanduk legislatif, menunjukkan <em>check and balances</em> lagi-lagi tidak berjalan. Mungkin menjadi tidak aneh karena komposisi dewan yang terbentuk saat ini tidak lain berasal dari lumbung koalisi yang sama dengan presiden. Lagi-lagi, demokrasi tanpa ruang aman bagi kritik hanyalah prosedur tanpa substansi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Afizah Nur Afkarina, mahasiswi FH Unmul 2021</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Joget di Rapat, Tangis di Jalan: Demo, DPR, dan Harga Diri Rakyat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/joget-di-rapat-tangis-di-jalan-demo-dpr-dan-harga-diri-rakyat/baca </link>
<guid> joget-di-rapat-tangis-di-jalan-demo-dpr-dan-harga-diri-rakyat </guid>
<pubDate> Thu, 04 Sep 2025 22:27:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Demo bukan sekadar protes, tapi perlawanan atas martabat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/joget-di-rapat-tangis-di-jalan-demo-dpr-dan-harga-diri-rakyat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uptGdohQQH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Joget di Rapat, Tangis di Jalan: Demo, DPR, dan Harga Diri Rakyat</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Jalanan hari ini bukan sekadar jalur transportasi, tapi sudah berubah menjadi ruang sidang rakyat. Asap mengepul, spanduk terbentang, suara toa meraung di antara ribuan massa. Demo kembali hadir, seperti tradisi tahunan, bahkan bulanan yang ironisnya jauh lebih konsisten daripada program kerja para wakil rakyat. Orang-orang turun bukan karena ingin pamer keberanian, melainkan karena sudah tidak tahu lagi harus bicara lewat cara apa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), ruangan berpendingin yang tetap sejuk. Kursi empuk yang tetap terisi sebagian, sisanya kosong atau diisi pejabat yang entah hadir raga atau hanya jasad. Di dalam sana, rakyat seharusnya terwakili. Tapi kenyataannya, suara yang terdengar lebih sering berasal dari kepentingan segelintir pihak, bukan dari jeritan perut masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kemarahan rakyat yang sudah menumpuk bertahun-tahun, tiba-tiba menyala lebih besar gara-gara satu kalimat pendek: seorang pejabat dengan enteng menyebut rakyat &ldquo;</span><span><em>tol*l</em>.</span><span>&rdquo; Kata itu meledak lebih keras daripada petasan di tengah malam. Bagaimana tidak? Rakyat yang memberi gaji, yang membayar pajak, yang menopang hidup pejabat, justru dihina di depan publik. Bagi rakyat, ini bukan lagi soal kebijakan yang salah, tapi soal martabat yang diinjak!</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Seakan belum cukup, publik juga disuguhi tontonan lain. Rapat kebijakan yang mestinya serius berubah jadi panggung joget. Ya, berjoget di saat rakyat gusar soal harga beras, listrik, dan BBM. Gerakan tubuh yang entah dimaksudkan untuk mencairkan suasana, justru jadi simbol betapa jauhnya pejabat dari penderitaan rakyat. Dari sinilah muncul bunyi yang menggema di jalanan: &ldquo;kebijakan&nbsp;</span><span><em>tol*l</em></span><span>&nbsp;lahir dari rapat yang&nbsp;</span><span><em>tol*l</em></span><span>&nbsp;pula&rdquo;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rakyat kemudian membalas dengan bahasa mereka sendiri. Poster-poster demo kini lebih kreatif daripada iklan politik. Ada wajah pejabat digambar dengan kepala badut, ada spanduk yang menertawakan kata &ldquo;</span><span><em>tol*l</em></span><span>,&rdquo; ada orasi yang penuh ejekan tajam. Bahkan di media sosial, meme-meme bertebaran, menjadikan DPR bukan lagi rumah aspirasi, tapi rumah sandiwara yang jadi bahan tawa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun, di balik perjuangan rakyat menuntun keadilan, ada tragedi yang tak bisa diabaikan. Seorang pengemudi ojek <em>online</em> tewas dilindas saat demo berlangsung. Ia bukan orator, bukan pemimpin massa, hanya seorang pekerja yang kebetulan berada di jalan. Ia keluar rumah untuk mencari nafkah, tapi pulang tinggal nama. Demo yang bagi sebagian orang hanya&nbsp;</span><span>headline</span><span>&nbsp;berita, bagi keluarganya adalah duka yang nyata. Inilah wajah kemanusiaan paling pahit: Rakyat bersuara, rakyat juga yang harus menanggung nyawa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dampak demo tidak berhenti di aspal. Pasar modal ikut terguncang. Investor gelisah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok, rupiah melemah. Di layar bursa, angka hijau mendadak jadi merah. Analis berbicara dengan jargon klise: &ldquo;Fundamental ekonomi kita masih kuat&rdquo;. Tapi rakyat di pasar tradisional lebih percaya pada harga cabai daripada pidato ekonom. Karena bagi mereka, yang penting bukan fundamental ekonomi, melainkan fundamental dapur: Apakah uang masih cukup untuk beras, bensin, dan biaya sekolah anak?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ironisnya, pejabat yang bikin masalah tetap aman: Gaji jalan terus, tunjangan tetap cair. Sementara rakyat harus menghadapi efek domino: Harga makin mahal, kerja makin susah, hidup makin berat. Inilah ironi: Rakyat teriak karena perut kosong, pejabat tertawa sambil berjoget; rakyat kehilangan nyawa di jalan, pejabat sibuk berkilah di podium.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Klimaksnya tiba ketika rakyat sadar: Demo ini bukan lagi soal kebijakan, tapi soal harga diri. Mereka tidak bisa lagi diam setelah dihina. Mereka tidak bisa lagi menunggu setelah melihat rapat yang berubah jadi hiburan. Mereka tahu, kalau terus diam, keadaan hanya akan semakin parah.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Poster-poster di jalan kini tidak hanya bicara soal ekonomi, tapi juga ejekan balik. Kata &ldquo;rakyat&nbsp;</span><span><em>tol*l</em></span><span>&rdquo; yang dulu dilontarkan pejabat kini berbalik arah, menjadi bahan bakar satire yang lebih pedas. Rakyat menunjukkan bahwa mereka tidak&nbsp;</span><span><em>tol*l</em></span><span>, justru mereka cerdas, karena berani turun dan melawan. Dan mungkin, justru pejabat lah yang pelan-pelan memperlihatkan wajah itu sendiri: Dengan kebijakan ngawur, dengan joget di rapat, dengan hinaan yang tak pantas.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Inilah kepahitan yang diterima negeri ini: Di dalam gedung DPR, pejabat tertawa; di luar gedung, rakyat berteriak; di jalan, ada yang mati; sementara rupiah ikut merintih, IHSG ikut menangis.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selama pejabat masih bercanda di atas penderitaan rakyat, selama rapat masih dianggap panggung hiburan, selama kata-kata merendahkan masih dilontarkan, maka demo akan selalu ada. Semakin besar, semakin marah, semakin sulit dibendung.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dan pada akhirnya, demo hari ini adalah bukti bahwa rakyat tidak pernah&nbsp;</span><span><em>tol*l</em>.</span><span>&nbsp;Mereka paham apa yang diperjuangkan. Mungkin, bentuk satire terakhir akan ditulis bukan di spanduk, bukan di meme, tapi di sejarah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Haicdil Fitriansyah, alumni Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2015</em></strong></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kematian Seorang Pengemudi Ojek Online: Titik Balik Krisis Etika dan Kepercayaan terhadap Kepolisian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kematian-seorang-pengemudi-ojek-online-titik-balik-krisis-etika-dan-kepercayaan-terhadap-kepolisian/baca </link>
<guid> kematian-seorang-pengemudi-ojek-online-titik-balik-krisis-etika-dan-kepercayaan-terhadap-kepolisian </guid>
<pubDate> Sat, 06 Sep 2025 18:14:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tragedi Affan Kurniawan jadi simbol krisis demokrasi dan runtuhnya kepercayaan publik terhadap Polri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kematian-seorang-pengemudi-ojek-online-titik-balik-krisis-etika-dan-kepercayaan-terhadap-kepolisian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/msAAhsmLIS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kematian Seorang Pengemudi Ojek Online: Titik Balik Krisis Etika dan Kepercayaan terhadap Kepolisian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Akhir Agustus 2025, telah mencatatkan sejarah kelam dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Demonstrasi besar-besaran yang dimulai pada 25 Agustus 2025, awalnya menyuarakan kritik terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR, berubah menjadi tragedi kemanusiaan yang menewaskan masyarakat&mdash;seorang pengemudi ojek <em>online</em> bernama Affan Kurniawan. Peristiwa ini tidak hanya memperlihatkan ketegangan antara rakyat dan pemerintah, tetapi juga mengungkap krisis kepercayaan yang mendalam terhadap instansi kepolisian di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Demonstrasi bermula dari kemarahan masyarakat terhadap keputusan kenaikan tunjangan dan gaji anggota DPR. Tunjangan rumah sebesar 50 juta rupiah per bulan yang diberikan kepada anggota dewan, di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit, menjadi pemicu utama gelombang protes. Kemarahan ini semakin memuncak ketika Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyebut masyarakat yang ingin membubarkan DPR sebagai &quot;orang <em>tol*l</em> sedunia&quot;.</p><p style="text-align: justify;">Puncak tragedi terjadi pada malam 28 Agustus 2025 ketika Affan Kurniawan&mdash;seorang pengemudi ojek <em>online</em> berusia 21 tahun&mdash;tewas dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Affan, yang sedang bekerja dan kebetulan berada di lokasi demonstrasi, menjadi korban ketika ponselnya terjatuh dan ia berusaha mengambilnya di tengah kerumunan massa.</p><p style="text-align: justify;">Tragedi ini bukanlah sekadar kecelakaan. Video yang beredar mempertontonkan bahwa kendaraan taktis tersebut terus melaju meskipun korban sudah tergeletak. Video detik-detik kecelakaan tersebar luas, menjadikan Affan simbol korban kebijakan keamanan yang tak lagi manusiawi. Tragedi ini juga menjadi titik nyala kemarahan dan kesedihan masyarakat. Tujuh anggota Brimob yang terlibat dalam insiden ini telah menjalani sidang etik, namun hal tersebut tetap saja tidak dapat mengembalikan nyawa Affan.</p><p style="text-align: justify;">Kematian Affan Kurniawan semakin memperburuk citra kepolisian yang memang sudah buruk di mata masyarakat. Data survei menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri masih sangat rendah. Survei <em>Civil Society for Police Watch</em> pada Februari 2025 menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Polri hanya mencapai 48,1 persen. Bahkan survei <em>GoodStats</em> 2025 mengungkapkan bahwa hanya 34,4 persen responden yang percaya polisi adalah institusi yang bersih, profesional, dan mengayomi.</p><p style="text-align: justify;">Krisis kepercayaan ini bukanlah tanpa sebab. Berbagai kasus penyalahgunaan wewenang, kekerasan aparat, hingga dugaan keterlibatan dalam tindak pidana telah mengikis kepercayaan masyarakat. Tragedi Affan menjadi bukti nyata bahwa institusi yang seharusnya melindungi masyarakat justru dapat menjadi ancaman bagi keselamatan rakyat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pasca tragedi Affan, perselisihan antara anggota kepolisian dan masyarakat sipil semakin memanas di media sosial. Para anggota Polri ramai-ramai membela instansi mereka dengan mengatakan masyarakat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan, beranggapan masyarakat hanya &quot;<em>FOMO</em>&quot; (<em>Fear of Missing Out</em>), seolah-olah kritik masyarakat hanyalah tren semata.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yang lebih mengkhawatirkan, banyak anggota kepolisian yang mengunggah postingan dengan kalimat &ldquo;Tolong <em>hide</em> dulu, biar besok-besok mau minta tolong masih enak&quot;. Pernyataan ini seolah-olah menunjukkan bahwa layanan kepolisian yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara, seperti harus &quot;dibayar&quot; dengan sikap tunduk atau basa-basi agar mendapat pelayanan yang baik.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai insan yang cakap hukum, saya berpandangan bahwa sikap yang ditunjukan para anggota Polri di media sosial ini sangat bertentangan dengan kode etik profesi kepolisian, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian. Dalam Pasal 6 disebutkan bahwa setiap pejabat Polri dalam Etika Kemasyarakatan wajib &ldquo;Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat, tepat, mudah, nyaman, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Situasi publik kian memanas ketika Presiden Prabowo Subianto mengumumkan akan memberikan kenaikan pangkat kepada polisi yang terluka saat bertugas dalam demonstrasi. Dalam kunjungannya ke RS Polri Kramat Jati pada 1 September 2025, Prabowo menyatakan, &quot;Semua petugas dinaikin pangkat, dinaikin pangkat luar biasa karena bertugas di lapangan, membela negara, membela rakyat.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Keputusan ini menuai kritik tajam dari masyarakat sipil. Direktur LBH Jakarta Muhammad Fadhil Alfathan menyatakan bahwa kenaikan pangkat tersebut tidak patut diberikan saat masih banyak rakyat yang terluka dan meninggal. &quot;Saat ada masyarakat yang meninggal dunia, apakah patut itu diganjar dengan kenaikan pangkat? Jadi ini pernyataan prematur yang justru mencederai korban dari masyarakat,&quot; kritik Fadhil.</p><p style="text-align: justify;">Keputusan ini menciptakan persepsi yang berbahaya di mata publik, seolah-olah melukai polisi mendapat penghargaan berupa kenaikan pangkat, sementara melukai rakyat tidak mendapat konsekuensi apapun. Hal ini semakin memperdalam jurang pemisah antara aparat dan masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perlu ditegaskan bahwa masyarakat memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, termasuk di media sosial. Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa &ldquo;Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat&quot;. Hak ini diperkuat oleh UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.</p><p style="text-align: justify;">Undang-undang tersebut dalam Pasal 1 mendefinisikan kemerdekaan menyampaikan pendapat sebagai &ldquo;Hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan di perundang-undangan yang berlaku&quot;. Ini berarti kritik masyarakat terhadap kinerja kepolisian, termasuk di media sosial, adalah hak yang dilindungi konstitusi.</p><p style="text-align: justify;">Namun, dalam praktiknya, kritik terhadap kepolisian kerap kali dipandang sebagai ujaran kebencian dari masyarakat. Padahal, dalam negara demokratis, kritik terhadap instansi publik merupakan bagian dari <em>checks and balances</em> yang diperlukan untuk memastikan akuntabilitas mereka. Respons anggota kepolisian di media sosial yang cenderung defensif dan bahkan mengancam layanan publik menunjukkan krisis etika profesi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian bukanlah pekerjaan mudah. Hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, termasuk kritik terhadap kinerja kepolisian, harus dihormati sebagai bagian dari sistem demokrasi. Ancaman pembatasan layanan publik sebagai respons terhadap kritik adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan baik secara etis maupun yuridis.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Nabilah Nur Nujud, mahasiswi FH Unmul 2024</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Buntut Kehadiran Jenlap Aksi Aliansi Mahakam dalam Bakti Sosial Polresta Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buntut-kehadiran-jenlap-aksi-aliansi-mahakam-dalam-bakti-sosial-polresta-samarinda/baca </link>
<guid> buntut-kehadiran-jenlap-aksi-aliansi-mahakam-dalam-bakti-sosial-polresta-samarinda </guid>
<pubDate> Fri, 12 Sep 2025 03:40:47 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahakam layangkan protes pada tindakan Jenlap Aksi yang dinilai mencederai pergerakan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/buntut-kehadiran-jenlap-aksi-aliansi-mahakam-dalam-bakti-sosial-polresta-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FwjI2gnMcV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Buntut Kehadiran Jenlap Aksi Aliansi Mahakam dalam Bakti Sosial Polresta Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Aliansi Mahasiswa Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) melayangkan protes terhadap Jenderal Lapangan (Jenlap) Aksi, Renaldi Saputra. Hal ini disebabkan tindakannya yang dianggap mencederai pergerakan saat hadir dan mengaku mewakili seluruh Aliansi Mahakam dalam bakti sosial yang digelar oleh Polresta Samarinda, Kamis (11/9).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Media sosial dibuat ramai saat video Renaldi yang tengah mengikuti kegiatan bakti sosial beredar. Muncul banyak protes melalui media sosial bahkan grup <em>WhatsApp</em> mengenai hadirnya Jenlap Aksi pada kegiatan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi kejadian tersebut, Aliansi Mahakam menggelar konsolidasi di Taman Unmul, Kamis (11/9) malam. Konsolidasi ini dihadiri oleh lembaga-lembaga yang tergabung dalam Aliansi Mahakam seperti BEM FH, DPM FKIP, bahkan mahasiswa yang tidak terikat dalam lembaga ikut hadir untuk mendengar penjelasan Renaldi selaku Jenlap.</p><p style="text-align: justify;">Saat konsolidasi baru saja dimulai, langsung terjadi ketegangan antara Jenlap dan beberapa lembaga. Hal ini dikarenakan alasan hadirnya Renaldi pada kegiatan tersebut dianggap mencederai pergerakan. Sehari sebelum kegiatan bakti sosial dilaksanakan, Renaldi menerangkan bahwa telah mengadakan pertemuan dengan ketua-ketua lembaga mengenai kegiatan bakti sosial tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM FH Unmul sebagai salah satu lembaga yang hadir sehari sebelumnya menjelaskan bahwa, menghadiri kegiatan tersebut tindakan mengambil kesempatan disaat situasi seperti ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tadi malam saya hadir dan saya sampaikan pandangan saya seperti ini, apa yang dilakukan dan apa yang kita lakukan sangat oportunis&rdquo;, ujarnya saat konsolidasi.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian konsolidasi berlanjut secara alot di mana banyak lembaga yang mempertanyakan hal-hal janggal yang ada, seperti kejelasan penggunaan uang donasi yang dianggap tidak rasional. Sayangnya, bendahara aksi tidak hadir dalam konsolidasi tersebut. Renaldi pun menjelaskan bahwa penggunaan uang donasi sudah tercatat namun belum tersusun dengan rapi dan akan segera dirincikan dengan lengkap.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga meminta maaf kepada Aliansi Mahakam atas kehadirannya pada kegiatan bakti sosial tersebut dan menyatakan akan tetap melaksanakan aksi ke depannya demi memperjelas bahwa Aliansi Mahakam tidak mengalami kemunduran.</p><p style="text-align: justify;">Meski telah memberikan penjelasan mengenai protes-protes yang ada, ketidakpuasan dan kekecewaan tetap terjadi. Pasalnya, penggunaan dana aksi yang tidak jelas dan tindakannya mewakili aliansi telah merusak kepercayaan dari Aliansi Mahakam itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Menindaklanjuti hal tersebut, awak <em>Sketsa</em> menemui Renaldi selepas konsolidasi untuk bertanya secara langsung dan menanyakan lebih jelas mengenai kejadian tersebut. Renaldi menjelaskan bahwa kehadirannya pada bakti sosial bukanlah bentuk kemunduran melainkan komitmen dalam upaya aksi yang damai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sesuai dengan <em>r</em><em>elease</em> yang kami buat itu tidak untuk melegitimasi terkait pengkerdilan atau kemudian kemunduran dari pada gerakan kita hari ini, itu adalah bentuk komitmen kita bahwa gerakan di Kalimantan Timur khususnya Samarinda itu adalah aksi yang damai,&rdquo; ucapnya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Satu yang tadi kami tegaskan aliansi akan tetap turun ke jalan atau kembali melakukan gerakan-gerakan yang benar-benar mewakili masyarakat Samarinda atau Kalimantan Timur. Untuk salah satu tindakan yang kami lakukan menyimpul kembali kelompok-kelompok, kawan-kawan yang mulai renggang,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Renaldi juga menjelaskan hasil dari konsolidasi yang telah dilakukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk hasil konsol malam ini kita sepakat bahwa perangkat aksi tetap. Kemudian akan ditambah beberapa perangkat aksi yang kurang berdasarkan evaluasi kemarin. Untuk pergerakan ke depan, jelas kita bakal membangun simpul-simpul untuk kemudian membangun agitasi ke mahasiswa dan masyarakat, dan melakukan rencana tindak lanjut terkait ke depan mau aksi di mana dan aksinya seperti apa?&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir wawancara Renaldi menegaskan, Aliansi mahakam akan tetap menyuarakan aspirasi serta keresahan masyarakat Samarinda dan Kalimantan timur. <strong><em>(man)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berjalan Dalam Sunyi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/berjalan-dalam-sunyi/baca </link>
<guid> berjalan-dalam-sunyi </guid>
<pubDate> Sat, 13 Sep 2025 17:02:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku percaya langkahku akan mencapai Cahaya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/berjalan-dalam-sunyi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bcgBGlls32.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Berjalan Dalam Sunyi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Di antara dunia yang gemar bercerita.</span><br><span>Ada keheningan yang memekakkan telinga.</span><br><span>Aku tersenyum dengan riangnya, seolah tak punya beban.</span><br><span>Padahal jiwaku terbang, layaknya layang-layang tak berbenang.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Waktu terus berlalu tanpa ragu,</span><br><span>Namun keheningan ini perlahan menggerogotiku.</span><br><span>Hatiku mendung, layaknya langit November yang murung,</span><br><span>Karena luka hati yang tak kunjung sembuh.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di setiap langkahku, selalu ada keraguan.</span><br><span>Aku ingin melangkah, tapi takut gagal,</span><br><span>Aku tak ingin pergi, tapi takut ditinggalkan.</span><br><span>Apakah diam selalu semenakutkan ini?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Aku mencoba meraih dunia yang penuh tawa,</span><br><span>Dengan usaha yang putus asa.</span><br><span>Aku mencoba merangkai kata-kata,</span><br><span>Yang tak sanggup kukatakan dengan nyata.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walaupun aku bertanya pada diri sendiri,</span><br><span>Aku terus berjalan, meski tanpa arah.</span><br><span>Meski tertatih dan tak sempurna,</span><br><span>Aku percaya langkahku akan mencapai Cahaya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Vanessa Tantria Pinasti, mahasiswi FH Unmul 2024</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Roblox: Miniatur Kehidupan Nyata di Dunia Virtual </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/roblox-miniatur-kehidupan-nyata-di-dunia-virtual/baca </link>
<guid> roblox-miniatur-kehidupan-nyata-di-dunia-virtual </guid>
<pubDate> Mon, 15 Sep 2025 20:19:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Roblox bukan sekadar gim, tapi ruang sosial kreatif lintas generasi dengan peluang ekonomi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/roblox-miniatur-kehidupan-nyata-di-dunia-virtual/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Crb3p8uTXS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Roblox: Miniatur Kehidupan Nyata di Dunia Virtual</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Ketika mendengar kata Roblox, sebagian orang mungkin menganggapnya hanya gim sederhana untuk anak-anak. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Roblox menjelma menjadi fenomena sosial budaya lintas usia. Dari balita yang baru mengenal dunia digital, anak sekolah dasar, remaja, hingga dewasa, banyak yang larut dalam ekosistem virtual ini.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Roblox kini bukan sekadar permainan, melainkan platform yang menghadirkan pengalaman sosial, ekonomi, bahkan spiritual.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena Roblox menarik karena mampu menembus sekat kehidupan nyata. Di dalamnya, kita tidak hanya menemukan mini&nbsp;</span><span><em>game</em>&nbsp;</span><span>lucu dengan karakter Blocky, tetapi juga konser musik&nbsp;</span><span><em>band</em>&nbsp;</span><span>lokal, komunitas kreatif yang membangun dunia virtual, bahkan ruang dakwah yang dijalankan penceramah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua hal tersebut menegaskan Roblox menjadi cermin bagaimana manusia menggunakan teknologi untuk memperluas ruang interaksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awalnya, Roblox identik dengan anak-anak yang memainkan gim kasual di ponsel atau laptop. Kini, platform ini berkembang menjadi ruang kreatif terbuka. Pengguna tidak hanya bermain, tetapi juga dapat menciptakan gim mereka sendiri dengan Roblox Studio. Di sinilah daya tarik utama Roblox, ia memosisikan pemain bukan hanya sebagai konsumen, melainkan juga kreator.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banyak remaja bahkan orang dewasa belajar dasar-dasar&nbsp;</span><span><em>coding</em></span><span>&nbsp;dan desain melalui Roblox. Kreativitas ini menjadikannya laboratorium digital yang mempertemukan imajinasi dengan teknologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak heran, Roblox digandrungi lintas generasi. Anak-anak menyukainya karena simpel dan imut, remaja menjadikannya ruang ekspresi, sementara orang dewasa ikut nimbrung untuk nostalgia, melepas penat, atau belajar membuat gim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Intinya, Roblox membuat orang bukan sekadar pemain, melainkan kreator yang bisa mendesain item, membuat gim, bahkan menjual karya mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu fenomena paling menarik adalah bagaimana Roblox menjadi panggung alternatif industri musik. Sejumlah&nbsp;</span><span><em>band</em>&nbsp;</span><span>dan musisi lokal pernah menggelar konser virtual di dalam platform ini. Konser tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan eksperimen budaya digital.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Para musisi menjangkau audiens baru, terutama generasi muda yang akrab dengan dunia virtual. Pengalaman yang ditawarkan pun interaktif, penonton bisa bergerak bebas, berdansa, atau berinteraksi dengan avatar lain. Konser di Roblox menghadirkan musik yang lebih inklusif, tak perlu tiket mahal, cukup masuk server untuk merasakan atmosfer konser dunia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih mengejutkan lagi, Roblox kini juga dimanfaatkan sebagai ruang dakwah. Beberapa penceramah menggunakan platform ini untuk menyampaikan pesan moral dan keagamaan, terutama kepada generasi muda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena tersebut menunjukkan adaptasi dakwah di era digital. Jika dulu ceramah hanya bisa diakses di masjid, majelis taklim, televisi, atau YouTube, kini hadir pula di dunia virtual. Roblox, dengan jutaan penggunanya, menjadi medium baru untuk menjangkau&nbsp;</span><span><em>digital native</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, fenomena unik juga muncul di kalangan mahasiswa. Di Unmul misalnya, ada server Roblox yang meniru suasana GOR 27 September Unmul lengkap dengan atribut almamater di dalamnya. Mahasiswa memanfaatkan server ini untuk bermain, bercengkerama, dan berkomunikasi. Hal ini menegaskan bahwa Roblox benar-benar mampu menghadirkan ruang sosial alternatif, bahkan di lingkungan akademik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tentu saja, keberadaan dakwah dan komunitas kampus di Roblox juga memunculkan diskusi. Di satu sisi, ini inovatif karena mampu menyentuh audiens muda. Di sisi lain, muncul pertanyaan etis: Sejauh mana ruang bermain anak sebaiknya diisi dengan konten religius atau politik, dan bagaimana memastikan pesan yang disampaikan sesuai konteks?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimanapun juga, hal tersebut menegaskan bahwa Roblox sudah berkembang menjadi &ldquo;miniatur dunia&rdquo; yang isinya bukan sekadar hiburan, tetapi juga nilai dan ajaran hidup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kehadiran konser musik, dakwah, dan komunitas kampus menunjukkan Roblox sebagai ruang sosial baru. Orang tidak lagi hadir hanya untuk bermain, melainkan juga mencari identitas, komunitas, dan pengalaman kolektif. Hal ini sejalan dengan teori bahwa dunia digital kini menjadi perpanjangan kehidupan nyata. Apa yang dulu dilakukan di lapangan, aula, atau gedung konser, kini bisa dipindahkan ke ruang virtual. Dengan kata lain, Roblox membentuk masyarakat miniatur di dunia digital.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, perkembangan ini juga menghadirkan tantangan. Anak-anak yang terlalu lama larut dalam Roblox berisiko mengalami kecanduan digital. Interaksi sosial mereka bisa terjebak dalam dunia maya sehingga mengurangi hubungan nyata dengan keluarga dan teman sebaya. Peran orang tua penting untuk mengarahkan penggunaan Roblox agar tetap seimbang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Roblox juga memiliki mata uang virtual bernama Robux. Banyak anak meminta orang tua membeli Robux untuk&nbsp;</span><em><span>skin</span><span>,&nbsp;</span></em><span><em>item</em></span><span>, atau mengikuti acara eksklusif. Hal ini membuat Roblox menjadi &ldquo;ekosistem kapitalisme kecil&rdquo; yang memperkenalkan anak pada transaksi digital sejak dini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, peluang ekonomi kreatif terbuka lebar. Banyak kreator meraih pendapatan dari gim atau&nbsp;</span><span><em>item</em>&nbsp;</span><span>yang mereka desain. Roblox pun menjadi ruang konsumsi sekaligus produksi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Budaya yang lahir dari Roblox pun unik. Ada bahasa gaul khas, komunitas solid, dan tren yang cepat menyebar. Roblox menciptakan identitas budaya digital yang memengaruhi cara anak, remaja, bahkan orang dewasa berinteraksi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika dilihat lebih jauh, Roblox kini menyerupai ruang publik virtual tempat orang berkumpul, berdiskusi, bersenang-senang, hingga menyerap nilai baru. Dalam konteks ini, Roblox tak jauh berbeda dari media sosial, hanya saja lebih interaktif dan&nbsp;</span><span><em>imersif</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertanyaannya: Bagaimana masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan menghadapi fenomena ini?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, perlu kesadaran bahwa Roblox bukan sekadar gim, melainkan media sosial. Edukasi digital kepada anak-anak harus dilakukan sejak dini agar mereka menggunakan Roblox secara sehat dan produktif. Kedua, lembaga pendidikan dapat memanfaatkannya sebagai media belajar kreatif. Daripada melarang, lebih baik mengintegrasikan potensi Roblox dalam pembelajaran digital, misalnya untuk simulasi atau proyek kolaboratif. Ketiga, masyarakat perlu beradaptasi menghadapi dinamika baru, ketika aktivitas, dakwah, musik, dan hiburan berpindah ke dunia virtual. Regulasi dan etika diperlukan agar ruang publik digital ini tetap sehat, aman, dan inklusif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Roblox telah membuktikan dirinya sebagai fenomena budaya digital lintas generasi. Dari balita hingga orang dewasa, semua menemukan tempat di dunia blok virtual ini. Kehadirannya sebagai ruang bermain, bercengkerama, konser, hingga ruang dakwah menunjukkan betapa fleksibelnya platform ini mengikuti kebutuhan manusia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, kita juga perlu bijak. Jangan sampai tren ini hanya menjadi konsumsi tanpa kendali yang berujung pada kecanduan atau masalah sosial. Roblox bisa menjadi jembatan antara hiburan, kreativitas, dan spiritualitas&mdash;asal dimanfaatkan dengan penuh kesadaran. Seperti teknologi lain, Roblox hanyalah alat. Pertanyaannya bukan lagi &ldquo;apa Roblox hanya gim anak-anak?&rdquo;, melainkan &ldquo;bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijak?&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Assyfa Maulida Dharma, mahasiswi Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2024</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Youth Preneur Fest 2025 Hadir dengan Nuansa Baru di Puri Senyiur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/youth-preneur-fest-2025-hadir-dengan-nuansa-baru-di-puri-senyiur/baca </link>
<guid> youth-preneur-fest-2025-hadir-dengan-nuansa-baru-di-puri-senyiur </guid>
<pubDate> Tue, 16 Sep 2025 21:50:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> YPF 2025 hadirkan seni, musik, teater, dan karaoke, jadi ruang ekspresi kreatif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/youth-preneur-fest-2025-hadir-dengan-nuansa-baru-di-puri-senyiur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yxFnPRz0vu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Youth Preneur Fest 2025 Hadir dengan Nuansa Baru di Puri Senyiur</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Unit Kegiatan Mahasiswa Student Entrepreneur Community (UKM SEC) FISIP Unmul kembali menggelar Youth Preneur Fest (YPF) 2025. Tahun ini, acara tersebut memasuki tahun keempat dengan mengusung tema &ldquo;Culture in Motion: Youth, Local Economy, Diversity&rdquo;.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Panitia YPF 2025 Dafa Purwanto menyatakan, tahun ini ada sejumlah pembeda dari sebelumnya. Perbedaan krusial terletak pada pemilihan lokasi yang selalu berbeda dari tahun ke tahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sejak beberapa tahun kemarin kita ngambil tempatnya di suatu tempat yang sama, di Tigris (cafe). Dan sekarang kita mencoba suasana baru yaitu di Puri Senyiur dan Alhamdulillah juga dapat dukungan dari pihak Puri Senyiur,&rdquo; papar Dafa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak berhenti dari situ, Dafa juga membeberkan keistimewaan acara ini. Berlangsung selama dua hari, beberapa agenda berbeda turut memeriahkan YPF.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Yang istimewanya dari tahun ini itu ya pasti ada pameran seni kita yang pasti setiap tahun ke tahun, bakal ada seniman yang memamerkan karyanya. Dan di hari pertama bakal ada<em>&nbsp;</em></span><span><em>art show</em></span><span><em>&nbsp;</em>bareng seniman mural. Dan di hari kedua itu bakal ada teater gitu,&rdquo; jelas Dafa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, acara tahun ini menghadirkan bintang tamu dan hiburan berbeda. Disjoki (DJ) dan Majelis Perkarokean Rakyat (MPR) menjadi bintang utama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Di hari pertama&nbsp;</span><span><em>guest star</em></span><span>-nya itu DJ Ming Bito, dan di hari kedua&nbsp;</span><span><em>guest star</em></span><span>-nya itu bakal ada&nbsp;</span><span><em>karaoke party</em></span><span>&nbsp;gitu. Jadi bakal ada&nbsp;</span><span><em>karaoke party</em></span><span>&nbsp;bareng MPR, Majelis Perkarokean Rakyat,&rdquo; tambahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, salah satu&nbsp;</span><span><em>talent</em></span><span>, Maharani Widyasari atau akrab disapa Idy, turut membagikan kesannya. Menurutnya, YPF kali ini melebihi ekspektasinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Awalnya banget nih, aku kayak cukup&nbsp;</span><span><em>underestimate</em></span><span>&nbsp;ini karena aku pernah ke acara yang kayak gini sebelumnya gitu kan. Maksudnya kayak konsepnya kayaknya sama gitu, sama YPF. Dan aku&nbsp;</span><span><em>just like</em>,</span><span>&nbsp;oke, mungkin ini juga bakal kayak yang lain gitu. Tapi kemudian, pas aku parkir, aku kayak, wow, ini sebenarnya sangat besar. Dan, kayak sangat bagus. Dan penataannya juga bagus banget,&rdquo; ungkapnya dengan kagum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Idi mengaku datang bersama teman-temannya untuk mendukung sekaligus mengapresiasi karya seni.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau aku datang itu emang sama teman-teman aku tadi. Kami rombongan. Kebetulan, teman-teman aku tuh juga banyak yang artis di sini, jadi dia ada yang menyumbangkan karya seninya dia. Jadi kita datang bareng-bareng buat mengapresiasi,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait penampilannya, Idi mengaku cukup spontan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau misalnya ditanya tadi kenapa aku&nbsp;</span><span><em>perform</em></span><span>, sebenarnya itu cukup dadakan ya. Tapi aku tetap mau karena, ya, aku ngeliatnya kayak,&nbsp;</span><span><em>why not</em>&nbsp;</span><span>aja.&nbsp;</span><span><em>I think vibes</em></span><span>-nya disini juga kayak seru banget. Dan, kalau misalnya aku bisa jadi&nbsp;</span><span><em>part</em></span><span>&nbsp;keseruan itu juga,&nbsp;</span><span><em>why not</em></span><span><em>?</em>&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan rangkaian acara seni, musik, hingga teater, YPF 2025 menghadirkan ruang kreatif sekaligus menjadi wadah ekspresi bagi anak muda Samarinda. Dafa berharap acara ini membuat seluruh panitia berkembang dan memberikan pengalaman menyenangkan bagi seluruh pengunjung.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya harap setelah mereka datang ke sini, bakal mau datang lagi ke YPF di tahun-tahun berikutnya,&rdquo; tutup Dafa. <strong><em>(xel/wil/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Autumn in Paris: Rahasia Tragis dalam Balutan Romansa Klise ala Ilana Tan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/autumn-in-paris-rahasia-tragis-dalam-balutan-romansa-klise-ala-ilana-tan/baca </link>
<guid> autumn-in-paris-rahasia-tragis-dalam-balutan-romansa-klise-ala-ilana-tan </guid>
<pubDate> Wed, 17 Sep 2025 19:27:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah romansa hangat di Paris musim gugur yang sederhana, emosional, dan menyentuh hati </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/autumn-in-paris-rahasia-tragis-dalam-balutan-romansa-klise-ala-ilana-tan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nmrtXNT28p.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Autumn in Paris: Rahasia Tragis dalam Balutan Romansa Klise ala Ilana Tan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Cinta selalu hadir pada waktu yang tidak terduga. Canda, tawa, senyum tak kunjung luntur, dan berbagai hal yang semakin lama timbul rasa nyaman tanpa disadari. Setiap langkah dalam hidupnya membawa cerah bagai mentari pagi sampai akhirnya redup karena realita yang menghadangnya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui novel&nbsp;</span><span><em>Autumn in Paris</em></span><span>, Ilana Tan mengangkat kisah tentang pria dan wanita yang jatuh hati satu sama lain, walau kepribadian mereka saling bertolak belakang. Romansa klise yang menghantarkan sensasi gelitik di hati dan senyum tak terjelaskan, tidak disangka Ilana Tan menyelipkan rahasia yang begitu dalam dan tragis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertemuan Tara Dupont dan Tatsuya Fujisawa terjadi secara sengaja di bistro kecil tidak terkenal, tetapi istimewa karena menyajikan makanan Indonesia. Suasana saat itu sedang musim gugur, perpaduan hangat dan sendu menjadi satu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berawal dari canggung, hanya berkenalan seadanya sampai takdir terus mempertemukan mereka yang membuat kecanggungan itu cair dan tumbuhlah percakapan yang akrab.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dialog demi dialog sampai keduanya tahu bahwa mereka saling bertolak belakang. Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur, ia merasa hidupnya tercukupi akan hal itu. Tetapi, Tatsuya Fujisawa membenci Paris dan musim gugur, kota ini menyimpan luka yang mendalam. Alasan kedatangannya ke Paris ialah dipaksa hadir oleh orang yang telah menghancurkan hidupnya selama ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perbedaan pandangan ini membuat hubungan mereka makin terjalin erat. Tara dan Tatsuya menemukan kenyamanan satu sama lain. Ketenangan Tatsuya memberikan rasa aman bagi Tara, dan sebaliknya, Tara membuat Tatsuya berpikir bahwa kota ini tidak seburuk yang dia sangka. Tara memberikan kehidupan baru bagi Tatsuya. Berkeliling kota Paris dengan Tara, membuat Tatsuya melihat sisi lain dari kota yang ia benci sepenuh hati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kisah kasih manis itu terikat pada benang merah yang menghubungkan mereka dengan masa lalu. Menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan antar hubungan mereka. Mau menyangkal pun tetap percuma, yang bisa mereka lakukan adalah berpisah dan kembali hidup di dunianya masing-masing. Asing seakan tidak pernah bertemu. Tidak pernah saling menggantungkan harapan satu sama lain.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ilana Tan memiliki gaya bahasa yang sederhana, tetapi tetap kena di hati. Tidak banyak kata puitis dalam karyanya. Namun, pesan yang disampaikan tetap membekas pada pembaca. Hal ini bisa dilihat bahwa ia membawakan emosi yang mendalam pada pembaca, tanpa adanya keterpaksaan, membuat pembaca nyaman dan memberikan kesan tersendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulis kerap kali memberikan detail-detail kecil yang mengantarkan menuju akhir mengejutkan. Awalnya biasa saja, seperti terlihat menjadi satu dalam alurnya, namun di akhir cerita kita sadar bahwa detail-detail kecil merupakan potongan penting dari cerita, seolah takdir sudah menentukkan jalan yang tepat bagi mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, penulis menghadirkan kisah manis di antara mereka. Sang arsitektur berbakat, Tatsuya Fujisawa, dengan penyiar radio ceria tanpa batas, Tara Dupont, menciptakan interaksi yang menggemaskan dan kadang menggelitik perut. Menyaksikan kedekatan mereka dijamin senyum tak pernah luntur, sebelum realita menimpa itu semua.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selama dia bahagia, Aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sepotong kalimat di atas menjadi saksi bahwa cinta antara keduanya begitu besar, terus terikat dan mengalir tanpa batas. Walau ada benang merah yang menghalangi, tapi mereka punya kisah yang akan terus dikenang. Bukan tentang perjuangan, tapi menyadari akan cinta yang tidak bisa melawan takdir.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Siapkah hatimu mengikuti kisah cinta mereka yang terhalang oleh takdir? <strong><em>(aya/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul: Akreditasi Elit, UKT Melejit, Fasilitas Sulit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/unmul-akreditasi-elit-ukt-melejit-fasilitas-sulit/baca </link>
<guid> unmul-akreditasi-elit-ukt-melejit-fasilitas-sulit </guid>
<pubDate> Thu, 18 Sep 2025 23:09:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul kampus besar Kaltim, tapi fasilitas dasar mahasiswa masih jauh dari kata layak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/unmul-akreditasi-elit-ukt-melejit-fasilitas-sulit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gTNmXDOMBT.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul: Akreditasi Elit, UKT Melejit, Fasilitas Sulit</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unmul, siapa yang tidak kenal dengan perguruan tinggi negeri satu ini. Sebagai salah satu institusi perguruan tinggi tertua yang ada di Kalimantan Timur, dan menjadi satu satunya perguruan tinggi yang banyak menawarkan berbagai pilihan jurusan sebagai &ldquo;penjamin&rdquo; masa depan pemuda Indonesia. Hal itu menjadikannya sebagai salah satu tujuan bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikannya, terkhusus bagi rakyat yang ada di Kalimantan Timur.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan banyaknya jurusan yang telah hadir dan banyaknya peminat yang tiap tahun melambung naik, sudah pasti fasilitas kampus akan memadai, kan</span><span>?</span><span>&nbsp;apalagi dengan bertambah banyaknya mahasiswa, pastinya pendapatan kampus akan lebih banyak dan bisa digunakan sebagaimana mestinya. Tetapi, apakah benar bahwa Unmul benar-benar menawarkan semua itu?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam rangka melaksanakan kegiatan perkuliahan, salah satu unsur utama yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatannya adalah fasilitas. Fasilitas yang memadai melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, begitu juga sebaliknya. Tetapi, pernahkah terbesit oleh kita, apakah fasilitas yang kita dapatkan sesuai dengan yang Unmul tawarkan?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada berbagai macam &ldquo;fasilitas&rdquo; yang ditawarkan Unmul untuk mahasiswa tercintanya, seperti toilet yang<em>&nbsp;</em></span><span><em>out of service</em></span><span>, trotoar pejalan kaki yang hilang jalanannya, gedung yang bocor atapnya hingga saling berebut untuk menggunakannya. Dan masih banyak fasilitas lain yang ditawarkan oleh perguruan tinggi negeri yang ada di kota Samarinda ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perihal fasilitas toilet, salah satu contohnya adalah toilet yang ada di perpustakaan dan FK. Walau memiliki toilet yang luas, bukan berarti bisa digunakan secara bebas dikarenakan berbagai permasalahannya. Dari urinoir yang tidak bisa digunakan dan hanya menjadi hiasan, wastafel yang tidak mengeluarkan air, hingga bidet pada toilet duduk yang digantikan oleh gayung dan ember yang tentu airnya &ldquo;sangat bersih&rdquo;. Hal ini tentu saja menjadi sebuah ironi mengingat toilet-toilet tersebut digunakan khalayak orang banyak (mahasiswa, dosen, dan tamu).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Permasalahan trotoar yang rusak, dengan menganut ideologi &ldquo;Tropical Studies&rdquo; bukankah seharusnya Unmul bisa memanfaatkan alam dengan baik dan bukan dirusak oleh pengusaha tambang secara &ldquo;diam-diam&rdquo; ditutupi dengan fulus. Salah satu pemanfaatan yang bisa dilakukan adalah dengan membuat trotoar bagi pejalan kaki menggunakan sisa pohon yang tidak terpakai dan masih dapat digunakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak semua mahasiswa ingin bermacet-macetan di simpang tiga jalan pramuka, masih banyak mahasiswa yang menggunakan kakinya daripada harus menggunakan kendaraan yang menyumbang emisi. Mungkin sudah ada trotoar pejalan kaki yang disediakan pada beberapa titik, tapi apakah sudah layak disebut sebagai jalur pejalan kaki?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fasilitas gedung masih menjadi perbincangan hangat sampai saat ini, bahkan sampai opini ini dirilis. Salah satunya adalah gedung Diskusi Kelompok Kecil (DKK), laboratorium, dan ruang Tes Berbasis Komputer (CBT) yang ada di FK dan FKG. Bukan rahasia umum bagi mahasiswa FK dan FKG untuk saling &ldquo;memperebutkan&rdquo; gedung yang ada di kedua fakultas tersebut. Hal ini dikarenakan hanya ada satu gedung yang bisa dipakai dan juga harus saling memperebutkan jadwal untuk menggunakan gedung tersebut. Tidak hanya antara FK dan FKG, terkadang sesama fakultas sendiri seperti angkatan 2024 dan angkatan 2025 saling memperebutkan ruangan tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini tentu saja menciptakan kecemburuan sosial (khususnya bagi FKG), mengingat kedua fakultas tersebut bisa disebut sebagai &ldquo;donatur kampus&rdquo; yang cukup besar nilainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beberapa hal diatas merupakan fasilitas umum yang paling krusial, tetapi mengapa hal ini bisa terlewatkan. Apakah karena pihak kampus terlalu sibuk dengan akreditasi hingga lupa untuk memfasilitasi, mengingat pada tahun ajaran baru ini, Unmul banyak menambah fakultas dan prodi baru sebagai penunjang akreditasi, sampai-sampai ada fakultas yang baru berdiri tetapi tidak memiliki gedung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, ada beberapa fakultas yang ada baru-baru ini mendapatkan akreditasi &ldquo;unggul&rdquo; dan juga &ldquo;menuju unggul&rdquo; dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal ini menjadi ironi apakah mungkin pihak BAN-PT lupa untuk memeriksa fasilitas umum yang ada karena dimanjakan oleh ruang dekanat yang mewah dilapisi jurnal penelitian yang berisi penelitian yang sama tanpa ada inovasi di dalamnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ditambah lagi dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tiap tahunnya melambung naik seperti akreditasinya, menjadi sebuah pertanyaan,&nbsp;</span><span><em>ke manakah semua &ldquo;pendanaan&rdquo; itu pergi?</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan demikian, pihak kampus harus lebih mawas diri terutama dalam permasalahan fasilitas yang ada agar bisa menunjang kemajuan kampus yang berarti, daripada memunafikkan diri untuk tujuan yang belum pasti.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Iqbal Alfarezi, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi FKG Unmul 2024</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Prosedur Mengalahkan Substansi, KHDTK Unmul Jadi Korban </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-prosedur-mengalahkan-substansi-khdtk-unmul-jadi-korban/baca </link>
<guid> ketika-prosedur-mengalahkan-substansi-khdtk-unmul-jadi-korban </guid>
<pubDate> Fri, 19 Sep 2025 20:35:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus KHDTK Unmul tunjukkan hukum tumpul pada kejahatan lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-prosedur-mengalahkan-substansi-khdtk-unmul-jadi-korban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8gWcTifVTA.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Prosedur Mengalahkan Substansi, KHDTK Unmul Jadi Korban</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Putusan praperadilan yang membatalkan status tersangka Daria dan Eddy dalam kasus perambahan kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul menimbulkan pertanyaan besar tentang wajah penegakan hukum lingkungan di negeri ini.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertanyaannya sederhana: Mengapa dua orang yang secara jelas diduga berperan dalam kegiatan tambang ilegal bisa lolos dari jerat hukum hanya karena persoalan prosedur?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejak awal, kasus ini bukan sekadar soal pelanggaran administratif. Ini tentang bagaimana sebuah kawasan hutan pendidikan, yang seharusnya steril dari aktivitas industri ekstraktif, justru menjadi sasaran pembongkaran dan perusakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>KHDTK bukan milik individu atau korporasi. Ia adalah milik publik. Lebih dari itu, ia adalah simbol masa depan pendidikan kehutanan Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Publik dikejutkan ketika alat berat ditemukan beroperasi di KHDTK pada awal April 2025. Mahasiswa dan pengelola fakultas menyuarakan penolakan keras, KLHK turun tangan, dan penyidikan dimulai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lalu muncul nama Daria, direktur perusahaan yang diduga menyewa alat berat, dan Eddy, operator lapangan yang mengkoordinasi aktivitas tambang. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, ditahan, dan diperiksa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Semua tampak berjalan sesuai harapan, sampai akhirnya pengadilan membatalkan penetapan tersangka tersebut melalui jalur praperadilan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alasan yang digunakan? Masalah prosedural. Misalnya, ketiadaan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), serta cacat administratif lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hukum acara memang penting. Namun, ketika substansi pelanggaran begitu jelas, alat berat ditemukan, saksi diperiksa, kawasan rusak, maka pembatalan semacam ini lebih mencerminkan kelemahan sistem hukum daripada perlindungan terhadap hak asasi tersangka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam teori hukum, praperadilan adalah mekanisme penting untuk melindungi warga dari kriminalisasi. Namun dalam praktik, ia bisa menjadi &ldquo;senjata hukum&rdquo; untuk menggugurkan perkara atas dasar teknis administratif meskipun substansi pelanggaran begitu terang benderang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika kerusakan hutan telah terverifikasi seluas 3,26 hektare, sangat mengherankan bahwa celah prosedur bisa menjadi tiket kebebasan bagi orang-orang yang diduga bertanggung jawab.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penting untuk dicatat: Hutan yang dirusak tidak bisa mengajukan praperadilan. Satwa yang terusir tak punya kuasa hukum. Mahasiswa dan akademisi yang kehilangan ruang belajar tidak memiliki forum untuk menguji hak mereka. Tapi tersangka bisa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Inilah ketimpangan struktural dalam sistem hukum kita. Hukum yang berpihak pada individu yang punya kuasa legal, bukan pada entitas yang rusak dan tak bisa bersuara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika kita melihat lebih luas, kasus KHDTK Unmul hanyalah satu titik kecil dalam peta nasional penambangan ilegal yang tersebar luas. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, hingga 2021, ada 2.741 titik tambang ilegal (PETI) di seluruh Indonesia, termasuk 96 titik batu bara dan 2.645 titik tambang mineral lainnya. Dan angka ini terus bertambah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Sumatera Barat, hampir 7 ribu hektare hutan rusak akibat tambang emas ilegal hanya dalam satu tahun. Di Aceh Barat, kerusakan mencapai lebih dari enam ratus hektare per tahun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahkan di Nagan Raya, mencapai 972 hektare dalam waktu dua tahun. Tambang ilegal juga ditemukan tak jauh dari Ibu Kota Negara (IKN), dan menyebabkan potensi kerugian negara hingga Rp5,7 triliun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kerusakan ekologis ini bukan hanya merugikan negara secara ekonomi, tapi juga menghancurkan ekosistem, mengancam masyarakat lokal, dan menimbulkan konflik sosial. Sayangnya, banyak dari pelaku tambang ilegal ini juga menggunakan celah hukum untuk bebas dari jeratan pidana.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Putusan praperadilan ini memberi pesan yang salah kepada publik: Bahwa aktor-aktor yang punya modal, jaringan, dan kekuatan bisa lolos. Bukan karena tidak bersalah, tetapi karena penyidik tidak cukup rapi secara administratif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, hutan yang rusak tidak bisa membela dirinya sendiri. Ia bisu. Ia hanya bisa menunggu, siapa yang sudi memperjuangkannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hari ini, KHDTK Unmul jadi korban. Besok mungkin hutan adat, taman nasional, atau kawasan konservasi lainnya. Lama-lama kita bisa kehilangan semua bukan hanya karena tambang, tapi karena hukum yang tumpul terhadap kejahatan lingkungan, namun tajam untuk prosedur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa, akademisi, dan warga negara, kita tidak boleh diam. Kasus ini adalah ujian nyata apakah hukum kita berpihak pada keadilan ekologis atau sekadar tunduk pada administrasi dan celah teknis. KHDTK Unmul adalah milik bersama. Jika kita tak menjaganya, siapa lagi?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Cherin Sahdina Putri, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum FH Unmul 2024</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pelindung Hutan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pelindung-hutan/baca </link>
<guid> pelindung-hutan </guid>
<pubDate> Sat, 20 Sep 2025 19:51:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kau lindungi dengan segenap jiwa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pelindung-hutan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kOHin0pW9G.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pelindung Hutan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Di tengah hutan yang lebat dan sunyi.</span><br><span>Engkau awasi setiap sudut dan celah</span><br><span>Seragam hijau yang melekat padanya,</span><br><span>Melawan kejahatan hutan yang semena-mena.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Namun rintangan selalu menghadang</span><br><span>Ancaman datang berbagai hal</span><br><span>Kau relakan waktu dan tenaga</span><br><span>Selalu tak gentar untuk berjuang</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="text-align: inherit;">Terima kasih polisi hutan</span><br><span style="text-align: inherit;">Kau lindungi dengan segenap jiwa</span><br><span>Agar hutan tetap menawan</span><br><span>Bermanfaat untuk generasi penerus bangsa</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Puisi ini ditulis oleh Azkia Nadira Putri, mahasiswa Program Studi Bahasa Dan sastra Indonesia FKIP Unmul 2024</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Gelombang III 2025 Digelar 2 Hari, Wisudawan Pertanyakan Transparansi Pembagian Kloter </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-iii-2025-digelar-2-hari-wisudawan-pertanyakan-transparansi-pembagian-kloter/baca </link>
<guid> wisuda-gelombang-iii-2025-digelar-2-hari-wisudawan-pertanyakan-transparansi-pembagian-kloter </guid>
<pubDate> Mon, 22 Sep 2025 22:11:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dihadiri 2.518 peserta, sebagian wisudawan kecewa akibat perubahan jadwal mendadak </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-iii-2025-digelar-2-hari-wisudawan-pertanyakan-transparansi-pembagian-kloter/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XkmM7Ij9rj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Gelombang III 2025 Digelar 2 Hari, Wisudawan Pertanyakan Transparansi Pembagian Kloter</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Unmul kembali gelar Wisuda Gelombang III pada Sabtu (20/9) dan Minggu (21/9). Berbeda dengan sebelumnya, pelaksanaan wisuda kali ini dibagi menjadi dua hari yang dilaksanakan di GOR 27 September. Hal ini disebabkan karena jumlah pendaftar wisuda mengalami peningkatan, ditandai permintaan penambahan kuota dari fakultas.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan siaran pers yang dirilis Unmul, total wisudawan menyentuh hingga angka 2.518 orang. Mahasiswa yang mendaftar pada urutan awal dan masuk pada kuota fakultas dijadwalkan hari pertama, sedangkan selebihnya hari kedua.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun mendekati kegiatan wisuda, terdapat perubahan jadwal yang dialami wisudawan yang seharusnya diwisuda di hari pertama menjadi hari kedua, begitu pun sebaliknya. Perubahan ini mengundang kekecewaan. Bahkan, sejumlah wisudawan alami kerugian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Kekecewaan Wisudawan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yuki, wisudawan Fakultas Hukum, mengatakan mengalami kerugian sebesar 5 juta. Yuki mengira ia mendapat jadwal di hari kedua. Setelah dicek kembali, ternyata dilakukan perubahan menjadi hari pertama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yuki mengaku sudah melakukan pemesanan hotel untuk keluarga,&nbsp;</span><em><span>make</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>up</em></span><span>, dan fotografer untuk hari kedua. Namun karena perubahan jadwal, semua rencana tersebut harus berubah. Bahkan, harus melakukan pemesanan ulang tiket hotel.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semuanya diubah sampai akhirnya saya pun&nbsp;</span><span><em>make up</em></span><span>&nbsp;jadi pagi banget. Bukan pagi malah, tapi malam karena nggak dapat&nbsp;</span><span><em>make up</em></span><span>. Fotografer saya juga jadinya saya fotonya malam. Terus untuk hotel, semuanya hangus. Banyak banget&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>, rugi banget,&rdquo; terangnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Minggu (21/9).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini dialami juga oleh Sari Novrinda, wisudawan Fakultas Pertanian. Keluarga Sari sudah mengambil libur kerja untuk hari pertama di tanggal 20. Namun, ternyata digeser ke tanggal 21.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Itu yang bikin ribet lagi. Konfirmasi-konfirmasi ini loh. Sudah mengambil izin jauh-jauh hari, hari libur di tanggal 20, tiba-tiba geser ke tanggal 21. Susah lagi minta izinnya.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, ia menyebut tidak mengalami kerugian material seperti yang dirasakan oleh Yuki. Namun, ia mengungkapkan kekecewaan karena harus&nbsp;</span><em><span>reschedule</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>Make Up Artist</em>&nbsp;</span><span>(MUA) dan fotografer.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&rdquo;Itu yang membuat kecewa. Takutnya MUA sama fotografernya pas di hari tanggal 21-nya sudah ada slot wisuda yang lain.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Hidayah Nurul Asma dari FKIP yang merupakan salah satu wisudawati&nbsp;</span><span><em>cumlaude</em></span><span>&nbsp;menilai bahwa pelaksanaan wisuda selama dua hari memiliki pro dan kontra karena pembagian kloter yang tidak transparan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengatakan seharusnya menurut perhitungan, ia wisuda di hari pertama. Tetapi ada perubahan menjadi hari kedua. Ia mengatakan dari tim fotografer dan MUA aman-aman saja. Bisa di-</span><span><em>cancel</em></span><span>&nbsp;di hari pertama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, tidak semua wisudawan merasa kecewa dan terganggu dengan pembagian jadwal selama dua hari ini. Oscar Kristian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat merasa pembagian wisuda dua hari ini tidak mengganggu momen spesialnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&lsquo;&rsquo;Saya tidak,&nbsp;</span><span><em>sih</em></span><span>. Karena ini momen yang ditunggu-tunggu. Mau hari pertama atau kedua yang penting wisuda.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menilai pelaksanaan wisuda dua hari justru bisa menjadi solusi ke depannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pesan Perwakilan Wisudawan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah kisruh pelaksanaan wisuda dua hari, di sisi lain, perwakilan wisudawan dari Program Profesi Dokter FK, Reza Pahlevi, menyampaikan pesan kepada wisudawan dalam sambutannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hari ini juga bukan semata-mata perayaan atas gelar baru yang kita sandang. Namun juga perayaan kesuksesan orang-orang yang telah mendukung kita, terutama orangtua kita yang berbahagia hadir pada hari ini.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyoroti fenomena wakil rakyat yang tidak menggambarkan diri mereka sebagai wakil rakyat di masa jabatannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga mengajak merenungkan diri terhadap kondisi masa depan negara kita untuk Indonesia Emas 2045 dan mengajak wisudawan untuk selalu mengharumkan almamater Unmul. &nbsp;&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Oleh sebab itu, hendaknya gelar yang kita raih dan kita sandang hari ini, bukan hanya tambahan di nama lengkap kita. Namun, tanggung jawab yang kita bawa seumur hidup dan menjadi motivasi untuk terus memberikan kebermanfaatan,&rdquo; tuturnya. <strong><em>(rla/ali/lla/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Potensi dan Bahaya Editan AI Foto dengan Idola </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/potensi-dan-bahaya-editan-ai-foto-dengan-idola/baca </link>
<guid> potensi-dan-bahaya-editan-ai-foto-dengan-idola </guid>
<pubDate> Tue, 23 Sep 2025 17:51:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> AI mudahkan edit foto idola, namun ancam keaslian, etika, privasi, dan reputasi artis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/potensi-dan-bahaya-editan-ai-foto-dengan-idola/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zUzRJQ89Ic.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Potensi dan Bahaya Editan AI Foto dengan Idola</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau <em>Artificial Intelligence</em> (AI) dalam pengeditan foto telah menjadi fenomena yang tidak dapat dihindari, khususnya dalam konteks gambar bersama selebritas atau idola. Berdasarkan laporan terbaru, lebih dari 70 persen pengguna media sosial mengaku memanfaatkan aplikasi berbasis AI untuk mengedit gambar mereka, termasuk gambar-gambar dengan selebritas &nbsp;yang merupakan idola mereka.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berkat perkembangan media yang begitu pesat dan berlangsung cepat, AI saat ini dapat menghasilkan gambar yang tidak hanya tampak nyata, tetapi juga menarik dan memungkinkan para penggemar berinteraksi dengan idola mereka dengan cara yang di luar dugaan. Meski potensi kreatif dan aksesibilitas yang disediakan oleh teknologi ini sangat mengesankan, terdapat pula kekhawatiran mendalam mengenai dampaknya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gambar-gambar yang diedit dengan AI sering kali menciptakan ilusi yang sangat berbeda dari realitas sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai keaslian serta pengaruhnya terhadap para penggemar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penggunaan AI dalam editan foto menawarkan berbagai potensi yang sangat menarik, bagi penggemar maupun artis. Dengan adanya AI, semua orang dapat menciptakan gambar berkualitas tinggi tanpa perlu keterampilan atau keahlian khusus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui aplikasi berbasis AI yang mudah digunakan, pengguna dapat leluasa mengubah gambar mereka&mdash;mengatur pencahayaan, menghilangkan objek yang tidak diinginkan, atau bahkan menambahkan efek seni hanya dengan beberapa klik. Hal ini membuat pengeditan foto lebih ekonomis dan dapat diakses oleh lebih banyak orang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, AI membuka peluang bagi penggemar untuk mengekspresikan kreativitas mereka dengan cara yang baru. Dengan kemampuan AI, mereka menciptakan gambar yang unik dan inovatif, pengguna dapat mengeksplorasi berbagai gaya dan tema. Misalnya, mereka dapat menggabungkan elemen dari beberapa foto untuk menciptakan komposisi yang menarik, atau menggunakan filter yang disediakan oleh AI untuk menghasilkan efek visual yang terlihat nyata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun penggunaan AI dalam editan foto menawarkan banyak potensi dan kemudahan bagi pengguna, di sisi lain terdapat sejumlah bahaya yang perlu kita perhatikan dan kita ketahui bersama. Salah satu yang paling signifikan adalah hilangnya keaslian gambar yang dihasilkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap yang dihasilkan oleh AI tentunya tidak nyata sesuai dengan keadaan lapangan, melainkan sesuai dengan imajinasi pengguna yang menggunakan AI tersebut. Dapat penulis pastikan bahwa para penggemar yang membuat editan dengan idola nya menggunakan AI, merasa diri mereka memiliki hubungan dekat dengan idola mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu juga, setiap para penggemar yang membuat editan tersebut tentunya memiliki ambisi yang lebih besar dan dapat dikatakan berlebihan. Dikarenakan mereka melakukan hal tersebut, didesak dengan sikap tidak mau kalah dari penggemar lain atau bisa dikategorikan sebagai pribadi yang&nbsp;</span><span><em>fear of missing out</em></span><span>&nbsp;(FOMO).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahaya lain nya yang tidak kalah signifikan adalah terkait etika dan privasi. Salah satunya mengenai hak cipta, hal ini dikarenakan gambar yang diedit digunakan tanpa izin. Dengan begitu, dapat mengeksploitasi karya serta citra para artis/selebritas/idola tanpa kompensasi yang adil.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apabila hal itu semakin berlanjut, maka memungkinkan adanya kerusakan reputasi, akibat penyalahgunaan gambar yang telah diedit AI oleh para penggemar. Hal tersebut juga membuat para artis/selebritas/idola merasa tidak nyaman dan merasa terganggu pada karir mereka. Dengan hasil editan AI tersebut pula, para pihak yang tidak bertanggung jawab dapat melakukan pencurian identitas dan misinformasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mengapa dapat terjadi seperti itu? Tentunya dikarenakan terdapat para oknum yang mengambil kesempatan untuk mendapatkan keuntungan, semisal dengan membuat akun palsu namun menggunakan semua gambar dan data diri terkait para artis/selebritas/idola.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penggunaan AI dalam editan foto bersama idola tentunya sangat menawarkan potensi yang luar biasa, seperti kemudahan, kreativitas, dan peningkatan keterlibatan penggemar. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat sejumlah bahaya yang tidak dapat diabaikan, Sebagai pengguna, penting untuk menyadari bahwa tidak semua foto yang tampak sempurna mencerminkan kenyataan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesadaran akan isu-isu ini dapat membantu kita menggunakan teknologi dengan cara yang lebih bertanggung jawab dan etis. Menurut saya, perlu adanya regulasi dan pedoman yang jelas dalam penggunaan AI guna melindungi hak artis dan menjaga integritas hubungan antara penggemar dan idola. Saya berharap kita semua dapat menjadi pengguna yang bijaksana, sehingga dapat memanfaatkan potensi AI dengan batas yang wajar dan tidak merugikan diri sendiri dan semua pihak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Veneranda Uhing Pauta, mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum FH Unmul 2024</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> BKGN FKG Unmul 2025: Wujud Nyata Pengabdian Fakultas kepada Masyarakat Melalui Perawatan Gigi Gratis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/bkgn-fkg-unmul-2025-wujud-nyata-pengabdian-fakultas-kepada-masyarakat-melalui-perawatan-gigi-gratis/baca </link>
<guid> bkgn-fkg-unmul-2025-wujud-nyata-pengabdian-fakultas-kepada-masyarakat-melalui-perawatan-gigi-gratis </guid>
<pubDate> Wed, 24 Sep 2025 22:23:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FKG sediakan perawatan gigi gratis dalam menyambut Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/bkgn-fkg-unmul-2025-wujud-nyata-pengabdian-fakultas-kepada-masyarakat-melalui-perawatan-gigi-gratis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/eFoHZmzEpM.png" />
					</figure>
			                <h1>BKGN FKG Unmul 2025: Wujud Nyata Pengabdian Fakultas kepada Masyarakat Melalui Perawatan Gigi Gratis</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pergi ke dokter gigi merupakan momok menakutkan bagi sebagian masyarakat. Selain karena harga dalam sekali kunjungan yang cukup fantastis, ditambah tindakan perawatan yang cukup &ldquo;menyakitkan&rdquo; bagi sebagian orang, membuat pengalaman ke dokter gigi jauh berbeda ketika mengunjungi dokter umum. Tetapi bagaimana jika perawatan tersebut gratis? Apakah akan tetap menjadi momok yang menakutkan?&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Pada Selasa (23/9) di suasana pagi yang terik, halaman Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Unmul kembali diselimuti tenda-tenda besar. Hiasan dan dekorasi meramaikan tenda, mahasiswa dan masyarakat umum berbondong-bondong menyerbu meja yang bertuliskan &ldquo;pendaftaran&rdquo; di ujung tenda untuk mendaftar ulang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada yang bersemangat karena mendapat nomor antrian, tetapi ada yang harus pulang karena kehabisan nomor antrian. Dengan wajah dan konsep yang baru setiap tahun, FKG Unmul mengadakan Perawatan gigi gratis dalam rangka menyambut Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN).</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan dimulai pukul 9 pagi. Mahasiswa dan masyarakat melakukan pendaftaran dan dilanjutkan dengan pembukaan yang menampilkan tari jepen sebagai tarian selamat datang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan FKG Unmul, Ika Fikriah.</p><p style="text-align: justify;">Dilanjutkan sambutan Tim Unilever Purwanto Achmad dan sambutan terakhir sekaligus yang membuka kegiatan pagi itu, yaitu Rektor Unmul Abdunnur.</p><p style="text-align: justify;">Selagi menunggu antrian perawatan gigi, para pasien disuguhkan dengan beberapa penampilan-penampilan persembahan mahasiswa FKG dan juga diberikan edukasi melalui sesi <em>talkshow</em> mengenai kesehatan gigi yang dibawakan langsung oleh Surya Hariyadi.</p><p style="text-align: justify;">Mengusung tema &ldquo;Gigi dan Gusi sehat, Senyum Indonesia Hebat&rdquo;, kegiatan ini bertujuan mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan harapan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup, serta pengetahuan dan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Hal ini disampaikan langsung oleh ketua panitia sekaligus selaku perwakilan fakultas, Cristiani Nadya Pramasari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kegiatan ini memang perwujudan dari salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Jadi harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas hidup serta pengetahuan dan kesadaran masyarakat, terutama di Samarinda terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Adapun kegiatan ini di dilangsungkan dari Selasa (23/9) hingga Kamis (25/9) dengan target peserta sebanyak 750 orang yang menawarkan tiga perawatan yang berbeda, yaitu pembersihan karang gigi (<em>scalling</em>), pencabutan gigi (ekstraksi), dan Penambalan gigi (restorasi).</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana tahun lalu terdapat kegiatan <em>teledentistry</em>, kegiatan BKGN tahun ini lebih fokus kepada pemanfaatan media sosial.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau di tahun ini, kita tidak ada <em>teledentistry</em>, tetapi ada amplifikasi kegiatan di media sosial, baik itu di Instagram atau TikTok. Jadi itu pembuatan konten di FKG dan RSGM,&rdquo; tutur Cristiani.</p><p style="text-align: justify;">Selain melakukan perawatan gigi gratis dan pembuatan konten, BKGN tahun ini juga akan melaksanakan edukasi penyuluhan di sekolah-sekolah dengan target 2 ribu siswa, walaupun saat ini masih lebih fokus pada perawatan gigi gratis.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemudian untuk penyuluhan di sekolah, target peserta adalah 2 ribu siswa. Kemungkinan akan dilakukan di bulan Oktober atau November 2025. Tergantung koordinasi dan kesiapan sekolah.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Walau terlihat meriah, tetapi terdapat sebuah &ldquo;keunikan&rdquo; di mana sebagian besar bantuan untuk kegiatan tahun ini didapat dari sponsor. Di sisi lain, pihak fakultas juga memberikan bantuan berupa kata &ldquo;semangat&rdquo; kepada para panitia yang bertugas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kita ada sponsor, pasti semua bantuan dari sponsor. Dari fakultas, bantuan berupa support semangat untuk para panitia,&rdquo; tuturnya dalam wawancara singkat.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini tidak mungkin berjalan apabila hanya mengandalkan SDM dari pegawai RSGM, tetapi memerlukan bantuan khususnya mahasiswa yang terafiliasi dengan BEM FKG untuk menjadi SDM tambahan dalam kegiatan ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peran mahasiswa dalam kegiatan ini bukan menjadi hal baru, melainkan sudah menjadi tradisi turun temurun yang dimulai dari tahun 2020 yang dilakukan secara daring, 2022 yang dilakukan secara luring di RSGM hingga sekarang ketika sudah menjajaki diri sebagai &ldquo;Fakultas&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Adapun peran BEM FKG sendiri dalam kegiatan tahun ini cukup berbeda. Kerjasama atau afiliasi pada tahun ini cukup besar dan cukup beragam, hal ini disampaikan langsung oleh Presiden BEM FKG, Amanda Nur Fadillah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi peran BEM di sini memberikan SDM untuk membantu kegiatan BKGN ini. Ikut serta dalam proses pelayanan masyarakatnya, tapi tidak turun pada tindakan. Fokus pada rangkaian acara lain seperti hiburan,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Amanda melanjutkan, mahasiswa, <em>attendee</em>, staf saling bersinergi. Jika di tahun sebelumnya hanya mahasiswa, kali ini semua ikut terlibat.&nbsp;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untuk mendaftarkan diri pada kegiatan ini, peserta harus sudah mendaftarkan diri secara daring melalui <em>form</em> yang disediakan melalui media sosial RSGM Unmul ataupun BKGN Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apabila peserta tidak sempat mendaftar atau sudah tertutup <em>form</em> pendaftaran, peserta bisa secara langsung mengantri nomor antrian di depan halaman RSGM pada sesi pagi ataupun pada sesi siang. Namun, kuota yang disediakan cukup terbatas dan harus berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan perawatan gigi gratis tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press release ini ditulis oleh Muhammad Iqbal Alfarezi, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi FKG Unmul 2024</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perjuangan Dini </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/perjuangan-dini/baca </link>
<guid> perjuangan-dini </guid>
<pubDate> Sat, 27 Sep 2025 21:11:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sembah sujud kepadaMu, Gusti </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/perjuangan-dini/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mjm8dHNBEA.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perjuangan Dini</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Berjalan kaki di atas aspal</span><br><span>Langkah kaki begitu cepat tertujunya</span><br><span>Tak tahan rasa ingin meraih matahari</span><br><span>Jejak demi jejak tertinggal</span><br><span>Tak kutemukan jua Si Matahari itu</span><br><span>Percuma jejak dan langkah itu</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tapi tak bisa aku sesalkan</span><br><span>Kutemukan satu bintang bersandal jepit celana pendek</span><br><span>Membawa beberapa buah jualan telur puyuh</span><br><span>Tas hitam digantung samping</span><br><span>Keringatnya menetes dari pori-pori kulit</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Memang matahari tak kugapai</span><br><span>Tapi aku bertemu bintang malang</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Langkahku terhenti sejenak</span><br><span>Ingin melangkah bayangku tapi ragu-ragu</span><br><span>Tak bisa tarik udara hidung pesekku</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kuhampiri dengan langkah laju takut tertinggal</span><br><span>Bintang yang berjual telur puyuh</span><br><span>Berbasa-basi mulut ke mulut</span><br><span>Tatapan sendu serta keringat dari dahi</span><br><span>Berpanas-panas di siang hari</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kuketahui ia dipaksa berjual</span><br><span>Oleh seorang perempuan yang melahirkannya</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oh, Gusti</span><br><span>Hatiku berkeping-keping kaca pecah</span><br><span>Masih banyak di dunia ini</span><br><span>Orang tua ke buah kecilnya bertutur kata</span><br><span>Bekerja sedari dini dengan paksaan</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mataku seperti mengupas bawang</span><br><span>Hatiku ditusuk pisau-pisau keji</span><br><span>Kejam dunia untuk anak kecil malang</span><br><span>Masa kecil yang tiada main tiada senang</span><br><span>Berjual dan berjual</span><br><span>Melangkah membuat bekas jejak perjuangan dini</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jalan menuju Masjid mengambil wudhu</span><br><span>Sembah sujud kepadaMu, Gusti</span><br><span>Berdoa seribu kali tiada henti</span><br><span>Mendoakan Bintang kecil malang mendapatkan limpahan hujan uang</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Lola Setia Hidayani, mahasiswi Program Studi Kehutanan FKLT Unmul 2023</em></strong></span><span></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rp200 Triliun Belum Cukup Mengatasi Rapuhnya Ekonomi Indonesia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/rp200-triliun-belum-cukup-mengatasi-rapuhnya-ekonomi-indonesia/baca </link>
<guid> rp200-triliun-belum-cukup-mengatasi-rapuhnya-ekonomi-indonesia </guid>
<pubDate> Wed, 01 Oct 2025 18:13:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ekonomi rapuh Indonesia terancam inflasi, utang, dan jebakan pertumbuhan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/rp200-triliun-belum-cukup-mengatasi-rapuhnya-ekonomi-indonesia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uJ7oxLMFUm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rp200 Triliun Belum Cukup Mengatasi Rapuhnya Ekonomi Indonesia</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Masyarakat kini mulai merasakan denyut ekonomi yang semakin berat. Harga melonjak, daya beli kian tergerus, sementara lapangan pekerjaan terasa semakin sempit.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apa yang dulu dianggap sekadar wacana makroekonomi kini hadir dalam keseharian, bahwa inflasi yang tak terkendali di meja makan, fluktuasi rupiah yang merembes ke harga barang impor, hingga ketidakpastian kerja yang menghantui banyak rumah tangga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam situasi seperti ini, janji pertumbuhan ekonomi yang stabil terdengar bagai gema jauh di ruang rapat pejabat, tetapi tidak terasa nyata di pasar tradisional maupun dompet pekerja harian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ekonomi Indonesia benar-benar berada di persimpangan jalan. Pondasi domestik rapuh, dinamika global tak menentu, dan disrupsi teknologi menghadirkan peluang sekaligus ancaman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah mencoba meredam tekanan dengan mengucurkan Rp200 Triliun. Namun kita perlu bertanya bahwa apakah kebijakan ini cukup ampuh menghadapi badai yang semakin menguat atau justru akan menjerumuskan Indonesia ke dalam&nbsp;</span><span><em>growth trap</em></span><span>? Sebuah jebakan di mana pertumbuhan ada, tetapi rapuh, timpang, dan tidak berkelanjutan?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Defisit Fiskal dan Utang Publik</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebijakan fiskal ekspansif yang diambil pemerintah sebenarnya sejalan dengan teori Keynesian, yang menekankan peran belanja negara sebagai&nbsp;</span><em><span>countercyclical</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>policy</em></span><span>&nbsp;untuk menahan resesi dan menjaga permintaan agregat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kapasitas fiskal suatu negara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indonesia menghadapi dilema karena rasio pajak (</span><span><em>tax ratio</em></span><span>) masih berkutat di bawah 12 persen, jauh di bawah rata-rata negara G20 yang berada di kisaran 20&ndash;30 persen. Menurut Perotti, R. (2007), negara-negara berkembang dengan&nbsp;</span><span><em>tax ratio</em></span><span>&nbsp;rendah cenderung sulit menjaga&nbsp;</span><em><span>fiscal</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>sustainability</em></span><span>, terutama jika ekspansi fiskal tidak dibarengi dengan peningkatan penerimaan negara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketergantungan pada surat utang berdenominasi dolar menambah kerentanan. Sejarah krisis Asia 1997 telah menunjukkan bagaimana depresiasi mata uang bisa melipatgandakan beban utang luar negeri, menghancurkan ruang fiskal, dan memicu spiral krisis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika tren pelemahan rupiah berlanjut sementara bunga global tetap tinggi, Indonesia berisiko masuk ke dalam lingkaran berbahaya yaitu membayar utang dengan utang baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ancaman Stagflasi</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Teori Keynes menekankan konsumsi rumah tangga sebagai motor pertumbuhan. Di Indonesia, kontribusinya mencapai sekitar 55 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, laju inflasi pangan dan energi telah menggerus daya beli.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Ngidi, B. (2015), inflasi pangan memiliki dampak regresif lebih besar dibanding inflasi barang non-pangan karena proporsi belanja rumah tangga miskin didominasi kebutuhan pangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akibatnya, meski belanja negara meningkat, efek penggandanya (</span><em><span>multiplier</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>effect</em></span><span>) bisa melemah karena masyarakat tetap menahan konsumsi. Kondisi ini berpotensi menciptakan stagflasi ringan, yaitu fenomena yang secara historis sangat sulit ditangani, sebagaimana ditunjukkan pengalaman AS pada dekade 1970-an.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Ketergantungan Komoditas</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ekspor Indonesia masih terlalu bergantung pada komoditas primer seperti batu bara,&nbsp;</span><span>Crude Palm Oil</span><span>&nbsp;(CPO), dan nikel. Lonjakan harga global memang membawa berkah sesaat, tetapi struktur ekspor yang rapuh membuat ekonomi rentan terhadap gejolak eksternal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejumlah penelitian, termasuk dari Rehner, J., Baeza, S. A., &amp; Barton, J. R. (2014) tentang&nbsp;</span><em><span>Regional Specialization</span><span>,&nbsp;</span><span>Export Stability</span><span>&nbsp;and&nbsp;</span></em><span><em>Economic Growth</em></span><span>, telah menunjukkan bahwa negara dengan ekspor berbasis komoditas mentah cenderung mengalami<em>&nbsp;</em></span><span><em>low growth trap</em></span><span>&nbsp;karena minim inovasi teknologi dan diversifikasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hilirisasi yang dicanangkan pemerintah merupakan langkah strategis. Namun, ketidakpastian regulasi seperti kasus larangan ekspor nikel yang digugat di World Trade Organization (WTO) telah menimbulkan keraguan investor. Diversifikasi ke sektor manufaktur berteknologi menengah dan jasa digital masih tertinggal jauh, sehingga agenda industrialisasi Indonesia belum benar-benar lepas dari jebakan komoditas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>BRICS dan Diversifikasi Geopolitik</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebijakan luar negeri ekonomi Indonesia mulai beralih dengan menjalin kedekatan pada BRICS sebagai alternatif dominasi Barat. Secara teoritis, hal ini bisa dibaca melalui kacamata<em>&nbsp;</em></span><span><em>dependency theory</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang menyoroti bagaimana negara berkembang sering terjebak dalam ketergantungan asimetris terhadap negara maju. Sehingga masuk ke orbit BRICS, Indonesia berharap mendapatkan ruang manuver geopolitik yang lebih luas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, realitasnya lebih kompleks. Upaya&nbsp;</span><span><em>de-dollarization</em></span><span>&nbsp;yang digagas BRICS memang berpotensi menekan biaya transaksi valas, tetapi tanpa likuiditas dan kepercayaan pada rupiah, risiko volatilitas justru meningkat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Investasi besar dari Tiongkok dan India sering kali membawa &ldquo;</span><span><em>conditionality</em></span><span>&rdquo; tersembunyi berupa akses pasar, dominasi teknologi, dan pengaruh politik. Sejarah utang infrastruktur di Sri Lanka yang berujung pada&nbsp;</span><span><em>debt trap diplomacy&nbsp;</em></span><span><em>Tiongkok</em> menjadi peringatan bagi Indonesia agar tidak tergelincir ke dalam ketergantungan baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>APBN, Stimulus, dan Dilema Rupiah</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rp200 Triliun yang dikucurkan pemerintah adalah<em>&nbsp;</em></span><span><em>shock absorber</em></span><span>&nbsp;untuk menjaga stabilitas sosial-ekonomi. Namun, efektivitas stimulus selalu bergantung pada akurasi distribusi. Jika tepat sasaran, dana ini bisa menjaga konsumsi rumah tangga, mendorong investasi infrastruktur, dan memberi efek pengganda bagi perekonomian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tetapi, literatur yang dilakukan oleh MacIntyre, A. (2000) &nbsp;tentang kebijakan fiskal di negara berkembang menunjukkan bahwa birokrasi lemah sering kali membuat stimulus justru bocor, menciptakan&nbsp;</span><span><em>rent-seeking</em></span><span>, serta&nbsp;</span><em><span>moral</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>hazard</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dilema rupiah makin terasa. Bank Indonesia terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas kurs, tetapi langkah ini menguras cadangan devisa. Jika intervensi dilemahkan, pelemahan rupiah akan meningkatkan inflasi impor, terutama pangan dan energi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Situasi ini dapat mengartikan<em>&nbsp;</em></span><em><span>impossible</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>trinity</em></span><span>&nbsp;dalam ekonomi moneter, yaitu sulit menjaga stabilitas kurs, kebijakan moneter independen, dan arus modal bebas sekaligus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>AI dan Revolusi Industri 4.0</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perubahan struktural juga datang dari sisi teknologi. Kecerdasan buatan (AI) dipandang sebagai&nbsp;</span><em><span>general purpose</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>technology</em></span><span>&nbsp;yang berpotensi mendorong produktivitas lintas sektor.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penelitian Mossavar-Rahmani, F., &amp; Zohuri, B. (2024) menegaskan bahwa AI dapat meningkatkan efisiensi produksi, mempercepat inovasi, dan mengubah lanskap tenaga kerja. Jika diintegrasikan dengan sektor pendidikan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk melompat lebih jauh.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, risiko ketimpangan juga besar. Penelitian yang diterbitkan di MIT telah melakukan penelitian hampir keseluruhan pekerjaan administratif berisiko tergantikan oleh otomasi dalam dua dekade ke depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Indonesia, di mana tenaga kerja berupah rendah masih mendominasi, dampaknya bisa lebih parah.&nbsp;</span><span><em>Reskilling</em>&nbsp;</span><span>menjadi kebutuhan mendesak, tetapi program pemerintah masih terbatas. Jika hanya korporasi besar yang mampu mengadopsi AI, sementara UMKM tertinggal, jurang ketimpangan ekonomi akan semakin melebar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Suku Bunga Tinggi, Konflik, dan Krisis Iklim</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tekanan eksternal tak kalah berat. The Fed dan European Central Bank (ECB) masih mempertahankan suku bunga tinggi, mendorong&nbsp;</span><span><em>capital outflow</em></span><span>&nbsp;dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Akibatnya,&nbsp;</span><span><em>yield</em></span><span>&nbsp;obligasi pemerintah naik dan beban bunga utang meningkat. Di sisi lain, konflik Rusia&ndash;Ukraina serta rivalitas AS&ndash;Tiongkok terus mengguncang rantai pasok energi, pangan, dan elektronik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih berbahaya lagi, perubahan iklim mulai dirasakan langsung. Fenomena El Ni&ntilde;o 2023&ndash;2024 telah menurunkan produksi pangan domestik, mendorong harga beras melonjak. Penelitian IPCC menegaskan bahwa krisis iklim akan semakin memperburuk ketahanan pangan negara-negara tropis, termasuk Indonesia. Ketergantungan pada impor gandum dan kedelai semakin mempersempit ruang gerak ekonomi nasional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Jalan Reformasi atau Jebakan Pertumbuhan?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika ditarik ke dalam kerangka besar, pelemahan ekonomi Indonesia adalah hasil interaksi antara kelemahan struktural domestik, tekanan eksternal global, dan transformasi teknologi yang belum inklusif. Stimulus Rp200 Triliun adalah solusi jangka pendek, tetapi tanpa reformasi struktural, efeknya hanya bersifat kosmetik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indonesia membutuhkan reformasi pajak untuk memperkuat penerimaan, strategi industrialisasi berbasis diversifikasi manufaktur dan jasa, serta investasi besar-besaran pada pendidikan dan&nbsp;</span><span><em>reskilling</em>&nbsp;</span><span>tenaga kerja menghadapi era AI.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keberpihakan ke BRICS harus dijalankan dengan kalkulasi cermat agar tidak jatuh pada ketergantungan geopolitik baru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejarah pembangunan ekonomi dunia mengajarkan bahwa negara-negara yang berani melakukan reformasi struktural, yaitu seperti Korea Selatan pada 1980-an atau Vietnam pada 1990-an berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indonesia pun menghadapi pilihan serupa, apakah berani mengambil jalan reformasi mendalam, atau terus bertahan dengan fondasi rapuh menuju pertumbuhan yang semu, timpang, dan tidak berkelanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Ruben Cornelius Siagian, Pengamat dan Analis Penelitian Independen yang berbasis di Medan, Sumatera Utara</em></strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>PROFIL PENULIS</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ruben Cornelius Siagian adalah pengamat dan analis penelitian independen yang berbasis di Medan, Sumatera Utara dengan peminatan fisika komputasi dan teoritis, Ruben aktif menulis opini dan analisis kritis tentang politik, sosial, dan akademik Indonesia di berbagai media nasional sepanjang 2025. Ia mendirikan Riset Center Cendekiawan dan Peneliti Muda Indonesia, wadah kolaborasi bagi mahasiswa, dosen muda, dan guru.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Dalam ranah penelitian, Ruben memiliki publikasi luas di bidang fisika komputasi, astronomi, nuklir, geologi, matematika, dan analisis sosial serta kebijakan internasional, termasuk kajian radiasi, energi nuklir, dan dinamika politik global. Selain itu, ia aktif dalam organisasi mahasiswa dan advokasi, menjabat berbagai posisi kepemimpinan di GMKI, Senat Mahasiswa FMIPA UNIMED, dan Lembaga Advokasi Pemilu GAMKI Sumatera Utara, menggabungkan kepemimpinan, riset, dan analisis kritis sebagai bagian dari kiprahnya yang multidisiplin.</p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kalau Tuhan Tiada Dilupa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kalau-tuhan-tiada-dilupa/baca </link>
<guid> kalau-tuhan-tiada-dilupa </guid>
<pubDate> Sat, 04 Oct 2025 20:03:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Waktu itu Tuhanku marah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kalau-tuhan-tiada-dilupa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/c1TnmsF3Xr.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kalau Tuhan Tiada Dilupa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Waktu itu Tuhanku marah</span><br><span>Kenapa menjalankan perintahnya setengah-setengah</span><br><span>Menaruh aib di bawah lampu sorot</span><br><span>Atau bahkan menikmati bangkai di siang bolong</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Waktu itu Tuhanku marah</span><br><span>Katanya mengapa makan tak berdoa</span><br><span>Padahal aku selalu berdoa di dalam statusku</span><br><span>Dosa orang lain pun aku hitung di sana</span><span>&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Waktu itu lagi katanya Tuhanku marah</span><br><span>Melihat yang kaya berfoya</span><br><span>Melihat yang miskin tak berdaya</span><br><span>Menengok ke samping, eh pejabat lagi maling</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Ai Nasyrah Nurdea, mahasiswi Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Alami Kegagalan hingga Torehkan Prestasi: Kisah Mahasiswa Kedokteran Raih Nilai Tertinggi UKMPPD Nasional </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/sempat-alami-kegagalan-hingga-torehkan-prestasi-kisah-mahasiswa-kedokteran-raih-nilai-tertinggi-ukmppd-nasional/baca </link>
<guid> sempat-alami-kegagalan-hingga-torehkan-prestasi-kisah-mahasiswa-kedokteran-raih-nilai-tertinggi-ukmppd-nasional </guid>
<pubDate> Tue, 07 Oct 2025 19:33:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gagal bukan akhir, Wahyu buktikan mimpi bisa jadi nyata dengan tekad dan kerja keras </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/sempat-alami-kegagalan-hingga-torehkan-prestasi-kisah-mahasiswa-kedokteran-raih-nilai-tertinggi-ukmppd-nasional/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VB9eyYlRqS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Alami Kegagalan hingga Torehkan Prestasi: Kisah Mahasiswa Kedokteran Raih Nilai Tertinggi UKMPPD Nasional</h1>
			              </header>
			              <hr><p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Dalam dunia kedokteran, perjuangan sering kali dimulai jauh sebelum menyandang gelar &ldquo;dokter&rdquo;. Begitu pula dengan kisah Muhammad Wahyu Al-Fajri, seorang mahasiswa FK Unmul yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mahasiswa angkatan 2018 yang akrab disapa Wahyu ini meraih nilai tertinggi nasional pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD), khususnya pada tes&nbsp;</span><span><em>Computer Based Test</em>&nbsp;</span><span>(CBT).&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Capaian tersebut bukanlah hasil yang datang tiba-tiba, melainkan buah dari perjalanan panjang, jatuh bangun, serta tekad yang tak pernah padam.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebelum mengenakan jas putih kebanggaan, perjalanan Wahyu sempat dihadang oleh kegagalan. Ia mengaku sempat gagal dalam seleksi masuk program studi (Prodi) kedokteran dan akhirnya diterima di prodi Teknik Kimia. Selama setahun, ia menempuh studi di prodi itu. Namun, hati kecilnya tetap terpaut pada dunia medis. Berbekal tekad yang kuat itu, ia kembali mencoba, hingga pada akhirnya ia diterima menjadi mahasiswa FK Unmul.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perjuangan panjang yang tidak mudah itu melahirkan motivasi dalam dirinya untuk terus berprestasi. Ia menilai, biaya pendidikan kedokteran yang tidak murah harus sepadan dengan pencapaian yang gemilang.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Tidak heran, sejak masa <em>pre-klinik</em>, ia sudah menunjukkan keseriusan belajar hingga dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik satu angkatan. Namun, masa <em>co-assistant&nbsp;</em>(Koas) membawa tantangan baru baginya. Persaingan nilai yang ketat membuatnya gagal mempertahankan predikat terbaik. Sejak saat itu, ia menargetkan satu hal, yaitu membuktikan diri melalui UKMPPD.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perjuangan yang harus dilewati saat menuju ujian kompetensi bukanlah perkara mudah. Seusai menyelesaikan masa Koas, ia mulai fokus menyiapkan diri menghadapi CBT dan <em>Objective Structured Clinical Examination</em>&nbsp;(OSCE). Keduanya merupakan tahapan penting yang menentukan apakah seseorang layak menyandang gelar dokter. Beruntung, para dosen dan dokter spesialis di fakultasnya memberikan bimbingan intensif sebagai bentuk dukungan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pokoknya mulai belajar aja, konsisten dan disiplin,&rdquo; ujar Wahyu saat ditanyai <em>Sketsa</em>&nbsp;melalui Zoom&nbsp;<em>meeting</em>, Rabu (17/9) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dari waktu&nbsp;</span><span><em>pre-klinik</em></span><span>&nbsp;sebenarnya aku udah sering baca-baca soal dari UKMPPD, jadi akhirnya terbiasa waktu sudah mempersiapkan ujian tersebut. Kalau udah koas, bisa nyoba latihan soal setiap akhir stase. Misal udah selesai stase jiwa, coba aja soal-soal jiwa,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Wahyu menuturkan, tes CBT berisi 150 soal dari berbagai bidang kedokteran yang dikerjakan serentak oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Sementara itu, OSCE menghadirkan simulasi langsung di hadapan pasien dan penguji.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kemarin kalau nggak salah ada dua belas kasus, jadi sekitar tiga jam ujiannya waktu OSCE.&rdquo;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, di balik keberhasilan yang diraih, tersimpan perjuangan yang tidak ringan. Dua hari pelaksanaan ujian pada saat itu menjadi penentu masa depan setelah enam tahun lamanya menempuh pendidikan yang penuh pengorbanan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kita enggak tau apa (tes) yang bakal keluar, enggak bisa ditebak,&rdquo; ungkap Wahyu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di luar akademik, ia juga aktif di organisasi Tim Bantuan Medis (TBM) Azygos FK Unmul. Keterlibatannya di sana memperkaya pengalaman lapangan di bidang yang ia tekuni.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup kisahnya, Wahyu berpesan kepada mahasiswa lain agar memprioritaskan urusan akademik sejak awal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pokoknya, intinya selesaikan dulu akademiknya. Kalau sudah selesai, baru pergi jalan-jalan. Prioritasin dulu pendidikan,&rdquo; tuturnya dengan mantap. &nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Dari perjuangan Wahyu yang dimulai dengan penolakan hingga menjadi yang terbaik di tingkat nasional, membuktikan bahwa kegigihan selalu menemukan jalannya.<em><b>&nbsp;</b><b>(mlt/ali)</b></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Journalistic Camp 2025: Membentuk Jurnalis Muda Beretika, Peka akan Fakta </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/journalistic-camp-2025-membentuk-jurnalis-muda-beretika-peka-akan-fakta/baca </link>
<guid> journalistic-camp-2025-membentuk-jurnalis-muda-beretika-peka-akan-fakta </guid>
<pubDate> Tue, 07 Oct 2025 20:47:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> LPM Sketsa Unmul kukuhkan awak baru lewat Journalistic Camp 2025 yang penuh makna dan etika </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/journalistic-camp-2025-membentuk-jurnalis-muda-beretika-peka-akan-fakta/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3SAZSTTRU4.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Journalistic Camp 2025: Membentuk Jurnalis Muda Beretika, Peka akan Fakta</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> LPM Sketsa Unmul kembali mengukuhkan anggotanya lewat kegiatan Journalistic Camp 2025. Bertempat di UPTD Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Provinsi Kalimantan Timur, kegiatan ini berjalan dari Sabtu (4/10) hingga Minggu (5/10) lalu.</p><p style="text-align: justify;"><span>Journalistic Camp (JC) merupakan agenda tahunan LPM Sketsa Unmul. Anggota yang sudah melewati masa magang, secara resmi akan dikukuhkan sebagai anggota tetap melalui kegiatan ini. Tahun ini, sebanyak 12 peserta resmi menerima statusnya sebagai anggota tetap.</span></p><p style="text-align: justify;">JC LPM Sketsa Unmul kali ini mengambil tajuk &ldquo;Membentuk Jurnalis Muda Beretika, Peka akan Fakta&rdquo;. Dengan mengusung tema tersebut, agenda ini diharapkan bisa memberi bekal untuk anggota tetap <em>Sketsa</em> dalam menjalankan kerja-kerja pers mahasiswa kelak.</p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga teman-teman yang sudah dapat kartu pers nanti bisa melakukan tugasnya sebagai persma sesuai dengan kaidah jurnalistik yang berlaku,&rdquo; ujar Ketua Umum LPM Sketsa Unmul, Luthfi Ahmadani Rahman saat membuka acara secara resmi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sejalan dengan tajuk acara, dua narasumber turut dihadirkan untuk memperkaya wawasan peserta JC 2025. Ketua Divisi Pendidikan AJI Kota Samarinda, Muhibar Sobary Ardan membawakan materi pertama tentang etika dalam melakukan kerja jurnalistik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui kesempatan itu, ia menyampaikan beberapa etika yang perlu diperhatikan dalam melakukan liputan, baik itu menulis maupun wawancara. Ia menekankan pentingnya persetujuan narasumber sebelum diberitakan di media massa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Muhibar juga menyampaikan soal kepekaan membaca kondisi narasumber ketika melakukan liputan, khususnya berita-berita sensitif. Hal ini menjadi catatan agar saat melakukan wawancara tidak luput dari etika-etika jurnalistik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain Muhibar, materi kedua juga menghadirkan Ketua Umum LPM Sketsa Unmul yang menjabat pada 2014 hingga 2016, Raden Roro Mira Budiasih. Ia membagikan materi soal pengaruh sebuah judul berita&nbsp;</span><span><em>clickbait</em>&nbsp;</span><span>dalam mengundang para pembaca.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menuturkan bahwa membuat judul yang menarik diperbolehkan, selama judul berita tersebut tidak melenceng dari fakta dan sesuai dengan data yang sebenarnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Roro juga menekankan untuk tidak hanya mengutamakan kreativitas dalam menulis sebuah berita. Namun, keberimbangan berita yang mencakup berbagai pihak juga mesti jadi langkah penting dalam melakukan liputan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sesi materi berlangsung interaktif. Baik Muhibar maupun Roro tidak hanya membagikan paparan secara satu arah, tetapi peserta juga diajak mengkaji kasus-kasus serta menganalisis penulisan berita sebagai bahan diskusi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kegiatan JC ini kemudian berlanjut pada Minggu (5/10) lalu. Pada hari terakhir tersebut para peserta mengikuti kegiatan yang tak pernah luput tiap tahunnya, yaitu jelajah posko.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mereka diminta menyelesaikan rute yang sudah ditentukan panitia. Peserta menempuh lima pos dalam rute tersebut, dan menyelesaikan berbagai tugas di tiap posnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah serangkaian jelajah pos tamat dilaksanakan, maka tibalah pada puncak pelaksanaan JC 2025, yaitu pengambilan sumpah pers mahasiswa sekaligus penyematan kartu pers kepada setiap peserta. Penyematan ini dilakukan langsung oleh Ketua Redaksi LPM Sketsa Unmul periode 2024/2025, Risna.</span></p><p style="text-align: justify;">Berjalan hingga tuntas, Journalistic Camp 2025 resmi menyematkan 12 kartu pers kepada awak baru <em>Sketsa</em>. Prosesi ini menjadi harapan baru bagi LPM Sketsa Unmul dalam melahirkan awak pers yang tidak hanya menciptakan karya yang kreatif, namun juga peka akan fakta serta beretika. <em><strong>(tha/ner)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suksesnya Kegiatan PA Padang GMKI Komisariat FMIPA UNIMED Tahun 2025 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/suksesnya-kegiatan-pa-padang-gmki-komisariat-fmipa-unimed-tahun-2025/baca </link>
<guid> suksesnya-kegiatan-pa-padang-gmki-komisariat-fmipa-unimed-tahun-2025 </guid>
<pubDate> Sat, 11 Oct 2025 20:34:50 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> GMKI FMIPA UNIMED Kembali lakukan pembinaan iman dan penguatan solidaritas melalui PA Padang 2025 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/suksesnya-kegiatan-pa-padang-gmki-komisariat-fmipa-unimed-tahun-2025/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kwRABztzNh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suksesnya Kegiatan PA Padang GMKI Komisariat FMIPA UNIMED Tahun 2025</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat FMIPA Universitas Negeri Medan sukses menyelenggarakan kegiatan PA Padang 2025 dengan penuh semangat dan sukacita. Mengusung tema &ldquo;Bangkitlah di saat jatuhmu karena Kasih Karunia Allah&rdquo;</span><span>&nbsp;</span><span>(Amsal 24:16), kegiatan ini mengingatkan seluruh peserta bahwa kegagalan dalam akademik maupun pelayanan bukanlah akhir dari segalanya, sebab kasih karunia Tuhan senantiasa hadir untuk memulihkan dan menguatkan setiap langkah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan rohani tahunan ini menjadi momentum pembinaan iman sekaligus penguatan solidaritas antar anggota GMKI FMIPA UNIMED. Melalui perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik, tim berhasil menghadirkan suasana kegiatan yang penuh makna, kekompakan, dan nilai spiritual yang mendalam.</span></p><p style="text-align: center;"><strong><span><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6c6026e3dcfd05ce88b8e4b23cc41d14739e6ee7.blob" class="fr-dib" style="width: 727px;"></span></span></strong><em>Ketua Komisariat GMKI FMIPA Unimed MB 24/25 Memberikan kata&nbsp;</em><em>Sambutan</em></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rangkaian acara berlangsung pada 03&mdash;05 Oktober 2025 di Glenorchy Farm, Sibolangit, dimulai dengan ibadah pembukaan yang dipimpin secara khidmat dan dihadiri oleh Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI cabang Medan. Dalam sambutannya, perwakilan BPC menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi aktif anggota Komisariat FMIPA UNIMED dalam melaksanakan kegiatan yang bukan hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga memperdalam nilai-nilai iman Kristiani di tengah kehidupan kampus.</span></p><p style="text-align: center;"><strong><span><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e60dc9a474cc4a3ed6644772c3f76f14e1047cdd.blob" class="fr-dib" style="width: 744px;"></span></span></strong><span><em>Badan Pengurus Cabang Membuka Rangkaian Acara secara Resmi</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai sesi inspiratif seperti Pendalaman Alkitab,&nbsp;</span><span><em>Team Building/Outbound</em></span><span>, serta malam keakraban (Makrab) yang dipenuhi sukacita dan kebersamaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><strong><span><span><img alt="A person holding a microphoneAI-generated content may be incorrect." src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2a8df1a9e14fb383d9aa9b320570eced544d1a1f.blob" class="fr-dib" style="width: 478px;"></span></span></strong></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><em>Pendeta Beltazar Nainggolan Menyampaikan Firman Tuhan bagi Kader GMKI FMIPA Unimed</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam kegiatan&nbsp;</span><span><em>Outbound</em></span><span>, peserta juga diajak bermain dalam berbagai games edukatif seperti Susun Ayat Alkitab, Tebak Tokoh Alkitab,&nbsp;</span><span><em>Snow Race</em></span><span>, dan&nbsp;</span><span><em>Find Your Soulmate</em></span><span>, yang dikemas dengan nilai-nilai Kristiani dan pesan kebersamaan. Setiap aktivitas mengajarkan arti kerja sama, empati, serta semangat melayani satu sama lain dalam kasih Tuhan.</span></p><p style="text-align: center;"><strong><span><span><img alt="A group of people standing in the rainAI-generated content may be incorrect." src="https://sketsaunmul.co/upload/post/4274b81b42f33e150b88f6a9c12a09b49e0abb63.blob" class="fr-dib" style="width: 340px;"><strong><span><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/e7c3deb79db491de3fb240f6e2675ec604c6ad0a.blob" class="fr-dib" style="width: 342px;"></span></span></strong></span></span></strong><br></p><p style="text-align: center;"><span><em>Kegiatan Outbound Bersama Anggota GMKI FMIPA UNIMED</em></span></p><p style="text-align: center;"><strong><span><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/046045eff587e51d17e6ed1e71d11dcb61351c7e.blob" class="fr-dib" style="width: 628px;"></span></span></strong><span><em>Pemenang Kegiatan outbound yang penuh keseruan</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><strong><span><span><img alt="A group of people standing around a fireAI-generated content may be incorrect." src="https://sketsaunmul.co/upload/post/26ee9afa5188898f1116eae848cc8eab115b2840.blob" class="fr-dib" style="width: 331px;"><strong><span><span><img alt="A group of men standing togetherAI-generated content may be incorrect." src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d19e611578885df6b14c792e540e454ff53d5470.blob" class="fr-dib" style="width: 331px;"></span></span></strong></span></span></strong></span><span><em>Malam Keakraban dan Api Unggun</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><strong><span><span><strong><span><span><img alt="A person speaking into a microphoneAI-generated content may be incorrect." src="https://sketsaunmul.co/upload/post/a26b8cebc6db503539736184242430ea518cad3d.blob" class="fr-dib" style="width: 398px;"></span></span></strong></span></span></strong></span><br></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><em>Ketua Purna Bakti GMKI FMIPA Unimed Bagikan Wawasan Soliditas dan Semangat Pelayanan dalam Sharing Session</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan PA Padang kemudian ditutup dengan ibadah penutupan yang kembali didampingi oleh Badan Pengurus Cabang GMKI Cabang Medan, menandai berakhirnya seluruh rangkaian acara dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan. Dalam refleksi penutup, peserta diajak untuk terus menghidupi semangat tema kegiatan, bangkit dari kegagalan dan tetap berpegang pada kasih karunia Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.</span></p><p style="text-align: center;"><strong><span><span><img alt="A group of people holding a bannerAI-generated content may be incorrect." src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7a31d10bae62184dcbef21957c36b8b468575e62.blob" class="fr-dib" style="width: 640px;"></span></span></strong><span><em>Foto dalam Penutupan kegiatan Program PA Padang GMKI Komisariat FMIPA Unimed 2024/2025</em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua Komisariat Iasro Mardongan Silaban, bersama Sekretaris Reza Artha Mevia dan jajaran pengurus masa bakti 2024/2025, turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurut Iasro, PA Padang menjadi bukti nyata semangat pelayanan mahasiswa Kristen yang tidak hanya berpusat pada kegiatan akademik, tetapi juga pembinaan spiritual yang meneguhkan panggilan iman.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami bersyukur kegiatan PA Padang ini berjalan dengan lancar dan penuh berkat. Kami percaya bahwa setiap anggota GMKI FMIPA UNIMED akan terus dikuatkan untuk bangkit dan bertumbuh dalam kasih karunia Tuhan,&rdquo; ujar Erince Yonanda Siahaan, Koordinator Bidang Acara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui kegiatan ini, GMKI FMIPA UNIMED menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang pertumbuhan iman, solidaritas, dan kebersamaan bagi seluruh anggotanya. Semangat &ldquo;Bangkitlah di saat jatuhmu&rdquo; menjadi pengingat bahwa kasih karunia Allah selalu memampukan setiap pribadi untuk melangkah kembali, lebih kuat, lebih berani, dan lebih teguh dalam pelayanan. Bangkitlah di saat jatuhmu, karena kasih karunia Allah senantiasa memampukan kita untuk melangkah kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Ruben Cornelius Siagian, perwakilan GMKI Komisariat FMIPA UNIMED&nbsp;</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Semua Bisa Menambang, Hutan Mana Lagi yang Bisa Kita Wariskan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-semua-bisa-menambang-hutan-mana-lagi-yang-bisa-kita-wariskan/baca </link>
<guid> ketika-semua-bisa-menambang-hutan-mana-lagi-yang-bisa-kita-wariskan </guid>
<pubDate> Tue, 14 Oct 2025 20:34:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Izin tambang baru menambah ancaman bagi hutan dan mempercepat kerusakan lingkungan Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-semua-bisa-menambang-hutan-mana-lagi-yang-bisa-kita-wariskan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fkREZuzrEq.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Semua Bisa Menambang, Hutan Mana Lagi yang Bisa Kita Wariskan?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pemerintah kembali mengesahkan regulasi yang menuai kritik di masyarakat, lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2025 Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara (Minerba). Secara normatif, regulasi ini membuka akses izin tambang tidak hanya bagi korporasi besar saja, tetapi juga koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diberikan prioritas untuk memperoleh wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) dengan luasan tertentu hingga 2.500 hektare. Hal ini diperkuat lewat Pasal 26 C&ndash;26 F yang mengatur lebih jauh mengenai mekanisme verifikasi kriteria administratif oleh Menteri sebelum izin diterbitkan melalui sistem <em>Online Single Submission</em> (OSS).&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelum koperasi dan UMKM, pemerintah telah lebih dulu membuka peluang bagi organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan melalui PP 25/2024 tentang Perubahan atas PP 96/2021. Bahkan, perguruan tinggi juga sempat digadang-gadang untuk mengelola tambang melalui revisi kebijakan Minerba namun batal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kata lain, regulasi ini secara formal membuka pintu lebar bagi badan usaha selain korporasi untuk masuk ke sektor tambang, sesuatu yang sebelumnya lebih didominasi korporasi besar. Dalihnya sederhana, demi pemerataan ekonomi rakyat dan memperluas pemanfaatan sumber daya alam. Namun, timbul pertanyaan mendasar, rakyat mana yang sebenarnya diuntungkan?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di atas kertas, kebijakan ini tampak mulia. Koperasi diberi ruang untuk mengelola sumber daya alam (SDA), seolah tambang kini bisa menjadi milik bersama. Tetapi realitas di lapangan jauh lebih krusial. Koperasi yang seharusnya jadi alat kesejahteraan rakyat, justru bisa jadi tameng baru bagi oligarki tambang. Alih-alih menyejahterakan rakyat, kebijakan ini berpotensi memperluas kerusakan lingkungan dengan legitimasi baru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Koperasi memang diakui sebagai badan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, sehingga secara formal dapat menjadi pemegang izin tambang. Namun, tujuan koperasi sejatinya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan mengelola tambang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, UMKM hanyalah kategori usaha yang baru bisa memegang izin jika berbadan hukum yang pada dasarnya tidak dirancang untuk mengelola sektor ekstraktif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dikutip dari data buku Road Map Pengembangan dan Pemanfaatan Batu bara 2021&ndash;2025 yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi provinsi penghasil batu bara terbesar di Indonesia dengan sumber daya permukaannya mencapai 36,9 miliar ton. Lokasi tambangnya tersebar di Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), dan Berau.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, Kaltim telah menjadi saksi nyata bagaimana tambang meninggalkan jejak luka ekologis. Dikutip dari&nbsp;</span><span><em>Editorial Kaltim</em></span><span>, Komisi XII DPR RI menyoroti fakta bahwa lubang-lubang tambang itu tersebar di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berpotensi menimbulkan bencana ekologis. Hingga 2024, tercatat masih ada lebih dari 2.700 lubang bekas tambang yang belum direklamasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Media Kaltim</em></span><span>&nbsp;juga menyebutkan bahwa seluas 37.234 hektare lahan tambang di Kutim belum dijamin reklamasi (Jamrek) oleh perusahaan pemegang izin. Angka ini menjadikan Kutim sebagai penyumbang terbesar tunggakan Jamrek di Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lubang-lubang tambang yang menganga itu bukan hanya merusak lanskap, tetapi juga telah menelan korban jiwa anak-anak yang tenggelam, mencemari air tanah, dan mengancam kawasan sekitar IKN.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Argumen pemerintah selalu kembali pada pertumbuhan ekonomi. Namun, ironisnya, sektor yang dikejar ini justru sedang goyah. Dilansir dari&nbsp;</span><span><em>Katadata</em></span><span>, Harga Batu bara Acuan (HBA) periode II September 2025 turun 1,75 persen menjadi US$ 103,49 per ton. Tak hanya itu, Investor Daily bahkan mencatat harga batu bara Newcastle per 8 Oktober 2025 turun US$ 0,65 menjadi US$ 90,35 per ton akibat kelebihan pasokan global dan terancam akan terus merosot.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Artinya, pemerintah mendorong ekspansi tambang di saat harga komoditas utama justru melemah. Keuntungan jangka pendek yang dikejar bisa jadi tidak sebanding dengan kerugian ekologis dan sosial yang ditanggung oleh masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tambang selalu identik dengan deforestasi. Setiap izin baru berarti pembukaan hutan, hilangnya habitat satwa, meningkatnya risiko banjir dan longsor serta masyarakat adat yang kehilangan hak ulayatnya. Jika kita menengok dokumen resmi negara, seperti&nbsp;</span><span><em>Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan</em></span><span>&nbsp;(IBSAP) 2025&ndash;2045 yang diterbitkan oleh Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemerintah sendiri mengakui bahwa Indonesia menghadapi ancaman serius berupa kehilangan keanekaragaman hayati akibat perubahan tata guna lahan, eksploitasi berlebihan, pencemaran, dan deforestasi. IBSAP menegaskan bahwa keanekaragaman hayati adalah modal dasar pembangunan berkelanjutan dan menjadi penopang sistem kehidupan masyarakat, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, hingga mitigasi perubahan iklim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nahasnya, di saat negara menegaskan komitmen global untuk menjaga ekosistem melalui IBSAP, di saat itu pula hadir PP 39/2025 yang justru membuka ruang lebih luas bagi badan usaha selain korporasi untuk masuk ke sektor tambang. Padahal, IBSAP secara eksplisit menekankan pentingnya perlindungan ekosistem, restorasi, rehabilitasi, dan reklamasi sebagai strategi utama untuk mencegah hilangnya spesies dan menjaga keseimbangan ekologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan status ribuan lubang tambang di Kaltim yang belum direklamasi, puluhan ribu hektare lahan tambang tanpa Jamrek, serta harga batu bara yang terus merosot maka kebijakan memperluas izin tambang ke koperasi dan UMKM justru bertolak belakang dengan arah kebijakan ekologis nasional. Alih-alih memperkuat integritas ekosistem sebagaimana diamanatkan IBSAP, kebijakan ini berpotensi mempercepat deforestasi, degradasi lahan, dan hilangnya keanekaragaman hayati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika koperasi dan UMKM yang minim pengalaman teknis diberi izin, potensi kerusakan akan semakin besar. Hutan yang tersisa bisa habis bukan karena korporasi besar saja, tetapi juga oleh ekonomi kerakyatan yang salah arah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhirnya, kebijakan ini akan terus menimbulkan pertanyaan yang sama seperti di awal, jika regulasi ini benar-benar dihadirkan atas nama rakyat, rakyat yang mana yang dimaksud? Apakah rakyat yang menikmati dividen koperasi dan UMKM, atau rakyat yang harus menanggung banjir, longsor, dan udara kotor akibat tambang?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebab jika semua badan usaha bisa menambang, maka yang tersisa untuk generasi mendatang hanyalah lubang-lubang menganga, hutan yang hilang, dan bencana yang terus berulang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Nabilah Nur Nujud, mahasiswa FH Unmul 2024</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ekspektasi Suporter Tinggi, Jawaban Timnas Menanti </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ekspektasi-suporter-tinggi-jawaban-timnas-menanti/baca </link>
<guid> ekspektasi-suporter-tinggi-jawaban-timnas-menanti </guid>
<pubDate> Wed, 15 Oct 2025 21:25:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Transformasi Timnas Indonesia dari masa kelam menuju panggung dunia penuh asa dan perjuangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ekspektasi-suporter-tinggi-jawaban-timnas-menanti/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZW9LhHcR6V.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ekspektasi Suporter Tinggi, Jawaban Timnas Menanti</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Memacu asa menuju World Cup 2026, Indonesia untuk masa ini bisa dikatakan paling dekat untuk menuju panggung dunia. Dari era kegelapan hingga kepemimpinan Erick Thohir, Tim Nasional (Timnas) bertransformasi menjadi negara yang diperhitungkan di kancah Asia.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kisah heroik Indonesia bermula di ronde satu kualifikasi piala dunia 2026 kala bersua dengan Brunei Darussalam dengan 2 leg. Dalam pertandingan tersebut, Timnas menang dengan agregat 12-0. Hal ini menjadi langkah progresif Indonesia dalam kelolosan ke ronde 2 World Cup 2026.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari ronde satu hingga empat, Indonesia dapat melewatinya meskipun tidak mudah dan banyak lika-liku kemenangan, seri, hingga kekalahan sebelum akhirnya Indonesia mampu mencapai sejauh ini. Dengan jauhnya Indonesia melangkah, membuat ekspektasi suporter Timnas lebih bergairah dan angan impian mencapai turnamen tertinggi dalam sepak bola bukan lagi sebuah mimpi di siang bolong.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banyak meme bertebaran yang membuat perayaan suasana Timnas ke piala dunia semakin terasa. Memang pildun menjadi ajang bergengsi yang paling dinanti-nanti, hampir semua negara di setiap belahan dunia berlomba-lomba untuk dapat berpartisipasi dalam pildun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Masa Kepelatihan Shin Tae Yong</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melatih selama 1.836 hari sejak 28 Desember 2019 hingga 6 Januari 2025, mulai dari era kegelapan Timnas hingga membawa kejayaan Timnas, Shin Tae Yong (STY) menjadi nahkoda dalam mengarungi dan meracik komponen pemain-pemain Timnas guna meningkatkan kualitas permainan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Awal kancah STY dalam pertandingan bersua dengan Thailand dalam ajang kualifikasi piala dunia 2022, saat itu Timnas besutan STY menorehkan hasil imbang satu sama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjalanan imbang tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang STY dalam meramu kesebelasan pemain. Banyak dukungan dan penolakan pada saat itu, namun STY dapat membuktikannya dengan hasil yang diraihnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Puncaknya kala Timnas Indonesia berhasil lolos piala asia dan mencapai ronde 3 kualifikasi piala dunia serta semifinalis piala asia U-23. Lewat hasil ini terbukti bahwa dedikasi STY dalam menerapkan skema permainan merupakan tanggung jawab yang tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun sayang pada 6 Januari 2025, secara tiba-tiba kita mendengar kabar yang membuat penggemar Timnas pada saat itu bertanya-tanya tentang pemutusan kontrak pelatih STY bersama Timnas. Banyak desas-desus dan spekulasi yang bermunculan pada saat itu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banyak yang mengatakan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Eksekutif (Exco) mempunyai andil dalam pemecatan STY ini. Padahal menurut saya sendiri, pemecatan STY saat kondisi ronde 3 masih berjalan dirasa kurang tepat, tindakan gegabah yang dilakukan PSSI membuat keyakinan saya dalam menembus piala dunia 2026 menjadi menurun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Masa Kepelatihan Patrick Kluivert</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selang pemecatan STY oleh PSSI, Patrick Kluivert (PK) didapuk menjadi pelatih Timnas Indonesia. Pertandingan debut resmi PK diuji kala bersua Australia di lanjutan kualifikasi piala dunia 2026 ronde 3. Kala itu Timnas asuhan PK mendapatkan kekalahan telak 5-1. Hal ini membuat keputusan PSSI soal pemecatan STY sangat dipertanyakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hasil buruk ini membuat suporter Timnas mulai meragukan taktik juru latih berkebangsaan Belanda tersebut. Namun, hasil tersebut segera ditangkis oleh PK kala melawan China, PK berhasil membuktikan kualitasnya sebagai juru taktik yang memenangi Liga Champions Eropa. Walaupun, hanya menang tipis 1-0. Hasil ini sudah dapat membuat Indonesia lolos di ronde 4 kualifikasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Euforia kelolosan kualifikasi tidak berselang lama, Indonesia menjadi juru kunci saat ronde 4. Tren negatif tersebut didasarkan kekalahan Timnas kontra Arab Saudi dan Irak. Hasil ini membuat mimpi Timnas ke Piala Dunia pupus dan harus menunggu di 5 Tahun ke depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Naufal Helmy Aurel Putrayadi, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2023</em></strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sumber:</span><br>Ibrahim, N. F. (2024). FOTO: Kumpulan Meme Kemenangan Timnas Indonesia Atas Arab Saudi yang Bikin Ngakak, King Indo OTW Piala Dunia. <em>merdeka.com</em>. <span><a href="https://www.merdeka.com/bola/foto-kumpulan-meme-kemenangan-timnas-indonesia-atas-arab-saudi-yang-bikin-ngakak-king-indo-otw-piala-dunia-239751-mvk.html">https://www.merdeka.com/bola/foto-kumpulan-meme-kemenangan-timnas-indonesia-atas-arab-saudi-yang-bikin-ngakak-king-indo-otw-piala-dunia-239751-mvk.html</a></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perisai Diri Unmul Buka Pendaftaran Anggota Baru: Tempa Diri, Tumbuhkan Jiwa Tangguh </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/perisai-diri-unmul-buka-pendaftaran-anggota-baru-tempa-diri-tumbuhkan-jiwa-tangguh/baca </link>
<guid> perisai-diri-unmul-buka-pendaftaran-anggota-baru-tempa-diri-tumbuhkan-jiwa-tangguh </guid>
<pubDate> Thu, 16 Oct 2025 21:37:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKM Perisai Diri Unmul ajak mahasiswa bangun karakter tangguh dan lestarikan seni bela diri tradisional. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/perisai-diri-unmul-buka-pendaftaran-anggota-baru-tempa-diri-tumbuhkan-jiwa-tangguh/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/n7gol9s5uM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Perisai Diri Unmul Buka Pendaftaran Anggota Baru: Tempa Diri, Tumbuhkan Jiwa Tangguh</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelatnas Perisai Diri (KPD) Unmul kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar bela diri tradisional Indonesia ini. Melalui kegiatan <em>Open Recruitment</em> (Oprec) 2025, UKM KPD mengajak mahasiswa untuk menempuh perjalanan baru dalam menumbuhkan disiplin, ketahanan fisik, serta karakter tangguh yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.</p><p style="text-align: justify;"><span>Pendaftaran dibuka bagi seluruh mahasiswa aktif Unmul yang memiliki semangat belajar dan komitmen tinggi untuk berproses di dunia bela diri. Proses pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui pindai&nbsp;</span><span><em>quick response</em></span><span>&nbsp;(QR) yang tertera pada poster resmi atau dengan menghubungi narahubung yang tersedia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketua UKM KPD Unmul, Fajri, menyebutkan bahwa pembukaan pendaftaran tersebut menjadi gerbang awal bagi siapapun yang ingin mengenal dunia silat Perisai Diri. Di dalamnya, tak hanya soal bela dirinya, tetapi terdapat juga nilai-nilai kedisiplinan, sopan santun, pengendalian diri, dan rasa kekeluargaan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jadi, setiap kali ada oprec, rasanya kayak memperpanjang nafas perguruan, nggak cuma menambah anggota, tapi juga menumbuhkan orang-orang yang mau belajar, berkembang, dan meneruskan warisan Perisai Diri dengan cara mereka sendiri,&rdquo; ujar Fajri saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai organisasi bela diri yang baru berdiri di lingkungan&nbsp;</span><span>Unmul</span><span>, UKM KPD dikenal aktif membentuk kader yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berkarakter kuat dan menjunjung sportivitas. Melalui berbagai latihan rutin, kegiatan keorganisasian, dan keikutsertaan dalam kejuaraan, anggota KPD Unmul didorong untuk mengasah potensi diri sekaligus menanamkan nilai kebersamaan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Walaupun baru berdiri, UKM ini telah cukup banyak prestasi yang didapatkan, di antaranya:</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nayyaramadhani Ayesha Herap&nbsp;</span><span><br></span><span>Juara 2 Kategori Tanding&nbsp;</span><span><br></span><span>Kelas D Dewasa Putri&nbsp;</span><span><br></span><span>Program Studi S1 Kehutanan FKLT 2023</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rangga Saputra&nbsp;</span><span><br></span><span>Juara 3 Kategori Tanding&nbsp;</span><span><br></span><span>Kelas C Dewasa Putra&nbsp;</span><span><br></span><span>Program Studi S1 Ilmu Komunikasi FISIP 2023</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Muhamad Al Farizi Edytia&nbsp;</span><span><br></span><span>Juara 3 Kategori Tanding&nbsp;</span><span><br></span><span>Kelas D Dewasa Putra&nbsp;</span><span><br></span><span>Program Studi S1 Teknik Informatika FT 2023</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nur Tatia Safitri&nbsp;</span><span><br></span><span>Juara 3 Kategori Tanding&nbsp;</span><span><br></span><span>Kelas C Dewasa Putri&nbsp;</span><span><br></span><span>Program Studi S1 Kehutanan FKLT 2023</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nur Amelia&nbsp;</span><span><br></span><span>Juara 3 Kategori Tanding&nbsp;</span><span><br></span><span>Kelas B Dewasa Putri&nbsp;</span><span><br></span><span>Program Studi S1 Kehutanan FKLT 2023</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yudi Eko Prasetyo&nbsp;</span><span><br></span><span>Juara 3 Kategori Tanding&nbsp;</span><span><br></span><span>Kelas E Dewasa Putra&nbsp;</span><span><br></span><span>Program Studi S1 Biologi FMIPA 2023</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Melalui kegiatan ini, UKM KPD berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk melestarikan seni bela diri tradisional Indonesia. Dengan semangat &ldquo;Satria Berbudi, Ilmu Berdaya, Jiwa Berbakti&rdquo;, setiap anggota baru diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang tangguh, rendah hati, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bagi mahasiswa yang ingin bergabung, informasi lengkap dapat diperoleh melalui kontak:</span><span><br></span><strong><span>Andi Intan Nuralam (0853-4227-2791)</span><span><br></span></strong><span><strong>Nur Halifah (0857-5153-2933)</strong></span><span><br></span><span>atau melalui akun Instagram resmi:<a href="https://www.instagram.com/perisaidiri_unmul"><span>&nbsp;</span><span>@perisaidiri_unmul</span></a>.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga besar Perisai Diri Unmul.&nbsp;</span><span><strong><em>(npl)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Indonesia: Negara Demokrasi yang Menunjukkan Taring Tirani </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/indonesia-negara-demokrasi-yang-menunjukkan-taring-tirani/baca </link>
<guid> indonesia-negara-demokrasi-yang-menunjukkan-taring-tirani </guid>
<pubDate> Fri, 17 Oct 2025 22:06:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kebijakan pemerintah dan represi aparat menunjukkan rapuhnya demokrasi Indonesia hari ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/indonesia-negara-demokrasi-yang-menunjukkan-taring-tirani/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WfalKk0Znm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Indonesia: Negara Demokrasi yang Menunjukkan Taring Tirani</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Akhir-akhir ini kondisi rakyat Indonesia memanas, dimulai sejak Agustus 2025, terdapat banyak sekali kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan rakyat Indonesia. Hal ini menimbulkan kemarahan publik terhadap para pemerintah hari ini.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dimulai dengan kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) hingga 250 persen di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kemudian disusul isu perubahan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga 50 juta per bulan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kondisi itu diperparah dengan ucapan para pejabat publik yang merendahkan, hingga mencaci masyarakat menjadikan kemarahan publik semakin besar yang kemudian melahirkan aksi demonstrasi di seluruh wilayah Indonesia.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Yang lebih mengherankan, semua kebijakan tersebut hadir di saat kondisi rakyat sedang terhimpit masalah ekonomi, pengangguran, hingga inflasi mata uang yang menjadikan harga-harga barang melonjak naik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dibanding menyelesaikan masalah inflasi atau pengangguran, pemerintah justru lebih memilih menaikkan pajak dan pendapatan mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terjadi banyak tindak penculikan dan kekerasan dari aparat yang dialami para demonstran. Yang paling terkenal adalah peristiwa yang dialami oleh Almarhum Affan Kurniawan yang tewas akibat dilindas kendaraan taktis oleh Brimob.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Pidana Kekerasan (KontraS) juga melaporkan bahwa terdapat 33 orang korban penghilangan paksa oleh negara selama demonstrasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kejadian tersebut membuat penulis bertanya-tanya apakah masih pantas bagi Indonesia disebut sebagai negara demokrasi dengan semua upaya pembungkaman yang terjadi?</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Pemerintahan yang paling stabil adalah yang memberi tempat bagi suara rakyat tetapi tetap dikendalikan oleh hukum yang kuat.&rdquo; -Niccol&ograve; Machiavelli</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Demokrasi adalah sistem pemerintahan di mana rakyat sebagai pemegang kekuasaan atas negara dan fungsi pemerintahan dijalankan oleh pemerintah yang dipilih oleh rakyat. Yang artinya, demokrasi bukan sekadar partisipatif rakyat di dalam Pemilihan Umum (Pemilu), namun juga dalam memengaruhi pembentukan kebijakan dan keputusan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam demokrasi, kebebasan berpendapat setiap rakyat negara adalah yang utama. Namun, Indonesia sebagai negara penganut sistem demokrasi, mulai melenceng dari ideologis demokrasi itu sendiri.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Bentuk penyimpangan ini dimulai ketika rakyat tidak lagi bebas untuk berpendapat, yang perlahan membentuk sistem tirani di mana individu atau golongan memiliki kekuasaan penuh atas suatu wilayah/negara, meskipun semua kebijakannya diperuntukkan demi kemaslahatan individu atau golongan tersebut.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Contoh sistem kekuasaan tirani adalah bagaimana penguasa bebas untuk menaikkan pajak, bebas menentukan kebijakan yang paling menguntungkan penguasa, dan memastikan kekuasaan mereka tidak jatuh karena perlawanan dari rakyat dengan cara menghabisi mereka yang mengancam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Peran aparat keamanan yang dituntut untuk melindungi rakyat, justru berbalik menjadi alat pemerintah untuk membatasi kebebasan rakyat. Padahal, negara telah menjamin kebebasan dan perlindungan warga negara sebagaimana diatur di dalam Pasal 28E dan Pasal 28G UUD NRI 1945.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di dalam sistem demokrasi, aparat keamanan bukanlah alat bagi penguasa untuk menjaga kekuasaannya, namun alat untuk melindungi hak-hak warga negara. Menggunakan aparat keamanan sebagai alat untuk membatasi kebebasan rakyat adalah gejala yang ada pada sistem negara tirani, bukan demokrasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kebebasan bukan anugerah dari langit, tetapi direbut dengan kesabaran tak bertara.&rdquo; -Astuti Ananta Toer</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di tengah kritisnya demokrasi, rakyat Indonesia saat ini sedang berdiri sendiri untuk bertahan dari badai tirani. Pemerintahan hari ini tak akan peduli selama perut mereka lebih dari sekadar kenyang. Satu-satunya jalan agar Indonesia kembali kepada idealis demokrasinya adalah dengan menciptakan rakyat yang melek terhadap politik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rakyat tidak akan bertindak apatis terhadap tindakan pemerintah jika melek terhadap politik, yang kemudian akan berkembang terhadap penguatan lembaga pengawas independen seperti Ombudsman dan KontraS.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Irham Saputra, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Referensi</span><span>:</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Surat Desakan Terbuka Pencarian Dua Orang Hilang dan Penegakan HAM atas Temuan Praktik Penghilangan Orang Secara Paksa dalam Aksi Demonstrasi 25-31 Agustus 2025. (2025). KontraS</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Machiavelli, Niccol&ograve;. (1531). Discourses on Livy.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Toer, Astuti Ananta dalam Pramoedya Ananta Toer. (2025). Bumi Manusia: Seabad Pramoedya Ananta Toer. Jakarta: Lentera Dipantara</span><span></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cermin Paling Terang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/cermin-paling-terang/baca </link>
<guid> cermin-paling-terang </guid>
<pubDate> Sat, 18 Oct 2025 22:38:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yang datang tanpa diundang bisa jadi cermin paling terang‎ </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/cermin-paling-terang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Nvej754xET.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Cermin Paling Terang</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&lrm;Ada benih yang tak pernah kutanam,<br>Tetapi ia tumbuh bahkan tanpa siraman<br>&lrm;Konon begitulah titahnya,<br>&lrm;Datang tanpa diminta dan tetap kupelihara&lrm;</p><p style="text-align: justify;"><span>&lrm;Berganti hari, kulihat Ia subur berwarna pekat,</span><br><span>&lrm;Merah tua menyalur, berduri menusuk tepat</span><br><span>&lrm;Bukan mawar harum penuh pesona,</span><br><span>&lrm;Melainkan duri yang menguji jiwa</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&lrm;Kata orang, setiap penantian &apos;kan berbuah,</span><br><span>&lrm;Namun tak semua doa lekas berlimpah</span><br><span>&lrm;Harap ku ucap, getir kujalin,</span><br><span>&lrm;Kadang hadiah hanyalah bayang angin</span><span>&lrm;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&lrm;Ingin bersuara dan meraung menolak,</span><br><span>&lrm;Ternyata diam pun bisa berteriak</span><br><span>&lrm;Tanpa mengadu, semesta tahu,</span><br><span>&lrm;Kita manusia dengan luka yang syahdu</span><span>&lrm;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&lrm;Tanaman itu tetap menunaikan takdir,</span><br><span>&lrm;Tak peduli aku ingin atau mungkir</span><br><span>&lrm;Ia tetap kokoh, mengakar di tanah,</span><br><span>Mengajariku arti menerima pasrah</span><span>&lrm;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&lrm;Maka semesta berbisik lirih:</span><br><span>&lrm;Yang hitam pun mampu menyalin putih</span><br><span>&lrm;Yang asing dan tak pernah diminta menjelma bagian jiwa</span><br><span>&lrm;Yang datang tanpa diundang bisa jadi cermin paling terang</span><span>&lrm;</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Puisi ini ditulis oleh Selma Mela Elyani, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional FISIP Unmul 2022</strong></em></span><span></span><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sempat Dibatasi, Jam Operasional Perpustakaan Unmul Kembali Dibuka Hingga Malam </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-dibatasi-jam-operasional-perpustakaan-unmul-kembali-dibuka-hingga-malam/baca </link>
<guid> sempat-dibatasi-jam-operasional-perpustakaan-unmul-kembali-dibuka-hingga-malam </guid>
<pubDate> Wed, 29 Oct 2025 20:08:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perpustakaan Unmul kembali buka hingga malam, beri ruang belajar lebih bagi mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sempat-dibatasi-jam-operasional-perpustakaan-unmul-kembali-dibuka-hingga-malam/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fWLVlRlPvS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Sempat Dibatasi, Jam Operasional Perpustakaan Unmul Kembali Dibuka Hingga Malam</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA</strong></span><span><strong>&nbsp;&ndash;</strong> Setelah sempat dibatasi hanya sampai 16.00 Wita karena alasan efisiensi anggaran, Perpustakaan Unmul kini kembali memperpanjang jam operasionalnya hingga 21.00 Wita. Kebijakan ini mulai berlaku sejak awal Oktober 2025. Namun, belum banyak diketahui mahasiswa karena minimnya publikasi resmi.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><span>Humas Perpus:&nbsp;</span><span>Respons</span></strong><span><strong>&nbsp;atas Kebutuhan Mahasiswa</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Staff Humas Perpustakaan Unmul, Darmawati menegaskan bahwa keputusan memperpanjang jam layanan merupakan jawaban atas kebutuhan mahasiswa yang semakin mendesak dan pihak rektorat yang telah mengupayakan anggaran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jam operasional sudah kembali karena mahasiswa sangat membutuhkan itu. Banyak yang merasa nyaman ketika perpustakaan dibuka sampai malam,&rdquo; ujarnya saat ditemui </span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Selasa, (21/10) lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menjelaskan bahwa pemulihan jam layanan merupakan respons terhadap kebutuhan mahasiswa yang teridentifikasi melalui survei internal.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Survei disebarkan dalam format&nbsp;<em>Google Form</em> (<em>gform</em>)&nbsp;yang terhubung lewat&nbsp;<em>barcode</em>. Survei tersebut dipasang dan dibagikan kepada pengunjung perpustakaan secara terbatas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Gform</em>&nbsp;untuk mahasiswa disediakan dari perpustakaan, formatnya&nbsp;<em>barcode</em>.&nbsp;Respons&nbsp;yang masuk dipakai untuk melihat tingkat minat mahasiswa sebagai pengunjung terhadap tambahan jam layanan,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;"><span>Ia memaparkan dua indikator utama yang digunakan perpustakaan, yaitu partisipasi pengguna yang datang langsung dan komentar-komentar mahasiswa dari kanal media sosial.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Bagian Pemenuhan Akreditasi dan Optimalisasi Layanan</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perpanjangan jam operasional ini juga disebut sebagai bagian dari upaya memenuhi standar akreditasi perpustakaan. Data hasil survei mahasiswa dijadikan dasar untuk mengajukan tambahan anggaran, sehingga layanan bisa lebih optimal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Darmawati menjelaskan jam layanan juga menjadi bagian borang akreditasi perpustakaan, sehingga data survei menjadi dasar pengajuan anggaran pengoperasian malam.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Anggaran dibuat berdasarkan data dan data yang kami pakai sudah disurvei,&rdquo; ujarnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan, meskipun menjadi bagian dari borang akreditasi, penambahan jam operasional ini juga tetap bergantung pada anggaran.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semua tetap bergantung pada anggaran,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, Darmawati menekankan kebijakan ini masih bersifat sementara hingga Desember 2025 dan akan dilakukan evaluasi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah itu akan dievaluasi lagi karena anggaran yang dikeluarkan hanya untuk bulan Oktober, November, dan Desember,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan bahwa pengumuman resmi belum banyak disebarkan melalui kanal daring Unmul, melainkan hanya melalui papan pengumuman di pintu masuk perpustakaan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kekecewaan mahasiswa jika kebijakan efisiensi kembali diberlakukan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Darmawati mengatakan aktivitas mahasiswa tetap dibatasi di area dalam perpustakaan. Ruang terbuka seperti gazebo kampus tidak termasuk dalam jam operasional malam.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau di luar, seperti gazebo, bisa. Jadi hanya di dalam perpustakaan saja yang tidak bisa digunakan sampai malam,&rdquo; tuturnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><strong>Mahasiswa: Perlu Pemberitahuan Lebih Luas</strong></span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Alfredo Sonda, mahasiswa Fakultas Hukum 2024, menyambut baik kembalinya jam operasional hingga pukul 21.00 Wita.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ia menilai pembatasan sebelumnya hingga pukul 16.00 Wita tidak efektif karena banyak mahasiswa masih berada di kelas pada jam tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menurut saya, jam operasional yang hanya sampai pukul 4 sore masih kurang efektif. Banyak mahasiswa yang justru membutuhkan fasilitas perpustakaan setelah jam kuliah,&rdquo; tuturnya kepada </span><span><em>Sketsa</em>&nbsp;</span><span>pada Sabtu, (25/10) lalu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Alfredo mengaku tidak termasuk dalam bagian mahasiswa yang mengisi </span><span><em>gform</em></span><span>&nbsp;survei, tetapi ia menyoroti minimnya publikasi resmi terkait kebijakan baru ini.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Perubahan jam operasional harus diberitahukan di sosial media agar banyak mahasiswa mengetahui bahwa perpustakaan sudah kembali buka sampai pukul 9 malam,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain berharap jam operasional malam dapat ditetapkan sebagai kebijakan permanen, Alfredo juga menyoroti aspek fasilitas yang perlu ditingkatkan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semoga ke depannya fasilitas di dalam perpustakaan lebih diperhatikan, seperti meja, kursi, terminal untuk </span><span><em>charger</em></span><span>, WC, serta kebersihan rak buku yang saya lihat agak berdebu,&rdquo; pungkasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pemulihan jam operasional hingga pukul 21.00 Wita memberi ruang belajar tambahan yang berdampak positif bagi mahasiswa. Namun, tidak adanya publikasi resmi baik lewat sosial media ataupun </span><span><em>website</em></span><span>&nbsp;dan ketergantungan pada anggaran menjadi ketidakmerataan informasi keberlanjutan layanan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Pihak perpustakaan menyatakan akan mengevaluasi kebijakan setelah Desember, sembari mengandalkan data survei untuk pengajuan anggaran dan pemenuhan standar akreditasi perpustakaan.<strong><em>&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>(zie/cau/ner)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rajut Kenangan hingga Apresiasi Kinerja Anggota melalui Sketsa Awards 2025 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/rajut-kenangan-hingga-apresiasi-kinerja-anggota-melalui-sketsa-awards-2025/baca </link>
<guid> rajut-kenangan-hingga-apresiasi-kinerja-anggota-melalui-sketsa-awards-2025 </guid>
<pubDate> Mon, 03 Nov 2025 20:32:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sketsa Awards 2025 rayakan dedikasi anggota dengan nuansa Ghibli dan penuh apresiasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/rajut-kenangan-hingga-apresiasi-kinerja-anggota-melalui-sketsa-awards-2025/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5t2LbGleAd.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Rajut Kenangan hingga Apresiasi Kinerja Anggota melalui Sketsa Awards 2025</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong>&nbsp;</span><span>Sebagai ajang apresiasi kepada anggota, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa Unmul laksanakan &ldquo;Sketsa Awards 2025&rdquo; di Kopijadi Samarinda, Minggu (2/11). Acara dilaksanakan tepat pada 13.15 Wita dengan berbagai rangkaian acara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengangkat tajuk &ldquo;</span><span><em>Spirits of Dedication</em></span><span>&rdquo;, agenda tersebut diharapkan mampu merajut kembali semangat para anggota&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>&nbsp;melalui momen menyenangkan dan bermakna. Tidak hanya itu, agenda ini juga turut digelar guna mengapresiasi ketulusan para anggota melalui kinerja serta dedikasi mereka selama beberapa bulan ke belakang.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mengusung tema dan konsep Ghibli, acara diwarnai oleh ragam busana dan penampilan yang menyerupai karakter-karakter pada animasi Ghibli. Hal ini memberikan keceriaan dan kebebasan berkreasi kepada seluruh anggota Sketsa dalam berpakaian.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Rangkaian acara diisi dengan unjuk bakat dari tiap angkatan serta&nbsp;</span><span>games&nbsp;</span><span>yang menarik. Di antaranya </span><span><em>Games</em>&nbsp;</span><span>Tebak Sketsa, </span><span><em>Games</em>&nbsp;</span><span>Tebak Padanan Kata, serta </span><span><em>Games</em>&nbsp;</span><span>Tebak Lagu. Seluruh peserta antusias dan semangat berlomba-lomba untuk menjadi pemenang.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tentunya, tidak ketinggalan acara inti dari kegiatan Sketsa Awards 2025 itu sendiri, yaitu pembacaan nominasi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dari tiga anggota yang masuk dalam nominasi di tiap kategorinya, Siti Mu&apos;ayyadah keluar sebagai peraih Reporter 15 &amp; 16 Terbaik. Kemudian, Reporter 17 Terbaik diraih oleh Muhammad Reza Zwageri, dan Anisa Nuraini sebagai pemenang Reporter 18 Terbaik.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, Desainer Terbaik dimenangkan oleh Maydhinni. Fotograger Terbaik diraih oleh M. Andan Qahfi. Lalu, Videografer Terbaik ditempati oleh Alyda Khairunnisa, serta Litbang terbaik diisi oleh Nabilah Nur Nujud.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, ada juga nominasi berita terviral yang dimenangkan oleh tim liputan berita dengan tajuk, &ldquo;<a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/meski-alami-kendala-pkkmb-fkip-tetap-berlangsung-kondusif/baca"><span>Meski Alami Kendala, PKKMB FKIP Tetap Berlangsung Kondusif</span></a>&rdquo;.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kategori lainnya yaitu Kostum Tersigma yang dimenangkan oleh Rosiana yang mengenakan kostum karakter Kiki pada Film dari Ghibli yang bertajuk &ldquo;Kiki&rsquo;s Delivery Service&rdquo;. Dan Si Paling Sketsa yang diraih oleh Abdurrahman dari angkatan 17.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Ketua Panitia Sketsa Awards 2025, Naufal Helmy Aurel Putrayadi, menyampaikan selamat kepada para anggota yang berhasil memenangkan tiap kategori yang ada. Ia juga memberikan semangat dan motivasi kepada anggota lainnya agar dapat memenangkan kategori yang sama di tahun berikutnya.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, Naufal turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan Sketsa Awards 2025.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Terima kasih pada seluruh panitia yang sudah menyiapkan kegiatan ini dengan semaksimal mungkin,&rdquo; tutur Naufal.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Melalui acara ini, semoga para kader semangat dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Harapannya ke depan, kader </span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;lebih banyak lagi dan mempunyai jiwa </span><span><em>Sketsa</em></span><span>&nbsp;yang membara di dadanya,&rdquo; pungkasnya. </span><span><em><strong>(ali/myy)</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tradisi Menugal Dayak Tunjung Geleo Asa: Perlawanan Terhadap Penjajahan Pangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/tradisi-menugal-dayak-tunjung-geleo-asa-perlawanan-terhadap-penjajahan-pangan/baca </link>
<guid> tradisi-menugal-dayak-tunjung-geleo-asa-perlawanan-terhadap-penjajahan-pangan </guid>
<pubDate> Tue, 04 Nov 2025 20:26:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menugal Dayak Tunjung jadi simbol menjaga hutan dan melawan kolonialisme pangan modern </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/tradisi-menugal-dayak-tunjung-geleo-asa-perlawanan-terhadap-penjajahan-pangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/VjvK5WN9EJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tradisi Menugal Dayak Tunjung Geleo Asa: Perlawanan Terhadap Penjajahan Pangan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Penjajahan pangan, atau dalam bahasa Inggris <em>gastro-colonialism</em>, merupakan fenomena yang menggambarkan bagaimana makanan yang diproduksi dan didistribusikan oleh perusahaan-perusahaan besar menggantikan sistem pangan tradisional serta pola makan masyarakat lokal; dalam prosesnya, terjadi kekurangan gizi dan kenaikan penyakit.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Istilah ini diperkenalkan oleh seorang akademisi dari Pulau Guam, Craig Santos Perez, ketika ia meneliti bagaimana sistem pangan dan kesehatan masyarakat di Hawaii terkikis oleh impor besar-besaran atas makanan olahan murah berkualitas rendah yang diproduksi oleh perusahaan multinasional (Rainforest Journalism Fund, 2023).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama ini, bayangan kita terhadap penjajahan perkara perang, darah yang harus tumpah, dan sudah barang tentu kekuasaan. Yang kalah kehilangan tanah, yang menang menguasai segalanya. Namun di zaman edan ini, penjajahan datang tak berwujud dan tak bersuara pula. Ia menyelinap melalui merek, rasa, dan selera. Inilah yang disebut dengan penjajahan pangan sebuah bentuk kolonialisme baru yang menaklukan tanpa harus menumpahkan darah, melainkan lewat lidah dan perut. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia merampas kedaulatan kita atas rasa, selera, bahkan gizi. Kerap tak disadari dari meja makan saja kita masih terjajah lewat beras impor yang menggantikan padi lokal, gandum olahan yang menyingkirkan umbi-umbian, makan cepat saji, dan iklan yang meyakinkan bahwa peradaban yang maju itu ketika manusia dapat meninggalkan cita rasa lokal peninggalan leluhur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah-tengah serangan pangan instan yang meninabobokan, membuat masyarakat di berbagai penjuru Nusantara ini tak digdaya. Tetapi berbeda bagi masyarakat Dayak Tunjung di Geleo Asa, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, justru menyalakan secercah perlawanan. Mereka tetap bersetia menjaga tradisi&nbsp;</span><span><em>menugal</em></span><span>, yaitu sebuah tradisi bercocok tanam padi secara tradisional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam proses&nbsp;</span><span><em>menugal</em>&nbsp;</span><span>ini, para laki-laki berperan membuat lubang tanam dengan menggunakan tongkat kayu, disebut&nbsp;</span><span><em>tukaar</em>&nbsp;</span><span>dalam bahasa Dayak Tunjung, yang ditancapkan ke tanah sebagai tempat menaruh benih padi. Pada saat yang sama, para perempuan akan bertugas memasukkan benih padi ke dalam lubang-lubang tersebut dengan penuh ketelitian. Pria dan wanita, tua maupun muda, turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan rasa gembira dan kebersamaan yang hangat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagi saya, inilah bentuk pengetahuan lokal orang Dayak yang telah hidup jauh sebelum hadirnya istilah &ldquo;ketahanan pangan&rdquo; ataupun sains modern. Suatu kearifan yang tumbuh dari tanah, dijaga oleh tradisi, dan dipraktikkan dengan kesadaran bahwa kehidupan tidak hanya dihidupi oleh makanan, tetapi juga oleh hubungan antara manusia, alam, dan ingatan leluhur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tokoh Masyarakat Dayak Tunjung Geleo Asa, Korneles Detang menjelaskan bahwa&nbsp;</span><span><em>menugal</em>&nbsp;</span><span>merupakan proses menanam padi gunung pada lahan perladangan secara tradisional. Tradisi ini telah ada sejak zaman nenek moyang dan hingga kini masih terus dipertahankan. Ia menuturkan bahwa&nbsp;</span><span><em>menugal</em>&nbsp;</span><span>bukan hanya sebatas aktivitas menanam padi, melainkan juga wujud kebersamaan, gotong royong, serta bentuk keakraban manusia dengan alam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia juga menegaskan bahwa&nbsp;</span><span><em>menugal</em>&nbsp;</span><span>merupakan bentuk perlawanan masyarakat Dayak Tunjung terhadap maraknya makanan instan dan budaya konsumtif. Melalui proses&nbsp;</span><span><em>menugal</em>&nbsp;</span><span>inilah, ia bersama masyarakat lainnya mempersiapkan beras untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga yang dapat bertahan selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Selain beras, terdapat pula umbi-umbian dan sayur-sayuran yang ditanam untuk melengkapi nasi hangat di meja makan. Beliau menimpali, inilah bentuk ketahanan pangan kami, orang Dayak,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disebutkan pula oleh pria yang akrab disapa Pak Neles ini bahwa padi yang ditanam berasal dari bibit alami. Selain itu, padi juga tidak diberi pupuk kimia, pestisida, maupun bahan sejenis lainnya. Ia pun berkelakar, bahwa itulah sebabnya orang-orang tua pada zaman dahulu berumur panjang dan tetap sehat karena mengonsumsi makanan yang alami.</span></p><p style="text-align: center;"><strong><span><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d9ae3d6e7582a7395d3fdee93c317ceb6b312a7a.blob" height="400" class="fr-dib" style="width: 300px;"></span></span></strong><br></p><p style="text-align: center;"><span><span><span><span class="fr-just" style="font-size: 12px;">Gambar 1. Tongkat untuk <em>Menugal</em> dalam <span>bahasa Dayak Tunjung disebut <em>Tukaar</em></span></span></span></span></span></p><p style="text-align: center;"><span><span><span><span class="fr-just" style="font-size: 12px;"><span><span>Sumber: Korneles Detang, 2025</span></span></span></span></span></span></p><p style="text-align: center;"><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dfcbcc5b19dd5a5b02f7db50c24e00688d77f8e4.blob" height="400" class="fr-dib" style="width: 300px;"></span><br></p><p style="text-align: center;"><span><span class="fr-just" style="font-size: 12px;">Gambar 2. <em>Tukaar</em> Pengenting</span></span></p><p style="text-align: center;"><span><span class="fr-just" style="font-size: 12px;"><span>Sumber: Korneles Detang, 2025</span></span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan tanpa aral dan rintangan bagi masyarakat Dayak yang masih terus mempertahankan tradisi&nbsp;</span><span><em>menugal</em>&nbsp;</span><span>untuk kedaulatan perut dan ketahanan pangan mereka. Khususnya di Kalimantan Timur ruang hidup sudah teramat kian menyempit. Ladang yang dulu lapang kini tersingkir di bawah bayang-bayang raksasa industri ekstraktif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Data menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Timur hanya memiliki daratan seluas sekitar 12,7 juta Hektare. Namun, luas izin yang diberikan kepada berbagai industri ekstraktif justru mencapai 13,83 juta Hektare. Angka ini menunjukkan bahwa luas perizinan tersebut bahkan tiga kali lipat dari luas Pulau Jawa (GM &amp; Rahmi, 2019).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pesan yang begitu menohok dan menggugah nurani siapa pun disampaikan oleh Pak Korneles Detang. Ia berujar, &ldquo;Kami tidak pernah takut mati karena kehabisan bahan pangan, tetapi kami perlahan akan kritis dan sekarat jika hutan dihabisi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal senada juga diungkapkan oleh Pak Albed. Ia memberikan nasihat yang sarat makna, &ldquo;Kelak, jangan sampai kita, orang Dayak Tunjung, tidak bisa menugal lagi. Maka dari itu, kita jangan mudah menjual lahan dan harus menjaga seluruh ekosistem hutan yang kita miliki.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ibu Rinayati, yang bagi saya merupakan representasi dari sosok perempuan pejuang sejati, juga dengan tegas mengatakan bahwa kita tidak boleh memberikan ruang bagi perusahaan mana pun untuk masuk dan menghancurkan tanah serta hutan kita. Baginya, tanah dan hutan bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan juga bagian dari identitas, sejarah, dan martabat masyarakat Dayak Tunjung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: center;"><span><strong><span><span><img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/aeb8c206d09576b45fa67820df0f135b6486bfbc.blob" class="fr-dib" style="width: 841px;"></span></span></strong><span class="fr-just" style="font-size: 12px;">Gambar 3. Proses <em>Menugal</em> oleh Masyarakat Tunjung di Geleo Asa</span></span><br><span><span class="fr-just" style="font-size: 12px;">Sumber: Rinayati, 2025</span></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sudah sekarat, dihabisi pula. Inilah nasib yang menimpa para peladang Dayak di Kalimantan.&nbsp;</span><span><em>Menugal</em>&nbsp;</span><span>yang merupakan siklus dari perladangan orang Dayak kini kian terancam punah. Setelah ruang hidup mereka tergerus oleh izin-izin industri ekstraktif, negara hadir pula untuk mengamputasi lewat regulasi yang benar-benar mengabaikan tradisi, kearifan, dan hak berdaulat masyarakat Dayak atas tanah leluhur mereka sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sejak diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, masyarakat adat di banyak wilayah Kalimantan hidup dalam ketakutan. Kebijakan yang bersifat<em>&nbsp;</em></span><span><em>top-down</em></span><span><em>&nbsp;</em>ini menempatkan peladang tradisional seolah-olah sebagai pelaku kriminal, bukan penjaga keseimbangan ekosistem.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Praktik membakar ladang juga sudah diatur dan dalam berbagai peraturan sebelumnya mulai dari UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, hingga UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Namun, sejak Inpres itu diberlakukan, bara api kearifan lokal mulai dipadamkan secara paksa. Para peladang ditangkap membabi buta, sementara korporasi yang membakar ribuan hektare lahan yang banyak menyebabkan kebakaran hutan dan lahan serta demi keuntungan mereka tetap melenggang bebas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa praktik perladangan tradisional bukanlah bentuk perusakan lingkungan, melainkan strategi ekologis yang telah teruji oleh waktu. Michael R. Dove (1988) dalam penelitiannya terhadap sistem berladang masyarakat Dayak Kantuk di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjelaskan bahwa praktik tebas-tebang-bakar merupakan bentuk strategi adaptasi masyarakat Kantuk terhadap kondisi alam lingkungannya. Menurut penjelasan R. Giring, seorang antropolog dari Kalimantan Barat, hutan hujan tropis di wilayah tersebut memiliki tingkat keasaman tanah yang cukup tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, sistem tebas-tebang-bakar dianggap sesuai karena dapat membantu menurunkan kadar keasaman tanah sekaligus meningkatkan unsur hara yang berperan dalam menjaga kesuburan lahan di tanah Kalimantan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai penutup, saya ingin mengajukan satu pertanyaan sederhana, pertanyaan yang seharusnya menggema di setiap dada orang Dayak. Apa arti kehadiran negara dan segala perangkat aturannya bagi kita, orang-orang Dayak yang hidup dari dan untuk hutan, jika yang dirawat oleh negara bukan kehidupan, melainkan penindasan yang dilanggengkan dari masa ke masa?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ini ditulis oleh Andrianus Ongko Wijawa Hingan, alumni Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul</strong></em></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Daftar Pustaka</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dove, Michael R. 1988. Sistem Perladangan Di Indonesia: Studi kasus Di Kalimantan Barat, Yogyakarta: Gajahmada University Press.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>GM, F &amp; Rahmi, I, P. (2019). Detail Perizinan Kaltim yang Lebih Luas dari Daratan Provinsi dan Membuat Murka Pimpinan KPK. Kaltimkece.&nbsp;</span><a href="https://kaltimkece.id/warta/lingkungan/detail-perizinan-kaltim-yang-lebih-luas-dari-daratan-provinsi-dan-membuat-murka-pimpinan-kpk"></a><a href="https://kaltimkece.id/warta/lingkungan/detail-perizinan-kaltim-yang-lebih-luas-dari-daratan-provinsi-dan-membuat-murka-pimpinan-kpk">https://kaltimkece.id/warta/lingkungan/detail-perizinan-kaltim-yang-lebih-luas-dari-daratan-provinsi-dan-membuat-murka-pimpinan-kpk</a><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pahlevi, A. (2018). Kearifan lokal dan strategi adaptasi masyarakat Dayak Kantuk di Kalimantan Barat. Mongabay Indonesia.&nbsp;</span><a href="https://www.mongabay.co.id/2018/10/17/kearifan-lokal-dayak-kantuk/"></a><a href="https://www.mongabay.co.id/2018/10/17/kearifan-lokal-dayak-kantuk/">https://www.mongabay.co.id/2018/10/17/kearifan-lokal-dayak-kantuk/</a><span>&nbsp;</span></p><p>Rainforest Journalism Fund. (2023). Peliputan lingkungan: Gastrocolonialism. Rainforest Journalism Fund. <a href="https://rainforestjournalismfund.org/id/resource/peliputan-lingkungan-gastrocolonialism"></a><a href="https://rainforestjournalismfund.org/id/resource/peliputan-lingkungan-gastrocolonialism" style="">https://rainforestjournalismfund.org/id/resource/peliputan-lingkungan-gastrocolonialism</a></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Civitas Academica Unmul Soroti Konten Berbasis Paras Mahasiswa di Media Sosial </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/civitas-academica-unmul-soroti-konten-berbasis-paras-mahasiswa-di-media-sosial/baca </link>
<guid> civitas-academica-unmul-soroti-konten-berbasis-paras-mahasiswa-di-media-sosial </guid>
<pubDate> Wed, 05 Nov 2025 18:42:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akun “ganteng–cantik” dinilai objektifikasi dan melanggar privasi mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/civitas-academica-unmul-soroti-konten-berbasis-paras-mahasiswa-di-media-sosial/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/05HvgA2Oli.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Civitas Academica Unmul Soroti Konten Berbasis Paras Mahasiswa di Media Sosial</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Media sosial sempat ramai dihebohkan dengan munculnya sejumlah akun yang mengunggah editan dengan menyoroti paras mahasiswa. Akun-akun ini bermunculan di berbagai universitas, salah satunya Unmul.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini menimbulkan respons yang berbeda-beda dari civitas academica. Pasalnya, tidak semua konten dibuat berdasarkan permintaan. Akun tersebut juga mengunggah editan foto meski tanpa persetujuan atau sepengetahuan pemilik foto terlebih dahulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui instagramnya, Kelompok diskusi, kajian, riset hukum dan politik, Sambaliung Corner, menyerukan agar akun-akun tersebut segera ditutup. Sebab, akun-akun ini dianggap sebagai media yang mengobjektifikasi mahasiswa, di mana hanya mempertontonkan paras tanpa menyoroti prestasi maupun kontribusi mereka sebagai subjek yang aktif dan berdaya di kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dosen FISIP Unmul, Harry Isra Muhammad, turut membagikan pandangannya mengenai hal tersebut. Harry mengaku setuju bahwa apa yang dilakukan oleh akun-akun tersebut merupakan bagian dari objektifikasi. Sebab, melahirkan sebuah standar dan menciptakan proses sosial mengenai definisi cantik dan ganteng.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini juga dapat menimbulkan&nbsp;</span><span><em>cyberbullying</em></span><span>&nbsp;terhadap orang-orang yang berada di luar dari stereotip maupun konstruksi kecantikan yang diciptakan oleh akun @unmulganteng, @unmulcantik, dan sebagainya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak hanya itu, Harry juga mempertanyakan perihal persetujuan pemilik foto yang diunggah. Sebab, jika akun tersebut mengunggah konten dengan mengambil foto mahasiswa tanpa izin, maka akun tersebut melanggar hak privasi dan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau misalnya dia mengambil foto orang lain itu tanpa konsen, bahkan&nbsp;</span><span><em>screenshot</em>&nbsp;</span><span>aja, kalau kita ga konsen, bisa dituntut,&rdquo; ujarnya saat diwawancarai&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Selasa (28/10).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Tanpa Persetujuan dan Sepengetahuan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa Sastra Inggris FIB Unmul 2022, Erix Juvanta, menyatakan tidak tahu menahu saat foto dirinya menjadi salah satu konten yang diunggah oleh akun-akun tersebut. Ia justru baru tahu setelah salah satu temannya mengirimkan tautan video mengenai dirinya pada&nbsp;</span><span><em>Group Chat</em></span><span>&nbsp;WhatsApp.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mengaku merasa lucu dan sedikit bangga sebab dianggap pantas untuk diekspos sebagai mahasiswa rupawan. Namun, ia juga cukup merasa dirugikan. Selain dijadikan sebagai wahana objektifikasi, ia dituding mengeluarkan biaya dan haus validasi oleh teman-teman di sekelilingnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kata temanku itu kita bisa&nbsp;</span><span><em>request</em>&nbsp;</span><span>dengan cara bayar adminnya. Uang saya sudah habis ke koleksi kartu pokemon, tidak tersisa sepeserpun untuk membayar oknum di balik akun &lsquo;instansi ganteng&rsquo; agar saya dapat validasi,&rdquo; ujar Erix melalui pesan WhatsApp, Minggu (26/10).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sama dengan apa yang Erix alami, Mawar (bukan nama sebenarnya) juga mengetahui bahwa dirinya diekspos di akun tersebut melalui tautan yang dibagikan temannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa FH Unmul itu mengaku sangat terganggu akibat konten tersebut. Selain akun pribadi media sosialnya menjadi ramai, ia juga merasa was-was dan khawatir saat berada di tempat umum.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mawar juga menyayangkan penggunaan label &ldquo;Unmul&rdquo; sebagai nama akun tersebut. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak aman di lingkungan kampus akibat takut dijadikan objek konten tanpa adanya izin terlebih dahulu.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">Keduanya berharap, hal ini tidak terjadi lagi ke depannya. Sebab, selain mengganggu privasi, kenyamanan mahasiswa juga terganggu. <em><strong>(myy/ali)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Verifikasi Berkas Baru Rampung di Masa Kampanye, Pemira FKIP Diprotes </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/verifikasi-berkas-baru-rampung-di-masa-kampanye-pemira-fkip-diprotes/baca </link>
<guid> verifikasi-berkas-baru-rampung-di-masa-kampanye-pemira-fkip-diprotes </guid>
<pubDate> Thu, 06 Nov 2025 21:58:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Verifikasi molor Pemira FKIP picu protes paslon dan sorotan soal linimasa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/verifikasi-berkas-baru-rampung-di-masa-kampanye-pemira-fkip-diprotes/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/8Mh3KHoRiD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Verifikasi Berkas Baru Rampung di Masa Kampanye, Pemira FKIP Diprotes</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Pemilihan Raya (Pemira) FKIP Unmul tahun ini diwarnai perubahan linimasa di tengah penyelenggaraan. Verifikasi tahap dua yang dijadwalkan pada Senin (3/11) sejak pukul 16.00 Wita lalu rampung di keesokan harinya, di mana telah memasuki masa kampanye.</p><p style="text-align: justify;">Tim Sukses (Timses) salah satu pasangan calon (Paslon), Joko (Bukan nama sebenarnya), mengatakan bahwa verifikasi tahap dua seharusnya selesai pada Senin (3/11) lalu. Tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan verifikasi tersebut baru selesai pada Selasa (4/11).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menimbulkan banyak masalah mulai dari menabrak <em>timeline</em> pemira hingga kesehatan paslon dan tim sukses,&rdquo; ujar Joko saat dimintai tanggapannya oleh <em>Sketsa</em>, Selasa (4/11).</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, kedua paslon, Panji-Marhamah dan Herdika-Puput, meminta agar ada pertanggungjawaban. Mereka menuntut Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FKIP Unmul serta panitia pemira agar segera memberikan dan memutuskan solusi.</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga turut menawarkan perubahan <em>timeline</em>. Mereka berharap panitia dapat mengubah jadwal pada Selasa (4/11) sebagai masa <em>recovery</em> (pemulihan), sebab verifikasi tahap dua yang selesai terlampau malam. ini diambil dengan mempertimbangkan kesehatan paslon apabila langsung kampanye di esok hari.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, respons yang diberikan DPM FKIP Unmul ialah menolak tawaran tersebut dan memberikan alternatif lain. Dari rapat yang dilakukan, DPM dan panitia menghasilkan keputusan, Selasa&ndash;Rabu (4&mdash;5/11) kampanye media, pada Kamis&mdash;Jumat (6&mdash;/11) kampanye di tiap kelas, dan Sabtu&mdash;Minggu (8&mdash;9/11) kampanye bebas.</p><p style="text-align: justify;">Namun, keputusan tersebut dianggap menimbulkan masalah baru, sebab paslon hanya diberikan waktu kampanye ke tiap kelas selama dua hari yang dinilai tidak efektif untuk menyampaikan visi misi.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Paslon 01, Panji Dimas Rudi Samudra menuturkan tidak ada perubahan linimasa, hanya sistem kampanye saja yang berubah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya Pemira FKIP tidak ada perubahan <em>timeline</em>, sesuai dengan <em>timeline</em> awal,&rdquo; akunya melalui pesan WhatsApp kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (4/11).</p><p style="text-align: justify;">Terpisah, Ketua DPM FKIP Unmul, M. Firzy Handika Saputra menerangkan linimasa pemira sudah sesuai dengan yang disosialisasikan. Mengenai keluhan, menjadi evaluasi besar Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Hal ini saya sangat sesali terjadi dan akan menjadi evaluasi besar,&rdquo; ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (4/11) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Firzy menyebut pihaknya telah berusaha menjaga linimasa sesuai dengan sosialisasi. Namun, terdapat kesalahan berupa keterlambatan proses mulai dan pelaksanaan verifikasi berkas kedua.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut berimbas pada keterlambatan verifikasi tahap dua yang sudah memasuki masa kampanye, sehingga mengambil beberapa menit waktu dalam linimasa yang sudah diatur. <strong><em>(mlt/man/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Transisi Energi di Kaltim Butuh Komitmen Nyata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transisi-energi-di-kaltim-butuh-komitmen-nyata/baca </link>
<guid> transisi-energi-di-kaltim-butuh-komitmen-nyata </guid>
<pubDate> Fri, 07 Nov 2025 20:20:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tantangan biaya dan komitmen pemerintah hambat transisi energi di Kaltim </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/transisi-energi-di-kaltim-butuh-komitmen-nyata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/6pDIICGGdM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Transisi Energi di Kaltim Butuh Komitmen Nyata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Transisi energi dari bahan bakar fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan sebuah keniscayaan yang harus dijalankan semua negara, termasuk Indonesia. Namun, implementasinya di daerah penghasil tambang seperti Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi sejumlah tantangan kompleks, mulai dari aspek teknologi, ekonomi, hingga kesiapan kebijakan.</p><p style="text-align: justify;">Syaiful Bachtiar, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Dosen Fisip Unmul, menilai proses transisi ini harus dimulai dengan transformasi sumber energi, dari yang semula berbasis fosil seperti batubara dan diesel, menuju EBT seperti tenaga surya, air, dan angin. Sayangnya, langkah ini terbentur pada mahalnya biaya komponen penyimpanan energi, seperti baterai.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Biaya pemeliharaan untuk sistem EBT seperti tenaga surya, dalam jangka panjang, bisa lebih tinggi dibandingkan dengan energi fosil,&quot; ujar Syaiful, dalam wawancara, Rabu (29/10).</p><p style="text-align: justify;">Solusi lain seperti energi nuklir, meski secara operasional murah, dinilai memiliki biaya mitigasi dan pemulihan yang sangat tinggi jika terjadi insiden.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Jika terjadi kebocoran uranium, satu kota harus direlokasi hingga dinyatakan aman,&quot; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Syaiful menegaskan bahwa persoalan mendasar adalah lemahnya komitmen pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menyoroti mandeknya regulasi turunan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, yang hingga kini hanya sampai pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014. Menurutnya, keseriusan pemerintah dapat diukur dari alokasi anggaran.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau tidak ada anggaran, berarti tidak ada program yang serius. Selama ini, isu EBT baru sebatas seremonial, seperti peringatan hari energi,&quot; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Untuk memperkuat transisi energi berkeadilan, pemerintah perlu memperbarui regulasi turunan UU Nomor 30 Tahun 2007 agar tidak berhenti pada PP Nomor 79 Tahun 2014 yang sudah usang. Pembaruan ini harus menjamin perlindungan bagi pekerja tambang terdampak serta membuka peluang ekonomi baru.</p><p style="text-align: justify;">Di tingkat daerah, Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda dapat memperkuat komitmen melalui peraturan daerah tentang energi bersih dan transportasi berkelanjutan, misalnya dengan menyediakan bus listrik untuk pelajar dan memberi insentif bagi pengguna energi ramah lingkungan. Selain itu, program pelatihan dan alih keterampilan bagi tenaga kerja lokal penting agar transisi energi tidak meninggalkan masyarakat kecil di belakang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dampak Sosial dan Masa Depan Pekerja Tambang</strong></p><p style="text-align: justify;">Menyoroti dampak sosial, transisi energi berpotensi menggeser lapangan kerja dari sektor tambang tradisional ke bidang yang lebih &ldquo;hijau&rdquo; seperti tenaga nuklir, PLTA, atau PLTU. Namun, perubahan ini tidak bisa dianggap sepele bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tambang.</p><p style="text-align: justify;">Syaiful menilai, hilangnya lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal. Yang menjadi perhatian, mereka di level menengah ke bawah seperti sopir truk batubara perlu diantisipasi agar transisi energi benar-benar adil dan tidak meninggalkan kelompok rentan di belakang.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Secara makro, pendapatan Kota Samarinda justru bersumber dari jasa dan industri, bukan semata-mata dari tambang,&quot; paparnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski menghadapi banyak tantangan, Syaiful tetap optimis bahwa transisi energi adalah kewajiban yang tidak dapat dihindari. Ia mendorong pemerintah untuk tidak hanya berfokus pada kebijakan impor, tetapi juga mendorong inovasi dan pemanfaatan hasil penelitian energi terbarukan dalam negeri.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Pemerintah harus menjembatani temuan-temuan penelitian agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Jangan sampai hasil penelitian hanya menjadi buku yang tidak berdaya guna,&quot; pungkasnya.</p><p style="text-align: justify;">Tanpa komitmen politik dan langkah anggaran yang konkret, wacana transisi energi berkeadilan di daerah penghasil batubara seperti Kaltim dikhawatirkan akan tetap menjadi rencana di atas kertas, tanpa implementasi nyata yang berkelanjutan. <strong><em>(xel)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jagal: The Act Of Killing, Membaca Luka Bangsa Lewat Layar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/jagal-the-act-of-killing-membaca-luka-bangsa-lewat-layar/baca </link>
<guid> jagal-the-act-of-killing-membaca-luka-bangsa-lewat-layar </guid>
<pubDate> Sat, 08 Nov 2025 23:37:34 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengulik sejarah melalui sebuah karya film </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/jagal-the-act-of-killing-membaca-luka-bangsa-lewat-layar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/cUVASeKf4p.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jagal: The Act Of Killing, Membaca Luka Bangsa Lewat Layar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">&ldquo;Bayangkan jika para pelaku kekerasan menceritakan kisah mereka sendiri, bukan dengan rasa bersalah, melainkan dengan kebanggaan.&rdquo; Kalimat ini seolah menggambarkan dengan tepat sajak-sajak History Cinema yang diselenggarakan oleh Departemen Kajian dan Keilmuan (KAIL) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS).</span><br></p><p style="text-align: justify;">Pada Selasa (30/9) acara nonton bareng film <em>Jagal</em> (2012) ini menjadi salah satu program kerja departemen yang rutin diadakan, bertepatan dengan momen refleksi sejarah nasional, yaitu peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Dengan tema &ldquo;Membaca Luka Bangsa Lewat Layar,&rdquo; acara ini menghadirkan diskusi hangat bersama  Zulkifli Randa, yang merupakan dosen program studi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul. Diskusi ini mengajak mahasiswa untuk menelusuri sejarah Indonesia dari sisi yang sering terlupakan: sisi pelaku, sisi propaganda, dan sisi kemanusiaan.</p><p style="text-align: justify;">Suasana malam itu terasa khidmat namun hangat. Lampu dimatikan, layar menyala, dan para mahasiswa fokus menatap tayangan. Beberapa mencatat, sebagian lainnya hanya terdiam, seolah sedang berdialog dengan hati nurani mereka sendiri. Film Jagal bukan tontonan ringan. Ia tentang bagaimana manusia bisa membungkus kekerasan menjadi kebanggaan.</p><p style="text-align: justify;">Film dokumenter <em>Jagal (The Act of Killing)</em> karya sutradara Joshua Oppenheimer mengangkat kisah kelam Indonesia pasca peristiwa 1965-1966. Namun, alih-alih menyoroti korban, film ini justru menampilkan para pelaku pembunuhan massal yang dengan bangga menceritakan kembali bagaimana mereka menghabisi ribuan nyawa. Dengan pendekatan yang unik, Oppenheimer meminta para pelaku untuk memerankan ulang aksi mereka, bahkan dengan gaya film favorit mereka masing-masing, mulai dari film gangster hingga musikal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hasilnya sungguh menggetarkan: penonton dipaksa menyaksikan bagaimana kekerasan bisa tampak seperti kebanggaan, bagaimana propaganda mampu menumpulkan empati. <em>Jagal</em> bukan sekedar dokumenter, tetapi juga cermin yang memantulkan sisi tergelap dari sejarah bangsa dan sekaligus dari diri manusia itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Melalui film ini, Oppenheimer tidak hanya menunjukkan sisi kejam dari peristiwa 1965, tetapi juga mengajak kita merenung tentang bagaimana kekuasaan dapat menghapus rasa bersalah. Dalam satu adegan, seorang pelaku tampak bangga menceritakan cara ia membunuh, lalu di akhir film terlihat terguncang ketika akhirnya menyadari beban moral dari tindakannya. Momen itu menjadi simbol bahwa kebenaran mungkin bisa ditutupi, tapi tidak bisa dihapus selamanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa 1965-1966 sendiri merupakan salah satu tragedi terbesar dalam sejarah Indonesia modern. Ratusan ribu orang dituduh terlibat dalam Partai Komunis Indonesia (PKI) tanpa proses hukum yang jelas. Mereka ditangkap, disiksa, bahkan dibunuh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selama puluhan tahun, kisah mereka dibungkam. Maka ketika <em>Jagal</em> hadir, ia seakan membuka kotak pandora sejarah yang selama ini dikunci rapat oleh kekuasaan.</p><p style="text-align: justify;">Setelah film berakhir, ruangan sempat hening cukup lama. Beberapa mahasiswa mengaku merasa tidak nyaman hingga mual, menyaksikan adegan-adegan yang direka ulang dengan begitu apik. Namun dari ketidaknyamanan itu muncul perenungan baru.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu peserta diskusi berkata, &ldquo;Saya jadi sadar, sejarah itu bukan cuma tentang siapa benar dan siapa salah, tapi tentang bagaimana kekuasaan membentuk kebenaran.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Seperti yang disampaikan oleh Zulkifli Randa dalam diskusi pasca pemutaran &ldquo;fakta sejarah itu bagaikan kamera, siapa yang memegang kamera, maka sudut pandang itulah yang akan mendominasi.&rdquo; Selama  Orde Baru, kamera sejarah dipegang sepenuhnya oleh rezim.</p><p style="text-align: justify;">Narasi tentang PKI dibangun secara sistematis untuk menumbuhkan ketakutan dan kebencian. Propaganda dijalankan melalui berbagai cara, seperti film wajib tonton Penumpasan Pengkhianatan G30S, media, buku pelajaran, hingga monumen dan museum yang hanya menampilkan satu versi kebenaran, dijadikan alat legitimasi kekuasaan. Generasi tumbuh dengan rasa takut terhadap simbol palu arit tanpa pernah memahami konteks sejarah di baliknya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selama lebih dari tiga dekade, narasi itu tertanam dalam benak masyarakat, membentuk ketakutan kolektif yang masih terasa hingga kini. Anak-anak keturunan PKI mengalami diskriminasi, sulit mengakses pendidikan, pekerjaan, bahkan pernikahan. Semua itu lahir dari satu hal sejarah yang diceritakan dari satu sisi saja. Dalam konteks ini, film <em>Jagal</em> menjadi penting bukan karena ia &ldquo;membenarkan&rdquo; PKI, tetapi karena ia membuka ruang bagi kita untuk melihat peristiwa 1965 dari perspektif lain, tanpa dikekang narasi tunggal. Ia mengajak penonton menilai ulang, siapa sebenarnya yang berkuasa dalam membentuk sejarah?</p><p style="text-align: justify;">Sebagai calon pendidik, mahasiswa sejarah diajak merenung, dihadapkan pada tantangan besar, bagaimana kita akan mengajarkan peristiwa seperti 1965 kepada siswa di masa depan? Apakah kita hanya akan mengulang narasi lama, atau membuka ruang berpikir kritis bagi peserta didik?</p><p style="text-align: justify;">Zulkifli Randa menegaskan pentingnya menjadikan pendidikan sebagai ruang kritis, bukan ruang doktrinasi.  Sejarah harus diajarkan sebagai ruang berpikir, bukan ruang menghakimi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jangan sampai emosi dan kebencian dibawa ke ruang kelas. Sejarah seharusnya menjadi alat berpikir, bukan alat menanamkan dendam&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan ini menjadi refleksi penting bagi penonton. Sebagian mahasiswa mengungkapkan bahwa selama ini mereka terbiasa menghafal fakta sejarah, bukan memahaminya secara kritis. Setelah menonton <em>Jagal</em>, mereka menyadari bahwa sejarah adalah proses interpretasi, bukan kumpulan tanggal dan nama tokoh semata.</p><p style="text-align: justify;">Dalam konteks ini, teori Taksonomi Bloom pun menjadi relevan di sini guru harus menyesuaikan kemampuan berpikir kritis siswa.  Dengan begitu, siswa tidak hanya tahu &ldquo;apa yang terjadi&rdquo; tetapi juga bisa bertanya &ldquo;mengapa itu bisa terjadi.&rdquo; Selain itu mereka  juga bisa memahami sejarah sebagai hasil interpretasi, bukan kebenaran tunggal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film seperti <em>Jagal</em> membantu kita memahami serta menjadi sarana refleksi yang efektif, bahwa sejarah tidak hanya milik pemenang. Ia juga milik korban, saksi, bahkan pelaku. Ketiganya membentuk mosaik masa lalu yang utuh dan dari situlah kita belajar empati.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa sejarah, penulis merasa film ini seperti tamparan halus. Kita sering kali mempelajari sejarah dari buku yang rapi dan teratur, padahal di balik setiap paragraf ada darah, air mata, dan trauma yang nyata. Melihat para pelaku berbicara dengan bangga membuat saya bertanya-tanya: apakah manusia benar-benar belajar dari masa lalunya?</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa 1965 bukan hanya tentang konflik ideologi antara kapitalisme dan komunisme. Ia adalah cermin bagaimana kekuasaan dapat menghapus rasa bersalah dan memanipulasi moralitas, dan juga tentang manipulasi narasi dan hilangnya rasa kemanusiaan. Para pelaku kekerasan dalam <em>Jagal</em> menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat menghapus rasa bersalah, dan bagaimana manusia bisa kehilangan empati karena keyakinan bahwa mereka sedang &ldquo;membela negara&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, momen paling emosional justru muncul dalam film terjadi ketika salah satu pelaku akhirnya terdiam dan muntah setelah menceritakan kembali aksinya. Dalam sekejap, penonton disadarkan bahwa di balik kesombongan itu, ada rasa bersalah yang tidak bisa dihapus oleh ideologi, ia hanya bisa ditekan, tetapi tetap hidup dalam batin manusia.</p><p style="text-align: justify;">Melalui film ini, dan diskusi yang mengiringinya, menunjukkan betapa pentingnya menonton sejarah dengan mata terbuka. Bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memahami. Karena memahami bukan berarti membenarkan, tetapi memahami bagaimana manusia bisa terjebak dalam sistem kekuasaan yang menipu nurani. Film ini juga mengingatkan kita bahwa rekonsiliasi tidak mungkin terjadi tanpa kejujuran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, ia hidup dalam cara kita berpikir, mengajar, dan memandang sesama, ia tidak pernah benar-benar usai. Melalui film <em>Jagal</em>, kita belajar bahwa kebenaran sejarah tidak tunggal. Ia adalah hasil dari banyak suara, termasuk suara yang selama ini dibungkam, dan tugas kita adalah mendengarkannya.</p><p style="text-align: justify;">Dari kegiatan ini sebagai mahasiswa sejarah dan generasi muda berarti menjadi penjaga ingatan kolektif. Tugas kita bukan melanjutkan narasi lama, melainkan membangun kesadaran baru bahwa sejarah harus menjadi ruang dialog, bukan ruang propaganda. Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang menutup luka masa lalunya, melainkan yang berani merawatnya dengan jujur, luka masa lalu hanya bisa sembuh jika kita berani menatapnya, bukan menutup mata.</p><p style="text-align: justify;"><em>Jagal</em> bukan sekedar film, ia adalah pengingat bahwa kemanusiaan harus selalu menjadi pusat dari setiap pembacaan sejarah, dan juga peringatan bahwa bangsa yang lupa masa lalunya akan kehilangan kemanusiaannya. Menonton <em>Jagal</em> berarti menatap cermin bangsa dan di dalam cermin itu, kita melihat wajah kita sendiri. Melalui film ini, kita diajak untuk tidak sekadar menonton sejarah, tetapi menyembuhkannya dengan cara memahami.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Hilda Herawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul 2024</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Luka di Tanah Negeri yang Terus Dikeruk </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/luka-di-tanah-negeri-yang-terus-dikeruk/baca </link>
<guid> luka-di-tanah-negeri-yang-terus-dikeruk </guid>
<pubDate> Mon, 10 Nov 2025 21:24:03 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tambang ilegal merusak lingkungan dan ekonomi, mahasiswa didorong aktif mengawasi serta mengadvokasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/luka-di-tanah-negeri-yang-terus-dikeruk/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Oa0XlLxElG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Luka di Tanah Negeri yang Terus Dikeruk</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Tambang batu bara ilegal menjadi masalah serius yang merugikan masyarakat Indonesia karena kegiatan ini sering dilakukan tanpa izin dan pengawasan yang memadai.</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, tambang ilegal dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran air, erosi tanah yang terus dikeruk, dan hilangnya keanekaragaman hayati di mana penebangan pohon terus terjadi untuk membuka lahan pertambangan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, tambang ilegal menghilangkan potensi pendapatan negara yang seharusnya diperoleh dari pajak dan retribusi, sehingga mengurangi dana pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Seperti UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam itu dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyatnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah telah menunjukkan niat untuk menindak tambang ilegal. Namun, implementasi kebijakan dan pengawasan masih jauh dari kata optimal. Meskipun telah dibentuk berbagai satgas dan operasi penertiban, praktik tambang batu bara ilegal tetap marak dan sulit diberantas karena adanya keterlibatan oknum aparat, modal besar, dan jaringan politik lokal yang melindungi aktivitas tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah terkesan masih kurang fokus dan kadang terkesan menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada perusahaan atau pihak lain tanpa tindakan tegas yang konsisten.</p><p style="text-align: justify;">Koordinasi antar lembaga yang lemah dan kapasitas pengawasan yang terbatas membuat tambang batu bara ilegal beroperasi dengan leluasa, sehingga kerusakan lingkungan dan kerugian negara terus berlanjut.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat sistem hukum agar tidak hanya menjadi rencana yang tidak jelas kelanjutannya, tetapi hal ini juga memberikan efek jera nyata bagi pelaku tambang ilegal, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) demi kesejahteraan masyarakat dan masa depan negara.</p><p style="text-align: justify;">Praktik tambang ilegal juga sering menimbulkan konflik sosial karena pengelolaan yang tidak transparan dan eksploitasi sumber daya tanpa memperhatikan hak serta keselamatan warga sekitar, di mana hak yang dijanjikan kepada masyarakat tidak terealisasikan dengan baik sehingga terjadinya ketimpangan ekonomi di dalam masyarakat. Hal ini juga mengancam kelestarian SDA dan keindahan alam di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, terjadi operasi tambang batu bara ilegal di kawasan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), terutama di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Kalimantan Timur, yang telah berlangsung hampir satu dekade sejak 2016 hingga 2024 dengan luas area sekitar 186 Hektare.</p><p style="text-align: justify;">Penambangan tersebut menyebabkan kerugian negara mencapai sekitar Rp5,7 Triliun dengan modus pelaku mengemas batu bara ilegal dalam karung dan kontainer, serta memalsukan dokumen agar terlihat legal.</p><p style="text-align: justify;">Aparat kepolisian berhasil menyita 351 kontainer batu bara ilegal dan menangkap beberapa tersangka. Namun, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk menindak semua pelaku dan mencegah kerusakan lingkungan yang terus meluas di kawasan konservasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tambang batu bara ilegal membawa dampak kerugian yang sangat besar bagi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Dari sisi lingkungan, tambang ilegal menyebabkan kerusakan hutan di mana untuk membuka lahan pertambangan yang baru, mereka menebang hutan-hutan.</p><p style="text-align: justify;">Pencemaran air juga menjadi masalah serius dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Aktivitas pertambangan menghasilkan air asam yang mengandung logam berat dan bisa memyebabkan gatal-gatal pada kulit.</p><p style="text-align: justify;">Tanah di sekitar tambang menyebabkan menurunnya produktivitas lahan pertanian dan perkebunan. Ini mengancam sumber mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada SDA dan kekayaan hutan itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, aktivitas tambang batu bara ilegal seringkali menggunakan bahan kimia berbahaya yang mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.</p><p style="text-align: justify;">Sosial ekonomi masyarakat juga terdampak negatif karena tambang batu bara ilegal tidak memberikan kontribusi pajak atau dana pengembangan masyarakat yang seharusnya menjadi hak daerah dan negara.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, tambang ilegal dapat memicu konflik sosial, meningkatkan ketimpangan ekonomi, dan menimbulkan gangguan keamanan serta penyakit di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Secara nasional, tambang ilegal juga menyebabkan potensi pendapatan negara hilang triliunan rupiah, yang semestinya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Dengan semua dampak ini, jelas bahwa tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merugikan masyarakat secara luas dan berkelanjutan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Unmul, saya tentunya memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam mengatasi masalah tambang ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai generasi muda yang kritis dan kreatif, mahasiswa dapat menggalang kesadaran masyarakat melalui gerakan sosial dan aksi kolektif seperti demonstrasi.</p><p style="text-align: justify;">Kampanye media sosial seperti membuat konten tentang isu tambang ilegal dan mengkaji isu tersebut agar masyarakat mudah paham, serta menggelar dialog publik untuk menolak aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan dan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, mahasiswa atau masyarakat juga dapat melakukan pengawasan langsung dengan mendokumentasikan aktivitas tambang batu bara ilegal dan melaporkannya kepada pihak berwenang atau media agar penegakan hukum bisa berjalan lebih efektif.</p><p style="text-align: justify;">Peran mahasiswa dan masyarakat juga bisa diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar dan forum diskusi di mana kita bisa bertukar pikiran dan menemukan solusi atau tujuan dalam forum diskusi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Contoh konkret yang bisa dilakukan mahasiswa adalah membentuk komunitas peduli lingkungan di kampus yang fokus pada pengawasan dan advokasi terkait tambang batu bara ilegal.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, mendorong kebijakan lebih transparan dalam pengelolaan izin tambang serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah melalui hasil-hasil riset juga menjadi kontribusi signifikan.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, pengembangan program pelatihan bagi masyarakat lokal untuk menemukan alternatif mata pencaharian yang ramah lingkungan dapat menjadi terobosan nyata untuk mengurangi ketergantungan terhadap tambang batu bara ilegal.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Raya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perundungan di Indonesia Menjadi Identitas Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/perundungan-di-indonesia-menjadi-identitas-bangsa/baca </link>
<guid> perundungan-di-indonesia-menjadi-identitas-bangsa </guid>
<pubDate> Mon, 10 Nov 2025 21:35:00 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kasus Timothy menegaskan lemahnya penanganan perundungan dan pentingnya kampus yang aman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/perundungan-di-indonesia-menjadi-identitas-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WFSGic2KBo.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perundungan di Indonesia Menjadi Identitas Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Perundungan ialah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan sengaja untuk membuat si korban merasa tersingkirkan dengan tujuan menghina, mengolok, dan mengejek kekurangan orang lain. Perundungan di Indonesia ini masih sangat sering terjadi, karena banyak oknum yang merasa paling berkuasa untuk menindas korban yang lemah.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan keterangan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang dikutip&nbsp;</span><span><em>Goodstats</em></span><span>, pada 2023 terdapat 285 kasus, maka pada 2024 jumlahnya melonjak menjadi 573 kasus, naik lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total tersebut, sekitar 31 persen berkaitan langsung dengan perundungan. Angka ini memperlihatkan bahwa perundungan masih menjadi bentuk kekerasan yang paling dominan di sekolah atau di kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perundungan di Indonesia masih sering kali terjadi disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya bentuk balas dendam, ikut-ikut dengan teman,</span><span>&nbsp;</span><span>memiliki kontrol diri yang rendah dan tidak memiliki perasaan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Sehingga perundungan ini sering kali berdampak kepada individu yang berada di lingkungan di mana perundungan kerap kali terjadi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peran pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memperkuat implementasi kebijakan&nbsp;</span><span><em>anti-bullying</em></span><span>&nbsp;di sekolah, khususnya di tingkat menengah atas. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif, yang bebas dari kekerasan dan intimidasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kebijakan ini, diharapkan dampak buruk&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;terhadap kesehatan mental dan prestasi akademik siswa dapat diminimalisir.</span><span>&nbsp;</span><span>Ada beberapa undang-undang (UU) yang dapat menjadi dasar hukum bagi penanganan kasus&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>. Di antaranya, Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 yang menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>, dapat dikenakan hukuman pidana hingga 15 tahun penjara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 19 Tahun 2016 juga bisa diterapkan apabila terjadi penyebaran konten&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;melalui media sosial, yang dapat merusak nama baik korban. Meskipun kebijakan&nbsp;</span><span><em>anti-bullying</em></span><span>&nbsp;sudah ada, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan. Salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya sumber daya dan pelatihan, terutama di sekolah-sekolah yang berlokasi di daerah terpencil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seperti halnya kasus Timothy. Dugaan perundungan di perguruan tinggi tersebut viral setelah seorang mahasiswa, Timothy Anugerah Saputra, ditemukan terkapar di halaman gedung FISIP setelah melompat dari lantai empat gedung fakultas itu pada Rabu (15/10). Timothy dinyatakan meninggal setelah sempat &nbsp;mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kondisi Timothy saat itu tersebar di grup Whatsapp sebagian mahasiswa yang tergabung di himpunan mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alih-alih bersimpati dan berempati, para mahasiswa di grup tersebut malah mengolok-olok. Obrolan nirempati di grup pesan mahasiswa universitas itu viral di media sosial dan menuai amarah warganet. Universitas Udayana kemudian mengeluarkan pernyataan pada Jumat (17/10). Dalam pernyataan itu, disebut isi percakapan terjadi setelah mendiang meninggal dunia sehingga percakapan tertulis yang beredar tidak berkaitan atau menjadi penyebab Timothy menjatuhkan diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) di Unmul, penulis meyakini bahwa perundungan di Indonesia ini memang masih ada meskipun terdapat berbagai upaya dari pemerintah untuk mengurangi perundungan melalui berbagai upaya. Dengan mendukung program anti<em>&nbsp;</em><em>bullying</em>&nbsp;di ranah Pendidikan ini biasanya mencakup edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang&nbsp;<em>bullying</em>, penegakan aturan yang jelas tentang perilaku yang dilarang, dan dukungan bagi korban.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 55 Tahun 2024 yang mengatur Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. Sehingga kampus menjadi tempat seseorang untuk berpikir bukan sebagai tempat untuk menjatuhkan teman sesama di kampus. Sesama mahasiswa harus saling menghargai dan menghormati kekurangan yang ada.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus Timothy ini menjadi pembelajaran &nbsp;bersama agar bercanda jangan berlebihan dan jangan &nbsp;menghina kekurangan kawan. Dalam bermain media sosial juga harus bijak dalam penggunaannya. Sehingga kasus ini dapat berkurang baik di lingkungan masyarakat maupun di dunia pendidikan. Ciptakan suasana yang aman dan damai dalam masyarakat maupun dunia pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Polisi juga harus mengusut tuntas kasus ini karena diketahui bahwa pelaku perundungan hanya mendapat nilai rendah. Seharusnya, mereka dikeluarkan dan diproses dengan hukum yang berlaku. Polisi harus bertindak tegas sebab kasus ini sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) di dalam ranah kampus. Itupun harus ada keterkaitan antara Universitas dan Kepolisian. Penegakan hukum ini yang diperlukan di Indonesia yang masih tergolong rendah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perundungan yang sekarang masih ada harusnya dikurangi karena ini mencakup kesehatan mental dan fisik yang dilakukan oleh oknum pelaku yang tidak bertanggung jawab atas tindakan yang mereka perbuat. Oknum pelaku ini seharusnya bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan di kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Hanif Hakim, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menelisik Kehidupan Masyarakat Kelas Bawah Lewat Film Pangku </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menelisik-kehidupan-masyarakat-kelas-bawah-lewat-film-pangku/baca </link>
<guid> menelisik-kehidupan-masyarakat-kelas-bawah-lewat-film-pangku </guid>
<pubDate> Tue, 11 Nov 2025 20:40:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pangku memotret kehidupan kelas bawah dengan sunyi, jujur, dan penuh detail kecil yang berarti </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menelisik-kehidupan-masyarakat-kelas-bawah-lewat-film-pangku/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CcacuVO0Ex.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menelisik Kehidupan Masyarakat Kelas Bawah Lewat Film Pangku</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Film perdana sutradara anyar, Reza Rahardian berjudul <em>Pangku</em> naik layar sejak Senin (6/11) kemarin. Mengangkat kisah seorang perempuan yang bekerja sebagai penjual kopi di warung pinggir jalan, film ini sukses menggambarkan realitas kehidupan masyarakat kelas bawah.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdurasi satu jam empat puluh menit, film ini diperankan oleh Claresta Taufan sebagai Sartika. Bekerja sebagai perempuan penjaja kopi jalanan, Sartika jatuh cinta dengan Hadi yang diperankan oleh Fedi Nuril.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai sopir angkutan ikan, Hadi kerap mampir di warung kopi untuk beristirahat. Seiring waktu, keduanya menjalin cinta dan membangun sebuah keluarga. Sayangnya, kehidupan bahagia Sartika tidak bertahan lama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Penggambaran Realita</strong></span><br><span>Kental dengan isu sosial, film ini menyampaikan realitas melalui suara-suara alami. Penggunaan lagu Nadin Amizah berjudul&nbsp;</span><em><span>Rayuan</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>Perempuan Gila</em></span><span>&nbsp;jarang diperdengarkan. Penonton lebih sering disuguhi suara angin berdesir, suara hewan, suara kendaraan, dan lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Reza Rahardian menggunakan suara-suara alami untuk menunjukkan pada penonton sebagaimana adanya. Hampir di tiap adegan, penonton dipaksa menikmati kesunyian, sebab tidak adanya instrumen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong style="">Detail Kecil</strong></span><br><span>Selain itu, detail-detail kecil tak luput dari perhatian sutradara. Tiap adegan memiliki makna sebagai pendukung cerita. Tak terkecuali adegan Bayu (diperankan Shakeel Fauzi), anak Sartika saat main layangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adegan menerbangkan layangan tersebut muncul beberapa kali. Pemilihan adegan ini dapat dimaknai sebagai kehidupan Bayu yang penuh dinamika. Sepanjang film, tindakan yang ditunjukkan pemain memperkuat jalan cerita dan tidak berakhir sia-sia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Latar Pendukung</strong></span><br><span>Sementara itu, film ini juga menggunakan latar tempat Kampung Nelayan dan menyoroti kehidupan masyarakat pesisir. Berlatar waktu antara 1997 hingga awal 2000-an, masyarakat pada saat itu harus berjuang melawan krisis ekonomi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perjuangan para pemain diperlihatkan melalui penggambaran karakter, kostum, hingga tata rias yang digunakan. Penggambaran yang pas dengan realita ini seolah mengajak penonton mencium bau matahari yang menyeruak dari badan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemilihan isu sosial kelas bawah di film ini mengajak penonton melihat realita. Kehidupan masyarakat di lingkup tersebut erat dengan perjuangan dan penderitaan. Posisi perempuan juga kerap dianggap sebagai objek pemuas, baik di kalangan atas maupun di kalangan masyarakat biasa.</span></p><p style="text-align: justify;">Reza Rahardian, sebagai sutradara mampu mengemas kehidupan tokoh selaras dengan kenyataan di masyarakat. Hingga ending, tidak ada pemaksaan alur untuk sesuai dengan harapan penonton, tetapi benar-benar berjalan apa adanya. <strong><em>(mlt)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Posisi Kepemimpinan dan Ruang Setara Perempuan di Lingkup Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/posisi-kepemimpinan-dan-ruang-setara-perempuan-di-lingkup-kampus/baca </link>
<guid> posisi-kepemimpinan-dan-ruang-setara-perempuan-di-lingkup-kampus </guid>
<pubDate> Thu, 13 Nov 2025 21:51:33 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perempuan Unmul kian berperan, tapi masih hadapi bias dan stigma kepemimpinan berbasis gender </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/posisi-kepemimpinan-dan-ruang-setara-perempuan-di-lingkup-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JDBjY1Mv4u.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Posisi Kepemimpinan dan Ruang Setara Perempuan di Lingkup Kampus</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;&nbsp;</strong>Perempuan di Unmul kini kian menunjukkan perannya dalam berbagai posisi kepemimpinan. Meski peluang untuk menduduki jabatan strategis terbuka luas, bias budaya dan pandangan konservatif terhadap pemimpin perempuan disebut masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya hilang.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul periode 2023&ndash;2024, Veronika Febby Ola Deo, menilai kampus telah memberikan kesempatan yang setara bagi mahasiswa, tanpa membedakan gender. Ia menyoroti semakin banyaknya perempuan yang memegang jabatan penting baik di tingkat organisasi kemahasiswaan maupun di struktur kelembagaan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang sudah banyak posisi strategis yang diisi perempuan. Artinya, kampus sudah memberikan ruang yang sama, baik untuk laki-laki maupun perempuan,&rdquo; ujarnya melalui pesan suara, Senin (13/10).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demikian, Veronika mengakui masih ada sebagian pihak yang memandang sebelah mata kemampuan perempuan dalam memimpin. Ia menyebut hal ini bukan disebabkan oleh kebijakan, melainkan cara pandang sebagian orang yang masih bias terhadap gender.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Masih ada yang menilai pendapat perempuan tidak logis hanya karena yang berbicara itu perempuan. Jadi bukan isi pikirannya yang dilihat, tapi siapa yang mengatakannya,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa proses rekrutmen dan pemilihan pemimpin di Unmul kini semakin ramah terhadap isu gender. Namun, menurutnya, perubahan budaya tetap perlu diperkuat agar sikap setara tidak hanya berhenti di level kebijakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sekarang sudah jarang ada pertanyaan yang menyinggung hal pribadi atau gender dalam seleksi, tapi penerapannya kadang masih belum sepenuhnya setara,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia kemudian mendorong perempuan agar tidak ragu mengambil peran dan membuktikan kemampuan mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unmul, Rina Juwita, menilai secara struktural keterlibatan perempuan di Unmul sudah cukup tinggi. Ia menyebut, beberapa fakultas bahkan dipimpin oleh Dekan dan Wakil Dekan perempuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau bicara representasi, sebenarnya sudah banyak perempuan di jabatan strategis, tapi secara kultural, belum sepenuhnya setara. Masih ada stigma bahwa pemimpin harus laki-laki karena dianggap lebih rasional dan tegas,&rdquo; ujarnya saat ditemui, Kamis (7/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rina menambahkan, kultur organisasi yang masih dominan maskulin membuat perempuan harus berjuang lebih keras untuk menunjukkan kompetensinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau laki-laki bisa berlari tanpa beban, perempuan tetap harus berlari sambil membawa beban. Usaha yang dibutuhkan bisa dua kali lipat,&rdquo; tuturnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lebih lanjut, ia menjelaskan tidak ada kebijakan kampus yang secara eksplisit mengatur keterwakilan gender dalam jabatan tertentu. Menurutnya, posisi kepemimpinan di Unmul sepenuhnya ditentukan oleh kompetensi dan pengalaman, bukan jenis kelamin.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Tidak ada aturan soal kuota perempuan. Semua punya kesempatan yang sama, tinggal bagaimana membuktikan kemampuan diri. Ini bukan soal gender, tapi soal kompetensi,&rdquo; tegasnya.</span></p><p style="text-align: justify;">Baik Veronika maupun Rina keduanya menegaskan, perempuan di Unmul telah membuktikan kapasitasnya dalam berbagai bidang. Namun, keduanya berharap perubahan pola pikir dan budaya akademik yang lebih setara bisa terus diperkuat, agar perempuan tidak lagi dinilai dari identitasnya, melainkan dari kontribusinya. <strong><em>(ela/mlt/myy)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> E10 di Indonesia: Seberapa Siap Infrastruktur dan Industri Kita Menyambutnya? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/e10-di-indonesia-seberapa-siap-infrastruktur-dan-industri-kita-menyambutnya/baca </link>
<guid> e10-di-indonesia-seberapa-siap-infrastruktur-dan-industri-kita-menyambutnya </guid>
<pubDate> Fri, 14 Nov 2025 21:05:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> E10 berpotensi kurangi emisi, tapi kesiapan industri dan pasokan Indonesia belum sepenuhnya matang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/e10-di-indonesia-seberapa-siap-infrastruktur-dan-industri-kita-menyambutnya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/18mjXTsfGz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>E10 di Indonesia: Seberapa Siap Infrastruktur dan Industri Kita Menyambutnya?</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di Indonesia, dorongan menggunakan bensin etanol 10 persen (E10) kembali muncul. &nbsp;Hal ini dianggap solusi cepat mengurangi emisi dan meningkatkan kemandirian energi. Namun, perlu dilakukan uji coba lagi untuk memastikan industri dan infrastruktur kita sudah siap untuk menerima program ini. Kesiapan energi harus didukung oleh bukti, ketahanan pasokan, dan konsistensi produksi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keyakinan awal bahwa Indonesia memiliki stok bioetanol yang cukup untuk mencapai skala E10 harus dipertimbangkan. Penelitian oleh Dinata, dkk. (2021) dalam Jurnal&nbsp;</span><span><em>TIN</em></span><span>&nbsp;menunjukkan bahwa singkong memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan etanol. Namun, karena produksi singkong nasional bervariasi, kualitas bahan baku tidak stabil, dan sebagian besar lahan singkong bersaing untuk memenuhi permintaan pangan, kontinuitas pasokan tetap menjadi masalah penting.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Studi tersebut secara jelas mengingatkan bahwa kemampuan teoretis tidak sama dengan kemampuan praktis; untuk program sebesar E10, yang diperlukan adalah kemampuan yang stabil, bukan hanya potensi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut asumsi kedua, infrastruktur yang digunakan untuk menyebarkan dan menggabungkan BBM sudah siap. Menurut penelitian Jupesta (2010) dalam&nbsp;</span><span><em>Sustainability</em></span><span>, &quot;infrastruktur yang tidak mencukupi&quot; adalah salah satu hambatan utama bagi pertumbuhan biofuel di Indonesia. Bukan hanya fasilitas teknis, melainkan juga mencakup peraturan, persyaratan pasar, dan penerimaan publik. Program etanol, yang lebih sensitif terhadap kualitas dan kadar air, akan menghadapi tantangan yang lebih sulit jika masalah ini tidak diatasi di level biodiesel.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, asumsi ketiga bahwa E10 akan memiliki dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan harus dipertimbangkan. Melalui penelitian tentang bahan bakar alternatif di Indonesia, Setio (2022) menunjukkan bahwa meskipun ada banyak potensi untuk energi terbarukan, pelaksanaannya sulit karena perbedaan dalam teknologi, distribusi, dan pasokan bahan baku. Dengan kata lain, keuntungan E10 tidak datang secara otomatis hanya karena dicampur ke dalam bensin, tetapi datang jika seluruh ekosistem bekerja sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika kita mempertimbangkan ketiga temuan penelitian tersebut, jelas bahwa Indonesia belum siap sepenuhnya. Meskipun industri penelitian menunjukkan tanda-tanda baik,&nbsp;</span><span><em>feedstock</em></span><span>&nbsp;lokal dapat menghasilkan etanol berkualitas tinggi, kendaraan dapat beroperasi dengan baik menggunakan E10, dan banyak peluang ekonomi terbuka, ekosistem pendukungnya belum sepenuhnya terbentuk.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketidakstabilan pasokan, kinerja mesin yang tidak merata, dan distorsi harga bahan baku pangan adalah beberapa masalah baru yang dapat muncul dengan penerapan E10 jika tidak ada rantai produksi yang stabil, fasilitas blending yang merata, dan standar mutu etanol yang konsisten.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini bukan alasan untuk menolak E10. Sebaliknya, ini adalah alasan untuk melihat kenyataan teknis secara jujur dan membuat kebijakan yang dibuat kuat. E10 tidak sukses hanya karena dirilis cepat, tetapi karena dasar industrinya yang kukuh dari petani&nbsp;</span><span><em>feedstock</em></span><span>&nbsp;hingga pabrik fermentasi dan distilasi, standar etanol nasional, dan infrastruktur distribusi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Membaca kembali bukti ilmiah menunjukkan bahwa posisi Indonesia bukan &quot;tidak siap&quot;, tetapi &quot;belum siap sepenuhnya&quot;. Pengakuan ini memberikan peluang untuk memperbaiki agar ketika E10 akhirnya diluncurkan secara nasional, ia tidak hanya tercapai di atas kertas, tetapi juga berfungsi, menguntungkan, dan berkelanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Hady Susilo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tembok di Pekarangan Bunga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tembok-di-pekarangan-bunga/baca </link>
<guid> tembok-di-pekarangan-bunga </guid>
<pubDate> Sat, 15 Nov 2025 22:06:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> tembok ini kubangun untuk meraih cahaya tanpa merusak bunga-bunga itu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tembok-di-pekarangan-bunga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XqEVrp1lYx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tembok di Pekarangan Bunga</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Aku salah<br><span>Sebab membangun tembok di sebuah pekarangan bunga</span><br><span>Namun, ia berteriak padaku sembari duduk di atas tembok,</span><br><span>yang juga ia dirikan di sana</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak,</span><br><span>Bukan maksudku merusak</span><br><span>Aku mencintai tata indahnya.&nbsp;</span><br><span>Bunganya yang bermekaran menambah keelokan riasan</span><br><span>Pemandangan kesukaan</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karenanya, kucoba penuhi hasrat tanpa merusak pekarangan indah itu</span><br><span>Hasrat meraih cahaya di balik sebuah pohon besar</span><br><span>Namun mustahil meraih dengan berpijak,</span><br><span>di atas indahnya bunga-bunga yang bermekaran</span><br><span>Pijakan kakiku akan merusak keasriannya</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana?&nbsp;</span><br><span>Bagaimana memberitahunya?</span><br><span>Tolong aku.</span><br><span>Jelaskan padanya,</span><br><span>tembok ini kubangun untuk meraih cahaya tanpa merusak bunga-bunga itu</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Risna, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022</em></strong></span></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Jabatan Menjadi Ladang Pencurian </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-jabatan-menjadi-ladang-pencurian/baca </link>
<guid> ketika-jabatan-menjadi-ladang-pencurian </guid>
<pubDate> Mon, 17 Nov 2025 20:43:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Korupsi makin meluas, penyalahgunaan jabatan merugikan negara dan kepercayaan publik terus melemah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-jabatan-menjadi-ladang-pencurian/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o1g1FNBqCV.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Jabatan Menjadi Ladang Pencurian</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span>Seperti yang kita ketahui, kasus korupsi di Indonesia sudah marak terjadi dan sudah menjadi hal yang lumrah dan belum ada solusi konkrit terkait masalah ini. Korupsi sendiri adalah tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum pemerintahan maupun dari rakyat &nbsp;itu sendiri yang karena adanya kesempatan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Korupsi sendiri bisa dalam bentuk barang dan uang. &nbsp;hal ini mencerminkan penyalahgunaan kekuasaan yang berdampak buruk pada pembangunan negara dan kepercayaan publik. Data dan kajian di Indonesia mengungkapkan bahwa kejahatan jabatan, termasuk korupsi dan penyelewengan wewenang, dilakukan secara sadar untuk keuntungan pribadi atau kelompok, yang menimbulkan kerugian besar secara materiil maupun moril bagi bangsa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penyelewengan jabatan atau kejahatan jabatan di Indonesia diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan merupakan tindakan kriminal serius. Kejahatan ini biasanya dilakukan dengan cara mengalihkan tujuan dari kewenangan yang dimiliki untuk keuntungan pribadi, seperti gratifikasi yang dianggap suap dan korupsi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Perbuatan tersebut tidak hanya mencuri secara material, tapi juga mengkhianati kepercayaan masyarakat, sehingga berdampak negatif pada pembangunan dan tata kelola negara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Salah satu kasus korupsi terbesar yang mencuat di awal tahun 2025 adalah dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina beserta anak perusahaannya dan para Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang berlangsung sejak 2018 hingga 2023.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kasus tersebut memperkirakan kerugian negara mencapai Rp 193,7 Triliun hanya dalam satu tahun, dan total kerugian selama lima tahun mencapai angka fantastis hingga mencapai triliunan rupiah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penyidik telah menetapkan sembilan tersangka, yang terdiri dari enam pejabat Pertamina dan tiga pelaku swasta, termasuk Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga dan Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penyelidikan masih berlangsung intensif, termasuk penggeledahan dan pemeriksaan saksi-saksi yang diduga mengetahui aliran dana korupsi tersebut.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, kasus korupsi dana iklan di Bank BJB juga menjadi sorotan publik. KPK tengah menyelidiki pengadaan iklan yang diduga menyebabkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Lima tersangka telah ditetapkan, termasuk pejabat lembaga dan pelaku swasta, serta rumah mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat digeledah sebagai bagian dari penyidikan. Kasus ini memperlihatkan betapa jabatan yang mestinya dijaga integritasnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dengan mengorbankan keuangan publik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Data resmi dari Kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa pencurian dan korupsi jabatan menjadi salah satu kejahatan paling banyak terjadi di Indonesia, mencederai kepercayaan publik dan menghambat pembangunan nasional.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penyalahgunaan jabatan seperti ini tidak hanya membawa kerugian ekonomi yang sangat besar, tetapi juga memperburuk ketidakadilan sosial dan melemahkan integritas lembaga pemerintahan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, penegakan hukum yang tegas dan transparan sangat diperlukan untuk membersihkan lingkungan jabatan dari praktik korupsi agar fungsi jabatan benar-benar menjadi ladang pengabdian bagi rakyat dan negara. Opini ini menggambarkan kenyataan pahit yang harus menjadi perhatian serius semua pihak demi masa depan Indonesia yang lebih baik.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Data dan fakta dari berbagai kasus tersebut memperkuat kenyataan pahit bahwa jabatan yang seharusnya menjadi simbol pengabdian justru dijadikan sarang korupsi dan penyelewengan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Tindakan-tindakan ini tidak hanya mencuri uang rakyat, tetapi juga menodai integritas lembaga, memperlemah sistem pemerintahan, dan menghambat kemajuan pembangunan nasional.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kepercayaan masyarakat kepada pejabat publik dan institusi pemerintahan pun semakin terkikis, menciptakan jurang ketidakpercayaan yang berbahaya bagi stabilitas negara.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Penanganan kasus korupsi ini harus dilakukan dengan penuh keseriusan dan transparansi, serta didukung oleh sistem pengawasan dan penegakan hukum yang kuat. Hanya dengan upaya bersama untuk membersihkan praktik-praktik koruptif, maka jabatan dapat kembali merefleksikan nilai pengabdian dan bukan ladang pencurian.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Opini ini hendaknya menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat dan pejabat agar tidak membiarkan kekuasaan disalahgunakan dan merugikan masa depan bangsa Indonesia secara keseluruhan.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Masalah ini sangat relevan untuk mengingat ajaran Tan Malaka sebagai inspirasi perjuangan melawan korupsi di Indonesia. Tan Malaka mengingatkan bahwa perjuangan seperti ini harus dilakukan secara terorganisir dan masif, melibatkan seluruh elemen masyarakat yang sadar akan kewajibannya menjaga keadilan dan integritas negara.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dalam konteks ini, kutipan Tan Malaka yang bisa dijadikan pegangan adalah, &quot;Perjuangan mesti dilakukan secara terstruktur, dan dengan perencanaan yang matang. Perjuangan kaum proletariat itu harus dibarengi kesadaran nasional, yaitu kesadaran akan identitas nasional dan perjuangan bersama&quot;.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai seorang mahasiswa Universitas Mulawarman yang mempelajari tentang etika dan moral, masalah korupsi yang berakar dari penyalahgunaan jabatan menjadi perhatian utama karena menyentuh ranah prinsip dasar kejujuran dan tanggung jawab sosial.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Korupsi bukan hanya sebuah tindakan kriminal, melainkan juga pelanggaran berat terhadap nilai-nilai moral yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap pejabat pemerintahan. Ketika jabatan yang seharusnya diisi dengan integritas dan pengabdian justru disalahgunakan untuk keuntungan pribadi, hal ini jelas menjadi pengkhianatan terhadap rakyat yang mempercayakan amanat dan harapan mereka.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa, peran kita bukan hanya mengamati, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif dan menuntut penegakan hukum yang adil dan transparan.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Dengan rujukan pada ajaran Tan Malaka yang menekankan pentingnya perjuangan bersama dan organisasi yang terstruktur, mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang memperjuangkan tata kelola pemerintahan bersih dari korupsi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kampus harus menjadi tempat tumbuhnya sikap kritis, integritas, dan semangat pengabdian yang tulus, agar kelak ketika menduduki posisi jabatan, para mahasiswa ini tidak tergoda untuk menjadikan jabatan sebagai ladang pencurian, melainkan sebagai ladang pengabdian nyata untuk kemajuan bangsa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span><em><strong>Opini ini ditulis oleh Sulkifli Agung, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FKIP Unmul 2025.</strong></em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Di Bawah Langit yang Sama: Mengapa Mentari Terbit Lebih Sulit di Mata Perempuan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/di-bawah-langit-yang-sama-mengapa-mentari-terbit-lebih-sulit-di-mata-perempuan/baca </link>
<guid> di-bawah-langit-yang-sama-mengapa-mentari-terbit-lebih-sulit-di-mata-perempuan </guid>
<pubDate> Tue, 18 Nov 2025 20:46:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perempuan bekerja lebih keras karena pajak waktu dan bias struktural yang belum terselesaikan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/di-bawah-langit-yang-sama-mengapa-mentari-terbit-lebih-sulit-di-mata-perempuan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/GkqntOFnqL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Di Bawah Langit yang Sama: Mengapa Mentari Terbit Lebih Sulit di Mata Perempuan?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Opini ini bukan tentang meniadakan peran laki-laki, melainkan menantang struktur yang diam-diam memihak. Ini adalah ajakan untuk melihat lebih dalam; di era modern ini, perjuangan untuk sekadar &ldquo;terbit&rdquo; dan bersinar bagi seorang perempuan sering kali harus melalui labirin ganda yang penuh rintangan tak terlihat.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kesenjangan ini paling nyata dalam ranah ekonomi, di mana Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan hanya sekitar 54 persen, jauh di bawah laki laki (sekitar 82 persen). Lebih provokatif lagi, kesetaraan bukan hanya masalah akses, tetapi juga penghargaan; kesenjangan upah rata-rata (</span><span><em>Gender Pay Gap</em></span><span>) mencapai 20 persen antara buruh perempuan dan laki-laki dengan kualifikasi setara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Angka penurunan ini bukan cerminan kurangnya ambisi perempuan, melainkan bukti bahwa pasar kerja dan sistem dukungan sosial gagal mengakomodasi peran ganda yang dituntut masyarakat. Perempuan dipaksa memilih antara karier atau keluarga karena sistem tidak fleksibel. Sementara laki-laki tidak pernah dihadapkan pada dilema eksklusif ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Disparitas waktu ini bukanlah sekadar perbedaan hobi atau kecenderungan, melainkan sebuah &quot;Pajak Waktu&quot; yang wajib dibayar oleh perempuan. hal tersebut dikarena norma sosial yang patriarkal. Pajak waktu ini memiliki konsekuensi ekonomi dan profesional yang parah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pertama, ia menciptakan &quot;kesenjangan waktu&quot; yang fundamental yang mana perempuan memulai perlombaan karier dengan defisit jam kerja dan jam istirahat yang krusial. Kedua, pekerjaan yang tidak dibayar ini secara efektif menahan perempuan dari pasar kerja, atau membatasi pilihan karier mereka pada pekerjaan yang lebih fleksibel namun berupah rendah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mentari terbit menjadi sulit karena perempuan harus sudah bangun jauh lebih awal dan bekerja sebelum mentari profesionalnya tiba. Hal tersebut membuat mereka kehabisan energi sebelum fajar. Partisipasi angkatan kerja perempuan menurun drastis setelah memiliki anak, bukan karena kurangnya kemauan, tetapi karena sistem tidak mendukung peran ganda yang mereka emban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Taroreh dkk. (2023) Mengenai Prasyarat Karier: &quot;Untuk meraih pekerjaan di luar rumah bagi wanita seringkali disertai persyaratan bahwa pekerjaan rumah seperti mengasuh anak, mengerjakan tugas-tugas rumah tangga harus beres terlebih dahulu, sementara hal yang sama tidak menjadi persyaratan bagi pria yang bekerja di luar rumah.&quot;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kutipan ini secara eksplisit mendukung argumen &quot;Pajak Waktu&quot; dan standar ganda yang menghambat perempuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulis percaya bahwa tesis ini bukan sekadar klaim akademis; realitas pahit yang dialami oleh ibu, saudara perempuan, dan rekan kerja kita setiap hari. Kita sering menggunakan frasa &quot;langit yang sama&quot; seolah-olah kesetaraan sudah menjadi kenyataan, padahal yang kita saksikan adalah langit yang bersekat dan berjenjang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sulitnya mentari terbit di mata perempuan, bagi penulis, bukan karena perempuan kurang gigih atau kurang ambisius. Sebaliknya, hal itu adalah bukti dari ketahanan luar biasa yang mereka miliki.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka tidak hanya berlari di lintasan yang sama dengan laki-laki, tetapi mereka berlari sambil membawa beban domestik yang tidak pernah dihitung dan harus berjuang melawan angin kencang bias struktural di setiap tikungan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kekecewaan terbesar saya terletak pada desain sistem itu sendiri. Mengapa kita merayakan kemajuan perempuan tetapi menolak untuk mendesain ulang tempat kerja, waktu cuti, dan ekspektasi sosial agar benar-benar setara?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita mengharapkan perempuan menjadi pemimpin yang tegas dan berani (ciri yang dihargai di ranah publik), namun pada saat yang sama, kita menghukum mereka secara sosial jika mereka tidak lembut, mengayomi, dan berkorban (ciri yang dihargai di ranah domestik). Ini adalah jebakan yang tidak adil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mentari yang terbit menjadi sulit karena perempuan harus menghabiskan energi luar biasa hanya untuk menavigasi kontradiksi ini mereka harus selalu berusaha menjadi &apos;cukup&apos; profesional tetapi tidak &apos;terlalu&apos; ambisius, &apos;cukup&apos; peduli tetapi tidak &apos;terlalu&apos; emosional. Energi yang seharusnya digunakan untuk inovasi dan pencapaian, habis untuk mengelola persepsi publik.</span></p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Said Ahmad Aldahuri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP 2025</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Manusia yang Kalah oleh Sampahnya Sendiri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/manusia-yang-kalah-oleh-sampahnya-sendiri/baca </link>
<guid> manusia-yang-kalah-oleh-sampahnya-sendiri </guid>
<pubDate> Tue, 18 Nov 2025 20:55:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sampah plastik menumpuk dan kembali mencemari manusia karena pengelolaan dan kesadaran yang masih lemah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/manusia-yang-kalah-oleh-sampahnya-sendiri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ua50nqlVUK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Manusia yang Kalah oleh Sampahnya Sendiri</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Sampah pernah dianggap sebagai masalah kecil yang bisa dibersihkan kapan saja. Namun kini, justru manusialah yang kesulitan membersihkan diri dari sampah yang diciptakannya sendiri. Di banyak kota besar Indonesia, tumpukan sampah bukan lagi pemandangan aneh. Sungai yang dulu jernih kini berubah menjadi aliran limbah plastik, dan udara yang seharusnya segar kini penuh polusi. Ironisnya, semua itu berawal dari kebiasaan kecil manusia yang menganggap sepele sampah yang mereka hasilkan setiap hari.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK, 2023), Indonesia menghasilkan sekitar 36 juta ton sampah per tahun, dan sekitar 37 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Dari jumlah itu, sebagian besar tidak terkelola dengan baik. Akibatnya, banyak yang berakhir di sungai, laut, bahkan terbakar di udara terbuka. Padahal, dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tapi juga pada kesehatan manusia sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini makin diperparah dengan gaya hidup modern yang serba instan. Kemasan makanan, minuman botol plastik, dan belanja <em>online</em> menjadi bagian dari rutinitas harian. Semua tampak praktis di permukaan, tetapi efeknya sangat berat bagi bumi. Plastik membutuhkan waktu hingga 450 tahun untuk terurai sempurna. Artinya, setiap plastik yang kita buang hari ini bisa bertahan hingga enam generasi berikutnya.</p><p style="text-align: justify;">Masalahnya tidak berhenti di darat. Laporan <em>National Geographic</em> 2023 menyebutkan bahwa Indonesia adalah penyumbang sampah plastik laut terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok. Setiap tahun, sekitar 3,2 juta ton sampah plastik dari Indonesia berakhir di laut. Akibatnya, ekosistem laut rusak, hewan laut menelan plastik, dan pada akhirnya manusia sendiri yang memakan mikroplastik melalui ikan yang dikonsumsi. Studi <em>World Wildlife Fund</em> (WWF) tahun 2023 bahkan menemukan, rata-rata manusia kini menelan sekitar 5 gram mikroplastik per minggu, setara dengan berat satu kartu kredit.</p><p style="text-align: justify;">Kita sering menyalahkan pemerintah karena pengelolaan sampah yang buruk, padahal masalah ini juga bermula dari perilaku masyarakat. Banyak orang masih membuang sampah sembarangan, tidak memilah antara organik dan anorganik, dan menganggap sepele tindakan kecil seperti menggunakan kantong plastik sekali pakai. Padahal, perubahan besar justru bisa dimulai dari hal-hal kecil yang konsisten.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa daerah sebenarnya sudah mulai bergerak. Kota Surabaya, misalnya, berhasil menurunkan volume sampah hingga 20 persen sejak program bank sampah dan bus sampah plastik diberlakukan. Di Bali, kebijakan pelarangan kantong plastik sejak 2019 juga terbukti menurunkan penggunaan plastik sekali pakai secara signifikan. Program semacam ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat dan kebijakan yang tegas bisa berjalan berdampingan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sebagian besar wilayah Indonesia masih menghadapi kendala besar dalam pengelolaan sampah. Banyak Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sudah hampir penuh, dan sebagian sampah akhirnya dibakar secara terbuka yang justru menambah polusi udara. Padahal, jika pengelolaan dilakukan dengan benar, sampah sebenarnya bisa bernilai ekonomi. Contohnya, menurut data KLHK 2024, potensi ekonomi dari daur ulang sampah di Indonesia bisa mencapai Rp100 triliun per tahun, jika sistem sirkular diterapkan secara optimal.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), penulis memandang bahwa persoalan sampah bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga isu moral dan tanggung jawab warga negara. Dalam PPKn, kami belajar bahwa cinta tanah air tidak hanya ditunjukkan dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata menjaga lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan ikut memilah sampah adalah bentuk sederhana dari pengamalan nilai Pancasila, khususnya sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena ketika lingkungan rusak, yang menderita bukan hanya segelintir orang, tapi seluruh masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Menjaga bumi bukan sekadar tugas aktivis lingkungan atau pemerintah. Ini adalah tanggung jawab setiap manusia. Kita mungkin tidak bisa sepenuhnya menghapus sampah, tetapi kita bisa mengurangi dampaknya. Gunakan kembali barang yang bisa dipakai, membawa <em>tumbler</em> sendiri, tolak sedotan plastik, dan biasakan memilah sampah di rumah.</p><p style="text-align: justify;">Bumi tidak membutuhkan manusia untuk tetap hidup, tetapi manusia membutuhkan bumi untuk bertahan. Jika kita terus bersikap abai, maka bukan tidak mungkin manusia benar-benar akan kalah oleh sampahnya sendiri, bukan karena kurangnya kemampuan, tetapi karena hilangnya kesadaran untuk peduli. Sudah saatnya kita tidak lagi menunggu perubahan besar, melainkan menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Charolina Philet Adissa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banjir di Samarinda: Bencana Tahunan yang Tak Kunjung Usai </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/banjir-di-samarinda-bencana-tahunan-yang-tak-kunjung-usai/baca </link>
<guid> banjir-di-samarinda-bencana-tahunan-yang-tak-kunjung-usai </guid>
<pubDate> Wed, 19 Nov 2025 22:39:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir Samarinda berulang karena tata ruang buruk dan rendahnya kepedulian lingkungan masyarakat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/banjir-di-samarinda-bencana-tahunan-yang-tak-kunjung-usai/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PUQGTPJEQn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banjir di Samarinda: Bencana Tahunan yang Tak Kunjung Usai</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Banjir merupakan masalah yang sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Di Samarinda banjir merupakan fenomena umum yang belum dapat diatasi sampai sekarang. Banjir sudah menjadi &nbsp;bagian dari hidup masyarakat di Samarinda.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sehingga masyarakat tidak kaget apabila banjir melanda, bahkan beberapa titik di Samarinda banjir dijadikan hiburan gratis oleh warga setempat bak wisata air di tengah-tengah musim panas. Tentu saja hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya, namun banjir tetap saja melanda Samarinda. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari kacamata penulis, apakah pemerintah berniat untuk mengatasi banjir atau hanya sekadar membuang-buang anggaran saja atau bahkan hanya sebagai formalitas agar terlihat kerja?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Opini ini akan memberikan sudut pandang kritis agar masyarakat lebih peduli terhadap banjir yang sering dirasakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banjir di Samarinda sering terjadi di berbagai titik daerah. Daerah tersebut mencakup sebagian dari Jalan Juanda, Perumahan Bengkuring, Jalan P. Suryanata. Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir seperti mendrainase aliran air di kota. Sayangnya, upaya tersebut belum tercapai, sehingga dinilai tidak efektif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Samarinda, Darmadi mengungkapkan peningkatan sistem drainase Samarinda telah membawa dampak signifikan terhadap berkurangnya genangan di berbagai daerah. Tetapi &nbsp;faktanya masih banyak daerah yang terkena banjir dan ini menjadi bukti bahwa pemerintah belum mempunyai solusi terkait fenomena tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penyebab utama banjir adalah buruknya sistem drainase, alih fungsi lahan, serta penebangan hutan di kawasan hulu yang mempercepat limpasan air. Ditambah lagi, pembangunan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan membuat kota semakin rentan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau bencana ini dibiarkan berulang tanpa tindakan nyata, Samarinda akan terus terjebak dalam siklus banjir yang melelahkan. Saatnya semua pihak hingga warga bersinergi membersihkan akar masalah, bukan hanya mengobati gejala. Solusi yang selama ini hanya berupa penanganan darurat sesaat tidak cukup.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah harus berani membuat langkah strategis seperti rehabilitasi hutan dan pengawasan ketat soal tata ruang. Kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan agar tidak membuang sampah sembarangan yang memperparah penyumbatan saluran.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banjir yang terjadi setiap tahun di Samarinda bukan semata-mata sebuah bencana alam yang tak terelakkan, melainkan sebuah indikator nyata kegagalan dalam pengelolaan lingkungan dan tata kota. Kondisi ini semakin diperparah dengan minimnya pengawasan dan ketegasan dalam penegakan tata ruang serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banjir bukan hanya soal air yang tergenang, tetapi juga tentang sikap dan kemauan kita bersama untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan tempat tinggal. Tanpa adanya sinergi nyata dan keberanian dalam mengambil tindakan, Samarinda akan terus terjebak dalam siklus bencana yang melelahkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, sudah saatnya semua pihak berkolaborasi untuk mewujudkan kota yang bebas banjir sekaligus nyaman dihuni, demi masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Samarinda ini memerlukan kesadaran dari masyarakat itu sendiri bukan hanya dari &nbsp;pemerintah, sebab masyarakat tidak bisa selalu menyalahkan pemerintah. Karna penyebab utama bukan hanya drainase yang kecil tetapi kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar seperti tidak membuang sampah di sungai maupun di saluran air yang dapat menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Sry Izzati, mahasiswi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mekanisme Ucapan Mahasiswa Berprestasi di Akun Resmi Sosial Media Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mekanisme-ucapan-mahasiswa-berprestasi-di-akun-resmi-sosial-media-unmul/baca </link>
<guid> mekanisme-ucapan-mahasiswa-berprestasi-di-akun-resmi-sosial-media-unmul </guid>
<pubDate> Thu, 20 Nov 2025 22:55:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ucapan apresiasi Unmul di Instagram diproses lewat pengajuan mandiri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mekanisme-ucapan-mahasiswa-berprestasi-di-akun-resmi-sosial-media-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/5xTkWMTBQF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Mekanisme Ucapan Mahasiswa Berprestasi di Akun Resmi Sosial Media Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><span><strong>SKETSA -</strong></span><span><strong>&nbsp;</strong>Apresiasi terhadap mahasiswa berprestasi dilakukan Unmul dengan memberi ucapan melalui akun Instagram resmi kampus, @unmul. Ternyata, ucapan tersebut dilakukan berdasarkan proses pengajuan mandiri oleh mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa Agribisnis, Nailla Nursala Fadila mengonfirmasi hal tersebut. Sebagai mahasiswa yang turut mendapat ucapan apresiasi, ia mengatakan timnya menghubungi pihak Hubungan Masyarakat (Humas) Unmul terlebih dahulu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sampaikan ini kegiatan kita ngapain sama bukti fotonya,&rdquo; jelasnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Nailla atau yang kerap disapa Caca ini juga menyampaikan, jangka waktu pengiriman bukti kegiatan hingga terposting memakan waktu sekitar tiga hari.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Sementara itu Sub Koordinator Humas Unmul, Sigit Hadi Suyitno menerangkan pendataan mahasiswa berprestasi dilakukan melalui tautan publikasi media sosial, yaitu <a href="https://bit.ly/PublikasiMedsosUNMUL"><span>Publikasi Medsos UNMUL</span></a>.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Setelah pendataan dilakukan, akan diproses oleh tim desain sebelum diunggah oleh tim publikasi melalui akun media sosial. Mengenai kriteria, pihaknya menyebut kejuaraan provinsi atau nasional sebagai syarat.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Minimal kejuaraan di provinsi atau nasional,&rdquo; terangnya melalui pesan Whatsapp pada Selasa (7/10) lalu.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, pada form permohonan publikasi, terdapat beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan, yakni berupa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), sertifikat atau piagam prestasi tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain itu, perlu juga menyiapkan maksimal lima foto dokumentasi kegiatan dalam format&nbsp;</span><span>landscape</span><span>. Pada&nbsp;</span><span>form&nbsp;</span><span>tersebut juga dijelaskan mengenai kategori prestasi yang dapat dipublikasi.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Kategori prestasi akademik seperti pemenang olimpiade atau publikasi jurnal ilmiah. Kemudian, prestasi non-akademik seperti juara dalam bidang olahraga, seni, kepemimpinan organisasi, ataupun kegiatan kemahasiswaan lainnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Selain dua kategori tersebut, karya kreatif berupa penulisan novel, puisi, desain visual, film pendek, serta karya inovatif lainnya masuk dalam kriteria.</span></p><p style="text-align: justify;"><span>Terdapat pula ketentuan khusus, yaitu kegiatan atau lomba yang diikuti harus diselenggarakan oleh lembaga atau institusi yang memiliki reputasi di tingkat nasional maupun internasional.&nbsp;</span><span><strong><em>(mlt/kar/ner)</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dikhianati UKT: Biaya Kelas Dunia, Fasilitas Dunia Ketiga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/dikhianati-ukt-biaya-kelas-dunia-fasilitas-dunia-ketiga/baca </link>
<guid> dikhianati-ukt-biaya-kelas-dunia-fasilitas-dunia-ketiga </guid>
<pubDate> Fri, 21 Nov 2025 14:35:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> UKT mahal tak sebanding fasilitas, mahasiswa Unmul mempertanyakan transparansi dan komitmen kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/dikhianati-ukt-biaya-kelas-dunia-fasilitas-dunia-ketiga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/LkbeCKumYj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dikhianati UKT: Biaya Kelas Dunia, Fasilitas Dunia Ketiga</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Saat baru selesai menempuh pendidikan sekolah menengah atas (SMA), banyak siswa yang ingin melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi banyak juga siswa yang tidak melanjutkan pendidikan mereka dikarenakan terhalang oleh kondisi ekonomi. Biaya masuk ke perguruan tinggi yang relatif mahal membuat banyak siswa mengubur mimpi mereka untuk bisa masuk ke perguruan tinggi dan jurusan yang mereka impikan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tengah hiruk-pikuk klaim peningkatan mutu dan pembangunan infrastruktur modern, terjadi kontradiksi menyakitkan di kampus-kampus negeri. Besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terus merangkak naik ke level fantastis, sama sekali tidak tercermin pada fasilitas belajar, laboratorium, maupun sarana prasarana yang kondisinya kian memprihatinkan</span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terutama di Unmul.</span><span>&nbsp;</span><span>Banyak mahasiswa yang mengeluhkan perihal besarnya biaya UKT tersebut. Mahasiswa sering mengeluhkan tingginya biaya UKT yang harus dibayarkan tetapi tidak sebanding dengan fasilitas yang didapatkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai contoh ruang kelas yang sudah kurang layak dipergunakan, kursi dan meja banyak yang rusak, kipas angin yang sudah mulai tidak berputar, hingga area sekitar kampus yang masih sering terkena banjir. Bahkan mengingat pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), banyak mahasiswa baru (Maba) yang tumbang perihal suasana GOR 27 Unmul yang sangat penuh, panas, dan pengap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, ketika hujan melanda, terdapat beberapa titik daerah kampus unmul yang terdampak banjir, salah satunya gedung FKIP Unmul, jalan utama di depan gedung FEB Unmul, dan di area sekitar kampus banggeris Unmul.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berkaitan dengan permasalahan ini, peran pejabat kampus sangat penting dalam mengatasi dan menangani banyaknya sarana dan prasarana yang sudah kurang layak untuk digunakan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena UKT tinggi dengan fasilitas yang minim bukan hanya terjadi di gerbang Unmul, tetapi juga menjadi polemik nasional. Lalu, bagaimana pakar melihat ironi ini?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pakar Ekonomi Unair, Imron, menekankan perlunya keadilan dan pembaharuan dalam penetapan UKT. Dikutip dari&nbsp;</span><span><em>Unair News</em></span><span>, dirinya menyatakan, kualitas pendidikan memang butuh biaya besar, tetapi jangan semua beban terdapat pada mahasiswa. Pemerintah harus memiliki andil yang besar agar UKT dapat turun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pakar Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Satria Unggul Wicaksana melalui&nbsp;</span><span>detikedu&nbsp;</span><span>menyatakan secara eksplisit bahwa kenaikan UKT saat ini belum berbanding lurus dengan yang diterima oleh mahasiswa, seperti kualitas pendidikan, akademik, maupun fasilitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>UKT yang terus melambung tanpa diimbangi perbaikan fasilitas dasar secara langsung melanggar prinsip aksesibilitas yang dijamin konstitusi.</span><span>&nbsp;</span><span>Biaya mahal ini bukan hanya merugikan mahasiswa, tetapi juga menghambat terwujudnya cita-cita bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945: &quot;mencerdaskan kehidupan bangsa.&quot;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bagaimana mungkin bangsa ini cerdas jika akses menuju pendidikan tinggi berkualitas menjadi hak istimewa bagi &ldquo;kaum berduit&rdquo; saja?</span><span>&nbsp;</span><span>Kasus di Unmul, di mana mahasiswa dipaksa membayar biaya premium namun masih mengeluhkan kipas angin mati atau toilet yang tidak layak, adalah cerminan kegagalan institusi dalam mengelola dana pendidikan untuk kepentingan publik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jelas, tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima mahasiswa bukan hanya masalah administrasi kampus, melainkan pengkhianatan terhadap prinsip keadilan dan janji konstitusi. Jika Negara sungguh-sungguh ingin mewujudkan cita-cita &quot;mencerdaskan kehidupan bangsa,&quot; maka komersialisasi pendidikan harus dihentikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>UKT wajib dikembalikan fungsinya sebagai sarana subsidi, bukan alat untuk membebani mahasiswa dengan biaya &quot;kelas dunia&quot; demi fasilitas yang tak layak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena UKT mahal untuk fasilitas minim adalah alarm darurat yang menuntut aksi nyata. Tidak ada lagi toleransi bagi kampus yang menuntut biaya premium namun hanya menyediakan layanan seadanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Demi masa depan bangsa yang cerdas dan adil, mahasiswa, orang tua, dan pemerintah harus bersatu menuntut akuntabilitas penuh; memastikan bahwa setiap rupiah UKT yang dibayarkan benar-benar digunakan untuk memuliakan kualitas pendidikan, bukan hanya mengisi kas institusi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Daffa Yuana Putra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Got yang Penuh Sampah, Bukti Nyata Lemahnya Kesadaran Warga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/got-yang-penuh-sampah-bukti-nyata-lemahnya-kesadaran-warga/baca </link>
<guid> got-yang-penuh-sampah-bukti-nyata-lemahnya-kesadaran-warga </guid>
<pubDate> Fri, 21 Nov 2025 14:39:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Got tersumbat sampah tunjukkan rendahnya kesadaran warga dan jadi pemicu banjir </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/got-yang-penuh-sampah-bukti-nyata-lemahnya-kesadaran-warga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/1pwYO5rgw6.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Got yang Penuh Sampah, Bukti Nyata Lemahnya Kesadaran Warga</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap kali hujan datang, pandangan yang sama selalu muncul, air meluap dari got yang tersumbat sampah. Terlihat beberapa jalanan yang tergenang, bahkan banyaknya rumah warga yang kebanjiran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini tidak lain bukan karena semata kurangnya drainase, melainkan kebiasaan buruk masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Keberadaan sampah yang menumpuk di berbagai titik got mengakibatkan munculnya banjir lokal saat musim hujan turun, dan hal ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat setempat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat fenomena ini, sejalan dengan penelitian Hanifa, Asmaranto, dan Jadfan, dalam jurnal artikelnya, menyatakan penyumbatan saluran drainase akibat sampah dan sedimentasi menjadi salah satu penyebab genangan air di permukiman saat hujan. Got seharusnya berfungsi sebagai aliran untuk mencegah genangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun terkadang fungsinya tidak terjalankan dengan optimal. Hal tersebut dikarenakan banyaknya tumpukan plastik, sisa makanan, dan berbagai limbah rumah tangga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita perlu melihat bahwa krisis sampah di Indonesia sangat besar. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2022, timbulan sampah di Indonesia mencapai 36,22 juta ton. Terdapat sekitar 35 persen dari total sampah itu belum dikelola dengan baik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Komposisi sampah itu pun mengkhawatirkan, sampah sisa makanan mendominasi. Sementara sampah plastik menyumbang sekitar 18 persen. Bahkan menurut laporan&nbsp;</span><span><em>Kompas</em></span><span>, sepanjang 2022 ada 12,54 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, laporan dari&nbsp;</span><span><em>GoodStats</em></span><span>, di tahun yang sama, total timbulan sampah nasional adalah 19,45 juta ton, dengan proporsi sisa makanan mencapai 41,55 persen.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun data terbaru menurut Menteri Lingkungan Hidup, total timbulan sampah nasional mencapai 56,63 juta ton, dan sekitar 61 persen dari jumlah tersebut tidak terkelola. &nbsp;Selain itu, hanya 39 persen sampah yang berhasil dikelola secara formal. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari sisi komposisi, sampah plastik sendiri menempati hampir 20 persen dari total sampah nasional. Dari sini bisa dilihat jelas, bahwa beban pengelolaan sampah sangat besar dan jika kesadaran warga tidak meningkat, maka saluran air seperti got akan terus menjadi korban kebiasaan buruk ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat adanya fenomena ini, memberikan bukti nyata bahwa rendahnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka. Kebanyakan masyarakat terlalu menyepelekan bahwa membuang sampah di got bukanlah suatu hal yang salah, padahal kesalahan kecil yang mereka lakukan bisa berdampak sangat besar. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal, data juga menunjukkan persoalan sampah di Indonesia jauh lebih masif daripada sekadar sampah yang tercecer di jalan. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masalah ini tidak bisa dirujuk pada masyarakat saja, pemerintah juga memegang peran penting dalam menyediakan solusi yang lebih optimal. Pemerintah dapat membuat upaya seperti program revitalisasi drainase, penambahan tempat sampah di titik-titik rawan, serta penegakan aturan melalui sanksi bagi pembuang sampah sembarangan perlu diperkuat agar ada efek jera.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah juga dapat memperluas program Bank Sampah, memperbaiki infrastruktur pengolahan sampah, dan meningkatkan edukasi publik melalui kampanye rutin. Sehingga, warga tidak hanya tahu, tetapi juga terbiasa melakukan pengelolaan sampah dengan benar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu tanggung jawab bersama. Sudah saatnya masyarakat menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kerja sama yang konsisten antara warga dan pemerintah, got dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Bukan sebagai tempat pembuangan sampah terbuka, melainkan saluran pencegah banjir yang membantu menjaga lingkungan lebih bersih dan aman bagi semua.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka diharapkan kesadaran masyarakat untuk memulai hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, ikut kerja bakti dan drainase, serta mengingatkan masyarakat lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu, got tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan bagian dari solusi untuk kita yang lebih bersih dan sehat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Tiara Paramitha, mahasiswi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kenapa Kita Masih Takut Salah Saat Belajar? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kenapa-kita-masih-takut-salah-saat-belajar/baca </link>
<guid> kenapa-kita-masih-takut-salah-saat-belajar </guid>
<pubDate> Fri, 21 Nov 2025 14:43:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Belajar butuh keberanian mencoba, bukan takut salah atau takut dinilai tidak mampu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kenapa-kita-masih-takut-salah-saat-belajar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/x58KcOZQ9Q.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kenapa Kita Masih Takut Salah Saat Belajar?</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Belajar seharusnya jadi proses untuk berkembang, bukan ajang untuk takut atau malu. Tapi kenyataannya, banyak dari kita yang masih takut salah ketika belajar. Bisa karena takut dimarahi guru, ditertawakan teman, atau dianggap tidak pintar.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal dari kesalahan sebelumnya, kita bisa memahami sesuatu dengan lebih baik dan menemukan cara baru untuk mengatasi masalah yang sama di masa yang akan datang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Contohnya ketika guru bertanya di kelas. Sebenarnya kita tahu jawabannya, tapi akhirnya diam saja karena takut salah. Banyak siswa mengalami hal itu, mereka lebih memilih diam supaya aman daripada bicara dan berisiko ditertawakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akibatnya, suasana belajar jadi pasif dan kesempatan untuk berkembang hilang begitu saja. Padahal, jika ingin mencoba mengatakan apa yang kita pikirkan, sering kali guru justru bisa meluruskan pemahaman kita dengan lebih tepat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulis juga pernah merasakannya. Saat pelajaran matematika di sekolah dulu, penulis sering kali tidak berani bertanya walau tidak paham, sebab takut dianggap &ldquo;nggak nyambung&rdquo; oleh teman-teman sekelas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun ketika akhirnya penulis memberanikan diri untuk bertanya, ternyata banyak teman lain yang juga belum mengerti. Dari situ penulis menyadari, rasa takut salah itu bukan hanya penulis yang merasakan, tapi hampir setiap orang mempunyai perasaan itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masalah ini sebenarnya bukan hanya soal keberanian siswa, tapi juga soal budaya belajar saat di sekolah. Kadang guru terlalu cepat menilai jawaban salah sebagai kegagalan, bukan sebagian dari proses belajar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Padahal tugas guru seharusnya mendorong murid untuk berani mencoba, bukan untuk menambah rasa takut mereka ketika salah. Di sisi lain, teman-teman sebaya juga perlu belajar untuk tidak menertawakan kesalahan orang lain, karena setiap orang mempunyai cara dan kecepatan belajar yang berbeda-beda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain faktor lingkungan, rasa takut salah juga bisa muncul dari diri kita sendiri. Kadang kita terlalu menuntut diri untuk selalu benar, atau khawatir dinilai buruk.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita membandingkan diri dengan teman yang terlihat cepat paham. Padahal, setiap orang punya jalannya masing-masing. Belajar bukanlah kompetisi, tapi perjalanan pribadi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kalau kita ingin belajar tanpa takut salah, kita harus mengubah pandangan kita. Salah itu wajar, bahkan penting.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orang-orang sukses seperti ilmuwan, penemu, atau tokoh besar, semuanya berkali-kali pernah salah sebelum akhirnya berhasil. Thomas Alva Edison misalnya, gagal ribuan kali sebelum menemukan bola lampu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tapi ia mengatakan, setiap kegagalan itu membuatnya semakin dekat dengan keberhasilan. Dari situ kita bisa belajar bahwa kesalahan itu bukan akhir, melainkan langkah menuju pemahaman yang lebih baik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Belajar tanpa takut salah akan menciptakan suasana kelas yang lebih aktif dan menyenangkan. Kita jadi lebih berani mencoba, lebih terbuka menerima pendapat, dan akhirnya lebih cepat berkembang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Apalagi di dunia saat ini, kemampuan mencoba dan beradaptasi jauh lebih penting daripada sekadar sempurna di percobaan pertama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jadi mulai sekarang, jangan takut salah. Karena kalau kita tidak pernah melakukan kesalahan, artinya kita juga tidak sedang belajar apa-apa</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Faisal S, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> ALSA CLCC LC 2025: Dorong Kesadaran Hak dan Perlindungan Hukum untuk ODGJ </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/alsa-clcc-lc-2025-dorong-kesadaran-hak-dan-perlindungan-hukum-untuk-odgj/baca </link>
<guid> alsa-clcc-lc-2025-dorong-kesadaran-hak-dan-perlindungan-hukum-untuk-odgj </guid>
<pubDate> Sat, 22 Nov 2025 20:40:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> ALSA LC Unmul angkat isu kesehatan jiwa dan advokasi hukum bagi ODGJ lewat CLCC 2025 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/alsa-clcc-lc-2025-dorong-kesadaran-hak-dan-perlindungan-hukum-untuk-odgj/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7yltMQhfFO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>ALSA CLCC LC 2025: Dorong Kesadaran Hak dan Perlindungan Hukum untuk ODGJ</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Asian Law Students&rsquo; Association Local Chapter (ALSA LC) Unmul sukses menggelar rangkaian kegiatan ALSA Community Legal Coaching Clinic (CLCC) LC 2025 di Aula FH Unmul, Jumat (21/11). Dengan mengangkat tema kesehatan, kegiatan ini berfokus pada isu kesehatan jiwa melalui <em>talkshow</em> bertajuk &ldquo;Membangun Jembatan Kepedulian: Sinergi serta Peran Hukum, Sosial dan Kesehatan bagi Para ODGJ&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan hak bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kesetaraan tersebut mengenai kesehatan dan perlindungan hukum bagi ODGJ.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Project Officer</em> ALSA CLCC LC 2025, Ma&rsquo;rufah Aqeela Fahlevi mengungkapkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukasi, namun juga menjadi wadah bagi mahasiswa hukum untuk mengaktualisasikan perannya di masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita tuh juga sebagai mahasiswa hukum kan di sini sebagai wadah untuk mengaktualisasikan perannya dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial melalui pendekatan yang humanis dan berkeadilan,&rdquo; ungkapnya pada saat diwawancarai, Jumat (21/11).</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini merupakan program tahunan dengan mengusung tema yang selalu berbeda. Ma&rsquo;rufah menjelaskan kegiatan CLCC 2025 memilih isu kesehatan jiwa karena dinilai marak terjadi namun jarang diperhatikan dan kerap disepelekan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mereka (ODGJ) ini juga butuh hak dan perlindungan buat diri mereka sendiri. Tapi sayangnya, dari pemerintah maupun masyarakat sendiri masih banyak yang menyepelekan itu,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">CLCC LC memiliki dua rangkaian kegiatan. Sebelum <em>talkshow</em>, ALSA LC telah mengadakan kegiatan ALSA Care yaitu kegiatan yang berfokus pada kegiatan bakti sosial pada Minggu (16/11) lalu, di Yayasan Joint Adler Ministry Samarinda (JAMS). Diikuti oleh 80 orang ODGJ, ALSA Care melakukan donasi dan mengadakan kegiatan untuk membantu menyalurkan hal yang terpendam dalam diri para penyintas.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita adain kegiatan bakti sosial yang nggak cuma ibaratnya menyerahkan donasi dan segala macam tapi kita juga mengadakan kegiatan yang sekiranya itu bisa menyalurkan hal-hal yang sebelumnya terpendam di dalam diri mereka gitu,&rdquo; ujar Ma&rsquo;rufah.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, kegiatan gelar wicara CLCC yang diadakan lebih fokus untuk membahas mengenai bentuk advokasi hukum yang dapat diberikan kepada ODGJ. <em>Talkshow</em> ini terbuka untuk umum dan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai jurusan, organisasi, hingga komunitas peduli kesehatan mental.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Peserta sendiri ada sekitar 50 orang. Dari berbagai macam jurusan, dan juga organisasi terus lembaga juga, yayasan, dan komunitas juga ada disebutkan,&rdquo; tutur Ma&rsquo;rufah.</p><p style="text-align: justify;">Mar&rsquo;atus Salikhah, peserta <em>talkshow</em> dan perwakilan dari Samarinda Mental Care Community mengaku belajar banyak hal mengenai kepedulian ODGJ. Perempuan yang kerap disapa Lili itu memberikan apresiasi terhadap jalannya kegiatan talkshow dari awal hingga akhir. Ia juga menilai sambutan panitia yang diberikan kepada peserta sangat baik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Panitianya ramah, kemudian menjelaskan dengan baik alurnya seperti apa, kita diarahkan juga untuk menuju ke <em>venue</em> acara. Pada saat di <em>venue</em> itu benar-benar <em>diperhatiin</em>, bukan yang kita datang yaudah dibiarin gitu aja,&rdquo; ungkapnya saat diwawancarai langsung.</p><p style="text-align: justify;">Lili juga merasa materi yang disampaikan relevan dan mengharapkan kegiatan dan materi yang lebih baik di masa depan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Luar biasa materinya. Semoga ke depan bisa ada materi-materi yang lebih baik lagi, yang lebih relevan lagi terkait kesehatan jiwa ini sendiri,&rdquo; tutupnya. <em><strong>(gta/myy)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Krisis Fokus di Era Scroll </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/krisis-fokus-di-era-scroll/baca </link>
<guid> krisis-fokus-di-era-scroll </guid>
<pubDate> Mon, 24 Nov 2025 21:50:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Doom scrolling membuat fokus menurun dan kebiasaan digital makin mengendalikan perhatian kita </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/krisis-fokus-di-era-scroll/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3sh0LS5NEX.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Krisis Fokus di Era Scroll</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Setiap pagi, banyak dari kita membuka ponsel bahkan sebelum benar-benar bangun. Bukan untuk hal penting, melainkan karena sudah menjadi kebiasaan. Dari notifikasi, lanjut ke video, lalu komentar. Tiba-tiba waktu berjalan tanpa terasa. Kebiasaan ini bukan lagi sekadar aktivitas ringan, tetapi sudah memengaruhi cara kita memulai hari.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Generasiku, generasi yang tumbuh bersama internet, hidup dalam arus informasi yang sangat cepat. Satu kali&nbsp;</span><span><em>scroll</em>&nbsp;</span><span>langsung membawa kita ke hal yang berbeda, sampai-sampai pikiran tidak sempat memahami apa yang baru saja dilihat. Di balik kenyamanan itu, ada dampak yang mulai terasa. Kita jadi lebih mudah terdistraksi dan sulit mempertahankan fokus. Fenomena ini disebut juga dengan&nbsp;</span><span><em>doom scrolling</em></span><span>.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Data terbaru di Indonesia menunjukkan hal ini bukan sekadar perasaan. Survei Talker Research 2024 menemukan bahwa remaja Indonesia menghabiskan rata-rata 6,6 jam per hari di media sosial dan sekitar 11 persennya bisa menghabiskan lebih dari 15 jam. Penelitian lain pada remaja usia 13&ndash;19 tahun menunjukkan durasi penggunaan media sosial berkaitan dengan menurunnya kemampuan fokus saat belajar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Studi tahun 2024 juga mencatat 82,3 persen remaja melakukan&nbsp;</span><span><em>doom scrolling</em></span><span>&nbsp;beberapa kali dalam seminggu. Kebiasaan itu berkaitan dengan kecemasan serta gangguan tidur. Artinya, masalahnya nyata dan sudah didukung temuan penelitian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saat kita&nbsp;</span><span><em>scroll</em></span><span>, otak merespons seperti orang yang kecanduan game judi&nbsp;</span><span><em>online</em></span><span>, yang selalu menunggu kejutan selanjutnya. Media sosial memang dirancang untuk membuat kita terus kembali. Setiap konten baru memberi dorongan kecil yang membuat kita penasaran dan ingin melihat lebih banyak. Lama-kelamaan, sulit untuk berhenti walaupun kita tahu sebenarnya sudah cukup.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai bagian dari Generasi Z (Gen Z), aku juga merasakan hal itu. Kadang sadar sedang kehilangan fokus, tetapi tetap lanjut&nbsp;</span><span><em>scroll</em>&nbsp;</span><span>tanpa alasan jelas. Bukan karena butuh informasinya, tapi karena sudah terbiasa. Rasanya seperti otak tidak mau diam, padahal sebenarnya butuh istirahat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Scroll</em>&nbsp;</span><span>sendiri tidak selalu negatif. Media sosial bisa menjadi tempat belajar, mencari hiburan, atau sekadar terhubung dengan orang lain. Masalah muncul ketika kita tidak lagi mengatur penggunaannya, tetapi justru mengikuti alurnya tanpa sadar. Dalam psikologi, ini disebut&nbsp;</span><span><em>attentional capture</em></span><span>, yaitu kondisi ketika lingkungan digital menarik perhatian kita dan mengarahkannya tanpa kita sadari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutku, pertanyaannya bukan lagi apakah teknologi merusak fokus, tetapi apakah kita masih punya kendali atas cara kita menggunakannya. Mengurangi dampaknya tidak berarti harus menjauhi teknologi. Kita bisa mulai dari langkah sederhana seperti memberi waktu tanpa ponsel, menyelesaikan bacaan sampai habis, atau berhenti sebentar sebelum membuka aplikasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kebiasaan kecil seperti itu membuat kita bisa kembali mengatur fokus kita sendiri, bukan menyerahkannya pada algoritma yang menentukan apa yang harus kita lihat berikutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Meilani Lestari Situngkir, mahasiswa program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Ir. Juanda: Kemacetan Harian yang Menghambat Mobilitas Warga Samarinda </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/jalan-ir-juanda-kemacetan-harian-yang-menghambat-mobilitas-warga-samarinda/baca </link>
<guid> jalan-ir-juanda-kemacetan-harian-yang-menghambat-mobilitas-warga-samarinda </guid>
<pubDate> Mon, 24 Nov 2025 21:56:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kemacetan di jalan Ir. Juanda Samarinda mencerminkan buruknya penataan kota dan minimnya solusi jangka panjang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/jalan-ir-juanda-kemacetan-harian-yang-menghambat-mobilitas-warga-samarinda/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yaedcYnfyV.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Ir. Juanda: Kemacetan Harian yang Menghambat Mobilitas Warga Samarinda</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Jalan Ir. Juanda di Samarinda sudah lama dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling parah di kota ini. Setiap hari, ribuan pengguna jalan harus berhadapan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan sering kali tidak bergerak, sehingga mengurangi produktivitas serta mengganggu aktivitas masyarakat. Kemacetan yang terjadi bukan lagi sekadar peristiwa sesekali, melainkan masalah kronis yang membuat waktu tempuh semakin lama dan menambah beban ekonomi warga.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada jam berangkat maupun pulang kerja dan sekolah, ruas jalan penting ini berubah menjadi antrean kendaraan yang menyita waktu, energi, dan bahan bakar. Berbagai pengamatan menunjukkan bahwa persoalan ini muncul karena tumpukan banyak faktor sekaligus, sehingga memerlukan kebijakan yang lebih serius dan menyeluruh dari pemerintah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu penyebab utamanya adalah pertumbuhan kendaraan pribadi yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan yang tersedia. Jalan Ir. Juanda merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan wilayah utara, tengah, dan area menuju pusat kota, sehingga hampir selalu dipadati kendaraan. Situasi ini diperburuk oleh keberadaan empat sekolah yang berada dalam satu koridor, yaitu SMPN 4 Samarinda, SMPN 5 Samarinda, SMAN 3 Samarinda, dan SMAN 5 Samarinda.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aktivitas antar-jemput, siswa yang menyeberang tanpa fasilitas penyeberangan layak terlebih setelah pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), serta angkutan umum yang sering berhenti sembarangan semakin menambah kepadatan. Tidak hanya itu, banyaknya toko, kantor, dan fasilitas lain yang tidak memiliki area parkir memadai membuat sebagian pengendara memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat parkir, sehingga mengurangi lebar jalan dan memperparah kemacetan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda memang telah dilakukan, tetapi sebagian besar masih bersifat jangka pendek. Contohnya rekayasa lalu lintas atau penutupan putaran balik di titik tertentu. Meski dimaksudkan untuk mengurai kepadatan, langkah ini terkadang hanya memindahkan masalah ke lokasi lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kondisi tersebut menggambarkan belum terpenuhinya hak masyarakat untuk mendapatkan mobilitas yang aman dan lancar. Padahal, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menegaskan bahwa negara wajib menyediakan fasilitas umum yang menunjang kesejahteraan rakyat, termasuk infrastruktur transportasi yang layak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai warga yang sering melintasi jalan tersebut, saya melihat bahwa kemacetan di Jalan Ir. Juanda menunjukkan lemahnya perencanaan kota dalam menghadapi pertumbuhan penduduk dan kendaraan. Kemacetan tidak boleh terus dianggap sebagai hal biasa. Pemerintah perlu mengambil langkah jangka panjang seperti memperbaiki penataan ruang, meningkatkan fasilitas publik, serta membangun sistem transportasi massal yang nyaman dan dapat diandalkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan kombinasi disiplin masyarakat, penegakan aturan yang konsisten, serta peningkatan infrastruktur pada titik-titik rawan, Jalan Ir. Juanda dapat kembali menjadi jalur yang efektif bagi mobilitas warga Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Dimas Wicaksono, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat Masyarakat, BEM Famul dan GenBI Unmul Gelar Cek Kesehatan Gratis </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/tingkatkan-kesadaran-hidup-sehat-masyarakat-bem-famul-dan-genbi-unmul-gelar-cek-kesehatan-gratis/baca </link>
<guid> tingkatkan-kesadaran-hidup-sehat-masyarakat-bem-famul-dan-genbi-unmul-gelar-cek-kesehatan-gratis </guid>
<pubDate> Mon, 24 Nov 2025 22:02:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> BEM Farmasi dan GenBI Unmul gelar cek kesehatan gratis dan edukasi gizi di TPA Bukit Pinang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/tingkatkan-kesadaran-hidup-sehat-masyarakat-bem-famul-dan-genbi-unmul-gelar-cek-kesehatan-gratis/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XITbbAfDDL.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat Masyarakat, BEM Famul dan GenBI Unmul Gelar Cek Kesehatan Gratis</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul (BEM Famul) bersama Divisi Pengabdian Masyarakat Generasi Baru Indonesia (GenBI) Unmul selenggarakan kegiatan edukasi gizi dan cek kesehatan gratis. Bertajuk &ldquo;Pojok Pengabdian X GenBI Cekatan&rdquo;, agenda ini dilaksanakan di pemukiman sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bukit Pinang, Samarinda, Senin (23/11) kemarin. Kegiatan yang diketuai oleh Dalillah Ghina ini mengusung tema &ldquo;SEHATI: Sinergi Edukasi Hidup Sehat dengan Asupan Tepat Ibu dan Anak&ldquo;.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini diikuti kurang lebih 60 warga dari berbagai usia di TPA Bukit Pinang. Tujuannya untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dasar sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Fakultas Farmasi Unmul 2025. Dekan Fakultas Farmasi Unmul Hadi Kuncoro menyampaikan, acara kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Dalam Tri Dharma, selain pendidikan dan penelitian, pengabdian menjadi aspek penting yang harus terus kami jalankan,&rdquo; ujarnya, Senin (23/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kolaborasi antara BEM Famul dan GenBI Unmul juga mendapat apresiasi dari kedua organisasi. Ketua GenBI Unmul, M. Nur Alfi Syahri, mengungkapkan bahwa sinergi seperti ini memungkinkan mahasiswa untuk lebih dekat dengan masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kegiatan hari ini kita berkolaborasi dengan BEM Farmasi Unmul yang memang ahli di bidangnya. Harapan saya, ke depan kita bisa lebih banyak berkolaborasi dengan komunitas luar agar dapat terjun langsung ke masyarakat dan melakukan kegiatan pengabdian yang berdampak,&rdquo; jelasnya saat diwawancarai, Senin (23/11).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua BEM Famul, Dina Riyani, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Saya merasa sangat disambut dengan baik di sini. Semoga kita dapat terus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian kepada Masyarakat, dan semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan dengan menghadirkan ide-ide yang inovatif dan kreatif,&rdquo; mantapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam rangkaian acara, warga TPA Bukit Pinang memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis. Terdiri dari pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan indeks masa tubuh.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan yang bersifat praktis dan aplikatif. Edukasi tersebut diberikan secara langsung oleh praktisi Fitri Ayu Wahyuni &nbsp;terkait Hidup Sehat dengan Asupan Tepat Ibu dan Anak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan edukasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami kondisi kesehatannya dan mengetahui tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Warga sendiri menyambut baik kehadiran kegiatan ini. Jam&rsquo;an, salah satu warga, mengungkapkan bahwa pengalaman pertama baginya mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan langsung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Senang sekali karena baru pertama kali ada yang mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti ini. Harapan kami kedepannya semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi karena kami di sini selalu terbuka,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Inisiatif kegiatan ini sendiri dilatarbelakangi oleh data tingginya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, PTM seperti hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas tercatat sebesar 30,8 persen, obesitas pada orang dewasa mencapai 23,4 persen, diabetes melitus pada usia 15 tahun ke atas sebesar 11,7 persen, dan gangguan kolesterol tinggi dialami oleh sekitar 28,7 persen penduduk.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, situasi kesehatan di TPA Bukit Pinang juga memerlukan perhatian khusus, mengingat ditemukannya kasus tengkes atau lebih dikenal&nbsp;</span><span>stunting</span><span>&nbsp;pada lima dari enam anak yang tinggal di wilayah tersebut. Oleh karena itu, tema kegiatan ini turut difokuskan pada isu&nbsp;</span><span>stunting</span><span>&nbsp;sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Adapun konsep kegiatan yang dilaksanakan berfokus pada dua aspek utama:</span></p><ol style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pemeriksaan Kesehatan Dasar Gratis:</strong></span><span>&nbsp;Meliputi cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan pengukuran berat badan.</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Edukasi Kesehatan Praktis:</strong></span><span>&nbsp;Peserta menerima penyuluhan langsung mengenai interpretasi hasil pemeriksaan dan langkah-langkah sederhana pencegahan serta edukasi terkait hidup sehat dengan asupan tepat ibu dan anak.</span></p></li></ol><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui kegiatan ini, masyarakat TPA Bukit Pinang diharapkan dapat lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin serta terdorong untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan diri bagi mahasiswa Fakultas Farmasi dan GenBI Unmul dalam mengembangkan program-program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak luas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara komunitas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Alyda Khairunnisa, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022 sekaligus Humas dari Kegiatan GenBi Cekatan X Pojok Pengabdian</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Samarinda Perlu Perbarui Metode Evakuasi Banjir Tiap Tahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/samarinda-perlu-perbarui-metode-evakuasi-banjir-tiap-tahun/baca </link>
<guid> samarinda-perlu-perbarui-metode-evakuasi-banjir-tiap-tahun </guid>
<pubDate> Wed, 26 Nov 2025 10:58:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir Samarinda butuh rencana evakuasi jelas, fasilitas layak, dan edukasi kebencanaan yang konsisten </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/samarinda-perlu-perbarui-metode-evakuasi-banjir-tiap-tahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QGlOkhSa8N.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Samarinda Perlu Perbarui Metode Evakuasi Banjir Tiap Tahun</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di Samarinda, setiap tahun diawali dengan musim hujan. Kota yang merupakan pusat pemerintahan Kalimantan Timur (Kaltim) ini pada dasarnya menjadi lokasi banjir yang terjadi hampir setiap hujan mengguyur. Dalam beberapa tahun terakhir, hujan deras telah melanda beberapa daerah, seperti Sungai Pinang, Pelita, dan Samarinda Ilir. Masalah ini bukan hanya tentang polusi udara atau curah hujan yang tinggi; tetapi juga memengaruhi cara pemerintah dan masyarakat memandang bencana. Dengan kata lain, pola banjir yang tidak menentu menciptakan kebutuhan akan perencanaan yang nyata</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu hal terpenting yang sering diabaikan adalah memastikan keakuratan rencana. Studi ini tidak hanya membahas lokasi evakuasi yang jelas, tetapi juga bagaimana memberikan pengetahuan awal, teknik evakuasi, kolaborasi badan, dan pelatihan untuk hewan darurat. Semua informasi ini harus diperbarui setiap tahun agar tetap relevan dengan kondisi lapangan yang terus berubah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akibatnya, banyak warga Samarinda masih bingung tentang apa yang perlu dilakukan saat terjadi banjir besar. Sekolah atau balai desa sering kali menjadi tempat evakuasi, tetapi fasilitasnya kurang memadai seperti air bersih, makanan, dan kamar mandi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan hukum bencana, ruang evakuasi harus dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan semua orang, termasuk anak-anak, orang lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Hal ini menggambarkan bahwa kesiapan fisik dan logistik masih jauh dari ideal.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda harus belajar dari daerah lain yang pernah mengalami bencana sebelumnya. Sebagai contoh, Semarang dan Jakarta telah mulai menerapkan sistem penilaian risiko digital dan rencana berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat umum.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Samarinda harus mampu mengembangkan metode evakuasi yang mudah diakses, seperti tanda arah di lorong dan pelatihan rutin dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan petugas lain yang berkaitan dengan masyarakat. Penggunaan aplikasi berbasis risiko juga dapat membantu masyarakat memahami tingkat keparahan evakuasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, rencana darurat tidak bisa berjalan sendiri tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Penataan ruang, pembersihan sungai, dan pembangunan di daerah rawan banjir harus dilakukan dengan hati-hati. Juga agar masyarakat dapat bekerja lebih efisien sebelum air naik, pemerintah harus meningkatkan sistem informasi cuaca dan dini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan sistem peringatan yang lebih cepat, orang punya lebih banyak waktu untuk beristirahat. Menghadapi banjir bukan hanya sekadar menyampaikan keluh kesah kepada pemerintah, tetapi merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara. Masyarakat harus diajarkan dan diberi pengetahuan agar siswa dapat memahami bencana, belajar bagaimana mengurus diri sendiri, dan mampu saling mendukung selama masa-masa sulit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendidikan kebencanaan harus menjadi program wajib di sekolah. Meskipun banjir setiap musim mungkin tidak dapat dicegah sepenuhnya, tetapi jika Samarinda memiliki rencana evakuasi yang jelas, ringkas, dan berkembang dengan baik, dampaknya mungkin bisa berubah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, kota ini akan tetap sama setiap tahun: Hujan datang, banjir terjadi, dan masyarakat umum akan kembali ke kehidupan normal mereka setelah beberapa saat tanpa perlu belajar apa pun. Sebagai kota yang sangat rentan terhadap bencana, Samarinda harus pulih dari masa &quot;bertahan&quot; dan melanjutkan ke tahap &ldquo;siap siaga&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Junaidi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Alam Dipelajari Namun Diabaikan di Dunia Nyata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-alam-dipelajari-namun-diabaikan-di-dunia-nyata/baca </link>
<guid> ketika-alam-dipelajari-namun-diabaikan-di-dunia-nyata </guid>
<pubDate> Wed, 26 Nov 2025 11:02:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kerusakan lingkungan makin parah karena sampah, alih fungsi lahan, dan minimnya kesadaran bersama </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-alam-dipelajari-namun-diabaikan-di-dunia-nyata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SiVgthwlMH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Alam Dipelajari Namun Diabaikan di Dunia Nyata</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Sejak usia dini kita selalu diajarkan untuk menjaga lingkungan alam. Dari cara membuang sampah, memanfaatkan barang-barang bekas, dan lain-lain. Alam memberikan kita banyak manfaat dengan sumber daya alam (SDA) yang dapat kita gunakan tanpa batas. Namun melihat kondisi sekarang, rasanya penerapan ilmu dari sekolah seringkali tidak terlaksanakan. Sehingga kita tanpa sadar lambat laun merusak alam dengan cara membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara liar, dan mengambil SDA yang tidak lagi direboisasi.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun kita belajar tentang cara menjaga alam dan melindungi alam di lingkungan sekolah, bukti yang ada di lapangan sangat tidak mencerminkan apa yang kita pelajari. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dalam masyarakat terhadap kondisi alam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Seperti yang kita ketahui, sudah banyak fenemona akibat rusaknya alam. Salah satunya, banjir yang selalu melanda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tepatnya di Kota Samarinda. Mengutip berita dari media online&nbsp;</span><span><em>DetikKalimantan</em></span><span>, Senin (12/5), terjadi banjir yang menggenang di beberapa titik di Samarinda dan mengalami arus deras. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, masih belum bisa dipastikan secara menyeluruh data korban jiwa dan kerugian yang dialami oleh masyarakat Samarinda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pakar Perencanaan Wilayah dan Kota dari Unmul, Warsilan, mengingatkan banjir yang semakin parah karena ulah manusia itu sendiri. Banyak hutan dibuka, perumahan dibangun sembarangan, tambang di sana-sini, dan kebiasaan buang sampah sembarangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Semua ini bikin tanah kehilangan daya serap air. Tambah parah lagi kalau drainasenya kecil atau tersumbat. Ya pasti banjir,&rdquo; katanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail mengemukakan pendapatnya tentang salah satu penyebab permasalahan banjir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Hal yang paling utama dari permasalahan banjir ialah, kesadaran masyarakat yang sangat kurang terhadap kebersihan lingkungan, membuang sampah di mana-mana, terutama di sungai menjadi salah satu penyebab pendangkalan anak-anak Sungai Mahakam,&quot; sebut Nusyirwan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendapat ini diperkuat oleh data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). Data tersebut mengemukakan, sampah terbanyak dihasilkan dari limbah rumah tangga sebesar 46,31 persen dari total sampah nasional pada 2024.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), penulis merasa kita sudah banyak mempelajari bagaimana cara melindungi dan menjaga alam, tanpa adanya kesadaran dari dalam diri untuk praktik langsung &nbsp;menjaga lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kurangnya dukungan dari pemerintah, menambah sulitnya mengatasi keberlangsungan alam. Kalimat &ldquo;buanglah sampah pada tempatnya&rdquo; hanyalah slogan yang ditulis di atas papan&nbsp;</span><span><em>banner</em>&nbsp;</span><span>belaka. Buktinya, masih banyak sampah yang berserakan di sekitar kita.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini terjadi karena kurangnya efek jera dan keteladanan dalam diri untuk membiasakan memilah sampah. Kurangnya tempat sampah yang disediakan di lingkungan masyarakat, mendorong masyarakat membuang sampah sembarangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Contoh perilaku seperti ini yang seharusnya kita perbaiki dan kita hilangkan. Bayangkan jika keadaan lingkungan kita bersih dari sampah tentunya tidak ada bencana alam yang datang seperti banjir, polusi udara, meningkatnya suhu, dan kerusakan alam lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terdapat beberapa solusi yang dapat kita terapkan dalam kehidupan masyarakat. Memberikan sosialisasi mengenai bank sampah di mana sistem bank sampah tersebut memberikan harga pada sampah siap daur ulang dengan keadaan bersih. Hal ini tentu dapat mendorong semangat masyarakat dalam memilah sampah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengadaan tempat sampah dengan masing-masih jenis yang disebar di berbagai tempat juga memudahkan masyarakat untuk memilah secara mandiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Secara umum dapat disimpulkan bahwa dalam dunia pendidikan, teori tentang menjaga dan melindungi alam tidak cukup jika hanya menjadi pengetahuan tanpa penerapan nyata. Kondisi alam akan terus memburuk tanpa kesadaran, dukungan, dan tindakan seluruh masyarakat. Karena itu, diperlukan kontribusi nyata yang dilakukan secara berkelanjutan agar menjadi gaya hidup baru dan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Cahaya Balqies, mahasiswi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mubes 2025 Digelar, LPM Sketsa Unmul Lanjutkan Estafet Kepengurusan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-2025-digelar-lpm-sketsa-unmul-lanjutkan-estafet-kepengurusan/baca </link>
<guid> mubes-2025-digelar-lpm-sketsa-unmul-lanjutkan-estafet-kepengurusan </guid>
<pubDate> Thu, 27 Nov 2025 21:29:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mubes XIII LPM Sketsa menetapkan BPI baru usai evaluasi dan dinamika sidang organisasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/tentang-kami/mubes-2025-digelar-lpm-sketsa-unmul-lanjutkan-estafet-kepengurusan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jLO3yEfCw7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mubes 2025 Digelar, LPM Sketsa Unmul Lanjutkan Estafet Kepengurusan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Setelah melewati satu tahun masa bakti kepengurusan, LPM Sketsa Unmul gelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-XIII. Agenda yang merupakan forum tertinggi dalam suatu organisasi ini dilaksanakan pada Sabtu (22/11) di Ruang Kelas FK Unmul, dan dilanjutkan pada Kamis (27/11) di Sekretariat LPM Sketsa Unmul.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mubes menjadi ajang pertanggungjawaban bagi pengurus inti serta evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan selama satu tahun periode kepengurusan. Tidak hanya itu, agenda sakral ini turut menjadi ruang pemilihan dan penentuan pemimpin yang akan menahkodai LPM Sketsa Unmul selama satu tahun ke depan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski dilaksanakan secara&nbsp;</span><span><em>hybrid</em></span><span>, tidak mengurangi dinamika diskusi yang terjadi pada pelaksanaan Mubes tersebut. Peserta penuh yang terdiri dari anggota Sketsa 15, 16, 17, dan 18, serta Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) yang merupakan peserta peninjau aktif dalam memberikan masukan serta saran perbaikan terhadap program kerja BPI Periode 2024/2025.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harapannya melalui pelaksanaan Mubes ini, teman-teman dapat menyampaikan aspirasi dan evaluasi mengenai jalannya program kerja di Sketsa. Sehingga, ke depannya LPM Sketsa Unmul dapat berjalan lebih baik lagi,&rdquo; ucap Naufal Helmy selaku Ketua Panitia Mubes Sketsa 2025.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib sidang yang dipimpin presidium sidang sementara dan dilanjutkan presidium tetap dengan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Pengurus Inti (BPI) LPM Sketsa Unmul Periode 2024/2025. Pembahasan berlangsung interaktif dengan beberapa evaluasi, masukan, dan saran yang dapat diterapkan di kepengurusan selanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>LPJ yang diterima bersyarat menjadi penanda berakhirnya Sidang Pleno II. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) LPM Sketsa Unmul yang juga diwarnai dinamika diskusi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akhir kegiatan diisi dengan pemilihan Badan Pengurus Inti LPM Sketsa Unmul Periode 2025/2026 untuk melanjutkan estafet kepengurusan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari hasil musyawarah, ditetapkan nama-nama berikut:</span></p><ul style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ai Nasyrah Nurdea selaku Ketua Umum LPM Sketsa Unmul Periode 2025/2026</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Naufal Helmy Aurel Putrayadi selaku Sekretaris LPM Sketsa Unmul Periode 2025/2026</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rosiana selaku Bendahara LPM Sketsa Unmul Periode 2025/2026</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Widya Amanda selaku Ketua Redaksi LPM Sketsa Unmul Periode 2025/2026</span></p></li></ul><p style="text-align: justify;">Dengan terpilihnya BPI LPM Sketsa Unmul yang baru, diharapkan dapat melanjutkan roda kepengurusan Sketsa dengan ide-ide yang lebih kreatif dan inovatif. <strong><em>(ali/ner)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Guru Terancam AI: Benarkah Mesin akan Menggantikan Peran Guru? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-guru-terancam-ai-benarkah-mesin-akan-menggantikan-peran-guru/baca </link>
<guid> ketika-guru-terancam-ai-benarkah-mesin-akan-menggantikan-peran-guru </guid>
<pubDate> Fri, 28 Nov 2025 18:28:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> AI kian canggih, namun sentuhan manusia membuat guru tetap tak tergantikan dalam pendidikan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-guru-terancam-ai-benarkah-mesin-akan-menggantikan-peran-guru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/P5D1bl33DO.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Guru Terancam AI: Benarkah Mesin akan Menggantikan Peran Guru?</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pernahkah kita membayangkan sosok guru di masa depan akan digantikan oleh sebuah mesin? Bagaimana jika di ruang kelas, siswa memulai pembelajaran dengan membuka laptopnya? Di layar muncul sosok asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) yang siap menjawab pertanyaan pelajaran hari itu.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan satu&nbsp;</span><span><em>klik</em></span><span>, ia memahami konsep rumit, mengerjakan latihan soal, hingga mendapatkan umpan balik instan. Semuanya terasa cepat, efisien, dan menarik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sudut ruangan, seorang guru memperhatikan dari kejauhan. Ia tersenyum, tetapi di balik senyum itu tersimpan tanya: Apakah suatu hari nanti teknologi secanggih ini akan menggantikan perannya?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dunia pendidikan memang bergerak sangat cepat. AI kini hadir di ruang kelas dalam bentuk aplikasi pembelajaran otomatis,&nbsp;</span><span><em>chatbot</em></span><span>&nbsp;yang mampu menjelaskan konsep, hingga sistem penilaian yang bisa mengoreksi pekerjaan siswa dalam sekejap.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di Indonesia, beberapa sekolah sudah memanfaatkan teknologi ini untuk membantu guru menyusun rencana pembelajaran dan memantau perkembangan siswa secara lebih efisien.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekilas, AI tampak seperti &ldquo;guru ideal&rdquo;: Tidak pernah lelah, selalu siap, dan mampu bekerja tanpa batas waktu. Namun di balik kecanggihan itu, muncul pertanyaan lebih mendalam: Bisakah mesin benar-benar menggantikan manusia yang mengajar dengan hati?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fenomena global dan nasional justru menunjukkan bahwa AI tidak diposisikan untuk menggantikan guru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa AI dibuat untuk membantu, bukan mengambil alih tugas guru.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun menyatakan hal serupa. AI ada untuk memperkuat peran guru, bukan menghapusnya. Para ahli pendidikan juga mengingatkan ketergantungan pada teknologi dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga peran guru dalam membimbing karakter dan moral tetap sangat penting.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guru sejati bukan hanya penyampai ilmu, tetapi pembimbing kehidupan. AI bisa menjawab pertanyaan, tetapi tidak bisa membaca kebingungan di wajah seorang murid, menenangkan siswa yang kehilangan motivasi, atau menyemangati mereka yang gagal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guru dapat menghadirkan humor, cerita hidup, inspirasi, dan kehangatan dimensi manusia yang tidak dapat diprogram oleh algoritma mana pun. Karena itu, posisi guru sebenarnya tetap tidak tergantikan asalkan guru mampu bertransformasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada beberapa upaya yang membuat peran guru semakin kokoh di era AI. Pertama, guru harus meningkatkan literasi digital dan AI, bukan menjauhinya. Guru yang memahami cara kerja AI dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat materi pembelajaran, menilai tugas, atau mendesain pengalaman belajar yang lebih menarik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua, guru perlu memperkuat kemampuan yang tidak dimiliki AI, seperti empati, komunikasi interpersonal, pengelolaan emosi kelas, serta pembinaan karakter.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketiga, guru harus mengambil posisi baru sebagai navigator etika teknologi, yakni mengarahkan siswa agar menggunakan AI secara bertanggung jawab, kreatif, dan aman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keempat, guru perlu mengembangkan kreativitas pedagogis dengan menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan bermakna secara sosial, sesuatu yang sulit dilakukan mesin. Ketika guru mampu menggabungkan teknologi dengan sentuhan kemanusiaan, posisi mereka justru semakin penting dibanding sebelumnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fakta lapangan juga menunjukkan transformasi positif ini sudah terjadi. Di Probolinggo, tiga guru menciptakan metode &ldquo;AI MISS YOU&rdquo; yang memanfaatkan AI untuk mendorong siswa berpikir kritis dan memecahkan masalah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Riset internasional pun menegaskan bahwa kualitas unik guru, interaksi sosial-emosional, kreativitas, humor, dan kebijaksanaan sangat sulit untuk digantikan oleh AI apa pun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, perkembangan AI tetap menghadirkan tantangan. Siswa mudah tergoda untuk bergantung pada jawaban instan, dan privasi data menjadi isu serius. Di sinilah guru berperan sebagai penjaga moral dan penuntun etika teknologi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Guru yang melek digital dapat memastikan bahwa siswa tidak sekadar cerdas, tetapi juga bijaksana dalam menggunakan teknologi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya soal mencerdaskan pikiran, tetapi memanusiakan manusia. AI dapat membantu memahami dunia, tetapi hanya guru yang dapat membantu murid memahami dirinya sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Teknologi mungkin mampu mengajarkan cara berpikir, tetapi guru mengajarkan alasan untuk berpikir. AI memang semakin pintar, tetapi tidak memiliki kebijaksanaan yang tumbuh dari pengalaman, rasa, dan empati.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka, masa depan pendidikan bukanlah pertarungan antara guru dan mesin, melainkan kolaborasi yang saling melengkapi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>AI mempercepat proses belajar, sementara guru menjaga agar nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup. Teknologi dapat menggantikan banyak fungsi, tetapi tidak akan pernah mampu menggantikan jiwa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di situlah letak keabadian peran seorang guru selama ia bersedia terus tumbuh, beradaptasi, dan memimpin dengan kemanusiaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Teknologi bisa mengajar, tetapi hanya guru yang bisa mendidik.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Rahma Ari Lestari, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Biologi FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pentingnya Edukasi Keuangan Sejak Sekolah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pentingnya-edukasi-keuangan-sejak-sekolah/baca </link>
<guid> pentingnya-edukasi-keuangan-sejak-sekolah </guid>
<pubDate> Fri, 28 Nov 2025 18:32:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pendidikan finansial sejak sekolah jadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pentingnya-edukasi-keuangan-sejak-sekolah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/YhDOpaDxQh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pentingnya Edukasi Keuangan Sejak Sekolah</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di era digital saat ini, kemampuan dalam mengelola keuangan bukanlah keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang atau individu. Sayangnya, kesadaran akan pentingnya literasi keuangan di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, edukasi keuangan sejak dini perlu menjadi bagian dari kurikulum sekolah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 49,68 persen. Angka tersebut meningkat dari 38,03 persen pada 2019. Angka yang cukup kecil dengan jangka waktu belasan tahun.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, indeks inklusi keuangan yang menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan juga meningkat menjadi 85,10 persen dari sebelumnya 76,19 persen. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun akses ke layanan keuangan meningkat, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara mengelola uang secara bijak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Khusus pada kalangan pelajar, OJK mencatat bahwa indeks literasi keuangan pelajar baru mencapai 47,56 persen, dengan inklusi keuangan sebesar 77,80 persen. Artinya, sebagian besar pelajar sudah memiliki akses ke rekening bank atau layanan keuangan digital.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun mereka belum memahami sepenuhnya cara menggunakan dan mengelola uang secara efektif. Hal ini bisa menjadi tantangan serius jika tidak diimbangi dengan pendidikan keuangan yang memadai sejak di bangku sekolah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Indeks literasi keuangan merupakan ukuran yang menunjukkan sejauh mana masyarakat memahami konsep dan pengelolaan keuangan pribadi secara bijak. Sementara itu, indeks inklusi keuangan menggambarkan tingkat keterlibatan dan kemudahan akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan formal, seperti perbankan, asuransi, dan investasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Edukasi keuangan di sekolah dapat dimulai dengan hal-hal sederhana, seperti pembelajaran tentang cara menabung, membuat anggaran, mengenal kebutuhan dan keinginan, serta memahami risiko hutang dan investasi. Melalui pendekatan praktis ini, siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademis, tetapi juga keterampilan hidup yang akan sangat berguna di masa depan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan sejak dini, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri secara finansial, berdaya saing global, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan ekonomi bangsa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Afriza Maulana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sekolah Hebat Tanpa Bullying: Tanggung Jawab Kita Semua </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/sekolah-hebat-tanpa-bullying-tanggung-jawab-kita-semua/baca </link>
<guid> sekolah-hebat-tanpa-bullying-tanggung-jawab-kita-semua </guid>
<pubDate> Sat, 29 Nov 2025 17:56:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bullying merusak rasa aman siswa di sekolah. Lingkungan belajar harus dibangun lewat empati dan keberanian bersama </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/sekolah-hebat-tanpa-bullying-tanggung-jawab-kita-semua/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/bBNIKbpnue.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sekolah Hebat Tanpa Bullying: Tanggung Jawab Kita Semua</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Akhir-akhir ini kasus <em>bullying</em> di sekolah menjadi topik utama berita yang hampir selalu kita dengar. Siswa memulai aktivitas di sekolah dengan antusias yang sama: Keinginan memperoleh ilmu, berinteraksi dengan rekan-rekan, dan menikmati suasana kelas yang menyenangkan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, tidak semua dari mereka datang dengan hati yang tenang. Di balik tawa dan obrolan di koridor, ada sebagian siswa yang datang dengan perasaan takut dan cemas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka khawatir akan ejekan, hinaan, atau perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya. Mereka adalah korban&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;yang seharusnya tidak pernah ada di lingkungan pendidikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Bullying</em></span><span>&nbsp;di sekolah seringkali diremehkan. Alasan yang sering dikemukakan adalah &ldquo;itu hanya candaan&rdquo;. Padahal bagi pihak yang menjadi sasaran, candaan tersebut dapat menimbulkan luka emosional yang mendalam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satu ungkapan ejekan bisa membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri. Satu hinaan bisa menghapus senyum yang seharusnya menghiasi wajah seorang siswa.&nbsp;</span><span><em>Bullying</em></span><span>&nbsp;bukan sekadar tindakan kecil yang bisa diabaikan, melainkan masalah besar yang dapat meninggalkan trauma jangka panjang, bahkan setelah korban lulus sekolah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Sebuah ruang di mana setiap pelajar merasakan penerimaan, penghargaan, dan kebebasan ekspresi diri. Namun, ketika&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;terjadi, semua itu sirna.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Korban merasa sendirian, pelaku merasa berkuasa, dan teman-teman lain memilih diam karena takut ikut menjadi sasaran. Diam, dalam hal ini, justru memperkuat keberanian pelaku.&nbsp;</span><span><em>Bullying</em></span><span>&nbsp;akan terus hidup jika tidak ada yang berani menghentikannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lingkungan sekolah yang bebas&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;tidak mungkin tercipta tanpa kerja sama semua pihak. Guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai empati dan menghargai perbedaan kepada siswa. Mereka harus peka terhadap perubahan perilaku siswa, terutama yang tampak murung atau menarik diri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui pendidikan dan contoh-contoh yang diberikan oleh guru, siswa dapat mengubah perilaku mereka menjadi lebih positif dan menghindari perilaku&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>. Guru dapat memberikan pemahaman tentang cara berkomunikasi dengan baik, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, dan membangun hubungan yang sehat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orangtua pun memiliki tanggung jawab besar. Orangtua perlu mendengarkan anak-anaknya, memahami keluh kesah mereka, dan menanamkan sikap menghormati sesama sejak dini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, siswa juga memegang peran paling penting dalam menciptakan budaya sekolah yang positif. Saling menghargai, menolong teman yang kesulitan, dan berani berkata &ldquo;stop&rdquo; saat melihat teman di-</span><span><em>bully</em></span><span>&nbsp;adalah tindakan sederhana yang memiliki dampak besar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satu orang yang berani melawan ketidakadilan bisa menjadi awal perubahan besar di lingkungan sekolah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Korban&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;terkadang takut melaporkan kejadian yang mereka alami. Oleh karena itu, sekolah perlu mengadakan Satuan Tugas (Satgas) Anti&nbsp;</span><span><em>Bullying</em></span><span>&nbsp;agar korban&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;di sekolah merasa aman dalam melaporkan kejadian yang dialami.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini akan membuat siswa tidak ragu lagi mengatakan yang sebenarnya dan tidak takut akan balasan dari pelaku. Peran orang tua juga sangat berpengaruh dalam mengatasi&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Orang tua perlu mengetahui perubahan anak dari segi tingkah laku dan emosional. Sehingga dalam hal ini komunikasi antara guru dan siswa harus berjalan agar orang tua dan guru peka saat ada perubahan yang terjadi pada anak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Bullying</em></span><span>&nbsp;tidak hanya menimbulkan rasa takut pada korban, tetapi juga menjadikan suasana sekolah yang dingin dan penuh ketegangan. Tidak ada siswa yang merasa nyaman di tempat di mana ejekan dianggap hal yang biasa terjadi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maka, perubahan harus dimulai dari kesadaran bersama bahwa setiap siswa berhak merasa aman dan bahagia di sekolahnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekolah hebat bukanlah sekolah yang hanya unggul dalam prestasi akademik. Sekolah hebat adalah sekolah yang menumbuhkan kasih sayang, rasa hormat, dan kebersamaan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tempat di mana siswa tidak hanya diajarkan berhitung dan membaca, tetapi juga bagaimana menjadi manusia yang berempati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika semua pihak mencakup guru, siswa, orang tua, dan masyarakat bersatu melawan&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>, maka sekolah akan menjadi tempat yang benar-benar mendidik, bukan sekadar tempat belajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mari kita mulai perubahan itu dari diri sendiri. Jangan menertawakan orang lain hanya karena mereka berbeda. Jangan ikut menyebarkan gosip atau komentar jahat di media sosial. Jadilah teman yang mampu menguatkan, bukan menjatuhkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekecil apa pun tindakan positif yang kita lakukan, itu bisa menjadi cahaya yang menerangi lingkungan sekolah. Sekolah harus menjadi lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan anak-anak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keberadaan&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;dapat merusak iklim sekolah, mengganggu proses belajar mengajar, dan menciptakan ketidakamanan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekolah bebas&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;bukan mimpi. Ia bisa menjadi nyata jika setiap orang mengambil bagian. Karena pada akhirnya, menghentikan&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;bukanlah tugas satu orang saja, tetapi tanggung jawab kita semua.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sekolah yang hebat lahir dari hati yang saling menghargai, dari senyum yang tulus, dan dari keberanian untuk berkata: &ldquo;Cukup, hentikan&nbsp;</span><span><em>bullying</em></span><span>&nbsp;sekarang juga&rdquo;.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Nafa Riska Ayuni, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Biologi FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Militerisme dalam Kehidupan Demokrasi: Dari Ancaman Ruang Kebebasan Akademik Hingga Diskriminasi dalam Sistem Peradilan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/militerisme-dalam-kehidupan-demokrasi-dari-ancaman-ruang-kebebasan-akademik-hingga-diskriminasi-dalam-sistem-peradilan/baca </link>
<guid> militerisme-dalam-kehidupan-demokrasi-dari-ancaman-ruang-kebebasan-akademik-hingga-diskriminasi-dalam-sistem-peradilan </guid>
<pubDate> Mon, 01 Dec 2025 17:59:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Militerisme dinilai menguat dan mengancam ruang sipil, akademik, serta independensi peradilan di Indonesia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/militerisme-dalam-kehidupan-demokrasi-dari-ancaman-ruang-kebebasan-akademik-hingga-diskriminasi-dalam-sistem-peradilan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/h8XJx2skDd.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Militerisme dalam Kehidupan Demokrasi: Dari Ancaman Ruang Kebebasan Akademik Hingga Diskriminasi dalam Sistem Peradilan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan bekerjasama dengan Pusat Studi Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (SAKSI FH Unmul) dan Jurnal Prisma menggelar peluncuran Jurnal Prisma serta diskusi publik dengan tajuk &ldquo;Hubungan Sipil dan Militer dalam Demokrasi: Menguatnya Militerisme dan Ancaman Kebebasan&rdquo; di Aula FH Unmul pada Minggu, (28/11) lalu. Diskusi ini dibuka langsung oleh Dekan FH Unmul, Rosmini.</p><p style="text-align: justify;">Perwakilan Tim Advokasi untuk Reformasi Sektor Keamanan, Gina Sabrina menguraikan menguatnya militerisme dalam kebebasan berekspresi dan berpendapat. Ia memaparkan kronik gejala militerisme dari monitoringnya sejak tahun 2018&mdash;2025.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Gina, ancaman terhadap kebebasan berpikir, berekspresi, dan berpendapat telah dimulai sejak 2018 ketika Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyita buku-buku komunisme, dilanjutkan dengan masifnya penjagaan prajurit TNI di aksi demonstrasi besar sejak 2019 seperti pada Aksi Omnibus Law, Reformasi Dikorupsi, hingga kasus Affan.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga mencatat pola penjagaan dengan menerjunkan Pasukan Komando Operasi Khusus (Koopsus) saat pembahasan perubahan Undang-Undang (UU) TNI di Hotel Fairmont Jakarta dan terakhir dugaan infiltrasi demonstrasi di kasus demonstrasi Agustus 2025 lalu. Semua peristiwa menunjukkan sekuritisasi dan pendekatan koersif yang dikedepankan pemerintah dalam merespon kritik publik.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Gina, ancaman tersebut bukan hanya ada di ruang kebebasan sipil secara umum, tetapi juga di ruang akademik yang menjamin kebebasan akademik sebagai pilar utama pendidikan tinggi. Ia mencatat pelbagai peristiwa TNI masuk kampus, seperti penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) TNI dengan sejumlah perguruan tinggi dan intervensi dalam berbagai diskusi mahasiswa saat Revisi UU TNI.</p><p style="text-align: justify;">Ketika militer semakin sering mengintervensi ruang akademik, menurut Gina, teror ketakutan akan membuat civitas akademika mengurungkan pendapatnya bahkan melakukan self censorship terhadap kritik di ranah akademik.</p><p style="text-align: justify;">Akademisi FISIP Unmul, Saiful Bahri mengamati pola militerisme sejak masa transisi demokrasi. Ia membandingkan kepemimpinan antara Presiden Ke-6, Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dan Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi).</p><p style="text-align: justify;">SBY yang berlatarbelakang militer justru menampilkan kepemimpinan sipil dan menjaga sendi-sendi demokrasi, sementara Jokowi sebagai representasi figur sipil justru menampilkan kepemimpinan militerisme dengan membuka ruang-ruang militerisasi dalam kehidupan sipil.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Saiful, praktik militerisme dan gejala orde baru mulai kembali ditampakkan lagi di rezim hari ini. Militer mulai dalam kehidupan masyarakat sipil, bahkan dalam konteks bisnis.</p><p style="text-align: justify;">Saiful memberi contoh di Kalimantan Timur (Kaltim) soal eksisnya tambang ilegal dan penguasaan lahan perkebunan sawit yang diduga kuat melibatkan para petinggi polisi dan militer, baik yang aktif maupun purnawirawan. Menurutnya, luka sejarah dan trauma masa lalu adalah hal yang tidak boleh terulang di masa depan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Ketua SAKSI FH Unmul, Orin Gusta Andini menyoroti permasalahan buntunya reformasi peradilan militer. Pembedaan berdasarkan subjek hukum yang dianut hari ini menurutnya adalah diskriminasi dalam konteks sistem peradilan yang menyalahi konstitusi. Memilih peradilan bukan pada personal subjek hukumnya, tetapi harus dalam &rdquo;tindak pidananya&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Orin mengamati ketidakpastian ini berdampak pada impunitas di mana vonis-vonis yang dijatuhkan di peradilan militer menjadi rendah dan jauh dari rasa keadilan. Pengajar FH Unmul ini memberikan perhatian serius terhadap kasus korupsi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).</p><p style="text-align: justify;">Menurut Orin, diskriminasi terhadap subjek hukum hingga ditariknya kasus tersebut melalui mekanisme militer menjadi preseden buruk dan berdampak serius pada pemberantasan korupsi di Indonesia. Praktik baik di negara lain (Inggris, Jerman dan Australia) membedakan peradilan berdasarkan tindak pidana bukan subyek hukumnya.</p><p style="text-align: justify;">Bagi Orin, perubahan UU Peradilan Militer merupakan kebutuhan mendesak yang harus didasarkan pada prinsip demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), dan independensi militer.</p><p style="text-align: justify;">Masalah militerisme tersebut juga dipaparkan oleh Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra. Menurutnya, Indonesia saat ini berada di bawah bayang-bayang ancaman militerisme. Pemerintahan Prabowo Subianto tengah melakukan rekonsolidasi militerisme, yaitu elit politik sipil dan militer yang mendorong dominasi militer dalam ranah sipil.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu indikator menguatnya militerisme hari ini adalah lebih dari 133 MoU telah dibuat antara TNI dan berbagai kementerian atau lembaga negara. Keterlibatan TNI dalam urusan non-pertahanan melalui berbagai MoU tersebut tidak hanya menyalahi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, tetapi juga mengikis prinsip supremasi sipil yang menjadi dasar reformasi sektor keamanan pasca 1998.</p><p style="text-align: justify;">Kondisi tersebut menghidupkan kembali pola lama di masa orde baru, di mana militer menjadi aktor serba bisa dan hadir dalam hampir semua sektor kehidupan masyarakat.</p><p style="text-align: justify;">Padahal fungsi-fungsi tersebut seharusnya dijalankan oleh lembaga sipil yang memiliki mandat, kapasitas teknis, dan mekanisme pengawasan publik yang kuat. Jika hal ini terus dibiarkan, maka akan terjadi militerisasi kebijakan publik yang mengancam proses demokratisasi dan akuntabilitas pemerintahan sipil di Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, lonjakan anggaran pertahanan tahun 2025 yang mencapai Rp247,5 Triliun menjadi sinyal bahwa arah kebijakan negara tengah bergeser dari orientasi kesejahteraan rakyat menuju politik kontrol dan stabilitas keamanan.</p><p style="text-align: justify;">Peningkatan alokasi untuk sektor keamanan tanpa transparansi dan kontrol publik berpotensi mempersempit ruang sipil, memperluas kewenangan aparat, dan melemahkan prinsip demokrasi konstitusional yang selama ini diperjuangkan pasca reformasi.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Radja, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum FH Unmul 2023.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Aset Negara Jadi Bancakan Koruptor Pertamina </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/aset-negara-jadi-bancakan-koruptor-pertamina/baca </link>
<guid> aset-negara-jadi-bancakan-koruptor-pertamina </guid>
<pubDate> Mon, 01 Dec 2025 18:09:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Korupsi Pertamina memukul ekonomi nasional dan menegaskan urgensi reformasi tata kelola energi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/aset-negara-jadi-bancakan-koruptor-pertamina/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/U016socvXw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Aset Negara Jadi Bancakan Koruptor Pertamina</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Berkembang sejak era pertama, Pertamina di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo (1957-1976) memiliki model yang terlalu otoriter, di mana perusahaan negara ini dijalankan layaknya kerajaan bisnis pribadi. Dalam periode tersebut, Pertamina turut masuk ke bisnis lain seperti hotel, maskapai penerbangan, hingga rumah sakit dengan pengawasan yang minim sehingga banyak terjadi penyimpangan dan korupsi.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Utang luar negeri yang membengkak mencapai sepuluh miliar pada 1970-an. Penyalahgunaan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi dan politik menjadi simbol awal bancakan aset negara di Pertamina.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mohammad Hatta dan pengamat lain bahkan menuding Ibnu Sutowo bertanggung jawab atas penyimpangan besar ini. Sejak itu, paradigma aset negara sebagai ladang keuntungan pribadi mulai melekat di Pertamina.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut berlanjut hingga kasus-kasus korupsi modern yang mencerminkan praktik pemanfaatan aset dan keuangan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penulis berpendapat hal ini merupakan tragedi besar penyebab kerugian negara dan masyarakat yang sangat signifikan. Korupsi Pertamina tidak hanya berdampak pada kerugian finansial negara, yang mencapai triliunan rupiah, tapi juga merugikan masyarakat secara langsung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Misalnya melalui praktik pengoplosan bahan bakar jenis Pertamax yang merugikan hingga 17,4 triliun rupiah per tahun dan mengurangi produk domestik bruto 13,4 triliun rupiah. Korupsi ini merusak kepercayaan publik, menghambat pengembangan infrastruktur energi, dan meningkatkan ketergantungan impor energi yang berdampak negatif pada stabilitas ekonomi nasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi Pertamina dan pihak swasta ini menunjukkan sistem yang rusak dan lemahnya pengawasan internal di perusahaan pelat merah tersebut. &nbsp;Hal ini mendorong kebutuhan mendesak untuk reformasi tata kelola, penguatan sistem pengawasan, dan transparansi agar kejadian serupa tidak terulang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Korupsi di Pertamina membawa dampak sangat merugikan dari segi ekonomi nasional hingga kesejahteraan masyarakat. Pertama, kegiatan korupsi menyebabkan kerugian finansial negara yang sangat besar, tercatat hingga triliunan rupiah per tahun. Hal tersebut merupakan akibat dari penggelembungan harga impor minyak mentah, pengoplosan bahan bakar, dan pengelolaan aset yang tidak transparan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kerugian ini mengurangi anggaran negara yang semestinya digunakan untuk subsidi, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur energi. Sayang, korupsi ini menyebabkan inefisiensi nasional dan membengkak biaya produksi serta distribusi bahan bakar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut akhirnya dibebankan ke konsumen dalam bentuk harga BBM yang lebih tinggi dan kualitas pelayanan yang menurun. Hal tersebut berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menyusutkan produk domestik bruto (PDB).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai kesimpulan, penulis ingin menekankan bahwa korupsi di Pertamina adalah masalah serius yang harus diatasi dengan segera. Pemerintah harus bekerja sama dengan lembaga-lembaga anti-korupsi untuk menghukum koruptor dan memastikan aset-aset negara dikelola dengan baik. Hanya dengan demikian, kita dapat membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Ahmad Abi Aris, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Suara Kita, Kekuatan Bangsa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/suara-kita-kekuatan-bangsa/baca </link>
<guid> suara-kita-kekuatan-bangsa </guid>
<pubDate> Tue, 02 Dec 2025 16:13:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Politik uang membuat suara rakyat kehilangan makna, berubah menjadi transaksi yang merusak kejujuran demokrasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/suara-kita-kekuatan-bangsa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SzUAkLiTwD.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Suara Kita, Kekuatan Bangsa</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Suara kita adalah senjata dalam menentukan masa depan. Bukan dalam artian kekerasan, tapi sebagai simbol kekuatan moral dan politik. Contohnya adalah dalam proses demokrasi atau saat Pemilihan Umum (Pemilu), di mana suara kita sangat dibutuhkan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut merupakan momen penentuan bagaimana kita memilih pemimpin yang layak untuk menjadi pemimpin di dalam negeri kita tercinta, Indonesia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya dalam proses pemilu yang terjadi, banyak oknum yang menyalahgunakan suara-suara kita. Banyak dari mereka melakukan praktik suap-menyuap, yang dimaksud di sini adalah kejadian yang kita tahu sebagai &ldquo;serangan fajar&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Praktik politik uang masih sering terjadi dalam setiap penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada pemilu 2019, ditemukan lebih dari 400 kasus politik uang di berbagai daerah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Fakta tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menggunakan hak pilih dengan jujur. Padahal, Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017, Pasal 523 ayat (1) menyatakan bahwa, &ldquo;Setiap orang yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada pemilih agar tidak menggunakan hak pilih atau memilih dengan cara tertentu dapat dipidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak 36 juta rupiah.&rdquo;&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ayat tersebut sudah dengan tegas melarang praktik politik uang dan memberikan sanksi pidana bagi pelanggarnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka membayar orang untuk mendapat banyak suara agar mereka dapat maju terpilih. Adil kah begitu?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mereka tidak benar benar naik dengan suara yang memilih mereka, tetapi naik dengan suara yang sudah mereka bayar. Lalu bagaimana dengan mereka yang sungguh-sungguh menggunakan suara yang mendukungnya?&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dibandingkan dengan orang-orang yang memberi suap, mereka yang menerima suap jauh membuat ketidaksesuaian dan ketidakadilan bagi orang-orang yang menggunakan hak suara &nbsp;dengan jujur.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kenyataan inilah yang sangat disayangkan. Suara kita yang seharusnya menjadi senjata dan kekuatan dalam keadilan, tapi malah balik menjadi senjata yang menusuk suara-suara lainnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), opini &ldquo;Suara Kita, Kekuatan Bangsa&rdquo; sebagai bentuk kesadaran politik dan moral yang sangat penting dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, suara rakyat merupakan perwujudan dari kedaulatan rakyat sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa, &ldquo;Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar&rdquo;.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Artinya, rakyat memiliki hak dan tanggung jawab untuk menentukan arah kepemimpinan bangsa melalui proses pemilu yang jujur dan adil. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menyadari bahwa suara kita memiliki arti yang besar bagi masa depan bangsa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suara yang jujur dan digunakan dengan bijak akan menjadi kekuatan nyata dalam mewujudkan keadilan dan kemajuan Indonesia. Jangan biarkan suara kita dibeli atau disalahgunakan oleh kepentingan sesaat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap suara memiliki nilai untuk membangun negeri yang lebih baik dan bermartabat. Saatnya kita menjadikan suara kita benar benar sebagai kekuatan bangsa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Dhevi Riskia Putri Supriadi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wajah Setelah Tambang </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/wajah-setelah-tambang/baca </link>
<guid> wajah-setelah-tambang </guid>
<pubDate> Tue, 02 Dec 2025 16:17:30 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lubang tambang raksasa mengungkap kerusakan tanah, hilangnya ruang hidup, dan beban yang ditinggalkan industri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/wajah-setelah-tambang/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/o44BAD7Ns2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wajah Setelah Tambang</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Belum lama ini saya berdiri di tepi sebuah lubang tambang yang ukurannya sulit dicerna. Sebuah cekungan raksasa yang seperti mengiris perut bumi, lebih besar dari apa pun yang pernah saya lihat sebelumnya. Dari tempat saya berdiri, hamparan tanah yang dikeruk membentang sejauh mata mengikuti kontur yang dipaksa turun ke dasar.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak lagi menyerupai lanskap alami, tetapi lebih mirip luka terbuka yang ditinggalkan tanpa perban. Ada kesunyian yang tidak wajar di sekitarnya, seolah tanah itu sendiri tengah menahan napas. Dan saya melihatnya dari jarak yang tidak seharusnya dianggap biasa oleh siapa pun yang hidup di wilayah yang sama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Yang membuat saya terpaku bukan hanya skala lubangnya, tetapi kenyataan bahwa ini bukan fenomena tunggal. Di Kaltim, lubang-lubang besar itu bertambah dan membesar seperti kata-kata yang tak pernah dibacakan dalam laporan resmi. Mereka hadir diam-diam namun meninggalkan jejak yang tidak bisa dihapus begitu saja.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada wilayah yang seolah dibiarkan berubah menjadi atlas bopen, didefinisikan ulang oleh ekskavator dan izin yang bergerak lebih cepat daripada pertumbuhan penduduk lokal. Bagi sebagian orang, angka-angka dalam dokumen cukup untuk memahami apa yang terjadi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun bagi saya, satu kali melihat cekungan sebesar itu lebih menjelaskan dari seribu statistik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengalaman berdiri di hadapan lubang raksasa itu mengubah cara saya melihat berita-berita tambang yang selama ini hanya menjadi data dingin di layar ponsel. Hektar yang hilang, konsesi yang dilepas, reklamasi yang entah kapan dimulai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Angka-angka itu terdengar teratur dan rapi, seperti laporan keuangan perusahaan yang tidak ingin tampak berantakan. Namun begitu saya menyaksikannya langsung, angka-angka itu tampak menyusut, kehilangan makna.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Karena realitasnya jauh lebih besar, jauh lebih dalam, dan jauh lebih menyentuh masa depan orang-orang yang tinggal di sekitarnya. Lubang sebesar itu bukan sekadar ruang kosong. Wujudnya seperti mulut gelap yang menelan potongan-potongan ruang hidup tanpa mengembalikannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Masalahnya bukan semata-mata keberadaan industri tambang. Persoalannya adalah bagaimana kita membiarkan bumi dikeruk lebih cepat daripada kita meminta pertanggungjawaban dari mereka yang mengambilnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lubang-lubang itu tidak hanya mengubah fisik tanah, tetapi juga cara orang memandang tempat tinggalnya. Ketika sebuah desa dikelilingi oleh cekungan besar dan tailing yang tak kunjung direklamasi, tempat itu terus-menerus mengingatkan warganya bahwa tanah mereka mungkin tidak akan kembali seperti dulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya melihat tanah yang dulu mungkin hutan, mungkin kebun, mungkin ladang yang ditinggalkan oleh generasi sebelumnya. Sekarang, tanah itu berubah menjadi cekungan yang tidak menawarkan apa pun selain ketidakpastian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perdebatan soal tambang sering kali disederhanakan menjadi dua kubu, seakan hanya ada pro dan kontra. Namun ketika seseorang berdiri di tepi lubang sebesar yang saya lihat belum lama ini, perdebatan itu menjadi jauh lebih kompleks.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini bukan lagi soal memilih pihak, tetapi soal keberanian untuk menatap kenyataan di mana ruang hidup di sekitar kita semakin menyempit, perlahan tapi pasti. Warga dipaksa menyesuaikan diri dengan lubang-lubang yang tidak pernah mereka minta, sementara pihak yang menggali dapat berpindah ke lokasi berikutnya tanpa harus menanggung konsekuensi jangka panjang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ada ironi pahit yang sulit diabaikan di sana. Mereka yang mengubah lanskap dapat pergi kapan saja, tetapi mereka yang tinggal harus menghadapi perubahan itu setiap hari.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika berbicara tentang tambang di Kaltim, kita tidak sedang membahas satu lubang besar yang berdiri sendiri, tetapi sebuah pola. Pola yang menunjukkan bagaimana tanah diperlakukan sebagai sumber daya yang bisa dibuka dan ditinggalkan kapan saja.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lubang-lubang yang tidak direklamasi tepat waktu bukan hanya menyisakan bahaya ekologis, tetapi juga bahaya sosial. Lokasi-lokasi itu dapat menjadi kolam tak terduga saat hujan, dapat menjadi tempat rawan kecelakaan, dan dalam banyak kasus, menjadi simbol ketidakpedulian terhadap masyarakat lokal.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Realitas ini bukan hal baru bagi warga Kaltim, namun tetap terasa menyesakkan ketika melihatnya langsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelah melihatnya sendiri, saya memahami bahwa sulit untuk berpura-pura tidak tahu. Saya memahami mengapa banyak warga merasa bahwa tanah tempat mereka tinggal semakin lama semakin menyusut. Bukan karena erosi alami, tetapi karena keputusan-keputusan yang dibuat jauh dari rumah mereka.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya memahami mengapa orang-orang khawatir, tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga soal identitas tempat tinggal mereka. Sebuah desa kehilangan lebih dari sekadar tanah ketika tambang meninggalkan lubang raksasa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia kehilangan memori kolektif, kehilangan orientasi ruang, bahkan kehilangan hak untuk bermimpi tentang masa depan yang stabil.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Opini ini ditulis bukan untuk menawarkan solusi teknis, bukan untuk menuduh atau menghakimi, tetapi untuk menyampaikan satu hal sederhana yang sering luput dari narasi besar tentang industri: apa yang dilihat langsung oleh warga jauh lebih penting daripada apa yang dicatat dalam laporan tahunan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pengalaman melihat sebuah lubang tambang raksasa membuat saya sadar bahwa kerusakan lingkungan bukan istilah abstrak. Hal itu berwujud nyata, besar, dalam, dan berada sangat dekat dengan kehidupan orang banyak.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan jika suara mereka yang melihat langsung tidak didengar, maka kerusakan itu akan terus dianggap biasa, seakan-akan tanah yang hilang hanyalah bagian kecil dari proses pembangunan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Satu hal yang tidak dapat saya lupakan adalah rasa hening yang menggantung di atas lubang itu. Hening yang terasa seperti peringatan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bukan sekadar peringatan bahwa tanah telah berubah, tetapi bahwa waktu akan terus berjalan dan lubang itu akan tetap ada jika tidak ada upaya untuk memulihkannya. Kita sering diajarkan bahwa pembangunan harus membawa harapan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tetapi apa artinya pembangunan jika meninggalkan lubang-lubang yang bahkan generasi berikutnya tidak bisa mengatasi tanpa beban?</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhirnya, berdiri di tepi lubang tambang itu membuat saya menyadari bahwa suara kita perlu lebih keras daripada mesin yang menggalinya. Bukan untuk menolak setiap bentuk industri, tetapi untuk menuntut tanggung jawab yang setara dengan kerusakan yang ditinggalkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika tanah bisa berbicara, mungkin ia akan mengatakan hal yang sama. Namun karena tanah diam, maka manusialah yang harus bersuara. Dan selama lubang-lubang itu masih menganga tanpa rencana pemulihan yang jelas, suara itu tidak boleh padam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tambang selalu dibungkus dengan narasi pembangunan, lapangan kerja, kontribusi ekonomi. Tetapi jarang ada yang berbicara jujur tentang sisi lain yang tidak tercatat dalam laporan tahunan; hilangnya rasa aman warga, hilangnya ruang publik alami, hilangnya hubungan orang dengan tanah yang mereka injak. Sering kali, kerugian terbesar bukan dinilai dari uang, tapi dari hilangnya sesuatu yang tidak bisa dibeli kembali.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan mungkin itu alasan mengapa pengalaman melihat lubang raksasa itu begitu mengganggu. Lubang itu adalah pengingat kasar bahwa apa pun yang kita baca tentang tambang tidak akan pernah sebanding dengan melihat bekasnya yang nyata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bahwa setelah semua keuntungan diambil, yang tertinggal sering kali hanya beban yang harus ditanggung oleh orang-orang yang tidak ikut memutuskan apa-apa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhirnya, suara warga mungkin tidak bisa menutup lubang yang sudah terlanjur menganga. Tapi suara itu bisa mencegah lubang baru muncul tanpa pertanggungjawaban. Suara itu bisa menahan laju yang terlalu liar, terlalu rakus, terlalu cepat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dan opini seperti ini hanyalah bagian kecil dari suara itu, suara yang berkata bahwa bumi bukan hanya tempat yang bisa digali sesuka hati, tetapi rumah yang seharusnya dijaga sebelum semuanya terlambat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Sabrina, mahasiswi Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unmul 2024</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Takut Tertinggal atau Takut Dinilai? Dilema FOMO Pelajar Gen Z </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/takut-tertinggal-atau-takut-dinilai-dilema-fomo-pelajar-gen-z/baca </link>
<guid> takut-tertinggal-atau-takut-dinilai-dilema-fomo-pelajar-gen-z </guid>
<pubDate> Wed, 03 Dec 2025 19:50:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tekanan FOMO membuat pelajar merasa harus terus bergerak, membandingkan diri, dan kehilangan makna prestasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/takut-tertinggal-atau-takut-dinilai-dilema-fomo-pelajar-gen-z/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/2nc9AcQkCx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Takut Tertinggal atau Takut Dinilai? Dilema FOMO Pelajar Gen Z</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hidup sebagai pelajar Generasi Z (Gen Z) sekarang terasa seperti berada di tengah arus yang tidak pernah benar-benar berhenti. Setiap kali membuka ponsel, ada saja kabar tentang teman yang baru meraih penghargaan, berhasil ikut program tertentu, atau membagikan aktivitas yang terlihat mengesankan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat semua itu berulang kali membuat banyak dari kita merasa perlu selalu bergerak, selalu produktif, dan selalu punya sesuatu untuk ditunjukkan. Dari sini lah rasa takut tertinggal atau&nbsp;</span><span><em>Fear of Missing Out</em></span><span>&nbsp;(FOMO) mulai terbentuk.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Budaya FOMO sebenarnya muncul dari hal yang sangat sederhana, yaitu kebiasaan membandingkan hidup kita dengan apa yang terlihat di layar. Padahal, apa yang tampak sering kali hanya sepenggal momen terbaik seseorang. Namun meskipun kita tahu akan hal itu, tetap saja muncul perasaan cemas saat melihat teman lain terlihat lebih maju atau lebih sibuk melakukan hal yang mereka lakukan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rasanya seperti ada tuntutan tak tertulis bahwa kita juga harus melakukan hal yang sama agar dianggap tidak ketinggalan. Tekanan ini sering kali mengubah cara kita memandang prestasi. Banyak pelajar yang pada akhirnya mengikuti berbagai kegiatan bukan karena minat, tetapi karena takut terlihat tidak berkembang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam situasi seperti ini, prestasi kehilangan makna sebagai bentuk pencapaian pribadi dan berubah menjadi semacam perlombaan diam-diam yang membuat kita merasa harus selalu mengejar sesuatu. Padahal, setiap orang punya ritme belajar dan perjalanan hidup yang berbeda.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu dampak terbesar dari budaya FOMO adalah munculnya rasa lelah emosional. Banyak yang akhirnya merasa kurang percaya diri, merasa tidak cukup, atau bahkan mempertanyakan kemampuan diri sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita jadi lupa bahwa hidup bukan soal siapa yang paling cepat mencapai sesuatu, tetapi soal bagaimana kita berkembang sesuai tujuan dan kapasitas masing- masing. Jika terlalu sering membandingkan diri, ruang untuk menikmati proses akan semakin sempit.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, FOMO tidak selalu memberi pengaruh buruk. Rasa tidak ingin tertinggal kadang bisa menjadi dorongan yang membuat kita belajar hal baru atau berani mencoba tantangan yang sebelumnya tidak terpikirkan. Namun, menjadi masalah ketika dorongan itu lahir dari kecemasan yang berlebihan, bukan dari keinginan untuk bertumbuh.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika motivasi berasal dari tekanan, biasanya kita hanya akan merasa makin tertekan, bukan semakin berkembang. Pelajar masa kini perlu menyadari bahwa hidup tidak harus selalu bergerak cepat. Ada kalanya kita perlu berhenti sejenak untuk bertanya pada diri sendiri tentang apa yang sebenarnya kita inginkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kita tidak harus melakukan semua hal hanya karena orang lain melakukannya. Menentukan prioritas jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti arus. Prestasi yang benar- benar berarti adalah yang selaras dengan kemampuan, minat, dan tujuan diri sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>FOMO mungkin tidak akan hilang sepenuhnya karena dunia digital terus menuntut kita untuk selalu terhubung. Namun, kita bisa mengendalikan seberapa besar pengaruhnya terhadap cara kita menjalani hidup.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada akhirnya, setiap orang berjalan dengan waktunya masing-masing. Kita tidak tertinggal hanya karena tidak melakukan hal yang sama dengan orang lain. Bagian yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun hidup yang membuat kita merasa berkembang, bukan hidup yang dijalani hanya untuk terlihat tidak kalah dari orang lain.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Andika, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Program Bergizi Justru Berbalik Menjadi Bencana </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-program-bergizi-justru-berbalik-menjadi-bencana/baca </link>
<guid> ketika-program-bergizi-justru-berbalik-menjadi-bencana </guid>
<pubDate> Wed, 03 Dec 2025 19:56:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Keracunan massal MBG menyingkap lemahnya pengawasan pangan dan rapuhnya akuntabilitas penyelenggara program </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-program-bergizi-justru-berbalik-menjadi-bencana/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Lldch0yPPy.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Program Bergizi Justru Berbalik Menjadi Bencana</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai salah satu terobosan besar pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia. Tujuannya mulia untuk memberikan makanan sehat dan bergizi agar tidak ada lagi generasi yang kekurangan nutrisi. Namun, kehebohan baru-baru ini membuat publik terhenyak, ribuan anak dilaporkan keracunan setelah mengonsumsi menu dari program MBG.</p><p style="text-align: justify;">Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sepanjang 2025 tercatat 17 kejadian luar biasa (KLB) keracunan MBG di 10 provinsi, dengan total korban mencapai lebih dari 6.400 orang. Angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah potret kelalaian serius dalam pengawasan mutu makanan yang seharusnya menjadi simbol kepedulian negara terhadap rakyatnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Niat Baik Tak Cukup Bila Pelaksanaannya Asal-Asalan</strong></p><p style="text-align: justify;">Tak ada yang salah dengan niat menyediakan makan bergizi gratis. Tapi niat baik bisa berubah jadi bencana jika tidak diiringi dengan manajemen dan pengawasan yang ketat. Banyak dapur penyedia MBG yang ternyata belum memenuhi standar higienis, tidak memiliki sertifikasi keamanan pangan, dan minim pelatihan tenaga dapur.</p><p style="text-align: justify;">Beberapa laporan juga menyebutkan bahan makanan yang digunakan tidak segar, distribusi makanan berlangsung lama di suhu terbuka. Bahkan ada kasus makanan yang disiapkan sehari sebelumnya tanpa pendinginan memadai. Dalam konteks pangan massal untuk anak-anak, kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat fatal.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Akuntabilitas dan Pengawasan: Siapa yang Bertanggung Jawab?</strong></p><p style="text-align: justify;">Program sebesar MBG semestinya memiliki mekanisme kontrol berlapis. Sayangnya, realitas menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan. Koordinasi antara BPOM, Dinas Kesehatan, dan instansi pengelola gizi di tingkat daerah tampak belum solid.</p><p style="text-align: justify;">Tak jarang, dapur MBG dikelola oleh pihak ketiga tanpa pemantauan langsung sementara sekolah dan orang tua hanya bisa pasrah dengan apa yang disediakan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam kasus ini, publik berhak bertanya: siapa yang memastikan makanan tersebut aman? Siapa yang bertanggung jawab ketika ribuan anak jatuh sakit? Tanpa akuntabilitas yang jelas, kepercayaan publik terhadap program pemerintah akan terus menurun.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dampak Lebih Luas dari Sekadar Masalah Kesehatan</strong></p><p style="text-align: justify;">Keracunan massal anak-anak sekolah bukan hanya soal perut mual atau pusing. Ini adalah krisis kepercayaan. Orang tua menjadi ragu untuk mengizinkan anak-anak mereka ikut program MBG. Sekolah pun kebingungan antara menjalankan kebijakan pusat atau melindungi siswanya dari risiko kesehatan.</p><p style="text-align: justify;">Lebih jauh, kasus ini menciptakan beban tambahan bagi sistem kesehatan daerah yang sudah padat. Rumah sakit di beberapa wilayah dilaporkan kewalahan menampung korban keracunan. Semua ini menunjukkan bahwa dampaknya jauh melampaui sekadar insiden sementara ini menyentuh ranah psikologis, sosial, dan ekonomi masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perbaikan: Dari Reaktif ke Sistemik</strong></p><p style="text-align: justify;">Kasus MBG harus menjadi cermin untuk memperbaiki tata kelola program sosial di Indonesia. Langkah-langkah konkret yang perlu segera dilakukan antara lain:</p><ol><li style="text-align: justify;">Audit menyeluruh terhadap semua dapur penyedia MBG di Indonesia.</li><li style="text-align: justify;">Pelatihan keamanan pangan wajib bagi seluruh tenaga pengolah makanan.</li><li style="text-align: justify;">Transparansi publik, dengan laporan rutin soal kualitas, proses distribusi, dan sumber bahan makanan.</li><li style="text-align: justify;">Penegakan hukum tegas terhadap pihak yang lalai atau sengaja melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).</li><li style="text-align: justify;">Pelibatan sekolah dan orang tua dalam pengawasan harian distribusi makanan.</li></ol><p style="text-align: justify;">Langkah-langkah ini tidak bisa sekadar simbolik. Harus ada perubahan sistemik agar tragedi seperti ini tidak menjadi pola tahunan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Belajar dari Tragedi</strong></p><p style="text-align: justify;">Program MBG adalah ide yang baik bahkan sangat baik. Tapi niat baik tidak akan menyelamatkan siapa pun bila tidak diikuti tindakan profesional dan tanggung jawab moral. Kita tak boleh melupakan ribuan anak yang menjadi korban. Mereka bukan sekadar angka dalam laporan. Mereka adalah wajah dari kegagalan manajemen yang seharusnya bisa dicegah.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah harus menunjukkan bahwa keselamatan rakyat lebih penting daripada sekadar pencitraan keberhasilan program. Sebab, makanan bergizi seharusnya menguatkan tubuh, bukan melemahkan bangsa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Restu Singgih, mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ancaman Hoaks Masih Membara, Media Sosial dalam Bahaya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ancaman-hoaks-masih-membara-media-sosial-dalam-bahaya/baca </link>
<guid> ancaman-hoaks-masih-membara-media-sosial-dalam-bahaya </guid>
<pubDate> Thu, 04 Dec 2025 15:43:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Hoaks meluas di media sosial, merusak kepercayaan publik, memicu konflik, dan menantang literasi digital </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ancaman-hoaks-masih-membara-media-sosial-dalam-bahaya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ziri3a1C1O.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ancaman Hoaks Masih Membara, Media Sosial dalam Bahaya</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hoaks di media sosial bukan hanya sekadar informasi palsu yang mengganggu kenyamanan pengguna, melainkan jadi bahaya bagi tatanan sosial dan demokrasi. Hoaks yang terus menyebar dengan beragam taktik digital yang canggih berpotensi memecah belah masyarakat, menimbulkan konflik, dan merusak reputasi individu maupun kelompok secara tidak adil. Media sosial yang seharusnya menjadi sarana komunikasi dan penyebaran informasi positif malah menjadi medan subur bagi berita palsu yang tidak kunjung padam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Penyebaran hoaks juga berkontribusi pada krisis kepercayaan masyarakat terhadap media dan institusi resmi. Ketika hal tersebut terus beredar tanpa ada tindakan tegas dan edukasi yang efektif, masyarakat menjadi sulit membedakan fakta dan opini yang valid.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini bisa menyebabkan kebingungan, kecemasan, dan keputusan yang salah dalam bidang kesehatan, politik, atau isu sosial penting lainnya. Oleh karena itu, peran aktif setiap individu diperlukan dalam melakukan cek fakta dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, pemerintah dan platform media sosial harus bekerja lebih intensif dalam mengatasi hoaks. Ini termasuk memperketat regulasi, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta mengembangkan teknologi deteksi hoaks yang lebih efektif.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tanpa upaya bersama yang sistematis, ancaman informasi palsu yang masih membara akan terus melemahkan kepercayaan komunitas. Tak hanya itu, hoaks dapat menodai fungsi media sosial sebagai wadah komunikasi yang sehat dan konstruktif bagi bangsa dan negara.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan survei Katadata Insight Center bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, sebanyak 11,9 persen responden mengaku pernah menyebarkan berita hoaks pada 2021. Paparan hoaks di Indonesia mencapai antara 30 persen hingga hampir 60 persen dari pengguna saat mengakses media sosial.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hanya 21 persen sampai 36 persen orang yang mampu mengenali hoaks tersebut. Isu hoaks yang paling sering beredar berkaitan dengan politik, kesehatan, dan agama, yang sangat rawan menimbulkan konflik sosial.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) Republik Indonesia (RI), sepanjang Oktober 2024&ndash;2025 terdapat 1.674 konten hoaks yang ditemukan di media sosial, dengan jumlah tertinggi mencapai 166 konten dalam satu bulan. Hoaks terbanyak berisi penipuan (589 kasus), diikuti berita palsu tentang pemerintahan (341 kasus), politik (166), kesehatan (87), dan isu-isu lain yang turut memicu kerusuhan informasi di masyarakat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Media sosial menjadi saluran utama penyebaran hoaks dengan porsi mencapai 92,4 persen, yang diperparah oleh tingginya durasi penggunaan media sosial di Indonesia, yaitu sekitar 529 menit per minggu atau lebih dari 8 jam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Situasi ini menunjukkan bahwa hoaks bukan hanya ancaman yang tidak kunjung padam, tapi telah merusak fungsi utama media sosial sebagai ruang publik yang sehat, demokratis, dan informatif. Upaya penanggulangan harus lebih serius dengan edukasi literasi digital, teknologi deteksi hoaks yang canggih, serta regulasi yang tegas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut dilakukan agar dampak dari hoaks ini bisa diminimalkan dan masyarakat bisa kembali percaya pada media dan institusi resmi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan (PPKn) Unmul, penulis melihat ancaman hoaks di media sosial sebagai tantangan besar yang harus dihadapi secara serius oleh generasi muda sebagai pengguna aktif media digital. Mahasiswa, sebagai&nbsp;</span><span><em>agent of change</em>&nbsp;</span><span>dan penerus bangsa, memiliki tanggung jawab untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi terlebih dahulu.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan penelitian, literasi digital di kalangan mahasiswa masih rendah, sehingga rentan menjadi korban maupun penyebar hoaks. Hal ini mengindikasikan pentingnya peningkatan edukasi literasi digital yang lebih masif di kampus-kampus agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi filter yang kritis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahasiswa juga harus aktif mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menilai kebenaran suatu konten sebelum meneruskan ke orang lain. Ketidaktelitian dalam mengecek fakta seringkali disebabkan oleh keinginan cepat berbagi informasi yang memuat opini kuat atau berita mengejutkan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sikap seperti ini berpotensi memperkuat disinformasi yang mengganggu keharmonisan sosial. Oleh karena itu, penulis berpendapat kampus dan lembaga kemahasiswaan perlu mengadakan pelatihan rutin tentang cek fakta dan etika digital agar mahasiswa mampu menjaga integritas informasi yang beredar di lingkup sosial mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keterlibatan mahasiswa dalam memerangi hoaks tidak hanya dengan kewaspadaan individu, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan platform media sosial. Dengan kesadaran kolektif dan kemampuan digital yang memadai, mahasiswa dapat menjadi pilar penting dalam mengurangi dampak negatif hoaks yang masih membara di media sosial saat ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya menjadi korban pasif penyebaran hoaks, melainkan juga menjadi agen perubahan yang mampu melawan penyebaran berita palsu. Mahasiswa juga dapat berkontribusi dalam mengajak masyarakat luas untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya atau menyebarkannya. Ini adalah langkah penting demi masa depan digital yang lebih aman, sehat, dan berbudaya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Ence Rania Marscha Adisti, mahasiswi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perhelatan Pemira KM Unmul 2025: Kembalikan Linimasa ke Akhir Tahun hingga Perubahan Aturan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perhelatan-pemira-km-unmul-2025-kembalikan-linimasa-ke-akhir-tahun-hingga-perubahan-aturan/baca </link>
<guid> perhelatan-pemira-km-unmul-2025-kembalikan-linimasa-ke-akhir-tahun-hingga-perubahan-aturan </guid>
<pubDate> Fri, 05 Dec 2025 15:20:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KPPR Unmul gelar sosialisasi Pemira, terdapat perubahan persyaratan pendaftaran </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perhelatan-pemira-km-unmul-2025-kembalikan-linimasa-ke-akhir-tahun-hingga-perubahan-aturan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zwrrjY4cpv.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perhelatan Pemira KM Unmul 2025: Kembalikan Linimasa ke Akhir Tahun hingga Perubahan Aturan</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA&nbsp;</span><strong>-&nbsp;</strong>Panitia Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) Unmul yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul lakukan sosialisasi Pemira KM pada Kamis (4/12) lalu di Ruang Teater Farmasi. Namun, terdapat pergeseran linimasa pelaksanaan hingga perubahan beberapa peraturan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemira KM Unmul 2024 sebelumnya dilangsungkan pada periode Juli hingga Agustus. Namun, Pemira 2025 dilangsungkan pada Desember.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketua DPM KM 2024/2025, Suarga Nabil menyebut hal ini untuk mengembalikan kembali linimasa Pemira yang memang awalnya dilaksanakan di akhir tahun, sebelum adanya sengkarut Pemira 2021.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/imbas-sengkarut-pemira-2021-ikzan-bagus-jalani-singkatnya-masa-kepengurusan/baca" target="_blank"><span>Imbas Sengkarut Pemira 2021, Ikzan-Bagus Jalani Singkatnya Masa Kepengurusan - Sketsa Universitas Mulawarman</span></a><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suarga melanjutkan, perhelatan Pemira yang dilaksanakan di akhir tahun atau di akhir kepengurusan ini juga dilakukan untuk mempermudah administrasi kepengurusan ke depannya, seperti Surat Keputusan (SK) kepengurusan hingga pengajuan anggaran.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Karena kemarin kami di awal kepengurusan susah, dari rektorat sudah tutup buku,&rdquo; jelas Suarga kepada&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>, Kamis (4/5).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, Suarga juga mengungkapkan SK Kepengurusan DPM KM dan BEM KM Periode 2024/2025 akan berakhir tepat pada (31/12) tahun ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, terdapat perubahan aturan pada beberapa pasal dalam Undang-Undang (UU) Pemira yang menjadi landasan berlangsungnya pesta demokrasi Unmul kali ini.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk mendaftar sebagai Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dalam Pemira yang sebelumnya minimal 2,75 kini menjadi minimal 3,00.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, terdapat juga penambahan aturan terkait uji publik apabila hanya terdapat satu Pasangan Calon (Paslon). Suarga memaparkan, hal ini dilandasi karena permasalahan aklamasi di tahun sebelumnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-secara-aklamasi-pasangan-maulana-fajr-lanjutkan-kepemimpinan-bem-km-unmul-20242025/baca" target="_blank"><span>Terpilih Secara Aklamasi, Pasangan Maulana-Fajr Lanjutkan Kepemimpinan BEM KM Unmul 2024/2025 - Sketsa Universitas Mulawarman</span></a><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Uji publik tidak ada disebut, hanya ada debat kandidat. Jadi, kalau tidak ada kandidat langsung aklamasi dan tahun lalu itu terjadi kericuhan,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suarga melanjutkan, uji publik juga ditambahkan agar mahasiswa mengenal calon Presiden dan Wakil Presiden BEM KM dan bisa melakukan uji akademis secara langsung pada Paslon tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu Ketua KPPR, Siti Nabila Zahra menyebut akan menghindari penetapan Paslon apabila hanya ada satu Bapaslon yang mendaftar dengan menambah perpanjangan linimasa pendaftaran selama lima hari. Akan tetapi, apabila hanya ada satu Paslon setelah perpanjangan, maka akan dilakukan uji publik.&nbsp;</span></p><p>&ldquo;Kalau hanya satu Paslon, debat kandidat akan diubah jadi uji publik,&rdquo; tutup Siti, Kamis (4/12). <strong><em>(vpr/myy/ner/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Gelombang IV Unmul 2025, Rektor: Momentum Wisudawan Pertama dengan Akreditasi Unggul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-iv-unmul-2025-rektor-momentum-wisudawan-pertama-dengan-akreditasi-unggul/baca </link>
<guid> wisuda-gelombang-iv-unmul-2025-rektor-momentum-wisudawan-pertama-dengan-akreditasi-unggul </guid>
<pubDate> Sat, 06 Dec 2025 23:12:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wisuda gelombang IV Unmul jadi wisuda pertama sejak meraih Akreditasi Unggul. Rektor Abdunnur menyebut momen ini sebagai penanda capaian institusi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-iv-unmul-2025-rektor-momentum-wisudawan-pertama-dengan-akreditasi-unggul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rsBFLcnaD6.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Gelombang IV Unmul 2025, Rektor: Momentum Wisudawan Pertama dengan Akreditasi Unggul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA &ndash;&nbsp;</span>Unmul baru saja usai menggelar Wisuda Gelombang IV Tahun 2025 pada Sabtu (6/12) di GOR 27 September yang menjadi wisuda gelombang terakhir di tahun ini. Wisudawan di gelombang ini juga menjadi wisudawan pertama yang lulus setelah Unmul menyandang Akreditasi Unggul.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Predikat Akreditasi Unggul sendiri sudah diraih Unmul juga di bulan ini, Desember 2025.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor Unmul, Abdunnur dalam sambutannya di penghujung acara wisuda. Abdunnur menyebut, hal ini menjadi sesuatu yang sangat spesial. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Menjadi keberkahan khususnya untuk para wisudawan yang baru saja diwisuda, ini momentum wisudawan pertama dengan status Akreditasi Unggul,&rdquo; katanya, Sabtu (6/12).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Abdunnur juga memaparkan bahwa Status Akreditasi Unggul yang diraih Unmul menjadi penanda capaian institusi dalam pemenuhan standar pendidikan tinggi nasional.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap status unggul yang diraih di akhir tahun 2025 menjadi pijakan awal untuk memperkuat kontribusi Unmul dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Kalimantan Timur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, seperti gelombang-gelombang sebelumnya, pada gelombang ini juga terdapat beberapa lulusan terbaik dari beberapa jenjang program pendidikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satunya adalah lulusan terbaik dari program sarjana yang berasal dari Program Studi Sastra Inggris FIB angkatan 2022, Jacinta Maharani Mulawarman.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jacinta sendiri merupakan lulusan tercepat dengan masa studi 3 tahun 4 bulan dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em>,&nbsp;</span><span>Jacinta turut membagikan perasaannya sebagai wisudawan penyandang predikat lulusan terbaik program sarjana. Ia mengaku bahwa pencapaiannya saat ini masih terasa sulit dipercaya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Jujur agak klise, tapi sebenarnya saya masih nggak percaya sampai saat ini,&rdquo; ungkap Jacinta, Sabtu (6/12).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jacinta juga membagikan pengalamannya menjalani perkuliahan. Menurut Jacinta, yang terpenting bukan hanya mengelola waktu, tetapi juga pandai mengelola energi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyebutkan bahwa ketika dirinya merasa lelah, bukan berarti ia berhenti belajar atau tidak mengerjakan tugas sama sekali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baginya, materi belajar atau tugas yang lebih ringan tetap dikerjakan terlebih dahulu. Pada saat energinya sudah penuh, ia langsung mengerjakan tugas atau materi yang lebih berat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak hanya itu, Jacinta juga menyampaikan apa yang menurutnya perlu dipegang setelah menamatkan studi.&nbsp;</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kita semua tetap harus belajar, di mana pun berada dan selalu mengambil pelajaran dari setiap hal yang kita temui,&rdquo; tutupnya.<strong><em>&nbsp;</em></strong><span style="font-weight: bold;"><em>(wil/ner/npl/aya)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Abadikan Momen Sakral Wisudamu, Neon Graduation Punya Paket Mulai Rp400 Ribu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/branding/abadikan-momen-sakral-wisudamu-neon-graduation-punya-paket-mulai-rp400-ribu/baca </link>
<guid> abadikan-momen-sakral-wisudamu-neon-graduation-punya-paket-mulai-rp400-ribu </guid>
<pubDate> Mon, 08 Dec 2025 15:48:37 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rekomendasi pilihan paket foto wisuda dari Neon Cinematic. Mulai dari harga Rp400.000 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/branding/abadikan-momen-sakral-wisudamu-neon-graduation-punya-paket-mulai-rp400-ribu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Nq7LlMIF07.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Abadikan Momen Sakral Wisudamu, Neon Graduation Punya Paket Mulai Rp400 Ribu</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Momen wisuda adalah salah satu <em>milestone</em> paling berharga dalam hidup. Setelah perjuangan panjang menyelesaikan studi, tentu kamu ingin mengabadikan hari istimewa ini dengan sempurna, bukan?&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lupakan foto studio yang kaku. Tren foto wisuda kini bergerak ke arah yang lebih personal,&nbsp;</span><span><em>stylish</em></span><span>, dan&nbsp;</span><span><em>effortless</em></span><span><em>&nbsp;</em>di lokasi&nbsp;</span><span><em>outdoor</em></span><span><em>&nbsp;</em>atau&nbsp;</span><span><em>indoor</em></span><span><em>&nbsp;</em>yang estetik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kabar baiknya, Neon Graduation hadir sebagai&nbsp;</span><span>partner</span><span>&nbsp;terbaikmu untuk menciptakan kenangan visual yang tak terlupakan. Mereka bahkan sudah dipercaya oleh lebih dari 1.000 wisudawan dan memiliki pilihan paket yang&nbsp;</span><span><em>worth it</em></span><span>. Yuk, simak pilihan paket yang ditawarkan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pilihan Paket Foto Wisuda yang&nbsp;</strong></span><span><strong><em>Totally Recommended</em></strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Neon Graduation menawarkan tiga opsi paket utama yang bisa kamu sesuaikan dengan anggaran dan kebutuhanmu. Semua sudah termasuk&nbsp;</span><span>file</span><span>&nbsp;edit warna lengkap (</span><span><em>colour grading</em></span><span>) yang dikirim melalui&nbsp;</span><span>link drive</span><span>, jadi langsung unggah ke media sosial tanpa perlu mengedit ulang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>1. SILVER: Pilihan Cerdas untuk Foto Cepat &amp; Estetik (Rp400.000)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ini adalah paket paling ramah di kantong. Namun, tetap memberikan hasil maksimal. Cocok untuk foto berdua dengan keluarga atau sahabat terdekat.</span></p><ul style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk 1 wisudawan,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Termasuk foto bersama keluarga,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Foto sepuasnya,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maksimal durasi 30 menit,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maksimal 1 lokasi sesi foto,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bonus:</span><span>&nbsp;File edit&nbsp;</span><span><em>colour grading</em></span><span>&nbsp;sudah termasuk.</span></p></li></ul><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>2. GOLD: Lebih Banyak Waktu, Lebih Banyak Kenangan (Rp750.000)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Paket ini menawarkan durasi dan fleksibilitas lebih, memungkinkan untuk berganti gaya dan berfoto dengan beragam&nbsp;</span><span><em>angle</em></span><span>, termasuk sesi khusus dengan pasangan.</span></p><ul style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk 1 wisudawan,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Termasuk foto bersama keluarga,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Termasuk foto bersama pasangan,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Foto sepuasnya,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maksimal durasi 60 menit,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maksimal lokasi 1 sesi foto.</span></p></li></ul><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>3. EKSKLUSIF: Momen Premium yang Ditangani Langsung oleh Ahlinya (Rp1.000.000)</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ingin hasil paling&nbsp;</span><span><em>all-out</em></span><span><em>&nbsp;</em>dan kualitas premium? Melalui Paket EKSKLUSIF, dapatkan&nbsp;</span><span><em>special&nbsp;</em><em>handling</em></span><span><em>&nbsp;</em>langsung oleh&nbsp;</span><span><em>Owner&nbsp;</em></span><span>Neon, menjamin hasil foto yang benar-benar unik dan berkarakter.&nbsp;</span><span><em>Plus</em></span><span>, hasil akhirnya dikirim cepat.</span></p><ul style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Untuk 1 wisudawan,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Special Handle</em></span><span>&nbsp;oleh <em>Owner&nbsp;</em>Neon,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Termasuk foto bersama keluarga dan pasangan,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Foto sepuasnya,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maksimal durasi 60 menit,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Maksimal 1 lokasi sesi foto,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Keunggulan: File edit dikirim&nbsp;</span><span><em>express</em></span><span><em>&nbsp;</em>(1x24 jam).</span></p></li></ul><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span>Mau Foto dengan&nbsp;</span><span>Vibes</span></strong><span><strong>&nbsp;Sinematik?</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jangan lewatkan layanan&nbsp;</span><span>ADDITIONAL</span><span>. Kamu bisa menambahkan:</span></p><ul style=""><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Video Sinematik 30 menit: Mulai dari Rp600.000,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tambahan Durasi 30 menit: Rp375.000,</span></p></li><li dir="ltr" style="text-align: justify;"><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tambahan Baju Wisuda (untuk paket Silver): Rp100.000.</span></p></li></ul><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Neon Graduation mampu memberikan hasil foto wisuda yang berkesan, seperti yang terlihat di galeri mereka. Jangan sampai kamu kehabisan&nbsp;</span><span>slot</span><span>&nbsp;di tanggal wisudamu!</span></p><p style="text-align: justify;">Terkait pemesanan, Neon Graduation dapat dihubungi dengan Telepon/WhatsApp melalui nomor 0822-5500-8022 dan juga Instagram @neon_graduation. <em><strong>(xel/mou)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Miris, Perilaku Tidak Etis Pendidik kepada Peserta Didik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/miris-perilaku-tidak-etis-pendidik-kepada-peserta-didik/baca </link>
<guid> miris-perilaku-tidak-etis-pendidik-kepada-peserta-didik </guid>
<pubDate> Mon, 08 Dec 2025 17:54:51 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Maraknya perilaku tidak etis pendidik menimbulkan dampak serius bagi peserta didik, turut soroti pentingnya etika profesi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/miris-perilaku-tidak-etis-pendidik-kepada-peserta-didik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d1AaLVISS1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Miris, Perilaku Tidak Etis Pendidik kepada Peserta Didik</h1>
			              </header>
			              <p><br></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pendidik, kata yang sudah tidak lagi asing di telinga kita. Sosok yang dikatakan sebagai orang tua di lingkungan edukatif, tempat bagi peserta didik diajak berkembang, baik dari segi teoritis maupun praktis. Tugas mereka bukan lagi sekadar transfer pengetahuan melainkan sebagai fasilitator bagi peserta didik.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, pendidik juga dituntut memberikan rasa aman bagi para peserta didik dari ancaman kekerasan menyimpang dan perilaku tidak etis secara verbal maupun non-verbal. Sayangnya, hal tersebut tidak sejalan dengan beberapa kasus yang terjadi di Indonesia.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tempat bagi peserta didik bersandar, kini mulai luntur citranya karena perilaku tidak etis beberapa oknum yang memanfaatkan jabatan sebagai pendidik. Penurunan nilai rapor serta kemungkinan tidak naik kelas adalah ancaman klasik yang dilontarkan agar calon korban mau menuruti apa yang diinginkan oleh oknum tersebut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berikut beberapa kasus terkait perilaku tidak etis pendidik dalam 3 tahun belakangan. Pertama, kasus pelecehan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pengadilan 2 Bogor, Jawa Barat. 14 peserta didik menjadi korban dengan rata-rata berusia sekitar 10&ndash;11 tahun, di kelas 5 dan 6 SD.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kedua adalah kasus pada awal Agustus 2025 yang terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pinrang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Salah seorang korban mengatakan oknum melancarkan aksinya di lingkungan sekolah, salah satunya dengan memperlihatkan video tidak pantas ke peserta didik.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah dan jajaran petugas setempat tidak tinggal diam dengan kasus tersebut. Di Kota Bogor, langkah awal yang diambil pihak sekolah adalah penonaktifan oknum pendidik terlapor sebelum akhirnya diberhentikan dan dicabut dari status Aparatur Sipil Negeri (ASN) sepenuhnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, berkoordinasi dengan kepolisian serta menyiapkan pendampingan psikologis bagi korban.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Beralih ke Kabupaten Pinrang, partisipasi pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pinrang yang berkoordinasi dengan pihak sekolah telah mengambil langkah-langkah penanganan, termasuk pembentukan tim investigasi, penonaktifan sementara oknum pendidik yang diduga pelaku dan ancaman pemecatan yang dilayangkan oleh Disdik setempat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hingga opini ini ditulis, status kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan kebenaran tuduhan dan menerapkan sanksi yang sesuai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai seorang calon pendidik, saya memandang bahwa perilaku tidak etis yang dilakukan oleh oknum terhadap peserta didik merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap mandat profesi dan tanggung jawab moral seorang pendidik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melihat rentetan kasus yang ada, tentu menimbulkan kekhawatiran karena dampak negatifnya yang sangat merusak. Mulai dari trauma psikologis, sikap yang mulai tertutup, penurunan percaya diri, kecemasan berlebihan, hingga gangguan kejiwaan seperti depresi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Profesi pendidik bukan hanya berkaitan dengan proses transfer pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai penjaga keselamatan, martabat, dan perkembangan karakter peserta didik. Setiap tindakan yang mencederai rasa aman peserta didik merupakan pengkhianatan terhadap nilai dasar pendidikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya menegaskan bahwa calon pendidik harus memiliki komitmen kuat untuk menjunjung etika profesi, menghormati hak-hak peserta didik, serta menjaga integritas dalam setiap interaksi di lingkungan belajar.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kasus-kasus pelecehan yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat penting bahwa kompetensi pedagogis harus disertai dengan kompetensi etis, kesadaran reflektif, dan kedewasaan profesional.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul yang sedang mempersiapkan diri menjadi pendidik, saya melihat bahwa pencegahan perilaku tidak etis harus diarahkan langsung kepada pendidik sebagai pemegang tanggung jawab utama di lingkungan sekolah.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mulai dari memperkuat pemahaman etika profesi secara aktif, memperbarui pengetahuan tentang kode etik, perlindungan anak, dan batas profesional dalam interaksi dengan peserta didik. Pelatihan rutin sangat diperlukan, memastikan pendidik memahami konsekuensi hukum dan moral dari setiap tindakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pendidik wajib membangun relasi yang aman dan proporsional, menghindari sentuhan fisik yang tidak perlu, komunikasi pribadi yang tidak pantas, serta interaksi yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi peserta didik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, calon pendidik juga harus melatih empati, kontrol diri, serta keterampilan komunikasi yang sehat. Kematangan emosional merupakan fondasi penting agar pendidik mampu memegang peran otoritatif tanpa menyalahgunakannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di samping itu, bisa juga dengan mengadakan sosialisasi sistem pengaduan di sekolah, memastikan peserta didik mengetahui cara melapor, merasa aman untuk berbicara, dan memahami bahwa sekolah memprioritaskan keselamatan mereka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Duwi Rahmadani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025.</em></strong></span></p><p><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Distribusi Air PDAM Belum Merata, Warga Samarinda Menjerit </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/distribusi-air-pdam-belum-merata-warga-samarinda-menjerit/baca </link>
<guid> distribusi-air-pdam-belum-merata-warga-samarinda-menjerit </guid>
<pubDate> Tue, 09 Dec 2025 18:42:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Akses air bersih di Samarinda tidak merata, warga di beberapa wilayah kekurangan pasokan air bersih dan harus membeli mahal </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/distribusi-air-pdam-belum-merata-warga-samarinda-menjerit/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/khTd7X32El.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Distribusi Air PDAM Belum Merata, Warga Samarinda Menjerit</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Distribusi air bersih masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Masalah distribusi air yang tidak merata menunjukkan lemahnya manajemen, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya investasi pada sistem perpipaan yang andal.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kondisi ini membuat sejumlah kelurahan harus membeli air dari perusahaan swasta yang jauh lebih mahal daripada (Perusahaan Daerah Air Minum) PDAM. Ini yang menjadi tantangan besar bagi masyarakat maupun Pemkot Samarinda ke depannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di beberapa wilayah seperti Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, dan Sambutan, warga sering mengeluhkan pasokan air yang tidak stabil. Mereka harus antre berjam-jam untuk mendapatkan air dari mobil tangki atau membeli air bersih dengan harga mahal dari sumur bor swasta. Bahkan, ada yang terpaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, meski risiko kesehatan sangat tinggi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, di kawasan elit atau pusat kota, air PDAM mengalir lancar tanpa gangguan. Inilah yang menjadi tantangan dan membuat masyarakat masih kesulitan dalam penggunaan air.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemkot Samarinda memegang peran utama dan strategis dalam menyelesaikan masalah distribusi air yang belum merata. Sebagai penanggung jawab kebijakan dan pengawas PDAM, pemerintah harus bertanggung jawab memastikan warga mendapatkan air secara adil dan merata tanpa diskriminasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur jaringan distribusi air, mulai dari sumber air, instalasi pengolahan, hingga pipa distribusi. Penataan dan regenerasi sistem ini harus menjadi prioritas agar kapasitas produksi dan distribusi bisa memenuhi kebutuhan yang terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk. &nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pemkot Samarinda dan PDAM harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air. Peremajaan jaringan pipa, penambahan kapasitas produksi, dan perluasan jaringan ke wilayah-wilayah yang selama ini terabaikan harus menjadi prioritas.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Transparansi pengelolaan anggaran dan pelibatan warga dalam pengawasan pelayanan juga penting untuk memastikan keadilan. Dari sinilah peran pemerintah dibutuhkan karena bisa menjalin komunikasi aktif dengan masyarakat. Hal ini dilakukan agar penanganan distribusi air berjalan efektif dan berkelanjutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, masyarakat harus andil menyuarakan suara karena masalah yang dihadapi bukan masalah yang harus diabaikan, mengingat semua masyarakat berhak mendapatkan air bersih yang layak.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini penting agar masyarakat tidak mengalami ketimpangan di saat pemerintah hanya berdiam diri. Maka dari itu, pemerintah harus mendengarkan hak masyarakat, sehingga masyarakat dan pemerintah menjadi setara tanpa ketimpangan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketimpangan ini juga memperluas jurang sosial. Warga miskin dan tidak mampu menjadi kelompok paling terdampak, sementara warga kaya tetap bisa menikmati akses air bersih tanpa hambatan. Hal ini memperkuat stigma pelayanan publik di Samarinda hanya untuk segelintir orang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Saya sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul, telah meyakini permasalahan ini bisa diatasi walaupun belum bisa direalisasikan untuk ke depannya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Oleh karena itu, diperlukan beberapa tahapan untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satunya dengan mewawancarai warga, tokoh masyarakat, dan petugas PDAM untuk mendapatkan gambaran lengkap permasalahan distribusi air.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dengan mewawancarai tokoh masyarakat serta tokoh publik lainnya, kita menjadi tahu bahwa kita bisa menyuarakan aspirasi mereka dengan menyebarkan opini melalui media, baik internet maupun di berbagai forum lainnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Krisis air bersih di Samarinda bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan keadilan sosial. Masyarakat membutuhkan solusi yang nyata, bukan hanya sekedar janji dan alasan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Samarinda harus bergerak cepat untuk memastikan hak atas air bersih bisa dinikmati oleh semua warga, tanpa terkecuali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Nabil Kurniawan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> “Diskon” Kejujuran: Kenapa Eufemisme Membuat Kita Sulit Melihat Masalah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/diskon-kejujuran-kenapa-eufemisme-membuat-kita-sulit-melihat-masalah/baca </link>
<guid> diskon-kejujuran-kenapa-eufemisme-membuat-kita-sulit-melihat-masalah </guid>
<pubDate> Wed, 10 Dec 2025 15:50:42 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Eufemisme tak lagi sekadar penghalusan bahasa, kini kerap dipakai untuk menutupi kenyataan pahit </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/diskon-kejujuran-kenapa-eufemisme-membuat-kita-sulit-melihat-masalah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/QMqBzfdyWm.png" />
					</figure>
			                <h1>“Diskon” Kejujuran: Kenapa Eufemisme Membuat Kita Sulit Melihat Masalah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Opini ini membahas bagaimana eufemisme, penghalusan kata atau istilah bukan hanya menjadi bagian dari sopan santun, tetapi juga berubah menjadi alat menyembunyikan kenyataan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, eufemisme memang membuat interaksi sehari-hari menjadi lebih nyaman. Dalam budaya kita, kalimat langsung seperti &ldquo;kamu gendut&rdquo; sering dianggap kasar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, kalimat tersebut diganti dengan ungkapan yang lebih halus seperti &ldquo;berisi&rdquo; atau &ldquo;makmur&rdquo;. Sampai di titik ini, penggunaan eufemisme masih wajar dan bermanfaat.</p><p style="text-align: justify;">Namun, opini ini menekankan bahwa masalah mulai muncul ketika eufemisme dipakai bukan lagi untuk menjaga perasaan, melainkan untuk memanipulasi persepsi publik. Istilah-istilah yang terdengar manis dipakai untuk menutupi fakta pahit.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Contohnya, &ldquo;rasionalisasi karyawan&rdquo; digunakan untuk menyembunyikan kenyataan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. &ldquo;Penyesuaian struktural&rdquo; dipilih agar kenaikan harga tidak terdengar begitu menyakitkan. Proyek yang gagal disebut &ldquo;tantangan yang memerlukan evaluasi ulang&rdquo;, seolah tidak ada kesalahan besar yang terjadi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dampaknya, menurut opini ini ada dua hal besar. Pertama, kejujuran menjadi &ldquo;didiskon&rdquo;. Ketika bahasa dibuat terlalu halus, masalah kehilangan bentuk aslinya. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Orang sulit merasa marah atau menuntut pertanggungjawaban karena istilah yang dipakai terlalu aman dan abstrak. Jika sebuah bencana kebijakan disebut hanya sebagai &ldquo;tantangan evaluasi&rdquo;, masyarakat mungkin tidak akan menyadari betapa serius masalahnya.</p><p style="text-align: justify;">Kedua, publik menjadi tumpul rasa. Setelah beberapa kali mendengar istilah halus seperti &ldquo;penyalahgunaan wewenang&rdquo; atau &ldquo;ketidakcermatan administratif&rdquo;, kita bisa lupa bahwa yang terjadi sebenarnya adalah korupsi atau pelanggaran besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bahasa manis membuat realitas pahit terasa jauh dan lama-kelamaan orang menjadi terbiasa, bahkan tidak lagi sensitif terhadap kesalahan yang berat. Karena itu, opini ini menyerukan agar penggunaan eufemisme di ranah publik dan kebijakan dikurangi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bukan berarti harus berbicara kasar, tetapi kita perlu kembali pada kejelasan bahasa. &nbsp;Jika masalahnya adalah kemiskinan, sebut saja kemiskinan. Jika terjadi kegagalan, akui sebagai kegagalan. Begitu pula dengan kenaikan, harga tidak perlu dibungkus istilah yang membingungkan.</p><p style="text-align: justify;">Eufemisme memang membuat bicara terasa nyaman, tetapi terlalu sering menggunakannya justru menjauhkan kita dari pemecahan masalah. Bahasa yang jelas, jujur, dan tegas adalah langkah awal untuk memahami persoalan dan menuntut perbaikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Opini ini mengajak pembaca untuk lebih kritis terhadap istilah-istilah halus yang sering dipakai untuk menutupi kenyataan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Luly Galuh Rismala Dwi, mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Unmul 2025.&nbsp;</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Otak Kebal Hoaks: Kenapa Kita Wajib Punya Literasi Ilmiah? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/otak-kebal-hoaks-kenapa-kita-wajib-punya-literasi-ilmiah/baca </link>
<guid> otak-kebal-hoaks-kenapa-kita-wajib-punya-literasi-ilmiah </guid>
<pubDate> Wed, 10 Dec 2025 16:07:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Literasi ilmiah sebagai kemampuan berpikir kritis agar terhindar dari informasi palsu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/otak-kebal-hoaks-kenapa-kita-wajib-punya-literasi-ilmiah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/J126nIU2Xr.png" />
					</figure>
			                <h1>Otak Kebal Hoaks: Kenapa Kita Wajib Punya Literasi Ilmiah?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Coba kita jujur, seberapa sering sebenarnya kita menerima informasi di obrolan grup keluarga yang judulnya heboh, bahasanya meyakinkan, tapi setelah ditelusuri ulang, justru tidak sesuai dengan kenyataan?&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Era di mana informasi bergerak lebih cepat daripada kita mengedip, hoaks dan klaim palsu menyebar tanpa ampun. Kita bisa saja tergelincir percaya dalam hitungan detik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, literasi ilmiah menjadi semacam tameng sekaligus pemadam kebakaran yang menghalangi pikiran kita dari terbakar gosip palsu dan disinformasi yang menyesatkan.</p><p style="text-align: justify;">Selama ini, &nbsp;banyak orang mengira bahwa literasi ilmiah itu hanya tentang menghafal rumus fisika, mengerti istilah biologi, atau bisa menjelaskan Hukum Newton.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal, esensi dari literasi ilmiah lebih daripada itu. Ia bukan tentang kemampuan menghafal, tetapi tentang pola pikir kritis; kemampuan melihat sebuah klaim, berhenti sejenak, mengangkat alis dan bertanya, &ldquo;Di mana buktinya?&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di dunia yang penuh suara dan opini, kemampuan bertanya seperti ini justru menjadi fondasi untuk memisahkan apa yang sekadar terdengar meyakinkan dari apa yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.</p><p style="text-align: justify;">Di negara kita, godaan untuk percaya pada hal-hal instan, ajaib, dan dramatis memang besar. Mulai dari obat herbal yang belum pernah melewati uji klinis, sampai teori konspirasi yang alurnya lebih kompleks daripada Sinema Elektronik (Sinetron) <em>prime time</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengapa hal seperti ini berkembang subur? Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kebiasaan menggunakan metode ilmiah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Banyak dari kita belum terbiasa menelusuri bagaimana sebuah data dikumpulkan, seberapa kredibel penelitian yang dijadikan rujukan, dan apa bedanya antara opini pribadi yang sah-sah saja dengan fakta yang sudah diverifikasi secara sistematis.</p><p style="text-align: justify;">Ketika seseorang memiliki literasi ilmiah, ia secara otomatis menjadi semacam &ldquo;detektif&rdquo; untuk hidupnya sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saat mendengar janji politik yang terlalu muluk atau melihat produk yang klaimnya terdengar seperti mukjizat instan, ia tidak langsung menelan bulat-bulat. &nbsp;Sebaliknya, ia akan membuka sumber, membandingkan data, dan menimbang apakah informasi tersebut masuk akal secara logis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sikap seperti ini bukan hanya membuat kita lebih sulit tertipu, tetapi juga melatih kita untuk mengambil keputusan yang lebih bijak dan berdampak jangka panjang.</p><p style="text-align: justify;">Jika kita ingin menjadi masyarakat yang maju, kita harus keluar dari jebakan pola pikir &ldquo;Pokoknya percaya&rdquo;. Literasi ilmiah tidak pernah ditujukan hanya untuk ilmuwan di laboratorium atau mahasiswa sains.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia justru ditujukan untuk semua orang; pemilih yang menentukan arah negara, konsumen yang memilih produk yang mereka pakai, orang tua yang membesarkan anak, dan warga negara yang setiap hari harus membuat keputusan.</p><p style="text-align: justify;">Saat kita semua sudah memiliki &ldquo;Otak Kebal Hoaks&rdquo;, di situlah kita benar-benar siap membangun masyarakat yang lebih rasional, kritis, dan matang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan itu dimulai dari langkah sederhana; bukan hanya membaca, tetapi memahami. Bukan hanya percaya, tetapi memverifikasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Luly Galuh Rismala Dwi, mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Unmul 2025.</em></strong>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesut Mahakam di Ambang Kepunahan: Ketika Sungai Tidak Lagi Ramah bagi Penghuninya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pesut-mahakam-di-ambang-kepunahan-ketika-sungai-tidak-lagi-ramah-bagi-penghuninya/baca </link>
<guid> pesut-mahakam-di-ambang-kepunahan-ketika-sungai-tidak-lagi-ramah-bagi-penghuninya </guid>
<pubDate> Thu, 11 Dec 2025 13:53:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aktivitas kapal tongkang di sungai Mahakam kaltim mengancam habitat dan kepunahan Pesut Mahakam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pesut-mahakam-di-ambang-kepunahan-ketika-sungai-tidak-lagi-ramah-bagi-penghuninya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/lLFo1vgjFF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pesut Mahakam di Ambang Kepunahan: Ketika Sungai Tidak Lagi Ramah bagi Penghuninya</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kematian Pesut Mahakam kembali menambah daftar panjang hilangnya satwa langka ini dari sungai yang seharusnya menjadi tempat mereka hidup secara alami. Populasi Pesut Mahakam yang kini diperkirakan tidak lebih dari 70 ekor membuat setiap kehilangan menjadi pukulan besar bagi keberlanjutan spesies ini.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski begitu, pada kenyataannya, kematian terus berulang dan kerap dikaitkan dengan aktivitas kapal tambang yang semakin padat. Hal ini menunjukkan bahwa sungai Mahakam berada pada titik kritis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sungai yang selama ratusan tahun menjadi nadi kehidupan warga Kalimantan Timur (Kaltim) telah berubah fungsi menjadi jalur industri. Kapal tongkang pengangkut batu bara bergerak tanpa henti, menciptakan gelombang besar, suara bising, serta getaran yang mengganggu sonar pesut. Bagi hewan yang mengandalkan navigasi akustik untuk mencari makan hingga menjaga anaknya, kondisi ini merupakan ancaman mematikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak sedikit pula kapal yang melintas terlalu dekat dengan habitat penting pesut, bahkan di area yang sebenarnya sudah diketahui sebagai titik-titik kemunculan mereka. Kehadiran industri berskala besar di tengah habitat satwa langka membuat Pesut Mahakam semakin tersisih di rumahnya sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebenarnya berbagai regulasi sudah disusun untuk melindungi mereka, mulai dari pembatasan jalur kapal, batas kecepatan, hingga kewajiban Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) bagi perusahaan tambang. Namun, implementasinya sering kali jauh dari kata efektif karena pengawasan lapangan yang longgar membuat aturan hanya menjadi dokumen tanpa daya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kapal-kapal tetap melaju cepat di wilayah sensitif, sementara sanksi bagi pelanggar jarang terdengar. Pada akhirnya, kematian Pesut Mahakam menjadi cermin dari lemahnya sistem pengelolaan lingkungan yang tidak mampu melindungi spesies di mana spesies tersebut jelas-jelas berada di ujung kepunahan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Industri tambang memang memberikan kontribusi ekonomi, tetapi harus diakui bahwa keuntungan itu tidak sebanding dengan kerugian ekologis yang kita tanggung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika pesut hilang, kita tidak hanya kehilangan satu makhluk langka; kita kehilangan keseimbangan sungai, kehilangan daya tarik ekologis daerah, dan kehilangan identitas yang selama ini menjadi kebanggaan Kaltim.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mahakam adalah ekosistem penting yang menopang kehidupan banyak pihak, bukan hanya rute logistik dan jalur batu bara. Jika kita terus mengabaikan kesehatan sungai demi kepentingan jangka pendek, maka dampak jangka panjangnya akan jauh lebih merugikan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tragedi berulang ini seharusnya menjadi titik balik. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, perlu menunjukkan keberpihakan yang tegas terhadap pelestarian Pesut Mahakam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal ini memerlukan langkah konkret, yaitu pengawasan harus diperketat, kapal tambang wajib mengikuti ketentuan jalur dan kecepatan dengan disiplin, serta perusahaan yang melanggar izin lingkungan harus mendapat konsekuensi nyata.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, perlu ada langkah-langkah serius untuk menetapkan kawasan konservasi yang benar-benar steril dari aktivitas industri sehingga pesut memiliki ruang aman untuk hidup dan berkembang biak. Masyarakat lokal, yang selama ini menjadi saksi langsung kondisi sungai, juga perlu dilibatkan dalam pelaporan, edukasi, dan penjagaan habitat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kematian Pesut Mahakam bukan cerita baru, tetapi bukan berarti harus menjadi hal yang kita anggap biasa. Setiap bangkai pesut yang ditemukan adalah alarm keras bahwa ada yang sangat salah dalam cara kita memandang dan mengelola sungai Mahakam.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Jika kita terus mengabaikan hal ini, mungkin dalam waktu dekat pesut hanya akan tersisa sebagai gambar dan cerita, bukan lagi makhluk hidup yang bergerak bebas di sungai kebanggaan Kaltim.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sungai Mahakam telah memberikan kehidupan bagi begitu banyak orang. Sudah semestinya kita memberikan kesempatan yang sama kepada Pesut Mahakam untuk hidup, bukan sekadar bertahan di tengah ancaman industri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perlindungan pesut bukan hanya isu lingkungan, melainkan ujian moral, identitas, dan masa depan kawasan kita. Jangan menunggu sampai semuanya terlambat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh Aidah Azizah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025.</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penggunaan AI Boros Air Bersih, Ancaman Baru bagi Krisis Global </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/penggunaan-ai-boros-air-bersih-ancaman-baru-bagi-krisis-global/baca </link>
<guid> penggunaan-ai-boros-air-bersih-ancaman-baru-bagi-krisis-global </guid>
<pubDate> Fri, 12 Dec 2025 16:17:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penggunaan AI berkontribusi pada naiknya konsumsi air bersih </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/penggunaan-ai-boros-air-bersih-ancaman-baru-bagi-krisis-global/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/nmQzSeBs34.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penggunaan AI Boros Air Bersih, Ancaman Baru bagi Krisis Global</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kecerdasan buatan atau <em>Artificial Intelligence</em> (AI) yang kini hidup berdampingan dengan manusia memiliki potensi atas kurangnya air bersih di bumi. Meski bekerja dalam bentuk digital, AI memerlukan pasokan air bersih untuk proses sistem di dalamnya.</p><p style="text-align: justify;">Sudah layaknya sahabat yang membantu manusia mulai dari pertanyaan &ldquo;receh&rdquo; hingga pengerjaan tugas yang rumit, penggunaan kecerdasan buatan telah menjalar di seluruh penjuru dunia.</p><p style="text-align: justify;">Sebagian besar mahasiswa tentunya tidak bisa lepas dari AI dalam membantu pengerjaan tugas. Tapi benarkah AI memerlukan air bersih dalam satu kali penyelesaian <em>prompt</em>? Apa kegunaannya?</p><p style="text-align: justify;">Air bersih pada pengoperasian AI rupanya digunakan sebagai pendingin <em>server</em> pada pusat data. Setiap mengerjakan satu tugas, <em>server</em> pada pusat data akan memanas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>KOMPAS.com</em>, agar <em>server</em> tetap stabil, sistem pendingin pada menara pendingin memerlukan air bersih sebagai bahan utama penguap panas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Air yang digunakan tidak mudah didaur ulang dan digunakan kembali karena terkontaminasi debu, mineral, atau bahan kimia yang dapat merusak sistem pendinginan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, faktor lain yakni mayoritas perusahaan teknologi AI berlokasi di Amerika Serikat (AS) mengandalkan pembangkit listrik dengan sistem termoelektrik. Sistem ini memerlukan rata-rata 43,8 liter air untuk setiap kilowatt-hour (kWh).</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari BBC, <em>Chief Executive Officer</em> (CEO) OpenAI, Sam Altman membenarkan adanya penggunaan air dalam pengoperasian AI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dirinya mengatakan, pada satu kueri atau satu kali instruksi pada ChatGPT, sistem menghabiskan seperlima belas sendok teh air bersih.</p><p style="text-align: justify;">Altman menyebut, setiap harinya, ChatGPT menjawab hingga satu miliar kueri. Satu miliar tersebut hanya sumbangan dari satu dari banyaknya <em>Robot</em> (Bot) AI yang digunakan manusia. Artinya, penggunaan air terus meningkat seiring dengan banyaknya pengguna AI.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan menurut laporan jurnal <em>Science</em> yang dikutip dari CNBC Indonesia, &nbsp;penyimpanan air bersih di darat baik dari tanah, danau, sungai, hingga kelembapan tanah menunjukkan penurunan hingga triliunan metrik ton sejak awal abad ke-21.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penyebab utamanya yaitu pemanasan global yang menurun pada rusaknya siklus air. Kenaikan suhu mengakibatkan adanya kerusakan siklus air alami.</p><p style="text-align: justify;">Saat ini, perusahaan besar yang turut membangun pusat data AI-nya sendiri seperti Microsoft, Google, dan Meta menyebut pihaknya tengah berupaya mengurangi dampak lingkungan dengan proyek ekologi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Memasang target hingga 2030, mereka berjanji mengisi ulang pasokan air di dunia, lebih banyak dari yang mereka gunakan. <strong><em>(myy/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Etno Art Festival 2025: Saat Seni Tradisi Bertemu Semesta Modern </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/etno-art-festival-2025-saat-seni-tradisi-bertemu-semesta-modern/baca </link>
<guid> etno-art-festival-2025-saat-seni-tradisi-bertemu-semesta-modern </guid>
<pubDate> Fri, 12 Dec 2025 18:16:12 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Festival seni tradisi Etno Art 2025 dengan sentuhan modern menampilkan musik, tarian, dan energi kolaboratif </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/etno-art-festival-2025-saat-seni-tradisi-bertemu-semesta-modern/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/B5FLhJ2vEh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Etno Art Festival 2025: Saat Seni Tradisi Bertemu Semesta Modern</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Pada Sabtu (22/11) lalu di Tropical Studies Unmul, Etno Art Festival 2025 kembali membuktikan bahwa seni tradisi tidak pernah kehilangan tempatnya, hanya menunggu momen untuk kembali bersinar. Pada malam puncaknya, kita melihat panggung terbuka diterangi cahaya merah dan sorotan biru menembus langit malam. Rasa bangga perlahan muncul. Di sinilah budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi dirayakan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Acara dari Program Studi Etnomusikologi FIB Unmul tahun ini terasa lebih hidup. Musik, tarian, dan instrumen tradisional berpadu dengan tata suara modern. Menciptakan suasana yang membuat siapa pun ingin duduk, menikmati, dan sesekali merenung.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Rasanya seperti melihat masa lalu dan masa kini saling menyapa tanpa canggung. Generasi muda terlibat penuh; ada yang tampil, menjadi panitia, maupun hanya datang untuk menikmati. Pada akhirnya semua menjadi bagian dari denyut yang sama, yaitu menjaga warisan tetap bernapas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menariknya adalah bukan hanya penampilan di panggung, tetapi energi yang tercipta di sekelilingnya. Diskusi-diskusi kecil, tenda komunitas, hingga teknisi yang bekerja di balik layar telah menjadi bukti bahwa acara budaya tidak pernah berdiri sendirian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Semua hal tersebut adalah hasil kerja kolektif dan gotong royong dalam bentuk paling estetiknya. Etno Art Festival 2025 bukan hanya sebuah &ldquo;<em>great show</em>&rdquo;, tetapi pengingat bahwa budaya bukan benda mati. Ia terus tumbuh, berubah, dan menemukan bentuk barunya. Kita hanya perlu memberi ruang, dan tahun ini, ruang itu terasa benar-benar hidup.</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold; text-align: justify;"><span><em>Opini ini ditulis oleh M. Wibhy Adhilla Dyandrie, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2024</em>.</span></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Angin Berikan Takdir Daun Kering </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/angin-berikan-takdir-daun-kering/baca </link>
<guid> angin-berikan-takdir-daun-kering </guid>
<pubDate> Sat, 13 Dec 2025 18:15:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kenapa Angin tak menyesal jatuhkan daun kering </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/angin-berikan-takdir-daun-kering/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/USlnslL5CT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Angin Berikan Takdir Daun Kering</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style=""><span style="font-size: 14px;">Kenapa Angin jatuhkan daun kering<br>Padahal Dia tahu daun kering akan dipungut <br>Dilaminasi dan jadi penghias musim gugur <br>Kemudian dipandang dengan kagum dan cinta</span></p><p dir="ltr" style=""><span style="font-size: 14px;">Kenapa Angin jatuhkan daun kering, lagi<br>Padahal Dia tahu daun kering akan membeku<br>Tertutup dengan putihnya salju di musim dingin<br>Tak peduli warna atau bentuk aslinya</span></p><p dir="ltr" style=""><span style="font-size: 14px;">Kenapa Angin terus jatuhkan daun kering<br>Padahal Dia tahu daun kering akan menyatu dengan tanah<br>Terguyur hujan di musim semi yang penuh bunga-bunga<br>Mengikat kuat ingatannya hingga melebur menjadi pupuk tuk bunga-bunga itu</span></p><p dir="ltr" style=""><span style="font-size: 14px;">Atau,<br>Kenapa Angin tak menyesal jatuhkan daun kering<br>Padahal Dia tahu daun kering mudah terbakar<br>Musim panas yang bawakan api untuknya<br>Sehingga daun kering menjadi abu hitam di pemakamannya sendiri<br>Namun lebih menyuburkan bunga-bunga yang telah layu</span></p><p dir="ltr" style=""><strong><em><span style="font-size: 14px;">Puisi ini ditulis oleh Siti Mu&rsquo;ayyadah, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2022.</span></em></strong></p><p><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Hanya Satu Bapaslon yang Mengembalikan Berkas, KPPR Lakukan Perpanjangan Pendaftaran </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hanya-satu-bapaslon-yang-mengembalikan-berkas-kppr-lakukan-perpanjangan-pendaftaran/baca </link>
<guid> hanya-satu-bapaslon-yang-mengembalikan-berkas-kppr-lakukan-perpanjangan-pendaftaran </guid>
<pubDate> Mon, 15 Dec 2025 17:31:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KPPR perpanjang pendaftaran lantaran hanya satu Bapaslon yang mengembalikan berkas </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hanya-satu-bapaslon-yang-mengembalikan-berkas-kppr-lakukan-perpanjangan-pendaftaran/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/EX5QpfOIiT.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Hanya Satu Bapaslon yang Mengembalikan Berkas, KPPR Lakukan Perpanjangan Pendaftaran</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Panitia Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) menggelar sidang verifikasi berkas dan penetapan Pasangan Calon (Paslon) pada Sabtu (13/12) hingga Minggu (14/12) di Student Center Lantai 2. Melalui sidang verifikasi berkas tersebut, hanya ada satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang ditetapkan dalam kontestasi Pemira KM 2025.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian Pemilihan Umum Raya (Pemira) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul telah berlangsung sejak Kamis (4/12) lalu. Pendaftaran Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) sendiri telah dimulai sejak Senin (8/12) hingga Kamis (11/12).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam rentang tersebut, terdapat tiga Bapaslon yang melakukan pengambilan berkas. Tiga Bapaslon tersebut, di antaranya:</p><ol><li style="text-align: justify;">Pasangan Hiththan Hersya Putra mahasiswa FH 2021 dan Rahmatsyah Baihaqi Hakim mahasiswa FKIP 2022,</li><li style="text-align: justify;">Pasangan Rio Saputra mahasiswa Faperta 2022 dan Angelita Khuswatunkhasanah mahasiswa FEB 2023,</li><li style="text-align: justify;">Pasangan Muhammad Rezky Nur Ilman mahasiswa FKIP 2022 dan M. Jamil Nur mahasiswa FISIP 2022.&nbsp;</li></ol><p style="text-align: justify;">Hingga pelaksanaan sidang verifikasi berkas, hanya satu Bapaslon yang ditetapkan sebagai Paslon untuk mengikuti kontestasi Pemira KM 2025. Adapun Paslon yang ditetapkan adalah pasangan Hiththan Hersya Putra mahasiswa FH 2021 dan Rahmatsyah Baihaqi Hakim mahasiswa FKIP 2022.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut diketahui berdasarkan Surat Keputusan Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya Universitas Mulawarman Nomor: 05/KPPR/2025 Tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman yang diunggah melalui akun Instagram @Pemira_Unmul pada Senin (15/12).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketua KPPR, Siti Nabila Zahra menyebut penetapan satu Paslon dalam sidang verifikasi berkas dikarenakan hanya ada satu Bapaslon dari tiga Bapaslon yang mengembalikan berkas pendaftaran hingga Jumat (12/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkait verifikasi berkas, yang mengembalikan hanya ada satu Paslon,&rdquo; ungkap Siti melalui pesan WhatsApp, Senin (15/12).</p><p style="text-align: justify;">KPPR tetap melanjutkan pada tahap verifikasi berdasarkan Undang-Undang (UU) Pemira Pasal 41 ayat (2). Serta untuk menindaklanjuti hanya ada satu Paslon, Siti mengungkapkan akan membuka kembali pendaftaran dan pengembalian berkas selama tiga sampai dengan lima hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tentu saja akan dilanjut dengan Pasal 46 ayat (1), pembukaan pendaftaran kembali,&rdquo; katanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pembukaan pendaftaran kembali tersebut terhitung sejak Senin (15/12) hingga (17/12). Ditambah satu hari pengembalian berkas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tiga hari dari kami ditambah satu hari pengembalian karena ketentuan UU Pemira dari tiga hingga lima hari, jadi sampai tanggal 18,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(ner/myy/vpr/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Berbagi Cerita Bersama Penyintas, Hope Circle Samarinda Rayakan 16 HAKTP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/event/berbagi-cerita-bersama-penyintas-hope-circle-samarinda-rayakan-16-haktp/baca </link>
<guid> berbagi-cerita-bersama-penyintas-hope-circle-samarinda-rayakan-16-haktp </guid>
<pubDate> Wed, 17 Dec 2025 16:35:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Hope Circle Samarinda menghadirkan ruang refleksi serta membahas pola manipulasi pelaku kekerasan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/event/berbagi-cerita-bersama-penyintas-hope-circle-samarinda-rayakan-16-haktp/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7mnlx6zUFQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Berbagi Cerita Bersama Penyintas, Hope Circle Samarinda Rayakan 16 HAKTP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Mengabadikan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Komunitas Hope Circle Samarinda menghelat ruang belajar dan refleksi bertajuk &ldquo;Membongkar Pola Manipulatif Pelaku Kekerasan&rdquo; pada Minggu (14/12) lalu di Rumah Kita, Jalan MT Haryono, Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diawali penyampaian materi dari narasumber perwakilan Hope Circle, Willy Junior Samhazes, peserta mendengarkan pola manipulasi dalam berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual serta dampak psikologis yang ditimbulkan.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, peserta juga diajak melakukan refleksi diri untuk lebih tenang. Setelah mendapat materi, peserta dibentuk dalam beberapa tim untuk mengidentifikasi manipulasi dari sebuah kalimat.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai komunitas yang berfokus pada advokasi korban kekerasan, Hope Circle bersama Puan Mahakam menghadirkan teman-teman penyintas untuk berbagi kisah. Peserta mendengarkan perjuangan mereka untuk menemukan titik balik dan kembali bangkit.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Makanya kita hadir dengan cara dan konsep berbeda,&rdquo; ujar Samhazes.</p><p style="text-align: justify;">Samhazes atau yang kerap disapa Sam, menuturkan momentum 16 HAKTP acapkali sebagai selebrasi, tidak menyentuh substansi akar masalahnya. Oleh sebab itu, ia ingin merangkul lapisan yang lebih luas.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Sam mengajak memutus siklus kekerasan terhadap perempuan. Ia juga menyebut dalam kasus kekerasan, pelaku mendapat <em>spotlight</em> sementara korban &ldquo;dianggurkan&rdquo; begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Justru untuk daya bangkitnya korban, itu nggak difokuskan ke sana.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Desy Nispiani sebagai peserta merasa dampak yang baik setelah mengikuti acara. Ia merasa menemukan ruang yang aman untuk membahas banyak hal tanpa takut dihakimi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tidak dipungkiri aku dan sekitar aku pasti pernah ngerasain hal-hal yang tadi kita bahas di dalam,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelahnya, kegiatan ditutup dengan peserta secara serentak membaca kalimat:</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bersama kita memutus siklus kekerasan, bersama kita memilih pemulihan yang sadar dan bertanggung jawab, bersama kita saling menjaga.&rdquo; <strong><em>(mlt/ali/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cancel Culture di Indonesia: Mekanisme Kontrol Sosial atau Ajang Perundungan Publik? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/cancel-culture-di-indonesia-mekanisme-kontrol-sosial-atau-ajang-perundungan-publik/baca </link>
<guid> cancel-culture-di-indonesia-mekanisme-kontrol-sosial-atau-ajang-perundungan-publik </guid>
<pubDate> Thu, 18 Dec 2025 16:53:20 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena cancel culture di Indonesia kerap kehilangan objektivitas, tidak selalu proposional dan jadi ajang perundungan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/cancel-culture-di-indonesia-mekanisme-kontrol-sosial-atau-ajang-perundungan-publik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/l2DV5AWERU.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cancel Culture di Indonesia: Mekanisme Kontrol Sosial atau Ajang Perundungan Publik?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Fenomena <em>cancel culture</em> di Indonesia semakin sering muncul beberapa tahun terakhir, terutama dengan berkembangnya media sosial sebagai ruang publik baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, <em>cancel culture</em> dipahami sebagai bentuk tekanan sosial untuk meminta pertanggungjawaban figur publik atas perilaku atau ucapan yang dianggap melanggar norma sosial, etika, atau hukum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, dalam praktiknya, penerapan <em>cancel culture</em> di Indonesia tidak selalu berjalan secara adil dan proporsional. Ada kalanya seorang tokoh langsung diserbu kritik hingga reputasinya runtuh hanya karena satu kesalahan tertentu, sementara tokoh lain yang melakukan pelanggaran lebih serius justru tetap bisa bertahan karena memiliki basis massa kuat, koneksi politik, atau citra publik yang lebih kokoh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketidakseimbangan inilah yang membuat <em>cancel culture</em> di Indonesia tampak tidak hanya sebagai bentuk kontrol sosial, tetapi juga sebagai cermin dinamika kekuasaan di era digital.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu ciri yang paling menonjol dari <em>cancel culture</em> di Indonesia adalah betapa cepatnya publik bereaksi terhadap sebuah isu. Hal ini terjadi ketika isu itu tersebar melalui potongan video, tangkapan layar, atau narasi di berbagai platform seperti X, TikTok, dan Instagram.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini tampak saat sebuah kasus viral, gelombang komentar negatif dapat muncul dalam hitungan menit, membuat seorang publik figur langsung berada dalam tekanan besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, cepatnya reaksi ini sering kali tidak diiringi dengan proses verifikasi informasi yang memadai. Banyak orang tergerak oleh emosi, sentimen kelompok, atau <em>framing</em> media, sehingga penilaian menjadi tidak objektif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam beberapa situasi, figur publik masih berhak untuk menjelaskan konteks, tetapi tidak diberi ruang untuk menyampaikan klarifikasi.</p><p style="text-align: justify;">Hal semacam ini dapat dilihat pada beberapa kasus yang sempat memenuhi linimasa media sosial. Misalnya, saat seorang artis atau influencer tersandung isu ucapan sensitif, perilaku kasar, atau konten yang dianggap tidak pantas, mereka bisa langsung menjadi sasaran kritik masif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam banyak kasus, tekanan publik ini menyebabkan hilangnya kontrak kerjasama, penurunan jumlah pengikut, hingga permintaan maaf terbuka. Reaksi seperti ini sebenarnya dapat dipahami sebagai bentuk koreksi sosial yang menuntut tanggung jawab seorang publik figur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, masalah muncul ketika kasus yang sifatnya masih bisa didiskusikan atau diselesaikan melalui dialog justru berkembang menjadi serangan yang tidak proporsional.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, terdapat pula tokoh publik yang menghadapi tuduhan atau kontroversi lebih berat, tetapi tidak mengalami tekanan sosial setara. Hal ini sering terjadi ketika tokoh tersebut memiliki pengaruh yang besar dalam industri hiburan, dunia politik, atau memiliki komunitas pendukung yang sangat loyal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam beberapa kasus yang diberitakan secara luas, misalnya ketika publik figur menghadapi dugaan pelanggaran etika atau perilaku yang merugikan orang lain, reaksi publik justru tidak seramai kasus-kasus yang lebih ringan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak jarang, ada situasi di mana publik membela sang tokoh habis-habisan. Hal ini terjadi bukan karena mereka yakin figur tersebut tidak bersalah, tetapi karena sudah terlanjur menyukai sosoknya, menikmati karyanya, atau merasa ia mewakili identitas kelompok tertentu.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menunjukkan bahwa <em>cancel culture</em> di Indonesia tidak selalu digerakkan oleh prinsip moral atau etika, tetapi juga oleh faktor emosional dan kedekatan simbolik antara publik dengan tokoh yang bersangkutan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai contoh, seorang komedian atau aktor mungkin akan lebih mudah dimaafkan karena publik merasa dekat dan terhibur oleh mereka. Sementara itu, tokoh dari kelompok yang kurang populer di masyarakat bisa menerima kecaman dua kali lebih keras untuk kesalahan yang sama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di titik inilah <em>cancel culture</em> kehilangan objektivitasnya dan menjadi bentuk tekanan sosial yang tidak konsisten.</p><p style="text-align: justify;">Selain tokoh hiburan, fenomena <em>cancel culture</em> juga tampak dalam dunia akademik, politik, dan komunitas digital. Ada beberapa kasus yang ramai diperbincangkan publik, misalnya terkait tokoh akademisi yang terseret kontroversi pernyataan, atau pejabat publik yang dikritik karena tindakannya dianggap tidak pantas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa kasus memang berakhir dengan konsekuensi nyata, seperti pencopotan jabatan atau pemeriksaan etik. Namun, ada pula kasus yang mereda begitu saja tanpa penyelesaian yang jelas, meski pelanggaran yang dituduhkan tergolong serius.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak jarang, hilangnya perhatian publik membuat kasus tersebut seolah-olah menguap tanpa tindak lanjut. Ini memperkuat anggapan bahwa <em>cancel culture</em> hanya bekerja ketika isu sedang viral, bukan ketika sebuah kasus benar-benar memerlukan akuntabilitas jangka panjang.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia, <em>cancel culture</em> lebih sering menimpa tokoh yang &ldquo;tidak punya pelindung sosial.&rdquo; Artinya, seseorang yang tidak memiliki jaringan yang kuat, dukungan fanbase besar, atau latar belakang yang membuatnya kebal kritik cenderung lebih mudah &ldquo;dibatalkan&rdquo; oleh masyarakat. Sebaliknya, tokoh yang memiliki posisi sosial tinggi atau citra positif yang sudah mengakar justru lebih kebal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ini menjadikan <em>cancel culture</em> bukan sekadar soal benar atau salah, tetapi soal seberapa besar kekuatan simbolik seseorang di mata masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Contoh nyata dapat dilihat dari bagaimana masyarakat memperlakukan kasus-kasus yang melibatkan selebritas besar dibandingkan dengan tokoh publik tingkat menengah. Selebritas papan atas sering kali tetap dapat mempertahankan popularitasnya, bahkan setelah terseret masalah kontroversial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini karena komunitas penggemarnya memilih untuk tetap mendukung. Berbeda dengan figur lain yang baru naik daun, kesalahan yang relatif kecil dapat membuat mereka kehilangan reputasi secara cepat dan drastis.</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini juga diperparah oleh budaya digital Indonesia yang sangat responsif. Banyak pengguna media sosial yang menjadikan isu viral sebagai hiburan, bukan sebagai pembelajaran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam beberapa kasus, komentar publik lebih banyak berisi ejekan, sindiran, atau bahkan perundungan. Padahal, <em>cancel culture</em> awalnya bertujuan untuk menuntut tanggung jawab etis, tetapi kini bergeser menjadi ajang pelampiasan kemarahan kolektif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika hal ini terjadi, <em>cancel culture</em> tidak lagi mendorong perbaikan. Namun, malah dapat menciptakan luka sosial baru.</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, bukan berarti <em>cancel culture</em> sepenuhnya buruk. Jika diterapkan secara tepat, maka fenomena ini dapat menjadi pendorong perubahan sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kasus-kasus kekerasan verbal, diskriminasi, atau penyalahgunaan kekuasaan yang sebelumnya ditutupi kini lebih mudah diungkap karena media sosial memberi ruang bagi korban untuk berbicara. Dalam situasi seperti ini, tekanan publik dapat membantu membuka mata banyak orang tentang pentingnya akuntabilitas dan keadilan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Yang menjadi persoalan adalah bagaimana memastikan tekanan tersebut dilakukan secara adil, proporsional, dan berdasarkan informasi yang akurat.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah dinamika ini, masyarakat Indonesia perlu mulai membangun budaya kritis yang lebih sehat. Tidak semua isu harus diselesaikan dengan cara &ldquo;menghakimi&rdquo; secara massal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada kasus yang perlu diselidiki lebih lanjut, ada yang perlu ruang klarifikasi, dan ada pula yang bisa menjadi proses pembelajaran bagi semua pihak. Prinsip kehati-hatian sangat penting agar publik tidak menjadi alat yang mudah digiring oleh narasi viral.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, penerapan <em>cancel culture</em> seharusnya bukan tentang menghancurkan reputasi seseorang, tetapi untuk mendorong perubahan perilaku, edukasi moral, dan akuntabilitas yang adil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Konsistensi menjadi kunci: Baik figur besar maupun kecil harus diperlakukan dengan standar yang sama. Tanpa konsistensi itu, <em>cancel culture</em> hanya akan menjadi gelombang kemarahan yang datang dan pergi, tanpa benar-benar membawa perubahan berarti.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Assyfa Maulida Dharma, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2024.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sampah: Masalah Lama yang Tidak Kunjung Usai di Fasilitas Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sampah-masalah-lama-yang-tidak-kunjung-usai-di-fasilitas-unmul/baca </link>
<guid> sampah-masalah-lama-yang-tidak-kunjung-usai-di-fasilitas-unmul </guid>
<pubDate> Fri, 19 Dec 2025 15:53:40 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kurangnya kesadaran mahasiswa dan tempat sampah yang kurang memadai menyebabkan permasalahan sampah di fasilitas Unmul tak kunjung selesai. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sampah-masalah-lama-yang-tidak-kunjung-usai-di-fasilitas-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/M5azyibIec.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sampah: Masalah Lama yang Tidak Kunjung Usai di Fasilitas Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Fasilitas umum (Fasum) di Unmul, seperti Taman Unmul (Tamul) dan Gerbang Karang Temu Unmul, semestinya memberikan rasa nyaman bagi penggunanya. Sayangnya, sampah yang berserakan membuat rasa nyaman itu tidak didapat dan masih kerap menjadi masalah yang tidak kunjung terselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Sampah yang berserakan ditinggalkan begitu saja oleh pengunjung meskipun telah disediakan tempat sampah. Namun salah seorang mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum FH 2024, Alfredo Sonda merasa tempat sampah yang ada kurang memadai.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Belum ideal karena tempat sampah yang saya lihat hanya satu, tepatnya di jalan masuk mengarah ke dalam Taman Unmul ini,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em>, Selasa (16/12).</p><p style="text-align: justify;">Alfredo juga turut berharap agar tempat sampah diperbanyak serta diadakan papan himbauan. Selain itu, kesadaran diri mahasiswa juga perlu ditingkatkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kesadaran akan kebersihan fasilitas kampus yang mereka gunakan tentu perlu dibangun, bermanfaat bagi kenyamanan mereka sendiri dalam menggunakan fasilitas kampus,&rdquo; harapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selaras, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP 2024, Graciela Veronika Putri Pareira menyebut tempat sampah ideal seharusnya tertutup dan terpisah. Mencakup pemisahan sampah organik, <em>non</em>-organik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;saya rasa perlu ada fasilitas bak sampah yang tertutup dan yang digolongkan jenisnya,&rdquo; katanya, Selasa (16/12) lalu .</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Tamul, Gerbang Karang Temu Unmul justru tidak memiliki tempat sampah sama sekali. Hal ini mengakibatkan sampah berserakan karena ditinggalkan begitu saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah seorang Petugas Satuan Keamanan (Satpam) yang sedang bertugas, Yusri menyebut justru alasan tidak ada tempat sampah di area itu karena sampah yang kerap menumpuk.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dulu pernah (ada), masalahnya bagian untuk pungut sampahnya tidak ada, jadi kadang menumpuk. Gara-gara menumpuk itu tempat sampahnya dihilangkan,&rdquo; terangnya kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (12/12).</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, ia juga menjelaskan terdapat petugas yang tetap membersihkan tempat tersebut setiap hari.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau untuk sampah, disapu biasanya pagi. Kalau tidak salah dari jam 7 sampai jam 9,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(vpr/cau/afa/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dugaan Pelanggaran UU Pemira oleh Menteri Gender BEM KM, DPM KM akan Gelar RDP </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-pelanggaran-uu-pemira-oleh-menteri-gender-bem-km-dpm-km-akan-gelar-rdp/baca </link>
<guid> dugaan-pelanggaran-uu-pemira-oleh-menteri-gender-bem-km-dpm-km-akan-gelar-rdp </guid>
<pubDate> Sat, 20 Dec 2025 09:32:45 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menteri Gender BEM KM Unmul diduga melanggar UU Pemira, kasus diserahkan kepada DPM KM </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dugaan-pelanggaran-uu-pemira-oleh-menteri-gender-bem-km-dpm-km-akan-gelar-rdp/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/32shI583io.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Dugaan Pelanggaran UU Pemira oleh Menteri Gender BEM KM, DPM KM akan Gelar RDP</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya (Bawasra) mengeluarkan Berita Acara Nomor 001 Tahun 2025 perihal penerimaan laporan sengketa Pemilihan Umum Raya (Pemira) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul yang mencatut Menteri Gender Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Unmul 2024/2025 sebagai terlapor melalui Instagram @pemira_unmul pada Senin, (15/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ketua Bawasra, Wira Saguna Abyasa Harahap menyebut laporan tersebut diterima Bawasra pada Jumat (12/12) lalu. Dari keterangan Wira, pelapor menduga Menteri Gender BEM KM Unmul 2024/2025, Nada Nabila Jatmiko melanggar Undang-Undang (UU) Pemira Pasal 59 dan Pasal 65.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dalam penjelasan pelapor, terlapor kemudian meminta Bukti Registrasi (Sireg) dari mahasiswa FISIP untuk mendukung salah satu Bapaslon di mana Sireg itu menjadi syarat dukungan untuk lolos verifikasi,&rdquo; jelas Wira melalui pesan WhatsApp, Senin (19/12).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Wira sendiri, hal tersebut melanggar Pasal 59 Nomor 2 yang menyatakan bahwa tim sukses tiap Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) tidak boleh mengandung unsur Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul beserta Jajaran Menteri dan Kepala Biro.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Walaupun ingin menjadi tim sukses, maka harus menyertakan surat cuti,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dugaan bahwa terlapor yang masih menjabat sebagai menteri merupakan bagian dari tim sukses Bapaslon yang kini telah ditetapkan sebagai Pasangan Calon (Paslon). Wira memaparkan, pihaknya langsung mengkaji dan menganalisis laporan yang mereka terima tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami memanggil pelapor dan juga pihak-pihak terkait yang bersangkutan dengan pelanggaran Pemira, kami juga memanggil Paslon (yang bersangkutan),&rdquo; terang Wira.</p><p style="text-align: justify;">Dari pemeriksaan tersebut, Wira mengungkap Kuasa Hukum Paslon yang bersangkutan telah memberikan bukti bahwa Nada bukan bagian tim sukses.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Satu yang bisa kami pastikan, Nada Nabila Jatmiko bukan tim sukses Bapaslon yang sekarang menjadi Paslon. Sudah bisa dipastikan oleh Kuasa Hukum Tim Paslon,&rdquo; tegasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Wira sendiri juga menegaskan jika memang terbukti ada pelanggaran pada proses Pemira, akan segera mereka berikan sanksi. Namun, karena Paslon sendiri mengakui Nada bukan bagian tim sukses, maka Bawasra tidak bisa memberikan sanksi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena itu di luar wewenang kami, jadi penilaian kami adalah kasus ini akan kami serahkan ke DPM KM Unmul,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Unmul 2024/2025, Suarga Nabil menyebut akan menindaklanjuti temuan itu melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dari DPM KM akan menindaklanjuti temuan tersebut lewat RDP dengan pihak terkait,&rdquo; ujar Suarga melalui pesan WhatsApp, Jumat (19/12).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Nada sendiri memilih tidak memberikan komentar dikarenakan kasus yang masih dalam tahap pemeriksaan. <strong><em>(vpr/ner/myy/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyelami Keadilan dan Inklusi dalam Zootopia 2 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menyelami-keadilan-dan-inklusi-dalam-zootopia-2/baca </link>
<guid> menyelami-keadilan-dan-inklusi-dalam-zootopia-2 </guid>
<pubDate> Sat, 20 Dec 2025 19:27:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Zootopia hadir dengan sequel baru membawa karakter baru hingga pesan sederhana namun mendalam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menyelami-keadilan-dan-inklusi-dalam-zootopia-2/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pSKV5SRZGc.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyelami Keadilan dan Inklusi dalam Zootopia 2</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Setelah penantian selama hampir 9 tahun, <em>Zootopia</em> kembali hadir di layar kaca untuk menyapa para penggemarnya. Antusiasme penonton tidak hanya terasa di kalangan penggemar lama, tetapi juga menjangkau generasi baru yang tumbuh bersama kisah Judy Hopps dan Nick Wilde.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejak pengumuman resminya, berbagai spekulasi dan harapan mengemuka, terutama terkait perluasan dunia <em>Zootopia</em> dan isu-isu sosial yang akan diangkat.</p><p style="text-align: justify;">Film <em>Zootopia</em>&nbsp;<em>2</em> yang resmi dirilis pada 26 November 2025 di Amerika Serikat, dan serentak di bioskop Indonesia mulai 28 November 2025, berhasil menempati posisi ke-4 Top Film Terlaris sepanjang tahun 2025 versi <em>Box Office</em> Global serta meraih skor IMDb 7,7/10.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kesuksesan film ini tak lepas dari daya tarik cerita yang segar, visual memukau, serta keberanian <em>Zootopia</em>&nbsp;<em>2</em> dalam mengangkat isu-isu sosial yang relevan. Penantian penggemar yang telah menunggu sekuel film ini setelah film pertamanya di tahun 2016 berbuah hasil memuaskan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak mengherankan jika <em>Walt Disney Studio</em> berhasil menggarap film <em>Zootopia</em>&nbsp;<em>2</em> dengan alur yang sangat apik dibalut komedi khas para hewan, visual yang menarik, dan konflik baru yang lebih menantang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Alur Cerita dan Konflik Utama</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Zootopia</em>&nbsp;<em>2</em> membuka babak baru dalam petualangan Judy Hopps dan Nick Wilde, dua detektif andalan <em>Zootopia Police Department</em> (ZPD) yang kini dihadapkan pada kasus paling rumit sepanjang karier mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah sukses mengungkap konspirasi besar di film pertama, keduanya kini harus menyelidiki kemunculan seekor ular misterius yang mengusik stabilitas kota mamalia tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Cerita dimulai dengan suasana <em>Zootopia</em> yang tampak damai. Namun di balik permukaan, ketegangan sosial masih membayangi. Selama beberapa generasi, kota ini hanya dihuni oleh mamalia, sementara reptil telah lama dilarang masuk akibat stigma dan prasangka yang diwariskan turun-temurun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika Judy menemukan serpihan kulit ular di sebuah truk besar, ia dan Nick segera menyadari bahwa ada sesuatu yang tak biasa tengah terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Penyelidikan membawa mereka ke <em>Zootenial Gala</em>, perayaan 100 tahun berdirinya <em>Zootopia</em> yang diselenggarakan oleh keluarga Lynxley, salah satu keluarga pendiri kota. Di tengah kemeriahan gala, sosok ular biru besar bernama Gary De&rsquo;Snake muncul dan mencuri jurnal kuno yang berisi rahasia sejarah kota serta teknologi dinding cuaca (<em>weather wall</em>) yang selama ini dianggap sebagai penemuan dari keluarga Lynxley.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kehadiran Gary memicu kepanikan dan memperuncing ketegangan antara mamalia dan reptil. Judy dan Nick, yang semula bertugas menangkap Gary, justru terjebak dalam konspirasi yang lebih besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Konflik utama film ini berpusat pada upaya Judy dan Nick dalam mengungkap kebenaran di balik pengusiran reptil dari <em>Zootopia</em>. Dalam prosesnya, mereka harus menghadapi perpecahan persahabatan, menjadi buronan, dan mempertaruhkan segalanya demi keadilan dan kebenaran.</p><p style="text-align: justify;">Sekuel kedua ini mengemas isu sosial tentang diskriminasi, prasangka, dan rekonsiliasi dalam balutan cerita detektif yang menegangkan. Penonton diajak menyelami dinamika politik kota, bias antarkelompok, serta dampak nyata dari kebijakan eksklusif yang menyingkirkan kelompok minoritas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini tidak hanya menyuguhkan aksi dan misteri, tetapi juga refleksi mendalam tentang pentingnya inklusi dan keberanian menghadapi masa lalu.</p><p style="text-align: justify;">Konflik sosial ini tidak hanya menjadi latar, tetapi juga motor penggerak cerita. Judy dan Nick, yang semula percaya pada narasi resmi kota, dipaksa merefleksikan posisi mereka sebagai penegak hukum di sistem yang tidak sepenuhnya adil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka harus memilih antara loyalitas pada institusi atau keberanian membela kebenaran, meski harus melawan arus dan menjadi buronan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Fakta Menarik Karakter Gary De&rsquo;Snake di Zootopia 2</strong></p><p style="text-align: justify;"><em>Main character</em> baru yang dihadirkan pada <em>Zootopia 2</em> ialah kemunculan spesies reptil berupa seekor ular berbisa dan berdarah dingin bernama Gary De&rsquo;Snake.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Karakter Gary sendiri ternyata terinspirasi dari seekor ular <em>viper</em> biru dengan nama latin <em>Blue Viper Trimeresurus Insularis</em>. Uniknya, ular jenis ini merupakan hewan endemik asal Indonesia, tepatnya berasal dari Kepulauan Sunda Kecil.</p><p style="text-align: justify;">Ular ini hidup di hutan tropis dan daerah bersemak di Indonesia, termasuk di pulau-pulau seperti Lombok, Bali, dan Flores. Spesies ular yang dikenal karena warnanya yang cerah, sisik biru <em>cerulean</em> yang menutupi tubuhnya, mata kuning bulat dengan pupil celah vertikal hitam, dan taring putih panjang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Gary menjadi reptil dan ular pertama yang muncul dalam <em>franchise Zootopia</em>. Di dalam film, Garry digambarkan sebagai sosok ular dengan karakter manis dan penyayang yang menyatakan ia tidak pernah berniat menyakiti siapa pun ketika pertama kali bertemu Juddy Hopps.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia sangat banyak bicara dan memiliki sikap optimis, berusaha menyemangati atau menghibur siapa pun yang sedang berada di titik terendah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dibandingkan dengan hewan lain di Zootopia, ia adalah satu-satunya karakter yang tidak mengenakan pakaian atau aksesoris apa pun, kecuali hewan-hewan yang ada di klub naturalis. Terkadang ia mengenakan tas pinggang berwarna oranye terang yang terlihat saat pelariannya di Pasar Rawa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keunikan lainnya mengenai Gary De&rsquo;Snake pada film ini ialah kemampuannya mendeteksi suhu panas yang akan digunakan untuk pemecahan konflik utama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Zootopia 2</em> tidak hanya menghadirkan visual yang akurat, tetapi juga mengangkat karakteristik biologis dan perilaku ular biru <em>Pit Viper</em>. Mulai dari kecenderungan agresif, kemampuan sensor panas, dan adaptasi di lingkungan tropis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini menjadi bentuk apresiasi terhadap keanekaragaman hayati Indonesia, sekaligus membuka ruang diskusi tentang pentingnya konservasi dan penghargaan terhadap satwa liar.</p><p style="text-align: justify;">Nilai persahabatan dan kerja sama menjadi benang merah yang mengikat seluruh narasi. <em>Zootopia 2</em> mengajarkan bahwa keberanian menghadapi kebenaran, meski menyakitkan, adalah langkah awal menuju perubahan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengungkap sejarah kelam dan mengakui kesalahan masa lalu bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan yang memungkinkan masyarakat tumbuh dan berkembang. Film ini juga menekankan pentingnya rekonsiliasi dan pengampunan sebagai fondasi membangun masa depan yang lebih baik.</p><p style="text-align: justify;">Pesan sederhana, tetapi mendalam, juga disampaikan melalui dialog dan interaksi karakter. Mencakup pentingnya menjadi diri sendiri tanpa takut dihakimi, serta hak setiap makhluk untuk memiliki rumah dan tempat di dunia, terlepas dari bentuk dan rupa dirinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Zootopia 2</em> tetap setia pada ciri khas humor cerdas dan referensi budaya pop yang tersebar di seluruh film. <em>Soundtrack</em> film yang dibawakan oleh Shakira dan berkolaborasi dengan Ed Sheeran serta Blake Slatkin, menjadi <em>soundtrack</em> viral yang menambah daya tarik film.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini menjadi pilihan yang tepat untuk ditonton oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. <strong><em>(zie/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kasih Sayang yang Tetap Sampai Meski dari Jauh, Cara Anak Rantau Merayakan Hari Ibu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/kasih-sayang-yang-tetap-sampai-meski-dari-jauh-cara-anak-rantau-merayakan-hari-ibu/baca </link>
<guid> kasih-sayang-yang-tetap-sampai-meski-dari-jauh-cara-anak-rantau-merayakan-hari-ibu </guid>
<pubDate> Mon, 22 Dec 2025 14:20:28 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Serba-serbi mahasiswa perantau merayakan Hari Ibu </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/kasih-sayang-yang-tetap-sampai-meski-dari-jauh-cara-anak-rantau-merayakan-hari-ibu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ZJTPWABqr3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kasih Sayang yang Tetap Sampai Meski dari Jauh, Cara Anak Rantau Merayakan Hari Ibu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Hari Ibu diperingati sebagai bentuk penghargaan terhadap peran dan pengorbanan ibu. Setiap tanggal 22 Desember, momen ini menjadi pengingat akan seluruh kasih sayang yang selama ini diberikan ibu untuk anak-anaknya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hari Ibu menjadi waktu yang tepat untuk merasakan kebersamaan bersama ibu. Namun, bagi anak rantau, kebersamaan tersebut tidak dapat dirasakan secara langsung karena terhalang jarak.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini turut dialami salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP 2021, Nuriyani yang merayakan Hari Ibu di perantauan. Karena keterbatasan jarak, Nuriyani merayakan Hari Ibu dengan panggilan video.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya juga berencana memberikan hadiah melalui pengiriman paket, agar mama merasa tetap diperhatikan meskipun saya tidak ada di rumah,&rdquo; ujarnya kepada Sketsa melalui pesan WhatsApp, Jumat (19/12) lalu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski begitu, perasaan sedih dan rindu tetap hadir karena tidak dapat merayakan secara langsung. Hal itu lantas dijadikan motivasi untuk fokus menjalankan tanggung jawabnya di perantauan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB 2024, Lucky Arya Kusuma memiliki pandangan yang berbeda tentang Hari Ibu di perantauan.</p><p style="text-align: justify;">Baginya, merantau tidak mengubah pandangan tentang peran ibu. Ia beranggapan perhatian ibu selalu hadir, baik di rumah maupun jauh dari rumah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lucky berpendapat kasih sayang seorang ibu selalu ada tanpa alasan. Selama ada waktu, ibu selalu memastikan kondisinya melalui panggilan (telepon).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jarak tidak mengurangi perhatian yang diberikan ibu untuk anak-anaknya. Oleh karena itu, Lucky tetap menunjukkan rasa sayangnya kepada ibu.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya mungkin belum bisa membalas perjuangan ibu untuk anak-anaknya, tetapi ibu selalu menjadi cinta pertama dalam hidup saya,&rdquo; terang Lucky kepada <em>Sketsa</em>, Jumat (19/12). <strong><em>(kia/aya/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Akreditasi Unggul Unmul: Sudah Terasa Nyata atau Hanya Predikat Semata? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akreditasi-unggul-unmul-sudah-terasa-nyata-atau-hanya-predikat-semata/baca </link>
<guid> akreditasi-unggul-unmul-sudah-terasa-nyata-atau-hanya-predikat-semata </guid>
<pubDate> Tue, 23 Dec 2025 18:10:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Raih Akreditasi Unggul, mahasiswa berharap Unmul selalu berbenah agar raihan tersebut bukan predikat semata </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/akreditasi-unggul-unmul-sudah-terasa-nyata-atau-hanya-predikat-semata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/diho8Ar8uK.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Akreditasi Unggul Unmul: Sudah Terasa Nyata atau Hanya Predikat Semata?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Di penghujung tahun, Unmul mengumumkan pencapaian Akreditasi &ldquo;Unggul&rdquo; dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang menjadi angin segar bagi civitas akademika. Informasi tersebut diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi Unmul pada Selasa (2/12) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pencapaian peringkat tertinggi tersebut tentu memerlukan bukti nyata yang dilihat dari lingkungan akademik. Apakah akreditasi ini sesuai dengan kondisi di lingkungan akademik Unmul?</p><p style="text-align: justify;">Untuk meraih akreditasi tersebut, perguruan tinggi harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya terdapat bukti sah terkait praktik yang baik pada pengembangan budaya mutu, perolehan status akreditasi program studi, terjadinya efektivitas pelaksanaan, dan jumlah publikasi jurnal yang sesuai dalam tiga tahun terakhir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Salah seorang alumni Program Studi Sastra Inggris FIB, Sri Suryanti menyampaikan rasa bangga dan syukur karena lulus setelah pencapaian akreditasi tersebut. Menurutnya, Unmul telah mencoba berbenah menjadi lebih baik dari sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyebut beberapa pelayanan akademik memudahkannya mengejar kelulusan. Ia sendiri lulus lebih awal, yakni dalam waktu tiga tahun empat bulan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah berkeinginan mengejar 3,5 tahun. Tidak sampai empat tahun itu saya rasakan lewat bantuan-bantuan dan alur akademik, proses pemberkasan yang sangat cepat dan tidak bertele-tele,&rdquo; sebut Sri melalui telepon, Rabu (17/12).</p><p style="text-align: justify;">Meskipun pantas mendapatkan akreditasi tersebut, Sri juga menyebut Unmul perlu melakukan pembenahan agar menjadi lebih baik lagi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu mahasiswa Program Studi Kehutanan FKTL 2023, Ravino Indraya Anwar justru menyebut bahwa ia merasa Unmul sendiri belum &ldquo;Unggul&rdquo; sepenuhnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau secara keseluruhan, Unmul sendiri sebenarnya belum Unggul sepenuhnya,&rdquo; sebut mahasiswa yang kerap disapa Anwar itu, Jumat (19/12).</p><p style="text-align: justify;">Anwar menyoroti kekurangan fasilitas-fasilitas dalam praktik akademik di Unmul. Salah satunya alat praktikum yang menurutnya masih kurang memadai. &nbsp;Selain itu, ia juga kerap mendengar website perkuliahan seperti <em>Academic Integrated System</em> (AIS) dan Sistem Aplikasi Belajar (STAR) sering gangguan. Saat melaporkan gangguan tersebut, pihak akademik hanya berjanji akan menindaklanjuti.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tindakan lebih lanjut itu lambat,&rdquo; lanjut Anwar.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, dari segi penerbitan jurnal, Anwar merasa dosen dan mahasiswa S1 dan S2 Unmul sudah banyak menyumbang tenaga sehingga Unmul berhasil meraih predikat tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Baik Sri maupun Anwar, berharap yang terbaik bagi Unmul ke depannya. Akreditasi &ldquo;Unggul&rdquo; bukan hanya predikat semata, melainkan peran nyata kampus sebagai institusi unggul di lingkungan akademik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap Unmul dapat memperkuat fasilitas secara menyeluruh, juga dari sistem akademik, layanan, dan ruang partisipasi mahasiswa,&rdquo; harap Sri saat menutup wawancara.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, Anwar berharap akreditasi &ldquo;Unggul&rdquo; yang diraih Unmul bukan hanya sandangan predikat saja. Akan tetapi, juga dibenahi dari segala sisi agar menjadi &ldquo;unggul&rdquo; secara menyeluruh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menyandang Akreditasi Unggul bukan sekadar menyandang saja, tetapi kita lihat juga dari (keunggulan) segi-segi yang lain,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(mou/vpr/myy/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sidang Perdana Penambangan KHDTK dengan Terdakwa Baru, Rustam: Harapannya Terdakwa Sebelumnya Diperiksa Kembali </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sidang-perdana-penambangan-khdtk-dengan-terdakwa-baru-rustam-harapannya-terdakwa-sebelumnya-diperiksa-kembali/baca </link>
<guid> sidang-perdana-penambangan-khdtk-dengan-terdakwa-baru-rustam-harapannya-terdakwa-sebelumnya-diperiksa-kembali </guid>
<pubDate> Tue, 23 Dec 2025 19:11:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sidang penambangan ilegal di KHDTK Unmul kembali digelar dengan terdakwa baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sidang-perdana-penambangan-khdtk-dengan-terdakwa-baru-rustam-harapannya-terdakwa-sebelumnya-diperiksa-kembali/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rpOgI3Q1h1.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sidang Perdana Penambangan KHDTK dengan Terdakwa Baru, Rustam: Harapannya Terdakwa Sebelumnya Diperiksa Kembali</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kasus penambangan ilegal di Laboratorium Alam Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklathut Fahutan Unmul, sebelumnya berakhir dengan dibebaskannya dua terdakwa. Sidang kembali digelar dengan terdakwa baru pada Senin (22/12) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Peristiwa penambangan sendiri pertama kali ditemukan pada Sabtu (5/4) silam. Dari aktivitas tambang ilegal tersebut, sekitar 3,2 hektare kawasan KHDTK rusak. Mahasiswa Fahutan sendiri sempat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) dan menuntut pengusutan tuntas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/khdtk-unmul-ditambang-mahasiswa-fahutan-tuntut-pengusutan-tuntas/baca" target="_blank">Baca: KHDTK Unmul Ditambang, Mahasiswa Fahutan Tuntut Pengusutan Tuntas - Sketsa Universitas Mulawarman</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari <em>Kaltimtoday.co</em>, Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutan (LHK) Kaltim menetapkan dua terdakwa. Namun, keduanya dibebaskan pada Putusan Praperadilan akibat cacat administrasi formil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa bulan pasca pembebasan terdakwa tersebut, sidang kembali digelar dengan terdakwa baru yang ditetapkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Laboratorium Alam KHDTK Diklathut Fahutan Unmul, Rustam Fahmy mengungkapkan kekecewaan atas kondisi tersebut. Menurutnya, kedua lembaga seharusnya bisa bersinergi dalam melakukan penyidikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya dua lembaga ini bisa menyatukan hasil penyidikan mereka, menandakan bahwa kasusnya sama,&rdquo; kata Rustam saat ditemui <em>Sketsa</em> pasca sidang, Senin (22/12) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada sidang tersebut, diketahui terdakwa menyewa satu alat berat untuk aktivitas penambangan. Namun, terdapat lima alat yang bekerja di dalam kawasan tersebut sehingga masih belum jelas kepemilikan empat lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Menurut Rustam, hal itu bisa menjadi petunjuk tambahan apabila digabungkan dengan penyidikan yang dilakukan Gakkum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin informasi di Gakkum bisa bertambah karena totalnya lima. Ini yang tadi baru satu penyedia alat beratnya,&rdquo; kata Rustam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rustam juga mengaku sempat menanyakan tentang pemeriksaan kembali dua terdakwa dari Gakkum yang dibebaskan di Putusan Praperadilan. Namun, hal tersebut diserahkan kembali pada jaksa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut bahwa bisa saja hal tersebut dikembangkan kembali karena terdapat informasi yang berbeda dari penyidikan Gakkum dan Polda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena kalau kita lihat, beda. Bahkan terdakwa (dari Polda) namanya tidak keluar di Gakkum. Sementara di Gakkum ada tersangka lain yang kemarin dibebaskan,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Proses persidangan dan penyidikan dari Gakkum sendiri sudah tidak lagi diproses pasca Putusan Praperadilan yang membebaskan terdakwa tersebut. Oleh karena itu, Rustam menyebut bahwa pihaknya juga masih terus mendesak Gakkum untuk mengulang kembali proses penyidikan dengan prosedur administratif yang sesuai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Atau menggabungkan hasil penyidikan Gakkum ke persidangan yang sekarang ini dan menuntut jaksa mengambil tersangka yang sesuai dengan hasil penyidikannya Gakkum,&rdquo; pungkasnya. <em><strong>(ner/ali/mou)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Melewati Uji Publik, Pasangan Hiththan-Rahmatsyah Lanjutkan Estafet Kepemimpinan BEM KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melewati-uji-publik-pasangan-hiththan-rahmatsyah-lanjutkan-estafet-kepemimpinan-bem-km-unmul/baca </link>
<guid> melewati-uji-publik-pasangan-hiththan-rahmatsyah-lanjutkan-estafet-kepemimpinan-bem-km-unmul </guid>
<pubDate> Wed, 24 Dec 2025 21:20:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> KPPR gelar uji publik sekaligus penetapan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul 2025/2026, mahasiswa soroti partisipasi KM Unmul </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melewati-uji-publik-pasangan-hiththan-rahmatsyah-lanjutkan-estafet-kepemimpinan-bem-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/CbahY4XAYM.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Melewati Uji Publik, Pasangan Hiththan-Rahmatsyah Lanjutkan Estafet Kepemimpinan BEM KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA&nbsp;</strong>&ndash; Panitia Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) gelar uji publik terhadap Pasangan Hiththan-Rahmatsyah pada Rabu (24/12) di Aula Lantai 3 Gedung Student Center. <span>Penetapan pasangan tersebut sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul periode selanjutnya dilakukan di hari yang sama.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, KPPR sempat melakukan perpanjangan pendaftaran karena hanya ada satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang mendaftar. Perpanjangan sendiri dilakukan dalam rentang waktu tiga hari, dari Senin (15/12) hingga Rabu (17/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/hanya-satu-bapaslon-yang-mengembalikan-berkas-kppr-lakukan-perpanjangan-pendaftaran/baca"><span>Hanya Satu Bapaslon yang Mengembalikan Berkas, KPPR Lakukan Perpanjangan Pendaftaran - Sketsa Universitas Mulawarman</span></a></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun setelah perpanjangan, KPPR mengeluarkan <em>Press Release</em> pada Jumat (19/12) lalu melalui akun Instagram @pemira_unmul bahwa tidak ada Bapaslon lain yang mendaftar dalam rentang waktu tersebut. Alhasil, rangkaian Pemira dilanjutkan dengan uji publik terhadap Paslon tunggal tersebut dengan melibatkan tiga panelis.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Uji publik diawali pemaparan visi misi Paslon, dilanjutkan tanya jawab serta kritik dan saran oleh Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul yang hadir. Program mereka sendiri fokus pada pendampingan KM Unmul dalam minat bakat prestasi, pergerakan, advokasi mahasiswa, dan pembangunan relasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, peserta forum uji publik soroti soal advokasi serta teknis pendampingan dalam penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mengingat akan memasuki semester baru. Di sisi lain, juga mengkritisi keterlibatan BEM KM dengan politisi yang sebaiknya dihindari.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setelahnya, dilanjutkan pengajuan pertanyaan dari panelis. Panelis menguji bagaimana pandangan Paslon soal kolaborasi bersama Non-Government Organization (NGO) atau masyarakat sipil dalam penanganan isu lingkungan, khususnya soal sampah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Paslon menyatakan bahwa merangkul banyak lebih baik dan juga berani mengawal isu lingkungan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Usai uji publik, rangkaian Pemira langsung dilanjutkan. Di hari yang sama, KPPR menetapkan pasangan Hiththan Hersya Putra dan Rahmatsyah Baihaqi Hakim sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul Periode 2025/2026.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hiththan Hersya Putra mengungkap, sebelumnya mereka sudah mendatangi 14 fakultas untuk mencoba merangkul. Ia melanjutkan, mereka memiliki tanggung jawab dan kewajiban moral untuk merangkul sehingga masuk dalam rancangan visi misi terkait koordinasi dan kolaborasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Setelah dinyatakan menang hari ini, kami akan kembali keliling ke 14 fakultas. Jadi, upaya-upaya membangun komunikasi pasti akan terbangun,&rdquo; kata Hiththan terkait komitmennya dalam memimpin KM Unmul ke depan, Rabu (24/12).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sisi lain, mahasiswa yang menghadiri forum uji publik juga menyoroti minimnya partisipasi mahasiswa dalam rangkaian kegiatan demokrasi di Unmul, termasuk uji publik yang digelar.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hal tersebut disampaikan oleh mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP 2024, Zaid Ilmy An-Nafy. Ia menilai rendahnya tingkat kehadiran mahasiswa dalam forum uji publik.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya pikir tidak sampai 100 mahasiswa yang hadir, tidak semua fakultas juga hadir. Ini menjadi peringatan bagaimana partisipasi demokrasi Unmul sangat menurun tiap tahun,&rdquo; pungkas Zaid, Rabu (24/12). <em><strong>(ner/myy/vpr/aya)</strong></em></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banjir Bengalon, Kutai Timur: Kegagalan Konstitusional dalam Pengelolaan Lingkungan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/banjir-bengalon-kutai-timur-kegagalan-konstitusional-dalam-pengelolaan-lingkungan/baca </link>
<guid> banjir-bengalon-kutai-timur-kegagalan-konstitusional-dalam-pengelolaan-lingkungan </guid>
<pubDate> Fri, 26 Dec 2025 15:10:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir menjadi rutinitas tahunan di Kecamatan Bengalon, menjadi bukti kegagalan konstitusional pengelolaan lingkungan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/banjir-bengalon-kutai-timur-kegagalan-konstitusional-dalam-pengelolaan-lingkungan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/dpcg6g6iBu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banjir Bengalon, Kutai Timur: Kegagalan Konstitusional dalam Pengelolaan Lingkungan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Hujan atau faktor alamiah lain tidak bisa lagi dikatakan sebagai penyebab banjir yang terus berulang di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pola kejadian berulang justru menunjukkan adanya masalah serius dalam tata kelola lingkungan dan kebijakan negara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika banjir menjadi rutinitas tahunan, yang patut dipertanyakan bukan cuaca, melainkan keputusan politik dan kebijakan pembangunan yang selama ini diambil tanpa mempertimbangkan keberlanjutan ekologi.</p><p style="text-align: justify;">Kerusakan daerah aliran sungai, pembukaan lahan besar-besaran, aktivitas pertambangan, serta perluasan perkebunan telah mengubah bentang alam Bengalon secara drastis. Sayangnya, negara terlihat lebih sigap dalam mengeluarkan izin usaha dibandingkan memastikan adanya pengawasan dan penegakan hukum lingkungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akibatnya, daya dukung alam menurun, kawasan resapan air hilang, dan masyarakat harus menanggung risiko banjir yang terus meningkat. Situasi ini bertentangan dengan amanat Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus diarahkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam praktiknya, kebijakan yang diterapkan justru lebih menguntungkan kepentingan ekonomi segelintir pihak. Sementara keselamatan dan kualitas hidup warga Bengalon terabaikan. Dalam konteks ini, negara gagal menjalankan perannya sebagai pengelola dan pelindung kepentingan publik.</p><p style="text-align: justify;">Lebih dari itu, banjir Bengalon juga mencerminkan pelanggaran terhadap hak konstitusional warga untuk hidup di lingkungan yang sehat dan aman sebagaimana dijamin Pasal 28H ayat (1) UUD 1945.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika masyarakat kehilangan tempat tinggal sekaligus mata pencaharian, serta hidup dalam ketidakpastian akibat banjir yang berulang, jelas bahwa kewajiban negara dalam melindungi Hak Asasi Manusia (HAM) belum terpenuhi. Ketidakadilan ini bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial yang menjadi dasar negara.</p><p style="text-align: justify;">Otonomi daerah yang seharusnya memperkuat pengelolaan wilayah justru kerap menjadi celah pengabaian kerusakan lingkungan. Pemerintah daerah memiliki kewenangan besar dalam perizinan, tetapi sering kali tidak diiringi dengan tanggung jawab ekologis yang memadai.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, pemerintah pusat pun gagal menjalankan fungsi pengawasan secara efektif sehingga pelanggaran lingkungan terus berlangsung tanpa koreksi berarti. Pada akhirnya, banjir Bengalon harus dibaca sebagai peringatan keras atas kegagalan tata kelola negara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selama kebijakan yang merusak lingkungan tetap dipertahankan dan penegakan hukum dilakukan setengah hati, bencana akan terus berulang dan dinormalisasi. Bengalon menjadi cermin bahwa krisis lingkungan sejatinya adalah krisis negara hukum di mana konstitusi diabaikan dan rakyat menjadi pihak yang paling dirugikan.</p><p style="text-align: justify;"><em><strong>Opini ini ditulis oleh Herliana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2024.</strong></em></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Selalu Menjadi Langganan, Film Yowis Ben Tetap Setia Temani Akhir Tahun </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/selalu-menjadi-langganan-film-yowis-ben-tetap-setia-temani-akhir-tahun/baca </link>
<guid> selalu-menjadi-langganan-film-yowis-ben-tetap-setia-temani-akhir-tahun </guid>
<pubDate> Sat, 27 Dec 2025 12:39:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Yowis Ben menjadi film rekomendasi tayangan akhir tahun, film komedi sederhana dan bermakna </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/selalu-menjadi-langganan-film-yowis-ben-tetap-setia-temani-akhir-tahun/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/d6dfqerLOB.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Selalu Menjadi Langganan, Film Yowis Ben Tetap Setia Temani Akhir Tahun</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Menjelang akhir tahun, film komedi lokal <em>Yowis Ben</em> kembali mendapat perhatian luas dari masyarakat. Film yang pertama kali dirilis pada 2018 ini terlihat meningkat penayangannya di berbagai <em>platform</em> <em>streaming</em>, televisi nasional, hingga pemutaran komunitas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film <em>Yowis Ben</em> mengisahkan tentang perjalanan Bayu yang membentuk <em>band</em> untuk menarik perhatian gadis pujaannya. Hal tersebut justru menjadi titik balik munculnya segala konflik yang dikemas dengan apik dan menarik.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, dialog yang menggunakan bahasa Jawa dialek Malang menjadi ciri khas yang membuat film ini terasa dekat dan autentik bagi para penonton.</p><p style="text-align: justify;">Dalam beberapa pekan terakhir, film ini kembali masuk daftar rekomendasi tayangan akhir tahun di sejumlah <em>platform</em> digital.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pihak penyedia layanan menilai film <em>Yowis Ben</em> diminati karena menghadirkan hiburan ringan, komedi yang dapat dinikmati lintas usia, serta nilai budaya lokal yang kuat.</p><p style="text-align: justify;">Pengamat film nasional juga menilai popularitas film <em>Yowis Ben</em> merupakan bukti bahwa film berbahasa daerah memiliki potensi besar diterima secara nasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keberanian film <em>Yowis Ben</em> menggabungkan humor lokal, budaya khas Malang, serta karakter-karakter yang hidup dan dekat di hati menjadi alasan kuat mengapa film tersebut terus digemari hingga sekarang.</p><p style="text-align: justify;">Kesuksesan film <em>Yowis Ben</em> memicu lahirnya dua sekuel, antara lain <em>Yowis Ben</em> <em>2</em> (2020) dan <em>Yowis Ben 3</em> (2021). Ketiga film ini kerap kali ditonton secara maraton oleh para penggemar yang ingin menikmati kisah lengkap perjalanan <em>band Yowis Ben</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film <em>Yowis Ben</em> diperkirakan tetap menjadi salah satu pilihan film lokal terbaik untuk mengisi waktu senggang selama liburan. Hal tersebut dikarenakan film ini sesuai dengan humor anak muda dan tetap memiliki makna yang berkesan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Merujuk pada kesederhanaannya, film <em>Yowis Ben</em> berhasil membuktikan bahwa film lokal bisa lucu, bermakna, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film ini sekaligus memperlihatkan bahwa karya-karya lokal Indonesia mampu menghadirkan hiburan berkualitas yang relevan dan tidak lekang oleh waktu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak heran jika film ini tetap digemari dan selalu muncul setiap akhir tahun sebagai tontonan wajib untuk menghibur diri bersama keluarga atau sahabat. <strong><em>(ica/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mengisi Libur Akhir Tahun: 5 Rekomendasi Buku Pilihan untuk Mahasiswa </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hiburan/mengisi-libur-akhir-tahun-5-rekomendasi-buku-pilihan-untuk-mahasiswa/baca </link>
<guid> mengisi-libur-akhir-tahun-5-rekomendasi-buku-pilihan-untuk-mahasiswa </guid>
<pubDate> Sat, 27 Dec 2025 16:25:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Simak 5 rekomendasi buku pilihan bagi mahasiswa untuk mengisi waktu liburan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hiburan/mengisi-libur-akhir-tahun-5-rekomendasi-buku-pilihan-untuk-mahasiswa/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/7mbC7n16qw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mengisi Libur Akhir Tahun: 5 Rekomendasi Buku Pilihan untuk Mahasiswa</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Libur akhir tahun selalu menjadi momen istirahat yang selalu dinanti-nanti mahasiswa pasca melalui rutinitas akademik yang padat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di momen luang yang panjang ini, membaca buku menjadi salah satu pilihan aktivitas yang tidak hanya menghibur, melainkan turut memberi nilai tambah bagi pengembangan diri mahasiswa. Mulai dari bacaan ringan, hingga bacaan yang mampu mengasah nalar kritis.</p><p style="text-align: justify;">Berikut sejumlah rekomendasi buku yang telah Sketsa rangkum untuk menemani liburan akhir tahun kamu!</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Little Prince</strong></p><p style="text-align: center;"><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/4gxYSUNDX1BST0ZJTEUAAQEAAAxITGlubwIQAABtbnRyUkdCIFhZWiAHzgACAAkABgAxAABhY3NwTVNGVAAAAABJRUMgc1JHQgAAAAAAAAAAAAAAAAAA9tYAAQAAAADTLUhQICAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABFjcHJ0AAABUAAAADNkZXNjAAABhAAAAGx3dHB0AAAB8AAAABRia3B0AAACBAAAABRyWFlaAAACGAAAABRnWFlaAAACLAAAABRiWFlaAAACQAAAABRkbW5kAAACVAAAAHBkbWRkAAACxAAAAIh2dWVkAAADTAAAAIZ2aWV3AAAD1AAAACRsdW1pAAAD+AAAABRtZWFzAAAEDAAAACR0ZWNoAAAEMAAAAAxyVFJDAAAEPAAACAxnVFJDAAAEPAAACAxiVFJDAAAEPAAACAx0ZXh0AAAAAENvcHlyaWdodCAoYykgMTk5OCBIZXdsZXR0LVBhY2thcmQgQ29tcGFueQAAZGVzYwAAAAAAAAASc1JHQiBJRUM2MTk2Ni0yLjEAAAAAAAAAAAAAABJzUkdCIElFQzYxOTY2LTIuMQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAWFlaIAAAAAAAAPNRAAEAAAABFsxYWVogAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAFhZWiAAAAAAAABvogAAOPUAAAOQWFlaIAAAAAAAAGKZAAC3hQAAGNpYWVogAAAAAAAAJKAAAA+EAAC2z2Rlc2MAAAAAAAAAFklFQyBodHRwOi8vd3d3LmllYy5jaAAAAAAAAAAAAAAAFklFQyBodHRwOi8vd3d3LmllYy5jaAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABkZXNjAAAAAAAAAC5JRUMgNjE5NjYtMi4xIERlZmF1bHQgUkdCIGNvbG91ciBzcGFjZSAtIHNSR0IAAAAAAAAAAAAAAC5JRUMgNjE5NjYtMi4xIERlZmF1bHQgUkdCIGNvbG91ciBzcGFjZSAtIHNSR0IAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAZGVzYwAAAAAAAAAsUmVmZXJlbmNlIFZpZXdpbmcgQ29uZGl0aW9uIGluIElFQzYxOTY2LTIuMQAAAAAAAAAAAAAALFJlZmVyZW5jZSBWaWV3aW5nIENvbmRpdGlvbiBpbiBJRUM2MTk2Ni0yLjEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHZpZXcAAAAAABOk/gAUXy4AEM8UAAPtzAAEEwsAA1yeAAAAAVhZWiAAAAAAAEwJVgBQAAAAVx/nbWVhcwAAAAAAAAABAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAo8AAAACc2lnIAAAAABDUlQgY3VydgAAAAAAAAQAAAAABQAKAA8AFAAZAB4AIwAoAC0AMgA3ADsAQABFAEoATwBUAFkAXgBjAGgAbQByAHcAfACBAIYAiwCQAJUAmgCfAKQAqQCuALIAtwC8AMEAxgDLANAA1QDbAOAA5QDrAPAA9gD7AQEBBwENARMBGQEfASUBKwEyATgBPgFFAUwBUgFZAWABZwFuAXUBfAGDAYsBkgGaAaEBqQGxAbkBwQHJAdEB2QHhAekB8gH6AgMCDAIUAh0CJgIvAjgCQQJLAlQCXQJnAnECegKEAo4CmAKiAqwCtgLBAssC1QLgAusC9QMAAwsDFgMhAy0DOANDA08DWgNmA3IDfgOKA5YDogOuA7oDxwPTA+AD7AP5BAYEEwQgBC0EOwRIBFUEYwRxBH4EjASaBKgEtgTEBNME4QTwBP4FDQUcBSsFOgVJBVgFZwV3BYYFlgWmBbUFxQXVBeUF9gYGBhYGJwY3BkgGWQZqBnsGjAadBq8GwAbRBuMG9QcHBxkHKwc9B08HYQd0B4YHmQesB78H0gflB/gICwgfCDIIRghaCG4IggiWCKoIvgjSCOcI+wkQCSUJOglPCWQJeQmPCaQJugnPCeUJ+woRCicKPQpUCmoKgQqYCq4KxQrcCvMLCwsiCzkLUQtpC4ALmAuwC8gL4Qv5DBIMKgxDDFwMdQyODKcMwAzZDPMNDQ0mDUANWg10DY4NqQ3DDd4N+A4TDi4OSQ5kDn8Omw62DtIO7g8JDyUPQQ9eD3oPlg+zD88P7BAJECYQQxBhEH4QmxC5ENcQ9RETETERTxFtEYwRqhHJEegSBxImEkUSZBKEEqMSwxLjEwMTIxNDE2MTgxOkE8UT5RQGFCcUSRRqFIsUrRTOFPAVEhU0FVYVeBWbFb0V4BYDFiYWSRZsFo8WshbWFvoXHRdBF2UXiReuF9IX9xgbGEAYZRiKGK8Y1Rj6GSAZRRlrGZEZtxndGgQaKhpRGncanhrFGuwbFBs7G2MbihuyG9ocAhwqHFIcexyjHMwc9R0eHUcdcB2ZHcMd7B4WHkAeah6UHr4e6R8THz4faR+UH78f6iAVIEEgbCCYIMQg8CEcIUghdSGhIc4h+yInIlUigiKvIt0jCiM4I2YjlCPCI/AkHyRNJHwkqyTaJQklOCVoJZclxyX3JicmVyaHJrcm6CcYJ0kneierJ9woDSg/KHEooijUKQYpOClrKZ0p0CoCKjUqaCqbKs8rAis2K2krnSvRLAUsOSxuLKIs1y0MLUEtdi2rLeEuFi5MLoIuty7uLyQvWi+RL8cv/jA1MGwwpDDbMRIxSjGCMbox8jIqMmMymzLUMw0zRjN/M7gz8TQrNGU0njTYNRM1TTWHNcI1/TY3NnI2rjbpNyQ3YDecN9c4FDhQOIw4yDkFOUI5fzm8Ofk6Njp0OrI67zstO2s7qjvoPCc8ZTykPOM9Ij1hPaE94D4gPmA+oD7gPyE/YT+iP+JAI0BkQKZA50EpQWpBrEHuQjBCckK1QvdDOkN9Q8BEA0RHRIpEzkUSRVVFmkXeRiJGZ0arRvBHNUd7R8BIBUhLSJFI10kdSWNJqUnwSjdKfUrESwxLU0uaS+JMKkxyTLpNAk1KTZNN3E4lTm5Ot08AT0lPk0/dUCdQcVC7UQZRUFGbUeZSMVJ8UsdTE1NfU6pT9lRCVI9U21UoVXVVwlYPVlxWqVb3V0RXklfgWC9YfVjLWRpZaVm4WgdaVlqmWvVbRVuVW+VcNVyGXNZdJ114XcleGl5sXr1fD19hX7NgBWBXYKpg/GFPYaJh9WJJYpxi8GNDY5dj62RAZJRk6WU9ZZJl52Y9ZpJm6Gc9Z5Nn6Wg/aJZo7GlDaZpp8WpIap9q92tPa6dr/2xXbK9tCG1gbbluEm5rbsRvHm94b9FwK3CGcOBxOnGVcfByS3KmcwFzXXO4dBR0cHTMdSh1hXXhdj52m3b4d1Z3s3gReG54zHkqeYl553pGeqV7BHtje8J8IXyBfOF9QX2hfgF+Yn7CfyN/hH/lgEeAqIEKgWuBzYIwgpKC9INXg7qEHYSAhOOFR4Wrhg6GcobXhzuHn4gEiGmIzokziZmJ/opkisqLMIuWi/yMY4zKjTGNmI3/jmaOzo82j56QBpBukNaRP5GokhGSepLjk02TtpQglIqU9JVflcmWNJaflwqXdZfgmEyYuJkkmZCZ/JpomtWbQpuvnByciZz3nWSd0p5Anq6fHZ+Ln/qgaaDYoUehtqImopajBqN2o+akVqTHpTilqaYapoum/adup+CoUqjEqTepqaocqo+rAqt1q+msXKzQrUStuK4trqGvFq+LsACwdbDqsWCx1rJLssKzOLOutCW0nLUTtYq2AbZ5tvC3aLfguFm40blKucK6O7q1uy67p7whvJu9Fb2Pvgq+hL7/v3q/9cBwwOzBZ8Hjwl/C28NYw9TEUcTOxUvFyMZGxsPHQce/yD3IvMk6ybnKOMq3yzbLtsw1zLXNNc21zjbOts83z7jQOdC60TzRvtI/0sHTRNPG1EnUy9VO1dHWVdbY11zX4Nhk2OjZbNnx2nba+9uA3AXcit0Q3ZbeHN6i3ynfr+A24L3hROHM4lPi2+Nj4+vkc+T85YTmDeaW5x/nqegy6LzpRunQ6lvq5etw6/vshu0R7ZzuKO6070DvzPBY8OXxcvH/8ozzGfOn9DT0wvVQ9d72bfb794r4Gfio+Tj5x/pX+uf7d/wH/Jj9Kf26/kv+3P9t////2wCEAAkJCggKCAsLCQsKCwsLDhAMCgsNExcVEBQPFhISDhYSDxQPDxQSFBgTFhQZIBoeGRgrIRwkExwdMiIzKjclIjABBgsKCw0OCwwMDg4MDRAOHRQNDCIUFRcOHggXDBAWEBEXCxATFAsRGREeCRkMCCIYHRQPHRANDA8WEAsUFSMWGP/CABEICMkF3AMBIgACEQEDEQH/xAA1AAABBQEBAQAAAAAAAAAAAAACAAEDBAUGBwgBAAIDAQEBAAAAAAAAAAAAAAABAgMEBQYH/9oADAMBAAIQAxAAAADz6baz+xhqV+k5+cHt5uuGOjnsrqpO0QS2oyqW42jKPSp0w9A6bx30zl9Xt4Sh43b4fDy870fmXsU7GvJOPV8bTc0NmW6ii7POCSQkkgTOyaXrXktGm5BErqFYr2x1JpqYkYTMiSZpSlAmrdSwn2nCJV2Mia6hpI0h0yHPC5EhvQvB6GYRRnBFv5Eo10pZ1xJJpJOhls4ymlJG4pI2Akgs10SYtvYkZMPXSU3ccxNoz9Zy21h03ikr8yTzKUBdfzdVsdaSO2pdLz3r2PZ5FF6j5fZXJEn0ZmdJpJiAU7Jv6/5BuZNlKhcq6KLVLuuFi5JAlshWkk24SwtXLYIVbGUKs4hJC7JxkjdDZO4n77z5U3yBNBZXJHOwROya02tdDk2cF6n5ZanX0XJs9tbJKylK1WUpYmTTpMJ0zgkkJJIE1vqqdHFOz3UJJCZOw0k4MlOmMU0I3IE0k6BNagT0KmhkV2FYi6sfOVLO7By8kanGM2GypJJpSMKals0VK9QmQRaOdZQAXYiVTbw0L1TzzoONx7btRTbsLnFchP1vyCoNF7J1rxJJgdM4JJAySBJOm1qr7Hm1eOXqg6M88LM0vQuAvU31JKqtqla7WCCaFnBWayGkncUmcEykT9H4u1hY9o3dfOuoy12HKTUTWIZ1sydxTOwLuuF38+r0LyntvPs+hXaa389rtJ0EDtKKScSZ0pdT0fmSy60Q3NOYK61EZe5m99Ro4S7nVbajOErK56yQlr5CjLewbNYknSnSzpDSTBs59ZQnJGnnBWqskLO44b2HkOd0uKU0HT5ZIpUV1L1ULOfz+gCMpd/htii/BaSLbhdMmk7IdmsnRNC6G7OQAzX0Q6OM0ZJzU4RpJpJ2B0zgpS3atHNqaCyhOmcXTIHTOGv6d4ysm10z6sbJWCVdegcRVbWSV1CSQSgyTV6syko1eCpGiaF2TiYtKnF2vGWa7a80DWV2FFPGVREMoGLIJ4EguQRspW1UcLAw6SdaGPQFWVimMrIypxU0pxvx1HQyeVxhJuoquysv1Hz6uzPTrVlZ96Gq3MB47K7vs/hj5dfR86CvzrUteo5NniYa+TsxSAKlA3jQSgKBa2VIpxJKUEZ9xRfwM01SyvXnwvRKb/OmML8zsk0pYkBM7NJJgUoMpa2Q7IdnUosnQJnYSScbK7STV2kgMEYw1c+NNnTOKSNoCFwZ0wJJAnZwSZA7JA7J1LbijhovpIx0Z21Mu9Cfp/Gc82TXDfzrWzHFHJE0iFCUkdlS7nE2ODx7GF1txMnkREnaS1smUIyUsBNNeoXEQAxMKOSwnHWu1widrTjFGjUnSEAsV00QqYUNjpPX81/g2b6x5PZFPLDdUk6EydgW5hlCfs/jcbUaE7PqxpkgIUhyz1WjNTwJxYyiG6UgTRyV4ynqpSiVgrUJ5JhJOMa28aJJE7SScuui+dofWXzpmu5dJbM9uM60JWH9ony3+KUb9HVToQfUPgGa/na1upqzzzepelY7/mNfUkVc/mT0fsvEC32Tw3RxW45O79lty+D5v0BezX/LIe9eHbsu5PbPJu4W7R+p9OLw7Wx+Oq0TQLpNWXH6b37zXnbvL86D0Pfj4mb6C+c6pbeRLnWqef0b1zPP5o9e7NYdvhPGdLzPV5zs6voa9SZSu6Wb9TYtPy1D9SPXL5SX0N4jqpx10nN2wexH7fXLxlfUIZL/AJhpfU3y1ppZJaaEkwLWpeu49uDy/wBH5WO/5tr/AEn82dHCk7X0zhHfjMK31V4xkv8AOUltyp2QWH9cvY9PhksT687WK/s9c/Hg+gPn6Mhu0vqCJ8x+uctxMbms1/VLaPOun91m5+z5dD6gyba/mnQpb+yjnE6sqYpAA9jBUZ329Q9Sx6Pl2T6YeEvlYtDL6GT3rySx23M6XlEP0p85bcMr6X0VCXzVl9LzWiojk7VHHH9GfMdVkkp+vOPkWh6j4opXs52vqu3/AHnX5+v5jqfU3GSXhDSxdDGrNb1ui3qKndNwe34Lxv1T4J1eZxiS6GGWz1nu+PT8uVPqUKp/LS9E883ZmkGaUZqf095Dk0eeu3U6qMml9UfN+XRFnT074C12nOtWQYcSWsjLAmlGzW1cmMrNZKUCJgB00ylEwb1c8X3LyX6Tx3w8l5z7vRd8shbp9jnJ2Tj7l6BwF7i9PmvJPqXwDXT9CfP/AL/4FVLkkl1MCITH9VfPn0D8/wDL38okupgW7h+l0z9i8E9b+cselrlNdHH9F85zPq/J6HzMk/X5w/U3yz9Tc/Z4Zy/Z8FpqtFYqzj9UUL3EcTo+RdF6T5xvz+p/M/1J4XB8ekt2b1fsuN9G52r5mXrGTuzeepPooSSEmdhz/Vnyn9Wc3b805eph78vuO54b9L8zd8mPc3ujk5X3PgPQcmjM8c+iOMcfKn7LjduVJKUGTob+o+ZXaLvpj5g+irXN2/MkXonnfV56cgsiXqXlv0xj0XMby327n7PlNvSfOepjCSOS2r2W9Qvc3Z4cxD1cC9n8Z9my3el+T9Zvc7b8t/UHh/uGmjxbi+z4rXR2/HWurq0cn9M/K31FQ/EeM7Tit2VJ3trcN71Oi7xAfcvLCOAnV9fru1j9nyd/zYXqePvy8GytXVViEx/RPKcH9C8rfi8L2vztOCdx6WO333n3ZZ7/AF/5n+mPmWibe0+Le03VyeJ+3+a1W86HTcxqo+lPLPU/Lefp4f6T+Y/pO2Hlfn3pPm2mlehee9+L27xH2nyvldLluU9N8y6mBOy0Z+59l8b9k5W/5e7zhu/35fbPln6i+XMl4oX6GX0b1P5s+jebt+cPf6HYRfn/AI/PV3ZZoRO2G1mtDGYegcB0tN2fleg+eNSCx6Msd6i4XqHo3ntGhpq730y13FGt03GtRd6t1uha5mz5t+gL52Q8s8v+lfmrZmTTxa6PcaVyny9vM+u/MXtdi9C8B+g/DKLcDC7PiuhlkKC3fT9Q/P30D898vZzCS6uBegefWK5fSnzN9L83zt3hS7PT3ZbvdbXiuDXwKdutzW+qPlf6o523wzC7bzi9dBd5U5L6l+cvo35rx2+1aHz79G1zpfM30x4lbClg9vxGuj1j0rzTu8GjlMrmlqq5ZW6mzJJGk2k7Cm+rflP6s5u35pwvQKuuih9E4OBz9finZ8I/Ry9/23hXuePTt8rf82S1OB6vmN2WNM9tS7jhjqu9C862bVNtLsLuTCXuXzr9DeBUT5eGxB1MHZ+48t1fH6PzX7fvofGeV/SXhltfBTwS9HJ7Hrx9bxen8vx9rxXX569m8Z9mqdvhO68QhP6gm849SwavBOJ7bievz9qlfqwszPqP5c+oqJ+I4O9xempJbttVPt/OHhP0bh6LBq16wyPXO64TqOXswcPCh1U85Daq7M089HRjPd+gMzy3mbPUfnj2zPlHxcAl6eMO24fYrf0N8x/VXk3P2+cewch7NOPDeR9zxlsJsTbxdFP0mlxPK29svEed002aT6W/Lmd/wHf1y9o887vwnnbOy8k6rF6GSgkr6e+9y8S9a5HRuD5/1tNvkPKz1Orh9f8AGtTIhau14qXRl+rfHPZPnHl7udOOXq4Yw9B4CuwblcLardjMUZKSJ5RmjZgbQp+pZ7/Kp4ehshzutk9SnzMk1KSj7Dj5qp/QfgFZotW2g0U/Q/i2Eqpsk+ij1et5is97TwnfT7t5zxb5tHVcqrtsKRWe2jP0XxfBZReWHppxwq/VcoGj6r4yaPovO8Eai3tOKdtWdJPODfQHgCov9f8ALaoKbThq21e4eFnm0Ww9ZybXVe4+NU3qtFjVtXofpnziqLPo5/nBQl03MpbMzOlKKZIcv0X84Fnu+ja/z/BTb6p5rUs6KYQljtrXrvkSrn9HL51ky6Pob57qPfQklopTOgbruRUbPoC386Pkv9U8su0dFSu0lZD6G8SxmotiUqsj7nwHFqiw+jydQn1XReHojt4iWmhen+YKJ6v5dP2ufRwXt/hzW19Tyku81ziIbql774nn57uo5Za1kc6Np5whmhQEKQnKWdS7/wBA+dGy3fRi+cnjLbxo7GvPX9N82ji/avFWNO/7784ywnv4MJXVpmOUOq9S8Gmy6ffOE4rHT19fkStgUTq6j3HgeMVFyZ20UqWI0x7LjVF/R7fOKyX/AEf5PxsVkU7LVn6z03wWXNfH7B5TUmvafGQQJSR3VOcZo+iPDcc89zDtZF0TgmilHczqexVZo83coDJNanXLnb/PxlardJzbCMQnWpVCCdjC5Rt00zFnlFkkJJJO1VeRSjSmcYEYhcpXXjOmccrQ2qV5OiztKHQ+i+aetcbuR8b6X4jTdjsHpXY4vmq7fiJwdtTMnWykjakjkYFNWdNklKKSQ07ORboOfUbJGAnFmdMZJCdMgdnQMlMiF9zCjPQz5LI6VuKdqtGRuMbPfTPMNhilO4wImBIwYzpgeWzUUgkAQuU7dRJJ2knZOJkjTKP0bzim9Sx27aajdDgJikc42ut4ZqL0YK6iWU6SlL1XI+gZtWx5P2HHIvBWn05qxgpQV3SwIWk02sLOrIJRsV54GknZxWlnKM7dRSBEpoWlffPi1ep6Q8stPLacXUoMnYLdVNGacglF2dCbp8T2fB0fGaXR85qyEKVlLs6YydDZOSLlK3TUpI5YRK84KVNPJKEakiBXKwKXQYLhGaWvvQlxXoHN0IWaOXHYtqpmBTrKNpWmUVkKztMChfvqreAd5LaoUkJJJpK1CpRmNtFv0jyDRy66TAteQ+p5ca7J652JxqacFJDnHPKMLzVws+ieZFRf2+XzVqM6tuotGbSzUkeg8P0mHl2Z1hQ68ToJmT00gZJOKWlmxkncZRdJAkkJJIbJOE0CJSFO4h63mbdN/rPixBXY946t9E4QJqK/QIJnck6SsQSg3Yc+qrtfmZI5wfXxylHVx3YHME1dopAiUoodDOQGCQKwXpOfTxy51ThYruraiFrA56QyoszZkqcT2KsoJ5YgdmTJgBJpImh38Ltc2nvOHsZfN6fKbWRD1+Q7OrKnCUUwJroVd/JpQnO8Po9dvH43RYcoQpgnCQwYRinlFktFPOUyCG7SJhAmadnmTgnmppuKUozwIkCpY2XIYFFkymYATQM08xXYSpWZKodRy7PGTJHOvom5/oM2zmUS1Y7nR8dcpvkqvBZUSdNCpQAJu24Su1xmhtpeWFCOWFhnr4rRfUc72+Bm1YTdHgac1qik4yR6WaCu0iDseYbqs2vloIlpypJSgkjG4syd2lrVIyqJKcEkhIhQJK0pVUrSJqGtRjOu1mtKDdtl+xc7qfPrauV0OYkinEo0gSljQkyadJgUkegp0DjcS3MNot000o2VHXjYKdpVt0eL3GbVwDXQuqqzQFOu+NB4ySTSh2mHnXs2um2piXUMnadWjVgSnIBA1JG8jUcijTsVyYGTJp5gKMom0YAhDaxkD0nNoFNCpKxXSEknaSdDfueDt0X1E6vzslIiM20FOrAcbSTpxSTAaY1Jo5YhLSzUpLZxkFvoOYv0X28EpbaYC1JR5AMpw7nFwHovSZaM6UsSFJHtKWKiFxStVRkKTinZA7Jwa801duacbzgyMWMkhWVAoTlmkoKTgpZ1RmDgxAgNp78Z0NsdPNpycFNqy2GhTCBJxTshPOAKbNariFGDRgr0XRvF6ll1+PN0OLozwJKyrque2sTNqEq/SWV87o5jzgyW6GGQTNABOKTQy+8o08DLpZVtRw2e8zWedrtsWuUmMr2mGbHu4U4WayOdclvN1IWUI2U4GDzCgTsxOyB0mEt3C9iybPIot7CupZOraUkY41eeEqpzwEq61etqtDt4dnz3osLy72vlL8/kj9dy/d4Lm5yVFr6FV6/mtKm7np4JL88ejTiHIC1QymsxCZ0LCmijRc6zkfRMW/H5DWwbqElJozDr5Vmu2o7xzhIDSyQM06IWVoVVKyn3PGbvN5dhMF/RmzZW1wwV6FkVW8oktGaSNyGKRNS15Yk0kmkncSQuNk6AiheEiZlOCdp04Hb0Sq6jxejmKSMLF1Hech6dyfK6/ESRrq8eeeKCMxSU61IBJoHYLtcXUozZNOEsYmW7hKWrlpBPo2caq6BXadlQpKdbJ0nNBepKSe/nA6aRxjRWRhCMoROycbDwenZ9Xl76WZdQQvaaqJJpO1lEHpvntLPq6DAdraXEynB42cNTM0aldlZFpzhnxtO1DJGQmFOEqU0Zw2dnqON0N655lR8f2PYr3k3UZ7NXm+mto894H37P9Bz/ABOX1Oh2cHmun3+vjv8AMtjF9cosaldn8n2PD6XonDfS/K1E66GZrMcSHliQPpUvTc+ry4Ur87OUrjAycJJ4lGcLTwOPo/V+Jegcrsb/AJVXi1ZBdWtmKagYJilYagYhC5UvRQnVT6c4Z4SRg6lgBycAlEUO3p5VWEmtQNKNw69eLK5TeSkr3GCuDk4gpoQVqsw9Qc3rab6FvMzYy6HnTvzhX0MbUUreBcpOIInuoGSJIfarZsLJAZ5w9E4vapYt+ErlLZgd7VcBY5RwhILQpSiiWjnDSngDpOc7jiM+hmT6csrwKM0ntONRJDJmTikUqlBIhA2lhTAweUZI0yHkKBNPrZCZ24bKnqYddAzmE6k7EA3aW3C27zPqvleXVcz78WvHWexWkmS3YmfW9C86qvWxjK2g3jJq1BZoqV2mzyg6mrgk7MTshSNaqKc3fedehY9k/m3TczOu7byJ7aqxM1lSuwwqSe5ownlQKpEbpg1ebu83g6GbZm45dPUyX7fs3hXv/je1KEPgWez3tvnXU6Gf2vyCHlu7z/XvQ8vofHdnwr2X5r+mOnmw83R8d7OKxA2x6fkT4BgCdnnWt7Beu0U6nXaquI0lZFYGlLCy1nTyMqdDjAiEzGUZoZgCZqsiIzsU2Fr5OhCfrfj3Ycri3Z1yifQ50kM8DWzQiOu3tsCPVya+eo7WNrx9tzfZdDzel4ulL1uTHapui9ROUcYzVwtBAYHG9gVR2UolNXUXPC10lTt150660sodyqycb1bUoV3RABW0WarTBHYra8Z5E5VWrNdEl2/D+i+fZtby1C1ZBYk0zbmRGUTpSjYrtZCuxMJnZ2mdISliSkrlND0c10m9qqhuwm4sUbtMRinPWUycQuzjsVYoIWj6Z5p1VF03JdnxbaKaS/PQu0t5GD6tn9dyexeytypyut4Pf7vlfQ+c561Vk15IJIxcNXLZAklKC0s2SNneZXV5vJ6/njs3Y4yeSNDjKxKzSNhC5xg7EIpLFN1K5TUgRbGR6NRd56Jy31RaeZGhk4zhNp451WRz296FnI5fZ8fTPJ+lPmb6Z8d2rnk/q3lcTl5EXvvODyvQY/M2/TNC/wA7879H5D795Z690KMXzDoK/q+Vx+hCPc5nR81Ck1foPOEhjEnPXlsDpkUTgkk0k95SPOIE70de0pRrr9DLs88jT7MCXXc9VbRdpLqQYxBGBJgnTTTK3XP0ngLvO5dc82/y11VvM0KVlQSaGeESXUD6ng+p4PHr3sBWNmOu3W88nEor0o0GnhlFPKwQkLtJFPGVdkziYOwW6rIZiphu4WIypFegFVMFOD2azIdMmHLFajNoAvIgrspRkjliFdr2HhZR6fmLkZdTzPqXnGPbiuz9LlpJhJOxJ3uDGW5zodDVdhS3M1xhdldQ7PKgBISRG0idzK7zharmuV47ablUWBOxOLJEMNGjajKr6b5o1N3uXMwecc7pSFXt9fjzVIXav56TSSTipXuQsrVtLNFM8CaU0LyG28V4Sd2UotMKTuZyuDpsScLXVcTNRouSW+flFkp7aoXe+nWrTQtSdJlSVTnr68NOiFen+I1W2qxDpy8j9DfPP0L4/t9T5L6p5bQ+ZjOP33nKVS3T4nT+n8HXi8F3s7Sj46+GJgdFzf0fzldrtHTnv0CYiySlHRz2SlJLWQOyTi7OwlJG5Jk5ICeCYduOkoTdI7K9XW5O7m056daMxg6GPacaoWXaKaUHZJx0KFm1CatYlmFg126eUTweynx7eXyqy24elxp8yMpo5Yra9fJQRDtVwYyYnEXZ2mStJwTzywtym3MZxQleaz26DDT1IKM6cAaedKMs0HqNGjyhSx6MxBL00JcrcgiktahKcJ0JJ45Rs1I00zWLIVo4009qpOi9lJwTOpRZJAThInG9ymm9yig0KcaHJHPC0pI92MsQWttVV2HHxsSkinVvZdboabtviFCNE7XZ21a1KM5WlgasS02T6fnIxjLSzXacEk8oNbqbEJ5Q3BZUdicZ6ySbptQM1wlA7K2st3Nw+lcNVK/mSQ6o05JJpw9K8t6Pms+mfZzVbV2/np2YSzH9Z4UOfdlqzWIJIkThHZRslmUK7O44+sSkLJTq5T3Xwr2/xve7ryT1nx2l4vX8joe24eNn2+24XS9gqGHgu9neR2vRPZcWG90g+c6Xh2R3vA/QPOao1fccWjA1b5eN7fmvE+8+Pep5ObEh9NyXc7CdJJ5QZJwdISSIURT2aqk6ZOK7TkYart/KrzqWptctYquybVba0ZsTSQRdWLoO0pu8rWrlacsxRSDdoEK8qoxkLprITsAJulMEKmgCzCUQJOmmStorM4svR1lCVuGzNG3OTnOqBk7iStUlIpoE1Y082tXarXf8BXOuLWb89ZJNSx3aJKXuOFOq0pg6SL5f0PzeUcXpHm/p9F3ndLSz9eQUlZW6ZCMmZTFknBOyAkKGk6E1qqozt1LdUFZloJ7mI4jS6bqKL/O+75HPDfxL9KdY+keY9FTfzTWB1ZLVzNmrszrCgupeevpReaTM0y080FYrOxJML0XH5mHLr1crRzr6JoLEE4I476dHUzeiqs9Jl5P1H5T6PxTY9Jm3Vee+d+qc76DLz0mHoem575HS02UNjAjsq2Mexci8spoLanF0JjFgSdmkl31V3BKSJx5T3zwP6L8T39Pyf2fwmUIp+s9L6eXhuzq4HkO11UYQ5bfIfYsCj1MvSafiHt1FnK+T+ueKeo5Xe+tef+geW63g2txPovoOd6p5R6h5Jit5xjH3/nGSQknlThU0TEkwnTIHTIFICBrNdlLWbLkrstj2PAQn3XCl1A+ZNQ3UdfzVSxVbXddXOHMRdXyqbKWKyqaMgGysVwljZ3GaFr8Z9Zw6GuzbPC24yyYO549qtPrYVlc8CutUlIYre/0+5x+55FkbNTqcmkr8U4VmmCUQZ2cEnYLna8vsYt/JAXe208C3Q2muXA7ltdIUThKdc1OOXQrp0HZ51ppoUKzWQEM9lSs40sYSdvx/dZNnnKlj2YUydxZKRSBt3EjMVJccX63gtCjTnOn0ZW6DnrFdutmVXabo55aNGXJQaUFqanDh1vJIrKp60mnIoV9/EQo71GUFPHIEHQc/pws1e58e1s+jJsdpwl1PfcAlKLzQ7jjh2qugBej+Z3MWz03sM2P5L39l8bS59nnnnPuGN7TmePTWa/0HixvGra5GBAkycZAZ01cpICF0Nj7BZ9PGup9GesJXqp8P9IfOH0z4ru3/AAL3rwMOf9n8Y2+xk6jgrlNP6bgU3gu7W+e/WfGfWcrqvdfGPW+Vqwvnr2rxPtYvf+q5HsvM9P5n+heV7jfRW8S7fgvR8uS1RL0XMB2TgnZMdkgdkhpJxFYqspJJOLogHNExpilqJ5RMmimrSAozBqS5Yp1W9RxjIOy5Xu+Vz6ccgm2YiKsaYJKUGdONmIQUwxpzRMgliV9OgkpRSRI62zxCz6jYFozSxs4kQJp2dxjdpsjVfJULH6zk2QRxKcD9J84Gm+Uq0t1ISRExM5ogUsbiccsQOyJobdVKTTQ60Xky9955Xa7EN+dJTpwOQBrU4dGu6lAz2VELSAEkaEmSasEEMZ26iSLVXYxiUk8cLjNDIwP2e35Zk1+o8FmTTgdW3V0Z5oN3Ci16L506kU0HUsqYDJxTzwyjb9l8a7nm9Pzv1Xhcy+j0GtwI5313PUVfn7bsvG9bjbtEs89UNCn13megY65dLnvG6kmRMCU0CDFM0r9DZhZVVrNrsg297hwdtDFiYn1V8w/TfiO9m+M+4+T6Kublut7Ph4FbSg4+/wCk8ssvwff5by/reO+hee731XyD1vw/c47xT3nyPv4Op9k8k9V4W4YtDzSD4/bwPTPb8LiMbq+Y2547UMeuhJO01msSYumE/U8zq03yYXe8NGSDpcSyEtA2nCQJK5HbxJATZ004p2QpAZDSUqcRC7SSJOavOKcRWqbTO7uIJIHZOBxlYhZNn+rea0aKaS05EiFjyRmpAmRGXYwlGRDZgkmTJxdMgU5QRmzH1MJ4+d6/49Tc+rVC+ivYrPODJrQV3cAkshViya1TadkpJJW06kl+opHWlgF1/IsUJildnXS2Mq+pVIHnabfgrUaMldRztlUbaGoR5tMrIdRzFynC0gIZ1+y8PRzuf0aJifQ5xXM1Jk7WQqSiDSSQI32a7PV/E/QvPcW6BPJ0OZa9r8F6THv5p2W7nyAQKUgM7TOiC1V28Wq6zTaedexjXatVt/IU9lclN2cXZ1KLOkN2ToFELTs6Ar2e0Z9vxLKE37DjiE+brZNU630t8s/SXjO7ajr+U1uJV+79vxPM+j5nQ4m/3zzzrvOuPq57n+lp+u48P0J8t955Xr+2w497zfSujwHmfSzfRI+Qeo5L72lncfKGVyFqv9J8wKZ9WcUnaaaKdSs3sFoTSSsrIUg9R4jFWbUiTaMzJGIbVjqaNONz3s/i1ViT9hpz8gPUcuJ2lvSjmLVywux1TGxW6gruc5gCk6CL5pGFkEk4P6T5xt5tPtXkVSpi35KIetx0QmPrug832MG/ntLO63Tl5E9LLnBSx3ms9JSgp4NCE6QppRLsOPOu3seKt1oyGxWV1CT6SlQjswMn6TlOjov50DC7PdqoRs6aUUl00JcyaZpC87J6rwpkr1EGZKUEQ2Iyrr1y/wADf50/qWhzdmvJi5Fi8Shd/XcQZYkDsnYQ2aqaT2RVlYsxlnL1rzWjRnKxBfn9q42GlzOtzSTdbjuQICKPfhZgTQzShGKkFGkmjQmpAYoHKM0OcCZPCmBkTAQmATwSTp1EylB2JxgnQmdnBMkC1cpRmnZ5QVW0Vc+R19RZNDslvyu8pRlgLXWPQ83U8fornmfo6rfNcz3jgsOrienKXVmDmepCyHHzdBLnsrWkt+Vk7WVunEbppERpWQrJOxnTCdkgT3q8ZT1gYdqpeoieeumGCQKYBDqeU6DLovqWoZLqQjZOKTs0nVyMqk9Z2IwQnZJqUBNSYHYEkmlYiFNiZnF2SB+q5RV2aOcr7KNylshmwaFQIr9G6OmijlWtKucJ1QPv4z89dlbTL1PIqFmvSqu1JHYiaeNStQy9jx1Vp7tWlGfScdtYrirlJXUu4uK5TTDkBkJJ2A/ZuH9l8L2pUl4LtJnSZcL09vtZvCMH3Twz6d5xauc2+i1RdnFGEgRkJgFmsQ+zhwamTZ0fNyesJ+U1dCppywqaGcCQmINLN3oWYUsViSrJ7TjHELhq6GN0OXZyeplnozMCaUE6ZpOkJk5gCOMHmgdScXIQIhBJEBR7uvg0cXL3dHPdyUXQY/RzQK7StrTJSinZCdkhvoQ1IzUsXaV2c/R6XnFL2HzfGr03JEteIZbVMYOylFWK7o7nhjGu0XcbKnSTSSQ11sXXcTpcLh+rcHOOTYpaHVxNQs1nFTQuy1VcQdPKEE4TorCYSScnRsT4GhRp0+ZYrKhS2JRxzIXG5UC3CcEvpfXec6nl2z3c3D38lY1rWDRy67CGS845j3Nunk+fKvr3nXrOPQra+VspB2ktqBMgSWjGVSLUoKTWqO0nUVKYAnrpq3SKcctLvudz6OfOY9GamtKQeSQqVct7PGM9HNnhEp42Z1XJyRxmkysqdi1ISlxPacHn9LzRFJ0uWCCYcKMRSxMYe29Xn6XxX14Gmx2Oz0blnb9C9NU/nP6F+fvoXCrp29Zylo5/qWXZ5/mex+QJxp214laqzqTDMEZtY6PEqtzegzqbXU8fNHKLuCsqScXGZQzqepitJFgmUoEz3VKjNAnFKaFl2knTTPKKE0IKeBDtP0/PZ9IUDG/OyW3Bwej6F3556aWVh5WqqLPCV/Kt0rYcFyXuXkvueDjJ29Dy0uj5yM5mnptEMsTirpUYzvVwjEklOEiUakktAVUvS+Rx7ouflj05Z4NvDF6LT4ts2pR6uXqyl6jk9z4rvStJH5fqWYzptcbwfunknteJzqS9VxZ4HZNPNAx3IE0zsJ2SakBMOXvPPlTcrJVbK5oZIwa9V6/Nc/pkweA9CEs1TmapTHjrIdZa8G5zp5/pQ/mHYZ9DD5V6lzr1jaFui3zen6F4p7/gROK73K1LOKFVrslbU+3mvXZLRUrUYTi46L2reXXylk799FiCXMpuku2uWnAtrOknDr4q3J5NYnCt+CaNnBmIXGQGNNCjANjImhZ7v53yVrndOgdNdPlSRyRuMjIQIo50/cel8S9p+VemJOuHrWJoxSV4gy7Vynklyl9c8s7OuhnbWyXjPZxTBN0zzgcbsDnGabFPXUpHgQHHa9fzaPI6XtPirCTPqyTdPyUtV0U9dWUuysDGG7SBJJxdJDTJCSVhOvdq6sLMjtB7vn9KvxvqmZzen42W5zXb4Nf1Tl/Q/D9urPHgcXevOsql7bhdz6R837+DT9D1ZL3lupkYvQclvz+duzfUPJE4IDFkGhUBoyJJ2ga5UBM5NAkhELsOx0vJ9Zi1cu9mpfSHd1OPhbYv5HVSXPVX7XkbOz1oKXzz0e15rqeDd7n/AEbvfP8A7nhvsc90lbNZ4Vcrr6x49o3sNVlJGJ5ombeQoos4jBppJwTgaWyFHS9G4/JspVc+xdRW95829P8AB+gtFTt8XYNGPxfsY7HO6UPteG9TsPQMGjxLD+ovNsGnx/ULJ30fS+t86/QXjuxJk6gUz8gzbd76b5jGrO2jMnVoKlic4zqx2pk8vqNHrMO+dbq4Xf8ALc/vuT7HFxseWPo861t8/erniHp3LasONBOB6ObsQnaw/ReEzas1OW7AGrmqEwSecEjjQ8ykUoonJqOWKcHBgB1PWCft+B6vn3+y3LHFeC7u3e8gwLIeyeNZ9b2XJTsuxiSRjFJhExgpJui52LSSnFJW4uEL9NTRWgRSKatKPUcuYRkpI1OszilHFPCSlGnUoEG9lV2C9d5QYmUknZhFtUNbPszgTyjJ6r45v5NXseNU875vTXFamds5fvGq4fOPQ5vD955j3cGGmsfQPOc7ndVzXJ3+r+mfLnVcHf655CK9JyXaeHoZrBRRKTENhqu5AK/cxLNVtd3C2uWWqgdMnF7Fftedr2+qeX5x6fjPNvXfIPb8EHO/3sGY9mqRxPfPBPpPwno2C5D53o+eeU+g8b9F81kfSvzN9Mec6h2Ibnmul4nma9T6142vaoq+EriApQBMdrAohWxjgYGEkt3HjhZ6x5iizaaeHucvCPsfeeHe++D9BZr1eXzWcVW2tX6H53iNXL9p5eq1G13w/chkqc7fDM8f9X4X2nE5L6Q+bfcOTt78Ck8x0fMuF9H84+neYnhKToZLVesotLRNShqFZap9XydyFnsq85rcfsFgguxxo9zMCUWjOOderTkqV2vNBLOEYz1xb+EhTSTzgydgfezO2y7uAC/Q0ZJZ6hACdSilZqoWjSsKVW1WYJPXvJe2w6fXfA3x0QJre/NWjdSjIISJxumadnQpoHlUoU6auVgUWyuVA3MiKRSisQHKJwSxAnZODohU9rM2MenT6DUzM7HqxdCrtbcMtHoePrtrpLVkTpEUzoc4xHGYsRMjVh0ur4uyqr8TUz+p4HR9chiXhO63k3rfjPqOPXMbnuOFTi1tCq2bl/dszj9Xx5vU6Czedt7D49uzJJdDMnNxk0Xo3O1amhcg+cen825jseP+jeYZJdPGnZReR7l89fS/h/RX6on5np4/mfoHm/u+B221zOltuw+N3Oe1c+z7r45694Xvbufi6/H1+QY13N+q+S5/6U+bPqDxfdisW3870fDYZK31fyBVbFfRSZROyxWWhGUFbWyQs1pYWnONOKt1EFmsfQwszOR6rLot5z3rwbU4HS+jvMfQfNeZfnZN7m/X8j0/0and+bemsxhxUoc1AWB9C8/0/O9xwmiHK+3eJfQXkutvzMvL9TyzlOv5z6d5Wo1yp0MrHoUUwsw2ByPRljKF7kUoacOdNXdTmk9LzS8yP1irg0eaUvSeC6GeiYHuyikwW6lyBSidKUUkxFJIbz15FNRmBG1WTDSTuLX6HtOTX4/W7vhLK71G3DbCKaJnBTwsEhBInAnUotdpaULM6S3nuMsSUk6ZwdE6aCQUIWTVmsYDci7Wq3iD3udkhZ551w2NPZz6eKOM9GYJYrid7KOCMkmOysok4Mnvp0HnuRlmiYSidymKYpJxtVXQYHpHmPsXju/2FK9H4/sSeK+2eJ+u40bJ/acFtfJt1W9L0nlXsnj+9uFn2vLdHB8i98879Vx+UgjH2XFRPXi8v6I+cvqPwvogqSwef3+b8j2PJ/SPLtG7dXEoZqtVuP8AS/zh9DeC9HIEq4G/meA7rgfoHn1Ch9BzXxtjCyW91615t6L889Ix02waPF6Vul9Y8fR+mfnn37wnoRt0ZOHt8QiT/XfGspdKLy37vgIWP1fJvKNynLDKC0M+Rkbt0kXzku9NTfhEUVldeO9SnDNg2a2PR0c3Pq6qE87t+L0fW4Jb/ge7neU+r+D+p5cbsvb8B2OnVZR+keH7v5x6dVbBczV5p23l3pfvuN5jl+2Vs8PKY4J/TcmumeUJNOi8La2w4VzozwNOGb6twXt3i+5dhgi8x0+X81948f8Aa8TFaNeq48ssM8ZdBzmti1WsBhfnTkQR6OffhbNkW6oFeztASCtOFRI7KxKzTjJ0ycUTTjruXfVW8LGMllUUkaadkmJ2cNCgLxkklKLTwSoiSQWlZzozmge20VLsuLrsdTlZXWljkCEzIJafqvnGbTX0MnVuoyehwO7jPlsyzBOAJ1ZWztZThKJwYyjBE8YWVWSd+hIAOkwct7X4j754n0GzDbPy3UqeOeyeN+u4wM9v2XDpxX6Nc+e0Zsbj9D2TqvCuy4m0MWJvY8K7DGrAKN7Oqk30V89fRngPRlLAHG24/j/a8p9B87Re2/Z5tKht0qL8X6V8G948T3q8t2Hh7eL829G85+h+bSTdznLn+h57Br9I9H899A+eelvZmtlUT8WytbD+n+U7D2Lzf0v516WpXt4FUvNK88P1LybJ1KLTtahKOCORkSUrjEfUZNV1nGi6BS7PnuaDPfW19DmtOYN/DmlHV26dbJsyaU8G3DgeteO+7eN73XIYvKdVeIeteQe24Grke68yPzTvertcjdIps/zvRj5/uPDutj2/TuQ6qRcGle5WvwWvuY/1jx7alXolPmK5z3UTwVteE86jegrs5jdqZPI3fSJ+Ua3G25wZ4+y4XQZ0MI4bUEttUEssQRJ04uKQMkgWl6b5nk2Zmzl6mjNkCinEVoZ4XaRkpR29ulVZfy+q4CE51AtGY5IhYnZ2jjsHGVV2thUMJGo3eYKychIvRLmHf5bdzy24mVyk1NEzhNC0oXs6y0Zs4Rh3HFnWqsV6KrbWiZSgkUiZQ9BhwuCxCM6rufcqiaSKVpQl0EJ5VLoMEL1SK+1QjkiRzP0L89fRHh/Q6oxh5rpy+K+y+M+v4gJL2XCUsSHazLPT4tNGX1nP8j2PGh7PlfXcZ1B2Q7l3rJvAehwugeLBpngeOuVazUli01l5GffbKFpRxXBBJlyxdiJp7FHXt8L0MsnjnT8p67k+vegcf1/ie4Wbo4sDyLm+gx/o3m/cOjmXzX00XmnpfjnoudlJug9vwcAuq9C4u7zCx6g/nen4tR9z8173O5SzWXoOYpZIFJjFmuy5K7m03aU2PqMzo53sqJo4gd3ii+X+jvnH6W8N6C7G8vnOnyXkfsngXruR7L3Hz79IcjXHWsVuTrhnClOOJ4X2HHe54XrnefPv0B5jq60VuPl6PM+I92b0nN8IXs9vfm8Pte4lRZ4xW9zq1z8J0YJPY8WPM3Oix6+V6T0MfJ9PyTI9e8i9RyGlifqY3lhYdmuXa5buR7zvLPk+z4tge9VWvDH6jmPW8XUybEF0Xk6P0Lj7vI7fs9jibvndvcvHe/zacZ3Orkopk4JJwZWvQ8Grz7e9bs+Y63llD1u3nn4DS9/zujn8LfbwvU8gy0cxvUpdn6Jwej5RqenLg7vJea+gOb6FHi6Rev4gtKwAW3ixmFiGVxlqkKetu4frnO6Xi1a7ndDnXI56QjiRzjYriUZdLmUoa7hMFfltM1mq4o+w4Cux55699D154QZOcoxrZyc2jkfpD5w+jfFd2eWGPzXSteJ+1+K+y4kali9jwkr1JSrdn5n7J5LuddfpP47scx5n3HD/AETzWd6x4cOLT9NP81xcfb9M6Xzf9Fc/RbOnBgt838+6TG93wqlfaj2089H02KjpfZ/HPfPHdrMgMePs825DpMT33nhv09bt4VwP0F8+czf7d13Hdr4Pt1sroMlHiO3y/rvruR2Fa5N4nuYPlXb8X7/z1S/md9op7O1ah+demZQ1Ylypati8Dg6/j/qnkUktlCSRJ9Ns+EhnFNQkzuKEhAqlqtXPnPpH5u+lvD+hvtaLznR5Tw73nxn23D5j1ryyCZ9TH8u6/M0+q8COn6bl5eLstqp4/wChfnr6I8h2t8o28t1bFCS01DZjlCGLSqCA3hH49jzwfW/G0ux879R811/SYb9XxPawvJvSuF95wM2xPqd/BghEiO/6/naPzX06v1D5+mvbUEXP4j7R576Pm8l1mf6v0c8F9UPHdm1DZcUONpPYvBq/Sc39U8iklfS80PpHN19L0Ncfm3qDNoK3cj5bTuju14LeecHiXunA+gwefdLwftvewddANrwvcgfzvU1VdjWks5LvFKfo/nv0Tz+fFBN1sMdmh3tdnBNM11ESe+K/kTS12yUug5qMtHLka6oDedFNJpwK5Ruwnbx9rFi0k9taUyjKGSxCPTyQ0Ittrl7MJhnWYhc39IfNv0b4jv6ITUvOdKfxL2zxP1/EFMvZcN3ZROW9y8L998R6LoQmh8v1OM5Hp+b+keZq15B6uMczUz6J0vpjwD3jwvodHPt0uLs8kxdjJ+q+Q0Fnq4bD3sGifQ+7eAfQng/Q1JLNLja/HM3Vyfq/j9fJZXwPlOq5bn6/WfSPNvRfn3pJ8e/jUS8I+k/GvautlqHZ5nlafNdTn4vqPlK30T4n7X4H0c9K3yPOv8Z7jzbvfUc32uKVeN6/Bec+j+cfRvMyRo+1gJo0FqtPownjppJpB3HDVTkBldU9WzDVLm/of53+hfF+g6yQYfM9HjvL/TvMPoPnHAn7mBnZOPV+leFXcPQ1cCbqBeT/AFR83fR/jexe839D8nx2+V9BUXsuNtaOd7l53pHI+ZwN0PlFZfQvO1LTV+xh5r2Lxj6H8T6DpBZvK9TjvPvQ/M/oPnSidu/zS3eK9+8n2dqWIPGdoPF+58H9Dz/ozofG/Y+Xrfi+4KqVDQhjplZ89yfNPSc7s/Y/lj6dzWaqjscHd5Jx/S819T8ldrhX0wL6A8l9p+f+jJoJeNs4zwrsqPv/AD3Hy9Bz1p7F6V8ofRvler1Pk/o/zrdVrfQ3lnf4NNnN0+Hg/C/QeI9P9NzfWzNeM7HC+Uen+YfQvOSRTavZx4lyrKRhTdSpZnU8J0+fRz0E1bTmSRShPXZwIHTG06/sGPZ4vYiLTljafoYy5VbHY12+aro+cupeevJKMZigU8DAVS1Xqnzf0j83fQnh/QWbk7+c6Wd4z7X4p7ThkkvW8NC4V2cv9C+L/QvgfSzVa1nz2/zfmt3nvqXkzAV0M02Ro4+S/rfYfOvSfnXpnOxFgv8AFAqw/WvIjNFrzrxnbKy36HvngH0F4bvjdrw8XZ4xQmg+ueMSSsgXL9Ry/P2eseh+ben/ADv0iwtWvltxOqlhkn8f73yj1/FfL08H0HP9K9R849H+cembz7uvPNlHl3pvmH0D1c3S59yt5Dq8T571HL/TPLqaG51clNOwrtYoYyRWp1LUxKiTIOr5RxTTRi5P3jwf3Txvf7wa1nyvT4vzD1Ly33/nLtJL0HPS1MtCRJoc/Qx8ujrPZ/Pe9+d+lm8k9T8U6+JzudP3cPbWzL556EPH/QPH/XccUm9fxEMlGqyH6e8o9E+c+n0axTcrX5rwPccP9J8s1mDL6FG17rw3oXzb1FOyqHP0eY+c9Fg/TPL9t7X477B4XvnXKTl6m8z6zyz1vHoQ6EfsOLx31H80fUnhvQTtMHA3eEY92r9Y8eOLt83mv9x7nB6P5v6eLNuc5KPBZ2hpfSOBytKW7fk4f0TmdHlbuq8v7Tgg+iN2j0vz/v5Hn3qHlHSyeV+6eJfUW6o4LR+c6PmHnu1j/T/KTVzDdQkuthPk5vROUpuwVbe+gIVaTkzfZPI6L6zta1Za2plyxdmpZ1K7ci0zhQuXoRtqcxKiuKe6hkTSiyRgCdA0FiGqfM+8+De++J9Ft3K7eZ6WV5J675H7vzzOw+l5RPa9P4XTl2bEXz70UZnXg/J8LZx/q3j2Jm2Uvz/RZvL3e8TSP809NbrV1YvO8CqX1fyITaZRe35lr5Ge3S928T9u8F6CSzGHJ1eVc3vYX1vyEgDcsrbj/QOC5+z1P0vyT1H596BpCqc3Vq15eW25/P8ALkn+peTq8v2HG49HsPoXnncfPPSXvN/ReEuh577llbtUpYi5iifnVWMvrHj3swAwUYSiku2qs5rSwu2p0cGYnqyPH0mDXMYzUlyHufhvunje72zQR+Q62X5N6d5X9B88yS9FyUlI3ZptImHOb9fmbPbd6cPmnqOb8h7zz33nn6H0T4x7v53p1rtanw9vm3JzQ/WfHumnvqhyb3oHF6PoNsm+dejaKGWEvM+M6/kPqHk5ee2NSm/2a/LU+b+kLg+88c7vPy+X3+c9pxfTvVvN/QfnfpSlrx8/R5zzE1D6t49VLeXYtv37x/1z556STK1uSzWeUgY/VfIvzW2XI3/R4J/m/pG47ruJ6ObgKm3ifS/M7WPbCMkrGW4w8z0vNc/V9I9Hw/dfO/RW/GPXOJ1U4fqEE+S6fC1fIOjn5dEH0ny72UUJVJI5Gus56COm6YK+lZW9LUpQnWv6OIBaeDJZXGnadfSZucqrkrEM4buQoITlgkszhSlaNpKUBPLAhsrM1cqEWhQT5j37wL3/AMT6DVkq2vM9PB8w7rh/oXm+nv5Pp3F3Paer5nqSnxvY2xrWYrdNnjORuYf1XxwJPspHs/OPefHd3WeeDx/YHI1cqyPkrNF9b8cyc2o8fpKWDV2voarfM/UyFZp0T8Yh7Kp9W8pymnt8nooHn+gws1vY+scX3vzv0tW00vN01vIvTvH/AGvDuUnb13DfmukwcOrufWPCfobwXoqgzRcjXdpIRS+NdDxnvOACS9Px5HiSlYgJgbaxEmQqcUMkcjUSSY/VcpNVbyHtnifsvju56LKNbyfUxPJ/UPMvf+eqOz+i5jvbrJqN3aze+87+gvHdzRlmxPJdfyrj9/lvpnmfWPT+K6/556KTnuj5C2HlLuX1DyYSR3KbJPesuf5r6iR4rfO0CEbM8m5nfwPqfksr13yD6O8p2r6rN5bp4/j3fcF9D87HzXVcnuo9c9C5/p/m/p5aSx635Ckvrvi7XMb3L87Z7X6HyfRfOPSvyPa+V9DNyAPL9H8xkd55z7l4/udJJYj8X2j5Xf57pZ/JU6+peQa/RQ+iy6T1XR8r1/L5LfSvZvmP6R8L37Fa6uRqoSlCGP410OV9K8y1YdHq446CTjLElJKeE1KbW5+3CVSWO1KN48PQrsz5YlbSnvUhqesguDVSfQ88raZUpY2mSUoPuy9z5Tt5mpZj8b25BdZ7DqW1bDmOlF5oyq58XxXBdGH1DyXLdVkjz9no3OBh0WbHvnz17/5/fcjhi423zTm+r476Z5ZM+9bXb9MKX5l6vO1fEPaLYy4uy1M/BpZoPq/j33+e9Uy6/HfVJOp8V2JKYWPPdE4ilkvL+U9lq/QPP+VQPL6HlRT7XpflexYaEvEd2a0CZF5f6vm9DL4qG9jfSvLth9HBXZi/SPN9b899JDBNY5mmtyvYed9bHzFCu/0jzDSBtwMOT0PznLdt61LqYa+Gp2qG7BLXILK5Y7nWZreGfpOasgtLNKZyvufjP0b4f0M96lY8x0uY8k9H86+i+ZFKx28IdZe7nynY8Ji6KXsY5fWnrfPfRvxvaeO9LJicn1HL+y430Zt8f1vzf0tnluqhH4OPXQfSvL4Xrd+x4juyNFzfJ2VOr8D9+2UEdA+bq8u5XveG+jeb6T1jM1/Cd8Y7PAzhjZdGH6h5e1xXVcpiv9q7Tn+h+Z+pk5/p+Tuq8uOWt9X8fPxnVcty9v0hq5ex8z9Ofm3o/D9fF51oZt/6D57N+gqWl819OzRS4b1T1YZr592Y9T6p5TIyum5+yEDyx3UtlavdczZnevEHzr0sVlHnnV8f9q807uHgR6HnPoPnJ1Xuiszejc/wOlwtiCt3+bdqJSiPT8w8ZHYqJohZSi6tzxlRFpAUOnnJlG9xqkk8orUzNGuzMjl5bLd7dr0Nf5f6uCObFqnx9Ml6rlb/AHHC9xxNtmvcqYL7mfaayPkVX1/y76F5uKpKHbwR5mtQzXZf0z8ve5+O7ncBFB5npQ8Z6HN0c/JdQcOedfjut8O6ebm/ov5x9D30+wFNJ5TqUuX6mvqrG1apQnYVLPpfLn5Hf9VyvoO1FN5Xqw07c0lyOzoBrpvVI7PO0508/mGiHQ9X8x+6dPJ2QQlxdwUL8lkMbS0s62MjSc5VLp14h7PprsG1bJbnU+gWqrC3o+ba4THS+o+S04aamJWCCShoUBBvcVY52z6RysDsPnvo+Ui72tfVnWbK5+iEShR5zyM9f6t5Esy7q49Hr9xS/NPTvAcCduujZzXlGrl/S/LNyfZcjYes+o/PPvHgvQaMebZ5emzWBAzvlyVnwzX5v3nBm+h/l36P4XQ2U8fnOjGMloIq2kUo5finZ8T7/wA9XSXpOUPLdPzHL3fSWhi7HzT1D8z03OaqPLNPMX1PyNbnun5jlb/pjU5Ho/nHpLUCWezE25z1VMEnnyOJ96+TvXfQYPVoyPzPSoeYeqP1Mnheh7RX7OTxLqfS56pYe+w+f6A2o/OQ9BXz17/phbrosF2TzfbW+jm4jq7g0zPwH2fxT0/LosYev4idkJEKB7rUoWIm3gwXsV3EZglCDay4VLc9l8IsYd+dp5WpsxdDnNiUaKXNdXzdB3vpfzj3/kez6pXr2fOdN452gQnHzuiHTt4pl9nD77ocltcXdoUTswPNMr1HH9lxvO47tb1nF5TpcvN4nT+lLvzt6Z5Tq98HKV8V/a5nI8f3udPUZe38/wA7B0eByeh6z3nzL1nmun77X4LW4u7rR4cbodL5NVD3PnqeD2vM2PW98+XtHgdH6Vi8y9B8z0rZnVy2yLnOQ6mXf81vwe989ysm3h57/Y+5+XtbznR+jq/mB8rX6s/iub0M3ofkuu3rOPy3T4tLJp+mr3y92vm+j7a3kWpmt9A8Wt0vYcQ+p4sezjdKS6iKzWSk7iTUXM9Vlc/XB9FfMur53p/Rt/yfsPN9Lra+PnB1fjk+N6/jZ60KHpeTj6uPn8LqfUBfOHe+S63rr+Z16LPSvOLnDeq5MUki9PyK+RvQUW8p3/E1uH0fpib5v6nzfS9tg8qpo9E8ztZfteC9O43Ry8r3HIVvPdb6it+Aen+Q7HZTc9kVnW8Nhct6zjm00PqeV2/EnoV24vL9byWC/wCi9zxr0bwXod/mJuI20V8T1rzP3XDo8p2nNUmx738udL5vp/QN/hN/zfT0lz/NX1dN4+be889ywd1xtd/qvqXyft+e3/SB+U7vI2dppcYqZ9Q/H81bD13A8ezO3g7Hz3Vuen5nEdVj53P1fUuj8s+r+Y6fqdbnLOC/olxvIb823w0C93wJVVj11dby7xxY2aynX9D+CzZmPdpZzLZi6TH7Crl18dbqa+jNFmbGYESRzrk17HNVXskrqCgmUZc3B1dHnbMzos2PFfuDl20oZZx7GHLyOqpUXZPtnhpcPofQ8/Fdn4/sWKzzZ7IeV7A9tPnGV63yPcweZ5fTTeo5PMdRAN9YLQz9VBM4uCA0PJp9PHj085oabJ1umwloq0aIKyt0zyVDL6M8mjkV07Zref6TZBW5zRydHBJAzzjpZkgRedBrqi3Pk0Y2DoUHvqZPeao0+lzKbMir6JytF2Z046sijjyNpzxrqeWGnZTr0ZYdLPpwY5Y789uq4ozs7ollv5Z+rtU28vsShrzv6N5xZJalbMuMrZOx1dc/Mw3ygZGnKrqugw4WmkSuyjFVSA6Hb8rRdkFqilHKxaKRRg0TMYLD6rOz38yunVFmJrStopdtOO6FAh0QzkTSiWVpWcejjtDZ6Km3ndWhHuzdHm508ZvXDoXHiM7r4ct3KWehkTz9OxDqpmCk84WahOGfR6ytmv5ePpZIPlpugYWXfsDoqMRV9UrSWoTiw9yvXPl4uqbNdy9zveeTgtPY25mrSW2ZzEMq0kmkpABk7DRJgcHdNxnNFZWYWAYbMZNk9HhQnXTtdSySBKSMEkYCmRFGBqQJJlXD6eLHp5nsObpcff8ARi+eug870fcaflMV9fTc+Fb2nCMCHVQrDQI6zlJlCwqye2pkkCSQOk4M4ki1TuU03SsMrs7OKRgnaiiJStAM0WEcKknWxkpmIqUU7IGPXnqtWZBXa9I86BRkk7X0TtDZhKG9Q3ozCptzZtXGTRPtwjZsVE4idBeo9dy1VsNulatrqvbpEUinZWdpBR2IEEojOpFUTuKJ0SBJONiI1CcK6Dngmjljadu0v5dfnL2K2zEnSEmdAkxDFOwktGnGUXbRdRg6Plbdfm3Uc+Vh9Gam7KcDOIlNSvXTZaFRPR6deicjseMt7J49bThJLqcmQ3FShdk4uyMGKM07FvKsqVWSM2rFSaIJGTBo5csYT2YoYyE7FFkk8jIeGvdCikc4XaApCdjkmZdbXZyTTwTgkk4okiRRkUWE1yinEpAlBkkxJ5Yt4SsDrC6kmTsRSKQlEQoSaaNMSOMSrX44ToP1WFRccbHqztaqINKG01N+bG8t1EKJCFSRse1VdMU5ijMHYydCTswErtWNkZ2K4ulwKyhNkpralGzIeeugUgTDjZIGtVUCnaNME7Sg7Ow0k4pBeNSeaBCc4yGKdxGniUjeJNEzJqwp6MZJOpRZjAEnYSKxVTSTsZJBJPVScpRJPsqWDt5dnPsT6cmpjj2tdvFKXdcYMQ45QdJWVpJAydgdnYNPa5XRzavRew4jtfPekHyz1HybRmzp6uZ2uGLOtGZGDDmTnGc/TcQq7PYun8z6fgeg6LjQ4a+ja5au3Z4k1l6ko2tDFSepkOLVuY4YWDVBW0ubAJ7EHQQs55KacIk1kJ6BjFoEmaOfrZCb388mmeSFopJYEwaWNpk7OKdnBMnEzpAyU8ZwPfzwkYCAXK0n2+5zlTk9jkgZuxxkbuESScUn0Yzr1xTi+gqKmcKTjbOlImcViqFiEE1JLWkAHJhSRy11KQruYNJPKCYxEyV2FhUfS/Pab6pGOjMLFKIY+p5mq6aCxNKNAdjHlFJJx7vjbmbRpcoxvzWazoZGAA6Z2mSQnZIE60VLOZ5GokkClicEkhNLEhqSMwkgLtKbuJVmKysEylFJOIgNhskYRrXhhZnKWNwlFpx1XIXFnayOs7ShFJYgR1vHJRm3U8uhaWY7Si6SlFM7CSuU1J2Sa0M8wjPqut8o7fDvzMug+nNpZ8atpdJpQdkQNaKOFjQaWeIe64fWruzq6KyprRxg9WeyGcnKUGTENmJCsVijHOMSQdulcUojgBpp4Hcb+eWhGefPWTjfobGOpJOpwcbECbg6F7dxJ1uR2eNSPrccCQtOpImOmcND1rxXrMO/m61mvrxl6BwMULPTPOYUjeCrnIV+kd1Tz00CZStAYasZZgepcdn0YSiLVllswV4yTJTgYkKfSYDDCZwpTrXRc7bhZqYVqmE0TFOEkPpfnFN8coDdQXpPm+rn0+u+TwUM+mzQT7+cKdSgRxTxmO5z2hXZ2fnvY85Tfnzw6WrJmW6s4QbGPcTjFoxJC8oyRWK40laRVW1ijWnmISdpGo07NOkgaSOVNo3YE7JlhQjFrewXT6LC6+jn1cw9iDTks1LUAwljZxKeshzwJxMnTRSQTKU9NkDspxNDJGCTs1q5oKMnZTSULs4kzoGSQJ2Q06YWnDTUZ3ej5e3TfmJK/MxiwHcqApqQWIzynQjK1FO5KrLVuOMtOeAI3K6yCAWEfQc5fhOxkTRSipoFKFnXw1C2MxedQumZoVYrUZRDGmnLrNjLq8+h1c7TmByjauQwpO/RkjDoKuS0Jzen+VNCfc8QynBJPbSxC4Wa5lCyBWa8oskmklsRfS8Feo122Akr2V3KckQOSFpKTtqreGsM04V3OOULdQ2GKScbWlhzV2xELzhfpXgrsqxSR2VyxshIw6SM9Khg6GbTjppteSJTRgCdmiFOJkpEzgSB0xgCMGKWKRDiCGScGkk4kkhJnQ7Po3mHpmDpa3mvqXi9F4yRP1uOydhJ0gZ2QJOgZ2Q3SQnF2GkTAcami9PMh1ozylq5UoX89IFLF6JXd54vTPM4jKSPRQkkJ2SB2Tj3MJ5YThdKdSSYaTsCMUDOkDOkOWzJpUX80na/OYmCk7ihJEITR3o4WQCBzgGhnXE6yt0gV+hop5qnhaa9TQWpDq12xR7mJZUpI2lFT2zqtz7TTMzGdTr3MyOGE0krKlcrMpCQyCkgsFGdVdvxcJsLHbSF6jMmJQ2R003Y1z45ddyI1JHJOEkbqcEmcjJGyU54FIEaScbWhjTwnCd7fhPjUnupZOw5IzBO/wBx52qLxMRvoWnBBGQ9JiwxmDM1lTSxbsJ3OWewAwa8ClnrboyhTnDq4T5BpGtqGyNdMnkgaSTuLJIHT7sJ4DqWcYUkCMUJknB7dTuaNXGQel+cRcbJ9OVnZCdIIyJ0Uk9mkovQoM40kpQSSBJIEcbqV/P7/gKbnNR3Up07izSRjSdhJ2QP1XKKE3kl1AwSZTit7AUJ9Ry6SadnsqaeFkyZkw7lDVhPKmhUoJ2dptPNZNJEwXZEUk6k43K4wSTRAnQlIAWKyYLMIONaudLCVWxXU4qUGCzBPAmrNM2njngCQR62E+cqvtBiPKMoTQdxwtV3q9rhN7mdXgFdfqcrM6rnIJRINzEcZI3ZrqeWlnhZLmzTShXEXa9N85hem4ZI30ZxScSZMge2y+cy6329C1KHEyRyX1pOpVs6IAScbJ0Jk/o9N/m82zgThvY8JiYdCsECuM1UIekUubtVVKNmC/RjI43maaehMnF2/LdPn0w6vId7m0eYxJ+lzOg9Y8RtYOgOam3YE7KcJI3SbOky1UME0TdjXPjmZ7K3MXGCUrUSTiTOhEcLqa2MdRl0GNo+kZNvmeZbp6sadmsrSTiZOwJJA7JxJJhuzsEsbIbpxBOyB0yE7OwJJAlNCmkiaFJw2M2BRlaqmAJJ5RYhSckc8IJjBjppU2BnaZ5IhJ0hMQkSEwcGUnoVN3nR2r8lhqeSUayZnAvRPOTpvjSV1ErRpvfzII6rE4lZUJigvV4t6FuAmU6jG7XU4kWkLKTprseOsVqbiXb8U1Gk91DbuEddvufkQ0MmyC3ULZi9Ap7PCc7pbnJdxw+rLZhgWjNK09UGJpXGSqkMh3cOMmWjTaiISaASVc9DNLqYT5KXtuJknTPdQpI3GzJCUsXc03cNdqhKMm/zump39HlK9VvqkOPZ5/R4SKxX7HFluQwJvHerNX8zQoRluWOfghP0DLycqq1XK/dWQ4iBxvzowQjCzGpCLWWq7JOLpnBM6BJnH03q/gXrXH7VXzLvOB1Y2SW7AySBOkJJXozoJKSTs4WJKcldkSMJ1yxs7SSYHZ2Al6tTwdHzN2W/nOmQJ0k9PMuUlJOlKCZ2EkkO1WIVJELNIp66bJIS0c/vqNHAbMYShmpT21wWa1hFeSNNb2MDRn7Bw/Sd/wDMfQfOnd9D1/azeLH6/wCUswKDL2nGSdNWK6sRnBodHykJyafc5WHf5+8S6fMsylZqtxklbQpIkMp+u42m+2JwyhVt1HnDdwXZNSRvKN/s/P8A0PD08zkus5qdFNr1HTlY3jlB9vE3K7bPNS68J9R59YqAmS0Zkc1ZScyMIQSEp4JVK1R77gabutn4qRS6zFySlBTwPdSMkZAkFxOomstQMcYdvk4FvNpu4uhn3Up1qtZKdpwU8Dp6Gc6Rs+xeBehc3qdD5J23B20snbfz16r5W1GgkM9tcLdBhxdl1ZjKFgqyVyj6RwNV0pwNZSFfVoyioLcqdAtXKcRZPODGDjTOgcUgdpY0M7O4tNC6k7g4SROgSScUkhpkgc4yTON7ilSZ1KPo1HiGybCB31ZBdncUkhJkh2xrtCaSU4LR0Ao0Fz+nmygydrakpYkJKyO3mexc9z+j56iPoc6JJArRhGzRKPLhOzdxWlB2dWVzqBotIhcUrlRSZa2UHRe1+VevfKfSS1rC8r0OO809y4j2/O8lklr/AEjzl1xpE7UWzBCWaAvbVbjOCExaSzJVBWyjGkmjDUCxgVW/QHm2fPz+lyLd/wAh0ebBu83NKEIzRWVyCDhrUYwhPQ2uUlhP2vzXJvZNmAkulzEkSNCH1jynHuv4W3104ebGC1ZEnYRMyBOyAmU6lBLDOEBDKKSsVlSrPf6uq7g0prs80YSxsqOr7jn2ayF6h5elXakldTteseJd5zOpy+Nbqb+enZ7KmUsY2U8SGSIARaClnJM4uQTJ+t+bdDz3P6VegT7+fHLE7XV8n0tvHt4/U7yhGXFTVa+vJdpKxOqBJmOzpxZJxpJCMXZSEmnCBOhC9usAu4sIWmRE0so6ruItHOUqlE7WWq0uznQnXt0FOCSYTvK6lXU8Mosjuoz1u4qkLI5QBJDSToZJNJJxKaF1MUbB30HDrJsTGGvHNCZhC6ZpJ2CzWtVYSSSnBJODJJPVy2SlPu43fcbZ2Wz4T6X877XY5AeFyXqnGcpre95FCucfewlLoZKJIpOjjPnYjaysbtIkNIrA9LBaeMont2wxnRTgPpvmstF/d+foGitNXsh0J9xw3muvzPSc96J08NXhvcuV427gOn9FbLb5Hldfgel5eXc21fDlUfaXQ4eTYFrNr6OfKKaQZQFOmmScbEyEmTgmdgKaB1LRzFOnDLEmpInYSdiDT9C4XT5/R5MLFbfgSd5RFJAkkCSJDJ0BxyXYzobvV+dUX7vOyndS+9y6TMFesropEKWw1FTvqlrQlVu5tdrveu8V9C53T9DrZ/Lcrqz87z1fv+eMo9e+iAPdPB8mw2pLbhTs8oJJCZ0hs6dPrOR6vlKNBi1m6itqZlxSCrYgcWmh1U8tPaZTVqBoLVW8nfwnsp1UTTraQGQ7JMdb2NVadae+1n3a9Ye3kws0pYlOCTsJO2zXZQq9jykZiDXbaqRhKESkjFMMaCZtPHhZp0fQNjHu8jYi3870fzWaCm5JXbqahWrsZ2Ma9mVzlrEF1N307yXv8G+hoZ/LY5dz59araczJP08rOzgy3sWE29a8mjqvvVC0ZwfJ9e8grsmOud+eboeVKE3c45RjtaWGgh0JR5aTWVSXc/Vot9hxN2/8q9fyfWaE1tFaDQLFbTracVMuUn6OHSsPyz13M9Hg8T7ehy3s+LZrJas6STjarMSkcaYSdnaSSEkkCZ0NpOn9Ew7/ABB2fdhSZCdkgdkgViuk3a1WGyV4VFEQRnYqD6zmoDrm3QYgjZMFlcgNeToowcUkmkpWTkjs01JNNIFZT3E46kxJ02kCcPQvPNfJo0Mp57qHhCSMtfntDPQnZW0ukiSRCJM6BkkCScbdpy3uHP6PghXqG3C4o5RD0Lgo6rXaWOysZ7lEIkYSikkCdkJ0yBM8yl6d51T2suoM65n21WYN/m2poFLOELs8oJnYT+leaaWfV6p45tYVdqSWzC9iuyaSTSdkCSQXJM+/XbRtVWlB2XVRnhdZxPSU3c2JBozu4lKMsDsh0yC9RSGnScEkw0iEbtKEWKTyip6+1XZp0fYPNeZ1eKUs3V5MTsAPaqb8J1ahspbGqHLZtNBFY2YYb/Ux8Ho+ibT2PnfdRO9taJK6AsSrcUVkMllTn+ngut8IxPZ/HPpXmq6ddnCzkIkxMiXVyNWrVlxuNuZJJpOyB2SCXYwlCxOynW6bp6rcWn7t4bRpjZPswskgTkAO9iOM2UWgGelK4xJJpOxgM9d03ZILVrLUZpkpwSngQk7st0kk5AZCO5UtRnWnqXBQzPSGV2GZOpE6nB7FVCUsRDbTret49vn3Ne8eQVzx0z9HnSB12PRfQgKO6qXqeaCm21SB7ape8HueV1vDIblTqclkpmoVZrMljYhDtZUsLKqSsrPVi9gw7/DbW5zOjNqafL9DGfPJaN2fPRxtJ2TJYnQkmQEKQ07ITpISSQJnQMldjZSXRc6hJKcFJG6aVyomzO0kjBAk6EmdgSUo4nZxJJAmSB0u4qvjw8YoyZjs2007ddB0GLXuV2VLtBWVGCTST6Q8y1AcX0MEWLTetrF3616vblm+Weuuln5lS17Gbl6K+vVYoK09c1CVk7gMU0cZ0uM7Dzje+Z569X+leYiF799dJTwhGkpVsn0Iyz131TNq44O74W2k4yG6p0kJk7ArdRJ9BgiozTsp1OyQ0nYZWIBjJJxlEwkZAzQpPWzokpNPC8o2rNCSE689aScdPIJ0A5g4vNAwzBaKM5OmtHOTJpJ5K7RvVIzB0nC/U6P0Tz2/z+563a8f0/K4vWhyWeKb/pOVrXH+V+xefeswc8nb03ISSAmZD9Sr8LBz+jWSfoc7Vq1bNVtfVyJ5K/6b5F0OPZg1rFTZhk3sGOM+r5mJkzSe6ke24tqrtfJZTqdnUos6Yep03Cqi9JK/M7Ow79DWyYWpSxzrSSIpJAkkNJMFr1PyXvsHR6/yn0bx+i9Oy63HdJAydk3YUmaBAbCTE6ZxSSGnZxJM4MkgXUcu9drKzXlCfrqXp/O6fg7o+jzFpZmhGeakrKnRxpzTUkmk8rUM8KHb7rzq1zNnvWFz9/w/pcX0/L2ZzrcH6HDFcvv6PNlY3buVnl18nIdFzq78B1apVfMfT8bsx8Pi1sn6b5N5YjkgTITpkxXqXa0X+lz8/L5n1HjtXvuB9N5hklflTs4JnQMk42cgG6ZxMz2k9PC77jc+ra594LKp4dLMlGwdTo4z5zXy2lA4yaUWXY8vVbDG7W0yCJjCxXaLB9Ht6rfO4dLNaOSM7amSTSSTSdyHcz7PQ03cr2ud675Tfa0hXzLupxeiRC4yHZKprM03mvJvP/o3zX6JxvO0m+g8N2TiZOw1q5XpmbV53X36E4W8yzC1CmOcK8c9eL3Juo4Gm2qjG2JpK2iSO5TTTpNJMgdkgSe8nRSTikkNX6HqObV5jH6r5WCSWnIzpDSSBjHo4Wc+d7KRYgZSi7SRyEp4EkzsAdHzfpFF/NYJA0EsUtkEm6uL5YUranTIEYIHTIFPA6l3J8HLl1wmLaciT2WVnZNGDIJAeVOBX6qcSSlFOyErUAKW37Dw/pnj/Tpxxubu32d4xHPvsOPP0mUuX148fLT2derj8m3K4/qsH3XJ5yn0/Lem4qTK6l2dCSZCSTj7/h4FRoZJXUOycSacBxuyBJzAH6vkq7HaQbKxSTRi0ylDLGg04qs8J1e/4Doqb9fhtDOnFzFrs6nrJP0TgJatVxzQFbSVaSNGu+dLVbbq93wkXTIT0USxJNSxOw2Sdxn9P8o28Oz0Lu8Xc+J+mTssNjskhOJIQkKbskgqtl74+Jcl7x4N9h80nZ/Sc5MkMpY9qu0K2jhV2Wtjn4JwcgVlUtWRq52VT7qE1w2nmtmkr86SQOzoDjSB2dgcgSbpk0knBamUoyvUUgSSlGaMXGydhLoefULO64QhhPfwfWvOKb8uaJ9eM4khOJCASxKq691Qc7W8yxBYuh3/AGfmvf8AE7nn3KX6HZ4q77gdiL1uR0s2SIZ4LaUnTXoHL47Z9LzwXLqadummlI+nF5BDZkqzSCKw9cVJpYncZoxQEw2E/aYtjN8P6qfNtZSv7kkNTqz8hqzNc3eqebynecQlm5V3C63Inwph9BzKkG9g6qGTtOl0mBKTThZkJ2nBJIadITOyCzXIE7u/yfs+Pb47qVKmij0fzVKLSSvzvJG6kU1dJ9Tyu1j13C+nnTqsVCFppIyakiIhIB1E6O7zlqFlXvuClTniiCUY9mrUhK3QNTjPClKCdNJJ2Qk6YH7TivV/O7+6spfGvTuzPFskoDpMxMTQbOzoJmVqh8U9x8z9ZzvM2T/XvMs7ISdkPpOeFq7bF3LTW1jMwMEjyjGpLUZUkSaSSlFJITpIEkgZJA7i40r+fFq5TuhVB2cXZ2YRXKUZgk8oJMgdMgSTgzpKTtfrJwlNWaSScQRqMgRuG5v8MFGi1AE19B1kmkknFbk/YYt3lpBJsxtt4xQnE0lpqGt2/EQmrdXUlHKkjlnCNNcCozoVuakEZyQm0ooXIQauXqQn7lJl3vBeznxdixKUglVjDnNmYHK6VeYB8+9A87upj85sVvXeX0ZcpaKmdnsqTOgZPMpQuJCZnZp0mB1JEMmZAleijKs9iu0yV1FaNKSSRoB20FKkun5mFiBxtp0aUfa0Xy8PoUxq5nvZV03MHGm00JzgYxuEgMwkYSg8M0IzFk0nZCSRJ2at3qKb+JUk91NT2Xx31ryfT75k3yP0Ls4wkTOzSZKqSScHZ2tinFVtcV2vnXey+Wro+b+2+Wlja1OAQOQEU9JDJKUUk40mci2xkKM1JEmkk7TJIE7iDs7CSfqq7eUf1nySu29VDQtqz7zEFBK81SsQ3UQ1mUk7LsIT49a+Q4pTWGUVarBerQ2AgU9dq5TSBJ5GonZCViBRl2vE9Pj0aKBhfuoqxbWOMVeqOIXWkUs90UoG7RqS9l8alzaes4zoMKcLkFd7qWdphHD6ZxObVkHY6S2vl4waymWGeBjs7uLGtaFnc9n4h7V5P0s9qtyeDf2tSYIOBzMmaHibqB80Vf1vl0kt2K7SV2M6SMZRZ2QtH1vxPted0sLHv0duJxTzqSTMdjBNSxOFivPXHNHo5sXaqHbHRfSqCgY2lEZdrChbZqs861Y6TdybOQu87FbVcjTzrgkgecXs1SEziwlYruOfouV3arsOSa3KGSui55xZJ5xY7FVNX6caLnV8RJVdGrlS2qX0TzvY5en3xqlv4d6p2YqJMnZpM7Rbs7yBZ2qbunsUPh3qHjf0Pj+seV5i+gcuxC4asqMJwgS008xOzheoyxKRMQSSdkJ0mB2dCTKQbxPKpRJbkZZWjjXIy2MC5QTszV684WmraIZtqqmtKgN1OCGW0FDfzqUZWqelQaDUzJ5RaB2cXe7TTYU7TyREML1JwZpYxWey4nVz6asFVXU2ayUoqxAwKzW3IyyAaZxha3UZIBCJk7NJPfjLPIXkl6x5OebT7n5zy93LrzgnrdHmkhUoSA7pjepMN7Y1E5vS/L+5w7PRKfkPecPr963OVOb0epoRaRPF4P1Xzvfj8/u05PW+UjXZYFdmWlJbSo3YDKJDu02QnZJqeF3TFjFluCNkGmQ2aeAJp6STKY6gbGZNWjJMrko2uu86VOh0mvzPrZJRlfpRpppJdSMsiPdxA6PDv40ZkCV1CngcHEpk68kaDs8upmZtM8G/g3U26TqUHa/ngtPMQdVp8KOfVYrnHozeud587+1/KPRbrpeL6bpwknZKtpxJDOyBE0F8fOPP9DH+3eXB9B+vmiaxmAcdqrKHSej+SdvzOrxGeQ9LlonGcUyQSxIkMmTSSQI1ajOkk8oMnYaSnRFeVOMwTKUF3MfVc7p+RD2uRozYM8D6c1qpZeMqqSnX2EXKyZtexhO11CT3JQhhIE54EmSRvMAM0oDHM8ZV3ndxikjEc9a3YjKhHvYTTWqzSip4hCSNOJkk0lo0YzPrOWCuyF2V1DyxMDzQ2ozrjJFKLs7CSsV0zlhZEkSdjPt9ljv8yku+pV6egl42byHr+trcjlw09zxV7K6HI4VmP2XjtLPOvCxJKypLcw4WOcfQC59SM1PVSadkmk7IHU8Cc2xjBCYyRKcSF00yu0k3ni0YzLPiQOcalWjBwTggmU8kLdgOet020gS05VJJEMWRNC7IJWjdOeB0DMTNMleTo9lh+187peAS7vN7cLslbV6j5uq+bTJ0GJFZW25z6gfQmv4B6H8t9B3jZt7yu82Z8didPNCg5XTDqOF5HK+jcbOjcfe8XXgobdV2KPZ8Y4pFLZXBPDcTpEJtBI04VU7NJOwOysIreweQ9dk2YmXNHozi7Kyp2eVOFX2jOs8sIaO7x16m71DqeN7HznpYfMfS/I9eSDGu0u5wbRVI5RnhnmAe/wCCo03K3UPRnaSJgVmO4nQYpRQkmalUDJ63sng3S4Oh0HnKLVlFWStpqbOZfjZllJBOswUoRWayBJaiMyzagjP13yKrJn0xyXoNGdXcyaMruR6FztN/OMlswmBSpwkM4RgyBLoMOMgTW3H1f0Lj+x8Z2eb5H1LBWrhsnRLD7nKvdJzc6Ol3MvsLPJeKZXvXn3b5OV52QdzGr1FWVe5+dxZ/M6mKkuryNOpXUJuyecGtVmTIUgsjAQ2SkARsVgnh1c6MpKzqUeixHaq4B67kwBmV2d0yRqZhWo2010GKiFXKs4NZqGAWa7gJ+xcBk15G1y3pbPNmshpzQqecVBXKbina0EdyrBGzRzXZwJphYDWtCE69fquLhYrIaU68aSOWcC0Mm7RZ0V3gj5mj0epwr1y6/jOwLccbNYz92NEUjjXUqZE+hnIRHE0k7NOYWFKKSLbUsSTb3qbuAaxBfmTSxDTsnEur5/0bHu8sIX140ysCruyavRNbrtzmtVJR6fsfKOyw7snOprVlc3ksqkqXaI2dWXGsimUjDv8Az2i+G5UvXUUHsQSRRyToqLcyIzkZ68lp509ZN7dNpQsCZRlXexUaZ78Q65CLjJE7CSdmHcp9NTfUvc9VT18wdKUa27zEqlbzdCjKDOcc62SIVyxWpQsdkp1+s+c0NXHvy7Udq3P7ruULvkt7xjLF+N+jatCvXbp6UhmytVKUFXnVUuE8c+lvIuzDhWdel5LJODJ76lnpThENqqh3e6SomzONyvCSYpjlEFZroOOWIlbq7eNCVh6fews4mGzBZUKkaUWYdBGfI3plOih597px+Df5497S6XM59WpJwoOyCxGDAk7Sg7slKxW6Pnq7BSK2pDPAmkk0kTImilBMfdfCXy69zC6DDtrsnFUsrSZSrdW6oymt6lF3OFA19Jnv6ubTwqe7oz0dHO0IyqwvclCmmJiONCV2IFKLoOfsxl2N+l6li1+PR7nNXV4NuLSvokwNzFTFKxZVAnnHWeSMLVR2BWqqC6FVJ2VZzlJ7JxBEk7jKIwgVyi4rFYmBdVzAQn7H49fCjTSs1W147FdOLfwOtp59XWczy/ZUXc7WuZ2vJ7Fjcjd53S5V0fV5IN1/N12QvNXlBCUco2QOupTS1gBJKUHSdOWMLSlWuVpE3r3aIzZDKHQ5DQ13GLNZSyUwBoZejCyiE0coP0vMepYNHp0kZeX2c30nmnpMbHxNjm0unblelcZSBxMDqIqtp4vwjmPofwX1GSkkuvhZOhqaJlKevbiTB5EnA4lKDOzNE00SkyeyiqkzNGOlcjKr2nIa9N3ZeZJMlSjtpDoOeJP0Lr/E/YeP2uhzL+JzOnymFmUvSeaNwl05oUzuDJM07OwPrZkcZ+089zIcvq4CUvW5CjbTjKnG0rLFFOkUc0THF2IqcbsbM6TTgDP9S8vtU3VWG9fTSkkrOLproqbnqxnS0c/sM+nkr2eFlUOthyzritV3lFIE0lZlUqT3hH1fq3ll7Fr77zzU6Km3xvP2M3oYjo2YZRisV1KFmC/nJy2IXTiZNKDJ2aVmtcjIKyTLD1rqlvRzw4d/MJLfzbdX0LmsuvAkjfXkZTRIRx7MZ46O8lS2sFiXpfmis12dfxtiAevhSSWVVy3sMIukgzoT7Xi+24ajRYoDf1ZIm6fkoyj06BzgAEEo2IxEHcU08hSQlVTKcHZIdmskm6168ZVtDPhCxHo0E4ElZUrNZ0z908n0vN9r24vMO+5Bx3b890BMMixfI851soFblGSWJrch1qkUgkorzf0ipOfzYtfI9xyGRDONyoVqM9GDM3a7c2npUJRhdK2hTQSJgxMBXKsSn3/B26VVjj0eFODwa+Q0iEpwThYTi2cOWMpL+Uoy9a836Licmwr9KLdgv0WTWhRGwnXTqUT1MiWE7eck0klKCMHTazXmJQqUBSyVHjKxWe4FJt3FC3o5exTdjVvR/N5J5oFdnklhkUmhsV2tTYxKlVnX8td6rPo0vKvUvL42Fdpy7cMKQSgp4WHPArycNezVC7WvUE7HofnfqdFvR5MG5k28jx/svn99PHZehb1ZMRkrK3ZODJyAEnEmSBJODJGMJoZU4nZNOmMFo5fotGjzpaNGyoWuyBn9BgWU4fU/KPaPMb/J8/3byjRCGnbt9XPUVjPcqtnP6PRV0mBTuY9vMHG+/naeeMqkgQSicbs1KU9KEnTNOKdITSR2VKtplXrtOjo5rjK8Om1BVt0gkdyCWjM4Qd/xOzRo59C+nLJcqa1dlLt/Oum5nT9TxulXk/Tcf33m3qWjh4e7zOnGjWDG2YwdMyOI7HlMkv7aHnb5p6Gxy2alm+Y+gcP6rj1jCTsYLNNnTZEhC7Jlqs1uMqsy0VLHlj2Aizus5GFhgyuzFYrejZ9ODzHQY4VVLrWVY15qDLtImatRx2RuFZhWqqTSSTSs1ijL1Hy23TovS19KdfP1rlOyC0s0wazUlC9mOQAY3BdPy1XtqNPF3NHEnX6/5AU9VsT26l1W3nVZ4T1ub9G42uzITtsxGMkSa0M80dFzwJGvn10SSTzgyl6muzlg6nlRt23EpBjLFZXZnzzT0e34/wBZx6rulcxcena57pkLzLgvZON11criT19mSB2llA66QTWKKTTppQTs4zBnBJIVmszqSTSCIBsxnZqzW4W3bnL165jcswW0yetedex+L6utl67+c383ndp47dDE5sZfp/nihFXVXajEpCzpxnryANNOhwLueJrmCmCcASUop2vxdIZI2rQQIdg7d2jRz8tvMtpdnU4XKSSbkzBdu4rwnsUOvkzauCnhbXiXbcR6by+n3sclfx3rea9E4vsdPnuS1uV9EdXMdInhWwmIYVe7Ro7OqzHDfHibfN31+S13D6B4dk9tqmk8oM6QMnQNNA8ZXKadjLagrsoRp7K7WlY3ce3Ao03upnp6UTifoflh1XIL2nbVRujzsZEF6lfQ27jRxanGNxuUjAHsVpBxpJx7fka9+m+ivRfOBX6CV1Sli108mU/YM2rxddTzt1EF6k04Fr4/SVW0d/iplLe523MGdq5YW02bGaaElHOJC9gVZJ2JkhLoOf6Gm/n2StqkBkNW47KK2xl+94d/z0r0G3DBL2nGV2en9985dnh3e4ZOR2lBl6lK2nVwOtzWvFuU9j4Po5+PnOvpyNFILQpO4qSJ05YXYHTJp2SGkcoV06EnFEpWkGE+gwdbCrn0s3Nddz7/AFHX8by/JdD35+B7Ph7J+Z851upn4zJ7PjPd8ZLcwt1EsZjJTV3QMnTi08FiMpaaYe7Z5npKboMPcoBUPTx7aVdpKSVmqkem2M3e4foPOcytb7PEmqu0otGRSjE6ZwdlfTpdVZzsm3n9rC9OceP77yH2TldLqMTa87836PW63zcJZrvqPkuo8Hox85vrASdOOFQ18eHV2ZIpaumHnve+W9Hn5OEz+28ls+ieRaGXXUhdtmJ0yEnawpKv1GFXbDE9+dYdTxTV2kyK2gdPLSlo0DmTj9E5/mc+nVnxpZ12KOtjSjNWZ7Kkp/Qab/O4vS+DTqR36F+eaWogTj7JTf4713J+r128Bi9nxllUkSe/O8i9Oz6fK71HvWuS0rXKqU/W8XrCx7j1LqTjd5RGSPra58mkNkHdkJkfYZbeNXVcrYlNC11bprQ7kXTUcezmpa2hqy56XWJ8q2vZjPnpBG2icY3Umnru07ywovb3PPCz3jrvKvUuVuqK3BXO3BK8Vgcl6By10PJsrusfo5+QvPQuojSsyhWdMx2RgCSBJWkVjjQ0jBqQLlJN1K4QXKdpFZkmkYyBc7Pzxc7TcqaubtrOulZX6v59DQy62ljk1ZFPUJMHZ5QYhQEKQ0jBCTsxOridJJNJ2NF2GsUZijuNUGSlBOzgxMgZJJpOwPIcKk3rnkfqnG63Zcj2PNeU9TzE/qo3YPKr/Uc5XqAMm6tXSdd5hFZyPUOQ082FfRJwp6sXkPr/AI52+Nz+tkXfV+cir+y+NU3GCWrKiGVMBdhJ5uuqu5KEXtpUkTgkzsZOyJAmgHZrdry9N50LlKyqQ1KwQhSO0521hUX7dCorqbtJSSR1/WfJabnsQK7Mx9nxNdpg7W1WITiH0HpXi02Pbr7PEPbTvYKVlcgoZw18sCjOXYHMqs7foOIyeZr9E4T22XyO3542PWNjRXy23scZw9nm2DLF9Z8y4urILdwrddpVOm5uM9SjqZ8SbMGSyvsqmPUo0HURasozR7kJVOi5Tsc2vh2G1rx9nyVGxVbt+r+Ub1VnuVeK1zNYT1rAR0NOEj57xnsHNaa/M+e6vnN+aiNmvdQzpmlPBZUqytaUXj+gedvXb6H5/Ypp7uT6BxELK9d5dOWMZY2t3BeSMokQyg7imGLIHZ5ERuKadG6lbotKm8OrlAmkGUWZISScDCT0jNqwuQ988ry6+WSXT5bp2BpNs6L+ddldQr1E05ISkCFkpQdJEjkUEZFbpesZ9GR593fCRk/pnn/YZdHpPEdryfkPS+kJLT50WdqnV5XtEWeWH6fy51PP+s5f0iWu5GSx2QeH+yeNei4QUEvT+fZ71MASvhT6flXi5YlYkt7JphXacXp3m0WDMtGZyBJ9jx7SwsaImnD1vhudfLrc4n1Y5SroJjrpSIo00m7LCptzei5tpL3fxaCCjQVitY14+r4s7FVtRJXUmLIJIyJAMjDquUdq7rMBSyh1XIxKExd5Lao9HP6zBf6D19Wx8e9OhTc20PMvR27eb5vXYch9h8uklfWVmoylq5SvxlR6TmnCzFG7iLsmpYkgk087fp0FzjdojkJ6ZWVx21sJ5ujgdIHumzh6/G6DPGCd0XdFKrpU3HzjnvUsDZX5Jn+leZ7sgIxtqa5TSZsLgydOKTIN/DB4WJ7tFxY0LRd5x97Nr7fyzqOWi1uYfSXU5FLueGHKIdDOGFHfoONuOCYQPLGOIxJpHD0sJ82xNZWmUwQ9dy6pu9a8sqHTfGzlrxAYGHSbvnqza23ML1cXlC2se+gjivCoJnnF7dW1CdNEM4E4X4yv4c1aMl2nF9Hk0+t89tZ3jfTd2na/hPGTQadnQ0UtSqzkOmxduHoHEoK5cT5f0OZ7vyFFPa3YqpHCE8GhQTZJSikkDurSdVmcSUqHCndxFLWUslTwCu0k42JrYVNbMijLpub9S4/Ht52TawNeP2vleFhx7kmXQ5iNCNbmFoV27Glyh59GalJrxRp0DjLMp1JhuhRcTIxpNJWYBSCZkyf2Tzn0LxPY6DE8spxf0Dc8Z9A8d0sTBh433XJ3MSNeo5qcwvrZOYBNEykzpnFTQyDUboTJ2BKxoQnjyxE10OLNUrtPX7PnMuvd4+KvbV2Hr/z16/TLv8mxUxaNSWCwhoLApRiMDOB80+g/G99HCqUd+MBffi8BSRyimliE7EIKWzWUgliFq9RngBJJxSSA2ZJyRegYubVzJ62ZfREmedbJGAXQrRmpwiaSTuKSQSgLpik7GViukphjJOydxZOgZ0yadaBLO2My3CQUtBgqTwytVVdpSid98+Ex1s3poz5TZxraXsUVWTwvqfQEyu4zOmi2Jkhc50nF1atmcnr7Lcj1HjW/Dzykg9t5REKat1EQCkmkpoSR6GYotJSuL6+GoT9RxKkHP6XNJLqcpTMyAZ7I6swxgpYk0rVU0+vwc4qb9Df5XtabuOqF0V9HMtv4E60YvKA93wjwsSu1JxC1NQRNCk102z5/Nm1RW6j6M7M6lBnmgQiF2kQyJ93w4R471NE2yl93AemW9gJSSTq2DOmBG8abtMQ6638CLSSnBJIEk47NZxTXQYHZ0X4NXb54Ox4+FSi7OdtWppcr1NVvXdhw3peDXb0MnRzWzs7RI69yJqnjat6R5R5l7x5T0MvJdXy46aNjGSafoudQXqKaUHnaAdqqnBjaUINOlCmQpOKmUQ1YLv8APo8/rNPfRAQ7KMcmUlNAkCkFgcTlRXaaFpK3UGkk4kK2oTkweqzqb8dnk0ZYlaJTp6WcguU71uMsfTzbAGqTtTiYBIdKyF+l6b59k2Ua96xpyUgm1lPZ7/jPVvH9h3SpzpOkA7tBrj+q5uvobThDT1eV8i9Jy/Veducn7jw9kvMVYm7XEpSwJoxTCSMGbeVJdpuyNvLecZaU4kUddSSSdwZOwz9I807bHut8B23DiSS2YlcpzKUsSCMuiq5zV2yKM5KSgQzrJpq7i6dnF7lK3Cxq4yNRpM4nPElKM41KMkZCE8DpDSxuDOzg5jLGesXW+cZNs9G0OzDXkFOLJJpJkDtMlKemyCSMhaSRI3+ekjjPSoxpp2tRikrTRDKNJxSdmpIyFSfdwt+E+/2PKO/52/e6jmb1cunKtZpbgaRDHYqtZ3Hdpz90fHcrvOd6ePo+aw9OqyCGxQ0UMkp1JJDkjIRyxtKKNiEEkhIhcGmiUZGbGNoN/HjINPIZqUoBFMMZNyxzJELaOe4s6kaiSTTzwinox071dtFpI7KtOuNaM06U4I5poTauoRSRn0amWd11bn9DjrOrl68dexcqhWW1zskbQaM6/Tu+5zpfFdZOyrikLodLnYSyt/n+lj2hytPkaNgefeyePel8n0uXyc3azCwLVkmhThNGQDa1WQMmkE8TswmuVYyBEMoumcimdhoxQyF2QmdmSAyByF0WK08KmTCiN/q+G7LLsLie74RxdNa15KqkjSRihqWIh2qScGdJpM7gyYhCTakbMu0O9CfMex4vYcjsT4XS0Od0vB7Xf8r6LzeKgs6ctUZommMJGW6CSEknFIwGkkJSmozhF1KNqqyTnjuDGTVGeUWUlkdJOnAgJ07O5y+vCzr+s8q63Nq9Zv8AKdNz77SF4N2TgFO9ntebefemVehn856/PwprFnvU9WavpZ4CJi1kY6KWREnAUksQplGmcbYwspKQehhOSj6t47i30L9K1v5w1JoBLocvsabuTyrVWUSksVpwkC/QknFKValimUoXuUh6O5QrZtWpBghKKZ1ozMrskZZ01lJ1b0EKfQdJx/V8/o+iJlwPQ+ZwyYnf89TrC/Q583VcPZhJrJ71U/Vtita8huZk1Rn2uV6hSs8r1dGTwNjketp7ocF3PNEez8c9n8x6XnfPpqc3secCjTi9uogkYXGCtVhTDFOmCEWvT/Pq8WfSQSR6MyUsYmdjYDs4kc1WMt/Adk0rtSSG5TlRLBuY8bLkUcYmA4pQ3MNIEk8omM8cZhZ28+q7JdT3UbmAcFdliIHsrF2dxYmQXtvnLGfZJRKayqL0/wAqCmz3rk4vOcPQaaHQ6vIz0ynCQDjQrEBjjTs0loZ8XLEYNTQuwEjiGrFdCITAFfoJOQGTTsnaZ2QJJAnZx6+1zGtTf6lucD3fO3dFPk6NBM4qI4uI4+U7GCS8g570vld+fC5XseRvqqk2ldTnDNEDhJG0ilgCy1dJ36E0QJEnFSwJPpMvOeFqe/nTrkhPQTz59zmqLtbtqPH1ykz2WqhX6LTgk9oKj25IyoNtYrXpcXnY49vqHl6WjNaru1lU1dSg80tOM7NTRZPM6vl2a9Fza/PYd92jUPfz206VpOnCYThtdNxPr/G3dykvPXsJwQfIdVynXQlKYlZHJ5bvSV/DdfaidcPMdPkVx8IF4/f8kWSlG3USTk0M9lILr0gvdNiLHqxrVWxsyQHFqBnA7SgYo1KNOTQIhEp4mUkkmiZiTnqzRARRoFNBZFCEhDhdk4upBTIowT9c5jipcm0ulwat1HofF1Y4yiUsWjMk6cWSQzZEpDJHeTCCFBu58MEZzKFTrdpNGMreAyaeaG2KAZuxpv3fPfcOJ5XX8xYh7nAdJmkrtdSZ43A42kTBMmrtNkCc43FJONlIKBMbg6ZBfjLuux8lj53S9e6ryvu4x6h4JMspBZBAMsgq+Vu8dKTeB+qef7acyaut+F45YnFTAhuI9/Vbx9HTy5xvUnukaBCpxexWSLlYO1qu4pWqtlcqiQpgkhhOSF5GQmynB5OowK7FfpZ6fpnmksSklJHdRaq2qybhb7aq7h61urbTaq22TjuZpgViveTqIb4RzUQjKK8iaHPJpQvxCI9H27yT3TzfRNiHmSWfewKp53V422oSEDyaSZpM4QIqF6CmXhWL0uF9A5ldJXUr1Tyvs8W6lzWj01T5Kr3vESO65fq+Mx66Bd7nShyqhLs8oXZ3Ft/BaFil0sgCFPOtnUibjGY5q5WE6skScbdZnHL1XH6dN1nFSnASG3KLei8PXz6qIzRacjOuxhPCzNHMBGLWVJJwYn0ozoGM8ZU2JpwljB0JjFqSJ2BFLCN566Bk7NJ2Qi0cxQn0k3Kqq0wSvotVmcDQJMwSkpGFk103M6Vc8xdZzLIUnsqZ0wEKQK3UnjOYKxKRtGpR6D0TyXqM+j2bU4nqObo0VFJVJCYILE1lM83f0CK6Pztl+weUdLFV0q8klr83q0oTrzFDbU8ZC4uzyDiM+mrs5i96ji4tvG5sVjdhrK5qBz6uM1V08tOJuQMC/QQHK8CYpKUUiEEYIE6IOi9H8T0MHQphpZuzFbCupJJjIq81CE5NPY5yu5metbUatUBa2TdqAJjoo9K9FwOg8Z1WZ2ri3LdTy0LNPUp3FUSZNuxCCAgrccViPO/IeU7bz33eFiFb8qV2kpJ0iKn3dLBupqJ8O7Gg7DiejzmljW3GydDZJ0WIRcGZ0DTwIE8vQwnn5Xb8nCYtVltr7fg7EFdisFUsrea1TTYLMgdLyfa8hk2Vo5oduE9fF6Wq3m3nr2VOxCxjG2imU0TGYjCJrNYLJKqncqWoExBPODO1pOsrlJPQz0mlLFaCs0xBCNqJETs8oucaTv1nmjZRTvOtkyBamXLCXRczs49drJjuoB54yUZohROzuLOkCZOD72C8Z933HknYY9Xpl/lNvDbqHWmrZAUicyB3PA8X+hPN9dPjQa+T08JBJoBlyM4RvZ7jFbh43uFng9DxJ+x4nr5RztnO3VV9re4YHJ1dTvdZznOYttnNctuEJYlJJJxM7ICG0oyqpPKLJGm8aQnTOxj0aELIpI3lHY6bgHovZ5pLqaso6idGGSMFHJogdertV3YfY8n6pgt9AmF/N6HTIFy3T8nCzo7FS0q0nUWQiQC7NAGM46TiPIfdvE/X5KzX6PYyW6pOOXeo5NNvXnkY/P6GvhiunzJwEbIIhTVpVlGRWajgMgkwLETIGw/p1F0HctzvG6nZeKekcndDzZrdXt8cwSEbxWU1WsSqUE8jRlvcoYgRQSzhEpI5RaUyjO/kdVi06Kz1nuzX861EnG6lahs1+lhPIoX8+UZJqszULsnFI5FKBdFzybO4zrSTgydhpb2DGSdKUGMJkxjNhsmthWGyIRK3TRdpN3VdvCzI7IbGAzRkjQWVJJxJJCZJKTskItbHRL1Du/nXfxX/AEEfC9nz75yE4ylGJm7XD9nSk/O+B9fvaa/ndaGf0sE09L1rl6pvQxm+fd1k7DLnOjG2PjPAe0eMe547dhx1jq5mhKSUIWMHF0YAySaMbVRSdnZxNAlJJ2cVaqzKUMkjp1rlzeovy9Plduq7V4TteZpsoTvX6XNu07EY1GYNF0eFWhZraPPTQtqJK7N0fsXn3rXkus7usCTOzA5fp+VhZ0VmCwq2YhhIhdNCiGIopYYGX4R7/wCI+gow0i9Pz5oGvQnS1M20immVlbskCdnAkLqT2KqTSIWtjOsxV2aNAPZaLYuqIOR0Ho2DTfyv1Dg74+YBei7XJmqaOUpEURyrtVwYfU9153q83qc3SUnR5r12uuNNKVplGk9KiIqTSA0oWdDMihZ6R5/C0JjLcqW1FX1spDSFM1U6EMCuz0TmmxKbxZLXhu0khmBgy7SSi7c+fPCzdzdzk6rUGpn30GATNV9DPshWVmMI5ojZHJEYhWnWjKqyU60YIEkQC6QN1uXj03+l+Z72FXZoZ3VZko5SF76LHovnZUW/Qup550HK1dKQjFx2KxConYy0eKYPuPh3ZyWPdPC/e/JdHeOGTyHVJJ9kEkIZnivuHgPo8OK8j+z40UjCDIgadnQkyQO4zDhmhQJ0hMkgMOq7DHu8s6ahTnX3C821c+nrseLR4vYlsZV6FocP33Hd3z9BNN0MLRkAnILI4xKMH0830rBo6rqoT8hvJMnExFJnxnY8iWdWQyKsE71sUlOLMng4wmiqcHkPsfmPTh50yXtuTNCYqWhn6+PVN0yuqdM4MYzqbwWaqb26fp1N3DZWxkTrfa1fTcujnusx9jm7pFGMCQgQ15b6LzNsfLI7C7vIj9G800KbqQqS/PE5dLCfONejDr+LT121U7aMtoqwRsdkUoD0WAMJ9Ry0kabsnsrmUEkZEhIaUN1KbR5xRsU0L2VCiZpnTA6ZCTphOzockbONJxE+9gHC2WFicGZ2aWnQCM+p5V2TTTxzhJG08XXRdnGfEqSOyp0yadMgTphq9RSfVZGYqrU96hbS7igfQztaMvYOw8C9z5Ou0zFTOtR08cjf8E9nrXrwr1KbAx6/YT4Tt/nnTleMtCMGZnN+Kd9xnuuRhONr0XOep6h5fTc6INGZ0yA+24z0vDv8udpNuIWZNJ5oBJ2QaW7yFyjQO5z3QxnkdXxlyi7vMWOnyezBPFi9Lk6uKYb8DyvHNRyKYjCyBkuxh2oTl9G8r0+dp9q1vDtjzHT9gLwqRw9vXlVOs9h4vnura6t0oVELsmzEEB04pi6CoDge95XYvFl6Rk+ywcbc6aCqWHT3s3VVQJwvplYUNWp6ELJq1mcWevQu0y3+MafsbZ9HF9hNzWTTc3Of30ChlQBwuPF2cvZb8CsXcvtcinLE11S6Tm7kZX++8mem63TctGcL1O6waaYSSnBvVvLdfHswJ62lqy0NWhrQnSnz/S6L/LFuYWnKjCWcI0mYUkKSJmTFJGh3IYpYyiRxuLpJxSZDdJgSSEctdKRMyCRgMbxp2rvR8rv5dmSd3KnXBoZdqdVb0Lna1N9ahLrW1YieSyqNOwkxi2ydgUtmtGUZlEFqrbpiTppJ/ZvGNGiz6PmytLj7JBdwwoek5xLnPN/UfHN8LXp3kEtcfbl4o3B2+38r5oPXzauWy7WNLpTqt5i3TVtV6juYakimrygpodyMsRdnxkZywvNZU0TINTLSQYWYGDPAg0823Ui2uVHZuNk3MWjOlODZRcrqAHTKcHaxq1zo1uy2cerjtnQm4/S5ja6jdcuG2+iVlWXznaupeZ+k8n6HyoJ0qK2TDEISZDMQoQnFBx8/0GSnakx9f0rXK7j1y06kFa1aWYoWqmT181kPM6no4yl5v6jqPWnM1VNkUYPwHU8jKzpdirKokIEx2aQMjpOf30caXUVpPwuv6LjdTm5MnQcK29ctbTmo3Mwov0zzrQlo0c+9ylryLUzDRLra3M59GnBiFOF4eiwlK3TzVOpiY7KwZJiU6RA6TSZIHSQmMWJSxuwMkCZyVr9c6iUbJXEp1JnZjuKG6u0k04yijtVEOzXndOyDRQsngrJw7PjNHOjNdRy6lDsuOZJneztCSv4KYE7KcNCgmTRtKEN2TNjKaFKUOw9z+YvWsGr0hgLBeUUjC57O3piPznB7H491sqIGviITQuKt1PTKL/Mu64mYK8gnfT0nLsUJp1stYW9hWE9jn0wpoVYnGuknFGBpuJMMCGVqJ2QlLGk9KlKoW6uDv62G/itj2TZJ+W73dLJpxNlDRZNEUQNVngYKRMchYTZmtTjKr03nelzquyfB1cqnQqASF2khZCYhZHnaNCieD0/Cd56RvGZtsxuAGEiHJiA4zABZ3CNEwRZulXboUul4BvszkFEUrGEWVs5rdjXo2opwUAcj5V7h4d08O1m0VsyW6knXjDm6bp7tHZOq/lRS14kkhO0rxlCtYIzzJt3nhS2K0MkTMnGaJkxJOJkkEsSSE6TEzoU0TMpIJteuyDruGmrnUr7kzMAwK6o0LNJJOKSQOyQJJAYHbjKipdFSgrXKCATqyCSQuqoZVvNrrju81ZUnStpSSGQkIEJpMGMGklKiKwoE/pDY+dfcOTs2WFUTeCdBX4L0THa+dQ9K857WNhkKRAk7gnsQjBnlFC7OxWqmnCc9WOGM4ScLKbcMcqlCYpq1AxJimUkzvfhLOK5RanUPS12zQejdVy+j5rodd55ju9RMTlBwMBuzMJweNsoTEICZMMhIGcmE9G/XHy2L3lOE+Vp51bBb6HF55qun0TQzbU65Ms5B4FTsblsobLq+JIUyeJmB0yCR4ySIoiHJDIgaKaIIZSII+R7Jm65GgFSJEdG9Xbyt/G2hLN1MQZeLe7+I7cmJPLD1OeoX7OMuLmi1WsrXytFSzWledctOUUwSeUWdMh7NZh6GekhJW2qiRsBJCdpHhOap6P5zVczptGZ0kCTIU8c9KF2qs2Kmz03z6nOKMiG+q3BGmklI1GnYSU0KaRgySPTirso+gydNzOp4qvQ+A6HOjWhnW0uk0oy9dxvTZ9PMTwFdQ12CAc8N2NSrKzXlAhkhAyUQW6pAKeCSMa7fiVE+lq/mvqXH2WJsW3W9CtZRLI+ePoXgtlVbrPJqK1auXTboc4hSnXp0ASkztNKMLtPFw26ZMmruwGDk0MkdyLqKVDiZG0cGx6Fn0eS73oHUZruS7mV8Ot0mgxyNpwZjZNCTACYGpWgMZROIC7JhnBOCTshV7FYI+F7HhadNXN6vrB4HVgV2V0JgwmLClikRIzCgXcWnIRBSVyCdQyCkcBCUhFSdOhEzCOQWIYkKAijcSz9OmPI6SnbCPluozx6Hh3sPh27JSFn63MZ0SAScGvUbpKqzsIga4nayn1oyyR1e6qu8wSWjLNvV6tOjOIFdnSJmkzoT+o+WdLk2+yeRWudx7stGuvxhSQmcgAhKdTrJIi9qogWjnspbGPvhVbhqaK6hnZNIhQOcc0ZdLvcnRxb/AG+3Rt+d9Jhcft+b9ji3sWWLrch000oRMTMSneMobcGvC2oeUzijkgnXagYUSM6CercrDjRjKLJ2CX2jxSbPb9O4eP2PK0jNhbKebNbop/OcHo/nHbxWirTM0MeWFqzZoumIpTirMCiK1DCO1UIWkknF7QxRmFmLXjPE6zc7zDsO5gbGDSiijRdkGQGRIbxyCg2ERpC7SFxTBGDHhNDJGwojYgSJCKEhHDR1GCIbAAJzRhGnAHckDmBoUbmEDu7QqQUCMosEhITuyTN2cGOMgJlGnK7CMScQdM4SA4okjZwPm+krMzOe1tixeJ430TwW/D5m9hb8de76T5ZReGrGVkKldTWVQ2IJERSHAze6rzZ82luq5zTsh1HI5csZRJzvzAkzTpIEzoGSQ3ZISdkM2kiTY3sDqNcpiTuLinTBunnFm1ZzstOVOzgmTgmkBO++c8Z6PoXlfY49uLkO2zFp5iNxCURaWjn2Yz7viOm5nHuoPJFu508FqsSSMCJC11SGpoUk7VI7gUElOtW6zJ79jl3pv632L5+7bNb61HlX8M72ZppFH5s+kvKttfAJLo5VLE4nEhHbruASAN1OlqZzI6TmS66m/j11XK21TyWOrpu5/vt3Z527Lt8rQqn0kE+qLH2jlRKgScqd0ABiNiAxJGINFIgjaVgjTyMiAkCJMAmBjZMgeMxAJAMSikjG6SBOmQRwSAQkAzYZBRJyBMxNJG6IyJAyRBE7iCTkmKZgkBABnE4GYGN45BQ8EoNxZ+imgkyQTvcl19uS4nyr3Lzjdl5Hpeb9H34vN7NaSykOm5oYWb2E0rUbK1JQrteHqsZJXUEKQ0nSEpIgTs7TImGySE7KYcKSBSRmgE5AgsSEqisgkNqheUqK7PjYyIJ4Lak6QJpAQ2lnIbWIGDSzmSHSUoskYxTJHVaXKZ2XdIcD6cSRAzVynQKeJBLXljGxMZGNLo4T5yXuuEhb1HJpTrkm0WhOH2nwu/WvfL/H73M02eb6+m34fNiZvUomrk2jPcpuwIwsAz17CddKw1W69srJqHpafb59B9HVxcl+xwdO5GRdfY0RZ+gpkRp5EATuBsKQmaRjkwg7xGhkmaIXYbgbgEc6CAjZuKQUDxGkmBiBnYmIDcIE7AnZAjCQZMEgAQOCZ0ErwypGhZCNkCSdNRStJDBbjAU6ABJA4FGnMzgOcRYcjJCBjiAaN5Bzt7RxiXQQcV2xHjLnVxX1/PEsXqHW5vl7zFZW8AytRbOLZT0cg0nGzKytKeAEpogYxYHTISMDTB2TFfoJCsQEAXK7jFEyduhLOnTRtKMkMsQTwlKnAyUoJJDTpgSUgRzwJGnmpJoxlbgTpwZ+m52FoywNKGhNSrwnKoZJw18YXjIxcZRY2kC0EstVunyjqcOm5lIEnadas151OLq+Ss12d9Z8x2Mun0/p/m/oYU9r5r7F5OSybepnXw6rkWgsTX6itraKWcJfSNPZ5XS5jlPWYM2jy7p63RCw7PQ6qWBdvRChz9wk87RAgRJ0OKIQG7jB3EDjMgAhdDARATEwMJxg5RgyQEw2AiCEyjB3IRIWYbskxhNCAmQJiQyCQgjAhA2I0REkKRGQMMgIISIQMnBCQMAhFMopYwYgdkqjmGDCaZMyBkmBAnAZAkSZ08kDuIfPMYv6LippGDSowPFkM0UkyZOKk6SXNp5MlNfTWTlKIskJKRKQFYrAmksJ0jmgalhs2ISuYfSXcl/GruTiuCXb1ZpZVjInKupw1Zo2mIK6liae5TZNSRppOmSSdmEhQybTz4TY7+UFmBmaTtLKMSuU4snaRqG3VYZOnAZIkEkckYM7i4kKcGdIJoUyaSlCJO7GIJUaV213nG6/mHXdZsUW8PwXt+bdX4fN2tfVTm+iwbOa2WatZomdivIii152U7R5oactK8h08aBjNm7AQElLILjMUwOLkNwcEPCaaJOQJ2SDhkhGTNIxoZkEJOABJGbUZpAQkk0JIUbETIkTgBk4RyIBiEwARpJCRABpxQSGcEJCCjkAGYRAhZABPCxyTjaSMwFwQ3B0hyBwSTId3TRphaQSiz5zTP6HhsrHodGnzR9XJupdF2MJ8ZJ03Pp9/Smyef0uXiVvq8ioraTqOylBSPbjOg+h32O3zTovY9Hz3S8y6PrR4+ytZTYNDM41zdIESKMmEzGGLz/cR6a/JOU+gW6uT5wXtfD+h5vGKVdrBGT+kZ9PO8r7X5nRpwZbNHdgIWtOOji6FGuxtOoDRV9PLBJTzh6H55C9Nzsp7qRgTiYiAEkwJ2TTpkDpdHCznGU0oRMk07OgZ2QOmQ/QO98n9e4fXu1redTO6DgyvwfoOe5ef+iZ1Rvpp69pQZ1KnWt5tkjZd40Ubs8ZKWJ4URyAmSywSIMozAiE0CiYGdnCGMxakKOYGY4gISgGbgbJYxSbi4MBlKhhkQglAwAxYEmZhoXQScRppACEnQObERFxIcsbug0KAiBwUMoALO4RjJGABMgEJoRyMkxBJACdOmkRBGYEgmYmDIxuIROg+dd2DN7/ACLPVchrU3YscsenM2zlxRlt44IEvTPM67CMJ7aYDAWIpPSsV/CekdlP43tI4y4m42AgchKSdoyQKs3NtWU2nVi6p1h599yOFInr3K9qjRhRMHZoSp+deoh0M/z90vpHm3sePvediu5iJge/OydnGYCOM10fKWq7PXvG5grtgt1LGjLBeoyDj38FJ2QgTinZSjbppKSmh6muznIer5VDJ5LaokpGRpITpkCs1knJGjH1vqXP9JwuwcgquTBKLIBIwGhpizE3q04rJxHFtnaaEFjG1BmopUKOQQgYmkppQaI7khonNCEiCMTcK0UrMimdCnjNkQKUGxcU2SAkFFMAMMrCQOwJJgd2ZjjLGKOeMwNOk3FnCJEkyYHEM8JMM2ITshGbuCBCQAjTJhhI6ICdMeAmAXIRuxCDJIESSEwSAnEQmFxYmKMXz7B01rt8zkHke6kY5YWkkmkcu5CWDDagat0kwaGhteo+X61LVjPxfbcxeI6ms7aqM8I1S2alrM7OPQzNHNx3HoZWzNZN485OFM/I1Ix0tNc2e59CjMu0lxtmvmLd6WbnFp08GisJx47eK82+gMX03L8UHWyff+dUkasiQpAnaZESJmaFT1jzrla8mN11MrtJ1eazkF6L5yCdLVQmdDveveJdbg6XpnjXS8RCYul0uUmdgdJAyUgAmQK5WuV2+1XMjZ4XXlSAJYWQM7sCcSajnjpj0Jo5IgkxBA1mEDkCQBRMKMLUYOxEgXRDkkZkOicIU7BGZoUDGwOQu2wGAAjQJ2EcgGIRtI4RMYiFSRgTg7UsUgpwyOzJ40hoxZJ4ZGG4OAhlRARxGErMyJAOMEzMDCaCNpBBkzAmJmJOIOBIGEhTJnYBJiAoyQSMUYkhJnzmyP0XEB0zCOJDSTkZ5Kd2MlryYdVlT1CbtfHdlzgPyPYkAjko9bNk103qWtm9KgQlo8zRsLP0OnmFZtuqdTaxtNGZtY5QlDHfrZLrsM+Tpq15cfe204IEvPb578uN28celmjy9J09a7dHCCWLm6IfI/Yoevj8DXRYP0zy0SS0VOzsJ54gU/o7OXTfJPUeJxewW+jRzXQTeLUypcwn+l+eFJXVucaHJGkCSQnSQkkgSZxsYpS9G85MKbT6TmPRc+lu+8i9T527UiY1FCQBJGcYNKEjUQzunR06KC7LHIhQyMMJ65hI7MJMgFYZSIZiZOUUQmcJBsJACIXBA5CiIHGk8Y2dmknEXCR4Z0xSEHA4QMDBowaUE7OgEnYzs43Y2Qzs6BjmhalEhGaTic4bCBZRDMJIRGmYFGcbCONwJCgZ0gZjACY4wdJIEhkBnTMdMKainTPnS7nr0XETsnFJ2Bdjx3YZtXNVLkdtUHpmT6X4ztSHC/i+3O9fe2U0qmhltTFAWW3Xjz+g7uHAO1JjupaeK9crlGQaZkmVbeN44ylYDQkSaG3XC1HfzpLI7GFdz74Ex7lcpOasVmmlj6OMuaAW52iPyL2Gl18Xh73qP1PySZPOLXqPd4dHYdrUtfIfTulmIm+efovxL2/J5VpYvbcZJODJ2B0yB0yBJIHZIJYkkyZJjJIUvs/ivsXO6EeR6FxODf10nM9ERtxskgeIAmniMCZ0BBMkBYgmBwkjTjkBmphGZEaThIQoCZ3Q7ihk7C0YOKaTJhA6QJEDCEoBO1eZuMwlApBJAiYDcSAi8M8IzMDCM5YAZwIGMXAnEgTgwIU6JI3dpmAgezCabRlE0SBwIo0IWKEZnHOxM8aHSQJ2EHZ0xiaRMCdhJiEaNhQ4jMHzciL0nDjSQlv1/VMHQ8Tfv+F0Z4vRfP8A2Th7dNgH5l6ieevt66stEFL6XJrdF38POSve5mmhdgpSUz1ix3SNHAiQ6RVytpHOImYyRKI2SuAzTsA1SliAouRmGS248eXp56xXbWW0dHl+n62XkSGx5zoQRSwRlk+Te48P63j8JcqF9B85v+weX4Xkup6tS8iecPpbzbW57j7MrKxn9xxxTPszpJAmdg7jM1cvm9TmUl0uW6YkxmAVLcw2QOkpVpnYdj0TlPVuV1a1zhNbLp2I9g1FpE6Gq2Jx0b9IhWyBkGacIZ4pQTpIiAkyUDkQBhImDugdxdjunQnMAeMmB4Z4RIhNtMziGKURwSswSCJBKxCCTsNCQiaOxEmJhIwokQoZoJRxmEghlBAcckYGKkQ9eeEBdOw2YUOKAHJA0xO7BRxocwMAkZwYGcCZmGjjNEsUggxszTsxAnTIGKUG/Ca2pgd/i6WczyVj2fxG3k29v53psQ6/t4Zfk/qnZ3x37ufoX/Rc/Ea3n4rgsVr2azZwK76KyQhztDuJJqKzE1EREg5BOxAM4tM4AEqiCLsPCbDQgg42ji5o2Sd+tWaxSdLzfR9bJy+2ONmtuZE0XO0DDYipn5NU7/zr6z5A7VEu1hZpWa38eq1VrsT20g7Jp0kJknGydgdkg29Hn4M+npOWT21M6adaUoJjegv12dD6rxPa8Xrc1y/oWYpaM9S2JEaQiAgUUqBEmCRxSJQchIXQ4heQEYToY4zTdmYERCBmyEJJAKEBywImhOKQE8RjOGcERRSCwnGQZk6QDGIhaaMYsYNRGSJOBIURtKEbsiKMJBixxiRCYCjjTEXeSTJIjIZWABsCQGDkkhHC4OQIbOkAoSalFji0EgNMYmDCQgnBwaQbAfPFU9bvcnEfq+RaMZekT5b0zhPYfJdYkK+e+jM9Sbp5cG9TfDf13O1+p9BgyaQDytToFjtcWnQE0bMJwaSFRyRdh0ElKIhNSsJgLuKEzFFi6ZNweFMk7wYJgi7uzzIb6ZdyxndHPdp8/Hkts0et5TJavNfTsPfn8zOM/rnjRt00iaJONX69aL28qK3GdRulw2qztLOuNkmkkgSvUlJlJG0kjEUtX0LPoeDtc3k9PG7XF6OKgluRJx1dGoO/DFOAG4A5iQODmh2dATC4SgyADGUFJGkG4yIEhTHkglAwcUOzgNMo2OLoANk1I4OnLGaRBHYjZHKzjeQXQ4Sxg7JALGDExiAODtEhMGTOhzBxOKYYyg4PHJECdjREbm1XNEELSCwDTCNCaYi6GYmImSEEccg3Nkh4p4QURppM7DJiYCIULz3zM27nMU1drqE7OLvO3z7fx32qIZObp6DntnI6eZmMObpkl1sLbRIwSZLilgNxkLZ2u9h5k+nXXy8XV77LwX8uTh5zozCmQopBQTIGG4W5Kvd6C56Xnc2t+XZTyOb6DTxX8U92j5jpGLNTN4TAfY8h0PNdrFaodTzWS3reNjaMpYRXM0+WUeu5L7R4dM66eTqMPtOPx7aOtJUvor1tnMlGBWa84MnTimdgW7hd1n03OD9X8gz6Ru02389Wa5ouei8V6PzOjq89qHj0WtOPODWQoCjmiDM0QmJMU0Si4EhiRxjMRMERJIEomSlFMDs6TkSSARsBO4gYSxAkwMUckQEzMDyggJJwIXZNCYhHNFKwxcEO0kIJiYCFxBBImRoUx07AnY0kQkDM7AzKUIwJwEjAExxiIHERwmQ4mCRjSxkhJ0M40wM6YUijnTF0gGMmYzuQA6QE6ZIRMW/nO5BF6HiyR2raeVs5HbczT2pi3yD2bAccH1o8nsd7DLqxZt9Z54Bw9tloXrlN1lHovXcmji1M3m6eh2OImi+9WRr+y49Lje/5bhbqChfyXVJ43Agdgt9dBc93w4eSmy+BuGaMeDv7LR897n23Fm43tad8OFYh+dehaCQGz6HnK+qrpsvLKcUwrDfJXMK5UfMfXeN9/wADlJI5/fecfXq7dF/NQMN1OziumNNEzglLG0ydgVmAYy3MNJN2dTgk1tPqPRMkOD2bu1gdLFysaRz+xKw5RMQjMSCSvOACxMBPHIBxuwG8bgopY4uVIpJmNDNwKLNA4NJEQpBJgBnAGEkwU7oaKVmDKEwREkNIhSE4ybJnECJkgRIAd2cBExaQGzZCTihkJgc4yiMMgACOBk4sASJpBCJMEbOyCFk2JMQkpBBwJEkzik7sQM6QJ0ICEwMA0gRi6GToBF3D5yV656HjYqU8oweo8X6J4zu3Gjf536IUhixmryMsS1ZrISxJAp61uce8lS+o+a4GO3D8y9IBg1Upu6869B9Vy5cTb5/sZOdcV879BK0BNHrY3Z9jJo1rOD7Dk80mb5t6J2GGMptvn5b6/R0JfT/M8ZkdfyHzr0QREPI1OmBNnTyIVJCJnKKMko8Hu5Y+M2cf614xtTMVtLXqTMs17nZ0X+fp20ZknQMtnGjJJKUUnQJJCW3jeg5dXb22fkdLPuSTg84SpwjYrg8kMoRJ3YTu6ANnCIxMBaUROIuxpYZU3TIZJOg3Z0MmJgE0qEkIIDjBkSHEkTRxk6IzEm0SjQiB2MJMJSiacZi7SF2GSZ0AEjMjdOyRiZDMYiSJgURsgE4MdwZkjHCiUUgaOQBJCgkEXCRxcE4iMmNwjQOiQXZhAkBOLoE43YZAQo3dgSTB89jE3oeKpFG1c9V849F+cenneMPG9ozhaqTqtamPMM8okpCshXmcZr0V8rV+m+bzOP8AQ8vibOQGWLx3YH0Xkuv9fyVxWvy2WyaEg8t03ZOnN6Bxfa+z465LreGtjSQt4ftFXeCmcpxGn3+hgb/1DzNTzv07yrzXRnjYfK9V0hg0QqaKuQyBZDFrF2aG+jzlJ/tvgkknFM6GySBJ0JJMO5TWhCypFo54kmecElMPvu4ztrhdgmTQk517SdgkSFHLGICnhCN5BG5OAMbISRgASAwM6gZYaQU3EkBuwoKSGYAd3AHJk3ZONRzRNRo4wZOwzIZBMKYGTIk8L+NQn7JLxPXyjOvObUTvS4rVI7yxtqaRMgAZENkiEgMByAnQiYBKOQQBjjYBkgd45gjaURROxBC6TSRIbpSIFnAHYgBycgBxNANIA0zOxnB2pUhQ4GIOQuHzivUvMe5y45RO6nb73iO4+XerJMfletBKyqk8YlapZIzlGVAUozPE8ld7Xz2z2MnoaztH3PEhwujVFkWHe4bj62KM/Hdg2FRCQOPo+p5rpfoHAXnnofm3N0KMB8b2GjsNTIQlBvp+s47sfovnl5r6V5xiuoxsPh+2SIRuN6vfCBlHCRRpgeGYbF5W7t93+fO0kbi7JCWnmKMk6UopnYF6V5rdz6fU/H5YoydMtWRdBk+rY9e3aCfldGMXBoLdadPRUcyFFK4gjkEDZmTdiAYyQyuLJpAiIUDwyoJmcUyExYTMkMbinMKEDZ0iNSCxwJACSGDuQEJAAu7AImwx4PtXjLloOL7uNmf2nIdZKGg4lOuhk9HzGOPVFmaWtpnYbHBKJgJ2C7GMXZkhTMNCQNM6QKWMweSEAdmQCxxNSkDIISEZMmAk6E8gRAbsA5EJoBJmJIxMxoGhIGSJkn88Rn0ve5HMzQduPI7zj+u+X+okQt5bqkpt7TXl6Wj03rOV5FY6WHg7somhw3SRi0JTXrPZ+gwULFfh+tk9JLz/ALLZVeq2l08vB5fp/GeO6+GRB5rpSOAM67oua6X6H59eael+a8rVGYReO68kRQ55yxgyfR9xw/cfRPPrzr0XziqeWxj4TuAY2ZHWZvbY/vuD54t7T8x1OLjmi5mlA4zPMUz/AHX58ydpVuyQ0kYwRiJiGynXaaEEnZpJ7Clvetc31XF6zs6psgTwNSXK1xN7EJolZJIXZNk7slC5A2M8MwhKIgEmYGNpQSZk3EZAd2QO4OM3dkIZAGcZCInFAgNDZ2NEZJMFOgh4TufN4W43TBuRs5XtfLu6sjwPoe9aQ8iaVAc50XO8YPpsPc7KFCLJGjMZJ4gsRuyBJIIgNmAEiEyF2iYnTQlEmaZpKOR2QLGIDMwgk0oMnSUacGzaOQCIHQwygwScAMXECF0DJ4xfO9kI/Q8ZpHiFu93516N8z9STPF5HsSdRyqth6+s2X6h5m7z9ocV/BuL/ADv0D3c/sN9HRmm+kec4XMGD5d6idoos8+66HybufZcfoBJen5nn1PpeU+bekMQPnaOi7DhO797wl516Lw8HhELeB7pxIK5OLsHS9vyHX/SPOrzH0zyfnaH3ecXl+p6Hfzd/6F59JLpZq3l2vzvgu+kI8Pedc6Wqvz4hL7d4BM6cWScGdMpaGfYUXXt1bbK8Zg4pK0E21hen4dvVqR+btFSwNQDIA5btOymJMgsoElKUUgMJAEErpjGLgBAaHTEEiZIjUgMYxJNnRiZIRqWOUbiQIKvLAFhOwIHYZskCZjQwowijnCRDHZiT8/7eZEp3hNwMHIORk6J87GeKTQkJpAnDKxwRA6eMJRY0oXIQURxsJRyAbjIiOOYWxUgiAxQCJCIZUIycJgGM3RGxRsJEIG6JDJzCIZUMRScRTiCGUh/N6Vj0XErqfra7OT9R8n9S8N3Zkh8B6Ek7wfe8JEPWynLGXO0WYhKabu+H7LtYukA173g+UloZ3yn1QRTBVKO3GmepyZul9V8tgcV1fKeE7gyxFxdtj0zyn0X1XK0ea6Wr6XneXEl8s9OgKKEnaN5noPQ1Lf1TyuX5p1fK+K7Yy15+Nt9GyuLDuYfQeh8b7jr5OLi0c7x/YZgYksfW5ns48CEh+ueISScV1XOXKNHrfiG5j03BoitOZwBmQXqFgUN144vR9rxN/kdJzZqrCqzRhWlaMJbEEjciYkTOLoGYSB45GQEgJjA4CdkwSyCkOUJBKLuDITGzMwGBMMyFwNk6SBEMETALgYOmIGlYUwImYo3AURkzcMZkyIiAJxiJI4pIwlcEMjEEIjjbZyQOxORSAhiJilGkLEQOEskEgCxIHB3QgULJFUkCWSMgkQSICM3YKQgYGATCJINnQSRGCGFnYCJwB1IHzg4yej4Y6FAVOT0/yvp/OdLsWZfJ/XEnjjJIXsTywzJOmdo9fFV0PXVi7X0/zOL5/wCtYHA38GrNXxXadh25x7O6XH/RfO41Aw+b+jI4ThJdFzb6qvWFQv8A0/zPB896r5t4bt0En850otrL9K7uLUhm4X2vE52OJfNPTSg7VSTDLIjF2mpIk0hA8UxcZ2fn3seLDJEvoXlS3cBRm80BSjoUorsZQwuMovq5Pc03cOrFayter+X+95NJ2IZebtZ3dOKGeuyM2Q7DiQEiNAzQyg8juho54gOKWMULOmNKJAyFwJM6ClimTSSABRgyRJicZNmYvFIDBjJ2EEkFgYk7IITYbM4NOJgMIyBuNOIEzODibiKMXFIgMkQGyTO0gOzEAGkCCQBIWdjwzxhGiMAIpQhGWFBiQg9S0zIDNwEScCZ3ARJgTJ0RmnYjAkmTpjM7jE2FDqNwMxQfN7pvScIpRFTG2Nat+qtm6Hw73xuCosQpTRkDpEcbhICAVj0HzVunn9lXnvQex4/Q068Wmq/NyXMcrX0PNwSeQ608McmW11GSCIQC76J5cXZyevQcVueu5FWDcgxXXLvI803v8tGvIddKN81srC0XKIJqNyGxmwEgEKtWTymzzv1HyTOz+i5CZ2EpI5FK7WMIyrrV6iuyPqX6bg9/z/nPX+A0UcZ7p5t6BdkuJo8t8rgQggsxMjAjHIQEE0kJoOWM0SsJA7ASEDsACRSQuRAgdIY3IAlE0OyEGYhJOTMiOdmAjQA6TA4OwOTMJ0SGkQJi7iwUxgEE0Q4CdNAROBJiCFOwEZIbgbJEzi00sUyYJmEycwid0NCyESkQRvLGEYSCNmSEQGAIopGMQIRG7JiyQCijB3QtOhNN0xsQMQnJhBozQ3TEj5yVnre9yeIeeC2p2Ugug67zD0n5v6mwmLxXcjNimhdABSQSuKTAMmFNlLEcRwZA7sgNRzxIzjmAZoWRJHJE0LOMxHGgMUkxcVMOMQmGYIJGSgMTsDMgkSgTKQRvgdPPzSDtvrnieIYlfQ0giK9HUdM3sRKdc3jcfSu68X7Hidzs/Fwr6s3Vem8V3VDOGeOi0EcbUhQMAS1pAnljmG7iSCOORClhMQmABNC8jQmwpoUTCeM0EyYJEDokFgHIhIHFIZpkiQE40mYi7GI0UcgMmIDYGTcXjbYwQPDKDIhmiBxNxOyEBazXCSSNwM45ExGWJxExMbJiSFpBBMkDszgYCIWgTihaaAkozjaNRmDxvYCIJEBBJGkk7jjdMDi4gSQg5ibTA6B2cWnTTJgxCn85dxwy7/Iu1oynGymqoubnLyYb/UGq2fjHunUckW4mCQE6mpIyBAsQzDMCgMk4xdxBGEiCFKI0gEmbChRpNYnA2GwIpkbs8wWSkE7FAY0oDSAAOLhMkBJuPgOg5f6L5ib0Lzd/T8hknvoU0lRSTtZIq3WCFktKwbKnXcrInAjsOHs2zBPwuxNXkFOu4MyQWAQyM7JzUiAnilQaAkSRuAGIgw5hNJ4SBhPHMmLOLCITRIDMCcACY4pkxYkNSA4O4pMXdwTsiIO5EkxxiJnAaYohsTMCIQadJDBA4jE0CkCRJmZiScZBFXmQNIJBBKkDQzQBK4EII5GBheUGnq2gaKSNEMVuKSGIxA5AmGzpIEEYCwTAEc8YRyMLGTEDsnEzpDdkYmMYwKSMw+cGS9HwkYacbNPC9bzuZ1fLCZdXkbnbeYdt4D0ms4v4f0JIWQijU4yihiJxKQ5jJAFvReF6OeoBDztRvHJEFxUkTiSDAwiCQPMZiFjTw9jvorcppZsm4J8dzGyRIIHEjaYZEYyBMKCzxPVx5lqkf1jxTSlA1PXksBTaYHEEk07KypWM+xWjK9HGQRdPJ2GPb081efm6pITAIxMRhBOmgnilCcxkRGZGDjLGDREIJpWCVwNAI4WmkFxmEgIY0ITA5JxMnaMgdMjjNNkQgQohqSNhSKOQHikATGyGkYJsBgxMiHGJMwWJkATC0jGQCdnQhMQBO7CZJDnCYJ2IGCSIBcxEwuQRk4BKcLBMTEhV7ETIGIgcwcEJuEbGgByFMgcGlDMIMLpjExgwogJ0yEDxtOnEl87KW56HiUQ2cYNcsZQmpIzsrDfwTrn6Fb4DuPlXsZwZ+HvZieQYJoBMmGRJRXo3nPo2H6nlzYQZXN1TB1GtNcCukr5bMWSK3z764dBzt8Cs3u06Wblse/1uivzX0fzazl0dVTqXd+fm4O34jmaxkA8tykFVhCItOmzdMKXK6Od9Y8Uk7dLFo57KMpJayYknaTOxFWqqUknQNcpzEtv0fxf2Lm9DpiFYdBA4AmjZiZEN3acidiE05E7oFCbAZnAZoJwMUkNBNC0NiGQcoE6aZ2BjFIjmTMNxUWTBINOhE5OgYTiBpEgNglBM5CaN0MCKIaYo2EBCDO6EEc8abSA4EQkDszJuEgtMncEmQFIyFE6AZCYgnYwBpIBJpDGpo5EgFiY0ErAnCQASFBpiGwEmgdIAE4hpO4ClI0JsgRMkAJgwiCQPm+eBei4btYrjdlqBlu5hGenkpzaeNLns9ILk+s+S+0FEubrjc0yEiTTzQ9npp3vN+r5DXQDOuNv6ert0fT8vnK/Wcnx9q6XnOkcem8u7zA62TH9F836XFfjdXNF0M/DN6DwnK2y6Mdy+EfPM2O9pAemZoWiOzHdCjw+ri/T/ACBhp53b5wpTSjC6QIpa6aUtpFB2Uop2cGNxGMgMI/YPLfV+Z0d1yixaihnhAopCAEkD2oLaGnExuBRiJJwFEwQyAgndkEcM8YEEgjjtRuk6KQBdSDjZ2BnYE5SEkJJNSiIgJOA3QkCmBkSuziF0AMxCMBIW2cSGQmyTJGJo0YOEgjAiiZJGnExik0xMyQM/nBdkoZkyeEwdMgZ4ZEE6TCkhmSBOmVydA80RAIFGClryJubIBdhYAyCDDIIA7kxjE0kLoAGVABsg8TnDmuzztLKdaMyV6i0pIrLdc47aKlus4B33BS5b/Sm897z5l6uaUC890gRJjJEFyoiQDHbkdv5x3GT6Pm41XrOV4+zT3H5nZR0G5576b0svlp6ub5zp+h+e9DhdXJfmwAxaRCYct8buUiMidESkq6qn4nreE+leUnCQu5y3ibSRlCYTipGJqJSxgmSBJ5URNNExk6EkmHver8P6fxurHDPHntYHJpiZDgnGUCtV5ESMxjdnESlilRGBixiZwUsMqAA4WIwcciZhSuBJnJGhOgcbg6B5YzTeMxETGIMkgSYwTOI5CjKI8UoMQGgiCeByIxJJ45ohJ0w0mISSQxZ0wHZxA0kQ5hzrgeT7GZq5dndOvLbs3pWl456dI0Za5OsQOQJZIpUBIIsRMybC4icgIYRTJqA2kB3EE5AYQMTjacmIcalQmcnBmIgBSCEJyMHzPZ3+Y7/I9R8tSjJJ7N1NXQoXIuT1XyWbLt6bjV3jh586s6ssGnmBF9f0nlmx4vvd4OfqeA9HGTvRNI1TONpFNAkbJImU461KubjGE0dcwc3YITxpixqRCpRmRuYyGr43K+t4mnPgl9A8yFus+qiVPXG0jxNPaqICE3EijtKVN2UoOycbJ2B2SEkkP1bteX6fh9c6lunVOGetZaIZ4AaaGYJSaMJbcJxbAgHNIyEDIWAijGp4JBICYE6cHEknKhIEyQMzsORJIeaNwSZCNk6IyKMRs4DMDYbkDocSQxShbMXQiTiCSZiZiQiFCcgcEJMEciAYec+hcTGfF78j1W99wrYafoXI2unsrxuvexZW0MoEWnTgUkcqGTsDxGmRBLGCNxTY4DaZGwIDQ2cgQzpmKQZUCiTSdOiKRgCRMwFCQB47xxj6DkM88FlRexeZeqczreJ+hc5Pfn1uF2Ma2orVUbaNPN0KKm4v0COb6Lp/Pqrh1cS2q+61fKb/AInvekPze74nuTua5OuF5FJREThGRvEiaVMgUqsQKRQlE02Tqr0I+S5/1/G6zl5+19pxuAgce7ypoev5yq6k6ltoiaTdhPnnminG7RSBWBjTFrtYI7UANJJNKeA0AnYFpUutpv7/AHKlnjdNq0hBSnjmEcUbDtGDhILEKeSMU0cMwSJkhk4tMzCOF3FkgGwOUZoJwYJCBgOaEkGJCORASJGRgKMU2NkJxcgaIxYYu4JE4A7JMoZIhsIyMkZ2EhcwiYZgTJkE6YAIo2C4iOCtewlLhc6Hr6NUlkeTso7nz/07DqtzfROY6+/M9S6LiyJAUsRJuiASZAwwNCZJJxjKwQmIsmjkFDJyBk6BG7sSTA4kAMYoRRSRgxKRP5mZL0vCkAgUnRACdnEl1XMV3FDO06lH1eBVdoY8Rzh0nMJhOzqytJkMmYkX9nlm5evvr3mi4PQ9ZsePScvX6+vLKmaz11/INOyPeU+AHo5+wzOcbt4LEJx93A2/h9FC3netgwoTp2otK6nLBzcI0nlE+x44KrmKeKcNGTIKEz7Xjeyo1ctnbWLflcUVlQTRayeRPBZHPfwhjJWK+i17vPXn4PXqFLEyrMEgKGRhSTwGE6YgN3ZDpxGrFaQDAogTiYV06ZEbsCljSZi4CkciGxCSUZDKNnZ01PEgmFwFIJMhMcbRRsQEYOm7sIJOiQiYAyUjQkwjeMkASikiSQMLsEsDppiZmBXtAOnZck8jzz1zLpvk1Ip7aBRiEbTEJmQpqRmCQHTSAnQJCgKMkDi7BC7EMkKESJwRIwF3YELgx3FIYDFkgOCRi4s+bBdvR8RJJo0DpoglGLMYPJXSErEDGkjQEJgDK7VGDsnB2SG7JCTs4JnQNqZjxmKTygnE0wUkYkkmy2cRQmus5MkzXU8tFlv4etGfPr1rywcd6ho2VZxWqzUTspwlUSTcgTTmo0SSw7EJ4idWQZOhK7SuQs96uU5eD11FJAAAbgyd2lLFOErMwSFQsInEBCaWrIOcCEUJPEOeAhBMUI5ELimUYhZOCZDxmQwjkjYUsZxHmAhs7uJCkhCkwTZwd0kJJwAkw05ADMyG7u7QszpxGTiY4WBOxAwSxMKKVxiLMgTYmhMJEGLobSRkAvIhKKUEOTMBCSY7PGBMzIJ2EUMjENk7Ak7jd4zaMxdCZ0AibgIiTCFCkkJAzOmfNMkdr0fFgEhCa1b6nLs8/vZtnRnhQKVaTJxSRAKdwFzAFZqzJwo3ASYAdkmpAZwaSNxmCZDpkxyBCJkwnZIdjRo1IWIh6BPMg18qMvS8CpzGXXO9dbcLK7A4wslKKngUX23FSBC1k421J0hNvYTwnJ0QFRoxKmzi3Uy3M7ok/YbELcPqzRJhCnEclN5WWpCQniOMBcTEwmyZyVzHO8LgwkATA6aASEYMkBpSIncJwFMSAacAjmjNSeSOQSZODJIHAxATZA6aRNmZwRJwjJCDiSAJAQxITBiERMTOAO6B4JHBkTDiRIUSdAQtKCkBgIgMHIUh05BGicGCUGMTCgSQgQsYAYsJxFDmB3GndmpQSQaYQeI4wdxdhMSQJxuAGKF4DkGvRccEzygkVslSMDECkiZbqGCHZTOMRsI3cZUxHooKbsNaGdbUkpHEEztJk4pIndTtRKBPewjjQklOKXSc3CSPQzWOKTiujy6ELem58YxOyVlRuo1JJXxUC9F5zNqxK+3h3UWq+1hs6yvBHl1Yyng2YkQzBN2vn89F4RdjDXbym2M9tPrk2fPxupZeAwRoBU9DKst6xV7SQBbqCdwIAUkY2liMEzoGNmAo3jA4yEccrEClAwOwDxJBchNHLGNjRALtINzFJA7E2wkKDSSE4uCF3GnTCRCw0zoBIXYJMSBSTEzEkydgZEwySQRibMic40zIZGgcUgZYZwSZgmcHByZIBJwjdEDBJGDiSBRyRNOnJMSQgSFxu0SallglBxOMGkAhJ2QEBJMHFD+apoC9Jw2ZWAjC7RTSSlB2SGk7CTsYBNFPGcOnS9bybKHnPuuXzOr4+qw9vgjKDTgDu0oskYKSxQjJJPKDikCIUDpjTFOLLUU9SMiTu1ErlQEyTi7Jxs5AjR6Pla1GiR4itpDtqXO03vfyepkqGJPBZSiGWUY3ZgW9kekZdnK5d3Vpt7mzjaODTdIHaKXLBlCTltEfoZiUVJFKKGJEFcJ4mOZugBkjYKUwQhMgjCQkxdxAZRkCSUHQ5kKGBxY0wIciSSISZhAcacsUgoA3THSQCQkCQkmJM4MyADcEDO6BmZMJM4nYwAhd0MTsMRBA4oAkkryA4hIEc0cwC7oDQOgkzgyUQJOwGLEwSZwFnQkxxplEYsJIQZncFYqWkCnQJJAxRSgheMHFog+ciaf0fFrOzyiy6DIhZCnUoRmCEiZMWnBu0asLZzKodr2nifofP39/nhx3N6cvN87b73nqlmotWWeFmBzjsBAzs0kkKWIhUk80ArJVWU0QzuMCIWr0uZPXZC7jZCSxTZNOkQUkbDRg4TIYlKzWVkK5T1WnRA4umQOyQKeHpa7ancv0fK63mO/a0KpY0Wxijzd6maTZ9l2vSpalmClhUgkbyp1mlZokhHGJsBCTigljlZGnkTAXcGcBC8IgizJUcJAIU07MySSvZQmRCF3cbJIQGkN0yBM7psiQCmQkzkAJ2GhJwB0DUoGyHEgB2jMJI0AO8ZDKKWMHjNAkSAZgZORxYDEE0ctWQDEmAHYhGgcCA2ThNxG6BCFJmHC7BIQOBHFIOSIkhijNomdIFnFiiNg8Zr9LldHPxkw9Huw5FX0LiqrMshWrK6ZxJnYU8tZQtN4zaiaySO4891qVOircGvfnQpNGHQYEW0kdmSrtcBO9kevcVi3cwMgbsCbosWmYRJX1pSOm0ckaHSaSIblNNOzuLJOCYhGnZ0LQz1GXVatbqOX2eE5u3X6XKZmKyq53PJegc7peS7mzBdn1oeI2Yz0u6t4HP327EfWxjhRb2aRhcpmRcz2MAR6VedJJwHPJUMJhRIFEwMzIDYUMDdALggETQJmMJRKERuxg8KcbChZNNDNFyOzg7ikEYoE0Zpu7i0SF02dkm6JmnZkAuyBnFwSZA6TA5g4gTyDiiljELuwSRpxi7uDJyBkJg7M4QkhAZ4pwNkKGJIEhkAXcQZhYCAUxOEgApABOKGZoRG7EApOAs5JsKTUSlYPmuWJej4mjSnrQmpITnAokhJKUInlnUqjoWiu1QTBJONms6BknafYyChONkpxc40E3U8jbov8AceR4mxzunz6ki6/G7/q+K9o+e9359yvUMH0vP4jU9L4S+POEx9XNDND0cXziSsqkjTjZ2cCZCBW6VqM6ugARncohGFmq6nSna4PbLLyc912mxX0kcDh1ezn0efv7LuvMfSst8FW3Urk09KyyzHNEiUhlBhTCFPED260w7EBCmLoWnZmHMEbiMo5UKKeMYOQhKDGAuToZSOFNE7ZSRyIlNiQISxMNOyE6cBZpAZ3jA0zppCQIDYHFODg4gmTgcRABFGgmYTFFFPAATygMRkEEzoaEkAEgCRwrCsPFKEdiEkSOBAzJmSg6BMUSCB2YxiaBdONgkAQuxsEpAA2JJgSBhOwgzm4RhNGj5r63lOj73JqYpKdYomsgztKA3814srNYRuhdpFKKZ1rdUGRhKM8KkTASYGWhngk8woFJGx2dhJ2txl0/snO9Z8n9LVOR+Fr858o+k/F/pnC5VkvVctrtK/GXV8dt85ToTi+jIydmJOQwnhSGIUx2dCYmtKVa/DUhKaFPODEKZakpdBVbs8dp7uTVn+teN+rUWaQWAzXU1ZBjHCSJyjJowJJxJJp5gkQTMKZOMjAaWEISkIAmicJEBJuwoFJXtA7owFGkQjKwRTtIMkKQiB2BILg7shOkyZAiAZI5QiJ2TTO7BAhE0gENkQoYTiYTOgaxXmQ4EgjSQJk4MJsCYkmo5a7ASNpjZIeatYBiA0weSNjuyBknQAGLCMJBCbCmzOAiTCySQGCRJDACYEiEJRERHGYj+bNrGb0XEswDKJh2saNrTDK4NW0s0DKKSUZar3ouOpp5w7UA2wopKdanhSdum7KTsnlBpI0iZonJWggQLuOZ9l8x0dx/H+p8h0/QOc6HxZm9U86XvuNeoEPWyOp4GtrLeGFgmE84TV9bIruEgeykU6aSSIpnYZgkCdMCSQJKUcevtbeHd5ocU+zHD6z5N6Bl0+lxx2uVuhco2QNJCyeWJCaThFdV3r8V2ldhBy3ShPHg3A1mbhGehRcF0Lj0AjLTYMM/Fzj1svmnTzj0oiqrJZPPbN1XevWt57k3GdfOBJueUugPy3dtr7gFJnujHjezsizUKAdEbcWl2oI4TZ8zPnHoCBoSkXHdVJSmJwkMZ8jOHWBwCur9BLNCm7Wi4Ke2ruVGVFrSxcdKPbiihMByoJx2TXFB3MUlCL0Q8037qupin5uqzefM0BlGZRk78h004W5B5dHTF5691Xfnkx03a4Y+4mIQ8FOHoz+cduzQUeLCW2OZpoJ+K7mSFkcJJkIxEmBpI5AF3iCQGjF88xJvR8S3ECjPqsmtVquBMejLMlaqszbHo/m8LYdnFK2nRy7NYHTHOAEWxXZmB6HzGfQfNptOWeCeCSTuLi7XqKl0vNlZqt26evi478j0Lz/pKY+u+D9twNNgaOba7mOOSswrFdTtQd3wh12SKMJwSSlEhRgDs4kmcGddFCznW9g8fptS086+gXd2n18c4WXIdSOm3E2ug4WSVmA7afaei839C4fXTSxohr2KQaChcOd8z9p8d34/TeigLFr8b9f8hn6GHZ2PO/RYT6fw73TwJHq+r5v6LVboyRrNfxGbl+l78cfm/rnIVWa+tw/aQn5B6D536Bsy8p7b4v7Plu8F918L9zmud8z6XXa1eR7Pma7Y/SOJ7aufz/794D79fTzPi/s3nk4eseNz1Jw91uVR5nR8rwpNrrcz1oOb6Xk9Lw/2Xxz2HZm0UcWDWsbaUl4l1eH3fQxa/O9byePVxGhmaW/Fa9F8/wDRcWvH8D9A19ebS67xH23Lo4XzD0zkNmX1zw3Xxw9+8z9NysGzi25Pe34/V/MPU/LcenoOt5Lr4WRxTcFF+ZenQ8f08Hu+TqrldHxnoKHV78e3yHd8Jm0R+g+e9wLxX0Lzv3LRTzHmPu/iYezef9hx1FvF+6+RT6qOe968G9+qmiFYdZsnCMXdsHcEMKEDhkQ/nKZT+h4lJMpRNh2Yyyg63kUyFKytPMoysQnEPRywkQd+lq12DiNPZXPVjQJM862TsBgkCSQSsLKfV8qyhLWr0dqMqcElSUVZgGcLCr34yon1XIxmyJradOOk1dgp1ZUySB3ZgdnYNfJZQnoURuktyKtVzac5J9mK1FG8Zd1waUJt1vJJxsQFJJaftfgvtnO3axssWmnXuRBHYhMA8a9n43Tn7ORFm0eM+ucr2GrP59uT3A1vCvdvNWuwt8D0cX0gSjnv4Gl6PyWrPrec7fUziOpbiyafFOl3Ot2ZeN9A4PuM2jxP2/huznDF879m5lC4XT2roY/qYHj0+A++cJ3t1XL8j6HjhD4x9LcTOHa8H3/F0W+a2/bp76vHPZPPvQarPDPTsXKvp9FvcL3WLW4yjXPx3vKu5szX+R6/Jou8nXoWvry53Q8xr5tHhXSdx2WnP83e9VFCWJm9bEpc95r9F8JZX3vJ9TUx6ue8s7bb25Op839P5XNfm9Nwdi6v0nwP3HlIy4vE+hMuyFLpOY6TJp8s6paN1Wtw3bY1NvO99hbwvDvQui4bTRt+Z9n2rLPAeh87muy8vsNqyHgvvvC9yyROOTTJGmB0USGE42CzoBBzZ86g7ej4Scva8urxRG9+eIS1h47616E+bVmrZU8sMjI71FwRgYAxM06YweKyEZQvLE4pnTSSQmTobikCJSRlG6FhCSEcJgCWl1VOjiXtNOFGevsOOR3/AJ/19Gjm6ehn3UOyVlSdITJ2G7JDTtKFqgZRkA3qQm1cpA7JOKkBDm9F842qL/dxB+L0qte7BIiGdAKRCJChk7ECB0CGZBGEjCYZAHGpExk6FDYiMZA8aBsQThIzGEjHFFyvFKydRlEOKUCTIDaRCglUZAJsgdijQbJhmIO0TwzIESEbmAAQmIhcJQcgSCFkwoyAbi7AQpCKWBwlTChJhHILgEjMYJOQDETDjc3AYzjEmYxuwuDmxAxJEXcUMk5A0cgAzMYNHJEMGMAjnEWvnWxXv+g4sU0elXdgXrs4ZenlSih7vjxrssYafRmRMM4uyQnTODJ2E7OhohSc0BMDJM06aVSBhQEk5Fk7MTpAzphp2MFq5Fqq3ewa4g0t8g2crNhjI9jpPPk3sVtu2rNr9rxMJSC1uyFRdJzad2rGnGaLQzhzwsTiKVwdNWK4nZOxpCiT9/ucX2/C7ARnHAAI52MUNgI+M7nyTRQe7veXaKfcuO6atj01dnx7pr6qXpHCd9Ccde3m0W8l1/lS34+h9AxdjLoLkOt8VnH03ovH/YIvj+Y9Q4C2Gb2+X18XDy+5wQeveZ+oeBI995vpeBpt55dD3Gmgub6rzzPfgaGhS15vTC4XuMWrzb03wb3i+rjNfiOPtr99887fxyq33Th+38rrnTt9P1FtVhRli15fL9x4Tsy+7eY9r4ZOP0Zx97zKEvVtyvxFNlfn9v0zRT5t6J5vcjL0Lmd3wqEtmT1GCyEOv4V7vVZxvKX+hvp5/wBBwfPVL3HG1PI81+t3fHbFsOpTvkvhNjCISYcTpAKEQkMHacxBFlgMDSiAzQgYvEDxugICEGjNDBIWvnYgXouH1+RkKq9JlbT2eDlHVazSz2V05GjaSkFp7FRJumTinkiB0ziTOwzCUVIAkGLDYg7Gm3hK9mtNGcZ21OiIUSSZepMkKWNmJJBYQRRcyhQJW0EUKTSTsxLqFRo5e7PUnXWSVlSToExsNSgCejnJgSSamhST26fT8XVZ2Xq/z77vg2TPLHk0QELASUjReS+s+Uac9Kl2vJ7M3s0/OdHy9/l3Oemc10MfpUkq5u6GnpZbXh2nN0XV5/ev5v6Pzt3KYeOW3K3qvknRxfovn/oPn2a+92HIdann+NeyefaaIsX6B8DnD6A8+9B8+xa+D6uv02zL2vnnf8Bi18xX6PE34/SNvF1+dt8P948H9100+XzwdRKPn0HXclfT7f5Z6r5Ti14HYVNvRR2DCubvn8i9b5bRRwfQef8AvWqjyIsr0iyvtvKfWObwbIen8L7q2rR4/F9Qsjc8r9p8VhL2wfPKtVnKe4eU+u2V+YdNy81kPTfn/qkz1XK1/PsWvkeyyoN2X1tPwPP190YKEmYhHEmYGd2YaYhOzOIlHKEjRyJmwgCSEDA4wIGQHGRBEzlI+clcp+h4jzV0GtVpqMur5cLacUN+hKKSeUGTobOkJkkCV+hGTpnlFJIEzoC18sK7mtWIKZ2NLoOATqGB6aHUyCFM8oMkgSJhsnQnnhGM7GjiejZ9PEV4SvzikpwdM4nlDv6NPOYCmnXClbnCm9qqBCkInQjcCkCErNULVWzVA3j2EaEnPW6bvZrfB9jyehYimjjJzjIGxd45R5LQ6B5QUsRV2UYdMZKYTGEir2GFzm7JHNcvvWoGc7vuw2ydeREuddsJ5duYRR0tYhT8v0JJzY2iSfIrtwshFT0nrtz204xZugQBzvSgQZVm64LC3UMee6GEOPbsobalLGVNrgkGLui7WXrjMCZNCWZgde1kKGoLxk7MonMn0r2wFFFVZi5XXDbXhdGJwk8RqMsHoRUkfl3qcEonGUdc5RYQFEAxRMDuBiY0wIwkYxxSpkJxiTkKbAcTHFOCdoxKOeIfzynj9FxGWxkgmIHF2SadP01dvL3qKnBEzCSdmpDh9Izarfmv0B5JzulyKZdriOmcSTOFmnKEZiMiQBvaThjVlkMe1iiUkanFJ0IwTppmMNCp0HUY9z9HZucH0HC+b+2cl0+VxmZ0fO9TlJnVlTbOMozScmpa56cZVYpb0LKVNKyqxWswgURytRBoUQZkhOmdprdbdhZP6d4v6bzd/VCMmS+ExmFIyIBON2SEGULafzP0qcZm8S9oakfzvok+ijx+MZ6QBeRh6sPjGjfV6sI+fUXejzYeajsVxfaJyPJxSO2r+K2NFHsZVuCov9JPnehhI28Y9onAh856IOhCQKrAk8b9eurlOKSm0nA0xYvN7IehLxQdNHtT8/0OW8A5Tg76vZy8W7gOxkDiKbe7j5fpUCSw2+jHxZac/tS839JzXpc1jOPoUbeSh62FbJhLePxCxrz+1jjbGPVKzKLQi4MziDpRDMSQojQsdwmBnUqIpoxaMk6bELjZpIwiaRgFEwA6JimidL5st1Z/RcSvs5TKWh6j5h1ODocG49Nuw14+g5PPooJ22YnTOJJIS28Roz6Otiqu40CuodkgmiZ0K3TQ3Z0Jkk0knDduVamTbngK1Y0k7iySGicFLocK7FTd7Fp+CencftF5Xap9TlJaebpytLHI0wjopwv3vD5tdHWxn0ZU08EoTwEgcXZtKzXi5Bt0EzFlODprKIpL+jRoyt/Gx4y9o3/K/V+XuhkeKJImcCGUQSCQPDvTuU53p4aXqk3mSC9z8l9Zouw/P/QPP5L1YGbFr8O9s8T9w25KvmXqPmMJdhlYVS+rrfQuA9GyXtwHd8GnD3nhXYaKfSfLvV/KqbOs6nl+oqt8D988E9605/LOt5HrA6oFHi1+E+3eI+2bstyGehi15+twPT3UzeW+jcRop9dpXFg2cD3GZfth4X7p4d7lozv4X7x4cz2jhO24mqy/2nF9zCUPh3uPhV9XtGjHYx6fF/SOD7bbkrYHRc4n6b4h7h4fF+v42zi03cn1Plp9DF0fq/MdPg2SxyDnuFOQ4kbCEE4M7sxAkDSiKDlhQSAcjI5GJNkYA4OwHGQg0ZIBKOQAlAw+bjj3vQcbLqdHz4gSU4S7OZVhaiFp1KUQYkkJ0QAkkCSQJJAkkEsbIchwGi7npJmBNJMiNEmlkHCyBJTg7ELinZAYkI2liuIp9Xyx12qO3VnDcw/XLnluj4utzF9Lz0/S9jydfMY2hZ1XcnXKXoc0qyTRLTy02v0DDTzDiTV6gmkk7g6cVNn67kIuz1PJX4W3fY/n72DFp6WKUMeiRRkghOJqZ1EGP5P7xBopteHe4wxlzPVEVU+e8/8AWKl0LMkT0XeF+5Ubt9I+WepNF5eR2ST4f0jOuILgO9hRwnoMEgT830bxn4Ve9cg15uH9FEs1/l+f6vFop4v0XO1M93gfR+ixaaMHts+9l0tGUUJv4v7Sr6fN8j0G7dVxvoxQ5b/OMH2enfV5Tq+i3BR+d+h1qrfI9ztVfTpcl155tHiGr6pFpz+UezmNFtTxD3uJnk2b6zoW1jy/VNl0eWavdtfTwPocVmq1IDqsSSQICmMjjAwRMZGkCxxiMgMHcUwpIJEGEkQ2QuJ0xjCvPG0LM4C7gHzyLn6LiAU8I45Y9eL3uM6HCqtgRLRnFJA7JAYIximREnAkxdJinr24usLzsr2K84RJmDRiapGcyhUoKw0CO74SaKFs9dKylJJhMyBJISSNSBa+QjtfZ/nb2j513Yx6pvL9DE8U9j8h9hzKuYUnvePC+kkVa7m1G2zlJuwqUSFiAS0JYTzNixzUZej8DoY8JsktObUPIs1Wt3fnvTU2+xQ0tDldBmkEjJG7AM4Sg5xJMp6NtjihTZxTBilrAbxTCRxEBjKIKxVkCZxScgNCKcs3SahTJSleAgsPCyJ3rSJnGcY2TMyWOWMQpIbM7NKF0Fh1EidZmkJMSJMJAI1HKAywxBfaCwhJ0ETOybTRsBQyiEc8cgJEw0hZDpE1EJANJiAZQQEJiASiTSjlcI5GNBRIWIUQJA4PAhG7pwEmMPnyKJeg4jT3aI4ZGCUSQoSSkaOB5lJoUmnZIEkgRCYC0oDF2IizywqUg7/PxlJGzyjMdR0SD0kFV+HG5XUDNAgSdmkldTpJSNRyRuDJ0JJTJ9d7Lz+t8e9TdVDR5OhqOHQ9Dk87572Lyb6HxBjFunkc45AjdrQ4GdAM8EgSWqQRmCSnUkQjdkhHI0Sk9yz6ny9OT2ufJy+lYQrTBzjYUs8BBIE8Q4pGEHmicfins/jPs23Jn+ael+bB6wpY8WvhZ4z25O3ikDDr8g9T8v8AU9uNeW+neYs9i8Z9l8fhIt/O9Isi/k/skGa75/7fn/btmafwD3vwaqzWl9h8Esh7yQy83f5fTwi63O925/Wl5fQ8SzvW+N6WDY7K9R5+3xf2vxb2/Vn5/wAwu+lNcHj+2+fh28HLdZl0eI+7+BdJvxD6R5t6ZRdF5P6741OM3t3L9nRcQsst7ihA2dJsbC05RunILuONAwSoTCNAhRuzMkaIgkIEnKcconF3ATYgGGWMBE3HEMiZAZoGawwoTkdHzW4L0fDSSHKIODJSB0+q4crrcHI0XU5SMFKKScTnFKpS1xQitQvGclR2lC3FDbjKur+aBjIMk7xThCmIJGlqpzFcyxyRupQTOhMneMnHs+MrsZEdtUXb8XpYr/TPOZsLHf6l6J849v57by+Lq5XtOTMMStr2MntuSpvrnG1+eSKWIZvGQMknFJkDs7AknGydgTsg7H07wDZ4W76A5jdg8z1Ihr2fR5pBlQRSqwEYsQVyBN2YpBR4t7D5T6tsy0vPPQ/H5R94XkPpOe/mZVw2nP7WfkPr+XR5B6RT8300eqedUfTA28zU81zX7HJ1+t25e7jODm7vG/dPF/Z9ecfBvffEAHV9X8Ytr9u43rfIsuinN1pas8Pb+Pew578Di+05OcPTqtitk1eN+3+Nez6s3j/daflEoe0eZ4eizo+lvU8ujybfyvXtWb519z8w9OZo5trx6i4vR/NvXb6r0sR8/ZImdMHaQFG6EBOYEwpNAhAiAG5oJK6JIpImSiTg0iNDmzkWY2BFGaYMSAWNmCxOnGaNjSM6TOTh81+neYdV18WLjWINWMu24e1CzsePloqXYNxqQr9JX0WLOahpkUorQzdWEspeg8vVdVqxldQrtOMbnGpQMSFOaPewoTEZI51yXs3ertz6W7hNOJhOCXT8xCZHEp1l6P5zvZdfqfl+vxuXZYzifp8sJomcLMTHGb3c/oqrIMH1rzCu6nPDf1Y8+aK2OrZq7KeOrkIRgnlFwt1ASUgo1eojXS80k1NC7iySY/oPA+u8bZ34eLejea6UV/IfqQ0DrW9UTesTJ1BOEZk4yROhIgRITMEsQiOZROIwcQBSC0lJGDHISajIAAJnYxO6AM0mCcQCRAMGkTCiGcQwyMDCYhIcMiJIjEJANBJFLGgRONiJkEwOAEDEmztMICOMEiYaY2QBO7HgmjADYQFOhxAbA5jIEcgTCIiSEQpCToIidAzI2ohd0yMGAiFDN4kKZVzZ84281vQ8ZKxWlGSNIElOHpHmE0NNxzS0rana/ng8sSaJPdjOWmFiLoG8dlWplkhiknF78Fmu2ghknBBqUYyhGxXlGWJJpGGxCfpPl9Xfya+cFptuKJ5YwFMmnYhB00gG0KTexWcDKMQRDYCJxEDZwE7J2kkgZOwLqcH1jB0Oe4T3bxam/MkiXV5KMWE6SCxHG0JL0Tzs6bLOvzr2L2Pd809C4/Umjlqwck9KRvTimZNrDOho5E0yYEmAgYnjTJjrGnaESE6IkJkQxFMN5AdBEiATRBC5gAgYg8cog7s4xF0EDyMKaGVgYJkAmQARFGhhdmCxAEoxygLs6akjJEgiYAJM0yZBIhdM2YgjRMMAlAUaJxhKJgEjEEhCSRRoAkQuAp2B2IGo5WMBFwTcgMYM6aAwlD5zGBei4s0Lm1Gkmp9zBmhIYp+ijLkkntrZOwSxGCND1/xNZdiOMdWV5ZZ4uh0PPWYzqNKrKo3a0nrc9ZaEp4a7TTqScVRSdjCfE3ajWVlqZsUZE5wyikncUzoGStKVVI3EEnBpY2GQuwili6+rRyQd1xKI2dXZ2ScEmcEzmAdFz4Qs6vlhUZJ0raGTobOkDSRpSS9O8xqtc1HbTc9E8w18un2McPd5fQFSxhdno2E7BiaGGUGRATBG7CIAKFk8kcyJHUyI7EcoQKWEbspAYyQOTPFoozELSAOOKaFo2jlGndAmkiGhkESEhBGMgECYDjSQ7IWCxMDywkBsnQzkhxu6QwnGDiYNKaEhkYSIEHQ0xAIDSADEgUkZBKgcEmZDmiEImwPGcYzTIBSjAiFmO0czIphGL+b2T+l4TJ2Ek/Z13cZZt5Th02HVlRErME0zTkKsl0MZc9cpqSmit1k2adBbr1ZE4+kw+hqur7/H+pZNfkAJujzO36zyXsOd08jnZ4d/PZ2U6zYgAhSCSOzVGnW3F4jJTiWxiqMkYSSjGk4kkhEzGph1PLNXZ23E3e+zavNW6HB1ZBdmsrSTiZOwJJwSSEkzjTOwOpIgTuI07JCTppnTBt+ieQdXg3epxVbnP2BPXYNaanKiZxSBgkFuJ5owGGcRFYidOeevIKaKQQjFiApYzTJ2EJGQJp4ZAMJI2RhNGEc4GM2cEAcbgaZwdmIQpwG5RyNISjAhJJlCQgUkaCZO4kiFDCSCOOUGKNyGSRIGWMxsxISAxTaMgY7gYJAQjkjcETECJkk5A43AwAXSCNMmMJIETOCOG4HzInXpOGyc04+g58oSuDU9Gqu4q70mxRfzEPr0eDd8/RXKPd4ctvP0k6Ig7jtZFqnCzUn0L9GjObrePqswek5NtePeyoRkkYKyBI4kSAzCdJNOmQOyQJJD1PVKPXcHv+W8b7L4tvwEUb7+eydgTs5FJIbJIadnDV1eXGi9JnupkiSE6Z2kyQJCoWEkp1uyQJIk03VcpGaSU60nYEk402vkRk5gbXb9v496nyelrtIs17WIJwnkhlSiGaBt4pBEhaUDJkI2BguCkm7KQIpWZBi8QyCKywZHkQwHEmYygONAmpAJk4SGNlhoxasvXsRcUlO405xkBQnGhJSshd0BJ0gpBcGcmQMbuANJXHOpImo5I3CUJBTdBIpNBPA0nliEDyiMSYRSEkAyROBuwonQkOKOSs1KjATKQlKN2dqMZmG08JC//8QAOBAAAgEDAwMEAAUEAgMAAgIDAQIDABESBBAhEyAxIjAyQQUUIzNANEJRcVBhJENSFWJEYHJTJf/aAAgBAQABCAJSQwIYNnYhbk3qxxvTxSIoZu6xrBvogjykWdLo71Dp0ia4phkpFHQ//LaWZaIINj+nWA+sHqzD3Mr4hza5xrFsctgSPHadkxzXPULESFh7Lbk33WR1QqC0PQCg2v6SCPPv+nEexFpmkjyo8Eg92J5306B5rA8MRsLffsfl4GiAqVOnIV2dHT5VxalYqbrQBPgY83LQ9AL2A2vvbs8m1QLBiwmNrm1fXZgvSyqRAmO2kROllWrdHcYdtuAf4wt994ikKZixxB2KnKwTLL0+al00ka5VAyrKrPqpI5HBQAnxUk0kigNSoz3x2Bsazas3o5j5G+I2uR40fUILMCD4PqVsGkmvZrnYqwpdG5S5IKsQcmrNvv2MdN0O0EYkFyhPo2H/AHtb/O1ha/tGmYuRdkdPmil2sEOLg1qJerJcMxY3NHtkBjJj2HG/HZ4qGNHDF/ugH1T3qbSmNMl2jnljXFezya0hhF+q5HUYrc7C1+dKYSp6WrZEt7cU8kXxc5HIgEmwmgm6eb19GhhibqxW9tPN0ib/ACfhgVJBVHe+IYgEAe1YWvtbgGvB308YklsdRCsYzSsj/b2A29xFZ3CrJpGVLj2b+m1WYgkdrKyGzUs0ixlBRBU2OklijyzkILsVTSyugapdU0iY73PYCR4o+eCU6YG+fiiWPkgjzTTSFQo0J/RNdR1kLK7ZtkaxON6VytCeHDKpGzkZveJuBshj9WY4IJ2i0qNDk5tc43GFqJJ8nnk1cYnZmy74NNEYwzzoI5Sop5HkN39nTwIxDGeGJ/Wz2vZaVgt704QWw7tJKsbnLUzx9PFNmbJr7xJGylncoXuk0iSFcfumJY3Nlxvv1SIumskjPGqv3wSCKTIucnJq/Ft0Yo4YS6sOhVbG1+9JJI741po1lks2qgjRM07g1gdiRx3KzI2SyTSSizezY2v7MD9OUMZJ4RGT7dyL22unTxr/AHRJPnfz52j1bIgWr8Woeee4h09L1bi9EEeaCk1kq/Cxtk22mbGKbcC9AkePS/gix596NUk0oFHgkdvVlwx3kjaO2VyVt7QFzalmmiuikkm50vS6n6s3T6rYJDEdOXIt/dezXXu07Kjl2/Ml43D+8HZVKikikdSypwwNImlnZmpwoche8MQCB7gvkLGCGSzNqOZRAjDFiDXI5q92u/3U8MSRKyafpdX9TUdPqnpqzK10aWWeyseD7YBPiv0+nuAT4BI71xv6uMbA+6FZvjJpGOPTdcWt3gE3sR42s7/HtHJ2DAUeDYgrY3UZcDFyLjbk7MzMbtSrllRJPlcfLM5byuP2cmNMADYWNBiAaUXNqBsb03pe4fE8isr8Oy27Zk6b49wF9r+nGg8SxClEBikZvrZktEr1zsODtz93Nq5J36TdHqdwGRAEsRiIBjkhCFX7bm1u4cMDU0nVe/uxsEe5+90lkRWVf4UERlapo+lJj2RytH8Vn/8AG6kk8qyqCaFlyq5sB2/fMc+lDUIuuztH3PEyRq52II80vUALL9bHZWZfj2i1+Ttl2KrObLLG8TYv7EEsiOArzQ3KEixI7wSPDrgbbBmX49mDi12FjamKm2O4JHgO48e2PQt9jxGBS/F6BsQaceqvklu702G2nhdpATqoHkYMjxyJ89oIesxqeLpSY1xbuhiWTy0MbRBDKsSn9P2OfG4t96eFjBJcpIvy2040/QJf74/iuhRrHsFr8+T6f4cUjxNdZHaRsm3Tp5fqFiRajsrFTcE3N+1McxlqxBgpT/W5t9bcntGRU7m30HKqy0AmBvY7WGN9gCfBBHnjsALGwg0skrkFV02lStUetHka9OP8T63vRdz58+dwjFSdiCPO1zfs6cvYoueWORvQVz4e9/UnhtsJjahdG5cWbYK5+PTlrpy105aAmQ5VpZnluGJ9JKvJI59dAE8LHFrUOUcq6i+Uot91p4TLetRp+kMlrpy1pemrt1vzY61qa2bWrpy02kZVyqYQhv0gGPxKSDzFGZZMRqIOjamxIFgrN8enLSCdDdUZjGpfWPJ1Sh7I2CuGJ9cnpfTzp56ctFXHntCufj05a6ctdOXvhQySLbVwyO4aP8tqqZWX5bqxVslJubnCQ+OR57Arn4lXHyriw2CufiQQfV/qsJKII83hbS3NAOfjhLQ03/jFzhLasJNlEeDZdgFzaktGepVmdiU6ctdOWulNa+w5IoRxhQtSwusrBSrL8qGOJoJIRejcJY7AE/HCWo3we9eb0Fdvjiy/KJkSa7vZnYpQSX6VJacNf1G31uuWQwS5UNQhUNlWqMsj2BBHnYAnx05a6ctePO4BPjpy9nSlxvRDD5RRGSiLed2uN7HYoy2vTlWN1kPjb75mkR7Ybm1+NEhea22qiMc7AbX9Ntvw3+nNa3T9VMlT+/Zfgta3+rergpY1+GkBHvku2S1qmX8tJUcvTjYLBMYmo+TbS6Tq+uRESMWQzwDyGRx6Z9HFJyjKyMVbSSrGCH1U6uuCVH+2la/+rbeHoW9Va52jWwr8N/qDWq/ppKVmQ3WSV5D66/C/Mtf7ySslrVtlqX7oyVkUislrg1LpIJKmheF8WiSAxMXoAnx+G/01XA85LRZbdw9JBrSSrMcR4rr6e9qnaLoOx7I0MkioAAoAH4jHaUSdv4Z+3JX4l/TDs/DP2nrVwdZONof2Y6/EP6o7/hhA6l8l2uv3Oy9CSvJqdIFC9LYWLUfO/wCF+JavbzktZLU378my6qZVtWh1JJ6cmohWZLFhZiK00Jmlxr0olaqczyX24xtX4d/U1P8AsSbKzLe34Z+y9fiX7C9ml/pYqLKPN1ap9HHILoQQSDtoIXR822uPvX86o22/Dv6rbNKZY3Hq1ek6Qzj2VirBlikEsauPxCHCTMVpIetMKJAFzqHMkzNSs6eD5oerYEWNcHaN0VSH2Q+h9vRbjbjf62PHn8PjxgzrNephWuX9MPRtfjf8N/pztq9PiWlSl+C1rf6t+1fiK1v9XJ2aeLqzKtcAVqtU8rWWkd0bJNLP1471+IxXTqjeP9ta1/8AVtRYlQKKuACU/cTaSNZUKNqFdHwf8N/qDWq/pZez8L+Uta7+kf2V+S7an+plpWdTddHqur6H1UQlhI7Pw7+mr8T+Efs/hmOT0wupFSLi7A3Nrdv4bHy0pZ1VlB1cfVgYdv4Z+3JX4l/TDs/DP2n21+n/APclQ/sx1+If1Rocm1S6URxZVi1r1E5jcMEN0U1r/wCqbs57vwvxLX4h/S9wuDcaWbrRXrXaYt+pHpoRBFatfP8A+lNlRmYLWjQx63Ez/sSb/hn7L1+JfsL2ab+lhr8S/fWkd0a6Qv1IUevxFMZw2/4cT+Zo+DWo1LZ2ibUmSMrJv+Hf1VTfsSbaGZ0mVKYBlKk8Ejf8PmxfpmeMSxMlEEEg6OLpQc/iEww6QFr8kk7SAxqlFGVQTWnVDFTxlG5ri246dududyxIANDTykUsLddYqACral1H/ndWmAZSDIpR2U7/AIb/AE5rVzND0mAKSJcaqAwSUvwWtd/Vydq/EVrf6uTs/DP3HNas20snZ+Gn9citQL6eTsj/AG0r8RW2ovs8sjqqsnzXaHUf+TLC+qgE8fH4dcalgZrdJ7zSRNHZNvwv5S1PH1Yilf8A45rWqbQmKJn71+S7an+pl205x1EZ2kFpHFaeFzIC0mlK5NX4d/TVqtP1wor/APGmtTpTAgbuJyN6hkaKQOsM8Uw9EkUUotJqNEYxlFXO8EfShVK1sx/NelGzRWGushKULX52/DP23r8S/ph2fhn7T1q5WhRHVHSVMl1mn6L3EP7MdfiH9UdmllZcWj1KrBg1RftJWv8A6puzToJZlRv/AMfp6/IQVqIxFOUG34X8Za1EXWiwr/8AGmp9EYYi+ynE7xM+mkD0pDKGGqm6MV6JJNzsT4t+H/1VT/sSb/hn7L1+I/sLWniWS5bUQiOxWtL/AEsNfiX767aZDHAin8Sa8qLv+G/1JpwWRgP/AMa1N+HlULdn4f8A1VTfsSbaKB2lVy7BEZieTffxyNNL1oQ1SaUNq1kqRxGjOzuzuXbc2sLbQmSKzmaWPpkDbn72aORRdqPFW4oi20HMy1qJHQ+nQLm7TNrC407BOjPWlLmBc/xGI9RXXf8ADv6c1+J/tR1odR02weaJJo8WHAArWC+sYBdPKZClHg1x9AkeF+IrW/1cnZ+HNacip06kLp2fhqG7SVq2w0z9iftrWv8A6pqgwMq9TU9Hq/p6WFJPU1ak21chXST9ePnoqNR1hqf6aXaSHBA234X8pamkEUZc/wD5GOp9aksLINgL9i/Iban+pl20aZ6lK8c0xydjWkla5DzzQzRED8O/pa1E4gCk/wD5GOtXqRPGoHZounkctXDGqZrUaSMGdINdIptN5rVoI9QwBJNr1oY+pOCZGKxswMWoPJ0bN0sG/EYsog4khwQNv+GftyVr1ZtP6bEedvwz9p6/Ev6cVo9R0XxaREljKsgxRVr8Q/qjtDC8vxkRo2xaov2krX/1TUwiUDeKQxSBx/8AkJ6//IzVK5lkLlemI2zsmLV+F/GWp5RDHkT+IIDY6nVrLEY64sb0ou1qb/5rSwmeT1cAVPEs0ZQ26Utn4o+dvw/+qqbmGShTrjX4aP0Gr8S/ZWo5HjN0ZpJj6q0v9LDUunhla7x6fTxm6Tzxwr6pHaRy7bfhv9SadsEZq/8AyMdPr0ZGHZoCTq+axSiyg2Oq1Rm9KxrnIFrowJGQfs2rQzdOaxr8Rmu3SFfVuwYYG4X05V1ZOnhsOwRykXD6lJIWFfVu1cx61Zmc8wR9KFUoyRA2PVhoSRE2Goj6sLLt6bG9fhv9Oa/E/wBqPbQajNek9ahc9Y6rPC8QzG11xApfiK1v9XJ2KxRgywSpNHkup0aynJPyOq5qLQSk/qqqooVddqBK2Cbp8FrUtCusfqm2RswsaS+a7ar+qmqGV4XySORZUDrqv6WWk0+QBrVEYhdvwv5S1q0d9Oyp+U1dflNXTo8bYv2r8htPpdS07sqaHUt5ggSBbLrpwkfTXf8ADv6atfFLKqdP8nq6/KayvBIO/wDppXk4l00PXkxpdBICcvyE+dqUYqFGscNq2NMQWJFaCPCC5Lxr8urDXVhpgGUg6yy/p76B1aNrSfGtRqCSyDb8M/bevxL+nG2g1F/0nr8Q/qjtBM0JqWQyvkai/aStf/VNuYrQdTtNvrivwvxLWsR5ILIdLrCbn8pq6dWRirbBC7hUgiWGMINfqMm6aaOfrR2bXQZL1Ur/ABtA2EyMAQRcTaFuplENFOz1GixoEXWzI2oVTK0bN+mIZGj6grS/0sVa6eeKYCM6vVGiSeTUkTxEZV+G/wBSamBaFwPymrr8nq6kjkiNpNvw/Dripv2ZK0WqzAjlnhEq1KnTbErYc1JNLJ89h5G2rt+Ze1La/qd43hONHg+wTel1USoo2KuvypY7qWNiPLKQoO2lEayLLKdZpQOHYu5Y0jFHDAazS1qel1mMW2hngjhs+vmhlRBHSkqwKx62AoM5ZwNY0kc+pMq4jddVpbAVqmV9Q7LQF2Ap1KMVNRySRNkkf4hGf3fzWlp9dpl8T6yWXgdiavS4Lf8A8abUSPUmPUbCl+Smvzmkqdg08jLWj1HRezT6rTPA6r1JLW3/AA+WKMydT81pa/NaWvzWkrWMr6lmTtHyFfmtLX5rSUdZpBUv4h9Q8u/q+99DNBHBZ/zWkr81pa/NaWn5kcjt0up6BNLrdKaOr0gqfX3GMOyAFlz/ADekrUSdWZm3h1kHRXqa5oXkDxKCxCieDpWNaCaGNH6k2sgxGGoxMxK7aGaGJGEmunglhAjALGy8g1DrYTGOrrHR9QSnZHqtKI1B1jpJqCyVfi2+Rxx7LGtBJHEr9X81pa/NaWvzWkrVMr6mRltfbRvpoxnJqNZH0/0aikaKQOq6nTt41CxdX9Fhi1t9Pqng4pNbpWo6vSCp9eWGMMGBmHU1ixq64XP1UGp0ywRq2ukjkmBj3uT5rQukc93/ADWkr81pa/NaStfJHJKpj20TpHPk8uq0xicCtNrVxtPqJNDOlifPYPIr83pK1DBp3ZdgWHitOIc/1nxzbCHTNImVEEEg/WzpjyKCuRcbSzPLEMqh1HSjK0zMxGZ2v43BspHs/XYi5m1IAZAG1cUKRgpvpkvOla0Wn9wW+6HkVLIHPohkWN7sxuxP8O3pB3T5im+R7ByeGtlx7WI6Yb2o2wYNU85l4740aRwqmB4F6ieTfYkk3LSfo9PcZp6t3FlUbC/NuzI2tSyMMu4Hs/3V/wDG9uL0pswNOQzXEcircPsf+u//AH2W47QLm1OuLW9kcmjFxsbX42SJnUsqSyILLsrFfE0vVA2WZ0gxXbxzt9cbZWTEd5Wyg9wayFd7WPItfnI4Fd000z8jTwCEGpYUlHqbR28Hg29ggjzXmnUo2J74Eict1D5NefHuJyCu6fNaPk9nwX2xztxanYsbnvI347Y3Mbhled542AocVxzTArxXFRwNK2da02gtsi5ZUrsoIG4K8W8+aYKLYjzTWDcdhMZYU7Fjz2G2CjZ2Bt3ojOfT3LAzafMMjp8vZLXxBq3+NmbIKO5OCCZWUrx2FYhpPT6WhsptYb/W3/dWNXNrbG3Fth55cIG9HsEEeaUFjYeNkQtekKANnRt9UhcXx2SeWPxC/UjDGp3kaRg1aLpYEVq4kSzLQjYxGTYbEk+f4wBY2V9PMi5NQ4N6f5Xq1wTUfzG1ja+y8DM+TzsFZvjtbsdlIWwt97F2K4nuHkVPPA0Nl2Cg4gTwiIgDvfEcLtBqkSLFnWTUBptwQL7xR5xynZRdgK6WIYtty3eQR5s1r7IqsGvtH86dQgt7iOUa9LInTVm1WXWN/YHBpy5b10LbOUJGDqUNjQBNEWNtrHsEMhxqfTBEyRXCqhp2zcmgCaULlZ9+LbZNuQR59oeacIkow1BR9MWH1tzUiQjTKVP/AHt+n0bbXI8bKL+ZZejCqJptSQ2MurFtQdvUtmDOX/cqHS5R3d1wcrspAYEnzszllVf4Axsb9mjKCb1TyIsTXG3yjqP+4VH8xs3CKKUXNMbns0bqjnLVsjTejaFU6q9WbBZj0tha4vJ08/0+wKnFz53xNxWnwE/r1PS6v6YUte1c7IwXK4oFkcWZlZe+7Wt2wQ9U1FHGiYrqE0qcV4pp5HTA931WmMAY9ZrZHEhuMurKsXS93M9PCvrtLM1r7WON+wKMblhY7kk+aPT6SgbfRtjD+VyrkbxuwXBW07Ab9STiutJPaOpEMbWP1fuAJB7ASARsG050ttjf77GUra/1srYgjZZJFQoNrnb7p1CtYBgFYb2NsqXG/q7B6j6uxNXIiY1mbPdbDztbx2npdJbe+DarK3wN/uj61ypTY1ex4F78Ueav6LALxdmIPisP/q6D4kk+fa9OPb6Ria1EkBg7iRiBsLfdDmsWCBtuB3/7Nr8Q6oRxYmTV2x6eptJjKvej4XpFVr5bTJI0aS08+YOdmtcnax7f0ulQBY2UgqbN2tYnh2yt3GwPHYbX4INr7uwa1kUNe4287WIq5uDR1DEdhPN1LM3nfnm1TNp/y4C0ST52AuwFHzRYkC4NiDUshma9CSBl/VsbX3Rc77cbxrnIFrUwJEoKlJALm3AYm1+OwgjzTI6Wz9tlUBceyWFhpoz28W9k22BseKkmMiKu+f0+H2m+lXKWvs7+pqxUfLP/AOdtLBHKCXaM9ZkjZWQ2YEYkbxdLP9VscjiAT4qx34tR8DtYWO43ygOnsaFiRdhZiO4eam08aQ5Dt+rVcm3f5PBBBsdurLjjs0ztEsZRc2tQjVCbsxK37ONtE8alstSyvOSvb9e4EkZSy1btBH3b03rFquSBff67QD5LvCAViilMOQ2yIUrSi7AezA2m6Rzkm6gC1p4llLZHgncITEX7Gd2+TarKDD2WlkcKGPyN+8NZSNlUtxU0TRNiwIFrNkWu1QS4MBV/NSyPI3q7fo9+JKFu4C5oowoXHjYqwAJ0A9TmpRaVxWDBcj3BmX4xSGOTKp5es1/ZAvX1sOwWuLm1/T65WADKyGzQwmXK3uMSbdg4NGnEYxw7/B4JJNz2qQKz4244qLp9YdSURmY9PuAJ8bRQtLfHZmyt7C8NwJZAhQexmbcbcW7VF2AM0YjewjmxXA6ptOVXp+zc449v+tghMbP2w6ZpUyp1KMVIvfgqy+afpA2Tut4uEyjulAEmwsewdKWTn080SSeaLM3ypTiwNCSQSdSibsT7awSsmY8+wCR4b5b6NgwMTxxpFfDow5mRtRL1ZNwxXwXYi24FyBUmkKR5CgCQdo+nyZD2+fA5oY2uTzJaM6XUYgVJpcIsquMAN/8AR6fRB34t7EekVowWkUxuVpcf7hjzkASbAqwNj2f63yOOPtDzybX47o9LnFnv/rTQt05MmhlT5UCR4UAsAZAquQu4BJsDwbbejEVbz3p0jcNQBPjMY9+LWv7BYkAd1+LbMVzuvYEujNUcbSGyppwIDGZoOlQtY32hnkj4ViWYlqlm6kSDsljVES1WPG/F+NHKiBladleZivI8AM540+m9V5n0sgY4Np5locN6kxaYVPE0bduMfjsUXPsaR8oRTthO5i7AL+MGrCrJRx/tQwj5pJoajaA/t0bW5f8AJfb/AJH6bG/pDEC1XT7/AEqxH1g30+olePA0LX5NrnHaFUaQB2tkbAEmwseduNlazhh+cXG4mneXexoAnwpGJWrEedgL7E3ttiQL7X9GNJqpUTGmYsxYjlgDKio+KAlWuDKzK5bSwRsmTtp/VJjvY7f799WK+KC6YaXKlllVMRsrMhuqTfpK02tZ+pbdSob1f635Hjb6oW+9rG19ljUwMx3jkAiK01r8Ijt8T57S5ItsyFQD2qVB9VX3VSzBQ6sjYt7P5lY+mlTi+oOO4JU3FRiEhupzuTe29za29mHnFscqII8xo0jWVI0jT0+PVV/ujTKr8P8AlsJA0eq/MNYNsceLVHE8h4nRI2AXT6fIZuqgfGSNJV9ToUYqewm9tgbbRR9V8a++4AnwVsOdtMEhj6kkMolBK9eEu0bSp05Cu+Ib4duBwLdgNjfuALGwsawfLErM4hMeyAMwBWwktUmeWL+KjcxvkGYsxY9ysVvZWEcgZZXEj5DpAwdRYdOJFDGZFgk9NLhY3RMmsS7QsViuTz2XJ2gSNycz5Nq0kUbR5PKAsrBe6xPsDTyNGHTckt5LMbX9mxNWNr1Y73Nrb34t2OEB9EMoQU5u5Pc7s5BMK308xoeQakfN790aPI2KEWNj4rTxI8WUkyhJWUbIAxN91XI2ohLDHsItuRLGLMWZrXqXztzjtyfG1zxWRxK0Pywhu6mLTxetvxD/AOPz5oa+IizJqIGIw+6PBok06RsfUNJA1fk4y1DSxK3M5ijjusIM01BnvRdU+V+RWuUelqZHW2Wwt2KMmAo6SIIdz54xOOW+TWtQUt4Nh4oknzoTxJTcsTuApogg87AX3SOST4MW8NUXBJogjzRvfmrG19vHii2XJ3KkedjalR3viVsBve/J7NLCkt85lCSlVvbxcny8eK3oG1ZArahdeR2/pdI9kOoZFxo+slqfjjZkZQCTb64q/Nx97ipEwtscbC1Jq8Yse9Ud749tt8jxVz282F6QcEGgxAIGMj893OxixHrgS2mcUASbB0ZOGVWc+lwFaw208Ykls2qjWNQ8W0c0sYspuTcjg3p2zbKr8WrIYY+x9bAgWNQadsxI+uZbBdgF6ZNIV6Tq29x/bs+OXp9I5aInrI511pJRh02rFt9J13OKgGiLi9XRuBc+Cb00scXy1M7SGvw+P9ItQtatZJ/5ONDwlajHp+vVSxGKysxY3NJDlEZO1tROy4nYKxQt2YgcuzFqICi28DY9TcWvZiLGg30xX7FHaMM/6aQxrAlSG8jHZwgb0MWY3aoomlDWUqL5aeBJI8n1EXRewXHnIfVPpCsVw8MsYu+6ta9JhznVyPFKAXsxHJtbxbsvY+gAnf1Fb73uOaVbiiLURYCh5q9r22ZSpsaVivgm/Jo6Z+lc158Ljzl3MQTx7ALDxSYc5riFyO1/8ncb3H3vKVsgRgoVSK0hUxWEsJRi68bcbLIyqyitKc4sHAAWwPTgjLKxLMSwlIWy/wBtqRsDfZSVN1klkk+faPn6dwL37lxJ9Wy6yycyRth122v6SN7em+0aqzWZ4unFd6bnGoYnmPE+m6SZCrem9EA+WRAl60blNQtj5oA2rVE/mpKWadPiJNQ/z80xua04w08dceaY5yk0PhWrt+XO79EIvT9tWx2BK+FGRtTEHwBwTXNC1+fBpueavfYEjxdfI2ikMT5Bp2n/AEllQRyYjZjc7KxU8YmxIinki+OL6mzUyfqlUrSTOzYvqiohbKjwewW+zjbsFFiUC9zBQBa1qXk2ohbdkbWQ3Y3PYAT4oAEXZgL8bA2INS6n0lQe13jMKqOLdjC38a3pvuTe26I0aCcSarJLCuL8tiCcaSVV8rqofuOVJR6KdlRbu+o0lO+mPx+64ub97RlbX0kb3JaXTSILjuxGBPdemxsCGcsqjdYZmTIX4tsCVNw8ssoAfYFl+Mk0soAalwv66lW2JocEGr5WNfRvqY8tRWKjY2wO0a/phakyWKS2lGWpSvJqSPrAI08XSkx2BXEKdP8Al/X1eLnZunguI80CQ1wzFmyPefQttjwoFL90qljYHz7wDMbLKkMcHKzERMlKjvfFJJYz6ZFlU3k2JY+dtP8AljEAQE69m1CIj/p7qQGubfft3OzAC1q42txesWIv3IAxsduKXzanXBsa8VkcMdvq+yYZeoixINaRY3ls8+mYNeJscvYP/UkUaQqwBIvYWBvTkM1x33NsaeKRBdtsz0ylDDC/eU9AIHJsOrFposQj5Q50NRFMhRzwxFYtjlWA6Rer3oIWQsO4Eg3EE56Oc2sZrJhsONj/ANC33/v2Ba/qptS0aBKY5G5KtipqxBsew2+o+lz1LdaVOnqcesbSfHaI5wqa+q1NxNu/wNIMnUUAcrDWAjTvf8Oj5aWh4uNTMwn/AE4YvzGbO64uVrE4lu3022+jRKemxtf09if/AEbkm52sRWnEZ+Op9EfG0ECSxkmRSjlT2k387cWqKQxuGE2peTigMiBUEskWahiSxYtJI4swFyBU0fSfGhb7pJNPHYiJCkMjt52RcmAqWH1elMRy1RsUa44tt4N1JLG52816cfYs1EWFB2CY0oF1LvhkcO7mgjMRsGCtxsLfdK2IYUgQ3zpGKNksepjK+ud1klLL3P07LgyMoBNQWzIr9vJXOP8AbuDY3o8nbm16VirXBmMsTLsfPHsZvhhXF+OOaje2hO+b4YewAWNgQV9LVc2tVzjjsfrZuj0Vxof52UXIuwt6RvGAzgNqooY1GETiOQMZnEkmQ7PJ5ocmhEtSxPHUTokgZum8zM8cc8kZNO5dyzN+y22mv+Wirg8Nq+JqIItepPjUP70dDk1rbnTPWnjWKIIWsoqaCVQZGV3T4bBGZCw3LJ01AocG9MQWuO25tbsFI5TLHN8cd4ppIr4z9JolYdukSBr9SQKJGCbtG6qGaoUMkgWp4ukwWkxLeukV5VwjZWRrOsoEBjoeMaOolw6dBjiVphibbSSySW6n1s4QH0dw4NeR35LggDMXYk7A2Ip/JPdGQrgtnbPH6GwJBuC5bybfWy2vzxshKtkJpOq+R7vrsRyjXEjlzcivPjbi3fBKsTXZzk5atPDA8RLmwYgbqMvSxFqHmgMmFOOm5Wsk/J40ouwFOuBZe1VZ+E5Bsa+qiLK2ayyGV8j7ItcXJ82p1xtbezeTNGiBSmwNqHnmXpZfpcY7RW6gvIf1LqZXmWzRxSS/p0AkMNq+6Fri8mPqwrRuDpUFWNq1PE1HaT4Cof3o6snhrEE2FjydZN8UWTVM8eNBvQVoYYHL+EOz62WORhdfaLuVCmPo+rqjg03LE7aeOB79TStGksi1q/1bdPZ2QqoWvHHYL39PdYEqA0ZEmFJ6JLNPiSLbRqDIuc4jSa0ZoeaYBWtRKB/RVvTeoXi/L+ri525JqGOEwuXvxsFBVjUfS9XULXQLWLXtva54KLYkb4mxPsfV6DkIV7gSvjaWNEVStIMnAqRIQDsTc7pHG0TO9mtfsVbhjsDyMvahlaFiVfLK7cfeyrlft+6ZWU2ZVbhgxJYk1DA8oJAW+Ww/wPykXTtRFiRQK4m8kiiIRR5xvpxGmLDz2G39tAkXsAT4RHU3ZJjHKSMzqmwLAK5Ao8jbQf01AtbnVG820cHUxKT2vxD+9HRv4rI08qxgvSh5ZLVHBFGeX06HzIkiCzV0iEyqONna1CCJQKZIG8zaaylo6ALeP4EWpCRYmEIxOTgBzbTxiR+dRAiJmlMQbWrpSdPOiCDY7i33cgWoqRa5JIAJUE/pq7qCF2t6b0TcDtVmRrr589yfbVy7c39ONAXNqPBq5tbuFEG16eHGESbW9GVAkeO5JIelk/BanUqaF2stPpYhFehzQ0S48yIUcqe0eaNr8eymGQzfDM9PZGwa9SSZjsCObWlki/L9M9RXgwkYqbWRc3C1JpY+n6fO2HrVRNC0Nr0rFTcUqs3jtZcTb2I2Vcr0Lg3EkjStdtOR8Wm03pzBSy3pJZEBCopYm3J8MTwp/NT44198xqjSANKqpIVVGZGurOTHYwwRdEXMS9Nm3AvurY00jt52+rdmht+WFD7qf999lllX4y+BWj0p4mks2NDwa1EvUfKtJH0wDRA+wv8A86xBirbKuTAUFESARtLEq5OkkcnKtbzUyYOdwSDcMwKj2cuwW+9hlcGgzo9w8sknDUBD0STG4TK6u4GNJjLqfVqo4sBUqKj2Xa3pvvcjx3EEVi1r7EW7WWwU9qC5qVSJCKII8grzfZXZQwG+TYY7GAJpWoI5FxTFTa2zuz2yrmj5pSUZWqWVtSQu2TWtsusjx9Ur9SQt3fVcfXtO2RvssbshYbrCn6d9VDGIsgJGVFxYljdoESR7OwQSEVexuG1UzLjV/RjXPimBR6eSST5m1hvHK8d8dpWVnuvbDp4mgyOmkiiY5zsjykpRBHna58bIfVk2le4KGWAEEx9AWqyIRZ4isN6f6p40ESummjSRznMmDlRXowrTpG5PULuuSx917+xpLdCOgDe1OM53qxsTSxyN8YtGODIuNiCPSfSbWYjSp1p8jxcUs8LSuiXF/TrLdCr48nQKWZpSx+11756i1fhznqGvTWsH6/Hvk32U2bmQg11W6eFRBC4EkihHIXpQflsth55axY4smnWAEMzt89gL9n12E32DEXtUc+Omsf8ANSQmNFakh6ijFhixU7LjkMja/G8Ss0gtMriUOJWJtf2c3xxrSyuImFHkk9h48782prmxNAXB7lbFr7vC6RhzQF2AqbSqkWQ9qO+WNPp4gDjujF3VZtQiJJ6PRgNtNGJHs2ojWOXFRHH0Oo0TFHyHVDagPLO0HOFZHbkbEk+dgCdtM8aS3eZopphh+UgrJgLCmilUXalYqbjYqMVK+PMOnklF6TOGZcqZEY3OK3vWrcWxEMcDqWZrZG0UnSe9O6zPzNGI7W2DEXtEUV7uT6rj2NOumMRzNrm22m/poq+6k/catM0JGD/22q7innRHC01SNeF76ROlAK18ojjUJ+Hf1FXtWqCYC875yVoVH5cVxe1T36z3/DFFpGbgedSwabjtNr8C1/V7gtkL6hNOsPo208KTZZkWYgbFmNr1pYRLfKfTGL1CrHYediRYdpsotXO+niMr2p0hgDqyrdwtTxdFwN4yqvdz5NlNmuYJI5OFYWGVSzNKeVtzWRUWr5Nz91/rshhaY2BM2lug4+3jywkhecuGv0V/LdQUY5FXI7kWr9PoUBH6r7EFfO62LAGVVR7Lc7I2Dhq1GoieGyi1+ewcm1SR4jigbUyFQp2MkhFjuzFjztBAJkY1FMkDkCV+pIWqIKZFD6qOKMAx7/VRRPK1lmgeLkgE+MR0yTQ4NMcmJ2EUpXLYM9tlOLhqm1SPEVGzAqbGgXA4Wzsxk0ssfRAph1GFhvPC92NMpXY1zRvfn6ri2/Ft0xz57z4O2lH/AI0QrIhheSQB3FZtUeshaIdTU6uQrZI/3UokEcjxTMuJatQ5eUsfw8X1BoH+1tZxBtouNIlx/wBSeqZrQL04ljDMAuVck1xagoIJHtnp4C3YCVNx2jzXBaja/FC1+Udo3ySXUdZMBWn6hjYRMpVirV90wAaylSPl3glTdSWY3aiSfPbp3wR8YNSblZT5OxPejBWuY5WifJZpWla5qLUFIiu1za20zFtLyLUUcXvQtzfj63JJ89jFDbGgGN7Vc2t3vK7qASfTYAXv28W39ONXXGlzJslf2815oWJtVjYnbzatHIillbVyR9MLR/Tk/TJewvQVje2yatFiAo+aFalIIh6eySCWNAz0pkK4L6ozUEeb0oCLyZo6ilWTwxCgkxzxSCpoFYFo2W3j/XuaSFJMi+rhSOxSmOTX2kikSLM0v7S0JB4MwuzWCsaChak+NRfupVm+/JBGscBMKk+Vfhw9chALfeu+C7aA/wDi1kPNRaYDUyS1YrWsk8INuPf8b2O0XRueruOTR87QIskmLOArlRtpp4kixeeQSSlhQt90ST57vrtdcbfx78Wrztc2I25qxtegrHxY2vsbE8d0TupxQ6L08di439XG/Skwy7L8W7bem/ZH0yrCSgLgna5tagbG9NJA2m3vc3YuzAA0sEpi6g7ItO8iBhJM8kYz3xPpNSD9A5c2rRY9LjXFcFqHFEF5Jh4Uu5q6oAQs/UjYGRymATquVyADkZVFKIXeibsTSqXbFSLGx9gZx80kjxm6PI8hu9N0OiMad36dqX5Cvv0+oPYv+42xFqk+NQ/vR0R5scvNdN9TIziUWkYH8N+UlDm9a++Kjb8Och2Sl8m5pmCREsxLMSdPgXUGZCHfcEAHsUKb5bwQLMKmgki87+lgoFHGwtcny0LLEJO4i3sYtjlv9W77cX2ZCqo3f9bmxPFtP0PYI3CyqOpX3sR+moFKWBuu/NXNrUrspv7At9lGChjR1cuFu2OGSQEpbi+w58NM+GB7pNM6R59kEUYiWtXGsbjHa3F6i6WR6teNh99n+Ka/QOOJwy3Qx3/URRgMNvRsrYyBql1ashCGW+nEVZMD6SSfPYj1LlmGPVdzgJMtNEvTYlmJPc2N/T2PNK6BGgELMRKQA1hMmmWAFKicxvlUp4NQgNMgNlPn039WpjKTGmjZUVi8Tx2ynKkDHTANqEDcX4mcJC9o5ZIvhIbyMT+HX6xsflcaiMuEtJDKrsK02lcOHl5Bq961YluKHJtWlhMZzbVH9V7E39nioZmibiedZUxj8Vpy3qCuSXOXFqHJphixG1za3skW7btjarcXo4k/p7eO5UZzZdRCWhQIUkXz22J8dlzhbu8C+3FRwtPY1qiF0xGyKGPqVmUnHcFaJueaOOK2pwgPo7CQVAr0CPhVZvjdrWPYyMlr0kskd8KKkWvp5Fjku0zq8hZYdO0i5URiSCkcj/F9LOovuXkK4nePUSxiwd3ka70bX43JBa57TNeAR0usXD1X9RJr0/VfmJbC21+LbfV+xUdh6aKjC+0UDyqWBuOC8zuioavcHP3IsDKuerEAC9PaGGJ4Sz1J8ahOMqGh/wB8XqeSNF9Tuztdmd2UK0wIxv8Ah4PWL0fScq1rchRT/M1ppOlOrV5NA+QQxHBsMaLKtsi3q5Yc0FRDcixrWcSDvFri8vTL/ppJEImVuzSPEsNahleYle1Bk6rUmnkWQhfZYIFXEeDavq9Zi3p9jT6jJghrUTyszJ26MRlznqIgiO8dJG8mWNf7q5IA7GFjX1vBqOmmLNlqrvupAN9+NlALAH8vjkW2UNIwUffdz9bBgEYV98+xDqHjGNRRNNJeoo1jXiX4U1sjba/AG48+10k6GNaiGKOBbdv17cc2C40fO3ptSSyJwr45emmFj/DU2NS+NtNKk8QrUSLGovJI8rXcWyF9RDAsN0nbIrWlmdHwVJ4z6a1TI0vpAvatVE0UljUGqxGMscsLjhnQfOTXIv7cs0krXaDWFfTMkivbFyg8yaoLwjuztdvruVipuPb+qxXo5VpJfUEqZrxOI9tGqM7BtVGsb+ir1EnUcKJU6UuJ2HmpFwe1W4vubX9PRHRVx4872N7VA6xSEsmolWXMzlWlLL2LYMMnmaThq00LSXNTR9KTHc2a7JvJ5HYAT4IKjtjikk+But1OwmlZem3fp4o5Msvs7qrMbL9bKHc4p2KpY2WLRqB6/wArHQ00YrppX6q+J9QMT3qzLe2yDJwKYYuRUUnTfKoYYnTNsP1sFKsNl1U+FTz9YAdxxw3++zj62+tjceQSPBYm1wpN7drKy2y9xOjg2e7i67Iv2exlN71Fw99gL0ylWsWOaY08UsfzoAnxFBkCXdLcEqRsL/Si38LN8AtWNr04UH07KxU3XcEg3Xqp0GV9sjxYkk3PdY432ud7G16HHjt9OI7oNSYlxqWRpXyOyH1URa+8ny7EsBmSbm53Nr8QajpLjUzs7+oKSparHYm+/FqTHIZsY2XpRagBEjU7Jhl+pXNMoCrsCR43AubDSwiPuMPVdmqeIxneExrJeSQqXJTuVS3jS9ZuF1OEcn6UbPKBBRFmIoBmBt3CKUpkN7E+xza/eDY7Ek+QvoLdn1f3PNEC/ZiccqCsQSK4vWokgeNRHUaGRwokRNPKhEs8TriJEVHsKBI8Eknm/FqsvthWIJHc6YhTQvzbb0YjHt42hgea9nUo5UkEGxGNjftVyoI9gdvn2cP089k6GDZtyA1AXPFSfM0AT4pRc0xB2aCAafLvvwKPnYkk3OL/AJSuOKndJCMI3Mb5CaZprX9vRpk+VDgW7ZXwFKLCtWmUR2sbXq3F+y52ud45HjN04y9TWB9MUcBiWpMRIwQXvwQR57FnkVMNhuoubbQxmR7VLCV+PmgRjR8+3Y89/Ftxa/Jtfj2kkkQELQ5IFSqqSYhrX4iESRBhM8ckjN2WPYtg4J1UsDoMPY0qhy4OojEUlhtGjSPiroUfF9he9g6sjYt2WbthmeK+MUg6+UuqMRkHT7UxyGRtc2valR3+K6OU/L8koHq/KQeaXSxY8HTwWptHBjw2i/8AiSCZPLYcY0qu3x7xc+K4tUhJIunIK0tg62PyqT5mhwhNf9BuPQP9V9dpNzem6XTXGNM8tzj9CaXAIe1Y7wO/sXN9tMmKgd3zlvtJ8KPnshXKVRUy4TMO1QzNiD6Wo3+7m1qQt8QQR50roknq1Thz3cW3UqL5bI7Ibq06slv4AtfnsSCZ/H5N/tNGGWjpGvTaeZaKsPKRu98O9WK3ttpIo5LltVCsTAqpxa9XJ7GbJVHd/rvj0srcmPTdN8hLpg/qqSCRNg5VgyMzOxZu7m16AJ8B3FredrGgbG9eTTRSquTbpFkL0bfXjZEdzZYtKgAL2UCgCOK5DVc24B5q9Xsa4IuOKn0qvco0MqJk0TzJl0vvmrdhZLLayPRFjsGLx4UODTEZXBNzeibm5vxalIUE1BpkaPJ50ETYBSob1YsasgpxJex7OPqgbG9Hk1zbtSGV/ikIWDpl9NaCy+Ks1r7XONqFr87DyKi+Pa5stRiy7Smy0xuxPZpGhb4allRLk8nssQAaSwcXb5GppYGiAWJir3Epya9C9H2B0ehfvPG62xbvYWNBfQWrB+KaNlJHZHG0h4SJI/HirsOaYpc254YEo3NSRRPwZFm05OPbi1r1x2I7xm6SSPIbuTffir7hWb4qLsFro/psxpWKm61oljIYnWqgZcSCDY0OfEUCxgFhxesx9kWX05XtWo04sXQD0k7qQDz7Nza2wNiDUmrV4bClv4BFmI3jRpHxWLSOxOUceKWFyvBHN64tajlV7c0cfNemrXoXDWrGsvupsZUxrT/oTkS6woZBhtGq9RepOI0m/S3d0vZMb/DeNQStTjGdxteylahnmT0LIHLky3QfHUBARhXWc5Z6OJGUu0kCdZgKBxa9Elmv2XPbHNMhGOSiwbXFw4FejiztkeCCPNAX3sfrTPlGO0+p7b6yWyle1JCiMF6rdExtv9b+NrkePTar7nAfHdbFgDImnVrL2/p9Pfi3aLfZtfjeNP8AxHNGWRgAd4k6htSgKtlBN6Od9r0MibV92cmsVbipozE9t2ljMATYO4TDaxtfZuliuFDs43i6fUHU0rw+vHUlOvdCbnbOPoYbAkeLkm9COV1L7aJAf1GPHhG+qKD6S1ueBRz8jUx4SXHYOPcYKLY0L/VC1+dJHlJnXIPHH3e3FePNql1cUXFPr9QeFM+oJuerNS6vUrSa+9uqGDqJFPPgVOkcqWogqSD3FSDaijjYm/n041Y2vWlF9Qta0fr0mWWSyydWzGONGiZqjAeQBtVFHEVwpcLHKJQ8gBlZYWx05JJufbU2YGpHaR8jJKZFQNsST57Lnm2kl6b2Nwd2OIpBYX2mcRx8yNm5Pdz7AJ8DfK7Asv5aZBUqQiE37hbc+2FBQnZtNmmcMaW02Jj0jt+5Jhn+nGIjl1Be4AjARcQLXoHmtRrhGSsZ1uqLXqPXyDiWJ1l9Udsjzb/Fq1SkxXO45O9pVSib+2qlr2hlhERRwbG4Y5MSaSTT/l8SuOYzmZHf9PJ7Y0q9WVYwBivpDUwA8Ta5Fe0cM0c4uBe9qsea1IyhOyIzn0njt5GwBNMCpsdrG1+xlOCtUUxiDWQAk5cs4RI441jATEZc2FWI4qSRIkPVmnml9NYLRSM/HBaeBl8lSNo5ZImummnXUJTeeBUmnjke7Sx4zFEZWQ2YEWN+xcr+kkt5sdtK4WTFkgjSTNZIElcM2qkUfpR6WOORznqEjSWyA4njqNT6cLB1Nh5oEq1x5N9ljdxcLDObimVlazb9T9LDuNjaxBBsdgCfHANfW4F6005SylXVvFEZPXAqWZUWppWla596+wBNMLG23NTKBEp3ubW7mxv6Wcv59hRk1q+6WGVvA0cv3BH0kx2lVnjKqdHOPEiPF+5oYrhpiQnJoWIrUNgptgKKMBfbTzNBKGA59a/9q1vrVzenDv53Pmszhhv9d0elkcXaRDG1j91qPy3TXpbQSRopDSMBcj8NQYs5rH1VrTjp/RWjNtQor13GRy8URcEEjEkVci4FKrM1lPBt2C/kUfO1xhjXg+n75svIrSQ4Ld5cj1BtJnD5/DE5aQ8oaLeKPxqWRUUmSWRpXyZRe+0OneVcqjhjQelhdbSTaYAZRMn/AM1ppOnKL8ivqmN1IqORo5c61E3WItvg9dNqxFWSv0Q5pPyFJ+U/s2ePSn5umiHhxH/YDarxnyzK6qKCrY1HAz3o8G28UpTyuqh+5X6khbYedjudvTjSYZeuiSfNKzKbrxticQ2+lXJ66aYgVqgIxcfmQFrrNRyPJ7OLbm31U0qyBQvYmOQzkxzunJN6jLXxDW6nqfDI4Vx3235PilF2AphZiB2xqQbkgZ83FuBNMvjTmVospKnaRYsozqZzUrs7erTWjRY6HyrmtY13A3dbeK0E116R9PkTzxAWH+9lwv6ziQLdivirCrRdC+4oEYkdnLNxDCkdicrm51g9IIJubnskN2rSjCFFL8WrI+K1p9ainFjQJBBFr+cRXN7VN+8+wtflHaN8kJJNytgeSfNu3j720zrHMGaXULjjE6ujWepDdq/Dj+g4rkEX9FFgpIMrmebiSF0tTL03sYIeo3K2UYjIW4Rr8VZhxWo06/KORbHbSsJIVLWsaKJfmbSsoZhQBN9o+nc9Qm++BtztpIwz5sk0buVRpo0cK2qjxluMTiW2wjMQKkEeaxj6OVC9iRX1XNr7Qy9MN3hD0jXOwFyBTCzEHtVLoW2C3BoBm+OhjFgamlEa1LI8rWrxQ80eDsLX9Rtfjsv6QOwYWFcX3aUyIqMCRe1KAfP13CL03PbBN0WJpjkxbvVihrPKiaxHTyoWuMpNTI3xz/8AEzqKeRBamIFyIBlOgor6hixFEqa1P7x2yJAFeeKIsaF78ZS/3bHGwtQFzuSLDsCOeRx36MCxYr6qF+bav9hr0BepFsBRINtoxlKgOINFSBSW5rVG87VIPTfaIAwRFQeLV/uf9+SkAY87G31upAPPFMVzum/1sGKsGVmLkl6PmtFN0ZxRtVkrWNiuNJAwYNUkwjcUSZZuI0CR4r/+1HkZVcD5PrEU+n862V2lJkyLV+H/ANPR8+n5CtXLIP09vvlscjjtEoeQBmODsE5JooV81l6cTojaetWb6hqubWq5pQD5Kkebk+aXGzX24sKubY+wjshuC3AvITlv987ZHDHYeRR+R3BIPpXWccy6iSTih4vsUdVDH2QbG/aDibja5tbYAk2BBBse3rcW20caFC51saLZloLZl6kkQEoRJouk+Peb8Xvx25f+BbaTxWi/qQaBVuDc35+r1N+8+wt90QD508QMUp9o8UoLMAIdNEp9ViGrVIFkuO12+q0YI08atb1GgGFyupcHTsCzs+OWlWI5UEFTvAeEc+mtIL6lKyYKTS8x8f3VNzM9SfEjaBR0EOw5Fqm/eevWnBfDL0UeTQF6NrW2VS17Vi2GW/FtlUG9KrNfGo3CXu4520cwljsf96xy01q603imb7Ogj4MreDQ4q4Q1q5jN6UhhUW60McbCQvtoP6ejxVw1ay/V57BwdgpNZW/bt/dJQBJsIOJ0qRXMzXq1iMmFjQa3BK/aduXsks3JJvsouCe1I5H+BVlNmrI4YHYW+681Y2vV2Isd8JMMtha4yNrm3bbzbfHzfYX+je/J58b4nG+8epMaBVmmeY8jG4yllyYAameORAqNlf1d/wBbXNrUpCsCXIZyRl6MaQhXBOobKS4/DgM3uV4vXNuBam5Y7RhS4DyqiyERwwdWo41jTECGON8kMEUlJo+fXMI108mO/FcfVaJVMZNFSBy3i9aw3ZO8AqiLRDA3CtatUT0KIIrSYgszRakGSzSjGVhUv1Wh/forwcUdgbA2vX9xu/xOwBBr/XK2tKbzOQxZuWYAHjsVCSt5F6chTa/Fu65+oIDNc1IhjcqWFxtCzLKrKkqzJddTcagmsjcmm9TWESLHGqUT91+ma1bBR01UQdBi1fmYvy/T30t10yChe1xWt/dFIjubIxf4tUXyvRB+xa/LlyfUPNHJuab0jGkvlwMr8Fi3ycWNaM3jtUmkRhZY9JGh/U1voVAhKt5rzuengLWNvYPHsaYp0Fx1zKWUCkwzGZtc27Pq1HwOzqydPp0kbuCV7Rwd7Htv5vpHjRHLyyxs7kc7KLsBUyIlrPPGYcewW+4FiZ7SG2RtsCR3eDtxStidzhZcaf5GtAP03q7UD9V9UfkexzHinTOseGUo6SJPKjxkEtVyLhtQrNAcaQgZX4vuzEmwRMIkAB9NiUuONXfJL19bt8TSi7AVy3jgCh4rWG8QoHjsl8ivw8teSyk/3BgTRYAc1J8ajXKRFr1eKv8A4yNuT5PZ9197QSxJxI5BdiNnfO3YASQA6PG1nSSSP4Ekm5p1+xH5NRS9Igr6tQ7sWNlNaNM9QtK3Fibg8DitV+92woZJVULitsbXJxZZKkyeYxpp4eivM5Bmc7OEFsWZm5bYW+wbLltHYK5ZPmtWSzX6t7BtD+21XB8ZY1rL+lqXH+7jdVLOFEmmeNb0wZTi3bGLmpVtbb6rpydPqVEIy/6n6d27OR47gL1zsOT2jiMkdnpxO4VmPpva4VVLGy0EvHl28je/m1W8kJEXFxSI7myMCOG7o0L3pcchk6qZLRbfXc3yNaEAaa9Eg2seQLix4J8nsZyzXOJm1ADLCkK2WzfX/wDmeOK1UKgdRdzwDUf7iVzWYIOWVaz5rQBPjeT4VF+8lcX9JuwuATatTxHV+yT51+G+JLeDxgL0/CttL8RWlAOpS6kc0b+akP6Tne3F6g6fVHU1f5cjjf63AJ8UmnJ+cEPVzqSGWCz1JI8puxxGOLoUNjsFs195PoV+HWvIT9UljR4vYm5v2P8AGtHp2jGZH3Yeb1njc0kuE2YyaZbUkcCcLNCrqbUxvbcC7WDG54SLqL6JQFfEL8xR+TVpdOJZCW4Bq32GI4rgqQZ4uk3YjYuGqWeWTz587i1+aRiGuGYuedspWXCuPssSqg7IuR7Vyv6aWSAabHa5tb37lSMdgxDBh10EJGyi/hmLm5rzR44pRkwFQrFEpV5MDI2NAtHwagn6N6dw92PcCR4oEjxsq5UovaioVmB7NEn/AIwq3FWfzQo+T2EgCiSTehNOvjSagygq7OEGRfUTtXk8hLhjVudpPjWnAaeMGxX5ejg0V+1KwE/qH5G28nxqL95Kf6rNlavT5rWENGD2v8zX4ct+oa9QoM5qTiJ9pPqvw4Ezk1iByAoNSo8iEKylWKt2KcWBrLlifodojQwGSr+Mln00cfon1IlTFaWJmiMmyy/pdMlerPik+lCICjo8Zs9SfKvw8DoE1yteryJmHRchRdgKlhePzQBJsNPp7Pm5psflRbE8aqQ9O1aSIPJdmSxrINVyw4cWdhsASbB4ZYgC+R52SWSP4MzMSxX5CpWsTYEjwmp1CWtp5utDlWomEUXBmmbgyhPKRRMWWpVwcjbH0ZbcW3+u0xsIhJtDKYiTX32OoW2+DkXBljVR0oZGibJWOTEkMVvamsDx3jutzshABG4287BiFw2W1/UAM7V0v/HYsceLU/y2ijhdD1Qt3xXsUXvub35qxtfsv26dSNPGQt8uCbEirij5OyhTYU4xYiiAfPTH0eDzDkrhxPN1QBverHaTwK039THXFcjkevkjVq7OpXpy105K6ctYSU8cuNaaJ21CZHIcMHFuQyk2rXLYJ2v8zX4f+29+P7TiUqa/5eTaT5V+HJ6WelH3Qa9xU8rw2sxLMWbfiwpI3kvjRuODVja9aWSFCepNbqG1Zafo2qNDI+IdWRirDTP0epVzah5pgA1gsMkcYnEupklFqZmY3aj5NaMf+KlrXom1T36T0ODelIli5OlhvUcUYviB/k40LV5Fq1k15MRoFtpwQePNsuaXJfGp/qHri1RuY3DCbVNILAC5tWLZFdoUaQlVHzp1XNqZBbitKyxepm/UfOjwbbKzIbobkkmjjf0oMmtRFiR3xQQ9NalsHKqASbBIss77YfpB9h5ri9aiKOPHpxzNHfGaXTmCy99/8MVNrU7s/wAqNxtffRImBataF6N95Fwa3aDajxQW6k0MbG9ZNa2wOPcBuQ6Hn1Sv6dhb7J2UgBtr/pla4tsfidov2I7i5X0n/vi1HyewcEGifXksgZ2ypdPNYWbTzru3NZNa1JpLrlJ+Shao9LCpyX0UF4Nrc0DgTWQtx/8AtRy2GFjVl8kgjxxbkWPn/IrCI2NYKD6mihNallWPplvka/DmCxNkb/XC8rqbdF9m+RrSjDTqtD/Ix+61bXmHZyfC6edqXTz84mOQHnY42GNEk+aAuQKk0xiTMMSxu3VkwwqOF5b4EEEg0XcixJWwtXFttPcQRgLjemt4rVgjSswEg+9DJe6Ll/n1AhlBJaxIcGy3+n1MuIttoXvFjVw1GNSLqLrWrjk6mY7MZK6UpFMkqfKkR5WOJUq1m6RzoI58CHUlakikjtnsTtxem822AZuFeGWRQqtpp1rx52aaVtybmhHIfBTUBLHYAnx3hXf4jSag1+Rlo6ScGjFMPNja+/NDkgU0YSTAhWY2UaTUGvyMtdHVwepXd3Pr7wbUFd72FQAPMobWQhLMliuJH3zf/F+xfNfEUQb8/VtibWw24vtFEJVsJ1xlxGzdPFcKb4naEj8uq1YcGjf74Io+T3aVM5ebtRybitUDZSbDG+2liB/Ub745BAGVib+k2uPNekmxYOBSnm9eni3H2V5uOoopcCLp6hV8aDA1lVyV4ZvTdp9SPENyTcnya0IvpaCACr3Fqn/Yej4qNc5FWgFPgNVlteikjhpdg0XSCFIerOQFiRPh/wBGwvzJGCtamEx+rdSovfd5ZXFm2jlkivhe7XNvVYEWNt24B2hF4Yrc80fqtVbosKPBrTP051Y5KeCGHxok+a9Zap5umvqbIk51DK0MmSrIkiq1EeKKViPFSIlvUE096CqOKANuAbeWDH4+RjKQAWBjkaM3Vmu4YxYswpgtriM38as/oMO/TQZG8iKkfpU43ommjibzPAY+VoqwteotNJJSxQR1x9XFrVLBG/ykjaM2a5oqBGG7QGdrCLSWF5FFvTXNWLcUt/FZWNPp4pBUsLxfKklZEKgVpoMwc1VUUAcV/rIVqNOJEJXbxXmohHic/vihaxv9bdSQy9RVdJEvUmIlbCi5bEdnjwLXF36OQKSNm1zsuNxmeSSpikVQzSCzcUGZfjy3J7GDdMnaPHooKt/kEqbM17WJ8ntaTFcRob4uxSQeDkpNa74Js7fQ0k0LQKjLb6vbiuoLUG8UxUefQa1s80U+CdfUV156aSVzd7ttof36seKxFHqKedbPKkxRBNqj45vdkRpGxWSKSI+o+a0Fvy4vwDQ5HEv7MlSWwrQLee5P1f1A1PfoPbN8MaAubV0z1RHUaKq2QfI05/8Aq9jXjxLZo8HYFWKnuijMpIFEiwHc/wADtCf0YrkfaqQRZtWtoDUg+9tJrUCiOdTE3xbpg8yalBcRlmY3ZixN2df7hWkA/KR1yKyNOfurk815IuQVPHlefRYgJzxRs1Tk9VxszWr8OJMj3JWvu66pidO17G16FyeGR0Pqt4q3NQR5yc8cVklxeyGsbUBTH6M6YTMD1X6eB02n5DS8jwGBWhjb0+g8G4FTwrJE2IHntALGwhgWJOPPhsr0aPHLf9irf/LDNCHnj6clqjKrIC8ccc+pNgoHxtV7cV48Vbm1aqLCY0nSChjf1Z05Ba4HHNdOTHLtilMROJ4JqOGSQEpxly6Bb91+z041HIyeJdWGSy0UYMFrxRPJI2Hmo4nlLYuzdIpsnwSiav8A4v8A5Pk19bB7IU2b5Gvw9P8Axyab/Ib6NawnJKP3uCR4rTf1EdEccggrY2B8alVOoesEvzgv1YVYU/yrQf1NBcvSSpNww4rVYnUNvDKYnyqWaJoDavw9rQiibG49QNxqeYWNS/K1aFFXT3PjiiAeK1UxH6aKjv8AA8edCnHUZDa4r/ZMYX9RcSPTzxRU29OsFpFPckUkgJSiLG1W4v3N8TtpyDEgNrfE2atZ+w1EXFEEeaGX9oX7YC5tTwTIt25FmpjfI7aZbQpf0gXDMg5ZbOPQQL1/0w9XFerGxHivNN0xy7HJydn+VfhueDkXBoW81qv2TXSk6YkqNsHyrUSNJbY/SLDD0YwAea4I5AYDj/fJ4og/evHqjNaaLNgT/bav/wDLjLgcc0eea/yKvfkapMZj26KPjqsbVYCuaZ8V9Y1mkFJNG37eR/uvbx6vrXAdMUxtwNNEIoQpHmr1q9aiHGLR6nrqwa9cVrDiFev0it6saCk32TVrjZ28mxt9UkbuRiEJkwqVDE5QwTMgwU+Te3F6ue6NGkfFZomiPq7uKgMIb9U2ubRKHkCnUxRxMMAzDw/wOyH0hgQvmvSaOP8AafJ7T5rQf04pmxYGrLetf8o7KuVOLNY7S/VRfupRPNNg3Neea1H772qIqG9UpQt6Kk+VaE21ArFvKjL7UcGpv3n2il6V9h5o+a/DrdN69I8jHwupD9F7gGSQAYqqBV+q4AyEjl3ZjBO8NwrXlmAq3AFDK1OyqpZppXmfJvw0+p12tY3rXAWU9gNjejyb0rOt8dwbbHnd/gdtM3/jxGrm9Nyt61jt0Rvxvo2RZvVI6BDXVkWMwm4CPccm1LdUFvNa91WDFQSPC6rUra357U1FNrJXFgDhXpJ4mlWIeqSWSQ+qkwv62+Rr8PH6N64qz+RrP2RWb4Y1fb0hSToI83aRxxXP0SALtLrpi/6emnE6XPNXrVjqPEigdJAq2BW45vU2sWElR+fmypH/AE1egf8AC/8AWtt19kx5DEWNqUdWZYwBYAAKKt9Vq9SYkARy7G70CQbjSazP9Obmrf410gzxrSL1dTduTY1yGsdRIYoiVr8N/qK/6oW+9d+0Nv8AW11wtvDH1XxpItUY+nTBkexNz52Yg22BIp2zbLsR2Q3R5eoby7g2vS45DKTp5np+mw2CuOdsvRbZ7dM7R8RIa/7Qivjevvu0i4QRlThfkAXNa0glKRgvnyTvJ8a0a5alKPq4YBPFeDU2Jma3ZJ8q0f8AVR7XsSDcg1PzO/afJr8P/aevka+BFakkwS1oIspc6sQL1bLxNnhglE2U1oEynucf8/8ATa0joqKIsa/Df3mrJfvk+Nd8E3sdyLWpIXeMuNn0uOny7W+J20n9HGayNKfXWuthx3KpagTe1auOFNMMNOuU8YJBB211nlC10xXTFRaXqtYJGkahUspqV1ijypmaRrtji4DvhmcNtKg/LR0CRXBrXC0Y7HNziIUEUaKMa/3rbiAhK/DT+qwoMt+fTe9HGjiaPF76jUu/ojZCBfbT2/LoKHHB4+9X/UNuzWFfhoXqMx/1yDWVhUrmSRno2+iimiLbaKbqw+qR1jQuZmJPP4Ytld6scr14+Wue6Iof5V+GIf1HoXHkc1+IE2QbenGoehz1qJvs8sZ0yoLmk1Uqx40zFjdvY6UuN9gt1JrzX33Gx8VzswAPFP8AE7RC8K3vQsRZnFge362gU9GMUbtWWJudZbr8W5tR4NtjUngV+H26xNWuauVPOQ8hvW7lXTAKdsjjjtqlVTHjo/6qOrkDi4tXBtUtuq9uw+TX4emUTVax9Vj9aoD8vIa00ZihWlY+KIa/MkjdRitSfQr8Owwe+QXg5VrW+Ap/nX4bHcSPS3PBsRe2tN0QHYEjxtg+GdXNrbyamV0xp0KWvufG34f6tNQ8WJB+9aD0lJr0dPvk8Cvw5S2ouLEfK1agkzklvlVruFjji6UQsDxR88TyNLLxv9GoIzLKqUFHirNQ82Ou4w3zwBNaKMyagGv91etW+c5s/DGvw2/XNrr/AHWo+nmuDWslybprR+J2hS0SrVmAq5tU5Jme+0nmvw0Y6e59FENUz4wuRELrTJi3q4xplyXbQMqSevVSBmxVjdjWiGOljpv+rt9675pTfI1oUx0wNeuhzWvPKLtwPPYCQbjZltbYxyhbnttYK1deDC9NyxNKpdgqsrI2LQLIgM4Zw0ZqDTRtFdzAQrtuOT3P8TtF+1HfxTjwwkVzGT2n4mtPEZZQKtxyG+j/AGmtVbrcdknmvw8WRm24+/8ANX5O8zRNbp1L9VpP6mOsr1+mTzxfhvk3afJr8P8Ag9f75+wmQIPleeK1MuMNhs/yNfh9+i1N6fAIxsdZ5Sm+RrTKYYkFG/muPvVm81t0KhvXtdscdkRnbFZYniNn2EcJgL7AE+Nvw8f+LQ5PqsSbVqr9Ag75r2yea/DkYRM4DXHIJtWXryqeYSWNaFPT1X8ULfU74wlWFx43f41oIwELm9rVk4ohSL1rvmo3kP1WgQrDltc2qV8YyTUnyr8NAvI1ea5FfVTsEi4xGYDMBnZWAETGkXN1WuLirir28sSZCaPGzG7E1pVx08dAXFY2rV3EPCZREF5pI8LCiLOAksTpLi3ptT5ouDVpr/l47cEUf8HWk5LeNDLIqDEKoCgrtqHznY7HzuNPzFfUQQpCSqyBFjNSNm5akR5GxQggkGIhZFJlnh6ZrH0ZbBXPioVLSACRSjkGxtekVnbFXWSGSiSTc/8AqNQRdV8aaSWAmJefZb4nbTm8EeRU2vQB8rNkIn7cWf0Lp4FiQpQuaKEGlC1qf337X+RqBVSBEermpWHQepXgeIYqxW9qFri+pbTsg6UnkVo/6qO97NRufHNaiExtfbjYqytZm+Rr8OIwYEqau/igLGr80v8A3M/UkJ3Pk1+Hn/x3FDgV/rX8MprSRdWYX+q4IoEjzI2cjNX/AHX3Trg1u2KQxvkJ5ZJQGNeasdrkeNvw7+ntXB4NazHoGwNu0EKONm5Y1AMIkQ+mtSyrCca5lkCquKqFoWr1VrHynt28ySBVjxChKPHFA/VcDitb+4u1q5kksFHTAWhga4+9a4sqBSAeX+Rr8NvaawNeatWtP6oWsiVC7P8AGtCL6pa9Nq+qmP6Dnc2twouwFD0gKePq5rWn9MVkStjUkXTF6FO7t8lCFGu3xO2mKtpoyBYGuDX4n6WWvw6GymYgkVcE1qH6cJPZb05GgSCCFaTVNg8qdOQrRACg0rMpuqJJKxxIKmxsbXqKMyvYOuDlajnkjXEUQAeERnNlMkixmF4pDE2QlkMrXZVkhKyNIvl6BI8K2LX7jx2N8TtprfloqIP9qA1qHYQODuiO59MaKtWrmsmyo3Faj95uw8VAvUnUVivkefHrFTY9BiNoOl1f1dR0ur+lUn1WiF9QKuMeVFesKbTTtNa+wIXFhPMZmBLfI1+HeZaV2vR8X24+tZJGEtHY2vQawsGOTX2/DSpjkWrsOKSvxBGKLjp4ejHavVc1lWrb9LfyeOyDTCWPIsMSRXXi/K4bcg1BP0Q1ebmiSfO34d/TWrnKuR41ZBhuOzjbi1HgGtMmc6CvFXPga1/itO1o7VoELT3FlI5IXxTEqLk887lWAuWNlr8PgFupJ8eNnyq9a23VFqY+mtAmU96yP18q4rUEvIzbP8jX4YPRJXIPFifH/RlN5GO8v0K/DR6nerD+1bfWtJ6IG7/E1pBfUpXFE/5HNa6+C5RpE0bF6LZL6kQt4k6fhKb4nb8PYnTW2sK1On6+AVcUUCjY/E+RfVSZPiPOyrc8lrnYUTdsqJJ810pCmdQzNEfTI5dyxzllRYlZWQ2aud9PP0b1LIZJCx2k1EkiBCLYmgLgnfi2480xBYld2+J2039LGa+6uMa1f7O0GmMwvX5ZFf1KEVfQCbU3qPA8V8qNiorUACd7bysvTAH4ZH85aKc3W44NEKDUgIiegQPIJXxvJ5r8PjIR5Dh4K/fqterHMgEEea+agLT/ADNfh7FZjRX7q7ULDyWAuxeRnLXzfp4bt8jX4c9pHFXLVyDRxuK9Vq4rhfUZZGkcsdhV/Nf2W3jnljXFfJ52JJNzvI+neP01+Hj/AMejlWQrV2MBsGK+Ozi20nivw6M+qWrk8Uq8VObzNUnm1fhoIR2rzzR58arJdOb78moIutLz9WrL/wCvTWVXBAtq/wCobaQ+BX4eloL198+mp3wiJHOzfI1+H36RNX+qxJpvSrMdmAHiT5mvw0foE7ej61mH6eX+qk8Cvw6P5SGy32sfNauMNFl2K7IeNOf1PVJjn6dvw1/U6V90cvokkUP+/HFaqXpx7LZX9Y5Ngx/tFG3FtmFrUbcWGokEXT2saglMT3qeXrPfa5HjsxfHLZldDZ6sajbBsqPJJ2HB7MWrpyV6saPxO0IxgUUD/m/0NSSuFE886fURp6HOPBoEcij6a/MiXUJHCF4uLX9Q5tWo/qGr742b1OFWOMQxhVX/AKxBr1DipT+k9DH+7a3F6QhXBYKNRquFCgegG3FZXr9TKo3WHUyZysk+oFamBYQCu0nyrQR2iLHGmHigTUiZxFe1/ka0ZtqUrm1fqCiVNePBv96mX+xfaNvqrG1+wWvzWgv+XNl5q1jWt/ZvQxxa+zMxJvxxbY3klxWL9FFjOSkU7GNWNEk03yNaJR+WS/FORYGtY3/jgbcbJG8rYJGipGFSrg/EWt6r819Vqv6htlBllCjHEcHIULZVqLyS9OiLG1WNr0fJrQW/KLRv9er6nb9B+w+TWiVfyqW8VfLka390DazDzIfVWkUJAgP+j/36q1vMII7vFNwTWnfCdGo40oH0MQb0f/1eREBJ1Ehlxao/levPNfBe6xHmlR2vjRV8QxqTpcdPs+6YgtcZvhhSNi4atRN1mB2CvgWHZHBI9flo1qwFq/0Lff1aikR+TaXT3Bq1fVitahspTTCx2h1UsQtQ1iGtRPI4xrRX/MrZLnwg5Nc5G+oQnU2DAqxBrxzWigP7z5DyBIiui0Vt8QfutQH6bWpWKsGDMWYsWX/w0NEnwungWCO7gqPjceKAF+BletYtpr7EsfO0UPWl5NgoAvQo3+7f/M6YSZbkEeZPIqFGklVVIt5/7HNcf3amQItlhaNXvIxBcla+rbwwtMeG02pLcyxPEbMwxNKQGuaAJ8dhMZRQK0Hp096uAeDfi+tuIbHcAsbCWAxw32JsprQQ/wDub0kc1rWsoTfR/wBJFXNzQtatV6oa8bKpawWGFYU4v/m1qadfzSxJf6K16b8ar+oamNlr8Pj5aQ3JrIVI4VC1QThC3Udy3FFj420dvy63HNc1qOYW2v4psQL7RKvSjo+mrLe41gGak/dSytIcm0sXVl5tcUtl4P8A0bVJGpjZW+6ihkmPEsTxGzdkvm9aHS5ESOf+zf6r6rUymR7VzYVeltfn1M1BRfETQmLHIKx8WQfItxYbQT9ENR5JNZuUw7VKjz3BrKRQJHjeCPJrn7q5ri/NqNWGNDIVarNzVqkcopO3mjH/AIwP2npIwl81pGKaqMi39yjlvVZr1rAc1beGDqn1DHGhTzK2uDAA+KIK2NWyvUkbxsQyjJrB1ZDZnjLaRUWPT9H1V86AIavQ1mFcjzNH1Y7V/wCN+X2FvuOBn8x4ouAvsCv2Mlo8UwDAq0kLoav5sxYkZdKSX9uDTppxz9UvFG/2VqTrjqKN4oXkqYRxQFVrTzdI0dalSyPK12HBvR5Oyu6fHTRRz9TKXTyR89iI0j2WNMY1VeL0VB5XW8Ko39HFaaNeoWrEMpBeCVXsqaSSRgXUYi1AJTFcanfqSE0fB20bD8slYt5ryPSVU0+llHhdO7NUSRKthjyQPqx1c/RjsNJf80ho8jnE0Qca1cZuHHTkmfFI4ukiqMf/AJ/3rWsAlfXZpsRp0oAfTXrU/smuVuNibI2yKekmQ5WlsDWvT4sK6ck5xSKAQpiLDypIuqv9UPFXB8TxmKQitNOIgQ2omEzCzY39INjevvaHS3IMtuOLXoC1ED64tWp0/l451xSLdFkY2j00Ah5fWuvUAosx87ee/NsMKTpW9Z87AE+O6SKSO2dO6hQF0dhpxfwbH7p2CqSza1/7BrZ/uLVqeHHNeRWTCv8Aupk6i2LoyGzUpWxvtJ9UpswNA8ivI5Fx5mVZEsTo38iPSRjlhbG1cW51kuEOIqGQSKCLvez2N704D+iT8pHnxIpKqGL3FK3Ap8a1uoxXppoHDwlCANrc1KkTD1jSwseI4YV+OV719GufFW4pdTG8/Sr0VYWFrW4JNjTQwyeehpRS2/txNeK5+xY0a9BHLaeE1+VgoaeBa+qnfOQkVE7RvksjF3LHbpvYna4rTvhKKBNrFtNC/n8pFevykV7VFp0i4jIte18qxNaw/qhd2uzBFhVUjCViT44FqU+rj/XprUS4R47Hxbb8Nbhkr7q4q4tyfHHnyAtcjy8qol21LtI+TaYgaiO4uOCMB5P/AOnNXXxXn5FSrXDPihZ3YuxY7HwdtNY6eKsTVredYP0tmkyjVKf4HaEjpJcgUP8Aq1+G/LQ3oDEYjJ/7uPs6i+s6lL/lbA80LciniWSPFn0syt6XRkaxxh6V6EcreBpXdqigii8H/NeDejRNjVzRwPFWH1LCkvDNoR9Lo4h5Coo9HyqZs5XPsIuWXdY/bmM2x2KSAXO7yyOAH205/QQ0bGuKlTqR40dFL9DRTmo9En9+IxGIIPk41b0+nIU4DghnQoaFvvaT47aNi8IoeK4vQtexAAr0+Qf/AKSSZETIyksCTWhls3TPP36hxVieCcv7ieKuaFSyCMXpyzMS0MrwyB1jlWaMMP8A9avbzxavSPHoyof9fXPJFazUWvEnjxpdQJ/S1jV/8ePJX7Ww+z6XrL/Gp1HRXmDVyLLeRWVhdfqrW5rmh/gjIGtXLitk7Lk2p3ZzdpMSRjT8NehLxZtJMsiWohLA1j/8n/8AZlvZqKmjfw8jdJMqZizFjRNhetAP18iVDcqL/Vza1XUnnweCR5aWTOQttb7o8GtJL0pwaN6vRxNfXHq81cU8ojHqkkaRsml+ttPKGiBq4rivsUwNKFtViPGskLHBTdbjc/E7QW/LRX/0He1ay/RudpDdNtFIH0oA5q5rO3y9DebfTD/B18uCYJWg1P8A6nvavTQxvbbHbIWq/NXri11+q1GtSP0xQ6qRJs3V0kUMPTsbfYOwxrUMEhdhmaPPdhJa+8Eoha9O2TltySfNZgwiOtMAZ1u1sWy+6iiaW+Ma9TTELjB+XNz8TtopbfptQx++a+qP+RsKXFgcfBq1/FnWmVTwZYWTkJhf9SjyDtppzBJekkR19Fib0p55oWN7NOIl5d2drtTCx202sBsk17XFA5JXrq30WBUXDOFvi7tI2TSxuLNtp5zC1RtHKuQ8eL+nkCjajj9La1jNOE9MTDLYEg3EGsVwFkHqF1v/APVytBr+Lgc1LqVB/Tkyyu1aadoWqN0kW65D+7744qQqi3Z2LsWMePUXPVrAMenuSPrZwCOKjdo3DKjrNHmgCnnYYEc2W1w1gtzPN1DYbSHm1aSboy3KmNxdMrVegytxRsoLHUanqDBKsbX2lHqvtpdX0vRJeNvFhe1L/ijUsyxJamZna7U/x20eo6RxcWr/AFX+/RWo1JAKR3NrV9i+pGn6SmKn8Ntp/wCmiFc0BcVrL9GpYglsKIOJ20s/Qluco5FvGCa9LLyLHirmxBnnES2pvVfIix20ut8JKLHweDVzVz9f7xFcG1+aknii+UkrSVIoU+mtNqGhaopElTJf9E1zVxXmtZMLhEyX7/SrFfp44OkvTII80ls1v9VJbqNiZLxBNlSMws7hJCOKWwb1Ecm1I7IbqZZSuJrqHpYCLUPEhUebk0wKmxqDVWGMoII9P3X3arGgTfmbUwL4l1EsnBjd42ySKdZvH+1N/PjaSBH5VlZDZqdfsVFNJF8I9fF5dtZp/NDXwqKfWZcoSSbnYi9EEeai1c0fFLrYMa/N6TDn89ABxJqJukGrybmmd2ADMtvFRyyRG8cOuF/11khPw++WKpT6uGpNRI3AFvumXKiCPNRSyxH0Lr2t6jr/AP5/O6hr4nNjeTZltsrMpuo18/AP580uslK5VJLLL8sjhj2AE+O2RfvaKWSJrpHrwf3RqtIVozadVvR1kA+L6h2P6fTfp9SjHIFDGpBzfaOWSP4rr/8A7/PQ41+bQ/CfqOgzsb2plxNq88FgVNmNitqZSNkeRD6BrZr+pde4NGad/nJK8lst2FjtDqpYhYprdMa/NaSm10PhJtVLLxsACDcUxLMTUJiWS8sljnjWm1eC4SJqtOfLTQKbrPO8tacxCAU9mkbG5tjTix2g1EkJ4TV6VqWaH+19VpRUmrJ/aJJNzQiEgILKVNjUU80XwT8Sb+9fxGD+789pDX5rS1+f03in/EB/621OrltcADYIT5dMTxUcjxNkkf4ihH6o1emtX5rR0dbpRwJdVK9wq4/ZUirE7WHHZ1ZcceySeJtNiI9TIqBdlW5F5Ewcjs5NTPE4Xp7sMvJBGyu6G6jVzCvzk1HV6giwPVf9wADwyf4pSykFdPqVmTFnH+FfixNvItxeiquKfS//ACdLOK/JuTU8XTkKri1YNUUenEbF+0gHyY/8YtWLUkMjtYBAtSPeKIVGnUa3YUH0VI39RqPTTSeVVFJB5tesmxx2aJ1XI0UH102rpWPOC7Ex9MAblFNGIiuma6f+XkJRUqKUxhgO2KNpXxWWKSI+sDbG9saKD6xYbWNBD9+NtOgl0+LiaVDalikdGceRajH/AIMbisGoRn7ozymMR1fydhRNycqINuSi1066f+QAPHaynw5Q/VjVjQQ/YAHjutlxUkMsR9dCNyL7Zho0Q6hYlx6aMBTgBuLX4oxn+2x2xalQCgGPiyD5Zf8AyfFx58tGv9uDVi1WNWNYNXT/AMgKPAJBuKBseCSfONhdigPgqw2saCGgoFC1+StuR70UpSpZWle7bDkgCXTtEuTdxRaMVdOsFrgeN3W/I20+rDgJICK4pBQJDbC96n1BW6IOTTqFcgA226b3t3Dzz7X1VhVlpM1W4aV2Ftrm1t79g7UjdyAqwu0pjqxU1LqOpGF2VDkmWpiSIjAAkgAggkE2kgATeORo2yWebrY1ybd1zS28MbX42Hg7B3VSoH0KniiSMMu4/wC9355O0k6NHiO08nfxUkjym79rR4orVGubW2eNkVSdyzkWNPOWgWOgCb2r7psQfTWlXKYU3DkbgXNfpiizHtjTqPjTDFiDXJ8dyqW8XVfiBl6mNr8balrutqsbXogYhlBK+LK/x8dgBPj3OfozSkjL3OLbsoNEEeah1JTh43gkH6fNeacqi+uaU+FQqL33U4sDWpnEuONNj/b7Lo6Gz992xtQBJsFR2vZVypggtiBfcV9dgvfhNPJIhcCSQJiNOsfSMjHydyzEAHnyaWORxcRxzTcCSN4jZ69NjsFYgkVyfDpjjQBJsDxwSS/sMQbWBsb0eTQueO4AYk1cnzta/Ar74Nx593QreRqPyNXP32fVemxvRFt+k5jzXQD1sanB/MMA8bquUmwBPjFu9ypPpQA3O7BR8aII8i1xeQ82FFiaHpW5/wAWYWNqN782GANJzdaU4nfIHh/bYFTZsfQTRI4xNvqoWsbtqXidh0yF4t2WNr+2QD5ZSNgSPA1WpFfmNS9Esx5a4NjuceMaFubkEW9t3dzd/ZufpCFPq2hl6WVHntgERl/U1CxLJ+kGYeO71NZdop5owVTT6jpXDanKVBLvInTa1DzyfPANiDUmpzthcjkUhs4NN6rsdmXFrd1hiD2c7qpY2Ugg2Ijj9eVLlf01ounk2WuMeK0ylfPsxpm1q45qOBZorpo42jDZnTSPM1p1jj9CoFLgO64t2DzTHJr7ejCgCa0fUV7EKq3tigJap2d5CzbAN5BPsKCbgbHzzVyfNEkm5pBfkscjekHqo1J5FJyGXZ//AKFWPdppIYw3UY3YkdpJJJO3px71xv6veKqa6YJ4CLX1bcOwW1LG7rdWUo1n478G5PuEEedPJGlw7kFyRsCR42+J2AJ8bjhbisiVC945NeDxSsVNxVza24Fzavv1ULfey+eWxyOHucfam1Hk0pseYpYs2rUFXf0Eljc8jykuEbJVjvHC8qlh7KxSv8Ro5608DxNc0b24bST3vRgnXzNM8gVW34r01ekcrS6u3mLUpK2IrxTauCn1EJpiCeASPGbfeSfcTwo+Rkwdyy0qsx9JUoBdnLAA7Hb+71dj8DAbyf27pyCnY1r+n2yObU8maqtC3N+379X1TBbLbtIKmx2Fr80QQbGrm1q8+FeIQMp+u2JlT1VNJ1ZMtuOdwL9o70TKiLG1MjrYm57PodwJXx2Ljf1cX7za/Heb37sD08+yx7FCm+XsqMjaoJulcE/K4YljdqgnjjjKN/dUr9Yjp8jj2ufoTTL40sk0l8qN8TidVqKM0x8kk+ewAmvRvC0UEeTaaYzZXOrCzMrThOpdNvQ3kixo/VC1+dopOmb05Qm69sjROiBKJJtely8qLX5PnjYqWK23Jub7WXAnbyfT7oJFHnfQqPUW1aKYSSAT47yxKhd2LNZqJLG5p2yNRqXcKGGLla4pQS1geDQtfk7r5r7q5tauLd7oUxv2g22LMwAYAngf73i0okiDVicitfVLa/Nhbfj3gbdnFtgCTYW9N/4BBXz7BFqklgbThV2004hvlM4kkLD2UUMGvX5grGEi0TExtfrypKxWRg75CNYyGzNr8doUnmjj/btoTZnpjd2O4x8MykewLeTSjJgKPk1x9RqXcKGGLEUrWvsrFfAyVDvkcMaf+32IEVYlx1qjqDH2cWtenjeO2e9iPJX0hqgMs7C+rEwIDbAXNgQQbHcqcL72dwz9oFzVxhj23PFW4vsrMvxrKPpBe9EZ2AGqiZlTAqw8/W6jJrVB0BmJTa5sAMCaiZlkBSaxfLsjlkj+P3f3ljkdSy0AT49nkeK0pgxbqEeo2vxb2ACeAxi6agRxvIbJ4POytjehv8vNDyKc3aiSfPtI5S9u7RtZZfZ4Xz6mNEhRZfraF8Gbf4PywsaDFfFg3w3PPmrcXq5tbtuCqrR4PaQ8dr7EPgOxVZjZd9IJmBtMZISybWO9zYdjqosVzh6FMzN8ttG8KoQ2saJoxY8cVBMYSanmMzX2bp4rgLUuHPU3JubmxPirnxt/bTFCigdiadnTIW9ViBc76eLrP6tTH05bbEWNtrNa+/FhtBqM2wLcVJK7mzMVtxuOTaiLG1Wu1hLp3iUE/khjuTfZwFtaoky5JUirce0ssiIVXvAJNgRbsbEH05HHHaV4mjQJEkUgC0wsxG91wA3BINxSsyG6k3HYbfRVha6Lkbdht9btIWiVPekZGxxVscqjQyOFGrQIVx7V8NtzSi5osCaAFmJAvegbEGnFmNH1IDVza25a45ri1aaPqMbyp0pMRtbm1KMmAqSBo1uey6dK1f21/q5PmvHkEqbjdsQf0zb6HT6ZvUE5hvU0plfKgL1pnhEFax4mxw7fqpooUgQqccRarcX7OnLhnv8AXYLngVH0LN1dG0fTtWqw65w2ZSjWbtF/FeOxHZGyV3d2yffoTrpygAJNhvE4jLGklcNct8jbtt6ctm6hRSyamQ2RpQiyEJUfR56tDxbZHZOVJJ87hiFK7oLuorULhMwHYBfuBINx7GmgjlQln6AjwRVZzZaQhWufaJY2vuMbG5t9dxFvdVmRrrJK8nz7Abdjelcdj8AKj+WzEELSGx5IsbUBc2rHsSR4zdGJY3O4Fzaue5EZzxtosOr6ta0fpWpejcdEAk2B/wC9/q/uO2TX9gasdHHa3pvQt94uyl+9VLXx2d2c3bcKSpamUIvqryeFS7FWHmiLG2xt9bc/X5x8LVJC0caye36ce+xrjH2kVnay6fTFGzefTrKcqmi6R2ubW/ggkeKhlMLXBJZiTsvS6bZbAEmw9qSLCJH9m/Fu0AsbK8bxmz9p5O4F/H/VAFjYbJwMzX1tH8uw8resTjes+OwW5vSi9W5tRQ54rtirJdWUqBfdXZL47MpRrHuKulixtfixtfvtxfs+7EgqeThlx2CP/Lrjtk2OO1za3Zxf0/k3wyo2JFrnxXHfckW3PV6fJUBFbu04+TUSWIqQSJ6Go24rjH+Fx7OjdsHL5rLC/T+v4gNtlTi5dVA47NLCMhJWoj06Aufa4sPdik6UgatRP1rW9iOQxvkGORLbEEbMtlU1ay87KCr2PGPYquwNlNjU4AfjeFc5VFSgCVlrEdMtX6ojB3ubW7OOzk8Uv+KfSMEyoW+6OxJPmizFQpqGJcc5JWgwsneSWJJoY/3bp8xUpPG3++zi20TBJAxn1S42io2+qKFPn986j8tZeiOfBBBsa/7rUflrL0qu1rdpVl87uxdrn+CgyemFmPt5t08KjkaM3X2PqjHIFyOx5PtO36OG1iOzTyLEzMW1DSIVk7OMb7/6WORlLLQF+xGUKwPvHjjb04b2i6NzRZiADsxJqx2X582Ow2Vit7bhXIuBb70y6bzFqBAFylNr+m7Y22i/LdFs+bbAEmwqL8r0W6lYFgWShb7qLVph+oxyYnbj67P9O6fl8dpITGtz7PFuwc1GDnWrkR8QvtHEH03NrVi2GdA2BHZ036Gey485RwySAlJI5I/m0TpGshdsjQNiDWonWVQB/wBbG31XHfND0sdiOB7EHTPwmwRLseT3WG1/dfVq0OO312Hg+wFapfiPeWWRUKL7juzm7dtvHcCVNwebluxQCbHfnfGD8tfaNI2RyygsbA/4qHUokBU1DKIo2IZnk0RZ44pZOUkieK2bY39PFNHIsIY1/qib2rFggermvSci3tRyRrEyml07cGtURYL7ymxvXVt45Y+w2PGK8m2wBY2FBiKQIT660iwFWMiiJA7nSohgfM2ubVDO0NeiVBUmQJT2HGNr91yfPfbi+ySYRkKZsoMHKsPMcUkgJX3yLfwurxRJPnFsA3cfPHabX49yxtftNdOL8t6tuPvi1QrA37jhAxCb+DTuXfJuLn2YdOJYy57obu6ozlIYyammaYi9JiZFz1aoojIYQs6SVq1iUr0x55fAP6CSaAJNgRY2OwK4m/dyfHIO3Vlrz57ee7RGMgrWpCCc4bDjxGvUlC0wsxFIAXUM9sjapHUwRgbRC8gr7oXvwfJyoDI2oKrShRqdOsSXWSJ4guR1EH5fdDY0JZUGK+3p0yglPZ481xb2YEzmUVrDaA0rul8f5fGPsXPjuOPGNc7gE+NrG1/YHkXkggKqInXBipaW8ISgKYW7Lm1u3i3f07R5Hb+0GiedoljYnPbJ7cUNGxS9c+OzxyDLLJYMxu19vupZ4WgNkhkeNnEOmWSLNj5O4vf0bEWNt+onQ6e0WOYDnybVz9b6Tp9X16ww8BPYAJ8UjvGboSSbnTwmU101XU4S6mOEMgi0+n6ZzM+miuXo2vxQNjScgrX1tHjkK+6hVGIrUhRN6NGsdiW1JjDkRUzu/wAyzNa+9ja+317UEUUnyRVRcVmj0i8ubX49xTbmmeR/nsbfXbz9d8sTxWz78Thl7JjkCZGujJ0ep2FWABNDkgVPF0mAoGxBpf1AQ0sBX41o0uspoaaW/PRt5JsbDcYWN9oo3lbFQjGTCpFjReLkm5+6PB4s557Dzt6LUmBuCUIW5pGKuCGWMOA26Lc0BTwRjmrebb8fdQwPNfFH6JdJKXWKI+Sbkns+trcX7AzAEAO6iy1pOlmeprBHkpTSqjMxaVUXxXp2+rbHz26VIGRjIkQknKJPEYWt3m1+N9Gl+oaIsbHaKWSL4MxdsmrTyCKBmM0iTacNTY39NYnAtQNjem9LXFuCajByvtY432HpUE0LZC87adwqx9nyr62vfz7MmoWHFK1mLCOQewpS3PaAWNl8exognRuNcFxU97u7/PvBt2AXB7TqSyL1Jenmel1ZOnhti2OWxZja/ZozcCmTIUulOd26a0xtwNQJiST2r8xbVQrGMqBIPo0gXpXrWhcQd2UBVIiaP1dTsijb8o5r/ZwMg6bri5HsZpHiG1g+DBXdL42/+OyGd4b2YlmLGaLphCGJax7L24FfVq+PYBc2qN9MImV9r8W7LbefNMpUKdlxv6rm1t0do2yWSR5Gu2xS0CydvTbpdTaH8vf9ZMMB09Q0KD1sQTcbxyaYQWr77E82pzewrzHSeGFR/LZ+Aq0E+3Ykm5r02/g2/wA1yeTc44+z5o9mi6eJrUMsUwMJ5Nz3q7p8GZ3N23ijMr4ieEwkexCnUe3enLipomjPqhdYnu4ZRJkXmZ1w3VSzWF2tj36ZrOajOSA7G/1corsZNRLJ5oWvzGwSQNUj5yFqy4AJ5PBJPmld0+LMzG7bc7gEmwlhkitlE6IfUpuoI1cpzKbggEGp5Vlxx2+ti11VVORJJ9bR2rTQLKCTFEkXx1ZQzensWKVxdSRiBRl/8cRe6cbC21r3I24+tg1lYUxyN+xLZrfUyacw2G8KRufWYozF06mEINou55+lGiRTyLNpw3eCVqxkj9JBHlGCm58jOg1mJrx40sMZiyZ8MzhkcStFvSFrHjKRjely5AxA+Zl4AHJ8/wAvM9PDf/Xu6YxCT9V3VZ8oJJZJT69/rdVya1QQLGS1TaaJbtsLfe11NrqxV8lmmeYjIW+/YIWwxqWJ4rZ1DFf00BYADYqDU8AKmipGx8XFacwh/wBWcxmU9PZMMv1Da/A805DHipTCcelb0ZUpKsCJ52mtt1XklW2pGeo9A0R+/gWGy8m1HzxuCQbjYFh8Wkka2U3Q9PR3+qgli6K1KQ0jENERAsgT8qNL7WRxK7E325A2ZsgoqLpmQCTVwxooKUpsb1/3TkM1xR6gQA9wtkL/AJv9Wnt1Gt71jatL6tMAWIV2U4X+G1ja9aUEl93jxRGoZtwLIvku31/JuhWx7BavqkUMfV/FNr8bRSiHTgnVMssSOux+u4KxBI74pOnlsWZvlCnqBEapEvKsG5FGZPqTVYU+okk4BLH5bE8Abncr6ctvupeniMe7RYYGtTM2WMfnZTUMeRudRir2WgEYYriGQ0RY8qjN46Floxj6PHpoi1JHI98dwCfHqtifeOXghLxF9yWPmxtfsgVXmUNrv2RViPPtn/qlsT6uxGRQb73NiKTVlVsOot3J/wBG4PO0EkkV8YdOzsS50ak3p9IFUkWcedsW9kf97X3sCQE7Baxvfi1AgdhFtlUuwVZI2gYZO2b5dvFrUps1Nwd7R9MmjG8aB2sR5/gc7nk9oL2OPsouRpbqAEaU3vWla9TNZbUzE7Ry9NroTck7dRenht/p9NKqBu3/ABQwJ9VC321m5VonWNXO48E1c7I2BvtGuK2rUDmrE8BI8QErAKldEPLcLEBzUvpiY1NHKmGIhkNflnwyEWoeFMKPkmoYGeL1TxdF7VDL0WvUjmR8tha/PvA2Pf1QJVdZNUZEKn1MPc58beDUKdaaxmXoOUFX8A6g6f09HsAB82jr9KrpT/RpJnTwutP3DOJr2p2CKWJ1kX0+oVqPmrsKye1ZL9/pVZfr2G0kix5bcjxtYGLh1KNY7fXHajMjZK07u137D2sFB9NXNRjqSgNOkaTYq1gfTRFu2wx5odxJNr8UAx8CxIvIqrJjGQR52hmgGnsew+aggaYEj4vzdbG9JmTZdPAyZNJLpcOa0bi1jq3v8e/wai1UbD1yG8jEfdTYFrx19XrFscqULzfTxRyI5b/NXNtgFxJPZ9VELypS+KkjyflIUU+hEC87AW8UQCLF4FJ4WFQbmb44LMJC36lJqTHHgWZna7b4+dr3t7diPPs29N/Z/wDG/LUTe2yxtN66BIPEf7q563pdMWBZTdWLMbsMbG+6lAGy2ZCqq27KvkHD+3YTRQR4JA5eHMrq1N1lYAMQNl6but8VtjT2EjAe02qlZMTswAtsqMysQoyO4imKZLWNlDVcX9P+q5w2YYnjuSCZxkpvflcchlN0s/0kIU8+xBGzyLWphk6xZTxsqXVjsQR57EmdEZVrQW9dazHoc0PIpgAxA2VHf4lCJMDNH0mxqKRk4B8m28Uwh04y1ZV8HVSVNMb+O2CISsQTwSK4ttcnzAEMyh9Xh0Dfbm23I8KcWBo8mo+h036lRo8hxSSKSL57wfvJSfGgKHbbcoGNzJAri1T6cx8/wtGFM3qnVWha/tDDA32KEIH2Fri7lS5K7ta/pua/1c1bj2Pri/PPZjblz/1tp2tpJOwYEWYqVo6mcpj77aW0OY7fzSCDFdzawt7UWphEQylbOQtUMLzE4spViD05MM6AJ8DG/r7tJM7XVpZR0C6cnk7szObt3I7obpJJJJ86smBO8a5uFoR6pUeNDe/O5ZiADv6Cp91QCwBbSz5VNGkVl3GN/Va59NPHIls4omlawdDG5VtLKsTnLVTxuoVNrG16h/dWox6RVvalMnhJWYXSuO8AnwU9I9kEqbh9RM64t2SI0bWb2Rf6Nvru8G265WzXsNr8C1xd8C/6dXNrU2F/QoJNXRfgAWNMRaykEeaV7QyLsoubUtgSrEFTYqxFYg8p2+PPfiCosoKxY105Chfexo2+qAubV91K4drji1f69hTib0fNCB2izEUrx3xJJJJ/MP0OnX+q9OPdHcnCpP0maNPcjTM27I20/wCXYNUWpkjUijybn3wCTYdkSxHmVWXAETDpz9QHk0FurGjjxar2N6mnaUAGOR42upLSycro2N7+qJzXmkXJwKKX5qJRmMAPc1MSuhplK+ezz4oEjwW97TjTswzkC4liTkSe3j7oYYm5JPmlMWLZ1xbuW17nZSvOQ6GFj3BrKy7XNrboB8mJJNzb9Orekmk+VeDT82aiSfNf6ZstrEbQrlMorVi2oPYAT4oHja5vem1cjJjXUfpdPYKzeJ4H6UeJDDz2g2O5kHQEe9jSx3gd9kOLgmaTqNek08rRZjuNvr+IASbD+Jo3iQtnOyNMSm6ozfF5v0FiUnZcW+Xail3CrIk2nN6jmwRlNQfuUFGAFIgXfNaDX8ewamhy5R4cPO4NvB7+drG1+9Di4ajqJsy3su2TX7ha/JMF1seT7Pp9gC5tTn6FP5sB8H2Ygm4Tm696YZeuBNOBeKQRlbySmEn9LbSSxxXzndZJSy8+NgMvBBU2bbRdU+M1OQV3dzd9rNcCmVkNm2/1yD6mUrvGEJtIkcQiwWcadTjHsNRKIsBUSdR8aPBI/hxjKRRWqXGc9yYZfqe0Ra3sSaS0eS74PhntyPFesqW7oo+o+NfdKSpuJZnltltp/maHA2Zgvn1PVrKa0xJDX7zRr9WV6cvkQxYkAbIFpvlwb/e8WHVXOXRnzFHo5D89SY416MX8xfkKdcHxLdMAqK+TWWWPpGx7OMe34p2L8H7H5s9AEmwGlk/uGlr8oK/KD7bSsDxAjQROxjnEyOj9+hA6ZNa/HFd45pIxZAzhsxSwuUzrFVnAOpwEV6Z3c5PtpnSOW76qRJHGHPYdUVKCOdlaUsvbDh1Vz1ghGOHYI5CmY9tBk1qg06RnKpYopOXmWFT+n/HOpkMWG62Pl/zI02DbffDCaNcG7FOJvRclbdlxjakAJ5jKgYqLWqWYrwpyc+oCwqQ2Q1G7pzR67+FJuMmaV2/TSW3EnYam9N7X3Bt3JG8hsighQDT5dRsvfZP/AB0baF0VTkTVv8UBxen87LFkhcC33vY+SzM5u1cjbx3IobjvX4vXG8cDsOY9PxQRF8b2FNEP7WhP3JCQLr3JI6fBmZzdt2AAFqybHGvkQDqYlixAYKPH8UTSiPAULc+1xWjOEcjssqTxOB/JKOvyrR4db1SsqxtlR88Dg3qSWSX57AkG47AbG43DsK00vFKhkckrEgbLfEbTNhzSWCC068cJIW8KdjV1HloUk5qZMJCPZGrxFk083WU3knijYBtUI5F6sfvK2JvR1Dfl71y7UcfquFHOyQM0eVWPjb/vsJJ81xbc48Y7efaXw+8EJHqMaBB7LRg1NDl6vZSKST4MrK1mqXoenpKQGBJ88Ek8naOFn5qWHprft+vfjQyPiLG9vaNr8XbHGlZlN19iOAuLmaERregL+0OexTiwNanUJJHiv5aI6fMVcnz2G2xt9ewq3vUV7NUQsg7nUN5tapfga0y4xm8J4q9XrVXtUZlbiNw4b1+zpnWLTuxZizFj/DFSnIinKm1q0smQwM8SBS42NvrSvHmeq+ObY90SZyBaP5ePgy26ht7F6UMzBVk0sqC40yZPcxL/AHH2mUEGpoLn2NJNGI8TqZFllusaNI+KyRtG+LBHYEgc1b1WY2+qkJSD0l3b5WPYQuAPsyI0Zs3bpOgfhqzhH6fYggM1zUkUkXy3Avs2PGPZMbQcEsfNj2alMFi9y7Wt2Yta/dfmhGxQuLG1+/SxZKKGyH9Vh3ythGTUcqpFyGDAESS4nFZZA8JtpZUQFX1UiOwx99sb+mxtfsAJNh+Ul6eW1+Ldv1vcmsWwz2Jh6SmN5Hcc9iWLgHUwQpFkn1fa/FE3N9oGVJLtM4d+IULk2kUK+I2WwPNWNr9isVYMq6uMx8xR/FR7jqrCx1ceD3HcxyN6jheUErG7RPcO7u2TRaho4ym3J88WOxdyLFQchWr+K+wD23J89scrRhsepJjidzbi3ZBOYjWpmWVAsdRm8ToNgLkCiLG3bc/aq2QrV/FdvJqLSchmkjSVbPPDDH420IQ531iYy3HbojDYhp+n1m6dHnkU7s59VWNr9tyBartidha4ubZemubW209hGaB1EtzFFJmDf/8Ak75DK3Y6ZixWKwfLTvY41I5SQkJk4tUiGNsWDWBH8AqQoJqNsHDVmmUklEEeYGwlDmfVi1ouwgjzSqWawl0+CZLvl6MewnszbHHex87/ANtqRM3xqGLpXvIbyMR7MCZyVD9n3tQmSHuHmppVktjDDLICUNwbFiWNz2cbDURhQKkkMh/4DStEIBUxVpmK+wNSoAFSyGQ7EEcHR5daknieTASi0rDeGR439EsjyPd6BI8d3OAG9uKeUtEqbejH2l+a1iMCAkjadMahBszMGvqjvKJJELrA5eME7zObkCOMlQwnclqiSR3xSWN43s/VXo4HtHBFSusj3X24GiMCipLdRsfZ6l0KyDikjkmY4EEGx57OR5oGxvsLXGU6wDHo1EiHTMabp3HTdr2G2fwCmSQ8GrDC/s6UelzSCyj3m8Vqo8JeO6GeSNSqk3NyoyYLUqCM41DF1cq+/wCMnzFffaeD/F0wXrLnrihK2VmW+I4NwzFmyPZGqA/r0P8As2vw8SrCr7qAfOzLiAduO30WFgI8Go24t2R+RSftjeOO0rOdm66r00RcEA7HOTGg8hRsaid43uk0jStdv4x47udiLG2ySSR/A3vzFPEsGLV9WpAhsG1IUEW2XpdNsquSADtfay4X93Sp+iv8DWj0A/wFR2vj73yj3j+Y7VFhmSbm59pnZkVTbwaYANx7Vu3SlBN69Y8fStsLfYv5okGgL0EJkwrUwRxICuxKMCTXFtsf/rYgjzXP32YOslqhN1Nu8bGp5V+ixJ9mxsD33NrdhX44qSrAhjkxJ2dQtrdsYu9SGy9uJj0xyaMoikkW3+t7GxNenGrm1EEedvNHK/q72bK3bpf24v4Gs/aO9r7Njf00DZgaY3Yn2I5pIgQlC337ifK1Hg22j+fYouaZrn2nQpa4+926dhj3KMmArUaYRJkNuaII89gaysu5BHljkb19VpkjESldZLk2ApXYKygC4O4UlS29iQTTEnkgkG4Y3N+7SPxR9nUT82DHI33Rgt79saq7WYQR9ERmbp52j9gWvycQ3o3dSjYt3XpiT52ZXT5JFcpeaZivToP6StepuwIx8Vx3AkG4JLG7d6r+qFbUaYRpkluL0hAPNaYFY48/f1R9ElDNtPiNkXJrbGmVRbH+JpIlkc5aiGLpEjZ+bNQ+DVH8tjxGK5JsG4GA30sMcobOaPpSY7cVGjyNihXFirbLkTirAqxDdlja/bH1dS2LSI0b4tSuVdWqaXqvkaVMlY7IEJ9ToVAO7EsbtsGYCw6qdDp147AGPiKBvyzKzQTILtGcXBqYw9L9PYW+9/qooXlvjE2D0jBhRr81Y0CGUEb+BU04FMbm/bZenl3HVMAojkfN8u6x7Gxv6aKuqKTX3enORLExuED0pseT52EcfSJPO6SQBo61TxtHYX4A2UgeQzC+PaedvTjTG9NpnWHqbG312/WyeM6Z3Z8y86yaaz7emxrTzPJw/vH4mtQ3xWo5YBCKIUh3oKTf2GR1VWPt3Nrdii9RvJA96l1EkotQ4PLixpOQVpSBe6Gx5pjc0PQt6sT4ItxvEZIjepGycndZDG+UTEsxJ7ubbB3FrbKuTKKm04hXqJHI8bZI7M7ZMDYHciwB2F/IJuey3s6VUSLOuoi4htWz9bH2FUFWOyu6XxFj5zWJ1ADqaOniJoCwsKuKMn0pVmHM62TYo4QOez6tsOTRFjanUKeN7+m3ZmwWwJub0P8Ar73uxABdcDbbzRmkMQjo2+tkZRIt5THgexD0ZeZWV3utza2/HO0unaKMMQR3NK2AQJywUzIiSWQwNa6bucjfa1twCTYOjp86AyNhB6ZrFDdR72okxGIk/cbfn72vs6Yqh3ubc+0RbYY39VTRogXGgx8HEN8Kv6cd40zJ7MuLKAT4sg+Wf/zSRSyfDx5rH05bxxvIbJ47OdyLbXPFPNLILN3tC6xLJsL82JBVR3tHIgBbe5pmZjdnkzQAnG/HersoNtpdRE8GASV08fmMQK/XvRhkb5CJQLVYbar72ubWrSwLLdnmXCVlFDj2hwb157PGxI4tursoIFBb7tjxh7Ci5sGiKKS8UcbxuWvTyF4/VRt9bKSpuOyPTzGK6zJEoXphWb40rlQw7Yn6cgatROsxWp4YFgzQsSoG2nluMve1B/VL1YFSx2d2e2QXlcja/FQQrJ5lhjdAGkEYb0dtuL95t9d+QPz30S36hr7O4sPJZj2QanpJiYOnLOerqFRJbJuGZTda8bfW31tfsFyeG5amCg+mhceNsnxx2VirAg8knuU4sCNRqDIuHYBc7FWX5d3+lxy9Ztf09g88Ic41O5YDyrBr21fx3jlki+BJY3Pbfi27AA8d4APkfl+hz3kkgCiIwtX2txfa/Ft+TwDccFIkdBjqIpEIZz7PpxvussqpgKhnMQYDfP8ASw7OduNo3ZG4ib6PtswWpnyavumjYOVEZxINTOJJMhTYf2VFj1VLDVB3ZX+/cNZnp4dwNquh8nzukCzRZJpI2jQ5/lZHkapxEjYR7DH7IT63II87ojv8e3kXGwUm1vBIJwsLFWAuSPSDQJBuKQqDdnH91RzdNGX2hHIVyFKrNe1rjjtZ3f5c+OywxHckYYCvyN47hEJlVDL0xJZAcfH5g34bUOfHk3aG/WFaljcgbYta/YkeUMjbxSiNGB5J48ee7FrA7X892D45blBb2UbBw1Sv1HyoEg3EkjyH17HHi3b9UBc2oizWPd0m/J32sbE76WWHpWL4lziPIrURxpiUBsbiKYhvWjg+fZZgtMzy5LF/m9QtIGtGquz4A8G3bi3ZYnx3pDC0Atgqsyy9/NG/9ywyP8Ro5vvTwGEnZrlTY6Ob6OnnHk3HmymsGrFto2CyKx1U0Lw2FLc+kVdrEbKpY2G/FC/mgTwKix6wzKxeTq5lK9NewmRoedrnc+k8b4+kNUc0PTFSEGRiP9epbio+nmOo6xWcrHBLILqQR57vru0g52/Lp+Y61ahOnJcV/eabgjaAc08Mb1qtN0/Uh08ojzK6qP8AL4nZOnl+pEsXStHqfy6sVTaLPqXRmLMS26FQ3q2u1hQ8W7bHHLZWZb2pUXo5Ub+KHc+FvT3Kpa9qt7mZ6ZSopOmaBHFaiV2cqd1wv66COVJFzYbrK8dsY9YhsD1Y6uD47DxUmoVeKk1DHhVlZCTHvp8OsM9Z0slw2OQ81m+3/dcjyrMt7drCx2h1DomAJJJJ7Bb7zH1m1ZvXJ80JJR40jzPcvT5YHA6nUUZZTXJogjzWTVm1ZD728eNha/McjxNdPulxB9VeOwqn5e+6rkbU3T4wFvuFY2e0rWvxsDbs9LKbxx5SYvIuDkVY/YVj4XJJKd2d8mxa16sxGIi1CRpi5nuJB2HHjGgHPx2j08ki5KQQbGk+a1o/gTvqEziNJzSxM7nEaVcPUA6tg+n8k7EAjnVCXp4r487nUMAgindZJMh7vivRht1X6PSr63BbxTZX9UCRFfUfJt2DzUgQN6D+pEXpRdgKkXByveST5jZVcFug8t5I/wDffypFzI5kzouGkLN2qxEbCnwv6KdcTbbi1BmHgTSChqpK/OvX52jq3K3H/lSLku1vSD7lza1Ek+bkgbefYjWaEM57vQKLE7tqGwCRaNv0DdZ5UclXYM5YVY2vQf6Pbn+nhTY/20ihr32NvrdSoPqGPF2xzbHjZGZDkoNmuSbsTsRbt/zbc3PlI5JPgZX6XSaPUlFAqaTqvlRv9rQJjGY+bEv24PhnUcskV8NtM8fRFnF3Yg1H8xWnFoV7FuSUjRBFHal5WpIw9RRiMWGzAEWLooFpPe+jRw9NvTj28fVBbqTsMcb05u1Akd9ja9Iv/gN7CQQYrWojCzEJUGpiWEBnbJ2alF2ApgAxABKDgrZQd1NqLE+dxccg0q3IvBH1JbVq4UjsUoXHqojKMuK4ttYD5UOTYEEGxAZj6U1RSLCtJ0WyEsoQSMEocm1FSGxogg2ItcXcpkcK+u2xtfaERBx12/VmVa1EEaYsGxyONc27I2wkVjNqojGcdyeAN1BY2HoTxZiMztpmtDNva9BiKsG+G17cV5qwxvWmgXp5SN8jagSvpZsMvRRpVLAkLE7j0EW4IUkEisXC5Hdjegt1JpVJVrUrIFYMWLWy5Pjt81DOYQVp2LuWNfdSSZ7nxx2/2m+4pGX+5+WvUIvJUfwG19gqjkPci1AWHcwy4OpgINx2oYwrZUAxvZVyvvaj2j/u2xts36fA2jgUxXOPqxO1tgI+mSfHNdISRh4gn6OFJpAoymkYM1wgiRcna59RRQ177BnHi57bfXtWP1snSVBjPIZZLmsn6eFXbpHtAJ8WbHOj/mlJU3H3wQy/LdUcjIEkm57L8W2VXJFq08SyvYyaUp8VDiA3ZMJVqeR5VvsyOvz6xEPS9jL0Y7qB5Yt9Bcf7iSxphibbBrBhQF6Hmvi3Bt9VcN8itvO2k6fV9c82Ceg+eaYsxuzCxttFIqo6NWlmjEWLak5zXVgysVZTZgaBg1IrVQRiPNOy5HixterHZWZWuvHN7/5YKALdgNqsR5ofHGirDsjAwpvNE3ocHceaPrN1PG+mW7UNnfGRd7jqW9h1DLatRCY27wzC9siVA96TIkZOzNbKtLLb0NqhH07mrG9EW80sGVDRD7iiES2FSx9RMaOib+1tNKtW5tVvZhjEmZO4JAI7lZl+PH3X1anmzjWOiCKYKLY7n4qNomCNzqGgOAi208qRH1auWKQKEpcmGIorL0wTSozXt2chaGysyNdY2Ezp1xDGsaw0+nLdTBsFUgANbIN1HVCYoJJVJXYqy2vS45DM2ubd6+kZbeI6Hxah5o+a+u762jfpyZ07ZsXPY2ldEyOEZ0+e0EsIFpc1yfaCYwtU+pMoxFE35K6SRkypUZ2xVwVNmFXOyrkbeyzFvJpTai3Zc427QQNs+KJvvoV31LH8wg2Piojw7kTvlXnvlQOpp1KNbvKOoBbixuoyNqYYm3sG2A7LL071Y2vTzZxBDsGINwTfzVqDMPEGSw3luLXqfPpZRGSQ1zt48d5dXYZacQ4fpawwj0nYc7eONsiRgO4sxtegCfFdLSiDk+a42HaqO/xMTLMsdSRmN2UmdzD0iLfaGZImZKUqL3/67omzKmSV8DUcjOmdakdQkhwELob83pXkRSF2LMbXFxztbi9FGBArwe1Rc0xudmNzQ+6hiP8AdLCEW52COVuO42+trG160wiMv6mrkXDBa08enaM58ZVMYDbpdi6dz8tPJL0WpWKPkskhlbJhyQKdCjYsqlr2pAjfOxtfYAZDM2ubb2Nr9rMW8739Nq/S6VKrM1l5Bsd1YrewFzYacxBbDbVWDqaQ+kVLfA0q30+NIk5+Y43mYjEDs1kXFx2MrpbKpZnlUKUjL5UqlkvR487qATzvGEL+vUpB08l875Njj3eaZkaIXX0sLySSy3LZf+HSSyR/Gj0ukLZt0+ntn+mU7vrbrlYlSOeXq4Ha2zROiqzUP8b2FuwAsbCSKSP5wRiWTEyL03K1907l2uaLA416bm22D14NRRmWTGrsjFa035e7FpbGVsQAUJNX/wA9gIAN0KBlyP8AdZGwa9JlJAwPXhjjxj00hW6v1Y1DU/qbg+MasMa8HjZkZFU7KLsATdW7rjCw3veoJAiMXmljlQb6WWNYsXnQq2XdHDLLypBBsXjZAD2KcWvQ5vR4oAnwhxYNU9m9ZrpD8v1KN8QalbTflsUsML7RsFcFpniuej/bX+uVPPctr8nx3mPHp5NgGYKTfZCclxa+Rv2ReLB48LVDM0fDLIjeNULrSfAVqP2jUQtGvbqT64+11DqRUyYP2cnyzBrWrTlA5ylxD+jz2W3+tg5CldoIRMTdhZiKWGVkzHZbxjQ87f7bIaBb1bjttv8AVQCIyjqyhBIQncWJAG6jI2CnA3Ba5v2Ru0bhlmmea1FWXzsLc3FybBlZDZuRtEMnrqYyANqei1ulbgYpAiwHOgCTYA29Lm1zYcHYCmtticMtmRltegzC4GljYulTiPCsLpejE/lZoyjkVn6Cp/gD77nlkdQrdsWokiWwJJJJVQ0VqdCp2laJgnTWN2DFYJOnJep36kl6VmX4pHI/x0aqwcvqoljcY0DY3EkZS1xwb0eeaHJ3HnliWN27SCPNRqG8yJg23FKpZsVKFWxarmhesSGIbb8qpiyGxoRuUzpTbmi6yItgq2qSM/KNpCyA1H8BWo+IFDx26lrTR1cAV1I660V6zTbWR/fZivTy7lw5y2IYeaALGwaKRdj53waxIj1UiR4DsV2T4gZGy0rFWDBjkxYliUC0jFHDBmyYk9gA+978EewtieT/AI7WbPk9CYR57BSVLU6IkamtTGxiEjbi4NwSzG5OQ9JpDjc0Tc3MXgitKYg731M3GEVAlTceX5Pk9vTfILX+VNKfo0qlmAVRjKI4HvwtJRUYkU8dzTCp+nkvT98dn1skMB0+RRGbZVZzZXR0PrphidtNUkQ+5UXLjoT0IdT4rpAeWw5tSTPELRpLLE5oyo6OZtyLWo89kfTy/U7lbFg1BlMuT3sxKP6hlur9Ng0cjs7ljSmzA0xJYmrkm5HNHwBQnmEeG4xv6hPIIjHtB4O7rlMEUCwtUvqmjSpXKD0xyFrht5v31vlLMfSunT76Edq6KfTqyipWdsRTfI7fVvYRWdsVIKtYyzPLbKoLdTmduLDslR4tJYPGnSVo2UqbHz4khlQXbOylV7FseG9j8rAYrruDYEbol1ZjSWzGUvT6h6W8MsKQsCGsCu3ClDR1MGF68nhQzGyuXZvXHKp4ncIEBVdNK0edWPcmN/UzxD9v7qKVoiSp557RbeOeEIQ+ynE3p3zuTCLyc6aK92QLNgl/k9WqROKlLWtTg3qUp0hhe24tzehjf1MtrHt8Hst2AE3rmkkKXr5Nzp5EjY5amZHUKlYPhnSpkjNWmHivPl4Y3HIgAW1FIIx6p5cuBTG52yByz35xt7wYhStA2pRc1co/FBSQTuAmBJ3PTwFSTGRFUmIiHM5HDHZlKnmtMoIF6PitMMp2Y0vOpapFYkFY42DZPvOistzFxGNzUvNMbn21JBFn+Z7lRmYATQPF5XoDAvJIW9ITqkFEsb2qFgkoZptRD0iBYYXrilk/WV31TxSODHzvF0cXL0tr8yLg+O7HI3oPIFxFCGUpnWn0/WBJkXCQrvc7cW24+qPi20MDXYVFHGSyyEWYiirL8kR3PoR3he4di7FiVYKGKJJJwv5tQliZnMXTOwNtz3kWrSdHM9TVdAvePf63sbVCVWRTUSNg0aANhY+tZSaBvRFSJTAq9wwokm16vxb+AdlGRtTrj4tEEDBVZz6f9mGUR5nqSYYVDF9tDHgvO83UJkyq/AHefPFDGxuxvQ08R02exufPPYS8hA7YT6wKkCnUNeRVU+n2ZtUrw4iKCB4MuzSLwDsfia0lvUaPArTHKZj3T/tNUX7S9kxspq/Ft2R1+XtIVMZSmikUXbYah8kvJL1x04mDKcWKsFDGKV4iSqq8jekgqbHFscqiRXezJErajGOaNgXbY8jbjY2+q5PntXV2hwpWdfj52GLMb7EEea+rdiyOq2WlhkcFkkld1CtomsxFahbyEqQR5qOZ4gQnBDFoozIbD7tQtfnvTTyumQ2AubbqxW9XGNq6E2OQ3P8A1pkhjF6ulwK4byxDtYL/ANUwo8A1KlMLGvvi3rtX+e0ixsQCxsPbJJoAk2GE2ns9MxZixbUyNHhUEWXqqKJYuauN7itRHlTgoey5tbYi1u23pvWXoAFTTdULUUzcKek5RpduR5BKm60iGRrCkXJrVFpwhyLwo7XaZY1f0Y8XoKthVubD/rvi6HQfqAE00OEyo8kcahiul+A2mcKK0dg7VJZo3UaM2lt3aj9lqg/ZS++qPoNSyq6KFrTi861rf2KAue4gr53jbBw1SToVNtw/SkvFJIZHyNBWIuNGApN9Q2UzV1JZUWFXjaM2kDMDcMzP8tztY2vsLEi/AyHdEoaRVbVQwpFdezJGwztcnDToiwrbWKqzenyN/qk1LomOx4pWwYESydRr9tjuBc9y6iZUxHYcf7em/T6lJ81q4IuJbdV7Wa1aeSARFWb5UASbKHVIP0o5vVhNxViGobMKlSpUXi3IqxtercX90qwAJ7Fxv6lJVgwlnklFjSi5tSz9PgfmnY2pJXD1FP8AZJ9N66rdShqf8ahw42VI+gWehx3kljzvpphExymmMjkhHwkDVPJ1ZMu7SHGN2fqJPC+NKaNr0DbuRMya0bxqWD6oxmb0UDA+mu9ackou2r+a0FX6wN+ArA5APOKWdfsEHxtMLxNUH7K32PitWeVHY7syjLtU2YEztGR6SLDmnfO3ZY2vvY1j6Qai1HSjKVc3vVuL1G7Rvks07TWvbc/4rQqmLNWtjWylVwDESkjphR2Jp4MBtp4Oor5PBLGt3q5PnZiCeK/T6dKcQwqPUyxriGLO1y+lCx5GiRcFL833PtBmXxtFFJL8HR42s45NH0kjuubWoXtert42a1/TXnzGIy36mmQdVTL+lqUx2ZrGl2NN/wBzLepVtVsbZVdlBX3Lk+duO1Ud7473tSOVNLJIIWVbMzemgxG2liUwgtOqrMwWhcG4JubliCfT/AD+nEqzIbr7tza22m/aXbUx5WNDK3pJsKDL4281yh9MeoP/ALQQfDfE1pr4kHZvFan57IISj54uBc+yDYEb8W7bnxspAvesbpdaHFBip49GFKAWAMulwiyEUrxG6PNJIwyc5MTT9PjCgVsb7ZPQ4NxBPeEtLq2WTF03W2S31UKmLJK0+mVkzk1UIisV2eaWRQrFXTk9kUGakydgBJsE0x/vnUJcdq4/3aWdI1KvqpllYY00ciqGasoHKCoozK9hLA6OAO7jG2ycHKmd286CX1mOr190vx52IpxUq3r8u7NamjKijtj6S3Zz2YP2shUKTRBHk4/20Gdb47g2NxtDK0LXUm5JOyySoLLsCR4rjvvxbtd2c3btHJoixtRjkCBz7S4k+rbSfBdpfUyrQFhRVT5fTRPTaaUcrm6mzghvBHFRu8NR6iOTioPk+5qcXlNqjIWRSZZoOke0EjxsKkEPR9PsX9Ntk0jsty6NG2LK7qpVav6SKVHe+OxnmMeHaBcgVJFGmlIPZc2tvi20eLzRq2qKiBrvEiwo1Ranprg08xmI2JJ8jzTSF+Dz5oDJgC6whMR09Pigm0xikQAzaQHkYGKT14tel08h8w6YJUhWNONRfq2PZKNPYdJUdwStSQyxqGYu7AAxIjsQ1J1dIbvJqXaQMnyLFtr3oRsZcKl0rImS7aWaJI2V5LCQ46Y4yZVE2JcyU1+KG7CpEPmjdDkAImUZN57gzAEDa1q0UiC6HWpGAGAqOJXQsTYE2Fxz2SSh0VfeJjwW1MCps3f9W21aY9Lvvx2GSQqFPpxHda9E381h68RPBFHBcbaVr47ctqhbsKq3ybSre8bLNF87o/hkA5Gk/bvu3C1N+4acxlVx7oX04iYSX9NttNEJWOUq4SFe77qeeOSIBa42i1MJQZamQSyXWuRVzYClZl+K/IUR6iF4+rm1t/qmjjWOKSmwaI1/bjti1aqFI1BTf/G5Zj59iZYQE6aNg4atRMZlFQuY5ARG6tcBo42+X5dLWVVA2nlCG5JLEk9iIztipWbSter+q9STySKFYRyFchQNjenkeQjqNjf0bfdTtC2JiRijhhJq8oyoohcQdib2qNk6yGtK8QnchGyuRQ/z2MKeDMgCWPGj49JsT2qCzYh1KMVYQkw9TfIn51p9MhTKSVcJGXYGxBom5J3AJNh3nk72I88fdX4tWNheSh557fJqDTw3yp0SQWeddMv7fZBA016eHphupuBeufFHHi3YfiN9IIxCCNZLl+mtIzLfHR7acX1BPsSaZDyjZvZKjUIoA2lPprJbuW2w/TL7uwYi27EHwCQfTWneEQUfJt2m3FvcbSMIsqeKSMAttk1rdmp1AkXFe367I1i6N2osSAKsaglhEWLNwx7IReRa0vIZzufFaxJCF7kdkbJZZXlPq2XUOsPTCi/FAFvGwF9gCTYSQyxi76hI1WMrY0oLMFEiNG+LVl6VUp0shni/DVAVMfprm3YdtX6iLIuIc1IFuSht9bpjf1Hk9yaiZFxUkk3PZY2vWlhXIPWojgUGRtoYXlvi6shxauPurHZnZrZA8W7Tx5swFz26L90tUWpjkcpUgxkYdnFaWR1ey6qZHTBKiIwddxybUwKmx3f578fV7UkuEJTfSU/wNaL5yH2DSXaduzVvxx2m38JcbEnshRZGsy6aZlyGw8i/W07KK1x4QDt6YrzSo7/H2hb7Nv7dySxuahX0Uq4qFG+XNqODcGaB1ue8RuULj2FJVgRNqHlXE8/cOojSIpX3RueSrWZTU2D3koC5sI2mdglRiT5G9724yFX5t2EUY7+ZNKMSV1qnjCuPcbp4rjXI81m5jCVp5BE+RbUu6sr7aebok3nUyR9feJxFIGMjZyFhsDZgadi7Fj2GfJERt1xv6hYGrnm1Ekm5qx2FvvfRmMQ1qCpmYpsvKsu/3Unz7Ixc8sb76b52qT9utEOHPsOQFJMHKZbsbC9ahrvSIzXtSlRfLmwvUbIp9fb4pgRYnZRkbURbshiaVsVYFWIPYjlHyBNyTtDqVKqlY9KVjI6w9IFK4xt39Q1poRKTlNH+XF4vZO4Isb7qLm1aePxUkqpQ1PNirqw4qeXB+PzlPMWom/dk2OPYCR4PeBdgBPA0NiVaxo+puEjYzKkmohiEXp5cpHWn1UiP64n6ihhR4ah2Wo28GX9V2rCTIr71+BTiS+T99za29ja/cAuBJongDtuLDvuSAD7KJJj1Q/B2HkU/zO454DcDFaaGVUzNQG0oqQjpc6L4N7Gp/apBZAN9Q4AO1z9bMxa3exiK2XYWB5gVJJrOdHHfjVQJGgZNwWX47nH6ri2ykC9aWWOMNk7vNJeonMT1+UlIvXxDKe6L8pgMo5HjN0kleU3evrcC54PHk2+seOa479MhLZU8iwrUkzvWX6eFQzfTRy84tqz6jb63txfcAk2HaO2/pApOh02zr/TGRjZz5rT6fA5tqmkM1dWW4JdyzZUM+kxXTyfpqXLoFufTeh2nL6XIeZIJGmZKtY8/6qJM42sQQbGrdjuXtfj72v8A579I8Coc0jE07YzxmOS1XNrdqrkbbcW9plZT6qFvv2C7GMLVj5prr6V8x0g9VivkU/zNLbFia+Ar/qrm96k1TvHhsnDijzDWi8N7GqPx3Y2Fah7tjVjjl7Hpv2gEnjaOfUkqq6kz52l2/wAV9bIpdwoIsSO3iuPu9j6Tbg0urbCiSTc6aISk3njWN/T7CqWBsrFTcVpnjRjlqAMLmrm3s8aeO1MzMbtV/O0UjAgVqGDMLd3jx7QC4m+0EcrPkkvU6xLr6m5OrbDEXbneUKLYo643MUWKGaRHRxwv/faR9DBjNUseji+fIN1rSypHfOdxJKWG0PTjl/VkKmRimymzAlyGckdg6XF9xYnmkZka6uzO2Tdg/wCwzDxtxzf2ovy+DdXuMZXG9ivnZ1TAMifLm5Enq4zpvkaJ9AAQD5ERzSesFSvyVSxsKCsaNh4VjiQNPF015729U43nYm+3SP5GnidI1c7nGwsBfxvFEJL0LDzSkEUi5k7AkEWYknnt02nZHzebS8lx2IwVr0ozavLWE2nMS3qFUZvVIAHIVGKnh2LHuRsGyFYNhmey57bem/cSSefbtsQw8kji0ZgCN1Pa0s6R3V9VKkjjAi3YdkSXxDpopUn/AFGULkY1vhz2tV61YR4nFSxTxkJ7IF79ptYWFub7nGwtSBS6htTDCsN1r025pZmVbd4t9g2tTG7E7WXC/azBoVA00KS5ZTxdKTHbikVnbFWUqxV9kZxwHj9RFePKm177KpYimFmI2t6Kgnh6QvMwkmLLgf7m/TNqDXcdRxAcymlUHpH2CbCo+XLbHxT8xSEadtJxlWpmRfRWJytT4jgdn1smIcZS9MteK4xtQZhe2Jtej59jTyCKJmbUSLNArDsJvagSputFnb5LiL3581xvifvswvkVzcoF7cWChjRNzerG19smxx3Av2E5G9Y/+NlR6CshQsDlvbvZ3YKGo8dkkGEavt+l0quT52ZGW2VAdnO6pLK3EESYlj+3MsVJLlcUD3cVIFbg/wDkpgEKYyMlW4JrSLAYzmsRlkYRSI0bYtkcce0bW4v7NyRYkEeVNjeuCTegCfELoj3c8k0oBax452vxb2cmxxqOR4muju0jZNsr4MGjdi7Fm3JJNzl9ObfXNttNdp0FTi070gUuA8qKjelQRZzkzG0bCSN/VJI8jXcKxUsFDMcV0quGAPfLJ1H6UYFhbaU4xk0iXgypVHXAL6siX06sqzq6kk+aNr+mvG/oxN9jb69rj7/1vfi3ZYbf9bYhpAqNonHxl0rhM+1woPpq25q5tb2xybU6shs2H/hWpQW4R1KNYhWIJHnuU4sDTHJie/ns9GBoi1Ek+fYEvDERaiWIWCrLqo0dx0pD6UNA9pr1tajAxApob3kHHTYtUTtG2SySNI+Texx7JJbkspW1444mjZmVWb49t6UAnkDxTKquQdiSTz2pHI/wIINjWJKluzL1Xq8Z8m31Vza1QxLMpFaWJ45mz1EMj6j0TRJCljGksvpTOWNGhaBsJMqncSm5xYC5qJzG9109yGY92qfGE1pVUR331R9FhGP0FBnFpNiLcdoF+2xtfdXKXsP+/v8AgcDtTVyKtmn1LMmI2GH322sbM4UH0+1mcMdogJYB1MRjjUhTTw+i/wDkO6ggC6kEEkm53NHp4i3sA2O7FbC1C/0fNEJgCO9SADSyyoqLULIUFCVWayDjz3Eek4S4O5qS2TWRM3qeBIoS0dWFtkZVB7xb7UgEXPJO2Poyrjwasccqg0/WUmpOiFCrSEcinXFrbffC6eRhUsfTsOy/aAT42RUIbLTagRKQYunNqD1NSiRy2TtFAH6VHNwBpdQah00scgbeXTah3LVF+ZgvUrO75OADWD/WplyjVKt6b1FfMEQC0Q7JHxFL421Y/RrTi0Q3mu8wWgLC1atfVeiCADSKzN6TyaNvqlw5zN/JvxbcEjwTQo2tUUOn6AZiI8fT7I5IFTw9IjtRS5sCMXs1JhxRyeSwIKkg1LLLIAH3/wB9nJ8+zD8jVvVagyoLsup09Ruki3SneNB63m0Zpm0x+NIU5zUMT6fbVWbwVK9oUFGasHCZdlv0yew+dkkk9K0vEl6Df3VFJ1D6vvuenhNjaDTkHIRwvMj4F5JLI80bRSFStgQWPneDpZ/qnzSrkbDb67hwbjTp1nIZikEVFyVI2chmuCLHaL91a1EjpbFmZzdqUkBhtl+lj2gkXsrYhhtDA8viWJ4jZuexEZzwcBWf+Oo9ZvV2vehNOlaeeeR8TtJqp1YrR1GoNFmb5FWABNZOKyktc6eT5Ck+A7JjeVVobSJmhUwyYXjkvfwzBQTWnQsxkNa0cbcjx2+aJ4A3KsLX2JY2vX1sASbDta/BO+DcbgkG4mVBiVGNjdGxa9c3uD3HcnfTxRyZZkWJFKxRgwJub9qBSfVwvg1zalUswUdaGECNWfGLOjLFqIsdsWAvuCR42ONhbsBI8UQRa/YQRa+/UfDCvHtRyPFkBEC+WCt80ZGPdxR4uaaMgs0fqjTIuOm1lkEJRipBHy28eKPHYqljwFJtRSzMp3+qVmU3XqZyDryYFyY9iSTc0twwszO59UH7op443dbym8rEbP07jp92jkTDA6uRMoxWolgaDil/xXjyGYAgUAWNgAv92X0u0c3SiPT0bu8j5zzSLqThNIJSGq64W26rkBWON/TV5GgtWkXle1Tlqm7JIkfz0plOKjTFv3QABZa1K3jNKcWDUTck7kLiCKHmsv02TZW9ONJ0+RJqekEXGlxvd6Bsb7i48dwFz2qL+aHHji2wJXxz3AFjYEEGxh07Si9SxNE1mpVLGylSOD3mw8XsKNF2KBd5G/8AAXfKRlCb/W/ndUJjZ+4G38K323A9MemVsHvb6ocd/NToZPGqbFca06MwLRnO5yqM2BsylTY0fOxBAB7L3896JkrHeKPqPap4Onyo8114RUj5vevrtVHb4hHZSwjISQM07o8mSdvjxsPPMcjRPkpuzXoKi/u3L3ttpPTqOZDeRjsOfAYr4srfHZRdgtaUcs3YfBrTWIZvZm+NeGr/AF2Dg32ITAY1EmR5ljCmwrm1tpGjIXDtAJ8ewe1MQwyNrmxFt+NgSDcE35rTsqQqrayRXZQqgsbKwjSaMRagdGVZalfqSFva4tUa5uFphZiKZv8Ax0Wo1zcLTCzEUCR42k/L9JensoZjZSCDY8nxDCRpipaGZfPdbYm/Y7Z29kcb6JmIZTGyn4o3+Qe658VY+akj6qur2h08NHkk1xenwy/TN/vYEjbn6BsrA1x0+0MQCApUBrgE+Nrm1qBKm4ZnY3Zcb+qw9XaDaum/Tzrry2GPS6OlYru7M5u27Y8Y0i5HZRc1kq/tjk0zfS2soNLjf1RuEcMWw6hw8U3kFW9QzFZA8OwtUPyNadMIh2SfttWlXGL2ZPhUjENIvbDposAX1MYif00quTZajMatiZpOpITXJ8c+K9ONEWt2P+X6K4UCQbjsHJ2+txa/N+OKt91p9OJVyLwlS9uNgLngowIyXTpbsAvSLIT6Ob3JZmN2Pmhbm/dc7BL3vsQw87jyLylWa6bo7I2SuzOxZleTTBcxyL1q5pUIVexVyVjVuw2+uz6v2E3NzsuGJyrgikkdI2Ahdo3uEkLNekbih475pH+A5mZknlVcz0vrYm5uaG+mjvi8chJlZt5FVWsO3TTxRqQznJyRuQQAd/rfTQpLfJxg5A6knT6e12tbY2vxXx42t6STpYEZMpHADsBQJW4L4Zfp0fPAF6Cr9scjeowcXYJy1jZscqf6al9QK7hb3oZWNobqAQPHZqTaE1CLRj2W+JqZGadgmLWJ7I9W6riZZGlfJoOnappFI4bk1AqvGQ8iYNYwsmNqn6ePHcrII2Ddlja/Z6cTftWWRExX/fGyEhhaRs/PUk7Y5XiJ6feAWNgQyNY7f21x97Ek+ewsxAB7Tj1BU07vJdZpBOsdHg7Mxc3Ow3Fr8m1+KmmV4lVfZxrEdkbWNRNSnuFqdYhyWiPUzjjiktmrxFEVjtFG0rWWaBobHcMw8dvJ8WNriPpiUdSfpdX9K1vPakhRWAFHk7G6qL0xuePY0uHW9c0ojj4N7m9OzObswsd/u1P/APAsaOSDAp8xV+CKv6bUDiwImOT573NaVOV7dX+1UfxHs/VTmWNwyNjxj3qATTy2UAPF6A7epL0ceLUDbtybELX+9+cd1CqSJP8AalR8lC5WYxAaW7bMFDemj/1tFpjIlywxYgj/AL20scDhupIvN17o2ADAqzKbrkCWMnZz2WOOX8eJM3tX5WT1FRx57+LdoqN7VG9A9wtTxqwGRjSRbNNpIxHV7AqOSlRu0bZLJNLJ8lALWOPyPaLVZrXpZj8YdPEYkOWuwxXYsSQS7ZteukpiVgy4vjTI6fPYEi9v9bAA39ni2yPjIHMj9Ry57B5oEC52gkhAAmcqXYhPmKPk07BrWocqV3CESANp1xjv26rwt18D2tZ2KxW/Y0GAPUgSwybUjFxSP4vP0yLr7oBJsF0szU+kkUMaC+gtt/u5tba9gdsU6d9gCxNo2xcGjNJ0y0ZV/vYeaEEpXJe2x71a16VipBBa+RHeojwYttY2v7AJB4yshWr837oVR5LOJpIco196J8HvSu2RKxvfzko837PG+qiEsRFagR+jp7W343g0/WBNMpQkHrP0elRhkWMSUZZWWx26o6HT28GtOyiYNJqpYvSKlKNITHtxb+Fbi9QCNpQJNWunt6d/qk+Yo+TX+qWJj5C5A14qK7+RwLdup8LQ9rWL+m3YzM55pkZDZkWBkIafTsiZEPzep3zfirsCDRuTc7f7ZSpsacIG9FcbW2CljYRQ4LUXijzU8XTkcjYG219vB2sfIDMrXVtReDAUON11DIuKKbHtW3gsLMRuBejbjYLdSdiowDVbi/YGIUrSsArDtVijBgTkSSoyYCrAPZja5x7GGJo4WGPaDYggLLqHJHjjYVb3FNRvQxZcWWwHG43IvwdUkHKqyf4q5pHRUYEeeT54VWb4xaa4qODEU+njfzNpMRwVlC1E3Se7viXODTQ/l8BQJBuCSxuZZ0aERoylbeyis7BVdSjFW9iOKSX4EEGx7FOLA1dfVf6qKTp5UvyFHyaF/rp/pZ1drVeMLVrtxpU9Vz26v4LQ+I9rU8xG3owouSipsCQbi5BvU0zSn1ck1M5ay1kbW9z7rnZVLGw08QtTD02HUdVtRfK2OouiXLsXYsexRe9Eg+AfSVqNXdsEkjaNsXH/AHQ4NHz2DmgLDb/5piCeBit8+zBrBqZcGxNfVMrrbL+UrMjejYX80GW19+Pv2Vk/zFKtKRQ7Pqr1xU0bL6kCXqeMxvuDa9KhdrLBBQ48byQI3K6uT0BDtpn06o3V8tx3/XYLjx587qzLe1G31WD4Z1DqHiFhDF+YZpH1KQY/pbWFhSo73xo38HbTGEX6jBTJ6ceN40svUqBMYxft1PlKHj2pfhTjFyNxjY32X0DP2jbHdVi6RYqcWDUxc/rUiF2sItOqirKKPirCuK1rEm26xuwuP91bi9AqFII5IvCUj1NTwCYCzk3s+1zvxakvlwyvmEaQKHsuwDO1gfO3OW0EyR/J2ydmGxJPndcchlqDCWBh70gd4jIOy5tbs+hSrk2NEWpnZgobZool0weibm45Avv592OeRKh1IegQRxufFC16bzegOnJWqiSSPmXp5npbQIGRU79ZGtstyLWoGxuAfVej52BsewtdAvsj/tscvSqs5srQyhgrTwzJEKYYkXhkMfC5RiM36clFSvmgxA9IB+jc8mvoWq5rNrb6VPVj36jytDx7T/A1qBaU9jOzKoPk0/nj3IozK+IIKORSqzmwghRFXu1AzbEY3fGmGJIpHIBUdsSRMjZrq5AlqJuSTQAN+wkmhRYnk73YColifh54YUQFWYu2Rocm1cC4Owtfmo3hjAatOr+uWp5Ekxx2Z2e2W+K9PLbN8caiCGRQ2EQ1BDyIFsQPOymxq552LsUVeyxxy25PHdx3aMRmT16mCPAutRxvJfHfJrCoNQG9Lhred/B44qRc1tURuLHUxdGdl2T5rWmH6d++VcoyK6mDN2C1+fZFue8WLVpZEikbLUahPT0zqlkUqMOKwQ2sBaxZSuWNTp6Sx5Hnt4qxHnaNTfKtNHitz3TfvL7bfE1q/wCw73sCNl4Bb2CON1R2+NoxG2VAkciKJ5TQhEYpeEr63FGp8yGNX42H+K/LwtF6ey/N6/7qD8sID1NmCXGNfXfc2tsbnzWYL5H6qKJ5csaALGysrI1nikjRXDUk0oXAHz7SHFwa1M6TKAotcXlEWX6dtuCeaJBAsuJ+XG1jbdFz4p1KNY+xHGjqxajNI64yVpoXkuami6T47uVJ9KY5rm+qgAApXWwI2PO7+hxINfF1IOoKT5rWnt0Rbuc2RjUvpcUTc3q5xtXHs2Fu/SxCVzlPBF0iRhD0chHG8gONCGbHIHriLGogSl0lle+FQLi+Y1Oo/tWWRpHyajbsVWb43J87aWO59g2Opt7moUYG/Yytjx3c0Qb87RPHHEuU7iSW4qFF6vCKEWwl5IHZ/upGxWpVP5Zq8HkNYEbWdUB2JJ880p06IrVG4SXOpGDyFgrYm43XEkXcBXIG+mMSyXl1GDvlFuBwTSqzMFVgVJBsQKBYeAL1E5ikyE8hlAfaxxy9u5tbti8XpuWJ7YssrLqOjinT3BK+Dc+fbYqVUCDUdIY1LIZXyPbHIyGtLLmnYaDf2lPtK1MXRmZaGXyGklA9J7tTcoFE1uq1tijhQx7RyQKl0oSLIexFI8TXVtW7Wvwb26c+ntJUjM7ZMsztCI6e/SNo1HAaZenJSy4/GVgxDblSvmgCxsCCDY8jxY2vUMLy5Yp6XrTTosdqE8FBlPjtgOUjn3NWPS3Yg5oN67ncixo7HIHk5MexY5G8CB/7ogUS9IwYUeZe6U/AU3imBBNJFI6lloix2lg6cSvUMvSN6jbSrFenxzJXYWt7wJBuOSaNwbGiUt/JIt2civ8AdenHZdHIUvRBBIPt4fp59sbRqGz0kmEvN+yVT8lz/urVwieIMsMCpGwL9CE9MaefwH7Zpvm6iVeiU2S2Qy1UkPRxHavDA1NqYTEQtfVt8Wtc9ivjegSCCJdQ8q4k+KVhaxj1TJekl9Qp2MjNl43+rG5Pkeay9eSnk3OyuyXxpE+2b1WAEPHBWVTwkkobgzarGk1Eo8/m3KWOkHov7k98hX5avyzXr8q33jzgh08wpo3Xzz2BLiua5AuEjd/Eek8ZrDGo9IVB4IBBFYjHGkbEkCMeq/c/zWn8VLdjel6gF13HPDdotanChrJuouwFHSQ4W2yOGO0KJI5DMgVb0sErJmveSWNzubfQchCtKCxsvt35vuTfb62COVyH5f0UtrNUj50BcgVLG0TWNLrLLzkpZi/tC5424saZsrdukm6iWPY8d/EMmPofUn8sP05perYlXI4MU/HH5i1sjq4AL0uqiK3rU6rIYoWQx27XbI3oxyBcj2E3N9yCpsaubW2MdrjtXHIZYZOwi2WzOoMyiOT9NuV4pfNNz4XG/q7PVIwAxa9qVQooYjzkL1+r/wCtdPIfmII1tRQFbUmkUH1agAOFEC4RKPc1HwpfA2bgE1phdnfYgEUI46MCfR064kV+TH0AI/S0qLbJI4S9qjjwHdOChuIf2hftPLjbUID5WMGOpEMblSFZmAEkEsa5MkSMUuwAcgUzFjzEnUlCmbTRCIlR47Ftf1FrgUdROVx2iMayXkfEsceon5fCvUwxCamFYgC014ym4JHj2QSDcc/f8HI2tXXkxwqaAxAGgFxN6UF3AqeBobXiheW9vvmZoWt0qAJ8dxKYAAW++LbZthj2xOY3DCJg6ZL2TrwDUql4ipZWU2NC9+MmrJu3S9Pq/qavpdT9PbrydLp7DHnLaGFpjwUbSnI7AXv2gcG+6u6Xx3BIN6Qm9PbLigzAEDcBj4EElR6abgj8pJzcaRqXSAH1LBGvjf62QdTUFvdl/bNQG6bSZY2WPhLNkTwLSW5/WHi+qvWMhHqwFGE3r8tD9hQPHPbJIsakllklsaRQqgDtTlydm8UgslakXivS6n9VC2plSVQkZJ4BqFolY9Q2vwCQbh55nXFkkxQDsikMTXpzkxNMkPRDppul1P1dRgZSY4kDvjRZrdOoJRCSaP6jsx925q5PnsNr8e6SMQKLORY1FG8rWVlaN7F5Hf5hmHAk0uEWY20jqk3q1pjLjHZFBdc5xGkv6W8nTv8Ap9gVbcsLMRtpJ+k9j/32Gk9LYHUQhgadSjW2HpambJiTuEcrkKfTKNOH2Fr8wwxyIzNRtfg8bQTGE1POZrbfXbbirnv+qwbDKh5q9hcbJDK1JoifmNGlRwRpzVh7U0gjjNaZMY7+4ak/batMfSV7R7hLXxGH/wBSuAyrS+O2Q/VILbnxUlzBJQF6hl6EhtIweQsGZmtetL0PV1nxzbGVIURcV8UUst9ySTc6SOF7l5QgkYJQ8i+o/LBV6TNknZY2vuouwFNwx94RyHwePPe4tbcDcC4NLbm8bvG10Zmdsm2MspXE9zghV9j040el0hbfjG9aGfIdJ+yRA1Ic151EIbimUqbMP+/819DeCeFYMWPk1k+ONffJxv6a+rUOSKlgeIXNKcWv2DHm/ZY2vv8A77MnxtSY5jIA4GodL1OaGnhAoADx7rqGFjhNDzGNUP7l1EJoEHx7Mn7bVo7+o949m9LtLzqlHc44NA3A3f4mvMVMLMR2H8r+V30iRM56kyRrJZPJv7Nza1XONqjUO1jsBc91uB3La/q3gAMovLN02sGOTE9gF/asT2Rp1HxphixHbpYVlLZTRYzYIysnDAgXv2edrX71JVgQjh1DDsAsTRFxapYOshrke7k7C1JGrRs1KUCsG2yOGNWNr7DzTBbnEi3ebfSqztZTEiJaQIE8qhaI5aWTjGvr3P8AfYyo3ltNFfhtO4X0x6rAYt+YcvcHVRCl1ak+pZ4m8ZpXVjo6mKm1f/8ArEepl/cVQoCj+EEPXyPa3KmtOWaL1bSkhK8RVKLStsxLHkknzsbcWoo68N2Dk2phYkU3R6S4wqrSqG1SIklkri38I81K8TRoFjbBw1SP1GvUCqz2adYl+PuXNRhC4Dta5s6WiRqiTN7UfParMp9KSMkgetRP1iLd4oC9fW4tf1NjkcKhnkie9RuGsU++1/S4avxCGzCZTxQpsL+jZVyNEk+aP12MjxhSfRhQF6sd7nHHs4t2XOASnWx3gSTPJREXOU1qcemwS66qwofwP83qRsFJNvur801JBIxBKxxr4KqfPSirpRUqqPiO/wAfwz4qHwd35kUU3xNSZPKxBAFG1+K08ULxMXp+jguFZMfOyqWvbux9GVApgVPsspW1+9QCebeq1FI1kxMARpQJP/GiJKO2blt0bFr0eST7N+Lb6lbaWLv+7U2kcR5bAE+KTC/rNvrc7DmuKfDL0UFJBI2h1CJwVs6V61oEEcbOLrasRLC0bMpRiraHCzV04b5HUNE0t4r5v6tk6NvWeO5FzuKLMQAeyx47SSeTskMjMKi0oHzsBwN1jUSFv4A8bHaY5vjTCkDMfRFAict/H59l2CxknT8pc1wKQ56nIHxWoJ6rChb77h4rj6t4q5rj69koyqGPZagCzADWRnBMe8KSpbYEjxsLZDI2ubdh43Bt2MIumpWMhXBZ9ILhotQheHFehHCmcpNzev0ul2nUymPDdsb+mgRalALAFwA5tVjtx973PZpNRayFHWRbgjA3pTv8Za/EorMJRAqM/rf5EDvsdirAAnvViCGosxvcknztFE0hpdIoFNplzGKRhO0+1z7UhxjNBkA4ELv80VE4HufXvffeVDCzKoC2FGx8gBfEjAJUpykJ9geNza/FMhjNm7RbIX1DQNbo1z2/daeWAnFannzuo9tQlmyqJlSQFp3WSS6+wBc0umyoaJftFwULtPB1rUdFJ9PBKny7xyaZGXzFbqC82OfGzc7C5NhWD3t3cjmtHNmnNWxNDaUcXqRBNAVq1ms1eninCB/Q5C3Ta12sskbRmzblnIANEKFUglMRbsAXAnawxG0MJbyoRALewOy/b9dlq+9/OxF6WONfH87n2DRQsReb4U+kVuakhkj89iuyqyikW47DiD6OaeMLEj1DH1ZAtS6SPAlNjFaISUYpAmfsaZkRmdotW/U/Ult1nsOOwgjzsqs18e6KEujGnglRMm4t3rYsAZ0iRwIlaW9lX0IA5IHnWGVAGQvIfJLHzsBfcKzH0nL4lTZgaklzFhtfg9g/6uaLFrZW7gSt60cxdcHPNKbNia81EcTjX4jFjIJBsVxokt8q5FEkm7dlzjj3KrObL/1Q80bPa0enub1ZcbDLE7359j77D3n+N9e//r2futQCY6Q3QUVDcGXS3+DKymxRcnC1+TixtRFiRTKoRSF8UxBPGyqWNhV7Vp3SN8mk1aGMhKUpHBeoOh+WOZkk6eHv8nztc/XckamJmp9RJJHg3sOIuOnG/TbIdR2kDPrj+itCaQIUNSdL09PY7LzdUjj6Q5kN5DuATfuTG/qoYYNfsQhTzpnRJbvqpI3kBRtRd1ZYpVkUEEUuzi3qEyCfTle3i27jE22+94U6kgWnCo7Rne5HIRSzADpeuywafEXfLnmnxIpGktVpj8gPY4/5u1fGgb7MoNNBZs1k1QVa87Rj0DYC99lDE2U/d97c2E0LQkXq5tbY2vx7gtf1bJhmOo+Ab0dqOyXx6UnT6nfc2t26prrD7CNgwYNMzCwMbCgCfFHDEWoGx42Vchw4Aa27IyqrHYdkeGYzkmjjcdGKZJFBo8G+6HF8a10YjmJ7+d0wvZza/GxQPpV6Z/KuBsiZVDBfmo4gpNjarjM36r/FY149v7/n/X8M1/v2OKKH6DNc0GBo88U8KMDUmnt8a063hG1xbaARErU+HVPS7CSfP8Pi3eKzfp4+1HIYybUWJteOQx3t3oyWpp0Uem5r047s6uN1Yr4JJNz3DyL6iGNAClAEmwZWU2aKRo2uI3zTJEa+zC4rUr1dMRWkMQkPU1gjDrhwPFZeL7XtXAPAF/G8WpMceNFL+qOONTBiYo1RbUKMqgVJqGb0iOBjy/TXGxxsPT3/AH7/ANfwjv8Adff8k7uPsEm9JJfz90cbczaZW5EOMceLV9X7L32QgOpaeSGWwXvJJ8+wAT47j90qFlY0DgwKsSzEmo1DSKp1CRwvxTAqbHcEjx7X1vePDsII89n1Q3Fr81G2nQKxgX5yncOiOjRzSmZrlSAwJjmeJ8kjmgm+AYjh6YX8TJhIw72xB9NXxPopVLGwaFFFYkC1QRsyvUELqpybFRy0wCm2Lym9QqUN6y/zX1X+Pa+/aHefZ59j7/if49qVDbJcpXtb65qw2FvvYjE+raFFkYLU8Rhe1f79vm1uxCBfYY2N6DEKRsODepGZmudyCPNcnk+0tshlL0i/6XsLYHlSoDZRX9ViWblgbXqKNXVi1c9kcbyNZHRkazrOghKGl1Mix4DsOOItUQ0hiOeiWIoSZdUY5cQmpU/BXVxxrorrnQtiV2THMBtQiBhmuIN2qMAmzHybVHG0hsE0wFPALcmPCo09VLcE4smrYWPRuOQigcDgUVHNmDAehC1vX7Vv4Ntvr+B9+2f5EMcH5e7NYsccjhjtz5NBmAsCWY3YknzsFJvauMffBtXFqFr8mxJtZMb7m/3XNMbn2OO6+8MAkS9EWJG4t/dsOe4Y/ccjxNdJWzIY962B9VLhzncjw8gaJU2indDXXheIlQvPoMRrEUeNlBZgB8Wsbm1qRS5tUaCMWHjZlDA3ti1qAVlpTc4nv8/yxX3/AMf9b24v2SIiY4+ojusTtyPPuenHYQt0eqe3T2YAPPgJWEffdcTtb2Ra/PFzSsy/HuPJ2XDnLe5tagCfHfyp7+L8otzxcx3UgFvCRMwAdoI/p48TavFYmooMjykKJ2uoagMaZfsAgjtP8r7/AIv12H+eDY3rzuLfe+n0/VuTPpzEMlolmteuNxwaPJpgthjQJB4IUPTY5HGmFmtSxyE1+X1RFq/JaivyM1fkZ6/Iz0dHqaMGpWiHHyUXbi55FenGrWFyDb3EcDz91KYjbp9hJPnCTHLcAnxvbcEjx7Q7ORY1pxdhfoRHyAF4T6rFaeJW8vCQawS/COg+Au3nihuN3X7CtkO29X9r67/vv+/c+v5H1/L8HmF44zhFqdQrrgo+/aNr2CaeZwKTQf8A2uk060ERfj7LQwt8m0UJ+L6KQfF45E+faOSBWrXF13FvvaOF5FLLtCIzJaRhZjbeHUx9MI1+Tfa5tb+NpyMUt6vFAWo7sL1MnPphuHHaaU/R3ZT8gpDC/ZauN+fc+/YNff8Aw3G/17+JDYl9IgS4maJ2Bj2g0wkjyOogEQBUkFQK0JUZ1rGQzemmRktkvm5sWuV2HkXZhbERxSSfCPQ//wC1Ioo/h/BfSwPT6SVeUN78kEWoeahgiByqREf9yQQ3tGwsN1bE3pZHW+NZNjhQ4PL9ZvU2xFjbsVWbxsLeyh0/QYNQtz7OnPrQUPJ2+R3+6IFMi0l0azD/AK2+6Zful5PZYdo7BsN/r+We3j+L9dv33mvrsSULEUpmysall1QiAexHnaOaWMWWSeWS2R5N+y9/NXNrbxxSSn0RaONeZBYC29/bvV6v2HaSOOT5y6Nh+2QR50vpZnoagS3FeDVyfPG4NjfZTiwNTTRyFLGeIx+kgg2NKjsCVpsn9bVCyWIc4/RP0NvTgdwCWADDFiD7S4X9ZN9tODdKFWPd9UwJFQ9Tww7DdTcXuPZ++763O33/ADD/AMM8Toiuw5IFMMWtU07ShQSSbXq/FuxoIBp7jbzuoLGyw6MeZgAOB3WO4NMbUGBpxbxtbZVv5Ise+SOOQeqXTyR3t3WNr1c447EggCkYowZWYsxY0GZb29vSIWmBrVRuJiRtxbYG3sCoBaPj69m1fW33v+3/ACT7n32/XZ9fwee77909hLeDuQQbHs5r1eDR6fTFqunSxqGCSY8RRJEPT3DH7PA4yNGzC+33T+KHmn7ByeAebCT5bJa/OIPxIO/G02mV+UZWU2bf675I3jNm+jVza3tRsFa5gkSRfRK2EZapZGkNz7afMUgsnH/fZ9+2yqwsR73P/BH2f99g/h/XZqZEeS66YafFur9mxIJ49RvbdRdrUzBeKZsj2QaXL1SjgcX34qxNDEUdhytWNchd2tblcfpr37OVHCfKpPre9f2+rEH42I7JYkkHqlieI+ru44tskfUWQO8TI+O9ifEEGb2bVRxw2x7kmEWnskc+UbRy+xbf7pQcuIGyhFed/wDQ2+qNDYek89p/mfVfXb9e6a+q+th75/hX7rcX3U2N6JyNRrk1q1EPRItWm02Prl7LUoSnvX3vGaYm9Bv8vs/xocc1w61yNl4GRyagxvzJ43UXapDxbbM40AT4O7KrKQ08LRewvzWo/wC6posvUDpWNyq6SQ0mmRQL+hBWql6j9vFqPtjyK1EEKQXXZK08nqK9g7PuhswBFqQ/Tdnnv+u/67T7X12eP5P1/M/33pybUqohuXYu1abT4et+8+paxA+TcjIUp9VSf5ocmpKFvsstqOP0GtRYGhb7JU7C9P8AHdBYXom5vvGOacKT2EAghp4TEbgknz3QMCqbYJe9AAeK1c/Ub0/wrnfo3S4xMTKxDXUVf2PvYr/hWvwdvG/+9/Nf4/jD+MPc+u0+39d3g3qSRpGybti0pkTKnUo5U7aWDH1v2EWHO8Z+qcc7AE0KLiix+vZ5HjNq5oIb8yHjcAk1wi0eTsVOIO5AYWaeIxN3KGcqiwA5qBvILxsA3zN/eJv3DyK05vFU0Vxeo3ZeGB47fvf73sPZ++zj+Adj3Dt+vZ+v5P3/ABNLMsWQd2zctSgsbDTQX9b9ihQakX77L18lrG3yzH1337uNgSPBIbzsgsLlmudv9AWjsd3UOuLSIY3xPZpkN6RQigDaSTC1IwYVrBaYmiCPP8TS2wOzReajY+GG/NAg/wDBH2D2cX9s/wAf67/r3YY80kPZoSMXHerBhYsuJ3IINqysLL/va9X3591MDUrf27AEni4jHB/a7Zo+olcjYKSL1Al/WUCxi5l1IUcQ6jKgQRca9+QBFqnVhlMcmy74NLmmT6iDokW7VtkL6h4ne8faov5izCVmtefDJeoS5ur7kfdK1/aNDsH8MD3j2DYe19e5f+GQR52jhlk+EMIjjxL6M+VIsbUAWIAiQRpYbiyC5Jub7DihZ1pgRxQAHLu2X8dmJFdNqJCcKak/a2S17FlKnnbVR/3rVzXV6aqoaVzt48aeQ4B3n6XXPW9iDVBExfUT9W1uzx574Vy4rH01KenLxDLehQ3GxH+Mv89n32fdD3/vvOx8bc+0PaPs/XtfftffZ9V9bWp16bCma9FwYgmys6/HqKiJ1dff0baSPjM7xr/dTEk8pieCwK7KSpp2UUTfuO9qt76NbgnztL8K88D0x0z3Hqq9H/uVMHtQo1ZenfeKcxoULMW92GFpibQkQTkS6uSOSQYdyKGPMCOrrepoQ1LFKjCvqhsb7/dML+R3nu+vaPuf42HafeNc/wAI/wAHUfu9ru0jXYyMYghiTqSBa/6Gwtf1CXmmUOLj9sVkcbUBc010auf5g+QqW5AA4iHFz2cVOua8b/V65PZ/r2kd0+BJJuey5NtgCaGULXpGU9N9mP1VyxrnzS81b3vHd/n3x2/fZ/r/AIL79z67r0Wye7m1+NvrfSJZMjuVI80rla9Egp1K0voXIkk+dufd/wB+4nzWpJLcDk0sP/0fy6+bQv8ABgQbE0KnTCTbkbK7LfE2+tl6WDZGK0Akogjz7w816mNRQeMih+DwG7KtXPirH7t/j6peDb3j7f1Q7z3/AH7nPs/e33/CPnf/AK9+zL5iHVnGepUQyfp1c2tU8sTxqqImUgXsiTLkyuh43BIPAdSlyzZHn2h/FhWwyp5L8LX3UvqjD7WrULlGdr9rYf2bJYuuWpEKy2jbG/oo27SAoIahb77IRYKxVbCpCwFJAq2oL2MP8Lz3/W31t9e+e8fxB/GG33t97c7fdc+9qZoWhsK8+VNr76NOC/ZI2ICDexteixxA257OfrpvXTeirDz7gRjXSauk1FHHsN+zticMtoxeC1EFfO0i4uR2RaaSVcqdWR8W+6meN2GCMUa49iKGR2FanTyM+UbDE2NIFN8qZWW2SKGZRSAM16FD9Sej6TQ3H3t8W3+txt97fXd/j/kj7B9n67/v2OLUOeB2IMUA3HkVMLNfsb0wgdyx/wD1YDxu0YaiLHn2FUt4VFXa43ZVby6Fe5DnGUrx5iVucnGLEVc9mpHhuyHVKkeLyv1JC1QQ9Z7VKnTcrQhlaPMAXoWDeru0kkmdi0qPC5Tz2Ek+YPs0vAAqRsVqJSB6rfVcqavfsax8+P8AjT7f17n13j+Oo8mvPO8C5SjtjcMMXaH/AOenJSRW5aRsm7PNIgWnYKK6rV1v8q6t42dchX3z3IMjQAA4JAFy0hbYMV8I4bbzUi4HtHHhJF8u8/0jvlbtkXKNhuLg3DZXu0cSOhNIzIbqSTyRPKIumNvTj3L5tUvTR7QdsVgVFcWvVg7AlaFGx8nOM3oMGFx7p2Ow/gDb72+v4v17B7vv+YTck7IcWuVdAtjWkHybuWVxXXppGbthX+7aQ3c9kb5cHaZeb96LiNpmubdgJHIU5LfZ1yW29/bEXE+ynFgalleU3aHS9SPPvPtoLtUC+m5mBEZxjkWwBHjY7Wtv9UOz69j7/i/e337v3/F+u36/mQC0K+6BYW2++xTZgd5/jV+2EXa+zGyk90DerHeYWf3Y+JrVquiGKrsssqpitRhWcBnADkL70A5NILCiLmmjRvNsfHvj/v8Amn3T7R/hn+DIArcMcRYUeTUsaJYKOAB2W9hPmu7izHtHgbTngDujFkG054A7gbEHef4X92csuLLNIJXy7o8RIuWreFkGHYkMjxl19jTxCh7P17B/k/Xb97H2vuvv2PvtPscdg7T/AAsSBeiSfNWqMXkXtv7A4IO8iZDjukbJ+0C7W3n+ffEbxjZxdD7s/wC0fdDuoIFA27tLF9lRbsHYfb+/59/5X37v/fZ9/wAL/O2n/eHvRNdd3jDUQRwahW7X2le3pHbD+5vJ+43fpz6DufPseOxx6G96JepIFpo5FYr2qLsBUd7W3Ow7j3/57fvv+9vr3uew/dcyMWOlZssCSqi5OqkY/prqHdbUFmY1hKKWT6b2Pqh/xN+yxtetN+77ynE3CsGFxsQGFj0eaAAHEktuF7oPkd2+bd+m/u3f9xvcPg+xJHhj3aN4yca1TN0T0+yBbtekFlHZ4odvj3f+6Gx/jHdtM3UuvVgh9NT2mhyjhQk0qKoG7oGHKMUNm7vvsP8AIHZ9d/12zJpzAWXi1Hmr1pyTLz7ysVPCSB+yRWYemxHB7tP/AHbnye/TfI7zfut2quTgUwxYj2QSPbR2S+N2HZ5sKijCgd3+KHvfX84sgPNf+xg+mUhSaOpxkIZXDAHsIutRNdOfe+tx/K4odtzuFZr2037ndALyip4repavud0Rm8JGq0zKvndlVhZnjZNxvp/7tz579P8Aubz/ALp7dMvGR1K+sHb/AF/G00eTXI2O3+dhX1ue8f8AAzzsGxjsTctplNjIWl0xvmLGH9OPk2qI+F3+qTxUPyYfwuNvqvr+dMYDGpiqDo9E9SEoZPTuuN/WdOf7dPGVyLU+n9Xo/LvTLibHeKPLk+PEj4CvNJIyUjq/jeWLH1L2af73b5N36f8Ac3n/AHm7FBZgKAsLVqFvHSQO3ykwhSye5bdPmKb5HtKnK1aZMU57h/Bt2fXv/fefFCKQE5Lp3b5z+mHgcpWmTFawS96AA3Pio/FRD5H2Pr2v8fyh47DvzbmrcVAf1e2CW3pbeWXHhd0XNrV42lN5N788RTZcNvIuLW7NMfUd5v3W79L8zvIf1W2ijjcV0IqVEXxszBVuWYsSTu3xPsj1IRunzWj5PYtgMzAnUbkCwA7v8bf7odhr/NG/17h9q/vMoZSCsFmpRbt1XUOIQcR8AWH8Me597ffv/W3GOxHjaH91e6K/TW7uqD1CaI1IiyDggg2O2mHBO57YJMhY7akeD2QH9Ub6gevv0v8AcdydgSDxDKX4O88mTWHZJxG3sqbMKYWYjaP5ivvdRc0fW1aVbLftPZ/3X32D/wDoXH8IX/hqbMD3PKsYsCWY3ahceCzN8ttP+3sfHcpKkEA3G2o/b7FNmB31I9APfpv29pjaJt1UsbKOnEtqbUr/AGxTZ8NR4J7Zz+lQBN7dmkRXl9UyIYWvseUBpPDCo/mNvEdDk2DcDAQpkwpVsO09/NeO+/sH+CPY+9jX1/J+/wDgRjY3Jva/5Zfy/U2XlQfc0x9JG7rjI3dD+0u2pPgdsRyjB2cZIR3oMUA21TeF2NBiPG8M9/S8v7rduo/tHaMf7h1Ijksk8sgsw4px/cqeSCpxalNmvsxvQ9K3qNc2AqJMVFCvrb7r7r/Xsnb/AH/IPun3Pv8Ahfe/3/I47M/SAo88jpeIvbgbGTeZMxx2xcRrs7ZsT26Z/VjvqFs1+2BMpNiQBcucnJPeST57JjeTYWvzUo04RenQYr49DeCCPINgRvCmb27NLH6Lmvqvquezj2TQ9/77B/xA7h3Wq38oEg3HnnfTH1Ee7DJmu8sIblWRl+W0URY81NJf0r2jzcRuHW+zKGWxdGQ87AEmwiTBbbaiS/pX3Tc3b2Ax8HfQj9RjTizsNlF2ApeFFfft+P4I9gfw/r+H9bc+3/vsN/5Ppx2Q4uD7qkqbrFKr9mEdBEHgkAcyTZcJ3o7I1wjq44ogMLE6Yf2/lv8AKRonipZ7+lPdmayGsmCY9wJHjO/yYWO8KRzxWOmiaLLJtKXmYnUdNT04oeZVr+0Dt/39+799v3/F+/5P3/B8947fr3fvt4tswxa20bZRj3knkHkaiM+etFRnhFHU/wDwzu/y9kEjwupYfIaiI11oa68NNqv/AJaR3+XvSsvUAbusaweiGHySPOl0d6i0yxNkKPIo6L/CaeWN715obnxQ2PAod337Y8fwD75357D/ABfrvHsfXYP4UD+og/8AIE2FHk3oAk2G4NjXUas3q5qxtfa5HjRdVrswIPjyCFeSfIhtJkXNJ2c78d3PsDzX0P8Ahf8APb/j/jPvstujYOGpYG1F5KZSjFW2AJ8A2N6ByAP/ABx2nbjHaOHUxDqDY8HsBUCizHyQR5ozPgEXQH0OKLsJWZXcu2R0Q9JND2BQ/ln2Pv2vr2/H8H77D/Og1Kxx4tI5dyxFr8vhl6AcRdbJhetO39v/AB/imOTE0pxYGn1ilDbe5xx3VS1XRfhY2ybbStj1d9MAsVfVq42++z/fb/n3/v3+P5luz79j79r6r6/k25s2wNjcIwYXH/Gzt/aO3IhSu64/3MxNLj/cSWNMAOKtQNr2HJpAS4FL6UtQo0dvvu++3z/B+/5v3/AHt/dHs+v5NjWmQSObsrL8toHxax/nKrMfS2nIiv7rNiL0Tc3JRlVWNC2QybHI4d49K5beI6X72065S1fm3s/dfe/+v4n37X32f5/g/Xv/AH/D89/17pkLFc9MYin6WskCgKdha/ML5C3ucg8AJJEGd8L+j33foAInWm92V8m42F/Ir6NFbY0QVNj2KMjTHI7E3ofdQRc5VDGEk44F+0cd31Qoea++0e/91/j+Z9ezbu+th2efZ5/k/W3VYRdNZJTIihq42waONZaVgwuPbi/ptohdP1JBEB+nz7IVm8fl5akR0+VMkc6hq/KH6Oml+iCpsfZme3pG5QCNW2Fr8sAG47b+iw3veoJBHkTpmyu57jt9V4N6HtfdCj7R/wCF+/8Aivrt+qiKCVS85iMp6Xd9VG5Q0Dcce1B+xQSOIZSySs/mtO7lwtTNEhAN9IaljRApWkGTAVPEEItSNCvmYlYrxieUGpMZNOTsGZfj156Gqk+9Ri8SyL7Ej4ihIwVl/gjbTXwr67f9e99bHYf/ANQHug2v7AtflrX9McuJsfZAJNg1oouCSTc7aQfqE1qT+saCkqWq+0HpDSFx1oONoDnDicGyKhw6abHdUdvisErVMVCrEve7hBRJJuef4IoVp/h3+PZt/FHs/dffYe762+v+cDFb22jUNleh8heYxM94trG16ilVVxb/AF3w/l8rjVXuOzSD0saaaPI5P0/y/o2k9ESpWlfgrWoTGTbTNaS1ahpFtjFqPqSXTq3qjIYGxgco9TSuWKjvHLBRN1A2D11Xxx3vbxsptsLX5YLiGHZ4PYuOVaf9odn1/P8Ars++3n2fr+NJIqC5GoEj4gdn+Nr22++07f4/kpp5HTOtNCkhOcyBJSq9nFtjb6o4/VadL8D2A7gW7IPTBtkxULtCucgp50yNDUcitQuUVxXgg1KOpDcYtjkY5mSn1Dt8fYbhCxzbPIMzMbsOSKcBWIABPje5tb3YFuxqIWSxqx7DsP8Avu/3t9+x/wB147z/ADfHb998xzkqAAFTQ/zRIHkOp8VfnY0KG/3/ADU1MiR4Dm997hm/U2KsACaXM3C73IFgjsh4U5LkPZQoPn14sca6cB+IgWxY1CCsTvViPP3UVxGBJKmB4Fr+rr4rjGzM3y9kvGnyn1ETxYrSqWPD4X9Fza1RytHljvxXHPaRY0Bc27tEt2r7/j/f8f6/k/e2arxtIuEj3gXJ68DmWUyNYIqAE1CWMKk7DntG5/lpbMZakafoG3YGWwyt1HPT0oAgFtdj1Ftxbna1JNIi4hJgeH9vI4laHBrrTUWZvl7rEKOXlLcDKDoY7JgG9dxnemsW9NcfVHDEb/V6sfb0VsNvrbj77vv3B/xg7tROcsExZvlBMUcLJIYgPWdQitdUkSVDQjw5bo5UosLUaNAWo9n37P3X1/Dk0xiW7djEnna6dMgqcb3SWVOEJLG5OmiWHJqJ+Nrm991kePikkR/5TzgcISSeez047A277soNva0QtGNz2j+Hevr3R3j+Qak092yXpyCoOj1vXrb5LQAqNWZsyMLigRt9f8Cd9TJFMoZd/wDFTIr6fbSwIyZvq4kQBkrkUXkK4kxugyNEWO8AhYnqnhjZZnXyksbfxTYeWnUfFndvINgRsFY+O/0ed7em/YACCTuFZr23WKRrY6cWiF/vf79v73P8n77/AL9767T57D4qWZmbFQgqG0sFpEghvWpuIuMDUcsikBh4o0Lj3vv+L9bY7KwzRXneMQtREI04IinaEWE0zy+d82PB+qHnk9AIUS0cUSCdscjjSNgwaibkmllkXwNQv9wdG8e+0sS02ob+1mZvlheRVD6NQhw2006xAhpGzcsKFubgXNqfTzImRH+ewA2vXIq/oIo2+u3ns0kqxkq0fx7vvtHYPb+tx49gf8JLfBhSWB9UYZ7qJV6UXEQbMMHUTR10Zk8JG7vlJ7H3/P4t7Fja+wDHxUhg6SYA2IIlmkmTnvEsq+BqW/uGpj++tEaDIfHaXjFGeGjqR/a2oc/EszedppVkVaBsbhtXKyY7ejDtBsQQ2qLxYttCLyCpECE3H1TRZLw6tH6X7LGxOy8m1Sp03xpI0aJmNL8hQ+Io/wDWxoe0Pa/x/G+u0eP4rKD5wXacZRmorHzHwgHZz3ns+v5fG1+LdkJiEZyPmsmtarG16gnWNcTJfM3ogjz7oJBuGllb5XarmkmlRCqra/IF2sNgLnYC5AEumkjTIzdPoRWVHb4gXIFTR9JrbEEedrG19vTia8eaJP2il2ChJOgenLPIJH47OOgBsuF/XvF+4tL8B/CP8362+v5gjReRR/4T77/HcMb+o48Y7kk+ffSJnRmHsvPK6YtUOp6SlaPJN7HzQJFqlcSDOTcI7IWFf73JJ89liK/tHdH+4tLfBfY43+qFffufVcexxv8Afs/f8z/P/Cffv/8AWxN91a1+wW+6dsrVz/ABI8G313zwLEgYAkGiWd66TJKgmnSPokAqymzUj48U7BjXFvadPQGHbH+4tJbBdufaJ9v/AF3ne3pr7r79r7//AKJ99oNqAJ8UoLGwdSnDGgotyavxb2smwK9n1bf63AubAixt2+O25xxqNogrB9nV1bF2FjatPpwlnOqyeQ2yandnN27VF2ArU6eONMl7ojl+nRFiQdMpfMU6NG2LV/uL9xaX4js/72NAg8bD+B9V9b29369r79767f8AX/HquV6BI5FQSCNrmUqYr+9c87Dk/wANcOctoIXka66hZVk/UGJb1/mZAmA3YJiuINr9pv8Afe5M4XHTN03a88nVe+8FhKK/xsPPYfNKO0bff8Af8Ud/r+Jevvb793z3iJ+l1faAurHv8Vbi/tDYo4UMSbgCopEjDX9rTzdEm+pmEpGJt9b8fXZi+OWy439daeDq3ZtRD0SLdiOyNkslpI80II304JlFXvtfsv67UNzX32cjs52HYa/zQ3Hsj/hPrs+q+v4P3/CO9za1fXZgennte9W4vtc7jmjwdySfKJfTOaLxWTBnLMSduO7/AHdiADR7GjiEAcUGj6RB3ZGVVY0Lfe/O8adRwtafTx+rOVOjqODM9mUV006Ge0M7xeJZnlYFmNzfe5tbYMw8ROPK9LrTnGaIwvY6c+u1R8pfYbin4cEqwb4ihv8Ae3+z2/53PYOzn+Wd/v2P+/5P1/JAvubfXtWNr7SROnJiT/w6RHfhJEwbGkjd74+aYFTZuzwaZmY3b2gVxIo2+vaSWSP4JGs0bOwtf1NjkcaTTK2nzpFyYKJkWN8QsuMZTvR/oyh3ORi/cWk4S1fVzVt52UEAx2yyHsfXYO372+t/r/kD/wAWylfL9PynsDk7BmsQMXPjTBuhaSwtapP0oj0yG/uBI8c+aJJ89l48OPY8blrqBufNfp4ewrFb9k2nMKBqybaCON1JZhZiO5bFheeCAQ3VCzACsRlzESV52PxJoOKaVF8yZyveoG/tP/e337B/476/4od332nbntAJNgQQbHti+dEeuhIyLcLrP8wyiVbipJFiXJm1kdNOrbI2JuVBZrDb6t2gE+N1UsbArYA9qhCGy6TdLPsFsG7Da/GxtlTWvwWduG259i7WsYb+RqIrrkInIoT/AOc9RcV1dRY3QPa9KkYF6eQY2Gm+ZoeK+u8edvvs++3yK/xv9/w/r2+ffH8zns+vbvvpxAWPWbHI4gkG4JJNz2Jhf1+kfFjWLY5UBcgUdRHEoSPP9HOl1KSoUm8G1YP08+444i3cRYDtI4HZk2OPtkEGx2YWtTAC1q8d8UBflsYYqU3AsYI8jQgjHKkj7MoHChTjSxvepRZbVpvul8e/9bj3Pqvr+P8AX/Cn+Hp9P1RdtRB0bbKMmCh42RsWIZTZu44/V7Ltk2OO+f8A/wA/dc29A2vxbcc7xx5pIe4Eg8fwn6fpwhhyuT0g45mhWPxvGhkcKH0ahDhUUTSXFBYIeS+oYr6II3nuaiXBDWeTFUWOb+78vGPLRrkDX1VqsDTJg2QU8ez9+xfs+9/r/wDpQ9zTSxRxANq5lksqAFiAJekpRBqgiYSLLK0rZN7PFqQAsAzgByFz/wDHwpAC4DOAHIXdni6AUbKpdgqujRtiyq7fHTw4QkO2knXwQQbGooRItMrK1m38UTfsZ2a1/b0WWZqN42Yqri0jdkLdOQPT6lCh6SRKpBeXUsT6LknmBOrJifRDHw1109abp+Uo+KNGv9fVfXIt7J7jR+t/vsv3D+b9dn1/L+v4wF6jjeVrIbgkGibmhb79hQl/VsVIAJ7JWL4t2AkG4Ysxu2UmnRSqt6FLa15Exx20g4IbUQIwrpWd1a3+KETWJNcfVWa19/rsJJ87JhzlXkcq7ICFBKkEOxdix3WI8NXUSIkRM7tt9UrMpuqyPKfXrDwBWk/aG52++36r67BsfZHb9b/XYO/6/lfVW/x7R976r6/jKzKbp3AXpQWIAdWjax2+vZubW7mwyGE0pkanm6kSo54O0Dn1ZfVamFTS6RuMhCka3qeTL0j7o2v6aednhEftemrL3q2PiSWR7ZdumHqStUbycaJhiRX1Ro1zX+O377Rvz7HHufVD+MOwV9fwT2/f8Mex9dml6F26suJJZO6N8Ca5oN6rt2Ytz2W4J97TKcHNJfBblVbzYVqpCyHHsjClxkNKHLGPlWPscW9hMRyWNzfs4LUTf0rG3TyWjkzGtKbOaQ3WvvYiv99pq+w2O/3t9bD2f+v+H47frf7/AOD++1NO0ikp4PaBfc2+t1Yr4BItZmyJPbYnxsnSs2ewBI4IINj2IpdwogRfrdkDCtRAYzcbxdPqDqMzwSMsfvIxRwwdi7lj3acDP1SOuX6elmRAcs1OpyEXi3Z52+uzzVth/muNx7ZNff8AyP32H/hBNIvwVirX7QQPLYBvRR80OaPgDZQDlerJ071bi/YCwvZHKXt2AkG4JLG7Dki5Ch7U2ORxrTIbZUAEWlZW8VqJTGvA1n+ZdSsgtTYfW6K88lqYYsVO2J347/r2fEJ28eagkBCGr8dorxX0avQ9o7ne/wDzo/hD3xzQWwo1xYUxy5ofpnnaxvbYRuUyDqEa216ZGUKT70SZyAUhVFyqbUsxsNIVyuK1j3cDtKsACa8NxsAT4Dr9nk/wACTYaML1jnrbYbFmbzWnxEN6Xkdv3seFJr86lfnUpNWjMFHNS6pI5ChBuoImnWEi8UglTIV+dSvzqVBMJQbbyauJT6fzxqPURy8CjwCa/PR0NdF9o6OAUqTWJHIUryNptTFFxX541HrYm4YG+zaxFkKbSuIoszBqI5rgVJrEjkZCORfaaVYUyaDULPlb7r7qbVpFIUKm6g9k2qWF8T+fjr8/HUTiWMOJnESZH8/HS62A/IWO76yJXK1faaUQpkYZkmW61+cj6mG0kqRLk51/PEOqjlNtp51hteKQSR5jeXVRxvhQIZQwqfUrCwU/n46/Px1FIJUzE83RQMYJhMCRTskYu7a4X9C68f3o6SLdKnmWEC8UqypdaXWI7hf4Hgcr5FOjBgGlxz9GygsQA3DEbMCDtDN0jepHMjl+4KzGw8EX1EscmOFFWABPbFB1I2faFwiPTzOwttpDwKmfFbBsi5vWLFAaFiwpgoJALMQAdraf8remJY3P1f8Ag2Nr10ZRF1KQc5M7FzfYSKICmy+lxUBuLb/W48V9EUdNp8ahUNKoYaeBWuK1f9Q9J+2la/8A9daP9jaMAyqD+W09JGkd8NtZKQOmNNpw65v0IfFaiHovxppOpFy/7bVplV51VpNHFgcNG5ScDbVf1MlD4rWql6cdxp4TM5uINOBWq0gVc4tC7/ttUv8AUttrP6Z6RmRgyxSiVAy6v+pkpfiNte95cBA5hnF9tZ/UNUf7SdjwQyHJ9ZGkcgCQaeB4EZkRUFk1v9Ma0UUcpfqarTIiZp+HufUm0z9OJnrkgmtFJnBbbX/siopGicMI3V1DKf6k7fiN7x1o007x2b8k4fJa/EPMdaL+mG7MEQsTk5Zq0D3jKGpIYZDd9ZHHGyhNPBA8CsyIqLimv/aWvw/4PtPI083EWliUeqTSwuOEZ9PNX1evxD4x1BKYnvSkMAwg/fT2Pr2r9lmxvUfS8ST/AJURAUzMxu1DzXAJ3/3/AKjlCLxpldy09TzGSynYsxABrjYdPA3rmkwyXKVUScM0ghtlH91A+JetW97b39Fuy3pvsOT3fXdpWjWb16mKNo2c1FH1GtufNf8AVXNrUrlXVnbA9Qp1oPy2Gw4NwxLG5gdMhiK/12n4mtN++m+r/qHoanUgWEsskls9H+xRoEq9x+anqElolY7av981Dbopatb+0K0F/XT/AAatOypMrNJrIsDhooy0wfbVf1UlD4ivxH/11of6ep5RCoJ/PrUerWSQIKl/qW21n9M1aWNZeopid9NMQ2pIOochPiKdsFLmEGbU+rXpaQPWlkzhG2t/qXqL9pe38Q/eFaX+mj21v9Ma0cscRfPVapJEwj0EZALmte/qEdQwX0RFaN8J7Gtf+yKgiEsT1ppjDJi5/qTtNEsyWMkE8XNQatwQstfiPmOtF/Tb697IErRxDoOWhYwannb8Q/cStH/TLtr/ANla/D/g9P8AA1pLfmI77ay35hqi/ZjrX/FKih6umJGkmwbpvB/UJ7/12kEee3Ni4Y+b1DF1WIoixIpVLMFWSKSI+qGbpFtleRRYG1+PYsbXocEGptT1Ux2lMRtgnzFpPlar880WuoFLhf1//wCNW3jGXFSJg1vZiEJv1aze2LVpoeqSTqYhE4x2ZsrUvDAnUaiKSLFNtM0ChuqbFjaoGxkoVxt9197f7PxNaf8AfShtq/6h6i+K1r//AF1ov2NordZbmTT0rxt8NtZGT6xptQEGEnXgAqebrPxp4+nHy/waoUEkqqZ9LguSaOa46ZvWp/qXofFa1UfVi400/RJDNJpJQMtQ2ltjBoYjfqmpf6lttZ/TNX4d+49auDqrktL8RWveyCMRNOnMTvqpFs+hkxlx21v9S1RTQCNbrJExsu+v/eWtJ/TJtrf6Y1pYUmLZT6doLMNNL1Y+WNgSWLSSFq6+tps8rtC/UiVq1/7Ir8P8PWsgv+oifNdtTO8ONodVE6fqTYNM3TAOIB/EfMdaOSJYLN1Yb8VO5lmY0JdWoAEnULZSaV84Bt+IfuJWj/pl21/7S1+H/B9p42gm4j1UTj1yaqFB6UV55qFfiHxjrQfsmtZB/wC1NP8Avx9w3+u0Y/b4Zfp7wOscgZtQ6zm6bjHm6gswAdSjlTbgHYWvyrFGBWWUyrd6t6Sf4EX/AGxyYntjyz9E7RmJQu/+vcLXQLUMzxXxkkeVrt7HirnK5y9WVQkOgPYfO58UmlwcNvLpeo5el4AFTwda1Qx9KPHb8k1fkmrTw9G96+tpNLGx9P5I1FBHEbiiLgiotL05A1HniotN05A20mkzkLUOBtLp4pTc/kTeo9FEp9Y42bRZSF9po+rGUqDT9Ek7S6NXcsBwBU2k6shcouCBRX5L15LU2kMshcfkHqDSmKTLsn03WfKok6cQXaaPqx41Bp+iTU0fVjwrTwdEmpkMkZWoNMIWLbaiATAVBCYVK1PF1kxrTwdENsdGvUyWnRJFxc6Dn0xaSOMhjWp05mK1+Qal0TKwNOCyMtQ6QRyZbTxCaPGtPB0b7T6frMDUKdOMLtPD1lAqCHoqdnRHWztoV/sXQD++NERbJU8PWC1BF0Uxo8ixXRhZQw/hWPsEWO2fGxBHnssT4/gkf47LEea9OO0ejDJdnUo5U+2AmBJ7IpOnfsFr8+nmtE/GO5/n/wDX/Bfe31/E+/4Z9j/FdCHC1NwxAyYAgVEI2k/VZYwpKxaaSRMhi4vvz9bkk+ewMwBAUZMFBBUkH2r80eTfa/YqFlJoadMKBsWpnZ7ZVNGI7WpNXIqY1ndyz+0Nhbm5LlRfvNr8aZsZhXm2xo7+eKFCvPuce59/8Cdvr3fv3Pqvv2/rv+90F2pi3xPUlxx2RsJAxkbNy1LI405QKHb0KmpESYSGeQh138ePaIYef4QmlC41LCqRh1XDnOgLsBWo04iUEQxdUmj5qWUOoApVZzZWVlNm7cv08KFvu/8Aismtb2RwaiOS1923/wA7X31GokikxH5yWotWGNpK1M00JFtPL1UvTEAXK6qd5MV2c4oxqDUySShTK6xqWMWonlcKNtTOYiFXTy9WO5rVTNFhj+clr85LWmlMqktK2EbMNNqHlkxb7pdXKZsdtVM8KKV/PTV+emocitVM8IGP56ak1x/9ikMAQeAah1cryqprVzyQlcdPMJo70xsGNQaqWWZVatTPJCVC/npqTWys6jedmSIsmm1LSuVem1r9TitVqGiKhNM7yRZve3mXXfUX5rVeai1tz+r5AIqedIqOr1DfFdZOD64ZklF1rVTyQsuP56al1x/vjdJFulTTJCLt+f5qKRJVyT3/AB/AVpInuHZpHyb/AMcwVpyiy3k1LpJJdIwhcB24yVYZTE2QLdSQtL/DNvr3cvRjvDGZXxqWMxPjRZj5o6WPoZjbTuI5Qx1kscmITYD4ltSYcx0d3ZDjj2DC3LY39O7Cx4rRt6KP/W42/wAba39+oFXopfUhBMwSO/TW80fUjK1pnMU1jrZLDpjRRWXM7S/tPWk/fFTymaSywRdJLbcC9NlPPxpXwmsasD511hhbR26FW/xqf2JK0P79fdR/1K191+I/tpWgAMTXxXb8Q/bStAAYmvrokUB1/D2PSYU3xNaX+pTb8R+aVFI0ThhkrwMy6P8AqE2/EPnHWjA/LrWK7kXFqT9HU86l8IWarHHKtI+cC1qD1NSbKoRFWtfIQoQaKBWHUetbAoHUTQSXUxljipJUNPPyiJGtklijkWzIWgnoc1+IfNK0YH5cXm00TqcdLIY5xX3Wvv1hUcemm0+KwafoZfxvuv8Avt/12aTo5HqT9Pqnp7TSQNCoQtIyHstxfceaf5n3hDKaZSpse9vC7i33sADe64/YJBuCSxu212tbvIXFSO/04mrx9K3Z6bbLCxXKnXGtG3qK7/XZ/utb+9Sw6llGIvDKOojK6BlNa2Oz5iNWmlAIAtx97TftPSBybJpmRJbv97at8YrVoU5L1qkwnuInEkYbbX+I60X7JoVqf6eSoxIzfp9LW1F++m34h+0lRDUEfpaddX1l6lfiH7aVp9SIVIqaaTUECtNF0YrFvi1aX+oTb8Q+UdJCJtEKgmMWaPo/6lNvxD5pSLqsP09KNQJP1a+ttelpcq1E2cUK0sV9FjWmm6fUrRLlPfb8Q/cQ1ozfTrtrCBpmvoB+q1T8wvWiIGoG+oOWoew8CvxD5R1ov6cbfKfg1NCky2aXTTQ+qtJO0l0f+AfZ+vduQCKQIW9Ztfiha/PbxbuFr+o2vxtFbqrU8rIRizFmud/uvHsgE+N0AZwC4CuQOzSpG8hznjXr4QyRSRWzVse372Av7DSuIMRQyUhqQhlG332mtb+/UWqhWNVOolEr3GlUrAt61f8ATGtB85OyX9p60n9QK1en/wDYmln/APW9ap8prD8vqfp4JwuTaB/khrX+I60X7B21H9PJWh/eoUn9SNvxD9tK0moihQh/zunoG/I/EPglaKKKSJs9TD0XDJppDLECW/urS/1KbfiPzStF/TLWtg/9qaP+pTbX/NK0+phjiCt+cgv2axMoDUS5yKtAW8Tp05mWtClosttTD1Y+IpXgcivz0Vqllk1DgVpoujHzWoheF7iPWrb9WbW3FotJAXcO1fiHzStPqYYoQrTazJcY9FCS4katY2oRgyfnbw4nQIeoX2k1mE5T+MP8ez98sAG9OadHCkx6i5avo5jpUDwf4by5QrHSnFgakkaT5acAyi+o6Y495MMxm+ORwK/+OrVGEL2c2yNu0Ehg1TTvMBf2B/32OVLenaxqQ/pY1ppSrBaBP32/VSQRyNk/5OCk00C87siupDRwxRfDb6ogFbGOCJGyU1+VgLGgLC1DTwZX2NjxSaeFHDLUsSSfNESNbJTKHUhooIomySvy0AbLaSJJgA/5LT1+S09DgAVJEkvziiSIWSSJJRZ44o4lOB8UmmgRgy1LBFKQXRFRcUpNPAj5LUsEcxBf8lp6/JwbHbyLFIIY2ulSQQyNdlAVQBtJFHJ8/wAnp6SOKP4bHxydJp2pdLp13mgjlIz/ACWnpdLp15r/AFXBr8tp/NAACwrFdTqrp/C+/aRb+e4BcSSr2UqfZZCqI3sC1/VxeiIRIMY8OsMml0ym6OxdrnZSVYEMSzEn25VtoV7zb6/JjpX2AvsmGXrJyPfxzTlSRjSqWDW2ElhTMWpej0my07Fo+Rt99h7vv2vuvvsPd9/w/P8AEPtcAcV9UK+v5J9spaMP28Uqs5suohYwIEKOPPcouDsLjxsPPJxyONEEee0Ejxuel0hZTiwan08Uyh45EyhwHRh06ZuxLMSQyCNlPYJpRHhu2N/TQNC2Xqkxz9NFSDY1xt570bG9aZrMRSnjt+vZ+u763/7r7r/XYewfwPv/AIH7/lfWx2K4WK9080cgXHv0+ouwQ1qJ5SzJ3gX7Vw5zpGwcNU8pme/tJFpz5XS6akRUXFaliSUettHH9SQYewPNPEVF6jtmMpypb07EjYcm1FSCRRjYY37oY0kD3QgG5ie6IaHPaeyfPothpJpGlxk8UdTN1LhTcA1rZnR1WPTdQwhpNQWWFyukkleQh/uj+eua62pvar637vzWqklWWywFjCpOrdkjUpo3d1bOvqta7ogKK+tb4X19DwK1skiMmGlLNApb6qGac6hAa10kqMmGkLPAC1fdTzTidwPod2o1eJKxBNZLzWeqgPOn1AlG2p1HS9K/+XP4P5uHk6bU9Q4vWteRAmGjd3iJfaaZYVrqaqc+kprIvVUGrN8ZfutYzLASuhkkcvnWqmmWdgqfBDWpZlgZlWXWN8Ovq4z64JllS/sH+WSL+isY+gGqFM5VUvpoShA2EadDqV0XMPV9jTuscmTLqJRLmZ2UzFkr73IKmx2RS5sO6FI2DZvpmSLOr8W7/utR+X9PRF72C4wxqHZgq3bV3aLOPsFvs8HZVZzZWDL6T4NNKzC24JHdfixHaASbBlZD6licsBUcqhOm8D342++//f7OorVPjAbYHpdStE2UNqf9bUmrACw1P9M9aH947Cv/AH76z90Vp3QQrfWshiW34f8AB6+tvxD9pa/D/g+/4h8460f9MtfVQf1UdfdfiPzStF/TLsa1H9S9DwNmYIuTfmdNUbxuLpqHwhcjSRiSbn6qRFkUq0WkaNw4Y4i9IDNOLqABYEAg3lXpTHFDkgatf4StD+wattqGLztUcaxx4itZGEluNM2cCk67+mNfh3mTbWf1LVH+2lav+latB83rVgflzfQfut7PG/PsDb691RdrUeDXjxC6o+TNrCUsKjdYoiV0skKRNnk1mx/kQpE6vkZZSmB9hjHiuCOUa4LMTdtU3/iild0+NOyFUC7X2S+VkSIRCpTk53UX7ktlzSYWa/YrFWuIZOnLmdTMs1sZZTJjtpm9a7ffeK16etXqWXNI1pYf/D6dQymLOtCl5cttT/TyVof3jv8A+/fW/vCk0jugYTad4Vufw/4Pvr/2lqKKZwenpodQs6l6/EfnHWi/p1o+DWn/AKlNvxH5pWi/plr621H9S9D4ivqpU6kZSvyAqCLogitZzp2toGAlI2+qE8JaysLqRUDdOdSa/wB6lg87YoLRqK1/iOtD+waO0ww1DUGDLkK17AyBRo1tp1rXf0xr8O8ybaz+pek/bStX/TNUUskRJSSaWX56WIRL3nt+v4QodgFyAGyBIO5t9TRLGFI3Jv7otf1bKQGBMhjLXj7VZlN1WF3iaT2gCfFTNeCEUAT4ownAMvYCQbjqTsODC/0FJvavRh2ouXFSLYhdylow/epAYE6qWGQLhBhzdTcA+zqVzgaoEzmUbapMJ2rRphADtqv6d60P7p2+6/8A5Ff5oVrf3hWm/p0rX/srX4f8Xo0fFa/9pa/D/g++qh6sfEU02nJFS6uWQYjRQMD1Gr8Q+aVFqzFGEpNazuq7aj+okr881afUmVivYbeKmheB7qmu4/Um1TyjFdHp2B6j1qtMSTJHHqZY+DJq5nGI0uma4eQ1r/jHUOpMSYga5rijWqg6oyRJpoPTT62Uj0waeSVsnp1Doym02mlo66W3EELzSZNWs/pmrQfN61kS4dQaByQyUP5v32w9Lw+oaJpP0t8XHnvsR59zi3cQQbMLfdzbv8+Nkdka6Vc8UjshutaOzRAF9IhqWFozQBPiPTO9YxadPV1EubnUAD0VcY23MhZcW2uR45Pnt52mXTdMGOgCTYSxyRmz/daZ7raj3ChXFBUB4oqrHnj6oi45CqPG2Ed9yqHyOPBCt5Wy+NiAfICj40NmVG+WES/HZkjc+roaehDCDxRihPLdGCgkSH0dh8UdPpz5SGFOU3ZI2PIRF+NfdMiN8+jBXRh3Kq3yEcQ5G9gfPSi3xB8hVX4kD7VVB9P8o39wGzA1NqElAX2Oe3nz2KpY2G4Vje2zgg+pVBvfxazEsbtS2yGWo6UZUx0y4n3NG+LkV5rURs9sE04HLySCNeHck0HGFuxlZflvavqhuLX5sfqOREUVArs7T0xuTvnwmMsskvyFwQ1aaS5PaKPvDu+vbvX12n2Afc+/4/1/C5o9tja9EAWoi20QVmAOpiWJhiVYWv76kDzQNr7A+d2Ysbnci1tgL39seamdHYFai/cFaU3hF9pYFk5qaFozspsb0r43NRfI7AkeIRCcuqbX47IozK+IliaJ7GPUMkZTZZ5UTFey4x4qJ06ZWozknb9ezfnf7o19V/va/Zxt/wB0JIid+KuNvur1f2OLVcV52PjckDz1IiePYLxr8gyt8f8AhPqj3O2Tki5tbaxxvtcjtUXO1/Tb3uOaHFcc7McmvQ6ePP1X+tySbX9zSpc8gACw3kRXWxngaJthjf1bD/vtFvtWZGujvnYnvBsdo7Z8wtZio7hR7f8AFar+pel+C1P/AE8laL97fX/BK0H7bbea1n9Qah/bSp/2XrRf1A21MjPMRUmkkSPKtFI/KM4ODCvyc4FIhdwqxaWZJUY1P+/JR0eoAvWn1Dxvi+2vf4x1oXs5TbUI0sJVZNLLGpZoomlJCaXTSRS5O/watL/UJtPMIUpVn1L0dDLbhJZtO9irB1DLN+zJUMhifIKysoK6/wDqK0/7EdaiQxwEiGF52NMkunl4jOcatv8Af/FP0sFwAvfuAvsVYAE+wASeN/TY3pIx0Wlr67dOT96koZvRXPdnwdh3KCWAECYindEF2jkEi3FanUdG1otYrEBtVKpS1MLdhN/NIVB9W9za1AFjYd/KnaKJ5WssOkRflKgSxQG/aO7721X9S9J8BWo/YkrRfv19ba/9tK0P7TbCtb/UGov2Uqb9l60X9QNtVEyyF6i1hWwkR0cZJR+LVpf6hK+tpv6h9pyGnfAeBRsByL6jU1KDBqfSGDqGFav+metB+62zfBq0v9Qm2tYmetOoSFQK16jFXrQG8bCpv2HqNDI2K6Wbptg+u/frT/08dTx9SJkpHlgk4i1cb8P2ePcGx/lefOwt98X420sIluW1GmVUzSuT3E3N6OGIts2Fxi5DNcU4UH0jzxsNhyaItuPPP+a4sa+r0Dbuse3RouWbSatF4R5nZr1ptQGYKSbc1O5dydgzCiSfKwzMmS7AXNWPne3Huw6npmodQkl6ukim3xNtx3jfVf1D0vxWp/6eStD+/vr/AIJWg/abfWj9eoGBhS2oIWB60I/Xvt1YPiZ9LHiWTRsRPar03wNaX+oTef8AfepBqwv6miWEv6q1r4RY1pZIomLPqpYpcSmhe8ZTbV/0z1oP3W2b9tq0n9Sm2uQibKtLIrxLtrpBxGNCtoi1T/syVov6gVrYP/YjMz2y0/8ATx0zIguxGm1F61MPRYW0jFoAT/A4/wCBPFQuAwGn1M7W6dA27/rc439N+LdiMyMGVrMC5oEqbjzsTwN1Ki+VYDpB/Y1aYiLcUaZ72CQw9QGiLEilzHrDzsVC1MLPfsg1WChGLestvc/wYMup6YUCRgCdbrelPYPY1KOZ3IT4ipv2HpDNG10/M6yoCzQgvrwemlo5NRGLJ+Y1dfVamHqrQ/Mw+LamY86eHortqdM+ZePqatlwrSQMjZyfdN8DWmRxOhO0ySddjX/RaOSPUeitV1ZJuBo4bDI6OHmoBLFONtTc6draFXWRsqb4NWmSQTqSPFSxrKmLNBqIWuvV1jcVDpHY3lAH1N+y9tIjicXNajTsj+iDiBLyxiWMqcdTp34w1M7cxJ04wn8I/wAllKmx/Kw9KppOpbfTQRyoWfU6dEjyQscQh0bojNlq5EdxjTIVVTS/5qzSFmG7P5A2D2Rlrk19XpkARW2Btvi3Zfi1IjSvZJEMblTXjttwNoE0t7o9reqUwk2jYWXcEqbjJrkirkcVd0Av0tQwyOxt9UQR5pVyNtxx7MUsaROrUDbs0Ud+aJVRyGVxwy4tevrbn3efbFc9g/jnf77D7J9m/wDKLXUAv+aSAZFSFB3V3T4tLK/yPPn2Y4nkDFdPp4njyeePpSlRtza3cmolRMVub3q5HjbTy9J71qJRLJcUefNBV/Lkns01g5YjVF2szfM9o4NG5uaBsbiXUGVVBXVRsoCurK5DVHG0l8a+Qu1ROEvkzXoncY4m+w5IFSLg5X2ALkALLDAlTatpOK0ZJi51coFhSN6aG/3X3/H59n696/uD/inC39Dyu6qp2ubW7FGm/LbjnjsHBo+a5qOWSL4MzO2TV91Myu917MPSTuAT43II87fYr8zAYr1ZkszHz7VvTerm1tsjiFoEg3BJY3baxtf29NEzShq1cMjSZoVZflXFtr28bKbGib7QT9OCnYu1zDIR6aia4q/FeNvuh7n3/M++8f8ADn3ypDW7QrHwQR5q69PHYPaNl7CLV05LZURalbDx3BmClQ75hb0OCDWYFylmFjRufl2RLkTc4/2yTs8XTeiBxVvTfv49geD7aMUa4083VBpyVRiJJJZOX9yFja9Kb87Xr/ul/wCKH/MsRmSpN6AJ8bqLsKdsfDNlVu3mx2iCmVQ80iRR193o+eaAvQ8ipoDCAez7qaBogCaLDphaLMVAParul8R5qZ+o9x7v12AXa1Hg+2k3ThKrBOVur+x9dhtfhGxNRMPI3Ff79q/d9e6fNff/APQTQ7PrcGxvRORpAC1jqYo48cO7iuT52K4n1u+YF6vceocG9E3N9v7aZmPyVS17bW/y4QH0C2QvqkhVFw2II81bvZXX5Vz7EUVuakgT5E+eO/j3ZRpvy3FcW3ifE2KP/AG9q+va++w/xLe59fxz49gnYbX9hPNDpKb05ya/sEY0OeOwMOngVRnNlqDTmYE0kNy4eBXl0zJRFjbbSSQqCrzadJRxJKTGIm3G3Ox75ZnltlVz7ELCONmMrrLp7/zEc35jf62Pmvv+B9/wfrf794/xj/P0+njkXJpo+lIV3FgebZP6fulBZgAwsbbSIghRxsnzFHzSnFr0ebkUCR4xOWNEanTrReTDAqiR6b07KFPyi1eEeLMSxJO9+xmyN944845G7rcX7rm1t41LuFGpghSG6wzCNWB+/fJJ9uKS9lKNde2/sDs+6NHx2D+Uew++Nvr+aPHdp5RC5JkbNy1IjO1lWNmlwE0DQ2rSRN1cmm083UYr6lbYWvz5jNfW0Vw16+6jjZrNU8ZjkN9NB1blpYxA1KxVg1TagypappuqFFZNa3b9e0kUsnxhh6cWBbRyD4kWNtjyfbhYo+Yn1HVXHci38nkGo5b+Qb19e/f+Efe+/wDiT590dmg/vr/+ea1P70O30ak/cbePyd4/ntpvK1r/AN5a0P7JrV/1B7/r3NF+ztqf2j/P+xWr+Sex/wDx9z5qP5VD8K+tvrs+9vuhX3X12DzQ7B5oUdj4o+O40KPnb/O31X1uPY++z72HYNvvY+we3+3f7r73Pmht/mv8dn12/Q2//8QANhEAAgIBBAEDAwIHAAEEAgMAAQIDEQAEEBIhIAUTMSIyQTBRFCMzQEJQYXEGFTRSJEMWRGD/2gAIAQIBAQgA5ggsqkkAk8rFb952R1OsgU2AbxFl6s4rhiQvfiknO9jeDwIsEYi8evHo9GqugT1e4N9+PL5Ge8oIU4oezewe2I2nkKL1E/NQfGZGauIuu0cMOsYsB1V1d+Lpy6wbmSnC5IhcUEXiAP0GkVSAf0Ry7tyQLBYAWyqF+PAYawHCoNWkY5vnQw5HCqEkeUkgTjnyNpFZgONeaK4Zi3IcqwODdbyglTUCuAeWV4GBS4c5YGSPWAA0crYqD8qK68OIu9mqjcUiXxTYuAQDyHKsZXLgjet7zgpIPiWogYPB4FdgxwkDspIr/H6DIrfOd+FZWHxrZ3CgkxSq4G3NeXHaSEPWKtZLOEIGKQRY3N/jHkCfINjpyVAseQAHQ8Abw7EA9H9CxlPz2aiO0gVSWw4Nj8HEW7YZewv84fC962eYDoI5YC92UMCMjhEfxvXgL/OWetgdmagTkc3MkHb3gHKnEl5krgx5yrEZ/EnGHvKchh4E284U0PeIPIpIr/Fy+5WSScKz2lenYniBhmdiApJVCcR2dWpA1Dk85ViuSN7lXEtKo2OSSMhWv4k/lJVfA12MkfgLz+JORyF7vaZ2Veo5XAAyOQuDef8AcSfk1b+6efDZ34qTkcgcXksnAA4VMgRsduKk405NYNQehjHsDci8eYqSufxBz5GKkkfNjHIHGSS8DQW6Fs1AnI39wG3YoCcQ81vAKxpzZGLOPhskYKpyj3UD/wCO0kxQ1n8QfyrBhYxJuTcWJABJjlLk2OVnBsTtZ3OcsmfoLhUxlDg2dS0jAQvf0tB97bwfe20hpWIgQG2OEcJBWaj4TIzaLndG1BNke5zjbIT0dpDUtkTRnrw1H+GL9q5KvBwVZwosyOGjsRSoqgFWDCxs68lIyN/bJ5KysLXJ2pawqU4NgNgHFw/1tp/sOKWSnE7BlQhPsXB7ijucD6WyP7E2aVVNFJVY0McgS2RKhoDZgY25LEhYmRskvi2af4bJ/sORMFjsqwYWIv6pzUAUuRXwW5QODZGI7t4+FHhk33rknHi16e/q2mUghxLLzCqqIFFZX7AHJgePURYjvZGY3yw/GEWcLW9h3ZgAYGta2H9bJoz96wmixyNuXeHIPubZ15KRkT8CVYyoO8FySXtqP8MTtQucTxoaf5bJUKEkQmlOKckAMtEJCCCN9R/hgdAotz7rgK6BhxLxhI6EaRFQWTgBS46llIEYKKeZeNrDQfcayVuT48hYUYmNccGSMQ7NiMWAJn+w5EoaMguGUlTH9iYOfM3qPhcQfSmEgYyIeyEVexWOAZSCEhFHY4blehGxRijY4tWGQuF5KZXBXiIx9KqVr4ADF2CiBibewKGSfY2RLGQeaCNekybtxhUq1MB9FJEjLZZlBBBgALYcRy1385xv52kZxXEk2KctX090MYWMSMLdDEiCGxntLy57CFBZCqqCg0gBC4kSoSQ7cQTiNyUHHjVvkadMVQooY8YerSPic/NZHGEJpl5CisQXoVjQqxLH+GTAKAG7xh6sadMCKg6x0Dij/DpiRBLrZlDAg/w6YiqopcSJUJIrFhCnkDz5imgViWKihWOgYUbWOkDxhwL+0KBjIsmClCjw7xoAxLH+HXAKAGMvIViIEFB4g9HACABs0SscWFAeyn1BsrFiVWLDKxlsEZ/DLiQqpsY0SseRdFcdonDobLEqWQGB2qjyK8rJJv8ACXXakm73Hhe97Ebakygd6YyE0Hfgt4jhwDgN+ZBI68SawMG+Pg4dicAy68hucRy12esDAixjRqSDvNz4/RAtLRrYEEkYWAoHesGXsf3wG/KaR0rihJAJ8B4mj1iqBhlUEDGBYjAK8WYrWX4HHiJ4kYy3W1Xu8QcixEFbkKvAK6CCQMxbwB87xxyBGRRcAQMrK+NrxxyBGIvEAYReAUPA7PIQQBw+rl4V+fCtpS/H6IkkDW1A0TscIsVjPx4jF/7eXsTlj48Kv58gK2VSL2KuCOONGDgBoXl4rFr8Cv5xSeRADAkjYYbo0PcUAYPAX+fA4D1tNK6stKSQCfMqOjt/4yVwFJxWFLtW3FwWYLZA5ZXd+d4CDhW9huysSCNj+B5EA4QDlG8Azl3WwjAbnuTXkb/Hh8/O991hJ5AEAefWSzBKxWBFjF9zk1kmxVYTVDeQsBagkgHJdRFEP5iazTP0PjvFIIsYQPyPGZ2QWqkkA72NnkK5LIxY5BIbsq/La8bmSvHPnLoZd7zGQVwjD19eNg3vDkYl5NyvusJN9CZSxX9Gt3fjWIHtuRyN5DIQazu/MHKzsnuxdbj/AKKPjJJw7INgHweJZPlVoVt184P3BPgbzVa72hxRtNqnPNmgmQEvHqZ479uD1cKOMi+p6UgEyeqB/wCXptXrHhRIFV5UKyLpdQJoo3OxF5JIFoYPGaDouYoQnYwbg9kYT4d5xv5ysIvOvjcjGpfqNMw6HVAtf4VRv87KHDsWvL8L2QvbcsoeF7d+AOH57CgG92IFXHICXwEVljGagTiPzHIFQejg/bymEhFJCvFQMI3LgGsckKaOnh9xGYwL+HiK95rgQ9ZBAJmZcHpsjHiI9FHphkxLyu2ascIoIs9Mi5Q2bqhgB72KqaJ3rBhAIretnujUKkMS5G3/AJHNXJYd3QllV+JzryI2OA3lYCb3JrOjh6BqLn3y2B/fzHmBWTCxWRc6+q8b4yd3rtWN4jlgAcq+sCgdDDeK0nu+A3rZ2YUF/wDPEEg7FVu8Z6yT6kDZ6gOojnpgBnIIUD4nP1Yls6Xrm5Shc0SNFDEW6IBwLRJyvE4BsZfrC7CQElfFro1GhAJfskgjodij3jNWRgkvg+kdq4IsH9HvL/HkNrPZxwSpqFpCeLb3n2g2DffgcRmN8src3+JI+dXFACWzvrAM72N10LruhsRscHWzA2Di0x5DL7rY38DkQp5xN7tguBxKjXD+Wuel/wBfaf5kxH4lWyCJtRKAUDcaYYL2ArK8TnEXezIoIbdlLCgBQraz+aPK8YgCyJGD1nEd4qgXWBQPje8JxTYvCa7wGxeUMBx2K0QDhas+RlAZf71l7HAAPEgHAABWxNEDCaF4rBvjDxU8ioNk7fO4WrobNddC67wYTtLIyRlxBq4ZgOI5Am7/AAIlkBbkQCaxUKE0swJI8OPIUypx+GHTZrv6Qz0kXM2OGP26qRYxIWN9ZHx0MBZjqNQX55pJjNCkh1mtEClVMupb+Znp2taXlDL+gyhvkCjeFXLggmqwlvw03EhSDe1ZX772PGssA14kHFkDXuMZA2EsCtOjEqRN7o48FuhfmRgGdHrAAo6MwDBcKFyLFAkCRZCylbz6rBGG/wAYN/bJ5ckqqGE5IV4nlq+enntG9Zmqj6c8pDSyENx6RiKDFbFYBxHXg78ReE/STmv/AKa56QBzmOaj1Iws0Zkkl1D2V7IBnLambiupiET8RoHK6bNS5aWXJR7enZc9KB98n9E5QAxDy7H2Ak/PeBK+WYKLKOGFjxVALxrC2UexeA2L2vHnIfFsKLvL3fifoDPwoHnQF8h+dr8L/GC/zIZOa8dwQcvGViwK4yA4BQAx2JsIOQUWKcXiqFFYWAFlWDCwDs9VRaI0oVHDreIgW6LAEAtk4T22d9RJJqJC2FHDcTofUngIhnV1cBl8Dt7y8+GzkBWzXn6EGem8j75V9INRXIwJCGRLus0Wn4xe+2tapTmjFQR5OCJZc1eo58EX0uApGZW8q8PjwNNalUCilQvzYHyofGdDrcwqSSa/HjwW+WMobo0MdORU+dYSQMSRX+N/pXry/OA/OVnfef1VZTHFwFAYGBunjDVZIAxVCihkyOzJTozrWPpBJGImi0sMQpNb6eso9xU0sRjj5wRr9VeJvqvpsnAeeS/a2a89xDPSXAkmUh1PxqDRlOIhd1RXQoETNb/WY5pXT2Is1hQy8k0sKzTIjaueOOCUZp2LRQsfCTlxPGIuV+sNZI3AP5878CQBZjlVh4lbrxdwosxSFwTh8RveAH8qirdXjX+Bh7aiHUkgGRAaOLyH3YkUgcscrO92v8QI6lryWIuRXgOVm8HKzYAHWAAeRFg4i8RWMpPxLfA5rkJ9t80WgaYh2PBOCDUh3WUL6dAw1H1z/AzWadpKdOLjrIdFI5BeeCWInlFDPOwCQRmKOOM7HOPQ3WIKxfeRyFJELs4PJ24gtiMGF4TXeA3sMqsLAVe0qclIyGAo3ezRuXDB2CiypBAI2J7GzorCmRePQwkD5Bx+VihuWA78jQ7M3q2mjbiW9XgBPGOZJBSeJPV4kwYkZdjpI5Q/exNf2JF7OvIEYkHdthr8mEWCFNjHZftKxs2CCsaIMBg05/KqoFDe/GsGVgAGEXilASAa/VZAwogBQAGPWA5+RscZwtDZkDCiBQAGwe7ogkXkakD6qysG/q+uZSNOh7C3XYqCQp9eaWYyxgkixWAUK8PbPMtjP7feA9XgN7Ny6rdvc5DCP0n1mmTpv/cdJkcscgtLHhV/LsEUnEbkoISGmLHO9iLFYihRWXvPr9MoK5p9dBJxQG66F13g2O5VPyq8QBhNbEhbZpvVkUkRN6lq3sg6udjTLq9QuReqaha5wauKYfSCbIOxOXhysrZZVLFQc5DcbKoF1hYDspqVJIy/CdmeR2cCsA7AEjfAHpDMUe8mcqtiGQuLO1nLJBsjktFF4gDwAra/MOSSALySRI1LvrNfLPYH/MJ+cDsrcxodcJvofASc726YdgAdDYmsEpLFcAP5Bz2m5l85DPUNczEwxfjq/gj07WF/5Mnm0asQTtPMkKM76jWSTt9X7YiO3SLoJe7Ppz/iSF4+nSR0YNHo51ntjlG72IG15z/mBcJ7AylBZgtNTBq+SquW5ZXiyggjI9PwYNleHqGnaGZ8r5xevqyKNpX4rpdOII1TYgHohQPjwrJJSlZFJzBOxUk7jxJGTTgC1SdgTgkTjnqGpaR/byJGkdY1XRLGPqn0aMCYyPnNGjnURBNwNh4TSRRjlKrqyq6VzGNYojWz+3G1Xmm0qSLzk1MPtPQjk9uRHH/jxvCawTcmIDUoY5r5y7hSKNjNLomnJbItNCg4rqdZpoPpyDWwzHg7x1avqofaahp5TFIjAFwVBy8sZeSy9EZ7j3eI9rxCjrCD1RYD5FY3KjxjaQseWEX4nfVRRyROJW9Mf4VPRZmNNpNBFph14KSR3hOAg5ZvPkYq0PEE2R4NeV8XNDy6WLTkknJyqDpiSST6WoOovaVOJ6f08yyck02kj060uVu1Ds5W2q1KwIz5LLJKxkf0tiYCMLAYTQJz1ByRGuEEZDEF0sOa9bEZ2hNRQ5V+AOzKGBBji4fE5+0ZrIysjNkKGR0RQAiqker1piTgl3eRQyzfTHBHqgjJPrgPbVjQs5pGd4o2bKyxdZeOvIVn8MOfHFXiAMOwHzeDAoBJ3kZgRQNjwN7Tq7ABYoSp5vfnWwFbDccu7EcnucsYt8CPmavyVePLNY9JMc/Az0cfXMcOMV42Tq1jEjYvqulKljpdUNQrsNtVqlgQvks0kpJk0TFtPAThNAnPUHPFAerz0ofyCS6vyam6jzXG5VGX0BnGogueoHqIYB+TECI4gRsSALIN4Ny3HsyLzWxNAJl456dEU1Lo0jcBk8nuO75p4TNIkax6aNAFjXkefLXEe0BtpDWngsZfdbVl5X1cs1Oo9iP3CfU9Nx5HTzmaNZNx+hNIUFiNiygkeJvqvN2IFhSSAThc9ccJA7I/fcnL2rfXH+U+3o/zPsy3mrlWIOgvPTNUqE6dqxjQJz1BiTGCKoZoP/jQbSmkbPUD3EMJz0zvTjAMn+0DNX/WfF+QMl6Rs15+qMYqliFAFdYTQJxH5C8ZQwogUK2LAYZVviPkAMKxovqVl9pORkGtkpJTgBNAekR/XK+zmlY5rJxI4VR31kv8iKJGT1aHkqADY94WB+nCM1us+k6fCxonPTdUjKNOcN0aTnX17NddKDXZv8V3t0etrxnIqvADx7xCxu9rxJLJAa/xIRVFaqh494MPwc1xqNcHeej/ADqMONyI+l4q6d/TneRDGkSIBwyb7DnqFl0wfsdAUWCIn3I8lkTga1zAslV1nporTptqPhc1ZuaTIxckQM5+nNY3KZhmkQtNCFF0LzqtwxLFcII+RDGGvOXLpSAeieZYcBdd69v5Ryx856XZimIi9VQDjqNX6m0o4RHNFGDMjZrZzLK/IGzkTckjbGL8hWEKO8cMw+mSIfEient79lY0WuADcrOX+PBZebEBq+CMu8+MLEi1jFg3Q/QM/wBfDDg3GyIRd7hrOw2LBReKbF7P9rZr/tjz8Z6P8z7zsixu7f8AvE3VaecTxJKJ50hQu8mu1MhNsxauXWd4cAra8WRgKEMWonbjGunEEccY1JJmlyH+rDmoagMZizFz6TH/ADJJMY1mq9RSD6QfV9QexpPURM3tyVscRWH3FSAeP/kAfhjSsc9QvjHl9HPT2ZYiV1yVKXz9sSNpGVETTLp0RBrICrlwR11p/VjGiRufWYq6PrP7L6y91IexazMFQu7+sSk0ui1LTxl22lmSFC8kvq0hNxRestdTRTRzIHQAD4n9RgiNZ/7y5OaXXRT2ovfUauKAW7+sSm/aX1bVfmH1fkakR1dQyWe81PqSQkop9W1J+NP6mrMol2B3ld1dWC9i96xUrY32Qhc9t0cG0h+lgPUPtj29IP8AX31zExvn7jNB9OmjOaiITimHpvzk8Hssowt+RBox7URwaUD4eEoLzWqTKAM0ujUxRMeIRSI2dmC8p/6suQf1Ic18tJJn/j06L24AX1mrECEgkt9ZIb7sVnBtNPL7sUUm5N2BvJ9jZr/tiyjnpyFtM4yWFJBxdfS+RoQaaDT9JIOSnNe1IgxST8Ny/I/OG8FmhkYIRAdfIfal29KP8hrJblWO4QFjrNW08lkH96rPS5WExQ63XheUMP251QyKUxsriNxIiSDNVqlgRmx5Xkcu/wA2MZHUAtanPTtQ6TJHmv1ftKeH0nsNp5QvM1ZzSymWGMkDHLCiowkD5pbwcrIIz87NdGk5V9W9UScKtyBEn2tnqA6jys9H/wD7B2Pwc15qNcZv20V/wsNBR+ZQOBzXt9SLjE/JgBEUINd3k/25rh/NU5XwTB/Shysn+VzVf1pciNSR5rpbdUyGJpJI4wwVUrPUJCXVMgi92SOIalFEEi7em3/DR72BhOK6tdZJ9rZrxcanLGemf/HGFQfnJIOTBskIVazXt3GBo4vcmQBtOW+7VCCH6AEaRlRdJoY9OLJ+M17fygMsZ6Yv/wCMt56jqKXiPjNFp1Ke7JqYxHKyiORo25jkSe4fTmIEk2thjQRlAPg5pBUEAxjxBbNfIWfiQAes02gEaLbxlejrNMF+tPT4Bbag62W5SM0kQlmjQ6qlilsD4z01a06YTWfNYxIrJFc/aB0L3kkZa4/i8LULxpQotlYN8byfY2eofbHgvPSB9M+z/a2eoOPoj20l/wAPBtOaWs1jcpnyvxig0MJ7AyYWoOa/+oufGIKVAM1H+Gar+tLisAyHGYszPnpWn6edpzSgZqiTNLnpveqivXyBUYYRmgQppoQTsB+5K3xIUL8BrvG+GzXAGLvPSyDp+sG03S5rGDStnpCW00mavV+zGTjsWbkfSoPu1ByQ0rZrJg0nDOj8enCtNDkrUpzWSc5GGKpJCq8axxxINaR7zDOs9L0ym53c/Q2a9uolw1+I14pGuTnpRkzFpZDmnXlNCucm5dMAQQRAJVdHMaxJHEkv1PIc9MsalL9Qk+kJgHQzSxe1DEmzOF7Kyhxa31ZJNXkUjNfInD+2X8AHlyywegUs2QAPCT7Wz1D+mmWOq9JFRSHbXa1IUKh3ZjyagM039GDbUuAO3YsSTEfrTAoHWE98ckXihGa9h7qjB+MjDBQGOTXSctXQnkv9sggeaRYwiKiqiT/45q7E8l6GThMjZq5/de1hhaZ441VQoVRs7hRZb5VxgJs4fg5rf6WHPSv6DeGpcD5YlmZm9OT29Nzz1CQs6pgBuhDGI40jGa2cRqcJJu/+ZoRWmgzVy8Qxwm+89Mh5z8zP/jmsP8+Q7aaIRwwpkxpDmuYmU5pY+c0K7al65HD+c0HephsfkAWB9Qojqf7hkwqWQZppgkys00hkdpM0MBmmUHYgHFTieiQB2OVnLuxlfF5wUMWyxgVa63/7hkQdFiCr5ryOEYwZ6YAumQnW6vVo7qDZ7LxupUvmn/owbeoT0pAI/Ij/AKke+ocKpuaT3JC7Viyk8TisGFicdLmsYNM1fms9IRCssmAZOOlOa5D7t5++3pml4J7z7lQfnd1vNd/ROf8AR6X/AED4eoz0CoCliox1EcccQ1LlpZb0qg6iAHJJFjUu2p1LTOWy7y803UEGeozdBc6z02ERQgmc/Zmp7llORKHkiTac/aM1BuWRs9OTlqY9vUJaRqqs0RrUQ1lZx7vJx2pzXLwlDiiawKSQo0Wm9iKjgG7Bfz+2cRyDb1nEdjAAooDbX+pmEmKF9TNJ294GYVTSO9c0jLsqL/DgRxorwcxxddDBEOY1w/mIcvrrRtyggOaidYkZmkmaVy5mh9oRAoeJQkMrKGEsirwOa3XCYtHGO9tFqw0KIRmv16j+VFZODNJqjp5eeRypIoeOeuBLaudZWFV1mhhjkmHuhRd5JIkal302oGoVnV2m5EKvKheSyiJWkeOVJFDowzXPSKgF956YtacHCQOzq/USk6IkusgWPmJpTK5Y+mQ+5OGyf5GT/wBWXIpTHJHIP4zTceea3XNP0qIXKouqhWIoi3kM6fwkTZPMZZGYaaH3po0wIoNif5XJjcspzTAmeADJvurHvk+emt/+TGcmZUUu2qnMrnCKAxDwZJAXLRh4kLEDlmrmjij5PNM0rcmANE56a8Mc38xTYvDQBJTXGXUrFF3syhhRodeAOWB84eVip3qlExJklJTiWUOP4ACs1HsX/JxHZGDrovUE1A4NWTL9BzXpao4vIdZqIQVjlnmlPKTRaIyfz21sJeMMvziaqeKxHJNI9hkVnIRTox7HtAoVNFJGQ2javUOtNZORQtKwVdVouADRfnI5JIyTHJLLJRkVGZgqTQPCRzJwarUKKVBPqnSMxosarGvEXeWcF47hleKX+dp3ZVOt1dUWJYksFZiFEEXtRRx5q5giHGJYkt+1d/jRab2IVUz/ACpzWx8ZS2WcJvERnIVINCunj5N6ghuN9h+aomr9N0vtJ7jZP9wyWjI+aKv4jT4Rk335KvF5EINEESTTOAHijeZlUavTfSjx0Os0+vmgFKfWj1b+rzN0kkryks8cbyGo5tM8R7Nk9xa3URjgsk88v9T0qP8AqynewfgkgdD47wi6yWFnYEG6AAVrNzg2Dmr0bMTJGR8g4kbuaRfTnKks6MjFWDcSCNJ6qCBHqOnXp0HaPLopFJ4DTTGgNL6U7EPMFUAKJIypyfQ8iXiOn1AIBj0UzkAaTQpphksZH1DUaRZfqEmnliP1V+BB6fPMRUGkihQxo8ZUkGX05TbRnRam8i9LmkNNHoYok4xyRhgyO/p0g/pjQ6liBmh0I04LMUJYN4TR/wCY1OlEwsNpp0u0hlegNFoRDUsoIOTKH5q8uglUn210upJGaL09I/5kmSJzHUsKuCkj+nSA2kfps7ms0mjj069OvJSMliV1aN5NFNGTS6eUmho/S+BEk/74AVByb7hk+mlDveh0c5mjkMcjEsDMh+7NVpfdHJGhlTp4tHqJTxTS6KPTpxx0KnJ9ArHlGdFODhhmX7hpJjVQelM1GRdLHGgSOSMMCjzaF17j9mU5DoNRMcggSFFiWsUEYRYIyKEoWJqsVn7xrrpboXgKtRGFQRRaAj7X0of719OisEpDGnSyQ/5LPp1mFGaF4mpsi1U8P9OPWavVERounoKGECjAQfjCAeiYFPx/DjBGoqqN7NAp+P4dsEBvAoAoZX7mBDghQZQwkDDwbrFhU/IWNSAKAJxTex58hWzQKfj+HxI1XJE5AZxIHThCQG/h1xY1W6CgXWwAf7vYTAAOhs0Yfs/w+JEq95yGWNpIuRBz2CCMIGBa6xqC9mAHtRp/3VQOlr96HxhhQmh/Dj8DTj8rEg3KhumOn/ZIL7YAAUPO9mNDE+B+hJDfayRK4KSP6afmOD0mVyDJDBHEgSPPm8VQvQ8Rdd71neDATe/P6uOAHu0j4knahjWBYDOHonLz8dIWI7ODwrwsYCDsZTz4eV5LKoUgJIrcRli68LGTT1yTIZi9Lte9DxA8q2YkCwNxQFeFj9AqrfcsaWdqwFuVeB8bGXgSiT+rX6lZWFKPIC+sP09qT8HBfi4k/wAZuXI8tOJLPEKxotu0at8zREElYYP/ALKgX4wqCMArO+VZWxPY3Gy4cG1jxJA+QQc6yxhVjL+gR10PEbswAsxyhhuGskZ8A0DsocFr8iQPNmKi8B+PEN+T5KvG8ZQwogUAPKWJePSoq1leAyReSkYBQGX5m8rb4ysXwVSJTl14SJfCwABQdOYrI4+ArAqFiwOVscWUliu3zuA1m8cEg0oIABxJA3KslTkKyKDh8gVu3KxUfMEhzs110L6vYmheAgiwQD8+VYVusD/URljeh+gBXnxFVhD8wdyPEYSNmBqlUGheENYrb42MpDhMH77VsI15cskj5isROIA363JGIirZGC+9mkVav/vgQdgd2NDAgBHH9bUc+P06bn8H9GhlAG8ByskcILMcgcWPAAj58iX5ADw7vY7HBhz98BsbcxfHCTsAdvnb/pV1a6w3sTWA4N63I7vCxsAbtErEE53hFkHZiMUUM5pdYGv4LMCAM/74cgCB4yPxF5G/Mbm+qwi/mh4HEZjfLxIvL2ZQwoqgXobtf42Iv9Ig+BwYzVWEgd7KWJYFo3EgbAyfGMLGAg7AVeC9kiVSSNjnyTd90B4yPwF4p5AHKrOQusvusJoja+63kYdLkgNDiPgZJByIKqKAHi7hcHkVB+S4RggHLu/7CsH6bSBSAbPVXs6k1WwBsnckDcmtlBBNrIrXWMtgjIoeJJZvg5GDx+qNh2o8AT3l4co430gnI2sX4O4UXgphjg8aTgbBNS+5eDDRwYPk5xPLlgjPMtjGiuAD9DUI5IqAHiL3J3pbs+An/mcPAX+fN2YVVsQCNwDVE62bQ6qSHNR65CFAj0Wu1mrYnAKobfucDch17paTgc/FjYSAkjO7w1gFbTX1UfLjeAjZ+VfSKHykarZXwIxDZOe2efPAh5Ft7G5VvqKoDQDEgUNxeaiJmrjp0KjvHj5VlUMVgc/OVivbMM7wHLwX+hX6HtHmWPhxF3sWNlQnKhy2JrF1Clyu5ujQBK03EdHwvAQex6y0Mk4ZCLGem+pxIVimBBFiu7y/qIwADKF3tfwMJ6NAMVpki4PbLIrfaQLBwHYDGU0QscTI1tsjszEMXC/H6BkAYLuThFgjI04Ctpo3LAqgIAvwJP4w4kcgZyRhzmqM7H+KiJFWD8dZfnfiBhNdkNy+PAmsDA/oCBQ3LxB+fChmtmZE9qLWenTQRDUS+nemHVh2aD0vSwAcQKAAF/kuq1exwChnL98kTmKyOMIKGafWNNqWGavUCJetN6gqBw8nqcsjqkcUhChpRMHBMTOFALcrFoPgX595W7pIXVh5E0DgYupIUEAWVsg7/OHKsdzQiqVYWJOJCq1TGhkUokJGV4HI+ffPDgwkD5vY/tgAHQ3DA2BfdYR8gAEbswUElHDCx4d9375DhNkQAk4SBnIWBg5cjeTq9fRPpjqdM8L6PTDTwpCNuQuskiV6s/SuRPyW9mUkdVl3ec1vjtLYjkISVo25LJOzm25NRwE9HPfk+M0WtSIBXHtzKrAACgPN5+LhPO9wtXjAkdeI2vdEoscvZQo+PKaUqUoEHZkV6vyOLGqEtg5cjilu73lTkpGQxhB5FVu9iarHDn4A+PACvDq9nNA5FKzNRvYlrFfUGJPGNn5AsFBYtr0aOS2FnAB1nGgRhAwoRRCGiL0WoilQBNzdjxKKTZx24gnIZTJfifIjwrY/tt++9bTS8VOQTFwBsGbkRsyoxFgAZLK4cBVJIBJIG5o1tNNwrFYOoOMrUAvwMsfok0CcVgwBH6bSKpAIjAYvlgVhwIq4RexIGHsdKnX1ak1DNju31DFQnPbNE52fkN3edVWN8HNGsjvcUQkCjmTWDYmhefxEdXiPyF+BF4FA+N+vCtqPWwv87XsB4an1SCC0D+uaskgH1fXCyF9bnYBZdFr9NISo3ELe4X24reEH8OlsligMamBGKAoA2aNW+VFADcpbBtxy7vx1AYr1plfsNveXl+TIpokEH4lkIdVGG7G9b6nTPMKB0pSV1keiAAoAsEr/AIhkHSllKGi7g0M0ExiYYpBAI3kLVSlH51kTWo8zkZbvkFAs4DhIHye/jAxsjc4TsPAuoNH1T1AxXBGZCxtr+cLfSMJ+cRyCDnpnq3xDPvK7KLVW+m2FVnWHBZ3Hhe8shRbEUnNb8GYKLIIYWKG5w7DC4BA8SLFZ7dUFrL8LHhqmDSPgGVlYReSoXDNiwEtxGihCwkmMkqL8FjALN4Xl4rq114VWSryFZGrKKbCLvEVgDyw5184Ozg8JxGFaV9TK0sjlu8J/OA2ptq+c/wDAYjsek6szwANsfkZYYsuFFIA2OHF/RIB6IAHxuyhhRRAgoI5LMNzt3eA5MJOfUd8RcqllIWMEKAdhHTFsOVhJ6ratzi8WYl6HI1nAgAnAD2o00KmctiKEZgBvZsDymbjRFcloxxqgobHE5C+VgmsFbnCDYOOpasrKvOOAeHq0oj0rYx+q8u8/OdUMrBl56LOyapU8AoBJyjed2crKGUPMHDg/QvesoYYvqDZQ3eQ8ggw31RYDEcOLBPhW7fBGN0cU4c5kito0ZmpYIfbFZxF3vY8rz/zuTQvFa9mIUjECiyCLBGKKFeI8DIqkLt62pbTDCfnD+M/Y5ex/GX856WrNqdOwVrvzIB8ncKCTHKJBY/OHL+MODHcILIIIBBIHzfkfg4hI+lj/AMUmu7zq95Yy4oRLxHHKwmsSZWJGMxBA8CQOzq4eLkhRZoEZWIjOQog06xDxnR2I4oKAB8BgN7BgfjOQOfGGVgwGcLIJr9vBg3XHl3WBgdz3jRqaJBB+NdEJdPOuP89fJrD8DarJv81ijPQtOeRdkhCliNrGw8+XYGMt/KqoFDDQ3vCOXRBX4BAPyMsfHiyuWFcRd7kgbDextKhcUI9PwIODwq/mePnxXJNJIh+msoZpGPuoMN4JAWK/oVvWwAHwcMdkHYi8ArCw+MBuwE5V9XgqPyJIJsg4MIBFH2/gLnq3pxhYyJRugeqvBtGt9ZoNOYYV5E9dD4wZMkhYFV+Bf6c0wojElU0BuY17pRQAy/Gxlja6NYCe7oHwDA4VUkE7d+TamJW4HUapYQM5hj0Sc0n9WPYBbJGBgbAYn8eJW97wkYB4d3nBuV/oHJ5WUrSEkAnFjAZjhFkESxJKjRyav0bUQktGyOAeeKO6yHSyzMFj0HopjKyzj/rdWQjcgCcPlMrkDiood7WdmEn+M3LkeWnEnfFef+Wd40YYhjsb/G1ZNFyIOIgQVl91jfvg3JywesSNUJbLs4fm8V5Cx3J2DqbAJoE4TZJMjFq5KOyMZesWxWQ6tjxR0QLZBFg5HE6uScru/CtwT+cAN9hrJG/x1gb5y90mDNxyUstFAegTexziD81WzOFBJQqw5AnZ4on6dvS9C3yvpWhU8hGoiDcQbAOXsPAmsMoBAO8jPahR4fOSxDj0qKOxg2JxJFZmAO14GB6GCvxvfg5IH08ARRAqgCt4Mvar+cEfAswc/wAtzse8IAHVbHNJqKIjfY7Xl7V4A4zKnZFfIwnJJAnzFOtvfLoHLw5xG4cEkeUsXOsQcQBlXuWPILsXbkF2OdAeDWQaLFQAw4kg4SbGLxsgXh3OVg3GVs68gRkUXDrK2Dr+DHwYuo7GCKRX+nA6m8/6PI4L/OAGzub21TVERl4tlQcJ7y+vDSajmODbivx5VWSLzFZGhQUe8YH8ahXA7QHkKRZOr8CLxYXEnI5deNrdZyF1jozEVteEj5x2YWcAsKWIve8vGWzlFWJUfAsAd1g8Dsct+eyyHkVbYkD5LqOILLYIxIwi0FHbWOh0GsYST8RgfUSfpHSsSLJ/Q5DKyze+sk5OI8OL8Z++XveRyFGVwrhlDDY/SOlv5O5FjEUqCCGBJGAg9DLwi8KqezFGPqurrANyLFYBQrc1t858YGB+G43eIwazt3exWycNopyDkQxY72BsDknxWAUMR8Ffj9JyBRIIOchdYQD0fViUjhZdJ6iko4SmeBesSSORiUa6+kLIH5ZWAb/nc4bOLddm/wAC672cMePHG5f46yJDHzN/nBVAj4AzvDhs0B0MLA/GiLcOLYPCzYpjQsISRZx3CkYnHui6jo/PzlZQ3OIrLfIyKATgoi8OHB11sQqW2WD1iRrHZHybygLYI0hJvY4FwKAb2duIJxW5C8ZQ2DKyV66y7wGsRhgH6R/718j21Lcsu/t9WlWQCJVNHIYmlmCmONY1CL4XiuGurHhQwtRrAbG1bFcDsAS+a01FjfGH4GN+LvYk/VtELdRigAACx4jOQujjPIGGBRdn4JtolYqxLAXgAYhgMIvYYduCqCcRww6wnJZggBxW5ANhAPy/L/Epa8cUMKGEA/Nft4Pz/wAdjWTSslBQbAOBiSRjwW1muJw4DiP+n/4QH5bVLLwMenb0nWOSxdZYiyyHQ6pVjkXSSvJEpkDA340MZaXpOfHsdjvO6xvc5nACAMF7k4SWbhkjMtVrrEaDAORC4xs47WehsR0dtGvKZcAAx4izq25xWsZ3hjUkMcIB+QAKGMrPanjSgBbI+sAD4kk4KWyOQOt4NnkCVc7Oq/TEWZQWoDHkCsoMjqgsjhILxla149HZmC0TtNqIoQDJHIHXkNg8nOsJwms9xb47UD87HuwHBU8d1bvFcV30fEkD58P/ABtPo45qJAr6crEjYMzHK/R4jLA8/UBcS4t8logYVX8cWXAbvO+wbz0/uRsb4yKRmu8OxaiB5LIhJAF951lddKrURIEA+PgZHIHuiAflHDixs8PNlbDGGFMqhRQwUPg2RYm08ksLgQ+rzxfRLN681VFpTLq9RbovFVXZv3wMTZAJr66PeCMXybCewMf3eS8cCUSckW7OfG6vXypHyNjnIdZInMVkaFRRSQFmXcADz+MB8JZAgOQT8ut/cS+O1DxlcotiDlxttaCYjkY+s7EYLHWEA4xIWmOenIf5j4BW7Le3E8icRyxYbEYqhdkgVWLDatllQ9BlJyKHheyKqCh4KtE7BKJO2qmEUTtksnJmILZoNW2mlD5HIsihlwgHAAorCob53bnYo8lHXdjCexh/fD8nwVwBxxGsA7HK3CqLIvaQOVNQoyimk5BTxjbkO2JAND/tbkt1WzryBGRwhCSNjCCwfJWKrYU2AcO352NYqgZqluGTIvmTc4xoY3zWVZrNMgjjXLwfoEgdkHY4brEka2DA8gcTThW5DY3+Ckhe97GE+PqkrSPHpYovQ14VNq/TpIHIzQ+m6doImljijjFJ5k1hxbr6vd5MUVEdRRlQfIHhG/yNiwX5HiPASUWsGwCP1mv8A5+cvPnGL2OMq8kkXI//ANmXh2PyuHNJD7sgOdeNbMLBpElDgNt8eAQBi2Se4KKFuK8irBgCMZb2u/jDF9XIeMMCxlmOSRpIpV0QIqqN7wG78ZSwX6UsqLWNV+MNV25F4d7rImsdsoYUVAAADCxWAUK8DuzgEKegKBJ/HmTVYrjkV2sXW1/gkfkVnV1hxHcsQeXdYW77cBWdRt+9fm8Y0M0ZCQk5FO5YgX4d3WEXgyt5w5X6YefH6tu84tVGrFEAAbnOh+gSBiMG5WK8ardQfyBl+LX+CrAnmQPBSB8hrzgw5ELdDl51sGHeEXteWMB8CFB5HABd+DNxFkSr7mcwfrzsgnFINFjdHHNknLy9modYRZVc0TWZUxYVUgjev1BtKJRXCHnX1/oE1hbNRI9YjNeI5NA7geF7AZYwZe5F4yjCK+dhiuoF4QxYVfV7E1l+LNxF5E7OS2HPxhJ+AP8AoweBKMeBCdgjLzvO8l96jnd4iylQGHQAwpZByRyqOcrKrL+MGP8AJJQCy+aJqmHl1sqMCSfEAgd3huugbGfk7AAbiRCeOw+bytyt5WSRc/mGAdnDfXjY8iB5GvwxFkYdwSMVrrFIsgE14jasCAfF4xABOKwbsMC2J0KysJAwt80DYs/w68i+JHwFbVndnLxlDdERL7hwKAKw/wDc1b8V4DGz87UPgseqETFZEPgRefOckMnAHP2/SPhWLAA5fGHLETjV+B2C0CBl/jAKw3XTOVGQyycyN7/QOHGhJLHGWvAX+IRRN7u3EXg/fwYkCwPjCM4gZWwcElc4k3aIVu9nkVBZBsXgu8rDQz4HdC72G2qblI2dY2fknAdjgPYOIRxTacSEDhJM0EXM6ed5RybSqivKMTWlpjEdit1gN+bhiPpUEDs4QzVszcReLR7GxOd/olbwRKKI8WA+Srg/G5ytnXGXcHPc+MR+Q6a6PFOQH1dHdm/YT8m4YOgBhaqvkMoHY5Qvxkg5MGxfgZW3zgJJo/nPxgwsACSzWWO1fGDY4SdtMeUaN4TalIkLliUiSWKCQyKHPkXUfKsp7FYikXeXhPRyMueROPy64jYnw6OCvADDtfkwsEYgUXWX4kXjphHhE9EDAcO0+rih+9fVhzIyHVQygcBQJoHlfLPb5NyIFdeFj48QwJrYxksG2JP4wmsPLNW9IBv+Rt3u2aB7iwZ/4IYjuTTGZU5IgRVQV5SShBjEt2YiwYADY7WLoqoX42JxWs7DZywHS3XexOKbF+AYG68L2ZgpGwWu/Ii8eE/ggjo7A1iykHsG81mq/h4+Q9xpGJbqycLFSa0Mwkixl5deI2rY5YAvDKtgCVSFZk08p4EygggEd7EchWFT0NtTJydtx8jBh63aqz01vvXdu6Xz/JGPIEGEk/ORGmU5eC7N5WSI5cMg+B4AAbFbBxEKjvAR8ZYusI5WCqEMSdwMI6NJyoEg33sfxvWchdeLDkCoiVlFMJAWK7OisDZUgWd425KM9YJ/lARyWTQwkfn0v5cfpNOqsELU4NmCMKMKMiGSKRFCKdVplZUVfHUy+2homzl7A/O1bveenvUm6d225wZI5UdJdWZJuPQNns7J0y7OpNVjOBlm8CEEk5XezCxWKvEV48BYb9FhfWDYi8VeIrbrGdVrkDfhWCNQeWA7N8VjpxNbxPxPerQalWjVg8Tsjh/nCSaOenQtFGCSaF5G5YG9pTIGTj4NGpN4wawBPGWjKq+lkEIjQRI6okqKFAUYdjddamJGXk5joXntMRY9qQZxIBvYn4z8YfjNKeLocGpTH1SfYoeP8bWDlgY06D4OoY/F3h8FbkoIrCDYx4g2DoAbDCckWRipU/GMTQp2dQAFJI7/AF359UKPeH98YRuAT8UB4XsNpE5CvCEIe81Ghhn+8+hxGsh9NgjN4BWc/q45WLfd4xCiyrhuxsNjgvDkisArqCGAIA2Z1Hy2oA+1w0hthGuUMIHzjn8DLwi8rDkZpl2ANnbvBI4wSsDeNIzfOw8DnI0BgkYpYRnYdk0MIsGo1dQeV4RfWcrbiONMWwMW7ziLJ3vyOcsvyq86GUxPfEVQQMPuZeQIxF4gLhxRQA2HW3ztNH/mNvg2I5OY3kZlqirHiRgUgnCwBALKGFFVCih5993G6pzQtqf/AKmVz8+JGOjgk4b2OEZWV9Q/SG4w7ac9MMCgG8LcawJ2TnMAlTvy6JxSGAP6THCLOX+MHnyHWX2dyrhmYLZA5eckZTcMQQQrBgCLHiawA+ROzsFBwytVZ/kf0m+DnBezghBz+HGfw4xYUXv+w057OzMFy/jDf4/RJABORyBx4H85RwLWD48r6Jx51LJSSB/gHZ/cscdr8mUMKLIyk7wtRK40JZzSrQA2rbrYbHdpUXrG1H/1LE9n9N+R6Cp+/wDZ6cfUT4He6+WmRWCnLUkHwmTkuQQlW+ryIsVgZR9PgcYSEEhgbOQLJxBC3Xe1i6wlrFUbvzdQ3WEEGtuxRCkMA2VgGd34Dcmsee+l/wBEMDMvwmoHw/IVeJKkl0ex4NCrMGLUaGLHRJ/RODcqLtvChVF4xzTAAOgBs10aj6JLYNiQMB8PbHLlkidhV2gb5XyNkdFuFWGvHlC2MaRmoH/TBiPiF4xeOaGzLYrAKAGHEYsLP6d53hqrKtyF+BF7V+fD2wTe4FbDYt+yvysBQQO7axkkYbsEEdEEgggJbBx4fHyzxt0XkI+kfPf+q9xqrHfjWX0NmBI6UEAX5kfqHAK3DAkjatgN/r5YFAvAoF1swsZ7R5WXg/KRuFBVzKhFYi0MP7ZdDuSUt1/rq2A395OXDyvYsALP8TAL5fxumwavTH4QozWv6FnB33lDYEH4/UlNu2ySFfgzn8PI7fP+veVVoEGxeO4QWyuGFhUHuna95dVDF98vqx+IpNbqH+SxPzhy9k1M8f2R+rzr/Uh9T00lA3ksgRTkM3IVnzsOVmzdHFOyxqpJHkxrykFO3+z6YYyWVwYVBFEKFHSOGsjafVQwC5J/U5peksk3lnACfjEgVlaTHg+j3U5fsWbGSQIshwnINbPB9kHqEGpqN0iCfFbsgJByOMoTh2IBGAbu4UE4jhgD5s1sx/2fOls7k4BgGav1RYy0cDSM5LNiQs1Fg3E5O8gMTQ6o9xk6f6otSMKmKBiMij5WzO5k0zNkblGV8WOPUcuLQSILw5o/VXipJkdHUOnhp9WsvRyaeOFSzwzCZQ67Txcx1BEUsHxb4b/cH987LA5r/U+VwwZWQusbAmeJzIHEoCMQEdm0rcRKzQSiTTsojnDQTCMtG7JHzpJZPbCLFE8kun1AfG/kacLkczx8uA0hkhEgPXWaPXSaZsilSVFkj2PdjEd4ZCcPrGqqhpUl1ctGONY1VF8ziKyg3OelH+0ofO8vOrQHocvU/UPnTQg5BEZWrNQnCQpgOQn34WhKwqCDPHqHjVlR3dzbZY2IxZJE+yJow1y6qT3JOQggMzgZq5xIQiabT+97l3mi1zaZ+1dXVXXNTqFgjaQyy82vFBJpfSTxLxn9LUf4/wC2mmCisSRXHXqerEMXAX+TFH7hJJoE8UYauP23SFyxQtJ7TSCHl+TdDOW1ZeXl5Z2/ih7LxBdMRbzaeYsupIReTKuMCpKt6TruDDTSHNRotRq5Cz/+x6URsq6DSPHqX5rp41cSJuPe9w3t84BXW8zEsR/tB2AcArJYBJWLxhjZn1OobUSvKwFkDPZSWEJpnWNEVJI1cATCfVPMTl+HWVsTl7E7NKxRUbSA+xrCLXT5JIzkFrOenav+JhBNbCNA3PzKsSQVXiAN2PyAxJJsf7MsALxW5C8LEEZ6zqeKJAuDTD2GmdHZCGQNDqweckvxHH5Xsdyd4tW8UTxpHBDDGs2obWKxptTD7TlR6VqvYnUHf5zsA2GuvAG95H4C8LG+WEk9n/XDxRAoIyttZP700smCrAOsLmZ1bJUMRCDBkPpsj0zj0zT5N6WQLhIIJB2vFRnIVIvS+gZR6fpT8TeldExPG6MUfbWPzGnlE0BSOGXJ9QsqQqLP40Oo9/TwyHEMhduVqWrAVN1vKWCnjAzkU2d5O1tX+3s5r5va00z7pqoZFEeqB0EX1q8jOzO2aDSAKJn1OulMjCOH1KdT9cUqyoHT1GAFRMt76TSiFLbW6xndokDFSCuh1hmBR9bpRNGaF/knINS8JtX1c8vIPld56HOAJ4j+MZqAsAfOBQLrci8C1sTXeEkkk/pG/wAf6q/jb1qb+VCgJ2GDZRbKuAAAAOpVnVs9Lc/zkzWECCa8vNBF7kwJ1EvtxSPl5eQTGKVJNtdF7c7gH4wfGDf001qEXI1KqASoPzhcgqu4IPhMwCkf7n1x/wCdEmE4DgysAwGiCIpFkRHXW6EyfzIyCpIPpkRVHkPqOpBqFNvS0qOR89TaoVGXhbAc0r84IWz1daMD4fjB8HBh20rcJ4G8zxWzgIPY2ZuRJ/uSwBrbkucv7tJOV7es3/FYcHzg8NJrTAeJSRJFDJLpoZSDJrtTLEBHHvoBWnjz1U/TCMJ+cG3ppvTR56uP5URz8YMEbcBJupIYHB5SpzWsij4CtpnoV/dED5NcgLVQPjHl4Og/uiaIGOxUWPWDepvDkWllkUvHptAr6bjI2g1SkjCCpKknNJ6eZQJJNRq49KBDDptdFP1jKrAq2s9PMYMkO2g/+PFnq32wHCcO3pf/AMfPVv6KbKpY0JtIF0ftKuik4GaUEYo7GD4Hid7yR+TE/wByxIHRYhbarHSgi9tV20Sj+79cWtQh2gmeBw6CVeAkad2kif8Ahu7IOlhE0yIehkshd3cg18aHXlyIZc1cYimkQXnpjXBWeqJcKnDv6ataaPPV2+iFMgdEYGTTppWVZYc9Q1Xuv7a1kKcpIlwb2Dgw4MOTNQr+7IBBBAA3MKlgx/ui4Wr9eTrTybD5F6jWPOQMFjCxY2fTSBqACcdCjMjYpIIIifmkb56iwOoahnpUvcsWamL3YpUw/nas08ftxRJnqcvObiF42vNvVJOPCLR+oc6imkHF3XAM0EfPVQDd7IIEKOgPLb9sJ+SXbkxP+6oH59Xg9zSu2w+fCOVo3SQRyLIiumv0Bk/mxMrKSGiieRgiSzJpoVt3LMWbIJTDKkgR1dVdfUdI0bmVM0GmM0oY6nULBGXLEsSxz4wZZPZAz0aK5JJNiPjwkbipOKbAOTtQC/2Z/wBS6q6sjSRGN3jau/HS6ySA9Reo6Z/lpdMRbS+pQRAiGaeSZuch30mueA8Suu0sgonT+mXyx/UNNCvGGfUSTvyesrK2rKz0uD29OpO1jZpFX5mmJJCwzWfrmYMRX+5ZwvyDfYz1vTcJU1C/nD4nbvY7DasGVgXDuBg+c00BmljiBKxhV3obUDk0B7fIYOPZkP1NX+rr9Z0DimqhQ/5mq0w1EMkRdCjMjVg2GdeBIvY4PD9tjh/bKvANvSNLwQzs0SsQTvRwYw5Cs+BhN2f7W/8ATEnBO3ucdvWdD3/FR5QysrOs6sZPpTEEfBhHlDCrBnknaAlPZ2r85eD980OkOplC4FoAL4HBtJKO1/3ZNC8BsZwW72deQKn1DQNpnPGsvAN9RC0sejOTTxFRGq6SNojMG0pCs6hSxCrJC8TtG0OjR0eQpBpJkcw6edY+aScvTWyeEROVB2AyKKSV1jj0mlXTxiNcAyvE5OoFH/ek1sOxk0EcyNFJrNHLpnKteXl5BCJXUH1GUmX2hhRf4OFGmRYyijT9F5jqqmhh1I0MgSZQUj08Uk0Bm0ssJAZE03tiR5JDI3LDlYkbuwRNBoU06Xgv8734zntR/u6kPIFfgDcms+cngWZDG+t9Nk0p5A5eXjOzVyQBiAdSBImnSGWKVOJlMkmnhiC6KV9Qs0UrI8b8G1c2nkIcLq5wntgHLwnIYZJmCx6DRJApJ/4DYHQ/QmNu3+miJ7tnAy7o/wBmGDixGhUEZeHJY2cUAfbCqbxlDCm1voivb6WWKSFikhOX3nLCc5t1kk8jinDYWxWy8vLJoZo/RppKeePTxRKqRYB+k/3N/pDfVLzF8g5GGMN3lAf2aIEFDJy3JKk5MtJErBQGIBwX+S1YH52BNp4pl4S6n/09dtptRodXBfu8s5jC2F855z+M5jIY5pjUWn9B1L0Z4NJo9Jx4YGbkQcLAUDg85GYLa3Zv/SMaBOANeAiyuMsl2o/tw1kjYMSSCB+MVQvQ3m9O0c3cj/8ApzQt2r/+l0/wH/pd/wA//wAYP5T/ANN6QVzi9H9PioqqqoCqxWxZCNTNYsDdkViCc4m7yXl1xS6BbCfjDlGhjdA/6fh9XL+6rwvyN/jwKqaJZQR2pBFhiPzHJzvGv8Datyaq9m+G/wB8zsGAw+R/Tq8ZgosqerCRvyLtQy9jiAgd7EWMckocS6HJzSt/vBf6PP5AHiL/ACB+dg17socUVUKKGx6wTAkqFJ/IIN5UvO93j5UQJu6ZmtCR/wD4InJZuFER6ggtgPQzvceQ2HgU/Iw2w+hiRRIA+RtKV6Uh+IZG2r/dhuyPB2PxlWBc8I+FjhYnFiRa/TIP4yvHoZ8+DFR2zsGJP+8DS+7WM1dBHZqPhWVl/jEXjyOfOwN4c5CrxJ1LMDiyxszovgPKRn5HEuheSmTmvH3C3SGMAcn58vg/9/3dGzlDex5Edg7utisTTcWDba2Z4NW8ixepaZo1kaLVe+f5WEnqvA7BRgw4EJ+8ADoUD0QAZaEgp2/3clVRUUANzlDbvBfgD4EhQSdbqVnkkcAklRnpmqhKiHZvg5Hz/PkcIsUdmNAtih0DOZh2Cf8AdFQfnA14cG1gfIN9+AA8Kz1TUlVGnjn9NkhjE0npmjWd7dfTtMhBUChW1G9gT+i8v1qm04BUHx9mTGUr0eLAAni1csVGb7TG4FnFVm6BicdnPakz/hKsKJAJNAwyDYqwq+JrliqW6XOLVy2KMACcVWboezJnE3xz2pNlVm+M4tXLFVm+KugDDIBZCkmgeiQcKsACVUsaHsyZxa+OEEGisbt8NG6/IBJoEEEgsrL03n++KhGxJHeI5fvCARRAoUMJP4EhZiuAUKA2vOxZKxxFzLmvi9zTyKPTtOIYlw7st1leLNQJyKXmLy+62N/gHuyCWuz3hFEjwiYlZLJJ+WQskdOpWIAwfD46yAfVhPCNeMTtyAxwA5Ak9zkvCeufU32xYp4Rcgnu/csl8rM3xHkJARiY04ua/ODiOMRK0SMl+yLYEj4dmEaHE+9cPue51LXNqjIjQMZl4scjIEf1IhRnyNgrAlg/1NHD965J974i8mAxiHEiAEjsMze0hyM3IuSj+Y2TMV4osLFrRohUgyVA9ldR8r533WzEgEhCSO9+wSSS/IVQHeBQDY8VQKKBFKRiilUbHFJI7yjd+NdnKr4Cyc72I6IxUCigy8hW069hvCNwFcHJGBVACw9tVyJlHMMyx11iupXg4MSfUCbNl5vqHGTiWtZGVlQBHFFHBjXsO5ck5K6sEpXURspimCji0ZUPbGcXeSsjEMpMTKgLhQfpxnUxouIaZSTP9fTcOXTzr0BJIrqMDr7RXI5gAVZSoI5B4k5MsbAOCWERJOROq8iVnW8euR4s6mNVyMgMpMjBmYjmjgCTnHGDwjYBwT7lSFhM6sVK+ckoSsvrCQBee4oFkEH+waRVwE4T2MlElDgLoX5DCL3kW0b/AGFfpH/hrqy3fHDXS46cjRVQB1+heX5MoOKpAolhfEAMB2pD4xIBIjYsLYnFNi8rBsT4MKJHhEoLUQI3LLi0G+povrAEvG6UfIxogXADlSfpiQMSTKvFuoyh4qZCnahFBjcmJQedxgFlBZo1JXIwC6g/y+RTGXixXJlUEUIg0YIjQFZLiALAFnjBYbRqrK4yGNSCWjjHMhgvN6DNGh4h0Ur7iRRhrLe5F8ZKnEigEWNWPBHUlI0DMAXEdGv7AJ9RbYIAP0jhJuhg86Hzl91lAbe4OXHLBFjwA3Xkbudabl4QfdilySCwokBHPtk7D5GMw5FC6FTRCgJRkW0BEX3rkn3PkRpHORyFg+RfeuOXtgIvvXAY+bANfI8tR9wwkiKMi1ZHYQ/euOZDyG0TcXGSngEVXICswiYKwJkhbkSpHCMqYSCHQ+zJdZMR9KAqTEgCKY1ZnQEsAGso3uKjNYX9a9uPRGKOIryBB8GAy/zgsm8Hm7cSgz83u7ItBlAA6weRxlHEgsCCQdgSOx7j/nLaq3JJ7JYn5JJqwSLABI7Fk9mz8YGI+ASOx7r5ZBvORu8snskk/NmqyyLoEjse4+5JPyWJABwO4+Cb+c9x/jYO46BZj84ST8o3G/7AHck2AN5WZVJGnlckr48crPgYpJHfg0qrYx5WJyGYfLKQexhUH5ywOsvuthte7GsmXsN4gWQMdCpovGUqyhChsCEqzYicrwwH8ohY0AttxxlKkgqORAz2CMVCx4giiRjxlKBKEKH2ZCoUnZEZjQ9j8Agg0ViJHItCQLCqWIXCtEjACeh7H7sjIaIjJQviIXNALZAw6dsIINH+xI+KlWUsvAkgYpckjwIsVixqpsbnwPMt9PgF+kjH09MuRxcBRGxNDEkLscKg+I3JbkBhTmKZgVJHjXP22wn3FYCY9qoT+nJtP/hkP3jAqc7Ev3tkX3rkiLbHIfvGP97ZP8rjf0U2m+2PBVi2EVfTH1G5Fm+mLEjnPdrkF2Rkf9QZJ975p/lsJNm37iS1/ovmn+44v3rjRMZOeSsGckf2DGhimwDt80R+icArcg/jwN/grfEnu8Hqojlmh1CSI6h0l9RgVhGilx8bC/ycA3vFa8IXkuTLRB8Ul4qRkb8CThPIk4r0rLtI/LjkbcTeBqfljtyYtiNxIOO3Ji2AlSCPdQmy7FzZEicQrOymuHuxkKGYqTa4khTOcQ7DuXNkSiuLmYUVRG4sDhkiNkqxUgj3Yz2XkLnuOQrYPvKAQimiDhl+vmHYMxI/smNDuMLXXmfAXlYe7xVoV5AkjPWoQsnugTSKntr6KIKN1WWc7y+635rfHKJsFEYEk5wW7yYfTf8AYEfv+nRHzvX7f2wFADL2r9INd7Vgc8uP6BNdnXag6mZypRgaMOg1aKmoj0uoMqjn48Rd+Oo1kUNqYZBIvnL9seJ/Tk2//TtJ9kWR/wBOTIK5G5C9EOkjL0JpGU0NP8tiMZOSvgQcfawWCDiysUZsLljZn+4YKjQMElLEK5Xi9ZMgbsSf048h+xuMrMaDf3F4WlMgrz/GDxB3JrvEcML21EbSxmJdPodLD0mu9N5TxyJEoVEUUPnFL2wb9HU6GJld1gl4P5y/bHkQtHGNGVFlV5RBQ6FasVIirhpEZcRVJon6UYPk/wBwyA9tivzDLkSgsL9yLlyyUANYT+lJg/GT/cKBWRAhWMIeTluT8skfjICJmUotRoGBqUjiqn+1kDHjiihkisykLGrAfV7Q589q2NfJWVSxUV4AtZvGsAlULEC8Vw11kqkqagiZfuG1AY47AyN2JIY7MTXQvwBvCt765mKCFJtHJEqu+nLlBz/2lDq90TjZ2GxKj54rdjB1sb2B3YgA2qcD9PnQw+Wod1XrTSOwo78RfLJoRKoUlAV4YQQSD/swNyO8LAEL4PFzIO1nCDYIwnFsDuhl4XogbUPnwseLsFGI4YdeBUN8hFWyNziPyvaWPl2P9q7hBZB5AEVXeXl/jC1EDa+62/8ADsegJCwrB8DJIn5BkRaA8BjMB84QLB8WQMKIZYyEwE3+lW8sf+S/7M4yhhRduCWPca1z339w4PwcOXg+TnI+5WKzGQjCikgkKP0NTK11mndmXvyMaluR8L7rc4psX4A7SKFYgf7H/8QALxEAAgIBAwMEAQMEAwEBAAAAAQIAEQMQEiEEIDETIjJBUTBQYTNAQnEFFCNDUv/aAAgBAwEBCADYQQrMADQG2jda8TgHnA2MsKYijMjYrND+GxlQC3HYI+PZUuCeOwHkGO+7nt58i91WwH1pUIrjt2+J6LEFhGKUNsqFAFDQzBjDNMyBGIHZhdFvcaLcOhU6KFJ911dV2o+3mHzqMe5C0xOENl23Et+guJ2BYfoVDt4pACaIUk0rOWIJ0Ghs8wXCIGIunykpjrk8wfVZczOAD28zFiL7p4JlzGyKTu1s6iO6FFVdpC3ChFXWuEqGBbqGQkbbl9i52CFAIATMaXCxFiXorEeGa+ezcarRbsVlxvW5tAhINbSVuKyBCrHWzrVzewBHaiAgw8dmPOyKVBgBJoPiZPOosQTnVXZfFwV963Lgnm9P4hMvRELEAZcLITp6bbd2mPMUuM9zF05cExgQaOor7iYy/iip5QBmNH8Sz2kk9pBGoJHIs/oUZabK0Xggx87MNsBhnMHkCZGqlMo6GvqCczi4QeJU88D+JZlExcRPl02nsVtpBmXMclXrfGoEsfVyhzBCK8RRZAj46FiGDH7bEZNouGLiBAM9ERG9JhM+cZAKXETydljbHQrNuL0riIGuDMyjYoG4mLjxqGLVuaFVUrbkWdq4wwBmInH4yNuYmXAYiqwJPoiNjKwrVGIu41PREdAta4UUn3ZERiTHTbVTzQj4qF6+mNu7RF3Go6bYibriv6ZdYo3GouMC4cIgHk6g1Fx7gGnoieDMj48gRQ6bYibhZar4AsgRl2ERVDGofYYTfMXHVGNjPkTGpJnqDiZhdsYmMMLnoj6ZSDRjY6FgCzUdAohK0JUqAaUNRKExrzcsMGEOimkUzIv2MvxGgmXwNEFsBMrHgCD3pzMP+UcUxnFiiQKB20wmT60TlIcb9mH/ACh+TRDuWiqFm2hUZHoujE2CCODBFba0ZdwFMpHBmIWblg2IRXEP1P8A56YvlCA1rMQILAt8jKxseMRPKx/LaDGW5DYyOTFF45scaj3CjkahtEXbYmX6mL5RkLPQZCppn+Ew3zMnyaITuEZ3C0jlzW6Y/iYl7hWb/HTGbBUom0klnLGXZ5YzARu5zKqn26ZFUVtg8y4BQqKoBmVaNyof6cxv/iXF0JkTbxBMvxGimiDHXcAR6bQ0i1ph/wAo3DbpuXdZy+BEbcOcnkQxL2cbsnZh+4UYkxRsU2mQodwGQu9l2cHh9x5MxsFYE5CrsNmxlAK5fA0QUsCgG44+4ZjUEKsyKFJAxfKOae4pB5D/ACaH09nGH/KMaLQKTAzDgFmPBuJezgtkPGg8QUi2XAYBgYvkGOpNEIvuJjH3Fg1mibAUEnKAPbRNmJ8ljlxW1i55aY/jAbFgn3+7NkRqCg0QZkPtgjoFqvE3V40xohvcACDeMLfu4+gaq2e4Y2QsKM9Q7dsEOVuIzs5srjJDNGyFhRRdxAmRdrERXYT1mhYnkxXK3GcMoEFVZdtwEVqhe5cXIQKHrNCbN6q5Xx6rTcWPJittNz1WjuWrUEjkes0ZmPmNkLS4clioPT2G1ykAAMbNxTtIMCNkt4rlSa4YkmKSk+VnTnQVBkIFD1mnkmA7TcZi3lHK8Qm7OiuQI2Q1wHG0rLhyEjboIDRBnrNGyEijFcgVFYrGbdzqXL0IVI8mXY2htlAAVYt6v2sFAFaCHsr8Vp/uAnTpRiJ46kYwLONN7VMiFCRCK71Nee0AngFWXyeRBoBCYBcqVpUuHUeRMiBaoRlIPMXIwBXQzDs3e/O1tYB02kAGBSbOh0Bh5hE8RfxCKNd2DGj3ucAMQNRDpX4rQWKMZyxuDExBaKwQGE3U457FTduleewVEygbgYGABGgNaplKAgHMzLtYGoWJ8ucZVQuh50I76MQ7SGmXKchF+NLn8Coh2ENHbcSYDRuMbOh0B0TGCCSX9u3T/cv67L0xBNw35XxFaTcRqIDXMVN24xufFaGASj5g18eL1vUkHRmBrQMhB3RcjDiEizQuV4jqFrsDcVGVdoJKkANCYQYCARZ9Nixl9hr61FQDmEc6YMSMrEsACQO0aBvOn+5iQlgCym20v8TchCqWoE7ZfFd9Qg1cDVoTqrKAQdBfJh1GgJHgMRcsVDzNvF6HJabNQL0PYAPvW4aHjXaauADYSCxPfyZiwl7jKQaMb09q0ACDYPFQLcGmNVLUxABIiYmf4tgyr5HPEYMpoxSfo9uFFc0zAAka0dExhphxqFEz4gRQZNsE2xdgDb5dSrMI5rXCMRvfkKX7Is51qCOcW1dvNXAFrk4GChuw9t6CIm66cpS7R55yJjGMEXLFaDsqEEVCZwosFeL1IH1yONb0x49/AIIJEo6CJlbH4Ztxs1OY3AogdgqY+m3EFhkxLwA6mgGxIxG7L0ZY2D0mUWInSV7suHCHZshIVrU5cRR3A0BqY8RezD50s64M5sKM2YvYIh05lcAwCzP405nE3V4lwEjmUfOoMW29otFbk+6yqlft2OvC0dG2MiqpFGpUrQSq0yBKXbNx7ANONOdCKg5FAuSAprRVJusmMqMcIN6Ku4gR02HaQxBsX9w357sBS/fmO5rgNaeIEJFxaLQPk2NtGUxXDTAfbMj7AIepUcw52ymJQUCYjbZGnU5drFQBdmEjjRWYcCGCXD+YLU3P50vRKsbs7qVAQGGf69joACKoH0sTIXE5n8aXONAfx55i/iMCsJuELtGqqDxOVM8kXl2cbJUIqq5nnsBlwm4DUv715OhNzA1NczbL9lRaudPjS+HUVGQKSdLIMZixswV9lMXpX2HWzOTMaob3/mgxArQM1ERUuqX2sRMHlp1XGO4STMXiHgGYBSkzMVyOyryIXsAQHSvuHQCEzyYMI2btDjYKG7VqxeXIpI2cKFIPJ4phxFWZCAEh9x4ZCDR/iHQa3pzBX3X3L7Tp9ATGQGF50xgbl1qfIimFCtBoPIvIqitvIl6rUx5Nl1lzkBK4NwmEjQAXy1XxZ0B0EPOikUVjWo2mAcEwwAcE7QWGzKvpbSFJsE4DTGdX/ThmPwsZbsTI4xpccrdoYa0Jl9om9vGiuxUrqjBTZY2YJxfFjbUUXxDjUpc3HiMxNX9wsT5+tQLig2AXWjUAviEVxLhExoGsEiBd08TkyueJR0EJJ7DAxELEmzADRMUWQI6FTRg3MNodgQBp486M91Z0Wr5IFmhDFEFXEVS1R8Lr59pAAquTlbGQoQEhbjOHAtsJUA9gbabVsm7yp5Ew/KdYfYIhUfLEpbaB+Y19RkAGzGFqZk2OVmHBvIJ24x7Z1OALTpKHadEcr4JsAQPjCFSBdwBftcO5SwIrS5uP1qQZZ0rTdNpIDTxqDLEbEVrUxHKwBSCSjqoIbAMR3b3qzt7xCYLFGMxY2RgJUtA4QGiSQCcb4wrBqueyiDBV8/cIgnM9Qe3a93ZgERWJG1KZaI6dQbGZQaUArvFutlmUNRBl7u1E3GoBTATB8jOsPtxzH0quA0VFxrUP5iVjQE42LrZzqDluY1AVIp3ODOrP/n+iDRubiTHAXicOQAbHBL2KCIXNB0KHaa7BGcttBWi1R8dGoRtNHzKiYF2R+WM2jiq1TcPeQheyNnJraTdaV2V9wkfWMY9j7tALjKV4NRHQKQ0V6hNk0igEM5KliAbxmozFjcClqAZWU0SJxE3XarkXks6HG1R8hfkhSQSF5MxOyMAFpfNirmXAH9ylSLBsy9QdPRbZv0QEkTAOTOpoemCM3p+BkZ6YzNkt/TGH4TN82iG1WYsdWT1eTcwQd19nmeJcMG4AMGcubLhNimCcdnIlmcnnUZmAAF83L1HE3tW2KxXkWYmQqGA4+9TpcUAnl8bJ5197cy+36EIqpc4n9JlYZMu82TCpUC0yFboBiSYzFjZmB0VXtHVG3Q5/eXDZXY84s9GicjbmAytt2y+e0VPdVQjZxMflZg/yM6wEohmxh5xDhRC21SxVlazMPxEyq3qOZhB20crlELDDjdsiGZQA7jUaY9gYbsoQN7ClAHU19d3+iOxQSQBlwsh1A0DVcrsRC5oZcewhYOzmHQSof4Z2at1Rdv8Akf4BpLDIwAYhGIsCNtNbY+XGUCiX2LX3ndGCVMOYIDfYwWhXnwdu0USTySSe4GiDHbcbisAeU+QmBvkJn6hUFBQzbmmLapS+pyD0uMV8zDkC8G1j5lHhHVhwzogJOVw7sw0E3Ub1bMSqprjQFgGz41Qjai7mCx0KkiAXQhFedPMCk3ricowmbqA68aJkQYypRCxqFSpII0A40R2U2rtu5MAJ8EfUQpR3GcaKpJqVWhOo/hekyEXB0zkAMVK+T2AQDmi+EqFMqjy+TCU40UXcGo1uca8fXaDWimiDGy//AJucwZD4LCjEVvlHZV8eqLgyUTPWH0xJPOtHsqXDAYST5HEcOQCRYl6DSz+gjspsG2NlRCIPGg45ioWs6K5U2CbJJ0KbasEA1MjDd7QZcOvS4RXqHRhfEzJtbgGuYTZvs9QFAsRDk4JHO2EVou3ncNU9PYQQ1Q/ojBlPj/q5oyOvyo9l14xqXYCOu1iDkz2oQTjQGjcdixuUdcODLYY5unyKS0Wr5ar4EOgA+9FZ/pm3G4BcqAE8BOiY0XHTYRPRxi6OLGY3S4m8ZMDoYQKB1AlfgSx93PNRsTBQx5mw1oDD9TiMxNXApJoP0rAAypxqgAUAaATqxRXTCgdgDnxBGoQaUAwAB2vYdtxvsJvQDUnsKBQCTURGchVw9MuPQTaCKPU4CnuWMAPBr6nKngknk6AXGwqFDRqPgjxPVXYEhUzpunC07/fNckTqcAX/ANF71yMoIHjTHjLsAMeFcYO2FgOSc6/Q6gRXDcgqpFNnU412ibhtrQWBUMqbLxloF4MtiFUta2pW+AGZAuyX2oxBBj9TvUrL1FTDkDoND+IxCizlyb2J0DERmJ86mBpjxb5lx7CBorAansAuKpuphwEkh3wKQIcbhuemxKguMwUEn19x4TMRwbmZh6bloNCdDANcYcmkIIJU36ZiUbBwY9zC5lyke1cb7l5Zd6sDxfNWeK0GlSrhw7VBYW1CYMYVbnPEy5hjFR8rk2cWHLk5j4XTkK18jE+4R1DAgkIQxhlGAGV+cWHkGemlVHx0+4sfcaBHusKfo3ECk+7KmMKNsBIvUQwaGYmYMNozj7PVIJlztk0rVgB4g5MIIsShUHB4drPaQKB7MYXyT5NYM23lsvUAACIWbzxxXVtWKCI1iDqAi+7LmbIeZfGqk6XphxHIwEREQBV6se8GBSQTK5AnTqOTBUZ7zZJ05oto4t3l1pcqEaK20gjJl38nEPJmFrUCOwUFj8iS+LAHbcY7qnLO+IsDjwH3ESzxM4QMQv1L4lGrNTGwUgn/ALJ9MNHYMSYOL0vxQhhY0BriRSGJYUSBoYKn+8ZQcl8gPAqHuvQsT5h1b0+KOTF6W2KF8nJs5rWzpxHbdtmBeUGnWn2oIOTFVt1A9KxCQ9HlupmxemVGuLCcjARERRS9QAMrgQCyBOnXk1Or+YAxugUBvLzAPYTObMBt7nT/AOZlxj7nh0AJPBFcQ6CKu40FYqaKPsNzqXBxKwQAmIu0KJkcIrMWysTbPtGzbgHuOmYXleiKm3i4Klypu42zFi3ttn/Vy3QyoEYrqewWOzDjVzRyKFYgHx2iubqu7iIoY0WABoVZAgxgWGgBugTxWoFzbpehmAe8add4x6K1TEWcC68CdVhLf+guAWQJ04qyOZ1P9XJonyEweGgvmdTQyQmYvJMw/ACHwYnLCYPDGEgCzFWzUdNp2xWKmwTZuWfECkwYWrdPBtaMD8EEOaCHAvKzgWT1j+1F0UWRMSbVJP8AMwsrs7Rujc7nOg4ECke4iYcIsZJt8TqsJBOQXBVi8my/ZKiUCLcgk0KgPGnI5EoxUBu+y9BrxHVRVSoBzMmPaAStfeMG7DEk8zzOdeIYPImD5HTrvGOAXBQPuV78DqVVWDF2Y8zH8hOn8Gf66qy7AbGmNW3CYBV6dWbympi+5hHsWMaVyMQ5mIUkysAjljVmpRvjTYAoaA34bNkK1K28sGIswBAp3mr4wD3CXOr4fGI/Rkm8eHpVTl5mb2MJgxhFXaQIwpnEUJtJPMBY8RSo8q/2pzgpULsb3Ertgn1fY2HYoZlB8g3KnmBQGpshoirOtCcdg6f2b4DDqbniO4aqHGlXGSgNDBApY1GFcTzF+QnT+W067xj1x7iygf8ASQzJjON2WY0bIwCpgxIBQ/jmeedLhlGFQfLtjxi29U5GZjjACLH+DzCPMAAAA6tvaqwC/OLpWfkjosfiZumKDct6COy8bQwJG/8A0SYo5EweWn3OpAZwDgI2gS4zBVtjlOQkzC9gLB/OXowxLKOhe+R0Pmz0S17RQNNiUFiqr0aC51GMY3AWXERshpU6VQKZ+hUi0bG2NqYljV4+lysLn/SUTN074+ZWuPA+Q+1eiQfI9Jhj9FQtWUqabgVMfTFxuI6PFMnTEKdghEK0AdcSIyMpYUa1vkR3vQVwC4QUFFiHRBRBPT+W063/AOeuADcs44M6jnK0xt6fj/szG+8GVMmf3MIc0XIGNTCaSzMuchmAB3MC+xVJ2Y/ikyfF5068rp1LbslLgw7yLArgceIQKo5U2Oy6geCdU+SzB5aCdQ1ZViuV5U9XQ5fJly8xCQecAtjCBBQqH6n5n8xiCzEdOo3Lp1an1BQVdpMVdxqYcQRaGnVIDjuYOnunyeeJ9kRkDArHXaWXTDhLsIqKoAXxUDA+OZ1ONWRmnT4d3y5EGRSaniZECu0JJiBTYYiAX4tqh2UpBnFXotWNz7b9srS7AEDKFIiE2J055bTrv/noOSJgFsYB4mavWfcSeaxk7p044JgqZPm83HbUxeZhPtIn5mT5vLmL/KYvgkflWmBaBaO4VWYqW3TAtAtMj7FZ5iYl1M5nVf1W15PGjIy1cT5LMB9xGnV/1JZlzH1G1SkUFjumAfKZn2oxgygeMW9+TYUEnNnfIaHgzB8idOqP/qasmdNj5szNkN7RjbcoMZQwqccR+pWyqYXZtwP5mY3kyRfdQmBaWWZk6jcTFYHxiy37W6h/GMYVpZmfYjNMXLLL8zqj/wChgF8TxFANzEyD5MeTUvTFjVr3VzUC2ai4ixIVlKmjqnyWYPLS51vnHonkTpx8m0zf1MmmL5TCKRZ/JNcwDgzEaJEwfE6N5Y6Yf8pivYkI4aAACp1eXlcYxDkmYvgonVcYnnTqSRBc6k7srkDS/wABWrcGct5ZaqL5EwGmh/M6sH1NCNMV7phFIJ1jcY1mLCHeCgKnV5PGMRBbCYUIW5f56k/+rzGLMwrtUQkCyUcszk4R7Bp1WQ/01Ue4TAPkdH5ZjMQ8mIKVZkNI5m1CnKk2CDkKFSAxdmcrQCzqv6RmBeblzM27Ix0VC3AbFsNNXPAFkCZcarW0C4PoyrtiNu2URyVehQJJ7E+Szp/k2nWH3rKnT9OzmyAAKHMy/wBTJphXzFAAFP8AExmJ5gWgGivucGdOPaTpk2ljtAuJVsFxElFqPkGNSxJLElsX+Uw/BazraMsxJsHLuEVmN2SToiFjQUmmQwgUDB9TD8oBOs4yDswrBwAB1J35ds6dQATD+Y77mZpUwY7lfidR/VyTCl1p1TlUImL7mEDYo0yuWdzMYtpgHtmVtqOdMIsCVOo4xvR+rNEja1g84vjENosyIShEVQoCzPkCISIBASPDOCOQCfB27RKqjL81C7FQsows1+7X+IEY+FFFZ0920qdVbZSBgwYSqk8XUUqQa+pl+eTTp0PEH4LD2tpzMK2bCLtUKIcYqMpQ0cXkiYRSC/IudazAosMxfcwH2z8adVms7F0MDFfGqtXEwfOAfU6v+oOzpk8S6DRTuZ3OMAKsymsbnRFLGhjxBVAniVMvOTJOmT7nM6pyzmsQ8zH8EEckK7aYvuYxSqJ1LViacmdOnKwTP/TezASIXJWpi8ETAbWpwJfFnPk9R+ITL0Vmv21A7bSulabj5hbcbJrTpukDjfkXGi/GUIFUXTMFBJGX3MxXJXIOd34mA+1hPuZxWTIJixl2ACoFFRH3liGFg1TA1MeMsHvBg2AM2mbpzvZoZ03Tn5NVaZsXqpUZGU7Wx/KhiQoJ9zO7BPYWNVFRmIC5cXpkKca4dgLNts7SYibyFV0ZTTKZgXkmfidUf/SAX4w9MGRiyYHL0UUKKnVPWMiYvBifFY6hlZT6GW9sw4BjHJIUEnE5YEmo+M+swiJsUCZX2IzQu1bZi8GJwizIR6eTTH4i+BOqB9JpjDMQoxIFEEPIZYqAOVyZAtnbMCMzUqIFFDidUHZPYwINQWeI2AJiLPYEuKxU2LPOlDSvwFJ8QbaN4l8mJwqxiaNH1zzMe+vfCoYEHP0xx+4fiYz7pgPJEqPgxPRdMaKKXPnCn0xgcBqPiHEjkFgqioxAskZjv3S75jKGFMMOIGx4juFFnFm3Gm/0yqwAZVReFLUCSjh7qHFjPJbZiUsGYsSx3GqlCGoFoq6ezIoJGDDdgccAkAEnI+92aYEswAVxKmfL6jkjF4MwtagStGIFlnznI9Dpz8l0/wB3Oqy7m2CYvES9qzPfp5IDMfxiGwpFcGKiL4ZlQEzFk5IaZOnTJ5HRLzS9Gg8qiqAFZgvJTIHniPgxvyyJjT49WwO1OyiPIAJ5Pk0IDVzDnVFIIqyWLpQrEeCJizAAKw0ZgOSeoF8AgixVijl6OrfFyp5VvBC51Pn1E+83VqAQhYk2UcMJjz1w4yY+aOZBzM3UHLEcHiJmK8FciN4uZOoxoOcmd3YMVYHkJ1BHDetij9VjUWG6l3a2VqplXqF/y9fGOZnz+pQAcBSul6Y2/wATjylJ6iGqLoLMz5y9pj2kRDQUqudD8jkxzqOoc+1QIjbTyrkcqvUr/k/U415mfO2QxWogxWIIYLnRocizN1d2qDiiWIZhMfgxMilVmfMmxlGTGoCkY2HiYsu3gh1bw+fGgtsudsjXAbAMTORw3rYzN6HwcqDzk6sL49ZmbcytVMqZ1Py3oI+fEkfIzsXNxiDAaIMzZg4UC7qME4AWrFtVmqhDLYMDEchcoPkZtvg9U0bIzeUyfRTIUMR1YWI+LG/yOHBhG5jm8keqxhBHmA1BlP360OQ8yxouUjz6yz1EqyWuyYSPoZWEORjLMAJg3rGyEeCXKkyyQIy1oBj2G5cGU/Yyx3JmN9pM3WeV3USPVMZyYWJ8/wAy7hO34+q0snzBA+3x60bIWm0yjzomQAEEZQQYCQYWuzFG5uPUI4Prfgm/NzcZ6j1c9aHNDkY6ASyvgZY+SjQ5PJh7q0UWRH8kfoJkrgq5HKr1I/yydYiilfIzsSxngxmLc9zVfAF6VLnEMNVrsO3dCw42vk3ADS4tXTFUKWJXPP3y4QHgVDKOovxL1o1CpFXBhBTf3bZhwsWUl8bLuJ2mr0Gm0/WDBe15mwBbbStQYPOhghM/32XeiqCaJ188yhrR891aAkeGcy5cIXbfYO2jVyqhewF7+f0L0vtrUGpfNwZLXaTXMX3cMBdiEih2ocf+WHbtG3qTj43sygEJL0XIy+MOYEANnz//AJbIW88iBiDGNz27bl6AAjnQwfUaAw6bT2gE+CDOTKgYDD2AaeNL5h7TxqqliAMmIqZX5jLQE8kWwo6MyELXcAT47lUMahHntK80KnEPYzlqisVIIZrNnQ1pcw5W3UWdmuyeNQIZjbawMJJJlSrlak6Cr18y43Y7A4hKvxrjet9MSTcR9huZMm83C7hQpEB0FniNiAQPpdanbQqIQCNzlSxqPjK7bmJyjAzNnDgUTeq7aN5dhClAIItA8kizUNQCyBGUg1ASPGo1v8Bq4hT2gmj51s+YTenGp0u+4TcfMDJsIOgNa8aH8wAnwYhWwWYgk1AVo3pd6DECm+HS9DkYrtmPJsNx2Lktqb7HdmoGGtFxs1kdgI0I1UWYXLA7u25zrfb02zdz1Wzyt/o2ZZIrQmY8e8gTJiOM0ewkHx3AJtJPZQrQQwXcMBgNVTCiRBNhrdABoSNBY088BsbLVzjnQDQ63fYFFEnVMrKConEDUCNFBjHcZset0K15VVKkmcjiHXaSCe3Em8gTLj2HUV9y68FiRXbkVRW3StQa1VypsM5bk6rt+9Aa1Er8amXARp4hgMMVd1yieJRjKoCkLkQ49sKvy0U0YwrQm6E4PiPlZwAdSKAqvy3bjx7zUZdpIlwqauVxcUAg6VxPqC5jU8tMZFnc3JmLPtBDO1knsMRCxoGWey4GI5AQ5ELsdtCv7C4dSP0ExlgSAo53bTV6I4W7OhPAGqgtoQIBc8RiCFpsbKBcRqIMy5t4AVeCJkI3e3IpsOdbJhA+q4uCXF9xAmRdprsRC5qG1MQjdb7xRAvF6dQwWIRPoTcNu2Nk9gWKLBhJ0ru6Z0AO7OV3GtQL1tqrt9D/AM9+ojV9amuzGim91KCb0H1CRdj0kzY1aYulYElsuHFjFwm9ALoQqFNH0guMuP8Af3R0OMqAZ9QX5hIMEwFeby7N1AqdE237jZ8PkdgA3YCY4oCDINmyFwV260YNN6+0M5WztAJs6mp02VVvd1Dhm4mPJsuXZMZSJ9S4ybVUyxCJUNdpGtw9gnGnrDYF7dxqtFVeGL7bO2VALjdMwQNqKsWSob27zyNL0owgjg9MGVKMz4nI9lUaJJqpXtDS782agHFyrBgAsWSoYbcmX1EAVsbL8gTyoI0LRWWwWyZVdaXR0VFUqELeewaCcQYyVLafUA8wGiDMmTfR0wZMaqQzkFjWnOgA+4KmTJjKoAf4AmwuqKp6XKASeR55PbxBpWtDUAk0Cu3hr7AIVI/QOdiuztI7LMwpZ3NjzK7FFzZxjqN1Dv5J5hqBGaypggjGzNv4mJ9huZMhc2QQKMy4AmIGYMe885unutqdIiglnQXSBNp/9FQuaXbR2u3njuuWJZ1R8YRlJ7agF1CoRgCxBPAfgiDTxAZZB4wZ2HyfMoAj5nJIKgkzLhOMAy+wTJs42RYYoJ8VKgP3CS3J1KECzXFwHkEswPjRELEAOhU0ZWlw7eK9AFDk0dyaBAvgbTRh20KM6cpfv9QY8oZc2Te5bUqauY8rJdD3NMqBWnEVgPN+ZVUZsarETl0EYBgVKoF4FiWIEWZsJa6t8RIhJJsw9ydPvQv2jStPELXUUgHmeewwwDV3sIJWjMx892DEGD2QROYuRkupwL7RGyO4Cw7NoptvFa4n2MDM2UudL7AzVt0VbiFBYJPnsJvs5rRBbCZcKqtitBso37CoA3ZFTbKsgAdMyssvsDTyDM+N0azqm2jZ7A7AUIi7iBM2EY67RrWt9ly4J+Z+NDL0wYt7CdRgCEnQou0EQM6g0ST5xYU2Es1AkAAnwRoLF6YcO+4y7GiMtktVnU96iyBGUqSDpX6K42YEg5LUJKJgoGF2aA1oBcFAi3fn24eciQCwIRD5E2iFdF8iZNu33Pts7QCxhFWNALIE/wCvkuo6BTXYDUZ2bzrzqOJuMEscwQ0TxoBel6fjROnZ6JHSYhP+vhg6dVO5M6ZSATqc6+mE0DNUFfeN6V6NxSVIMYliSYuRk8MxJvUZKUrqdvFdvTlNw3dSyGiutGVK7ldhYUgjzhxgozEwVR1B1w5VQ2UcOgICgXCoNSvubeLHmKszruUiEG6I41xhLtg6bAZlWmPeJkC8bSxoLCIqluAOLuFAADqJWh89gRmFjp8ANO1dhEz9NfvTXEis1MV921SGucwdh7K+9cOMO1HLjCGuxFLGgQykg2dDBBoYqEgnStQaNz1bsvZldm09nTptRIdBBxOFoTcALmZw2RRMgAY12NlJVVl6VKlGMjLW46gy7mFtpuZWVjawGpkZSQVg1OnGmLI4O1UUADsGlTqcYR7GgAowgqFab2BJlwQQ/ogkeCxPnVXKmw7lzZyIAinUacQj7mE4tlHJW41iYKwLZGBYldGyWoWCXABzYGl6iHcFG2zt5gYE1DDXBOZyqVGtlDFvrWhV92FQ1g3taxkys5s6DirfYSNtEC5zoYOYCKIiNtu7l1N0Jvs6VbyCDv6pAcZPYXJABBFQkUBAagJMs95FQQ6V3VDpulmepSFJZh0TGCpfQVzYUmqdChogaVpcOi+QZj5EYcVAIqAHgzIygEtlybzc3Hbt1qDtqePFfeqiyBGQKa0UMwjliACpogxzZvsEOogxsQWlTpOHP6GcjY8Zao6njsBI8X2ohchRlxHGaP1APEqAfcJiIXNBlIJBAvxVamVoPIvIoNMor7YC+KgsDQzFlGM2crbjulwAngPhZQDFQEEy4dACeB0uW1oua5KmXGdV5ObOch0864MmNQdzkFiRpWhh4nBhUjzNrLRhNmDEpUmb6BAu6u/rURdtNu22LhUjUcRcjCwCCPOFyrpB39W/tAD5t4UHTaToa+u4KeYrVyGZibNwWfF6VAdvIIb5EEjwTco8HUXojYwrXuNVL0AJ0OoUnkTFkCGzk6neCIey65GF9u4xOqRhyL+gD99Uo9JoIcTBQ8Gp7L1ucfRJMAi5aBGgaoSSSYFPmVVEuVv26gxnTaACFoEXcMBIII9T5Fjc6fNvFHtJmbJvcgbeRZq4ZhfGEIZvJ7h2eNMOFtwMfEy2TOToMjcWxskirh7KMo6VfIIH1ZHYVIgZgCBoK1ME8wYnoNOm6Z87bVbDlxUHxYMmSdYCqZUMJagDCpFWv81DrUDVrRgBMLQa0Kub02kfoCdPiVgxLgKSNHyblUS6Ugq7KQRj6lG4PH1DGdVFtl6oH2qTF91A5F2sRpxoNamBkBO9qJNQShOIhx/5Ydu0bepOPjc2z/HicRchUFRLg/ni9cOUKGmRy5uV9xfx2AXACBcfKzhVlUOR4qMmMKK0A0KMACQLIEbzU6XJ6biZ8yoqOem65HdxOrybs2Uj0lO4x3ZqBXgiZcyMgCy+K7L1IH1cJFCmQhQdTzzCpFQ6CPgKqGmII1hyBZArQTcR4u9FRmoDICp2kLxorOPA6nMJ/wBnKeIwD7YeCRK0OouDk1BiJDEEa4lQhixlaniYcp3cs7G7AhuCAR8bKoJX+ZUKEUTzxDetSh2JtJ93qEGwTuslXoR5WhNeIcgcKpUf+iiHyYJkzvloEMVNi7gMyjeNw0AvQiAXPBl6VoRURWfgGxwYBcx4t9gZcDUgG3kyuYJuY6lTQPdizDHcyHcbl1qFG0tLgRdpaeYB5nJ1EUjcLpSSVO4AiCNuoE1ANDpcM8eIYDojbSDMuX1KMueYUccEZN6hGPB4OXG2M7ocbCp/BlmX2DzGq+IXBAGqkeCfPGEe69GFVAODCNRMuOveunMo/fNanXzMTbDumTIHNziKQPPTPjJ4dl2m3bHzXYDUfOhx7RANDzrRq5tNWUdVDX5ueNAD4iKpoEkgsFBl6VKimp5FEioSeLh7BLgn/n6ejYxsDLooJ4G08xW2kGPkLtZY8LR5NwrUCgechPsA8ty6qDQEMvQdm2XVwgVrgwEozAqymi/IQz/Ean60FG1LKVJU6L7iNzV4EGgIBBjsGNgqaBhVh5lQGoGYcDNkJ2VdQm5d6KQDCbOo18wqRVruorMileNBVaA1Rgp2F9RtFBRrRPgwj7GP8wm4ywg/feNUVmsAqRNjVuill5HTcs95OnK8rscm4Q6rRSr9xbGU2y4ToZ9aiKACCXAvgVfJq+LnnxjKDcGihf8ALo8rDIEjKrimzLtISH6h0CFqA/6ph6Zh46haIOhOl6UKNoASAciqrUIiFgY5bgEIxFjxVS/qWbhN6KajujBdoxsSBDY4g4MB5h55gEBZ6WUVox8jZKBPAqWTSnIuIAVoITNxIrRF3ECOtEiI5WGX9TGnF6stw633i/A93g+q2zZKr5dOpX3Ex2CqTGYsbN9lRkK1dHQaWYFtQQwo0ZegaFFJpJ0X9W4PMyndkeN5OvT+NMjbUZoxJNmie0m5sNWIqYyphY0QKsABMrorKApNGEsoKGA1zPuGDTe7FRMiFDyYAJiwlyRGTaSICR4TbfvVyG3RyrW0DEcgEffYmy/cZc5mHEuQMWIokQqAAQub2gC71df0K1+xbsLpMbAndk/7OIcAENRHq4ySsyoFagVIrQ6CoWPERrbl9m7g0DwP5sXE9LYBDRY2SL1AuBdi75jVWu+jo5HM+iQeifduD9LlFmEEcGdPDOrYriMLE+UyhUZToALEZADxQi5WUFRAxEJJisiUw321lqB9hJMx497BZkxFGonTHjL3MCox9+UKrUpJMTEWViMeNnNAl8Z2xWWm3EEaKpPA0TG7/F1KmtSmPZugBIirdz0mrcORLP1eg4olTYvUxl/HInJ0GgBPjns4+zomYpxDRFyyY+RSiqJfdQ13HiUe/oTWQwkBXJ/77/adaDd1hy8Nl6J15TB96dcfYoieecuNUqoNFSwT3NjdQCTU5l88u6gg4y5PnyQJkxlKgJHh0bGdpvRM+xWWDKVO5WYsbMJJ8ilNH1EV1p+mRuQvRrds+3GnDGyTov4hUCgSOTsscRspravmAcGJ6W1t0LkgCIaodlfhhqIFJuY32MDMjhm3B8ZCq2pJPfdwjsxYy5AmfpyvOoxPW7Sz24UDtRz7d1L0hHqCZzWNtLiuy+MXWFeGO1m3LOub4LCZR0Vtum4bQA6BVVhBGYtybj52ZQplnVsTjkqwEy5t9aOzObPYzWBXnks9gDTEm5wIBQGmXGHUiMhU0YCRyCWY2VYr41XZR3Dax54oiAcEgfgjsIN3HFHQS9S7EAEjTEUDC87oxBXHtLDfkUA8KATyaB4vUAG70R9pBmTOXAvQZmCFJhUMaLCmIA0Hg6Ld8MxPE6Vqy451NemvYosgRfGnUPvyGqhh/PbWgBPAIqXB/Iq4+NaVlIKkR+pLLtOilfsPjCVqFJFwKTrenTKFByM3Wc+3HmVxYzZ3DsFZ2bzBqIdALg8iNV+30tih3yOjG1xsfB7HXxoqljQquJXYew47C0RRIOg457PPddQReOSRPqV4ngRAlHdjanQzqvhjrXEPdBwJ1OXYhnPaDOYrAEW7YihKzxBzPHEuCeoSoU4/TNhwpZtodSpIMVtulV5i5qUoQSNCNXyFqAisymwzWSeyoRQHbiClhuegxpsrNVwE8kL47XWI5Q2GJJsq1G4TZM8cw6DjVEYgsOSeRX33gXcZG2htNpq4KlWLAP0bnNXBHxoFDDbxcABHDuWXH2YF8mATqRvyhZlwIFBO2XrxtsA1DL4rXAUDW+fZu9kEsTcm4EDzuBJJvUS7041vUAx027aN323qxB8Eyoa7Fr7BQgbewwrA6narNVnb3g6FTQgNGfzKlGEdgLkBRCxqtBCYqljQOFvSmwj2TiwI4IsKtWI3mtQLIExLQnABMzEmnJzOwIOoNd41OhlmYjiPzzBAfZWnOh7FWzUVeSD0+NLjotR8YUkjQQnso+ddphlaq0Vu0qTAVCkGuSDdQC5XOl6qu4gTKi41CwT7gA0MOg0UOoDgvxRlShBUw+juWcVHbErEqTZJgegREVSywnnQ8VFNEGIeBWbJSMI4tWgqGA686PkUgAdrEE8VBVi2FEiWKngwm9K+5scLulGHxUvVHCxjcx5dnjN1B4EFc6jQqRRPaCR3LcANX2VGHEZTw0Avs4hrQE3YLk8EiooJIEZSvBVgsY8nSifAXxbAAkD/ALLbAkyZN+lmcVwRFcryDlb01hYkkwfxMQu31fzouVl8MxY8+bHYDPEAcY9xEH2Yf0RDpUuHqCU2RSFAJfJuuuwaFrIu+YB9wm4KvlEBaZsOMIDrXZd9gEAuLlAAWX2cfeVtwFaou81G812IAxpj+ACYWabpyYUIAabgKp3DbahiYmc0GFEiECoDBZlWeLJGh0QUijRfIh7B5jA2dMDYwfeuMZsm1c+AYiFnU5HbHiEboyuL1tQauEV3GIVBtmIJ4FXyDjUmGIu41GscHQCcdtS9Q1T1WNg6c6qT8QyEedRNwlxW7dsZaMXbY3PtJ9vI0EVPycG1d8NE3At3W0wEjQSzVduPPtUrD5MuCeBKAAIviE8xvzACSAD+NE892U0xGhEH8YunfI4UKDkyHDlzYzjYp2XoIFJ8FT4Nx2BqpVQDmZAg2gGJs53HQC+zkVDephPiAD7qVrzqpAIJcsaOhUjtBqA9rrcIqUNExM/g9N7RTY2X5G6FkbfE9TYu0E32UavU6bSBZgyAKV0AE+oBcUKZhHLHVfPdmHIhn+wVDcY+pXEzkO5ZixvS5eqY93JCigFdRtJJ0GlGrDOzVegHIByLQ4uGVECk8tVkC9AIwo12FSPMGlSoaiqWBg8xnJodwJEGT8g6XDCoYQiYcfqGjtCjiVczqQ0VtpvtOn8aCAG6gxNTGYjbIj9Ri99Y6rg8caKdpuB15uAbVVdV892YcKdRxz23p+DEXd5gji1aFYaoVLmN0CFXP8alidA1ER3DHioQfMCnzL20Q+QbQFhOlwHkbn2WQpFcaCVoIVNX2p7SrHMyMbU4ztDaKTYEPBrX+Y60Z0n+UI16jwD3Adi9OzKXC2jAgZ8hY2GwZciq+LO6vkTpOoZGZmghg0xICbJOo++7ILRtWFUNQIZiQMeXq6CY786t8TpjZRd8RUJucVC4IAEvjRTtNxjuJPZ/sOaK/oqaNw6A0RHbcblSzVRcbNe0iuwGHKxULK0XzFNjQwjcIiHEA5BDAEVpnYMaiiyBMiBSAumIYyr7uxcrgbYpSiT07quQFx1PTvnbJkXO+JnbE7FiTOKgr7/0CL5xOb2qMdwoRxNkIodxF2IcDxcLDklX+9KIAMomLhb7XCo81+Dr/EKgMQYpFG0yleIeSYITKuY2xqGDDzFAs2iIxJLAA8aXL0u/PbfZj9OiGNjiCjxFOTGSBV3YEI1rQ6Ka18cx8j1Ux5mSDqzG6ljxCbnp+3dL+o23ioqsxoMm3g6GtBDXFAwEEkTwYTfOiox8DAT5SkAClzLl/Uc813DQ+NKhRTCoraQoXxoO2hPTUNTOqI3FWYCNwJd0Y+wwGoVobiGsBIVC8TeaA1ruAubZQh1Ol1DZ82oUTebsuVJG1G2kGO25iYv5jGyToTKnA0Rvo6V9QitcaK17lZRuB/mEggQKTZiMVNhmLGz38cUyM20hcA/yCqPHaIR3DyP7DOOVMLkioF3XC9gLAvAYa7eQIw2kifj9FQOTLlQ9w5qbTzK4GoZCqqWoH293gxWvUiMpBIlEi9K1FyxxXaBCIi7iJsQG55H6Q5oT04VAlCUJ48fqDQTP4XRVLGoB5i19w6g6VqosgTJiKmuwfUsQm4fMv67dvIETAwV7fGU8kaJ6dNvngwjxK0EMMBqAgy/rRxa3EzBUAJbcSdCZUFwQnQTjRcTtzBgr5DjgS/0sYHktkvx/Z5jSjsXQSr5iYHdSwqUwBHZgybWEz5g6+3uBogwoze7sHkRTjBAKkUJnbHuILV9CVKNXFCUb3Cq0J0Naqa5nmCCMKNaEyxWlziHQCKt3ExBeW/YyoNW+D7UKbqPifHVqKOp4iZ3VSoWxZhy2AP0RDqGNUvZuN2EynZkssTRJN6LVi8tFQEh0AJ4hFTzr6h27YpJBY6ZBYBnPaKB5277pkqJjLUSFVb213X+wUPvMuRogswRWo2WIJJg5IjgLwP0RpU4i2aAZdprsBqWZf12HMQKGhNwWIdAt+Tj20SxBPFLUVq86b6UppzoDK/CpkXkIgrcf2jieJsW7mNNxMqidFIB5YqSa7wZcGnN6nntBhNm4ANChABly9CfA0EpNsLE1C7GgYIhomeqpTbBk/JQmiBjcG47WYPzKs0ExhOYG/JP7Zf4l6jC+3f3ASpRPAOJzVehlno5RGsLRlaA9tDiHjiEmq0II8632Dtx8KsuMqsKI6f8AKoq+P26omFmsgijURGc0GQoaZnPoipWgETFkfwvSD/JcGNfAA7Tjxt5bo0Pxfpcq+Jix7yBM+DabhFGfcbbQocERhR0bIzAA9yi+5D7V1Bh/bxaxXoNcDFTalmY8uhWgZzMeJ8nC4+lROWqVqXIIWB+dpqUICtldcmHHk+TdO+E71fMXq71VyARMmUOBYqfxFYqbBbQmIhYgDJjKkjtBnmAUAP3MpbVCNahMJmHpS1NkChQAIXA8EWIgX3B8fhgMnDYzLDOLjNVAKNuQCMtgiFmx1YdTxpn6RXtkZSpKt2ZMJXkRMbOaV02GjpgyhCb6jMHojWtEBtf3gQUAROn6WqfJo6lhURgForyLhUDILKAOu3IDuSnUsAwBarKLusswVcmOoPfkuMitV+qFfaRM2BcojoUJVtB9GEBhD02O7jsuNbjMWJJg7hMjKxFdOBbGH9zs+NcWy/eQCxC9L0/jI8dgomM7luVH9jh4XJvY2MMQSAB47CqnywaqXEu1aL5NgmLHtstkybNumfAMqxgVJUzEhdgsAoVp1QsAj9LB4bSv2M/2ODAzmZMbIeekxFnLSo7bZ/sg4m3AuAAQF3Bd9SpXdWnpe8MTkHhMiUcUJoEwUeR1nT7h6qivtMuPEtD/ALb2DMzg4xRyMQVOrej6YrTwYTeuFQFBhH7mYTcxZzjBmRjlcbcWMY0CCbyr3kBYksrUfYUxBB+hXaEAJIy/PFfOSKoHAnU4fRyGrlQ5GI294ZVAIZtxJ0qKvgkAAAC/3MAkhSy7TUCggmdFisnIZ6nvCAgHg0+I8Kv+TfrNiDMrFnd2KYxhI8Y33Cz1eL1MZqXp4nDUAy12Ea413GpQrb+6u5Ygy9MOPYiLPzMQGwERSH51fqFHC/8AZyROpB4fg89hIAJLdT/+f+xlidV/+gwYWumFdpyKUcFnWJjKlzp1GP08jro4xBF20wW4VbjswhSw3dQqA+29MQpb/d6BnTpuyoNWxOpLYqztwVUKAomfKbKLjwKFBZ+mQ+GUqSp6d+dh1y5d54w4QAGYgHg58Ow2uHLsbnR8avwVxIlbdOuxbtjCuYq2xok+IWJqwdQa5ha9ALIEAoAfpj9r2yp0OP3O3ceAToDYBE6ofAzD/UTXO21CJjXc6rpUdNysumBtyL3Zq2FjlYMxIDEeAebgQMGbUqR2YlJa/wB3vToB7HOp7GUqSpw5tvta78dS1kLOnx17zp1J9yidMPeTpWmUU7idIeHHdkFo4h7huahCpHBgEUUAP7lULeK+pR/vHx7KuhOi/pd+XCH5BUqaK5HWwuDGjHc2uf8AqNOl8v2dT/UadIfcw13C9upjeTqCNcWTYwMzZA5vTElnd/dBiOARtoxmY+YR9/3QWwTEUMaPRCsWj5EUgNkzkZLUZ8RAMsEAiZc4X2rjxNl975MDJzASORhz7qV9M/8AUadL5fs6r+pOk+baEjyUzXm3E5lsImjeT2VBDoATEXaAP7lQpI3EKzhUdNpUxnsAafX950BvGRo6B1KkqdxUIoVx6v8ArK+xGIirQUaZ8G23SYm3opM6kU86U05HZ1JvI06QcuY6sRS5DlBKvOnxbBuMY0rGN5PYeQDBDAJjHN/3YJBBhYnk/wB4IELXX/Hn+quuPCqaUB46nnGdAQQCIaNiMKLCdOKxjTql4Rpjba6t2ZG3O7TpkpLhvmh0q3b5umq2RTYU6dQ1Yshh0x0GBObIjkbRpcA8AKu0Af3Q/YASLrosm3Ko7mUMCpZSpKnBnC+xwQeQzBQSyIcrmKAAAI6B1KkggkHp8oYBDM+XYpExYzkYAAAUB29c9IF0DeezGu5gCwotMK+T++AlWDBWDKrDty4VyDlunyrAmUeF6bI3LoioKXXLgXJzDgyqeBk6rxF6bK5t0xqgpe7rcm7IRrRhuLiZvGHCAFLZ8FD2Y1Kg3+8rjLeCCDRnQZbQ4z/Y33ZXCIzkK2QlodLOgJEwZxwkzZ9/AT4rf7ymRkNrZJs/zMOY43V4CCAR/bddmsjEEysoIGgliGISpuVZ/fBUbAox7tOhz/8Axbux5Q9j9B3IpVxjIL39vUZxiS5dkk+JWohOiYTw/wC9hbNQgA1PUaq0U0bnTdQMy89uNwrZhExsCWJzMH2QZQSFJNWSrhwGD5ipVQcmVGXfkxltpWuqExvvWzq7qilmz5jlbcYZeoOgmJyQR++gXK5h4Mx5HRg6Yc6ZVBGuR9oJHTJSbzAT6+QhGLbicnO1Jh9jviOdNyEhmyOuPIEypkHDNl3bVVQorVmCgluq6hsrVDX1rXYJhHDH97vGNpDVd6gXxORMWX02DDB1SZuOwKBdE1zMRKHKzoyNezauR2vMi4zjdAwYWMCZFBEOHGW3HV3VBbdV1BdgF/kiief0MfCr+zZQoAiqTGUqaP8AZFShAbI4cgyuCYJiyKhskHKWYVAxXlcHXke3Mjq43JXZtHMCKOVqV25+vxpa42zO5LPCdBpx3L4X9kFfb+lQ2Lj3RchTgEkmz/ZO5c2amAJte8exGBfKysxKhiPDbfoLdwp6dWmV0bcmP/kvrLj6jDk+Gta1HdEFvk/5HEOMb5OozhieYVXaCIEY2RoIYNBpjVS1N/dj9EckCL6YUlgrFbiNiHDtVnb/AGl6FQADDX0VUAEE3RjOW5OqdTnT4r/yWceR/wAof8j/AMov0P8AlAY3/J5f8X63qG8kk8lQxDVbrarR5M50V2UECpuG2phK873qyFgHmDzLAJi8sP2cZCBQ/ub7CO4V96HQMwsBWYHhgQaKhjYGTEUqLV+4iial/WoFhq0XyP35EUqTARzfaP07qKpYgBhRIL5U2BEsytAeY5BPGitRiAB+X22dqC2H74a+oAfrQ12enwCT2kj6JJFaFahrRWKEEM5Y2dBzDhIAYsB9EEVLxemBDOIj7bBOHi0CkMAf3saGx2gTDh3kg5OmBCwjkzjXx3HQjsGTij54ApCQ6qGsBifB40xBuXBQMVdf3uhoV4ucVrjQHmH2kkYM58vkzKBUbK7XL0HbxWoI+5fbyZ47FDE0qKVUA1pxD+1H9YriGK4qXzHRVvssyzKjtu2CeDoRVQTaSaj4GCqdCjABj2HtuYlxlBeStxqYlxlG3emq8uMhJ2oUCVd3++GqEvXaew6A6o1cxupDKUn3MKq+IAt077qDYtg90ULRvsEAqFjxRN3BC4HxsmAkchiRjBKm1X97x3dhjZJ1BIlnTiGuwjsAszEhRVGnUY2vfovkTIU4rUGXoKl0bGi8kLGKuQox1RA/egxHjkxkoCD8w6AEngiuOw34MBly502OyXK51Ziq58mxeD1GQwmzPEJFQRgtCuw9iYqQvphJvt9RIrA+NykkDcLqFlHkOp4ELAeRkQ8CeomgYG6JAFkZUOgYG63C6hYDkzcL26BgbAhIXk+rjlirnqJoWC+ZuW9sLKPP8wZEPAJA5I55EDAkgEgCz6uObhW6AgiwXVfKureCQOSCDRAYN4775EdwdAAaEdNnEUkGwxs2YB+TjCqGjNZsmtKnB2gNvC7Zgba6zO+5oPvTkxG23L7UXcwEy4thqV96Db9kcVCNtbR9GXdEauoDIIAB4VwrPateQkZv8DFKE+2Abna8iiiYhtQTj2bTuxXtmL5ZIfdk2l/T+JSqAGLzkmQEuoDvuQXDZvLAbAMx/PJoQDFUeo4j/FoNmznHewW4LsVmNrUTICcnDsGCR1tSACvCvl+BifFYzbQTFtCjkgHyqj1HEycI0x/BZiAbc7ZVAp1yfAzGxWgcHxbvr70UAkAuoB4lHSwQAAE2m7JFQsartv7DOWNlTbcseSZcHPEYBTxLG2u2+BLvzux+mBoDyDGcsbisVNzzMR4I7HUkoREUhnJCneWmRWO0gM98xka9ykZG4IFCguL2kMgaqZFILkshsMpGRuCqhRQxoQXsqd6tMuK+VcMVoDCaqYwyijWRWchSxFtFUh2aMLVgBi9lQbtvK4m8lEKsZtPqBpkxEkMrAkGiuRqDOCVICnIKEyKzUAcJIiXQ3Kp3s0cEqQEBCqDsdCSmx3I3upKkDZaBTiQqCD348Je6rmAE8QY2JoEEeZddnErtHYuJm5FCAcEzEcYve1c13EQGudcbUw/eh9XzzQXjdBfLRMm0WGYk8/oVKMParkRmBNgKa3QlCwpgU4iAEgHIoViFAviMKNS4dAOwG6PZkJC2CXUBo1kcLk9pJx7qtvzFyEJZQED3ZGIAAxtuWOGFsEDcMWJ3oJkYjZTmlYhVyEAxyQrEf+gXfFNgGYmJBJOQq5t2IbHWQkKSFVyAdHYqyGZXIoK7naCCdq2QuRvcVZg2xsjkUBsyeYj7gbO8uyjc6EBnYqCQu+xf9gXtQsFwuSZXj9EanUm+yzVSuLhJOnpEqGlFeD2E6tXFYja12ZfjCFABAPAjKN4Gh8GKpoOFYMLBYl7CGnImT4tE+KzILdBHQKUmT4NECUpOT4NCH2AxaoVh+JgAORwaKuinL8DE2DadMi2pmP3FmZASyqcillICZFoAj3uGGUEFXnqpVzED7mNgZHJchyqqxAHK0GXYWA8/rVpu8RjuNw9pBHnVSZUPEPcIi7g5n1WqI58MSTyBCO0wRSbsDkA6kA8EIo50oedQAPAAHgADxQNX/uUJQPkgHg+mk4PEoeJQEAA8ULuUDUIB4PppqAB4oDnQqp8ihpsXzoUU8kADxKA8MLr+wI1ABBJFa4lVmAPU4kAB7L8TdAZwSLar47FxMxBiYVqZ8J8KwI4MDEeJtY2R9XPuHSjqoJMxNxt7b4isGFhXDXQcElYWAIWM22oMwPhm2iyWpd0U2AYxoEz1RGYKLgNgGK4a6DgsV0VwxI1Zgos+t9kEEWGyAGguQE0WYKCYDYBhIHJ9b7CuG5G8bgkd9osk0CYMwgIIsf2AgNXeFsQRt4AJMISgewEg2DlYijeo7BsC+7s3e4GY+ptWmXNvNwwQCzUfFsUWGIsDsOoVNtkNt5WwQD23s3rANhUnEOCxb+ommL/KZfiYWfbRx/BZk+LTG5pRMvxMT4rMPhov9V9MXnJDdGKcl+5/mgNCKFAO3D4YzN4BmT4GY/ikzeBB/CcZHo/1Vmf4xvgYuQBNsxqQoB/sFFkCMKJ08Ag3+iDCb1B/PYK+w1bgOKh6bcqshUg0UwP5JCEe7jQ19KaPLG/FjSoy7eIpYKRMRta7WxhiDHTcKgAAAhS2VtETbcddwqFbXbFFACMLBEUUAIQCCD6bjgKoUUCj7iyqGHy9NwSVUGuY6BpsyngqoUUDjN7lGM3buu4EQJkFQqGBB9NxwFQLHTdRnpEkFyLBEGP2bIoIAH9moJImQtdHvFaADQ1eg4MdtxvuIozpXtds2gm51Rf6JuUJxCvF67WrdLC0Q7qVAE3mqmI+6v7yx/dkkm5U5Es/pFaly4UG3d2DsExJsUCXGy4ySjZcW0krfYJuNV248TNzGFd+P5ZI/wA8en/10x/PJH+eOZb2xAl2jIrecSKRczeFjqMe0rNx3epOCCIcah1WBQooYfiZ83ILYwoLIGtbmJyKBT+pkmX5LuxqBZX+4qBcQxc6iGA1p98mcdh41AuPjKmoBMZCtuOTLlYAnDn9pDOSWJlmMuOlK/o4s7ggEix34wd2SZDToYuQNwGbbksq4a65RiYLdlaOSBYHuZSswghTMwsLCm0q0yEhTWzJt2zETtALA+ommEUpsgoxYM5cbVApaiJaEHEGDNbsRQOMe5mH9riKDdGNmY2VTbZHUm0OY7NkEsaC/AbCwUOZwNSFoVE2kjc4UMajIVq5hYKwvPlRgNrEHS7i1RvKigKVn5igE8kCzoZUIqKxXxpgAsuUyq5IDVdD903HmtXfdWhrQBj43MRtPiHnQbdKGqgkimybx7u25Zlmqg7unRGYX1ONFNi9bNVEcobgcg7oOQCP3MknsCkgnsx5tisJcqArRBqARqJ9tmVFSwWg4lkcdlHtxoXIAyYyh51EDFfDZGYC+x8eytMWSjR/dUQuaBBUkG74lSvuBbBOlcXpfi0Ask4wpJh8msWVNpV3ayewxVJ8GAmq7UcqbBV8oLwgAA/q4sn+J/cwIrFTYQeo9N6S009BPSuH7EWGHwJsGy4VUYwQuRgCoLH9DpcSkXOoRUPHcMjBSoh128XqBGFdhGiMSBf6w/Y//8QAPxAAAQIFAgQEBAQGAwACAgIDAQARAhAhMUEgURIwYYEiMkJxA0BSkaGxwdFQYGKC4fATcpIjM0PxU3DCg6L/2gAIAQEACT8Cur9F4W3l9kGB1gqEyjgHuviDsiXllR/dcMnBUUKr7IHmeUK2JeWzyzyPK9Uz59uWaRXQPHunQI+QNcjkFtljXVrkTs1VvIPyf/Sq0gz1Erq8gSuyB/5N9GeQRxC6tjVFXZRAvJnyVi51Ht8t25A8KzLxeyZxWsmIyrL7oWvKwlip0MinrZQ29UiVEWwFVGqiKJl2UTHZUIRTHk8Nr50h9kOHVSZ7cv2QZXWCgwFphtNqHlR8PDaXDDw0KPFvO2mibo6oMLN5VGyh4d18MExZ5dRsUXJurqLiMOJBPxelZog4iXqKuEHa69V+We0sqs7XQpYiTwjbSBzLlRcTXHKA90LX1Xl5TKizYqgKaqhbfkl1C0QvFPxHeL9NHhhGAsIkVVzeVlbZRdlnnC2ZAmnh0EvdWQq/mVZiu8gB7a68StIvyowc8KJh6ouBYyh4ntIvvrscouTNpxNw+lQtDsoeFpXRrkTpklCsPq5A4lR9GFCz3dCgzrLcV5WFVTfWBWQbfVQ/KWyoncUHLN7zh8X1ItKuuEFl91TWOrSPZBpU3Kv9R/Rdp7afDFtj5AM4WNMR4dp+oOFYcshgrldl5cKLxK2V214FAvDFeHn2ivIUCxcIN0VRjkWivzbqFibhNDCFiXZP1VlFUqysjVRAKvNJ49uZbnAlbeIIu2sWujeQcQ6qSAMg5wnJwoS2kvI1CLr7K2yrsFdd1hZvP3CzcSqN8qo35bS8pqURwsvM/gE/VOvSedDNqyiD7KBziLVbVVlCIebDxdNFovk6AXXbQA+5V1Dwx/pIcQwVi2r4YhG6YDEJ1s0Wm2Sh3kXkWe+q2sOdkGN+SaE1CiYtfkG90XkWe+mE1su6Db6KKI8zzHyy9VTPNVeG3tqvmQaEVXcKFplgLquyvqjEPRWhsouLfkv7TfohWLyqEibPldvltn1dh8yC3ReUWCPItlM/TkPpNBjQB4kfF6RM9uRcrwCHzJoepuUOCGDyk+Yyv8xEdIoL8mCP7HRYXXZQxH2CDdFtKCPpQoEbgq1xKGI+wXw/ifY/svh/E+xXw/ifY/soYw2SELZVwi8gT7L4cahj95locovDKCP7FeE44l/9dnVnlBH9ii/1IuECfZQRjtIuCn4vUgT7L4fxPsf2UEf/AJP7IEE4ZHw7aRxNhDzGgUJPsvh/E+x/ZQxD3GqGI+wUHxPsf2Xw/ifY/soI/sf212yoTFgsvhRoGH30XCyoI/sdUMR9goYh7iQrKGI+wQI95wR/YoEe64WaQJbYKD4n2K4+PZl8OP7FQR/YyPi9I1NHCKMoC3QL4fxPsf2UHxPsVBH9pwhlBG2KIEe8n4lBGR0CgMOxImCfZQR/YocUoYj7BQxDqQqhUEoI/soI/sVDEPfSCSK0QIJFd0DFFvEoI+GHoUCPeYJ9lB8T7H9lBH9iqaA/soPifY/togj+yBHurac6ReolDw9FHxUrKqh4RnRZeUeKKQ8J8Qn3l9RXnh/ELaWw/KVxaRAqoofvKIIiy80WVWE+YSpBgboCEL4kH3REQ6LwR/h3QYi6oDYqu5lsFtD+U3/5OIcMoaR+qX0L6VQoy2h/WUUP3UUP3WCw1byiH3TFDgO8K7FRNHgT+s/oiAoofuoofvqD+6h4WvL4kC4Y4W0+oqwsrR399P1fovrH66Pq/ReeHy/tP6R+S2EyBZESIRHlMonOZ0Gj+n9ZRQ/dRQ/dfUZMdkb1gP6K4rCgzGyteI9FSGEfgvKKQCQruvpP6L6TL1XX1/oF9Wj6AogEQV4I/wAFQi88w0EyFsJ/SZRw/dCGILyZG07ioWfzVo7+8vLDWJUARfb2VHk7izSE4X2nG2OGTvPvqvH+S8zcSfwedtlbR9RlYjxjrLYflq2C3/TRa8XsqAIt8Pbf3kSCvMPMFeGkXto2C2H5JqIEA2K+oSsU3hsdwvoK+nRtD+q6cncS+pEj2XnFjurisOj6z+i35PmMg1USxxpx4YVeOkP5q48UPvp+r9F9Y/XR9X6S/wD9g/WX0j8lsJRVF0C28sh10/Llf0/qvqGq4XmFIkK2iH6rzGsR6r+/9p+qyIPgP6L6TP6/0C+rR9AX0osV6gvWPxmT5D+kj5blQvsdH0lfSZHwx0ZWIZYnaO3v/ldvdXFCvNHWJXNYvZWXaTO1wrRWlXdA8O8rzfVYWkw91cqwCsS39tlY0XpLaPqKtxNEOjKsMQXkPkK2GrYLf9NH0rZvxbRmFfSdGwXqAkaQ2W4l9R4P2Xnh8v7K4hP5qzV0f0/qiz5XxR/5/wAr4gPDhv8AOvcS+qX1S+oqHwKICDC+s/oouHhLr4o/8/5UfE5a3+deEa5hyoQV4ocjOnF/df8A4re69QdC/iGj6v0X1j8jo+r9F9Yf2YqsMS8kXl/ZfSPyWwlE4QrYS+kfkth+Wh2KMai+IrYnvD+qPDV3XxR/5/yviO2G/wAyAM7HzDorGoXmNINERpZfSf0X0mf1/oF9SwrGX0BfTK4FfzXpH5z+g/mEWJDOvij7f5XxRQPb/Oj6SvpMg0MNVYB1mZV7Re68t4x1/wAqwV4tHdGQP/HFdF3tqhIG87ptH/UIRRRReGi+F8T/AMn9kCIhQuvXQ++j6l9Z/JeSK3Qrt7rCyyYGG8u6zdbBb6PUP8rIpot5Qsjh++jYLYfkvKu7I+U0EsRleeHzD9Vchol9Mi7y/p/VB2Xw4lBEOLXuJfVLHiMsklReADKJBFl9Z/RAl6L4cf3UEUNXc6W4vS6odpFuCq8UO+ZWusWlaDxIEkCgC+F8Sv8ASVDHDw/UFeD8kXn9X6KrRA/mgZ/V+i+sfkV5Ir9DurFekMthKwzP6Qun5I8UWdps4UPw1DArlCp8hRqLLeH9UHqzL4UahI6q+JFuqxleSHzfsqBf2nqofLQjR9JX0meY/wBF9UiPDiX0BBzZQB91fEOVcz+g/mF6Q6+HEoIqhtH0GUMP2RrdsrwwD8VlANmIrtLyx0PvLFY/fUDx4K8qPh1QRKkWr05VThYv7qOAHqV8T4f3CjgJ2dXvD7yd8S+or6j+Uj4ofL1En46MoycRTHie62C/2mi4qF/cOq8MedigF4RtlUAXkhzudGwUPFQfkrYRdbiX1ld1Yr6VFP8Ap/VBzRfDK+GgxGNW4lASCaICH3VSfNEvPH+Wj6z+iDsar4ZXwysU0xEgWRYAOSo/D/SmEP1LAZVAYIMNpXjr2UUI9yvifD+4XxPh/cKxoricPCxrKEDrP6v0X1j8jK48h/SWwlUG4XaX0hbD8pkVxr/p/VBy4UBXw0GIuJ3K7nqrQ+b3/wALzw3/AHXnhv7f40YKsVWH6cocEO5VgqwfDv7qHhCZhL6AomHCviFVlmol9B/MK5hLL4ZXwygxvMeLhicr6Sj4vSd0eGL0xIERDzf4RIIsjPeW9ZVCDnbblYW2JAiTinh6oM6auJGEQYfdfEB6LMrguo0XhirOJjxKJ2irKhFlFwxZC8QQYaIxZVBtLKuJFlCYTuLL4kI90TF7LwQ7afiCyIis32XlektwviBWMRIl/wDWb/uowSRRRFpxCF2Z+6+LAviwL4sCLile2rdfFgXxYFG/soW/qKNTc6I4YTxE1XxYF8WBfFgWYj+eqFxFfdRcPuviDsv/AGf0mWhepXxArY9pxtE1VE7holcouD+aiENVFxeIOOiqDWcTOVE54n/NByqEKLhjyi4YafiCgCLikvvO22gWUQh4m4X7r4sC+LAviwIuCaHtOMcZ/AKJ4jT2lhRjchRAwx/ho8UG37KLh918QH2QMP8AUbqyatwETKMAiEAouOFtBJkRCOEh/sviwL4sC+LAohEOFvxMywY1UYcwlpFiPVuviDi9MWr4gVQTSZZ7ytheXCLbLE3I3lCSN5kUxmULuj7Tq2J5zzSIfdWepTA6K5KzzHmOGHZQ8Sp0/g8Qc+nlXGEGGvKi8QuszhH/AHnDQ7zhrckS76bCy9V0eX301QZQ8Qx8ge2miL9RyjptDdRMJ22QZpEV+877S7zsb8giuoCudFkH6zDDdViN1ixUY78y/Ii4dufm3I80X4Dm3QbkO0xpwgIQPNoPWQ4IF2lEA1V6r6KHee1ZFxvph4YWqyxbTDX6pNbGvFdfmeyDPblBmzpAHDnmH/8AaDGG5Rn2lfZBWl3n3Rcb8kEaSA1aqF38si8u8y42KDPI2NpNx9VTiuJMwxKsq/L1JQpO0VVieJf2jroBOuFiLldp2FuRU4G0zU3UXE/IL9ZjyqkIsJ9p+kUkW6p29B35YLbyi4Wt1mxdX35gB900HFhF/p5V5GQ4QmOackUisUXbzIAmEqj4kW0XxI8+LiG68Wy+84niN1tSfnf8NJZeYhFwcrNZH2RJOJREcVgsSD9Jt4fkC22naiIrid4VtPNSrZVsaCz5XczpCVadspxDpiYn8NFH3TN+CtlYrohEThpM4soWjfxHWS22lwBlVGU/FtJtf3XZWwnrZUHNZjnOrFtcXbKLzrLz+qfdRePQB41FOI+GyaF7mR7asaM3l5v115DiYBeR8JnmcXEN1C75mKItpi76QC1imJjuUHnnS/H6vkaH6T+ifvLzDzLvK8/7lSH/AGyDCR4fzQfqeY/FnTvUIgnA1C2dBZWNpV5FlDXCbeNWtF78gAuGqouGbPALKAcRsUCxzyH/AOR/wQcqh1BhsgAwbUX66ahWNpw8LKLhbVhAPoHCyL6O8vNLE6dZYssICFgoW4R4WQLYmQGD100dE1UJbdMQ/lVBtrDPbmRO9xtpFfVpvzYQOHM/EF4h+OjbRVHsEOGf2XiZBihfM/KrYnid+ZT4gtKnVF21xV/PWfbkUM4vDtJmhlXZWtqoTYq3yQcC51h01UEbW5IPDkqGkWSgDxSsbot15IHFlBoYfKombRjRES1lDWz8kvw2TduQBWbdlcK5lAIn+6Z2dk1NtQ76yKUbVRBUmKGxXst0GGNZIVd0Gbld9Vsq2EA9hKIDh35ttFZRP9XI7FVOrtMLyotDrxebUmBTkMfdHwn5Gjoug8BNUz9OVY8j06S2yuFlCWM68oEkGvtK6pob4QZG1kXkXa0sI+JZ5YohyCQi/WdRcLNVXNV5RSEaGnlRO15Yliw5G9lnyohtlFUXQrvojJjzDyyXMg6foroWvybfJRXtoDcQYKHvIkIsN0eIb6cS8z19ljW4OIvksW5AYbaSPDhN3XquVGD0Q9p+IbK5leG40RCJ7yF7aC3VWk8RTdIU1cKH7IWuFD4T6UPCbaYupP6aC3IvDQq2plFCo0SoCe6gZcLysuHsuNOyYqD7IkKMJuy7mVsq2JnhCqJYl2lhQF/wVBtMShcmx1AUk0h3QBayuUWfKi4uquFeJVdRBoMfMMYm/FRUndFjEovA1BMcQ25gpvKIAjGi5kOQQc00h9NyrjleKniiVXqNF5Ej6dGJ2Fpi9kKby7lUO+6KquxUMJ6ot0UFBtPvL7ovTxe6BbA3QYdEPY6gA0nbpItnWEQ+06GK0qYXb2mf7TqIpjPKqZBioQ28jw9U0VWXptPOvNF4uhUIh6KKo80KjbovE4zJ+LCoMqLwomt9GLSi4Zh3Vuf30YssW5WEKG2i22svLOrE4RD0GqpWJeIxZVhMiGmkv9WnsZhuJYoJANDR4bStpNrKxTxxxUhhRY591BTqV8KH7qCKH2XxO0UjKEGl0YoTsviFOVTEMKr6o0EeEHMvZBntryieIC+i07L7ovIuvdbzLRaL4Ew69NJcNrFBpXlbfRfkB2qUQXxyMYRpMyhrvrB48HQOLZZnY2nTQWREQNiJXzKHxCx1h2vycarYkB4hQxfpKxug7cihPl2WXQcq+yD7o8XWdrrwG0zSYA6BDuoR/wBuR95V6KmRCqxSiriFREfTDo8M7KysCFE4A/FMhP4nDCL5/BVMK+yIfbKCHuuwF1T6R0V4ldWgDLa6GR+aIJ9KvKIBsaYqTsNHaFUGIQqxflPMOmoVRKkgK1co9Yit5HiG6qZHy4QfZP7Kxsq0pLxRoaAC6e1G0FhkqoGVV9LgaLDXmWdV5RVHpmHPp1jh6cktIkUomienDyq6IiQBYqJybiVxdVh202ivIW3VlD/+1cpoT9QX3QBfBlQhG2ocWgs2o8InDUIh4vTPOdJZA8R8srLF0X30RNF9K9XhQVIgqVUcY7r4kbe8/pH7qi9USxRl0/OZcnzcy++iwsscih20Dh4rlHi66Syfh3VRsvPkYZQtw3BlFjwrNhIvo7K+dNhqLveRpzK6MK7X1Q+MXiV9tBf5nEyDvCobyoqjeXwoSvh8KxKyh4l8Ir7KnTkVMVgEGDUdeLfWfEPTrNTcJvDMUWJXRtMkI2lbpL1CTgEUTqpYFNK+8sDhR9J/JbusrHidF5DNYsr+1dpPxeoSuFc8i8Xml7lbfIVKhAOPdDzZQdFuid45kmfC+XXldF4dAfos45pdxpFN9RbQ1aIgtkStfQHeyxIYog8OyhMPTryYvEcLK+yDckUmzH7o+L6ddd+kvFFn3Wzrwk2kPDuos+WRHhvyDlgovBFtppKvLYxN5haVjZCup/6WXw+HhbiULT+kS20ZLLutv1Xp8IkWZRF1hWGm+8h3Qb6lbGmw/PT5kB4rmZLuyxyb7yAEKyoREyyi7LKLzg4om8TqAERW0Q8AbKD9JXwvM9ZYVzo83ICyjReQry45DB95DipnSAeJRNSkriyPDFkK2sF/WrRWlC9KKGptymhLVf8ASXbk+UzxSZ8O3IqUGMrDCsLSDSB/5MnRQZKIMNwdBYHKvsg/RQ8Ok951i2QoVC42UPhVcFXKORSVKKhCPpCzaW6+ofmixwr0Hd0LeY9V90x3RZ52hvohaIXimG6cu5yi4nlRPGb6r7Ly40CkVpFnUTosN5f3RRIKFyfUm90zWdNXM8WmX5F9YaKAuSi2gU/DUHAwrRozbfRZdpN4UAPb5G+uHiQZ8I1/JFxvoIhhHqXYyYOiD1Tu6o+U0TeoaYXOj08sONlQbSIio9NDtujxCLR3T8KNdpm1kbY3TAQ1JRoMytlVGDoGBPdfUPzVOqqu6NqkoNuUBXKB4vQfmYXHLNBZP/SqIk9TKJtgoqekrxcHmInDwkXMmOi+vN1U9FRd50hOVaZ4uqtL7IigqF2lVHxCcQDY3T28PusIF9p0fdRCmNGOSBXPJj4icTptpPC1gnbQQG3zKoGOXV1eKuhqag0ryoAjUWG8srzfUsIOTYovDl91DxRt5ULUOm0syDKxumggFUXAzLaW5XYrYSc/W/6IMHsvqH5ooIN/T1V4kOLqUO4VnpIw+y7lQ8XUqAfZYvD8mK4V7ysFTpIM0h4dVisrFk8QAdFgbz+yammh5ETEWRrKnWWNYLbqIF8SI/66RMn/AJRR8rJTtgrsjUC6yovEsaww25XlyvLjQG0C9kGjFOFFuHyMg26yqGEXmQXVXzoHvzrkeGWJe4Qf2XZGhVxVBADhyE3uu6LQo8Q3RYo5dB+IVKjFC3DrOvcq2FvKIyt6QjQWlSHCvGrKKmFexllWuUeBRe8rYHTQPFmLkjQH0UK+0j/8mAoRE4ZE8LuysU0FWUXEJ/blZQLb6yC/ID7T9V9B8O0jcOVCW3kG3ngMNHuEGatZEttIF/kwB7StDfREPEahDh4Uawl1UlRcIReFdk3VAe+VRXFUXZd5+qhntX31XP4L/wBK2nMrWKwqHbBUXCfpULxszfqUBDmkone4WF5cSHi3RoFEeDn7L7Kl7qwuoSVVvT+8rbKhXk+HVk6L8Pm27SFeIL7L/qF3CtBRlbhrLIHyjMrIu1ij4v1mGGAov/k6Ik7PrPbVm8oegMiDxYUQ4j6VidBkq2NIJQblRHh2UJi4eTjKzJqagD7zZjLKNr8ssIrq40RHgReEoeLJl5UaKKvphQ4mVRsEH47HaVZZ0tSVlTBMiWlCWk3ebl7yoF7EyFUKr+9eys9EHXh+lF55uoeILtySOLLq2J7K+V9R/NQh8HdUkXiiLcI/WX0RfkhU1+IEfFF+AX0n9EETU091RqLJP7IqtSugC+6xTUGCDjm2ymfE4mZVni0rDCLwSBpfQGbOlonq+yttOLhb7rxRxeUo3yi8xxDZdkH6KHhIwsVZADlUa5TePMoQ0IqoIfEqnMoSBph8b3Rx4ffWWG6i4huiZB2TuVXV3mQeKUWuJmQ4oc+6p0XlyixONPcqo3VU4L0E8yhLSiMsIFzpsC/dE2dEAwq1NFYY/wAJjXfMyw35VCyFQoA/EalFFohhOId8/wCF9Q/NBVCwuyxCf0QPQq4ilav5mWYi33WBX3RoLrKujSEVfmPxZ5lArTp0Q4d3leLzvZXEy43VDtyCxVTKuqvxDYI0izyoeLou4XYS/skabSMIIwEHdC15dl35IalZB2vycKm6IDabzfi2QqnlD7Gfh3KsMzo9ii7mrInoVbEsXnCXAacPii02Mqg3Cce6sKlESodlhU6FMTsrZ6JzzathUfEgB0ErRWkGIhDqq3LS+63X1BH2VNwrxGvtK4hVl1eWCR+qFF5OL/45Mcn5ckUprLBF2zOhVsSLc6IROMfNGhvLsrboWVpBtfroo66Sw0DmxEfSJYlbZYXCKW66LQ2lbTlAdItHqNFXw1lf1LzKIB/EV4uqKiqh4mVKOVA0IyP1T+JQuCsq5WOSG90WReT/APJmRLbLdEJluZ7r6ofzRX3RDWWKLYIsurfaXqr9pDhR8uFlDurPeYd7aC22gkN5lWHfQGOTJ+qxZEMecPDvzPXr+0w3RE/8m3IrOGm8wCTVxfvK4022R6ckUNjJn304W7NK6hrYnWRoAL3K9WJnsnZqNoOn6aLdpgkdF5cTfrIWwhUod14fZF9JY4KhomhhjwonGxWeYzBU2KLjdHxSr0WSsxBdiq9VY1hXqsheyDKzo8QVHoAsrdfS67hWBqoYiAbsvDsE5X4oeDp+qvhbUC8tPy5XdWNwh1Mvh8ZKDHInVpGm3OJbaQLckFXgUJ1DSe2qsuyAggC9hKLhWaaBXed8yJI66YWIuVWKLzdPZVRLCw0+qokbyzaVkWGFhBCk4i22i3WdtFtQqDdDxMs6CwHJEjoZoZGIn083ypn6TirLdYiCzIey7IuBZZqFYBlD7q3mnaxRCvgoUkR0VpQQVo6ovtrtlBoVA5NjpIhOVbVkoEjB5UTk3Cv+kxwxfVyYAHyJUAxpZ/S68L0iEvTU6LC3ID7JoIYLCY05TmAWPWd+VC5OeVZWednpPHNhDt+KpH8iO83dFhlO3WRf5MP0W8m4spjFhdgrZV8L0wgICIRmoKvYgrFCs0W0nIxEo4f991HB7OhxfkjawXihwcowx+y8PuvF1+Vi8T+VQjpEohxC8w9KK2Zm6roPF1n3VlE8UVodN1cCnuqvcKx0uwRPBgSiMMNl2mGA9OjbSb3GkIVzONgc8iJmtoqjXaQ7abqqYL8gnR4vdUMI15vMs+UXbKAi6FBzGt2CHR5N4cqFm+UwsX1BntzX4vRo99dViV8K4VSc/soSJxe0K7aL/JHwiwVkeIbzvooUCY950bIVTrsZYtO2s1yNQcY0WNOR/bpsg+yZ+itDdC9tN15cqDxPSJQeIXM3bpM1OJU0ZV8nXaYeFBoca8VUTQDzLIqjCBusK0N9Ypox8jhEUx8iBosg7Xl3QrL7o8W4R8yIi66QOWKC+sg8SDzfizq7SLMriRrgagPF8tEP+sn4/SvY6rC5WPKJRV31k0VZ/DH/AGXdQ8LBYVG5mLe+q5oNGeVld0/DgqEFxUq0qabaS3WXdVHOxrvO2VblmhvKiLjdWTClSqfToxoqMoV35LsrSurrE80V9I05wmL3XfUWGVbCygSmhUZdCL7qAH3UDey4vdR9ioabhA/1e8gS3KvhDhos2913W8s0Ev7j1nbUTx+pFuEPMogQ/VqweVi/vqtBLtp31ZWJWXF7CXZdtV95h9tA8Rv8hbSPuogDsviVGFEg/sgzoO1+Q1aGdWwrRYTHorbaAA2ed4Qooj7IxOg43l4SFc67GR8ttOVDTREAM9EXmF4vyQp0VsK3XQKJnCp0QaP8FZ2Wb64WiFzuvAdp3HlWNGF5sJ6r7oONlQdV4zsoWarab50Wxphpus3KA4x6pCkrDnZOiDhiF1AI9OVZVChqg/LJ/wCXHKLHA31l1hA+Ky9N9FslfeQfdUXdCqCpCc/vqBbfSWR5AdZUQBho2hjEm4jcKk6xG/RGmCvunVCvcw/siKYmH5VpYQ8RvI3VW20UgCZhZWOVZEwmQQlVB1hRId1RxQpupE6QnKtoDwdbqvTOg1JoJi6YvZ1EAUP7io+PeRqQyrhlEIKO0sLPJPZEAnCPhayr9ScDZU045N7abxZVdjyvNjQ8VM76KDKi1Pxzvyza2igFyrCQoU6ATKkS7ou+CrYnB4hmR8JuJCgvJ+L1Sro7T8uV4a0fZd/dfaUHj+qRIRqqjeVrQfuqhBURVOqILIeGL/W0seYX30WVAJAjqFUYVHTd0eM/TD+6aEf7uviR/f8AZfE+J9yo390GP1BRcQKhQVDhXGtqoSvuvNshTdYqshB+FMDsFG0cOEWfKN7iQJ+lUGUfcq/MqyvhXhzyKA3CsdOflashCyAAx8qbYln0q7I8MKHhFEWp4Vc2Xc9ZYXiP4BRt2Chhj65UVNHp10hiQbl4qob5WFmQ8X6ryvVQtCES2yt6ivLZNsqIcbXOOyvkdZUVxWWLnVmXssTxogYfVugDxbp2uWVyrBVkUaY37I8MG2e6qg24QQihezzPbCYH1BXk68SDIO9tL6PLHRfZYwmAHmZYwrZkyirtKixoDK+gd9QbQF4l9pkBPE9vadgmlbb5G2Si/WfxeP8Ap5Lq+/LARAReRZ8pig2yNbBfgijU2KJVpf3DojQ1k4Oyz5uXbk+Dpmfm0Zsg70QoVZEvF4W6SLCPwpqJl91hG95B9OJVkKvebmL0shUqJoIYqQftKhK/6w/qrSqCqN5V2RZpeGHdCv1KyqMwr7S8sVIkxVEWLfiq7oM2gJlEFEuMw4ZP3XBPhXxCPZRcSAPuoSPZRECGwRB2RAa2isKflCu6dtBZXlYzxRBRELjfZfdF+QXlBwtptlPw4eRoTV7d0zPVv0T8OH5xZ8ou2ddk4iUZWbSwokSWW34qiwsCs7SuKwruj499Dt0VDnSAeJHx6BU50CpwF4ol91Uw5WdOFdpfdYDyuEXRKZb6LlBxsqA8myLxxWQrLFFVoqqoR9lZWtAmL7I+68guUzbLvJl5sw/tPzMqgrKL5bpLErCwTzpPywIuyLOvLHUIUF5Rf/IbicXjfyotL7zgET67meVjI1enEjbCDsu7q+Aq/vptlWxpHfQK5VpsBDmZZHUdQd0GflRV+lWyvDCLBfSvFDkFdkH8QorHCf2XddJWFtEcU750j3OiGI8jNAVQhMqGn5jQJeqID8UFUbS6CZrwh/sml9SLDfWHGyGVCGa2qhCLmfli8MSFE7r1URDIOvNHZf6UO4XdUH1L/wCRQQq5rL6ij2Vwsh3nbEzwjdEe6clX2kS2FlYorSLbaA5NjMI05DKhONdhO/S0yyhO1FQItELSFIrc+vvpuVQjVD7yAJsqPeQIhK8sVoii/N3afpc/oqbFMhVb6QLU5dymiMqCL89VlY1/WYY0/NelXaUFd1lf7RVZRKh6L6ijL6IX+yHunX1IM9x0QYTYIV3k1JDw2fTEAyFqmUIicLMvPDQ9esvSKIyvF4YZGiLwlFvhj8VHDwHytdOAPJFP6isZVDuvp10G5VP6srsMmVSn6oVNZ2wqjZVG2dQHMIDaQ6oZHw3HvPtK6tuiWFtAPDvK2VbGrGijaLoaAZwjqqAWCtlV+HB5QUO6vyrIO2EGfC3dB2wg3RbUQtdMnW8i0OSjxQ7qOEdMrurmnChwxbhF0BDS2jvP12KFd0ahba/SAHldZLfrKwCoD5VvL6V9kPunC6zPZd5fUi51eGGKnEi/WT6ywCxMsRVCuVQ0VTFdewWAu6dGhq6P/wAmBKGrNMYkXC+lB16cS4aCxQZB19p39Sp1lcUVjVVALRrw/Tshx/kqVKpFpfi9Sxf5DuqkXl5cq2NQ76D4UPLfnfdU6qB+Kx0XV7aTwhWxy+yhw07+qe6eW630QmGPJQ4gPuifB5wqEIKu8g7hlTRYACex1ZLLF5Duh6v31B6BCQpP1RAIKhzLfW5/JChtMAMGpoubIMUWV5d1sv7uoUUIljxKFWN07FW9PtpyV7MixRdQirBGput5RcSLzDr+2HrLZhJ+J6BYyrREMu4kOKGv30XVyiDhUORyfuh4UWhTn6D8nGxNDDpviYfKNDefs2dOdNkRIPyMK2VUT++u5iKMuxW+i6LcVyrbo0VQrIjaKH9tP1CV1bdbavqH5oshUXX2X1fvqPio/sneW093/VFMVCzQ10WTcQs2jtpiEIIeEotw2Rdsq6L7pt6a/ZOrrCzozRUjP5K+QvwVRdDsoeAH7qD7oB7iWNFhZVj26IHw3BmRwwmo3l91fdB3VjbRhUGANNJN7aHMIxJvDMgZ0u8oXiyJWFuf4aV6zZ1CP+TeTUqmlfEsow8XqXlxIdZB3Q8ZP4cmk2RAeiNradyVdVCrrjiX/wBg8vUIM3mUTDYI9yiPDPdZiRQYo0TO1FbGn6h+ahZBeEq76ugWEyhIpPEK7o+yNTRXGnCF0O+mKo9KcjZfZBt5MwlCL3VEXwVeeYlUFYwhXhKzRW3mxI8oKuh7qFetWhR9ldBYJEroLN5FGpldUUZpuvNaNNxReVRltkSd3TRdJke0r45FjaQdw2mIROJiigqQ0byys3kXG/yAB4snGmkrGQdRMPqUQMP1ZXeUXF1l4Tj2XbS+m3Ju1ky8Kut5UJPmR4mzo9JorXPvr3RQRbooYiGuFBH9lBH9lBH9lDF9lBH9kIgHqVE+yZMhk11We6JVIhlH01E6VZ53KudF8r01MvtMexUPCDUShP8AybpgVcI9WRLbSPEN0W6KiLzy5P3RYdEfYqxEoeKEp0GKKDMqjZXwvTRFjEST+Sd0VUG4W7q6woQBlZVSLtIgUyt0Jk+KkUIULi3w5lir5kGRbqi/XXC73R8IsrlRCEwYmRWjZlRGm6LvdWi8yHi/LkXyg1KyxrrEr4mRF1Gp+6aid/TI+H6ZAF+TRQ9hMPNqiXDu+UK76B6RVNT7669EOHYK5uoCB1UP2mGl9oVxU6qAOF9pURonRR7qq8Kb3C8QX3lXeEqCEdgvh/Cb2UMPSi835SzEg8KsbgqnhnX1FH3RESagZtI+6MPUOg0366MqKoVSj4dk1FcSJZBmvoqOEUXcS6fnKK1WQCZCQRr+kvQfzRqrosg8JGkRqGL2Qihl3QVrqEoD7od9NFWQJUMIZB/bRF0pohiUMXDeeORCSoW91FAgD1UEStoyoh/2QJ9kAFHArf0ovyA6rw3lZCmUQXXdQ2QHJOKzNJPxPfDIAcIm7+vRfhDIoWX21+mveVFeyNdpMwsFQFN7oFCqonVQgyNcqFpGEbh0RJkCOqvIs13Xf/CqZblREJui2l6iyHC1kFipQ8L1MoPE/mXhghug0oWVQU3CaCYfbRE4mbrN0e+pn4IfylRG7fnKg9Xsgn6Kh3UQXn9Kdzd5dwoWEVQrb5RPuroOvhwr4YHsuFEeyZNEnBBpIvvL7IKlqd9b8JxuoQBuixQ92QdeWQZ7SoFBfKtIV3XaUQr6dNSUHKaHZXComorL7q2DJq5lDR/NugGmPdCHixyOyMhUbJq3VsSalNBkH3dU2nbO6fhULQnKIPtIkJydIpvL6RXsvuqgpmxqvko5ZF1919X6S7pgYQ3VRU3UcJCML2um9kGeUTBl8SP7r4kf3UcUXuUTJ7FElfimZEAMLL4nxPuiYjuZDvJ7mqciRwrnC9I/FP7q2Cg5R8O0rlD3VEB7oPuqBChyrjWQGD1kLZ5A9A/JO6K6T9hF+6ihOQxUYG4K8WxwiSd1UrvL3XiGFhA+6MwgqFRVCxEZXWy/BOGuujHvMMrytDf9p9kbplCvcKoQp6RIe4mxVxUKjavNkz+6rMoAhWNYUHhyqQDH6LGFZCXdVQoahVOYUPC9kGVVDTSxEV3kLL+5RDpyjXZWyFDe7yYkrF1R9GKlHw7Sq0I/JEol9tIFczI8zhAJq3QbQTLdXCKK3kAgE0tiqEWRk2J13RfisJbl0FY4X0rCvEX7IvCUKKzVKDssK8dvZUX3UTDcqJxhlZGmyyNQ8t5/bkB/BD+Seknx+eh1UqpwhRY+yyKiQPlwnCPCPqwogfyKDGRLhMmQYhYuVkz3CYHZOFuEPCsKgxIeOJV+r3kHkPsu0q0Z0PDDncq8K+4kyCD7FD3Wa6aP5F3nwgbr4n4FERAqyHdHst6LzLz+aL3TgqFB4xd7BMIhcfqJ1bwkSzZN4byh+ythF5C+Vd2THqmrk8rOdfZBwythFgVF2RIeeweZ99YcuUIao0Re82n9QUXsmBlv+mrYy7y3lCIn30fV+idpWAqrxFB2osYUTbrKDuslCwomTBqrsFtxfpKi3vqJD35ezfpPes2n2KIrQBCFBy1DJqBlCrxGoRI9l8QsMFGH7JusTKPi3l5vSEe2JO0vqK7Jqr6v3R8O0+yxb3mWZHhhFv8AKobESwqOS8XRNw7Lw7qJNHF+Chg4fpQpEHQX2WBJ3PllbKsLCXZf/YU5O5kSEa+kqyKtBU+6q3jKAXZXsPeVuEuhL6tI8X1TPCiBALFUIVZhml7oAe2ihVfpbRleXK8uFfMoXo8q9ZXf8JZhDjsu4QVs6zcVQlgFCu+jdFmqm9wuydWfVv8Aog3VG9imK31fVLuj6VaD81VFDxnze0/SL9Ue4VRuh5jWX0fqJWW+oumaGV8Lz3Ovr+aFF9l9X76yzbo3uVc5X1B0ZPQWToo2qV5Vddh1VSVTdeXEzh/1k4X1aP8ASsDxe6zI+aW0wPeVN0eGHJyZ/QFbdOun5TuVhFC6xdZt7Sp1mfEKRIVFvdXNSrmgl4lu5l0hX3l1l5kD0aVJQ+LeTdCqnJ5MBaRFMcinTQX66Pphb7K67J7a7gCiZ0OhX0jVgURZMei7hbk/ijeVpZgdbqoyEHlQcR1X4v0VE1F9K9XiKsvuounaXuruAuxVF1Mv+o/M/omKorvPMx4bOiWmw3TVD6tyGRYhCu63k/H+HI9I/wAIo0VcIGEbKpNnR8Q8x3TysKQjTm/tOhXX9JtUIOIPEUGXaVofDL6f2QI6ysiFaHze+g1EIdWlu08JvEf8SJZEu0rLssSoI6f/ALVobnrL3RaQbwyoYqqoliryryCC4eUBA1W2UWLLJVyrhCEgYKADxP1VTFZRDwFmnTkfSGRBBsVbKqG07K14kKizKiK2Gr1GQQWZw8O891cLKqtzq3VXQKDg4Q+yJMKJeKnbRbj/AECsVZbGTWcqo6SsBSY4htM02lfRF4xjS/nP6K6PssEaIAzVGrKZEeFbugzK8dvZFwouyLPQacq8VvabrZ5+69aqgsCk8MgU6ruFQmgUVD6kXGCoq24V6iAmkyuToDAiRKyWXlKq8i6DZV8Jvql9AVZYhV4ivKAzIy9tMQ8ahqhCTC6o+EHKuLqwUQLiyb2kDKIQncqvVAoOVSK4KLlR58ipuonHM2k3UJxTSKxLzGpiRsvxVF/tNW34rEvpKDRBNWVspnlughZDuqiI6A0vqXYosopUVvTo+v8AQKypuFsV5RWKRIKYsqOVaRB6jVC0AtMGkqTPqP6IVEuiAOmpNCNFGFwgrnwyyWCLBmEh3XpppzQIUAZWwZOvp/WfqLIUAkF7oPSX9P66MBWE/S5/RCVwKT2WSyr1RluiekqyLsvMPLN6Qt9qKiZZCzSCeaQ6O0jUWUbCUTvcIsVU5VCEKbogdSi7ZTNIv1QdD7y7KBwuG9giQq+/M2VkaoXpoHuqxG8aoRmX2Ksv9po91u5/NVn9Jn5V5Z4BK+6qi/RBgMT8wNkGaQegVRKqqMhXiv7IU3X3QA6CXmd518TIeO8RRQqrmh9p/bSamywhXaVEHfTfiP6K6CHvp7SvL3KNEQV7lZQfgDzNAHVzeYobSHm8kjKq+mXsF6fzV9kE6FPKJbrdV2X2lvoFqOj2MsnRuig3VdlQwu3VRNELCRLyd86PSSP1/VYWUQDCfE+ysJU9kXhgtOwuuwnT2ReUPhWbq5QtsqHSHB0WR9kRSd8aAw21fZBfdHzEUlFDCiSqdFCgyKNQnGkNuVjwiXdE1VuEoOs005ookFdBy+FSUNYbmdiEWRCCFAvVhHw3bRkP9v8A9yEmQKNAF9p9llbzNNFdEPD8SX1oBBdNV5j+kSuvaTVLBD3Es0GgnovJBfqmYWlZDiQXT8p+oyZGpoPee6+pdpYBmXkbld04Vncto/6wqsqI+KDfS1XqVaefEEyqgsyvFQSD9JWF/eXeZBdF1aWVXdBm1jw7yDSxdARdDrhKhKhPvP6Z+6ZGhsdl91ZR0TH64unRPJj0XT8tHsPdYHi90fcIyDeE6Q4yF4YSfsFQCkmlvf8AFUhs6N9F47ey7SfXmi+8gxRQC/u5ZeWdX1K6oV0dGvpE8rvPNAFaGVQ1Ji7l/wAEbSPq0XNzsEKCXeZn6iyoBRVCzumhhh9XWQpvLc/msIq+m9yigFtIMsKhuZWVlvXk71k8qoMuwXprLzRflyAS15A8ODJ7eJ99Qboj4dlhBml5RfTQdVX3QFNtAXvSVVZGgoJ+KH6SvhxEpoYTcBbH8pHtK8TfsriWE/8AT+67het0V3C8rGVwsrdXioE//JF5v2VdxL8ZDzCRJm4+GLxIOBQKyoqyHhix105KeTIVXmP4IcQQYYGmgFymOxWbIgoP0kCdMLRDzGVoiXRojRbhtFSbI/8AaV8L+z90yssl+0+v5lNL0l5wvEi5PnJ3VkaYT38f2sn9igj910likKqgUbBDi4kAA7hWl1/NF9H3Rcs5l9Ik6yJYGF5RWJMgV2kJU6rNjq/sh0Fl5YaD91iyzK5XjjNEaxOgi/QIACcLuso+EWGnxPjWBXOmwlWYlUS+0qbafC2TLdlRZWE9Q0//AKx+J6K4smXkETBEKq8pvCgfdZQYq68XxN8dkW6Sq6DKvVXhsuGgru8g68I/FCgsJVVlUIK0W6HFC91lbKF6rxE+YqyLIOFZDjhjrxaKQ/Uq8X57yBIN1DEu2gsvN/tV4od/30BV4QyojRHMy31IuBSEqoNCgYtiEGgH3TcLMBP2C2lcOPxVd0GQQcY9kOCHqu6KdeaLy/uql/0QY7yDhWaqFrlVH6r7KizUrvo2l91kgI+8shpD0hiPZYlaxkPfZffqu6Pii8ui3pQoVSEKo0YtD+6ApoDFD/tCvpmCT0XmOUATCOy+3KsaokFU5IvIeL1FV4qzoAgG6rhi/wB6Kh/DQLrtMO9tGFYh5VCt+Kjh4V412VF54sjaWQu0gC9lxw7ICNlDwqqDHovOfMei80FvZEppQ/3BGL2QDjfTUYj6p0aKoQ7qEA9FCe68MqFMQvDOFuqH4qGVhQSqqPOjbzsaFWUPcIxhRRIDrvK6K9ItP/SsCdFi8rxU7aMVRqqFUKLqiKquyyt2/RVCCMhwmeFnSR5ZOtxIDw5m/lH5K04f2UMI9kKK268oLf2oyLdFXqhxD/bq6MXHsoIkP+PdB4tz+irMXQ7J1i6x5SFF+C4oui8PRVW9OREA2qiHC15wltBtPYCbhGEowf72UT9FThk6L9JQuN1bB1GsHhK7ruE7I+ErHmCqEBxenqr3lnye6vIVwvvMItsFcmsmqvvKoX2VJGX9x/STD4g/GQVtpBBFef0hEmGK6YjogF3VpW6o1juOmn02V0TFSryyh3Xmhu+yJZF0B7hRIhQ9wuyuZ14A/wCipOhTIf3Bew0FgaGVJYumQC7BdhPI/GZdWn5XqeqbT9IrIBNcTxLzQUIVlV0C6cFDurYV4vNIsf8A8Z/Rd1VcTL7rsgqFVmy8Uf8A/wAomJ/MrGxn95FXVCuHXCW3nDxKj6QHd+JB1ZpN4aqDxQ2iR/8AlGJn/ryYoSRJk1UHBXlTt00VhPnCqDYoV6Tur7aSXsI/3VVjKYhB0xCiHE3lMhQyDwm4ReFFBVCoVQyJffCvvKhFimgj+rCbsgqhUUTNvZVOThExPkyrAbhFBWTo0WV5XqmfpoDacI0z79UWKYydW3XkFtHlipGor1CK7KFN4bug0ErGxlmVYcHZERDBEg/WQeI+XZVMsS8kX4FCqHZN3QqnBRfeL9laTP8A7fR9Iaf1BHjfbQHhNIgrJlfdXkxjx+5VXn/7/ddjMt0nSRFfSPMohBD9Iv3VRKsBuP2RcStISLsfGoAuIKP7ovHmdnqrKz0QFKvIt9IUMUg42VpxFpBv6soXsjXQ5/q/dMeokUUWXiO0KLQ7BFl5sw/shIGXgi/BBpWkb3CBhiGyN9kIolBw+6qdXjGxXHBF+CJ9soxlrKHgEVnuryLiGytKIhQ94VFCX8tVlRAbOjxxbQrwDog4lecTdMKAHqF8P7lcIURiP+2naRIPRcBZfDH3Xww1nWNrJmvyu8i35KFusKjC+LB/vsiY/ZUh2XldCkVtB7KD7IRr4Zf6lxO9APKrpj7I0wgx0REIQlQAo/2iy9NtXjh2P6KKKD3XxYf97J4ugXhHSRZrSyg4VsS8osVGFG/RBoMIj+pWwrTrDmEo8Bzxf4Ufw29/3UYJG11TqVeR4YsPOKm2FA4UMY6onuF8Qf72XF9lB91Fwj+mk6DqqiRYqFjuF8WH2r+y+LC/f9k8Z6LwQ9LotsVbeZ0RFtA8VmTUtIHhdiQnAw+jCh4Wvo+8yQVwlCD/AHuuEewUcXtL7SLEWTCLb9kJd5BFkAyoE5CEojx+kcgIJh7qpWAiIep0U0OvCN4l95WvJmlRMiO0x4/UdNNnkUBDDDYBAHi15sZ1eYnScVMBF+GgdCguraLSo2US86nEhSRR1hlWdORR6KHviQIh3kLHzdF3VHuUXWdAmX6BBl3kZBAoGY0VVNgqITpOsO/PqL8PXRlHXRROin03nSP69/eZ+6IEyOsX7I90eLrMddRbmAIBQht1T2lbmC+V5gsFQD3l4YYsou6uVcKBjB5otNGuu2ukO6ticTdJGhuEWRryAIZw1+QiB4sLZ5eq2gkgWkLLF51nvo8R/BW2Gksscn7qp+r9kaZKDCf0z7y8MW37fJl+HB+QvPxQ43CqZxNsovdlC9KaMKjSflBuQabSHluiB7ovvymRYXUXj3VZmgtME9VaGd8SsLzq4qNleTUpyAyr0k2o120XlVU52zLdHVfEjOoyvZbqhNhoGscPRR8JAnFxTtlUgwP3lYYV4vLo9is2XcT/APWeZdEUwg28z4YfSh7ovvptziR7KN/dEAbgImInJQY6O8uyzXll+UTW6h4uk4RE+qyKJD6+wlXog4NUwgsBMiL2RIGVbCwoQCLzxZHxE2mX1Gu3Ioo7Wl95NxYdNx8uIQ+67FFoxcIMXVIXuqxeqJFhkp29J0hukrp1CeGJBnuhXdAjab9kTyA+muiwvLFZbLMvV+cs6hXCo+NWZvxaw/yDquhlv5UOErvrsL86xtqY6iPaVhrpptto76bC6oMfIWXheyq1zKihB4s6CABvygmCivcSvhERKAqFuHUEIT7r4cPZAgzhJXwQhwopioFCT0RZ8SDpq4TU0jtp/u99G08299AYbcwv1QA4V2XfS8i5NxyaDRYyh/8AkOdT8Q8sz8iGe2k6qabfLMxpyC23KIHUqHiBW9FUyhdWdQUhwn9uUSoyvKJXwiyjOupnWOLAQZrIeHdF4YqifhO8iraHc+b31QtHmWLSwu50fTqPiwF9k/yQ8WHVxY8n02mBSlFeQboiz5WJUeVl2ExxdJ331+oPqLSLtbVExKqQrqqNdp3+Svmfs3zUPimLoM/KiAaQbcouQUaPZBnuFFwtZW1UG6eezreY7qo35FdxKjzIHVYQd5gNFSdrrbkC4qUP+zcoFkGe2iisVFw/8YuFHxQm08q40MG+88X1Cr+bTiZbEofH9WsKvDRAjTdWwjUelXUXFEfNoNNueKQ35wD9VbC+/IqUG+IPMVhCbVDaDaVE3ZV5bVpXXs/JqdpX9UX7T+lp1H6Kxsu4VD9P7cwMR6tXqFJsaU0X0RmGAIuI8m8gZ40VhP5owtw2RJ2mwPVEGJ6Iug4N1QCwkC/rTvhEvjS8jOFohc6YoWR7ozNlY2kX6yBbeY95QgdRK2ruso3UdZhpRPKoyEKL7co0ivyKnSXG6teUDEXKPD8TJNlVpiv1ToZFlffSGeyIHvoDaAPDnnQ8LCq9QaQYNq+87ZXlFguywHneGhVp33ldWCMz3RvlGHTD4/qlVHWSu6B4/TKoOFTZFkYQfUmJy2s+Io1zL7aITw7zzozJ39LJuLK7zvqOm6NdEQ3MKvtou1EXe+s9pHw+lEAGhi6IvDvJ7eGQqc67G88lW5dDySXVY3rEg8hxdOWXa2h3xyM82/K/ul7lbSuKFWNDrKueXipm39LpuJ6tsnbL/JADoORD4maQPviQoL6/eftoZgoaxVgixM8DbyrqHitxKK/L82vCNduVdXwEWKjhi9pW+RJEsq5m/H6edEDxY51Sg3Oxb30baLih1dpEBfdeL2nC3CPETum8VdHqoZ31jzWVkCxseXSTtyD4dpGhuNHZReK7Luscg0Fp+Um/VRA8WNUfCwXsonF5BCu/zcXhh3RV8/ORgtgIVNhyx784MByR2Te2i0ShqfKZ3RrkaLCUXE+jKoxUQf6VSEWMzTbX2X3XmPlUTkXGku1pGgsJs/IzyX03kHZXNzoHmFF3V86LZV8yNNtIZ/4Fa67jlQnh35re8ho2oEB00mu2gOBfVC5Nj8ifFtMn/kfyyxaVkXa3IzoBYZVkXPVQugwRptLzzrLz/wC2kPCLy7S8w/FUeXfUasJHlX0hCovy67uirbpq6D4MiT2p7oWQZMYYlCIfZY5pfikeR3UPEqfKw1IbnDnmh+ZuFc10ltBvPzyiYiwV1hXxLzmy3oUHQurSPhPlGhqKxtIscDlwvEZHr8jUnkBt53lbZHhEm7pooTSAZTt+CtiVQUHhKPhBoOQGp8j5jlX9JQIQ8t/kM/JCQ8JtzLc22r3efZXURhKLjfT+HKOs+B7IMBhUAsJeXKfh2wyaH4ZoYU1dpHiCtssrEw5weVFzYRxDOnKwVQZVhaUNRcz95is7Es6J2ZeqyuzcMwC9KqKnM7ar8n3XsEWe/wA5ffkGm2rvpxeYpvyKBEcWFcIW1EtpvtruZ90JRcLCkyWlFW7LGku2EG6TufSrQonpoFdUPi+qXlN9bWo6AfJHJxIsVcryw3RaFEB77KIRHDKPgRfrIOvcISvIkRv+CPFxXTcVgCv7zIk7Iktb5D4jf0qy8JOytjmuD6VETPvzs8i1uTCeE5lbQGBtLKid1hB6PCn9v2lkMvCj2VYRjQ7+nReyiP8Ayg10Y0BpO6fiPkTbcOZM/VRdYiN9UfCqtqYMoX3lCeILPKNDcIkDIkz+l01bsouGIWRJifxSvIa2dHw7ou9jy9mWJ5VzKrloYVeE+KFBhtJmEs1CxP2lf0fvK2UwO+lgh3ljleIt4lUc8OeTfK82su3MIDY0/D8JuV5MI+GQpvIu1tPpp2lwyFVAQN9VK3RcxXTgrzP4l5p5WRTSKmyB6qg3KL9eRdWKzdeIkeLSxdXKLiMIdNGZDumOgt1Xmt78tvFIOrTvoyW0s1pOvLhQcRNkG6aGtUaQPFSqhA4aK8K2W0sVKpDed9vlLbc5uLqmEXqWeQSEX0lweRs+scXRUewUPE4ULj6UwgegndGgxr2WZh4tlQbCY4mwgz4VhIkyJCL6rlZUHGqPZQj3n9kGbSKu67rywVRsr7ld9MJIQLi6GXfm3yJ2GoCuUAPbRZ6pifS2iPhXlCJO+tnapXmBqOQGEOJQ8S8w8wQocSuVZNXOVYJ2wgyDuj2CADWOfnWY1+RthUCxrYe6q6j4XxLtPwgLCxyi59Q2lmV4vP0Cxood/wB1beULCVsLyzfh6K2NAb6ka7K4QYCR4RheLBZRpjjlEhRFP/UdMQDXCsSi73TO1d35VjeTSsZAeFWKpKq3Q4ekg0Nxrsv/AKrKz05+LoUsvFCDTdV6ZnZEtwmcQPFhWXi/JUHT5oVwdQruouGj/LGfiMRoF3Ew2oUF+RCDxBpF1X6f3VzcmdZBfaYsq7yrPymd9d8o0FyNFkGAlDbzxoClpfdAk9U77TFtFU7bc/sFEKemZJVtFlvzyw0/DEXV9FjdQQ0Xw4Txfhp+HxcSeDIUZ+yjiLWCEQmDya6niJ09pQg6rldkAPbSK76Yjx7IAiL5UN00u2eV3QYjPRHiO5/ZZDo1iVtpAbLMvhwv9eZh9xq8I6SDqDhAurRaCyzIA+8vTRbyqblAOh97Kv8AuFdOeIOYhuqe6LqAd5Uhv1Rd1CIvdBukg/T5b4cIbCghqq8PPoMqoilZ6rvpLKJcRUP4pq4CEP2UA7IGknYKB18GBURKDjdlAnCi5JG5GkBwanQPc6rhMcAco8Q3kSjdGmUXG+s+L6eRiy7IEtdUG6PGECPed8jUWZelDxG0souYgyjhbYrH5I9OT4YgrE0lCRC0vsrbotsjUWkS0jXA1biQooe5ur6K9E4GyqqFNCQKSDxCxRc6CKSxywRyiPbk/wD2LEiArqz1XDxYZFii5QfbRC72mzRWn4Iet195+KLPuroUNHRcYn4a9kA2ys9OW3vMgytDfRCWkzE2yvLNmFGzIg9dYVCrZXlQ4uSKZKhJBXeRA4ZU0+qTOFf0zLjBmOjpndkQXCPCD5lXro8RiwsjkRcLLCvOyb+mdph+kvP6ZBC9jo35dViyII+S2oscseLBmzGVkGG2gMNuZfVTplBhPGin9X7rsUeeXNyNQIiZtB9+XQjCyqMsKE8O6vsn7a24YRdRU3CvoLnWWReR8WBMs+Uxh3/ZX0WFtFDgY5tHyvEMFHijzOy7SBD2VGusK0WVXLzst+ZRWe+67ci/JoQjTT78rK78r06rZQaGVkCBKp+pdyvL+c/VOxpKo2X/AJzzj4yWZXEKHhBqZ5su+iHhozK/MMLbI3WboD3nfUeER3UXFCb80iHLnQPHKuxWflY+EDCPh3TRwxLOEw4cLvLCDMijWJRwv0TOKSyrbdFC3Xmio2+XfiwoOIwiizrB4vSZgv6TK+NQcZm5CEXFvrtFK07D85XNlhZosLN1iYrvLNpbrNdAJkB7yuqbleWQJQcw+ZAjkwB/q0emQdsKEQ9Ai3T+I0JsVbQHo6/uTttIsfq1XKi82VAInzLY/ID3Cp051teEe2OfbKhib1co8m0MrDRm3vrJA6KvVAEBQkdZ5yrTcnZBptwi6PjhFkXmDWyDHRRBgfLOIwhVhK4uKf3kRD1Kx8nvrJEPLzyIno5GgeHeVJDwi51Hh95XCak/p0eXEr8qJtkbLHI8poi/ReEL+8/PN2QJ2iMqOi50mu2nzRflyM391UowQ/70RPYIRoxqId0OI7Q1Xhia3Iu680zdX3l5HqV5Xumf0IuZ2WM6fJDfqrHV5Uz9NI8O/MIh6lRcZWMqIxfMNs836NuoPDvOqoIqtq++gV3kIYfzVldGrzhui2yu1UWAWbHUajy/qs55I7q4ld6/IDMsyqMyxM2XbT7ac6X4te2h2PpyvB7fqhpoVCIv6s/dV3GdZbdFzoid7yJbZHooiXwi9JZ+UPhkOWfCFQtb5qEiXZHEqLCNp35P2X2XlwEORbOgr7hV5Pw4QgxCuiC3m57d03E7aC/EMfrM+3Jvibv6p05W0x4vTD+qrEbnk3wqRfnyR3VDJ/6kHGyoqzoEX+Vxyq9UabIseTQIvz8SiLs8idPflkBl0HKoTpdgr8regVz8qBDTCh4WvK4sqRZ0VOFZ6a+6AVuThXK8QyrQfmrnlhU+k/oeRQhWFJhwJU3VsSpZEnTFU3HJ99QIjF3QHivFySwCFMHU/XT0RJ05FeYS22gUOuwura/+x5dSjdDiiVx5gqbFYz8hbTUq/wBPKwrWk8PxRdHTYmqovtLsqS2Vk3dYmH6StouFSLZUzGOp52b++th7JqK9ldD2MzXEiWQPyl4sqJwd9A99NYDcJy1TL4fET6tp5WNJKB0RA9Auy+I5+mYBKtFq4ePqrSDDkuFYmVsq2JWl7JuEZVIoaRLbkXEsqpjcFMgK/IWitIO2F8LwkU6LKFBdVfPIPvoA/wC2dHbQS0xMV3keX6fErnnNUa4BAAiyuNXeQK7D+AED6lbkwldhIMjQCst5tXdYlnWaGrTygBw5k/FnlbrKgMQ9LK8ZfRSCH76aAeYpwXWbosvuvhh8Ra4eHpzOFvUFbHKc/TIe6uE/ItlF95Hg3TtlC0vC3qURka/Tyfb5C0VdYdZWUXiF1EIW/iVk3FlHzXWFfS4DeGdsKMEn0zLTbxa7+r/CfiHlQbfTvozaYhMJzpB4RdMA0r7KjY/gJZ1dCv5zoXuqk+qYPH6TKwtJ5nxP5ebkk/IYPyAJa/PvDyOw68xmFlbdFxv8h2TE4nhXzKtcK8/DF6YRK8rcqpFacy3Ksba7aDxOrhZnEInGsX0wVOUb68K8s6L8hqadvkPfTaQfog3TkZ59oqa7C5VhYcpq1ohMl8vryj7voDaQK51M5uVaHMm8V1idheeLyuq6vY8q2iERPqi4VUDKDAcksEe8hK/ILzBCiAESYgepVVeZcKpN+RStUfcSDy3PyG7L4btXjmQPecXE9/lbQ4QAI2nm8tpXMv7vfQ9NF1QieVcX0jTHQTrw2QbpIgcOJFhumIitOpmSFBU3i0glUijUKLI1i80w+nEryFFnlxeL6dXpugz35VBL1zaE7IeEoPOLxDGiFm8xXiiwyxOj8jzYVEe3KiYw2CPiR8c74TeBm+Qx4j7lEAAWRatIU1ORaK3Msb6C20qBWVjZe4WROy80VvbTFwovOm6uddjI2tOnFlF2uCrq6DvMismpzje5UQeKyJ4cDkRAcOJFnvJ2bzSBmUHRZby8ptyTxaB30bvqJpZEGj0l91YaLIjpoqqaO0i++uIxQtVFgTUqLiG6IjADnQG01KDTz4T8sJeqZtbm2lHxPeVRsv8AzLtPAfRTcoIv0CHDIPMj2nflemyNORUGWVCzZ1wsDoJV0PEPV0TtyPVeYrKMVlH9tG8jTZWFGVvkw2+j1X0v15NyiBEPQo2IsJRFxaHlRsIsI8R9SBLXk3i01QLCWJe3xPfnWh/PZRV2mbWVITlWxKMD+nKpw2Ki4vlfvnRs2gOvtoD7LNQraC0qvId+RdBkX0nw7Sws6sIDqdBbrINyLZVsaQ/RM5AcaMLeZurnkni5BZV+JyMK+OTQqJvivZRcT55RrtOKkh5tAF34uRV6ELtzcfnLxNsoXDqHh6SfvKgFVSA0hPOZrvrhb20UjFIgqEleGF7rHmimWRfQCNGLnkZsh0Tv6kCAmqryh4uihMINlCDxZ5UBIlipQtfUX0muRqNTYIkR7YQPmYjKhEPCG4h+Ug5QZEld9ALb6PTacAi4s8kXtLOoU5mJXReZffV9llY1irvLE2BHmVsS9VVcKxvzPN6jt7K4k3ipVX1DmAeIX6os1m5DyZEBRO+JFjuiIlBKKqYoGVQCqk2kAXkaG/IorPVCD3Vdzpi8MJpDqIOgj2UQDCysTJxuF5co58IVli/Nbw0kYn2xZlaL89flTMvMzNMkDoqwlQni/CbOK1VzfQHG0zayGm0s0Mr8/FTI8wCucqARe6oTVkABCdFpBwLrFpxcQ2VFEiNUUIKtvleF8aLJny2k3DaMhtReUL7K5vpDqGFMinMoyj4cSvhFlHFoJTFQjVRe0g421fFJP0TYe6fr7oOouEMra2ha3VHg90QeoQugSvDFDWquVZOnEUKhHj0d5AlpsyxLdZM7isj3RJi3WEaTsqaKCBZFffnvxZMrI9p9grrOsuEAOFhRUfKIibI5A4hkIND6RyR1RrhC+qJn9O6dv1kQeoldEy4pfkj2QYfjMiuOZaWJMOR8NwQ1dfiKttPwwj7rDo5sgz4lZeIagPfKfrIsw1h0HrVDwn8Jsg/RU6a7aQ6FsqEUmUxdFtXlWZm11vr8xK7ypFiJd9Af6YueF/cr6yKYk/FhHi68gU3XvyIQaL3aVDCslFnyi7ZRHiDFEVxPZV0914XyV5clU3kLIHifxHEr7y/Cdwg5UNcFM9wvLidT0QYq2VCwNpffSL2MvIcb+yLt4H/pFlZ2jCtiVtGE5MWgWzo8R3xrwrbL/wAzqJGrtwqGpst5Ch8wyvLieLqA9SqFWF5AiE6AyIDYQJbMoXex2WKciF1nmRWsNVl10gc+FyfKZB2uiA2/MHvIEEjxcX6TuVT3leZ8eBItvDh1sjbCDQ4C8R9Db9UQ5uouFg8yUdNG5VZ8IhZeUUhl5bo0JtqtusotIEaKAZRc7673EiRv7KMNFZ7+y8fwYXHF0/prVRi7wgXI/IOoYhCDTb8pUeyA/wC3IA/7TLBUh2WMLsF3l6tGZX+r912m3R0QYzYK+ZFyZw8XFaR4SEKGgO6YHKwvTVkOEjSb30UKuqouTcbaQ8xXfmBhoyW59tZvdWFucXovTQSsbEpnxp+JAvifZEmRIUY7rhljk1YaM31FtEIhAyuyi4nvqJAN2Vszhf8AqVTvIClZPwYkLX02KLSLFFm/E9AoorWe4y6LfCgJYN6toVF8TjrAduH7L03Ki4sAKwmGe0qQ5VRjkX9P7y9WjHID+6ZzjTEOqPjf8JOWtt2UL8VnkHBuEOGGZFQ7K6DEXl2lTk41++kPLGjZ9X+hQFt/kAwNl2lXkX0ReL6VbdQjw+qd8aCVFfdWUVtlHFKyN+QOGHaFWN1D4sTpo8tw+su1tDVHmyq9eQLXKiHiyFhM267LyGhkH1jj4KCAX96W4VdqEjvUrxQxGzVC+HEIn/DqqkGhH7KnsiwimXa2i5tqtldtFmUXsJinKyuyjrkSNVZ1TppIgo4RDQYKvdXWVdYl4QBdWNpUGVbHJ9tL8aqdOQyyiNfhh2GjJ5WaiTMEfKjbGkt10FgqHDaDTbWSYxQDCDthGg9KyGRptiT/APJlMzvIA/1Z5FMxFeYebRaK0i0zXbRUoXR4UX6iX2EoWa/VAtiYlE3VRUtEyP8A14lUPRFmsJO22kO9lC4yh4SaFARYYqKID4VXw30Bf8nxOKHh4j+iioQGKB9zcoM5QDv5lFV24f1RmR4pFuqxnVnzaTawVIxMsyDCK2oK4WdAB6FQuTZkCEHVWXhii/8AxyiH/VRE9FdGv0yDjKDuPESvtIH212RcazSNOdpkQH6lXrpuSzrKqEVfE9uXnQVCIWnblNXeUXCyq2UKaa7yoqyydZGjyqsONZNJsvMMrN9IZrBPCZllcoMVmflCqctZEmI3AUPiZzKpQ8INYcq2JlBt5M0s+WRLG4UL/D9PxI89E3E+F7Mvv1Rci/uoXiJfjz8uaC2qyuV9MP5K3+3kGPqQpDdDiQ4eiLKF0HNqq0VZmE8VaSzjTXmXKoZ5VDM+Jn0DwhfZYoRK6uJZPIIRREs6Iq/TqfpMEbcgOBcoDodLOcqm7yaiynYLCueSO/ILDdWxp8yFJYwqfF+lRVhGmpKxiRY4lZMDhVJ8zSoQje51BjFZ1iUXDRn/AP1K8RZl8SIRwDxiKo7fdfDAjc8ZGV9lmYbww8Xu3y190KSCEmNJZgh/JV914eh/QqAqgN6qOvREkyLvcHdXPmBVfiejQX0u3TXVkKZAVkazuLurzujVXWFbedlaW4nmXuVUmwQ4SNFgFSDdfdCURR5d1cLFpm+mKmU8X1nZN2QQorRX0lhjk7PxaAKztDK2V5dA8SsZERZIRx5VlByneyeKADwhXJK+yGsSAJO6udNJgkszmYdkPZk/CKxt9Kdo/C5uxx2/FCERQAVep9ls84YWFt0X/wBsoTB4iQL9L3WZh9pWVorck20YllFnVjlV6yHh3UQHDhfSPykESniKt0kAJeImx0WHOsbzxLEz4sDQ/HlAeHKcdFa+j6tOKLzBGujHyJbqouL+rUL2VQcp2L8QRPB6QnY3AV1YI8XFhGv0r7KrLudB8XolnQG9lEW2kPCiwWNN9BlwF4bqLhMKqgyC82QrlWNlVlCeMUTNfm5V/S6vnbRfRx9eFGKHh8nF+wVTvFlZ0DoRLAb5KugvF9KD5kPCj4dkHPog/UrzGsWgtGLDp0k1NdZGuEGR8WsVFAy76N+YKm6Nc6Np7y7atuSCOXA8ZPhKEwPAhepWMK0Vk1VWLKoUKbqLhG6LgVcrhDG0jazy7cqGrMCiRMiCkxId9BZd0PDhenKN1XdUk1UfFhEBq1+QaoaqFXuoaaLKMExhViP0/qhUbosR+XRV6zF9Afovt8ncyyrbqtWgHVVjNym0X9JXq1Z0/ZODmUIh4VD/AMgFgvCHtMsZN3kQPdHiKp1UXFI1lfX5tpGhyviAsWAW0sqIVRxzMqAQtme/McvoKvIEqkWy9pD2RY9FU6A0hTeRYbpj11UBQY6eKnm9uiBIH5ICtys3CPbQB0M+6ppzN6X1dtXlCD1siGVnVkPEg3RXNlHHxuD8RPwxjwGIX6UoZWOn+5fdb35wobaSyuFafaQ4iV5TRsgqyq70X/kqEw5rvItF6OvNFCqQ7KrINqPhC+3KIDB6pnNiu8rsxOXl9I0xF90YYlTRtyYjF01l1cyADUpr+6zZQvsiXmGA0FwqxIeJ2on/AMp94hpD9ZAj6UwkSZhukn43RIdWVSVH7ypvzjPGUKyY9dRptIlpO3WcXAN1CeA3MVnZ15AWDdNpfbSy2UPaTHiavMPtPtpDtfTY+YIvCfKchPE20vxl4n/BWlhZuqQ7fI1hwOvPsZbSwoIkC6PaZI/JU64lst9RaL0KEjlZnfWHlCaeY6B4nui3VRO119kWbZVT28XvIO9jOIybw0UTjbRZ6oAcP5SzYKxmUNJ4cw6v/IUPC1tJbZdirQ5kGBtKBm8ypuV4ntrFd5YRpgY7Iws3h6yGL6yOL8GZ6q78JhzvPHIhNdLeK0s2TyLPfkZnEQJ5+Vwh4TnllhPaW8gEG9keICwUJE3I2VDtrsFEC4oNJadspunLLPYK6NIryHdB2vM005QtnrptMSYAfiuyi8UWEOJrEKgFhqLPlHi+K+E8ETKvB4ey+6h4woSvCPx+y+5us0CxpiJOQg/DeQoUSQLBFqUkPDGvDw2RrefsrqJ2vP8A/aYi4ZfEh+GRZ8r4vw/E0ZbawvLvqoUf+ONy8dT+SL9dRob6PNhACIyjELFFxvpgAMOecDxZMr8r6deNER4RhO+dWFfeXi9l5t5+2sOjwleKHBWV2KydMLEebWPFgzsMciFjoPCRdWE8Is99Fjoidz4l5WumpmQXfQZknklyfMqsoWEK9ijWG6hCMQn6fKOqudN0fMvdWUPh3lhF07aBw/UFhQsTeRrkSADBqKGGGEX7C9d1xEegdN4vZRCIPRtdE75OOyhteJBqV99NzZXCIpibxbPKvFZYlhZnflhdp1ceFv15FFHxoOieLTQDKd/QRbU/XS024sryi5l6qFYPK8ESHifSHe0yPacPDTQGRIkz5W+o+/Ni6srRTJbaZQpl+VeWJDxIN00e5V4jpqz6rrE/vruUKKhiFQgVcq8vS6ERGV8OP/jeg6bP1Xwz8P8ApIlfU9KMbKIcNP8Ak+HuHwvITQdNMXD11mivptuowW9KFTPCFRqLtQawW31UEIqqfT1W+moNwqnMoOMm08rHJg83qng8uw0e2q+fkixHlGmLgCtjREK0ZEEcgO1+WWRcar/ELD2yrDUO41jwi55Nwg28ofaTnqmPCvCT5YFdRloBxAY8NbL4vEIht+SwhfOot1yjl6/ioYYIGemftLtzCeL1DR5QtkAQZhwU3t0n4wyo88K5neQeGG+iyqFR7yvyCAfUrT9xyB4cqwtp3vyMBC+kO1TKF9lbEoeINrIPFXRfTjVmQPHYBAb8KieP1CWeQaBRHxUI5ovY6fQGVVwv9OV9pf3KH8f8J/vrNNtNdeUXdVGyF8Jx7qGoKPC1IeLAuXReD1UegRo578l6D/4QHuPwQDkP4vzHMMrirp655DttyYmIsJC2kd9eLcoeGG69wddvUeshSXUS35mNOKDXCx3mH6KgRIGy9m0FtHeV5B3V8FCuAoXwxRhrVlDXfWz5R+S9P5za7ujXB/dXWT8kLZT8fpm5O0r4C9GQi7LKN6RgHHXojC8MLML/AG6o0t3TeCnbUKhVJ9KAe/Th0QvFur6gA1KaK8hgeqIAus1Ctt8j78tmCtuo3h6K8P5LZby9hLzRfgJgdTPHJ302tyH01mX2CpsJhfeWVjX2T8XqULxAXWVhGnJxPNiux5fm2VTIS8W3yZY4E/TWqpGom6oeK3Eje8+Gox/lB4vhtwQ4bsomMMRi4P6sOvMfPD1VxqublQ0ZnNfsoIzG3Ez9fdONjKxyrTqGoqA2mHbCDPjS/U6C3WRYoudRafblvxenWR4rIPM3uFY0KwrPLurD81C+kuqmOyub8j3nThDyv5laLRfOmLhatVWUJHCPND+qIhzWRbqi/XU3QKMB610jiVHXsi6Ksi2tj0Mh4N/kK84XsgzIPEfLy7YKsMovqPEfiQ+OHIHdM9WhJy2b/wChQjiN0R11YXsr08Xe26MUTwu0L+3JxXSK5QfQ75lbKoRaV8SAfEXIFi6zI+J7aYG4bxp6IuMTuqETq/pVIswmVjfRgyiz5UeHhxKn5qCv9Scw5CdvSFevJ9hPKh8XWUHEeqo6FRfX5coNChXdFnurcmv0wq4NYdIFFQyJLLshTRT302h3R8IxpFDadpWNxyPqTn6gob26cq0NtUQPFJ/+T8NAZ7ckn/k67KKPxjh+J7r4pEPDSGLJdAAPyLmE/wClR8ZiJAhw3ug5D+Ee26aiZ8umYK6ZvkCeipL8Jw8QkW68w02ledDlXOip3VRvlFwrGVhI8I3UXEMFQvCoWfZUiuFdWhus4Xohbkf3nRlWdeQUVohO2JVn5sfLmsrSzuogVFxEX0lxpqjTbmBls6BJV0HAvrws8t+PCqiTyfDGYRC933Lqo2KI8P07ZUYa4hF+9FYHXbPsjw/8Z8DbKIfD4XNTUm/3ReOM1o7Dr/2Mm2blduTVNWqj4SLBB21nh6otVRex5IdlcSamgD2ULeyLysi0YQsKIYujxfEi/BYQRZlEKWCBAldXJ15oszuVtzbTatK/Lji6qAwvcmb6qIuOXaQVrIVsFdGkV12VzpLxG/TmQtudBeLI5ELk2K4gICX77riH/G5McLdk4Bwd+Qz4UEMUUPjjiFLbJvGxaE09j1XhD1RIi/SRrtKF4scgOxrMi7MqdZClnRbZA8cNIzK5oCiD1E6Ig8kWvOLhI8qD5XqtrqgoCSgyiE2K+G4KDFED3TH2Q9ysX5O+r2WbIO1WVJv/AEnryO6yLqJztysqLifTdYvKkb0OFUkq4vLFvlfhQkbqDhVpwuvhxCQfZX5mLrNjpibhwhTQ1D31Ggi4u/VeKAFoiyJdz9+vILJict+SZo4SPF5h1QHHCR4nNf0Ryz/gsUdBxtotjSO+slrshQWCZieKUPCNp7os88y4aG+dJvdAHilQbrsU+gPuoFDDI2RLqMpiMmfCGUaLoMDYyJQoVCK6feeVixnm0t5HWAGzMM9pm1uUXfRm0y3VR8Zi8yvhAHoV+CfmRcLWVequFnSWm7LKqy2deGK4eQobHUffTm8s6c6Lcv1UihP59lCY6wnjix7+6LepobfhjkBXixdt6EtVPHDw8JEPhi4Xa6D/AAoxDH1YeK+FxcZ4YuG7bl1TksslkRTR9kWKiJg2QaDTeQTQtXQ5DVfXQhV4S5VX8sg72kaRXmeyAA/GYeI+aIoujbCDRepDxPeXihFhM+CE2X/bT6aaaDdRxHogwlssLMzX1CVOqs9IpWKB6I8Z32kCYeYW0lp325OVcIsF2MqlX25dhaeaTqBYcn0/MFnDjqo/CWMXumAsT+KidvLyA6pF8PbOSAoHBLhw1bWQYgMIjv0CckXkWiNAr6M8wgcOJ0VsyCptqDshSG6DjZBhyaSuV/5CAAH4T2W8+4VD9M8pmsNOT8k/F6pWQ95Pwyh4W8x+UDjIVsarhXyooXwq8NyrlEiL1+6PEcgoN05V0QHyVhYKID5KwqTfj9UwSVQqqvGoTzQA1KcvsrNdF2V317URYpm9PRHw/qsqoTiHGsVlDUXi02iuoXJsVXRQourZRtbUPDumFGooqxebRfQX3kRD7z/9FH3K8v5rNggSNk5/ZQ0OJUdf3CXaJW3WBp2WeVYnT4iVaKQL7SsAPuqYad8lZ0P/AMmeZVZxKyiZENBoo6fRhO42V0SVRduSRZ55qNMPCNF1cqGAiK26yqA50+nT35hr6Z5zLPJbiwfb914IYPER+5XjF3HI8JFycprzi4uuoV3VH0ZtqNsIuj4dpEtK0qiRYj0oeysDIXu6fh6ypJ6ViMvSJAtusq94ZkUXdBzFE3b5APlYvoDtYyNr7uuxl4fiReSLoqSvrgcnyxabaH4sai3XTRrBRHSb35F1cTN8cn021RGKEZRYQ+VUjseTZWlCzX5RHOxX/KeIRVhfOS6EPwxFBFCG3b1PhGDx2AM+6LjeZI1iiHhyvKqagPFoArWQbkt0dNxekK+ZFzpxf3QvZUOZEs9BLC9Wj0jTuOXSjKJ3rFyH7LFOLdR+KLCF6J3zrsLabbTFx4ZB1Ew3UQ4bhrzLjeQYTiZ7BYVttHkdoTrAqKK68RP8AIh6lEEBB/l7Dq35LxQ+krgg4a8W4TMc5QpDcyPZFhuj5dQpuoIQSGK9VSm4pVZADoFH4iWZVQaedBZuTeQ4mwmHTVU2EnIFhhO2JwiFhL3E6ZKzXTvy99AvvoiYs8IV4sdFZqL2VzRue3umtZEUxMlsCTHikfFsrL3QdsKj+nZZroqOaAXTURvjkRNF6RzGqa6zwjdVhw/PD9FToqIgcjzCsHunIELRUz++rvMs0m4Vbooi04A/1Swrbrx1dDhh2nfPyVlZMIhgaPtLedMgo2leIsPbVvy/fR7SDLwx+lR8Tb/ojQgKwpK+NGbTLiVdN/qnYauypLCNVC0WTpDQoCL305yi/XQPeRtiUQf6dNjdQu9jpwsqjqwuQrY0sU77asKpzrvyw4QbWFD4/N4f1niyh4ibGfdARdcJoekEh3H6hVh6WUHhO6DQ4CHitLCubqG2U1a8m5VxyQrjSHbCF7dJQiLiGg9kTLNgvRSHVvy9l5shAeGd7rCuiTw/n8j95Qh0/srkhh+6zpLMnTVysypLHIr0QYIPSmkUNAUR2mGeo+bibr8keST4qGVjUTF13KDQD7nT4Yt0PFkzFV2+RzoHhOVUI5TcUNwJmuQg/DfT2VtB6Qjrr35m874nmkPKvvOLxYCwmHFRl3Q9tONcLk2Kp1UTw2ESLRCy9NKaryaFVE6mZ7yDoMDMu1tFsrvyGYabaARuVlHLL02mXN0G6Kx+Qrr+y+ysV6fF2XlxNqVi15vMivJApnk2yrYQcqG9kXgGExcOj5roeL9UJkh7rFZn3GrFT76/vzM10N4bSsLc64lfOppltUXDEPKgCRYrMizai+j7okRE0REMQt1V5UXadJQvHnZANE/hUPC15+mg0RVfyyJ4dkWGU8Pw8KIEG0y3VZkaDGi0vtq76r+l1QjEvSH0G1keGLEWO+u9xK14faW4XqPIAi4xotyhrLDdWPqXiILqE1ujTLBARHpZQQ3pEnMXRAwtSEblU15tPH5q5+T6ieZXxyw6f/kwJFl9+T95U6q/1abybinE+/JttKsoR/1Q7r0yqUGUHFxWkWHLwhZd1af4SDNdFtlXnx8LWEj4ZRcMOSq7GYYLy5XiHTAReA2Or2jCvBX+2W45Gy2fmHtrtDhDhMNVH48wrEoaIvDlMWoya/4rxf1IWOVfXi07QfnyNuYWYvptDfkUnEFaUPHAaAnk+6HZAVkaRY0eOP1QoP0QZ8Ju+gtVFxvo7IUHmOg2wrlXF1lEhGTDHDK3LtptqAL3Qr8jCzXO6Dhdhqsbwqw1W26K14fZenKzXXcnQPCbHVlRVF+T3QHDkbq7+GFf77oeZb8L9EH6J6C3uvdW2KLnOmpKuJWXpVELbKJEHVv8hiqttorPGkStiVdWYpWdCgvIvKJ+JeJwxC4a+bdeXHyNCrlYlB/AD4tpRAHAVxzIh/1zph4ifKjSKmm+yvD5l5oc9EePjXFXOyN7HVRvDADlQPEfXLyvVEHYDVgqpiFtIobHSBXdYVBlFU2KD7LusWbX4dtBZ7yPCMbqwoN1EQjEo290Q26idQ3ys8wCtKqEFAoFQnqghr+6HdHsgBOy3ZteLT4mzoiYC2uLiG+jKvvKxlFwbKIGrMhTkX02iVT8nZXumQAZZTGUPiCubc2+EAGDafNBqvhDzlx06INELolsKJBOnDbohuih8buYtIEPsoTw78o0FpRBxXTbKeIDPSdAitn/AMaLaRXCFUxiP2CML/VKAj3URQkXQo1G35u+sIBMAcIrCNVUfgj/AL01HT20D2VmZpCpTKMARCqLgZliioqGHS7dFThUUhxQ7IMMBQV+pVVIoQ3CoRd35t8fJmiatHRd1ExFhK5RcFUENyVbKh4d5B9cLRZKovvK2qx04VYfQcvOiJROnsv7mnaXadAMoQxiKgmRTSW266Cz30XXuPf/ACrYlm+gIH2Qb3UQHsiBsi6Gq0NB8hV1QoFFfdcKLe0olXX9lQcsB4DdQgCENRPEbrEoeINRdldGihh0AHoUGfCi8WYSrYVlEIeqPhBQcmyIhz8pbnCuSiWn5hlF9kWEV1E7XnlXyZ0hOVbQ7ddJZ7f5RfrLyRareiXZXWFnRCW3kfFmVVFwtiVp1BuEGAkdWLcgKiAmJ1O/LzZXNebssZ+eCoN14hZBnWKCTPh1bCi4ozeRD7aL7K2JWyroAVxot8lCeS1RiZaeEfZXVzOIttricG3I82yf/kzoNdlceXTQioXdf2lXCDhfbRcYlEW2XdWxoYw4MgD0OgttpzPtpsqBVhBYI+FQClvkCYocwoMogiOVt8176crGjz/rPsEacqyaqiEPUzLas6iw30wrPyRA91jTjCcoMg+3OwV/dpzL/wC2G37LvzSSBhRsYcKFyfKdpge+VaZtbk3XF/yekBQmI7YQI2h+TDpwi5ugXRYbIugw3RkQioSUWhQp8mM676NlvJtA95CumiwgeP1FWVpXx8nC0QuVhBpebbnHhh3VsL1KLh66iQqnKDNzbZXlxIuMheU67R+b3m7dZkDNZjQ3i2QPH+Gm2i+i2i4wr4A+YvsgqnKpDuggoQoQgB84GYz95BFz0VJXkDxeqRJm1K6yPbKFfq5XqDjkFuq+6icbheVNoHF0PNxrqjW5GiyDci0rC87L7qo0+yvCWKbiUMPVd0wnxP017OsW0i9uRTVc/KWF/eQc5Xii/gNVvPygNK3JvlEVWOXaK2rKD8NDyLC8szoMlWxzC8XqCDjIRpdlfC8RwOsgf+R76fZ+k7TLae2jOiv0r2VtGV6qRe6j4NioiRvyhQ25BtZZqUbaKnKYfNXwniOypD9IQt/ArK06SpzQC4pqtlBt+RBwRSghHXPMLNaQcbIMOV8SBRv7Jy28oiGUQTcvvrFTbXQi/wC8vLO4WRT3QtQiR/7I8UO6gZ61vLNlfQXAsJROTcIeLJ0muBK8u/zwb+EYk4eqFN9LNFeRA0W6yifiwu6dxMgjZDw78jAovKfwVRyBap1xQjorIV312N0X3UUVUa7lUUTQ5UcSJOoOsSDcjN0TTOtxuvPD+I3lcflP3Vo7++gvKiLnTbUHOgMqN/JQZBZT8W6wonJuJDh1PQUQLmXDGfiY2Xf/AAj4MfMxNFDaFN78kn+pBzhF6r1FeKE4Mnt4vedJB+LdXN9GNW0n4saRxKyxdDhZq6bhZqPfTeZfrpLKJ4QPDopIuML7LtK6g+6Le38kZXhaqhPHpIDSqVfQUQXlaVObaflyi41Zoh4eZ9L8mHzIFYvIni9Wm67ztFbXZf3NpthCnxKj35XlyyticBceYp4Ghr1Mq7rw77ry4kbL/wBYRf8AkkTC+0uv5yHvJxEKxHDIuDoCPzZUXh25QFQ1ZYogC4avIK8RKyvNOEQnccyN+kqlBirZC8UO2R00eeDxBNajrIqyrLxaPxVTtohcbo8QzuPdQeOLKvurSHdW2Qovt/JT++iiw+rEqgXXh3i+RD63Gybw3WKq5lR14nFpX+SHi0U5YMUXqCgeAuw0Co8zoMg42VP6cI8PxNl95XXbWXk4mX6qIMmREqqgUPuqfyb5k4IvyOzTNcov8iSOshXEom6TL6nPXl2yg0PJDqF38q4bZ/RF1lR8PDbWF8MPvJtn0/3S86YxPlNHBkH913+HF/8A4ldwsXULxGxlYr4np8Kr0lSHJVsGZ7hEy7hRGE7GyjgICqsTLK+/8o8J+pBhgK15feZcou1p4rIV3+QvKg2UVdtQbkduSViZ5PaUTk3G3IDiT9E4ULEXil4kf+3w4lxA4TunVesrlYurSzMDoqMuyx/K2dEXE4qrD5XzbSZrDVCP+MHzdVbkQ1OeZQYRbkvanvpryL8jJYFXTlQp3/26vsrr8VborX13Cv8Ay+WhCLwyq2qiL7zi4hkq2JF/ZfDiKhLbFcP3RgUUC4FCPuoI2Qi7ojvLzLNuaJBt9OFCW3+VLaOyzVBBuswoi2y7goN0RorrOq4/l/i+JCanogeroPyq7KBv6io//Kh4vdQwjlQQp4UREoSNWV9PJLQp2xooQOyE7fLXym1e5T1u+q40d/5WoUS4qVDwicTIuCoQGyi0S2rLNkHAuhSdkAzu6hJUXaFQgfJDhO4XjH4qiyqdVFxlBE6GKLAys7oOhFOvyA/+TEhyfqnjTnK+/wDLXbRAC/qXmyUABFlD2maJqaa7SNJjvheM/gqfLQuvF0yqK0IVNtQfpIAthQNw3RckMIVQyDgXk20uyDK0z4tp5WOW7T9+V9/5ctFaRdsqwRtbVdn4ptSYcqv9P7qg1iYQ5475Xig6frrtMM2VcK5kWe/MtDVAtFWd88vt8hY/ys9MaL6n9pPx52lD4n8ypDmJD3OflMTxr8MX4IMeYO6tyoeLohwthB2wgBs3Nf5Cv8rC11eQZd+VbEKoMaq/Knshovgq2Dr7zs/h99DlV6fugH1+eI1RxSLm1bmWNv5mLgyviHVU8/tyb6Q6rDg/vyNwt1cIjuiD/wBV3A/VNCPk7jM2YXQFf5vyinOy82BtyT2XfThOnmJFuXQ6KuvIbLGv1QidJeXHyZM69EF78yhF9V/5TxriZ7LE7+kab7aczoqqnytp2K8psdQqh4YIeF+ujb5irYWLH+bHbCzKw8unzayyFPkCr6O2vK7afPF+AWJgkxUACvkfL7ye/hXb+afSKaBXfkW0ff5X7LvPzLbTceXRYW9/8K5q6ZFz9J/SWAqhZJOs3sEXhOq2UGGveTMVfdDy220XWL/zEKbqr+ZRBusrld9FzZU09h8x9191fJ0ZsdH908BEzzQ/un4fTyQaWKpCOa1YqvtKzVC+2u/8vXlCKeqRIRYxI0Ms+XR2lc2Oi+PmrFV0ViXafdWxOLxfTMcUJWLDm0ZfddzrLUVjWV8FVln+Y9tWLFd/bSKS8xVZdvnd1uqxario0jnllU8iEHZ7KHhek6czH8B7/wAY7trvF+WruJ39IR+evL7SLHRY1Gj1UOgHi9JUQrj5GpKxf3ULjBCiDQWVD/Jo+aBG0j5riVndQsRcrvosvvo7rt/AMq2q8Ndb9XnbKt6k7dZF9L8eNePzV1ewXmvpv/Fc/wAOLk2mAXn7DkWVhyGQ5oTJkORtK0uujtoYDCuJQ8IZN35MPh3VVQ5lFwtaQZ7L+5WHllaGytvqsf5ivtqwNFjyvtpoeV95kaLb6r4V0PCVhPo9joBeGRYC6LshRdkH1xeACqfw30l17CV8K5vK380RAcK7zxXUeyEsabzHPtIq87Y00TP9S+6vY8l3K+IISPSjI0nffUWB8yio1dXvEiqgaKw/zNSQ4uigB6y9tVfdQq2ntqvPOvvKw+V9FpYTKJtvku6F5UO383+/y2+rHIzPPN9YXw/FvOKkjwjJRcCx5+0x8vj+U4uLLqBhELm/aVFFxOsczf5D3lnVieObQgqhauqz1TE6bDk3H83F2tLK3+QuNfsORj+BkgHHIyJ9pd/5rHyFxOhQlYSvnVjlYPP252VCaaqbe3y5+cMSsLI0CAbBKh8WVRROvD/GNvkzSV9+Vvyt+ZtyCDxB9UDRDKb+rU/8TPh2TvllX+lQcLboCfZWwf4mBSxCvP6fkL7aD2VPkduR3+VzRE1voHf+KESPD7r1WRphlnR2Vx/Eu88XW2rFVbI5Ft1U7o6aw7/IbcjNln5m38T7lEvunqoDF/UvpoqxKvDnTYfxOEg5keH2UPD4dFkQUJM2yIRGi0rmyqrbL7aLcjfXtrzLFV4R+K8xzn+Shm6oNl7ThD76s/xN+GWbLbTbGi+jvPFJ3V9HbRtytp7yJfITlAcjbk+mo5H9o6q9/wCL11A9VU/xMV3lnkbSP3V8Kk/bkXE/bRmk8jlZmKjOjyj8+f21WF12VHoPZdv5031Vi2mdG/IxPfXjXky9tBCDqkWvKxfT6asgKTxQrafqMrC/uvVQau382iuFhRVvLI5m/L99PtLPJ9zMtovgrfT76j3CNOkrH816l7TxReaKy7nTbX2/mri/qCtlF4RzLRUncatpdtObTsfz02FZYWebiVZEmL1T8MX4SzPbQP8A+hbi86RITpDK2dd8z7Gd1fMrZ5wPXkVGjZbyyVi38z5578WPkKRbaIQoQqKg35HdfaVUWUS+8v8A1+3OzRGhvrhBQadI4crNkWhKFIfMeurP843kX6iXtzvEE4UQUSH3RflFB04USKh+6Pbn2F21goGUcA918QdkTOP7pj7cin85Z/iWUHOlkUSnkSojwiwRdGqjNE9f50wmgewVxOqws/xDN5cNraw566PDCNpEiqvmVv50FrLKtlF4d0amh9lF4vpXuP4jhQniOi0+5Vf6ij7dZ/T/AD3T+Jd9TVvP7Kg2X2XZX9Sws0lv/PNWCDbTsfnw68wr259orStkLy45F/TL1LaffX9/5wqIcKHh3UAiexnRXHNGLouPkBXJUZ5thpPZEHiWNNsq2NDL3/nmlXJV4c6CK45uxkIeAWOVE/TlAlcInQqNcJVOV30RAk+mVsouMHVm509grsP517Ly5Xl5Fs8zqqnEKttIvCoAXQihRcRSyrGUJJzsqfsi/QrZxIkKJAHlXwm8Vz84P5tzyLZXlwrcrKxQKs9liitDefpFPdZDj3njwoEtRB/qmCUG91XhuevI7Sdvkxb+d83n6RMMJ2T9DyXB2iVt9G6+GDW6HDxGdz4ol7hWirL1KgK/9Kh/BCq8pujTpyLlNSTNtqDysv8Az/P/AGRt6UXGm+NFZRghnPQ8k020dTKwtL3KgBw5UMIGVissL/sECyqNk0P58nsjVFyqdUeLqh8j7LGtv5FbMyP4M3Q6LdJ5tIPvoK7q3Kh4kIgGZfE+6jBA2kKmyEmRBCdssgwG6L8qvQITJIWU3i0VXbSXVP5QMuxVoRRWkW4Qr/waz1XC/pbSHY/hsg2WXdXaq7T+ysqdeZYyiRfnFUCg/wDk+qQeHZWe3RBhtLvIVydA5ff+Se6KqN0xUKo9wVX2VB9P8GiHTSGkPFgrIwiyqSiQcmQYjOm+3zVeurzcn1X5fv8AySVwqpxErKgXhhhpCE38H8w9OmjBxKuwVOk4i2o+y7LxBFj1+WqigKyBPtyBTaZ7aCzWGgWvoDutm/kt/dVrRRPlluiXVXsf4Q0vJCUQXFAv/sXihVhYau68UR8sSg7q2JAFt1lH7ofZEfIF/ZBkXRBfKJ4hMIM8uyymZX21X35fqz/JW1ECoeGE3iV7IsVRERDYrHlh/hF+UCZDx+pYTAQ1PIiKAKBCiRGqKFF1CV4USZwtELrCArcyfj04QFZt3V8NLsgx302Esog9Qo2iGJb6bfyMJXwixH8RZ5WlC7pu3yBZRFEolGhRbropLKY7rzKEllRRCL2lSdpPxY0ZQtYoMBpuYnk7dP5SFf4o/X5QhoeUaSh9llYWKhDxGkAGgW033Rfm7f8A9BAF9QAb5qJ5CpwFSGJAf0oMZWlfHK8urf8AnjM6lDnWN+VnmQu9jN32kXiwi4gRNLK+qjo9tdBFb3WEBzMX/nAgTDogvbnZ+Vf+mZZsoud0S267RaC5yEBXS/IheMUiZDFVQYmQXH87tw8oO3ygpFZNRQ8b8sOCgwC76O+kFhcyBIkaIuDqyPGNGNe384EttpZudDUXQFeUaCw1R+LIlC8RtFobxWlTRiZZ8rxMWVro+GIyj8X0yqDhYwg3SdpFAOPNCcpoQi72Rofz5B/n4UlUYKyCoX6oucr01MqHVU8uFybFF+WVH/8AIrZVsSirdZUXFuoBX1a7+mJFyJYvq91aL+c/ty7FQxIfdWUNcAIFFl2R0vx55gAadU/HyM00F0TK+uz1VGsZNDGB2VzpKoMI1HO7fzRfViXARZQDsgRJ2Xw3918KCUIi91nmN3RcHSWI8qtoPsNFp1G6thElrcslhhbhYRtur7KFx1UNlEyqev8AOvZVhwrq55ApusqrXK2dBnzIeHU751kV0m+NBptzzyX4Ue07ouycoK2EPbQ/82FoUXhMrlebZBjr7zNNp+0/tyfQPmb+pYlGD00ZRPEJD3iXi2dCgoouEBVrRB1EqvuuyEgg383xX/BWFysocMUPniR8eOXdFhkouMFfU6LA3KLjB0QePMU7lXQJV47ocQV5RNgKhHJ9NuYaNVGoW+io9SeIlVyqBVRYXICDAItxLOf55vPtyTifqtpg4RYaKFFyo4SIvSqOiwN5jIXYo+UU6qsvD1Mu8gW35QfafqurhZ0NDAfM+yD9Yv0RmWKiLUAVrfzySORcq8z25JoLDU7KgHlCuD5kX6yr5ZXwj9lT3XeVpAco8gB9ysausX6a+/8AOTdHTcLsBrzLxe+kWvoPbnD291dp+kt/nTFwjdR+FNSnyH20+EKyqbBOStv53ILc7FQrnSLTBf0z+yodOV5YbaKHdWzo8qeGHY8+4VzrwE4C+68MJP8AO/hCvpCLiVEWTe8jYUkTx7I9tBZ7pqhtNwqkot1R4od0GGBK8VIfZUAm3uiom7J3/DRFXcrGinyVHLSpL2Pv/Pd9kAEBE401qzZRelZt4rc/v7LFIVZWjGsUNjIn3+VumcWddpVa0og7u3I91BGoI1DEHpKGIssoEvsgQOsoI1BGgRw76HjP4L4f4qkWxlhQRqGMIuJQRFqLMqxbBQfing64nBFQtIO2yBBGDKCI8M69ECG3nDEW2WdEMRo9FBGvhxoM+6ctgL4caEUKLvacMRY3mCatRUa4MoIr8P6T+HTqV4YtpAni2QI99EMUTXZeqolDEXD0UEagjQIwgYnLUQIbdZRYKB/dQfZFxIEvsu4lBHWnyAlEGOyxPO6am0n7yhdBn1CuyChYi8hQ21RM0r7q0sRKpKvKGn1Kg3RfYo0FhNuL9ZH5G268qtOAOfVPGvKhx1/dWKhqLXl0/JbBdf0W5lYmqg/E/ugzzzWJWwFBCvKbFXFCtlUG68JuFaOhlutgrmkK8ouVBD3QPWH9kImvC8vr/WXT81cLuOq3/RbS9H5qmIp9PyX0jRC5sgwZ1DU9T+6DBbhB2sqNcLHiEu3uu5V4KS+pdwrFf/yf/wCUrVQBjy/6KOGhcS6rczwvcr01HtKFzZBnFVC5KDBfUt5b8MAQEUWXQ4ItwsFoxLqreoKoNl9Xy1kL5RA+ki6Lz8QxodQ+MF+JFicKEDhmaC2gnj9MiVZ6qA/8RRufLL3RveZPtoI9ud2QqBQyLUfRZEtsoPBZigwoyHincp6Q8J5GxW8+n5LHRYstzK4Kb7K5nsF9Iluui2VgqkhlaD85brYLqvqLocTllAVAQ8vr/WXRbUPVe0YVjb7BbL01W/HEvXf3Vx4TLp+S+kafpnuFmyetyvVSGWKxK/xPF+ytF4TL6l5gfCV5SfENiv8A+T//ACl2KFPqhVYfq2l1W5n6qn2X/wCSnZYPDFP6V1l9S3WxX+0n0X0hbleeE0XlNuhX1fKU1MSE26iEKwrlBQg8UoiAqjfk2WFC0g28rBVkBRO3RB9NuUSPpkSYdpFoQrGYAZYQn2VscrYrdUl/tF9IXX9FuZWeqj+H+CMMXtPFIlb0lRwq2F5jUrYqxRcZCx5ZbrZXhqF5TdRQkbFQ1+r9la0Mvr/WXT81svPD+Utl6qlA1yyERHsrR/nLp+S+JBYZUcJOwOj6Z7hEhtkXh3V4aFWAdVMVVxf+U4Jqu/uvqlceZbiUIIKMMByF5SaLAC6qOAFzcr4kH3l7Qp2FqIFyrw0Mvp/VdZfUt5bvAUeCLLo8R2CzWIrC6r6l/eP1X1c+sOgOqcOTo7LKamyzIsrhGotCJNT5Aj21FjugH+RAplVfHLqVTZUfkRu042dbMi3Ci8viD7f5XxB9v8qJ+LQ8J/BR/gqnc/pLNFHZeyidsSjusS8MW4XxPwRMfTE48vKj5UXE9JRcL3Cwo/YMrANKNquJRgPhl8Qfb/KjB6aImYMi7ZkW6qJ3VHyondHhdHiNhIsYbFRcQujw1dRO8omq/DKoXxPuEeMyiEPCviD7f5XxBQ7f5RZ8qJ2tKmQVE4ixKJmoi7SPCxdHieQcKMj3Uf2QYSLMi7l5RWLt83XrKGGzaxa/y4k/FKKpsscyJosDTCInDaLJ+ix/O0ItdYKNDcSfh3CL+Jh7KmyBpQ666Te6ysfJEUV7vL02lEInkAWsUOJ+aPZeWGgPyOP5sBi6BWFgoi0oXbBQZ8KDwm8Sr0UJ4oVaMv8AwE0UT7p/6ZZUTo8IhuqhQCFpByg2oD/toNNuV215lw2yhB/vdBushBwnP+lXFIlYXQgr/u8/SHQhY/7uv9KEHU/6Zs9y6pED4pcPid3Qg/3uhB/vdNdqK8IohCzPSQgrE3+1kxc5Q+H/AL3Q+H/veTVOUPh/73UI9wrG0hAx/wB3kIajKpEPMFgIQMdv/wByENa1Q+H/AL3Q+HUt/tZs8Na7Lh3DSEPA/wCH3lwl6l01bNIf3FW9kP7hOsWIUw9gmiV8wy4a7ofD/wB7qD7I0lmwXw/x/wAfwGhTOVT4g/FWVkWh3RPA6DlFn2/gTbvMsqokyNWedlVsz8j10w8LCum+yLjQX6yxTk/SEBZWV+EOu3urHwxLNYlc+X2n9JWxVhSFeY+afqNF6qH3mN0B5pbLaX1/rLdAXUMP2lugPMgxdivSaLYreWy7jcKxhP5L/aS2QGUAJ5XpiY+y2YKzsrw+Fb8MP5LFF6qn2VfpEg31BYrCrAOrxGqDK+CvSWilsUBlDhiwQrHwxS+mi4RG1d3UT8X8BZ8OrTHiVs8gg9Rzgscgv01Fk/RUKLmZLba4nJvDyL4UPjfzaHfErSzyfpC4uHFf8qB29JWZWiv7rueio0/pLK7IdAdp+qi9gvV4gs395dV9Utk79F/yff8AyvqEvqK426L/AJOHLy3UPE5e6HtCF5oqxLYreWxXnBPD+y8sQI9jPZcfD0XGzZ0ev81geL3srnxrMLj3Xp8XeX0rFDLNAtl9JWQRPddFsV1lmOn3lcWKqB6gqxCx/g+botDurYlbVfbVbKtjQ3yZYHKLgZ09gvshdAH359pAr35H0hcVAgwCzWXRbDR9JXVD/sP1X9plaGip3Vh1XvDLqvqlsvpl9f6y3XE5OFx/b/Kyt1CDVPwm3Qq9itit5bFdV/f+89lxONguP7f50enxLJlvReuXmFYUP+0KEfsh/wBYQvMaxS8t4YkC+4QIf1FeUfiZbLidBnuSrDy+8oiIP1UJ42Z1YBpQUBYn+AFxuoPF9S8r1TdWkL/Jw+XKxKqHixzvLleXCyUeEbqoxquEGbkltI4RtosLKxtyOJ7Lj+/+FC56zshe+ixohWQX4oF5WQLi0qtadjRXkC95cVK0XH9/8Lj+/wDhYWLLNZUdeyBcSFlaQYyemy4/v/hcf3/xo7oHixIVVhQThBXF91CBO2yBHsoX958VLMuP7/4UL+87ZdfDCAAkPBD54t/nTw7HWa4CDg/flerkWVk8UOV5HTdtGFnmYryIvEzyLSsgBrrsg1Ky9NZiT8fpWKfynQfO2xyyK41B1eBQkayA2m2VbEgRygf+TJWF4SVsvEVlQvEbRaYqTDCfdW0V5IBcNVZ+V7/y3SRET36a4GIzyIAOolQDmP0aWEG5XxlFxK0sL4je6jg6cqy7nVi69VtcTEBwnpZt1nlEiIVoojE4o8o4mfy9FYqIw0qyJiMVa7KhCiiiDZl/zKON1/yyiiAZVLImE8X6FRGKtHmTDXCi+KfZf8y2UZFMIua1l8SJjFUSiMLjCJJrWfxIgBFbX3i/ZcZ6ujEOhsqRC4lWP8lxn8lxj8lSLHWURhd7Ik1zOsRsEYvaGy4x1ddov3kWLiyiMTMzyjiAwF9I/JEg0qovixeyMXtGr5H8DHDI+N7LKhY4M4qi8Kbh5GBT3RfeFWPIbeuuPh2CI5P9ydzZRKgUVrsn0dtVJ51Y1VKBCpxWdUMNoljk5uvTF+C9VArPwr0UXqiYeywGC2W0/r/Wf0qKG2SogfFj2K3n9X6Lef0n811l9ctl1n9UywyviD/eyPEv9wrQ1M/iW6LFV6y5VAFbIWC8Kyuq+qe/CPyXf3laOqvZbhdJdF9I/JdFsseVfT/Ay3WYfZQsTmReOKhhOyunED2+Zfj9ICNOSGPqV0SSvUjQ3EoWI8xniVOKiqcnQW1VkCT6dLd5CyDcNJf9eVmhXoFfdXIfvdeqEjuvSJ/TP6/1n9KihqiDVl9U/qWLq1c9JbFdZfVLZdZ/VOjr4hRdy6916hOMErZYLH8p+wWAF1X1TxE/6rMvSKrNVuFsJ/SPyXRNVGm2EXiiuf4HlVOdMXFxfI2mHGyBA21FimYcoPMPKrjTdAVugsSHi303whMiuNYdDui0VOHlXHiC9zKxqF6qme0/r/Wf0rZfV+hW8/qW8/NDUIe8JQEIN2Qb6RLZQAt1XwxU7y+pfDH3/wAKAQ00WN15fTEoHO4Q4YfxVPoH6y/uhXi914fa6DAWhl1UIOXUA+8vOPxX/koCDqnEOScrCyqEZwVDCDun4bxGXRbIMRdYqP4GMvxK2dEJD7/NhjI9uVQyxZXl7L/KqFVf73QHFsLyvId5tovyD4tpXM8cqECQB951QAnDDMA7KyAKAEwCgBoAiUEI9pwwxe6+H8P7KCAH2lBAT7L4cH2UEI9tUA7f4UAffRDCfdQwj2nCItnXw/h/ZfDg+0wD7qCEdtAXw4PtOoQAVQgB/B8IEDJ+RvoDtecPDsFEzSLmVnqmJkx9uZ7yujxdFfAV8n9lD30BnqNFtNkCygeMG6Ar6VSsxwxQepYWFm4/m4U3TRPMe8SLuhe3yFjIO8nmSdDVljmQ8FJ4pPzK04QeJRcFLzLba6qEESNNN8mQaPEXz1Oqjg+820kcghHUwUcH35MUI91ED7fwwAbI0NxK0s30lpDv8heQA9k/Eh304oOb6vy1WxJ501AosUSY88gP0kCdkc05+wWy2nut57D8l9IX0lfSZWBYBEHcJ2vCsghcFOv+EzlcDAv/ALSX1LhPsUSYbVxP3K9VR7yZyRdcDD/dk1N1wszUWx/KfmPlCruTZRQnon6wFWK+kruFYr6R+q+lXsEbXJVxYhZFf4aTxetY5Fjbk30XxKKGlodTf8YPiCtyAK55GV7D2k495ARHKomL7qxtqD6LK/IvLuV/lBt+fsFstjPdbz2H5LYL6StjLyxVQfqLouJbHR9UsxUlYL1H8Fg8UPssy6fmvpl9J/KfpAC2cyvZYK+kq7OF5T+BX0j9Vsr4VDkFeCL8P4pYLFxI21vxeqbn6nQYSL9UH6L7cgt1RQrum9uZiyrKlJZrIoqFxOitv8h9li6rz9gtl9Jnut55AWy2ZYhMoofZeEirYVory2Oj6l/ycPvReceWGV4/yTvYJ3F16be0un5r6ZbH8p+oLzQ0IlisS9RX0lbFf3j9VgcK+lEBcMbIuIrL2/icBLj/AOQKDh35HedtNwj4yfLK4n3mHlEHfy8jZjpsizLCFIcotAa8XRAiE+V9AoMref2+R/u9l7rvzYSy2WyEQPsn/wDP+F5k9047f4T/APn/ABLzCy4h+S4j+S8xuZB3uFx/ZU+kS2KhiacMXmlDE0MVPaUMTDwhcT5XEoItopVP+UCKS2Khil2Kf/tCuP7LwjbKoBhfSaKEi67oEwmy2WfzQiHUWQiPU2WP4XlXZ3UIh4aU0UwVhFnsVVsyI8Sbw1TDfR5TMDxZWJRAvjSDpCxrMjxRdUHCh76Lo3vI0UPs6hJmXkGlTqeZC5NjqyqBV/mvGVF4CrG04iFE7ctvDdVVsclvdX0WN0GA0fDi4sRafSFbHIwoRRPxmghV5NSsoqigErFBgqCb8WJ5WORlF8BlCGxJuv8ANRcbq0M7aGt3eZtorM9lUzDb6SKYnXkHHlUHhNn5ltpMwV0XM7cseEVdB3ugRK/IvYS7K/8ANTaROHxP5pQg8WdMJ4VlVNogddjdCo9Uq9E8MR2sycPYo10wmIZZOobWMi6PbX25Dctj7qFuFXCPt/OtBhNze8rL2hGgtKJ30kEGUIp6kaC2os9/kB3+Q88WVWE82q7hWP8AOBvfkGdMqEU2kS48sqSH9yJLLFZ0G6Lq2VfmBn5VVFwqo+V4bU3fTYr7fzbm8u3IILq+gDfiyq5kWZRcPBlcLYKxJq5XhOCFCHgN+f6eV2CuDUfOHv8AzXF2GgP0QvYSyqtmR8RuOTdUESs7os4fimWULkWKzyABRqT9NuflBiFC/F8hjl9v5qDgrMrqroNCFC4NVQiVFeGon7SDwuyDA1hCLAIufQriqDZKhA4US23PhpuvV5kQRzvTdQsPne/8276ttP1LZb/xbbkb6Nv5k//EACkQAQACAgEDAwQDAQEBAAAAAAEAESExQRBRYSBxgZGhscEw0fDh8UD/2gAIAQEAAT8h5AGJoBfHlHChG6/GW1XE5Iq67rnBDD6RroLpIo4p5mvbn4HWYOzRasWG+mUapV9Kc4z3nOiFzL9pLN73naIO4X8lrh043U55ntuunB7fJ0texT0pq6x3ldUNUVR9ehZKtmLraXnj0lFXz1u3VY6Yrz3nYmSNFy28Iai737+InTHZ/wDgSwWfwejJsr0Y131gdgVPqMod4ig+iOuaCGrzDZYpdEL9h/B2gH6qwd5kfydFQxHwdNW+7tNXh0t8Rlqd5Gte/mUZWbeHTFeeenEXSvbqJF7egEBzicAiy48T3K+joJYrfPoFeIyBRJtrjpVEX0kOsnH1aCob+j/5tuWtO/Vbb9KeyOYhaE0OfmXdEFfHVyc1GlDaXvuWM9l4YPFn/XOJkz3S/wA1L9nRN+yEa4KmKbr8HTiZoB9526exFOcNGHa3aWah8j0NIfMt2at+ZkUeRMUNTCcMWrMaSK7T56VNmHY0wQBSz+8uiRTA9OLFfwjzx9Z6RZ4+lgBpVSee/WmRocV363Gs9Xnrg0W/L5687+fVrcFONbJRAsAVGAVpZfaDK/dLfL3Ep/8AQszF29Y6IaoUM+fRtDu1N2lY866K10Pv1MG7vj0C6NXMPgw7s1YzTiceIomIUas+ei1Dsvj2i2q5XL6FucQixlvDQcuEAEGjoMBPchWw8XhgeXfXjj59B6USHdqz2gALTQSlogHtPHQQBCuntNPXIa+ZdqYWuGWgb8wGql4O07JYw5uM3K/KFWgNuj1m+rghuu7o0sD2HHvC7DTqG1ixNnDN48nSq8xsPpG2ayv+/wAukLjUX/V/FXnLvvgwCbO3pM4OZXeqXUKzZfaPkdCuNt1EdL/4YPVqyEihpcxOvv1A01eH0WVkvDXQGFDhjh2XuHTFeZSrCOOxDuS9iIUKZ7x061f2T5fcFLFP/sdQDgd+mlL5Vx7xsRsNq1Kagx7vacc3x/M+PDGhv36ALI6OGY5s5PEatrXHSiwhscErJKNLOP7u6u0Xt27sSugAFVa7elw0CvWJxeUX29iDSJsyQpYBR7daXAL665rp/czqApE8IboFVqKtx56IbMvxYtgdvVo6NQ58y1wdC91dN/8AsZmBeDXW6yWO4nCdI46YamCgTZkine3GiLt+HqcuWntl0jR4ef4MEaqqCGUVhLW4PUhLXdRySxUCsLk4dMV5gK0Ze0RGnCbOohrCh04ymBzKaYtCNX6qrZrbx7dEFCjbv0GskFNR6EFo1DilHB/E1eL/AAn4wgDDALf8YYIGg5mK89MUbbfHtAGzA/PRC0ru+hVWle/VyaEZ2R+UIkVHbHCm659CJsrpmAX0DLRj6pXjWLL7dNfgbNE8ly/0qOaZdHb1+qZDo9w2F1H7df7mVxPqHt2iUCnt/NmmVnD7neDlLVfopoaw6YAjc31aK4CIn+Pn+KhsF4tgqJMP9R2t5FZn4VW+p/klzC3F+0du5w38QbKndzUy5z7+rn8vIw0e7f56hOgt/b4h0Edpz4n1puq8xjUWk9cc+l/v5QwhsOCYbcJd/MSV0hwvmLQrwa10FAWJtAXqvc3GkVi1Ht5l7Siy9zH3ri9XK/m61fiGmB5IgFfb5htBw5/gKvOp7S2q4llRe9dKzbfsrrZUWstTQc4fX3UPEaj2EecY/lx3skuJLSN3iMwtq9NLroMkQXFAqNL6A0QN0cHQFujW/QQRaO2NW1k4YBT5jApgTCQpum/aLYKOBBlgba6rsbrB0syerelZABsHn2lOthRfacotaPPzO1uA1EGzh7F+YsvKwf8AJuwm/mCCmtmEpo1FMGu0oexniLPAx/RvQIr7HBNkR9f29AWgctTu7A+pRY7VEpTtMcooYcxgKmJzF2SyGKZzydPLxJaAVo0dGCpQ33RytFeIq2WtXAEC1sQpF+C44fboKr0tVz6AUUMG+j7UqLl+KgObX1Laq2u3XNvllIiVZvXpdgZLqVlQFAfyiDE56i2mqtuursVs/wCdLTV/z56Kwdlx14bfj0XK1cF17RzCyoDmNOPk5jF+IsW8UvEWQ2dS12uNdBwci8kpOA82WNO3AiKPGH1LAtFdDLMHy6Z4lK8EsqbH1S8QBqjouuAr2ejjoUBVyYAcNnHRTQYqLfU659Caeg8K/hwYkJBXUpThmZLp36RTWOgSIaA595SUJLa48dLq2iqcnQUEGh31cIfHuckE0e84oz5PfoqtuV29E7au5A6IduI5e38f+tB36eUL+iVS8XEA4zKnWsEPqn1DpXDesxd67L+pWHYUky6Dvx1YDtVEzKJam617Drb3eqfzrbLojc5JU1/hlJZB1bdnZEKgaDONbbWJ7RVyqvmZ8Vee/iNW4X9HqVdutejFaz3/AI+3nE5t0+r04GxySsIcvknPovFfzImxJaPex5i1cymrdOuqqsVz5QpeMMG+MH66Y8+R1LigXwen3H+mc6fHh5gpsnt6M+9eetlVoOJTQ99dLXb0DeO++/Y6G9X2JkwTv7wqKbKZ+I1VD8kLKrPbolXduuhCodqOFPv6Dp3oJmSObv4JsV2//SfiHzXbZ2DgenuZ/Fesw2bm957/AMhXUUb+korFNnv4iqtWu16uFO2IEe5dEKFPnqFYq6rrtwRIv/d7eg+NmcVV7DsQ+z+6J9icsYBYp+/U0FnA9l9JtQNCmvIzTbfQ6caO7n8HRJ/gv10SUhu7NHvZFzsdY14IWe8sT+HHR+w9hb9pXAv2/bGsZ5Rj7YmTavHRvVb8/Er0Jhvh6ch43/lDrDqKfvMh1f3PeEbFlPib9+CeC8tX4hZEFIODxAY9eV7xWlewt+0GsA2rr8Qg1XlfEsV415uJv3HXxLrD7qv1o6ZMnvzBxT3L+sTBBw9Kr22Uu2FwcPG27V+tHRJ9xkPyeoex+6J9j+JokOHQUNriYxRRGK37X9xenvCvQWStDEfYrYGFA6Sr7ERECJsd+njR2o/gg9j6tA+50VAUG3v0NsPlR/BKcn2FNfMatyri+g5Y46T+qN0x2FP3lBhPnfR23+4frRF9/wCrxLgOxd9KqYx/u9omWmG1/q6NVgaufQlbjGKL7wFVxZ7uKWbXTNfQ6BP81+p2r1vf4iI0lJsYATgWmXEado0aXIb+CVWX1VPydEeZ12qGAjyj9KId7WUL+p0xx8xekd0LftEi0w2v9UK6cEpmUge74hlgm1H8ERXeYFFPyQJo9ysXh/rogtg6RpXjELf+74mSB8E/JMnb6M5goG37RCMtKr7iX053l+87cm5n6Rumewp+/Vemewt+3Rp/jv1EVQV2cfn0IUydAt+3RoiNOE2PXsItGf8AUdpPsK/MskQH5jtKWdupsgbNdQmi630KVQPg6VkCgp37xm5kNDjw9LsPuRLDj5MN9vMcO789O69lwmwftOj69HdbHw9U1JWbffp/leJhvH/w/qaW74C6n+l2T8X8TvI/T012Hb4Z/wCc/uXEGkXsp/cQY7rSeIo6vs4su/8A0hKraLZHBZ8h/wASimdv2xOjvaLx5YuGoHAm3sjAl0JlxcTy0u/6o6n+V2n+p2TFP26ImuRXyTZmaHijgeOn3L8k+5Qi1HMDNla6f5neFAtAd2f+U/uf+c/uNZRHQ7eracH89ENi8iP7lnh+iw/X/NZpnzZPSeJR7OlYUuss2RP3ANfmf+c/uW3m4f3Hb6WogcGjEF2brqADGIlZdrcwrGOkXj07iAPjmYiwD2SuDDXs/wDOuOn2iP8AA7ej/i8Id/feXlERRKTCPfp/l9noP8pCwRofwJ/fRJob2UPyyg59dnaLReND7TIpHWAC2csAIGw09fuoIFoDus/8x/c/85/cz5ef5elXtGE7I3vqsff+ko7eQ89vmIkkhbZ4YGGD/k8wKxXxQIhy+mO/z0s95+ntEzv9/t0HLoFezo1/v8MtoO2vQXA+9NfmGl3dIx6JwVt7kJuxQe/W8wWnhUb6Wd4npe6H5iEoTae3XT/vUujLQbZ/5r+5S1Hcm435f9joibxG4p7Jx08nbkShP/b9+lSf0/b5iJKFr2IxDd044EE+cxWl27lbDYMf2nvAA2XT2jYVZjN9LRFKfaCmmulDZKouTx0aHI99joC3XG44lXfQiFo06ZZTGe84vvAwzwy38cEyr4XHi6lumWHJ4mRpbF9vR/leOlRM/wDY+YWGMT/S7J+L+D0Gyf53Yn2b8PRdv9BmeGH4AiJxYB93QCG+T9wLWMf7j3hmP5xr6PV1P87tP9XsjnAapv5m9uJzCoG2n6nQrb+y9z2lOhWi+pP9zuT/AAe3pJ+//P8Ah/yu5OZ98/UFLzlRr10X2H9krdjX8n9+jdF99/H8Lo3gEPBKA5KiOiFh94CjyHD0Lbcv/vA7iT0j7gf58yly/pCZ7Po+0R/gdvR/xeHTePsdP+X2dDigctRgU0U4+JbRW7JlarZ4nBNFPcufbfim99XAXXHRE2V6PuobujivPoQEpLHzBJVqf38xkvuh88EDMX/CeJznv/36wI1CcU7HUVMDT7x/hdolNWPk6tf7fDMcy7C9HWH239wk0u37nDGRPOn8Qgisr7Mf11QrT+6ftmFxp8phFlx8Po0f71P9PtKOxEIlrvvwkE21I8MHlCfTEbd5gXqXb/iyVm0t9uEBGko8ysp/qCEt6/0JUaYbCbxwQFwIxVr8p5hT1s9HOmvx8RrudI+NT3OyIm8dPMuoi6avfVL71pzj4l0+CEopUHwbv6QIMVj2IuV/137ml9V8za0nof5XiblJ91/RDdH14eJSDOX9D7T/AEuxPuj8egF0Pmf5nafbvw9APGB947Tf5B+3oU47fZGAF/2X1dT/ACu02HsPYroDBxkn+f3OlqOS/wCL/wBJ75D/AG94QxAke9Ii2p/CYxXZxXX7GLn62l833OgagaK9Prf5Xecz75+ujjdh9cdAE4A+sZ33LHKizb8Tf/vEoYbml+O50ZVQ1BTz3enmOqq3tNrmx3ORlx8g0niAXn4dx4ye3X+zogqxL10BUDK4DzC5IX72WOFuJ91gaEAjK0UJxUQwWduv2LoGud9f8XhOIgD3ySEaCc/cYlbm+DH+X2dTk0DxL4kj2H3nef7vZP8AZ7OpV51EOyte1z/04ttO2f8AkWVrs7+Zz1ZeocGC9fJ0ZQIxGnx3dDRbolP56K0H0jy7HchYbGzxDYds89/iIEtW1e84mK8xdxX4e0atW1vfmP8Af7S8V1SrkL/5ZvIcCZvaaeoftv5YWtG3ROQ8Dyr9kLuivy/56BtpSh2Wb6F3SLqfX6Nw3Z/zn+n2hHrLyeXxN9aUSi2lfz1LGIjjve7g+x2cbb/Exoobf6+ZucLf6+JxfQZvWaxi8WQ1cxeZQExQuptXVVtfX7GMdAqmV7zs8R2Cqy8TTCWzFr9oIsHc5jFtHz8swwxBVp248fmE0Uv7Uacc58Sl36TX2jhp46/ff10py9lyf85iA8OUcdxB4QF+xUTfkD6EwPK7QWDw1HAokX9q09k/zuxPt34PQbPPXuf+pQm/rtkRFEpMJ563tofLtgr8D7OrDQ/6oj3cU/RAVhy/7CBjVeK5e0UPqc9LPtoHzcHRMX6nvDSLz7uKffE++/rp2MmOn2MVaGmDfaf+2RRgKFeqaV3z6P8AG7k5n3z9dFJw7fBFArRln+hRhd9UIkew6Z/p8TfzdKfmf+YlNA7Q8em/KcXZFBZs8Ol5JmRp+IY7X2/7ggEyOT2m+9RPfNQYKzR0rRzvfiIgQgtXigizYq3/AMIwJiGQv2slEMuffj8zmi46NYp959oithVAewjpD3Ov+Pw6Mcy5/wDB95nSPZ9kmfLpv7FdT2+BsUX7e/c6f4PYn234oZiXNNPHUp1pHXaCXxe8OT70GUMqGpnC4w4hcOt7+jNguKjzKAibFIcmNOQm7huE4egEqGHXFHgcwvk5V+nvMLQUHbsE2k77HdLJabQquKy2yhg2d4NRgL5M+zAiNtf0gtCBSncYXhK+gjKe/wCssJvZ3j5DS7Y+nUA54FG6xKEA5ZfvF6h4+3/JsN7f6Pb0ATVFEQeJ/wCyQamtazn0Dl20/iY5n/gP6lMGPsu9RqpVrleZlOrbhjsO4jXYX9HTJf2zg9KJ8f8AI+IC6l0+VxE2J26qtkPHXmKt6NPefYcegu9Y7xCsXfPtAXXv0vSDpCV3UKp18QUeGelvfozN917oHczEFyQ/cyhMbBH7s/zX7gJY0Cv2Z42/AyTPO+Yf8x/Ma4n+V462cALN/wA2dOfjbwYMszm+XnrhnOfHtP8AM7E+4Pw9DWUpAVu+U7Jcs/0Hsz2H537Q0s5w2/6h8g8EApf/AFPseg0bx+Ils4aXtjHYNWw8Qgo3LU/EYqUu+vc6f4PeDKvB5O0a2x+jyPtPuH6l70vNVBnben2MbHDgfJ3n/sH9zzPqf3EPM3uzx6v87uTmMpOqzX1iWL7v+p5+I5/5GSYKfH/fo3RATtX6PM/9Y/uYqw8Fn9xKDlKPJj0CiKpMiQA0CHeXqSAPtDPI13e9y1nyfb2h6YQ+MQobL8bl2O12dKfvf8I5S/YB+7P91+5/iv3BDsbHiIC2T7daO6xTnG5+SF0hpRnr9m/Dr5r39y5P6eg6iiIe4eB46f7vYn+z2dQG3au7pTV0134iJvp3CnnvNHGeGfdQ33eHs+ZfmXmz+55n1P7mks/udRFvCE4Cc97umTs+RzLOHH5nEPU4ce/SUdKrfnor0uxvtp+0BIOQTtC46tvF7dyZf5Db8BP7/V7vvODjV79/SXWo+8d29xeepLRsFKN35ITTX4o/BcQtU7Xf3nPvCCuODqFO+wB5n/sH9z/1j+4ZaxQ8a46uiVHkTE/2u00icPw/uYAjGnfs9yL9PEfPhEnIFe8NDCcH76/bPzOZzq/1nREoQ4gdTGKQZQgELuufVnogMHZGhdgvhfSsyur6YmhaCIs2FxVv3R7wfeuSCZa027I9UwsF5ZvfdwmgVCJBSKZKdywizXhdnVWe414xBMtH2VXRYrVo7xvL794iZC18lVO8DvWzH3m9oGM9vaK7aLfAdGJ26J5CTpeGueyeSGB70f7TBm5xYYFlex/vEJc7sbfd9ICsBHe6mgqjbWBcrLR0GDNDL4uf4GJxbz4vot48Pt4SoycZgYADRFVtbZiYGafk6sz/ABP9QdLlR7D1VFdAX69O/wAT/UJ19lYyP+B0S8wVyRKR26uccjson+p/rrmMUWJHwp9WSmpY/CG5S7Fgm/5MuxS8Oz4S8256V0PTxcwEAEMBTr6TvOa9rB1xmOh9sXB+Oh8mmCzmqOS0SwSqIS/aoRyWK8W43+mW6mZdp7VUEqRp4oS+BOCDbLXjwkqQDB7+T3mJIl/Hn0i4Ine6lorAPwHTsjd90+vTlM2/dCub8dKaumnTBBRJs9o92PzKyrrmf6n+oAIZL2EFauOjMHEH+Nw7NXJw79Nxqz5ORmPsVBnkrB3cntFRopyag1fmEz083iBcp8hht/ArGwB3+J2gJ29+/mYYqSAiAHYdDcmOdwFpBPy+hoYjv2j4j3PMd7j/ABP9dM/xP9QGgKTvZ0RGncp6qrd8ReoAZ3UMVwk8fn2vNcygKOJx9tQUixrk16PuCf6mJ5l14xLxXS9uoqnbol2qmHEr71KOsaPmbmlTKcvtAXIKG2Viwha79uioU2OgoibMjAG6tPu6ZkO2XUyAh9B2Jk3vzKezLZPuNRyrVXx0WnO/l/CORRnn0Xuku9Is1OkAos0VyegqiU1ce8tXtvqVecHeO+/b+DJweOiBksG0lQ/b42KUqoABRbPQr+Zb4CNQtjh9+v3M+49BRBauCEoy71q/H8aVmwPM/irnLexIeYPNefXtC7onO4O2vEVRbyYbxviMltdsqOvw6it4lDp1xMw7keelJRjXpYbzmDwwEW0KEdBkGvE756JXSoYme3W89Ajssqnot4IDBQ4i+h7TUB49np7yl7Vxf8BVlqO/pBdoJ6VTYtyy7qr7HoUQoCutdBQd5QkGN3Ccah2etOtWT+olcmyN3bleYfTvGs9he6b3+3059Ozh0pq6a7woAToNUE+HnrdWHLhkela8+pE/BNnv6sr177z26GI4BmFn3VOIi2PKHUosulEC+a/qFi46ErWYkWWGsWSsYteT1oUKd56AoDbgiymm6/g15iQBDYOGAqhb2/lyPy9x1++n3Ho+lZ/xz/GGwVjMxWs957+eO1Ti+UUUfwIZoLS9b9JsijJGyzv26JVm4OwVde8oGEeGoYW7HXeEwbSAFwyA6CU0e3PtNRor2dBQQcO+gLWDPu8RVLku3pmJbtbv4lKW0Xl8QMO1eknWCg2XvByuz2el4wbvcdEaAqj/AG6GIt+hAUsWt9dK37ghw+edMV57fwATzuDKeY1eNcQTfZnrrSKpz7+i+iNKJTHaw9DJrUtb35E1lnNzNZaieIks3WzSGG41WWW4vMKpy+WU6YaEfvetECovLxGI/Gv4K7bn3ODpy13EVT0wOht/SWwMZHD0B6C/m8bl46/qsot6OHRq9UHDo+THJ2eJX3J0BI2KeXRBdnRkE8MxK7fyCjY1/EdJ0CVY03XHRUDiEKOwgwNbT7uO33gj47dCcSfJ/wARVHZ3MdLrCbqIjSI9noJ/t9AdVK70Gdq/aNcdAiX6wgZLBFPEqdYGDqSzLV+Jd4bERN9At2Hv6QxShnz6PmAF3okIFHp+hV5LJmhdldRInJ7oagMUL8I6vdPLzOM3ffoDYzR60aFO5d+sOimaNh6BpuG6pV5nOFv4IXeseipafGktMGn9JmqrlGq/hVCVjvLgKpjFY6B7pjpq7AR795eSwo9CFEZ1s30ELBQ29LwHbpc8FqFrHAf1Lqw+9eY9D4GozRFqjDCd+l9N9jnlxXQMAYGjpmrpo2ytwyWV/HRAtC5Zjw6WARMCxxLMazAo2NMpCgtbZdqEfC8H763XlX4dBYsl4ejBaAOV/UF+Ox2JYinD4YCTR6Kw4uxv5mXJfE6F29P8sRLbrpUgnLmK0hVt1EoNZiEAaIZ+f/gKtkGPd9Lq4LRveWZEUDmBUDbERR2bIZDls9mZeR10/f3Z5TF44Zfia7AwfHoP6pwpYOBg56W1XEoHPZ5mkq67dfcD6IkkcAd9awt9GBuO+zzACBsNPUpE7DpK69Fl90zccNNX4mqcLX0VNqr3egowEvjyQWhZnliIn7gh3kEdPTjqqtu+n/LiKLgr0O4sZtabPMtxV6GoWhxjvNVXcj0yas9FmNZu4QcisZaoq/0QuCw25PEsFl4TPp1nI8MVdq+sBUuXh+Ups4x6SA7DQ7S3lXp2mhrz6G0wDT+YlmA7EgW9ELStZ6POcr6vclbfqXhYNH6lUWI7I5bZitRFxDMVtFM11AxoVmMgbebkZR3kCmsTfoUCq2lJsS9dRg41TiphkK6d+UrG89o28WqMV6de8R2hVr+Oi4Iat49ulKLadQLBrRhhOfEw9gv0lUW4EaoWvM6nNL1fmBZA7nfrl2r07Aowvx6Sp0CQrBkF2e0TOPWDzD69BqMdnpdQi+TqumKPv/GCtGZrczyR3dD3Gc5/oylLWY46PoCO53mf4ceyGR8faM36SVbmJBztqX2vNywgYjX/AGbaMsGZIeY73f7xEb26qtW3WvXx+44qcmHFePSbC36ePwUCrZ6kAI7d/RVQXent0BaxQvMWEL66Mg/I9ZVnDmZHwXLJEbn7iEBPwexFyOexDZwl66Lb2huLcpq+DfT9DY9ohQoWLy9ulpLygDXVTJzhHgiRK0LTELgo7dPA+m6QOQ8RfAnBHpUbOgWgcxKenMTXtUfDic+/pNnHmFBQPQKsvXMrd0dLBBldUBUpprnyxKkBYvL2IqdX4jFdm4VzEQog6YEDekrISws5z8zHQEYRn3lRdTV9AmoOpdkVrN3Kdjhrh8zipX2ulHt1JBLO2iCkXdYuFqwa9kxJdrqEtVUSpXKXzfMTsB7PVUP9ADotCinl63k0WWX6iqmUvO9AnPByjTT2PS0CpnX2hyXvPXj+/S3CxfeekDNGabzM9k9Hud3b+HRQne+iAqk0xbbcrllRVwbepYo7Dye0bFncOHvM+3WzOzY4DsvUEAtcE7vf93FBRDxuZXOejGLTQJWFsxL7uxAIK6dvVg1XnU5Dnv2iFZO+ggoY261lvbXiEtCrM9Suei1NNlidQLS1564Hs5nPv0ISotMNiRYTXx6hYLC2rZl+NZ49nqt2Y7S5bTC9RV5aIDQLXREQobHryboEhwmKdg7sdVclCTydSudRww/HQFZuEzy6X6gybMcenFefW4HogSKGt+krodogFsmuSCFiTmUZE0Sqa61m2bquiU1Kxc4gAzGF54C9w+JoDugIRAwC8olKbrn0Y9BzJllt9oywuUP3DTB2QAhsGh6itKdJz1LGzCaZVrPJMhsyy16iuS5noIo6n9zO4Lz2fH8DFp3uz26IgTsXAVlS7iwjNauvEaCrJ0Ji02wjAUfsY4oLIHUVeddRAqK67Jxfqs369+PVirPdNlbyZiS7KKrbt30fp8RPjMeCIRULhPPTPpY2O6h4+z3lbiig9XGN9+uRkKJdYO9OgVozKaumu/XsW2XiG8S8zNDAoMfWVgpgSo1sO07Y/h3KfpvoPbAwHHoVDRTh1Faur4h1hp8GUU5+PUVecEvK9QRLZt9SCt3yIam1Y6iooCt+Y7o8ziDJUXbq+x67Cl0vqzcd24lKdsdEyhSsfv8Ag3MI9kqZLadP8xq8YPTXNTVsWUzjpeGs9+ldTeUVLMXyrgVYRvuABXfwPPox6glhZb39Ipsnt1AGkD8z59GGZ17p5KSMUpeGZvo88fEMoLQuWYhU2fPt6Kxd/ExTjPHSg20ZYmlnKRrDDY2tEqu9O/o4uePLMNlrM/MsCeT0OLO46KDt2XKSyb/qcUWuui6x/C/0Nnn2mXj4H8H2MIxSdBiHN3HUrNgdiVGWcuBLRMdVcUz3liYeOrG7VEbXOZ6KBXd0pzGmPliFwV2PQlOG54OMwWrXvBkNVfCAzNKu6Zrxk7ILZ9Tj4mo6N9/t1FMpHxDSINJ28S00pe6geamhvPJ0xz8Qy+k447K4indfcjK3Cmq7zmBjE7wAFrQREgdHpxj6vR2LK/Pqu52wdWBRZyTNRQ6PRV6Ol4rEM9oscfMcKdsdAVoK9iXq5UsKbKPh0+SipYSGmKa7r0QQWuiBRbVPSt9tFkI10NYo94mB7+gDyVxe1dM8Md+Iqr3VVAuPpQsEHqqtqr3fSgqri9WyhnnmFWXrmIXZam33iI09WqDktvtLmF8qjf25B3gDf+uI5RTLs9T0rMnnN/VnoWr9g9DS4bB++lYlBsdMcMKxfzHJw4melbI3R4KWqTTKKEQxWMYv3Lm00XabJp3y/wCyh3oomiamvaX9Auv468Xfx0FpVa7H0MNTyf4BMpoPENSCs7+9Tn0IqyZ36+7MNl8zv/QQmrHe59esjuHuLi9eyDPTIw7r10eOW/id1eUwgXkl/B7pS18K5fse+JTmys2pbErg2+/THz8G6nPPNuuvMxLYQbocMBBa6IhRw4JBTmpq2W8obiY0qyOePM/tGSyvj++qFWgdXEKFs+4Xh7R0FdUVFfPTjilY59+je8PfPStqbu+/2hjuKxsb2QlAFT2Skg1B56Wxja8DR+5QbiDtAxjILfoQqxB10Ks4c1LwhpcPPpr+JJa2lN9FHkC5hY4fHW41DmGGFUSnutYNdSD3yGrdC8HoFLSJpJvLt30swrPeZd68TiBc5dweF9G2njm+hO5TTqulI5GpawlJs9N3RE2JK6BLdnv1BcEGmNWumA79GwFBXb99aseC4hGtx1vFff1ZvCj3J4YHinbvKOlY6HXoaYqqu3LLzUNe/mINidr6oBR7P31VCV0O0xT346NSw28vachq12XFQFWWe0pl+APMOgeWS0Kt01K2aITi8l/2S87Ni1rBwskr0Lbzz556cTHlut+/jpUjRytR5yiUvhrTvA2nsRTaU17/APIXLjXk7+ntwVjn36Es+QVTF+I9AYNmJSOzXo+vRemYHxI/fV458zUDpAazLo47OmcpG31UuTn9ERGkpOOvtfQTFVX9Ez1QBsjlv5mt4go2KJpI2tuV2xrgqVx8BPA7r5iToJaMIS/V6CVDt8QBoOAdMqsHYNBuiZXb2h4xThm5FW9ESr59OnGlr7eIcNAzFRYdiFQXYfqAQC13w4OmjhEqsmcwIPYdfMM25YuZ/tFSkdnoRAtmjoLVwsYAJWDh6KbJYvtNfxx6DDcW2+/QRRvt/BnQEwf1PDx1rr3SvAhId1r2emk9IBT3SsWcjvLBQaNvRrj5nLvPs6iHhTzz1BeGuWFLBWblUbu8Sy+XUzgiI076Vo2KxPhmo6oXWahVQ1XqKWckZ9ipqCoRpNMr3fytxUrTHUQpE28+PQ1KXJ1weHx0FGxegWgteWJ7H5OmVoyuiOqM1ntM43X4IZQ7sDrWC3Hpu73Pv0BKFvY6r5L8EL42l15hHcGVm4Gp4nL2HeCNP/lwQJyn+eJdFPNUP3PxqT25insXPiYGF7+IZtNb9ps2YUzOHb/NwrCq9Vn63MI9u3H2lJhmDjMpLmZP794al6DUGs8E8u0MNtHt+piGx+nZLEoNrqMra7eih8Wq5R+UdJvOuZS2hxEDhZo68lXYRrHW1r5havIeL8dF83AuVl2heeUVdq10JrwL0yhBGNu+lBp/ImR866OItNxqb8R26bHYoct9vMbplunpXTV0w6ZYPLoKrSPclvd7xllwof76YHGZimyAigXIc10pRTjbEqorGfecZn4ISRu42e/S9cVGxyr6UmvAxdiYLYkUZWuLZRZL2RFZHUiyTZxXrMy2wI5e3UaDk+D0atpF8b5gUcQx0DXlixwo7TTWb+0K1zsiql25ZeK6AXIHdmUMz6DYF+j8dG4wotfMVVXbl9WYVN+z0nQ/eHz8RUF40JgS8O+qI04ejneDoakSzws9CVdlKdajVnUL9u/WlbS93pu7sTYlu7hbNoojpTct7PeVxqZpwd4pCDh1L8Sx3lnll67dVtdcP6iQlrlYqaXTdMZFZ9gjY0Yb7poL+eXSmr4gppr02YVmNm9aIxRYcrTHUY1pf2yzx0WsBa7k7uUGl89M147dKtFVhP30KsvV5gDAnAdy7LaHG77SmGe+Lirev8ZcfaeSE/6dbd4NsMvCjgVNjz7Raa+YprXfcH23Dvo5JmEviDFey85PiXV8Ox/ZgDxFofB2nEvy/uM+QTy5X8fSB1aNfCIJ0PfwhVCRpxPY+6e92/RkpMJkZtIYe71ENaX0FHD2NsXoBIbOpd9v+utPza6BaHeAP2L8xEHiYKPzHtKC3z8nv0VtgeyYvPzH35SAI5GCRzY4M5IS1g+6WgaNvboplYu22dq6vBl2q3QdXMjKd2gBVbKvD5gtHfEuS3GDVQhRHn0AS1dZ48kVCiODk+ehsEvdQ3jcCZVEgnxPCdxbhERR4w9SrL1zGzbid461vbfWnWuGKnz7StF/iVLltJcpiIx2SlLwd5dmiYX/AF0Mod5jz3Jk1ErjdG+zioCoGVwEbdp2cKmK8zCA1j7xmqtinDMm/nprfovYiqp/De3Ww10D9sPebJrdw89CAPKK24VedRq8alLz0yPmWXSzy9/Qv2p4fEPET2ummSYd4ORuXG2dK/E+YtKD579EYIDOhYzrdSnE9vSoaVPjbFsVltyrOi7E7MvgN33R8FiugNbgMr8hoHp4qEaaDh9FTBRYPPt6sPiMJ38ys0Z7dDPKdETmRZyroVyQBUz1Gp73B0sYPCF57Yi0M+XFeY6CqTcFh3Zim4GC/olRT6v0vhTdVzNAGLLrMdxPcM/MBmPJk8+IhLeh5JcjOmvYhlc7iBm28IrJAyt0cyzfp7QKJyfL/wBQXiKNlbiObbHuw4eyzioqfK0v2dRYBsXh8Rfjx6c6rPaZHOHt6chA7Fx7RVbW12svGluL7e0Wl7r4jFdv5efmWO1p7wsKcGZicIlh2mjuw+8aAdnPRG1UdB3eHx0pq+O8KnfCeIyAKzxwUHDpxolM1VAV0sjJwp2jQaDT5+YSlE2opBW1cfwluNNp7bmW3zGN6tkFqXh5IcQlBR36ogPfUvsDbtABS54dRS6d7gVolIwW/K+fUp2tHaKpfOocimzNYU+gdxTglnquOiJvo7W2+hFLv2hOogm1ZB5WfHUpQ2W7DoffhmXvnmImHcpQ/QJWW9vo9Aso3La4jXGv5NRV30ydQvXzHeM9NXnXUxjkUveNcFS6z0NeE9JObhvvARMF5e0qHgLp9SOH0eyNHTbHS3VaRGx8Jpx7MszDF4Ub1vEfwF3GRkY+JvLRRm5pEVw4OgprqF3XHTIKJt27nXJrrbFqhodQe2V4PaJUBom/nqoxefPxFJhxL40NMMLWZ79XLQ8TGS7OffpxS8+Vxq2tcS4LZZ7JhI/CIytCgKmgeR8y/AukCXWDXnoxg5VBCLVhLvgq47QP70rLot+MxtU1FiKFg7GK+84IJZ/3pTHyDh2jNhdcu0dWw6RdSe7XxAtBrywk2Wx8xtTyV1Smn0/U5djt0979BczNy/BvmGk7/wANoJW++/QbJTQTBamXM0Pt7Yuj13Upj/thCpk6CjYo8JFfrHUjrzOae12+0Ol8Xu69AIBNrmKcDCwN+hEacdM8elTb0Fq5D4eh3dPD9pa3I30fboKamXcpINLb10K3zMj7g8eZcfQRM5YzMLGrTvfSngr79NRhhlWY29YNdFlrYy51eHEztAr13+ZS3hxL6tV2nhBTGBZpjGB7em06cTRcuPeD81yfvqBQsWtflAO64pipbVW1246a16KFluamPlAhscEBGKbB+TKR42E72sOr7wqDaNXOUcO2CUAlDlFAGsc/3KxTS7+PWARE0yzHRZl8Sj5dVa6Hw9EKU0my1dveXkfqR32g1eLvp8Z59PCNcnShBzSQqkC7DUCmtPfFxANkGm4tq9+tLmp5l72XyeZwUKLi4quuCefEGD2elR0lH2CIf9S5pdcnz0aXGJ+B+ZSOKg+7UQ1t+6apYfOEVdofK7+35mOA1snBvp7W5Y+IPMRrN6uCgqynv6TQ30LKtnXZG5dDPv5mfl5t+kBfjfMKGxy9FuALdJG8Gm7lhc5XVMIwIqd8HouAlPVFa68db/RMndbPEBqlxt+scWh0XXzKUjavzAQq9w5TaXOJLVbFtHG7Jl3riu84hDCIOt+IUY1HJF6ENq3vH1DvntO0TOBKPPvGds6ofP8AQV0sPsEvvHPnOuVEq33H8G4tjLcpFrsqLDl4ltQSmtwC6vK+sFdC1uewB0jV4jZqNPd1Cu1Yx79NaRVuz2j9itn3ehVK+sgtq90I3+3rTqAMnv4lB/QNssaRQrLY8TNtXoYxSnfUVj3z0q3hzCVamrg+qWa3BVl65lF1a4c+njWei23VQQcl+IEg0lpGmVrvBpYtTDLnyoct1Xjp5BbfL+A6dmiNNFc3vouW3ohcJXMOmg+Tv0WM7ZtRVbZg6NcMcspyta4SNf5kPotuTMOLBYe47yo5IfCDx6M93xBVXL6AgHMaBdnKOXh2v3KiHuMJ9rD+o/Ybs8dLIBrX7mu50OI0cXzbLtAFnszLAP8A0gyFHQ/C/c/y+yPKDgSnNWTPIYICax7i5lgeLP7R+LG68XL+3mqKqq2u3pXN9Z6G2Qe90SIppumMqF+7x6sDgZDz6E59of4Hwmcmux66VrYYuK69brWutrQjTxjvG4sOXoq0bvQAvmfEK4c67EBBO2jtrvhjalDO9faKs0x/0ieKLhWcVu/EvbvhdoQpR7bJYpFOTUFETCZI6HrpL0mWjfaA7TWV7+tIJsiuq7XZ1BcHoX95gJlLj/Ea46XJBB06gUtW2V+HWmr+OttyWw4+HD47Rqxa1rt0JbDUwJPJDcbcaOqB+aYLRZ3dAFxV0xbj1XqKrmVt0z3Zc5/6SU8Cu0VOZSsF8HXR5ZOKi2rr1Mc0Y8QTgFYJztN5g0AGjoFNdL5kyxY8X7hFQauuGVK7NX2lbVeGoGyW5zJpZVuJUrgekSGB2iICk2dLDDbslHR3biQwXt67arjtOL+0RKvmMNQb7pY0WN9FrJLHh4elNXx0aAPspR3v0eruytVmUpwv6JySpz3lZuX6OlSYhufPikpSNwwxlOifAT7motp7ty8nVsvEJqkTJvp2kiZ7jLm1ntGMVvm43qK3mvPStHNs/E/w+yFRcjUZSWaXUB3LeKTBfL/SJiXb5pTYLX3HtKMpaNfPS3u1z/PTV8PTd9vRRlfOoNai9gbZzXPSsX0RGmGXHpRE68YwLGveNBFo7NzSJ09wv2JvwObTOBxXxjrX5PvdHDkZshVl5OY0rWDg6Fmi8Kjdt756W+gwRcE6uUenFwmZkabi5LyI1xLariFquxei62nmK2CwXVtXHAIKw1LtfGm+jzzOO6Krkw258S3o8pMo66jtD5ejBRqt+yYPgH5RFtvHtO73Jyqa3xuJUwNGAxYS1VtfHoELVbfwU+xCXRmrfqet0pV+Op+dkcdPOW47No4zmNY18deIKnywDEFzx0pq++owXKuw/B0IYSXK0UXglYXtKxd57S2q47esQjQ3L3WcCDTJ6pgRW2/16ErDAsHeWILzAg7zg9psQOeivHIYNCT5R46W3VYGGbu5fu8RneVQg/RFLCUW9vAhdsVpw94gbC1nn0hW2p3301phTcYoWzak1D1HAGJL5gy+5KB2ntMzW2ugU6Y6HioWfgOggwBZ5eIzNlDsn+H2QYUNd5Trxa1MtAx5Rys1q/VZaC/O8Q/hrGw9oSa7q9ERZMnOVsIHxTHm+930lsYGuyZZp74O50Sa21deJeNdETePSCtEbGnjoNa9V7qLsRDwvSACsic7xJmJlT0YU1U1y9+nutVyrNPb0LOq4xXeW9+VJqzCz2igYkhMgGPq0fWl7ZuiKBQ0s59/SYenTFUuS5X1jRtzysyHM2suYD3lSnLFuIbAbrmKBNmh1L3V1FtvB7TUQYXDMBo47J5CU7OgbZQ13e8QFUmmbz331yCO3f8AXTLVutSi48OPjiOndfJK1Q5HMDFm2hHxpabYuBQG1RKC+30mzv1KAUsNkab2j0jzCrzr0cky17TnHn31QTslbqfQyXX68M6sE+HvDJafefM4DyvJ7xz2r1c5daeXvFaW3WCe0crlbez2Y9aDQdMTr8xy+8VRmsrsdAXXoS4jZePR7W+3ov50F0QOZdw5XYViKwa2duZxMdux8cx3duapr57SjvtJZkAWrAOka5P3CCF7j5YFm0rvgje6XcXd7mVk3UYZjmZ1G7OJjk7P6YYNjjlXVFR9+qJQvp9znpfsdO/s9GEdzeKPdDzH+UdAaEVVTau7cymGrZfyxuoHJDcTrLLBlWD+/dl36rR7dsQtovxj5LHo8QFnFq6Vft0d/wDEIcTs2vdZ9eN38d5h3ev+riy0XDWmYRQm/MgpprpzINSxMP0O3pavGvQeCqoP36GV4mPfpk7kIAey6jl8ua1KtMcDv0e7IArJUviC8IP+EIrNl52+IZ6QITtKsqrs6LgMYjUXMtd3U2CXhqF8TFeeglOPnrW3WFlQVlhvh0wMjfb06MnRx7zNeghXhxNvXDiI0UhDMJl2etDVCrejnWV+6ZqpRGQN+iX9B0cAh8nv11txHbpVL4WrhqiBjiUQyOTmFIsqjT2Sfl8xBpE2Nkpqh2d47JV6PExXn01tZ7Ry4H8a3sCq6AVvoM9GLV8TEolp5hhQgRe3IZhOS7gIRu/EFe0jajdIvCNweHI3hGFUsuF3KcpisRw8JAWFt1eOur8Mkb55zDCJwwsVYdT2meel+bJzB2bbo3gHU9dHape8Z6gCHG3RvcO9kqXszqPaDgU5+0ZvW0XMj+5irspC/FXhDtXj9zjyj7uCiwMBzC1hs76LQCzzxqORHEsUys17dQVo26iI04TZ1VtWO3q4+HoK3dP3ZYQowmf0MTFatpRCrLVRg+2QdDCV1j6SmC22oQAkZPEwDf8AyD9zHmXFRs6bGuWadwzeyNXwSXEjE1pcsc8safu/aAPwRdMqA9jtlTSx+Qohco35hnNaD6lEbMOP58DWMY6ESLIOVucIu7mJ0jxZ3hHTozOeu7v6K6UAiwckbF18E4mFLcyq6kWKsPf0UXdjUCmuqK2vjoSKUajipfPrPFmDS+0Y/bE3HdW7d49Yt011KJ2uKZo1Lm9vQQ33awkQ4ajISnfpnt89Kav1L3IINJchIsJVt10RHIj2egVWD0XtdcHTLVfsROs4Y8d41eG4qBFLb/XqqjQ40jlXot/Fpz0qnlUbPXm/juN7qrKiIF31/WpS7uGUogWUxaws9uK6cK2cd4mtUv2gnk8B+4MCuDADnwhFLP5CnQoR279MY4x6UFtYOt7Xcb6Ur0w9mVmqvlxetmO8EAlsHE/xA5D56VMTrqzB+3gexEUgRNjKTTjXmC7VeNpOh4dNMAoFuYoOIZfaMyLoLVBABdjJGB0OyYXbY/7i2yjxiuhYpjUYVM1AWFF2JzcytuX1vCPovae9T8Jw+z0PHdXE92NOiVwn+b3TyfZrlnzLNB2YzKa05lPo3YWh7YaLBD9x6rOz5SnqfKM6+hN87/z5/uKnfJflLAGudy1cZBdjIREUOAalx1aU9/6QBmF88Myas5vmW0S/C7yhys4hy41Lee5Lc83u/S3bxEZL3AnP8hQKk5eIaVpxcvv0VdrLh2Al6sGhOpIdmPRkvxt3CnKPk6DiiGw46AQLXnogQrbu9JyFEo+yXSrfsdLXatauUFgWp+EuKJbcHmYIZV2TnHL6jO5YooKFw8QCATagTzpCvtWFyANBMQrLqZSCbhSuF8RApxGlePHpYqDYlzEZEm2Uc14IealYhpnkqGdVfR4jw3uHVHT0C+Qg99do7pRxeItQYcpoWMf8HV6jTV/HoFgBphCarErgKBo6czG6iq9tviMBFO0d+gIDlqHZwimr47zIwOKzHbSWBx79L8KmnqGa2FHTPxHjfof3FBaFz7JhCjqE6pMaxwS8deJRZvPaOsAbJXoPxiFFXYmUsFVh79FQnGYqND2a6U3zb6Ul/VemMrvdQ0/bfWmNNXXQbljOxHdnCbWJbiiMK8aWE8f3NDr5/TW0RPx3OmQVQ7y1R21O4r5llMZ7zRu+eriq+pyqtryjt61miOGBfT7J6Aov/wB8cSsCvJLxCynl1UVTsbK7zEj6eV+KOZbvSv8A1htzls+yZ6j3JQ0C/EQtAyfaczAU7HaPU5X3EeqZhs1Q2/r0zYbOZJA5KDZLjyTQpzZY+73HfcQxywy1r/2YURzlKmx5Ox6depqijPLPIvfVePTzlPSKaU9oqDsOJmtZ7rx4mVn2XvpgUs5JaH9h5jUPm/06AbvF2XiFhWzoUgWi8saULXdCfATw7/wHWBpI5RTl6J21at9RLH2n3mSaw8WUCMltQaZZ1H0VZGqtGlOfZqA6wMBx0uvk/wDUVVXblldaFvhBpxFhXFtv2jG7MCZAd40RErzBW1GvnHEy93eCU2XeuqFtaKL7eniPp5vfoImHBx07HV38+r2lMfkQaD+1lfQLz0xfX38sdq6815PZU0DZl8doU5SWg8dDdsvHn6AoLzxcA0lLt1MZFanj0VGGDAx0zakbRoPAR5K1ZN095Qr7t/10xLdL9nVQr7RFae7c0lQ5ceD0e0/cEHv0bGosI3SlSvZKuzmf18y6E7sEKW12lvkHKaSxbGNo+ZOjyODN63YdrzEvFQz/AC0S4SdHmLJv264IREq6PF4p7EQfJGG/Y+JbicJR3Zpcsa/80zI+/wCUnECkBvI+pKV5nh/1PxkbisHyzh/C+GN5Lfmx0NOFHff/ANxvNjdcSkhRfXz8QoKoeIFKDfz7dXSr8/zi2p8PVCrEvXQKmDT3nt8dRQWF8sFI3XJ0F4NdytxVHVdipv3hI1p0Fup36J21dW+i2k7761tZ2r0njyB7Pf0U1fDqCmsfwlXnX8O2hlu+YCqBV0TUDAuBCudRwL1HDPD3SzuaW+04PJofPR2AHbqC69D5A33K1kJdcT9Qab6hfIo4Yu+egDdodpRZhV1zXot4PTfaVdVz0GtX8dDWFL4r6KBXf/zoGytssIApcqY3tR09BhuNpMpGvvoUw+3lPShJUFjEcW/RWFTom5cZsYPMrJTXeC9rd90qDWWO9QYb9l78HtL7huba+kXyzwYPoQSp3F/2omBKs7wShoUu2+bjcLdes/ZDRGKjG/ep2CSu0IAoV1CgXoiJswfU9bRfYoRio1sHfaaoGjoM9lx4lLoX2ly2OlPsUWmaGnmVgC+Wf63d6UDI32mv/NM/2uybVDsuCpUTkfuJVg1XOsYjb07fEti/xcIbWEHLcnRwuJ8v/UvXyyQbM17OSXzRe7xU25K2Ua3lX7ROCzq856nbds7ejgjPm+iwnJ/PiI34B6LfFV26KFz+fppIa37+IiLLpaPpeM2epFTv01i+tZutg6rfB67Wwo6OzQs9dNW+jmNLU4hoJ9ilNXx39ahYg5Tjx1NBV0tRbS8tsa4iZiHEEami+Sybbdu+iI0lPaKgFwaJy7nfZcppZLe0dYXyQ96nHpocLOxKsE7IiYTUXhNK9MfhN5tsWeT0KqC8Al4Ir7D1g2xydKQGsOuicMNpHrEFvSFspWjLXdNgH1Cc474iKpKe0qARNK0d/RTlTV7hoGnRCxhRYc31JMRdenUYFlo5ldjK4U0HSsrIlNsl01cwnbLu9feDTj2jFFhxwV2ZVSBQdmKRvFiPCg08/tNoTtroKNjT3OrV4x04BDz6VJWrvFKQmPh8xjQGjuJaQxru+/QWAwpXJAUCuD7zSMB+st0taY2oXhSYt5w7SnMNfPvNUjNRAp3k+JfZsa8FwpTxUQkv5JxL+1chjbg2Yq4vaeyf3Kiyjs3E1LVPYeYLXCgqrvqX+EyTll92aTcfkIzjBkcsxTZsH3VUpqN07HmI6it4umJY4OMRrW30hfV0oSLtlLuc8vEG14feDDswXRHwNYYhmszwwUHfFzOJ3DXTlH2P4WdNd8ej4ZcMZrjO6MNVzDm2mby30MtG3URVOz0pTmF2Ld8Q4L4ZrL8dcV57dSxY1uv36fALuaa006fSGTQbA5marjkhg3dwiOAKcyxNYB6NQCC29+0vzSFPc6CmsdABkcv6REUq8vQlL25/rpoMd93pOX1Bl5fgEgigsFvtFix7AekjHhg7eYIOS/E1ANzoWhrfsjY7Eq+0JivyiKjR7o+1KmO0754iJXHJ/TnqLcOl0t6XfHiReK3p3X3dTCPbMR2245irXY16BocXcwPyiQ5SaY0xuEOSkKvOuY4YN/qOoCFQoOrgoY556U8Fa8+h02BuNm4AGy7OiwgGvLBaRdzsMip7TWA+Pqc5fUVeWjvAQ6tlnvR/Dz0/Mq2m8dpWWs1NUZXqxfzDfb4d/EsUvI5vtAzd2834l2vA4DsdGCQ9dV+LUKCspZjMqIsdsDtyxyS5+5M5pbD2cTFlELCDgaYgs7iJjfi9TGoOGtZ8RczamFmr12gV50TMtNe25bskz5EcsMMb59GqrbA7RNWo09/RP8579KYkrnPDevpv0ePAfacWVkcKOzfWsXx6nCie0y9j0zCVK5DtXMpNolIdnX39N5HtL1LA6K4p1eXoBdZmayuOkTtdOAnQxVxydChKWckavGuIuD2How28XL0r56Im8Q8VGVBmwKTpiIVbGDqbW126XPUqxG05ODfwnGt6elcLTFxKQ7MPqEbJ7TFeej5Gi+PaAYOjlJXOa7xV2r2v0W8r1oYHgvEfobZPfwQYAuIFORZMu19VOBWnUXTXn+HeO+IUvhOYYRovz6KwOM9LcKx36GuooPnfpDEakMwlS8vSqf8AjCck0/qWJSXO189BrD5n8DXHz/FbAvaI0PlBpE4ghY2q5H2io9MG338S818cAdiFAqSW8S71ct7ii4B/L+YGAQ7rViaqXtqK/wCjMQ5tbvJ2io2Z/wCMFKNhs6UNQ1bPD3gzP0Whn6GXyJNoD795jm7V/tmE/GWj2mwKcGjMWitLNeTZAqZzB4+LmgU74nt3lm7eJW1nt0VfRi/Z3jlV5/gpq6adPW9PvC9XoPGZre6NztXob6lq4jDtKRh2emBjfeLXjt4lo9Tk6iwXVtXBQmnCWBwddA76jOy7L3N817vtEUgpNnXeoJ3GKgL2oJFgaLx14ndtfmFc9S7xuN4JMhuY/Do389BuUycxUbZteOhVl65h1RPQ+ydbXcQoWwCKHL+2LdYqj0JpZW3iB67S3HQURNmSOhbTjurusD0FGxR7np2OjGJQbpq4CuN9KEWq6iGfJT05VOYRFHZh9AcrUOtWx4z2j+5gLv8Ax2geqPCOob18Io5donnWPbo49IhrjVuotgqrcSswVVOZRYwhTDZXse0UrMyXFqh8F9CUzwt7qY2br9SQMVXQ1GrVq8e3odMvNxSgoxz0rBxmFZtrtBgw5jN0vzNWYUVMW3W/ZDPW8Vx0ygov2fy/b69FjXHR+lP79Fvdl4NsveWoKOd/aYvn3hY3mge8TecqEKt1q2OoY2WmsdNAWCCFaNs8b7J5k79A9GUs5Xozx/LiKNFkPk1XKLjPq62cqlXLbu2+/UujwJB05evZo9dnzG6qbfVivMqNyyq56aaX8EctvTHrk0MShwTTFVtcu30pYEv4Ogo2ehGudCDH2Dg6gVe6+Yq7Brr+OGHvHL28dBluGh3YiZF36O6+6XjrW1/cfpIxA+qBEFVbO/TA0VjHXTT5EtuJym6gdSs/klbgvAnVmwVWuVx218QRpT2iJkNvZ0Qtq7k9+qBsVHvBlc/fdj29VUYrHv4mk5dTsRZ4nDqiVZV66Uo41vounFb2hvurD+oNVmPF8eYvNnaXS5VNTfTJ6F4qvmY6Inp6GugBryfRTETc9r6JUrrQ9bTSl76cfvolhx0orroXLa5eu59utSnwfyAoDbOC07ehE8jRGxjccdClk5PcSiCee3v0bjLvsJhnm23M7zjbxK1DcNcaj+UfOawQqGd9Y98egUune+uKbu+OlvTb9aYzLxx7xjAwzKroj9hXXx6ja7vosADkz40yciIE9A+b1EpKUrx7fwbcfPpBVGX+GnM3Xd0YrrlO897nykSjaf30yFbb6b7GTxS14MPHEMZ3vxKatW89vb16DYsdg8TZT7ul+bYdnb7qgjI035HaLdehgQxeDEqQah6TDZNufVao7f8AfaGjs9IDytErzTzBpbDogFrSW8Bv0KALda6UCDh2dC+Lj9NKTiFsqC58wJWrTWAWS/cKhi4heHMRoq8+l6Kwoe3RIdQFAvKcynMBleIGqr55iu0AK+f5D8wkSmvVeCvd1x88tO0zs+y/4vrKVWn36EUaLSsw19WZm3vgyomy/vgevD5PoFFCzb0MlocIGXcaVR/C8eDIS0dosvfQQ0eVwBuRXiezrcFzJ3RTfpGLEmv/ACV3x6NOJso+uHNxHyuszXpFNSvIH0zuW2T2gg1XdGK77RKrAdcvzUNKewKKmMCHJaWWD+cQL96D22aDf5lmp7bftNrI8xEsZRt+HS87wqe/rGCneY+e8M939r5iQdAFGE7z2Gv2JlReLd4KR0Pz/wD6oCpscEQOEz3P+JWXbpnu9AaR7RmoC8GoTbFq6nDOQ58dRynvcvWZRXPtOe/n09/SD0HOYYzXVe15qug9q37m/VWd4vfpuqr7pgh7+jk+xftMR0Dj29Jrb9HzAoWWtksb2Zjtath5iW2jNChScRUm7Pqllx0VHrdpW2PCGpuN7crwetuaeZUSMXZNOYJnHt/AFx9OB8katrXHt1BWi17EUMN8xh+KH8xI25qQFQfT/sMuh8/8wke0XueTD/AGIw5P11aKx/oBjKwlHLUbxaJvt6G45vjxDsZxc+8tNLnfprPLnEN5xMX6eYD7Ne/pxDMJyYfWK+ORz+Zk1cgNe/bpjVWXvHIvZ6FVtVe704uUcXYYhWXMQxIqpXbl6YLpp0xiFWauN2crRD6B8/30p89NEz5wA/UQVWdMgXd4+Znzv0MoqHE0PtGOSzCKdriAbYGqh5ZBOe8thuZli2pfmgGC9Z88JiA+DaViCCsWx1Ljdsr230E/36PI82oLVPlaX9RqkT36WzWxc12iQeVcRxd/MS1tjPsdxSOGk9kT28sHunWpn6u79u0JMYXUPoCCgyuAYIfPxgOPPULx0yAsfS6IA2auKxedxxXf2PQ1x8zNpblqOW/ahiwu2MRLI8YYlYju6LjmWE9g5jV41x0wTyTKzt68dLvzifM5emZ3OL7GvRZFCyc/eF3zguKxoL4PQ2B4U5+Y06FsqX9pTE5Me0wLOntOPJkmXUXBa9VFbnfop+vU1AbcjD0Um+ptV35Ou3xD0jUMsw9PIlndAhYaNLRL0uVPRxwIYgPl7lYNieIpFQaeJdBZ1UUOYmjCe+yQq148ezL4uHXt+3qEZQ74RBVN94Ndc5jmBrCamNgKKx1O5YpDWOrFIvEXWKrMvfp93pZimq6GUBrPaV2GglGbdugUAtcBK0dwfYf3DuVol1U8RcrXJDK+fvNf0915m2ifUfbrZKtVXptqraNEyax6MCzTRNxjduyMW01bR7dFeoatx8Sv8VP3voIyLEbO0932hex5LWDsIcBt27zO3cZ/UNDubeGaAjv2mIWHibbo4Ziw0iwC0sipTw/qIDtYTmDKMa8u5A/T23yTP4h0ltVxuMG/OcxAISe5fXFl6vMyYr1zeGJFvyekyPZJu3pb+DA/c98Og2h5OyClIqHdOXsO/wAEGh7n9MstCX2DBREwmSZJWjxDhuNIWaCtQLaiAKVfEYKrXGolNdcAXg0dKto6kj0tX1GpB4XeWmi0d40cw4P4ljxNXiNFXZ6IqK75gKL2l4St8wUUKZL294edbQ/rrx0w+B1IBLYV+fSe9YXnXiXWYu22egBTdVo79crifENhVwyquXsluY3yV0vaDl2eHoCLY0vEvjSj69MU4zw9bWfW/iuvv5/FenIcOZkcOPRd3mZiscUtc227eqlh7vlYw0f3EVs+ZVkNFk5abBkY3oorTHRbaWcsFqtM7bFHEBnWxzyZ/r1J4OhUCiX0B0E7Hbp9yX9dEDkPD0GDbnqQQrxEJRibQW9bXDUIj3zToX1ss6V7Y7kbAnuZRlDbh/6wZ/MfMEohgLahbpbTx/yAUqdRExavA/cBMhQLEZDw8+lyVZx0EBKG+e3TNfwZpYbd+mS747dMCl8iZQq8efERwynNQbKqbg7BdtBFgys0WvEXpqPcP0gbZq0W/WHVm7pH6EX2n+u8WvB2BX2qX7A1/wByHJ7aI+5gqj4QYh5PZhlUlPVVAW60egAu4M2CTuahY2YYvfhWW3LPCpz7i9HShvklfdhePmVRHw/mgs2ttV4lL8sqZIv8HojbCZHD5ij2beIURfHmJlVbfQibmOetNXTXfoBTmq0TLAqcl1Fr5fR7QuOPzOqFq3v0W68dagOEOzrQvf8A7AFnU7XnUzjfQ4UC6io869vUq362rxmeMcxwp1ViuhXjtAgMeHCQnOn1ePRmGune6pasqiv42GR07oNU1dbIAvpau/iLRUnZ5hV0Stc1G0UYTy+ZlDXRywIK3oft8S+t/e5MYGGpR72PaFEffP3KJHgUfcYNQO0r+v2iZ5XuPZmda67yujBPnOEjYe+/muhvoKDvEpTt0yOdvzApQoVibocHeNW02Gn101fHTw6t7TJ+ix0WrLi0K8mpvBCs2KVWflK8jse0sNQoo37wxX2qM72su3PEpqFMCFjOeQ6lA1RupZnodp/QyoVUDnIsuoeB5iNt+3eG72Xk6LinJNHvBarHjHpu2kwzOKlJRty8xTu262IGNn0UItbwUKKdV8I7FkexYckdX2P+E1SFPf3feUC+mIoDaDi5byxS3Kpy8OZb/k084Fsfc/1GrGhsd+LZbgydVuU6RlTibs+ehBp35Pcl5aeOw9/ZgcRX2MqtVbzCFBqqOfeKHaalsb7MKIrZ29KxK0rsccwS6LrfTGRzB1cR4VK7fcl1uNeUqPvkQCeBZ3S5+uBHtp2zFrsfFsN5VS/06ZUvLmEN6wxVFtyyinMxoriGUg7WMioegZQPUSdgH37x1sOtlY1lrtPEFff/AJKMrzfQtsu17hlNP8q/aXqqOLlnclFi9zxcXYiWa9Z/8mlnD1rarj+C2PHTKA/QHvLMCvDXQRpT2lqqfo60IOHZBTTV7hr0YWqs33lQkpinb0636K3uiUjs1P2sjYS2tt30vx8Hwn4iwvlad4xFln+8RwJzHKhngRlse8Wzk7s507j99NYeu5FO0NPHec42t1M2CsvCWAbp8P8AvrVbV6CGy5RVFHBFThVvz1rbHb03GGB3H4Ym+/InaVQvXM4h7P31ErK3dbjB6tj+4AddXuSsV7LmVNlerllayvqO+l47Avfj7wEDHB/uPP8A17QKzaVLK7VMDIBo79CTE9oFFsa6KrbnpXZHdcLvdZmzPu6F2m1jtllis894UnQXMwln+KvMZD8Y8EeMdCAKsDgHY95w07PvGTV2zABHMdGv0pgoDTa9iWx8DseIepRfv0yiW0o/EB6PLNyxLPXJGFvP7PbvOT5f06f7QufiGOkDR/US7GWyCVkgXikIWufXCXSPO/RZzndp7sqMm95nLvnNHEKheQ/aXbqycdvHfq0tLy3mZZKAOTuuZ5QegAcJWk/cqd19v1uVtR3MMCi2YemK88RmvIP6lBoa0d49TQ4Dx0AgWjvGrq78wA4bO/TiIaoqui0Fs88KnCqrrdxq2tce0yCvpYAtRw+46Isqyjv1dHsp8wsAwcQv3gf1KWlri692o2qGe5V/qMb2VZfT5M9uoDod5yQ/FO/SjJZojnhVLLzUozAqbIyaAYdajRR8jo6UV39Jro1N9Q0F9ugMAqlcQiArA56Le+hV51zOcW9pUqsYmc9yo6+9w4qfmDLwn6PM+nvGVF5N9vE7H9p2+oWCqcb+9lRDvjxKLjamDgdTu9PiWL2fnoC1ZPKbQ9oZC1ZpCx63hkPeKqqtcr19oPqjqHCOK6NcddRVVvHtDphpiqDUXT2deZ8YCHDdtrQ+IssA4pxD2SH2v/ajPs2r04DjAgVOlnhtzk8S2QRjsX3BHcekD7tfqanTkjEUgid4WZrbJVnBw3LsojntBQ6p9OQo5ZfmkwPiM8yWsQWq3AXRwDtEr0mW1deGFV9oxKxqkU0t2+i5ldFwcHYHawpm+W6mphvLn5ig6XcoWF6PHd94OnsdmPyQFHZiChu97wQpVU+MpwPYQL3adDLGA7MpODebJVV8eej2nc9sZm9/SZnW9jBm0VdA1Fcm+htJAsOXtHWKHAvSux9JTZh87+kSubjXBFlZzOrljgLXiXVgseIWLcxxcFBwV03kmXVRChT0+LnthOJNg5m3L7sSuKXiK0Gu/QT+SeItq98+rPitAxBsrpmyrVbLtDqaH1ZrKRfNjlxg4Jd6DpzfaX1iFtQGdnPmi525ZvWt0c+HtEUjhNkFg1fMFpY1ydMfLxTI/wDB6UNAJvu9CGS3+mbKvs6nBxkzMubw+3RKvAeI1Tbx6sqg7lU1Y1zGuJfVqDVUx8sujoF69N9Od3Gi6onanDs69kz1qtglCdif3M3paluZ/wDBhGIcJeaLZ4bdypBfyrlfGXKlL34SmPt+HRVaiQCtMRB4mBnfFbgwLHgvX031WAQb9+mIsPL1SRRPkjb1BpHcH+o6V8+r/LEhIZY7cnvK6Vhe5LKDHmLQwRImxL1EVERfENoCpdC9sw86FvkEsV7JbM86/UzUt7ExKqDBxgxMSmmr6YWnf5pEssOO5MOmHk1PvkUlUX1ZN68+i6zg87bfHaX1xy7eld8dLqmM9O3wGP2XT02e8ew/RPD9Za8uVcMtzhxY9q7xe3MxmGZivUblcJbi8Hdh++jN7eSvzLVtrBFIIbFKi78HllCt3Oj4eYNY+1MXpfqdvjpRo/4qA3s7jGDG4eY7SqJcqzjoVThz7SiyvM76nNTal3gvB/Uqvla5YRmHPmdLaB1NX5lCdldGHLNNEAEFp2TBWOXHzGcfZ4faNCy1q+iBfRFAXzW4xWBRNsvKw5Dpaa536siXhIa9Q3FgOulLglaYd+q4dWWd+nArZvXzEi2CxCmrprvxDcQ335/uIHVMlAbVzBv6yhW1YH5uKqq2u2V2t30UgLp16qug1w6jv0V4GGurJ4PQGF4Aj8+Qeimr6XrQ+XMcqhV8Eak3biCHEqB0uKHvx4jfcn9mNeGNietsweJoD5l+mXEeJ3bhHKwwe39oRZYz5pklj3ZQoUO4rXu+mTs8dNMGat1F5nEMfwC1WPknhjJkUZl4HwS3st2VyQmNG6+71XNXD7sMEpp8r+0sV5CWYTuShm4fRDBShRXaYFnQMYUgnmWtIYmp+VSj42pfcTKUrkOajCXff9wcbwcwxY3eT5hogTDjpTV9h7YmLE1/lyyWw5Jr7ymV1m43Cdmr09+iyVXiXN+5KD5HmdBngNt/rp7qW8ujbuOCrvnoC2jsHn2m3Ffg6cFWL48yq/GXQ0+Ki8iLRoFfchPNAPylG0rFTY9v7h25Z8PLKaFQ7wuVFbZlu5XxEryrL37vECVYacnntEoCexMYr5juXahez7R2MLyErYvg/vMPnT8vpVCcZi2r3hlvn/VE4jyW39QxuW/cPPiKOipQlTQRDwwa98K1GQPbp4ZhfaY/ay/EcUX8v1BSzucESvnXQz46qa2VS9/4ULMmCIrd9MpXMHb7enYtOeI5NLh6DaJgDqVHL2d+igVfA8TgHh7okIaDx6Eg7+uHS+4nIQkndsvHoavGp76lm2ke0Uar5gK0bdSwh94e/RE3Mm9mqmRn3XuLDBRTXPnqKRG0OhMSFv3gBPAJzXPXdTecHM+ZlEYfD2gG58v4KKN55I1eNShWyykrOVauYIQrB4lvHARhVq5gKAuQ8RL7BH7sTB5krWQ/WPkWeY7byvz0s8UO1BIbL5KN/wA5PMWBYtn1shWP9HJKLUrwaPmGi2KO9no4fdHJ4cXPsEdY5V4zHxmUbE1KrINR39pbc779/StC9i+hEqjeVVWZuf3qWGrFodTeVY+z/CUjw6Zd4FSp4vL+59MkdnHcOSigsnGSZptm+4lydOyMFLHIveINqs5fM/C/J0f0X8iVZg50job/ANzD1JSRQ4J8QgK8ZTv1RGnD03pVHqV8R0GVYcHF+oC7JeGp24a/MQ4VbJh+eOlyI/8Aj5gCrqezFqxh9IWKuQjRy1h8/wDYpMak5eX6waKOMRe/DuQ1zX4do+ohlxNAuBxfeEdseS9lPLcuYZPrKo+g7TTu8KflluLN1MTHr0UEtp4WFczc0xi1DtPAOuARAFLrhm1Ftof0QgnzX6gRtYz4SyjbWOCmjLlg49AISoMxZKTG40UDnsP6hJb93tEYIsPgP7gF/pPQHTrs/ZOviCJDH8ALVF149bAZgx5uNYbc6WWU5Dc79tk9vTbsxup4b8vQrdjzUs1Av1Vkq/E3brxBxUstBo29bUp9+mlFrrsleNE8viBwApuHvDkXjb0JhoZ3DcSihuYdvPopcLxj3irDLHzCAVhy8dbGuSn0mXtO50CjbSaStQOSP313Bwwe/jo78WJehV1/EQwmRmMOVEFqNPdPvX568R4FPnmKK/suGOUbNllHhz+IiqtLyeYmCB1OPalc0dO3oPHmZi8aynQ1XecS7oDlmZJkm7qI2qe8bSb4e/iEAKTF89LMKz364+3UJ7QL5amISYUPEXUfNRFeRGDUwuvaGwZfRVc5ZoeIS+2fa2VuxkeSZNWHcQtlVPeott98z8pP/bTQmHCnM13CMGuDKx2xpSfX0FUvByx8rO89oYCZk7PaPmE63y/6Q+g+7wDpiDDbbcRKq29Lu5w6ZQBvjx+iA1kLz2NBLB8HvKc1V1fiJbU0xiUaATMXbYf1G2wd450z6HAvYWCle725mCxrLhDJHIRVoPduN0UA9sXAehzPggsbHB6O7UFez2iYpVQvbpmIOh2nJvseR7Rt3t3CVLeHMfcm1U4Wq8zAOnEH7gRXYPvWIR1OF3fEqGNI9l/5BZshxXeGnfmLnGPaAJjZ1NsVUO2K4HeKwQg1xnv6b/xLrqr6WYVCQVXpgEbmSYDRf4v0DsJ7ejPHT6+8d0IUXmVQaadPQUF15fSriRR5ICuM+g2L7Xjq2LAW9pcK8XzKMW1fREKYYtPoTG4p9uhVlx8lflrplwXeVUC6z0XJZuolRScdRr0KUrC4UTq+UQWkXHV346WYUbuBTJj0q/cZgs/AVCE19mBRRNNSkUH+Mz75+fQGrpQV4iNKGXsX/UAk3Pk92a2zygoBRNMRTIWmUdM9zfeBTXO+ii3Ve0drxj3n+R3JkUAO/Fwx5TtuK1S/aY3KjTz8xGtt+jZ7hK5dZ/omPM6uHBGBHMLbfeK2VWGPiMvRs+IzUWhpw+52qGaqXnJFhF5Z41DUoZMrqGtqNHgR9yKsLxe4ml7u03taR8cdbVxpagZ/+/mIgx7T8+jG7k069wVl6Vbk8Nwas23vK3IWnDDNdCiobF5PiwuqUh5zXfoCDAmurx8kI7EH5zDFnTk1Mmq8HmJVFF2niIz2lfnPWsOYqobxTS1a/CMbV7yNEsOoc415XsiUbKvbT2lvdt3t7Yj6XJnd+rDKhMOMziqz3mmKBVdTuLNr4h+0vbK2zZmuPK5UJPkJlx5jSrlzMAY+Xl9JQCqAorVTb6A/cULYhwBDUrwbzd54erxU2M2uYVUtwKq2vdY1eMnD0vAVCslO8xeNRBS8tS+fE61NshWFry8Q8qaV++l4rtFYKBt6Pv7ThV4RMeeSKtVgOe9zj3ioS8D+DXoEpEu9PURBfJ/m4ufeCjhT2lnDeqxcKznwPx0VtsG0x2NBgqU1dNd55K6WlsoFRwUHC2UILKe0a2Keg7m8ujPXltrkGvUK5Ljt+zpsCu50cvaIkEUXmW7AWTxPNHTnoF9HbLETKD2iHDBz4iGHcagE18Nz7p9F6fglgbhiHHZcoa2Ix4E8TDp1L+L7z6KsJLTv+pUoCr7vaZkEL6fdjSUEFpZ2iqgBv2lrwmSPuUo9vEqcMtvHRrjpr95xS+P4Sqbt5GCQYurje7rdtS+g12Hs+n72VkTNP5g35b0lMIll2oBX04vdlIlGv5qAar+6ZZQXp3neiB1XI+8LCkp9KgguVOpRBrr4fETNY/L0F5pqOYjUQBbQ93HiDeztz8y4cXaeg2ez56Ulsq9/zKAC1D2qIGV0PfxKzVS+it+MQ68tf0D+4i2eH2ZWjt7o7FVj8cyqazLPlqJ8+B09KEK9iJUe0Lz7y28HZLU2cO8AVQdnMMjrDXG5Ua9558zNGG6fiB8lAziNJg7/ANz/AMJRroCFVoIQSn/ZnBo7XRrQduJcy2z7+AdZP0iVpXcmifQyPvK3EGA7/wDZSO3/AMvxMC7dMHxUAlgNltx2A0tv+ZnUvaHHjoJWg13dDPd9a9K+fSsKuoc9DcdYxbT3br0YDkDXHjqOtRtJhysx/EpYLVIxaFatqZpqleyAWDg0sCSq11V1RNie/Sy4LelNXx1N9+0tgiPZirtWsZijdgdZvShfLOYGhVDL36PVW/ojZDGhQBt2llM+2YmUo93TGgzR/wATSeI803i4RqHLZxiasfb0BkEBx1uWjydKAhtp9Fueejl6s9lf6mXGmXDLNFvBpgSYQcnM+6fnoivcGggikcOmaIMV5DxAoCkwkavTZ5dz5IQo51v+YIVWvbo8DB2iFWVeun30+1x969TPQQwz6geyWxNwPfmpX/f/AKguk9l/UyV9x/U/9t/UYabPC/qGAuyFVWefMoVjylPa3ZgTS/aYhhkGtHp+9jMPT5XUp1Uvv3jAJ9KmuuKu46L6CLvJB4UZhZCWdoCqp7TH+271j/2LheRfQl4XtcTEZhkhnUDZyuXQdAwYucj3BctRtg7dLLyGjqAFRpYKNbIlUGKeMMDI+EAgWh2xtTJCijI+0IoCZa7yxBat7dM/eYZoZnzY/Uy7BvylirWZ7sZrby4kBsbGD6g58f8Ak1bRbC8QEc7iH5HQw1z3H/JVaObK3F8Bsxu28/PNR174KP8AWLsB2llTXvEduQFYKuj5Bnjc9+JkOVqWjHlmMA3gXEhEJTV8d5tURf0goHak1xviCTfHHRm1BRccMqi4I7DvXeFsFJuDvzDLNKxpNraAuuMsatQ7eZS1X5TFijpKavjv6sywLTLmFseITG8AQPJo56U1dNd412d0QEC0dsrDyV7O8AeGsfuBjMKD+oaOoKx6HHowDM5Jxv08nv0QGliiugTP2j9ZkdMRlMsr2JloBcuem0O8wvEv0iW7O4RYMjEMGjmO/ieMmn7l3V1iZJZsdABujo8dVXavW+OFIhRTl2QEbM13I2ELr4Oiq25Yw/AllVftx8dDBFgF49ug2jtl/CXeex0faPQFyVgHtKayYXc0XzxEQ0PCT7h9DFCg290NQMr7E5mb/wBxNgNOB8zc25yuNjThNnRiKNDNS69s4j2KXrteWeSFj+2ITJ1qv7YOGTOGAyPiYZLwzFHl2SzJQylTOBg4a495mvhCVmw8xPMrh4lwBlO5sU/SDjGdggRxE5JdGS3gp8y8Aneq/pO/fsP9RTBXsCogMzErh/2ffyqWLB+Km5J81LoyYeFOCVY6K08x6iybuXOPiEqidhFWgXbmXA0fFvf19AJQV7H/ACG2EEvOougHglUNXOf1FXLl7vSi5fi6+OlDZawe3RANqiF7rln9RYym1mkrDFoNrmJtKToSWGjiMG0M+/Swr9+lUBGR5Litq6cQFuR3j44H8cSbjymopzWFcnMwwL3iXiviaUuSXkXww7D7bjEFc+Tviqq8zkBZadsi/vMDJG7gLCeO8scDseGOtCMnHiIjSI8j1LcGXxAchXtp/qBtK8V/uI5TvBpuU8L2nUfZhDjf61NvK3/mVQPHumqN8W762AUFdLRopCFSU5OnvwQmAyrV5+ksLNN2uIqhT2euyRjDs6CjY095mqrv5h6uDDiIyr2xGzDft0sKXs+3TPqcr2icc5ZQQxKuAuxhq1DbOLwxfTHPxAQoKG4M5tVsxF6umpeE3UBDUe7mDF/kjcy8lXjyS3KjQ+o+/bobcLlZhSwC/AipHtDotOSWfjxXVzMZN0ce8K8HZMrLgNvjuzU4MdQXUAm4hbi+ITuMWxQxzFvar5gqwaKIm+lV/Ixq8amNLc5ZouStPmLbbz08adtX46fY9EWkCfRBDAXDW7gBeXZ7+8cwKd2n3D6jsWBT8ICIvjM78iH7ub35nuzJfEQEaZu5zG/tLUpIDx3RRNDNagp/RMBduk2r3TJgugYFhmN7ZnD9kxaTyhGAeOGK898j9sOUy5px7dpSogiVcvsoTUtTJgF05Pf9S4KXsGFjvjmIbEvesffGxFG1d/M++YRGF1xA4mxl7K+6ajdiuKk9iN29XPMOri/6xhRFsQp9p23MlST0XsMeHJcOiK2/HuzAfvfWFXoeLnAGZUnD96UvY0/715BivB7z3lYnNnGoBcGjrrBzlrXbJiMUi0QzJGuToFoXV8s5u6Ev7dCQ6cB7ZfvDqapPfxObj9CCw7QWmWl5StidllRKOX5hqysp/tA1S8j3gJQVg+e8/OiOhz2k0nZmGEQw09lsJclpf+XCzYHDE4fujqfZhaQbEFTOaO5mEssgS3V13GK1IOK7ywAAP7iXl2TPDT4wlXfKf3NAOMxZ5zftAvCryezXqLHEbFPnR4oL+0Cw5I8Q1vbSjQ5TPeObn9pivzC0wzXfpXLTZL5ie31K8Zl+Tkcy6lvtcRsTs7+07lNjSeIBdNWZloxdPI9/SYHsiUgGbrt4ZoijgRHpqGQsyIGx+6UbGWyI0DI0Nj3a3U76TR6f66Ad3VAKF15YLsLBb9nMpQuq3L7F8+JhB+lgWLHhqBM7swvhiI07NwJwjkuDxEptxGhceJe/M8ugUwQuzxDCPaYCm3jUKpYMWcT3cOhdIrROfeIjTFKqs8PRQ1ZZmUbBeYhWAfJNaAMDoC/mC4nPE4eIaKw4vg8xtiCl+4dYaDescxq/ZYqKL2+nK7j2X0S55Ty0lnSmFoHPiIKzbmfcPpahBZ5/Y7Szj4+4X+5awDvvc4+nhSqxtVxzKu9/tRKLsvHuPEVUvbVM/iJGb5ylj9Y1jNwKWygSWIUtRsS/CzDFFcDa+9yjX10BbDfdLwIKFHE/9ib3OFw4o2Ck/iIUUZavulDl7ibIJgXkvbk+I5X1eZpb3A6OX7EpOLt1NnvNN7NLRarmVSuCX95+ZQc5M+BTDbU9Plj8XMNAdjUatucO0hV+OWBou25qBi2rhTEWoTVbX2IXSh9T3Y3BfjNBAoFdn2eJm1rOGbIaxxN6LT68tIDDv7RBiO3J6GWiOGnHRKZ+B+TpVRY+jSY7h3ku+vtCoFA/lMx3b9+gcNHw4+sAjUyQdWk/cfB9o9u8c8ZqWoe4xadB/r0p12ZXi1ZdgdxQx0JyIdfFimUPicBvn9Sw2PDpjWIKzcHeDqOrRIgEa3yxaqhKWa4XCbZo/mfI4f2iDSUaSot/qo0ODqAALXRKg6lGo577TYLqFubHxcWchquOI/SvvKtFtZhsspCFNh4iJSp58zik/cito4b2e0tyNl/yxO9puW7Ksc0ttaz8eYALJTZAhdBzMWdX57S3JENP49JkbXBM0Ws/0wa8E54iJsA7zbPPCFpYfGybrRrMo0h7ymUBP9mKjAyd/wCpYD9R2+JXcHCVb2n/ABzBNawvxPJy4gUu3b2gFnTtLbtAvAmoYcRNVptQO9L8MQ6oiqpHiPgAcMErXn6SqmVBIx25rXxLuByZRBahr9o7RwqptJns9KavjoNS1egElodd0Tzy3aZl3+H8dMJAEpxAVaDfCfRiOqQJscTHy9yDvKN++66VKtbj2Ts+xK0e4JldWvE+4Zntp6JbI7Vv46O/eju+MPYDMOdyZrvMK1aRWXGKnDrMTkbzRG7z0wwPZjfMQXIY5YyacVRdmHDKYBcQW3/ghSo1zMK0BoOemeCCGBWJelVkswA0f5KhQWGDHF9+1QIUsD7fmcUYOlTFHA8TLIFctx2zAm6qTgv9pdXvIiEo0RXLF+KZPvOU6XfgVAcXZJU0IzjcXfMW/aXt42mFfEnntK1QlVuPH3m4UdS7e54blzPUJUyhcyMcsrn+4l0MTB8/w16rhBlBd7rhl3Ya5IWdjHQKNmE0xVVcrvr9v+zpxPh30hUr8ENfD3grmWX6IVT8Pmad89M3J4jXb2rzGqCmh3nuyqhdQppZC6BcBroOfaXHBLvLLyp+UerOcNhFjHzTa4DiLSGhZgh8HvB7x9YXWv0EVp0QecxlvEefiiAU9foZSaNjy9oneTp7TA7exxuJNyyhJ4ETaFNi8/PRLmkofeYEozfnkxAKM81DD8C5ccE4myx72o8Ty2JC7XjZE4i/uXKITcvte0u+LQxuhH4PmbEpe43EruRWLB59oOgcoVokfoln4x/39fRgFWg2zXk4l7d33gxpp7NQVVXfM7G6lhYZlPEFAutdj5aqA3uY5GItU8pk2XruhhYFbi62WfiyR3Q214/7DhbR78dh3mZs1sge28/oPLFIZvgT/FxBu6dk3oUXTETKJ7izcRHNzBECG0il2/UHI78Qu5MBpUQuKTYgFcDPv0HOwFqF7hscXLQTgR5Q37DLty222D4K95j2+PUIDLz2g8Qmg9XtDBu7/LzFd7YV3nuV9E5ZUZyge5jauYNT8D8w3Mm+BrR3lwF1VtS9TnYwqmizDzPuH0czZ7xA4v2MwEcg7RQ1ZNocShiAV+0u9qivRcKHB9EwPE5fcgvY9n3JV4s27SqBLyRqlMG0lc6ylPw6fYhlhGOXz0/EQL1ZCCGFOLZvoPAiGf4/qK0elsNLUc+8wsb7zZ7xZRwhcYSmhLHXciW2MZuq57rK6iSr4ibmFRehAomxp38cH0gBH7YsJ1+LXcqBrQK80FSjseSEZRzPHHzEL/gDsRXj/RyL62fSUZEv3/UrlL8aZgdWweG66BYthXHSroNcOorMC26ILRMKehNOeiVbXX/D3Olhzud8f8ROzizCcy5j7RJXhJ9z+utdn0dVGJZTcMAF05G1l1YMe0pVhTtQIDlqVnIWHghthbNVD3HBnHbNR+2PKvxDwnRkPvFf6ctyM9iQ9rM7av4NSgr9xnOnH/fiO1qdHT46d3ePeK/cZV20k+Cb4Pd/cWVaRzXNfxGxdI8Ol7FIExev+u0NLuIHHeamGjmvYlmsuHLIgA8Dv/2ZlbDXeF8K3pEqWEOKFyoNRRFFIqgME3KCX9Pu/omatjgfh3CbhB5F5zLMw24PL/UeAbpH7vQNAsFO/mIuyYj31tp92HxvPB7RGSXpWeYRtdONHdiVmb6FmQcmGai+58PmDU1ALu4eIgCDcSTf9P3qWQeTMXQR2m+6W+UbtvfMKsxyn2r5mHJsGBsYhrbp+Ho1jL/vjq1zibfDrofCxYjDzyMeXq3ElpXd64VjU+emk7lPaO6Q8aegG1PPiI1iDHQfRWFDSs8e05nlrupyHzbjpX9v46MXqMD27xc4xNjLLd9+3ThnFTx0XwyB+BKSs4YeVuRmeTAhynuvqzGZg91jaxN5P6iczZrySlymx9SXanZCiG86nmoVm/iaoo1Ml/YuXwFWoU7NnLkjxYO0jXTamfGP1OcTmVAw51PwQ3x5flBquVqmpUiqA1VHMdnu30G590wlllgx8SkJ2WSOKtsRGV7R89fTcxH3PJGjQ8p+4VqS148/PS4fBCTEOnkwfuFuKoGLBTQlckaV4My5O0+7TaTI/UvuODE1t3ez46iXQtb6lgFi3xEv5V76BeOWBMkbPsV6Rfs/96XrVj9sKKyXH9RRGvLH0irG62Pt6zeuy3+JYLBh+6Ntbgyym4WdD8CWR8rluEtHTHROd5PaPdEG5RrCGT4hmADTu+77yxetEj6mdJz4fuPXt/4JwWsx7SqyvI7hHKwZOeYPK/tBaq+zMlvlINdu7H0ZeOrDkio0djlZYhca0qXRWFSizIvvW2ujnHb/ACNfucqzGw7OY22tXDdQLQ+0wrEGzipmGZQ+x8EpDJz0u7r8Mxtjw7GWKzHDP93h0FGzDGZ9j+523wMZzyRq7oZSrT4RQLk2djzM7KX9ES1orMyv9V+Yip30HSvk78PzPt2U8JkC1X8xwN3xBb9b+0Hdkvg1L7w+5DWN3H4xDn9Y6rwP3ZR7D5RKcl8S18ZSfTp7mXxURqm94atrV4l8aKFY6DkC5/zvKChTtW4KIk2xO1vUzXh6jXz1MP5csrWe8Cnsc9vtMoPiIlKz6rCgPRfc9KmJoaR8T8L89EGwzL4SjjXKXyt8vMRi2uI616Xb2enEl0uOYe1M4OzG0LsfyM0WMwWrNduhpLbuavuw2ZnP4ta/EHXRMdAdMXUCBA0go+ApuPUWt46Zds2336cVQT5tn3L8MflE7PaYmHg7IXYHxE2OgPmvQbn3zL6aEitCX3NTa3cu891WviXvZX5X+iC2yxMCPY9otxTinJx9+jgF3f7A3+4aQ/4zH3/hLq8AJ74Ju+PwT4AWAE0XFwqkZUn9RUlh55quoyKjbqMzhbeUBQBbOgoibMktcB3OZ4LSpijGeepb+R6BDx5rn9xFuBhjB0NSflD+Ho4kcuTs9bxW7uKLLVHjPL6zMxvHaDGi6zUe0ohrsQBmxm26lbomv2PgggKjBFGVic9DFlytZYR935mR8ky7z0Wk7DDZpZ/dD4YrRKLwztHkgaPPWFXLBmf6gCfeLmh/Cc0Kc0lGlzx5g+CFdzbAUvf9w4+0ePmGyiH7om857PcmofKVXyfSWo01ZbH9dPtXpd1BPommp5DO4E7Rm2PsY6vXsm0A6HaobbZQFQdtwNZA93B0xMZ8ybt3f0RVTenfowtSq8XeINPbVwPh7S4fB+J5Vn61ZXmt+YCc7mfdH5jv3q/Uz8vf1PsTAvduoW2K7d5n2UP4K6HALmPD6a2W+Y7l4fMA+NnHhjoKy8kPd8fT7Zi3aU+75hVqA/8AGICKEQhQXqI5CtxCIHTye0qBVyoMm5XhPrmU6goU8n1f5+/SuSmx8RL5yAP3BugrUlkqU/b0/eoAdMnj/sA0oCBd9AtMu9x+KF+fS8TsS/XgB8c/eXk7xvqHh8zuqHMCU5MC+0vvbDZ25iuqK9/RN+Jj6y2PHd8MqLcYlNMX5hYTA6J/td30G598zuqxr6R7oA42Mr8hMBuyv+THCnyJVdp9SZOmr+b1d+LH6jGC3lAAwsIiisUrOPyEd+9X6nPN81zxKGhds4QfIXp3NosR+XWzYSOenMObwvoDG1Aob0muuGnoEqC1lrt1az4Fe0VTI8pwn3yntY+vo4KMXce/TFa+erxOxLFhdHsf5lp96X9BtntLOHOv5uMLSa8rDOYIuxx94hoO0bhVjZ5SsXL3fiJLVPeb389CuY6p/nM7La/87zYL7XNxunvB1ow7NfdX66XMR836nHjn8cf7zM7cpbgE+8DuYXng+sVW3bln4Sd1SD5v+pdKUuF5mjoZjAS2yMLCy7i+fiVCLcj8wKzb3Y9RV/7Rhd/VWoDTCsVHQtdovsKu/wC5hWq/MCkdm4bIzmVVuZMAVPPeAhhJgwXhlSZJN+/6gEk3xDW2kNkGw7p8x3mKtxTyQO7oHipjaoUrer30Iw9vvib5S5gUoDszmez8zjpH9vxC8QAeBjE0DSKXur0z3LpxrEMpx5gBA35Ot9wM0NhOJcBlwae75ivh2E1oFwGKShB7tMyz6MTbbS67uhtuO5038kQfsW6aYmEA6eIMtEFC0FCPlJtYXvh9XzNmpVrxB1jp7RVdq3l/j52FDU7doAcDXkhcrIul28GvTeFOr25XxAqDVzV/olw5YRo48RQbyfpBRYMmvZ6Vf0oNwYtmc8p9YFta/MnBipcM3S/Rhnj+IJUq03+umayL9MrdTtMY8z7SU4x/RmSZrzKZQPfuCKU3GbRZH5uuhyeOJtwb0Q8pvefcMMMNh+04lf6wwrt7US4ym2yr5JQW3ev9xeBY9n/ehsjtnllaNMARbXyhV26e5GCIlw/SALvb24+WFKOTX/IJzgo+j2Le0rk2g8ah4XBkGrZ+p09IfPwnifkUB0BQG3UzpY7V0Ftlaeu6w/qirXbBjVm67zNLN/lM3YKz6bijKBo7nVWPOPxDIUDFy5zE028m4yihscZ/50C7tD+4AAEB7EGFvszhZs1DN2fr2+ms8WhZ2iSzsXTBA9jzG1oH3xL5/wDbdLFXgdMAOwB+IGmIr+pexZ2ijZXDCc23/EfJ3oD37z6bEzy1kStBb3i97fmWsWqYKBx95ijVw9/no6flD9y+bop8f2nKrwxc9e3MEu0uj9IVy10eUZFfvOG6re+JYDQKlPwyBJhXmHXpbh8Mb3q0gKh3wRRblslPniUN2guICSj3Rt2ddCfwH75PxNJnv3nMKHcoMrPr3i4S/Tcs22SCNAY0zM9P1L6DPg4Pd6LiNiHTb/eKzmsj4hyC+BLOu8SnHM2PT5BOdfYnnEYYwdpqchSy+lRoRdw+YdHDjke05q6qct9Egguy/uMuOIzd5y8bqJgjrz6rbfUKp9H2fTugnw2xNW9kVRhwlxIwPZv0UJGtuCH5Gh+g9pRC+yECpq5XVyO5O4+I8RXz5Pw9GG3tD7LtbwZXEgT2R7eZeR0Syk/4PQLamJ/wvzAEfQ1fTf2Q3N4mu+pYDN4/tKOcvrLAEGbbmImoOtwbuK1AiUUE++lc3/RYHAFwS7iK5JRhoji25DfxBmYfj5e859x7Lj1hlz4dp4UexHbOKs3dUlfqPbzszG8BKXmB15194R1C9y9viZWDxL0GncpVD9A/66W/HadvvUJTWoNPW2kwV/cdXaqB9lrtvvCJlWpzn5scnaVuohe0Uaoqt9Kq78fSLLHMXzHeJaDYfV6TFu76PI+HiO12Jdur+AzHDNlzGrAdPMsDW8n9iWFDgMqssfqSocbfvAXkRW29b2iybkUffqAQbHeXD3wQ3CK9veVgj5mHDQgCXVGmGBYUiXaCz5Xo47WFa9Gz8JZwphUAVgHk8y6GR+IJaFsPGPv0+7Q7u4F9j/swihi1we/9QNi+8o5sVT4MH267fJN8oD5NxTam4ewZpR+3WYFta6KvpRKvFmBhweHvCgFw+olmOgD4dK7IWx7ajjaOjionAwFHfp9v0KjWVkKl4IbMlnMmXIB7e2CmoYFdjEXeckybZtjnqheeYDp79O1Mz8R7TAY7R0QN1aZO3zHUZvtr2idsu70KV7kRpsGDPIkSqetjl7yiz0gWr62L8z3hJVejx1qppvzA7qJp3mFDsdvt1M939rqgClhsl1A12ej7B6FMVAz8mNZDDeJzBMxjy0gfXpguaLy/qYardYplD/QhFsm5RWxC328S+Q4WFa058wA0sfqCwLvNdczLXcm1D/NiK97ETsKXFJjARUNX/Cy4puUXx5l5hha+3oePghMYx+xzFJ8Ay2lme0W+2lxdRYx7ohRV2emlQVPk89PuYZ3y/hJm5XaAYPmmUJ78QwIG2o9UpfA4Pie8vydRXuMbG1veUZVmTRKDbLMkdjDWvDKVbXaFmkXmKaEQr7R3MODhXHWnKlbHeCDlyWXhbWlfvqmELvFUcly9bM27vU2Qq9wDUdxloGFn4JQ2tXMDc2vkjwYyk+YwtMlN9UTeINTQBtvoqJ3Yc5mf8sSY154ltDH5S+9mvxiPDsIYy5M7xlj2Cwt4oxcMU+c/boldFIFA0YR8897sQsz9h4lrKX4i+d9eGFhMB9ZaMxhJ9t+Lp+YYLuru81xPq8MrvDC4/Lyl021uuOn3KA5wNPsQpk28pTHFmr3K3hFfIX1fTTsSK/oRQVeP2xL7lxa3Tz3lYc0uRVV+41bw49ujwd8sOxuMn5iGVh5JwhkdXGspY2TXvYehdq3UA4uT2GZn+mJYncfx0zNMC3ub+34g+N5JT2u3b2ljpZzzMAtXGY1e1RMOP/am2u8ttGyneB5h1CA857/8dMOS/wA+vZgvH7hANC2NzVsX46IApjSIiUShKzEFBz0N4np5vw7YCoGVwEvAe6YiQQULNkpcJ7EWAC26OjoaGuGOW+ntBWhX2YjlP4iUCFdk+1egVzgX+ZRgV2mY6HvMZ3afjH7lyWFy3FO4u6y55bgRib+yFMD91RmZlP8AXHIV+iLSCNxuJqh5r9zjwd0rnMXY+Eatw463zhwXdSw4Qsc82K88eqNDi99SrOBxMRa3s6ZmyQrFd4Z79LaMOLldygyM+fZ/33gUCK54MQTS4U7XnkgnPNOyHmQo8cxTatUnEOiP6lppT26Cn5pg+L17P+zs1fKXXAHTUAIlElDe/vWfSfmzBv3TcfJRfzUrNfwlhZmu8FF72U6Pt2j5hhrwjfv7RbV79vSC34iJsr0EpiJ9+iAWtPRzCHjvHbK0tvf0IkZwfoylueO9QOgLcELSo15OnJH4ggs+OI4UP9unOc94QDlTBMUH1XK/WFLbXmXtrSh+n3glP1jtvMJjB1+9v6QFaZfhEgK7swBUgfal9DV/I+v+kNJRSPfv8xa4pJYv4JVg3pY1wfk/DC70M8y2XePx02kUPaBGlC1f1KBb2GbGE2BKoZHLSsxnVNcmob1nTwn3zCxav9qAXS/DcVh9NjBpVD8h1NzP3plEFYeblj2x/swAbQwxeEX+Vf66O5W7yyh4S0JM/l94gGqmbOTzFjgtnaXpajJMJJQ+Go+isQMLZjiCqyCl5iFcEHhwkGuVIDKp2lpwdsJjv3Uobwtf1FEwN+xBs0LRbK25n+rX/XqdAl5OncWqdA3A3a6ZL6/+B6RoPbiOgl4ai5Tq2RRRd7rqRmdlPTyPzf0mDdr6ICFfCkq8uJ4uPEumgYbh9qxKYOdr9K4hQu8M5UDiYOPc9phdvs3/AG4ubPZ6ah/yU8Stqh1iv/JSR+EW1zO9H9uUj6iMAEeVAJI/ud4yL/ztKQtDXRQK8oCgs3Wv8zHUVxC+td7wXF0kq6h7F8QtOd77QLHIV35lTOwubkcmpX3ckwXiDecY95WTYtoOz9yodsKFGxwMyY9yKHmu0TRAPyYelbjNX1e/tG+KHzEFPhZrcsYdpR1XummlDtEXZvwzv2P7JeE79EME5zDk7k2rBnsd32i6gdxxC+93JeujoSZYHsi/47h3f1NL5rzLpG34Ol/k6KNUVHljYISKJjwwPT3DUwmgNkrRPd0tsBuvT9cWGO2BO1qD7SpufLiJNJWmO1XeJ9f16AuQUIPsW7PHx7dCZ7IWkjGLfeHa+DCikTgzRe4nZ/38TXx0J5qUhwmvIzuccwqmMTrkyfubTbE1kd8fLwEKpZe0/wBDibY5ckyUZOX4hcqUP5NIUy3NQTfbyMx0r2RUo1S+0unlwQNHveeYkHPcQE0d5gK4mXbDL5lTkb2XvKOeHBpTnpsiZ/JOxdLrWGu+yW0zG33IW6GaUKSKEZD+nptH/iTKKL58eY5zRMhBOJfn2YKBNjcr4H4kc8LbHnx8xB1FjKf7UTNmOX6ZtQgaiAkqxHmFeBxGCwG3DdCaHpyHeU/E1LptO/dmKGPZlGeMEzfJdso/wube0Hd5hUDqAgQ1tES5hmvMysXwQAPTBof7gdRyA4qv7m5Pfid+/wDNxXwSIq7XHSseCxeQXE1JyQGr8+jNkAR5HmOP16gt559ntNuT0E1fZe88oAdnZi6kcMccS4mxFeAxAjX3I6Vvz2lWGfKWq9eIfbSV7uiApLicj5hzAlcJUuy3zFYXm37ztjV7OH7RTyuY2gxfS29GYkGR7nbqxtxsp9LwJcgvkTLdu5zLLkVfJdX9WZIatRN23aODVinicYgBFOEYfMUKh0vvFjvJDgvCoQFmcjQ7f2lUpS4U0LUtEm5PGxIi1SEaKB2CXuG5/wC7wLbAUl0n/EZdSPb9/s8f3CNgVJCgmi5mt4ceJnBbd5nB7niPBue2pRxJb7YAP3PYnDxOYAA9oHBKgXgvuxpZ/wDGhLypvsZkxm4dQLRZsgbuxmuYGN2Pddvg9D+nmR+O8q60F7+hx0ZTio3AqHiuWh1pwR0UGs0xWLz26X19tkvl60gPeL4D2f6dSZNl+3vCrND3QpllyMF+AZmdtq8VXXurLN0e0GP5tNbjhCIIgBrcTmhbuggOIDB4m2tVNBhNP9w+we1R/wBn3zo0hbEr3P7lmpTSWW4G7gOmdkUXNYG/qluvy8/pCZZ0u/vLgLPDACx7PMPhSj2/5iTsyu+W0HGGobLvPeLyHIm4Mm2BHfzAi0ewPdmsJv8AJglz1uBc7vtEsh4XbiNApu9O3Th9noQbq7vzmbCzuLBfj+074frO/wBRXDbFOemmjzPfjpmZV/sG52nlKTdP0iFTC/k6AJxatoHn3gU9Zab7oUUHYQ9FBfabhWOfKQCq3sWAju/MWpk2uK8e0XM5rIIh5LuAO7wrKug1w6i2nGeDo5KjJuX+kw2Gx4jX57Qu741FZzrjiUgI7DHrOcX5Ja++X163MDD4eZaJxHE9ptOi/L/yb1js10GmziKq3b6wHhdbvcD9rDtC2syzUVdty92ot9umT59G2u+CDqk1enmzX9TBBkb/ALtLEyHEH4MbI5X9TWF3b/ZqFErPc/4mH7sX/lkoMWdyYymSKSz2fEVWvYh2us+DKCV2eH26AG8M+z0qfvlVqWGzcOgcAJ2S88THYvJxKTzdk+HJNGEpBbc39ITa+zFfEaByGMdeKhdGQ5gH2U+t0wUbMJkZcLgr38/MoXHFxKnnifjMHvOUcyLMPyXMYObMzA2oUSgrPdAs24GMqIOP7fmWhq/X/p/UoZKFplhFZh3ZrAvvUtg+cz9lxC7xvJ+8s8C6qbJPrMC9B5iM1DhjwaK4nsP1K0HyqKWPdfEFoS0ARjK8t1X6Qa3dWlf0uW4AD4/ERzbBdhDmG+S0zVFX2ioy3WLIKBzem2aY/ER5D74zebsvP5lXwA+lQP1if+9D4i7MEwXA6Nm7PeZMFNptXjoIoOTZLddf4/rLqhXMS5PYv6Ren1J+yY2Tzdf1LMB5OxOzE4lK2VrbKVNnZGsf2nPRyzbxug8p4/T795VV0myOQ77TK+5GqWl8Eyatf1FW3C7nd0spdnHRU1WqnhwyuFeyWWODUVqqtRvKEQw3TIMuHvBxDDV7ld7ePKzCaxo4O0RLVXDz/wBRci67wZErzKVeF4gPnDwyivhsD5xLwL+EhXL8yyNGQn4j02r7duuHsPTcnHDElT7T2Fld/wDWeiUltTbPwPz0yWT4dIJzb3RGQYe8r27s2ROwbOL19oGFOtIasnmYOILJf8xQtVSfRzEJSbz8SlTPggYHdipHhyHxKxkKE3CQ8O02ycaYlZcvmsQWUIVZtXviJ38j4/CYUK7iYHQZtfDAwvlmZuDz3EWUjxMlrOFu0ILry4EBh/ds/ZI1fuWPxKl8CGHFNkEXS9ONH29WarjoITR2Xz7dAVoFex1VdtzNXDZcFuvAHPmPi646Vp+6updlb4l2E0P7mDLxli2q85mNZpnbBUOQww8LuOzcm/7hNM+5+pacPlgjmd6YP7lZG2FeIR7eIHvDtL5kfqllVY8jPD2GyPRPsJl3rx1Nh7PRHDqPxvxOQS3Rmqhgr7EW1eD5mIPmC40GxI+whp3f7cTe7dGWKXa/D5lvIbYzKPIzrtEGlyj9RBKN8RUFRZi1cVt0rmV7ZpeX2mU5j7pvZMI6Tsxq8eB3fJN/hFsDdYZYrjzbIWDSr2l3XtjEsC/X4mAZB0xDgXUTNXrx9n9wVCqRsfMJKS9q9z+ohr5O8EtfPHLJE5gDZXmCZkOTTKa3cMHBFfL5fEUaee3kPHiG2RzkSry8CSuSkcDmVxtjLAVxP0aMFDEHHJ+fTWClZRidgGO0TPLHF8dC0PL5iYB8NzKeHHl3QgbmztNLEdmPRje5AqIrGYxwD+ZTtEzVuA+XiNja29Lvs17w1lWwe8W9nIg2SNU+ZgbV4zOQ9yW5gHniaTPsS7sn2YS1C04GCw7NSwtn8Z5faXU4vuQ78j7wFjN7gLlb0TXg5udzJjEzbv3WM/0Adiftmori9z933lhu2YXw1xCzQOxiL1ThlhSeSWeZ2/qGqqYOns+JkPu/51+16Ywo4hM02XnO4Ggna4WSGJD564mgrWOc89PwTO2MvHiKMa6VxKYUnMNA41woZR3TD50Vl2QXY7e70CgBbefP9TByPKN6v6JQkWaY/OP8uYGh5RCwzru5fQaOKlA98pwWdplqJBWhpnMuF8hr/bKPfWv49pT+hYRLWKsAHN06gHKrwJUVetMS3AYBhz2TQUUD3cTD4eIlW89vUNX7d1cs2+pMFZLo6197oo9umL4ZHaYDFy4uRd6jVq1bUyVgtcc9uiWjDZUvg3XS84D/AOyYPJ2Y21gOo01xHXEGRE7zOEzTqWLnD3IqawHDFae0g3+IXlo9tQ8z3YrtaYNahTSX+qbRfuJl0VWvLoaXjpjwxV5PHZJkQR/yYUCKbVAObFWfucIXhsJWCB7JVlldD9yzdv2Dx0tz6e0MahIb2plQTDYylv4OJaT5EHmgf9ie9wcy7PzXR6trx2OxAFZy9/PTOsJ/YealNfi2PntKo5O0GjZykYG8Gu5As52e8SvKjmJILlpTcPB7d2Vs/N+4iNMLqosN3Hp7hs+/Fyt8vKw+SpZwDNbKdoXJ7o5TvHg93E5hf+g7y9fMF05V/wCjPMpKeRH5yQfF14slp3XHMycKiyqP9R5mNjsNB26eIqzNi49DgMLfv0pq6a7yl2ur+em9r8O0CisY9uwTFKHEcZsEi1dxyshvtEh0pdNVGzItl2vd64nZv3nZi81dz2gzHHgf6mbCIhRXynmIKGfMvRXT2SwFzPL/AM6IhCdAoFKDj8dHFD85/YlO1HhwLkswkVL8BBs+sSDnL91+I4ez/Y6G/qdAVkTD9yPWnP3PEs7veEso9hsTYD9iaiFtgyJ2ng7Rye11LOxvPtPoAe0apddorYKxg+ejVFXA8Wr+8QDtBhdV39ZYaZteHv0VgaRp4vpqpfZ9z2lZUrIkBz7GXhMOE5O+DMIqEKG0YPBBuYrJXvEodnQ+5cW1/veEjjsOSeZKnFfPJOEP86lYqre7gBjZB3iN1KKgW7FhzffMt4D9zHvcj7p+JeF+l6U7Y/7+UC23xk8PmZHkck7mVqDkgIRKsG4NvwzMAs5F9pdue2PxMv8A1lsGJfnxOjXS3tSMGHH4qe/qEocfl6PmZjusAKh0hKrtER7lHePQlWlKZbm7elVJlaNvEJU7J4jjvOu/RTgSa1DKu43a/KXZDxoh5FMStg4lJgfM0Ajd6+YCj+mD5f6g/wDhW3bBKEfR8M1jA/25l0ZAvEDBLKbihxF1TzkZk0TZzf1L6l/tdKnkb8PRN0bOmI8vMxmDn7RkfJFnxNS6X9b2+hiWZU5epmnfDEa6M2adfpdxVmkZAtQW3nUf+Y0PFNZ+txpQmub5rRFURVt56UPBR8R3f+PPS6x5rT7mmYTA/wCqgWVyBk/DmWaE5SsfNKj7sLjBsqs+XRBcHY3+sqy6YPfoOlHc/uIUK6Whu7k9yU4wcnmf3mT7EaQXaoyfLFsRpei900fHTCU5OZfxn/N9AZlpgIUdsZfkZ4x4pS282lnf0jI5hwDDzPfz3XGuDrY0ui329FtVeO3Tg/536W/rk5e5zEi9c/1QVZ3wiPziBuXq7/aWYQmQY+rUPli0+fe4jccF+Y+nm9EO09EdZytfSHm3VZf2Rwbk1dS6FA1do8XBTA8Pl/c35VqSNefJpLQIpr5lsGypkn+9p5E4elqZ5r/VKZDPFOq2M5puLZmaRzr+XL7TU+FA9C+Lh6dsT3D38SttlW1+1kXza+Rg+y2Dj6sA05TZ93o5ihh3ipHkzFDvatS8DtxshTtHSjJbq9nj2j1Ms9n7k9/AMv8AUxFrrLtfMrEa5RoDJwIbzurzM4afz01o/hfDsgxlxBZ8NohsS8S/qGbdpWK/0j7RL7v04iBLWVZUOMOX+EbjSdNjC24Dg6s0/wBxIG44NTVo8/8ArHgf6wneTyf9Tnr3X/UACl7j97mk+XnoNdH5m4v5el9fN5OzKi3v9/1AYj3RC0yHcQzIrg4flqCUl4/ZA7GXwfMz7ngdQsUXWXogIsuw4lvKvX7ffRh8p/0l5KY+zo2cQgNS7XMnoXLR/SDdoZ9arcEd3Eb369CJ12nerun9ITvfQYzoO+T7rFuB3P60TTpdn5/06K0ykQo4/q8xlWhN1qPVdS3SXDQLTCWxyJAv6Z1Eku7rxDIbs8/SYWuqXfzU86HiIgZ8fqdQKETlfhlfKeRMyrduiIPBi+PiZp73vc7blwSlN1z1f3PtN2fPUsotP97PaXS4sByykqYNsaN8Wh56FrC5HXvGkpyRW36QZ382aHlQF3feFGsRikHyno8B7Smu7cE8pAdz2/7KPK/svmD5jTfHqwAurt1BBStDURa/PTIHbh5iUo8YY7Lp7cR/qJT2Z4GL7H3gAo10Xqo+xKOruelS4FvxaUHZA5V4YhVD7M8M2l8IAFGCOKjrzlrSzz/fRUjupfG8joCyW7xerPbpH/B/2aFXnn0Vi5/iGybZphux954GC6GL/wAMNr6vRjjqBDQbniPBK4Ox3GU9mGGhzPxOI/sCziLhZSx/cZArQ/6iYqd4W4X2TzHjmIbEmYN2eWZFyzW18zvVNegP3gHIs2iA5e8tb/ePiYny6YPAXiveHd+k/aG4A2Goqqu3LGupcRtKl7XP3GZzJ24mwUp7M8DF7jV77zAzrmo4t8T9y2qvHb+I3mc4l9Ey7Fpw8mGjCsURChHfHboHaFRD4UcY7+rjOojV+yAVQt41P9V/2HNaBoBAtrr/AJi+go2NJpmCCKOH6mUHBmUxNTgNoT13BxLTJT3lVcAywo6H/MwUjS2lQkoOMsaHFZnxd6mPbaUvGOjXHoA0od/46cuNS3f0OkWswy1Tnu6cg22dRH7PQLswe/pbBlRwh1otuOU3R8kvgEr/AM9F7Bw5jdbDNzRRO0kMpIzGx9O/oxdvSOmVsdtOL8RaHbHRbVXr0KVbrUzW3ZeXxMjubduu/Z8Dno8M1kzUovcvIuud9HD3i9sHaUHCztHPQy5a8xL0TAc+ehhPDOChzx7Qrn5jV41x1Gke0Vj37dRUJsyQ6goUer2nXs95e9q+joEIAuMVrqa0wPSnM5sN7C43DIF3hYaKp36ULgFg8UpnnpgLDyy9J5oxq18D0M1B5sWhKqs6BgC89barg9CX3LRPze0Q9qB28+CNeyD+4bjj4gYjAMdMHitTjBo9mPW67nD7zsH0LCKpKTj0I0LfQYfR8dN9TMbY0nePvaNHyRbV7t/yVZnPB18D3f3EKw6HhUf4d/aWBYLx+xzDe7IY0nsu5igX5PtyyjqJXg94PvaeL3i3WDBWOuN7tdTCrzPS1KgrN9/4QVA26gJLSz2/gCYkJZF0RA3IuWSFAuGLZTY0xLUhReZngXpQzzwS9PNznM3aa6IB24iVV3XMtXFwO8bkO7vkitr2c9UoOn2lIyeF/UxV3ntEgzbAnhMwyBnJXQ2r+389De7roCULXRNcruogAFrRApwJhlUumgG+irt1r1cABT5e8q6FOWorHzrt7TMOxleqPPVKKDUNCy1rqJgquJVNPG5Wgew5gSgrs/zWXs/qhoeyilCNaHpitZ79acuDcOQ/zuezAp3cdQnwQ2S3tyBCKtgIfq9zvXRLiBag9Ipkg7vN7uA2lVe7vAcjMd/Hz0oob3sjRsGcVXROijvM5TlpuvE1P7l56KkcaBKV14h47xDZa7PMB7XW4TTeNB3ccD8b9xFSyxx1gu04Gn9xq2mzh6immv4FpUNkA05VHNnKWq8meX5vv0AwWX5R9q76qEHedezLz6OAwwvVVrx6AvmvQBUeVO/R+2O6r8RS1e0MDfQp9JYfeIhaIth0pq+O/TiExt36YbG6wmdU0pX8FdBRswmoGSwovt1rHUF0L1FHGJRqvDzF6GFW62NBrPESlefRn+4aHVce84gdjR8wNDNgfWVDmswcNPExAH6PMC1J07xfWYfz0C0O7KzKF3FaCHjKWyeRiGbVxkxxu+1QBZS/X4mXLnyzBNv3IvLgToZQ7zVVNproNeTt14/URJZOe3qBm+O0yxl60YtlL7cynSO3z02EifRHu5XcYkJAFrcdvMSCuSyvWVZeTkjV41x0NlRLuBAUt1Dg+rafMzGEVW7jFy8s/qJdg4XQbchs65ioO64hoAXh0X9eaATwEtwwyppjCJZU5mBffy+IfGMF7THSjRXvCa90X0FU3vjpTV8dGwnVvt0BUO+rjXRZjHR2DwzBRE2ZIyS16Cnuf9Iqr4OxNlyGVavfM2u8ZBws94KImzMIpq2/LogClGj6CuS+mcHlq/iAUorPQ5/UuIharev1D4r1oaGteeltVeO3rBWj0Auum0K9oVD9kD390Ftajt0VW1V7sRHBbyZlgh07vpHuIajpRXrYSL2zXoFLrnfoN9LYZaIhQp7Qwu8jAVpMOrt7VUVW3fTu/p6IUL5hV5ydpvpZAlw866KFXD3+fWQBQPLM5GtJ0sjTrpyD9jqhjbguUFbUNUirjg1MmSdq7y1y9AJReQ+IkgeE7/lNsvEuseWAKLtkmZFZGqteObAL2iJQV2Y/lc7IIWCht6Z5v5nPIF/xGXad4nclYUwHpk3qmT3lxZOVnaD2hUvTL7FiEopNL0ipZHc+Oi0V4zP6Rmhf3xLMI7E2wT+8Es0fDAtK+EpKPLMR0YpEhZPh7kxQNagppT26JaFutdHHYYepEcylwbZQuDKgy1Mln1jNurlHl/rvPf5lrt1qG8/MTb2D+MZQ1eLhCA8ERYh2bfeKtF2fVMVgfQ9oAYR45iYN5eIFvpi9IWgc4jnYdSyPuMdtZOJXmnddA2HuwFVkvETApicU789MV56vq1sdebjI9VQdK4GNeZTV1g2wFcZiKjraFW07OiByX68nMueyA0TJTJa2+hASjezt7+p63ZK+Jiit8+iw3Tmk2duH19xri/Sib6GyNNW3uepM3sYc9BqYrzLBQwbfQ1pz6v4KwvaXipzsexBJiIi2Eyi2Hk6Xsnc0+8szS8leO0Q1ZYBn5m7B3/iCND56UW0x5eb6cYx+qOUpXDXRyhat9OU0d2NChe9x1vTw91QBhZgdpcnDQNwCF8A6iVeMNPvLAsfJBRgbzRx7zgV5Exfjoy9xCWAXf8OuK89MV5j2xw42NPzD7L06DdHJt9pYb0MKCtZeHx1JN8s9RRE2ZJdUq99C2VD7pKKtefdUSyiO3p9/4ULGJSvPW3iXFx4gfBE9pFsK56KoXxr0vqq+T5nboQ4mD2d49e1t6BaA1VIbB8kdpFVWQ2v4hJBYW6gsN01cQCL5EIZMX9DpqaXEZfCNKQq9EAQcOyXTQ558PX4gD1BZrfRFiG48AaogAq6CIjQRNnoeitVWvmIEyKmOXkTgKOKiSdTXf0W+AmRVe7+a5dDis+jVV/Y6UIteJe1zD5P4Laq8Oz+B6jTuBY51x/AlL32lAQ0e3VoonM3KDjQ/icKHYPPTFNNu1lzVgrNxJZ6j78mImYyz3mRn2X6iLPfUzUaHLz1rUvNC6uvwDsgt4XR/foN9/Ed6rxM9DqIJO2viKCi0XUvUto0sfJHaDyjroqpSESmus8Pc6JK6Up9o8o7Tv46cfuZ+Nm3eaejtquHo1eNdKuN3cYNM6X/d6FXefUiFc01iccG/Z1pdC+0dA21camViM5uYGlHO+GI+zOtA2KiPzrYejLOKnK+uOCuOZM+hKBrzOK7O729KgHWkt4LqIjThiq2Et7dFCUDnw9CU9WRNuXipWixw8S/xkraCmoquYoFC+WaIRgf6nvV9EWsjY7oWwnQy85DQwPb0P5fLqLa7lZx6AXX8N5nY6WlNFv8AEKWqTSS3PncKdxpHHiFXjZ+EpWhh93prF9oF9EaVNBLt4J8FothlLqsTz0Vdq+8XCLmce0CtHW3LMMdCJLTlli2qwOBF7atW9fr/AAJIqlvQFOv0bTee+YVTn29QK0Sv+QHvLObeDgibM/8AwikDWHTMV54hIurXQbLnAO5+012cj8TxR2aZv+Q4yYcMxXRKtZgLr5lqcGZHB2elJCjI2+8Fhv0Z39ZbgGe3Z6qx3WpsPPoode1TXUR4R8+IN623pBNJW6lJsT36LA609DLaBb9xHdbF7qlPhOfB0a7VFNu/RAuuLnBDbgdtRy7KgRGh0u2Dk/qUjfkneW2T2OXy9TCPaM+xhoF7dACiB2cMAzbValb4u9cz68OfVb+OlenTLEGgGkSwKFcvUlFrN7ssQUVybOPMuRg4dBmUO+HVcCibd4NI9pUJWLBYx+lF1GV9AIDbqe0vuhSoNC4UxvWO8MlWN1x3iUp2a6E7BhVH56KALltceOhtCvTuZtpaiXLOI9ugWLnHrrmdJn1UJeAIlLrPH9+gJOxR2PP6ughPn029C8JMkllX1dQlt7jt1PKhpIqtuV3L4n4m0Nleb6O4uEpgLtyS/wAKLf4ehtLhWff0KGrQbhV5wfyu08SnL3jmncTHGu3xKZcBTl9AXCuS5fEH69BGmrmO0MrxCeODxd5xKMe7pw8SMoRpye0/8qPE+bWf86Z/qaLY1z+YFu66AaWyzLywbH++tC4V2SlQWoWoeeHVdLwnfqXnkbPGVg4tfmIXShpWNYL6I4BPec4NZ6lXnXMpGrXOxnn+7vMLmcuK6NCufFyFDAlyqdlwsPcG7lTQNvUtwvBoiBMbVwXUXr29undG67vQNR0A+spA2eH9+i5TbwiIo4TZCrhpj3eZjdS7bScSrs1fQLQ74jwqHoa4K6WYql1eLiWp49AdaEzIdQKgbcEwonU+1ygC9iNjTs2dCME4PfLGBpjFNHpbVcejtm67ulqLplPd+IkUibXQVmHY79EXoUx2RiTybiFpbyxbc56hKuq8OhBNVwPTYqw9/Vfl7h6ceimKYo4hpNOV2l8aO0RFEpNkEFByi2rq26/iFDDAPHoGZHY/cyZWcPrWl1hZX8phqEq1a0E36EtXPo0O3L/XxCuZjh5hs93TsNfBAp/xM/EZ+zXtKCwXyy+b49GKjvFr3sfQlSr8xdFUND0xnHt6EBXCx7dcvdUFmRkXCCLjp8kBBa6Ja62MeinYbqufTiY9Vl9pIq7brXrDetDt0HfFuiDLjfb3gbWxvrbdmPbr9T2j4yQwetnbQp7egxODY7+I1LCA/Z0BAyXASlBDL39oBoteZuh5HTXdcZvv1OVsZxNuWkBzZya4WOXOe/qrHv6PA5b4r1iChZtKycmPCXiq+Y5cY/gEHag9SmnvMrK6vvMBY7bHv0+5v/hsshuuj0xpVTeGW9fsA6+etCbXR/GIHNDj+G3gd+k6VmiFLB11roNI9olF29Wty7d5bXhK42yt3iugG8A9/wDiKrbt3Mcs9um/3ejD/okNjF4BTyzJjv364bG/8z0t1gd4BNilr+0uPZuj7TI9NFvbz4RZSpSv36M1VT4OhagZXBNExlqffoKax5l5tz1MqAfImRWuBEwg9gfb124KPRVLKMNwwGrz8S7S89+l0zrxAQDd9OfZX7ugaCOgBY5qvv0bUDTgO5oqUjQMHVu8QrTuI9l+ffoVeWjvMZz7ehMSdDt0FERpNMaCVvC5g1I2OyNZD4efSGo9Tz9ZZlXowsuJQ46JFKUZ8y8XL9ExWvUNDgb/ANj0U1dYdMAdtdTTl+OrpV+f4MmsRNi1MLy2ivNzFG74P/hMPfqzspxWel9mjtLPt7+n/cNbjv3WavoNCYz/AAqgKJt3/ktW2MCXWEmBXud9R9G7Q6ASPlqXXRXWamwN6eiXt6PDHDYy+HrTWqaiVJkehxBTXO4aLDbEDgXLDbgLs9HI9syp1EqoNihrulkrUh9+vPs77PRsZ947x0KzlE4QeHlu02oZKXmL8Gv+meXXjv0Ac30prNFuOiwH4zp2e2HjzLkcnB6fbruKVszzmbstYrv6DfuwCBqZe7KDUdvTsu+zt0pMFkirq/CdMu9eelC3llYUDiP0RKt/rmBQZLgIgCk2dA0hzBQDt+B++ixarrh6apfgvqbvtOWdVCoouq8fyW0F4NHUw3uUJXmVZxn1/TG+qJXmanDbefeWc2VwJOXz/ApQrJtlPhdBuKxoPB/FXQZJ5dE1qDpTV8dPES8kc6HKOPTXnFe3vD6zFxq8rO8RDtumRkKLz6B9l9r1omxPf0AvouNe/npVzbPHCoNcXC1oy8TOCNPZ0RSzE9DO2huKUs4N7RAFMOpbdxLZW92bKNb6IHJcxxH+wpv0K3tgmQ+Su0zGHt2Jm1aE3G2pwDOZc+2+hzemP+SqFMOnpXm3aajFHwjmYLeV025eyFiJhMk5TRxBjlFYdHEyv/MelruqU4LrQ2HeESNtV/FeGvd6CrOaLp/UqG0wUH6VtVxvoNXgbgXdcbmelNfXRzOcVHVtmopA7j/ULMmE0xbbXLy9Mapv5LmOJ4VwRZwNpS72mcIoVDJKBVcpiy7XUK/y3xC3DbEpr6wmrX36OGPUZQ7tR9Wq8dAELXs7esq865gNpScoqVtgjtQLcHqobAvv0ECHO/5O3jMZlZjt0XAoxz1N9oLCxrk/gUmUeDz/ADV+N/8ABTV8ekDRYViVevp6aZLh+0d+ki9ZCK737zr7j0pYFXcb1d1roVeWvMWjSrbqWkn5X0+u3tBh2tEsZFODAaxuneee+Zn0eh4gKmIgWiNsawuFTv8A23ubZ1DHXeSYgo2qe503gKVj9x1UtKYwto4h7QUYemeYlbi26D26Xiu3oZxtCww5PiOXANUmds3b6q/gAVxOYo8Me9gRGnCbPSib6J5FDnthrbhjhfeGTtaiUo8YYFVr9GPzGKJ37dMr4x7PEL994jzErNXfDuTv2zbx0vCh1p/UL5BbL4itdd6AFtMV6FQsUffz1z9N+h2C1q/WNTQnGq56aXL9Esrkt/2QMTnSktvEAVo30vFfypS6wvH/AMVqFccx24TTkUvSb/MAK1nD6TedczKz7L9ddHWH3PRgUbaeOq3uYo78xW3qVFQgU8+pi5X/AJmeD3S2LxjtUYgD0Wu+goJw2TBm+aS8ga46g+qqmmg/cdvhhZpr2mdv19HdtJ7LDPeJBNA6EhUnKEqg5gp9uxm/Me/MNJRAqFy+IKVDpZhlezge0BbNIibFT0z/AFKK682ugLdcb9IJQV7EGwYSKrbtyzFQgO0VVpV9V93q5GUrNkIcDkO/VKtUmmIg5vbPJ4RuLXKOkaaidulHTB1VIUVyjt7swMr4rcvkDt/vo4j5ex3jDwA3fCUeK1lSAoU/VevZ6w/KN6nZ/U/f8CrtX364W2V+UOhlo51EVWCb6e93dv4Sf1doGGZYHhwa/wDiFc/H8V4q3+jqJyX6cFlTXD1Ysmt+/jpgU31sKLS/Z1TLV8HC/S9SJKxy+IT2qFe/eL5H9oNTHlCTzKBETfX7IOPTWe9upV31GovI02Hjripd67IDYodoouCvEwr7PJnOPjoAgHINdDtQykoLXOk9AqEpNMxR1fA+ZZUeLoNBq6bqDVKAO1lBHPf6h2ybocQUHZTrzBpnv8T3+ejXqU5OoT2m+iyq0W48wgSsFp6CG1T3nlldC1+JXFK0/wDN/Db1Wlvt07ZhEeTIsdqh9RCsBP1jELvad2H9FAiE5N3q4Qiia6CsR4M93/Vl2AyNsPMYoFtfxHb3Z41jx5Th3fXOb9AM4L0fgmtcQSqXnxCgZycdWuLlA4Onpjhnv/FSVO5HhRl/ZoG0ys/Jv+UG2Dsd/Roaap6gJoK9iIjSI9n1GUDnBFgDGyv4O35+6+rV4ydM149B4zR0DImPHofHkvv0PCWC4ZWHc82Blc6Mjs5gt6Nvf9ul2aoxiCA75foRN7FOyrmcrFj1fo3cdrV+ZnjcRMOHkmFtheZXpvbtB5gI8fEbgt7srDzML64nUYF/HoRShQp8+ZTV1HDVufYhATxE1fmXbDdugWK0OGcZnEN4Q7CO8a4ejVSiSq7S8pyapg1qfMzcp5HaZquOpl2dMwBuveVelx3/ABOcd7IIEFXj3iIbVvoxTGeXpbwauFZu/HVKpIUvfQ8aPBLQ3wMUERU4G0qP6hvv4ioMJy7V0+Re+YbOfEVpqr4601dY79Fho4eDxMKNn2waqMvXA5bO76HKmFn3iMCKp6qKjuHUaJeyVjTXeMvaA1MHBprcK6DWbNJzKkcS9rQfgeIN8VcxDQZm7hYLRfQqV4P2n+Z7xfRF7RjtDzEpTdc+hbKtJg/qXr3W9D2BSj+GrQNrRMHID2TE1cRq8a4P4AOufVfB2CIpEpMJ/BhAb58y7KL0e3rXFdRf8CKz0GvtK59vQYR7ZgAmrjTxH3RkeYAi7cdOQXaPLoWGGJ7dVXavv0Ow5f1skJBiGaLwc/1AQxrRLWVPNSvqFRVnCAQvsnd9yFVaOJiWUr83MVBb5rq7VyGl0+ont6FGV199TkqZ91QhNWg4HvGZLOGnpSbE9/SWOLG8MbrbGf8AsC8gMMMLqtRSgbiAanvFuvBXXAIcHvMoKWwRW49pdNQMjXowKCbPRcKCouyGU9FXRblqVtou32VO9a46fcXfPRV3mJW4oBeddFVatdvRSKMiv30ZVwrAd5yTyrpTyJCq1Fy88Brr5w/h6eTy4c9EMD7Jr5nGOVIbS1URgLoeg5Y8ndxq1avBM/3P9fRZWaU7PabeReufefWfszLurHxK793T2w+SMJgD59iUMrseOnKrn/66fD4iU1n0Cghzv+LBNRmmzjTFRRV2s5xq2eX8IKlsW32n16l3mfPhEboaaiUyKtf4GL7rUvDfn0FXC8r4njFX+Dwuy+k/XqCMzPzmLjaX4jwJwEqItv8ApMVAsfHjqW3tRC1Wey/WhTS1+MkwPVOemKLyNx3HiXYv92enI0RQAckxW7SaKL3XLEK4HBOHjVzJqPLebliC89bQC4NHUmVpQQ1VrRJezHniEcoMJhtDdMvViFg290dJ80SlO3R5X8Q3NcOx5+I8pri0F175HERWGAG4f3N7ohuYKr39KHvBGVzeYLuTqON/HVV3xg6lcwrnrkl+B0C/3LjN3vQq865jl2cdbtbHLZ7TsgVWnT/X0RTMQTJwHD0UzxzvBiO1/ct5xq2vRbVW1265bAHi9odsetbllZ2OpvJm2vhiFCmPwYUDw94tWNvuHeByguBVeHHxEp3Zb2JoKFxc1ZXtX4S417G+WWr2k8v9S3dAaCKgeta17dpx0+RjUINJmFS1b3f4Wv8A4RTUVYCqWMueoo2kfE999ERpw/xrk3TbVxo1GoQUdgehKDd3x1Yi2c6SxAjWNBOUNdv1GrxnzNuetO/W2RQynLAWxYiBQNAlDjZ29IprHRrj56HdW4IC0DbgmmsbK6PS9Zkb217sDWhR1K88RYx/rpC7c6A10q8El+eiFOn1RINdWLRcjaZHc+iMAsAV0dM7KH1QOjRrv95tiLJQUcQ7w2RN09A4PeYrNQmlzzLwcxyZsv8Asl4DtAWMHeAsZB6ASUmmKqq730dv2WL24Yx2lYLHaejPsnAjyQT9glaRiOzEi7pZfxAIK6J2WCisdNzJgvvM0ludxVApRXPvCAK1Y7wnraTv56AaMOIbvTskclDx6F7I5D1+82ZcqGGvPvM47aV/PYkFNnaVzMtE1hZb8GIFuv0Ov2NcL+wuL66IO6bPeEblGW9E7q+A/aIKp2v7dTL60oJx0y/yiNU6+ff0lNKnb3lmED0xEF5e3oVW1z3/APh5/MBWQNPfr3WE+I82lOw9QmWj6+p8Tt9v4PlWOOjApTBcsIc693K9omWGTYYHbZ0IOTN1Dpq3IGceXUs7t8bftMYnH0dLxV47SyoO7l95RRTbh26AHD7urUJSUd76GReuYdX7OhliV6EDEu7bgHiEi28xq8QgSK2C9V3/APIRVhXz3m9Q1UMl3fY95WbTg2eCJVsTXsd367ytltsi1VKt5f8AYG+G9xFTuDp0yXpn46I0VdiKbBDv3/hC3001fErC+jMMbl67nrS4zVzBplp9CDZMVFWKl9o0KJeS+38gO5OXz0FXuDMcdMV57TFee0Em3kivp6AitafeDCw4ywuseb9ELHYe8CDfnp9ZmJqzcHEux/cf074BHqfAj81MS+mG8Xifb+BA4U7Rq8FHbp7SLb0WLsCufEyNOzZFvqHYR4d5ZPAlJdBzfMcvbx1wNavoVF6Io0c32sdMjxp6bzvFf9alU0PFMFpY846U1cFQIcVwnvMZkTOvpFFBHoc4/iNllnJGlwUdoVec+OnjjtEFKIOnpa1ea7xiIB2eku54rr5/iwOja8RUXGU69u4/O7TgPFpTdFVDvpqHrMHxyx1LTjwmeVY1VNWtuIhtW9P2SdBfucTy0C2RvTxxHeq6W1VtdoiCqh57yztgxtnow3T7XFZ2gN/mF2dDVS/ELQwedwC6fLpa5AqoFvHMpxwPly/WZu8cvJf6ggBVwBMrWtx31XxCvCgZG18J7RPC3F6PZEAGmPfvHFW+6QU8fmMZrzhah5VMtF2jYY77htg4Q7RC5rDWLF3HQoSv+KjpC/DXRC1Xyr8Rq8FHB/Ja7V9+meAeM9c9SsYvvCsR1m0+ZSPcrcRcxQKPB0I4fVjj5jXHQaI05roYFLrNMDGJkH6ipQnJk6BQxSy5qMCM84iNPoYweUq232JhDz33gGKtNmveUgn3EDMwS8r1NzusCtx2z3zRB/vaK00eENQJvJ+Al+j4Zl/7Rru/wn8Ba0bcEySIeD0FBSJpJtt3z0ok1J3LfiLK7M411w5Fn0Jx6QGDkjA8PYHk9KviuoW0Tn8yo9ELgLBoWGnU6We6rdoGnYui7Vji8elJYC17O/QW7DnPWmr4OowVkDBu7gVTNhxCErHMa6TCR+meodWASnbOWtXjqbLx5gBA35ggDh8ylilqn3li5C6aOmY6fjEvcsYlV74bPiC7z93/AGG3ICY/V/gFBNjZLmzc8+0I0lq3aFAXQ2+0RUYb7+OlK7YMf8QRkxafKJM8GPdlPs7EtKC04fMXAoNC9EVk/PAXXovSvmVL3vzDQ7vMGq7nW/iB1s4UsTuhcxDklP6pxKQAdrXzAPt1xDWRFduw153XzGtcCcPtAvHeUo6M4jy8f7HoLDq7e/t0UA1wP43kBq/4nHuNd38FKL2gtiUYoFBSsfuDSPaCKsNUS6eKAKmAz/cTsq3wwywNJFKE5YyNx37egysin2ej7Z5i0twv3099RaajWx7k4g+V0pWjbBfc2agVTtc5nynt5hMrMjt0Gm+0JmVy7pRxWsOIdQl/EFETZkikMinn1wq6W1x4encjc4lNt1Z1uAvk5iI04TZG7qoU/KNvMXfcavKzh6NyroOgFOFuktu/Vh5OL5hLDRhJ7m69onjSnPeKEbFA/mCjZhJtt279dDKjfBU3EOJCKs3weHonjUdvt0wYeVMQxTff0VNVs9LSxsHeFWrRLcy2q77gEloXLChF1HCxF8Fyx4yHiYcWyyL9yhK5iLwtvvEQtGnXVRS7HaS/1lSdmWg5KfaDQFB32vd9WNoXDlLtVzyba8dGha61Nil+8rDLeJvrwW2446DsJw1DQBNrmIRCrbCKsG250yQPLEg8I16FXxPtUHcvaA+8FcTcqVK6E6U1tq4Da1o7fO5g3aDfrP49PNWL3lYzCx7P8aoIr2g6v5s0HM4we8YYWHJLkfrqKsvXJE29ggDSkaHKbM73GgbG+OSZ49YGSxbrioptk+j7wIFpxzSir4Dr85w11QMk0IaL1sdfE4A1S81/Oxrr9j0t7udxe2PbqVAtHb3mVtyu3qDkF17fxjKT1GH6tggAgbLD3y6egBjc+EZmAPu9aOzE2BcP/WKllrb6O2UX49eRxFRWmjoWRhfdOuF3CoUQHIgBF6Yb3PfpVxCL0vRkLR17H8GTVnt6Wdoq8Jiz3nFQDIcs0eOuLl31uWcK7pzUTNGfae4lI/rotM3RRlDzDiM/a7dXAdgy+Pi30zK9mc0w2getCUEQNycX4iIcl/Shg3fraesxehuIGN/wHX4CT3kVc+/p5BVT2/h98+8WRhowCrX+3j1ootmHqSqDlKaXjn0d9DzO5bYeI2KcQ9Pktsav2CylBjlil+W49oiV8vOEh9V3Z2Bz09qVdAFNX+Yu4Aez3jjgmF27eoh291p6eYikwTZ/BSE+iYJ2/QhsMDqIApUMJRvu6VQQvlmu6mBhEFE37zx2qNfwlE0pw6iVLzmMKoX3RFVUzGxtyU+knsgpsnTyOeTivU6i6pzSlfyrPCD6ADxu8/EFD9ygpfKbGJTIq3+bFeehIVXQREUdmH0OZi12xODDHh5jkWtvV+YrUKtp+othyFt9pgtVrfvBRw1BANqyH8GeO8wGOn2lksarYoKjR+0GjFau3vFUrtnmtn2lXHPXg4lQsLTsh4uEVXaoTj11KifXhihno5RCvq610BVC3t0StJDjv+UwZvjwyvLFI6tCtHpNsvHRU2LRo95UdhR0Ianq4fPQz3f2PQib6UGkuEatrBwdCoKDAd+8X1E8Rw+p6wfsPjpyfcnS2qvHaZHizv2RlsZQC7fohe7tqMxdBhFDlSoHRr3H9wAFfDoKNqk0kwFBzHPRAKUdCq/Jl90YvQ/THYiI0iJsYhuA7E5uY1sNMwQWKHcDocm0irV8YIhTDjE1PGB5jte8erMUPh6rAAbefUQUMG2eSVHQyU8s0ccQUUCWd569NExm+/orF/8Awgtjr1Vi7+P5xCmwwls/v6F0BFntLLUDf9REAoPhfeCjZvvA7nsi18xKUu659PggIctdE/hhgXzbvp+r+kdT4iFkuXiJtXftAlfUh1ehrFV9ljhdWchqZ7S+iK1T3lnZ6wV0LW6/fTB5MD6zeLvdRYK39KLavf1mEd0xGYHAHbrWL6jZ/JXiaNOl79o7UuuB7fwhZvCsPnq4fSxDbAU7ce/L0ZXQ0T7Y/M18TvMM+8oF85ZMOzfpt5faBk5ixeu/K3/yLNgVmPTynfVTVwMI2l94XKWm66PYPBBL4H2euVctsZ+I1PsMIUIa6jAs0d5fd2HqCtBXsRKQe4dxotBv2dW6X2/cMB+fH2A3euuPVVXdXSk0lwOUu1X/APH5XFwjmBpPUX7wG7jVta49v4kCa5HUFaJrfU2E4LLDoVecEa4+s57JKDN3B2H2dKzhgDXq0O6u4Skdmrg160MPFRxOpvbha+CGn2hYQSLW3HY/cpSC+IIcm5cH7S4PpP8AGIXbZpoPb23CZouIldaQrmIW8wjQfEoa4ejEG0tALSd8RzOUNylgL7ntfS2qvHb/AOALus1v0HA4OWYzn29XYDeKYqIvOmYlGOcJ+kPPzKBwFRcem7MdS3URGnCbJV7y48Yt/HoN3s+P+vR9gfnrkybMkoA1hI8KmgmF7JdsX7fP+LmPPh1K3Q9j+5nlPhB3cD/pAQLVd01jtj029KOrmeZ8n+3VMANpe7z/ALRbV75YEYGL9kEperineJt6qUbvxMzDz0avGpSLIoezH7gp7oqq1a1fo0RoWjRi2nn1Fl70M9/O30oUo3/IEGR9iDPEpqY1qNEc57f/AEXyaW511DVkdYI1cce3nrWmzBMyfnHTczfmO5pA+8COsN136GhoOZy+h2NvtLBRdux5WOmvCUAW+YhCqoEIQxLIFoQS6yquHzEK4OpzCH/YRYvje/tFQ2VVEHpxHoNr5c11TWUtTy5W31oTn03RL9B7xrbClmeN1iEdzf8AwELTOXQeJeB7eZcuALxUcbwNumRjS1LbgY0dEOa3GKrS3l1K5+ImUIcXDCWhT26JReLyRtyq+8FQmyI4Xy6Xbnrg43rtEpp49X2z8w2v46ksTYG39So8e277nc1F6FNgxO7uKl1uK0x8Yy6O0Mfc9fI3s5l93ceqJuaJrDt0p/RULwRp4I1VrK4jBjoV89pcRAfhLl//ABMsxx0QLWXT2/ibVRXeCzYAP6l6/KbmvQbnOOl9Lly/5iBAdL0QOJjN7xYKlY7w+3aIUinBEgNqyMDdoTHTWkRy339DnRZ3m2+/XkLO7JLEOA+B7X0wxiRczEvDPFAonmLxD4Fc3Rkye8BOAw8zFmXFHUi+8qb4hTLTh8dWqCj39VWZIyLDTWoybbOOPeWhmAO38TV41x6XqChQAfgzn5XdTVn5vpWnMAuerUK9II0Mkzq3ySmuzXT69KCy1roZrv7HzM9DW9U27+OlmMRpKV4dCZNY9dMeCmPnrQW+dx5TKOR6A9JNigyjczsPDr+jERpwmz+Dm0N8IyNDh6El6a37yiFb74xaKXYdonaru9T/AKhldvNVXpoo3nk/n580sQSG1T/CUoODlhDFQ1HMM790B1DmOX3/AIL7XagIOzVRHR7+lrj0i1ejA92uoPFtbb4h3CA6vt0dge/oBWiaKG/y6Zdw8/w0dRvPPghsn/S7nw+EG78b6EdQfC4AAcQrRuoq7Jlr90jt0XlNcy0FdxxKsKk/hcP8hmbHZ/IVyX29NtVxuutDP2jq1AcWCm4K8mBcH/j2XAg+yXPxMu9eYJ8gBpxEm2r0KausPPTbLo1v2EaFz7RpzS1XQ9TXEUgY4E7aDMSO04h095k78CLnxh49J6tgL2QLVsn+Xnz/AAWXM18kpFgo94a2bvsRts3Z2jR9hIIAZI+qZH6jt0IuagMxPZBiGxPQI9vif4P3iDabSldvVnJh/wCUezOV/DDcDX5jnxHT6EVFdPhW3fx6UO9YOJ90CIbE9ArCvuv5P+XHoTCpoX00vxHEgFFYlH19d04Jyq/Pppq6x36ZDrP4SCvjooxw5hHrzEvE7wED3bFa3mXUCN8g+k0cD55sgNwLc65/nm/HMybrwWewa9AAbNBMhIDPf0tTCjMxXn0Vi9Whb4Tec8vMBdZYflBQYOnPSkynt002QLtZCKLkazhhWzNwtq1V8TizXDi5qh4EZwisS4f3QeQoyw3VTBXvDorNHo4/ar8+jvYBEjelPN8Qix/aGfbU0UfyLxs3DPV6oNI9pa0s40j0+Jcyy9DKO1yx8QXFuHN87ipaVdrKvNODv0vzdkfRs7T7v+Ci8DZz+vSoyXjPqBMcHhMhG0egmWBIr0Vf/CyQsNh7dG2BARrDvoxtWqL1GdUqpTXpXKQdmNp3E+56ZAXeLYdDTMaxYOGyA9ZMUzVL2hkYFrz0pdC+3o5XGHtn+hL6Vyevxfv0si0UBrp7E66XhKM89UwYMp3fMx17ieenetvojveWw9vMW1dX2l7DbKQLa7wuGj8MTAG7ly+IgjoHmeNYy6o5M9Dv0LimfDhX5lz722btsC+DxMcwvyy5lgfEyE97s9v/AIKZv8M9BWB2UHY8Kul3lLStj2ltDuHEs87Z8emgpV5IUZS4S+aFkoaP6621VtdpppI31BoqjPMs7+hlJnmno1xBRCQ2nRgjttx+saogxLRbhagsPRbVW129JDehb44+sFimTP8AMpMrN/7vM8/PpoBSw2QI9udsqjTF3uBewz7zCG/HoY4FXfQbFQpl9cB/9wKas6U4857m8e46G/XmYBUsrgIU486jdpdmXYoYniOlzwun2llcLrdMmCaRImcANHS/vVKfb1qalb2Xz1cLZ4douScG3pprb7Km7Q6Krbn1/aPzAuZMsG0V/tDkJcDKl8fTouI7fY8q5m7kxOJRGNQ/2KndABeI+0Gj+pcktrepcq1yd0LbPyfUrSWDdSoc1VO/8Oa8dSI0FN+5vClf/MFBBadnqtdsxXmFmpn3x+/mJQmyZ4Ha4iLAlJApYU5ePQiUEfMK5lTQa4dRyr3nPM9O0vy26E5mMe9cywhi23fiUQAYnf56CyRD5+8uVDoWudR+38NBcqlfbMD2V/w8ekXwxCu0fq0+sPQ3njzETI5LHOQXVs9ksalzQbzEpG6xfoqV/K4e8z1/Mjt7+gy9vMDQ/wAefPVcBRjnrUrpUUmBcLq5blHc7Qc0Ur2xIJTkMbZVt9LRDV72cv2lLOHNTMz8m6gA61JNdSy+Xt1VJVLK/fQKNtPB6Ud5O7DMu52V5mGwg+b6a5uyVW+vTUU0Gg/fR1UtfmEB4hAziaJxmaqfXMwLVi38dBPieUpqLAH8Bd49Zvv4nPo+p1GGRvt6kGxIFtHMRFs30cfKESbuyzXquyoaVQoXBLvB7VG0KiuFS9VTP6dVWVxNdLFVm6EoLo7ripa7103z1ezv/L87HtdE4/mrEvB5/n12nj0fX0hozcfzuF5afZ6/lfiO339BbEPmhEyLv+LFTwQNuDpMNqGhXa/gZ19utvGr9JZrVZOrlTdrp0yZUeIKIrumYpt8PiIg7tXxAJbNFi62zTfXB+AaD5em+x7HoURuLtuNXjXHR+jTuoWtHxHLu5l4Tv0W2c13mA1UfhuEBNXZFhbuGGMWFRi6IrM9s8d2XLXFHb+FNp3HQUbMen5tforQCNoceIZR2GLShVta68hAa48Poa46VPjMuijaF+hTE/PCFEeITA35mtTj3ibZTle/UYmtpo3nntUwC8GiUvYs9oq7b6AoDK6JVSwMU9Lur49SgoK0Vz7+lYu7/L/Bz6uOgsaz/bqK2sZ6ZNU4D0JAAbtzAIBdDR/A0hW99EHGzt/K6s0WgUXHTR7P49G+azeKarGDtH8WelWn9paqWvntNS347QWGcP6etx2rVctva1/TrWGHOvMXpl2fTnz72z26onLdf3FtAeCW4XjtAzoeed3v5PTFm5v1Lzx1haIU5Zl1AwFN3aUPaqAkoaZYps5V9NppTzDSLmqoMwhGPQ1mYroBwH38RVXwddJDRfHk9VYvmxHL4/YlT16rteltesoneGboQ10GB2vntAtA5wTDjC8esRrFcwc+B0MtGXtKzO6uBmIN8iRdZCqcxBhlpePabt03DcZbVcdoTYs10MG7vj1AlrIMetyHrBUAtdEVHbUHMt1QaSW4qi5MpQPeLfFSjSOD2cn/AMBqDwvNXz6ieaL0nPtFbeD2heYFjt4/+AFFpo2+lEz+8js/Uf2nHTAfCvfCPfMz878dAYOW/iADIuCM4E27+h7Dipc3s2PSwYM83KWXDd0n36gWzGu87fV6WsVa9GvHaCxKbt/cdbjnx0eXhMc6QwCNXjBPceG32g1eswCY/MWvsrn76apHPEWtZthV51zGrxriIAD2gFQ5mJavQ7THiCE2AjXAOZwic1cDn3XTn3jXHRm9jXWpWDe+Jq8N7iUrXD7wxcIBXRE0l+U1gCyMqcRSx4gjT4oiuvg9OJyK9veDhMZ9DqV/0Mnll1U9B39QmhevOfmJNLwj0bKgYPHQUG1ZzK8YGJj3l73cgAgObitJgXBKqvMTXtXfK5Ce/VLFy3eEGEbkpTjpZaXFUuF9vRb3g0j2isuC+DoZrXLDioCEDhRDVLgXooc7O/qrJ6CkA8e9PIkuWbV7aeptD34jwC9l0sxivj+awmNNRPbf5PERzOHO4DT8ukJpotuGei3WisY9Io1v9ET5/iDQU0PQDqi7tSmDex0kvMOcIwUXyPE02cz/AN2nu/6sqOlEC3sSH/sPHoAT6GeHdBFBV4l+yLzXQtaMvYlEguxyvxEZVuXqAyaoObmXPI9RRsaeGKraq8r0rFxCbK0Pf26LKitdk230TlShQF8DMtYC32ihbUMKeFeOr2RW8ce/Qnc7H+pkEDwTPn26iWte/rBWgt7RxK4z3tEfyCCXSxLDUTEN8RwwLiV1dVFYufaAuhe9Q4OeCBC1W7i6lVS0+LgOaz/syyUX2YQYA1GVmRDGwpmV2VK7xWugmZaXpvgN3fQIBzjMZ1Vm6hEEINn49Diqw33egEqAoeb94zKre0teFripThp89VgBoeJWZUWgF0L7Q3GreUZCSz4oeYC9EDM7lccpp3hnrQJKnEQlR2RQLRroTWznhC1DvghxbVTtCmS/VxFkTmAKDOhKC8vkTjx6BpHEKPz0VS+cnUEKmgi5bfV9GGq3vHSlFm99fep7aw+g9Z1ViVSseY7qbBo/HVBonv1Mxpgqujt8b6rgRNDx7dEQF06/hTbnPTvXdUxfYv7RcJmwcdDHyb9Ted91v47zJh2bIZ0WXfgzPSoycdMsxq/dM38+ePmd7v8AdsUFEPv9Y2ucvmEKoOYikFJhOgl4A13dUZWC2IpHZh9CoBVDR0pq6a7xHTXfHTv+7xh+52H8BJTaTjoiD3vaGALfu6Ku/b0vW0HoKZMPSgoo7cS518P+TIVj8+yYXAz3v04qq+ZnoEsAV1l0lTFYJu1nZlUL0ui7PD2mWlfMyNXiA2TKNdDgG6dFQlTXCHWrqDvD0g46K11fj+HMSA2ZIqldu/QKhMJkiqqtrtiAYBl39CagCvb0R0Vq8zi+lpRpv39V4/fVCK0ojsSrurvBCTlrHtAw5NGK9+mTKzqJrs7zLb9eo0PmMakuvJ5gLhLfaFPKKcdCQKlN/rpTvjrj/DZKiDfe4ISnjO5QMDVN9KXbg5O75mHI4f5c64QkAhn73z0amyVK9kLN/FShiu2XRc30MHE4OCUpzy9QVxM9NtzDVc+vJkp59fk+sq0b7HSe3oFJQdmura/BJjbo7PRdJ5I/cNSPpLj1dMnZ9FwD7k3l53Ctgox46CWNnXRja74ltVeO0bVgxj0AAL4EVih6SVGnRnz26LJ8uvN+Xb02Jw+E2r1LQrVlzSRsP16CER5NdKqy2S4KZPUXfdKRReI3M+lXwe3pvXTbwu671xLDosHDWpWZU2aPi3Kcnc5Iq1410vMHIj17yL6reDfU8GKuz+BhAx29+0QdFXHQqkq10xKafSoKrAYgsXlIYEvLLdC3BV3OYttwwBbxW4GpQ4ZxGaONBd0Vt69utPqryn6eqhQ+P6hiF4aY945VecvX6eOXopaFDctqra7Q2trt0uZ+oTtPHqCX8Pr59JHng8x6+L/2YFg1bVzQjWutRaQeVxQAapOS9TOaeTu6VIWLMMYC/wBiJSDu10Su3pxXn0imrH2nAZPJ6neAb2M5Qu//AHBSC/nfUOvtCsIx+Egr5NL9TYLmbXqWZ4IZ129FFkNL6LSmNjRErt6b0mdy2g7ajYG1e6VuIyPMqv8Ana+IGSNLFLa7eT3gJKGmKrbt3KeBUYw6u4+J7z049FNerzQGYpsbgnZ/BBWJ3fUwNwwe0xLYHNehtCz+DoKNnoeFK0f7ZRKUvn7OPzD6VHGZz9IrGi1FP1j9n2lFKbcD30yMpshwMVAvT/xC0NVn26Vi/tLf116MR56lcwYXECgLXQRFIKTY+uiwr681BHB5XETfpuYsdp0K5hGjdc+p6uBl/CKqKvRALIcjBzga6kcofB7eqjOy7hjG1RFZwcH1jVO+PmpSbE94MWq26hv3lHkiRNNwiBkEvN6lzVrbt8RCwZB8xOpXtcj3IYGyFP8A3+IDO+CX/H4I7eUSkYYK6P0CbcKl6zJ9rgsWxp9OAbU9KfpvoaBaLa7eth19c4FYfzH+ANwtxiZ7tbywqx8kjoSw1HPQCLgo7JmthmbsgShT2gQonISdv4GI7l9YAOQSWBPpfShdNe/xERR2YYEVGYdKOr3jhroqtsNrHx7yoSCablAGg2PmXb6yefMxaY0pjnfPAe3pD1Nbk6Cl+dxQBda6nsDdnoaXC2u+WujQwOdYELWrW4ojmcsOb+KWLIU8UZnhy8+0SQI4dV989QVoyyjK83VenfzDU8Ek37Xs731ZQ9wzF5xCpP4VSuYdbJlEpNJ+IryL47TCZS65qBANP+7qX7qwIB5fPvARR2nViKDpwjdWnoAWQdtd8dHsfT2llALu+eq3XjpxjlV9Mg1T4Oj8ueM/qU5uJS8xmOpvOuYK+XqKvLU03jk7dKFYPSkcie/p4uG+8cvUDAVcDvRv+VHGoac5U6gAZ9F2/Hjv0RPt4qCqaO3WpcjfR7doWFXN/rvBeHzDcHt6CIFsXfvivoT6qXsfqYOWyzG1t25eu/13efMP6n+jBQGuTpWqO7Pt0prBrvxE0EvvHVXI77OPVTFLF2dK8q2tdTJwlwW6L9vQw/QSj8qduvsR7uLmXkYKaUn72wMZGPd0VmlSGNJphAmy+pFTKq94hRToDqXf+Qiw5Xc6iq0ick256FZad44YtLX2iql2tsQXuULsDC2Rtddai7weXQF0L7RKT5I+Jb/hEL4GJ5cF5mXxYOuRgb7+gRLYupt2hfNcaZOpJAoGixsLzVQ3niiFdbwQSs7FgEaXKGoVPhe8fCzu3Z6O+a279L3vCuuLjhcRYFU9MvYQadXp1+ACYijOoy0JiXs4T2vtEFF4D3O8KkCCiu/RgZDD1he+6eIjgHwfRj2WfLK11RX+Rk102yEcAGXwV0CWF275lGe3VhDJ9yEOldktJvK3tCBaDj00ReC8speH3LrsQ+EySWVbiCJ8RQa4HprnfoQtW95U3YBiVbVzURFBSYT+BLiOA8w9iNYcS5f2nfv0vFeg1PtNQCLqhd9HY1Hg6e5l9poBGbEvvz9oJFfq/ue59CXhgi7rjjxuNpnlf2jvPzHDGtk+odMVrPf1Ku1e1+jk+6vM2BawXEBjGsFfWt/MRNiXkvtFBYUAUc+cu+ufRl1lYFGwdnnoCtG3USmnj0CQ09nQf3D6aOAiJsroAKtV8pdatdl9pYdFttTmQT5dEAhtpiBT4Hfwxq2sHHTPW3A3chcuitu/TAXML5e3XJvXF+hhj1g8xhtU+hEUNDBBg2W8M+0sBYxmVpKtq0yqDJs7I77RFTXfqt8VKLLccpEzsHPoSWle7Ly2m5ifb22RuofWy7eOAmilYxHmlB24nazAvJFz7Sx89urh6pFhZq4YUGrP30AYnC7uNnlqoAqt8zn8ZgUO3VyJEFKkvgJW2Xl5jQXmH7q0blvFvKerrkjopp7kcL/C1wV1roJRkuntNYN1l3YZMOeHx6XTLWb79MD3d2+3SlWBfbUzXzJplrt6ChyWckd46GMXCmrnG5X7P4L8YJu+YadlX7OlmwqrvMWVmqEwDycSphw8vaLblw8hLV7Y7+eptUu0EDB4afRQGOx3iHRX7ShIHspTO0OLtKD0cDpaBgsPFweJYGJ0ugryjcza3j4PnoEMi4CMxrYSsJ2CXxYCf2QKDJkYhNh6BRYLxbGeANdj7RsoNjEGFhw8RmkVO3SzGjfRSb6cxIpUnN2w4i4DEYw0PK1xgmPOpsdquFXVSvEPxyPE7k3FeZ6FVV2wvHoIBY7SBbGqv79FtQfc9+v1QPB7xUdf4vbvFNcaF59utM8WficdBWryZqcra1N7blb+J7zmcut1eYCqOdEqu+uIt2raPaAD0EE5o5lnUosNPEuVU4HcN5z4iFUKO3aUyVzwfcr2X2iNFHYyj7oknBAXv03vph0AaCF5KW32iMpmjQeelymZNYY0qAlBXseoFAZXRH/sv5mEBfQaD2gAAqpWLgmMY5hG+UvFQGtPUywySH1PoQOS5qYeYrAZaZQX2/CGje3RF10XQl2hLjuxKE7HUnM5gB0ShGfHJ/fqEGN7HQVMM0cRQyhvy9uhAM29tQtaOgLrjpSzhzHdMBw76JBVE27z2+JWuGeIRKsS9X0PjjsSWGty4pP0wa0e6NK1npYSB+ODY7MzdRzzoodKVFeY9w8k/wBx2IsF2iJhPh8EeXFaHEx9wF89dLq1FVVK7fR+e0GtqoXPox29/VcvHlSXipyXrmWJZC5lAfQOl2Qo4eYCAzM7/f02FFrLUCNN6PKXW3lBKO5N1N0s3rvHKQ4v0OauS7+IztG/QNywuNy+8MsUKe05hGiZqZ9l/wBR/Mxja3dDvzMlMQhdk5Ome2Kq4KkMVLsmRCzcHUtxRMrGNNFsnxmCFPM5IPBR+X8FOau+726rGgcG32l5X4nPvBkrGh5Ye+hfqDkW19Up+m5RnAGIqI6C65jdvu+IbXpw7Q3+5qY8BCLIDlw+3V27K+aFXgApa3c27wURNmSedwQqzfnpWxbubmTGu5Dhe55hE7528TgOHZ9pg+7XUpdKUXlEINk7+kMiBo7+8GQMG4hViXqDT3l6+wy1a1sn/ZuJwKqIOUIa8PTQcLd+PaNCiXq+iHY4QBnoKaeiN+cyt6mJgKKxEgmyOW+ioNXXEKpkgVT0t1E1XR8NsFAdKwu3o6g3Ohb/AAIl9YwQy9YIYDR7xUeiKvMXstdBrrWoz39FiW4pZTldPghXMZmPN3ksfK+YZxLBWXiottE2O+nasZyQ2MLeemaldpDbEbm/swtqG6tislXzT+DzLk2drz3lJsT36Fc/EE1V6Kmrpp09EFSxT7Qy2Tpbsa7Sqolshzt39ofqF+L6GUKxuu/npeSqu8doRZpqa64Q2feTGVZ9vQXk5Oa6AALb7L6FpkNroKNnUzMaY2+xp6HKxzFzLgGbawQ7NfWapy7l2g4zH3ZC94N2Uvn7ROJhdPYabZ7S1tqlHFtErydd2EoGNtynPjfS6NTfkTHMLJPINwknky8TXr2+2D0OA5VvtKvcKqKgw5fWOfL0Laq8dumOGe/RwoZxDVVwPRtDviY5BmvEtez+8NQvhznpFK4fhE4qvmJEiHc4Huww44jJ2O4BJYEVWvtnZdyKnv4igCqGnbo1JOVvQa4HjPpxXnpT9qiIXBUVtc4ZcUdETeOhaGri36ysxq8a6XFixXQVB8CpcuAus9ND/hf+daIxkzDUdRSPtfomDea9p5g0s5h6jZLxHK+PSZaNxxuNV2UDMUmneKN6vll7YpydHPUSOWcRUeDn29GNzK9veDWYWlqUMnQRVq26hV51Aa0NoiXJdvSxSiXpmj/tCRi5eBOQ7rjvQbLyJv0Ja2r8zyjD7LY/T/Biuyn8kG27sO5SLSZmA6i2z3dEzVL3geLDc4AbRwegWOQrpXUkMMS8HRDC6Ln+ZtQ5PKAEDQ13R7PnpvVgO30Im8S8bDDsTOip7UYAfzh8EMHKbbJ+0rwOjsbco8PeZQjI+jnM021e2LauKEGi1oxB3YfoQHZoQ5P9c+LqOKTDQXxjsb5lq9Aqizvyi2qn8Y8TY/5M5876EhhiHglIqI4Ln7luOrquY3KREEzkMmxjl/Xox+hl+JnzRg+OnAUBQTXzl9TlQmzd9+HS2V7iNcdErn0ZOzi+qAWtILNd9l+Y/wBiPJ79F86+ao8THvP1EZVwFK6ZvNkBbo1voapW/wAks19ocxBjnB/UaCccagQNqiN6KbrM04UtvpcCyQOXzEAjuOlSTdnzU96vo6FcxqJhGHXpTGtgCux6FIoUcz65AR2cRFBSYT0J4dj2jFkVRMocogjkz0KfvuI2dpkzgjdwkpxAY5mu7BSodENyr/2GumellTyP69LlFIwTmDKNNQxUAXFhGXugVW3ooNWHb04gDysEadHd94CgNsSmnjHSwWVycL61i5zEpq78wLV+ZokK6EVrmPdDaDiYJkW6242lnJ7RyrVXmoqwyZcVFjo5OehmLjhae3qrbHt025j5DAKFBXQ0rI2XjoVIb0avGTvLroO+gK0C+CIF5ae2YvPU6KmgiIUcEgAYq7laGkBQPZvMbEF+x0zcDGm4beEPb36jF4Dq4lg7JbwVXaIWi2Rsnt37tfMTKVyMvGuFvocFlthq8a4hWb+OpTa2dohUWDe5gUfhPtGpYCiwjiOmDcYYjRlXz7QQJEGOh+rD2i65QWQxcGVwpey8w6X+5FTuDV9MTLaB+LUPcOLPpjqgaDgHjz0DMHlCkvKwPyRVbcvf01cvJfr0IGCqMxxCe6jIDxeE6vLB3XeZ5ZY6lZvfUxFRy8viIMGBIp0Q3jjF59FZiPYjKb5/ahaCjm4nTLbUwtkuonvNAGjuwvNNYzGpnLUWs4neEyoYlVu/M4/nXs79Coafb4leHH4HtOy9uYxjL/sqgR5UtqraNHRVbW30eB5MvX2B68ryLXBKADpv7mJYFFY6KMBj/qbBa893pNrBacgrXzEtNYQQyjRX+46OUn1JnfuiNoGrxKZ4b9NW5zxDj0KTnXvG+o/XRq8a6LsHtc1kFNc+8JcGhMHHzLG/fjVwt5fRbF4HSx3MS9a+eh+EfS9oSocfVMkZKhbb/wB11K56J2LSwGugsF+6NrypRnSpUBH2nJ5qufTqcnWtm/EIFUN73HpavBXRnJ2OvjpxUUWC99ReRscKjOgv7nf0bQjvFSgaHeJYg4cPx1K4As8sAgvAEY1jZMV5DC+/StIEXe7/AJMp5D8koL7ZKPVzSc9AQqaCXxzY7z3llSrYeIslD46Wi0PHMyAYysuenuJXnoHVji0+0MPkgPC+0+5zFKtyk7DA8ZrjcP8AA/2qGwLg+saOLf4RGnYHG1e5Kc6gfQz3f/iCucdpfq9SaVvC+Gbmy2C0W6PFJzr8jx5fnpipj65d0yOVe8VXPxFd4sHb7xC7GviDKwOYRE2z+M73Skz59ohUWauX+owVFBqLLEVpBQHMdtY8HSlMqO0torvD6zGft6KClWWdEUWCUBdjkiJuFC9vbioWC9EYnTuNd7mCsvb/AJFejeEcQwuul1k4jZcWDiA58bmOYjQa0x+b7mYIcPKLt7R2DKXA1qHyUMkWlOJJe95JlwBgoHb0gFLuZFag2mmhWC6aWcMPJ3kHk7dbsDtPcGvb6vgWvfz1KDzDoZ2OoBaWG0hSltHeAEDYaehZpT2lqDQdSxhWO1FVV25fQ4pH2HaV9Cq7MX0NxOoxzAKujUtvYvMAAXIHUosW3jR6WmVZ65gLgV12e38ACd6jajYcot8VPr0MPtHXjBWqjYva5rvLK18wSVSruvxLzNxb/MNwgvtnt6EBKTTLGvKesTG6Bh3j8wxr7unmG+d3/UZv/ThKbqs9oVXgM7WquFAjQ46ArRnqWqgvxREtBbPv46Hs5LbSu1BcxGr4dMzLVP8A04mMxvjOMGnLWo9QkMWvg8579percOrHEbo7fM/tH9yv9ThBmXh3JWvSxPJ/AuDHTl6LaHB0KUKLb6ZapY8xEUdkPXmHsF6eGbe1zDrfazpnV6/BRt0LHy94JGf44YLKe8MIO9APnMxXuAN67NhKCyXN6r36GHgeB4RNMLcAYKbGjrmrywsAsXjjwxKt9HsL9U9tcepqbxMZZ/wCfTgeIqFbs653BS2puiEII4WKVybs/UUFPdACG4hUd1hQt14694fDvCbV+eanFTmtFf5gYK6HRBdr45lGOCpQSr+1DtL1QV+wh6sBfW05/Msr147mDDJr5QHCKtKl6CrXeO2LvTq5jX36XwHv1C4C69A4beiJ8D595o/GqdESusY94xyDIeg2ecTK0qT79oWSA0iUuOBm1jlg/NGU494LjFnu/HTPnpeK+8D4cKvPb+EywrVOl8Y652O92e3WylD9Xt0rvVfLxCQV8Xz1pq6xq5nbfvHW76RKDNw56AHHhl5lv/wgONlKEvq2URQtHK9xC+gcBLLMova8VKQoxY9pMFqrV9bw93nnqbsanaT/AG5lsbmNoEOy3NaenNlcMJ3nv0wEefomO3PQbQWg95YoLcNCU1Hy+6bcZlnO1LB5kLYtd/VACcjkA7i9x2ZtA8HZN4jhXaW6SnIbVYN3hjM1Q+h/SJpVT7FFvF28wFqLBSPVnlD4PTmE8JXH8359G9Q5C64fRXOGFv8Az0Wg4Wy6VbXaFgLOEst7wwx8CdWBt6Of8Z102Ft9pV7Br4RAYWSv/MQMKgqXig4XbLtgaVoeIt+PaDcYtUTTfbUyAfhD5mPmcdLWqy/P8mK89LYcwmfPZ+WFhtpcbVe8A9Vv1a7B8/W0yTVb99VAM+xKdpePDvMfGrTvfSgUurx077E/QP7hFSYvDzHR3ucHtK1zTeq7MeXnijVePQ1HIwwggo4nHS2Klxuq+3mPVdl4/uIjTs/iQkfZxCFHl7vQo1vzfRIl80DGvAd4XOg9x4lnQXLMkeSYWgfCH5eyMFoURUKbY7oUpc5zymuAs+0EDRBBsq9dcwgHRYTRVcV03WR8dDZLWi3GkVDvfDolOLMwC2Ct3FbbvV9QBBQdnTfvt7V0cuzpUz0MhxfRemDyr6cyznqHhhAODQnMYyJyXK8yk0NGG/c7lY1BAIl6eXwQxYGPHaEgpcueuRgbKz1AOG/WlLrCyHQV9iKw9pPQao2vL2mtdMh4NxbG1XZ+JWC8u0zY2GvvCB62t3ua1EGFAXd4Go28vgXnMow1Q0nZ9+Yo5mtMBxwe3RSMKP8A4ADh93Teqh7LI1hm1FhcMg7TTh7kwA/pOT84sRC5736J3e9nnq5jUTZvi9C2p2Xn59BXN9QCFTv0Caga94FECqkJQLwv57VAxfaNLHtKAKNOn0AIIUdnmNeb4Pf0e4oAjQ5CEe7Z/CNI9m5YqFXZGqRVsumO3r8yP1esOE5ciIRcAWzyG5Pqvjh37MejL/rDmW8F30LWjbog4mOl/j4KsJqx5rqZaGFHbUr3rkMaXD0lQZ0QpuJs3zL0aNjB0HXcVRV2wC+dzFZRRX9dFz3UdnjoYtuejPvrN9+ipaV7vUz26txHsEdV13UVSra7YYe/iWQjIoxfbrRWF5L7dBuq3NN+izcuWty++bijmOTmU/8AHumExtTPkbnftEKKvMbNzzECwuByHeL6QtFFk6xcQFLOSNW1g4PWtIDgdvXAKz3iZp46OoFA+Sn9Ytha3V59FKV+yCO8z61MSwvqpcjVkKjvFbH0jUexfMO1UOHTDDXz7pSuH5lobrmIYXeDvDE07qm77e8Q8KfQMtd4z0WbqYwXV5/jFGzE2EBBaUEX4/j8MqZtW1MRnDuqGWvJ+e59pfLBz/gh3PqlziGsS9QM+OYa3VGx4716PY91054aXj9+m+zmu6IwYbV4fjpQcBWOYFJG44twDEzrK8REoI9mXwBpIqtu3ceOELjmu2IhGxzpK0eCtQZbCqedBL7IlsVubclcylwIcNPpLdC+0qvJeiKADaEonKVMEs9wPmWL+3++hsd4kCt/YMZAuFV2FcxSHS5cvj7QJoNQ30ZWD2AfMbYbjnoA1DN5m6+2rj1Fd8+pKhV9AG8hXRd5WyHhQ1niHQ2Xrmbi0YWVbClNdEgw2kvGV5fbvLPY9xAQFHbn3m9F3NSx7uQ8LoKv++uXUdpwf7PTlHDsvoQrDfZLpaXA/wAnqTixlmESaM79O0rWK+/AePKLCE2nMw4FLDvHa5GDw61tjtKrSoLarzlgV2fEdCvZEKmBiJgeGU8866DWrHuRCrO46uhSpdPVe4rSdnpzFlKzfeCsBZSz2xZ8IayO/ETTmVEDe+SW514u/aCkWz2ha5wDz4jyjUrpw1zn4jasDmrXudH5m4YsyHiOw3LEcRJbLLg8rbyjkqs47tjjtLVxwfLfvLU4OCImET+NKrWYiI2/SFkCsJ3m0EshmsGaO/SjtV8wzSWUeBzXllOClwW4i8qinOX2gGZuuvqoVw3SxlVyyqWrEPlbr/vqdoT/AIPfpaZ9L0JVm5lcbYiNJT29N/pdV6EyzkNksp4f7zEZZdQXNFUHXJrrardi/wBThVrbcJQ0ziS7LzeoVz6GIboiqhs5fq6zNXLTUV5x2B0MCV+Suj3OA1CF11plOanlNRYNC/vmVzGhV9/eZBWdan5S9GwZhvpun3i/brrPPEsVu7R6izwHMC7+faGflFaro+ep9z39HAY1fXANIOuEUIrKlf5j0y20VSsc3L3KUb7wBuJilqhFHn264AOR8xTQsrPBEHb4eUAIaMBv3S0u9jV+PTf95eXRNGM3vMBjRnfR++B6Gy8nJErV6K5ey4qXkkVj8MsqI1fEtrbmDBC7/roMRQbd5yMrvrhRVPMN5jvpb9PUwrClPt1WaY2Wp7TTswUF1bV9oaV8L9dTeevKPsQYLVY8yop4l9Fu4oFETCaYqlVrtlDWjBLz5zg8yk21ArMrb3o94NXeB4Z5VdHtKzxqrmI393vFjoICOxwKK/LHRZVivbXEbE1bFyVd94+HzXaLNYU747fyIgRDR49uptd+kcnBv0RaNeY+yuPuEoBOBbAT7HxHdPzLDmyuX06DOcQ69k0LHHRk25ETequHlXg8vRivPb+VxnzfkS81On2/gBdeoBh7h0u2f5fRKr2JA7KDF8TZCtE4RfD5mFvcax2HiFTnKN/RMQHswDas7w376MWFilQnZl62jjjpcUPCNQrunQrlrqC6F71ETfOvQoAVtc1np5fZ6bAS0aOnJOUeHv0Fevx+itdX4Y0a2lS8NvpKlCCteE225DivEspva0x1qOzsiD35f3BS9dz8OhBtfA6hFAna4kEpNMR0LZd52qd7X0exSAqEj0ZkVpRZ646e/QURMJklgAOO8pKY6gK0cxEadxbhFZMMvJ3jhTs16AAKugjkzX/Ns0yfLfv6Q1ux07y7otsP3Mm+46crlulVOloctRfhGewS/Pt4iKJSbOq231u/l48e0/1y2MJnkvxpwvjxKWyhVrQ1guJmeOSbVovfUpdea/c5n+PEFUw3CMJMxi8YlBbyGoEd2pzQrIvwB5l0XBo1QMjtmJXP+9ugm4Uqrn0AroWt+jTSUsrt1SnY+3RsEC6fvpX1ql+yZigKzffoYFGJOfQx0Wd5z0QkNlUxt6VvVy4cEbW3K76W9q0emh359dvuenE6wrHoaoozz0FAcxmVd1R+Zo/jCj5KVmj46d1nh8vT3JavEIAwdpsBGry94TB7BHtaL4iiv2h64vB2nKctS4t5UV1auuouJ2YvoKdpknhLnfpXdzD7dbV5fZD24THfrz2fHTRUw3fPQyd5QajQ+54i6TV6FKDPy+JnNTfs6ml2/j0+ZFQsKj3+lyHdUUoxSbemAdHJAtrvMwZ2cvMB3VlAhPts8Zr0iY66MYtWy1K3xAuEPvAB7qlSFm0RqCo6JASLC75lKyv+mMNpXA/U7BjQaY8AvRUzZ978Iomq7/4VMAZkdzOIZ6OenOdcwzsN0rloUrVZ1XmUkv8AGZurmTmTz8+Zm6N3UoLoZCDJ5MVNBfU+OqmagYatyaqKu039TYt/HTDyu/DtDcG1ZspzXuczEgbcLbs0VXeJfd8aLRpSBmfuBNdR9HjowEyQ2F1KFUNV3/q4FZwrsu9n+Zit36tQi0+/VW3OSEJpOb27EdwWa5gFy1MVJke3eEKq13SpiJrPTPPQ/cE+k3nPiKKoV49PHnv04jAMfbZto24ItKhs/gvgN3fMq0O7Uouux9/WpB8PQzZohyD8L49QrVXKU8P6oC+3LFVcTWYMg0oegF0L3qNqDDh4eg9r79DCKAeZeOXFOoNhRq4lSl/neIr0yLdtrKxnEWSK5gDGz7+oLgFbXC6OI2dCpeFzBG0OIC3Qtb6X1GgpdN1K1rvx7dHAop5emENUGcdKh7zbiZUTOmLI1pLKyiqdoBB0uZgzBo8R0y1m+8AQe4daye3EFGKp2mbIuVjTvU5pAVA2wfUHultB9CUUtfHbr9wz0omzeuvG+dROrGMxNluoiF1l8zlOaO4zLK1B3NuKiDtuaGD93u9GvEpjD/zHLtLfRniExtQsBhVmpbLu8vMrRr22+8RsR0IA3kTHiHUy/Y3vo1RW+YIBS6dROxJDfvHHEV0Aa7+GNcS/agmta5fPeX+AolOUWnJQMXOXRfeyQ2SKV3wm5hL1Mg5OfjqktjKNsr2ghwba9brLmUad3s+vBETLzLvuz39JgTTaeWgi017c+veGqXDoXJejtBNbFjoxoO1OvmM5Qq0NdQQWtESlHCYfWslB4OrtBergUW39peJeuGG75jmTtFm+igKWckatrBwekocgdvaCFTMgf1KiBuW4vs4621XHRKjzl3mDfmj39CKjcunYTHtVv38elX2V6389M0zzQV3FW2hLv0pzCnwTau5+COmd1Az68VUsPfDXzKCUwWduUmksOnEop8y/cf2zjoWqVNd7DOAt6PhApR+fQ+U1KfeX5DuRVVW12wgKaNXbK8YtXqAMiz4fy4NKFpM+tH/ev/AjqFnHxLVy1rb0Ypzng6XgUY59F9Sq/cjt+0flVGAaw6YmurHvAgbTqtqrx2lO4H4jMKHpt1qvQVQNLzAOrNL3Gs+kUcNQutCDGvYHV8BWjwl9wMWLHqNvVLVWC2+gILwBCeQ5JsNH90ELEDaErZtouPq6dujYjDo805r6xHEXCwznntK17xKW3bRf7Q/VmMCnt595mu8Xj9hMm/r0YI4w7jxm/hPY7zjfHY1MLUwHEnMcL5Jm2ri/QFmULB3iUVV7stqra7cempjsviIEtZXoNdEwN74nAP2Im3M+6N9dQavqK0HO5je6FUtb7QFaBV4IIpWTY9ODD8EoVLvXj2jtsrxLUDGOgKgZXUCkwTcSAlpa9QBTl+yUMzwmPGy9B3fEo8bt+ZkaTfjXTOceZxMmHZvoERtURTVeya6mz3m72OrlwIK1KXuUkFtaiVyPRAquj72RUniHI21/CsAGr56sQzY/L0efpBRsa9oCGfxer2iI04YYbN/xV9uo31BdC+DotGBdsUU75ck/XRg4sEU8ShNH+rBeTgPQthrE/cKy3PMVSu3cYRqL9npRNlRKrWel4qFmToXfEx7yuhaoNNnxFVtbXbBpHtmOdjuYree0fMr6TuXy/iFoB6GmLHLKu7t/yWCKL7CXj59d3DD6AU0p7enCGlkFgG6csVVZax8RGNc6bvvLcjDdlcRXN3FMcgrrvFgdWrjvELItH/uJeztB1xndOCkQqVjkfuUG21fJxGiUvA5XupbM3DoxHxAvU1xxOO02sU065PfvmXyJrwBqaBSkpuuYYNuf7f1/ICzOUYOiJQR7PRYUssiU3GAd5pJj46n3c67zUw0fs61+9hxDCUWDqxNWrLlBBsqKIAVXPfoJ+jG3cwBrDux21rjrg5d9RWao4ZXRI1EMImE0xktrb0QBRB09/bpk7JkcWe0FNKXvoMq133Pl4HL0Nzyw6xp7zZ7EC0Lry9RRuBl2l/GMR8dVn3F/TMYWe0DA7P4COUIsfGbTEYDriY/tv3jOl0eOnPCV4MWto6ELZUDz39QqE2al8QNP31UTVvfUCwuLSGujl6J0BC1ZSFapr0lqbO8RTat6Wcq9pFIRLHdeMe0tMVvs/wDnS8AL2eT29FYvr3IuocZGrozXptd56rgHFS6xw7iFwUduoTtfgTicX0o7VeD3gDbIJfPKQXVloDvBtSvgun4uXPB5W5zF3qCwf9Yp5kF8/Bw+wRFb6gEEPLw9Dr3YfaAGh93rbcFRDCT+cQsUNr0xWYLYP6mddNdnianAqtviCxrSlAXgluZUqIBWReFVr5lW2Lg00c4rpsXvJTNOqTsxUs5hwjp8Tc2v4BKvZbzwQt1vTTW7X8nSmr4iI0lPb7/wgI3StHQBQUkcQ2zFz6qUXg3CrzNA8nZ10A0bePU8Z8hmaltQd3L7+lQgCb7oF816lwWaP4r3IMoCgMPwOn3R6KFGRdR8sPm6Aqx/7PT3gZPaA9qVuOd/4EWEu0KlDFUdc5d6d/EVVXmAbJ3roVedR22jR6gFy13hhYd++rC0TcW4vyH6i7xi3IzZehy0Xie++urPW3foZ7vt7V0EuaKF48wpPf8Arl2WWA7RK0VLlqo4JssK/wAIVy16Pnp9yLvMDHc4hVNaOOggihvT26sAFXQQaGntMnZA5LLEpi0KKTb39eBsYHv19JU7y7/5E8tHYl9FPdx1KX1/jyjt17IF3YPxLMKz362pwddaE2ugiU07N+lA2g+H0oaEduT7zgDn46F2ZXxXeHWJgUFU+I5qNMP7iLtrwe8u7Xx1E6odghuuuXHJsfAmsxa2fFfZXetRRXt7uFVu4aMBfa5uIxx6HUaHUWMwLILtWM8diUBQnYKXd8B2O8bJwss/WZlxZvNEy7lPcHEuhQbHppa0cdC3XRlUD/0hi0V4j4x0ulJHB2/gMVdy8jxM2zoPaM3VaEDd88voFZtrtGoXdWBK77IFluTR6xrqCBSgPZ6IOFnb+DFRxlvHeYPJUO25ZeEcb4WNF2qGfZp9zB2F9Tpy8WP8bmQ7OSYHI1LOC+k7PmWz1eErjvef+fwJY8IWh0K2IvAbWcdvl59J1clNOPTVjbdHW8p0n7jhXTI66qJQFbe8vSi/q6bBHURDar06eeIZdnMFekraNgNradfErD6Se7Ge5Wy+tG8cF3Lq+pZpRtv9TkjVdOVortRNYtmZhscfwAqBzFBbMs8nn2iNFOlKFM/aOWOQp9R7MXu3PvfrFVpE5P42rSfN1OCXgdIyDmvH6g57u/eY8mz9iYsn54FtdNRg7Gvm3a4bO7GdtZ8F5eYi0qXvw53dsZ3pLXs2mdX2mF7bO0OqSkcNQLUdydu0UKGJ14FKBcDK0ZXChTTGh7TMrhaNg8X7dFThog8a0OrGkS3ZMpK6iMCrVzBGFYPHXFeemvj2e77E71rqQlXmGoIrHPocingXpRcqI2LIwJN5eehhQ3F4MfP8CrvPTYuwPXilDa/uL3a08dLarjtLJOHZYwpCAVlVSvaYfJvxEKnK1A+W98yPZ+/ZLpVuf6gVnLodzGiwvMxVVnvM4FHdhUpZlrUOa1HtDvN0vIv4CBvWnS4oBol/NOPrF5dzTrfDxKS/8b620neDLLw9vaIq29BeNG3d7RI0pk/70pPyUWaw1DLl46MVgcQvXfd6QVA5ghsDFCrPo/WOHv59FymhgdXMCuxxKowW7QhWXf8AyOTEGDvFwsS/pbdS/PqcgTUFtXV5gYfZr0sAKoaHXpMmWMDx6Rr9SxJXnpTV8TH8IkU0b6CCgbHn2jDRKfMH3JkfwY6kWxZgjaNeUJUDy60wBVN9+lILX08Jp/cglzRiK6qmF92O5U3lPpMJZaP9PeD/AM9CHMsVvL7doF4dxiCHOl1hS8oAs26hmib/APYiNP8AA+JMLX6LxUTsAb94hyBjw+jQPJ/XRiablMU9yc9DLZPpdEIwq5girtue3Vq8YIq7mXevEdUC0O8RopVp0+DD49/TfFLFz7xkscanJAWugg1bzeoLG1O61OqGtjbTKA49r8MRVCnszHZHQ/fRVbcsIgaWlnk8OmTaY/8AWCO8KYNVR1DFYvo2viUyB3foQEsT8USxw+bzB0Hb8Dj+C4eqx5MeIcPo3+oCjHfkX0eaw+BLQy2gwtcEpXZ8emtvt0TJW2J2lu8au+8weRJYYGicktqLg1Sq8fwO42Qjimodr00sDTHPvDqUaZtVc7vzCCk0GLAq9veNs6a3NcR6I3SwXXQ+1dCrL1zBFBzaNRcXsIpq+OrV4wRrQ3JqIi2zAplgegCDzeTqio26msdBpE4jqtvaGde72jIhNkaVC+nU0rI363YsaPQKrHx6PN1B0+v/AER2F11yYpv2dLLyFF5/XoMMXRvqzKLDpo754jrBt7zn33UwVQaF6hmoeAFmu3iF/TDqzGnTKI+8OaDYmA3fLiKA28zHd5WUJuZ05pbqrX3BBt2lLLznscxctv7J4mWxbe0X/RSh7Dfn0i7yFZz0MljHHPrPr0TEA0YhRV2YpgGuHUtLG7a7uiFbRphFB5jFBQthAQC8o0pd04fHSwhVM9v4MkZW3yl4jOEdR6tr8dXOUG3M8vB1GmxqtMsA9xuFyj7RCPiHmUNew9H32tH7lS83L8Lua2Tlxsbt50zAh6m31gqqGRlir0hqQZIrxcwW6AXvv+BhUfswjHEvogL6by4oC68VMNjnHfzG9v7mIWlfMKsvJzM+icT0u7qxLwlfMIUEueZrqlVK79Bc0ud/wmXZzGu70W8Dnq2v6hT9jpbWT4dLStVB7pRXHN/qJ1XY+PR7/MyGUG/76CTqAcPuioSRrh1tqra7em3jHTNXWO8FGl4LlsS+3xPlSXELYTCOm64i49mcQFUFroIiNJScPpUEFV06io0O1a6hj26mXtFpSqGjj49A1EyZcVLlWcrJRlCYvj29VtVw7OtVpQTLIsThfbxEFKZ8niZ45oUtsLzkJvIKwlnDhlELL0LlnpONXEAHgtMWQkBdW+V3mvHER46Dj2DV2KVXFwtEra40TPF+YPWza+7MZUXoDg9S3XjqYtuYaorfP8D1ttXOwBSp9ZW2IolFtdurhrftLlxS5lTEVtCchaj/AHLZgFnz0zxLlt1a462NvNEAVsOhYlMUd/HobUh9k5A+8EuYeelgThohz252SPFGxwx3kEWtQd2U4EwlZn4iMjffj2lNR5OZS4rRREWNLLe75h0h0LnNEeuzijgSd8Y4jKxdoI5uJufPRnavjXpS1VgvPTmOHv04D3dcRKtv6SllqOWNWrJeH+DFeefWttwsG7nnrnZh4YYCzluUUf8A5HXFnbx6BTXRZg93tNovTz8/wgus9KXjZvzN6uZH2qb3Ph+HiIsa0792NlVll95Uf0e8WIEyo7e9jKXXVW6qEX2p/hZCh8M56LC+fJ0Nr2vEta93mAtJ8fqxWs9+g26Dse3mW1w77+xWO0whl2FnJ5u2vmVopL3bsuap7wfQ6nEUGpZ7LhAM8bLtwfH0jtsWG5Rzkyhi1tKCui3EFBEFveVnzjoI2oNd3S/7e7oIq79DV41FtuBbViLO0eR2jFBQth0ce55EOLb/AGoCtGZ4xbeUdOsx7pmCSjT7dAmQxnR7yzxPsdGhGRwwwtW4YrRjlDjodLe/S84x1GVE2HHv1TqxY7sVOFon7ljNGQ/uXzwlp29VDKUdESgiuCcOA9pw33RwjWw5Otwb9e05PuR6huIbudoqyOWFD1B83Yg1nlUB6Qcse/tz6AvWraJbbPS5+ypT6p29MwhvGtyp7CVHPan7xaaluxN12iFaydEybV56fGMHHlEnucyyOBo63uGSsyyjg4ip1cwEbeEokXavv4hApaj4y8J6eL9AylWq4RQ0W+nlu0S0uLVDVtZOJyl2HU8wJoritPtDLpKEuke2ZWIAwPRVNYelUtW93rtxnq1eNdAXWegzdiDWC8/aHEBoENuFor06GlgOrm2+Ofnkir7GoHJua8MoAXw6rgKMc+kFuha36LCt0v2SovWhz0ydXIFp3+0THl56hcG2e05dTZePMAIGzv00PjR07X3/ADDdRD0Wdas3qU1fOZA3u8ryTJOisVq/+wooZ9KE13LjBD6KrmNfdA9Wh7FaYrD+oc2QWXJwb63Br0CVePKv9iCPvg04G/v0ANRVFF4PHQF0XEU3AOHeUtWrx7RjYF7xKvORqullin5QUbNkc9AXXGYqtuYkNhqHSzmeWXUpi8kpH8mhsXNOSZ4qqEapjAIuoqu4uXgtquhh41XSzgGTu+kYIGrvNYRWePboOqB5fqbm3o0yhSg7M9+tRxM+yJtH3lDTnYo9plG95EzMptmINHMK8kbt0/xKbKpzo9pmE90fvt3M1q4akkCN1LpgBX4a73UND2Oj08L6TGjoHGEV4S6XmABaxjM4LmIs+z0ynQW+uOlpbaynpt541AVRzDbk3G3365lbLdpjoIETAdLwKMc9KE29uttVx26jBFn/AO9Pe3pgWDfzlP030JqRwgywrjYX/O5RYn2Jd1xm74TLLZdr6lba2u1hNSw67EoVI0GgcyunguIi2rfQWaxK8i48yiT5sZd6YlHwdpuQVRZosF4HzLjavkjdaaO7wzJh2biC0dYQtI9zqTZK/T6bKyUr2dPCizoKaUvdS2gvBo6XhDWz/sa46qFOMpR9f4QtozfE4fDgL493CNnsstskPK1wGw8Ux7pgL2Ag+lP+pQAnlrbLzsmlButgqOQqRjUotZQe0smuFbAYUunOJjv/ABXJcsZrLuK0GxZ0BdC1uoKrVPfoFU76rbGQhReYyCjAXvGMj9/t6KMrzBNwckMdHNJcVwHS36algLXmMTGpsmcLTRBusc3BLDmGF3uDh1NFfrqTcoPc9Zm4iy+ZTlfSM1ItBx0Tkl/N8RFJgmyUHNHoZFVgbuw1XbHGFFXL0+1NTwQyVoJ/yLtIA7JoJq7GZPcDx7SlLprmXsMNZxCHZ6ZwNLlHbub+Gi4ejuUAGG+pOOe8Lxpyc7meBv5+8HgDR0K7tWfvHMBcqdfMSsq1odS3p/D0AgWjvslCoOQN30UTL3HNyiwLQjjyyj3oZcPHSo6Ia7xq2tcSoFWd4tqvOeiS0j3PWVCPJ635ca6CkxS89E5YcTlvb6Oj2XucRVVuteouedCM+wMw+1i8zFpHIc9A5WaI3Smrzmt46HtfpKF7xME5isiRqYU017RnxuMV579M+uePWzCs3vqCqM9RVquOm/RccDZWf/h1qXruB52r4/5F1XLO3VULhiAZPJfdtFOZWjRGH3uW2qD6MSwrcU+S6r9xNbJ4WhCw+05xpiAx0ZUCxmW6NarmzH+uFFyk5+s4lBfD+Ee8T103UMtQUi7rnooKrT/vb0OTBe/S8taiJV869K4vLtt9uqZvc/8AIRHXubiovmGsr9o/xXslbBrb6bG+i32l4qGsTZVM3UZPPRE2J7+gVCqTSRVbW12vQCBU5ZijesxIWVuj9RAcvrfLxFIzEHZESW/XcaRhbZ5OfQKrJY19xr5m35a0+0RGkp7dGI51LzmX4THoVJ2FlEqwIejjqBN60yhLFBlo3h6VRQa76irfnNGpYE+PgOl8tNXuvYliWNnouGq9nv0D7w9x9CiFFVt6IUFeAjd5w89GuPn06cy957Y9KSq4WMKTh4l2rHF465HaU9mG1rQzdXe195dLLfZ5jxwB5WmCCJbVuI3mcfpTHO/D1qYxUz/URGmedz1xU+zhEySNqsl/flz7METJI2qyP21VVnV4rvHraUOCNhQ2MBKKuxDPrN/7MHh8kcYceq2POiafJ3ly/rBpx1tLFfwiVZvoVnd9n7mWxWt78S7B0NTOl+49ukeh5zRMlKfoXF9iAUavvOYIWTs2RRqpNcsLyi5jnhc+SK1HcNwB7utrVZ7/AKi23VQE0FXQSiy3fZ7dFZCjbNnbrb0p+/wxBr6UpoDTddVDwNQYtGmWIKCnM7W4OLDheZWDO+PQlsDZU+isVBh5Rs8xWAi7ab7df1MLsKx0Sq1noDkWN+HoDDULvoWoQ7r2jgbc7vjtBvp3IFax9fdFof0O8+lklgAYjIWHhOl7xFU7IKwwWe8poHXm7nQDt7Gz37x8iniIc3dr8QAHOfQ6fylD5L/AwX7EYVKy3v6RE078Q+PFdPHSzyt+E8QSlCHlFseprp4HeAlBXsRoWsN1Fooc/gibBpeP36HiB0bE0mkiq27cvoG5ryx3jjmFXxa89WAinJMVrlfhDedcxsI0armPlC6omY2c7h3dEoyWEgyVcEalq8N9UtXC2XIrLfCKkjlau7hCk94hSFO0FbKTTv6gt7RoDtqZ3CoFVfnx1ra1T4PQgYWDkl9rmD0F1oRQL3MCcqIhU9i8xm6FsKqrld+hwng13ihreLxMnxOLvMpqDG1/t0+vWuxuuphvtE5hg030DtjiOiGdPM0F4PbfBBT+53inLK6ngRYdcRphMXBFwTnqstNLXZB16aNKaoHFYxzBguzFTwytsdpbjxqM2x6bGL8R20V2OismXxPZHkBwQ11BCNDTv29XeZqF3DDUVh6FhrrKIKCue/W/18BBDQKYn1D6F7G7L6c6vl0u162Ic/M2450SoVRXdHT22i9puZAdMGhjVmvE+yHLohsKdo+tY3cqCQeITsRVXwdiUyv9mIQMljK6KLXbczS4/cxMu/w1M82eOlV0b08+0uC6bEu1Cr47mj0JQxaH3lBhqHoepv2JZ5UUPYuCGMOvH0Cx6v7J9CAcEYLhTEMv6ThRHI0/9iFTn/XLbwV3O6uO0TP917gWKDsfl8zSFdLXBXpbh8c9PBdl9BxXTEBn9legrnowpVtG4qqpV2zRu746MQt7RVfaj3gIBPdUV6EDRq0bVXbl6HOfRSw6NrREA1sI1eOmTRW39oeTxXWistFHt1KvOTmNR3LBR9JVl65jOYxluoIVrf7mkA2694LDs9MZrqsdCs5R4r9xI4a4uJS81z0wB1yZkWvg9B28z111Ay8kwajBiQ0wONQ9GifU5iLfeE2Xfhv3mPqQnioJfZfEoQbLbEkeEVo1iNpZZJo5ax1+rZ2I2Fvj36/a8jq8+Xz6QsotbqDpCNpHY3YZYmljjvFKi4X6n260rs9pgjV1mKxoL4OgKo4nmCmlPaHcONUfn1Be2upZzFfJGS1oP/Im25voCXjHxqHVvGetLQZcBFQJjb/nEwjasF5hoVmb/wDJj80vb2HB8y6e1sY+xKyPcqhZXUC6avc3Afvc+lAL5LExPx1Or0qJaPDMxRaTt5hGTX7D0axn0Z46UB21Dlrq5uGLld7qThXntCjkGXHxUxcRm9/HRHZ6VmuaxCuF+jJZweq645HA92Krlb3jDhpR48xPIc2MQ906FWXg5YwOzdFVuRRRn46B/wDYszkkqYjFLHUhss0PbvKFV8g9JAu4vpsPeA2ocwDSDD5m6Jp60hw436O1VdeZzH/4r61c4UyHU9/aIT4Hz09/Unv+ly8XLDcxwZcddDcsEBcc6gffbjsRXPRkz9fn7x22Ltz83auxN2EGxw7PEq4cQfOrg9c/7cRdbx1C3d0FgBX3e0RKvnUtqrx26oXZd6nNuHZLp7kf5hohtQ8MF7n47dF5vQL7HEvdbXBAim0fEdB4Fcyotvq+og4KY17OpjTRYPMOttVx6fBtvp70AjXQaKenRmvMvd/y3Pv5jBZBtJmZHft033DH9QGufPRiHH1Zk94CtGVhR4YntuGNM5/SBzqOMFQPXnoUBzhHivRQ6taw/HosxYi5h1g6n/u5jMhN+OX1w1KVChR5ePpPf+A9/SSyLgiWAHc/1bAbiabV78S2td/b0W024luqez0KSqnPHt0EoVd8Kgg9+yUpCtPEY2bhhbxyO96lizbsiUGd9BYNXEYVYsnj7Tj0CXXG+hvOI1eMnf0UTgazx7Q/Lc/7jKgHnuhNWb8+pKAfk64lMODrbVdccysXxCDgzmRsX9QZQGq9Qy+fdLaUKLaf++pEad+slYx5ohPJu+o4xvKomOlgMU9Nxg9sw1C+YvAyp/nMUNgnwramjPd7TGbM8PboopRL11cChHqaijDzcq/7RQ6Dd8zHi+lZIcfEVW1X3maumu88uLnnGWGNrPB/cFqlqmBixkpYHaXwTXU4qv0nFepKBu79IprnfS1eTEcyv93AC/twno3vk1ToPvkqzBvnofdDVjmXGl/fBUJuEx1nf5MNHZj03v7TofwPRlDx9HoPNbCldoCoG3AS6JuSfuccFYxkhgKmS7FVDDg/VBTSntABcMqJWxyvVA7aaS5A2DZCrLwcsqD9979BDk6EVjpVFWZtLVw/GEEtGKFHvinqis6FB1nEARznhMpjsroUpNbPabivMDsQOZ7sVGqz/sdVhkMDs8wWW5x0AvXfYOBw+YZAJwhVl65jVta4i2yFbuVAKIZd+mIx9Z6AuCa7iW46uvPoGVd1EwEaTj29NdN6XqPSrVtRwU7jqZTyV+hOeN8ndenCXyWS9EOXQVz6G3pWQrDaoilYTD0yYvYYlGagpqYpy9nrpq+O8Gp25nLlkBdjCQIHBCa6KNGYN94BpoInuZPvMsOVyz2HEqvateTooAqmiEP2XiUBsckoqlHBH0F1twHllVm3lKf3YNDV7X1XLC9vnMJWmjvn5PpN6fLv6JU3gppx4jdsGDq3A+Xe5rDCeNyIwy7Eog9yZUqtK/fSmr49eVnRPL0V6Kaumu/pvsgcuozGsCenCLuNMuVn4eUaph8v9Tf4BniOmcZjPeWbLVjPtCzrhYDQaLlTQPc7xQU8T8Q3Kof3ff08QWJjGX/gHocBaoqJRlz8FStgaJt9+nIAgCdGnvASApRAAGeEx2DSvMA0OOP+dX+FbwK8TJ1mX0mG/LuhjwYxAoZxdu+9ThBT64L1sv63Akg7Vr08IWWYxfwPeayTK+yWo7k4+Zzc2VK5FT26JPVrnUupcLmvQFUQbHRHbHSX9HiXe+0S+M7H2etN1Tfbpty/3EZ0LBXKe0ukYzuZUU/B/wDFTV013mM38V6FVt6ImxL1cMpmvMSeHTkmVt27eg1GCZoxyr0Muz18Vx0FNQjV9ya1H8xRiU63jtPulLtvOILKHjiXiFKXdeYPDUpaJ1WgKP4Qi1/QDzLd2V+XuwAoAGiPW4Plpy+fEuoofB8dQMHjZx4mE1Fafr+CtrO1c+hJaRNJFVaVdr6KRWsEenl/PRAqiUQmMTNPeawtg5ntA9t1bYsvghjqC/b0p2FcPSmrprlitZfJ1EtE2LhZDqc9CtBXD2d7GPslvqWHnSaOp6yOWrJaXCOqwSrftPr0v3Vv7OnvPb0EauG5gFbRT0VWpXKBVdMthXpQv8jxMwFbtuGqVMuGZYgko6Cdv6v2YFoLV8xwpvzEOohhrQ2TFfqWXxGmfTNHhBKi57Jm/wAIZjJyB4iKhZkdFm3LVSqLwnSrbGME2ZhhOW4wSjpb/ULgvx4hplVWE8w2ceYotsQ7m9+3x7GoVyHHWnu0W7dQXQtbqMOLLh4mrysfPRE2Jer9S2DgfTeb4aICtAr2JT0QUDfW9pVhDQXUziilgfmPgIK9vTiHrQ2w+ISgLw4mo8HVbX/LylfMKBKfMtSnEzM1Mmd4hh2zBGzPlCsW9Ywmm76b7vtKLi83VNGAD759oAABRoIdOIziK7WFO/CREadm+ld2VvHHvEDAmoppW7zFadXx0Sw2Ry9cBH1n3/hBY2q69pkZ+bcvu8Eo8OPZPMGnhmWMQp/Me0S0eHioX57K5/aCcz3jWHRMaSSJt8iLIWu3ooXbfQXRXJqK0XHUmyJVFempked/Cav4WfSUxUe2+/Rb6YUmNICAcxmKvB/AC7rrbVXjoBYF5Y3a0wyKqxgq6ZeZi9zsd+hd/FR/ErkDeb7ZYbcM1fEyqNcwKBrn9dbaS8OyW10598GWphEEUZVspNiQiwowPPoQtblrsaTMdsLuxXNc76DV4MwEqwNCJVUW4rzM2r5PKbbroaLFuWcga2NdQhanfpeIV1eEx/WH2iWn17+pxVg+Hpit57dOCavb36A1lyi3UP8A5jzzDgSytDYeZkLjENF4pkyvk9OSkofv0dsyroYBaceo4FXfqJcKGGlww3MGunIeR0KvOTmNW1riBgIHdeGY5P7j9Jpbm/8AkG9dDUUDumj35YPZMnmHeXWEneH9dKxcAm5Ek+SVp7Rf/T0cdcBXiIbfPPZ8ejGzeVbjV41x0cvpxT9uiGVrMePTSi9t9CQbW1Bh8AJTC2CERI2+kDieIQfiLtq4dY9/MVFdA4fxF1UN7X+4zc4fUDRESgrs9bLyfTqbX8RAISAdGYLHjzwJq3nr1kTfFQ16efQwWHcgLszSfDf76jAqtunjrHv7xzv1BcAtMzcFtR3lEIv0EbC4SKnNc90xXDX3hp2tZYcpzj5jq/rLZmi/6oTV1Y/EpQqn6ulFFVuXEMzGmC8xKU7NTW+tu9Dm131Aidl3v4m/17dAYAlp79unZWe/r59vnoWw+6GEe0cCbw1Kt9jmNM4W3+pnnjEOlZolo65JeiDPoPKuLeIKRd536bwY1z6Kausd4KZYrqJJFbZ2IX9EIRXXLLXOZdjEroKbWzvCzea+qY3XsZ2rNzY4uq6CmSx7xg4AN3zPoi9RXPUhD+ZDuYTTDTabrb79EgWoNsbOpvwdbLjtfuMtoZFfbeUKZ6B2PD5l46FGPiOqhhp+Icjr2D5+IBf5y/pLarif5XeN/UejnrdnEHGzhly7zLtUXnGp7Tdw2trtDefmNDhs4fWWVomu713y73dKawUT9xq+eP1FGrW05+I4wlVsiCy+mX/dafi+ZVdyN4e/OJwElq4O6+aggCvLfsTIOG5fDtEVRpjpgK3zLwFGOeqqC6LfaJiy6dG9SiPf8vf0mAx67vsFPmHoPSwnb42OdV89baDt0wYvK/L/AL7+sMcYYantX04hCRS8Rx4w94VZeufaWmBaHLz8Q7XfNa+IOUDctortVzxeuYbmPZLywEWr1UPQ07fmiFHw7jIx3vHt0cV9Qfz0QtWyldC1uoFByC6PMAIgWTEngjViaqDXHUAZFF4DvKA9o8+ilWOfA+SNQK+1n0A1A6d0JC9RBrrAIiXgyPMd3G6l1KGLtg4BTCeIuEPl93pxm9X/AB498G68+ktkHnzFVFF6mmZehEWhFB7eIDjuXoet0xJatdv8lsLEd1fye81x47B6KavjoirO60/9iJylDz8+04m9xhElzSOJUVyDC+yJ/wBWoKUNIvseJcJjFf49HPXckXPES419OL47xCph9QKDaqKro2OrvHq7p9HmVKJqdYPA7TIyvaEBB7JoQIA27MO1L99BUrYgGnfJf1FHVIDyR7Dy0evaoSMDjVPjpWJVVq8nQofAIiCsCQdhO9T5NVwVIKcxWXSLM99Rgx55r5TcU6nviZ/2yCPPXiKAromPfdD0voTEJ9rfRdeHL8siLavfoS4BPIit1XRCtbp7TL5Wvt1+82P7s/4n7Zaj2ElgOMTCrDt+5zHl2d5pv6S/av3OHidpUJrvX+xHCtgfWDqeiKg906YCdqWQNowZirhW3aXA0nHx15nXFOfjrx+pWBxnprAtemxKGkl5bexYbBenj46KQUUKb16Laq2u0K5z/I7632s6Yx957XUIi++IKNikt6NhkccT2MLiVoss8altV3gJIFx3NFP8lL6LXpMNgpdpXFGZ78MOD8TXR9pbLaGnPjdQuHsEVSsp90hFRsk55ZO9vEsyHL0mpx6GjLiplUKu8s5a4o1BNCLtvoj2xWKulrtOiJXnXoVlkBSXNVHh79L4D36oFh8x6WAF7hf0m5pWQYJ2kFDbxDXWjYH2mW58W38xG7CtDhP1Dol/CDt3lO/OR8RVhLzwHHvGla61EAUsNkVg+I4iUS129c0qKhV3LC6nDb2iWRpycO7Gdk47sbfJuE7bb2lxRXrDMs9TVxTsaVlPnb6Zl+leniaYcRNz2e3MXvD9w+ZqYnm8QtMD34mOccnL2+hHasvgx2nD0rselNXTXLOJmzcBNGWG7HEN97lr6y7Y5Rr6yrWv+5gOGXC+Ij8Dj4lVQdpKaYsF37zPapqZ4Zq/OZjn4qeTjvBxeobRrL33LZ1moWPFLv8A24n0eY18+hboO+elFfrpWB79MTEf9g+hk+rVLoCElKU7NStY2W94NI1fiBDFX7u0I3CqO3djbB/V9pns9barjqNImzJHO5uc56pVSsZgTrk7/EGlZoiIo7N/xae8MNDHEW1e/SxbM1n4l9DsMGlicrcYQKsNXv4iMcFWIgG1RDb2FiT9QRFQq+JRdctO/wDGMD3mPmG5f2fmPlwBXPpoX4vc7wR6tfSWrx8GvmNbCOXJ4mHsHXjkxZJwEcwzC9Dh3MAJs07Imo87R44xMgfTFdewwg5A7Nvlh38APSfGlVH4AB1x26Ncq/HWuNPRcJOh26JkJYGq6Vi+oQOm5HaXE5c/Z1CBc0sHlvPsyhVc0fv4MpPmUrcsMLDdRaC9h6QvNWgTJKRhCWV442Hni4AtW9pW+c4rn2lugZ0whi3xf5i1L137ziUb+sQLngP3EX0/60dXdZ/jYLL2GZl5g1AD9kXhC4ygZaHmfUI1sE7MQakZxebIQwjnlF708FxNV8q/qYKWaoZi98sVGapWsEBeL2bn6j9pR2nvjtMVoupdW9vM1casqc15mYCvPb3l6R8ee8ffUP3Zun7mAWZHvnFBr2jBnQSloLrczlA7hl2qUd3Qs1wBXaFjh3BlqXfeM9AP+4Rg0cCb+ZaWFVfNdDCQhJ3LDR53P/cKgNMgS8GweUWtRZ5dUb5Y/iKqnIRLLbeff+dVq+NdQa0bJBxs+jjSB5neMX6gulm7wCy0hiWd5Ya+FoUc4dO3iU16GTz0Tpl2IiNJT2egK49D60/PAnLSXgM/d02Ndp6eHvZ3Iea/8VCHMJxLaN3trdTJTl8DuYiFE/2OlRtbvG9c3QFXbfo7NVb6uYeOsNL6q309/PRnArWvfz1eWNhSipLuzObnvKCo7Hn29IqYHP8ACYrz14hNU7eitPqmENrEyq0siDTEQo1eh6mV7Ru/abilV93X4jXkmaw+sRZAunjhLCq+HxAPY7MCMxh5xPtNP/fIdefS9WdvdZlPzUN3BhPFxC1BuQjewmmXrCuk4lrSLrKNw+Qp8njtLLM+upVlvOmaahzj8Quxv3YVQoNES0xe6qO9k/zBmYB4glbTY7DxBOaCs7n9Te+Il+9ytTXbPMdbkNd4fmG37SlM3XMN/qJrzC/9YSmclWTiIPAkp5PaIjJSneKzQvDxCS0NJPfRVGASuXfR336OzxWFPjdTUu54d54hd6UNtX5n2WdXLEBV2hHksHvHPWVCL6LH9dDeY/x4CuMnvHeXbfz6edvgvS/4mrxjos1R8sEPDQ9FFdhasbYsoIOasFL8AcPvHyALH9dcwUCrZhegxdLariFebzFdV0vxfow+Lny6h0YUUqHaAIBOGnpmfueHvLKpp11YBM8xW13/APQzB2A/yRwvddyYQK23Ei4V/EatD2agHeuqRA7HQO4C+x6MBNOSZr61GL8XuZG3CCxkbzjosx/sVGh2Y6UWeHHpsp4NxQBbNHaU1fHfoibN69FGd57S7tOfEpTh4jmZZbfnD9/z0zFaKe87Uh+ae8WRacu0A0S2PvMX/UR/qcj/AOQ57eZhj3jd+IkLkUfMIcNr56vqx6H3CXg5/Ke3zK/OSYVj4gMXMkK39pnvTO3TEHvP1LP7ifSV8HMXi2ZWBWwLuYeq59iLC8Tmvox3xKzA8DCTAtfpKluXdz5n3nPDhGdexlZcLRGlcSwgb/KlUpnUFLuvwdBi/QIQXPNhmT2B2nguZpmU8+go2bNRElrtgDRGn2iMWXop5D6IU68328xwK2Sj0fIKvrRFWvOoEDRTWP4UTfp25gUmCbOh6nd+ZXUDdihjq6LCl559phdCGHdloq5Rgl7OpN4+tboJYOPXx+5WW3L2VNqyY8V6K8gnOnc9zt8QjHoYOzed5nAdjLfT7b2YnKsCSt2gbCUIrqtQgMOXZXUWlAjTcQoFC2EWCU64wqnD8Jm5+bfS3wbgpXVtWwbeNHQwRfQFGkPm+gMOa8SgcNJbVXjt0u+TXpBVucKB24WXGsmX33F5YdBlP1M8TDLjzNODvUNR1R6P8T3juOPHef5i8VjzFxNGeeYj0vbcx1TZNFkYRnB3vBrReq6XDfUh0YwRxlDVjGh7w4mfMMX3nJPeZ7XNuJjnUcE467uZnGY4QbeXfTh2MeZoqB3+PeHP3iPw6I5eYbzf0lx4rmbO85lnzRMGqfU7fMsjknVKDzxBQnH5j36BtMGbUfewdntFUW3fozx6QnfLKQJVp9XxFAEFg4XmpbVcdpiEeT6miWPZ29QZE5IatrXHRgrpubyYuYxq110OiIDbqZLPh/hLFC1l9DCUPMKjSqrPTblri3LLxpzHra4uFboy7PpBVG+gtC6363OpBEjt12Q4jOOmEeUNoAgn3x3fqZEyOh/fS2gXBo9KI0lPqRXlZ2SnrcfPtK4QwcuubiLeH5QVAabelEDgvLC50VeZEpfJZCrzqBbRz36U1dNd+gGPMJ394QK1MjS8SUT/AJ79IvcxoPfEOj2cTL7pzGe0TocxcF99SssrmuPvK0wnHDvGO8nvPfmD3srcPow5e81TJdGp9bEqUqIxcR7a7TUJGw/7HkZylEjLXvK8JPacEviAmR8Tmf45qUchiPmZrc5Zz0/1w5qEs32mu8Lqe81ufEVlHP1lYnzHNhHM8fMoVmeX2Ji8vtDhbqCHIKM5nMQfSIhugXKr7vrnpaAOMR+3bVdU9CiOSt8TIk29JpsWxbEvB0s1HU7yaid03MHqWMl3UcvaDeJ5P/iTt2rojjYQvsnxglbLKuKJYt7ah/IBdKXhl6M3ABOw5eIHmk0Vitpgi7p36bEj3JcVB25hYL+v1X2u+/S3DUsVYYvMxyz264+Wenac48m+gg/cZB0WNl8PaWYeg/Mwii8MDtGp9/zBasfEWyrvfec0qe6+twFEyhG1brohKUrfn0IFQ2C48y+ItvsmRkKLzEAUQdP9da0HNtPPVq8FHaaMvCvE1KauImyoncLtyryNnT2gwK/4Ww5odmH7mlIaqXag4+JzeGK8Q1OUI1ZLn16PBMlczI/mPt8Q7Te+Ic9o4zCsX8MMXGgWxwRzuFwgxEGZazbiWaUVPowYG+EEs4bL/wARTX5ZQhMM293AL594nLp2nl0e/wBCf6pdanHvqLPhbxLYPFb5nHtLq2e/z0Zec+1x3+54ZV6hOHpzMR34iYvcuOu2osCNite81bvzAwQOcoyZh4iH5wcah/0un1jeFHbox5S6zqPNfESrh56nF3k1KYud2ZddDbrHB5PHrAvSalzprDv2/iPf6h/BQwPdAItQtf2jGinzTu2LjYA7Ztjocw6AbNPYiwFW3Xb+EQuDv+LtNSWwMV1oPY9LXDBfQt3oF13e0sXE49ArkfaNYoqCwHMrK3JqtTuHv6BVe11qbr1fh7xAtG80ijan3T3l4Ux0G5D5Tvw/EKykQwiW6vt4iKBTKlQMG3Cxylbt4jtr69MkY4uhBb8Pj0Z5XoqBBKB5iMWYjt0W+vfPye0RGkp5IibE94VeddG7bXnriSnfxAex7OfmDwKAuibLnjPvEx5ZV3guVHmrucZnHvqZSLj+phnfHTPzOftPapzn5ntNDKfpFaiq6lZdZjUP3o2ho3XeUNLq/wAY5d5HVz9zQ59578zi73DOvrHEOZi/9qNY5m5xM1+J2riXCvfo6MV/UMniNY4uX41FeOCfG545nK4y8amycT6wnifOJcBQuNTnwDtDmNFuDvLVb12oxu9pnRpVB7EyGhzUavGun19NYDL/ABqUflPHvHAX2FRy2rrivPrKWtnpeK6tKyZmdNVS2pTinvZ6xtUTLHsU9SwUQC5dsvHpCqffq7UrJXS8J36GVr8EGhpbtHZlRPt4m1eEX71ezDOsXxLx/YFem2q1bn0Gy9c1Mm68V302+5UwPMAFYaSFut8RBRwmx6G+WtO/RpcAeOgAgobHoereH9MxvrtR5GkY9D4y08dRp7TS3H0TTKK1NcwvC5b/AIB2gzvohA2HnoWZMejdcdLHF1doyld/klfmpR7dDmy5hmDvD6vcV/ctNvlr8cQrG+WNNXClZ2jft0NY7w5xF1GsfmPmfmfuFGjnc/M0/cx5jgqVivGIJrNkctLK/wB4mK/EdAR17zshQbtk45tmfd2fJ5ggCoPe5x7TJr/kbzP83H7Ex+5+99FnjMd+83l9J4i/9n7mf1DUzWZ2lR/86qe/MrtLuOZ+4b5hubmI3yciUJoanB3hsBhmHIe0bXMJba+3oxXN9Pr01RbrFT/M4Cjt0sgcw46LfoZQ3Yp4jT0vb0tAKoaPSUBSzkhcXRdkI0+sBdei2IyIY93pWf8AcK+Lh66fr0oCwvljcGc6gIiGrt02ANA18wm/7zRvqP4AgG2Gjo8wvBxq9QB454avoLj3uIV3a7Y1294ABa6IiWJrcoLYFh7eosBh2MBWq6rz5eYllOmPv32jKnMwRlLIjqv4nGNrIT5GuiXqqfolATBUEFTQOv2nvKGLlQZj/wCEGm6Hw9Xb/Do96/qfToLlDUHz+lCql9/o2Jd9nErMcNB5a+YfG5l2/EsqXTyz88TnHzO1YnOZ+p90qc/ud5SsQ1Gq6N3y947faZrbmeGHffFRTV/SYcCcwn0eJ7TlkQs1AbjofNQM/qVWeZiy53jM8dP8zF+8rhj2+enO5wzU7GfMdviBshr4zP1mDzOTiLR2nbxN1D/Ert08p+53nExU7dMXMyNCwrqDG6cmJgvIJ3feWGYcdenykFv46ZPtKYFi9pnfRpzsVF0q2jISgpb9szLRteIGpHeeet/s7GxgV59dSrv0uz2/dgL5PqK0qjYxWvD4Zt6oUKTY9BTTU24r8HroaDS2w0RaXh5PWCJSUvErQ6+qVttgFy1l8+R8QC0eTFtJis25+YrdRgvrkZp4O8yNOzpULEYrD2zkiuIAURlvqUChvnt0pq+OiRtImkmzLDPAmiBN1WMswPf0FuC3wSiXbgamloDmIGDzHU0yDw9w9EpAWlXg+ZXnj9n+zoP3jUtL7EetFq3pkNoyS/DuPUoSyzkjStYO0+cXXnpns+jvnFRWrcMdBZhb0ufEQqzVby0b8XBiT+yIAddvMES7+I+P97TBU2ziaL77mNmo9owlmb6vsQaPN6mDxKaWL5nGd9pzA56UxfxGcH5hgmRIMxzzM37cy3HmYwHE9+Zj9TfxOen+Jxg1017bhA7/ABHIcSrynHeoau4Yld5nH1uaMZ7rKM95no5+emJ8S+CFR2mOfrLq5mu8cx4qH25h9J+5/hEQNZFfEzjOOIFQZwwNJF1595YkMQrbqNsOLnzEU2khvfi8FmGkQAUfmZ6Ym3vPQXlxmNXtgnL5lYB1njoyRgO6cey80YVlZ4fzqlpXuwa10AuyXhr13b5QcwiFORz/AAkzFm3eYwCb8PeK0oHtMN5IwH0B7dONHd6kNUYH+ZzmXQqwHhL+17kut3nrjVYW+i8froGqKWqu/QuxXqa+fSoRCVT+Z2lN9oHlm3Vw1JkB4r8jzEJFd13gO+0V47cTiYluypj1Yt8dREUcJhPR43PL4irvPQaQx0irvjBKKFmeYlKbrnpbtDtm/eAOe3oF2q7kBhVc/uN99Zc157TUVmj+WNajDgEs+uoadY6CLrjWMue8MYcv9LgGq8sB8e87ffpXRjVH0YtvPEzf7jrzzK58Sn4cRx+IcfZmeW7iV+qj78zYH2ZdP6nfxPG+Y15nt95XHzP7j/npzf1nPaZ7SvacMyw/Ebl4K+scnTt+Ix9pzPfES/iN+PE4zDeJ/ccxrFcypqce817zFw15mNc8zlv4i5mGaqe/xP8AEKqvrPc9o6iERLuZbuncP2Q5gyIeDqVYCxNYTyRkUIx29xiqV2tvS1Pf89KmgXnn2l3AYKaCXsHfPoRW1dAwBqNldPuauiVhTt/KXkTuOgXesZmsLwG4W3ca9MV59GvsbWcQWr3/AFgLg79Nc9z0DTcGm99KausHMfKK4nBmq+01aBtgyhTL2dMn2hxXjoliz12n28QcBKPrjvEFLrncpw6ug5LO3oYr3fMe6px0+PMMjvGf32hRgRI5Klmts+6Z2z9jn6UTeOhg1rnq6bT5kyO59EFNKe0vNuY8Me5ogtzOjYwuCg/EYmZbF2a+8DhkFuZRrFkuw7p2qJPdxfHxlJcnK/qea9obPvMXbribKNnM7eJ7MrBERx8y9vbGYY+dzGEx/USfhgYz9JhntxOTzGzXTmuSc3WuhN+HmPPM17z/ADFoueDmedEyzWvmX2+ZfzM3+J786Z7/AFln15lZ+I+dR9kTm9T9T4Hoa4nAs4ntDsypw92ZO83mY6lu+IbnKG4znvLyQ7MNzSxfETY+JrzKWzjMArv2uaY7IwFqUyaqAFPmOVTfD7dLz5/J0qAZcnpeyrECvUrXz6OH7psB7X1avH/w6Ku+eoprr7wDdgo55gKKOvk9bQzM6PEmkaeYnqW9MogqISgPpALprlOCnLfFdahXa6iVuo+bL1t5Xx6CJKhcsDsHfL36Ahs0E9rum1C36SUvvzZ3QNGc+J+srcvr+n39oqbKPSUFDJwS27hm+/Slo4FI/wDOorVzuWRFlZO6LjdePaa/fW66kVnkR/AmUbIdpB4A5QAM8Ny5WFd5coKaptleiL6yW1j2/wBQoIqsHh5gWan0xKh+NT3lY/U+ZruIc/fpnios4/MLjeK+epM1Hm+MwJkfExt8dDtqoRyzfvOfaaM73KlBzHmZrpxG617+JqDjyw+9zIJ9o/mcO8+zxM1j2hyalY6eXv17dHHice7mN34mOTE437ziaz4mal4uuYmCGIcS8Y5n0ieZTHcmrr5jnB9Z8JuYgomUalSsK7y+epuT9TyEZ2VWnlvpTwVr0Kpfs6FxasR99DP6P4FRV0V6Bpmf++h+mRlrt6KasGuXoVZeTkIS8B4sAKDk/UZULgZ3Ux6MjRZYcpp248wlNa9BG1Tr+O9KPfq4Pz+hCgrs+gL8HeVg38S2is9eRo6Zwbt1UpxL7mvEUdFFtf8AeqhwfcfEOkoUBCRltaY3Wi55Dsyk8s/13jGjOOHzCrmE6Po+GYNot+Et5brUK6ImxPfqaNOt+eg7FYUvQvtiC+xTvFk3W0/vEGBo1m/8wAyG7GUb3y6FC2CRpC8u5dGa0n8kKf4xKxZ73P8A1Uyeyc2znfHTPzL+k89PPTJ7pn5uOWWUxSZr/anicZjHm4G4EceY4mbaZ+p7Sl4u+WG3vPzHVTjoY39Ji2HniO3dnbwTmyPM957xc3/qlGJ+UO2oG36TvxLxmbr6zc+ZzifM4xlhGOvfieOnIH0nLBz+YxapcutViWanE4mB/M7+dT/EN12lFxippqGV65xAwNqz7zip7HRBaXjrhORcERpKelrwtuIIYuWMRKonvMX49bXDff0XsY3XoylKYP46LPF79vfoV0H65bQcESA2NxUP2a+PQ7Rq89N6UbXTe/4dIu+HiNKlGnv1r03iortXtA60c+0D96X/AFmOWFq2UBQ+X6gyKMHmNXjUulXjt14/cqVabiPMP9iNUVo/dnEptWqeHpQC9vL9S2q4lhkBz38QWPpQ8SrND33iK9efGfwLLw/c2PZlgZNEuPKT3hW9qf7mejseNDMY0PrjVtYOCWO5OYgDIb13DpRX3YaZ4z3I8ZP2jqm647XBVmvor8QkUiu/8T2Rki88wLAgMAcIcL9YgVr5OIsse7jWeSnMYXfiVcwKynzMXOJ3eu15GF8/WZdzfaYfr1xzxOdTUuX9Z8z9dOcfMw3HSefvOXM5+I8T9fmUtfeYu6mPiXu8+J8Q03xD6x+/TDcdTmeXPE4rtCtTwRqcTFSvqyiGLlX7kGo/Fksrf0l95+tVMcz25mKn65lajrzepmpZHLMVP1OL/EtX46VT79M4n06YvSlTv2ImMh8E7bn7r6JUup0ujpatu+ZeB3GV91FezrqTC19ul4rZ/R67afPqC2jmVu3JLF0Phn3GuKiARYbI0jY47IZql+MxgMPLK+agD9XSwILTslM0oBR/AYN79SldUWJup5sV1vuwAx/UavGuOgyyYLz1BWjpxMDZGHFWcI8x6E2Ix/AXFDXS17DXvDYJ4h6PuR6D1w5vde/9yqXB3ksurmHNe8Nd+QsuZdjNOP6gbX7ItoO07IYRFBzgJg3wyEpKvKw382GFcaCU957ERBqCm3nyQk4a2nfDl3lHjEQgF3mccziO9Uw0Y95hFYjr7Tw3UWnlO05+Izx9Zd3UqvxGdpeJjn4hXBE6M5uOfPmZqzfE5nOCDU1MZ0T253Pr5i4nKM/x0ze6nExf2n0xifOCc+Jiz6zn7zPG4dKUnaVK9p2iZ6ZQJz0bzqNkd85jf+7QnvPrNTP05h5n1jetVzKtmK5hquhvx0OZRf4mTP0nn6z8p256KDhWneW1VtduOpFXOrwwE58N/iIm+fSWKNZeiUUS9X/ANOrgK0CvY6nOIFirljhXQDsvBefeU0eddM9QgnuFuGDDHb/BiXKx2nt0E3rGfVcpdHTA2OSN6PAltbbdeow3FY6vp+LP5TJvme/xOPMauNGYjRV2PQVm/jrvUHHwMZ9Zg0OWY9wnwZ9poi9jtKiZ35CUqYHJr+0al5SORX7Ety0d7fmKSr174aVpgO7894N5794fGId3fMzUpbtoxBpj2Iy0+Im/4TNQ3P3qczb9zMWaOYa/M8M/1Q3MJU5Y47TiY+seZiXmW7ue+5/iaa57TevecViJGtnzNJO8r4QnzHEO8zc8doF3mH4xM1Uzz8Sswqpip5JniGrblViJXeeJUMeURj5ubJaufidpn6RXGfef+Roam478w8x1Pfmd/pDWSXz9obzmfGpe7nPvMz6QPrPeye3PTj5mrxcxjtOM+hAGzUVSu3fW1zTsx31Y6aY2svZTD3IqgPGpnzDR7dHSr89VQ1dZqOxrLggVtJj2YlS4KnV+IfDRQ+8aqVIyh35huQzb+kxAfamGPe4mPzBTIIOQu0/9l/qeX6oDk9hAqQ2o19maxPgxiAPfSYLMLme5l8VMALIZGBsrP8lzk9oo286mVmH1+mk7FEuoXpU/1L3sz1cc3FVbp11Tto9+mP4QN3gLOjl1XSrA3mKvbJqfSKbyDmNV7GRwRwL3+pZrEKeSB6E5t+oXth8P48wYzNRawHDvO7hjEHPRYc1ZB21qVANcRdfKE8Vc3qFYnD9pxAfqZP2h5ZVV5nNy8+ZVudEPtLw3ro5qpnbidvMauoYK+8xefp0932n5a6eY41OYi85nGDPmP4Zj/wCQ8fM92Z6Ec3Ua2c7lYZ5zOPeVFeI+Y6ftDR7amL+zDD+Jz4hW4UH7l4I5/ECG2N4rpz2nmHNz8zPMdYiYz89OE8S6YXF099y9x1ZVVB6d6qXq53lwn9x2v2m/ML7/AMSYfnUwsPFtSo43nCDLIY8etKrI326FWXg5YLVry7yjqzwX9Z/Tj+5vF7t/8mKE8BPF9b9umJfRL7M3q81/U3b5rPvMv4/T/UT+p69QROVQa5Qj0Bq8a6UUAfef5lNXTXeCsI35hm2c3k9BgLgvlAXAjeJbQdtQabi/bNh1v5/+LM5BtX1tTYyPNfmAXGamt88Q48TjNeZRyFR3F+iK2t9NLKxWHENcW7YXcA0QXh+Jj0dAxF7V5gHl4QQMXuZ++GOYvEFPumDifWPKYuPNQ1MV7xjU87mq3jcu/eXxTE89DzOfie8HH5nHxc/8lZmxniDw+Zmkp8Tg6Zu8zfxK/qe0xGUQy4mj9TiO4mp7c9MufrCvq89M1j5h0z07cdHdzNyo7/M79mcRwfmYx+IJPjU5XzO3HeOejGPw6l2z7dp555nf8E2GK6EZg39I/iW8VXVFDIEt2CA6eZhB1J56JW5atZwEdZhN95eIb8n3hwQmr7TRjVGd+mKKrfslTsuy9i+fY608xmMQ+INxOvMcfVxDw/5u7Ca8tz9XpcelMxL6ZlzErp7dLv2JikaTszvE/wA1qa0Dt+kIQVcjALVhZCJFo77IeNbVahFWBm4eyN/EQerY3BTBzyklN1yyh27TzGXeEM20Kw1x13Y8jo2bxOKiKG0LfbqsrL7fwiuS26IAbXp7fw+6KfadoCYi7uXaBh3fmP37QeY2q9RbSZ5hh1+GJ1Lf2xlHZzBfGdzsnepeUbBorcri947bmP3L+8o4rMZfHif5g/8AniUrVe8fHGZlOSHG/Ey7YhVfauhl5l1aO/FYmfe5dPHTN13juJubKSZnFbn5J7YnEtnZPZnMMe8IcymvPEvOZxhjr5nljjPfiV23Po7x8T/Mx29pbFjxDxMcdPzNzOvvCO+lZmfnjo6azPac9o/+wq8niE9t8xxaNWdp3mf+R195iOZv56Pec78z7Xz0NZQ5+O0y66JpOvIj3rr8vaCDSq7SICwHl26+XJTOB2YGr8xKLb1qK2KMRb/ZA0ELYdMVvPaVy05enuzjB4/3MBAANBqExPlPnrmM9sS5ma8wSU6l276VF4hAKDsefrMi6d/+XFECjYx2TWRFlNa8o2tcMdhc089SFCnKLavee+JNM3zQ/wBYyMVPcQDQ5OnIBLt0YWeA30H8w5jVGNz3mCivLfTiHKFjxTrvSwIuzOn+PMoqNB3iUwFdulqrAofOocfO2WOXHMwFHzLfrE/8JYXXac1mJtvMzjyld4gOXk8Zavfc1p9prs3G4N4KzAA/X3hrOf7jf36Y1bEy+d3POcbZec8G5WC/eHA1NDKKvUfE8V7dH+0+03e8Tw7VmfmBlL4hVMrOaJgmL95g1P3LC7mX34n+uGbX5lcfMxPP1intma1L33NTA/lj8TtnE5e3eZq7xxPnM/zMdK/8mWN4h+Gpy+Jxergzx17xxOOi658Q1qeDEZ5gY9prvO6cx1+Y5pJXl89OZ+Ybp+JudrnM795WZ+5qiOm/ae33mv8Akx2lPH1UGUq2r7QkAuwYEVDru94METD2dFJwoz59F9uBbnpTV1jvCz2HL4jV4+Og1iaCG1Lt18oVSBoDEzHpUJXRZN/To1hSr3KJQczEpU2dHcbYdFS/ekuTz0ZcutMs2x95SLuw/aF2vI/og02RbbfTQa5YGXHChs79DMVv3TD3qYmN5HocHGo5lNXWO8DThvFRwzj+CkLuPEUaxEnvZ0cdPg6JpXz/AAC0O8EHlnuId31jNfE58EzdfEy6v9TJW5u9kozmUxUrylyvZ/cbjWvpFtldXzD38znmFH7hLXoc33ldzzOZivHMrV9pQcdK+5PfceJ7kVzrxAOd/uO+CbMGodH/ANndx2jM2VE4q4feJNYY/EYd+Y+ZejzKtQmZf4m5wqfmcdr30MicZ6fM7tRbv8TUsz/sTD8wy/iNpML7TE3GNx37RssI6h9uhqfhO/5lfmVHA/r9wdw/9hHTcrnieenGpoTcP/JrgjwWmi46gqBt1FpYbPSC0LFBYTu10VLa+Lx0Ly5R4S8YOz9d5Ts3Lt7vro5XNokPFDRcZOg4e81e80VGUHzOMdLIGiC7YfeUPeS+30mU0PKOYh8QDSUyiYj4SiWlfY5RGwNjF146habMcd5br7eqtpnImoVzG8dk+TXXRE3/AAU5nul/416GkHiOA/krYihmiD3ynPaGvs7zgzxib2eYc+YVbmB4+I6uU6+kNRxsgjz7MxeLhzdXxKdNeJzEYHL5gADQFQ/EKzzeiPfGeIffkjT+pWcZf9iZ5nMtqYameZivE4r6RjxHUoWcxn++Jr2mPrHiu+o38Sms/EO8zDOe0GwZV/SI1HJ794aPpExuaD3jfHMoPmJwMd/EzfbMvL9pbZj5nLvU9odteZid4Mv6n73LbalXqFFxcHjcDt7zz+IV1O5vEeKZp7czxKPpCF886neu+JQ/M+tSvr07+dQxWu0DdxqscR1ilmQwWTMZq/PeVHyVXzOMO8zfEL4Ypd41a9t9vEUOLePaXGr2gWLNZXoqlKUH0mYqoC3RrfVqEjzyPv2IASgYBroEly4PG8s0tuWbNahP15dolUatd9O08gS9aZ8wjPnTD3mOiYLLtix8w5iuhSquHv4tn7YjuKVPfo1A9lslJFrTp9bjQ3Apdc7gWh3QjVV2N0PcjHhfUXQTsT6oBo95+oM8DkNdvXcbM9hN7Srvwy2geNfwNAcZ6hYNXyzswsvEJ2bMJ7QcMYYoNN517Qv+pdmGeZpic33hw8za+Zbn4ncx7zT8n/cP3OC4exKmNntUpArNhcOZVn4hd+amLrmV9ufM8zO5x+JVvtuXhl49ob6VnPE37QP/AGeZmVmXWHmfEx7VH/HXvL1hcYqj5nN/B0/U5T2+Jprtucf3MGYTDMfG4d2d52uYuqnE2PvDOBjvO78T2mkSya18zvOcQj4neNObh23jM11CjOZ3nDPzE+JTi8Q1vepn5nHngi5DtMfPaVPvHWJfb5hP8x/VkLxzjMxcsLTUsa9Ippq9y3g11165q8YgG2rlXrM9viDQL37Xv56Y6Uw0v6wjX9EyeIZBNKMfvNw+8LQfaPdQQz33L6KVSP8AhzESmXB9hTnGOACHD36O5WdjLNRzv2nOMTU9ly2RqWuMvMDMHf8AyK3t+Hx/A/0u5KgMezUHAvYdyOjzb2TRiOcv+Q5tjPIfLbOF4uoN5VDs7cenZbngivgK/jAktC0s0zoq2+iAGRviY/1ma5lNYMw/3eF1+o0vxHFB2zMP1MW+Ydjc0y1tjOu8pYTmnmeVtRTUJiJ8wfviH31HFfSJ7O0enP4mc+IauCVBsP2h2hrGZzqVNfMHv0f56czt5lNTm53hMaJXfjo8wfqzxzC9pjExxKmk4l/8jVvmErMql7Sp5+Om+feZvftM3E7Q3fMzzGuIZwbh9o51Pae0/UNe818Twj7Q3c4gzlLl6jd5nH4jnLuW89Gn36eWN66fuYPnrUPOeJxHjxP7jvnoiNBHz/ALHVcv6l0VVuWW+AQ6CL/w8z2+ZbMyulwapOIDH7kMn4kZqOI3KB75gwfCBoiGgfKW7eFRVJ7B+Zd79ybw+7Gdbh5lSXC3BdMNvxmY6ZNzliOvj2n+udojfNG4Myf53HkrqKAMEZnI7Hbwyk7FHprFzcUK3H3Cui1x7nEAog3RFAtaDLKATQ+Xnpx+v/hVAUDQ9aK1bce8pSeQeJxHMC+I3Y7Cdorjzth3+0357z3+IV58dFVzLi8UmeDy36mCZv3nLkmzcqWGMOyHPHjxMcbn+qeyBUVlmDww+rc8xwYjLO0YS8xnHt0/Uz053OI9+WON/E7cssmcdPtcpqrl/PeZr5juo1ipWa79F+Y/+zNlfMdSvvuaq/iVQtwnErNzGo4cfSbQ/wDIdpif5nE0PtMc8RywVPExDBFSm5i32mvaY8+Jn+5TE7z2xO0eJ949p2jdTtcam/wjMups9nMNwMcQaByslTAaqj1EGRoJv36hAee3jywen26U1so56WTL9krvx0XlcZYRcpGnTC8YPE5/U1L6V3m49MV4l7Ce0BNj7zJugiBw3cop3melWJ/hyxKK3fQFi12mJmMSvAk7p/8ACfPqyQjRW5k8vPFjHobHldTChfj+exdBisdK9HO7kpqKqzH7lUHseUEqu1eTtNh7Q+0KvMTF9uYKbsngY7yszmvMq4x7XNFa7zkrMe31hwxzMXiJ5m91e5dn2mitcR8sTE8Qp1iZXDc5snj7TfTfTcuPnr7amJ/rixuGpbp789pWU+sJ2mBxMMXEx3lZuF2rcNeYuPzMy8H3nf8AENTRW5xiY0mQmOOZ2mSp9oaeYmb7Su++8L+saSLU4x8zFRxqXj8Tis4m6qum3Bvibqo7uNDcNj9ZTnFxaNcEb+sdzt7y5U/xOG/v015jPafX+C+NuQd463LEp/bLtWTDu9/Yh8dB6VpR/wA1GGunfT69BCJGvf17ymVTtzAMQ4dTn02Ey1MymV1rY3024eGDYJwTUovmEtsC78EvuxFkLUpazRDhv0Pwx9V948+V3O/pvgwGGs9/3ftMAYK6hvJyk5QDCbmkMr+YjXu/+QaR7ZiodlXtMBUvcvE48w98eF3ncfWN/wC7wdxKcf8AZ+0Obnk+Zir55nNk5/ZAEuVTXnmNf3CXeT6zFmM6jtn7lGPPEcFSx7zYfecdpig7z9Q3MzFrpefE5PE7zx3mrnEx8zBLx0cVL1NcOJeJgc/ENWw/9mK+0qeeJtMPibxHxU4Jm6MThmvec287mP7mf6nE58TcWUIZmHE/1QvH1n4lw7TfxOIx3iY+JgfMW895vpqX/U86mJvcdLxPqrUDFwq+1auXT+4amaJ58TfZM/1Pb56Mx/dzKT59QJnJHHXuRfT2nHFEtIK9bmJF8+Z7w0w9vmf6paCT97RbbVvVyj2wcRXiXAQIHovos+81LgSzZynAi5SMlioUXt7RU1czUvzON9BY8y/T7xERKTCdU3sfHfn+sI0HO5SzrKNcDuopr8oL0soap/IxOxMFY/8AY9j/AMr1gTQ0JcOI36kENhw8QDh2fUFrUEVhKOHNTGZKOIJnwFw6AVoftFKHRcouO2YU3u5eh+s43hAvfgOZjb7Th+k8a8+YYJnN5l20y3cUaqd52X5n/mZ496nbtuWQTb+YVeOh3OJzv3g4Ln6hK1mc3346c/qcxrmHP4mJ/iN8SgqVjOo7v7TPMJ38zitdp5nE5zKxc1r5nvmGon5j5lTZKcwx8zapzG6Zkqc1KziZ1zM2k+85+ZynFGiF8y8P5mmf5nMzU8d531niJmjc38Tb9TP0j2K95jL5xHxxLPjj3izx8Er7RY8Q/HEfPz04lYhjc+ZlaJoFdc77hGeZugr5ZNxYa5IZdpQQT767vRhiH2fPE1Q8DolWbNRZnyRW0NkBRpE/HW4sWXM/EuWdGX2merqX4leale/T2lt4gKws+UsSqRIC50LMwXsHS+u9pwyh/B/qF3Ln47+0K5mCha7TOvhO7m1YC7Xm+Jl3BUKRMiR+KMviGmVgtOeI1bWrx7RVAvWvWWcND9y6C9zy+gtaLXsRFUEez/BQNgHsLjqDDv27EoE/jYBrGHHYTI7s4R512lY8zDcx/UvbwgGTHtK+k98YhqpwwLVfExhftFmPiPZqDLjDNTFfn3nHvD3j+ZoI3eNdp3omePmdmFcc7nLXEz2naeUw5ndYUmpiNVcqfdPY+YtOYdFX07XNS67RvE8TTxO/tqZcRniczE/1TdTH0m6nGJw+895xM1jpioXdPM1uXw/SNxZ0feprczZmu8K+Wc+J7z/Y6M3lwzmf46e/xDxzDHnzD/yc9DVE1H78y9OjtPFImfdLZ2tSsQu+56L274lyER9ZhYs2DXSmnnD2d/mB0KnONad4rcHtAtbAwz9eglB7MobL4I+bl7f1LlznPW0qBMpb3meleemPRUI9Hpvj4uJQVNO85Dukx+ZKUBbCm3Ka7RHALdrt09koiaOB4jv7j8RhFbGvuNPh1ODaxHTgw7X8pwzlWBxrHhEDOiu562BsEXvAnYrWRO8DOdQ9TFfB7MdsD71DI48EGCC7YsIaJZ58z8Crg5ArhZoRox95t+J31jXmXTjo+Pmf+O0d8Xeoc7qGY8E8cQxlxmZNfM8d+Zn3me0D/kx9ZXaYg7nCe8ecbl1WPed7+IuAfmbj5lQ8dpx+439ehviDfmVj2jwy5weJwI5qcYK4lTc/BNa+s0SjbxqXxxMV+pvUb3M/WaNT2EcfExi+04mp9e03f5liF/M+IZuM+scVNsqr89NOPmZxuK/pEn+xO3zPiAfs6Z7zmFH1z0Crs+IVbMvOKxL7nMqyrqszM/E9BhHs3OYdUHAeJnzHfJFA1twAAGAoJmVMfKuZzqca4l8S+Hv7zHH+Ml6e3fcqTu1AOmGzble89/jpcvvDzO0YMuF1BxmYvmPoPGZbLl9blzE5jcL8aHZDC1KLt7Sxtcsc/wBzMzzGLen+SutPb3lIMKlWUmt11KsvXMavs4/jXVW7qP3U2vpaDtglJscbl7VY2sZXY9weO876gh38e8vOOcszcx5jQ5piyNSnzMVl5ILnDzL3Kf7i/Mw37Z8RvtO0PbMJXP8AhPNQL+JeJznMcs8wz+uhq+Z7z9y/0mjjGIS2yX2hOLh3SFZuPE/EsVn1nP4m7/EwO87R3O/eN/Wd/Qe1QZHxNkO4Uz4w76M/ce03DmHLxO0vfmcRu6mSV3gzzzD7xTT8R1mMprpm14Zis8T7xnxuNm4UPeATfipy+Nzz53Of6nBHv9JRv5mNvMNyoKuvnof+9OR9J94Vequce3Tk+sO65T64ZGVcX2gLoWt1MV5nsffjrbhFfmX8yo3Qz/tdNVqD/nkYvTrvB3Nsg2zN/PiXLmUp7wJ9Zvox+k1Cq6e3Sjunue3mb6Y7z56ce8/MS/R95D+tPafIs5n8JoAXsZZcrsY8/WUbpOkV8y+r/ZjoNlKXvpm6gfDCXOyulYv7RewocfJHsm3vjtdl/wA6oZrs+YDQvYgCO742/qCtVj218njxE5ojVZ/uZOw2wIycfWVG/kyq/wA3LXMNYrU5XnmPf6kMOeNx+24f+w5v/E7fnxPaD8dofTvFrB8wPj+pjUX4qUFEybxUy2zjM51OffUauuZ78zG2V/ZD6pa/xN3x3ma8Tgrcxco32mM/aUqds5nfXmYqfMvpqe1/MM9CrqcY9ozS9uYXUOZmE2x9Zy04nkneX2miu8eIZIGujEr+nR7/AEiX099SqZnGY4nt948fVNngndshvGZzMajVOIcOIPqmKwztDnDGegXx8zkfq9O8cFsfHsdOCcXOPvczD4jGo85YhDQDvs+JTqwdL63DoSwVc2OUduZVFGuOoLifeYBlOHHS5en/ALzEZ4NHvEv+DtCulzLCpczB6NizLe4y+nM1HO+mP+zjoTmLLgx6d+l/MG1vTwR2pXd3jjUtAmEyMIfxS+3/ALFH9Qy/UNh2X76KavjrzEpqZzRXydPrCVuagxpcJ/7yvoBVZDPj0jCMHsrz0yZUdQsXt0GjjYDv5RrXI5YhAtvjVgNi8E+fEqty5zf6lG9dpq7mK/MwiMIqazzKLz8zGftK75ldtn4j4nD0Yj3PxOP1M4JvmXnVTwzbNrdTczu646ckKu6riL9Zet3HAbuYgI4nYc7n9THB8z394mjif6oHRwffoY946jomP6jo/MMZhCYnM/EL56OPPeEu/pH7QHj/ABPrOSXmpeffUyMZzHUrM5O2o/iZ5x07ExPfvcC7+89tapiZiJud5yv4hh/EoBN64mh74J+TUpfGZsndx+5SzxD34z0zP8sat6E5j+IRuNcTPdlXdSvaFmsJzFVaV7s21BWf11yLn6XPWrStuIXbOfboxnu7AxC6Ox+5jjqxKJSaC+0GNB7zH/aZZJlmpjrhly1JfXieCeZ5RO2uf1CPosjG4qsdhLo/Mu1IaTmMo1yD8xKqWbl1F/8AJ2PH6PRkhXPmNP8AiwoClg5PEZK6j7zII/RNvv8AwZ/FhV2lTgICc4xMZI9I+oX5Pbpw4L9kzty5diYnvF2drm2rPOpmO/jXEheeEVSzmFVVZeGOyDC+kdTDcaJxP8zhdMzeKjxffiUueRmCMfX7PRvHzHU33xNb6cD5nu56hnMzo75nPSsMPM9p9J+I3vtOIaO8zZ4lmiZ1qDNP6l5m466ZrEM14m8xjw9G66c4mGfPTXv0r/sPuw4t/ubjHATvW5jDA/5MGJxnmfd0q/iVzibJvUdXz2je5mTT+Zc71O0rT2cTGMbjzn5n6IcPtOPsEwfuJ5uH4majG8vFQ13mOPmbrm5z0ea+XpWe/KAqi10TXXbRDL8nvz1xbskXsye89+gt9rdffoTHQ3j4nLh4fuAKAHozR7h+49WD/tT3nM57x/8AenxM30c4HMaAz39OaRnh5nlV/l9f9UWEJFwIbWHkSvgDpnd38O8wVYODpzufma7/AFrrvBA2vCv3FZKvAeIyYhairjuRzifqku0beWpwdLEGe3x6nrOzbiL2uAwxVW2339GwKauBE8NeC2a4EawO3tuC/Ipq4BFF94GXtNDK2rD8lTn2xAFfCBQN+J4+k4e/E+fae3QN9u8781PBjvPPEN7+ZwxaPiUnzsmOVnw+8XHtzCanMo+epuC5vXEvHiM0S6cxzP8AM8zzHcoxPxPbpmfnpvoTn311b3U8/Tp2ZzLzHU9tsa54hm8Nzv8AecZ+kz7SpmbyzZDc2P5ntcxaF/8AIYPePefeL89Mvif562fqJHmBqHtzPGGVvp3n+em8nQo9mdv3HUvV/Se70sBTkXt9pTbsz1eJ5fjrnnpj9ei+Ym/mf3OL84Cw4yHHzNZrAhPaLAafiGW5/D2mVZXRPbguD4myZ7O+o188MyI4S8epa+OWULAIy0ES3XZ0zSe0NrR2f10QFOR3F5bbS2fE4jn8S1LYdotpBMQrhrzjXpRLO80wajepmd5Ks999UDYamWIyZiFsTaWkDrEQUtdsZZH6112FPb4epYJPpHaZALp6oz0N/wCmGDIbrxMysg7XBiI5+YcA3uYtfL4O8IpY6idmM4nsT6+JnX0jX6nOnww3f0le8rftuduXmccy1TtcoHd4J95yn1zDUOXosfE5/U/M7/mOpivbiFXN585uY0zO+IM51OI5z1HOIf8Ajof+w1O/idu8zOYeenHRE95U251Gdoys9OHx0cYh0TFzAYnNy05mlPMKCH3mi4uI19Y/Cpc4s1zGv7mq7PJM1c9ujxrphHzP9c8d5v8AEPvDB+5no6/cxKavtCtcQlMa94hGuY7mJCzdHQaCOVqJL4++NXhuY/YH5nEz1PMH7e231gff7zG67CPQYi/ucr2/t0XtDBGGYYz2lbgc+OtRHu95ieJ+Z/mXKto9oFPP5dErf9Z56NVEBMkMBz+ehPy495Wc4rcsmR09o35mf+wXFzG53m+prVnL55hFBq1ZcP6Wglmst1P3EpTs16kNUBW/Rxf29akBdZ9kyqzuTPo5xOB8XFDDNzFee0tx2mKgMQrlqNYeix5Y8Rutw7TN/eN5GLlYPGoDxzH9S8e+J+I+PYnbxO78wO/EvnziOuMR7/WF46L4myOcT46O8alf3Pb69KtzM6IY1nkmXP2hWjfQTEbnMe8wzw9XfSu9ziVieU+u52x0/Mz07VO34nb7S1+I5Z31OPJNM+0frNe8rV9pn6xnwtzFzMf8mPFzKF9DuY4i/wDnTF3uPnExPJwy2cYnPeoYnt9JjpXv5lf8hif6p3mfmff1eeP5Qiy4+PmEzCa6cZgw3RzCEcFdHa+714lEcddL1MdLFls9a+/TxQRbZcWIT6QhJxke/wD3rfprP56an+emzp26cT5nvGO1VWX3IqzDfHqqYPjpffYWaFXcmeRPf+ax91SvK1MS59u82HxFd2MsKKFBx07eIec+Z3/PT9cRmnPM7e+Z8Tj9zeNQ/OoP1my/gvoN41U5t+kN2xnFTmou886nb6sPrNNz89K5nifaVmHMzUrpaEHJDECcTt1ucPbMQ121DMrxMy8vJNX9p9+nF1HL5jxrzHw4n4cysw+neOZnHYnPTeuZgJicq5mjzKK87qcGpudy5ihjen3lTHDqGPbibmjOe03Qy5id/v09pb+5xcHmeZz4el579Na65hmd57Yn57z2mOQSw7vE1cJ/K6EHgLRG7uRs4hpOAT2z0PPRrEvt1tqXLuD6TqpvNk1Pafnp9sdPezDz01LmJ7+y6Vd4v6dPaK3FnaZs2uDZfQYdz8zifvoRmeJi5UxMO5cvMAdDIE4Hz6mgbOCH6s4o0ekdDn/gBWjLMxu0y8XLEzd3MWVrU3gZ/me+pRnitRw45dwq961LpMzq4e+4TBc+I8jd9NImO8rl3UXHvH8RntpjcMfM7y863zNcxdeY+OhDvODmVOGcXPMXtFz7wj2T/Mo64YzXlYsy88w356a6e8JohWfvPdKvwnMomvxCarobn4QuV7Tcxh5iwTFx+84vtDN3MV5nJnPEbvc2cQa38RwEe/aHl95vMcNOam3PM9/nofiN0+OIPMz8R88R8dM3Cuhz9ah5nfwQ154n+xLx9pfkiSqB0d5T3aLcHRQC1WkoHh04ikueUu3qXUJWO04jtOEeuapwS3U9uhlA5agUHQkrRkj15lR3J14+2NV1ddPaWXxX66VHwxZjvPp0utR3n5ro69p7y/p0r/kF+Gn+XdXAdMjA2Vn1FXFkIAQx4IPee8NnPxFoqqjZ4dTKH2jUsX9qgPtKK78TjX1nj6TuThDc/c5u/jo9vrPlicTWSKNcXl6e2iYTmC1cD68zGpz7zbU/M3AzM9O/XtceI3eDcNn0mbheXzG41d7uX9peL7z2+I0w/SD9O8xP6+8/qZ/rr7/EPxuN4mibnEHia6cdHn7Ts9P3NT8Rhy+JUcZlsu657RiNTvW5ePace8LzDT95ys4jyyx9u8bqXWHabWZDc/UbrU4meeN9MQy9ocVOM8zzxOY9ifB1EC1r09ugvw2/aXL7TPxPpHUuHeFTEErMUmOmPey/31Js93+4vgf7iMT/AFXoYsy+ghXt0xLmOZmeQL1d+9X6lbzNRje2HSwOpgzVNQQ1uZ6P/IkTnU46GX0u8yh/LleotM32dvShG1CbI2aRmPiJvP8AiEpeOZnnnRBvUrLM347ynvLVXfcrRP8AEO8xfac2fSZ6L+e84WVQX8zmu2Yd+Wcw/wCw377lp/Uu9+84zHl4n5Q5+k0JzL/5NfPQ3OZtzO1M30Pyw+Zim9dHM9yJglwXY1FuEviXViTb/scVslsaJi1BvFrTGZlBXe3cM08xKEO3nlm/zH8zOvpMR/8ASO+3aG2cT7pk12j4ua6bf3PmV2uW1FhffcLfmPaZ/qU8/E88dDce7jtLAJWOjiuRjnVWTNReOhNOOdQwanJiu8Pt3jTgnz7zUr/pDeem6uH/ALGssrNynIejisan5P6h1WAbZjcWGoXx6VNM9u5PqYO3v1rjZK8vjz7ShCgg2y/QJttzLjw9SHK8AdVdFWqX0vvEYDKzFkez1Ne4l1qM94y//Jx36XvxGupv3n4h6/gqOPf1UITXXmXZbUjdel+xLK+IWwo2/iJWuO3aFcczymeJkfiVC+O0CyfGZX4lvJuV9UrJcfrD/wAntHALxHQ8QrfbU2+/HTtqYZzcos5HQv8A2aGPaHmOazqZdTUxMTx0cR88Zn4lwctx947Jy53NIT2ZbiZrPPRdQ1ZAzdk/J5jGiRt5fJBbg+K/aEBZtfMz0Y8jaDYDGOr6V+KmeJpObZ/cM+KjM1N741L33gtEvLipm/G5ZwzZudpw+ftMcx8QvxNS/wDkZinzHz23L1UG/M+frCOT8SvCE8hjpeHz0cwrbMv/ALNniN2zHaWyoOR8wy3fZFa2eziv+y3u0R8WQ6axGpnqYMS7lN7mf+ws63d+8K7cvQrtPfu+YpoUd5eYT21P3KlHDNfh1+6aie/QPeIYgnRYurD3r+xL6GJlj8T+EtPhSXO/o3c7+/TQe38eX6TZ8QuV+Q9Brgf8zH7ntC6O3Mx8y8XiBtX6yq7QxlPLvKz43Pe/ETWfmK5YfGJxjmZit33nf7zH/k5/EL+ImINfhG8dtErPtNczm9eIFh2XEcNMoO+pucytwz8bhp+0/U/c46cTmVKjqf5lEO0qN9H79DFC+OZZmn2nCktv9I08W+nuwDxvUidYaXDfjo6Z2JTKiFa8DLK/MLTxxGduJiXOLnHnvNG4/mcTfx0fbEx9VzH1mPrqacf1HXf2jxK3MY8zXtuc4+Z3vvOdTNjrxPeB9uJu5z1usxWcvnU47Tx8zvn2hnU/UxRM8TQr5ZXTx9+nNYx95/cGACCg6dSEbDftm/3/AKmZeOlxlN4yRbn3drzBahAd+q5/sRvD3NTK/I/Upqi4IlmetaL7PJ7RW/6HvLzLYO8+ZcZXvOtL13Z455n0jRF+k1Ln5n66/h/jrl1LlL3YeyVdj+5020G3glcN42dXTOX3/jBUDb68Gdg8XBT7bjs/EtWPmac+9EuvKBk1mBxc8O8J/W5lLnOJrvmcxW58dB3zfE77l4/UrU/vE3t+Zjjobo4ixQznOCBU5nHnmUV+Z2hzO9y9Xz0I7K5jVszMc7YSu85/Ud/qPnrhP/rBMTyzBaBTb2IxTLolL+D8QadvDGbRG3l2nE4Jyucb3Y1Ft5nHmZN9Hp5Z/klYmL6cx79pz0+J2i1U8o4+SFcpvD5n0n9TbU3+57MN0zY+9f8AZn3via3MwnOL8TnzzO7OG/iPF953vFzRP8VP3OO0vD34hq55r5n3rifSd3tqFnaFWWWDk8Tm0rx0vplkLZTzBOohe+TPoeK1uTZ5lGzeLidAuD26K2QXL9dJS2E7cdcGpy0/OAChQaJqe1CqtbO2LUZ7kAzzzy6udw/qR2lRxmcT/Er9r1oE8L8y4/56Mvocvd+uuWTFn4JxxfHUw7UABoKJZ0W4pnIWAvwne+vvHT/A1eG4oBTDrr9zPuPRjmAHfqWH0Qz/AFMmY1vmo43li51nvOa5liscSm8HvDGs+8/1TFtTLiFeWpxfHaX5jXHMsrM4/ExdRrz5n66d/tHsYTmXH4Xqa+Jdbh3lcy/HMOe0vgj2+sxjz04YXi/W3Px02B9ZZLlUOSXF81neeZkGJ+EpQxrbc8TWhWu6pqCuU6Gu9R0r7TYve453H05+80Gc9Ce/bU/PaXGKJUb/ALimY0kfyTt7TgjVYmv28z9EdTGoF4+s3jtDebml5mMbhA/7PrPbcNe85mv1Nd8T/Mo+Zg6eOI537Sp4mn4xNmYbnMe82/Ez36GE2fi+jQWdy8Rqe4n+qbn56YLeXs9vR95XtPLmbhK3jteIAAMBrpfdsH76YJYC0EDh8Xh/71QSnTEfjv2dGc5+kCvvbqKDz+c+hh02+37dbl8j9RcTg2/yQPZ7j/UWsz36ttZNnb9vEJz0VP5Q1/B5r1P30++9B7J+SL5bbJ8Qu0HTtN74mM81xM/SG6bmT6zuW7y7ei+01+ElY9pwro5I/wAzPGo76c73zKxmf5nExfxN71Ofi4Zpn5TfOZqcNTZB4+sIV5ld4spdRnjpX3gaJqLqoc/mNa79ExmUQ7dpoTZhnC7b1KRwdedxpa+8IsC6R+5eoIlHlm63zU7Tyzmb4vtMExPab1PpLuZlRNVKPiP0qeZi8Rx/uei9+OJ9oHfiYjvnz0cP+qa/bP8A2OrOJ/c8JlZ5e8yudT9ypg3A7fDNvT2lYjuyHea8ZvHaX7+J3OJsX8S74l3HJjxltVx2lArHw/fRV9D7egjqXM7WLIvY5+JqSPbCXuncP3GAWNk4mv3B9/TpxFle6szqXLcS8zJfae51wdMM5uU+6/brUX/BiFzM/MemIPtH76LRfaWKvJelgVJkYS+ENej/AN6Yqs95mHPR/CnHq+vS7fD7M7Ub9nT7uO3v132Mz8RIBg0exHRmjyjmd+0VriBM754m3vCe/wAe818RrOXmFHhP9U3vUPzuVr5nmtcRuf3Pb4luqn5mK+9yueJ55ZjtuM37d41oinaHec5hv8zT4jvxOPaF1NF95m5+ug2/iOp+pzb1zPeHmPHiHnmcp2j9+Ibuc4jDO+hVz9sKLJl+HUTtOZznmG8yrniYqXvx3m8Y8xP8TFlXUJjHiO45/qbI694ePiZEDHMaKr5jVyrmOLjOGV23UxxvmV9p7bJnUvnnib8Qr6zT0QEr5hqeLnH7myZ/7HU+8eIG+FY48+Y8S3HEQvxxGucenxMHrubgWh3xCeIAOz3l7LX/AGOi2A+GV1rrTz1/O6bPaB51PxPaMqcpS4AJpLOmr2R48dLqeNka639y/M92XcbnEvoKv3n9dLZylPnEOgMrWEaDuu1hcN5uCFpdrv0NJ4U6+emp3BBkLDfpY2sEKtlLGtMOnn//ADzL3Tp3b7s09/sQIbHUYHlPf/iVClt+5+0AqwGCc/qcxAQvWo5lNwVj2hWt+Zj6aJd7l9+GU/u5lXabEKmaZzm5XxCZ+ZpMBmeO+41f2jsmZb4ohp1NuldPEuM+Zsm25zO818z88xlz8xfXm4/vE56O/wA9Pf6zST5TGan6Tlu4Q3DtPzO/iZnMXiG/aeZzHAQPmH3hcPtucQZz78TMrll4L6GuMwK8ZX4i/Wbz9ZdYnnmKwj94a3npqfmezrcyfmL2+Y56VjdzO5wSgeJfac3U46cziu8/FR2Tt78znKdFXZW5xHPIKmi14ce04uYtwMdS+go2YrTNtuXb01zD/wA6e/xKgeNb69apoWyWe0xMTNTz+Ir9jpg+dOJyTMxPCRb46D2tHDnjDDtLqb6Z/qeNwv36Zz/xqGugt3MKbl3lbfMJk8doVV/N/wCw0Pl/c49Dx7kW8LnfouaSHc/cofbavmfDghKE4gfW/HZGcEK+eJYXnCoRLR0tnAKE+jHgf9mVaPoHeHiVz/q7y9yvG4Xbz5ji2LTh27y8r9E57LE1XvMUPPMvHlmI83N/DNxwD24nlPM4dvEUfiMxxM5h7+0N41tl0Y41B7wg1qGozic1M336NNcT97niG4mZ37cyvpPMt/c4nmc++Jzn4hg/M89Kr6zxNbntHmbe0z24nvNsxLLxmWfWcUck7fed/ebbzNuYBD+4Sn+4PP0neeOjlEni/M4jN+8suDOYczFVPq6Wbiw2tHOmHFTz9un+GcMuLr7yscwPrOZrDMV2naYnMvp7fWVT75vpz/tzx8yuR0BWjK6I2Ydxo+AMjhfErQSNl0scj7zjoS4y+pqXUHEpR/scdcr4fnxH5vnoT6y8e0CJhQFcBlnaX8OmJcfMATwZe7rj53f87zx046UV910Z6BbF5ksPEPePob6IWrXa/T0XPiFdGAihsjVtYL14lp50em6+5w+8r7K5e3aP0a/3EXYG51yfVmd/frXXF1X/AGPncvKPZ9Zh7PTftG7xzLDnntNwR1DtLXs1DlPi5j+4Znl6LTmf6yL43zPboVc1ODvMD77mP6nacRNX1ZuYuceYlhMVFnFM4/EHP5l7xvUMGZisQ6HP5mP76Ln2nMDNy/iL3m7+0z8kfMxdnxK3Cvkj38zF4+JpmqxA/vp5Z2hOJmYmxxOHtxMB+kxU3vEe83aMzPKPfkj4+ejj2mM/mZTylYmsd5on18SmvaOar6z3wzNfjpkPDO/v05jd4quYczZ7TnpU4yz4lThvc+/QAlJpjdk55616dlnxOerOOutz3m6qUnOugVP+m+v/AKNRKkPxMf8AsuDkIZXv7dPGG/6J+Yy+IVzFiQJkye8ozTB89G2tlb/QTqCG1og85ZfnpbusbnL2+PVeJn/nXiMpjQeDcs4BcuPVS6F9uhinxv67Rq2tcdb+yZPAi6eCwgBhQPZfQ+eMs4y6lnv3jQ39ZjN37TPN1zHdcXqG/wBQ3DeNx5ccwrXiYeJ/idtxgV7xZxR9Y53zojc2zf6juc/ibmw954d5zOZ7RcwZwTjxLW+OYcxnHmF/TpVnmfrc4lThhrPENTR7zHoeWXymi2K63G0hPxOXxPz2l5phuGImcdo6ga7TnvHxKihMdHJxOXHaOfjc4b+sTErEoy7Z7TKZmjzO/wBYs3pGPiacz+pguU4/U8YnP4j5zUGN4ZdT7HmX/wBnbO0anPie3T5nEJtxMV0K59BmvZ7K6eNnPtrpcuPUmOn7l/WMGtSf7MHr3P6dWovt/iaI/EsyAcscNmh5M1MS4S5cwancTo8y/PPPLpXEHac18HMHf4SA45drcUC1o7zOXHMKmOl9GtRYvee/Tjr5Fgg4eUPUjapn6Bx+JclvB6vu1z28w00VZHaD+dZW4yE+RYCAzmGOF5g9p23mfO/zNXTtn3nD5fePdutTPd81OPNwLazDdMIFSrnMp4jc4JXM+ExlIjX3JmtfEueHMw6hmVnEcFS6ZRr79UmP7hsnMNvaH6n6jqcdLtrmX5he0ejnE7hGcEaz03lx0bJeydo3c0e3R+ZVbhT/AHHfific/qYTnOpXaeyD3mXmISu08Qnf6RzTN3OHxqdufMxm+IY41Oc/Es4ZXHJMJNVMDrX3mK7XGrn+qViWV36Az+Yzhmq8z9o/WMzZN6mglNfiHmcb9p/4Qth0s+E/zMddlr2EMoauGtROhceTL46EZn0fMe87amb6XVPMFrE77h3+H0n+b/k7g9hl+Pl/4jFp2doOYsz07SpjpmJWg9yaqPc3Nx8h/U8H7xPm+x/cA/NDeSuzU9unMxfS+nt0czM4nHRJKlY7py/b1C6To3vqfhFQNni7O1XjoLC6vFx8rwZSWu6ZVGp5e1x/BibT8zR7zyiF3jOIcAxtmpdfECvyTOLr4miB295nLEvNSsRdcExwTeOZVNRpYXMlS8qS2DVwDNw/E3Dc5jV+YztO5N9OMQnaPaWxOMzUqyEz05ntH3ld5fTevmanHc57z/2pfIlcfMG/jtM71KdoGL+kKn4YXEzD/wAneaPeGpzmc4jOcTvO059tzv8AWcVKrpWm+0/xOL7zg7znPEGXvzMK3zOJmfacx789p2r5md+JtXKqo7jdzTPzMRZe/aY+Z/iEMNzf0uYc81OSL49OK89G96nv1env6Kl8Ma6MM9dsqs+jnE38b6vfqdL3XR6Y6LmczHR6+JuBM9AReMsS62rl+XYPRmKH3nZpFecV3DhKd+hoCZCcScssKKbqLVPHyMDZqpjsVtM8Yy3OXvuYz9p7/Eb+eJ5fWX7eWGB1HTtMXVx/EdXZjRP1DU7MTsO5pz8wT2Jz3Z/mDm2HP3n2I5o8xwTEzHjvOPzOcYqaLJ4hPM+kel/0Rx189XfxCZuHP26cdHcxU7ffpq2AU/WNOJ7yyPdudhvM0zz08oaYc8k3xOGa3GbJqPEJ9oarmY+ZqczPyTlJbeIZl4qYdR344n2rUfzOL+kQmt8TvuB/2Oz6TRe4ZmOvExU+GGpec1rpuUXcX5Rq5px8T+uIYNai615mO8QIG10zI9+eKjC9cGWmWu0QBtWQxdDo6h6LRu5jpcvq1GGJfpGW9OOmOJfofQwh1zKj9/SqI3l7ICoGVwEWDYye6i2q7W2GWCw7ejCvN0+JuS9j+poFX0f4HbPvMg4bj3x4SpILY5g+01KhjEVlyVxO/wCJzay851LOP8QXjiW2uqiXOr0eJsXc8dtS5/iF21lgUWzP9XMfNfeYx+Y6mZ9+jHWIXPMXNGumL/MTEqbn66ZmcXAY+8Mzmbn76XMTXul2/aah0NRzHH7nOO+urfjErNdpRT2iXN6n54ni5iPxE1mY8o41fm+mcRqo1dwBo5uV/wBiCl9Cp+sz3l4v6zN3DOY46PxPaVkIMnvGr/E58T+pZXafniBj8TNz3nntMLNQxbPHefrpmmGG+et1+4RvxMX7wmOPiHHMeOet97yEwPL1MG9Wy8QhjBpcxLCXCRVyXA/c2t/zqHQ63M9OPEr0MzDqP/vX/HXx0f48X0PM305/EYTEUsuA3HR517RA+Y1Bqp14PQsMKNnfqhjRs0Ramf8A1RLnWvltda3uPUTQhWpv6k0qZss9/aaX5nd1Mc83Lqqhd3bM08v9Q3Pa74ge8D7Qx5Ooln68zj2l8zHM488RxvFczVVzMXOa+sC7vU/qXjpk+Y12TZXQK0xnGOhDieJc/wAzmbf3CmVbHPMdyskaj0/z08/WczNx3X0ntcZ3OJ3msR/eI/5iYnfnpXTycTOPvGd7hp46Gd8bnaYt030zMnOycd5UvQ7Q1nEalY94mPtPC1fM9p/qhVQM0Sr/ACj4QzK3MB3luu8qvgn73M/q5yfeH/s7wcTt5hpuc5gwPjx0dXFu649PHmYWqbvqhbDJAPN+enPox046Hr4geg6s30/1dOfSw6Hgj0ucdOOlJ3s+31Fb07GeozW0aHMFrA6P77yhuzWu58y/uXQ7e0ZA2Pu7QTdeTF8BaCgvcA24FCu+Z5bm2oe/2jeJnh7sU4MOZhoZi/HeG+0CWHZCvlht5uBc4KnhOJqfSGDOT9zPxxM1XMrQfLOIUb+JnP4j2JdueI1eCLEz+o1Mxz+Oh+OhRPx09n36Zm9dDrX3nE3ro5hHfvOZi/ee8alnOJd+e04duY4y/E94am7OniE894a9+u5wEr6zO5ynPSp86hcrJKxOCZ4cR1PLthlu+WGsw3qU3qFWOWXqHaNJUfbeJr2nvKxvOoX9I7+Z79OJzm48Tjplmjz00TJ6MF01M8kjXE2oFRPQrnMyF/bGHS+l9DpfbofM3qJTXovt0etsNdH0ZlCReIhrmsH2RhUe8NdCLcb6eZzCE64/MRNjllVEH3mcC3xdpewTgf4N7tg/ue8+ovsTQwXeNzL8Vfz2iGnOIvjtNj4nHtK+0Kzy7YNBqsw2RrH0YD8pv2R0+Zrddpko5TBNTyfSN3N/3DO5iqIR7yz6zftDPxLmb6BTiJ26Or7T/XDowwroQ0rDv0/E3Gnpj6Qvotn2jb0rErBO/aNV9pdxD27xJgHvLXxL+k35hAZnbxue82Eqf6oUUTW4/ntDfaM39Id2cdnct8pSlbYFYZjoZGZxGYlW+O8q8feZvxDz/iNzyTeZ547SszmfZO03czzMriZxO0q6d2Zu8zj9z8xJ/me3O2ZqP/I3z6KEhqpjEXuFgveciAHHt1syI7ky7+47zn0Pp10EDsaYJZckbgGZutPTt6nXF9Oem2jbqVjY28U/AdWvR8dGMx0xXheXv0tSlaNEILy+3MzfvuAXYJrumscNHHhjHZCq2+jGuBl+JnTAwfHRqeCifiiZFHYjDgn9aICU2zxjEssNw13mv9zMDeYtYJz7a7e0rFtY79/EMHN8/wDIZc47xt/CLGs7mibozbH/ABOb1LvUwMz/ABMzUXtBxX1gV7THtNfMJv6zHzKwPHE3XHefaVwnP3SsTv8ATpj6zioahqfOtk5xPeaMTe4dpucdar5nMzWOjzKQxzOXsbj3meSFx/pNMDc4895xO+IZPMCundNT88Tz4jDUThiF857Qb7zX7mMz+5cX2+kvErzOI/Tptvg4gFxhv46ZzZ8x/wDY8sw74nDfzM3vi4/5m2Xk6jeHXed/E/JqXhlzGV1xN/rpV9cZXnt0ocHBbYN/5556JQpu9nbpWb29/wAziZ+IdOfTj0ZD2vz0fXrPiLYuW/8AdShlEvmpiX1Cb6ufS4OfkZSgq9Jpgoj2zBS4Nn4Y8B8kMZeHX5jQVGx6G5qHXHWk7Xfx6CjuI2dMDMtkR8eqjGllfF29FxVGCZquPmiEmQMDF3tntZE14j/qn3l5LzPfOfj4hg/7MOQvf3g57zNZhz56YLvcMTlvmVhniPHmfhOU7J+4Vbc+s9vmD3jcO/aF7y9pd+J/6m0mMzmb/cKzXoe01P8AMMPjU599R0e8ctR0TnHRK+SanaX34nH5h4neePrO9TmUs5qX3Pic+8rDHipm8dA+Ezx058dPaPacysNfECZ+kO+odr+YajMbIGYPFdNJ5nPtA15iUzmp4mM3E4cTif6pvH1njtMP7lF/EdTlr5gOMT9wy9LLnvua/vorBFqpjFZnxK2YJGxpGAUvSt8B0vA8yx88CFZo6etejjodMyeyCI+3w4nXRw0BwyoHrxVzl/7/ADEB6krtF7qr/sZL/u6BDe9tC+IlYpTgi7XHMH/RUnR+/Zf3Au73CFcV9J3yNfDx8J0IRnHo12Xp+5URGab+P/h3fbpQisd+8Ckm57/ENRv4M3LTWR0y8sZxvtUQ957WrUB7VNNHtc1PM58TnPEeaqJ5+J7+8Lxz36Z0+YspfxODxiezc2+SXV8XDZ94zXzOfadh3uO73Ddy8+Kj2jyfSGpn7TmcZnbq/ZnYeJuiGrm8ziMXJG5Tc7+ZjjepZXaeOZz0O3eWTje4azAheb+JePO5z7zZ0LSZ5mpfEvzHpntP6nHvKaolQPvG343Kz45hDvCZp/fQSUTtHmfclaZcZiz7zmeOI/8Ak4/E9v8AMw89d+ZiU35n1wzvXMw39Jv2nbEV6KAVwb/Up4H14GfgmUWy3jf+Dhkvh09OfTx0B7FRF4Z8ksAp2xlT2VT6v/JYHYftBlWCLUGcaIT2OIB3EB79B3mS9uI20FoQUVbc4N9Q1FMNR7NPeHRp/BlxcrpGSWsql15OPU1MVhzz/BeK6KmbHvE8hn7bmKuNnaY/qb1OHvKdcd4OGMzfb2gfjEuvPE1mfuZ+J27QPbxDDMdyyzHzG6rk6faI0TnMz0YLZL3G7nviFu4peYmcTj3hdS5tiF5jwT2+ZUZQ/Ee0vjtPo89BmXOa79D/AMI6rt0xn7y83PD3mf8AsMRxiPvK7wCpx46X+ZU++MziD3ma/MxNwxNxZipxO7O+SGTpmLU1c+8J3+s2M4V5KlZ/cuYvou/Ev/kvRxGV9ZxCf65d/wBzvCtfecdDHHTOmPEoZWZntD0aoxr2db68WV3Yt5jBNBz7S8inN9+tzrhhZX3bBBGlFcMYdaldMF6dHe8MVWnG+y+nv094U+hEGWI7u3aKxcVo+OmulwJXxCzrsP2dHv6FfJHbOWm795f9v+00B2OXtL7TsgvPAf38SuwWju+fTz1DUeIlzlOyuioTSVhHfQsEGqz0zX7ltaWKz042+QSwIXjvPL6c+xFtXv1NGWzNxvMWW3M41rU7+ZdBe2fRNcGpVnPiY7fENw0Eo79oBSvxNpGrrTO9wNfmYuNYZS9pebvxDzj2lr8RubjVQo8s0Ww45rLDzzOcdKnxKhv4mts6lQnPtNCZt7QfpHt5zHU0Jy8x48TBBg9TtP2niPITmu89tQ/8hf1JnH2l41qbeZmscTWU94an+I/5mL17TGPvLKh2ln06GswUoPBAmsLZXUxZBLbneNFOJmNnlxcxt4mxWpn3rpRqe8DPfoeOj+ZX/IY97nNwxiV2mb/cNZiEX6Ttz4jro/XvOZUYGZ+o/wDZisdH4oOHLMX2hylWw16RuE8nTJhR0QKth9+irSU+xMXxjDXq30Wl2xb/AL6MVYufnMURy4TMrfB9EnAv7r7RTdGm6nLDirt0FE2rh9sCCdCvhZi/8+01wNX/AG9R1WIAcuXxHIxwZkcOYAS0WnsglQcdTbj3qOGuvIY3X8uKGap83FDZhXEY2Y+SZ5195lfE+IuL+IX+kXRzHs/ESeWd+1wOVvp3n5cRBKneYxEZVYjnzF58TGn0nJl3uYz9pjEe3z0cVc9k5953qG9zNzw/XprDuX/1nMpeYdDJHBiZ5nPePt8Rw++Znpz7wu4YuY+OreCM7O8XHvxNEr68y80TPRfaPDBv36MVbcEPoLIvSsQq1QRsEO5nncLPGovaDffc25zud8PvP1DNJi/acTH9ziY8x1MkbhfQYYl5xqe8dPjUz/U7TicSi+n6lHoTH5mJXhVhuJewjuyb6F63CuolaM+kCsN0IiNOE4lJVm9Ti4OIByhLBy0eZXgi79+v69dltazVQdtLT21OwfBgQZW9IsVFe3/2JqQd5gKA24JhkTGXiDavcA5PeYf5JXiLDRA5sXy+HH8LUrl563/MufHzx0oxusvtzANQ7e8AQ1tDwFSm/wBRzoro1eCpgnySZK12HpxVPIlXYty6nPpazFXOQVjUc5ZgfLuDq994c0x73Ua+YcjjuTz2itPMvxLycx/9g/TbLznXafMbuyN57TnHO4ckv/sNPieCZ4e0zxv9QDS/M7faZ395+YE57TnMz4nFy+GPaveD39obnMa5nD36OdzmY3xDeNdG9dOe8zx8yrfRziVAcxO0ywwQ4jOc/WBKmxhnfEzLKlFR7OJgcxcIZg3n4jYgFydohuqi783LL+C24n0fqWDZF+fE2otx4w5l0ZxURtO+MwZghupsvOpzOJo/aaKZ79OOJv25lduJnipz+pZ9N9Do8TPskPrKw9KhqZjWpgo+Z+P3KmOgYut3xBUavc9NDV2LC+DtOwjXz3O8IxLxydmzXoCtGWYXeEhCpbhnOD6IV6nqHfoCDCWxUJsyTzD2CZhH3ej0qV6q636r/cS79h5feahdBBW5hAaB/wBBGxstdDgZdCQiC+8Rq8dK7W6ifwvHb+MsAZyr5mMp3if0nv8A9m1p7E+vvK/MSpzW5uvG5yMdvHTDHxHO+0+anvLxTfmcdiG+xO1zj3m0tyV7R3VbLnjvG8Tj3gNw/GpnPaZcfSdyX0c4nE4JxPPficTEJWF568zgiamobn+ejsl+IXzOO1Q54ZXmXXecONT9TBP3O50pc4vnia+k25J4ifWZN8LzHIvSLApgUJpDYMUqAwBr4m1mK2Jng3cG0WSzkR+2DWmkG2cCUnHjr2T/ABHzLm9cejE9032DMVNcbnvzDzN89OZx0qYT4manM5voQmfMa1948vpZFrooo6AobvhqAhbRlCVIeJdV5DCgIX+ib1riCncUczYNvd60GCcj/sTSNdz010r1H8jRug7s5Id2v+y/NXz0FNe0rFwamHet+Dx0sXh9/Q1xBpGhriLasCSwfo9Ln1L5xC5r6R0faDNwy541CnnM8Ed+8FJ4nEzM29oHJ9IEUvyz7cRpMTkne+WM/U7+J4+ZftLxfaZ+sd2zlPhN1RBzN8zGPvOOJZqX/wAh37cT2nE5j36i6nJ25lz/ADO3ibfjpivfpzNz8T/2Zl9O/wBZuV4jGc+OmKuGPaD295kv6zj3mJTHdYYUFbzM1ul7lVKP7ftU99ymZo5f1DoUPIO7E8luIn246Ly+Oj0vBn2m+nvMHvxH2gfXpUfvM8dCtnz79MTfxPfic/mHQOveHTd1ODub6YHmC3G+NRTE2r0GFJiya+VfH0qnnI6s2noTYJyQUgNEK0VNvvEoYq76G9OJIBWDl4mM9g7+soa8D/5FRBaA7sxhv34jOZ7HEyudzs9pxX8AwJvlXjLN9a1ota7/AEHYXyPRuFS/Z6A14o/ccNhLD2jdPuRU/USzvUwaQMHF7lkYa1HNY1BmLhUvtM8a5YVkSnieJZ1xqfnmVcZ+GaxiXvvO1fWZv9zC+Jd/3xDm5xLzibwzs3O7xD5nPiGXPxFnxHz8QstlXUI/XTGZ264p9ojbL4+8/cMQCM5z9J3Zxrc4Je7mIa/U7IYMx1UOYYi+E/1Rqo8x1ZiFKNWfuMRcjKILHcV3YROFuiZixlBAKae7tCrrgE0XzxAa8QeaBGBn8de8PvPvPrK73HRU2szZNrxBr9znHJKDpzb04ldOemCOoal9icnmZjvtKRme8WwdugkG8ujFL2P7luAoCPZm5PHmYZJmnhi5roeirtXo5LYEra+dSibYvKMGWTOYtxz9Zc43x8dKE7BpMSBa6JzKdsiXKq85E3GldK61666Os4ndLtlFavJyxbJ7oarnCNlJvPMKbtb46OuRyJuBTBWHTDkv8/MQBvA95WujdTAo7eglAwblUKV2lbgKb7p5ErHpEaUvddUqsjfaY6L485lnPfMP8SuMfEEa+0MVyd5WWMSteZyVLz74qaxATiVm+dTJzOU/8mJ7TmLrOtTOPMxf+3DZqXXvH58E8rmc14nc7SlmZnHtuVWbnk+spSo7j2JpHnpxDLn46czcdkZx5h34n/lTmcQrjpjc5me+b6EY8Ed+J+5o6PmYlx3OWG84ZxN7nmkGqz7EOR2raQrjkfTFO+H27SkXk8S0pLg0Q1WGtqdvEppriV/2a1pnOZ8zcxNVnFx4+05bhlhd++/Q78u+nicajv0mrnM4Zh3P3PecfiPac9KOriy9x1+vpTCMPPS0xG6mKe/EUDA2jb0rIuBijv6cRq8a46cQOzmfjpiI/socIe82j9mFePRTxNsXzBcvYf3OePf/AJGtB9596yYo789KHOKjSRAWlWMUUEV0fqnxUa49CbwrI0ssE/fS2CZfbqyyeT4onDi5g6XtRTvWvaO8TnOeo3aA/PQU2DS2Kqo5gfXVfT7dM6SsS/7THMutb7y19h0YzKahdbhs7nE4ZxLbwY7znvNq9p4S8wbBxOJuY2XGVR+IG8e05/HvMwb5xM6nE7T31zDaSuIdpkmOfjpz0qbuHmEO8OmLYZg0dC711DF/af5lYm81A94I60d47nmNM49o8dO98Q7zg/MXGOYuYf6+m+PeBtbrUKcleGVuu8cZoXBSteDl9och7wC5qV2i/wBpnmJx0Bb+3R8TJ6b6Ece8twTn8Rjd304cert0YTjoXTzMze5qcSzqbXd8dLeDfozYPY/qUVWuCWXvsmJwcR3cLCfuABU7rTOeiFBHs/wJXqHKRplTodsfif8Avs/9zohC6pB2pno8LHDXbpiLPJ6JsColjgNDiZMAzNdvMHUjZJmTJq3iUuYLuM/XUQoq89eAw29DecmHFTbCf4iG1cpIHulg5dHtDTqBKa6PtXRSQyU+xX76YvueUdv2vr99MOHWY/aJ3m8MrNvLC5VBze4OUOe8AzfEG39vQwd+812mJxWnocFbnIOe0/CJLz+Pee4VH79pi/xL/c4HValaWX2/zGirhjjWpx3lRdQxxPLAxvzOZ/mV/wBnM9uu/acPR+vNTYhc4eJzmF9Dpdx7QvU/HRu/HEfENTFRclTObl18y6x9JxNfWeZvc4PvOWDnPHae3GZWM8xylZtZ2x7S1ebnHSujlh5Kjr5nM+PPRueWJiGGpnnovbiPHaZxTiYu+NQ+veE7TvO87T2mrnvLneUanATPefmcvMSiWxKU7NehGl85JijOeTpbUB2cT8zvFeO8fF427+hO3b3mK8/zgM7b2+3oBWgX29JYibNQsSn39+jCWH7vMarZWwQdjaLI5wwGFwld3rbVXjtLwRsxEc4irnLrdBWA6RO2Xd6W1XHbpvH0Y7Al6i4Qza39Px+/V95H3eEzzHXu6n+YnGYeOdys0wMrXFT/AAmb88znARwp8feaV/XxNr9pXxBrH0mMPib3UrN/MufuKc8EKe0a1MFHiX7Jj5jn/cQ+PB0X/kNfeWrLpfvN1NO5+E4hRuGFnjvHBmcT2hZvoNh9YXnz0cwnNdoaz0wYJphvcOZmql4mf6hvOJu/E/eum5eqlTZ2hon9zmbzuV7JX/YRME8VqXmMxVzPxLz949NdOZ7dU7T22c9WvrMV+Zj5JeIYPLK6GddD56PRn/qYv56HSq94/W5Xx/BbQtT2ljQe3XsY1nj2hicfrpk2rmowcNXWOfLKpdNG3+S2qt8noQtI9yeR5vv6zKGrauX2zs/qAE4b8S5UmBGufEKBuq7uXAdiJW5Wtd91LmFBqGa77HrELsvt0tiX9grPD/76u4rujwO0yniNqWP38T3zAqz6Ruc5bgUQD+5WPwT2+YhgPMNWueZeNmZx2ntLDE4l5SYtriXmYDPMot7I5nHfvAvfaXXExV+Zeb7/AImeJpgxD6TiOX99Gcpm+gZ68ze5m4t4I/8ATGvnvPf0cseITj5xOeiGI+Js8wnMqDl+0zcrMs4410x9YwrPtN6hqfuXd/aGs7OJ412hDG+nGI3UDF/ScQ4+8rMzOJxDF3M+0YfMO0dJPz076h6PaViM5nPR6Deo8X9YUHzKv3R3+Y5PaAUdEDrCmIUFeA6CRs4iVoYh0VMnksFOJpoe/P8AEEFzWPRfY61vZuq6oezAiMtm/SNhOItt+i44UN+Y6tnFx0BUDK4CBOIpMRlsmS4LHBGUBrfELxu7jLP36hPtFSwF4aufb12buj4Q29KmAC+NvErjT+ugFWseNzsrzqECexMAn0Y1VfSIV53GN8xVnxG2yqhL79DirjftU2zRjiOpXHLPfncc6lt546Lxc49pjiF232i4uP1c1NZfWXj7z/VD3TFFa1MuKic99QvP5lNdKx44nn6zmM15mb6NkxPE2zE4gfE2+JzHr2JNOfRU1qD3mMTn9zjoLv8AMd/aF1OdYqo/dNPmODG/10TGJWM4l23OaXc8zt07w6ViBDox3P1PffE94ZuPm+pWal5O7OZy9X/ycde/TXXc7/adp/nqStVLzz4IhZSaem3gV7THK+SEFpzr+AI9fE4MVW4KDBfeJSnbH/xYd6tO/nqCAc/fNhrR5JUUHsbmVSjHJUtzlzuEfGYFLT4pQFnc8e3pTq6rV9K9I0ibMkSF92Tho+YqbAw87qYeUFDqN+IPDOBnU7bAg2nPYj43Bz2OJmJUOoXeZuZzxOfEtjPzM9/bo71PrF/7G9mmcuYomtahnc+vtGYa+8eeOYl+2531WJzxD/VNNf8AsJub/wBzDVMMTtyztxH/ANhKyxvjp7TiZ+s7zzK6ZjuO+nHtLnOe3T+pdTie+npzU/U3K6O9y495joxxEnn8dAh5mUlYjgjk6anP5hNejmbY1f46OE+qfaEeejvpVlPXmM/z04JWENTUeOm5nmdoLSc+rcRNldXsQ3e3pGpuIqkqWVwNwnv/AAC7yFd+lTzdi0n+OZVGji+Jy8epEqyr1CuevnQ6lqnd7mu64279aXUcDL0AVoywZBukM3oWjvOcY7QymFrG1h9hO/RTV1jvCaZI8YNAaiGfh6q5rJfaWostmmOZxS7lPlvRGzH4j+EnA+kP8Q2/mWfmdlcYlyvaf4Y/BWSV332mfZ6Xa2B3mGXiLh84j+Jr+5ve/Mcc9bgsJ9PmGO3Qb6e80VOcM5nmG7m3mEd/iG5nP26Z19+nM9yce04J+Z4n9zwR6Xj9dXxOanBeL3OPMxcvtO/TyStH3lfXozcfeeDKxn4majcbtDbcymYcw9GK6Zm7etdH7wcZn2TmG/TccZhcMl9OJTmeT56EeJkPHZntLnyw7IGTZjjqt8VOdy1XPRStbZbjq66ACCg7OosHeCw7dXbds9xyXynP5y2ZxTt7dUoU28nqRGgj2Yso+wHQBVN49F55dEltXsEt64UHB0CcvQBCnu6sKO4jL1xNahEPBr4JV9mNHQZ10a6bEJsKAiVodQXBPZo68/3V03Mdzv7wQchLA+ZgUrNfrEOVAtRzWFw6aYiAEtEs3tmTrZuU86mjGO8DKIAJd0Y2dFxPvHx5Zzc/Kb3L3hqd3LiB/mX3jRDR7ww2msEt/UGybS4b1nvPrXBOU/8AZXB8w+jNr+szuFw3E304zCGehnXTjHzKj4nEIXNu5oevJMXO89p3roJfV247x6Yplc3O/wBpcHnE4m5i4hj8RD6TtWujxL3B+/Ra1HufM7V8vXie/TU8T59peowM5fvOdQ1PzOO8J3+0UCYlzO4XzD87lVKxDi+Z3x08R7R7RHv6Rpy1m+/8Y6CRthsvB3mDLcjqpmHfStYrzwmSEOPD2mBxp8MBQG3BFpUbPSKCbMkRtZt6gd6685mLx6DOHwGAVwMzdBftGxpKTf8ABk1iNLTe57aZMfLLXt4nIc9910SY6vhEeAurdTKkDPswRFdlvrT0cPfz0NNRRDeI3ozJ/U++mukN3D/kEzUbfG4Z9vvCje+/iK/Rt7eYrdGUHE8PMKvLDecR1DxEyHbmVlfie7O7m5zH87hjHBzMveN/8jdE252agRa/CZ3rifcTtUPBD8JWPzCqOi1UV/uDxLx+JrcNNbhro6mp3vtHELCpxqajUxm+YRcYPfr+J+52jr5mL689L6VzGeIUfqc9OGf10aJYlfScdGLe058TROQZ+9wnid/brdRme8x07zxNVU23CMehKLL6MNe8NR3OJTVziDmVnpz0UOl9EArkvHaWVaGlbvv/AAhoNvQDXcCG4PiJGtiuyAVFaVF8DH7sCqFcqktLbbqUA07ohbL3YCtHM56Ku+IgQ2buq8fwioTZqLart30eh3IMvu9A812hpZ9001sz2r1Xivv0QoDS1zJpToCod2pUPfZACijtx0VtbV7QCGwcPVeoDxQt4jvN525cHK1fZ4n0V20E37nbtBrizzLKtxLOhRdxwZ8rMgZnFblAik+Uqsil1+iGYoW5+kNZYZxEjr7ztcfPRNzjnxHUa3FaxmUXvJqZNZuY3CVS27mYa5ho7VM5GGSf5hgz8R3jMrnmFV8305qVx09pX/Zmo3T37ziG/wBTE5n4msTbXTNwjxMwGO2G4+PiVcsn3dMfTpzicQxmLzMpmdqiuZS19oZl+9RLc64nJMErHTx3htNTtDouMR4nMIPjpiG7b6EMQ2Q1fVlYqGCdrmpZ025l8Q3LjjM8ky5+kzZ25gt2dKGz0gAtdBEAINj0cuCugK0TTDt2RVhy8zdLYJmUzExgxn9dKicGInXwpqii2/qE+AVUcqdIiKOzfS2nAz6X6Nu/RcgNX2SpB+R0SurU4MO7DhfDppgDdwKytfJ6O+vC+hSltHLAaDS/IiTb+TcMAmh6iNKfwLFrQoLn6L5nN6NEE1yoIIByGPd3IWBuZhXhG4sqo15neQuT5ZXPnxEZ/wDMeXEuvKFp/twv9sNziPbvuBmbOazN1M/sxwz7zI5mX7oVzD9xNe8a/wCzkdzi2O7BhgPM+2XxGtyn43cxzzASGck3rpzDc/U30eDvuOZjoTEeIaJeq+epVz8zXQxNmA1MdpzPzD2nLiYtmNzOZ3hdP2mo/wCZyedSgzj3jv4hX9Q8zxCfrpcvE/PTx3jj46YoroQ5nNdtyhfafrU189MPEtCWq1jtDKO9ZmCN1XaZYd4jDWeemCeJ2uXGr6Njra6ipIN0Ob2gJKGRjJb2Pp0bI6r9xSqleIHMdizrsjG47oPfFw33JtLeYZbAmq6iWWumrlQ3Gr9Wkd3x8eks1jpYLOw49/SAwF27PeY4+evKJJVef4mWw60PIgWRe+iKpw9vXXAFpNyp3mD95dtawcRFI5ydpXg1Nv5h7FR1r6d4QjioZYXppl48M35hJhz9U8udRTuoYOXmfVhP1EbvEPM+zUcS+Ia9unv9JW8Yjwmj8z2J3b7wfb/k44m/eXn4xO7My9TdR2B9YsxO76Q5d4uLOnd+JxM34n6j2lZJb/XTjpg3OZqExOY56O7n66N3eul0w1KW45S9TvP3OfeX2m/3H/yZu9QC71O0YVr6xnM7+9dGypc9/iYvxfRwnn0jKnLO/EOKmTn36am57G5oa3PeGtRK4hqIcTf0nHTv24m2Hdl8k9hlmwMFbWIkcK9HqFtFynb2jk8S8DsPQafTqzgoBzFsnIOfUfck1VfPTCVRycYiKOzD08Dd+eotXX3BD36Fc+ixKn0JW/RSbE/h243GJgKU27x1qi6iaWK0wa/unoqtuXpiK5PiNShvOnogNaymKJfZU3rXmJo8TaZfVjEVB9CBtCnwShxX9oLWz07IOhdH+MQwNtsMO0pUh8xmEXjvNDlzmaO98QrWuxG/GIZ94bqXj8QP/I7zmP0Q17ahzWY/+zDuvEzq4/bcaan6RxjsTksnPEOyU5+05jz5vUrJUdXzHV9527SwznPaD3ZkBX/yAU+ZijvPM7Tz05+JjMcY6fHo7TcxUYvjpaSu22cSpfaeJxjpXR4qP3ldoFGdzH1nvUXM/fTjzDzGbomb/EzczU0yi5qY6YuOj7zH/IahqcY6cxWX9o6hBhqXOcu+ldPjWJzcrON+YNHX6zJ1a1G2mTyeJWVbouGxTKtfEHwess2TFwarHrWw1iU1fDzEpqXeI9jLPE+xKOOw+RCzRvYlOjfdgo4x1XRx1CgvQRqNCK17JGwaRhq4EiIKGzpeMqo8fMZFoJ1rXmJanZEyW5fbqCa0Kp29SJsT363TZ1SG2ajLOn+MRgNqLca4z36VOOzAhIA69vePtlpEB2gxvFY7zN6MB7Yfdm9y79jcyg4G233nf8R1jubZ+vaf4wN92prUzEMssQWuYu0xA8/M3U4+ag5uYxcxntNUbm99sT6Z1M1j5m4bjhnI46m7j3M3qHzNx5GP7lZIv2n1nBzUdVrmA3XvK4n+JqE7Ra6ZqDnBMz59p/mf46c9OJxDc4vno6nnpcrN3AwTn0HXQuSXMkPM8c9Mm49NTi+tuDtOcTAkDmPQ3mczz1uYl5sF/qY52T9ziHTRDMPEGVRz03X3n4ud2cvtNfM5+JwQ6WNhReY8K0Lh0SaYq7V941yB7TbnrTv6irziZ1bXEBRQwbjyYW19nt1r0oX6BhHtmXaK7DT6ASoaSKGdxhn+V7ZZRM6YEG4rcbW3L3elCLeX2RJaEcYPj37kaTjY+OyviZIKzOfMSWghXbiOJlfR/wAuOtGV57ehC1bDGeiOdY179LO+OYxlUr2Rm6yDNhG1dRqb2Bf+WfEc5Z7x9FRTKrsa6UZXntAbA5IBLlAF5XmMCP8AhHp4v8zjiPmv+TsPrPP17QuiYZ7t5l5riWGpu7+sex92cCVj4x7SzB3l9r8RWVHZ43MgrvGr/E/xOx9YYi648y5X5lJBn2I79iHTs/WISl7dTW+0zlU/zG6/MMVNswG5z57w7doaWPee0+6GA6N3L34nEd+OJtxDMzTmocXEhDmXibnf7dC76HMrqVOImC37Snsj9o/nmamJ7fefgmfrHWfmfSZ5n4bmM/WYckRXzCG65neDZ0TFTUtxNviUfWa/SXe09pz6OZpmaYbenjcJ+YTEb4zcbvuR1DXW1JrLFVVyu3oVz6E04nhLJjPTOI5zU3MeZaYKvJfX69eYtrir4ioSfYPVlhTVj35g5yMIJ+qZCKFBrocK1KHtqYcs2ZI0car+5f5P+5jnVq9lh9iOXmGl659pn5HC+lI4Npz6wvqHNzy3MGo+naZwC69hxAQtKoK+vWkLrDrrTeYcn2TCpoP2wHlz38wGILfFTTMyZRwzx9Z3+8vH9zWW5o5uZN/SO/bUB+kw18R8zgD6zL3mL8a6XZFrHMMVnjUcV9oQNvpK/uA9NtQ0sO8xll2ZlZO3Mc8y4HQ0H3l78zW5y9M3O0I3Vzj3jU/z0rpqe2CeDpxMA9CajkJZ/U904Rj5gY947ihvXENTzOcQj+JonvplHf2lP/ZW2KYtmT4nio1VT/XM/fofHzDmFT3lu5meWcdMTc945ldeSf8AkwcwjvzOeg05mIf+HQeZZ0Y3VeKFnHmfqM81PGBTBDY095WiGlRfHEavDcp94CoAq6JnFr19vQBqBNcno1eP5MhkwHvGm1RZNVutTwHiVud889ng9IN3mbMI0vLMJk2V66Im/V9f1ArQW9iIjSI9mULixx+0R1z1vvrtOEEMA9sd18zCNAvF81NA5EpL5V5sndJ2domZkM64lZ2hg95grF1uPaOvabr7wV7R4HeP/s5fYhXE/CNcS81MMVyzFfDTN641PjDO5yrzPxHf4mOZWJfxcDFEcZStQNS8V9Ij7RxdTkOL4ldp7w3+I9+JydOPM+s5J3nGNzzMtzx9On9TtUvPeFzjp/mcTtDUr/kySpz04neIiGJ2/HRY57JxcMtM8I6jwHyRuFz25mPtHvK+/S3obx2nFv0nB95cQxcdz99Kz046HV+ZWnxL6Wu5gnjvM3XR+o/+dDZDbirPMSwdmH0pauM9cm1cX6EldWU+0y5Vvkli2bPPv00tdQSom1Q6LKtNe/nraKLdHOIhQ2Pp3CL/ADB/HHd7vUjQK4P7d5Wj2OH0BDazmosqNdiLarty+pEa/grz4LlefJXre1AJl/McveHco2Xtrlh/UV6mOa60yk/uYnxkjdnmYqVAfUzHNQ3OTiPszH47yldziGVNfE5zFD53EXLzjZHl+kHV7lH/AGF1hmD+pvHiZjiY474mjziN/pP1G+frA+kNTxE5Y0tRIVr6TnMxL3NdownPTA3xP3M6mvr0w+Jqdp+5z0OftDryLDzOc+0+07R2dK0zvORmfib1OCVc0eJVGZ/4jVRlPR2lzMeMz99e/wCenEcVOW/iVrp89Cuimo9+ntDNzN1Kzmcxl8/WeZzGcT9Qeh9IopD8yiafKOc94FxlIC6dS4LL57Q0E7r0QpCnaEWRTvGYnd3Pv0CtDYe70yth7am2jGO70Chhh5EwEsy/16Qb1kGPW5DCCoLT2SpqDpyRpG5TfQzp/wC6ZRcAzDbd1voK3u1xMfPzRMlfMvfvmf8AIVTwb6mGzZqX9piuUKpTobiuj4jV+H5gpqGDY3w+unLj+E4LStGrw35lKM7dLGHb7Q/tg4pnfvxLxjLzNBXmBb1gxNL3XEH6kfs1FR3j9Jl+I4r3xKvbzM8x/wDYYxM/fMdTIzCc1e5tDniGpTF7n7niaYP/AGb5mKzMk2S/Mx9YQvE489M2nee0vOZf26cficTtGOIPTiGvxLhOIixX2zHa9paJ7Qrffc4xMGJxXeYlcx46a6XM8cTPE5lSj6TvHVz8z2m4fiazOSPjjo5mROj2nftOfipiHHYjUDLUZe5ucy41c1NPzHZW47maxGXzzL7T9+jPDj0C1QLHRMleGOkryh6UAViOl4QeOvAZ7SqlCwNA/SGhmtxrwxq8aggad7mNobp+/wCftXt/dFirgdiX8EOe02OaK8mI4FngnL6Uqnz3SzBD6o9/v0ynCGMGyKx79Dec+Jz/ACkhtaJRTSx7oM1Zxj3vpUXaK9nQbEeaRg02MN0xc6u9QPvuN534IOFbnbG48VofozMf7Cf+oRPM8lIWffUwKRkTtfMoI0LPnM2D/hxXf3mVcJW32jqUL+QmOvuE08i//EuYmsuOWUog7Qcgr6vxGT/Fa7y+OYiu0tD6zsfWJewnLh/EBu3J+GVxqNZzsiS6PAa+8amTqX+3tHjNecvxMDrxt/xKF8Ok10y0cuzd1E35yRwrkOVtczaknIncqOSKglSiVq4qO4uGs7mQ2QA2r7xMP1UprxU5cHEfu1MEF5RWrmH2iJ8z9T9TMyXIsjm+8P8ApE/9QjyhYDbDXEXkKD3Pef8AsEZryLn8RkIBkjXTviaW6Slf4gEKzeR8TnEOXnDt944BWO174hrxKkr99m7ymsTUQMByviP/AHh+JuHjWn2ej5z5LHHvKclUr/iPeP5hqoqSAWpXtma2QexOIlNyad059p/65P8A1iH7StH/AJAxUA+rmDrVTh+oEUuF3/ULmDu6/EsZTy/7hr80vz2lxVvaGHHe5n0dzY+ZuFcF0VKnE1OY5Jw5ia+s5hVMJzLmZcrF37nQLN2yWxNW7hLlCxbS6DPXb0qHT6wqmWDwhslDa9uUfEaoPN38Ss7RXXPQFaMvAS+5G4LYtXp5gfEnQhQ2u/qJ4cY9NdjqvHwTJlUrynnp9P8A4T/2Y47CYze87dNJSvuhAWxp7CYANwaSIUfhOoebl8xSAGjUyUU4rnqq74x6+Y2NIj2fVw7nXuiRj5DkmBdXN3ti1L4JmrzXeOFJSNQmnI/uDw/0m69oINxPkxuclTg57RBYWBP1CpKonfZBdWlJ/wCQhyxXt9ZrE/yeE/1u03iz7eSZb+xAbuiP/JlgVapuW/tZy9v3LxlhnD9rwTbf6/yy8tR3MP1MxAW7OYe0a7a/z8RfVfiDLlU+F4jWKI5FH3tZ46l54YXXnouf+DEZ8H/vR0ae5L2JSRjVi36swIDz/PKHUzZD9Mxu8T7lHY8T/Z4RWaSye112uyfZvwn278TXzK7Vt74x81b2YZn3Z9v+Cfnn0nt8yzP2mn3mmp5Jj4ZZ6Li1zb3ZfDO1/ogvUdH/ALPuaBVMjknPhj+2wtbx4vMRe4H3aYzvAFe5glVFQfkZQLvfbjp9v/DOIv5DszIVn9vHxPvsOZguz6sRtZzXaoAwilze+n2v6dBe8qajCrMCK5f5nLb69/2cQVWijaY3wkrd7clzdcrM6NW2/pm/Bus/tn+/wz7d+J9PM5OP0f3g/vNp8Gphvwafk1M4x7kII0adT7j9YHOXjuH/ACLSAunRiZ/uczv9euVuVkc8TROTvzHdzHMUHqq7bhTzG+1i56CmoKhdXPvFkpuUeILIt5vyliCqre01uURbRyxqjyP31Ks4c1KVar+oGTahSni/XCBpTRTnqgB0u3TTz0F/MYcV0sFAHaaK9h2glmo8zIG0z4IaTdsUGu4/1cyoqV1fEVtS89+l6Yw32+gzajXd0CAbYlKdsemyhWeX1BGtVm6GAQLg9GchisxKUeMQ3FdgrxLayfDiV/UjExsBQMV4vmM75aXco7NVVz3uOIkNhki/PsSOfuB3lDfM48o/+RWkOYsbvvqN3+477v6Ojc47Qv5n+TwglMCj/Se5/Su0r78UOYY5kdO0qmfrFRs4hgLfnpjgNfcrMLnK7amCt9n3j+J/WorFWW/CcQQ3cGKM4zcoxzX9gTU/w+0/1O0t7YPDn8CK20JjhZ/7cdRPa+Lm8PGZ9zj9E/xeScq8+1bcNhC/Y9yM6KCiX2SHTKFoacrXs7lZ6Fex/wAjPf6T/kJ/g8J/q9oeYBnr/i8s+0/cJhEVmlQwXnxEti2crHiBvVPiu1jr7zGv7XEtMxfVFNi+qcS8fmfZ/wAMN9Afi0+8Z3FRPqTNDlV0a7u+2xWyRrV9skcK7At+7udPs/1miTgxLxj3lNufoX/Y4bRkA7729TE4n+ryz/N5hrM/1+GfZ/xE1m8X0nhl/e1Tn7TM1Xa30mdm/wBE/wBXxOUp9x2meKTb/OehcQ0d+enaPb6znxUcfuXguL/yX9tyr1xLm+nZ6AVoyuiI0VdnpaYFp2ehqEFHapkfM/5NQgsuWJyqFheiCQnnGojCirMcq925aMdhKnd4F6bxXoya4NL5i8guMdXJYbz8xW8Akvu8+0rct4SZB1YrpgM7zb7zvSn1TFo2HO527zRtLOOt9b3JCoN3n1FXnrquGneNZ7cS4hMtXjXBLxtmtrLcY7B63NKrEQAsVpLhLe5r261TFeXacKp+jpUZwxWCaY8L1x0R25jjIxUzfxDVxu/4rpndUe25+F+E8L/h0L++jdfiIMwGZ1XmWjLWDMAVScLX0jyE7Z4gwd1+DvAmj8Phja3dq39DMYKtcHle8rztDz/yaXOb6Rg0stN6uZfllt14qPixNo58M4T/AH+0f0n4j8t6/wAkUUutyPclVcbtp7czBHu/7S9FAe68vT7vGyd//gn2X8zEeDXfs6fbr+kvJlfGf9lnidUtj6StYN+/6S5ejHtmp9j+CAI0JEbqePHBZzG2M/0eWfZ/3OOiBGqif+oxYbjkPZldQMSfn5guKsGVqVNCAlFAKPD6SuktlVZ7kPmU/Qz7f+Gfdkqpdj3O/wAT/e7k5jeV+W9zAE7NJ4uJM/48Qm8E/SfY/pBmkgB+8HAleAb+s58G4BbbaPBDrIUO36RuI2qVcN7/AFfP0nafevy6Fqf7vDF9L+J95ZMD9pXxDtHB0vwzCXj0fXUdXm3jEAAaBRPuv0n3CV2GGT7NP8SuPrFzU4lU9yoCpjUf/J+07x7/AFnvLfE7F2Z8cyt2eBd+iiJ1XJ5JSQBzsfb0FFqJw7zaEqLj4p5aRZiVpPrC6VO8SvsMwatWlXfoNs0VVz8fx21V47enm0Pqmpjplv79aSAmLaqD9FynSn666FjsPiNrnL/Jhe3pt94vgGyl4/AGjq5YGFsx6RUJhNTzItvmbACu6ce0Mj2WVlmU+ZjH3gul4hRPmC0dxH8Qi8m6qcz52wHvBrxUN46Ee87zuv6lUNqr7ziNz+VH/ooXCYtFa+Zhht9olmvESNlnEHIa/wA7zjn+b+kbvxEzhRD9ps88K8VAFRVj9Up32jiba1Lrpe6qal6V9obigP8AHk0yyhh5/wCpYGONP7QUoADQT/MyMLx15uPiZE0fdcr7Fwqc+Z4eUc94AWzD6RmEuuwIGjoTxEl/p61m6mwmOzsl2rvP/bRf9MShX7hrmM3crvZr3Zx2ei/eWmLuY5xAdOp+Ew/HyVUFPEXx2mckNEFqE7eX4HiZ1Bp47w+IZt8JAJw3U3nFRYaaYvN1HmKSs+p5J2gf60xkw5L19JtlS1Ddl/uf+ni8rU1aBlea8YWaqaVzqOObqNE4J2DFeuZpz3nOYesfD5nLpcz/ADCgwru7eqnMQFTv+ox2HBv8S7lTsa/M/tUPdnErGO79ZexgCAVVJGr1Vr9rnaOLht6lMdkJno51OYHaFc/HXEoq7z2ggoKG2NcernP1hIDQ4dLYeQ59/fohQp7TXQx0BKibDj+Jrjr8SuJ4j7J26aLXz6Hilf1GmtnV9Lvsy4eKlte8CuDsHE3vLf8AI+tPz9KeRzrqCbgS+PRgZ91bm2FP9zM5L4eGZ4mD33NnU29pvv7x3Zs3HQ8ygaTzKzj5I6vkmy/lhzfaYTy76e+5yzF/mNXmG+KnD+JX/Y25rxDH7uZtfHP6mzEPxqefpMtV8wcLUPHxOIfXzO1R+UMe85tnE2sdTeZvr56f46UX0yPFTiP3czXQZ3n7ehk9uhXT/PTs9HZDPRy4uYqiZnGelw/U9o1fbEzfxNkzBqY/qd6naJmPM4naZwa6N1OI37Qxjcx8w1PvPz0NdHfSsfmPeOPpOJ90a/7C8nTzmYOoZtYLuFe8fp3cAksQGCKHykMN9pcKuekYxz4CEzA4vMSJqdnF9ThbPB6E7au7Oc9VsCgr/Zleox84uwqi5UVap/i1qWo3kyRKLbvop3xqUgPDqXh6H8DvjDuxAitHGYGKUKBDZ5i2O7a46EsKqGBivh/3H8Ytq6vmdz7xVyFMu0q8oUDHz/Bztnee8bJdvYMX5iEz8QHHG5aY0MzTGjw7wW+ehs1OK55mOcSztc4x95WJW7nH5nvqHPaVMJ3ht3h5N5zOMfScznGPM+MM8YnniBiFamNcEM1NYfWZu9zD4xD6w5xucSjU4jCi4pTDicxnPRxPEzjvqXOJ2jqcRNVrrgPMzTL7ztDGGczwxma5uYfdDX4hD89HUww6Xv8AEvHS8xPlxOxNGDodN6lGo895i/M/1wjfKYpnodDLjtL+0brHxO33hmY6Z2mfeYScztc/Ux/2PhKeOlCVOdkpVUuTZNR4/WqIRCeCBYUqNKLyIqPHQHMwELg6iq1T/EDs+vmONdb/APitqpQ+bHkJnNZw9pp389MwVarmb8aR/U1uK2wA6aHD3IW/5m3p7ZxL8n56Avtyx31SnKG+6Ze3xKUmjvoAyr74fwpBMVKlP87zS7pvjXE0fMN21PJmFL7Qs1uDGOZTVFXD+kgf/WQ96uDr57Ssalg7Whu+RqMvAagirANvxCWW0WOvMeHNdoRQqtBftChQVoY0N1g79kGjN0OCee8/zB9aPYcaSaQoKariO77SnDEvYryQ4/ps8f2WT9Lg41V5yxReyHX5iwTgHf1Z9GYWVFvDq6g3+IStwPx8JP8AzGQ/L4ZVL3qMZeB+PhI/+tKHS/3hmevIjtErOBftcvzGmhv7xeIJtuXLv4SaIwPN495R23T3C4YRZdG9Rmo5IF2d64Sf+My16BVDyy6RhmHMtTTu0kLsY2P2sxuDRRVum8osQTnJBaQbHtwkpyVNOz5WIs4BlfEqaaf5onffh/EpAgf8pLEAjpIa8StHPkP32i30l35uUoFyJT9ozwDds/uVCEKi79/CTgfvTaKK8/7gi9p5HzOYFzuntgfF9UX8wYR2PZlZl1/cfzuV44xKzcOLjee89p9p+OvmC4uWfWUR/iEJdupWIUzmX2+Z28xc1qsTEpZV1bL9+mt/3ij2FOxZwwrP5iHWKXvLGduLtDq7MRiQouC4dzqavGv4/Et5X0u+KHnv0v8AiW+K6KRWg+SW1VtdugEjC1jNphdwajOLlppS8NQup2vHt1tt4NSwHI9ZCPLREPQAykct9e0oeb36lc46G9bZo7PMIq3cfQFAHs6X8Nl7Tu28y8YxcckTNcQV4OJwB3jqKv5OgKdd52Eodq4rV1mp2tvO9QWt1bjSFaXh7/ErcD9JwSw7b+z5i8R4MVHg70fSOn7fghS5anu9/mCflL9HtKque0chfMSOVHs/8ja4wvsmb17x0g+8JVjlR7QtWjbZAGMDwf1PKx+5N3vhb8+gyrT7n+JfI8zxP/Ef1OZ9zl0jyDtCsNg6Y1bg/qn+52eleJ9z/Mu6qBcC3z6tz8uBxPvP5i7lzZQ7zJh3GCe/M48wmRYUfaND/KH4gmOX5biZ9MbXzuVh7n419o5c8PigqcSGer7Vx9ZTYypte7HVYrtxKPMqLXhImSfadoO7KnxCwtpeP/JSKD6vuxUJh5RnltN3NMwX9Paf63eLvOck/wCR2Mc6D7wldtH7+IuX2m/1T+8JiAW49/m46Q6gqqrO9wxL3DZ4jf8AUtdzkuNfuFzv9o8T2nMqbntOfPTleI8TXmdo+WNztHfzM0eIeZm+MzGILz+Zjoqtrb5lK/aUaf8A9/HTmVxxXxBZbCOMp3WtvUS8KOosC1buGhwfY/hSu3V6G2VPMR79uh6iX1SZHHv1z5oeOvFGY8vaIK8WnfzDzockvoTl6/m6x6yfSIvXf3hsD3uJz7d7PQZb/C6W+J3wQU3crvhinlIt48T2ZdaTx3n2mbheNJuaYJQSL4a9p2BZ/txL3kP+H2mGodXwf67xMFv6SHJiAHtDvlfbUBf2+2Y7sssHJyQX5A5d54a4i5xLY7xe3Myfj68RsBk+f/ZzHFfmlb4g+Z/WHN5Tsg/I+pK5r5tTUOMgvk3m+s7k/wBTsRbzM+cA/uDHT73Ga9hh47MF9QeZmOGw9nsR6P8AB1b/AGu8rPar9veZlWI8KT8j8MfzPv8A+Y0PjcIt5auFx57wcIeJRnQz7MSjHNslxTC/PZ9pVHcDxlO+Kvw6F8xH3hiOb9Rf30EdqfUjK8FfvAjN/olr8D7st/qFwl53UftCh8gPtP8AY7z7uMHt0YbQjcaPYzBPqs9+SXroX3zz7dc1iWYOm/ie8+fMdQ4nPXk+ss+sPM/LfU87Z3PrPEM/id/1LpZmOZ7fHS9fwWggtOyBg0aIVH5hMi12y8dLBauTGrx8elKUfL1MfLxbmRn5OjfZ94UDq4fDI5jLe76HQLB3jaS/D/C7QtC/Rzz5Bj9Tu9JpVoycwwC7NO81w4MsOwV6QWDvEprtEVH8GFY5byrMUFIjqOBtAPibM7nnxMLyczm3THdHOZllMdMyO6mj/sJqBRe+8z5FNfDObn3P5Q3/AIsw1KHJu41Xuz/d7M+1jZlf7ErpcOH48Md/aXSXg+8BMEeKRIN5HaDfK+tzMzif7ifeJ2TmLdv+5Nvug1npdzK4+/8AE23gUvj3lcpE0G/ifffxFFXEX2l9QvuDzHLsfXOZr/lh6F+Z/jd59xFpRkMCPyPwzmfe/wAze/Ox+YKAyWoXvzPHaCVLoGXT20xT+Ifbb9pcoY0TtNl7HJLtGVj2MHTF/wCJj5j4VO39eZ5d7PzcMGP+XvMbT/IfEezzMr7tLjw+0ryk3nH4lnqB2fAQIkey/wDFR3+5fJ3fmYwtdGPzGZRw2q8doIFZ7c/8Qjs4U1VH0cxCqK/hqrj6rft5Zpv4lYBz9nzXEwfqVmd555m/7nafqa9unP2hucz8QxM10Za+8B0b6Xn4lqpE3M1fTGpjXoKpw5Y0OzQ0wM7Z9ok+wmGkW4ACHgvHt/8AEqmXWCYUEVB2rIgNMaqAgB2ZfRV0o1UP5M8X5qcj8e5yzyyuvw3Bdt3BAOhy8ekUbMPeHjZdsMSHZ39V4qvnoFuWoBaod5invx1KEss5ImemreVgnDGpa6qRYuavCZWqbhr3mcx1NP5hipm0+HEax9JvgxZBq9/8nJ26X92dRRUK1ZjhhnH0l/RuN9Ar2YPQHVs+GYqFZeHEADaBV7fWCorNlvO7ZnvmHLyimAgdxBlHV7Jmtwt53Cyd44SiiIrLO1e8DAAc753LmK8kWr9dONchqNAD2hYFTKjUSmgrZ5hUlBspgBcK0W8yl75FfiEQZC2FRIDSimoeBBe8z3ydv7g1o2mcdNMHRav09GAomZkhedTY6UNlEoeIPI5LhuGnNKw1BjoaPHR4g2QOefqTJde3/wATa535+rObjANSKMrn3j15vfX5uM3n87/5KoxRwE7XuJmQ1bX6h3ZMQ+5/5GygYJ7xApBRhpXmZdn5/uEBIwGujie55ZHviGJhlfQnE95e/tDVZhtl5lx6cTjox3ifZMQrLU+0vtO9z98TGIbY3cF1qK2l7ettZPHuEc7L+j/E4NFr+DHsnJI6x334hhj7ruZ3zB7eY8HxBHPNo8Q6UhWrLlIV5NekF0X7egUsGr3PaOuqxE2J7+nJlZ3ltKvX29ul2qYc9GAhRwd4yITsehAqm+8vBrEN9pjT5CJFCgPPRApha+ogWxHOx2m1j6ctzt38+JqXOaxKvwnju5n+uFWecyl4hRqKzFez04OZ5ccwLZrMx7csr7xMx+3EP8RLOnLN9p90W/ec4xGZMMVTKxPeXv7TjPMWl51LxOPQdOOnPvHxxDcMTtOY4muZePMq0qcFfM7vaN/XM7T2dy4bZcu/EvtGbHxDMUuM4xMy+jSdmPmXBw9HH7m5cANSsCA8SxJeEGZ900Tcx89p+jMPnz056e84nGXqcw6M95o7TxxL+2Yd5zcpnYKiGnRXX/HrTBLrLPz0tquOqUM55IAYlrEFK6MT73R6xa1Ng8+0YktVxjpT9dSlJOYne6fco6oFZGy+qFqnoKX56KtkPBUUjldTlAKcf8l9uQEGcXq9X4JtDVwyKL7HpWBX+tdU8qjT0MKrPEwdC4yr3w6YGjV9BDkpXRVZ9dlfQhMc3W/pmIg+889o43z2mOIYPfia7vE7Q4qX9ofdhrLqV26cVOXYhKZi41WemocvaY5ud+UpjP7Qzu5nExeJplLxMVF1N7n2ENvbpxO/VuiPjp/U8kM/Tp/5H/2d0CrxHGyBClYYxM3+JXOYTteO/TZG4rDVt1K4OYWY6c/E1uFxiBM/1G/7h/ya/UNZ3GG2arvxNMvifh1ax5n3qe2CNan2hff36NQJXuwqVZOYTPtMH9xxL8e7E+0f8QuEzyYj2QqorcBwomeMzBHNeTtEpqWu+PQYR3TqEwbnVn0i2Dr9srMwsdScvrRUb9Pxj5umAhtpgCoBQHrrF9ClLaOWcDeI3+6UZrs6CC1aVCQlNrXnLf29dNXTXDAoDmZPs5iLQt6HsdWH9x1xAgNuCJAzJMVN3x8xKU7emsHmayuZj6dv3Iv3l95g3GFZzUafpHAXOwmeeOmcQXcWnw4+kcfU1EcFdGWXRGctjLUEzQJ8xIgW97VzMTAfoRaklie5qZzI0pwixObw/wBTzGqvMLTTebH+pwfWGqatD7xG1sljUaBTtC86AfB0ohLY1Xaq5hq0e95kz78P9RXc+X0geWtfK4qZ8lvc0k8x00ojhLnENjlW3mLebZb3PERR4xKW0APEM2bomaqZutQ8RYRaXZibE63lQ+LSVp80qJ8fZPc8R1BWHZ493mCloe41+hLNg97v5bIBVcrj/qf5itdLfRGuty4bnENr/j2+JaifgEAtV2W/CxxpziKtu0TvV37pgxmR7z5gZ/VD4iVmVVXuhZdyQpvcZpQ3tKv4B/cqXAx23+p3qEx/UXRz0r6GYuvM+qc9OxOZzK6H/s46al2V0LJxDxElf8lbqdpj6wr4ZzUtYhe+lc6FPl6NVS6PjAZULMLERgiUp2agLoWt1FU23cHB7HP8CTmKxeoF8FeIj3J8wUbNzeXO3rzx31tIKLPrJmGe5M8wZrxDLQzm+YC69RVL1ZftMvhyhRyiqTbp52sSNRtgCyvpYq7V8+gO7J+0DQ76c5OY3frNcQUE4zDbAc1HpaV4PSmr4N9frLoyGkA8hzmYxXz6AQqaJREfMo3cW9EiJ7iFqZK3oxMygwjr4nGeI0/OmVL7dOGBGv8A0/5DvePz8wvcJ+yU62/p2Rtb/wApAPRCNe2/J0k3mWx0i81Cm/rPt35YVjeAf3ARul2v6EF+z/E3bUJsf7lPsMwtSumH+rzM3J9p/MNqn3f8z7ro/LfSt7wfiCsaCHaf+QwqohpTv8kbegofLGMbKru8DL0PiA1Yn0e5LHF8nI7bg2NBggbtfG37QIOkBAQlvkjGWpvuTwlE+lz7/wDWfeJylcfecjfgwUxhSu/lN7hoaLA4dMfNAX+MdB/YftGu0+1/Cf5vZPvY+2/mNfsWe9y9XG31IV0rmVz2mMfeZr7RHE2fljRud+i01mcZlcwmdy+mrgzOGVGOOOhCcsp4x0xczczHoZIF5QWHaCq8GWOV4946pqnh8dDDdnnsgzWy/PtFQSfZ/wDpKLwXJlvOKd+sFujW+jQUTN5lGymBeJmcV2z6SJcCGDgelfG+49VIGOHRPC2rjfNkBUZOtlEYXnoCtGWac8S+iOEFOGcswDsyOPf01KTqtIAhZyEcuBzYKUU0qZ8nvPfMp+5DO+InHtmce8dYgffUMFRfb36f+JQHj85F8c/Y/E3R+W/4So/4VS7ZZ95x0v8AEfkn3qN967Q4z7Qk0W77TE+0flhbAbBgk86fl/U+3fiYsjZ+2f7vDEwNKsqgpNS23IleZazxfeMx8IfrKWeH8TKvz+8uqNz7v+Z910F6V8ij8S8GZ+7r95/4krlyAlF1X0sRzWn4bjuNCbrlYGTMAXl+k9+gfSai/sHCrxPyYx5FnxYjt7E/SfffrPvEWDMvOYl3s/a6QqthEqGaiuX945qJf3b6plRw79Yirv8AsjomVHg+0NByW/RPvfymYEKbLlADlgYi20qoargJz0fHMxrvKjmLP46Y195z24nmMOvzOKl9vrPzM+jjo9MQ14l+cTMdeWLvP/U8alnmW88Rq1aouCnw236MpnWLvvAt0Whx0tqradnS5dBxj+XHovII1eNcQp21KkVuLoBtd/HTxXovyYqyFF5I79dpdLnfVOmXYjPb62L0y7HTMzIT+pkeyQUb5jnMBbrjcN6mo4JVq3bxc7+rcbFLCt9FoLZ54V0yI5Oz1C4vvcTBwQte8W2+mYq9V2e/Uw3HfWpAHJBTMbpXxES9au1qDtLLsms7g7Pkmz3l5vtL/wCS8zw9K7v7J/ydq7+EzMViUQ/TP/Z3A+m4lWYmHt/snDl0+YZEIO6DE+0fliwfCfYYfbfxLRWvMNf7amh4y61mF/HeJXWz/jOQr5/iKcBBk/WaPhT7954PrPvf5hQDZt/4lZGou39Sqy7mPvIAHCVvCsoWsb/JDJCO4EWLwDxM3qNnx4fJHMjuO/hmeC2coDOxt/KHtApu9G77kNqAcYp8yhIXFZ/VOVYNu+7MqqfefrG9lcjX6jS3oXb+pZ/uVmsydkeUYvPf8SlLdmX4lbbN7Hs/uAAAUYB4mts1Gy7A4EZX5N+zCG0s8+D3hfG+gV+H+Y5ip4cj39o5H9d3NujonOMz/M9s9Bvep+IyrzeJWaJQ/Erv1rqdOZg3OM8w3jic+8Q7TcVuPDXMX59pnmY6JIQS2/BxA7jSlET24eqHADY/HoW+K9DQol5P5fBnv1GtdAVoLXRGyA2My51294Ay4fQ9cnoBVBXsdbtYKuKqrtyxQC4wiz9Uq4qqu3cXH919m/3Ec58wxq7H3PeI0X2RjnGw/tiOcL1lt5XMzeDef+TD9vvxFVXl3AFQr9PWvNeEMnU2CRVtL6gJoFe0KsvV5navf+uhPPgCCxqzCQaD2lhVy+JgJ5nMwYl2Ew4GPeZZ7cTyMTT348S9NeDiYvLLg54cSgVgcHQKAB2MXtziioeZ+9RobO9Q+0xj31Hb4ZJCYUBoJUnvHeC7cZoqXfQ/EbBLmtDmipWb2dX3Ri/zBtpcUI3XmF8wQuHbf0uf+FgBOaQWM/1xBTNqLuH/AD0tCfKKx8Qx7S2mc18y2sZlLDSJpj9h+R+RNMLlv7wp5l6qrlZufQUIWW/hDjzPslDguC/zP/Cf1KWwfYQqpzjtMB7OuO26+BMdHEQICcjmZ7Be9P6ngqiLuOATsMS92or8RBQs2M9yNRU5Z2uYntNb6asnPxKxH/2b3D3nNx/9n69HMribcTUaZTxqZhEqiV4vcxFzMRgMOtqAuDR05gsNRd7vm+I1bWuPb1qqtWtegUbJSGmDb6MX7d44fbqenGw4lNXx3nJ+IsUvAmpVZfL2l2TbM+zF9w2vQs8H9CZywpNldGAWwv0BRsae/wDBffJT43BAJplowDuMi19H/Yxw4wcPPV+IA2F468ui4uGA+D0Fsum2Yy5uJvDVx6YHySy1EPmyX1UKIlq74mGZMdalHsd3vFR9sIxhdrzr5lmaGCyv9ufqed1DiaPMwL7bJZV99sNFdby6l6tzxMfWe3zDcTMrmbfxDE7pjUH56cQ5glqmXU/Usl0ntCN6+8438RL9ibQuZP7nh2h3bnM3zLywxFmDFoutxqYr3niP/k7zJxnoOPM/1zncfePeH+Jm7jvEKzOTvM/KHf4nfpjiFTUvH4iF/ucxnv0vHv059p36Vce/M7e2ZdTmfRU7QdnTmbnmNVcrpmYlkdTijc95bmo5PYg6dHEYOOlrKRuMiaF0ce8RZ9+j5t+IIOVsq7QFVGcNXj1tYr59GfPoca2FNb+OhgpooXj26UAsXqv3Larjt01Eu30c8qXj99FC4Fv8aAKWDkgowUQ6Xx+b9qbi5DNy7dOZaWexde0yM/6ltVxKOg1w6lnEqU8e0VYNll+Iq7VrVyw0vDF7dT65kaHHovCd5bEMWr2mBI4e8twmnpil9Nogr6o6ByKnk5qU6Z8eZVV42QzbG/iG/Eb5a5j+IH2mi2XlrtP1FPpPec3O4k+7zOLuoo0K+IGNFJYHCGdfaJT7RwlmrLngb7syQVdJe5faooFkByldLuwLjlazcPMtc095VpLlimTwT8JvTU51AxMZh51xM+A8y7cfPR03/mXQaNzkD9Y0i0+I98NMVYOeKmy/rMPzBLQd2c4tVS/zMZ+3QauCJW5iWcpMOo38TG++qmvPyv8AEP8A3pcZ+InS89K56czvXzOY/ickwkx/Ua4mpnErBDtCVn3ntO0rEueJxZM1+peZ7dLn2RcQlWj95XaPD0IgbwO0DZW7ofMq+egJBQgq7V95a1bda6jVTG7emyjLfd67fUb7eZQQt1pIlWblosWsjDCPaWmQ40mRzsVqp9C4rPKJVZG+vjT8H8BVNl9vTrmMfhl+sAYA0ehUIzMt9uneB47xpWijt0BdL3dTLV1564lYaE7ywQOZV7tOvj1grQW9pVqKco5V1fEQHZQbvvM3AWE/eZj7x/GoOP3FwfmNRNV94OJ/maZef3COWK/Kfgn+l2mpvNn5c5h8T7r+JSd/9lK/M5/TIXtQx/04naXbfG/vLFp69n9x7aAsePEQDZl90SLC4jNQ7SQvUxxGqY5gHzKUoeLN+CHXFsbLU2X9JzL0OP8AnL719A/50zxAOGEZ3KBTntGfiLdP1Emy5OceIeH/ANk/I/E0Qi1e8/LFDb8RgMn9x95qkH/kjeWNn9T/AGu0P6Nd4iLXlGUjfZJu/V7ri5U5Ns/cqid2mkfTt488wlTPslg4lZzOc6neu3Tv08zj36O5nDPbUz9NTzG156X/AMl4lzz9OpiVnoeh/wAdH7TN9DM7TUp7z2iJhKe0BtiMGUMgpeefaJQefSior5maviAhW3/AKNkoQtcSqa7b6DUMILz8dLcuwSU0e/Smr460HOZXduMRhUKF1y9Kyw436hVqvNs9ugFy16tiCohI1VfRS9NeOZRHwbdMM41eO0o4Tu5Von2JYsEyfsfHoRXt0RNOkDz3lc94dOU7qh3OtSm65OpXv6Hm0OTpWjBAhbds7f1PH2pKGN8ksMSyu8z8zP8AbKB+OmPntHmo8+8d+07vFQwX9J96fgn+Z2n3XpXnuVPuP4jqN/Woq6PcyX+x26LfMJg2Uez2YVTz/wBneVIaPnz2m5f/ABaZ9/C0S89J4jNkaHfWIcDwF+9RoVQWs2nffH/mKOz+4/5MwIBPmVfxP8HhP9XmYqZ2cflT878QLxGY8B+YJlKG7rmHP2jgGDd8R09Gnyf8hLf91O/g+DNR+eOei77XGIcs+8zHTh453vHwrvq+eIJ3l49oTvGP7g95xO7PaC56cS3nJM5mJpmN8XMjEqh2TjErvL7a6+evnpfV67c9NQ6VKmmzZqKq1a89UNLI5OHHVdrro5Y/tOX+pbVccSyBsaDx7dGqKK79TCPaM6q3tPvMa+J2gprHmb6FD5OY94QHQIVaz5S9cmGxRs7wC343NtL2DoKC6vliJ5Bq+pElH7IqIEnfvBpNlrsgUM14hFZ6kKsq8npYlAwv92V+b4j54eHn+oQVjJeYRVgC4hVbvw4+3TQL2lNY1q5+9ZjjeE3KaviYiz3REweHZ0a4bnJZ7dda/iyCOqpqD5a3IQYZm97ZmN+Z/ibZlZ8/qG/sSnmfmXTN55uZ1K3vp92fgl/9WpyN36BXMJzu/wDE/wBfiNykdRhvhfSo7K6J86qJC8/k8EV9yfiOWW7e6X384jT6j3H9Q8NKD7zDDzmO+z+hn38/ceJw+6fdyT+UdrvK2vf4l95jTlr9plEDCccxvgexxL4cu/c/pjh95T4PwT/V5l7+kx/zZT7l/EM/GJ2ELPkxAa8P6zHMbdu/6qjsd49jH9zS/wA105uL2ocStMPguV+BKQnVsAGps2fJDFUrts94lt1d/bUNQxGpVvfxOf1NLOPz047TGocdcan5Ieei81gjDfxOIVKldOJXXcdnRj6SVmH8IsZvmbaQOvcY92N2ZdxTZWfWhRLfw65mXunOBDPn6+jxs0o/2Qcd+hnxkVSu3L0BAMh0bjWHSg89+id2VHmeurQOWpdu17pTVxA5lFxKAkBXljt7OpYHKoMisL4f5lfoLc/GKh94id/R4qgxHEbTM/E5igltLfZ11/Nhiaf+tw2KuHoF1C1S5lf+zsGJd33iznmLRL7Tdfaf3L+nEpQn47ROdJSGNED5qH2l3eqypjEFXn+SeT6c7/l3ZXPaIoLO6zxEIktu/wCYLS3fsk03dSi0b/6YHQd+i1+SI1K9XgfgIS3T/wCMTm/pLgDmexjYblVW1dlq5XK1Uv5YF/tLU/4qHRBy10/UWZhSNShKBHY9oqckMO6bN71Lu3xv3+YbiJvzKdMuG48NN6uHEd+0IgsrBvSKIzjZ5hVkLSZ0fRhmQXamNTR4na5nsPcmSOtTTZ/Gj9QmW+15f6gADoA7QqIbaPhG8qskmVlCOAzn+9ePDCjCIbI11cGLxY1RaP3KNY1TQIIWa5fPeam/fpm+0zDcN/OpVsTNdLCPvO03Cvnpy8eYr4mOId/qQ68QhPbmbZc3PiHiNTgg77TjqbzGcyu0P7wJ7MUNFE+/vMHHWZcuiazcvIW6Aha+jQ8yjACsxmHWLgavHnpdK1sDfzLDW2weZVgjPYdTZeuYqYdTVZx1a4u5s9pWg8qlSBDdzs6IrI1x89BSxvaUrVZ7Sm6rW+lvBdzZDz2CZinl0RVJT29Cq5jRKN8dveFWXrmVlA0b/SBULyTHA3nhOW+OpnW1A0A8URxfOZSTk2Gmakdw47Rr5VZ7eOpKYlb89ulfdbJfacR6yfQR2naZq+O8VtX0Bbrjf8NB5nYGys+hLV2r4JemaC40tTUzB5l3e4pZVzD9wo33sil/f4mOI3KupWgl9p27Q0/aGoS1dy1zOf3L3BZbHWJqfuJ9JuYsX4IG7+nQ65viP0jqWD36f4m5uX5lZ+YrqfnmKwV8VHX5mCu8bZVf1Of1Fal4nGI78zPn2gu+nLwS6jz3g/CZ4l0dMqh3lYgQn3nM/U1BXQx+5zfePMtmv3Lmt/Mdu3XxXvOYSuvPvC6nDMf30XNeJkGNd/iaOhvozm+ehCNmD8ntL0OErmomTuulYvic1O6hAMMj3iVatepPv2v0Ypu/HTAAF2/UP3NUo4hIL29nS3jntL8Dt6Erm+n1fZmKJOTawsWq8PW3RZ1OBYUd33nMSrVrt6Gdm+GvQET1RZKggt/7hqnvLXcxXnv1SCcRIpty8XGLYrIVRcV7sABB7iF/V7Tp2KbX0VyjIO3SuC+DzNUFlnecB7B04iJiyrmvnqKTlUV/Pd/Am8KiGz7gnBk5O/6gu4tXiUK25vaCkxrCdp+MWvMPrzDMWNPvMTExCp+JxDvz1vrZrrU4moXmYm6TiOLl8On7mZx6Gqmox01PPnM4r5hvc54mGeI2wR+kvPxuDm5ljfmEOnEqieCF36MVNJn6zv19+vENx4JxHx0q5xExMcSo6JUPr1cZmpnUTpzM3cX/ANhrM4hqc9O9TXTxMnaBYnfRK8VAfuZ6ch3V6Pu89ClF4Ny1cBZLjV4uuqL6AcOmK00F8EEaUvdS+0O1qPFs29BoJw3Lbghl37+j6zj7HPb7QURNmYqqvMToq3iAuCZN9KDuLOo0lXTdSxQNHz7S5lCxokVpCrdfxX2lXVczn9793RTvAPMBJQyJHrE2vQU0p7TgOxYUF3m9R3hucfwNpG0mEgMDvPvSdPfzy8V0ErVPULnsmIm3wdLQN8nAd2OEXtcurbgivTiFEVlmnG5xDSPL5xMeZnf3nPbrkZ79NzmXlPp0X9Z7R/E3A8yo6hqcdMQldTpx05njpqcTAzvNOJ90x/u8Nz4xKxcLxLmF3O/RzPMzNTvXR8dNwjGcm4wmJjpucVKjnx0de0JrP0nj7Qh14m2eWPFfMzLXLma/2peJXRnE/wAxba4mP6mYk3qbZuU+NenYE0ur6fPD29uhakG+z26U/wB9EVNfEovbaztMTN7Ym8LDgKiJvnJ0BWjcp+m+tJkWMIdPcdGKFBu3Mxkt7HbKVIfIjRbPTxxZ5CZyg733gGg06ACmQz4nYt13Ssb62/TqFG2q+r00vVJjV8u/iW1VtduiVXnP8AgkONI5G3atQ67CwlLeOHH8VtVeO3QUbNzGFM68/wBTKG8UeZ/7KI7h7mpk8+feEx/cxU/E5m2PTR85nL2mPM7vMpue0OmL6YvozcPt0Jw+huiPT+pxDpRvrXTTzL+kMHQ5enFs49+jqM+s9pz056ZjHo3D/k1M16HHTn+DmXM/Wcz4zO8r6zcvqbjM46NVrMuItdGZQWniOxoUViOuGC8+igd2YYIit4gm649IWjWuhcKbmZVTZDdUYbuFNCucdM3CheYFAwrVx7g+iFg7tT8/weiqYq3kxdjp9vUcamMKg9m4fAABCIDhvz/IpQ2N90t6FXnUwDNu4LDt/HmaJnsIK9O5djPHF4/gQo3l2deYArU7xL9n1CObMlHvN1i5oStwxqY+fMP+IN9GPtM2feM5/Epz+Jz7Fsee02/PtP8A2ZzX0h9+ZffpiFziExX5mIVXQ7zFQOlTxAvshdj6Me0zUzc9vj0vSp/ic5nMOZx+emrjdTiErEs/rpWYw7z56OKnCztvoUczvUJj+o9K+2Y8eYw3OPTpZx04z070dcMa1HB8xmJxPeVNd6mmvRW9naurGOIpXRAejmHvUw9OK5vobW12i7B7X1UC1ilTCYmh7PMe9UMy7+jxHRS6bplzQtwdOJcVs4Sj4QXEMGFr7dRYyTX9IAtKZXvL+5HwiDUWq5JivPSg7ujQv10tuwvogBTDr1hbUtDTsqJvzsoIXYf4DBv4irV8a/j9/mD5VLnQ0U55Ov8AoFg3TuLuue0r/kLvHxBurqyHFT9T+46lUSi5zmH1jx94961Cm4pWXUD58zsm7aYamcsCbalSqhDVTy/ENpz1/LcyT/EFd9PE+8YE4m536Yn/AJPf0ffo8TiYbJvczZHcqFRrt7TxMT9o/SE5hXSu8DF9pwfeZqU4myvrGt9befRzUMZ4neb/AF0HX3g86mNzf7i78TM4jENbmm55oI0f4Fq6wjPKTklpw4eP4Meqe2uINBlp6Ku1ffoqlFwNBsFvbpgh4HvOXgrgswUB80RltU9AVC8KBcRPIhVFLrt5uKm+0W1Yq29MKzd+owj2zNTAKK6KALg0ekrmAvR67VqdD49OcV5/+etPagN++pfP0IsKLuDylt5+IeIdfH0j/wCTgG/EzjxMBfPaY4nbjv1uz2ajp3jf9xup5gZlQhV9HtLqiXllu2cRX+pWZx5l4XOJzc8IttVvno76c4m+vv1Jg1FgnMq2tdo6hmu8P/JzfV1Hic4hz5n+zCXmcwj45lHPzKjmLP46Y/7OT7PTicQm8Qn7lPTE4manaEr7zPX8Gpl9v4GaO3amRbNj1YWgb7oKqi0ERDsaZtDVEJy2wfLoOnqv382e7HAg1w6lFobz+uiWaLjEw9m1XmJzzEjir3m4xw7XlNu789Ekr1h8yhRiw2lK/QIuud+iqwA6hLcfUt4PV7EZ62mZ59okxLT3hb6sMGrUe389BfCjoF/H8PeU2/uBszySlzj4nN88zm+Yd4RvorT3nDfM24nvDlgKgXLar4INeZ+UtFlKqj7TmpdYJa/HS8Q3HftPB9YNL9GJ5juVWXcp5zMJZHB7wyQjO1dPLHYkfEOnOpmZqUahqZ195kmWo5Mbnv0ex15xuM5hfzMztiFzzNunCc+Z/me3Qyt6mvaMq83ic0T9TXXic30Yxyx1+JxLmb94zNT++i49Y4QFIRXr7B7QkS93t7zu7U3GrtdU7xYb3PeGsnokG0X9uxVVcruFUVO8MTl+CUUby7JuVdwv7I7e7KK3ov7QC1wQSp2XeJ9rTt5YFMpt3h6sieR8RFqKrOYrf9u6OMMGm+0W23mVtfx/FvJXwhLldhLx45ePzGdVZhqGEe0VjQX2/jw5aYPbxFIct79cDI32/mpNie/8fskn6yd+8rc92pVpftEf7mct2Qg4Oif86fvUaxD/ABMb8x344hLuGW7qXfTz9IeJWbNdof46d+YtTNZhfM5/MxN4Gp2nvCIxUMZ4maZha+Zx3nHxL+kNYzXeFPOJeqlZmLnB3hxH6OjHvCqnt2mdQ/x1YTMz9Iu4GfE1NfmGUnL+ZqrmJniVXTVk5+JUZvcPec2fPXjzOJz08y4p9ZalTM9je+jGVHcx6eXt6c6FOjoffdfvk46aPmcvu+hgH7U9bp/J+T/4Ac/xMPUfcn2H+B9Cb/d0zb3jr5h+Uf1DU5jDuMbw3j+cOPfrunKGp2+YcT8nU4mr3miEOnPTaaHv0u0dw7+IbfM/ScTvNuhCOyO5zDc5deZzhvo7R3DbNGGiMHHRyejk66Mdx/UNE/uGkeIaj0Gczb0cs5j94/ucw1Dad+nM46DP/8QAKRABAAICAgICAgIDAQEBAQAAAQARITFBURBhcYEgkaGxMMHR8OHxQP/aAAgBAQABPxAMRAq6uHVz3szlREi1WBU4e4WeZtgjHbmfYIvL8XX1obEzLOGfw+E1DpfvFQIRYSsOb0IPE/qrER86FeLCdxgtB9MTfwgCWjOoqKdZIQnPkBj+AjpjvE9q5/OQSz/DZ34U4UYSnOu2Ek0FfH5Dxz21X9HjNdfo/HLs66XBIoNG3yKRxmm7dvhWDA9EYjrGdUSlOmvwJVMbK6jXH3OSVtNQIN/fi8VOefSKqKrdWQKJlzZAULpn1jH07Bpr/wDgM/QleB2MBdC848olIun8H28nfXcHqkfMY/FSFMq1RcNwOeYDu/ItX4cV1KoKJT8vhtVUQXVPf+DChaFBeiWn2L15ZuorObR3Jz8tRnyHoV4dLf8ARA6AEFOHEVVcqqs1TeHdHbAy4mh+sPF7JniLQA9ngSKugr/DxinviBWq3/CsS2C9W9wJiaWB1e8JBKGJ9seALK0rp4MMbW0q4gguhcxfAZ/wRVt5qZfSj7lpAqLl6HmvyICGiN07/wD5lppt/wBHg3LugXx+L17dmMR01OEWtJhohJhFsjJdfUC0sUlawkbULS/KEziu2ScG5eniAosYrq0y81LjtByJwiPxDiuKRtupRj3EDbX1DnxTlWNXF0DqtI/66TYfQBOL1kb7FRBtpSr+25RHrV7FD6nfXuCqaNWcxJOQVl25JbL7Sj9/PKBaZ21bHbbSZVnVT+1H7BGHMyLP7sZ/uIxJKtAT4o/wY5sLz8TjB7lomvtr4/BKSYq8d1R3Inbvl5JgNFP6RmfCtYFBu/HlJ7KgdK59GGNKfDmFKZr3KClE/SNCg30/iljBGlDqF2n0HTFhBGd8F+4fSR8oCNIUtRRAMhd91MEHoHdrmEGZDBRR44+BTl2/gCBsBBbQVDdtjxW4G8aedBXTr7/C+1FPxCEG3kgNSGWuEGZXL1h2R38tgOyAI2Ciy+fFvVtpzbmEd2VHlc+RpHGG4jg1a0Y6+Zf8YZBXIESkzuNET3gA55p8JZBsuTqI0TOR+4GVGuGdvf5JUsqm3cpWgV6DylWi1D2S5Qt4HoRHQQu4cT/HhwSuAtu/hGASpxJzCmTwq8eoGtUeRFEBiXAV1A6BGjJAK/Q4IazwJkPUzcp5OX4gKKJj8Sly17gGlh7Zc3ltZStNP59+P58whiEoz1Nq958Mc3u1XEdkTsccpmE5OSNMh6eph+DjwfPj0h/jFW1wug5WPuviHf8AiAK0vg+pnReeh7/Cmr4gUBaqD3NbM+JyRE2xXo9zQbKOz4gaD4CXR0lnTph6MZovHMJ6RH1/9jx587VKDHVieLm+rBydP4Op8KKrOmf1y8QNN/IS2OKTjxPBfbqN0I0SwdAg69/80EPKQuvUxYacnqCWGHN7UpFd8OGaU4cuIy7c4Xt4xrk0sn4DMqtbklFpMG+yowpS0ev8ee3yFZ8HH26XwCIgSx2sY0LaFWwmxRLR2EYU4WjiWk1bzOFhGALRAOg0R/seax4SKEU2OjxYXX4w+33+S0QirU6CMGAO4vhiOqUX2ZnxPCyBRsUezwKtHQWz0/kqKZoo9WjTtmET2RC7y0Up4KVr7n6TNQ9WqlY6SKuAapt+fysO/HjBX470hglCFAlizuoKEgI1h5GeU8hcS2gX0KET0/mULWnzEXwcqCAMUnT2685qh/pAiVF4Mi+H/grjX2CBfT6twEm4X5PInKl2gEqOGjllRxHx6H2gAFMA2xALgJs8Ku7e1nzEkU3nfbHqLfboEurcFHqZFZOH8mFrsPPtNYheQoPPt8IVC3CepYWS9xCaB5fCmV2iHKPfe9vjL+RVl5I0rWDggHGeiA8cf4BmsD6h5ig9tgWbV7V/xFU+tD5TRV5a4rxagzof0RoIBT30x3CynI7GcX5str8McKq268JZKNq+DEIpI33emBtXXTCCIEgOT8HwZJZfJAVAyrQe4jVa27cYfANIUBy+EXSCLktJCNqDKw/2bYgQnEP6MIbRf5u+jzXrqDT5zMsfaYXmhupe4tJw+hLu72t/8ExY8+X+u/8AKxLFNA28RSsttZCTnAs+6mr/AATQjAmmEu4bJx4Eu1BDh7i1LaxDS9pT/hYqx6B7Y8dgmQ9zYPypmBqGLjO/uWLjbE18JXcQAcLpIUAdK0EUI9TsMZjkQrbaYv2/k3Ge1cZKGhdCrOoKlrly/P8AkwdHjUZczOOnwZDZ/wDJxhmANMFAkxiHYxNZ9snkQ4WfiFCiil/r8qaumu/zfQSmXedUS1DAJPQSrCTq7DYuTex39E8N+pft9SiEa7SMyhBufb2iqaxA5chKaxZN/wAsOLlBGAhmyKf7agXnb1fuBDQ6rgf8FpEnJiFuSGmU8abJSq0sDIQlr0Ov32UhfHjSt4WjtlguqfR5r8AqLu/7ysAnIZlgoYo/wgfg2WJqwp9piVeeADvEeRT1vr8RFBXePFvZScHuAZkgOPTCrLyckciB7O58DJEFo4O38BHopdB3ACVCnZ7hFMfJB0tquGEoWjav2nMcyID3W48C6NUJ5rLqCzg6goiYRsfcwg2i5rrxThrinPyImhgR3XAICNo95e+BEtArSHV9pGzl89AS2fQaOjoEItVrg7hAeuF/RGqMaJNuXdRqovMPWm4E3qlfTxEihZ/sU9PgqgsH/byeooNcP+hw/gm2EIq3RVX2D+SUgBRafojOIuCmSXPjaQ7BgfuOJbGqvcYm0tzliBS6NWoxW1ca9EWUZEcHx4Eei016MYqitg4la0qrLo6IAx8UwUtdWYAe2CwatU1rxX/zly/BYDlZx4KsTahcajG6WvmGpPMzfEFGzHXgBAFu2H5PIO4j2IMmAXbk/Ey0C3prj/MSHYRKTlKQixeA0ejyEcdF49+BkIXhp/AQGy7Mf47oltcng8tL0eiNLLDuP8OD2iL7Jmuuxl5o2xolS5icvIQ6qGXV3kgcB0PKAEGhcHx4AKqD3EUB2qixgpX0AUlDQtA1Z+WiZdZPAQBC2rY7QFbxyRVq3WCDJ+HxaxUXOBFeQeGWwo3fuMhiBuqz1Pp9xhSwXPR/CtpsiEm1bI6zLnzXvwVgBURW78of2i2zTMzlLp01p/w0KBKsy1H7LPUx3MHLtFu/d/inbUlKdeBnZGKB1AUSvHTy8b2de+h8LAwSc+P96IdkqrLLomsHHMOkQtAQLcVxErkJlXwZKdJTM8DVLle7IywD0PyFGx/HY66P7fv46uj4CAgDFb8TcgyCfw/hZd9vvlhPr8LaoWt1x4WByt3VcVAUAU6DcHRgfdcRc1uxBBGaHs+ayqBZZoHnqwEwC6sJ7fIOqOrx5rOeo/iIbY1n+yYbZpJg+H/DySG7j9eSwhU13npi6p6jNViv9kFEUjwm4m9rK3+YB4rr+iedZsv0/IIETC3H4XYfB/jBaDaB94hPMvoC/wAUFKKVckQiYlGaREQiJhHZ+BR0Mt3z/moGw0pFwrFawgNllAaDoiAB5HkmRwuz0i3ai9RBLNJBur8M3PA7fyOGZMrt1Hx+PLscA03AedeBH7XcKqj+12+OLzXfEw7qmXt5pKnsvYfBEEVUPUdgawW+DJibK5Y9njOlmmDdxsY0orGMsJifnxKzW0mDEO4BaphevcKAbUz8+KEWwBQKWVEAkV1ePw1Gt3Sm0A7fidFxWdf9/wAUb40FlfF8LYVwn81IIgyJHJUpbTtf8FYi225eXzQl34NzFAUynh7i6bzbrt0j1mci18iwq0r5ib+e48WA1XW0u/A7EUYNanPh6DoIMWTjMfN/hcKp/GOIZFHwQ0EyvOm/uS2InUfrgA6Alk/koaJgQkvmYSUFYaQsbACYgIaIvt4BUfBUPytX4RMsQ02/ksVcvrbCJVEaXADmNm4tLTPB4D9mz9AWMFYpUyPYU0ninU+QiW5fZt4CsUFNp6hElu14BARHIVJ6SVQgi2I3dAZeeiT3JUACMFaYBQAqaDa6oJmLtIUA9q1JyOyd2w4tF4nWMyUtVR3QWKhxYUHapCBKYV8CM6pZMCL5daW54YoD+Qpesqr8BMX6acfzGMX7gfkJHeiDX+IsFXpMSfxQ74IJt7qegniJ/wC2I6Jj8c7hrP3Vsf4qkT4dUNfAM5hXfErSojUA/wDMDZ0Xwf8ASzP4B4VbFxphY/a5hFft4jsVGOX6hoHpGkfxBUdUEj03S9wtL+6sjxnoDP4IgpoLHpWBgLHCt9iiM98fdXvwMEFoBOxJWE9Kyj4Ay+Kougya/f6l4OW4nqjRZVK2/wCqTLRtzfXJl1JrnO/MrzNYADtWp4GP5xFzcNeUVUjppywKlnH910uo5jOkb5Burxk/+3OIjVfZfGcRKRQKR6RpGMdRp0MKlTERbZu6l6lhVTncUA/kLU9BeOdtTPvuKuSgs+7Aw2uzWfSy8JhZWMXtbarlorRHRmsAB2qSV71VsZ5lPMKkZot5iReUFj0rBKQdgj9CQsQLM+8R8Fu2PseDBftadkMY2kyquUgBML/SEbxPW9/gS00QUCXgrB63LJXsckWOi1v7WZP9VauyVu/Vn6AOfOL+3eo7orR4qJlphzL64Yq/VH8A+JyifAFZxSiAFFApHpHJ5HJYACvyBrBSSWLaasCMCJB+YVe/SKFF2X4SIbvF9xHdptqEUvqXN1F04PDabI3fZqZh8bYjkbyjBLJilAAChTxdW0TLkOIAkIHmAECgWlaPbCKAA0DTMXnXMNllybTYli6Z+6be2XSdSMGevp82rW9s6+PH/rdRivcQ53PzNwcFhMXuAYLRbUTtZn83+uIDOY+1sfAas0hHiwCTDKElsJPkQx9KdO10Y35YPWvEubbCe+yLFjReluP3fxY/5yNO2Qh97H7Y1K9oRjy5QPsJUf6hp+h77Jb2QYh2a93TFjUv9WNnxG7H/wCeH/1bkYiN9NeDt9I6xJ05WZOIiQu5py4FHlOxT+mJi39E0Szx/dBW0o+1x4gf0sHfiy35al8b9gjdsWQpgA/Y2gshc0h90sZojoqz9cEJiI/aeEaNYGplxT8JP/M6kwyGkrfFg8L/AE8w9DH8p/v8T+xv+VQ/JdUKyiABEIZbFZStkh4SD7fxz6oXrZfRDKp0dCiYevQf/rGPF4V9+MP/AFYfiev9eFbwNTrzJMy0SkGER6fF59n/AOjEzVW11bX614bz0pUSxN3ZP8Ra8z3opn6BzK4v1ZW/uIhgbBxpca1ujMw3m65lkGU8R7gKmUPJ2eU/+7U8UOpB/Kb8cC+AYgQLA5PEcIHgyOMW7Lf+2KzVvL/4QibjxmIWrU+v0+dSEMfOhIF0WI47vfjaZVY6eiYzp/5lP/g3hohl0MY36XMfRK7hlkInkcxQUpYGq7BDCEL6DWs0sOfso0/Wovsi41t0BpHygrdznIkvlZ6H7lS2eBM/kR5KqQTXzjDpR2BGgO1cHhfwnvQn0w0zkGb6U58KFBXTE2Fg7IzVHtwwvwzEvf6B/wCfDA9TPIcffDfrKcAXbDC9XGWAuKi6+x6i1a24AjwEXqCoB1VzwyCIBK8+AMtdtLK6xTXXXhEi+4rcdIVDZMo39GvACCgtHHtno7tr68AANgYfh5jWFQ5lsCMaRMBSlnxLKl/OkRimv7tSwN6+2sX6ajblRJ2OA/h/43XgZ8Clx0+pWQbFNdeDn8n8N/IP7PBbH0/gPN6qfcmoFVAwF/ABF+Wq08JUR8C2LX0NMr2NCavj1SFkQXtqT5tnwz/1+s+xOsSyiz9KZUAExGZsD5XeCrC3zsOpUDrKdo4fEH/N/wBwef8Ay+4+x/BX/FCdvmf+l1GZmwg/pl2cLMd99Soeec4S18CV2eBTSk/9zr/DfV0rRoYJYPZmjbwwJRaDGmrcMEwYTW6NimsPkwj1ERVb1AAYP845Ql0dpX/PkS3YPt219lkoFodqMfxQPPn+L8GT/wAaPL9/6HUSiCQXWYfTEm1wIsbrKg98D8qCYIOXAFPFxVWle18gANt+PFGMnJfX4f8AndedK5HLX4KqIPsGRI/4rH3wTqba2G5skpBwI+eh6m9fZP8AZ/tFj6IRqL6bWKo7qpZf/d7THsEeDxeFw9p/iRtl6lsDoEgX4iR/8GYRd9i6+gYRmKRUjgrV9qDGHzK2f0+RaSUiy/8AY6hdmsfpjZZnBY5rz/5fc1/8m8KSFgTgYHCeDsCBGOxt19phJaV2xLUui34mFJ76/wDxStHOfDlx6jydgaSG2qjuP+ZGzaKvHH7Rusp2Jh0WsOwmhBFes8iyusKaO+zw/U0smekZ3BUdlQGVbYvdTBXsvpUSoti89eLRUndafZ5FCA0Tk8uEs+m5V0DlocwUwHIlMuRVDIuX0gtQrqCqXVF76E0/1BxD8MhMTb3H3ThPSfhh/wCDEUNf/NPvYiQ840KlEzHSs6/u8eX/AKvX8GCxSNDRZuf+t0/Hw7nE/ct/VP0b/j8H/XDAML/C32MPnZ8M/wDb6yvNs7oh4imSg/uXvNmqRqURF982L9IcAAlf8+idrJHgCjKGbi2oe3G2NXn/AMvuBcO++ChoQt1N3dr/AHIdUEUn7X+f/o9Y7fM/9Lrw352/jKSs0l8TUh+6YKwB4qJLu6ebP/s6ld+AV3s6S/8A104Ud28W2fxDATKIhKs+wNEyRrXG+PlQWUJx19nJ7IpHVSlH2OEzT51Xs8QiANtKE9eARUAuVgD5YLNFO8zGt6fwSTroq75LqVXKwLO4QX545a1ePw4IJVq3z/EwzUPCL2MS5CJ7YH2aSIVLlccz8/sdfsgL5o/77jkqxwOocvC1a/FRMwKLyCDntisgLCf/AJOVbxVj+pvDMvjRN0jQixp34/8AH6h21bTQr0Q//VSWjVVbPJ8QykXSLw9nhTwocv8ArBuGorvynybJW63sIuUttv8AMv1KCnssqyrBqFvwt8PFQrSshwvqGzO18IIioKab58W+GVlHD/KTKWmXS+IZTZGWnkCoABUoNr6g816iQHzaGtF+c/8AH8KDFuG7tRhZdTsZ5by6rP3l0O07B8gEJfn5n/xO8DRhlWXk66y8RGlD4NHtZ/KYEqpZLTSytIfUcBgJg5Q9UAMFR99acdcvhjUFv3Oj5KiMpbeo6HoUEp9C0eECpeljpbdMZqjsVr0EEWFnJFVasNQV2YPlm0QUL15EMGkPgpEErUFapW2mHW7mLEBdlS6Ghrhh0TgXsSQax4plXyRSlk76iUodgTWyCoZffgVZUMdbUoRRhVjp/PL7/rApgUieWtnH9PhxQ1+pv+U2TqNkWp56v5VR/Kp/Lp+yfRa9YqJRlZprGI3aAZLdvqPGoT3WGCvxS9NfVL3c/pC7pD4a/nCP2Wq2BpHzW+vkyRiPNy4+/Lp8xGKsLGvVHSWDnq0i8CN20vBB4hr5H0gl/MXNhbg1GOXNcMDLEAuei6hD6JdlekFGMP8A25gLQ7ol4lIAO/H/AJfcP7srhkmCz/oSOGgP5QRCi1q/C2OM7fM/9LrwCw/HU8ZoregtnOFR8KSKo1b0+lmiUfY7pw5VwIqjwJAWUGHA0KPxBZZjQfQeY4+mF/U8KICUBO2MZ1alr/pJGqBicKyfSQ3w9bBvCNR03B4yqF6XUxpfzuFAVzF8WPyuZGG+RQ8MrpjX9V72i/UKwbQAdl+ASw2fRiP/AEaS79v1EDFN+w8/xXgvvYah00A/qBPLo4Ha4q4aXZC3nCrWNlOoDkGuwjqFDdhPiuG7UfUf7HlWar3Q5QamNbcZPw6hS+nTisR2fw1hc2SxlWusF3+pT2f64p26Sg2qivAaKendzEjgQthNUGHu3ivBrm0rRGIW/GzA86p3XHsmysYPQ0C/oCVei90zH/UyHZLvhOyUpVretevUDCu1SriWqmymyGm3zO5GnYA93ljYtpm0nI5iDG4fYRm59h9OIyiKbQ9w0o4QFdHl8ZSQrPAti8QRr1f9LFQV5hb/AKhfLXXo69AAPwWbkylILrwceUeqhCdQwB5reBX0MohAI4R19jAmwU0ln1tH+bQG6fZdR/mjTicyDVFTDsxX92MJJWWLuzXimq1dejx8bW3fF/CIgLVoiURpb1BhMcpKHyN7QQceQI/ZhYmfoczKzXvaCcBwaItgittv6hipbmqDhHUBgVfXgVsMFMpLSN7uawIramROojhbzpZRdLJT8deWMKsHQw6mEQZbaCC4wVdvL+480sSfJaQbEbhAa1H0IsAewX+TWRopajg7uYoK5Y0OYyb17n/jdeXqna7SDj34XAhNw4zC6Vro+WWABbx6D8rR2+o49jcUUNPsS/1FzTqn31zDKHroU9Z20f8A84RUVZqA2q8rysvdlXhoR35EUo24ImMIH5kKUnu4E2ba2ageq7Ui8vZBWvQVX3Q0eFkYtgNZfa5xUk50e0p/43cMKglUCcFFOQMZ8f8Al9wiZ9NC6Zz5V77i6SyNABlJkT86TtA9hfLQ7kScr/ql4wupuyujoQzbQzfMvT42lgoO/H/udSL1wEKGvImavrjUCQbK/qXdDqAyh+E/BujzYDBKBg/yimjfWnH7Mu0lViPxwDizh/4DKxdFd3dAijV4jmoQJJ1m34AcpffwMxf+8fd0T4Gj6+GW3YPaQjMjmeehhfBsem6hM+K0VWNFcn+mJT8YXNHnx+j4cB5875fnw/DFF+/wMzCnxLplvm8VcxFjPYYDh49/aa7dXEKFMDF2fHMrQr4vTlRBpN3Xp7+bn/ndS2eJVDFi3Dfft+HfTU+1VihSxrSeWmpPeeX0TLqjtvuF5/ON8fEHlgnbrgALhGfd7Y3b3m4MEg0jfglwAcDiPymFeQWsYSBleper4g2DtyWjm6wW0Ki9pl9yg4tkefAgcvGRc+0ey0dKG8Q8RQIciZI2kTmLdX/ZwnyaWqe1ssBQG0B8wp8VHZXlR7V3Oig8VxtfTGNN70bahyeR8ueKWcaJLDGEpT5wqhIwXqfWUMzNde+VeSd0w9/D8qXnTlP8pZ89eL3Tz/5vSO3yxYvPy74IWH+4vULQ5WZtXhl7rDkAtpXiGclVXT5fGK99S1tWU0pYaWEdFKpz8xf2dxIBUAVcBzCWdmzuWu1xL+3jCxXVRhqmFs7JkDiBdXIlGFtbJ2ReLmZTgIRlhBLdGpvX7IC9TAN85jdfcGzhXBGIfhwMihOHyi/jY7EHy9wcJ+C5Qt0CVt7Tj96GmUHnHVCA2dna+RGoFJb7iAVQ04C4GO+HmvEr/os9sputpHg3pM76GpJzUEX8esKiwLIBJ1f/AGawJ+smz6/DdNb4hLRqmAB1LZZ2tUEs1pgZbQPwjFdZgVn/AOFBTjp5dhzHTByS139SaWCjkwGs0HUfqTa5YbWN1iM5K3kiPlm//biMbzVad+TQATHgAvhP/wBuN4+LFXunHP8AM6Ny/dq9s5rtXlVyMzdo9n7fCxGOAL2kA/Z+REZkyjXHBIOv2wq+wSXJ9EpKS8oNU1M0G1t8/MdymU6+DnS26hNhBUAwECXn4fIo6JRGiFnjd/2JVj0hK7A5I4pGOg7Y/ap0oFPt8ysGLaCRwVk4aghwAdvD5O100c0wg3mR1mO3MTdULqBUYf6SMV86QaR1GoNIxvc6R+/LqEOK6wBHiF1HnsZ4QnOF2PUtqrp1x+teAVaAf9ncWfVp34TDDFTh9EyeoIx8oCFU9SAvJmew+/8AadM5oEiKdMbYS/WrxX9G5P7fCTszI3atrysXSiA4XHpJELutHBVotVAXyUrC+ks+kxKpVtc4YgADSswDyE3wW1s9lwA89cr7LJeHqoTAaPcnqS/IM26PuiZeyKwmPCqGnw7MYmBIaVw9ifg+iBRa69LlLcq4uJvQNN3Cf/t+Fnufv/adFhZwzAqBtwRENDCQ56R8oo1mXJI6ibBaCJhHsSIxsDi/ijKwVdounkoBQUhvez0/gwZ0MvoRmbP6YHWh26QK9sLrxtYXc6PizE7cx9wlJSrPUFt090dwWQcUGZpLp5QZSABotrMRKhGoH+zUvCC+5rqHMHhg6Q6SZIo2IqbViz4C6KihNlSyQunzaI10vAW6mDg5ax+4WVLPidMsILLpo9EphxcQprWaP8IiGVY9no/DXufruIFmh2qgjEBdvc/ghCFAceIwfRX8lkdjmKWpQOXZ/gzrim3TOJUm/thlIvDhT++MLaHwwEaQNHrxUolJR/luWYGjUzuF9Y85e+f5f8BmUia+/UY0BhfY/wAYtKP7E/lRKJRKIBmipfJlP7/e/moY7tA7YDDUXZYhxLRb25iQNqN07mHgxP1Mr9863nD3FwFHzLJfFYFzuLavbfgSh56Uxrrw0LEWdHgFQBV0G4iNIjyPjP1h13YSzRX9Z4FxE00fB12CAIqFGnmNIAB2y6ZGy8eCJ3zKtEPZHwBbZ+PAqfvh4C5zOiyquYQNNrglXNYGDZObtnL8sKUyrmtzLs+R2/4CyTkhq2my8P4JWoAW32fgTZ41xnzOH97l9fgYqjKc/PlQC8+FD26i4JbH+kAJeQckSTgNeCh3KSjF9ZC0j/8AUUKdRJKotXLHTtDhESOEm0RuCUXazF/AnLhS0wWGPotY4vq5eKLVzjtm19xlQvLa+HkX7y/CdPhoKx6ERMIjyfi7watf5DSiLT6lMRWs3rMagLVoPedkKJC+e1epZrJp6QeDyGjJXiLA4XCHUBJ7JhLotnex9J9ko2ocgXR2/mOWwA6JY+Ky7SzvU9nNBP2f4DjZouxYdp3DrE0Jpp2f4yV4t/nv5medm/Blz+Z/f4N0a+YTj5/xh0UK7a1P2H6QTkUF9DsgQNxmkOvzxZeoGLUKg/C+bwHQqx29v418dTpIRJRyv0niD8YlGmmY6XLKaWCOwvfuU2VAnEDm4Gs4O66g0sc5o68Y6Hjf1hNApaW8sQwRYBhJp+fCOz55qDlWL7GcYmqlfyhAQ3YOvtHHDWCr/FxCC2D7QUCAxmuC65/Egbt5raGmOSYp+YVb3bnwssZ4Yit/DItNEYOrnd8Y/ISsUX3FRQyCy/Xiq29s+n+C4yeKZz2mXk3ct1GWQDcXiLbfc+5l7YLT7+aUxTh8VcLZOfkgpKBiBzcfH7joBhZdEKCGud+ESK5ormZaik3bzBUYEcXtYqMFG8wsAq4jUBFK000/ECQd3RXvwmQkbLZ6PIuxg6eTAaMKVK+VVVbX8SyAtaDbKa2dXHg0QsRbRRMYb9NysXmuWAoq8QX67MKKAor3vcOB+FlgJSqa8IjjrB3Ytq9t0a8VwoY209S6TEZDOYoq4+AQiEDZuL1i55IcP14yl3z+3hpGEQOnvwmLAAq8GAI7pVZeGfv0zLlVe3/AgmQ8BFI0mH/E3kqOK0Mzdvyrwu+MfqcYQ+dyn1KoNs3x+xP31/cEW4F78UxtKb9nxDxWtqGDf14qCJsG6IiEthSeNWUfAeUgb6pO/cQW6F0N9GZc1PfgHOsTJ8P5+5c5BzCdfhUg14q44cx9+YT8PxMQoI8j4vjALuAXQvQROzWzxyHvLM/vKKtZSvU+IEsCPIxB3DzSZpnDlDqGZhPcEdbpfS9sPDhmtOoyD6h3qpevZnUuhx2dCWYjpTx0HihgVnWD8VOfF91RR6SyDAY4SeAVLnbdEMkQBsySovkcw9nsihG4B46r8hTIo+vChDgtt/ABzwdo+5WsBYh9QmfOLX6T/CoJKsBZfsh69lBR1Q8bBYnXPXi10mm75qC2wpWU+DdKrWWoAALVO/CXVgLDw2qAdNvgp6e6cAt/uwjL8LtTUKslXqH1LT128RxiCK76QaccOGN/A11INuHITwPaqJwG/FWBNBo+Yr7tLxLPGf8AAKtYdR3C+5+8xZBslh8qGUu2y2jqpflosgffmRr2wuwjRyvs4qHBYAVOEvxx2Ralnbrk78FEU0js6YFoYIKUw1yah8WLuJ12ZdKEds2yiwnOnW4gKeARDVbhUXoOpmIXRbDFAWnB1FDxW08C1XnEQA4UB4HgjqWhsByfMGHVFC+Rl/8A4FC0wF+p6/F8R2mII1e9apWlZgYbdLSdzuvyrd+p7G58icji47/8MwH/ABScAzDrR9UZ/bxMuKfrjF/Lz+AzAzUuHqkE1FOYpYtMhFXuAdIAaVxy+nlhroFTbyCIrIHngNAVxy+Aw+yEJPGUPJ2eWr76x/lbKtiq8r3jTWqPYgW9Vj1B5Pqe1OFsVW1V5XcvEEm7hhktWgPmZMwrGXENUjgq3gOPC4FGOfKJbW3wGgF7ouUulOgr8A9paSxiLYzccpZm88RkSzspZ9juC2PMK+qIlco1jHgXtInHkQnA/sK6hPg1QvMacVp6tiK0drn4MpVYyWlXxjxZBxDZsv8AUXVh2r+ZaYLQo9G0Gs0QIufo/FhpnHHoigFBq3Xx4GZc5L23r8Gxkkyh4OiCCe12VMBYe3XgMMAFcGjwoyu6mE9Mx4DAios5HqKuLns+kVJkFn9kSiKu2KgFE29xREJ63uA8LbzqdBMcDMXlgXJH7VT2yNehbTTJF7auyBbO+ViJ4xMAxu7/AFGhgF25PNNYqqMxVNmjUC67MTtowyqKfZ+IfSgAdHHBf4r8UZcu4yOzXgRjX9vtABBt7GEqgPAKQFJyRiEoOVpl5GIvN01E9aGjzwytv1zVPU48Bso2/BdRGUNQLcLDyqWh2tzcVZmpm61+ChEYhmHTEtRXkC7leuEWVXBxFWUMKz4CC3/1fURFHhpiNDTTp4fLAdfM+nhcAR5f4wAKdBtiKQUmxiAFAdKSohpWuk3eRW5/YwpMbkVP3PYomR9yrigz9DPvuBftJI5UZ2TZAVdS0onP3f3LY2qhgxIonnoPRPgPfwxAgS0LtfduWA0CmggR0ssvgnPf/ZWkYsKOq/qjyOGAoLo6L/OzGi7uBbYkOY8FfjWdmFTAUzfuAvwLmnBf3MEFNKd0+VOc0OS9mseMhLDl9q0xoUFThjmuB5PRClEJzZ4NCKX0+mo7aK6Py54XzN16mBa2z2qN1uui9Sm3AntlmYO/duhlYGpu3J2eMxR6EQBfEEVex4uPrB+0FArgfQ8B7KcijzF+LpEHaBGy6ia9BT9DLLiuV58Fd4viW0CuNfg8tVGCaGHmPp2/Z4etWqL1EQasafBQFLBydkNG2hWvtzFN3lfq59vxAgoFB6e2CUdgafwCJ0kt0QHMhoKSzSkfx4TEGc8yVcCl8yAAVp7NDBY4wt1wR4WQUX1NudVx3N5sbTEopBUqzRjEyyzcbO648NmoYOfYiCYFLavCIpCsGHCwoqXR+sSmowWdemIG0FHJbXLdzTlJhdwMK6Y8khanUdsAsFIOk7IOZwsCoQ0ILtNTXSCTw/NxVuQ7VoWHyxrtZ7rPgYdJfu8gW0UXOUuZ1v0GI2Dqc0likb6jr8UARJZfUF0Fy4ti4eGNvl+bgVd9vwyELK8O+h/DLgtXABERGloIQYUexPwcVbH4P8NgWA+Z7PCZMqCIiiztiiKhT5Kmq4/klz9wlqmdHwIIulth8igWTgobF/L5JsB6Aj9t9nwnE9onyfzcWwlO18JsCS/llMtqR9tq02yOt/Hyh0VD3j7ZdkUMwKPXixwFvo85VuI6+0qnPIyvbKxfgBMq5rcYKagQxTHxRWe8fFX/ANtH4Vl26HtipGQ1o7+X5A+ElqL5YcQFNj4PyVqy7bfFzKrG5wR25vO/xLN3IkOMdRbZ764o8qXvSvh4LU022Ue7joCaIYaftZmI2nt5yGXatwUNirfQ4vxTVp6/UQPELu/kKonR7fj8TJd9Ovz1sZNEtQFUNF4ImJDb6POPA9rin3hRSyVOUlo67jh+RNEUqQryFyQHa+yVmu4+YPsnbKuvco5TAIIBioYJQR9WQq7XniOVe28R7QYRXJmPGGnUfMIRAkBp9n4GDhvh/AvkMO+mezsIvUU0qyMI0Hkj4MHG9yvonHhARRYbGI7iD1M6heOVVwK7aPxpW7DB7iravh4hD+rJsN2vpev8ARFUShxAp2wISSEFr/Phc4R9LblUfXigD4Fh8Q6sZYLyLIjVeKvOBn2rc5xrw8UJ2fCU6Gu/yB3DAt/f5N51YdfiBWo7f9IPYPOmIsiWvAIA2GYB6dLLd5Y0cdCr0PgRpS8NT4H6zM9P68pFwUnVkDptYvBijXbnff5KUBQ2OfGYHbTPPohZHHH0+Kc2q5hIFgph+HyWCVFWzkkKJT3kishhhhu0zJXFiIiekxBeMgEwFSk/wgqiCCgpByTLwYN4Yv8AC9zK+d6ZQAWLTRfUzdPDroIKyRNLn8giKzbBk8XYb+SP1Tb7fyDfH6r7mau+WJQFgP1LgE17N2ysMa9bHMDcV0DL5a/AdqLo4O/NtrbCim0qu4k40frVnf5jcsq2T3FS37Bt54JxBTSg6EaSXgPwBdS1NldxvMuD5INbN9eAErts6+GgPfmrqnRhC7DLZCDfg2TmpjS1qo6fwNqoTGb/ABEFsvGCDYzAm3pmPFc18eF1VSlVWdPnG0VdsW0gqdnD+GQPUUtYwvrUaID1ZjNX+uT5aYSmIOg7lafKfh9jj8MnRhrtBpNlt4xYFZyQ+ot5qox0a7iKQRGkcJMmQ/2RQTbc/wBPPXpgAOgXqMp7LV5APKMmWhba8FIorkDo8H+NT0uO2rK+EcWjJgnY0X4BAArk5/G2qtrr8BhgVzkGVh2ewpO3GFQlF+/zcN5m0RAXkUr4vsQzL2Jv2CDAs44Y3X+3L4iI6PpjvzeWHKtx4rW6Z8qaA7uFahWQYcMkcupsKD9DvwWws/vTEiZteQOn4/AqAPZEtlxgP5Y5lE5vAggpQBzzSLCZQYV6/wAXY5SEVw/UKEBC5h5eV+glUzpFIZAtVwqzZ09wmylCy+fUSia+PX34MHK/7QUFh2xKU86hnxFqGX7b7NcET35FUnFYGCsTqPG4iJtZSsO31oaPf4ozItXfv8FDWrLW3z+SqXWMFRbBRW0580aNvtI1eNfXAKj4Fgj6DxUdLPPJEghhDCuICpVpX014PJ3Cr+iLUPTXwW85p4VVBKSqzplWiukdsxq6d34OefQQZaYfSeMsn8CdiWRi3LSno8JlgQ+zKLg9OvwC2kgcELt7eLdKdvH7agQS+EYvURUQUwF1+BLTJ8W8L2Rlyls8ByHkmaqUU/bFFwUdfiUuFruYehlTCwiOyd6s11H0Wp1K615LZ62A+LEpkWpfpe5ahD+mVPRuBj7kOFrr693vyWWzyjuRZ1QylkYxrkV0EfGPHJmMh68HAoZq+BgUHY01BkWLwN1KsnPbdQC7B2mCeCUPb3DLNYwkKOrRl4LeiBTebl336pBmztxEkuyRav6cWg3MSwvrsYHYBtnDVxA5aVdG7PmjuXXg00zo3asU/wB+aXQzI8O9ZO/ySyoO/ln85fmRUpbBVS7W38A5WaIf6ykr/CLSrY+r58gEagwO8uIWrf3IPXBgRXwgmIfE93E+/ukstbhkkAYuDXMOI3QS/uO6Llpn8V2ifxKljsmOwlZuDB9CYevALDXy/gQ51Wz/AJHkW9atSnDD6oh8kYljlzFQjbe7jGFbCnUKmmCrB9xUGhrNStQsiIrTjJ9oHS1Vwvfg4gaLbYoTsuWObKlDGtXmnKCMAiS6d+WSBC8q8VTg+Phz2fBFLqoA5evGUK6+PiK0o1thLOTtn+ocg1Gg8ssJIQ6ufEOxJDaY020jXSZp7eOIQDy5yOpx4BWjbAVvAmH48HeZ+yokGG4nA1nx8p5F4xAtnH5I0F1Lw4Y4Go9BiwPjqbkS/wDLx5G8eQ//AFWbO0gQ0pyl5qyIltX036jbC1PUcH4GeswSKpRUVPL4wKKN966mD8nlKMr51EVFX7lyFNxfovXgsi1tEHB5AIcoMFAKISi4wa1sgKJFJsYKa8KceBlPSnUwNgWWSmD9gW+jzZwd0tEQEqzvUeE4IquLOJqpUsZfflYyWiqLlqyV5NlDd/i/cMFwQEpl5ROXbM4Ts8sVcRFHhp+YWTjHjMCsMhCqe2It5xo9IEM5mjZ2eVIIKEUsVzmjnjxtVguPhBzBVt4YuRymnfa42FlmuGlS6ED3Qb9hPtQehgqX3bYC2EhuD2S8j7azMAdapw9RbQ5BAc9OxlN3/srYVGBHkVv2wpfhbAAVzPZ91eBAYS8frR2wK7vd109WRkG95R/IqNPDCsB2Ss3DHRC6F5ycQ+ReSUcA/EwRtt/k9vFxdxTFv1N1Xm0czFHs9czWN1j015FMij2RV2r5ZR0S6B5owfMcWuOevl4fcwlbL/HKLL/J9wuMJcbUgvTVkTyGNHqW/fmJnYCtnjHRBTYfD4JoGacvYiALEvJfmhngss/TEouVXyxHAPowHlIik9lRIRRaZV9xJOBk99wa9CzdUFUGS3+FR82ivFXFzYygqQ1PVSMQAC7BWehWJzFkylbHISiZUmFQfXoaZRZeA0ejxpzCz8WGbsjdLm2mBOOSlXySoqK017j9g1iV6hA+6MwR1y9ySZyzPDZ6YAL5OCHxzXupnJYQ5orsc/P4OPBScHgX76OWXdMO878YyfvhF8WOXztioHDYMZkA7BqUrQK8BKjrnGlHjD+XHozXEp0acNIRFClUnvyIXNW69EVSc3s2q/xaFlXk/ExbBb6IqQ4eH4QUVptHz4TqiY+zAkLja2T34p9gykaW1GHw+cpYUr4IBsQrtBZgWZF3Sx8MCjIrQRACDZBRHpsgMkJrRUtQbA/VlsAMb0hwzFNHCx5UQKCue/NIdODoJsGmwWRKybDY+pdq4NaApNvor10+MUVByhOlBdPb+ANqsVegLhgCChXo8QgCaRz4IQK06CP5zqNDsi3uAAVFBtYuO3VM+jwwk1taFQMgFBbot5icNdQ9xXl8FWBqW48LwN2x8rpCabw9QaYZ9OwS9cx6PQPRbMpCWi6ttOQQslz7PQkunYipPoAtv6JTrLbarOHFGAKWYxKtCmpwFZWCdhFLv0lVCqrkCNEM3w+xDHKgyZKdChZUcc96ajKcbKu3UA42x0zfZrCYXagK1VtwepYJIrYuUpa2bp8wIZa2u1SOK04wkRNiPT4Rn1L9nr8HRCO7i8RUCnLWZ38pf3KUotsDqWoFXF3USWS7rOzzgFh6P2mYyLDLUe0wzjzH+jwIKQFjABVBogus1T2z+WUfAC3jxlNd/pr7iQj/APYYkVK9vg6zmHLCKHAtHipc76kSZAugI3T4RkjctwrHSW1M71OZvHeIWW0A314SSxug9DwcAtJTCtALbfPcsJRWOX2mCnKDuNnXW2CABXT1CcCBfYOIubVXtbYCBTPomSdQe3acyn6YAULyXqG9Mb4guZ+7Zk4LCHP4qNrFFL7ia2sp/hrDGnMdMP2VIMZ3Q+SE83ZE2Y5aNdRpJAVWzPdygwYbYjrjcVjRbg88u3Dh7/AQyWpsiGV2A49R/I2u/wBzRCIA2HUSVqDLuCc05h49GIaEbJmvi4+zeoYyxsKGOeXweL1TwHcsF5/1vBN/LomHqNkEOz/5xCN2r8m/yQ4afHZ89Z8ZMFmgb/iCtpbCdTkKBMxe8fDD3ABMynvwCtGV0RACGx34vEdl8brUEBll5WcSjRT7KlisRCABjjy9lo0XoiU9+5aZMJqUqEe6vlgWgoW1cW5JK9u5WKXv9nEzNKh2xHjSuzwSwYn6QWmgdGtmK9+G3aoG6cQlA225UVVVVcq+OF0OB7hVT1e1mOlbhPpgHLExfBAplaja+GNcC9vd/CARlpidotWfiWa1NnIOplb05P8AU26t9GlhWfl8kQcJaOPgQ7uSO5xA33ZnNZ3zLwW8uni6uCNheS3HjmzRhuoQKgpH7VDcGNYrgL7YnT+rQEai4VOWZK0OoxNfBf8A0htqTd5f1ERpw+MvXziFl99MpMXhuNOw3V8ERUJhUuUBIQLyOUNpbiNokJOp2/3CFmUDAYHF2ZYJwMh/c9xRrX/z1LELsGz/AItDGYR+nHP3tI8YKJzYiGm2XQDBW9+1YwUUCQoo8C9x6ZYZPIolQA2M0HFpq6fOURCqXbjBt/A1Xb+V9EPvStK42Ecw09e/JsyqXyhqUBhVE1FZ9XBmwNfs7Jh9Z/uc+tw/QfA/CSDBkl4G5S8oUoMKuUy1db2EORoUt6IHqFlxun1Ai4A3I8Dn/wCtCJ2XYR+1iJa9ID2JiWd9q6YN7arHZCXoLLQIiVcsRsNajk8r2r8y5DJd3AtJh+o34hrMumvVZVnTULXROH3DGvTq9xjSsHPZmdTFkcPTcBBFei/nXnkuWm6gLUYz091LNiBdf9i34u14qLqXh28S8XazSCrjp/2gm64zEJQNeki5zuKFQbBs+YECsc9IPbO2cdxjECBtUQHQsENVBS0jwkVKZ2OpuQnocKgJKTsMOWV/ToQVq5746SIuVgi77QIiSx9rERMEx8vCKAVZZ4/8ENnPqBjwcGznPf8Ah0l+Vs6YReiie/iMvgMB3bw/FlxuYcNOJZ6XxCjn2qZGTwmVVcYrvxhbBmN4pvdC3FUBVDRwRl7HPZ7ItEiHn0+EQj1+/aHEyzECBQUNDoiVRo5alQET7+ARp1ct+oEVwWBglzM3etwUdEfgYVnKlLRHSbkD+syxkF/C1pTbvm9R0Gl6OrI5V1bcX6qwg53zSvv8RfRdsOLI31ZfqbvwCwWv+tw/ID0qo/4CCdxaU5iJ6R17gOxFThlcfLFiLtt5zEG7LMX/AKl66x9BuvNhJq9HfgA0jYJ4UELUNk/WO4jmRbl+Yrpdr+tkEE4XWCBN9tXbs8CKjLLx+2R3+zMq4FXLOwbEj3z09mJv3UswGsHPtA7s2HXshg3UOaAaqhjMGgN+GJzqO0I2XlYYoXo1Ot7r4MEOr73eG++4OpmqWIL1tkZb1kFMbCmJoCDvtCOwkoI6xGWJvHV4tWcHWvxBIEpoBavoiIAhtFJDKC0cscKCp/HlLXepfyhM7OyFjlEVHv26MC8lr4GVYZIA9/ZQaOqD2WiDWl3xmrW8MbkHj+yIB8PpRxl4TnXTBpsl9i56fTEFXQ2X76eM8mDTAkHS/lQXlhPEJXJXgUQUVt7lUUij14oHy53yIi6uBrpG5a+3ND9Ag+E4tlsApxsZXfMShADKuH1B4mkSvyE5TGgftiwVA0/rPUs8LAoNqGxGqap93LS1g+g4R8jBANE5ILQFulal4MLhkYtflX+VwYoMRhksRRw1xBtYDD+FFilTvMFwim3hCgj14T1oHJrBM29j/MpmugXQgLimvNW9GRywFDlKFqBc9Raffd+EA0NGw4lZKVvgvzHHBB6m+5jh+h/u/AtppMBdMyubwuDhDTv/ABZ6XuoLkOYraz4RT2eRA2MwQYkdsxWG3mKq5Gz0+GB1yIElaEE6cag7i6JzXuJWrmtQqCrOgjSCA63KxN5rPn5PFNi+RmVZ7QkeVdNpXhYQWzV5ZZjnzJbWvYEpHLv6DLUg3xHqWoDxr86zKHbfLtD32QoaExKc2ITO4haRmOa8KVTC3xqv1nSvNj5FBSJpNxVbW12+OWLarhLlucT5XMAPdFpfPnyp9HbCOxFEAJprO+YrUrGxqH54dIltX2Yq5VV2vgSVti6/cEc8Zq3fg62hNFXROQ5KXdQ6xt+0/UAfuZQTOG8I4n85vcEu8wpWZBvD2MEHVExYDllAG4Dm33Cly0dxZtUVmAqgqC0O2oOjZzpWSuCOXAIXnUPJB4bxO7tLa+93Lgm6eUGr7hEruPkOvB5cHL/REwqF7/8AuWpkVP3gfArGHEdQaA3ImCBzLmzhEdT2xQ+AtDvEd6LN02fjiHBHM2kNE662/wBVzi7cAcVH1mF5UcHpjydafP5W1VtOzjxaIlns3LKF7o/A5kQgAojCLUJYfrjBwTNjBLlMaVr5HcyxI3s8AADYpISXzS78Oo3o0AZwlGr8+rzRkGfgPVLZRy7G6OdGaPNKgCrgIgBRscPgcjluIkMaI8ZvwBSJ4eUas/U58ZmqlYrvw2FiXWefmA74WFrvA342ZIqWlZ6KwKwsPt8uhTK/DCUlsWm0WorK+1zxDHcVauL9Cg2dsyuZUbWNBf8ATxdXpWYHgV6GU83Niz6TxuOXBX3N6IuZcSMzwnJ2cfmVZer/AEleS9+4Jq+zsPrioSKdHeIRoblckWDoqn4mpFVtnfm4IAEFFZ9CLaMpkr/TyWXK3AnUMEk0Sz73C8TbbfwFQpE0kVW1VdsZwsriFBqvcZcHB+cQFz4a8oUKEviCF1BCApkdQeIOJKjSaEYMy4bUweowe9rOzMOzDVDL8uZzlI6y6O/zf2d9UoZYty/BK3artR8k81vU8E5+7jZSAIN29wPLqXUu4u6pV22dRCkKLdQ3YUVnj2eFKDAbfgCtAq6DcqqkiBhHiJbQ1bQvHthPywgCckSxNhq3oIzKwI3tyQoEWpkO2IABpunJEcAVaGDyQCotRTcDLxCOV9RUp4IaNLVHj5CGg3meh8beN1wjIkF01QrHxMGyV9NxzbnljQijxN/4/aH+hiIhLnCFockSlr5EqSsK+AwBUDI/OvreWkR4ns9xHZTAbiGQjgGPkJapgILLs9Ex+CYAWtGq6qNcfUDSHeufgQUikW2u8jqb0rZcXv8AGul5y/QHxGQt7PCZKrVWx0Rp1uNE4/8A5TqjHLPDmACaol1A69HgUgY5gmvOSB1flaQwWbYelQOBY9sK9mGZOyGpYpND2otaot0D7G5dmOU1e8fErfYKshEPRAdBeLYmd1PS9w3WFPZGcv54mVIl12BkUmmcfCTCs7zy857hZYKXuZIRpVZtB7Zyd/wi0TBFBLFWu3qDmkG0+JQQb7yy3sliXOkeK5i2UeOckay0teBRsgcW2AYclfmbaPggjSIrGQiJFS7NGsxbB05fgpXYDshGBa2K/MRDG2FgdsKtBWqUQBgoGoWZmp0ilCHznrxkrVNS76eFApFP7erAG7gFvS+Fl6ULt0+KNNXUeBcPt+TAHJ04ZBYRWrbXslXhv7YVt/pPbKfELspPDCCJV53f4G+jYZfaKmAtQaH1AXRCqJnQvMHDimydJCGOhOc5YG6lIuXsp7/HdBNt+vB1h6GoRaJuBd0n3Kq+Nat1moQcdI5Ht7mu1dWK6i2aaPjwAw/Qsc+M9p2fi0tdHtjo7jgevDK1W2h5YtkFPC7rwkYUD7ez4eJDtvomJF+iKqlz5orHBbdEKkZT+1i92u6dYYWZIqqra5fA/wAwaJPIsXCIN+VBjNVOfafheHBnLXxHAwbWV9Pjakqhzs6so+ocZBQ2aeoDyOlzmV130es1FJwzRQ0JVhbkNBLiG7EZhuzgPA6G3TToMB1klxdksYDnOrhGJbTyeMR7/oXi5lBAs0vpgdniOKEQIetHvIf9D0BHjVWHYvIDm2phBtu1Qw1hR5ETsu02u5bVW07OId75bX0PPEubg3aeDWQgFj6Rh/8AJTo5fkWa53gcLfwYhVB1bBqgObh6l6uby89l+aq362PZAEOvnt3fx5Lnm4fI+PpdDol1OT8Db7nZ4FolrcohNslVBeqGwtHiACdgjsLwzS11HxXdRpBYOn28kpi1IyS3ADvd/wDEbWktznERLGoFmsOwi05ora5wxH1Yp2ZjaawO3bLcNXd1mWWSmAQgqtJScyArRlYiKJk/GmPYRdirQZjhpseR8OgZe9TmZq+O/BfmHyjj06ugBVK3NTxWYpd75iXbpGHryTvMX8r8OGnE+X/jiYV6hBrLLqBfscXXhWwe0ln6YC2pQgrrBAC9WRefKQFzK7D17IoOTpbB2+D2AcFgQosBh9v5WJWxYLlLQcyyKqtA0LYfEKTFtQo0kFPBQQFos6guOUtF0ecULRkQxYWdGiWjhnG/r8C8GpOWHlL0AQqF0JpXuGqb7R4QtU+EKnQBhdDyxlMtxwA1ZMErL4GWmW8tfOLQXreoOqdvpfUw1Dei2LZlUyWwFaPxJ4yvNPcdAum4fAiJu9VcVBjI09Ibbqr8bfK+MBLRs9pQG2bp5h2y9UwsqX9peqnWIGkM4ngiClok/wAhA3kxxOH2q4y1WkL20vhZRhG78zc2qYOGB3kYsbIArQlu88s1vH28No2lBBlIbgxq6rt32xAUfYzMKFlbWNxttmFJOA9nJI2i0JkeKT8XzRBiWFL6mVUz5q5QeJoMC/ddeFgNp9AUQWXYwQZv7k+SD0UvMRx9kAqxXsQ0qIQpKbeP8ZDnhKvFbxZqC9dT+R8ABAFoLT8h5sf8iRXQfkHB7w7/ADEV0uW96plNqNFE9+NOFMTVI31EWBIGjZ91+LGVteIAksR/fFOnRA7PYRVA5jY+msHhG2O3A9riLIowglmCtaTwOoOekPn4OA+wk9RBBQ4dkaRUcnB14LNnJt+iaKlvlfN+AFR3v8G2feUdnqJLXpK0+mNA04ODFGiDpToIVz3DfuVp7iBsq9JKVT5II6ChwkBsEk9A8sStHbG2rgC0vm+ZSigoOWIDbIt+8L0YLOEWyDf6N4l9TiHBG2Cvu3uYfBpthTZ4Pjg/rEZRhtXnwgDATgZV2wcCowcuxEUgpVDpmBkbLxKDNo0V8rCXon2A9Znzm8YXc56P8AzwpUl5iELgGPx+T97DHYpPInNvxAr2jxOoKeE7PmDVjhsuKyC1Zp5RSg/UTnucM+3F4SKENkAVkbLxGBo763E7MzP52WBPqMVYJ6DqDQVW0oHInOa/LLBZpk8D8XwwompmgqymKFNMUBVeRmQt3Z15ArQK8BETsIxbS6IhqGw5HZBlsSnfo7IIwWiFA+jxjr6crCLizlDFeKaUBDhyS4uC7Dp6RDLXfTWIK+gcs1vNKx5QTSAAyXJjaVdNHW5z5xEwkSxmXjvQVOPXhWFGAUHcoerIt9qppZ7gjlDVuVcXKDoYK+HiqyvByZhbWKgtp6YKNqv1fhw1tAiOywU7oBTLYruYoFzUr/FyqL5dSzK7BVWuGGA3/HW2OaING4w2HYamLdm43RYgq/8A6lWy/BQScnWBnEY7A5+14IdF1dp++hLxzvKfYJ3Cab/YU8CVJaOBtiEFCueX5gK4F9EQoK3Tv8QWxwQI2Kk968Ir6V4zV+K8ehUUb7lv9gRoptjLgYobTQ2wfgCrm45mru/z5FghKWCe2KkGCrYfgVorQcO0wrxH09T4kejF3zEOhbcmWVykVs7hPxoNJOPAqzi5nzBwdqDOV3+JIuCMc629hc/iCihg34oAaaLfSZ7nPYiwmpoMAZLtp9mCOloHT7ImvCbR8eQsEMnFn3Uu6WcaQXTkpjDyJOLjGsnpPUosqBkKaWmjbWPti3Ec8vNPURprGyKpTbkv++bGB3NP7eLpCB37Mke1Gin4HWEdknnZz7rbLD3BUZbtRWaBYz86uVGh8B7WpWAllNWUKPIaThPyV2sPedS7RPxfigcLOp2Pat/gg5Rwbwk+1hxeTnHg7IwxItXl9Qa8YiNNoGqZQZRBSGeQsW5JAZlxrxwgwCD6iXwUnthmRg1PwEpUMl0e4LQTBp/5Dy+HAosCAbMlRKLVq2pVSdAs7GOFOlI6gtC38CqsCuyn8AVAJ0LYmc2VsfJFg2pYLhn98whGyFMDvMatENaKiDdVZsQruxinB26QrKVU2zlRt6Y6qSr7iQY5q4fCpE+faNcOwM+cC3UBjDSjWAFRZNt7jFGvv6FgKE4oKcaqddMFoXvx5jGt1eLNLio3/wAkYfOLtguVHkuSSszbHVm66l3Zvt5iZxL6ijfvw6/8MPizQoY6uVX4MTLuWD9yY3d1nwHqHcJVPdQdIw7r1O2DrDddLFUFUI9ZjIWcOeHopKD0Y0UZZdMYXRy6ndkVXkvKfT4iQu2q/PwV4Rc16bacoHAmLvIfc5CwaMWFYPIOcXDBMpT2VAkA16QcWmyZi7HLFOboiVstWdeBahdaDzKNrviD1+BVl65mRnli9/gBt8g4en4IiFQBquDMyn0v6iEd4Ob7XEEcCB+w+IeGlvBGEqx31Cq19cM20nP2QZE1DgRu4NTOS9GRPuV20dTJR5HhK1Bway/MSyxqHCuU6fLThWRs6ZZi1uwnyeAAQrrp4zS0tbqCNqhFePdaZoR0DTwSBVWvD0/iIFqXdXiMOQP6fF03LbvmPA2FO2O0vKPYuDUr3AZ6K77PFM4ye1tepogLgnDP9bX7S0LNXgXBHsVS91iDYuWgx9eMh2JdvtHV+UkLlVr7eMWup4XHJEclnziA0ogyKRBeEglqUqEsl9jbqUPj4vmI1A7HpSg5qdYmzeWPj8a3zhDv8xp0eAf8L4DMQEKKCvAD0V38KgFUNE4hB8gnIlYPxGCVO9ISyrIt9VvKqEEmr+GUFhh2wVV3SIBJNHSIZJds+IwCSphat6WXX6h7y5MkfWoo8RZ8sKhel8Auha3UyOdY4gvZRTZP6idgBJSjocb5IeQtoKugyygoETY4fDJ6fPFJYJVSoB0e5aP/AAq3uoZfbghNmjbTzR41fCLg1QNCwIc0x1p79ejGPNdfyEXSfcE9AbIDONuCq9jEtYFiLd3C7PP6RCt0mCMrlLDqVL0Vb7jt8LOze7LoEC6+KFsxGOJGOXwCC8AIzNRSbHywUFKKV+TVvs/T4xuXVGMsM+om1O0bnQNWfsg4izJzxRzcDpRdGO9uINtj1j+8QQLprKqXrUy7i/WY2eHU1besR2Vtnav7m4MzTILpIAAiqNqyzpsKyQuY1hRUXUIX7bhQBd6HRGqPmdqvqqH3DAWv3IJ0NHpiG6RZ6ognGl7DWoLL+nGYARBRhH/HaD7/AARWBTR4KYEMqPY6hfdLRTD4Zksu3HBYkFrgDyvnZEQPJmKrGPedR8rsrb9pcczWQgNnBsa+vNxgS7/p+AyQJVOX3ELSPmpwaChRgqFXmJJsIvG8dM9+ID/xDe+5fEXfqDzK1tIacu+KCypjKy/KwcILQjC11Cl/ASlAn0BCpIJkzgq/l4ql2r0x4LFMGHx/ff4BtaGtSzeSlBjTHQCdDhXULUC1dBKNzIKfC8qKs+cwqxcnJLLKL2rg8FtoMbOPQJfFkLuGGBAGADTCWFQqXiuz+TICECvIrJFYAW3RqMRYrr4DpKTvK1dI1Zx4xXvj8Atch+CNGxrCQifA8ixEUckOT2S9sM4T7lVf85T1ccHlrZOIEqCiQnvelxhH3HpAB37NuQfytdnywcNMgejEEfg4l9PcrEpaA16ezxRxBRhvHvwNmB+E85TFKHX68MraZXcAOn04PapZqxj29zdA3BQLQBVwJrbp44TE0FmcaY5V7b8DUsgfAobWe+syPmKtX89HwkD1gH7JecZ5HiKWKI7sijBgszU3p1lHEuBPS3AahjNHj0Sogq5fkgEJq3vtwFxeR2MrovbvwiIMkDj1D9pD5wx7vgh1LcCjd4ioRTa5ZlwCv5PeFhdJkk1ZJ92xH9P9D4tw1ykXiYdIkJyd3KdsAqAFQ3kwXAiKIKCoB1qKAHKoaEzqRWrvPOtyjct+hAIE3jqSWeOmHP21xO6fy0q9KaPiBFp/NQGjorPURUY54BRKcMKdBCnAQ7VPc6/9TK7V1X7PTLmKpXzI4YldPZy9V3kfwwy2/wBti16NzfaRpZP4cxuqopt5rLb2xoB6WljVkKLwdH+EfAK0CygcJ0wMCWy4eXw2Q9cQR1n/AOkwFX5AOTxUoehHo8J4u7ZgCmIX4tT9lj5TEBGXb4iAocYGH2Cic+7+J0qtDKj3evJy7rV+EQDaFYfHUY5UxSOpQ8Nsk/ixKNR6nuYR7/k80Sey+JoOPTwI8lrVQw9YMRj9wFi/mq4IdX6Gz9sTfYaTAO7MojAOVNS6sFtp2QJB92/xCzdyBiPHsXN3jnNsDs3xvJxAmuyQ+FGMTryoHMZi2rYXaembt5sZcTAFthDgq2Gs8LLnJFnZnIRzop34SZI0V1V3LUNeDr3BHtkT8BVFL4O4MwhCbu56ofB4NcEU40VfQYmhC7vVxCkKFsOvX4Y3ErQXfqB/sgiAo3wJZWT/APQQvJcOfSbREwjYnDB7pKg0Jx3LbXvw8aBUVj3XgEKDTbwTWCJ/3CB9bMAYX1YlXTfUR2ObXiDgY3q+/lCjeXZBcCHHeVIZesQFI6OF6Zg9t02wANQzC9uzwo4VgHJ9ws0rQ0PgIxOoRXr4VYaKL1X8w7lVGrfpga0BanjmjnBBy3B9Hw5MiQL4CtQlKCDHRCWC66fuLju1Q1/tLZuqj0RaqG2MLlmj5IkFb4LgfT0+FaSqrcsezYUiWQWKUwmna6jkDlw4rwLVDFRNF2dfXgqy9XmW4OQC0pgflmSXeXPfvzZCDemCweMMya4PGHp/q8YZkFHO0WQZzzRfJL0yrlhiCgjIooLABkaIg2wgVA3vEjldVSP44IhhRy8tmYpLpnX80xou7Di7fY7Jl4C6azB4dTpwJTu2n7nK3LKZJlj2LacVVXK5WMZ17KYtgEyn09QX6aOVUEPATUOQ5RJQkVr1LsCMHa3yWIgAUeq5IAoBsFTUTyFtdxFI7N/kkQg+ybKrsWPDyBdC+CjBcCl7xpjlV2tz9vVvm2zmGyfuoDhYt7HWM5lsbNxynTszdXf43uvCCsLi2kvwy210QHsVPYUzUVmCdvNp4r7i83Uf9ng2IAdByzR501Ks4nteT8BQ6sNk24x+HgZb07SMUmEyMxuksW0cfkSSgdQ3IcRwpFMAuHJbGuIzOjUFGyLcojvyRvFaot5g30bZsuIOIvDDxh/P+WAzYEPyMFEVYMMaBRKHUF/wuKVgjFU6taB4SMhWG5Z2zIqwsrqKcdYhhTc71hp8IARQpdezyeSgnAYD8OJkGCsfl8BazbGnvwsVhVay6Zd/kKIqkbH3HxqKAy/MUsDnrwMvHAnP0Q2WpGrypwynfHfjYJjW8lA2ttPvvtjk0d78PCE0CqNjuZFHY0wUgHpTws4VhN/3BqwCMkl9TfuXH78PTUapvnOIaF6pcNr/ABmi5YTbrMdgEZmpEMK5XwuT/Wu3hMMpjGHOWeBdU4tuLGG2LKdPNfgCoBVQDtgTDQPPSeAXvF5s91C0viDLCmZr9Lj7I1JgWIY4PUpQlViyU0oVpU9S3y/QWwHOtSaiBvEyFUs1coVXYeGIysLAa8L3KnH+DLoX4LmJyj/aZWdT/wBBFQaGw0+m6YLEiBwfOWLBhk3ICoGVwEFU0Kdgsx1pOFxBQpUdxHcKynARakGZ/wCep/AwKA0iH5kKNyVhuuGWzrUf9hicwqvIfXKIadE/q4/L/AuWIaRRSUBE1zroGPjVOd4v/BDCONQMZUUoqC7tzuHFsXF7RUmR8kVfhT0eFBrI0mmZffKzACGt+X/Prko/B5JRBtvJ68XgErzlq3hb9PO5SriPmZLLE4H2eL48omaX7R5vtbsEt0w2bQ5fDsMhTs9eCBUB6DQfgADWELdYCiseN+onbGPlcVU3J1+CgoTAohaVqzD/AIcKq8q3Grxrj8Pi38Bl1AX+iHNbC1YikbEaTpgclPuru5W4r0InkVsT16nU1vw9IwV8Hx2ZWXlLvCGEXMwgIx778oULevw+CxPnFywqq19oiKO0j8jUSpV+a+9DiXngmBoLZ0+zxqCl25eiNFL2cHaYZeKo+fALFWbZj8CzitjbwitB7tr6mJaL4m0kbQAErTnHgEE5wlNLAUQBofTD2sQGSSJAbER9xmhoWSr7UHV+KpA+Mh5rEG6uin9aXsPl7qpedAEWETYQs8x6JChXeCuL+dQub0U2WZvTSQpG1ZJ0G2kzcpWXP6y8irWkPVBCT2mr9t8xWrC4j2Q9KmMCKkDOCG1VSHsbD8KCKftbcFZFfEPEobjMXPpPUW6g2sYLUL6mp6fyAa8vNTZYUWLZry+SH1oVxHwT4ljW8iDBQ5BcZgwswWhiVza/2kUdqB/QSI7adHM/V1yXuWHA3XD5n8BDLrlXKp2PKZJD/wCikvlDNsCn2mvqU9gJjt3+2QlsJF59kEtT/M8Ba0FO7P8ATnJRgB/DCtbGS49pGT3g8pcCMgjv/nfAQV/XOLCwVBcLBorBjyQ4Yfh8x8nC/TD35vR8eB4EqDFa8aqIQKUf37fFl87XEuFOsRqlOVWPbqQxFFHA6JRUTNs/ELQ7aInOhs/G3oML5UC56N+ca2Lde/zEBkU9/ROI9I0frzg/BsxRUOR78Gllg2kvAdejFQma+YcI8MMX86/OlZg848peK8Bf5BfyIlSvEf6isoQ4GGa4h2TimiZopG6pHoEVRLS12zaBlcBESg2txSjttEz8tb/IjDKonPVlKCDaaF6gFbFC5ZQovvzfT4V1iHJTcS+59kFBUWjhmT4t51PnK5X8MXErsxYSF6OfBlrcS25Scx0NIHHgLvIVMUV9+C1A2tEp54T4vpnEXXgKOmoVWZ9qpqBePdRjMVYc5iF9UXF7fTAwsq36blCyyKPjxGjg2o0ym9MGkzbF/Ar8Abb5CjTkwOoqz4/TmWym13+LcGrwPgtbMWqr5haDIPp8uizOw49VBANWDqPhZ9NTgrYcHdS0U9/mKWVZV8ZjFn2tsw7VePBVmVcy1bJSC81KyDvLcL2KqTu5rhoFtciQDeaPaKjhhaW5x4DKLSUkVVVVdruGyZtUdO5iy9c/EStUTG1/jS0W9YVEa7EUdkYBkk5NhBMKbLbkEzM4da5JQc3nXLSWp433SSKhFJzvQxhIOH+6XXVeAYK1urdauxWCXciBWxHMxoIW3kVszSd3fIf5JSJDvkg74v5HIPoiDEamx9xrLcvtnM/cqj4+pHNRwwxP2OTUKQzYj13wGHX5X17rAQ0ZGtd9O5RLoxtKuMbb2wthYDaBivK5wdRs57h2UKLvZNgEIClAYIBhs2filqrBb4Y63gKS3b66ifPC7k9Q+2rZiQ40QxWR1KfogZSWTpQ0E6JgWeM4PkihoLAtHtiOuVb1zjwoEobE4fB+VrvyNVKZKyvGa3jwFlCJlTqLIzXwvcLNgAr5atJWQhT8g+jwEAtKHbHp1sPwMtdxKKYjy0ho0L5YebE9ypcVpttX2+az25/p5KVHthaO6a/G5111Oe7iAUNgYfj8SEcyuD2kEIKLRpgdsU01fuV1Y3shM3Q7fBbSpXYLPtEVymMrM8rLCzYprk8AVA3b1kRwxOqZ3PgrCatYW+HEKsvBZfxComLVT2C/xC0NzSmBY+uGRXuXhTP0ysfSSq5PXmlF4Nx1HnHlV9ouAGtoWcsuyRcq7VVgOgCp3DsaYcqjc2AL37R2N3aWvhWYH9gePssCae1/6o83APaPGAFUNHB4pn2RXUZ8XOg6DxcqjgO3y+UEIh9c23StwQLY0ejziAFFFC8eyMsQjwWU0O1LfR8CLMCi2wN1HfRvhWKIKp7iNyfMRqArofyfHNZML/p+HJ97/kKJsbOmDNR4bCPlsweKbO8YhXjfGWCiKRMiRFJQybDzf4iiJsyRKci5X8HwWRuQFxQq1kN7FDMe8aRMTm88rmmZtqwgkMVs+jmL7x/TAdAbWigy6pAMmjtcUSRXJ3xWJeoOHLrfjuOkKH6CgrrPLs+4XZB7nQf2MrhKS5LMDKUGMtKloxdkZFxTFO26wQ/Yn7AxM4j72+a39R2o2Lz8yhthuEtLhTf6gwtRt5UijUaZal1bcCMWgv8ADMslC/8AoSwZlGWc7qVCqLew6h1Yd4FHMVjQDwRZBpNQDIRc/gwwMO0xWW6t8GktvOMPAjSPhjL5Cm6Wbh9DsnPgLBYXy/gWUSo8QNdZFivcLULKHvxZyhLVxs0eAXAL68st2k11I4hOF12zESWNdRx2FXJh7YB2A4bsIngURFE0kVVUq7XL+IjAVWDqYTWDD9hKb55qIQnY3TlfwQoK6JTQINpKkBn4hnO0FTXrw2k4TmWJFJsdEvL2+i/wQm5AJEUqEb7vrwmAVVg9R5dSVlrNbu2Y4bhkWCdSnisXaeH3Ucr7b8FbcL93rw1IFfYXAxmr9On7dCCDt824PXjLElVRQXG3Jfk/J1V0pWmOmoZLvp4er/eMVafaIqkGVCmJRYAqy6+PwUqxWC3+uvNrvb2JQRva7OYYUoC9eiMD2AwEmgK2bKXy+ADoUvy8+aK1HfQ7Y7QbBq/wBWgV6J8+aUDaBDJVZnS2MR4iLNvac+VFyix39wBu2qLmChliufxhAqjVj+vxsTYVxNloonmuYhgqKmpiCIos3jTio0cv4Dl6MVWgeR2X78VbNDx/H+DCZQA3msf4QBBQdg4YcMWFND8pMgYGg6suom8ISU+cKI087EvKl1d2eBGt0FL44yhdrq5MDGw0WZV6o48bL9qfVhlqzChqsgbg64hWoWPnggTX1rdcXCFsjx8eLzTrAOsrJ2Cd+IorhfdGTgXb6Im82wr+qXmWMaxT3j28sKDBUX3uyDJ3ZDW1W9fcTVWpkSc3ZSN4eL7D6HKMODdA6JW+o13+SEoLVrBfgFaPAvDkKCZxpidgVvz/AIEwy3Jh8thUw32i2ke1e0BfxUUvQNbWvIT++b3fN+HL1GawgZ2niEIADff4gvk5vCDVps8iaslwL7hr4Dx5LqKgFtLnxciFKWOCO8Ov/dFlVNz7WRfUddT15BQBVwBtgEiJRd+4hTkTTeb/AKhYRVaj6jK5VWK78vn2wVuX3wNr6pHFqKX6jmLa7xLr3e1n93icArREEFhEdnJNXHZW558v+yXqc+ZyEvGZc9RdS7zYXAa+0LAMDHPt/Cpn2cQRgGgZp1Bq9ZiNoonSQcPtc/TMVUWg0ninJaSmcqtrvxfgXL5jmkteyAAKtBERR2bjxYpjo5gzU284rnwWIqSfWVthNoqHSfg1htAeBMlOIXFK/ecol8r/AATpADOD8IBrF7ra6jHmrTNqtbdmKr7YLUI+z8VQrigter15vjqaoNEGNXsRjHIcEGJam1bwCVqoo2O71X9TNImEbGY2PMafQlvXO38XU0NMfnwik53m/C5hY+71EVJtZ2+Fl2ioOYGWkH2emUgZFCcJhMLKcaYCGjAgx7qBuknr7QIU4LfNh4WbfGjBX89jyVeY1bX+FBS9Rr8sLrPlOaZTl4a+B8LRYDn/AGwq7z5UAUDQuI1dCo4f9IykRB2L/wALFtRVtiwsunXhMnthABVk53hI9582yFBw0C5Ornp8LV8JE6tQiv7dAQmCWLWx8R7J0nX/AM8O019Q727C6Do/AFdFrLXgL/x6c3GfHIBY+2rg+CiX1ZZ/SbFex5fXZHqMBZN2tm29335ODWtuWzXD5ffxDwmlDrAXuMqcV2/jfzPY+nqOdwEPDs8BYvaj+xEoiq2rt8INy3sEWq3fQxexa+S/xO3JHMDhHwASk0y7Vd8vkI973jANE41ujwUOSzqYkAp9aH6h4mXf+vHXyf3OHokQDRRumIRoC3TR4S5nU/d6ImFu15KsvXMzKnCjeNhMlinqNqXWqQ58K65z1BOMf+pE4cdjEsShQinkT0yyJcVa9YQFtXovSdnzgt5gTpRrbUs+GvD7B0+qxC2irbqK2xVWqa6lK9duN8+3wHKeSmKqqVcr2+Q0shdpohEhgf8AjVA5biZxKrc9Rat6INHCcv3izCur4fLDiNHc/X/D8jJBm3n2eBAJNhx4KUVbGsMsZRKeVHiU5lpDb3LiGsixuUtyxjpW2ikcyB+If7/Cmpd32hg3d8eMwElvjsPBseHEiDK8eatjVEaFQFbKqKrbKRJtnvryXsAqjs914swovwAVXpZZG1V5mnK9I6IppBbd2bHlQC86nGb1fv8AybyyiCzRZRz3+CBDOrzfxuDiqyYHvxUBRSmwbphyqdgpHXgpYW2tOxjeDsYe5l3QgwZjVoCEoadwdc3A6jtmEvXxBMpuTP0xRtZ5xCgoAOiIiUbas/AYIAqnJ5A4DxMKLYcEvr8lUGuPPpNgsEWNHZFKnDLaq34mLs8O/v8AKqZ1NO/fg97wedi1CgXo3GGA1ZEpmMX5ANdE2juAo/K2q464iA2LitI7fwOnZojhR4w/4GjkH/v+Dt4dQjHth9QC/MPFazUNnwP5mh0BKnXR+hl8W1q3rf8ATLVktDXs+2A0JSxFSxEkfQhkz+NtJbTs4ZnzjH3OVwmpX9576jKwgX/EAi5V/fRhKp2QU3AHtml5WmPZx+PSCUmSKoq1y/hTeR8ZRDd1b/n+yDjKGU7hVwzHJAmEkge1ZiS0v5+46gbgezPgTKxOCsBdXa/jf4IqBovB0eBDDD3eBm6NpKBNj9pVtlw0FtS4cq0SxSXZcKzfLDvVpVxXWICEXgAuPd+gPKuqAeJxLHaTjIZiVk7XxdcxPQZ0ESkCIKD37gB6/rxuzJWBM8rQxCCp/tGKSW1Vtbr/AA7+4MaCSxxGZVf5ckyvPjqvNlsMW2PSUXlfPavf+LKcgy1DAhpSzwEyHogXbHRzPK+ajuoQFNWeyDK8Dq1q2GiIrX+eGmzxiOuBbOPn8KVLvaQaool8E/mq7b8XAoq9/MNIDPR4FMmQsioPo8vAds7PQ+FEtEEKDu+4pqMaNmT14FNKPnK9DAyrwNssKZDY7/CnnP8AZ7iW64hYuEIaNSo6T+Lq7IkS62hAqISDRXIfaHOAVY/qWR5TaQNWss7Fv+kES8MyjJ6WLGxbLORAVS2lrCXPcsn8jEiCubR9WIwXCFWre2LNsRdL2oWQqw0p3fboeE26bfEjdpYRyPf5Y9S9uYc0P0s01tHsQVP2iljMq4HRWZ1n/VhHRhfpaIS3eP8Ae5/OJ1dT/ih4WwPuEXLP6R8S3CwC89eKe9Dq8X8fhQgKhB19xzqLpofBFqzuB+Ig36b1hmnnHAKKDNxjZbrUMkO2XLbn3+IP3MxHyBEgowdy1HY0WYfNg2ov61KeC+iVrP2udQNw18w14EGB3+E9944bjRUK2si/ZC0xRD+/wo8qg+iXczEdetuvxrB5raoZu0vCdqLOokX7bi2aBzHCyWAzbSrYjZvLcT+aV1FRGBVN+DtKL5BZdW6OlTVAUAKuiWGlSuvbpuvIUtVex0wvtw8fUrBw3UBgrf080uha35HwUUMHml7e/CFFeE3Ubqpdq78hwowBawYp6LR8cowH3SW/ViBoOIh9Wxu8drsHupu3MN2OOzFourJTDDGRyQ9qRYcERFEpGk/N0QejeO+j5UknMXul9PcFfS4jaORIYbpW4q3g8IApZySiQU4gaFadkASANA7+e/xu0tctSAQKnLMUKoYK5/BzAUAKuANrAdLcNvXBH7dShEsgsdYSlzeSP0RLMfytXhAq0V1j9kuze15GkRR4YiUNpb4rmN1XMT0h64FOCMgsCvgLYqqrtOL77jl2qnbvwgWDVThfTAPS2BZ9kT6Deo5eAn6U6Phx4EFBBtDw2OZW5D2XzGgwFMKs4SGarNXkjlt2tstQf0Pal8xzJj4fM+i9A9JAu4mm8/AzXL093QyjRarn8S+Gycj0iAJTk4YK8D+YxCoxdXdUytr4uCkEGS7P7S83KVJoFiV0Q1EU25t8Ngc4tg73+DiKxcv5Co1plmbrDHrOKf12eGbu1xkMt4P8fsCMLxIfXL+YuquFrshS02EW+5R7Ztgj1Cx8nUv12l0ESXam2fQSkN3d6vFRqz2xVB6XcsK8bE6vNys+pa3dSzxfyD2uPFBmZdaROYTArdFn2RQQKuhR9QYK68v6Sk4fOEz1t3BxTRigKClQm/1lbL3Y1AtKGSWpRoZi/CjS57zKBVeI3MiiWwevC9I36Rl0qsu/q56lW1NQ8MvBvE9XKrd7nczcFaFLz0bUJj4BY0Cr5EsssHJFq8nOJ6pHqXcdTadXxHo/CnsLmk7AauJIItQDt5RtHJqqrteDiFyCKCryu2lS67i11CgMv3BgZZFywbvKDTq5fhAF1p5vSLKPi6CWuXK5Xw2OeY6BLyeOYNY4jwZzXkX3MKrMsl8V+Po7MwUFhbVwquAME4r9xEsuhRQ3A5IFWA/CtG0D6D12xMIXI8yDALoDgy8vabKcEjkQxHOfY2X8Mo6oFmoKHRpc25kOHaMo9OkN2rlW38cH8TMH2wh55Z6Yis35s709E6SV15RMBEd69i3RVvkIwGEqANFf78pA4tDdEtQZ3wfcDt618r14ehdNq8JTvwTHgOMJhrUrhI7e/C1H0trKnpHOPm8nMAQLN/oYU3R0GPuoxT4z4OWyNXWhEZB7IYtc8McgGKg57QG/oeUAVWWsun6/DEXLRrRwfBxByJ4Y/BVDJduBgKo3KOUpPZCGK3+xAS+E+u+3iLlSpch9qWl0poDn0+C3Mp+JVW2q5ziUFaxBye12xHv5DXfSTSCWf7KiUgEHscw9FsLsv3+mWRItGrcoftqeZfZHUNs/9iABKyriXFcCRSFa3w1B2p9ACPrpl08OwJWVipq4SW8p+ovjl3LD3HYRvQCGcA9HIGLavfg9AH05qHxnl+HJTJF1fvC+I5IIkVX2MBsJe2+fAybvOM76kIUALk+BXgI8HjY6uryRDOiJCSpsNo6lfTVDKo7HiChD/rgMZNTYcOxg+9cAtIGkxeiPNN3HUTLNoLqHjdiy0wRxeQVZ6iMtnlVqc/VFXbMDLffhlSdBmipvFrL6Qq2sMhBWdYcLPIgICctIOotKS6M+LmBpsqMZggqtoAqFonIh5YpmPaE66sPqwfCS6qZuYh1L0Zfkf7ZQGPiVqoOgNf8AL8WGIwadPlKVCO9OR/BRFVt38PKU7WOMmYadsblwoxSnU1whTkc3FxkhFrFl8kYgXCDFdmH4VkX6MCbLlPASTZfR5dhWsFxx0Lf189/wvxaGtnpupkC577r8MPZafqanSPsYi5T8g5+e/K+MqWw/7YBHhQ3W/ZuZK8FIxCCsRwbiCLPbRLSfdjF+UeUTCC/FzuCtIo0eH2TnEgr9GY4OdvV/08OSK6fJP5vwhv2xfGjVDr5T4m4KmvFyiVZV6ipERLf3jr8C74BgaX35LW7gxWRMF+TKmlVQzipaD2Kv0T+H3sgwqpGv+8T3XpqZ4ld1twbbvcsF22AFpoO2HoFmw4Kenoj7izZx6ZocT5x8Sk0z7j77TBNW27INDYOUHwYFaApWvTXDEWG3lHzY9OT0n4oq6FL8eHMw4W/Y8UAo06eH826xEha3Yqup4RQXGUXROVjLMDi2ke1eqNL7vRzFA/kI/BM1E7SVqI7p/uBC20JqX76ONv0xw+kuB+c4V1RBUV12QmiopOPSh8jhf+6TOC/7Cqh09QZj2zEkGDR4Q0iQHuwnH7iCnYfY5PTBhj5ZISSN7PKwhi3Hx+D+hABspLzMz8o4QEQ0ljHrBgKYa9hGkNZR9lzIChoFg9MDXRWnTpzXLvuFn7Q1znE2dpZu1sKg4imfcMsJkyxiGtZP3CCeqt8UIHcstbPVRyu2zlfwRoI1DbL1Xm+lvRjwhUr7EDQLRbHcMO9Mc8IINE0RaSBXLgvyndrVvxwgUrHg2QawVBye4IGvqCwj6kmonPYwuomMxbZeFIVJzZ3U+YO0ajl+0XjgfiKImEyMrVr7/MiipjMAhA+ltQAGc4WaYt7iyq07HhBLaAwjqIZzjvqwa8U0oKG2sQFoWstQlMeERvUXLWvD9d0CqU7f8a1fpd/CAkAQpydQDqdJciTaQK7tCs3Gz3Mrh5Qu73EfSyh12X3wZATgCjRTUCWrngvBiElyKsw/TE324jt2qHuLm3W7MsY9Zuq4dF6GOaRd14p/QlgfENad07IYDdysH6Yu7NWtWkKApFOEysq1C3keKoJWO4tq0F8EUFBVC6jOorpTXhQZjsiv95zEh29sETAMPpCCuldhM9Nd1j8uD2q/CQIr2tUOofNuAlssWYCs9WSiM+FR9EMrBXUafuXk4JOI0MO8NO33DuRVdcWFjGYMUyrFrR7l+OHoAUVQESVKmmUOc1ktHd8ktAU2kd1Rj89Q2v8AaHhllQzomPE9d8Rr/VSX8HIp4ISgtKDuLS0FX4hIZgR11LaWUNE4MGeFtDA9Bqp5EIavVcK8fAr6P+Sx/XMdb0hbCfR3bYXfE3vptnvTvIwxRtBs89yrWFhEqbqNv8u5SMi6BBKl0A0Mm9G6DStqB+HQyqUOcA/QH+ZQLWo5wysmKiyrGz0Fu4AGgq2PkJ0FwMniuE7sj1qY355ueD2ggMozTg7I2MlpzB/4E/B+EwkrU39zFdbIBxYH59lP40gT0D984jlicKFL81C7VN+pP1Me1priOr/diCAsonXyYWLL93RYayktC8YWGFOmUztVDrAkslsjUFdZwmeIzV8csACI2ej5qKwZzZ9XmOCK/ZBEQJo7jQwMe0Mn/wCPMV9tj12fgkzb5l8Pz5AidCvDpFTRRdNkRNieKVU6eHaAK1N8WAv9xh1uJ51FLuj4lw0Hoh38FePGahS8go65WeIOoDblFsinpiDvm2fCPaRyutFI9rwtfPo8x5YGL/z5DDR4+n1Z+RggGgm4rbY3ze4FgiFOzlQRGAm1eceBUPUu0YIcpqg8iAD33S3uoqnJ+NRbVCt5xNcpVZwCGPxRVBHp/DiM2Y3KpFY0XlP/AGUqZKDcviKLmr+EGwOCKruMlqE/ir13OeKwmmUtlc1L81Bjv+BHFOstC25t1CDB1D1dNnjN98bJ0gp+SLBAR2ulRJLF3nsjK8aHRbB9/mpAQ0Lg8XWxExdZXYRIFyUN/bAVxvxdV6Dheb9Hm2qtrrwI0peMf1FooFLT954MQVKgZpWOQYg7Gw16vMTcnC/XmcX4M2XDtTqDQDnV39JqylajLEF6bcWxK4pdjYhvYglYyw+hx34UdeqNWF1TOIfMvEBHhoOF3blP9iAcWD5CTbGvqauYiFk4BkvxwoC4HcNxFIfF+bavwLYGPzY0xIZhDfA9xqi1ee/gak7FHJKtIA9PRJkjZTi4OWgg2ckVBl8Z7aYNft88GUDa0fMbKlpSA6dS14yu7ahTID6d8hC7W1VyTESoXtRcXEHfH74sQodfr/27l7bubF+BBl+kronSMN68C9lrETFTaSz5jmELBZcq4w6fm9HfgVzTHSC43C3GYygmWvaKVCNTv2CRPy6ksU9ktYUnY85Y7CsOR8gutuCGt9iEpzX7D/TKajuQLj6lNKEFzHJLJlANOBT0SF6IC2VKK78W9W+Rme2Yyijw9Gxc5Fv+SOE3wF/qJsp2wP5lMyOKfNCILUVGA9wMI+1Rht9XwGa7/ggsFG+Ue4Suz0r/AAMRQYTpDwABml8e4AwANHb3KLjuFeKVIYNswhqprn2+KGApuy4ARgtRE+pLsy65b6XERCAB9GPGBgtjpwjMFFsvUEJ3tMmXs87fhB86x9ErVBV7QW9an/BBlSdjL9plHgBNgn+0sfEGWhBub3r8ay8tHp35qpUDwzyZ6hhEEEU7lZBh7Yr8a0K2mbD1KUMRJCkdzEa7EVVWjhUoxpeGYcMSxLCV/s8YbSDNefX52YLYtPLiKhaC8eAnA0Q7ZT9JpDs8IrSvb4xrpyG5VoOTQzUYuBQssLlt8kKlG26usCZigcK4QaVdSq7wIlij9JZtxos943eTjGWTYduYJUJuRV7fbCfCKrLtG7IZl6YNv53Xf8DxTVqpxaYYZF6OunhkQdhze+4nDW4e73KfAwzF17rxH6LUbXt859VdVqekelDB+hPfjL18kzjI8vuHpqrq4ZiWA65IFrysqcJe5+J5FA9NxpljgG31LZUpRfWCcdwLPkte4e26Fam+4U7XXRR1gMEx1ETyinpv7/bKehaytbjcpqF29sswPsiSlBQEvkysU3cH9YL0r/6h+4ibcOAiJ7GGbVsWKZbEPOyHq4MxsrLJ/wCzH+DrwWBuE3NkuQYfYiiqHtOZbcF9x1EOKL206GIzXZUXKr8+MePiTjd+cCF1RdnmYqv2YuOmrzLW+fDwAOR1uJuHThsis90xbkfYcpKsrJYNHoSps0+Fbsh+kkxaz5OZo/FQfJWoUL6QBdQ+APYN/My1lhjTFdyvQeyJG+DgsQso4Ihepe09w1NDdFVzIKNmEhHyy907OWNVI/6hhwBg4fcQti5VW8YQQpQNer34VoooeIPEdLe3YIdPdSuyFkEV0C2ajbA8/XKEgBYGz+o3WDs7YZOc1qXyU1K+kr7Inh0xJqQt9gJDdLAuF14pIcx16B7jd/U/68cY5L+RKIupUK+jmGG7OzcqUEex+okFdaK4XofDFYcGMpTBZoaL/EtaBfQS8ugdyibW8MCqnGLxbLpfykRAUQdNYfK2f1nPUQiFHZqVzvV+nKUmkGNEDBiqFV63MTCJ7PcE2FWjo9IOtVSbGZJLKto9s32dcT7PF4oWy2r1OR5OW+l/icnajsPD8fgMoCEuPgdkdx/J+5jnwN3tK1EYwgvu08ZHbv5e5UJtbpr4eb/DmVmjN6iJKqi6D3ENmVU0/GZZF080Kt4dk3o7hnhFQz1+JAgNI2epalcQxqWGkmd3P2jJCBsGs0RqlVOWHChaqQMdxYrbMvDwQAznWdXgIL0IVZDk0qjMr+Nyoc66lQkaYqJLUCXoYk6UAt3YRvw16RQGc9s1klP+mbklURREtu+Xqsw+TKsgKDOFkPKDvC1s6UeEIrS7aPOZf81yqL4weXoVt4PsREihEPu/kG1QAtNB7ixJeObehf0kRd/3qGTleDpfrEJFS+NYU6Jkk3KI28kpy4UsMGTSnMQ7xYKdAY0oxTM2yu1bIa1ORae4wjuG3JUK0VI0QT6IxECq98j/AOeLbTI2cu4syhsMKsKRK5nF9QUPQx4LKpeeB+Zy+E7gUMLnn8A+NI3rPDcE2iAS8TofUUbFQKeNktQ58WU2GK1k9D4esiBiN6pYbmFvaYqcY3tsDqFmLZCdRcw8kLUDPhoqPy4CG5e7drkuYY1Mo9WYAi4A7ts5B3FWWzsz8pDKq4pydwRPqIG2+AIeL/8ASXLhKdpAg3xEsVjQoEWANBgeCW0Gr9RWIQZ9X2RQVp1rexHbDskI8TmEaXNnKoSA7i0j2eUrjelEAHURr3gEBOhsY6Avxnv34sdc2uuW+84HJwJsMrBu1q2D6gFWvcPycxJv24266QsCXrz7FKpTqsujo8HWEFnGKNFsl0dwA0NlYY5LlW/ggWo93vwARIYA5/JybaRMTUsP+IlbBweBAFrogCwgaXJGra1ePjxkGV62+d14tzGLsv8Ah3HFelzHISs1tSu3VxUEUTk2RdKGbUpuu1sOjIUwQzyDIT7WZfHzWpTpDRshNrP3h0/gkraLyleEQFEHTHAXwbXyRWntuuPFt3DcJ87CGBiqr2r4CCl1vd+HHMpcsRSqn2P4NJmHAwURNjZAsJYuwIggKU1Hoj0A0NgnA9x743h+rV9lEh3g1UvFpm3j+dO4AFM/3FaqotVMrC01y+NsKm2WY1S8TC+RfR/9ijQU+zG8fvbJ7QYKr6V9RC5NgxC41fig1XmbR21q8fETtTvI/wAMD12PZNsMMwrXQ+vzBU9u4bDR6IKFpX/T0HLOdTHPcfDENQN+izCFXzBf46jvlea+xYjwungN/iCjNDFWkRFG1c3MynX3NA6StmFGw3zYBGtgjAubGCzoiGNh9dsPZrzIo/8AJFZJ/TLKl7wzQ09Q1TMQ1ME4aR0kIYtXgth/F+Brq1C5VYdbhRc1Ggv2QPZuBLi6b7YL4JoV2XjqY0SB7eywwj1DQEtYalkYhav+pWVbWv6NaPCFDK9NRxC4UEgf0TwktW9s2npuvrwzp/pnBDS7Tx28dlg+/SO4OB88+BAAfjBWiCKl6TSQPVf8q5xDhjkCz0xgQfVu4amNDkGuIVitf9RgVsoaT3F1m8vXkx/uOV/Y4PBCZ122euBFqpUKTN7VcidcmPSQUjph1+b9IUt1Xth7I+1MjHxAPP8A2lI+KeR9eVHCsF5IjlCral6wegfA5YPcJ/xEELMKz8jlDV+yQ57IJgpjneJ56mzd52RACjwu/JMcweq7fs5lWW9x+3siVx5b+U6iUvhfw8JQD0v/ALEqzpqCiJsyS8UjHfsnD/hzgAegOpZG6V4FwgJV6Ztct27/AAv6/YkErS+/48JkCoy/k+aLeVY/kYRK2oBhj2d9HpN4lFj4H4EnJS+BKVuFaHoiEjouF7Pi12qGvACuvBZWnBO4FBe5ZjGUCoRrPtgI7Sh2wMJXNj0KshmIUEemYaL1oqj6qNorXPm93AZN0nJu0C/GgdSk7sCzD78LEp1krMkag1xZJ/kKgNVYCqdQ35KiKv1FAdAyra/wIlK2uUO5nZ9LgSq3A5hETNFFr9mhF54xeAFJph0wMr8RaHEXM7SyWj6SC4r2Qrou5cj4gWyYC+H0x6da2vl4XG2h4lGUBiPQQ0r+AYSu37CjrduBSjLeKiwV7XszhcQGAVDtDi0eGap80/C1Wkp+Q9RgrJ22r3Fu1QFq4Ah078vXDkN/0THqmPSQLpIp1D1b07/j9kw+hYttzPoxcAGBAaCrFXZHQgXYR0y0zo+xmICZKxjhRZevh09TQ9UJp05lLopnXOi4TcTS5DMzR0kx5nXEfUYZQNAQBALqd2lfngNkOKozw9FTKcXQMLqs4vlvibtz9ry5dBd2DAMBIauh4BaBlcEZChsfD7dPkEtiYGeKZVKYQxcAVSyTh2TX5akrKqzpqDUXe1iiELgSXR0z8+vuIjTZUXpTHsMq7Bhhpry19b2PDKPZ70whdQCHLyQYkoJymse1KR0YL3fIxkKdDJXsgDWN4iDabOXXB92KGpIpeuajbt+YEuKT+cxyBW2JYWX+c/KNZIhUYFLKb9kwYK1/UUQ4scCACXuUAnzR4zO0ConRXMR6R9TnED0rV6F91Kjig4uAAQ2hV8TGlZ6pfEggFV13g/HMPHuU8O4lqObNqcx30CLgN2wIfxJZT+8EybGHIktvLa7DOC4PA9jl+2XGN6wKFdSiL2H/ALHw8hui3ybK2tLE4Yt2GK6HH+BRSKg2REFBSvGPwbqD6tBtfLA7wvAOBfBIbvNgAmiuY8L/AB5xn6b7iKKsG+X4QalKSdi+F0fkYME5ajnjF3/8QhQCXa4wfPgUbFE0xdSxbLtZziAdB7N0jFNSWfiJouhZhqv0hx4tpGlgditbuUdxWse0K4QFEE8NF5UA44MzM/2ou3Sdvbwq7Ve2OY81xePxAApbllOANOnSRbeD1EPSPkh0J9iUS3k3kpcQ4eBUun6FRijNY+oJSdfhia3iGAxGHtU/9Ht5dgmEorYV6JRixExmYMansgIXNi/SjlvnAaPpqjv0yjqG9g5k9jNynKXQ290gigGnM9/LOWtcRNjWR+5mUnkGq354IalCFXC6Cm46eWlm37nrHc/soz8wrxLKKkTqdeUI+D5UI56LhsAVQKaAI7AEzzUi3H3mESxnFye4NNraytkCk0auNLCweI1EClNruJ6hevlYSPqU4EV0ZMAYI6OmZVwRbGrkCZZaWadXmKl7D+2A5YMpv/7sQinXGVl7IUq2IOlmI7KzcB5ap6Unll4Ns0ZDslVUrsPaRq3Y4Ywu22n4m7lnp4eDw5jOJwpv3+BerwHM17Fh6iE+aJpj1Ft9r4ppYF9h2QlnIq/YRUW2na6naOGdKJeUVymiZJyH2sH+2BZgA0ZovW7bEHvUT2wBiE4r+1EvXQNwNox5XTfoBiTEBXjdfRL4AkAaBVFS7gGx6mEoymFDiI86uyWZvthC68MIL93rSCPJBcQLfO5dQiAHWMUeFTlV7Zc8B+0K2gtE+yRIqtLTyyyhVoMvOYvhUimooGfeKmLHo+g5ohfeg9aop8fv7JXF27GSWw73KzdBgqEgQG0AzNyctVFWgxqoACWoSfQUI8MrHWuOMGhLPvNYhNXcPo9fhioVgulypAC2+N0Lu+3xH5JqKbyLE2qxQsFd/gvm33apbtVXa+QWAr0eM1dUN0a/eozsQnTBdfLEmliQw/Hx4ZslwaCJSljTVn4MIFtj2soRVwH4Zx5QLXgS5UgdDKxpwpwX0e6ldpql1gnNU2NURbrWlr2EFsNkXM+vGOWo134MMFBzW4JYNgpEPdyQrHUabGO7ZjcmdVnAPgAMWOBC6sK+z58onA2VnwZfAK8ljHetQ+oM+fn1tgWy2cHZCrzqNXOPYTqJ2q1Z+BlJYe/7o0GWu2gg0aw90NYSpsfMBy44v6j/AM3t5vPxkmKaoFFYEv0244fs1hBeRe/JHMTRyzUBe8riohuN2dMy9JVi11S3tVK9jw7psawJXtiUXtiXwb/llVk42xRCA3Kr6rIMbi45dlkedaQ+5rMNGnozNPlBgq/7DOx/ooa+VRf7T4iOI7SaQrgDDAMKwPzkwW/Lv0A/ggaKsLyxI0gqUNqAO9rGAZeMY67ZFk0QVd1L0o/+zJrnfepeiE2Yy1g+4t0KvZ6YYILLhqxfaGDwnYtAXm/ZNgN+ukCPPTmdI8Y8C0Pd6fd+UEFg/BOLgLiWBwLqK56rghQvNYWDiu1GsRNINsUO1WYZ3ZVZTKaw7KY8KjYD7+vXjErF7f8ARZDvsfnk3gxAcDNTpmOxDJYEGGKOtBb9dRBf3klB0W+QKUK47iICsCb7a7/+wEGufDzAwuJtfq4RAmShSOihqiqSJqtYXkLVrZhdmaxYcWgMIgcnetcWsBzRTMZ308xRIBlcArNT/s+McwW6m2aGW4b0Gr05+XmNc7W0HkniChGLr909MdgAOIagYkKQck7/ADobPYoQcySGNGKripUQUHxfUMcUYB/cKCyVMJppige+Pur84WWd42RW7TZeWYnwIstXathLG6Ow8NqornmAzvYaPYOPZC9sFdg9Q4xjXoh4as7TIB7hqMY079w0EEYy+Ck0Ki3YaXQ+j3DyC6Gm9oVWguDbUA3q6Ls9srIGt5fbAtjjYiu1lui91/gFVij2eErwe8vpPhiHJezA/wCQC3ApaluY7VMQ7WIPBSS/F0cW3apxlt5ZToWV6sM4vbCA4BqUFaJagg2DELwxSxMpUspuK0Wmg+Yu4uKy9VBLJhilIr6EPFcARZyJDQjPFHFdx/FBXIMHuI9yKvqcRG6xVlNdTm4hED0I/tdrofRfMpdjzfsnUXupw8PwlqrBbDZHbdqxlkfe7E17ljl7IW2aXUiegKvLCf8Ap9v4Msz+9/53HS2uf+dVM5WkafysFZY/BygdxVWd03rguH6XYogBb+WoDcxpZ9m1idiJw/GwwEViuD5iUpumo0Jxk/Sy9upaa5uIRJk3ZAOnZvldR1MKx6X3KmAmmqvl+0ByaIHwF81Pfj/w+mJFsCnZ0S+X0Lj6Y6sAsMMSmyGsrHZBswROvxUqPpBypgey7ywWY0Fle5T3ND2dSzI9jZqsQwR59X+j/UNhLYhSgRoOut4zPC3Q1BC6b4kM8CxMDxn8DESNFBtfIwEnbpg7oo5AFa8vgV6Jc8Bn2dTtI0MIkvIyP6ZVZsByflDLSPDjPrS0tN8sBEYdKXkgkvNBsjCkpxlyvaD5WBDp8IP0P0Q12y9V/MnKfHo/QzSUbuFeQj3KBeG2IdcE0LpC0wJfX/sU+Di3oM/MOYsavL7Ir2Cpi/1HXDWuGM6RkH9IUdV55UyITW6+B4mMS7OnnUBFKQtIfenB/c7EE4oqfl8HgrQOYQ05SNg9R8YcHBmjoiq3g+ISeWWWvklodYkwlE8pLOH/AGe1+6P7G4rYCnPvUnkdS8V5roQcmQLSKVgTOc32krTzhWoF0AvfaVajLpU1hTXrMuF+Gv35rxWfDvc75DqV1BddVVNfcC4ibgBUWt/gUNsbE5cy9+LGWODUYXUaPwGeIvn7eQo/fEIZg/ZBe7xejLqGBIFFpnqZp61z0jHLk6B3B+8Bq/AS3Ar6POAQcgK8GqSGmN3nZicA+3k3QFOhEbQcFMazGC2j1BKiKV8jESlLGsWeFbAnPFzEBBkGhgEBmUa8K33ULv5it71gYtUCqum9XM6CXDXJiWRRzVGQRiPzdWPSTFloW7gKmqPr/SCISxCnZ1C8XriuxF1wCQI7WZZBS16YNCUN+RE4mzdPvohC7Ky3iJI+krwmqVH0puvGIhFxEKAt2B14VjQXwTIKdP8AT4q45N1N3+p6/iJfLZbkzLf0Cfvr+14YMrrfuxf0UfwkpMJy7/ZMHeOGyLEQo2JGKnfwE9Ij8w14jmeuN2tSlDlgrxx4REBW6dw9ODaefH87/UYI6JcNBS1QU44K4TuGZANWn0mVmhYF0piC0jt/thOnOl/1HcfWf9QnuerSTO3x6i86C4oQ3TVJb3nARoNiez01MECY7i+Yhi5KfhU/lYGjq9HdqEcOuK6sIjfQNvs7jwLna9jxdXoP9x5riWGFwgBhzcnpI1he3oD6lNDLFWtC/m4vgf8ABBZld5h1TDmgVVWIFALVoO3UYAz+DwhVYQ7YjgpzYPUaPuk1fYJxBztYkw5tqmhehjUNZF6YfIZCyGwOT7JYIgdJ3DUaAKuYF91uF+cFu9ocGwHAMVDZEINLH7Y3WKA+5+hC8NQvo9otQGsaEfSTudpFlQwOEbI5n97dj5QwlyEHo6htCwc1PlyR1oKV2IZ3Lkbs7RKiD0wj7Jr4je7XTEFZYjxa5WlwHIqivqbddw0hQM2RwoRldL6hJKyL5BPtZdp0FsQdJZK5IhJ+BtfZcR8ENAv3DoWW6wDaMwKNtcGP87dQcJjN1dxPTUQFWecIgVha/wCfF/sdA3vXZFVqF9LKisguYuFpiUAoaVbxGQP0Eh8W2HLGml/wJf24A29MtvbDaPvrIQoajQzIo0w8IjhR9L+DFZue/tIMv/rY7qW7B7TACVby30Qmn4DwjXFaC4e08BAR8PuJb1PttUHTpuf1GCpOn5gdEBKK5Vhry1Qqnl8impVezOFlgFFWyFiJsRIjzBVrB4oKprcAHD2ZosrPgoRHnlhVD6GUvAZALVbogsGpwM5r8RBimrnHqDqoGLZRcHSG0UvhzLXY0BhYdQgVR17gl92RiJUYLrBc+3zCjwkLQUW8dQs1jwmaMPpGBexK6JYQiVONmZWGzJ4AVcyPSP8AJESqbWLkMcFqnuERSF23B9NeO5WyK4IZSCzY9QWRLRv0claz4aKb8QFDuCMwMwOBOC4y7KOullbfc+9/ufwOmUrQ6YbAoXJ+0tWslAL+BD06qv8ANbIspuOqqgd6YEAoRCkTFI5E8CbZgai9xGoKUTMOb9qtduJgZtuQBfwZXbKMf4cGARYNS5H1CDa3WWagTDao6RIpcOw+y5ZLKMghESsNg5WrHuKnA5A5JYM89Kl6bHkfMVeauT9kfs/bmFC8em+5V0zA4YsgA4A+kWsSac9Cw6srCioQZoTzr/VMZLZ4GlG14rgn8zCTH1ejANhljs+JrEvIJlzhiOmE90KFM8kKp0HrFgA4Nk9wVSiuAoZxGcWoUnvfh68Xg7Rq/RZgmmmj9UciziilCp8VEQhy1faMcRFRTeR8IC3LxL8Rh3Hk6LHjoeNWcu1a1L+oOp78HiqbiXor/VuYk9pni+iChZdZ8B1QOFDduFu/fixBsu3oF8Lt2zANgABvRx7JQ1Ts9H1KpZnsYkKU8C0/EPdXX0LgFttMtkpcn+jDAAU9mNKKWgyQGyb5Cvlg0hSU8T2RGp/rbvWc8RmrUqxztTOwLfaFQVdHRI8FK2+IWEMM1wf85hWYUbiIS0ET5GnxZApbwGT9VmWNGUGc6WANy5KFdlhmlO2Ew9piIA2N57gH6GBLODJ6fZM7qEVq+JPe3Kr9KLg+sjCAnshNI4YBNuXzoqas5+Zk19zBBqK4HtjpFtrecQHNC1uPbYI7I3HFHF6FQe7KFZR4w9hT4FETCNnzH7PDoFMceAygcBpgULECiqu29sTjlgyn7isULefyZgRAI0rh+HXgZqRj40tmIq2rRRbx0X+RhfXFbrcDFGgmNiX+4kB8EIqT0BZ1xbMkKwXt4MHK60m1GAMEekFHCLj+m35NLDEa2UFF7d6I4qzrAPZGdHsSK+OUpr2icws0D6/HEF6dqO0RFEpNxmpPSAPc1OYKaC5A6fmLXeRiVgp5CECEBne4WWBuJujPuoIjAl3lebSQFWply+2VahnwMoUNsDq0x4kaHtnBuZItW3U5vzGF6TXSIzeAwq8Mfo0uc+MBZVdpKFawtPZMYWGpT+1wKBO+a/OImRyY8/xCbDap9Tw/nfAIEp3gw1DGsPkqb+GgcekKqtDB9Fz/AMrt/I9Q+dan/f1HSYbAsvqBlbMvr1DHatLk6q+oWVXB8O4yo0Up+IZiN7aDfJjruPk07HYXaRXM4Q16ZdUNhydkWgD2YJZlpxTg+HiWuzFM7HpeIjpudGQ7haYKtnDdoaPqAJslFNMbFeWQPRD0V+ASUOqCJtzgsWwxWn7l5MTEXmDC01S6H4eGFGAU8WNrVOAggxBV1Vbi9vQZZTHhHpbv/wCHMRW5Oqe02rP/AAu2V23ZuB60zsn07mR84EyncTjIXSe2xmc2SBYEC1zRCR1oaowQTQCKG+GMaTIegVRLDPcoq3R4vSNm+hCpHDee9XMS0h2u18rMaaWmOq9XH97cDsSbtju33TZFjSgE2YulT55DXgiKBpeMS2XGlgoERQo4fwe/rRACiwyTbfe2sarjXpHFsQ4OnQ/HgnAVTqPmVCACDTZ/14HivWpSKqcUtbf2Rojul8kIwlv0zVHaSOR/gQYqruXrvwwNRBUZ9BhzobLJ8xxXul8IEG6LngjombqbbsKFiIo4TDKN2rtl+wEuEJA2FNPSYsj8h0hSBiZ1Gn0I2q7z/cRWZUwLPvE3d+zAfJf9MJjy9rBK+kiV2EjlZ9vYwxuMtORqdcINAdJi4Fmm0ksGshwuiFQE1LwViHaLp6PUU608F3FB1cPXKvwvwwKBNLGRiIDHs7CcCe8i9rax30z2+eEYiXyQfcESr1QrirORIwNeoAtem8scGWzlBTxaMDsTxU4M55lu9NXZzaKSx0Gh2wGE3UV+lg+nmsCadu2WVeKtesXMAhhUTk6YalgGo5/Bps2R+7Mf7OiENxAWgcemEDjFxalG2LFuGeyN0vxGaBKbwiWgp9ZHua2CsoBFejM5ZsTF77eKRfUZlAH6RHZXr6B0bIKpxLGntYouuYT8p2EP/wAWMK445IMEjqlniFfcQBSIHswj8MsYllhpunTFRgbRgPiPeBuj16jaTRzd1LUN2teY6mFRZ3FWqSwPtGi0rEHTK4biBjo3A+9XFDyNyqqglpXRNjCs1MSlzKIKTCTRCAB8IK/U76Y0hSK+op8ZGjFngx/U8OoIUOUxCNf2yAyiILeApAhJfI2DIT5KQs4iVb8Yh5QN2o/4rfrt/HhE/wCk8OnZkUGyXgQNH/cNSmncc3yBkHSzH1f3Pn9+Nk84GnF90heuRelXPmQpIbwwi6tVVgIwNolAbNoiITJHKyLb1un+5Vhhswv35SnnWAD7s1LsxwivRnBVGlBeAVcREW5vmvUscDuPSRUAGEUxcXfaWiNYCIMdh/2ntyh/2g6wSwWWrWd370VSpV2syC5dPrD2/wBUuSKsM7Ae0KCA0ua9kHq0yVvoSnUHPlj/AKzK2bWr0Jay5pmXjsYdQ8crn8lGxFTE7kAtUtqEa3bZk9nMqtQ8/DpjpbvOoLPtZivYt1h/MWUNit30tQBGpd0xi5ctVcfoITe98ERYKotHzHouq6jJ4CKhiuXtOVhqzGLtxL3sD1e4GKhzY9oX0ADcQUYi6tYiPZBspP8A2L4TJ+dkjugOCBEYUXD1iWkOr/l8BAFVoCBQFDSPfi4LH2T+D4AVfdHtQyqesyCdM6xO/L9yxcD+zKDca+D/AKeEZqdoNQmvS3QJ6Zuo02C0wXmlrDAyPV/3coRLavWlN/QcBLHwBzJxGDqh8V/ovgDEHtKYbTMGWnYrd2ROPcPRGua5b5x2MALXax4fkkzxAvaETR9UDWJbRVfcYWQUz/yDYMoSm41ZYJ3cEICpBqZC7dB8RxxrdZnCaD4R9QSs4WsDCd0eZifV9ZZ/W4oZ1BtYWciwZWWtxdDjMpTBtnhZWiKqg6EVyzgex/Y5l2xTYuh7GI4aBr9MG0HALwvTUrzmffYxU8tAr7RSDovULbbFG6uJsVBOY5JhUEXA0QTg24B7IFMcWDJ0EZSYIgFccWykKrGRcbOi5iHNU4VbqnuY3+F0xgf9hFop/p9Al5YUXbL5Ix6kHh7hUVKpl57glAG/2IoUaiBTXczHpe3zEBbcn+hMC88YHCO0QbjmtHntfM5pVTvkra9q47EvTRegKo6Je8A+3DApU75gpWWlHEYOo+5Wssc7pOaYG2xPLLZgKpiN6/vhEBhLGDqoPAFUipphHTF7u9fxNfDpAkBiNgMm3eheiBuNQd3oEfURZSC+MFSkDZeb8XOpRphCWS5yoqtvl5rtWB8y3kqOcPuVCg0cx6jF4AthFas7Yuli0pSmlOHsioIdsYHR5L8QIciwkpJgTdBXCot4dqAh2wNWTIrLl0UNIQNDAVewz/yu2Y62t834PxMFjXChLnd5B8GI+xsHqCpIp2NcmIDSCzUezBb2gEwXqvdLE2vm9+AkW5RgX6ZkW1uVdxlHq4+sztJSP6SC34MT8THFZzhxxCRWhauiWOK+Qq1FHm4DM7q4C4J+Iv8A8iV4gho1GDyxoEJXlxwqWJ2KtwbFsxna9pj3sFUKBScdiAFA4A1KXQvdEPDF31dSuvAuzH85mIVf13SRgzDe/wCUakh5A+IeQgZjmxHsYOetKgzqYNZ9ssAPdX9Ed4EDuc/HH9keq5ajCqC7DClab+N5agG7ud6iQsNhbDl9wMfyx29C1CJ6TDBW4dh7vkgEX5cFPiX03i+/yh6DWymomtw/WY7GOz47gU0uhbfZMwGqiw4Y3ai07Xt8/wAZ4OS4oxNULat/SMLNONCU3MjAEHmKnFz0Q5SHXB+HwMvybj7ySmQBQVD7dzW/eevtNCrLV181HZICmVXC6i7FdGq1eDxVALn2LzUHaDo2fZBj6i0DgCoeWFSshTFMqP8AUoadurkfiDVs/E6jQclgmPn1BDraV/RY80W/f+0BMFaar3UqPFXXStQBVI9y7rH8BBfQJHmoUqm2RjlcNZqUG8WJbzNsWyAyXoRzBf0uv0lUyzfxw+3hSUFe1aj4WLX4v2XMHNKX8EAEOnDTAeQ8rIA1gN/6AyhcmdMwuZfDsRpkU/NFqYlzcb3Q9BNKlqojVRWFde4dUggf1tfPcyUQx0OemCiFwBt8sAxDgc80yhq3/BxCCq8y2t79Cj+GA2U0bBk6j103KcjRZl7IGR1BU+Llhcuc5B4l/ssUV2SJdsAUyBCVnGMB+FTkgu5gFGwnCa7tx8pYjipyyuplOov5UBzFIKzb1yuCbi9nauPojMJof/SKubDRkYEOlvHdijKg6R8a5YqdRjdFbr5GW6dBbh4qCaRPIrKdVUTwDqbyeiD/AJWCxsiEJdYqKqABG2n5mBYNS5s7H0Tqc1AVVV0zuvDSaemv8uJfF004QuAQehKO+3D7o2wdj5b2S3Gq7pf6uAAKgoSnLTV5SY/6Rw48XLN27gO2DsW/yoo2kezcW3o0ce3aLrEOqNYS7PfS4BtTbCW6t3ckHUiqynuPbau3ujMAzBGl6OWY2LgyVQnKWarGWbOmZ3FNGI/9rt/A0+SJVeVAZqzoJQFPoH2OGUH8bltkAjog8ZnM2bGsq/EFVHdhCRG9p/2SkUfID/RBYm8jEGHBZO7EuqbYLl/tKGSsCBU/QH0QE/0AeFWkpMmhmHgHqfQ8aZPZVePKkKJWvYPV7lrXrsb/AHBQyzXPuG3RV/oPCzAv017ItpwWWji80RJYRH8lCBdcjZuWckZUSrxk0zZfAhwJR8tDlCXRVcSUqytLNlcwjIemDi7xFgAqptiMqvPjT6ABBAXfiBo3O+kQUlxb8V8aAZ5olKorUf8AQmaxRjBlS0ysE2ylD+OMyxST1TBdj4pLKBuv7QOU0wZhDFQScUF4HbTRbfChrd02vkl7CMgoPQcEGDWhYSP97lBrwktcKb6g0npuKc56KPP8U8Q1i16C249MDTcAePlcpG1VjuMZW2x0f2+HFcOyZ7zd0miig3R4ZE/GcGODrlxCKx0poX4Md5Jjey8eybzCPytQn1hGFoDYywSYW0/6YRaqZZzV6oIXL2FRftEw1Hp/eGAA4eY0pRSkH7QywSxI3HYpsRRZUrAz74l7sV26v2uJsSq1p8XL78MGlBxv0l3/APV1Eu5+NE9GGmzLfiCICyHfsY2i2ihK4NpZxlA7S12sqgtNDvqVPPx78nswxuUMi2JCKVCi5iVlgzRtV9EN4aVCffe5d5XW16viFTmywYEXBsw5rpl2282c4qFSjBOOX5Z8aPT7IEnwcLPs1B3T4/QTl7gMVb3Fe3WSYETeIFBEGKPLADdz3/d4+uXq7dPgsAHDO8LFEqTuGgn3EM5kuiIRjAKAYqLKylzU3Oj5a9MwApOVbk6RXgibrW6uVedFvgxoM70YRGWAxYeg/rde5bQBwPCa06YGgJaHIxebI+ZxKnan4x9Lw9D+2VRKTm23XqyXanTziHJwWxJGqVTu+bheSqf0+yQNsWwbp1Zc3CZg7qYsocT4GVM0FrxBc+F1tNvfSvGa013xDa0XrlOIiFbrb0wdc25X2MUvu1t8Uo1MRtGdu3xU2EGIwqsuHSQEqwPwv6LPF6JMOpcTtJOPKHb8H7QK2p/0E0Q4VliCcrO3hvQRpvggEI+jzFocC/ZDhfh13Jf4D5vxQb2FoB6GUOKfmGdRXDjMEZQMbehbIwLSD4VfwsLehf4XwFhLv0hlDIg/2QV1W0P0e2HZAz80LH0DyTiukl5a6wjRgHE7AxgdwZ+v9I4Fii6aMQlrKWUza70t0xmHYrknsYp8mwpEDsPalLTLqANFo5ZbpoxfEBRA6Hc1/GVKy2V1HLttpLR7Jg7CEczg1XIngFYfho+Sf+h3HZZwuSXMM1Q3iYsBsAmfkSJ3KUdlmGVdDocglF5zhoVK5dnfuOusr/QMfNV8E3B7QERFEyNPzqVbY19riWDWgBW+7slqAC9J+rI1ZaLoX7IapofJNJ1WsfGx+yKvfMAbI4dxlYcRsiqCL/zBRAthg+fLwrRTluoKzoqouFgtQBpWCzaI9vE2X+BC939f/HgBI44qKP2Q9wEVHJW+eEVSFgsj+cvqtyoHpdwAS+2Wh0XMv5p8ii0G5pg6NriVoYcBlIKGQG2vp6jz2i8c/awmmIMJhiX+klbVYerhiVlmG5yTlhcDRhOGGY3b6ng+BuGq5xf4DgI5jsNyOAkq1uj3Ni47XasqkH2D+phMQOc/h6ZZ6G8n9lQNEmnxPCtfcEBEu9MO5dxRBDlf81Dst0wPfcK5hWvt+6l4F9gzDw28v+6Ar6cLhLjdafcI1pedH77JiKVH7AgwV1dWr9Nyt+tSQByq1D7RDKvLFxRNW12Pk68UcoZnupBnZ1QXkI07GdNLGHz4CyoaSbiqie+Y2RaXYL3RocFcYSJih2LrMPZvvLyEVQDD1GA/UeNMB29wHkp1y6AiU6EFGzZqH6aK57aQwg+DiNKwDPPMXWMNylbfluEW8P431L9pz4bK4PxG0pZSzZB+vZIUTAKOQ+1QvBo/ZESvxzB+7MbbaTzc92oB49HcgMyj0py3NnurxcZysUND78EhVi0HN8wAABtYfsZmBu+ehHTLtOfQecVvyJaqwpvylsPOPEwSlHPP4jWXg5H/AEmAALQCLGk7DM/1v8WbhVX/AGl9+HU6621XUAULoWlmE7jRnZ9QA0rOGG/Xb+HhRiclqAFC3baYc9aujhGwCP5F9MNHx+GPp/qfGttKitIsIUA3ykzC0wC69kYjeD7Y33h1bolsC2l0fiL0tGoqBZvHHpj3Mqh+ghL620aEy+bROM0K1cAi2h/YktMlmzR6jl0p7IfpLIOoLITu8wAIwai/tuOoeUe7Lsgsu9E72LmiV7IGWlVMxgDNU9yOpQH2UuHs/DR8k/8AC7Zwdp8RR6xvyhl+mV093H1gXM+bimKB2g6S3NETwK0UhW0WhdHyg9Nj+wjga2+/GP51/RBnqsXQiEx2pUidWek6gkpbNDNkqJe72T+LI1Pn/WX8wZaSvbAMigOSBBPeCrM+V+go9nmwwOBpBBuHwjdKJ7G5hTA24XCVFu8PcWsUG/flV4gMfp8ZCyVw0v6YZYhQ/wCmEjue7iG0c734wVNMrw/O9lLQFUoKlKGjF3pT5imDQNiCai/Awih3nx4mY6nCdi4BupOHz1jHnSOEd2FYQtkVgTbHKML3On9PbCIERMnIxUtK7c+PdOPmsTC/Y6DlSgBqwJdagqnRaY+xgVEjjRiqdlcailHo34LgEwXlwVL3LnzcHu4wXhftROAfSmo1hcCYclfCf7B/qCGigOrMIxwZq6l0LSmvaCZYBfBAc8uOa9MGfCnL1jTBGDELet6fnRHL6TpV1uo5bpQNAUsWP4ub7T9cfl08QE9uWWr8vyGghNuOyCwhNaEI5Kas7BEgPYJaVGANqksdpq/Hyhrm/s9B4f3u9qQqE/LB59Z6SKkbLs9GEVN2hg6NiuKOVXFapRv38xCxttO5ZHX8EEnaf9/rYCC9HLt7JSrJyAoMssl5bpSzw3sBwD8C+z8SQqUAWPwJLKspW0ggKEFMZzIBvx+SChlzGRR4qetNP9zj1+AK0FcBliw5mNacgmsMHndVhPTSwhZbXleK1QTk7Io5YaqK2wr+oExbDRhFYa9zIeDAX6vxFETCT+Ef08Ebvd5rCerADI9Rg6tb49y28GbyAoaPwVJ1Ats3QDmlpL0Ja5UvAA0FRIgnm+3sZhuLw5ETQV9gtQa9/gSbhv5bYgyAl4o6vOXFjGVkTVTSQlccZLaah9cRVOZkCcEh9JQuZQRLCI7Irp98iyIBVFA8ZQq5a9e0kyx1BfyBK06pSg3EMVZssqZe78G0fJP/AAu2OrN98pKVQwWgSrawEwnuUO5SOQbq0JrhgvDsstg6qF5S9WFv75xLhhr9+R6Oq/RF6l4ucwAmaAqwi5IwY0+mbZwfcLr1/BF1rMTSjrFwauOsOuVRQ1dgMIyhfZC15vlvFWs8MUUhQrR0deAkDbk5dvH8Wwh2wMGN7zwr7erYfqm2RsjpaKOHabs9J4YNLT8UrBxZvcGFo24+GLc976/BnohRbErxsMclxALdGt+LbeNfS5/qosIfof8A7sINqykwSWBwo4ULysbULJ8bUyAH076ErQYybzQ6FE17QYDKIlHHDesuS/YpBDD0NkVSq1bXb4CcqIb8mB8Db+alnJ8KP3zCid1DAd7gYqUKXhXB6lc9dpw34AgQ5lAneH+I5EzfSHHyOSVBaVWPJ6iClGxspKPaYGL0R4WGTqijtVtW+2b/APzgljfx+06+MTaYYvMAWDegxQWC9aDv8HEKI4QAzuRA1B+hpwDuaZWO0cVerZjtAPVFpRpCAdGKSVtC2iGIw0Dqu7dRd2G9Kog10mEwqQRG4q4mfaEvlD6zKO1iBucVmvT6jfLzDdT8TnTkaM/e4xwhpw+5h65HRAILQoLAKUTXlisxaSqbbShhIRlgP0pmIYdro5IWPGClHjwTBxeuHTC4v6oW8YV9F5qpVujaWmlso4BJgADBLXzoluieUHuxM8NOYWAEoFpXHtgICNGp9l+XBnu7AXKDpWYIEciarglYc74SddS+p8aaAzLeUylroLapU4wddv6+MprqjHgGQHXEM71T3ZNiM8bfHEVhw+jtiDSoKNn7THoECRNL+tjCT/e+hFU47V29v+H+Mf2eOoFiwiwPUfqQukIpNJExC5RfgP4qvHQcAcr4EPRnBLg64CVlViiOxubDEdaqact9XMfUYdN/kLiUy5jYNPoCVssrYbNbtsNw2yM/ol4ICN1mIcIg/DQ5moEPAnr3RFUSoOqQRoFqHDrF/sf2wME2bSdL1q8WA52tNE7dhBQnuX8UVwq8RqrlFdyVhbKi38EpGMh17gobuiv7YNHW7NYcAZWjCsULqxj9wvhWYU7OOyX39IVtYFGLizqtOed2At0LWWpR6FIm4Ir9yn1uXsZdGi4RYIKZ/wBiApRY9wjlfLDTclX1iWP/AMTtKwMPtg9Cy5jy3BGQweMBy8BAgOo03p9QViYQ8F9/EtMSD+IDAQWOYTEymGPm+DLtaHbLjskIWvmseGBIYMKdMN+EoLNPSwCEUoOZkxQc8r6alyDfH4w027Dr7Pf4qCSok/QXBQQsvcBaDmV5m6fAwmWWhwOQ+6sByWc4BAm3cG2rXstUKvP3AUoQDvaOWHaUhSABCKC9U/Walgydi5PcQ1AVD8EFyplhPiu2vtZWaGf4Kizm8gfCTFJZZTq+xj7hWyOyYXiK+PCiZclOu5eM0SWgoMHRK4UybqgC4CVClleeiMhfuGaAGf0YQFKnELQ+I7+J+oENOAC3UYQSgHI+mPZoOQiqiDS2LctRXnNlzDqKLUyXOXgvSj6yi0de9j/rN5Btttj0y1KQb/1MwJD596Q5GAYmYezFL5EDkmbOALqxauajM5gBvASmiVd2ZHneaZZI1gTMCoeDSIDKf13x/c5DIs9wDOAbt6iqjZa2bGJGk18JYLIOBzLSU42/IeLpnr7/ALKCm2D4D3NeIA4GDKjB6E0ZWfXrFq2bU5ioZsFL+pWAPVz6r6PwG5Qva7j0eG6bYOoA7GuLRpb17Kl+r0TNe5xr2+mpeseaj/1U8LIrtNXKJKkWiiI3e1yviHLQVCGz20sQU4EBWeiL6sv/AOmK84kLHqcB0lFpInIKmrIt8oGtvVJeIcCKUvARJVRSdKdMcW5CCmcX4OHqMyq3rypqs3TZ+BsPd/p8WXCnPKd8GxTfF+iJECunfqHNEd0B5WOTosDB7ZpLZsNAAnBiK4tuz2Rag7LZi5cA4TM/UYPKbBdoi1tSvwP4FxeKqRxwPtZXdCGKBrBCqhcHj6iFAUCB81khNgt9PZS5ilHMCOuCZ+mKDcM/0J8T+e/thiZ84Ah2SLHcUFaxi2KOYeDoWonQG+15fw5VeED01SCh6cYof40VegB4gVSWCllwDpzUUWsNVjF9Shi1zns4W7obV+i4lswWMv8ApYNGxSihU/nMoVQrYx59uaApvUwCXvqxiSqGepLRzCvSm91jolRs3IDmWkslA5PUShXU/ffLw8Gi1tbxYiBSuiiIiw0nTGuAeMnly/EdBOYW8XNJnO59P2JbBt1KIS5LwnuUBNdJMIKWTvOOqjNreFg5BCkc+2MZqgXPUhzmh7+kwxVbK7TqMqod0WIF6F/BYNIyHT78Vn2cVxHtEr5cEF9VaWjt0gwlHMefzBnaHC9TIAPDjn39xCrF2Pf8f3D+9Z25iUFFU5gG/wBez5iefqSlx22++iqbfIa9tTHwlHYf23/hcXPVTdXwyZaBKKY9XGwXdh9x7TG6KX9S345bg2jELhfAb1YoXV4av1CJZjI1bEIrxPZwZm8vx7EsxAayWGdL3QebrwQ16/2RGePpr/645o+Q4+iXfy3pi4LU3lognhItOa+weUigEFd2vP0EUcJ44tYifbnB8QIUoGRyRlUh+XeamxbliUpY01c2OlA+7dQz/wBCB6I0Yzc2vRuFTSxys7xErqu1UwKrlpWArP2iGS2W3khKn0+sUPAHLCu4i7PAUD2/kfDrg29lP6wHJe+WoRWj1Uj8Q3ceuXUlazHtwA4AJvOeTpmQSiswv2RDtXhluUcSmBVvB4JlU/X6HtlTwfU/6vgVQgt6N0OSHoOsMEMJmq22piPHIy+vdQN1V24nGH4noifbPhFeZYjvH/HwJZRzXlibJRoMDI8Q48BREwjZ8yh9Xc3SUiPGmEwR3d5OlZCxw5vzYYg9p1E0Pt237fk67L2zqad0CgsXMAV0pr2RL3jMYUnnOJXD6iVUacCCIe7RoftMwxvmCRaCoKrCRYqxtpHsqXDvscMqUFuDKTXFSmoLtNp2u+1ZuBQvP9eOGOH+3NaV9RrolO3tyiehw0+EjFwA7Ebp2RyTPv8AspOuwQW3SOO1WjeXXTOPII/+VWNMrD91smGV4MMrAzyFUwbhO/Z8kLIDT5EYOCJy3Z0+FW8qM9w9eZEIEpeWhCEQM+nxUbcrs5DMASZx2+om07rgi7Ay0FDANcICjRX08BpJQaqir7gdqNvagPu0AVHMhx6Z0MWyPsiMyQ4Z4GnSdkbAN4bip04Vx3UlLSl1EQC0sA4sd9+UVUxexBxRTWQ92LEtBaJu4zylWPrxw0iFox4laryvgURMI2MdJUp6DyqShpGnnmmJfVDWzZ8y3Uyc2UBlWVI0cf0JHZMAvRmak1S8PlCgrpmZgbKzMmO57nQREUbE2TvW76IxLn+zKYmYccoAg93AjOmLXs35jvGu+3MTG4AJolBfgHdwZBQxThHpmc57RZofJfCKmvGOEiLD4jQ8xhi63izMIojAWDQVwRu0JdiOMtvhmSrs+6oEKo0wqmOAK8RmHg+5/wDkOHLXITiAChKZXmKCjGTOY2n6GDn6LfqLIbDa+3da8f8As9sN6/t2V2QkuDNGP2RVXkOD0kOiCLyAffj5gczQbHw+yO5VSkvNAXB/t33CRraMMAyeyB65AWxCwne4CX8ic8z330vxXf2S+MEbpj/KctQ0HZ8ECnnYrjpvqN1gO7pIXDYukjMNNeWThU7KZeKBWjbJM8gVZphBtiPteALsNrb0A9r9TmLh02n3EDc53m3bgwWaIa+0VRDlYsHVTYbLtmX3LNUaJsay/iAgLVUX2xCUiqVp36g0bWh17fRG7zWH/ul400V218PKHIjV3XqC8XShSPTL+RI5i8N8Mz7gtYUfdf2ft4KQRbQ7/FMsW07IHaihtYITSnRKC6zkiawWHB2wcciSXpYuAejxt2r4n5isoFt114BWha4A3BypoP8AlDUUFxSKO89vziZ+CC9tC9ud/CwwIG3fEphY0mtwuqjfFlitjuLFTyA/iUarVTFaWChBKfEhbWK0iWIkYxWavPZURoONbj4gqiycQUS8Cxsjp7lmBMA5+Is4EpwJ8RX3D3dTvoJfB68kmvRORVGe2pkm03u+Nf4Aj2fTwFPcrFwbNl6lZEedkr0uYpX/AMheaFOnJRt6DfDAoAS6DbERRETYxEJXU9oSF9rpIN4wpk63+vcFoyFsopHuCq1VnpIAizjRI0DS4lZ5XUtTAODcHKwJY3+zgW5DCpLOmvGBcP2Exy08S9z9wAtOC1rfUtUdo5V1CvaWh/Z6gNKaALSnUPlI3m7G8js/Cjmw/YGXtuU7N8QcPcKoo/TMhHeuI+VNnT8JK+g9sxStFytL8VAlwK3SKQr1zMeha60PxNQhW2/9SissWCcfhflYq8dPAqBff8A6VDCLek/nM0+oonsw2OnqXw52a71KS8MJe8GkbXm/BhOkSEbMoMAAi+oIUnmBRsaeINhG1h5jw0pu1r+5j2Opv+QEsfkk2017uVf0xDbgX7jDlVu2/eebZ89A+sSxAp2P+kkhrZfL7REKTBHUQNee29hAvUaKDdcxeoYIBo++vfAlfyOV527UAr7gf4gCWxCMjAgupYKlViKxnIZC0rBr4eonp2vXxhlLwXn4mEkfp/8AgIeiMRCuLpKFRZ9cQCCq/lCFvHwEKxvmiiKAypyr4WMoUCjg9MSo7f7mIkVVfMEiRGdB9cka2JpYMt9s/Y+C3VzSe8xWLu1n7jqRVHacr252ayeoR0bbsmNqnI8AP9PBojaApZqijmd7YbAqy6cuTRCiGkU40dEPRpicqlovf1v+ZVfHtcbfbLEqrzKXBlhsIlKbis9hxBaxhXJ+IXIsxnJTielVXxsluKdiN+4M21zV6xAaGl5X+uYHVu0l2ipRw9lMRt0S9A5WF2n9K9QVb5/SfzF21VPpPLy/9P5XQpWTk78FoQ28CPThMJBd3r+g8AWhBHDkfiYkG120z4lm79xAjpG4h4xuhhVF+XwOy0qP3VbfxpED/NXqCxSc81isViBY+4Bihf7SOrH5alRDOeUlSAO0XSryRQgxSAfZWD4g1yXUcHqCUOzbCfEKtVeNjFmTMTraq9lGokOe08BubOj+eACczLlrszlDNo9pU0EIvoJqVNMSnR2QudRDYl7IjRWIZqAkxBrBepzpnKsv140kjDt4Pti7J/7JWb4TU7MkiwKrPS5G1sYWmBbBZw12RDABr2F7Ib1psNvQhfJaNPuF8D06Tum9h4w9RdOAZvQhsykxfCoU9whWFznPZDYbIM10SyCKfI9TO0nQcPqE2G8DG4XSsGkRRHDFVU6v0eAzUqxXA4NPTWpS8kAyICvQi4Bq5LYjG4NLaO/bbt+4hEFW7/qYkFQWimGArsgzFpW+Aw6gDpwyspihe0f+JCp3HAEurRFgWLFyCSwZjuO4UN7F/wBUysU8i4ZbUdSzl6Vhyt12faXJD6PhfUVeXM5mKNSmuXuAM3T3D9UPcM9UvbQxN3gpYNPshIiE42YVQC1QgSMzYupbVW/g4Ztx/wA5h/8AWTnIiaDVurISJnxRTUkenOf1+AhkTmK4I8CQEu7jMyEOUor0RyX/AGGGcx1/qMYysney+ktWkAVI31UJ7cqWeLP0Z8P2FF1MqMRWIxKgBNDdMJWbzqW/RKMOurYmbB/LeqCu2/8A+INAjVFOmIFBTaOF+WmB16wsD23VsoXSVziAZR+Wr1BUmXQ/4hLIL9gylmv5Pf6I20o6V8wwbKoyYAaqDqB6hHhXiK9nsoc/mH6fnZgyIBkmd1xcOVnPtWnZArFx1TSnTLKAFmIYygX6mgBUAW1we5hRW2m2Z+oE4c+BOethpFaBAtrDN+yGpEax5g8uAf3DWGkuXLVIYFCLuBa3kZjdoVsmLB+uckDLgUjqu1FTZfBZUboCLw4+Yj/KoUMiTctstf1PWOO3N1Iab448cQqQFFXej9n9R6aS5HYnhoq59X7jqNHatHx6Y4scNDmJBC3IGoYWCtuwMJUvloT4rcS6sB7hNtsDnhMsJ90/9ogAWjmZwdiUs4tBMfcbGBtYH7nJvrj0mOGvedflbZRXEUXwdeDd5Qd1WY7gCiCMLJ4IxACuD4pq6a7rH7gT3f8A66CwKpEHNuvya1cr/Zo1feBp4yafwMm2e56jZgNcQq4H6YoiAmAgZNOSxMpCBubaTdNMxBCm8g9RNtBwcoaq4XOj6gjsMxfdzEgS7eD9RbVecseiD/frpltvHBg/1UtfIBl/5G0kcyv4meAibpa6thJKfmcd9qOmWXFx81GIaNKYyc3FwXiM4qGSi94tsj5te2VcE+/cDxZ9Sx0UwFj6jPU4oA/kWCtrWUi2hDROOxminFzjqY+k1aaFCsYBPYqA4DkzH2TrieBAq5qhh+HTDEDcQdwba9vLPaywK0nlTNnZldyAGFZ7AZYNMXqEps2KT5jOXT+PZ3RxGC7MIU0jm7mLa1f6S3MogDz3Lte7RTXVOTSKmxxGR9r2xMPwnRFPOypFU4PDX3FZRixtjwHqoFhbzlFuTkHOxvhHSR0Q9h90TJF3VXpH8I+MfhMYiTcT0jeoIzL4AVVatKEWmbbzP1MRQ4nI6YCczLk+IW7aNmp6jageC46FJaCYfNrAS8Z8FS0HIK1xe6k28Pcw3HsiCdb9vZB3Oh6IpyGDIPzFBAq00+vAABdlp+bJY4BRmbWI+eXA2nrYecMvGYcYu3oXuACRAaGhSyxFQ2OCK/JMDG2iUeKFYeKWIgLgdeGpmFNIXDhHta7q2z9I268DsGM169h7dMXsyyuX/RF/NQCgKoEIikmq/wCaY103qa1xBn1Wlv8A+qzLDZzS/T4putOLsnxCqoPmpMQFnRs6lrUQg8iUkb+af05OUe0zdB8SLs4Oz7KXUTI3V6gzLtj4h7slwt0j8Jt8T25Tax9q7vyf9iyiVxbDGCMxqvbKOMLtBzGI7e2dvog041cL2oXmNVHRXJMLbUYv7SzSr6H/AGf6iKOm6Mrw/wDg6fFylEq5TN1NVom+6gykiY9/AjyAnK4Tk+oC9R6InGkI4ysJGQRnwtaPRVwQsWKKu7IbZOMvIemAKD+s0TwdLVnBcLpyv6hQVIr5UBtK5c7ase6f4WShNSZ6/ZLKAjsCBVzRXIaJ8MqNMLs2wgoTq7RjSGz+wwCwjWWOU9WZV8xmwWvgPiAqAKugLYfZZ+6fSKCkxnz2KgcgHZxFG6007fCmVV6GdF8xoTGNETVRb/KOYeq77NvKAk4WtG2glKQfJPq3Lyywlwb2fIRgV64PBA2Kxj17S18U1dNcv4gfE4NHTLZeWhxAKNa+CnqJi1Ci+oiCJs2h4QtlG2vwBAFqA9yv5rLJ8PhzARvXvQeEITl2F2qZd3AQDauSfESCbi17OK7LwR6nBRcv6MQa6Siuvhc0uDxvf0xrlKEQbt6u+IDYh2bgqEMnVwRmv21VcTJQp/ILwnqsFr3aieBr/wAdRXC41UjiAvIyZoAItgYX+ZRuRGolKbk6nAilOgclk6WMafVBH9yzbNmBd0cxEgagChyFBHlJNhjepbw3agiwG6gBsTIkuN3u5omTkDcWdnJz5wrpMdMXxTwHY+yKsVyzAdLshgrI1XObtIInMjr4qDQRb9H3EFmlrsimGfQX95tgIrncHbl/YgV6qnk9MSfSruWZUK4fq5XbJb6HSWY6ElBavlcvmLm2P1ybwxtNyEFY7Oe+sQW2p2buAqTZVHzfqNACrQD4OThcsAVJqxcK+OyWVVjk+UwQjImyIboIf0hMdg2uMDOFy/ptUfmyZXDE249JWZmuxmwgCU0Bi+hgdK925RLDaisRKUFTKtPJs/LOOSOcLKBRIjSU2UJJgoCbMDo1VT/WYfnRvb41mbxpET1nWRE4S9QYB6BUKLIJU1yHLCE6XTU46uWm9N6dP1D8gQnZ8jLrS8q+rNot9KCH7eA52aKyPVTSLe57SzIPGpOn6xCgq22p+blWASuF+eIthKh4COHyVByc06iEaC+DUq0sSc4OOoulxW7eY+WVxtyckBFQFNcsABIW+leyJHNMNUlndzIVlTMmS33P9Sc0fUtQoAfR8WYS8pCGNnB3wd01FgDKRpYRty2TIOgs4fhliChd9sK2LYDAloJ3NdPknX8W/ACE6lQ0A4EE9Nmjdw/TFtftuEUsev8AYzKkQ2Df2MwjbFVzHIIuQWvgpYBaBrT+0lkXuLJASxoF3CerT0cB0B5Vrr+pPBHEApZGdoNl6a6zK0QtR0wTuU1+xJrEqP20of8Aq9PDLQH+hYzANTR4+oQwrjhcQtFCIWHw6Zccarq3bKDqTKKn1A0ADlDGsL9kkqdUG4zdUN2sMEALAiyxK2JFkBjlsfUPg3BHPyxFTZqT3nGTm4EOKS9IA8zPslV2TAgMOYLKD/klEaZ/RcwBy/A8fzHCAJOCv+kpl6q4IniQKTT9kuRD5NzfFZfB6IJeHS2Ppl4ZqFvsx7wFnR/owN7Ol9KKBmQTOD+JKhGt+ntI8l6ylIzqKzTHirofld1m2zjxh4fb+vh0ZILf0SkURE2PhC0QVbORJsGrN4uLRUOWd7ylqMuTPQKugg92MNV55LVsG73iLlx/b3F2aA/AZY29JUzCESZsFInjLZ3FpUDThPiEtUJ8MgOSUa8UWp9lo0A3gyhar2/7zBth/PX5VxKBwwdpZOFtf2QQWTamoGg1a7XpicByYviSNib4TI4z3Aswq52vzSI6vp/+h4rPV5NGbcrUQUZqHhf9RQh80S18hqBY3wNh7girtpFhGQ41Byd1LJAwIEG+RKEDhocxiQZP7KDgODxcsyPAOT+pUchCtTUBaNc3NupdAXKbPaMrnQrk+Ujddq8kQZy3FUsta1E+13ievocxDVZ+zbHTEHbPcNoIDohr5BihNLzRWYOoLWLUZnxfyjFBZwUNiemZEK0d/cCLaORhhV8juNPTUorVrs+YfWUvCUjNvfMPUGFsGRI2ef8AAf5+4w7t3fYPUIAUMWphXCheSitMxFImwt+OyFwXisiQ5UbcTMFDvh4eszE/PgfHW6wOBXIdKj2MV8s53zUaboUcD3BxMZYGagL2zZMzFvw0v2QXC7leP0cfIo2KPCeEfNuGnunuA7ICGigErAxLF9HoeLrI7TjlEfA2FffDBASYVTrB2mmCioFrSiLMzs0w1ALuyD0DIdIKO/bI0Amv9ssn0in0ix0nX8Ho8ClsV7rUbGhVvKLQpHEMaInk5BG/oli8D6loAGOsW6trC4cBMM4sOWIZc4PB1/tfbKWWoeoAG3/InOd1vhqVTEWtA09KmOj2GsekThitDH5HMCV9N7llBg0vySqQImSzDAt5IXpKr3n66PbEsq8B8KGi4o39kFQiiNidxBpBDNDBznEYcCGB/wBwsG7B0vslobSsNi4Tg7E9MrlLn4gW2bnkruBIZH7dupDW3Yz7y8/zvhGwxkTAGrCoQr3RNyh7jrzXW5YU4W/BX3I/m7BQ4LYacTBw24pUC59x69M3wsLRiuHQJn6YB2Dsc11DUhQq15fJ4QmTrWyW1a6JAbSnEWTLDSl2nvyE4ZZUpCwt1C0Ez03wy+QRaAr4xHhOrbEAaCGUwxrpLHIyRV0oyX+xIOZOBF/TKueZR7+ZPEHW+OxoZUy7Hn2PSRoCt/8AyPGnYrMoClUwKfczHH5ECphOcfyReh5Ir9HW7xapg6bvoVtiUgdgUfktZGWyqlDxOOa74lYp11DF30keKuPu+TvAwHgFU9c1NLANBSgc9sIwLfiFbIQOZL43iJElourPUaBUa1dtMw257HQTN0y765/i/FqhlPF7iZUDlgwL3d09Q3CEWmPYhG2CJhAlGUsx0ZUo32mH0xCs3ds9MI6QqHw2UluBoaNGxEmF7g+SBpzQcPfRjifv6vfYdxlsEm3WctavE9oqvkyeKLqX7pW4Xo+Hi3yZE6ZQbp2HdhzAi6GG/gQ3gbDqAlQ2uYTEGD39jguPr+UBjoEwEw2JY4TscMbidvuEoUiNibGYVf8A0olQXQ7w/DLvYcjev+TVytMEStNrJzcAiNg4CHpR8w16yTVFRw4AhNssRj0eGLZ7bpsvjg6WAvqho7fYxprtXZlOHDZi2LlxD1uAFLPTEGVMB0tmTILKl8Jna+XC6UuSJlVtE7tiAERpGCvIxQGRGaMtCrGLdHCGmqwyWclhGNOwFM0+yDJPUWBJ1rXUuxOykB7UAi1reFKHXahcstl/BXrxSW0/1+uFYc4cYKbByWOSOaBhQHUgZDYgvBNllJ8kp+W6W7eAc2g3iWLOACewAfD3G6L7Q/CHY0Vdr4XsoWnjfUOKgMuOYemIjThNkQSnycPJfJK5HFOQ3xElQomeKyjB9uEfgA1ADXaFj5Gf2+aM1B91ODFeMlwXBv5Jh26UFi4/IoXduI1xI3t6ZnlnuiyEL1oPhiKy03sMFNVbMe0e1Gc37deG06BprdRXStdRwaI9FC3gXYoHk/hmj3zVXtTrpjLVmMZqswJn7lploaHr3HahaWKNK5Q+XbeA4AYA8W6bX66f9frxdPBw67+nmNrBFF+a4NGRuP6YNvwcBPmJRitItRBSsKYhpef3ZznPbF7Gmn37IIlkjHeUywCveFY8U3lvmmCPFwOBBXjDlQFBbBTihAgAqk5lBhvOBib26VsPrwR8VKe0L8fsLksJ7IsoDaYSA0UcbB9JBNXBeXMCuA2YiTYqzsgs8rxxf6DmBu+0reVxsdQFETCaYIrmylzg6M2fvDULnCRAl4b3+yZUBd1hnb+mZj5TBrtBXo9MdXq8ByMJSfrRnsh9wcEAdUeu+hhygxDbGAyV7276YlcbbQ+j4ePA5WY/39UaMwOVyfAlrUBlevRLS6Fyqz7lRPLrqPqln6GDbSHF/Syu9onCShx/dh/0j5z0U/mVsY9CoZsfpBhLdX4ILB3HqBUADX1ktetsTr1GuggmfpfBj7rFEM/VsAkaBtX1/uV/V31cCygNiaBzX1OJZnxqvDO7kf8AaTiBK4vaB2l5TdtlAe9+9uSeu8MN5Rz05H7IKhSI2JsYrAWiwdA5g3YeVf7EbUeRvqXybl0i5YODaMQUPBQzfQgA8wJZNtdV1B+o4MYmZCqCycHTyMGEgq2+lXGZ9sorqpgr3gXUErnKHj1EtNWHB+Y9lVs9qFhT3p9owj4Viy6a6PD2RVVvcF8iXwwEFWCHQiLZtf8AKqJmF8UP5KxjGoD3bugpUcbMPa+dfB9UrJTw8J2eAAOFloUlaxKRAAZvPJUMrCcYfRDx2lQi9WVTnVMna9CPAG3cn2+EFKNMEMCVuPXrws7+q4Epr2NWRO1n/wCjYeHSgcmBguHCQ08GwlMsThhrzQlHRFeQCcLUk4tRsX46tR3iBTg9HxmEL0D6i1Be/wDTp8UvT79GEhg5ZqK+jgxKcYuHn61R+3du33i1MuUsbfLsGNK8IgBMBjWWTT168N8Ekj7McMqpPZr88BmUgziJCl79ulxoeqm7EW5ZwPLUfs3E6wdz9/fh4XE9Q5/Cl3XbeF+OB9E78CXzh+l8Rw0DX1u8QXDp16AgjvDgA30lhH79ztXqmKind5TyenEwjtXbYB/yBm/Czfn6aqnxbWRvKfyv7MwKnWLf3ytiooilS4u/R2bAOWrIkYKBTxTte2INo2/Dpv0RK8AbLyhUtWntwTBAhLdQ0Oy7vp7hXOXT4dM2LcOEyNqrYDaABM7IH1PeJr8bBB2Hey82pidleHw84REscJ6joyrPceDFViFawqt5gBAE8d859wO3QSzFipSPrPEOaaV147Jql2+iKeCgB1fuUgi2MOmAxDAyNDuJlOnwWJ4y+Ay+YZeYti6hVDHKRKlUc/6MEbIA1yNuYQqprd+7lf8AWwPOu06w6ln/AFyPFOui7hSrDLHzDW9sqhWnallIfAEMvApcPWBH3PVbc/MzIRE3lFlqKzfBlgiIvPV29M/bmQ+xMJ4vDIGemkuuH4lfjQs30CZkysFkzfUcHxhg31h16g+5jBjvsUS8AQpsjhCeZp1kXfES0OeTb5mOiUVIziE9cwEUTg8fPgIIY6YFDkZVPDON9FGCtU5/0SBk4UX8iO/5Pu9YUFPWu4e5sS3wGasRO64UmBw8HirmbxIU4DVt+bOA13rq9+WBMcWmnqypHwUJSm6dx5QQHfBEVSU/1H4NDQAIYsRjA53PlSwTkmyKlch6eyL0ccDT41IgX90mkeRKZSqc99vtJloj+mEXm1l74y2KybUv6tAigO1yvzLSYOwhKill5IYgEhXpe2ZJiy3HcTajRrXzLo2h0Y4AUddytBRsCJdC4zqOFPFSuX51UO/zSWINQuRddhBGiaWk9iwZdKMq/fbLUzvwBcoeciBx2fELkx8D/wAiinH1P/z4BNAoIB2sMlEvSrF/9zdZavUCZ1nxfiZsLEpp9nmxV6N/9E21XAyeBRswxAV3QWxy6BlT+oXSo3UcF+oGDWrhIpn+uK/AAhCictAGCgnQlketl05/6lKDt6I1FsXtr1bRCsi82x/EAUAdBRFPrauPwGrpff8AzqO2kbslnhTOQdH/AHAZvLSXmzKphqLufYnz+AppT4gysktQO4anyKgMYUscDxqlNsNMpbREBApCWvsX+nJN8k7yInsOsQVod+GZ3+5Bs6H/AK32+Ljp0oSgPSRYyMQNyVgi6s6bvhjlzedX0yw1Vdgk/wDdIwrAadm91BZgaPcZU4Q4kEQNHa9xxNLWWDqJRnAtHgYFpRhjg+7w+hirwa4shjhTo5/ca6XP/T8Leq6gKgFq0Jn5Cg0/JMs/RqEWk3qmKUv6Y9dR+/oEohV7W35/B0ond8vlyoi1W5YRSM5PEHhGf/iRK4UIB5qKKBdBR/UUIN3pQMPGCicJwwIyF44Y5WSQ9W3CCK2Jt6f9iKUG7IC0LK9sHWAlEgfLo+IjXaLAfbiP3d/2LiCPY5/e5kA5DMYAC8QQWhLQaerIHR8DNh9ER3+hmm/QyscTyqj4aTo/7cRWwE5yhHKe1M7Sqe3M0yNKS6sd/wCgiwGjPn6uCZhOT/R1OEnZk/if/mQVod6CZuo97+ggON8nubR2t5UY2uL0diQwyvnpcFNKXuv8IEWo5Y0LY4YofA9h7bHUAXxRMhld+fy8ZcifOtSigyDk6y8eVVyr4TQCuHIxW7HWn6YW67bS+jbH/rAe3ytf1DK+F39u4wWC+XyARrmf+biI0lJsYXcgQwj2TmE35uhQSbeiS/cqYzNXKCrWwLB9MHEDGSx3Pb+kwuSrtbr3EHCut+OPyhUZLgLat5lAf60suHPVBjPJ7IICBSpVn6mF+zh9vGjL3ff4FgNtlh+o4UG60/4i5jRt3HYHyIA2frIkr2wMQ8z8I+AKJJfCvm7padmn8AFlRd7fXkLwWvR4VmLrz6WI8Qr6xMYgpD2ckxTO+h4mhaLWT1BpQ5Qp7xDZERrRb2sMgESHT8kOQlmW9W/AXfC6A6Ylhsf2yB0brR634x7AVh0+UTsgIZBXoRMvs1ta0pyLJ2dL8oKg8r+uPG820wwGE0C0XFV5Sw+7KgKbCZs5gK0s1xiKpzCZFz6vgmYQADu2viFaCQ1B1B6isVdDUsCUBdH3GQ0NKEMd8j5qQFQg6iogKtMDzjLUT2ZgDzUFFfkm9CGXMGnhxfpSXbxYjZ7ghCFdPnCr1WD4itVKADDvPUSAJmGsQDTDxcDSVhHBHDRM+3gHMrYvJEjk5exn6JVdqvgJooXLA+mDejYpx4uK28ErA5LIP8ieh9nh5QAoOu5b34XLW6w9/hQCUZxA9rNOnLvPSJtI7i/lWL3gOau/ZmQLq2vUCksyPjcXQBz2x4e6QvsiLjnt9vwxzcOOA6HJLXyDf3tEeu3l+F5z5COGusPlUNDXDFtXvNHjEELsPHgHAFejyQFdWLQgsOLftzRnQFkGs5xKRpJk3/iERYXTs8mr8Hf1FDlHhouMtZNjsByjow4F/FITIgN4CWyy+HT4ZSlbFz6CXDEVpqu0aZA/i1I5sFGDft84HE2+ZTRja7vo8Oq2QO15p0f4QAVKHbKaBp5/wFgDaZEvShaygeg3LHFtVDWKL5mYNLo9JHRkoqvogL7CiIjSI9MRKccKWJKXqdnPxBAIsNkTAUN+NTtv5wgY2kkXSxGw7DAFBlKzZJJzdud+cK/1cfCK6MCuT6T1KBDC4H9jBn8YGde8ugeofQm1WJ433Vh+3gBRruQq+h3Bht2MG2Ad8kiumM2TXYwbLaPTBskdOR8G2IjSImxwkprGleh0flgzXpb9ibm3Ta9MdDApOPp6EopJZ6PS+SuFXqX4t9k98uioq3B0TPjiNJ2vqKUUVR67gGonQZT0gxp/zEnk+4Ed/g19wsjNM0evF4eTyHRM1L3OI6ZGoBkM0KLoaenyCe4z39ksImrWM22PCpS6u048qorN1Ew5tTwPlARE0m4pgGy2Tu8PbK4aVa7G/tF0dCYBxYPiaNyrkPcNWFivZ1nwYSgB0eZcTFV/sRVfEDoR/I+CKgaxA9/LAoAlPGq/k1KYXHoqukNmEW9uaiq6gb62RhqBfJu4zUPgc38w5oa/Tx+yNW0IXgeDwRNLH8w6QgqJ+Q8oWi7IZaBXog/iRce8Ruliebk+JmkK7d9jCEsir8CjtzW29fExt4u0WNwCqFeg7imy5irly+bWXYcEevIAaoUfhkYULz/r8K8D08nxLZPWf99ePZ84v2rjFglUREic0BE2LxVqr10HoILMQ0tTiYLGzR4N6PS677HR4zZDpWL/AKgjdXYuh76f8AkUFDdeASKLRwy0Ea4eBslbLK8DKAbQ8gFK4Rp+mGSJJYnwe4BEXp0vM7+b8Wj/APd4m2pX/wDCFS9hpgCLZjiAhq3mn+4S602aHqsbljLVtPUY7sMA+Pizs/F2aUi75SBQEVSdMsJO0i/YQq/fdyQmAc7534ZEqgt0e2aD3vBeaaisQT4fjmEg7GBSkaNABIe544rdkZBXmtPa2RUsU5civa8ysr6z/G4LANWCuzwECrQF+8ZjIlAU3Z4HxWpLcvlRlebgwqxXpw34C2Ww305S6RQaOfN9MrCgQD+rIa1jchKDmOBr9pZVLCr3L2lGcIATfc6wOhSuXh/NhjQ32EsSKTY6PBb5eM+oDV3I1XJ3cKf0PzFkgx9HULSa3peiP9kV31RbLqEtIox3Yb3nm6VbTs4gNAEKtPpmq/ms8VYNX4f7gj1oXc6vqBBa+2Grd0TMsy6rXNRixVupvseA1V91fdRegVksv4LELyeB8G1XxcRJZTEE0NpP9YmljuwJRML68eG7eAC7Q4CVNWlhZfsiwtrr68YKSv8A6+zMEV44uEIRaLcmrMhEb2/7XMuksQoAs3VczEktK7JpEr9B4J92LT8fgytwrHz4p3fPpKgqqvSPwszoqEW4r1GrKIt7zMT6adTTnklcfD3+apVUFqqmHHT4yLrNtsX+ZvY6uO66x5QTgWwtyDRzErtcuP8A8i6xpbUtRUUQ+n6IUQXL8NB1BSkw8MsSG0thB5ag21hcxgjK7ZvZ0jSgsD+EjReQV7PZ+Y9To6T8BgqBXseQgGLwlfcsKtqBALVoIjce1KOF6YP1Lruvo8r6xKyDh+YgS1ths9xBQgGh5H+vF2TCwdG1lRq8gmVgfR0eG/BuFrtHOYVBtWGXOW3yC6F/DaXDUS0K20XX2RVVcrlZoz29Xhnb22y0Jw2WcvjXndP5HMMHFbDjGIYWu/3qZzQF1X8G4odi58XgNxV5hH6tt2B/gFBCqd/izgWNO5eEsTKQUNAyhbh7oStrX/0xR1mcXMZMLCr40Tn/AA7IJsnUBLpyGD5g8inSNRU2kvKf9wgNt7CcFxKUxhSz/CStWrTNk/bD254C8QRGgdo2/wDbGWJWqwiLIhbPBS+aO5eN3ANyVVG7W7WUv0KHT7ohEscCh4K3UV/BMkPkmWPyyf6T3hyU/maOf4/UNYP0f6I838rQLsd6flmNadZiqYCJbwxCqsZbdJW6pBKLGsHPaR+2UpVWOvAxANV45gWgbXHzFdSpoY+Iyk2JerlA2ggC0oIlIdVz1+CBAVbgl16ltEmk/jPLNBF/QzRCIoKRoe+YiBE0Lr4lAIsEp2RPD7m6/wAZtECEtHtgKA1ofi5TVwfvIACqhnHZiIXELX4AqAVdAWyrDVwq33AAFsvmfMViRe74pAUc68psCB8rUqD561Pp8MrRx7JSq9lPs4liFZZunxU+zGt10w6ToCUTScATiX/FXrw46Xscect6S4bKfWW+CDoFoWHa8TFta/8ASCoJwcBKMFdEueXS59eRwFoHD8+EiZRA99/mi0VEYRVVxNQYrHcMKzmX4Obb07/IevQacrZFxCZL/wCS61Y8sFBDncrkhLXe+SqAuaciceRTTXD5Ksu65md/ZPxdoU78NGGkRF1cNsrnCfX5J+6ku/adeEtXJTPkyz8QRRr6i9X4tfrwEIVUG+sPzEgqtpd1Su5NwIu01vPUWIsjeOSL2oAvqHEtEK0Q28QjSZk6U3SJePPtjF5DLVyZ9n+J+/gUTUb05Jj/ANY0pHhq+QjL3Bt9PRqXzSQE3S9SwHufNYvxxjlbEK/pUfDiMzZmUOjMML4n/RD1poePcnh8gCpKy5WZo/C/EFws22ekMhBaNsbKqE2ejwDslNe5vOg17fHz73PJxXh9+d+qh5Z9uBGBFB7ghUN1aOvGRDEs1pczTdgynuAtDR39vDdOGu6xKKtm1FHlEqSz3EVPQ1f/AN8Opon8pCmTgiAAMZKWh7qfsTY/giYCf4bEhlJVq2vPCjUye5ZVHdrpiyAVA9Tbl6rvwAJQUOvxA3OsFZcKKIABNvfgdCHecrEdF4gCPwNOAF+5pv1hCOCUtD7JgtbrX/c9R2ePctdEyGmsWRjRNntJfEl2nHijg/MuWOi7v2qMAFKHHoinR7PlmMAE8D0PyYO0P1l8oURFUKfF+axlIqlVVysPSVNxMHNtqJ2NSbHz7jb55R9RX0ji4aiENsq6SIk/nBq89QrjbeHd68BTQKxzDBK21qce/wABSwd7/wAKuLSoMZ5/B02ds8OK8BFawmgBa7e5YeeKtrq8fr8A2UZOB/DH4CbsAPSWQF1E2ZW/gjyJ5+mVAIi1EOwLVlG1fKQWGYSeN/sfyz0vwfguhpRt9E36uYatfzqkPbg3bB1myyzce58XdI6hEDb6iaAcO/3+KqUrXBxHAv8Aww2xoURnI+2NHh3CX0qHRdzzfupb2732QAXtKfHRmPKAKUgIrS3aArrjL4JTHaMfFMQoKLUdEYzFab5gIJAGmsYmYtSs33LUT0tBE7L0TnZA1Sk//YE4id/krpHEzLlFZ9icSy5RfEUFK1K2Pcub8/7/AIVsrZaeMrPpe4x7ShVtSZflAYOn8DdtVUL1M9P4jVrSq33U1dE93fkWsNui/wBSq5ZSl/Fw5dxgNPYNktJqmDqgKCmFo2KeA8sh9suUCup81xy4IeuDAJ0FLtrxpHpsjY+ZbA6wTWLLMfhUEwuzUz7bbfHX4masKPRLdVqC8rHwobGNeTQ5WE8NZt+/8DVKPs8j+xxtOVsYq6XNjKq7DX7qJBeK3FiyY4h10/dwWJtVkSeUZ8v0gUQDGS7R9RLn54DFSKa6Os4a/AYdzmcXJCzXtuVk2b1+D9G0L+v8Lxs7wbOc1x/iMsztiZFbf7pa6DbI9FGmAMFm4l6Lyevg/ES8aVPcRUbpfAXRAWsuThGgOWT9Sl1Lrxpn48L2wFXBYvZptHfRgqq3uIijx4bASjc2Gg8BjVyl17SO0Gp1gaQmI0HIo480mwDpTD/gsIWIspxj8HVAbKb8X1xKKtU/oJansf2blqIE07fyAAq6CbVeM/8AwMckajwHroJQJi9EFxRcdyQz2tHDiMXBXyw/tX9twCCoUFlDgqqxtcJX2pe70+SMNhxZXzEROFy3+U4+oiIIbHCS8NZ7g0iYTUy2LCst6qhYOohgWoQIrnH2H4uq7oWYD4RUEQ5T8G1u3tKFa4ysvNyiRkV2qy/AxZhCawRFI4RRPZjyyBKRz0mvb2ar1cMFQNSdgUPmiP0gAn9+KktNfwaZaXgSdYiMpddA7iVBuB3kwHhKqwFPt7itXe+cKkgUb5LliAOXJ6gOIqjRa/gJCUWXi4aLAL4sUKwY7dnkSBtCfJmU5c1YJdYXdb8JdK9r5CO35w3fqIrfMGC2rGazzQGApWDxkhdkogIJzB1ZBCAFMF+QeDOcIREARBYLRaekIoOmh8KDGgMPvy0mtZf4Eq0FVg5PuEEZoA+yZM2loZhpCmCK1u76lO6a78iIK1bv2wGWXEcU2DCKqi3gfawP2R6rpjCI76bVDP7ZeDocC0KcvbGUwPbk+C+KCZRFa4YcuZ27+GKLjKpbTsgo2keyVizXMNZBSkLF9vH56lcHgRpThr8jiRpWwBJOwcnro+SlLwLl6I5cQsKvHVxUqwqKzw3GC8SudQHNochlpA6fZ5acr29mqevPs7oiIEUWnli19KWKAD52O/wASwVlSsyxDLGOwgY3q1DWae2JSmGlPNEQAFu+SeXJDzVs2fpYERvI/wCJEafKoIXWsQccj4mKgZCcCOqf+cL4N6Xw7SwovMzNmGK7jwhjPP0PFyshSm6iHeh0w5ft4jktGq10t7eY0RrT99RsDSlO+KmIBMg9Qt8vtSwnB/Fm0tsUnh59B8FESxNjYxzB0nFOu0KhGG2bDLbDxUyfKd7jMLFDdPHgZQ7auJekXkJ16ZI9sQWtWj4KVB7Oz48nWobGulVEFpZBBhRJa6z1KhR6VdHRAVAFXAG49Z+jTGFFhVLKfNAqtsDdRlEssjkF8kyjwZbwhgERf3Hik3K93ZKOwBeCA9hVrReoSlLWtoETtel+IpHcHNwHaESeNHt3iFuVXmOlufG3/wB0uYdhKPCpIb9O5hiC7IbnCxRyV0/AcSEBl9ELtRScMcRL4j2hufqsjLW4eFa9BYF1biF0oNmkdI/glXAz8+FUbSzD7PEdarVNa/D+JLU6YrsWDoOg8gxage3EKqC1XywHNbRsuBAIlJw+KR+C6fHsxe6cjj6mz5s8UO2XkmSV/J/fwrq+hyEgVCk8tbS+/wAK4ulf3zuu2pRJA359A5uWvPGIzgUqX1kUXgfUa5PAXrxbVRecOiW4yU8eWOLtCV3Cn8b9iKoiUp1+IM41ujtXbt/AQNl4x6/AtJ23XzZdc/wKrpiQ3WkJ2XSbGCzpHW3CGAIBx6/xDVu006JXliCNRYxQxuUKfzuaeyX++nxTV5rl/wAVRm2u/wCmNmuuMEBVExTlE4gLoXxpDCmC0ltOzhhiWrRlcB7lS4/+cSptvVYruMLU2r74mZ9y4fuIVuBemmYxVpvvBBR8q9uDGtCq4D5ggEOWTT+GdS4LkfkivmWn4HMpq1EQD5pCh8eBBay7dfgC+QlQezP+1ZOZlVX6lyqxxt+QltLKOEoCxw2xcRlnX4XXoFtvlrqKLYUdecRIOn5bMgEFBZRVuD1+SWS72HL89rErogRt0vcQqmmh+jLwVA8deXm/Z0+Iqqqq7WV6go2KdqmB0PpModdvjSPTZAFXUqsNfgHCoZStrCNuajgbfZ8HEvAbWMxAcAp/dgQ5VL6ljhi7bPALSkYtcg8jAEsCNdMLrbWoPWi2/QSJRSltcrMfioDitPwuweE8i2qtrgvH4YfwX1cHWIA7e0CYl3ff4iLADqKUAV2+bx+A5NIWiKL99CA9LsGQQQaTlr8BY2KKCs3/AJRDYP4aVCras91NS2SrUaa1P5uw+Cx9yDR4MIMobaLYiKOEaR4f8LqCGz3F/hBQc1iufw9MfSuhjYw2+Hzpa4l9RBatWXKQ7LaIVMyjpqWHfoRprAtVm4ZtJYSmCtYrtMVOIAomT/8AHaJltLXbAuWgSu54cD/r4Y3q/wBug/UdSKMkRnzEBNQlcgz5DqJMQwvXgCoItX/UAhBt0C1b0QTVwvL7MuoiBsRR9MbrELAWzvhe8FYDbtDr8BwEUtXcaKgAFAB24jCgYD1eas5mV5T3l8IClGhhhShle/78MybO5xbROY2Td/IP2JbLfwNQR2sUnP4LzqvSThiw6Anb5K7IkVx6+L8NuN8EEqtzSLpotvxk523j7eMn6AcPz4BKULB/gQqy9XmuvUNkUNgYABjWoAtuX582VYiaGN/ZNV1Zbf6eCydxFfE/b8M9+l18PCNkWGxldYlFhje5/wBoKTiIGy8v4nKNVUV60IYNWwqwuFiZggt+B4TqRtdsy7thw9IIQ2eGIlXzk/EytbQvHv8AAmUj4BlhRQs9+vKAKF0aPz5+hbd+v8ApaUaRpjfqBxI1tKkwBKzhVE/u3/8AhQCgOmO+vCkLEjTwJKTIOvbLSrYDb8RibpuFKosd5aYl/PhQhVpXZ8f4Laq2uC8TPS34LED6/IUbOMkUEtdsxFZ9F6hLMIbp800VZ4DxToBlgxu0YciIje1/J1BchR7IgXALTSdnfhZkCgfkEmq5M1LKVAMuA9y48nbey4O3MOk7mKx9wSxWeGWAqBUAtKQ6hwICIe4dAG9B6K/C1ymH6i8PbJONxKjT852QJZVRtsvcVVXlt8ZdVWcz3P35qm1HfqAEKzh8ViaE+6FF7Xdt+1gFsQm0aQ/GlnPqHZpiaNj2vwiUbg2f14DJQoVg6PGbiTVXwxfjVqxXo7Q6+Yp4PwKsvBzGrcq4vznNc/tzFWz8plsrbv63+AATtHIBFaYr5V/bBCXJeNX+/wATOWTHp78Au/8AvB7JSqFOaSlurXa/7mBQ0zzuMspyHHelqGpNSpvLITDQgxOOveDVb9piIn03D4fRPEavJLyZjiV/v4U7W30eyY8YfAxWLZ35SAbQkSUrGGgOohsuMUAdD8qw/ku1PxB5VFCjp1EKFLYNEcs05aqVi7Jzj8cKgpwI2nzWvJqUa2B/uAtjC+11DGsM7Y7Itpqy1/gSAlnth3XDwVBoabSGCV1qP8RvkRT+Pj3RB8cBtV+/ArKtVzLxV065x+BqJjcvk1EDaGFUwwC0LlhLKDUab9OicR8bG9no/Cr8rncMB+SVMboV+ADVUZfDxDZZedTQANPp0X4LQIryO+oSVGFUwABTQysCpfCGo4zHLjegPg1C0bcewhMP+q6o4Ihg2+4oLZ4YeYwjkYINE39eECJRAi34emIFW0tKgVNQmuS0wS2+ls9vhDIhTS3iE5sbgHnIRYOu0th28KW4pDs6mpIX3afAJKigiKRKRpPctFf2+mAXAXODmrlpJyjL6x3BmCttfZ7icF4nTBG4rFLIA2mXQeDklTbV/gZlaMGWv7qAXwK90LBZNoCUTeBP8RYTys6nVeRREUeyI1bxMp1DcZM1UtxqF66/Hq8v28UhgKt4+Ig6FwYqXWr8XMynocwJbYpbBf6lOka/aIsithk+USCOQGyKinYmWWBDnAwaEbPBcTLyjv6XDy46Ws9EQKd9YwEtI/2lDy2FCOWJTq93NZqMbsp+TohrEUwzMNjXqx3aF+Drpn8gjbAQltZrseAiM3yrp/OgpW2BLUadNoUWKtOYIaKzUfkUNO7G8+KNKNf5GlYbFIU6e7X2QwVLaZa6bfnyBApZpepWIfgPhrjza786LLG/U9gfC2qtrr/ILRVms/4LFTDC/gNI8iJLEoTSiiYrz7/BSbEHUoATbWX5QAgbBwxXlX8LRAt9wBg1MYTl8omAPSUxJmJC3vdRbEGnT68Ytg5G4OwYPY9+dUs8/XDUEqe+WAceiQIiQ0dxltY4r9xVXSzTq24Dp6iYtsO1Qewik8JWiDYDNKZPGPaou/uGB+atw51jfcXTZDyw5cxzdq3uJxAEVfuEoLEnLa54ecyrQAOaOT14eVqeWI6wdyucAqvBSFVJr8NIpS2ATA4HOj8SnBQMtbqV2E0ujRf5C6f1+RnVr68A5Zwl0HOyJ6i90ZV6IiBRSbH8aCiWWXyeD8dS1u5lrg+a7gpdI/mocDRLE2BfAzkH83futRnIEl3xh21kFr2S02rloKbizixS7ikpb2A6HCABpEu7i+DjJF7HuBXaabtUEGaVYfgcgptVr9dv4W1bZsDw8ghQUyRx8/g0X4pK6PzoJQ3DGg1o8EvA19fWItHdn1B1RyQMBUJUvXUoUulSqa63Okbu+f8AKBc8G10dPT//ABYkCay3L3fBK03tV/GiBaFpdECEPhq/FNXTXfmlMsv0nMH2PzsA8PigbVfgPwRQaUpk9DCFiVhOYjul6xEGBzvpUsqGhRBUB8ofEDxfbANe4G0VkJfFclQPBvXenLKmDhc/HhRaXgvxWMpA6sgsgqBQUdBFWQr9/uUV4WWGPxo6JkN41CiQBYbC+6aiQUXCqYiM2Xbl/C5xNjcMOZxsW3ol5AfEeMSdRDDyoVUWvZVFTyemVBat24FWMOvtHb6ybfYkNwZu/wDU0Qzhai9wvqYPT4VAKoadQvSBx8znwAgpkuvxEMegtYHRfzwxClpZ7gJJVBD1CZXKsN02PT+IQAqMH5M+2oCEBAQ4hznHga5VhxE0Krm1c9fX9NQKYI+q9xJphCw9F7jphG7HLvry0ual4omf/mywUM9rvdFdxUSdGFU80lhOYHKa5F6IiMJd+lirA8yrDuZBOzukgq9ms1WrZ9B6P6JT/wBgJdsGgX+CR5N6I4vhRVVbVWry/hnX4L2wFCrx0X5Ve7+nrCZB4CAWqh7j0uA8OGnPhWn+FgQGRyHEIFqvRK4SA0kFGxR7N/8A8O2itf4mVaqxwOleQXRYQ9e/xVKOSxp8Gvy7V+F4EQALyJz5t5qVcdnyFQqrbofiKrJkvHmjKJ18mNAvI61ljfNUzb4mBUJTbq4OKgr1bKCiXk8+7N57fGvxebqjXju58eKDoUebA79Sv463INeMUHbRh6HtjcHVYwQMEFyN/BGrCsFF2eHW4q6U91OMfURvU9iWLZ0HT+DUF2GxjNehWSuIMq9RwlYiJuE2SSemm6YvyrlmABq6q33SU0WtCMm3ne6a8pkSVAdG2G7clvJ3fuGUO2sx89Qq2Zz5pJ/RfFIEuRQuLHUo+a7i/BpBaGyIqoqtr78KJw1qs2W7WOB+I/Bgq4Pjt4T24s9kYew9piFUM9rqJrYLNDgmFARyHBITq2i7M5HfzoH4qg59+AZAu9UyfZfVu19TsbIbfSepSzhzMoFK9UvBHa9/2MGKmwAqc2WPsoVQVNuZXoE4awFQpHROIJoc2V7QwS0Fgepjwr50rNxQisfiWs0tvc6g/wCG6b65JBD4gbv5hu0m2fRPd99L3XhVbVXt/LT+JgJ3w/eVjQ6HXlrUCrcv5elFFxMNbD8giLUB7cQHChf8HKNgVn+DySxvAvjGjtnys27UJxCyXV2rv8B/DY0PXjKALVxeLYOo/LJgG8L8NwHS8+dnRIsJOWd8kBSIijvkgC6sb2keQD6HCWzDdbMz4K4JZWk0hlNR8hV4MRl0gEgFWAOWIIoYTZHFNiZp+z8gTlY/zUK092l1b72SqHGUpcC1hNqGFcEWu1evPXcDl2uCoJDbwSjMvOoU+nobTF2buYJi314yBAXLa0Vnc61YXEAhXZOw8LXvqJTI3yY5q0UTRF/rE2Icwh+zL2GzdcX5PP8Ahu58fUT1C03pDvf6tHiGrOIUes2Ss+Gm7wpubfzOfwWoUKvYdeOH3+yfStO/fnKS0NMMptBp8MXDszt+HDJc2fyJFg0E5QcNO4gCgDamP0Wp/BecTnF+ooWANl8OqiBEAIq0wCgVYdHo8oiy2DhfhvBktr2xbLv9ciWOk6O/zYC46wN/hmaR9w35gJ780OGG+jy3WpZSKN0U/cXJltapBWHaql4i8EHIGs+CcAGOT6Im6O345liq2CAHOGB8xmBetKUysKv7gOqHt5mpRtezlzh/0xVVVVbXbEVKkpOYpE+q0M1JCIEgNPs/DY4IaaxXszOsY7DqvicSiW1Sb+f8IzzSo3dwpybTj7jY8rSNNFJ+D8gFy14FEeM/YOvwzwL8FwKjaLMesu1sen/AC2rNxgyke6/lFERpGx9xxADpH+AKqJmuPs1FVV2tvlFoA7F2qi1C3WvKoatAvVjcP6YEYkuBauqoXQ1s4iIYdSvTwL+rGh68pWxoV4d2vfuRo4VEt/1B32jFv28oWqQGSgroMEVDqZo0Sw4r7zjWA/DPIj0z9/Mqk4Jxnce1Wbqg4JXqLZZfiBVZ1cm0HeWtm3h9xtK26hOPHrDWeF4+PNhKcxnWQmhqLtEXKNk1rnkSSgRtvdnhpegpUU4m0tjhxCjZcYCxBA5sYrx7hS1oBqH5HzZE1olRc7oxERQImxwkfMBiV/vyQc5vD2I/uSYWsHuoOAeTpV29/g0+ceY5o8WuQrOSPcyYFN8F9ez8ATC64XtmQz6vwUtWsEv048WMRX2E/d9xC0rt3EVdLgaAG4FETY2R6zISLUGMKKtPXgur2bhxYXt76b8IBROlEJWiivSdMHCQVqDz2ogcU/H5z19/CzfdWekIcFmHhJeNgq/tjGW6R5dTEesLarElwaeohQauumvuU1dNOqYfh8VjTYard8BjJKvTlHMbz/acVfUrvbpK76iVHbXb/cwXf2OClQpu8tHyx6q58fEPAXpYA9e0qUiDk0rfxM2p8lP6Y1eLrykCBod+UAMje/zMlTWJBQVFXyTOQbKWWBMjiHY/HFe/IoibNRhk7WEowCopq6p3WPISzWpfxuNE9TnK+KneX/AnaPJv5nCVR4fHliGAKeBMaRf4O2ugUPSYiKO0j+OGXjAn+hluPTkQObHUYJQ6GFLrt6RuK4eCMj28guOkoH7Y8tLvgVLPzfhr07zvr/cUBA2vDWr7WVLdSbDiCFeXV8eJYEpbTcaWd9xCII8aCDccA4+RhhLPuCNi7hbdEFBSJpNxCrxu/me2P/6QXURN2RZR+OPAKgZYuoT3oMrx8F6YqdEp2+EqnM66OiJCfLf0nxghAykaijqqTGcq1TXgWGOu8SBAabqCZ3KNt69COGqs2vqmBEahZt1H3IL1C8P21H1qXFfxmXP/ALXcdKFFfVBxUoQHruSzwBdoI45J35p1rQ9B5ybBAltWJSi0obawfPUosuC4VKIfTPN+E4KGUcHbDWm34afGBRQ4G6jTQl8FtPBb7houqHpbr5QzAw+sxfimrprWGP34BsEQ9RfeRNTHzvynIrqnI+dEZ2hffEJ2SXV6Pw7Q5bYv48OqOcS5e/mOYRkquYfxo6PDkUCj2iVVhGjd26ZY91P+oTrXo+CC45AaeOBPQR6XEcI4I+XENoUWzqFPBduHcDdg1WHGzFqDYr/+ErfswOHi+ETCZR9Hvtjq8Ng/JFS/vY9Waia+Lyj5jljb2fjf4HhERpE/BV2rWr/MUyRV/BC4Qtgneyrv8+ERpnswSpi2qlW12wF1taIiFDY7/wAYTOHWIdsQet8xl6lEoPwGiq9nZ8+WOz3V+zDeT1VwNVwhO89QAhUGjsT74/o34ZQzQntLlPcr+LxdVBBNSd3Vq0az+KFpRpMPjTlrbvwWmVwCEzBT5GaW4teLZFbJYY9eSX4Urt0YhGXqqBkStu+kq/RGR7CyYxI7dfun9k5mf+4t/wDj4ubHElmfJLnx9F+jyi+R6kczLKOy2LgMWDkiinJBLOhL+OYUVa28wFgqrq6RC6M73BskLzd5QRLBFI6h1/QHMKd9e1n2SJwJS00RRRXI4zBTQIFLZl6w1zyJTV014GtNMaFnDEoK7Ty9sFBpS9hz8yxC5XUwsxkqo1u/Lr+CF4bu/cHwrYCMp/IGCHcx2BNQo/HP/Hx/hb0MIrKmTPh1VLHV+3t8FwVPo5VcugA0Gn5gROwNPt3YE6RVVLuDeJL2ngbHJXtqOiQgTzm6YLvytJ4JHZKLfS+QOA/AuxQK+gzKkKAOnUtfCjRf8Gf+n5Yoq75hpvpMfKAsC9wdyhJpNB+zEQVXbx9XITJfHZ/3wmKZNPaGujcVhVWdKP7Y6uFcaw/0w8xVni7YgFNzh/QT9alv2Ms/vl58BANsRFHjD+RoG74lbWfHjmbZX4hcaPFNXTXfkq84hsT2jbk/Gqwxal3wJS2i/L+KgfTwkNfaf9fAo2cNkRKVtf8A8ICLwLS9Q5UxcVbw5MxyV1XSQ+Nj78h4dNheHf5ApWw4dv8AgQ0u3+0TN9N2JGw4sWjomVZyTQpD1KtTsqg1FqsigKy7YK8JW7XGIIQp4/8AYRfnnXL6CgR84CLB9DxfbyvPE5fXHkzDdshdPgcxktpz0eRnxL2+yzxXX2CnULRN8+lc+BQYFatiJN114CJUzWVeFJTu50ViA0qbWEUSnbKEFvMyKNZ2+aeDlBuVsORuKVWy4lUFjOPS/hEpvLRgrKm0rmNDrZ/0j413rg+OS9EDgS4VfRpY00clRgdBUNJeg0M5/klFapdeoLd3hykUdjTLoFvQ4lEOtujtl2QrsA+DKOj/AAIAVb3KpTr8MijRpfcs4ck0XyQbvDf+48e5WAxQa0RJNFr2fhSEuvtOJV5aj0kvgptG9LJiub/xhS9IsNdPBlDXSajk3stp8Vntz/Sa6faMMT7x8AVGraKLweUxUOmnidnyM4UEh/EzGZVnAac8Q4KOfC3WR0WkcvwsgUfRCMZ10W9MoJTtof7g2uunl+mDJblGwPzHgtVoePCQSLIiyONj8v8AAFaTd0v7MkSbdatdfbuFDaXCnVMgFS8aIdaMtE602RFhSUnDAGvKSbMRhe3iLjVlmMwq4XJOHTEKgBbBo9HlkFViw3vPi+YaEONKE59TUVaK46Hx4fefNDCtu0IdckXU++nOL+oIANFWZz4QCqnXcrrare5lYwTr0vJpIqGZkd+EAKNmHrz9v5oGAm9NnVkbUm0W6+3MoCKc2qL81wXqW1l2eEFyYsUPx4UJvELjqO2WsgfF5/GxRG0tzpf4kzKfh/8ATxDh2hd7l5IrF1hQTiQ3AIOg0BDxDqvW/oCFwBQlw7eFeWWq+wZZ+XbBPhMSptR8z4WxC4P/AMPDKF+Oc3xBy0hk/oMsRq4HllN++YhsAdHizIDJbB9aiF4iFzW61aDBl58DwBtov9EJCLvD7RLXKozmMpCQL1EpVJldcSj8KYcUD9szs/ccBaVLPmIdLXqAIypRnn7oIa21X0/qQzNga1Yd4RExcLewko4Gq5XuMLK2u9JWmU4IXwIYinoMFwU7jLwsQi/AnthRgKfNpQSQ5TPyBaxBRxVHR7Yiq0iyPQUy3Hd8y3KOu+I/fEBIpYr7Awr8qJK9oTGevP4FwjtK32LI226btuvVs+n/ABW0ltckchDtT7Y10qaDGZ37b8XQLUNHHlBtgRHZ1GQGPZOyljC5uNcuzEMpDR7deBaF7dwCg3XP44jiWV4QCrLZnw27VsDOPD22e2Sunw16qR4XRJLwVscJnyLmKtBGO6LN1+DIFDC8Dv1fwRJUb21wZVL8h9OrBgc7j+0mF+ThCqLv5p6ahxobBuDMH6y1LDmDII8dE1mcFtQftGj/ACqOS33V/RL439Rf2B1n/AAAqAdriNV2GRLsGZyrKpPhIqiKm07XwBwnoOA6EQpkJd+VZJzlkiyxWbw/it6mzhNnHg/FBYgqVR5QNi0HuVVHFNLruXP0iIrPVeMta3EPgh/fYb6lhSa5WVsDVxS+FFWxZ2fD+AWgWrgIyJY2awbPgWGqNvIdk4F8o1Ch6J62ad+4dw7JZ8pUdI6juMmVE+V6IGXNAq/HDUszeWUnKCkkdHkCSAtPT3AQkaDpi/aQvMUHSQ2IilVFcC5weMD65a/LcFFprgjuUcGalfGEDA8/PKvqDEbw4YQ/FE2JeTzjHM3slda4uqm4d6gxV9o8ilHsOYV5SjQ1y+BWm2ic/IiyX/WyI7FIF+p6loHwujuVxTPQDFs2Z9xD4HwuFoUyzQyF16mPFsCOrLfYid21uhH/AAMVLkL9heY6M1t9fJIwgyq2+BQBfogqsbaU0BgoCuR3Ks0ZCcRK+0dWlihDkt+5jYjmKgXqFAjs0aX7icWwsD78yyYjiLKZcq2lknIdB1+AlKAROfSOJjqHCZr3/i/3qVXqDV/H+Ki3alx9pLQQWnYafzCaqObjhP2FjO3oKX32YxlK7LyR9OrIDAcEJrSw+8VLubI6h3C+kN9sfGgNbUiSdCML6v3+FSp/5dCUCrAhtSFttK46PikpDb+SApect8gLYiFvvHX4DHgC2FEoOI/uJ9RWcCroQWOUDjn6WGFIadZ4+GAUqumEWjBM/e6gpQN1FYRVbO+H+JAKQT2ZmJJjbQwV4A+8ReAUioRpvola2VY7rNZiIo4TD4bY7vCiIVFJsemJZYjYBukKGGiEQcwlicpz4r9umwubeyGU6UFg8SAab6nyG/yoYXdU/CfU3LSVUVJ7IftRFcpF7LqxcQEVRYmxiqIqWnKvu/zCnncYCFUlTwRYkws9HgEkIr16Dz4SHyUwWdwpmkv0evwoy/PeCEpBUER4cUAFAScwfg7ichoeTvyVjO3VdsGAQv2b5jVlEQh2GK2qqwZn1qdQ7gIBsJh+PH7PY0y0AW63tYr7vR0JHCpYfb2SwDtLoAp+KrtWoWsKe2YWBSOaalZRaGuPaIOwYcEBr1IpAZF6eAzHsQVP0qceLOIS8tvZ4cVFFFs6aiV5vT9GGcLB0c0QynkgPe45M+eg9sIIHcL0MzdeWR3/ACqSpaat8V1Emz0gWcAMUbgUG/ZDGNAJnXrMVeGoTiJQnOxhYCClE9LLC7elUCt71didv5UQK0c9zT/iN0RtUzuztcGBo/xBW0UPsDmUgKNOnxZaK3x5SVeQptKAUPedS3Zfj8sMbCPYdRfD1muoXRi3RKBRoG+mKqWpp9wB2d6/JAWAr0fm0J6hQZEibNbuZrmus19ceLUC8GoquVWi8v1FqtktPrgI3sGunz7fJ3nYH2VNF/fkUtL+uI2bHar2uJZNVS7/AOY4IbQkWrdeABADQKD8wFEYlf8AXhgeuD4QqFUWm18pLGehcB/iciQAI33orEEqm70e4ZCbnLoYzqXs0WmUaOo2nZCTpCBt8/yINgtwAgdy6sFWZvVJDtTbTb50ibESBGEAXAwH53s61NJ7n0EjHhosJXjkV8WTJBVaA+5btZtL7QUgtPIdxVbSva34Faoi2x6r/Bu6Y/aH+AUtp2q/FIprG04GUzCbU/JLu+lz186m+H+qBP8Aa/sZSWu4Dt1AEIbWjHnkWUB3Gk7JSqgGxDESIePRFbbu+fFZaE9BYLeSf1D/AKxrVEXTVtwMg234AywNRz9RiFxOorDnuaFIbI0VMDoWFiqtBvto2t4PUDthDA0vv8747WoWgOpbU27P8CC1XFUx0/gOQ7QIKOkF4UDj87UC2jjwKJkDRaoO1wnZ03KoqDF46fmMUFQvnyuwKmpecYHcsCYNrgX8E1WiY2uMoEQhtjnkz5HwVWaVDPxcZ0kU9t1mHlI3NAfLiCnpafQx+4HoyUxqbV/8DiJALJQet+CsKVR9kroWpR6Yj/CE6WPKNoMIrKw8JwkBWHd6+OmPHSZ/iHZOfwBQGVaCHUqpNn52ss4AtKpOG5agSM6vLMEl+EA3KeRL1fhmAFp5+ImIQZrC+vDuBbLiDRYAFOGm45+xypzOdrf3rmfJSjff+EDNSNqAsC1FV7xDGVNupKfWoe4rV72GLaSjvlEUDSbl3vcShH/7J+QE4D+vbCgx3rf+XeuzRjgiUpulL8gGbNxl1aV4wtPYrpgrs3YiL4qL7c+QsXr/AB335b4rwtV6BCaRaHh/CnEBoWRT0g+CmIzMwKv1Qhy0TSZ1Gqc6LaoQhElhw9JZmVVZGvoje5S7hPIFS9ZD5YqIBGiFHBy8wYJikvrSZyktZwKCLrZlvTmH1ZRjpOGLMNX1jd3jGGBcIBfrE0t8NE69xSYhSw03HaODLGygN8nxAm9LQD3EoD0NPioqvBxCaG4iKPGGWpvqYwqqZZS9af8ALTHntoSyQcziBigasHo/HjFjXv34PWAsV2UmDwQwVjwQB8zEBEBCuWNDm/wXoo9eLoLo2lI25VV6jrw6N4uq4qMAWWOzgSBQUa5Nfk4a45MhgVDUzgxtHl9+AXddt4rBAP8A5EPXcUi1t9HAfERlee6M5BAPp3DCm0X2lH8zRyufJB/A4cWYpkBTd114DM94SgEOp9vfiuULXZ4UZeHwmZjqkL+HJ86biJQUCkYO3L2Oli2qBbdGiKXdo85Wo3b9cqIjlSbflg4Sh+AhF4gopFilftXA9bwFPGPwQjj1TZGVid6xSeUKP10uG7Ho4nuLcW3QzT2KBx7hv1OSUrvjD+TTSDYu/wAFvVdf5Mn4mQL0FqIijsafxpqbrt/ndWmSXD1FAOhcv4JqEFmmVm7AvexWXxab9CAEQNg2QbdyRa9AhVgpAaff47RKn1DaQ2fPMLk6tOK5WO3i2whzdJY93CUUgF+3LcoiIaUgqsiDJAjq6mGDi1huHXjDLziXeZpKR9RBEYQriCtFLxOWqLHt9MSRQUUYWDXcQgqDhSONVLomvwqkTDUp+/f5mo42xYHgmkyPsfmognNOouf1amBAsqGvzYoUBTvmpbyACwDB5F6PBHhQKYbQcw0zZnvDEGim5lpwF8Wgloc/molBajfTwFsFhj6/HZe18HK/E/vij/cdSrQ7ai0BG5+2PB7P4QVCbQn1mdVJL+8ekxZ0dB8xEQpE+X4qAIhouvicWp62MgsU6z9bgr5WDIeodrr/AKIceRsrzJaeotTCFwruJNNyOvl8Z5MZ6zt6lEN4afPA/qC14UQf9lDG5sy0Z4PN6H0xX0iELy+Yex6C1+Al4sNmqkQcwLnzOilKbH1AMhWrn5rDct0U18cVLBG41x8MGhS0YINQsV6a5II6f/4nKFrU6gngg/QfiKNikLFQbG8E2Rbt3nhf+JaEDA36z15ABatARFIKTCeQPcQ/aEVnsC5hNEDA+9I2AKrD29xAMU0SCabKOI4qyUrqzprw34QDUHR+PIcuozIR/wCrM9jdRprFktdS4HpouV7fNq0svsjx7lbFwT+IgL9+yF1oXg5fiFsVNhZYc1sVJz6imWKsGnvZFuvgzR3BQ8O47+ZpPfkVIgMnaC+1hBLjGbbC8LlX7YhNpcBXauog1qFD3AIi8A7hsCuGfwQwGHpeYMVcmND0wO8yFuCqYO30XgoEqa4H/wDAhAULpwdsMlmTuBY5Md+ENr9hE1rDx2Qyzn8GAN1VaM4tY2NEV7pRx7Iz0DDpyRSzJLKeoGyjNavGWG38KZleQgBVaCKjUUmyF5YAUYe1xKCHAr8KVUoqk3Hn/wAzp5FDAlnuEZrCdf8A1ETpQbY3JHbRHwGd66Dir3cgN7jnL/hhea+0nXh23FZHfdxK+5uOl4QHvmU2W0r8QNKXhphClp04hBcQFj2+eSSwQcxossvdfEM7tvyOYz5DmhAI679Xgciv7ORcQQFTmJqtcCZ8E1b9kLdS1lQaDzRS0dF+Usp7LgKFOjPaXN0mccj8RTIp7IqoJbur4uJSOZqfjXLdQ4/x/D72QyiitbBiwGC1R7g6+tzH4ef8dJ/gFGxpNJFXf2+fj5Jw8HJSY8KyY0W14DK8GB2F7ATHEwpeC8xFXUinavErhWrj4AoDbAwAo4IrTQeogh4IGh7hKlfUfpT8EnIhsynVSoCMo3m1ZCKwgW86GRLUaADq4sWBFJUORQDpwoHBCkABgjriCEy6WBKucqK1ZoNGXcsQ3rhhkF2xhm4T0UxQvp8AzlGRjiqcxLD+pFwYXaEuNLFsnkqAZeZblbfcW8qq8v4B+atPYoD40fYViOD2Be6agLamZ/nUDLULuSuHFc+FZ8yGWGD2JGlRFXhPSwF1mKlWAXtnJWnJ/XgrUbxmANVMTp9w8I3RcfRhdIS3LmHCHQAw+PFoDRb2dkSWntWzeUWSoocsJdNjSaYpFKu2Y8VV8mtSibEj86/K1ff9CIFKqVXh8vRMO595MfaTi19rX78iAAFilcv2sxxzOWNUXC95uyHLYrEhGHbCjw1ZZiJ90h7Qwnsj+Swpmt/aMQJXg9ERQInEXAVx8+nwMgG23hUesO6sisuxt/IgqZDcLa+PBDogum+s+Fpb/wDw0Pb7mqIJESrtu/8AEwFoPswadkHnqAwEu4dkDI6Uf3+AEC0csQEZHD5XLS0t/l9cupoqeceF5M11ZBpAE3ZEAIixS7W+l6l1F+mLbRH6TMsMTTHLF+A7cBq/7iUW1b+GzIVSzONMVRbVspq0afBaF/eU/cDO2Da/Yso8gWe7e1gAYNSldTTbJa3TBRApqia8sE3wMtpYj7OZYbjAmMM2waYmCbfvLmQ0GWmtRK7NhVZlhWsogiazKbhVL28EVISXZ5/EqxSy8nZKOyB7WBdI2FBbxt1dwcLBtHg/4SrLFLyRt1Tgfxsr+hZGu24CyVeCXdracBgy9EJfpxzOGBlt9pq4pBxh+ajKJtKqbCIUN1ksiAHAOH5m+HKjxczKRpLdVn9b8aIircHjQ3hY07hVVq1q/DhYNGpbwUKUrfuIAEDH/XkKWldjT+XMWBsq+iceExmpH+j/AEMvScp9vUypNMq2bS7Ixck4pzF6LcMPXsigjvYfOBSxEKikwj0/4M7rOi025Th/3NQi2G0gmLLbQ6gbWo/0CXlkrkqOvFHpx83xAtr44d+DflEBW/D/AJyDAy/ULXYNPGP8JSbEOg5ZYrVdx3P9WX7R2wqB1qmJRdq197/J14G/tmkU4Z4j2mwcuoeermTZOL/FRCC6WOHyaAJt81KauPp6EbZ7vGDahmvXJKrA6E/hQC2YawFJ59IS7FV1k3+dqBeDR4Jjqvfh8kYVhBvt/qGEDlDF0Q6BLVRh1BhvwDAuwwLaBQGiCliyqgXtHPXCEZral15phVTsIikbIhUq1ws2/omafKV/gIRg/dnr1xUQS84/wDouhzUxXbN/8E+FL2Dj/GgOwfScfhz7n6LgppR7PCTK0beEXrqz9j5Ycmzxt7mI6NvcsEuZcPWKjjgxFkltBn0jtoeJkyt+/WwNQgUQD+CYa4OHisFh7hsKz7tjUFKoUN37YGRAnSqDj/AymYVm+4yigsD+4ZSpQ4+4aSlaOYR1Vc1pgYCaNiWdw7gp4cNRV+pw9zLuNM5mc1Lowq7/AIjew3Upk97IQiKJSNJ+bF7LOuyYACL37Qcy4pa7GDGIKaHtM5OTYIqQaeDtuqIWpjVdJUbWzbZ4LHTFVqMeyFAUb7EDEx0pDfk9T0E19v8AgBUDaBBWI7FlvxKsvJyQYuJua7UKh4uZ/wANd+IfM13Ma/AGzqly0YzGcIMf7/w8uo6j7dqPwICBA4EuYSPTKJDcRNic5jaUbcHzBqL7dD8PQL6PzytAvoIEgLcl/kfgv+5cq6/EAoY2lifCmjxb7YVTLm2eiZ2Mt67U/iOyqoPC/AF3vYv+miAAKrA+JdLUC5QAmZbKUy3EoSXpCuwtjhGCiowOgyNspQGX6emVxUkXQjAxhQyAqKVjSqvWrsej/FbVK1uuPxpS+WXqAhgvJ1mZNcWz7/BMOBtMK/dXonz8JFKthHeZv3nh4r8EV9rT532pXqRWsL3c/SJoWi6IveI7GDGGnbDLV1Ggin9vAoIiaTcpEiL0y26w2RGcaA9zd3CEAV0hVaqKtjkvpjonUFNGPA2iHDM5I+W6lKVaYcKEsp6galOW5p5DDiNpnOIIxjt/qiI04fK9A/p+GZd/SWKVBaC+0A/kcOqgFBQYDxeI+LiEceOfUHE4Pc9BUbvsgygeBo/+j8sCDYadPzFfdw6HwEOEL2IUpKs8omkjmKKFUHQIbfv6LKz3BShqzY4d4jnMZFr8sFdDWPHa3ivAMrqm4xE1WLtW4sXNrPqG/wA6J0qxde/xEFcAKtDo/Kq0J2j1FXGWq89n4BQJTW7fXUEinG/ws0sHYQOGq6J4JfdWZilaBhHZ4dkARV0yuiPegRtPpPLrx1YpFP0xySXXTVXP5yGyG1CAmCJX+HOL7SBW7nh8EW+s2ft8qoKi2EYnKx034LGALaXR76/AAIVgFPUWNNUvx9lQ2WXTaS5dldvg0goj0iQc9QxRDo8JBiNSfBS4HMZPjx8b4gDW87GwR6IqkoOck34RYIiht5VAitf6qjFhZrQgSBJk4XuogDaA+8RA1pd41h0gIcPxBbW0eJG6UIrgNY+iIpmWSAFy6zxBbAl2keImbE2YIj6RsTfpP9TFky4sA2vbKVRKLSUiL7lva927JVoRSN/J4/PDp/w7vpcbcNYceG7vekkZvbWurDWkfOoShtE/aFarobAfwBRasNx8WB9EaACbJz4OS4DuaGCf3fP7AZY/WpWjgG29dV5tLHYZPiBjkGLOvwy4ET3n14WFExn5mlhesPl8IuNCLO7IekxTpVfUpnRxgPbc29GvwImxOpXUFryxfdRz+G47D7uV9lK1ywofzKb8bjjENxbcwjOPOauAIAB7Vh+ooYCJgPen8VYCD2HUJIG/5DK1PbqW6mFxZ8DF7JgKKKAPxafts69V4ASfABcJmY4QFFNG/wD+AFaBXo/y2lrMNP8AfjMHyGCYOgfb+/Augg9/g6830hpxBRmME2Kwq9mUlEtKmu5iFsq4x/4VMCN74qM7y35VvV0ShJrn4qx4p/7F9Pzv2hRvRfkZbshO6dxFMXV4HfK+j/GxF0YZTqW1R3Y8yzKuV/M2Hf8AWlzQIX5WKijkO81D5M8ccELjqpxBiupQngtWGlY4WcoPUABMu9tczHoSwKleOIm86ob9KJtaXub013DMDaGnTQri4SIN0HtENTZFglMxKDHyfyMEKT5DhhemL5hPT/gpXVo0F/0eHUJC9k+WEgApLeL16QaLQOH5/HOfe47A1q258+X1ElpHshfSAzYO00lWWX3Cmi6gWEfYdJMRTSGkUfKYm/BbQfU9YKFMw4NzZR3zPmLCBZaP9T18d3whdU8ZxLc9jaPMy7hUGgO7kxQR6oUs2via01bw2NQVoVvD4vQY+VXK8qtW3RR+TfMy9Zf3cBwSwhg8s5xOcxxqc5huczlhB5twcQc2yxYQKlV4Lv5i1/Zdu8J9ae0sEAk6C4lZVR1npikrvfnM1lrRp9kZUplvCv8AGbhEBKcmog2JeS/Lr4/6M/mvwIAoF21Fh0n9dn+H9+/FDYL0p5BIDsNvhlpaU+FUEC43YpGUgcFt6RdTgWxI7pTq9Ffhzy3HqvYUTawXVv0mGaXzya9Sm+i5Y/JK9w2NkQOb8Goqp+g9vk5fRu0Our4Q6gX3eb3S+EI7dNfXtF+ypqy5/KNDQRP7DwiV78koBWrspuMQ5Sx1HIX+otP9Rbg/h7VFWVX2EisURd7qagLDNTGDMW+JkOU9Ahbf7Zh1jLvLKFlZrQeINKvUf4A6BX1v80AUAOVzFFIALg/C002bBrza0C8v4fxC3BcFr5gjHsVELEFoeG1vomNorqO85uZ9SAWIdmIek6hkLJl7fcKrtwfaO6FfGYAEPA00eshrP3Ahb2DnPIeGNeYJz4IXHBZVWIncTrG5OsbAXBqUSiUf4UXTgXKyPolAQ0YCHM5m4w/mGHE5/F1XhChpHhgji0PgAx9n5lhFthrx7FE0kVVVVdrlgppHw1+OdqnE/wA99n8i/wCXk/of8pk3afwTiLpv/VETC3a/xPZnki16JB+zVs0RvrO4X6pTz+YKgFrqKRagN+j5TLLGSuD8ctujVe8WUvTxO/XgurUYe0UFRjb5lDUZUceAwbFBl6L3BtCZop5jjVnGfAO6UEXr7iDbLPE2TiDQRcq0HiupVuLXs4mRlltuvfgG1gC6ckAAVdDbM0uHAdwRgVtBpuNcgQLGlgJXmBY2a2ikASuqacRrlAiwncUa24hE3hmCv5i4BgdIcsK0RtAak/amqPQdPF0jdJpirlVe38n6j1wr4vyrVymhTDp/DLsWtK588QWF+7XaLypgbL9wn6c4h9eGL0gu6/ASCniotYMPrEWmT4iX1mKraq8r46rvBMdX75dr4lQa266Pc9ySwy9kjLRlbXbuJUVMIsOhfmhK4O2Y6Rzn9fNxRK39ExUFHvUorKFF8Hgq1NBtYUnkW09eGynArHUatrXH4hZ7o0+341HJXI6k7xGpipxickOYTaj4PDPSC6gqqhd+AE+mnTx4IYitr/1DYusWeom2D2bfBIlLV6Mdrt/ph/gEr1xFVVyrb8y6rU4d8P8AjEfB8uPv0zao68frf3vwFsU9KKOlatr/AKMBReD/AAojLqro6hEgIBRfyIiqRE2Roq3kcIJnD0n4H5kcZl8e4At8OQ9+VSM+um/h3LisWBx+LmYuzWrh+KVwKuglKqQX4TmhEDdApoxG8Vy+UVDvqjaJjXMGfCSKKmM0ZydRbWgy++DyKt1immyFPx1ASgrwBb+iNDI9z3EUKUKucFRjzb6mI8p5ZfxH29VUW6ljgfIGRgMFNs4N3FV9TMHuI7YBTAUpuLTlm/Q2pp6qzDDbg0HR5BNstu/yB4dwG0wIH3he7I7uv9wHwoBVDR+Y4GfjIE/H2z3Gjccpi/Iibwz5HEe4IK4mc8THgYmfI5e2QNx1vV9PAQBRoG1igQN17iZ/axQYjwrpTEDgO5YXiVnQ0StL1GM5Jyvpcq/sbWHhYRco4++/N3z5f4wFsY0lVrtfzbsqg2sefkzAGMick4F7GgvP2RFAdAdpYsHoQ/wpvjHbOKhDwePU4mpiDZPUKs9x3SCw4uxo7iUpN8w6PIoWRtVGkYbJLano0jKNGir9v/4BimqMHz1+Jn17e0Bbc/poMh7jfGHhn/z6uCYAGsvPBOnj+1DUHkX78g/7DAV0e4eW3sf/AFR+DhlYNysq4cqvfgIysTi+uoIuhfoPc26A5XwD58tQ3h4r3N87svP4iWFqEOd/gKhFQ2jYwarRZA4GKDHMDT2nzHqz30uiBxG7Cpa0vAMK1xHvcco5oYKbic7iYtPABFwwsLaGsDS+C3WBunDF47fzMDLLTdTLzy26mz+Yo7fbuX3HRIpyZPFpYKDsPHpTRuGcyhxK0W8uIpwzW8A4cEJDglgPlModq4vwLmBT6fOkWVVJOxL2ibcvKhb+AOGWcEbrmNXQK1FyyflXZASxrIBmJ7lB7u2PmwJkdG+56JhwvRoPX4pgKr6ZPZKaC7Oz4/ACjuEOCh7kG+nqPY/JGnHo8lUyq/0mLjLdt1mcR0ny0YTa4zkuu4iHMKyxpGpU56MHCGxBHrB6DqK4OlRxrjqESLG7HlPbY5SKuH30OSEOjI1w52MpC6adMUMoxG4gInPT8AChHoZgQbWDpiqicCjwLZSMWXtE6lCKi4xhvRxhxC0QwpFN1+Q3oteDe6DtXxHdppT2ZI8JcoNUaWGjvnwxssRcGeSWSV1MLZBaErEtevGPB4MM5qMMn4cxh8jO1dMYZmle8nHoSlW3FoyJtWP4/nh2RlYx7rHrtgo5AC8+OOof/p+J0wXdvwAXWFn+LR/B085/BY6v2HpeIip1r9bM5zHy4MwmpKV4n6TdfMZNsfVxRM4Sx+buNkQqJ2iQGB1r4Qg3Bv4Ki4VL26H0YR1mG/ljYzrtsHq/AAKmgtis21jiV7L6v0ceTGSKNFzHDs2eQCgbDCR+pZRa+MDYy65lieQxjhl4E4kKtHGTliqLa2+HkIMjFdkMAEBrhJqIS0Ock5fPeA6I3TAbXueaWFAK3Yo8PghIFTkW+uUse6YiWsZHHAmO/FTUqvh+Z9yaG4FIiJhPcUnStFRQP/HgI8ClVIB0ZicdMw2lj7JYrUJYuvLJ0Np6wEtMWgtHup9teSETut41ysae23iqz4h8XCnFdRmM5JWQGKdehGF3XbM50WmFXa8hgi+yaTw7GXm3V5UjuMFqOt5X8f1gpn4vwoQLAqjPbFDS0lZ9JOjPFlLt8fgDUVO16YXYArwERNiPT4carQriztUEsraGj6IqzQFL/RK7RtpMKffXnEhZ2PhFWVcFhfD7JZYAtpr2xovAsXQcE0wkvKRccTCzcsKLrLDiGAIpsVWrOJXhUCgMrAYFocqBFR7IZYeo8UJZ3FEvW8wTIGqDD3bAA2yztgnJgeTKmSVcn4UuvoPAAoGGrqN5CD2ETgiYtYxXlt/eTXjmDgY3Xgq3zLQS2upcaY4Hj35YiNGywIWz8D2F6F0d5ZT5R7VjT5MF3jU7xiAxh+Dm/HFR8CcQQJgbLiQMklvivpSMo6PGFtyylWeaGL9h7Yu2XsZ/Pds/Y8AwJsvP+FICCKfHjEb6tN7lKuyg9QWvEBiU9G3w/LZEDfHTMkRBMCYSKXoC8+r0wQ2KJyeNnUsmQ+F2K8FxGLUy7vTsIunY8HtT/dUPiHwwUv8AdmKw3sVs2nRh7i7Wx8UHRNufsPJ82yeiEfTodJ+GG4LOD48UigmjgwwqUMllPjvaXytws4U1Bfz+IPAvh1PlBvfT4OK60Qt+EPNiG5fvxWrtCnx+GVKFXAEyAvb/AH4QEQ0m4qtuVbYUsXtK25yamFGAXQYDpU9vRM8Cl+K5WfwVl27Lv/mAnAr0eKEwJLsnE6ssEUgRQBsSKAop/wDKIubAF/A0liMCXnCtxbZ3bspmJlV2zbIQjINp8fDiI8jmLcvbOD2ESlckmMHlo9D4EUCctMXL7fwKPwql01q4otLZ7jl2lr3+DVq7Dhj9lWnLC8qqy79+cTMaBFr6QrBGylMjoqVyG6qW8PzCyKv/AI34Z8GUrfhxMAhnth28jZQDu6vzCzUuv1BtvMT3tsp4Aq1G3vzt4VUszjTiJY8v7eaXQhyuyCcuCY7ospFdqHkE2HA9z1Ah1+bQ7sQwRAENsD5uGq56HqFLdbjarQW2ZQGUAr7JlgoiKI2Ma8L19EHquelWCBYCxj4IV4ZipzOZguG5njOdQTB0DvgIJgcVy5fDRV9vzGmFeoChw0ETs6807VCiiQvJ34RKXK+UcZpuMdyrY3aUX680AW7iopVDR4G4iGflyH5r7SfmGkRE0HP8QEfXGP8A6H7jVtrLw+vNdjFwxO5/JwOhmUL91BrdfCV9fgYe37XqEm40Vr0LcKc5gbOj8Ls6V6YqlFVaeZud8HLvwFQWGxs9HGfAXND+qRctVbOjKpQrkc/M4rxbHvM2e13HvIA8A6WFsrnX2+nhRsuqQXjzi7v5HhogayzD6RxMMiShq/yC5HDT7hAhg7YvX4CSbvSjujNNEYC5pOzsiXRi/wAmdlisS5lWYm6IuYe34mzZJ3AZIclcxi+kJQOCqV0wQSNHcIUDoYteC3wyuIBofAwQLYK8HmA39X3GMMVflQuVEVm/mvLcyVxPT4tquOvyqZqTlH9mD70PTpnEd7+q4ibDD+H2wFMEBTXuWuIPa95lFhYRsgBfEwblLVc+MOlFGM3BoJxGZAX1C9/uAyj/AHQKm5QPmm57uA9OJ8jiWaC3GnmrZ+ILdcZmL02P7X5wOnenqNlKXv3A+NS6hOwJ+TxTV01q+ICyd9J4r8Aq7YAofOJYEo0lr6IWX0F+70wgjGOu3pm+kloX7gAJfzkYGZU5nM4mh45nMCKWyxXdoRmG2D0tX92B6CZqKVmi8ZlcD3XBchSeScRFHKf7oPIbZPXq4LztNGz0rwv0bR5rE65L46ZKiIEjq3xgZVl4lppT8FoAez+F8S3wHOk/T6frf5PkIUGxgsFTR/xgsYGv9nkJ2aJLbo2dwvAdNhFgwH/PHysWbwBLLedj8BUVkRL+Gfv5fKNVG0V8iyxVrevxCBYIf/EUQqYCJRc06ekadLvQk3BQ0NB41mkPOwylstRgYE2w2RGypaeWUNNUtX2xsRQ5ryw5itDzBESlEHS+LEhg2/kupTjj5IVKhcPXYxFAmdarAjVQNjo/EURNiJHblFeIXLPwIW7jwiSUmmKqrlW18pA2bVplaGiIyJB0jShWwrWWAbmQrQxTCbfqW+3RKWsjXaXRtyvbtIuE7qrYIAuNm4cP8zAdEUkAuun/AOIH1lr5zEsPHaN12g6HG6v4DdsIOCPhY5QTMGnv5T8EepjYCfmu+Tt6QVCYTUygQ0h/UpQGSz8NsLxrTMnyb8WIcmr6i/6LODLff4q6xrya4jI8wH3VBd40d3Eno0eDwztPOEFUo7Pf4/Ex2+ZRPUu7cRzgWmS47mKKH3+FkaMFFNJUcJ70Sa3Hmg5xgfDA5BRZKcVeohIAK5U1bK630mWvsHSihjnZT/6SLNkL7ESxphEnTLtzHvxxA5h45oiVy4G2VSARf+6fLxBbqkew1nwjdvKU5WLck0WqtoxNsXyDX4ttrFKODlDR4EFBQWuiwt+08MIqhC6BataA2/mqGI0N0xTrQ5dI/l9kLeF+CWimNoWGC8t92MPJjyL+F8OQXKgznvwQ55WvaGUZWeVlzg9jFLC2o9JjLb9Mev8AYTWj4L/qImwfJA0Bdsg2mTQp8U1bW6xrtATpEOmK2EHpTvweW0tC6O2oFFsaZdInEdZF3HQMU149u5TDPUPqUyp9btBf7yzTwYqDasSvqcJIGqOvxOJwc7vIdHgAFUahESGi8HkRLQUMFl1nk8Y8YFCoa136YsZm/YhLnSJhIDwuT9RIjQfF85gpU2p7wY/NRr2WCpNOG3UIdiitPmzywo9eTwqaCcApZz+fxBQG0B94mUkEB2b8A2y6QNAcHCLeV78csjC7bWaPTuFGWuAOX2VKktOj3fuKxZvSfUQQYt1mMmnulyjkYmJTPOVtXyoM1Ix4ePKr1H23CUitfpud6LdQ8krPMgoQJiivevwTIY2OWIUFCkdC4PA8rIA5i24Z8QZx5UBrCivGKEaqGh9vjLu+HCtk0Raw2U1vr2jvXTRMyNobWfHhKaZSmif0g0r0r/f44r33AqUO5ftvYDDq/DhLwLhx68NAx0KfxrktXJzFQaKOnTFY0F8Hk2sdswrgYkdhgFnuL9QK3ES8Eb4jIHtfwOYIVO/SYtrVtfE1KIdENPdM4Hry9UFPedco1AYGftahLBrxY/shfzNhnzOppmrbrXhqMnSlpX0QuIN5asnnZdGP4jrCRJRUU7d+asJjSaOgoBnYPN4CgyNnHENcCBvTzOYE4+Q61498ax26vVxwFRZTZ2RUQsReJVdWSkDeTF/iBBx4pfD7PDV2aQhm1BPcCUi2gv8AC1gaqzOAvhceJNVs/hqH1AwZiJW32M159McXh/LAjpE9MC03NslnDFy1NCzE+fwRYeZlmX8nTp+GGNYfU0/9XDW/uoHWRjHXk7qNiSKopVyrtfAQWnQuBIKoYYzJuT3HJiIDS9UwWqM02HBcHsmbJb258W5JIOaWGwPQT+IhSHQtlyrSqUYzWZktZU/nfCPpAoF1T3GiCSGMXe63s1flOHaaa9n4UyGHJgMiBC4WnBHLmjCTUvzIPwxEWqoaWWbMJdvUBbYAxHVkvyY9f1LL64SXGwxIDC1WonHgQbS/UegcM2/Tw4lhaOict7vN9+FuYJ2MI+0H34ACsNkcZjp68MroG3fWWZcjJMKe1fE+A2xcQHp4EgGQ9Izs+Qw3nsiyytr4FMFSJNAFAMDIQ8IHIKP4Kkm1fvuAXfFPL/IORJZVktoOCZyCzB88xcklH6w8Foz+kceq18e78muJOXXwg4+60yuQLswnlvH6/EEu0HUcssWqI++SYxttQ02w3ilxPZgLDTYhWuwVnwjStGa/34D1LDksiNjAWg6cZ+T1GtayZD9Fqtj4RgLoWt1+FPAvxFBXAtUj0fqgGKCXh4y1dfDpG7vnw1eG/F4eFhYWXbwkC7nPfsEModtXAphyC8i6+TxWe+lxGCG6tr9ahRcarXwzCYSLYBP0IcozpiUl17Vf9lFPxAv2VKA50bzrtGLWzu0T3zBgsfiHexJV/YeLw8nhiFeafGlWXR0X+GdZdvx9omKosWjqUJJpCS1tgX7SyjxAoVa0l7HhnNC+56VZlzWPXkEKChtPIpkUeyAgBRQG1i1mpsXpP9twmVpQiJgVT8/g3Fuf7UEENo0HzU2AnIPUoaFovL6ntIwryxXIiyGEcLOdE7gKrDkngILDwyqr6V/KTKFRweDxVLprviFc+Gh6TH0uFvUVGq5h2HhCisw+A+Mc65mT/ZPwSEWgNVwY6ZAA0PWZ1pNvL3ECta9UDY5BzH5hOO8PphHmv64YQKajodEV2DpUADajDOGalPIkJCChVERMVU8CDY1uHhri/PMVfOQxIm7+JdN4H68irJwmIUgMSNtT1phVk34dXyfcp2y/1FM7wULEa8AtDV8wWFiHJ5xsC2zcERHKRVVXKVfbHTE7RbNCGmq72LZVktMUqnqVv0SvoWBNmy2w8A7ARnHNpr+7gZkC052WVlXlBK6HXHT2Mt+V2TDcrMFqwV8eyLPBV2WlC4KFJSgO/v8AwpJwKf8AvgLnJUxK8SkqwAL2WeiKko9vB+InIrtV/Dwdq2Fm7keLwJ6B9jFVvAKKmPMt2wxzb2zjwytR9kopFF4PCGyWwfRMq0V75VDU4xN9rwREaRE2O5WL8WEsNFHNDmFqpckUFlSfxiVK8ehFfhTq9mAPcg69oYwqhGx7MLLfbsrJ2PNvn6EpVxsaoNsDFH4USUUNj2jHxv79u0XMNGChDNJnWp/2GE5VfF1CFUzHDxEsxcod4aZUN2bOqgWA2tEGXiYDsTT4DpbO0y3ZK6mYDNfLXcq8ul4Sop6NioR3MTiF4UZDpgD5lwaxVae0wtk2iNCJR55EpAIkVe/i4Zxbt8eHQJZZfgLBjLWddQXQQgjmALdpS1PRWbrNtWLVtVKCshhYUryj3goFzEGW+13jtPc3yTeYAVrslKREcifMbIOBn6X+FN3YqKoT4g0EMNkWBfq9jds+R8fb6O1A5Dsfyv8AtCECdAro9HkXnR+yC9vBzI0o5qY6ncaPvUTNxsrD/eUigRNjuBYLC3bBWy0R08Ed4gEbVBVBXB4VuPqBpkruWbBy7ogKAVVAcst6eiPsOSNPDvis3EARQc9pYT3AyelsfAmKVUPRFpi6/wBMrfmhQaqOS5+vDIIoqES82cRVKreXwNANXa7Xm463Eb9uJpzBETeYYCsspXZEK0YSGPdBbDLVrIxEUSkwnTMnZf4HWqrsZtVu1JIDFohojvv3MQDYanuEk0i4JVsKs8yhqeU4m2hlu5cqw4Hi5TrwEDLfUwZln1+BusKcDWe2bQM1whIRgbmEBIDKb2ivFo0pOYA95ojUtUIV90RANoJCDrATiGZyi0IowNAo/wDJGdne9Pd+SjSAmh9sNQytcIO2F0r9qp13YZI6cwjNJFkWJhBqKrwSqx1BGl7PjTFvgbqK4+VZgRIE1SrLt3KWgWuB7luhiVizc06tXRVnZ4t5MewQN5uWBiJrTCpwMrf/AJHxGKVbUf768NqQKMMOICso8+oaahulv4i03oqKFGrWcV7j0cww8sADolWnmSIwzDfZDBcqrbDqzg9+KZUU+gWphbWzl+fwoQq1NQ2u0f8AWYmPCoKom3f5VEUPChBXGnLDItzPgRnFBFOrbleF1DSOZzBCtqZfwYTmgOl35UgKNOmW0ltO5RHQgNHbB2/jb1OSZEL0DfrNxwXkjKvF1jWXzUEpRYwa/Bnnsc5zXZJviVOfJbguCwWF9xtAcyHL6dxTSlor6hM2Rcm1RsQ7FH5gfi5lgMLSLfDAj0dNNMUsrYmLjXWaNvAyRFmNmXtgAIG5lir0WZ1qkmAroJytUwyUWSUl3yUF1mMqsid05Il/uGR/gpWdPmrALz+ih6yXyez2s91rY6vjuOSfqj0IQw4a6NqIIKCmzoj6H9QbmCN0sA5YcXqJ3A06VwyofmOS6YqDaJoblMwWDfxFGYFjn0eBCMys+kvOQtoOFogNdEkbQzdKL0wCGsK4DGYlpQL9vAhgWQUmiVa1/wBIpYl6iYixQY1XAQqoLw5IOoE12JnvyeAhcAgGhDP3KeceOYQxKBwOou5KFOIGiDbefiVDRTh1AVRvBdDjmIbxxDV8sWTxIPBXBiHa9thjyFERRNJFVVVXKwwtLQ7e1JqgL7DxW11uFzIh1LariDIgMEBKGyGky0vcOf1hi8fh29sWOtDEotrb4J8B2rmcYVHv1Fo0nhQLNGhlaC+pQUx/EIzQBDuYtMZDJFUF0KTHF6shH1DfhI7lTlHKOQx+l2fzqOMmh7lQ/CAH7TL4+NmRPEIrFHhPApdcyw2LvR3NnFeo25tmUgNYdeLqnSZGN0pN8OmLF6qAH0IE06OWJVe6aFuaqEVAotiUzNoGz8Ey0KqIZTR7YVKv8K3M0H1z4w1l9eBdCXsvph3wRAS0Dmbk1VugYnACT+xGsU3jP5llCzOH3PnZW9IaYw3VKusYvxsy1pMORCxnGq/BMsMXC+EwDOcrCMYuOgbuMX5jeTUDbfyaJDNCgdw8ihAK9T5s9XHs4rO0EKGy3ZHKUc9NqzTKcB3j/o8xq2rri/Dy9tNh9RzBFwVXTxa+hqxVO/W5mZgf2eFVGDo8AkpHD7iqq7cviwJyLuyUaNh/4nzO4+bGB/TCGjLgTdgMKlaQWVtcTQAlLKTkYP3rSBCltHE2eW+FxZwLypv3KLZTnaJXlXFQKUrg/uZCrFzQtJjw3r14zHEMKLN/YQyMq5CNz71hGJir9vtBVY0/nSnu9XelfEVVVtVV9z/zhaqCwMCX3Kp4c/EAI04fDFW+j6/Dn3M4Ql4rZ2+vU69ZJxv9kL7i8ravwBA2gfeITq0DabHNH72bSBQd6Jt9IMygTYN+bZ7ghiXd/wDEMYMJEV2A7SJBwVZF+HMopuspmoRAth7EvtIC8+5lqBWVpl6MRNDdHixWRs4wXOU6l9cgafi2X8PGahqE6gpGpSEXANcnXqD3k4iABSWD144h7U2cTIt52WNMshtI3irgPhHUdfD2TiVnAHwvcT9YiCBoW112+NwDTV9/8h4WiC4UftNfwQluEyC470BF6doOE0wYaIWyBF7xOLhmEvLBUdnJDXa23r8QgFpoPcCkFJhPczoYfmMRRFR9rhGP1h5dgQrAPJTN2aYrFbuNotuLuF47fgQCF3UceyCAcYWT1c1e9iNQ8NRRaxkpXkG42Rt8hG6V2218IATNrL9kzlDoTCxnm/jnAsPTXcc0HuWKLcNCxRb3tQHDVsvD6uV5oWXHyRK2JeofiNI9I0xWMLC5/wCobeHPm9MWdyvoe+/JoNQW+XonUZFYDRuvhIjm2RXqKLnIhRmmOGupecBdPPx4UA95PIcg/iA8LiwiL4JjF3ShTqNkISZD8dwF6KAqnZc0XXG3fimYLSl0RwoNhp/34IjRVyO4dZI4V+WYWHlYFGr62cO4AOzgAbheeBpz7R5Hb1zbjBvwqV1G66IHAKvDG2DkxZ+FqkD3GamA8NQFafe4CW8iovrqgXvGJvkUayFNXbBVtgwGHF0GAhQAcJyZleT29pTZgIvs4YxJpwoYrBbV8y0X9e+GBABQ0d858Bzj+ECAQddj9kFLCu0udqMpyfRDXZJHDqJQzNdrpisaC3TX4ZZg+scstgovUGP58UyUDpEzI2AIsraDcXWsBGUVPzhjubN/LJVvd9+KQ0bNeSrL1efiZd15tvInHNvP2RnqJS4XWK6DByTopKJyDko9gsyt1z2LDMJjc9yloBV4IgQENiUy/Mgv0J7lzsGYyUM9vmmhgPAX0XtQ6hAK1QlPNS9otxlZgxg2gyXsjFt2zoroXmYZlZcPPCQkgROyoTikIMIwiU0TvwydJka1EQG5FX8L6lMPQeMzFbz1KQKYO7nUJgviUhdYJf4Vrh/B4QWvLyg3ogS+GK5BxiF2g7IpMLdgYsAqjLEN6iRdo8hFSK0uh1QRE2ljEQRFuA2saviZ4hlOcy+JY/7n4hcCHQ47xLuy23b7d5lJn6H1WYZ77vb1BFSg5H1FoJyH8AxVG1xBQDYKD2d+LEltjghqRovd+oDR6HQd1h12lBETYlHvwoiv0XbyqmFMCwXVtXLminCPQQavpHQoMIPn2sFFts+RkuDZ0Vo+CVpeIeiXocTNB6IwYWIGiIyj3fxyk4cQZvt8MMawGDpQ1+LUXyayz8vgU6/z+AJbF/qek8VfcRr0+NexptqAIVGosBWo3X3GAFDoLfoIlFkWUg5WGDKuajV4uuPDDxqAvVVssYtUpP8Aoin7qmx4YSwUgaKdxi2Aoo10E4ggCRcQ5WJ4yyLb5D3YGAxaFeVTi46P2p2CZCgLERviIawpmoWKDnJFmYGg/nwwGqm0MyKJbB6mGxGteXyNslX1fuXoArwtp9VEaBLZedfA3BA5sUcoaRL4RshOzB2Mtq67bYEYOH2xImLZMkbSOAKdACqoQLuExuKWo0nqjZ3DRS4rrKpet5xxAccHmemApC65lRtel1hKRzMoClq+uVlSic1p8OCPeWL5NMDwEAOtwPFx93rJ/SEQIo2rb+KHZf8AT0PwSh1RdxiqA+U9EQTu2fAIsdwcCzKN1hrxle4DQ108mYc/R0QD9h6TANeL3AnVRx8TPjF7lMZIotX2MeNuh/SEEJR876vqKAYoNodtRTDTDMPqIWlokOX3MeO7as69wdm9xjVTYWr/AMcFRUQNPkyX2Qrrlw38N6bQmTt0SGBVTW6UzdAXLP8AZcRpCUpH+kXa64z6WLhIi24PjwgQm1y/hhjsEoup0sU6z8xor3NugPZThjuGRVKg37ZbVcS5e/Huex37Hf44+e0oIF1IwRU/7HqHq9y6wfcBWbeAmD4WEhdkLv0Ti60wM7ixVuozF0Qu/UxLLWTj2ogxXojxLSpzc4hmXWwkVjVXAcIqIbL1zKFdeC+KyzCkro6LhRync/cInIetuxc6VVHANbmsrHC+TR3a0oAQI00JCl2L1E0rsbefx4JQ4KLf9MSIiiaTcce69mAGQoGkOSJjEseU7HM+bE2PjLvVNV34QWOJL8cceV+KzE9VLvazBcsYE56jPgfwwFQCvARRehtfLeT8TI0Lq/NdArxwwGimbaLguxez8W7VOvAU+4KoOPC+Aqa+Arrtlg/Gs2cWmANnkc8hNbEffmjDrGEjLy5FuI8S1kfcLarau134w59x9EcUiltYtTPWDUgjgwOQ8c4oKQG7K7nuMfAi4wK5dxsakwHpSdy6hfZLVkobxy1cwQR3n0S/YlSsNexGgzJXKcBhgynPTFypi26gOnGrbfBHnIQZX28c/wAPe/xKzsPbr7lcS7Z3S1fe4m7XBkz1ikhmxl1KRTMFIUR3nglXWsc9wc1U4CWF5KINXIF7xQVWHROCJCYmG+chLlSLkrI76N7/AAVBaBoX/Lr8D8Q3PAtVzAVlofkO78n9wi8WpfczDGTm1u/1G2MlN7XPq6cbHgTWrHcUMva4JzzRPbmHsCjtwRsQUnPSWJrXje8M3mDUh8oSppscMulXT9JmqWizrI4lmhRuNXwylkOwdPzLrrFSoPiLQrWL1LhDqpjwyyCXew7I+acX6iBtKckLZWdD8EwiL3Dp8PWMhUYmvtiFYPJGSjeiv2DF9uof9jYM/pXqAagbHoOU/wBYB24WO2JK98X4tSi8i4atgsyiBSMjKrym6iQwk9qe4spNc3uiG7Zs+hsyZGUsf5Jl8jH2sOXJ8Tax0OvahFRRXtGNvdM74BidEAvN+iNfOARY7lUQq4X0p33ZCgwC1lPntUy5541Ma5qhl5g9Q1u1PqiD2eXFQ4Jt+YK0QkUz7X+X3/8A1/hDwCqSweOzwV9vUOT/AAgwgWDT0lmOUPJ4SWy4VVAYWsF/dgUCFOwxC7VT35LM0oP19wxjU0HogRILhqSpZLSx5jYCsFj8xZAkFdsRysqqxfqOM+huGD3U/QB+Kdv2A9ebQCtGiB3HTcNfnbfX45UdujtL3Lg0oVRAW6FW0gKLSht4iQSrQkZ7dMhVjjmY82i8fYSwgLHMpbUXOaSqfcvz68XqK3rKgQI2D4YqB9lwxylAdjEQiDsXF+D1FKoT0+iIGlpRh1WC/XkgJn/lYm9VUtu4oVVjsYiDYI693DmFAvXgsKuAlZzuLEPa60e1yjka14px4MuwqG9zUB7BiAwN2U38XmKMCaWVAWijfcI/OjbTxps2sMLwmFixu5sCqLW4Q1KCcha1oSpYZAyRQORK1eoyChe3oFxaYres2pzvVkJz8wBrAvYN9s5l+DKFhACljXMoDJZxx/gBCgm05+fCDLkx+C6dikZeW1WXRDlkImE2iUkq6+V9e4O1tKCioAWDglfVS7YX/s8Gg653zDHqBU8D1RGbWPL18kwnpgwSWhVJ2Zid9T2PeAFCRX5bCoqJMvWArl8hmKxMdoyAWc8sapdzDh7SpweEdlBi1lip59kFddpWD8Mqxvrl1jVuWW26/KjhOzOS0m6k2dQrtLN8UPoVXiZe3xxcA0X1KGyko0HgjQkFg+7hdGzxl9w6CG+VikLpzxUckLKeXnM0+fwGY0T3n5i0aj79Iy6dpaKCg4HEOa0/sWAa2CJ3xL+J9I50hLlCh2YKm8CkZUiJyWP3+18Hgm2I059UjCSZr6bDRBgKlE1lxiVYbHDNtH6gkyiw9uYUFACunb1CCpQzGvrx94vvHwlqrBcQoL+OboAGLHQjGvUGvFVsK/HygenkZdkA7ryLAQUBdZxKX8EjO1KKnr6k8MJim6spgKcXgbQPdSf4OaBsikwdpqIGkD1zOaRHkYUdDOe0a4Nhvh9v8BLqOFPPvMRBuzbuseVxaA8Q35lnVE54IW1QC9BEy2IXEOxqFP6eefZ+m+oddvygxn4enu9iMBAElocemA+Q3JTMKNLoOV1ULi8A/KwaKtNuM2wiL26g4hGpAOQ7lpVDQDQQ92SdEazZsMX1fnWQUKeR6PLUdNYX91Lcq4HPzCpuUrfMLxLbKvZFN1YuPw1MhMFyPSFLk+3x2c7T0M0RabCpt64ICtAq6ITWl6p7RTpg42OsfMPN+qI5S1fXcRPZLDTj1VcgWUiwWGweQCKkLsThouccpF9hThffsnDPWM9wT7LAUMqCmZcyzCxseGMWX1Byi56SbQy8sQ8SN7mxvHSY8j8GK69ngpVoW974Jc8qULxw/gBQZLqOhO7OqO3zeVNoHl6jFaz34uE0aa949QKo3sLTCCZyu5YmKvpjPpjCNd8e9UeK+Zei4a2ZfosK02L/ALEKqCcMrlLugLCY8i+4+TJF90FkU6UFiE41Lt0YGICUgLSvcFAYVa9wUNR39kFBsXhKcuO/FTbEDt/kvBXy9eCqLygWpEVARKpiVZE4uOY4rvRH6yRLMqtiUYWbnOq8oIcqMDyXkp1E90zfwowVqB5eItVasYZKpbHBs8Fs4DbhLPBZkOnqt/KmZ8YInTELrFc3MjjgHj0Y8aLtuimD1z8U7AJsnrwLhc+jmY3zQlgcVFT/AJMECmhRZi/h9kThCx9q7PbGYcD/AIrO5ASkOLhrkN9jxZ4IoWDJbfXR4u1LIY+Y12O4zozrH1SNMW17/HJjevBNdxW0bF7K2N9RxiK9eLj2Ci/tmU9rC6HbxBZ6GBwmAwgK+Mp64e6Ut1F25PXka7eOWEAMUH0tqyCIIO2teFSYabp0xtaklgBwXwd2jlynYTOE6cnAiHQPnQnG0/Pg2HNhAqy9XlOpUxLxXc5iraYT9/jBhNZT48IX6wXLQAYfVDQkLg4UNjEgftRqpdMsn/xFJttAxC8LxWLjsGyMnUNGFRpa7yLkEgleYZb96PZ5ohmt14FGxT8HG/mH30Cp4e+o1xUuM0Hi9L2fg3woDo4VBUKRMjFVVbXKwUo30/cOVCnUxoulJntjVJF8Opxwv2lS5dftELsQC4tVDHoN3Ngtt3SY6Qgg1XqHrzFKtDD7+yU3EYOeZrdaq4kA2Y+PRGrViIMVA0Le1y+EMWbE39/5MU9/hQhFDT+vB3qAtZRKJjO7mBrK+HuMJA8FBVbYa57l0qZu8ii5WbEaaMG1wPBjXseHq/UYOIDCuIJQBNirxMqJMxlABAMrz5U1dNd8TK6qxXczClBwLlhcQ0cX+4C4Ipms02dh6qUqQaPGL+WJFjnsqJF3DmMGuFOFFeriYvfDT8eWUrVvlGfkwmgAMcD8FDxQrqLSfThE8G+j8ijKWTjxRpdVH03FZxW6V1AzGgcIuCCguwUHvzWOt/u199BM4ZUv6XMHQLqnUWqySOgqKdJtSKDFssgYtiSmYbZU7BZiHETIkbbKyVNx+IocKUYpvwAAqUG1/C4qKavj8jxfsEzLgB24eXTzqNKiDb6OBrMsZHbR8QqAuuIrXYZIPqVVi8EUjFXzcYeuokAXqnEL3wRCe5DUeqnXav8AGyt1N7+/iBZcJ/BKdeLr4BgcvvxSLsyUNIjkyMcpe9nkoaRTWfCWMHK7ur7SWN4s6i13W7avbEAoURtp9MAqCHMGgHcJqWur4VX2OzxYFQ2CwdeKrYkzUSIJXFcZYba2N9vee2byg6DqAatVM6xSwHhi/I+mFy3edWmk9PoENQl5Dgg0BdizKZaaRhOcsT5KilREErhiNTHoaWJMVVsyhwP5knOdZ9REUcI0nsa8MaB0VR+2UKjKnwzPRAuh5OmAOpftV0gFu6ae6nZkppJTV013xPgWtpMmAJm5XuA8EMgoxcLM8mJwoA7GZNLhSXQyukXuspM1sczZ82VQLVJgHrcZgmA2U85vqUJiAoozDBDvXImPFym1wgGioOk7LpzEVAUHkuIwslp09am8oBsroFvdVfr8AgKtUXMszqyz6TErjQlaigt3/ixASqOY6LutRjxAuWXfFtNrMx4MG1H1ALGo65GNA49BzdxIjs8+3/SEpJmM1SFimicIhUg2PcydQPk9PpjTE1FtaBP4C0K3xGb8Pnx7e69fiyGCgljLkIEpgP8ASi8jhpHMap3tYPTIdkU2xr6y2G10D1AoA6A2xwHbGn9MO3E0kuIEVLTtY0It0BR8xES2lfMVo6sH8kgqkaWmYpPZxj3L1jr1fTLjheqiMsKDoItwFfCFQCnDApgTD+IakOAWwuLEJR9YjGiF6VouENpwAYaAe2UVkAGHm3lGk6jcgicXIpjoN+L53CuReuxFPqZOI3FHh7/eHwoNkTJuUz3Ut1v2NBgpdOYvB60ydjIRPuQLBBpsqMfiCoGVaCZ4g8GNqrB59HgzlHXoj9YUwIAoLR3MZlKFSQXRzEFxoHvsSNl4UcNRWgVQ0OiYEFiUJTqqMpdiNQ1poo6hDHFj8pTPptt3gAD1iZvek7TfyZmU1dPzxASgq6AtlMozSBS+7ePZulPovxeWtV3TuLQvImf9F+Cuz8AUmk8b3U2/FSv9uo4EOe9YM9kErmRamUUk9YQsGtK37RWgXBolK0WsvZ0LsXmBzNhuI2VKfkYapwc/9kEumVcL7iQIqEcFQGMxEEIbPChU3aViEtgFvZ4BUDa0RrHQDaBy1+Tp+qFYeoqqratr73+ABVooVXIJnUJHN+iBXEQBzBBjJngBm5Q3dq6+olhLfp5gs75zX0KaKq7DnMKBEK5U0FkLWCxZOMFtVgtUg2RGqzNdU1dGIpXQVZppjQlmYzpW4WnHIRAcOICQxqCMLZQQ3YMD6hEiq0GgbZaIZO0uND2csXccxbWDmojQzKdvUXtG0Tj8SzSn5OUqpZT/AHL7iKcnr8UgRSC74EXgLTAVcHy+GH1tPSO9N4uvNhiPNzWkPvEEb+Nlunr4xADnw4eKw55GCLgs12hxxhcQKCgowOOo2sE3JqilL6Piyrt9D1OJb0KJcAAFSgNrECA2sJKaumu+PPJ6zAevFCijB+BOT0l+qMoxHhU5ERXMXGGDrcj78ilpHsc+XxuQfrUVtIO8BrmCiucywRR4ZdY12RUTIlJFrGTLBcl7jh83lISUNcEs77qxmNQG+9ZyiI2V3AiLRl8HMoyGs18cMDMEV5RRYtmfqNUxhdrgNL1wd91EBx2SxetdIyZ4qL0HR4mwJd6ByIKA4ElDKLzGOuWdVrBYusaGiYKYahBFaHouvIVAUGUbIAibvQcfL+RRUyIT3aa59Jkt/wDSPvwlexFf29pTb635oFl2nt5razpik+mBB9INNJniTFcqy7r+Lg7DVts41K3nHTpGMSRmgwkvlj3XhVAXBqKt0Bga6QScPPAiwYCb8LmEOMc959Jv0/B/WY3KhS2WZcArwE4gWOpcGV7C9HgoBjQyeEDChvsOoLVaoq1xt8W2HxT1mbts/ZCupk5hG0wthKrIDF9Q+pk1n5jzQYK4CFDq2bVm8G+IAWBM2IAiw2RCkKFweFAFU0PNrtWtDx8eUFKc5Wx8oIu20GU0iL6XpgLAnZq3L6IYymNw+/CyAQKjljQoZBw+OxTbb+kGzB2Rr6VBkFbKqFWXq8/EDRRFaI80RG7VhsY9TOTbDDesbOJi9nCGF/t9TLaKiXoVINwTJh0ZioGrFHKcNsZGaONNHzLgmvF51HNBrl/5CYVmK0dW5tj1SRiF6EOwbcsc1oH6voVULsTGRjMWJ9C6IDNwSxsB4e/wEEUv1HeMfliGI2kWDryx32rTv3+NghUcH4NWy6bPiLtMbuzn5OGOB3YWciLdnMoWih2pzhzAiBEaDsYEbrcNB8tRcMaS3c8NVKPjjuvXgCm8YLpM2xa7cvfdVCrG18pSltz+AXqueOFRAcI+/wA0TYj0/iD1Nmg7a3Lua3oViknK8rb+I+EaNu/yWaMPGpy+EmrcD4ERvCMqs/hssK4RawKBYXn7j1pl2R7PVktIQlZMJxRW5QaGMq8pyj1GhTgRV5zbEoipwZ3Bpn0NRBBd0fqaDyXFblGx5ibFr4jd8dXtPGIikcnqEE31PBa4FXfm3xpdGjtgwijLwromxtycMfxpEM/ULoHJqWqrzuJUiU59PFtVbQ3XEfCiK9fRctqs/EfQ4qqfQ8OmzUs148CNGHojBBDsvD1c+VZ/iwgNkeoJW1qFJcwkqmMgz+uf5iOwDSvaauA2uhJqungLQwXJfsrDfkkKaCqW4HfQwj6AOGKQqMzzaZeFlkfUxcKvM8XByrL1u2LRFW8jFROFVnTLi2KG1CktkwGFqwRmNDZLF0GKxFnGyOIE8FC6QZQbLfdeL8Iies5WNFpk3f1kbt0CzaXKOzwlb8mohdcujKRVf6qCMUkNjOG9Rnm3RllV1rKltlf6nhSFoAq3Y2ZFJsfA0icP1EZVa21ryG4LL18osqqzf6REpwYQbaUKC7F2ZQK+vFawgBy+rlVOCUAoWhKSVlOWkM5oyrVDzFW10QVnKPazecRyyBsu94WOyCLiFLZtMPIABktGAOqJUAVm0nHogA2yrBT8j1a0sbDNkjmiqrOhweK34k3Jc4PwFRmbDB8/hYMKzF32n9mzk8YrQu9PAEh3bQ68FzYD3LTGsEFefJK8G+/gB7/A8loNIqpeW2CmlPhjze/Gvy/V2585QfMkhFFp2vjMaj5Tw5Qq9OD81BhQo78ImxOS/A0ibG4bAlIQKPj8E7gBnw+EoQqhdfcQ1KpafX5qU63jHnFGfBhaC174JluW17REUdm4M9FKhIhL/SxukA+ggEwnZCUGfmLqUPcZMRq8fJh2LKOl82cERiBazK9lzMUDXGPUSElr/XAbamdiphg4qowEUpuF2QKt+b/nwM0tYvEUqJghkn4uiIrHPRn7evDCFpw7/C4QS2Ttff4UnlBVhfI34W1MT/qlwfun/TOM4XjsgRCUOmcTOLcbaVxBSFeviDMqYQwF29GVj0eBS65w+Euaov1bUHZZ7ZHBAu8mIQigSQ0433ECHQOfbx4EAqVLMncoghardERRTnXwWgy87MrwQK+P1doxf/lbZYEyyZ6mhwC/RgiCa2/luPxC1R9LgE4MDzc1Ak6z2zabBljiX6QrEUwPncJZHjiqiupl0vcFOIAp0OTmyNdWt3tdGIaOTraO9kSB2DeR9aPRGQl1Ru3H0Ecg49c1azTErwVTLIw68P4utYl12EAClNOXpBJ0T2PUby4TBGAsXATxAb7RrnNYqEGnGxK3goPbuBlhVn0eRO0QAmDq2MM891+yCgeXPXcAIEdnJmyBWNvCwNKW2/hiBalVoEzBRPaOctByZY1W3SauI7lCnJVZXDrerK7Pk8GLwGXIq1X1Cl9c6NMjqtF03AjJcwSg0A09yy0dFd6xzTEQHh1+L3C0Hk0BpH0QWdvze0xmyzmEQAkFF76gXwNj6CHVRR4B2S0Bdu9mTgvwqqy134q4YPIfigCADaufUIgVwOPxsxrbwRy7wTdXSf1QEAVAO1xFwkH0OT/BX/0FqCBMkfvEEygh/QPwpAaadPlBhVj/AOvw2NF9EN5TULw4/IQ0KWv/AFCtssUMFCqqDWDRDgOMy/8AccJe/wBQs5+4Xd+B3FF0LR21DgrreqGZoTqBdgX6EKjRGCevvEYAeNs1ZlxS24bfNjIZK2wjwX/6Evq78oLL8BVcS/jWSqfQym2BdPs8UdHkjtBCi8x166xl6CKnV7uz2+FkUXyQ/o6VuiHog2gvwIEOfJFgBPn1LIkHAx6R4aGsPmjdYgOQYTx1BguV9wCBkrQe4gcAIMqay65z3OFvXLozKlQEvYKtiaZnOKw/zAlNxB7q8lrYd234ic1S3NHghFvkW4rD8y7MD+bmC4DFpQQe0T5Icz/CAlWhk3fhpKaRsSB0Dir3+vGJjvMf4gwoGx8Z6XtlGfofTuJSvehhU/YYuO/fdpohDhqBIqhwHDhjZahBCnPxLfGAsLgEorLzMV+49AqqHl+ksRqDT+3P4Amgvog+P4Z2zObo2YVEXOG+URGzaY9DG2VPpMMqdsyauLSBYaDTU1QVPe5vwMwtJqEAXsbqIUoeMYoJffycjHcz24FS0n6rce7mXau3uX4gFQatdiXLmVTvEVsA1FY1PSrbSBQE6uNtKLQlFEvLbFsr5dOMyzp/S4EP3Ego3LdOltgYrdAZLRBKqoqvYDIWrDfDAjgAKq1fAVIw0AAF2Caehg/FthzoMDoNYnNtC6y7INImE0myN1WQT+MdZg+gaXAmMw79b8OwVQbXwgBIMQL6h4e9glyxjdml4fyMI4abqX2f4aPNQVa6Ks7LmJESmaejLIFwammgok3+YTHbBXpB4TCG32xphY30H4DSNDXDAQoa4faYBH0o+4pna/B7JVZ2qtnyoEqMh4QTwYgFIWoke5Z4C12yW1HNuTB0wZdOx0PwKZQX4DvefPrxYAWnZwyiOlvFZipuvHrZ4evXu5UujA/fuHOc05hLZcvgtogZm2OWbiZnERJAj3Lu2nt+hL2Ht0IagA6qb2vKxPpjG0N5+gWxsR1LV7wkpyrF1fh0RV0/cECbeyzrwRTT53X4EMkQOezMGrq2mo2DKTawg7A2SNsLaPR+WWDYKq3XmhdX5Vctryv4CmlPG0Da0RYRWQv+RXh68PXHUVVF7L4kMVL5gMZDlBwH4A2aD7PDeiWWm38EoXRb4MURjRq0+EAvgIZiDUfETIfdKy4MdFPWHqacifMyAhZeDLcDeNb893Sg8OZzcX0RA7HsljJ0boQfpv8AG/MuyCs/RT3EUqKPQeVi2PUUK+aydAxjUBU9HPl8bq5WDq9vhjzKXLB2mCy6emAtS/ThJygQPlmFQHVF+5ahC7dnh2USJqyJCVZkP1GLAx2KhoCgaqVS7+CtNSA4sq0KaLV7QGwKALhphkavl9sJiLBaa7q91CykvtCC5fECrLrdaoTOfUsbQd2YsqYAhBtr2EQZ6zMr3FkmcqowAJDL5HZbX4MUNjba5Aix253MBVFZS/ixvV3Ftuoz9qra+EVlX78AEC7dIiWaaKZPp1D/AKN4D7iz9R9LuxyuAt14wu4CFvIz2dngIYFgNhO4E0AC1+CWFALgIHgst9B6RcA0S8ux2y7kN5pVRZyt6ozntnxB7tUO2CVboTXU+Ivh/HFZih1H1A0WTRxgOv4SwFtDRb5dmq407g/PNVa4MoX6jHw2ZkO1ykQTAHd+/Fa9C5ov2y30lJu3pPP8NCYcZPLTQ8AsKFYqjL+p7Ml0HBGz+vFKg/h8B9SsNmEzBawYnNwqabIO1hmYlKbyRMCb7xgjie3zHZkiercd4PHrxSUhrdtPxFqm2L0YDCeT/T8gVAKuiIAQ2O4kMA0+MU98f4AiBcoXt8oUxwFs0oiJsjyZnneoClVnsXJERREVSe9ePZ08hAKRgWE9QNi5WKP4KChpZzLQQ9JansDD12lqP7EY0DudnTT+CNMqumVlardDr58DHjncaUON9fca3y7iNkiVV30jp2ZCUC5QGICImUbI3dkJtiAbQPkzGDHjYImfl/SX4oRO630IEcHqJxOZeahGoBSoHK6eGC7gWLjLHCGNjTYmE/K2+7Hfr8ErY7VP4p9RP7hyeiQO4CpbddC4sJgra8aFdd0HK8RPgjK+lZZ2YE099wFEwLQRzSVRpqwM+1A+2WcuZtJYGssC5COBGf8ARDbtPQYMmNGcXUr4hUCGpSj9KDqULciPV8YnTwYhY2C7HP1CVdNxzaI6H/Yd+kWACnUtkEXnOR5OaJKTlFluBdAgToAEBtoI9bPyVBp7/wASNXT6YtHmgT03DKAWuANxyV7Kk8YyhdZv2xrAU505M/1wvivN8RiuwJTrbysmte3kPPuF5n+8PXk8UIMhfcG9GwaD4CGZW3L5SmrpqAMWBsWqmQpV2uW5WbTjh4keKiFhSVHRwef+jv6gnOGuY4uANwSwnA91EoVIlsTqovTdOYKaU7gI5tjA78ODWuQ3BsNeFU18kWVjBDv5rw3C7JBFXy2uDkSDXFwqAae4bjOb5UwnnP2iK/WExYt8BEpTDTvxYAC1o+3bxKetD/cPt581uLP3mCJWUeMQHJt7wlzNeSVZDRKBmhr0e84YZHcORNRyaBMFb3+fj6mBktqqE7+WI4msuvZGiJY3P6efF2srtUtQ0qmlaOj8cNa2vcAzqrtOK6sx4S0rQuvswCwXmKGLHmGGJRat8rKAO8nJkfiW7vANmYSQIq1bmIJTXqF0RgM2qFeCF6+yxnsuYLQtEwP9eFbTa3NHC3mZXl8tDYy1XMpq6x34AAApK3C3sVggCvOH4qLStW+URgczbBBC2YdkauOo8q3mq7fuCCKFdMrkKXXPgbcnbV2sB9sYkJNyC4EqoTfMMFIm6XTavWGm1GkZr4RaK3qVOhA3NEbiv6lZfgzh7+kDOq2jBRRgCvyTDdNyfwTEFMhcU5irp/X5tMB2e2YWBPZDKj63jMue/ZtPUEyaJspxFrAp+7h2Wa0qSKwmVlmJ+g4d5VvcKi6xxAtFtS32j4ZzhtRU7b0fERSnjPhPGYXaPVvZd9MyaRo1giL4bLsgBE1jI9WXkNoaAJm62eRz5NppbckHF9kyKYbY+UFKinIC/kT/AAsYI23L0RVAoxBA/anor1KIIQAAeq/INS6bRAIsHJF1m+FXyLFlUJg/lWra/c2qN11OT1x7F/FcNUJz8uqlxwoXb+TAR0nH5fCndPj6Tq/AwzvWU00R+az3l4/9bufyq8jQroQL5XY66fgn7XicqE+QeR4VgCmcMohFe8a1cbuGxtOMziafmPjiPUxCPcIQwDAlFysh1llKYI7DiHatSsubdKsSzp8BgackmKYc3Ry/kQABlMrrrTS9rLryZxGRoflJTbd77wWF+azElFHPvZ+Dmo6XpFVVKm1fKTWcP9k8KiMhf9l+Bd+/EX0gsBCzniSFZdeOCWrfsxxBzM93vNSjxKDUa4aNNzLmFYTuVi/LgTtk4jF1174e3LhtvmFBa0enhRM3d/CAuhfR40dGFrDdw3KKY8top01WBLA6iDyrPf6cV+ampqtwOD9FrB9DhyyvpFl97X+9gdRCrt6uAVPD4Pc46PMQ1kyeYxRGp9CNAEDbzfXlBlWp5FE+8mIgIlB4fxBhT4GOV4t/A56Y/wDwQs3uBHEKOxpXbpUql3tSI+aiZbuIeo3A925jaBjP1y4M63c4daihjGSMKGM05VSz6CwMXyXJrfRa2dCQXQCymirCPohdDVBSjkpUMMYYOGkqD4SYqrtiSCgWs4uncAK1gw2FqoQOHcHHA6tyNXj3KEjQVDYooNhhYiVAOU95rrmKlpXtlM7kuPUwd18YVBMW+/UuDQXl8LYjFKs7hjuBNHzEKoo6PGF1MzdvX5W0ltOzxkfMG8OoBzT571iosOjUG7FOEp+BeVQv2YkBtCZaihQUlI7GIemr3/misryYQkX7DxYcNy57/wAFcmeSB0sWGb7YIaJU+AsQcOWs1BT6nYF91plV1HwLGWq5/wBss394I8QfZyJOIWemI5Tn0pbLJa/bMGacV8TBHgHmaIvpp+8TSazjprFw4Qa9bhyQ1OMyuSXcvx0GPYXm4gHghYsVJpcEL1IO69fBMy6p/wBL8QLlDF58c5goMJm7X3+Kp4itld+ORFEyJuCT+STqBdQ8L8nSJouXbK13l/6PGMKgZuKD/Gw7Hs4hRyOY3LJRe2JzoqMuGmYSzpDoIVqLKIL0q+0YQeA8PgLgBxrxRM3QK+vKDnK1Na2lggSs9JT4SRXvFH1f3yMDgbinhWNxVc/ieN6CAg2DZlN1C+hVHdTnCg/0GghQll+oEBBiX/SIRoL4Ixcs5V85x6ZT1hnPZl/M7qNsIqqqqtr/AIqF7Hj8w90OTzCMC/2gWCSzlE5BiSJlDXULxXENnbhZUChe4lWdNXFWDjPQ5LbP9RyW1uTWUW1+6pLTcs4USXHs3SCx+U4TAAWMKNqBpQgtlF085vyZiZkb3xYEUOGAKOlkRB9Mo50uC7Ak2ubuG2+Ei1tExlBBHbyDkqQ+V958Ic0UIpKgbl8kfghkX3AGXaHXkdhNF6MsCs0B0ed7blg9eO1g6VTHql0jY4+PN8F4Lr9QWayC0+u4sbTEUKUq3romfAjSXACxE2JfcFTBNsFrbsAcRVKWq17fFINrkcPu4hCgmxzOa29E+R/JC0rt8FsQ4l76zXx+TjrL2w9UyQpICto9iYLlI02TkFtbxYZeFbJcYv8A3D+6jYgt5F3RxA+S4xNil9y+zhfdwgA96ftEGGat/wBbRjRetK9sbqUu9FGWKNAOe0H9hxh+5giBBQTgixKC7gX+0Wv0fF+iVNPnnxtmfC9OOMXCxnZl4x48ihW8wiqWsvawBhq96Fk1w0j15BE1tAo5u7XSApXsE0p5yP8AgsdCKrahDvVPA7IV/bF1CsG+Bs09vhE14HHuc3Z8341NW6LjzbYu4Vw6u7qAIWUUpp/B4uQ13ZmBiSIU7oDMqAanyXVsDdaDyPfYlFqyTUcDwMqMhV2yIgKcwLepfUXzThywspmJyxocW3B16w+efF+x+rE5xiVW/NiyqAf2/DiVtN7UWPuLVvURGkR6Zwe1X7htY+vAo2KPCfmFgja8C72yUDuA0MxOXbOrJzn5omxPmFttdfPlHWQPELZUt4YrqaGmviY68WFgpKAJQfR6lV6iGfS0CuzDqkgEkDIrWIIbOaCu11SUBFC2DXIStqUDZgFbsQuNJdupfn7DcRbiwpRexIbZpoT0N4vGYLEsEFdkl/ARd9We7g5gdmqREFJs/wBY8Wc+ePOPW+xVh1e38FJwoyQ7BEVv0SHjQePs/BOuG7Kx68KuHnqlPqixr4OKRKmxzc3KsbTHvEy7L3AVDJdESmnw2kvAMRtK9s4LF8rmfaBWT0+oZRkvC8HjGGIfjbAT82LcKVYgLcxT2rV78CEs2Dg4Scc3nB7Zw8Hn4+VYbe2PLZ1LE7Zz/rjRBbgNGuezwPZPj6iJVNrK/jlNXFY3+pa8auJUjL6zLdxEx3LqWs9ZrYPQyQUtGJn+01ASBo/pCfJ8DRhlRxwHotEcxlTiEdxMwryqOZeicZOPdS7yyniEqWkfMMlL1CWMpvZKACqrAaqNXL72nkICS+8Ep9uiI3vp09U8imRT2eM1cw12+fAhlkssMdOB/QRUBBZ5J1OF+YOhhQQEvOuMkRkWBYb/AJP8D3W1uZuTvOfwVZzXcoGCyNPt2Y+XQdy1nu+xilFaTBFQPg7MBirLnVywq49y1+uJtDvB8xE1UsSjnB4Q1WArxYTSxc3UZ5G7LfQ5Yxe3Tlzxo0/PhS7qN2LRpl8R12sFQmxlePJWCItQnsPhHo5wEafI3NoRFK2NMW9xjQqsGFGGw0mMmqW+hD5PemtQ315K/h5qMqbQ49P48bfA5cBtHi11NDlZn8GNEB4XjjyUrA2BQ+vITNyfPbxR3F7PX4Mp4JcF+KvHeIjhTbwJVZLhGdfuu9iHDA5yRv1LKK0M9yhte+iwY4W/RKRWqD1BX8xWeQcx4DRVSjt0jN1biizqbN/gcEYqIkKY9vMmqvbKotZLWO2i19X2cEBxKUo7oPEOeob50FB7IQ67RagygBY6J2QATIWt/T+PTd8no8WVm4Xcvg/NA2lOvGKT6rD4luMLBpruI83ddr5GJipU0CyB68GyFZmTpeh2lp6+kOibhLZggQE6S09oYSx9kAIFtsz9MFG0iaSNqq2u3z8/gGkDG5ESAIpLRCbYBWjoeVbURzFHuFbpo9HlAQlYcMTPGVL/AGhlw40+7aEUXI5MfYlIrNiYfh8PdDGFXjfee+n+7LvrrqmK5hip6WRIv+Fiv6jJHtSMhChyAIViBQcTvJ8EKFiLsfKCwLl88qgeBzOcTEvMUh5zNGQdE1IGoClY5VXWDctUEJ+IYt5jgG5XFLsdwwwt17OjAAUUKyEdooInlI27JyrQ9vgAAOnJq+vZAFQr9iBUDbgljEgRibb8W9uYEVYU1u3s68BAAwI7+f8ADi5N8Df1KdqOx/AF43C7v0+BpGNLQK6FReaxUJz0yml1WE5g92RfW5iwtCy/jmZZlhKco5XHrp7jN3JuPWGvJQjoOnUp5hFhtMg9eGSTu/FWMIOHPU21JnDnB5VCQNlsD+IbaVwkVVXfMrYfwRzkTswLi7hhdvahXFmJxjaBEjM7LsXTC+RYsD3CisTYfiJnbmBPn8aAQg2vkYEaFg19A8opEPIACgeYobsio9h/DIHXP+eV4xizZNdJFLTqGuCqw/iGyp9h4Gu/XzBbjwlNxXXONB9paf71O8UudZcQCJtJYBecBIDMwrm429rU5LLKGBpB8umFzg96d2yuq633ILbMy3+brNC6s/XhhXHYidoFpc5XRqGOBakwH3wKhg4CtLP3UbctF4KsKwN4fTKszOA6PNnlAEMKPJTuHQMPzNISn7/kFz/TZL66Szoi4aTs3h76YVMnuhZCnWPLBTIo+vGek9lZPh4WDJmbYE0WF1F6dmthdQjevG78eAXZMxQwrChXkFyU7fOP5tIn5lPsfBiBhDNenkaR6RlbitUherTbr/DiFrkbFJ8+F1XLxkbln7nps108PJ1LI0mMZskIGJAQN/LA+WHNlrKIXAFBp2IS56svyzUtnUPxARAB0Gh+TmfV9+tmMTkpV+K8DjwlcDxFyhzlllvmUr5jirVhKqqi61D9PbiuUvwdVICKujnH46AXP0gLXA6XUrReauAQEBz4rtRahd+eqPgaO7aYKyK0WUJWDRV3J2/4HFS/kCiJxERZXLDsiccMd/KPgQiIZDYzCUI4kqecpVZ1OseODbuNK/AZFQwFQMq0HuZoCJTIuYfa3mxfmnH+FCgro8HMOcbQHArqhgCOJdWmLXGUxoEjSuztIjoqq3asu4xo9HoRy15/tEu9a+5gigq6DzlgUKojsYW5hev8NXifgi2ntvwHbmqr9jg8NKgQW7YAOZX2jg0+gfldJyZ8ArHsONaRV5Xm+aqZy+JyaMvc7QhX0cEW1V8DlxIwKmrYKOH3AGypZ/pCT8AOWuSUAMU4r1BYYyaWN0xj9VFmw2V3d+4qiUXH9kyEobdVG2xI6YBbReBWJti/DHU2f08JVBS7HrwrhVPmy/cVunkqy9cyh5ocXuMyoWIJTsj29QEC/wCAJdf7pnXhAyXLjdXUIF1922HpKAqdBtl7s9QHRllXvcwQ14IjF+Gt2qUDvHiAHi+Z84jSgtC5fUDA3V3Rat42Qib8n4C3VzEWEUsBbwHUPeeyNkijweQuNeh7RZ/zw0jBn6pyf5LfUWzNTOL6UPWCjbt+NhMGuUyYe8dRes0ht6I8a3lS/c3B+3NG23of1x4az3gOuAS/TPT7JgfmdTomWnuOaKAYIFCTFHpnQJCc0SPvqGQ5ddgbzABjlp7zKeIy5Rgi+7HFrFSqzGe7DWlypLCMqnqIipYrMdrOigIhJR45Y0II4XW+JSDQUwncMZHojjFwF3XF28M1GTeCao8MLbDRShDGKiqOe/IqxZ3S8PVxCFgfC+5l6YVTAHa56ZaFczr0R3tZGDgjClUbTPJ+NOhpaHyiNIj0x6hQs0XiaP3nD+JvLAcmvsQ7IazRcnkmMUa5GxiFs6QIFO4soF1GCA2gfMrXt/sv4LUVmx78JETYk04wy8DUpnyCAFOgyznIiYSFXnJzMiqcB8IUFPB4tSYc+2WQglHXsxHult1K0VegmADcqrxib/Xdy2r9xUuLnh0lIK6C8ETr9Nle1geolDatszbe+fFlYyw2/P46dC6cHb+Cpv8AwXZl1qheh8PCIiUnl/lAm/eGPj48ShyWSsq11KCBR/4XR5IkqLT09wEZODz4wgMGckSbONKOGKXtxwRNn5kI1ChViYqZ2m4lULkgxDeLgCRsQTjyxdGWoFY5UMzZyguWF5wzbZQI7x+olR7wYFO9L+RpixVZsMDlscMAjaUL0yaC4lpxcAkvdrSgt5A17i3xLXPETN0nr4HhumW6ImlxYpve7b7gKEKOJiDSjWP7GFXm65qV3RWxaHUJYtESlduXw01VH0rmKlU7WLhS2odcc0XlPV5WIFyUnirdDEBAAU0nTGJwjW6smEV1b4EraNkZbITIVp4L6PA9N6jO758WdZotnF9H4j2YC0PcUwQtOfbxZdtPf1AsgZ6xE4K7hP0xVVSrtXPmw8HoD2XBFQIGsv7ph/QFnA/jEK/fWgYeyo4wrZqK9sWVbGFZE8CUmTwy3VX/AGlxYibb1oet5pj0XJHwguwfDDMYi1koeT6g1Ju5sALisiIYZUEeIx1LaFDoAMTE1fVD07IhPEYCLgaCTUeygsuRV2u5cWoAvzRGfb0f8IJCaYu+H8VQEpgIZPOA8fvUFeIftMVzT7eP34BRB97sQQNlrp8C1vLwExG9Izw2334PJfQ3ERRwjSeFzdo2e3gURGkyRgLtq2cV4KuUna34HYAGxzTgmRKb0eFkNjYSvOy2jA6SDA0vUOc4JTb4ySwFRDBZ6rRLUbJ833bv8kuud3IBafr5mUX+BH3g2f8AbcARS0A7JVma6rJV/Yo1f4JLSu4vaHE18mPbv5GGWaYUgEoN3v8AS8Ts9TgOVlM5i/Me0M+iQ6jfPtNXP2REdhXyI1+KQw+cGarkqcr4QSZqm3r8aXrQ56PgpADFt41nxb4lXYdMVQnaaPjwfoAm2v6MASy48UMuwvYcxUIXpFtXuWn5oAKVA5lMhb+rThswoSDoUCt2jnWHi6mItmGLOM24eKRQ5uwdPG42LRsvEPNEba7BGL9jAG+j5YeTQJSIgBPVx2eoS3kXHFosNTRs0QPcTvas1qBtdJXGUN2tRaKC1K4rXDXJtK9Xfizxi6Lo7al8NVU6nPz/AHFp0NnnIUHo1FGDu9FHVxuAugx7eoPN7vZ6eJfCndeOA5Vhx3NPHoGP06L9xX9FN40Wv9HOIyVvLw0jyOc7E4D0S8SzAFkWAhMUj9hERD9KKvw5L1efiGjxHsVyH480idnhyLNIEapj8yEU119al+ECtAkwYOpVSbGPiBQckxOqIBcUZVqNUe3AStqGFq0e2M92LDHXgAbRpHgJeIuP6hF6g95XueH9SQtrwfD5UvQhwj/cTQihsD10xKycy90+vDdWKzm24lesPEZpQLjN1BWDXh1NEuOeEAeZZzldTiUek6MKDGoyoQqvK2PSkPYNB4DwFDTr/wCYsraHa9CBwJg8d4PKSbIh+w+/BS0UhdO6INKdMpe7uvAaG2H0Iy0zKv79kL8FD3Sap43WcMb4AuJoFWadHTFMtcGR9katC1Bq/XgSVa2R/fL+VWSC1WfHkVj9jqW25bdw/JUvL0TiIqWRSdMqq29GmPa/DhIsRMocZIIGQ16Hk3mKXjwZReQ70iPuNa802VD6g8MPGaq6+alDjWi1/URSBRsSk8IHPwfjdGGy9M58rPhnfTKAzbErZavBgwkt7A/VmrCF/TwjVoMtO2Z/74XJIEvNNV5rjYFr15dylD2trwGWQovPi12r1fhWFoQbM4x+FHP4X7Wv8IqFImRNkET3YlTzgj7ZYo303jytGPUzAFcis3prJUFtOV5hZhhDjarBUJ85lJcXZmIMMsYJSiletANWe4lZfXhYkwWh33MgeZTRrhIrumGjWwJlYjnktbMwjd8WUF5U5rO/cswrN3frqYyFo8Ii4hvimqsz7IKbBbVsZgNVXnwpGbURSum/DHfjOFOAcTFl3V5iDJFgvqDIIZexFvcpSwU5ePFtJbTs4gk3Yh6ZJTBxIC3mvSaT5LxeyAlkAsEshOCRJmKoHJBYVBVdt/FspfB9oxnfHEH17IETV0Ka8FqZ3QpmJjw9R94yPqM3OvIV7fF3F+mZT6uOxIMlow2vAJc8d35nqi6uWse15YiXV7KmzL0EOzKj6WXn0fi3wPLgESqrjIXoSq070fY3B8Ru49rD43YBbYdqG6IQkQpb9Q4g1LtjDc1efVy9oUVeB8lMam5qLwkSGlxKHYlJEA5hCFiK4rr8LCKMh2Av7RzgO2K3olHqbc+YPht6CC19v8sJAVVHF0TDXX+odjGYYx8Llp2fwgkUK7Pb4DvelbKEChodPjRRMbdzLEppw8wtaLY4YYIFTndvh4PWfK5WNLVxoJxXKcBiirYs7M+bAIo29sEMJLNkuRpFKi7PUOREVmE6gIpFj30RblcMOOJ9ZGKGHLncGaGv5iMBQprn3KVYc4/+IgwJslZ+2pDnGs1CLkibw+yDfZcJyrWahFSu/GaxZE7ylspi7XltnGMyicjoeQmoW2phbibMvVuhtmQ1mPHRCl9pTYwKQUbHf5ZSFutthefC67e4iqrW0YPojXUv3Gv3vxrZtOVYt/wjXoaYquecxESk1oq7zlkxqoChdtomy5ICxXtikQtpwsKywjCTcWMS5snejuXvKh9QBgiHbAZtrAxh6QkLeTl6pm0wJlY8/LbzPtOnLtQFF7plBE5EYbeOrImkQo8WZDXFVbfOIcdKLT3BVNGTt7hvEQFrDHVdJ+qOIO9N3k1TyoFqhoXw1VQClv2dSr8Quq/LXNyyHhYN0e68qNL7xz+41fQY4XP1XxEXuYzjAjTUyY1SjS0cfMp8kVuis17JynIjeKlYBZ3DXQu50ItQtWjF+BRE2hItdIWFFGDUK5iDJUvD/DHUCa1gFeg78EXFerHB4oUzL6CLsl0Nl6PCOIV8r4iay7K7O3HLpfs90RLSW1pusJ8MCJFpfLCT307O2uyNMDZPcPEp9ZxX3CWj6D/SZ16yQSCTH/4IigCKM8fnpl3NT8kkN9ZqcS0Mzsio+ypTG7dIFg9RYa8LEKCVuWhJZdJ/UEm+NBHQPFfg6jvR3mgMWNeOZgFQBV0G4qOCgIozkiIqKRpOmWMHrdhUkxQoG9mY5wcCr+gWLcJlsL1dMoIimzDwAhqaQRXXro+XURXRq+vBxPvIiBLRTt/B0BtlkqBQeDn3Mehdj2TPPigmt9vqJGC/kVxBc4lAbB/SBTygTAkrXvlzGpSzFrBNyVExXcFIGJ0CJhADhAyywVgGk78UQZkrIvERHi+4d2R6D1AdxeLSr8HEPumjxEMpLAu3X5YCy3LqIa41SkNFDbGmVqXCq/vC8OTwqV3DnsfhVlx7zqByPF0vZ+GjPx9SxtZC9MzpJgJAScPTBdcmX4Ijdi12+ETYngUons26+IFFNHPjcFBFHRjSkm+T/c2AagC8k248OLqnaY833UcHPlIDasjRB2VKgApw68PIQ6C+4XjuEEK6pq5xztzJs0e4owpriEuVr7rLwfK+Yey+yXzLmjbANJiYlFJoSWLNpWEyQBQuuxSwQqhhzEhcm6TZQNKEXCPa8APNOMcy9i0Gxee7rqZnjnh/fcp4wXWsY8Cyv3O2UboL7D1HEDSXb+kMJx3kLepzDYXQoP8A1jo63QL8mX+cIj0wPq4eD8BNC60PhfAiZsd/LxzCWnhvfMvHIemsyrMzhxBYppqoVZerz8QFFSKRTfi6W9NZhitiA0htYJjIjW/sJwi+b5Sy7NO6HwNWkDo275GZNBQ9iGEvJeTsjQKa6xJEaWlxE3EPor3sGALwWuAI6kv1KgaKfthYy0AwTh4ldI/jBROVH7kxWUbAmlY+k8MZRWWn0ikBSlkDvMY8vHmh/l/UKDVYLGcS5mXOVZm6YIUACyDlMCDGVWphHTU2ZgH9q/uI0uQ8XJr3cULnHK88Sp38qmuoVVjVa3QSqp2bwO2loTEgRalTyEDdhWvbz6Wyjn7suBFgXCito3KbMNGiKadbiXJ99+wzbm47FBkrWzd5tPCdaBn29/izsafUF1+A6Ko29+vCcNLl5l1ZdkxSVen2585rT88QJyQ8Lv8Ag8hUbots5WDSGUuarm/Adr6FETBDlL9obABQWxQLQp9vm65qUQTDoki0U7fAEsCiz3+BYrjLGD6pNZXNElRDpgLqNakfBuyM70PycX57Xt8dDywU5MOyWLQg6PU0Z0Gj8QgaJLHBKidgt0U0ShNQPrmNsm6HSFTRWFNPs8VVNBDRRjwwXpPU9kE81y9GVoQ8GvBThnFwQA2JruJpOaRSJHa1/klMEimjfkC0Ih3lDULF2X1MkEIpBSz81Fcul9RXXXcs1Oc6dsv/AOS7qS1jthBkV3jAPRZZ/cRYwaVXSvYqc5nlZsFv4ZZBObCS9ho/PCeQteMrqCVtDi6Mtu+d3OcxVX0ps6gum9ubXlXjXH3RdHuo3zaJgYw0LjJGioiGhIG10CZrhPT+NvK40QgTV9hqFjloh0+moY91fEfF+EHPi5i9u8qSzpqByVEi2mLXm38iSBUW3+vPJkOOceSfqLCCTRxJTa3BREwjY+zMM4AD0PSAy2Ari/VeKtx9EDEXdi4d8Z+z/wAVM3FrZh6EIas1i/lTAYap61HZyl53liwQTuh2TVN5Byo6FB68lhqaJyQVcCFPn/ZGYl1LgheqzbcF4OIMGJx4ZnMeYYuKzPcAS0LdDQ0wakaDhc0+ABFl2dfgIykfTG3Kq9yp6Rqtv3fEQc1NgVLAP/wIbweiUoxYGMh+SKObUJ5sU1X7PGM9gmcmcfjZxdVMLGVsFYPcfIVW6bc9+Qg49RVkojZTmUr8yRz6y3gRYv1gzmGEwTFuLZxAgdiHQdyhd8dXDjGBzE5oAV75YgwVdjiWjZdmq3FuZn/dDrhcxqCRknTPyR5/g8ag/dVV0hkU0fpm38domDgthoBjYPScQXQoHWbXFYKMJTh/7EUB1izwC4BXoywYFW+tfP4ZlqcN7fECwKHuClLGuT/KC4BXolK8xKUfGKvmCL9+Uppt0yzIab94MRwarrSzwiNBHkfyAE+ct7Zb5pYhNYBVtqWbm9S3JcKbIh/hcS6t+Zaq1pg0ICUeSY1AgF5uo4XprMIkpSPUT5YRfIiFVuf9bsxCy2OaB4c9CxS3kHM5K4Ny2j1ajUAoEpHSdQxIbsMgKYVTBXxEerVnYdMCqlG459nfS+/IRvin09xIo20rtD0E0hnqisej8BdFuIUgHjjb714SfgjjgUqG2KVYQIk51uriLl9Kj5WN9x5TADMnEzmWHPflmX3J6JkKoUafIDxs2/jdpbg4V4r5WtqQM64LiAt0LWWvwogk2X19xjmVev8AmNW59uzL4s5F+yi7l4hd1qPm7lv/AFbjoeRc3bwzYOW8aJPo6QOFig7ZfX5Bx9O4wqO/bmO5jw7iUFYSABxRNoOIZf78YuOdxWXHMEyRcOT8DblfusO/MygbUCWr8/xlhkEVsC/plQ0sU9NtkCXeJ7oEp0pjpNjfcgNKiI0ETY78o/iLuwVMXFt8iApANq9BPSv4y9VI1WZGpvY1L7sg/ojwrAACnYS6dtdt/Q4rwzOKjk576PhM+0QjhutfMQSCpNV0JZcq2l2fEWgFIHxkUjKQORG753BRR6HHz4UtE6t0e2WL2pf6ltWWjk4H4gWmzHErC2Y48ko2G/ACBUvL0QhC6PwIRlFNvtNq42Iux3DErs9doLQujuY0OB/x5pRQU5axMVlp4PFbiazEnjDbPgyr8GY2KIj04fHwd3XvyZdJZQ0aidg6XUFQW4me8o7sXAmPn8leiaG/QlQBGaI8xtVdqr5c+FVVteV/B0FDZ4xXv8VTCDcEgKB/6BIKHBrs+SDgBSQF9WlrEFLPUumXQz8wXGTknLBsc7JiAI9Xf81Fxg5Upo/jGJbUm9KgUL7wVBbSrqteWtNnfgMANtMJ678tmQG67fXkPN6G1AVJFb8ckehwFDVcZEYZorAOZZm9q2V8AY4v5gKF+/lAUAUwBljdiLp59InO3d8qRPn0pNOUHn+Zmevr8b/dfv8AIab0mz5/G3ulK9jwmkLKN8y1IfQvSnyj/wDtJ+GFXNwbe1NR188w/wDZlhSFkX4+MrndcQqYjRDPlMiRebSktDS9OCCdVEE35dQUYtN1M34ohuENxjGGvBwz2OV+3HimrRDh4nJ6zLzx6vCAUrUNr1CwyAeSXl3grxC2cbeCrqMxaIsoD7ZIR6MHHZiFodqn+Io22w2n7jmW/tPgQ3BxuLGueLgtGKtlJcLJ2tdBE1BlFT2PDDAqj5nPUKdnvweSuAv91ArqhTZ6OiJUWxuphFtNUd/9IS9JXeWLBWFajYoiPI+LPg1WfDFBBtZ/XUz1DR2xGHAWXL4awOU6XEIHoq5RncO3q9MkGoaTuKEMNNmvDco94yU5EqbBHRbyVyeNJGImxL1cTtMgGh7hO40an4jvXb4m6mupfB3UuQI2lx6OZe7vGz3DjwF9a0uTrwHbD/zGNfZ5dvj8NXPQLcdPE5i2C94PwuxPZN/ozNU1Ki/RFayoehzlYM9m5juCCQEbjs/gZQ7at1Et4hZshYAwxj5iUvMocL/CigM7kszKZD4RDNtoezHgQLSHlUVU6A07uOrTJTZDOcnD17fzwaNmjhcdTKKzKSGTGdT3wbiHkOgaCNtcvENNrBsKcmSAl7vMS26l5rAxkw+yNrxWjaDeqBL5d3YrK1DRTMa25baq9lOoF4sL5YGsKRwHqApOmfxiZNaN9KdHUTCO2jdEwsa1Q7DYCa3dvhgVQRFlGLA+3MBudBpf++T6Y1Y3F/uGX4MObK38JnY+yWGV3je14pa7bghw7EBgEktYWdRRLVvTHusWEP6QDulBqmzdHXR8cXtV+/zMIXRWiHSD1dZ4GvGvotJMX+K1fZevgMWYy1w+LarNdeG1tVe2EsNW/rGFpoqVRZeuQgtgtU+lgaB0x59iCyAWeiIe8KH1cXsC11fSYVUaJSPLqBArQmHCvcJDtmzV4FCwsTuu19ryM4m4ZEq4SVmuaIXKJzH1xHMckujwRjhQM9twTl9nA+fcf1vRVd28EkDUse+jp+0q+xTDVUT3v1HENXbeRfRxNCC/Yvdtl+RTWH8Mvb1G5iUooYNsMI7p1M1kVQiLyRsDIQRAg5dromNCd/0QOiGegt8/cJsDJDtpy9Q70YWiCi41bQZxY3+gamrpQ19A8lcj4Aqq0MF9EK0BMrb7StiG5ZjND0y/w2TVTmEwBWzRIk2rlcm5vLHKloZWO+yVis2BRnOD8UChaC1iFDS4lQCat6L2lwxg9sCxdwNXaWGCbYLQn7Irzf3MsLrt/wDia84HU8RoUsl4+IMIpsTP08Q2u5XnsfjZxn/LSH1UYZbWEXJ0v8GWRfFFSC0Ks9QAEBQVwdsY2SK1wVCKlpy9+KVpTLBrL5PcYIYVTxi5PMPztpZ5Bx4QtIxUMCaKHWzX2GZw4iw9xWOAa0YgrFZEDal9omApgvQ7bzXEF7Twsh6qKMwqWnTU2+C0GtRuUMnXJ9PkcIVC7+EAJorjnLcFQKgHZfIXp4OINxmIwEBZUNYjDBMzwmyiYU7hvNvQAoD9/KYTa7L6QhoX3NV4EcLYlOR/PVzP7V/gPz2VTHuYyLX8B0Uaaz5L0+MhorPt4feo7ljeepxdozmAc6DWoYzvyfJLuEp0jQbCOIBUC1cARUHwdx4HZYtUYmWyCrYIBq1HkeoYhxtOPmNCDQoeDbkc7xQOiaGtBKl+bgNK1d1cxrzDRUYssxcRjfjYwt3KFgro1GtgNb8hKsqnHa5TiwXpTxRoGop9LvriKqrldwCyyHLGhbWcPkJW8ziQQzVhs246qYLpp0zMpLjRQqCiWF9kaa7fafUIJy2HHJicAqX+WdR8frli0YZHcpBVzkugikbrdUfdzsb+9CVoHk0QFgUUBphsnu5iwGT7YliNN4jnoUMFkWMjVGG0O2FwaUOzhKwETjYQ38NKyO2pp4CpRSpxF5Og934Apo1LzRegZS2kRbJQiuU0MEG6JgBcDATmx2GWbC36Iww2Vlk+EdCzVQlLU2dxkDxVbPkRrtvePOukyNdDzb3gsDR2xTAqW2DgB1DRDKZAF0bPX5MkNLssNfgsuXfsnTkgtlCiImytfPgdIG0x7YRFvWjHtgNkb0HB1KOA4NeDhSsT0CLOa7lXkU1QV0BE0/ry9gDFY/yCiIomki+UnfP0wN/fFcGszCL3HA7lsVw5+IOcFf3AnWnIclcQHotdAQ3YC6B6PiMWBX4up8wC9jbw6mMtu74+1oHIMDgmhPfcMfeafEZDoQEBkxiRAiUPDq4YHb6dGJxbt9MHsHaaL7iVZbdNHx4DV8Fn/YlF2tvhmcpw/q/wqpoByfCNqS0p/dDa1xwO2J7ePzgpn75VFLUxYqS6pyRid46VsBphaOC7tRsHRMhnZNb9F5thwIvkbPizk8VYBpBIyG02dBzEHYCbjCzZG0MYzVEF0GKxMeqwh4yvfUN5NQ4ffwQAAoMErxmOvAo4FwHsTDqqaMSyrgxsjuMN+MLmxQ8j53GddVZz6eLF0GNHghwSoBb7QLhhKsAIu/GdXuvu/wDAgXDLDCLFzLDoZDwRv14YzjVbsn0VxFzDH14O69+opKg4fUUVkBZd4ilbOQjt75D+mJqnax8R6Ya1QKArApMEu46lgLpRi0am+b1DaquXwGVGTslgFaNHhpAPHSmdfj9y/I5PbGuMbqKbln8QTpiqqwUYuUqphpsGjESjtMy1ZRh7eOcKVnj4iG3n2nCWQAO7lpyezG0Nmbx7mo04KMFYDxt6K4j5iI1VXJd54fJBe76x5gifiupkrrzpt9CZwzF34bgHAwCq8EreTPgWseDy8DJYbHUTNlXFcdsxDKrT38Tt5uKYkAKUzZruPXOdhG4uk3bfb4cBwhUlt5c3+HFW5bzfx4NyuXsD4I4U6Zb+HoZtq/X5ZS7O8h1lZ3PhUkVG9ep/1GMlLZgdSygicHqINEXI2iZhxiguH67GNQsV3f5rsgksJVkDDepTf9QosPa1r1xU94wg8OLhNIMlJHRmLp9JHAKSzvMS2QaurhpieaRJGc3MMLhTOBjQVByQ6lOHisP8S/yl5eObmc2BZNTkDDUrnxot3Hi9XMjLJy3XFwUR6iUXb+IKxp4eDwTQby7/ABAAU2dSzhgvsbTPbUBinOWbtnEJV6udOMKzD4UGIOLcNIgJkt1FsAPsDUrpwYR4hLadURUCy7CvHyPZHEeH/Yhi45OdhTDDLeLI0EKDXgVedRDCuPrBkgtPMBcys1FVo1f/ACdsauGZwS5eYstuYqbsnJftaqECdE3OMRCXeIkLRDGY51MictqgSvwss1i/t5lZg2TOOvFbnh+LUP0sqJSpVVX3+SL1OAGCMjUVVuWJBTYlSEAxgO/AET2qYdb7PtQLVHYye0ItmvVWZZs7q2OVbBYuiNpbJo8xciDlH/USAspt7gWby9mZV9TBCDclVtVXlgUARfE7l3GJ2k3JVsvpqIqgj0+LpHrUK+s8m/kJa0B2529RzlCOTOMYJlaltneTUYaVSBrxVwMr7/EMeFKrxp5+9+A2bi3C+/CovGBV0RYQbDTpiNwKRrWrhZgSzpHRBFx/s+oQKYKse4+HCGV4TPo9JCEIHROPTNMP9kOFmDlUV59/ihAA7cn8OXZ10vq5QPt96l4iz/WQoM0COITmhW7ghDIl2Zomvgy9HQAc8eDhkS+79sEQF0F30Y4NrGXCfRK5BcDZEG9LLZH48Iig0JfmweZ6iBBatHX5ZN6rjvyFG7aUiIosNickrmrpbiGrabLx3UIfzW+mJVdPe8CrL1eT1LGKxdvPMExYUeoe9zwPRWLeqK5WjlIyx1VS8bKrMEjBEbQFaLaCnEquFHPoivRmDW0DO4yQl9lmdgs0yHEth3j+assUYWp3ccJc2eOhzkncH+JcKhMwU1Rays2hAyNRj9JkY/uXCy8gs9sAgVC5dQtKr7fzaN4Xn8yQ1QnzjX1fT8Qyxj/5oGbNNy9CBahqkKSJ1oVtPzFWqhnfCGBTmFkR5U5VNF9MsCEgaxqs/o4JcKVWOenFVS0OjvlqA5YCDR4TKRtUOjb5uk2O6oFrCUUUPB0eC0AVcATKwJbN5300gAKAaqCxLSJiZ8XxGsL3TUACt1Kx4omVzPhbKgeGVfCRmMsPJX8Rbysyq0qZZhIYPwGu2s/krFwxk4ffxC1lix08Zt1zH/ir/vUHagXtjtlhOkg+uSRq1zhxgoO4GEABig9RzOd2kb3KLDzwu0LeYy3fb3HO7AsXf0QXBgst4l4ylO7oImqxZXSSJs0GTn3PQUhnO54zCtYu6x0GMPuoC3oxAirF0XHD8CXYJDqWLap4PiIkWyWSxKCyZ25K/wA+X3sqfyUKQ+tQd/gPAsR89iGP844PYPwV1UE38IiNtTsbf0GPpR+mFS6KTqz3MqMTXfr5YMZPYiyFqDPezxxzs+fj/Go13Dx9vJ78E4VZFkzSbplCdxpoJmwSyVY0tb8C2pUTFJjdfYjpZjfs9xV2qsp6fF8dVNRS7ePFNXWO/wA6HYPjMrhty2qW+5haSF4GNDXgKsvPZGlUKOCDOpRp8W5MTV/9DhMkYUrntsQa94EzNRqgMXf3LhYgaZ7AG4i6S1hGyX1fmPw+xKYNlbvMH1qGVoAdl/yl+N9vZ4+xljmscQY8S6FTn3Cu9ymRgDSxlighw2asAfFNqNN8I7ILXL+SqAAVjvCX6+vBVnEAIVnD+VqjCtIRoeW+cdMSi1QrtcX6jUNmrfxC/pvHH1MDNJ6QryY4C7RKE9CGK8kezH0Ix0spWWJn55mBrNjOdJRJadJ0DkIw2crQRoWj4FNoo9rGPMtcMcVVKSqzphfoU2uYSHsezV1HvQXRYUQnwz1F/ezQinnpF/sQekbtEQQCwTViy4IQpQBbCdC2szlOYbht8dIRKyzmFymZKfhD9/gnWNvk1n5/qV2LrNoawD2QqQLKHrwBQWrQXqAahrUwLA4hRKpBzcKRCBGw2iUjLeGOIC6Hobjmj0UftxBZFHJofVX6mUS1TZj25ZSSrWOkOWPJAYeV85bqU05RpT/cVNADFuEZLXCamxmg/fwnZQqwOYFsADy1luAQJmC6emFii3vpUU9EuZvsXAtpxml64js4ATVngnEEm8LPsvEo/tcYRe7hQ9lJaU+q5P8ATzi0bt8grKVrt5oyvMLLiNA39z6aitllusD8nP4YhzZBUkbJ2Ze32xhd8DY8KZQHtY21XMOCIjSI89+PaC+l/EQbFOvFNXTXLx/h5gqgj7PNjYXghbgvMXFSVtFqxWQWnA8ymNOMuksyOxzFKFWteHkoCnSuoAPQxfcQVKxAtLZRhxbgDFUtdvjzKo40o/f+QSgOXcvYeL8lb9OlP0adORGsrBLpzBgO+dzZ2O5fsY3Ay0sB9zRzSctaQ6qGW+RHlodK+vXqG2Av12hlVQBTUBYG795nS6l4Z7IgUALV0EusO3vgOiLFRBWl4GU9E9F8kPvtahhrYwRNUb/AJ5AToYshwsowMwYCOPQb7/Hlns0xj4finvNJqfaUsH3ub/sfKCsrVDr7qUSDXhtDglZlbqkVUA/lH+uHmcqCnCKlXtGdopoGWKMBpS08EggNVAqBuFbIG0GftM62KtwSx9r7TqCd4Nt+OGLAfbbXxbVC11xEla1XJELdvKwRx+rv4fXtlJ0K19icsuhQoyHqa1McI2GRw03IX0DzGoEh8OUVIKZVNY/5QIKjNtcpyRgtNQpJhtlFzNUA+4rmCFVr6tgWHpAq9sH4Qtipo2pWh6cXAtlaaF+2SJS6uVauKAYsgFtFlzsZITdfup/umJbP5HwIgw0GD5YjRRp0w75MovBK77xMbZV2+qgkarY0x7pUdoCLwo4YYDHaiqnuzHSINkva4PRx0ApgK9UR+xEbRu3MaieyPLuyANg3s6mLVS3sPr1LJyBpQgODZO8uxBqx5XojYVJvy7IArHIUZuuoMlWo6sEMDhyizqKvnWkY/CqNoiwvoPBYbBNU3E9MUXDag39xA0jFlK83n2wmFY/638McKbflqWXTS/MR9Fa3dNQ0NuIyOmEoAfRgOg+p+SAYLtoMnySzz2aDkRAWgCipz15CeNm3vymMKJ7j0jlQV60Sxs3O088AdPZ7ha3BaWPlFw4Z7YACJQ6f8WvVM+o5mudtMTCiro8JgBAMRCAIObQAi27/AI8CjTSUxYFdPqLZlWXVjHylK4YOXtjNABHUcOGzZCxE2rIdsJDnEJceGcV/xu4fR9TVxthm2nGh+0MoUquKcuN/ixDQLvSRmM4hg5erlFlfctW3GUuHU5Upc1SIPWVrO3sFzPtDN+ASmduDMsPhlWWZAswI8177O4ucU4GqWrdwAmHGOWqlO26tMO5ZWMcxetZDSx9U9PGDc3ChGjDcBkgONgC4HIWvMqCqVv34WiEA0r1xNoAq8EC0DlojGogp6fG79C4+BDKHaEUTKAtfPvxbiq69+WMVm8Q2FkAz7eR7gDx/VQKZfZG9mAgVQ4+nMHUQC8LIgmZxL5XJYwfMAGrvZcatrV4+OPFLrwEuqWFgbYIhtGtExmEuQmuwCK/gRKh4Jb1QPB6Jdy0UtwOWGuh/9sStBwdzqHp0ihXXaLQXczFaYg1q1ifcjUK7L4GVQsXdcuZgqLAzL4lznceyJM38RLRhysK7pYfaZezIrS4jSZu+Ig3gjB4nFzdwI4FLOn13OW6IjfHIzDOc446jtNuUBhhCUYscxocK/IgbCtGjmuwwIGxizhZVLC1AgTt5+oI6ZAgp4BFxO8gxLCuxS8TWgCNocv49QF0tlgIlCnK+Us8k7xRFokEwFdRIOWa9TgMhQ6qONXeaSVEuUg262ahORyU9m1PiCgu2q++bg5UN7vTZUwPPdEKUSg4OCuYJu1vh4sx57k0FRjksuTc3CUpuEGV6bvwKxRBopguo2YO69HBGzLhOKdyht7/v8AgjRtF2lq9hjrpi2i9p28BXg2O4rRpbgjqzVcfUIPjT83ysYjGDlE6vTrtuvLhARazj/EWptbF+pUAKrv2z+R/hCCWlDo8plRA6WV2NQexYzNn9+CB3GumblsaRnRCbWRwQUki0UIClqHtDmECcje8HAIWjbECg2GfB45YviVTT5ZSl6zGFoEj29RBGWbtpxR4XDItoFj6d/jtgdcXIMp2C65HleyUMmoivhKbolVB7jA+xTEzqilmyRcmiW6flp8NCtyW6zEsVKra5XMX3d73E7Zdv4F/+auYBavjqfTy6VuBaHXgi7vgdvIBntVLDGLa7KxVyle2GtVWbPTy/fjFWrHJ1A2WPTznf8zeBV5gK4+pY2xi8rNU3Dpw9ONa+Bh+CAMwzc3lD4bmYtMOowMVdx+GprKE6d4eV/RL0edkB1UlhCVzondcrBK+UUtU5uVn0UJUaYk0vHILgQKG1sUKx1ctzVWYuA0pdfcLuhTs2VAGmmmz/AHLODRVzyZrGuZv4mky7mEldEpq5RI0TjwIKgAoy/r8U2oaWm9RqCufHwWBLtVcRqg7JhPhhiSEKX0SxupmSILs+hKFcR/wrQbQzzG+j5JMRG7ri+moygvYWyjwtkEL8VpBhsMcEya4ox18QUlFFHzFi5DDWpY2l1TkyjRSYvuKEWFe1gf57CQ8HuI8VCrRDAgilfcKFYWgVsXqaAlBzeUHqLQqhooLUGicWIjgcLb3C4KsMXxuDgSV8L7lmcp28yL41tOc4kuTDWCY+A1aTmmogFgObG44tQcIQoXanHAYv9t7wwf055fMOL2w5ZYBYOC8sAIGncN4iUZKmI6ythHxFEGG+eTSONoTyqVxFwFAagteS1yp9tA32GNdI6SOHyBMPNa8AQKjlgBQbOH/GACoXxdiXFuRvnS/OIJZbjmUsb5gyzwPxGot+W7FHXgsb1HfUfiKxa9IYz0thATJvjgPZCxVueIl6AbXBFHIL9UnKDg8WI3zqGWve8Xxn3bNp7jAPqVJU4ZRsQtq9t+Or1efiPHmnu7+bByFF58f7E449IoQaP4y/Dk60OvGZYaHPTVdkutcwKA2sWKfiOwa0/HUu6jt5s+Fw1UeqZiGx2zyhmA6TIl0wqtFk9VByXQvKSFE1aGvpEXYwsXzgZODEckq9ha8bxOB7lXn+2JSYCfSwNi1pTq5QDQc3aRQNAeBzD8uvuKQc/nvt8Y6LoX2/Hx+IJl12j/ts1bdSgMbYOHgIUAWnk/BMVqZFiqyfRE2Vsu9iI5CuNgLH0mcoEBVQ5wThb2P7gULHmyZv6mElsJWkHbSJ4D1HCFV1BbnJ71FfC8FRuqZ5RP8AljNFljLw+JdjeGhdfqFaSF0L66+5ZqAdckzbIG1tH8u5TvKUhFsLioIVcfUt1NTjHMTtMczEENjASimA7tmBSCW+UMN2ZJKGQQ2w05l8HcY3IHHTGhdAsGVrcJ7RDTa75EmLQDyemUK3viHwgUgy4GOCq2+5Z1jEB12xBGK7CxquAvQTNeqc/q2dCVNjC2lh7zBLAx9lbzFefIUIWocuA0RCkY2U7qGBQbtruS+cZBSq/wCwUzQHQ9S85CKlrRVW6IiZbdH6RkIZzTrrcptjnuKTk7tEEOy8MGEDpNRcekFRGnxl3FbL1EIwHPmQgNiytxHdFbp7fAFKS17l9J3DGaFAB3lpJLzhOHZMMkqwgdGUo00ldGOoJiqX8ODwt9uvLYcYafBhnI6Mj6/ws0aavy78ECI81B6V10P5nUWKqjwfPt883Atz6PIrPcFn0gUBmcs6PU0q1dE6ZvN5ecHThPnFUwrjw6mdK/fqn5iWKy6jKwmFPsuEM1u7X1/A13Vhmu7g5advvl+ccqILpGppOITrH4Id1sZY2lvuHUMMbC1Y3W9Mb6y1/Z2PDK6gbkKVpHci9+o8VVMYK6dN+NkUTPMuaF0Bm/sYxzpuUN9qlzg2w/ume2upWrb4e5jFW4RbVsaJGl4YC3RrLDxITiY7awKteVFVaAv0P4WYIC/aKFWQytx2cRctVbOF+MVOpXr+KZpw/wDI21NPZ7ltcdxTocJp+ZUM1KwB7cQAslTyEOV2YbivAQGWuu2rO5YJbQmT2Quto3cFQbzqjZEzdNgie5W8rM0cMxvbWm+4hWOWbaICvZuECwFmuHUdvrFL7gYEuF2zLa6G0DToiXIYe0Oxgqq8MiMHao7MYOC5JD/vxwlt4uZpxOXhpm3ZGcpQPuuIhIFuaUtVgtcMrOm1yt6ex2wS4ArjjM0WOaOoIoRkzFBay2DfIRgfcDoPXcvlQ8hHWwCs1KedjiJT09cy0p6pmr5YpuEKkurZThyZQ5EDm4nQBkPzpJWJijHLEroZBv0iWiHY/wCwKZHhMy1BTGQlwFvq9MsEVbbjP3BU1wfUpbJlf4JSBR5euiGjvaMLotwA3F2ZX6U8uxuxdiki6MIlutpauW5ZybEgmYLsujYi2EmYF7Xb+AjKT2fgVApR/aYI0YVTF9px50o1xAAECQe/c5ByvpcAiCPV+RG8wd/L8k5O6i0xiiUAlDk9eNoV95UlOLEFYi4dgfgDu0oS9Pn+Dr/CAq3gNHb+A61UxGIgiJ6GsfinDApaUo5SCWYGq+RyIVX6rq934nTtaI4c8Rp1F+h+aBt8gpmDzMWx5EixSqeZk13tiFC1Cbc84YFIJkrvU3nrOXmMSjawOdpO+cbnWVOGzCD0+F2jm4CcJXjE3g5liQbHf5BVRsKDuEg9f6ccRVXuhxAsWwrhgH2Wx0Qp04cYuh8BttB1HcHUzofZEgao+KYGbyCUdBai0RFOsYntRWOL+YksWT7aggo8B77nCEpH5jqtXBXGAIcnmylgR03SBd0AQmQZGmAgneVj4iWQpxSeoq5KnqmcjCaFpd1Ka+I9rqsxPetbiKUqmnnFxuguvDXymYjdY9X7gW3oye9E1RcBvPxKWgKOOszS5BIMcg0qsvURaoQYKk7lPLEEdtwvzcJDNfSOAlV6jXZDsBHxOViOAsBr6YBkLAu4uCJUwQU1nVIvEi6SXjLzDrbBfaV9fZXD3Mz+2UESwX/WCq/SBkOVJClDL1KXhrjuKq5KHNxw5rGoO2m2ZHY5v3FUyaUMsVFmDkMORjloPZUzkGnFG4OrtRSXEje+Bl5Yb0dIMpSgYfUoLMvUreSpT1xKaempm9jNo2DHoiJFuoWaIIWE29XHsHK06JScJj00TgGLNxFscFM9gmB24xDjAAc8HzHdRpCusG/T4FMAAGjEB1AB9Sjo8G5GjLb3C0LWapu4kU9YRWlUfxF4j6R8xWvTbtexihkt8R0QF+euPqZOSDYoiyj0IFWuk3RyJ/8AxZ6lgFFaKlTO1VV/9ikZTDkwgwI3y+C6zG5HnwV8hrNpXJLtvf8AhBBhw8nTE4WK+Inhw7e0pWi7sDQRXoxxBywD24v8cM5pWZqEWZERlFzs/iQAFAW6vHgO8wM5qyMwpqzoxwSsnJXx78+lDu7VPZL43vwhjS+pj9KtZ5Zc1hrvE6qXdV3mIYc2aqK8kZtt4P8AcOUvD0OHxlQSlBtWRKF48CwHUpBSF0rDnEsTHhnWYJRjNHtmkZLeicQcBmkO3b+HOhPHpKzLAtX6alT3879E2V5jD5DkguOjS+CryWckbbda6Rs197LRwbiWqYFMLR8xCmfTLuIdS79sxSrOOPAK0FeA3CYu2TCdNgjYjU85WF3b3mZDBgFEdgC5fowVYHVcUvFSpfrY/wCoG8lmqJfUobAaCOGqHB3cE07czBfx/MDkr0XcRgY5unFwEYoDH/kF1dC88XpjwmukZgZZZdw2Dg7dvuAFm3T8QCmmuC92zBi33wzAgAr+qEpVoBS+erg1lWC8N4AiKQLU2dZhuA/XsKljCjQa+oYtLyqOuzDAVTsz/wDYcT1aPDAKSS+a9fEsIbRxXW5lh1sUz9GaCBVcm6iXSs1CxKfltH+xBTFL/ZARQu+uWOmaAnpKNuAzAqwNjhBMsXaitwoaqdPMKqlFXW8ZH11OIjnVSukcYJZFB6/6gHZbf3MBbUpT/bNIbvFxMmrS8dylQgJRZGhaJmiArSdj3LVZo5ElvTSx4MJTDC3WXbBmUaFChTIbsu5rW0X6qpepZssvWdRmtWDqQBcpqbO6vuLJWTJvPgVapqaFwAjIFF6h2HU9nxALYEwmIQVYrQtEBKCvR4UDJt0h+VVbVXtyyge1m5ew6mCB/wAOV6/wrRBkAD5jX+Aw9Cug9RHmxrQahsdqFet0x+qdldfFsZsKqln0QhKvg9eRDLfc+YIgLA69D/CFq24Z+mY5j0coH3ie1DMa/ELQuhauUi0AGlYWD+QNk30bgvHqXHZVgd8UNRbbHIdPglXLYZBd8PTEzQGfbFVAqhdSkLXANmabYQ7qpXK+fGD6TqvXnoR0NOAxoQBy6dMoDbvg4I58NkbNsEKKw5IiyC8R1BERyHdDypWURexqz0mSZrWvlesH9NSlH1DJQijAep6GtKFHRAAKwaOx4LVJxrD3FUuy/k4P3+CqrFat0evCkzdA4PceeNWfp4digUBjyihtNmsjUJlBhOGU+YLOx6nafCWmrw2TEZA+BjxleWDReBRlPhwsv+6Vuen0wQla0fcownuz9YllrsgJwqFTI5S+CUFJ35AQ7OAz1EitAxNZsvE0XBoGDQLu9MRpVFlkClcLUHgG3XJ7mjpDHUVFYE7vZ2y7GToXg9kNoLcP+5k7Ar/4hVWt99RwDI66CZA5TKmRHOq4jXUXFjpjbB0dQxqwH8Ax6ENOTB7LN5AXT8oIrVvdVdEXloFRWrlKGy56Y6hbSci6/wCylSpekXMXYtUreJdBZ7gCzinB/wBjbSrMRRTNBfUXZsorEtpwkQaGX9GNBcVhRLet19RIDa8ssLzpyRJiIc+4WQAWhiAtkZleAEYgDYVLHKkP8yqAl7AQyQAK3KIPPBC1LDuLGsaAgXY1SLQ3bupsU0jFyrgFQOYFGEGr6IGQLiLCNrBloialA5aO5fAkHJvfUWBY4RtSQRQRJVz2CZFl4L4LNIvYP9/ho+/7irZztxXECsRtnJgty74YucePbd+d2+nXnnwJ34qste7xbWVd3z5qOyt449MIJMASl4EeBUbGgnIifnmRoBc56PDWRZdnHinr4joUcGwgAxIXng+Pp82gFQw9+ckLZOPAiodnmN1iWIbv1DmG8AqWDOMPaX4AOaH/ADNdEFYTumAOAhce2PwfSYRsfcUtZHJ9IalMxLFlmuagB/8A6avAKW9O4fB+VAXOrQgQAqaB3BvT9g8AJs5P7r8NKLwNeKP5Vaa7/BvNBWgp7sJkIDvY6rUsms/LpDK0tp6j/riYaJXmzAvF+5wWfp/uCVe4tNZiTnIGvPH4gbiKHrfjRH/Y+HhIIo0n4YQK4LEpTD7NS9w3/glisqd9ou0YO8DjwwPgnqAy7tY3+oCoG0D9VYjEiIh+gC4ryuoKZSZWlmn1LgNvvg6l2AXPMLsvDRBdGMVLMERqWuiOyA8vZLkKDcEoME61UTJxwL4lANC2B/8AkoewPtKaV9B/3Mk0ZKRkr4lLG2lNMF1CjSf7mAGNl98sWqQtFmzsgwCW4XePdOZt5vfolrgqrQ2wWFyDVcwuBEoZGZo+qcnt4qECRHK933DJDz7fbtYG09lS7VtmVTXsOobd6oPn4lFdZsQL1Wx7JyRc0l38RRLpOQ3M9uKuI9Dd+oOKNmleJmrMcI6LlZBF9Hl9QRDoyIGFEtCtxRaJaW6gpWq3VrMrYla4llj1gmSKL65ZysbYQoBTqACIhV38bxEbRGBULeh3/qUstqv1DGmX+mNDR8OyPFX2lLV3khSu6qFBOUsOJrPcED8eZhp+SwoZxI8wBBGuIxgfVLqK+bUp6/B+93xXinYINoY8f2v7YGAUM1zAviwz8I2lsdJtgWhyoRAXS+xekauUmHjDEQoFAY/BhRsXNsxPDNGPF3AhOD4/F0Ake06jJwTv0LrrMUsVgXT810K0W114o8KULdYIzIYmX6mGoERtwMdV/wBb+IX4QBTGnj+LaJXtRiQ9oST8K4DwBPt3XuM+X1jCFMGbPzqa0+oMdpRChHidyyoMuQ+5rryGr08A6VkNkz8zl2zABRIVFjBtYsgLo1p1THW8yr2vMbFHY0/P4p1cQnPyVAdMtQOgAUnbCxjhblcuMKuvl6Y5XUHBJaWgUc+psbJcBlfTGb1QYQqh+GfBKe6uyZzzWIhvgNheyciNg5MjFMKs4XmuoBeCZtv3LOnFD1KvAfAy21MXGbXUmoSiKGrCDLFXs3EN0bnHwPxpjcUuPdzMPkKjf0gmgK6A3MnWXpJ1yVlc4B83FbQXSe/fomTSYctarggrBsyr/ojgERTUAPZeDLu1EbglHIXKxQXBVqOmUyNozUsOMOl9zGyDwI1ni9l/3FE7PMN7X87nBQzkgAYtOT3NqgIVUWBVoGOxWPje5ldLxAmTUEcYoGaU9YJH2/DqFPMzqUBOlpriCgfgQ03ZEee5eAkND3HrqvzKLYN/b2w5mLsDbMl6KtAG1K61USwDGjj5i41Kf/VLJhvoYFuVs2BR8vcxRaGM/fE05Ht71PkBeaiLtZeEzQ5gAsrDjlhQDa4cRDKvohTZYMMM7gOZMDrocziEAtv/AFENMqKjLRW8EXfwTZlbnHEq81FuzmVBntcM5NZXELN4gaylViE3mo8f6gmELNTDXeqgGrC2Jh+G2Zp1tIAsr6Y2Asy5+I4cJ7gclt0VxApWEN+485qr4YQII9DZH11SiN5MkPJO8v26/EK1RcWKxlKwQRVJeR8xAErbMqmDTi5yXrn4mmqrdvmVbsbHMGDJOSkS0VpukW92RWA8rjX3AyI/FrzUDkhR+JvLTv6SNXKpJo9RLL/hIylBRwWQGsoW3o8BaBlcBEb/AHgeNgWKU6jgyXLVDn89A+0boTvspyfMxdSz3OqgLoXn8hbkp4huKXQ3XowIqwKCGaARnotKE66sov5ZgmZd+Gf3kISWix3R0eSGMKv2ngiLCkpGcx0wNhCAFlFMkpky37QfiLYcvh1ePW/h44B9uPA/NbGR7I7bOS75zLX2V0Lejka/XcwKQ1f4BQEdBb9EWGl219zLAEd+IQZLA5g72sDdcQClQqV9l5JZUG8bsTDoXw/1eJAQDGm42F4tt1yZJgt4HtrrxT2iTT2JMGOq+2vCJsS8lxpUDfZGkLGzoQJ2Lh8vCqXg4ax+FkFD8BA4VNj3qAQsNwoAZjn2iHbBLDAOeIiJjdV+18zS2aO65FgFezFLS3K//iICSAIbIbW5AxzNhLMP/mNwAFKegaYq0Gy2UEtfcTdGcQwGu7lZRBxqKWBVBZWFmBcK3SoLEAm5YTFPHBGChI88rLWgAOVDkd4lqq8vPVcSktxaVnVQNIVvI/7LFCNJamrIvIjoE4Fl/wAw2Xx8QMtP/GCEzFU/ETRSWqBG2aalDSRaw0g7C7gLVn8O5tlMAA1EMaFCy9TXGnXqdIYeHcbxHPMAvPVoTITBal7uYdZGrgLsKbdziMLseWFhQXuBQLMiv+oEGT1Mza0xQrbL+zio1QXbfwTOC2B/oEAoZtbKBdMMt+ruLRCouqcjtTn0yk2gNW04jjmiumINhbXqosgHq5jK7rFsE17QaAHCQQkrtLYUFaqGqK155CYHQbHcDdY2SIWLkHHcCzsS8NMROzqoiNFyroKYumN0gZzjqH9ZDRywYtEtxM6yHrmV5BgsI3KJ+pbeOncmrPP9ss5hbabXzLpVtdceLfGjZ0YL2+Nc6IMgvodMG9RxeiLcTPQnX9wtXJdSZd7X+b4pF1sXQ44L/wAGPytGzCaY4Y9paxMvh41Z+VVnT2fm2Xn9iYMIK5HgKaU4fxpS6a5ePBNxt6fWK9Vj1keRkHHPBKQuQhLY62q7T1OMRPWqdvp5UZoBp2xd2S9ruY9JAz3TqUM8jgCCHQ0HwwVPQHk9eKVoFgg5LimgoLbw8UHBCq8VDEE1o5Xx+K88jUPSCxLUEXaDrAYYpXGzL2E1qhhaYFaPILyUxizaIB6lK92K/wDjuF0WuqiI1igcPdnJAJb1XkgGVCjYmH8FpDIdEIWlatnrvEp/6LpzKa10+AmK1U9SEIllA58CWZvrmBGwy8hMPJR8Ktp9jNGRTdbX0RUCrAMvQFQdQHttnycwjB9g9suMLYQGoBabHdwbuVHp3wPDCFKMtjxelGNOBXYsR7JscTOgIv7TsS6FIIyW+oKlOe6lwpG3j1O4rCEaOJZ6OMEWrYUGnuUAWylynLToPL6lkuVC2eIbKN/2SmtSVLUVq01UuQdBAcBZk6JcLpcVF87XIP8AUw1wJ/8AE0CY8nF7I6tVgKgWbVZSuHqLkMdr6goyu9Jv3jCccyylCyiatHs36lCqDwQVAgS09kKsDKcwwHcwsbTL4iGLpS7lAiq79pT25tYAHVDV/wCou91ZVtvxNLe6DmK8CTk5uOvtqo8mA4gYFGECppBFVfhn1OPI5IUhQG0srFOZkwV079y1t8uYoqaT1thSrT/SGBvLJGyt+T3BSEFZsm+C8kssBx6EJ/szBVpRb7Y0A2O/dMvLwDI2xCnBdMYCu3MpQCVWjL0NMx/C34691O5VAOAwQaxrlctaLU17O0js5sYoM1TYRUw6GwLAmKaQdVga+1J7czBMWbf7PAtSYX8EKooGKKIpuu6u4jWzR6p6Qx+FGhSODPcqKWz8cxv9kNilhsjC21V7/wApUpTY23xic4nNCmzv0RFIUhBbkFJ6+vHofb8FVWuoP0uIMA5/OBnWmuvJbgF+CLz0jCPbowy6F+PLVAXi450PR1FtXuCoJ2cCD0LdckZ3d25+EuUGumArWw40t8AIrUTB4WPBaoNMc2vOXwjWN6K6drFL5pefT1EKRQ6JbklK9iVmxujb9nlFarcctd4PK+oH1D3G+XnDrw9DARl89h6rtBHSaQeIQQM6gLRhapmeedKo9IRwk/Hi4deUKCunxQ5yw6x5Q61tD+M5O2ZbyxcQtjtUwFhb9vPaxDwlH213Edu1N+if+JRmKvyVoe2UUvGvtBeqSx5YOld93LKI0A/3Hphl17FhtM6/BywQzyte3uxxAawUhh6gFNi0HZBCCtB1Ntjogqjz+lzdqDXOmPTHqAKCVaj2FFIJcyiwIDIK5F4ILER2glAu8VMgtcFVzMQrY3AZlEdzDhNZATSGbQCixslFIcvPDG0BeiAoEFw2u7MTkBhbH37uCjFWYcRIYCWvU1pKBl6Y5TDuUCg01nma6MrIhbmmoIJ9MaB7bPE0yL4dEbWUJ1XBKABvlQbU9PRG05+nUoxqmBKUCh2rqUDKjiWB6Y7zBp2EolUjWY55D/MMWAXTn1PZY5DZ7lNgZMBqWB+c3DVa89xAbOvUTSvFJUAEGkqUBns1mLpArb7lUvPvu4Of5fmX61bUB2G+ks39ZpzLGB7O48CxVWxfQ2l9TO5vFYY7wDnDFYbLmAKvcyWWOKjtgttiIYYoYewjcyGn09zAEKa0sh0yWLUh6l1UrvuUXKsH1Hgmq7BwxFEtg36I7PGD9/w+ABrK+RO40XxLQ1w3cL3SkPyfwBAVexCJKJbCkro6PLuqhwP4UmxP8rsNtXXqvLN0vXgFaBV0GWNjQRNjhIK8iB/ARYIc+edHFmfj812aVLoep3fKrMzafjIvSQgNDyRbVeW38QBBQdkNkCMVCcjMfCvXswEsLVOTdMs/+swGfBhFBBtHmFVUe0GKfI/4KXI8ac15VAQGiqHx1+FGXzrO5Xu0VHtSpzHqprOVjlhBnDeuH/onphV1d/Jvh4iaUbsdz5FIT2qha0e4waxO5MP2leQbivGLLdtiAtFPX6eB7GTBnpHLEdvBeCW1Vtck1TjVjiXpF/YNdQ0FJov2iKRwjQ9+aZLwDp7hlF6Qq+jLoXAjTMwARpg7eIoNUY1+mWxIEMp0YZMEO2WNFBbBjI65zv29TWwIdTcY146dIQcC82SrS7Gnfu+5RwLXuFbT5fcUPkUj/qCLKVoUWwLW6iqYoK93M3toQbdbxBs2FHX8SxyKjxOq2rdNTI7Ebp1UV1tuKKXvhiBTM281SkHRi6o+5VQq2X36iYAG2yOolbs99SwtEq0abOy79yjacl3CBnIi5lLO+/UwOVYa3URqIutQs1ALw/qUMqod+/UpY0yzAVe/TClsJWa9w1t9hs9M1bNGGDYEUtzbMvsr7NEcFUaH/kytu9nwTKORWx6lOxAZr/UTR2LZmxvD+J9vTaU00o09Toq4qKXVKYriF1q+ojdAek2FrEoUHO3iJYEd2XEWspniAFGzjpjdAVAO8Q193m4p2K5hqKLxCUnkaxzMC4/LuAqLyK+5ZDF2BgGAsu/mYFp7KjOXxBWcL5uWZppMBo+o7UpHWoNkDOAy3yc9GIpXbtHLofqHABpGXqobg3Y1ag6WTi/ULFR21llIozO+HOSZxhwwinZ78c1kwvMCxbCp+/fgosoV40RR7JDuiw6J7+X8VMUeLoQC+j8EuAfmVS6a10/BcAENjt+A6TGgUPl8a62dh+INy5w8/DiBHEQstxTN7hX0jHqFbTV+BY08QvKkuXwagVAyrR8xQ4AUu8OT8NdQ29OP8aEajfbyvOA48cTbXcwZgaKafw2l/gX1EYBVp5EdnU0rErHXgsCUtpuXurxzASBH0pI6MLcSF1WXsVbjwZTqedeZgzDJHaJGEWyVybqhORHy+c8RiW2hmXrpLElUckBYOIvQ77xI6qFi9mw+opQlFBdHRcVslnJ4TphLAV5GKrLX7GvDxp27Owxp8VtW2ug7YPqignS3CUEZ3NQd7y0fiCOVb1Gu86QFAPN8VLbFGD6iyuSsz6suJHAQ3TDmTskavQ1jUAyCqxZxHNAVT4CUAF7HqCL1cpxMmArhNi1TuiIx1SnJFF3SHLBFq/EzlM32z121mWC1ziAQotTBbQSsJQEsAwSgl+9swVipodB3AYOG7m6JM2BqBNINn6gxYUsJoZ4OIoYz7dXAUALOV4lvQGxjYtmZ6vFk+ZsWliNkTpVaxm1T7uGORXPKorSMB93CjZNRus84SE5kWciVK2DFdgLp/wDIEXuyc9qFP9wAFlJfqILFiJ8SjFzOwg1fEx9Sj0FMW7Pvv4lVywbuXA0XkiWhlzlDJTTj3HXycBEAM9B1McipQKA7Rilu2Kl60apGYVRDGf7JhiiWXNJoSXDdf+MxsFU2l1EB64SJaxQXBbe/89ERpQUbaz1FZxgpgUEC2xVrJDTNmC7D3uiIixRi4W7gxoDaVcC3bVrc1DAC05P/AKiKD4HEusGbtagRoV6sGs/qd4ypYB0YTYFUYeoOWmWfD4N0BenvxTV01dXWL+Y4Vqdgd6tJflRdPgYW+7Q9QA4xurrMXFuWUqzsjxXl91Gra1x+QNcD8HMM/Tf4VJHm78vT4AVUVuO1OfFJC7GvnF2pwRTAEF1F9K3Zq/Y/A+BABd4lt2WJpIhVhCw+qvwqrSvb/hRVgCW2KU3B5l6v8bVxobO4Yw3N6i2t499wgoJzHGbukCxMOVRoigVlKLT3DfuzajKz63uGBWV9LlYy568CWKyuIXFBadBE2lg9PFqJzCH3CtGYDVUci/FAFm6HiVRdpkIwtnP6GRN5jy4GKrOTgcpc3fKFP0DqW056mcUuRi5eoxmcJ5aOiIimCNJC0UDDVXjL1G+mIObwoR3FxuPq6IkwsV6DqUavfHK4mMCaygPBldfWELy/JsT3KyT5Nn2S6qW1ZQmDAha0PcPW9SK1zfOJmKJOTbEBXBRDWJqLhB2VVdEKmUvFc3yQQAqv4StEY0sfUGMAg4HsiDoxxvqDosZfcBRaHJ9SgF6ycdS3YKM3AaKruLhVKP1UbwYQK6hpUlN1XGajajAq/UVK2F+ULPQlNFqdQQO9PiYC36jnssslDKxoEW06cPMbGbeaZQUEyYrcyDjJCGbMh/dwyI8qRji1vLQmotU2BRCgNGP5iJS0669kBcqtKhqzHLGEjnSmmXmW4Yf7lnxTPbBaNgZXIxwoWuYDWsrZMmyhDiwGSiWKwFYMDZZlrVMnBMXoWrVl3LoS2MaBrL3KHBwZO/iFUcJJQwBLfLLLXVgcEvGzOJkpw69RDgV6wykFKauXvrs0QXLSuJRK3VH/AMnQf8JQg1quYBMvI+IBzOoaWIapsMTJdWKpdIXsBiWDdSm+qlKhtYi+7ZXXREUzu8y2z2ekfcdncAoSwLWWXkNX/REGEVUwWItoYbK6RUVV3ruHxbxAJo5fMQpXOaalItzPrDEcENZZqK9QtEayXUArexV6Nz/xHkN65leKOMGNU6Zxp6+2dvguOnkNbe1WHXb4wuQN8elfmABVbfkx1XpbRKlQFqu3WGdStcE3tvFBcb1951M1XLrp1cQUuhyY4bjcBkRXDFW1hsmSHrWoBu8eAlVaemu58EpVrFvt/wAHLtcNff4AupVA/wARxQywfDaZoBEVRVaemvJfLUQu/TqWqjltuvCqgWZP4POIF7zGrw3LbHDAn6rMPzEASKDAgaLOkTo7/Ol0K9EvjXCrWe47awW0eobAAdv431LpUFK6mUxO35fFr44CR9O1cRZTF12JTXfyStUGGCF6IYJejQ21r31HDa+Rb7FBUeuTq2wPnh9RZlVpByF6VoX2stEIkcX8xdiveGLDtLsUQxUojy7v7lk01R/bBaovGf3m4aATIZ9WyxZm6UYWyTjgvu7mnTVwHZKMFsqY9uqaxBXYVXzEqoba7jVGuse+pVwoFHcVu+ouUkndSI4Vm3/ZWbPZxiEq2KUajm5zSoFwX0dCTj4ZQaKGgGAVmLbfEV8/L6lm1g8y51vEaKqg+0FTkdeoRR9JM59uPiC9VfcytOunUGyrGhS3kZUv7gnJp0sTKglDI28so6It0w3LAbyR/onxRTDr0TR7Y/8AstD2OQdkbZqKLbXp7lKKBhjgKcsfu5u/ZcX0XgV/LG9Ni2HPuVZkAbmXhcpNjzGlRppUw7XTtFSpEd4gFaRDK/6Ihka7YAJVXZ3AVoatt7hvdUQeap28ygEhd5DuCpVreO5senVzAOYimw6XgjaWiwqxho+Isl8RAOi7jQCYT7+UFUl7zFTC+iLkNHddShBS8n/2UlMANI1QXOIrkdmgcRYHAb/1GjnRHZweIrCKW42FuF6iLDaix6YvrLeRhAoUm3iogM6dNfc0cn6SrFWl4/8AI4oLSoI2UpS5riJTlp6Is24gHh2SlA1suXyQjHBwC/SYpia1WBfIlJSqWfH45hNPgO5rshyp91VZ2dn+ArkYJTOTJUW15QZBso9e5wYyrLsvjI+WCsxQiY2QUE7iAFEHT5zpy1DhN1LfTojPuU+/xGkd1xFyucTjqPAliK2t/r8bgiFhRrdeEECLi5JdrpnZ9MCAZorcctqq5V/FIDhuo6IJXRgPCNuYVXCqEJSyFGi2aTFrvpEpy6Yzft3MNsVyNQF0K9HnDkutO/IKAWrQR40usH0jFtXtt/IoWq0Ww7CZLpdDjapxeCCwglDukuyk3Qr2hfbwDhkvcZLsjoOIUINVnr06fiPTVsDpPXNwMo28B+bQMrtL2nrJibXI/uJUfCGgLd05BqWbuyCgf0syQG+IpM4dp13LbwKalBEFGCitZqYvkKpqvTGOm89wEm6DcoWba1BwGcm0H5Zxfc5bp0QuAPI5lONWZPcFF0ctx2hLBscQs0b+fqHDyagCs0FtQE22VfMAwO6/jtioqpMTghxl79EV4VsXn/UVWQTrmviHKk1VzB6DY/6ll0evjphdULt/EwKPOxGhYUyQtKwLucyrC5d5uCU5xw/2TUjb9Ajbkw4D/f3Chpw0kVYsEWwFOBruN3t8dXLaVoDuZXROPcSnFhuYu8AgoElMDW3yI0qs0CRFhDv2hXI0aDMAdZL0xbXQOpeTLwXqKVQNkOIJeXuKwDdX/wDYlMq3LM2Uu8jeJSmsf9gLE2yEEOQFL9xcKl2/Muy73ioKKMki6oC3tjhZeH/riSg6oRorbtEsEKlVWpigukYL7aK9QZqyJ/UHvuHST5cSqHapUUDYRAUVtMP7lm+YcRMiheH+2aLnqFGG0vqpljCjhii0NDEqyJTUURQuj29lS8Ui9r4j/rfEB/4TQFHd5uNaZA65uZqYb5medmHPmjW+7GJWXbdNXACHyzGXSA5ogBA2C09+bEKzygIObplShRqhxALQ+P8AD6lv368muCxPT6YI5Cs1HojKbtyvWRKWjYJUF82dVuFMV6s5HyRka0q7qoMoFgto4tlaZTKFgI0dwL4bQhSuNAP0YCJPsxl6283/AJLQHBohQcPOnjidobZbHMF15Ui/ak3SENhEEBse72QzWcRlYNGlHNnLLizT0ez8qTCJ+QZa2SGbKGyOog66tvxAlCdDiAKTomPCAKIO0QFFFh5PUpNieDYKYYSBJVg8LxMZqqnWoKKmGGDd3x+JZk45iq22rtfOP2wcvUIxEAeDxrgZDprEOhcI9YS9zKvz8saGqt7ouAIhBnt7RPghcQMCt0aYCEWRkOlCAkxrAw29vSMVY2rVBi4HvpfLGpdWl4HQMQlqaCDuoYybVwZY0MhcH+pcORShCwGa1UsBGjw5lxYFRdg5+4VgL2lNrWGpU0HOa9xEBEtX5RXlzSepYyAXTtac1LXICDlt9xqVRRVDcByArxzGxAavnuAWa/23AAgLK7uWXo4lqUU0EsoxQZGNVmpaCC+ERFNa37IUze9wYOeXp6l0GAmmrnV22U55jecBdUi5ZXSC7yt9x6BSc9x0P0YU2folRg8/RMmVten2RUH40IqBCzlLVeSuDDfAtVMewLwwB+XRFldJv4nIvZEF6hGtbu4lFC3NZxEci1yPj3L0AWymaAUL3Bx2oOAjX4KgCWgFcpeTNZhgXdOL6i5BjocsFenHzApbzYdHqZILo9lyiylGnPzErO7y/wDIHkQzTAjJ39ShVzrXcDIMDIcwrNN5JS7fhjl1h+06mCqoCBLoM2PcQvREy6iVTy6YGqsqpzCq0fTKWIWmPU+DN5dTIGdERpSzFNytk7D3Apbte5jGjg9yzYEP3LIBjfuKIi8cwRil6qUMpnqW0OK4MGYhnPKByMMEANO3X+Kk1CfFKYEUPv3HrYEsPBYCeXZC+/n8jNaq3p6fBRKxDoO4BnZQGR8EPHtP9lCNPzf70rXS8t/DEFHZxv8AUVvJ6I4e26mVW2hyOpkoCmeucsaAX8Q9jqc2wtgemn+4miTlqH90ZlH/AF/CzhSO4f8AvWKR7YP6Jj8rQFEysgJ9gEzuU8jGVjOz6eHksQHcIijhFPkYnsjWOL6vUbGyv4IQmTXp4Xy5JX/NVamWaI+ot0kXQtZCVNBpuoaSXOq73vyU3woH/Bi8/wCJUAqhqGogobbGzZwUxUDKu/PyhlbIx5Is0I6e/iVMzTJAAZFV/wBIY+4EldqBVHFNEuRdoqimeYVFhwD9ENItZS/eSVXTAa9QipRa2c3EsZZhxrMfsJMXRl6uKgPOWCUpD/4RBekw6T0HMuoeh4qFMpToQIQ22kowBHDWxiKqnNrGqVTasRCcLepgRfgTQC7QfiW9lquOYMINMdZfc+B4MC0Xl54gyKRHfMTKlwoiLypQT+8S7s+d9QF1Bqlf7IImDkvExlkOuPmUXJU2cSqtYGk4VKBErd4HKbyyopeJd07DBJZtkTj1GKCQgjZToyrRK0lbKMZ5lXV8VVRFYoWFiuBR3M+axBvDHJLHRW7dk0B53UtbzjaQYUHDHAti8IHO2+PUGTTS8y+hm/4gNrZRlXUKqqL2JwywArmlWoENfJF8YrMAErnJ5uFcP2SlVrA7ZkN0f8mNW3zFbVqqmXhT6mSzv/c+299fUFbbauDiAzzRhP8AqNmV8bGzGqWWRbgMmBMnpOhSlJBCxXKAjXS7MpKrKwsBtVd41NoBHuJgbxqBDf1N7pZXXEKxt/4qPJ+oXQEndwWzdaslDfeYXiukZmLW3nl8zPbh8bSI6jhjwC4OWvuNGRA8XzC2pY7hEQkJ7fg7qmrxB1niVysV7kifBjibNI9kGm7xO+BzPG7G+zUor3+WXeiWBx1K+SwVUX6IN4AanipTQ86n5qh2U7/3S+erlt95I25zniUqohajUdn8cS9lYYUGO5TdJdcxS4L5uZ8JjmY630Q+WdE0UpGjY++5fb8VMmK7Dd9RMwRkLPu5mDknr7clL5s5WH2TTA8twkT6YqYsG3j3UDe6kyezDPZPEe6hcN0LZLjPRHSXqm6rnyZLAaeMxazFLRfUx0VkzyuYvpMz9UEmOx88JfTAId0fA9KPHIdsvsMDxt58BKCukpltMKu4ZZO5rD5n+sTj/cA7Ur0ZSblNXTRt/OwwJEGkyHMuz/CgClT9g37hpxBX2Sm3TAvEDgBK+HaiLCuzZw+IFm5rGiV5hy/1EuSRffBmEDReKZWiLU/BzoROwC7d+4rvS+0NYS4A/mIpdLvtgUNjTaRitTWDs9MDklmq/qBmV0EJgYGtjuUFLHL4miZjdXh5PfqVorOLVx6jWhZ0tsX2sc4ijgYFjlPURiFh3xE0LsFD3GGqCmxiVxNUilVVBzMl4pM1xKHM2nUQCFZf0GT3NHJZzx7mYnQKi05FyVLLsJjZxBoLRsNQBIgLiUWheXglUC8S0YAcvuKNbQqq4hexe8nCRaoDnb6ltlAGG91KA5EKBBesMrYLRxA1WMtswelu5kAlE+UAlFIJXEvIqBxW303NC0Vle5Y1l9cxLsGUCM0HvuaCvslkrtcTBTrAjZykgG28cDxE0tN5ajbz1hNfdRXRwYUbs/MDeUuy5ZhVoQKnFZIW0yFRYcsyNHC3LsB7vEsoQ1eYKEAsSBh3e67gCwaYZqi1VdvL1KM6LWlunoh4+ITsHw4g5McoxrOXBP8AqKgZ7GNHTZLPq5TfoKh/UMEUbBRBexjA9zRYlmXojpkpt9waZAtrmV8qO4EtU2mP+QrkraG8UsHhAggqCXjjuBL4FN/c3V6dqNsKhsCYtPGezS7I9bCHYOHwQqtDIPoLaG+x5UnL8sill2updhKQVLa1OcNPp8Fh6C2Z84sXR0QAQUHRqZO+uw/PgL12FRZFZWJ8hKZHc1H1uARbQgB8FBKcL8R+/wByghSvnqYvpNlbh21B0u5m6N5JZu3a+41KP3LW0lWsvtNloeYg5biE3Z8SmKxUTs52f6OpYW47h2PeeeJ0JRxKIFJWZ032g/AzE1+0wj4dRgrkOk+RhsfxhWWA1rXBgFwUr9yoUpqfLn9V5J0q3Q/MZ2wVh16JYgFbn+SIpD3kiydIeyVSRvKF+z14R0Gy4Q2JsbPqLG2zUoc1GrxA/DDSaOyX+WN8wsNVZbDK3t8Wez3KM2Fh81ezzuQ4bKrX2f42Wrc2nHEyCgoBX78ASyqvLg/BELiqWAzLILC2mWAcQNAjYDRwElXGBp9nLKGzS3lg3jyBH/jA2CMBJw9hGxwWVf1cfddPsiAoEyUEwTrpcooDgL8wpRv31KluQejohjzZfYhNaIM4YTxVf6QVyapEZTbdn/yXqLYKcD1Lqw2NWTms83dMojbLkvEFigBVvUqzr/h1AKmjlb4m1rYLUBAAALiy0zpQIedUlu4o1ywEQGQVm53dv7EMtpgUPMparawPD3HTAbK7mQOcX9xsxA4o2xKELiFXeWTiZHheFmaqhehHEKdQo4MFG/ue9NKxmIZ2YIqhRgPUM1BozUEUG99pwLQruKgUW4zy9xV6OZcQRm1b/wCECrx4lW4Da3dygsEDlbhgQMve4cVfl7Yg2XkLpxACW/KdxUMJTs7guODK4iaIA0s/3AoDnIa4lrcobQS1LaMQMnq4XVjNXHHuw3ARP6epaIux18RUQz0sFpkzictY4iKukgwEV3x6irsF5D/UZk9ldxrAGwalSWksDzbLxpRivcq9AV08syGdZmi/R7jxOwRqwyl47JXHNQpuqNkj4zT8L3NktyZIWUGeEhgLTZRfcQLLfSFhijbFDVJ/SKhgzx/tipLAgn1DkS8uixQaRXBtUABh+4chKwMGgSSevZgnwOC84gMDjtTUBiWhddDwpS2hrl2+evaDEJKnk4LQZZnZ10uAwAWkU+z2yhCs5cvhfF0O2IicNqPsITxJpB8BBtXMF72ZgZXLf0Q/aDt9XDtbOUX0MbqoLAJta4qW7rFGU7jKuaJEq6dDpjUw4BEXMH3/AGeyFjKWxZkuu+YljhFM0WHogV17eYhauh4lAVqmgYsbufuFSgNSvIDu4fKjFAHxD4yzuEEBETSREyLt/FcMt9iLEXyBt7eTwL2KPfzjUGbVLgTtO/AVqpmB7lGRZrpcIHbjlye2G0xjrUQANN5GKvjj8FDaEb+7JFf3g7iI0E6TwLKr4cHw+EFCsppf+BTdqpWw4CmDURQs3pbjsqlUD67maF0LcyhoIXgXlyeoUYcjNQhEtW74PUxmAxXz2S5Ql18kDsENOeT1MEAHtmCH6hdVYrvcKmLF/VTAcEocw7xLTscBpVgD3zmVejzioW6vMKmxwtRsFmm/fUrYvUVJGSqzgUNKlIH9ssVVAV7kcsgOBNAQpKpOoUWnFHoiAGOGa7iz06O4mEbfe575pdPFTMysFwVy0V8zkARV3lmIW1WyfH7lVuhCnoyz0H8pjQ1TrPMuvRDmbEnwxU1bxlhfFYhkbHfU3S6LhOiYVa2rdwXk6UM6W9J3HAiuzluFwKFalGqVIlKKKbmRVCliGC3zn1KuxeVhnOoMoyoWA9c1zBSRrZ3cvDTNQKtyOipScK5lVkOhz9lylbKY+EWm8GiCGRnNkW2MhLJk3gCgwYCCYKg1LezFtWsYj24cToGXnojq9MQALvauSP5Cz4ioyPpiClF5cf7lvRwfcw361NgALgeYgLukq8DmMixLwDtgBpuhVruKh6wdo2SsBf8A8mLv5Ms1k3avURes7uPZ2GGRyMhZDA0FDmL0XzmDLf3fMEta/LMLLsOEzopvLEXxpr+gz5nxCbtKHbEUmHq/HK/HEI8Ao/wuvGA/Lf6n2mTSwSheT10gAFlDx8d0rtKG0nfR6i43mB1o/c45ealv2mMS881zUocNwFe9VGpk2JU5Yjn/AOTkoLOccM96ictA/uG/XAXOuyd43h6l3gRmE1nSyrWXiDtTt6O4VUfzLS8awCf1KXgQ7cAwdmF966fXU+wSJQ5yG6OYlMA/J/WILJSxoIiNmOTiJboXX/izFC//AEuyWGAUrHkaOxB7+EwZNGrY/E2EAYAIWhzuKktNn9Kl4thR7avwjQRq69f4A+t16IlSFh1T6ny+VKE+xgV8hn/IwoRWxovEYW0BWxg0QUrKBtwlN17y7J7gZGSrdVKW3NCuglgOg0++IjqgmLcwXRZ1bFbo7txcjS556tmVoSXCCwrsINqQri9SzZWOcSpKO15maoi9VZOsMOTsMPt8kzEqoV85S6UYIELq4DiBtKLXRupdAFMWe+SFFhdv32hZ2UafmPAsbtiF7vtTPwTB7OB3HK0ayQdgrIVotvCBXkEx6mSuQ56uYfbLCzKA2M4F43KqGxLuDSBhNxSrMQOAXWX3LNE7NOY0UUpa6iBarw4uDBk1CyORpGVV0s0EYwqtEQqsXIYDJPT1LUZHb/aUtXlDMxCU1jqU3s2mCxQpcbWUOqY6IzWQUspXlbnyRLFUOnrtmBdNP/cKI4ZtLHiRwUqu4OSDdoiovA2sctM1/MQyCYa0j3zsOCCIDXHMz2qo5lCxkwXKQQdoocKWH0B7hUebbg6RQlwb9/8AJahjLiNhDQ7vRAUM1NsF7K7KUW550xyNppbMLqs6OiMIYCyZSiCLa3XZDIGkY9d1Ls46B77ZoULZwf3MXbYeojSdFoavtl3iLLf9iNEHBWcwZGYa9wUy4DLLc0WPWZQrAU4SbKlUZZjICZHK45BtQH/4S6Wgoa3bphmgCMv9QaH1WU4uJFfUTGrV/tKM3MX5vGh8dFWnu3OWOic9oO2/wPRFt+CK7EsMCpV6hQQZIgvy9VDL284FmDRUD0EK7r5/5Ng1EOO50bmeMNwD2XoMShsXx3BXLEUKOFwwkx0fXMawrGHBH19kFH5EZuWwwRIMDf8AxHW+3Z6goyvuIu13AbKzbglBR1xo6KlBI4JL0rYl8wFWgU4mBF1Lao6SZBBksNErWTyxaQLWzX1Utf1ic0NdzpSDjAiqnMjWv9P5t1AlN0vqCBUCoYbKAHKtUS+SilwVVWhIhW0qT9lxKUeGvBHqsVhidzZfi/pKW2FhNHFbX8viIgLi5ln4T5jULULLh6/wNZINgbOM+c0llcB8zO1oh29EqkCXt0RUoFLPRKCcidUliuWs9Klc4U0mIO15jhVoVMQ001b4Nyi8jA5/q4gpyx7TKqq3NOOo7XtvSeoSdbVXURMDOhiGnI39EaUGrzEz+RADectDMgYS4KECVnPcoK3gWGt0WU7FDPwzcsUd05ihXKlxZzEqWAY01FQbjCraGEPyUEondqr/AOwUbwuaI1wDm74uWzyFseY7jba5YpWiCh+FQUeqq2YWLVclcQSseno9xaVfQSUO6IRB1bbFtlNhaXFaA+WtzJhbW2FLKbVPj3LxnB6xLfKXSYbjWL/cVoyFYH3C0Uc6e/qN2ItwbCjqu33LKZTs9wuzkvUO47LKJRBseFjkt0V9TNNOSIHkKbsnCXmiJoHEtWCNpatXjqI1GRabJRDA1FFssYjGmLV/UWZbnKwOTOfcDa3dp/oNkKSFyZZuhqt8y1FhavMCy3Y2TCWjkiRLUXSU0oHs6IU4LY5tC5YWF0xFLXZT/wDCBtGB+h1M4DR1fUpOBzC2oZ/pFFmg0ZzUF2oWB2+2UWQdcf8AZdxBs5/2ghyt3dQq6rJtIFRpM8ZYiz/q4ramgioIWV+zASi0CvcAUbVbe2KEUmv/AJLqArf42QlFU5lJxu078gWgJUc0FaAsXwEFnzUBVngqAVWgZV6IMbjRk9+8JYUAJKpKEItz8VFwSW09PmUm0G3+kYBeZg4m4UuLdRHeBqI0URQ1GwB7iqgVdNwYymlldXaqSwTe/DAq0jdf6gxfkeToxptHJBXh9w2J0wdhzlEx8RxFWr5Jc4okfOaxRBeWBlSzRllQq5fdCy1ma7myzd9B3KKUze4QbunfcwMJXv8AuHD1smvoZ775CSmhf7vCpN2fkwVaBV6BoSeV2homJaHOvPyV7IyUtDphHt+x/trP5lXqttR3QVLQSoKChbESpFaXQfX+/wAQSIH4mKxwFUf46k19AWJKrzMfFyGFsbPmDcsID0m07YZCqg1T0HLGKjT/AO1EFTdH0x25lE9eoS9oce8oVY5S+AbGLjmKrFvWIKKyQCQEyxdf/JkbO4f9lh4RTDTHj9Qn5Y9OXKxdHxBXSuSWpGgf+LMibrZ7iWssN1M1KWWjZj17SGhHL+qhhjmlRxTAIqtEbVILsYhgvbcyiNfygvIbMl6IQrSC+YDAkFdFdoyrY1vCWvhDKLpHB6lVQqg3Cjgjpa1WQja2CLAFUvHcbrROSWclXmCzGqr4Zk0P3zNATlhghVpdtEpeCIb9xNoiU9xadgRhKaOZSE2K8f7jRWj/ANhanOtTKZ2bjkO+pbbqxixMWuJStcY6lGvuzqKYpbIEQFBZViwQ1TkEHDsP4+ZopRPowSRs7cBY919czIFt5IKeosr11Otta4mwvjF1iUyB5YxCVwCIs2uX24FuFA6L3ywQMb2ZY9tI2DJWDNCxhgS/tMktpUNlboccrFoRo/30wwhKW2RF2t5lhyoyQx6OQ9xYhWjXcQLGPcvPRe60biyX9ZVKljF6B1BW2OUrM6uy2YwLTbHrv7jwWG5xiVlrnBxiaoqweJslNXRKWqRTGmC2xjkJovNzYLRax8S1sxyBPVghX+AiFDKMlQkBswc3ECyB2WtFQ3Mk2v8AuboyyRbyTkwHRmDmjIzp33GaMxeP/pgRlbN3eeWAFaNTsgtMh/df8YTTTS3TiLS4VQcBVi9ocXctoatpbMonFD/caSri20bHQT/6ktm3VCRtV5mfvJLc6asfxHIRW4HXpLUSlyIWxy+pfwQlwuc8HE1CLC2sXjUJRk9+ofKMqOXqDCxk6fUFEAt0pq4URBohNW4RI8tSuVzJKGivr8SysFaJTgXdQ+UZ6FLjpaub8ntJl9NgouOyDUdAFqyrag6Faue68UZWWv8A/AZtTssEYFodtQ4ZNEHMPeI65xnK9S7XQ8IoFq121ucZBRf9zb+2T+YlwTZPXUoG2ltC8S8L7RtyKQGn+ouwQyN3KUXa8swOAmHbHcreA0sYYiiaG+e5Cg0m8dwwFF5RsWGyw6YANorL/wAgNAiwzjgOwS6WQLb3iwtvgcExQtqZOVy6amc1qVBRXBEcl8JKQb6XiWqm0s1j9Si7FLruUKnzBkS6zChLcEVF59MsKjbMmtHEVc2kUcTcuaoRqAZvOVVLQF6Mp3LDK6LqGd3qNmRrI8yyBcGSPCuTYY3hZVbFQvRcRRcpgpm8aYf/AEjStoyNRQYO1oDeqLVEYNhmU5gzmKsbaG9YYIrYCNBWIBZV3UDVvJVO43a2qHEFAz0RoA7DbibG2CLUAbh009zZOlRhUBw4lWOrfqEcxL0mXEKaIM29VC2s+5YpwdLyy71imh3Eo6rWZTU5TnVwztJ6dxmBGi0lASMQcvZ7lELvP3cQA5In9RCAqYfcq23tbDEdqsw2rnV/1Mm2DNxxaqvcKTCwZfczQtzlWWaV83yTIjm1/RPY1f8AG4KBRw4HqJvrVf8AJVqy4mRrV1RupWxyN2wyzYfcqgoiUPTDJVrR8oBDrYPuXYftHCCgTqzOZicqrRQV+PEtZ5uZ9ylC+lJaaUlrtX5glqr4n+5ll5zLoz+yLjDTphbgtWWIhMDddsEtZXXcFVv9TUO5Qnpz8uZk3/0mrLavOcQFgotnPNExPKu5XR8zBDcCbP8AozGrDT0ncPT7JcGyKuk9Sw2veJnpPaODU9D2l73txlBU0MxVIDnGpgMnINj8QT57/Et20A4jbeMSgIWxa5xo5hfGbf8AAjoAN8RojJXg9MLWUk4fwQh1xmT/AMRYFuf/AH4H5EQXUsl79ECgOQ4qsx7nNwqo9oNVXxcrfjxpWBP1/nqsOKGjHPy+BIpo2/gwcWF59kPcGvm9wL4T92An1vcdOZila7/xghVpzTb/AFMpuoUP+qiItYP26jFoHY9Rwt7FuZZbdglDwwFrB2ExKXGxbrmuI3NNlJNCDK6wsUCxSwCWazdJwG+fVQId9obJpKIFZjYQjd1CsQAr7/bKJqxp3NSd7MClypChRRbklK5V1EDel0fMwdsVc7Hj9TFAt1cavIELgaDnPeyABZlHEXIs7hQoU9HuWUE1MHBjlZ0yL3wRUp44g0vPKxrhlTUoYG1Lt4iDsyagXCnEVUavhuZAc1sg4ugQw8vqdYWK7StD1nLZtLH9RR5c75lu5yPXqVZ7YFkuzFkot5J3KJNqymIEB/DdxH4RdMfGOCXo4eW5TQvPA6lnJymYPItmOO/i4uDJJVFCuDknT5K4hYpAb36lgqF2V1CmrVUv8zJuTRAS1DQ4jRNFlEWRR8tEFA2Yb+ZkGckXZHt6iqhabJbBJaZ29xtmu9IueClnuKoAYxCwvrfSxpFMChwxEYl+f7izyQo+HUsEWu24moGLIFBozd9ysaBvl9TcFjlUFmzBVvbKVbblQRwMXdr0Esh1srqUWmoAf1D/AKJlwdHxBUJdv4hLb5y9zfIGUIN/4DVCaCwhv1z/AAhhCi+gM5jZSwXR/wA4fPDmNlY7H/sTn66mWjGXFwmtH0evaI836br9MMHvgJjmzxDgedUcyxCzSwDTha6gxAnHaLYgEe2NlL6laAV1E6r/AF+56Po9/Mb++v8Ak0e+WLMdYY3YEvFJZ73AZjV6quZbrDXZG4BNrZbrO+JpAMuQZbi5WSvVMOgiDFVxBqIrT8lRHaxD12wW5XExglqKDfNtllUcVtjd1uLTgE4CFberTgOkmTSsjrhHk8DKr1cnxsQ4+RBqABUGcQ4O7aT2+iWoF9OGUlQ6mzoQwFKUrr/+T3IP0bgqCAl2sjKeS7zV7IFvn3b7/SC27SHWUQ3guhTi/USRxZh6IpGl99X7JVopF3ztLi0KcukXsKrFnKwBx3y6IoXEA2c/XZHb0fZ76jNVxOYXkw6XQo1FirKLxcQlKbr2JYTQ2e4CgA5Htgc5Dl/olo7Wz9pT9pvh+4ucaAV8Q2abaDFwrJaCPGWtHcawDoXcJhl9/wCpyPeKgWpToO6THGG17jjC3NsTNLAYrqZaA+YlNVvoi0Uv0JYYvLaErth6dzNOmyYD9saZG7iR7DiVrjevmFiqmkdwOoW4avMFFhivlEAAzp3EJdtm4a2IGAUhkIYM+0NqVVVFwGCVHYvLsl0oDuX3cXWo3mF2suVhsSiGlOLyOogu7pBjZtX2w9L2WcLUR36gAoVkB7hLizdcTDvTzFDYzmiWZVGsHKCgcWfQlrhxTcolZG/1CZS26hsVpQ3Ls8Xr4gtyabU6jF5ZyL1LGKFuiUhrI09RKYGif7jTGtfr5i9b5OItBwF4Z0xVAJ8DCj/sq7SCEH4OT3NRXCvctti3/hO5mC29kFLQTchI06t7fEGQfJKFQ447idMbHuF0JtLRXUBbQKpy4JoD+YkswhleYYCvHq+YNTi8PATLutYr8n9Nb+4aeTZAhaWW1ZmiAMAHX1EHfTCAvW2Bqi3VEGrzd9wd22I2Jv8AZHJImDw1HYz/AOI+oq0Mai7wbuoYiatPfJEBgD5VlijsYGcuOppx9zYeOupkQK9EUHeq5mmM9ywtvpJfdkHomDL7YpeC4K3/ADDGs1sjawxBqrpmHcLVUmhFm+4BKBhe0zPZ2dzbw0/6ks51BQP8D2xshPWoyA5V5tJZ9BLI2heIqYbYYhhvLNLL099nUOWWq2JhGCDF4QC2opYt0v8AbsYZeTlD/R6l3xVFuf0ZjpZz97jMRds9ux6ThIyxeqYZKGFKggCs0D73GKLWvp4xV2r+Wf8AP1e2KuXhbD0/lS8l7IRsZClW/lbUKNhytBLlywG3FWVgOOW2navIQoYWAOa5QlSOS0YOksLnX0933KsapAK2wpNTJAXdw7jN/mbqMgI5HAe4AvQRgAab2g4QOF+0UoG81fFwoVNM3BBsHR1uKGiXipgIoaJY782fPpiSlZdOL6uWp+bBKbaOUtjG/bduxlGRM+uZRnpgjLimlDgohr5iPLYY+48uBNH/ANhaqWMr3A3G2sdQLUCz+kQavTbMFiTmN3StqOFTjOOxmBmeoc90qyJl0ozRuIvNpq4oWZFaCC1S2wdMO1mEZrPuGZsWErLcTibH6fMorkARomagVYUcKihwL+0bRBglH2wJwy6phXJOlTormFUbLTSYAKWG17ZUpSasWZF1wiELI6fUMAOMwNpkJQNGtVxFpTWP1FyUC/rqKNtnECTAJWICC7szFLgTF/co8SUTW1Z0RozJeS7L9TksQua6hySzEeAhWFytZ6ZYEKHmK6wZFHpdMKCgp1ce7FbtySlXSZ/+S0nBeLN/ELKwNMbKgKpsaQVq6VhgNuQTKlC1X+jARlwA/wDsTaFCqi9jGMfS6fEBNUtnbGit2F8sObJSByxQ1u1DEbw9ywWxq4lMIisglmgtg6g/TlT1C0rzkIhNGFpJTL9JQquzj4gABVwBE6RbPIdVDS2BjOlurTfBK2eYFVRHrOnW/EaAF70p2WvbdsFH+471s5lxnnn37JWq8XKQzW3PZ2ytQwyJlFQPXMPZKGXyJyeiA6jObcopkicchmsxzU9HBwzhzb1HEo4jwDcBNBwzB8UT+DiWBFngOZyyeCGl2UT4r3cc4UHipxNtzop+JZzcXj/hBDjAyjEW7CvbMKYHcBthWRMJ8SwLuJkcDC/wj0r37Jvdi5bgBwN7vL1MDr/mIiHZd/8A2ZcdLF9lGx5jzfd8Sdwk8tBf8wOs8zYdOBOtE5DIOagKKUWcjM73OQQ2UBLcPApuDdRUVKu1j1HFqR3ZFbHneGD0vmJhIOtAAMSc00n+EWCTAcHx+eB6fX6g8/uG34AACMGRiwL2FP8AgrivbwJB9wnHCB5r+iVEL0/jhuYHLQRmNDVMmQ1AXkPVa9sF4K4CfyMAVDYqZNlVzV4lLsrIihX2cp77lnI4L4tlhFW+VPcvjEV+emUEKrB/9I3QFlg52EZYGioqiMma0Jo13ccy66M46I5gFHoc32TVVb1TuUQZSr7MJSwCsP8AqAqyzf8AMKW5RajSDfqcDdC4soURdqdRQObHBr3cyJa1QNVBQQAKpmAUMRu8jDZUzQVlKxAvoZWxWbK5ItFa0wU7FvFxZEMnFtDFQt2mqeoX0dRlDpdRtHxggpu19+uoCuVDM7S76YrkBKlWDhLJhzZNkopht3MFJDPEu4aDzGrwur/LsmS8nmfEW9cxd8oOZwQUGw46lYuzljIAN3d8QtbTdlZhUujmCUbWWZmmGjAit2qosezqGSlU5JZwGtjEK1nccFWc/EVrWrCTCQ9lRxLF3GIrzcsvGtsoUq64mG+Cx3KKUUKVe4WxLLAwbOQ5lqztbXEBc4Kk5q1c0dIZBS4bs0SqmwEHiiKow136hkxfcBmxab3NXZejBi0lOd/UNsqLtW4mh9sYL87lrRtFwzEGFXMbytVJRpQVjtFWVfW5dUQW8QpVwtN5KgepxBxHxfqiBUMW1c9dQH36Orp8G7cKFhfZP3+zqaLqzZ+LzcPTz+UAXGmuA/iJuKR29ywyjLudwsacHT1EAeYMh2MRD3rikd7F6jkAtBzDWR5bZ7eo9nD6fEArA536Y9Y22+zpjTq/l3MXmx/cApdPEErTvIRryFBTCj45ZWXtLogTdYfuAMiQ4iilXjcX/iWY9xy4tgRDnT3P2OI7euCbDL1cQUXfUXr7uLbNB2XZCENmBzHKFoH81UVp2MFSZwQ4bhBoTF0R4exjZLbpMcVv7ZTSDglOBHofK+5kWv5ziDe+IVsGMPqnt5z6FPi4xpSyLp7Xl/ygfhcBWhNeC7lCxrJQvzD7XRiON3KUNEaEMtIzPGIzH0zlrgU5ZtRnnTYcFNSgedE0QGoFTHVeoDDlrPWoAAKcqsA1Z0uY1nSYkBWw+dLUF1xHkXa8OJaNIOFPXM1SxQpzaA0g4rvmVqubaIMDZAAECAHzeBwRk6TApYuD27CLRUBgLIfbLFUiDB7gEaGg9OJW5gNunMC8kDSOJimL5mHDq4t4LotSg8mmIJMrbWmFrdFalCVw5YjEA1RLtx5b+IMDTl/yKqzNCFpoFwgFFttCjWwaJuHAzGzpotqIVMKtUaE1aNkHgZFrBaB9JqBDp3MCv1hZKUCohqzxUFTkzalQymgfpe5YopdsNhjSNwUslKdyx95+oHCtW9kXkoTLzKoiRYwONYZkKEw+3cQJnTJClmt38IIlH/yAVYFxUxeRGXiAqrxVw2KAAohqULs17jS4c4H/AGWGlU/xDIcgbjQ2WFp8xH4cX7iayprCi4YARbAhId/cVjYL3BvGmBZWxteWZHsLWGE7GSCLnQgkEcWNDmNLgkwh1EHGKeiYgrOEdFdMRwhynT4iKceV8EAoB4zllg3YQNg6XfNwqIopxGs+iBLrDgeX1A71wpKjs6hLksy9epQdFhWYBQRXAjgciwQoGFvMd06D8FhDAB9Zl/hoJocCIvndodS7S76Ayw8IYXAYJl36T/cQBUr91ptOg6ZUjiSMj3B2I2OvSOeIsBmA2QIbzDd4lD2pKuufmiODJtp/Ear8xYOANkJrrqehUrXKIqx8V3FBFY3Xv+5k3WnNyj1Cp88Rr/UigsxKm4pkE9JFyjuK531Gr2/MVWCkoqiYY3FY6rUzeGvcXlGPDUaf/NxVtYFbfJBqOGMC7uA7rjfQtsxyf1w9l5XnmPRQuL0LziUrRR1CG3FlBOEG9ic/byJaJrNDR7lw2bQXn7IMRGVFge681sVvibqXuiXwd1/jApNOEVje8/iCoNaQyxQgHAJr5mgQbRQcSk1rpvTVmB7GOKHX+C2X0iuOAKnfUHWiL6xaKEcjEY0oC6cgVUoJMwhq/cChZKB1NnRY4GYAco38PUaxD0xo+I4GbophUFTeLdVBEolg669XA82o11UFtJlLr1FNl6A8x0hbontYXUto84CFJShOteokMEW/UQwFAW0rN7rBCUY3466YVtXZTRmOFw0DP9WQvR5AVpYmWla0AJWGoolANjBNpbTHUTSYWrzBy5BqIRxt1NizegJZy70xVxV2mV8GD/kyVaqckXT7EaXexIA15Mc2AtwktQtMXZHNDllN4mKumUgtEUAQOSi1xLCrCqgtBDAK6l5EewiaCX36lADdWy0cBizbn01AYXMO6FOIr2VqBscFMGxodQo0XoHUa/kld+5l6YEtPpWYiMFo+ZQfLiKyIu7gCU5HEOaHBOIjNOxfUsYFf5TLsIFVtAMHbLSHMyI24beuojB2A6uAtJZSXpoymll459y9WhHPcVCDG5lTRy9MAr93y3KQZE8xoxFUfaG2C6j+KjZzA1bc4KEMtwbGeA67qWB0bI4lpaC2L1UsKwRGWo3bxyRgoODtLwtBeIKpsur6Sgo+7i0HNMGAxtm4KwRtaQvveFXmVhzXLBwbt+j7gGFY9TZFUVVg63NQF3s6LLfELoujtqDfvLHVTGWS4fvxTgUovB0fcQFaPUFkGLcUXX7jsx+2O6QExn3/AMxGxKtya+umD2zTqZCKpo4sKrK67zyylOBU9u26na8Sx2VgI0Kfsndtvsnb9TWj5QuHD/VaitRy3qAAqlLYoXbkglF8G5Y7FMqxRuorsH+4gOwMIf5EwsFdyscvUTCKqxXGordftgtubfcTNEdrmsREl2rju5fXVwDdkrlgK468P/TCwwuxy3/tYuHjx/sYXpbDZZ9LULadyD6QnsDXD0jEmKqcSmMT7f8Af9HwYCDR7IlQUBUlXcGzHs9PXjAWN12gwWaav40yxLoQ4nsgcQUGnhmP8xIsjI8cGWdfry9sevZc3oPdJmZKL2KcCtIjEvXmWAy5HcbZLLUXnolZc0UrJiqIBoMqzMDpEcw0MjYQq7dEK3uBxwvZFbS9vh0RdGmDv0RGFGlx5qWv24/gShoFKtriEQEI5y6SEWtLQ9QJ37OpwC3H/wARERXIo5gLXOMB/pm2rRClijeBYXadvqZQqgoPe4WOmeO6ltsKTXN8xbSWFT1qemKMtow+XcAdFtHMDVdQBq5Zfglr66RADIMRfRUoOYpVs13AsXjZCgVVlQ94g4OtjqcAXkPcKuxpoJaiKf6Q/oZQIoeaJg4509TVqgpl9wUEbEv1Hd2VVxKejuFC3tcHUQs64msFcqg9uMrMUMspc1DQBSFRKhEZmIfcwRpoJyVDZDdlXad5SZyLMWzg9NMqjI3viHQtxiBy20XiFWTjKsvW8aH/ALEyulqvuauBLcbsLM5iyiiypqe00uZVgU610QXaDhFcCp3E4GcNSmgWaI1a55wQabrml/zMlYcCubi7ENTeAtVvEFtQCH18yhYo5R5YVQsFhMG1PXPxERijLEGkRwj1MFF36wQXgyUTU2K1ZlHv1CLlQW+0qsq0uzmDblAucB28ymg4ztlG8goTtitK7KgInfe4LgXoGNVsTNht4rEpWYfRBSYV4TqWvF+5VYNMwMoUy8QMRaU+CjR1NQC1yHbYfYo1RyxJwG8FEgJQ4AxKtyjMbpPfFSiHEDy/2EDr1uDse4pZbgikKX/dS0UT+fXaEhMArw4O7mcgOB4dS3Ka7i5xaGiVr5goOfjiCmSO4WdMpVt5GUPs1N5MddsShVnBzBkkDmk0eogZ8viiYvDnd1AuDPDnhYNlXr1LoAybbj7EXswWsA9QUILFTDiIjdF4+p89FDO553BZx7CVe6++oWNKa6ivsbuvcp7V5HUAjWa8WyX0HdN/UIFIMWc0d7O5slNDt/yEHaLVNzqApQP7l6L+r0PBIpQoryFg0rUZFw7/AOTJ6Hu716gwzjL0XE6a6PUovrAay1UFCtuzxj9kY7dfhye2oYypTlL8AiNzp5UBK3Hf14r+0WizI0LajbJHJYrbejUqx0D8AZmKf9DzII3K2XCGxvaq+XqApBR0HfbC4LHKo4Ybj3w5mvwYN3T7hYGVc6fPbqIwoQ0kq2rIZ66Mo5/+GI1WDYmY37NWvUCj2l0/6lS6cNJtIYG7bmXJOWali4FVfExxlosyVhlr4lFomqTi4CN/ZLFYBkxQHG9sxY2hmO5JWhlwI3ZElcqs/VxWPlJeGxMnTcAb+5ejRZr3KHFNgX5mCNibhBqiKZSwwCtCYD2QCcoGGAG61YXGigy3ArmmgxcDUw9pT55U9yxQGtREYsrFoBTqxUwNFV1E2tVea5fUXFojaSxvfUpwaBz8xMKmUsjNuavUFir5QL6RLJkpwZD36ic7Qr4CBDq65IapqhdV6gGYsTHUcHRyQA7vCh7mAOLnUunaxC68GD/c0enLEArEzUYTb/5A0tALHzAefkIuGwbwVhiWYsEDKqHbXcKKwdFbhKxbmjqvU4urQEMOr0xoEWa6hRSi9UxjaiFg9xBFKcOJYOESHDByq5d3OaERSsCqo99MBcb8dwcNucso2GNYP5TI0G40U2ECItiIUWvcoBguI0PBDSSwrAPbHeVBcJHqpX9QHLRpcSJgmVscuKiGl6+mHsRk5mBmUgpyAbGPOTltg/xq/v28gG5f0sqUVfcu/XrmXJggPtqYg6Nz6V9y26NQHMecvur5iYRkfYOICH7U8vtMC4Lb+niUL7IHNlNUOYWzOQXLp6Nv+RLD6H/RLsYOTJ/Fkv2dMC2N1viD0i4gnx8RAQwwZY/bEA45nK2moqnMAppPbBABargNw6xi+BCn9a3/AERHHYKozKLT7S10KV3BXBgrDwQb7Ug2vELMD8vcVWY1YxKiuMJHvQs32AyjFHX/AMRprQBp7ZxKENsTjXfsEV1qrCJk7JbgPuI/ZlcnvDPfg+XJ5xBOllvBjhgxrokdGse7kQT1F9wIMIgC8vTFUXatr/Alg2Lz4TLy16CIQsMwtl+FEVWpfqTiVFlnudrheSYg+wiFYuxtJs9wDiAcqy4xKZJqIxxqeyKDta2MQ1sFjFoBqNhGUUOMjv5xANQ0JYGjR9THCUX5f7l22r1AVrGM2/1KXQMjzHgJMlYmCkL/AOCog1DWHvmCIsS7bP4mRrVl/wColWsgy8wqzTznubWVT71EqG+/qKLaMlCFm2qt1Pe7ywShh4VmAAFnOIX3ZaE5RpGEgDjS6JaqgT/9IXhTRkWI7XF3KWZZqOCOCO10cpFEW6OHuWl4NCaCNYMacrXjuMETDuUi7XHQN6+4WLUL1EDFAYKgthqqtsZgjHzFUWFnWiAbc7iDVhu2OUwYDJRWxllsPqU4KuDOBf5mUR4gQzMUDS3iaSFW7IWKCYXLi+oHopTXPwS7TBcyin2SXVn7ZnVhW+31Fm9I5ZRt6L1A7bJiboW4HIW8TLWmF1xEomccSwu9ZgOTW14uKAE0pR01sB1MpnjdblsQq1swGoxviULTxj5lDOBz7jHBpRA4LSrHqWyU6bIGbnFuKm38nxHQo6YYcMDn4gqG86JwYKbeYKToY/4lK3a8BMvdmn+4tXrPIwwSdroVzNiihbE6Rr7WyxycwWuc2CEQKyF3XzLYYXcUU26XMKQvBvioFemplougMXzKYWaw3cUxV/VygDO1Ro7uDUYQbYikREaTp8ghkVoPa1DaLApzt+ysbTRhi6zV6Kd/uKw05/Y4lx6RfFnH3LzQPTFuumoqAvxHKURfspQ41eczoVRgmhvOprG8y6QLbhWVjtO9P9yeoBH4HPptD8I/Og1w9Pyh9JnpPZAdT0E4TucjRRHVo9H+5egqXbSuY3LBs0fxlh43d+/rrwm03dWQRLEfB2OmnAiVrco/06MOB0Qoc9QebcMJS4ro69ZzMkAt9ymUynZs/TCkotXJfQEKeC3EvSHGHmIhd1elZMJbYQbGvovEC+BXcDa3sf6ivp5HxBQ2T/r5UqhVwBuDdFjbOukPVj6YnzKxPom2gfjDmV3l+QEq2DGME+2WxY6Mt7EjSqKLw6PyQIjeoJnHu1h7KixkytW/a/guLQpO6OiNLSGc8gfqFRS01VFbartlnwsXN6EinTQDbllU8q2mDm6oAjTZv1GhkFNdRBbXQJp6EYbs7YOQxmhk+GAA0xCFlOVhBcR4Y1zoCzvkYKo9KP8AaQdgI4rqDVFD/KIo6AK3tllIKAR79RVEXhUKBdORFvPTyEwGQoUdzkN/+VMHTEoT1wRWxErl1CGtvQbJThzhzNhLeJ8MPLqGVShkYrtpxZDIFbyTDlnZUyQAf+XLNsHJe4MZ+qlKUljzE8ME9lygq0LvG2VdJ3dssTdMhc5uB3AocBnfUEEZBvMvNhSZYtfJiuaDLhi4FnMNpu2CsQHRamz1Cx74Wc+ts/hMVpDRSxYX8y26vj+IIC2BZU4FjrKLQxh+5QFGe4aXg79wpQqrysoAeW7l1yAcygS1jPzGYNC17jUYsHEAW1FxvhSDCjbHbHIBV1Rr5gseaZbYHrOiCC2Y38ynzIFhtRo7ENIBW3h9Sxg1gPUFK7tICDlbWEWGgVQx0XllH1AbSuVdEfa5ONVMiAYYXdQw2nFIiUgFCYeYuQ7cxsObsBs+ZZjiv2xLbtor4rMoRe8f/WGgq9UM/wAxtxATKMyaYuggF4WjC+4qGVXizMatu3lS8oW2W9VFBnKblNCdL9TYLQ44I0lE9sKwOyOCSWxa5U9eK2CrVL1IJq5DLPFXS1ejp/Mz9y6Ob5IIyhuNB3cKkq9Mn+yX0Wdf6f8AqO1d1dK/uAmWp0e4HG3KuPn7iHCF+o0F2xAMjng/1GAWqgdvRDYC8/0gU8F/vegmVSvQEO5x2qf0zAUc8XkkeDnrY56FUnslD5dT41W4qDuvcsa6Zxy9kyBm4NGpZ8Hr2wgXAIrFQZVSdevfcEtQ+6iwJ3w+zUsSiXxp34PTAUGUg5f+p+J7sczK2hbszFBGgdf6hL++EKhlWrZPdsaUpV5T3Q5l3Q87fo4lDVW823fo/wCxaVWjmIkLljgDuj/cwloGS+AV8u5Ti6vMOwRpq/ZDXwG5CKayU8ojJ9ptgKDF6dDyNhdR4Dp+ThEH7jLqx94Xr8TLRtl8sE4vFUViJHR3QfQYg2/4jGTlw4Hi5YCzhUyxdWCMAcJEltYgLs9nEaXkquOpntNWBLJd21mI2TZWEuyCFrcFf8jpUCaPUFU+sA/lhaVdhlDCrAej3NeGbyhYx8h1a5ZvlRthdyq0oKXuUhQHKRI4xVzIIGTRFUBaj2Mq00jZ7iQCKjgiVrJZlOy3mp0nQNzJvQc9wNKUEWaF4FeINXUrtMFnIuJQM45S2NmZb6FCODhO+uolnS8HKJSgy2ylYKERCmxdDmUVHvMFhaxEit4Oept0JsQFR6PqKurYC/aLtyN/xNW+0GmndTNFfVza4cP3VMCsio2VVj1ADA2/iZD7dQEBYTpnmmK/DasGSvuFeSFb7jbfFNKwMjZsPuN2abf6lahya9ziN3D39ncJQ57hcHVfyyhoXJUoOWUCLBH4R5HB1zMhWrc9QWg/EQJmxtJSGjRZaoNDlI2sREzcu3kFVe4hdhjhHKxggFC0l53C7exl9RyDxRzEq3B73HisJlYHAoqzcpQALDI9R1QTASZDgtaTAosDqvUWgaRWGlDkWxg4SyrnXdDkT9MWhzLVRy0dQBsWC6uADV7oY0AJLK4VVsbVCVTBf+TMVAIIw1HouVBlCottfxGorLZqOg+IBSh3K+cvwjKBeGIFsp0/8z4fVZ28SpftgIWFOH+oP9yndnppf6hWnPzfLEPo9/6jz/cyc1smisMfSGFOrH+HwrFLf1f9YqfnYTBkxeJpC3omx7smZxKzt5JSwH6IlJ2Guu420jBfN1BTF77hRD0rl6IDIWyjnww3eDuQKsMxVFg7lDshvBbH/TNO+x1yPCiDk+osUFsB0nGeomLz8YnoZ47PiFdUaI02FU119yrA0djqXW6tc/CBvpx8RttVuoOMssTYbvK+vbLaxjOK6gmaTpuLq36CwisIE6pWi+5QWrR6CIpL2apZ+lZp6a/IU0ukc+38Kzsf28Y/FnJVR0ywN5LyY0MdWwCN3oldbbrVpdrFqUxW7/UNhasWP5gWSIZn+4uAOrX+m4EgPwMxBC8ksE45t1GbIl21f8kvVLCmSqm3F8QOmGrAZkqtwRRQtjV2VLNwVi5Y0wydR8VSgzL2TQFKpe2PmMsVS7uCUFEyKy79ygbUQxwPiAFdjn/cKh00zJjRyV6lEogBQ9xVpWsvDAVynuBYWbNRhS2zq4UIOgAwX5ZYOByYrgt5S3LSnl3HOKHlHuNkyND/AMqa2uMssARZ9kUl5dEWNCkpuU05LzBj7f1KVQSlG5d6A6X/AJDpkDLDtKFZI2lfTxOk1qphGq9TIm2tylFvB9LNjhz1HQVjn1KW1t9QwcLv4hwtTgHqbPsLljfTu+YlXk4o9wuxLvsdS1VOW/3ForK4fV81ClQc3Aql0t37dk5I6xBYKp3/APktgStTm2xSPEERRhpPcPlrKX3FsDGG9wZeV1AKF3lRLGQTQ9xpS1DQyazcRNuQgUdrxCwmKWwcsvDKV6/3KSTjPrqo6I5Wm/6ZgAMVcTTIdDEoLCkv0mLr5RmNFWi2/Icy0gWXlYbsRsBhZTdub5jaPpS8S8BbcDqU5GXrU7wrntC6ABWGaQNcnco8C9OJgqbT6Tga7imzRoSxA74eLiC700puAuwXL+QWMCv5UWsHxC4F41dMwQMVt19RlNzOLRYLcGGZ7qIvIvRBVVY4ivZfDLcq3yJRC7AiUKZhiaFC8Da0VR/b1O0LruZ5D4YGefkYzbc+K0kEQTT4x6wP2MpgZYOr6JYrr/ceJoLvviVpdAfHtZK+YmHK7WWd8YgXW7yQBnFcQRpPTMZV+gHB5UhrD/ghKtBojV0WXbhauwS0zkOD1HoeK6IGKU9vMSzBoKjVZcc1uNZZFe+YDVxVHpxNNZX9QgyeDhiLz/8ANvN817/48WsnXSRIDPRRBWQ1RP8AMCYCt3AMnUTWKMeogo8Qpsv3CNK0sKnxHAtL/jM4FynHGZQWDosGWmTYtTaza2xd08pELzbTPtA1iq2XuuoLUBBxs+ZkoBwUOKDuApEzcN2xG7jtFpE1YFNYpTKGTd/odRANM8X1CLZWx3MWYAEKWs11OK+CM5RAuqmHIAzCDm1xFsKtPneY0UoIcBwuqmjapWTlXmL7y9kUrar0S2qNql/EwaUaZ26Nn/PmJVpXD8cVET0vEytvJHK44o9MEi3G72ywPezggUorKBRvYvMsGbuipmhVHNyzL+rlFpbkyVDcDf8AEo5lfyQOjrY0ylAsTqAu+DRcuuyr3HpClVLAq55zL6MoyFmJewdSwOMLBlBuclSjQgoPS4XaZBc1mzUrm8FrtA5XrR6hbgQ7AK6YgVXS37g0BI5L1HT0ZggwtrliQVvWIKGUFTIQMDJGyy3KuyXYayZ+43TZc/8AyN0KpoYlkSzL/RLGBD09RFYEZrUeHm/cLCpnNPuHwBYO/cUICriGyUlrrFy0AB2v6IIKuK31EMeljOBT+8MIGjNxuBmv1LB9NeybFXRmZUMWS2gg3Fdg5brojpgRxg40TmsvZCgXhf6lHgXDY8Mq7YOpTgXt1cNhSqG7S2JQR0TQZGBSnxlsGU4GEThhQaOLh9OMG3DCoCC/QEzy7f8A2K1gRIBvIOfmIXDjsgAtcLUDG4Jzgg8H/SUcK4ZVCtxxAF93iBQ68jntFW9OcQSHPZ2ReBVcR1v0/wDSJb//AEHirI3odBLU5W4zKrVDyzbFMBjKHNx53eW/+z3A/s8dL2O6gcrks1LUya1T/uYKri2bAi2ASuIw+QKoADSWeLQmTv4wY7NmNsaTvYuU10NXW/4ioTV4JyyqO4IwEvr+oujJTZxgJVzedxpa7JbKr7OOCYW5o1LPa47YTJ1XMvEgOL3Pyp/I+qDctnV6X8WDlS0Gz8z4qNAQFLAq4uJQrWS6OZSNFCkSxqy/7C6UC+eSA0l0cOZQAIOCywS2Qjio9SyynXxAxkrqxzLAIt2MwyN7bO8zkFrJdQhT3vqDjCj+7hdoLOVOGLUAq8cSrKW0yJKJpNkqORBANVWVv+oCFuq09cY6iKwuEwapMZbxU4MKKD1KEsK6mS7vkEvDpUeK/mCK8GOBEUtUNsAUZpUtdocYYhZZbWH/ALLKrno4lOB7gbIs/Mu+xqY6b4IOCySjkiWssyxoXCJgBMpwkTwX16ghq1Ch8xGru+Z96Mk4Lc8xUOwwPuALKQBbNj13ALstRRNw0em5+57UckQQ9N0QpwHNsvxrLFcm+IqW5hKpkoLDeoMWjnhMRozYJkgWXuqcQYXFvcdFfbAxRNFUW5uYeFWqC4DU+y3MUToqIALaYD3EBoUchDK1QlXLNpkGfZASjYuuZkQfvuD8JmcgdAaYNNm8nDKGEFYNsa1rsoHcTYSuX2zsa4J/TBMDixnmVoWsXEiBRCshHgSn+MMxWT+pWxbCS+hzydRKyCjAbgEsFimRaYqdg413H1jJzxKTwhAeeNMawG+YLFzVIFocizshl7WFQWkpRYdE4LS0r0hhUtGxx8yhoByTurmz7VDiEMi/QeMDwuj/AH1CDLu8+G4Or+ziCAT4IRHL7m1/o4iLpBApfzD1aQoO0cnEwIO0rmJwNv6hwATnHEPBLg+4Il+MRAq9zqUKhEaRM/Y6ioFhXcxj3bZLGQSigdAeF5H/ANw/bEUCWnMtvOoF6NOfc+hccKms/DKAA8LEYpw+8xcHwMui9nuVd6GskQ0q8ZgjlD2MxoHup3sWfI+Ad+x8mSDQYl1bHXuUuFpsOYWWKVvHqciL64Yrsrxf/CHEupwA41BaaMpeNNExVZMLDAo3FQ2v9L/gxx+O0Gcw+GVeNGvZ+VTnvfbgyTCXzRRNXKN+pim6Lf17ZUMXFAP7YeNDJO/qZVa2W6iCWJpVpjFDooFgoBdZs4lFaUQBJhQj2wsVUXHaIlJwuHIwxXbTrlimwGfZ6mQwLQXu4t4FH7fMwYDLhWAayayCN2zTa/6hV3LzTLaVZbeviVHa8DKiaxcMXlxTYT0+szIOW6lRek/KFhsNuIBcpdAIVQHBklYvIMQUNY4YxS3Ohg3YU00kxYtGUGMq4uYLzmsRMVatfc2XBtmHR7dfEKJd7ky1xqaFxgEs/cWAcATVRMMygEgYF7hSgtsDZARQsDG1ban4QLK2rLXBgyB3GQrLVrlr7wvcruoNWd4icjsHuMboCGBWVuXYg1p9sqmaEiUNPFTJa7v6jf8ASouUtKOZvJzywM4eaxGVRLuvhNFHqIL96JfAY2eZVhVowkS7osnEF0AvZ6lKARyiGCiq2LKBVKhd6no3gWCVsrqMm9ZzCJF4rsYWlg7TDtsQ0rT37irSuaIXWDisbNj06IFhc5q83AUKFumWDLsWIVYTARdFw2eLlOgWlxADyo9zd3TswZUN8zGlrsjRoFiqS/8A6QdHRllLLMMTAWDVr66l6UFLZDnAoY+MTDjptxxU40Kl167ZZRYUVVRVq1a1b/Xg4BirtuzwN3Q/UyIFS6cVMjFpi+lN6ue+WY1pRdf+qCvWnXuBSzviarTMGmNrmUOFalLviGe5n/RX+7lE2IP1x5PEo1wfUZuo1/8AVpJQOQhtHMPfX68MTV0j/wAWzJzTRGlTHywp/OWAaobvE5duWBTj0B1/vz8Tz9UED/ouaYD/AO8Rc9ZWbIIvj0PMvbZS3jcuNt/gQfCCI6cQ6NL6bqCYHCVsplunqPNArgruWwKFae+5osSuNzYMAgG4rK5Vbkf+ZgNFdtRw9uJdju5V+aX1mZB/lrnZtOKIxkIVYe34gLYw+6hFibOQ0JToLWuOnEpyXQocS0ADwcRtjA5PiOoGM2+iGeiaBxKgIaa+4rKYJpsAYt3FKtU5E18MBAAtcLXRebWYG0VupBvd27i1jSc45Zpo2YhFwW5ruJgKLQjxHQyq+EtAZ/7LKwbvLmZKBRXGKhYkWWK+INU2l2YQwDOx/wBjRUHNoeIigOa1iuhhgOzmYYDIqmdgxkeo3L3Y9RBFl3cT11k9ymU2FQOSF2D4hXbYxXZOILauMSgFA5mAdm504P5ZWqEQti0FXshVHCndQpkC1Xcugpmvr1B6UxCw2agehYh+3QdgpMtYOVAXVFMpItPlvkYoZSyTeZwaylE2B0P+GDwTMnF9cMqSIW0xHenusULqLtq8K7lkM+1cMpKtURtm6uqZoV3DdRgxetrEWgV8wMLzak9TFQ0osOxaqVRU3KdK2ZCXddjCNlaYuPCgYjkbxc0K5DDKtByq46R+UeA5oyTC2torogl0sOEBMLA5GGVpxsibuUvECtlaq2opTC1XzqYLhvXufHxiIwcioEZDRcKaKiKksLHKk7sWyszoqmH2sRdHodyw4PQ7IF2BAsYGaU3TqZmTOPUta24XuNhvvEuqi5Lg6ZRqlJd7cJWIoLlKdb+4MXkIubBwLWpRs438RDDGY78i0pvZOGHO7KX+RMsfS8S3JQhFvYIEsqqIS0sDBEfs5Jl3ZNC4qLSj3MiVbjHqW1ne2AXtWsJGxDNjlf8AXUvjDCv0MMr/AGLryrBldnyafzMIENQEPWc/9DtiqWpbVcvuYWOjTBgLo2x7XGq5SLTVfU2AbW96lxhwntXznYIC/LMN1THJVuJYwLiXAlxBkHpmWxR3yxhfX9x56zX67uFiGy/utxl4r0XBaoYmgt13zO2b5gchpO5YvRuiUQUVgVuOiDxmYgtW7/1Gs2WL1tMD82LxzL+n5F1/7PSAejTU/jHYNTyVQ11UEBCgytQlGy4KsnSoqKsDIxTNJFWdEteDZTs+owJtEAG7MkANAVv3MD4TXKuZZiip9JCi8ttblLLNl/zGYxpUGK4NHcBFNOD3KADg9xhQtap/mDiLO/MQLGFp+7l+g3UXNPof3LyAPa6i1a1iqOZbRMgHY9kN7oRxcApKp/l1EINAzAUCm1O6gRgDL6jRRPdyy1Gm1mQNJ3KXVXic9Lm8a3ED+yDCDawe4rRYKbxAbzqvuJiAVj5gQKFrquIN3GUjaGD14JQjbWT4mjgY2iiyN72OUDJkn2N0xKM09XGrTd4YwunBOVvMXVuG6+aiCiuLHxhYEDDm/wDhKEBdEz2lLO4cPT+mJgKn0x07YCO37gUQtLbGGjh7nJxd3ifz11G2sApb1FHIw8yi1MixSgih3Sz5fRMKYa/uIYGZqlD7TgyFfqJc9rG1L+a/rMtQ04RaqdnHUYxymCWoOBuKaKKqFrwc1Ckbc75Io4mK3KSi3hA3C2WDTp7lrSJu1g26tqcPX8JRvEMAGlgvqCkKNaNZZZ0UZzNjbg9kKrNGt7EpsR7ZgoGBsf09RtlTFD7iMYPcu8ADo0xULW7cRvVoUdw1TdFF1lgQWJ8YYBa2wpu+Likt5Kh0aDmnfMSTNuz1BRnLUuoeXtxGcQwqae7iqALV1ColMgBqzMYEDKAwjnZizJAVxt31EFhlwkA4YoKAfctsdfEadGtn/GUswHVwYAmhR64lXaMVn/ruWH05m+xjwHZZLJh10fTAoUez+zv8ODq8QekZI3GFUP64SAyC/wDXxAc/qZ1TK8/3FTkKYT+5Zbv5YAc3C8Tb9m/NM9ZYm3Kygcq3iA+/XUoyuUZyvkiK7vMULpuHa5vX2eSBLpI+FIjm/qVq2sxZJm8xUOh+2F7CbXrvUftOf1+yUKoq/wCeLimWfRUv46Zec10ssCsMUHwQI7+T+/CKulFfDj8f3+SC9mk9IQTGAuz5fhjtpkbT/ib4bjPX9sBBEFva5VBb7Z4lFhG9alryFVyhYgA5DMqALDjsiMabUdRCKcH5RTJQ/wBIJVXtRnQ4Jo8BmUr7C/UaNYQ95gRkAwGyGWgJkD/bNgRoADtEVGgMJSiOGX7gBEyZH/UBBbuxBGAUhpPcLPImFxyKtdpLHUEtRwQmVaFRiKUF9vU0R5B9wul3SZruci07hTUpzjcGioIilFIXGcLd7JFBB+Vy8mrLzfUpdqjuKFKeiaBhqAb04tgkwUDplADvuFGhajBdqm/iYcH3HJy45llZ05uNohSpxNKwafcBxi2ssNq5m3w1vMGKy1Zsa6XqIXybGs3uL6DgpxxZMBjI/tWc9ZTVkFB4WNf3Ch/moF+B+LgNdQoLBlVbBew1NgsbuFklUw9wODuICC+CSwgaN37gDacmcMosgxlmleeC6gGS7tmW6TAjRllKxOQ0WyzWCqdxI4GHefqUl3TLcMS/gTmOXR1XcDh7ZhVsYb/2hUp1pnMbMp6mdkOX1C7Dmlr4IVnz06jYL0Cf3D5ALiqxlikQLKBVB7lgORtfY+YvAnOOpdhcBq5RlsALA7hmgLeLmRWbON3qBUKMiWfu5QFwri0ypQFRU1Sl9TRoSoBrez42wzlFC/uBYesQKqqCsMpZiqiYbiGws2dotoe1Q0MCkqcKi7Q6FncTJhpRmpWI4fmfZFEAArb3M9+q9dosxnr+ZpFcU/ZEaGXDLtM0kwf7isWh+d1BxDYfo1/MSsngc+nrwn1XhxAEaamC/fvMaVW+SbGa4uL1b7ix4lXpSi0c9Hw0RUM4BACAcia8pw//AKBT3hYb9DKKrFesJFNcYmTKzdH+4PekMsm+WM6v9PHl0Qju+3ZB7X9EujPtMBq+SBeMqCi0lL4rn4jRjy/8+XPLP+cD1nYRLyo9dwowvOP/ALCjiijP/wA5xGOf0/n7YPGZ6/m+knGVDi4iSPYKvqsxQpBX3T1ualVM6j/K/wAYMKlBERRwmz8m0mWew39QAAA/+BUTcNi2+0sKtacwbQKALRHkOBR/yUPhS0983UsaW1vipaJRcJRVTFxWsoDb0jSYKQbP9xVezf8A2FAo9MEdjZZXXxKBrhu7/wBRKV08RWhMKz8SiWffdSlKpoZVtgBWIuivdcoAbXRxMFqqlpCzk9IDLVOgvEcWmNh74zcwsNgq9MS155YxlSnZKAWxxwVeZ0NG6TQ+0f1LxS0eWIwtiNL6XNgMcCeloWy53c0s5TP6HhG2jHZLGQ7ASWPnmAM2tKlLg62CWactVHscsaM8nHLHAuPucImq77gJyoL6zeLjQXQvh5oP4xhxF0I2LcwO4TW47YEDGPV806CBV6u9wwnyfcbNJBvrTBSJ4mtlx10DRg05uIBRLSwD6VMdvqNEqrdfMtXWKwygMDehhYGStQRSpSHxKpOjIwC2bxmZfPFTjVZZjdYg4LwXNbhWXS5hcNWomW+mWlbHGOZo0WZO/cQohdNzFC+fcs6RoKljtsaMopNBz1LtVUBXt7JQZQT+SOxYCqtSywpVx36ThpCgQux8UOCcK11XEG8TAk9IRAKWwpYWYqWKWMh3mgS/DjoruLhAQr3UK2cUe4CbsF//AEuFhX6epS0wjV6qWxOWDzcyCTHfcKeG2m2a5xBpUoBKQsxg4xHFgCtHFxFVd35/UYaqHs5ELtEKfuLy+EPSVUVrK85hWgeG1xmAc1ezibbEK6wM3qIraS9Lxyv2Q1sCxj/JYyzFg/TKkQREEcIxtmu24eqGpTr27/5KkMzm26WjLLrPFVMOMvTzODTgI+uP36noh0mAGoek4H/b6I9cjJtYAG5zq+umW0AFpp5AEAjhGXAZ/wDv6lOAbMxU2ExcMK0HdMXHPfwjVW+79nmoqOH3CG6qzAvcajYexLowgBF64zcUHFTnM3Tr9V+VEWoB6qW9OgM/RpmRSahxTWu0+CF7Qg9GJZ7kB/DUoamMcr64msZJfI5qMLrEprGx1EsBBWyMKul/i5y/L+ZOkrdRJBt9+VTk/wAn+BkWQvKTlZXPeeyMAKDxpQmAw2ZYQgAC2137mASJdiTaNQKeIjVDfHD4gK6GGzQ9ESPAylFiRb+EV6H0amMm293iF2DYUMC6lKZvr5mAqhU3q/UavhZ2h2T6jDu7PcLdlXAhj5gosYxcOJaKvGgiD2UpHKNZVgbqKtUPxvEc64wI7lg4HD6iwPZjq5oJZjnUaDjjCy1S7ftIaLXGNl6JQcwWv6RsiwXmoK0tnKXsYoYhQoG+Zptg+UrJpWmW6bq8RXiOoqIHQErKMKCmybL0UvMe3vBLP1uFAt7z7i2HmGPgb9yluc0Dj39RRvvULBC3XBkDIS6KNWGikDDvDY/xU2wDKlTRcMDkpYKh8Bu+2KLRXx3MUtJZJd1tWfUPsFDKZs/BwEvGDW5Y1uqGLKWRtfXsjkc0qVNmg1T/API1YYVUgS0zhYpk1EUzW/qX8jljsG6pJRQdEAxOCuokYehlsUIJM3jkVPMq6O8jFYWK/uUINimYBYgDyQDqHCQyathhgUs8o6Y1a1U3MsVq+oGxvleJjhaxHqWN3gy9S9KUc0f9TVjRrDEzdv8AiFsmVZ9EwVUM6jaoaMi6lA4Ay1v4l7CwvYlIqqmpmx8sQ1d25GAi0Iqck6QwacmplFUCcxUDunaUSbK9QtKMXUrDY1mYPDNOOIBpfsmn5ZXCpwQjaJ4iDWf4hPO9h8KSbuXW+MMLwU7jO1fDH6P9pZHWWuXk5PTx1+FRbM9B/wCsW3Ilu/fuVpxq+O4cJ3qOlb9UdhDrAUDgPCd9/Xn9mN5X7qBkbte5TINiNf1v4jJVr1/8fJAAhSPU2Gt7L/8AIvHUTDTBOI6HoHw//fKc9mV0CEcf6yf/ALBqsffE42RG3LmpRy2PDFb+XbMkF8vyPKIaSfUVYAOrmfGXAfdhsm0bt/6pNiawM/t8u9Q38vAe2ORltDNOB6CIvs1MFnE4ejayyFw38P8AhLLZb6nYecpVb+/4KAsVN+59EV9FQ2XqIAoC5u3OdA7lpTWNXbcaS4Ogde4uDHJ0ldzAaIRS/txChy4oEG7FrAmE+CCwoi95gq1prbzLXVrcl4mWp6Q4tlO1K3oiWoEM/csHKlzKsBwDxMYr4HEEDROD3CuGGi1iVrhyvuYqOQQjAqpvNfxcA9GdJpVkapgZEycojRV2iKxGrDpIaKPRfHxMNAvaNArISylShDKNCKllwCgttzXHAYgyE5RChCYTlceogUOWg/3BeDGeILlbmoUDattgHQZtjWWxYVUZrMS5AA5jMZWLgg5w8QGgQu0lmwrggBwytHUFgpd8Mc3T4kEAtcFG/iOGsWZqHF87CF0aFMIOF3SKRnUTuECojSrMfqIBoBOg1o+GC0snCPcBtpFIAN65eo9KHC1LwX83LvnkwxxmwhLbZ2UB/ub0L1xUAgCiWvnr1GyFJ6ZzBUopyiCy88D6gi0HdEwJbLv3E6Xk31AbrfdRDQXPEVfDTUx1a8k7fcwXXsmGdsUpgGqpy3LAA/vaW7YqzgY24LzteWWRQnK8vqU7KEt7lWMlW8S6hScxtQLDa+Y3FHoTO8rozNsM7eyOYye+oBkGrSUIuP8AbA1ZQ5qAjfRuUAr+5bgJpOpzW156iFBtNHb2gLwbV8YiBKUtvMu0MawpggPwIXUrDZrpWszkHlliad26WT1H2w3OlX9ohXZMF1ddX/GooPMUsZBmJsCKu64/iYXeBynoSqtXAr+cS2gO1h9UmTCxYOAGJXpV5XCd0I9BfhaT0XHtKpHWVg00U5jTneY5BmKAl5/h9RUvFaf+7PIUsIqT9y6Ks+fcsUrF8SigLuVZApd9eRL4CftMIDlDp/6RaVRZOL/SWQFK4ZZigfkmFMNfg/58ARaCsU4tjftWCt4xCCX0Wm4zoPO5xnp/Cryrvjs+o0UfQjb/ANxMAXfR6nPvmOn3P3iGn5NmwXqzx1i/1jKc5fZySnpxuUm/dX9+ba9H0+h7eIb4frdv2ZYOwF6Z2vtC7TeVDkI4bK8FZqU/eZqJu2XYdxrVAvacTNb3x1juDeUvI1WmIgLQVWZ5iylLgdMB0GxmohxelNGWrJOAb/bMQxdsOoFuoojViyVTc5pDk6mKt1kHuVvJrNuWNlNDHzNF5Uc9xcFhkfL4hRbbXRBeFFccGsBnu5QqtPMyqCgHygC0VywSGdbWWty3qKpNmr9QZNArSOYgFORMnmh1zKrMTaIB7yz5Qhl9iXmYbLtUbQUumwjqIZgVQxnMUKqlinIq9zOM4Gotj6j0a6fcy5pfKTV7FVGCFbGH/U2EFLBFagJ2nHnTpEqtlqXSFtb6uBqmrW7YLKtTtushfMQpea3Au1EKrhAcncsmsP6HzLnTJf3CwKqu7l1ieR1GrQlwQvhws27BeOpWMB77uWKYwogHYMDFi7Dk2gAANP8A9mDni6eiXdG1v1FZR0ylgAtsjHBRq4K9YwHbNek2BpGsOT3LEGVZGIQOCK0YvFkoUDTk9ShyFZhtCrTQRyPJg9McAYjIe5SrCmC6uK00lphqgb1/1KBhVZZhSDo/7PRFsSKw8Kolzlqa7O/mIBY3w+CCzbjO99xqgLJbjmOSOOodA3yREd6wjoGC84iOLaVZfcoGG2pmLwK9QZNFMUiulAA0kEOyYHJsLzfqZNHWQ/H/AMVSTF3/ADLTeuXmHJvGpXyOYpOVA+8Sp/iyoBcv2cp0G64BKTPWMxO+DLH9SgI8FCh7dpL4hlMV1MP3/Ase1/U2A7SV1Kw/RZinJIAycHHcVV5P+wns/YJkGF8CX41irZDFC3K5Vhdjwk5rfdkGh/jFzCeF7rH4gsx0WcVuUFpecVLCrPrr2y6Vh39T3l5HRxe2X3/IHgZD/IIZJteYoWGR7jkEfR2sqBuWew0ZYqrv/Ryx+jgjQ9XEEi0b9JlgNmE7Yuf9MS2BTZzzKVziP3sE4O2/xepOh8sLB1GCGRGd5f6NRk1Ws/Ut4wJWazvdciQcLeh/t9EeG0s//dQzlxo9B+mAiogzigIjZO8icR9BewYELZFNZ7lLXgNJCiuS6o5iFUE2+4uDJr1I7JWAJF5H1Wgg23IxHfEGKBCvZ8TcwISuY2CkzS9+2MYDn6nQoM5gUcl3ZHQ+VwOEwLxMDYZWzcK2NB2yg1O8zGKKPGAEtdA6ibg7s4jZ6zlP6lRmicSqYZO4BFBmr+ImEtOpRLyu4WHuoq0ClmNlOXMs7XJiGnKgpZkDNXbLo5Jc5tbw1M0TFFzCEuouna6RWzeS6mpdIZDuDlAQd6qCMF6HjKLuhgqN6o3m4LrfMDY9LRMGckuuEcotE1EsBT3KQFaZH3qBFFtpXzAuylKiEFarfcyCPEVLlVWHFxvWDoRcaLSFaXQ8RpzMcQm1yYeY1pk0zG6RxwxpIlWXjuJtJcssqm15uUMhjj4+ZfRfNr3G21SLEu7YvdepoaLMsteF5fKPEShH1L6cZ13HHpfPqLVhgW/qVsm/CxBXQyHLqGDX/wCICvGuYZZcYksL1kwcxK4IqpyEe6gW0Ff9RDYh0YjHNNBF2bNkaRjGFXcoTpKAwMUp69+iXgNaX3Asbd25YF9ys5tE5YU5hl9epYHLBG78f/fcUgVzMFyDFMynBwx6CQbTFQRvRBbBxmssyqAsHucABC7ZbkhnL/TEcpsr34AQAvbe48U3IUVBhzFt1gvANHMV2sgbHNQVd+4OMBe4AvSvod2RVFvcvfds3jiYRaZyQK7TWVuYrIPaFXZq7IgP/IPLsZSvkcxQ6cpuALos36hZXrUQbHxcDSs4YR7vD9Pg6yWrZ1qY0Wk0Sv8AYsSjS1yksl1gmdBfY3h4cPID7haBlUezFRCAGu5TkLmKdpZWLmQHOhB5o38j4UV/90IrVSjxmFrKuFp87D4i0oTnJ/mAuC12oSw5+TmVODw2vV6jLeFqPeEGuS8dRc93qWodbSCZgg7yofxABAGAOfn8DZGMcT3GZ6u8joSq854h+ZSUrumLDZYfuUvEDVfHNCYaUJzB6VHBuOV9q/zcxkp/SIxyjZ/NsJanyZfMqHQnWCApQC02JvLgH4zjM0Iima+YMQLJ7AcWwqUAVhhoS0WwoqKvHCLtQjXFSiiFbz4JTWn8lylhpwLLIu7x0PbLNKNUXqYdtmJ+aiiLcuKmC3Sr2YhLpdYOoCqtBUBqpTPwgAFNMV/UyaoupayGrr7m9AUNvB6ucGxVWYLYM8juZKtNoILlm5plC3iZFObzAjDMRZnFa5uAK2LjMDLKjIkbK8sZ9zutczGl018ysduUDXZu2Ezgf6MyagsJmAU7wMOF3j4iBZSBQjjo1iU1eFFwtFF6lrTKipNLy6ReD6mnRXLKiykcImG2M4jQALignvg19QUUrqAcNAKY1aoQrjC064hw4TcBK24UbiCpRaWINZaUMttTcAys4MCFpgZofEaAUvDFeAGEYTKqrEGNFGTFjnGPlmDBfKiW5XrrCws6xMYyMb/7LOHFDcfAeuLmLxYfhfUwlbKyj3MsVvg9ZmG2BQv4IpzAaJiqywxZxLrJo09yga5xmBlO8XEAFoSr5qWi6/4e4laVsoOjuJbKFUJqomClrXVHEvTFvF6rm4HfLZFYbtpo7+oaXOXPDY2Ia5YdM8ergNPWEbhuzipaIDkUuiVkO0prmYoQvXEogwkUl4wuzPxDJy/HuFiFw5X30TJ+NxRwOLogbEiNkYJmjZd9SlxiiNWcmC4SnIRyOmNjs8HzXUGVYEQQYR7nP/gu6AwRM8HDq4AjcBbFLEs+xCqw0kXz7ikpKOoi503LHqC0Bz3qojBrpZfT7CLbNEFSUX6Pk81pWCnpzGSjQNf8PuNgWqRY41n4mEzQ7hgLvhUESminzmO2AUeiMpd0B0df9fmLTkTqGjVHH/2XVxxTLaNvD/2YEX9PZ9nlS5muoOBFVufT6iNncH4IyxdL+zR4UamJ6IsWfQNA+iUoduAmHOeoDzqcL+yZq9Xr/hKMdxMf7Y6bUNjBS3nBEa9TBd56ll/G+oq74licB/s+LHa+WNMLLHTpEIKHQPDS0DtyHQnRJz3QsZfHT7WmV6BA3rSQ8FSWIUpHSP0p5MWbQ7Eu+/oiae3BxRNjALfuW2fbfx9y6LztjswdsSrdCgsbUCzjEocRGhYHvq5dAQEODjjMsQGMMD0Oh4ggpDF+Ii8SioOCuQp9pZHC5L4JY1o4A57goszRk5lFrfo7itsVRcHO/YWL9ygpwVP+0vBm8W8M3ZSvK6PiCpbB4mRWbbouWrW2wRKOtba7lZG1bTAbX7PcRoXzOBPVf2wy0Lu1ZXFm3Zm1hQdLAGmENDOI7Fm2d81CjS6vcyUShdDxHXQ3fwgYpdRZLehAL0Mf/YO3++pTA3ZmyIipi9Mws44I01zlOG9TQM8AgFmZT4KZTiuTLDChaA4O4271uosN3QAkVogG/wCIgaWLXw5Z7FrvqWFK2X8xIWwFB3iKbLe8t+QpSNJZHKTJmx0m1oXnMsasFMVoiYZyc7ISrvffEW083g4mvrmWHOkfiWINSv8A7MmzSncWlSNiOBV3zHNLCpehNUhk65iuEV374lP+2Bclxg6m+x2RhkAtQo4RPiJoZo29/EBZFDCBa164+IpKsLwdQSMAGjo1AL2WuLKAliULeIBVBg5MbNVhYvDEK11+0SrE3QFghblKuxpssCOBrQczFK3Fj56lcheMxyLyTAvgtEVozrH/AGUg75Qqrjv3cstq95EluLUMPEvFycEM4ABNGhQTN8xpAIkp9dwQ4+V+EfPs9jE10m07XyCbh/NGYov74n6ZkP6I30zBXPBLr5dTNECN4jVDw636qVSluGgr/pMmrE16h1SsD3wH0+U1DkePl0ze34dv4SeuQ0xkmslxp4CMPpAAHATNe9Hywbsqn26izl5zLNglFITv/swaN7lHhBTjsEMqHwHwAaz+x4T4lb1HP7B89kVHOV0HUY9VFBD+GGeenweDz4+g8PUXnFrUM5iIuNfudm+5x1BPCJ2IFIt6qZKFXpI8YvXEbBV9nMSVABfqXbKesqJgucv5HCDKCYcNfEpU+7PnmNBS2DlDxiX7qSnV6YmdKzfVoTE08QtAWNHW2JyAwf8A4TdwLiX/AFDY3VoBqNKXqn9RSAY75elgJUU5Ju+KgttWrDidzfcC8mww1iFKWOz1BlTKhHU3WSrL3MAt8a9Sqa7yPXI1DGHoEV5qADgvPU7H1ERkBv8A4gAuVqgv011AeuzLG8sWFA7lWy0hSkqhegyhSEynLEKlFWJaqCgrWY4HbKEbKxFEUONxKX+yUWtJr7j8gbOYF4FIo+Y0BzzwhyDDdvUp1Y6+ZlFRYpVMUoWH33AJhEzdc/wEChRZxe6leuqnf1hIMLUHD7mV+BpjSBUFS13hIpWMdsNLfFM4C8mKlqwX1DYqcuIC2S5zHRlRrGIsVwYJTe2MWUWCCZFbaWpwBYGohSfNwUVXP/sXEGpzaUpVlS4Ba22NCr4JwQJTl2Ms8Hq5ju8W9wpQo0U9LLFZDupd8HiaBCjY2/MVigOzVwyF7rPpFyuytSw1MtOZRRdRlcX1OSlLn5+Jo03cTIlpthrLkFzLx9RrDEkslYABSL+AeviKAAzn0Qtew/lKBQxQnAQsQWbYylMtq9Ra7dJbeRY+JZoKNQBCgqqmAX9PUKUMo4NPmbDxrDM0Uw0PUVaCheGC3bMKIDfQMxGqxaYY1eE9rqU0pR5+JRUS+mXtOCre5hVfZfDFEFbgpkj5AXYT9GD+bxx2CfJlLLlAmGT4iv5P1M2X+oRA8wq22PcxWctxsuvQ+IIrVM739RC5zXWIqBbSddejBaQy3f57+QikHu47bXKiUK+cgjjfJKCMml4PoOhl5CvouJQXWm4/BrNwHN06ZVKFqGHdwopV3cJeppHpmAAGbTw9WdqMVvOH+CIygTrr/uxwfOB/LEQgyrAQLsLHd6ho0WWWQbZ3xD0ZIpR2pcKezsgoiycO/UBose5ouXH8EUG88QptaDmWL0SnFlEK5zFEyn5fPdSmF1i8sAb9mTyaejyVyI7BF5UcsUaUEg9h0rgyib56BVluAFvaKD0zEqypFPzMFOqzewQ26AfMFD4NijntOKwwo5rljTNgoj+BAVrZkQ6lD0a5mPA5SC1WkLyyrQ4xF0tXOU13Et0CVkviUGQWY+YqFrdfVweK0gLa7KC5nYsmcw9FWTi4DYzk69Shc23BQXn1q4uGWFtcQoWthzApujmpa2TmwdV6lAptvHU1KcuH1BMrVhs55wMwmaOCEe+iVohZlR2Jt/qJknu47HNNMu1yu0s+oQJFCrGDtgtl1necMFwMlYdMHBAnyrHxLtcUwwN2C4ZRF8ckbalH+5wstrLLEGwuaCVki4agU4Epdc/1GBizNxDYPcAtj83DZyLgi5gpwqclKY4gzvI2R+cFqxvugijbOlHD7i2rh4DxBS6AcQUs5LEoIoE1EyRZxibKZJkzQnbvEeCxWmOVFGMezmZYoQQPiFOWxQywqd0woW4xMOgRSgplQ08IYjATnuUBS6eyVY0vKZkX4IhdGl+5WA2VfuaNqG3Nolr7JYBrBf67lFrdr9IJvdYbuKIcLySuaEqJ8XEVK7lh2Lv1GqA0tjgbth8YTXzUy/5ClShVt7maNEpr/rKbFXCyvOR6iyZBzF6nFQ4CyhIFFzQUBzOReOGUYXJ0RazhGo6xawjzfkLwA1XhO2HKFgW6OJy83nH4jVtXXFws4l9//RGKyWCL2+Jmy2YuN88S+VS3Q9cwVRVLu2Zv7+KioeyWoIDI8w5TrXo/ZAiH9ln7yg+v5P8AcGcvTP8AQQrL9f8AONgRhofAURP2r6gVjDzDpnOmb5Lrn/UpUN6qpbVUdwLaXH/llIv98RRuntlTzyYmuiYDhGL74plNb/2bvCvNnVf8Ta9Mf+wEKyPT0fomWK9mL9OYZhTv5mhzBXIeWOIbLHPzNsYu2L+Vsyz3KLd8dRxhPhuJM9uFGCNYCi8Oj8v4QCCak8IR0tthAc/lDDbM6Yyw1p34IGmUHZGKRVWcvWoyUKjUcVeF9QVpaFIbd8tR7ZTRoKlDzptyQCXwtG+YhgoF1EY1qr3AoCEdXuHyXpI5tMLFXQrF/wD1MBp7SZQx6MDJBw9S1FXf3Mnkad/6JRTkl6clRbalssRSe16lA4vg4lAAGXcoLI1ohQOmqAidULqWUttMyXo0X1BGvqoFun1MGr6YKMYZIvShmK30e4GcF7+oXlwTNvXDHCKXEhTdsaDDimCgprmUlN8dQbxD2Eb0AE3zctUYvqFaC74mTxiZ0/PqGLNe2WVfKAv5VZEaBhu4LK7rbLAM87l0dG/0mzu3A8TJGBtJWd2Muf6hVVqwo4eoqVkG2pgUR5D/ANYStb5dOpdqWKxEhpUbubJM4iow3sV4lNKV2RDfyfE2AMZYq4MlQ3QeGsSzMRfBotywyDRcMS629wmHkqu47GOtwzgZ5jbjgOOZdi1uRmg6wIV67ElBfJ+pVuOq+pVSsGzNAOOxCzJlS8JSFiuxsbmCy5RU66dwWupUJGhmKuxYX3SGfXxEpw4NXKDFX3FlySZ7RCl0v5RwMKNmZsNVUbLfL3EuWxK9kTsZVx6PcWbhmMNa4uZgHPB3GggOMD4Y0QaEeWEjduMNce2Owc2MG6PChqLNNnWJyVfCwL4TL+Fcm2oNI9QjhR+j/wBJXgfPSyzTLwGQ6l8NXxCtNYgBit6mHJ6lqcFua1MGVUxEKdHplrDrJ1PU/Me+ij/kGAYqT3FYArqD2X0yhPUQUxzGgWXuFbWQDObPcsDeTSw1l9s44e4uULlK0jDi4YUF6ZbhdJ9zhWYqY/QwRvJLeGjcojLanMtcBXMEQOIDj4IXWR9wpL/iCPCaOdSg5OiPaL+pgdCpcW3MUwZJeapkUSkaT35Qig40iGvxh/smw+sJtB9yxWDt/wD2URi0fSwMWnEww6lS4PTDPwGw3slktHecNKVXtBb0JogEEdPkiMNek/2RCy98KYFoNL8fBGgYbIyGkZoD+SVQAAx7eyZg1h93vEvCA9O6eqjRoBFqt+4FqRtg4luHA0xBkhkaMcQrdrOR9SsILfq5jaeQ/wBEQgewg8q4I2OUOVxCzqOVLLmjUbaHFQJyTQ4laCgQ/MVPDzAtapZeJZrYMFYZG1JQ4Wt7cygRgyqW2OWXThirvm5cyuRgrabbcEyN/SAKyjOjd5uYZUOBlqDSeo4WjHE3h+YmnlyURAq9MessyPWz/wAipQWsfuWMB6PiALIa/aYaUeot06YI0veJXeviPe4bhSi+4Qap5u42lTCEA3tUS75LO/iZoxwK1/uaCqVzFduTIbrioU5BowSlExlitCcBLLb3smeBW8dSgC1CBbgH1MrAXvohTZzVPuYyYxhZfqvc0HDvq4IG1++5iWec/wDfEFG7i13lafUoiXmZTcVGr7rqcKFHZzAFvpIIcrCMQqnLnqJSWZjZdLzFoBhLVlliZFN7+I1VIrBf7JQLUww8wKAU4B/bORhK1pWIC8MvaxAKcOZoyhVBgBLd0qFoqQ5lLKVXHcVqLQOE/wBylHIhl+JztpM3Gk4cGWLhRDFPM46HKbxNRzdpW5SxkbH/ACenCELfsKYUba45uYQ8sdVLFbVJgf7j7AXSNtYuxfSAcUYlILVtn0dRzVOch16iwkuEnTKjFQJiyHNap8U4Y4pAlwG1mL0iS+lA/fUGi8vgoZsxEFsa5uOHBiNCIY9zAqf8g/RrD/c5arOY/A7zP5cHEM5hRku4tLDnGoFcfURJlecxeTB3Bw5oIrRSnDOGqW7mDCRWoOSs+jUVYzT0u4Ibw4lG8blZ4ltNhurg3fHVzB/1NmaZa4gtUPzFTfPETT7mVYiuDfTKzy1lZlvBLXjcGChNpaeq4mUGpT+MkxvURtX0h/6wA1FLlhLjdm2NuS+RcwUFhbVsVFFVKaZTV0/NY8lEefOfgRErOHR6BKcZiwd14xlStScrg2E70GoqV9UAcLt9seqkvfJVSUNDRR3C4YHM3coLNXoRgCNJQv8AASjzLFnUodhuoqqEMDpJYTHuZfi4km3sGXtNOxpz7glItRVuZrVPeCWry3RWIhUcBC0DeDp5ZdlyptpGmPkTUWNGkyI6VZXXMtBgoq4Bnt3qbw3uoQsKaSiaEaYKuLFXMCzKsVmZFmFlTQp6hT0qooBmrpjybUKzLekur0HTbMoLxGzwtNQaAEtMDu0y8e43b/UFDYtbPcNHfCbERK1BBd09RMOz+5gBcu88cRws7tcvIWJB3Y2EwopQy5Vc3Bg3niaOTlApPLZKBdR9jOZaHKsENQToNm+vUXSqvb/9hU9NTKMBGli423U+ZLvLI3fcaWWptOJpgsU36h23C+dRsVEO10fEFLWgCNc44l0xAWD9hOQodwgFMg6KiHloahoFpdRRTr1Arycsq9AAyXN9TmxTUaAWl3GSQlGjcFK2KDichRblYZs61XHzOcDTBczkK3u42/QDiBgtvJ6lyG+k7IbiYf3A2DWxWZYhLLmNJkulD7mCNPA5leitjKCkK1riZKFNNEHNUNrKLaS8ksqWgz0wFUPQ6mkFEHO5g/8Aschfg4iLGu61HLbl5ndPrMAhgZcl5zEjlR9xpqAC+WBd1Ly3zQriW4ZFPQ7xBSq2Uf8AUA5LeYwUna82EsWAOCFijADZyZg9YemDQ+wLL3zcQXZMMwdsZOy/2CZXe+GX6iAdPUWxaLlVk0bGfIruL2+bn1ip7ojH/wBxuUP7l1dfEG50RNY+rjjeElKe9BNbmAvvUAa7ju/qXblxVfMtL/pMUQqw70ks0a7GWV6G6qbTkAuiCOO9p1E3SWMFwERv3F6jrP0kckXH9QKQbDcoRrIN8EQWDpiZUtHEuiszSsY9bebixi+p9nuELArbozOVjh1wIJQoq5qBiJd7GZ/2/K344wMW2SxbPb5q5DqRe1xcup4wwfNqK+DDf6no8/LC/Opa29qv7uFssMgyAvF3HJkC2x/UyzaxEWQNjqM2rTb6cEvOHLR1EwsgKMTWG0UDTLqg1BdEzRgv7i1Bsvn1KwoTcOiAr9DMyA2cCYEU4E9c5lRTdZFwv7lcqej/AKiFDZxnsg0sFVjPMoSrk/AjAZDADeY0kEAKwei9wxZ7UwK6+hLsRKMK1KBWiZuzRtGNaCLRlmTasfEqy1MdAvy/8gqsgTDRvdS7QqE3L0Bxhll9U7lF9DCysBS7sSIc+8VKrl5fhKfQq5tKrmLOBEcLBFZyt9ppTg/mCUKvmZM/D8wVzs48FVvJFUgbjSmVfpErFMZha674rZM0qMZH+4rSDLuCgFOBgIpu/VQoaNAaZoAbc2cQDVqOVN/LKGVyGQQQLfFjEVsHQ9QSvQ5HVzSlHmN/Pf8A8iuEtjK16uK2UcXiVYsDSMTRwaxAuBWWW4aqF9AvHueiNY6i4qwd+2CUlqVgDccMbMvslas7PiZQpgFzIbw3g4mqxu2NS1ngq5gH4pItOLthlQtpFSc82wWxCO3USj0OI7GvUAWLXh9XUqF1ox2NhQlEZQFMer5JpXZg/wCzNKtfOpYdBT1HBkNCxqh5Fu4mCUuEt1EMbjVP9wBZijCgUBfipYRAptuUj0VhB0nR3co0UGVlQtmcLXEQrCOOx3KAbcmRNEWP2UjgJxGnpmeH8MPKzCqGpe3GP3Hw1lOJNDhz60RiThRqCLNB/UabwvqVRWVddQL5FRq/rmey/W+pVXshmYT2ZJhLbuc4vEqy7M/3GCq+ZUHJa0FFSy28xcfcuzC1NY5SlYsY5x6iUAwE0nRGq/qKAvDTHGlTkuPxXzHBnPuWGOYKMgWXbA497hV1a1uL2OYLMlMU4ovCz+hLsXWNReIZwns+4Ypn/wCR9/iZaNwmWYpGZnDs8p+1LfV8EAE9Jf02iaQmy10LggTKoHXAARfwsuDo+IWxYLeiH6L/AIZjEcFhgahH02xzaBsq95Xe8S6NlFJWAiXJGbucjVrlxHgRQbek4GbUND6q6gDJQi2yvXUbMTNjcSyt82c10RNsAaAvNSwcuX7+CGzbFCzDd0jX/YQGrGx4gCniWXUQxLbGWMxBeRrASghWUwEt5OgQWKEwdQpqsfoJQdLXMUNBdI5iUg1eHv5hSsrbpyywWDojJp05ZagZGGWYChXxEEy04YgXqFYoxGoc9y7wxbcKFHZLW/yj2VjDKBWWsrCltKFYjxfDuVbSANxlp1EtQqCMUwFfMTq0NsybL1j4lB0KjBEUfSRoDbY+orsFFXG1dg5mQ+YKUWHCbndVO5h3f6ThlK31UbLaRYXRpm2kaKSFy0rgJwKrtLx7R8LnFDwfcB9GjPEIjGLtvuFIC+5zWzhioUoSoqVba38xyZaQCBzFYMZXjqczLXkMhpPcpyMjxxHZW+UoKqWsH/IVpSXlGfuVUcDdqf1KOWqCnuNKZXSyK3A5Xq5erjanEcpdl3EuqjBiOuTowOA/OI0IBpAE7GE6myu+f9wYGH/JWOBzLVFJmooLXeqiyjaOIm8nJUF22rIGiGR/biUtFBtC5TEG4GHC3AzBjkB2YrnAzj3FqsfDCxJpatmb0pRR7jKtyfcQpY0YYc0pmqiBd6NS6Cslp+uZhFauoUy9U3Lw1vJ+FF5Wq2FRucL0QtjWHIMNdeEHCnUtKj4XjU+maTl1NOYxYZa7jtXMMDgiaHHWIp8/7+YKrTiLzj0Ts0OCN4C70f6iXLHkSn9OZbm6GU8UkrHq4LX2n7gyVN4zW6m76+czp+MS3/1u/mWmcOItDQEHr2sUriKVh9xafPPMOG9WaB7dBH0FjinfpZLIVzxKOM9y2bfcX2MSzOfdxFF4NkoXt7lu9wtFeMMtB+kUcMS1fU0XDB3wPtjfW6kMPLuOcdw2Y+EZIu2w9CNhZvfDp/wVoRvfx2/9RtVSrlXl7YtZ339EreDKSYyVGcdQXzBXXuEbOANMg6BSFUzy5yZxmJUW3CAU26P9UyrbQl1R5Jd9K/1AwToemcqqqzhMFVPKafROMHDcxQYs5IL1rgL3MDQYQbhyDd+JaIINZllLMO4tDQAlQsQCLk6i3BH/AEgobJfELvAu7/uDPXTBgs22MRCq6MOw5RWsQ2ZWu+pVAa3iU44zLDLMwaDz3Lsx8TjBValrnebIJi8lkzec5xOga4+YRZTbuVS3S8Hqc+xluQcBeJtpiZy9y9PIuYtHihmaT99xCm27MHUDCse0VhxeJVAK4lQ98jzEEAbbGDFlp3HKxyZuyC0Zdt8SkaA6B0yjC+wQsyNRF3g7TFpBdm44JaYuoBuhJmWpEMrCJQr4HEKWboVTmBryXjcLWgFnLmVaoKMtQsr2p1K3V66lIYW0oUsA5q0e4qmwdn/YznFsekVnpK09/wAQr0CMQ5KGVdLLKJLVpJXuIKrZ8fMLALu2uZoHF8dsMGBEcxFPKNPUu3SqalkrhpO4g1vbEj037dSyMu2Es0Dl5PUDjQN+4YU4cjzEy6KLYpkT3EC8rGm4ICAFZCCNGjmuI1gIaS6ewX8QEUTOmomQiuaiLomd+pSalcHbGu3MaptyVeLhkeT/AKxFRCCuSe8Na+2BWON/McmsdJ0H+gES3pcsauBUwHVwN0X5/B/MR3vatsr2XzD8mLNyuCe9Jt8EB9wLmV7xq70kFkc8PEo7O6lYrFTTcO5d47b9XNGdMrNBYwLPEDG4qSLY7EyMsNefWN2iTPGBgEeoP/yObqG4J/8AszD+oFDxmUyN04amtaIIPqLwWb++o6LJdKgz3FwIH1ASwoHyUJr+vdPPtYm37QK/qGHN+pV2zBMdZ6l5arOIheq9DiWF0iU4qYNTAzbcPRqFVansmUnX+g/8eERDYOD4IMDuh/f1UsJvNoWkfJoDHqcubjKSki7NZLjuq3f4ZQo+qc/zMIUfVPhW4BUEuPC65gzX6H+yU5zkvCvsUQrNMHzA3RKz2xDASKHuJuNLNHubWvFVW4Ru15Y2CbtsvES80LWqyWB3Wy0P0ipDste+hHsBFQnMOJ2WrqItRon3qKrOceyNJwRHg7omiNCZZFclrLPUyLw5MRKLwfuGHPPTiFXlzLeWDctGhWS6gB2HYiprFswXop0zGQYFV17YObOqjhTfsQGAjTJ3MQIByijTZTTq5rjbHx8QDbKivuGEDU0sdtjHa6qKy1bgCGTWxqCmjLKGXvEVroOO4IhkCgK5McQcWi1om02NsRBbFZYLcs1uUovVYZR0a59TKPrMyqqxSchYqZBbV4GWbUYC+qyRZsBnNbuWNraJFGoALfqCxV7xKKSFMPv6mCaBaoksakriE4KCYl0TpDkYzcW22Ri+KPUThSAAW/PuVkXuqlBKCjhvMWmEbdzhWqaQy4ImXUQl4ALzKPb/AJGU7CgIKCLVUUlBAUPOeYYUK2ZSrK9bePqLq8VY9y22OiFKaFYeEAJ74jkpZP6jVbXdQFVa6sgc77Zso1Y9ogDaU5lVJVNAOybLrCsdwoDBvNyxRM4PSDJWtqAoWm69S7OHTuAKdGC12hguJaQsvMVw0F0/9mWTlpmqoq3n+5eMGsOcfM0oRkkqsi9IG6u3L/cNgDhT+4EGlfTLogVkHPEaFo1VCJ1VpAWXyF1OdfHvwWpRTmz4yH6p4AcUHxKo7GOHIINbLZyuRgtxR8xpl4EavNSkY8WGppvcCmbvfgtNMX6WYj/yZ+bI3DWg/YPUyTFUG67EMRMAhhIE9KQcqdGZ8Bx/MEcRRpH57iPGeKl4aE3KPnN3MXUq6msMV7dEIKL1k/giPZmvupnqcPyNxfOIvddm9MD+mRUrgXRV9QgMqFTK+pb4TIuK3GLY33+paZo6SNCzDKsH9krFBliK2jHx0vhfPEZgaaCd+LzSQbAeoQ/aPJ7/ACCjCx3cB6H8CxgPSbYGrQ7YCQBZ/RKnYoYTNEbzZDOTvES23yA/7Ett5CggbrKN2dkQkqA11fTA1mhceYtmBq3cxCjhWBcBJs38iaFavcKos8iagBFGO/c5xd0D8xQsbYP/AJOZzjMGqWAJW7gWy6WxlG4i5aixjjD6hSnLTAwVS1HvicO2fmGBHNLI+QAKIYQfpKc/TsQFQ11XUGDZWgN1NkCuTEhJyW3AcAaqChCqwfCFIeOWNEC3e4rkte+5ehW8IewZx7jmru3BAFU+Al/q8PudhlxcKZ8UfMN5BtqMm04Jde4px0TZebAhlXUGhy8SgC2jfzMl3cyD4JgJTeG/cowtVcxsVZMMzHbX6TMyx3HOmXNxpBXDfCaxHiXQ3dRRVqZpZVWuAw/6ZbRBt6EEst+nqCwMeVYlgYU5Wc2bcMqC16R9VipfEFq1bvn/AFHNEjb1bgiWvA21BilZqWD5vniYZgVXwgCZWi2dC7FjEYohKPntiKtZqoGVmRl0OiUeAOGWDqNaVq74glFTlGllxBs6tMqMnAgWiheoqWYp4icr++WUhB2US9MheN9zCBunCMXOTXCKBFYbEXFqXJqH07U0W8ZdVDabsNBC6EJWURTS1rqpZWRy/iCnIbAdECisXdNdRRr1QhNjaunZHBAeGc6B7hQDeQISdczBo2z/APIW6t2wIzctIeebNy2EtFk4EyAov8cDQKx4q1Wy13j4qYhX/wCqPZATDn7CLDb33NiwO5zuKjibzxFv0JbE46l+7XUwjf8AcsVAXI5LlSdT13z3KdKRL+FxgDFNXEtrNABrqGCg9Kn9w5d3KnAXYkpwYW7xfA2/QuUfhTLdH/pLqtzea66wFjmibIDCq2GiA606NP2FkDevnZSQZcUO7Yfg4ZhEE0f6QQtV9gK+m0mryDXdDa7gfc0t1mWTH2TDFGdRQB9MdjbLu39MHm2DWqfwe0H62lsva/DH+cEMYsPHAMMRRgGb2TNXmaylLcZaOyBjVgYHJLVhpU4+b7lA7N1aauCkWLUcbiEz0zwQoWoChxE+7bLpFaw2+5f2Wm2BQLWhi3Yzar5uKNQDgfMTVFyKVgLkjs5YVLVKU2P6Z8UUZGOqhpRMQ1juJoU6LALgp4oKUMubBAF4G/6gAPU1AoUKGR1MF5sxAMM5cSgujQaDfxMAFNIMX+hA+lgnJr+RiUQGa3Lam8WJQLkTiDQXRy7lYFcWswE0GN4RQ5xUtt63AXiwI0IMq2YoZbV9EGAFVqbWHGIYYcdy1YavcIwN0Nwcr3uUM9GYh6UzLwyRy6ljFotYg5Q4ZfZAu/DL5BxCo0C13PYXcoyVWS1+iBS7XUAw5rcsADsSvCthKwLSl/EQ5Tv2RcJWshMg72w2OGrltnBBWKr2QIAq1iKq88RrQlbY2dqrFSqDVFK5+5WF3wA4jRuxhZteDlubGwOZMABVYRDpY2e5RVQPXqVMLXUCc3xKx7UaH/SXmq2Zf+y6lh1LBOBxcQrRNvslE/S2aschiWcgpj3NALHdsyS6FlD0GDu5SaAjLQECG6JnZiqw9+4icLMCG2yUW+4yGha3Fb4DnuLx6tmcMUMLxKWThAgBC1Lcc4CnJBGjXheqhsD0qI2KGALQK0BAOvB1MNgtD+kE2KM0cdv4gqAKug8e/vsr1FbcxG9dsLZXjG/YiBCI2HJAKOWVVKuFrM29Sp6ZTAV3BWEw/OJWaFfteL/drEaytW2U7gLln/37/hGmEOPdWha4ZrnPRFXqL3uDtDRcs9XxABLGPtcf0fcsgKnrBdfuyZv5ZnzpjTKAXnm/T/EIpqhnmiP7b9ubkftxcpa59RS5fIlEf/10bgw87gf/AIt/ca8FWJdcsQtTOKJgqUtVPi3klkNPv/8AhOXkmf18/wBvyocNnDEIbODr/AtKCjXfgGXkqBSMqKPuFoD+xazURmijqLZY4+JYbFcKOTuoJlZsv39wWhAAUcS5pR/IyyqIaq8HslItKP8A6wrV5oOiDA4GA9TFFQ3dyj0bfMb8HGImwKCuAK5cxHJ8d4lUuACIsWHFP9xBHCWJzCkXsywE4ad8z1Jc9RSyr3uIEKW8kTg4bvn4iS6K7Zsny/6ggoazREiQObDdxo0BG4qwmiqwRWhbtk7IkMCn9S1DWIG+XbEsvp5qCnkSa020mNCnJeIKypcoGGsoLQcZfZENvOP0x0S+TDTYorbFh2QRQZzLAIzlOBRvPxKOEsqFqB3yzInNsEJc0/CJQwoNS8UF3RZtotPowc4qTRrV9w4/0gKsBzKXIHJABL6HayrAf4gh1YUj9KL9scUBbY9dQTK3qNtNXZ8TEU3v6QVYLYX8y0LSWYJkby9yxGAlBTzqFlj6NQtFFJo7I0tFYzDvRRXZGWWNaZa2LbtuIzHeA6lDYZB7nyNlH/YYpu3cAVtzaQoKYGNI5blghige4bqDqMrKctC8kontJRSYzKhUaWTAXAQOwpBli1qqjyMwU8K7YOKrOImG0a4cMRrb1wmqLn3qWFBpFacx+ZgzOy19cswC5ZE6mS2tB9fTHZMrdy1balgLT1DIg5wEXkLiRSwdiQcF+SCwLcWvlimrzvgiNQF8ELZTpNsGEoh5eYK2c9lmgBfKw8JL4CL2CT0u5gN2SzqAN6OplpLmX1uWDmM5jEFHJ1NxZzK77xE5mIMGchKH7IvqFCWCQYOWYrBjyTy24lcwrK7dxl+A/wC3+/6jBZf1uyAsVm/fB9xHG/iXB1P7iF9caevZ9EgUrHXB18ZYo/Kf29FjoG3Vv5KlqZJxuj5wd96zp7E/UZjPKxyx0TrLLz3MDL+RtzWN29BGNXzHubIWhSA0nuK0+K1CJbDxc7ZWSmtdJsxFTgvk8IFYr0GPu9Xa6v7PwC0O56ar5IilWra8uEqVgsUzXoIhURU5FwLIBVrcEbqi5W31BgGFsqA1E2u/+zZCwyTmAG6AjlUtIKyIbHysooBKMjqoHP4VqVC27WY7icu38KioqAClNErdn+0ncJZQPcFLtKfQmxOCszJteRgArZuFLLbpXMWC2iB/ZhSLtB8MdU93XEqwlO/iYKudKxEZeD5ljBm/kZg0QaEWMq2uNAbe/wDsK01S2TZXSzK1QrMErTxcHev4EGzLgKlhqzGGCuyFlMFK95lWN3ANjVcTReVA0Xsy71FnjGiLfM0Z+JQ/auCxO1Z7I5nILmNWduviYFjjcrhc1FdWWhYck4Yi3oW4X1KNjiAUAO1cEVug7YNEaKNONIQl3TZ4I3MhN/LUQ4WVUSxGjxGyA0io0NSgp3DavKlEwlcj/wDqUW0IsAVyoig9s9I2a5cnEwrDG/8AhLQQzgMc27NvcFWh8YxHIQGDBTriFhFxFFQt3MIWm8TALAZgJDcrhFT0DLdqdql4BUZYUG8MnuWgLSOcSxpeOYbtG7aiAKu3ZqYFLCGo4dqDUCi4ivOOT4gF/lGimUgAE+L1Fu64nJfphk3W2y9EoZDztBYohV1/2aBg4qUPQ18y8IUcaZYEBTdtWznBSMs6pORKvLnrrphZecWRXXYbOogsJyMApqryWD4zCjFM9R6aqvw9QGNYlps5PDdevOeFPh8Edq+nwnduh8BWJst0fXWJohhRTtR2kCrNnkcmI51u4NVOOJ6CuSYJlFbhlqOvnbKU9cJctHuUZMwUqrHlsuUr7bhnFiBm3t5iCoKuW9GyJoY0ZEGOYqyuCPyVDbmfy519RJfuANesyodvYe0PkWW1AA6M/OWV+fedfPiJJTEDNPlGdhxKiTLMmZynHEztI7QC9Pqju/w44o9RAo1LhhQkaHbK2R1tXGEq80a9sCi2NPnB0X7P8mKYmYfACNvkKh2IW7DmXsRdV9xStWRhmFsK+XZNl4K1+gYXl0SmWCqUl8Kiarhdgl1mCuQ6hvlKl4jVVVEVDi5FS0G9trKFyOav1Acm0coG45eg6KhhzTixmcu9fMEeRo9K5ghCyhwKdAdTFA1Wb4lByK4E19zSW8cSuVYQMjPAqCgTCbwwsEvIe5RXlRgg/p0/qIHCgcdx3XFy7vqLWOeElrEGeJYBpnqWcE09R2SitK/6goDZhTi3mKr7LIp1fysoIB0fUopVFMG9GmqTiG5pmidACF33vcShVVi0iw0u4YLiNZnK8Ax7I6y4VFg3yVLYjfYRMBkpvP8AUo+WVRFZAXAcS5yLtwQDnFN9w6H4gCv8JxLTBZycxVj6lbCgXCfTeHaVlAjomFgEfgNruBqxjPxMKgEo6FB/MVBF1u4gK24hw4Q38ztfNsW87X0cVLRoFeW6JrjLUo0zW+JkR4ZIavBxqBfQEPmIF0scfEFyzSvzBStsLB6gaLL2QFHbD8QGnaKyKkPF3zLTz0Z9nNkyNZbszVN2YZYG7Nj6iumWv3ULGjkZQjde5sesjBWne7gYf1KJzpvP+o2DscHUvLhTiaa7GHcVCIZbjCq9YJdC6eBe5Vf2mRq4a6l8t3wICNj2TQK70eog609S9CZCj5mgObwlLmVkodkGZhZVNTbli2tVXa7YNInGYSLDsQbrE5a1ePjxS1almQw+FI7Bcn3EQu4sJEyQMl3KdGLq49ThCrYoezsj/hhW7phrkXpgUvcbPh5lfuGqlJ16YX1ZKqbjnUFvGmF3bXcTnwVGkaIwGZb0P+R2Jv8A6bSNLEqHGCvCwO1/EPKxgUs7LIKFqD7WiBqHagjxX6ihMqpLLRJctFj/AKDEoFK2guavNnD4DBEfuJbj7lDEbUnOYmv4lXvcAws5Kg97VqFe1oILbUShXjmMBzmDlZiUqDTfYxFfDMYfavzae4QrDt7e/DdqlGPcy5QKRp9MVAZ50h/E1IwHjyXP4w7fMSkYaav8Vh2bv4qCAgd3bA8RzXzC052UllBsluPcaAS6prfzK5+R/wDYzmnAs3DeQLsD9Q0hpof/ABliVQb6IFFpnbzLGBQZWaXQYuAu7sYO3Utkq2/7gc2S7tmSlctbiqHHI57xC0C4OGaqWG8eblmlW0wOoho0gLnIDfH1FsbYxbk7i0DJY9+0sKM9M+yUCMpv1lZKnN0/plIhTQu5VWHPfcpycHVxovnevmAgUR3zN2dtnuOGbeeglgppsuJVTeltMVZacy6aN1UCWmQwyhwVoRuxavlg11WYvmyoHJk19yinBXmA29NkWipoMLyzgtuyrltCBsU4i118Y6i30AxoRurxbHX9zYdjcNkr38xz7aYhsVyQBprWKlkz9zJ2ZbAgpjG4pgGzFpiV45OpTIuy6mPS2wDtZGfZLya3pOpjX3mOOGLsJyaDXuCFHcInHRbWYYyUWncehagYV1KJI5OblCrYCxtjNsxIZ4f5MRN7yfU+0zgkK5SPCotluIQzZb4nGlvKckSskC6zxLM1j13AoHPTHStZW5Z4jBeoYZhExKxLzqCgoUkaMjV1B06VcGr+b9pLVDamzuVpi2VG6ZAs/EG1hDphgvHMLZKBWOY05H/5BkulTZC9Y1ld3EfI44lX0bAaLmSVVO+pkDAR4A2RBbA/YxKSDBh0g6Eoo/6h3d7azHZDOoC2eEsKAOIWCCXYyfhTYNLvkCY+0qUA/aw7S77SykAamDoHdNcz1AAWYA3cUC7dKMxM1lpun1K2nSHf56ipY4ciQ+MxOs9wtn/mBZAb/jxTxCVLVxXcqMUDHWVO2PUxbHMWHE6If1BUFwf0kC1v6mSqq9sx+5kfctEy8TLUoFnLUqmOWCOon9YgUR4Hb6G1lQVsIf2JnncvAxkHmrWJyIrPLfnLfu+Px3pW3frwp/mfHBRKEKzh8X200833FqUpbtXZr/HcQ+xRkseB11C2ppoPfqJW9jg4tBzgLgMjBKAKcjcyUEyAXmMEc8wboFBq+SZ1laOZS0lw4gEQwQfmborNlvuBkxAo4BxKZFrA/wCsSrGhpJirDaYDljhvJt/NQvJrAXeX1LWu7UXlOCJRlMKp1LL7BDcAoSmt3GwPTtLJwOR0G7gZE9h6INDjkhhW0L6qJJdiVNkVvkgq3LOdk0ALSOAx/pgKbCqr2+5X2RAMC61ywbWbrQSqlQIN2LKEYKsD9/MDhiG+6C/uGAdrR6lWHtqmVwcNITXolBAKKP8A5AtFYg5LwzAZ3lqXfJYw0X2tEomcSyvIcMWmHDEvVsiHLqlKUWqYGt0XGP8AcOCh+meoPfpLWzcb2uUFMarIWfxNg7T91D8DeJV0DhS/0z0XT4uAgckuhw7O5gpcqqXeeDzPhM0NPOY+5j9IXBLVQR30QKVW32QRILx/MDslaslYWOiOQEnNc2mWAQAAagKCclQF2AUjApoBw3E6E2Asu+Rapir1gGFYXMyYKHTxUxmq1UJNmW/dxouXaZpDNFTReHiWDoL759S9a1i4qgFKUB7HMoJyN4JtdC1sQrBF3A3aMYxEQ4Vd/UzfAWLMia+ZlFEDZzAO4CCqRSqVK1iC62hLDNvARB5qjEIlfbFZtK38QNgo5IQ0UGfhabxhvMPsEDehyeHuCt+HRJaKLPdvcysSeMTpIFrcwuwzaVzSNJzf2VBIgptLtmzLbeRiqq7c+DKttWEenlKgLnxv1wwxv7mJUMnVSi1K6+qlJQZ5jmVKxEOLgjTVRywDePidRKKiSnmJKxP7JXUY2hbSgl4Jp/1DcJnvn+hwHh9tVlvido3VcxLVyUy8UU7aDT8vDVhkqhZ+CVUqjPuPTB2LT6ZgALVo1Dy4PJyuvX4GG4lXjP5cELJNIqlyhoxuMkTF0Tud1Y0fPKXL7GTb32ygir49QugPSsNgv0P7nKcmGKVpwMA104q8kKAUjT/2GAA4oTEDmVR6PVwoUaWE7IQgtG89kTI4DUVGgSFb4w6hZY1WS/6hkCpSx4SO7Wcf+QGcqURmWsi7LTRfvMQ6imE9eoL0trOo07gYOwCAN+pWZy1LqhqmvhAR22tv47lNY2FX6lCyrDpubDqhZ6RCrFC4+JwxLrCqx8srfDqJwbdyyi6a33MAA7SW1mKfK41zRY4uDV43wiAHbpBzqMV1cwTamAPcrKtjiND23qU4WDFBHtVd8QsVW22kHDIW4mDlevSysi/cyUEo/hG10OS4bBS/7grnMQgpfbNBsrNKOVLfiKS7EMyiE0liDx0hYnTYmglXkTKn3mYrZQ42Sxnz6RK7glB13KEl0Tnu0MMqElkvDQXRlgMb6Cu1oZDvA5qAbCQDl1VCQjcJ+0u0o4iEs+q7hWLDFrK5MlwlU9RDFfZLFIbAzbAiBCymYmKvahlVaq25mhbvgm3NdEpIZZvPcCxWhGzu4m+iqajIGbxi5dm0bZaLUQIkwUbZS3DhzSUPguPDk7lAPLKwmX/sAvrs9wbB1AB1CxVpIZAZqy5hBLyKa+TcsoRQtcVKGviiC9TqvJ5fTcyCfpJeiGtuQU0LqDiUAWpwy246cyyOFymTDXCR9zUrDIKrA5L7gJnK3GTCnUrMLCia3jpdTGa79S+84PIcMqsZ/wDgihfQT9cMCBN+K1x2Ss+AnySoD+pm4jfzKzHV14TslZieC86NlEul9nH/AGyxZjDj6BFexOLVA0qGeeYFfe0uvmNiiImEd/kgRSwcnZLBdgGtTevKI2uDp7jhpw9c+SMiWbfqcecwtb47P4ARpUTJx8YGg5jgRUKVEApIBRixPn2TPoCnPMrQO7zm4YmaNmB8AhVrEjV0mSYAyp0xUsBixKprfcC1w3LGizgmdYOMjv5Yi0oI80yubiC2ga76hdlioOLZyiYxVD9ohHGaemY0Klfz6gvNbA5/fEFSsNhysy4P9GNtF7f9JWQeL+UG0lDfVxRoK9OkZkmF2ETEaWXX6g9jP3GqoWGvUKtKAbqBRSy4SLQpvATmIrFEcCONyw10R9TksAbB1LnA4CYBSZlMcqENrjKiIJj5z3AXQS//AMlZQgU7/wBTJrLzEus0n9R1NYYQy2XkhhpjMaO1ZJRL6qZF7GoLffJAbHyi28HqNWKDS2I3danYbrDDgioYGY328iBfRebjeRQ4YCmSuXqXrTXHcNyq9kApjBr5mc50ZionGLmahcQj1tqcBD1X00p3C5DiWiWbg9EYGBRTTTq6IlXE9NCTAB5A4+EA/hZtjVMEUcpRAK4DK21oI31KAb+eo8h+kgbmDMa25WaVONjGsKIaC9xWKCXl1zLRUBfEsOdOobWtm4VQwJt3crBq/ULRdnLpgaALmmpwMjJ0SghRZtgPFhp+Y3RDpqHaGuI1Q75hTJafxDvtligjwVF2lNZ+ZgWzOIsgtvuPex1GsGOTH2Kd/MbczQwvMMCq7hTBCohSUaznt8F4y9C5PmALS0XSwPNuAD7UtTC/a2US27TFydRHh9IvglDzOgrnqVq4FF8HRAVAw3hh1ekDthmqKocvklNrYNiHcPSmwg06E4ympdeG1OLeHUHhWvmWSjgAfEqhP/MXqVjn/wC03Cz48af00y0rwTErw7nH9QOJ6iXKxXXjWZQsgcqy8sfLv+EuAX/2cQGtGuhBu9jiOx9kaqQ+EUkTo5ffhcJ0426YdirPguyKGBjsQW4sB2sRAvgLtIgz0oI47n+2OM+BPNYulixBbUuCv6BMpdFZs5iizjNVz+Irj1WVZ015rvG3XD09S9YBVxoDCCYKq/uNotgWF/olqFBQz/DELNC1WHSJmqbRcVLAWN9COVTCrI5a2sfEruBhIjHjY/uGX8vibAFJghmrS6o3EFBSEwWrkVmAKANVV9RQQ+FGrzdVZqogl5dFS9FoZRV5HHcuuztFWHBgP4MogUc2e4ZrLHBAI0YftjoUXVoRCIYUJeJoqcqXheyA5CuA4i0Ltati39FKzcALJbywcUNuPhCw28sSILzWLgNig3OULbsOiJXgIZuIAZ0UMOXMVBY4gtybtCW5ME0zblmBcQjjc3QptQ+pgotCBHDbSsMRd8PcDB3zBat4jaqAZYtNKCsSrYt2cS6uubu9zAKVHBcLvFRIDmMzKAZJyFqwWBg3qDy5rFwGWmdQA42wpVd5lUBj32wRxFVX3DdbbXqbTwd9wsIijqWXXJaFVZi8kF6kcSUhWIuKo9Eb+0yrIN9yJW8UKw6gX0tOh7YgHHT3UsuFV3uIvLSctMCoDkGUoolH0wKzQ6Iu0CwObjVgoS7l0tgmVse01YcxJpoJdV1YT3ECr+JWLEXQ+oCLVC5SCiVcG82Kai2YFBv3KVZLAIXgmnAYNEov3BoZ1gg4AtmynPHuCNtlMLditHqcG8qJTuwjo/uaV7cRpg+oiqxGqKgLvcE2PkWBE5tB682nOXbMXMSyvcfsIvU1eAqGzRuvmZ5nOh/dzdlSnH4p1FLIWspxiXf4GRZZzLEiuCabMPDMR9Yv5gce3Sp9xeh/CM1nqFP7JR27wK/wxMwr4ldxCY5xBiwp2anHQ0lF/jM5GdP/AMEGvyjD+Ix7Rzi7fLFPqk1+tRxgd7S6R6bgQDh4AifDDcMZ1eTaQI4q3bmlVKxn8Gioj+zMZUGv3wZqYA4GyAg9YpFdt46SAuQpX/7GNAg4EoAsOxILDs4YN3v37jtrwRwsQ92oO3Dg4L8IHZj1FtWxEoDgS8VrzoQ3jvj+xj5BshBpSqqKw0eE3MFWKfpKDSYDXTLl0FFfqZGw5v0QUFvtOCCygjQDuu4bswCqNwTcWGMdysg21ZzBOIxXcRBmhm/XcKUoP6RjnRI0qW/3XqaiNp9Rzk4uz0dS7CUHNzbYui9TOqsQu4WAHL9nuAKsK0EyvNRuiljdIzRVoKg8xFVXqHv3CgJst/ccVUpar3Niaw5r/U5sOFK4ksYrKwCA5bZhnVF5jQAlP7iDNsJYhlpvbmBaOOf+TBkyNwFF17g2pVVx3MEBni5iN7mR7NwWuWw+pY3zWAnIKo3AWVVGUgUskKq122xWFDmClgayXAcEbySmDJcNI0PdtTJO+qidhYiZeRcwARKT+xKYBi5SQN2CDgnSmMbA5xXqegzxAyQ4X9y2UlBiOaRUz7ZhH/kMBWMeu4rxp5I1jtwdszagU2IrIAMIwpQBxvMDjSjLqXnUEM5I0c7DbK3QqZZayefctxuqpuBmKf7qFrszVCi6ikKKHggCJwBXzGg/g+Ykmy3D1BQAwSgouglLXZUzaA0Fzakoq41zcVNMVKbdiiCWYNNm4Vtk1Cquc5SOrYcFz6VDXqVg7ZuBXN+oGRLDkjlwerlLEwIRtaMeM4gowwNg6YCW+n5mEVw+pkG+E4Wt3/EEw2wkQDSqf3DRavWe4d6Vh84OM179+OW3w9+QXING5nCLQzVYIaYSzdwRBslsjDQWR3iMb9hl4keLnUGAnMwZq+T/AAIBablL+LYLsGIpXAX8sJ/67/cV2/yv+yn7fd7L3UFcG07peY9QqphiEFiq0j4C4al48ZrwHVkP2x6MDmQHYK9+c5DjahEVFN/QzCFGJkCQBdPb0T0ewV5FZalcI+DcIAHt7QEbjsYINlib9SzF1tjPp0OkuES0YtFaDbWbFNGL4gXGKUKFPv34MZ2CqsJ1n4YYsjTC3FRDVaX2Ne/OD6otw0S1X0dQvCnSAWtoc1FS240nUuuygolGNbzyxQAsrXfpiuaRadJcsR0CINWKY2EoShVC6ZUERakWwNg/iGFKq8eoYVi7fZDAhlBoHqIbqUwzqLNroma9Quq5tuNM311YLTEAqe4OSx6Wql5BSsC+e4UoTRCicuMObmFkusUc9sLC0TRx8oc9d7PfctXDo7lAUKPEwO6cvZABKdFTBYqHUKHL7JUz4FgZZewICYKcrGCDVWUmbN3ejgljdwTZ7jdZFRtnVXbls4g2bTtMqHx9QpoMBn3LC2ob6IiIozn4geqaZ9Fv3NJwxcOV8y84v/Vy0HGBW9TZTjWOJYUU9Shwt7ZdWNoiqF2A2RUtDW0wCVa0sgoCy9nD/EFLhkgBS3/UBjlBKdhVxhBi7sY0sV09zCtTWDm5aHo0GppAaVpzKQLQTHxKFZQhF2Js7JgYBtkhcR/YZmYGRsZtNmy1AjnML0wKCtuplgebuD/KYlAHm36mVWLZFSvN/pODb8GoiatF3mZAP3GrOArEZw5dTAHOaYNEGZapq4DtSbWZ3bwtDv3EuQtKFHDbuJbLw/SO79aYqAOWFf6Qqv0uJBlDQxHGhl4mHCBq/uKptLOGXVHrUwQqUEbgZWLvEq6rCg3l9iEF73Lc4bjP7Z/hjgKYHiIWLq/R4BQXTGqOTa9Rby2ptZ8BvG+m5VoQ+X6V4fF5tVW6m/eeOq/ELY4a8CmlPz1IFuvQIZz5tyN1k/ikBEtGxiou6jMOvUDO1fRYuAuBJGheoHhoDvJEMbME07i5gDB7jhrn5rHgNlDbeKy0GqvlACjhlkjcoXw5hirdDZnGZbLfFbK3bfbwULb/APAyuxi0mzVnZBCIH99ArWj+QCDrdiAr2O4ADXlPczycoCl7MiZB1KjAZK/5FQluSOIn1C8PcDusDoCCKwI9sH3AJ5TY4qXf2DLCoGJ7BzDSNhA7QKSgOUz6HFS02FIHaP8AqNi7OZZW2LdQCOEXSajVb1iFsOL2wLiC23VCQbo3YD1MAggKYNMYVV1OBRePXSaKNjHUQdFurOol3inaKgIPaUDmhoh7IEXLHSwSwgCFvnmdBeSMu1xbY9RgivF1KIOSyOUysZZhqxUrI0YYrpYeYErJCxltrWkoIq6D+kxAwqOROtMRk81bBY8U4jhLekABWBuoWZzTKQozmICqs3Ns9wDVlIhN7iDLbLyWjGHqWcEVbLAht1hC2WdEsSpkafUs2A3i3qb2F7+puo55gLQMHP8Ac5LMGVS6wQ5pjSppggrYgKAJTfRhxLpXeq/1Aza79wc7ODEtUWjHzEtY+YCBe6ZWCnb7mAw/7QZUa5K9zVqokayWzGIXTKuG2jthlF5u6zFLBydRGxRMDiVQUGHUsLd4wxWXK4MGk4cQGRwWMegyxAu81ywuCt4lrkbrRFwfNwSqM8wFagsX9kRfd6lI5PiHIlVebjW3qnqIHvGDFzndX7gya7KhYpcQF2H+IMN4doUAs6H5Unhvgq2BL3ZBlA4RVeSEAFdf29okJ2VmUcs3Xhh/3SUbqw4+JydX+uAzKNVOB/DH+AFAB0afn8MG6rkmUUrLf4mOzwcsUkuLauHeqju/cInkquydnJEBRABovWAlYEc3p09TH34EvHv+SIqFMWraWVv6iFxqKZfmbPmwGH5/MijYpdPePAWLa6/5eolscxZ2NBoU+Ato3+HVYsiz7losGMUGaC87ZgArIXE1msMkZvRMIYDODBtpOZpFSnXbMJ9eoCiz0JYsItQyALJKTaaycEs1igekEPYv4ljYUXg9QWu1ZuGULHSbjdSlR1NQtNVESYBuZFODLxBwV2z3UEfBwTmoGlXT+yAW2rSU6DIICt0CtZsg2FROXJEGBbadQDLola6JscAlqtoJQzGVaMPLEaUpbqCwcFFELLhd/MtLriVbxbEo/Vyn1Q0xKp3EW1WGQdRtVyOItgAh/EsHYWsukrBEW6WYFMhQxfEuyKP6hkEOalF2cd9y9JMGPllm/W4FLp+ibQYr+ZdcSpkg5ZgX0uXfTXb/AJBZVeiDWnqYaXeyfBajb0c9ky5PKnUbPo6Tf2OOZiYGsBnDF8X6iVClKVMocMcxGgNnG8S1KMCGpUVwaHbCZLo4ShpWKwiay/MCh5Wktw36rmLr9oiDgMTeVZYPUeZbWJTBvvtOniOGKzu5pXlMQrS84JZbAwTe2wsywNdvcYZKXjMsFgvbKYSHCMKCm8MQMYIXTi4b1dkor+oXeHhxDlyq0EAG9OZQAGDTLGLvFoTQK4tmPgsvfeosHeoIXm1aZgGFbhbXSoGwtUj2AWJagW3tCYbHAPUQil1nwAgjIH9dMBufYWIijhMI9xLqaBMkL+o9dQMwowCApkcRtobeOXpf8BvPhtVapyeVUDqXvSi3dZ81pnfJ+fNU1xZq5VbbVGy/T+L0pVZZZ9kRVVrbX4LCXxQMvbtJViJteINqQHLqUWCW5odV1CYQSz3HlCda2VXT2psN2dxPoZoJguZYNMct+R5j9EmdXYmL70/PFdY3G0X08w/KeXsxELLw7+FxGASxNPY8U1RWBlb2QiSNljDEaqs0AImcQdIqw/luYYTkTaw2I7IVujNlQgLF093KJHKMUwFh5Wf7iwNa1NzNHFRAfQv/ANhYVzeUgCgzy+eowwMiF+obW5SGUfsSwsVRQEdkqNxKrGNzJ2XaTGFqwAysXlYrY+RzC02jr/swtmzXyS2j7f6wrnYoMuxOpa3X3AIiWz8VMmVdEHMQS4sJ+mWAcJFCbzMJkS24igXy7xbwUEw5lVvnuI/oZyNmVhcYyQdM41AVoFKlrQAxWymsrNoONR9Ja8K+eYFqloavpOOKvZCtKTFsdUW5yTbSqG0jVA9wM0Xi82MXjc040k0dlMTbbYxFafMwEveoC07KtMFUvZUsM+9HcAFYNwEsiY+xFaU4uz1Bo5Usgq7fSJcciq9SuiaUQ+itJfqegKgKC4ahQs44jpQ7Ea25wEKq117l0m29kVRAoYGMQoG7ws7prhjbDZmWWrAKPUHOMQXRaN2p1GoRjmlb2mCssrUUE7ZPmLkgNC0Avm6hj1zKMC9DMcn/AAl3GCBjV41NaMbWIqi9WpfIt0xOeayeoD9VMQWi81r3KKNYf7i864ID85wzI+8/MvFsZqMgsmGoFVTqErj34CL/AC8xAmp2DfUVVXK5WJ6i+8+xF6B1zLBaHfcMSa0P+RbX8TwjBXmhoENFYjJVb1FBUwHQ+Zm0VKTT7Pz+LJn/AOvjH+D3G9fWM+HgoX8Q9an1oEC4DMHTmLzYMvlWffe/nuAUFAeWCltQ5jtx5uUFWixs9vxV6lYu6ICoBa6Ja00m/wAHeIjikE9jcHRTWtuHvLbMXUt16CCGKw2b+XzdLHBl4x6WAF1LsxQXf8mxKYpnCZqWCRLMfcBSBQgrLkg5CncXMwfVxrIVbQ5YBegtQtVoFPqJlGgYmXYsZe4Ki28HUsLYQdoWKqbzjUM2sI1KD0uz5mgBaaHqULQUFdfMVxUWhI8E0Mro+5cFCwzLAwpcuhFSNjxA51mzzGGwB+3EuYcMwjZYRenxMLL9g6lLodKBGVcqdHEWp5d11CgORu14gG5R13CcEscfEyVw5B7i0ZdBFMAsxN8FMDVzG53RiGxyMPxC+NcykO3MzVEsMXMkFByoIhpvg/3NZOsYmpj3cWwU+JYQwGxgs05iP03ArJTiCDecm40MVFuyxr89s6QAqYxWcpYCuZRQFRbj0uCpThrTVRDpXI/6mysFMnMKVchluZXr/dxpDfzxOCzW5QsF4slKBVrmKF0Bmpwee5kLyC72e5RY8FrEys4LHP3DQYVxFpx8Q0Xxl2EccSjk4aiRxkf4lqNctTpox1EE2KuZT64gdc3c074msWTFt1LADr+txo1USyOEaDubmbGC88sQb1h+fUzRz0jeWxD1xMLXcKaVOX5lVbW2aKqqI693l9R4I3d3xLa+MFTGOjmXbL4qYJTUw8NxQKGTeWDabRuDQxRBhWIjy3uUC62N/cvQ7T6IG3BogvhcUmK2XKNKtYWw8PgUROOOIqrdsTplVg9eTsSKea1b+HEQ63qZXay+JbpgIGUIXRdkRGgjyP8Agp6Dft6PCksLtYkyNU2waVjXLFFALKgcevyHTA2nkmTavXkQufHYeyHtoo7lgO6ho1yCDXgNYuU2kpg6H1+AIVNBHVBQGB9+FFoQWnDEFLJQxT4cIDmvzgfw5Bw6ShRxuk6ZSW+Bst8AtJmUAOcgKJ2eTNLl+gCy0ylAx6xiGQtvqFkJEYXCd3MYDhFEBRBysCOQ3SbS5AQci9bgoXYX8JS7u0wfDuAry40li7bFJ8RrAFfsIYYApqjVy7nlf1As3kKD1Aw3Sydl9QpR7BSkGw3W4tHB09vbHBsbGBbsA4ruHgINmuojcjBAthpmXcdcxSmHA9N0ksEbewfiAD1beoUNgeEi9AttxuMe7c2f7hVUiG3n7iJSgLC8crlira1fNbhTWwNzGRXT3cEdL4B3AtlF4gShbk56eoLHLdy1roNKYbRtfuRHD1TMMLb10mBHkNyrHzbBApLz+o+zWUxA2YSzA5BbkIcmQ4cwV0Vm2VxoTDGlOz+o2qcMZ7QvTDJSHdwUHdKjvZzz7JVIv5E75E89RMh1mo8ABeZfJy4xFS6ydTKFhZKLm6+W5ZrgNx+vazDdSxihqoGqft/qOBswNyguxHNgQxElqtG+ZQxmwCJqyIA7FbIKUKjs4hKQ7tjbWc3X1LzqytxsM6XMwhwry4IiM1ZNMHWO5bV70Qza4RnC6beeotU9zMAR7QCwyYxG9gw3DgSgAIqWKd5jwuamMU83LtcIQuCMots4JSqm2J0N7gKJYwaGkXPcMjFMWq+CLL2C7YAE49wrlxmBoFCv/pKQqkRjU9ydu0toGGW348LcKlGhTXPuIlWq7b/Hi6KgL9GJ+uXm/GAAJOH581pVqhdRUUVUpqWtXxBRE2Nk0eFDGociHwQK9pY4Qcw1kaBgd+/kD2l+rr8QtAFXQRsRbCmbwN38HhGncKnD15cGIvp9eDI0X+EigCqGr8vTTsIX7p8IClSjXPWPw1ii1fl/HlwkymahwumtyvQkru6WX8HE0SiL7rUJd119nshFE4b8K841dV+zwiobVDj0BEvFQK71A8FPWUdoIIZUWYfl3mDgSlQ2erMYlWozrZl2EyrZGwwQZbi7Qxyu2pcW1btGKpjR+NupXrFT0RpezgOIgLvkRPAb+i+JrOYwMA+GjEAiq8JBBQDSniNsCVHwJRba9u31CyNmU8lvbcWJRupXBMQy5gOACkhQV8L59zJpyJ/8lqMgwh1ENFGwuugmS07A5mPwzbLVoAtQMLUR2v8AUWaqz/UpUVl0l3DSrTFYVeauC8nPNyjbWwhV/wCqmejpmG9bqUXPzBoWvqZVsJoZoR7cTiYA12jaxUuVKckxXqGQ7CUb4mTLfUbS6DVxsGLH+Ib57KjWUdFTssAm6hF2xLeDWIWFZOC5RQyWvqezjqDKbTP1uIo5zdS6AOHNxy5ztf8A5KUVKMiXNYepeLQa6nI3L4oBc/EHPTkQCU71LOTlolbZaajXDAZiUVdQLsl8p9BZO5yq2yDxHFubS4qbenJBCHNZ+IhluoHjjmABoxOOR+E2gVZ9kMOVKjTgz7jeXEApy9Q6igQ2tk4zQsYZHJcx3GypssumbOxIZ5B/lBtDlA5Y6xMAArbcQFC47yQTJ4YEKKwMFuktCOXZcFFrbbo/3NlPioguuCQYRpKwzaA0ap53AKrCACYXJvcVUcZmbw3tYXAx3AWm2ueYl06PGd6mBR8AZ3fwuhUtqra6vH+C3xg/CeiUQQiD09wcSMzajJzMFLAd8mssKuP64CmJnGqgi7UDti4dp/F56cX2RiNPyIuxQx78lU0OYgWxw+eZTuZuzPLZbGqepyiXlq/UNBYI/EXhQfIoKUaTCRnvHSxfdx3a7RygzTTl4RwDqfzI8xcr4JrhlGCtKHtnWfVjpJ3cqPkhshlBaHbBaCA0OZiB1MQgOgp/uYeSr13IXj5xBZTIcXLhQW31CwO3qDnnnIE3RY+B7lDLZ9npLFVpLHpGpYgqKQ3ZRpEaWJiUwpTVbgXS12f7lU9Cr4jNAyt9IhRVLHdTbQJr4hrotOiOLehPmXMcbIB0Rsi1goQmdP3ABEHAkCxRrvU2uVA4LVO3BC5br6MqlEoAIXYxVbUbFWqwXmXW0Bu+42zkDAe4YFUoqGLsKtE3ajE2JxfuanL9oo0XWo3q1a1aADIf+xbAKJrPZuUaXSZuHLCSrUkGNDrqaAt9S8lpeLO4Nj+YA891KsLLvcC3ooqamDlF7LxcsAOcqepTZemu5dWOOkd0u6yzQFq8upknFp/EbHGwxMbRi/EIXkMr3Kc5rl7hnSGcxDdBLL9xFAGNhPgU7hBE5qLVAamQ+WVll3exyolCXX3E1mPTzLgUJi0DQsRwsa3d2waBfBiOtM22grf/AK4jaUVa/wCpSa5fpBmuJYLQupVHtgzij5Y3RzTcbHuJdel+JkXhnPxLACMLxSFOCuI5baW8QKH03NMlrcGk02UwHBp1ONO2FNwWlBSoMcFZ+4LYTphQMyEL7fTClFbjWPDVTZ+kIr+mpsLOQltE3AyLK3BAu6mXmwYtjddyzkpWsRCs+BGlPGb4FVf8IEucMuOVtU/4RB3oIlKOxpitRb50Nq06cQKKSW5r2oodV1Hy5Ccw7ojEatWVlKqNFVZ0yirC2HZFLHt7X7YA2aREQ7MPitwwoqIZI7/V/hvWCXDbwL8vG1uKn9w+Ls5yrRBpQ53v3HSc+/lbam77eHRp6N0PJB/gBrxoOkF94lI4wgmObaXJ+NS27yO7JhNkzn2Zeeo7DzaeWmpnQmoDRkRTfSr57LszS4G6j6LiATZX0jEffNLggIpm0p+IWFn2i+iFA6A5Pwkul1uRHBiE5vjTFs2su16nD5ZhU1gxzcbBWvuANry5PuXo6CkNw6aL/VQW1brdQ5l4cusRt11WfvJAY4mGBkyZiNi3D8dxMhQNW/7Be2LNSi81cCIaZbS6ryETIt1y6hhahBp7YFVdpzqKYgrIRKC9YCB3AmfqFRHZV8sGwGjNxaCkMXD3pdYCntBtu4CWBwSUl6IcvSHdwrN1nRMKBWKggCl83BtQDDHTtmPo25EG3vQssAQFUj+I4OALoeZZ7BuKW+7GYbLsv6jb02mAjkmRDsGZsWt4SVYtVKtqVMHR4hkZq7lAtwagroQAiwSijJzUC2jJDZd1mmoh3uiU2HT+Zv1ohveTY9wBMYzcsV0wfMtp3qolPtTE0o/7M1wu7CVxB081BUpp6jYYYLbdyzbWTmINimEd7zH0EyVtcELLLu1P6hzbyfuYvbgx1TQYVnK5mAp9Sy1q8blmHPUdqpTUw5G8QfJ6Yi5CXHivcRoEVrkIEd31KU39EBk7cHVQHwXEK+WIdLuBbQNRNGzNXGlGjU+AuMxquRg+44e7lJbmFUaRtSfuC+IG2CFjC4ghkpuKIoAfqYkPOEK34BBW1WajEloHfj5V+fKIn1vLERLWMj4ZYA68E9jqIoOxpl5ekZR0Ng6dylJmA68xqgfcIVrLm9eFoC2m2/cwoRXeV5NxE4Fsvg+INBXxheYFqGaLQc7mxgT5eF2VYju/xR1AUejL+DsCV1VCaxgs2DYnhFT84832GkfQ5iaWvd8+M5DXEumHUqjbHnfkqy7q8/EAQuQ28EK4a6DuJlkYYfRc2ueOo91MZl0YPNrmN0/nxMujmKEAQ4MdreIMhdNcRe4K+4en0wqFC+atBFs8yms/e4X0X3/xw1E4YvzZb5xLnvCKsb5CX3QNvXpFkSu9cvc4oyvO1nIuzgCII2KKdkFrZxRNthdUVomTf56ZgGHAwNloaLga807QFWN22SkCr5DqADOXYSsFX0PcaXUsJeQ+gYJVmyML8pQ6qWWTBSuJutxTY/1GxSth9Hc3dq2wS6bq/wBkOEOTVzVm6EpaMt89Ri7UaAnKZeCgBwMJkMPUeQUav3NPZ2xpr05lZatyMQDvSy7Ur2JlDbkmtW04mTyZwm9ZzMqLbq2Bb0GyL9ODuYId3DjJxN4+PcdFKV+EURFv3Ao9BKSG0v4Z1Qg59REWuFjbXRqBWetRFoLLIC2Okhgad3BBJl1nUat3ZtJzX6cSxoHdEMWtF/cUJTHJMhlbCiI1lQOmWJ9W6i2sa9vUFhwLcKFGXE+okAJVxwqyKyAcRAh5U40mBK7uKgbCVWCLBj1U3mtoIxGUVOSLM8XqDg1GqyDeI4aftLUSkwgWtZ5zPobsll0F218Qez1AtlMWEuxlB4C4vGUtYcRQF4/2i0oQ2WogymS9wxBw+XbEr2AGa77lVFngy0ATdVFgYVhg6GZWmWClO5kggpEgp9I1m6AyMKhtvbc1WyiPuCggdEvd1k77hWBErpmF9eSBzvlRcfmibTCXm09jFust9r+JdRil27hRhtsZDlNKnT2R2CylaDlZjmJwXKFXAjHlIBxAforHogYDSdkXXSffzrSns/6eVRMVu2OPxLYVpRrxyuObNPAFaL+t+b9qUbk60dbd+QkCTbwiF2NLxxFVVy/4AVA2tEFoNwN+XbXJFhmLDxMtHLgj00Nr8gXUfA3NLPwjROQoXkqznUAMq7FOV9MGRroNb3VyyhWP5oAQ0FqHuCxKqzS7j0Y32WOVThhHA0ErA7DqO6mtDKrtlRrQONZWUApE2u2JfB7vpi3YOPcs6bmHjIUte4BhcaXEVFG7nLlnDLoUKI7sKWeoAKCtWsN9HlC8FIKs0p0xCrRUczAWTmpm/tIyU3Uv6hpKYLR1ATYyjWIBsNrvHVagabFMe+60cMWzIlB7ljSNGI83/mOGVYqoh+Sixt5wQwcbbqUCKWNQrC3t6li0DLL+SC4Di0Mae7gIZ1jb6cCAAVlmamFzWNTI6tLjKmqKUiZdXdwprEycGZsPyP8A2bW3TLN3aRy+YZvkrUoOrlKDeINlgYi2PexAMm3MMBlqX1A3XARFg8cEDZuhyMyFmCl7gUKiftlcuQombEqKtjuBVdscRwMf/EeMYpwl0BADAJKkucWKBhpd3xUQwDtSyGd2ENMJVFywfiEq8OM4COwHyQFNmGYyq8lIUsVRb3H0e4zTaW/8laEw+9S6VCgBr1AaUPiU03RXW2BffBKNmxy13LO6CFOBnpgcODaeoENkyhYpT3cylv6jezQ8QA+hBAG/Tcp2m6sCAB04/wBwLArS7lq27LlH909xywIm0splwXAbLzyyy7VbAjwPwSzeAugY8i7Yit0JeblJuBZFgfY9PhbRY1RfuZrR5hwMOy7KdPjIAPp/FUqCG3c5IQrDMN1WnG+/FcSjfKppmF4/+PFNfWzuZXOIDFLR7PFtdNnkohBeXUcL6x4fMjhuY2XLGlR3+BisFX+CYFHpgK0C3o8tLIZLN+z/AAggBVoIEUbEc3uA7wEsPpH5McJcc0o2SxNrbxRIptYhRTvZF/ErTjkx2sEVj/d0ktgaI0+Jy3XBBVZeC31jBKA2DQux7RpaQYz8y7lNlHU5hAaqZHT2w4XLADtxHW5itjMsoGAvvtLwFYnqYCNMCGiLAHSi6j8qCiqvYRqOwLA5lmH2RUqKOjdxJFcmfcSzIYUcVMnQ7QgLDVN0ZkKqjcWqKhz6iHUB3yRVRTLL1MTDlaQ6qsF276INmSyLQ5gyB6mHFCk/8iDDi79wOQQMK/3ABfye4jiM7hlGAc8RlEOXfqIt0LwuY2WtQM0ZYilk2ekE9rOdTALKXWgI3orx1LKRbxCKLNrYgkFaCk4zAaF6riEAvoxaP7RqwKY1LE6G4dsGiIBfeiCtHnlKTtbAJyLzDA3VpVEFvHpURLc+o4M/V7maYtHtwRsLVXYELE0jSTC6yjmIjXtcF2brfEuHKuWILECZhiuzRLNFFVmFraZxmYvkVdkVawapjYCsEcJYtjC59p3LLYmBdO2MCrGfkhYtwjTMUFClnVywWXVLUPeHKpYr2kG+boS1mGMT1wcxKZKW5dibzSGxtuwH+yVivEEpc04CCVb+eo2LHUF4erzMa4xCwc3VUyyFuG6TCnLZtKesQVqXmAzmeqffUG/2BIGhDG/cVgN5MWajmB4vBuJd6wkFW5TiYU+qIrulw2bvEMr6iE6onFC9YlgmSijxAR2t01EW2BhgFVyYX3FabdlEOk/X9ywwMCrUtNumFrX+70hGgRtLe4zQUu17iyi9it74BMpJ+dAIDSv9zHQ2Ue0a5V+oAxN34DpJhKt0u5h3V2kRW+Ap6mHKHS7mLvXQ7lgSuzw65GHuYeUez6lRH11AC90hr91UH40JwTIQFTLi1rq8IndQLsA57LuKvVY/s7HzeqoroOuMxHrHzXcYULlYIRSJpjT3fPhv3h6n5fkjTFXXkIERNJFVVbXbKbpu+mBXINCA7Qid8Q09mO0Bq+n0fFqsyQaJtk2DKj1OMX5gUzCnrtQiPP6RqgSHn6DBs+jyiZxELVrOVHMyzWO9rbMdnXMFMYYUd7pvKFoL73mWMtumDtoWmv8A6ag4e2DJouXxiOFVqU/3CjZo31Gtgdjj3OsKW/DtlYFLeTT7YYSXjR/YwOWzj1qFla9ErJl4ByMMM3ATqI9wASgW8spAZ/l6ilK0GblCxmL3roOJZATo9spROrYZygLijQRAJc4R7lW/AV8wMxOFbfUWLPbJ/VS7G9WQOQVVO2LIFGplLMrP/wAiN4bbjalKDc6aKpX+5g3NlZY+iIRy3f1ETC7zlxBQUBd2c1BjGHi5VgONyo1rgnuhN1FHARsWWGhM7/1DOzHcSs0cWIfqswdvxGHNvqFOgsDa1cQy6mrA1/uUvad+5hCdsh1Bc/pJZIZTKnU+IroYmx7uCeNvE2KgalgLWbwQLRGuQZR7hWPZmFNiuYBVPEzgXeJwGOWp8gHVShyiXWd/UwUst4vqAuFNruW57DN9xsuimKOoIjvmiGTY92x7vr1EL5DBccvR3FMl2y9EV0PUapbaxGay3heYsPdygLtyahMsMYeIu5Ho7YVgXDqI0hxuIrdHPcXAziOAbGEpr5dMBU2f0KwurNWxC6c8ZgKxwxEY3sbvMBa2/wDUxFADO0W2oY9hvmGA5szNflZImRtIBdF2NPUxoGsINMhypg8xo2mc1dMFmtYzMS4Msv6cHtlwJnLQDKctkQFgqlXLRKgo4meh5f0rv8QVoFeAgQFS6XqLTMLhx9EWAjb6iQxtBwtLxomZREHgxT+CQKbFHUOelZpShfwaKNupIrJmWzO6ShYFkebAy00TCNNY2iQimXIvt8EBx1aII0A5Dqc4BxwTWUq3Cpi8G01TyQHDtVe4Vs1NGC6ozbGwtK7bZcYB2dfXhIIXpnkW6wIHc7/CwCireolA2ZIqquVywUOUrh2ZxAwBr7Qd4sOfgx67AH+4JYPY0uvKKz79+mWWAyWrUgObRSe5U7DD3dxAlWmaeCzSBo/3mgsMsdaVDcQewY9ap9Ck2DOQ4yohZVdpN1SMVXENapbz0+G4LwzpQMjDaaPqWJYJoiVRLtxawhEVDKHGQi0XoHQmwzBVGa4qLSRAaa3XeJgi0rIfyZlBaGqllSq8h61CBq1iY05BYjtbbVLEFhye5afIUuMwyZLMphBzVrXuaN0u3/SUba/XEVQCJlDuo38ZgmwFV8QXnnJEie9z+r/TOEFrlwRyxzj/AOypXoVuA1bJkLl+5V4FpawGgDG4xEOflU52gju2mxInvNrSMK/qMVWtoaoDWoFEFgWnqawGqu3uWIG4K95bo4YVanDUwTF9TSwLa41WuZYYJgMWC4WXE2s5vEaCZY7olSfRzZ1AZ6HFRZ9Nx0G/XUKpRTKXQxoOWBRg+iJUcFWXNYtB1U2oN8RGR05H3NhV3pGccAWfcVLSlP5irdXDipbiB/BmhCIzUspZwbgzVFZdon2d1H2mdB6WHXNsU002qGC7fKFe0euIWoVXQQAbu2XqDQL7HqAG30dSqIAbvol6Ka9xWkra4maZotmB1jFkLcIEuGADcBobboirZMv9RoXHJ9vUVzWmvUqkKQE6SlhQsxGisr4g0GtYJV2uDrqGk93NjdYYuV6qhgWGxJhZkxRBZAYC5bwtdw3YpBWAo3juVdhQspEFCpcVX/UoAVOEArkDmY2H3RAti/h8KcwXiMDuM2otNr4zt0KxXf4JoVpbUHoUoMVuCLLuO2j/ALAVRMLC9B12xm1fryqgKg0Lg8jQaGm6hIAFdJa8ixw7o/H/AMx1BJbulCEqnC6rmIQ63+2DOZQc+/D4K1nBWKxVCE0iTC+7+mTcDL6zftVK2FztM7UiQNWicOlQhRUJU3CaDg9ok10LtQ4c/i45GUHIUc+XBUeo8EOpF+BV51LLZh8wbECWCwC3unlMSNh0+b2AHzcg8FUwbD1X2kcRkLKtFgLYlXlmrgWl7k4slZ2508PUFrKzXDM29dlsGm2LynTLoTYa7fUt3OSm4v8AQdkL4GQ/DNjgVSJkqGzhxGGbyKqIXJdZczbJkGYQaRstkiEmEu/XuLSN5U+fUyXdFNQCGQ1l5hC2nW34gBsXQ6iaFq3ZiuzdOZapphzQXH7M2mrclQCsVd0ksH0VlXAIcjqzF8RLKquziGwwYqbQgNIOxBslMNm6SNVviipbGeFgFjKRS+DsSg2qI9CJXw84l4MgPHuUEPVk/koPRCCntpJ+w/mGxg6SlAh8OMQaN0lfEtyfULRvbon9P6i8KyoWKmGaIjZ9VLoFWsfMQC1cLVRbQvmUURRpM1cBy2umpnJsbv3NDtbuKj5ygVlVjFYNwFHSwrxKCTQTY9tkEx5F1MFEWuYDDn+iwS1tqXdgDJf/AFmDZDTuOTOm30iAJvqGFgKg0F2tiPAvz/EQWmoNUAq5V1DBsFdiYBZT1LN1b5dEFlB7LlyXdltPcspOTAMkAxcoXdasSFY4Im14vEzTX3XU5Vfo9S2r6xELgCrhiLh7+2AK/q42UJ8wvae0Cn6MDbd+oMDW0RP7SwX9RLKdFxcr43MKKM/JMWClNfMRQgzlja0leHbSCzrzB5UaHu11+JhgE2OVsRmFtwMNuFsHDEaRIXLgfqWTha66hCKHDBNDyaj5koNrBKcNph+X4NVzS+jXihCU4X/BTS01y/g5qNZslaJ/QET0w0rut8kARMRAmMJxnFuhhiubgo+bZkyBJfM5iNMSEL6Ry/MRql/leCj38DHyAQmDYxOJbCkjc6YffwKm1Z3Xm2BKHFohsQyLgrbnllFni117/wBCOHZfFilIsbzZKAtCFyqjuf5AWIgm1BOBH4dxTIQ1RMxkcHcyF9rplxG2zYy8xDBPMV2rppVmNHI7tYFFZd3bddEsF3lTmbEo0PUVJV3Vjj4jVDvdvEbazxUBfC0xFuAeCGNU3RcLtFVrqGb7SvfcbBWbDuDbDI2gq9sY7uVQ5o2f8hVBVdEKWh9r3K4lIYRByM1lAlUt2czDAWGBIFEE4vuCoRwpCrZwunqbnzZxGjwu7UtFNhMmrgNDLbEwldRw+Y0GwZoYJQRRf7+Us2jDZ7lW15qzqI5u7GVdhbYJz7GT/c1msgaccfMUBTBLmBO+KmQZ9RAy1cI61NrjVCap+3qWsAhLIrXRZz7jqpzMluy8Q7NW0hZoW9RVaGhpgcKbvXruftWB6nEILkjazbWZwDIYjdJu2FGCvVwaWPEN2FYYCxs2EqjgN3/pDAAmCJQ21fMHwMtQSv0hMADK0VDddSmBduz3E18yFCjTwTEX8p2SgC1uVMoNq25X/qcEq1VSgKrhiACL1We4BrqOVMjzA0LWbe5dchMRZgF5Es4aFNepklptDqJBVd16nzdZQox3BABxMbUWN4FcI8xo3rliBxL/ALXEwtsF1SlLLglThE2BmbvmbEWgPLGiuzHcTgZeZdgSkMP+iUasLS4L1BgNPfzAILQoL0LVyiY5paOCzoHY1iAI21RiFU2o8Hl8VwtfjHP3Mn+6fgOpNeDf2l8v3hs7Rm9Vg4XLBxeCWAdiVb5MRlvge5RvbjjwUUdXqd4PAiwAm76JightHi2ktrk8iRdL0G1egGMUCn94YXY/xCpjqE460A28dTKqStlX7Dmnxfix/UO8zVLzsuYii0U9/iCuBYaSKl48Yr8hFS2BZKVS2NPzbZwgtYVFC2AxIsMpV9ctQrMRBY5UqgH08lolzazhu5QLDK3ymurLwMoAoqXMgRDScPwy8W8KF4gKDlg02iFn1wEtj0XaypdrAsoCYOQIF2UpbLNDQrTuYFrupFoTVcM+4jV4KFcssA9hEF3m5TR2dS6Ic0zUoDQS71Dgaab9IaUCua4iVubqyFsBORUNc0H8k9iC3Lql3k/u4inKLLojtvPDhaaAGPmBqhsMcIDlyNQWECrwRHFKXJ1E4MuoAXUNMTNgl8bqGyK7EsKReCVhir5F3UtozhjO7mBvN79RujfYdQLpX0e+4nAAtlGAdMM4Cq5uBVb9EgArnebiptFwcAbc/qcJx7l4rsU+pQ0OMhEGt52S4+sCkEc5a7j9ww4BeBhxWDIQIJRFUeZkFhLp/wBhyW4fU6HBaxZcDWpilUbJgJ9wRR6xOIGCmJZy5Y7gmVjZKwSlgvsqIZdMIQoOjN8EMU/3ABm2IVq7CyNFGbTMBY24xBCxniUG1ZT405Xc2XDEVEKW9xcpzKyOIZNquvlBoUznF7qDlWMcy1gAvMRsRWwRS2wpZKaoc9wS2wqcdygyMyU1e8wsbsyv16ishgRQtSw7zA24bbYjS2mDqAMmghbVdTKgoXUwwYbwxGnZFqgzAoKrbVQBlvkJxtZlA32i14vu1bw4r7MtPYVTY32MSlbSsfWBFHiJgTYlUJxtY+xUcUcUWb5g0il05ICNNHRFgSLvl6IA9ZYP6vF+odOwKfAiK1QH2rANVUdr2fgYAaTXQwIXlVuhxcGPwfQ6nwx9qrfbBrHK0O4moX/pri8mliwe3wQm4rkLj+YXFCW/ysQnCocnzOY+Zim460cxA1N85hlS2FHq8Y7N7a0TtYjykERLR3FwnOtx1HUE9R4N0mUzG4tQihSdwhaRrZELxxtHz+edjRq/f+D9szlq8FKBafEIRQ4ioAxYpx2Xs8MVVA5pP6SEuqw2o47iUCjv/cwAuglOzuFBiA2rFxG8FMoErVCHbfBHKOApvMvQvAD73UQoVvFJhhYhEQ7G+Sv6lIOK4xASdPlB0arTRywTh3i7O46xpaJz3UDKe+4Nb7pQ5l7ZxeL1cVFtswTvvioKLgZeKlkK2pYnRLWkU6e5a6KERAbFITo05R6W08dzYZ3CaODMUpBI5tnIqLz11GwBCv4IqLeS0Y2zlW2XsgUwstzhXiZTXdvqK3QRYzDReeComSOj1F6VTTcVS2JZq0QKVBQtcvcFouXIJqjoMscgyWX9QOOAc/EwXn0TtvMVo7llu5ZV/EPxxO8OVO9RA4zmutxpZSMjmXBUGnuUICm1sWsqlBlZUPb6lIGl2sQewUrA3GwEe4aJ4GArIM7lXQZCU+yNS+D7mWkepQsSCu+ItgqUZ9woKwSqF2tkRoFrhGqBxFd4WOBlXkL5RVKQPct3AblD1DayO6ZdWOMMyb0ylDd9jL553G7r1dwSsF5yMtZbTcQbF238xwFvENG1Ts/3OT0FxB+5dUoxNcW02VzCwzF4zxGts1zFVVXtlDH29SggIjhdUzC5rioGzWeUtdbgsVJcFUyhbjUXNSlKNsHEtlRiYC+RZKQ5eauNVjbuehTtJlxjH4OJ5iAHYsVIImLmoQq2j4jilBP1zBbB+cti538rjxi7OoUkcI0/MAAIxaXmmajL6whZc3TJqnAeoGoBo9kU9Mt2h0DX45NifJ/iXO5+sMqFIQYGnBXRMwTDz9EQxu/GZR7pIhTglAVh48RV2rxnxtxYGPhCrzrmWjx84/hLNpUXfv34IUP7xk82Jjer3URNidXEBRQ3CikKFwf5behqBziprHODtBvaZB8IPOU8dDwbt2Q3hUdmwX4nYOMUaDuYmCH6RTBuz/8AEN8KB6JgitHLo9Ru9hgPxKQsVnNBdXyhD9iGYR+tmJ3d5LXbCBTHJFd7wUyNIokCsylCjCPXNxnJfvDTI0hwxlwhpLtLK13Kx6UJ4Vs9zW7sbxtbRICi0rwRKeguNWWgWPUZEilwL8u4RrJ8J/lSNGvusU6eotVAOUV6R+co0jiR0YGbSOsf6ZTF0jkOw4SVQshchMMo9MFTuyFoEIApunTGNvmhT56jSX2U/hNet4avtTMVOCF7A4RIFUGaI+nUzSjLLLZaCHEwAqUhAY6RIjy2MBwMXmFXaGqxhcES6InyXTE5QcmAnhwhpgFhxHZpe8G16dPsSh6UhX8FU5DlHJAqdlLpqJrXY5hrqOGWM04pBSGl6gVV/mZy9M14YiEqbQr8qgNrvCdvqmTJvGD7ZJsQlaOEl5ZaIErUdYd+sw0LdQ3OhCGLZshivKF76jgFFu/hEsVbFTjgRgFVduIphLRppjRC+BRLKKqmeoIhJ+tNPpEugdlI9ssOtbVlAnqIB2g8EqwuPcAs+CSlhx0l1r6uO7IUAuYLcPrzp8kaB04YOYIYANF+UYKl9XqidFWcWyuYC0XQCYcoOv4mtl4imztsi3Ar29AysWJzFC30GMxPmz/AIF7Ul0Oh3BdoX31Bm5JCqDcNC1T6WpHLHqHnW1iaoJWljdvcxd9WkoqZzuUuRZLn0hM/cVjG8LE3wnEXSi0hfFDxcKL8IQqUlvLKCGRlN+EKtix6mCBgC0QFdK4HumDmLLp9kGm5l/uovmx1HnKwTMGblaTkSUSG7QxMzgBoqkou33u5Z1LnQ9KPofnqqFUNC/14BivgVv0RIGloyBluAnQWmgDkI2VXTGDr631wx+Rg/HmM79KR+z4XKdfkmMWRT+wrxRmu1HQk/khHQLB6jUNZet18HgBMkD9z6lNX0fsZfqV/YE2wetfDxw1CNzDb66lrkBBRgriAU1nC/t5p7XSnx+YKAFXAG2BAhsKfyS3ynhyqBsazFMZoqdEM0O2KeDQzYBgDglaHBhiLMCzkQLQCvAbYoAabR6jTlygFX3IqlfK667ZgBqqGIYbMB1Dkl9/Exsq+8Zl6C0LXTtYqr6NRWsxXJQ8x7Rs+OkxXaGMeFOLHplRC2OOzwAqqCv2NMwV8U60ZUzhXVFBp9zfwkpZbyhiFD6SVk0m8ydMmVM4Yi5RVDL/NR5Vm7njFwboJrp21E7DdNC/BD66vDHJJfO3L29/cVpbr/nLU6zUsNxDGmDBUC6Ml43NwcFhQEyjf+5Zv3IUYGr6rE5t/A8/UmVDO9mRHlhpqyzP9hEplO7Ba5YCcBLw7uI6LUaPmYW8XfMBixpDPqDI52+P9PYzF412+ZTKf2pC7/rTh8KIKTFZ4/wDiQP0HpXz8YYkIm2/UHNrc4Dg8dGUjbYOsZRY9pKW1u7S8FW8piahbWWhRnMpz3wAttLCHUTlNATJ87YuVty1n1rUoIDMBUcUCMyOBWLSYz7G9BQiDNw7iq53IxCIfMpb20y2Vv7ndwcKHqO/VHysuHBzwVFqC+Wl9PgWHp3mMqvPOs55y/V1sEmcgrCwalUoDX9k61f8AeEaxSNAnbRxUoh86n9a9BZ+436SNwIM+hQgN7ejvgPiDJXHJK6T4Ws0xtrLXRFkWxLzGNfp6EgarI2WX2zL+oiF/p/cFgXRyrgCPS+EOrq/M2OovNL1xiJz0bW/aI9L2uDbT/wBIFExqOt3K4Mn+qbWKP/m54QKRH5DLfX/3E3WuYXQUq7TKoImskvBK3DYZDObl7ayFkyRWshMlHBcpoxhz8zICZO3coPAVwGS4Fh2TBzcWFfM34TtKFFvEKZp0xRaExnMVwU4x4fWlpX1BNd5nHZh02A5vOHkDS2HM1VsHdTUR0I9JARcJ6TuYaaFx5c9z91epVxS0AtPaehTJukYN6wIFY5nLced52d83HLHjbd546rwwxIpM+VvgZYdlQfkjpOrvs9AgVdsOaRioCC+FWVyJV5WGDCj7PC+0ETo/RBAYBg9tk934XWqxw+z8LKxuN/Z4EK0oI9Y07Pv8VQVDdu/yqXJGVwVmjBaxhdZgL4GlouolYVKTWIqCg03TAYBdCX5oN57d1qDpt7st9Rlj0CVLzQzE/oFW4tErxsLzGil+osgOJ7jnibJR1olVAEf5fuMFtQttjSSi8OoEadjpqoygoU9zJQi41gIk8tuDxOIuUr0gBrKz4tAN3P8AoxdONH/5CrRpJYxXAEMqYzgK3GXRoKnfLQXqOkzZqfM4hsxmUv7GWWLFOO0jAJ2pRdiXYtuAamIVvVOcstnV/wCbCtAo91f2uJU4oax3qVrpd3e6Rmzbei6glbKC9qccfj8VLJgLAKeFYIbUjHg8zenWIRNcU/8Ayfu/6xRN7n9Yk04v7gCaiL9JFYGHKP8AwxVKGvWN5sVXShNriPBInGKCN9d/vJzAR5RYwMYjvcPj2TTtTpGBReQf4IjNpdzWj7Zf8PjBufbRFJGamv8A7wjdv9ox+4oUUWswJ6m6Y/8ABKNuFcS0MZmgDfNxye136n7ZmR+f/aAVsL1CZVszjtMyDoWFWJNMpmg5jPyYvJgmhgQbe2Wp4FfuUPohA4wvIJfGWm8by0FVj+Ev6oYnr22beqe7HGA1KKIi0e4tu/RiWrra2X/ePMYsm1L8lguR0/eSljnLwz5F/wB0fuxublxANdHL/kbJ0d3AfcYEAPo4/uadgn3bstGHAUe4XvxP5yWVGxiG1rn7/wDCX2o6IpmD5Qo9yr/0bqZbWZwgBND/AKjb1/u1gQvljv5S4fX9E0zyvxxZcXU7w9T0Rn8eBQulrMPLYuzGwaMqP1BXp2R3h8QKitIVNA7pAOBbcShveIbNZg6OxYHC6OYtlnMFFjS2vM0+LxAAKKDbPRbWnwCQMAOH5PwGUESBRgEILYAVt2epC8LtzjMBUaaa6lnDUISodpAelpxi0BYg0XmXg5XUcNQE2jsPt/G6caG/wHI6nF9I4gKAHVkQlVPbOpSiLLPpMR4fdi0b2HGjcQRbD/L9sK9qMHUdvHqMqJKFu7RDBdYVPSFiMrAsHZUoqi2wiRq4Fru+zzg/WJtYDCRQ5PT+SARZyeV9xVzgWBmzZ6huu++/SxNVS3wEHEVaehDhnmIPk2ABrz9sp872wg2zhEAJxFoJbTs8Hm8vLoTFt/V4hKUbE3F039hkh3lIa5+yINBdMCXjO6xEWOcq6gcYv+cumqQs1E1RE0nEIi5urjKOsN9PpibBQlZcxQwMEt7IKCQBeD0HWEGoEwJ7ixrrF2OqgaOqwFm1Mw4hhMk1bGnytACoBtL/ALJWG5YVx8xXKxfOxN9AqjmrsTiMHkWHcAtGvJZiwcsTGl9RYD6QKIwVers+ChInhZFcO0ZXsgDKHNDgpz2pNA7t1r4Y7Xv/AEgrE1anxj7NXtFUMbzNFr4qgcGsRNOlGHSabraDqDXQuxMD6CX3oKDxTmkK1mfQSUjaUDjDfe9nEbLGxNjMUECno2IeuM9PQfcMmKFRodCqVQMJhQssSLL1S6mQlUHlKfDYAiwSACIsxmdbAPQM1he7iQTF8eoK4Zj1Vnl8v+4xY3jMoRSX72vKmaMxirYOSDBc1GJPROCBXpdABWV+xCtrgo6IfpARgaBNi8t3Luiu4BKBnoMEJceHvn1Ir+s+/BdeQmf9e4qHI4x4xLchouu4t5WEwoUPsdLKND5BCP8AMpj/APbAPW2MPhRaqgJL0KjVms1v23BRGmZdRUL98uohEQBS0AdBqZUC916faFEFOS2K/RAsMPP9pSl0PEr88xGz/XO8pTVdkykWn+a/Ka7ScB9pOHI937SfLp+Hbb/wlSMA+tE/9PqUH/uwRt0sHDwfnnwlq2sK4dQFthAsRL0dH6lp1nCRLX7ibZpKJYrR/wBQC3oMfKN05haVS3Vv/JUrk4pMmBZwQz0YNR4GRceJEaundVn8BbncQFo+4vr/AAJIpZ5e0reDNpKQjWl9sRuqtoOSuyCjYh7GoDsY37wkpk/0MCj5ZPJeB6QE3N7H+OvKzt4X+NRMFpeFzZG/WWCjGJpwwL26Lt4KWMt+3as2McD038YfAqANwcOYyK4DtEhSm13AUUFDcpq+P8T0DWF+5KUer8qOsOGPKsaD0RGodHb8fi9dm17l2MnSL2EuMSS151CWkLbnsYI9hg5lqwiYnABEFBbu11cdbHk8RYdqagpjK8LxfuPehiHFjDtM05quffoJgARe71GIKn1iOOyHsAICdjxmX3xaLlQqC2jtMESmxWpPnepLSXSC0U7tTFdaW/iUbqR26JcLYSw8nbGSMsZr6Yx/SZftgPYK0vyGoCFblndy13cpkbVzUANNax3ahDguN4CMBItS2KhJRQobPmW+PHzQHahndAjpBjF3GmLvFcgbEDav+pElmf7QMoYmMMQDoDRHdZbzF03OdWQ0rMLsfJaUIN2yeGs3Cit/KO22jc7iKfAF7BUp0sBYEoIXlfSGLiotrORjdaUu7CJyKuofABGHB3J/1JKeOW5Wfa4QZab2ymTTiohsyEJJEkZcw5jYKVzcaC8Wy02waXphtlcjSqbmdwAAaVY1HWhITgdyqMrTtdn7RtvI9K5ZyLF6I0bUMywGWdVaqp8wBrRrwoVH0rgcKomAjIOHPqUlDNIgYZbJ5w1Fb5Z2cLwkO3w9j+wj0fpAF7IqzO4iNhC2tHgTPUwt739J7hWVDBaHaER03CoIylll4AYgdVHb/wDQi8MgStBxFoiwFAQvu6gty2gkLecXbcbXtcwqaCsF8JDFxN3BRUwBHKTiXLwe2ZGFaXIxH2iALz/JfaZTrdfau2yz24h3tt9W3QgXS4FKylREBpmkcUwU3+akC7HK6gGqyzgdH7lqJGnFy1V6LYSxMTATmCWlrDXxHArniAFCjrmWPuEcGhVrNuetO/I1bc8dTBos1/3NFU8wfPVwY5OM33+NoiKJpJa2TnaggyFhjxmEbDpAGja4Jd9jbbpiKpKfCsOGuGLauC+IZgLBge/8VDmp5RsyHQS12KemLgQYcpthpwFyGBy65YA0Sn0+fwNWNDL26iAAN9kN2NdQprQvD52blCBTRO4QvGjHuOCNL2P8idUhXg/M4iAIDJJQ/F78t9U/s4tq6tWvOkK2PF6g74++SVW5ui1YRoumRBjbRtgcXLCthLqW0tgM/wDJRegI56QJkP0n5qIuZTkNQRPe3ULJSoRztCjnglDAdei+Jsh8umGrdDf/AJNF+sMR1QOfmclZ5v3K0NNfGYhkpsljQaMREw5sGoKlVpMOIFANiPU9SJfoNURwAKUXpCOiONujmpbi3btNql5fRimeqoYhkC8dypgUJI26HCxCYwbHjfUTgHFY7izjZ32QcGuFRssUZMbuAAu93mWUOCpY+BmbUsOSWfRqdCORYWhgwZgC7FOX31Hgx2/ERtBM5p1NMEXL3L29UDFc0uXcKol1VvzEinQGZy9XcGiWBcOKaY2ezkliuWgqjuBsTaiC1alOPqWWP8yixpKZWSvcODnWZd4fWYa7vIQNXf8ActArP8zXAWR/1LFBoMT3+T5l3aw1g9xyltUy3GSIQcBw9yuaDWfmWWTsZS4lwlpfzKpo9vqWKcvMHT3h/thgwMyiEpwnuUqt3zNtBSogO6waiDuZdS7S4HsIpxl0Q0uwae0mCnu4ECCv9dkSfRdssGcW/cVqlrf3PjJl5xfQ4nGjO2Gk9tEE+Ef5it41uNlp1cslLHYmSAKLJkxgftAU5umBSigIkxaRDIiaHU3n/wDZVJYdkKKE+TzaQDCyil4ZmgbNc3lD28MMlSAqtU1EgKtWD/siKzjW9C0wRydg00peXSzIi/Jk5dtNp0vzfZLlzeepjNIclEso2e5z409tWGX3CIj0HCUSVr1F+2cZDLZf+JpCr5hfaLZ7i42trxV3ulfCKoVEAKt68Vnls2Yzoo1VrhILFOumOcAQBYWFgX/cLTB7rp8LpV3lxlraBdJFj/hxcQ6jstRxgHOP+PmAJKiyrdsTrwIpzl+ZvLXbAKIZvyxXBdf9sHURwn3CFTKUDAXCVLx5WWhUDZ3Dq4gDoqvhBHGCiMV5ebhhi+uIF5qRBW21AyQEUQ7rNQBuGqwcIirY4zOTTkhZ36+ohaVVyQBay2h3UyqzWwl1dnCDCFrVSjiDixaiN06XbqGBYUkVbCgZ/wBSUvSVU0Av7qIXkC0H/SUY0W0EQKKq1V8a3NgXeiGvli2YsambUYajgGCgwoThQH+4kN249xUJENAsVcMMgb5xsmltNXOF1jqV+BeH1DAZ69xNdkzcoB/ARhsyaJl6AS9a+JmbzxAw9qqILAL5RsBriBlbkI9Hj+ZlQoKy+4pziXYgMsunJi5VatBp+4qHSyM+V1FZLWtif1OmaTHzOCo3b3DW9DZUyFFopqqsTk5OUF0zUHhF6YqrS2u5j4rnu5hQzqFDwkVHG5X1nL3FWLEQYQWyFVDRTd8yzmIWCS+ullSi9ijTCgAOAlXgQrcoq8OI1dcBuI1crARirR+D36lLSZVmdWOHxCgChh2t1eSWaBgWOBFtbzFTbOGbvCwsojzGmKxa9yl+Ra9wFlmGvUFqznEx0F2ksdJNmyVgfNe42B1Uc+xZtqwdCUMZxqE0vCgfiN7ZDrxYV9e8IgoYRVmWl2wKhaZ8eKoC7eYjrkxrJhUQOl4ZmwGjq+2EmY1EHxa19Pp83wdh/htqYNxSAeIQUFA3tyfke9f4VaC3GjyCgoOwaH5hYZRdLRhph1cf7zeC398uMzFahdxcXr/1VCAecar0QPus6B/3B/IX4gqhCwTo5oP68Z8wEOEgpFiDVwzrPVRE3ZKQaa/4swcsW+VyosKc8uNU8eBw+R/p/hc5TESGtCw90QYVQG1uNlchab+ZQQu+X+4rKgQybmRopdfXbEWBlipUrBEp/wBRhRwqFl5ai29RLY/XIZ9Uu7vBcwYK9LlXSZrTsCQD4XLvZQqgkV0S4lC5Y/b0ndHEjjBgy9oAxiqxe6gV0/DlEl0lkRtiEcF8qHqIp+oPzLvw1vvajW5YYByF1/4RIuDshpAVzJkHuoKuYS6QdK1LNWIHlWq7pTfRirFffEP0mglATaBSN6eQZoMLRkUjRO5OmxRa4lI3ny9OaGztIQXVouAOIk9/fPrMyOwsN1B2DiKv0IKUBxFyv0zIly+092sYsLdWMVHLVvpUapqA9sSuKXCs0J3aQWrUqROE3H8l47ekPyofIpF0nJDkjYXBOLcSgMmcx9s2qbFjFVv7ZxjnSzQHMEfkMxvaumBa0QKtNhgnFRfF0gjEmVCx5iL6hkTS7wm0NRPTkjZSEVRdK7QwFW2iY4uCzQZToG7WEpth1PxM7f2r/OQwLhqPcwoSHWTdidko5OXJA8Eel7fCV0dN391nJiB/T6CJriP/AODHuGVK5cHENurAVJTETQfoZtBvfMfUmtzs10C5GdcNGWKyuTJb1wB2yiVh5L/qgg1Cmk3aYbezLGkre3/qBoq6CqGgVeSYZNRXTtrmVmWHXURPhkJjFcLfmZwL6SnKhjUNZhqGuCi1ljSXT+IoSqlK7cFQyir3UJbYDmKAAgWstTracxpgzzcsSJzdxZjgsKYo3JIoDAETfnUoV6uU0WLO8Tty6lK45aIQsHocMdXkIol7zKEyezDyn/XaoFQDrVbsjaNSm/dE46FlkmvwlAWKhdPB4KvN1zMrPpe/8dtZNOa9xXYvdvm5ZFnESzbtL8D8RSKvkqYUKx4ykjg/Vdz+1xqZlrZTeiX7ygwORAB3R6uFrWrFY91CKwKd5HHihhv8DuZaN/Ctqhadkf8AUBbUOYJQXi3EonLlfPFtcmMvyCu2mPAGQBOErwMKKlazjyZQ1buJygHg+PFTeXstEYrzACuBLGx0sMle4tvC2wrUohaOYljgiqRLVYzFinaNztAdk1QJ7ge+eyYbMpqpR9oy9gB7YIzYO34ORmd/uIKF8oj/AIT1f5Eg4EKXIXI+UVsYQLK2S9kYftgCry6fOAsgJt0Vsy4zodu0/OGoCofv+iVqjtg7v3GSVBT1WW2L+TvSdfQIYRy9wHb7hdrTmKTD5xHHRY1NsHiDjrMeyLF4OUlWRZkA/dCUaFND8QF+hp95y68CsTNkp8/9eIWHgm/yJUuj3BV78UTc5f64FKu6uPZGH3LEKsaIrp+IBVCYY93MqHX/AMsu9J+7GClmE1bSRCRldcHRI0Y6/umDQ28RX6P78R7yxT9kllhlLOLPWGCOErCgOQwegjeUJmBty3tbXftT+wZri6wQezEH6GA9t3t//STC/wAX1SNL5XyFL9sRdk9ur7QwG3zWGygLVp6mHxVQXhPD5NCjetpd339GOM2b4Jjh13XOWvjAhbUVC07otlrcVRXeGZ0ogGraPsjABhyu6WMq9rZ8ym2hIV32wRTECk6JEjTrm1o+Sj/JpDavjdNsBPBpO9xRBGVR1ItywFC2UxwjvEt6BSRI6ouKB23FBEdE2UucoAqdc6JRt8xZ0aXPqLh7Y+IIGACrXN+5ZkadTrXGa/qP1Ri5SSqystQBQdk1ci/1FW2DsmCQUMCUu7LeeoDgo9JaCs4ROUZus99xGm6bS1kgThkx8ecRF6rBjxblzMNkBPjwfAfWvbwEopYIp6hX7e6zXcQpW4AUUQQQk0NHkRtkEdt9eQGAArj2ynQKjZ+P8OBlWXjztKvX1D5E0upVddVPxAuha8Ooctf8SaPINlCae3likEUwMac9fxy4mTmRJ9uN5n5xZPwYmPGflPZ/MoJQw6j2leh7gTaOjidfw2cFKlY++fBVX0DEfVuRuWYUhdq0fSxaA2aGU508nolwsGF+SdYI8nJE4HB0TK64MnV6gGbLghQWyv8AXU/eeY86wnwIVCwTho09BSMQP7McOTagAFqeWCHYPT3x1i0+i+wwlA3qkCqIjZrFdxsi2NhnUTkVgO+aWJLvZTYfJO21oHxYmK3tfRd3fMZDgm84uWpr5o3ctNwbvbKy49QDjn+oxO+sDEGCS1ZZU+8h+pStxAb9rq8koru28Sw0Gj9wsicxwA6i73UYmCqU+GEulHbogEKVbzrLy41KYsf8Yt+ogcTlIr7mal8syV4Fk4fTLiecw9Xn/u9MHI1Xdw/dDj2faPPohIhT+6a/6Zj6ZjXPpMu392cJJtc9X55jfU8zcM7LgwVF20JOCrDEp/X91od7fQ9m/ouPSqh3X7NYzjR6CUP4WLmIg70/k39RMausw/CuPZL3F/NP9WNt5yygC33FLiEMsKfaYC9o69iZoL8ZAZYZ4YCu/qJgBScuJbNiw+AMrK/s/wB8BMpTNfyrHbx37TS+DoYMGQ//AFYZZ3Jwqewx+eIYez3hzqUt1RBaaDUXu5P5gWOdNkS6Vb7S6oHFXEpa6U4jNBO//kdnIYVbmUHD3LAiGDQUIALSqz1KUJV1ctQmkfSCZ6e5eRbqYFaDd/xN9kUUbBhSWoutJhyuu45C2tQVS0bzUAqWlbiYffI6iUWqvLNMDXmvF+MMDQfDPzGLjrulb5NHMINgom3s+CE7OHiUIVgouz8QsVtdR3+VDhWx3HqaMLNNq9xE2JeS4QCgOqYYatrWCllyxTtvp428MSgurdEp8csaT/CnEgywwFu/wJs6n4i9Eo9D8asw11ChcUbdgjAMaGoyS/sGr5PZ+LkoKouIiq1TUuaXS5f8DXEPyDFKKDuIuJ3ENN0MTawlZdLmQNv8EN3IHHEcjERVh1zQNLAsvRKZaNYrcCKU3Q3qyGvYieGs9L9YztmDrLZhGbFeExLtZZGZr38tSHo/35cVDDMBVj6lJQVkxA4b5kb/APdiI4zY/wD38wGbcL49rp4jLG+hx7iV5fn5fzO5hqln0MTwdRuD0LAcV+PSW1h8N9SnzKP1PaaGohuoip7uVDiqHuRHPUVHAlidb8WusYI0PD99YSjs54YcmHC+NYF5AG92LJgU4Y/nlhV4YTGC981RF2Z191fyGCt3D8SK/wDnpli0tBiv0w4B3N3tmOcan9qZxhmtDL+v/dmQDNAcnusFdjFjlDMOVkp8y7CgLx8QmmmxhXYb+E/pv6lqT8Q3PoMBsAgOisTGVFT59+dfPIsKIl0DqvLy/QlmJVitnPSAbHdRtJpQFM9t5e4pET4eHg+oFiAgycN4plT/AHI93cMUn8QT2FpAWwODBIeMznVkrsM6KtcqcG/1znBq1tV7TBu4rF+hIXtfEZ7j1AyGK5h7/EUPu3rHWiul1tcxet8WsohXYqgSgUzEN0hG4vZ+kEDmi5d684mHDCxiI2pQ0LcoQA9MpbeRkgovCu+Jmzn4jeTecJoXuULWw0V1LHhf4XG043XUtjm2NoqVwkaBewwe5SLu0YUZNrzGi1xZUQ/GgENuS8nxE10ckaWBd5HqN+koqVS6YzXYxLZfL0dR4oArHksEjaLg7hbD46uOEB3adQscV9CE2a2JSbVjBUVbitr2/wD4h4Rpl4IFv1dZRHgTq4NRTUEvkbyEPE+TPmy4BfRPSJ8/4QYoVbcPmowgQSnF6ibktw3r3B3J16RllqvjEvyodvb8QCoaDTEZap5H3MgX05/gx42UZb7eCo+RC4MlsuG9dX415aVAj2HUUugU26fC5SDgXERKcXYcTOUNjY8xf9FL2Yr4GvPxHayqrzGzgrw3xEGV0JbzHiLN5QqyORFyzDABbi8y/wAKADFPS4IWcejKey7/APhgKRpX6gUWVVwqleo1dNmYx7C9cDZUdNaSomgxSqJycfyQH8NjShTmH31uqU4gvKj21CyrmmA+ouaIpdOHk1CzB2dKMCdQkBrDMMCF5scMcYSpfxGcazQwQCXcbdDr4iYlSuWXuDVVcUQHrEA+RixQc5xGmlr26lfmtus4WB3H4tyCtKzans+VZ0j+uRtuQt0KzFiu3GVVMtujbAqU231DeuIXV1cnTE9M+Ioqqij7vWb2rXEuJc77N5qXbDAtnLMNFEEw/jsMUdVB0Xoj/Lc2W1jwu+ZPd31nM2wk7EYBTamUEcq5fUVqqF6iZLZnYpJkKgVoDuG095zCR4lTCVjp6IiJ29S7RC2BTAnE/CDAylHjMGrIDu/mxmDBzDhXKZxG1VgLPgbuVg/S0foQPsLSw/WFAAEAocHqsErC0TMOFCKW82pyQ+TLANmlv/MEKAC0lGVNVMN2BWugbI17SVq6/rGYGguA+AoJaItBlX1Ct8FaCrgdmzioFAY7GXqFWFngyLfMLXheRuLgKC9QDR6itqUJUqzpRlnADKy2FFTbHTrKWdQHApjQd+5V0aQ18zhnTDK1e8QPV0xXyIX7iquKFdyuWKaCEOJUUNCtfUFgBvR17gJR2bCOQoyAtMloOXMFoDd3iMYMT0SQ4Hed+sfiY1El19w728TIGurB/wAI4ImduDqmv8BY8DlsOQOEe/dmo7Tnq7IwLYv/ABcBcYrLMxvOHRwJt4NNGMWX7IKYekUX6PxQpE6Bb+AyAxJzAXAV4DLEWSVnliilF8zAIdCmWfgSRkosVmAqX6FuKqx2NMNVSSOr6nMDs19nAYw5Nh6/Aqwks1pjYKHY2/MAgWi0sRXvg6i+2UorsFcvhQgUqpSwx5u/UqCrKdf9TOBXWCVv2TkYU4tla2vay0oFRll+xXZxKpAFEWi0mqFgJGrzYxRLGU9DEYsocnqIqgbaElJJl1cXGygcZcwa08qhSM1+iAjsDCykAoha6OxM818I5ji8tcEWbcaQDO0X5RNwcVDbx7lYFCx6kar7JjQTCw8L9TNLqqy+okcYqMKjHfMCEiK0wXKucd9sMFLqvbBZIgtQCO1izMKqsIAhrN1caopxCjG63EQyRsCpp84JbrnmOLsM4dH8wayvhTBdg0/mMcOSJv8AuVYnAXEoJHRAvGyUpKJXXMt04fJFexik4Kbs9S2mm8mcgVKHyNNyxQAYs+ZVt4IoA3fLEJXVl5iuBxLUW4cLG8N7uUe8JE2AjFcIq5oJkY0Yl2ekBOchpiATrFxGrKNdyzbQ6gBXhpgqoMBv3AzWsOlt6lcs1diUd+x9RwDvE+IFJAy5FhotytHbHE30M7SZgFb2KPuOKLaY3ep2Hqb942S8OaPpLWho4HcYW0hjJjlqviYA2UZZa76uGG6AmyO4c6miQCgr6gigwF7COPiLFWPfccgmYgKur6l0Ch7jdmiY9zDVlpjuWC227/8ADEq1cbTUDO1uxJcrUV5qOX91xcbFdSn29+cA2Nu34/Nnh4MkmxrkeKHbJtPIGLr6IdLVg0e2GhOHv3Usyu2pX5rcQ23r4FSmjbozMrBprZBfClKG6mcCXHcPcBUAVcAbioIpYGlPOM5grj0+bHKKslqwACUKZxHnpa1zO0UktJyMQYIE3eTqFeAhOiqlBh65/WGXK4DR6IZUXLH40xFWdOg+P0y50BkvPi1m9ECC7mvITYVYKAv21GDCG1nhq32jinwYaCFFFeLTSl4a/FQnJgvLkvmLWMB8hjeSm6bbzm5dmVKyMSrsYI+kBWvP+4Fraq/eWlyKBe4lqOYDBJ0SxSLajoacqpDq3Be40DkNwR9Fzo1eY5zIkGOxiDhoMpMuVOElALVd0ylMGX9woLLLodXKEAXt6lLKSGOpeim4V1E7XTsTRC2aAF239TZTKrtzKzGr3yGpdal66lUAbpahbzwijAIrZKvR4mNHGJX28TKYF9LzDDReZyq1hjh2MHBnJslYu9RitteIXFK9RGucZl23VVy5Y3TgqI2um0wgbwana3eksa2GkTZqqSJgSDLdi4TnJm2upYKxxEA+W5nbIaXuLG1msxgL6wOpdiwB+3qDhxxhZyi2OZ2v3zMTdG+2BonoO5ZH2oHGJmrgVrPp6nMHLamZBbDK7VsvAEeaIQKLmCLvmBiLi7tGhZldP9xKU3aVFjERkIcO5gnHFS6Dah2YtNRVtSku4YysBrtlUa9hFPdnMF1e1+4oqaekVASI5JZld3ki20H2mhA8Um28tbWYP+RQFt3mUA2OGJI6aSNJNXklgCuGJEYWvVu+paAWpuGhrA5qGRXLJC95XFVYXkigQ+fiMW7o69xaIgnFQnJd8QoLuGThD/Y+4CwFbolSw3bEzb3ERcRoW0o+JZ35QsABVzTcB+oAV9FeP3EGUS9fgNI4UbmOD54MBkzVxt3QpYe38w4jRc+s/hb2xhrZev8Ab68OK27iYrfxqYLevCgWM8c+CVdNdEo6PiICJ9MGFG2Jvxy7W6gYWp+tYUDmjYeq/MmWDxwzYkqIB6LuMwaBu3h9wKhrqMp6ZbVXh2QEArywihVjbKVbSztmy51OJic4l07Ua9FVKafj8VCWVoEyKNwmJ2AvaBqKkI3PkUJ7GLO5joMV3GYq/bBkaBtQ3MUtxYg21tJXUpazwH3nEoUW6JutQsALpxmBYN7uyUHrdZrJ+0AzFU7rNj5IhFRqejL+iKv1G07H3IuYrfoDFG6d0qsId0/TaaAhZ47MarUPikbhdwKFtzglOwYq1XH7ePPCqqPNY1KFXCNBx8SOrWJi7i5S5OVtjdQFpslRfQIVoRV4sDd8zCVffcFzhqla1Ao3B2A+6JfZ8S0CFYaHYe0HZ/uhFRY/3xmqkFwvgAh90zJM26NGA2MEBzi1WkiZSTaCFcA1gZxUM+ncb8TGiHllTPtoYmMbcETKQGyIV9qCAtHEdocO7l5a9+QejA3dBavlB6cu/wDesZbwOPG6d7Co/sldqIl+h7Q0u+sDehuFIGNL+urgKVfBj/nGLwtDS/5KxP7qsClzMbd7YqFFrm+pWbdcVAoSOffHoETUTLcD3WvthyjZwp84Uv3LA4z0Zq05Qc3I1NMZDsZFWwvpa5YJsXgi4WV3bFgflhySDCLhEEbF0H0QsTfunqgzeX9/sO1AzqBtm1PViQeSiSjRTwi1YZSAW2w7E0aoW+oqUyOPU2XkxL3mpl6btjQsKuLlK+g5gBDs4mKa3WJZKcYi8KHqKl4lIw16gKJXaRC/gxMhGOct8ygoDUubvjHVQaNlN2vULUVYWmVnCgMfMQHLamBJxZ9e4ZSHF7/uGA4DEwmFYPDVFDzuhZ2ZDr3PirD6TZwT6IkAbuWERTbL6xL/ABi6Lo7ZRUuLAUPxHlV2rWvxtLca5haq136YtxUn1QsgtqDYzcsFXBwvPT4rAFDB4ckBWjw/eqhiiO301+Ri1RyqJFlg76sUu4s+noiNZP5Y1o7J7ZgB5Viai60xJ2xkcdCu05qBlEK6zF1EuzDOT+dUu9q1q268sDEac9GLqqbrUBXAvdEdkILToPce4ToP5E3hOkNDG1yZZbefAZZQyHHgZk7HgTmzpndOW2ZK363nMVRqiH+ksWvdbd+o5VefLUQodsQVnrDET5TbqBsmXPCVt0HYBKLLnctCy7WbcZw+4IlFoAGXM2XKJS7Aqim8yl4cww5C+E7lFQswBzeKj1CBod3/ANuNaWfhC39Isxlnypv6aPuOjGyvvI8u0+kIf0EBuiUdBUXk0Nzpn1eJaZKfEQeT3CFi0MVZ2wK1Cn7epXu/jiFX0SEbeGBZ9qKroUo2O/4nGAIQToiQB2ZgbwFwZZ6/4xsCGNd4qED6ku/N/fECun+mf+73iPQCpeL+7/vit260EfAZwXRMPlxNYtK33SIC2NfzDgDS21n0LKKD2sQ6TjUrasDMR/q5QP1cJVXd1ogAaWfodFcQaj1Lvg9pA5fKRhUoaLZ9CxGRXkbfqgX4DXARggETINZGK+PiLEgZoB3GQox6/wDVLAXNxs6IQAWxi4o5aE/Sp+2EMg5LkVPUvB/9h9mTqFoJnvpfeJfqp+9/eyn/AJ9wCZXo5gqJN3Pr9Su/+LMzy0Zn1WHuK3sFBj5j7qn5BEGSXhmLX9S+yWYIVMqVmUih2qJchlaRBo9kQp5f3Sg4WEqlUUlwNhWTHzMygTLo5UDZLV0Sg9TBpoUKJgtOcTaniIc/JczgyOoGXLxBrmil8xeSmkeFxblIlu+NTLJh0MSrgCqWWAUoYuaELu+ZVBetTIU5pCGNBauUgzrwj/adZ8x09pB79y+z2QfTqjh3ZbcRug8xlVcq2vbLdDAWO0CoWES0vENQkocc2D//AACmRp/witN5eYr0Bx+YyRDb6PHV4sl6hB0kW8uT3Me5J/ct7/6xDgQUuL2TjEBFXeWZQKUQy/Pin6A3scsyBHfpOo1boHw1BUAQeXrwAFTQTNAykRjY8C2mjousRyhgVoi26GUPuPn8DQENC6MzKZ+Z1BPKzvWFfThaORPT/sU34JvDwcw7AFQHCDBbXagaFMGYqBbgspyNJjtiXVDae0zd4o/Vzbef7Q9AaG27/fWQ/RCaDue5g/ZiF8liHWqjaIZ+cQVKWgzH6f7p5D3/AGEAW0A+zA0VXYjl8PRYKnHp2ygIFq4+Yhw1vPcaqTAblQ4YLuuT1GCBbTiWlRbWb1D/AHN1L94/zkr4RDfDyDX3ClHcBcfM95xO4/LbsqQoWvQWYOeK/SzDB5O4h9UapHX++HDHca9F4D47mPrczYsGI5KQAhL4ILrx0loCR1e7GGL5JQOAiuE1fRLLxwPm4kwGN8xKQQU8BlX4Is3a6ydRRuVeNqoxAx0zvFn6Fx1qxwMaxmPB1KWhoOUGHdsNu1jhQEd/+7Euu2VGQjuFCaPMopl7Oaf3EA0qvYumMFMKZ+Ydy18Hg2YrW9KBHf8AUCAW8oD0MM0NmIwSurvkExjQtYGn7/dAKMXHrvsj9ZWBQ6tgtDcv5ky1Rxea7hSSxbbKUi1lKepgcYRK1LDLWb+oCzN4pM45zM+TeXgMFS3pS9RwGF22TRnn7zOfIujClrFGIhoGTcAgLpLycPJMaeC6lVnCmoYc5xLrGi2JglVoMbZseCGV5LOI8EUF3EYeyUsq+oKSrg1Bf6DEWOSnKYVSJLA6gdl7RQBYwCW8iCqL9rBOwYOHwn4YxWAXHlHV47TwDZDNwvij05Q0Y5+X/KgoFzaU9MsdUTg7DgYWoiFjV/UC2m35Ijy14vT0PBkRZdfgjSB7KdkEnRWZTZ4LdfgCADAHPnHd7ptruByIiYSZxtH9Sk5vvTbUbGnCbIB5Ar/O/NQRpcAEuDd+4lK27hqBRvLiIrS3IkRSrWW0K4DLEXJoATVUGwvmXFHMXvy6h4ExfvR+otqra5V2+BCWNcD5hNVG/wCbLigcYgpkUfUC27Jvu8lTQabp1FaaC26NeT5GKdTkN+gKimUdFK0Zf0orIV6g1RYSyW2HIlcGJstoo3/qKGrKUJLZvK5XKwy8HL7g3Q3bR1FaAq7ouVoIT5M392gP5r/Z5StbYZhDqb/29WJYZTvq0/hDJGmgYAelP3NVzL/2TK0vCuz4lKFvBNEylDXA8uqIVuLf1K/+y4omc4fuywK6lr/z5nQmte7hWhNC4Hf273mX/g1MtUWlju2CMQbpM9vci6gsNPlyGZ/jgqdWlqzTC5YWMtKDI3bU2+/2y9OAYbehxJ4+2S/TLYJcXtUpAOMZeAnVXfy6CPYoVTW5ry8wCEzTqK0AewhEn+yk6OmAIJbMfaLjQJN+lYiEHY9hAinSyXAbvWdODcWy4XUVsXa5DohaRHOuB8BCJ8Jj25v1IpdbFfoUqT/xqk0glXZCkjGfB/3IzQNgpXbrFj5hR+a4BBDLpnPV855gOwQxQAoIPTfScdP0wrmhp3/ujH7RdhfsQMCnO87v2MZKAIiW3un7jpVd/wBWPUnGq9V+0WDivpwAlldHPuay8wXc6YrUopmhqLBdj3G1vDLi+ioWdCxBXKht4mUoIyVidss1m+EaW4cCRsxmq33A/maUxsusuibs9DEVsw1MLRl3KUVFarZaviNdlqKi0FnKXYAoX1NRXrqDdSymm5cFN811EAo4CWUvKXXTcLPAG/qNs2kW1XlthiRPpW4nbMwNxYsAFG3wPx5QtwChjuONr1fklgYV+GqLymzs/wAt0ls83xXVeUQqk0ngEpQBtdTT0RUwpWmmwX6EI6+yv2RK3jxozs4/A4hayM1h48bdV8TMhSqe3LHbIodEz/yfoxCLS12zLsfaJf8AUPmzX1B0OmGlUGDAdZdDaoX+6jMRfA/CFPoYCyTUG6XIL6bQ9r6XRAVhKU4EUy2qj3EEysTkdB45ghIgHlXlgUDqPv8AV3mvBlotXQbi49FSZxvE5Do71C4nA9+2OYLl6l3B1rkpPdIcSiQcV8WWFqwK8TiXWLYKW02/Ea0A2LywSaCU3BQpC3buO1G0QrLIikMYGeEIK0SxH7BKpADog4eKEV+zmFEFFBo9HREwOADXqXY10k3pixGsRL7QmSNFJdKCXIy1Juhu+7q5XA3R0Qrbhp0Dle2MdZBuPuDBo4tB8BABQyBENLzK4EWBWdXiYCtktAN5tHUwyzQsvVwylDZK36ihAEaDmbXsdkcNKeoEh2Ar/akPjewm/kIr7MzHzFZLcYO5eDAEaHVDMlfq/wCMW+tmuAiETV2oftMvt3y7KkDhz6X/AJyzZgFr5IisuDhcAtNVddQR9DT1MCxbacQMfMAsfm5QKPKy/EFST7AfDdmRYBHHVS9XobXqKqEtqKHjcL/ZFjMxpLPoixbUIp1UVIGBswNO6pF3FxWP7opGw2Ik9mI+7VPzFqiapn3DasZoP7ELC2xH+CFn4xMryI4qJXNsTt8DA/uBF60P2wXYAXjTOAdMsWvKYkfqqUysb2JQJkEsr2MGK9UysfREKCw74mQEUgpvkCK5AHvmVTK8RF7LaqFihoc9w2pXaYWyrxCiUUEUUL9gdQ05w2XCxlXlYBprN4MVUG6WIt5+2FoF5nKgtsuELAIAQOZgDz16guchwQxA+XuVmH2RDhUS5qBQGCZOfZmbZbEsq+z1C1WAuXsmKVVXklO6sckAjbXUw+FwH4Q8YLMlaabqE6qC19Ty9u576X+N2B14FBBoLo6PwAYElSJavZ+AkUCgqwQKDtI/JjyHa71B7nBPDpDovJ8vUEbA9DRX0xtbr/0koLqrJT6YsL30+E/oB9QT3Pfkm25z8sRLDdWF8Ps/AMoNDDHOXfP42cPg9JL1uH8GKWICMHr5bRqGMZbqX3UVwKKeLZbgbbVhd/8A0eYhUYhqXAwJ2AjCllOe0LdC+aiDZQcMredFeoCmApYAUGzwghUOJtIHPnIWB7YGQ2dvqkMPJbWHEvIl4eFdXKOAnEXuWA2+xGVKGBiGjpilp6DFWIYO8ok2qoQG4Lstb6mGIi2VoS2W223qYrXZYHIKVyQoETAtQ9rFXNHtg5dUkE4PaZGBSNxcuEsPiIPUGqMDF6sjsOHDLEaxy5i4AQGTzLWYgZPmIDho4Jk6c1C7PGpUty9xFSkc/EoA+UM1qxAAfr7iuB09zHS7yTI0+IUoCu8iFQyQQUsBTXD3LBtNxg0hcg7lwjCMaiJPSmcMA2bGskpgdqXA3lCLaHP+oCKyjEDcD9f1ANqa4RLGmT+pil0W8MQu1ZnRoGIDNi71cvugZyaU0vqCXQFMUJVUMGSoFafRHTpVqKuDhaYSwyziJHBOZaBtRTbOEsNvkTAQKpWfcVN2Zb2UzZq0nZhWnUpxX4QqvAGCHcaMj0RsuswwWYhMhAzxRTM2UobpJYfHcoKT39w4poWyhRRWCGUp0Rxtq7hmq8hFE7pj4gAHFfuZ52tsoXQe2XTUyUKInsBhZGnGSA07LcJwyhhbQogivRLONTow3L9A7l1SS8zCAAGYXZnknFCG0hRtoXFczFMC1Vw7tASAAtmHMGIsCMC6GJoS0u3UFitpSuoQXgX+gDG0lbdiMMJa8kSsKOooqgBwflhyXW3f4FxCxtDXy/gXogmJ9qc4urxe6icvkR9+F2VuDoX+xMCzTPS5rJsbJdi0PhKqvX4Pk1S9evAri2nqUgWJeS/8QDCleTqAzNzT349W39Vk/BB/IA8rYZycTcYArrxCVhG4nCzIdJyDZtJlA5c75jNHM7fMFcIJC752GJc6ErxfFy3LD9ErBL68ykhpa9juF6FzMAjd8SmFKBpmFXNtcCFk3h1BNHoxkvw0ut0dX1HKq2ra9v4BSqv8AfUtqra64h/Chlqrkg1PAOk0CMOhyzad0BFY5OzUGRnR+5clGWab9ThdVSMhhKX8krIGXUp9dXTBUpMoSv6ZRzRsS62sCytQu2gxNEKGSwTq8xvCZcqJSSA/UsJlgHwd0xDV7r9koOF8dwGaX2L/AFcGFjeLf3TC0iGximXLklJg88n82xwmQMGu4IWAVm4xaDIEWbWAEzpFa0BvNy9umv6pcZYI6aJYzgX/ABMxuFlUhi2W7SFUNWiRjd6KwBrDK1so0ikStpWNlR2xkWxjc27icC7fCWBt2LWJQGqWYvMaHNrePmVySrq1ql3KG4F5Et2NaREXlF2j+iHBgUJ/uAAChQiz+czTkobSwGjQlGLLHA/mBIjiP+hFc13ucvqsMxTajdxdV4sXEyEUbabSDlinR3EUCrq0P3cHYH2f6g1BRzKzkOH+zM1VuL9rTYD20ldavFdxHT69MRi8dhKVwlOIClRoVul3C1M0m+fmUolExrkmpnEqnn1EVWMXkvwMyK7XLtKY4vDzFpvAXCpYpsa7myXTzDC1XEXYOFgC6N8srlsw1GgzyZVl8CV+kODNzVsp14J7gyylbszGStLqsRpq16tnJXC08RsD9RAStqiA0FSrD1OSYvc9kNLmIC1ZwcxNcHUpcmLiDDTT6QfhDgKeMDG1Oc8tb8Vn0Ac1q4haFVavETBBgF18eUTrLitF0Vy+AllQD09Hp/MC6Usp+PyAgsC1bRGhFhqsGuA1CxCqOju4sINhp0+mcRl1KxifxW8XIpV4f4XUzRgC+oZZQ3jj0+OEyDsIOWNNB/gM5cmXT5zAVomPaz/3NKCkHoNeDxb/AESYsXxrKSEaHnpd8RtWGunhWJU5Hk00W5aI1x9y0H3uAvWcMe0OaiDr3NzbHpOA/mOUmhtm7Qjr6zFSBYoOPRGux9m4B8QP96qGNObFB6QWiUGFHEKZasMIBWmgYu5guu3uKhXcpBhSmEq4LyzAAHtSm4Du4ppRVPyivCDzOQorAagWMlXQOP6cduQYzBxxPB0MZiy4gbeJ6u7/AJisB5t6VxEismIN0i/9KKjTeb6IlJhN/EQ+JUpgy/P3H2XHlhqx2sxSsov7NUjH85fKmzB2vgcBb6LY7zQ2OC9SOlum6+yDL3Nia0PAiI78OZUQYZLZwyMe+BlsFT1zkXLwG7aXqF/tSMOm0KzvRYKsD/8Ad3Hd/I8yre6KsgyDFbVee5JgIlMXPtKutihJJAHWz2MduFWpAhiN/wBkoUpcX9w2G6cD/QSz0G116Tg+CXsiZp9BCOsY1a76+kj1LR56V7ITJwP85nNeF/5s4gFChoKf/WYacQ2zFf8AAkP0QfVBfK7V7VplZKi4sd/7GKYTujp/IZlW8yi5+Y2sVhiIFjpnaC9PERa8ErKw0GD3nBFyE3VQ7z1UMKot7ZhK3fVROKUcMTAbpz8S29K3AV2IaJfTJMgODcuzeRqIrGjFtWwbuY2ncz0VBzy5hHundQL9SmBzOaxOp2mzuYN8VFeTEyt/zCgrF79VLPKVwhekcalm6WASCvV8EM3zUGDn59RMAs38wBV+o2YBAVAKuAOWJqA2sMfbWaA+paOIP4IVCmNgb/G5gau1REoQ20xj4b7K/wABOizV6gW4cQpFhVeCJQGysxlzEpcD34qCXbt4lSarAOYKad4ZUeTA+S21DyyAeSDE80S17JXBt1MSwfr+fyGN0EtGPFECQW3+vxuBvZy9rUpKFO8wF+3bK3RwdvglWh118p1ETwZSVq/2mZRQ4BLBmKpgitCGT4EHmzXnmJ2tYXwpRiDVLX0jQEiWQ5+4gbQfUEpEy6lGfn6b7hImiWpn1yIns8oXZpR5C0DnEFE4Ff6Yqqratqy4wzU2B67YCGWXA+tWVGFbhGJwQWbOJQE7aAIvQWi6JeC0wtBuxaowRMSmnDvtIZzq2gd1EDuxntMerFdy4pTIoOCZcK0CAlg1o4hFS4bjL3yrH3T1jE+pzTZ3JGyrUaWuVLA5Z9u97kw9/wCsqJj27Sw1QD/65nz/APFCNp4v1Lbf+Mev/wDODOIgyzS4fthpocaq+upP1TbhOh2iZVt1phFV9vqQX5v9MICI22eoL4D+5k/a/uWpqii1XRVyi5IfKxb5MQOROvgGEsaf0CsIMs/YGf4M0COpqwP7h7LdnpcMAVY1zcFv0Qm4jXEH3KltqQ+Tn+yClYrOeppPN/VoYjpCJeDPDVJVc9vIWMffpPcH3DulR83j2rHHlH0LHiJXNc1Z6HmXre/9kEQeJmjAOu6h9wIXB/A6EdjyVtuiWQZIOJVecK1gs3ir9y8js/mE2KvmOgu6CkR6OYoLCo5jXJbj6iuOHMagDHMETBbkYlFDW2F4BssXZLRRcv8AEyQFruAUKqNx0FJXjqVQs1VJAW1HXzBalH/su3kt/wA+ogrsiJVDdcwMF7gZ/SGD+mHVStdOImV46mBTg/tjou/cvIViAtx8PqBy4l5H3uWoUO5lzHkZHEwpszxKy4MzDOoBIKCIlrpj1m8tvlpvTaNJ7JzDPfde/I1Ti3wbEvqe4WKVGnBLJAtzA6t4TBEGfflIlWhL9Q9xtpR9EtxwvudMoAhG+OogKUOBslKveQdRABVnw/FDVDTVrKV6Zv3hrd/UAKt5MU9JBEVjcAaN8rYuNmESuGGuL64j2wRwhXpfUJfu4XlHP90Yimnge2Duou7SBeWG/ZjbMX7pMlmfyzKpLeTs/EXzooLeG+oA0K1cyL0PsyDoux9EzsYVdsDGvFkvouUoBb4WD9DwAhR3az7GyBgu9FdXurgpmTmsOiBSBRQeHplRrm0PuBdxLHS+opVRsOXV+Aa+R6Zy8muU4uXioKhSJpJnvMKpsvr/AANUJgElSoN1wHeYxklXxcDL7u1PsplU2+HUS1qhTTde4HLJqr4mLG2jYOIDazBk6gyWSufUX5tVPMwML18w3FgTjuLIqWrUBdgm6ICGFQwTKVY40/srOcX6RKcVg2aa6mBZwy1+0/wRI/EihaUPMzqEdnM4Dv8ArEEYZHg5QcMsB3iIIwWJ+1CYmwrPz2RE7c3tVBi3V6ODKUwy79HhLEk6geYKQrLSX8r/AEwx109TB2Rbl+9jlnZW37hTjNQJmffuwUURmm42Xo+JphBak76TcCOAWqveDh7l20iuhRo8xUhzDdRaUAv20+4DNMP/AAT53/RGZuG0G6Z44bsPmD5WMAdJKKnN8x0xohw1ScdL/C9+1hY3Z9XmXs/rgj/5xRl4iA2si+0uXRElt5dF8FhLGMA7d1oYvlzrTVQypMlyYxgUVXFRJL+KiCdsoF/KFWzhuoLM7qbNZBoxeMwXYssujkNXEYBmrWI3bzxG1ybaT1NwjedsQVBBKqWQpeKZgtLaXjUu5gWDGKej3MsN6HELKUYhSHEsv8CRXWGVuusTNQy8woo3dR+3hOpXAoGZkL6wRXRuuGOaw+4O8EF1t9SseuJWCJtG84lUZMG/mD4y2MzyogtPuFpbz5v8aQAoYfuo8jsfQYE/lvNPUVEWCBZ4fxsvw4ULgv345OuZquuuf3BUYSMVZPtX4U1W3csjsORSD4WsBLdXn4Y59qp7c+G0FJcL6PC2vH1Gp3RNVx+ngjUlv3fhnyPfiH3iUqUF7AQFFNTA4RFW4rhojEkanVka4uZd1hyv3GdCo0001CR2itHpYa5BvFVruzUpsevGgGHT54h3ndzz5JQZSBMJmrIqOcrrgYNB6biwzSOXxryKrP8ADt/F0wFDw8A5m77s5zLVkhA016jG5GarITUtdUxZQPk81F1qANEyRLaBR2OPUMLbYVT1BUnFlqLlrBlfuNHpbe5Y3jERMZyunLLeGTqgU0avHCIISAAgy8aJmVa5YPpSA6kXseHXdgsBLHUcB/hJTstO7V27EHQQMmb5IK9MGg3qvN7lZb3Gyd6SFpuVOdzqK+tKnr1PWgtoMatL7mocjLgrtvvpg19s2t/dF7kdq4pr/SOtN4Dm2ET0Nd0YYBSHLbUwJ0sQVdxdJctzJWYK2N7uNJXXVs2HUsJKXG3GLpgdNRR17HpQDKLUqPOoQqq5sR4WZvzqdLZTI5TP9R55CDapJQRSmMzRmxH5QmDm5Jqa7gyhOxEaXmg3wwZmP1nsMkoXrT94Fg8bNt+lgBgwzFMURAg0C1bBUqz2shqEsFeCRwieyJcm1Ve9XUGIyuEZjUQ9QyM//KBNSCf/AFFCUARdQt73lhAU4cSwdx8R11pRKsWjRAal9jEljA0YsluIIMvcCrMvSygqg6r1HgdAuXb2q4ZPCuX/AFBs4ssuynrDFCgpQU7hNqvHuFSguMTUQFrRxKI3VQ7ExiGrwqwIpY6XECPJEsTZWsEQqu5kIWvMwCrutSs4mjmMCpY8S3BrmZKLTubenGIZgesRURD0S2+sMy+kyzauIOtKxrgZdCcX3SCxuB9HFvgDAWLa49R5CTRaMPZI3MTQM85YO5ZnUM1hcT4AWWPYP6w1awfwaGEFLXqPNLrURp1Kt1WQW8qnkg90MAHODLp2xVMm2vUu5T/efFnQaqDGytXY59eKk7VhSFbS2u9zOsvR14wMKQDkFVT7jEAQD7QFQBVwB3Hqi2t/hYFbAFVezuF5XG5Gw9RLrOwA+oV7EQ2RO96WsEGWz5e/LyBtJF05eu/1BPLW3z3LHlx3iGNi+ObXtjcOIuRx6J6REafBtbBaVXKGokEjSN9iC2Lw8e4UBIujEurgq4Nks1AuA0w8JaNMKpiIwZBQ2uvzB8OmPCYxOz/T8LVtWfmtZQTKRURmJ1bGVGKIdcXNgEauuCUBLljZfu4dDk7Eah27GjpB4D2Mo3VOq2RwcVdrFYWssMKt9RsEA8u5ihYJXyiMDffTAWLihrPO5jLWBziLG1iou7nFWhwYqVi1xuNFivqMKYdyhWaDmDXNCzEQRUQUaaIiApMwoL3xG21d1DaAQypZdIMV7lktOsHud9YzHC99kvOb7hulLRqDZHFTlwmQ9RQBxuKvoP6ShXbl9TMqqxbyRNmjOO0xCnC8bqIMXXJyQ51FIALN2hU3FFer4lhKYDITZww2dyjarLGo0grMYwH0JDKUlJYncuuduB+4JBlUImktWqVCrO3ucqZXMBa1nDFLW0rqJCXAS6+lyl1m6BrX3DNt+zHNhqiqhVtDwZsUNQAesylL2upaj0wg6zhBmlXioYAS3ff1MbNF/JlVK0LfcHLQWxMzHI65gdpdZld6dBzBbBQqB5adnEFN3jdQs/dwyNL6mK9mVgioQ4HTDDNL1OQcFwWAnBmtsROVNvhgUFEs0qdwOHhaYc9dzCj9BDbkmWRDUQa6IffzcQSibYMIlp7HHwOIqsITqtDKZV73V4tocqvi5aVGjRja9pdELWbSzDK6gu7Q+YOMjYpWx8eLaoUHYKfuvB3Drr78U9ns/wCIYizFirUUJv3Z0YYSZWycyNyoW/nKPIUoWLx4YbDYBMzNF7EaSIWdj5JyrM38kKNzH+yBQIojYkXs2jxZyhxZ482EB8tb3ELGSUiaXSo7BYN4l8PKka2JepV2GQPoIl4EVyXH95qaIGWvFa1DREhaz147dfp+pyjw1HmKds+kavBLzjY6QO3lzg9xUTMF6l7b8DVO+ZvsBsDk8n34B94j82Z+IFwC+Tish+1qMYGgKOG35WXAG5cfsXD61NzWGbmv0PpmAhYX5EOgGh0fnMG1VRz0dkpa2AaH81EA4y2+ocwBtUb4aMZYIoKRKX/cMHJd69RJOF2Ec6ThOoEvWgmgiC0pDDlviPDDzcsp7TB6ltCqK4fUyFubuKDY1eplDnOWPA6xKHKI66TEd+ukmmrqXagAwROVw5JcDAt4c3ay36WJY071KtGm7hS+iBeju2VkQYLHpqo7OVzATzKLlUXCczrAr9Erm9nmNVasNxGwOlkXAoJLFf0gwBaNNS8Cy6V7IWwrFnowBKs7hg2N2OohoL9TAP1iZQvAtV/tiVTtoWZpR3BLEoGItx8yirZajjnMVv0czDC1epay7rBNMNe0WvgFQP5w1MUrswQxlZepd0PM/Twx6AViC8uiDOzDUQRDgdqw+43d89+48l5cVqVutXsgNB1wygaWbruORnHL7gqrvJ2zAeZrmMONYhd4aSd7e4mGeN+2IcODmAmLLnLScBLzMnMR0aNksAqsWRtKL2QP0dTJXq8kHDOdzlHkuWWslOYtLfVwRXLM5JotZiDgEo6goM3zK8JuW9wqAVQ0cfXjk2Xpvy3Us1LrWma/cCWlayL/AFuUlAxfyr2zK+JfkSVuP5SbJNTUeiDofgFQ/MdpHfYZxl8B4ZtSH6NylVIcjvD8AXIUHKGD5lracVobzFbVoLlbVq2sEcBBYFtdxClXoiJQR6fD4AIZBw/HkmRSS5BuNgg2mcKgR5ZuhkGAUFEOgc0eBpJbni9h4VW1V/EsYje/aZN9vQ9vD9AqA/mxa7eWGe+A6fC7cpT2OmFkqj6DKiqu0xXcIOgObJrBG9+cfh9McX9sFpxFGP8AgJDFcCU8LWB4gXQaLI5befDklstqRcWfVn3EBwAoNB4YcrdZQtqD7Pn7i9pCpvmtF9wWdkFOX3CAysvERDKuzXfUR1EG3fMxsziz5jP7TqVQBsYWVRVlbgLDbyY241WfUzb74mwGql7cBg5t+iNht9VL4TaKjnpFw7v6CZVjBoZerVG3jAJsVEw2RZYd3br/AHAZdmZhpvXZK+csqqo6ja0ELommahlK53K63Dj5heuolPHzKvHBNfLiI5BQG4A9e2APQgWsDnVrOwXWSUUhLiDlM7WFFM8o/QcvbB0x3fuZbPsO4qyJiwo6hRoLT9ZhcrOj1cCmyVolYy6lVilJW0V0QAifEaB63N103C3c/owQt6o4jg0wK21MLowRF7wZJdbQzC7/AHAPety6OGWstxxkmKY1qNMAUzEJQIg1NK8tf7meHByQKuzdCODsbgKl1kxBKeXco/7EGL7KDfbHJY3gIqtwcGDkJgzcQwpauNDPWaiCtWkWb4MxFl01yShXg6mNBqKWszVTo5Kg8CrZYUGx6UvImXIvsYCqCvRAoCrWosaMG3el7PxDtB3K4taeA1t7P8XhyqQFr4U4gloKGYC0DlojN7G7WQNHS3JFqoooZV0MChkg7S6lfQKfR4BBa0TZjavJEBWhM4yUyjCQ2y0IdeBAhLQOmLq5yLQySXQxvWL0xCgYTs/E0rdTpasZxUYDt+M9c33B68Mhq4ht1DPkH95cApoJx5UAarTy1bwwq7fiaAtZfIAEBehBbzLbwXvwuasKV/v/AAam8DcG6rdv4IbRtGpcwq1YPwf4q2VZt4L4AJQyMNhy6NHvzaGcwU4IscLbkHvUoQJFPv1BaUfhfMueK79YNj0ae5ToBx9blCRx0ts0kE5epVK47JQKclwFPnRLpUGqGboF7ep7Wow8EvAU2IhblzcLTUAz/wDIruxL7YDQ8X9y9F+o3eA9xLKigYjwVi+JkZ63E74bhTda5J0BgXRlhzpvTBwI5OPUo7upVW5dy+K5iJj7ltCYituoucaldcmPmfYcZhgDrn3KbfnMyy7vc/02PuZJQs5/+SjgFpEIArr0QPdUbiAIV0Pc3V/M/kOJeamYoc6QtiaP1E9uDJKunI6J2cszJRtzKpw5nUeLmgtKdw9rtxFxAANXBTN3ep2OOYkLMuhHh3qHJVxbKPtIYV4mgO9TIauXlHVYfczRev5mjuUGamFPepZYuXMpU4OoC8ahmoDbJklnBGzfGBKrZbzXEW7MNrjrJRKzKKGcL9xMFOY0WrpagIJw5BmK4pgt00BMHQ5mlq+Z0rl2MpbYsfDGjxzfcQWT36gWdBggarIuIdlUqaH29rBChZ2rB1+BM6yRKa3ddAQIIUoCaswtt/G6VY5PG7bt/gfmPjMT8kHgLJ9KxpaoSrPBo5RbG/RGZqjaqvFrN1qQ/Bi0Eh9tTp8px4Bypjo6ZuDu6/BjsfDlS4eSehlfu4FOsdUr7gvkO2MSoeSrXrH+FZwXPJAGlLKa8WGyJykAVRQdiL26pT/h/wB6hfHR3aTmRyEbhQqU/H/AERbPTLLqzwUgWhcvRCJx1WrgmtuG1AMEIN4PaLahSYBx1mA6Rg51CYVdg3glU7S59mKkFrHsyglZ5hvNFNTQPeZZenBKuGD+Upk6YlAyvCFmjTlTSOGh2Iw4RBxnxAqiftqpWQF1h6gGuK3bUoFGl1UOC6KuB2xC2AEyumuYqjaAyH9Ey82QpfcKWPbKHyiUmDoIBeYcI3wqsECZoYfUtZQXUKWK2ViAtcESwcBmFZ6MKuA4xAwdckOMUupS3XdTADmWhZl0kcMnuax24H+5hRhRaEEsZriLTHRDbN5gTm66mbPdZj0F5w9Qza/qEPVzCikQppLxHxauZpWiiC763OHJ4j8G3LBvvDZLpAS39GF0kGILYo+mLsC6ZWbqDMpdPUEbu4WjlcMXKGxhb0ZCKqVhfqOrDJqdHGCOVxxLbqDXbeIPoxLdlJM4AXpnIAxUaBpzoIW4TiWW3p4jdLIlFQoKOHcbPviWADkxcwANMyWlvSV0OOWCitvEbLvHfuVa0utdXFKO4rxWQy1bGeH8AqrI+358iALoM1dSrNHzM5jYuP4r/wAf3v1XgItIzU2x4UwpNaPVwQuy8V4KQTpWpxBEFjKsehlYLxsMBE0PATP2txBWBJan0wCrm+I+PAOzOcU6IuKnWsAYxAxG9XWHU3oWt1LJkRjUMP8AtDU2pKrmQAqmT6tAwqst+1nNblg9REr3qVoBSzxU2vs/L45wQAlm0bPXhQANt0nr86mwXi3RCVX5AmyhlOlhraPy+/8ABpaqZnD7g4RRr/GxZoKC9RS1lHZQaIlhFtcQenyLkrA1s7EZr1o6HcKVgOJuot1VD/cIWGtoiSWAjosbXfcEVAPacGsRsTqiWwt1vuU86xmCtFa/RLBwi8xvyrSJrA4a5gdrzfq+oQhuzJWPiWtUHvhl6Xtyl6Fztf6JhUUNV6lgDszKyAgW5rMqIf8A0gtAKmWtwIk2S/gMQtBoK+YXa/mPvLvEV210HuPis4L1DJk/+dwcWZT7SgyMaiNcdM6gA3cVFa1xLG+tQSxytzYDZtnb+Jqve4P6YJaq8UQWX+0KCcOeSWboo3L45Es2ohAAtgq7gCL50yiyVt+ZkUFrRDgFMBWwXdMbGbB3U9CiQg/YcssCxglLnnXqGULdaS1gtHcBZ0tHc4XWLp5qDJpwzm25dtWTBA9ilDg7VxEuQ9EUNPj3Guw78yl2AonKmnPzDaYlANJeIZgi5a6mkkTf3KAVMWWiqW5bwogZU9QUK2YnMxW2yXEBShX+ZtQNVvAsbiwYLDiPLvSdTonGPmJA8P0ssNbXaXqWbBP5lgA/Z/gwWAmzqEQAwDmUhZqjr83EoapmfxfcVl9P/hEpR4aZwEFFla8CBBA6PUb2sHpzHDTw0wjlXsYMkICa/AzL44/MlV975zEvqG+LXETqPuWA4HTEQUJMp5UqyrBbEMguVOoiFFt4lbc1giQIw0XRx6b/ACSBtA+SGEED8UKOFuPxDG1dSgofDrCL+2LgDmWGAt0LW68/Jlrj/wDh/fxePxFETCZGX9btGq9PpiUUDW2j0+4lu1mUODqYaqP1MoBez0ahUAdOJU+jPSnhuDxdBMt5o7jdWvOYCLagGHuUiFtiLvFbEAKVtj/qAMC7b+4ImSjT3EHh9vbCuBu6FlBaVBHNyhh0zcJyYDLiFhvuBjBA2wsxXplHbLP+31KBR8xBebcFTuLqGAze5VEsRKlF6YOtncuVi6C3XLKGeRKO6iXzDqFGQpwQtw25ZjAF2XcOxRblALCt6MGrMmbxNGNysYwvMR3DRT8x+1G4Pd3LLoxOCm3fqLX7j0xLTj3OC2JRkW9y6y1oZk5UIoOugx3GDgtxAvX9pscuZZZXG5gwUWRlCnGJgj9soaDJtOoAE36cjMBmr78DQmeparq8pKVUuW4W3FCrFldJgccVU2XywGnxSN+nMLtZe+jBtNYrgjgtq7ZZN/bmLvUHJd8y1uBdEFQNkPAmC8xQRsXn/hLpmgI0WeqGXsx0McgpvddQLaKDxPhmARmzjEtALU/1KPmU8hojIVilStUXltfUBcgI8v5Lxoq2ezHArB6b34xDGOy6hARMhoOpjfV8xM7xoH4TS0+lxcMcWGh83x38Cf8AndsVTvXa4zC27iNs8eh4K/f23xEwlEB2zTLHC/SZYndKkvNy5Zu+XciqKkqq59vh3FlIu+IyjymJfcx/gWKla+H4OomgGGsW+3yZzYr9wbD8UzQu0N5/KwXLkHvzoeJWKJqBO/uFb1KcjNxMqPUW1e3/ADUtjRj48ZGQ2/w31gt9vRGGYDKczAt2w1MK25AxFKpvD0EVCiqMnRAaTmVTg6iYAwrKQYDhY5pWgxyQwelFyzBkDQ+5R2BWPbLh1bEwN5LeZYshx8kRl2jiODS8vhnIa/m4DcIOIAcnI2yrhZdDlivwUxbNZJYWljzev7ichzlOg02r+pYkASj3AxcJoBd5H/UpkPU/1Km2A18QMgOBYggMiPZZia4FzAKJmnTGtCnNMxmsTBdiIUk/1hmy0LbgRqjIzlW+k5l/q3C1VMBTgVVmp40ygl2ZYiq1+24KlqLpgcVjYzAb0N9kpdEMV8xOeTOJRsMOan81zAf+SjLIG5Z59xaViWYmWihG5eAj0B3MhZZNQ29VYSnGy7+ZZXRgfc9vPMS7HTxFagjGaHg0ZdLuxve84+Y2gaXZBcsWxMNN1tiKYNMymwY9wBapHhOVxcAwfviFaYLzMd10fUcYO8LKX7HEfZ6lrLMFJEmRUZtRSMtbaYywUHOWpmghVXGgTucBaGUeK4mQGP8AcdDH57LBYziviQnddRgdxULGwKo7ZWHjlzBfZUcVRURw7JDolh5g3du12wNbbue+/IHiiImKj2kBQG2E1fPd7M/9btiQNCstcOF3ALF4AJhUWc2KUJfZ3+PiMeDh5e0DNnLKXEUcq5GFQY0NN8A3AVzEAVasiNsVspWq1Tv8wr/DXLJXERbC9MuCs8I9sZJzkWfSRYAbDTp9MX0IaH+Oj2c5WrB0rM2U+GPwnZ0+f8zhIcUr/BTV013x5wHbE9O5WEab2ug9MMuxUMVwLPqCyFbERIGqJNnFS5TvDvqarv8AiMDNrnRhmly4lgoJbg3P1ZK6SwdOpgFLGicAOZSyLnU5OGwbJShr3GENijQVsupdAfsdTJYTOnP1Mkyq8jtiikNscvdzezN7hw51xFBR0CofF7K7i30LSUOCoGPcppRtu0RIZSUo5D6iUBFQpZorpUQYqx1CYM8/ET0cZZtNUpdYl7LdDqWop6PplgvtKValj7uDBybQmzRCVDEMstV61Mg2WmajbHHEWiwZYOpTJMOMwKNUtSFpTmy6Jk8WVUyRe48WdZ+ZeQtX9oDf2mlhzUFL7JlRe8VEjjaYmF1jhiLRXBG6AlLfca6FPE7favfqOWOI0hLbtRYjq1iYDBzGQIpab5Ai5ACueZgy3jXuJe7LQSUihocnMDKrdmYF5VhyUUG5WBZNlQg5oOSFiReYc8ZvMvNQQ0rlBSkwVfUM2VaRu7Z5fURZ3u5s6FRKgss6t2ZTuNU4LRSIW0cwVvRqaTor3FwunqFAo2bZkxf4b/JCcRm/gf5Dwv6mfzPn/wA7qcPH8eH/AMHc/wDR6n8DP57xrmcn5l3/AItHzjufw2cPz+ZuO38dPhDzz+Wvkzjz/Ef342/lyeX1Nk/8HqafH7Z2xr9Jshp8E1TT8z+tn+6fx5r+Xin+2HHx4Ok/6PFvGv5TZ+X+5yj/AH8D/Xn/ABP9IanCO/B/ITR8Q3+FqH+iOk5n+9/rxszR+TxtEd5r+J/XOWcz/Q8vszmNM/kf68mf75r95s/cf4ozh8E2Gvsn8w/uf1Tn8/7n8bw/kPh2zZ9eXj8E/pzlP6SP9UN/JNvtGdnyeGf0jv6If1Y6z/dNp//EAEURAAECBAIFCQYEBQMEAwEBAAEAEQIhMUEQURIgMGFxAyKBkaGxwdHwMkBCUmJyULLC4RNTgpKiI3PSM2Di8QRjs0Pj/9oACAECAQk/AJspbkzaslE4UlEDgXbWDNsC/uJngZWxGAdBtUsQVVF8Bsyi2xLHZh1J0NgHQxvr3OJby2BlZDpVtQsUdauLtntA2fHG6HSopXGwE9lb3sozwrhJii+xKmX959nYOD++35xyVb+52QbEMHZ8A2ELqFBi6nvQcqAcZ96rcIc1B3Vx2qaYKbBSNkZoOoW1KKFSOWE5qFBmxDoaSDNiGyxF64B1I3CDui12U2QZQ6odlCrhc4ZblI5IOVI5KwQZB1LCGhQ0cYiHtuQaVcA8lDiGPjgJKmyv3L1njV1Wyy8Rjl4jDJTLywp4HDPyWXa2FpqoE1nhRx3BHVy8FK/Thmix6VMY9HFDGp7tTPwwzVHbD5fBc4v2KqyxfCj+ARxofRHkujj+1sKMs1ms8N6q/YyyWS6FTDd3rLtVPHDp4q9eOSrfjiWKliG1A7UG5Qs11buthmunz818viEXGGXiMLhS/wCSiCp+nGXNrvZHiVl4qhWfhhST8GCI69WIU8FTwucM0Q/FEEYFkaX3IhrFUbxwmAoVbuwqCgyzVHVHcLLwXs4ZYAFADCjh+DBEPxxlCO5Uft/fDJS80XLz4IVngWLmfSonwyTVlNpIidnwywlKSLnCwlxwDaodUvqTwJwJd8L2wunxE87olBsHkiWZBPTUJRKsMXDIlDElEzxoicXwdezdPPEzOE8DTWJmiVYIkYVRfANvQJR6MHfG6JRODrrRJGJOJ6EQRbEbf2UWAQfYltcv7gG1KjGZVb+5hV2lSpAawdzrGYwLatBZSzGLNba0N0X24d0ejZCadjryOxGxL4UvgJ6gbVBbPV505ndtRtrjUL5BV9wLDZ0wGBPuYO0pZU1Q6kVHDCbC/VVcrA+TsX4FUVMBrDWhJTwjJAxZIEYmV9gZ7BmthTa3RlbChwpsZbKmxLjWhMXKxFoA17ltyhMURqdIO/WuTPGqjIGVYW+0yXJ/1D/iVFFDubydQmLlCWhJDB+F2u7C81GYuV0efy3TbjbcoogSZRzq850NecmERDRD6wWPc41KmmtMq4p7m6LOi5wAfPGWBlbYUeXD3IyVMZBT2HTwU89Sqr4uojpgEbp+pcUSExCYQkOJMXec6miOi0LvWb5KOE72m3CiOnyhrHlDcAWehvVXil9tB3KwPW0Lnpunlyh7ocDtar2jiZI8zAO5r7nLEN7gZ244h1A29dSgOtTYh8K4CeFlmfDyU/8ATPfCgArBPPlA54xIyEPbUoyIfrLjA7EYVGrVVdANbUKn7rIoUvqz1gx1qKxltom3a0vJDmiiy9dylzu3RK/lmfTDhl+lB+c5mpknSii+h598t7BAMKD6dmJ4SOJbUMssBzTgG2of3apUTg21b7EO0yPpRY/LdGVkQ7IvlhQ61Mll4L5x3FGnJlv7ocPUWiE4KY8vylssup9KPfJcpGY3kX8KNZSiMovvFfMIg8qabhmR3KOMj53LaXF2G5HSjhDwxXMD34PsijzcRX3STHVErosulV2l1IDAsMDK+vFJF8SwIboRLVGXqT9IR0ugDhP0U5c+V+1GargNUOsvBfP4FWhA6DF/4rkmiFIiZGF5EAZp44srCFsrLOSLsWHC8XrcjJgd7+gqmMsdzCasdEdCaUDbtKXRvG9CkBfrGzkMkXnhPfsLo6oazazO9MBsqX1iwviXVUZiqcYSCLjEs6iYDE4RNBCHJ4edAhL4Bu496GiTJt6gaGQf6mCLg69cMvBXPh+6NAOLOU4b47shICt/ZuemSDEIc6MtD/th3PT4BfKOHqauSRw0yP0KXPPU/wC7ouGeI/Uq8pQf/WKdbv1e4iWfuInjbay2QIxOrQLmqIiF3i8PPoCgA3360P8AUC5OGIiFyb6RrO9ZIEQnXExdOGKC3+CvDLoOX9Togzb+oGY6KFWh/SpRRRN055cV7IDQ9AZZDq0f2mog4dw/1k/qUTyGllpcURDDex0chvNkdE6JhgF9JmDATk8+CvyY69EatVX3CSOzHDhsw2oJWKqFEAcn1DLWDrPA6tLYUtsS6LL1MKgkfBPDyWdzuHdEoWAlCLMm0jJQmEwQks3xGQL9JI4LNTIDGHOG3U6hiEWTIaEOd/7UHFo1CY84rDjGaIuYYW1zXEOpbOqniZXRbXphLCl9npRb5MoTCYviRcnrcnXk2FH93nuxpUhBlMspIuVIohtufe7KRyVdYtflONg/bEi8+nAtNoVUV1qNRBwbbD2dnysHW8+ELrlG3tE3co4Y+B2BcnVnqco8W5zPiJKPn2BkfI0VdhInUIhAqbNxUJ5T66QdXtFRaG4AZZl4ly3Kf3FctynWTPuK0eUHUW4hForwXdNsajZZy1ZxGMvxJVPHD0XQlLrngHQbUCltrYHRhAmfXYiYOStDc7yb7rccLo6EViJF+ifFS5Vq5jzvFsg29F1JRSywLQD24rmLLNhfeun1RBt3qfBRExM/Jm5huOisO7YWxLAdb5AJ4YRSB5fuUZZfvTgoYjv87KKEbqzUUJ3UUJaxs33I6JFDv9VRblIQNOG33DjfA6uSmPFSzwFEWBtrzz1Q0MU4DZjZ91IugrLtwFe9VrEfqbYglAjA7EzUnMyol7MP5/2U4oiw4+plQCLOIsf2G5AQRC1uDUG5VVRECfsB5znhLpbZRCAWzfgJlHShIcHcnCnuUj+s06qnAOKQwvLjLq6CpwmY8n3WT82IHpB9A8djQYOYYa5aX7eeHN5MFie+FQqHTj+XzioEP4MZ9mfMJynMbrIODazJ9AzhPeOiyLTn9hr5oOGmdWEooRA5qakL41QYbKERATA+u0xMIu5kLupBTj+bVDbMSz1gBmVYzCDMHKq7vvMyvhgJHFwONIsKFEQv7XHPzU4j7UdyfDd46p0dScXww/VbzKi0iergBZUh5QiH7WhP68bkk8fUScOqiEHrmfzKz+Hlh/LH5RsKYUiDjj6CABiID7r9VUAwDAeu1f8AViFchc+SPp6vW81CYiOyHeSwG5AEQexG7xNlJ8u6trRYXhDdWs7N24FtuHDqth7gebhLdr5rJvDxwtAB0mL/AMMA4QcASCMUJHwNN9zSUJhEMbdgL7vaxnFSGH6iiYoncZcNGgoi50WfgSP041Mb9Q/81JX5Qtw0YfJUV1aDxKqFaBn4AeSzPh54W5MPx0RbYUXEKUXwn6v3oUGiggP92lD5y4qRKzaH7AW/fpKua5C8uiW9OGXoMrxYfJrwmIOAeBNUYn+Vpvx9lQ6IJLB3kIiPDZh0GO2DoNgHniXB2N4vF/DDKHvjxDxxAjdoGRPknG+ylpF4YvrYS6WeHCwV3J+6QHep77rI/niwyVGPW4w+c4Z+Cf1CELrLxWXef/FXLNeZxDapmhhR5jpQA5QhjHfRy9TkFaFhxMvFVtmvhAA4l3/JhkjKC/1+gyufUlEIYIYQCbmICbBQRaLtpuOD6OtznbSOVwOluDJgU0MUI5u8OSdsH2YbUEhfAONjkvnnwYqiyh74sGBQBB6QoRDycXtGTBq75/CoIYeAbtrh6mFaHxPkhP16KjFKP9Zso4esKKHrGYTEaNZVfrFERwV4j+cj9L41cdWiEXBjD8DEHHgVcoUYP0A/qVdJ+qf6VXVEs1NTiRoZ4GQrh8UX7+Cl5ptLSYfdooGHlIZFhcbrHOyBggufiPgMJwwc4/fYdfYCqQlocg1VLOJT0oAesISviwdQgqEfwfaGVfY8/pUMMAyAA7uCMtaTawbYjXOzy8F836ThlD3x40hD73sOmg4qDkxD8rHvdDRd3h3gtXocI8IbmKwZRxAfKJQ+fB5omIjMl6qr4HydB/JBvPAkCtTVGNrxOWHSiYpkk/UWtakkPi7AM1/Mh69MKgDlfESe1SEMLf1E5/0z4oOoTHHlQDiaqHkwMmNOLqHQ5RpfIRuNeHfqTKZ8cl83hhLnkdOjD5ogaYfdp38zxRldBySwH79pUyZxRZxv4UCbRjP+d/MIEG65MGGENpAsW4ELk4ieIXI/5eQXJw6PS7cXbh4LoQ9gOeDUUEAFqksgARExalAaVHtYlh2k5BQQwgG/td4hUAI+YSLcCi8J63yIw/1IhYU0sjEuTgbJy/WgYIwPY8s9/HULm0AnEz5d65OECzzPeAtAj7b8AXUDbx36JnvPciIoTQ4D+JHf5RxNVoAZN5qAOZaYz3g60xca/Ug2plNZnDd+rG58X8F6DqdT/mfJFi7g+DdK5ThL90TE8Lu13QBfhVQQTgBdpzhBq29aATL5O1zhDAHgBJYO5AQAayDEL5z1L+ZD1aYV+aOF1JS0zpA/TbufpXtGUP3Eeii8RLk3fjVCR+Lei0QmDvdx3OFWKGf30PaJa+S+bwXUqjlS39kKFDLN1GWzbxBZe0axH2lZXj8CugIN5qtuPBZZbkNJ6fdbyVRCAeOiHTmbAbtIWwNeVPXoweSph7A9gbnmelBwaroRlHD2gOC3ZwKLH44++EG29Uy/bvQHCzJnhLjxDjtVIoQR0jCcVh9VkXJqfLJqBaRe13UMUIN2P5l+7pzDykiPqaRHU0W5HnmQPe3DvZSN8vPigNCxu1i0iyN5+qWTmTE3kW8HOAfUkLalVXVMslksz3DyQX0/qwyXz+BU1kfzxIB8LQv0k/s4Tb+KkRycLjfoDDNfJ2ucP5cP5BiHn+kKTRiW/SCnozP3H9u9BtIzO656BNDmwiQ3ASU2Dn7iiBpHsvbqQYASHAjDM/nOvkrR13MUXf8AMvnKAOBQMwsie0eSAJDkysBIuygEXUVyXJnlDuDAZnwQBiiLD7ntYVnZNHyt49+Qy78KmNdSHxnvwPtSH2/EfDguveoQXlD9oMzlu6FKGo4FVFOmEjxTxP0nS41QIFRBu3qEQl/BEL+WO2H916KNKj6j6kgQURpkc4tdqPuopjsQYH2hYRWKEoZcn/ukTPQDPiE7QybfIkz+5jwCLAxORfQAchTkzdLKuTWV4iR/d+2ITFV1A81LCWrkvmVrblmO6LDLwVXcqZ/Zfyx3YXKoGHYH71RUAwoCvk/UUxVoQOhsXr0NohAyiBPQQjOIuV8UoPtB5xfiG6CrlWPYwTGUX5Cvjib+l3J8OnAuSNLrJI79WWGSnzhg8oyOmR8dS5VgytCAOJPX8C9ugH1H053L2iZzmY+5VpB+o/pHThl2qcMH5r+Q4Kfkt/54lUyCpBLzUySABvJkvhDdk/NWAcWp13UkHYtB994uh2h6Vl4LN23eiiVaEDdIDAfEeLOw7kKxjS+1w6mDh7JDHj+1VKGEdL5lfOT0v6dU0T+QqsRc/ai6qIZ/cZn82IdSU0GxYm69lUzUxlq5L5/0lTV+U/TDgQeUNId2ZRJJv6ytuZdX70X8qH8gwoA59dCuX3r5h3jAHii81UQeJwrhIz8FSX5QjwRFZ/Y8z0XQaGEMBuw6ODBbx1wEeKnAJQ+J6bbmRmTX6WmehnKkAGA+kDUDnwwElkvmGDf9U/lh1KAOfXQqkueLr4yYuig7n6VYOctIlCZkPudfDC3Tc9NcKin+5bzKq+Hydnor4YX/AKrLnEl2bxVOTD/10A/UOGG4f4hPxQpBP7zM9pV/XgmOjCzS4+KoYg4+kGeHwwv2EplRyRK4gN+jGSyVoyw3PWXF00MiCXzhPocUWyh+mwb8290Hhh50ZtWQbfTr1JDLBtGyIBU8K68cINg4WXgvn/SfPCWlET2t+hR6MHwEX5P7mdxdTN7l83NUGMQdr6PDD+VD+QYViLD7AqqXPHeMZCpP0hXMvtFP33vgOYYARFubDNB7P9QHodGE+UduHJsD23+3GkUPbTwxDRxjmjLks/6q8G2PzBTX8w/lh1DOMsPsHm3eucYiAOJkAqAMPtAVNJm4S8FPng7nBenRhIBPo2Hj01C69zZ4W5IfkCrEXP2D12YNpx84/b8I8ek4fN3S8HTzjAOU4h03xppEA8C1OhWBP+LU/qnhWOJh9l+5unAtzm6SCPFunHKmFIx/mJFGu+yq7C88pdi9uKcfGw6O99cT2DGP4o6gbmzubLlI4jk8uiH2RXAkKIxNRTiMTDifU18ELDg3izlQaQUHOeUyW4Ovlpuc+aeqL8xukS/Si2XH1RXoMobBBzFC5+95juCcNECRdkXhIcHciAHmdy9nPMeg6DMcHMUDQn7PhPYx3jCIGK5sD5jGcBDRw/T5io6RJRCOE33+G9EAC/rivZhkDvvLolgQwnDBnE9Mi1YsIhDCLqEww6ZEJN4RfwQcKuD6Irmz/uohEDgZku30hdW7grxE9Dt+nA82AvytJ5joBfiuUhIIlObfbVBnoMobeZ3qcPJjSP3Uh/5Dgsl856nKnoxAt9NwuVgZs58NH2lLkrC75lTJXyTOcekXPkgogOYIYp5Bj3doVHaEfSPOqoTzv9sTPcwQWS+c96r/ABIerSHlhks5daYAuOnQPlJFt6lDCOaLtc9KDCozZVBeHoK5zhxwVcDN+aLk8EJ2htoZea6lUwtAbCO/A2GBAAqbMp8nCDpxZxaMt4AJDbE4M1108F85/Mi0LzP0vNfw+N+szRO8fD0EzwJEQmD9SaHlRaxGY/ViJgsftP8A6wiAhNpEaWc1EYz2NuhEgm/hwU3xv+ludvkqwT/ov3OnUcUIJpbfIyUZIyt1UQ0oiWA3qcddL/7fUoVIivHJRGGLN5rlYyMnNOiuHTFlDc5cECQzRZv83TdBioooDdix7JqOKKdySnJJkN/HvUw0jbg9ZYcryoFhpFlHFFESzkktDczyUoYQw4epnUEiCCd3Dth6FEYTCagkPA8j01XKxeLfcjFETd3LKcRLAfsp6MLH7rqwc8bBTcuTvwrkvbinH92XRTi5WSEopjjfzPHGExRGgFfU3Knyp9o2AyHiqeyT2hNj7cdN3JW66nowy8SvmPeV/MGGSExF2dyOiR38QuUjjFnJI6u5Tz3Q3Q9gMRf+H+10z3D+U00UPyGYfvHcuRL/AHX/ALVDBBvrJRGOLPd3eCBPd0miIY0NtK48kA65QgWEj+YHoUcUfTJ9wEl9oPafDUKmdQsyqiWeSy7VMn2oLvmPFDCExd3XQKICO0Nn3lAwnJEggyO9HhyvmEQQRI2ZB8x66wh/Ehf+puHl2Lk4uLFcyAUh+I+W+7PRACEBgLNwVLFMDeG3RYeqKCPizjrDhQGE2iMg/eU0XKETj6A4AsJKl+K5sd8jxULDOo61Pv6kNCC8ZlL7alCvtRXMXh9NuKmM7Mjon5fh66hQ9LhEQjpPkEOdeO5KErj11hRCIZGR8ioOjSh800XKxSOQgyF51i6EaW1Onz80dGMUO7LyUBORqOxcnE/29U+wpv4jc0ZDxOAcGo3eqJoxxaJuB8OxcmezxTRcoKQ/CD4kNwxD97owxDqLdyEMAz3dCDx3ju3gF6KEj1uhpw2iAm3218FBGSd3nLgmJHs8n52O62DlZeJUMRBiJETONHoUBghhicxGUtwMy/UhS66Uwj7xx7lAWpRx1qAjOIyh0emfU5TRRxDnx+G4C3Xg0J+W3XUdo4KE9nm/BQcocpFcmd7y7+1RaIy3cSgIW633lBwaj12LnwvL5v3UEY6D3syGhDcnyqU5ap+omZ8sC+Bd8BfCuBxmO1cmIt8nbjVcnAO3sogPW6i6QpRCkSDG2RGEZE5w1h/tKggBvymiZQ5uToqMxFpxNdOcZokIlCnfjzT2dSITYzUkHUsACUCEJ56jaOMlEq5osVVBzmidWHANjI5qLsUznqFlMahbcig2LhRKJB8eg3USPQpbKaGjsJFQv3uoxwPmFEIYbtXtDIADtfMmp9zB4qYtqMUGh9xEs9eoKmdWS6FIAT9yD+4AFQ40/BpnLAOUOlU1WVcG1QWCcatMR7lFPL3I3xHTqFxbbT1pbcTevSpHXy9xic5apOBZF0z6sJG/VOFVXCxwqp6hDLo4e5OfdDzdmWKrgZaoJ36omiyL699vJ67co0ts6+4Dm56tM9lX3UPqWxNMZoh8sA4udu2/YBvwQMiWdEOpYnG+pbXD41wvqkgm6cua4SOe2FffnnqFmxPRsC4RmK4zOeDwzRci+xCDas1VRNKiJbVPQiWyQffsSTuRJOuz6oO0DjVmiYuT0pwF20bNxBdQmIs5NnQh5HkbFp9s9UU2ZxqqlX1gyJ4I6x4Kt9V074EjEYCnuhLZaongOBVdT0caquvOMBifXFhuhGEAh+XlBTpCLjPAYCeeAVVVGSnqyKJiJxDAUQJc7EV1STgTLWD4iRMpjFgLehNRdhRDe4TG2q+yD8pH2Q5+AR0iYp8e/hwoFFoQBcnpxfMS8+BkgBuQZFn1J4yxP+mxEAs1j0s6I04pQjdc9HeyJOVy6aAE+niXKQzG50RGxUlNCe0EhWew5pUyidYFyg7GadTCBDbItsDhJHUL6wweeNLYVKMyJH6h6bpVq5vqWOAIwOJD4V0C3HRKLEUKJiiN7taaElJj2qIocYkRFDbYjZT2lziG188bbC69myllsxPPAOp7tjXG2IldeyyqFQBzwUJB0SALUua8cOvBsA7W6UBBEKw789iA/vYQMr4CWeDE4Cn4DfU9HVqvkPciVRWtuwy7Th6mjokXUQjiubap1g3upHKRizyB3xd/gjBD0ebrlZcIc+CEEYvJj2SCP8OIlhCaaW6LzY6hllgMCdiTK2xPQiQ1tpbCF8Ka0bD5LPxCEoep0GAtvQd+5ADJCVHu/FUWSfRJnx9SVNQOhMF2QbYBp4lHAdOyLEqpheOLcaQ+Me4gXV59EvKSo6ObjoGBMu9kfsj8OGVxw1A5UkdqEG1CymNhfWLTnss26g2q8yw4oTUGlEIqb0G3atTrF9cviX1KashAHJ3BFy8zvuPCHcMBLxWcuPHGRF70U+U5PmxG7NzT0+GIdEHd7pRAgZ65dkXVUXOJPDEa/orLUvdfLP7kRMuyDYjWBKuNoW2HxRCHtc//AJq4fpVjIb10BZz4eq6haHlIWIs7EjuaHidWip7ydQFjf3IOVU14qvuNSnns6nC3KAnhoRD9QBwyWeHoqRuriSNIx1P7+XOFdUtqGiGrSKY8RqTKnEanVO1ErldGtnPhrWwroOOgu3TotqU8Fl24iQg5v3sBx+IsiZ7WYyUtuWF1XZFlPWEkNIatRty2tXVMrBCWoWAtgAeTiicbomcwt/8Anu4YDCx8Fn2LPpr6dSjIGl9th2vFvJGoZDa1einqSJvsxrVGxM+En4qExkiQQabtuUgpYM+FkH29EXGxGN0eKGlDEJ+t1QgeV5PMe0z3hqoYh0XfGCKLNgSRCmMYnBydhxxDbCr6xCmU29Ni4bXJGxLuqIoStqmeGc1Ngw+xZeKtXAh39rcpv34EsdnPYghBz4ao14IYugLkYFyQUEMMNgBsanUEjU62dda2ocC+wDnCmvN18p7tcyPsxb8vL3K5kNyGsdYsg2oMIZZ69VM8LcVOJUuunbdeM05e2B5uFvcLlvHwwv5qgGr7YvnB+19oHRfAsonyGEWsS2vVVRYasw0hr2tZuNN5ug+XBV2VMA2WoQDF7IwmiZ2U1XAM5wltpCHtiYf+h04ZrPVqD2KhGxL67V2pdByq4Ux5zK9terdm2D4GeB0TDG4P1MGXMjFYvh/bfZcryf8AcPNHSapYt1kMmdThy2dVXEt5YyihIn0gN2ywvNXONvaNqlF+hFCQofDWpqVJQY3RnsC6OtfA1TNmpIStw1w6Dah290ZpjmopwxPEbO4l5ozAkbqPRhNd8T/uhIa1toLy4YXiHn+lZKw8NTPwwuVTYjm3U1II7EINjPFv2wmNmHwDIu66Dt6qUcVYvovPfQdKihBaUL+KhOlDI+vVQhvlnkR0TshoxiUQ364dVsNQk79YFs1RTGl4FURZEb8c/DC2BkNlIKZFEJ4B9QYVwvgHBUhfWiEL0h+IndCJnfZAgYjm4BGeqVS3uTCK5ayEgJYFwaD3P5/Ar0Fmi0lRVQ9ejhaHAEag1jPUY6gfUNFNUx6lEYeUrB9+XS7IacNgfaAtMTUAhNyZluFEYoyC5PcMgL9BVhgWZTFimd5Lq3oc7Gl8Lp6bs6Pqz1ZIujT3AF8TPXmqlWI9dq+XUkVUn/HAWbWMskGbZGaLIu5wpql9SRZofuN+j2juBQYfDw9BuhZy4qcBPOh6P31JDVpdDSPgqILp4bQYyKqqqt+OsNSmoH2Fg/UX8NXo4qyzV57aRVRQYHUPNy2IMcVTD9RHYwLndEoyYt1AfRmg7TBsYHqP1Lk9KMwzLnwIUIhHhsi660XyKE9WQA2gYC/uokrwkdLLPUzwpDM7AsVFLXqV06hbUOtzuUjLxx34C4AtgBFCVQCXDZBygxQw9dKL5G3DVM/DZh3wGxJfCuuGAx+Y9hbU9HAOXn1IPPs2ldQzU9sWAPj7iZapC6eKPAKvubA54VwGFEZMjJDgmBwufHUt3q57EZFS99DoaO9T3KFvcADhXUKMhUbtlR5bIvuRllqs2AGipKyy1rCX3Mr7CJ9YvsTPLAvu1qKoilwf3Kuteo7kabWWpNSRRfGmIDNqXmft9dx1Q+5SCz1ojpATH7+4lFTOe0rkhX3KqrsQ5xljVdCntbBun0dfNfKO7GGLlCLDzm2S5M8nudx1sERFyjzNeJek3XIxQh5RbsyNmWKLnAtiK6lNkGI1rbX1CpqqrqTQLZ7Q0tqjUsHPBXOGetlqTm0Izi9TKhBJnF0zKh0TrkBF8C+oeHvFb7V9QztB8XkNzsoDocRpNw9ntR0TeAyPex6HQHHegzHBw2yM8CeGtWL8uxscSxRDgy+w/wDoFUAbXmcsL11a5bGartxXY9SlrB4iWhG/Po7yBJFyZk7yylJEhg69qGUXGx2hE17TIiGciSi4sdaYEhw2l6/brlTixz1aivDXlvR0jiZpwujhq12rgoujPAcDdAtqVvxWSDNbd6K4dB9MMKeMtm4COjKUS5YxPExLyci98hDvZFoqQfb3+jIoc23DVqZDhfy6dlfy/fG9Pst59OqHOAnnqZ4FsQi77Ku1niW1hPEPuVLY0K9uGcJ3oNEK8Bd1Knc/bZB59h4cEJmvGXk2AbGjz1RNM11XwuqgueLHzmpxwwzUgBLhqxGGTP8AtUqJuiyIKbggx1s0Ign0jukIXq6iHDUkENLuTDWliSNUtmpnDnH3GmBkphU2NbcdT2h3ITsfU1GeG7jMqZwHTq0z2E4oO2C48Qr4kIaSiPg2SGPHWz1Yii+x9FBz4rmlTUii88XDI9Cpkq+5tooIvqF9bpx6FUVxDotngcKKWxPsmX2mYHQ7IInXnrZ+5Al0TNPx1Le631C4aQ3qR2FMahejtzwRVxswiUUSg59wy8dudtYzVM8aX4bLrxoacVGRtJnJBtqPdcvEeWwqcD0aldidWJvJTmiwyRc6lEdeup6Ozlv/AAQspb1RW15udrnLWEtSqM9kJ49HHWkV6KDKrI/g5Uib21gx/AJqTIuhJSizUlZEzGsVMWiuzdX4WUH1C/v/ALOqSFzoTZT+nyKeEgy4IovvxkPxMz2BAXK8n/cFysC5WDrCjhiGQIO1O36QgAj0W/EL6gPHVjAPy1i6goOk/wDELlIhuEu5PFv1eUjG53HUZKGHlBnSLs5qiPJxZGX+Xs4u+pJF8L7XP8UDjAasU7QfEeA9Bf6UH+Tb4/JunCSBOHKMIfa5pd/GqjHKQCsmP9vTNDANASw/9dEsYnh+Qzh6rdDL/S5Q2sTui7qHjrTB29z+JhjlrtHHeP4QfE9nFRGKI1JrgRycNojLqFShDEesfvuRiEMUMoRTS+1t81C0RgGnKWn+1+gIgSE7X8kRGOULGIUAHGbmmD6EM4mruA4/vJVh5SQsIZMOjTYIAsXaz/tVD+FEA8X8vzh/YoaUJpGJw9YwflOTtF8YHiO1ERQkSOqQIxUWfAs1vi6IUCAca68pfjJYXCLQ0j5TPcN2eMEMU5n6bsPZ3hc7kyAdMloRBcaVvp4ovCZwRZ8maeR3gokHk4pznoeouxc5iP4Zvp3nuZzuJUcMOnC0IeelOw4oiLkovaqQ7Vz+5coDCfiYyFnl63KPmj4hFMxyeIgFxlCnMnB/e/sYSj5WZ/2/Uv6okSHDHzbPJHRLsxIYzsZNkH68OdyZPPg8RkUdKE+mIsRfUM4ItEjMgn0FoQ9DnteHiootF3jjv1qgEtiX/GKr0Uf92P8AQD/+n9uBEIdjFvNmuT8Kh0QKb4fmff1Ww9uDncnwy7W6Qov4YtD8W6QnCLl0wf2oqndI826Ji8uFBqxxDc8uqiEUQd7Z/LQveiIMLc3Nt4MwfU0WhE4z9PHfZS5OCUItx8IdycAQSjt/Ekw3vfB4uSi9uH9Q3j9kRFCQ4Nmwr8I+rhud4lKZJO96+JUyXJQaTjgWl/2CZ+GH/Vj9ndDeLwh34HRgAeOOwh4dkN0XAMjSWbVCIHLQjmRZw5H9XWubo+2TICG7n8qikacp8X8PJ7VaK7jUOuBycRqQJGG4lQ9jOOan5Pkxe5OUIoX6mmhoQQclzILCUV7k6LxFEB5bnt10QIILEb0eZEf9M5crlwitv44Rfw+TBaDP+HmxzqejJOIzTlN/D8yEoZNZ6hlCIT8Q3Nqezr0He34tJFoYQ5P0gK5aEZcnYee9ymDmtuvvUekYC8cFDFFnn/t26VLlgCXAoLQRC5L8Q4E04hhjAMVweHoTZc2C0PiTc7WYhPNNwMsmuECSQIQLux/5pouX64YPAxdgRcsz3beb1wP+pBzeU+60X9VeOliJ655p1CNJvUlX8UoMA6rHOP8A2wZDpIf+nCIQE/8ASGYvKv2ImGIUPrtTcly8MLmP4TAKk8L3yJCJHJiXGK8RG9pZBht5GIvp30WAkgY4opwcl595tNmJXIciILwtztHdGGY5IvCQ8Bz5M08lKDlOZHxfmnoNdxi1JIvsA6M/xWeNDE0P+2JQ9zneSqPM7lIQyghsOSs3GuBIMXJgxjeQCYex8T/DGXxNwt6kjHxf9lFpfQa9EVEGIqN+oDFEaBRf0j/kU5P3KOfyn/kFCYYhUY+weTbhyoPOChihEUogf5gvwiE4eBUBEXJwCHSeoA+Vns4wnEzR/wC4JHrbSHHCllULp1bY27/xiujoj7oi3Y74wk6IaHlh7Wjvv38EY+WiHsw20v7QO/gpklz67BgHiPsDKHPifh3KIwQQlh5+SI5SG4u33BUPW9whMSj3wWPQ7cDqf9SIc4/p896LQQyO+K88hQIsRek+Imv+pDfODPwiX/UhDwH9PTbexxYh3MJnC+beio3EXw/CwMmFu/ecd0Q7ou4YS/7C+KN+iEf/AOmtcgdv7qgEuCkREQeL4UDEcZ+S+XtcNjSAaR+63n0Kohl95kO/GgM/sv34Ui5wG417X1paYMPY47YAqoYAl769TT8ZtyT9JjP/AA1rd6pEH6bjooV7fxQ5/ugQRUXdfGWh+wPP/LsRdi8Z+q0PRWLe2NYom6APOIq8Y6gCfDU+QP8AcAx7lcEHgCCPza1uVh/ONeSn7+D72CGw/ljx158mTMZHMeKIihN1AIiL7snFQoDBCQ38WzNQNId+QvqXf85XzHuHnqWJH+Z81blO+A/8cRzDFov9bPjY7AvhU/l96spY0jvv9GfvQqg6/ljxwAjb2oX5wyOjUvZnQMMcURiBbnCKg3/DPiuTJY1DMyDEVG/B4eTsLnyCgh0riw43JPkVzOUvB5G/egIgaizJzB8UFwMxmM747/zxLM9w8tT5yv5v6IsBMlgLuTJTigh0n/8AsE4uuYC/0uTAdz7RyAg30D4Z7KluHvIdVFt6uEa4Vftf3y/JDrEcWFRUWMFwVzAYXL2DXKjhijaxD6NwDY5eCkRUXdezWL7R506VTwVYoie2Slv3ovF8Eee478sKO8P2kP2O3Rh8MZHcf1r4Yw/AgjxGpck/5HyV4ieoN+tcmOUhvDuzCggANDoh378DzID18pc9FIek4fFGB1xDz2NT+X393BccZeXvd1vhPYRhR+x/TLm8mPZgs3G+BJOd1eAgcZH9OFYYmPEHAsRMHe6+KEHrCtCB0s/jhcaQ7j3hVMMvvEx2jUrDAH+5pqkELf11Pex4J9F5tVu5QQ8jAA0Nzo8TJEaXwx2O42BVoiO04Wi0uoE+GMii51KBUtw/G68mREOAkeyInWrDE/R+9EXhiDjy6KFe38UOYzG+xQMJFmYoGInuzJ71NodGCG5iAl5xIvES5O98LGY+i48kXhIcHch/pxGe7lPI1HVgP9OAvEfqtD4xblWkEOcfqcW5GZLk/UTqTJOFIYWH3E+UHbsL14fjk4YoSD9pDHvVYYiDxB8ajW50BrB4jJR6ByMv8vZUfJRDjCUNOLg0HWi5sLAZAanP5O8N3zB77cFHCHE4TLv5pR5Lhpy/tESGm1IQGhf7keENgOHfricZ0jwt2B+nWMkZCiy/GpDPES5QNH/vAeI/KdhX3C5532CcRUrQjdqh11IAgj8eqQ8Jy5QUPhFuJQYgsR9QPu450coP9r968AFUa9h+OjAbuVHdH+mPoOvFDHDGHhtGx+jvZ+jYRaHJw1PxGI0AFLKGKFgxBboMs/i1h/pwz5Q/TlxNB0lSAEhu2FW/HRPBjCQ0QsYbhT5KL2Iu+E7xbMaxEMI5Lnxn2QGh9Q3UIjEIYcsfb6GoBSEF1yuhCCxeH45XhJeslHyfKQw1aKbP8pY3UySwF3JUiOqjia5RxDC8UAnGzOzloQZb1pw8pAHY3h6JKDT5OP2ob6Qoe2ah5SDfPzKOlCQ8MWcBEtQPETIePAViUzWOK5jz8Id2xqT/ANgB4SOl7EGxFkCYCeZyliPA/NqRwwhw7ljo3ayeHk+ThAENtJpnwHDCMcnpxO7EipycqLSJgeI2LktYFmZU5OFx/vGUA6zpf0qraPKfd674V7MY0Yumnko44I4odERsBCIS2/y6EHhNI7IxmIFjycvatOoBaaDWENhAAwGdsRpRGg9dqaLlYvaj3ZD/ALFLZIvv1QDCfTg2OS5/JWjuN0Q7rcNQmIAMJ2UQg3l27ASo+TjHJwMRpAHTYWiINlcSmCdAAAUJAFoeBUouUOlGWBGhSATBGcQvMJ4oTDKNpCLolvh4LmxA1s9i/ajFFymg0Texp56RmatTKYXKRCH1LS9rhqQub5NvKDxn2ot2QyGE/wAP9RXU/L3UviWRc4AEZJoDfkvhfcbfl+1QRQRfKcu47mlqkyDQ7g8m63XKRxB3YxFpbtd+R5P5fjI4H2eme5QiADrfMmpO0z/Bhdeh7s6kUXOpLeoIeUHjuNQuUb/64qdEYnwcHiuRjA+esH98Lw7Dk4+UO4E9ZEgooeRh+WsbdHMCg55//oZx9dBvZsBKxwNdiHP4OBxRHvQbW5DkyfmZov74WiR5Xk+ETj/IEr/5EQ4wA90QX/yR/Z/5r/5L7tDxMa5Tlo+oDuJXIQxHMvF2REwoCECgZh1CSrZClNSowoq5KRwzwKy/B/R/DK5KWvc9rY5fjwl7qeGqXx6OKlEKhVWXh/2KNrTUqMfYyxlELoaLKcv+xCCrlEP7g0JzwLTVPHUFaFZSPR/2IC6oDP3s/jXs+CCGvc6pRwLxQe1DtC+Hs3QfOKzomLuQYfCPx1m2tFTAmGj8NAOuUEJNYb6V+bVA6LzjOX292A2U/pszyfNBsBIeCz/GyyL7csAHJ3NNSctDnogDv0Z7yy9F0NGLvLemxLi2wl5Y2oN6DkmnT+6k47f+ywYo+Uru5N/Fup0SCbfVkb8OBdThyULEUKc4GWzF64VGqEGQYGiEs0HZBhgHQlgMAwNEHUOAZ6ISuUHwEs8AwNMJlQlVy3qE4B8BLNB2Uygg5xDA0KDlQoTy3qRQdBhmplSKDbQEak0JX1SoXiivwA8lMyPaH7CVU1N2fUOsHQbEhDcOtBmOsSZeBRJTSHgFn54Fxxwk9Si4NlmnbsqqtNZeAVSa9KeIcVDovZZeAVNKfBgpwmGR6RheGfH1NWWXgMCQiXer8VXST6PY116K+I/4qhmFR2KoRI7sItIGy9SWa9BVhp1egixRLvW97rNZ+AUgymGWfgV7UMiNyy8djMoMdQyyXs7KwxDYU1gjzdb0dSpEurA0r1BVfz80WdREmwwpYomI2WaMrhU8UaCfUEHhUcRyhXRwRdhNGZMuxUsUZDvsoAcjdlcT4qJmGV2R0hnvwqKhUdF4PButHmv2KERAKUQNNyM3p0hdBQcXCJL/AAqQ/ZRme66q0goQMyphGYM+3zVAVROCPiTxRG6oph+xTlsJvjL3KmNdnaf41VByhLPAc3x9xCLqqM08lVBjhLaTkoWa6mLqh7r/ALIM3es0GhaaAACoBNUMwoXOahYvVCYoepB2Eu1TD+BUFFMPRQNvWaDSUokJgS4sUHUFL4AaTSO5DcOKDiGqkCf8VAImqVLML2RVQBs7qhooREf/AH5IaJFlRAwRC273EnhhP3jr2V+/UyULQ5qYBVRIH1xwzUgRXAiExVRERhvuXqRWat5BABgvUlA4sWWfgUGjzs6q6y8Sqg+aqRPi2EEs2theSzftVYwMA4KrFbq8lJ6INvsynoifH0EHL+ak4kEWNigARQqfuU9mFLYZo432dsSxURwMssS6JKJKKlgSxqESFIqIosc0S+aqi6JbKyJD1RYqI4l0S1sIiMYi2ERARJwJKqQwPrs9zGoH2MjquiZGScnwxD7O9eOvdEToEQwRAUUOFXxihwsiCiGODT1I4SclIoiEZoiMKTqyqo4QcsGla9vNMFcsjC+SkR7lJUuplSnqy2BlfVmrlMdSmxElJW1elVEUvtVIR2rPwGGSyUU3pvXqQWaiAPy3ovUl83isln54ZeAVL8FEScvQVV6K7mkqNLiqNPis+xis1VpKr9qr4MVn4hZL5vFEAe5ywMttLPhrWwBGjGRDyn0PJwohFCbp+WjJZhTiY1Cz23bEMjOwV9XoKngK36vLCTBB1mr4XVQoOd4r0FCSyGioSWCDDLCYNQoC+A0godEXzU2UBdVUE1IWCGlCahQ6JN1Ypxu3IM/4GX1z7cI0hvmH/wAUZPLprvvJF+Wvr1wpbAIE+4S9wn+Djp2FE5DgQw/TQSHCakR3oE8DNnyqgYY2mNaurzo2lD5mg71USPHXy8AvUsM/HDLwXqSq0uKhByiV0zELJAM1cK6L/wBSqD2qo/bzwyQGlEmIPerRdi9oVH0+qL1JNpqFos/ejLL3Q6GnKKO45O/XRQAxNOIzK9mMjT++H/kO0KwQDoMLHZcyNn0vhfeFQ6+XgE0/JEJnfxRCIEQsiDEUWyO9RCLLDLxWXimgKoJp37FQz6Vn5YZeKLRCiiEqBXPYsuxys1FoxinDvRBi92LTwLFFyq6tRqjCZUjhbAzT6kIM+1BtoCY+Ut9Ar5daIDltG9D5IEWBzH4yXfVE9lN67cKg1Ksz7lm6kGkqj8cJYWxMr6wr7kG1QzYVHd+N31S0RUyTgS+SrfjtbobXpHj5/i1llrURllsqbCo29Gf8S//EADoRAAECBAMECQQBAwQDAQAAAAEAERAhMUECIFEwYXGBEiJAkaGxwdHwMlBS4XIDYrJCYILCotLi8f/aAAgBAwEJPwCT+Smq+uWawz1VGosJBQQYHMQX2AbNIIvsaFDqwDG8TAovlDgoSeJVPTMMgog+xEhsq34qSmyL7AsiXEKq2yD7ATuUa2yh0M1Is+m0L6RMgjyWHrWOwMtNlfaHbhCUKQDuEGXLYy28tl9UfhysRrt5BU7PVqQMCii4ZS1CkFiPBU1R6yLMqAqSc6KSmEJIovkqiqRKLxLNNk+FF4l4m0aQDqSmirWyFnRVipHXfCQyzgUXjgB3o3pAoxL+0RPbaZddhc+ELqlsgy65BlMbeeTTLqurJUC1y6IRqvghV46Rp6w1VzM5H/UfgXLguXCIcIuDEvk+FFX84aQ1QYw1j8CC+GLGdNyElqqjIPDKDWOipEOEGdcwtYlfDAyN0Xyar6oawKMPk0PCNfVfBkDBFiFe6mGQyDJP2QYDIXyllW2YCDQk11NESygZAH1RTVyMgMoGQDKBm+qytESEC0KnMyAgMpfduRAQm9cwCAgIDMOaDG8TO+wGf6kHKLbEPnDdgIOSkSwQlaN+wHbTJzFmzCRgMtTdT0MJlVvtbINsJ58TMhz2VExIyzhMZaZDsQ0K2gZXG5UiXykPpl6spDalT2uuQNqVMdgDmJ2FYGA59jIfTY6V3xfpXVcshqphA8bd6wFVVYFsxaSOXEAmxHVEYdUQYids5QlsAXvCqodoaIMbmBciFdjPVDY12IY5i2GpRYWkaLEsIexu/Gqxcj7hAFFsAqsIGF+rgQBlTc2nkgWt/E5KDNIMrHsbBB2QYQLbozgB0r7Ct9rMq2QTyV2PJUtmA6LoCD1U5oEIdHCLb7OVp4wFcPi5gIHZ0X0i8QXQ68CzW2tY1jOUT2Cl1QwLLF0t0MYfNXYloUgZaKukZdYeRhcr8aclcodZ6wGxMKHLS6ozI9a+QCXkpdmNbZQ2WiLjNVTcTG2wudc00etdXK0X5DyMNfVaKTSA32/aJpP+WzModYRDx+FCeqZHrBWRfPIKeUtln2Gywsdcttje+9TGqBe6ogxumVQERPLXVarT1CviHkYfA6ZS/p4RX5rQd6whryVLfxQbCsIG67IMCWI37ITQ60Tt5ZQ5Iy/Ug8KW2dVZVMA5sYCefDNBohygpJghJfS6Do5SAtfVaeoVH9P2scri7psI8XyWwjvmtHWr8l+WznvQaHV3bCyGU73RVcjs0ChTY1tmDm0QvpQkTJMYTKDGIdlhmrQFIB8RVb8YGarnpDVaIJjuX6rCgE/5LVbvL9r8fRVoAqYa/wAuwTR62nYTLSM32s8z5CChAM8JqsLrre6ApJFSCxEOZBF8QzmRsmLhGFjNfAtfVTAHgvqvzK+F0NP8QPRBtOCDm3HVBw74ivyPnloqdgmhlGbSfHZl8hmbbkJFAtAN7wE8xZG0BlrdSVbrlsAyDw+BTx6W4+yPFUCNSz7l8Klod6II1ddY+HepG4RGHd/8q5zgSidrKInYoPmqq3hMwrbZsEXAtsJvATbxjJuz1sUXUsLo9JCSmEDtxLtd1MKmYcOGShzVeqLEXUzH4cksWzwHy81h5OPdYSM4QYXygDJhl6cDNYeqqbCYGQOj0d1++iD8/gWDD3BYMPcEDhPh3FBxY2T7Gmy0nloB4ZiyOTFzU22zzEA5K62O59ofAphfTppAxKnkL6iE1hnrD6j9I3QmhKmIb9ffYXjP2Uyf9V4EIFAo8dX4IONNyD4SZG/CAy6qRRd6QNUHOueWmWokRvyUtsSAiDAROUOhLVB+iJBYVUqQAnwWJtymFp4pqN/yaWyDnwbjRSLzTFwiymP+v7oIHiVUSKuPTY1KopE04L4FPEbeqKPRw6/pHp4b6+yKqLIPu3qReQy4hwQl6o4SNNyloplpGNEXOyLa8IyGmUvszPI7wL6BScSKJM2C0ZXxAcvghVTaikHkMofJIXO5BmV8Ifi5HpGwb53KbLVu6XpH8j5nYVFNIWRdgjW6+gQIA9U74vqDMOKuIWM+MTKLO/hAPsDnkVS52/NDrI8kH359I/l6fuFUeJTEflZvNF3D+J9oyFzuQAC18WEdG5/BD8Z95TAplqrq+L1j+R89lS/BUOLwY+018K0nxT0omLw0hrnLFkzavLuqi7bMsi4zfDsCyLwLMIiY2OnpDU/9Ynq+qmrSI/t+Vj8ENf8AqMv4iPya0hr888hfKOqjCrSRJwu7b1cvyhfyH/7DVVPkpsECcZMliD16P7zSaimFMGvcM9M5bZl8hcm0C2cR0hv9IlF8QoiTD5Ja+iKw0vyCBQPwLWm5kOe5WA7m/cfkygzA+AML+/6VGbkZeqpbKXOi6qkEJESgJmkLCFG8HRBwmY4IjFi8IVMuV1eZUzYKx9UetbIUev8AJ/Lok73Qnmm+UovLYnONjaGvqtPWGp9I38v1VHFxl5Mi7X3MuZsywgnU1QYZwChh4MPJBqADctF+J7mhYKZJ8AP2/JFkejh1RxcXCPSw+OSQTsqQ19VpD8fU+ym0v+NkOCkAHJ+eCkBQf2qo8kViYmzSdYgsfgsRf1VLo1LBYsW+gCJIIfxPtEezIk+XusRB0KDFOuqPFuCxYkelh1yUvisiSn7/AHkieB9wgx0XNdXD4oYuLrEQPxzSNjnkEXyayWkN/pGw9P3DcPAQwqU6bmRIRxSxMuknVjAksWRki4K/HxZfif8AFcYO4DFUCEmlwRnoqX4MrHwtESyarSFOh/2KKC+kUFldaLmVP2VLrVSVCfVfJJ0KYPUqsKmp3omFQVPQesHbXenY1Vi0JC53ISFAmRBgwxYZjhcISE1NO9xBhdoFo0UzfJRUyd6E7HJv9I6Q+SCJaGq5cFfEfNBaLX0CC/I+eT8TPkVJ6KwkN+iqSvgVvg/aNTDd/iM+quEGbyX4iIHFGQhIGXNYmWLEMKLAeSLYLCGkD/phxPG0Dx4qvqqGveFL28kQ+qLhOvy9V8CFacIDqgy4awmbcFeeL+APr6FNOfJTYcnUlTVaDy/cSycKmTEymuanvy6x0PmIax/KGiqYVhUr8vQQ1jT9qUlQK08XG0Lp7f5BWHi0NW7hk71Mw1WkL4fU+2W6uXPD5iU8KpbguJ9Pcxri+Bd63f4iF5qQFTuZXX7gaif8dFrAK5gbLQtxaSkRCvoqnyWi1HmqAMgtYllNSReLgWR6yqbKR1y6rT1h+PqYSwi6kNIfmfOFywhp4tAitEGkrn0EKQmF8mYPTxsOaMyXjuPdiCqZlUHnbvVSfHIeiIF4aQ/H1OS5aFg3v5rgOAXwK5hf/FUhqrnwUlXEW5X9ueTWXC3lC5Wld8LmFW8HCnCa1WinMS5/qa5nfx8lUyAjJTOqCfpXTkXKlCmfCe5arT1hYAev/ZB8V/5cPJfAjS+/itV+Z/yhb/KGnpH4YnrdJm5x+CH0/wDb9esbGNBX+f689jpD8fU5LD/yUmmr+ZMBY+Uax/M+asGH8oP0cMveGisCY6Lh4/qFh4w08Ii9YW8oSF19I+nOZbClsKwgcvWsJoAPVUAcq5dYmRkta72Wi18DP1h8KMgfBaV3oMQhNvFV0U3gWBmON/cQErC7RqJ4TvQIKm6qaiDzqdBAElEEs546IsbqkKlAgwo3iu9WHzzhU/SsJDdz8aLv3quItyv7cwtV+Kk4WE+nfRfVcw/KXBkUCZuFW/FVFP5Whqvx9FLqnyyToX3dILWiqawpQqTVVICVzZHid/yi71rMX6MA6+os24PsRCtoaeiE7cV0ozBqNyc4fEcfSNx4wE9f7UAPfiZr6j5N62VD52hhBOu/igpC6pp/avgQcLBhHK8O7epae3tADEgByUgpHT9QwYDyCAAA8dFU5LTAQBBszzWAfvgmA0UgrnwhLdCmqoJDhCo8olhcqWAUHr7LiMn0j/P9U74arT0X4mOiDrCMJ4MvhV/8k6kfyWOXD9o4sSHRCl7ITvwRKwgnu8kAFxOQMiynEOTATaHIxLIS1RdTeq54PYoMQaQ6p8HWIKeI3sPfyRcvW7qqmLFEIgtUKWF6QmEYFzpv4os1BZvlYB990eTFAkqlsKKBCPgU4wDxOvsg73yclMeqI4LEF9N4WUisScYTe7RKcFOfdHq2w2eJY6ftELni9oSWqIkJi7ojESGb30RDm0HZFF9Bd1ID6cMJ77wOELEg6n7IqR8EQnJsm4bvlYBoBmgRRUVICMliIWLEUV3qlwv28ADob96OIi2F/wBLCwej2ygFBX8ozQKfcF8EJKaLRkERiVMn1RmgqKcoGQsgMuLKXCCkMsodykg6CMWKCGUbQsj0t+woigg5Uz2M8lIoRoi+KNEdkImemeYZSDqmSalqFMmnYi3YCUY12VVbtbAaouiwR4BCeV1IQdspHSOasT2LDLXbTznlkDG+eectmntzJqckXGfXsOFt+/KBSAdBk7ZcQO7KOMJhUhcQpdSyAkrn2Jh2QdbZhwqQE7ZcQG7KZaIOg2e2S2zm1DtxzQrftZ61hlrnk8adlLZLxAnGSBaBYigzM2xfYF9jXtZfUIB2QLaoPEUjbIXfOWjTMHQBAsmwypvhMbY0TvftrKREQ7xGwDFSBjLDpBsQZAAGgyl8kkX35XCmLrDeqAfKOaAfVYm3bEAb0ABndsp2hIU9MkkGLV3ojggcR8MprCQjdDJJBhrGioFQUzF0BxQnrmwsAqZW4pmgAXiYX7IJi+UloHiNypk58I02R44UIGBkjCioqqSvkDhBgIlyaogMNiaZQBADNKOKYrKLk3+GSw+IQL9gkdtRsoOWg81YIOVi6IU4TbJKM4/VLpIdUVhMrCa1QOEKaLaoytw2hmaS2HWCkM5AwhGZEkyM0Qc2k+OQPkOQQnuQaM0Gy80RwhaNY0vwy3WqIMA6PJTdAtD8h5qYQYRAXJSOxNNkwU9naJfPpG+woF9V0X12ZlpAsu/Y0jeNbL6nVCvhVHzzBodiZRPaCGR5QM9IOAYXgH7fZAZ6IkhflsA4KBwjKOaLm/HKX7L1R4oErCnBXWa+7hkE9YGAEZQOQAvfYgcUBO+0NYYmhW2bC513I1gSFzyGYEspYIyIqp79gXlERPLZBwFrIevtmrcZCwUw6ExbbF8gdS2FsweTDjstHy/BDF0Q0yi+/LIDMGzhveE0G2P+qWwpimON4lAjf2OsCCc4AdBkHCpEAb4nOFrD4YB28lrI7kDo6LxPLMQFY5ZBUyhB9hYP6euwrhyUEK69pHPIaWgOwFhCm3MKBCiD7K0NPFxsNOzV2IbDAuModF4iqNMtRLLLDYZQqbTFPRS1Ry1tmvCj/r12GvhX0mhQbWRU84kdgJ2RlsBAOpZixUkMlNuHfNTKJozyB3oYfUBPhr756DIA52sw1VKeQOBZBtkc1DsRJSXWFsW/hVBlMg1hSF1LMHyyyGb03IMdiYgBkOBRYhHo4tMhATtcxL7DTMCpBOnjN8+EGN8wopFYeaPWvlEitVQSHBSGIz42PvudMJvyY+6lcIy6XJVaiFPKADjZyV4yV8hCkPXKc+IhYiisRJaeSeWgyGdsxkyL5b5HaAbYOAuXBGeeTL8h5xMhQIsYt0hUbuw9yoBNHnExpmDqb5DPSGJsWkLZaKQ+WUsMKW2s13RlJ1JrwHWgK7MRpCwfnQecNM1LjTFtQ0A6w9HeprCcwD56KiD5ZanP33fafVAvrGaFKoKW5Cl4UgXaE9tMm24IELTNQ1VRE5g2YsiRLahkWwqhnCseqrX7KWEBJSU3CmNFgPcVIWF07KtjsZhU0VFS0Q4bxjPCQXHIzgXa60joiEQUZ3zSOQlgEXFkJZw6Da8c7BgtfFCid9EHKM78c5AU8g25ohJONEKwD57jNV8xtOFsJ9vWGubROTnnA9awUtU5OiGxKLmJaJI04qakXpn5cchZoF0GbsBkjIU45KFXzFgqaoxA4KWUgnRVCDdX1CsjhM3WElBofKQuYCuQwockypA1TtmLZLIIsQpk045hzt35D1kEUJQLRHY5hGcBMX7H+PqEHACErQbyPenxYfFuC19P1DWBByFswlkkpxLZBVSkqx70Hw0KkUSUABEO6cG4Ts04HqxraFlr6abIOg3ugz9gIZoiWueSoB4rTIYBpT/lwhxzCeqLvbLTKEHQZhCZyhmgKQ4nh8lnnlrZdUN4qqqvh2hpGYVFRUtwVNjWNEWU8soXLd4X5emeYEhtqK9YDIOtrsZD0QkvhWJgi+yDBa03INqOxFybdlM7K2Idzr4clhCpkNgHCwzz0XJcogHIM0sIkBAtmOUsEXCMZZRsyzbIoBoUzlybR0dt5zFgPdG3jlqM9MglopKe1DuPTYjYVvnDAVKp2NyNIUgYVQm9EOsuanhhYNlsPRVB8FPTsb7IssQxbkw3rG/YJZxM0Oyq2yHNCeuUF4E9JTV899jhbNLYiUAxyAcY0OGY7RaiDPsZ5J5JKaCDRrCqJd8lpDjlnC4zCRoewhC9VIbQth1RoOx02J6IReE40K5qTDLXYXnsNYkYQVjGJYejgAkseE7t/HZhwgwVFMROSuyLg5rqW0+GFFTJJGememUVvlM8ttpKTk7ljYYQ2HR0Xzh0GgGyAvftFLdhEtbIz1QfQhE8NyLuINiep2QgHOuWUlTD/kY/JZtIhwhXD/525Tmqkvnlh1QVqZRLXYlh2AsBtqiFBXJS2zmgZKj+LrrlpgAoZBDRzxjpseXHOFIbChmOKpbhmmh0RESTFc+OWnpsKZWIQZCUS+SluwMSh0h/qw7l/SH9HDhwvi/IzG5t6wjF/Td8RabNrdGbzlfhloPPJpsfmLKWCoqaZg8SgzbKm3KDtmMolslRTgqGoVImBeNWllMkZ2R6t+KHVZsI4N7OEWwYsUtVMkzO/LhcKUfgzaJihL1QOSqknOacBwQByh9OMGLLqj17DMtLjCqqUZ7GmQ9XRUQUoEZa3GasJA+eQIsh7vt2VNiBOqLD0XWCkphBpRY9JAcVVU7H9UA3vklm5ZyynpAQM1M7DmhXzR5LCO3kBggJJhuyX2Z2VsgY3xbkXG0+DbiV0Fb7CdrpthUSXdGttrbyWEHaSCLqW17+ya7CggMlE2wGXC5XwIOdUGyGaHPPT1yfBGufkFM6fZA67lVXzB1KWxOTSeYqcaISGyI4RtXNMKTeSmpYUOf2cc0ekAtIB0GgXG3mdk2eUAyM3pkArXMD+lU1w/awxRAyBh2i+QR+qBixQAIvCaDoNGeL7mJbAOsGLuWErCVhI3tsT2PkUUOf3C2QjhlBbWyxclhCllwg8p+6JwHvCHTGo9qxpF3vANC2ctm0+6FjAozV4jibLrnw7suGZpNDom0aiIn+V+9PjGt+YVcsiNgM9h9zPPPLDbDc+3mgwFBDrHREhM4NdyLh5cIS6Ipd4VNFfD4/ApI9IGn5exRY6UMGw4tLH2QYioy0MBzsi5jRUzTn95DlCdsPqYkj3UsQk134eakbjegGxDxWnWG5AljPhJSxCnt7LDPSSE9Gk1h7phqPnGFMH+SCmGhLFbEgxGS4dAptw2QYfeKQ/wCI9f8A174TNgi7+ekKGWLih0t9u+6fcPk0GygFEBBjfiq2G9TxGp+eKqTS/RhLEPpPopEVG+HM7o6/7Bo0PpFeNh7wmTQb/lVVfQajf8p3Kb0FyUJiuG3S+U47MnEPI+vnxXWxHuG8qeI454r295QmEJj6t+D9X3Qniqf5IBvxV5jgi+mT6vXPU14P92mqmg3q1T/dcwDA0Og+fUp4PW5CmSKKZ12t68VxPD4FLB4n2CDQ+kzw8Ljl7RoM46wyA9F1S33SRMCzK0sP8rwD/kdD8qg4XWwE0u6+o+AsBt5sKWd1ICuJY8fS1eT/AMVIu2If3L6sM8PqMobY0+6yjUCf8rwm8yf7rwtiLcHrHrHwTINv/WUsEOf6Xkhz/SLiNek//GxRBaY/j+rouMRdmvx5zhR3H8TA9ZUKlplvG/3ijueAn6NEs9cFnQGAXN27yqAQpfig5K6p+WhQ045PpFPf2U8R8kHC+k+fyi+k194y33QYi948DwqIB1TRGn+wLBu8/wDzmsIaR18GjUy5XWs+EbiX8rQtI5ptPk/7VIkDdnoPvN8XgAPfPZUsVMK1eJXLhr7RsPH4FYZNVq/zuzfifLYBvvRd4fkfIZ5YrcNPZBiiyPSP45Pkhl0Hkvx9f3GrO27a0Hn2osi72Xd2w0RZfkYFnobd6L4QGIsQsQEZ4r6IllPDqpFVsY/JDLovx9RGmIt/xsuvi8OZ2nPj2ksLlU1ui7oXr262P0EPhUy7LCQPVfAq24wsIUuIVvxhcfPJXw+LjJb2WnzyWI4TYrEeDyaH1H/H5MwsPTY0H+Xa69vstxjPEa4oSVjChEbFaw4Faz4XyXPgrl+SZ7InGTWwfzVL4VcQ0jMIMMkyVz4/e/8AVLnbyzXCqFSxUwiwVy5O5/jKghfzUiF9Q/x+Vh9RpwufZUuf7flM9z4fD/sSoLji6oQ4zSNsSHSGo9qrDjHIosO8oZJYtUCd4+Ohi49Gfeylvv3bCmGXO+b6ghM1VX+9TMa4TL+B9vUdosPGynqcpZT1KcEFTl99tX+F/cbwFMGYO7s9B9X8lfPc/fcUD/D1HqOecEEGej8fLYB8RpowqUQXMvb2zfUZYRv/AFdTJ89hR/vplB3FDvUsY+oevPM5Jxyw3dz8KPRc/QPp8fFYHLOGNubaLDiwk0cSfiJQoVhmSwxGj8nK6Jw4izjVYujiFDuuEcGL5wCDF2I/uyFgFSw0HyuxoPv80WIVb4bg5ATLxU8WIuTuf4TDCcTBreqDNiYC9Av9RY/wqfbmuOHh88iq4ZhYRiwgucN3Ckbi66IDOMU6cFPU/wB1zEsAurgFB6n/AGKH1G9BhlqurjFR7et8gZ6oE7r+MlhxA4sWhMuIfVWM5NM/HKmMMgHvXFSe5SIMxcjz3FTCAGHpONejwElhBPy1MhACPVHn9xuZfx7MGiHUhAspj878xfz4ojENcorVYQOQz9fFr/p77onET5cNpp9lcm5Rs5O5NWXFTPZWophBgjGe5YjhWH/kP/UrHhJ0oe4z2GIYQgf6h1ph90eqP9IkPcwM7jZlvs0yaYU7abkCVR5cOzmtoF9ytl/qYuFR3GSGDFy9iAv6Y7/Rl/TJ5/pf025/pYcA3zKxkcJeImiSUJIu+ShgHKobqkNIBa/Z/gP2m6qrqj1RfPYR19fvx63ZHXM5Q0efBfSaFUWv+xS2ynCqrkoYjrxnhNkekDRSn/sQEKmEIFlXbzGkA6E9chpZcx/sI8oEMjMiSbZjbgfevqVEeGewiXiICRodkFdBofVZHhhugML96Lm/FU++V2tdVItWE/8A9KwuNbMjPTfxgW02Ut8TMrT72HQbsHPjCYiGN9hON6nciwCmx8P9lyApxVrquQT12ZFKQvlKLozFUZosi5hJGBEC5FUWRhNq8VWwUoGekC7VhJYlTXciIFoGem5FoFSETMVgVT0gUVIQL7QvkkEZmmUMiwGYZpIuIgosi7hVfKBWfeFJPMrT2WvhJBuULUCkRdaJvVay4LX1KoBRMCj0mutVVpcZqoxTHIwtilwhr6n3hNAM1O5aJn8V8CphH/kqiRVWVXmN8MLEUK+TWnoIf6qoOgGalrLRaIOXUi8KYqHetfQbEsEXGQT1X1L4dhLIXgJ65in6Wa3lksZwvRUb29kHYrCAIcwmwiAmq+iuZd5UsXosOEb9y+FXKoFW4VT5LEeFly4LC7nwdBjpChotEGx+q+pYjhLqeE33qjei5osUAGP1QwyVHmViJ0CqqEe0KpiDZMALQkW8Vr6bAgNGfYqw0VLcNneX3ssEZ6QPW7CSEGVHQlpvTTUgi4gX2FxkksT7lIqo80a23QmXYIuVUmSqK8VilosThqKhRZzPwhjKkWWJ925aKc19KMjXg4UljgZXC4ngqmimw8ViOHQKehVTRYy+llUVWJkXBvBsQN+wgcYS7Re2yt5ZNVifFpChmeMZkGkAcQCBwjF5w0gSZ+ohjIOjyWiL4dLsqMtfQKjeyoDI7nEMZfR7x0ZUwmBYgTVBff8ACptVHldSc+CLS9vZTYzKDi4RkajsckdnPYaIRttpoCFdYsEG2GEQEtISQD6wmsIiGXMwAMQIAFACACp2M5CyNs8lMZWQqJoACJaLStsKjPZWV0CVhxQ0jhxZKi8LZMOIDVTCBxFA4TGiw4iNYVIhogW17JMosFOXjlnsBMiRyyCsE43ZPq2OJipq+Xkr4Z8VUmOq1WGTV3Q0WE8bL5MLT0Wq09oawAAVIfCquqvKGio84U9ZLT3Wq/H0Qc9iLKcBtp6ZrwuKb0C66gWJ8tMhdCWqqPLNKBpCbmGitkxygQHRdYgHKLmEjYrEG8YHolHpEU0UnWINpuhjl4qZuUWIoVidrK4U9+9F+yM+3DDPYy4Q+nPRVVbwMkW/2OeWx5nfAouM1MshrsNfUx09Ia+q+TVHnwRbXCrKoK1RNaQo7clQqh/ftDVSwi29OCFceKoaHfB+j6ouNN/ahPXsk2oP7kWFgqinCJncbKY2GvqYOgaIFBwUCAEH3bkCGrCU1qnxblMldFlULT3hqg4NUDOp3LRa+MML4boNh7MOlKAcIMM1DlLm8KKYheABCY5CxRfaSGHzXej95DNlMtlJqbcqpyUWkKfeLZACTeInY5iJdiOUvCh8/vdsofCEGAEAGsVS3DPTNZHa8jv+71Brmq6E9VfsJlt6uz/cv//Z" class="fr-dib" style="width: 300px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Buku klasik karya Antoine de Saint-Exup&eacute;ry menjadi pilihan tepat bagi mahasiswa yang ingin mengasah kemampuan bahasa inggris dengan cara yang menyenangkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan penggunaan bahasa yang relatif sederhana, <em>The Little Prince</em> menyajikan kisah reflektif mengenai kehidupan, persahabatan, dan makna kedewasaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui buku ini, mahasiswa terbantu dalam memperluas kosakata sekaligus melatih pemahaman teks berbahasa asing. Sehingga, dapat membantu persiapan bagi kamu yang akan mengambil <em>Test of English as a Foreign Language</em> (TOEFL) atau <em>Mulawarman University English Proficiency Test&nbsp;</em>(MU-EPT) ke depannya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Laut Bercerita</strong></p><p style="text-align: center;"><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4QAYRXhpZgAASUkqAAgAAAAAAAAAAAAAAP/sABFEdWNreQABAAQAAAAeAAD/4QMZaHR0cDovL25zLmFkb2JlLmNvbS94YXAvMS4wLwA8P3hwYWNrZXQgYmVnaW49Iu+7vyIgaWQ9Ilc1TTBNcENlaGlIenJlU3pOVGN6a2M5ZCI/PiA8eDp4bXBtZXRhIHhtbG5zOng9ImFkb2JlOm5zOm1ldGEvIiB4OnhtcHRrPSJBZG9iZSBYTVAgQ29yZSA1LjMtYzAxMSA2Ni4xNDU2NjEsIDIwMTIvMDIvMDYtMTQ6NTY6MjcgICAgICAgICI+IDxyZGY6UkRGIHhtbG5zOnJkZj0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMTk5OS8wMi8yMi1yZGYtc3ludGF4LW5zIyI+IDxyZGY6RGVzY3JpcHRpb24gcmRmOmFib3V0PSIiIHhtbG5zOnhtcE1NPSJodHRwOi8vbnMuYWRvYmUuY29tL3hhcC8xLjAvbW0vIiB4bWxuczpzdFJlZj0iaHR0cDovL25zLmFkb2JlLmNvbS94YXAvMS4wL3NUeXBlL1Jlc291cmNlUmVmIyIgeG1sbnM6eG1wPSJodHRwOi8vbnMuYWRvYmUuY29tL3hhcC8xLjAvIiB4bXBNTTpEb2N1bWVudElEPSJ4bXAuZGlkOkQ5RDg1NzAyQkQ1QjExRTdCODUxQzFDNTE1RDZDMEYzIiB4bXBNTTpJbnN0YW5jZUlEPSJ4bXAuaWlkOkQ5RDg1NzAxQkQ1QjExRTdCODUxQzFDNTE1RDZDMEYzIiB4bXA6Q3JlYXRvclRvb2w9IkFkb2JlIFBob3Rvc2hvcCBDUzYgV2luZG93cyI+IDx4bXBNTTpEZXJpdmVkRnJvbSBzdFJlZjppbnN0YW5jZUlEPSI2NkNBRUZBNkM5QjE1Q0ZBQTgzRDE3MzFBRjQ1OUZDNyIgc3RSZWY6ZG9jdW1lbnRJRD0iNjZDQUVGQTZDOUIxNUNGQUE4M0QxNzMxQUY0NTlGQzciLz4gPC9yZGY6RGVzY3JpcHRpb24+IDwvcmRmOlJERj4gPC94OnhtcG1ldGE+IDw/eHBhY2tldCBlbmQ9InIiPz7/7gAOQWRvYmUAZMAAAAAB/9sAhAAQCwsLDAsQDAwQFw8NDxcbFBAQFBsfFxcXFxcfHhcaGhoaFx4eIyUnJSMeLy8zMy8vQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAAREPDxETERUSEhUUERQRFBoUFhYUGiYaGhwaGiYwIx4eHh4jMCsuJycnLis1NTAwNTVAQD9AQEBAQEBAQEBAQED/wAARCAPFAooDASIAAhEBAxEB/8QAsQAAAgMBAQAAAAAAAAAAAAAAAAMBAgQFBgEAAwEBAQEAAAAAAAAAAAAAAAECAwQFBhAAAgEDAwIEBAMGBAQFAgMJAQIRACEDMRIEQVFhIhMFcYGRMqGxQsHRUiMUBvDhYhXxcoIzkrJDUyQ0FsJUdDU2otKDs+JzJREAAgIBAwMCBQEHBAICAwEAAAERAgMhMRJBUQRhcYGRIjITocHRQlIjFAXwseFicjPxFYKSotL/2gAMAwEAAhEDEQA/APcOVJAW8dRSMrbUO2zGwPY0ZMgRDe/SKxZeRtIk63ata1OfJdfMdAAApeVdwI6mw8KWOTjYxMVbezWAnx0EVpxZi7ItsxrMQJvuAv8AOsvN9q4vMxhmJXItt6gTHie1aGNon4mlnOcR3C4/UO47Vm8NbPlH1d9i6ZYcPZnCzpl9szKrLuFgrD7XT+JGH+BW/OeZi5OLMXGTiOnSBDxMMJ79a6wxcfkY2Rxv4+Qfa3Q9/CK837ni5HAH9HuO1CWwMf1SfpXDn8eLJpTMpzrEnVpE1co15efgzcXYcSryxEZHAZfLpVW914/MyqvMwLkyE7WdScY2jS4nX4VzMZL4C0ncwgN/qpPFR35CILFDJkdulViop1U8Ohha1u8SdXm4+KeY5xKoXEBtgnyyJ803J+Nc0x/VH0bq8EA3mfDxpnuQy+bKBAyGcijUkeHaqcA4lyeqzjdr5tR0tXTgo3flMafInLaKd/Y7IxlcSyu0H7lUQY/hqApFzAOgA0A7VZMq5EmSwJ/KhnFlUa3P5V6COFlGFqTkHQW3U5jH76LMJPyFMgx5QQmy8GrO7vjVAfIBGz41bLBEHp1rPjcdLX61nkx0tHJJxqpNsd7KYZ0OEoYlngbfKB+oyKYMO3IdzSsdNfGax8UsHfLPkUbT4k6VI5jDJ2BqLY+dWpdfYfNp7T7nUwuoELYDUHv86nMOORLZAu620mL9qwjm5AUbGN6sYb/SO9MBXkKV2idR0rnXiVq9Hvv3NVlbWovmcjBxQuLkRuJDEAFreBFqxs+PmglGKwSQCNY6nwrUnBHKY4Mx3Y8YMTBK9trVTl8LjcIMFX1Mj7SjEQV29yO9Z1VMT/HNrW5T8zdp3SsoWkfIzK64OMPUYLL/AGxMg/hFVyYmIbPiJDSDu+6zdKtlzJlwBs6DzWF5Ig9/CsuXkjFm2YiFw7dBW/GHPdQQu3bUsExYH3ZyMv60UzYk9axZX3ZCVlVOopmfPkyrvyeYm1+1ZixlZv0qFiSs7Odehpy0S7F0EBgvy+dUyIykSZ8BV8a5crE41npAE10MXtXLzMGyLsGnQVqqt7Ii16rdnOxjzAkRXc9h4TPkflmQiWTxJ1p+H2DjhgxZjH3KYhvppXYw40xoEQQB0GlOI1Id1ZQuo0WFEde9E0bqkCDUi/xqpNSoNAF46D8aJ6de9FEiaRREdqmiquAwi5+GnzoEL5HL2qERTkJ+4KNfCdK5C+0Z+Xnbk8vJ6Zc7iFEv8ATYD5V2RjEy3yFBJ60Vpq2+unwH+SyWmgjh8DjcMEYVibljck/GtJuKhVJqwQzBIkXt2/fVaV0WhM2tq9ShJBka0LBJ/wD4qYFgSflVBBJC6zfpTkUBMCOgotaB86ChgiYPSpCaDWjQNSNR2B+tSIiKmDegDSgZHgNB1oiauABpUEgzFKQg4H9wcN1ypzlYFDtxutwZvB+FYUy22vB8a7H9xZAnBCm/qZFA/wCnzfsrzT5TuO0xRMD4ybJGmk9RSc7QIX50tXy5WCICWPQCT8q2cP2Pnctmk+iqwZyA3LdqTaRdcdraJD/Ys6jByMLRu3h41kEbf2Vtx+6YEx/0Y4yPO45cmQ6uNCIvauVj9t5vF91x8ZNsk7RkDWvrPa3SvRP7dwsO52gZD+sgXIvN7DxrG7STb2Z6OJLhWlquav5o8y/Nw+rswuSj+Wbi3T8aqMTCCVIJFrXNd3+o4RjBiVQ0SXAktNpB6Utxw8LluUCzAEibRPwqa/5HHibq6ZLOFt1+cHP5Xh5srq1asKfSDkhTHwtHap4+TD64GchcaXaZ820/aI76VtbF6ieq6gtE4lAA1796pm4fGzbZ5KYSLZBtgfI2k132yzTa1eS+Kn2PPrgtW/8ANr0MmbI/J5DZSd24AgjQeFMwuwdSQDsuQbj6VtwcX2YqwOTIQoEspu3hdRFb+AmLkZgnCxehw8RHqZSAWYgfqc9TWX5K1qqpaJQuhsvHyWmz01lt9zk83l8flJjzZLZklIxiBt1Fm7UZcfIxIhOFsSFQxJM/XtXpuXw/bMeMZhgTIWPkM6k3N6xZuTx/Tb002ZSP5fnLienlMg0VzQtK7Ff2lrPfdnH4/C5PIQ5MaxhH3ZWITH/4mqeT7byMYDMu9WFth3fCYuJrY49w5wAyq74sfZQqoIv2GlOw8jkLi2FNywNpjaR9K58nm5EnZUmq6PT31Or/AOsoqqMiteNY2XY4fpmIiCNaoXbGQRcivTcrBhy4zuQDefOQBuM9Z7iuc3s3HLQmVriBvsd3yoxf5HDkqrRei2cqUn8Dnt4WWrcJX9jlrlYmWMVP9e0xedde1M5XtfNxPCJ6gMwEBawv07VhOLINyZAUNtRc11VvWy5UsrJ9auTntVrSyajujonnZcwVGclEMqmt6cmU5G2rO5RuI1/4VycbHFfUAdda6ODNjx4JRSzsCWYwB+FZ5smSi/p43ks/kvcvHWln9VlVHRxY/LPIfYgvsBE/9VT/ALlw8QhBMR2uPCuZm5LZoVTsTqOpNZto0PT5aVxYv8fkzv8AJ5drelNv/g6sufDiXDAuXex0+V7k+Y7MIKJ1JvNIXlcnAA2PIZNjYRWadkMguOmgA8K08fEMihsmvUHSO1ehjwYsajHStUu37zktktbdtknImXIubLhR8mqtdSG7rB61oTlY8i7cnHCgdQd0nxBpeTiYWgTe5EUo8ZQvlNxEVnl8XFkiU1H8r4jpmtj2h/8AkpNK8v27KXGdMbbrFiBjyL4q1Zf9s5f8Y+6f0/8Ab/j1pOXAUTcPNH3Dw8Kybsf/ALf5a9qy/srcfx/mycP5f+exv/e05c/wY+e0/wDB67MwKmX8x0rKVG03me9Z8mUka3H5VBzboO6ulI5HLY2FUbtWPWtON9ygGwrEDeDpoKumfafyqiOJtdwLHr0NIdyZi4OtVOYNc1bVJGvehKCZe5fDlfGDiT9Qlj2FI974HK5XG44wYzkzbmJVegIhdTWnEvDHnfOCZAZZtA+GgJqnK5mU8qZKIsenlBG0CJkHrbrWNrK1oUesnfjo64ptOuxwcvHb28ejySMkGdyElZIG4X61f1MS4fXYQSZaAN3b8aOe65nfLllAJOKQIMnsdZrnk7UAJ3XJJ+Fc7SltexG8D82dnb1t0QD6Q7D99MK8bLj9Vz6eZiBCgBSPh3Nc1n8xIm+nXWmPn9TEojzBpnpWlLx0FbHPU73FEoGIG3RY7Cm5UJYR1ER+2uTg5zY1XG0fd8461005uJgGBgR1t1rrrZNHLfG0+/YjKu2ASfjQkxr/AMajLnTrbxpTZYvNta1WxjZNdCcykiBrWaY8sAeJvfwrScqm4MzWbLtVo1Pb40OOoVTJxkLcWIoXcfPErpPaq40kbm1m9asRVVImSb1BoW420KejGwFODhTtB+Y0rFtYZInaDdWNPXG0blI+ZiaGgTLjMcWRsmE+a0g6T1HzrH7hyuVmM5CAnSP21oktdde1LdB+oSB1rG2KrtyjVdTet3EHLdn72mJFLO1SSbsdW1rbnUBQ6JpJt+FYx5wxbWZPc0yhbl43H61u9l9u/rcrtkE48YG4EwCToLViGDNnyrhQbmJ8qDpJr2Ptftye38cYwd2Rr5G7mpXdhaIhPfsWxcXHgXZiVUUaAWFBQgGtLAUl5vV1s2YXqkLDECm43MUg2M0K5k1brKM62hmreaAxNJljV8bHrWbqaq8sbrBFXFqqt/lV/wAqhmqAa0XoBqTSGVMn4UAkNFSTarKgmaYRJXUkASRUEBYLdenWlnlJi5eXFlO1AqlfjBJFU4vIGV8mTN5DICA9Aelc2byVjo2odphL95vTxr21hxCfzNG5gJGMkeGtQ29mWVKmQItJnrNT6hD+lMl5IYAeUCqu6+fIcggWAHQjUV5t/wDJZHoknqtV79Dor4qT7/tHKVZT4Ej51DAwSB5uhqiZFLgGzsJYRaRYgfCrEz93e1exjur1Vls/9Qcd68W6voRtJF9e9VyZ8GMXcSdBN653P9yDTx8LSwkZGFwI6U8YeCOQnHz5dpOJcsKwAkWKkiqs49TSmGVNpqn6alW9wSf5RUidSf8AOrpzJAYsCNTGn1vE1xj7iMHGfhriVgzyXsWCrpt+NO9n92HEyZsXIw+riyiQbE26Q3Sk+WrR01w4lXXG3aY1Z2MXKx5RAJV9YXzkADrTXXZtY5QMWSweBM66V57Bzs2JspCxumSIlVJkAGm8XO2XNv2h0RZ23MR0qeWrXI1fjYW1Cj0Zb3V8fMU41ZWfCfIxO0GdQQa5nC4GFsn/AMgyZhgCIX5g01hmzZfJjMM53kD7Qbttr0PG9u9uxn1lw7t1wrE2HwJrHyPLxYWq2s5fptBCxY63l0fFfJmE5Pa+Dw3PCVl5bwJ+4xPc9IpOPnjC7PuZgfPv8ANDXSPs3Cfn/wBVsUgqAMMeRSP1R8Kbl9t4Lh8TYwV2gbhIBkdCKx/v8PHk+bUw7JaexdbKsqtYW8biuF7Vg5WJPcuQ7LkzBciQYgaifjS/ceOW8hykqTIMebaIqU9xy8bjDi5cYHowmMk9FgAt8q5vuvPuoYFchN1H8MT+BrC/kZc2WlMMVq9U3q5RaV6K2TK/pS14xr7Gse1YVG8FmgCASJkmdABVeUuHfg2J12MLG2uvxrEvu6Kqbw5J++LlSBtkz+Fa8Yx8lWIh8uoAM7UGmnhT8fB5FvIrfNMUl6rQzzZqfida3l30XF7T3Kh0fLkhPSXSFNt3+O1UPBw5si+Zhj/WwIY/IwKTkfFiYMYZYMza3al4/cArujSqMQVaYtGley6N6paHFSyro7am/D7ZxcMgQxDH+aSZdfhYU3kZ2OP+nxADGl9qgKsn8zWXH7vjxMCWBgRuif31Tke8K3LXOu0FftTbAHjWdqWey+RtjyVrbVp9fqfUkjkvkGN90mCocwo3db07JwsnEC5eWUUTJVW3NtHWB0pXM974udvUyYHbKLbw4RYAsLz+VczJyX5TbR/LQ/8ApAnp3JvWaw5eWy+LNX5mJ1+5pxtVaN+jOvzf7ifNjOIAY8QMTEbo6HWwq/t/LXIj+qwG3xGmtc/Fh4GNf/k7i/YHygHqIPWqPl4bEtiDYwttkyDWn9u51ejMV5laqK1SiP8AmTrtz+OiGTEaSZrn8r3NXPldsagaqkyfEnpUY+bgwKV9LcLXMW8YrB7hyTnJC4wqzO4C9VTx8eOeNYMr+XltpokM/wB4KAnbv8ZisuXlnkZQ+Qw5i1KHHdyoHW09PjRhxP6m2xMxNKnj0raVWGyMnk5L142vKXQfi2u7k3A7irWyDarEKLmmYymFGD2DdNSSKXjADwLHtXSqnNJcDadoEdauiCZvHWauE3MD17+FMJQAA69aaQCtm5TaCNadiyFU2kkDw8Kh3UnavS5pIdlIvYmLUm4KSNis2s3FQ2YAwdYqmMkHzaakdfnS3ZW0MXMVDYoHK4YSxsbU2U7LpWSfKJ16/vq0r3PbrVToTxHvIAbUtrVFYi8yDa9admJ0Dq0jp8KWcYU7hcVminZJSKOQlwo11FR5iZa8WqpygP0noDVTkJkT4mKtIzdpNGPJtIJ0B01roYX3AsO1crHkkiBCCt/GIUBRoRQ1oZq+sEnCTkUKJ3sMaCwANzrXS5L4eHxl4bxkCIzOtjuJkmx/CsgybfL+PjWT3LHmOX1mEq3mEG8kCRHyrmvjSs8kTpsusbHfhz2tjrgdlVK33W6ctzl81sXKRcq4xjIYb3BsEHlVdlZcuIBVVTbqT3+VdDKkqWIu4Mn59elc12AaFaQSYH7K5aWdpTTq09ZOjPg/EqNXrkrdOHX0HcT23kc3MMWAAuerGAPE16DB/aPCxYweVnbI4FwgCiT2m9J/tl0RM7ggt5VtqBc11jlLMT30rHPnticLf1NMODnVWfU5q/27wBZcuSNYaPxq3/23xGBC5GDEWJFdFe5i2lX3dResK+X5E/f/APzX9xdvFxdn82ctf7fw7VD5meNSf2UxvZOGIlsjd5IAroM8r5dek1k5eVhgcoYIBM/C9XbzPJ0/qNeyQV8LDP2fNs57+28AA7HdmB+AEeNZc3COADKo9RdXkzHx/fXQxlRiViLG4FPx8ZQvr8s+lj/TjGrD/Vbr2rvp5NqKvN824/8AJhm/x+Di+LtS3SNU37HByZZM4yVBAhdaMLTk+PSm58Hp8h0QRF1H+k3X8KMHGLZm22VIme5FejVpqTw8lbVbq9GtI9R0K0AiQKuAJtoe1UZSrHuNCKmTpoTQxInaDcQO571RsWVl2kCAfiY/41eGBn/Aq7OFEdRUOsmivBzOW4xDYTe8msvF4XK5YY8dd/p3JmLntTuchy8jeNCAPnXW9ixjFx2QyHZtzqenS1S6tF89JG+z+2rxMYyZljkmQZvtHaumCD1qlotQTUtSKSzEdaWwmgsRprVCzdflTVSbWRVxVVEfOrEzURFq06GT3ksNautqUDTFPepsXVj101q0wKosdKtesmbrYt8KnpbU1EiKJvSGBPSr79q7iYC3J+FUMRFQ6+opVvtOoHWk9hp66mLEM3Nd+RG1WaVJGo0EfKh1bByWUEE44ZSRYzoa6CkCALAWApHLwPkIzY5LIpBXuNa48/ip43C5W3nud+DzH+RK0Vxxxjol6i8WYrjCqwDBiTOp6xVWfHkdcCgKkyYrMXBlQCr6wQQfypWbK3ET1cisBpexYnRRXlPA+UJPk9l6npRSHfkl6nQ5PLTG6WGxCQCTEmPypPIzHLhZ3chREhdIOkd5rm4ebx8iZH5ayzEbUGoA7fOnZcx4eJQF3pkmFe4gaV2Y1kx0r4750+p2lfxdYOX8WN2d4ThKJ/cKx+3ZczEY2K4ujMI69qOXwGTNlbE0kCxiIt41p43I5fMJPDCKFjeptt/hFO4PtfuGQFuZmXFJPlJDsRe9q2w58iyOt746qq+xv6im8acPt07mNOJxP6Ns2ZWbkAfy0AA7AE/OtHF/t/Ijh+ZCHVUFyRHW9q34OImDMrEnKgiJGkHW5N628opnYFW2slj3jwpZfOVsd/w3Sa6v9iZm19SjZ7s5qe1YsB3s3qAfocAL+FWxcDFxnyckLLNcYx9q94FOzcXMwBTJugzDGKsmfyE5QMe20E9BXmXz5U+XNzbTTsPoofI18dsaIPV2BiJCr/wrHyuQ45IVdsMfLNgR41xMHvTpyCuVCyBjECDEmKT7pz8vLTG+30lX7onUG0Nat8lct3THatVVa8vu1CtUm7fdozvYeVlTLmYuJbosQuz99GXlhMZy5WgxJM+URrrXk8vueUtOM2AhRcQepNXX+t52C4yZFU2n7bW8BVV8LNdJWvxp1Tcf6Yr5sdXFaO1v+v8ArY1873TAeY+UH11ONSqjQMsi/hXNbJk5LnNlJltF7DWnjh4uLk38weoQ21cSkDdtHm3ETa9JQKZjygmQOoE2Fen43j48ccVLhV5e3Y48+XI1FnxW6p29zTwsDZCbBhJUze2vWt3HyYz6icTCXGweqQSqkLeWrPxsvFQDDmznEpJ9Tb5p8LVfl88pjHF4KnDgjzG2/Ie7EdPCu9V6JScMtvk3xS+Zh5OefIFgr90nr1rPuOSd3xq74WGMvlBA7n9RNLQnTp1NX6BMlvKb9dIq/aTFtetLLg9PKKvDhQpWC3XWkNSRtJ1v40xMTAz1awqyAden5U9XxIAd1NITeop0hgCZOrE3qGO4W0FqjkPMkmI0/ZVBkxKNrNJNVoTqNIRcgZdCIM3pxXE4lrE2sYrCGDEAn51pxsbD8KTRSbLnj4sUFCfiTVHXCCCqeYXJGk0xhIlrkm3aKqUdlKobdT4UkkD9Ddwv7dze58cctc64wxI2FSY2mOhrZj/tHMjSeSptptP766H9uFMPsys5CojZCzGwADEya5nO/u7kZcrYfacIZV/9ZxMjuFtA+Nc7yZeVlVpVq93EL4nRXFj41bTmyNJ/tjP/APmFHfyH99V/+1cxN+Svw2n99c3H/cnvyOC74Mo64yUH/kYV6X233dOaThy4zx+WqhjiYyGU/qRuoqLZci/jpb/xhlrFjf8ADZe8nmPcuIODkPHUhjjIlgNdwmsswTKzPhauh/cH/wC1M/fywP8ApWucQzjuepNaqzaTfVIwdUm0ujYtsjERooOvw+NU3djfv2FDAoYkGdO1UuSABY0CG4spcQdAYNMnwP1pOFdpM6Uz+V4605CDdxN0G5K9jarchyZ6KagLC7Bbv3qpk+Vr9qSMLtOfUzt909RpTMeJWB3GGN/lVip3Ttv0FWGOZPXtVyZcX0K5ITaoHlHWtHEkeAGlZSuSIOlaOMzRBtbWq6EREaG3Ug9RefGmZFbk8YKseqD5Se6/vpDOAPjVMT5FyghoXQ/PUT0rOy0N8Tc+jDkcHn8wLxMBGLj653Y2EH7SRqfAfOuJ7hxB7fnKI5b/AFEQxtfwia9dgcZE9PD5gt2OgB7kmuF7rxFbKG5GUNlYkmB5QK5+Dbbnk+x2zotIRm9l5f8AT51VvKmYeb4/prvnMBB0rygVk2WhlJibWiJvXbwZWdFLfcQCfjXn+dRTW69a2Xtsel/j3yV6P+H6l7Pc6aZlLpcReaazySB0Fc/GAcikdZ0rUpJ3/SuVbfD9p13okxi5PKvjIrDyW8rgm1xbWK1EnyxWXKDJLdZofceNKR/CxJlyY/8A28ahwJ10ik8zNly8ouVPoL5EcaA/vJNHtrtj5K4f0iVM9muB9aXnwtk5TNJaMmxUBgbh5QY8K7sVqvI7vb8fJehjlWTmuLWj1nt1L5+EM2M8knaUOw9TAtrSVXHibYhkm/cn/EV1eRlTg8ZEA3SNoB0M67q4GTMmLMoxsGc/pMmAem7wrp8Tyub4PTV8fY8zzPFs+XkJfTOpoUFzO3cZ+GtRkJVYN/herpk8sgSWJlp+ppeZlPmbSwjrXoI8u28QVTKANmtRmO5bWPjU+mIG0Qao1hPamHsYirK4dxuRdB4+Navb+YONmNvUxsDr0J7VZbSYsarkwjyuNRfwPxpuqe4K0HeUyoPQjWokVl4OUti2G7IAD1gVpmb1g1DaNZ0D41W3aIqarTRLKk61W9MiRNUbwqkyGgqVnpVRV0N6HsKu41N0U0NSwakH6Vi9Toq4L7qAb/sqm4dKkXvRA5LE0EnpUVE0hyXB61Ici/eqG1LyOFQsdAJpxIuUDlzIpLsbpofjaB41yPfVY8UZXHnLrB/hsbU7LkJYYwb44Zo/9w3j/p/OrZgM+FseUeV9R/nWWDCrXtnsp5vjT/wX7y8ufgq4k2nWLXj+Z9Pgec/qDukgRIsBA7U7N7iGAxjGoUakksT8C2nypLYxJBFgSPlVfTX5V0PxaOPTuNeVkiOT+Bs43unoPlfHjRBkIZVNwsWt8a18LncnmcpmysgVV1JjyzoOk1yFxTobdSelM2hftsTaRXNm/wAbS6twitrLjLUmmPzrVablw5Z2W94VcmTj4mJONTMjy/L61T/fC6MN642iCgvp4+NcVhlxjcJZT42qXVh/MjZOvY/WuN/4utXDUvudC89W1+nWdDt8f+4ArkZQQg0vMx+RpOHmPn5By52C4nuFjqTYCuG773lSRHcX+NP5GZA6IpBGNFHl03ami3hVrMV+5b7xHb3HXO3FuX279Jnv7HT92HGxnG3Fzn198uuqgMO47Vys3N5PKcIxgLZQPtXv9aq2RXUBwd+sDQVIOPbofuma1weI61XL6mtm1qRl8rVxKG8fH7dixFsxyZeSZCoIXGvTW5Y9avj9x5eHGmPEQuLFYEAebreaz5CRYADuYv8AjW1OJuQLJZ9u7aov85rseKiSV9Tnrmyy3j0nsI5PMfkIgIUEEsGFjfpVce4gEjyztnp9aM/BzYSCQNuSdhU/OmcjlInFVR/6VlUCBJ6mmqqmi2Fa9sjmz12IPHEgKCZ6Cu5lw+3+18bC3LUZs7qCuMHaRbVtZ/KvOcRuUuTeWhyAb9p7Vp5IyN/OzPuyGAJuYHXWrl6ax3JUJvSSnO5B5WbfAQfpQdB41TjcXlcnKcWBd0RvY2A+dd3272LjZ+L63KJDuAVgwVGoLVYcHFw8rHjuXRgCS1jPcR4Vx+V51FSyxP61prsdXj+Ha1q819PoKHsZPGnIE9cTAWQI6DWuKTsY/pPQHtXozyoTzNZbD/Kk4/YvX/mPOIH7C8br91iubxPOvTm/JvNbfb6G3k+Ekq8InqcHexMDrr8KCNqkgn616Lkf2+m0HE3mUACOp+FZF/tvmZCQHXGo13feT4jp8676efgtTlz4pONTjt416uIVp7HFypkyENqIER4VT0XnXzV0M3C53CMZsZKiJNrE6danDizZiAuFmJsm0SCe1b88dkrKy+rbUz4WWkbGUY2UAi1r1YMwEaeNac3Gz4zsZSjC5DAiqMrMkBZKakA1onoQ6NCgSP8AjarjJkULtJM60ekwEkRI+2pUOohhBJ1P76HoRJu5/MyY/wC3OPx1Mf1OXJvj+FDMfUiuPx8cqzsilRbfkbag+Quxrse48N3/ALd43IS44+XJv/5chifqBWT2jg4sytnzBwEaMbBd6SNdy3rmy5a48N7tx9b23mekHZjq7Oi/6oz41XK4xYjx8jtYIMbX/wCrbXcOHJwvb8HJCjHyOEfV2qSw2k+dJPQqaYrqPKmUz2wYIY/M7gKty1LcROFjUjNzGGJUY7m8xl2Y30W5ryL+Vky5sFaJ1X5auHMv+adK6R6fE7K4q1rdtz9L/wCO5l98K/7nmf8ASwU+MFFrGiFoUdbCRJrV7+6p7lmQ6KEA62CLWDHmPQ+Ir2qr6a/+KPMt91v/ACZ0sX9v8rKd+Xbin7TlO0n4KJqnvnGwcPHxePgRVO0vkyKILt9up6WrKuR2z4QzGzggFiYA6iTXW994uXk8XBnxDccc7gOzR+2uW+bj5OPFZ6Xq38ehvXHOK10tnB5kFw5jTpVvV8D316dqXkdSAqiSdarPh1rqkxg6OTmLJGPzEmNYimYcu8jeZY6FdK5LoySR5b2M9PCmcXOUe3WIv21pJmdsSjRnZuz7tIogsSBa0zSMOYOdbDpNPDXN7HpVEcS3lMC16jGIJGgqmQwNzHxtS/UII2gsx0Wh3rVTayr7jphvktxpS2R/9VJtL+WNIqqw0MfMs/bMA/SkFrkOdu0tPaRre9XDyJUwtNxBKq0+zR1FwLzcTDjZBiGOSOM0Be8yDf4kVzTzmKsVVcrH7hkQELFo0vFX4nH5edyMU+ZSpydFDWP1Wa18r2jj4E3NmCKi3EFmgDQbawd60fFuZ26nXxtZK2zW/ZnFGblF95ZMa6lURRp8qbiytkygs07hAEyLdvhWfIGdyEugu0dRSCxxuGUEBdAO2tTl8et8d0q15WWjjWTTB5V6ZaN2vxq4anSDt4plSO8VqxkncBre1cvi8pMy2MONVOoNaseYqQwv3rx2nVutk0+x77i9VajVk9mjU7ERPSlOJJB0OlS77og2NQLjzWI0NLRiSgSh28pWPRR89prQluaBEAZSzz/zH9hrNyAqKXZgsX3Hoa5HN9zz8l2xYyESAHdRDPtEV1+MneaJfwurfuc/l5K468m91t1Oh797qmfKmDjN/wBuQ79Af31ysO5sitYbdPEmlNiIgoJgSf3U7j43ZwZ01nSZr0sHjUx6VWvc8XN5V71Sb+lbI6+NFSC9v4vAf8aXmYO25VnGLBqWAzLtZ5PWpfIFBXUW8Jrqg4W5Y7EIUD5696Rysm1dqmWNrVAznYQo82kzIrMzHcAb0B1g0YGJUAmba00aEde1KxZUGLcSAPH/ABNS5IHk+5rg009BNajcO/Fl9UMVfSx1FPHLdHKiXGoB8fGsgd8lnWI66VcZMeMyD0gR0PelowlmrHz2fJtKdYt/nWsGf3V552zJIY7WBm+tdng52z45ePUWzEaH4VNkuhUM0yDbpQYirAVJWs5KhiY72q6xU7BM1Ix1TaJVWmTJ0o+dTsqADMdKnQvUkVYCgQKtUtlpBeo0+NWmq60hkE1l5OYFTHmANh/GR0+Hem5SIg3BsaSVWIAEVXCVEwnv3IeSOmqM+BHJ35DLmSfib1qEdTeqqhPgBU7bxWqSSSWiSgwbbbb1bZzuXw13l0XytdvA96xugAAAsK7xXr2rNyOCuVScflb+Ho37qpWDU5IhWg/WohZtcVrPt3IefJsKi1xf4VzswzYMhx5VKsOh1jvVcl3LrVv3HPl2iEEntScjs9wPgOgqhN+x61ZX6d9BQ4e5SrHTUzgwYNjN6jcm4sunQ9/Gq5XWTt07mtnt+HiZtx5BKqBoNSPDpNc1lrC6HQlClp6iuPw+VyzuwKSRrAJ/KmYePyBmGFQWy9FtM/lXZ/t/lPh5XosdnHdTG+BHVb2+Fa8+A5ucuRcK8cK98xIlydDrqelc/wCa1ct6OFxpyo31NOFbUq9XNoaRxh7Ty/6lMGVNjswEa2sbEWNq3872/lcdchIaNx2MLyJjzMJvHeuhy+flRWR+O2QsITIlhPwvFYuN7tyDjODJxzmCgDLG4ys2JA62oxXzZK8rVrpo+LWqfUq9MeO0N2r1rKe6OavIbGpx5sYyREI0yCPLaKGy8Y429TCFYgxe4PhT+Uo5XMzrwsbT9+HGBeViRt761ylxcjNnPHTE5yqbptMj49a6laqU2hQtZOd1bf06z2NmHn8fCR/JDPBHdfnSMebJn5cOBsYE7VHbsAK38X+2OZlTfmdcM/ap+7510vZPZW4nNbOzY8gUFVP6r9Yi1ceXzsFlalLp3hxH7zfH496tWamsqR+LDm5OHHkCMJEjcI+s0vlevhBxEG4nee0xaa7efIceMsBJsACYEkxWPlszYTjzKuRH8u4WIY2Bj415FlTkk45Weks9Oue0JNfSu25ydybh6eITICkksZnUAm1bsvJVAA7qjEwGY1q/2fh4sYbO7bgNUJQz4bTNcv3fgYjj9bjs59G43EHYIndf4Xp28dWtTHky1q29Kt66hkz1h2pjbVVuOTl4Tn9JmLAwTkF0BbQFhV2y8jK2QcHKiy4GTJG7aAP0g/q/CvNv7pzOUg4+7YptkCQFIFj9o8KsvOPF4+xA3qsO9j4k1tb/ABubGlaqm1vpj7l7swp5OPJZq960rVctdPkaPdHyY8wfkZzykH2SAst/qA6AUYfd+U+Mpiz4+OdQtwfqwK1ycmTNmnkZmkmJEaDSKkIcjawo1Y/5V3/2VXSnP761UuNPkcr8mLXVPsdtJ3+Z6Ae88XGi4c/890+/1D6itP8AAygxWpH9v5w9TCqYle5AEQf2VxDwvbmEYuYJ0goUWw70jIi8fIAMiuZG4Y3tt6+YVKw2VYxZr1v2a0+RbydcmNcerq9Ttcv2z0Z5GF1fFE7f4PxMiua4ZfNE+FOxe6BsiLhxjFiACsu4tIHXzVtzrhzcUnGoMgHcItPUafKtfG8rJy/F5CSs/te0/Axz+NS1XkwvRbo639vomb2cY8ih0c5FZToQSRFYH/tzl8HO+X21zk4764C5xsp/0tdT86plzPwv7VfY5TI+QojKSD5n6fKk+38vOo57e4Zci8zgYIxYCxCABY3ET5mmLnvV3x8lkTh0tZp1fUvHaK07qq1NQ4XvGXynj5BNpy50VPn6I3Gup7d7SOK55PIf1+Ww274hMa/wY16D8TXnPb196TDh5+P+o9PFjfLnfLl3Y8qgEqEx61Xi8wtm9vznl58vN5WScuzIpRZbb6bYjoIrOniY6T+NVXSVr/8ABbytxyn4kf3AJ955HxSP/AtYkJkeArd79P8AvPI7HZ/5FrCGXcpAED7rV2VX9Ov/AIo5L/fb/wAmMA86q0APHmi4sR9K9F7dnXJxDjyEMVBVh8r/AL64qcPLygcuMwuLVugi/TtWnlZsXH4H/wAdyXyn02J8rbtsECK87zqK/wCN0f1rKqprpO8nT49oV1b7XRv3a2PN5UjMwS6zYjsbxVZ/0imZRsx2ietZvUbuda7f3GHT4no+Z7DlxFzjR8uNP1kRK94rlPxmxPugAk9eleqPvHNVCuVUydd0Xj4TWHlcFPci2fE/p5GAb048ont1E1FeX8XzC/Ffa5nocEP6WMwTLat1JpnEIc7szsw6oCV18Req8rBkwN6WZCr9OxA6g9aUuLItw5UdSLGjJW16xWzp6ovDelL8r41lXWrN05AAHbyDr1qN4TGdpEm8jWfjWABixJJJ1kk04+oyhVA3d6dKPjGSMj9hZctPycsCtgTWq5dfdGjBOZCGcqsxA6TetGFMauDlJ9JdVvLHooIpGNPSw2uTr8e96uiqwE3MnpoPhVuWYJw5XQ6WLmPmDYFBwY1B2IhhV+n51t9qVHxOHBZT5Xb+Kfj0rj78pUY18iDpoD4nvXR4mXPhUbXXHjYgEOQNOorPJjmrS0Kpf6pep0OP7XxeM7NHqFgBcWAHhXG9y9n5Ku2bFjBxMTKJLFe1orqv7tjRghIyP+orYfjWjj8zHmU+mQSOn+Vc6vmo+b+qd52N2sVlxWkHkcvB5WBhkfG6swlDcGgc3LjE5FBPcWBr2k42s4DDsRasmb2X2vORuxRE/aSJnvFTfJhyf+3G5/mqbYb58P8A6sn0/wAtjzI95VFJOJiO4iKTk975LCMSKgHcljWz3b2jHxc64cBZ1YT5rkTYCeulZX9u2lQgERLdTPatMfhYbJWSbT1hsMv+Rz61bVY7IzL/AFHMPqZGL9IJgX6AVo4/Ac5ADZVvC6/WtGHEE0ENMEdKu5yANjNkHmnSwNddaVqoquKXY4cmS123Zuzfcq+FGGwCNukVKLjBK6k27Qe1VVsgx7lGpkTMR2q2EwZYW1ZRr4VVdGY21RD44cbJnqaqzWK6zTHyq1gYK2I1+hqjK3WNOlhWqaI1Fyd0R9at6CM+6bj6VQEn4HSguV0MidKH3GtNAfauUr3AI8PhVvUdNCCBoGoCJkPmYhtFjpSCjb3WZKkj91Z2lOe5WjUdi55WRl2mBTMefHjKZcqys6+PQ1myroFE/vqqlTKZBZtY1+tRNmnPYaqk040T1K8rP6mclWncfMbGZM12/ZCXTJkExIAHwrh8nB5t+JYQASJmPGvR+y8Z8HEUP9z+c/PpQrPjDNLKrc1UJvY3AUQZpkUED5VEj4iyDpVgoAqaDaiWEIg6UnJmx4jDMJ7Vk53OyJkbGhiLFh0Pb5VlXIilQxLZHuzE3NaUxt6szyXjbVnSXk4WMBxJsB1JpysDrXnsjHPySoGhKrJ6DtWxDkxKSmWEGs6WqnjFziJ6nXbSq7oNZOJzU5HlJhuk23fCtaqe1ZxGjKlsoQCajYBTIPa/Woi+lOROpQrRtEjvV7mxvVlQa96HaAVZFEGaFppQCqN4UK0g6wQDWTkcbFnzBsiBotNagDEVGycnhVVcMi0tL3OB7jwHwZ2bGh9EjcDqo7isDqTcG4tf63r2GYhMbuwkKpJBuPhXlxiZ8hTGJa5gamqrb6XOiS3NVMqFLnRGfjcHLy8/pY77jE6AT3r0vt/snCRFxZlLZCJjQW/GkcRcfCxl38rN95636V0+KwyqMyMYf7TpavL8nybOVimtZjkup62Lw0knlc34zw6V/wCTDzE9pwO+DYtrMN1/GNt7VyjkxJkORMbtiQjYXJgdbGuv7suDihFfGsZgxLQJBHZtetZm9144xcbjogXDig5g4DK0EGfida6MWT6FdVvfRrld9jiy43ydHetevGi7i39y9ywYxOFlVh5XyIdDpfrTPb/cMHEbIXz7HyKVJVS++LAHsPxp3vXuXr8bHiRCqbtzk3iLLFcjEgyZFG5UvBZtAK18bGrY+dqfiteeSRnmy2VlXm71ps2ZjyMmPKz43O6bNfd8Zr0f9uYWZM3OyNufOdovNh1nW9cL3Dj4MOYJgy+rbczxAk9ANa7vtGQLwMcG9ywHf/hXL/l7Wr4307Xuqv8A3/YbeDRXyx1VWzo5sxYkAwgt8azsxKkIR6sHbOkiq5MwAHU2sOtR6+LECXIUCzRqPA9a+frVvo2+yPaVVWsLQQ/A96fLiyZOUGTcDkxoSqqF7A61rxe4Y35aYyDuXdAYeXcBP5Clnl8aP+8IP+rrXluRn5PKz5Mzkw7EAdIBtFej4mLJ5TjIuH4qvhateLTZ5/kOuBK1bKzu/qT7Hs+Z7pgU/wA/Ki2soMm/YCTXL929xwHgZMeDIGzZYTaLEA3Y38K86j5OPklFAyRKmJg96s/qZD6mQl3Iux/dXbh/xNVlWTJe+S1bK2uibWxhk81ujrWtaqygSHbHIWAxEE1Ad5kyT40HFDRr8KnbDDbNelFuuhy/T7yaA64k2sLkfb++qb3IJLADWJgfhetfE9p5nJIVV2br7shi3w1rQ39uc9QzQpg2Aa8DrWGTy/HpfhfLStuzYVxXa5Kra7nMVmmd0CbNXQ4vtePLhGTJysOMN+lmuf3Vny8DLh8uRAI1DmItrE0hcT6kArpNVebJcLJeq1BNKZU+mxqz4sOHMmPjZBkEDcwIMntaul7fyGBKCDtAIYi42iNPnXIxoQJUeYG1dHEyqqIxhlJO9dQTWOfBbJjaT/qJaX2ZWDyPx5JiaPep6vg4OPm4KJlxKyKxO1wGAIOvmmjk5PZ0Znz+i2Rhtc7QzEdjAJryuTPlA9JMjnEDDJuO2Dc2p64MWQsUzYw5O0YSYaSdKxx/0lSuezp9Mcp6rudDyrI7PFX1j0O9h999oP8AJXIMQXyqrKVWB0HStPH43tZPqcbFgJnfuxqsg95FeYxZBxHKZ02noWF6VzOVjy5F9Elcyj/uKCH8FEdK6fxJ60s4fWZRH5GvuSntsT7/AH96yqOu2T/0LXPxwcmxjtUmN3UfK9Tny5Gy+rlLNltLNO42jrW3h+1cjIfWzbcaEEg5WC/gTNap8apPtBl91m46ybTzBxl9Lj7W4+RBjxAkBVZfvZx1JmuRychybZ/7eIEKQCNzsbkV2k9hEjfyMakjd6eLzsy+Ex9arm9nxSEHIC5B9i5IBYaW2/uriV/Hw2rRv6r/AFS/Tq2bWrkspS07HnCgAhrdZPal7V/hH1rr8v2vk8c78uNjjFi6jcn/AIhp86wejh/weldfKscpUdzDjaYjU72UyQL7R1pHDG3kR3UiZj7b1lPI5CKMjKQrHbuOhIvas2fO2W3QC8U60lRJFrrsdb3fEH46ERvRpDHopFz+Vc3F7c7Juyv6YN48O5mtftnD5ebPtzr/AC3QOXczCz5St+tY+cyuxCMxw7oQMSbDwrHIszbpjaolE3evyOjE/HpVXzK2RuYotI92J9ItJQShPlPh4TTsXHCgu5hjMAi1Ox4yEUmIiwGtS8G5Ed5rdLRKZ9TktaW9IT2XYR6bOLiQO3WnB1RYX7zdjGkd6LqPjp/nS1AJJOhNz1pyEdRmTPkOzJMencdZNWTOOXlTj5VQLMbuom8zNWhNt+grKxUPKWHQfGk0CNrYuNjJxDI+bdIAgBR2ub1b2nCAz8nL5VxfZuEEE9flWbiYzkzbGbUEmekdqrycSLlbGuYiRDkafAVm1KiSk4Z38Hu3EykgtBExNge16fl5jpi9bEgzKPuAa4+k15Tl8XJx8OPKXDLkUkwftjoRUFOTx+GOXjY41y+WVJGtrgeFZPDXp8mbLJY9Pjy8D3BS+WMToI3bgrRrF9a5vLxNxUDFlyYchPo5FMhvjGleeHL5AQLvJ6gGCPxrqcf+5eZtCZmVlUAMrKt16xEXq6c8b+l8q/yt/wCwrVrdfUosv4l+0tjJfKFBEmST2pyyzO/Q+VD1t1rI2QJycrY3jEzSqr4jT5aU1OUJ8y6fw6/jXVWGp7nPZNGjOr+nsSCdRPYVnQT5yQTqaWcrMxJJgk6HSjcNB0pMlLSHuXMCbSekVXIFdQm6DU+W3mv0FSFiZ17T0prsJ6aigtmCmZsKVfGSAJm9aC6jbsgUpiVbcp8xqkOf1FKxLSSQdR4VZGJduxMn41dfMpLAA3gVTYVHlNxr8altdeg0u3Uuw8tqSiAkl7GmqRN+ulVTEcjsS3kEiB91ZN9jZV7lGxHcL7pICjQV6vCAEVQIgC1eWbIVU42uVIgjS169BxcrZMCbrtAJbQUJTUl6WNha1te9KybWs3XxIqCzG0RNZcvNCEjaWfQBbifjTVQbHMMuJQcLnWyNdY+OorPl9yyAkbBiYC0Ek/Far/X5iYGAkXBDAm+nYUhsGfIWZlVLQBYH4QKpVXVEtt6Iz52LHEsQDa/xoxhf6kydBY1co4QDIsQeulIyKyZRkAJB/wAXrVENdNtGWwTjy5mI+yY/6jU8vNPHVehILRWjKqeiHBuY+lYsrLtF5E3FMlatPsdDjBEwBCAQ0FmNiD4RpFdYn0NqZciuYEsIkT/FFcLFlyOIxoT/AKjatHHwkEyZ3Xc6f9IrG1ZjU2T4zodYss666VIANZjkgCNRUplaYb4g+FQ6grGnaOtTaKWMk6ipJtU8WVyQM1La5oLw0EHSZo8rDcDI7i9WlBFtSagQPhRuvFVkSIveLdaYjP7m5/pSouXIiPC9YuDxcqneQQ09pkV0xx/UzNkZtqY4LT/F2+VPR8ZU5EI9MXZz5RHxNYZrzT8a2nV/sPT8PCqWWa7lx9NX/ued94d8PIx48ghCsqB+o6E1v9u9/wCBiwYcDK4cQshbC/xrl/3PzeNys2BeMxf0QwOQfa26Pt+FcmGAkGwH51Cw0vjVLJrhr66k5M11mtkVlbnp6aHqv7m5vHbDgxIwbKW3gCDCx+2uDG4kv9p6+FJxFyxZzJAhafjyfpiIuddK3w4ljoqzOsnLnyc7u0RCg1+4c7BnZE4ysuMIEJaB9umn4msrcdk2XhmvaY7VG5T9o1MXro8rH/N4gmUGFTuXU3vP1qrN04x1n9EFKq9bt7rj+rg6Ht/9u8JuJ63PyNJiQtom4E3NaDxeLik8RdqasWt+dNOcwBbYYMR1Heuf7vmzLwy2OF3NDMSAAOwHUmvEv5OTy8iwtxW1loetj8enj1eSJdVMmd+Rny5l9HGzoh/7i2m0EDdGk3p2zkZSU4+MECxyMbX7d6ThzucOHG3lcwuWYBABgxW7JmXFjLztRLDoafBUslWi7L1g6K2bo/6kOFazUKJRj5XBOPCFdh6kGYB08b1xfVlRGvh+ytnM9xbJjdcUFWsWHj41zUBmCZjWvX8X86T/AC7fwo8by140p4W29edn1YNl8xM9KqcjWi/arZF3Cw1NaceLGMY3DzG9dEWbepzu1apOJ6GdMbMZP0p6YXiQIbUHrNaEhRtiB3GtMxOkkm0aGL1XEyd29diMfJ93BC7yTG3cQJj41d+X7ztI9dlB/hgfspmB2kt9BJimNmQXIJPaLVz38TBaztbHWzfVqTankZFXircV2RzPSy5b5XZmm4Ykk/MmrjEQYmAtasWLJmz+niTc2p6W7muti/t3l5VU5GTGPmT+VJvHT6ZS9AVb31Sb9TgrIBIBJq6tlKNIv3Jmu3m9gy4IKlXB6SR+dZuRwc2PC/l6aEW+M1K8jC7cPyV5fytwxPDdS3R+5y0yMdyC5j6VKNlD+op9PPJIyg9e1TkTLgRSywmSdrR95GsVKbIDLcmJv371Vq0uocWWwUtfG9JR0+P7meQ+PHyVC5h5fUMbJi4O7oarl4OM81DhK4hkQtra1mUNf41jPEGVdxI3RtAOrHoaTyB6WLajsuTqh0B0kVy/2uTFfl47WOka0iVPeDdZq2UXUudzXy24PFyA8YEuTbO9zb7ik/nFYc3KDMdpLs1tzSfiZOtK4+NyzOZZerEfvq2TGmJvv3mJYRG3sL1tiw5FWMmS9per7jtmrKdcdfpUL37l/W8wCroPKQYNBylyWyTkY/c5Zi3yPasxyLeP1aUZMg2wPujrW2SlbQ3uupjjvasx1Onx/d+Xx1GNcxRFFpO6b+XUdK6P++nth+z+Iff/ABf8teVTKCRPmAEfCrz4eOo0rn/t8czBr+S/c9h7ieB7lhw5Xzei2GC66kBxdPjaufxvafbuTnbEnIybrsgKhbT3OsVAxg6i5pg4+Mi626+FaLHxrxrey7ehzPMrWVrUq+4zG2T2dzh5G14B25ZuUYjy7TpGv1il+68JswPLxS2aAGW3mXuOxqmThjLkCTIabtf7QOtb8RyKvpZBIQeVxowFoM9aaUazNuvQp2nSIXTqcHA5OMEAjWh2LHX4Uw4mwtkxtqrSI7Nelsm4a2rQzRUZSDBselNTGzLIAAPSkRtBJ7WNXXOy4zoIBMdZ6Cgp6kDISpU6gx8KtCE7TcVjOYbwGnzSSa0YciNYfOjcGmkMYOjb0MdB1qvp7wSZ3N1NMUSbdNDVzG0xbtRohe5zORlyY3GLI5dREgeUd4MV2MebByuEMORQqZSp2gwQR4gVlTi8TLyEblGMamWiZMDS160f7onL28TFxsWLCYVH/Uq6TJrK0TBotk1o0cb3BuOHKcdGUIblyCSflWbGCZNdj3P2LlcYHIqnLgNxlTzACbTFYcOMYodhobKaqqTcpyinaKw1qWwY7BphV0rQrCYFz0pJy7lZgNoJmKkDRuwrVSiHDQ0OVYib/vpjOGG2J8ayqRc3MnSr4y5v0pdQhdpY6NADobVDO7QQTBMfSqu1on41Cg2M2FhVpwjN0l6DLyDFz1qH8pAmZ71ZGgwKlkLH8qaBordiBoNbVZlDAEfIVVVIJuYFVdu2vQVNh10fsQUIaSbDp41cBLSNaX6hLBSIiJI6GmEhVLax0rI1j3E5syhgoFd32tyeIpYwYGvhavOZ3GVgwEEV3OCW9DGvQAW7VotVBleFr3OkWUg3EUskDQ1QPajX4UQZuwEwdKkL+NW2A3q4AokZRPICpAK6gETScvF47mTjKk6wYH0rQT46dqRnXK2hCr9SaXUtOVHYSeNxEUB2yEdw0D4aGjCmJDOPCFC/b3puHFjnakuxIWW7ntTMmJsJZCAWS0H4TQ7RMy9Nv+BKs+ikXORhtICKNNtABBA1qiZ8hcpsnqAPu/8AD1+VNgsrO7lESCQB5jOgvpXNfzvHpXk7dY4pfVPsdGPxM17RWs+v8PzAsQdpFzpVl1U3JqHxq6osfzcv2C8qvckUBHwZgD5sWhckSNw2yQOk1nj/AMl493xl0fTn1NcvgZsanSy/6mhrCe1HqA0r1QVB8KqrEmTNdvE4eXQe8OsHrp8aqiHGuwX6k+NQpmoy5Vw4y7a9F6k9qXoMHaPjU4yMeJ873ZQVxjUljqRSEOXIGY6sYUeNN9wyDHh9FLJjXzN46Ura/T8/YurVfqamNl6nN909xAxpxMRIWxyE2J7rWH3TIMajiYyzY8fXQMwubdgavx8C8vk+k0Yl0BbzHuazctlbk5WYygZgs/GKVYVXH6r9TS97WyJ26L+F9OxzgGcWE94rpcLiLl4r5MpIA8uLt5QWuKyFnBCItm0UdTp0rSnIz4XEXVRAUaeIjxpY6w53DLZtJLQhcW1kDmL9L2prYWVGyop9Odqsep61HI5aZ3B2KhtvYAzA6VtTLxcvGCDMMKIWYKb9I0PxrWzenFTrr7GdVV8uba+l8YW9jAEjGGiSCJrRjbLyGVE+8Dah6BRr9DQOX7f6Xoridz1cnb/4YpHG5LYsoK+YTu2Hvfr86jNLxvj91da+5pgaWVK/2W0t7M7i5M/Fwls5GRJuRYgt4dRVD6GRxyXClUIOMPdQB1g2ua5vN5XLKhH8wyEEbbkf6YHesOZs4PpZJXupOprzcXhyuaare1t69j07+ZWl3R15VVdrfzHU53uWLMCqDeT+siAP+WudJaQD5Ab3moUAx0jWmMAg1nsK9PD49MdUl9XWX3PM8jysmW0v6dIVa6KAIhNsACJjwpRXy+UbY71ZWYqRP3dakC0dq3OdaC1Ajd1F4FPUyJJjwqhXaJjWg62EUA9R67ZG4xPanLjUgBLsxgAUlBMA1pxBNw1gXtTZHXuNGPJjSSpCzBpbrkZwi/rO0dhNaGyKyFBoxE/LpS8gCMpXpoTrWb1TNFo0dbh5+DxFXCV9FyPNka4aOrN++to9z4+UwvIW1oBjWvOqzE/cW6MfjVoDAyYC15l/8VRuzWbLV31trM+52U8qySTrVx20O1n9z4OBSz5d0WhQWP4Vzsn9wiSEwHb/AK+t+1c7IWj7o6/SlX+7r2NGP/DePXW7tkfrp/sO3l3f2pV/U3e5+6Yubwwm3ZnRg2zUMsR5T865avGN1xXawXpHdqryWLlQDfVo8KMZVTJBJNvma7MHj1w1dK/bMpdpMcl3dpveARsgSDMHWl73ZiTcjqdabk5CL5SpEfdNKKKZZHVxEgTf8a2cEAvLbEAAZUGSJsfCjNymyFQq7GNt3fpVMmF1RGUblnyxr86sFGRmJMPcrWbsy0kQgO4hrxIn5xaqbQ0uJg2AimZF24232LWWo9LLi/luNrQIHWW0/OpdhwTh4zZVy5EEJjEse5jpVtr9v0zp07Vu56jjLi4KCAoDZOhZ/Gnf7dzew+z1NP1fwVHLSQO0fauSgLQpC9AZMfCKE4ja9K6QzuwmY8AKhjuvWDzZNnHwL/Bj3U/E5mTj5FIdLFZkjxqwyY9g9Q7chO3b0+M+NbcwnGRp1rCxDHyg2tuBirpdtEWoquBPJ4HquGWFfq3cUh/aM50KkQdD++tCPyMAPpvY32N5voau3MdFBJB7hoH0iq5ZFs0xfjo+4hPaOPjQNyFfJIllDWXwga1Tl8XiMQExiCL2IOn1rocTlnKxxZFG65BHUdZofJxzkP8AO0+7YpIA/wCmai2O93raye+h0Yc1cURjpkW2u55s+2MMkYzvxay36Sehqq8PJgbzrBaykaQOtdTm8/EDGHJ6g0YFYEjx1pZ5HC9PefuGiG1/jW+Otqpcnaxz5sis3wpXGm501M6cd9kGQRcd6CZUyPnVW57Nm9Rrg2YdPlVMvJwtjYYwVtAHW9Wpkw9CByMWNwSu/oR4GjP/AE+fMrYR6eQAAqB10/Gs4xoGAdokTAE611eLix4gMvBxs/KBs2UKqr3Khjc0nUurKpzvcfbUGJ2IDaYyoMjrB+etcZUYtDV1A55WY8bKCrAHaCZ8xuY7aVlGN0LK4hgYbvNPHVJ2hOZ3iJ9h3biuq1UwnMe4oqoAUjXU1QjbIF6cyaGrYuL62S87B1HStWiOSRm3ETYjSmC0EdaORsVp0jUfDSkh2BIIsbipLTbRoInXXvUiSLUC631NQCd0dqJCNxiws31qZvFULBdLiqlj++qJ6aF0ZjPYUvNI+0W0qQ4B/wAXpb5kaSRAXp8KizcSVWusddwxZAPIdOhIq2V3CQBJ+tZkcs0ESSbRrWzFxeQ1zqamqb6FWtWvUz8fG2fOMZG2PuYdhXoMCKqhRqfxrNg4gxgkAK36iNTWkF7GdsVqlCg5725P0GOEWQT8T2q2Mgjw8bUm5bcTJpittE0EvoPUg2qTbxpK5RrNQ+Q3qYHPQaXVRP4VmyuxO1bzpVHyGN50Fr2qquZ3AXI0PSmkUhgxFSGUwykEHxF5qH5DO5BJyZGN2N/yqY32J+VWGMC6wPwqL1tZRW3D/tEv4F1sluuXp0E8f1XzKcy7QrWaR+wmtAU5cUtq+aGjsKWSFm1+lTjzNgxwF3qCWUEwQT2/dXm+Z/jr2/qYrO9+qvbf2PR8T/JVr9F61pX+F0X+45sgVs2cgeU7F/6R+80vcfTONrtkvlPx+0fLWltyMbIyurAuwIAi566xWdsuTO7LjG1W+5+wiLVwU8DyHZVeN113e2h3283xVRvmrafb37IYmX1MahOhM/CwEVoBIWOvT41XHhRFEWgRQ52/D6V9ItElMwj5zezcdRyNtJ6A3NZ8h9bJuPeFBqHyEyFt3P7KWGIMi5Gg8aEupR0MLTkyEW9JZHU3ufyrGeWuXAMhQsMwmNbUziZNnJxSdvqNsZj/AKhH51lcMhgwABF9LWqYhv2QPVL3Yvjbcec5FgDEJO4TrasvAw+vnhlLY1Y5CwE9yBFasXFHJ3IXGPf9m+SW72EWqvL5PpuOJxHgIIbILSTqBHaoctwhrRP1Ac/h4coycbj/AM4xuLaA9YrQrYPcEy5M2IK+Mbg2OzR49DXFzq+JgwkpoT2PjXU9t5CYuBznyrAfHONxIJY/y4HT9VZZG61lfdKRrStX7DP9hx5uN6/HdXDDcFvut0BveuTm4WbGxlSAsi94Hia6ntPNfF7fnx42jLiIyARMqfKbeBrXwuevOU4eURsYEZJA6fqEfGuevk+RS+RZK1yY8d+PKulkt5jruaPFRpcXxtas67HmgIa/wsKl2nyjpqRWr3HjPxeS2PqLg6gqdCPjWMK1h0r0d9tZOf30a6G/233HHwPUyFN+Vl24jE7D3rGWdshd/uY7iT3PerJjLNBk9hT1w7Mw3AlQNzWva8XqKYa0tfIl9Vlr8B2yO3Gr/wBSaeD7Ny+Wu5SMa9Gaaz87i5uJn9DLDBIO4aMDXoB7kE27l2qR5QDBM9hXMyDLzOWQo3tl+0Hoorm8fysl73tdquKtZ9vidXk+HXFSiX1ZbvRJ/Mj2n2TN7nucv6GFLB43Fj/pEjTvSef7dm9uznDmhpM48g/UtdQcH3Pj4BlQgjEL7D5gBe/0rl83kZ82RfWYuQDdjMToPwrbBntktyq6uj2hyRn8emPEmm3Zb6GciYqvYRpaatcKCdG0+VCnzAa9zXYcOxfGvh41uxhEUFRBOvWqYEBWSI7d60LiBnaItFTZiruUV0A+23W3WlZMwfyKn0N/AzWl8SBNovcQALmaUvtvJbIzDGyqnVhGvasr5sWPW9lX3ZvWl7bVbIxIqpKnUXmqPkYztE/OodM2J4clWJ0PUfOluHxgEddRVJqylNWT2aHEaNQVdzILHSoY+pOw+VbFh+QqrYzkF5HSdPlU7GFlsvYVTFI7j8P+pZkR0Qf6yRr2A/OtQ/t153ryEMf6T9dawqpA3aHURTfXyqIDsDqPjWGWmZuceRVX8rX7TfFfDEXo7eqf7BPL9t5HH3PlK+kLbw2vy1rCpQMQBZtT1j4Vp5rZ82RPVyMyjoSSPG1JXaXtG0RfxoSuq/W036IV+Df0JperH4QG5GT+HGhuOlpvVfbcKcjkOHBITGzSvTrNT7c5bLkxCSMq5Ax+Isaf7HkGJ+RktbCzG/8ACKi9uKbW6/aJKWJ4iJzvcMGD9A879YC+ZvwFW4rHl+9+qw3ImQ5D47LgfWKT7YThTPy3PmC7Qv8AEX6fhT/beNl2ZCvkbKNvqGbAmWipt19oCYNvHT+t90fJMhG3FulrW+daP90x+P8A3Y//AKf8VTjx4/buBlIM5QhZj4mwrzfrfv06fvqOSmen2h0PeY2tV930FZ8ZbSau+QKt9TUuupdbaEZH1+Fqyxq07RS+RzkUEKdxF2joBrSuHw8vOPr5WKcd7hQYLjv4U72phpyyPiund+yFWlr2hIu2XGDAO5ugF6S2fHcASxtA7mumOBwVTaMKjGDY9Z+OtJze18QpuQnE0QLlhPwNYU/yWBuGsi9YNn4uRbQznYuYuIZTtJyMpXHewBEE/E0hORyMasuJyoazwYn51pze158CHJkCso/UpiPkaZg4ntzYVGbPGXJeFOnxEGu6mSlq8qNXq/5dTG1WnD0fqZeIOBkz7eZm9LGbAabmPd+ld7N7R7ZyUC+kogeV8ZhvqK877j6ik42XemM7CQLHsxA6kVztmQy2IlApsJ71lmwXyNXrktT06fsHTNVTW1V7nX9x9nx8FCy5UKD7Q0hz4WsTXIZWQ3ETcVdceQichLEdSSfzpq4ywAIk9J0Fb4q3rX67833iDnyOjs+K4iV3JtyN9p+2e4rp8vnNk4aKqhcgMbha0aAVb+kxLwsbZrFn8l7GBetGLi4mwn+oZSTJAtb/AIVUrfsyJfzOPzecgyo3GxrhdDLPclmtqGrWvKPM4r5+QuNGsiuNdwvWfneyvx0GYP6qaZCOhOnyrHLHGuOf5aEkKe51NNa6opxH+50cZ4wxyW9R9NoFv86OMInOjee42aa1k4z+jLHrYTpTMfJxJ5Vkt3Ikk/urQzaaT6kcrGmTIwEl9d09ayuGxld94gz0p+Zo81wsxPWarsJSXsJvUtbjq4jUurq4lT8utUBIMTft4VLBNq7FIJ/Ue1QyFbzHxpQaq0zoW01pRaT28KshLA9R1qpAJIi/ShaA9QZSTC69aq3HcsBMp0XuaeiDGADWngYxkb1WvchB0Ao+5+iE7ca6bjfbuAuHc7wXbQRYDtW8417UCBb8KC9rC9V7GLcuWQYRYGsWNJ3QSjGSL1TLkJaBedaXhVtW10E1LnlX1Tk1xqrxZG906waGawgeahWMSTNVGt/lV2iAOnhVnO9XoUUNII0FNKk6GOtVAi41q2invqaGUm3Eiciq/lLFvCoWw1t0HhV8lr2qpQxbTp4TQVOhZMoJlfhViWjwrNIST070zdKjcddDRADAb9p17VD5LbQNxE1SNw1tpFW6WMCkChEbSTLE308Kug2i1iKXdf1GD07VHqW1vTgN2OOQxN/yFI9eS1yfCqZMruNo+dVQbTB1OpogpOB6jy6XNRtaQxPS1WDA3Gg/OoZiR8aCWxZY+rBOoOz41Z3GdVDXG4M3e581VKh1vqND1BpKMRO4fyySDFtp/dRZShLRoVlzL/UczkMwlSceFR8YtPSsWPIQ4UatqfjT+RiKyAIU9fA1nGIo6tM3isuLWxqrV6npE43t7IuJiXZlkFrBp8K5WbPlx8N/bGH25JDH+EX21XJy3/qEyA7AkBR0EU3nBMmZeTInJ9wXTy6H5giptjTdU+8r3Ct2pYr27lJw+S2XIu9RjaVmA3Qiqe25Mo52IGFVjtY9AKowAfv40YwVaVOlwdKLYE+fT8ih/DYaywq/9dfmdD3fCuRU5mNhkwkDGSv6dh0PxrnY8fqOAt+ommHk5U4o4imcTH1H8SbD8qZx8RA3MPEVXjUtWnGznjZqr/69Cc91PJaSv1KlNjCxLLqBa1SxYk5B5WBkRqDVsiX2mZN5qigi3auiEYSyIYMHeS3avRe2YcWPAOa5G51+60Ks/trz7XO46DWpXlcjEvo43Ixk7hjOk9x2rh87xbZcP48TWObTbpK7HX42eqyq+Z2tpE7tHp39zw4DuUloF2EBfhesSn27kco8pnGMC7YQQVLDWSPyrgk5MgLZcgkfpJ7mLCpXjsS20FU0Jt2tFcOLwMmKjrXLajto+J6F/J8f+Vusbu2r+Bo92zJy+cW40FRaRYHubVXDx7XMHrVOOqqWNywsPGtaswEEQe0V62CrpjrRt24qJblnkZr8rtrRSXCiQJ6Wv2rRIVAB1rEWJULOn5VcOdu1SS2k1o0Y/kjoXc5EMJ90yI6QZ+ddBfduUEG7CHMfdpuPyrHiSLxcadT3rQCSelta5s/jYssfkryg6sWe9F9Lgvm9xbKhTLgQqOjDd+dKx+18XmSy5WxEXC9LdL36VZyNsjr21puLjA4zulHa0Dt8a53Xx/FS+v8AE7bS9Pkbq+TK9a80jlDCJJDGCbSNfGpxcXLmMYxuZdVrZm4WRQWGQPeAoFx9enwrocBVxYAuzYTqQPuI1Y1ebzFTFzxJZ9f4XsLHhdrRZ8TjD27Mz7SLj7ri3hfrVc3BzY1LBTY3t9L+NdXktm/qD/TkXALB9AfzpPN5TY8DYsiqWyKVUgwNO1c9PPyXvWq4TfanU6vweOq62smt30k4OdUOM6g6kA3tUpiTLvQLIRTEWMgxJ+tXZUZoIs33fKp42R+Ll3FoDGH6gxevQu9DjRj4u5MrlDtIRmHcSsftq2BWXi5iBfK64vEL9x/IU3nKi8r18Sxh5QLLFgGP3D5NW3i8MbA7xAJjpfvWFrLfvH6FbFcPE3Y8aupCA7mPQ9vyrVkzDjLCQABIEXEdqM+T0xE+UfnXNyucxuTYn51m27biH+4cljxkwgbs/IhmA18Kz/7Ue5/7W/8A6u1Ox40ychM+UEkbVA/5bU/+q5n/ALP/AKk9Pto9PiHQ7CZALH8azcrMczLxsTD1Mpif4R1NYsnJzIofMjIe7CBFX9vZ0RsoVRlcknI0liDoKvLTIqt4lys9FrsLDenL+q+Na67bjn9uxpksfKQoKdfLYE9DXRUxtM6/lWR8uZk8ygt3FtOkRVsPLRyAx2HQBjBPeJrx/JweSuLyp2rTZ7x7nq4M3j2bVGk3vOk+xuORJj9K3pTOiE5WhnP2LVL6DQ03hIuTmS4kKCR8RXPRcrKv8zg6GlVN9Eh6Api/nDdlyCSp0UdLV533fAnH5X8oeR13BZ0/iH1rvcrKMXqZchJCm8fkK8/7tlL8o9gi7Qf9Qmu3/G3u/KskuNFW1dv5e/qcPmVX4eb6207exmXOdu1rBV2weo7GlYMTFmt1kfOr4sPqWJ8ZrTAW2LQdf217ux5TclGxFQARrTOOmLdGVo7CJv3t2oDsfyoZGRrjwkeNRa2jU6wNVf3RonB0cvDw8zhonGyWxHynxOszoTXP/pTiygepuCibEwWPapAbbG4ibTpSMjKqbcVygv1tUYXZSnaUPKq2iFDOjw865cfIVgGZ1JM/q6V590KllAuCZ71t4eVmyKgbZIgv08K6GHl4wmbinHj3ZBAzbR16sDWicTpMk7aN6JHAUtt2tIFWxKpeDZfu+Vb+X7LyRyHGMBsKjcjg/d8prntvxsuRIIEH5RSrlo5dLK3HeDS2K6SVquvLaTZysIbzBbL9tKfIoQo4lmA+veoHJbIgZzP8IqmMNkcqRLt5Vim7S3HUSxwlK+0YvmWF8zH8qMgUwIg6GaamBsbbtZ8pA18aoxxnKQbBfrMTWkaGStqLCbTa/WoYbGmJnQVLZPSUkanSoX+YNxuKN1CK1TlkZWBUAamwroYAceMAVhXGWzKD9qjr3roILQflRRQvcWR6x2GHLtBk1BykggHpNUyIxQx061CnygfjVEdJ9SyCNauEVZIABOtQoiTVmMi9AtfgCzIixi1SCKUXMQt/jVDkcXNqQ4NDFhHQ2mjM21Nwkkx1pAfLaDc3NO/RMyOo8aBpC0y7yZ/x8KlySIm1VKKWkGeojSjQEGCRoaBsttH3fp8f3VDmPDtFX2zBOgpJUByLnx/dTRLcakhjGsnpVwwIg3qhAgCqZGZYCH40MdZZc5AWIFwKqxmR1ql9RY1RCWJ3Wvp18aCtCVFzVwACCfN3qYEfCqmRTJb1Gs5i416Ur1VZiZj8qgsYg1RR0gmetAJdxpYm/UafCrIm9XMCPwmqoo1im7toCa/6vjQQ46CBsWcWQBlMhSdUY1hyY2U9xNzXTyYwRPTpWTkmwnzRb5UoQ02YMoZ1t937q0vlnHgxkyUWGPjVDjyOS2g0qqr37/lUWpN1bsbK30wacOA5dzzYD4VRgiiBJY2rTiYDHAESIpYwiCTr08K0aMFbVz8EZ8KgvGsG56Vu0QHvp40iyLcRFdj232/HyUPJ5nmxLZVHU2qXZUWrG6vLZRojmRukrc9PhS1F5rtc72jOrY8vBTcuQxsFioItPSK5nJ4nK4ceugWRIEg+HSiuWjWj17dQeLJVuVp0YkbdPrS2gtZZHcH9tOCAoIkE1QghgBYCsr5h1qXRYxS4hpkfCmZNnlIv49aFusaAa/KgL2t0rndnP6lb7lVHngdLn4mteFA4l7levhSMOwN6ZWXMwe000Thsxm9x+2urF9VPUxvpb4F8rKy7Aqj5VXFiJEE+XpQq7ySJ6mahshACg3P3RV+iHSHqzTxMZzF5YRjnymTf5RWxcXkkjav22vca28e9YuLmx4Eh7Pk0vaZ61sHIQrIYbtCJryPO8nysGVutFbFCSlaT30PQw48Vqav6upIZMZOxJIMd2+I1q2SQgZHEDr+ylsN0GfmDQHbaynSI3an41z18uvkJ0y1Uuek/It0dNatwM3qyjb/nQOW3HDKPNuHlHZulZlYoNs1JA16VwU5Yck1bXT3NXbkhByOhnVidaryMC5QCzHcDJYVOUhjC1Ci/Wa2pa1bLJVut956mE7rdCM/EbBjGXf6iEXIEET3FK3Jmx7wA2yA/5itXK/qHw/02JC/qXJEWAv1rjYXz8fOQoIIMOreGoNer42W+THN2ndNx3j1E0ui0/aa8CnKQqjyY2lZ6FtfyrpsYxE2gCsmHkYti+mmglgIgVs43GGUjLyiFxt/28RMbj3NZ+T5NMabe/wDL1kumO13pp6swhORy/wDs4y7NY/wj4mnYvY+XAVygHU613BCLtUBfAWFZW9wxoP5uv+n91eZbz/IyNrHVVXZas6F41Kxyb1M2L2XKpBOYCI0Ez+VW/wBoyfxj7u7fbVc3vKwRhBIGh/b4Ur/ec38DfUad9Kv8n+Q48tY/8VI/w4uUQdBwGPmAPhSMXGGIETMknSI+FaZuegFKfKq2Jk19Ap2R5dkt2QdDWZlUhsWRQYax1idYNXfOt1n41VAX85ICC8/DrTjuRPYTHN4TEo/rYQZCte3gelO4f9wcbFmJ5CthaCAY3rJ77fHwqi8llUlxujSO3zrl8txkJcDa3UR0+Vc9/Bw2asq8LJzyrodWPzMq+lvlXszu5f7g9tkqWOUGxIXX6xWLncr2/m42zYmK5wo3Y30cDoPGuKoxzIEg1YYyZjvYVGH/AB9MNuVLXV+87rqmisnlO9eNknXsdHBlxsgVD8R/nV3dSSAQO/wrFh3IPPqNIp6YN+RVZoZ21MaV2twm2csS9CysVybt1gLUw5CTO7dOhOq1r5fspwcQ58DB0szETIHXTWsnt/pZcgTKbNIEwQDEisfyUsnZL7dPU1/HkTVJjlGnQXnykqoQ2E7vHtSVAMlgdpBCgd/jXocPtSQVZ9qhTJPmgk2v8K52biJhzPjyBcLKAZJsf9QorlpGj2HbBkT4tb7HEyDImTy+XbAEamabxceR+ZixqW9UsJN5AF2n5U/PyZYFVVGSCB38T8a37MWXMOZxo9TYdoP8cFRenbLxq1HFurh9n0HTDysnKaVlK7oz87nRkfjcU7UWfVggyz6zWBiv2xAjWrcXicjF6mRoYkAsBJ70pXx5HZeggEaRUYqKleKev8T6t92aZLO1uTWj+3sl2RCjGVJ1j7afw9u8lzLi6gdzSGgbm0AErU8bMmMu7ST0AtatKrVdjLI/paW4/H7i+LKVzYwehI7UrnviXOFwnW7jx6Xqcvp5YckbmPmgQKzjACxOi9D8a2nQypVNytP3h6u/HGrDVj+dNxM6LB66+A70tcajy9fGpJKwg1JtSq/1Luv0NmDaQW6TY1sUkrYT2rIigIB4Voxlo8OnxrVnOOkmOncVUhZt1qNxEUBpNr0hDFaJQ6jrVXxMy79VBj51KgXJEnoNB8TRuJxqqjyrcz1rHJe6tWtF9z1fZGlaqG29tjOVc3A6/CmqAFjXvNS0A21qNBJva1aiKztI69hVnyKWC6D61TeJG6BVHxiAVndMyKB7DZKiSBfSPCgkhdwEk9KWPWMETHx1+NPx7488DwF6ZMmLNys+/aBA8RVlzN+sW7jWn5RLQbgD86AoBB6/spibT2KHIh/V8poUky3fT4VJVT+keI8akDaDb91IpaIobEL1PWl8hgHbXoRTQ19NO9LzYxmWQYcXU0IUqScTyt9Rr40wif2Vn44yh4cQQPu6NWsLYRrTJe4orI0qVUA2Fqs15IqBEk0DZIihoj4VPT9tRIMDvrQQWEkQfnFIIgQRJjrWiZPh+VJzgxH0/wAfGgEc9/UGkw3Sq7YN9TpT20Un5VUpcMTP7OtDRatoNEqAvag5BEDpeqhjuAAJjWKWxF2GlOSVU1+37W5KHIN6qwhTXpczAY8ePGNoJJC+NeX9t2vy1QmASNsdz/wr05UFfLZgZrmzPVM6McxZG1CERUBuFn6Vyv7gw7uPjyAfZuX8JE1uMiDN9Z8aze45Rl4eRXMMIKj+ITXLSy/Iu5031x2W2mnwODhjbAA3VVgAxsKuoYPAHjU51m8QdD41rdNuThlbFFIPh2oFom8mgQBJ0FAI3BSOuo6VmkMN380k2+FaEz7nAyKNosPCsxhX3RIGvhUjIz5UFo1MV0YLaNfEzyVlqDdvRZZbm/SNKxOwuEmesfjTsrw0pYdCaUqyrMLsfzqvzJepSo500L4WUlo8wEC+l9TT/LEQFTv2pWHFaAInpFOyYyVKoNzExJv9aHZPdFoOOubIm4sQtiPH5U9shDSbDS1Vx+rixBTEKLnrRkBF58prwsqyU8lWtSlFyfBLZo6008f0t7alXY7o71Zy+2KqLvPa01du/wAqz8i6eXRVhCxp8Xq9RQUmBFXVCDYaa07BibLBUeUGC1dBExoCEAB69/nWGTMqaJS9zbHhdtZhGHHiyMRAPgelIze0cV33tJfIfOAYHeujyeTj42PfkJ81lAuSay5s2yDHm6f51FM+aU6N05afT1+J1Y8FNZ+qDkZ34/t3PONcZZUAKpP3SOpv1pb808jIcmUmCbC8ADpV+TlTJyXyGDI2OYuYpGRkTFKAQTBJ1tXs4vDTpW13/UdUrPqc+RqbJNQm3CH5ufyuVkDtZBdca2H+dVY5Mrs8BAxmOvfWlq4UCbA3FWX12O4WEa61tTxcVYhfaoQnmyRqx4xqQAfme9W9HD/q+tI3uNddKjdk79a3417EcrfzHYy8pVx7h9zC3WKzpk3htb9aRk3sSxF1gR8KEcgjaAFBnb8bCtkjhspL5yR4zZT41RsjpGGYCCDH6ib1ZkyOt1vqfnSisG1yNaBJEvmCgsSAAOun41hyZ09MlFkdYGlasXHyc3N6eMEIn/ccAFQe0nrXSy4cfDxIvHVQT9zsAXJ8N01y5fLrWypVc7fojfHhcS9F/ueaVGd7AgASxINh41qwY3f/ALYL31UExHeu/h58kI/mBUjI8CI7HwpC5OJiwuuL+RhJYkKSv/MRtqK+bbVPH8rT+wq2Kun1focjIr4GBzI2MMNybhG4E2I711fY8fD5D5fUKZG2iFYjcsn9P76twcHs/IDZC39RKx52Z9ij43FcHMy48+TGF2opKpP37Onm1uKVsr8jnjrzxusatQVVLHxtpaenU7ebLycB5HCxEPiNpJvt/wBNzS+JiwJysOL7nMm/Qd7VykznHjAxqUWfM/c+FafbOTt5qvmltw2jv3AqrprFZLfjq+7QqW/q1b0ry09D0+fIvH4+/KPvcBXEkiJ83xrByfc/bWT086tluf5m3zXvrW7lYjyeMFBufMI00vXn8/H9LIcRIdjdY7fsrPxPx3qpbV1pudflWy1U1rW2N6vSYKZs3tT+ocYyjcQSXixA/TF6w5OXnwWU7cTABewimMmEqxMiCP8AECl+orHZkHkA8w8K7eCWm/ucH5JcxHsafbM6LuyHPsZ5JkeXWNaTylypzpyAAuJXbZSDppasnpsCN5gR5Nvb41pQ5m4rZGxllwGBk1CAi0+E1m8bV3b+aF7G/wCRPGqT9s2XrJGVRuCnQ69hSzhQxsv2Y/lak5DJncSx1NaeMhCDd8a1iDKZLiRjAsYtJqpQjqL0zcDaLCqqo1PeadrJpE0q1LFFYyAkRApvlN4uLjtUE2OknQVr43HXNiYPKlhKt0Bp1eqFZ6OepRTbuaej2EGsjb0JVhG2xpyHy1sZRoO3GpDQ1KBM/Gp3X0pEwafUhZIo3yB2pQkxu0Pehm221pFpE5H26XqmLJlyEYlhi5Hxt40l8g60YydwI1GhoNUqqrnqaHxBxBgnuKqkoYJnb06fKp9QfTrRPemc7mIGBiwFSSDIFiNDUIC0du9QA4yboBjTdoKjLa1azSvO2yX7/QeOtbW+u3BdWDqZVlMAi3jSwz74nXoaZLeVFgEWE1XVzeQupA61P5qq6xPW7rOi0RSo+LuvtmNdywHmvePGptBm3aaTuhiO9S2SAOs9K1IaJYR86FWT2Hell2iQJ8elLPIyAwzH5WimKGzSDBqSRO4tp20rKOQAwXfJp/S8E9R1oCILydvc1Ww1070SAZH0qrGbRbqaB7kMCbidopaF1N7xr4UwmRVSswbBhQCXRjcbhrg3q+VCyg/U+FUwrjA6yNKtkfYpHWIoJhLQw5rGPG/wqu6VJA8xMKKu4ktPcfGkZCVKi470NlJSWBUSqyST1PTrS3cHc2MQg0HT6mm4wzquJFHqZTtAEzFdNf7eyuiKmZCxALiD5fn1rHLnx4452VeWxtjxXvLrV2jc5fCJJ3qYK3DeM16vj8nHmxLkFhcFT0I1FcVfZOTwmb1mDq5HphDJMdSLVq9vzYlxuzxtkER1JtFZ2vS9OSaaXVFcb1yNRHLudTJnCiT5h4VXkcPJnxHbC5GAB3fsiq8RWyP52G3HDFV+0HUSesVs9dCTEkivGz+Wsd/6b1nc76eO3WLqZW3Y43+3czHY4twW25SDI+FIy4XXdKlYtDCCR869IDIBHWs/Mx48mMyNzoJCjUg6itMX+Rs7JZK1h9amOTwaw+Daa7nmXYIbiT2qqEG5uSbfOn58aqAQZEmD3nSlMH341ChmMm4nwXXvXpONzgVW3xKZ0b0zkg2baoM6gXm1MwDHsV0Fz5SBrNd9M3G5PCbgsCM3pEKjKfM0azfrXJGH2327Z67+tmceZE8wx+Bg61Fsyrjb42bW1aatnQ8GtYsojVvoJCF3gxrAitWPiM2NsxOzCti8CCegFMHuftSYiUYATBXaZMXiP21g5PvOXlZJK7MKk+liGijpNGC/5teF8fHdZKwDwqu9k/Y6+Pi8HJhAxu5zkGN0AT8apm4fGx5BiGYq5tBO6/xrAMmLBjDZjdtQb/lSv9w4+XKcOPHuSYUjqSfwFVk8bJa3OmbJjhOEo4z6otWolxdKv16jvdBysLYkJYY7+bUNfQn99N/q8DE4w0ODHYH4Vkze5lXOzMXcWMyUkdxpVv6vgc7N/OVsLOAodQI9Q2/E1y+Riy2xr81OXD6uWD//AC9fkUq1l8HE6Rb950BZdw61oxYUxY2zcoBQLwdAPhVOPhbBjOXIs7AAiHWe5rHzjy8nJTHkJKEbkQXkk9h2ryKUeTJwVlVTraYenRHTjotHb5Cs/unLyZycG7Hg+xUjUd/jV0y58KucJl8ggk3MnrVjx+SiB2xHaRNrwPEdKW2RVXezBV7mvYxYPEvTjRUulCtx9O5rLU6ilfHiykc0PnZVDh53EMdV10p2bLl5eP8AlH0xPUEED99V9fjFWbch2/cbEwKrk9z4yrGHzudBG0D406eJRZOfHZ/St18F0E7qqa5KH8zO/BfHbBLqB5mMAT4VndbwdAYj863cf3IOGGUAFeo0M/GswdA5KQwMwSJ1vXYjjzcapOuvLoUALSpEHua04JxMCCY6ioxYxkF7DQdSa1rhVADtk9zehnNe86MMiLkXeIjW3Wkf079uk/KtIAXSANYFVqZ6dCOb4x0Hc3JgxMGYjGrG2l/h8qU6YUMlgp2h9v8AoP6qr7lxcfIVHyEB0MYw32ksZggX6Uvhu+blDNyEX1wNr7CQCiiFkHqKp247l8U1M6k5czYv5QJtO49uwFYcWV+dzF42HcS4i1oB+40rm+64s25Qdri4KC8joxNb/YXyKh5AGPG7wC2RtoCg99ST4VOTLWtG24nb3NsHjXyWitZ6vpodFzl44Ht3BRTELAgRF2bd3tWXIc3FXblIxmbqWDgGJ0vWvL72MSg+kN3XILr8ut6xc9eJjGPk5s5YspCKnmLAmSROleXhnSapK3VfU7WOjPR0s6ueVf0Qzk7Dix5FAUOAWOkyLAisL8jLkyKMC+imOdrfd8fukGs+Pk4cmfGnpH096g+Yl4J+Q/CtHu3J4vFRONxYEbmczuJJ0vXQqNWVYbmfZL1OedG9P2nS4Gzj4jnyPiyPlUMCuNcTeXUNtMNfwrm4+RxMnIZjsys0gkgTra1cH1izkksLWualLZIGh1rXHhVZe7sO6biXEHU5mMhjk3z+og3I8KRjzQbHbkFxHSNKyNkcxuaSKbhZC+0wBH3HvW0aQZxC1Pa+z8jNyOCuTMuxwxAYW3L0dfyqnuHHR5DCFNxtAlT126fGk8H3JMvHSWXG2BVD3swAgMflT/dOVhwcYZ2G6F3gTBK9YrzbJ0z/AEqOT29T1sXF46pvkrV1/wBeh5PnbsOVkaSQASSIN6ysw/T1FRzeQeTynyruKHQt923pNQi281x2r1K2bSneDzL0rWz47S4N+I8XkY18jhsKE7hJUX7dqa+9PbGIJAfKA3aNR+VL4gb0eRlWFxpjggatuIAWr8rKr4cXExHzWd50NvL+dX0MOvsYUUqS7Dy9Pn2rUr+XWlurJk2OytA1QyKhRuB6jSlJoOEBTP4VAcK7FzYdD8KgkBDHaPnSeQQVAMSNfhSkcF3cE7jYa07BzCLTAi3UT41z2IY7RoPxqq5tphbdKpWhkukpo6nJbeQ83IAI7+NOVZUHQ1zeIxbMvUCSxrqA2rdOVJjZcYRGhHWrRaaqHUjym9Rvv4dqAgcMgJjp28KpkZfn4Ukv9fCgZOh+NqCkirAE01FIHlqF2kibE9DTGMAGYj6UimyAh61cKSD5gCOnf4UbgQBIvqavcLAEimZPUhH2mNKkZZkgSe1LYNbv0qEbbJMdqG0lLEqjYBIBF+kd6rIItYdqbmyjDj9FCGyNdniCo/TFZQbSayxXV271rFXEX62/4KvR1SU7dOxew0GneqgLdovQWECO1qAbzMRrWxAwHbeJmpZQw8wDA9CJpYYbo6m8VYMbikOSPTxi6rsI6gRUAanoNIqWDQSdBUEzA70xSEdb99oqpyFGKmJ7GrorF5PyqHVGBkSNJoHPx9ihfpAM/wCNKupUrAI3aUpcChpknwq6BS+026hh3oB+ho9H+X5mgWNJzOygb+v5CtCuxxjd07dYrNyVJIJ7x4UIkoy7FTcfM8sw8DpWTNsO49z5RTc7MzszXJNqy5STAOnhU2cLUuim2h2PZOMpJ5WXRZVCdIPauhy+VjxoBcT9pGtZ8GF29swrhIRmAck0nkcPl5ZZsqsBoo1mvnctqZs18mTIpV3WtW9ktj6DBX8WOlVRtRNn6vclfcse5vWdj2VrrBq3HTCwPICgYiYxqLKT1aBXM5PB5OFSSu5RMkGemtbcTBeKgBtAURVXitFwf3aaF0rW95a0qp1N/FzMuMAvAa56X8a0HmY1+0gmubiuoF40+lNAAuK5bePZt2t7m9fxQka15kRMgi4E2qcvK8jOD5oJ8ayGI+FY+ZnZMTKD9w2z8aVfHbskv5gv+JVb9Gb8HHxZQi8nIm2zFdyg6dYM9atnbh48iJxWG5TcgyBa0HSuHhAy6SoBg9q2YlAKqDCi5Jr2PxNtN3tCX2ngXuqzWqUvqas5Tfj3sQ7SFYSLRoTNIycFHkboJM2HWtDhGyo7AQn2gd/Gl5MjM8ILj5xWuKr0gh2cGJ/b2BUp5z4/nV/6Muu5ztYCw8ek1blPydm0gqJ8xAtWVc5xtc26iutIiW3qJyLlwvDWY6DpH7aTDl5Ux1PT8q1czKMgUAgKt/rWfysQoksbCfpTnuUl2KtZYFgbGm4nYoMcjWdp8L1tx+w89wpYBd3RjoPGKze48Hle35gmRRYAb8ZkXFZ0zYsk8L1tGj4stUst1B1MH9wchcOPG2FTs8vqAkEgVoHujZcgO30oBFob415k8nLthQAPw+NXGXkMFIcg9xauW/geNe7yOn1PfsdCyOIlnrsbHKjYmyGMo8r666xXFze3cmC/LdceNGIufMFB1C+PSsh935mMKqNBgaWiaRyOZyuSYzZNw1CjSs8fi3xZbvFatMWRJtRLVl2Dn9KVtYf6DuTyeIEXFxsZBX/1Wuznueg+VZ2yu2IbVuDdgNZ6VfBhCgMyDJB+1pj4mIrdi5Ixxjx4cS7j5rE/mTXVSnFRLt62cv8AUxvlUyqr4GTHweUuINkBG/zfXSt+DhEMrOL9qGz5XaWY/l9KZ/UPsuQNtiSauTnta1jTjCoI6/DrS2yKDf5RSm5BYSLgf4mqbizSCNtTYitLN6mjeuwtP+DVPXbse1ZSWuFM9RGlU9Rv4OvY1nyrMSi/xs6XIxZJXBy8ZUA7lOn4i1cvkcn0uQVwSMSNCqDqAbE073H3r3PIoxMwCH7igANYM7oEGZ23PYBesC3m+lCdteUPsbuq6D8vC5Hu3IGbDihMUKVBAUXJ1ga1sXC2MbDC7ALA6Vs4uU4/a8JUen6klitp8fnXK5TEsnZ2h46jQTWWfAr43azjjtB1+F5NsWRUqk1fRz6epPMORQMRVhukkm0jw71hICqDPlJv3rp+4uDx1TL5mUAYz+qf8a1zAV3ExuB8OtT4yr+P6ZhPqH+S5/nm7rNqrSvQXyzjy5jkVPTUnyhT0AtWXIhk6z08TWrMZyQOkW7VDKtiTA0roVVBx1bMqqVF9avu2KY6/hUFoLDUaA60QmokHoKpFddQDeWSbnrTEBeYEAa+NUIkhdOv1p2IEDy2B6nvQJwa+GuRymFTDZGCfCTFaf7hyu+b0AZRMaIvyEml+0X5oaL4wWPx+0fnWbmZmzZ2ebMZB7KNB+FZRyzpRpSjfxsar6cFr9b3VV7V1Zmx4Som003YTAA8DHehHj4AUzFkhvUAuJgeNdKhHLZ2ltmjFibAq4slkZgzFSNen0qOV7ftdcmAltd09Vipz5i+0SDYVs4XIQcfa3/cQkjttptaGStZanPwY+O2NzlDSsWU9+vwpXlxgwfKTZeon412H43C5TMMWXa0b1QQLxe1c3L7fyGVsqouTEguUIMR+NQ1q3PwNa3UJRrLcz+kGcuChIMxoKS53EdgLCogwR2vA1+dVUmd00jT2JCMDJ60oAA3qxZiSOmlWOMhZF6NxrTfqO4x2yZif2Vo9dyIXTrWVVYi+gpuPctz9pvXTTZaGF925HpkXR4HjTv5mhifhWFmazi9bMGU7Y1I0+FMWsF9rMPh1qxxzcj5mo3T0j4GmJLDcCTQBTbMA/KpOPyxMA2171fyho1PU0FgLMJHTwmgBAxZ1MCH8dKdi9RDDDb9frVwAAC33RBNWkCdxsNLeb5Ck3pqKG3opnsVJkw0kdDQFlhtMRfxtVnAAVipUNa+s696FXXpRW1bKatWW2gslL43F6ujamHpoUKMWLEkk6k61BQC3XWnODAi89ao+0TfrVKDOzfqKRTMGpZWHSmFgB5RPiagksLx8KA+puRLqGUSdrC81fCd2MTqNDViFQAmo8oPk0Osd6BlcjwIuYpP9Qy/pEeNaI69un+VRAJmxPwoAqmbI62X51ImZnd0P/CrgH4nwqYbt86A9hZFye/WpUxH4ijIp61QNAkCwHXv0NA90aBIkEwLH99J5QIKtNp+VHqkgDr3/ZSchDuu4kDWelAJai3F4+Y8Jrp+2ezHMv8AUZx/LEhQdGOlW9q4A5Tls18OK+Tux/Stdfk8psaRj2gjyiftQCvN83ym3+DFray+p9Ko7PGwR/VyaVq9F/MzDz8icRceFGG8a4wLx3rnvz8m2Tp+mV1p3KEsShL5GMu51v0FYHVyDFyD+VY4/wDG41jTs27bt+51f/YPnFYa2g05+cuTCysY3KR4H4VzhkyhFVCYS4+NS7t9p07dKtxMR5GRcRYLukkn+Fbmk/Hriq29Vubf3Ly2XFcNI0G8bl8gtCqWAuwAJnvW1OULrlBTImq/trre3ZuDgwjFiWCB5yBqaV7rj4XKxDIisudftIWB8Grn/Knfi6wv1NUrpbN+vQ5J5eME9usGsmbIeSxRSVUT5jrSzvIKHVDf403AMYXtXbixVmexx581lSDThQbALQB+VPTZt3GJ/KsyZkmBp4HrT7uBB8vhM/OtnWfQ4ktZ3JXIJO0+F71LZlVtxAPcixpORShUCBFmjWs+TIRdjIEW/dW2OqQ2jZnzAoREj6WrnZQBYkx4flUNnLHsND+6o3Xm3w8KsEkL9LRifhPUVu9l44y8/GI3KssxiR5f86QuNs2XHhTV2VRFzcx+FenXkcXg7uNwgmJBAdrFmtq5OlYeQ28dqKZvVqexripNplKO5r25DJUTFyegrNyM+DkADmYVyLEArIdR4Ga52T3cPlOHFLYzIMmxPX8qY+ZNgJMAib9q4PF8R+Om5btfdnYrUvK0fEx8j2fAxLYs3mttASBHjJquT2bBjwF8nLG5QTtCGAPEkj8qjLyeTx849RSP4scwIOhWk87mtnHpINuM6/xE9q7ZyPqYt4km9Z7HL2EtAmJNMTGQflTQEW0eYdtaauOSC0jwrQ53LKoMhuw0F6lY3iTA1mn2jaPmKjaNQAR1FKSWpGKUU956nwqrFmkm47fCrKvUi02ipmQBFhqKi1mJVgUo3MIsn6usD4da7vF4ftToDj25jF2Yy3/hOlcYEXsR+yhsCMJIuf1i1cvk4L5kkst8UdK7P3RrjyVpvVWnuem9DARtONWA7gGkej7b2xfd3H3dta8zk4+1f5bMI1EmKzelk7HXbr17Vxf/AFTj/wB7/wD1/wCTb+5r/Ijbzcl5RRK9TeuVmZsuTcwiYB7V0ySzHqOgquMYQGxsg3ZJXewJCqRHlAGvjXsP0RzpGr182Xi4AcRTHjxhd4Yebb5bLFavbMWDNyf5sEFYUG4nW9SF4/IGPDxwxGPGqk7SqWESJ7xUnByBkx4kRVZju3C87T18aJ+ni2tR4/8A2Jxsx/uvD4H9JkysgVlUjHttLNpFedXaFMiCRE13Pf8Aj8n08WYwMOM7doM69TXG8pBk26GljS4wV5dpyLTpv3OeQ4yt0J0qznd5dPCm/wBNyMmQFMbN2CiTc9QK0/7H7ozEHCVNp3sqC/iTSd610s0vdkJN6wc0oFMn7egNHlNgunWuj7n7VzOFAyjfisFyr9skSRWHHhb9MVVbKymrlDem5TGDuNpPStmxlxDMRaYB6fGl8XCW5AV7DUxXUyNxXQIXG37dk9qpLqZ2uphGH2vPjx8pldxjGVSu86KxupMdJFaMvBGPiFnV0yyINtjKf4Y170g8NFbfNj0I6VGUhhKk7gfuPUVKxzbkm6zEx14l/mXDg0rQrRPR26/oZVMzNXU3kXq20CWiWP5UBVJG3U61tBi2gRwCQfGKbiyN5lGrCJ/GjFhBJJ+XxqQjAgA6daepDackYsDSxZvEjW9bv6xOHx/Sw+bKxBJGik61l3lQbSDrUDISex+FDXQSbeppHKGQIc2MNN1gBY/Ck5fbOK4OVGKKv3ITJH1oVpRVJnZ9p/fS28z3sBpWTxqW07V+P7DeuW0JNVaXpr81qVy+zclMX9RiIy4xfy2aOtvCkoVYCflW3By34xkNbqCLGsvIAfkHMqDFvuUH2/Edqqqa9RTMzp2AosjxqHIFqKsQOgrauxDMWRzvn9HQU/Fm2hdjXF7/AJGoy4d7gyAtLyYsajy9eoqFyTe0Gn0tJdTqYsuPKNwA3DUU2REgeGvSuZhMAMDDr93wrWuQkbtQda0WqM3WDRYbSBPb/OpeIBM69KouUlgFsD1q0lesg9/2UxFd+yxkfA1ZMhEssjdaev5VDKsazQqxaalpPRpP3KrZ11q3X1WheSWBdixH2kmYqQxFtJqAk03ZM2uKElVQkkvQV27PlZuz6t6sgGxJ1AtS96k9fCpc26/GksRMVRCUjSQRBmB3N6qSMd1JPhUCT1qNgLSTagcFo3+ZtBpUKhBtA+FW27DfSqFiRGkUCguQ2mtEnRTalgt1nxoBIIPbpQDqNE9pHarHcwA0ApZbaJXr3qEy4x9zRStZVTs9kOmN2aqt2MW5IIgAXPgbXqXOLoIH4mletvUz5MYuFHU92J1pbZDNrjxpUdrKWuPZenqVfHWrSq+UL6u0+hIPn7TVcrgA+WRIn4A0b9wmwoWWJGhOlWRGp6RBj9v4ByAyjH1baw0bV+prnDlb5ZmAUn7TWHm87lehh4zENjUDbbzeTS9ZVzBzdiGmY6VxU8atL2u9bWe52vLW9VRaJI6/N5OJCWxDdNjH7DWIcoEmRtrK+UyI8xn86TmeDun6a1tsYfgq57styMy7vIILC9V4mVlcgff36xWcsWJP50zCwxsTqTassteSOjDFIk6+HlgBgxuPtPX5xTMnuGV0gOZ7gbfxrkjNfcKn1WYQDbvXK8CmWjp/LGzj2ZPqBssgXc+a8z3qzzlMoCF0HaqY0abEfDqQKaCxt0iw6V1UiIRx5Js56CBkOExJ8YrSnLRcagHS8eNRiwISd0N8O3woycbHqDa9utaQSlpJH9XvJMx/zRS8jhk3ifNrf8gaQ6tujGJjpQrOxCkQF+tULj1GAtERBrV/TbcIdvuYadAKjicTJycgCABJux0EV3+Vj4OHjsz4w7C4xi7MO3WuTyfIdLUrWW29qm2HC7pvRLuzzvGzejyEddMbKwIv9pmt2Tjuwdr4yxJVT+sE9fwrpcXlcZkXAvHbAr3CMkKZ7VrPG4+RAhG0CQsQCJ7Vg/Oasq2xuuuvXQ3/ALP6W1eYWnueUAJYIQV6mRWxuZyGBDMXtt817DtWzJ7a6E4UVmJPlY6Dpc6VzGlZU3bsK7K5KX+1q3t6nK6Wp9ya9/QGcuAztuYACfAaVTaT0t4VIJDGVkdRV90GALHpVaEuRYxKGk/WmzuNtBUBDF9TUlSBJFGgakBjMi4Opq4sL/qmO1qXi52LA/qNi9ZlB2qxhJ7kdav/AFuXlOuXOiYkxgjHjxiBB71zWyZ/yQsf9Nde5arXjq9Rm5pj8aj1F7QaqGDmFEt/CLmB161UsotXRoZjNwOgv2NNV5EfbGgPesQaSZNhcVPqBtB8vGodSXVs0vkW8XI69BVPP/F/q1FL2FfMuo6VHrZ+34UcRRoWESV7U/jpxvWBzuERLmbTHQVmDRrr1pbkHQ3p2TdWk+LfVGy3O9j9ywZn9PF5VHlSRAIFaC4DozkIotcxcxf8K84rqUBAidflTjysmRQHaVWyqb1gsDrZOtrevLUcuZOl7xyQeOcO473kFTNhpJFcIKUIJvGprSX3m+ukk1QqxuItrXQtETZ8nLFDM+8uGKGNsqStvlVW3OfMSegJM/nTbBb36fOpQHqR4UJKZDoPx8zJlwY+HygXwYzAKsd0fDQx0rOUjIxRAqE2Xw+NMNhIEeIqYm/SmqpbCbkUW2NvAgiQPCkbW9TcDJncZFia0uuojXt2qq4hIJ0H4VREQTkyHJDMAPCkNrExWgrqelLZJi3wqpRMConQ2qxUXA1oA2yep0qqtf8AaKOQnUcjuAAbih3FgLfCqzFzVGMjuKJFxLg/OO9SdKosKST9fGgkt1+VKR8QJ80jXtUEtE63ignpN6JJNtY17UpLSF79yG32yZqA7EDcddKh2IUBTN/pSpuOsammmOB/qAXNSMu7XTpWVyWbtQu4OADYUK7T9A4KPU1uQfnS2tYCajdPxqRt06+NapkRBVZVixvurVxzMjp/iKzhwX2jQCCe9beNjFz2saVbawOy0ksissf4itKmb9BpUKqHrJpi4zNhHftVMzl9SHwTBsaFwkCCJi9aVCqsWW9WlSJ6dANKUhLgyqoBk9qYIPjFQ97xaqSQbHXWgNSmQL0OvSk+l5p69TTmXsbGrLIOl+k9KclrYXs0MRNXVVCwe0mrkiJ1nrSyb26UE6k5EJGtxWchgfzrQW3C+opDlen0oHVAJiR10FENHxqVcTESfxocxp9KYQQwgAfhS3QWboasrib0OF23sDQECGYmR0oViLfWhhc3oUTQV0GR1i1HgKssRE3qCIOl6COpTlKzpiAsQSPnrWDcRkhtQY7V0eSR/Th4+1pI+IiuVk3Bz271ndmmNf8ABpbJtMkXH0+FDAsDAvqKQjg2m+oqxcjTSNamTTUDtFyBPT40ITJaflUNkF51F/mKqrtuubdTUspDAx3CLAfWmzIiNfzmknTdN4I+XeqglZJm2hPSaloZvRvLfUaVF909qz4WvJ00HcCnl12zoR1p1rBLZb1JyAixHXrV9wJibkVlZtxCrca01QZ/Ga1mSR2MIrR9s99JqM43EAC4pe/zBm0/dVwS1xeemtK0DWxo4WVuPjyMBMABSdJ607jryPNlLMWPUm/fvWXEBBvEwbmtGHM6kibRWP4frd+5Tvbiq9jTn5ORypU7SupH3Sdafh5CHFsf/wARNczJysaNruJE7Rc3pa8rI0BcbbdJgzUXx0jVV93BdbXb3t8D0OHkq67NwLAE2nQdyetee5K7OXmBG2HJA6Q16G5DiVBK9YNZ3fddmBA6zf51lh8f8eR3q/puti8ubnRVstavcaIYArY1eGVZN5/bWNM75Mq4OLjOTI/lRRqT4RTcGZsgIcARa3410NqY6mPFxPQaHe5i/SglngnSoXW50qHyEC5+NPUUIW6qJMa9KWM2XG5BRWY/aGEgT4dauvPycaWwopyERvbzWnoKQ/Jz5X9TMQcp0YWiNNKyTyc3Nfp9yuKj1N3C9953CYlChBsQ2NBb4qAa6L/3dy3viw4kYi5IJivMsjEiSO/j86cgCitPxp6wLm1pJqfJk5GR82U7smRtxOl/lTMKgEd/HSlYmBgi8VqRA0dQafEytbcCrRI69e1W9F+9PVZjwuTV7fj+HaiCORyryDNUcgNumKYQbk6Gs/IlgI08aZt1IGXzgxM6fCtQsQR07UoYvJJEERHjTAsQehogGMO3pJPaocyI0m9QACbWHc6VVr/HoRQBAbdMfhVsZIER9daVBGhvVlYk3n4/CkIeSoNqYEyO0KjR0gWjvNIwhXyoGaEJvPh8a05/cMmIjFgUIgHlc3m9Ei1ENjzjJtGJz8joavKp5WO1wPtNqnJ7lzcmKBChjG5Rp3iseYO+RSWImJYyJtQEdzU2QWB0I0FDKouNKRjfYAVER4a/Gg5HJIkXsYokUEFwT3Jmw6VU7VO76CoNmHUdRUOCzTEUSOCvqbvHw0qVINusTUjBleDIG7SLmO9acnExosliWH4n5USEKTE+UqYH1NSuSwIFzqOoq5UFmIFuh8Ks0qLamlI4QEAaGlHIFJaYPSpXIMeYHMu9LkreL/Ct2Hge28pgV5LLjfXEfuWOhPbxqb5VRTaY77ovHhtkcUhvt1OZvxhfMwH4VUZFJKjTp413zh4yY8zYsSqDtXHa4kwTPwpfK43s6cfG2XEMe0MczA7SzGQu0DtXPTzqtw629Op2X/xuSqnlXTfpGknDLFTeo9RQZrO7jcTjkJPlDaxUre5Fq61fscbx9/0H+rNR6hB8DSxrepgRT5MTqi+NoI7612OKmUYgGEEmY6371zODjXLmvcIJYd7wPzru4lnzN11FaY1pJlkesFsKHRrdj/xpl5BAsD86gMvS82MHtTB5gBN+4qzIkqLEgE6VETJQXFj2oINr/AUJYmbnt0pBJBBi4FUKjdPTrTma0a+NqTvJF/pQMoVUH8aIEgxbrQxBBk1zsjZVysQxD9rxHQxWeXKsaTabTcaHRgwWzN1q0mlOvU6DlStrDoe1Qsdfkaz4c4zL5hDL9w8aarG5g9hWlWrJNapkWq6t1soa0YOCsxqO4tSWMm8TqBTnDNas5UlwsksQSABJ+gpjSIU3OgjrUMb9p6iqFMwy+kEIyxuKmxipRpvoe1Kt6t/TZP2ZVsd6qbVdV6olpAFQrn7TQR0me00pztMDWrRm0i7N4USNNKpeanadaYhiGKndJPXxqgkfEmpBgz1mkJovm/mYGxgwbEfK9cs+NdUkNcgg1g5PHyICVUstzuF6i60kqmjjuZhKkk2MxFSMu4RGkx8aSxJ1Mk0AjuIrDkdHEu0XN79Kk5NoiPj/AJU3jcLJy8u3GpAi7kWFdMexcTGMoy53Z8cKFUBQXOuu6wrny+Vix24u2vaupvi8XLkSdayvXQ5CTJIHjHhQQxMTadSa7Q/t5S+JMPKJZ1khl+0D4eNJ43tnIPM9LNi34kcLldbrf+E0q+bgdbNW+1cnXZx8Qfi5lZVdfucT0OdMSF+vWmb4WDY1fJx/SzZcbXKMyt8jFL2hjY6adK66uUmtU9UczXR9C+FCfODYWrQXCgAj4fPxpOPcqkDra9xJgU7IhAFiANSLgUrZaUaVrKrfcquK9qu9at1q4b9SjPJjQ9q0YQwVdwIkSKZ7TxT/AFD5uQNoSXAOsLb6100LK5ztZr5D3EWEVwZPP45LJV5Vqt5+R3U8CaJu3GzUtR1eyOb6arY9bg+NQ0qYX7TetyzzMrJkVsnqEvCglrd48KRyMGxm2uHVDfoRH511YfLpkhP6LPZGOfw8mLtdJcrRuvc57cwcV8jogLG0t41f/wC6OUMfpbFMCJgREdr1h5j3IazTasggkTpNhRnw48rX5Kq3HaTLFktRPi4n0k35ubyOU4y5shdtFGgUfCs75dw2jU6+NKZwJEf8ajCFdwHkg6xqada1olWqhLohNuz5Wcm3jvk46FsbFXyLtdgYOz+EfGtHA4+fl5Wx8ZVsCWZjtUAdWMGs+XHmzMfRQydEUE27RVsfuGTj4fR3bcZPmRLMTH6jWd+WvCOT7g7JKIk6v+w8/wBNsi5cDbdYcxI6TETXKwZDnybWG3Gsb2Nton86Z7dyIxcvJuIZUnv8LVPtXO43AD5smNcvJdgUXIJRB/EP9VR+TNWt0/6llHHiuJKdW9uMfE0xwMqlV3Ytv2O3m3fGNKnh+3+1cvKvFyPkTkOSBkVgBu1A2mj3b3LiczjIcKqufEwJOOArSNzCBeuTmygtvUkPY+P1rGt8tlL50no9YZvV1iNH6x0IKjHycmEt6gRiu8dQpiRTgoP+VYlJLbj171txyFvr2r0MVprqcuWsPQfjO2LQNPjW3AytAiJrnEmtuLK2wFxf8/GtVVMx3NxcK1tBY9Kr63+lu/T99JXICIOmsVffj8afFC4mGGgHWgY5MEeNa8WF3U+U7NZ/fThxt7WiAJMiLVimjWYMHmVQpBJ8dKsqb7xMdK0jFjDHfMAyQImPCaeuTgoZw42fJ2yxtE+CmDUXy8XCpkvP8qlfFl1pyU8q1juYvTIB2mR1pIUmDOuk1sz5ce51RSoY2BMxS0xEHd0FUrSphr3IehnOEr5jqJsKU5ER3iwrdkAGok1kZBu3C6noKEBVZBUdK6XBC5eOzZFG1SSpYfka54Hlg3jU9zUeq74kwydi3g6TJpiepo5HIwFwqr/LW09z1MVQKeWWVGAgSLGaXjw5M2RMeIqXaSBoLCTJNb+PxfQUsXJdhc6KKTa2B6IzLgdlk2RDBI0qcicfIHx4E2Pj2g5dNzTfwIpOTFlyOJzMpSdoBER2gRSsmfIqenPkiFAqGsltoQ1C31NK4MKzuybiTqYUUAYCPKo294n865hLmSZm163cRU9NiDcfd11oWF/xXswtbsPfM8QRI8KUcjPIJ8NtWY9NfjVGP1rWCCkAgiYB696EUv8AK1QzhPKOv7aJXHPqHay9xUtFSWy47gRasTqAR5imRbSDHwrX/Wo0AD5/urDy4MMoIk3FJ7F1mV0KtyeVdRlcjrc3+IpTHcBvYsRpJmPhR5gIAsasmFmu0gVKrXokau9v4rP5lceIsdLd6sFIJ8KcrDEpEX6TSjkDXGp1rRqqS11I5WbemnQAJ1qSbR3pZzCY+tbfbOGOXyGJn+nwpvzMB0mwv1P5TU8l39xqrbSSlvRI6ftnF2cVCR5snnJ8Dp+FbWVQSALi1U4+ZGhVIVtNtwABYRbSnZEcHQsO4HWuitquq4tNehy3rdXdbp1tO1tGUXFij9U31NpNNClR0qDjzJkGPZDkEkSLCY6GhFzO7rKbscblkwJ7kCscnl+PSeWSum6Tl/oa18TyLKVjtG+qj/cq2YTtOvaKBlCxH3G1Xws+ZGCqpQEqf0g+N5pJRlaZMC17wflVYfIxZp4WTa3Wz+RObxsuFxko6/qvmiMpytjZUba8EgkT/iaWi+sn8olWi4mZI7+NGTK6m400NKOSXLKWwufuZLhvippeRhyXi2Ozq69J0Zr4mfFj5VzY1et/4omyGKxZfPqJVhHUVUouSVPxBFoPxphcOAQ4OXTdG2e26bUBlbSVbRgREdx41dLNrhkrFo1nVMi9VV/kw3mvLRrS1fdGQ48uLMCoOVCNrCwi/wCNalkC83+FXK9RAAqhebOIjtVUoqKK/b0Xb2JvltkfK+tutur9y4U2PXqDSMpKZBkxkgr1UkH4SO9WGQi7XHSlsd91IBnQ1UCTM7hx6uTGsl1CgTe+tTjClxgtKKBI6k3n9lOKjUgAjSKU2KJhiJFyK5343HIsmJqr61ezO6vm8sTw5071hcbL7lH+5TO+PCdrsDHa9RE3+lV/pMRW5aV8f8quTe1b0568+K7cTkyfj04Oz78lBWCKtaoJPTSq1oZlhr+yrRJ7VWpjqbL1pAXBIm0+FMm0DQ0keY2t2pwIAgdKBMVyOFgyA+XbkP6l/b0Nc3PxTx3izqepHWuqchJ+FxSsmE59wvHfselZ2xKzn026F1yNaPY55ySQDLARaYgCtGP3DKCQplRor3/Glcnj5MLDcJ1FvGo4ySTuFh1rC+Oj+l1rHsb4stqfVS1qvumdTD7kNxYhkZgVO2SPqK24OcU45woI3Gd2h8YNcnA3GUBc+F8rC/keAw7Xq/L945GbbgRF4/HxgKmOAWCgfxEV5mXxOd1XHitVTq7v6dNo6nqY/NSonmtTJs4ovq079DrZMft2TGAcG/P+ozt+bGuZzOE/GcB12DKN2MTeOsjUVbhc/Lxsiuw9W0qGtBOh8YpfM5GbkZvUzWtuidx+M9Zrp8XBmxWVbWtauu9pXwOfycvjZMbtRRkbnVfV+6BDLCyoLFSCV+BFa19xC8ZMWPCJJLZHfW5m1JAkFmG3sPlSphfN5j26V0ZfHx5LK11PHpOhzU8jJTG8dXCduU9ZOjxOUc6ZmZtrtKyANRTMeV8jxkYgOpU/6TqK5Ccp+MGRMcszbg2kdxFTk9y5JvjRU7yZM15+TxMrvfjX6bPQ9XF5vjrGudnz4pPRvVHSPJ/p8Jyl2xxYhCQSfDvXJ5Hubu044RVnb1N9TNZ8h5GUzlYmaUy7SQdK6cPjLHFnrb9EcnkebbLNa/TR797e5TI7OQWMkdaEI+fSp2lje1W9JhpW0OZOWVEBAEzevU+ye0e3YeOufnEHkOoyIpuEH6bd/CvO8ORnAOq3mOwr0HB4XO5GH1eO3kck7ydenXXSsvJslTW/411e3wkKzOi5HRUcLgvl5XCQPtONXaTtRMlzA1m1cz3/APpOVhflY02MrgbzEuCIHiKq3H5DZHwbj6hIbasi4tLeFMP9uOg35+SApMss2k6nrWPGuN1ve+r2cy2u3qRaztKS212ODhYcdMrl/wCZkTYuMRfeYvWeBuK9rV1fcvaFx5f/AI+b1mMnYQNwCiT1vXNw4d7EC5WCSNImL1unVrmnowUfE7H9v+14MuX+q50DjJ9ikx6jdv8Al713W9o9j5rsyYlDYzDjGxXadYYCvL4c0XDFCphYMR9LV1uJ7kuDiPgQ7crksMuNQpLH+LufEVx+VTNbXHe1YaSVdPds0x2S+5D2/tvjvySV2hMg3IDOnX/jXH5fGbhcnJhIYKACga/lOlb/AP7lz4cowlRlZRBY2vNZ/c878pW55dNdi8cGXhRLMvw61p4i8quVfli2O1NGu/QMqpan0/dOxlCuR5RbvTi0QCZ7Cko2wR9wNwfjTFYEzXrI5UjRjJInvoKZK+HalKSB41Mt26TrTGddFLZPQQbmYXA0Ve5rXk9sV0KBnxyb3BEfSlYgeMGXjADcZg/8KYec6qYUnILeYjb9R+6vF8h+a7/0lxr0iPmzqx/gVfqhv1M+b2nIiT6isigzuldPGuaoAybU/mJEyRH51q5eblZmjLk8k2RRC/51TDj2g+WZsW711+PXOqzmurN9EloZZbY24ooF+ljcyVIJtUhR9s2H7KayxeD/AJ1Q2IX8a2kxFMm6TpfSlNhQkSCO4p7ADW48KSWY9IHamgM5BUxAg6/WqNhc7tpA0HW1OCguWbvZdaCCzGYCjQCqFI32d8GHk5c+cMWxADHt6T5b/GkZ+QcigfpVYAHSBVUzLgzH1L4cw9PKoHTUH5Gk5cytDL9pWNIqaU+uzesxHYvl9KjoUyMDDIYtoL1Q42ADEypBoCqqz4WH7aarjaQRMCCPhWr0I3KKj5PtBaNQLxTFOXEgeG9IeUmJEn4VfBjLLixob5bsASbkmJ+ArZzcgD4uDiEYsIG5R+rIwElq4b+bF+Na6Kf0O6n+Pmitazmy6bamSZhkgjr4VQlif2Vo9wwYcGJHwP8AzGlfTNxYCSG7T3rAMrGCLxYqbNNdWLLTJXlVyn8zky4cmO3G6iC2VWZGMWH7KYc/FyIvrnIriJXUR1iYNX4r+ozI42wBYmbVfLjxCSSPVI8o607JdDNPoxmb3X2tcXp4cJywICMgA+ZrlbGyneV2gmVQaR4V0ceAOswNgsb9RSSrdNKlz1KqlWYMpTYZjcOvzqz5gE2gW7mo5MgbBpNLKquPdlPmgwvjSmNjSJSkW21ryIPSqlQBbp1qiyflTceLJmYpiU5CLkD9ppLUpuOoplEjaB4RXo/bdvF4S4FcjHmC5MptDORp5bwNL1zON7e4yI2UAAGSpvPaumC4sCIHgK0/tudWrTWexNfMeLJW1FW7r/Nqhj4k/Sw+unzq7Zs/qJiDkyAWJuYFo+FY3xBiSRPX50DCqXQlT1iud/45qVXLCfSDt/8Aua2h5MFbWXWf3o6WLkuORmzECUWAPhWReUwwug+7K0u03I/41jQ5cLE4srKTYz5h+NRiLqzeodykeXwPwjSuS3+Ny1n6VbaOPodWP/J+NZqVam2+2h0/6gt6WDH5UAlo1bvTkzJlY4cRPqYh1FoP6Z+NczFyseLzlWYjSI+fWnY/cXDH0sAUvEljJt32/vowePnpdOtLV9XoX5HkeJfHatr1tV9K/V8fc0Bg8z1N/A9qyZUKN5PKekU1uVvkkQxMmP3CkO5LSTNe2pPnVX5EIzTDGZ1k031GQRMT8qSWBvHW06Cq/cx8f2Uwg1IGZgHhCTCuxlSe0rP407Ngy4wS4lAJ3AGw8Qb1hggHd17UzDyOQnlxMYHQ6AHsDaue9c6urY71tXrS+nyaLisQ1HqhoUNppUNjBW2tWVgCSUgm5j/EVYMNGse9ba9SDMQQe1B81+nWnss6fOs7ttMA0xgwjrWV2dmIQbQOsSSB1FPOSVZZA8aluTlbCuE5DtXQiLeAtWWZZmksUL+Ztx8jXBbCnOVWsuiX+kZB6q6kksbSNT4U5cWYJLlBuBjd5mA/0gWqUx9vmTc/U3q4xiO5pUw2iMl7X9J0KyZ6t/0qVx+sSyiqIuS5J1NWbzWGgpmwTYWqywLAVvojnbYlGKyABNALE/nWgKAZ8LVUhW6X6XoCSrLIERULvFpIWm7AYvIFQ+hI1oE2hUs86kjv9KzPj2N6ZXW41F+tdHAq3ZvuOhNObEuQbSL1N6pjrd19jmDyqJWY1jsaX/TKchYyRqB8a2ZcDYnIbzYuvcf5VZMQcjqDcRWTUPU2Vk1KFAxY/Q1GQA+aYkafDpUsCsySe1JbJJ001OlNAG4sTP2jrSTAa3X6VcPfaBE630qrL+oix1+NAEbZMHUdaIEzr+6hTJvrVov4CiBlDjAXd1NIbGxMBSWOgFao/V0rfxuPjwquR5LsBaJI71hmyLGu7eyB2haaswcT2rJlIOaUXt1rocTi8VORGNA7IRuJvt+tHM38nbh4ss7GIW317UniJyuFydhh3GqT/jSuK7y2xu7txlaV+0VZbmz/APxRp919sxsjckLtVQWyKo8zwNAaevvSYOHhz4z6a4kOP+hJXcSYCNa4Ag1n5nvuJd2E3BUqSuob59Kwe25+M3EyYc+HCfTkq7L51BvO5YOtY0x5L40s1XZVfxdXudCcbMbn919TLkyJJyclQhaApQC7L4/Gua+bKpALM4BkeYkfjW7/AHL2XHgOAcN8mQCByw0MT32/sqX4XHzcDPzsednx4oBDKVBJiyk6xNdavSiStW1FKpWV8FtsTxnXfqLwe3+5e5MMnlG8FlLMFLkDRY1MdK3expzcOLmLx0BP25d62WJ3Ce47GudweN7hypbh7i+I9NR9e9Xxe58/h+viYjGMzRlgSQwP+BU5a2unRPHb7fpfTXqOukbr2LLx+MSxRtj6bWusg3vWhvbd3FblYn3In3mNTp5fCuYMuMHyNJabdq9Xws3GHspXA3qws5lGqGL2/I/Oo8jJbGqNTabpfD3Nqw1EdOh5rBwsnNd8i7VUakzHx8TXRf2ROP7OfcA/qZBnCiNPTPlMfWs3IyMYHHUrhUB2VRI8ZtXX9tK5vb+Rxs4/+PkU5cR/iKjyjwuJruTmqtEbOCOChr+JODmMiOojWOlVXDtIM3FMCqi7Ynb1Pan4+Lys2IZceJmxnQiCSPAa1rbLjolytWs7cnBz8G24TcdhKiCB0OtL/wCo/f8Ah2rQnF5D3XGVWSC+QFEEd2arf7bx/wD87j08f+5+6s/7nDzS/JTZ/wASH+O8fa/kdwKy+ZhBH7aSwDbl6m4PSutySCpAWd3WubsAaw1uK56ZZ9AtWDNmxW3x9o0N+tUXyAgDynWteVSyNjIifubsKxhvnBvWqtoZPcG0MfWkkfOTTCTu0nsalgSsCL6T4Vlz1GZmBJ8KWyX7D8q1OoAIPTX4VhzZSv3aG8CtqWklsHZcfWfyisnOzFUidqt10FJzchi0DTvNUbKXXayyvWa1SkNdHBfjN6zlM10RGZoJvAtVs5U5fKIUagaCrrxvQ9ubkuCr8hlxYV6nH9zn8BWeT9b0YvqdnMpOPkVbRJLqP464vUAcSBc/GuivF4GUTyOQmFiCwJYbiZi4J8K5GUjbMa2ApLAhdwP/AApZ07V41tw9UPE0nLXL0Z2Ux4ONyE9DKMuNWVg66Qxgj5TRmhfcXY6QZ+QB/bXLwcvAMQxMCjCSX7zT+T7hw3RCGY5BG4AEA95mK8m2K/N6Wcypj9T28OXF+NTatXVVcSGTLky8kIfKSdgUdATr8b1POOJswfHCDEBh2/qYLo1YcvJbNlLYh6YJkAHT507j4gNbt3rrwYrK1bfbxUQcPlZ6Wraq+p2vPL0NCKD8B+VNZsmZlVV2sBAsftPU1fGePlQKyncIUMLVpychQNrGJ7dheuts85exUYxxkIUFj1PViKwnOd5GTGVBPQ2+U1pzc7B95O0mw72rFyM8oy7JyRBj99S/cuqfVCeS2595ICjSLk0lUychwqDcfwHxp2Dh5uYNyjZjFi56/wDKK6+DCuBAijaFsLVVMbtq9F/uK+VU0Wtv9jFxfZwPNyTPbGsj6muimLHjXbjUKOwEVaCdaIgWFq6K1rXZHNa9rPViiLwI+NUMAX1GgpxAAk0rICTBFUJIXvJPYU1SAL1Rccm9qsAetA4FskzMxqKpgRMvIOLISigSHF/lWgiPHxpGXEjsCw8w0YGD+FZ5Ve1Yx24W7tG/j2x1unlq706qrhmr/ay0HFmDi8zb4d6z7HxMyPtDA7SDbSqerysZ3I07f0nX/wAQvWvH7uHX0+ThmdQwn8RXJ+Xysb/qV/Iu9f8Ag9F4vCzL+jk/Fb+XJp/uZcmPINNfClhnBhtNZreMGLKT/TMcZj7cjeWfjSIBYqwG5TB63FuldWLNXItJTXR7nDmw3xP6uNk9rVcoRvHTr0q6xMGmDGASYmdKCg+ArQzTLICyyASO9D42CzEdx1q+MvjBCtA7dPpVcuT1cm8IcTC25YiB1gT3rO9nWIq7z/KXjVbTNq0hfxEIzqRaR0qWcxJEEdKXly512gIpkWyJ5gT8BoasuPPkRmYrK2RQNe41rO3lYquLNp9oN8fg5si5USsu6sg3sZPXpFZ8hMxrTh6uMTkXYCdobpNUyoA/miGuDqD8CK1x5KX1q0zDJivjcXq6i1UzPXpT8SCCTdqjGiG5Hwp9gABVtmZQADwqADrGugqRIJ6+NEm/4Uhhr8KLVIaRVZBFu9AiWJjcO+tLO4kMWtFXFyAdO1SwWL/KaYhcmRqR28KuqITuiBUjcDpI8KuAx1HlGtK1lVS3CQ61tayrVS2WEBRJgDrTMWUZB5SWi7EA2Het2bh8ROPw+SieVhGUG8spG7XrrVM2D+m5WfCPMGDAf8p8y1w385JxWund+ux6OP8AxbspteHr9KX8riyEtl4rIQjeYCWBM2rI2MoC2ETjJ8y6Qf8ATV2UMfKRPeZI+Qp0gKMaXUCJNbYb3yVm9eK6HN5OLHhvxx5Ob6rsc3LkVvOL/hBGorI5Jkj511OXx0fiM4n1sZBA6MnUfKuWcgJJMA9qt7k1cqSCwClteoIqoyG5J8txH+VQ8QSDA7UknoPgKTZSRoDMwkf4FNAbUaRr1/Csqb2IiZ7CvTe1+2niOj8kKM7+bEhvt/1N/qrLN5FcdduV7aUot7P93dlUxuzhfF9jDg4LjZnz+VfuXH1iPub91dDGqZJ5DCMSixOhjU1zvfOey5v6fBYtJdusTGvc1VuSMfFEZjGMGVtbd+m2tY0pd2WTJabJbLZT2Nq4a/keulVqa83IxcXbkxZdzzKhSPxHaufxeRi5PuARyfRnzEAfM36TXNz8jLlItsWPKP8AOtXt+RcGHLncwLKD1PwrWydquvJ1lbobtV2iqXrb0Rt5nsuDc/L9YehJspliR0AIt+Vc/FwnGHJmVvPcIh/WKsfcw7MHXfiNgjdxoZvVuNz3wZPVTCr7bor3XsRWNVkqmrNXj7Xt8ybOs6GQ+3e4ZEGQcdyjTtIEgx2rZiX3xsCcMYWXix9jiMflvuO6tfL9+53LxLjyIioL7UEfjM1nPufNKspyts6KWt++hVd0udappyusf8kNtfbsJw8H3cMcmFn9Jm3bsbMFdwJ/Re4rqYjh5vE53q4fT5Kj1CW/Q7GST4TasXD905nBacDlXOq3KNP+n9tOz+5ch1zMgDZuWqrlcjzKi6oFNoJOtLNjs9aLt9UxGqCtv5jHxeA3J5g40qgsXcwAq9TeJrotm4XtRz8fibs+e6NncDavQgR9x6VzsHC5HPy+ngxswSA9vt/5idKdm9n5+FADjKhiYTVz41lkVbX43yKI/wDXtL7v9xSbSlL4nQ/tzn4uPkZNx9TMwUeXywugM96dyOfifm5tg2ozsqEQAf0wBXnyrYcgW6ZwRAHQjoa9F7cOJziox7MefIfPvj+WdT/l9K6qbT8DSl05ncT/ALf66DkltuNvuRjAYC1mIsbU/kc3koFxYMRUKoGxT106Ca6mPi8TEp43Gyt6l/Ln+xtttptb5VnGbBkVfKWgypgSpJ0We9ed5DbvV58btVTx12TNq1suVsNkrR9tktfXU4OfLzc8rlyEKv8A6d4H1qv9Ge5+ldzk8XI6KcBxnJIP8yLAzrPaken7r/7eHX09ev8AH/y1p+Tw/wAf2qP5esnNHmfknXl36HeUzY6H86UeMAbG3jULlH2INzDXsPiahzlbXKqDrADH8TXPbyaY3Dtr6alLFa62M3JQ/wDbuT4WtWEJcjQa1qGTKzGcgLkfy3jaBe4tIrMxgkT5hdp8f3104s6vonqvgznyYrV1a0ZELrrVWyAW0HWKq+YwYtGlZXzGCDWyrJk0y+TNckVzuRkBaRNOZ41rJkNiR06V0UWpLMuTKN1r/Gn8fF/UZVx32RuyMBooEx89KrwOKnK9xw8bISuNj52HQATH4Vu92fjcNn9v4cgZGD5ryR1RSfCpvmiyxr77/ourN1RQn0QnkcleRDsYNwmOSQijoKQNJ6daosGIq6i1tD1rpolWqS6IyvuRAIn86q+N8i7U0F61KgcDt+dSHxq+02iwFKy0FW2pzfQz3AXSqEQYbWt2TkBWIQbz37eFV9tw/wBTyf6ZhZvN8ADeue7VU32N02zIrBWtpT8XLVfMLEaUe4YcPH5mbj4QSmM7ZNzbXTxrGW221NhSreUmuuo3WTf/AFe8nQN07TTG5pZFUrfQtJgnxrnYxGv1pnq7LKBPc1XIXBSP9YbtzqZ0toa38f2rLkUZuRuVf0pPmI/YPxrT7R7amPCvI5CTma6hr7F6W7102ALSb9q3x4+tvkcuXPq606df3GRECgKBAFgPAVdhFzatCgQLVXIrMNw0FbnPIgEmgsoE6VDEg2tVN8fE0FQBvJA+VQVJUSbnQ1YMCSBabVLHQD5daBiiI+VQCbz8qsQSCRr1qLgHx0oGRBiehpbqZmnX/wAqq0x2mmAq0XqjQZqxB0FVYDtQMiB8DVwBMmqRU3B1t31oaTGm0OBi4mp3SKQXb4io9QfOlA5HF+nbSp3jXvWc5Lx+NG8xanAGgEXvB8KBnyo0kBgNCLNPw0pAc0B2FZZcGPKoupjZ9TbB5OXBacdondbp+6NuHk8fPlx42fyi7j7WgH7YNafdfb+KmNc/EMqCfUWZPm0bwvXJITJ9yBouJqUxKtwDHQSY+k1xV8DLjzVyYsv01etLL7kdWfz1no65KNPpxek+w9EC2P6asRIJn/hVBkm0X61YHtXoHAiL2EQNKkibk26CpGlDA0DFNK6VB3EVDq4vrV0mNL0wIAKwSRPTtQC8R5SRc1Y42N/wqQu0XFh0HU9qTETvGNQzrub+GY3HsAopjcpixKYkxIBAQyxH40tRJ3kAvoB0UeFWKExJnwqLYq3+9T6Sy6Z7Y/8A1vi+8I0ZPdcz8ReL6SbVffukjXtVeRzMnKy72Hp7gFhSSSAI1NIIBPltV0hYLdNKlePhTlUWnfUp+ZnsmnktrO2m+4xDjVYFlFSWFECJFQSJgdda0MSysdjDo0ifAiK4nN4uXB/OYeUnZIMyYmYrtrbXQUx+Li5WApkEoSD4yBrU2Ul0tB5cmQQx6fjVUF4Olbed7bk4WRSW3ow3K0RY/HtSMWFnZMY/WdfCszedD0P9u8fi4gM/JWOS0eiSDtVSLR0k073r3BMWXfju+JdgPdjJ/CaWp9HGi4xux7ZJPX91crn5xmYKh6kn/KuSvix5V/IdnblXiqvodc8MSjeP1MJGTK7Z3IDPcHsBVthyjZogNzoT9KZkRcaybMRYCoUiLV18Ucn5LJNT924rJgUMD20BpWRdyrBgA1qYtN7npVGxhiT260ml0EmxeJUYMrgSepq++wQ9NDVSoWNZPXrVogdz1pQORWXkPO3sIB8KochN5v4UzKsj4a+FO4fteXmY2yo6JjSzl26xOnSsslq41ytoi6p2cLcvhxcU4xk5PLVH0CKpdgPGIH41cgY5yYeQmdcYHqFQVZVJgEBtf2Vh8ofbiMhRckdfCqOHYF7LGvjRD3Vra9NBytuNffWT0XH/ALi4XBQ8XicZjjUeV2IVnydWfwrHyffOfyV9LJl/lxDBAFnqJOtceLbmMyfnQ7EdL9azr4+JWduM23m2ocrbSOy8vzAJaBExePCtnEyZceIZRuYH7mEn5W7VzcHHOXJsJ16616XBhXBhRFgx0iumiZneyrsQvJyczCqLIUCGY20+t6exNzi1YQytcGP2+NO2qigDSqsoEuPzqrYq3rxspRi/IvyVquGtiuJnckZmkjpJ+liLUz0z2Xv+r99LxsrEiPlToHY6RUf2uGOPBC/vM3P77fMblQliyeVj2tJ8az5jnI/7hUm5AFvlT8frx/NAUdhr89azcmVXrA6jvXirGm9Vuday3rpWzXszO2TJEepKx9sGCO0zS/Unc4ESbj9lLfISAsT2moWb/urtxYa1cxqK172X1OSz5SbLY9ZpLPOpt271L9l+NUgzeLV1KuhmyHY7bfOs7C0d/lTXtOhOtZs0qJPyHSqShGbUs38IYeLxW51mcbghJGo/T8TXKyZHzZ3z5DL5TuJ+NRLN+olQbDoCdTFSFjXTpWdMaV7Xetrbei7Gs6KvYuoGyfp8KY+7HjRybN0HSlq1o+lQVdr6xoK6XsoM411GnKxgIbD860cfCH8z2Hx1NY0ELP1FbuMQRMmAJ+M0pkTULQwcrEMfI8thE3rd7fz0xR5CHW8iBbpFZ+UwbNu6jUVVepA85/KsrUVk09jROEju8vk+05+GzZgqtkUkQB6m64m0XBryQUPlMXUdTWjO6oD1Jt9KRhuSWt41hjxLGoTblzr0NKtxIxmRVIi9avaeGeZy132xYgHyHuAdPmaxFGyZFVBuZjCqNSTpXr/bfbf6Lhqrgeu5nLHeLL8q3x15W12Rlmvwo43ew838F6TQBNTBFqiINvwrsPPDUeNVJtrpUtI0FVIBF6CkjPkWxIt3FLK1pO286UjbBI+lMsqFAafDSmBAp8wt2HjUQDbtVxHWkBXbExeNao4Bim2AIHXWqbwRtoGUIg2uO9Gvz+VWgHSwo2jU0wKjHuNvnFQcIi4v3pgkGB11FTpYdNKUjgzviIH5UhgwNjWxwTE0h183500xwzPJ+XapsdfnV9o6Uz+mcruRlfuoN/xpyIz7Qfj3quxgbU84si3dGXva1EBqJATcXqwJjwphSKgJQBQVaTFXCfTrUhJXtFEjgqs60yKNkROnWoewgUhk7rSLipV5tNLItH4VUEqZ6mgRpEEbbR1AqNigyL0vcAINWVCbgqfDcAfxoCBm8m30qdw2x8aU4yo4XINhNxM/uq6JIJ9bGvaZM/QWqHkov4q/MtYcjSfC7n0Zbaokn6VByKbCflaj0ix/72H/AMf/APjVciDEJbJjM6BW3H8qPyU/mr8xfit1rb5Eq+6AFj4mr7S+ug0tSsRyNcKQTpNvnTVVxYmqFCTLwZIAtFXVYEVGOx1q07Te86+FIRGUqglrKNTrrUPl5D4i+P8AkYlshIlnPwOlP9Fco8/29u/xq2bjcfIqqu7GLXUmPoTWOZZGkqOO/c38fJgrb+snbt2MefFkz8RMmRyShsYnW1YxwDjQZ8mTzkkKqgKsDrJbrXZ/oMWPGzZXfIi32s0LA/5b1h5+XHw2Q40B9RdyAgHYJ8Z1rnpXPX+Lr11O22fw7/bR6L+FcS2UZmRVf+XhVQCYJSw6xrJrmAyGyuZdu2gHhWhuXnyK2JWVMeQqcihVSStxcDX4Vmbbos7RoK0pyTfKPgY5L1tHFWXfk5FZCWgC/j2oQCNvQaGpMAbRqelQFNwJtWkmLRJUxf696NrAX00mroq7ZcwR3qORCY0drB52/LU1Nr1ru9xqrey2EkAg2BJ0qAhA8xgSP86rjXcS/XpenGTIY31+lKr5KYjsN6FGgi4jpJ+HSkJmz4A+LGx2ZB50GjAdG70+8SADA61TYSD/ABC4im0CY/2z2x+a7DeuILcEiSxPSKpyeO2DO/HcSUMW0JB1puDmZOKg27Q2jbhqR0tS+Tz+RySDlIYgQoUCR4d65VXOs7lp4WtPQ3nE8Sj/ANk6mDIvmtoDaKFDEwxgHU1ZkcsIE01MJBE/GuhIybH8DCC+7tXaxEqB3FYuEyiEAW2via6AiL1rVQc93LGK+7w8daGgrLHTQVCCZnr18aFB3xdurHW1aGL0kZjChFi/c+NP+XSdKzsxkqp+cR9K07E7n/t7uuvelDMJ6+ozN9t9O1c/PexGmhGldR8GVluAO8m0nwAP51hz+380MAjKwNr2tXgU8jDMckez+DJvH6nMZRut8Ae8Usnbbp2rW/F5AYIyjxcTt/GsrhkQOcbBbSSI1rvx5sT2smZulluihljbWiNZHj8KsSCLWnr2qhJm5t1Mdq6JIFkrMga9ay8oMwMAxYX+tanJ1ERWbLmPpOI6kg/Ks72eiXcEtTPjgLJ+AoM2HfSqo+37hrpUhpNhp17VrWAhyN8piD9oioDMNNaFINj0qbkeE6VoQ9yGifgNPGm4spxwD1uRSyskHqNaqVJYQbnpUjLZHL5gdY6fvqMhAI2tJaSVGgFTiVi4JHlJG7vB/wCFLzfySxPmyMbQbAdPwqbNTx+LGl+5GbMSWg9OlC72ACi9DIxG8kX6da28PBmyhMOHHORp01I7+ArONTWUkjof2v7euTkty8q7vSHktYObfgK9O2MReo9u4o43CxYZkqJb/mN2pxjtWlHBy5PqcszHGI796Q0n4dK2ZBCyP8TWeO1b1cnPZQxF+uulQYPypxS1U9K+tqoSaEmASO1VYT0mnHHbaDPcUsqwNMpCiJ0+dTNu1M9Mm9QUMxpQVIoz1NRtPw71LK26+lTIgd/zoGQNB+JoF/AVETr8qso7UCIgzIqx7RV1FqgqwuL96RSEuDumbVnygkQK0uhienWklSbRTRUCFDA96uqSd0wehFM9O3jVSIuKciBsuUiC5+VvyqFQ6/jQqEklh8PhTFEfuoCCkfhU6CY1q3wFHxsdKQQViPAa0QvxNTAA71BI6CgcEFyLH5VQsZvVzMwLnqdIrVj4KssN5t97TuHw/wA6m+StFNvkVjw5Mjiin16GLcPh2oJB061ozcLKmZcCD1GYAqB995t+FLGIDUEMNQQQfxox5aZPtfwDLhyYnF1E7Poxa36U0Dy9L1JTbr/iatpaKogUVIPlkHuKgcZ2MkzPX/hTwQGvTV8YNJpPdJ+41e1ftbr7GReIw1JjXWnY8a49AB8qaTNhpUEAGOlJVqtVVL2QrZL2UWs2vVkEjWb9Ksv2wbmoONj+ymKkC2vj0qiCu2dNO1WiF8T1qwU9pA1Pam48QjeYPYUgkoqmACL9aFG0zp3poG4EQQe9Th4QZQu8d2kS8drmCPlWeS7rVuteT7TBdErOLPivmORVzYIXICHEWBOz9h+VZeX7VnzjLyAFzFEA26bVW8xWhlyY8mz1jB8qTC6fc9ui/nTk53H9t4OTKxkQQm7V2/dXlf3fkryK0uqfW/trrC9z06eNh/C7U5/T1f6nkOWFD7V+4AWGkkUouygqwgj8qgs0z+oeY9BVd+8ksLDxr0dzmBcpVifpTg22CBqNO3xrH6kva4Pemrk2uN2hGlLoxQaUOGRkzSTMBBal8rM2fPLDaiDaiD9Ph8aX6oby6FbiNQfjVcnzJJ1rJYKqzu27v/t0NOb48UoXWOpYQAJsO3apGQ9DfuaWPKYmQb1YfbA8a2Rkxm46KLnr41YKMY3zLGhfMJiTrFQSCxBNu1VApF5UZhu6m5/fVRhO0NIEfKm3aSbSLfDtUjGXMjTUilxE7wSqhFIXzM0GTVBjedp0pwHehosOpquKM+bY7HMpAErrHWugG8gOvSKw4CBAX7j1itQcqNus1SExm4p8W6Vt4wX0ix6k6a2rCm4ld1zXT46xjXxuRrrTb0MrIW2ITuP2nQUza/8AD0j/AKacBMTFXilyJ/GYS/Mx/btZBpLEG1Z8uXnv5vKgOmrEVc8loMkAaiqnkK6iLHtXhLBin7T1/wC6zP8AiMjjlRO83PTvSM3Iz5guFlhVklj1+NaM2cBdo+5uorGWY+UfP99dNMNeyUGbyXe7kmbW0I/Kq5Mm1NPADSoIi8z2NLysGUILzF66kjNlIZjucmB1/wAqRnyfpAhfzp/InbtEnv3rHknQ6046iQv7jHQU3QQDbU/GqIYmagNOvSqTgr9g5YaPCmqCLE2pKkzT1YE6aVomZ2Kt5idotV1RQhOp0BNQznbpatntOPHyeR6boHRVmxMA96nJlrjpbJb+FSGPHbJdUrpycFR6WDhZGyvtfIYRIksQJDfC8VhVccXXeLeEVPPynk8/LsJ2KdqzeFWwA8KZG9QBaBr+6s6W5fXEc4cFXrxfGZ4leLwjzuYmDGPTxlgHbXbP/CvZcTgcbhrswIFMAMxuzR3NcT+2MSF8zH7kj8bTXo4EQLVSXUzu+nYsKCBQCB8qsL0ySgGtJ5Bx4mCFQcrCQgiY7ntWmI6T8ayNxQMzZkuzGYYmJ01F6zy2zKr/AAqrt/2Zrirhdv6zsq/9Uc48/KGJOAemLQCSfw/dVzzgzKcWMrEE79AdR8a04+DjVGXISSTI26CPqag+38ZgYLbm1abiLVnT+8aavatU/n8I2Nc//wBeoeFXdk9NPp+MlUBVBvuzSXPiaoyg3/Gn7QFvcAansKpCsNykEdI0r0KwkkuiPMbbbb6sXH6R8/nQQBYCb3q6rfsah4FjemMU4BsetL9MCT9BTlHyBoIm0X70Dkz7TckzPegaUxkmlmzUxlt4XXrpU7h3+dJBkz8hVxNItF7HTTrVCnQdetXC0ER4DxpDFEAWqhUammsramkm/gKaAjas2tUwKgj/AI0KCoiSaYAfjFU3fhVoqAn+VAysn41bbMdRUqpGnWrTHjQAAEQyDqGA8Roa0Y+ZyMdoEakhYJpAyEaj4VO4zYRWd8VL/cpNMefJT7LNGnh8nInP/rMuMZXFsaBtgBiJvej1cj/1IcgNyHlpYQBM9jrWcmbgfCjYLTrUf22NbJr2ZVvLzP7mrbLWqe2pRceP1MjrqDChrx3jrV1xwQzXDzLePQRTUxqKGylAyBCyMfM0GR/y6TV/ZSFLj4tmNnztOinotEhajGWKsAY1E0HYsEMNeth9TWvHn4rOisrHEQ0gr9zdJjr+NVxvxH2etg3NcuSSIHSB0rifn3q4thsjsp/j3krOLJW+mq7CSu4Dbee1SMUnr4mtn/8Az3TcithyboTaLMO73iq5MbK4TGRkEWYdSNY0rqxeTjyQk4t2Zz5/Ez4VNq/T3FKgXWx1q8I32C/U+FQFvLa1ZRtPltNbHKXxBlk7RtIiJpyKo+d6UHZRAMj4VYtljoR06VLGXbaKycrk+hjlW/mPYDW37q0hgRrfSuf7mgZMbj9LlSe8ik9oZeNfUimHkDI6KzEsPKQex+2Kn+4mbFtwEeUxH/SoP5mscGzCzreelbvdc+P3H2fHyzbNhf0sgGth1+tebkwOnl1u9a3bj37HsrPW3i8FpalXWy93pY876kG9pEH4GoZk9PaDJPyqrPtbvIsKrvVyA3XWuw4RIMER+FX2wL696fh4eTkZwmMC5A+pia9EfZ+JwsyjNjGZVt6jCzA2JjSRXPm8nHhareXa2yXY2xYrZJ4wuKnU87jj0zGtShWCSIA6H9ld73D2ZMoyf0+NVy42lgCFBS+nSxiPjWPD7VlTExyMDlx+bHjF/EyfGlXzsDqrTDcfT19x/wBrldmqrkkplbbScqJJPfT4VcTtirH7iSI1kdqrO0da60cdpmC6mAVGv7KJAOnltSSfqaDkPXUaU5BLQaWPy6GrYt147XrOMxkA/b+NNRyoI6mwP7aasmxWq0h6qcilidNBVNnm8s9xVlcRerq6xc3OhpkwMw/dAuevzp2pEde1Z8bhDIu2lUfOxMaA/nRI0jbiykvu1B07V1cfL6QBA6fsrz65vSXdMtMgeBrXx82TIx+MfLvSkVqHdTISs6x1FV9V+47UkclceIR5QfqTWf8ArF/g8Nf00zPiDwRJ76ntSiizBuRpTiQb/h0rNkJiJv4V5la6nWhGaxtYGkwQTtHSnPN5/KlATPeuigyhYAEd6WySwMwo0imlQstFxaqM17fICtYEJfde4Cxb99ZnHmvMVrYyCNfCkZFmR0FNIRnO020qE+6I+AppSw/xapxKA5nUDTrRGo50IYxarJJABt4Ux1vHX9lL2gtrVbETKDLkIEA9b1r4nuH+38FlSDn5FwQbosa26zoK57hlbdr40ohj+U1hlosi421UzHeDbHZ01ro43LBzEg3MybyZ700Z2AAFxVEVdttetVJAJg6VeyJerO//AGxvPLyN+kYvN2kt5f216M5QGjtqa4H9u5CnDyGACXifAKK6Rym83JrWtZRz5PuZtXIWbbTg4/zrmrlK3mCdTV1zRrpTdSZaOhukWqDWdORuIA607pfWp4wOSDS22qd0gAG5OkeNNJArLySPKIJBnpIm0UrWda2aUtLbuKJaQx8OLLxXyKGJj+WALEg/cfAVQ4kW+M/yx9hPbpUHLmbDjwBSigfzC0gsOwHY1RmcnXTtasvDyZr1tfMlR8nWq/6r3Kz1xrjSnabe7B9q6geJFUIm41q/iNKYmMHzN8vhXXJzwxSoDP50nJnwYmIfIoOkTf6VrOOB5j865vJ4ipyDyAhcGCyrfa38UVGXJatXalebXQ28bFTJkVMl/wAaf8XSRvqpkEqZ6Up3UGDc9R1rJkyYxkD42gk3W4sbN9KaSQQCfMR9KMGb8lZa4tbo08nxfw5OKt+SrUqyLCNe5pqxBnqIpBmxBn5QJOgpqMAYcQfGtW13M1W28F1Ym51GtST3ERbvUnKApZEDOLqelulAy4MnmCwGv9azV5s6w/c0tjSorKybb1quhSbR0NUdZ0pm0nTSp21cmYgLI0vRtab3Pan7QRbQUjl4cmTCSn3C4HehuE3E+gJS0m4IiXCgDuTItVmG3UeE96bxHxZ0wLkTHsQHc20AHuGjrU5+Lxl4qZFT08nqQCs3UxMroda89f5THz4WpeusSehb/GZVWVatpUpe5mPlUwL9BUAdDVlxZMWZsbkWMoV0KntVigm2utehWyspTlM4LVdW62UNdyFUH/E1YJBsPgTUAkdNNavvXT60yZK3AuTUIwJ8aswn5UsIwaVNqBo0gR8KNbC/U1EuVFQpfcRFBLJKXIixsR4VU8dWuAVMRuUkGtAkiTEan4VYgH7fpSslZRZJ+4Vvar5Vbq11TMwwPA2OSR0YD8xFasWHIyt6rDc2hGv171DYzPlHyqyo4AlfmNKxXjYk+SrDOm/neRenC15r1lasblVWYMfu6xeaEAJkLUoW0PlqwWJMz4Vp6HJGsk+n8L9KhkJG1THY61cL172prcXKCABM9joal2S3ZSq3sjEwAEDUWJrJzFP9I5jcVYOP+kV03xxYC/fxpRxK6Gep0qpKq4ZwsTplfzMMYjcZE2ApfuXI4+PijDx2B9R5yKsmYH+r4CtHP4H9M2/Em/EbsNdvwHauflxjOAAYGorG2B3uru9mq61p0k7KZ0sbqq1m2jt1g5xlpixGgF6tjxFj4m161jiKtyZPcWtQSq5UIAgD7b1XCNyZOl7SBhcQLKrsW6hohI8ZNbcnKyNifHkZnB1LdDEWrgnM+7ykpFgASPyNMPOzKkb2INoMGfhINef5Ph5MuR3Trskk/Q7PG8nBjqlalnaZbUHVTlZCq38ygjKfhGv0rhPnYEgCFvcW1+FMyczMyFSxAbUAAfkOtZLt4/GtPF8V4uTsqvlGi1J8vyqZeCxq1eMtt6bkqWLGNBepMm2k1dADIAk9DVVJIM6/nXWlGhxW1clNPH4a1Q6Qdabm2D7fnSSZNDHUIaNJ6TTUJ+XQmqEgCAYA/GrK4Ik6DQeNC3B6oYb6X6GpUC5On50ncQ0C80xfMNp0FNMlok5WQi+lyKS+Q5DHYzPh2q2UsSOpHWlqpva1SyqpI0K77QJHeeprocRCrBz3mKxYUEARcaTW7CSpg3HXwq0TY2lhkJc26AHUCp9Md/GkBu1+9M9Y9zp4VREF2yGLiD2pJMEk1bIwVAWMW6mqKuTICyoxVdWAMfWuOtV1he5ul2F5DJnp2pV1E/WnFHU+YWPjUMo/fXUsSQmzMzraks63Y69Ke4W4JpcKwhULdJAJvVNVSmYJ17Cw4HwOo1pbMGMdKe+N1kOpQi20i4+NIaBc2FLTdOQLQq6nxmlL95JkdjT14mTkn+QQQB+ohLfFiK2YvZf6hAH5mLHay3JJ8SQKwvnx10dqqDWmDJZTWln6wcsv5u5OlXkGT1Air8vhZOHnKMQWGhBkFYkEHxpWI+ZQELFjA8T8KpWTUpymRxhw1sX9ORuB6wKs3EjESR5j9pprI+DKcOdDjyCCFaxv1obMSdvbSpTTUrWRtNONjnbGxlkMk9xpeqETfXufGteS7X16iqZgAsLqeg60Icna9k2rxCR+tyT4QIrfuI8aw+2Yzh4gQ6sST861CYv8orpqtEc1vuZcGROlMVtwg0jdJtTFYfSmxGrFkXHJOtO9Um5Nu1YASpubVdDfWZ71LUi0NgckVJIAilK6KI+EVKuIgfClBJdiXJYyW6zVSNRrQX8xVf8AKgOPj3jSgIZGy8ad6upAEGbdqNhmdfGgMFF6TY0DNYmb9jrWTk5XUAqAw6wa1MRAMSe3Ws2dSVnEq+M+XXwvQma0VZ1RjbPkZSfQaO4YfWlpmy4yDk47weog/tp6Y+SCftCnoST+6jJxmyH+Y5/5RYR2pWdv4Y+JvX8CTVp1/lM3I9w4JAQu65Aft2xJ+M1m5OTKnHXOuVSGNgDua/eK6acPh49MakzMkTf50nP7fxM0n0wpn9NqxtXI3PI1plwJceDhbamAZcnpqS7Fm0At+VGPK6GAZA1U0ZuHl9bGEO5MYiAIielJ3bOS5zgxPkvpWHK9LNtttHW64rU0rVVt6QdTByt4B6ft7VoVrA61ylc+oWAsxnX8K6WK2o8dK7sOXnVPr19zzM+JUtHy9hyRrUttiToKWFaLaVYAH91anO0ZcvB3N6uKFkyyH7T4+FUx7sWQqwMqdOgnt0rbvYCOlJyq0h1P+lvgetu1cnk+LW6d6qLHf4fnZMUY7fVTpO69jVv4b4tmdT6mWAu47du3QqRqaSceRWKkeoB9r/xfGOtOPJRgBkl9wAM+ZY1i9WTJw4JOOFFicZIYfT9s0Uw5sS/p2V1/LbQjL5WDPP5aWx2n76fV80Zhs2RuW+txIqVRJs4JPQVf+oGPGdsbpg5EGxiDruUj8RU42VAdvXWf39a2x5clvuxvHrrLRy5KVq/pusieqaKskCZrPA+fetDkml7CTNakoEKjvPemSCppIDTC6fnTFXub9YoBoaJgAaeNXGo8NDVQy6AfGmApE9NaUidRuNQ0Tr0pu2elIDDvNXGUgGelSwVSSAD46VZb3HShH3ONupsRTXKYg2y6W62NJsFRstiJBAgCblpp7ZHxkAjcxEkdBWUZRFlMagmofPkA26k+Zj4VDrLNaykMMDUgeJpTlbCZXoaS3I9VggtEmrGCBIiR+NWlG5DKZiCNvhY1w+VwmxOcmJd2JrlRqtdlwS0XkiZpWTDIHwvVoE4ZwXsm5L/lWVLPuJ8DNdHm8ZuM+5f+w2v+k/srJtVpaPgaVl1Nk5QhjDEaknWofIT5e30oZVLHa0xr/lQcdgTqPwrMZCuSNp1PU1KWBE2Gh70pZJJ/h1qd5AgHXWiQgaC1oNh3H1oYJECQx0pS5XDTUnKbkC3U+NKQackMV0Oh6VQ6wKru8KJMyNTUyVBYkH7b9pqJPX8KlUdyAqkk6QCTf4UxeLmPmZTB0kG8USBQFhcCrCV+4fHxrscH+2ufnQZGC4QSCBkJ3kf8qzHzrDn/AKHHyjxzvC4m25GYgkkHuLXrF+VSWsb/ACOv3cdYLrib3+mdp6iACCG1BvbxoCTdSQZ0ren+z4h6jM/IPTETAn/p/fWPLzMZzM+DCqR9BHwiink82kqX9W1BV/HdFLvSeiTljsaqq7mcSb270z1YYLPmaNoGrSYtSMPuj4xv9JWfo0An6tNNf3z3DJKuq7OgYaCi2fKrNUxpru7R+gq4aNJ2vx9EpNnH4HN5ORhknj48ZjIzDQeBm5+Fav8Ab/aP/wAx/p+0a99NK4j+4e4Z19OSEHQWA+VU9DlfxnTdr+NZT5fL8k0jbh0jvPc04ePHH6u/Lr8jqer6OMPjwbwo3DIzXBH8W6Z+VHG915eXP/MzDaAS3YAfGqcrGUPqoQ2I2bG2k2ECqLw8WeHYLjY6pMKB07VGfBTHjiys3bSW+ZeG9sl9OCVdYhVk6Q4/Edg2PNtLLJ2gFd2un7qTkwcZHC5M28rdlW6k/SuXmfOjHH5Cq2DosA2t9pAq2PJgGxlxrjdJkgmDPfqazS8jj+NZb3rbZf8AL1LawWfJ14Rvr+5Hcw4+LmBYYwCIXfAG0CsWV/c13Ljw+QfaQwmAddaQfcMow5FxkIF+5YndFZv95yHXFtBswDEGPpWNMGWbJV5Q/ts9jSzxUX3pctVNOUr3NrZOU52ZUVywtuKobdmrBnxru2bSjgxDHSsmTKMnnLQBIgmTFR6jEE32dBPWu7HhyY/ttp/Lt+85L5KXc2Sq+9UMyPlQ7VzbiRDQSDVMOZ0yBn89iLk9beFQCN1hPal5LP21PatXio1qobM1lvtybS2OtwuOjg8nm5PUwqP5eFXAcz/zaU1OX7YmcvixHGugYtvYnwrncfCW4r8r1kQ4v/SJG/5Ka0J7hjXi/wBGceFDkWHz3EeJ8a5rVbVqy7KeMV+mF+03rZq1baJ/dNvql/sNvuTD3E4jjcO6qV2i0D7gZ71ysmHLiJV5VgJ2R86jOcWKP6fkK9iW2z111FX4/L9wScuVTlwlZbctmAt90VVLXx0Va8bVS+nlpYd1jvdu/KlrPXjDr8hR3qTKwYmadwMH9RnOR59PHoO7Vp4nLx83jcjj5MSo+3+SE6EXsO+lO4WNcOAIpnqfida6cGTnaysuLp0k58+NUSdbc63W8R7moRELb4VPXvVJ7UE12HIXAIEi3eranWqB5uKsCKALgyL/ACpik6ilr4/KrzpGtIllwwHhV/UOusaUqYqZ2mgRdS5YsdBqKfjN7WIsZ8aShkTTB41LQ5NAMAX+NQSGHhrFLDnTvaancAo7C9TAiYBiR5pobGD87mgNIk9dKsSI1+NIcimxdtKqcKkyTcU4MCIqwwzDfQUvccmRsai5mKp6Ltdf5a/x9flNq6B48mTApZwKN8M3mMwTIHw7U9GOWunzMqYERSbtNwxv9BVXxoTGwA6XFbbQdAe1IyIJDdTRxQ/yWncyf0uANuCAGdYpy+XW5NT6bDQTOtVYOigsIm60kl0hew3Z9SG7zUSs9x3qdhN9J6VUjtp1q1JMoaApF9TU4catlRT9rESO4nSlK0WJ0qxyEeZbnpVxKjuRMOexbNhxY3bGggKSBOkUnahJ6X+FScodizfq6nuaqUP+dUlCREttjIWACJBESaDECPl8qoQRqdKmKRSIN/DwqAQw3C40NSx0H1NRG6F6DrQWkW0jv28KBGo+dQAQdDYVdRPm/CkOCQs69dakCBA0ovfr2qVUQBqKQER31OtXW4sahUJvHwqSDotyNaBkodpEEgSfxp+NiBJay9Ol6Qs7raQQewq+MKh8xmLrSY0OJDCWtaRfpSichICn7h11qzNZWtoYHWoQkAAmSLzFJKBWckrjBM+Fz0qSwgTedB41AcA2Pl6xpSX8xifGnBDZbrM7mH0qDGo63+dUEjy69atBJA66mnASI5AXIrI48pEGvP5QmLGcaAyWIPgD1r0GW43D7RY/GuDyBAdmIO5iNvjPSi32ya45mBChlEDzAj8KCGbxP5fGtnFx4lwDPkVsrNKhB5UU/wCpuvyrQvt3K5gXK6phxAQrt5MYUdFUXaub89Paq0dnop7Luzf8dnp/F/KtzjOlzb4xpS3tAUya9A2D2TA6oXblW/mbbID8FvRv9nyYyMPF9EpIffkMx3j99ZvyazpTI13iP0eprXx7uNar3Z56CPusKvs3JIBFdHN/txnYQhU6RuB7eaQaamHj5MTPxsbsy2lyD5o/hgbRTt5GOu/L5E/gyTok/ZycscchBkb7CYrp8f2R8iLldwrEBvT2mAInzV0sbcjkYGXLi42LEqyFxlpPioiK5/Ox48eFf6bmjktlP/aQSdpkzYnwma5LeXbJ9NH+Jp6/x/qb4sOOqdsid5+1bGjg+4cX20Nj2q2dmhsmMj7RoBu1vVsnJ9z90yjk8ZP/AI2NgFFhJ79ZNI4/s/DPE38lieQ4kIp+0z+oaVqXnZeLhx8dGTaBG6IYR4aVz/Q7O1F+TK3xdskxHdHSsduKbp+Oi+Zn5eX33yrmPpoCAXUiFnTdtM+Nc3mjhZc8cRCMWNQhd/uyOCdzkCwmr83n8jk533P5SfKB0W3Wss28uor0PFwqtZda1f8A12ODyczs+KbhNiyi3jvVsakSRcUEgnxNNUbBIv411Qjnll8WIMwldqj9Ola/6PCBuYmPE96rx8xK6ArEQa0IjZW2A6dDoBTSr2CX3FLjwqdyJc99an1Mf8A02/L6Vqz8dEvj0PeaVs43496uPRQKeuozFkdw3qptKGCNZ8aZAyx/Cb+FcbJ7vynvos3C2Pwm5ir8X3PIjlSIUx8Z+dZUyX/jS/8AxKg7B4akFvC/jWE8UFwWEjW+kVuTmeoAEAZyLgGL/CrtIBZmAPe3/wCKq58k/QRzn4nFJunm73rmcrjgMSgMHoK7WbFnLSFHpkX0mflWYqsx+qbd/lUK1LN8Ynr3CWjljjsU81o/TVxgfGmkrW110hbdvAVPIycfi4hOUZMxg+mgkA+Lz0puAlsz/wC38rGvrsgAOqyNw+VIfC4cHKhWNA3WlvyuRlyMxc7mM271UZs6sT6hB69Z+tSVDJyYkUTFj18ahkDYxDXHc9KhiXJd4I+ldHhe18fNx/6jkZvRVvs6mO5gVne6pq9nptLKrVvr+45bKAoI1Nmp3H5XMxSuLM6oRDJMqV+DSK08fH7YcTJn3DLMpkEkQepAp6+zDLyzh42dHwmCXDLZT1ImotfE5rfSP5loaLHkhWrry7HLXJDlltMV3eP7j7cmFMeVWZ0BDMeoN4Hw7zWTJ7HkGH1sbBgDCr1a+3cLaVXn+2Y8GXGnEzjlbsYdmEATqQv+JqXajdXTJD/6+nRsdatSrY+Wkw+i76HS3Y97DGxKA+RjqRqJom9Y+Du9Lc3WI+Vq0yNOtd+N24V5fdGpx3S5PjtOgwG8CmJPSlgjX5VY5BiUuxhFEsT2q5IY0gxu0Gs1VMwZjEkKQGbRVLGBLGwob+oOLc6KmN4VTMtLXU7a6GbhrxODlxjMwwhCXVQvnc6CSpNzXPk8hJpV1bNa4W02+hkysuCRkZVjUz1ImKMTrk3EGQACTcQD8ax4GjlrlyKz48ZAfaNxChZ0/wCY1r9x5ODNyOPnxMQ/2MCCGKyLEfOms31cSHj0T7mhd0E/UmrhrTOvSkHIWUCwm8fGrJIEmtjOB0jX/jUbgw1+FQI0Mka/AVfaCtjBHakIlGtfSmWa3fvSgB070xfw60gJjUDSrBmWINjVdT2HemTAvSY5JOV4uBBETUSCIqjFl0k96q+X1PKB86EgbLEgCTSnYTM61Z0YL5mCnoNaVKA9yRVQhJFWbIxu1vAAVLksxYxJ0ioOVRZdagvI3FYi1Edh69WFz5vrUEjQmq7ydLR0qhWTbWmkEATedO1UbIdBrV9o61QpJmJ7CqQtCAxJiPEVcEgeGtAS4A7a9qkqZEW70wSIk6x86AWi4pu2BIqCosI+NKRopfTT9tMVRBnrVdp7XGhNX+NvCkUWUD5VIHc1VJJJ7aVebePQUgINiCTa0irgCYiAaqDNzUETrpQA0gEiDc6VO2NbmlAAX0JqwLd7nTv8aQxgKgxNo/waW+TawKgbR1NSWiOsajSlGS17+FCQMsMruSX6dquCSBHSlA37knSmFtqyevzpkOS24fAeFQYBgWtNAuYjxoaBLRZRJ+EUE9RWTJixKcmVgq+Nczk+75CxGBAFizNN/lWb3bJlysmR5CsW2joAIt+NOw+183mLjfHi2IQAHc7VI/iA1I+VcN/Kvdr8X2y9d3oeli8XFSvLM9YWjcLURk5XMdB/OKqRfbAH76cvtnI5C48uDBkYwd7ZiArEfwTBNdnF7fxOAqgn1eQ8EMwB2RqUXpetLcxUXdjRsrEwOpnszGuTy8ubHVN87t+v0L3OjF+Oz/p41VbTs37HKxYPd0QE8dSixCNCqL9I6/EUvk4fccuR8XIzhBsBTafLBN1M9q3/ANZ7xm3TiXCn8AMvt7jp+NJy8Hmcpkx49ha7bmIsAPu1peP+a108ix3r/NVt8fiU1R4rcbrE1/Col+5jxcJ8WMzywmLaZYCBPwnSueuLiuzFn2STBI18a0t7ZjGY4+fyBjdvNkCAtA+C2rLyF9vx5HxYCXQABcpkSYnS9d0SmuUa77HHV3smue230kcJ8GHkruAyCTBIkAg2bxrv8IPySyYRtwg7s3IgAC07QOrWrn+240xYMuRER8u6FLETEXudBere3ZcrZGOTK4TGZALQrGZggjzRXB5F1d2hf+qK66qfY78db1pWqanJrO23qP8A6TLldm/qsqYmtBbW/YxApI9rxcR1yoS4AKy21ddNvy8a3ZfcsMAO+M/pLEA28YrlZsntvJZs+XI64sZGPFhwkXOpYK32isa8rS3yrV/9dGaNrHxnja62+rb1I5fuuHGvpcY7spsWIsP865h5DL5bnITdp/xNdf8A3L2bi8L0V4YzkNuBy/qnzeci9iYgVw1CuxKDahJ2rrAPSu/xK04tKjWu9+pw+XmyWtNr7dKaIulyxNyauIK9jU+m4Fh8aWxiu1KEcMyyDYxVg3mUA61Qm3x61bEB9xMCYoktI34AAsxHYgVrw5djCEkR1NYsRDX3R++tWLJjAJ+4jTqKqqY3A7LkLr0AnpSZ/wBIobJBJjy9hYGq+uf4T+Gn0px6kwcUqRAI1uK08bG28FtZmK6H9L7KyscXK2MRFx08axbVw5Wxq24KY3j7SPCaxpdN7Ne6gt7G/A64X3kElSbAx9fCrHnNmcqPMpBsNPjNYMhloQ+UAT4zU4nyIfUBII0ItWpA08rm4m6gdRB20vL7o/mVcK7jMPOnjU58+X+nTESZZjBtJU/G9Y3xsjEuJtYisrYqNzA0XflZchL5WvEbVgC350jJySywAAOtVyQ0X+VLiKTSWxaRMknxoAJY2k1BIQT1qBkJmetBUdi7Nbv3qRly+l6QJCTO3oaXNGkHrScPcINfE5HGTPjPMTdx2kOFHmtoR862+75fZ0yrk4GZhmFz6Q/l3Gk2iuO3bvUbbTFZ2xTdX5WUdFsaVyOtHTozQvJeCAzBG+4TYxcVC5MrMESRvbTxNN4/Fld2SQOg0Na0w4sZlF80RJua3/Fyhv3MVl4zxb2gdiAxouMaKI3UzeCbXpcHTvUu6om/WOnfwFbOEjHdjDlKGYJOgUdSau298+HC42h4e/UKZMRVsHCyHk8ZmY5BkVmdRG1dIj611M/FbJyPUEeRdik9JuTXDn8nXjXaHqdGLCpTfTUXmdcmbjYhtXGGbIVAidu0DSm+9co4eFuWGLuq/P7h+VTi4wVhlzCCFKqRrGsCr8vBxeZxRgyhlht429GFvyrmo3yTs/tNrxDSUycv2nFk5BZ4tlP3H+EaVf3TYOfhxJLemkvA0NwPzrdx+OOO2PEl0QbZ6EVyfcM44/uB6b1BnWNRXVhfK7t6nJfTT0NIGXbCjbHU/uFW2kxvY/AmPwEVxs3NZ4VSZJ8xFhFQ/NdnEt9v0NaXvks9HxRCqkdvdx8IBZyN2hBNOWDGwtDAETH5xXGTk4jjHqD1gZMEkRWnDz0CRt2H5m3bzVm3lqpTbgf09Tqq8QxBKaExdSOvwp4Sw2wesg0ni8vjY8AZs4DEyYNwauOQC5y4ce/C4uccQHB6qYiaMPlN/wDsrw9XsK+NfwufQZHTrUx9KoeRjsCrAnUbSfxWRVlfGzQp8w/SbG3ga6ler2afsZOrXRlMqyD+FJKsB106VqIETSMj7NbmrTEJDkkAnyjwvUZPL5gxPgKnJkxkDy/GkHITYjao7GqSHJKgEz1PenOoIg3qiqoEredDVgDodaehLbF7SNL/AJVaQBJ1qYjsP2VESQQPmbUDKHx0mgHrFXK2j8agLAgXoCCQQuvfSpCnQdaALaVYRFIaDaLVJAIE69DUTJ7dakk2ItHWgZMWgjXT4ijaAb6Rearu0Y3oYLkEMJHUG4pDLam/TpUQxNG4k/tqDYi00AWETcVN+gkCpUT1AoNtD8aUjgiOptHX40MbggGBYVmy8na23kN6eOJ2oRuI8WOnypCco5SV4YcsDJfcfTg6DzzXK/LX5OFceS8aSlp+p118O/4/yWtjpV6/VY3swRdzEAVb0yLGx61kHH5ZAcZ1XJ3Kb1H/ACyZrVhRsWNcZYuRbcda3pbI7PlThWNNZZzZK0VVxvytOsKC4UCSRYaUKkwT9KsYUR1qBrfStDCSVCztjXWiFYREipWCfjamBQBQBn/o+IpB9NZWSFIBH0NPXkgn0+PtbZZm/SPBe9Yvc8xTBtWyudrt2FY8fu+PFCKl1G2DYQPhWNsdUmqpUntodOBcotduy7M6XI4JyZHzjlCbWZbjwt+yk5uKqHbkzkqb7Utu8TXNy+85WHlIBOhW0fM1izcjKx3M5O6+4ncKwx+LDbvb8ifSyR2vPZJKrhV2SO6vurBdgKCdJlmjxvSRzHxY2CAO4+ySAseNq862Ta9iZkXmrtyQI2sT4GTW348aTXFGC4PdI0Nk5eHN65Kuzn7z5/jasxXLlfJmyvB+6dJJ7C0CobkmN26baC1ZnyF2IbQaTU8Kpz+hbyaQjo+z8Uc/kPjyk7FUsT4qLT4V0eBwuFyQX5TxiVjsgwxAEGNvc6Vg9uTJgwPyHb01yrtAJjcPzvU+352xP6bv/Ke4U3hiYABrizcrPK6PSvFad9eUepthquWOuVuv5Jf7pk0+4cbgKXGHfiRtEZyw2g3baay4OFwyP/lch8OFvOqoQWAgwxXrUcvkF8mUoR5fLu6WPSufkzZGIG4mOp1rSmO7xUUx1b6/qRfJjWbJFeSX01l7ByinrFMb78SNC5CI3R1iroqrGy80tVtGvhV1tpXXjrxSW5y5LcjQzELB61nkkxVmcxe9ULTJt8apmdawVeAalZgqBrYmqEsTHTvTEMIZtNvjUmqRfExXQa1pxOAs9+uprKI16HSmnIBEKbdBWlRWNO9RFogUeoaSrAHuOo8TVL+P+OtMkquHGF00Ek6GtXGwqyFtCLbtSatzcbeoEsGxqFP8RJ8xqOKMzHbjUlQJZugH8RNKjTUtQhudjRh4vDzbfVzeht1UjXx3G1aT7fxBi9THy0yOJ24siFVPhuHWsGXYGA+5ep/bVHyjeACQo6TSdPqlWft0CfQpykLTk27NogrOhHQH4VRypxG0uouZOtGXMWQra5/GsfqncQdRoRSegJSQwU3FiNRSzr4VpyPiyA7YD6k6VkXcxMD6VmzSoFZNzrUgAaCTTk4XIeG27QdC1qdi9vZmjISvwpqjfQHZdzHr/wAKvjxPkYIiya6K8bEmiAkdTeacCAIAA+FWsXdkPJ2RzxwM4N9q9rz+VNxcVUPm8zDVq0M5PiaoJvWix1RLu2OUqUixPegFRr8qUrakUxWlr6VRJdTFz9Kpn82MjSRM/C9TDEW/HpVciq7LxyTvzMqiOxMSaizXF+w1uj0Ps2L08GF2glxuHddxk102Vd3ct1NZuMqqi4x9qCAfACJp+9Nsg7h+mOteTeJbOms/MVl3vkBItoI6DSgKe2mpNSpeCzmI071AZyO06k601qFhiJe/415r+6MBXkY8osHXTtFeoxtuUk2j7j2Arx/9xc/+s5OxD/LwmF+JF66cFYTZjdzZHLV4Nr9ZqSSdaqiT8702B0rYlkrkgi8R2rSOTEgXOlxasqkC562puPYRMx4U4JLYsjAmCa24ebycZhWIU67ZWfpWEttWwnpMVLZhsCgEHr1mk6pymgg6uD3LkYx/MyE4hppPwrfx/cV5cY2UruPlOjKeleYUkMG6A6eNbuIwRvVYwQummsVhbBVS1o+60KlnoxljN6LgDy7lYSZgfnWfOxmToRI+B0rOOXkGPFkP3SWQmYNtpU+BtTA7Z8Xqj7mncOsi0Vv417PS/wBy/UzulutijuD5TVAw37ZltL2vS2Ug9h+VQnXqOp1rrIgekknbYntTSY2g3JuKUjL1uenSpJ3EGkhD7AeOpqrdCBPSloDHkJ3fHUVdWd7M1uoigCVG4X1mpEiA0Enwq6axVvT0PXxpDRUARPSjbbwpmwi5v+JqNrCbUpGLK2kaiogRf61eJ82sVOwE3sO1ACwNb2q3pk6T9KvJQGYgXk1nfkOyMcMAA7S7aSNYuJqb3rRO1nojTHitksq1Ut6eg0KRraoJAED99c3LncEnJyLjQAhfoFq2HmcrGC+J8kNbcxF/hvBrm/vat6Uuzvf+LyVU2yYq+kv9xsyZkxuqTDMD5OsDrTFMgTa01hvlG4qwzA7t7HduMdW1rbhZ9s7Qu+0G7RF61xXveW1x7I5/IxY8aVa25vrZFHVWa6gjxvTsWMuvkHlXtb5CqkdfpTsTrjhS5IJmDW3sclnAnKmTEFcq1zEDxpiM6qGYMitYbxANa8rr/TZWGqgFTpDbgB+dYcmLIOUuVM7bMyhjjWD5jqYYEQa48nlZFnrhrSrdq8lytHw2Z0UwVtheV2skp2UjxtN5nxqdpN4t0FCoEUyAWJncLEmjdAiuurbSbXF9VMnI4T0ckkQQfwqZMVG46m9WQSwWLa0MW7gVzOGOVxIUAZE82Mnv1Hzry+VcmHIyupVl1BF4r2oA2xWP3D2zjc1IyCHX7WGtQrJnRR8VD2PHZT5QVMMflQxLBcQ0AEk+FO5vtvI4TS3nwmQuQWv2ZehpKxBEdAP8Cg1TkWyhRa4NwajHlXExbbunoaYWAx7bEm16RECSesUmMksrBttlOgikkLuvofyq2lxYdKhheRr2qWM15ORhdECY4KKFHmJgDt8aeeRkzAFAUXGAqDWADMCufjdANpEHStnHaUIBippionO++k6ak5Ml2o06dNdA9IlSDqdfnWd8JRttj2rYpAB7ms2ViXM2jStWkY1s5KlCBuICx2qlMyGVUi/T50sNtBnTwo0LQQT4CqxIkWip3gyOlWVlJv8AhS0KKfaLm5oUyRqALeE1L/ib1OIQZb/hSK6F0UxHTQU0KdnxpYb8KYGJmbCrqQyLC3Sot3qYHS9Vlqok248bc7mZWW2Jdzu9htSbkzU8r3QekvC4/kwA3UQGyEaHJH5U7lOeB7V6OD7+W/mY/qXHFh/1H8Kze2cTDjxt7jzD/JxGVU65MnRR4d64eaa5NPjR/TXvZG8Rp1a1foW5GP8ApQmLL/38ih3H8AN1WO/Ws2VZbyyZ/OqZM+flZ35GQlsmRiWPedAKdyA2DaueVylQxx9VE23fGumlnxSu1zt/pwQ1q+K0Qr02CCOlo61lbDsyEmReQPjT1zhtbgzINxFUzlSN2OdswB0+FNw0JT8zIGN/HrXR9uxbMTP/ABGJ8BWJUbIQFgR1Nq6mHF6aLj3SRqe9LHXWexV3pAwmfhRviRHSiwI8KW7gkntW5iBaNetRc2/Co3CLa9aJAFAERe4irbbSNagMIoYka0xENrVGyMogfWh8kAkG/Ws5fdrWdr9EUqmvHyGJIJhFEx3Jq3tQ9b3FXe4QFh/zASorIX3SB1EGuh/b2Ld7hjU3iS3wisrS00UtD1CQNqrqevStGPEqjw7UrAgVikQFJAB7DStGvyrz+EvU2do0RDIHUA2+FKZNoCi5Nj8aYzW0nS1I3zmViZAIFbVqZO3QjmZE4Xt+dybhCD4sRAFeF+4y3WTHxr0H9z8zcycRT5QQ2T4nT8K4hAj4V01SSInr3FxtBHU0KOui1bZI+FQdQo0604AjGN1+g0rfwfauTzC+xYTEu9ySFAUdan27ihzOUQmoBtM11hzE43t+fawUZcqYSR+lUU5Pxrny+Rxtxr9T3f7jt8fwnko8lnwq2lT17v2QjH/b7f0r5hmFiFAYESzfpBrm5uI3HyBXBXw79K7nN9yx5PbPb8avAdXdydZU7b1nZ8efCE5ORVKScWRr3/hqKeRZXVb7Nbx1NcvgV/DbLjetbP6Z/hTj5nGMYzczJm3Qd6p92UG+2ZJ8Beuhnx8XFw22fzOQ5ByZJ8vm+1VEdutct2KhRPx+ArqTTR5zq62h7o7OPIMgXqgX8IsK08XIWyEMPuWbd1GsVycXJA+26m8dZrVkyOPT2OELAFehPzou/ttXRrQlLdPZm1o9S7AggwBqKz5htdWUkdwKxnmZBlKZCS4MHcSZ+eorUcyuQy9I3Kf0z4itaZdUrKH36C4bwNVCRMxP0pgZl+7Tw/dTMN9dO1M9MWIsRWpmxKBi0mVnWtCi4vbtVfTIJ23P5mpUGdIFBLHrGtppygEXt0ms+MRc3nU04EEeI0qWNDCknw1iqkMemnSoDsDYz2tUh5+7r1pFSR6akz0/xrQVAv071YugBi56xS3chZGovRqElTtYHQg9PhSUw4n37lEaGLz4da0Zgg9MsHIyyFfHEeXUNSGzY93poSI6kR+NR+XG7OnKvJdJNFTIqqyVkn1I/psCknaN3wB/ZVfTUtpLRVnJPges61GNTOmtWq1WySE72jWzfxJC9AB8RVoG09x1qSCNNTUTYg9NR8KZDckOxaD0qFP6QJJsKL7Yiw/Om8TENwbJ5hIJHh2p7Ih66DOWHTgkj9Torfi37Kx8Vr+u1pGp/SgsJ+M108qplXJigtifUCx8CPhXJz8FsOKMrnboBP0PSK4L0yVz/lpT8jtTipccTtrkxvxvxWtw43dnpPKdjbv3DdPyqHbJiXecT5V7JHXTd2+MVHHJCgE69T3rQQWW+uk12WlppPi++8HHVVVk7Lmu0xPxMh5sP/2l8oBK7ixk9JNq14OTx8rAY5Lsu4gqRtjoTcUnJxcbfcobvuG7T41qwZWxQFFosJI/CueuPPV/VlWSvrWGdV8ni2r9OK2K3dWlfIuL1fbPwqpYu4KgJOv+dBDAkH51pHwMZ+Jg934mPLxXlivWRr5b/OvHPvDgmIPavdZcQyDY/wBtcL3L+33CNm4RbINThtJk3j91V03Lx2S02OEQCsjWbUtu56ammZN2NjjyIyOhhkIgilvLi2h/xFJmooLuJAsBUGdJuKFJBtFtDVWI2+JvUSUXCmCddv3EeNX45fcSvTQVvxYMXG9myZc7Rlz3xJBBlDasGDOEWIv3Paox5Vd2hOK24z39h5MbqlMfVWY7e5rbINsmx/fSyUYncZgWrPlz723HqaU7giJ161q7GSxjzkQsW6fhSshBvum9L3EETUt4damS1WCwK99NavvWLD4UiIFTNEjgaGirSdVtVEg3pqjtqapCeg7HLGOsfSmWnSwtVFQLpboKvHetEZsrEGQJ7UbT28aZYzGh0qsf4vQSdb3zFv5C5ci+lwuOsLESzN5iFH4VxMmXk+45VVR5AYx4V0UeAr0vuXHPLwLjB0cNfTxn5VlzZsXtOBcPAx/z8ogZWEv8f2AV4vj+S+Fapcsk8arol3Z6ebxmm7bUSlv17IVgw8b2RBzOefU5Z/7HGEEr2Zq4mbNl5WbLyMkl3O5z0UH/ABat+b21+OP6z3VwXyG2HdORvjNh+ysfJznP5ceMYeOklMSdP9TE3J8TXXgU2d5/La2jv/Ckv4anNfRcY4pbV6+7MsNHYVddzhUBmenSajFhyOwCCZ0roYfZeRlADZMeJn/7au4DMZiyzNdDaqpeiM99hHDQM8jRe/41vAtfXoay4EfDlOF12vcMp1tW1Y66axW9NjN7inEAzprSjcnoabkmZ6VnL9Bc1UrqRBItft1qrSZ/Kql2m5v2qN5v49oilzQ4LWAkmO1SJJAW56E0o5FW0Amhc50Fp61LsOCuZSqlSZJ+4+NIDdT0p2Rxtg3P5UiATpFZvcuu2pcN1rt/2y+P+vYk32NH5Vwq7H9tgHkOQbhGjv0qW9H7BZHreONy7pJJuT0M0/bA8KrjVceMAwKDlBMC+t/GuaiFZi2YlLdYiqCFYbgIJAv8alDMjqNKjMCuFmNyAbDWavJoice6k8V7hkfNzHyOfOzsW+MxSzqINVyvuylzqSST8andF9YroQmMQ2vb4VXIokdIqA6iOlD5N2g+dARqbMHJyq265Zvu+IEVH9QuPj5uNnBYZYYQPtdPscfKQRWIA7SJPcHSqDeTGsdah46Ntxq+qNq+RlqlXl9NdqseeQ7YhjYbthJxibAN935U3jYMuZHYjy4wSSftA1iswsNKjflCwCdrRPjFVXHWuqQsmfJkUN6eg4t+ndKgeUde1Z8jSwAM2vQWAEfqpRJmfpQyEm3LHY2UON1x1IrXyOVgy48eLCpU4wdzH+H6msSdzUr5fCbH50xNI04SCSGux6mtHHyOuYLqG8pHcHWsiqu0xr0rV7bbMH12TYnwiozNrG4Uvp7hRfV6HSxBl0+37S3QRrWpMhM6D49qyjIpViB0v8QelXx5AYDVvgyPJirZ/dtb3RGSkWa6dPY1huh61ME20pIcTa81YNpBuNRWpk0PRok6irqTqfqPGkjIpIEa2mrhwuo61LGkPUBvCqdNZ6i9VD7oUDaOpFVlLgNYD7j3oCGWZoFjc9alNxBJMrOtLSNSZPSaYzGAJt4UCFZ8fqJ5HOJwZVheG79qzHm5MXl5uCwIjPiunxI1WtjKWv17VRWZDKn4joRXP5Hh4s+tlF1tZbnRh8q+Jcfuo/4WUxZeLkcHj5htJ/7bRDA/8wsaf6SqMkbt2IgKSZlTob/Gs2Ti8LKpVuMgkySPL/5adjXHiUpixDEjAKQCWsv/ADGssHi5sWRN5bXoqtcbepebPhyY2q4+FpTmENAgg6mqMhJ8TUgk/uqYYnTxmu05IFuIAjvpTUlVnQ6A0bsanc1gPqT2qrJysjgBPTBEjvB7zYVjm8rDhX9S0Pt1GsV7/aviNxtk/SxU96Rln1B6jE7brOnxpz4hhXd67MR91gf3CrcWcqbyAENp8QSKzwebhzS6T8VBd/Gy419S09ymFrEiD0FPRe9ib1K4l3QBp9KzP7hiV2RFJdSVJawBFtNT+FaZc1KKbPigw4MmW3GleT7Go45AvbrNAXaT+dZ8fM5LH+S+M91CyR9TNOHI3mOQfTfuZ2n4E6fOsMfmYr24q3z0NsviZcam1dS4MC5qwOnU0HJhRmUHfAkx5oHyq+O4+N9ItWqy1baTl139JM/x2STekkWOlVIiSDHjV8okW6Ushj8tKqpNtDj+9+0NzmTPiMZlsZPlK9o6XrzfJ4XKwMcWZCrk+Xqp/wCoV7oqdSfpWTmY8T4vTKghrEeB6iriR0yNOHseHw43f9MiJgVvwJ7fx/NnHr5FAOwAhQfFjanZPa8nFcnC24fpV+3xFI5eF7BhFrxoRrWWTE7V4t2r349fidVMlU5SVn6mHm83PzMpfKZUWRRoo7Ckgx8qttU2HyqhAGlTWqqkqqEgdnZtty2S5DdIqhnQ2pgFqjaWFNoCkEkVaLVBVlqL0gJJmKINA7VcL3phsC6+ArTj1EXWs6qSR2707GYMCqRNjXJNqCQflVSw6dKJnUxb5VrJlBaYNvlUX/iHf5UYcPIzkLgxPmYnaqopYT1uLVr/ANm94/8AyeXWNB//ADUuSmB8Wdj1vJ6hVgn8Wo/C9Spw+XPIITzB7HaBrWTDyQiAxPgbGml+LmY64yw8xAEHwZdDXzzxa6Sj1K+anKukY8+LjlT7j7o52ZTux8dbuwH2i/2iK4/M5wzsdmFePhOmNO3+o6tXpT7Vxufk3ZOT6m0QmNVCwB4GTWDlf2wuJWfHlsBYN3nQV6OC9a1XKZ2SX2pdEjhu07OHp3e7OCcrEwDt7EU7CiEl2yekRdGMkyNL/Gr5vbOVh/7igAfqvH5RVV4nIyQEuo0jQVve9XX7+Hr/APIq90pOgeWucrkdxk5IQDI4EErPX4TUswRZNybKBrfoKy4+H6eQTnxhjMkTb8q14xjxH+YUdj9uRRBv3Xp8aeHJWuNVq9F1ehORN2l7votRfIw8kQrptB0i/wBYrKcbrPlsO166D+5cYAoGJI1MWrL/AF4v5elj4TrFW7wpf1P0M1yb2gzOGtIPj8Kh94O4g7TppWjHnxM8EQuk03Pxw6eUXgFYuKxWa/JJ04pmjrWN5OazCJjX8KoGJ1pzYXAnbAA1qmwxJEEVvuJNC5MVEWmrFOov4UdPzmlBU9il5Heur7G/pZhk7SYPheuaFvP0rbwlllQWJsPmYpNTKJsz3WDEM2Jcmf8AWNwSftBves/Ix4kE4MkiYCSCfHxq7OQiYo27FUN33Rf6UoYN5DH/ADrJQtBNhichvP0vTszRiZzEfti340LxwG3RIpWUELmwn7X8yH49PkanI9BU3PEOIManQ1GyBJ/wavyFKZ8qH9LG1VQSsmugRXcWIXWriAYAkjWrpj2qSYDG5HYVdQu0E6HrTgUoSwLWNSIA2qJNM2gg3AHQmgbR5cct/qNvwpc6pxu/QrhZqYheuglp1NgdajJkhAAYpbnzETPeqntQ7AqkEmZ61ZRP3aVXae1Sl2/OkU9hgNooIYEdxVd0aUBmJM05JgfvNmGvT503AGXJv7H51kQncJ+VacedN3nNiRMWNh41F2401BLU7LKRiVyIlST8DFLkgADWn4Ww8jHtVrC0GxpbYnxyGuOjdaj/AB+X7sV9LTzSfUryKqa2rqo4llyGBNML+QX+dJ22vU4ydDA7Rf8AOvRMIHrlIt2rQjDaS9j0pOJlWAfrV2zC46G81LCCWY97VJN7a0guSe/42q4MmT0pDaGq0XmpDTaf+NL796qchm0CmTA8M0+FB8B86SMh+1r/AApgJidQdaBNFhJXtTEWL/KlkjoPE0xXUWI8RSEXVbme16T/AE2PCybyMweYw42O7/HhTGZma2g7daEwnG/qoAmQ6sNYrDyMLy1SV7Y9d6voXjyKjmy5eg88M4B5nTj2kbF35B82tWN+Nz8kgcxih6lFn4RoK1jHvA3sSB5omJ+mtM8oEAR8KxXg+OnrTm+9tX82a/3eX+F8PZIwD2/GArZcj52W5V2tP/KLVrPqBdiggW00A7UyALgRNEXuZm9dNa0rpWqRja9ra2s7FceTKoJAWTprbxpOXgYuQxysCMjaurET8RpT0kEg/wDTTrdBUZMdLObV5e+3yKx5L0+yzp610fzOd/tGPdPqOI001+lWPtm0GM2QHrcR9K3BhIq24C+lZPx8Lf8A66nQvN8lL/3Xf/l9X+5yji9046h8bJlxgkHGLE9rED8663GyY2Qswsy9rg0jK8mdSNJqvqEwSYAq8fj0omq6ctzPL5Fsjq7Ks16pRPukaHy7elqoMk9KztvMmfKdBQwgRJ06WrVURi7OdxjZQJ6kdKzZGJM9T1qrEgk1Uk2EfOrSBIXkgzuFuhpGTArC9yOnStR8RVHWNaZSZwfcPb0278K7Xm/Y1yjiZWKMIYfcPjXqOUpKHb9xtJ/OuZlx4sf2iepOp+tZ3qp0Na201MONUB8yWHSpyIm0tjsZv4UzavQkbtdNKlgCZWCD3sfqKiCk0YsiHpel6xWsqAZKnb1jxpRxyYUyD1pQVIsAzaxq2gmiCJEXFX2rsDHrNNCbKiQJFqtjYKZPxoJLaWFAA3a7St1IoYHa4PsuXl7jlYcbGBILjzH5TT29s9vxMAz5cyKep2g/trjh8wgnI8zP3HX508cvk5EAdyTGpADfOuPJj8u1tMkV7V+mP2nThv4tZ50s/wBTr8337JxowYJx4o/lpiUKsVj/AN7538Labvu/yrA/laXliRYkzR6jePf5Uv7H6Zn+pvy/5NP72nOPxr8MRx4rl7yat0XFx41UZiPt+ZqjX8PA1Qz0uNB41osdXoefJpX3AJBkki8ixFXyc0ZEuSRopYzHeuewgRF+5qBtCgkfDrVPxadAVjbiy5ApAc36CYj4XqOXnGb00VIZQd7gQpnwFZlyHTp2HSoLsw7KOtJ4oe4LuJacefdG4i8HQ/Sm5+SnpAYpORvu7L8O9UZVB3RJ61VlJEkWFVwVolbD5NCgNwABmpONgZOvSmKpsTYVc4yb9r1skRy1M8AGrjMyDynpp+0VG1997zrQyFTc36C1DRQ2d4k2MWM1GgCm9tRVULSAdKt5ySBTSJbK7YNhEfWqbSTpTCerW62qs6D6eFME2DYWFhBrV7erD3Djg3PqJbvcVnGQCFitPt2c4vcePmIkpkBP16UmCb6ntHh8rnUbj9dJoFjA/wAGoQkDxm50FWVgZuCdbXtXL1KZV3KqTJAFyfCsuLMuXM2c/wDaxqwBPhdm/CK0chA+J1/iVh9RXG9y5aYOAuLGw351AABFlGptVqskT+pwnfJmzZIB8xLGqLjbcZ69KlMhRiSJOkdKfhQ58hgbert2Xv0rZtJS3otR1TbVaqW9ELicu1hbSBem5U9P7o3xGw32/Hxr0Of23ge3cRWSM2bMy7shMWgtKr0rTxcHBycEZ8iYsmUhtsgEggGE7zXFk8yr25cdtN2ddPDuqLI+P3cYep49kyuBP4/sqhB27dLV2hxMOXOUxN6YcFl3SVBEWEX61VvZc5fb6uNYN3LW03fOta58Oysq+j0Jy+NnrZq1Xb1WpwmAEkCpTBmdd4SE/jay28TXoBxOD7VxhzsjHlZmO3EI2orC5mb1xObny8nIMmSPN9igQo+Ap0y/kc0X0L+J6T7L9plaro+NtLduxleTp07VS9XYlTt1YVC7pER89K1gFsOw8XLkuF8v8RsBRmVcTbA4eJlhUt6hUFsqkR9qmw8KFx8fbubMN38AUk/XSkSJvEjpQhIYE/SrhJFiKoIn8aBnV4WdMbjHe5gjx8K7DxlxyBePwrzOFirgm8XJNbcnNLlHxWCpDDSSDrbwrDPju70vR8LV6jq0k01KsdFexEEaiggAXEfCkY+Uc20GzaKZtHY00ZAUvZhZh2rvw5Heq5aXX3fvRi1D026Eh48SKBlDE3vSmYFoFQgBMxpWsDHnMyiRc1I5M669xelmD+6llLmKUIDauab9KuSDPWawoxBPXwp65LA6T0ogmBw27hrFTJAm/iBpS94Ma2qfVM6fLrQJouMpNxfvTUYGJOvWkrtIMr8KYqYzEdfG1IRoxEEzNaAZuRWUQDH5U9XgQNKRFkOBAEUBhN7UtT1/Gh1yMhGOx6E1LQLVwNJAliwA71KruNnEHTvasq5f6Zt7YmyZLw0yQPpS8nuPLytGLDAP6m0/GsLZb8orSz+B208XHw5Xy0T/API1uyoAxBcAkeQbvnbpTQysoKGQa5+HNzEB9TMWnoIA8Rpamf1AUDcIE3itUrNTZR6HPZVTir5euxobMI8RSWysTeFA61R3BhgbGs/IUsAq3HUnSrSRKXcf62KPv0Oo7nxqd5FwZ8DWXGgMFzYaACBT1gEgwR404G4HBzAPhNQSSfNY9BSi6/CPwoDozCWuLxOlKBQS4O49AfrVXYKPwNWBBsb3qhAItpNMCQ5YxpVCN5Ki5FzFSbCNKUcjK+5bFevh40DFZlXIVXcVknQXgA3vakZ/ZeYMa5RsOLIQJ3A38AKg5lwNuYgxcD9SjXStfH539SfRUgY8Q3KnUeM+NeZ5Pk+Tjb/p1VV13PSweP4+SEsjnRtW+n4IwH+3/cTgPIX0zjALfd+kdYisGbicrCC7KQosWGlekPPd+L6BQBYClp0gj4Csp5+M4Xxgh0LkkASGWBqfiOlY4vOzvS2NX1/h7fqaX8GlE3a/49dOTnQ83ueNqywOg/dUDcfBa258vDUkYsWzdcsCY+EE1lcgm1h0A8a9ClnaqcOs9GcVkk2pVvVF0ukm8dKAmIKXM2mx0pIYhpBgUx8s4yoF+varJFif0gAHT/KoFmgkkr26zRvIEfjQCInQd5pMaOgubi4Qpw4C7Lq2Vp10gDT41V84Zf8AsKp/0sQP/CJpKOAASbAQDWzje38nO6kD00dDkGRryBOij4VjauLEuV73Xvdl1/JkfGlU/aqMaq0jcQSKf6bfxD8Na6P+y4v6dGORzlZiCbbbeEePep/20dm0/jH3f+DSs/7/AARvbeNv1Nf7HPO1fmZyVBG2xb7iQDNLdA67h9/emBS43G/agKNG+U12qqfQ8h5Nd9jM2EzDED8fnNIfE6t5h5eh710iNxE9ulT6YiP0zTePsUvIjc5ctJgHcNaCfLpPh1rXmwxLga9aynCBNvEVk6tOGdFbp1lFFUgyfp1piDdrZetKCOTbp08Ku+TYpmxFOICS7emPIB4z1moDLafnSgxY31qxsDJubTQEFcjLoB11pLSWmKsTFiaruuCPjFA0WBOlSTA10pO6rC/W9EjaG6wT+FR1kUXAtUqsiqJKEdfnW3gbwyvjWciuGDRpF6yFCTA1NdhsmHhYsYJg+mslRdmI3H6THyrHNd0Wm70NcVFd67LU0ZWy8jKWyvukywMwJ/0gxW3F/Qrxs2P0l9TIoRBt3EHq26uIG9xzsGw4tmNrgt/nWzFg90VN7Lui/lg6fG9cT5TMo7EqxBuw5MnGUrjZoYFdhbcrAiIIOkV53m8XLx8pxZCCwAAgyNp8e/hXTPuLYcgTkYyk+BH51i91y4snJRsf2BI0/iM1rgtdWSezMvIrXi7Lc5yGel5gV1fb8vFx8TIWYeu7KSGtCqdK5gP8wE3A0rSCsQR866r4/wAlHWYOfFn/ABZK3VVaOjOtlypmRdn6TI7RpS1yjC4yAypMOs6j99YAAQQpIP6YMUcp1ygbhDAbd3Q/urhfhWro7LiepX/K0soWK0vWJGZvcFxsE4x3MhlH0gUt/deWzagA2gdjrWJlcCVPhFUAYG+vWumnjY67rk+7OLN5eXI5nilsqnSx+7Z0V0ybXxvYoRIIpD4eDlQnHm2MLriyWvr5Toazk3tpS22zcVSw1rrT6O6WzMnltf7/AK33e/zFMAGkEGDrUhjrOtSSFEd+tKnpV7AlJ1OBxPbsg3+4ck4xqMaan/qMitHK4P8Ab4xhuLzHXJB8pHqBjFrwsVwlJ/iIFacKhlLHzEGwqeLbmWim4URVlwqgkCY1B0BHeqvYxqPhBFMM7TB16V1fafceHgX0uXgUKxJGYLu/8U3pZb2pTlSjyPstycdVa0WsqerOSm2NZn51OHc7wLAa/Cu/7hw/aeYP6jjcjFjy9RKgNHdTEGuI2N8eUqpBaTdSCCPjU4syy12dLLetlDQZMbo91ZdLLY2KAcihR5YEkU5pRxOmQSPkaw48jjMsAsBc3iR2rZmzDI6kLtglR4W8PhV0s65aL+bRkRNWSDJMmfjVkJ6WpRF56nWrrrXeZjhGtFiJGlVDTUk/C2hpDLCPnU/AzSwQambaX70AMDX3fWoGVJncL1X7lg3B6VQY13Rfx+FAjUpWAQZntenqRoTFY96YkYmFUVKZeTkaw9PbBct0Bvp8KyyZKUU2cFUw3yOKKToKJjse9NuF8omKTnw5+Pl9MvvA6wBuHfXtV8WQmdg3sBcDpHcdKimfFk+2y9noGTxs1Kqzq+NtmtUaVACydasGiwtasbcwKsqpd+gGknx/dV8ucIoJIGUwGUGYNWrVs2k+UbmNsd6pOy48tpGvt6ie09KoqyI/A1nTISdde9S3KRCEIJYixtVQJSaFxqIYkdY8aRnzY2+0x0IPSo/qVcQVIPUGs+RwZMBRNOCqruaMbqRIuKkoxUuFLKImBMT8KwLnXFkPrKxwm0JB+orq4/efbwvp41Kx+mw/M1weZ5t8L44sVslurelUdOHx/wAkuUvipEM6KVi7EEhuk9qocskg/Ol5cjcjkrkHlXHYBT5Zb7h4mNaVmZgZ6Gunx8ry41d14z0ZOXF+O/BtOFrHca+Ud5HUnpFL9UEik+pFqA40reDODbjyTeddSasMlo1rB6kDy/OreoY3TNKAaNnqBjtrPyM645vpY3vJrPm5UJtQgN3P7K52XMzIZvGs6n40rOEKtZYZ8qiWTVpLL0FZC7Ahj1qmXLqQde/jSzlJG2sGzdVNR5doUDaPDWO9Q/Mdhdj8Kx+qY21Sdb/51PJLYrj3HnKCb0ySxgXETWQAkgDrWlbWOooT7g1GwyVAg9OlAIvf61ZNrRPTWoYbnsIXuapaklSv0ifnVtpVSGGvWnJiAXeTrNqW737Rcz2pwAziO2LIHVRuTzBSJ08DXVxe8P6yZHw7iohoMA6/vriY8hJkmw6U4N1Bvr8axyeNjya3TfQuma+Nvg4lR8zqt7vkfGcUDGqmVtLXEVn/ANwz/wDuN927/Hh4VigkQdQKmW/Cj+08fjx/Gv2/Mf8AdZuXLm/2fI6IbaDt171EsxvrSvVAEa1csImYrrR5PH9RykTp1q0W+NZvWAWf1TV1zSQDpTkl0Y06X07VnZep0OlOZpFhaqP2iptqx0lGb0wD5bDqaQ2O/mmO4rYR/nSWUs0RYXqWjat2J9JU1Mn8KWdTJgTaavlJDmTbtSiw61B0Jzr3F5FBvrS1vbqKczDp8qSdT2NSy1sWCjUa9/CpgiJ1qJiJGnSpLRebmmGpZWN/DWm4VZm3AWpIB0kRrXaxPx+Dxkcor8jKhbGDdUX+OO56UO6rE6t6Jd2Ljy207vsjJ6LyFC3Akk2AGt6d7cE5fKbJn/mYsKaH9TaAUf1aZ8OfIWZyqFmZgB5jZVFza9bfYeFu4jZDa67gBdryB+FYZXays3px2RtjSpCTnluzeuMgyTPf5VpxgRB6/tquMblB705E3aRPWuR6HRqxXO4uLlcN0cSdsq/VT3FeN5QfBnfBkEPjMHtp08DrXusvlxudIBJAE2rwvKJy8jI5JYnr8LVt40yzPyGuKRRZ1PypymQB1pVgo/CupxPac2bGMpIXdAVbS3wkiu7klu4OKG9kZVtob1GcgrBHm8KvyVHGyMmQmRqOtYzkyFtzAgG0DtTbTFWrn2LkbSJOmnUil5kP3xY3kXBp5jde4/ZVW2wdjQDqNRUcY+3bsXyl6mYQarkO0eNNaASVAEdtKXmus0+hSeqMzOTUGgx00oiszYBTcG4nYoLFjYDUmlCun7c2DiA5shlyAEtpOt6m1nVSlyfRFVqrWVbWVF1s+hfFwOU8lgEJH6ulVzcfMikFT3BA1NbsfJDtKt/0mt3HxpyhDMuLHMM7iVnt0rlt5eSj+uqhbo73/j/H/Fzrks9JVlqvkeZWB+q51qyXJufCTXS959oHAfG6OMmHPdGFhI1XxrnTLR1GrV14slclFkrqmeVevGzrMx1NXFX+esi4Fz41rYAFZFp/ZXMUuW1IPQ10wrjCPUI8I7fGoyaZaWnZjovpfqiY+tQZgxUod43dKCK9MwI3kDtNTuMQarP0qKALj/hV1NKUmDeAoJkyb9rU0OTAttA1gjU+NS7Lkq9XqUqvi7dE4GLaB1qBqR01qACe9Nw4vUJmAq3M6RMftpXuqUte21VIVq7WVVvZwNx+2PyeM3KncMd1wqJLCdpJ+FbDl47+3BWVVzYQqo4Gq3iflVGOzEdj7SoiJAsDIFr1zywONk3WncsHSvByZrZ78nu9lXoe74/jVpSG44W5cnp7/A3cj3FXRAV8yAgnptH23rEPcQZbaYuVkCT8qxqzud2clcYjZiX9X/NUZDvOkCu/xv8AHzVvNKnZLSDi8j/IqjVPGjjWZtZSn6I1j3E5c6qVgrcE2Fr7vjTiGyqWUy5kiep8az8cACtYkAbRfpXbiw1xV41cqZ1POz57Zr87JJxGmxCDMoh/KO+6h2m0yehocP8AqM1URE1ZC7kkKAD2pb5OsftqrM24Lqf31JwsT5RoJNBRRpjwqFgagGO4704YmEA23XpZxuTtRS56hRuv8qVuMfVHxGn2GY+RfaRYWAp+WHXsOsVQe38lYJAGQiRjMz8yKoU9yj/6cjuTG38xWFvJ8erjnVD42eyYrJANjfoKUTVsq8gefIgxjxcGf+UCox4OTkfYQMbRIGQ7CQNds6xT/vPH/nQ/x27AGJMGpyFtBoNfE1b+Ug3erjcjopJ/ZTBxMwxLkZbNcAHqb1VfJw2iLrXvp/uJ1st0zlZ2LsfUBU99b1lzOQNiEzoT3rfzMBLSwKg2BAt41n2K0rF+1F9wq0c1xe+opZJ0rc/GINxIM/KlLhgkEaaVi6myshQxsfMdDVvSXdHQa10ODwTzM6Yp2Am7ASR8pF6tzOLhwczJjRw2JSBjPVx3rN5KJuqadluh/VE9DHj49twsOtFlm+uvWtTYmfMuDENzlQWH8M966vHw8b28evkAfIujNBE9lU2rG/kKsLWzf21Rti8a+ROyita72s9DhrjYY/UDAg/hW3h8HJygr5D6WGSWyNAFtYmu4vveB1KE4yHsQcYM/wDhrm8ni5Tk3LxnwYpKgQQu4XO3wpY/ItdujnA3ta2qXzgVsKpFpplU/bR6s0v7Xwc+SOK+EAjbtDt5bfdobnwpHO/tnmYcBz4WTkIv3FG3ED4WrEF2NqPUU66/Gn4fcufx2Bx5N0H9VyB4GuhVz0qlV0y1S6yrP46yZ8sNm+StjfprX5aHLxE4ySeliPCm2PmXT8L10sHH9u5ZYuDhbHdlmRB0N6jl+1rgCthbdjYaz+XWqx56Wt+NzS/8ttH/AMivhuq819Vf5q6r/gwLuJjr2q3o5O/T8f3U5UUKZFx1o3j+HwreDEIM1YtuPwFRB/fQAf30zn46lN3+PGrA1YoInWahUm0wRQDQ1GlY6gVZiAlrnrWeSKkMdetLqTxGMPID9aFhl8uhqjvbWxsanGyhdoNz5R3mgTq4M2dDuJmSYpDL9TWnLG4gdLGfCkH7pmoaNqPQSQZj6Uppm1PYj/KlES0VDNqgDfvVtoBnvVZA1/CtHE4/9VyUw7tqE+ZtYAEmiYUscAmBsglVZoE2BYfOK6vJy8d+HiXNK5WC+qFUSmNBCgf6j41dOVi3uiN6XCwABVAkvBj8e9Yfcc6lEJENlnJkOu65C/Ks7Rbi3KfT4hXkm1ChLUXky4cjbOPjOLihgdrGWY92716j2+cHtSMljlIMdoBvXjeOGyZ0WbTP0r2yo2PFw+PaBiOQ9/MZvUZYrihdXuzSn1ZFPRbEqpCrOvWnqJYFRfWqkSImK0cdBEm8Cxrjex0J6kcxAePlYmNqmfERXhGUb3FokkfOvc8xv/j5zE/y2/ATXi8S7mV7GQCa6vFX0ScvkWfL0SKjAoxs5mV/OvY8N8PGLjP5MoVQrEH7di+Vdes2ryrNsxtIkawPCvScVm5OLDkyG7qoL6T+mfwo8izrxZXjUWTknp1OJ77jxNy0KCCwu3ckz/8AirfwvauE/FTJyMRyYQGDsLMDI83eB4VX+4fZ8h5S5uKC+IgQouR8PCKfl5L4PbE9OZO1YXxmaMuW3Ciq9bblYcVXazt/Ajn5/bkXjnlAbsIlMYMghZ8h+lcfKsPuFlgRXsjjxDizi0zp6eIMTsU5RtnaTaJri++e2Y+HwseZNxVoTzlSZ7rtPWqw5+Wlt5hEZsHFzXVb/M4crksdTVcuMMsTVB/LJm8C1R6wEWnuDXRJkk50FrgbcAbTQcLkqoFzeK1erj8pFifwrVgxFmGSQAbWpQN5GtxOP2vIAzZYCrA8t9RMUhVDMZsFJAHYCt3J5DcdwqgbYOv+PGubvJJOgPTwqErc7Tt0LbToo3e5p3qG8hv1ItWzF7qPTOHLj3DduV18pB8Jrl9J1mpQAkXvU5MNMkclsPHmyY/ts0u3Q6Hufuq8rBi4+JSMWICNwEyBAiKwLjcgOLTpQ2Ii5vTEaPNJtpVY8dcdeNdl+0nJkd7cnEvshhwvi2EkMp8wYHQnvT8mc+oMeiqBA/GfxrPizek38sAnuRMzVQXbIzMYjWitXz5WjTYTf0wup08bKV8tgOnxqxArPx8q2vBYRHiKeYi5ifzruT00MihWHAmxvVtuMi1qfjdkxKriEU+VY2ye56n51bLsyqDIRxputUVy/S7XiqnTi+Xzgp11hS9OuhC48H9N2ybxBF/LHae9KBTYzF4YQoT+KaCClkO//UJj8ar6RUgkST1osrXVXS3FTLlQ38xbTI1YKk6EDy/Ghi+0rjYjcNrEdQbEVZD1iD2qW+07bGtIT0epHKNjNmbJkhcrTsEdrD4VC4kF0FyNTTClizXJ/GmJiLWH0oWOlXKqkybZLNQ7Nr3EFIEsJjr0qAjE2rYcKkdLduprXg4oxSHAUr926xkU24I5aSZMODIBO362mrt6ik7DBWxAitRzwSMYsNGP7KztIABvr9aUlVnqIbNkk7j8QRU7yROhqchA7yfnSoL+TQm9xoo1pNpJt9DRKdEOxlYJP3fA0+XYbgBjx9WasZ53B4xZcu93UwUWLnqCWMUnH7qrcjJlzeXAE/kYtdp/bPeuS+bK0+FZg0VK9WdJV9uxts5XIU5Ytinc53C3lXTWrtyDwcKbOOyByf5rgfK0iJrzS83Mc+XNiba7T/MIuAT08e1KycrOyHFlyu6zuKkzJ73rnyePkyurvf6f4q9J9DbHkVJ41U+p3P8AfcrkqnICsxK7miwI1sPpTM3uWFAFXIDC9W3E/GvMKpa4IHzim+kqC2tr034dW01Zqq6ItZ+MvjXlO51G90wYsgZR6mQauFAUA6hdwOtJ5PvGbkocT40VRZFUd+s9655Mkz0qoiQZitVgxVafCra2b3ItlvZttxPbRGv/AHPkbDjYyhsVIXT5Ca2+387mZJOElmS3o3IZR/DAkRXJBiWIBHaKbwuY/D5CZ8RKFP4esiCCOoINTbx8Tq1xrr6F18jJMuzt011PQ8nlcfkquPl4jvS4Qgrk7GYi1VwZfYxhfE3Fh8fmDGSZPUkzA+NK4v8AcmUsDlxq2VQRjcCWiIm9bM/uXP4uPFnzLg5GPMCfKsWtKz+nXrXn3x3o+H1qz1rX8vGe/F/vN3fFZTwo+9qqPnUzf7dxs2F82Ej01hjA84XqyrJmPjWLme3nCX9JlzpIKZACJBv+qupx0bGycqFxep51QG0ESUJjTpWbm5uMr5cUOjL+hJIXd5gInQTV48maspN3XzaXUnLhpP06KP4jDxuPnVCcQdOQknymQ9pv8qT6mUB82TzcgELieQdkdY/8tdXHyH4WH1sDeYHzeokOw0sQbUzJnbmIuTMuHETBBMM5AnRRp86n8rl8qrjZ/d/Fpuo7DpifKqVkrNbPVa9TjcTJy/UbJgxnJkI2s0FybzeKtvyq4yvOXICSVbQEdxaK05uRk4renizlAtyMZKqSdDC1vz4cjqmVSMmQqPVImbCN0G5mt6OvJO6pSuRNLvppqLLTJVOlbWyLFFnx+36tTLj995SCExIrTLR1PeItS+V7zzeQPNCjvJLR8TVW46E+XykanUHr0pTYM6iChaSAConcToK3r4vj1fOFNddXsYPPmahP7tNEv9xaArA6G/8AxqwUwTpNdTie1cf0hk5uSGMEYgwG0djGppfO4nDxYzkw5iIud4lfgNDQvP8AH5cFyesSq/SV/Z5+PN1hRLlnNExBuvUd63Dm8dvbRxydmTBBkm7EPov/AEms2MO6ggQYi9QnGUFiY8fj4VtmwrKqtaOtler6mOPI6Oy35J1aLbA5O0SSbTa3wp39Nj/jH1/V/DrSlx732jW23pWr0cf8H+n51f185n6YiPUmacIj6pmTJiD5soxYUOTI0wo8Kdy+FyuEofOqhSR5gZuemlVGfLxH9XBk9N9NwGo7Gelaf/uXmlSr48Tg9Sht8t0GsM1vLV08dcd8fVTFgxrC6/U7K36GQllxeoyMMcxvg7Z7bqWHUk9D2rXyf7i9wzYyh9NVYbSmwMI/6prlKzWv8CavFfM0/wAta07cbT89Cb1p/C2/gayw63FJZ40NJyZGBgGO9R6isdTEfjWrZHHqN3swjpViAkX81IDjQUxWAEnWdaUjgsu1pkxAJ+dKYgaa1eQWnSdTUMkLuOnQ0dBRqIYDQa1Qi9/hNXvBbqdKWS0xWbNkAE/Kul7SqNkdLIWRhjc2E2OvwrBhxtlyLjW24wfhXW42HjnIqKWJQ3AFjkH/AG0X4mptZJQxqrehm5OFeNtwtklkE5cguAP4R8652XO+fKXOgACjsosK0+6+qufJ6jS7ud8Gbi/0vWJRU1l6v4FuEoN/tuP1OQp6roPjXteQQeUEW5xoFMaTAtXjvaPLlJGo830vXqOI/naTLEBp/OsvJf2176jwrW9u2hq2sfjTkaIB+ECk5Mnljr+yqrkPU6da51jbTkt5FoTzMk4OSjf+223xkV5HE0r4161yrCGNta8tycD8TmNhYRu8y/PpXV4yisHNmc2foVd5UqBc2+tq9iOMqYcKp9iYkAGkQP314ppkkWK3+l69pxcpyYMG4/djSSP+Wp8zavubeFvb0Rqw4WfihPpOoE0rNxsWVfRcSggSLSVMzatQzY0WBpoo+FKVhkcgd7jwrjtZuNdtjpoknZtbiW4ivgXDcohBUm5EVzvemwn+k4+RTkTLmgoDGkTp9K7JyYkbap3Afd4Guc+FfXORhLTKHtJ6VWOeSfaf1C7q01tMfJHn/wC7/b+PxnwcnAoxjOCGxiwkRBA+debm3jXZ/uflnNy/SmRiGxR0HVv/AOKuLqPGu+k8VPY5dJcbToWQyb6da6PCzbJkyOlcwWMU3ExAMG9WmTeso187N6hBjS01mCnbNqhnLHza1dbLfpT3ZCUKCVRoE9bx2piYwDY2OlUxnzAE2P506OgpwJjdilTNZsisg8vw+VaggKSTEQKz5mgwOooJW5nT1C21JJNXXeCVbrTcThVI1J71ViWYDUk9KUdSpnQ0cfHkyk+mskCb6DxrtYW/pTxzkRSuZb5B1/dFYuFyONg2pv8AuUrkJsAx71duRv4WQMRGFwyidJs0V5/lZb5LcNVjTjtPST1fDw4641ea2u/u6wux0cGMY8mfM0b2eFJuEAudfiKxZeY2ceoiyu4gTNxa5I70MmfNlDLYBF3gsIJiL3vS8OQIYxrJWBDCATeYHWK38fI3jpTl+Ljq2v4vY5c+J1zXvxWd30qp0qvU1Hj7CGQFVb9LXIPaanZ0OnSp43KyGRkhr3IFvhTfQKrv3a6SK9Ollaqa6nm3bpZ0tE1caaiCvWL61YYy4sOtzTVwh23A718IvTmOLHAkBoiNTaqM3bsZhgVdbt36AVAUffugyIi99RVM+7I0D7W06fWnYlxogAMwZPiaYdJGuhUnLlGMyJBU/aO0D9tHIyucZxmDiZlbJa4KiQs/HUVGblvjG7Ei5Mk+RWggf6j8KzszOAGJYjU9z1NcmLx61tanF8Ppsna0/UtoXoaOz4q/L6nKjsv+RuErlyrjBILSJibgSPrWZn9IsuWVOORfp4Gk8jIyI7Jokbm0CkzY/GmZve8WRg6oHzbVlnWweLkQJNTm8i9MvHGvy9Glpxa9Tow462pN3+ONZ3n4FOaw4+IZczhVf9IaSeseX8fpWDH7m+DIRxwVyn7S66EiLTJt0qeRyn5XI9RyJICliALf6e1UCb52Y2Zk/UATtU/Cj6rV5ZeNZ3XQrkk+ONO3r1My4Xcl8pJPbWrRxMYUvuZgTuUaGpY42WBku0AdBakeg7stwQeg1q/ZSRvu4HDkeoThwYlTfYEVR8TK38wNPWL38a6vC4vFw8TJkI35nJUCAYA6AmI+hrNkQ3yPY/QX6z1oXKXK9ivphOr9xGxAB5QJ6HUfSlZFQR07kU11uNgswMz4daXyMJU2YsrIGWe//GhvoJGYsT4dI8K3Pgw4fbsMrPJ5ROTcf0YVO0R/zGueoOnVrCa3cre2crG1kAQKLgBBEVi5teqnRfU/WNjR6Civl8sggHteowYXy5kxY135XJCp++tmTjLjx4Cx/mZAXZT0T9Jn/VeK159ntXDGFL83lLvyt/7WM6KO01pa20at7fvJMOUJx29PFD5E+/L3J6Adq04/d2XBkxZ8PrJkHmUGB87VTi+3B8fr8pv6fjC5P6m7QPGrp6WbMvF9uwF3cyc2WC20DWNFAqMlKZK8bLlGs7Q16jpltVzV+noZ83KzcmMgB8kbAskr1+43rPnzFzuJJyRBaZP1rTnz+hkfHx2XIY2tkjyyfu2T+dZ+KmBm/nTtm4XXb1imlWtYqtEtAdrWbs3qxbZORs272K2vPzq45PKhfMdoFtoiuj/T8LKqjFl9IfqOc7iF/TtVFEn/ABNRyOL7YMfl5bPkBvCWYfW0f4FYvJilJ0tyfTh+0tc1tb9TAh3Da0+YljfU1v4XNyYihyZT6YtBk/D4VTKPZVxZFxnO2cT6QlShtaTAMfCl48Kti/nN6eRDG02+M+NU60zUatS1ei5KH8ApktjsrVtPeGdP1sHJyhcI9PO07txAVvAMDZjPzoXFzN7Y4ggxseN343rkOPTYlTpceIPWt/B90ONxjzD1sLEbka/zQm6t8DWf4njSV6rNSvf7l7BbJa1nbFd4bvt9vyQxhzFb09G6eUEx8dKVlxtKvyH3ASAGj9grpDLiygvheUDQUf717X6j/F6yIvo5XPIw+uJ8m6WA8IrRvDWn5MOL8j9K6p+pP5PIvf8ADnzcFvNrfS0ZkzYmsDYa3inNO0wAex+NNOXiSSuMCf0BLD8KTlKZMy+kuzECS0CFJItTxeTku+NsN6/9uhebxqY6clnxWcTxTlv2GYFKiWFyRE3p/pj+L8etSomDMEXHxq+xu/Tt1rrg4eTOO5bJc3J/ClgbZgAg2vVpNyNe1QWt0M0yoFZIme1WAG2P1eNV2kG+lDOdTEjQUaFCc5BY2iLUv4VZwTJOpqkNWVtzRLQsD0qd0i/0qgq0fWpE0MTJAIPWh2JF/t6CqIAT2qzCTA0FOdBQpKNYQDVJJMVLG8dqqATpUstHR9t8uRwsMwWYPhFW4c4cg5OQ7UwyzE6720/fWrge2ZcOTE/LwsigF2ki4UTGuh0rl+4Z8vIzPvaV3Fo7luv0rO2tml1r+hdISl/zfqZuTnOfO2U6H7Qeg6VRdahom1QKpKNOwPXXudP2y/IAJ8sgn5A16pFCZQ+giIry/s+M5cxPRBJvHSvUwBNulq58qm6fYdXFWu41juMaxeqBjPS2tLncd06de9SWUrE3/ZVRoZtg+QbgwEhLg+Ncr3xQxTOnz+V63P1A+M0nm4i/EJazKAwP4ftq8Nfqjv8A7mOW2z9f0OOPOpMa/Wa9R7e4zcDj5cf3YQMWf5TtPzFeUxuwxgTBJ+ddz+3eWUy5MGSBidIadAP8iafkU5Unsa4MnC/vodjJk0iT1/dWgIuLEchbcYmO/as6gOGJ0IgfAVX1gd26wmwGg6gRXnpHa3Om3cckjH5vua7Ea3NhS8gnKb+WLeECknOySZkTr+dMLzncfouRW2Gq5L3MM7aq33R4n35T/uGTrB+gN65oNdb3/b/uWZVEC0/EqJrk7b12GeNzVSSYiaIZY6SJFSFJIFDbhIbUW+lBRAY08MIiYikdZ71eAdKaYrJDFyQSR2gU3BlYnxH5UsALVQzCy9e1MhpM2NlFgTraKS7Lv621NRj4+bL9iFj1t3qXwZcWb0so2ldR40ck3E6i4NKYcdyyY9yeYkTpVhgyBlZPMRcCnouNUtcgVdDElzBWwFVxIkSUd2ki3aKhQcbgEmxFxTy5IJApTABhu1a9L8deqT9xqzOvxm/khWB8G1/HxpjHLjPlsv1rLxOTtdcbiVYFW+B0+ldEMiqoJkp9w8KrFkSu8TSrGtI61MclYXJazuKRtxDMbi4AgflS8mVmJ3HvEVLMJLREmay5MpUExMmB87610Wsq1dntVSRjq73VVvZwjWhJgqIjSKggeooyPsD3ZyN1vhTMh9tXjhsbkZCBIvvDDSJpvI44/mZmfzFbbrSe8Vhg8qublxVq8dPqRrmw2wtK/XoZFzS5WLiY+ExemAkXYx0FVxY02z9pOgUa1fKiqQFbcYueg+FdPuYyp0FgXIn4DpV8sYklzeNB1+lTigXNp60vJkLMhYACSzdoUdfAWrPNfjSzW8OPcvFR5MlabJtSxGTiPnOJMjejgSWCG7u33M0dO165juHylkUBQNoGoKgW+tbuVzmT3NmMlEhXX/TF/wA6wY0G6A0gRcG1cXjUdd/4qq3z3O/yeCXGi+y7q53cbftJx48r5JIiRa3207PyOWnH/o8KBcRPmKjzN8b9adixMSJlesmm5AuNT46mum2Otonpqctc1qN8f4lBxjidTMR360zFizO+zGCSbW7GtLMG1EATINNwMUKlD8F6X6mKEl0G7vqtR+PDm4nGylvO0W1hemvzrmO0WJsLBeld/nLwsfGY4uScrtt8pgiZuOlq43Hwpk5MNdQyqAbWJqa3V6tpWrDaiyh6BHF6tOdfpLcnBkxbQTJKAx/zDdVfcMRxuqhYGPGgYj+IjcT+Na/dATzcqoJVAFjsEW9AOXLlx8lFlMhRXMSJ+wgjsai1o42/67er2KT3OXxMSvnAYwq+Yz4XNaeBi/qubAgyS7L0jWL1qT2rMOZmTGNqqk43bQ7rKJiup7d7Rh46kyXyMIyODBMiCBGgrn/Kna0PW0Jencbsji8XIcvIf3Dl3xYyGedGcf8AbT4D8qnjBs+XL7hzjONTuyE/rf8ASq+FN9xb+p5ScTiL/Ix+TGqiFJ6maz8hW24+Ljtixych/iyHUAeFba+ztp7VE3OmxTkcnke4chdoMM23BhHUnr8e5p3NyPwEPtvHI9Uj/wCdmXVmP/pK38I696dxAvt6ZOfkhczg4+Ip1iIbIB2GlW4SYeFhPu3MG9iY4uPrkc/r/wAfHtThPRaVr+rHoko+BzOdw34SojNGYqHyY/4J0We8VnxCRYa2H7615Rn5Bf3DlGTkfX9IkdPkKjG28Ekhex1sKajq4HrHcHIVfSceZe37aQV9OSQb9DWg2U7CS46nU1sHDbk8JuRcIlidApHeaXOu+2sAjncQIORjMBoIJGg1pnL5OTPy8vIZFxlmkINB8O9UR1xyy3yP5VjUVG0MZJ/Grhcv0FOg5CMq+mLgyV7qRe00hlKgAna2h+OtXyZBje2raEWjpUOyeaQS508Zq2lAI18J8mRlx45benmFpAUnr4V2AxyYdw1N1Hx+Ncv+3vL7njR7AoyjrJI/zrbiYlds/b5e322E/Kufxm1nyY31rW/+6J8uvKmO3RO1f9jNkLKdkebqaMflWOg1q+SFZpHmqgmb6da7IOatYHq0mNe96d6rf4NZscx8LxTt4/Dxogs5RxkyRYk6UECDJvH4VqyFDhnGBuLEE9RFZWIJmTp8ppwi5ZTaJmJMVRyItcmr7yBA0FIcmRHW9J7FJSVfsetLYyKuxDCR0qjWWOprJmiKg3ntUzVSYmomKgqBo71YMLz8qUp6dan40EtFWBn40/iJOVP0lTvn4UvWJsKfjjepYwBIntIqbzxcdiqNcqp9zSvN5B9Rsj7t/freb+Fqxe4uX5G6b7Vki0mK6WTiDBhw5M0PjZywKkEFEMHTvXJ5B9TKzxCsSRPYm1ZY1Ln0NLaKP9aCAL3qxURQdb1YxF61ghs639vIGOc9gLd69IADEm0WFeb/ALfYqM/YgD516HFkB2zaue/3MfQsRAgdNKSTvNvtFXMSds1EWsLdaaM7CsoAgi0Vby5sRV582NlJHhRlIYVbiKSw3RsFhWlHqjDItPieZEi572+FacWZsGRciGCCJ7MvUGszWfIB0YgfIxUK21wTeui1ZoNfce1w7tkgyB+2rHCgbf8Aq1+FZuDkyOi33B0Vx8Co/I1rbzeXr+qeleS4Vmux3uWk+5mdVBRBYa/AU9AC5boRaNIqq4G9UswmIC+Aqw3hHdbrchRqYrbFpZGWZyo30PDe8OX9wzMdWI/IVkVYtpWjP/N5OVheWJ+N6qVh1JAiIk11wZJ6JD8HGRV3G5PWk8vAn3qD41pXJK2+0dqTnygqVU+JnrQJNyZlCwLX/ZUbYrYnFyLx0yskLkNn6Ei8fSkEbmnuelCHy1IRWysFUSSQoA6k2FdTJ7a3twxDMB/UuGZksSi6L86TwimF8WQHaVcaToDr+Fb+ZyByeU2SQ7MgG7vBrmz3yLJWsNUh8nG77SdviYq2XOatr+GdV6wbsfITge3HllR6rLswjxi7fWvPZw5f1XU3ABY/Wa1+5ctsmPFhJ8mMHaOt9PpV8uRCMeEKNqqGH+qTpNY+N/Ttytq8jcvslsdPlYnkx3hqaur99/2GJRtF7zoKuuN4gi/T4U/lf02J1OFwchHmAPlA+VW45yZ3CYU/mGYAvNpr0aXraqstn30PJyYrUs62iV2cmch0vOmo0ikZG3ZBOgEjw7VuyphHFLZGJ5DOAF6BADJ+M1gxqLT1qk526CdWt+qNC5jKh47giunhg4UK/cwM9dK5AXzjwvet3Gy7FC9b/StKpck2lK2MrzBpyHpNIfGGVlOlXLEmdaDBW9hW8JqHqmc8tOU4ZlxomPOGkmNJM3rojl3O4ApfyfKuZlgadOtMw5Q1jf40ljrVRVJexVuVvqbb9zf667QgULt02iq7r7tJrLkBZAB9w0qF/qFPUxqDekCRvLSl9Lfnes/ubJjbBjBuxv8AW5q8mAZrm885SysSSqSo8JqclZqVicXXx/UXzwH52ZkuN7Adtb1Tj7EyqhuJuRpHalidQZoDneCLFb3rCqVUkuig6bN2bb66nXw51UlSAojyxraqNlkM4URig3m7tZZ/OsmJ9sF5DC8HU9q3ttHsnqbYfLyAGN7+mhgfViaL2lVrP3uPhuxUqqWdmtaLSf5uhgkk67idTqSetdD23L7bhwMeVjfLyNx2qANgHS8jWsfEwtn5C4sIubkjt1NV9IsZJBE3Ik2+NF6K6VZdYaf0uH/8Cq2nMT76lsr/ADbv0peFN2Rwx2sBKADVpkU7I2IqWa21RbQyazHOGlk8rrBXxK1bFU2Zc+U8j+pUAZOvaR963/xBrtcLh8QYzlxA+nl2uF6ArPTuOtY+MvD9wyu6rtXNjH9RhnzY8/8AEltK6fC4rcbCcbMciySDEQPlXHkc6aprT4DYwKCYq+LGNhDaNYxYx8aYiwNNdKhQcakeM/Ksq0iya66gUyJjSNoCiIAA0A0rk5ePxxmJ2KzQSAB17nWujmeTC9rVkyN6ZJUbsjfaOg8TXTWrInUx58XGwOOXzV9TNtC4OOTqFGpF7VkbDyOfkfl81jh42Iff0AP2pjStr+hxicuY+tna7s3YdAOgFcbn+45ubkKyTjBJRdP+ojvVyloaVl6/r+4Vy+a2fImBBtw4ifTTXXVj4mtvD4+PKubI5+zGXAHU6VhxYghBNidW1sa7qcccbiriPly8iGYH9ONTZfiZ/OufJaVC3s4X7Toxpa2f20rL/Z+pnbhs5AT9IAIAHW0/KkZnyLibGL4TMHvtrqrjV+NyMhFlUhCejalvlWTPjO1iBIAgA/HWit6uzSWz1MrUtWtW396lHJTGV1FyLMe5qW2aZDtAtYdq2njurwo3brggWHgazc/jNxs3o5iCym5HUm9bqykBbuuTJKCegjW1Q+J8eRwfuWxHUGtftmBXy5c5E48KlpOkR+dZ2M4y7XORpg1SunZ161Sb+Ow3Vqqt/NovgHCzvhzDMDDIQT43iu9jXic1nfBkHG5IgkfdjcnXWP2EV5zErOADA/fWnG0QVJxut9wMG1ZZsLvF8drY8lVpZdfRl0vVLhkSvRvbqvVHS5WDkYMqpyFAZhKZFujjwJ6+FJIIsRAF4rRx/c8jIMHIRc2FjYHv3i0HxFUZNpI1Xv2+PjV+P5Djh5H0ZF12rYxz4FV88L54/wD+q+6K4+k3707a37anFxyRuQwvS3ar+hm7dO5/8OldWn6bnPJyNxXQQDVGNwPDp40sZemvUfuoP40uRtBJ08elVdSYH41bGmVgFVCwmAdp1qzcbLIVlKHx61DvXZ2XtJax3342jvBkJHSltf40/NhyYCEyBkf+FhHzE60qDrFQ9SloLioq5Wo23qRyQovNXaVt3oFhbWiD1vSEyVT+I/Kt/G4p5Lr5hjTHG8m5g9h8qxkdNTW3iZ1HD5SKYyZGRQeoX/jSu4qC1Z0OTix504PCwEhTIDMIG25M69RXns3madNvl+EV1sGdeLmfJkG7JixsmNem5vKWPXrXJy42BBmd1yKmkuY20Ka4wm9dSfTiJNu9LK09FkXqzY/K3gK1ddDPlqbvYVvkjSB9Yru4h/LXuBP4VwvYWYHKrWFtw+Nq72EDYobWBNct/uLLw0SfhaqsANNetNAA8Saq8AUluTYzmGZcc3bX5XimhfSHlFlBc/S80kYizhm+wX+NM5zth4mYJY7CB861qjC7lweVDySe5J+tRlNrdaop8sDpVS5PlOldE6QaKusnsfYyr8DBkU3AONh1lf8AjXTVQrSp899wI6V572LI59vyYlfa65kCwYMZPKY+lejKgyyrvbqdIrzM9VXI331OrHZui9JRDDYS03Im+lVQMUCLcsbeM1DNuBXUmB2tVIccvAw+07gI7iqxOX7KTHIoXxPDZFCZXWbgkT3gxVSdd2v5VHKYf1WXbdQ7wfDcarjMtJ6V3VUkNEqALdD8qrsl76C5/ZWzCuI7RkFp83WJqeZix4OXlxJ9uM7VOsxcGhcefF+4k3DY/k8j/wCFg4o1u7nsSbfhWBOOYOTzMgsSNAas7GEZrz0rS3PI4jcYQVIAnt5pMVmnwS41T5ZHyn1epb1eraiiSj0AKAotUbEm9mMXkj8qtxE/qMi4y3pqQZYCdKtz8XFwZRjwu2Zk+7IYC/ICui2XHzWJrlZrltpHqZ1x5FX8qfFTxTnWfQzujbgvqEibk3iL61p9z4y4eWMQyF8KIhTd1BE9NRJtWUZtphQCSLk0vJmZiu42UQB0AmY/Gotjxppqq0NFmyurra1mn3NGi9/9NN4/uWTh4m4+BobMCMpi4mxCnWsJzMxtbsahVgljcnqaVqpx6Dpd1Vko+pRMS/gNbOcjjUogAHcxVRNgOnWogDWjrrFVVRoTZy29vRDQTAnUVo442pM3N6yhpMak2FbEBAAFaU3kyvtA5ST10quVjadRpQsiRVX/ABrZMwa1MuUsZi5qePuS5pqr5jOppq4cjJky403JgAOUz9oYwPnStetfqs46fMtS1xS9SUksAOtaEBWbSTVUgKDEdu/xqWVmjzQCKRJLeFIdBkUg9elX9JgbEDxFSbSOnSrRD9DjnG2NypvGniKqoBeGsGt8jW7m4gx3r969O9YFX1G2oCchMADvXPkrxcdHsdeO3JS/ibufjCckKo2gqGHYwIrRjcf7Lnxm7YmXKvSDuCzfuGp49uycjh415JGLNhJKwNxZY63EXrJk4mfDxcyOYZ9u1Royr5jf5VzrHbhVP7sdlD7pf8GuTLjvltajUZNXXs3uh2HF/Q+2ep/63OG2eqYV1j/mNRhK4uM/KyW3fy8QB+TGsWbPkzKu0sVCgSbhR2+FTyeSMxxgGMeJQqqBA3Rc1Kx3XX6smTnd/wDVbV/2KpaiVrWU8acaL/tbqJdmIv00NQiksAguOp69aumFsuQBWNxKjqfCr40y4sh9Sz4yVdTqD410mAtcj4cgfE3p5UMyK9T7P7geZxwXPnWzjxHX51xc/GXm4jn4wA5mITnwi3qp/wC6gH6h+ofOrewlhmN4DjTxGhrK9Vb3QWUKT1W4gUnI1r60HIqsqmwIk0l3RhvU+XTtNZ1RnZis7lROo6D/ADrHn5DYMe8gHK9lnTvPwFPzZwzEAyBofzrnczkIrAkbs0AKDfb1n41onLhDqjNzWKr/AEtznyQ+dj90HzQfzP0rCFOMkJeepgTWnKHTGcuX/uZCYVru3+pvClIs3a3+VU6p7mqfYd7fgOTn4kcSCQzDpC3rfy3bNysl/tOxRPb/ADrN7ZCe44yb9B/1A1qyYWbm5MSnzPkPm/hDeafkK5vpWe07Uxt/rqdMN+Okt7ZUv00NBc4/alVj/wBxzu6yqn9sVRhHFbMbIrKSTe50FYeT7hibmjCt+PihEAvYf4vT/cOUV4WLAFgZmGQiL2nb8KSXHjP3Zbu0f67IjJNrafbioqz7fvYluWyAtIkGQCO1Zm9Tks2TJd/uZj4n9tLd5MteOlaeAjcjHyMCiMjLvQd9l9o+NbXsqV5R1U+zcE0ryce43y4fbmwpAblZCJ/0IbzWLJhjanRgNp7Cupj475/6BSIwshB7/cWasvL3Pzci45aXIRRcmPLAA+FZ4smPndJ63dsln2qvpRpkrfjVtfalRL1epORdvBTaIIyhd/fylrUv0p8ymVJkz+VHK5G3EOKh3emxfIw+31Dbas9BVOPy+TgKthfY6/qWtMVrOt7b8rN0T7Lb5md0pS7JTHfqXXagnISV1Cj410eFz+OwGHOskHVwYI6UhfeubuGQJimIBCx9OtVye4c/NlZ87Km5YKgD7YiZN9KSvks0rYUl3dp/YDrSNLz8D0OAYdn8sjb2Hm/EU3aP26V572/ngcoTkBQwp3WlRoVgV2f6/h/++nbX8K6Ndzn4VmDyv9PsxkvOJhdNwImfE1fGcuFSyrtJ1YCZ+NaOXysLvhxDIpRYZmmVE/DWl5svE3M2DISYnaul/Fq46eS7pVyYm+XZSj0r+MsbdsWZfQ+tofwgYvNfGAYUg9IgzS8vKZ/MzBWQlhA+0/E1lZiU8Zm3T41U4xbd1610LxsO6x119DC3lZ2oeS0e5OfIcrgmXJEAm/51ndSATpeCKY0homIvNVgm3SqhV0WiXYybbcty33FxAFAE+FWgT28aWzXgfOkwRZRJt0qyiNahWAWdKqXMGethSAsjjdceWb12ONwPR5CZs0KFUZ/QA3MAf+3unuTXFj7YsZHyrp8rJlTm5TjyGVABI/UFg/51F52XYqsTLEcs5MuRuWw8uR2Hhu61lPc6Vqz7xwcSsLF2ZT2BPbxrN179qeLSrXqLI5tI/HgMWAvB1qQUALEiAT4yaruaIvMVQkFgosAL1qzI2+1P/NyOTCkBWHXUnSvRYYKiLW62rz/smI5eVkK6Ik/jXoUaYUATH3Vy5F9ZqnFS6kiR+NZ8zeawk9qaSY7FdKWo35VjpqfhU1RFmMxqVxqXiSNAIrN7gxPGcEfdIn4CuiQdpFc73qV9uKgQd8E/ERWi1hdZMUvql7bnDze3scQyYMiZRbcgO1wIn7Wrnum1vHsdRXS4qPyh6GME8h4RQNDPe3SkcnDlx5XwchRvxsVtqCDWqnZ6s2lJStEdT+2sRfIwJhEO4eLAR+G6vUWjTS1cH+28LriyN3Y7Wjoa7oBAvevO8lzlt6aHRiX0r5mcD1c/ksimCf8AKo52deJgTIwlcTT8bNK/9WlasKagd9e1ee/u3lt6q8ZbLjUFv+Zp/ZW3j49n3Rnku2/ZnlXLM5Y6kkmmYQdwCiSaWRN4piMyEeIg/CutaCex0W4PK9L1lQsijcxUgwIm410rGOQMikP90yG/ITWjjc7Nx8kK5VY6X66Viz5MeXIdiBAOiz5j3NQnadfg0SlWNC5YsFUkAqZF+h6UlnYlv2VU2tEUSWOl/Cn6FQa+NndFYAeZxAPWnJgD48mUn+TjsdvVz9qT+J8KwF2BsbHXvFa8ecnjJxsQktk3m/VgEAApJQ7NaO7XJ+iHaztWqe1J4r1Ym262n7KpMgsa6XNw4eJxhiKh82a8g/YARc+PhXLYmIq625KVt0J4w4e5M1YHy63pS7jBPWm7ZHaKaG0i4nbf5VBM2FQAQKaFHSqRL0L8Zdz99on51sAEUjjJClupsPlTd0amtarQxs5ZeRp9Kq5J11FKDGbXAq5bqdKomCjMUG4AxWtOc39N/SYQBiJDZn65GBmSfwrIX2mQfGow5F3FRpWVqK9q8tVVzHqUnFWktX19OxtGQa6mmB9I7dazbpq6uIjrWsGTGzczbtVGMgn8DVC8kiqHLb4C9USRmbUEmT2p/tXAXDxzzsvkYE7AdGHesgb1FZiLqJJ7dq6TKi8Pj8cRjOwNmPWTJM/WuLy8tk6Kjh8v0W504aJq1bbcdYIf3DCwtkIAJDR2Hbr86wJzS7FMxOTB0ZgJA71p28JP5QVyp1LEAlYuTUu/CzcY4HxhXEnHkxgdvDpbQ1jXJatm2735aPsi3jo68VSuPgpTjV/HuYuVxHxZEwghw6hgR1Df8KrgxK0bjOIfcT3FVzZGyYkVfuS23WAaqWzKBkZYW8G/410Ubj6tWhRoVd29QPjOyDIvBEG0Vuz8jFz/AObkjFyyPPlFlbxKaX6/4Fc/MPMGJDbrkdj405CrqFBBcj7arTqHTQsByeO6ssSpDK4M03HmyLlPIBAdzeLi53GsgfKhIS4m4On400cr+PCoA0Zbf5UgaZ3sWcZBdpY2vc1XJmcOuIH7rE9hWfhZePmMiccwHFyB2MqO9aMrcJPK+TK5UkFwqmRHgf21lkyUWnJT2WpNcF3qlou+gt3UrGg0J/ZWXl83DgcLjRWyLcEiymtDZOMytsYyt4I+4m3mi1ZR7bxmfdy+SEUncQkM9/jYUq2olynbpBpXDkbiP1UfM5r5HyP6rku5uSdYrqn2zJk4i8vjvu2hiyR+leo8bTV2439vYzGPJnyEaMQCJ7Wim8fl4eG/oIfV4zfpEEif8XFLJks0nj3T5OsRK7G2PGk3+RfS1xVk0+L6PQw8JtvNwsbCY+da3yjDl5/KJtiVgnXzkhB+VPw+1/8AzU5ON1fiScin9U9F071X3XjY8Xt+ZWYkZH3t8SbfK9c98lL5Vx/jVav56o6MeO9MT5fwO1v00ZxPauOmfOcmW2HEvqZXPhp9arm5rZeU2aTtmEU9FGgNatn9L7QmIj+Zysm//wDpqLGuaRERpqa3xLne+R9H+OvsvufxZz3aVa0XX6re/Q3Ri5MsCQyjcQBMKOtVw5MuLL6mMlXWCfgekU/2rLhTFnXIJy5VCY1HUeJpJw8oZLAKSBJnywBHjWri/Kjrpt7kRxVbKyl9F0PRcH3HDyUAyRj5CC6/tWqpx8fHwOcTj18s+pkg7r/wDvXBw8XnnbkVSmzRidtukeFdhnzFNvqFmtuKDbqOm791ebf/AB+RWf4n9NnLXt+w6q+bh4/1W+S2dRGTjY8PGdDlxcYNczGTNkPienyrMMftyISj5M7mx2jYgM/6hJnStJ4SZFAcspi+hJPeYqE9txg3m2grsw4MlVF8j1cxX9+/6nHl8nE39Nfmc/axO1bCfoafi4XJzyrTsaxatjpxMJAdvN0XU/gKanJ4pAVcqiB5ZMfnXTOkJHNbJbdJhi9q4uNkYg7gO8fWtfocb+BdZ0696pjyowhcgc62IPhTLd/wqdZmTPlb1PMn23nYipy8dwr3mLEC9jS2xZAQy4xHaf316XD/AFZgOcWNX1Vn6/8ALuiq+48bGmP1H4+PMrEIMiEpDHTdtrKvlYXZU51drbQd7pkSl1aSPNB5aXQr43vUxIiT8a6b4uLJVfUwHVVkZFj4MZqh4+JiN5cNaNoUV0q/czlHNckgYx4kDr9agGIn51v5Y4uNdq4j6lvOx0+jdax7FZiUsAetQ7T0gYsmSep6QKRsZiZtetS5CPGKWEFxcDo3hUcu40xYxkiZ00oVQNbnpV2BW1jbWovH4CqCQ2lSfwNdPh8jDmZ83JQeoiHzLYswFj4Uj2zijlcvFhdoW7H4Lc/WtvN90x5nzYUUJixArx0VR5m0ub/Gs8mukaoujhp9DFmliiEfylBh9fxpOLjZHbbBM3Hwrec+Hh58e/ArpsEq8rcgjdVh7hx8rO7/AMtslztHhE0VtxqoTc6meVvk4KD2/cAuTIEa1tTFITFxBkZczkEWBI0ofl5ZhG3MepEW060jLlytknIAHA+MVXO73SISfc6fti+hmbNiyJF0CsDdT8PEV0Uz5sbwwQsbbRIt8TNcDiZM+7yISjfcY71pyeqJbM0IxB1jr41na6nVe0A1adzsjkoWKsdp7Hw7GtaY1VgyLYi/+dedx8pfVCLlnGCDJk38JrpY+aMYj1QqdJgj660k6prp7k2b2j5HW0N6539xthXiYUUy7ZJYeCqf31c8zJAbHtyg6jwNcv8AuLmJmPFxIsFFLuwMyWMAfKK0p96fqFVKcQZcPMPEdnwOVykFTA6NqKzDISZIm9ydaMaAqJsT3707LiXFkRNwMEbx0W+ldFrqY7iVfieo9rxri4eK8Mwlp7nWultBv20rgjPGJRNiZj43ru4H34VMRab9a8bJrez3mzO9JqlZ3hE4YAdjoSYryH9zT/XMNSxDE/HT8K9iGJHm0NyPGvL/ANz8aM+LMY/mCB/09/rXfhhNL0g5b9+zk88MW6JIAqRhltZA61oUA+WL6Wqdsa/DwrrVGzN5GZ1xAEkiakqp6RWgRHebVYorAxANaLEkifyOdTIqDSPnQ2JSLAX7Vo9KIIn4VVsRBJBpfj02kf5Nd4MzYYXQnv1pNwYFo61t8wt+NKOK5ForO+NfwmlL9xb5subbJ+0bRQEBtMnSKn0wp000ioVPuvftUQ0XK6EvjyA7SpBXpUBjHj2NXL5wAFNuhFVdWPWT1mgU+wTeNTTUVmhAbk0tEbWtHDG92aLrYfOqotY7k3ekroaAAihR0pTNPWKcyTfqKQ6mSe1bP0MV6lZI62q28wKW7R8KAPLeZPSs2zSCMhP+fSq4m2tfrUlS8yYjpVSrWC6d6mWnJUJqDT6wDbaFcb72rK4IMzPwoVr3kVXOSeC6Gx32+PWlPkO0nwqjPBNLZpH5U3YlUN/t/pYlXk5vOqHcmI2DMNCT1E9KYiZebyGzO68dMx8mR52212j9V/lXOXkPsXSVgDwj41GXN6l2YktqT+Xwrz70u7uycWajlvC9EdNWktju8bjcHLhjNyW/rGchQCG6wNygHaPGar/Q8HiqU5rkuhsAxCsTpexrkcPPmw8lfQfY7QA1hBb41PLJGYBsnqZAs5X3bgWJP2mp/FeXV5bcba6aNe3oDsm1K2fzOn7h7diAGXENqkLvd3+wk/p7gUnl5GXjHCcmHkMFBXKp80C0HvXPbk5XUKzEqNJNga08DACTyeQP5aRsUizt0EdarhkSrNlbhtpDfxHd4pbrW1U+kyW4ntW5Mefl5lTC14VS7gExuI6VHO4f9PlDcZ1zY2hkyL+n+IN2I8a1nk5OSmTHiBfIzXTQBepnSK5mRyTYkm83ralbq3J3bT04tQvgZK0yoSgWqOS0jdNiOt+p8K6PDz8HEqD0RnzzJy5T5RtvGNeg+N6phzcdkXEvGbLyXsrY3IJPQbQpmn4fZORmOP8AmYsO6+1nAYfECTIp5MSuobar6OCq5OLTjUvyuamV4xNtQGyoCN7HrA7aVfB7b7nyNEOPFBZmySqxTnxcX2ZDmfOnK5htixLBVSf1nXSsuLke5e4FxyM7jG4lgp2i/wDpFPFhpSqVVt1YsuW2SztZxPRbQZs+PPiyxicFk6DoR4mlenkLxMzdiB3/AM66K+15EJCwMegaSSB2rZi4fFxgHL/MyeJgA/AVo0iFaNjCvufIw4VxqAuwTCqI7SZkzR/WZnUf9rOp1QqsoNNIB+lNy+gSwVYM2ub1z8nDxnI3oyzNMLYm/aKyeCnRJPubLPf+JuOx1zyyhGPghhhEFiUmToTLm1Wbm5Ex5P63jnIV27VUAiCfutIrnp7TzigQuQh+3EzW+lWYcfiq3qPkz5BH8vdtVRH+ktXNl8ezlutbd+P3P4yb4/Ip9qtZaRq9F8IK8zNwuU/rOuXE8ABFg+W8xMfSuccDPm24lZUkCcgkgHvFbcfMUucmLCgYCxYT1/SNB86qzHJnByOHdh20jpbpVYZrFUuK21cwRkVYdp5P2NnG/t/AcZyZOQ+/cQNm0AEHqb1pHG4XHVTlO/Io1NyfloBTeJx+W2JMeRlw4x+oCW/ZWzBxePxshdSXdjZmO411VTe+px25PrBz8R5WRN2HA7oxO09PqYqn9N7llmMewLIKsY8el67bNIJ17VMg6H5VfwRP40tTiYfaeW7/AM5vSQiQUO5p7RaK0f7KpAQ58hVfhM/jXQLKikG00luSVJY3C6DuKcdlBUfEx5PYOIxDLkyA6kyCT+FVHseED+ZkZlMxAi5Mx1rZ/XY9rbztIgjyk7vpVk5nGKhWcSb7jKj4XrC2eibTWR8d2qWaNFis1K4r4pCMHtvEweYL5tZNyfrWnZh7dKqM2Cdz5kMH7ZAn5zSf63jfwv8AdGvT+L4fjWf93h2i/wD+r3K/Bf0//YYPYOFdiWDaDbAj86G9oxopC5X2GN6kAyB9K65A/TSM5G3seh8aSb6BbY4z8TLxknB6fIA1x5MYFpmQawZTiGZsnJw5OOpE7cQDIY/Kupmz5eMreqNyk+Vhe3wrJm5C5ccC/aaSx1l2TtVvrV/sJ/JaIcNGDlZOHlAXArsRIcMoFp8ptesY4ilCXbZYECJBn/hWjkYlUDKD5gY3CzX62rOj5cTblct1ggftmtFVpfc7erCZ2UGc4gG2gkk6RpVvT5AMeUgim4syMNrL5pudKbtv5SJrauOsaibZzIO7x61dJZhaIGlajgVHIMBzemwgJYgWEkxRwjqHIv7eiqQ4BkWe3f8AGpTjelgyWMtl8uTpsvu6U5eUuPgDHgaM2VmLmADA+0Vbjsc3FzEg48GFDM28xut4vJF6yutWXRxb9Dk539bM+QW/SPgPLSgGVpjwBp3Hzqry6g7pMTGvS1asacbkZYUhF0knT4TFO74pbwluGrZzgxMgm+kUzGoawua0crgHGPUxnck2ZbyKRjxFDuaxm3+dSmrKU5BoYOW6gon3rfeegpGXLlzsGytMWXsPhVVVg/qRIM27zUlRIK6DUdqqta79RAkAybitGBd7FnY7okHqSOlJxJJIK7ra0za2NiultKVlpqJnS4nKXGGawkT8/Gp52LFycWN8UbxIKgeY1gXI6oFEACxMVfHnKqRoRcRr8prKvOjbrDXZidU9Zgoqyo3W1/DwNWwzmyqpkgkbj8a24RjzoFJG7J9jMdD2NJ42F05WMEbZaGJGlbVzVurQuN6rWr39xcGo6rudBkKvE7gNO0V3OJkX0QhMNYR+dclMJZoIkTXW4qFV3OPMfDT4158anZd/TA/fcCZtFq439x4geHjzTu8917EjWuuzIjg2NjY2rn+8HE/ByIVJcAlY06GfwrrwJuya11RyZLJbnmcIEz1/KrZEm4FKBO+Adda0C9iZr1KxEI5nvJCYBY0xcMG96srquunWKYhxkQzbX6T9p8JpilkJiDC+o/Kk58XpsbSp0NPDkEjRhMjtSWZmMtfuKBS5MbqCLfKlGZiteRQDbSknHbxqbVk0raNxJohZ0se9WKxVCRpfxrNruapyEnrQmMEkn5nrUEx0Pha9asft/MOI5gBBEhNw3H5CodqppNlcbNN1EFYJArRhxMpJXtNZlMncxMda0rkyIoIJM+FOpFp2HZDtQM5jpS1TFlI9TkDFu6bGMfPSnhQ4JIDToD0qMnGxMo2Nbr4eFXqZykL/ANsykk8bInJHZGG7/wAJisxDKSWEEGGBsQfhTf6bNiYFT8CNac68nMB6vmJES0THx1pcWPl6pmDJHmIOtQN4AUXLCwFz+Fbf6HfkXcNqgQVJ6z0NPwcR8Gb1cJVYEDcN0HrF6n8divy1S3MD8bKhC5MTYyRuEjUVVeNkN4JUaQNa7LlmE8jJP+n7V/8AD1pRy8fGusDoBM1X469WR+Wz2RyTiYtIUqBrP7ak4SRbXwFdA5eIyku0MOhFLTMj8hUx/Y0Aa6/OjjXuVzt22OW67GmLdRUSDc11OZh2GAP5ZvubQE0f7TlZMbqFC5PtDsqkz1g3isMlIbZrTJyS0ZyyQIPfSK08bh58wLEemkSXe1vAamusntuHgFd+E8nktZV/SDr0k/Kl8jkc/MSGyeisSUWw2nteuT8uS7axUlLe1v2I2arVfW4fRGReLgVx/N3aQFQ/d8GIpnLw8rcMjJlC5J2NkAE94C6Vr4XtOTdh5j5Ace4FVgggj7Sa6vJ5C8bD6j5R5b7DHm/h8utTfM8eSuNq2Wz1tHT2giFbWUkcLje384KMwVxiAILidGEz5elTxF9rQk83dlFwBjBix77ga0cn3TmZXJLemGsuNBIC1ZOGr415HIyHe5ll2iY+FdWB5bKb0VJ2hyZ5LVrs5KZPcXKtj4HHTh4SRvyCN5EbR5unypWXEoxllnJIu5nbP51v2cHZsXG5nqSD/l+FUfCpxHGF9PdYGZIrpVF/8mP5PSDmYuINy79ew/fXUxYyh2LEDoO01bjqiJCgZMh+0AXPxNdHHlCebNjQMY1JKifDr9azyqzhJpLsildSZGGbDjbyswn9ILR8Y8KxOc5YAYW8/U2J69/zrsHJgEsCEn9KeUH5UoHJkJCJtn9Tfu/fSqnHcHd9Ec1OFlzSuR/Sb9QAm1NwpxOCzDEGyZRYj/HStgwkwHbeBYzb8BTUQCYEA9QOlaQ4J5S9dTJkz8jNiICFVYdAd3jesje38lwCwVEJ0Nie09frXblQNsATbvVCrk9hoe9LiWnGxxT7OoJORxBNgBJj61r4/D4/Gk40DtbYz/sitzYtqaQI1rONxBMDbNo6UKlexXJvSRhzuSABB1im4ipgn5kdvlSFXrrTVWBKmBMz0qtI0AYcu0HqtKbM0ECY70OjgSRrofjScm8nYolv4QC1qh2qnE6jhslsuSTuInxpYffLHobzVcmLMBu9N9sE7oI011pKu4EESupqq3qwdWhjHdpcGwNUgaDpV1+6Y/yo2C/TxqxSUGMEgkD406/b8aE2ExII6jWnQv4VM1neshyZ3GBOlIzISPEVsOAn9ZEaRSM2J9VbdE7h3+FeYsqnZm9sbg5XLQqNDbrXEz5WmSPEV6psK5BBEzXM5fAQHcF8K3TMIg4fIk4SAYi5Gs/OsJ8oAmu1yOEq4nYSGv5Qa5TYjN7ka9qopMSoBYSJ+FaFxnUSv8J0qFx5ArAKY/x0qwYr5WGmh+HWmrQDNOPBiY3knoP86Y3t2JtwXIyhxawI+ZrOuaTKiSBee9aMeXfkAawi9/hRyfcnUX/QBVOHLaT5cwgrp9p8azcvJkxcf+mwblxt93d7zfpXaOTFiVVJmbmren7fkZcxxqXH6bgfMaGpeSNWpKR5ZMWQkeQsetq1Dh5QgcqxQmdwB+den/qeIoAGFQTrA1oXkqWUbRs/hi4qP7iy/gK07nmnDAkKShOszcVcNk2KCQ0a2E/hXpcj8HMhVlG0iCYvWDJ7TjW6ZAS116W7GmsuK/3J47f66hr0cnJOBcipsEBTex61U8fbuBBLG4gdK7mD2vlEb0KAaC8/OtWP23zEZVDA2LA/Opt5GKu15GqWfQ8ouNVeCsDuKc/EhVcAkNOtelf2nj77AhekiSPpVk9txpYZQy67Dae4rJ+Zj2fzhj/Ffp/ueWGPzbehHhpSGUoSCNBt+deqb2zEPKEWPrHzrnZ+NiAZCoBkrfUQfjWtclLL6Hy9ieLW+hzuIzztgQQSJ6HvWv8AqSjjEF3TA2t5lbpetXF4vEXGWZ9uUHyrE2/E0nJw85yjZjJeZBFht6VLdHf6voa/imAh9NScPvOXA5BCuLiG70//AHvcwLZCxm42gJ9P30tfaOXkD+phgroT1b9oquX2zMikkKQIsYHztpWbrhnTNBqr2jWiZ0MXNVsZhwUsZANpGm2SaXycs4n1A2kqDabVgwcPlrkIV0RTdVJ0OmtqOTg5OEFMzM2M2AU2NaYM/wCOzrbjk7Wrv8jHPhrdK1Zq09U9vgchGIaOoP5U7fBBU/EUPixNJ3EN30pbYHxgMJdesXP0rvplq9nP+uxlavfQ0q2430q4YadKxrkAaGsOs2NaB5hauitkzK1WjZx86AejnsjGUy9VPie1UzY9uRlJ8fj4jwpC2IB+3SK0ryQmIps328hIFvr0rC1cmKzvT66NzbH1Xd1/cEq2j0fczvjtVQlgTrTS6bZ0kW+NUDDcNx16V0JppNbPUnUXk45IB3bQdbVbHj4yCXEmdTpHetGLF/UOQ+T0sSHzt4WvNHIw8bFn28fJvQjRiDfuPCuX+4x2zPD9XLu1obfjusfPSOyeocnBxePjQ43GVeQCW2mCkRbrSFfHjAZck7bwTcjtTGMWgDtak5sXqAFBBFyD1qrYW8cX/qWU67CpliyafBMnmYQ4blYlZ1aWzbbhZi7QLTSxDKGEERbvShiJJWDf7lveK0Y8cILbVi41vUYZhp6x3NMrTaa0nsWxBgCw1Gk6XpobcLCrYkJBNrnrTPTmy2OtbpGDakWWddQH7E2iqryMYbaxM6aTTTh73FUXAhO7bHb40w0LAoSFB3Keo6fGhmyXAfapsO/ymr+lFlsepqy4Z+8SB4xTFKMhVjqST0P+dK2MWO0X0Nb/AEDFhHb51Q4GRpj5UDlGE4rX0qhwtqoMjSNa6HoSvxNMTjqFtYiL0ND5QcxvVazFmZf4iTBrr8LkYsaernJ5HJnR9J/iZutSMKAaCfzq6Y1H2iT+2ufyPHeZKvJ0r/Fx3foXjz8JaUvoMObk8okM23ETdEG1SO3c09OGrgD01CdyBFvA0Y8Si7kEDSmf1Bm0dpOlPFgpipwxVVUZ3zO9uVm2NOLGqBCoKCwFtazZeBxnjI6SU0M/4mjIzGGLyBeOlWXOSqgdOneq4dd2R+T1aFpwsZuyQTc7YH5U7+hw2JFl6dKn1dpDMIB6VIzs5GwEKdSaIt0BNdW2QnF48wMYEXvJFSOPiCzsWOkAVcDITG3yi5Pj2miCdR8Khz3K+AsYl3btOkWq5xBmDR5lsDrY0xMcHcQZ/wAdKYttBE9RSHWnwFHEADJkjS1LggwLEmPGK1rjMXgjuaq+KY6Hw8TTV1sU6PdGWGJI2+UWkan4Crr9pWD4SO9M9Ig+XtrTBjM/dPcVTsgS9BePFE2jset/CmjHuF+96uE0BMdqaiEmOlZ2saVqZXxELA10+VJPDEEgmLGB+yun6UNuAkVZcIJmIFovS/IWsbOZj45VGZhBHyNSmBSsm38VdE4dbT3FUbDFhobnwo/IDozGcDEADSNKQvHdc4YEjxEj6GugFIEHTpVSCGI66zUXvSs2trOgJWeiMWXjq9zeJsfGsfoCfKPLXYXA2Q67V/VESfrTf6LAQRtsQB8I6jxrmv5dZiiaXsaVxWalnnzhyaL9Br8K08X2bJnXfmJxKfDzH66V28WDFhBGNdoNz/g0wKW01qL+Te2lZ9G9/kXXClrZ/BGJvbOKcRRECsbDIRLC9J/2ZP8A3PwP766TJMgz9aT6A7nXuawm+3K2/wCppxrP2rY1EVQrrTinjVSoHlH0rZ1a3Ayvg3GVs0yTS34zFYME/Otm0i8UFTQnZbNol0q+hyMvBXYzZAG1BABJg2FqSnsiASAMM9AJaPGa7gQC/WgpNu9V+S8RMEfhqcHN/bwdwcWcpfzblkx4ERWU/wBtctsjhdmwTsYmN3y6V6jaBQFAAjpU/kuuslfir7ex5LF/b3LXzFDtJvMTU5P7e5yPuQBib7a9bUCd/wAtfnT/AC3F+Gvdnihw+R6uzKt1NxW/D7bkZdwMgaA2ru5uKmbJuAhjdjUpx2UWAjqDTWWSbYnMHIHt+V2BcBemk1oHtokzebzrXVXCsS2s6VHoAG58tDtOwLF3ORl9sEeVtsX70nJwM0KVO8EC2kV3iiHyhReqnHjiwis9e8lfjXTQ5mBORhQKy7l7jUU0ZBfoR0NbPSPhVH4qEydTUPGnrs/QIsttfcytlA8xNhpFKOZ3eMZmAJAv9aeOAiuWbzLcxfWl48ewnYkdxRXDHWffYm1npOntuVGGGBJO7UXtUHh43+9Q0aTWv0yRZSG8T1qDifqYjWKarZPRx7BC9WZsPBxYifSXaPrFMOI4yCD5uk6eNPZZgmZHaqgILRJ8dan8Ss5tLLlrYV6uRQLLM+MUr0MwZjjMoxJKlZW/xrWiLpF6YDNhB7in+Cq2TFyb3cexzV4TrIZQ3h8aXyPbhkUrdLgnbaCNDXWyZVQEnXSsfrySBea6MePjq9ffoZZGtpj2OX/txVt7j1BGsAN8u9JXiopLvjZCep6eFq7ln106/KqlcZ/QPhXVXNaqMHjTPOZMXH37DDI2qmxHippD49hIUErqJ1j9tdf3PibsfqKPt1jtXPxZMRX0swIdQNrETNu9VfyL1qr1StD+pLsKuNPRt/EzQJBq8SZqXcNDMo3H9fVh49/jVtmkGQfmPqK6cHkVy1laPqiMuJ0cPVdGQyhwFgCOwil4sYZr2mnhVJuwUdzWjFgxCGUBjru1vWmhnMIXj4aqsTMmSYqW4qlp6a1pK3sKg2NGwnZsyvxRcdap6LAG9+nY1t9Jma2lUZHm+sUxSc8Ym3EgG/zg1f0DbUj4da1jEZ0ufuq3pEQDoOtKB8zLiUg6GtDSsR1E1OXAyguhkiAaFLFd2RTEGT8KT29hzOvcqU0UXOpJq20GCOhq64Hnb6bOCNxIIt4HTSmKiESu5W0G8GJGovWK8nA2kslG3/2NLY713rZe6F+mFt1NWXFa+gpoWBB+7rFG3ubdK2kykXHUH4VViBYgknpTT3jSlMCWDIJBtApSpiddyknBQI1m2yvU01cSsA4kRYVbGrbe4Gv7qtDsO0CwpympRLkqyY5g2Pj1ogKD6cQdRJmoyq0LYA1GFH3EC80CfuRLsb2A07U3GgsdWm4qwRkTaoHjOsVIeCZHmET86BQAQLr16VciASDapxgPdjK38vT50/HEwiAA2mKh2gqtJKYsQYbnHwBpqINIt2pyKSNrgHtAvWlOCSAwMfH9lY2ydzpphbiEIEMIAgT08KqUvJuP01uPFhSBEEyQKgYAtulZc10NvxPqY/SJeZidR4VYKqkAXmaecQ3TElrg1DYiTcfOjlIuEFIgRPxNRGs2NPXDAA6dRUtiCidAO1KSuLMyg26VbZGnztTNgFzc/CrjCCdxJo5AqC1xnvpT0xk1IQzI+lNVY/fUtmlaFAsdJqQnnNrQL/Wr0VJcERUFAdatF5qaBwJZVW0TNJOO5JrWQCINUZCI2/PrWWSlruJ0DRdBSYARMwRV/TM2M+NXVYEVaj8NP+QTEgQYYTV9s3ErV4ooriS03X6/Mci/TE0enTKmn+KnYJIoooqxEETUbBVqKTSe6AqU8agKZvV4opcEBQpGn0qAk9fpTKIij8dQkr6Y63qrY+ovYiPjTaKfCvYBKYwJMEGpKkCQJ+FMopfjrEDkUbG/0qZWPypkA61UpItQqJbC1M5D2vdevW1VyZHtIAA6fGtBxHUG/alNhytqB4UNehLTEF8gaBdbyZ/ZRuPf4U/Jx2Cgpduo/dSX42UNYbrTItHhelx9CXyXdk7iwHSp+NL25BYjbtMEkVaHeyyT2pikksve/SrRP7aRm47oQXH3fw3q6o6gFg0G4Jp6C1nYkoNaqUEyovTlQkbzoLRTBjHahJLZIcNiRiJifnFSyQJFaNlrUMgIimVxORnRiSSbdaQV2aiSeo1rpZsJ3TEzSH4rl9JnrVzoc9sbmTCMj7tqtHjrTN5C+IpzcQhgAL1TLgbZJFSyeNkYn5K5t+O4Oh8RXP5PF8sgjWwgitD8cjJ12z07UvOdw2DoYA8KVbWUhC3OacmTDdlGTsTJue1XV8DGUbYwuQfKae+Fh5Sszdj2Heoz8VNoJhWFDxJ/XVvHb0LWT+FqUN46jIDuCsOrKP8AzCtQwQbrO0QCLR9K52HEVPlLAHsbVvwco4sYxujOyWDA6jxrorly1UW+r/sYXx1bmuk9DXjRSo61Ppg2ianDy1yR5SJ10NaFdBcCJ+tK+W1unyCuKq6kY+JiiXW9MHGRisNEG8iQR2o9WLRbUmp9ZSOorFu8zLNkqJRCKZeFtJZOupGlZ24ojawnxreuWOljUZoOg+MdKqma9Xqyb4aNSjnDDHlAtoasEAERY9K0hQQFIqDjj4CutZVZHO8TRkXBlEgOGHQkXH0NSmHM7bcplQOmhJOtaNpoBi2kVyrwsCsrVrxa7bOehu/IyuvG1pT7lPQQD/V/F1qrYngKAGWNdKeCpEm3gamxHga6U2kkumhlxT1MgxZDaNoFr1bFxQh3MZbwsBWjW1AsZ69ap2EkK/p0B6ga1BXoB01rQVF50PWq7ZkfnSVgdDNs3GTFWXHtPx1pxQAQBeqrjdphSx7AT+VVyI4fEoBuB2CWH6epqP6PNmYfoVbGR/5a2N7dmOJPModZ0HjKmtePj5HnQeNZ2zR9rRtTx3P1JmPHxMeMAJoL36+NNiK1Dhst9wMdKRkw5Futl7tWLunuzf8AG6rSsD+NiEAsNb/KtdK4qsMK7tSKdWbcs6KKKoiluLmm1BANjSG1IqRYa1EESZmas2ODI0qImmSA1o+4aW7UR30qw+FAFdlWCkVapokqCAKmiikMKmiigAoqCYooAmoqaKAIqaKKACiiigAooooAiipooAiipooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAqKmigCKKmigCKgKqztAE6xVqKAIoIBEHQ1NRQAbRERYaVAWKmigAoipooApsBMmp2L2q1FAFPSSZi9Vfj43EEU2igULsc/L7alyg3T061mb2zGLogU6k9zXZqrLItr0pEPFV9DynPxDHjyHaCSwUE+AvV8nE9RYIEFf2Vv914eXMhXEssv2rYXOpmm4sG5BYAKBMDqB0raa8F31k53R82vkcLHxNkyZPUHvTCMSgs9lW7E9hXWfg7/NO1yP8AhNZm4GXIdhBA0JIsB8tapOrRFqXT2krxcAyIHxqIOml60Lxcn8Iv41ow8cYFhR5RAj4U9VJuBas3ZdjSuLvMmfHxYJLwx6HwqW4ikWaDWpQSCGAHbvHjU7Dt3dtKidTVUUbHPbCcZhhrfvpTBiJUAwQa1thLIW1OoEVQL4H6U5TFwhmMJBv0J0oI7D61qfGGH+qkMu03/wAqullsRakCwqjxNScYY31oIPyq6r1PXSrkhLpAr0evSqnG3wFaSD1FVgUK7B40ZipER0o6yRetBSqnGO1VzIdBU28DoP20RLQKYcZkQJA0qRjuFX7m0HjRyDiyqASu4SJAPwm9dPHjuQIC+FZ8XDy75cBQml53HX6VtxqQt9ayvadjpxUa3ROxYiKkAAQNKmiszcil58ZyLAFz1NNooYPUqi7UVTqABVqKKACioqaAIqGUH41aigBe0g9xVhVqKBQRRU0UDK1IoIBooAmiiigCKKmigAooooAKKKKACiiigAooooAKKipoAKKKKACiiooAmioqaACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKAKOgcQdKocKiAoCgdKdUUChCCgQSbnpVNrTBsYmtVECjUTqjIPCmYxJjp2pvpqTJvVgANBFAKpVUAM1aB2oqaCiKIFTRQBRsat8e9ZcvHYnzfaOorbUULTYTqnuc5cDRLEfAa00YkEWrWUU6gUpsHVT9dKHZkfjS9RBxi5BjwOlVOI6giKcUYXjTtVNw0JoVmJ1XYocJiQZpcXjrpT9wi16q21iJ6dKat3JdV0KBSsEwwBEgU9cQInEQGGpiowoCw2jyi5rWBSdn0LrTuVVSB5juPerVNFBoFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQBFTRRQAUUUUAFRU0UARU0UUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFRU0UAQQDrS2wAmVYr8KbRShAIXjESfUJnWwqjcIEyMjDuABWqiiEJpMXiwriXasnuT1plFFMYUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUVxX9w5Y/uvH7cMn/xG4hynHA+/cRO6JoA7VRU1xf7p91y+2+2xxZ/reSwx8cASZ1Zo8BQB2qKx+1c/H7l7fg5uPTMoLD+FhZl+RrDk9w5Y/uvF7cMn/xG4hynHA+8MRO6JoA7VFc7+4OVn4fsvL5XGbZmxY9yNAMGR0Mis7Yveef7dwM3D5w4mRsKPnY4lyeozqpm+nWgDs0V5H2dv7m9z/qGHuq4xxeQ2BgcCHdsi+gia9bQBNFcr+5ubyeB7JyuXxX9PPiClGgGJdVNmkaGuWef7/7SOFyufycfO4PLfHjcDGMeTGcolSNtjQB6miuN/dfP5ft/s2TlcN/TzK+MBoDWZgDZgRSF9s/ullB/3pbif/p0oA9BRXA/uXme5cZ/bONweR6GTmZ/RfJsV9QLwwPWkPzPf/ZeXxv9zz4+dwOVlGA5VQY8mN3+0wtooA9NUVy/fPeW9tTFh42L+o9w5bbONg6E9Wb/AEisQ9o/ufMvq5/efRzm/pYcSnEvhe5oA9FRXB905Xu/t39sZ+RnyqfccAE5sajaf5gUEKwi6ntSsHt/905sGPMPeVX1EVwP6dDG4TQB6OiuB/cvM9x4PB4K8XkenyM2fHgyZtimdykE7WBGt6z8nl/3D7Fkw8j3Dk4+f7fkyLiykYxjyY95gMNtAHp6K4vv/uHL4fK9qx8bJsTlcpcWYQDuQxa4MfKo97we+L6/M4XuI4/Hw4i/oHErmUUsfM3egDt1Fec/t8f3BzcHE9y5HuQfjZRvfjeigJFxG8RW/wDuP3Nvbfa8mXF/9TljDxlFycj2EDw1oA6lTXO9h9yHufteHlH/ALsbM69sqeVx+2ujQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAV5zJ/+/WL/APQH/wA5r0dee909t97/AN+T3X2xcD7eP6BGdmFyxY2UUAegrxr+9+15/wC6snJ53JTFxvbVOLiq0nfla2RxAOmn0ru4z/cT+28kZ046c8grxvSZtgkRuYsCZBo9l9i43t/tuHjZsWPLnA3ZshUNuyNdrsKAOP8A2t7lwsXu/N9q4mZcvDzMeRw2WYBN8mO/b9la8xA/vrBPXgsB/wCNqf737Hkzni8v2pMWHncPKMiW2K6H71YqKt737Ry+Vm43uft2RcPuXEkKHujo33Y2igC/91kD+3efP/tfmRWv2f8A/ZPB/wD0+L/yLXD5PA/ub3xV4fuaYODwNwbP6LF3yhTO0axXpkRcaLjQbUQBVA6AWFAHnv7O/wC37p/+vzfsr0dcj+3vbOV7cvNHJ2zyOVkz49hnyPETYXrr0AcT+8v/AN2+bPZP/wC4lcXn8f37DxOH7lzmw872/hbM54mOcRgAbXNjuK16P+4eBn9y9n5HC4+31coULuMLZ1Y3g9BXJy+2f3V7hxF9t5eTi8XhlVTK+Hc+RkWLDda8UAX/ALw5GPk/2seTiM48xwuhPZmUim4/Yve4Vv8Afc0WMein01pvvvsuXl+wj2vgbQcfpLj9QwNuMjUgHoKUMn96gADDwLW+7JQAn+8PX/qfZv6baeR/Vj0vUnZvgbd0Xiaze2f13v8A7kV94ypiPtWXefb8alSXH25GZiZX/HWuv7z7Zy+dyfas2LZHD5C5s8kjyiJ22M1T3j2flvzuP7v7UUTn4Tsyq5KpmxdVYgH/AB8KAM3KKr/fHDOf7W4jrxydN8tuj5V6Oub7z7Mnu/Hx7nPG5eAjJx86XbE/4SKwLm/vXCvonj8TksLDk7ygPiyW/CgB/wDeP/7t87/lT/8AuJWXiex+9PxMLp75mRWxqVQYkO0FRA16Vq5/tvuvO/tvLwORkx5PcMw8zjy459QPAt0W2lIxf/emHCmFMPBIxqEUl8kwoi9AC/7zGVeH7cEIbMOZiCs2heGgtHSaycb/AHH3/wB0fge85ceBfb8i5X4OJSDm2/a+5iZSuv757ZzvcuNwFTYM2DkYs+cEkLCA79tj1NqPfPZuRyc/H9z9sZcXufFI2sxIXJjP3I8TQBm/un/672P/APWp+yux7t/+yub/APp8v/kasPu/tvN9wy+1ZkVEPE5CZuQpbQCJCmL10efhfkcHk4Mcb8uJ0WbCWUqJoA5/9p//ALu8D/8A1/8A4jXG9y939uzf3ViTnchcPD9qBZd0kPyT8Aft/ZXd9q4fO9u9gw8MBG5uHEVUbvJvuV80afKlexew4+BwAnNTHn5mVmy8jIQHl3PQsNKAOR7H7r7fh/uTlcThZ1y8L3H+di2yAmf9a3j7r/hXr64vv3sX9Zxcb+3Jjwc/jZFzcdwAglTcMVGldjEchxocoC5CBvUGQGi4BoAvRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABUVNcj333DNxH4uNcw4fHzswzc0oHGLaJVfN5RvPVrUAdaiuD7lzOXwPbON6nPT1ORyEx/wBcEQAYWJbcQZSdo10pWf3DLi9vOXi+7jltn5GHjryNuILh3N5/tUL9vegD0dFefX3XmYvZ/dOSc45P9KXTicsKo9QhRB2r5TtcxIsa2+68rl8T2rEcbxzMr4MIeAfPkdVYxEaTQB06K5H9we75uBiGPhp6vKg58i/wcfEQcrn4/aKn3X3VeNk9tK50w4OVlnJlcqFOFcbPEtpJigDrVNcjH7tj5nvODjcHkY83GXDly8j0yrjdKJjBYTGpp3v3Lz8P2vNm4pA5MomEm435HVFn60AdCiuOffN/snM5cejzOHjdc+A3OLOq2HiCbjuKP6v3HkPj9u4rqnIxYcb87luu7YziyolgWaCewFAHYorjnL7l7dzeNi5XJ/rOLzHOEOyLjyYsu0up8kKynaelL43vOfF7Jkzcj+d7hhzPxAkAHLyA5TGIWNbH4UAdyivM5/cOTg5y8Dme7rwzh42N82Uri/m5nZt0B1sABXQXlclfcPbeGnI/qMeTDlz58pVR6qjaMZ8ogXfpQB16iod1RGdzCqCWJ6AXNcjA3u3uuIczFyf9v4uTzcbGuNcmRk/S+Q5JA3a7QPnQB2KmvPZ/dvccHt3uGDKy/wC48PJjwpnRQFyeuV9N9hmDDXFaP7g5+ThrwsS8ocP+ozbcvJYKdqKjM33gi5igDs1Fedy+6f0uHiZF91XlYuRy1x5OQwxKi40VmyLKKBeBWz/d8XK934fF4HJx5sOzNk5QxlXsoVUBImPM1AHWorF71y8nC9p5XJxGMuPGfSOsOfKuviaxe98/NwsPAxHljiPyMoTPyWC2VcbM5hwVu0UAdqiuA3NzpxMDcX3L+ublcvDgXMFxwqzORRsUD7Qa38TlZ83u/Pwlv/jcVcKIkD/uOrO5nXQigDoVNcX3X3rJxefg4+BQ2HFkx/7hk6Y0zn08S/Esd3w+NdqgCKmuD7hz+U3uze3jmL7Yvpq3Gdsat/UZGmQGyeWFj7Rc128QyDGgykNkAAdlEAtFyBeKAL1FZ/cObj4HDycrICwxgbUX7nZjtVR4kmKxLxPfsqjNk568fKYP9PjxK+Jf9BZ/M3xkUAdWiuLwvfuJ/Uc9edzcOL0uS2LDid0QqiKo8CZaaTxPdOfnw+0n1PPz+RlZztX/AOnx+owXTsFvQB6CiudyeZmX3ni8RG24BgzZ+QIFwpREudLk1zOPn9+Ps6+9LzBlOxuQ3DyY0CNjEttV0CsDt60AekorlZfceTzMuHie27ceTJhXkZs+Qbhhx5PsAS252vS3ye5+18ninkcr+t4nKyrx3D41x5MbvOxlOOARIggigDs0V5jke5+5B+XysPNAGHmf03G4BRD6wUojKD98kk118XKz5PfM/FDf/G4/HxsyQP8Au5Ge86/atAHRooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigArmc7J7tj5Lrh4ic7hZcYATcuMpkk7t+/7lYRpXTooA81/tXP4OH2nFj4/wDWrw2zZc+NHVFD5A2xU9UjyrvMU73HFz+WnAyf7aSmHO2XPxC+LRUZEk7tpktNd+igDzn+yczJ7X7hjXHj4uXmZEzYeIpnHj9LYdpKiJfZ5otWl8fufuXI4zcvi/0fG4j/ANQyHIuR8uVAQirssFBM3rtUUAcDD7Fy+Uc3N5vKzcbk8wbc2DCcZRMQkJilkaYU3jrNV9t9r54ze3pzsQOL2/DnxBmKsGYuqYjEnXGtehooA5nG4L4/euVy/TXHgODFhwlYG6Gd8lh4kVb3fi5+X/R48S7sacrFlzmQIx45frr5gK6NFAHB9/8AY8vMYcjhNsy5dmLmJ0zYA4N/9SdPC1OzYPceD7nn5vDwDl4OYqDNhDjHkR8Q2hlL+UgrqK7FFAHKw8Xn83m4ub7hjXj4uNJ43FVvUb1GG05MjC1gbAfWlcf2bIvvvI52QzxAwzcfF09d0GPJk+QW3xNdqigDgqnuXH915/I/25uVj5LYxiyDJiEJjQLo7TrNM5Ce44ffP6zDwm5GD+mXAhXJjTaS5d7Ow8K7VFAC8+Jc+DJgf7cqsjEawwiuPxMnv3B4uPgngryWwKMWLkrmVMbqo2qzqfODGsA13KKAPO8v2rn4+LjdU/reZm5mLlc3YVxgrjuET1CPKu1QPrTOYPdM3O4HO/25nXBjzb8Hq4pV8hVVuW2nyjp3rvUUAch+LyOZzvbs+bijDgwLnfLiYo23I4CIPKSDaTamYeC6e+ZOWMS4+OvGXDjKwNzs5d7D4LXTooA5n9wcflcn28YeLiOdmy4myYwyqTjRw7XcgfprHy/91z87g80+2sycdcwbAcuKQ+TaqmS0faDXfooA5OXj8vl8n2vK3G/p8eDJkzZ8ZZTsYIyY/sMGd02rPxj7tw+T7i6+3tmPJzvlxZRlxhSqoqYwQWn9Nd6igDzj/wBr8jJ7fyMeXn5jyeWDlzouwYmzkT1TdtBAAvpXc4TchuHhPKXZyNi+ssgw8ea4trT6KAOB7jx/eefh5Xtmbi4smLM5GHmllCY8TGxOP796eHXrXXwnMuQ4Gxn0caJszlgTkbRht1ERrWiigDF7vwX5/Afj4nGPMCmTC5uoyY2GRd3hK3pXG5nvGTJjx8j28YB/62b1lZLD9Cr5jPjFdKigDi8H23Nh9lyrlwK3uGQZ8hU7SfUyM7qN+nUUr/bedw8XtGbjYRyH9vwtizcfcEY+oiqWVm8sgrXfooA4bcP3POOf7hlxDHy83GPG4nFDhiiwzS72XczGl4+L7vyvbsXtLcYcHiLiTDyMzZFyZGxqArLjXHIG7uTXoKKAOPn4vO4PuJ53t+AcnBmxJhzcbeMbr6U7GRn8ujQQasnG9w9w5eHkc/EvF43Fb1MPFDDI75YhXyMvlAWbAda61FAHmuB7Ly+Fn4nuQwKeXkyZl56SpbZmdnXIGP6ktpqLV1Pb+Lnx+4e48rMu0cjJjGG4M48eMKDbTzE10aKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKAP//Z" class="fr-dib" style="width: 300px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Sebagai bacaan populer tetapi tetap berisi, Laut Bercerita menawarkan pengalaman membaca yang emosional sekaligus relevan dengan realitas sosial di Indonesia. Melalui buku ini, Leila S. Chudori memperkenalkan pembaca pada dinamika sejarah, ingatan kolektif, dan nilai-nilai kemanusiaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bagi mahasiswa, tentu buku ini dapat menumbuhkan rasa empati, kesadaran sosial, serta pemahaman mengenai pentingnya suara dan keberanian dalam menghadapi ketidakadilan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pendidikan Kaum Tertindas</strong></p><p style="text-align: center;"><img src="data:image/webp;base64,UklGRkrsAABXRUJQVlA4ID7sAABQuwKdASraAZcCPplAmkglpCKhL7Z8SLATCWNu4XEwfmpv8jD9uu8nzCOTfP2MdjNALdPf9f1Z+qXzF/126ovmt/cn1Mf+r+1vwA/aD9j/9f8jH81/0///7LD0Y/Nw/9HtOfuV+7HtSarZ9i/WD0b/Pv2H/Gf3zxN8eHtn9z/zX/c/xvt7/UvgB9i/rv2u9RP5r+Jf5n+K9tv8Z/4/9P4n/IL/f/z/sC/mf9g/4v+G9hX7b9uv+F3tu9f679uvYL91PuP/l/yf+o9mb6b/y/6/1P+zH/p+777A/6L/eP+t/j/cP/t+Ez+N/5f7k/AR/Uv87/9/9l7PH/3/yvTf9ff/j/efA3/Rv8uhOzmtcxuV0K6FdCuhXQroV0K6FdCuhXQroV0Ieqw1hrDWGsNYaw1hrDWGsNYaw1kEz4rxXivFeK8V4rxXivFeK8V4rxd1qEkJILmxlUgpJSQrP7RDICVpJPM1RxvhbFX72SG/VmKptNtqW/gLE3KoawAquQ9ZY4rClFKKUU9v3DuHb5a4XyOOyaH00rQxRNl67XQT8itybmm79xA5Tf8y/6Qpe3GHuSIMGw0XZ5DGFVQOv1Zllgx3FMY9t/nsSssTTCHSmMRHwlGxgOeD8H4PxRD1eK8VqFADcDfAdO/Dmg+1KfNBh4TBz7V91vGqKDrudejOcCcj/DrfNxM4HvrL8JoXX4l/164Yjxhwlu1hhz4DqskpSbNmsZdmOTy3nY8fwfg+iGD4un8Pa21sHWEcJD32u0wViy6LoJlbtnOoWtzpw4tbqWni6LdLtj+wNWxYUZc2RRtocc49j/sVFxumzBa3pteQ7NYaw1hu/Z8V4D63+DOnOhPnhb9PChvrdxH7dSH8y94mFBZ982LodVuZC24TFBu9PZ7iRqBFTznScZ2njRGME0Fa77p5T0fpwS2U1zU7eS16s6Q7TEKKgh+dw59xV/JwyMjCtzYAr9K1e+WtYQg1nBoQkXIl5gR+BUPZkdJldKdNgmc6Y/7UUF27PbP6YgCjW8Ir2NMnR0oBJ5gNuLCQ+Qga/lBkols5Q1T9VzBydJjIodTlnWKIX8xxqY0ClJfL4rwvJZs1+La1lo7TayEXayv0KulauY7RWKaFhH7MT2obFOTjFJCwsLz/YtMYFW0VU2L6FbzJx0ygXqVGtGcaEqdnbVNuIbecgtpSLvgMjP4nQklVr/4NblERaDLW52JbSOKpRhwuKo9W/FObS8WfXUjEJxD/1aeGmjZlBlVhxsmSt5WfZht3LllgZ6Ty9x/wX7dEu1GIu0zTwnTinvtX1bRcnvUEWtnHl7AhdlRCgRqVw52KRkyw4IREXkVegcUELjk87Hj+D6h13NKTQ75/DB3p8aHz+XnG0tnGX7VGGT0C5dtqZ/sBt33RzG0CUe5FBKitaadzCtZVrriDBn++hyoebelVHgIB41TDSqdDHzM3gl3hqkZIOjwVgrCMNmOTr7NVW8a+kUxCHkPWKKvVccujLe3JqQoIlv/5lExqzDdo25sNG4t37vTljsO++bEbQWZGcZDMqT0Jnr1fQxRNqeleJs3sszeJkOu1HwTAGCE5Cw5ibPzuFui1GKuqCOnbrzx7MnOe92y7NsebkJGB88ZBIVWPJEjChIt8ZDCwn2FcC2LP2Ba0izHcJM2uyjDhOYRIqFwlUVRfJl2xD4+ZNGyY5xP8p71oyxiFLwM8rZFtcZuN4bTEG0aGtrhjDgKfx+1tvgDBzhmbViQ3QlM93pDW5iwyEva/tpPPeCyC9wkIgUYkC/hvCPouUEQA/QKZS5FfGfD74EUe6jaRr87o3A/4RJiQ7TE/u4LlcPEZGg4o5QKsaa81JgxqTgmJL0vtbQPzYV/0V2v+7cQY5ZEih/ecX4ZV6Y4sxf6BxxTwrydtRDCwTFMlN5rShs2bovSru2Df+gxW9opVFpQvDVz43rkeeMD8J1KNIOnwIiCA6iF9DsuxTpXeVbVk39bT81vc2eZaiU1NPTILbYLpzxe1AJCUSsmohmxoFPVREs2lk1a98hrQU6iVAQRx5+7xe1m+Jun2Go0MIsayjByC9wsgI3kClS0H9x/K+e89uUaw1kUpalEO/8m5Nya9JsO4WAcibv5XbyKguhk47pTcu0Fjhols8bZdFufEMvfqIRURA1ODT4VttPyDCfBzbcnzwAf2/vsNQIup9h2vREMZU7Kz6lOLrNpj6Q+n9+71VZ8tHeDX1wenmpD0frxJkAvaeVPRXyLXn1S7GvmF7APevXRaqbha3BXF7bUgQcNXPz/sr/vF7zAn5XTOo2eoGRkZQyBguOES8ePCGIeA7qKJw8T5q3IHUbSrl3oNO3o5Z30ewVdl/MB/MN2ZD8048r7WlPJc7dxEf62cNAqen4QY9Z+xD3aFNB3drXDAlnVMOyJy0ZsxJm1oWFYddYH+3ej49OWZuCv57l6BKcqocoUPW8OI50depC9evZh615KGWrfYYRPTossxMEcMCWo9fsnY+128vgcTVjpqDtibP0rtYBFisym09VKDnZaXhOuVTVSBDJT+BvnULCgD3u9ITO7HDed71itKUMW1l9t2iO9IT0bQocU+nKR/5/W2dRwHFPDfrYGE6IG6Z+6SfGCZlsqGe+bKZx5g+FbM4YEvE5VU8MWDhOSnbhmm+yrR3DQZt1921lsBgmYMD1PT9NpYY4bkzxUMkDv2Xmnd1nfFFYP5xqCa3Ot+XBhEzNF2PJnfbQ6Trz3QLVrAwwDX2cfY5ZvYYjW6lJl8RThy0ibyPz5Gu85yNVEOyIN8QLyBaI7DOWOWWErSIpNyzJXEmw1H/kt8Wm7jJMBfyflUA8WTlpUD7iJm91fLL+4AmCnvogasgNQKQueyRzkmJer/5JfU7Rd1Vjf9pn5NxboRahhNFHmWUYGKo+HYaYOTLonLXWlf3meVneXemDJzXCzO2gow17IZo+0aSht+BSRzWXxUmc0W4b7t84WbwdHIYZXVGwJ//r7qHGI5lmSID5h+vt45I2FWf4WjhstKg4U41giYsMs1jt/OFqaEEj4AJ7o2eRUq16tukfQkdmdAQveDSbKvFnSnnMs8b63fShrB+nY7eZIvrrIKnZ1c/+H0s87EkWB+PRsBFKC5ovptI/MIkcy3HMrLHSRnPKG9Sp37VOG0BgyLVQpatzODzNAUm+f5dyZB4FKqi3CAaFmGKdgj8Fehpnbo/99EKJBjgJMT8p0f9SbJkXJkNWEAXPddbuNaI+bb2ue4JOO4MulL7b9j16C0/RKadq7fE4mzf1ighMSw2M+Q/awKpLrTWBDyvPHv+cxk9jvAksRoIG3qkhulE68x+3X+oQrcTcCaKIEec8zjHDZxBp1ibsSudj+UO2rlKq2Hp37KLk1tlgyDcBVm9ZLqTxvEQ2zgEUqokvEKvSmppXh//u+V5jGKkDHpGTAgtJkHDIjvtX/3dIku47fhG2+5a/okyZIVM6IAg5E27xNy2OwtnJJyWGO3jjgqdp+VH2hkx3Yq5bsus0aKOrf/ZvPUUslsCyme+7rUeMHi/H6NtZLrw1LwPMdbYlOyFEokQMaeiL95EyuwmKb9TsU2UaugTigQlUK/rk9xTadrFk5SUNjRYRApI0+lCCcAbXGsajW6mUjKqwqMA6SLIsIS7uAsFbq7Mv8FiPWsRPdrBsTIfe8XDtEZ3lE9ZPBy5fn1q3K8uF9NGnuiorkKnXYv8qNvPyg42u6D2wOkykWfjWihqOoXYd9BC78lDvkmAUkqknDDGQfTZq4aucQ1bd6WcE54UltVemXAIxQHBvRXSLE2oVTqwFbR4r85qijv2/mLTAP5mUgnE7l/GC+6yVDFQm/gnx2XocIz3g8Lvs1FE4uVoeuQPBNrVr4/N5pAvzpbjD69cqW7lZjwyEYG6fS5OMj1r9zVZMkgFbKYhvDCBnb+LjF656G5smcsKoC64cLqnMKmrqSCSok+n95LCTlHsf3gWn3xR7Kvb/WQb0X6WaDF/dIGOiMU11lRZMzJ5/gJ+XtOugjiJpo4rxji5FUEnwm8K+0kaSiA5AoAcqrFf5uz05xY7ft/7L2dN3sgAQKCeleO2AAuQl/hurJ6Mg2tEqZbMiir0glzoA3H5GHP7P7APhiJBMONSyNotqbLZUmcQZg8l2qHn0VmfZo4JTwmF7LGrKkSp89ePKTkYmPpfsiuRgp2I64NXP+GS/WCbpp+oKRlbaBT+MH7+9KR9J81ubCpZpve48/291AmnHeMDZFpDSzKNYyXY+kLyIPLVdX32cS6Mrf+PYYAxMDxA7M7SAREzawtOfu30zqTaQKhJFiF+GgisSJoG69GxZxYc1buSLUhZXndR/iMrQE21lry7hznRMPvVH6CDx2k/79nf9g0cC95BfMS21eSAqK3fYvftOe5p3qrlX7RJ848J3bFHduon1iLSbpbYrlZGyCIdS+Rzc4xj9pw+8bnKyVwCzQ1HlzIABGGMUW2rIL+rXvHEGDeBPhpLMR/IjAF9TIo7Jt4/6tsM7CdW9/zKjPbf4pv6RLFT1ae8yV4tlmftbFVQuCNO/DeAHg0et/lo5ci2RTvJM53VWHFbt/4aGKSriC2d0b5s8vFe+s20RdUlodkUO4H8poULN9oCiPeANxcbD4JQGVx+TwVHpuu3ttUOT6UStBQJ7+31qIZQNGLx58mm2QJiWZXsVTRl/MpX5sJQNx46SsPnwl8PLG2sO3kNBSi4aX7+HgE3vwVwoS0//bO57WBohpqEM6F1QUyE7Y+WNBkZ6SZadEuj7DOLcsre9dK52G8gm9y7IDMPR7fBc9cLE0ujAa3B3XpbKGiTvLI00/R3vJ09zrfm5KXYOEFVocvGdq2eSLIcgf0wW90e0/ZN6elYx4N3+zusQBd6yC5T5ujlB6P9rBx0cH4KUppfoma3RaMJqrLiaJ+q+a26a3EU3VwgGiOzvm9rcfCRIFnkRwz+JFm6Hd+GIK1YqhAO5KXJ9822Hc2ONbH4CT23Tb0SfmYdYOnmdcY92P7+m8hihVtQIpXbnyKQ03S65k6FYxoAlyQeZXOLaydiogrfZXDXc5ZfY9+JS+z6+aca4/4Mp2P+Ydd3jIR/DUueh4/BV32ZNk4Tdhy6CygAMdsZDHsctleTkmGjcLZPtCTm+qDomArqDFhF5Ke6kv0i4BbGGvvX2ZMzpcgY7GfI1kmUYrs1SSkgnzzITeHtvxON49ORygScfui3LEZFD1xFZjACUM2Bm3kHt7lqZTPkZ4pg8QbTkClRbwRb2ZNwJ8I+dpcDPQQPR2e/vhMHfodoFP/aXThhi9vxQx0eZDCafOCgA9Jn9GpEHGcfU9XXvA3gPcYRKJiurBCJnCYKp2rUwLukDkCbFV5VbXnZRhuIG7T5tMHRgvT7YF2dsIghdoHfQCglxfAN/gvd+e1sUJeJQ7V8ZUN1IO39x5WNdbq/XNAWPOb+DrVw7Uu0pSav/aeE5IWEywbekfdRymKPu7HpZo/52l4IsNZk7igH6VSA40okUaP9YiGB/ERnq3ORNxKlm49xtUEo33JGa8S3w5PMFdqiS5HRSN5m9VXUbIvGnJ4BZgVE14ERwcjYURWYGizWajB+ewMCvyDw37NcFTmKJfcL+OeyZJGb9416spx5hhmPRt29UbCqGyK+L/4pI1Ob+90rOiAGoxZN33kBbnI8is84wXLh1sDMtkPLRlBv0/+yoIOfg06erJateM+D5SJUAA1lwnPgxgP0AYH5KR8tdY9ez/WgQxDmze4rZJYauc+2BQysJgCz8AoJw+PUujNo9knbJegABA1z/aJ+66xlHIErVI4HU68yGP4RVsRbxckHA3Hwf6r6bu0Dz7iuCpb//4n+sGfPk85qCo/v3yuvrBLUHV9P6eazjeH7pfVRSnZCRQX3LtCaoKODJ5ZlNZMdAf57+9ZwAXcEuX447K1j4F6Zj4PQK/vISiKWBD4C3UYQoAIPIryrOt1wNrjft/i22yIiKrhtILKsEuOm9+eI5Te3vzH7JwjR32SbWb1ZeYEN6ytSdJv3faxqDIhUpWNra1NNOG2F9Kk87mu4salTu13XTNiMRB0H7mf//zHf+eXdw8Mp6vpwksmhAX3ebqyrpkYlp3W+YIMiO6r0+agAjHFXa64TVY2CBdZMZkQg5Fa+OlpeBh5D7XE3yotbFLeW6upkoJ2MLty6+8Ml0zP7I+SoruMl98qfb5mFCweeV9ucDYW/4mFN5s2ffcY5U3qJNYppcePoOHMIP7yGb1cVWVPvaZYi/EaiU4f/SznpGqk2UF4yiyvoIpsvY197zLzQmC0kbWwz+r825Tq+lSgMf+Y7+1rDWAyLgAfT3y5rag3EyNa7G1HLNwoyohh1dwb5cjxn1JaJRLqDO1g81tsAqgkWejrtviF7LUU42V91hYDL13rm2nPkFbQsL7SurYwYqNF2XznBc7mVEyRNnvWJdLzC2jwGXcTW/+6u+UNl+0r7p4YBT6vhfaJyoXjv//e9IIsWPaU3nQf+w0d4XfGOnnZcQ3z49Ob0n+OvwtPofv7uLEe/5IDa4/ThQWMulrJTFodAtAynYVsT+NLG11yMDEw9OkdRSRKhW9g9XRg1DgK5278BxI6FnlVZaYUx6IGpya26Y9kplHGOT0IVyZIgPBFi2pjGyQn9wTXEd8fXXeNOpjZncZ0M2JJeqPgJKChDcP06sJdmZjw3KMrlwy1cfP/da7Cs2L/6nc5tUff/+8bEajc/hDtR/s27YNojK6IU9HPFKf6alL6LUxNTPhdd9U+YBdRpx17lw1djtUV/uwPU0b/wgEf22Y8/P2V8RQ73j3Phvf+Alb5Qm5Ns0h0w+CHdu0JX4BAIO8UGZQ9Hyp++igEgcsiHg44kaapxlGa8pMT2qY//ZlABOgsU5OHv58PjQHhm9qEG1q3dTeO//Hli4DZBCZ7iggN9jEEXq2zjdbeuaOZVuvMizOh+cn+05vjiYicbWd4MxGmY5RV1CWQChwSgOAZZl9jcM/WOKt8uRgr/GnRTfF+t48N7lR+M6PmlnINd/CS1rDgYzMecn8A8bbPWtSy1nao9ViEhy/NTQ1rck3iQ5SiQWxRMxY8duD4o3hg9IcxVkwC73crz7LN9qx8tFzr2LmYLfTu2Te1WbhUjcQV57L7O7W8a1gmxQQsxF5ASnIW02eM1tuYjiUm7gQqmMug6jKPEUGsuKwWZVmVWOv/XckGfXVMzitzKseruPWIy0OBWLP5KZM26t1y3Em1lKUNFmRrHX5cfuZa6QygflN75RGf6Wcu5smHrDfxPrgHgWFLWhrhDltJTA9C3rbOgjfDWhdctvN2CrmPMNr6xDHgaRHD57sPfFza94GGfwG7sPAa2WTh4eoSEDvS8UMXMY8VuakxhXzcVGXtklNAYUZ+xqKvJYP0LErVbQdWvg8cdSAm9taj85bozqrp4G/zxauWwPeoCbzfhPX1LS6Qhb/7nzEG+eo8C9xllMb5fq5C8gh0+WZP55gKDLNnMAD++kI2iFSaPv3dG0bUojxS3WvqegN5HZgAAAAAAKLyY4lKkulh8+IroAAAAAAAAACy1AAAAAAAAAr4Al7CpDuJ7+VlKADjm7ZqruL7bQhRq9uX3ZJJmbeoO2sIvkl7HOyAa0L0C6pzkB/D1PwXCOmOLSf+iTA+xAwq4ZyZnC+acwLBWNEaI5WcS1l84hLH5AhFWtZ0HnDAZH9GXVtgbtgokF7UJDOrCtSjnjYAu7IALT0w8m/wajbw96ImAbV7yrYpqliZQr0/i4NZWlPvCwhpRfGDy+rmVfN6vw9cdjc37EAOEcxCKvh0rvbhnCs7BpOS30AZ0X9n/z678I2F3Gt795LJyggVZhG34UF2Wa/YYOFyhJTzpj48YPnLoVOBBKljJ170A3vhLwATO0vbXoYjzYcjrigq24OY3+onBzk3hGK5CAKgY4WgVegjcIWS1TUGJxgPcLWmXyOADNQKv2NRI9CX+EOKgVqYM4WkAAYHu3AZQdemiBAikehosvFnDADpVilXhYaN7tVfGMJjmXrsO6V9wut3z5euSo7US5UM22h2qZ7tGiPC8CnyRXgV/h9v209HOwJwwAmmbcDJXJL0tf48K5OuEPeYRzbcRdKjHXLs/qnCFkd/s121sPIL4M0vNuGG4vfQsUDxaf0hosSv9T5GBEmvS7aoJwZZm/kOvlM3jSP/Uu3GJJpMswu+HIG/pUyrTB0W1Gw0DIsVKoHiS5bEbWxXkM0O1o9xmNKfSxjYkTGxdIhdsCrLu+OAmJ4DZ4FtXvEoNg4k6drWoLx8v8VVSQsPV2SncjfLxNlyoe7k4aDfKlQlJvb9zuvuCIprOZib/l1j8bgfiAAcc4Bg2tW0IKpwLiUL7Z6iGI9fXkFQG/8xR17Oqj8annRtdCyK+7qMRIO7lccO1J3XN0fkT1hsbSsn/lEAnBzYkEMoAU1H2rwlAx56R/Zr2Cqp2uBMI2OlTR7jMlD9Pv/TEDQfY9KCBdBxwLa9DyoJ39fdIbrrvCBBhSk5x5Hu3Gc977/uVT0K20ZLUkmG4vvd3hvbNvfuGROVaTIaU3aafDlSnZRKQoMX9LaJVg/xT6gaFMwQzjhB81clOJ0emB6XCnKnfdxNvGlLxg4LT/laQDEjgDGCA9lvGyuiaANFemcUlsfJwdRaGAwC+ke5HAafdjgIitcI+Tji8ePehjQDYCWuSwS+0XIiCEjLfzAfONVoArsep3YBPDJk/BlNuoUkn/8ffBx4Ue62U38v4QF0t5AThUTaxn+CKiyBHjroGjlgJhMTA91CSQuxD5R95fAmVnIeQw8QA6c8OZjKRb7JsguPl2Af+DybA36+iWGLWMXLNa6Ez8NQcBqNA5tEremZ4PL0lnx2Giwyt/MS5sajNe7kRhbughuOp/Mpjktfh0OnhV4temTN6DRfN5Y4NTxsqVgReK8K1/dPG5DQ3jkI7g9gZdn3PxuRjG+cYRvWYw1rcgdlHB02rnPEV1ti+VkpZ53pMsO6AKCz8O2jPo9hYhwl7KS9vBiY6pp+r2LnSBGoDUxDdo4uhavb28MREvqXyhOBgEstAUPeaNjisrKObY7rR2TdqGIkgkkcPssSApXzu1oDGnUT+alJF7T47TOVkIWSnvAjlrLy1/iEHrSm6stt1g6TX5DqARtLclof9ubym5KFRLLhxnD17Ne/fSQlAKR4ZRNKhO26NOWEryYqrxsASlmht8QFV3sGuPDk6K24T9aJtpo7nEZ9pPgkjTuXmcxg5M5+tLEUmOfGCXdkXjSvdgupvWoRZw2/EIDx7Acl+umayBotB4OuidcPGqY3lYq944fxwo2y/SFl+VE9wNSO64hcgSJV3i2YstzMt/RwgDZEBOe7nuiZGN0/Pqgm2GcHX6sCzMQQEWj2XPqXkLbMEjIFowAAADITAS4Me9Yf4kwQPO9Mh5QWdh/pn9Fjs4gRvppxtz7K/Z5E+26scwAcHQS0D9xUl8cfyhiLl+myRNVi6wQLIWx9axLH61pEiMsKey5+z+bcXLqeRIsjYJVMZ4zHhGrQ5ZFBtmIFpHM9F9rIIMO4DRWThXdCEuQPE+OwbYS4OUYGDazQ8u1GyNmAlGj2FCa/kL2BXkThIcwKALHvaqgHC0pl0zT+f84JEfp6rBDHD7dvBDgaXz9bxpZJ3dYXHvxT7WmIFnmIMXbyVRzTEncGIjIcraj7czNCtWTjqEtbt4mAzVYBzonlimNm3l5JcxYkTq21iQDlCburBNePK5irX9CORvKrO1llVaXVr+tjJh2u3CgDZbj+z/SdhZRuy6fW7j5pae39brgjT9/TreRo3nTcIUWW1UdmT5IcdHt4/zosM9MgMFh3eMjkHjb9JbzIUPhTvARnNX5DC5Dob42s/2xFkj7LPUaQw4s333H9ODj+Y3VfVF+nxdCAepRVzr/d0cR9/3bZD2L9zscdTwrVSAmBZQ+DbVxfEEWu1u24aSBVp4e/oK+eXl2q/Sd440hD2g4fpNlTJKtqOHXtCGH9zRxRRta58YBDTYMf8NU++ASAoOen+xRAkfr8FQixYfphtBL+Ip8GwhA1OkU2BowD9OMRynKJsb9fJJGX4/gEiiTApUerpfVH1/g/Q50xSsUhZhUficV014As2zxZRm3WyKQo842qVUvOS9IO7wzEnUSnnmefQfkErXnwICZ9Z2khjbfVPxwNaGX5RaU9isgopH+i2DedsERsUvrR5aD3dfZ9QvERJ5qSF4Cv7u0PQKL3VPc8WEaABcAGes41yV0k+yXU+IO5OMM56imBeJLYYlMk45EUJcIOxQ077149GKJ7OYS+3ZMbr8yr9YnXq3hvZYu+nEhMktMCbOvjvIUqjgxjEb7Ug/a3rYNbvaRloqQYgE9csUmQYopTF75h1frnzslZcegPLeGAAAAFjRtlw00cxhlThGMKmwI/D/WoLo99g5jr146twsSeZ9d6uqcO63evSO1Cmv16cz3V1HwyY9fjO1gXs2MeUhm8T0tNLiTyMi7zDxqcwy2kjgBaxaL/zi3guizBK7Hl3DZkFpm6ldQl3KM7FteJYd4zqBrdxnvVzW9yxH+y/HPUxwhtrFFUBsDg7/aIhyjd0CZp0XxND8PwGDWi5HkRYZxT3YtAwboCVQ2NhuBTJg5vzSOiCxgxI8lRKIZ7Bn7nZi8XlYj08jNQGfPEghnugAFDFMgeUgLvno8zL44zsFjGgmJVcDQoUX+nE+fSTu0qLvrxQIxiO+i/woM2ZsF+oU7qXcRtSAQe77WKKax/VZ11r/FcZW0AKygRdFOPSDBEpRnsVcz0NrqKdbQnWn3BUNQd3cbBDlysyCIsryCLkdAeo2iKQ7y58+k5L5B53M+a/tm+5PyTGR2Tk8OMGOViK+EiSI8/drx9W7CLAdRXL1VuFXldYACdeQuR2cTj7RJY5A+MtqPp6SSV8aARwSoZv3f6EYDngMp5kTdFDczdlKB/SySfo+3EcOAg575PBC/9ATyHB1ghvWBU+0lxOuIEaAYUp0hoP5c8U5sTxS83t5et65DkQ0U7g3/JYvQQEAeJGvh+SpeAY6kKqEqTn25pI6twLAlM/heEWLEoqqvjWlxQ32U2wXX3fxt+WQYDhOiyI/ImM4/OPMTfZcXpQ56UUaCnkz6OzcQjVm4lGtb93sCY+VEVvR9hQroFP9mUOjwyfY23Sz608SFEMaV/JVDvzitLQsUSwxHVbJr7/U0q4vkGAAAYkH19bpTKUD23CD5c5eOb9E0X+JbLy8T7bkjog7dp8qOEtaHkbqGjqkBBCAVGx4eJU1TySTU3kR3liqXLsFhSQVFYjL3RtgCn55eaOQPU/xgYfCekKmqsJs8VJY0I/oVZLhaal6t3mE1COXCjDpAiIi389SO1NC4V2hAAABADZCW+ohIKuxMeqEB41dk+x+fbxl8z2ECtPshQUsQXtZ4ouv0W6VL5E3CqJ2/J3D0n4tRN4Z3TFvlJivlsTcgihNeLt+nwPc4rzlo0koXumQ7M6tXo6k5dpLHrdoIkekvwWTA655tQGhgBYf+j3wjkv/hkzIs4SKJ5MqVCKkienFJ9O0fvSEyiJ8BvwT5JsJTnVKMcgeyTS8AFAI/AHKTB2ZP7UWvmzMNOQUWFo2KdAFfVLIyOyfJz33QmNk1qSOPh4sUi/fdXnRFVO7+eZH9P0L8ahL22YFsg+DU6WN0lUH+Q3Gz74q8XPGGixtAXy8pqdtPAWDvLtt62Pgq6neyR/aaXGSXOYtjZN0P4cBHQCecUER4lSvx0jTfXAgEoD4XK2Jv0v035rtxEol75vabUAYnYwz+6jOj8kjuXGUDyQnVz/9XZbNuwnducvvbl3tHYo0lXgNkmZd9efxqAb73TMs4/J+OmsN+cvj0ICeOhuSV8dGeU7K+EnMtx30bD/OVB4mMCR9OxMkMmCtWbAKtOgW+2RJitKOTbgbLOLQk+cuwp5IpXuUDUaPHNmkHP7kPKs3ZrysQ6vYPLalKPSf7Uc8Xd8LFmBi0Rsyi5wvAN20DFL4tDEVJntKSmePNS84BiQO/2gv4OK0/YFW+9elE2SDBdYFCg+glTxujMzV6HymYmn8qg6lcBrmCSy9kEQcW47xd+TdZlIGYPb8Phhn5bBBjxYXAZpNf53vEtM/cT/hB5p46LfCxKgnnvwBg9s6ZoY6efEP6GwC8TE92Sk3/8Pe4p9lB6FUxfvrBSPGOUyKI8s44mrV9LO3gW0BO79ZxUj5ujIDZDi9GxEBJNwdunFt18RsTth29/asyH0WvuSJY9c15gb3LFGmMVDA5IJbeSCuB17kEu7nTVinc6rnxFJ0kNjw+kCoK/we3yMUmtB9BaN7LZ6imxyy5Jq2Tu+wGagn3BNo5m6bQ1ci2rXjv+mJ9Ixj8L6UXLz3YT6dq6Dz/HLyFmOYXxMQQkWKE/YQin8RwLP6jJQ3qNVv1d7Xo7QXqSFoAAOPQqxIIHDEBWhW1jKihLanai8bKSdn/pABfAa8HqAjKgTU4OFMmqdaQkgbwUiYrrXZoKNj3u8nLwNfuKrEu1yRvmGv17Gn9kFQJYqyhUT/4npggQJLSAihmnaIL9Ic2T6aZP0erx/PbLUSSBWccrJbSkh0IekLhdCF6yS5CFdJj+PLMvHZ74gbu+dsx8blCzQz919deVXeaiJkhgn/TLAi9F35C80bBL79j8Ot3sfnPCRSLHJMjtEI4AG7tCtl0FDaXTZa6sVh++9A7UDEO46hlEWVoS4Ty54Ib658S5R5sxxLmpMdT+SgZ+uLRJ4PJC0kN5X2SxF6mJJdVOMe9kOKoto6ZzE0L8N0VdG+kfPeeByo1I+LmGqx1i79Y+lXa07ATcKYvWTSkMBu/wnrbiriTmCSO1ZApvRU3eSds41PS3FQ6xITE4QemmqJqg0lwp2tS5nD5nmDtUDyLQ/qOcbxtAQV4L6qB/d4DRe2IJc5ME9rmafeJ7wgxUTMcpPl+77AAgYN7oR+4k/ddJKobbN6kFBU9U/qZ7ebsNoFSruXPA7pG1Qk6BBrqVAO1fXstFvnk5VmdrVPxBz4cb/ZlVafREBIVwq7Upq/lFS5gwinx3mlWwTkVRzdgOfnLq/p8f2w8KHSQ4onWqdMf7WgUkAyYBBHp1bMvTaaBaAyaAaoSxuiH1Ef3UdV6qAsC2qQlGXCh46u6cHIwzUUeYhoa8slaQDkcDTMGxPqIjgINoQuHwg54bRIoQhEnmVFj4SK0IpZ09+Pfm85JfZQ7K16Dnmd8bAMHdmtyurxGwLr3t0j8tR80emeSP74dx8GN1OWGdSiEIPI7UibAnOYQkpmwklo4bIf9zkyu0DcIsmcoTG0hdDou0fX4TCJLEwxR1M14+NyyCqIhiV58Y1MwAu2iexQga4uqxmCsYa6DiUKtlkSPdZDDXCrWqD9zZwroJvSsrkFOg+dJScDbLZPNCbAXpajmFnWbHxK/6tMW4vn+v/M+Y13eyzJqUgCb6X8jkonMsgt6KpvcLBTUlv7lMXswFN/IEAzEXDrPPHSY3bzA1EUT0OieD4pqesKLiFnJV/gHQ0jalEamQ2Mo0OicDRjMv2f3McIrxew1ymY25egQjV6ORTQdaDADPzCafnA/jIJCq24YEIojioCojWE5u7I8adekPdOkGN4m23E1FBCQwgAgwN8u2E0frVR/ATgo4VAQWCK3AAA4G3/WWt71AzKAd2BNgQtF55VaWwV6o1/+PRn0GIie1tKp/UVBfwfxQqnvlXMPy0NRjJHpLxfePP/SaYgdvfSWALATDgj3oRrhAtJKkZ+5yhV1vCPrjBhoupf8dHI1nx7TW6+pD0msbRoLII10gtRG2DEg55RJ7Q2JzNBIo/TKUMSfKCF6oZbiOB86RZS13ENUpF6z7fayxlfkO6hrA/48PGBPEmHDwdQ4KJgi2mLqcpoNy2ftD3cK6Om3M+kA4kXZe/cj8A2lfpEZNVkRrhiPPAKAHXUkdj++aiWjuxIzYWb+NEaDszt5jGS5aWA/4MTUlyr/E5NCM2+M7k+21Sl/b/xtSd9yVhj8t6mhWDOhPWHsQw5qoEAoT832yLgf36lJTCq4Ho9E28goKLEHSYS/tZEASNkh080ATPtDnmvvJwVqKCb+1CBiZQQA6pfNTA2JWuKhlibmI8Ac3IMgNxhzmsg8I3oHWu/kVOhVtvCEwpJ0syWtsPN90CPjO/QIwXyg82RLukkm74PV0t4+kDx6QwQY8Z8nc2DNOsgW8FAloQADV+LMSX3Qw2lAYGFgw8AfE6N7DepH+uKCEU8c/XcqM9RABM0vwF4LDzdtn+iZYV9G5KP3QLrVSMPxiO97p7EXIw/5mbJR1vg7axL8uIPmToZWpFVeQ9ok6Vg6d5cnPZDRZ8ByrzfKpB9c+RAN7gpw/h5ooL1pZ7I2J1WoAUWPYeHLvAnVw2EBOPx6fl3b2NrZJC3hQcgq10Qxe+G50qtj7xUzQ7MzSaOlZ+FQF1g/YKlnKIJ98Vb+Wrk+5g7YCAbbeALyXQQRHFGSOSdVe9QFV+UhqzWxqmLnL17La/iWzvQ0CR4Dij9aXE5+CG06YuoPapjyhe4M/PDhRSXtE7VDwheAYiYdQi5IRMEGktVoS1LLNrgnniP+D0arNvBRUKVnsJSz858OUd7f9H1pumhvRMCp3tEwoATiEuP+Fd2y2PaeEh/A/pmd4BAeTAe/XNYUwBKPItDq3b0sYyf5JXLlmHNHvSczsQlCr48dWS1pC5855MUqEGKeWfgKAiTqXLmrVh45w+27hT+nzhzR0GfNM3tx8kiguaneMeFTNn/9Hngp0Vmiu70zjTdaTHkzn7zDUBQQF5VQCuXVHQQ06gYU1/0UcQzR0d0F2Z06GawY8P/NJTZkLIB/zIJwFHdVhcCsWbfGmoWeb4Pb9z+R/GJudrRlkhMlKTU3vzgMiZUdhLJy1HtjL25f0AuPG2sDMKEVAfoBCgJTrmImMA9EtBpmCPalUimnWhL9/rL1Oq/WP4V7gFIT1Z/38asAPsAQAAR8fu6BXlsFcpWD3tB2TIuAKXqpp/tkDTCbvnZwG8oAACI8j6kNEPQd0nZik94EqMBHQy8cqNqRaFwyHtG71cnzO0ShzpZI3KWq77rNyhK9iY8Rg4iJcO37XkU6cpPhOAm092FJKBzP+QSrN2DFZsBMMMqpsVde60aEq/IXWzLqYpapS4nXhk3UH+s3t8MDoKQiY/7DxdrKwU3KWDUD4VP7dKv5OCIuxGwFPBeGRcZjCHd6YlnTtPbv7ZB3Hj3CSfe1zWNDfjtpmqSyOBGTa9IOJJQ+QwMd1FhlsY02fmdtQhkEe+VlzGDpN47O99mguIhYjrjBDgWbMk0cG+Klkf2zMYvcGJA/uNbdmJc5AD9Q/QQCrwel0hLYluSnYYVhb+e/1+OUtn96gID82IR7qAmxL6BudgX9KhTWMxJuRFJgcfgOjmf7X1QlAieH/2h95F4WwWGm/FiFnlzn5/ijUHJXcWsaeODBmbbhnczk9pIca1ajM0/LfqUwEPOI28lmEZRC07SDm4u97/3/bWMWfhLC7TJmC0moBjinuoytV/UNbbaMrLve8F8pqeRYy0S+OZxI10TSOz1E8HgAnXwN9gXuu+e9pekC5HhvhsB9xk/nvYaH3Mnf8ow0k4v8VgC/evH/YhVqvt4f8WHsEPtHUeP/NDG5sO97uQdNVRrvNQd7chVp8WbBHzsy1uCBfwasu+ilxsZib6AhzPvmX3BDhXGqNeDxKn/aFZkS3ii4E279I0o5TQFu/YeOC7dLDKjEvvHOhMNMAARxUzqJ5/Zf1irDJXhAMASunHebMMxazZjyWvNYx3saG2PJ85RQvAFOs/zvumCUV1kS61bSFntG6eRxKtbeRz8gLrqp/L9KO1E4cfMaNvbfUGaNYI7NM1lhZ2KUE/0Gjo3+TdbU+tl7rSZ/6t75y/ZFf0fH2yXONVHmhB4vvS8759U9M26p6jZUPKcmG/XylsXkYmWQZv9xhsuTcnxj02c/NJxDU4GETwrF3aTKocCP5aLNd4Bod5wVhoYDqDZw2SCoYKP/3ue8lbitXKrFinRltsNaAU1IGYA4VcgBiHG9Ifip9VSleHuH72mAaq4AADjEKdGCaXwBKhFGnr+tPER2szjK4m8SWgjcYMZhBB45/Dp96a4lchTlgrGZ7S30WdQ66kSowoOPdiX79rjk1n5SlO2gEywPh5xik1aFjANAI5P2FoClKD+gDHq6D0JbPzRQGWB+JoiMUnVeRkWzZjZwcEh/TnP5/4cfzp8IxcXw8UIXL3hjZbLHfU0fY6OARspCw2tjgzzcQjd9CuVRw4X/uy1bVuhB9laikygYed4lTyK2Nta/ZTQA7feWYQmGJaEwlPQMehgcv78WJGYJo+AAAAI+RbGGXWZEQ7y9Jhawl8k+401KxAluwk4Js9cyDF8Oop73IyvjlenCuwNgA5brJFt53A8kdlFW5ezZumcbfMuMEegtm6dUADZuS3c6Tb1Af0Uj5rcxhOlRoSdc36ClVGG3p9MTbafm0MdqOq3e9AFdDTt1xGdVuwv3n3Bgm4DIJyJBjr69VkEXpHEVwRYPFzmeu4kJmb1vqeEcwR6DJFPiyId/6TJ8AOnVO1wVonkKGUBB4h8VJPQy/aVQForQDAd7bVtyaRBF4sgaCw95tonttQEkGsuj3lTiLyiLk6YqAcDU1Tp8ZRyld/WlnntcdX0Y6o0ZiST4ugu3riGaiQLOIaw3XfRdUjnylBBs7PmRHYrZ07tbn3IedqgzOlJSLNeNKBJF2TKdM22779KCbDAx30uuQWolRV2qsT2Zvpw+AYgY1DGLwdRKCWjE8aTeOjHvAEKuUl8pkixxoltj6ACYs5UDQvLwt6d2CgKaxutK3qVe0cm71gXnpxqpnJQlDPxsAFnP9hup61w19zL2Zg1vYX54at9wb+iZOK+UTuaxyJvqGU3eRO5mbkfZ7misEB38KcGWaIpin35wbebnsQa10lLE9Y0vJ7PF1jTcmuB6AZGrLvmcCOzUhkF6hhx9sFOytf/PmDMEw9oa2yEfNKFxlSp9x5zLOkIWOfxricqOe9yWDAAJ55rWggz8svqqhu/cUCnG98GhVQh985eggPR3BcVG7sJiZB/IlJnKooCluwzgU9+dotigLrmWbb22l+TJQKU9Nsg84qfQO3lmA+4RGmgHeI/YAIHQvUe6MzftUuqONqRQGeeMWOeH7P1lJ1+5sJYee2XhZAK3TO7uA9vjKvGTKA4DpYVB4ZA3cuwqxqIFDiFdfzcU1ZQ4s/01KzgrvK+4m7ryh3Hpu0wn6U/4FzD7nsCwwQGKd1BDmmmeuvji3DVeP7bnM6k4Qor24Hqbpbq9wfevN5hLglQaNs9Sc7UQT1zjkA+HywAAENmE46sMWrJ1BbtYxpUs80UHngGRPmZbq9Y2JY4K1e58Bn4U3WCKyz+p/AQ7WrS97cFwrdKWCUUibongF1YsAV3h79UrzBY3bjR36Bl4MoDrqDi+gO8EsIFcVJN6DqwAi3smiDLSsAhNB2TXaK47hEq/kofZz12gj7e7IiXvn3Yp7ZiQb/+redF50wOnoKZuTjPbBW9A+ZNngV271k8w27H+B+uxh4YG+Focq9DBqak20Ph0FeAFlXyC+ExqIGtfAJNYP6LQShjplGYS5Ev34mJjkkSOS7rokuz5GRlvieNp5OEiUSJAy6TN7HWVh6KG3vTVSJPtZEpCu+A6nsArV6V6lGF+oUPWIfh8D0hpkxXq8MBBxaC38OCzniZ2n0qx4Ux4WpwUDUKC6OiPyiQk8Jd091xO8Nlz7vy7Zn4RYAR+KvJfB6HEK05W5PKvZEM8BMza11HqAC8rN+XDXEiey+mt3TrweRtayDTrcBazuZ7l6UNVgxiAu1/DmHZtZdBluwcTQPRll4HE4mXcY1R3j7k2aAeko6e7BqtqvyrMeAT2bMNLLsNOr0jK2SRjgNJfpZ5fFKyyg4EsmvMgj3LgLigYtRm5sTlGhaUNJbulbeThGqvG3chsn5uBenvTTnS2R59+oLUOn9RObWdokeMGs/fcG+WVl21M+6s3QqZhTao+z1FCdKAk8wsrHLDVqA2xgp5Zc3Q79BmyECthTT5AOmIvvWP7+RZVj3fBfMGTtM+t5gkJnHKg9H8q+MJBfmDNhho37SzIQtMP3sq0xS+5MBSOZpJxuHKG9MrumHewKzx+APLoOOa1w7OVLO5m9vilCYdQxCm4BoFuIE45yF2MtUlQraVdm1NutlbcCcyaMHeCt5kFkCyQJd8A/c3cJLMLEj4dpvq8ptZ3AZiPIYFuMfZ2s9Imfiz4pt4YxdM5T7SnWW05iAhH7fC29gNYOFijQF2uilMLQ8D3rQRFr4NXACIFGoGNXrj2vzNuCVMLCka5TPXz/ZodfwIabS31HEuIYSWRQbMD8iH3vyN7RywFnjV0qpnkmh8jNyD3BF6hIsbiIRhTwQMWvqbVcwO2BIt/QAG4z9CeJ61/YfQuZMBrhdHy+hfPfkE98PDaiMmjyrMnW+ToFGk7gfE2Rfd7O0+1hWYoD4UX83BuEvpDZK9lNm7fL6i0WHwk76thaE8z5LXEjSMQ5uh9poIv62otFZ87Ao5rSxxBiYjda2IeWHY8y9kAu+XSOpu9O+CqvB111VpKYpITjy8Pg5/fZ+l69YYjW06F1wIigrvIAMj7WsuCAe/n/H80HpmoEARq+hvFAoeF4gE8nhv9+1YrYE/pKXcl6iPNITcpoPJh9u++QTenpw80Hm2qvBQerXmBysjFo7uouqBuSeAmrvOg4TzAcmQT+YZEWTEnVBbsZsC6foE59GGIT+mho0AqZ9nWaqKR/ILoeUJBu12pB/WAPDukMF5+G9kbOhu1JLnGmVb6iUg2PJv9nvjYnN/SLNqz0vr8sbQBceBb9av9C4BdAr14YuZSvISzZXNxs2SGuNrAFGBydwqAPhBXJ/IAk3lNsagD/sTwennnzkLlrxSqzLsr4pFtLhicP5tdBbjdkASoAMIaz1LGz+UfweAMLV7aCe5zPR3LiFtwUxfF5r8gywiysfKC1mGJzR/sU5L27JAj2maOI2+DOtPGKZ4ssm6JYRh4oNAqcYOYU/ueRl9czj38j9qbhavXclT7gwM8aSXY/RT/per1tUm4NPafj1j4vDhcjZS7xgpaKaNWGAY8+vJJ6Ciw911CGYctxy/GUWI9bBFa7NDEVM3QT6Sb8BkgkzBeEuKUflzLy77UUnleX4Xj8MSdbeBvm4HzGoGPkgzlUw3lnMikdBCwRRoWMCC0f7H0rERgdx0glqaWEfBf/UYmgEYMqNWx7kDr3EDDOo9JtCLAwwSG7FO9NQ2OMZ4ABdHudJDTTGOSUvg3zV+R0O2qwti4DvzzrIoGeLTZzLp6xuR4U1M9MEZW+vkTHbh1zts+1L6oRiNd0lpTJWSxhQx2kPXhJPcPkz69kso98UVSwooMmRjECPBFIPX3Nlx6TnZ6I6lwtKOlUNtYBwV/E0bsKOjswqIWvYch+Kv5wSn9pPFj8Uz+pVinO6wCu4o7gSXHWs/oCLOAE3uVkdmsTgVSeSOEEZeuObjMYRZy4VXWaSw2h7pC4/ttYUxEuTu8/FGuHJOENJOJoRHZPD7BFOtOXZQb5w3VDrPOTqwDoLXILT8Z/San1fAwQQ/QBUG5s8/CByq1rDHr0B4gbSe5IGQW6Z/NK/rXJ/zGxKe8X30hlYQER9EwbjoPLpo3sQz1Tv/og1YbQ5UrbQKDeZ4fJfE4cLhLixYRd/z74tquy4t9ubUAIlRF4wFddoCtOVmqv1A/hQ5XHTsKI7Vq2/7o1BeL2fJ52NDERrDMFLnC/lVX6N4UsOhWnhvmlZkCDixDgX5WocDI6kzug9+3BILJdvILpIsulIDMxTsHAK61pd39By0NtFgaXZKSzeAe5+uZN7b7jBtTs9frG0cXlea6ebr22CwIXgSZaONQU4eDq64OWcRzUdP9NKSmjpQ87FVoF3+CGs1Ff3ttW/mUC7i6KXvSKE/pnyle5dR9eyzGrRg/pAPS15GzQwC/aMAU52noRjf0wI+Iw6AfhZsOTukGtpnkSu1Ng2orAhCoAYuVLbbXA8x1RgnejsoDWWbWzOCDu6+CA3PyQjsEzoIBacvM8JFS7pB4MgEl66GjCS10GzJlvUjTf+eYRXl6qstYPD1BRVNWjm3PBls1oSvnh7c6QZ8KFD7Zat5WS5cCDsei+rOl+6Wh4qLktDUX9ECEnZxlbxI165NdA5Suk1vowUZqflm0P2fINE50SUKE6H34aYp+17o9tOHAmIk68qGZOB0LrVsAB6F+zibPUXJdHSqrcq9x/RAPGcd2bucfgshDWK5+XPa0xO3XN0x2msAtQC/ccq+oArneRTOZm2FXYRK0f03WPoX7yoM07icOAslUp5CvLM55YmgffrwDYZq7arSAHTAFe7tbmS7gZ7bu8o+Qmcl21jng5VhyE8vWlFSi324FhKvW1+ArJWpumF6hM4k6XBhme8+ravMOPDHMkl9GXBSQB+qXKJEkVjC8cETWWyWSz0dPj4aOVX9xNj5kK7cvaYQ5C/uZpDmxikw0WRJxKzjAXLSYQqWgdyB5Tborm9FPqboRUdlbVNN4Z5TRl8KLvc2S+w9kNf+mokdp2DANZ6ITfFXwOFs92iJHsyQCMi/eN7M5qRSpiTml4ClD/aKY4MJlhSiEB0h0NWdSAcq//Sz/9BDl2yGgyC9Sa77/0wjHpjXEMfZprmQvUueAdRPnQZ28SnGoEN39TGGKTFqxVEl2COMN2xjxsAL4CzOTQTdNPEgHeT8LdR0Uz0eS3xZzIACj5LxMbxsS1Vvbrwggsx5c+5jyoR0gAZxEjtApqM+o/7hicAostbV2XovXiRXbb7aL/PoiG8WfTgG4cOUxRAgx8sfGUbtxPH0hH/nP1Pgx7POD4It+QjXUYIHpSVawbiRRCBp4Irq+6gBCZL+ooqTCRGLNzK/xMteRSQHFhDQK9YBe4/xtr9gWQYREl4k/fyPZhBPRerQRXxmavi4nb0DIz1CQqDukaLrBne7imK297KpNQq8wKsyJHMpTKos6Al3QVXR22jzn1TqEJD3NhXrVwqLSFiaND7ciW4c5PMLYBHG35zWEOT2oWkOTnni3dSSuabkZ5UN6LJF4iFdO5Rzd6H8YzpcmIeEjvGo5ulKD91wh3+EfmUiy4KX5RyDhzovPB5h6sUgKIdP1GIT4pBS4BLgr7Wch0AlpPLvsqZv8NCjzKCRnqy8+0hcrtVQGWfBfRReJAFrsDT9g9j23vluloYJTY3iVEBNea9wCRH+r0m2CFf8QSdHRBw7WzEmun+PpZyrOpfx4vgfYDIFoGmqTtrIf3dAMsgyvVx5QN36yNKCk/AHq3uBrr8dEv8yGx5fT2Ux2SvjRRND36TlHHgA/EimlGBnVBmItRmGW7su5s8ghJ3vB8xU/HPsxz45CVUDXI5XjqiIjtPIgCccXNSgEufBp2e/950S4o9uvXu6NjfEU8C+Qo9BaNORy2P+H4am7YDA0oVmoC5G1BgrYiAkveD2sSzgOsWalsQdBfeFYI1vl4U/nc6EvEIvwHwaFKNVpT8vNc5dxnfxuttYbEbbWWny6HBqZRS0+f3juBkQIBZghwnugy96Yme3xr0QgxsC7d2eLgwBKShalQat5Ve/cVvU8pJKwi0cwheKN4KPRs3gOLdxGu0+swWbSKjIhorM0mdOnyNcldH2wQWYhVIKyexQpNhJpsbsgJL9EZTbxKT55nUz1/cBEFXgZjdaER7inj8N58M3VPCNfvCNN9WP641vt1GlrK9aquVsFZAUAM7Jmv/1dTQJevjUUKw9iCin2/BNx/iDsqrq4mSOUUEZ2m2vEuwSPf/KN/xMhFe+HnsrztbKM3wiV6Tct0GCpP1A6wmHavTPWw39xI+lwyYoxQDJDB5Ho7xHn5m/oCc5WI2k4OcqZ3P7XzFUhJHTCH4w861t/mW0r9ug3wq9H+QG2ysIEAQVq9uHJ/8dOQldti9RK1MP7f/6GcQ5OTYZJV8y6GRc3mB8XPz1+7UOR5eikPE4RsRCrfCIpts4zf4b4HzTfcScmPNbMitzL6kzBySLPtfB/XbCbnE9Gaj82lddFiJLpAih7I3Bho8b6juSzzA+D8YlY7iz5ytuaCuiGSejVOmqWOofjgj9t+NE1TcMEo8N0k3UAvJt7xqkHmf3M8x02ojBjTzuJz0Z/6GKmyovyt/32Kauo/rNFyHuMfC6Te415TkctLiYxMUE15Cg+dv7bFcYFUu2CxCp1IBTfq8Y8ZQTfqxVUEXSZp2/NtfXO3BE0DOh9r5vaa3DYIRhgh1nrgUOPZMrWM3lzbDE9JVnvUCYdCj/eMeXwwkVEdMcCyAEoHbFbRfcRRUUSl/lewAAAAGKAAAxZjYBb2VbQl7LDkd4LqoePeyDmLZN4ECDvia5MvlEuPfD6LQ9GDInlLf4eP389tl+HdD0O1rHI83R9FsgDXDfkHVmkz7bvkwKI59N/YgmOeMdk0nPTjAdFXWjyxmI7OtosaTobAma/rxpPyJ9njtRYK+wOhNAWcV6rWgpU9j2SaPD3f0XJS/6zro809qJy2bcmrwCwTp/HVBIz1UvqIe76t6F1dDBirFJdVOX65cCQHW0ad1ksLDz+A0BHPin6BuBjb23XlNJo+YGhq5Yav7N2psW4Ox97nou4x+Nnj/sX52gX1MnjUVc+cGwz/R2IVAAJl+A4IGwBJ44nX5prL4u/kKVc8eF7gInX2HxV+wK8Zzcy8LZ9EpzJGfR8I3c3cr4Iqs465ximA7q2R4OkMjgVTyGUp4M8H6xi6k2/X4s+biwKTKltUfQdotyobjavb/i72xgZzGrUirpgmUh83lgyc0R5+FjboEOoXenETXXXOntSL0uHUMHY9Nj2hKt7D0fBYNxABYXK/845ZakpRs2fDdKqiZJaKlq4gKaNcrqbpIptEYXR23Ql+Bh/39mCR6mQcAh89GZA3Pl35GU0dCyo2TksjljhJDj9WUegujiVxgUhBHmHa0UeC/od96Rc2jZ61ealqxU1ke8eIMKynLnvcXo/k4DQCqXrwCAykl0x9+1bgoFAAG5E/8Sq8+E41cxxKkWn9fNnKv5zJ+Dhv+Bh+s1+QlGU7XRna68sDZ2HozPRKyBXKw707Bsn1TOBVZJIqIMU+EI26ekZtiVVZr8z1nhEAMehjR2ZmQKZz5+o+OUNewfNsfM3zS7g7YKBv3qNxXiLR0FeG8fA8PJwNec/b8j8qPPCEEWpRbKG2QjdsExvDV0aNMuStWJz1cq9PLXYQbROeiJtBOSktCg4KHuvA60kTRlYlonOBLGIIz6OoDaOrBsTfaSc+uJggQNeEDWdu5ykBPpiFHqhfd9Ivxj+o4USCH4pCpnzs4rTfRxzYY4xyDkZsCUhCvjBCOfE3o3dTU69THDLCTZFH4AMz7e+dFoXmZ9vmx7j27ybl5f/V3uGWlhe5cBDZfdX8fW6hVO7ok0Rnbm46PCVbaSjfRuRPp1Axs5UH1wPXXh1lhJXuxMOhxaTB2fCixpC8AnZPTvGu5RhemotaRYp1F7eCPut71/GFC8+gQVJCDYTmYK9LQ6wv3CUn965zYcfijUkYpj16aKn+L5qD+ACtvCo6DK3jwRxxdTFHthtHT7qvb/yKyVZf8k2cgIxzHayhirkCQuV4jHX+K5MPolumSrVhPCH98PQGIzyPPQGNfgoL6YxSf0s+JnESc8pIR1hWpGElDxYajls9Pll63KSe2crMKoaqO9PZHlmcpNQwQCYBXXn8XFbPc+73XFUsCHchXLo9lA9dwfJuZK3yI/IKczb2wX5wnJfdBYHBviPb6rmkL3ZZ6k6lFjxqsrVPrPddY0Yv0fyU4IuJKB9g1lx19tt4X+U2V09R3bWdKJ/+60C6XN8cytUlWfyrco5r9foITM0vPIH1YcTAgqPEw7Od0mH+wocHwtnjUWpwDncW7ydxfYUMa8zuLy5bxZW3OackFWElLk/ru9TYVU1//aN6mzMj4c7IXjQstBGo5ZVn/LJmcaalqtFc/ViXh9Xi2NXnzlE+tZTdA2qTGhac6BFwD38lluCKdTryxgcXoKFT3QkjDfIkdRqBBx+S4zezfWlPfD+Lb0ISJblMZNvNGQZKKHeCp9snsh6I9g1fcx7+H8DGE73vNWyuLG7ArteN4Z1GFRyF3NoS4NkarugMSTcCcZXhZooql38XgdqrL4kY7t2KbyWJvDBsOTQLKN9JKt836BaAOt6evRHQLjXiExJzez/TTdrCVulm5EjmngxHudTbBhRxbRV3OU6fHb7b2h27uBud+BMKs00JLD41ZRXltGOpgB6CA+evAzTaXcKDc4ApZhEAJLA8LEJl5pJu0pDMjfRT8XZrtDajjt2r1HVOZkkdCJbvB9KhqkB9PS6Nz10H8paMO0zYGbO3IdFF7eIJUOXrCAakealbCyPH6OasXRKmLb7rbtRFIaZwUD1XsU/uNJS/3l9V6qQr4GNJgQwK5z3isX54AFbly/Bz9rpnXXgCcSaLOWXmAQlAUMZ6SK6orBW/mjHpb5irGRPyH0/fNldYYm4YWXNZhlJeoGLtSMx/iXMI8MWXjXAAv6W6JISTYxn6iorJQFRgIjh1h1My/9z2tMdWsllBxPL/LhrA/YXWUqAHcboP3pXBtPNjst47f+j7pPB9BNSPrSEGjRH9t0FSMZ5FWB99AK4wCxVBa9LtvdVdLpFxE2NMaQo1/F/9GKOP1dwmjzfbjqLhFrn+ZLfGQoC3vNa+N28q+12Dn3xs+BSZoJTGl17UbqzYmn2MB/Vr/MJvScDxj4UClo67biLHPc93/06n0JwEjTI5bsYrYkew4IDfkfV8X6eSqnTnSy85ag+q5A4tSmta8TrCq7N4SjVcaqOEbGCR0BNgxzrpdq1ViAYNevvWGTGkXFVxri01FN/54FCoT8QD0ClJmwNY/rhBESe71WMz+aRegVVYpTY3caWkRnrNSlnCZ2p49G+6hS0ZZBStmmtQurhhQ+UrCM0DHFgndPcNRIbJ0hjD6m15QTymvOvKVcG54OwjbJzHGjQjsTOejYw395HqWVraSRwVLDnhWE4WbWL95JgkDphlLnVJ5XGWQmVl98SKznYAxhctUxMeXoqyNnGGWfoUhWVW4UpCOECEjUA9aC1/XtuouRLxslRbWDKWTngFY1/Sk8udh6AtwpaK7CABlQevrepueGtDhWxPRou1SS1GuuIiZ//HnpfqF/eZrV/XFxVREanipMhmaavG6/BCg983tOSXIHlafXaqg6FZ2fVxwEcMjAJ+W4zDptiaeie56qVSoqx0Hmm4WXlVmXqv/wQKKByYEc7BFtNawJ5tyF4SB9fO83GitTR8xhT2AoU4D/umWjpygjRvZ7/faBcw33yibDIblSvnYy829KF0a6gzlwoZU3VPCU0N8XZxVwSkcKTtF5sjty57hP4W7HCu6ho4CP8+VYpsBZ6HjQEciyjYJXyQ0Qn5iD48CNhndpwRWlRJu1QRiTM1+5bDIPksW+2XFSwQeuns+E3Ht92dhbOekk8saV7BYyozaimRyeslBrsmpMGC7mf/9wu5hNyy37JZ8o/B/ee+Uao+1jJP99hQbqjcs+tUSiKfv/uoTzLYhLqclJy8FrpfupGM917lI3Y+REazKxoP1DuDTSVbBTypu8Xb6dKoa5ub51Fk0GMuv0Cv27WUulGwRjpuYrpyd2l2KCdDedn88gfjS1Orn07AYl4UaDllsaNsu7ViLgQVJYLm3GOI/zGMcxKhHpGSNHg6ZAfRcm4poDs3BYB/kCgxHjrBASgmvplCnM2RqzMiXWB0U+PD516FpKll6uIF27l06WLlgpAsNxYvVBdove7gKG/iDyn5uZAK139Dme9uveL5qy5c/e23fywbYuQwKe+2FGZQ7h/QgMysMmVMAOhL1apwbf0goS0+3xKFcUXuDBdlxzOISkPYFtafjBLnguHkvndUjL18L80GJk+PRfb/JRO4NM0HK167dl0y9ffggBFnZi49pbAHuF01TRF0Q5dSVZAswstU/gEFMj1Y7prhrcKjMwEhVdPoTPQHQNzaF4HqvBI8ANthnp4pFy5empICRHzdTbDI5ZzL/oBDzaLxZTTTSKXe+LoA1R4dNgHEv9Gm0DgR1qKOWjSIFf54HSrQNIa6iEWnd9foL5NR7pM2UxAkO8Y0Z8ytDBKVhzOVuqdwe7DfRajonmLNNh/GzTqNDxhj9s8t+QJYekju3oR9Li1e6jwx8H9m4Xn2OEmTkZrYeG2FQTTZB2VY/GSm/ixFiB4XdeTTWa8rBQVhptcyyB67AbhnxarvVChTDpUfYYe34R+9VHL16S0claPBJVXDtr6ahIm29k+ltFrTnXVgeO2IExtPEeaR7DHNStySw4k/TErOkIryvQvdwlQS2/xb1SpDVgXKDFzakO2MmIhGvP07wE7H/N+12qF9w10w2E5elyg0EV0apwbjWwIgCld87jMdlRXch0X1NfE5xwNirbTb27iFN+A9myhiLtPF/nDm2vJIDHqG9OfDzFoGdJulnYn0+X85LFJ5mbj1XjSLJO4m4V/qK+a4cTfDwghhMMYwJZStOuV0cs0bGZ8QVLuBmQOsPNcGnvs76ohGqKmZUzSxYu4B0MEl6AscTIIEowBlOimLU2ADlm08VYZBzH0uvhe72eYbwRjlVVL2HGLrh5EwO4EXUAOP4LzBuQQU8Plzx7eWPjt2l4fBILKvEjJ+RNW0beRw103ZDzlbE8SOASGNLwW6MyG9r2DJ32FgMj+F8LLrsPp/lSDy6A4TzhgDP1EkgpNfNlsVB1+oCtbpANvMFWEep1tGHRBF2n58Qrj7dxb8ClukVRg56eAWyHC50ZDtnhNtucHQJi+oaUiMeeg62W0i+6ee8yLm608S5fJJPs7ejfXrloU+0+lQrdYZGMn1wvS1Txsdy3KA4KCOmVAq0eUCtid5piUjkIFi9xmf6acDzbFmTjeq+nroP7wBZLfRKYWtU+lKxq/Zu4KRIEBpbGkN+4g2WXugFczH5ze2yRMMjN4GjvcYfs5uOFqcQuqtwZAW0BaKADPwvVdKCU8FU3qOIQHeh+qxrWAJGJiC4R0NPxckW9j2BfQ+l25MQDLlz4lEbF/rkaoPC0TKJPiHBbhk38b6MkKSbK+ahAiDTVr7pZ5Km5Gr41bHwihRxtuU4Cqa+Vhde4AG4s+0M2G5UJEGOGahx0+WX42kU85zKiDQ6mTCiOnQk2SyUPOfCu/Zch1qbYG1ZAPdm9ujBSpKXX1V6yQxey9VJHniCLVa6L4xiGN5ZqO3ZPQSUWNaxtPqonaJTTBneoWpQ1w3O2L58Q4NJ7uY0izjrDeiNK8YA5pwdGdMA8HGnWjCbTj2BpVYjeYvMrMOa5kpzcBW+SX7HgOaGDrGdsjXglViajNZWpdXs5UR1LK4XHYoQXPSuB0MoKaBo6U2BqTK4Fw7e8jOWde57h0xOgAMVaJGtxaaFBXk34r0wCI9fP/BUZLcV8QwhhbnA0KyN6kRhozGXroKRRvQMBBpw7aLdfMX/LO5CjL131fE8I8Sqts8FKqAsxlm2nHBQoivxRWf2C+4FPVWJUSQONTXERN4jv+0xqStRGVPXmq6u4t3AEw4C9B8g+dfY70Xk/UPqwJp/b3p+VxcLHQEV94lLRhkQL3Re2FW0KUErEzfadwz6sRaQX/ZzLhWBSMd0wsBKEoauc7JLa7z8B4BZvk6zpbTH+r15ydesZf6QAWhuuhIImkICxyGy/hGq3hnz4zwwJfDiSNutLh3QmZfYFmByds98MMB3tshUW4XQSSB44ww3BfBqTxHk/UIJzvg3ShzD4igcC2yW7shGPUisgak3RLWPqQtMg5eW3F4/WVx5DRkJ1BR1dHDkNttsG+ngHP0nPOyfGSAAAO7pupjZUIpEGQJ4bOpif/gDfIU+4pTsfuUKORSoMAclPlwqfWI95tLxIFIseD81S/VWGtQFmw+t+8wWn5hElSTf+wwGN4R1EY8gLE86mqKD4ixD8fTefiuSGg1HCjXwwlgdTS2V7Gg+hx6dqmTIRYZFXwt4Bjj2ff5cv3/tmEcZQvQcM8Ovm/Sp2E/Pu3p3WHZPw8kwFjVOJKS4expql0sH82QRVTTxrZAiAGM4d+9RaylL3CJGDExbX+ZSMENyER1HpelkAXP+31gJuf3YO8pqtN+Gy8cMBB0rIv/HK/at4CUccCBvCTfrZQ1/aknktLZKQiXg8mFrdPHpn1n0UdMhNqBJdl3W5YjKfa/ZWc7PeZx79LqWgQOl84TLYuAXE7sRpeXz0CoY3zAacg+9OTZkLUYFiovB0EXEvq12QIw7SJfFj4M5SG70vJnE9AypzaRiB6WN7qRG01HwMlBS33tMVo4hHQzRTYt/4Z2xGMUIThmyBokD+zQMsRhw5u50hARg2vI86VD1TjOsOu9EikauOQgriLMe1TeaJ7Dnc64RrDcHpTWtobDU+Io65ci6ghFIdAJRK7tCr12clcRd6efAiMDIgEyLrX0PA9pIH8MEbeQJdMWQl0xOekVOEoT6nh8F09XUjE5dwfKllwJ52YrJNzrO6D8Jzuh6Y1Y21cN4VbwtuD1TvJAuvNTIwl3X0xzeFaLtoK8ULrJO4ikF+l/5BZi7GXx9HtgywQ+X1hgvQP4zrUkrJEWoBouOzPL+BY92vPCnUlqR1s8ZxSnleQsqiHh5cRDbdsH8YRescF/12gHns5mnEhlrSnJTGcBL7Zpzemte07+b/oDw33dXnpIEqtOMkLNYif7KVUUZ0BouYDYoDoCcAmwZqgjcecmiCVVoHLU5SCRXRiFD4d/HBUow1yUlPjB7GhTnKUrGJ45UEgBVWXRJIfKP1U902FWjNJgqFmN5e4W3/UzOeAzr3ljRCPx9Y3lLpeoqRwfu7eHKOlK2GhB0r4to0tXxMyCH1LxHz18UAjIPXgObdZ/i0PEjdHLdF78D8/Phpkd8MjArjzixIj2E47ClBhdHGH6e+qdv+1tmdPxrn/KU/tPAV5iCFaLVAybXfelUdmCLxZ4N7sxynYjtd1J8IT3nTmXRfxF1cygcPBGKey/LnZjmrUCvlTNtuW2Bkffb/WDQejIsepVNzpE2DYU2HZe4Pu8AJgcrJP5zDdZrjXSHVdRS1o9PXK2u+CquZNaJ7/5mNyL2hlZ6d/bzvIsNru2aYBXOg8hAZSOq7YLbEfEsUrvYUkpmtb6slezUHp+S4cGsOzddrIeC9UeM2+uJE0UYqx4eSph4GIq89+vtPLWw3umVOwTZCHVYBlZH5oscIVtMJxziypiiHRuVpWNbH8ayYXoF3ykuSdGCORorTp3A7TkRcZSd11K4herDbGLA/Rlz5E7a8f8sF/s96cZKc7zagrbtOnGd8Rw9Ce/3pUTLdc/DjMExmEDQZ/IFK9ggA2RDg18e0CvuXjv8YIYpy80mG9hxoyLtZnortHJeBXuyojVSw8GifdgihCxlqZbSw3tICCrr1G60Y9b2qpLHVv0rYggLC4nCNX4qsz+Vh8vvz10T9OburU/MifZAXdLa7uG+JO/g3RqD2EQpFbhvl0F9cSjbsI4p4zGDUwW+c6A67baztvs8a/SWvKNNyVAsSqOZfO5z1iIM9XhGnYfvSfux5hmeoc0dYxB3f7wsHODX8kbTuCj0okCWi6u0CXOQmzqWoYLdJRrFIrdpwTkGluwmmshEpGjsRDsstq8nZ3979I6AlS/kpUGAFRUcuU2ZyJJPRMW5tWIGrCR40BmUU5jbT3sD8x3KQCd48qhe2atbO9SXpmoPMuWeYSdT+Vw/XsAt8fHVheODCgUfyf3jOwCrD0rMH0eUJmYerzcacHZJfs5a9yFFbHnNFknFYhNx2u0wplcXNUyYs3Diu+trTHrsoezJPkKF5lv0GCO5zpwkn/AJ9F9hq/x43EzDSc1BotBxoWn0bZUgymtc7w+V80ytxXaHvhSFf/GEB9qGVIW6GQDfHSAacc9Jnxuu528n9P/C4v8IlgBpxPi4750uDkzC75K8hyydkdY9xaMEBL9r4EAME6Es9eL8tp8jIceh7VEjw2tABLmm4kklVSx8qHYmaW4boLpy0nMFWL0gWWrNssXSw53syq6WdoJ7nKN8PSz/vML0esYO3+ha0E5ZP/UP7zdQmeO64oD4E6av6TXNHjSofiaZOpkHm8ekW8UnGDbK8JYXR+PZ7T4RJtijpnsoM/lmtFPfZvTfAdTfz4xaJpwoNa4g+wCC8cZHDX7Xqxaue3LoHnbbTR4tRQ45Br3StVHhjb/krQo81xQ5l4D778eXkl0JxlGxMwVcVgfyI5P6XJ1Us1ns9+wH9KM95VK6e4J30wk0/0QTp2b01P9iXESCSrO/hdkn1B0BOkVj40KAD+u/oCeIxwJecujTQQsj2H4jfb3E06Ejwi7sVJ/wa0E+lHGTZzC/p7oPeP0DrZxX8eKtY1T9BHhuporFGcTQW4MLyf5Mfp7ud+n81i/qOpTmnHrUZ3Eky53r7jBTr8o0428k2/W0BmngESFnzVtJIJDa4No3t3ew16WBAFQZKQoCQEH24KNDZ3xZFWmif/uDY8IiM/HgNfVg1VrbDS6END562S/EK4e9S8Vq1Ye1Ps3GpiXz2zH0Nszez3Wgj0vE7f45FGbNT5WgtznXmTyO0/zRq7TxfD44E0r3RFi50b0OmEczEryCTKK4cQUDIXPuXfLbceD4DW1eDgDPfjuAa/UhI3LB86K20RSAl+O06Tmyfj5YvbGAaWuVDKxQRnQ47P2fhkaIgdei384zGOzednkqfoGs0aCeyVv6yLRGSjH6/Mq8+0+XkQgmAJ2foV7gOxN7FeH2yWDISs0Z7Gvz7olbWvfxcxzkqCdnG88J7EeZFQL5dFvkkLpNtdpW8GFiF4b/bGyAY3FzwnasHd0gkKoif5zL33mvqmFozemt6iTRz1TU2tDTBYRbeQ4KPuIHvf38DfhOl2k3yCSNepcXrjl7jbD+GYJH4YxFrlN7kH9T7kZLtixLTsofHQToPgGIyHnSFPlAkLxCqzRR8nxk4vwTNMkrTD95X2TLbReS3HX+VrDE2iKG5/m67eCIatkI70m37XW/azbkrs987KfCgA3UXklgEAksUYJeo20IgFA2ovZKI+9wP1BBMzx1RleaZNI4uZVMGNj5iAluMguN+F4aFu3w6IxQzW1pHo3r1y8aoowsi/dBFJTFDRZlUAB217zhe6Ng40OtFxUcsHr89FapusrIXR+d9wLhOzap3MgYpcHCQq1oU08mAecLKLrjU5pzekLrqf1VkoCIfN6H6lZ3dgXrugjJwaMClY54Zce2oL+6dtKi1YEHL0FwOTDAkSFsc63lvjfqkwOLaFDTwY4OHR9ETq5dIObIwvgpGNKYmYBu72gXJMQATwOsUg1zrUbnNdxnGiDopMk1wPH1irv1jdZkGFyDJa2uVT3++5V0wxg5JVW5as7ji1a71ougkXgszQXMeopzSGLdmAszFzvGaCuTrsRFbrdqtwNXzEieMFTpJlX4E7ZeLti8+IAn0FTom3N4KP4F58yRv8aXP6+j68nEYjO3yn1x4GrHWXiL7nVN0VZKj1OhY+ltGk7ITywqNYq6Mq/vRqEavDm05n4w7MEeOtMcasxQMKnjjIUYslDEC9RXb1CBnmixNGtixomf4Zg8roRLD0tfOzd+yYW/+f1Aqpp1jv5/Nnx5q17Jy5gn7B0YtzYwYsncU5A+BUl6+PqpDlQPYGn+/ofNErHgCTShRlVjqvMmR9Iw0UXZQhydkNxP7F15s8KH6cmbRvR8akSHd/vWc5D9oVMcZnhzcBONPt2CxiakJZWCV1vhaos52XIHoWVryES7wmgPZzON+OFNq6GdwIy9/m5y8xPgZDkK2YcUQXNIekebdRxQeu8h2DVBwmdbt/nTyxUj4iUCDnHt4Ld4zD71gOBfOWR8kps1TQBZshyhs71TjZ0VDPFWU7vHDc0JW1G1yKXDg3OXV+nSoHcIXpOYWB/FOlHIJ8lrowgXqitOQdkResX9jCzbnnza8If6Q3aeKaxRv9LujZZiO6QqKoGP+FAp6ua46mWnV/GIfaKgNhdpp+bSRrl5iO6FsNNYEWfHAyhFKFgel0mFNVGIqOSHTyphcOlyC+Mack9ZiSP4H/2GOpAPgHEjCwHQYsHgh9rEwYx8tzalx4abgutyE/WaVKuI3nX17G3YYj6MZXrr54dW2recAmDnWzCRC6BLb4VrH5+soydQynYvLAY0OPcTBbBilvoXmYIwua2ukZKwbf+xY0Qn+pj6VJAd2BoXUh5qhVCo+puY2mWG5ix5tZ9Ig3FLpp55YfdvoTECsjTzXcoGrVEJfJuMhPR1QA6XqJLglGcLZqItzMxiRjiw9Fm7ILkWIsTSISQE/kLiKJ54EMvM2ZTP4HzwBrD3PwJzchbOnVsOxc79wxAEVgLE66+R7yeQUU3uw6EW20lu1AVZiJ/gp4qYT29A+pEEOO/81mBeKtjmGnJBqew6IURLgtiwXthbflQNC9JI/r0ZkYXx/BV6o373DHoXkxCiPj9o6tSE4vFUgGHJFr3HqPV+5nsnYHTOeDELtZ3P5o3paOVopKNzzC2ALZVeZvKZfR5FvdsjhXAz7Ahxu+XNaaPUawKvVY9OCzFCKABeFm22EmxYeNitgghMvYkJuuJwaT2rJEg3bm8BE5HPPoPrw+0ZaVNsu+lxH6STVYiY/aS1Nc8QZDK/ym1gosaYJWSB2Wj5odbX3avi6TDv9N9ew6I0cGqzE3RCshAWMFxsQaaoLKKSPiRnZpOiiLLQ2Z3KrrtxVTM3OvMPeQ/iB5aGeW0MFNVjbdKmL1a1VlbTB+wWjqhSE7Rx11E74tzcNViKlHLVUxh6tYKJuOkb7wI/Y5RaXpHr1qZn/UHhmrsxYcBBd1E84BpSyrAbj0CNs5sotvSl5e8+bJoywD/AdEFObkxo5g9nPZwIn0Jc+GG89I2EFFwXFnbS9jyYWdjOYwqJ/REGhsCPnNuM8T2gweMCJfCqVvkqIFvm6hl4DpQL8LCeT6tQU5sqd5ceEzmYvsyafKlU6+XRgY5cL8BfNZ8PhJhRKm/indZLUH5f5mw6oRRmxC86ryRv5r7Fly07TSlxziPecY/tWRIoXG4XuwcD7sQjrFKEZeJ4iJPWyB79T/YQQg2DsUHTkgLOFI6wQLLQXwfERRof29By2ZD4d6acO6dzBt0ozx3Y67JSFm7IeqtLbopAzS8hA3wGD2Q2uPc6C036Tey2dRo3Y0SxnPs5kgXwXsL/Qp7R8QtJVIW7KJmFbR+kT7jZglgRTPCcLvwQ64cN0h4I6sv6y7zE9zyxPgvS0qSSpa/rCqF88QuclgMdBgzCvsfrcDw2el2qOywUs+6NKk7ylKR8sS/nZGAzX3kQnpqqn9KC1au1aW1a8GEleqIHuvH3nzurHszFn/bvTgjM/q2oITdMGqHIsJhvnTH1YRp1hvZxavvbq/rqN0puhWyKXaC6wvewmOjP1uK63PCXtJbtLLoNC372eS/ZzK+zoaFibblj2aFndP8xsCQkZUHDxyYBsVHB6oeHzrlHOTI1TAe1EdQJrne9x7KTRySlVGfWtEWiV8OSS9UzRKvlDf1ESXGpqMykOkzx/6j0XhiDMiw1gUvWr7lYWlGY40Ihq0DHs4L2bGKslaDsHlJ4dSGJ8Fx1EPCs+wt4P8O3CTb7Ra7av/a203k3MHILx8JZZtfgwCAJz0P5WJjgnzTxm4aB77+Ko+cw35uSE6Wvmjcz5AKPq7EEZlvYckoeT6jO/y0BXLO/N582lH/yHQwTmxUQ9wW+Glgy0+2mv6se2K9V3ykmnyXq7CUYVTQUUDnVoE6HcXgb/d9t+LLa0Zrv+fawx4bVb6LmFckFhH4TuxrMN1pfMKh5Kg1iDL2XmuBzJ55p8AiAICNgLcNG7DU4cx44LFP7XXtw4oD5HhxTfTK6SMMov4ama2yhqCai5BHTpF2ud4SlGJeIjmBAePzy3XIpvxnTTd4ohdiNjuO8jPkGMbpdUKu1v0mRYlBW/OsVQD2Ncy4Wxjmlpll19iFWsyBj8HcgvSRZ4Zk2Mmrbw1zQKJyOyOqNyvWzH0SpqRLTwJVQvffVniMfCUNBgrtjffW7ePsRVzyzEXfUpIM3MiOeJJ61E1tKzg/lWh8vSM6k8xxOx971nBDBkLg14buR+RrZ/UK9nn7X6sttckiluLIBPl9GuYYABKzcZ1rfiFnZKcaWOnV/yUQXyf0zlLprffZ7t5Tlx3LF1DqWJ/1PQsSdx91UEYZPZ8+ft0IZflPw5LocPlZXINP3gyE6oG5pV3wuM5czUO3lhi8mBemBsGs7mH2yDiifkzgZmIFhD8zXKoiZODopU2ewfXOWFucXKsG2YS2xAUTKwNTZBI4ETOyCRnZJht5r179Hk0lMSxChxY5ZiEi6gb3TBltX4w89WTcjLBhSYoltLKYGmAsm05z6u8vvwAWxD3PvTQRwm4C32ncDUTb6xbuli8ABXK1L9SlMRD26NUh5lQ51yoWRgTHcgkuQKP4yjF0DBHnpcdE+jj1PeIHMyF4NEREPoBrLBW/sFfR+dNoc38ajvLBMvgMBEeqqy5PMWMl1AIsf9ppmDLzaQAm6ORcOU3Y0hc8ZjlK/I+l+T9DkuL0MomfunewEvkwcuLj3zL0V+33o8AAj+RyfqBfdE3TQYXEyLy9Gv9PIzfSxMcQgRot+HmUXzj22jlWzC43+S0/WD3Un74+sz2IViMEM7d2LwvIzZoQHzHljNzjTM8qBuCT2awmFjWEBDSAZq779sLY84RE4yMHNPeAhdCzLRgHygo6qzVR19tbli/VHZd3L5HQwbyji58NfnGZrfwJWukrrpmRS1oAuWX4DlYD2YuTuy6SP8OhLiJj2qssGTqVWbP6klguBQAk4eDgNlcN8kBb25ZDiE/S4ScTMgob3GLyJnoGNXHdash/cOzzHbxxSWa5HviM4vtCGK/fkONsiRcSmzf+pFqzvMQBc02aurOlGPbdtwcVgMXzUIEVL7XW0d3AJT+UEolSH8edhbC8TGHLwr8Y4JHQjgnIwmdUwIzZMtkrDyw5la3ztKplihY6AIwOmt/XxszHqVhe/DVJuDk4FapHfLgGiEEsYpr3O59U3Ulrmoa2UmfCtsqiprSn4e+dwY7K2NuiTeMtA6DGv7XcXseh/w3y3KyW4niXykz8QX7DWiSLsWSbn9ahU9UyEruuvVysUcQ8wO5XbHanPRjuSlm/glHiMQ4qtLrLB3ZHrSky1aO3teheuQ098jAM/ke5srmhjbOEip5gAX5SA5tnMMdF/aEXcVxfpQq0zTmjpsQb80YvBKv/nSq2H2yQDMXxZcOikVExfTQtRtX0iyh8jEbexnH5rAERatOp4NGa3Xx1BxsPrBYD9cKOlGbrYq1a0q4AbSvMxZu9thQqC9OXbPO5L7dMzHrQr4O1BIfbZ3uZomApO/fv1m6JhA7N82ErSAHv185KNcW5W15uv5LNY+DJRMrNZPz/s/1DuJAVUi90BpqwTRGALPx35ywj5oTPzze13loAL/xehpYrD1BEbhXHDHCnJGT3Q9IyYmDrgCvo6/n5Xi4c7AJUUu8Fm7Mir8F5RpxODOpjQjegx3z/+9Sd27sW8Hqj/0WHxIadDX/IH2HA+vYfCy8aBrThwU3cs1Qtg3OxIG0oI0ZIwhCYnC1ljJ5TGRQTFBYrBm2pumCiyetTDNsUXbTP5ET9r1+00G89h084ufbhCjAsSt8TYX1luQgnIGsjcCJxy/1+HZ458bI3HWwYl29LLswFog0i6zqDwJ/Z/AEsa9AjM6yZ3/FgM3etj0RkHgcY7HOu36G9Sh8rFkEJVjUgrFBXRf9f0Gvnbur1lRQN93r+ylKRzTRe/2zxYpAI1ZpBSTrpSn146QFnw8zBg+4FNs8uwlW/XMmtUmxSs7LG4YlyQF/0sEsE6jvNpDZowwhSwwm0PHSS9st/Oj60EdTGf1m72vdUpK+ofJ0smuc5JzLJV6k+b1RoqjM7keQMOTdlcp2vLf+MjY1PrQiOFQoFfBcaz5aFx3mqtvdMqpbz2sxRSWPjVPXdyq7VVdQ/BJ3Lk7QYoNh8OmDDSXT/o/bis3y5hNQWQ5q/vxd8wE3v9JK7p+7/1IhHopImMNJXBwSplLub4PCnn4wFRJPgtFkS9jr6WqT4+kg8U4TVJhPUacmin13HqYPRpZIjjBBMwzrgSVAQK8OgHBgKbGfTPOwfKhp2XyXRfc5WqtKMCQO+e5nUk4jbtAnIMnKU3eWCePIkECZkMpSpgr4h8LuzRuHJ5eBKrGsGLj05jgeRi4sFIM/yBBfRmTpLCCS16qP7bI/O8gIXZjHvtPo9lL9hQM2XnO2A2JjMldePsqzobNJy2KnoLiAp8Gq0NR8YlEOfqMJd/nB0sPxhJaflDrdsYd45NZRHY+OL+5A8iDDN3xN5N5Ko6BIblPSdj6nQbFgWf6H54obdgaCS6UZrEGHgnZJxkKHWWNBSAR7oYVBDT9YVwwUoFsMMcj1rTIZ2yZOfS3n1vNbqTJiH42/lqgnWVJ0rk6VAUhO/ph94DLC20U9gBeIMYpqJ9MTn3eScJ6m3Mj76l0nSNlfvqP6NedR+zKf6F1EV2LKFJpyoITWP38XTkTRhP4wwj6NGWY4fFnWrvEVU6I6DSSJ7uFm3YXnz5/xjQnvCnMCNctlZiEcnVGUzay1T2DVtBVkMvG7SW+SIFOK5cZrLf6/I3T8R1KQbgRujmWJrxMODhSPaGDdKbW2f/KmUJFfmiPM+a6xaVMtueA7Jfx6+eODxRQeDVJklKOSgni2a0cK8fANx8mA29vQSiQc9oRtEvT5Tp9NReYHGYVF6aJmkmOpUwC4b9uuewKU4nj+XGkjGoNzLcu+03nxKWn2RoqvIRgTNwpXXYPHq0q2+dXJiuAeWDHkx//IsJv33ca0pBVexnmZ0rQxAsuhxGB26/6Om96r5sYVn7FR/H8+KLl+rTLJIBg4KEgY85rS1ECDS5Lm7IX1qlqkoUaiG1ITv4OM5O73WM0UFvg6CwOSwcl7yguzhaIw5kgl+xECyYF2z3yny5AY0jBRzMOfSGm11Rch2kwEjmX2ePPes8Q7npasIszQnv0/JQ4h+zUPl0ub2O5Sl457jovWpcZDgTFXEYQenn52wRELsA5uhZtFUk/dIKxs/DGM4oxHReVstBJfqZQYbRvKC259v8kYJ/+r7oV4Dg+69tu0DhYONVqczYiDebDJofq5a88uPXWcTLiklxwray16nSkSReq2mhGLSMVpEQ0P9nuz8iJ0vvg5jlW0HyqmSTqpHQ9xrk9zQKeO7ekaLzBeOevPylQFahRF2DBM1tsYMjUK5D2qEOP3mrBFkoLm64CXYgz1AGL6n6G+N36MBFlIynLShIuRG5ndgR/fDNvvEQCTbZkPV7sHhU6aR0anhXZJCBGLBhzXCZ1xEE6eSaq79yQFGFAib6ZgZ+JLK8ovFkCD26TRPs461dWfzyXejIF3NHh3H6XdUFYRsaGsuBVh3CHTV44nIzZRBVNe7BYWiX1iwXjDFldqv/Z3FgnnnvDQIZ5o6NxXdHkkhaL6Ejdo1arwU4k+BOCQUHFqPiJKcER22wYIuq2fQneiD2jmhJc2//63nNPAywpFjt0Uj60T+V5cDVEqErrmL/psh5NAbWx3t2el6BR3U1EELzI9PVeD90d5+nHfplTYJBFYQJ1MxFAjnR4RPOoxto7keVt54kZtXIhpyfxZZv9w2DONcHA7ffZJKV6YydoLARo44ukNCREmRPbYwt89jjDpNmESSSwWaTiar/H3wNcdn5K3/+MRmnjw1ZQzN6W0sveM22gGAR2gzjkpuKBZlvtW18SbMDwVulonvg3GASg+S8/FaNeCg7aeZDVEtIi8m1NiWe4CLThHP9+O2zrQyR7RRaa7OmGnaNM9ECwlXRXkLbTvgQ/c8Uax17MxfHgKqxOi/aqB51oTAE8asoY/k/eRH4nG67rb+OzXmL8qn8a64xw5Ix2ZEGn7lpW559PiggIrs+uVfMGUIm6PwFNwtlhXd/EnywXfIKQTFamF6x2PSnhiSiiX2vg+BeGqS2ZPRfg52bGBbD4MoDkWqghPq6VT1dxtV6V8AU/3wfZXS7hJ+3jKeN1alMpFtV/YwKq3h2jM6zN/+CA0OusPDYzflUfFOt+wfLwXURzTxQhoYDoKmPw1/7Kxh/xNGr1lXlXxTbL2pCa/XhsN+5T8ucRmwK540ld4/Nhb3iGAlixGGR8ZG+84T8agpMq1Mra11vzAdRQPLPeSYSJmA9RCvuQouDquFhFOUc+ScvsrHLYIdQkvZh5x6fSbBDnDRVmwQjh84Lbwpgd2VGQNgMiy/U2hWQaFOudElYK9A/pFDjjsXu5+f71HiF2rDQ0WkbrW+ZFz1O0kxm49KTFXMgh5diixI9zRj5tVBa9j3p4R4e2J8zK6T/TlTB+kQ2H0eeHWxAS2FuBdXHQAtqw8ND5GbdZsVIF64Vwmu8a+n/oNJE1BGvCuQBVKL6vaESSa+Uo6XGOMl6v+2Nqn5YZaaRFwgUv3+OVpnM1LeVaSpjVn5b7u2OMa4Fl1LtAJJw8yG5qjPmO0HgOCBv0y3eF0yEtSTqFzs0h8l2vbZmapg7UAPRqbF3wyro2YvI3ct9M8sudaq39FuvhqmknmgaojQVGeqogS0topUrIyweItNJKahcIgqGFWE6uNswaKIpUvmxyrz9ieOeDmsUb8H0VzIfySXcUwl+kLf7ly766xzccr0+JihD8bSNG65scRBNwe5z5DXTb+TilzqarnhfEWj5CeGasqA92xeWKJAH1NO5O+MT+3R7a7akHFZUimYsMGdQNbIVUdFleIHn2Ow57Sh99XUMgLmtqenhVfaQAU6DorT70qlNaKShfyxMmvfozoFeKJR4XcF9IEYMqxjTA9ID4CljsZaJSEOtR2SIpcbhazIVRoSDJue6CU5tqyO53F50aU9UhT0+KZI6Mk6IDXNq6gNXwdIT8BNRYHVkIwSJrtbtq7Vp2adS5UTUc2hjQgxpOUflxdgLzOWtiABGz8mrFTbvJ8h12bQwnqq2T9E34p+dtLm6r0mN7/5FBxWys/xZAGf3IMUnDEZd609a5GdRG2GFV1NYt1H+Z5OUc4bLTgV98Ez5Ki2K+BK6oEpXc68fdcUh/b+U7YImmb3UiBuWCPj1Xsj4T9znrhrcjhcFWLp8LeKfG4OzXGdn6Ya3+ntObIn9hSaVl64vaMs34vOdyPlEp+1xTmvjdYEbGC6n3rBC8vB4ukWn+JAtgFm/yeG97PwGbSX18rgqIcjzwNJ8cyoPhd9p6L+COScjn2CtzcrMpmTDr7OnLBNElHFcf0a8YyLcvJ5+QKV4sJKzyLupHPsUZ5NsCx1qWBQ5jvmqW7YJMDsQBKfVJDlIOmSbRfr7/xRCGSMOLuetBTkTYatFtp5zqpc6FN5LngbUhfZclb8hD9kgrfg17WpJdoziGJ081Mx4bXX272GGTKQj3WYpkYTYOuQjAhzlAdUkSqQaxmVeP+5/tvKNh8J0DBEq3Bha5FCsC7LaO/cHl552kVENdeIvKRc/mTX/vTmIn+E6No2fET2gyLuQjBL9sObIhTZOVzCsVYZfriCJYen5+xEy5La/wYyHEYdh1B3rB+TqugR6ZjsYg9VMaVTgoGDLdAD/luU+kyO2DIp+47yln++R1vhNA2p3blGptRnTuOjHtT2ome+ReAI6sBMdKCsUd+Z1wDYx6Kqff/yKyXW3YO4AHsNK5Y1N91dj3xtM5hb6KMc9dAjWwV6OlLkMSBX7kaRTsk+DCaOjH9R20+yzxbX/OzQXU0Ue16+qIxS5gHOHlYkvWkAg3nhLWX3eQxwZT9T0GtSVhtEg3z9nLuKnCSccQkiu1Kr3id+O4RP1VdCiQ02ZK9xMLfEJMn5OHQzzwM9SOeETn+Y33DlvyqWS0aiR4xR6yCo+DoxhlgS5hLYIA/f6cBlXuFhL77nQr+DzHYI1VThwu9dCxhwRVhTb+3Io0U49fBK+Nvc95QF8FNnS2iIcIWcZR3AJR217AMi5LziZP2NgA/8JTF1V7t2bjv5cRq0flznrmcT+iGuEdPniTARgHHUepZ2SlqEO4D8LQon6NZhWHgG4sHadAgDVdLt42Ozwewd1XO4jyowor1GhQlMHvHIzXp6CIeTY1kYc/La51uk9IA6VmfTzD6NMxxFTQWp+JXNqbtfBt1V9aMW7Zy01UEsB/EoszA6qQG5NIzK3VrJSdTOx1miLmG8u05XDZq3vPsIOmzd2ujfBVjFUmD1TfbNOC6bxQqCSwX/+uQDAXimRmVnmjo7aBF0rQQs7OluMkvzLa0raeZAcTy0dZt0MTGW91eBRZCC8Ap53AFdwvwO6ifqsb2e3H03Nziylh80rcKX394s6wHNyPDY8d+f39JgH2xizmtDO3cy1K4Zz5JLkn9tB/9wmKJqngrpbrTJCuARwPftX1M9V/hBzAxlBwGALAie3XrbvEKUrpKXAluxiDXbrDWe2hbukZHrQvIB3jyr+17XH9z29aJij8lPbpzLFM8RLgBEwxj/orPRLtl/isi99GOdsLN6zvBLcqj6K4oiP07F7OpQp3xd8vH/hhE+Sn9VSUNOTqn0zmGqUMxsq0dvjDiidgzcCcFNX2rueDz+E6LvfRxMF3AIXUiBI50lDJxMc/NeM1fhzm9620rmJ8GDEOfbWc/23wqRRPghvzpdmCSgJgz912zSObYxxr2z9HrrMZcxjIxU2fA4EuchooVCh7psrnKZGW0tF8HwDK0Q6AF0sH0JpT8FTm2WDgVtibgbu0ZKiLg6tECO6K/9dhEenre9beKEyNBIU4KM2/jXcFiEhyPXM9YE1wpjeS2RLSwmtj4C6SoS2Z4ESp8ZXCqujot2ikvpSOZJq075kxrHr1R4BBcWAmHA0PwCG3tUsXZdgPh3JuAYg6LwvmlPmBFsmLIglb5CdkuU16Tc7lBqsaNLUzHNQts8GtACF6XS0Gl2bLhPxcgUdWgYysCuq/F9K1apccHO3KV4gzxjZ23ZEY2ns467FrxolBbRj1WHyCXK8SmNg2dpDjSN1G8k0NC0L7x45YhCptAjrhQrNFi0McRCjv/jUGjdOswKotWQzfgqhDDnteiEufvT6LnB9Ru5UCGdeYgEC1WGgrjancJnoHBQw6FdSCg1ySCO6ZpcI93TGejXlu3HUMVAOqMbQ49UlL6Ap4/tTjhr4V6q4ytYqJjVRPq11aR5gpzwSSNabcsCX9GTP7xwbJ3Ui2re7FJLbiV8D1IfoJ51oNg4fP9Hm80TMEeL/AVpHEYUQnibbSKbDWzYfVtyzyGwP1tMnY2Oez/OjdssMC0xHi46xMBWNMp8xzpcUWEW45+8k1W/oTbfHfyF6PAI9vlb7lbk5dYBVbSOqANO6Kcivdwy9PCrCf+v7JGz62OgXYASKHsRJVEBQi+CSj7LTg6/RMC/V2oOtEGu07yYPKBnFCxyILRerS9tUadMOgc5g8sgDXOhrJ2vNZTL7rpHkhV68gEUqnNyJamp9neF4o1u+Unnta3HM7uH4mypSYzunYlO3iQuyhR4IOfKL4zp37HMPuBeIammXqDZ7d2MrZy4n66MAx7sSMrMVd3vClg8ILH8rmzGDERkEiXiH2cJu1M6Ufuj+5eGvWE0qJAdZPzuSAwEawiHQ7ScCJFiIP7EodkIqmciPtE9ZhgMJw95lf8GoVs4erVcDb5egTVH4/naanE+cdVPqIIBuWlSolY1aYYlNQGCmfUM+0wt8krxRTJ5N1Zl7+1asQUbRaoMwyfqvqbD3X7NGzSsp2u6Ko5YTOAavqcswVDHoBivVYR6qtIpiR2deiukO47sX3WP+CTETiLW/nIsckt9JgtWp5Y5E0aU0absU6zhD/6m4Ajx4hq2t2iuTltdzgu3EMQye4u2YzIQWaZpdjzN0L2PnWJhs/PxG7P/PeKAgqw5fkqlwyUkXFnzSMPK0I3lr1ojKtXMMkvULhq9B0a3rzPuNYeXoQ1QiHXew8w7NaQCghucNY2U84CMceHMUM/Qspqj/wtngDDohJpr9u1Txfktlgj/4tETsYldQZuvAE74JZaDhHhs0EdNe0kowTS26Wa6TUJf7NAFmRSD569yieEwRFVAvSiKMMQ8VG/U1jtPoa5Wfwcb859qiM15Q4NTjFb4y+m4ZiAETDcsZwyxrQ8QJiQJMtNLaZHZZSN6gjmUsKOYTO9GNINzRz73Ky8l3+ixuAOF5uiwORl3gqFXcqAM6/ISAAH8mJmDam2/ogeC+vdPYK3gyra347xca1SYyLMAwpiBGgftAyLej/sieK94ggH6J/G5FDlnU602yR4AU0PFWSpHHq/nk40v/1yal709Rc7eR0JekslS4X34yd42NSa5ugRaNxM15zKrsJCU+SrwyWT25bHRHykCx2xxi4R8SHq2STWgqFY9zzuUOh8ZRIW9bM+cxDLbcDrkSCuoWEJzP712KyC6rhdHQFQeSUJF9rMHLjju2VnZ9vw3BpNgZq2ZnN85L+IuESnQVmSJSTzk/8HXc60B/vl+mXr+DaWsMIQ8aJuaU34t4Gmk0JvBasmgyH0+qfY7TnD2At/eBlUo/Q7sJubl339miRpIQUKz6trDm26MTh4UECc/hIn6AsTOSWKib8XnOiwbRiki8I7xdjVsgCXq1j1hQaiX7W749aR11e21RJzbmoMjhdsysmxyp6Wq4oicQMwUTIWxgSajeCIEx4ObGiJY8iAB96i8p3Z2V2cg6CP3/WXlVOexFUhAAP1OjtOc5Mks9QcXkFdAByONwLa1YCJlH7JUw2qsLP0A5VEWJga+ldQ+q/1xiQ5IIFzEIU/F9r4pL4bQWLdX4zbNmI9jH0wxLkC84VJOyMklrtxhModxj2O5qVhDvSN8zEOP1xbSzr1yiWKqWLYEibfnwA695UBtFAPzSTWwkeMo1nZ7/PKV55kasntYcPVENdXjdzZ8NpoWjnuJX4OakafTIIP/T9sVv+amvQzfRCxeYzryFRqQ2JnEpyYaEQa5322FcLjwvu+e++/sABID10BQsnEzzLM4BralMjpHStgj60koLrCjE63HDR/vXrMCCjy9vra8244vHYLpo2GkouO8CWLaPxu1gfOfQsKLpwf7OyiMz4nrZuzYbhwqP1VGf4BGQ+Nxp01R9E3WAXHDoMqoNtvTNUHOA1NvQuVOvtpjzxYmT965patAp4A7eV05JjkRrz38QrwwSNQuMcxDyUeStb4Ya239PNoIQ/t+bT5J7QSzWiqPiwRoeglhcSTiTlPazDQntKIQzRDe+y14Ywy7t7MHNqB8O5Y0Z7IcusNLLUE7TEwK9dyLvGnuOkmEymFModGtPmn1Dg355F7SajzNs8UvanyKaB7UHec9d58o/XjbnrSH5GCKLy6hKAzVSZT+T4Wri4dYSAJvRb/66pzjpIZ/gLWDAVkgHTedTaCj/cGjC1/k7IJMxor0ls70BLcXGyZA0jnLMfD1wDZP1rwoXYoCg+1Ap6RE/z/EdJXpBJ1N5V0zVOb5Jf4BT8VWSLteRpdGZTD2bsW9Kqwt2W3ih0XZi1stYnyF/UffcAznM2aiCYpvkmPypuX2sx/DZAX28jrZwpQuvIJGw71QVj8efJLGqmXVuGcQK9GshS81V13iV6lytgbot70WhPpcs6mm+9bdgFS4zUB2r5cUxARbe6JwxR3vkdNGk/L0jA8SmSvv7tGLntYq0M4t78lkVZyxk0PiOb+Qmfl7YXPcAbCDA0U1QU/lgjFGj+Q3tji15hX8czM6PDiC5TxcTpV9q10A87b/rbq3VxtwB7ihqDEjKVSNQW4AIRh5VkP63g7ASs+C29kp39SWrNmdbVvrm4Ou50BaJLWoGPaSkXprqViRmaEKpgYUsiaCVVQDUVyk0VdQX4UGAB2qtZuqJpHZbRS4+9uzQ20Umi4aaJFLQENQEHOYsN4i/YWlAmuKv2lFvJoRvXN/J2OYYE8gbArVJ7DxArjLdPZmgWgoYCJD2fr529am6lew3hYOinWhm4TkTSdYKA3DogjyI8++RgkAM7C6EZg/OoTTnUFAeMwdx6UgxXmsK7Gkedr03re5z9S25L27jjGrf7n8hYbfskyU6VCd+ri+IxJxNE2tecgVTMJdhSo6ZMpUzO9niemiBi5RZxmCJo4oXiljF7K4v6LqgBXS4+1cM2q7pYU14U04cspEEfeQa0cT1wmhb3BaZAPPrZARKD8VD1RyUAtHHTlu+Gw/AEHuCmZqyrSZXGXBOXRXkXMGLOpgjTaaASEd2C2UfH6nw1aCsgELA54gIhTEDhGdx6RN+NQNifz4iBPEfIQZaV1Z6zNmUZEy7ElPQ4Nt7k44UsrZHmKEUPrRO7KDvSPURBK4pnEa0cPlv0TGkuioFykIYKVC8BbfKg4T4jyuF+GF9IOOCY0xBU3iEic3QEgB40CNtrUCjBFYwqhKoVOBwhepvBJkmggxuePEynp7Mbd6b66sqAuZS63Xl81IagyLQd+W6u/ibAOYmhS2KPDhrn3pjfcizUe+0aYwFi3a/q+kliFhoALWf19BsowgsUP0K3M/umdrWIHvebV54ErJBc/h2IeXw6GwmfNHMgQRdToD756UP4VmRrXOaBtwmn+BPfM9jN8rtBtVPHBfe80COycWfv9uCdzUy0czNw7ATFl5sPYeIw6g7zC/s9YCiBxv9/xvdqZ7skG4eC1/iRkty2zmmNW/2FOnBppH1WVOcmvXeVdTfyeKK8pOwgdOzEI3BGfcWwO+m7FMH/KwvtMLxd9VCFdyDYR0tgJSNXT0Z75qVeQ5re5uJvQCHHbQyHp8zS0xbIIO3G9L/idfg1KHPfDatSJTjmskt7TidZSS9xCFpptBJQ608L8PPplpezWh3ZNZP+m3lPgRAJidSquPcWsSOQS2ALxvBc9RBeYHeIRsNlT0dn4NlrPqkZ396/CnFBAuSdoq1FGzqVXNJykgFUJyb8EWjjDHnSdfYxwV/YBy0NVZN9/vfmCGbcVFiafdVCFffWTs7LR2TPTBFLdvfYCUpxZqvLoshkGrBwQ7BCZ8C+ZsXHToSaEaO+m1iHzy0IeDCjD58umUpPuneBxiZCQS+9gN9ezHGy6sHXE/NNq3D6oFz9giu7Pj14BySmS9RWwBZgwO/abwZOdHGP9EuxzrHVkprZkC47ILkw7Fj0MoHP64Hnd4xwrjf5DRVgx2BPFvTY6ddsk77DNBIgpXM/1RVWOxstx+HaWbfgcY5Ph2fMvE/CANWiTAdLw0OCICLPsGAYUI/IaBYk+pT/UL5nVHealHKaJd8u9qGn7bIeL1iYsT6T1+rGXjfVegz8t7uW8JAt8JYq6PGkLzpjeFnBwOU+f3khzMQ6XxUaKY5sV1EHEVWoAfGF8U11b+FxOvWvZGxcBHRnrX8qU+jOAXgYzz2zLTP/JgSWhRyntpkXVwh8umrT8L468smk/7vBjs3HO/tsmI40iB0Bq9nsN0keEPhOrPCD4K4Sh7HjC/gGZrag7v5RWWbgIqren0dN6Hl8R0ukR8Xg4fFYpfQI+V/FGPRNC9HQxgBaytTOGk0HMNr0IteUNw5kUskrWbVKsdeAzIxDladRSHACOFP+kpWavTe3Jv+bD1q7ADD9wwaLp6uDV20ERM8V2eg4aEHFMviZsnr9danEjh6FJ4kRvDJQoxtUYRDyP0/rpTVZL4UDV6qvESD7c7UAH5d3YrIVrWwEQ2g+ac1DXaskogAuiVs0rokKrphiEtqOYZBzvk0nJqXGPkyXtO+Ma3oV/iHMloE1PUAT799TzJpV9n5W+4oSUgDpsdGudUIkSP3k03CNRemqQqfwXxE639rxBsSaiiZgpyrdOZki7jCnEdKVXDzwVyiUFsW3i2hoQNBHFOfU/DBKmU5CFQCAolvfIZimUiP4MtEgCTZAJtF93rWGcXAYzC7bfoPFRk3aFUXYZ0foNdqeAoI1n9RovkpDhnVr49QVIgAKCBJE9/58d7Vnfl+RMPLLvV87gbCHhvBs5QfGKBJvK2e41OOqxJ0zhM1QlBxd0/ZOPmhWnDCwixDhk9iNa/XTPHqZ1sFYQuruzQQLBpMtwvFh/jW83g6rtO4iJUcfR04YskPnXKS/kTo/M2A1MZTBe4BvxgcZDpVJ152x6zeHJvr0EmG0L94oGnEbiQlVAlYn2QT+C0axduV+/zHo9tm8CwDrNMtSdTASaT9yMjeyy8Q/BL12Fwn6nxpH4mGftnI/f1ZARLsn3AoZC0luG7+uuJtFPHY5faH56Hn0KV8KCqwC0WYXBs+Y3NaTxyLrZ+7ADiDICIRl/Mzjckg7L1RpskKdMk1cxXAY4C4q10eXjs4W7V1CzvMSVgFTMzbCMDiOPD7cJy1eHNKMB2AgYNQj/pFl4juiT8xUWEfiy5KbUInQHpefwQi832H7h+mCejnQlsLcDxoe86HQMmHUH0O+hfbo/rhxh9it67Jv4YGrGApzB8UZPSWrUnGYNwgBwoc3xTsrobOdiNcH8lpJvn2J/uwZJoLM/CwLoyqjjFcqS5pkEFPG/L7w/QwjYGYT8/XC+MeMsY4yuZs/Fr6xfawa8Bj8R/AuEIoMgKUucQFxTyMwUuImpn50ZDDpBH2lRiJ29WJfxDOuopkK5SV5MlcaxLjOi6Ft9vRmeTD5cjwNT9+pHNA2apQAYskZ6+gkj+FNFoKafqjIFQiCJwFXebFr2jGt2Y18uD0ph7v893idVaLdXLiDhWPPURYUcGXsBGJ0B5RcVbSZGJfWF/7Y+R4Ifs6dZBm43z9YTvobttV2LyVAL1j2RmYstmL/Q173BmwPpfPRi9gpP4LxAIyUdCApH9RTAZyJHatDa8S5m3II5QmgRYVSxgNFBrIGRWsc29n5FmaHCseX8fyT96s+5Q3FlCOk75CPuGJmoUce+twW4l7LKzW8qMesnOrnuugeyk3zalXtogoRwkcI1C5/o/c068b9MdWRxfVs3Xb3U8Y2WgS8lkvtnPbL7PQAgckiKn3Q1kaFUN3qaE9aOH1JNA8VOVLXlnnI+C57WlIDx0ANiX8+5NM8eHMIB6VHLQooSAwNVpQe8U5WAmZg0E1cTmVU9xIDwJw4DJCvxJzLp51i99iVMpqDJ/02oAZrPUbQBKCwv25DC+KKvM308g9T96jjWwsZ63I6sMVoGVBa1d3KxmeOOoiarGRg/YPyHk//7RS5WaOsjUdqmClSa8tlQEAPeM74foRYuMvA9/lOx2XK9AXxpdau6oeo+HzTPcMYSnTvIknfi7MYmKbvQ5PaTNUwn5Dv6HDN2niQVPf/2FgqYreRM5zgoZvBoIV+XOCR5O2Wuk5cYgeMUpIr7frM1ULgsxO2SZbHANejrJShWgXRvbt25OJv14WQa4jzygtuwpOCkwLgpYsbdYO/s6Tc9LZV5v/HsaAYmh346E0JNaNPPQZKSvdvxwa0mnrcmJ4Ddv4P4X664IgyPwdEbn9Uy5NywlelNDj7FyHPF1tKL3i3rEF5NJzNw3WIYi57gfPtuVmRLFxP53WjQeOWX2K7WWTlzyxbtypWX9U4bm6Ca5jg/lgVOR4eRAyirZrPaheYUIm+83x1y7j1tNhBO2q+ccm7yGh9o1V2Vz8RKY64J2r2v2mWt5TJgM5YqpdUWT3fY/PyvJpbUXVlwnj11rmdauoVTwnTrAZJ+FgHTof1qpK+NMLvcoKG3ISH/0DYZfLaDDMYOB4kCaIO5+b1Op3Vyv/GUEvoGSkb9Wi4JR4os24mZzN0h2vIpLS+PZNBfcuaU74fkZ6s3aa8aPEzInLC+OEh6g5aioWSg5RE0iFJiDHW0orWQvmnOcOqWRxmHmvs8CRHNkinO5imXTsDNv2coWjccG4tykKZXGuZ3jUb46p1CqZDx304HwIswHGn8EBYwwqUeu6zPWstO3kPmVlq9FSRSP13uOHQx9NiT1LpNmUysHV56BO/LqCTTSBlag0Cd0aqvGVhCAKSloV2Okb5Y6xROv8xIukG0woil4GnoHEPWLe0Qz0U9673WLFZtosJ5ZNIv0FwY0A3LNzDyaG7CZA4O6ROvdCJYt+T8cqdQuMeMbXFAmoDQJT0k37CcXSInBamzqNczyvtnC4DwHyCs0Zb41GLqU9injuefIMKMeLIUG5oVJR5Modd9zR8NS7oJnMWmJJ/xtXKeImjmSrrx62t3ycCTw9RKnR/fhU3kvcUBx6YNfwGvVP7GjSBS/Zu+rVWsPiQHF56bR9Hy0u+9olhSJyBufP+kqNEuf7CyU2IMGrLSNyV/ZZFNviba7boWTwYRUe3yxGfhdHG8fuK3nAWas3CSxay8yI9b5jUBNUbFT1GaUDAwzo5xoF23viTMcJ/urT4U9tr8phdwjknQH0R3QtsEDXpWLbPHU3W5kBsTlImpKnz260Ky+8czmQAsXUO3lEnpiESZGCRryCLGSJtFN7kfKY5ZjWy06oV5A/EDF0qoZusUYxqbYaJ6x/n8hsJWzdqqZkvbAEIPkWrRpUsDBD624fTOec/8JvWWYAeLf6WyTsMtvTUHRI7TKvGWJ/WmSex3XXUvI5/EkyhJCYJtt2VaZk2e1KrAuXpYCPDqKmcbNWIqC2lnmiYfLsSIV070gZ0Sj/Ui2kMvGuL81+6IfmT5lrpx1mheas0jWB2VHOwGhKYKRlWZrjv4Dn2PfhblIj1MOnr+DdYftk1Jv1h4ZjXkiYt+Qwc9jyKrbAeYYsdVvRD3cQSk4Irl4rdswP01cROwMit2sCHKeB+VH24kFsfGGjlGmQ3Ya4tNUrY6RswLduCe4PhmcLx1PV5pCWaCtq9V/bRnGXXe8uPU+8S2Xgxiwkd8QvgcnQy1UxkQfd0fzUA33lH7PUiH+lrhBTz9CsFirkhZ3MZIpR4iUhHHChsk/ccrDOx/apbgVx5vNrJTtj4M/MG0skY8c1EJ6032dYxHulIRJVx3uQugvL7EpSnNP7F9XVQE8BBb68eHpVp13oPPkEQKQH60TkpDlLWGJ43I6Lrm2qyyi5unierx6HfjVa+K2VcAlPy5HmjyWXBXL48ToSewwd/oIh1pneLnpX2axfjEKEuSQThhjB5J0WZFEOU8cm6zJ76qD5n11PXyalb5fvhhdcG86o+z9YOaFkNwW08MwVUmW7g8fqM/5txuuS48oIiVRCio7XP6U+0uuXN2zK0EvS2dAO+YDjX+9j1Dhp3qseKrMt6TmWRz0hndjPlSptoI/jWNNt2jum1F5zAWGXTX8OGivkmw3ea64QJ2t67S1enJezAbZkhRs1JsaOZxF1DM3UUBdXFEjkti/0T1e53RXRI9SYhT6nVujmPipYreiVcJQZjHGPj9lUPANkYq+gTdjK5uEu2l4Sf2OHgKAMqHUNy20FwNrb9oCcTucYGS+4TqSK92Pisl85rJARxizbGLtpKz7NfqMFKKrVulEmeXq2KVYydcXE2zy/B1qTg/Bfb7sEesYD7knPGcks32cfk29iWO4rhjNdoa2RKwq14h/MgxVpd9c/O8lytzDBUeCYxWExWXFVm9UqrHGBVQQT3v0QJ1yH9iGeNSurUi9dDzz67Dr713ooQ6ZSOeZEAL+MROPK/cI6I9mbFQ0ugTJCCYUL3lP0bJkIb+ss84mMh6v4t/q631pL3S5kSWIcLaUZcYb3lWAgw+dXrblEXZKCBBtiBLtg4y/eZ3zs1Er5e5BTqAClJzEZX5LHFFri2ylWBuYXdz7OxorrWG7lx/Jnnm4ZtlIxGN23/wHRE9i9/HNrbKnqTzPuTfVREXJAPF4zMJU9l29X6GnVn5j8qC71899H1N3k5PeEmxcnxU/Hs5PqITgbIA88ueW/Vxub9ulwRvl1gdX2KCQCH9Mj50eLdX9JPfEa+rohIE6ZDTp9odsYePqdmjDHk0PxD3XDLbi9d7ww9W5bNYc9W07EFdMemklp71z+NE0PZ3/tTeBlJZzi9LmJnl/rXYWXHJhARf6pqXwXzjKKPKUDdaU0CoOmE/5TcRawurmoOQ5ty4g9/IYhi+yMuAClJ+Tr/M8ln5yR7BQN1an5ojpp5aoZOJPzxpCTfDTLU3IKBKDX/2QyZphFTZcNgwHjhqwnjxICLS3mZoMLnrbh7m6td+P28c7eue9rIGWlCXmJdoYby/pm+A+9qxy42LrKtCm9pnRl+dnbXGYlF1KLoXlL294jRtdpGHBV/trg+tLKwqmgFoV/wuOT7r1CHkbmYN4YcOlzCN6tszKJENfXt4Kgq17KL5+CrRCkEQehdjsSKQNwqTS2JPqWTIZtuvQ3Q5d6GlYRVNaHZMit4FUea/H4LIreUR6WNEgL3/Ve5ZcDO4v4MYPJd/cxgFRRhb0cGIMe6YzEwMuYJCRRKcNYKZSdaIdbDmiqhFIMQJlVlUcx+cz4mEb49anNM2gseUq2Q+T6Xdvpc2OESs9ScgczTdbAIIIy4EdJPaxYnTyKauuehErDWAtEy/+A276BWLe0CiD0p08a1DJb/tfKzicVVegcTT+cmoE6Xq6NqtTtNpDxNshIXdrLeF+JV2AejVeHoQM2Le0LDc6173OlAd+02FcGi4kZO5eZwRGfSXKb/NozxdR9kohbDyeTpT2pAj+NgY1oW8sQckHWojXIF7oIoA6YduPvSkBmN+hekRj5FhfNtagR4j1oJ+sF5WH0bB3OfDoNMvFjsJ0tvGwBHxQ/zHlkZTTMDQSfIU/oyscyhaR/cpUk/rMClZhLgTkCgrlYuqq8cWMkk3vF801dh5TQw+MMa/G5ChdjTqPsgmj73+BtAdVzzVqO6AtqpCjBjpVoDcLtDfUtYxD2pvJOqouCLhOQybMRay6PuKPz3D6X73Yj3PFugYJn7h0UfBkCpnBisCdSfGN805K51CJg69PD8zvYW6ToCANXr8oLGFRQ9RGrWhQngEFK6W5cX7mLowv9w3Jzi8DaDpce+hWt50QeDiOfzdqJYaiBEFa53DxPlCWsSAJP1CjRHpkpMWFqvBf8vw3qOsVyN3Cwgsr8/eoEsO6xacs9Y5YVu0amHjeNhM6JrYBwXmOYOOWJd4vXJHu9C9C7wvLf5jzRwJJ4o8OM66GE18cGJy4Zsc6rmzjHxPmZxQi1sesja5QrWZW+wWZh1DLAdToBAIksSNG8TO814an2CtX/9t6tgJh449A61Iapxu1LJk2e+zbfDYZWfS2QyZvfO5l1O4Sv9MePgvZPrfU2hwaaZ0zA6APl6ijBuO/g10NT2GO6S7LTbBeMh8+XejoRTy5hymEdyfMwh71cbC/weljr2pdDDdmADO0xvadpjgxqC2EVkFIR0DoFsEbQVSZ2K5iUKPK2tIr9uLk44xf1fu5Sh95kB0GpAi8kd40YnyHtGdzRISuyODRUqiB7jqQNx1FeE6Kwjn3/L3dEbap8uR/oEw2xhzND7Qwzli2WtjBES3MilP+7vsyHbS2Sn7z8EosZtsM0PP7V4W53Mebdo6E5ZZphBeeEoG2J1B7PtY+X/tLRItaaIufsi9nI1AKw+MiGoljBI+3S9MA1vG1L3F5KpvL1uYe8Uxu7oV1OMvKnierbMgEp5czPKBov1P1sZrZIUf+SsTvfbltRZ4fz7pHTv/9DX7uZEshQ4UV/M1k8vD3iuYF3SlPWmfMi/nwDQOnbkQNJUnHTTpPAUuHfLFuTnbL68E+aEo5priZw0RurmZV3XSoBtsUl4OnLCXRzdTlq+gyHusxk9syaUUod/xC+VCcJ3LbIIB2CkmD9bOOWS73A2mCwTHi1C/ydiBpnHgOmfSYdnsj2pf0RuMcRo6i4+iwyqjam40pbWsRlUXWDfHl3NyPxR7UXgiKgc/WFoCHPSc9c+SQD5hr5fgjzBR+78Zyv9XL1flsqRnow3TfCZHvV/aDGx+j983jrzlIW5F1kN+jBug7s7AOBcIjSn9AldkApYbOitek4rx3hriAaTy8AAdKByl8+eWK13QdE9BI+HwMmWfD1tiL4wEa61v3nl4uFpa5732ffTG9XP3HmM2F2bAkV5NDrHvPi7SoQD+/o4Jb452iJoh2s/28JL4FM3voem6Uwno7ptsEAVAE6WXHWz0bsEJzNvKJe76UG1TMY7mU6UGTiTKgOdXb7z4HyWGNmSl/d82qEshoDikxHprrRyZLwDI8sNLg2RdYaPwiPANmtuOkRur6vAHHqUClHRbpxjn4SR1rXNkGvZ4xFvlMLD3IX3vz/46JYOID8WViS0CgBRjjAmrAVr5BtnF+c8kaGxWMMIr/jreCMn0irXVLhgPDwAzxD6GXggWUJCk9YPzYFDKeuEKbQnsAl7RTjWJ0bTxCHMCMLzlm02/28XMg1y8IjC0Pyku+loLU6F7nntKzCxgUOj8DA/7M1rdpsRdlCK6pcUMuVcpHJmBKbFEkSFm7lMNzFZRhdpMzEyzHX5dcvgWp7+NHqau3RnmFboRCp/IIH3eC4vZnSYwNYdvBOpsXZ6FcMknF2KXYl6ttdBKVRR/YEDjCogWaUpYpKyjCNxANVuh9vc1UP5VHoni2tOGr7boHm0YjX0PydotRwHBjYjRJ2hYB/nNi3yNpl4KlyGdcYMyMoA2ahRKrpa2fm4v+/S2xsQhP1Qcuz+rEeskl8SmuyWl5rgrfKkyXeQpoVF0MAKXST+VlQ+rjvjjsd1WC+PbuPlvHcLgsptAvFFuVHqQWOyvmFyq3+S2iffoBb39B4pNydFDuXSokqJMCF9NqSEJ6algKlayO/gCcgBdn6+e6FKhk/gqJNELo8rawOmR8DrX6CeIc8jNIWcD4QSj4heVKH03JtLShVoSFSXN4+QTF1sCBcaZIdfJuoiB2e0r4KOeieWz1b15IUFAPVsgEvvGfiQCE4D6llXyqfYIARVOvoJe0rDCErSDR0nDSX4Qiy2jmA2n15KcMGvt8/JD60JArAjdFa/Bz/Z23XclFiinqgSOZ8OwJ9Di/DXwjKfh1luHU14rpHJfDWZ5xc2pAqz/Yf0aFmlOD5daxmCQYqyCpKDjmisb4z9W4Z+MB8mEPws4atQaH0VzJHhKrHPYKfPVuh/rDFt0unqinUOGAW6EaOraopB5aJwPLo+QYCM30HFEYOAfumJ7C8b+GdZv0QvOA6UfZmfKmjYb72apHRyHZBpR4Up0k8l8tOZOSIyh4bLzdSpTSQBCyqBsOH7WcP+ozkPbtnjAyibUDPc3+ofxBmeDFwZ/ehLydMt2Rob0JIVswwORxRPLAVq96bR2NNRKNRvrdY+YKtL11hFyhQqdpdnhULbtSaJbrkkZWFPM/T4kMmpF8nv9HV0xiPwqJfgb9kyD/srPrYkyAxCv/06OeN/YU3I1clzE6tr7GQO9oxvKPT8HFfxVZUQkugbpIdBz+sstfubIjSstBZbOK/pe6OZFK+l40F0VKfnbw+mzzY+L8NctdvZB83QBt+2Cw89n2qaD87vozAlfcpbS7EQnFNHzjgLf7sBZJ/48g73ZgsFWFcouw6eEy+sCat7epVc9KdblRgq04ij4MHTK9Hp5fyAEaAFWAyiFAeWCayz6FrJZUd11lN9dtiPT9qyNWO1EG+SPz/E5X0R9rwf5+n2A7rO5dVGRu2m3Wlc/YRhuO1FxkAg4zj2rVhy+iwhmrAbqhqCuvtgQVEzfsKxSjzPbYnH1QFM92qT/r0xbRaQFlRAOb1cqqCurP8/wc1zs713Ac4ou3hQXTdx1Vy/5kKSHvnGkllLoOY8UH3Ouhby4HoFTm2Fhy1oNsTPIvxK+QXoVSAMGa3gtLpmdZ7OQ81SKw7Xo1SOYwIwuX1CzWaMwKh/UFBn200QYYH240tKn9pYEy71/B3rXm0wLcu3ylPYuF1/hL5IeKsolW3Q9JVNj/bNhvSEUlxCIoKoHM1Jx7H3Uh72w4OvLc8p7tg27JAorfZbtI3iu3TCqQOOwGq0CjmfmNn1+LkQUMFRGRpKeG6eZvCU8Z+O8D3MVev5/UZG+g32gSBsRYK8Hm7z4NsIZ0HP/PdJ/k160yBdcyreX4ywaMOcgFMf80W45y68VykyrLt6HROEHSR/VYtnIqih1peI6G5PSKJaczzCj7bM4G5zz2otb8MkkkWcqxw/Ly3tAyF1d4bp4nSqvsWuMD0aUxowWPBUiUwtB+sioIiDOMHfuxYqXGfab9sMveEFjYVR6Cl61rj15NDL+Xp+/CxZiyFm1vr8Qim83sN0uOr+yyotEIGzM5p11pUhtDGNtNJ+0d6QBH3OX+kwpF4fZrc6Co5gDXfYzGAlGswOJ4IsNnzU8ZFkb6eZmmuv3X42rpG9VFi3ELt+LPV4MTmlwy0iPG0eznXBsivIUIhv/AGKvCZ7ntrrM2t/FM7A48H2oHQUEXXhg+JHUXD/frX+t5zgvys510v/Mh/UqAyfK/lcMPeV3crMjiluLO4HztVv+OVsiysqRjqGqjA5q5Q0FfDaXRGub5Tci7VlBsbzIlC0oEdq1OYTZufM8ExpicJQ0zTn4BOtq8Kl9/dqO4E6+DfH3g0/0I7NQdL/lxTBehXi9FvqGQtjKE8X0WupHhwlG1s29t5dgFATfwRgCxt8+Kt4f2P8h0CNgQlK32C9c/FsiJqZ3uMuFUj2vC5rwdm/abZLIZefK8XMt0sfJNC6PGs9qH3Ndxf4MvOhqilaB9/l++eIM8xllfeaMqOmM4VCXu4jrgUzx5g7qSM1Znqn+2m+ugQta9vRTxAwAlkyGJgqTuEn3dpogHWAEHSH7vrpT4a/hKHyRSZ03LQthBjW/pMa8JQDcT8Yzv9uo8uWOlkLUo0og3BdsknA/WElGu2QwWcoF0HnU0Twk7PzLKz1PKc30DYLjy+UD9cEp+haBjUsiFMZ+PgtpuRhnZ3TV8sHj6LoW9HpuINTyrjyeY8BMmDZE8zdmLOpN07yg9XIO7MDe1fEfLJTQmP5W8ma4NOmSPiaaAlLrkRLks5Gn73JYDHSisqELa8RZBON0BlhRlUhXS9mMLU+aB79BTMHkVUu2MqXAwQMbyydNAYG2HuTu18Bdr+ubCcYveC1WL+vCfBmvtRAzbsDMBu4GreTLyetTdfb6CSVc8/LFOWbLYZqz1bPoXwTE1Gc6Hn13w7XgL5R8dW21K+2FpQ7klM9Q33aJX4UEoNr5fpadhwS0sz6GbiuRzbGYdFQ8pAYOLtRGZyEeX/ZtQO4GMfUi6pg34Xdm5VE2DD2/+JzU2v37Pec+H5yisCquvU+ABRX9VuOrrEpiwSgNAFVAdV4qd1v2dSXVhsT0h7wNHwzaSiP7vFTKgWlZqk0f3zUjmS5BpRbAs7dA0umgDOxOt5t7kXNORqocke3PPrNyTBWQxJwg8ZJ8csL13d72dxtxzoWPKYAMXgBHDnlBhFMgTt8nVaK7cZY3Zi9WuAR9/YduEbebyzKuVeqC74TSD/1CQD8nUKKOcby/Wksmqosdi7XMYH91YuNIWNP62hYxsUOboj7EwxBwX/HvX9Pdmqz+LDMnN1wKRV076VUQvDWWe/nyVU6/UHQyIWPv2Ia9HtaDaT4Lp2hYV5slr2fXkWrJmtMjXletk3nBHm7RTtDLJ92WiWwQ0Fk/SxUYLsNYoY9PElwffzhXxxaqJnUD4mfq54TGZhOfMklWZ2urmisWKSMK4XS4GSigU9UeNxMVE5rkkcr7f5MQ9udhy41MSZ03rciranb+iMK4pDUeP/OdTSxNOg81q4Ll0yJapRIh+qgjsZKM9ZlNZM0VJYJQPbY1UubHmtVfLA4b2ZJzo601lYrNrPW3AfZY+Tc3ViBd7+mzAA7ETRUD/1BafrXppR9ilTa5hO45LQNeNi33dkINy29CcH0axBI8MXfSyRWwTSHmsdZbtptUEiWZptPGV8fxdp0D7W+n12ECGO0sGtdEXvoI0rNBxqAA8mcNv8tmC8CSIrmtb8X+K4oQ+6dx+f/aVq3EiaIfKyXXrFP/nr8zD1MHdh8KedsOtGrZrKub78ptOBNSJXn7wh9Z0oOheXx+9kO3dT3h+Z8BRgn+x540hnsgiMvzV0hN6BoHng8vImg0lPca40hyrARcrF2znyN0jJtew1daSarJ0xko/hymKsR4WqIH4M2ZTVFElDlDXVsyYfvYKSptbGc5z0fIz1H1e2IpF2OJj9lXGC+CqNLPTH/RsFfQN+gurmNbxqkwrC68ZvdyD4tES8iLSAaUEfknZmsci0Tyd4fE/FPPfyN7x4k8XGk7tLhdhQwl8SR6+p1mFlktc3xi02JzMF4XcptisboY/njRh1ba94cSj0b1odRgl1mRErreyoeJ64P6NU4OJ3xDNPz7olb0sVUE0vUXydMbKPicYbMr6BSNPmHPNbjCV6hPDSWOQt76wYrXOIvpndDMI6dBrLdUJ1/WBpv1hD5q0KyMqTwITXDLJG6p1dz1qMzN/MqXuGxiVCDPqPbY7hRhxK8Bud8XrN9Cqig6RrZD8r3WaDzJuxDq+sP3fJNIAoITouPLjJZEb2cJBeOla1a7D5zaEt8hJJQ1o3KWMsQzb+3PrMZYJsWF0GGjG2LNdLS/gY/pvmj5z1NovjIvZ3uAf0WlEvVK1X6EVan+YsY9HbCRTgV+4SzahEjmdLEuDCXblnP+AJPt9BDDRt6dB0yFnMqRhpwfz+hiy8IkHL9y0+80Kcjn1BIKus9Q/iA1IKr9bTXBKvEO94zX/OnWVBA1u86POyUMbLORp1gYberNUK6+6IzMHyENC21+jGho6vZKhMW2pxWwR8VbfvbEbxnxZfhLIp3mC7SyRu7Sur7rearF+GbPiaJVcywQPeTOm/4WOWrTcyiYdW/ICLRGez7iMMb+Iv3KhfBu/mcpH/X32ZLKBkas88e2B4nQhAwa4kl/uvmNjA/H0jRA9GTqGnjq0vBwtw3kYDu3LUN3mn56d958Ikg4zlwcZ6aaEqBNVXCZrge0CEpfwfyFxPEasCrE5EXIkoR04LHk2nEIRZK49zxPDA2BclefEvt74jzmaJqBOuLkODixgwct+uicWPYEejF1Zlb6aj3wcIv38SoeSXDKA9X4nOgndAlwhkaKfkJHN3/VCIHkSqXlXWPpspOqgfPCo8ZDgjMMGz+zsu0F2vULj+LvKPWRsrFr7cQWnuPB+0nitrWp58URHKDadqLmLY0TwXMw7qLQeNJIfzGSI7V9ZkX3oSydjWVm29lcPzx7cTaTZHL5LtSlVZZXZqXDS/IPFWk9bIc5xqapOXIEJYAMfbm5oNsu4gg7UtpuYhBwlyOxx+PMnyk9EEAvSYQo9NOKQPccyWpAsbtBl8WjcajLy+IqXgLRJ/vjHoaMJSG8YcHkSfMDakgPxCq7C7BoZLVYMKc8xJrIpUd2+TmWEh7n+WEhygQ8a8jS/TEFQTo63dpRhRBKUEc051H5dfWO7EWjfNrrKpa5MNxpfgYsls7iaQ0ij+SvlmWioe890nZ3l9IHkjAYDNAA/nFSlCLpPrh8DfehH+vHhREuGbzEotWyM5v6ipRz0cgkmov/3EMJe4UOhrppE0AQjkapDCv1XVEOuGv+fx0Gf42b8roBdnPbDtv7FXRawdY2zrbXXNZd5Il6h7Dm5lNomKjIx27zbCUE7la60PcGZlDKXO1Vc8fHerOjO6VgiCVKch0nzfllK9H2jFYXU1x1utpNpJgkcIF5MAQ+NZJLM4CswsMMKXgyxUEbroIbw/CpRUQjYL2hacAk9M29Zv0mdpMXNt7YA4NNIe9nrk0GWdsYxTUyQ2q7qtTauNGpnrkHp2Q1PMlIlgIrGUv6p+ah0UHeTetHRbNplZXh1u7PKTAI7uwFXcJHeYsU0awMzTCxirYfOBH4JTw6IuS7/HW72/nuOO4muEXZ1+w4gLTmmGYND/bqrLhVcklymBy5FxBCZ5+kiDt182HRZZE5+YT0CZdf+PZpeeGuggXv+OGjkicKq50OSwzSUQpjKTTXyfHCXBbqjxFKHQJ5+9hmKFR/O7GpXAN4ZH+Yp41+wwfG6sMXjHDoyweTylvIOQJwUGx9Ijhfd1YYIYvYlFCqYLcxiyY5eJFdpmp8yrewIhshUb6LfW+WCIqRuHPm++86TpSYf2LTIYJK3EwPTLNuC1156FHN3RjVgv8TjBn1WvCNCEbzHrL3e1wbnYvb1wLpdXXSROQcuys6iCdxuEEqzZm+3HPrH/ay9OItK+CbdMHrokRDHD37Vhz8bGqpzsQdr7hucOHVDQxYekIKNZkuqZiSXSjtUL3ImWSfQhM5Ehrj+r1XA0wrL3I34Y0wgGEXji/M4cN2KyMJ8NCEc272GHA2/xYs3p6ZJW6JvNZceRX2zAdlJVxxOZaAaLpO7eNA8y7V4bIB4hC6xVOZrqoB7nq1emM1QVvv0HrQsFAXHC+CLBHo2Gv/mNZeA4XRX+mksADDnQS6IrM+z0V4z1AZpBLdK7HC9EctEjy3cSjl2laCmTKgPg53d1wA2/EW9etKLu8oGXZOf8rRgnu0PZOyAUxpKiHTAIO80HSAoVlm6CSrcGjatEA/Q5oP7SmKtlC0SEIzeBVpgCwFgT2h/dMSSy8FxdwWLoDBUZ1XlKwGpOEA8zsmCJurxf69OaWPszeJRD4LBq5abRXun0rfJIcCAEtxTtYosjo3kXrLDXUc+RKpouhhuoHVDDvQsJ0fn3NXfxbD7Tiaogsak1uCRU0xSGu7RIZl9M82kmRw7vrHVNmN8KwVA/4ouSDGf9poV5+yhizNgPbTrXjFIduRMadGNK0xvRP2Miuxmnx4qkLTR8MGdb/P9q1SYt01onAxsoZpjN5Tu/tvim78uG/SN1zH84yfiwjM8fd3oLz80OO+f6H8+p43C9hWvHak1+tpvuzbfTBApw8tx4lV1fGHIuIH95GwmzdhgulfoNepYfHqgK+xAmvap0bkv8fTo3WZX34o+3iwhBpR9sue2aRiyEL0u4hEFM9YRqrxbCDnl0wDBYxH8q6tDX6jY4vPI06HBpCO7H1a7s+/jwFenqPPw53t6bUE22bBDBOgsCEBQoCKke369EMSMBu0BLc5gXmjAKlRVv5bjQYS/Or8QiUQynL8YBDElVHs0lLRdpofrsd5VcPgl3cM3XW6Fmsx0h4MSwPBTcGqEXri73F/IiwfQk+GpH4OIL3+1JCy2IIvNq89eU304neIWo/UAXRZqd5T68FXnSTiuDvHHMeSNUGcihFyBdO37Pc3NxcuVec/U9ExYM7xS0NSi8OHYUM49MI+20l4wzurMWO/d6WeS1M1MAeXMJfrrcYUO6Nf0cXDl9kiACl7RPbiDqIsUxY8hwz+OiqnfSUHo32mGdvF4Tm5vpL1cakbZlB6US0kOGdr703Pum+MKPat+wF5epORCwA0ZbDv0AxbxDddwe5Iwo3stDgJ2lOkfwDuYLvrQWIjcC+QDxDPzXlqQiF4Di1tSPlIUZ2G+gDPc/PyWaLJorx+KaPB+lHn8gioQILg+G163C+B1Ff+HHbcBzSL4IWMeCz+Lt/GvCCFvvFHGVgJ5qmiN7NnSV5djWbN+Y71vCkKMhJGGhvRqDEdl8aNVegxDiIuH/NgSj7UIecwT//C3/9HaI8E0LOpiWILCqH0lhfLYeMA6m84ScSuuxrhc5b+4GpsbofFg/FThCbTsNuBD49CsBZkT3gzOl7fNrglVoer5mrtm7XyVKzhWuTMBFP3aoyZDEgiHujelt3JJfsmw4u8zZ6oqgxmzFXTK0BuG13K4Br0e/ZH6GIwvMQWU7RTXYgElMrNF9r3vzJsI2VYf30by1r7uWe+IWPMMttkHEZ4mYLi8FYGDXpeYo+ofJB0AKpIgLk/X2eWK1pqKKB11DblS5RLI1BtnZbQVQBT5tYcNNuK7KmUiJIAo7wt5fT9ZTMqtEekZI2h94LRMkGNf5Lik7Sk2uTsmFjXe77/XKMBkSaLDmil3pMa3/54IM07oE35lO07BJ3uDS9gDuI7K8hS/brckFlfwA6HTlTVhmrR2BilQ69KZXP3ttfRhFwTN9EQ7Vuk5yfjmwR09bY9DyQgPCRy7KAVIlZyd4inWmyQq/0f3FSsl6YckD0AgCc77evi4lPuqjVJfH3SrQV2Ff5qF5kQcV0KRFq8LqCYElEwePHvod1ep3kkTIpMoD3XLMjoWEX13+i03SEZuwEmFmCgrHoLquE85tafHYLdQdLIUFgWqkFeE0cDZ3tBq5CFg3evjpm2Fs5VlP8KklW3kN12bPNHGjgHsmo8rDti9FlpG4pG8irYqDWrP9VAGYCnfh3eN77hWFbdOPFMP1basibWbeiChxTD+8Isnr4NhytIP3hWti1lAIljq/ZXDWwieKbmW9OB6ae2cZmxeVdwPyUoDXgUhN/noohmDOOlP+p7R4tppTMH1HyJ5h8w01Tm8FBCkelvbTwNC5AeJ6vl1gz4BvMKznR4cpd7qrmmy8xR/F2Ba7XbBDcTN8orZt3+9053NipkqZkAfN2palfHI1yceAexs5J66G9W1XfP7GxGKYl3QYYIW6ASNrXhff1pGOYMykQ9SLNWLxso+M71/5CFgT+nYw7sMCARVp36DGz9QRHew6T3npqMoaSMCrlI2qLqcRDWDzpV31mfuXAz/g8sXcMUFec658rxkj4uxjPPHw43PxBL/6Kmyyjucpmb+UxfggTgGgPnb7aK9EGoe0yLBsNOXpwL89zkqY49gHKHXmvvh1yx0A9JnYao4mIBkuQR1EcYLsN4xq7qtNegOyDog5Vlx3y93/23krTWV7TAU/A7E4rXFaQIDpuw/0h9I/3eA/FAHUd9RKS6Eeq7zlh+s5RY5foWXQbh2DWoxGHai++Pvc0Det8aBynKZ0xiKwuRRwbyaLnxTltA1v8zPG+cytztGDmweo/e2GS6OBRptHmQ5EmJ+1ssdDcBhZPMM1cD4lwKOh4L7vvi8YixVCLZkipunovSbr71Puj9QNQsRvgxOKli3oxV3hSYrcK8zBdfEGaiuogUxbP5Fm2oOqOQmxq74eb7kheGrxurCfwhFcUJTUbEa6fNyFkFGfpZVmFEptfQ18SSaxw/zgtsyCyElunHyGSyMNSiMnR+GKFprhFmMLYxAn+T6kNSQhddD2+yrpmCF26J0i4QshAQxB5QargD09aEMcB6wOdEJITURzd5+ej2sYKSNsUnhY50DCDO2ugAJ4hN+3sb+KT8ffr9wWKCan39RhZnqu7gD4gpXqqcGwTmk77508hl75fUbnewQBTEgsEnWE0JNFgXwP8Ln3sKLQKomlJA8cCwdibyarWBRYio4U3Xu4ymYEdOOUv4Ez4GFNauFhtS3GgW6te+48WzjK1/GJb1z1XQ47IfkRTkQWJhMjHXT9LITI5EQX+Ckb8DAwjR9L0r1GGnYUqT6aXI0JcPnINMvPydlE8uM25QGSpiBtGTMQm5BJ1iUgPE/M4U1gFHgCHMFkoC3JT3wSOvU8tj2NGfkDaefoIJI7tDe8a0E3zgXCOfU7TpiVoOWLCdEQgIJeFC9bfLU1A119Oo/R46iOOE96DB2Rv9V8k95HH072gHGjJ8mVZXga3O1V6JoFfxIfPuJa2lDv/DHpgHeDxC8q07BC7thltXWMd67elrPXjTX5wML3kfwoczzt+lhVT3VIR8ak2fJWnURJIjra1Wrj+d8tgtSW5AcB4FsduQ86YdvVYNvHnvSrhIS061pkBNRSuaKogI5qSOikAo3vw9exiqQvYu2ZTBN582tSdcpUj2H39RxFxZ8RIb9AF4S3DoCIwOjERKd348UmM/QYC2qjlZlwm2ulNuPQ66Muvqk4WtTeAU433BudWdTC20brtZ8TLJVI9L4iBY0gdgh87HDvj+JmCVnzvRpur/pcxzQxA92W/cIu1RUgHj1l6p/6jaaRFr69s6kpD+eyQuF+8Lq7C8Ub6/ppJfPsRWr3lMZ0+SHUFCZQILmaCEl7e59nwZ89SKJHS8zBh3AWCEPKHEOByuA5w2FGRheeOLkju1bPVfqzDlNDsR+kZpWkBuyL4K+XQxRsO+cQEx1KNOuBk/a7XhE4YfxEcjliiqxd2T2B3P/fKkyAWddME4l+4vir6S8DuzZIJvcXDeqexsR9X0M0EVH5L6ND1/uFI94AKe78zcG4LXisx5oNMMCYqkgIYn8wxrEM+n9nFzhRdRfjxK1guqzCLw2ti5bCNZJ+kig2XiHQulKglE3ok6nk1bvYu49ZpBp7v6Zt9jYvlxEUJyieQEcr3tqsCOqgyPWOsuT4PDBintlQ4MgMyMUVZDblBn5Yv97IvBHxJNQZ/p0bEdmnF26pUuHVPOpQvM82SJMPw3D6lJrkaRC3+dl+3iQnsZDvrLBfuGhQ3Y40X3eTjOYpbfYj4oOuSZD8IMkxq/kMox1I1at8Px9dyGixx4R4aZoOADXVKCZJACwsRZ/NzoEUzPeqBbD8VX3xaNIwzes1sHxz1g0YPCGCUKffcmLQ07ltc3mGsGevW+jODAz1huT1EkYQM2V2Q/Yf33H9wif+2NNRDp4aEjG9e44ECSqPNst+IKZB+T8z8YcKCT5D/vvAD6eGZvRilYLTdhKW4/dQ9FXvFwNLlJt0x4sZqV7rROGClYUCe/FmImFajNfoy/mlZ+SpAxtg5DpCG6nak4p5XMHG3W6ZHl6H/5lKdyNsNRU/gb3cyU0KmQuwpL93gq1jaHBNatdycynqangpzxHjHs/9wOGja2mbgXjHQhvlSjC/H8Dw2jpQDJY8VQ1Ii0ngVMAZpSTREPp3GzsTICCXFoLUxDud8hK1MyaaRYbsu+ioYJ1DIjNrEtvI6UiX7EjaVgBVajxCTYN58t2lJYu5mHltnhuQXcZGG4Jx1YSuJhxOdPJk0Ncb4avTkXufyTWfNlVf9QnJGDCJ3f4YXcbrkyJI62KC4xgHqW2NTkdHUA0DV89YQJQtL+S64smkC5YhKcx30mlsF11lmV2fNWp+3WLTLh2gTZxn2xwVR4xlgDvyJWyX/QFn0THWOrG47Wa11v9RZ2a/D5kfE9ab6Qw88zaYqZ+ZBXQWQxPEci433Mn7jkkLegnrhBpHD8IuTVOEtvvlEa6Tr0qX8EUZSMxNr1vB5H2mZakYFYUgO+egGtrL+b5xv2DfFJkd9o6U/0YCPODKlxV9iscCTO1Uv0UAccrFUFLrWXZZNfkaPTmOI+lqlCwhMmvFLVMrWas+W3VvFDFx5yn2sTfSiwYx7798bzv0GkwcpRDLWQASaAqsl8cXgqf9vMY9WInFOgZC1fWoXN1bplIL1fyBmZmRJvlSOplLrdNDJL7bDk3HXbKGqRj9HAgqVs516B3ZEmU0n2IG/b/os2rKHSm4llHeXuNJze9ojOSU18Lhyybvy4tMhToyDuxSvUrlA7Sm6cvn0f60x2ZShXWuwzik+VHvcYPujh24jZD61mN4wyFNjS/M55G13Bu8Nj35Jro2wxcnGPjTwSzQOX6ATTjDAs5VWUvjjEZQaHX1IRIPw3wyPb3kj6a6GJpIJo23NcfZ9azWOgq9vBnVNgxkZ/EkrQEwGn9mAcJ+L0v0HH0T4CN1pg1B/OTsoEyenvMQHPlWf32A9ynhJXqlpDlNY9XAsfnsKXkDNrMvQAOV7pOq1sIbrjFsVBLXiDheje1WOIztotMq2zvtAE4GAK6FuhFZmYC96m8NR5VhuapUG1+SgqnbGGI7uVyBuQO4O4tHy9O9r3p4Gu6hVGFrXSeaTodghnaeOFuwjDPAv9/3+oSwXJvsJP2dCTqbI9ibFjjphLQT9cYaJm4/iMOD0VUX7huVVZFDirO54xqfx2oKTjMAQG2e86clIw/ohhb7nOAKs95bfcunx7V5auJNwYSXoZNPOkDGJOTjLoZC7eC6/VA/zWe2NxOnFz5xyEwn9imdxZn6Qw6XanJWJr443d+RxzGFfP3eQcw7vXPeIjgLUFbBMGgH66Ax9Xne+AClt3XjsJABtVpAagkVbx0cvocvHj8CXR5SMCIEo886pTEG/gxLpYd4s76DGtloPvCRn8D3gB4czOh5dJebPt09TsdUChdEqUklT3lMeAbG0gOjw0cnOC/7rUtPCnd4HqlLrRJVWpODy03CPKXPbncQABPFEEQNDxAF/7cZVzHDmdKUiXT+H3+VbbQ/Sp3DAyLUJ9SDFfeP1CS8fnqDsMyPM7AchnJWK30tn72WJyL5szUS1hp2/lRf5YpvzghiIhI2ubSOBfwSsQEjkdyR3HOu9tTh4UKS1ZDPjhd+RDnhD+z425bbkVc/45BKrqHaR6aSD1yjY/RIuGZxJ8msXkd6q8nkgDZyFRUhH68WCwVMNP12xam99rxAwt+eiNWYWH4qCttHEmhZcEcJjlQRp3QLxARa8Y6h727vn1t4lLh47154Kzrwqu4/C9NtqpwWj3LmNDxhq4LMg5xvIGS1HmzklVDZBIryfXAKOMSX6q3zS+5WdWDDiTOZaxCu4owj4uUR0z1HiaRrqnzHFWUeW47yeKNkKsei5zEHvQ7sCKb9n+UxrPdhy7kLygdzqwVhOTWKOKLJahYWu7fTC4eycZLl9hMtfPU6Ob3hHaIPHS0u5fWhRM4V5GlmRs9Pgpw4UFG9MW7aqU8V9AtqpAx/vGX4M0cvrgv30+6Bvg2yedXO4mcWRz3VE2pu3x9d98jjlpy/avAxXSbpW/9rnSLq2vjRJFVoOYK1gWC56iAH5zdi4GtjE9Yco/yojKuPMxyB/GNfCiFjJGXU4UWUlsfd2D/kaEEX3G0bJkjP8zCxIUZWpbvVC3X+aYC1eqJxIKfIbAxkwiRH50u99iukU40UGG+xCoMj17uX0AFLTNS0UPd6Q+LJvlHyD6Ij/1QCxrPqhSAxyzCtlyyqiFDGWkWcKCXnXfMkw0Xm9HX09a+2+mc3guHMhwzkyYX+9I6zdq86ChJHXLJqmpp6TdDBXwUgtJIxfm0/KW8AORDJS05+q1DtNSZRpT2WkO4YQa8Oq+k/5lS9s1I2z6G4uDa7BR4UBm5goP+7gORfdguAjzJHo1U6e/BW2rqjZ6HT0j8f67buGEVgAH7Fyi87wlGCHO/yOmkvrLirI6aqftttXTWL6CGpKLXuWbnuaaZ6gISdENWBtSCjU5OYgiTNPswoSiuE05LVVCvxUx+RL2tp1JwWr5LF45iynnJLv+kM1JBSluyJZpqcoSLNuwjHcOH7cemv95wKQh0PjDiwAmEDdWwYOl5PvNknFeENhBIrQ/FFl/jWAp5Ovk2b0k57k61ccvECJukVXBrMpO+yIxEzP4tr7a1c6hacHsZip4rpS3bOWnVNcb3G7m1y3tmzL5T2xHOmGh5XFdWx2HPcWHLTg6XClzMP/DWo6LfWJiV6mjfXKAVy0A6h2xbuRraXp7tuG2sweJjenOq+tNgmsotTUyb//FYERKdAIpGbjnt5RcY1+KjYmBxqAdvpCfCm5cuNjv+kGxK/eqKs7ap5ElivdfaJWE+ZvZ8/i4TSkWMO9w6b6I622GSU4+N/q6l+VQcpRAyRtIeKpGGOK7ijda/pDVTVAmM8SG+T8nY/pQIFbi2Q8MMsJ/lxytggp9/Z90rdPyUxDVjp332EVAjlDL3HRZLXVLGrC6Cu0EUecsC25LdVM9QrZNmftvhrOr7Gp2bYxxvhDczxgupVbfWDYES35+dErfKzMLer2jTn09L3imiSc2wdkOg3t+fcwCGWonou8ycUqvR9URXqA7Rzs7rlaPAlNm0yeuYdl6zZMfDY8l9xsaR5APiuhOqruU8LR7b5sj5Tlj6geCVy6eZmZjxNGZyr6WES+WmGkkZKX+V15XoI2mzqpcrKbGOVs+81suQ2jDE9y4mBgBa32qIiW5B0uhmFYQoVn+xsK/v80jVT/GjSrh6x7vpsMJN4gzhAG9yX9STb3rB0zNuf83E8YIjVEn8a36Uh9zLmf8rxD4LrIHyE7M7FVZ+sNQ6Z4fyhzjjd6EdzCf16CpeEJZysdFe+aPZuuFDYXrA/Pyk21gd2ZM3prrm/LcrqyyP765TdRZ1T9WtwQ5rtrr24D/ggegs8azedpG/rhapPC3llNgayVmLttCNsFTo1gVyxLPXdQPW8djUxDyRCJOI9G+WHO4AZesPsWVgoxzsbPzBGI4ZMgtjVaSrP6hGKxE6zWPaTB2/9x4bKhjepomh3Nx/V367jAGvYEPSqYb1mSfqUagNC6z3a4HM17v+2/rFcR/wDii+f6awxJ2q0r5AVxuVs1D9rsuCgaB/ovIFY/FM1VXBunLv+mjN2S2ljuy0P6fiV1zq5U12anafyZjak8Vr/kDAHhnAjCMCkl65ii4Aeq8DVF6UNbyNF7XO2qj/SDSHfnfWlQOG0/sweRW0YDoJ7wNFd4zS5sGxMijxZlOrRSEZMNj87EG07O4gVJ8bj/UYKQ5I5Qhd6oqFFDXn56x3zaJCX7JNLPh3da54foleDhvIPmLNYICBcoJfnqLpcQy/v6NxIHYXHV8OF7m0tYvIvUnu9G3txJQovgZZ46XBduyEYbG1TRaS/abc2O2xp0Yw/C3jjD61UhHqY18MOcJGbcBGQDvElLccRHkLqwSiWf7nQkAkuMCROPjKJGzDfJLP9Bg+biI0KyRSyWsbsLAhMcB51kanBBG+MkVBqV/PVh+URYCsii8qaxyGt5ippQg3fRkUN9E4mF6dBJkA+htT8puRIqVQk+iOm+BV65n6Qdr7M2N8lhOnOK630X8HScneOM+KKdr8SRqoBppzNDBr+ivftIT0dCuwFUmVBn4CVApzmU6s/xkw+q3Db6sKbnm1CAUsYQVjQMplOM8XiY6vY9yp9BcYZZwhbBEDNqz4V+iQ4KoPTZ0nYkTO/DtjGXbtW+Ai1uMu2DOsdDeh6Nq4TROhm26FKE879Nky2DL0rEshni69WFQUzplJFLbjyEMFku/9dCjvuhXMew4WSh9oXkAjdMU8EkSzeuXLlCqWN8JZGJHuvKElDuLKkpfnuYxD7ut6bKlU/Ps/1LaPcPt+ohbrJGWFjzD906tJ4GH6n+5fJ2dfbJpQt9XVVqCZ6tzwOP4uauUHlp8itPjiy2mPdhuDx/E/GtXrAWaHlXSeYpZGjU/OylJgWNor8oUlmBnWIOHScopQccnThJmKwz8c7H4fYr293Yi5Ez0oiaFlMeb4+FmOL89N7nzibwyTQfo5XJjjlfxhMJQvX9IgreWk9o6jYtRmHtagI1ko5RXLYmHDP2jh46ytQFHYfknBca7o74ilOnnXcGUmgcm9yPyECMV6OeMi8lKnKpQHaFyXARMbrCO6I6iBoukw700VSHtahBTvBrq+K+wiyO9RW25f54FosyLz252alOPTIpW5ZTcv7XVHkA7srMp0GW0dpatAUv57ziXYEjVuZ9eBJGTyQtgUsVySaLx6cPTx1p5LoAPUfbzYWZOlw6m/a7+RZ+FV1MwAo0C/Hwu7phPj/PqRbiU1SjkHvMUTDocGBTB0hRzgiNN44xd/foYRlbzpEoIjOSKChGHNErxjVqfIIj71D2JAhbpSAHiqcTpnvibKBWmSk4mcQA2BoZGqSWFHNXOdC2UyQY+hpNHlcXIvoIHmPCHQI/3gk9qUJ6cJnzSrBZ2Cr2gY2IuqMRTsh19Lj2GKQfmRewcKf/GZWuMlz4eyBXqPyUDi9DRKJUH9tu/k94vvIGu3NYMsl85HCcMSgf4TfPoZxz/PCmSR0QykvvfA4Nuu6/G3FkJyZLhSw0MG/lYeAM+uCWQTm0Ht4sJJfn6+S2YyVn+tqY0fq7atkWh9sGG2/5X0vfHYBA5Ja3IjZAQ19xNLOueCCXpKj1epvmLdsfC37jUTSACksyraxoZzeh+mPWEddA4ROXKTWV0v7/chgkAD7ibbZNjDCvXZMqpEzPSCr98CziF8fwhIJL1TozoSBmAhgNVdF6qXjJguc6Yw+SAI1cCO67DYOblBvaIRYSKkzSrkOMecHIINRGBkBKM+S2DEK3nwfcWGfxgRn1fcAbWK2YB99INhKgyKr/9cBrMeG9FpFGGG/R1s8xwMKybEEFjW9GcKsCnNB+IUZpcAMMfyrV2LW3sbOza3JINPUxK/ufvZsXbgh6Amaidmbr4Y/sQphmsmVWWFeIW5QdY0mlPdS/H/hnyb2m4PE8kvNm78dTX+zvSg6WkgSVXMa5fVHkroLekPP/k6Fpy0UYN3X6TkY8xpfo9LHYsfU1mwVi/kFlTDQGqWth0UGjKTFi/C0CELx7MDMnKLnCQhI33Su4PYCNY/PRHvgA230hUhEB0dFyhoum3EboGhWwzaqzrynhlC9Ez7wtxX2A022O+/n5rmuQXBaW+0bnWgqfkOY6pkGARBdqRi1fRc0eJdmfe2g1X/g5gIq/o5tnvvznD/fcWjr7xwIJjK343iKuwQL3M8jMDPzi4EXPUvUGOLG8J/nyRc3BkqL8p47MGxfpaGaWuQYG+FwqrKlY/VKcy2poASkt6A2Argry99cTsPSM3asjWAsd6jIilOdd1J/jJuPQ5psvz9901W4t9CSI3RsEyuHn/nfLDRN261nPSzphMMiOEr6DWPUtdPg0sGrGN8JZETQaVyuWvNoQ8skc+i7pGbSqJ9evLLtS5mHyf6vtn7fa8KEtfqkKz1bn+TSRhhMy0swjbSWM8ZZg7Sn6VPau6bcH/tmTo1ihDlGpKOY9DnJnNNlsbt2sLEInclT6RyjaCdaBSTk2BDOgFG7sO3ldQcyqzE1N+TO/isxV6zlz3Q8RQ5dkLz3b6ET3Gz7aC+Pm94cTgCT3ZJ8NLso0ffhxWUtnczsjcXNddoasj+w8LjhleI/S/Jtmm9alhc1gGtVMTJtxxRs7xoPsTrcXoDuhXktcLXpgWNqCDIQfH0fOES8A2qMnTblRz4vGe3MHK8+6CfrKVut6lM4FnowIefLftRvYHxQZxt6OkBS4RorVfLejtFfONTknz4YuQiR/vgOHlYuCKZWM0vHiSUezsR6m9x1YkNpGhaMTXukrUxllpDyiW08Qed3enktqijjAgNlfQFO1mFfUMV2icshOdey5lFNZZ+vZicbpTvwyxC1pA3EK+eyUZZne8TNpN9kBw3hFJi01qGcUmEOA4P2iogzK3P26vXvyiy9frBOEexwNC4nzfji+/sjFzLlFyeKY88s7AqqMGvNPrMfxl0iVVTxr7lwb71Faver1W6DkBTs1gFRlQTRi4tZWvAAnHK5njfjBcj7/Sf2rKNvsBmAmX/++VhQyu0GkUOooDNjxzNshqPItOuyRpjn/Sw9cKtezchPRDKI4++F5hgtYPJDF/pDsQhzK0jtGuU3tGOKcabhvvUgCBeIBPVp5MFFFfY1g6b5PbfGy/h4Tvk7l7H3cn4PHbH7T+/COFXnNMNg0/3tkMfM4j2QAZUgvrZarshcsO0TKPxZ7fRfhut4Q7cqaa7YueC0etcuX3wtQ7kq6pAc6XCL+CenmEfkEVS/m7QF4CTSSs0dStHsndTCb/5g0pi/cg4NTnND0LEGCVox9eepzEFJ30PAUUTj312Z4JrNd2h7FBHVim7qrM7TcDkS9d2YAHtp9ZGZ61Sn5NELFIIZwpKvkWv0HOfp3XiuFc1Csn0I6xr8yzJ0VDTOjyA+6OxfbA7brZaQbHBqyMuRzuihTVv+pXeb6sOCrfQX4dND7WQJgGTu7SJp3hb65DpoyJE3/EQq+qgJwpO4ZuEDIsc6+jXzoe2uE20YuAtMyLjOS9XPsDruPVw54oqpn3Ud+vFW0m1ciP2jPXcX84/6ycMBriytW/3d4IEoZWUTjCmPwXxLhiJd1SvRlTx1CjCJGEK+rQ9xk6uKg6YrEpEiNUt9yqBs8mjH+Q+tqW89DDhRl6ZHTq94s5hnVenuKP7nu4wrEfittL40sSUCskd5jArUAMKUF+ptNuOJ0DrY18Usxc/I6p86AgY53VXfcfTU6XmMwGtKmxeNQvgdanWELXG5npfJX1N8WGNH37PRICDIrbefeCetdbGmFDcLX8l7ux3JR8ckSCzSPuZEOYkC+WUg80zH1CpHXUKcKnDW7cTZ+48ZMz+wJY4xiqXoq0GJXTv8DCo0ctj/0Hd4GPL5+3IGIIq6CpIOukspYg83eGPyZwWSchjLWbCWjdEn9jzxBj5+eQvsPgowC/IHkNtvwOITjT3WPWSiPmFDikNiCi14x3VmKk1549X05Q0wDPTZFcA+z4G6mpz6Gv1hMsrriNJzj/RQGMbLurv+YO/JCF1GUauAyLBpW6hSw7MPUdgSvzuwWExt0GsUjkzqhG17woZrMhH9hJ0kdaS9fETBHarulsUQcHUqgm63VfAymEQrHsygGKvRXkeZGNDfkT7rz4qlXzWlYdUgTyhbiUUm3b3xM0SQYr5rKjcrSQTnR1WL5NVKo6elpgTPlCWBJi7/71jOh0dNn6swUDOnMZdkzQJg/6iG8F3um4Upxk2bhoUXnrkF0XjYbQ2jnB4XP4pof6rU5iuEaEpJiXWtY3NBAzedBXrYvVdu+mWvCbKcUZ9nnRWsOmTNzgOBQ8gxUs+mmLkrv9u42Yu2XxkMmhfI45hUI1+X+lYmLSEToAHrVp6CImScyIRTEoKF5Uca+IR9fnprunJBx2D0koGq7NcYkwFciNUHK46poSTwslb9wYTJy2NZ3oI3+2fWK9311m7bSEK1q70iFkUY5HStoKETadbUatwgJzp42gCzLmb1eKy4TAzWgrPET2VXZpn0QOsN49ztUbaX8Z5nMzMKZM1AMhjW9FGAathStw3eAp0re2jNBcGPsCVeF+AEjGpG7eUOcqMdAWYlVNDmLx2eUlSaqgAr86/eyyuRH1hOJY9EgKp3DJOL47lsYU5rDpsYESn8te0w37rq+v3erfYLqhtXwuFGqrahaD0dfBmjxLPenPJLNdGjBBk7c5Jhs2HxhBbqd6143QfEF4rA545yUJM47U4QrII9wcXKbDThSPQsKV6zQ2PQiRslj6+AAJ+8O3tv2jhYiBZIEC7l9bzkp1xM0NDuzmUaz2KezmC1iLmX41qiOHft5kXVp5EWigeTarcRLjm+yY0+UAQ/YfrLBuysikXuB2wwtqXcPYCZNvlP7yFeUq4EqAho7tl4N8d4pzhGZBdjhqC+a4LqqpuzifQ4ds+vsqyJJThruZrA7XeP6O2DLZJZszO6O8jnhzerCi0h2UFCkHZz0ivIWKO3D4Vr7SAvfxMxNQh+OBPEhkZqG6fCWQK6kaaK4Rw5/NMTyT4RwR9wtr2aFbBCmysLM6vrCe+0cjDYTxJKHQ8U5uSrjYGwA1B7nG8IB+gBhQnMuwbUnlV3Fo0neeGbX0oQPrt1IUgv/fikJT4y/S7cjika0PYVYkME5LaxMluJHUN8DbrL9Qro9vugrT3MI0guK4csbh0dqrrpzOt35WUP5mCo9FzzlhcnUJFDl+TTwWbEsap3ukmsyUC19HTl82+HHUtYtmOyNsqBRX6Z6inTPeUXO+SwvbZ+KRqS+84gfDcPJjYoYHUEpgx57s8DEm33EYPyeaAmBH2zUbqCF87xUnC3FUJG7uIIkqhVv4jDyK3fCOmdfEx6c5YASnidbTRVaclR3F+8Opzlw4M3HWEgwwnZcUIPA49HYMcQsncHmD31HeeESqIgR/eznDGTFgxN2WhykpaFh/EWK/vMsLzMJmdy1GInNJ6NGaE41SFzD3FnOE4E8ONpfXLm6HBcZBxYCF8cDDivY/4tOuz5g5GnnIodhjtEjMud0//ksRsvIHsj5yMpsgGwn0EmiMCq2CoV/nn33quB12SRO4xae2TwbxDZZwTYV03PPoQ7RTOGE1+HZFp75t+Jg26XwavFQd+fe1o+Iw5De3vfumDsFX8gnhal/rBN4JWhM4mmDXJvbjJrgKr+3lSsBMxhCemYzfPfBYACZ/HGZF3vMkK48EQLNOthBHm17BqlbDKpfIcqcq43Nr6jRADigSxcKwGhBDq/Z+rmF/Q2lRFpwrdwxZVs5TZuuy5JFc22/0mbVjn8dRpIyvIKL31sQ+73A1Au/QlnfTDo/3kqoulqlu3fMLFpOyWkrX0mWHD6cgk3vR20QKkgcaIvM8hXlMbXZpEvv6CUPIrL6APsE1OdB83QYRUtcBrbMNGliWSB/A9O4RGN3PUTaOZrbhmalxRBPdll4xzRgHxkTS/j1xruNsiO+Corty0+aQZzxwaDTyxJ2dRfvBmamZtdpMlfU4qIsywajmaLLOZc2X1SxGsVqwITlWyftBS44OdN5mks6arRVkbr5qopKBNzoTRrhGAs4CtAMQHqEdBDT8MauBk0pdeywRXQhmFldHQ79Dsb+lcGjKak9JZ9wTL/Ef3UaxOK8ZGYK66op4qqVjNShCg9NWbu88oZHxlI4sI0q+utYY/02Op5S/K73n3fVT6rXi1od2nt7K0AqbvMsWfViWVEQE04oPNewFkgxlAdg0L/sxYzeYw2iOsZgQIOsZl83hgOgvFhZijxCuqO5ux66S9OerJ7KJhccEIL1tit9MVp8xMuwEXmhp1yme/0XnwYZ6IUUvg9FJwHFpidxv3ayY112twLWvO8XFL6mcFXZRFAbHe9UAtGeyMGoFx5JOeMjnJHWwl3Qppz3m/4V+IKr/sgkmoEjCI/febxTS3a4JhUuTMJ+LgScgBCQ+pjrObVWriDei9zRSx6WNLe4vF/jCUQ6SaxtGAlOeaP4h9a6jxOoegeuMMFaiRmD2KtynSgLsGfkYjW1YON6ZiCVmM3B7v/7g3hCabfubedLlYREOIMpreh7SngRh+KnGXluE9oKTba/U7un5qHfkOUpH83K7KepJwaI/fA7nwR5r+ZLxoLYCIC9bWiWa2pDUrYIMzRLkvGH0S3shzysE+C1/Rqag0b021vaouzPkcaI8G58dbJbqgOViR9ZM6xvIxEFKgB+916xDDTxu1JBCQxwweYcsDFZ6IR9SXtko7QKLGgXh1sNoCYGYbu5x20EfJ5wfuBs2jDpeG7Ia+0n63mH1fSWjNWXcufdjedjFXyP6igY/b+TjAKtgVszrSD1pyMI0GsNefmomqWw6qpx8xh/cV7uxS7+gkYpDnVC0diDl1TxOJ5qTF3KIts4I4N52zUZjlqzM+6gFM0oBQA4z/k4GVwJ3BIpgQmmF3dV8NV/CA7GQCcjwov5ZbtGjcchP5qscDmQ8RsmtHDX+RloaglBDaKRTz7ZQM/3C57ciqsyKZQWZAnRO3Kroo2QXGQ2skTWX5ytLek7B0tlL3EuVh2O9YTd0Y7JoTjOvKe0mGMtMQEU944EnNwaClGm5+N5H4+GuUFCJbzmw7SlFxJGZU1WgHRwFnxjpeeJgVydwel5jIFGjfRKay2XZZkojN1e4cdXr5QFyBcSJRbmmG6fM30oAuQ0l2cKS3kJHYia+DqQSR97/1np9up0Eod09VcC6eDdl/yVbz8ilcbbYGvYFk/Yp9TnL14RV9F6DEYuVo1QlPhSH6F8iiPH7mjors3b0cPOAY7P1V5dNy2wGLj+a94xrBlUD1DT9p5dL/wXiWYm9vjvbLb2lUOSvmEFySPRwM3ks7tK41NOmVDRiL/SWtCrlxFLDbzk1eg+CK5d565dB50acy8Pfxc5VvJloZKLtudPInDZDvvUVFQbwrWUVlk+gTHAYHjTNacXtZ7axWnzb58vzn/I9+Uw0X/o2R1dGmfpJWMuXAQMhpwinOIQkmirVY4/XXo0xN52YpNcoyQwRRdiokJOT2mvnFFwqGxYASvqstQsBELl7DcpCousxZWkqbTYyHGD4+w1w7Uv9iCG1B8ZSu2XKIO2o3CK9On+QI+5xhY4LujmvuZrzgXCII7NJp4nnBnv5ByaT98kq6lRA4egtq2MD1jJme1HoQzgrIw/Fpy2DU78RtGKfzjiyOBeMGj2I71gWvBDI/LdkC6Ro/Z7TZ6A7zte5n9DZCSOH2F8DIX0JOBAeYlfwGQJt32eNFZeH9I01VtDuoIfciftSoiUIDjVacoYFEGH4itN4NDwnDV56W5jnRwngYKxLedGb2hxp1N7zU2wf43gGxy5r8ZR28ht5JsfTgY050qYOdaDU+pzxGp0QVmSZ4wFc/FwLqsNrv3yVsuyxcllbjmEhj+bFC5PO0H/3D3ttqvNvzEynjQndfTrJDD/+znwbWfTZVM1TGDwzX4+MDEFgfGK/UU08jNBQXf6rs5oTG1IIwTRI8jXxe1O9In1OyAAGD7FKvG0PbWMc4R+lHVhu4/3ylFBrIOGny4+vPa4kfwGJ+4FEOo80AIC26qDFTEmjLCyMs3mD6JU7Tm+YV4qJgZ093uhvCdcGVVEnG4mch6Q8bN+aDuvX9/7qA6mDlZQKR2HoimzskgMNnyO53Hj0q+VUZmiPjIXS0t7+d2tgAiZ0p6kWEQGFvJiePMk7k37xD3Ch5SImymze5yUE6ShK5we2eVUMjeGqPjlc7eKYvCAco+G0OtiMpYpltSYXl8mlXJaXQeM8J9tIDGWSZTmNyAjl++1KP/CAK3i9YUbdo0vabQfAp+98y0RqdWwjeQi7TBaPaqSpfAXgttX6/HhD/BQIlaRRt5LAWQ0bVjn2HUdxLOSWvOUj3z6AlvU4ocLQFDNcDjwkr7+zyX3jBuOVxjvoZpNsUe8jZnb99BoKE3kAFhdfN2klHoIoZkHlsGi9qJ4nG87lvdSn0sC+gNqCELQub9/262VCMFBwjYt4g2E9fZW1ZlG8PBvLnTm6WNoW0D3XojGyyyRX/JDkBkpqgynaQzsEURBbznCn3Voxo49cSvNI9MvQsKqVWr5+hfCPq0c7IWBRTWjnXZAGtKOiWzuDOxGQ9Fd8PopNezcE77hlm76RaMDXwCy8RbfmGaBEYqgfvBohEZGpvZ3wlhvKJak41hSPBPcWJpH3xvdVsREy4N+ahUJfxDOoE39pyGq0M85qc8NdP6+FqXeTw0r/3C2vId7tLUi2/gm50r2haKFn7LvFK/rPG+6tBGqj5Ng2DQ10nBbDzVLgtb6UFR/ZLABJrrgItj5AUigfQVhZlJCPbU1W8OBkTijC41QMePiO06WNB0oAQudUOgTGaS+kamOs+s8MiFLDnwUkVlMGanGuo7Pdd257f0BLg0Zi1XJdNIRhBKmqqX2DSBgwdKlO2CCaLcVi6HEZHFxzpeViRVfXX5QC8MUO35pbhGDOUJHeNAnfiilcJh07zE8fFKPZIsWOO5v+DUTgUMZyWBslN9Dcx3JM7b+C6UWqAZVkwOGsw+/vHWeIbIZEI6dsBzq/CFN/4mZ8KnnzDiyNvKnGcT8BrA/dC+xYO3pblykb3VgkRb9iEPoC5lr+QdvDm0adreGNq/bHOyG5sG3QKAZDABuNbQkGEnsBsuSYpcA4c9PRw+3LP+wJuFeSXMhGQ8fyqqWbumT4IBGUFngT0BhZ6sM0VigLfREyZJU4PIWfha/fYSatZTTzmxMoDPy67JEzN5rmYDRIzbW4/J0QXFxVfERBHjHfzmaonxDCDoDQP55CWnxtoFJSc2koTrEJkn07X0CWeA+F/EswBS+jJsH7emUovu5i3VOLwBqn2R3BENBsIwkUdml+VGurCz/DGMWvZvO76IEgMLIRpsETWINiYvQK1BW5ej2GUfGGWomRzfeTDKXaYvDkfL7gju6xjW/hNZJJAJG5SZDKJhZJN32Obe4ZEiLrFQRfHzkDrW2LVL/LC9aWT80BhgCBMidkJyRmAT9Bh7bsyaIpRDRsc1ko8ST17vGBf84IXzwZ7Sjz/ApKZcrkZMRhkqp+AbE+JGF1id/PcZx5C6Dt8GsfMsYevKf346wj6xNzV58D1B2KBS1Z00AhhdatBXbivKr0oaB/wPYD09qB1R+FGThtQ7g/tEM+6QjIrG6SLAGnIe77ewCmRsrTUsD0ql92EgMCqhN09fjcn76OsetHzUK+2GL+p143W1iKfuGyzPONAFWrrbiUufrPa0SDTVLFBAlqG8LlUbHgJ/bR9CmfCK4HiEV3YFndSuIXKUlL9R6tkMG42mnoiSlzTVE7T1xmUvimy7YIMR/UzHEW4qOZgCFepYA2SSvxqwvynBdhUEXTAWbDcybv+feUB3qTPVsUBO7kx2NIHZGiKXm4kA134+HUU8UyhkbDntdLUWfHcy98VcX18F1ySIWIK5JSqI60hMUMNmOvHZec1vMDJBKSudBeAgU5b+ZuigA7PrXknFMjFP5z+bZsmPz1BYM9gbSF5RCtz+2BUhkrY3moqOSQ6SPP10wenyFC/qEr+gUcqhB7NpsW0xbUxVJ3CfFl4G48pdyDq2rIjX7ruJ6NqXbeTsAEtMpnwtQs1psasaRPij1dI4oarPYMu40HAytFnwf+iAFlpO4J9yetwUQQePCJrqOm4f0uEhOX6vXhpPFnEUk28WqBP0uQeoruqIHTTvwXcYjpq37TZAk4XCBIaprU22UDoKldTKKeTWDSd8MhhXPAuDneFW9P60F8CH2oSQRncRB3QlNYbgOH4j8NzQxElQjrSaaczG57iIJcjggv1Fvgw/8qfscvV5e7A0drzdEUlXxY2CjsdZk/Jam6ffogrv4WvuhnkmJ5Ti2wQLsJ5i9VNBZ2CW6cY48ALyDQNuFKuXnzHUwcGERVqOWNMhpvI6Cut5h57MAu3sLaw20xGxwMf3God7xH+YwhUD/Mn9WRHouLqEl+S3YWC8PEbq+ulY0RGoDm0Ja+qKB4+x8V+1alg6lszGA4sjnDAEio1K+RHWsyn5aA5qpnO5xUk4y0Tle9etdiOJFTKOQycGeN/oXqCJEdW7cf34i8vPub2z4hNzuvAxPnQ1NuzRqgTGRigbrvwuh+cevLWT3acDVs33iXp5Pt2mVALH4Z1qDXAdK8iJwDxRi0CQKV0aKndWBGZZMGXFNvr2sIBazpewoRTrhPrzmXNxKr9Hy3xwGPxfTvWraykpxsUTEg2RzlJ81RGcumEU4OVbR576N7/ia+jNG4YV4RqfzKNTYR0tIO1Py5WGqo8Fbt9hw1IKa0kxBqFCdQfm2k+hJTTPYcr43U7eKLV+ZCNqOCYEP3fgU/qR2tsHXW0Lvz86zt6787GSjMzLXzl8tCbarjtZ0Wj5TLfV+5JudFaz0zDOq4mECLQ9pt52Lsql+cvmUrP6/cR+aJk8iFRTUjfGmtw+khvjjEG67gyxs3Qd2xxvbsN0sT6nRuZEkWB445CGM40oRWy4fyuNAH9VdZisvLNimYpTyoWt8dJv/das8PjAa7AwqqK299T5t7Xgcb/UMdN6sXanDkXddayA22/IRW8P3QwlCGrwQNsuyge23wMMFtbdvVNHIiMboXhQ0f6ZJbnshbdPk8adxzxchGWqnRSQPt2Ru+XPtSs0XPu4EmR+7WCUcIOspiNGjSe1a+oW3B7InDH2V69v2s5Ai0IQzHk9N0U6LRXHGRAqdlSoEP6jz3YOE2zxcTymZ/VPF1jJMZhZKHSJVB3TdYYGQ4JA32wTy38Q2tIDih5mcT1HwMAdfRVGVWpDE/eK6pCLgRPq+K+Z9cri0lpeKUuGYUA7YpqzmsDBgSI9UxKzfySDegq81OR/MKz3U1EKnORwYTMpk7s+TMYQYI8xKimPXtYb6LX5nOMdQPXXWMQtQ30uOUalNzbozZ+m3ANf/V2nM99L4Vpnx9839atezOp48J5R8Hqm8i2klWGUHGmwcjttrd+S9VZY4CrHTsMrQg5cO0DiB2zioZadsVxR8mMDWdcAtNeWsgFPUo+ZUqx+olI/Up2b9OzIQeJqEl55hhYTh/2kGsSqyz/sxuD/l2/uPjEoaoF3MV1AAeVQ6Z5PTBVGYubs66V+puxAuG+dz6bQCqhonoVjfbxGKOdBoG+8hn/mxz+IaBDLXrMMzSt68V3E2kNtShFn37W0vpv0FQHfzXhGySyO+886e4gy/4qZp+oQWaaLpqZZs1P0izYXVagqiF5OhE01752d/X5CWxhPgFOZB+Gr01XjiVxAQiZne+64Kjb0J3mZFTp8deCg1mnLfv592gd1ltGHo0B64K/UmfvFu60NG7FZGc8bZJNTG/3kDwBEkW1XPwSBN9h3Q9OGgwHO2XdJuH6Q6YdEfGE8maFTvvciPTm/8YRKmKulwYRQcJkUh+PZDh6yj7FRwE5obrRgNmWOP9iz8shPpTWn9hO2j1eKQYUDgowUetuUL254smnpImTyJEHqP37N8XkLUMjECR8ZH8st8obozDNb/KK8W8iLvmqVxR/umzgXAxfurwvw/+wSi39bNJD3/hNlipq6McFlN1U9KSSg74zWTKle+K3T67pSbOp9tUYhzM3oHz9y6P/Qirbcs7awN7EZtKsjNY9ZMKbj5SYxGrXT2zdT2klcK+sSKhk4SPT+8C8CkzYNuufH4XPc3R2gRBB9szemVGb0uBApxr70IHOHiiGrR0nOKRrWLBnwe7l4w80gXkpTbNWosSGVKzIBUeh1gH4qVYeoPmSmYmLcwNx6OPIRupL6M6ymwUFzn2qXoVYoGEj1BzUSta2TapMTEVRO1RaVVFYxOntDhascZ7/fVXpOYnJ/QAm5Hf3UWERGAq9knHxHeZrkCR2iqVYNyy3PYcqjtfiPPEv7dTjiUUQ3WGkEwD7YdRP6WV2y5KtSjw0Ftx3vdvnxRHqb1Fak1cvzY3bphPhHUoicM8KlUnMgx1EBrY5sHX7PgCxI1NBzZlcWR0rT9r95lKYVmpfYYimQ+qy0iHaxlfzObPbuA3mJhKCWD0WU/+ptgE9hmqCy7H0ue5eHUc5ZGQqW5T4ve6RLTPNrY2LN9gGsTng6aKtABvqIRGit7wEtonsrQpqHq3ACfaa0QCcg12QCR+OWOMt3rZMIjpzNJ5lxZaWAUVeVwme5JUeuwug1zmP6yskUkH2nmxMd/c8l+dy9vAD20hJ5JDqbmkscp9AQdeiCR8QgVc6971y0bgYgvYVM9aEWIszHl5RelwYO+2BnJptRhHLWPn7BMAbfHKOA8KlLv+UDc02FeMr+/GKPDgzeRShOL00PJaamOFtYixm6iMBL7Uq293NGGvvlCT3kVxkDSjmOXPbrEzWJYV7BeIiEEeGAqHe/bMScHJ9GzVV0Qjg2BTaJm0mJugtzHMP7qJNBv/uDryi+PA4QUTkGf5TIoSL+KMYIQjAgHBr8n+5E50Y31XqsqPwLp9aJEfzs2n+27q85OmghBnOZaa4plIOIPsgfphIT8PqpMp87WaQDhxII+hKPVWaPtKdwj4IsHrYsZh43sOAANMeFKPwC4Z0Yym6aA15ThWfJd2G4AIwKcXcmCEq6Aawk7qDf9Ok/1hx6b01SN6gg+JLINwCVYYdCMO+veN8cH3hggeNChG4kFbYw/YtujtT1tcqsvVJ4dpRfakUIYsoYQISWb4GC3YoJap2xeJsJBaJkSH2r0iweOfqwJiZ0+uU2qoIrck6Pzk0I+BnRuYwIBITSONRcLU3EVGlWfhJmvniZv7p2yXtW/pKmJQAjq/J6Xz3GKirzJtweISrHab3gPE+a7E6wmw8sulAeSkJSUnG4JFcObD9J+LcW4mi0S+tChSAuLeU2cQeRByUcaDxMnmntn5D4p9QduCMu9yCCJYR8BaaPjT11SogyWT598tJPqIGxWJmfs4giB1jlZxUuYGICzvOe1V2m7X8wAbPXKwuy3NaHkoQMtIeySQvmWLeVxUpLtgDNyPYbxnwImjOugk2XR5Pp7M4aPTEGV/Pqthfq/Tpe/OKtIemv8Wp3UJFceoGM7BMhFVgLVeiaVyNwKMScxA4DCRAC39G2zRLRCd4GD9r5GzSWK8fMO5IeYEn7eeqAKNRuJuSxG/+co7EhaJJfgUj3hmLghreQoKLzHxt0oWhw8lr01tp1Wrq6+TZTI094xr0umSM4eZB1B4mygfVP7YucY1gRVI9rKhDyNfKdu/14foXEa68KJ+8lvdRrjKLUc0TK1M5+OwPlV/SAiwpsaT0EA+qxUwExJh+SRJ/LJ6LLfojBz3rB/Rcid7c5EMeOtFvH31n9b3f3gAG/uYK0R7aetgPP5iSvyAfJ/g8hbl6hNtV6cA8qC+3+dJFY/YhM7BTve5MGADmztjoAKp8xkIhEd3Q6yjiYRt8KTbLmoOhBa+6rc8XUobZCR/aOPUKevc5ThCAFhqBHBdIp4GS4PDcbi2iks2o75GNJ6Jr+8zjMb4g2eeV9aomI7bIW1cqGj9qA8pOPIgwftlkd7kuZ6QT/p5KQlGL8bBtE+PvCVbPuFZHDK7QqjsL1YoRTf5ooBufH+qO9KkE5VrDw8yBlFZgsudLozms7OxiZMU7AfTvAGBB+GkGQiPAY+k3048SrQlGtfN1noTHZC9L8744rSE7cX2CiVuNBBTfzgzeaI13b0+FxdUXfmNIi+hHLj08JMj3COwfk6bOwnPhNdFM8ZCA7agJeRKT5oXPPu3dUWPzv4fub/NZjiL3mCPcEacgeT0InnX6RuU39ni9LP2lPtuDTG3lQu2RN7g64TUyQm20XEtSLwOo+HrcL/4dTHeQzvFSYueejLAEhC1gXVK4Q1+ZwuDH+AC/8O7qHhps9uVuvR/o8fzej9vx/vshclYrNFQO3BJaOE7Hzx2UU1qQkNCAEWrHvxakuUZrcpCLRmAV4VB4fVlndFxFDDw7nX+eMrtmnuQAodOQT+YsvGe+IAqMGerI4dghr8BB6bV6rYFq7HRqVVPwwGy+XyadOAaQUJ0gWMxOJSrdJBXb+w1/lE1noFeeynI0NK8GLwfJqU8XqS3255vyXID3kNft/QhV80EKN0dOVnkDogcMDRJYmhUAS4Sv0k8ifqHpHyUrujoLwD6gAAAA" class="fr-dib" style="width: 300px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Karya milik Paulo Freire satu ini layak dipertimbangkan mahasiswa untuk mengisi liburannya dengan bacaan yang menantang pemikiran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bahwa pendidikan bukan sekadar alat transfer pengetahuan, melainkan alat pembebasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Buku Pendidikan Kaum Tertindas tidak hanya melatih pembaca berpikir kritis, tetapi juga membentuk kesadaran reflektif mengenai realitas sosial, relasi kuasa, serta peran mahasiswa sebagai agen perubahan.</p><p style="text-align: justify;"><strong>The Art of Stoicism</strong></p><p style="text-align: center;"><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQEAYABgAAD/2wBDAAoHBwgHBgoICAgLCgoLDhgQDg0NDh0VFhEYIx8lJCIfIiEmKzcvJik0KSEiMEExNDk7Pj4+JS5ESUM8SDc9Pjv/2wBDAQoLCw4NDhwQEBw7KCIoOzs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozs7Ozv/wAARCAP5AooDASIAAhEBAxEB/8QAHwAAAQUBAQEBAQEAAAAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtRAAAgEDAwIEAwUFBAQAAAF9AQIDAAQRBRIhMUEGE1FhByJxFDKBkaEII0KxwRVS0fAkM2JyggkKFhcYGRolJicoKSo0NTY3ODk6Q0RFRkdISUpTVFVWV1hZWmNkZWZnaGlqc3R1dnd4eXqDhIWGh4iJipKTlJWWl5iZmqKjpKWmp6ipqrKztLW2t7i5usLDxMXGx8jJytLT1NXW19jZ2uHi4+Tl5ufo6erx8vP09fb3+Pn6/8QAHwEAAwEBAQEBAQEBAQAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtREAAgECBAQDBAcFBAQAAQJ3AAECAxEEBSExBhJBUQdhcRMiMoEIFEKRobHBCSMzUvAVYnLRChYkNOEl8RcYGRomJygpKjU2Nzg5OkNERUZHSElKU1RVVldYWVpjZGVmZ2hpanN0dXZ3eHl6goOEhYaHiImKkpOUlZaXmJmaoqOkpaanqKmqsrO0tba3uLm6wsPExcbHyMnK0tPU1dbX2Nna4uPk5ebn6Onq8vP09fb3+Pn6/9oADAMBAAIRAxEAPwD1XkseaD/vUi/eNONS2ykRt/vUqn/apGoFTcuw8nj71NJ/2qDxSEUXCwZJ/ipuT/eopMUwsGT/AHqMn+9SEUUCsNlz5Z+apY+YV+bmoZf9WalhH7taB2H/ADetL83rRS5oCwmW9aMt60maM0CsLn/ao/4FRmikFhCf9qkB/wBqlNNzRcdkOz/tUA/7RoHNLgUBYM/7RppJz96lopjsJz/eoyf7xpaSgVkGT/eNAP8AtUUnNAWQ/PH3qbz/AHqMmgmgLBk/3qXJ/vU0migLClj/AHqN3+1TTRigLClv9qkyf71G2nAUBYZ9Wpce9PwKX5aCuUZj/aox/tUFueKTdQHKKdvoabxnvS/NRmgOUP8AgVKDg/eptFAWHlv9qkLH+9SBWpwC96CbDdx/vUE59TS4Wjp0oHYb+BpfxIpcn1pOTQPlD/gVH/AqMGigLB/wKj/gVFJQFhf+BUD/AHqSjFAmiQH/AGqP+BVHjBpaAsPxn+Kj7v8AFTRSE0BYeXPY5pm8+tJRigdhS2erUmf9qgAUYFA7CYz60Y+tOooCwbj60bj60UUC5ROf71Lz/eoooDlD/gVH/AqKSkHKHP8AepRx/FSYoxzQKw/Bx96gA/3qUHiii4rBg/3qQg/3qDR2ouFhpz/epP8AgVONNxSuUkHP96m5f1p2BRVJg1YlX7x+tONNX/WEU41TsZojagUpoFSUKegppp/WmmgNSPFGKU9aKA1ExRiiigNRko/dmnw/6taZL/qjT4v9UtIqxJRSCg0CClpKWmIKDRQaBhSEUUZqbAFBNLTGzmmA6igUUwCiiloEJSZNOpKAEyaKdRxQMTFGKCaTNACgUUhJpKAHbsUhY0hoFAC5pKXFLigBmKXbT8CigBuDRtFBNJzQFxRinFlxUdGM9qAuKWbtSE0uDSquTzQIbzSinbfajHrQO4lFLiigLic0YpaKAExRilpMmgAxSCndqYc0ABoFFFAxTQKSloAKKKKADFGKKKAuGKMUUUBcKKKKA1CiiigNQApcYpKCaAFpcZpopR7UbgFLR9aMEldvJzyKlLUQuKQiopLy0t7jyJLhTK/3Uz0qYgqoYnPtTsxXG9Kb3pTluRwKSkUgozRRVASD/WtTz0pg6H60tNkRENGKQ9acKQ2LTT3pfWmtQLUaaKKKBiUUh60o6UAMm/1Rp8X+qWmzf6k0sX+qWkX0JBQaKKCQp2KbS54o1ELikIpKKNQCiiijUYtJiiigAoopaYCU7FJS5pCYYptOzQelGoDaQmkakxQNC5ooA5pelMBKUClFKKAExSgUpFJQAYooooATNGaDSigBm05pwWlooEN20oGKdg0YxQAlKtH4UClqApNNNLmm0AFFFGaYwoozRQAUYpKSgdhaQ0UUAFFFFAgooooAKKKKACiiigAooozQAUUUhoAKKOtAXmgApetKFpRxQAgFKBilJpA2KTAXGa5nxr4rj8MacxU/6RIPlFdKgPmBRyOteJfFzUBda8IlbIjGMVrSj1Jk9B/gi51LxB4il1K7mYxxZbk16boWoXGoXkrNzGDgVwvgWzex8JT3TDHnHaDXoHhq1+z6ej9N3NdE4pROVTblY1/vBlHamdKcB1amkcVxu1zrjcKKTFLSGyReh+tO7U1e/wBad2qmQhppVoHWnUimN7mmtTycUw80AMpaRhijpQAh60opDRQAk3+ppYv9UKbL/qjT4/8AUrQWPooooJCl7UUvagLDaKU0g60AFFFFABRRRmgApabTh0oAKKKU9BSASig0Ci4hCKMUUUDDpSdaWimAClFNxinUCFPWkpR0NJQAhozS0hoGB6UopD0pRQAUo60lKOtAh1IelLRQAylFOpD0oAbSUtIKACkPWlpaAG0ZpDSUDTCijFFBVwpaSigNxaKKXFArCUUmeaOtA7BRSgUUBYKKM0UCEzR1o70ooEJTsUZo39qAALTuAKaSaQ0AOzSbqbQKAFJo68UUZwQSPl70gY2ef7JYTTt1VTivm/Xrl9V8SyMxJ3S4/WvdPHGpf2X4YlYjdJLwgryLwr4YuL7U11G8ysQbdg966qa0MZSPQ4IRbaHp2mKMF8E12ttD5FnHF3UVy1lIdQ1hNkJWOEYBxXWg5xnrRWd1oZUl79wxxigjig4ozxXLY7LiYpcUlOoYhV7/AFp3amr3+tO7VTIQDrS0g60ppFMQ4NN6UUlACNzTDT2FNoASijvTwtAEUv8AqjT4/wDVLTZ+IzTov9UtIvoPooFBoJFFLTRS0wA0g60tIBzQAtJmlptAC5pD1oooAUUtIKWkAUpPSkooADQKSlpAJRRS4pgFAGaKF4NAAwxRQxzRTEOHSkwaUdKWgBlIacetNNAwPSlFIelKKACiiigQ+kpR0prUALQabmjOaWoAaSiigAooooAODQQvrRSUAhp9qM0tNxTGLS0mKKCkLRRmigYAc0UnSlANBIc0UNxSZoAWigdKQ0ALRQvSloENz60owaQjNOUYoAXn0puTnGKe7Y6VHnvQMWikHNGcUBYdSN8y7c4Bpu6lzmgLGPr2kHVWiWT95GnarNvo1lDAkflgY7Cr9If1q1OyJcbiJDBAdsMQQetL945owR1pc1HM2xqKQ4CjBppNAY0AHNOzSUUmA8cZ+tOPSk9frSnpVMiIDrSmmjrTqRTGkGm089Kb3oAXA4pjinMcYpOtADE96lPTimFcNS5oAin/ANUafF/qlps/+qp0f+pWlcscKDS9qaxNMkUUHpRQelABmjIpKKAFyKSkoFAC0opKBSAdRRRRcAooooATFFLRRYQoFKRQOlITTAQEZooApSOKAG9TS0nSjJoGPFFIvSl7UEoQ9aaaWkNBQdqUU3NGaAHZopBS0CHZxTWOaXOaTFACUUUUAFFFFIAoooouAUcetFNGGbgYI60LUpW6geuKTB5wM0Sywx8vMoP1oEimISxOPL7nNVKL6GSqxuL2BoY4OO9VzqFksm37SoP1qZri2ijEplBVv4s0+SQ/axFwT2o6HBpY5I5F3wuJAe47UZC8kZNI0i01cUDnHWn8dKZuCoWkIjHqajVllUtFIGQehpNOxKkmyRiMn2poOV3UqKWwxHyimqyNuw4H40+V2ByVx3P6Udge1I24Fe4pgmg87Z9oUn+7miKbCUoolHUjPSmlhSHLfw4ApduRuHApJO47qwDrg8fWjPOKbmLoZQz9gDSSukKjzpAmemTT5WSqkCT/AHiKa2FI702OaCYbUkVyPQ1G17arlXlVdvbNHLITqwRM2V98+lH14pscsLLvjkDegzThll3HrQ00aKakroKXGKADQQaRSegUnvTgKUqKVibjOT1pwWl2il7UBcbil4opKYgooooEP/jK0400f600802ShuaN1JRmkUxS1JRRQAMOlIBzTmpvegBTzSYpwxRxQBDcf6k0sZ/crSXJ/dGliGYVqS+g8UUUVRIUZoNJSsAtIaKKLAJiloooAKBRQKAHUUCikAU6m0p7UAwJxSA0UlOwh+eKbRR3oAcOlLSDpS0wGng0meaVqb3oH0HCl7Ug6UvaglCU0ilNITQUJiil7UlACilpBS0CF20rdKbRQAlFFFKwwooooAKKKKQBVLWblrPTnlTggVd25rK8SQSXWmNFb5LDqK0p7mVV2iec3ur3lwzO0xUZ6ZresbjULvQwtvITjrg1zN5ayoCkgwR1rS8OJq9vbvNDzCOoNdnKjy5SZUuBObkosjGQdeaa+o6ksRt2dig7GtDSY1udaa4uDtGea29bsdMvVBtZlSROw702lYOZ3LfgV7p7OQShgvvXSTSpbBpZiECjv3rhoPEN9p0awhAqpxx3ps15fa1uF1ceXHjjmsPZ63OhVrRF1XXp9Wv/ALNHN5MOfvVb0t7nSr5I2n8+F+uDXJXcf2dmhjcsM8MK29PU2umpO83mOD901py6GHtZX0NPxN4pls5Tb2pyD1x2rnY/EN9HKu9yQx5p2teTO4uIslyPmFZcXmSZEiEelWoaCdWR6Dca+F0NXjOZnGAK5y5s7+zRNQkuSJH5CZq1okUBAe5fAjGVU+tYeo3d5cak4llyhbCDsKlQH7Vnb6F4phntkhvG8uU8EmrPiW+ntNFeS0+c9tveueTSbB9IG+cLdjng1mR67eWDm2lPnxj15pKGpoq+hRsNa1NWNyWYnP3TVi51DVtVk3SsyIKRJRqF4v7ryYwcnArodUv9Lk0sW1soWQLgsBVOKMud3IvDmm3sUUt4br90B3Nc1e30suoykStjPXNaGmm7e2ktY7ggEdM1hz200M7oyk4PJoUUJyepvaBqlx/accLSEpmvTCAQrL93HWvMfDGm3Mt8kyJuQHmvTm4CKvTbyKxq6HfhHZaiZpabThXOdYZpOtOpDQAlLSDrSkUgEpcUmKWiwBik20tFMQo/1pp5po/1jUpPFNkxGkUmKWg0ixuacKbS5oAcabThzRtoEJRQetJQBFcj90afFxCtMuD+6NOjP7laRfQkHNIeKFNDCmSJmiiigAooooAKKKKACiiigBQaWkFLSAKcelNo60AwpKdijFMQlFOApce1ACA9qWjFFADWptOakxQAA0uaSigAppFO70UDG5xQaD1oNAC0opAKcBQINtG2nUhoAYaKDRQMKKKKQgoooNIBDUNzKUtpnROVWpSaXYZA0RwEdeTWkHqZ1FeJ5bLfxxPPNdpvBYjAqW1vbuS2aK13CN+gFX7uws7DWvKuiHgduau639n08QGxULHjIxXZF33PKnZMxrVbe2hmS+cxzj7o9ai0+6sEMjTyc4+Xms3VpjeXfnNnJqo8KMBgEYolNRErnQWF9Y+fIbuTcnO2m2t5Y/bXeeX9z2ArB8tCMEGkMUaj5s4rP2yFY3HutOOoeYMGDsKSa7tvtYeFj5XcVz7KgGBkChQV4U8U/aoWx0Fze2csqMi7UX73vSXuoWtxt8pQoHXFYRDBcdqPL4GDin7cXLc3pNVtPsXkJnzP71RWuo2MMbGVd8pHBPascxr1HWlKpjBHNHtkUoGxa39tGsjSuST0yafBqunRo5lj3ORgVhCFD1J4oaNdvIqfbIbgjdttZs4Y3BQEt0zUKanaBH+QEv0zWSsUbdRT5EjEQwOQar2qbFY6GC4hitQYlIlxUelXEsktxHcWu5JAfnYdKS1tojbRyiT5j1FaGqa1AbOPTbONfNk4ZwOlat6aCjqaXgaQpJcRjJGeK685VcdSaxPCmlf2fY+dIQXcVtN8y7u+a4qjdz1cMlYbmnrUWeakTmszoY6kNOxSYpCEApaKSgAooooGFFFFIQv/AC1NPI4pn/LU08/dq2TEZQaB0oNIsbS4pKUUAKOKeCDTQaUDFAhCOaSlbrSUAQ3XEVEf+qWi6/1VEX+rWgskWhjQvWkalYkUUGkFFMAooooAKKKKAClFJTh0oAKWkpaVgCl4pKKLAx2aWmUuaLCHUU3NOpgFFFFADWpBStTaAH8U00gNOAzQA2kzTj1ptAwo60lOWgB3FLkU2ilYQ4Gg9KRaU9KLANNJSmkHWiwwooooEFFFFIBpFUNeupLLR5LiI5PT6VoGquoxQz6fJFcHy0I4J7mtKauyJ7HCT6XLdaK2qXMxJJ+UelVLDVC8ESTZlRT0Na1jqNuok0m+/wBQT8rUl5p1jpU0XlkNE/euuKPJm9TmtWljmv8AdENqelVmPNWdYWEX5EByOtVOprKpuC2FOahdtzccYqSQ4XHeoVjeVxGvU1zglcTcM4Bpwy3yKhJrqdM8OW8dt51xySOlTw2Vks25EHFVoaxp3Oci0y8lTKxn8qje0uIW2yRmu2WT/nmoAFI6wy/6xATRob+xscaLaeVfliOPpUMivE22RTmu5RYoxhUAFVZ7K1nbLIM09CPZM44kZGT1p0gGPU11LeG4JQZEOD6Vhalpc1oS4Hyip0M5U2UkPrT5MbRj1qIN8tBJbFVG1zKxt/ZJRpv2lGxx0qjpqNc3BEYO89W9K0tP8+WSC3PMbnDCtjWrjStCha3s0BnkGGb0rubViYGx4Rv5LtGgnPEfG6t1j1HUZ4Ncz4JltXhceYGlbqK6ZiOgGAO1cVTc9TDfCKqg09RimrThWTOhi5ozSUUWEIaKDRQAUUUUhhRRRQIcOppxpo6n6041TJiMoopKCwoFFA70APXpQelA6UGgQ2ig0lMCK6/1VLF/qVouv9TSR/6lakskUUMfakUU4kUyRoBpce9ITHGMyOFHqTimm6tP+fiP/vqk0Jsdj3oyf4eTTPtVof8Al4j/AO+qcjxv/qmDe4OaENMcQyj1oUA8k0jSRw8yyKo/2jimiSOXmNww9jmmO4/Az1pD1o3BetR/arcvtE0Zb0Dc0A2Tc0oHqDTQxPSmvc20R2zXCo3oTilYlkox6UEY71B9usf+fuP/AL6pY7u3mO2OVX/3TmglEwBNJRx2NJmmWOBwacfU1GDzSqGZsE8UiRc88UfjUUt3a2z7ZpkT6tinJJBMN0MgceoOaLBceSuKb8x9AKXk8AUxyIhulbCDqaaGO2nqORShh0AOaqnVdLU4+1xj1+apIr6wmOILmNj/AL1DRLZMW6Aoc0jjngGlYtkAt+NQXF7Z2pHn3CofRjikiiXbTgtU/wC19L6/bIx/wKnDVtLPS8jOf9oVQXLO7Hak60B1lAZSGU9CO9OCkVIAKKcBSEUANooopAFFFBoAKKKKBiGsPxXLJHp/HI/lW5Va9s476E28nO7pWlN2ZnUjzRPIrieWZwwzwetbNi51F4redyFHQmtnxBoVromlO7YLnpWBpFjcXqqEJVuoNdqloePJalLV7UW2otGjblHeqqtg7QM1Z1OOWK/eFzll6mqytjPHNc1TcuOqEkVsgKMk10GlaasEQJUM7c89qoaZbNLIGccCt1pRDGNn3ulZo6acCWVmEOxTljwR6VXYfZ4NvVjUsIdFLvyzCmR28ksm5+npT2OlImttwiAPcc0zzQ+5s4C06eUQxlV6npSWWnS3cZA4J55qXUSNFBsjEzPEX7ZwKk3qiJnqTU8umyh0t1BAHU4q2uikcyH7oqfaIHSZVklYLtj/AIhUQaO7haCZRkVpWtgJJGfP3az54zaXLsV4amppk1Kehxl9CsF46r0zUII3rj1qe/LfbpNw6mq2cOv1rSnueZNHQw6p9mtN20B06GkhNrGp1C+O8yngN2qO5so5tNR4my/cVr6Jo9trtg1pcMFdR8oNdknoZxRS05ki12GbTiTG5+YDtXpDjlSpyCMk+9ZWi+F7XRhn77VquNnC/dNclSR6mHWgqt2qQCoVFSqc1l0Nx1FFFSIQjNJSk4pKENCUUUUxhT8U2nUmJiDv9aDQO/1oJ5q2ShKSlpKRYUDvRQBQA8dKbmlHSkoExKKKKYEV1/qqI/8AVrRdf6qiP/VrUdSyReaDgEZ6UooPXPpVEnJ+PrbUbrTQuml8g9BXlV4mvaaoa8klQH1Jr6DG4ncVUj0Irzn4uEG1hIRVPfApozZwdlFr2pxk2ckj464Jr1jwDbahZ6YVv9xc9mrG+EW37FMSik+pFehgncAFUDvihjR598VbqeC1hNvIUyecGrPwvmnudKkM8hc9snpWf8WQGjhC1meB/Glj4e094Z1yzfpSC56hqLMml3Oz7wU4NeK6Ne3z+LQjTNjzfWu4vvifpc1hLAqfM4xmuA8OMJfFccoJwz5poLnvihRGmeW2ivHviZeXMGvbY5mXjgA17BH/AA4H8Irxj4oEHxMD19aLCZl2uh+Jb63S4gaVkboQTXa/D/Rta0+/LagX2ejGqehfE620jS47NrdW2Drius8NeOrfxNdGKOEIw9qGC3Olk+Zzs4owKHQgn5uM0AD1pGguPzpHcQwSzSHARc04ggZHWuf8b6p/ZPhuWXd8zgjFCIZ5H4q1y81TWpjHMwRCQMGus+Fetu00tlczlj2BNc34K0R9fubicoSME81W0m5/4R/xhluFEmCKqxNz30hu/GKxvFjMnhu5aN8HFaySrdRRXMZ+WVRxWR4x2r4ZuBg5IpdSrnh2mWup61qDWttOwcnj5qt6jZeIPDFwvmyuhU5znrS+ENXt9F1z7TOMqrVsePvF9v4neOK0iJ28ZA5qiT0DwLr767oytLzLH96sD4jaJq2rXkUljuIx/DWj8MdKl0/QzPOChm6A12kZWPGQGqOpfQ+cdTstT0iUQ3krqx7E1oab4Y17UYlubd5GjJ6gmtL4ovu8QjIGK9I+HjbfC0Xyj8RVEM0vD0E1loFtbXJPmqO9aAD9Cc80rkZ3EZI6UD5W3dd36VBoOzSE0UUWASiiimAUUtJQAlGe1FJxQMXrUN1dR2Vs9zJgInXNSZ9K5Tx1PN5EVvG2I3+9VwV2ZVZcsTm9X8QPr+piMki1VsVsal/oEFudP+b5RnFYd9ZRaXp0e1CXk5zV2zv3tLWNpkLexrsSSR5ctWYt9K816Xm4c9ahjw12qnpmp9QmW4vXmUYB7VWiXN0nbmuapuOG509vDsKlR8uKml2gDipLQYgVT0I4NLcQFlGDWaPQgtBDIhwvcikuZXj2CMfNTUgJlUg5xUtkjXGoneMbe1TN2RcdWS2WnSXMgmmGPatuNEjwqrtI709MKAuOe1MmvLa0ybiVQfTNcbbbO2KSQ8sP7+WpMn+LkVnDxBpjS7FcAmtJCHjEg+6ehoaZTsAwgyowDVTVYd0cRxVslDy0iqB6mqWtSFVhMbhl9Qa0pq5lW2OF8QQ+Vf7vWspeJB7mt7xQq5Q5+Y1gjmRR3rsp7niVdDqtKtVhnhmlOYiefamX1/FpOui4sZPMjzlsdqpTxXq2iiPdtxzUGkqr36wGJmEnDkiuya0Mqd9z0/SdYh1a186Nv3mORVxxhVGc55rivC3+j6vLBHny812xxjGORXFUR6mHegwVKlRY9qkjPWsjo6ElFFFBAhptOPSm0IaCiiimMKfTKdmhiYg6Gkpw6H60mCKpkxEozQaSpLFzSg02lFFwFpKcKaaLiCjNJS0XAiuT+5NER/dLSXPEVERxEtSX0JkHNKwoWlJqjNic7hXnHxcP7mP6V6NuzKuO9ec/F3cY4wFJwOcChAyX4Sf8g+avQuTwK8++EgK6fNuUj6ivQDwwGaHuNHnXxbYLBb44NYPhLwHD4jsTO82witz4uZ8iLahYA9qv/C0EaHJuUqfequQzMvPhRb2llLcCfdsGa4/wxGI/FEcSnIV8V7dqoI0W5KsSdp4rxXwwrt4uz5bcS88UJjse8oMIv+6K8U+Jn/IzEHoa9sLKFQ9sCvEviWX/AOEoJEbEDoQKYmjovD/w103VtHhvJmILjnFdRoPgux8NymWHOT0NeW2Pj7W9NtFtbdGCJ0GK7bwD4s1PXbto79TsHTIpMFud9ypOGBBpMUEAMy7cntzQKm5oORSzBR1NeTfFjWmlmTTkOFU816rdz/ZLKa5BwY1JrwHUGuNf8WFWjZw0nce9NGbNHwn45XwtbtCkAcsOTisDWtTXVdTe/SPyyW3YFeyWfw78P/YY2uLcGQrk81zHj/wTYabpyXOmQ9B8wFWKx1fgDVRqWgxDkvGMEZq54z/5Fi4YnkCvPvhNqU1tqD20qMofgAivQPGqH/hHbpRkkjoKkdjxHRtMOrTzxqPnGSBVrwrLa6d4kWO/hDIr4IIrT+GkUn/CTfvoWCMSuSKf8RvDc2k64bi2jOxzuyopiPaB5awRyRRhYmUFFHagMNvuelcj8PNfm1fSo7W7DeZCMfMO1dYpDluvy9Kk0R4n8Tf+Q/8AjXpngDA8Lw15n8SYp317cImIJ6gV6d4CjZPC8IdSCB0NVclrU6A0lO60wg1Fyx2aKQKaWi4BQe1FFFwF7U3vTqSi4BTSKdmm9TRcBOlY3ifSTqunExcSx8j3rb6dabLOkELTyDCoPzrSD1M6iTicNot1a3EYsdYj2vEcKzVa1sWUN1H5YUw47VzXiXVUv9RZrddgB5I4qDTrlrq6WC6kOwDqa61seTJ6kF/JG18/lcJmobeJnvBzwKlvEjjvnWM5jz1pLZtl0oHQ1hPcuFr6HWWzn7KpP8NSrJ5yArxzzVVZNlqI1+81aMNuIYhx1GTWR6MPhK88bQTKyn5SKt6TbsJ2mfvVe5fdsQdc1rWXKKvp1rCtKx00I3LEwc2zKn3mHB9K5c6Js8y81C5JUHhSa6mSTBAB4qCe3ivI/KnGI651PQ3cdTG0/TNK1BRLGuAD96t1CkKCFQWVe9VYYIbKL7HbLhc5zVkKVjwpz6mjn0HymP4jtluIRL9oMUa/ewaoWtsY7aOX7SZYieMmtsWsdxHNDMN8bnv2qlqlrFp8cNvAMKOcVpRlqZVo6HL+IXc3IyvHasZeZl+tdXqiRz2pZh8wHFcpHnzx3wa7ae54lbRnUWF8yyxJccW4HJNaV5renJmLS7dDKeN+Kwdau4brS4kjXy2Qc4rBtmeLaykqQeDXbJGMXoeo+F9KS23XskgeWTnb6V0Xru6muL8I30wYK5Lg9zXaMMMOc5FcdVanp4duwUL3ooUVg9zpJB0oHegdKBQQIaTFKRRQNCYopaKdxhRRRTQhR0P1pCaB0P1pDTYkhCaTNB5oA5pFC9qUUmeKUUALTTTqaaBCZpQaSgUAR3f+qojH7taS6/1dOiH7taixZMvahqBxQeapENEbHBHtUN3pljqmDeRhgPWp39OhpVAIwOtCGyvZ6faaZCY7OMKD6CrA4IOM8c0oLBu1BLjIGDnrQwK95pdjfrm6jEg9CKLextLBALWPYh6gVYbaANrcHrQvGcjI7GlckbIqvGVZco3UVSg0HSLeY3EMCiU85xV4k9M8UYAIwKdytLAP9ocdqp3Oi6XqDia5tQ7r3I61ebcTz0pBjbx3PSi4mZv/AAjOh5B+wqfXirFtpVhYHNpCI8+gq4rEEknAI6Ui8g0yRAQpz1NLTVXdkin9O2aCroa6rKhikGUbgiqcOhaRbymaGzXzfXFXjgc0h3Kw28ZpC0AKQuSo+lRzWsFwm2aISIeoNS8HJ5J7mgYIOwn3BqmPQpW+i6ZZyi4t7dY29hVq4jhniZJU3K3UGnYAIJPTqKU8Z6YPSpEU7fS9OtWDW1usbeoFTXNraXnF1CsvuRUgO75SMmlBUZC8kdqYWKsGnWNgWa0hCE9cCpxuwGXj1pz8ZwMe9N4fAU9OoqSkV5tM0+6ffc26yN6kVZgjjgTZAoVB2FKq4Jzx9aXbgbgMUxPUOlIeaVvX+H1poz2GR60xjhSGnbSFBHJ9KRkbOOpxQA3NKDTRyMjnFGQO+aAH0hoxyAWxnvSDkkelACGkzzStxSjmgAPSqmqRNPYtGvJI4Aq2eeKq6jqEek2T3MnJA4FVBNszqfCeTapZy2N4/nKVBPejSoRd3yqW2of4q2Zra88V3TTsBHDnjNaF54fh0+GCCNwJGH3xXdG1jyKkUmcrfweRfvEGyoPBptlGZ75MdAadqULQXrRu24jvRp7+VeKB1PeuapuVTOmcb5o9o4TrWsCXGD2FZtmyZbPWtCORXJKng9qg9OHwlS7AAUr1FaGnT71X3qnLHvLKO/GakiVoFQKc461zVY3OmhKxqyHLYHakZN6YzihHDjOOSKk42ZXk+lYcuh1bsjWIQoWZqdHJE8bFZBn0odEkXa7ZyPWq8WllSWV8A9qzsO6voSWYJL57niqGtKzTA9dorUjQxBQOcHmsq7k8zUGUtkY6VtRVmY15LlOZ1aV4rcqe9c/FgMGPUmtzxFcJJcBE5A4rFAAdeO9d1Pc8Cq7s0tSsy1mjRNkt/CO1S6b4Vvr1UdTlR1HpWhpkEBnjaSQHcOc9BWpvn0e7ae0mEsJ+8gNdkr2IguhreH9GOnx/vF5FbYOarafqEepWYkj+8PvD0qyFOMkY/rXFO9z1qEVyhmnKeaTFAGKhmpKvNLTVbFOzU2JENNpxNNpoAooopjFoopcUCEHf60hp3r9aa1NjWw2iiikx9BacKaKcOtK4mFNNSdajai4CUopBRnFFwIrpvkxUkK5iWo7r/V0+Iny1oZRJSZpCxoBzQiRw6+pNRyzR2iF7qQRp3JNOnmjtoWnlO1UGQa8X8YeLL7XdUa0tnITdtAU9aZHMekXXjvQbSQxmfefWrmneJ9H1EgW9yBIexNeX6Z8M9V1GATzFlLDIzWXq/h3V/Cswd96gHhhRYVz3psp1UEt0xWZeeI9J0yQQ3lx5cvdfSue+H3i06tClncvulQcMetcR8SmI8QkbjuJp8o7np/8Awmvh8f8AL5+lWbHxFpWqz+Taz72xXlOk/DnVNY09byGQhW966vwZ4GvtC1T7RcsSoHc0NBc775lXrmmyzR28RknYRRgfeNP27mPPyk9q83+LGt3FvFFZwOVXHOKi2omzobz4gaFZzGMSbyO9aeleJNL1c5tZhuxkrmvLvCXw/PiPTnvJLggjnGea3PDPgDUNK1hpZJ2SAdOetaWEmddc+L9FtJmgnuNkgPNR/wDCd6APl+1VyGv/AA1v7/UpL2OX90QT1rz6TT5I9U+wb/m3bc5osM9xh8baHPOlvHc7nkOAK3ty7BNI4WLHUmvKdG+F+ow31rfPKfLRg/XtUnxE8ZSpt0iwfGzhip70Adlf+OdF02Ro/ODsDzg1HZfEDQtQmEZkER9a8x0DwDqviJBcSMyxt1dqn174a6lotsbqBzKinkikwPaopI7hBJAwkjPQg1T1PWLLSoDNdvtAry74eeMLi01NNOvZD5Lnb8x6V0fxWbfoisoAUngjvSsO51GkeINP1sEWUmSOSa0mdI/3jEJGPvMa8x+EAAM2c4xzUPxH8ZTed/Zdg5VQcHB5NOwXOw1Dx9oWnOyed5pU81Wt/iXod04U/uh61wPhr4dX2vRrdXLskb85PetrUfhEywFrS5JcdqLC1PSItVs7iwN7DIHiUZJrMs/Gej3t99khlzJ0xWLoWkXukeEbyC6yAqHrXnXg7/kcgcZ/ef1osFz3W9vbfT7Uz3kipFjIGa5S4+KWi28uxfmUHg1x/wAUdXupNVWzSVljwBtzVnw/8MbfVNGF3Jc7pHGQoPSnYOZno2j+JtL10BrObD45WpdU1q00KDzLyTG41yXgnwDdaFfvczTnGcIgPWsv4v3fz29sDzjkCiw7ncaN4n0vXpmj0+QZXqPWtUsEBYrhe5rwXwLfPo/iaAAkLIcHNe0eJNQFhoU9yWA3pxSsFyhL480S2ujaySBnDYrfSUXEUc0f3HGVr5okZ3vmuiScyZyfrX0D4SuGufDdtIxztXH0pME9TWPWnDrSMc8inAClcsQ9a57xurHSQ7KfLB5xXREd6intY7q3eC6G+J/0q4OzM6kHJaHnN1eN/YUZ06by8feA61HBd3t3pSyyMWccAmtDXvB7abEbu3mZrfOdgonurWCxt5LZAUAwy+9dcdTy6sXFnL3jSfaAz/MSOfaoonEV2jH1qxfSia8Z1G1W7VTmHII6g1lV3FF6naW8YNr5ynkiprA4iZs81T0i4VrJFzlsdDVsbbZC2SSe1ZJo76crofbSly4b1qyozWZbzgzHjBParxLFfQ1M2rGyUlsWUuHikXjINXLqZbWHfn5nHSsOOaRZdsmBzxWlPbPcXMTM2YwKy5dDaLkZdpHeXd4ZTIVjB6Vu3kzLZfuny6inlYlGEUKOlQfZkE3+sP0rC+p0QjpczdP1edLgi5U4I71Qv7ko01yh69K2tSjhWHO0BscY71yerThYPJU4Oa6IWZxYhtGM0jSzFm5yaTBEyn3oXjt1pMHzlX1NdFPc8id7mvc2zRWySLLgydhTtGTUJNXjTcTbj7xbpirdlbRvcQxMQ+7qD2q7Np0s2tLYafMfJP32FddTRCppl7w7K39u3EcJ/wBGHXFdXhRjk57fSqWl6Vb6VF5cQ3OfvMe9XTkHGd39K45M9ajF8o4UvY0zcad1rM0sxmcGpQ1RmlSlcZJSUuOM0lFxBRRRRcBadTKfSYhPX601qd6/WmmrZS2EHWlxSDrS0gExThSUooAKaac3tTaAEopCaWgCG6P7upIv9WtR3Q/dipYv9UtJlCkUAUtIvNCJZh+N52g8MyFDg9M15j8OtPivdfM0w3lDnBr1PxfYyX/hyaOEZ2gkivI/BmrDQ/EO2f8Adgthiaqxme7liFChtgHQCsPxlbQ3fh+UzAOyrkGtm2uYLy3MlvIjqw6k1ynjvxDZadoj2qyq8rjBUHpRYDzjwFO9t4nVY+hfGKsfEok+Id3frTvhtp8l9r4n2HaDnNR/EnjxMVznB60xCaZ8QNU0qyW1gVtgFdd4L8Z6jr2o/Z7oMEPer3hLwzpN94cgmnt1aVhycV0On6Bp2ly+baQBH9aVxx3NI4V9icgVxXxG8LS61aLdWq5kQfMK7MZDkjqetQ3l9a2UQF1MsW48ZPWkU0eG6H4m1TwndGJw6oDyp6GvWPDnjWx8RxLGpCS45UnrS694U0fX7J5lVEYLkSDpXj2mGXSPFkcMMhOyTHynrVEH0BcN/okojJ+VDXgU3zeNACOfN/rXvBkZtKeQjaGi5+uK8HPPjIdz5vX8aQz3Z5ZINAMm4/LF/SvAif7R8WZk53S85+te/wAcIuNJWFuQ8eCPwrwTWLaXRPFjF1KqsmV/OmgZ75YxLaadbw26gIEG4CppIhcQvBtyjA5DVj+HNestY02Jo5lWVFAZM4zVjXNcs9GsJLiadfNCnYoalYLnheuRrY+K3MPy7ZeAO3Nd347mafwZZyOeqD+VcJCsviLxTvjUnzJM/rXffEq1+w+GLS1J+ZFGaYil8J5GitbyTHRDXHTj7f4yKy95u/1rtfhLGJ7e6h6ZU4rjdfhm0PxaZnUqBJnP40Ae+2MKWunwwxLtUIOlKSUOVyay/DWv2esaVGy3CiULgoTV+e8t7KEzXU6RoP8AaqS7qxB4gDHw/csDxtOa8T8HH/isV/66V6/qGp2uo+HLuS0l3IAQfevIPBhDeMAOnz8U9SGdz8R/B0mqINSslzKoyyiuF0Hxdqvhi48uTeVBwVbpXuF5q2nWTx21zOsbuBnJ61g+K/CWjappst2pjjKruDjjNA7Fzwt4utPEkStGQk6DlSa84+KU4l8QJGjZ+YbhWN4Pmk0/xYscMp2BsEjuKl8W3A1Lxh1yN4GBTEHiGyOkzadfRrgOFOa6Lxz4jN34Wso43y0gCsK0vHOhiXwVZXK9YFGBjpXnFpNLq91aWBy21hQIt6pp/wBg8PWsrJhpOc16x8O51l8LRqDk1znxN0xbPw1ZLGuAkYzVn4R3nm6VJE3zbTQxrc9AHGQaVaQ9d56elOXpUmlxahnuI7SF5pnAQdjUxrh/GVxcSalFYLIUjccntVwV2ZVajitDpItVsNXsZooJA5Cn5Sa4KyniguGjlXfGHPFVIFm8PXrvHLvBHQHrV/T40jP2m7j/AHbknBrrhFs8ypJvUxtSkiOoM8QwmeBUaxb2571JqHlPqLtEv7ongelOiViwCDOOlc9eSi9QhG+xNaytbkgHpW7p873cR3LkjpVWx0K4u/nYEA1uWNl9jYRla4ZVkelQpsjstHnkk85hhc1qS6YeGU9K0YgREAowpoYhF2jpWXNKWp6HKkrHNahZsrq3OccVDb3d0sLLyStdI0KzMAVzVaXSfLLNEcZ7V0KWlmYtNGGNUnYruB681pC6Hl7v4sVCNNaMlnXK9aq3Evk5fsKn3SeeSRFdTsWaaRvlHQVy13cfaLhmxx2q7f37XDFVOAT0qhIMAZ4reKR51eo2yMZwKYf9ev1qUHgVH1nX61tS3OWVze3Q2sK3CSEvtro/Dd1a6bpL6hevzI3XvXNTWCyWqtHJuJGStEySX+kparMI/LPzKTXVUTaCDPSLS8hvohJbMGQ1NgDhelcj4FSaLzY2J2KOCe9dapyM7cVwyTR69Gd4hinHpRRnNSXdsbTlGKTNOTnrQA7tRQaXHFITEpKM0UXAWnUylo3AXsfrSGj1+tBqmNbDKWkopALnFKDmm0A0AONNNKTSUgDFKBRmjJoAgvDhBUkR/crUd3/qxT4/9StBRJ2pE4OTRRQSSFgQyMv7uQYOa8u8b/D6b7S17py7s/Nha9PPIwelGenpTJseAxX3iXTwYF85QOMDNS2Ph/XvEd2pnjkKk8sc17o1nZOdz2sbH1Ip8axQDEMaxj2FO4rGb4X8O23hyzWNVBkZeTXl3j3SNSute8yG3Z13dQK9k3nNBETffiVj7ilcfKY3g6CW38N20MqFZMd63OBx6dabkAAKNoHTFIOPxpNjSsO/irgPiXomq6gI5rNmKLyFWu+oJzwwyPehMHqeDDW/FMFr9h2y7AMdDWx4L8F6hfapHqF6jIgOctXrn2SxzuNpGT67am+VE2IoVfQCquTykVyhTTpYIzv+TAxXiiaDqw8WCb7K+zzeuPevcEIXoMUYQnOxc+uKVx2GwKVtYh0YKM1yvjbwZF4jtjcW6hLpB+ddbg9c0BsHNFxNHz5JpniLQZykaTKc4yM0iad4k1ycQyrNJk9TnivoJ44JTmWBH+ooiiggOYYEQ+wp3FY5HwR4Gj8Pxi7u9rzsOnpUHxOsLzUtNH2SFpG9hXbNz14oHAxgEe9K47Hnnws0290+KT7VC0XuRitnxr4Mg8R2pmgwsy9PeupOB0UL9BSLx0ouPlPn+TSPEmgSskayqAeozS+V4p1fEDCdlPrmvoB4oJR+9hRz7imiK3i5igRCO4FO4uU4/RdBvdM8Ez20ikzyJ0PWuK8I+HdYtfFHnz2rKgfOSK9oLbuW5oyv90flSuPlPL/iN4X1e4vk1K0Z5Exwq9q4+S48WXMQtXWYIPl2817+Pfkehpnk2pO77Mm71xTuKx5j4F8C3cMc2oXy7JApKK3UmsO38N6xP4yFxNassQkzkjjGa9sP0pTtYcqMjocUXDlM/WNN+3aFJZccxfKPevNPA/g28tvETy30BSOJsqSOtetcZB9KDz2pXHynNfETTJdU8PGG1QvJ2ArmPhdpmq6NcyrdwMiH1FemjjrQzZ7AfhRcLDSeoPQninrkiozzjNPDHpSHYVqwvFGm213prTOfLdOj1uNwKwfF+46QOG2Z5ArSmzKqvdMHQPCM18wu7iXdGp+XPer/AIhs7dJY7ckRoBWfe+J30vRrW3swST1buKZNc/23bQS3MnlkDk+tdUW0jz5Ncpgx6ebjVWghO5M9a7TSvDcVuoaQZNY3hOFBrUycMoPBrvQuegwK8rFTfMdmGhGSIY7dYgFRQBTbizV8Mn3qtjaByKMd1Bris7nerRRRSV4z5bjApzENU8sayjBXn1qnJBJCdwLMPSqu0XFpkyEKQPWgj58lqhEwI/eDYe1OTnnOa0UmXyJj22lSpXIrKvLFXzlflNanzdONvrUcrsw2qoapnNpaAox2ZyGoeHPlaa3Oe+KwJYpI8pIvIr0uOy+Ulup6isHXNIBUsi4PtRSrPqcOIorocZtPFRvlZ196turIxRhgg1XnOJkHevWoO55E00zoLCAWs0NxI4ZDwwzW1qPhiyv7d77TLg7gNzIDXM3kWzTlkilJcjla0PCWrpZW1yLiRt5UgIe9dU2EFpc6TwpdQy6e1vtCyocE+tbpJyAT0rl/B9vMZLi7KEIx+UGupAGMnljXLUPVoLQSgmlpDWKNkJnNSR1GBUq8CgGKaXtSUvakyWNooooAKKKKaAX1+tBo9frQapghlFKabSGBoBpaBQAUUUUAITzThSCnCgCtd/c/GpI/9UtMvB+7FPi/1S0FLUdQOtLRmgTVh1J3pTSUrCF4pDilHSlNACADFAxRRSAMCiiijcBKXIooosAYoyKKKYBkClyDSUUWEOCmlIApBTqLANHXilORS01qLABOetNPtRRRYYhz3oFLRQA7tTeDTv4aYBSAX2o20UtAABRxSUU7AOwKaSKWkNFh3EpRSYooFcDzSU6mscGgBKcP1po5qRBTAaeOtVtUlt7fSJnuyGjI4B7VaYZNYni1ZH0UBFJUP81XDcxrfDY5ez8NS6uwn8wJbFvlzVjUtPtUvPsYkCpGvXPWk1iPUW0q0/s18QqPnCnpWHaNNqly6TS4dB1zXZC1rHmT0Rr+E3tbXUpjLIAoPBJrsv7UsgP+Phfzrz2LRkmSSQ3G0p6GorbS5bsOy3LBU965quHUnc2p1uRHob6jak8XC/nT49Rtunnr+decyaRcJA032kkL7022065njeSO8I2jkE1j9U8zVYq6PUBeWbD/AI+E/OgT23e4Q/jXmNlp89ysn+mlNnq3WmW9rd3FwYftTqB3zS+qeYliWenSQ2swyZkJHTBqqyCDnzV2/wC9XB2dvdfapIZL8oq9yaZCtzNf/Z/tbPGD1BpPBvuaLGO9juftKTt5ayAfjVxGtreLHmKW+ted38M1neqtvcM4fgkHpT9Qt7i0SP8A00ylx0B6VH1J9xyxbR6AtxAQS1woPpmoZpbOZSrTp+dcI1o62QmN2xY/w5pJtKuI7AXb3RG7oM0LBXe4ljNNUX9b0y33NLDKv51zM5AuU71pLpUk1ibhrosV7ZqCHTFli+0M5DKehrsoUeTdnJUqKXQ1YIrVjD82SeoNXtW8OW8QW/tXB2DLIDWV5wa3H2eItKg5Ip+gG7+2PNdSnyMHepNdM7PQyhdHbaDfxX+mgxKI/LGGArUBwAPXnNcx4QDCe5kUkRZOK6UY9eTXJV0dj16D93QdSGigisTa4oFP6U1acetMQZpw+7SUUhCUUtFFhCUUUUAL6/Wg0DoaRhVMEIaaacaaakYtFFLQAlFFGaYAKcKaOtPoAgu/9UKdH/qVpt3/AKoUqf6paRSH8UUlKKAkONJ3pSabQSPFFApO9ABRRRSAKKKKACikJpR0pgFFFFAhaXFANKDRqAtFFFABTTSmmmjUBKKKKACiikFAx3akFFFIBaSiigAooopgFFBpO9AC0GlFB5o1EJTWGadQaNQG9KVTg0lL2o1GKTk1zninW306MweV5iSDnjpXRCuZ8Y2UtxAJ414Tr71tRtfU5cTflOI/tm9tY3VHPlOfu+lWI1S7tDJZRsJSPmIrPkAYcgg+laNvrE2k2AjW2/1nBbHautWPOSlIn8NGG7vDYzsSQfmNXtTltbOZ7W0XIzyRWDFepC7TWgxM3JxUc9zc2xE7oSznJBFDasPkbZrJemBQsls7x9+Ota9g+i3NvI3+pYDlT3rS8KTx6pp+J7QfKO4q1qHhywvbWQW0YimFRzo2VF2PNry9Ed+Y4AVTd+ddin2G00JbqaECZhx6msm0trPTb0x6nAX2HIOOta1nbHXr55JI2js4x8gpqSTM/Zs4y+me7LOgKHPSk0+5ksH38EdwetbV94du5LuaWGMrEh496dofh+S5vP8ASUOwHqafOheylc17a4sb3RJLmKACdRyp61ylpfb7/DIW+b5lPaus1nSJdHdbqxUvGRhlFZDRQXzKthassz/fOOlHOivZM1L250yC3RLaDzppByq84qu+gahe2v2mdxDAv8LHGK3dD8Mw6bGLm4bfL2FReNjdNZKLbIRh8wFZKauaexaRzlj5NjfJC/7yJzgkdKn8XtbacsaW0W1HGTWFBZ6nNHmFGOznpU39p3EgEd9bmXZxyK0bXQycHctWzzaVphvggaOUelY0OoTSSOwJVXPSullvv7Q0U2i2pSOMccVzy2zIFPlng+lVGxHKzsPCGpmST7IFUDua68k5K4HHpXH+ELFfMMmNp967DBBwa5K0lc9TCqy1ACnYoFLWLOhu4AUd6KO9AhRRQKUUAJSUpptAC0tNp1MQL0P1oNA6H60U2C2EPSm0ppKQwpaKKAEooNFAB3p9R5+ang0AQXf+rFOTiJabefcFPX/VpQNMdS0lFAN3FoooHWgQ6k70UUgCiiikAUtJS00A00ooNIOtMBaKDSCgQ6lBptLQA/tSZFIOhpKAFJpKKKAEooooAKAKKKBhRRRSATNGaKKLALRRRRcANJilooAKWkpaYgpDS02gBKd2pope9BVhRTZYluLdo5AME9PWnClwaLkySaszFfwpp7XKzbRjuKtS6Dpstt9meIFf72OlaGDTapTaMo0YoxLTwlpdpIZBHvOcird1oOnXTK7RhdvbFX6Kr2jD2Eb3Ire2itYzHBhB7CpAcHOOfWilqLs2SSVircabZ3bbpogW9cVPFGtvEIokAQe1OpRQ5MhQSGuAylWA2v1GKbHFHGNqoAPWpQM008Um2xqKTuIVxlchlPUEVHFaW0Ll4YVjY9SBUo5ooTaG4pu4NyQTztpskccqlZVDqexp1IaS0G0mhkMFvBkRRKoI5GKryaTYzEkwqDnJ461aFLT9pIhUYkK2VokRiW3UKepxUQ0mxUg+QpA9qt4op+0kHsokMNtDCcwoE+lWFB6mkxThUy953GopIdRRRQUtBKMUUGmAtLimZNPB4pAIRTcUpNFFxXExT8U2n0XAYhyPrSmkiHH4UGqY1sIaKXtSUgCiiigBM0UlFACYy1SAYpg61J2oAr3f3BT1/wBWlMu/uCpEHyLQAtFLijFABmlpMUDrSsAtFFFABRRRSAKWkpaAENFBpKdgFoxSUtABmlpKXGKYhw6UU3NFIB2KaaUdaaaLAFFFFFgCiiiiwwooJpM0WAWiiigAooopAFFJml7UAKKdTKWnYQpFNIxS0uMg0WAjzzS0FcUgoKQ4UZoFLRYliZpMU7FIelKw0JikIpaSnYYgpaO1FAhDQDRRimA4UmM04UlFwDbRingcUuKkVyE9TRjNPK8mjbQFyLvTgOadtp2KLDGMuO9NqRlpuyiwCDmpB6U0LinL1oACKSnGm0AKBmgjFJnFGc07AFLSUUCCiiikAU+mU+gQ1OFH0oIoX7i/Slq2Uthp6UlKaSkAUUUUAJijFBooK6CAc1J2pg6049KCSvdn5B9amT/Vr7Cobwful+tTL9wfSgpC5oHNNpU60Ax9J3paTvQSFFFFABRRRSAKWkooAKSloxTASjpS4oNKzABTjzTRTqLEsMUYoozRqhah0ppNKTSUXfYpBRRRRcYUUUUAIetJk0E0oosAoNLRSZosAZopBzTsUhDdtL2oooAUUuKQdqdRcBMUYxS0hoTEJ1pMUtFUO4lLSUUALmkIopTQMZRRRQAueKSiigApAaWgCkA7NIDSmkFGgDwe1LTe9OpCFpKWigBuKDSmmnrQFwIpKcelNoAXNAOKSigBc0lFFAARmgDFFFUMKKKKQBRRRQIKduptFDAVfuL9KWkX7i/SlqmNbDTSUppKQBRRRQAhooNGKCugCndaaKcKCSC8+4i+9SDoPYVHd9E+tSDp+FIqInSlXikpwoCQ+kooosSFFFFFgCiig0WAM0mcZOKKBkn/AGaewWHKCV3ZxQ20fxCsrXrx7VEEbYBqgtxcyoHDnBFcNXEcrOiFO50eV/vikLoOrCuezcH/AJaEfjTWExHM2PxrN4zQtUDoxLF/fH50edF/fH51y7JL2uP1qMh8cT/rWbxhf1c60Sw45cfnR5sP94fnXHjzf+fj9acPO/57/rQsbJbB9WOtMkfZhSb0/viuUIuCOJ/1oAuB1n/Wn9ekL2B1ZkTj5xSgof4h+dcsDKOs/wCtKJ3X/lv+tCxl9xewOo+X+8KOP7wrmTdOP+W/60n2uU9Jv1q1i0HsDp8rnGRS71HQiubWef8A57frTmuH73AH40fWyfYnQs69nFI0kYHLjNc4ZM9Ln9aZu3H5rn9aX1oPYnSebEv/AC0FPjkST7rA1y/VTiQnHvWjojFmYEk4q6eI5hVKXKbPFIaUmm12rU5hw7U6mjtTqZIUUUhoAM009aWkNOwwooxQaLAFGaBSUWGJSkYpKcOaAExxSUp4pKYAKUUlKKQCmgCg0tFgFApaQUtITCiiigQlGKWigBCKaRg0+m45oASlIxQRikoGFFFFABRRRTsMKM0Uh60WAXNFJQTRYBRRSA0ZoEOX7o+lITSr9wfSmniqY1sFFAOaKQBSkUlKelADaKKTNAxaWminUhEF10SpFPyD6VHdfw1Iv3BTKQU9RTKetIJC0HpRRTJEoFLigCgAoPSnYpGHFK4hv8NKTheelBHy0FcoRSew1ucz4hcyMozxmomZo9PVlOMU/XRtkUe9RS86fgeleFiP4p6lNe6UHv52VlTJbFVVuL51LHccdqk0yfbqBRlyK35XgiXcIxjvWknGLs0c7bbOaWS9fLBWx6UifbZOitW5DeIshbyxt+lKLvEpZIxg+1U1F9Bc3dmKovCdvlnNNH24MfkbFbsk02SViHPtR9om8sjyhu+lNWS0Q2vMxANQY8K1OWO/cHhq2EnnER3IF96WKa4UHagalr2F8zD8q+LY+bij7Pek8q1bQkuWfLRYA9qJJLgv8sf6UNPsFl3MRLS/Zz8rYpzWV+H+XcK2xd3AH+rwfpQlzc5JMf6UrPsLTuYxh1JU6NUf2e9b727NbZuLnfvK/Ke2KDcTmYHysj6UotrdDcFpqYBt74E43YqVrSSK3VppWV2PHNbUczCZkZRzziqWuurRRsRjaaITUpWCrFpaMdZFlGGYniug0BfkdveucsJA/J9K6XQMGJ8djRR/iFz+E1jSd6U9KQda9mJwoWnCkA5p1BIUGiigBtJQaB0qxhQaKDUgAoIoFFAxnNOBpcUgoAQ0UGkxQAopaTpRQA4UtNFKKAHClpB0paRIUUUUgCiig0AFNPWlU0pHFMYwmkB5pSKQDmmMWiiigAoNFBoASl7UlL2oASg0UhoGGaSiigZIvQ0nalXoaSqZC2GnrRQetFIYtFFFADaMUUUDFFLSUtIRBddUp47Uy66pTx0FBUR1OWmd6eKAkFA60UDrTJHUUUUALmjNGKSlYQGk7H6Uppvr9KBrc5jXuZB9arykrp4qzrfMo+tQXWPsKr3rwcR/FPVp/AY+mhm1I4FbEkbecgZuC3SszTAwvyRWhKS97GuT96rk3zo507XZqG2j4AUZIp62ccYBYDd6VZVNhHQ8UyeRLe3kuZjwor2qVK8NjxqtWTnoIyxInzsqD3rEu/E2l2zMgw0qdK5LVdcu9SvH8qQrEp7GsmUDzAeWY9TVOnHqjWLnbVmvqXiO+1GQ7D5aA8YpLTxBe2af63J96zCdmAO4qB9w5NJU49iryOhj8V3wcsxBBqc+M7hcfKD+Fc0syhQpGCaRsqeOar2cOwryudrpfi6G6uFivFCg966ZQrYlDK0J6YryRh8hboR0xXdeCrx7rTXjkYtt6Zo9nAzqSkdESuMbRihUB7Cl2kjLEZpA22iVKDgYxnU5tzKv0b7cuBjjtVXVVIhXK5q5fu4vVPbFUdXlYxpyK8KUOWeh7kdYajNPGSfpXUaEu23b61zWl8ufpXV6QuLY/Wqw/wDFKn8JoCkpaSvY6nCuoU4U2lHWgQ6kPSlpD0oENpwNNo6njnHWrGPPWmZp3QgGgj2qQQ3ijNNYckd6XoM9qBi5ozTc0hzRYBT1pDS9utIQeuKAFoooxQAHpSA80EjpnmhQSeKAJV6UtItL16UiQopM9PfpS0gEPSm049KaaYxQcUp6U3NLmgBKKKKdhhQaKDRYBM0opKUUWAKDRSGiwCUhpaDQNDaWkpaBko6GmkU5ehoIqmZRGGkpxptIsKWkpaAEooopFdApab3p4GaLkle6+4v1qVf9WtRXfCj61KvEaUFoBwacOaaachGKCWFLnig0lFxCjpTqbS5oewC0DvQKBxSRIhphOFNPPWmkZU0i47nK65JiZfrUVx81vG3tTtdA88fWo5lLW6AdhXh4j+KenT/hMoaRv/tF89M1pT4+3x7euaz9HJbUHWr8qFNQjJ6bqtr30Yxf7tnQLnbzXP8Ai7VorawNp3frXQs22IueAFzXlniK/wD7R1WT5vlU4Fe/DSCPFWs2Z0eRkL90mll9utJvEeE71F5v7zuaGzdXHhsMM9aVmV2GOtOj0251GQLChHvTbvTrrSSPtCMCajmRXLIZIg3A04MCKhE6v1OCalVON3arTuTqgDZJDHAIrT0HU5dJuMbv3bHmsqQZTj1qVGAXDdMdaZLVz1Sw1C2v7cyREcikZiWHtXJ+CndppI8koK6tshjnpTaujmlGxSuhvvBk8Vn66FQR4NX7v/j7X6VR1tV2pntXgTVqx7dP+AS6Yn7tj7V1Wkf8en41y+lHMLfSun0ji059adD4yquxfzRSc+lGea9aS2OIWlXrSUqimIdSGlppyTxQITOaxvFGu/8ACOab9oC5MhArawBXG/E858PxkjIRs1SE2ak/iu2tPDaarc4Ejr+7T1rP0jxZf6ppFzqP2cqkIyox96vPtEmk8Y6jaafdS+TBDgKpPBr1rVBB4b8MSfZ4VMcI5XHWqsK5S8P+JJtU06W+vLcwrEeSRjIrV07VbTVFaWB90Q4H1rhb7xVPqPg6aSztRGvKsqjFZ/w512bTrC6NxETBHli57Giw+Y9WEUhz8vFHGCx4ArzQfEXWrq5kuba0Z7VD94DjFb3g/wAYyeJZ5oZY9oWk0HMdQzbInlIzgZFec3fxNvFv57eC18wRHGAK9Gu1LWcsanBVTXi2j+IIND8T380toLlSxABXNILnovhTxvD4kf7PNGILhR09a6c7g5VhtPavIvC9veXOuXfiBbY28KZYKBgV3/hfxNJ4lFx5qBTBnB9cUDUjfxhCCnK96EXkbd2PWuP0/wAaTaj4lutLaPCRZx+FZk/xC1a41CfTNPtdxiJAIFFh8x6Mef4SuPWjBUegrzvRPH+pz3kun6jDidASox1rZ8KeMX1m+ura9QRGAEgH2o5SeY6ogFd4BOD+VO2N1VSVznNcRB4/mm1i7VUAtLVTlvWsMeP/ABHfzyXllas1nG2CQOKOUOY9SII+8etIMd+a4/wb41n8STyQzQ4aP73tXXsuDkH5TSHETGKAeaWjAouUFFFFFwCg0UGi4DTRSmkouAtFGKQ0XAKSlzSUAFFFFDAlXoaVqF4BoamyIjDSUppKCwpDS0GgYlFFFAw7U5elN7U5TgUEle8+6Klx+6T6VFdn5Vqb/lklBaG9aeopg61IpFBLA00040mKQgpaSlNDAUGgmkoJpIQU1jhDS5pD91h7VLGjldZGZAe+aiIJiH+7Uur/APHwB71BdkrGNn92vDrfxT1YaUWU9HbGoP8ASr4O6/RScndVDQyr3j5BzV+JCNWXnPNbP40csPgZsajcRWti7zNt+WvJLkqbuaZeVLZFejeNLeWTSiVz07V5pFIBCyHnHWvbV+RHmRS52X9F0ZtWnZmJC4611Fl4cs7TPmgOfeqXhS8tILR/OmSP6mt+N4rohoH3r6iuWrNpnoU4xsLBbwwn9ygT0OKdeWkN/H5d1HuPY4rM1vxBb6OPLx5kx6AViprviG9G6K2CoemRWScnqavlRcn8EWzSF0cg9hXPXttLp0xgIyueDXY6RLqrgvepjjiqPiKxaa2a6VeU6itoTd7GM6V1zHInMUnzfdNG/OfQ9KUv9ohJYYIOKjZSFGO1daaaORrU6DwlqY0688uXo/Ga7pvvBg25W5FeULITtcHBB4r0fR2eTTYHcknHWnc55okuF33i5NV9YgXygWap7nP2pWFRa2oNovXNeDVv7Y9em17AbpLL5TfSuq0sj7GOO9cnpUe2Fj1zXV6UD9kxV0PiKq/CXu1N70tJ3r1pdDiHDtTqaKdmkSFIaM0UDsFcV8UWK6FCD91nrtM1n6xoltr0C212flU5UCqQmjzHVfDkthollrulAjywDJtrpH8TQeIvAVyWbE8afOvvXZRafbQaYNM2Bodu0g1jQ+B9LtBNHEWCT/fX0pk2OR8MLG3w+vpXTO0mqWlRyS/Dq++zr8287iBzivRbXw5Y2WmPp0X+ok+9UmnaDYaVYvZwoGjl++DRcOVnHeDNY0W18GT2920fnAH5T1NVPhjJFPq160S7ULEit9/hjoxvWuFnkWNjkoK19I8MWGgs7Wefn65oGomneNttJ2BxlDzXmHgGxs77xPqAu4lkVWJAI969RmRZYjE33WGDWXpXhyw0i6lubcHfL1pFcpZ1S3ih0O5htIVjVkPCiuE8Aaxpeltfx3lx5UgzgHvXo4wQQyhgRjFctqfw50fUrw3IZ4S5ywWmhWOX8JA6h4v1K+h/1WGIbFWvh8I28X37SIGO44JFdto/h/T9AtHgtUyHGGY9TTdO8P2OlXjXMCnzJTkmmHKcHcCMfFFQUADNggVT8Zpc+Ftfla1BUXXTHvXpT+GtPbVjqrKfOXk1wuqtP4w8dxQJGTb27YOR6UrktCReHpoPh7cXuwi5mO5vUirPg7X9GsvBN1a3LqkuDlSOSa9FNvb/AGUWjJmILt29q5aT4aaJJem4DOqscmMdKOYLHMfCyVJdYvZETCMTivUzjzMHoBWTpfhvTtDkY2KkBuua1SQXJ7VN0VESkpetN70yhaKKKACiiigBppKU0lADqQ0tNJxQAuKSiikMKWkpc0MRKO9DUdAaQnNUyEMNFKaSkWFBpDRnNA0FJQaSkDHUtNziloEQXf3VqYf6pPpUV2PlWpv+WaCgtDaetNNPUcUEyA0g6UppKQhaSlpKACkNLSGmAnNL1B+lFKOjfSpexS3OV1ji4H1qC4/1YPtU+tf8fA+tV52/c8+leFV/inpL+Cypo5H2mTHWr9nk6yM1R0dGjneTGQea0NP/AHmp7sYOa0f8RGEdKbNu8jW4RoZVyrDFeYeINFOlXcmB+5Y8GvT5m5Knr61k6rpyatbGOTjHevev+7R4yleoecWujQyw75rgxq54rttJtF0myRInLhh940q6FZpbJGy7ih4NWCCSsePkXoK8+tK7PZow0uR3WkWV3meWIPIoyD71S017+aRkkjWKND8vFbJXEexR17U3y/mHzVkpM3cUPDP5Z3NkimSRLJC0b4IcU8jaD3x29ajlYIvmk/KBz7U4ybZLtaxyQ8OFbyYMwWLk1i3cQjZo4+Qp61r6vqbyzNFDIQPUd6x3kKr79/evQhex51RJPQgH+sQY4J6V6bpUbf2ZCvQBa5Hw7o66hN58n3EOcV3cSLuQRDEajGK2OGpIoyjFwoJ4qLXZNkCrmp9U2rcR4G0VS1oo9uhJNeHU/jHrU/4BJo//AB7sTXUaWc2/FcrpLbbU8ZrqtJH+j5zTofEaz+EumkpxWkIr1UcC3AU6koBpiYUUppKLldAOMUhMQBaWQR46MT1p2PeuL+Jl3PbaVbfZ5ChL84pols7P72DkbcZD9qiWWKQlY5g574Neea34umXQbLSbBzLcyIAzL1BNdJ4P0e60nThPqc+53GTuPShgmdEflG3rSjao5poZQmQ6srfxA9KSMpMT5UiybeuD0pXKHA7smkJJAqJ7+wSUQtdxK/puFSpLDLIY0kViBnIPFFwuKR0pBzUB1TTmkEP2yPzc4K7qleSOGMvJIEA7k8YouxXJAKTvUUV/Yzqzw3cbKvBIbvUu5WAKncD3oC4rY2+9IGXcEkcB+wNC85OOF5NeWeJ/GMi+L4vs0jeTGwDelMbZ6rtbBVj8vf3qCDTbOylNxbW4jkf7zYoivYbjTBdhxtMW4HPeuS8LeLptW164sbuRQiEhOetKxFztsY96RmqC5vbKxwbm6jjHu3NPWe1mC+TdRvvGVAbk0WHcdyaUdKguNQsLRxHc3cUR92p8UsVwm6CRZPTB4IpWFckFNPWngcU0jmquXcTNKDSfjSilcAoopaAGGkpTSZpgOprU6msM0hoO1FHaigYUlLS7aBMl/wAaG6UdjQeRVMzRD/FThzSHrTlFIsCKaafTDQNCA0GjFAFAMFFOxSUuaBFe7+6tTZ+RKgvPuqfep8Dav0oLQU9elMzT16UEsKTvS0hPNKwhaSiiiwBSGlpDQAUE/KfpRQeh+lJ7DOW1n/Xj61VuyPs/uFqxrRK3C+maiutv2TPGSK8Kqv3p6cf4JU0OXzJGjJ7Vo2UZj1Hg1maNEyzOwxwKv2Rb+0C2e9af8vUc/wDy6NqQ5c5qHOzduPy1JM2ee9U71m+wS7fSvf5bwSPCWlQZvjlBMZziql08iyqVXisHS9aW0kmW4JPPFPuPF6uCkMYLDpkVxTpu57VKrHlOnGXCtnHFRTo8Pzg5rjn8WXKADbznpWpYeKo58R3GFzWXsmae2R0Cyb0BxzWH4ovPscSwxvkyDmrz67YRoQjhiBxXG6jdvfXTuWyM8VpTpWepnUrJrQoh98h9fWkk5wp60btowMZpy8gKFLMemK7krI8+TbZ2nhKyltrRrlmzG/aukhI3gqPlPWsDwpFcxWX7/IRuxroEbggcAdKqxyz1ZT1FVluF+YDFUNYjLW6qGGBV7Uf9YmVH4VnatgQKcN0rwKv8Y9ul/AHaYpFsa6vST/owrk9IZmtWJ7V1umYW1HvVYf47GlT4S6TTSaWmmvVt0OFaMUGnCmDrTxVCaClHSko70gACuH+KyltHt1HBZsA13NcX8S7K5vNPtltkaQq/IHbmmiGcJ4SddA8Q2x1eMukmNjN2r03x7csvhVp7aXhuQy+lZmveEv7X8I200abbyCMYA69KyNLOr6r4SudGurdzJEMKxHWqFqdD4WmlfwRJI7F5fLJDHtxXIeGtcvLDw9qlyZGdixUEnpUFl4j1vSdHl0MWEnmHKhtvatrR/B15/wAIVdQyZFzMd+2jQNTI0TwffazpE2uNfuDywXNT+D7jVfsGqRCZpZkU7BnJqvpfiDXNG0ybRBYO2QVBC1c8G2Ws6fZ312bVhOQSAR1o0DUxvDUNrqGqFNSvJLO7WTjccA81ueNtQvrzWLTw7Z3HyMADID1rD1WW58QTRxx6W0N6r/NIq4zWr4l8O6rpiWGrQxPI8SjdjrRoBB4m8JX/AITtreSC+dvMI3jNel+HX83QLVmbdIV5NeY63q/iDxbFbR/YJI0jwCdvWvUNAiNtodrDIhDovNJlIg8T6umieHp7snEuCqj1rxi11DTrjTb2W8DfapGzGa73x7b6prWqWmnwQt9jB+YgVvWvgLw/BYwwzWoaXZy3vQDOf8EainiDwjc6Y0pieFTtJPJrm/COhsfEV1cNclTa5br1xWtb6JfeGvFkiWsDSWcoOCo4q/4Q0i6g13UWuoSsc6kLketMkw9J0m68f+Ibpprp4ooScDPWodMtb3SvHv2Brh3VBhFzViEaz4I8QT+RavNFOxKlRTdH0/XLzxidUubWRC/zA44FAFHW1dvFcsevGaKAn5XXtXqXhS2s4dHRbO6+1J2bPIrg/Euo6jdXFxZ6lpRlPSNwtdN8NtKvNM0d/tKtH5pyqnsKTGkdgDxSE0vSkxUWKGk0tIRSr1qihDmkBpxFNoGhaSiigYtITS5pDzSGBPFFGMiigQU6m0ZoEyYdDQelA6GlPSqZmiE/epw6U1qVaRp0HU00tIaBIbSikozSGx1FC80HrQIr3p/dr9an/hX6VBfj92mPWpx9xfpQUIacvSkNC0ABOKBzSHJpQOKCRaKKKACkNLRQAlI5whxTqa/+rb6UnsNHLawN0y59agvYwLTd7VNq7EuvPeob8kWSgeleJV/inpR/glTRJSJpARxir9s2b35PWqOjFjvwOat2atFfN70/+XyMP+XZqzHK471VuNxsZVHJAqwc7gfWk4+4Rjd1r6KD2PCl8Z5hdf8AHxJngg1s+HNHt7xzNKwCjrVDxDBHa6q6DozdKrW93cWyMkUhVT2FZTWp205WR1E+i6SJG3zquTxWNqXhvCmSynDn0BrKeSR8s7sT9adb6jcWsqsspwDzUctjTmuNCyxYjlQqy9Se9KzqqnFbGo3lrqNj5iKEmUdR3rBO4xAFcH1q0iGO2hgGXljxiuz8M6GkUIurqPcW6Aiud0G2FxqEahcgda9G4jVYwMKB0q4tM5qjaG8A7FXao9KkGMjHSoyccUudnA6Voc6bsVdRKGZPmNUdZKm3UK1XNRb7mRWZrACwockZr56r/GPbo/wSzpS7LN66nTTm1U+1ctppP2Q56V02kPutQBTwz/em9TYvg0GiivXfxHE0IDUgpgAp4oExaQ0tApMkKMDP3A+exFFZeteIbXw/GktzkmQ4AoVxM1Fba28D7wxt7UzAjYFUWMnrgU20uFu7SOeLgOMjNY7+MLNdbGjsuZy3WmCNloYTJu+zxM/94rTg2Ofun2rCPi61bXv7HELCXpnFbwQZCk5WjUegzyYN29YYy5/iK04kNgptV16gDg1zOreL/wCy9eh0l4RiQgZFdKxKhSAPm6GjUeg0RwB/MW2jDnqQuDQ21+GXcvdT0pSeSG6dyKTqNytgdhQGgoSMD93CiJ6AUmQAcHntSkcjv6ilBI7cUFJCA4C7gCT3xQM4O35j71l+IfENv4dijkuOfNPFLc+IbKz0YatOdiSD5B60E6GmMNglR8vYjvTt64/1Y3HuBXNWvjaGbSJdSS1PlqcdOtauma9bajp4vZAIUPXPGKNRaGi6I6nfCr+hIzQoUAeWAccGo4JYpofNglWZQeCDT8jlnwO/FAaC7YXYtKiOexZaG+YBvukcBRSHa6gcjHSlyX+o70DA0lKD60hoAQ0nSlNJQMKSloNAISkI5paKCgIpKWigAooooAKSlpKBMnHelPSkHQ/Wg9KpkJEbUq0xj81OBpFjsUhFGe/pQdzfN0FAhuM0badnPcYpDhW+8OfWiwnIBwaO9Q3N5Z2ZBubhIweg3VKkiTIJImEiHoVNIE7kF5yq/Wp+y/SobofMozUyhgAetMsVhxTRT2NR0DQ8DNFIDS0E2CilpDQAlFLSigQ2myH9230p5qOY4iNS9ho5fVvvr9arajj7KOe1W9V5lX61V1Li36dq8Oo/3x6Uf4JU0fcm9gav2rlr4k+lUtDVWEmTVu0OL9h2rSP8Yx/5dGszBmUCmv1B604D51pVK7mz1zXvx3PAeszgPGSKmspleSM1iMSAW7Cul8cmN72Jo+W7muX3M7eXQ1qdMdhnml8t2ApbdcqWboabGm2Roz0NSwfLlT07VNy0NeUowiHerUKAJ8x3CqUoKyBwM4rQtV850VeCx6VMtEVHWR0OgWiWjCcfxV1IOV56mso2DWlhCR1xmtG1kWVFJYZArKnK7HiKdkSZxjNSAByKjflju4oUkHg8V13POTsVdSXZImTxVLWZY3ijUJVvUpPMZBiqGrgJCnrXz9X+Me9SX7m5Z09M2ZGa6PR49lt1rldOlP2c11ulc2YNLDfxTeqvc5i7iikFL2r2ranA2FOWm0q0EjxRmkBpT1FJkh1rz74tYSys2Y/KHzXoJ61598VyGgso2HBehCY7Tviho9rp1vC8ZJjQA4Fcvp+qRa18RIry3GFZ/lr0PR/BXh+bSLeWa0jMjRgnj2rg7Szt7H4lxw26BYw/AFWSdsNX0b/hLzZC2U32f9bUOu/EOy0S/FlDH9plB+YDnFc2gB+Jc5VfmGcflS+CLfT7nxjetqYjeTcdok+tFguZ97rEfiDxlaXaLtbIDIe1ehW/i+zuNYGkhDvTiuE1eKwg+I0X9nFVG75gvSp7Jkg+IrNIVTLcE8UWGjt9d8UQeH7qC1ljy05xzVLVvHNjot2ILmPLldygVgfEme3u/E+nRxMJGVhkqc96zfFMVo/jiyS8x5W1ck/SiwXOhs/ifaT6gLW4tzCsn3XI6120bKUjlVtyOMivO/iRZ6RDa2D2SRLJxjZ1rtPD3mDw9ZmY5JUdaLDTOV+LpT7DZsR8qnJrmNJa88fXVrp/meXZ2qgEZrpvi2QLSxjxkE4+orlnsbvwVLY6vZbjbzqC+OlFgPStSTTPDvh0RS26i2j4YY+971yfi3xRZ/8ACKCGxtjFHP8AdZa1fFWq2+s+BDeRsrlsbhnpWNdW8DfC8SSRKSpG1iORRYm5a+H3ia3h8OzfaNyC3GS7fxU8fFeH7QxSwLW68GTFYl3Ht+GEfkxhd0nzso5Ire0iHQ/+FbSb0gM3l85xnNFgudD4b8WW/ihHaCPbsrcPI44I61538IxGsV35eBycV6Gp2nLc5qS0OppPNPakoGNppp+KQ0DG0UtJQNBRRS0hiUUtJQAUUUUAFJS06gTJB0P1oP3aD0P1pO1UxLYib71AoblqaakpIlGTwOaCOTvOEHU0wNg4yRmue8da5/Yfh91DESSfdNNEMreKfHun6EvlRESS9gDXm+r/ABN1fUlKRfuV7EVyl1PJdTtNM5dnOeT0qJU3ShO56VRDZeutb1K8wLm7kcdjmuo8DeMtVtdUhsHdpYXYDB5xVfwj4TnvbthfW58rblGIrb0/w7L4a1TzhbiZmb5TjOKhySKjFs9UvduY27kA1MOYxzWTa6kl35UMhHmgfMK1mJVlXaCKSlc1a0A0lI33qU9KpslBSikooGPpKSjNAMXFKKQUtLUkQ1FP/qjUxFRTriE0nsNbnMaqf3i/WoNT/wCPNfpU2qcyr9ag1YFrRFXrivCqfxj04/wSDRlAhkPU1ZsVzfNniq+kb4IXYnNWrV9+oA+1Wv4xj/y6NRhhhiqNxdB5fs6f6zuakupym4R8msq2DC4eR+tfQJnixjebKev2KT2vmLzInWuPcGOcV6PY2QuvO3nhh3rlr7wtereu8a7o88YrP2iudKpuxguMvkdaiZ8yhRWqnhrVJboYjITua208D+ZEr+aA/cUnNDVNnMxWk1y+yFSzD0FdD4e8PzfahNeqUC9Biuh0vSodMUYAL9zitMv5jbnwAKxlUu7G8afLqyG5IaBtw+VR8tYlu7Rs0gJwD0rQv7nf+6TpVN9kUO09TV042M6suYvR3sdyAOhqbgDbWJGdqBl4Oa0YLwSKEf7/AGrqTPPnCwl8xSWP0qjrk2UT5e1Wb3LTRqxqDWEG1FPTFeBW/jHtUr+wI9PYfZzXYaOc2S1yNkv+jcV12lZWwUetTh/4prU/hF80negDikWvaW5w20HUCiko1EPpeopBSikyRR0rnPFfhoeI0iBk2eQ2cV0naonUZ3d6EK1xLOD7LZw2yHKxoBmuaXwWi+JP7YaTjdnFdMjt0p/U1QOJzcXg9IvE51nzcqx6Vl638OnutVbUNKufIZzkjOK7g/LTe9K7FY4jT/hsbS/i1Ca482dWy2TVvxR4HXWrkXthJ5M6DBx3rrj0poOKLjUTivDvw8mtNVS91S4891IKqTmuc8ZWkep+PxbMxRc4XHavWg5DZHWse58NWV3qw1UjEynNNMGjl7P4bXA1CK41K8MsKkFVzmu8hjihTyk/1aDCilyTy3XpSik3qCRh+KfDg8Sw26M+1oTx9Ks3Wg2d1oa6RcndHGmA2OhrUppoTY7HGWvw/a206XT/ALUWhlOV9q1JfCkM/hr+w/NIKnOe1b+aWncLIxLfwvbp4bOjyYKdjXLp8L7lJGjN8VtW7A16HSii4WRheGPC8HhqKVI33Fu/rW6DjbnmiilqA8jNJjmkBp2eKNQExTWpTTTRqCENJR0ooKQUtJRQMWkoooAKKKKACnU2nUCZIeh+tJ2pT0ppIPFDZCZG3Wm9aq3920DgLUcV3KR061m52Z0RjoXJpUt7eSZiAqLkk9q8M8beK7nX9Ra3ZsxRNhcV634puf8AimpwrbWK18+sMzyMxy2a1g7nPO6E4JIxzWjoFkLy/EsnEcRyTWdteZhHEMuxrvrfQ57Dw3AyQHzpmw3HanJ2JirnZaVr0Tad5rQiONPkBx1rRljZ1E8QyJBkZrDuLSQaTZWEUWC2C5xXSxJ5NrEm7JjABFcU2dtONjKhslt5TPlmlJzit6yvBMm2XKv2BqpchpWVo0xjqahmIXDBsOKSm0XyXNtnUEfMKXcp4BGayoS0kQYsc1Jh9/DHNaqpcl00jSHPSlwc1nsZVTIao4b2QShWzVKoZ8hqUUmcoG9aBWy1Rm97DhS59KbTl70CaFqObmNvpUmaZMMxOc9qUtgV76HJ6iD54z61BqXzW6gHtVjUmxOv1qrqXNsuOOK8GWtW56cvdpWG6TG3lv5h+Wp7fat8dpzxUekq32Z8/NThFLFcb1HUUSly1OZkRV6di3EFdpCTmo/s4eIsvWoYpJ0L4XrT0v3jRlMfJr1Vi4W1OFYe0rk1jlcoSRuq0mUYrkkVjyXU6LkIRmp4NSAUCRTurKVeDdzeEWaobsGAppK84BJqk2oQDqCDUMmqgjbECfwqXWizVQZbecISW4xVeS6acYjXj2qsblXI87OKnW9twuyKM5ojWprUicZvRERAQ56moZo/OYHOD6VIZAMnaSc0pmzGf3ZB+ldMcXTOZ4eZVuAF2x527e9KrBnXtjvTGWWTLFCRTolkYH5DkUSxcFsT7Hm0Y+aTzJFyeVpmsAvbo+eKlS3klmAIxxUWuYiiSNmrypyUp8yO5e7DlJdLXfZ56mus0vmyCnqK5fTMLpoYda6fSx/oob1q8P8AxQn8Fi8OlAo7Uhr2r6nEnpYWikFLQSOFKBRRSFYdmo2AJzmngZpGFFgEXFKeKavWl70x3F603FOpD0oADRgUlLUtDuNORyOtDneAo496XrSYxQIQbu/alFFAoAWkNLSU7jClFNzzTxQITFLS0lFgFxSU49KbRcQope1Ape1FwG0hFOobpRcEyM0gNOI4pgoKQtFFFAwoopGoAWijtRQAUuaSkoEyc9xSfKMZpW+8aQDJoZENzL1CHdKG7VCnykCtG6QEE+lUvLy2a5qiZ2wasc/4ujuZdKkWLJ46V4rJG0c7iRcNnoa+iXjSRWVwDkdDXmXjvwo8O6+t068kCqpT6GVWHU4XT5vs+pwy8YDDNe+afLHeaVBI8Y2bRjjvXiHh7SW1nU47bcI2B5zXuNjAlnp0dujhzCMHBq6rIpWuOvHEVurIgL9qh02OYIXuCct2q2oDtgrkYzUgyAflwBXKpHbYZI/kREdSaqQwu5LyDirODIelNmk8tcVO7HokRWl0iOVbgA01b0Pf7FYBferbx2lhp8l5d4CKu7614rrHiy9n1uS5s5CkSt8ozW8KbZzzrJHt54PqKidF81TXlmmfEu9tsC7j3iuqsviFpN4yCZvLYmhU2mT7VM7pT8igZNPPXIqvZ3ltdRpNZzLIhHODUwPzHPWuiK0Ibux1GcUUCmSxw5pk4xC3uKXOKZOxMJFKS0YQ3OU1Bv8ASVHoaZfxb4FyccVJfKftgz60+6tmmRV7YrwW7VD0XzShYoWN9b2lu4LZNOGsQkcsc1Cul7Vbgnmj+yv+mdXz07+8ZRU4qxcj1a3znPFQvqtu5JwM1ENNx/yzpjafz/q6iU6dxxUyzLrFu0IAHK1Xj1S1LhiuaVdNXPKdaeNH5yqCnz0wdOchk2r2zy8Q5XFNh1i3R/8Aj3GPpUx0sqc+XTBpjZ+5Ve0ph7Kp3HHWLQsMw/pT01ezViREMfSoTpLMfuUo0V933RUudMfs6g86xb/MypTRrcbjmMY+lKNHYIRtHWnR6QwH3BTjOmL2dQb/AG5CqBRH+lNTXIllAWPr7VL/AGKxO7aMUj6Q24EIKbnTEoTQh1hRISkfJqpqt9HcRLvjy1XF0twTnFKNLXOZFzSVWCHyTYab/wAeOD0rptIYm3x2rE2Rpa7E61s6GpWAhqrCu9UusrRNMHijHejGBSA8V7fU86PUXFKKbk0oNAh9KKaDSigBSKMce9JRRYQm00tFFAIQ0UGigYYooooAKDRRSAbiilNJQAuKQ8U7tTTzTATqaUUnSgUAPooFFADj0ptOPSmmkIUGndqZTu1AgoPSig9KAQ00ynmmd6ZaCiiigYUHmiigAooooAKSlpKBMnP3qPu5oP3qGHFPfczjuQOMqw9apEMrlRzVyU+Whb0rIjnD3RXfyT0rkqztojsprS5ZYhflxlqyNfure10maS+ZduOAauarqFvpVq1xcSKCoyoz1NeNeJfEd3rl27M5EOeEzVRhsyKlS2hmPqLwajJc2RMeW4IrrPAuv382rFZ5TIp6gmuKEYAz09q6z4dW6za0cmtqkfdMab949Na6m+YqMHPFRrPfk5OSvpWibeNM05cYwK4Voz1FZozy99L8sY2e9WtMt98h+1vvC8mrOdpBGOlc74t1GfQ9MeaPhpOlaQV2YVmktDmviR4u+2Tf2XYyYiThsd6872gHBGBVyd0vnacf6xjk1U2sr4kH0rvjZI8yTuwYjpjNI6qYyRwfalYZFN5xt7miwHrfwmjnOnyNJIWQ/dzXoQOf4cH1rlPh3aeR4Vgzw7murAK5XORSNo7C0UUUhhTZD8hWnUZIH3c0WbHF2dzl9Tgma43KOBUJa6+XA4ArqZII5l+YYNV/7OXseK4J4VN3OqGIaObBvF6Cnbrv0rov7PX1oOnLj7wrB4FSNPrJzh+1GmvHdYrojpo/vCm/2a/96n/Z4LE2OakS+YjGRinKNQHrXR/2ax/ipTpjj+On9SsL6wc6P7QHJpc357VvnT5P71J/Z0vrR9SD25hZveN1NZb5jkMRW8dPm9aF06bNL6kuwfWDnymoZ4YipBHfgffJroP7PcUhspKf1NdhfWDB2agf4jikMd9jvW8LCQn72KkGmuf46f1Rdh/WDnTHfKM9ajKai30rpjprf36elhj+IUfVF2H9ZOYhtLwyhdpIrqrGBoYBu4OKekKx84GalHzd61o4dRlcxq1W0LnikFGKWu52OeIUUUUEgKctNFOWgBaWko70CELYoByKUigCgBCKKcRTaACiiikwCiiikMaTQKdikxTADQFzSilzQAxhzQOKVzk03mmA4GlzSCigB2cikNAoNIApw5FNPWnLQIKD0ooNISGmmU9qaaC0JS0lLTGGKCOKKX+GgGMzS5pKKBC0mKKWgRM/DU35iDT34aomYheKb2JgVNQbbbkZwTXOXeoW+ixPd3BBYD5R61v6qoMajOM1574y0q8v7fdbEsE6rXlVZXqJM7o6U7nHeIfEd3rty7M5WLPyqKxx933p0qmJzHIhV165pinivVjayPOk22Hrmuu+HU1vBqZeWQIe2a5E0xZpIXDRMVOe1XJXQ4uzPokmNyGEqMG9DThwT8uB614aPEGp2qIUuHwPerD+N9ZdNnnnFcjonR7c9hnvrO0jZ7i4RR1xnmvNPHXi6LWGFpb8onAPrXJ3eq3l8f31w5/Gq4GR6+9awp2M5VHIamVIIOMVbEsU4/ejB7EVXK4pGANbWMGPkgdDlfmWlsYftOowRqCdzgEUkdw8PH3hXQeDIIL/AMRQhhhgwOKBntml2a2GmW1vGvAQZq5wOP1pWXy/lzwFAFNzgfWoNo7AaQGlopWAKOfWikxRsMXHtRx6UYop6jVhNtJtp1GaW4NCYFKvNJSjii3mToKeKSlPSm/jRqthin6Uo+lNFPFF5AI35UmTSsM0Yp3YrCAmilNJRcVgoxRRTuPQKQgUtFFw0EAx70EZOelGDS4ougswopMUc1NrjFoNFFFhADT14pgp9FgHUU2iiwhx5pMgUlITzRYB+RTTTd1KaLALSUCigA60YpDxQDSGOpKKKYBSfjQaSiwAaKDSYNFgHClpopwosAUUUUWAKUHmigdaLALQaKDSJQ1qYakIzSbaC0MopSMUlMYtHakpaAY2ilpKCQpaSloAmflqi559qlb7xqJmwDTlsKBn6wpaEN3FZMDCTLv8wHBFbmpDNmSBk1hpi2TOM7uteLi1adz0aCujjfFvhRLhHvrRMEcsBXnhGxmQ9Qa94Kow5GUkGGHpXmfjjws2n3Zu7RcwtySK6sJiOZcrOfEUrO6OU6j3pAucE0A4w1PVC0gA6GvTTTRwSVia5/49kHeqvtVm7b5lT0FQd6AWwgXBp49qQClPtTGgppoNJmgAIH3jwfStHw7qLaXrUFxnb8wyazup55Par1jo1zdsJHBVRUkSmon0RbzpfWkV3G+6ORR09ae2cCuQ+H2qKbZtMlbJj6ZrsyMLtPfkVJrTmpIYDQDmkPFKBQaC0UYo6GkAUmacBSkU7gMzS7aXFLikwExS7RRRSAMUhFLQaa0AQDmnUw8UZNO4D6Qim7iOtLuoATFGDTs0UANopT1ooASiiigAopcUYpaAJRSYpcU7gFIaWgDNADlUGngChRS0gEIpuaGNNzzSEOPtTD1p1IRTQAozTwAaYKcKAFIApopTSGgBG6Ugzmn4yKbigYvailpKAEIpKdSEUgEooooABThTaM4oAfS8U2loAKUUlKOtAC0daKKCRDxTM05utNNA0NJooPWimWgpaSlA4pAxppeKWkxQSKBmnYFNBp1Ah55BqNhTzTTR1JRDKu+Mr2rnrv8A1hRa6RlLAgVz95CYbgsea83Gx1PQw0iCBj/qz1NGq2sd3ZmGUArjGDSO4zuXqOlThRNAI5D8x5Bry6bcHc65xTPGvEOjyaVdsGGI2ORVS3zHGZZBgY+WvQvGOl/arYPIOI68/vblJFEaDCR8V9Bh6nPBM8fER5ZtFRyWYk96AMUnJAJ/CnCuwx6C9qCeR2pQDj5eTUqWc9w4ypWpJc0iD36/SrNvp9xdH92hwa1rLSEilVJPmzW/GkVoNsagfSi5zTxCRzyaUligacZf3rdgOLRdoHPpUOpfvYgXHBpIhJbQIR80fepOWdRyLGmXzaXq8VwDt3NyB3r121uEu7VJ42DBh+VeK3hSZklBx7V3XgTVGUNaSvnIyoJpnRRqNNHZbcfWihgVkBPftSY+YmpPSTuLSGlxSGgtrQcDS0g7UtBIUUUUAFIKWikAUmaKKYC0GkFBoAQ4ooNGKYBRRRQAUUUYoAKKMUYoAKKKKQBmkNLijFAADTwQaZjNKBiiwEgNGc02lFDBi4pjD5qfSY5pEiAUHrTsYpp60IYlFFFMBCaTNKaQUAKM5pTSgUUDEopaSgApDS0UgG0U6igBtFB60UAFOptOoAC1CnmmlaM4oAlyKKjBp4NAgbpUZqQ9KjNAIaaWkNLTKQUopKVetIbFIoK8U7GaCc0Ekeeafg03FSUCYHoaYaeehphp9QiNFZupoVYEfdPWtInFQ3yb7YjGeK5sVDmgdFJ2kc66YcEfdNSM2zAzSxAbvKccA5zSSbRLyMD1rwX7rPQ31EubaK9tWgl6sOK8d8RaY+maq8QQ7CeK9lP7xSU/h6Vz3iHS4ruEXEiAsvWu7B1bSszjxa0ueXR2s04ykZwKuxaOWCtI+Cf4a6eKKK3QeWg568VT1KOPejLkN2r279TwJV9bC2mhW8YUkYPrV4wW8IxgN9KqR3rkCOX5cd6tLtUbxyKLnPOo2URG6XRdDlfSraTo/BO0j1qKJ90x2dKka2Wb7vytmlci9yO//g7VMNwjVRyCKpXMv2eULcsCB3qjqGv4Bitxx60WNYUnIsalNDb/ADK3z+lZtj4gvLPVIrnedqsOKoPI8zF5GyahkXNUd1Onyn0lpF/Fq+lQ6ijAsVwwFWK8t+FfigQzNpNy+Fb7ua9T2gc4xSOuIZpO9LRjmpZb2HZozTSaQGkSPJpmaDSUMEhc0CkpaVx2Hg0UzNG6mhMfRTQ1LmgBCKAMU6kIpgJRTlFLt+lFwGUU4imnNA7hRQAcdKXBoC4DmnhKYOKeGpEgVxTCKcWzSUAJ0oDc0ppmOadwJAc0ucVHnFG6gCTOaXdimA0p9aQWHZzTT1phbFKDkUBYWg0lLQAClpBS0DQUGiigBKKKKBBRS0lAAaTFLRQMTFGKWigBMUYpaKAExRjNLS0ANxilBooAwaYC02nU3FACEU0Cn4oxQAgpaUCigBRQTSUUANNOoxRQJjn/AK0w09j/ADppp9RRGU05dCtPo4B4pSV1Y0vZ3MC7j8l29+lV0YOpR/vdq0dYibyxIo6GskqSnmD7wr53ExtI9Si7wJoVYMVovYBNGYMdRT7fDIHP3hT3k43MPm7VEXy6omUOdNM4S9tnsrhom9az7xg00a+hrrPEFg8qrcqufXFcrKEW4VnIAHrXu4epzxPmMTh3GpsPmhWU+mKiXzbdskFo6hvNdtrcsqLuI71j3WvXNwmxTtT2rpsZxot7m4t9bxu0jEKB2qjdeJRytuuPesFndurE03AxgDBqkjojRSLFxeT3Ry7E1BjFOBxTSc0zdRUdhTnFA5+tJnigdc0yh1pdy6ffR3MJwytk17/4X1pNc0aKZXBkVfmGa+fCPve9dh8N/EDaZqwtJJMRynGDUlJntWS49CKd0xScMSy/dPelwPWoZoJjNOC8UgNOzSATbTcU/NJRYLjNtOwacCKKVg5hmDRin0mKaDcbikwRT/pS0AMBIpdxpwApcCmAinIpaPpRTAQ0U7FGKQhKKM4pNwoAftFNKmlBHajdSAbSiloouAhpuKdRTAbtpCtSUhoGhnSgtSmjAoGMPNLnFOxRtoATdSZoIpADQA8GlpoU0tIQ/NJSA0tACgZo20KRTsigTEAxSEU7IpKAGUUp60lAwopaSgAooozQAUUUE0AGaM0lKKoAooooAKKM0UAFFGaM0gCjNG4UlAC5opOadQxMGpMU4ikNLqJDOlNPWnE02qL6EF7F5tuR6VzjZVzH711fDKV9RXPXUJjvTkcV5GKp63O7DzsrEW/yo8VLGRNEfWoHG5z6DtUlvw3oK806uoxejRSjIbgZry3xla3en6mRyqOeK9YkTdIr9q5/xnpSanYtLgb4xxXdhavJI5MRQ5zyVvm+8cn1pFGKcysjlCMFT3oxivdjqjy5K2gUopDQKpKwW0FooBpDSYrgaKTOKCeOlHQYuOaRZGguY5oyVZDkEUoOadb273lwIoxnJ5PpTSE3Y9+8I6uNa0C3fO94l+etvg/MFPNeX+GLyfwvamKFt2/qK6228bQ/Kk0ZU96HASrHSDngDFLjHFVbfWLG8UeXKuT71dCjaCCGz6GocWjRVExlJUm32pCpFRqWmhlLS496OM4zTGJRRnJIox70BsAopePWjj1pBcSijj1oyKYhaKSii4WHCjFMLY96dj5c5pBcXHFIVoHPelwfWgLibTSAEGlz70Z96LBYWg0nHrR170WCwZozRtPrSFT60BcWg0mKPxoC4YzRtxThj1pfxouFxuPak2mnE4oB4ouFxAlJtp340uKAuNxikxTyKbTQJiHpSDNOz60blosMUClpu4HpRmkxDqKbmjP1oCwHrSUE0maBjqSjPFB6UAFFMyfSjJ9KdgHE0lFGM0WAKdTcYozRcB1IaTJozmi4C0maKM0rgKKWm0A0AOxSUuaQUAKKKM4ozQIeelMNObpTGp9QQ00YpM80uarpctCdCDVPVY1CeYBzVwng1XvojNZlehFcuJheF0XSfvHPOGA3L3qeP/V7m4NQRsUYxP2NW5osRhl5FeBa0tT1FJNaCwEsp44FVdqvOyTDKN1q1HcjG3aBTJlU4DcZ707tO5Op5V420b+zNUM0I/dynIrmuOea9c8WaV9u0tmC7jGODXkbLtkeMjlTXu4SrzxPLr03GQUopB0pe1dr3Oa4ucU0nNKD6UxzzwOaTHYWjcAOelNzj3rR0/TGnYSSqRHVxi2RKSRXsrOa9kCxqRH3auw0/T7eziARcueretSWltbxwiO3A9xU6lV+UjGK3jC25yTm3sITIGz1FSJNkbZI/wAaVTn7vNBdG4Yc1pZGV2LuCMDDKyn2NaNpr+pWZAEhdR0zWO6HdmM4pDNOnvUuKKU2dvZeONxC3Sba3LXX9NusYnAJ7Zry8XMbD94vNKpVeYnKn61DpmiqM9eR45OYnVh9aGWQc7RXllvquo2pzHMzAe9bNp43uI8LcDIrOVNm8KqO35HJ60bj6VjWviS3vQvzKrVeWaV+YyrD61k4NHSpxZbyT2pcH0qn5tznATmk+0TjqBmoehaVy5yO1GfaqZuLgfw5oFxPjlKV0FrFz5jxjijLLxiqTXNwVIC496ggvrlw6umMdDVFKLZqdOcc0ElecVlW11csxLL3qc3VwTygqQ5S/uJ5xS5PpWf9quP7lL9rm7rSug5S7k+lG4+lZrX9wrYEdPN7IMfLk+lAuUvbvajd7Vni/mzjyxT/ALZLj7lFw5S9uo3VQ+2yd46DfMP+WdO4WL+6jdVD+0G/55Ufb5D0jpXCxe3+1IWz7VS+2S/886X7W/8Azz5pDUblzdS7jVIXjjrEaDfSfww5pphyl3caXdVH7dL/AM8aBfP/AM8qdw5S9upN9U/trf8APOg3pH8FK4+UuFxQHH92qX24/wBygX+P4KV2HKXS3oKTeaqf2jnjZSf2gP7lNMTiXN5o3mqf9oDPKUC/znCcCncXKXN9LvrOh1ZZXKlMEU/+0U5yp4ouOxdDE5o384qmupAfwdaiGqK0pXbyKLhY0t/tRv8Aaqf9ors3bKP7SiwDtNK47Fvf7Ub6qf2jH/do/tKP+5SuFi3uoB5qp/aMX900HUY+ymgOVlzdSZzVT+0I/wC6aUajF6GgOUtc0Zx1qt/aMXvR/aEJ7GgLFncKPeq39oQehpP7StywXnNNMOUt5o6VU+3xbyueaU3seKdw5S11oqst7COpNH9oW/qaLktF1ulMNPboaZk0+pK2G45oIpwoIpSelh30GdSKUckjtSHg0o4pSV4WHB2Zz19BsvenDUFyvy5yK09RhDqJO6isVSWc45rwcRBxkenRaaJiqvgr19KkuIt0YbuKr5ZJVZBhj1q7uVxtPUisFqi3uUlfeDA4yjjFeUeMNFbSNWdguEkORXrIjIlww+UVznjmwGo6abjGWj6YrtwdXklY5sRDmR5Ueny05Tx705I5MFRGSfpUsOlX0x+SBufavcU42PMcGiuWVevWpLW3uLyQRwxkk9OK0LXRHSb/AE1GArobAW9kwNqBketaw5ZGFSbiZlh4ejtiHu+Xz92t97eNolEahVA6CrckUd/F5ykCUDpVNJGjYqwww7V08iWxxuo5FKS2mgk3xE4qWG9SRtkq7WHf1q+FWUZBwajuLKOZRuXDDuKZNxgLK2UYFak+RuV49azzDPZtlCWWnpfxu2HUq1AFlgQetPU7QCRmog5PIIYU5W59KAJMRyfw4NRtZqT8j4NKZNpyOajMhJ9DTCzJfKnhHBzQHUj97HTRcOg+ZsipVkSUfMuKTQtUNEZPzQyFT25q1Bqeo2eNsrMB71X+zjqr4pBJJEcFdwqeW5oqjR0tn41ZEEd0nHrWza69YXgGJArH1rgmMMv3hiovsxDbo5CPoazdNGqrtHqikNtKyKwPTBoZXD4xkV5xa6tqVi4KSEr710Nh4yRiEu1+b1rGVI6YYhW1OilldXCgcd6k2JgHHJ61Vg1GyuQPLmXJ9atNGwAIO4HuKycWjpjNSHbUU4UYpGQIck5prDgfNkUhXjcAfxqblbjxKv8AdprMp7Umcim807oTTF/5aEkDFRpGfNLY47U8jd1qNncMAnSkFyYYB6CnEc9KaFXbk9aM8UDuLgf3aT5f7uKN2KC4xRYLhhfalwOwBpA2aXdt+lOwXD/gNAIz0FN8wYNVNS1WHSbT7TMAc9BTsTOfIXN+WwcU9cqT0x2rJ8O69Hr6uVTDKa2m64I4osTGd9RAxznilIH9wUn8WMcUUWDmYcf3BTSqn+GnfjQDnrRYrmYwxJtyF5pBGD/CKkyKSiwc7I2hU/wimi3XP3amC880/YcZ7UWDmZF5KAgbRQVVPlCDBonbEZK9RTYnLx5frRYfMNFrFG28IMmneTGckoKceopTzRYOYrt5ayooj+tAsoxcmULxUx2hs45FLv4xRYOYzxITqXkiP5KveTGWP7sYFCBEcuB8x708MApXtSsFxggj/uCl8iI/wCgyCmmTjiiw7jvs8Y/gFHkxf3BTDIx70m4+tOw7itHH/cFAijP8Apmc0u49jRYLjvJT+4KXyI/7gppc0wSv5u09MUrBcebeP+6Kh8iEXI4GalEjbj7VFsVpTJzmlYExrWm693AfLVkwx84WkDGhWK0WBsVLaNyQRSf2atODEHIp/nv600S2Wz0P1puKc1IKZK2GinUhpM0ABFMPBqQGmEUW1BEc0YlhZe9c/ta2mYYzXR9Kw9SVobsE9DXm42GlzroyaIY23lpGGMUg3583tmpJF/c8dTTY3Ai2GvKi7HY1fUllbMW4d+tUSiTxmKVMxnrU8khSMDtTI7hcYYcUnLW6LUblOLRdHhyRbAt9KsQwQxN8lsoH0qwskYPIBqQjzRwcelaKrNrciVOPYo3mk2t4N0kQXPcCsW98IhfmtZMHsK6f986FPSoFI58zIZelbQxU4M5ZYaM0cMv2vSbn99GwAPU960SYNSj8xCElH610s9tFqcDRyqCQOCa5C90+fS5twyY89q9zDYxSVmeTXwrgxjGSBiHU49anS4yu1hwehqWK9ieMCdQy+tOks1dBJbsCh7elekndXRwPezIWG0cDcDVaWzgk54DVYAkj4YHFJ8h5Iwad9AehnNaTw/NG2RTFvJo3PmpmtMo2Mqcj0qJ0Vh8680hXI4rqGbp8p96c8e4/I2aryWKtyhxUBt7uDmNs0wL5VgAGWl+YCqMOpXEBxOgI96upd29z0bZTCzHK+OuamWc7cYFMEYJyrAilMTDnGRQBIPJk4YYPrTTDz+7ao9vrkUKzZ+U4pATq8iLhlyBSboZPvptPrTVndPv4NI86McMmPenZWEGJFH7iUjn1rTsfEuo6fhJiZErLMa4yjnPpQGuAMOuVqHBGiqSR2tj4osrvAk/dsetbCSwzAGOYMp9K8vbym9Ub1FT213eWx/cTsfbNZumjeFZo9MK4pDXHWHi25tiFu03AV0Np4g069AO/yye1YSpnUqyZfHAxQG28FetKvzD5GVqOnDg57Vk00zbmQhOaOlB49KXtSZVhMZpNtFKOOtJ6EvQQDFKeRj3pcikPUU0O2ghQKxbsoya858XalLq9+bS2JMcfUCux8T6sulaRIVb97IMD1FeXw3MqTtcIxy/U1WpwV6l3ZHYfDt2hmmg6cc13BLZABziuN8A27kzzyfxd66gX1iZvIE48wHkZoLoSS3LZdicZpNzUmfn4FBo1Oxpbi7jSqT3pnNPUUBox/BoxiigDJpBZBmnFzjFNKjucU3zFHGc0CsBAIIPekChflpN/NIXoCw8jFJmmh80bqB8ouRRkU3dRuFAco/ikJFR5NFA7AaSkooCwtHWk4oFMYuKBxRRSYwIoAzkjrRmkxzmlYCGFZDIxY8VOAKKBx0pgLikozS8UBYAaTIpaTApktGk/Smg089KbTIWwhpKXvRSASjFLSEUagI68fjVDVbcShW9KvE54qG4UzQMvpWGIhzQNqT1MAy7Zufuildd53L0qMRv5pXsDUkLbZiprwZe67HpR1QSOvlgEc1Etv533almXdu8vqOtRQztECAPmrJmmw3ymDYPapHZowMGkRt827NOlkG+hSsO1x/mvsDJz61IHjuAML83eoEkAPsaeECEsverupGcnbYc4WFgGG0GoruyW4QrgOrjH0pyyFzib7tSsv7kiM/LWkW4O6MZRU1ZnB6jZS6TcmNhujY02KVo8FZCF7Cuuv7D+0rIxkDcO9clG0NtcPaXHGDhTX0eCxCmrM8HFUHB3LSagGGx1H1qUW8U3zK1Qvp6SLuhcMKg8qeHjaRivSZxKzRbksbhPmXkVCWZDtkT8cU6G/mj4bOPerH2xJfvxgikFioyRyD5Dg1C8cq/cGa0jbW0oyrbKhNhcL/qn3CgRQaKOQfvkwarvYRN/q221qHzIjiePP4Uuy1kPGVoAx/s88P3ZCaUXV3Hx1FarW/ZWBFRNauvOMigdykurEHbLHmphqdo/BXaaR4Ec/wCr5+lRtpsL89DQGhYWe0f7smD708xqw4cGs1tKPUNURgvIvuMcClqFjVMDqMhqVZJVGCSaxxd3iN82cVbi1jb8siUrhYtPOp+V48e9NQITmOTFNN7azDDcCnKLQj93Jg0+YVicblHz/OKVQvUZT6VDtZfuvmnrK38a5o0Y7tGhb6pqFtho5iwHvXQab4r3gJeJx3b0rlANy5jBWpIkfyn3HPFS6abLVVnoEOo6fc/6uUH6mrSrnlTkV5SrSxypsZhlvWvQLE3kdnGwfOR3rkrWiehQk5o1iuKb1qqmpSIdsqZ96spdW0n8QBNYcyZ0ODQ7FRzTJaQtPJwiDJzUV3rWlWH/AB8TAuO2a4LxZ4qfVH+z2jYiHBxWitY5KtWysVdZ1ldY1wSMf9FU4IqleJBJeBLIZQ9MVn4woVTz3qS21A2M2YwGbvmmefJts7FNWTQ9A8kHE8npXNfaL62uk1B2baWzVaWaW6bzJAW5zilur2ae3WJuFU4UUDjJo9Z0y+XUNPhnXgkc1crD8IxSRaLHu/iHGa3sYpHqU23EQCngUgbFI0lBtYfSjiq4cmot8jS4OcUgsTSSc03kLuAppkCSYHPFL70DsMilMjMCMYqWkC+1LimFhRgUhIpQKNtIY3rRil20oWgBtJT9jAdabIRGo5piG0UqrvGaR28qJpByVFIYmPelAqtYF5i7PnBq2V6AdKLgJRS+XRtoASgCl2ilC8UxiYpKU5pOvXrQAUmaN1KTSEJmigUUAah6U2nHpTaoxWwneiijNJDCms3pSkjFMAOeKYB0+tBAVT6mlxzluAO9U59QhiYrGd7GomrouCs7mXqUbQ3G5TgGoIScl261buopbqMyOMEciqsRxESetfP4im4u56dKQgkySwO0nrRMm+LMf3qVIBIrNUQZ1BA7VgbNkdvlULHtSK5kc45q20SmHK+nIqooyT5fyleTUMuJJ5gXKNx9asWzBlKsfoapv+9wzVI+UhytHQTRMPlkIk5XtTvMKtgfdPaoYnLp8/XtRGT5m1xz2qlJ2MuVJ3FuJWgYbVOD1rlvE+nSLsu4Y9wPLGup84CYpIMihoEn/dSN+6bt6V14bEOlI5sRQ9qtDzy11J4l+YsDWlFqQZQS4P1rcu/DNo8hEeMGsufwjKCTG2PSvep5hB7niTwU4vQaLiGUfMop2yJv9W3PpVKTQtRthkZYVBm9t/8AWRNgd8V0xxNOXUwlQnE1gkgHODSpPIh+XI+tZceqbT82c1dj1JJMDCmt1KL2Zlytblz7UzffUMKCLZxwNtMWW3k/2T7U9rNZFwriqWotECQREfLIM9uaPs8/8J3Cqb2U8TZU5FNE9zE2CzAU2mgtcsPvU4Mf44oUx/xpilTUHAwVDe5qY3MUg/eKB9KA5WREQEfWont17MMVYC2zfdOPrSNbI33WpNi0W5RayjfIyM1BJpSnhcVfks5QPkOarlLiM85oTTFcz5NJlToMiojp86DIU1qedMD8x4qRLps84xRoVdmIBcIf4gRSm6uk963vNjfrGKjCwOeYhRoFzMi1SQf6wflWta3MU8LYbacd6jNtZyN93FOaxg27Y5MZppsNNiJBvnQbgcNXeWk/+jRrnoK4Aae8Db1l3YNbcGqTQQrv+6K4MRByPQwk1BnWiVWGCARTTbwtkrkNWRDqDSwB9pxV2C/jdgrN1615l3GVj2aijKF0cJr0O7XNsshKZ65qlfW8EVzHHbuGD9TVzxjPHFqR2Hg1z4vQp3AZPau6Gx85iU1Kxr6xpP8AZNtFP5gZpB0BrNtogP3rDJNNjlubtw91IWT+EGtC5sbi3tllK4VulaHNsiTT7yK1uW85N646VY0jSm17VwyKVh3Z+lY+cAvnkivRvh5beVYPKy/eoNKcbu501tBHbW6W6DiMYqQmkDNl2ApSBikexTXujSaYTSnrRSNENOccdaN3I4p1JQFgMasc96B6UUUDHZpM000UAP3U4GosZpd2KBEpIppYetNzxTDQBNtBXJNMeNJAMmm5NJk0hDwoUYBpCoYFT0NNpc0AEYVEKKMU/ICgZqOilYY4vim7sUUlGwC7/ajcaTNKDRcBMtRg0E0maLgLnFBNJmkzRcBwNLTKKYGsT270hNDfeNAb1FUZLYSkpcHOe1MZ1TJlOBUjSuOChuvFQz3kNuNobLVSuLySZjHFnaO9RG0Ii8x2y1Fy0hXmuL0lV+VB1p6QRwKBt3Me9Lb5VRxgGnhvnIPNJPUuWxIsYZACcg9ayr63aFyY1yg71oiQqR9ac5WR9pXIPWuXEUlPYqlU5dzDjlyuVzjvSoN0nt3rn/FHiVNH1MW8agqOoFTaR4t0+5H78iMn1rzJYWa1sdarwehtyNsf5Tkd6ieMTZZPl9aWC4hmy8LB0J60rqFk+RvqK5pwkjeE4shYcKo60+clVVByTUoiEvK9ajY7ZV3c4NQo6F8yY0BhgsMEVYhAkBf+ICmTyLKRt4x1pISVBkU8dDSWwrXIzjLEjJ7U1FO373J7elTSKG+denemwnBYnv0osx6IaWYACp0mwg3c+hqFvmfgU+X5IxxTSJ5vIe8pQjcoK1DILeUfPECp9qfG+flcdRxT4EWNmEnTtWkZSj1M5U4z6GdNoOn3XKKEJrMuPB7RZaFiM10CA+eWX7tWElZnKt07V0wxlSBzTwUGcPLoOo243ISwqHzNQtzzG2a7qRiHIK5WmvDbugJjBNdUMxktzlnl6OKTWbiMgSxn8qsLrFrJxJHg/Suom0e3kAbylwevFVG8OWcmf3e2uuOZdznllsuhiiWzn6ShfanfZUcfu5Afxq3N4Tg5KOVqtJ4au4Rut7gn8a6YY2Et2cs8FVjsRNazr7ikAmTnBxUEtprUHXLCoxql9b8TQEj6V0xxFNmDpTjui8J5l5GcU9brP30zVaPX7fjzYMfhVkX2m3A3A7TWyqQZNmug/wA62k/1keDSGGzk4DYpoWzlGVmA/Gl+yI3Ecoz9aq6ZPKxf7OQj93KDSHTJhyCD+NNe3mT7rHimBrte5oshDHtZlOPLNRtFJH1U1YN1dp94Z/Cl+3yAfvEz+FJDZV3EDbzmnzBvICs34VYW9t5GCtHg1FdupkUKOKUkmhxk9jqvD4DadtkjBHrVttMgkfK/ITUWhgiwXjrWjna4rxaqSkfQUG/Zq5yniLwnFc273AfLKOa4H+zvJLknIU17HdLus5lPcV5bdwsL14ugJram7nmY2FpXKka7yCvRaty3dxcxhHYlE7Ve1DTbe00yGSOQb36isyyuVtZS0i7lHatb2PNtciWI3FxHDGp+ZsV7Do1oNP0mGBRhtvNcR4O0g6nqjXzx4gU5HFejbkGAO1HNfQ9GhStqxp64B603HrT967qYz0HeloJtFLg00P7Uu7NARQEcUnWgUZwaChDxSFguM96DIqn5uhprqGdeaAHmkxQ3DEUoNACc0mCacTSZoATBpaXPFITQAuaSkzRmkIDSd6M5opgLRRSVIBQKKDQAtITSUhNIAJo60hpR0oAMUhpaQ0wClyKQU2hCNhupNNBySCQMU6WSKHlzzWPPcyy3JWPIWm2RBXLNxqaRS+VgsfaqxE1237w4T0p6WaLIJXOWpA8vmYVflpGlrEwRIkCpTPvH5ulO4GTnmo9+TgUgEnJZNqcHtSQoQmHbLetP27evejHpTsA4BeAeTS5CRO3cDINMC8ZrO8QX32DRZpc4OCBTikTI8l8S3H2zX53+9hsVkzb5p44Ich884qYytJNLdNzkk1ueANHOr60bh1yiHPNaNaHP1PR/CWhm10NPPb52UHmtGbSl3Bojz71Z37FWMDCrxUnmsW2r0xXDPDxkzrpzaRkJZXMUpPG3NRXJhViJXWNh61vo4YqjYryzx3fynXTHFIVVeuDWH1NM1+sWOv8A3bAGN1IPvTlXbAfTNeS2+talJqEVvDM2CwGM17ZZ2KLplt5xzIUBasJ4Jx2NYYq5lxkxthuVNOZdp3D7p6VqyWMTjg4pqacqoylt2elYyw0zVV0ZmeQaWZw2Fz0rn9R8Ux6ZqL2jpna2Ka/jXT2kG9dpFQ8HU3D6zHY6AqygOw47U5WDphj8xrOsdfttYbyLVtx9KuC3uFfhDkVm6E0WqsWTL+6QhuPehVYoXp0gkeLY6YNRCZ4ozGRScJofOmSI4kTB61GIyJtvOBUQDJ83NWowzxFm4NLlY7oT7QUlVeSBUrs2NwOQfSqcTqjkyVMLiNGCjkNTsxNomjO4/MuRT8R/3cU1yIEznrUaByC+cinexFkxzmHBUcmoTZ28q4kjU59qHUNhl4PemIWMm3NCqNbD9nBrVEEvh60lHMS49qoTeFrbB8s4NbrXLREKOR3pd6yDI610Rxc0Yyw1N9DkZvC0qZaOTHtVR9H1O35RifpXbl0HEgO6lURyHFbxx9RGEsDF7HCGTVIQN0bED2pyatPH/rYyD7iu2eCDPYmoJNJtrgZaNa6oZj3OSWXvojmE1qJx+8UZqeO9tZeoXmr8/ha1fO3is6fwhcg5hc4rsp42Et2cs8JNFnyrKRdyD5hVCTMl0qLgDNPXQNStwSpJFT2OnXX2kNKh4rSeLpqJFPDVOdXOqspkgsY4/wCLFWTOjYy3NZW1wFGOlKRJyQDXi1cSm7o+jp0PdszWDowdGYdK8x1t/J1SVffg13BaYYIzzWVf+HVvZxMxx6irp4uK3OPFYWU1occ880+EJLKOgFaWmaNLeONyYU9c109vo1nbRgeTub1q9DEUGxFC1NXG/wApz0MvTfvE2kSLpaLaooCd62T85DKeD0rCktn6l+a0tNdnTYxztp4avKcjsqUI00ki5jBppYmlJ2tRivUi7o52rCDNP6UmaM0CQueKbjmlFLimMiePeR7GiRCXUqcAVIRQBQAhAY5FAU0p46UnNIAwaMUc0hpgBO0U1W3GlxmjGKADNGaKMUAJS5oxRipuAZoY8Uhpo5oELmjNGKQj0oAWigUUDCjNFITt/GgYpIFNzkcU12WMbzUXmNCN/UMcigNCRpQjhD1p+00wosjLIalzQSyw0LOxMhzg0hRI/mUc0t3K4VttRxEyQjd1oYorQXG45PNKTgcUcBcU00x3uNZc+1Crtpc5op2AQjmlA96UCg0mMRhyBmuR+IV8sOlC36NJ2rr0GWyei815T461H7drTRKfliPSnEymzlNkjIlvGuXkPAr2Xwfoi6NocZ27ZpBlj6VwngjQm1XWlvZF/dQ+tesYBwM4X0qmyYq4zG5cE596XJPA4pSMfSjGKk22FAyw7YryDxlzr8x7V699PSvHfGT41m4X+IniqTM5JFbwTp327xDESpKxvkmvbZUw5C8D+H6Vxnw20dbTSXvJkxJJ0zXZDcQpzyoxQ2hRiIF9aegw4K0nzU5AdwJNTdM1aseO+OYhHr8pHVmzXJ3PzSnNdr4/QDWS4Oe9cRKxebjr0rRJWOdvU9E+Eunh7uW5ZeFHGa9O2jcTtGc1zXw405LPw95zYV5K6kEHuKxlTi2axckiIxoTyoNNayt5DlkxVjGe4oHPHFQ6EHuX7SSKzWtuOPLzS/Z7fGAvFTkUm0LQ8PTsP2sinJp1vIfu4pv9kW+Qc9Kvfe49aCmO9Z+wpj9pJlCTTFlG0tx2qL+y5kQqrZFaRXI+9ihQzcb6mWFgwVWRjrp91FnK7gelM+wzRMWxmt3cw4zmk6nkVi8EuhtGtY51YJBISykg9qbJvSQbUIroyi44UGoyI/4oxWbwZarow2YScMNp9cUqr5a5HNbHlW8hJZcGk+zQlSuOKzlg5WGsTqYZO5uuM09lIXrn8avvp0ZyVNRT6VJ5JcPwBmuaWEmbrEIomRu7c+lWRcG3UBsEEVy0njGztrtoZVyUOM1JL4w0tQpmY4JzimsNVRHtqbOlMjgeYpyp7VG1xgfMoH4VBY3J1CEXNopMR6Ul5ewWzfvyEcDoal0ao1OBN5rOy4TrVgujIUUYYdaw4/ENgkyhphubgCteGOSVDIBkNyDQqVTqhOa6MRy6gHAIFCvvRj3FSJY3Dfe6VJNp7pZSSR/fA4FP6vOTsV7aEVdlPzXZD0GB3qL7QRjMi7z0Ga8/1HxPqQuZbXlcHFZmn6jeya/b+ZO2C4yM11xwDtqc/wBchfRHrUdpdTkZyM1q21m1umM5Pc1bSRViiG0AFBzSBuOtdVHD+z1Mp1lJkQBGRjNHNO+bNIa6kjO4UlKBRVWEA608c0zGacOKBjitJg0pek30AIQR0FJzSmT2pN2aAFpMUZozTGBFIBig0UANpRSUCkIXFGKKKkAxRtFFFMQm2lAA60UdaBiN7U2n4FIeDSAbQRmhuelA6UAMeJXGD0pHh3oFJ4HSpKKAGBcAD0p2aDSUyWW5AGzmmbQF4pzn5j9aRvu0+oJ6DDz1pMUo5p4TiqGhlLilCc0/bgUgIsUvH40/ANJtAo0E2RTsIrOaVuAik14re777W5XQbjK+BXq/i29NloMm043jBrhvBGlreamLqcjyoznJpozep3vhzSk0rSIYlXa7Ll81psAgOe9VJdQUkqg6cVUkuZ5eAcVJqkkjTaSNfvOKja7hxw1ZQjc/eY0vk+5pDNBr1EPHJryfWo/7R8WFQpI38gV6LjDnH0rDs/Djprkl/IRtzkCmmS4nSWc62tnFDGuAFHFP+3Skk9KhAwzN27UoU4GehqWNIeb2bsab9rnzy1RsMU3JoRTPPvGMjvqTbucDiuY0y2N9qKRDu3NdH4xbbfvVTwHZmfWxIwyoNaJnPbU9Sst9rYQW0TYCKKn+0TL0aojtWVvTtSdutQ2bJFgXk396nfb5SKrK2KXJpAWhfyCj+0HzzVXJoJ9qBlwai1O+3561Qz7UZHpSsgNEXyHrUi3cbd8Vlde1AH1FMVjZEykfeFKGz/EKxTuHRjTlmkX+KqUmgsbRJHfNMZST3rMS7lUdc1It7JS5gsi7tNOz8u2qY1Dsw5p4voj14ouxqJYB4x2qO5cpps8jNgKpxTRdQlcbhyaz/Ed9FFoEwV8MRRYUtDxu+YPqE8hXIZzmqTI19fx26qc5AAFWVfDyO3KnNbXgHSzqfiEXDL+7j61pZHOrnqnh6xGm6LbQBcHaCa4z4knF7EVyuRzivRAy7gARtHArzn4lE/b4wPSp5Y3NG3Y5DTbVtR8RWlsm4rkFq94igWGCONQAEUCvMfhhpyT6nLfyDIiGB9a9PHfcevIpSSCNxWwRikTknPpik6cjmkL4w2O9CSGeMeM7H7D4gkK8K5zWDATHq8Dg87hXonxQsFIjulGCeK84i4vrc/7QrQy2Z9BW7Z0+2PUlBnP0qTGDiorPnSrUj+4P5VL3qLm61QdKbg040m6kOwYo4pdw6UcUxoaSBSBx2pSAeKQIBQA/lqNtKOKN1IBNtGynbqQsRQAhTFJtNLvNGc0AN2mjaafuAo3CgCPFGKkooAZtoxT6Q9KAGYoINLQaBDcGmSrIcbO3WpM0oPb1oAjztXnrRuJUGn4XOKQctzwBSAQL83tQSM1Es+66KDpUxTBoGNopdtGKQDaXbRS4ppEssMOT9aQDP0qQrkn60AbTVdSU9CDI8wACkMziYLjirBjG4MOtP2p1I5piuMK5YEcCmNnOKed27PagDnJpBchPX+tRy3McQ5bcahvLkoSq96zckkljk1D3NEroreI7Z9ctFtUbYM803S9Li0eyFuoyT1Iq4OBnp707tyM+9Fxcoirt+7TgD1pRwMUtFygJz2pOe1GRS4NADQM9RS49qGJ7U0Bj16Uh3HHntQTwKTHvRj3oC4EeozTCMdvpTzub7tCE7sv26UxHmPjMn7dITx6VsfDuyKWr3BXk9DUHi7Srm71NAkZKuewrrdGsxp+mJDs2nbzVmVtS3kt15OadtJ5pVADKD3oOe3SoZqgUYpaaGx1paAClpKKYC0UlFIYoOKXdTaKAuOzSYFJijOKVhig4oLU3NHFFgsOByKTCntRxRkU0O4hVcE46Vg+MnEWjrg43da3/AOAj1rkvHsxEUMFUjKbOEkIWIL/fPAr0XwXpkul6b5v3TNzXC6RY/wBp6xFbDkIa9dijWG3SHHCrgU5OxMI3HxzPkAsa4Tx5OXvVLNyBgV3HAwR261zfijw7PrFxHLbjjPNKLKlHQn+HqfY9JldlwZGyPeuvGoxsMstY2nWX2KyigAwY1w1TE/NwOMUpBFGut7Efani5jbADZ56Vjg+1G/ZhgfmHQUDsN8Z6b/aHh2aXGWj5WvFsbLiLIwyuK9umuWmsJ7eTqyHArxi8jK6o0ZGMSf1q0zGS1PddPO7RbMj+4M1OetVdH/5AtsPRBVzIpM1iN5qrP5onHlk7fSrmRQpTbleTSKIwNyjsac2RgYpxXcMniomkVGC5yaYCNMquFxkmpSAAOeTSOgOGK9utVrd2lnPPC0ASSz+Rjdzk1Kh3ru9aZcQicjPQU9VwoApAKMig0tIaAG0uaSimIKKKKAFzRk0lFAxc0GkooASjFLRSEJgUYFLRQAmADmgkYx60tGM80gI1gRH8wL83rTy3tS59ad8tMZESaNr1LlaXdRYCHY1M2v61Z3GotwoJZeJ5P1pvGaRzjNMH3van1JRKetGKYeOaA9DEyTtUNwdkJYH5vSn55HNUXMhveclKQ4mZIzNKS2c0hx1IrQuLJi7OnQ1TaORPvLSZrcjY5PtSb88Up5qM4HekFxwPzVLuqAFs04s3tQBIGpd9R0lAWJs0ZqME07PFArDs0cU2kNAWH5x0pD83WmZxQWzQOw4qpILKGI6EigndSZ4pN1AWHUUzdRk0gsOwKTNMJ96AaYWJARQSBTM00kigdiXdS7wKiD00k0CsS78mjcKi6c0bqVgsSZzRkCogxpDmgZNkGkyKiGQKM+9FwJ+MZppfFNB4600tTuBMjbjubt2rhPHcyyXSYzkDpXbA4cN2xXKeIdButR1SOSIfJnmhMzlEZ4C0vyo5NRlXk9Miux87Jz61XtYI7W2it41woXn604dSfQ8UFwViYvT0kIXg4qHPFKOlBbRP5lNLCoiTml7UibEmaRjwD700GhhnigLClv3pB6MK43U/CV3ca4lxAuYi+TxXZojSEKFP1rVtIfIT5+fSqRDjcdAht7OGADlVANPAz+FKOASOSelNGVznrVCSsK3KYpFK26bW5zSvxGSOtVrV2nVvNGMHjNIZbVhwVGQarSWxN1vHTNWEyowOlO3CmJit0GelRxwLFMWXoetPLUxiyxsB1I4oGhflydvIpc1VtBIqt5nrVjNIYp5pMUE0mTQAuKMUm6lBoASigtzSb6YC5opwFO2j1oAZijFOxRikAylxmnbR7UYHtTAZyKMn0p/ApcqaQEfJpQDTsgdKN3tQA3Bo6U7cKa3LCgBAtO59KiaTEwSpzQSxuT6U3aPSn5pKCWOuAxJ29M0+M4iANOz1GM5pGTpT6ghpzn2oxxSnHQUHFDGMxRil70pxikShDimOiuPmpwXIJ9KTJ9KRdyubKJj6Cq50wGTg8Vo7A3Ap6ADAx1oAybjTmTb5dOGmsUBPWtTaN3X8KUgbuGoC5lDTcfxUh05uzVqNHgZzTBQHMZn2CUUGzlA4rUJx1pM0h3MoWk3pQ1nNjpWt+NKemc8UBcxvscv92k+xzHoK2ScdaQkjFAXMf7LMOq0020392tv5s4I5oBz2FAXMM28w/hpPIm/u1vYB7CmkAdhQFzCMMndDSbHH8NbpwP4RSAKwJ8vimO5hbW/u03D9wa3/AC4z/AKTyISCdgwOtAXMEkY+6c0DPoa3PIgP/LOjyrccFOaB3MLn0NNO70Nb/kQnjZSC3iPAjoC5g8+hpfm963BbwAnKYpTawjHy9elFhGHk4+6TSgAj7tbf2eLlQgzSJbxLn5aLAYwjkI4TijyJT/BW75aqPu4FLtGPujFKwIwxDN/dpVgm/u1tbVp2AOwzRYGYRt5u6mk+zyD+Gt1uewpgjLcgCgaZiiGX+5Ugilxwlauw5I44pQpI4xQDkZa2srdRipRp7HGTmtIDA5pOG6cUxXKq2Cr96pBbwgcrmpuvvSlQAKQXGKET7q08HIo2g9KAMcUxXYtJilPGM96XFMY3FJsxT+KMcZFADMkUUuaO2e1MLB0oBzSHjrR0IXuaQhaMCmlsZ9qQtjHvQMf0ozTM0ZoAd1oxTQwzt707Pzbe9ABikxS5ozg4oAKKMilPy9aYhKKKUAnOO1ACUUevtS9aAEpwHrSD1peOKQxMYPFGWNK3AJ9KjEuYy6fNigCYKO/WjZkjd2pkTmQbm4NOBJPPFAFaWFmvFbsKskgnGKcGJ7UHHpTJY/yQw6037N/tUHOOuKbhv79BDHZ5FLuNMI5+lISaOo0SbxR1qE57U+Mk0wHEYpDStnNN5pCFHXFBIJwKAOaRRgse9T1KuKMjgYHuTTd2MJ5q7h2Fc3rNnrl1ej7G+IV5bBrMsdVl07VZGmczEDAXPU1SIbO5DDoxP1o8x846D1rmrTxvDK8iXUHllOgNJF43tnuhHNEyRkZBNMOY6YsMdSaA6sNuD+Vcs3juGG4ANo/lE4D44p9543jiIaO2JTIBYDigOY6YOPujmg7sdQD2rnLvxlCkSeRAXYjJ2jpWvo+pR6vYPcbCu1Tn8qB8xZaWFrgKkgZscgUB0DFWkG7+7XA2HiC4sNVmmeFpIt5GfxrYl8Raf/aa3W45Kfd7Z9KA5jp1+Ynb29aN6jLSNtXuTXNL42j81xcWzRJj5TjrWZrHjFr7SgIoTHGr43+tAcx3COrx7t+R607OSOw/nXL2PiiCLTc+WWQLgH+8aS38bqW2XVuUYDgY7Ug5jqSAOd3FNzg5zkHoK5qLxpDLfJD9nYBzgEjrWxq+qppMHnyIC742IKB8xexj5c4J9aTq2M4A6+9c3beNYZpHivoTE6ruHuKr2vj23kumWSPCDhaA5jqyyD53bao70gZT/FmNuhFcxL4nW8tz+5IhZsBhTofFCQzGzjjysa5BalYfMdI5UMcyBEA60u5SBtIK+tcJaeJpLtrv7apRAcRgd62oPFdjaWixze3HenYOY6I8d8ijdu77a5648WwQgCFPM3dKTSvFEmo34tJoNpPTinYOY6FSMlScjuaaZIolLNKFx0zWLr/iaDRpRAkZkm9BWJqnie31WxifBhYH5hQHOdspD/MrZyM5FKFyn3sE1yw8W/YNNjUQFgRtD461U1PxVcia0WFQAcFqBc52hJYZJ6Um7eMjIA61yo8eQrdLCkBZehOKkm8aBrkpbw5RRljjiiw+c6jdnjB2+uKTGW2qSR61ycfj4GdUeDbAxxuIqV/Gpjuf3NuWt88tilYXMdIZY/NEO8B/SpdqoxXknsa4vSrqfV/F7sGIi6gVsa54mGlXItIYzJJjNFhcxt4zzzkdaQHPzL27VycPjtnZSbY4zhuKku/HtuLmNYLdih4YgdDRYOY6hggPGS3pinKM9c59K5i78bNHza2u7aMscUsvjTNtHJbw77hvvKOwphznSO4iH75gg7UqbCN24kHpXD6n4qk1K2QbCkucBat6d402Wn2a4gxMnCjHWgOc64ERn5s4PtSsQvy/wnoa5WHxnIkjpd2+1QMjioB47PnxiW2Ity3DYosHOdiDweCQPakRtwLk1zkvi24kmeS1tt1soyzY4qWPxVH/AGaLow4R22j60WDnN0HIL9hTIp4bjPkyhsdQK5i58XvLaSJbQ52j5jVPw3ra26ysqlyMsT2p2HznbY3HHP5UEA8HNcq3jS5SVWNriOQ8NiornxzKrBorfdEGwWxSsHOdaM7SCwAHrUaTxzhmhcNt4yO1Vbi/87w+1/gITGf5VyvhzxAsVrKkY3lWJkJ7UWHzHcFdijnIPJNRyOI4zI5xEO9clF443XbIY8wZxmo9Y8T3E9t5VvCfsznG6lYXMdijRXEYkibcOxFPCl1+hzXGWviS4s9O2WkPmLEP3relWbnxdJHBB5MWZZI9xHoKOUfMdUMSZVeAvOcUZG0EZJ7muRi8cuxRpLYqmdrHHWprvxpJBia2tt8AIDHFHKLnOm8+2S4ETyYZhwKX5vmB6djXJy+ILd7xL2eMrhenvSL4wuUuVjng2xufkyOoosHtDr8/wq2fwoGwnHLVycnjGdbpfLtMQ5wWx1revr9bHTxeMMMy8D1NAcxcmuLe3ZfOlCbvug05SznLZAPQ+teeanrF1qOpWkl4hijRskD0rWl8aXEBGYP9HJ2xnHNMXMdT9ugeb7PvBYHkCpmADMFzsHArgrHV/s+p3V0yFnfHlqfWr0HjG7R5Y7y3Cso3Yx2p2DmOvbcFXAJHfigkhyF4XvmuNHje+DlVtSQwyvFbXhzW21u1kklj2LF95u1FgUjXlCiN2LcY5NVra5s1GxZgzN2rl9b8VXEoljsYcwIcM1QWeoW9ksVxJlm27zRYfOdvNNHaQ7pThT0NPQpJGHjbcp6GuQl8QT6g0aXMQWGQ/u66+CNYbeONRhQoxStYalcdQOtFKCBSExcUuykzTsGmiSM9W+tNpxPzMKaanqUhO9SIMVHTweMVQNDyRSbhTSc8UmKVwHhh1pjNg0dsCggbcHrSGUdZa++wvHpzKJXGK5JPCepxWi3EkoN2DnFd1uESNI2AqjJY9qgsdQh1GEtAwdkJyfWmiWkcV/wiuoTuLm6YBnPIFP1zw5MkXmceWiDoK7ssVwcq5PRapaxfQ6dpzPdBZVb+HNMVjzqwln1O8j01VBgAxnFakvhnV1T7Om0wE59663SrOxW2S9t7dInkGQD1rQMgV9xOQPSgVjjLDwxeWPnM3zmRMAHtW9ounT6do0sYb964PH1q5e6pHpyGWX+MYAPaqttr1veXS29sC8mMluwoHY5S18OawlwYHZTE7EmpJ/BN2RJ5UgLbty1293P9ms3uzglBk4NVtL1VNStxMhAyeAKAscfF4V1m8z9uZVCjAFXr3wpPdaLDYJsTk7jXXk7v9Yw3k9M9Ky7fXYp9TexVQGU43E0BY5lPC1/HphtkYbrVvkP941HH4V1S5Z57tlWR12gV37qykKWUdxmkyS53Mp4yDnvQGhykfhqfz7NXZVMPJPrUPjqW4mubSCABpVwOBXVXlytnAZpSHx3WolS1u0S5dUVzypbqKA0OS/4Q++vbd7m8kVZyNqCoYPBt59lbzVUMOFPrXel9wyzjC9CeKASVByOvXPSgLHKT+HLo6RaWcbKjwtlz61RHhLU7jUpJPNVFCce9d0xwp3MGYnqO9Zs+sxrqaWRALt1OcYoCxzaeEbwtF5rLhTk471YuPA8dxfSO8uEdRtFdbuKcuRtPA56UjbCoG4bf7+elBSRyd94SeHT1itGzOh6mpPC+hXllf/bL51JXoK6jICgGVMnvnrTtu1csVHoc9aWoWRxniLwvfalrH220lUFz09Kr3Hge4uYo41kVSpzJXcA8E7lDDuTiqOp6xHpqoTh2fjimFkczd+GtSms1s43Xy0PympYPB90wRZpFO1cZrroJfNgjl+6GGTms2bXli1VdPjUSbz9/PSgLI5m08G3kV+4LoYTnBrUt/DUkNjcQqELS8bsdK6krGqEB1JP3iD92obi5jtoC6uJMDhM9aWpOhy0/g5pbaCAMv7vkkVn/APCGaykhhSdBBnOK7FdSA0yS9ZPKdf4D3pujakusxNJwsi9QDRqKxR8OaMdKvXuJDyOKrXXh25uNcn1FzlH4QGunIiZgu5fk+9z1p3mIxxvUAfwE07jORHhKYkBSAGJLVnw+Bbtb1ykgEB5Oa71jjGZFUN0JOMVWvL+O0CKqfaCeCVPSi4tDm4PC9zFZTRqQWdsZPpXO6pB/YkwhUN57cZFemxyK6KFdQWGeT0qCawsbqUSSRxyOOjHnmgNDjdK8M3WoLb3z/LsOSDU934Lu7q7kuopAsg5QV2apEgAVkUD+FWoaUD5fNUP2GaAsjiY/CGp3e5ruVQxGBU1z4Va5SGx3jav32HauvDqrkPIoYfwlulV5ZEs4ZbjqMZalqFkc3ZeGL+08+wWbNpIMBqrWXhDUlm+zXE6/ZlOUrpdJ1ePVLKSVfkSPJwT1qNPEECjzLv8AdjO1F9aNQsjMsvDM1tp95AHQtKcAn0qpaeDri0SWGGbCuOfrXYLPE5U+Yo3jIGelPxlhkjzKdx2OHi8I6p8sc82YR0q6vhGRNPayDDLvuBrqvNQE5mXA6/NS/K6ht4Ck8SbulK7FsZd9pjT+Hf7KjID4ALVgW3gaexEsdvOoEy812YCnJjkQr3OaaJoSrMZl/wBk56UajOI03wHPDJJ9ocGL096P+EIvwwhW6xbhs7c13BmRlVmlAXHLZ4zSCRRndIpz0YnFO7Cxxf8AwhmpWxeKCbEEn3+etWYvCMiS+d5nAh2Ae9darBo8iQccls8UyORJIyyyqy5xwehouFjmm8JrLZR27NgJ8xPvWXN4J1NVe3gnzE7A9a7pJonbCyqxH3gDSiVCrMsgZhxgHpRcWhycngp5dNkt3mzKWDK3pVRPBeoXE6Ndz8RDEfPWu4LrGvMqoGH8R60hZDGjGVQFPB3UrjsjnJfDM7abb2yEBo5Nzn1rS17Sm1XSxaxN5bIBtPuK0BIsqF0kDYPzEGjzoZMbJlk2/wAKmmGhx9v4NvJGZdQuFZmTCEdjUEXgbUTOn2m6VoIicKDXc7vm+8Mn1/hprypEvzSKpB5JPWi4aHI3Hg6d4RJFNtlzxTU8HXjsXu5tznjI9K7HzEctJ5ieXjrmkjljePMcysOrDPSgLHOReF5Bdh/MG1Y9qiruh6KNJ024spHys7EsR71qxzRSE+XIrN/CA1V9S1O30qJJLpgMnGPWgdjkn8Eags8ghuQbVznbmrT+C2NqI/M5IwDXVpLAyJMJlRHGVJanSTpEyiWVdvYZ60XEc/L4Yd5bE7xstfve9dGW3YOMYGKYRnIGQW5FOyT160DQlFLSUDsFG40ZpPwoBgf9Y31oNDcMfrQelQ9yo7CDrS01RnrSg4HNO4w6UuaRiF5bpQOVyKAsHJIxTQfmyegpc9MUo6EetMTOT8ba7KlsNMsFZppPv7fSsLQdabTLC6tgGiuVxgn1Nd7Hpdqt8booGkI6tVa68O6fdz+bImCTkkd6dyGjj11HVNOdLtrkytIMlc9KqXc02pvE8l4WLyZaPPSvQToenlw3lAgDAHaq8PhfS4LgzrHlic4PQUXFY4Q6zcSQySC4aOS3O1Ix3rvfD9yZtJglmk3TMOVNMm8KaXLMJTFhgc4HerttpsFpIrxjpwB2pXCxyfxDmuS8VnCSWcZGKoWmrR6Z4e8uFSNRJ2u/oK7m50u2urlLiUbnQ5GarS+HdPmkklaIAydcUwscRDqGoNZ3Y+1NJG0ZyCelV9OvrrSNOgubC4MrsDvT+7XoEPhzT4bdoUi+Vup9aSy8N6bYlvLhBDDGDQKxxB1q6+0Q3QvGLufmTPSnfZ7yW5n1ASlNuCCO9dgvhXS0nMohySc4ParZ0e18sR7Plzkj1p3HY4W41y9vVW3muGiKJw2etMh1fUHtY4Jrh0Xfjf7V2t14a025lErR7SBjArD8Q+HLiTZHp6gRYwRRcVmZC6lfqk0MVy06DkE80lxqc9zY/aJLsxTRniP1rqdB8MxWFmqzAs7csTVi58LabOTIyAc9qVx2OQTWbzUdsFzdGBRHuB9TTINT1aSI2S3LkucBvauzuPDOnXPlgxbSg6irMOi2cW0qih14H0ouBg+D570apcQXFw0vlDvWVrs8Vxr0ri4MJQHaPU129vYQWDSSRLlpPvMKqTeF9Nu7v7RKuXY9e2aLgcPd69qvkR2bOyRtwH9aet5qzQpYrOxRzw2a7q60Gxu4ljeMExdMU6LRrKPy9qfNFzzRcLM4W7uLqGQ20t4w2Lwc96j/ALVv/s8fm3T7QeOa7m68P6dfzGaWMA9tvQ0N4d06UpmEBU7Gi4crONn1Wa+bynumhES/Kc/epulXE1zf29rcMZF3jBNdpN4a025fc0IUDpipYdFsoHidYQHX7pFAuVlHxjfS6eIrOJ/KjfGXHauJa4ls7lpYpjN/009K9MvdPttTQrdoGOOAaqQeHdLt4DH5QCt1BoDlZwhvbq2vllgvmmVly4zWgJLsaf8A2hJM3zttRK6yHwvpdorbYQQ/NWDpdpJDHF5I2Ic4ouBk6/NJB4QhZxhnHzYrj7W4n0tUuNNuGkLj5l9K9KuYbS7RrSbDIBgDsKz7Hw3YaaHLICknTPai4zhp9Rut8dzb3jtcOctHmpbzU7ieBbqS8MU6cbAetdrH4Z0tjJNDFtfB2E1zUngy6vdRBmAWINnNAmUrnUJ7yJRcXjxFEBXB602PVbyCGLDs5YHrXcTeGtMlEImRQYgBn1qQ6DpyuzeUOmFAoEcHINUliiuBdMhkPTNOS+1HTo7hPPaQEcnPSu9Ol2u2M+QMoMBSO1NbRbGRHxECknDDvQOx5015dW10klvfPKWXJGehqcTakmy/ad2c/MFzXcQeGtLgQ7YQD33danOkWX7vbGGVTxigLHnl7qMt3Gt4908dwz7dgNdrPJND4NPnHdJJHx6nip28N6XcXLSeQOGyM9jV5reG4RYWwY04xRcpI820C6mewuIndopI8lV/vVHdrdXsUM8kjCWHkRgda9E/sbTzJuECBs9h1qQaVYpJ55hBH3elFyeU8ylvLiaKF4ryQXDvtKf3a73ULyXTfCanJa7dQA3erCeGNMWcyrEpfO4Y6VcuLSK5RIZlB29qLhZnmnkakZY4/tTnzELPz0qM6nqdrZNatK5j3cNXpY0y0EgdYRuK4PHSmS6Jp9xCIvJXg8nFFw5Gzz2wuNRW0e2FxITcMArZ6VNrv27TZo7ETuAFzuzXexaTYwbUWAER/dOKW80m01HEksQYrxz1ouHIzzu7uNSg0yFGuWZHbPBqSTVDctHbTXTxqq8kGu8k0TTZRGGjAWPsax4fCFudVluLpVaH+BRQLlZz0Oo3yWZtJppEtXb5Zfaq66heWpntLSeV4JTtV/evR5tJsJbRLV4R5K9PUU1NFsAixpCiKhyM0BZnAR/bdOvBEtw7SGPc7E1teBrpptQuPMZpWPc9BXSy6TYyuWeMFzwTTrLTrXT0ZbWIRlupHegaRxviG6afWpraa4aJI1JUjvWT/aFwkEUM9y4jdsA57V6FPpGn3l15lxAC2ME1kXfhOK71mKXaBbxdF7UD5TmF1G8s1ljgldrR8AvWn4WBbxGIre5aWHGST611v9j6f5Bt/IUR9xjrSWWk2WnHNtGEJ6t3oHynPeMtRu9I1W2aBifOOCorFup7tLjytRmePPzD6V11zo7ahrsd7cgNDD90etaF1pdhqU3mTwq23pkUBY87hkvrpBbRXDiJm4Oe1OnfUNJu2gEztEwwWzXocOmWELAJAoC9OKy9e0Fr+ArbAK5PU0XIcZGBoMynxFBHBcNIAAzjNX/H1n9rvreGMsW6gDvVrwp4T/sN5Lu5YGZhge1dC9tDOyzSKHkXoT2ouNRZ5S91fz3ohlmkjMHCpXRaRZXmu33m3Mzxpbr8o9SK6xtGsJZ/Pe3UyZznFWYbaGEny0C89qVx2M7SL67uLiSO9gKRx/KjY61qqCOvWlb5vpRyTzzQUgoDCg0fhQULuX0oyKaQKbQSxW5Y/WkZSO+aVuWP1ozipe5S2IPPIkCHuameRPOCZ5xUexWcMwpjW7G5ElOw0yaQb48HsaVPlTFDddvajtihDDHSlFJ2pMmmAH7+D0o+XPtQcnioxcJu8vHNArEpwOnSkzS49O1IBk+1MdkBHvSEe9KaaOaAsgAFLkCnCkIGaAshQaTNFFAWQhzSqeDmiikFkJ3peTwAMetFJgOdvTHNAnZEdwyx20nmPtOODWDb6/Y6Tbt9rmM+45AHOKteKrtbTTEbPMhwK4+Ww1C0IkSz+0pOvykjOM0JmbZ2a+KtL+zfbvNzH08vHNc7Jrsmpaq0ttKY4AOhrLl0PVLKGK4+zbldsmPFTWOjahKzySQGJGPTGKZNzubGaODS/tM0uU6knvXNa74qivXgttO3RqHyWrY1axnbwvHa24JdRnA71xdtpuqXgdWsvJ8nocdaBndaCWuDIxn3FVyTVLWfFdlbxT2sClpmG3eO1T+G7Ke10acOSsswKjPauRnsNTFy1uLLcWfmTHWgTbOn8PavbRabsupS8n3vpVubxRpkUXmMSxPRRXHzaXqmnXQijtywkGM1bg8Pzx38TzRnbt5U0DUmbd34jsNSsFMMpgZmwc04+KdN0xY7aZmmIH3xXNT+Hb24lkiSIqpbKkVUm0jWoR9m+xbxkfvMZ4oHzM9Jtrhb63W4t/mU9D6VieMNRbTjBGCctyQKk0C+ZVTT4YyCi/vDWZ4whvzqsM8Nt50Sjp1oDmZraf4n06405WZiJFwMGrN/rVrb2kgD7XZMrXFpoeoGxl1GOAq24HycVMLDVtXheW6gMW0YT6UEl/w9rFsEeS6lLndzz0FWb3xbY3Vx9kTcseflaud0/wANarZR3CeWS0g3DPpTItF1W6nQGy2LH1NAXOvfxdpVk0cPzSFflJFbq3ED2oumfbCVya4ltCmTSQPsoaZ5Blj1rodS0+4fw2LWE7LgLzg9fagLmDrviuG/eOzsw0ZD4L+orUj8Y6ZZrHazqzsQFEnvXLW2k6tf3Cx/YREsYxvx1NRNo2sN/ob2PEb58zFBJ2d34w01D9njDPMB1HarWglZoJLprgsrHOPSufsNDmtrK6mMIeeUbQxHStvSNPltfDssH3ZXBx9aB6mX4k8X2vkNa2it52dpcVb8O61b/wBlOJJC0kQ3SZrlY9K1Z5zZmwBBfJkIpz6Nq1jey21rGzJc/Kxx0BoDU6ufxjpqQHyQWYjIxVd9es7vT1khkMUhb5gazdO8LzWVxIs0QkWKL5Qe5qlP4b1GaVY0QopO7igaudG3jLTbRlhaNpGAALitaS8hl05rxXIhKZFefnStVS4FobLKFhlyK7PUbKePwz9ht1zIVwcUD1OcbxU+l3MUG4yCV8lvQV0a+JtOa1F1k8/LWBH4YuWu1WWEAeQOvrVCx0LVrib7C8JSCOTJz6UCuzuZ9TtrOw+2u2UIzj1qlD4q0+Wye7kHlx9APWo/EtpJLoy21rF5gVduB61yL+HNXOjDdEcBvuUD5mdbbeNNImiaXLKIOx70WfjXTbu6eORDCDypPeuYt/DF5caeyvB5TErnjqK0da8Mz3Dx/YYAohjAwO/FAnKQ7WPF0VxKtpbqyZf7/qKs2+rQ6YTd3M5kXGAma52HRtXuGSOW12LEc5x1q9J4dv7h4C0ZKB/mHtQJNm7Fqlvrd/FsnaB+oj/vVN4iGpTIkdgCpTgkVj/2XqFt4h+3wwYjgXCqBXYWss01otxMoDt98UFK5naLBdW9kFvX3yk5zWl16UMvHPfpSp8o5qbMpDJBnHFKpz8hyB60/g0vGMYosykREYOKULn6U9kz0oVSBzRqAzBxt/hpqDOccYqXrQeaWoDCB+NG/AxS4FBFMTY/BK7m+Y+lKfu5xj2pi5U07OaB30BaSl6UZxTFYKUCkBp2RRcBCKSlOaSgYU2nU2glgfvH60hGaU9aBSKWwgHalLZ6UmDS4xTEhOvXrRS9aQ8Uh3AfeFIe7elB6UoGVNMpEEE3mlh6U5YVDF+9OjQIDgAUuKBjDOEYKf4qkwVIHrTdik5I5p2aBAaaKXNGfagBwoNJS5oGJRRRQAUUUUAFISQMKMk9aXFKOBSYmUr/AE2DU4Qk/wB1DxVyMfZ4UgRQVAwCR0oI7UhzQiWkKc/cbDAc9OlKR8uzgjrxTeaM0xWQpYcY4AoLjg+XwPbrSBQaXJoHYQ8kuvyg/wANKMAfNgZ6cUY5zinYBxnnFJsLDdx4DAbl6EijaGBM2C7fdpTz15pOo57dKVw5R43NiP5R70FxsVV5x1JFNX1709SOnaqTJaI4ra3jdpI4drOeWAqbCo3IDp7ilDcY7UoIxjtRcVhhXdgYAUcsBQAhJk6KOApHWmXd2ljAZnUsD6VjjxfYnK/ZnyKYjbBYkO2N2MYHYVjT+LNMtbj7Pgu+7DACmnxhZtbyssDK6qea4XRbW51TWZ70MhTcTg0Es9ThH2mAzquEblRVS91KPTpVjuFLSScCvPbrxDrEs119muBHBZnAQHrVseK5L6S2muVDPHHk5FMfMeisp2By22Pbu47VFb3qTsUgcORw1ee2+razqdrdXy3IEKZATNYen+ItQ0eCUiQmSduCe1Acx7E/7pSzYWJRlmqKCVLpfMt2DReteWHxRq9xodzG8pIdtoNWtC1q+0V7bT5pv3co3sTSC56aMq529D3pdxiOCo6cmvNpfF+oSWt48UgCxtha6XwZqMuo6a0lzcAuD0Y0DR0JIwAoJYc59aUYfBPUd6QcEHP3v0pCTk1JVhxc/cyCPpQoHPXPWm980ZoGhxc7Cz5L9qQtuAcfK5HzAUmaQ9c96B2uKAhKhPlzySfWkZjgoWzzSHmigfKSEnKHgik3MctnDHsO9NOduKN350EuIpPmYyMHoeKMmNjt+6BTwMil20yWhm8qB3OeR60r4Z8jIzxtpwFLjnPei4EYILFe44pdpB5p2ADnHNFADTwaWg9aKCkAJFBJNFFAwopKKADFFFFIAxQBRQTQAtIRzSZNKKAEIxSA04mkzQIXNJupaSgA3UUUUxMD1FOWo27U5GpdSlsPIphBp7HC5qMynpTJBeDSnmmbj1o3UDHjApKbup6tmkUmNPHFNLe1SnmkxQFyPefSlBPpTjQKLjG5ozQRuHNRySeSBmncCWkzRG4IxnG+oTPmcQdStFxXJ6KQg0gHNFwuOozSYoxQFxc0ZpNuaXbikF7i0ZApMUd8UBYXcKODQBmgjFO5NrBtJpcUobAo3mi4DSKUUZNGaTGhDSDpSnmgYoGIOlLmlIFJgUhNB1peaABS8UCsIVRwVl+ZfQ1B9hsWzi2UfhU/WiqJaK02l2c8EkH2ZVEi43Cuah8EPpUNxc210SecIK60UuaLi5TgtF8CyXLNdXczRs77nT1FbyeELGG4a42ZjcbQvpXQZNGTTuPlOXg8Ew2LSGK5YxSHJTNPuvAtjc2whQ4Oc7vSuj70HPai4cpzieBrKKw+xl8uH3E07UPBVjfpEokKyxjg10QPrQB3FK4cpzdz4GsJrFbaFyhH3z61Na+FYbEReROyiP7wHet2gGi40hQQIgo79DRjpjmjrRSKsJRS0hHNFxNBSGjFKAadwVxppRSkUhNBSYtCLk0gOTzUi+1FhMdjbxRTgTSUiLgKWmiloExD1pKU9aGpjQ09aKBRQUgooppNAxaKbTs0gCg0UGgBKSlooEJRnFGaCeAO+aBijmlxxTQVL4zzSZPfrQA4nFFJjNG7tQIWikooExG7UqkCg0oTNPqNbAWJ6c0m3IJpJsxRll6ii3Yuh3d6GJChc9BSFQOtPA2g80mcHnmgY3aDSqM9OtKQVG7HFKx+UMvBpDG8ilGaKWgBDSCnUnNILjSNwyeKZJCswG44xUppAKAuUJIZjdLtyEFWIrYRzmQnJNTEEnNLSHdCk0n4UtGKAuJRS4oxVEiZxSEmlIxSUAGaUDvTguaNuKBidKQ5p2KXFADBRS4pcgUCG4b0pOSM9qkDd6qarff2bo897gbUHH1pibsWWjdcblxnpQI2PavLtC+I2oXmuLDc5MTvgZ9K9C8S6jJp2hyX0H3tuRTsLmNEQvjOKTy2HavILXxv4rvdz2yO6KecDNdH4Y+I0l7dDTtVTypicAniiwuY7vGMe9SCE9+KwfFnim28N2KyHDyMPkWvPf8AhJvGOpb7y1ik8kcjA7UWDmPXzGQcYpAMjI6Vwng/x8+qXK6XqQMVxnG48VH4/wDFGp6LqcFjYNgMOMd6LD5j0Art6004Ocdq8rs/Hmu6NeRR6nESkpzlhXo76nbHQm1NGwGTdRYOYvbDt3dqTGMe/SvJLP4i6pLrqxt/x7M+38M160rrJFHNGcqyjFFh8wmRupzfIw3cZqnq9w1ppFxPGPnjXNcb4J8XXOoS3k2oOPKgBOWosLmO+2se1AXArzfT/FWs+JPEzwafuFmhOWHTFS2XirUZvGzaWWzEvH1p2DmPQwrMpZRkDrTe2e1eXeIvHeo6T4nNuhIgRsMteh6bq0WraIt9CQfkyQOxpWDmNAgrjPfpQFYnGOa4bwn4nvNU8WXFncE+Umdo9Ku+PfEsvhyyMds37+Q/LSsPmOsIKkA9TSAZGR0rg/h94svdZna2vmy46Zqz8R9eu/D6wrZkqX7+tFhcx2nltjOOKZ0xz16V5EPGXivToUvrpHa2fGCRwa9M0HW49c0QajgARrlqdg5jS2HOM80Fa8l1b4g6gdfZbZiIUfB+leo6Zef2lpsF3GQQyjNKwKVywFyfpUijFImcZ9etL0oLJM5FFMDU4GkZsAMUUE0maBBihqXNNbpQUNHNHbPakII+6cnFMjdsBZOOaCkPJpDTyophoAQHNOHBo/CkBz17UAOoNNpSeKACkNFFACc0KQG5paR22IWxmkMgELG5Mm7C+tSt8p5NMjl82PPQA0SxmRg6nimBLnb14pDSPnjviigdgyaNxooxTEx5/lT46YerfWnxnNHUXQcy56jikC44AwKkxRQybjfLU/WmBBzu6ipfpSFQ2c0guZ4u2e7EIGV71eMYyFqtFaCGdpOuTVjO5snimO4hUIdtJS4/GiiwXEpSMUZABzRnK7u1FirDcU4KSKBk04EjtRYTFAGMd6TZgUbmpN5pEhijFG6jNAISjGaDSZplgRSYp1G7FIBvIoyaUt7Umc0CsHNGaKMUwDmmsGNPooAjG7pXEfFHV3tNPjsYmIWU8iu7JCKXPRRmvGvEBvPFvi/7HCHEatgE9BTREivrGnR6PpGn3sMiGZ8EhTyK7/UNSGqfDXzQcsqfMa5bW/hfqdjpclxJeecsa5Cg5qpoWp3DeEb3TJYnyo4OKZB03wlA/s+d2RXO7oRWH8R7K3svE1rc26iOR2BYJVHwh41k8MWskP2FpCSe1TWNnq3jrxGt9NC0cCtnkYAFAFbxJLJqeu2FvcOSu1eDXsmnW0NpY28EMSqhjAYbetee+P8AwlOpg1DTgS8CjcB7VXsPivc2eni2urNmnjXaGxQMp+PreLS/GlvLYp5bMwJC1F49vGGr6ddGMlhGpwe5qbQtO1Pxr4pXU71WSBG3ZYcVY+IMG/xfYxxxFo1CrkDincVjIuLy88c6tbWqxKhiABwMcV1/jq5TQPCFvpMT/OQAxzzXM39pdeEfFEF5bxs0T4ZsCmeJ76Xxpr8ENvE8aHAPHFFxWK+p6Tb2nhO0v4bmM3DHJQHkV6d4M1E6n4WtzuBeIYauK1D4V3VrpzTC9MhVMhAad8LNQuLPUJ9MuEfBPccUirHf+Im26Bdk948V4PFd3VvbXEURYRSPhyPSvd/EgceHr4DkbThRXmngXQ11m3v7adCrMCV3DvRcLHcfD2x0+Dw0HtNrM65dh97NcPpWT8TZW5GGNP8AB2rXvhXxDPplxG/kOSuSOlGiRu3xHlkwxjJJzigVilrunDVPGU9qeS54q34T1u48MavPo99lYXyF3VKqS/8ACyTIsTbPM64rofiR4WF/bf2pZJ++iXkL1NAWZk/D0LJ47vGOCo3NkelZ/jC9j1zxylq8irAj4yTxVTwHeXGlTX11NG6v5JA470eHfCN14x1G5unkaDDEhm4oDUEddA8cQfZ51MJYAlTxXRfGFg8NjKrB8qCMVzXirwTe+Ho4rkStOQ3Uc1N4mu7jUdA01mjfcgAbigNSjc+Ir/X9OtfD6xqoGAOK72e3Hgv4eGB5MTTLyM1x2uaHc6bYWGs2ULA4BYgVJ4p8Q3Hii0sbZYXVtoVuOpoCxTsdJtLrwvdag11GLktkITya7n4Yal9o0SS0aTMkZ4Ge1ZFv8JppNOSRbzYWTdszWV4LN14d8XNYzRuYy20nHFA0ewHgg/wmjdQ4XzDtbKnkUgFI1THZpQ1NNJSYNEmaM1HzS5NIVkPpDTd5FKX4oEQxJIt0z5+X0pLqOSVht4wam3Ac05SDyaZSFHCgegpGIClvQUZ5p3BGKAKttLJJKWYfLViRQCSKVVROlKRmkMiwaU8CpMCmkZoJuMoxTiMU05oGFI2GUoe9FGKQESwbYioPWljUpGFJ5FSE0goQ7ifWilNHamUmNzS7lpCabTJZMerfWnRnBxSd2+tIOtHUXQsbqaWpuadnNDIQbqXIIpuM00j0pDHEgCk4NMwaQ5pgSZFNLUzJpQKBjLvJhGzg96LQn7OQ/WnHjIPSm5ydoGBQX0JQ+KUtmosEUc0EslL03dk0zmlCnNArD8ijcKaUNNKGgLDyaMgUzafWkwRQMfvo34pm2jvQA8vjtSF8LnFIVNATIpDHRt5ntT9uO9Rcp0pwY0wH5pKKXFACHkEevrVaLTbGCYzRWyLI3Vsc1axmm9floE0OZVkUxv8APG3UGqqaPpkaOiWiAP14q1tAGKTOKVyWit/YmiggjTo+PVatKsMKeXbwpCnooxSFs0mTTuJIfkFAjKGXuCOtZs3hrRJpDI9jHknPStAE0U7lpCQxQWsQgt4VjiHZRUUlhZXEnm3Furuv3Gx0qaipCyIZrGzvUC3cCyBenFRxaRpts2+C1RD64q0eBSOdqZ9KNQshd3DKcMnoahSysoZRLb2sccp5ZwOtFvdRT7gByDQ05E4QDincLEkkaSbg43K3UHvUMNlaWhBtoFi552jGasUh6UrhYgm0+wuZvOltUL/3sc0R6fYQTedDbIsmPvYqejNFwsiAWVqJDN5CecT9/FTgbs78MDwQehpKcKLhZFcaXpoLH7GnzdeKkSCC3Gy2gWJe4UYzUtJnFO4WRDLbxXA2TxiSPsrDNRLpVgQEe1Rox/CR0q3mnAUgsiJre3aIwPCrQfwoR0qCPR9LilEgs48j7vy9KukCmkUBZDPm24zgg8YqH7HZl/N+yp539/HNWKUU0FhoHQAAetLindqSgQmM0u2lFGaBXDAo2iilpAN2UhWn0YoAZsyKNnHWpMUUCuM8s+tJtPrUlGKATGYNLg9Kdmgmgq43BFG7npQWppNAh3WkxigHFDMKZQhWmkYpxOaaaVgEAxTtwGOM03FKDinYBrSoHCdzTyynjFVTbs8+/PFTNxQUhTimYoHNFApEpPLUCkbq1IvWk9wWxJjNKARTlp2RQQMyR2o5NOODQBQAgpMZqTFJgUwGbabg1Iy80Ae9AETJuPPal2jOacxAJpNwoLCkwKdxScUAGKKKKADNGKKKAExQVFLSHigAwKTaM0ZpRSAKSloxQAmfailxS4oAKUikpM5pgKaiuX8qHeoyalppQSfK3SkBXs5ZJ4y7jFWccdaRFWEbF6Up5oBoTOO1AIPSjkf1pc8fJSEhM0uc0nPelFUhi0UUUxCHmkcboyvtS0UBYq2Fp5BZj1JqyVXfuIGaHc7CRTImZ87qkZJRiiigAxSbaWigVhNtLRRQFgoope1AWExThTaUUAKaM0GkpgFAoooGKaSloxQSwpKWkpXEKKWgUUXAKcKbilFMQtJRgmkwaBC5xSg0004UDA00nPGKfSYoAZtpSuadijpQMiZKZtJNWMZoAxQFyMJxRtqQ0mKBXGYpNuKkpjdaTC5GVx0NM8wODjqKlYcU1I1UE9zSKTGJnuMUu33qTy8jNJTQ2xH4J+tIOtOf7x+tIBzQylsSrSmkPC0zNCIY8GlzTAaXNMQ/caTJpM0ZNIYpOabijGeaUGmA3FGKdyaMGgYzaaNtOwaMGkMSilooASjNOApMUwEoxmloHFADaUUmaWkAUUUUALS5pKKYCUnoO9LS9896QFa9nNuyqO/WrCbZIlYVFPbrcct1FPRAihQeKAK8twftQhXpVrOAMVGbePzRIPvVIcZFMbEmP7h9v3scVU00zAOZTn0q4RlsdqTaoVgtSQg9/WlFA5UUVSGLSUUUDCk5paSiwCkg0cU2gdaQh1FFFAwoooNABRSZozQAtIetGaKBCg0u8KORzmkHSlGDjPrQMa77IHkPUDioLG7F3Gz9cVYkBkikTHGKqaZZtaI6kcMaALEc6yOVA6VJg02KIRuzAdakwaCWJS8UbDRsNBLA89KbipEQ55pStFgQwCinYpcUrDGZx1pQRTiRjGOary3CxyqmOtVYRPS8U3dgZpsr+XAZDRYB5XgHtTiF3cdKrWkrywlm6Z4qwACQc0WAKKKKLAFHWiiiwxMUuM0UooEJTcU6kpAIRTacelNoEGM0dsUUU7DQ09MUlFLQURt94/WjJzQ/3vxpO9VZBzOxKDlcUbaF6UtJoz5mJt96UL70UtKw+Zibfejb70vaiqSDnYhBGKBkqSFJwaU9Kfbfck+tFh87GZP09qCTSv8AfNIaVh3GhjS5NNFOHSiwXCiiiiwXCiiiiwXYUHgZwTRTh9w0WFzMj7Z2kCnYAp0n+p/Gm+lFg5mFIetFIetKwc7CnZptLTsHOxaKSiiwc7Ciiiiw1JhikxS0UWC7AcUlLRRYXMAFGKUUU7C5mJ07UnNOPSmmkPmYc0UUtFg5mJzRS0nekHMxeaKKKLC5mFL1pKWnYfMwwKMCig0WDmYcUnFFFFg5mLxSFu2KKa3WiwczJEGe9S5T1qFKSlYOZk/7v1pcrUA60+nYTbJMjtil/Ko1+9T6LE3FJPtSflSGinYLgfrSfjSGkp2Hdi/jTTGjHLKCfWloosPmFwCKa0e9dp5X0p1FFg5hqqEG1eB6U8AUwU6psK4v40fjTaKLBcdSZpKKLBdi5pRz3plKtFguxxx6000GkNFguBNJSGlosCYUlLSUDuGKj/E1JUVNITkz/9k=" class="fr-dib" style="width: 300px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Buku karya Adora Kinara ini relevan bagi mahasiswa yang tengah mencari keseimbangan emosional dan ketenangan di tengah tekanan akademik maupun personal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui pendekatan terhadap filsafat Stoikisme, buku ini membantu pembaca memahami cara mengelola emosi, menerima hal-hal di luar kendali, serta fokus pada pengembangan diri secara realistis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Serial &ldquo;Bumi&rdquo;</strong></p><p style="text-align: center;"><img src="data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/4QEsRXhpZgAATU0AKgAAAAgACAESAAMAAAABAAAAAAEaAAUAAAABAAAAbgEbAAUAAAABAAAAdgEoAAMAAAABAAEAAAExAAIAAAAQAAAAfgEyAAIAAAAUAAAAjgITAAMAAAABAAEAAIdpAAQAAAABAAAAogAAAAAAAAABAAAAAQAAAAEAAAABQW5kcm9pZCBHYWxsZXJ5ADIwMjQ6MDE6MjMgMjE6MjI6NTMAAAeQAAAHAAAABDAyMzKQAwACAAAAFAAAAPyQBAACAAAAFAAAARCRAQAHAAAABAECAwCSCAADAAAAAQAAAACgAAAHAAAABDAxMDCgAQADAAAAAQABAAAAAAAAMjAyNDowMToyMyAyMToyMjo1MwAyMDI0OjAxOjIzIDIxOjIyOjUzAP/bAIQAAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEBAQEB/8IAEQgCzAQ4AwEiAAIRAQMRAf/EAB8AAAEEAgMBAQAAAAAAAAAAAAAGBwgJBAUCAwoBC//aAAgBAQAAAAD38AABwD51/fh84/A6vvHj9D7lccjl8AA+feAcfvwOHznw4cvnV86vnP4fMfl2fDs5HzK7eRx4/fn3597PnXw+d/YHz7w+/OHX8PvLj19nDlx4B94HZwzuXIAAAAAAOvxKxfxtToePV16bQ6rtx+rH08YMHllWLeo/SUlJ9OfMjH7cTrRWTl4ya7+5o9ck1pLq8CDNbuowkthaToylFz7Dox+mN8czYSh9Y7xeedOI3X4uw7sHRI7B2Hbwy9Kz2J2Ke5G3CoCuDV6nA7urH4YGFsO/s5afqS/Lc7f0hTpuOywAAAAADG/NEhln8urvzO7M7uvS8uz5smWY68p6oE+vZMeJnRb/AESXx19kdndsezA4bTdMsz9gY/PoaqGqeWHaiVY3xtHN6tfm8dxgpetebUn2v9azg+InE7tP26FdKLF1yDR/DEyMCPLmTZ19hN3dEVQXd9x+3B2O7y+nZdmXj5WPqbXZLUS+qGVvqDzQAAAAADE/NIi44ad2zYqjd9vzIS+yWXfp2thD6XddX/6/tP4cO5Z6HM0Ku6OOz78RytBs04lWwuUYnl6KKYqmZHJHIcxsdaocbhjZWLuu5PVhXhWS00er5V+Gp1WnwVhpn1TkU5L6CI8oNa0K+jO/N3seXJvKoDpzVXfq+/v54mVlbTDzc/jrtbY4pa3vV9K3085wAAAAAB0/mkRQWjW7Vwk1iZGfrsBY4qaRaFiz2yok97MNH4euzX7PJ1a0T+u73DSikT0qiD8QuUmZ9elqlunR8tyzKm48t1habjzWKIcDQ1zYDiy69kK28KWc9uhsF3Ff7PLCNCVY6QKY2Kfa1uttJa62/jz/ANMTvSIiZk5efgaz7lZfLb9yV1fdsdh63JVenTOAAAAAAOr80iKnYgdu4CK22T2Yu60PTiS5rORHftpn+zjWeHnLwEB3abdOVw79zuNHoZqJqvft6u2yL0f0vU6yT1LCPQiE1lqni/WYzEXnxaxI6vbOh7X1f4U9AqUtYJrEFEVumR1ir3y43sQeWrd17blL1qAKV3flIqo8J9ArZvt7ib3N54H3D7crX+tWUnp6zgAAAAADp/NOjFyQ/bjxuka4OKmFZlJpTWIxkj+vWmdX2I4Xhy7+pntSsUo7yceZUppN5nFATJRg30t/RxS9T9LmPM63obyAqTzNVbXy0tUCHdhp5PYfd7Atx4Qe99Gjep1YmRJcRMpx2H6eSfMPKTvs5FRZ3dnQNSjKRRPok2ASLltQqNZsM9TJrLytdh6f1qyi9OecAAAAAAdP5psR1K22uauPklF+tHFbPM42rzSoITy8b50fYfg+Gvap5EOay2j1u/Vr056oe1FN3rXmS6Am16C6YaYJVtLPt6WgRtVMnmXknOreUwSisPScTUrpfYTn+CV0Eop8tjFcllqtvrzvY4q9aSl7TzLybQrkaEKQ7GeW16WVbbZ8shOqHrV+q7O5qfvd605W+nDPAAAAAAOH5qsLNi2WqjJxkW4WzydG5KS2vDr3yzbJ2PYXx8PeH938e2+lAl9m1T5b+TcUJKQmnK0OzRs7r/qVaSJTorcTJcFvq3FS2q5d50dLKxxq4l1odL7A9z4Itm8DA4jE83webbIDfrXKVUG5xtookfbTcr58KSV87PT0InC2/wB3SLyNmv1O2DrNWnc31xSn9NmeAAAAAAdX5sEHNmms2Am3dp3N08DCvWjVigUc/ija11vY3heHHb6JhdHrO2V7fLeSy1jhIBOoZ4o6uCwVj/oIpXpnkqzCAXqedBMMPJeLcxVZZJDuOkVpwaHE9iG38C6o2+Cgo5PvrXhULTZEs24UiE3PSpdDarc/546TnfepFoFVJNfpiRUbdM+SLw8vY6TQZnrhlX6ZMwAAAAAA4fm2wgTutcGBSXlhNxHdkaHi5pxbI5edyOcH2Wa/w1qdvseIaXUbnO0tZSr5AKaMUlIkSGb9F2G+gGkynKQsTmzXkqtOyG4lBG96o7ot12Pz5lJJTexPc+DTu2O6bBMSCY50VTgNvmO3NFvFHDXb/bWbmvPJSW4kk2bR2y0mdsVajcZeoxU7RUplJ8vW/Kz0x54AAAAAB1/m7w7TaZ74CvJOq35d9MJ49tS2Lvtiqllh9nsz1Xh7w+lrIyPk+mkf+f0T1lF9BvQ50c5eRvSVhN+lKVKbwN6kHPWLQ2E76Z0cKwmSSvZLXbKDV/fZxm/n/umpEDrFDIKRbjTw1rMQNgTYFI9gGQaxUWSXY+eWl2Raf0GmcqcfRsMzFxmNiat0YtuGtxvWpLP0yZ4AAAAABw/OAiwkG4ZjvvMlJXpGTaS6m9FqrZzmq3HcsMr2U9Phf57yGyVzb2rDmUbLk47kVvRjwniYR229nx6CqSabVrlKltJF24wnZbSvS8WoqhxO52dvg5Hs0yPz63P3qV65D3ZJ+nHM1UmrNGPqVbKT7Kp/haXeL51qdXj1Sqaix+IDUmTh7aajJRq3K2kG0Ld+u2VXpfzAAAAAADh+chAXPbLXXvwPh3xze35xs1SkWWL37k6Pe+y/D8NeClYs6ixa/GkSPmFkZE67NfPE47TLVRNzaR6DqPab33RKAkvalU2kcnnpcOdMwKdoYvfKNp872xZH5+bx7FuXNvjg5XRz4dPHYXB7yjtVaDa9tnt6nnIqe7FMm5bNkwWw5Y/d1Z1iDZJF3d63MRPX1KX0wZQAAAAABw/OGgxgpm0TJqmyeeXscbWcL9I6VPbB0mycT2ccvEEgHVjvGe/WvrS4uF822PLK5rz36lMu43Vn1/FHlOcomGlLOisro68T7hprIsPZSCuxky3Oy9rGT+fZu8votS2tXmz2/PDxsTlerEat7JzPtl173nIqe6lFLRjWk4O+7SnYZMonKs8hcqUal0d67Jb+lfLAAAAAAPn5xsBUitrl6YEh2dGXlYfdiOpeFQX9USVcT2d/PEimOhGaPd9m+7+pMKX5kW2KSp7BV6Qswvto4p/dnSztT8YfrsM7KFwYwMFrr7aL9K/2h0HtY7Pz91k3klPQx56UjsFNio6VK/ibubyvP5j5nGye+DzmVT9DkzJru5utJlCTZTMH439/KzGtvP3ei9ckxPSbnAAAAAAHz86auBs35uCpiV80oqazTSVh+iS92lZJuoh1x7ROPiVQGd3KKN84JIwM0+u2fzE+2X13JpzEhanepSBTU8O8vOoVVcoFs/EQYu7KSEO5+aGBS+bVZ+0jb/n2r9pJqXBUvTGjz9kC4sToyywiPfvQyhXKLKb7vOFU/u9DY/XF94v/ACkx9M30NcrqsPhYntxgeuOX3pUzQAAAAAD5+ddXG1c+JBVr6+xxjZItPKKJUG8K26JkQ3KQrhe07E8UWoaPQNTI6VM/4huJ37Z5YLRGvsppbpRJy2i9ajumKQibtlqXn7OpL/W/bF32IWkD3agwu9Nv/bHx/PwzFbNeQde1hjISyWiTdJAwhiFcDDyrWQXZaPfj5van9glrI68Pv37L6yOihNfPmXZ1Wp3bnE9d0vPSvmAAAAAAHH876tRtp6SJrFRN0UbHYYaS0aYT4tqmlrCdBBuR7TtP4qEc3DxWIVXre5di26ddrtEh4cehSnZmVyzNx159INL0pcO2mrGTUrns6mI55HKMkMbkaONAq+ftp4/n5rrhMmedMV0DFOa0kilREtFwwnxwoZl9trTr6/ODHDFi5OSu36pVLKRyY+R+bL7lWOV+KjD0Xr2mB6VM0AAAAAA6/wA72txsHUuX89ji2cslpGQmOz7RttbfCyMLjIVwParq/FelYky6ujoZmBuVg4HBltWi453tsDKKjNHW4310iVOuaibgYtcELv5ORZ6FfwUEQ3shvrHb1Xtf7/z3XTW702zefu0pvUqlZSoJp5t0y3ZxAoTm3mWuX3+biu2bsfpX1ScJHTXXTetG+Ne7K9FiNf3BWan12y19LmUAAAAAAcfzvq+WWV9xNRSHztVi9K2nNAfjenRt2qhLrP2v4/iTSkf15bJXuk5bR0x5gZT7VT7e46k7s79RbJ6AqRallzsp+14p7tylel+rC7pvNyoIX6Z0+32e5f55D8vEgbuaOl/pG655qdRTh9/oqoyqVm9tLXb8PN9UTka2zOvjVu5ZQ6kbumWdQrHauyWuzTq/X+vuXfpRzAAAAAAA/PYr8aLWW7S3oBRXRj8DKyphayMOkVyZcT216/xcoiPCQs8mR5yJQ7HX52Tk4tpyxgpmMs31pPogo5qEkI3T/RSxVPs/vV24yliS6XXtFS86X9mvf+eep1VqLDpTUzcOffF1wnTY23mSFNWmz+u2K/nze0/rpIr6fFbKtkvHrjgknIOWCM3G1dpg9iEr/SHsAAAAAAA/Pbqd+phf+8bxTxa7MPq49quQE0oQKJw0arvb5rPFe0iWYd+79/MbIDIyeXfmtx6Eqm7UXloObi1/0KUaU3vMlYe7fYya3fPB45iefCpWcvNwOs9umH+ey52Bwdm5ONFWGDm78QqK9WXnHbNX53VaTft5vac5dM3qlRLWBOPrsjvwuubenihKZRxlS/sjlL6Q84AAAAAAPz5KtMJC3KWboCoGOceTvlNcN5fZ+xt7XLb7c+4PG8XrO5LVI+QECryYL6LLUDio+OfpCoCX+40dnHoMozpae7hCSbrmu3Erj0/NxMF+fM/OHeqJPq3249X56y9U800mnbV0tWTHLZqip1q7LHXN7j4dlnoC84tMFtDOQ93bwqaIuuzuXOVSmjbpJq9kTG59mknvR5mAAAAAAHD8/esFuNFdhblS5hslOzeyKis0kWG5wm03zS7r3G8/GA1zTNo6Tp1j+qSINg+TGllJW+O+TkvXI3aKs59DdGNLj5OVDVITGmjOKNWqdfBbGhVES2cfORSr9uvf+eG4vGwfPjJjTgnttNVUt56kOv7RXUcuO2osr9D3nDp1s9ciIrSsRN538VJ9G5z62HZU0tOqCeo9kUpvRzmAAAAAAHD8/WntUM473qWqmUzMth0SDi1Z5Ujr4mOS9bS4PuazfF83ScWlrnb5zJExunyrlRXrDuNkg/0ffKSz6Ks59DdGdN8l8Vq24YySjxoGUSGb7rrWnXrXBTi7+e2PN/PActNt/YlJiA6ScFdsjVe2jlOo9DvKjGTllfo0829NdjCuaqO6cyMTGT29T2UpHAkKu0dBjI9kUr/RxmAAAAAAHH8/an5Yx40/pumpV5T7P3QxDkNYFUu3MaHvfVoMf3QbHxmMFzwGKxpxztpaWclvRD5W6kNS4SrsRcNtrJPSxRVTG5zsMT2pqKrnyHSTjYzQMBa1Fzcs/Ko9qvb+eArFMzNgrlRajYudhoKzdXJST7JvqsO/TWP+krzdUfzGb1EPLit0ps9u87B1ipWW72rdNtsfZLLX0b5gAAAAABw/P+p+WMZGe9Asi4DwPu9rri7c/Wi/VfUWJeulnNn7ktv43GIbr0vu945vWBaN5y6rbvvPht0j6lvIIlp/rdl7SvSDRVUYmLBMTfQLbl1NItcNoWdRW1eWY1RVpGx9tXd+eU8O4Ukn3Ma+s55myQULtYu5ixzfBcZW/sx9Fvm1o5lG2Ksc/RaTF0276ubZ79VIfN7E7s/ZdK/0bZgAAAAAB88BNQ+3SDf2nvEhaH783K851vK2+UJK2RL26xIe4TbeOKLaG3Nm1aaw0Hyz2/2gVk4QWkxnz4KPSgbQ/RjRhVC8Lz6dXtfHxAq5UtrwaaPm8siXkf3C4+2fO/OxkjIRcsarXEp9mOioztSoVp0PcnEs+fCzj0TebukWYyZeHAR7dZW/Qqy69Z87dHsebW53tGk/6OMsAPn0AAIyIjmktb5Ea25MWAV7s026xYqQW5potH3693eBlxK6kRfbt6S2jcTdy6i/hRlkUgY5Sat6kqyEsmopOUeRJiwKG0J3PWiq3bfxQZDbPU+Mxa9m/YmUe6Reh2dr+FSAsJrNunE20jPyqtO6YO5DZPrI+McTJZp+w+62kqsN/JoxuYRsVe0vesUmqcBTypYbTa1u9t6Y3PsP3Wp3MlXRWi05gAHzyQVwaZPxnmUl1BttbF11V9jahKRFqFlDaJKm0/H8trbtGsFTp1M2+9X2wQO0T8R3CkQlPV+6NPrP5Pdjd6VXfQrMLS5+ihdGuzWTWNeBA6pcVqW68Ry83RaPRSfjvsKnJEWQRYvHmOuZYrbWGz1uzzMLuTW7b+tBuNzO9264cza8N5mdfzK6PuxzNXg1AQt5y3uflHLWzTtAAOPkbp8wn3jFGB6ZU6JipL6vU9vFFM1UV6AZDtTbH2+StvOjO0e1W2qd5AJdXfEnF2yi3mjz0tPNUI2LYuJy1y/3ET9a6uygOk1Wyl4ThoC9OsXz1r7PUeApVNrlDwwdHpNBDGwmyKAF4szmmni4ew2GKq8c6tV91eXXDBVi7hJdV38FirdV39WRt/uHhrTD3ESKDrXLEMyR0srNeQABw8ltTrf13WVVByLswii2FgFWVjmJltE3NSj32SvXcrleORtpHMVrsfAfdt8/uWCjYBnnPlyw/rNeKgZskU0lhq+YlpoYYFmiah42miSBN2UfpKq983jv5Sk2q2l8t0DENC5/No4ut26klfSvNlq7GXJzVmnMD7n7Lfa/CxalYPaa6ZbQKROwdBb6xN7Duz8Xo7nDRkbPPtaLYYs5Ky1s4AADh5UakG0qXX87ayL2q+pEVea27VJbjArda3SuFZZdF2+PJqd73t5gJ51nU+/cHKYpuU0qXJ9ijz+fFl1Aj58Onuqx414O91+P80633bySvv5q68tbuTTbreTBSNV1lbxwn02WikzpXgSXpbmY1D+ydSzusWlpGPV3dePkw3rZZbczVljBNsEtKDbdeXreHLbdWtz2grOhBny5szsLldZ4AAHDyZ1WODCeLTGJRVqFqpF2Qrxk0NW/cI9aaUXGzv75AmrX2j12gZBTYkhVAmvnV8UzH7r17vt5eojznwHRdtlIZL+Z7rZmOyieaDSSwce+iq7zgPAs83a2BtBVpbc6Nfab78nu18gI6ehqa0TpXy5x2/kvstJqF4qOXZqmq0rTrPvryQLZyB3Sn2+vQHFxu9mqe7xVesOvUZEgpNWcgABx8f8ACbWsHTp1b/Czftta5Y7dbVhpWOXrm6c20Lt8td0tZ8CeHJsme44D1LDqzB543an14yF8y9cktZ0MisWcZ7YqDvTe2y1EllxK9wr6aqfNU8C47c+xN64HzfaCBPLXM89mglhFr0XTWjhYDJj6kt5veDVoaRPZha/fplEdGFXwy8eoIsJO+5vvbxKOErmkSj1xKnfs8D7IiTlnAAAcPJLVY6SKgHGKaGfINONW3ciXJWzGLJYqaHsoLR++j30FV/eXnit0Iw+Bj4MhVfueOu+tf67JIeZmJbreiFMRUjBqY3yLYlVYLPSNjfMBy3Qvpqq83Mo00bZzZsqPXQaReuaXi7yYm1Dn0izOj7OWTeZhc9t2CKikkZYot6EpqV02tfEK6edKpd869mkm9gbrGYCjbvuzm6aiTkobNAAA4+TapB+sjhGyumT/AAk3TzorAN2/ar0bNvt25tn2f5ub0IMUA889HIdFqDtXr0Tch+lNanfW1InzGRIc6XEsJDONvOrH4o9jYRtqwL9uTIq/KpvzoP3qe5V4q5UzW6/sxdXulk00yY2eiyZbD2FPRutgltGqcbKzk+0qv+9G32baV7s1GPplB07x2OzXtc3bcR2jJrFJ6CHL1MpZPWZAAB88m9RW3Yd23K0D3tOxiWRDyw2sQrts96onvK7tk2w8eymTCKxMlrsbTK9Y6h1X4ZFFYGj9asnfPpVbIt7pQR2fJwero1vdJyQTOwLndDrP9BdT9Jsb188z3o5KrRqpIx0w8iYSJipItBeg6bsa7DHzXCMrER6FdBKWrLtimkdQWe+buvloEvLTj80TTsr2vWg1DuK/N+178W8JGVMnrMgAA4eT+oVVJl9uOmj9Zyz8k26bKu6VTUqds9G+ORaLl+PJCbTVuQ2+BMat3YpffSEVOjbNTpb1pygocgyo5gYyskO4mY2MRmrkIpptfYlN72egesSpiF/bYfUVcCvbTYtL2vCDkipua2E+ShPQZPCKzxWo4saoA75HP5E2bM2FPBt0nHSjptTXpAerW6OaMMYfzGffqjDEqwGVGrrj27+S36ZaSXsxAADh5PaoWqUS+bK3HkjkPjq9XbuGTHMpD+yrmpbRufkA1ug19j7u12WZ1BWtQSgS6Sk+N/IJgfW3Kympgt1kdspnYZaOGc6y5YVo7F3ygy2/b6C6qvPAhXX9BOJEmM6AcKZkuauHfian0y+zTehGdUZJ4SHTLNN7lRweVrZx692qh7HHKNZrq6IPeduXdkEyLKGl0mcuFHT0k2QgSo7MbSthKySdl4AAcPKrSgvYbWXSS38Kkv8AeCKcaX3TGtlXO4J3jav2eWqKctY9Wnkf0s6M3YMV6uy12n3+E2XrhlXT85jjxm38T9xuk9qO+aixh5YqqqwsNQehip/zcYMy/Q95+WDy8fX5D+3wwBrXFZISOPo5mlGaea+ZdzVsl2ilxhtcw/Js5Qdjp9iKr2hXTu2npTmvG9UcOj4m5WVbwOhpP937PMqYMlbKwAAPLDSO6y2VjwRrbHP3Os12f3zfbOJG3xtZh3BHnxqzWl91VTSofIfFNy3lNTSicN2I3c/XdKGk5PSfaJm0zuNh14PB3l7MdUxjhKqO30LVWearutBa2MvHI49Rze2wmo7oct/Yp+mubMdJ8bTYrzeNY53Z97Wsq8sh3uh3TiNtX9XTTbbVd2yvLN7dfjYGhml519nDWelrXXNiTtkIAAHlopgcZu7RY9R80WVts/T42RvpxoaqyVTXb21Lv86uhVMUdFYCkJXKeKVcc/owtS3CXkhGL16ycoRZSyWOiKws/t+6bKycKa+siFzx3Wv4qv8ANHK2y2nnN+5PLG45nVZLLOj5VSDh96gJsxvsN1Tnq4OXz7ttWxehktDjcybbWvStzzp+yJ4FBtW13PRi4WAvG183bA+gScHfNaUdjQAAHloqK6NTZBB/B6XTbzqW6iZTuk3o4GrpxE9axy8c1pDm0VSGmI63dH3QQ13N9TF0YpN9mo9cUnqBW5tRRjDSWjurMVv8DrSTn50OeEgFjftVZ5nZSuXG6TCpblA9nZKSED/SjgNzkPGb01zojJPBsZi9ec3O11K+7viJYWV0R1Y/iFr7rdoT9xTD7Ffpvv47tM7dtJAeUyL/AKDZ27uYcobFgAAPLLTsspLLGEGTIxfah5WLR0XFA9j6139C2zLQMzxxJKfNertW1o9DP1X/AA54XJVeM6knpb71syl886WsLiI571Y/R3plzFBCnacWl3jkdl/lUXm6v5rRj9Ip00E/WF9bCIquuNqC1L9Mh6XJ0RYnZ1ycQuSm87QK7GcHAhVJlbaXPQVf9d9QPs/i3p3e33WpNdr2j7tlRhWjfnPNQzGlBYoAAB5c6V817ZGwu2Mu0E/yVZxq2n364e6naaDKOlcFn+VZdJuFG8nZtdYjYmprFshYJiOzXpL1sSpoVjlPBkJNuQsmwVDZNtPutnCkChpowA1fofqz84tmLCx4kasdy6ur2WPD5CeiOjlgJIsv6Z5wx8sO0z6IhO7PR9nDKcnsjbIfMS+zb2v+tykz24x71rnLBOKcSbS9bu0xwGtTnttZryisUAAA8odUDb2BOtBTlMjSuNoethGO27lSzgpoGFcm4Ls8bGwkTCrLtkT6qQSmqr19nMd9g60Bm69d8nfOi4knopTY0/W9zZsziq5orC0irY5Mh3+gOrnzGPfM2FspWFkG4jQSWZTCb+ZVdaMl7GP0zzojzLDWTHRCeVWY3G1O9x47v3sUYtWvgFXDSH7HGxcRd6pM5mGvmK1EiPMDCK/KbStnfJqxIAADy81TM+q7BYgJJyXcb1rFLpkrspJbqt51UqpLcurxoyamJSy514uSit90Udpi3CuaxyM1dOz9esl/PkyVv0HMpftaoHfUW4isp3LdKN25R/b6G6n/ACG2NW105HHM79b2bbigbba2EtL2G/qSn+wkhvst+9Bah0NSkXG2CMhNPHdoVQt7AatLzh+oCz1HdfFZaxN9Gn6JA+a+M1w87c6fElLDgAAPMFTIk1Yt0Z8UHapFRokJyyZot9W88uqy7h+jx42cSIokm9KlPQscOadFW1vd4Q4rzZrO9cUraIWjuBjqnI58g49ndra/lU4sic5wvQvUX5B1RaEp42ZWRx6uxkGQ2U2cbNk3Cf1Vz9YyXG5dpsnGRtTthsgd1tVtVjYUoGaWSAgVFXyyzP8AX2wG6Tmu6VNk6d7qa6tJf2kvZ3z4knYeAAB5nKJnIhCsJmKxt+nlkYn3jI5SRXRvJmpE2vfPG02C4tDiBHfQZm1kep3Fj7omBXsds310TAqKaCYuicavHXfMzlx3fKBCdQM1H6Ufogqd8gD1SA9LdLsV+XcJuIie73wk10SYhB6t58x8ko93BQq/raxs2tl/stPppI4jXd6GgTHahh2Zb32Rm61blIzUvii/KErLf5JrtZz2kbYjzAADzS+buF6L3E/MyZCLTG2ycuudyLT66tqlHEeS1TN8YbcSDlPzgshtjsN9OGT9FWHt3JjOo/W7NGql13miDm6Jj20Wk7mY3FdbZ7FlZ+Kreeg6rnyusNYi807FtX6hFrEqB+Jlc52uRI+D3qwsGifYct0ghfkk8n5zbNDpJ3JD4LHK1KQVjFExPVqT6vBXqP1ancmEdCzKzAnM6777ewqSFhfYAAHmg80X2lx+116AYMXHNgmEPKXz5Q9ezMgNPOc8lrTczxjNknM6f9n0OHbbaYlUcR1yyuY4vW2nrJmpTzILirIz9GjenR7vJijDrW/GFsKcRSX/AFWXmk2TtSGbOzyJltlddVUBk3ib+XMmH4g/6oLD4nWNyzSdIu5nXtuCOVmY9zv4zHoNykVBmJUY3mqU1Thy3u8za6a/4ZZ1gshl+9kSZw2ByLsR5AAB5s6DoxVgbCwyxVorQkNkVrMazko6v2QbucdnzpW177xhw6eRwpiJGPU1K9reIWxe6NT9Sbha/wBYUz6M5kx8jS3M5mdRKh26A1MRXA5Rus4Vu8v+rB8w2plkzjVOg6zws1HBCsR0zH75GPFE/wBOVjcT7BnirEZa5zrwFVvdVk5+PyROjVLfQOjRG12KvPsvmXuhUlHuK3LTW279PwQfO3if8iLDAAAPNNSzSdKrmx0yped2Zt4TyBjFT+7qebmzaQj+W377xhwDkwp0tqXjfFgmFczdMtG3ePJKJufV9MigGYO0qEdtxOtvn3WkfIv73v6GUsa3Kp9BdXfmSSrvtesHlaCRcfm11sMttZagXme6LvqOsNg9PCPyQtjUSFX2A3Kk18YdjLxL42YiYIxlis/3TCtNuHeHpKckCyTkzL3+hkPJfSTwkLYf9AADzhUe159zEWOvu9HKMMSInIpvm41ErkbIOU0j7gtx4r6/8lWvC5Fh6US2T9UmCnVflPIzLjuAi+K7RSbXjpeoRjEVkMoiu7UbfbKnYySauNSnTGO4OUu/rfqDrRWxdzS7fZp6WbhMmqtk4eX81TI7+RjZM6w7BS1na168QkFI9Q8kjEeGvdYDZunoN1iyydJ2u3VvZJxOz7kTYQAAB5oKCGlEHNZfrrTRbYTSLWvSwqtxk5LjhXU2VZ/jhiExeweXZ2uTqd1ZpvZdSae3umnEPFSohtUodD0pL2BqKsVOZmh+YWO32A+ekz+/f/dLqVmv1H1uFk8cnN54fLK1nD7xx+XZ0pCM2W1XW8Mk40Ryt9alTtzBFi4WLmvVJa2/eUaajbUi37xzKWu7kvvUtYjJufoAAHm1oJST0RHlC8PckouMhHh3HnhbMdt0Fsphyfs97/I8x2wg24T4WKTPVvng1UlHZyVNspca5gsfPeyODmWPrKEvssVtGCsWQjsDlDV9HUxVHvNEn8VcO24ylh8/G16tlq87UNsuFA6/bGNN83mfNGxY3MiI7vm7EEmdtmbbgnYJx9hZ0RtZbZXYShzGTqdifupEzYeiR+tSFkEk7DAAAPPD5wttLN4ILdzS6hLcI5TFa3QunLBvq+Hllxbt3UF9UAofPrr52zipUZnWOK/jhuDLKDr2tfpWcd6BkPr27jo0+vxc0eO+pcjW9mtp2dW0PG2XbnZndx5LVWVlPCuc3pxkM2Obulu4e4hH0dUu5mpSKKgloxsjKga9bQpISExtFBaPLHunUgzc37qXBQrUVDRKVEzFXId/NphWYyXsBAAA87tB8WMKzqUEZ1C0qZ56XEdhZSKifFiFTkSzuNzvJzZvJmGDLJjhM+qZSptGs25tnkKoczzw4UsDO1mYM2Iek2OfsLU1B7suL87Mlnqf91a2/PzWZvZk53W4ippBeGTGfse76g2alczD0xZwOnplfN1NxLUL2tGl6uH44yglrvMeB7ZResJ+R2x3c45Dfxvj2n5xrxMOyq9JY1JSfQAAHnl8xqz1TTOjKp10t9dHM0S5ZhFQRTLHWDdd1W08ZLc2gy1RbEO9lxEabrX7DJi0KsuB1ycVWSaFeSRrt1XqDeL1/Kfz7Pa6ffybyhlUJrs9B3bndmQp81OOArqUHvkYp03mL3aQwklFVkcXi5e3lhOBHxJ7ITJrVOy79gOJkLFNwMbfRSaapH7NEbl1OtLbHB3EWZgZ6Y19j8i57AAAecmghPoB7W/4aLljqV+WSb1ykZj/ADcs7Y1ZFtPFtHXZ5aokxJWRcF6ssKy7KQzmRF28nXLbmK0TG3yfnpzfP2Dqagd5V9tuqBldCkTy5tweHOU6u2qeRLgK+jF95pSCYBI7rUbeJLZrVhVtIVFSjnEn4ic2gdBwHdVO4zUI4aer2Y9Ly+TJpUZnKdBuKldmtly8cZdMk7NpBTzAAAoyo3Smr6e7T4ka9juEwjHikIo2w1DdqtzbXfnmsaVON0iNLLewCvGpQsNWiVd/bbmrGburTel6YSs/6nnX9mWzpLfbf6jFragc7FhkiJYp1qMfP+5nYt1fSg/8qevYo+QCXjJDd1tS2DgrL7KiayViitpT9eiUW24JXgt0PXzH5ESQxjhr1R0YGA6GqM9XIDdJew2RE9wAAGzbj5qtQnEslG6QenSjFp/WJxs2+6m0x7WHnkio9fqNXpvNy2VbDB6iWuDHyTUlnbZtvW2bdq4my+3VzqL9nudQE+zhbVj4LtJbF3vCiH41OrZHfqfMcBYU7yLeyPUp91sme1iDzk+q29Tmvl3MpERkXlhWLpNNgfOGj2iCrrlladtE4jUWh0pp0Mz2m6NAhdFlItzp8yknOAABidHz78wsPD1eNg6rC59Or6sDjg6Zf8nF6unA+HkIhHSFmSWc1sVzBqMmif6xKXlfqgaF6Evbi0ft12dHDs9Ec4wyKdlVpPVtO2eSq1JJh0do4ipqkm1qWafdS4/ViqlD6DXRUQLlSznIiIyunddg5eJj4Wq0+pbLTyaXWd96OHZy4YXVqdT16VO6pKp1+1ws/oAAAB8+H3586uPTjmtxsDl83PPfd/z594+Lis6lxtXPtUjDTVtFc0fXwlVdo4MNexmrr2+9pO98t+p5O5JbUtaz/wBdJ3O9mmg4901ZOrNW1hSta7Yump+Q6Ld4iUZ6I692UoJpaaLbq3e/PvXw7PvZ84/MLlsA+fT59D4cPnw5feX0AAAAAAAA+fOrn8DtADxdVT1/atFSTpyUct2kmg/MYYArC3aKEgngsOZz2f7SixgnNeFpo+6zO7kErpWKlSw4RE3pYLNV0nPfLNQqDOTmy7dR25bLQ1emPlg0v9FF13LvOYAAGOZAAAAAAAAAAAAAAAAAAAfPFzWtVyP5THKC4qM0moKxXwLFYQJ+9WQ9a1iDO+2DNplkfr2PiMlU9hZr7s93zQVsNpb7R+1qrqin6kzttTs+7Y6TfojZ7NuoRKl554a6LbtXecwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA+eLCBtX8fJK0g302ixodhL96zSbhed+5yF0kZyM37Zc+mKTWFhaqCTBa/RPqilc4knaxXTmpJFbLGluYUjFg2ihxOrSqvYajL30S2sc2Xizis8N3PMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPni4iB5/Gve9u51WWqtLZL24KebPyv2gxfUPoCZ/wBsWb5f5lL2Km7illSVSSnio8rcTMbxDztf5Tr3z/yrsj6ksnc41u816hcjYRkY6Q0jdfGF57seQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAcfFlETzp2U1YzyWNd+NZxXu5i25z2oUlUl4U+oRVe0LY+S+cjYOCkWdklHB24wKp9GRf7Cj3YdKZYLeqWU0nkGinLXzO7VbNb2uki20glvrIFxGN6brOwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAOPiiiLUK/cXtLA+T6sRbC5j+rp7oHOHZbrbC2x9qW1oZ2UbZONbsHxh1tsN2eyML4ISQK9kA7K2pLsaXi055+kx1yk3L0jcLRpYAQ6m3azFp67rfoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAfPEjWnCyK6x9I9eivXzht1C2XEAKSdtZwpnascZD3D7rz8K5Cbxh5PIXu3ub26NoHnhpa65G+Xq086tpsvE+7qJyueqz90l8TVbmrttJ7S+i6892H0AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPniVrXhCw8weyGtlmnnLTu7Vg9dlDi7vvsArvl81HuC2tFUmIkpDasa97JIWUWqkU1q2iJYs9m6Vir89NuDi4Ui0dmuC3q1T23ZnoWEXdy6DqRpeC7L6AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHzxR1hVr7VXKtj5otrP8AqUllOCIXm1fi2Vpn0nqzfuG2fl3lnHbXLhmcDH6e3fvBjTNrSuBc7BWyzoemPO3ZN0lVI6ifwNqjF6i+cdK7Zh2TxoeC636AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHzxGV01DbLWWbtXTowew2q31lqDUyjjQ4W5m7rfdJt6bVHC1Du+1/BM4233kjH6fKmO2d5Eyvlz5v7FZAKVxuHYjUYr1zj9nRDxpZjPnuo4PBdR9AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA8Qlb1ADwvbPZh6Z22dFEafg+foz7q9Nhmyk2Put23m3TzgO0qIT79dNaodTLVVLKCszHuVK7XtX6wbGXqrSm8UWuUSW54Ka6a+7UXe1kfXYuo+gAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAeHiuHzWvRJRk5Esk3SibbRy5sAivI+Kb7ay2GLHuryvNK92sWqly236NO4bm/O7FjVJV0nOcZdVouPXNO12FX2Mc+aPdLdxlrNceV9hyqR0fXduj+gAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAeJipbzbqV/Y8WB1l/LqbAoTx9a2Q+k3S1kvPWH3uOzvN64qrF4sWw3u0TjkLjbwpTb+v0tHYWFQD7QRnA4O1Y7H4piWuZoGBr9da+bNTMfHxuT+gAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAeKConz/I/P2GvYmZNvWTEVr3Ejy1mXNJ6LDUD7kNr5xX512SqHC0sXnMknnJHet41TouM67wLGlOXGmb5erLrbH4rUvHnWzQh+o7f9ino/vlcd9AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA8UVTXnWSOxeDXdj5OxGWUkeHgZLSP3GnIvh7fcxtfOm8cocZlUcl0CuNwp9QqtoltXI18XMXFSsi3MWGgi6udxnM24qArftRdPVSZUCVYp67jfoAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHiYqd83JmOW+OPIOEbHve0Vr2viTH2d0JL8t/7qdn56XAcKSTLbByuxO6pHrNftMn3AdXaOWuKh33UauSkZZyPBBNwG0aOLjk2I6OVDkJyPT5XG/QAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPElUPQq4a2lZVhJCclZzObtTYLzukn1bCK/RVe6nd0Auy+aPznC2yEcPR4DaPnAN7JJb/ZOivqIZBO2xyqeySHbAH71MMxU01pjy8fZLsG91xXIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAADxB080y32bOteneQEpIdJvYbTp7bjmJbBoLaFr7r91QU+D74aF0GXBh65IKxtXsT7Qv4qty5a5oReZ1svjqnklFgQvR8f3Lf1h5Mb2YqVY1wbtuQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHiDp+88Eur7rRa54bx9rsa/r2a0krPSx7jSTKpYe7XbVgzQ2SEj+qtVR/LGbceX5WeS2m+cveuO4tPFnuwRPajOLfvM9jVwZR23eB9XFc5DtAvrruQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHiLqsiZRa912FmSkVPQtErtsvqkLGzy8sRapu/fxtoTTbWbKIlKKlw+3NSScefh0s0yP10V3UfdwnnCjTutDsFzsMbtSS82STRqubhrH3t75AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAeJGgSWkaWdRiBmNMJ13u1ukbWNsFIbRTlXdw2Pvw2vn5k5JlR4OtSDl6JdOzlPW1khIuRNyHUcCq+dSj71atsjq+YW5yd30bTlHJctq1j+W+AAAAAABh6X4AB27zuAAAAAAAAAAAAPniY816bWufuPrnOGtZ+x4YFld2hExj2ibOA3vm29B0plPi6npcBTN40ua7GYjNVnu/wdte1Z2DrfE3mZ39v3Kxe3T4PfkdGxa9t3/t5AAAAAAxk7n7rkAB1aLHVP0AAAAAAAAAAACsau5qmsQjStchGoSAi2rbre5qSych+2799Wzrul3rNEmdT0p3WYnbjZ2dlprpU7rOVG6wnNTGjxNTr9V0dnf8ANti4XD43rbyLtw5AAAAAAj1gAAAHUmVWAAAAAAAAAAAAzae12u1OnMbVadRJFDtyg001zMMrGxE+vjYOes8bGwMnvTWj06cRLWoPUpfUYzpPVK1wejh05X3q1+PgJNNozQ6fQ47PIawGwPkAAAAAJze9xWJZ2ViOr5zbILmvIF7F3ESypA//xAAdAQABBAMBAQAAAAAAAAAAAAAABAUGBwIDCAEJ/9oACAECEAAAAABCx7zT7qx2bkmq0FHueWPgxp2qMp8/dSTXtcVhKpPhltyzxQoN0am2gWYbFGlWyw509AAAiFWKtbZqNe2A+Wn2y75qcjxlo2i7NpKEr1KbSmWyOIT/AKIuhh1eyHarY+O71hfWSPQ4YZ+ZR+t6rn+0AACH1Iu0pdWhTjK2bPth2aJX4JqMcvKfqqt5Eo0aEsgeNqq+JXAFU5eFu9tTONB9oSlgb2xYldl7RxRZO0AACLU2qfmFFpSxiRvjp2XJ2Jw0SWCsHli8qUrX8DfpzEYhZzO4znouaxyYSVT47NQ0UP2rY8Ni+WeHnjdxnY+0AACOUkolUWbcskPj45dor2jJ+isBeN1ncxUfDkaGQ6m2JSbVPOlboSQ6xNqdVszjdIdSuaHa+tSpLqbuNbL2gAARmnHNZUcSm7qo3LHTtXdWihPXLpJNtvcz0W0bo6y6pgqzjdg9B3rviNUVdPukHZPEaV6mdNNWmFgvvrPxpZe0AACK03LKAl80r5nm+xS9dqIaw5cvrZzl3A5zjlqkY431tLl0embk0WNel8tvE3QU6p6iO75HB6c6zU1TO3HyqHu8GHhaytgAAESqSt5nYuGVNw+2VTj2o5Ujdj7nFPnz3rIuY6Xr2LSZX6ohNhMFjX9evMNwXC1NNPxLqWBUr2NBJAgiudj1dfUf4lsbYAABF6rpa7ogaZhz5czpv7WcIrDpHqfKJ6MfeXaQgLFtZnjfi5ZWF0ZbvH3TTRBXK0eT+3IfSHaFP2gkrJzmcGtJFxbY+YAAEWqulLyhZlLOc7ycztxqqqdQZHalD2beHLdG1wzbGzJY67nWw+gLy4tv+PJvZ7zD14moHvCg7YjFfqrKic7OKbH2AAAROp4I9TDWjSVbZ6nb3Ch467GmEfT8VdXWZy5R9fo5Dq8z8yS2HfPQXLtg3ej2VFR/XDRzz2hA9ydqQWLXlwaOKbE2gAARWmU/PnRMhj8OesX/AG9166XZuilFEQO1bp5YpeFSeIqF0ecpBF7Hvi/NnC9+2p7Ql5PLBzp9AMacflu+prIvqn+JZ/tAAAitN4Ur6yt9hS/CQOXeTfSuFcReZT5b0FynTEJm0JiGjbcMearBvy+XhBzdDbcmthJ4vzp9CJTXNaokjzesrojiiwdoAAEXqaSc6yyOSdNYzfpfO3I7D6ku6ESStLqsrlSnYBlOE7M6OEaVu3Q10yfFpdKjnchyjXNPZrk4NibZokWyGcXWJtAAGrCOUQyt05YZXXFsOCx56ahUOtCIwZNtl9vUNW0L8WPXrgor9Q/3LNG9/wAFeqQbVLPRfQtP2tI3p4a2eQMPL0m2J/d4HnEcMkbG3qE+V5QJXe802LmlwbWSlrwap4u8UIlySrJbE37YmbTU9ReLy23XbUu0I/UPsQsixdrQo3JK/qt3XTAD3g5bII1pl1ab7Xwj9yOeajRsbnGLTXTYxh5p045rKodt2DCoe92hva7Sdc9pq0Iyu7Ps9cmzRo43WaRXNQPeD47eO9RVbNJ4Oy2pc+iS5bUzdrUSxmn23zDPV6qzp19PGhQ6KG5G22u5bc8vNetPWdq2VlTia8k6RpoxfOQPeDYLNXuNWfVbXrQWzblQdE4qDBO5L2WfuG/T4mRrvablKXXryWCNiT3I47PPMtR5WU9tLyE6bCjoupLKbge8HQbxKpX7sk6e0ugdzRv9Xr9i3Uxz5xrtgl0uUL0tLyLOK18osJybm5NcbngYZ54baunlvejflubFVF5TUD3hevWhCt16lMvY7e6Pk1LVxKK86clGtIy2fBoxYWqjukXVBSslpdymrXW9pOTDnczQodksYdX7OsJHcri96GBLHpnSSGaAHBVZsq91MWl53Wz0i1Ipmy6Kx6PQ+xh51zTZ5Amm42WpN0Nt/P1ioa6krfdbDI9uxsiMzVVfLbff1exNF4tOKPRTEA4JryOLV6rWj9UWt07UXTVH6egObbPnMbjjdINSjRIY3Z7VV0feI35nJKztdS12szStmwcodMt1aze3XtPnuZ4tMaHJMAcHVqxOuxVihwdrN6GinVNL+WfXDZN2ximGcRROqqt+h26oo66+RdqksJuNW22qk906t+iT6a5si0XFNiqQRmTUink4BwtWjG5689rSoU210NQHZFPOM4qTXeJD5LHbC1olUAs7TTiit74RjZHJKnQWewyxF65tjnhX9j2I7qE6RE3vVHt8uAOKELJCkuTwzqdlj9FPNcdCPNN15Z8pziFsUNZ7pXzjNjGl5rUcctlS9+tqFFb7T655tCGYpoFaM+z9160StdRSCWgHE8o0UrC3WeWLMKaWdFTqHVM4QnqZMvwi90tbXXjba7hmnpKwY/C4xOZl4hRorsSsbTsXSFVqre2rGb2XF0UaIzX+uVAHC+Gynmqxp7Z+6lV1+SvxBUzWq8dSPzTRukFKM+G/2vFiY6ev5y8SadczUb6+aHXYszrS2bB0xgfNz0ioTySgHD8WwhCyx3h03x3y93xyq3miRxVuXI80G5x64+JtSrZa1sGtxUfZ76ayPxFlgtdY9zXBLCUZ7oDIHizI/jIG2RtdP6JCAcRQhImWPCDfqkC+zqdtJqql+a4HP4XLV03p/rj4s0MotnKp2nZn9y/rPNRXvZpK50xyNA5DVslt6F1pz31VOndVzyt6wrhvfwDimBpD3Xq9dVMi6J9qiHQifRyEXtWL9YjpUfRPxYoSR9MaOWUCbH7jfXt8XbEGCiW1RyTzRjK7rdYROfee6lhj/aHTlgVWjkgBUcIZWva2oYjvTzfpazyluO7WgkXxlMZnshrvqP4w892Bc9AQFxVpvtv9c5As0JdT5LKh5ThNgqTRBZ/Y+9MiWbdmNNePYBmYpt6fDQh8yeFhVHH0ujtqvzVWcFWo+vvkZTOtfrF+yqPtR9VbHy9b1iqVVhyfEJ7uxECwy8y3b9GKP3YAAABjiZZFVcTv14aMlaGk48u61+ONJ2E84IYXJKx+zP1VsbLDxZg+V5zPCpwAZYgAAAAAAAAFV8XWpYsF1qduiv4R2T8baKn8o062Z+pn7Q/VN/eHLdqgs7i3L8YloAAAAAAAAAABVXFFq2Vp3p28qupe3/lJTmtQsTZyimfsT9VFiBzZdzhYejkGIywAAAAAAAAAAAqziu60jqtRySO8yNXdHyxp/Uo1MT1hT/2x+q6+v0Pq6cyF44+jErAAAAAAAAAAAKs40kMrsX1EqrGqoz3LxFztFsc4nE3Snvu39SXnU278cpm28lR2XgAAAAAAAAAAFW8/Mi+7mvGuK1h+jtb5j8/pnnGLMUoq77hfVGe+5aW5Y7wfmCMzAAAAAAAAAAAArGkpivkHJki8lFfQzsP5N0OiV6Uixxrz7Y/WWZuCDxO5Lq95fj0tAAAAAAAAAAAK3o6c7kMcbYxZTXSvUfyP57WL21EoUQ77b/W+bKG7XHpWhhvMLJLgAAAAAAAAAACuKaqa437TrQ19Iqg6k+RVB6p02x5sVMn2q+wtqJojgu3tkb5KZ5eAAAAAAAAAAAVvRGPz7smbZRqie48+hueq3h01Yayjdd0F9oe+WSTOeh7cXCbcoM8wAAAAAAAAAAAIDyJLyAVFpmV1yumunflLUrwtnW58YeMfsn9VHuOtiFGiW3TzHHJcAAAAAAAAAAAN0XSNbWxsbOjaGvouoq5hFexmAxiIsf1++hbpuXuC1U6KeZYxJAAAAAAP/8QAHQEAAQQDAQEAAAAAAAAAAAAAAAQFBgcCAwgBCf/aAAgBAxAAAAAA1a8cdnuvxUswdYPoMMNSffJ9yi5HtOjdXfZqrRidYzj75lluzQNy4w906sPfc9uehv8AAAAGtkVHuG7N4sSLznkVpEqfz2TXVOYb9ErjYmt8kW7KgqnfqM8wzU7Fa9rRu0Gj/vvp4Zv+TLDfAAAGhpxXbNefrs5oLW4+ZpeyoG7db63ZKvoRdMN0uXvrFWkYypVQ255ItzvEfZxD4zjvNiXYo99UwbwAABqbcXPYi8zdU+u5uQU9heRmDSl4V1d0t9F7Ub2jDa6x5XMefucfGxTv3PVw1IxOUHj+OW3Zr9U6/FkF8AAAaWtQ+6mvz1XknunkRwsFJH9clQNFa9H952ziqgUmmjczTHn7nPe0pH121PaHU2RNh82bMMtu/E2QfwAABoalchdcEsX369lz8iqbjRR2RaWtdR3RXddqxKaJZBC2SXO1F0RuTZSF18epXVsajTD4pkm7U0oNmfkM8AAAaG5VYsRj8scYIq225yY9WnYdHuN6cvI4f0X3VdsGnD8mjbEpkPP1HuW1/j6BzmbYzx2PR310TJ8nlKn92QcAAAZ2mfxmPhOXKH52/wAkI7epRt1Srrbl+JdGd7Xoz2Ri0NsOb53zfRSucR1r9TPU4hbEwRp5b8FuvN3ZtecL8AAAaWmxa2ds/Gm0q533VyIjl0V82prjpNv6P76v5LDtT80PWt35s5/erGhyLLX7YcJYY5H5PHcnLXokLFq3wnwAABobLGrlct1NlqVcruvkNbNa6Uukcuurof0b3zfrTHdC1ncXx25k58kk4iqDPzGeQxnjEalseUrTS8sqNTC/AAAEbLImxnV618viCe/OPHi5aBhrjs6s5rY+ku8ujYPJX5VH6usR35b54kEhbI1ryfJ9WqaNR51N2Wjx6YtfkRxAAAb4892xUTPIJvF0KG++Od9mKefkd6vlXQ7pHvG9qnk9p6EdFXK6cuc/SV3eIi0NTpMWqPx1iwfkqbN6GgwiHgAADUyOdlInX3CEtaW9eQ0kqlk0Qa9dbVz0j9C7OrOROC13pW7JLyxzfJZJgndqXwsrY0QqO7Nz444NGg0ZxDwAABnT7JA1IXxxbEKS7eSdjw4MmcqnFW1t0j3/ADmQU7LZ/CqxsZ0qjnKRSBZDsKxm0pzjkbYzPDZqxVbT2HeAAEgUalkzjOndGFDr5NrW56f1UcrBTLa9iEKtzsSzGvDbg3xO4VlVU/LsXKEL2l4e25pjiGYwjTo1qc8ffGDzZjiB79VJvDpNIWKSIOZMPWHuV9fWxyiHG9R9L/Nbn7W34+6Jdc8JuZp2LcVPmKpybI9p91ps/FmpxhMa1ZHip5k69taAPfqo2J5NhDr4TUC2N1Q9NIWOWzdloth6O+Y/OTSzyNxRybJB083ebtp57r2LYb5tMMslma6Kwxrx2ZrnaSrPGQD36tznm9oT25ddOXfr5ZpXrTKrqrsycKHZ6+VFDRZtkbW2rVqrrJvz2qNOndhksiOtT75j4owd4rBEk5ca43LnOba2QD36u2bAEcopC5Hp/wBPMVI3dN2GgU/TtuvMc+RNEUsjWOWUuVYdXibZljmI1ThCPN6vTjljk8w+Epn1wi+1WosDUyge/Vez1Uar9iks38959pjtitkEPVXPfzbX3yJ59Y58+QCBRjO2ur04okiRqRJnBdX3q1xR6cs8ZJBYOmV7NeCrbZadkA9+q86aI/Z6et3t1deaqx+ksYbkcC13c81l8Y+XbSlcBxvLkeI3h1cllCVlcX2KJXbKAOChNm4YJdMkh9fadO1ZrfY3awxAH1csmE3W46E1DS6U8s1B9AZsii0ujb3Iae+MlNexDzOdpq6n3T2xzjWjc5y+DL9kRfmTRjtkTOnksHhDcbMXN1ZrJ2MoB9XLK1y+Et0l3MEq5hrLuq6eVdHUDEsVUJ8conC2RUtaX+AyPqdxwV79rTL63VqYm+s2YkkTLokELgaFbsw2vLXYuxoAPqpYuxZXSi191PWVzfQX0K6O5/TXEohbRAPjtTUVelultuTlKyernHWrWLGWQQPJbHHBt2q0qho8fYhCkKwSZuaWxFDQAfVqzYpc8Rzl9fR2a8y0h3rc3N8qlckqG1K3+M9JOkDyy9unn+UdeaVbJq0euyf3cxPUeU+pVCLF/gkVSJlW/dkgspY0gH0/kVf31ZO2OUTbmXN9HfRxVa2+v2DTJ62+K3IHVNXME60jS2ditTy8xBI3KFO9VGl+bbg4bWQkNaxbb5ltUtyW01rQAfS/JDaDM818irm9odSHXtsx1UyLIXcEY+MPD0qf7VW1s9sWzrpr1Sra2RfbsUKYrm9b0iRCk3yWr4juds2rFTIJCtagD6e20nl7lCK5pFk6GiXO0vtGzFNPv1cdJoeKqEkUdqGZypVho6IQpdcBrFDjuUp2zT5K3dvXasJPVEVzk2pk1I3SwXNqAPqNbKSXp2KDxVnl0IoB6129H5Qj2IlK3ZnDeP8AtGXCncjy0tHKXGURUBmgTPHRUzYFqPXI4VHolMCMrGN6nLo1gH09susXmUHtQyZ5g3MVsSSTs8+TxdsfJJJ5Vyzxb2ZZKmc6K+9b8+QvnnBxNrdYq13P1XYSeXM8GeHKXU1r0Ry19FSSt2aQD6kXNogcUwxkM2TUlTHR8Zac7LZmpodLCdp5y9wb2PZSy5kFKo9Ryx8z21Jrd1uiubh6b6Dc47WiGQQDybTaSoI3XtfTN3ZQDqG3Xl5SrpTLXHRztQ/TMiZWSxYq0eIpK7rK24c7BsiXvVaR1dju5U+dTK3bVi9vrm5uj5lH9S71/iEXbhYmzTk4emYA25eqd2xwXq1aGMJs7E6/dMHdyQamxdD+Ie671yYNm6UNNUcicGVttRPCQiVm9NS+NZ+e7Njfljjhjs8UmoAAAA9PAsfs9xU4bFeCVpbuJevrqtSRJYzWkogPHPBUAxbsxahnPScsi4BngAAAAAAAAAWL2qu0Q5Lg52aQXinr2yrUnbQtiCasuOOBo+wN2G2WxeW9KzWLgAAAAAAAAAAFjdi+O29sdMpZhXfEvcF9tTlIGV7gEG4+4Jjitvkza1wt663m0VAAAAAAAAAAALD65S6FCnZPV0PYuM+tumHPU5wp0isH5Y+fzHOtrkjr9n09dyqMgAAAAAAAAAAFhde7ta59SZLEDFxZ0d0jas12xSqm+Ccw/PdkyVJ1jYzKuw36PAAAAAAAAAAAFg9gumre/wC5ibniL8adzWC+yVRDIi9V9yz8/YExYuD01aZ90dLI+AAAAAAAAAAAWJ2fKYhHH523Z7odxz3nYSJc1t213gHLPzlhzYoxcWvTaHQUyjwAAAAAAAAAABYPb09rKMWfq0ZuMC4w7rnGtXubfVML5Y+aMQSvCR/jO6yehZWwgAAAAAAAAAAFhdWPzJ7cKpmj7nDONO1Zzn4jVe4x/lH5dV3usHNj0rpx0xKGIAAAAAAAAAAAsLpx5Ec3x1sqpu41tZ3lDxrc9C+Ucs8ur4+jVsbMnjfRUuZQAAAAAAAAAACe9PKNqjzJSvSM/H/XcyTJ25CzKrG5j4gZXB2Xuuxvq++5WzAAAAAAAAAAADtM3F3wUSde5umnmCdSV3cXh+kSxDzHzUxteGpC0a0HQsrZQAAAAAP/xABIEAACAQMCAwYEAwQJAwMDBAMBAgMABBEFEhMhMQYQFCIyQSMzNFEVNUIWJFJhByAlMEBDU1RxRGBiNlWBF1BjJpGhsWRyhP/aAAgBAQABDAP+9yPvWR96yPvWR96yPvWR9xWR9xW4fcVuH3Fbl/iFbl/iFb1/iFb0/iFb0/iWt6/xCt6fxLW9f4hWR96yP8Dmsisisj71kfcVkVkVuH3rI+4rcPvW5fuK3L9xW8fcVvH3Fb1+4rev8Qren8Qren8QriJ9xXEX7iuIv8Qrev8AEK3r/EK3p/Etb0/iFb1/iFb1/iFZH3rP9TPdms1ms/3+ayKyKyKyKyKyK3Csj71uH3FZH3rcPuK3D71uH3rcPvW4fcVvX7it6/cVuX7ity/cf4nVu2GrWupXVvG4CHttrP8Aqiv201r/AFqPbLW/9ev2w1v/AF6/a7Wv9xX7V61/uTX7Vax/uWo9p9ZP/VPR7S61/vHr9pNZ/wB5JX7R6x/vJa/aHWP97LX7Qav/ALyWj2g1b/eS1Jr2r8M4vZs/tDrfvf3Ar9pNZ/8AcJ6/aTWv9/NUfaDXGI/f560bWtUfUrWOW8mcNd3G4/Eaje3ABPEarjt/qsM8sKhNo/pB1c+0dH+kHWR/p1/9Q9Z//HX/ANQtY/8Ax1/9QNY6+Sv281k+6V+3etfxJX7d61/Elft5refUK/bnWz/mCv211n/VFfttrP8AqV+2ut/61Dtprh/zq/bHW/8AXp+22vRt5peX7daz/r03bfXP9zUPbHXJP8/lpXaLVJ7xI5Llio1S7X9da92kv7aOLhyba/arVSM+INftRq3+4av2q1j/AHDUe1Gsf7lq/afWP9y1ftPq+fqXpu02sZ+qeh2l1c/9XJX7Q6r/ALuSv2h1b/dyV+0Grf7t6/H9W/3b1+P6t/u5K/HtW/3klfj+q/7yWrzXtez8O8l2/tLrn+/mr9ptb/8AcJqHaXXP9/PVnreu7lklvZdljfXTWsUhmYn8RuUVjvqbt7rEcsqApR7f62RyKCj2717/AFEr9ude/wBZa/bfXv8AXWv2317/AFlodtde/wBdabttr3+utfttr/8AuBR7c6//ALgV+3Gv/wC4r9utf/3Ar9vNf/3Ar9ve0H+ulft92g/1kp+3/aP9MyUf6Re0g/zUr/6j9o/9dK/+o/aP/WSk/pA7Sufmrjs52t1W8MwncOV7Q3S+oA12k7XapZzQ+HcIp7da5/rCv261z/WFHtxr3+uK/bjXf9ev221zrx6/bfW/9xX7Z64f+pNfthrh/wCpNftbrn+7av2t1v8A3bV+12t/7tq/azXP921ftXrX+7av2s1vGPFtX7Va3/vGpu1GtY+sev2m1n/eyV+02tf72Wh2n1r/AHktftNrK4/fJM6frt8beFi+Tba/O80cTKDQ6D/C/eu0H51e178q2t9u7zVz7sH7UATXDaijDvwaxW0/arnA9qhjM88UK1badpXjDpot2muNR0a2trFpI7bhvov5namj1p/S1X5/f7oUtbM0y88e7UTjlS5xQOe9unKscv547h5Wy3IDYQSDWoehTVpbPeTiFDzh0eylDbLkyGaxSx27CxrQ/r46Ndqfl29e1RqzjpTwyj9PIDzbfdoivKthoAueQpYn9hXDA5FsExkc+oFAEnFNyOKRd9PGU/nTek0/vVnoyy26XN1cLboOz9si7vEsa2n055acMWNvUnoapz+93HfmjRlXIGaBrCYHmrh7vQwNG3P2poivUYJGK2HHStjVtY+1MjIcMMGf1Vpun+PkcbgiRaHZTDdDcPIL6wWyEe0sa7JfMue7th67Ss0O8/buDUGrNdT3Z/qE57kxb+DhjthItxajgTcoKZq036G3NWn1UFL0H+F+9doPzq9oDkMdSEB2kk0Ug+7Vsj2+Uml3N7VtPKi8gPUZEsnmzihNJjPKhMzFV5YZPM32aIr1qOHKbi+2tkQO7i1G45EmtTjUIrqwNQHbNGd2yodU00fFaSA3d7fwvYNGl0JTpRxqNoRR6mm9LVqP5ld1Hn7ZoAAZ3YJxIcA4fhbMIWDSSRbW2nnQ5IOe2mKyKuPKVVT5d+aEYbkrZLIq/qyY2Vs55U8SiMOWApETrvqa3DrkSUkSno1akqi2XB82jyGK9VhtxbeFsUmW2IFarPxlhG4E6H+YRju7WHEdvUJBZdx5P7cOTarPIp5sxriRSYyNrmPiKSriuHt5s1MfZeVDdGMg+ZsMAT6g2P8AjkfRUMTsxDHasp8+09I2A3L7DkNjZwyEA+9SjnJ7VYW0d7p1mt46x0txhn5xNDMRxHYchZfRW9SehqnP73dVFh4s/quJN6t5NtWUXpEvJrq1m4eYgXqGwnETTyRMtb4Qqltq1LHbqizFiwi3Ks8ikqtt05uTVyWGXbkqbppxtkzWyT3OAd3SpcxuZN7bYw02HPS/UpLXZ6Upcyo2zhWJs9PV47V1xr84mWAAqa7J/OuR3dsvmWf9UH792O4HFA1nuB7j0oenuh1eKKJE2saOswtFIgjYMa076C2q0+qgpeg/wvtXaH86vajNPkyNmi3Okcg5pt464riGhlm61zzms8s4rP8A41muNyGedGcsoX2yPtUk2NqYq8byovcOtRNiCtIffe2Z6UetN6TWpfmV5UL+Rx70gyeXUkAtJ7I6z/EQ8lww83UsnQDnKoAVgeaoyBG34DyLv2JjHmU521nMRBBZpPKF5YK8O2tkkK8WffHdxuAiw3GouNirnJyf5itz/wAb1ZSfDcO2a7NPv1Ja+9drfRBSe1Z8uKyWgbNL1rmp6024c81HO6dMVx3bqaZ8+mgXNZre3s9cYLGTJgiK9t3yVWo9SW5zutwi2l+skVytxIFqQ5JrfJ0EjioZ5Rt+I9XNxgwKDmrH6K2qT0NU/wBZdVaS/FZPZpYEt5cJvl4kmLZ5QsdaTcRxojS86vbiWRpVOKljjk2liIaDfEG+P4LvbOhjaAwxTXiJ5LZTtN60kfDk50qlJARyPjWQYNeMk+1Ry8ZZll5Br9lARBhJZWn8x6DkcgkVvfPreo5wtqct8XsaSXlLda7Z+qzoGoIzMwUVPaqIcL6yGBwRg0vqB9jjPKuXuP6oBdgi9R6yp8tN0rPLHdmlPdpn5fbVafVQUvQf4btJ+dXtRqd2KuQVlbuCFm2ZxUqsmAXD92dtIpevQ2DXGj342GpU5blwKSM5wzCiMHHdBpUOr27LbNsvXtJ1Zlk9XhJBQs5vYULeU++2tKXZe2lGj0Napy1W9q1O3e/WuuaJYH7VcH93DCtPk9ahcVcMx27esXNFPVpMf/IjLIWzhliER+LSEetzyLNH5VFb2ZssKkj8bBC1tzljt3tVmmucIxtGdss1eBb2Ix+Gt/qChZEf5ldnFCahGo7u1vogpPaljyMnyrMyhdqdGbaR/ELa4dA/Datsi7hIGBVhu210NYApTI7qkSlx+GT/AKvJS6NMGbzg1dW0kSfET4fhkKkwnaYVWNQhqSwy25Divw6R327lFGwlU4yppLGT71DZ7HDyNuqyH7nb0/oep8m9uAOdSpwRv3KtRS7kn2R7atN1zwzNINxlKruLRVqLSnzjKVFwZYS+d0r3QhPkO+RmaYs7nJI81Yw1MPOtNEWGQM14GYqMqRUmk3kceeGTTKyHDgqfagMmorUvXgUHU8+yQxPcDu7adbOhUMzQ81qO9VxtPJtsf6sM9y7HKCPYkuzhoF9Q6ipUI5MMdzgDGKXmyipPVy6Q5BLL6pI5C+6v+TRXlW2tgraKPtWm/l9vVn9VBS9B/hTXaT86vKRtzips72303I8q3hPOej3IkXiUJ2eQAVIYv8vctW5p8iQ0Pmiiyv5GWpIxG+I157ZMrxORngkt32SDFdkraaXVUdOSa0Auq3YXkKiG6iMVp/1tvXsKPQ1q35re1bDytn0+5qaT9APm2MYH51YoUVzI9NlmZ0PlVuBBv5Gom46cVhhl82Hc4DL6kTmox/xXE2SMud1O5OKWR0OUbYeLc3Myq7sw8A/R3SNpYngyklKNqH3Jrs6P7SXu7W+iCoebKK99j0cFiorTrCMJx5RvbilTgVd7ZtqsBV1YG1ZJoucfq/5PSrWWe2kZ46WYzQB+pRSx5sRVwPhS/wAPL/gbZZpeElXNhqHlEfOpuMxigKlJPKUyvIiuu2rT6O3p/Q9TPtvrgjqcSZZk31Yw8ZJ88ljhw7SviOHCqkIRC1XkqnzTfFrcXTlyUplgKVCEkzUUBdmowsWGKFuRzI52OE8xANGRpJATXiFj27q1bToryGS4iAEpXaOdKMJvqzUcEtnz7T712V+dcd3bX1WVL1qOyZlDZpbTzdaVG/RyOxjlXXyugDMMYpFy2DyqRP8AzpRzp1OMmouuakzk0qE7cdFB3c+mcMRsoc+tY/8A2OPbuPtWm/QW1Wn1UFL0H+FNdpfzq8qLkVNXLDjNTsOtIBLECfTdmNF2JSnaQw5GPjORK3MZmLHhsEVdwUmVlclvhZ21nJ5dZOIjBZHyxztXz7q0/UdNmijg1mDiVcdoNI062MOkQ/FeTjSNLKcv031DjhszUTmtP+st69u7WRjVr2rXzRMlbcHlUkPEKFUw6wi2j+ZuolDMUYkCTkdiNyfyQGN5KsFbEvPKXqPw1O7asTmS2SQutB1lYiUYjs7fxUqxsMW0t5bjyxW0eye2jvrQz2wKXulbRMu/rJK8krtI+TM+bW04y5bA2NJ3dn/zBO7tccJBVu3xFqWY5fy4PJfMB5tMueJEYW6mDnuqcYmq6OLOVXBFRzbZVJPJvaml2v5agvpLcYxkQXaXC7h6m5xspxtlYRzEdBY2445c108q0Y0mGHQcS4tDAdwPlfbgMvKvdatfpIKb0PV1yvLg1a890fSi0gl8HbudtzbxwvBFPJUt8ZMIo2RyXzEIm0YhcYX7GMmQt0rhsyUkW1SfeMBAG5Z+YhJxVg2nLC8V1ETKlpbiTcrbq8KsuC9Xlwlpayc6liGHY9UQGAVDEAvm6bt1dlx8W57u2vqsaXrUM8fAjYvinuUiOWoXcOM9KSZGyfaQpuO40MZPMY8rEDdigqjOWo7W5b65Lyzyyn3rIyCreUnIyCKHPL+4GY9xpYiY3fdg7iCa3d2mfQWtWv1MFL6R/hu0/wCd3tRnO0Vcr52NOQo68wZGgEecGQ5Y0i7kNWsm1BnoH40hxFlVQ5YcJhTSbSIgDtZuGyBfNV1zkyRS+keXbWe5iBsywA92rpGRXuasPrLbv1r83vKt87ZMdVxkZ5VK6ZLDpA7GQr6g+/ic180UlvI25Nubu3aQR7VUiMixQxgBqueN5uKp4cHDaCJY0Idj6MxlatGDw34iXa8fTD1pZkR7h9m6OKV+LvTyq1zp3zJYm4kl343a2AkaHIcN0Zhmuzvm1Ad3a/0QVEDnl1TMo2t6mGMg9Y22ldh5wagcbZBktqNkpy7ebVNUF9ZCGGACls0KoC3DMcud0RwS0LbmNbhkLULtCfLVtxJmZ2Y4u9LNy7CLyvYxRxx8LiAzXTcCJJXYbJtYMrARjYsLsyHcchPQ2aU+datPpYab0PV39Xc1b7ycYosU27AvEmRnuUzUroMim2dd1JN6UFL7DiAmP0V/81O+2MA1DIzptJ5D+VJPKhPDY5XUbzYQxGXaaZWLsWq2gjdRvXNXNqqSbF5KxAAHUL/+1dlvm3FGu2x81lQpBuYCnR9vnrgh19WKC8IlmPlZv1GuIeXKuYOcVnPtTR4Tf3ggHpQO1umQdhFOegBrBwp3gBsc6Hdpv5fa1a/VQ0vpH+G7T/nV5UfvW4Z83OuJbLvzGcmSIiTZHij0pGxyqEbiyZqNVUbDKy0pRf8APc0wV4N3uQOeAd8yyPg0mEV9xpQki537V4Nt5MzHM6KgjVVaUZBA9qGCho9TVh9ZbV9qNav+bXtQHC8lrco38QUjLJxvsPhkNIcLLIsu4QKRXGgVY4+Dw3WRJc8M5BjMzlY2reGgVXzUBS1hS7C7pBOLzfDcovEtpTaXAl9VSNpc/mDGF5r6BLdra1TCWOnPcgHPDik0aCbakV5GTweDhMYCLvgf2JXFdmfre7th6Lerby5c1hgY39mfaXk9oLgcZae42PUkJd9w51HujjUe7XozhUBjtfJIfem9NZJ85qI7vNVvIIpBuOERlbEiEGp2EF28q1qF3Jcrs3YR14RjB5C1kTYXPNHkGML0j9aVa/TQ03okq7+suaiZlT/yHKj6t9SNGq7XHPh7pAq9J9Jns4hPJyoRoAoHOrboVrPxMdavnxw1xVljMig84U6VKcTeUVwnKluVJCVTpmuM0cbY6qxkUMesIxnPpPWuyvzbju7a+u0pagx19+G/3riYJzUjZPOuB8PiZ5xEbxuqdlPpq39VbF25qYefny7kjXGc+WUsOY5BHxXB3/8AIj3o271keXJoUa036G1q1+qgpeg/w3an86u6jHWmxR6Va+chWAImThuyd1tEFaJs0VUk+RauLeQb2WIYEcphU7TiWNo5QXBI3bivVRcgQpIipvqJvgr5NtSWtrmI8PnPiNhHHyWDAEjEbqWVnGABhgQedWP1ltXsKNa2D+K3uKsAwVtxzTK5JyPKYYUiyvlpzndLLzBlPLaNoltnVd27cdMXM5G/h08JadwgKqfLDHbjnVvw7q1FvxFSe0tTbtx5mUvdW8VjcoC63BkOm6hJIpiFpPcWfhbgwNIJq1CTw8UNrFlE3MpyKLGe0SY86yVgJHd2b+vPd2w+XbVBtbCHy1PMOAsairrPBpSPI1NuZ2Y9ID5ADgVKyAcq8K7hXTmttEUkyw5XEQRBzzXhNw5GkHD3g0JS5da8Vc25CpIwrxrStw5fmSxXO/dnIlY3Bjj27SBttgq0ai9SVb/Tw03oerjzX1yAcUuRQzmumSajXfvlbqIuOdxO1ZJJ7hEhuJDLFLFw2HDyKsEeZ2WMHKW7SNDg+a9gKcTI3NbQNFcSxOMSRSfEGNwrTbuKOfdcJxUutNCjiwtlLaCRWJceS6sE2b4K6culSvuUBeVJ5k3V2W+bcd3bX5lnQqJWOSjbaLMBEWPJ23Nux3ZOMe1c6GR0zTynYoHXLMcnuEp5UcscVwmQbqjk2H7hS/n5ipPT5uvdpv0FrVt9VBS+kf4btV+d3dRI5B8pxw/5EU4xmrd+GrP0rJc597exmncLsYJZ28E00cMXiHq20S4y/JeJHoMqPPI11GZLrRJxGrQzRbpNIup34uwRJLbw8baknmvEaKWWNubDotTdYauPWtRvsyMZAdeiptqbnHGasvrbWvYU3StZ/N7yreYDcPcOWbA6X7bI9tFeIIc8mjhSOXftVhKrvw5eGu54TJcpM2yEWtpPd3AjiyRP2f8AiR8Fhs1nRpLV0ltdxTREzc8Tiglw7zEuGAIdG9quZ0kitdkRRp7aa5t/FoA0aJKW2bCavoktLO3tGytyvoYHpXZn65u7tj8u2q3Xc4FS+Y49pE3rS2jkovLaybf+LdRIzKDV0CCuM1o+ly3VmzA7Ki0O+lmCuOGmp6H8ONrXzGy0O8k+YvCGq8WCSaNuTQK7Hi/ous7t2ORzuyvqXntzRRcg+6kq2xuky7G/lD6o6gHwIab0PV19ZdVbIx9QGHQL0ORKfJXMW7BRVuAyp7CCzaZpFj5yadpcktzcSTp+79mbBBcXcmeUOm2Sychzl0mxaUScy2oaGJria4iYA6hZtZzxcOHKS20sYieROG9tfcJRBP6cKzbkOVtpJjMdykDUohFLlTkRpxOlEBRtzXZY/GuR3dtfmWdRjLAVsRCB+hmyf/Fg3U926Pg4x57Sxt7K1/EL8ZI1mx/9sShrGn++mLR1fTP/AGwV+LaV/wC24pb3RycPZsBqWneE2TRHfbdDTzbl20DWfah5uXsyGNtpOe7TPoLWrb6mCl9I/wAN2r/PLqlm2ocPQctEN1SnrU5IgrT7FpXEkgxDo+ly3EclxPcCKGfWdM034VlFHJLddor+4bKvwqN9eMcm4kr8QvAMcd8WvaK5h2iYCRLSfStSyNixT69E9nMskiB4yMf8SnnDV180UvSlBqTlDHVj9ZbUOgo9DWuctWujVoFIY+6mMGrq5WeQKBXW6FHjb8Yqz0i5WW3kbHCuNM05viTKqA6xpll8O2Apu0q88Q0O0UDoRLHytZNHZxLCyiXU9N8ckSw4Q3OlSw3CQopkOo3IYwWaw8MwahNZkFDyfX3QKViiVhPJPtllJZoWXZIcZqUiuy/1rnu7Y/Ltqg8ozWaPSj5Yw2aQOY9zdNMtzJcxxpzq+g0az5zKC8uuOEEVpGsMZ1K9f/PYUuoXinPiHqHtFewsN54qu+ja04N18CfXNGhtNPtzZ+iWJXAzXhsSAnkJZOHhfcENsPWpc8s9XfyR56w44sNQ/JipvQ9XuTe3OKRuS+autSjyc6jyVkU9NHt47iQQS5AsdI8GfEOwL32tWsCvbwYd4765i4wRti+NuT/nNnxtypyJnq1165jwsnnFrqdnfrsYLv1fRpbh/EQc21K0a3lWHfl7e5mjGA9R6nIg9KmpJmlfc1SSD9J20GDDIrst9RP3dtvnWlQrk/ydhyHtGfNUzDoO7T7KGzh/EtQ6Xl5LeSmRz5e7PcK0zUI1DWV757bVLJ7Gb+KHNIpdtq8yE4bbZDivCrwuIkgJeBwOJncD7Vpv0FrVr9VBS9B/hu1v53dUgGQKYptGOr+9LYm6jDtLwYNGsbVLU3MvytS1MTS8O2HCg6/1Q7IwdCQ1vqwv4I7C8AZtX0zw8oKDZDcRvE0G8VdfOXuRuWamk34qy+rt6HpFN6TWv/mt1ViuQ9XD8BSioXa4iW0lQYzUrESJIvXS7Nrt4OId76nqcGnLsADSXeoXN2+6Rzg938qxt6cq07Wp7fEcpLR3bveaexsjUqOJCHQqyafxVzJMkVNZTQMolw6f/wAAHdCcGg2a7L/WP3dsvRb1befyVwV5j9VX5IRNtdnYPE3wSUcSO8urLSjwbKNfFTSPMzPISzYoVisVyrT9YYfud58W0uNBsBbSXUUhIuJS7kmndnlKmrQtsMfvMpl2berjoKh+fAKiHwoqf0PV39bc1bKoU5xWBzq5IKKhq2ReJvBytlY2NoBMreXVtZknJggYrF//AH7f1EZkbcpwdI1veBBdN59Y0U3b8ZJBGsccZkuFhB4WKY4FKYtuHFYUD+fZfldTDu7b/OtKXAUD2j9fm9Mm3Pl7tLgtgDd3xwNQ1CS/l3nyoP6+n3UV3F+H3/ovrDwp4bgVYWDXHFKypGzaLInOR1euBwx5Ou1lT4uMn1Vpv5fa1a/VwUOg/wAN2u/PLmouZoCuGXO0ddJ01Lrw9s/xB2gvNkjWVsQIe8f1BkdDg6Pdpq9mdPuwry3umywpLbs3FN0Pj8+4LtjOTRqz+qt6X0rXsa1v82u81a5Qn7Bh1IBq4RLnMZ6r5o2RuT6dDBpmn/iHE4jy3D3EjSyHLUe/PdpeoSWMwy2YLmxtL5VmwKvYmgumjYtXFItpuIS1W7OYgZBz2hYOVBcV2X+sfu7ZfLt6tOWXrlwjKKHOktI78wW48kvhIuzsLSbt92WZ2MjnLf1D3dAa0PUebafdt8DUtHvreRiE3wy2eGDbwXtVKSKDzrpmnBU86gI8Tb1H8pKPy5KuvrLqhyCYovhtopwsuFJ2HSbCO6TMkJV9YuliQWcI2kfz/qcu7FcxzBwdH1HxNo0Evmlu9JWDjztLwofPu5+mk2bsNyr1c67M/Vyd3bf51pQHIV/xWxgAcVp1gjI17eNstb268TMWChI8UBzwOtvZSzSKr/DRtHmzIUkjaKbTY2tt8OUuJNPuIhFuAJubWazk4M67X7rO9TVIPw+72rO1vNbXLQXGUeW7njGEfIW4uWz5uQkeTG81+rNaXzsLarX6qCh0H+G7X/ntzUR81bzVqfjoTWjE6Xpl5dSDBcl8TMcmueM4bGaFN3Hus7h7S4imQ4rXt0ljDqVueepMjXIZDyqYbX7rX6q3pfStfetd5avdVaqHytOpXK1Gm05q9szBJHKPl208kloImOVod+edDv0C/wB6+CY1r3hYVRp48mRxM5aOMRwqOtDPDOeldl/rX7u2XotqtvS4oMRHs9guK0m3Z762kXmmr3ni76Qg/D7rizngjjkZCYxz6AmodJuXHEmxbQn8FgUJ8S4a+gghl/dZOJDnlihnqOq6i9xoUjdZNuOtA7HDU/mC463Jzw8+q3+fAajPwkpvQ9Xf1l1X6Y6Y/Fq3VEmQ3cDPFGkVhYM6eieQyyvITk90aPK4jjG5nVonMcg2Pzz0q30q4lj4suLeEWuk5EXjDxbqFraZomxmyuGt7hGHS+tTeWaNHgtfB4rhUkYMx6VGoZjmhyrsz9XJ3dt/nWlfas86eXdHtq9H9g2PPvsZY4bpHlGUtf8Ar9snFVBM+kysu5qhhm/dbrZ8LT03tecT131412sQlU8buVirBxybUJPEaZZ3T48Tz963+1J1r3rS/oLarT6mGl9I/wAN2x/PLio6FWcBlkDHlH2pkWCwtbWPlT/KirT7dbq9hhb0jUJ18XwYYRa6nbrFdLw+UfgJvEpa/wCZBZTXUrRRipez93DvclNiQO8JuFHwqNaHKt7pctnP5hqEXCuCoTC86YNIFJwKYbDirT6q3pfStfete/OLqrdC3mWjIWOaWPcdvIVqE37jZwt6rfKpLyrTbWKdpZJz8CFbO8Aj8J4ajG/GMIU7+HIQ5CHDRNFsMilaaGcRcbhNwzFNGA0kbqCKikeGQOhw2vRmS00+4fzKdufJ6TS/JJPd2VXN1MaNdsfRbVa8pBTciail27hgGrZreDRpZ7dQGbrVnbzXkvDiWrjRLy2immkACac2p8A8JRJb314YLWwkt7aJZLqPUXVZLriEcKQ7gFJqK1upwzQxtIIrC1urf4e6O8MZGeRrs/cATyWj849V0lLGZS0w4bbQxCnIU7oj96h+bBUfy4qPoerv626rlw1oAksQMVpMMNwyLLdFH12YRWCwg1a27XM8UC9Wa0R5IYbTiRX9qLecbflRWd4ZAIUbiR3UkswS9shKby5jsrpra0sk3XP4nduwlEpOxx7GpNLuBZi9c8//AO9FuePZcE9buOW3nuGKeUv8UL7xfMNGuzH1UlYrtx861r2FLGGUn3q+x+BWA9+/Tpkhn2y8olvbaNLizRX4H4w/CFuEc2s2pw8mtwUk1i8gnMUdtzHfcL/Ydk/upX/5YAHlUZ9qPqrS/oLarT6mGl9I/wAN2x/PJ6TrQqwt3uI7VY22p2tJ48APOpPlRVBO9tLHNH69O4WorqnEIt01pXF0j/5CctctT1qVzb6PdlPK00rSThCx2WpA7P3XKuvPu7JNi7ljrWM+IuIZAc1N6Y891n9TBSeha+9a9+cXVWbKElB9Thtpx18Tt9UZJeR5HUsdzoOHEqe+nXUUK3MMwPDtbaSWz0yZPl2BMmto1QfQa3VzEJ5tEif0z3jXVhqcQCpDNeKt7p9lcoslpriJFqdwkfJKjC3mlxRydLq0a0nKE5HvWfh4rpzrsk2Z5+7tn8u1qE4ZTUvXdSqeoBoRSWugvxKY5qH4Gl2vDO03s0k8GpRux2FjHfR2cflhgSOX8OLDdVvNJcQWckjbjbD961kVaTvDdrYR4SC6Jg/BpV9V7GqQ6thRWltsv7d812ikkfUZBJ6agPnx7MMMag+dDUfyYqb5clXX1tzQDLtP6S4QZ6Vo1rLcywyAQbO0THKRgHbbTNbzRzL10+JbttSW2rVw6TQW7rgFnjknaNirQXKXWkPOVHirk+FOoagADM1xMsN1cbvj5gvtLScRos2rXjveziNsR+9dmXyJkrX4maaSMz4Tlxhg0vJi1K24ZNdmPq5O7tv861pUdwuwZoK+CeeGNXv5Jp5/q6Rn4oxmplFvaunBQK/rf+rcf+n7KiK9qj61+qtL+gtqtPqoKXoP8N2zH9uT0nWhVhcG3jt9ozH2vVuLbvt5Sn4cfKgNxVfe1TTrO3vLV0d6XD299ab+PGoLatYzYPDvAPwaUZrzeLb7W3/p+6r27uyX5ka7QvFxJlcqbipeid1p9Vb0npWvdq7QfnVzVtsAZj1kOWy521a2fjplhVdx1HSbXT7HdBF8WreCS5kWGPrPavbadamy1BWeIJLe6bqES7KhJFhrYr/qtFGefhZ4LHV2mjZF1ble2GK1rnqEtGtGXOnpV8sguJN3mr/kEGSMeF4g9Q/nXZQYmmx0rtl8u2pAeVXGDDCaiupItmApF/di+0NJhyMVlNPE0qr5Bg6XptXOAuqU1ixvjdcWPbZgnwca4zHay2kNhHIUJWyuLZ9Vnl2hE065/EZLnb8FbF7mDTJmK8F5zcWWqS4xVl9Xb12lgsikckrBLiVYhjhnNIfMKlHnqH50NRfJjp/lvVyf325r/LjrCtyf06OuLqHwyTEdqVHCt2HdpthBbQXCzXPDuSHuIbuynPElk8zXZrSvoLpfa+tJbiG/SIFzOpitL1WHm0pmNrj/ACo4bZ9QvLedXLvgOQK0DxXEkMABGpmR7mcSQKXk3byRyKHmE9xXZb6uTu7c/Mtas/LZDhruafcllGDGI6m2PEDja96D+B2HfHDLM4jiXc9xaT2p+KoxbW1xEiy6dLHNW28wfxC6jhj4+mBtqwO8bxb5JTbBnh7sVPn8BtftSFdpBpR70etaV9BbVafUw0vpH+G7a/ns1R9aFW8/D8h5r2jjaXTbG6J3UgkVm3HKodrq1XEct2jXFgyOuPwy0m4hHidP1qSxHDaMTpNeGS2a3x5dOvDdXMobrZSM8J0rFXUSwXEsIbcK7JI/iJpB01jySyySnMlSdI+6z+qgpfQle7Vr/wCc3VWi8QvV35mHOrSaS1kWSI4N7ONQ0YvGMmtGIF2ASFq5kmWGG04UiyzF7Gysk9M8t7ZS2V8yZS5uJOBJpFwyPt/Ed9rfQSuzm/uEuJ7aaMeTUp0uLt5YjlG6VBP+HaOszHn2fgGo3kt1cuqV2psbIQw3UDR8VpNq7PY867JPmaZaFdsPRbVaDlJUnyYhWD9q8I8XZ6QH1NxbnSLQWwJFx+66fYQt8x9TklE4Kihqji6NyRVxem0hsGAzUeoGOOCMgtS6gd10X3MDqx8U03m2QXfFm0yOIstXhRW1GyRTxdPH7/boa19pW1OUPnYRWMEVN0jNQ/OhqL5MdP8ALern626pEaQRqKe0eMEk5qxuZbJgyzKi6uovNL4g6xvh1arwyq800KtPDYrLawXd5cgrTakpaYha0+7EKGBga1W/4fi7VdyO2qpJb3EPPfbXkcFiYsfEeJIZrjV+XAzklq7NLtt5JiOWsTWbPPLC7iXPEVmB524+GH/WDmuy31Uvd26+ZaVZXLwiPn5fH2MwYTDld3drKq28EIWr4J+B2Y79NuI4fErIdlX0Bh0oPjNWqwWyi2CfEaOLMlvJHvmtbSKa3WSRdtN4aKNbm1XYNRiWO7cJyXFGpv8A0/b0oY9y9BR61pX0FrVt9XBQ6D/Ddtfz6WlHPp3QfNSrOYX+j3drJkl18kSgebBHXlSs6el2Wjk8ySx7reZraVZo/UdZgy0sdlGl3ksSSckn3rTV/DtGa5JxV9uM+SSe5mJCd1n9VBUfy46/U9do8jWLrFaeCRLmruLIXh9TcpAyb+ddmbmO78dbL0uITBcTRMMUCAQQ+DHrV4qbMxvU08s7mSZy7QTNDIsqBdya7d5+OIpk/su9bl+5S21rb2MVx4i4gmtzjJx0t4WmmSJBk65CY9KiWjLKEZlcqYppWiQO7vRGefd2Tx4mb2oV2y9NtVowpmy1JIyBgK0vUJJVOnznem+5spnjjkaOmleQlpGLsO555JFiVzkd6sY3SRW2s2q225rsQ5vdDi4t607nams6ha30y7F8xx7V7ipFOyKoB8aGovlR0/y3q8+uuqtZOGkUvWri7EinGKtpOFJxOEs1abONQt7mN12vdWzWk8kTVb6jd23ypSFuby4uz8aRmFbyhDipLvxbl2bLGZEHM016i+xNLfPNCsHEOwLvYKKh4NpYxKzhBqbNbqxzHOm0yJmMFatOUW2lrst9TN3duvmWdR9FrZmsYqJvxTTRZq4W5ZShKtyatPtkubgJJ6Li4ge5toYFbaVtGmbY7cZlm8SLmLzoxaG4httpVVt7LwkavJ8PUWJvJt3WiKuFMegWyuNpV9tE0nPFN1rSvoLWrX6u3peg/wAN205doHJ6O8R6SYp0C4wchX4bBx10WVHubGSIcM672ceHVEubMBkud3iJuINrf1hn263+jz2Ngl/M0apZ3M17pAtixq8ffMMdKPRe6z+qgqP0JQ6vXaP83uqsslZEX1XOAihywM68We2jPTQeDpmoLmu0NkPq0GauPKkTqTUfoXux/V7PWOWa7fpq+qwcGaxZG36ZpF1q+Y7dcDUdGu9H2LcL5T8rHd2X+sbu7Z+m2qyHxN3tOqjzL3WUkNnLHd3TbYtS1i2ubx5Y0KIrK43L0H9X71JaQTafNK0jLcPdi3s/DcPM+n6wFt5rV0w+KFRx7zmt4c8LHlgYceGk+WlSfLerv6y6qLzRbaZQMYrLc1GQNB1BbZypjeu0VukwS4iHxOnLuzXUYprFw5KOcJbKObksQi/ap1CXERTlWiad4p2mfkmsqFsgqOj1mOWMbc7duF2hQKjTaDs6x5wciuy31Uvd26+ZZ1H6UpZdqspWvegXtXSRDte5ii1W1/EYF23X/PWGZ7aVJk6vqkWGeG24c9vcNHOkjM2JbqRpZ+E7JG93cOdzyMWF1N5VLnZdCydZboy7nya0vTk2m+vPLa6lqD38v8EDoy4IGVjwVwB5/wCVY81adysrarT6qCl9I/w3bf8APZa20+did0V5eWjRNaAl1Y3WnW98eb6xY3Fvdy3DoeD/AFod2/dGpY3+qXd7b+CfzF7C70awWK55U55r3P6U5Y7rT6uCo/QlDq9dpR/a9zVtuTJXrd7ii8MZa9yrw4ODptwYrqOZvi1baxa3uYpcLWpQcF8qfKnKNaz3+9MQoJPSzvLa4uUhkPDWbVrHTFigT4lajcG7n8R4doV7N63Z6ZZvDIdsuv6xZX+mvEGEs8Ybg/cnfuxXZb61u7tn6barduoFNKdvD9vTTvJe3GMnZd2YVYxHl3sA4aSM0O/nWe71TKjMVig0ZZ3luJ+djdKIbgiLkq4McZHcWMPD6Gm3Io/itz+8W1L8tKk+W9XX1t1VqinP3rdioJV4i7+UdlqcOoOtu0ewazopTdcWo3J/z3A98lxHEfMasJba5vF48mxB4a1g228kYq9l4l1OHdlmtucfmo9RRYKAi+s12V+rl7u3PzLOoDzVT0u7b5fDWuAwjaRiFp5DIFBq0vJrKTiRc6vbJLiAanZjKd2f6uk6dx28Tc/Cs9U1DxcnDh8lr+oCgnDCg1wwHLYor52PQZywrT/orarX6mGl6D/Ddtvz562scnOBJ6VXPd2aNtDa6jdzwiauzfaI65NdwIiwWcsuziafqkKlL/Q5lPEshxEvdPksuHvIPeuGdI84MekySXcVnxUDzppvZyyYHZJc21leag9zeWi7qudevdSgjs7+HZNwDIAchaKbTg1M2Vho1a8rmA1HzjjNDq9dpPzm4qDkGakK9W5VJbi6lAzioY+FcyR+6Mihty5aYOWTc5Ky6FJwYZbfzpLE0TbGQqe5EZzhVJM2h3tyIYfk1qPYu60u28TJMCNLvIPExwXx+GLrRry1uYZnXMmOSjqWNI3lPd2U+tk7u2fptqtPX/JhjNJEZA1Wfw53RuVSbVRHh+p7PpHJNcR30Q4l9o9zZk7VLx8x1rNbu4Bn5KMm30ZljF1fNwoLrWdP8DLbRLw0mbxE/KgNqKKHSkG5+fRmq1+ot6X5cdSfLerr626puUYYdbWETukfME6bbKcZLVJpu3zxMDVndtZXTTSLuk03U2n3wTruN1otvqB32o4ZuNGvoD8suvBkXqjCgrHoDXhpzHJJw22s25nkas4ORyrTL8yqLeeQ0yKz5PmaKHqFpYPPxJOQVN5J3CmG04rst9ZJ3duPmWlW43SotfYVcRBlLdaiTecdKli4ZNaZqRsZufmg1OzRG8Tb+a37v/jv03TGvm3nyW+ragsmyytPJaSIgUbeZtgDMM1yYVirnlKy+yesVY/R21Wf1UNL0H+G7cfnrUDmFjT9end2ZuraA7bgDw2k6Np3Z9dQuYpc1r+oXs3aGxiQBkt9TvYL14mYLFZTC+1G9uL1G8L+Hdn7jzJNgHSezsWGaXlZ6borRS3EEKSPdaeLudNQgAtV13RprrSTqEe412GvbTTdRuo78iKtYvI9b1q4uLVQkVnHHMNkmDU/zWoBZQgUjJ61BymiqL5MVfeu03LWZ6tvT5ulwT5MdLqWWJlaLlWiWV1ql5cbMF7i3ltpDHKu0ySMWKmrHW7eOwt1kYmS91zxU21LOMx/g2mzxJNtxUeh6ePMBuFzqFrYS7LWKN61bVRc+AeEsknba78VpVmYZGWpiDK+Ktr2LhhJAeItpcSOlzwpeAQoH84cbH3VnrXZTPjpPtXbL021W9S5xGTVkeTVqUGJHeLlVne/pl62e43Cyxtyk7QXpbomyK20zVrYXDKsNNoVtMSLS7Vj+zEoXc9wkdW3ZqAnL3PEVrzSdLlMUFvxTrmpC/gh4O7ZfyYHCFWcXPfXM1w8D+cfJqYVajFxb0vy46b0PV3nx9zigHWM5UskMvh5twNR4uBHIklXCs0WBypVw3xesd1NEWVG82l6l4aSVXc8Oz1aO7k4BG0tdaY/kCJIzSaZH6VjB1/XuHDJYQqiGVsYXuh8rBhyKHkrE1bsuTmrgxyxqi9X2x8o/X/M9ey/O9evau3HzLKrD6pKBO5sVELd0kjlyrPbbHyoyLpsKqnrWl3YjDwXQ32nhtAJyLiYUbTQ3PK8cFNN058n8R20NJtWPlv48LokLOP3+HbqWoxwwjTbHyw1bru3VarhtrL5gvsKdWQ4cYqdt0rGl6rVj9HbVZ/VQ0vQf4bt3y100u8e/L1lqkyF5ddLkMkVzAxrgeOSwmW4/cZNbt5O01rZwWaFe0JSy1Ge3eLIaeODqVVZb2wjJkhX40dzps7LLcbg6znB4D7EvpNRt45Jt7C1t73U/wBl7WM2Rlt9XtrGe3l1C1bEj+Es7RXtsqBcbvlsRWfvVsh5ShPLJjc1RfOiqH5END3rtR+czVa4Csr9JORCbag06G/mME1ytqvZ3TLHRryYyalBNH2nutJnhiS1lVpWs14mfZV6VPcywOyIARb6nOlobfJqLVZ4bZ4AxLnRdTjsfxHh5ivPLbmT3m1GaVFVndh1NaWkT6jZJcHEKvpJt1hXw3C1aOKDUbhYGDRB1MZWmGK7Jn98k7u2XS2qCscXalRyR2kjpLyEkqLOWfzRXNraTgSW8oV1ee2bBOKSYSrRlaO2VEkZat55reZZY3YHVNVur4piThpZ6lPa+WOYvR65J5mXhI4z5XfisT72duNn8zPAJB5gKluINnldWYNnFSJlVkFQfU21J6I6b5b1dHF/c15pYvK2DFFukG40LmaCeRUO2rPWEkjQTrXG0qXbxSVp1jMz8M+ScrHs2EsVu3jkaSLkY7gQCCQc3muGJkkJNSSGaZmY5pubVZR8ScA9L234T719CyNwIsUPQh99xj55pk2+brSNuDV2VP7+9feu3PzLKrM4mU1v81bgoznk10M4jYGruTdy/VBDxCPtI3PHsR71w+W6sUDu8prcynGTUaNIakhZBVrlfNXvnAFRybTu61NOZGJzk+5pfUK0/nZ29Wf1UNL0H+G7efnprfUZzvq5kEXlrT5uHcr9rfiWSaVYWeZ7d+zWisZ7mX4TatrGmfiLIMXQsY/xC4l4rUNLtvtR021ZytXOdOmVUc7b/wAdcWMfiYytpb9r9JsbMaVAjvALATQ2l4dy22t8JNlvE2Y4lCIO6EssbAGn+3vF82Kofp4aHU12qH9tSVDkgj354G4+YqXUqMtJNBLE0RYMtcuOxqz0u61Aholwl12S1C0tzcB0kWayMhd3yjJ6BWnPYRyF74EhO0ulPZiNpUMerrFm8EBzCY24SP7FGQ4cYq3jLzJ7K09xHIVW4lxFuaCMsSWCbYc4yZGwOua7HfXS93bLpa0pwjtWkTcSOU9X1C28VCD0K2TwQ5B4jfhwcK+OG0ummGJnMmViyJdobFcWVJFjcFqfGRGvWYFDHEg8yIsKYHqznrV4TwTirFFe4jSgEg3ZIAnm08v6A7y2cKws+zaYZ1PvSk8J8VbfUwUny46f5b1dj9+uqjB6/pLZctgUlrPNOyVZaPFGNkjeaWytYlPmNKm1/INyXjZn8poHoazmrrAhPPmvInPdpvqY068WFh1KOHRR0eD5QPWk+L5R1kJzgUoCqwFdlfzB+7tyPiWdRcudLcb484wZ7lpcKvSL1D7yJxCJNtLnzbeVSDzD7yDkuK4m1eFX3pQXzjryk/8A9lfYc00xYVABy54JLmT32m5QDZUk+fKncOorTPorerP6mGl6D/DdvPzw1+npUZ+YduKu1Eig+8fLnWlyvbWubeUqrX93JA1s8uYvwy2gSWQDc2izCO8O4+ViokwW8q3Mv4u0Sjlrz/vIWrTVNthaWkkSzR6nYteXUstrAltDphu0tH0q7x+HaqlpHPttJGkijdy68+VLuGGCmrzG/I6xfNjqD6eGh712o/Opatf1ZqUgledafBp9vZWF7BwpLjXdFj1Q+JhCBeHwrqWJs1YzRpaWmlvBtW4beF06NOXabQzYxG8N0okgiedkihUlrzsbLDYLcRvmdozHdE42mY7reavC40bTZyK1Ls/o9zptvJJCsUojzd+FHljvrbhThlHw19CUHKwyYrh8q7IjF9J3dsvRbUikw7MVYJLaXhhYbRIu4Ypede1TtPcXHgc8ms/D3EYYgjy+rlVrzVpT1I83E92Yjl7zTmEckLVJctLHtKYq1cpOrVPPNNIck1YWMjSLJIMVej93dM5ZAySAcxSErDz6W/1FvSeiOm+XJVz9ZdVB514W3cHs5Oe0Zq3ie3lQyKSqRtI/Eikp7cyhl9pNKmA3JnF/AyzBWG0xwJwAwDNSN8TnV/t4f2LxOqo/sYpFOHGDaPsk5VxABIvQujpiZOtocIatWIMj1lsnlSjkK7Kj9/fu7d8nsqSkQ8PAGahX4lcNsnb6iJA4BJNcHex+3BcHoK2yfqFM2SMDy7dgwesS9cnFKBvflWwk1JDwmxnNAHZkdS8jEeY04wygU6cPHcPUtafys7arP6mGl6D/AA3b388pRuxRiutm4IzIbO4YY4L1Do19IThBVlbT2lusVwuDirnlDNUDbJc1b75WsIBwppbmHwN3PA1tH46+O6ViTk2IDW1u2OczewBppQLV5elTHJJq3Tlur2pJeUa7eVyuGxUfzEqD6eGveu1P5vNVv7nNTeVVlTzPHd3KRHazRHSh2g1GLEc7Qw6lZTWOoS28pDyG5vIyimaUVFq+qiQnxktXl3dXhj48ryto2paZY2uJo2Fyuv6ctpFNLdIy9o10maZbnTpd0+oaBdWejtqEuMXE/wDYlhAAMP2ld7BbR4Aa0rs3fahecdAIoe0eg3mm2w4gEiQseAh51C/lZSBTHBrskf36ShXbP021Wsp8i0+GmLH1D716PNny5yKSJRcSze9/aS3kg4JxSwtBEUbmyIY4wtfpreDPinIVct0E1s3IKSZI3TLYKhJ8MDsDtA1wyLI6BaHPqvOe3XjLKRQPFDLjAt/qLWo/QlP8uSrs/v11Vm4j5nrsLDeCVC7PDs53ZSKVNrAurl9TSTELI6XE8xj2mfFTO5mk3OWW0/eLXMb7BJatCyHOYrnMs7RjmBazHymRRUVvLJMQ/MXumtZbJQQViO+ME9YLKWXLJ6BbtDvD5WrRijYHONgzLkdPtXZb6yTu7eeuyqNc4AqFHaNmUM1JH5jmNqWxuG+Qhy1vex7GnjIU3MUPJSSWuSxwT5uKJFO1gVEacFeYYyFzjHNY8Hk3M8g38kZGPKpeQ676QDb6sUE2nJ9PkceXkZefXuXqtWH0VtVp9TDQ6D/A3Gq2drJw5plV/wAe07/cJX49p3+4Sj2j0vOPELR7S6UP+pSu1x/EdVM9r5447O53LleVk97b7kXGwXMbxecBXudNkik8Rpt2wMs2tT7eKMUTq4PWl/E3TDx5EWiTSs288OksJtOQSwSl7q5ivL+K4nuJmF1IPNhmNRa1aw28UIBNLrtoeoNJqGnztwW3NHPollM3wdwMnZq9TCxrkfs/f/wU5NvIYpB5pZ1kO6hNtZWpO2sCxRrwWr9trfd8h61W8XUbt7oKVqN9mQRy4lo8UaSRniJLYRg/CZmh7QHhCJo8VqFxFeSJKI8SXNzHcAeTDqmM1pmp2WmXLSXdr4mr/U7W6uXmt4DCniPNnBxpOqWmn3LXM9v4hpe2sN/E0FzY74LXStKmtlk8N5brs3FJJugbhx/i0enRx2hWtQ1tNRtpLeWLyR2QCiMHkbJQoUNRsF5eatL/ALMmaYeehrx/0+eqyHVdm/yBLURuuDQi+K27mFTYNueQ2D9O6nkiH+XisfariWe2fBFG6LHmKNwzmraB7kNzwINLje5T7XPZcOGVJKm0BtMKXDjKySRvyZRXhYd4ZOVRzH7cjMV/TTSb+RpTwjUZ2Ojiv2tuIgqmMUe19wVI2U1usszzMcERhWDUm5owhVQHuHEZhC7aguriBfVvptQ8xZsUb9W3ZIx4eGXd56sohaJwxzFlpcV9bMzsaj7I20bbw5Juezlxxn4UZkVtHvIbZY4rd83+l6rLbxR+FkZ7bs5cPGkUkDJUeiXtrDJtRmS70bVZLbAtmaSDs7q/FXdaSCh2e1NV+mfd+zuq/wC2euzmi31rcyvPCyAW0v2rtboWoag1qbaIvUXZLXF/6Vqg0bW9NO4wAJDB8Hzwqr3ej3G7xlldGOaSPtBcoIZo1I/ANSlYJDGGmfsnrkS8VrdcjQtQUhPC+WDSL5JPpHw2jahJ0gaMfg2pjkkByNFvz64juTs9qGOUeK/Z69LqOEeGey55bTzn7PXyMdqb1Xs/f9fD7a/Z/U+fwa/ZrVC3yaHZrVMr8HlaI0dtDG3qFzFaMs8x2xjtnouB8eh2w0Y/9QKPbLR/9ek7X6Q5AE3NNZs3wQ9C/tj+sUk8UvocE/3Xav8AMzUjBUyzYEN1FLyR8tPiPnzy8s9vKDOmLcbWTcrU7iNQWOKjIYURnFSOsMbSSdA95dPvQLCmWMvDl9XtWR96Zd1caFW4bSKG1mGMRI4jUUBk7RUOjag2HEWF02ye3iJliXdH8wV7Cj0NX1tI99ORjDWcqqX5YqK1lmXcowDaSqMkCuC1eEl2lhzGKjgeU4WhYzfyrwU38qaN4zhhUcDzZ21PpsreblW3FW1lc3hxBGWpez2okjyCjCbdmib1af8AQWtGtU3C7xQBI8q7qjWMncx2F4iH5c14b56UTt/8qTjls7AiGI4BO7G0DmedbULbQ4yyMOeOS+boM0do67RQnhBPudRm4jx+UrUERuJkhFQWOnSTSWirLNMLOG1t22xOhsz+8xd3aAgWiZGQFt29hRS1dsLt3booxtULSmF9w6Uqwg9VziNjt5ZSBMencOBFIP0bhaiLy7aXh81MdbcyAFauCjRo7KqOskRy/KnmTh4wm65NWNlam0N/es3BtdHtHAdYJds4EUzJzFaBzsc0ahlUHHLKFWxyFbU+wptvLkMrtOaO0fas8s7R3chW4de5m54pX6Cry3S5j2MalhhidoiTWbf/AMqBtCMZNWNhBHtnRtzXh/d5KHQVnFKc0w81cgaLUKPM4rYa3npjuHfLClxC0L9NQ0jwIV1fcEyzla3EdRVlatJGzlttWo+EnPPdpPzj/d9rPzI0rLcXTK3OOdobWeGd4+Gtpsu34wYMNc+IFBzhNVWEKnMrbK15N4qV90G47mEWOGLtNxicGKUN4q/SHibzdBVAwxQh44sPN8aWRmlSOLHBKxlQeDEJUlO+0nMfKVILZtOzt3Tajh9PHuYCIbuJyu4W8DtevdvKz2s3DFueH5atzllyc0vQUa1J/wB+nw+KivDE42/EoiQvuEfKW7f0ou1Vlkf3Nbm+5qC44DhmY7NyNNhgUSeVMqkPy9z/AMRppnVseYlrtpItjQ+dZZ4YZQYTSzF/1MKbkTWkZuNNmtbeTgXMAijWFJfPLqW3xs+OmnY/D7Xu1mdI7sbgKS4GPIuKcZO4nLBpML58US/UzeVfLzC8vFkcuGlNK0iqPKtTX0UTsq8y06uEkjwBHJJIg3ElGZ1Q8wonklc54u2k4gOTLuq7lEghC9YGK3CEPw6jv7JHaUNDx57uO5tiFkDGx+oi7u1RxYJSOw96XI81CXcaI3c0OCmd3XBDEMXXlILiZ2DbmFbGz1YULidSW3sR4qb0hhTXMrYXfzZ3yOI5auhyaLdauOWa0ie3Fo0V3JE0MWp27bVS4SNL2bjXDHlXZ38u7k+dVurGsOD1NbM1sIxW3P8AwO/aMYpQyjHWivXNbCMHrSqxOTWpqFncmrgsIyRW5V2bfiVoMrMJkZdtXnyJKHQUaXb/APOEbrypgN3LOGVMc80P+OQTd5udBXyMc6ZTmtprGKQIV59Sq1tX71ryr4EN7r9Qg3bKTYLzwcdpGEWJOB50j2xgDAHStJ+cf7vtT+aYp7aS3nMsAEourlxGwe0dooLw2NzxbYvwzJHeRLKBWo28kMvmXy6FNhjEejW4d9+SK12dlijUAZ0mGVF8T6Wyu1uJ6fxEC/O05SAtLtlkpt6sFDYUowPETrewxw27ThnC3eBpo5YpziXcvU6tqWRmatMupLqGRZX3GwuUuGIRNtL6V7tYT+0J8cqjwo/mt3i3MOwZ50odc8xRMtYY+rnXHLwrAyA1tdfQeWZ/uKXdu3P13UbiXhND1BXmDnDNnPOrfUri0XZDgVY6tcySHiyqizyGSR3JzWmj+zrTu7RR8S7q3mxCFm2Cnv487Y1Z6mub0qTGu1LC1lmso5wN1cDdn7zptiY81a0fdOicbiLcDbLdCrCUZMb86gYCBS21Ke4jZWXetPahjniVcQPCFOfKuMjac1jcaICty6WE8caTB22nQ5HklRn7u1f5eKDAAZNRsJVPC85T/jmBg7gc0Onm5GKMuwX3gs1b3CV4ePbnPmmswy5XzCSHhHA503tj1EZ2ljzLD2FJKg4nEODOc+/dbvgUZlLqAcns5+Wjuj+eat3WNctQkRxkUkiZxnFFaIwM0MMNykEVtNKn3orisA1to46CtXPxyvu4Mi7M4q30zisBxNtWFitgrbpN9Xn074oVMdozVuwZh5qc4by9VPLrR2k7ia3H2rcV8tLLs964hPOsn79w5DINYLY5rU52KNzKK10/2WG5YOOKpb0walE4wiPVpOJ7QYBAgdXPlYN3aT80/wB32i/NnNFy85VDitSm8h4rutcdoplZhvRL2SCbxC/Kd4NRtjwyu+2kexuAWWopUkVXQjGp/vNxFAtTzQ2kaRhg1XeoTzEruwlhEss4LA0owqgVL1zUfPmauIRcQyRexsdQ5I5Lp+F3m5m4eSdI1BjnhVHZalD8ryNplt4ZAG5uPSvdrH5jc0vTuJ8p/ij3frpyRnDUJG/5pJduOICtermOffmgc1v4ZdX6mmqJ8cz03bicdNL/AC617tfkjGo8OZiFS3hHobNGLZ0xUgm2P5126NcSR2KR4oTMr78VLcx8KTdEpq12Hj4ABeBnkuDuAVVjjxt64eQ45sRG7Hailmw27aActzG1qWKPGM7atrASSbGOKl0xUZcNyOlxcFHyS1gqxTQIox3drPy4VImce9adIIbnf6EuZIHcNEMALjmGrmeRGas7bJHOtbnMNuu07CLq5/3D40i4mkgk2nim8gIGD15g/aiMH1Chs/makgSUg7akso6WxQnGai0tNu/dSwrGeQrs7+WjuU7ZGarV2kc7x5cbVAq4T4K7fVZys6bH9Wqw3U+BA2Fj0qYBE8SVEUBtUw0pkrP9WeZ7O7MjKWhu5eNNJJ3ISDypr/xEcNqgPEuBts8GhV2MpVp/Ouv9QYplzS9+RW5fY87+B7i3dYziS9n1CeKOOeAqnhroknhPQjvIuaxvVleX9usiLA8g0eCSKH4vJ60n5x/u+0r7NZYe0q+Hm4+PKyiReahqm0uMlmkfJn014R14kakRjMRKU+6XEkrnEEskBcK7bRdYO7PmLidjukYCy0bxZHBlJEGk/h5yTvqNgc1qEpiVSKv5pILdZYiBQu9Q3cQXBzYTyTwh5PXTS8N0GeToeGz5wY+qml9Cd2r/AJjcVHWKI/lWM09uNuVo+U49+IdhD+alkkt+fVY5ldc++7v2qx8w58FPtU1tBtj4SeV4whyByXHtyrSfy21o12sXdqQq0umQ8N+Yjbd8pqYLKk25drWUhEC7CccR/vV67mFhmrNgJ1LEqDslmwOSfhcEOo20e/fHYxW8euyRhV4elhE1m9GF26XHGdV1AMFIsbWG41a7jkGUt9KS6a98+yoJVilw3NS37w43EhZNyxL7Wv1MVGu1n5cKgPnramftWxegflwx96UYPqqxPlfc3PU7SW6h2rzJsbniCHZ8TSLLwNthvmXe7CnNSLuI81cNM9a5ezcgo/jp+a1F8xRS8kNN1Ndnvy5e6ficbyZqzEo9ea83tXnK9KXxHEHqrPt3PkqcVE+4cz5t1DvdY3GJAGBsbU/5S0dPtf8ASFS2MAYbIgKS3iRlZY1DXv070Ogq59NQda4gj5uQB4mD/VSkdX5qcigMU8+19q4NCZjjy9893BDFI7GkuJY72KTjScKOWO4USxHyYB9hXIDkq06LuztSiFx6RSeod2lfOb+77W/m5xRlVoTFL6iCCqhsi+QPA4aThiS5u18qTmRZpS6phKdSYYsI23hyTsBBU1lNAfP5hb2pd0T2ijOlRmMMDUNxJJHMJWDDTpN/G/iutkyryNXdsLmCJAwFDSUT5syAWsSwR7FO4UYhPkE4rjyqwin8yjrS+hO65tGvNXmiT1WXZyz4f6nbV9L8DIx58IMD3Cp7cP5l5Mo586yXJHWh5TyNRyA8jXPuHWsmonXG1/RL8w/witJ/LbXu7VZ/EeVKpY7WGG07JMYY87nT5ovEMnxFssiH7VPccLGF3VJds6lTHisL/Ca+2A1bpAd2588V1PEDPvE7hy4aQOJZAxZXkBjlkQ8RXdXW4kXfiRxSbfbdSpiWolHh+KKs/qYqNdrfy5KjIU5oLupUwObCgfvzr3+1WcieXNP8Nd7+VTd234ksxYgRtxj5OYvnB5A4Gce2aG0+2CJbWOOTjNhkmOQCOW4Yx7ofiJXl84zmm967O/lq9zMRcDFQGlpyQpxUJYr56xzzQ50RipIjniR+tL5fRMpjZGQgbWBo57uKucVuqWUqvLruMi+frBuO4npe/Tv3Xsixx7nIUQXtvhzxkq7vJ73MbyLiOGbLc2dtEvZInS15tWQOpA7kg3QSOoHFjE2wMwAG7zY7pbS2m+Yu6vwyz6FOUMcEKLFEVVH1lEvVs+GxoZzTebrRqP1d2lfOb+77WKPxPd7q264P2t+bSk09r4n4XUT6I9rKQfk3NvKZRwIyF00LseCdeXwbC5LMPhTZu7fhQcPYtkkcaInOru+tYQY5HBMOsWAUxAFRYRxYeSI7qKLI/XCu1uUVYfVd25uAnD62sbxxYk6hSKQcnXNXRLyxQLzoe1R/LTutPJrF5L72vNOKprXpra+tbgRDk3Klbn3THC0vufdT1rbQODzpDlBmvbFDvhjE8E2Pm9K0f8tte7tT+ZUHjcREfM0/AKfcJ5d6EFTbQPyaMLVxo5d0eNxs1HT5nuN0EWEu7fMECxW7rKLa52t8KSggOn8Lw8ni44Zw6B43xqPD4wMCFUsHtklbxfpY+ZsdJjaeBhCE+Jy2Iqs3tt9x4g5qBsxcHrVpyuYu7tb+XLUa5XnVja+JlEW6plMUjpQIx/PrzblUM5RuY8q3SuoWUb1aOy2btqlnnjUYt8LUz8zhsjoM0WAFSKkgwRQiVCuM0mG3ffpUMaNZiVPmN1Ndnvy5KzS/UNUUZbBzQ5V17wKIoCpoI5fWlSWE0XmtZjhNQngOLpSKjuI5Y9ynB/SJDS5IBqVSSCK25Y+1LgDlV78h6Fa4kL2mJ3MaJFDzWCXy4eLzDBqO787kfDayleynF36kv9VnvrmFrdJVW11CacqsEDbRvaXZu2B0MeyPfuGOeaxlaxitZcx6ZPIpw3Fl2p8d9wndJVYnz6bq8EyxQySZuWODTDFD1L3aV84/3fav8xqJAJJznNQY51Ndw2o2xLmSa4jvF3pRyucAVMtzHc8TcTV9bvNbecctFEqW0iPyq1xs5MWWeGIzOSuTwrcc9grSFUK+wkVDLvEyjrFbDzPS7I/MrAlmPmarW+eaRo2WpGjVTvO2rbhbdi4weTgVH8pO7xPhtZuCSOHETNbssU21e0E9pbWiWNmRnOe7Jq5k2qv3zS9aXzHApxnr1teY7tCtFu7so3SZOHK6d1mWWby1J6mzWjfltrRNdqG/tL7UpjZYyBiSz5YxUF9PbyThXO2y1Z5Y83MeKW7hkbCybaBBxtINZI9qDMf0gVzz0FcPPUCntYiDviU1JpFpKudgRrnRJYvNF8RXsHEAn9IYY4easbOS6nl4eKWG4hl3/ptjm6io12t/L0qHGBUd74Nd8KZkMr3HxX9Z67v1RRO2W6r1O+o3ZcHofGyrkgCtxYEe/wBpM0R0cHlgN/IlPvypVMrogFNbPbSHJomrBtiAfpuo+FNIB07O/lsfcg+O1QdKHSgK5CpJ0iHnbbQuEf0vmv8A5req9XArf9jmgwNSwRzKVdQ6ixii8y5oCEhQ2KlZuq1DJkc+sjDlQq9+Q/deRrLFh1DBdPt5I5ESJQ9hockM3FuirodLsW/6dK/DrUJwxENsFlBb54aAUAFGAAKCK45itgi6ZNeM2PiVCqrrdp4gwvlKk7QRIhfbuF3qcN+piDkR+DGN+ects4boTWmSWyX0TSfCqG6t7g4jkDkk+9D1r3aV84/3fav8yNH4L7vaN9xKir4FfiKdxtA6I5K7S8b/AKhtqO1jZgX6GS3uQ9vyzcx+FSTlhdIdp4SgHmutDeKTcJvKdFkfy8ao7E6da3BZsmxzHPzbdWoyGK38lQz8+bGlTKg14eCI8RUw3O51KTic1O0SoU6t6+nOP5Sd2s/mVxVvd3HD2iZhTsXPmYkkL0rlQxmphvmjStnnk5VbgPKftbDZLKDUqI6kjrZc48nlWK027kspzKhqWRpZXkbqzY5GrM/F3VL62rRfyy17u0sCy3IP6ovWAeTWrAmoxuuJRUce/wAmQtCR+K4ADKrvywxzx7kfqfDXN0P8w14u5/1TT6hPCN7SE1BrE0/lVGcx6jGfhyxlCpVlyvmF7YeLhIVtrWOkSPJuvF2RNHZpl4QVkmLcV0blVl9TDRrtUCdPQdTb2Q4fn9d98HKVbSB4l+8ERdginl4y3hdbIELVxs6QkUGBJrw0zWrXSoeFHncNozTWeE5UMpuB6Ny/4yG8pq1t+EAxGalMlxK6cPasiOhwRVuSIlyKvXzsNdnOemx01J9S1QsMYJApeldBTMAGY9Loy3TtNK2yFWCozws5dr28AHm21M0jxq2Wq31CZZVZvTDKkqKyNQOKnjvZZHCShI4omi3cdsJC+7y9ah9ch9m2Y+9Kdyg1e/Iavarw4i5VZ9Qe7p7UVrKocuQol1KyiyGlyfx62XkqSGhrcDeZkkCw3dhOciVc3uk22oukmdtJo9gkapwQa/CNN/0BV1od2btpLZ9saaRqatu4yNX7P3jb2zHnSNKurK54shGxsbAaj+Z3aV84/wB32q/Mqm5epOJHE0W3EXSW34uPalMSLxH6m4ju48qfO9tOYvKDiztpxdRtKhFXduLm2mi99L05dPj/APJk4gwwqK32szNzrUF3LzFW1lglgrFpI92Y5BTaXbxrxFBLySmFMnpb3omPmG2rtDb30MmPKsacUNistxCfaP5Ufdq/5nc1COTVnutbWW7cxxc2ZWRmVgVbHn4lTQ2X4ak0cmbm05StUnJ2pJAoxmkmaMDlkJIrqGFIfNXvUvKUVbDdMoqb1mtF/LLXu14/vYqW33ASR+vT4d0e8+rYodmxzP8A/FtZqfNkRRrLYQEAxvI/jbTGOFig9jMMdDcaeAu+3cSBot3qFIl1bXHGhkUVK/FbiNjdb3DwPnPlMo3JirmN3XkcUuaufmAnrZDF0lHpXaeXg2KtjNWzpdKm04N4qeLfimrXYzOIfRBAVhMo5Eo7vLlWefSNGzYzNI5SaXSY7aO2maTiiOax4Rt1UiKPSbcceZWxVrpu9VkkfK6zZLDMZIT5A23r6bO2BbeeYUe1NsGckYubgP5VUYgD8Il/Tff5Jrs5+Wx1jNL9Q9W0Dy3Qd3ONvTFMa1J+HZymrlvlhiQtpEfK4wEnAeDKgkptFsqS44vPz+UAWUTpZRTA+ZWDgMKNa1Nw7ZIv1acoe0Qt6ptsewDkMFXFdOVXvyG7u0UhisN4YrVs9w2Cl4UGk33HjEU5Anq/1hLdjFAOK8UOpam7Fg4jtuzIkB482KfsvahUZWkITs1AUZeI6pc9mpYcPBLxAJNQ0yTY+9VstXguvhv8GWpJFijaRzgftBncRA+0a4/D3tbNjTdT8cXTgtFUhAVRg1FzYUK0v5x/u+1fLUc1Nw+Czk4kjX95j3cq8dEZuHg4uYt8W6M1ZiT1Mu0x+SJFo4POjdInvmmvl3clrx2faku4zy6VhH/nQRR7CrwFbilvTK7xlQK1IycJSvptmO/y1cji28LH524ibaa+1R/KTu1bH4jcEdLeNnidgOWO7s4nx5pRU9vb6wjyQeW4SzmFwIDG2X0G34BcZ4kWnTeMeONDmCws7DgC7Akn1i1hhu5VVAojPBba3MAbPT0B50zU+TKtQxCCFrmXkzHOTWi/llp3axacS8EmcLweDSqIwcDHdGYyeal6S6hjBVoNtQ3do3Iha1L5oKbeHUc8ieljXiQwD7QJZLaOaNblPKk0DQtz6O/OtObfbKTWeVPMEkddtXPmYNVo37xHXsK7W/loq0maCVHWtSbiXsrp00O3M92yU1hOqZ2cls7SybxG2Pfca3Gs8z267jLql3IeTbB466znjNSaveL+vIstfXyxyjZTJDeIW3Ltl0mYy4jTMcy+Ej2bCr+Om5ex3lhzY0etRHMVXvSGuzn5ZF3L89qt1BA+/mUZzyWfILYyJx+IxyRp5at7aSNXjnKMpsiyOF8q6dlzJa7sPLpzfc1+F+zSnEXKARouVtLmEDhe7TRr6mwLmRr+9IBO2NuDHw4q+ojC+7jqDUO7o3Or35Dd3aCMS2O01seFtrcqsbmQOrL8651iS7gijtgQdH0JWlie+GauprWOPh+UPNcnA8PyqK5ulxukysl3dFjsYbY7t5vJOoWo4rS7ifiBJq1js+1rmezy6aZqTYWC4atUvJL6UwwE+He6k2cH0rZpPcPgNWj281vdypK2STywaj9Qr2rS/nN/d9q/zAUn75O6Z+GgDcUnr4G7MnJfLbkK0aNzBt4yB5cU8qRr5qmvXmOPQqmjWaBPmNJPIvvVvdLL5W5NcQcaRGq4sba0WS49+NAygFlI8LaoA8cWC3PlS/Eutua5Fh94/lJ3a9FsndgKhZlXkxAsbe2uEma4l4ZMTnLIjMnZxeHFdSSjakmrW1q7CCNak164ZiUREP41fdOJUGuNG2XhjNRXWnalIjNhZe0KAXa4prbj4i9LXNg9kyxSHJHqrH/7cItiQVcXBnI/hrRPyy17tXkPigPaGOGaNS/SazjmiOzGYbGRyWk8kUtxDCpS2QUWZjluZHKixx1rma+4rn960iQYe2fzDZskezn+XPYy+J4MYJqKPgRKgr05Y0zbpGNXWSoC1ZFfEwJRrtb+XJSe1Ep4lhJyHZ0/2jI/6b2+ighbLeW+1CW7f+GP+oKsr6S1k6kxWN3b3Ea7SNvaS54N2iAVvbOXIwrgHdSgE5NcRGgG3G68JxFnr2e/K4u5fntVvU0/kIVcjjTKvBCVDhY1QLmRYQvNvNV3OkMbKPXptjwN07/NrardRTxGMErkgpsWGVV813cpIUiAzVpBuuLiXAAhClWq1JMsgHQt5iAOQ9RPte/Ibu13HhQM4rgrcKVZvN4WWOVV6HQtHRFF5dLiRrhU4sKHMy/xHzN3GhXOM74fI6SeIjGWAl1nRZIAbu38yjgRWskKNw1trWW7kx7ReHiEkZjJGi3Xibp0zkUh84Fe1aX84/3faz8wWoohF4kc98IHhoz7rIpzACeIlrIfMx20HdFO7pLIZDmsL71y7gmKZPtQHKhnO4HBtZuKnPrfRtONgXMYtIlYHZilvOO0kW3FStw0Zve0jEfmdvOvzT9o/lJ3aynE4/uVPKkwSKiaytrRD8Ph3upyXDcOLEVvFbzTB2jjLCutfht8QCLd8Gzu4vMYpEqxvbecrDqC761LTrc27SQgRmS4kk5yMXOc0DioXTZLG5woGM0a0P8AKrbu1g/vgqBjjaDVrxfPg+S6mfPBEhI6dw7yO6ybZcI1Xd7xiMLhoJVniSQAZ69av7nYnAj5sBSOTIEPOrRcXkVN1rtb+WpUfqrZuu+a5GhReCa4a6QVqd74mXhryi/r2FybeZeZ2amttPbINvEvJI33bSCh2nY1DopFRfDXfgMs7mRyTXZ38ri7k+e9Qjy1Bt4PnqQgum0c0QJ/zRtVe58Sxyf6k4ZFd4gCYOLJdBcZZ1VEiKjDCArvKCom4GAObRuHUn9SjAq8+S1Gu05K2GV5HT54mkUXMmBbW8eoagrRfKmkaO0yiFii7B/PHcaIrHcVJ5qdrW0qyWrl+b61YBJ44PSrQGyKqvy7m8LfCQjZ2YgZWmuG9NReuhWmfOP932s/MFq5+Dw5vYAbRtqB9uqr9uv/ABdv5tg6daK4pR9x/VFRu0b5HRDuGfadE2knrZn94u6ZQ8YNc+J/JRzqL5SUaeYPfXMDdfwCeSQmMrs/Z+SMb3lTbeTKW4cZOyxjWW6ijbmPl24tIXEIurCCZITp/NrbQtNMOXujxJbiKwt4+LLMX1u7uN8CCQ8OrC4ku7aWxMnxW0y8XOYWpoZoj54mWi38qZidqip0Se3SeP1noa0P8qtu7XvrhSbgPL1i3W9gB1kkidD5gaNFGHVWUd5bFDpXTpRrSJPmQ1c6gQWjj5UZRnzMKVw3pINQLi4Lk1a/WR0a7W/loqP2rTAs1+luxCnVpI4AyJj+4Hdosu6SEv5n7QR2kUHFMS8T/LkIFKPhrUXycZpuprs9+Vx9yH471bnpUmxGxUYz8Q/3BoW8UckjKNrK3EaOOs4jkpCxMRoExOkf6s1efIfu7U/l9W6lpUxXZe02WIuTHmmuTcTSleUMZXPn6HhOm/0VjvBzRFYqKYQHBHl17SzPZvKGHEur65kVYmf4ddn/AKeGjUQ89CtM+cf7vtd+YrUwSaCWH9ceQFFLbzNeiRV8voi83VmLEk10oZNNbskQdmAauvlo6dIxGJYq/DbgLv3x7Dybacd1lJldvveSYIWrTHEu6kuWhOI03vE6XMW9F2uvI1H8pKPvWqFo9TnZTg6bfJqFubVmMVxfEWGmbC+6StM+ut8dbyE8bhFPjaNlIJeXOyZvDlsZfVMsqMyFa135tlWagmMU8cq9ZLmd7NLi2wzavchLEJNtFwTk0fmCrEnj7f0yjDPWiflVt3a8w8eF97f1JW3izR/wX10ny0GWs4uPcqpHl4/4lDcq21TbWRuklm4giS2skmuuBxQwh08yw8fipEkenyzyyKkiYktZ4hKzLgWtndXfOJfKwKMVPXTWK3yfY8Lxj8TnHqE1vcSKsNuUW1hEBYrkLbg8VcjlbfVR0a7W/lopP/50qOCTVPjSmOtRb0IDyq0EK28000fEEthGIPEQtvRtPmRxHuQtPazW7hJVxRtpt/C2+dbaUyQx45tZ2gtbnYxaetNlMdyMVrkV61tbyzuHjhbClaJYn7C3y8XOpuTtXZv8rj7k+c1I6xrufpM3FnTFKMACmYL1rPLNZkI352BZH8y/5nFeP5q8g6t74p3VeeaB3DPSrlcx5HWxbdIxNHoVoB4pdn6VG64H8K86vfp5O7tX+XVp3OcVYI0NqsaHCqu3lWaH0zVt50AScCmVl5kcpIxjdHypFLHbTJtGc5E67o2FQzxS2iqecuoxiOSRcYNdnvp4qPWk9QodK0z5x/u+1/5ilToqNbzrndnHMdba5DLtfCvO3wjQo8xUEKbbHlQKDxN1NHxKNnGZt6nbC0OnsilYsPItpbRQFondpX/s3yblUeUVuFWJHENSxK+Sa2rBJINuKRfjSOTUYwfKcV/m1F8pKPvWsfmFxVpK8TrInq1yUslmp5NVhMILqGZuktxNdRx6sYWJk1CwjlgS1ZuFZ6hAkeHbne3Vlfafwhcxxvq00Uz2xjO7uBrSL0R6dKzcxfXUl3M0zHlR+YKsD+8r9pfW9aH+VW1e9a9xY9UEsQQ1FKC6uQBUlzwrfy/MyTzPWzuhazCQruElvDJG1zpzvttvyy+rRPrKkH9kpVl9LfVFdcbQ7uOQAyc477TraM4iufqJ6tjtmDVMrc3phg5wK5cqlfAXYatTm4hNH2rtb+XpSDJrS9GhjtpLi4QNcajyn2jpUP5fd1ZP+5cL2c41frWoZEMYk9R5apLSfPtKtfo9U7rc4niNfh0t9aSsZianja3OwqQ6tj1nnbkBCck1cdc12b/K4z3J880sYljw/pjRWaNwOVFgJPP0KnhEZzUhBijpmCzKRU7H00RGw8wrhRoQQM9zDkRSQMhk2nnbiQR/F9TKp6im9HlAATpV79NJXtXacBtO5nbWmwp8Fg2aujssm2rg/pXuH05r/MWgdoXFSsTuX26TEexOJa3Hp7dasVWRWxgNrdsw1C7jx5iGTqCK7OndaDuTqKHQVpnzj/d9r/rlzVx8TwkanBX1Mpq1i4j7z6bhcxk0O6BGKWJAOJmzaPg0o/czX+3q/wDk2tNIpsBH+rbmgtW7KknOrqSQRFoRVvezST/E50QN6mlmK3EoHSKYO4+8Hy0o9auIIZ9UvRNIEGhW0TeIbHEbX/rVHdGdrA9aOv3uQE2JCkml6hyuF8HctoFyecMsEiXWmx2dtumniNye/QovEJdW7ejULBrO4SDO6pIZIX2SKVIjHm9zpv1GDUnzGrQfyu2o9RXaDlf1GCcUPPGTQq3tLfgi5vJOGkaCxu7Z4JBLa20MZi1eEsI10bAvmAO6ljEmjljIqVY/S31Wn5ff5zS2MnjbOYSRmrj6iaogxcbedXgztCCorKd5EBQhWtbUALtXN4mycqvKrL6iEUfau1Y3WCLUa/brpevSQlrIxvPWonM+7GO6H8vu6sPp396uYVj1aPzhqaVry5mtJ+dYb8SL7TshG+6slJwBbxQ2OpGK4WYrZSNb8dCGqH5sVWd7Ba2jcQ4a+uGvLwzHkdpJardcQVcfprs3+Ux90QHGNJzjIFQDEcI7mkjPlIrfw1KdTcL8MAUybY8nrP6gak5BqklTEfMUGB6GjTcl3+6nKjuduWB1UcqvfppK9q7VfllaUsjHI3bInNzZhGYYx7ZzRXpQ+QaxlkI5h/VFUg8z1O6qQAObH49Hqe7TIY+HI0pKVrMsY1i8kZztku1ePhlUYdk3DpOhTbTciaT2pegrTPnH+77Z7vxCEVwibiOQc6hleadjwyq208bDhryMgzGw74bwxW9tHHijBG3iLUHa5kTbPEDSkEwcxU68a1hCxbzwtmncx5/fus4g8xz02jpjlPY20EvERMNjqaswDxJ5BzCgSDAq3+UlH1VrORqVzirC6ktZA8RNa3l5YJyO5edWegRvGPEzbZrjQkjmkjjl3K2hOeJ4S7LqdFPhFneb96ntvEqIeEkdwR17uzrBRdyMcJfXjXE6SHnRd9WvY84rVbSO1IkQ4WCZUDybfMxyc1oP5VbU3UV2neRNQQj0Wa2zxeWTdJawfud1k+bFOhudPg4Qy1jbSmVJHykKajwpLv4ayJpoM92biOFYohNLZwG3uLTiKLnb4hY12qOLbW80LphRfN4uO5Ira08rFVq3tksoTI+C0EQmXjudqve4YhR5Xdmbdnnek8UGrX6mKj7V2qbZp4bGaNz8ECNMHQ5ZV1GEw4MuqRSczIuJBzIFSDwli0TkGSKZ4lwtC4mvZBhYxLDFJBNLe3W1Ta39yMwjBp4JFa3eGWIsIbyCK5jEYcaaksdxudSsdlHxLwY6azcwG1igWNuKOTpuppWB5VaMZLc8qn6gV2b/ACuPuh+cwqeSSGFDFUU8pnQsNqNzBpCu3a1bd2WFTZKDHWUZjp2DHNFd24VNFH5PLXDIlQr0renufKjq6jb0PIUPv3Xv08nd2pONNFWl22UgQba0Jg9igPMx7lLo/qQKfV03QspTG2l41v6fMu/pW9iSfaZ9zgikUSEOOreo0TtBakaWW2im2gVqz8W6vCKHvXZo8O1YY8xzUPqFDoK0z5x/u+2I/e48dbeVUbzVx908sYq3VgSw5FN+MPUybJCO62MSPvlziS8guT8aAKWs25vC29PMhx5hSvP6Ed6LN6STXv3WA5M9T3ITIX1pK8l5c7yaZtsU1EKFVT5aXqlQfKSj6q1n80uK0XTxL+8XHlg7QwCSzhuo8bRzq3+dFTZ8bq1TSbJ+HitMkYatqSbsAkvrvD9nXbqnFYjhSsDI5HStJsuNplx1UzxSROY2HPRrIQjjyrh9bm4tyyjkq/q7tC/KbWm6iu0kRkvdueVlbiJc5OdMQvDPUilHdahnlgbfE5Wp765ueUkp2UssiDarsoi1G4QbXbix/wBn3HM7rZ764h8JDaxOZTR4sMfF3FES5kvhBbK/K+mMISFOi3fmI214gfw4q8PnJqxPxbcnrXa7lpozTbhGWDV2UuLSC6Ml18zVpoJzE0ZDVgoxB5MTnqSe7mOhIou7ep2Pdk/c0t1JCeUzpU2sXMivG8hZbe7ZCk6ttrVRPd6dZ3UqLCs75aMjzUV82at/lZ6VKdzua7M/lcfdCvxWpFM8yx9Ypudzy6J5lBplHuBTXMSnHWjewLjflKVlYbgQQ8e9SByoGYkDbisA9e6duHE7YJqyaCdmXJpECjC9CuU/n1pavfp5O7tUD+GcqhfaQffsrqexmgzV3wx+8sTuHTuErp75rxQb1RLl59424CiuY6ZHdwpJMKnOrlorG3mlSXC8ETW8zcuLdxJFwsevQh8BazSeoUvtWm/NP932y+rjqaSKG1d39VrFjdM/J7m8WwgM3qktNRmaDi3exKGpQ3qDZlpwDnvWV4+aEimv2cYkhRqNxu9KhO8KWO0VCjImyryIcMuPVaniSTTYOGG7lRKO7qfXEMFQai+WlN6q1UL+Lz7+kd7pslsttu2RotjJY+EjuEcT2rW0rxMMVMFg8HZxwAtcXMNtf6ikjc5L61kmLcXlLKDf3UsM20Wd4VL30zgyeIS7jexIU0RjNRRNM6xqObb7WzhtrUB5ZbCO7eC6ddjalqgOILY4rVWYXOwdB3dn+ek2tN6lrtFy1AVANx21ZeTyjGNThAlUjlRsTBas5wx/r6jcFrRYv0LJPBIHgkxQ1K7PzvMYtRiz5wQY3WbmjZEvNhnpaD95hrHSu2ibtJo5Nrj3s9yOrbSa0a9hjnufEZNXULSJ4tY3H9e5+xFHdQ5UL2/uERHkHAT4b/x196QbbVfu/Vq7M/lcXdB85q07/qCahh3fvFKQjYHpmLXTm3jbYiRpEoVBV1CklvICoqC7uLJ+W50ttVikAMoMVLNE/SVKBU9GDUK2g5BxQtuDdXGzpGpWNQaHl51KGDeSlq9+nk7tZQPabCMh4eFcPFWmyupGw7Xs3gv9PTaNz7ZIJGt3U9/8vfPPbg5B7mIA51YwyCB588+0F4Hc2gfyWsr+I8pNSWqajIdmYq0+GO3hjjXnRxSeoUvStN+af7vth9VHXka9gSQblbnIR0rXXCwxffSpFuoTDIu97HSPBMXjYETwmPoOWcf1uvTrawFRvf1XTlI9wrxMjcieQ6n2BPLlUY/fMk0zKpFQ/Jjo+qtY/NLqo+lRtgrgkVd2LXVsk6+aWLUp4HXegZ5Z3mmklkOX79MultrkGTPCvjYxwmCz+K1lbNZWcmoFNzw6xcRyGRsMZdWu5CfilAvNx71qYBnP3ByKNdnfym2pvUta1bLLd/z0u3+Od1HdaxyEcxFIt9CIZPnANLDJasMMylSQf6yQvKdqAmtUsVisRl/iCJcAijFJnlUgCetK0+Dhxbs+WV1d/KOVmf3qEd3bD8sUUYnAweSwYj5r5q0uJZLrMtT20bw+QYN1p7fNhQ7f6kkgiXcamuOL/IB88qL4q2ueH/wGEiFwKwa/yUFScmauzX5VD3QfOagXtXZ8ZjhnVbdF5VPcKz7IcM8ARBwv1UftRs4G6rT6Ym0oh5Lo2P8AObEECQLsSixBOOdDiSodkm2uDHDsdevvRUmn9Sj3HU1efTyd2qfT1dRt4yOUIdt7bxDzQHhvpuqGyYGIttt5o76PbGwapBLatsmGVq1+o/ldYEydzyqmB1dIYxHHNOrcXVNbhsIvhea4uJJJHxzd+E0FxH7GNQkSp720ybCG9Y+9J6hS9K035x/u+1/1kVapci3mjaL5345dLukYKalkfVYHnkuER+z15LHdP5Nyz9p4I/pgZJrKXV9TJcNiM27oq78byDS+Xkaz3AEnpV9qtxBIUtl+JpnaWV5RFeLV0waLkQatZePJN/DcN5hEz8NbiJVj4tsSDAUlt0nX1SJl481F8qOv1VrX5pd1H0q2szc7nGBUeucGAwsN0gtU1mPiQgR3FxaTWshSVCKx3xxvM22NSxgsbexMc163xNU1G18LwYcSsyGM7WBU0nJhV/uNw3I0nPNEcq7O/lVvR6itScrfAfpgEaeYAA3EHHthGOr6dNbrxg1RX5LB2O2S7RHfjIfLPbvHjlkAbajPnX3ptMWVVZPKzadNHzwGD8aBcJtjGpsxj5sTSjCKO67wdgqIYjiWnhYRhlqyGbuE93a78tSrhGaE7as5jF56t9u3j9GN5dKPhTSAWuoSajwbHIhN9o6bSzLivw5mG6Fw6+DuN23ZzGm3XVlC1q0fho4wTurG7LUGwc1v51vZTVlITEKA5/yz8LpycZLV2X/KYu6I4uGqHzABuj6dbhSygiuFH4Y48rC5hEOZMirfUopDtby0GDcx3nAppsnanWaRrdo0j88n7xEGWo4ZcpxegT+dNtU4LUrbTLvOaT71efTSVjlWq/Tcztq3AZR0YajZ+IiwnlpZHt24cwOdL1WXT5eLD547fWLG/iCJt4klsl1ho/hPa29xE5kkYbZkmuJQ1uFNRWMkeHunG2G2tIwdqgSazr0ETiK3IlnujK+ZpZCDGztIkdqpr8MuHnikJ5NyNWvMPy5j7UnrFL0Fab84/wB32x5XUbULYT3azSDfGtnbTJdRyRgVDGvjNv6dSYW7FYQ0J07RJLgxzSNiK4EVlpg4T8E6Tqvi7ndeNTwo/PFPpqSY822vAIv6/LayWM8jxRyFnjVFzy8uoR3NletcIm9JjLc8WbhmN7ea9ukjW3bNXd+2nL4aE5mmvLmfnJIa0G6dpGt5PMukqQJkfkrvukzUPyo6/VWtfm13SEKMt08TKxZIGZBHbBebsWOkJKDK9vIyNbut3AZLyAJXA0i7ueBEXjZ+zkC5/eCBZWWkyTmIys7HwVjNHbpDhtdLm9Kt0ikMMqSjrfXZvp+OVVO/xUoGORrTpQZDEyKak9be1dnfyq3r9QrWPrRVuM4prmVC6A8ra4Db45jy1C2toYhsbJu7V4fNFkw294YvLIBJH4axuhuWThn8IceaOVTSxXoOBMKZ+F8+631I+5sj06g+Wjh9+6blMvvS+lWqBifflY/Vw93a38uSovVT2EbcxyrgsphXovAQ3CxcdAkLG1uY5EPO/wBfZoSIUpdUjeCC3MKioILF4kmx5Fv7a2mu0AM8WuXQuLe2ThhCu4Ifttb7Vtf7VKc45Vpvyjnpj39kObfy0/LNdl/ypO5PnmrcZxQ6YqXgxIzuAFvb3iyuI0AisIHvG2bNiLaSR+VZGoStExilcUniJlLBlC7LtzgAEKl0n+UjGOxleTjOdhaBpChYjHLubzSUMBmyvNSGGRV39O/dq4DWuD0tUVVG3lWNwK5xTO0bOl4m+NbWSL4iyL4T4KHKtIr2Ws39tMsXFWVIbkTJE3GjSnfwm+cSwul72klwIIrYBrm7vp22yXFS3AjJiRDxBDJKivdycGKwt44lEsPQdc+9ubdXaS59FxLAttLNBJEDp2sLeHhzRmC5QecUvStN+cf7vth9TFSjwzgk/D1K9jiR7eJtrpazSSB4wEF5FfN55huj0K8URi1kfnLiXAkG5bGzgjeRniGGuIoVWo7riuR0F2wWMpnlc2HCgW500njnVNbnBQwcKprrU7HDyYmhgvrTUYigVI3ia5tbt9g21dtxZnZvUgB612fU+Mz+mLBmuNno+1QfKjr3rWvzW6qaQ5EftbpsTJ61otzFbTTcZtqajrzXZ4UI4cEbGN1des+pahwcshEfiHgKyc60rUorwwrdEGbWn36hLzrFYFeUe/c0hDbQM1p/1MeRU/rauzv5Tb1+oVr0xTUok9rbopq8meK4kXbyu9SeAFUh3OhluY4ppMmk1Aqu3buEhEz+RcVcGSz271qG/lePyO2PETH/ADDTZ6k5p5ViQM5xSky3EkrHPfcfPUUnpSjiLeEXFWX1cFe9drPy9K37AWoant/yjtguFuF3imY+OwKuZJeKRu2ratIVaN2LLEpL4qSW6gUwK+Yq1P5aUqjwbfcdOtc88jUkMZsDyw+nD4NAjJ3UjZiyFxU/Paa7LflSdyj45qA1NdJAm9zWr6i07CFD5LKyku26YSCBLdAiCmY5NTWyS4J6pCqAD2yo5cqJ59aDE1zrca3npS9TUm7eMLyUYFXn0792q/Iq08wxWOeKutzySJNGVA8qpAeafh8XB3/qtY03nNQfJjUTWjVJHI0bjZZtV5GFmDA+dLCVlZ/YYG7yI9wkcly58Seca7ERKFNGsokjf0/h93aS8Xzzw3fE1G/spIIvDzR53LnqvQVp3zj/AHfbIfHiqWMXNvGvRpoVlvGHPAVIxvNG4R+HGcbJ7LhHjxdLBboeaZn2Ak/8Fs+9I21gaupx+o4VNTLTMkaHZxOMfiHlfT2zRSW5fLLHcRPuiriySCQy/MhsJ5w/DjZysZ6Y529m0dvm2OTp7KyMR3Q/KSvetc5ardVP8z+cMgeMHPMsFGSRXEjboeZ9sCgOVSahNLbLat6NqMwX9EpNrc5i3cAs8h3tklauJih2LnOZCf1UsssfUEiI73DVYJ8feeknmZiK7O/lVvzFctw512jB/EkPtpsokhVs1fwcUcVfVcsTKdoZ6tnKwDKsK9lrpXh5HmEu92qGxlPJVo2Fx9quorqGP5TMQkjfUddoHTuzjnVuj3N0Hx5AfMtTOdxqw+rio9a7WD+zlrZkbfeS0lYYQZrT4eGpw1XDmG9L9at4mccaf1KvTlUss0cgK9BfRu7JwubXcatt51qMgaMbah52b1mgcFaZMwKKs+UO2n2hVz1Rv3cVLLuPTFdlfype5p47eUvI2BbXtqycRZFIM/GD3lx007TpL3LS+WGKKKJFRMBRTdfem6CuvOirnoBSD1bhihKqq8rckS/nuHOzEUQ1SESCN3DUnMbvZfU1MxHQZpW3AGrv5D1itVHwKtDyFHlip0RwVKhhNbyRYTO6vEXJHB82NOh6lmALCJcD9yagEJPwbRhq0O1mIUCku0VIw3KkCm4MvOl02WVixfhJjbhetCs4LVZc3apYwPMgAqP1A0vStN+cf7vtj86KormOKTYfMZlxM7EYKpnmTTWrF9w8qx2ihNrktVsjMdpxSxNu2M3Ka1jEbMnJjuzsQbpJOJI5E520ZHs2lTZvj8Rf3B4cW6NJWFo3DzxnkmlYHG5a80PCkPW11ya0inSJF3XE8Zht0wUuI7e9hizx1jTTIuG5i3h6zuO0cqg5Qx1712jz+I3WOrSFtoxzBKjG7kIzKQOJ5UsgnvRi8uB14QXTrJtq7vDsycQJlVhL+mMmmtWPJoTgWx/0jQtv/wARo2ye8GaFrGXwIaayT/Qo2QiVcwba/DrlYdyQHalrxThYfNA9zD5Qzovirj/UkqQtM2XyxhkaMbVyteJmA9Zx09IxW9mbFc+maslEl1bo3NX7P2bBTGOHT6NwvbI8CgrwkeOman0SznbLJiv2csPs1Ds7Yj2aj2csDnk1Q6DYwjaqGjo9ipywr8HszzK0mkWkbh1HOrqxgvo+FOuUHZrTRj4dDQbBf8uk7OaajFhHR7N6W773hy34Fp3+jX4Hp/8ApCvwDS2XnbDK9nNJH/T4o9j9GkJbhkUex2jsmwxtS9j9HSMx8M4/YfQv9JqHYjQh/kmv2W0rAHDNJ2T0iMHEVHsxpTeqKh2b0xRtEXl/ZXSPeCrXT7e0iEMC7U4K1JpFlLJxHiyU020j3bY8U1lA4QEclXYAq9K3NTyMFzRuZT70ty2RnoHX7ijLxZOFEwIvJJndoUTEDNy4SxM8z23FD7I+BPod2zxG2c+Zl/UKcsB5aHQVdfIavc1qnyKtMYGa5cieValdxD4IdlJwBHi8kytxjiQvK+/RYWUQROV3ybz/AJWntXBDE5s7c1qyLCJPh8MZj4YkKk1AbfhiXaahueIN/CZQuM5oe9FOW6rEHzN0qRWXGTSnzLS9BWm/OP8Ad9tvmwVBEgkklapeGx83qjSDLHNDaJOfNFZW9JzULbWzTTebI51JfBVIdaMzQKt4PXLcNPIZmAFSpxNsi423d3bWtsUTY0mm23ibnJ89TtYWnOZEzdrNf8S6SLhQWts9wzY6LIsnlubfndtuUbpfNoplWeFySRKq5V15VD8mOvetd/NLmmhVEZqwc/yyR05VBdsOTc6N1MWYKuKikkk0yy4gwdNnjS1VCwZ7WwkUSPJPFbVLbBPK+owA8Ff/AHC3rgj/AH9vXhzgnxlsRFb+fK3FtXhnz9TZ1dWj3XC+NbrUThYAhaHi2thPbTzS77ZqNpck9LGvB3P2sq8Hdf6dlS2Vy+SIbQ0bW4YbeDa5S1ud2DZRU9lcZIFjGDb2SqcyxHijZHq0Kqu2o23Kp7rlvjyCs93E/wDE1v8A/E0ZQOoNSPiPcKSeLceP0W5bly5M4TrQk3+kHG/H6TXE/wDEiuvczKnM0JlPIdyUKRuf9TFYrFbDW3Fbaxj+rigO6X0Hu6dOdTLLIOUjW8llA0Bk4jshe+mjPw4RK0EHDXiMAJdX8nCnXCtYYi1IqOVDzeWnHDkwelXXyW7tUH7tVselXEjAMMDMnit3yI5KVWm3JwkWWM8R7DeoDWI3Xc0m6Cm/nHYtX/8Axxmr6NTJFvtWRNQtol1YwbuBAu8v8GZGj8TdrgNwWqB/N9x0zmlTiBFoKE245CR93I1GMMBQ6CtN+af7vtmuZ7argGPYw5qiwXBIkPDZNKQ4bfy49pbXBhuIpI1VtPZo1gmUnwkiNgtleAefOvDxl0Mm7F7KJm4ariFV2g5NbnurpoA5jhk0INnEhqK3i0mznfPntYPH3Amdix1NJBYNHbwvVrttNN4giPEaaOfw9vEd1T2No8xcbjVpBHiPh4qb9Ciovkx1+qtZtpZdWutg5R2wn3RGaMNc6K8Ftxi60aED4yq4qJMKCR55GxYWdaHHH4yE4Bq+ug44twvh0vL2S5neXcwq3uJAcFiaDN9zUe7b6jWWHMM1K8v3euJPnrJUDrCheVi0pFw0T3LyMiiaX/Vanmmx8xsx3c55GRswPceoSHDai8M0vxStR9os4TjnK3ctx4a5jkbZLd293DIY5DxLbf8AiFsZDlouSDuvml/EJueF2SMo2mkibHmauD/5GpdykAE0yyeoeYmWXbt4VX04BWNvLJaziWNDGu6pGmf9FbJEG3O0RruXO41w/wCZowyfpY44Nx9zSJcRyJJjfXCdpOL6aFJQqS6McxWorsMOdCdicYo3BBxijOw9q8U/2rxL/avGY6mjfvnkpIgvy7bMVJcvE43r5AQRuByKm1DhuY9ua/E//Cvxb/wNWt3xz6cUak9B7o/WtS2yzJtPVouEW2tve2tljAkb5taiwupEtUPPT04upcT9CDDZp8u75qNsirr5LUK1bPhuXWKCUx7ulRCzv2H7ziTU7EadsbxLPXl/d54nKsgXdDk+aykkjSRlELhVkkGTaWxprYeo2eKvYdsCyCCZDqoWS8mkz5jIMxQRw0fBxuCXffbXFum5ONlhzC5PmiwAhrcvWpyMrtqM+daXoK035x/u+165mhxRZyp5Zq3EDepgJY5Iok28QEmG2uI1jniVw/ZmKO4FxaSbKlOoQnBDFTd3GSu9hXiJZF2FzRK4AIpoRIFx5aMBSfjr0ju19Egw2qMksKpnyyEWsEE9pHukS71vUMLDbLbpBYui8G7Ky1Ja6baNt27TqFyeLmNNtvxFhjhktJW4iEnazdYfkx0fVWpEeNuOlNoNnewpIvwbm70bVrd1V3aeDhtFP8VCKz3SfQWdaP8AUxmr2W5vJ50yzVbW3Fl+JlUEfxSq0ZDESnvBcK0f2oNypJ9rI/JhJrBWCefgwpDYXKyWl3eTtzkuJHt4Vkr+dPKAKM+zLPyFlcs8ZdSVOqzs8h9qBI967P6jMkWB0gEMllNMsSo0P5hbVH0HdfNi/nqJ/LW6s1gE8+48gTQBlkluW8xsmeC+iUnC1/zQArArNZ/qLQqQrHcybzmoypHloMR96Y+9dazU0jcwOVYz1oMxGByEClnaobs84rjzIk/hTwn5xz3atCxibBLbyWPXu03q1GpPSe6H5qVM/DVqsBxP3hvVV1ryWl/PbSSYD6wOMwthI9aZdR2kTNInmfVwwVYEJfngb/WnlOKu/kPX2rVfpqtscMKTV52ftLr4kP7vLf6RqMBw+6dY1IihDAg2FikkLzTghrJP3ZOVsQI8dLaB6fd/sjVwN1u68O5DXdrM4e8POIMUZyPVpV1F4keN2mO7fREO4YaSzDzoJYydsO7PnVsW4LBz7ODmovWtL6RWm/NP932wbbNbmrqSCL4a82EfJiKTmeKSasdSgniVDydtjrj2tZpvDSTE8RYfDXcKSParS2mnzKHVmiD6KnnxchT+ETbvnIEfRpNm4yoIxpEMe2R7ny/hlnl+JmQWotn28KBeES4G2NQKvrxbWVVYc5J7Wc75WONRliYFIQAtraBYk35BQjlg8ovkx171riTnU59k4Uafwp7aICfEsqzm3Co68WNkvM+MsopVXTNLuj+7yyQs/Z2U/IuYpavYJbO3tIZ/Vo2GuYxRtniuLyaPzK6xiOMZrZEVi4Y+I9mhIyTl4g0hFvkrbrKPV0gjstOgiM8fHk7TTwtBbJbLw49O+Na3Vpnz7jNa2slF12YJq5uhHlRzoz8YYc89NcPFw9ypWqWkm7iKC1YxWkXkEHwnYrVmUbTJTEdyxH+0rQUnRe7UD/aM9Q9P6mavLhY4HO4braVijRt14jLdwvmrfUbe4k4SerFfy/rx9O69Y+Llq2Y45VG7OSuMVzoKe5scyRTRkxs2O7TY/VIauFVppMeUfCa1VJnUOQPZga6Vnu031N3P6TXvUR2yKT0muLfHmao9Qgi3Kik1PqUmwrCArNpNpc3DXU7NK6Q20SkRQoKAaVM4pbm0hEfDg3TlpGVGk8pXzN/K5+Q9Y6VfQeIh2ZxQsBFAXyzmF4ZUBhfzTiRV4gIwyWU9vxri2VKmteNGBBKAqTXkaKpsLaZfFoeUumMlcazH+VeJUl7Z7du6/FQLx4JIDHLw5tDkkkcwIUWHskzn49wBVtoWmWuDs4jDYskmwKgfJk57gIcMxKhgriox5xS9BWm/NP8Ad9sfmQVMjCdnIyp8NgcyqrFat5Y7jBxwiy9DBfXEJznKx6lCUaKRQgtuCoCQzgRRWMkYhBKSpMkwu55ijGG+z4BtoYMzB7WSEBsxQcXS1jZNzQRstnwpsLNBwLMIGnWptbTOyJMm5nmuX3y7aa2nx8puH4WIOr7yas5o58QyritjQyFWqH5MVe4rtBLt1W5q2uWQ7opCjWeuNwtlx52sZ7NYpAkoSrKyltZFyEmVfER+Iyjxp2k6WeOdaI375HzxU2XupYE5NNdWdp8JgZ5IL+xuGCuhtyYthCTHk2y04hCndBclmwRUU9tdwJBc/De6dNSt2igHntJza3McnSrUDdPbj0zRTE9KewnYchmvA3A5bMm1SS2mR5Qyo+spzBiyWcuzN3dl5GOhXGTmoOep21Kc47r/APMZqg9IoAu2BTIUOO67lMNvI4GTPJJJJ6ji0+du9p/K0jE1YStbzCZaVwyKR3IrP0rmpwaAJ6UsRzz5VIO6PuvEDXUw3eaxXlzpRg5XlQHLcVNZP/FZxUMYJy1OY443BPMRs77RXjLeyxbtktJMZpdwwizlw3XKghlxnbSM6nGc0H4gz07tM9bU1P6TXvRq7uGEluFI23JeC5gIfMN8GEloI9xqHphhioomJ8sZahbxmNQUFJaQI27YMvzBqMeVfarofAfuvHKRZHW0m8wcjNfAwTHFsZmkCmNxvjfZJaG0jOyijQ2k6EbqtGc+DUlo6inkM1whbldSGFI2ULm7bhW8jpt33XGS2iniIBmJezklQndZs2F4g80rwwpl35WcDX95Pwg+xdGukPmlBjCbMqo5SnnheiepaHRa0/5p/u+2ucwYpnBHSlSMjBFG18/LkFt4nG0jm+nzJzQ+REKfo31JLcxkMoOwXccoLpM8Mqalcf6rV+K3rHCMDS37wpm4lDNJqjyuojkKK1xKz+edisNolxId7sEl0ra5MLMpggWM8SUZo3V4zNOmdh4F+nFj8lxCXM6qFK1cKPhk9YPkx93aDH4vc0OWDiuL74rjt/Oo7y6QjhTSJSa9fwnDsJY726a/tbaY4B0VP3lakfh+MlU+Zjkkk57rS6aWxcEZlG2RMOd7PbJGw2nNSlIQmW+Jbo34g6w+uWC2uHYMRDPa3cNrCpbbNOt0t3uVkRW8wHLlU17wHOObT3LznmeXf2YUjQbirf8AMreox5V7tQX+0Zqh9NA88jlWSxye7W7l4kjjX07QTtblVqojmBJ8kuziDy7qiRgdsKitMtLiG1Czc2xSEqeVcLdzY80AUcq69ak7o+6/H73JVqCMVGwZkTHmEeKmAV6FGRgvloWkrjcWp4OHDK8Zy1xwGtIZ42/eYUmupNiJuJsp+L4eTbGZE2MVzmomHJmWi6YJjUDu031Gjn3p/Sa96K7+QoaZnZhBR012xu20mmquWds0lnbDHk5gfpj8oOVrKsPtSrzOWrkMVdfIevtV+2I6sSDityD+VSEH3rhI6buRLHK4HI7phjox67i0QqYiUJvjOGMbcQNG5C+ZBHs+GwnPkQKkZhY4+LyHDjXBRTUF2Y+QjUV41iCCnLigZjLed8gYpB5hQ9KVYfN/u+1mn3V2YTAu4NoWoj/Jr8LvY/VbvXhLrPO3evDXC8+C1ES42kSVhlHRgOdS20MsmWTmNMt931DLT6ZEh8k70umwk5kLyU9pFk8P4bW9vGoG9dzEqcFRihOwHmAam+Jn2aGLgrgtkm02OZLc7Gtka3Z5pcSzjcxy3Oovkx0eorVOzuo3uozzQx5Q9ltXXpBmj2e1ROts1No+or1tno6fer1t5Ka3nxgwyVjhWNoNpB0YgXQ61cjiw3sarg+/dp2YrOebFbm2AbQqnyEZpXOOJwkmHACTCfgxW7X2jrcRC7h+DJNaXNtnHM6bBHw3uw5M09zwvJ1rw8E4D7K8Db5+XUtpYxjO2rswjHCQrQauzbf/AKflJqzJOow0vpXuvivjpqjRTGPNXCX+KundrR3SRxmh5lHPmEMsq8FS8cOgRkKZJDm20uCzO4ecxjlUkQPMdSCK50gyetc/uaGe6Puu1/epvMKtztC56xOd/GICJJq0K+kF6k+IFlHQc+VBVWPzCgdyNwpK8U0VvcLIKji3yInu4msZR4WXm8F7cfFkyWwqcseeNC3mJrOBtxW1sb/06Z6mpqb0nug+atFfsK2sf5UVbPPmFoALW0GmG37EKvQdaIzirn5L19q1JWaLyjJsYJuuxq2SfwNW0j2NDkOVdKDCvJ1zXlbmGIoj+dGToKSVduPfI+1ZFeWgT0Bp7RHmFx+t6X1Ch0WtP+af7udd2K4P8q4A/hFeFT+Ba8FH/prR063P+UtHSrY8jEtfgtn/AKK0ez9l/pCj2Zsic7KPZm0/nT9mLcjysRTdkYyT8Uij2UZfTNX7MzD/ADRR7PXXsVr9nr1GLYDVJouo7vl8vwi9H+UalsL1cfAevD3C43QvUFtM8cfkIr8OPLdUVkEUYFGD+VeH/kKNqp6oDXgoj1iSjplqf8iOu2kMdvcWyRqFGj48ZHnpcTbLuYqvw7jSxOeNZMNsOiy7v3hkhVWRilvbjNvmPzBF5O6s+0HJ061vpJfLFiCXSFNznxkcaTkYeBLiBoU02V9jqEnkudPewkWWFSHuNK8Z8WDIqJOB5OonvlibDxti4vlmYKi+UWkE0KcqisLaM4kQEWEKQaKUTktp+ZW9D0r3X/5jcCofTX2rPLOaa/jV9laod8u9eYtbTDbpcmrKaxtkQJFim1ZeLhY22rcwlGk3bhBqlvKM52Hjx4zuFbopvSwown75qTjM+2JljqPftAc7mJ2LuPQHKg1HQq6VPGS7FLSFCFiTHO9BisfLWlwLNxHbGDsxw16RKF83qLMQrbqWLZzXrJAHxvHIWQ3boyQ7xPbbOGFkeYXG+N1fNS24JV9gDbfJ0orRY7dgrTRjPPm1N6T3WozOgo279QK4En8NGGT+GuG/8Joq3uDQBoitv2rFXXyHrnnlzqwsWnfLpyisYY19Ao2cX8C0dPhP6BTaXb/6dHSbf+Gm0WAnkK/AIt2dxptC+xp9CfHJq/A7kHOQaOlXQ9q8BdD9BprK5A+W1LBcLnMbV8ZT6GrfJ9jVxJKdqrypOWzd1TmBgZrT1ZZOY/u8VisVisVisVtrh1wzXDNbCK4dcOuHWz+VcOjHXC/lRhHuoNeGjb9AoQjlgVwB9qSEbRXArgCuBXArgV/SAmy/t60356Gp5zxZvdoroHybtlJCzNC8sjbJLQ2Q37qigu9Rlbh/Dglm0zTEaOMCaeXX7pshZMB7+4bmXalupV2HeaXV7iBkaGRhVn2p3MvjUEomg8Yr3GkXZ3iZll4M68OVow5wV3VJpatPvxtorwojjlUE8cy7Sw3QvwdIVG5iwffqVtQ9K918qnUJ+eKiCBfmCjNGvVxV5eqV2pUUcknQGhbRgAMd7rEf0xha4TZzyrbKOqBwdgBypSnsR6oDW64jO0k5W4eL0mn1CbcpVzRea/ChW2SRSRxxqC4J9a/cAVH3TTBdQMI5sVzGrKPNPOslq8TerRvTMtAAv9q4qglY0o7mrY3LnWxs9a5xr/5EBmpkO4VNuAD5NT3vk4SVHcOTh6ORWmepqbpT+k17mrL6qKtvKttYooK4a/ajCn2FeGjPtXhI/tXg19qn03iRsm7AttKghA5bjFEI/wCrisd2BW0VsFGOuHXCrgj+EUbSM9Y1rwEH+mKOl2p/y6/CLfPopLSOMclpEwc/4bFYFbRW2ttbBXDrZXDrh0FraKH9b+kT6+CrGbhPnG8tHvklJBFSxbWBFR6jKqqrglIZjc2wnUbo9W1w7DbWQ4UUkjOcnNNgovsZ0ChcUaANHINWF5cWroYpGWg1jrkINweBd2vh44t8XOpr9HuJC/IlhKp2ml02NW3LkNAu3R4UfnVgijU4McqXovdq7Oup3HmYKokK53nHT3qOATeZ+gj8uB5IvERxHCgMz3z8w3Kmu3/iahdyfxtSagejgPSNHOd6NtZ8Sna/qa0TzBm4bRxbn21KOCRsfzA/etPyd3mytR9xt41vp5P1LcMowiZEkTycQjyVpsbQod4raOJXSsd0aR7Sxo8zWBTIy9Odam+y2X2q1thIN56XEEasgGNz+rnWl9Wo0/pPdZfVRf8A33H93/SJ+YW9WEWZdwfbW4bnBrC+4povETR20a89cvorG3TTLT5ayFid5zSbcnlSaDNdWfi7R1nr8K1MkK1rNm07LPt4+p3EVnBJqPZ/S/JYWHizqt1pOo2a3MUAtL5JAqYxVrcNG4cHnNfpc2MMUIEcvCSVgz1Z27t8qJtpiZTsxzT8ot6tD/aVvS+le7UIUlvZ1ejbyrIIQPJ4ZFxzzQUBeI3kE07ShtvJSeYplZufsbbG7LCjbnltYGirL7clk5DbUFwGXhy00e4cKXFQW0TIVHlk1C1NvLGN2e7SvQ3dH3XuocK8mTb5tOu5JZAu7cCM8QNUW9Mc8qw3MCOVEY7gM07/AKR06c6z3ahEZ4fKPNZztAxWYEB4413XLPvo3XmwU5aYhHm9iKf0nusvqov+yP6RfzC3rTo2lfYDtqRNsj0zALk1pI8Na3eqOBvuZTLIzN10fSJtXcqmIoZ+wyW0DTrepImgaRqF38W3uPBW9/qOpwaQqibdPcabrEto091xTTaTfJcRWDofEWWh6hf3L2sELF7HT7ezN1p2rWhNapo89jqAtYAZ00+Uq5hk8tafoMJkN1d3Cx2dxr+jWqeAs0QngvPdC5jdo14qtp8MY62Tj8Vt1odB3Xf5hNQgjmjXdS2MYXbmr62uHwI/TwLuPOYzWQCp6u8hbljFNJyxUbbisdOhjVdwyAFwzpyMQ4j7N+0xbiOFJjc2YsOta3Krz2uw0mnwyWyHcA9lbm33ZOe6P37ru0t/GSPJ1sraGHLq+aZQW3e1FqD/APzRQdc1uVF/nkfauHkZFYwe4rgZqe3jK5ZRVvGZEniySjaQ3AMoPn0e5ThcKRwH4sbHYrAs/pPdZfVRf9kf0jfX21aRzuBVwPiyVct5REOuuyC20+xsUo1ppMPZC8dDhgzllTcduWim7NWqsRFwkcW6sMiC6muP2m4jEi4/9W6VWoyvp0Vmtr8M6tnwfaJq0tRL+zk785RMkWrXO7btacXmhSYG4WUNiNk8cOXaRm/kCifh1pIB5rFf7Vt6XoO67/MJqi3ImOtTXi24y6tSXiyDIRsSX0KHEgxV61u774eVZLHaOvBlZioU5G5Gz7yzTNt4gwpPDZWSmi8vGXk9hcZn+LTnJyOaX3kuY1PUvKMczWm7zGSxz3R92qbpb0Ju2pDtVFqNd21akhKDINYya5KMChzPPpJ96FBzjFZ3VikyTtHOpem001viJkhPDZr3UIAu4fDj060vNtymVMNvFBjYvN/Sa96svqov+yP6RcePtc9NP8NxlMIbN1e5llWMeayV5tRtUkOR2jlDXbIDWnaE95az3ssy29va+XshOM0vz+tRWlnLJ2ekluuFPCM+FGaOnRWlr2imivUnI0ji69p994uIVqGky6lHpckcsUY/Dxfvr1pJMsKIfD9o9P06Ifu1/wDW3VdmJd4ubQ5NeNNkskAHns9Vy22fpv8A7Ism9Q01idTt/ah0Hdql7LFqlwoNWd5NKkeaNyz3HBO0rG81xNJlyglk4lokxwTnnXTn7wPJLBKEIE0NlNxQ0oxFPMl3HIgwrBjUb7kZaXyGrU7rYjGWuIYJLhXmfa8syuFFae6tByo1HQq6SSW8uRVnNxEhiYHixeWN394W3eRq9JYUaGTWeVKM0VZazQblSfBj4n6vnRFj6n5ODV9ccGIrjK6WnDtEz3P6TX3qw+qi/wCyP6Rvr7WrOXiOqiDhVFZce9lSV+CLayt9PkhmWJ7l9dfdfyNyqyT8Y0JNMtZUju7+P8F7Ox6ZcOnjRrV3j1ncdbu+NZzkjI1KWDQ7TUORmh1+aIagoUYHaWU6nDqRXzXnadroWOFaOrntIZodRjCMrT6kmnHQL+VTIdTt54rgyTRlK7MNi+j84Ua5Yy297IcZGx/4WrSbiRdK08cPi1ZuW1iIlNhHQd2tI34ncy7SFsAWEf8ADLMyXW8VZDiyzlcLV5Gba3ht+ojgJjM/teQxNETGuCI5FtxcBsVDI/g7hy7Gskc6tkzMgYHYsKCW8ojnWnsSZBTMnFYNG0tOjhsrWklWR8cqNR91xtF09WsaOdwX4iqBG0bnaXjeLBHTmTj3Ns6xcQkUmIlUGpF85A6cCVV3+yHmEkqRCrlaMbhQxGBIGMceBSPw961KMitWEh4WwZFrrfh0WC4jq3uY7lA8RyH9Jr71Y/VR/wDZH9I/5jZ1A80Dxmf0yEGRz72b3EE0Us0gjtLxdIvLwsLmodEmknaLT5jxr5LuKd47zfxtK7Pahq43W8eI7vstqdlazXU0eIoNJ1e6MenKj1PpV/bzm3ltpBJYaXf6i7LaQtIdLjtYbuW31W2kI1nQ/BpHe2j8axsO0Fj4SK01S18SNZ1NtUu+Pt2R9n0L3iALVzFEJWikueK8ot3CbYgtREW2mWckON2nvxtVhkPVeg7tRbfdXEOBVp61XpVyPivVlbbFZnYBl3RS+GmO+ONeFbXKGrtPhSCLBkORpY3dY1b8Om5VHp0si5V1JhXbBb/cfN1CgM+9ab5ZedTXE0V1sjxi405jBDNA+X06zki8sj7ajPqHWo6FXdynjXX9VoRwkkU0zbzzqKTnw39KRbZXqIlxJmrlvPircZYsaWQuklTeuOm2jMhGTIxa2UmkmkX/AIzHLyIw8ylFYGlgknV5Zsip7eSN+fmrRSYLnw5p/Sa+9WH1UX/ZH9JRxf2pFaU7zyMJWL1xIrdzNOAwvk/EJmdr3EcNiLUL4aFpZuxGjy8c30hyP6SbOCPWbUx4DeJktdX0DTIG4VvqmoT31prvEbybmTUEdfK3ZPVfxPx8F8Flupp5dF0WF7Y8Kd0jbUUvMLWkyG70vXNPk5oRzqPG7nzHZkA3fE5ilffd3T9aycULfjafZoHMb6dC9vrEEec0vQUK1D665FWZxw/erjy3Y+zScO9ud/II8s00IPmM7Lw58VNL++q0Zq9QLbsi1aXCSRNb++lxESyFhS/LhFf5t/VrGs25M4ksI+chJ81+2y8jOCKttzQR88KqA+9BdowKj7pkU3905rTISI1TrXEjTy7QamCja6V1/wCbcYEhNOqNId1IuwvUXoemQu6n2kYGN8UTm1QUIMeo4poyhBqVd0e/3l8XZpIwO6NLa6vviQkbdO094ZWuLht0j+k196sPqov+yP6Sh++2taQNsrVqNtHcJHsfFW+mKs8XElG1fERXjuzDwel9p9VtAYLNtttq+q3Gr6nb3E2TVz/6s0v2pjnTddNSj9/aux5xq13Xan8r0jHS2iBttKz1sLdtN0fWL+48lGrWMTShDuxoVpBbRztPNthXRNB4W+C9zJcWoikKJIGp+WkWSk4bTHzqNqeZpfSO66haTUbjay1Fo86puDLV2Y5JcIficaCUfvKndxrW2GYAWkjZd54pYpxLCE8VN0jPMzhsmozw3DCpdQ9PBG02skrzRJjKjCvc74XyJLWA5WNxLZ7uHJI3KtSj/eVc1Z87eP7r3R90o3Xl6vPOjMXjTcctIMOwrmSFrdiuJuibOAccbhtTYDE0rBkf2oMPl0o2K4POgAVjPtOxMjfbi5j2Gj9OKuxuhdD0sYuFbg23M2l4LkMNu2R/Sa+9WP1UX/ZH9JX1tpWnNveRUothmD5ANnFJ5lvNtWtvbNcJZ3N25WzsN2qLYy8ra4vYrzUURI1hivpYoe1lm8zhI2urf8L1dOMu+S8t2vpmWaPHZIgatcMxChLd9f0nwkJU3NveomteFj2SJqF/+0Oh3TPGsMlaesrzAR8jqcxtI4LBdrmK24ciSx3DLUqLIUmkm5sBJplk9WAA1O2Apeg7tRmKavebeITb3upG3bZxMyvNEzPNFh0/eLfxCLyuLNrYRF62/esVisd0byLJ5DivGzq4BfNHdcTitm1Y4x01Vn8aqVYRfu0Werrt7o6FaoywXDlPVpG6O3V25HMUuOJyb4MZGzzNKHUktQpHZfKM1IkjbMchwx03ijuR0J6Tk+oelJSu37Spv8ycwkDlhkYF1MkSdfLxDcW+8DzJfXFnKwU4rREZpZ592Q/pPdY/VRf9kf0mfXWlaP8ANerxsOaTGAaccw49UMnwbbUQoFx/+m0uTqTtIkmqX7ahey3R5UNx+9b3/iNRyPGcoxUxXtxAS0UjRsl3PE7yRyMH7O7rjTdas4+c9h2fkltL66vA8CaRZJp8DahcjknEvZ5rl80K/wDmmuC+nWtuvKtL/MrTNL0HddXtlHezI21ZE121htuBsLPfT+Olim5xjgHfEkW7ZeO3DCnJoTjbwyBXCLZ2cxw2HtQU1wzzJ5UChbCckW1s9q72OYra2iO8PSvD0yK1w/2gCK04/ucVPz7o+7WEk8e79VsZeJClA+1L1rjY8rjNcSH+GuMo9C83kc9e7LMoBpHXHDejaseakYxJCo501wdpzV5m4t5EHKtIvgsnhZkO6XTLOZ9xSoYooE2xoFD+hu6y+qi/7I/pM+ttK0cbZXrUZGa4kRatZMwgVEvFdUFXFxaWkcQccRru0tNbja7ssJNNazwsUZGyCR/KuCDGGDDOw8+/T57u1uEmtHMckM2oajDHJqswhtLuOW9smjkCxxo6wptC92aEJFrbz+2nH+1LWl6Cs1qRhGoXXVnVeKqE1JEZFeNeb2+YFVTjdPbrP8SM+aSAoeYwYZuFkEZrigDcWyQ5PkzySPiOQ7UkfmwOkcOzzy1nnvelVPV73kAlvXkl5LZu3BRV6RuH9+6OvanVWupQRkSAW2GxtiXUhu6eWNhJgrT8yaxSHFFga8tbh/8ADD39g7AcjRZsEluS3MMgwvmqXgp6lOye8DOUsYgGtOJwY+L68VJ6G7rL6qL/ALI/pO+ttK087JKuZN1zMas5fLt9w+MEVxy1yQedB4tM23fEZZLjtDPNJvMEVLc2N15Z4uA1xpstvIoU8WJ4JfSqmlsrhyAENWfZ+7nIJj2qINJ0dcyutzPPe3eqygZMMEd8baMROd5hle8YqY+HTLs9+QIPTJowM2j2eRWnDGq2wpeg7tQI/Eb4VB5bLIGWhkdE5jzI4bmR59/vzDnbNL5xXghIz7WAoaYx6ml02X7Co7DB+JIFpFjRcxjNY5jiHcRHltzUZ41fZ73Z/eCM8oGVYYznFWxBzjujr2o/VSVqA3WgAxVvFxZNlWkU0EnL4kMdxHcZdO7FeKHjTaGtuDilnUyNE3lI6fcbVbmOVTOPi8XlEL3ANtANteKlfTRxnwdKt4nCvyJHsoojFS+g91j9VF/2R/Sb9XZ1anDcusgPFlqBuG3OoZchyaWQrOGNagtonhZp33tczCaUuqhFtojNMiVb3ZgD3GzixZRXF1wIzBJr0v8AlWka1NqOo3WBxDGi2/m3uS7Q4DjlV0PjxVapwWZnqLZJLIZJfJG4YcKzhxU8jxaVapv3tYfmtvS9B3amg/ELpveBWFuCpzQfIxt57wOq1b4mVs4xDBtlfPQ8pXPOhcI2QZsNxkK7VkzW5QRydzHvK8htCKBzxzPPP38LK8ivVwvFuuXpjhCADrUPIGhUXTuluNl5IuKlZbi3K9Gw0DgHlWn3mS6g+bhjmUwtB8cmqfUktGw6khrYib8WJxBbXtzc8WdI8JFJLAJlv0+LGDEFVnzXjAJeGeVPLAcrImaNnYrHLLwiWurmOVUhgTZHo909tdiE5KKOeaNTek91h9TH/wBkf0m/V2dWAPEOan5TSVnNKdoOKgg40qr0GoTCWbC+irBBFGZv827hitbKwt0YUbtfBcPJ4lSN8VQOg+9SXj7jg4pppRzLk0LmfoMtVovCj4t1iJLvU1S2CW/wkRg2iWRzmrD81gpPSO7UvrLurM4tY93SRk3jh5ot6cijs546q/xCKTbvkxVwI+K/KrBY9h6AggdHFFzg4YUkylNzt5i49yBTyZbEXRxgx0W24oZ2ZXnQ6CofSa9jVzF+8yPVpbGRA36bzSnmwY2rT7VYp2Dnzyb4W2SA1CSxOfNU0cJTaVVq4t9LbcOYKsXieGAqDFHMgSSbrc71y0Y3H8QMg2XCrkNI2SHJFuZZrLZEo3PpfiJDwjiSz04214rzc3X1d03pPdYfUx/9kf0m/V2dWHrerg/Gk7hVp85VziptLmSQ72Vaj0p3dFEi4P7pmZkwNWm81sFfdQvGLIDWeWammXr7w5lQFQTVxAd/lqCyklY5KpF4ixsQBAnHmlkmuWDMSausqiIa087uz1o9aec6pbih6RWa1T665UdbSDfDHxHwnDiAG1RRjU+1cBmkcI2KZ5s+VckS3EZK7aCtLJiTIr5Z2cwu6P8AiY0LeR1PNkEdozANuphJEcuNyKVPMGp1JaErzq5E+5PLys9zR+bui6V7VcEcd1NQXZjjVFHJbzP6aCwyNxEA3XTxqvnIz4tV8kYrYQnEzvXw7Mofnt8OnLh+spNnhmNqs9plUTchrOm2wm+A2JWn24jUmtImXh7ehEBS6Mi9L5mV4ttIc4NNUnpPdYfUp/2R/Sf9VZ1p3qkqc/HlpOdYq2j3yr7VO015K0yYityXjCu7CW3ckva+KAeO7cvKzGiahuGVfvUwbdk1YSRLaJEJEFTGBG+Gd4ut2OR8saNK1RwCNRkVctulNaV/6cirTvze3odB3amP3u7PuGZdOTHWwc7eG3NqX5k4qCPhrtoKvXAyYlb1LUkCMu3GKS3iT9IzGZOJKG+XbDMQoqD16GS2WThcgbj4UkOzpKWcKNhyvL+XdF07rnYbhx78EpEr1DA7jcMYinjjk4YOTqCh9pBzQTGR72sZ4IBromBXi+E7bm21cam0I3hBw9SuYYlVx140Mjtx5dk9xbASALIsgs5ZtwCko1xN8oI/OW540ZXHntzmJD3Sek92n/Up/wBkf0ofU2daafNJQtHu7icRc3j0u9zjgtS6ZPxBG21Gi0e5gjkc4xd3LSvs9KRSKltb27/LgCvYiGf1y+Ysa2mlyKznqK9OdhpJvhbf1RbXiw1Q8GBi3WpL3yNgVt3mtMZV7PrHnzWGRqltS+le7Uvq7urUjw0aEZqBVA3Ac7gSb02dIxm4lrGO6S4jjZRvNZDLuBzXvUmQrYpZ1hhirOVzUkErTq+Od3njWdDvi6d1z9fJS3LsyxZ8hnbG1eQZdnnTkYm3qKiSPyvIRQI9qPQ1eWG4MxG5bSCBbK6N2283KpeWsax4SS5tslY3UbooGVmjPSGy2wh2lzLGLa3jZpc7rICdppl5pY84ufdN6D3af9Sn/ZH9KP1dlWnHDyVZpcNdTPauFk0x7l1bxHW70JNT3yJK0dxeW3aCxjeFmaSNlcN5wc3/AJFtQKiuGkhtlemYjlW40prd3KedWVjp8toGacK0mn2vF4VvdiRrjSbyPlwy1CwuoxxJEKJp0f8AZG6rH80txS+le7UlLXlwo62hxHHGRigabnQcJJKTRvMjknNrsrazSMMNa6r5TxOGx0rUPEXc0MnyxcoW+1GVHRwp5pGrwRh+qjAqQkSB1XIuTvlgLDbTuqYycUrA8x3QnlRpyWupCeqcpelK/qzTeZaijxyFSq3EwTVvcFPK/mGQRkdGBMbKpCsmkyhmmaXfLergBBlZGeXo+WoRo8W9jVtawyL5Zjne9ld+HSLj1ZeSWUbBGviGtJCu3IU5ANT+ihVrKIrmDP8A2R/Sh9ZZVYDzvTSPBcO0ZKsnaG+wBursrdyXcE5kYcVhk7ZADVzpmm3L7Jrfhy3/AGR8Swa2uFNS6BqEDQ4hLLLp96pO63kFGCVesbVw3/hauHJ/AxpLS5k9MEpqDs9qdx6YGWrLsVcNzuLnYsPZ3T7GIso3y3HES3doxltSk1G4jyVPB0nz6C7n1WQ/tW3pfQvdLacS+kfNRaUpUHNHSvZXo2QXlxUzNpshbdxI6TTWGCMGrjTpZInj2VLoWpI7BbaTbpGkXcUrTyxsgkswf0FS0MsGSAag5QqD1BHTNKdwJqaEzSRNnFXNt4iPrho49iKvdFXWo41bU5V9k0yNjvY8m0iLmVY0NLWPrLyFknVJENfh8hkJ3KaXT5fbBrw2oIVCqcRPNu2zQsKwfsaubPjrgrze3ktm84LLeSxKgMXlq2DrAsygg8IzOsufiBAVyPXwkkIJGa6VcfKNCrWISXUOf+yP6T/qrKtKKmbAINX+gJNHLMgEM21o3KsMNa39zZPxIZCp07tj6Vu1qG6tb6ZbiO4jqRG8UWHKJrgpNbjceGLg+DeeSNDUUNtcc2gjIS1s5J5YfCxivD2qXIgW2jqJ9lxJbGFEN1JKtwkY9MWTCNprVLhLeznzKvEHaK+iJG/cLzWbu8Xhs21dE5dnrg+9mT+L2vOl9C9xIFy+TXDMywlJdtRRyI8jNJuF9F5rfYtXMBW7tuEnkuDh7Th7sbnIu2DMtWbtKIuJyPEb8U4OfhyzEXlvEu3hs/7y9rJGtSNHbzwwvEtRWsMgLNEFIgtGGRtw1hGcFeVXcIh2YrPdD07oD/a01RSx42bhu8OcYEpFSLlemaggIssuhEqjEXMeaPfstVyYzHLKbi5XJ2XshiiiKnndzCG2eQHzySyRpDLjKTlVTcyB1Fra3BwYVxwbf5QAFLaxfoxTWojBao+VGrj5VD2rT/qo/wDsj+lDlc2VWEUy7LtOYS5sLkYneW3ku9B0u6neaO/20eykJ9GpRGj2SmHouYWr9n9ViJMcgq0/aa2AweKo1LUBtNzpm9hqMDxGKS1nhW31CzQ5BkUeLtFlnl8Tto6rpyziZ7rnN2i0hbgTcRna77Y2qvuit9z3XbDUJk2RbYV8dPdZM8jMX9RrTdGnv/iZ2QxQxWWiTxQB2qwQ/itoaHpWvar6WddRmAJ229/dqoHOo9Rl82X20NRl2r5gxOryIx3bSJNaClcQB2l7Q8NdxtN1RavE4WUwbD+OaebnLIwmjvtMaaF1Zt0ktrLPDPxPNLHBczQzGQVbkIu15Q9eAtOC0KEqqtGoVdwrUzzTvi6dzxp42Q86SFfXz3cN+vFegtx7TGs3PLz5pXcdVGeIepjFcVP9OnkikAV05PHBKGDZw6xPEIix2yJHJEIt2KjAjbO4bTHCZGkz5oI47eIICcT805Uh82K6Vc/Loe1af9VH/hiwHUgVxo/4hXGj/jFcaP8AiFcaP+IVxo/4hXGj/iFcaP8AiFcaP+IVxY/4hWc9P/tH9KaNx7EgE1FfSW9uIhGweK9khLFkSShqcZzutYq8baH/AKbFeKsyPlzLQuLTpxblaS6hHpvbha8a4Hw9Uqa/uIIFlF1FOdOBu7dZJWgYvLN4p7XwlrJU1xbjIfSPNnS2fL6Y4prbs/L6raaOpNK0AglJZVZdE0toQ3jNjr2Xspucd+gqz06K18OqXUXC1S5ha1MFniatPYnVLTcMFfSnddfmU9RDy03Me2cN/wCFbfcoprYc7ggzhTjyihsHVRTQQk52LUsMW4bAEpYn9pRUbsoC5WjcOrDy7qae56AMK49z1Oa8ZPJJHG9SfDH8/aoendIf3x6g6dw/5rJ+9bjQf7863j7VlTWVry/asLRH864Y+5pg2MbjQ37cbuW3FNVz8qh0Faf9VH/hCQBk8h53/wDBRGg9v7rhr7eU7inKTp/9m161iuDHxI1kptCs2Xd4ZKbs7YP1tBTdk9NJ+nxUnYzTeuxhTdiLM+l3FN2Ej/TOabsK/wCm4FHsPfD0yoafsfqYGMqai0DtBbDEXJPwjXIX4ohkMklnrQyWgmopqiHnDLS3N8nqgrx0+fPapVxcrNj93EdeJtuHgQkMtxb7OfE3WN4gjWF8RVYtnVoD1pfQlZGKOleIvZJaGj7R6qOlSexr8NmrwE/2rwk4/Sa8PMP0GmR8+k1tb7UUz1FbF+1cNftQUL3vEr49jsbHqyRUVCk0/iXTPSWKgV4IUbE/evBSV4WSjBKP0muFJ/Aa2t/Cawe4HvP9S6+TQ6CtO+pX/CD4h3H0f3nXkaXyHhnp/wDZblFbGa4SYHKuEn2oxp9qKL9q4SfauDH/AA1wIv4aMEf2poI9vSo7eLb6a4EeWGKa2i+1NbQn9C0bO2PWFKOm2LdbaOpNH005/dIqfQdKOf3VBX7O6Vz+BVx2f07n5ZBVpo1nFe2zLxaSNdooxJ9qhiRRyFYrArFbRWBWxftRij/hFG3i/gFG1g/gFG0g/go2cH8NPaxfY0YEH3rhL/Oig/nW2sVD0pUHLrUESKMgf18VsX7Vw0/hFcCI/pFcCP7U0KfajEtcNaKCiO67+S1IM7K06CMSBvf/AAUvy2ocuXfJq90NfsNNAi8P3avq13Z6xoljDw+D2j1C40vSpry22cb9uNb/AP8AErst2k1HV9RltrvgcO/ne2tJ549u9O3evG8EebTZaStPbQzPjdU3oJ9/6n//xABPEAABAwAHAwkFBQYFAgQFBQABAAIRAxASITFBURNhcQQgIjJCgZGxwTBScqGyFCNAYtEFM2DC4fFDgpKi8FBTFWOD0hYkc7PiNISTo9P/2gAIAQEADT8D/B8VxXFcVxXFcVxXFcVx/H8Vxr41cauNXFcVxXFcf+mcfxVHSQ1cPYcVxXFcV8S+JfEuK+JfEviRfe0m4i6oXqjfYE7quC4LguC4LguC4LhzsuYanHncVxXFcVxXFcVxXFcVneviXxL4l8ScEASm0jmi7IFfCvhXwrgvhXBcFwXwrguC+FfCvhXwr4V8K+FfCmwRdVSXRG6VwXBcPbcVxqkZosBMp5An8Ptf1/A0lIG+Kox03G6+L4TcXSrY9KoK2x/ASjedw1Ko+i+w0kAp/vCK59eYedu5ma1UK0VSmKKcX8Ah+QppuVlWStq/6vbGuibbpHnBoTTBLGk3p2ohWW1T/KfwVMwF9MWzBKa0xDRNyteq2athR+G2lWZqieKmobkNyCJE3KUb1ghkpRnBWx0/d3qxH2gNhxuxKc0DwW0FUFbY1aLVH5LGoTadqtahzNFpqpUFr7V3RKpyHG0+Y4JpxFc+qzQwAXyTcwtPNaInLGvRaFRih0U4Qt+VRcVyYh1E5r4mNQrMNvGAYB4yi8+asBWSts/6k0i5DRP+SDroxyTRJtaKE8uFgXK1YE70FkV7q0qbF29alQqWjs0oeYkbk99qHUkgcFPZvUCqf5T+CAzOe5OaRNrVWp+asLaBR+G2ileHshhW48xq2oqhbY+QUXeI9K23uWmiyWadMjRO8YRjpFNx4ao9U5BBU3SaD1QzDzBTBbaRgQOtP+WYWa3LiVlJQtc1huq41bxWKtFqUzKcYTRc/NNcdnAv3BWj5r4igfeKpHNWzCslbak+ooiE3PLwVLQYgdK/BMmztB15VJ1aOMWe61NxonC+5N6o/wCaq1atOMOMaBDtOx5sAjiCm5VcV8RQwkyiwTVJ+k1j2RQ513mrAW0Cj8NtEa9cluw5gUqc0a6EWrDu3HuppsndWcQhStr2x8gow43LSpxg716oaLtLRNiAc0aO02L7yuqW57kDbHAXomVQt2b6LPGbQ8UaNzKOjnpOc7o/IGebGPM1XmjhVOYyR868DCOCKzIvRR80cQjhJuQ0qkWQrAVk+S27/qKJvHaWzJtuzgKhdDJ7WgG5AsYSPeM3fJUUTTO93cr/AL11zY781OJ6o5xRvEaLQ82yKrXoazctAhdxTbnVNzqz4qahh+qN550hWFtAo/DbSqaozW5Sh1gcZrxUqBHgjciARvBTOuco0W1PjN9Qq2rVFW2PkEf71giyfzHLzWMIqkm/SMkD5J0BqxFId2S6sldWat1yDscSdyODXYrLfvCmaoPM8lK7E9lTgjii7HS6qFIR81orN43j+9RwKi9MILjrCzFVpvmFYCslbek8zVsnCNLlRXUepcnPNMXO7gPVUlDAZ2bhcg09EYBSv6qJFQWSlEAAFNE3ZrOr0qstqk/Saihetajh4ryXnViggj1v0Qw4LLm2grC2gUfhralSgFGaOiGB3qQXb9yym5bjepFQHW43j5L3lRXUVO3rRo7VEfvOOqe4kneah8zVtW+de2PkFE8KsC5UjhaGIBR6KCLrVHu19FF535KjjPPgqMxGZR91UEvpXjrBgTBZYXDpO3uVDe+jb1HUfvIWjr0w02f9ykoXMPvNGCNwH/OFUGu0rulqFqhhvqshda9PUBZ1ZhOB6Mq3B4EpglOFoO9F70IqFbb5hbMKyVt3+ZVKInMHVC52rymNmAZtPzlNZYA/qqMQDqnproCJvqnErVE9Ckabu9YtGiBJ/RO6IaolbSEAgoFV/wBJqbkn4VZLsHP+yOSatayhksSEBgsYQiy3XmWFtG+aj8Nb/VSpRyVr1WCCm/chEQj8kRJOUhFWGXf5Qpwq4ouqtetW1bXtvQItWaaPRXwDrkU13yWmcoOdavvGCpusdAsWnJX2gc40TT0we1enURsmcBIJu4VCifavi6EKSfmo7MWSqIWaIbh6oYaVBp5gFyFXoheO5OPSpM7KnrO6qojZkZhEqIWCozffqjeAc0B94E0G1rwR7eoyTtVKtN8wrAVkrbv+pR0TvWD35kqJQqyU3hTVaQOArvC2idjvVq2oyqgVX/Sa29RDJdkarIc/CajkFoowOdd3mrCthR+Gt1lzSw6ATa8VZ6B0U1OCGYUqRCBuKsM+kJuZUdZOd0r8AtpIduUKatq1RVt/QLCd1TrgNLl5o4lMI6bcTrKxn0KF5nchrgnk0dFIuaMyi0uoXtEGRl3phvYcHZQVFt9FkHHJqfDjSHrl1kAjgp6VKcAcU0HaSY8EMEDaqs+lUrJWbR4onBOWBUIJ1zqN2R1CeT3VB0ohF1/cheCnXqerqgo+aN6tN81YCslbZ/1FT8qoRTjElF0NKd1nfmQqJWnesnD1RcVCmSgLlCyNVkVdL6XVD5p153ZheayGnMKOA314xvqOKxlD93ugrSq7zWzVsKPw1v8AXmOEJriLqi5s+K2gGCB09FOmCOiIAsqAtE8AmoNulZorat81Aq238oVgoodZARRtnePRaNWmiYyXsddtNw3rjqm55+KoyXMtXBwX7uiY3pEl10q0KV/u42iw+SprLaKlb+7ZxVHZFsdV0gYIAUj2e88jE+KzVF90DnZGE63K2B3X1WPSqShmpPS1wqanQoxQTj89F2eKcPBHFUY8kcFlfchg7VSmRM5wpvqts+oLZhWSttSfVzCbtzQh1IuvCYAA3ghjGHerLnf6RJT6SEyl2YG9bI0pnIYhGYaJvTnFpaezfEp14/RReDgs2fpU2qyKr/pdUM12vzLIc4HGsCEVmj8iveWoqu81s1bCj8Na/VQt9Qa5OKi050XBuqY9vSsaHyTnSy3k3XinHoB3VF19yF72dlxGXeh1xj/pVoNvaRfd6oVWRU5Z1bVqgVbT0Cs1ORMR+VACyCbrW9Ouc1mCF2mARN7+zGqgWyfms9RqqHk1K4tpM3xg0aqXYjFA98JrDapHf4htug9w6PcobRm+Xhwzs42bkfdF6d9+6ILbDr2tP5gInejFVj0qtFZptwQRN5qsoYprpZa7St3u/KmCHNnrXYoX35q2614qjYC46lxw+SmVcovqKN4W1o/qC2YVkrbUn1LU+lRuQ9VcqIW41G5UtAIJ7NIJB8gqF76IA5g3Jri684EraW3iRE3KnaGH8rFRUJ+8jrO04qldaDM73XIHHFFkiEH3aQnX8FvqhtV/0mqOkdSuwOYf3PJji7juXFcV8S4p+YPVVP0qN2k9k7whXl/VetezVsKPw0qOqg6o4pgtzrCe4Bjbh92zL5puLwMxvX5VxXFDxVq0Jxk3qmZs3PjO6yZWSgc3atUCrafoo+SCa8996ANnwR/VFjHOHcCm3pvujHvqKOI1JTTMtuVmXHLvK5GCx7vfJcXn6leLJ6t4i8KyRIaJMrfpkspRVj0qtI1hqeZCcQXcJUdQaobr1uXFDVOx0cg/pu1F1n1UKLgvRXKfko9StrR/WFYCslbZ/wBSHWqkAK5Ukta73XZfNAQT+TesZGAVI+1dqtZXGr3HKAGN90KBtD7pQcR5VaIZCqw2r+hWZQ+dRqH/AOnoDi93vRouwzJo4c6luYT/AITtypL6J4wIqNXzqkLZhWwo/DT6lQpqbiTnwVE2AH4EcE0mLN3OGYxRpW2Xu00RAAOUqBflzAtq1QFCt+gVmE66dJTmtdJ1cASPFEK2DHuhQLLRlcsm5Ac35hPxjrcNULr0bgCb+K/w6QYOqaR61WfSqVkm41uox0chiovfjY70TMnmhUkDpX2N6DDSNGWExVkhgg2CgttR/WFYCslbd/mU+qRChrX0Zz3hObaE9g5oXFw7XOGawa85qLXKDqBoqJ0W3dp2deq03KwKv6FRevSuivZQnGkOXcmXUbMg32H+BSnGjfleuxSDtDVMIaJdBM6LcZVm7RXypWzVsKPw39VFRuVG+aQjqjcU0mbPl7DI6FDqOOMa8VQfux2gMUDFRyq2rfNWR5KFb/lCipslh9FQuB7s1TtijB7LhonG/nuPSbongXs/5immAdyov3TE7LTT5Jzr91xqsmqUEW9LjUe0cCqdsNyDBgnGSfYU/Qa49gnBXw8e7qiMsla9U8xVtqP6grAVh3kttSeZryXJrg/KktfpC7ZBwHsBmmiDPaYnX0dGBi5Zb6oqsetX9CoqzVFhrSO0WDGj3RcKyb3nIJh65MSqNtp9Gb9o2T02qmgNDb7zkVE1eqYI5PT57mlNOXaGRC3qKpWzVsKPw39VZNX9E7aFk98Kll3jVhMGOexwngnWC8jS64pxDrt9UCrat81ZFVv0CivldGY+Jt6onRGk+x6zU9wEjFAWY13rJTdVYPlVKKNTL3nQDFM6DO6ukALXtvF+sI7ih26XozwC7bxgOCpG22+82cjWxgY7yWKBlHpNQbDltqL6wrDfJWT5LbUn1Gq0AqQ3OHZ0RbaaTjwTia3XAaodkrcv+5SdHwlG4OjoWuKbmMCMj4K1B4FXOZOCDohl9moNqsVf0KiqFbdI1wrz3b1s3uaeIyTeUMmJuHSX2M0Vp3VL3udAVDSOe3c5hkAKitNc9w6wm6sG4jJXst5lrTAnmT6rZhWwoH4b+qs1Nc2Xbybm96pGMtBQjJPdC5FcaMtHSaDZ8VTNFIBpaVJRClHwkSqN0Ujz1WQYMlMo7cz1hu1TTZLt9bZEbk1/Rq1q2rfNWR5VWx9ITRPgsDUKYmjOdmy6e69F4XJ2F9JqbphUof8AZqX33M7J4hWi2OCZ1joqQWmfmGqmLcXJ2BIuqClu14QshUKg30qko3IFHVWLLuJuRknvvWbshxVDEncUAXWaTqwPdlcoo5JDRNqclSGzRjfjgmdbcgJJyAzTQTYfhSxjY4Jph2471TsIhUt494dyyKZ5Vbai+tqsNVkrbUn1FBWr+C2nQacHLot4wL1Sva2dJOKoDFLTHraEqlo201Efyuu8wQg3aiMYxtIFrHPLbxN15Qsw6LR6TWu9UBa2d8NbwTT8068sJ6QbkT3VUYLZ4hbd33jviRCs1WB51f0Kiu24+XMpWljzpauV33lH2om8+Ko2dG67aAktd81T0raSnOnSBIVG3pUkRadzLbx/uPN2YVsKB+G/qrNTeVA054AWP5k1jQO4KEwyPVUga6kd7otNLlDWULxeHNCPIKOP9EKn/aNikdmW25s/JM/ZZIbN0wF9o/lbW9nomU9qjduvuqsiras81ZHlVaH0hWDCyUYzmh0WMHVZOaxceK5RRkFwxDouXJncpc7fAbHijTOVo/UvsjSeDSuTU1HR0TAIgAxJ3lU1FRsIi9jjZAcDuKbZDeEVOAE6QsjVN9Vn0qn1Up19VM5pAOIvmrlPLWikcOtZDhAlNo+TMA40rFRcibDRmXMkkrk/IKWlAytiYR/aRxyGzpLuCsUkeCo+Qkvj/Efs7y7vW1p/AvYEX0bp3mySrYTQ3Zj8tTgpW2ovrCsBWStvSfUnVMfM4O7kCTO+79Exwd4KlYLnZX3rk9BR0Ifk68vn/fHcm/suQRl0QmU9C17veEraUNFRWrw37iiMxrevsFC63AzpKJO5VRNpoGO/vQiisjqxRgM9KuifNW7WzDULlFWzq/8AxKAvQqtO9Oa4tDrpuvVoAXXlrhep5u0pPrPMlbMK2FH4b+qs1P5SBSjR3YP1J1G0/KpzgB3rZM+1UulqMOC5PFNyZ+jZTuQMsuGBIBn5r/xM/UUP2UfRfaP5W1hi290ZMvuNUVbVnmrI8lClv0hRcpuV0lt0K00OpD86n+A3lcntvfRzc+LNob4VM8spgP8Aut/VWz9SPIYHen8qbZJwPSlbOh82KGfSKhPkrZjgt6tgHwNVmq161YFMdavGiDg1w3pgvcbh3ar/AMQ/mUcl/wDvMX2Kj6Nvp/uvdTv2ZTCTcL9SnftC6w60P3dJonNdEOEr7DNuf/KXJRyqkcJ6TiCyA0Zp9M2AcgCB6LaBWWhv5hCzqhbaj+sKw3yVg+S21J9Svqa7pY2Y3qTa4wKqWhDiG/4U4SdVyKzS0NLiSx18T/zFD9lgf7QttQfWhyqiu/8A29AhyCgkf+pRL7VR2uPSARpaWzZy6RQJCFm3Per7wcFtcMwrANViqD5FOCJ6fim6doK270rPy46I4OabTfEKlb94yemx4ygrGwXWn3ZWUTDqZ1xxxATTc6MuZtH/AFcyVswrYUfho9VZqc5p7wbk1rAdw3om5NcHeC5VRtbymhJAcxwjLuXKRY2bTNhm9NBsW8WWsYTuUbfvmYX2F9Cwf84Knprz7uAKo3Fs8Kg2J7lT8o6IGTROPGqKtqzzVkeShWh9ITWElW0InehBfuIqe1zAdCQqGlppIB6YfGG5DlH2kDNouieK5UJNDGL5EwqLkcYG4kqnphSUX5YKomUYcdLNn9E4Nv4NAqPUGpKo3TZfmrVl7WR6Inyqs+lUlQYV9RikCo3PHKA3rTN1yFMaezm3pXTxVOaO1/6bg/0RohR2coDYVJyIsuytZqh5Rt5n8rm+q5RgJwRoNlYm7q2VR0jw8TcdpH6Klp2mja3PCVtBKaG2PCuytrR/WFYb5KwVtn/UnPgIG8IxdmZTQ1+9McD4Fctom2XNvsYXFPYKFgf1na+CpeS7D5C9U9NRR3OTqejpLTdNhQj0VJydlHa1LXMcfpK+00dJ3NlUtAH0f/1HMvHcUZKeY/0oTLYuJVtRHdVZFUH6SgE7Iof4moQe6PlXS0Ja1+hVIKPZ5nLpbls6OlNLnaeHXKmbTU4pTfZsAQ1PeTA9xkl0cQFDQ5mRkkGU9rKQDS20Or21J9XN2athR+Gj1VmqVRucGjP8oCwIzmo6EhakzW0ynNvpR7xxICJk1U0knNF9q/fVFW0arDfJQrQ8gnUZQdVSUZNjRNeY4IYXoC57mAuHejqm4WhIWFlzBcNBonf/AMUp9E6AILi+OjGl6m7gnuAVE5kr8tyjtGUKrHpXoohOVM1zGE9l0XfNNc4EDjotTXRNsM3DmMcHDiFYsg9m1EW41VC00jnFUfRNIO1XHqVtaP6wrDfJWStu/wCoplJh3J2iHVD7wohzW4DRBxjgvdxHzQwbkO4VNMhZ9wAq3If4ZOCcQFsz0vzFPBcDF9/BF14QFVkVX+RUV8mJc0e+DlxTTBB1qAtOGZAyT6JtG+iJtMizExkVRUVE0ieiYtKxSUNL+Qu/uqPk1I1076MyVZYZ1fLrlLQ3cwMbZ+VbqZzhOYQrlbMK2FH4aPVcEU29UvKBtaKJDza9U7700G+JuW0MjTD2DmzYtC3JwuVG8unKxMoQ3w5m0b5qyPKq036QtmVa7PqiAFyn7sbs/RYPjzTyZ8VHPH7tEdbTP0TcXuwTrmvHVKmSatn6VSUEcd1Tb2jtE5QE7XM6o89lI0UYHukGSfAKZ+0TloqfCk9OZRtxW3ovrCst8lZPktu/6irUqEb5G5Pi284XKyHXdpv9uaTNbutCoxdvKobRpaMu6ZaYjyXuGrOarAqv+k1aopsEFMb9/QtxdZutgb8VomGeO5Us2qSerPujJA9LeqWkt2Z3D9FETnCaQbPBUjGCjohi14aAbW6qjvaDcaR2gTOjQ0YwawXDmSPNbIK2FH4az68yjeHtgTFkyvs8ugX3tvXKHl7H5RoefRi1hMcUaUQZ7gIXKWNeyPdcJxriratVkeVVpv0hRerXSnRBoVGJsnVPBFl3BGleGjSHnBRzWi9F3WOCDAYZvz70dR1k9+O5A/dmMETf51WPSqatamnuT8kzEaHTnu6xXJmkyO3wUy3gi3pcaow4hOvcvtFF9QVhvkrJ8ltqT6irLpafSsXuAzhRZZOMDBdoDLnblahsp9H91eOkYTR0hPQeNyvip153NyqsCq/yKKsjvTcN5QzXabkQjdT0Yxo38NPYUPTpHHtRkNZVFdRsGY1KKdkoyQJUjzWyato1R+Gs+tQq5NROfYjICVRUVmiom5KS6hpCMaNxMeCc7ot0Ce2ZGW4763mAqSCDPZVLRuE4kmFyZ+2LM8brlQRYcW2TYGAQdEnOqxVtG+asN8quj9IVmpoTWrsnMFGkw0l16dRNcW9y3ivcqdwF6F44IPb96cQLrlRUTvs2AtXXK38qpqsVXrOqLuKLlRuLhouWucQ/3XG+e9ZEc3RA35F2cKzDd/HipQFQFW3o/qCsN8lZK29J9SDcUYk6rCV7pzURRDIFNBc7SFF8YStQFwXBUbZJi5TFQ/dmerosLRV/couGRRMRuFVir+hqCA6u9SpuVJ0aajPVLTnGoVN0hHY3HnUd9K/KMxKouiY7cZnVG9DmSPMLZBWx+HsIHCumBoeUThZd0b1TS+jB9yboTuSMsUeXSfST33KiMNkXT7vom9VmLQZxAWLm+7KN4kqh6bbWYziVyTG/pPB6UfNUVI2xJm212JVJRXWsLr71RNsXCA6wInvhNfaEmLxN6BUYVbRvmtm3yq6P0hQrSzKZRWnScpH6r5FNebPimtAI7k0jpuF/inNBuNy4odaB0h3qi5TROdF11oT8ldLJ68AX3K7xAE/NMweFZufBFWVVj0qv86i1AgqZhYSqLp46ZIdk5j+q7cQIOa9xb1mWG5NdBpDegTtWaTFn1RxQrcIq29F9YVhvkrJ8lt6T6ijATb29yb1mg48VakHdouydCqW5ztyZRiPzPvlFrn/5QJv7k4xEfNDcMd6pOs5nub65vWKegfALtGqxVJ+k1SiDDh5IYLM1UnWBxHwqVwQ3L8yzvTP3rx/ivzv0qsq8E99WNVoeYWyCtj8PY9ag2otkea+zton2T0i6L/JcnpG8n29I6H9G/wDmVPS0b2Pb2S5zTKOP5uKdi3/DKAjZT933blEdD3U+jhl/WIulGw51M10kNa9pJjgrdG05EC+1cqWjbac7EujpfNZ1AqVtGea2bPKro+QTm3VRdSPwXKeTlktdBbDmu9FREtPvlY1OxlOAh3uqkPXOmgT8Z68HtJhB+ai60bm8KncoYKQ7pTQGC9uitmzGF98DhgrQ9arPpzKMX96eLl7wWbFuwNTybTZTSM8Qg2Iac065zcQEbyd6Il3+XBF1yAvQMOBRyFXaW3ovqCsN8lZK29J9RWYRuvTfAgIZjVTe5oQcbDtyJ6QRozR9xbBTD0t8olz+EooVP+RWCuTrk6+ULlYqv+kqVmhmVvWe5X96HMyXHm5SovUq0PNbNqt/h9n61WUU7onvuRIpuU0w6TaOR1Sck6kHKBykGLJgZ9y+zGho6TrfehsNfO43prpEmqMNEXXjcv8ABcBjRZnxlN5I9u0x+9cz9VT8qpGU7uw1txFrJMmI0yRqiraN81s2eVUDyVjooIi5oxTSJBkFEIYvdc0d6DQ4ht/gqMiRrU2NnHvb05mydRZgYYJwJbuRuUTfvWZ03oHC2YVkSSi6/dVY9KpTWkq1J4JswvdN4ThgMlvN8lOWEqOkqT5DVZnM1lw86nFBtuqfRbei+sKwPJWStvSfUm4rJP6pq9UFAu763DCuEMFRkyK8KtnVf9JqGO9QgZR6zfVMRxqx76gm416VArOqR5rZhWx+H2frUGIFBU46QxTmlsRkU2jfZOhslOdCOB1CdNGP1TTegwOaDoeyrPUaqS95Al4OoTGgS/GQtK81bb5rZs8hVDU1hhTirQFJgTjeO5ChdhAggSmusjdenNaTTggWnFGhufN3RhEhuwF8jVOIA701gdSMy7kGwQrBT+WFp4dBDkrLNIMzYB6SY++O0GX470/qqwz6QjARViq9UlypBcvWrBYzoMRU2YT3HzUWQjVj4IFaKc067uUp16+0UX1hWG+SsnyW3pPqTnDDFTrgm4lE3tnJeuaA1Rox0h8TlAk5VDBUnVUYI3LowpIKk3KFj41bOq/6TViUFP8Awpt7Xao46k6IYLVYTvRU+KIUo4cUMTUc65HmtkFbH4fZ+tTjZ6IXBE3XoGPCrZP+lWlTD7oh3UFqLL/+ZoMe8UpdAa2MRvUmUKMQsT3IAi9Eypq4rFW2+a2bPIVXeSDSrX7spribANwvT+japDFpWQ4vacZTWwN3BNuWhvR61LElvwp4AsduN4VLjQAa5pzOrmJVDS7Sd5jFbJjWun8oEpwupH9qdE137xqhe96VWKr1ITXY1Z1FrR8gmjPmWFF6OAXlVEWR51ab0OruW3o/qCsjyVh3ktu/6k4QN29YmVHR071SG4M0Wdu4t4o9aymm4u03JrvvL8WonroXBB3RDjhvQut5J192N6JxQJklX3qIg+ddkVX/AEmpvRMZLcFifeTjwsou00XkFZvQvsjTVYA/qggKsitNagZQqtt81sgrYUfgdCVxXGuxFqom0bV4Tm3tAXXNE85oYVG4ncsQi/oOn9225UcFlJN72dpqBvTG4rgn5AZp2CFVGYKwQcCmtANT8ii0j5Jpve3RTdPqmdQMugdyHWccSgItIqz0BEgJ9+z0laZIAWB7pRHUIuVN0wzJnBGOjoqJvRjUZpzcd6CmpwiKqNSnVkRdUa2x/wA+SuaVvQkDiuCmYQuWVRTHh47jKhEaJ7y+OJmqx2rpWEgYcFlaF4TvNHBE+amUXdXJGcd61jBOdebN9yw6pwTGg4I9VkZrK6/govEI5RkuCLYFTDf3gj1qpei61Hip6RjFf9qbip69ydg3RdrBPHSKZIG8K92FUIu/2okTu3rXReayNdofJMYAVRkEnmHd7aw2oZJ2QxlONxzvRF29GtuWZXZDsYTGg2snT/bmYQsyFKPvXFE3FTXaOaGhqGq41DSreuK41BNF99QxOQXFNuK2YqirtMOIRvad1fzR3ryWSFbRhqoPknuhUHRpXYCRjCtTad5K2Ktp6LPigj1kDisqgsIqaYmM1i0xoh0SNRqgY8FuGSDyreza1uJcnAObwQMBWq+HtNyaJXCqPBR7d4hOJbwWimEx1xUC+qPZ2WqhAAbkX70yZewdE/EuyNyJhsZAZfJNuvxQuo6MHADVMu6XWWVvqu4FAyQOoP1QvDmi4HfuT29EDTcFSvAMdlk398Idp7ukUwQW5tuTmdY4tfrPFUcAlCkBhUrOjQuluzuwAU8VKiq24Y71g4HBOMgaJuhXGoTabqCITzLXHCFRiAR2t64risn5pxZ0vFYESr1tg+377fdlNo223W3daSrRWzqso5rVBZwsgfVcENN6Z107feOCGF+PxICYC0WiBx7kHdbRUn7ykZdJ1hNc3DvVoedW19EavNaIVYOGRyVublgLSxwGK1AC91aVSi60KF+IOoKYBRtaNG3652laxGate0m7mEXVQLV+aAZF5OKjmaVivTnCl9E57QXbib00TtnttW98onsCPbWQqWNpR9pp3LthzfJG80LgejqAnTdoUcITsFmBgUTjn4p5+SjpJgsUQ77yuyFPej12+81XTRtwBJT3NLUHXK67cm9KNyY8t8CoqtunxWqJufmOa3B+cac1xBnMRl86zeTCDLUxiUTitnVZ+dyZgW+q1QxuTse5DJSL/dAlHFT6o3s3FX3E70QRUc+YW2mra3HdNW09KhkKtN9XvZQom/MoLyRHW5gRqDgUf0Vr2HH2AC1U4p9npaRzcJqFePMFU4o0ojwUgmMYTRnj4pryL8sCgbJjUe1FEPVUUF2+VECF2bQT4tUeQ4KzgcU1ycpv3b0xgu3rQIK5BSnN+eXzVF1Gp1R6L94Tjacd6iq2fOvLmHDnHCsKFs6i26EaovCBKzThmrXRjGr3lohkEMRVkjmjii6I3IPFW19EMqiL+NcT+imJbU10XotttjXMLNHm3gjdVari5FB1yGZ0WajpcVOfOc0dxTjWXCSg3246TeIvVDcA3tO1XwlcCqbd1XRCe91IRxM+1NE0eafc/wBHI+8J70epPVaj8lmpWLb1m7tcJRxKHaTs0HIvCfHkFpksCan3d+KHV31WRVbPnz8BOXBe6tOdZ6R/OsxVs6rP6Lfoo6jr1RttSLswPXmA9JPeAe8qlo7UThggy6bxKvjCMUMJiM0LUNy7lyeS0cFhOivLUwGeNytirajy50CD3IGQtE/pP4lX36V51Cq+qapRNR9F6cwYjm6Gv1W4c3eviC3V5rWsCBxKL7ThN1lOvC4L4Qo90LgPbbNqc2GKzfuWTlOIwhReW5lDrnerh/VRJhUvUJ6snVP61m8dyZ0mRoVaJjvuTXqjHdVrU29rvdKwY4Yd9VkVbT1QHS3FG9p9OYEPYO+R1Qq2dWz9RVaie9PossrxkhcZqNYuBJwXvZ+Kdic0cSM+KOLhiniHR2uKJ7QUK1CtCra+nOizG8VCjLZyvhYyg3/fX2bkT0N4qlR51TVNeSnmDLVb8EdDz56Ne9ATiplhozHAJowD/NUryXGZsbq7TyZ4lW45rd4TnWRSZVDD29lqomeacy7cisblotCn3NfonkWn5xuTbpQuKcIJTif1Q6yZc7fvQ7PdW/BNdL3jAd9VkVWrl21yeLT8rZmQOcfYMpMNW1WKtl6hC4rbH61ZEo5tTHXtOYlQ24fNMH3hjFTdcVbm1HZQItXZKL+KLIaPzKXRwyU9PgrasnZD8ytWm/orYq2vpUR5JjoWNXz4rUZcVpCw4HND/ko5LdV5KDULQpPQ+11WNh3osJWQ1VryqzUcy228a3oYudmm33Yotjip6X9EwhzmtzAiUANo6kuT23qZ5kXEIgTeqO8OKcfwFgJ8eAUQmEW98wmmyRpU50QNENUD0eF6k3lFxqnDJbW/xqCxCBgI+K+fjVZFTqSI70+Djkj97yhw7Tjd6c8VCoUbvGLk15HzqJd5VWKrH6IXHeto76lZmyb75C3czgFwXBcFqEPFE2YOq2kKjlzpqLwatr6VA9ZONorTJNF5QwCN8awuAV7+83qOkvJedWqINT5D1i2ufZnVDC+4KZHHNAc6cCnC4woizrxXBaJy3LVb1kVfDnXShSWLtNU9t7TkpwzUTCYcTzY9nYCfHisVIluqpH2rFQMkppu1c2cVs5BVo4bynkxdNmUBHVxxPqnUbneAVMAfmjjHAIkR4qEcSqBgssOCJiyKrIqtnzQ382ZTQrKj1CFdkhOcTVaKvVioAwh81bI+as+oQGJwVs9Np5uiGIi9eRWv9E3pNbkSqJ9ofmWENutcURIQeKtr6J143VRBKcbysHu1QdkmC5WhP6pyjpLMLyWSOCZg8rJXotrnmNEpp6Dd2qbUWTPchcRuThMVASB725TabOTsCvRBNv8AG/mWhzRqV+USuC4L3XiITc2YIYnWqegDkrMG0ioiBrzI9nYHqjiB1m7ws56yBtK+z3JmLU4YpriLfvIs6J0TutV2QiC2NxuVuyJGAVwhOiPFNROqppo3x8vJBSrIqtnmBtruTHQQVCf1maBAIibkVmjXZV6vVitq2pJ/1VaLeves3Lgt60TT5I4iEcY1RxCcJahpVgrYq2nojE6hN7GqBv4qybKdSdGMRemnpCk7MiQjSN21FR3myXYqIslu5STRgjAI5BZirs1drcm4HNZblY5gyyNZEeKdRtvywVk257TUKZzWx/lQbhoN61TS6RqyUanunulEY7lmU+OZtBhjgVZnpFMy97es17/Yb/VHPqt7k3EMHqim9JPyIsuU4PvYf8yya7tcDU0SgYa73lpN6b73Mj2dgeqF7Dwy705hc/uWTk0Fw4wnXcVAPsCqJ1lT0qqJ9GY/5uTmWqrAqtnzTcTWyiKZaa66LRapg3ZZoNmE75KndZAiYRF0BG6/COZZRNmjb61WKrKKNW5NugrgiLorb4OTz0o7JRva4YEVB1x3RUHHzqtjzULajyQIkajNHBXOjVDHgsXF4EBUkWvduEYYLRty4rQrCeyFkdUT1lYu4DNXifVdq/E1XqyeYM0AgsROZGSvib43KwYOkZBTangjiVomNIjOM5UwAUEHWRuaP1VHRjxloWJ3JggHeOZalY9yo7x+Zoy8FSCKQjrWtF1mUZwnEWtSmkQGDQ7kReSh2VkE3BwRusFdZ1H2qP4VNljzj/mVF1i3/EITTgsBJ6KLZ3e32Y83Lk3Vb71IosAoO625FsHjZqAwQwA57RBTtV2mp3SBqZR3fogrIqLzJRxGqY2WD3ipxAXVl1yys3CdUc4vXBXWnR0ky9k6otTzDSrAMiujxO5NADRwUKzVCCA6MJmJ13L30ahzHYSnX0TtNy97KFh3oBF580YTXCra+imroDuvUXnW7qjjghg3nHrsyIRy03KwBuiFi2sWgRHgoNc1ap4uV87pWKdc2jGcqlM/CNK78MUHS/VYlBgAGps3lFsHuIPosEOYXi9TDHenBNILo0VOJom9mjGp3lNHRpBg2fVHtHmgzdgU+4s4Zr/Ho242febvCazoP7b3DDxWL3LZkNysP/7k7iqJkWtSOZHs9kPNyNqkEcF2lFoNGlTc/YjFTJQ+aoX2B5+qi7iU68uPkpVkVCXCrPgg0F04nVe4y7xVHe46d9ZvF2qbfOEIQG0uY47lRC217VhJrc2RuOim7goVmqKsyheePsaN9ztQohxWSJ6TtKrLrvBbSra+ldPfyfg0XjyVGcN/sHdE7pzVwYQZts95NyqhOxHBZCuVCDnDwKiAjfUG2Q3Ic2y7ongj1tymyYzRbdOqf1irThxv5m0HkUy+fe/KmAOpHfDfCd92zRsZo3k7+eMCgLDgf0TnA0Z3TgiOsPmSUCbT83f0T29Hv5kez2Y8yg8Mfwddf4orZjzqGPsc0atr6BA3hRVZFW0McJRvEmFfMHRNuTjeqXl9K2lMwdm2yF9o+zUk6melwuVHSWaTe/QJ7qRrLJuAZSOY35NVJyYSNerVZ+6ntRkhoFvFUz4Kj6FIBuwNVmqKqXDW9Y+NWRIx4ewx9VhK3mp7cOH91tBVtR5VUhGKomCjZ8R65H+1E+xoehJ90qkPQIxOvmoUKDzJUK1ajisG+xfeCmyUGFFxReT8+ZtG+RU4blTXu3DFNNljcrlf45IGOfSEB5VB98yDfDb1AIHn5VWOZHs9kPMqJA4ZqFYid8oN+amsm6j7Ua1/EtZW6oeVW2PkE7EflzWbarIqFJ6qLnA4pxLQSfH0qtqk5TSus7jEFN5R0fjhyP7QN3ctvTcP3z19kb6VMci5oIThMCqynAhwUlWaoqoqNvkF2ih0ncAqCX8nGHQbl4KhgOnU/wBlYLrTdwVstFrcqHFxwMqiEnQg4EL3nXA8E248UQmkkgZoHpHMp2SsP/lhbT1UBbUeVTWWmxrCtUjr8byB6VNLR8MnFUjwKLdIFx4FOMWQb79UcNE0SRuiVTXt+HVUFm0/sychU8FvfkukGRjljVuz5s1OjmHqq49y3Let1TV1QjcibkzE8KoqtjyKiPFbHuvapM8arbfOuVHSbVgsuKNDZdPCFR0rm92LfWqxzI9nsx5lElrr7oqHzUVlzi7fZTaUUTGHCD/ZFu2d+URaICpKG0BOG/iqS1ftCMyEeUwOkbhNcKLk50osFkaYSpvhSrNVsoG5Gi2jhxMelTHTcqDlTmg2etQdHHhets/lHKJxt7N4s/6ivthpf8qZS0z4LOk6aVzhfwhUfJ2sdxEV0DvPBHqjQVWV0vJSVYqiHWtFnCpPkKhc4agr/EoT1mj9EaSi/nWxpPpW3d5qwz+ZUVgNpM7DiLk0NNlt0kgAz4oUzx80E51YF6thQFtfReSpKPouGQ1CDR5mqW/UF9pDh3tYvtDPRHlbDR2sbGa2LfoQ5DSfSpafmarStfcsyEN6Ximm8arTROmN3MlC9WruAqiNyxUjxVgA99QhHU1uJs8ahXFVsX+K27BO6QtnAPcoqlv1BWQn0jpO60gWqyJVn0U1B5aN96ijfH+qpnMj2ezHmVtDPAXpqCArbtC45DivtN/gvsjvoK+y+gVh31lCnB+fMDSU44aKL0ALqoUFNLiJVHSAMGN04oUTbtKgZjVNaGihjo4eZTsHtH3RO+MFk4UrUXdGiozagfmI5lIGk7o/uqSTRreoUuUlRVFVHR2fCpxstaBLndy5Vdvh2TgmUrCC7/OhRUkHW5MpndE4uvyWzZ5uX3Y+YQawkFwtRA7K2r/qRxjRMF43m5HOF85VlWwoCNL6KY4pzIooElvHcnNw3yauj9S29H3dEJ9Mw8FRm1QuzFi/yCfycdLKQ2EeRUknQQjZkDLpIdZs9IdytBNcbjmbLYhExG6rpKFPpVKsppj51G6d6B+RVpEsVy6Kur2xHNirat8iqMh26Qn0VztLkLp1qkeYUK2fqUsRAkqx6V7V1nXrIUNE0HfL1ke13oNxy5kez2Y8ym0T7t9kplxnVNxUVuJbSDcbkXspWzhvVHyUs/zWIQ5Jf4Ky4WtOkVt79cawJNRx3JrS7uCpn2W8ApVlWSrZ80YtDVUtCD8zW6jFNY/7dGcCUw0EHXa0jGXf6lQNmkFqC06QnM22xN5sG8HvCo+S/aJH+IwQPETW1l535Khf0TuGC6NobhinCNnrCtGqKsHHRZKTVyZxttGPFUHTJfdhfAXKHyQ78uC2L23YWoW0LgTxXKLPR92J/VcpslruF6o2htnKAnuJ4SVZlx0uVueIQUqArYULaeYVrrZp8tv3qjpXh0aENLT5oqnI6IyGN6JDvBNLX28CSxNY6BPWc4QPNUhcBb7Iccj3qj5OaJwtahU+bL4vTQdpawjNAl3cmutGlwnKu9ARXKB6XBOvs8c1CapEK0EIPgrgrlchjVaLneNZ9aoq2g9VSmChRmj77MJjyKtUUDPqiWqEGQ6oXqzNy2oH+kf1qcMeZHs7C10QEhSiK2C00auWVJRyHd6O++rQFZis9Gq7yCc0N8SE0CONVlWSrZVGZk5phsdH3cvWraN80OR8lH/9TcE/7D0vd+8oinsM719hoW7oFC1UX7OpZdrMNjxKLj51UhEb7MoFUgzyb/ZUVw0U1QaoQ3p/zTSs4w7xgvdENHyirGASF7lILXzxX5eqqNxcaQ78huq1Qvf+Yb03GuxcrQULa+hU3cVZ+7XKmODoydRYE8bSa4j5rfVuW8k1cV8S4AWuMBNN7Bi7cr7NgXlt3WQAB3rRX4VTVKoek/8AMcgU2BdlXo0I4ThViEMTXGScZINY5m0HqgqXpNte/jcnmyRlxr0K4LdzCelwVHROaGZF0XIvtbwXEot6bdERVKhR7OypFkZuM4BUkdwWFGzUotJEHAwg4tcADhrw5uRzURdzNU35pzoE3TFykfJNaI3jVBWQoK2l/iowz4p/VDjgmuKJoqTbjF0qk5PyZo4iibIX/wAqP9D6Mu8liHYWtyNHsGjMAdGT3JvITS7Zp6Vptk2XbkCU4wgWuffAiL0xv3gynepsvd5wrLb64NUVNx45qmMInwHsGnxVnIrfivJDErAD1VsVbSfkpWic2xRNPYdjcph7Yynr8851tFljPd3oLVOk8216I0h6O60nk3aFNja0n8oQzOKi7cVPUKOeS4rcaiET0LO8X/NRVieY4/qgbuConW25THZ71Sjp/keMkwTb7JHH2DsG/lVH0qSDmL4VJcW5RkqGGve4XOP5U0Qfb2E1pfGU4AoZK0uk3hIuKeDtRppHttmfMVWQoKtmqdUxgkReVR9Fm0HVVI6SeZSMfRP3NcE+ktue7ED3QoNgHs71EAZBHsjBFw81ZbCF1V9VkwUxEm/e69N6nFNEHemmOfavbur1CpLzwxTWwFbFRpPRSoW1EjwVFRlwAweA2SDxWLmx1ecMEK4Wmig93NpWw7cdUHHwlOjgzeus4+8eZvW4rMnEqLgsHJzrydVFQdfwqiqR6ro2rrk2zJyc5PjbUZyPvNVMOtiW/wBkLhSfrVs3LYn6m1Tc0YlT+6/LqVSMsUdENTdKc6aU6k4qmaLO5R0jqVlVNUezsJg7oWioR0aDCRjchRkv3ADFGQZ6oQy7J3I5c5pxAlG6cIcscclRmy1doqjFq5xIeM5Ru71crIUFbQ1UQkodG1OSZ1h7yGcXc1xFmi03lUrYaG5dwWhqlWWq1VFUH0RbedVjKYZuxTLp97iqV1/5XJwmRVOCc2SMqs7OKJUV2B5LFWhVtfSoZFUpnyVnCSo6VLAtO3JovpWCPEI4ZVvOW7mypTRHMmrGASvncqPt57lkebqqYwToNyebt6b2d+tdo+dyNciq7xTLrX9dE7r0fZ3kaFYuo6TGdL1Rt7OCNG4DeL1R0MOni1EdVqaZt0h+clWIeW9Vqef3mY/K1E3uiSRmmFsTjAn8DYRJEaKiktetpHzR6Jc2623enX7ymNkRi470OizScFqKhmmXX5ncoM+qvLHWbQg6hMNq0G2WldV9o4XYo30r99T6Mhsqjpyf6LJWQoKtmo4kVUbZs4tKwJdg6MwiYtdklASgbpuDiqcwx0ab00JhmDuVmzArjMJ7nHBTX/UK70Vo+aIi9OphnkSnX6wsw7LgtFkU3XBY2GfqjvWJ5lkQN0Kw+RvuVsVbX0qJwCaFsjJzmymPHhN6d0SXcL00/eUguNmcAovdb6sDNGdkXm9pPpKoZF2BlGsZqTVB76rVVqsYrIcM0Os5DwUSHIdXfotVnegei3EJhm7OsIYcyaiIlF5ayk7TU50Ws78uKuskYgyPkn3Q8ZZ3qHM2Zm685rZWC1p6RkhDBz3TM5p2LaIwOBKOJ/5igc+seATh0JxipqDCWwcdBCAwdcHjItU1R7OwuVPLRPZfGXFO/eu0TcCcXb0LrQQvYTnuQyyVI+Ru4KLgsk7FUT7Tm++Hf2UQSblm0iU5t7N6D7IGWMLOqjGKLhVYCgq2anVWJ4kZKbIjMa96aZTmQH6rGRkqM2qN58p1V3NhSSpKvqP9Fcpkf5r0Rdu3q1NmdERgU7s70/Czit+VeS7NdyEAp0T6q1VtfRNq00WzKm5Yg1OvfBqlXGaxBB81KyCEjiirVVo1eZTOvxORWbkMd/FWqtPYZ1RVNc3Tgd8rrf3Vi1OSo72nISrI61xvvvUYikVJdj1bOiE3670B0CdBjd4LAM0TWgVFpwTIc1gvtGbgQqJrdqA2B/zBZ1R7OyqCkt+GatS6dy0RJnwU3NCPVYeYEy63vqyKabnBR0SMbSYJc7JTB4qyHUsZjEq1BHCqwFBW0PnVhzWYLt+qc7o/lKOdRFdlUYc4qVfUGlRHgmCCN2qa2HEeSdKsioYTJWfGo4QEMBpWE04q0PNSrYq2o8kankkjQ4IUZgdyN7RoigR3ib0aPHIIGFONcosKkom4q9CVaqlNbaI4J8jktHlHvQrVuTi5Cq1zAmDxQzfcSEbpaiLqzXKwUhEXzqj+6O73e5RfuT6UAzkBqoEdVbnNTHdnAAprYu9U0EDfay43I3/mKAxqhQs4zrj2dlOlpHHD5om5aLa2QNL1lxTOrwRvTT4yj1QgYhPNprhiNU+4uO9Zle6Bcj0rJ03qnbBOm9O/eQOsXXynjCb4RZtOOtVgKCrZ81F55mqdatHMwtYXBTovhXBa2V8K+FOwuxTrzdkhlF6HZE3VRElA1OvO9Cp1IAQrIuHBa17rlxqNU3X1C8VTNRR5maK0moriuKAjuWKGFYqmcU4QUwWQNELkOd23abkwXuxLyiLwLrI3qiF9H7w1CabqpPnzJUioiSR+qBm+9U4LWui8HKO9XucaW+eKHEFf+XSkKzash1uY1KpOk0NOR8k1pNjeIW9EeCu9ajgrKlQo9nBTR4uyQcsgrc8yLlb6I3SnGblMORbDQIuJwMqZduXuDFUYuujo4Jl88FRfuqWIww4r3ZyTXkA7tEQrIUFWijzBeF01bMUUdZUtISxsA570Mi1q+Fq+Fq+ESs7QBQw6I/VUZm6Nys2MRZVJN0i5f831g64oG8A3g6K7O5cVtI2burE65oUwu0UDyqnn2Jb8SLondVr+PddYPVcpxxtImyO+60Qn3uVoMcdRv8VSevOlSEerletSVi2NybytrT4prQyzS4cQp7NJC/8ALp07outPtA7lRUYNxuAhA3f3UjDIItPc5XeqcUKpUe0vTnQ4eqGG9WZWVIWmyd8qkwg3rVBEOJPZbEeaZc0+qGG9Ni1GZKOcqOssS3UblGAblqnXPuvvUgujsDehjom4AJsSrAqtlDsl16GU3mvNQ5bJzoOoXJ3vIGdIQ4xZCcbr8skd64riuK713qxLWzhpK7N8SSuK4riuKtOtX77lbDpnGyHecoXU0Zb1RuMHC+VtZnioHlUHV8VrWIuzhNuPGrHmtPVKPZGHMn2R7WQRqHPkLGVSNhrdC26VF5qozbdp3lUfpdVkm12gmNtHuTLrLjCfgGuwRpNm7fh+qHKhZ+ac7CkxTr7ntX/l0g/VMd2jLV9nYSDn0QrNqW+a7+sqQ3TjOiA+SDqrKmqPZ2Sg491697s1ObdIV/RJuB3LJyxrHonXEb25/NZFF3S4KiugDrNTsXOGqiXQE/pXaJsN3xqje7TgjCshQrZRHWbdPFA3IHMViUOTPKon0l0/mKvk8EDcm3Gtpl7ddyY2wxtkXuP6IU02dcLLQndONBX65Jp8Ucd9TetvGil0xxVtqsjyqtDnAJ1I6zOQBXKGu6GUiL/aWvD2Nkm7gjdfksWO3FBHn2gouUFvDpGoC5Up6ZH66J941TrhKsiTvTq7QRx/RRjR4Sm4OQ5T+ioqaWfNX9cdJZRSEI5spsEL+tLFsg38wICbycEHvROMYKZFgZpsy0iHZK0puFUqPaZ8FS38FxQ7PBMuvQl124Jppeg8e64gJ9FbJbdZulPeaNs++Mk3XJR3JuPHUIkQTgZVELRWU4iDmvBOagIPBP6LRiYTAMdDVYFQeZEpjY6JzGqtzaPuqXsNKwQeiDJu4IkgB+Fy0nBCcF9nehSPnxRY53B2ICM2yp6bk1YLlAt3m5rTeny4ie0i3a0fGjxTWWXd1QzqwBHWPFYTrU83nJX9LVbQKB5VTziC0Jrz4SqLHcD7S1UBfzDghWMt6A79yzvx9gCslNyPad6I435qELkBHeiBdogFFUprhLR1hvXa3cQmCSCJtofeTR3Xk4oCbxHimti00wT81qx7v1X5aQqDdiPJP1HZyVjZw/iL17rEO0+9SLh+ikdXMJngap9rep8AnYr8wICnHLFeKpOtG/NNoiyDMm6AmU7qUtDsLUQ7ugqwJaB17skQw2e0AhyVuWLzlxuQojdm18XIsIJJCaDaDb5Mk+qydksAF2nQsbKiGUm8aoOu3qwKtofOpt12MFUtqG0hvtP/ALpxcS5rgbM6J/Lj95BlrejfwK2fWWwejSOaXA9F1+abmOqNb1g1ww71fFm+1OfBOuAxzqY02aT8oyXInOAGb2agboTHdLhmFSMNPQb+1A7uaLVk993yRM1CkIH+pB7VA8qrXNAR6UZXoth3EKkwHBNxRE1D2FrOrPesgtK3TcphAX2b8k7W5aivAjfzZqpHEHgFT/dlvuu175ReZj4XYrzR3XLOoDohaKKpCNxR61lOETmAnCyC+7em8mf029p1m4DvWzl1qenu4plJcTgBpxT3sb4lNCYGPpB7zSASntBG5bPr5f3XigB94QQ3gpv1jOrNT+B1q1WYhMF9HMWkNUdQvywBwWcL5lWeiMyd69114Ko77O9DFvZ8E0SWjB8YwpvHqgBKsiq2eZnevzBXiAhQOQpaRs99dBg/Oz/ROxjBo4rJObhlemgkRgdUMR2SqEGwdLog7lEizrXpzNqfqVtqgVTzaQw7gsiulPgnT/z5o3HO8rHh7IuRw5pzqDY4EJv7zUwisRKacQmo9bjnzZRTD0SckLxdhVvQrmBwqjmZ1NQwQwkJ5DnRmQmEOHEYKk616sgX6Jp+S90I3Xib1+UQiIRwFUqPaCZq3LguBWl6G5cFOIu8lvK3K+5zjC7Jbkh2lCGEoo46ImY7IKpLrWTeARKsCpziRVuC+FfCV8JUnFbBybTPfxE51vNkSJGhTsCzPjUDFh4nHBEYURxByx3Is6Tcjl4lEL92+j927GKjzTTH6ltmqBVaHNgu8Ew4ql65GT8z4oDzWMuy5vHnWsEELpW5OaDXGCcTZO+5O625EYi9R3ws0PBa682VIQ5hqOuSmZQUVblwXDmi8hHAHSrBHmiqVHt+C4LguHP4FcObOi+FWRzOC4L4QvhCsm4L7O5Gkfbb7196umjdcQT5oXmTJI4Jow7R/N34oXX5dy0F67ZfcpHRc8TvhCgDWutiTSXoNIewPGBESN4Tx97QnB7d29AXtcIc3UdyC1Vq8nROzWq2xj/UtsPJQKrQ5mZUQziUew3NCZFm9axggMFpzG+8syMKjWXX6BHFyOKhNWidgEcQse9GRuXac7shOx/siwyN+tcqL65Ujz9lFW+vhzCsvZXf9B4exsHyQ5O/yW1pPrKxKpuiHSmucbQ92f0X+JSxFyI/fHIo4htwQuxUzjqhfcV1RPWCHXoJ3YLfmslAkYYJouFW0MO3StsFZHlVNeqnrZIYDKVkVEeFy4Yo9aLgspXoplBMmSLpTRDuKPMJl3BBQhNQxNei8qhgrwTop6/PtDz9kUMz7fguC4f9MsFfZyIHBbR5/wBxqb1d3BSG0ofhAuJTTDg0Rb/otEEW8yQ4kFUV7XC7aRj3qiMF1IMxxRcTuTh4LM70X3LahQPKqRGlYi7VNNwwwXBZQuK4reF7pN3ggLnQsfylaoOOGYuRxWW7mOchiiJTieblzH4rII4hARXFVofwRYPktg6UHuv76nHpRkEwDaUjcXUmfzWS10Q/eUQMPb3LAdG5A3gmaU8AhjTcowO8BB1l9Ez925utQNyBJp7ODt6blvWbslxW0HmtsFA8qrQXZemiXHInRQOim6YmoofNET4ZLVBdl36rFj8xohideCN/ODk8yZCNwQwnmt5jLwuGadhuUxKdhXKtD+CNmfJGgdfuQe76kEfu+T2tUSSeJVEJp6d1zWDK/VCgNM0A3vs4xuUwHuMB7tBremctpaDaBotECICuf0icHYXZSqYTRN1zVGbLz2WkalUdK1r+Vs/wC9rYn8t8qlaaSgLL7TImbtBiph0qy17TMWpANyfdtMXXDFM6wOD2raT3LbKB5VWlGSCCKYekMlNROKBwRJlmiyQ6pzTbn7wiEWzjzZxRdaR5p5pWqa91goCbKY44rcVClWh/BFkr7O5bR/1FUhDfmm0e0d8ToxqpeX0DHEe6LdyH7Bc4DQmb0RRPIyLjBvX/AIvyg352WNVG+hYwZNa24AaLZs+hct5fSOpni4u+8iJVrk0n/wBChWy5UydW/ZaRbZ4MjK0uTPdDZxopuKHvXwVpknGD4rbKB5VWqtwW9bwjiN9QTVHiiL0FGKcFJLfkoWU8yelvKIjvqz9nJMjPNDou4Zyj1gNVrmoUlWh/BFlyHJXbSczGS2j4/wBRRpR8k2GxpCoph7+24dlvkv8AxOij/cv/AIfP8ybQ0dijjrQ0Qj+1+VX6dBl6paailrcWX4FMoGu2J/eXMVHyqlcWvdBMUnZW35MH0jjdAoqJcj5JyjZnJ88mfLlt6T6lT0Lxf1Rdcm0hHcsipuhbZQPKprhCduyQaXXjRUUm7CJQpDRzqMqtVdfmWpvScdYyVEfu97RkgjcgmnvVHQgs3mTim7kMeZblh0Koz053LAIoH2D7gm1Uk3b9Ub+ZI/giChyRwte/dijS0nSPxFB4g+6PeTjgMuK5PSFxonOs7UWie9U/KftFhhDtm1oumNZWy2BP/l+6uRBoov8ALgvt3KHx8TWL9oPa+k3EGblQtsijk2SLNlckpXUhsuItWnTC5e+jpAZ6thjWfyo8lp6N2pt0JYPmVyiaZk+643ImDOcp7iRC4IEQ2PknU/V0UDyq2gBMXJoB4IPv3hPZhxV73PGFonBUbmD/AFOhUQBPeFajREsaO+f0qc7FUYaW99ViUaPoub2DLustEDfv5lpWYwRjFahGp+NbsKwnCoDFN7Q05kj+CLJX2U7JW3eaANq2Y8E991lpVG6IbIJKozDtpih23XAnQaqidZOuMLZ/aGURwsntBCTFnEDMbkzrRkh0DZF9GdVT/u3js6sdoQuTG1yd2hGR3JrQyio/dYMAietoqNxnONyAv3qZhGmk8VAqt4qO5wVpPo7hmBeqWbJN+OEIU1F9aexpc3Torbx81tGfzKJiVtz8irDPWqyfJUjOnwtG9PHSCN6a6Jra7JY76imgwpQQCtK5AKTWApIomjDipxT22o0rkef8EWD5JtAbM5XIUrobrDoR6tGMhoAj/jP6reAVq25/vOXKANrHxNHqmNoKWka2629xM2tcAqPlQo6NuQApgEz9gCyRkZXJKHlB5NTOAt2DMg6wuW8s2jnjGw19uOBjwXLv2ZtH3CNpEEqhLuUUM9h0wY7hUE0OduzRdVTGLXZTaWJ1KgeVVpYX8UaQeCNG0M03JroadBK2tDPc5EMb8l9oLvnKc2BxCZLeK+1P8yrDfVQdnxTQQiPVWebtj6I9LgFqirCtLJWVKF6CtVao3FW8DgGo43YFObA3VSp/giCtg7yVp4I32yg4OMoMMG6zEJpN78AOKbSUbGn3ukJhCh5P6o8vH/3wh+wG+aPJuU+Tlf4wv/DKbjiuWF1BycOuL7zJG6rMtvKcbDaSL94TjJvXZBuJ4Jp1vxW3z4KB5VWogrrRomTI4Jt1saBPwceynmXodUHVONqOKBlC8xmVbt8Cb1SHEZgaIe9qnmFZb43qzfzdoSCrNk8RW1qm5N6ysqU5sVaIVuCAvaqNxDxwrtD+CIKHJirbvNaGU/DGzKoiXUjW9trb/mFQ04ZRMaMg4Y77kyiobzlcqXl4cwTe5u3BkdyH7DYybXa04r7PynPUFci5WOiTB2Nuy49wMr9nfs7ZH3S8C9fsqmIa1nVLCfOom7enQ6m+J17vCYQxo3EqiN0YkaJz/lK24VkeVVoQGgwoEEgx/wACDbU671ag358FSNlu7na1OWast8yrPNLjO9O6QrNRxUXrjU5BFapgxRZLR/zcn3OnAJx+ddofwRZK+zHyW0d9RqZeCmkNeP8AuszHeEx1v7LkaT9JTj0BowYBYrDHJbkcXMJEynyHOm8ziqdge1ubovMLk1H0ZEWqS20AfMqP/l5zMYqSRwrYfVbZQPKrM2Riodl4JrLJbqCM0b3WcE02WzuU9bmBHM1dmqy3zKjmhygfL2OvMxldUHK5Y8aoqtD+CIKPJz5Jr3eaCcQFyY9FrDjZzKDelyfXeE3KKxWOqR5b0291DZDNu7syBE3qiJ2NjCwpiay5bZWR5VSMrgpyGSdczcqMWXayovadVosk9u65TPeoUqLmK6y1ZBMo2QN8uQnmyrOWq19k28rAwiMVNnaRfCs1RVaH8EQV9md5LaP+o8x3UoG5jU7lhheRvRuD6O8d4Tm22ub7pTr0TGBUw40nRHG9AyGDBp03puAw4AKDZYUx8u0q4IG/xW2UDyqkKLlKGua93s+KDf0QyKi6rdmFfJKg2W8UPBTCgeqjmzXjdiFN4N0bq4kVNq0TqJzC0YzjITph89K5MpC21ncVF5FcVSP4Igr7M76VtH/UVCCJ81shFEPVZNCJCttoKMESIZjHivs9qxZwffKm7oBaBfmUKFLz3WigJDRjij1qUif7I0kPd3wYW2UDyqkKMKwbpxVm7xWgWeULBZYrTct6jBNvKgDwx51pRctUGHvuWPE51ZQtlN+MprQ2jHvG+9csNmhLcWTh4KPFECwdUUBPBNyOJOZKpRdu5toef8EQfJfZj5LaP+o1G5TfwVGLDJ0FVJ93Qj4rrXctmaR+9zl1I/Lj68zCojio/wA7twTtMXcSjSjzW1CgeVUrVZwsELJHylWK5xqhTEL5qIlSfRRzbVTcQrJC7Ll5LG8Tfojg3RqaABZQN2rUBqrrBFxCynRT0nbk3rjUpuGgnmyP4Ih3kvsx8ltH/Ua3dGdJRN2saom84QO9Uf3fJmHtdnaHzTaBs7ib4QNQULNN6z3qL6R/VbwbmtMkEKWPmtsoHlUSJQyrasJCdjcuC94VY4qa5Pos9yHMlCvgj1nLEjRYwjeQjnlchkfVUjNo6j7MbtE3/kJwwqti0rI5n9f4Ig+S+ynyW0f9RrbeTwTOgKV+cZjVO6Ipmdh+9WIwxcBdfxWlZRvpKTMT2V7x1WgRWNX2n+dbYeSgeVV16IWM1Fsc6yYWtR80ZUtv3TzZRFWZ0WiyRxQC2kT4IFkn4iAn4d6fQNY17urGXyQYBtG5vuVHjdiEA20RnnCY4KP4Mgr7KfJB7ujrfUcA4woMx7uao7msGAXKC61uyBXJpcw6hl93gieYVCCyUIocp+VpbZqgeVcLBTeob5CvNGqCnGAoQUH0Uc20gsFmgFlW4yNxTekGTfdhd4KLrWiFG3geio6B0KNxg5ISbr0WlBx/gyD5L7K7yTaR8b700iCRGV6bg4foveAvsrOUKKfElbJwn3uiefHSko4CPVbk33kOUR/uW2arLfKpya2KwB5CpguW0LpeOyVZLqONyBVlNNWiEx8ldzP6IUpHdNQrGFcXGJTscmR8KGJ/RDA5heBXHBOupNpfcibmDAIv80a3va3xP8EQfJfZT5IUrjP+aq0IEqMMU6XWmDAAj9UGDoOMQAqKjiW35QpPZK+ErguBXwFfmuXutch2zim36pl5MQF9p/mW1YrLfKq4IooXG/PROOui4ojJWriNEG2Q3WcVwTrphBaVMn0WSA5gpK8L1xUa5Ligb+CycBdVquCs9Jp1TkOupvPCuamPDvA/wRDvJGgiN+iaXdCevmmmIWk3L31YLdmTBxC2UEhOoyf9tyFLZbcL26ogdnNUWcBFlqYCuNGY6zf7o0ZtR3LVWbr7+5b1oFt/5kaVist8qrSYQ67PcndVvuo0xdSR3Yrpl2l84r7RDh/lcm3BmkZ962bce1chQF8b5aqWZ7k4W6Axju4qla8zpZs/+5ZHUKYuIxqPNtrRbS3jl7qHmgDdneVs7lbEn3r8DxVuA7cjSNbOspoZ8yAnkB+6c1Kif6IDqo6I1zVP8EX+SaerN5Qpb88Lk7I6rQrimnFr0Oy69NzYMs04h1kA3FQBDmqmGmCayxEaJgho+ai4uK/IFnJq97XgvtAkv+JbVvkrLfKqRAqjMLOQsrljhhvTrjAvQ6vDRPYW2vyqj6l+qo+r36pjXgDLpWf/AGrwu0RfbudfMygAOdaWsrit64LghgjigZG4hP3+C/RCL+CiLKc2xjkV+Yybzzp/Ed6713rvXeu9d/8A0q8YbipkOgp5k22rwX5XFbqRE+9gt8r87U7KyE4dlg6O5ybn0bwgYMNW4LgVk0go9Zq/MqBvSvxOZTngmyM8ytqLlZb5VTUK91d98XoZrem4Xo3XFcanOgTzbX4Kap/C/wC8/wDt81qbz8/Zflu+WCyfl/m08v8Ao41EwuC4czhXxW44o4lHdK+Fb6M/ovh/ogb7IxXvArimkm3rxR5RcVZb5VOOPtwZBW/mF0/g4/CjqDX8/wD7fH2x6h/k7st3D/qMVcB+i+EfovhC4LcviW5//wCKFIO2Mv8AKoHl7bj+KlR+EuH+ogeqFdO7lIpOgdodlySnpmw61A6dG2ejhXy+ks09pkvjaMb0DPRuJyKY+gaNo202KSlax10jI6r/AOgf/wDRM5FSU42VFYdbbTcnYL7RuikddwVGwltq9s74I81trEfZ8rUf9xUlGHGzhJ0knzqbDhxB/wCA7ub/AP/EACsQAQACAQMDBAIDAQEBAQEAAAEAESExQVFhcYGRobHwEMHR4fEwQGAgUP/aAAgBAQABPzL/AI4lnMs5lnJOg9Z0HrOg9Z0HqTpPWf7hP85P8ZP8ZP8ANT/NT/FT/DT/AAk/x0/wk/xU6CdY/wClnMs5lnMslnJKck6h6zqHrOk9Z/uTqES1SdF6z/cnRes/2p/tE/xk/wAdP9In+4T/ACU/2Sf5Sf6xP8RP90nP6Kf5Sf4Kf4qf4qdJ6ynJLlkslJZKSkpKSyWckxKOZjmY/wD1Zz+LJTmdadadYnWJ1CdY9Z1D1nTes/1CdN6yn+QnTepOm9Z03qT/AHCf6xP9Yn+Un+8Szn/zuj2jXZHW2Yt0o6P0jM/GWf0lu/0l1TadKaN604TFv61+G3fyfwT+zpZcC1lErwGuc4fUR/t8FrzuqCBFmeYmEa3M0OxpfER1UgzRNZo/pRaiFGpDBbT3Rqow19UZNiHYkZvbKoig9io7Z9I8L0mwM9JdZqriVat6q1/At2YdpY501rE1JGix0zcaMzYMj5nKrrK9PWj/AGU/tcx7PeDg3pBt41yBX8IF/wDO/wDxp2vHSgtebuIi176H9qitE8oS52g6pndNtviUwrAvoRDTenICUNbmNB2qhSJkcEyi4dEBKBi6dHJ0vpgcv+ClTZ5Px/uHjhHKS/BVv0fMGWN8/TCdizGhuIYf3l9R22sv0leCyTZSbbbxMNtcw6zxNXJ1U3+8/GWkBMv4FbWBtU0YpyN6M5Z/9FGY+aNh/O0We1Mrd5YpF9kzTkH/AMrp2MHq4RVSG7+Faq0hSr/GXV6TRB9J0maodfzfoReiQp1TGaGJjczfF5rnP9Ehy6xK9TFQHfzB6Y9Y1u8H1tmU/Y4jrSHlgFmB8TUcaQqcY3cLA/AcQ6zDlZgOUsSlcTlBNUQr9SzxtUrHEo6Hr2AWCiZb3A+IUDdVvovWe6gzPo9cHCYM2ZdfVFQsJUL+fM3qigRTWWcrAQLdOHe4f6rI8/g3Fc52IfEvw/5LeGgMnTzHcoHQaM0nV8R1jt4cytqw13vTOKyN2sm0MF2D4NTur+M+/wCJUJ91DOpHGXEpzEFXBahekpPiXPS972lFoWoMeXl2jFQLE1RhN2sEK1N/adoA3gDPDWkTjREO7GNBtTo0geQc30a6z7jliXMO/jZ/BlZJ6V4/FGkHeVhqcTT8BlsH2msNIp8HqhBXmFjsLraHQZTSYtTGKiJbqE+EFr4HzDn+9z2b4/8AK6dj8T3r5ZqOk5x1n1ZDaFbLe8UxKWZvslallYXxAqGqm0qdOAgyE9lVin0DiIZqXQvPtNDqmEBMigHpBSoIp0Gjo1a/mbAq6y+gcNUz/Y4N4+qP0yHalTA6yvlrrXLLnrG2wfhSGu9PuuIMXH6YaY0PwTBFfccHvNcg048sqKEmjSHAGPF34gkSs8CscmZaUINepK6MZpQtDSUq+w6VvLi5obvWVToSs6zhDDC7ojjQU4MZmSJAVEEc9o8a7YEOdHWZid0WhrDUd+dOZfT7vMCUqJSwgUvdhyh2tym46EbXuTMKApxagguBCvkakBEYZ6TyBOl9+sqpbYrgxBbg+50YNJ6ZaMp2iB5q8+8I3HhylEqmQwbn0mGWhrtKCrB+rFyAuoUw/iLi8BtVFfUFiCbEHFzpftU+/wCJWnHypYELa25TrKhocu9qLa0N590IhaYMsaJibljMFGCmHLLDhjyCsnr7QMAu9k2Z7RGVc0uK5xrcBLCeV3MRDI8I3ieBj7mHHSAGi2jD02s/2TPzW17aTKE2a2tXJKBFMVPUw6+0Wx3bRgjxMfwL3GI5hFjGcCVcRUwfjZZpzFi6QZqdpj65ZZ0YNamOWt2jBDREUkvXiottqeVJn2HzKv1cz2T4/wDK6uzDXffLEsp0/aUNlF6ZTIrS4O8PWa/Uzio22VcyjlqvvKCsU6yuAVenMzyU46St5vrFVLHVuJVCtaHMd7PmHpVNd2a0yDvL13lfOcRymZMsHZPxe9fH4OdLRc7Ce6d+bhW4Wt6R36Nm6aV7kQyNL0Ztk2OszqQ0bXNH1i4VXrGgMhzhD29YU6tZhZN6ZGltIBWKG+2XfiN00F1+yMdA9fQ5YCyfaU6UHPqIsJ1KeJRo9xXuSytv7azJpXedXrPCAel/ho+F+fwFcEOl698vMskN5pLnaKpkHluojfms+Y9YZcEMjs1gC01ugr1il2NObQBxKd06HeKNOSn6LmZosmSGL5gJ09Tbklr5e+TQzBQuAT0GIXMO/wB+YQ1k01qxzF9DYgv6+I6kGXNfY9pTCJzyK6I1Nm3KgsNrISxZzClKdKxOReAGk04ymCL0eW1dNO83J3CkN6Oy46IB2V5Fu0VqtFLW01CKQ6RI+wxFuf5j0RB1BDyCw8XKl07nrfWOWOFZ6FQtgDhHwwHDJZ9WCDI4Mr8sDjN+p/Gu6UcxMeHL0lAbW7N8ZJaaGokp1rHbE1DR8RrgmFQ7afg/GvZGkPk2+SakWCL/AAoi5eP4IJWP3cz2T4/8ro9mfQ6sKK5WIluC6m4cyog+WjrAUCtXcCYLzCyqy8S8rmGgWLJKK70F7FzBXQJqIk0ORTmXfCMvnjpqG7XPSKMrAd5tHQFzDVd4RqHsoJf9jFdPQ+J7R/EBUYAM9L2XcpSvlOERujmU5opjouvaYfM/dOzinIww6Zk6jSoiVfRumE2DbcGJcFfSxsDxpKmQ8fUbvWBYoIb2aulTXSaj1g70EBqgOHDxLb38MBYOEeEcYDMTSHOspp1MzVhXTeDBeV9k5izd/mvx162buk2h9XnzKJm3EyrrjxCnUnGfJEPKkAaMR+fFw7JmiBTij+4zQOHpe/3mFF4tzWNvDF71r5jIZLWGHrUvFA1irOsKkwp68oGE3ekX17wE2ZQPVHGUVasnAU7zNXOkZxEMX+ZDcFQW2jALHYwrp1hXjK77ZOtRaaAPsFwgQIWFuwG6AlVUp4m2ndpAtpiptpnqjVhLBkvaV1EOxdGCJOL1ZgA+hcDPWDBC+DoszmeTIC9VRyU6hTHYaEWiPFaP9QqII2eY/BfO/j3uWuMV56wAJhr5lumjdFtQS0VGs9yR0QMJujv7T1DAigpX8pdV1al9e1dP+ah4RF9oC/gg0IfCFZynW0rVlUmSW2SpQIIDX4j7b3nsc+t5nsnx/wCXQ9p8j7ssA0lfqKpqRADS+k03Q0cpZ1YNBRNG/OjV6EVTbALvleyxsI6zIN3eFsRq9mLNIhkXqupgt3Rdn7hvK+7BLAUr20CS9Mt77U+ZAtMiGhAEuJpR+J8v5gz/AEuVXYfE9g/EdQtHSBl7Ye5NMlw8Vht3zM+XaPQdvZBvmNgaI8x1U/iNXss5PR5Zi7uD4NdZgzeXtAvM+V5D1lBngtrrFYyRGxEqh7SouaKKNoLTRuVjJDE4JKhweWkBwCFXu4mFgrlsHRNxMwBOgy4p/qZriWcJFMsxOuX3ml9UmgK8NHHaPlce9SiIOocva5d03xYrFYmIal4FmczPJ16tbWHHugSsMFhCq2u34jr+VC1Wvf7Q18V6B3o1NantcTH1F+0qVcOGvH6mozpKFMeYAdBr90wIllvCOB+wTH6OGbJkJZBGvRl3JYfYEt7fDvsD1au5wIDwq76kG24RGhuAxiVWghgwYwRjtbRg2UeyWvqKFc7zSTLaj5IAVA6jeZDbHp2InFcRMFVtNMi/APaVZghhw7zCOcS5aJNdug6xzp7PJzDT9L3ZtB5G/CXCFLJSDV+6C0AlXyxygTbWt7ozM+L34Sp7hgkxhVs4PTJFWcVStuR9IErxsesxTXVzALa1RrX37xGxhXPFmYCKnGkfEoOgxoWs+Px9TrKfXvMPu5nsnx/5dD2hrvf3KKbmLv2czheXTXaX47nVpmGqzUmgiolYhrDQr9KuqaOsAg7h1QEpVVWFv7uZYBVKbDWviYA8nDwwKC96KewiJWWmgb9HpNHMgoei0ErR41KbG7pcVe5s8srQvnMYwuYVrwS/aV0/DVlOx8R0ez+AAH/CkvUrd51kRVdYzfSLccq7lVXvlgwt2+9QO7IwUtdI9QA6Kkv6whE1SxUV6Jq+JEQZBi2Y/tiabK1DsTchUw0CnpmZ6pp/1W9WP52LExw96zPqEqBmnbROkWBVPZQX+CM4UNc4cHSpeLgstcLLeqqJZOjr3PsKNJww1VLdZc+vyzI7gmWCsYeh7wT3mBVhkv4V6QHN4/uJRTsb6h7sQucCiVULaCxxCBVs1vBFMRhod8QyRfbe3aITw7l7+LnMMNS3f2mUI1q+io5lCpRdwFtl9FQ0p+MA1zdQ3e4s13gQtEWcP9wzTrC+z4Ifr7SnD/DRUsCz6Vh7wJYtpYnVXcuNjalnqnAwzC/jKa2wocwGXumAP20gTcDgZ3P27coxqtRbI+UhSNWuJRLosakR3rkvsiVrd301EXM25EW8BiWZdT5BYY7NELrrbaLDPd5UXxM5+P3kuhMkDFuZlFLoeEdm7IKi9zaa4Kb2Dx4RWnpLePQAjNDOglS1A95d2Xo6zKqEiisJp1vmN9UCe8VMLQdg8kIlq/clgShsB19ogKxeYW6Sxrx8k+n1/CHtXx/5XR/CrNOQygnKJaKVfXSE8aqosV3WqWzlN3fQiWFCZFGsyMcLW6H+xsqE9AaeswpSLCbBXBooKfRwstMdL7IkBieaYm5Y0XDRcNofcn3HMNuxHfzH9XPCd6fTE1rY1PSX9oV9WmTvFplUmgpgejFdvRb5cykrdFkpTPvD6yrhZg9tZj8DBYWnm1gVbBAajCHeJa3qClI8ymlBgKoZe021xhWDubKYlhamz/EvLPEGR84301nJheaNL8MQ12RvZ/XWWAqC6GIf2ZnxhepYfCw9DSZnal6TmX+3M7sYqAq1QfKbMU0rKa5lwctmuf8AZUUlynhNpVCrbF17R/CWIKOO+8o1iD9iUU0W1haPpKROtOJ4W3uZi1HozLEBabs6xvpFAcHNWoHeIqLFNImuspBPU3XiMk1j1EDTXK6oMugQeJXTO+i4J9txFj+toElZw9hrAcIKPkS8a6i5mvmwQxfWGmO+JSt0wurpLZN0WiVH7kXbVxAFJer0j0Ok2NoFQ1QGBWs7M0SQa7RjxtdAmG1hfwo6QdWdAJvswTYtzfSacmWaml+1wSrosOsmvNbkbc3gZWhjDKxd8xfBj6L+Zlo1ezCyl1cS7Ciy2OU5ZexMdukxjEDI0XoE0jmHMFjbVsd5VsvoNoGPdVl9OxFaRvKrP1hMex+Z9vzPavj/AMro9mGk5/lNS3/qbDTeIDewdIeo9Istkdp1vPcbNO31ml4qviW7dOrTGdstXXO8w1T6xzn1mhQ2wQ6nKF9QIEX3OSoedh4+x5ho1UPOofTMLgGJd2GCmtLHiFI2/ae7ir7GYfB8Td2fibnZT3SdXU3mW0LyR6q1C+AP1APRbDTImNtqrja4N1irJR6lwkY/H9L1goqFiwbjMLVLFmtW4w0YAuCC5pmyu0xIvEAXatTAlOCx0Th7jL3qKiPi4jvCOMpk9ehMjytGQaLpbUVdBoDDgVl3FaAfI0vzzKQNH3aiddZYc3NnrgwZn1Osziur84toXsG1tPSXJlDAMNFzoOsTUrPYtnA5rrYTImTTpqnpD5DCL5m1LczFpvPBbPSKnW1vtLglNzsMDQxb6kYNZv7esoFKWy6NIjj8ly3906xr95gUkBV6Vr6wRlXvYuJBVZl1Z91xn1fBPs+JfCXMxkSgvqG5ZfbheZKkIXr7AztmVv8AjOSOz2Yp3uZsJsHRb32rEz1lses0FVY9q56cXGB6MIhsbtRe5ZGzpgHNyrtx1Lzj9x1oK3KYvNTe+pqAsrg45b1IG/tPpOWP4q2dpkQdKMBaoXdOD9SlJVFQ4KvSCi32oHYXrxNjXRVSw1pBaPSGcR18QiNxhsTfpOZGxoAv2ihXs9oixmvgzJRsev0jIvhCcBVOoV5jgxOj2fh9PCeyfLMfv5nsnx/5XSfX6xrnT+ok4j21g3LjvEyKxxb2g245DoZVVTqkA6Ug2yCANjWxuO9NXehfKMzFPwdsxcnXTa9oo28A8VKqASnK3zCTqby9x7y8rZJYCSnQvaMRqzWBlLbiN95eBWz8DBX0MTEXvFDgqYiZhSvSAuRTEtDe2W9PPWX7l1eWSuMo8FDW0t9TLONEq1uDnebUdiFmgN8llIsW1QeipWga98267iFKBRWVCXoVj1gNKtczBQ0DXMOtdUrR6hwiJJUpQbeutwk4r5URo11iZBusU9BsCo5mqz/TWV5WYlL2JQuaQFT3C/Uq88w5Or5TYh+9vHa9w2NSxy8y6dHQ/cYoPV7RRp3Hqv8AcBhgQbGIe1jRk6RT72+01EJTxuhZS021Vu+Zhsr2tYFszobkM494+yXpxn6v8hkBKsnohrGVbEL5oAdCWMZyMbnrC1Q6fFfzFp0JrL/yJj9nBPqeISzWL1SzTrMq3EEOhBYFHdC+moruxOJVqbixboBrsut5TCIwyHTqqJte+ntDAejDnJzAEoBdTH+Y7LggNF5aPMcuPzgM3XiU+arVLo67wttmOl5se0sMdRPHMXrMXreIq9xA5O0xk1jq7+swNO1R/U3jPcTapQgtUX8wNDZUNFU9KVarqyt3bQPWdj6MbfAMo8ljVG41ZvKQoBMN75lZbVi9JQVtNG0dPV/aoCmZy8DpA1vdsbx2/D9eE9q+Wfb8z2r4/wDK6TTfeYyGWbTZdj3SuICjuXhi28ofWM0TJv2nSFPUq42GfL2h1ABt5A+xC/8AcRKqu5vtejl8GStSI5eV0zM/BFQAPpYi7oTNNPXO0TyfoljUha/tcFJSUkPRrOV6xeem06nrB+xtNTtHCFAOTt5mla3vHqbtTetfeLfeTRqxGME+o19bLSRtWwaz7S3ML0ZOKw5hZASpoHd2+I5fOZLor5zUedRVb2cq2llSA61PM24j6rmY1Ol640moiXhWXdzKcB9pVHitzFHwQ0Yb8BF7LBTPoszmFUbewB09SIeQfDDn7zHDWxpBfSX5IQho3dIqBp93lZqnhzMTuU7GuCaex0emMx4l37D/AHpCrenmRLocfpU38N6rLbuRx0Nrr3B5iJlyOY0qO2KbbovZgCtbYqIPK5RUXAFN4WcW5xMa4fKPcGzvAQ1z6RQNmzpMih/SdoPq7TGp/wBkyNyZSk/lGTIe3eVMdaeEXDo+d0tvMepmpMTee/KLDqQVtI75PMTLaUauP1GGtPdB0ksFSkRVN66UesEml1pUoVviPegAkSjCtUvXATWJZNrMxEuBQ9j0mECwLFmg9ZZrgW6+k3Czo35qJsAYXRKGDnaLif7TiVq6zhd1aZjp5VR5Jba0x+xgsOOfxgZrUAZb0DrMfyzq6/CKtue2tZe2kX0hVafaI4Oz+JaU+I4mmZSW771L9H6+a8HTQZovd5jjSsZZU9HWFz1U546JkuZepy7R4SlNnDHTrj5nt3yz6vkntXx/5WGn7/RYKuL3Q1VtkzPpBdOMIbZe0adh3lo6zcojXJlNDpAtbl+EU0Ga0NcR4rbeuGqNW/ZIBgC093MJo1U6v6b2txP9xdfAVLzXc6KVAzT2/JFlLIw0XrPo+Z9JxK5OGfVdoE1Wu9mssJW5lBkB2W+YNDSmOMpQUsgOWxL/AA7OVg+YoZRSwO8Ry2C+kgtsBaXDFhhaXV6wVeFqG+9YuNwUe41iwvc563RJ/n68ei6mnXJmVmTh1g9my+d3c2qagR1XqwvtNdCymguADnVW0d9uip7x8zLO4GAlXDiDFtQN7rBKZZnRdxlr2GOhcd6LS0f7NJEYe5M+n4VTLg9VFTiHCbI8phXnrBCzQ+B27ae8eFpR7VvHMIB5eLgqzYnEVzg+/BfhgAdOxcXE7CPElgRfu+J9rxAFg/uS/WOl0mh4u4VnHIxhmB5WRF6KuF/VNVJpo8tmkNhuWoJW3aNvpNwyzKPlWWwdM89Y71PesMZUYDbi4DDMHBzBxEQzpNHLR+JlRCKbEjIGVqme82d+iCMODqd4I3ievT3ZUHuyTj9J5jhM4js3nRV12JVuK4aM0x4lAf0UdBHdZexQjMzHD8A5gIXdTswK2LzBXnojIXzX4BA2RLg8g4yXXCXJY33I68D3hr7WsFn97nsnx/5XT8YIyDcyhXkhygx+4A2G8yA1eo/VzURUQhUdBaNnHpN324GsNPyu2bEoV11ifQ80pql06dYwMyWvCqdJhO855j9cl1pKzUxV2Y1iINVpqa/73NT9KmfdTScGVy3uXi6gKL4dYWiFXeuh0SQNQwOj/cRiwZqKawHRQjYAsjK+tC1xKMTpm0M/pN7PqJhHvHCXjLYd+kPa0t6hW4wiRKHVuwC7dYuO5ybjFOjN9tUkf5IiFhRWm0GwDarfGqWM5esOA0vHEVd98wZ7lmgDJdk0xMlLoXt0gqqBWtYWtB6xkeECFDhrYy3Gpkrtc0ThtEfiURrkO4wBDMNZGKL3l+4nXhQ/OJgiaoDQDBUMfNUnpMiZKXeWhYHTqo2fNavzcffRaPs4h+/tBl3FkyaCuvMAM+3aYYbZcVK2jVDr1LfHpD5A7uqWulNwbiXG39S3fPKMBEnSC36Yake1PhwuC3t6jWj4QU0/ELse003OhW1DZFMgMt7MrKEbdsFouqfs/HtGXeK747voaHH4a3Q96gOeED48ses4tj401BoYi9fwsG/xbKsqX6LFbVd4NmBnvUD0baMpVUCqhvRzNZRn+VMwGHmSltd7mk2+89ZpOifb8z2z4/8AK6T3X7Tf7R0Ot947rtJQQcYrPbTrUIlK0zGNMPytCNGsUr8JbYaR1BMw9w0ysNFtaNQLOpDa6t/4lQNQLuTiYoGs1tM1RQX1vCPuviER4YpselLKK7ZPME8hHp1E/ktJQYsGSBkXsLidnELdZ2lYglSsxsVUDMKEKF06iWexRUZdLeG8Hcurb9uBqDjg1dqZbg5jP0Fw74XLBOicsiEtJ9xwziZd18we2xtxJ5MxOUoRLTlozgnCiegdWLY3l5GdW68f/o50gaKWYJ9ierYfaZW4tDw9EAJhflHrM3pN1pA8wrf3/UqHu+ZpXUvt2n2vErkgpXzCOvZ5japevmJaeCd2UUEFa5KfS45UdRXcOmJY1W9YSvwwE7oKiMgGzCAmQnR9dJRrg3s7s166xpipl2w+ExuD3iWJke9aXFvfDwcbRenI3ntGWJ6JUOgjdwf7Caabs8hvaARqseA+pRKERAKtiVkbpi7LXSVNGquLpXVpxAFIVQVFpmsZKlkwJLFdcOsQ0AU2RLKYMFMjSaJqbHxBLWhBbFWeu9zHme0h6iEqcItkuIdUgW0WsusfSHyReCg+/vPbPj/zCu5+0rWPowaCaZn1sfuJetLi29ZULRS9t5ymkLUskoazjWqlJqi0/CPwg+yo67yaOrripbwDBbK7qGfSGa7hFq97kJqz7/hPreJt2sHgJIJu50LmU5b9oZd9HIiO+vpFnJi2NjHiA61Kpr+HBHFiZErM0miNFdfa5W7o5L+mGQADnDdzAIDS7B7j/ZvPvOUdp758zqmolAOVUngQsm0TQ12dodgLqYrV7yz8AdOrGNFoTcl2CSoBlfSI66G62W9l9I0F3Fk5P4QQgEN2JvvmkrbdGERA2JswqiOatzqm+qW6OucxgdiEgGikp4NIaWL+qgB0vyPwIvv7p6KAFt3hBtaB1vpK6BcvKrFeIobw6WYXbaLaTeLwRDmWaRRKqeq4I4DUjSesdATxS/iV5wW3TvTJ9JTOoHUYOxYt6TVFAIVyhizJUPOJuBfTsuOTvDywtUo1TXEyoJfvDIXAlzrPZvn8e0kYO3AUPMNNCVmn0Kg9/n8bQ1wWWLLcOmsFNESbirB4RIM8pWGutsQGkDbARflY4rt45xAulpRBY79Dr7rUGW1iJYlOAole2l92mXNFS26m8wRgzMvRI6jo/CH0fM+m4/8AN9ndBl7pp8zGt7S2h1y9JgA0DDSGsAU6GPaMPS9QXJ5iNgM+XJ01a3K8+Bqx7wI1ai4wntNQRYArBMQW6THwZfFE+vFGlr3/ABc0l9FO1p+mJmUnwmqzv8QL7gpNWbMyBF6ZIvo7Jn0x9kTHnMYg8pS/jF11mTKkc5vYmgh0Sge6ly48PWmmsxiCDUMHviYOVL0pfIeJbuOJy22i4Hb8d8x0jYauzpiUIJusL7Z6wzAFza9MxDCJ3j6t4Q6Vjpsk361K1/GS16xipmod4Ns6y8YJNLynvEk2zHeCj0ptW6wuu0VYr2/XeYatuu6SpaY5LMX4LaS/CW7Vas5jN3AO45N9Iox1HcOy5kUFL2admCDGi9OnW+JSBMRr8ukpTLJUO63Xt1nj92CaqMirmrPIcjpG7ruNVw+zxDkR6GpsytbOO6W3l/DL7rgn3/E8CqA3xt2x+lrp0o6k34qJC7K9JuNhTuHuRGKuLhHolJwqjC/QukN83Rrlp48JOPyyBKj5lIgr1wtLZ7sbLSunxgtbeDIGeJBrZtDY4/lDEIHSE2tNU6RMUPhGaxAL67Sw2qPgMA2xb2iS1zwmKdfyo9nK8M2Wo6TQe0XIqX51cttSJsDd7XcZtDcNe3/bM+NAVZSdoDs0vpQukq830Epbh+GF/SO6OK03XxHPKZiNfufJ+MLHz88+k4/833901oGJ1WGI0L9bwGtmbUINcywMKRQ+BNj3lwLcaYA759YLxTpEzN8tXUyIVrX+Gk0sQLivJrSgZk5YLkKnVFndPwXYFx13e0oGMAUry7LqZ+I+kKPaJiWmPseE385p5Nu1g86/uADC92grCEFEFCnEVAdGsdXog7wvmP8ACWI2fsi7aTXZa3Aqnc+kdJrkdTbJ4goEMVY06YeivqKmveAzb/Qkm6XmPcvRDAfN0Q9ykQxgrzNXtBaKScroj00nG47i+IwjHtbyl0i7mivSHOZqOuOhYYQs2nno/qNyF71vD+xsiINlE2vGuXKKsRzq8mlBfJFQu2GUkbqrElrm71tN6cxCRk8Gm2Gkso4R4F7IpwKEFLK3u04Zy+aE1qUyrriwYwjjMz+wT1GWxHANi7PLLzAy7Rnnj8czk+tT6PiD6m6aJtx1KhJNO3zNtitgzy1hDK/dFBr9IhtHvIZm5KihZFhjCde5Rgd8qBQXYZotxQQJBw16qShjoAzcVy+EAeBGoWOKqtnpNA9uiir0YNkZ4sVrAlaTpZJsfn+RKZWgK0u9eZZN2xZ1mgs4+n8zFlJiZ9h8/g+iwfk2rQJbpYpTTtKhN6ncj4f/AMikiQTqcu2hmMzP4UA58/Ezo0tXQnaLLZeSHLF0k13mctoqv0i+x8/jAycfPPZvj/zUds+X4goi6e9dQfNAMYIeRP8AkRC2N+8qT5SRjTgMFt+29+JXa3dbwvXSPYhM4COMCXE7RGYbruaPD8BU35C8xw/AXBhL9Gazgb++OdISmXj8S/xBg/Pwp8qBIwLPqqcswxDDV8grA171rK9KZscjQvr8RzAPtqt0bynARXFE00z22nvAwLH8wZrSGhZip10wu9kCrVWkNGmMBQJ4itKkUeGWYcubvLdWP7lrcopfhD5N6N25aBr4mRrgQp9GZHuqGwr717Rv8ZYhWH2m0Fj1RnguoB5TT4Kf3KGYsTKhB6YhFgs4DslMZy3SyidVbEK16RcdzNsqNrulOdGTUHQicHtTIGXDeEPkEFZWg3LIotBNbaXcxoYfe+urDppFMiLUBI/g8XoKNaC32uA2cdXMo6DKuhCefxlVxgyfW0s7t7p836TXlbsXCqDFGLoaTQneixan9w4NY321rhtWixAJ7anZtSVT0hageuJwmWxEbwU73TaJnBtSkhplqGmYCo8cN9oWGxKynBNbVr6xoPMpGcVHHSoQm6hYyfEvY2kTDM+v1/GHXhHE3b5cR3ypAZG9L3JizhiMNWe8xA/IZGW6NBy9kPBEARF8ErQvaBDPRcx24tD0QZtl9dkl10ffQtRXDHWdJv8Ak9Zp68pWKnE/SeA3PhfP4YsfPzz2L4/8r/HzPpdUH07/AIJcMLcZg7XDJ466GF2ZfLqHbtP97pDnvxZ3HS4qCtiHeLX0hccay9kmLmEPO8XfJMeNQb0CeWNWO3feo7VABdZdqiQGrVcWcXHxlutcNErPpPbfiG/eL7myfV8Pw/avpM6FVauAjxaFA9YriwpwIwhFHv772w+Ll181atg92OQaVBlMNVU3/wCTQvYYuIPAYViwVOW5q/Gray+1S98DmQWo8Yjub7mErRTUmaNQx3GZKtqh4yjoug9/aUf8CgBzQOsMrSeyBwh0RxOiU6hp938HTK0aJ9BzLnTMmoa5V3qGuJrLRpDaojgG50IwLVkZTa40hTnTRavahfmHHHgxK7tZTIMixoX0jIVfrR/dcdhZ21jU9ZFXAiWL1MnXfiLpH2Vfg0Fb67jpIDahXqzFRaqpvhmmmO3Wka9Jigu4gHl/un6glv2fCD6u0w+3lOY4+MK36EtEWC0rmOoDHk0YqcYd9Q581OojdQLI6EceQs1aVxNJM7uUDmhUxQjrwgeqovwoXGXMstC6VeMfLiAMluRD6ERywdc6fmM91oCtrvqjO/Hq5mHHLO9L9rmtorKmuZRT11e8GlkZvrrK1cTW/bP5iW4slDXtDGpGDTBNPeEdB/UMx+QjT8ZKXZvrO13GWSrKpc1va7nr3HADpiZ5LdbGRsNZmD2LW99H6zj9+o+QqIJR1RnHa1qYRTX/AGtKR1PyK17/ALlPF+Wfb8z2z4/816qiwbplfv8AimTTVFa5ZUU9hDHgbpaG0uULGoyw59+sjXr4l7/iiYuCDhrZ6QdHwRo6Ci3FFl2d1bZQeiVbKgaBuvaYJNVzatXzDTxOJa/EZ9VzNx9BCG9boVokB8Vv+op9DV6DKN6BTZr+ZfyhC0SgPvPV4ITibjSiiMFpNHHdT/c3HgbO3B2iuC2A8w6xla3av6DVIb3YXdY7Oh5lJ4d43KulWcVu7LY9p6Hway4Zfia/uJAQ0p271rEVodUXzneJo4OvV+sNZm9Th4/Bh3GUE30YTJoAGwF/zKQaFOCboxTM/ThiL3+NA5ZVjtGzyrW/88RRyVWOJV1sOPYl/jmEw9iJ+5lDczj/ACh4inegU8eWXnlulE0vtmZqVxa7suXXLVYv1HCfd8S2CIDBuFuWg6Br2NSvvKloON9oPWmhrDiesM5LFt04hAVDWA9gNeIASTUrtUE2hqQLvG8rPVBXncPSWQ41QfkXHQ+URq6TjMla6wF9U4BQDftMagQK1ZYzBLwKC5rzlL9D+IML1n3fL+Ul62KymTGElpWFxWLHOGIdy4dSD8Wv3CYyte8wtaCMSzSKtxkmjyortnmoatC8cE06KCEfSMCwd2lZxLnMlk+Y1ApQbIPkDNYjK6hXBR1OkQV1V5xN2c+psmcPmCvtZYIXsnx/5q6MC/XEstjnL9XDNV8xtSnlUqSpyHItHsh4tWYpWcMXpHVDCvRhX4T/APISBvYcq0HrNupdvkZmfVS8demmCEzQl3NMFv0mHbx6RVj7n6Ey6PxpTxxkjwcvQ+/xNi888vZtK859+pUrtFhuxR0nMrqRNtVZFbv5leZPb4n4CziVjVrhVPSCRBTlOtDLcQoZ2xDRgaqVab3eZoPBl8HMxBzj4ye1ysfEv66OsX1N4OTUz/EU70cuINy4PULp+o137xNc5dWg+UNrcnWv426w/BGlR/8A9FjANs6/YTGuAWwIq7wxscZ+ZhMoaB3/AFECjF+f7lD6ExX1sPyNEQm8HiCfuI1VDogranRM+w06mi17y+rZA2B8sXkpeZSUNsYLdhM1tcVKK0dJgAKNqIQtvIL3mVPlbowIYzTAqF3ul4pZq3Xa5RrBxxLtlmiFoBufa8v4UfbuFXNSC0Jqwc45RQGF3iYNFrEW3OHlDjDctR4Zpl2mp1DhlNotQwZ83bSK8WcnHOH1jDgpIyDkjc9TdiqvtiGH+TMUuJuhRjXeCalXEN1tJPNTqaQa9lWynKZZYMm5zC27W6TQgo1w2kwN/wCgg8l+ZrHb5J7V/wCb1x+Uz1nYKxOkvDvRaFsbYik4j4SFPVnFDoWjoNj6wrx+GWS4VFmLWDwb0gugJZvqWhCmvwgId2Z6xDX0hw7CrjPteSUOp8KC5J34bL9NENZL2W6XjWGalRT6UdjEv0uYH4mktodpb4YAPBjsdML/AJNEU6mPhK4MG8LlFtU3qYXdLEGoLAE1vTTMGDc3NamssgDL1c7XF6gY6DP6EyWbw3M3nvcazb5Y3DerniDl6zZGQXhtppLZyShdpxLqzIbb1XUmcPwtsQV1KrMrxQFeKv3ljVFVNTS2quIUG7dS2B8Td8L53TxUpD7vLzrrzotOSVe/ZrWj0qYeoX2nCfZ8piT0u8LXZxpxXVVRXRbqB16MIufqcnZAFaT5BXqnKqC9QSkwK77PWaTN+aJmq01SuBh0lx3Z03qrZuYoncoeUwHBFjyxELcrreCvdmaukHqHuxntoC4nO0RM4LPdbMgCAOtmh4zCIMe5gPAuk7ortO2gY5V3Z7xfw2mCaxIF+IN3wzrmc5Yilq7FAaByzXV20IQa1GiyoV8px6pb1JI/ctEEb7DmeyfH/mNdv8pUGjjzKFIo2jMxQBZbSt4soJ1OFWzxEGjZ5Q2xAtY1XkOgQtkkU1b8HROsxA28TnrNIgQbsveAJavV1K7GviFoxAXTOhy6Q0xMAQ02sVHG70m68Rt+PfrNCGgs7SlRHAfGj6h8CAG5J7hQJfusrmewxyw+fy7CuXUX7QWwCjjlDNLISYGdLYaihalGlayGZpi/xwxYNsBTqXFTV16R5U3ZVb+07rKQeTYzFEbRlRw1bpH1YrnPEFjaqllRtPmOq7z6HScz3UN712l/1HaIZsqcxyoBXvLHOUMgarHiUHAfDoTu1jlkSBWutTZFPDGu2J0kLu4wOXAC8xWwqOyZ7Obiq4urAgofklS4jXxc4PGO4M9aFeMReby0vF1M5N9Bwgv6eIbuc/skBg6scZaw+8Jm5jdVyyEBbZePiaagWKYSpvKnp6EDiJj4Q102JT3F7d0Y7si85+Iqca1lazCKeCA1tF1SuWourLVZ7UdIqYm3Vo2Rr5+Kd4516rq/U4AqzCczV9oYWbnbMuLXUVZp2hvyku958yhOGHpK7ZVbOp8XCyug94nG9DiUfqtVF7G4MJvqjQnXiqdIlOZr/T8ocjv4BrgWnzODAMdLLyqB+K0bE4VriWONIEI9gHG8GvK+l6zII+yPj/zYr0fMxRbR/OaGjEYP50gFXvlibcxV79mmaedgWZz1PM+dswH1YuLWqXVisHiFgo1ok9HrKie4pzVyiWmFYfC3mp42URwN7FJirFksG6+UiJzC3Xh1OkqqOIAHTxuR+QbABpAAdSg7EMgNLbURtjhSK39aR3Rj+HDWfIQVu7rxjEUrwv3F8MfesjKtE5iGL6iNrG6X2HeUYViPPMDA/ODRAy/kWK5obsKW9d5Bd53ul3APMyPGkbRrGVj0bIe1myXGKmrhlBaWus7S/YL2Gcv82asw84l8RVa49v3DeHu1nBAy+vH78RUdaiM3D6HyQa1B9RDNnP3EoTbRQCzebiKtu61fSokW8LK6NfRGk9ZqlDRiBX65JdHEa4V8Tu5gat6RT02hpsYDEaUueG7BjJWKx6JTDemnH+S1rtOWWQV2JS97iK4cWCbLqLfrZ7ROrkH6Gyfd8oKerT7yc7xDjr3ImNtC6Qlgas52Jl+t4zQ+XzKGyHWt9TrGGnGXPJEZ9bvWV5beIBV0dFL0IzlBUXjUMweHNzRjsYjcNUdlZEoBm9XljrM/UnwhaYx34zAWqBRTTmXk7bboSqa45PBxC67pnpH2Zr2RhBcl+6k5UtL0SOZXzuOhTJTHllR3HNumP1CFo5U6t9GN/nLJs6ErVOwuOIJVFgLWnM0Q+9hYGFal92Q9IgIM0LuKa/gzPYXtLtGfQbV7SmvEdYfZgUeNmJ1rE9dCf3efxT2R8f8AmwPJjLpWbraaF1tODSNOwzMETpUZEWBJMsr+yAwo+cDpVbMyipdMaQNsyhFizjRw1ixAcS4+mv1ih62gHbyReTHmxbZjmorwCXr3KgsmhyYONG4Q0TBxPHZW8G1rNjplMRrHRDC8mrbjeUHbeaWVnH9bZMG59wzV97T1UW6gdrKl2LMy6BSTLo8Rqdu8sB1RxPB5il5rUic+bY3uEUNid09wVpXrNTvL3HXEoIQUunjuNzSW3WQzdHJiKnUtfhc0ysLh4M3N4fh6MHW4GWBhnEftcOwEWR9ot6JjRsekZUNIkbz5XywaHMTR2/OGB1C4PXpBHvwZ6vk4lxY5KL6kxZL3WF5zL4PfO8RGMOgZr3JfeGLUDm5SkDY271+3D1sXNs4u/eC1bZRqrVnAnHX+xj9HD2JsuqXLBS6+CpKhBhHJpGsNsxuJ0DZGX7ehP6jhPreGWs1EIVpmbvoQrSWKiluEfUrU3mN5my4a5yWY67wR16bSxh5wdsX1L/CaepEBr7or2mH1eJWFRdSXiyw8RYvUdrj7MHp5luKA9LzfqppRrcdU2ivQIwIiranuiEtgpuvc8S3bN/SYLp+YHunvp+xQ94GwJrmbSwrKHSjH8vPBBpSg2erNRLWM3hK68PpKM8YgmsxdeY8L9ZQyXwYpA3unmm7lgK9b9oLNV6EwJIcvMrsaXwXHK/EHQ7Tk5fMX1Nk8VL2L5nsj4/8ANrIVCmGweXkjG7OWm6z3Q6vEzABbNrBZr3qLZaqIAa784cof7oMAWlaSkD2CBptZtKg5yfZYqnLctMKs6mjo3i1qF1x4ENSm9v0mvcsb1nY31geylqsbeyqnODGGkXPTp4smGV8uZ9Twi8HwPwdA2+FML5ryxExj7YhYIaq8dsxJWjAHNPEpBvEi59I/2seMlYjTyEFTFCAC2If8lARsoBgvKQFlW78IYpTarlF2zTXz7LsJj3InuVATGimGBZ7QUeXRx0t3mk4AWs4dY3UWZaqXbAo6gcaZXV/BErw5mHe/MQbF6+Me8RLMUW3Z6YgWJrztj3ibH7cwb4iquybSN4nhdY2j0Wq6XiZERoLcczpaXNr2mYJa8Jnomsx53D8QGgvVjiN3xVJ/hlTOycwGrj+IXgVbesISuMHrFULA/CIteCP0PCfS8QLDh98fuKVbZ/mphIJ0XZluy3AfVy71hi1U5NMMXGsS1rriVLWjdFo/UqLNj3INhvFiWIdktuWSOsoO1I6jPulq6sHQojzm5ZXmohG49K3mYrAO3n70nMArPavlhp5qeJZ8huMkNaSljVEpBRpRu8steZtCZmjixTjADtE9OjAtY3Z1Shp3hVaqI0/N3Slw2gFGB7zE8cNBU9TfmFssJ1xZzxLE11JmPd6pp1i+psmg+tTD72Z7I+P/ACsEDAFs3GzbR6k/ooIxwoujnTnamX1fWcanzM8A07h3GFdSLcW6sAkKe0GSXmK4WE1t2q4GRaVh4q4eY1Zw5V7LfrHi8hUVSF43dYBWloPWdyYiAuHQjSPkhFZt4TY7RlXMZOkFRUg8oKT7U/CLXH23BHe0ocyEML8o/C7TA1A+DMreDg/lXNVFKE4BwsLekrT/AFBLuza+ZohQp6lLb1biF+aiO3DzCgK9aWDPESHVvkpacqxGtVK1ZFsSBg0kqYJfciKehPrHlHLzFYBTmVhuqkSp6HoLpuMw6SCLK+h3hmuK91/EN5j3PXKS0TuuZ3Q8dd/WADyGaIIMbYjv/wAE0sY9YyPiFS4VXeDVNmxay2sR8FD2gJRYScXX8TEND0Jmt1rLVcj6eYK8Nx3IM2Fx3SgUE10VT7xUVFo201HqJjm71lDthD2A+YliH1HCGG+65zDygdGF1fTMS4IFXRjAP26+kxJ0LZfRDkWKKcOi0ZPlHRDFNLraPcjEEXONhAKckOJYbbPdz8ymGald2y0jM7I6GqF3GCzljFSxBuNaztFIqqOVOpnEMzQyHl/jUqu1SD4XzDjrc9SleCEqrGTliXHW2vpMBW1Ctv6R5aCxpS09bIui8U/xNXxFwzbmtRLNQZ6AlhBWv7oJOTvptBpNtVshqhkzzGhDWnvEHSNG8EXwx0mmNdOdoZ+zX1QlQ1xDWewvZDGfWcz2R8f+bU+tEwpriWj4Xu0d40Gc1tjvLqxR/JLIlCLujFSvP7UK61f7zWkJ/UUfchqNsS135dHeZ/y51uWkVq2xEN8ymmGkN+Fdg3VRerTzmUl66PwcaEcU9qmonTU3PpeH4xb5q9w+OFrTOSXovbdTelZ4UtTho9uGa6Q1M1Um1K6Rirsx4bQtVYFczLibEcO0umvAKPB00joIt/pbyjiDTthhKVWZpr4x1Zfg4RrbjwcQTYJEpVRESOO9bOrN9iWxuQ9BzmOpLHMHEjSdWfd+paVoss+3SLWDF1+UIlSBZNM7TWXWOBRFYaryfe8rOzcOsDh7+s1U2/t+iMYncV3iuX4vjaMTYPghovEFNdfIm1fbsmqtgDX7vHdWEx7o45FV3gh5qgd66HiNJ0ZRgjE4Ag2H95ml4v6ssumcYFz8iUfZymNMst9GHxFMwMriHLjpuTxGhJaKA1WXsv5thxNCXBHAblzmD8sAx0THVTDLJscw+8LXV7TSXbNrmmhBEtd0Nouau+pdniV7iHKhlMj0J2cw+w1gxoYISYEy8cksK5jFbf8ACVJxaeSadhNf9rhrPdStvmsB0aHq6nHWKvbMZtVNZllUo6Nq+YJu7G1JUMMZvm1092VW0bMV3IpBqLOTEdhmNN+g9MxD7hs7J2wmtHofzBW1TR5msRW7NcC3i6RGdiW7oEOffJGkFHybagRuRj/8JF1/1ue2fH/hbaxVBqdM8ILgSBJY9cwK9yteYRCo06Wv9QOBDmDlTqICbFm+kE4mkHRTxEiI2GnUgO0ao6dUz1laAQPORtFrM+0oGI5N7gD+t6jp4bFxCJxYtB/SQO8AN9ZWrAaau8cStvugsasVatLSDNCV2MQ8l3JpGoxMaXKDFTOjUMjj2QKi8R2bl2dpxuARsVoG0D0U2krHxNfCmuuHo5iEmwjL/Kawsb9eIEqGOJDnlpHIApegid6h/j6pho5nkPxNFtX2HaP5ZwdyVXepQlp40lY/LlnYmGCjsFVR0qIYJjfARh8mV1mMeJsk1jWns5zM7PHiwymuNZ+fOs5Rt6x2UPewPRVRZRA7FpOs4eLM2ab64hahsvbpENIGLGUhWUdRjeh8QDSoomlYl0hSMBWZQQYHrdxYymQN7xB70iGjEZgqxoqv4gVmbkIGSEc668IEzmDuraVKNcy96a02inre5DHvG4BQ04jbOU8o872ZSvMRC4oD+pq4oagrfrM9l0AaP8pUu6sE4sxKyRpe6VVKYcSnV3IFpUdDneHEOAaOpxGKQSQrFoQswvFPNR7q1ZyGjjSYl8JMQa+I81sbCu48sBRZUV3xiKXg6K9LdNJdNZ3quIaRMXY6pdAAGtprOVl8VqkBSuxNBRG4xw5I1DQgGjOviWobqng0o0zBPXrE3ireLixNWaNpXcmOBNWmkDrUKNyv4loWEDd9qLgMfcxIDX33xF0VNd4qLxMN3sz8JVD2rLRcQY0q3owzeGFbNxUHLDZBAvULmZC4xa4KNBXUnSCCwJO1Js/xNnOiMGpTHRmXq0ZQbCv7mdPWmMAcP/NZ/pmVicyxN0w5dyJtROo0SuhVukWGu8FV4GA8l6odS61zLgPWafwvwAh64OQ7I0FoVpW07RzNCY9OZQKlM8vQVxS6axoAqD1HR6xFzOAc50mhzdWDXSC5BMLSQVbrSa9j9TDsMyXGr1TNRqlj3lexG11Vaq3gmDwcCHDMBULbX+FFK4cD1mxHWGhKdvQiGomsxXZW3hYfjZHBoRsTiLDPS95g4jbxgol+vuRn3tWaJmlU20vcuMGyFgavSXpX+6fBFoEncoa1d4I0tTgYlpw0vOVry6TcQdZ+55YZ7ZeWvbrAVch2h4A1jQLHVhXuhsXRmZs8NQ5lJW01Yle+wLwI+kN8SU12+UsH6XHWIhUDOzohdY07yMFm5zEbebou9PgIEiaXh/JHGTQq1nqsNwmJBZbTT/Ja5Txwv/ZYU2aiWZz+4nUaT01TBS+OuxhnQjMixbxN0iEdzAxMYBjkLtrNk5HrDIvq6xAf7xdXdPqMP4CA7ZrMDwP4MvWIOvZt1g3w0NT2CO9NgtaEdJDFamJQweggdUvGhcsaoP4lhbXQmOlTbX8YmVLZjYTTygd7tMOQxEd4GzY9sRql+/KIhHtj8W6+kwHtBsUXzArIHiaZalvM9uhHDobSvxekWpuq506wlY0HgD+5SFqX5EN36GLzFvA7jmnEAHJkG7AoJ4VPn/mL+xrAB51FTZ3DiOR0WgSinFw4+qi7OnMVtPkg+ogPlIzQ5SZ+Dghiec3tmpSXQJWm8+n/AF2j4VXJu8XokBniHlEcC9EIcUcsfV/G8/Y52YW4hudwPEo+1Q1NX9MPsH01VTqWQ9LSZy/5LGSdbssXEHqFZYogOJqeG7a5eZdLIPmK+2mh7PxKb6lAWNGkWQ4LSoeY20YGgdpTG1MYLN4Y/Kn+tH1cKbFUV5x1gTVXFWusRS8ileUnLcNUO+qdUXrqVO033wYZYoqpQHzgFWdS8jMB1gOcW5BRs6Vr5hNCQqMLngI9rwt95oDsmEmF5a1e3zNN6sGPbPUV1js04GLK4ZxE0Et8x2OWy76zqFuPrMp6CwGo00ZbU9JXIS2UQ1/pLTeon+qIFhUMuN2Dun/SI9Zy27RMLzui0JwjR6Vd5Ta2y6Tm1dZqttm1df48du0Sk1jGjPlmLB1JzN73CDA8d/M1TzTybSqheTGOkpxdLhniErteLMr0Zt+gy0xvFWrXPzI8lNoDfBjeWbManWHAbnGXKH+p6m8q6zvD0vYgulQCO+bD4g6OVQbOZld+8xumo8sZ54g+q37RCGjpL85sGmO8uuIFbGkDL3jrfEtQKvXvFSx1HY4lgBSmHiYi2IuxF3mLVSH+prA9I2zs5C7jEzO42yzv2mEp9CYVMekc4immsMMj9ZQ4G9b+JbOVFzAAJhBG9/DNl/QnTiu6Xe3nNDTKq06VM6YNTbNks1KXs3iESNm9G4GZghurX0Byyp4DSuJsT2H/ACYLdLvH6wfIUEpgYbyrFqymerjpMqTpCi0BgAqsFlbZNklnqVXljrWkt8qeCwLqg7AyXEzqpUoAaapcN2gurp+JY6G5TpXmXJLfncHqVPNLuYb8XHqGeMcqiWows9IvrNTd6wO+2WY5QcdUI2gWuhNJQ6A2I15zjpYrC+2a4r8zHtPiOj2ZrO8g4Z1RnAubNRgespNOsSqVuJbwnpC6q3tDQCGGji/paKXEOwwO8OypaKd41FDshkCJsdqOYrHVm+8sJeuC776zk2CELoPSWMid0Jbes0mqbsDQMhHwEUgcdm8zLOA1GQk3NJrgKt5vogw9D9XBzCfdsW9w9YOSjdkP1Ky0vXaBDa4PSs84jYqOMFpZCEL3ISiC/klgS9UdIFfEFfSZnfMAasH75gBsu70PvbMoRhzaEdu34ckEd2CSoW5H0lNF0aeSLsG0NTZ7w3ZW7uK7xYUEv2OeXadQWzLIu+mdIh3zVN7XNkhdGFOXMLNKwp6l9IdWQ9pSFBs6zxzVlltrQ7jpXm4XeWdoaczQuAOGrfaa6oY4ymWL7H8ZEcy/FFQA2OZkoTpejNpZdJANbai2Ldg1/BxSqApGZ44lhdncgOyV9I51sGKbUt31i2fhKHA+ZRXITDzMCaorMNE5lA9dF102NZIKC2AfMydWHtLFMY+Y2Gu9U7m/jXzNoFWjvnaUOBeoS8A01e0e+96mlBnSBegsOsPXta1UBpui0yk14JfrNzQCsMFTaey/5Ok84z1y9ontBvJmD1JRVtBN27XHs6wXMbaz7ldneXe+Aq1oTaZL1BiMQXrpjMz/AGmlssv2VKuZKpeGb8wd0mh9TrzLxemQ559Jw0p7xFa4+UsVMn6FRgtKMc9fsis+utni4Ai4WtheIgW70mHxlmcv8RW1L1RtntHxHSNlshDBLhNmUVtZn6xTI4h+rjmAyrmnRhQtp0gSok2gWpzTNbm31y/l/C70BgX3l7NGB85DqogJib12mVc9aiyEThlYMmWhe3AIumkHErDSzKhUcJY71byucOkVB0mWqylLwF3F+uwFSuSXrgcbPqQLXpw7Qyue45lsZKnOHyqJyKg2GB7OZSkfNI7dphTwPWETB3hMALFVX3WUDZuGHnAoDW4vqOcSuqzaO247VLAUOkcf3FvB0tnKcjoYieuv4yTUx1mWC0QR/BMPHPWXrvxxBllMKir7wKr9xa5roXY4gryPaGZjy6mppwdYYLZgTgglGtyoLTcD1c0Mau5q5VRdesq4d+bDRxX4tquJU2zK7A/AlPrrFREzB02lMszRPmItwOINfiNuRX6TIuJSd4waxZYjEMHmasoNom9dIWVZmBXX85PEMAHlMHNZddF5qaqSAQsRZ522GxxG6a/NHVDm1pFr0qFg9Ci+nj8ex/5MvT+VQxhYg7teBqNKoWUdmXETlwADgCjWXa+UmvLaMKBoFG4QBes1EJ7OVv0jJ9i8EY9TnM3UErQOsNcesr00ISrtp8jCTLL4vMfCYrNye5mHTvMVAuNAtz6S60jJq/V0OHpG31aGoaoL3n3PEYdHeI6DviUNpkuHRd+ZcZHeKAI0X5b+qNUVd0yqCirM23pNNJTouxmUuL44AO3epg3jI6lAJpPsdfxpmcXvzGigx1x39bB6LzUpI1k5FGr+iCIqTBNzVAXWIMA1laZXenqHLF8BropDh01mVK2DATeV6FgcHRcYDmng4XjWZZGaAu8+WYh4BtDbSVOqvtWrIGrW83q2RjNR72HxM/uZmg8T6TlA2xyCuiC0i5p1gOM60uaFnUq9aNoIbfX7gb94YqsKdAa+81nb+5XUsZsfcHEK88Le1953A4laYhLRUaEwmPJMHVX6b/G0fP6yoMD6BNNYmuxHQaNDuQ3fWjw4/uAaPNNaeyXHmVHDXmADVqStKMXVIIjElks/Gihni6RxiZMnRamsbmnOSe3ntj8OXYwH1aVawU+h6wKlzKz8D3TXBPS8RUVBapDvGqhO9A30sRc5prm+j0l5LMd4VLTuH9Qq591Sn6mQF7j0lZQ9i+CemhpPbf8ANvIs+Ybg3Gt9Sam3dmanFbcidouDOgeHN40hRrKtWhr1iGeu0wQkrejf+kworcNh3mh2s0bk7BvK+ZzQd1VjQh1BEWw4vpRFruxfQozeGpVP8TCkinl9ISOwqHxKy7bBv+Bv7KLBuHDVDTuZiO+J9/xGXX2ZXTVBOzYDO5QzQ0eH7+sSRxjDEliDO8O8zPQ6zbB8TXwzLTyxdGx+PimSXmMK0t2aQNIiqXevGJv7MfovmMqzdHoy1Q9HnhgxwYXjMRXs68nOqVYmVoJm+sTdkqbKblw3c8xo1vowJtlqAdHaCYfUZaTMOxd2b6Z5f7oj4dxdGceeWiy4y0EpnBnhls61w+7TrRX1wr8T6PmaDsfEw+nXLR2mosL0tqLUIc0ZZTgI0OkMDdHaLZs00M9ymV1ItvaiKwhVc1/CVjlaOlRfPQT4dtY2t03qR3V1Wsuzoqmp2jqA6w33Jd7DtmVNxnBsBRbG1LlhtrmZ+i9Ikqdd7NpjL3rFTQYPT1lBDA6JbFbbUrE1ecpq/EfpwiNo3FjLzMLOu7K6d+kA3lvMAtbbo7/g6v0wBuGb4m4wpbiewhodiZ+QFqi5UNjjDUMSkwbgTTae0vriJ2Oy48xVzG0+E0zmw4l7mZggujMXipjpi1mYO3VNtSaJWbraKlS+M8cXAQRg/ul5ZSEXviDDfFS6O7Dixm09sf8AJnaC9bhjdBf7d8ymbWHmH9QdIHTxG54+kzXmA1JunTfzEANK6mhCkZXSM+GKmZEg1m6AAUHc5vaYYpQ22QQHE5V5mNNUenKVZLqXU5maPBPn8vaXRy2h1LTRdp/EvVFnJapsZZXvBrflUZdek++4jo9pXViuyVGs7HBWrcEAocG4LpRcN9RrjvFoMSWNOWHDOHvNQY3Rpky8RfYy8q19uIZPlf6gwFZ0lRx4nLdcmDTs3M4OuRmX16xIHLi3kiPFYneuYqLVacF/1LqDBpRusQHc5wealCI3YOj0jjB7kTV5jV/K9nzLbufKhQDYk6wqvWWJ3Zc2LmkDQJnREFPaLLM1m/On4VNyFccH+pih09uJfWVBdOL6S95tXD+mIETqfKR27Hx+KHdyx4hblkrouUxc2fSFBle6FU0merMyL1VaIWLXRyNKbdYoC0NLSOhFL5oo/eIozM3re8Jh5f8AScEx4Srdzh4l4MNL+EdDbk8TOjXmanRu3Q8ep4m4bzK4+f1GGdh9JVdKqYjd5nV+C3ZimWIxzMwxN7NZbZDqrIo1t2w9Yvupl1XSWDGbHnCu+JY2LIUo1gdI2SIAB4IQgrpPZTRGfUgsKHzEhTRaRXUiqi7YypviDSUoXRbxu69Bm3VtBW1g560bYm2SoA71esWCYcc6MpOv8MxW5mguO1EwHtCY2iexwv7y4R3Gaz7TXTFx0qCt/czAvcuP1oaT2f8AzP29ZlVIdgP4lBSi8neCBZB2BYicjFyiaekCMFlDR4gQ0DbZUaSspSv6eZanl2uyuiJ5QHU3ZmxzW224ZqqtyNe4rNM61tia2BrOaw9JnSmfAUMbcY78S/3w2uVOlANccwmv4ZaV4x/UZVtuWha7qzPPw7T6Xic9o0+eoKQXGZAK3HkWZB0atEUXdt+seKoNZl7vMVynSIrNCnzE2DmWUrcoAwoQOfSANCUGq9PmeI7eqfhR/UynpHrhKcy2+8pLgjY7nXXK/Uy4T0XMFnqyeqZo6LUTQU+Zmw25FY2mYAbO/NxKwq3k9pkUfQZsA+20B5XGmOnpFtbT0y2I7Y2sEM/uU1nlUUR1kRgNnk0mCEJNwZ3lyUWvqZjK1fWEn6HxF9vOOk8sptO3GOAVWOVd5S+DQA6Nsxcb6ZHSC2FTAosC5DZ1CILSNfYiWLV1KLIp1HUjVwr+FeJhpBqvhnPMOnTWZxSl5Ilud5SWkLkfust1es6M95+pu/g+j2mlFSaA6w4gdr3mknCDZZCb1RlNnfNYK6wa+5Bn11uA0VzCooRh0bUfK5QUoxQbNu4MW6ledfRmHmeyhodolrE02XnZ8xrHAgdpbR3hNmPhBEcjrFFkbVMTJUFXQocEqLeir78y1ZtAWJ6R+YC/MAo5kC7mAUUBSm5cL4XYs0lYQrlRhC+hfLPEynW1M1CApa3Ypi0fzhIgD1TMIbdv+jZ/f1lEWCF844goHkmh50lS1Q6PHxUpOXkt4IQx2ybxvw9e8zB/QLgGEYNVXUcQDD4az9MtqtLZudLvKJHFbqB8iUZ86Mlr+o6DqhrBhDeQgvw6EqfUA61galZfaARaaTeXfpBt3Lous1owMwWmLzUV0h9PxGWwNZvSAUdsvpLAq3VZcsekrYR6kPVKC4oiG1VcTx0cQKRxWFd+bSG3WLjzLVRKsLQ8k1EG+WH1hKSsGD0IvVj0FI0x+718Qus2uw6QChVVOu/zrMc79Sb+lBqcylWiXN8QSADYWDiukqKG7KYLQ2gdV2qIsMooFx56kIvbijpXMDpLRg3TmcxQGsxj0ieFDfoZ4s5hCcA7vHEs5v4DO/Y+IdODUg2voO8TtaceIJGPoOJSwoL+pl9L5GboaihsxxGXQ8nn3hXzBhnfRrWIqFhHpiOOt0732rtpLosGuU5gAIW9Hf8AxNSWuqFfAX0RcIbsnG0VKzq2Zi4CksU5TzFw8/qDEWGCDAN3PpMxPWiB0h+IkBoBzTSnXWAF3xWkzosmujzFJRbXJaLQ1cWm/eBse4Dp+pfmPRxQzUK27GwDwpZxcvWc77MA5nReniEXOafTmUCVfM9iw0dor7noYpuaildzX8X1b1gf1OYcUEphKTTm2UFxvIFXp0l4bd4RmV/gVhFfNRAvbZuxll+w9NoY3PRo2xFN4oBzxEyMy61AeXUmLGvEx7VmkviGh2/5szD79YS8yswo4P4mndv6DvNJcP0MApbx6Flf1MAVBvzpqLtAod8xU2rjG8TRnHIxiNXr22ekBTVtMOwPQqCeS65A086ShqHC5NDpCybUW2CacQDoIH4lDhCq5eIzNG7gzvKNjIG9X33aLwzmsPET1n0XH4y+jmUNe0aHXmLvDcvq9H7iHwEU2QPUH/P6hchZWXRvvF4pDvsoR2/mKgnLWBJV2bE2AVz2k/b9xo9sswdCLfsQeqIMEcSwu8XSRkjUGAnFKUWBFdxqNznIRGPeFJEy616BHgLYv0msVPkS6qfBSq6xlrCjU/yLjlwXsriPbt49XMDUzFUCArC/SooGlSGc4u/E2OthuNYdV5v3uHog9UsH0sgw7HxNFfWfpLQkAfp4mpBdC2aQbvAcULIM1KDcTeci7PsJyhFzS6mjF0FQKkw6aXL8cFydmNYVRdR3+kxpm4uiaBVpB5Fqd5v5f6soql8EYa7oYvlcxFaxqlyrQva2mjmc+vtNiDOajj0hSHKoO0oGyBj8N4Xgx6oxaFJvZgcoJbijFR2E5F4RBjiZ9LFtKNItl6doc9I54eZxkfzGOsInmaNdqlnloda7HYxONab9EoCsa5Hqx3rrGxgImInsWGh2hBVXeMF4gwhremurUQ/zFtJ+2s9q1OgQw41dvBe9tiYBs3vO45OfaXhU3lK7m2BUsy9ZknQKW3x1gYe4HQ0mEctk6UGnnSP6CZGObpO0HeXyes9My5uVLpSGN0aAbVvUNqhs5dptoNfwIwdv+fM+x7xpc3W2x12mbth/FUvM0vaexiMKa8hMeYG6MHXVqwcLY6NEpCqtRTTmXZXkGs3KOsQqaTK233+I1XFMkBwXghBCsU66HyQYBQfGsZYOw0zMHZzk6wcJsjhx8qhSyYB2q/mKWL30g+7tP4ZcJo3vF53eNL0jlTiJWOIq5Vz02gSDBaiTHLUoh5y8aF6Qza3Rqmld5bU20w34lK2H6g44llW1AC9/iXdKkuStQ5lqvQ0IodWBeJkGrh6wvG0WreteKqZFvbPsdYx9YqzrZUMW4cTXErrQuXdvEpZQ6Fu/Ez4ze5vWPhT1GL/UAYE3Dl8T2jNmDa8ekVVTYUeUjB0lPJ8QsZnqiN7mESoNrDGcn9TEYu8PaFWFrpWn6gHWO4+B8QFtf6JqHo2zcPSa+mvozpNMAjcyuvepQACo+/2gYmKvg1xe8ts0NM0sexLSBaAU9JTRFhXbUD8wLVEwfQl9BjSjlzBqHcNAvmaMAeIYRqpam2rJQgxYtW9l92C9du3ESl0jT8FA/TiOmJ7mXbjSEXIOVLRfQ6wUdLox3g9ZiDIQUn1pLLrQcC0dyGqNb9SWcNVMmldLMeoXO+0ThElq3OqZOSzaF28TRTIt+CYPANtCP5MVKKUfU3ZhF29VA5nZhWJQC6MMp45sRXtHtaofeCt2FNh5kULJevLVzYxCRw7Cp3qXQobCRYOTLcBLC7Ghiuj4mJrhvPM1HDOFSmC9k+1KBSb3Vdpag2wbM1feK6gA2d3qeIytDsgmydK6xV7prUFmow+PQaUneXwG64F74uMmoXuxFRkDSe5hontv+TCUOjKrVCsbAVOXp13igAsB96TdK4bRtwmiknTk9ZiTXJXRGPnsG81g8AS456stY7GY8eJdR00lfT2xDMB7Mz1RiN83+5YZuHLF3xBzHqbz5GqJSqz1+PSIs2Vtx9ERff8Ahn2fEdHsw/UJFsSGgC47ocrz8Me00ABHJV69oV4hyg94wIGx1DrVvWYK0Y/frMCrD0Q41cEj8zpzua6XrNQFfXSWsYiMArB23jIZJUV8TfBU1lX4kfHGxQOiVdnVM24nmDO4K/UlO7TVc9ekv0DaNY56xQDWfDZ3gLTWUWrzHbbhd2ZB3qa0kGCLR2l0aDAhunNNl61NyLHah2LBm60mw+vQhZ6/omjQ2veoWp276ZkF/DRfTeU2aN72fj7T2YpaNh8y4tpd9TJLSmIHllMdLxNV8hlEIroJx3eYNFS7zLixQ+6EV8Q2ZmjGrVOq/mIZJVrOB+oJ04TTkfaL6B0qEdDWFTCieDm+8Zsl3vPv7E2/FOgeA9I+TBQOZy3O139pTqilypvGNw2uOyp7p/RCGerun8HTa1rvcTZRhhkS0hojy57Sn+pdxnGGEKVVwKPWBNonzERocQt2mGC2f3O0NJn2GMoc8UOadek0pqTh0PUZY67qgG086S52GxNUG2rC2MKrDZcGro1mVvdlqYPwqIneYjIGSsm51gOOrTqUv3QLsTzDWjQI2PePomp16pcWdV0r+cSvVJjpKObUO0sxJ2ako/HikNHYns3/ADMC8VktazfALfdU3mfE5Bp+SMmByckwyQwt5dLjjaXZWYIQN9JrHS3Ls4ZzAggVnSFy+uut4eoHckq5S0TlKjBajgqDCF4D4j3ZldXxl6CXEtV7bmX38Tnsy0QEeJmMB9pRFQUM66paShQNHCJMoeRw+ENlyIsFXmNGkzbDQG7XmDAwENQLHyS7b5quDeBZyFhuFFuSxa0WRWhTszBM2npPGYJDbBs7u9+0WpsLZb8oqMcvwe0Asd/6m1Hi5vg0JmmtoLxlboi0tmGkKmWs1x+BcwJngKu14qX4FubB/cpAhJqIU57wLYY2cOlywYaodHEoI6JRMcmxgN5HzNQg9DcZCt2JquulkAlCFNcBuKteYtzoA3Oq+fySmV+KlyE2F0YUOSAZgtCqdHaCWqB4+6ShdaLviLsiHAKt3MGBQeA/G2gltYb/AKxiv8lSZSgk6NZgul5j+MMwr9TvD80zRxUbLuCdbgwXV4Z5n6oUVmeBd2DB+LgOlfoyDxCQV6CZMAz2jNXmDFNV1ohemqScDL+ZXg1M6Au6RSoDYDVTiqnXxtaqM28cSuKKIVzBEa94OMrH20vc81M+0FYRKViiGzyWCrxiolAUwsYL8lpERIbTzadkpOthN8Kf3GKzzc0E9o+X/mfJLf7cWP2XGwhkm1O8ursfdGl1PswzZnujs2mwzE4Ifhe0z+BhMkpDAaFyvQDTbMyNb56pG7c11lWLl4nFQKsw+viaHs/EcQoBd9iA2nwQJgMLaDoHbmOtBJbTWIa+FHJiNYbIxwDvWuJeuwXg080P6DVXVPnpgVbYKIDngh7gR3eoudTDMthqdAxlvtGw6yasxAd1QiDTSPhqwu0AoV8EYU9efzHdIE6n8Zqp4S3imI6t37zU2TKoFnmJF51AB3a/nzPMnvQtXg/gNNxXxlDhwtTeNjdC8y3xPDfxHt1oOBIZePmJk3zn1n1HKKtWP3sxwgA7069YaoEhnWfaGGqutz3fyS/ysx6QaM22R2/SiMzA0AAMu2EM1gu1Mz0Y47zhBEvZJrTljvozaepZgpBK2i3DeXzNGGlHBv8A8NXSUrBse5Hfxmut5mhasH2/cphdGzbvNACHstmqa/gjmKrQdUGt8Fyiyx5hIa7A3FtTX3SBsLph2ftA9Ww6W2oZNNl4lRx+BqvWChzsmmcSlXsJtftFqKAa7mXhLuaL7xNbMB6zQdp7B/zG7HQyYNxkIOz8QWNwBjs6nZMkFB5HsP5iuawtL4mxPrxOuPkOlxAmosFtdpduK7uYXuo1t3EvcrF5RvSI7cv8Imwbm0NrGUjhUC7NN3iAaBhOd5gjz+Laexjt3Ee2mEKmnDDaXGXwirqgvdV5Zd4xLpoToj/svMGoq9uHuVctvO98YUvXwLte6dN5qxc2y1i7UB8XDbbBvY3CpBESwr+fiWStrEhjqn3hgMrjRxKBx+G2VrkXo4xFfeqnvB2NFra/1SkHLCVVcEzsYDyMAcw0G47tEuvleltweqZdPb12V7RcswXVVTGI1jps8YlJglNrG7w9Dw2Bdcma4dh4TMFPE2zDYOgcw28sbKum/JKWSafUqCd93tdw9njZ9MT6TlN+9McVBIQ6ak4F7R8g3qrsBck3rMNIEfAjj1LqOunpGcLGyHR6pZwYs1OxLXQG9t+iYew/cfQJX/vWFEvH4KlVp6Fd8QmFpaGdDoEJYuzIxo1Xk/glQ7rw7f7BW2bn09pV3PfYb4s4dXonR4ho5W7RBbpVxut1Q+LlOmwBeio+sLFI4KOEAwvRSuq22YicxMdSns8+9ztgUnER0dQ2LlsR9/4M3PwhpcwDMNvmn2QkBLCVaNHlZTRTrGNO8h9d5sdNI+LJrDBGAeudPMpLqQXXje3aY3kZdeJydV9jSF80FkZugzFHHOqPX8PZPj8GHhml2J7J/wA8F2mkZTsyO6s3q5RWnG9Lh8MbjB1zpN4S9ZzlhvOSLQosL2lD2lMiaiAm3xH2adZYLI4xy1oV+6Axe2I4nYId2ggsU5s5mnOsu5nG/wC4xfKRg6SsMnc61Kbwk730GZ/E9RriIL4w95pOiDA6PxDq/VjaoTHvmery7a1csdZZw3u7EIiV0NaKmuQvpD8UpgEYdAfSWeFKVvNe8JqgG0pX3UZAYWx/Ui3KGVemtPQgiMra2B0xKmLcU94Kp1XtFnrfhrZApW4Gy6bcyhg1QUD0irtRHo4nIXlesolZs1uM9owURWdeFa+EYCVqe9a4IVq8fKlr7eUc6xcaDGsAbuEViu+CoK64UWKqoJLcsoJXe8kGhQ640gLG5X/c0PmrvWfY6T22KwGrT+0tnY0OsdWAXINnnL7VD9TwIC31i822HGY2qqjVgnTamhbc7aT7NsmLbqO9MzVdZK4oDWMVRzP0gcOUnpLDDDFNH9wN5q6HEoLMTam009yMHnfqGjFl6vmCQ/h5msEDvKPj8beKhdCysuI9Ir9B2jSiO+aPhireSxz3JpBAMKS+i01Gr0laEu2yJBmth3pbSDDKASt5by2GQaGXqsY4ba/ijR2j/G+NFYJ2tGVhKm1UnGFzk4d9CXnOPwYoMOH1IpMEW8h0RlQxZW/MvkftISgS13vNdZZa9KhwgkdgipiPrO9K+aJzmVkxBxnABONC5dz4U+JPo9/+Y9MRV/Ixz27MtaarOpKT+RZWmmhB8yiMTESYAfdAoiKxfdMw6s623IHyv7ITXgzVU3mgQAgnQNkdW940iMfqGVV4lYnDquXWWPQ529Jam73gvtZqn2qWtuyFuXEuk1jYWfpG28JulnEqA+YUA6fwi4C++o95rl7/AHjOXMTbB34dc8S4doO7MOATRTHWZgKskbJUQ5dYDjrFB3jGvMHdENQYIyux8ZN/iXuvzFUsA2f4xWnMRx55CKyDYrK3G4OIlNMQ6vap1mPcixaKu8BSFc0yy2Ce2snE5U6fwPxEGZuqs1veJSsCONjGp2jzP1RmUnV4ECNCepR8mUoNtYVMSoBir9R3lbKbO3+x5g0fNPodCbD7/FTo2Nn3xy44MytOA5iErbngLDxN5bpX8EywftI121St9mH4lKFUWurh0U9oteKyu9S+RKe0rQu7puPSa9pSMVz3lSELEVmrvTrNMb1ToRuFqnLSHoMg4x0vwQwZ11mF1NXSaa7KN8X8EPx+06/sPSWPhVdzP3nLLPXspjsgtIEIUCl0Toxga7B7LAO8r9YjKxf7QjF2v2mllx4Zp3+FEQ8fgOM0lXVvPsd4aO02f8oqcyNaEuATA3L0z4mFaT4G8K1NJ1HxK+fm3bozSmnv2idu73mJN/T6TSnCPfMOI98X7cFpDlNci6B7y4C3iMv5EpdrC3I2grWa4iVpz+57Mn0e/wDzdJoZJhvu05XDzK/uatXbQ9JWE9UY3XnxNHrbFwyx4uHLh6Z8SrO5KkUhPmUtpd3hyK5zC3vTRrjviW+kItYJ+5jhhLxH6QPR+ZPsLrMVyMqgXYEy7ddYW/qtuaxCs8b5uKn0Mw7CZv6YjticUHhXp6Afll2gt3sgp+5csgC1aO7tB4Ki7l7tpe06qRD7IDfEQL2vgS9SUl4BmycrO5OmdJz6zvOuYwje09MfijVAu2r3EeiydRIrOEoGNKz4J5JwAFsqAKB5iXdVnufzPdwF8045QWak3RyzeI+Iu6hVOlxv3o6q2A4gnsOOGgDzLFg/NrHyYZYZ6rah3ZQnQLBeoYNBOEctAjH6+8zB7S2x1FkB74jnyr+6heWCfQISsRy226+IxHYg9CbuFyZAznYdn/Ug9j4IdNrWnhLfaUgQaNjJUxWyjTNJ9vR4SNxgBlgHVmOvV7TcvRLhUKd8CDpzdkKL5ajZUj5IFUOpPkCl4NUdfrhqQ1DI6W2haDMJNTHhnGkH+7vgmiaFNgHeqhvOsa9E1mi1E0HIdOusRyGUyr5/UdJlvrSjuyf1TCqh5an1TF6WpThlZveL5+p0KnGT04lYZHc4QVVEsHnBK9GFxeIIIBH9InSvW4/mO/GrFUAr0ZsV3xGDaiseJqFqB9Fw/CGJ5lehAwgGje8ZlCeOc62UGywni7PaKFqy++ZQK2d0yGoe8Rrwp2q294oo5p7QNgAiTl6ztPcs6MfZASKqNhWqdom8QPNlnhjGtZ0O8vMHdWZq3lwusHoH/QLmphz0tlrsAJjqqsQratCK3JZYJrrpLDwPtGQxq+ssuo5ZcBilD0nWoaI2wckoqaysG9Jq1MxKaZs8RlG1ogA3jhSzkd/yXHr4jP6ga7O3EbHN4q0cRK1V6brNWZbHRItqDdUz2ia/0xPtOcTwfIEaHWWznDZpviGxeOVi9E6bfC9ccx6rUd4e9qpoKM3jVA4qgL03WNOZgU2+KCvotFE1VTIvHaUS8N8GgvvcpPu87RnoCd/8QHWb8uU71BF2n23Se/jSwTx6QsrqxsQGXdQ9GsZmLR95fp8mXRMvJKKpZosY1Dbz+M9dwZfiZZ+7B7mHhluBuLX4jfzE6umXQekmsFDZUnGSnD5l1XICWDdeMd6jEGmKxLUENgumZjHI+SCpwZd2xHdZu+sch2fEonDDLLScFTbLEf8A1hal89GUanWazENMmekbw8EOFT8RM2OUr6sIORDW0j6k+8ecsGqbz0l6bfV/MFX17KvRsgwToGE5EtwAhA8b7b1jiMokE+194GxSDNTeXYav0x1xDCBGxln2uhGtpc5rb5m3U8T+iNYG9ZA2UpQ6EdNmqHuRjfMX+ZqY+qr0lUymR1QWo6IylItTqZiPJ8gJcvLT2msvkg8C3vA29nec9s3NrjiXFeH8zoKwHuE0HM9l+Fii0jXFQw5kEdxJtDG+rUt0zCqBQ27liZCuMRGZko7hNV2qk0ALYCvWM1FWcNRGNW4xwN9ywIoucwB0Yt4sjebOdECGWIA5Bv5gHdb8R6PMwm0dj4n1Ov8AzSIcfmOnVE8oBg1ZSxTQddWu8GYM2NORmcHscLHvLgIAwHS+nlCWd/wRsaHXHpHKw0SvKo5HVbd95md2/wAEwyteGYCCmy3iaP8AI1lBmJR94GhFjuMpF6LHyElblYOS/ZUTiwuevh9bpE2qv8IcNMjTJrcRAlqyC2140jSkAvcHUd5v6zC4KHa5Sq391k4ekFIFmp3x4FL5Jqmg2RSHxrUp8AgW8FauWm60rmpexwLpQ1mXkjdlse0eoHc32lZFKNr3StBV0IF0PiQy1JOrGfWYBzi46T6DuQepFjb/AMZVDVrzCgenVdTUHzAK3PYaW/aM7ZB2q/8A3Z2ivQRnqrWWrhTfxki6i7WGKZatYi6BTeCkY1pzOqk8GlPvNHYQAFSjhyOIGr3c4iwzbNZoSEG2ptwWzTiM8tuo1oE3E1lw/NEMRgn6G4lDWvXpE0XZH0zEohXFpvTxLaotHHvNbPPl2nTrrbXj1ls2t5IK7n6lax+s/M70aulpRTm7fcoPUIlwMHn1LdEo3dZz8sMDjWsuqx9RL4+SIcSrtTGMdJyOmFD1rSbB9sdJ2Wtaa++IGthBvJ5hX947KkGnGTAgzUXVvWYOXXSXx4WjmHBm2ey/GJAB9Molc6uO6v3DKprc27fDZ5jKGsMuIo2zNpOKXseitPEWO8q2guqjiYXBSyzY1lmPw+XVHl6Es03PCDeo/K7bH3VcQd2Kyu6rkzNCYugFWRumhdcEyYnvJo9iey/5n03yxwjQfhXRzHbYaRLE5C9yz4hAKK1xa9PEpWmxq1P2Ro8mchd4/Gv/AOM4ZcIILsdpc1G5ezUUEFegaHMuyi1mtus67hf06wWM2mZksD93E1vHzTJMYylKpFNx8HQMAD1lLX25e3tLdkcrYroAB2g8NX/suXttxLUyGa6kdkGLQ0FfUMCAwY9EwztLjnc6FyvMTds7TWXIPmDBMLnFEqnudyaJ6E+U9/LEjfgdtYzTxj5ivjL+uw8XFEpc3V+j3i0luQVhmo8i8YhrnSXcPeeJ4l2I8GkqydKdIfwJ6x1qeZU4j1JzGhO2MBmjyLGfaU79+WNHjEz6HjSI7ZYyvb4jKq60wmF+yU4qAj1sVBDrE3er1Lm9pWe0x+KlUcXGeS5hEMKASvktQIRsqVmuZaOcNz7CbxzM07fEdIsXV+YIFhPe0g5WQYe0viMDDF6X6t0iKw36k1zvUqoLFaOGX4ebLDMZQUbIqMFsiadIHBxlV9yVYHZDU6vaJegdzqQPcRCrvEfeVhUOXtxGVcM8rvHj4/OOiwGbMCzQuY3iXYsTB3Z6TvgX3sxARr0rrd2tLFLBMnSLvPOfEsrgz3pqYHjPE2huRqZKXpKi9c2W+KPKWOjGAg2JXjQDldfhftC21rLmzv6MPRRtvPm2FG6ku3y/EaPYnsn/ADzHo+WZJ12dHfnMvN1bPSZ5vmluuvLDgu3fUnATyKLOM+Jux1QOgnBgNtU1ohrKpiUbriUZrKQJjNcEskPEVZkNnAzKuRgoOqNjOecu/wASzOHUpTi4js10BqgV1IYxstzDWaVDV+8NBxDFvtiaL63KlZYEbJayZJjyqOBicqqGBzUa5OslvMFvz+NIEfeB+YPcuLIeH+Za4jWaijqTdrNCJ6/jI8D5JdrCqwxk/qGmvVLIt5H4bE1E9M0jlMVW7a4+Jv32z2qUTLYNA5PNTUUBpqbc5Xtsu65K4v2h5cAZipoLYQlGDw3jT9CpltWceZWpX1C/d1gvl1XmcwGqLFd5z8s4IcfjBAu1VbBMJZ/aStOx+IUoyFlRS1q6/oZdguKmNhZ6QsZcdlvrtKqMwas3u97wmcrNHqWNuJWKxLaq7zRLrB3lOgdUlcYsvRyzBELoiFwllNawC67QXAoz9YlLf3d4FwySrrpc9YRYHZr2/D9yjqVopveOcKwIvtcAxl1492s1XCnQH5DLc4YXA9YbaJ+WNqTqqp2g1FhLD5s16IGKXgcnaPF4xiucs8yuTnrDqDxu6fwVBr3p7D8BNLRLfOI+XXyYfMIzKWxo83zMsE3PbcoAosquV/0DmdGcCnBqSDoUuD7mkV8rQ0KDiDyH3Ys1MC/UZZ3PMb7nE3a7S+mXScpYjS7O3iDhUhckLWJsTQ0MgfLMY1oD0nOQG3WXKUd9yeyPiewh/wAuxv3YjJt5hQuaW0/Wg4eYu9arpQjIH4KI5K7OnUnFYlvoeYJ9KkfdpKWs6S+uTZWDlGSzcJqRTIxAtstrYJYbHBQFX1TR8GQbVF/JROjJBqCWQddMUlfE0cYsSuCDfG0RiR0nA8xW37NVE5dZnQCUiBnFOQd5QbR9EVp9Km77Yn2XM0LEm6Ie1OviZrbLmeGcQOGMrDw4btNPaILQjChsdJu0KoaQj1ik3Sm+ZcJQDSn3R9SiFLfmZDhHIOreJ8O6HSv4hNMwzQ2mNaDmCrlly0KriY07k9k/j7HECAc/0iqrX02tXpMwKgjGa37XOU/OYDGIzZhVajnPEKtjGQ+TSGS/q6omlMNxQY5TlQ6Rd1qhavDFsCI0NmUVu7QJOOx+GPSlmPMubiz6G0tMr8QWnR/S/wAG4A3ZONpvfCAS4Avi3VmSNenCxr1l5TKOL/iQEYHDZwwrqxBYrlivg3uvEWJvceU82Pbe+IGQ9ieUVC7uaQrCcRqv5QsG+vMy1jAaYWolXiDrt7wecKGenaWVQ1r97A5Osf3cfj1Ch09p3hCRou2/SHeJ18OWUd7yy1y1HKM0O6U8m568TI7ls2N0thLF1C+3ENpQxkKgM18TR6w/bDal3iLO+PYIkso6Qc7OvUbe0MaE9vDSGs9NnrKDUCO5C6FlXCOCMdjxKNzKM2yw2gqNXQ6GR/xAqCzQt9Bu2UGIgcTkwzrcN2g01Kddqh8aAnsBmVwgMqHKK3wx/LbON71ayozymQR3csjrmF6pMrb/AJRqcJXCrvDzmQZhlGbWsQvpqWUqxrdSjYY0ex8T2b/nXN9XMeHBJtfCxBMWAdlVV8xthGj/ALMxh0o0HA3ybwDGu1A3+Eo840YmEjtuyLa0CF8Q6CDCBcI1pi3E13kPf4ShatYdL3iefBqxyZlotwAXSsenrOyswh1DtEVXb1S0ITeZ7wCy7e0aGCWNFzmHyJ6P4JX2cQ0/2uVxst7s+4Qafin9br6j1TBvLRJYt1Vx9mgHe4zSjVii6om6XWbPYLceoxMBsf2iWdL3i7A8y73mWvBRKFmov9rn3+34aXY6fWGG04cUSkByG6f2RbVz0d/CY8PC0K0TpL+IzqmTaCM94tjl+oyW4HfoIA1zS1rciKnJrFqHUsqClKbre0rgNOg/LsWcj3h7oJ0oGJNRFuKcPUlbuT8zT8MUfFpdGr2ju1BWd/M4G4eXrEFHucEtmhR7s1YS2tv+SkdDN8RjYQsQdPWVWkPppS2mwbjWUATS2NzDXlI4cvaEXeUPaKSOkCOhBwDQwr9Wk2fxBUDxUB0BoDfoEoIbTfQ7EAg78ptvUKWBLbv+Ux9xjVaSsmguB9wIW0R0mQluzN8i9UqlsZ89zRZrSlGBX44dpon3iYHGZUbOf4mdR7DtjYw5sIEzhXDsdqliyrlFUKwdcxSXHI7rR32g3R5nWcFyaeIzcxVCsOddeOsFmlfUXVOs9KWzlaOlze4nX4KHIuL8bPCy3OIBhWA7ATj9+4lyHRCNYfDLq6qpFCj2HWYTjKXjbkA0dU6H1hulX6sy7RPaP+bP26ssRhbxa/4S7K31l0dy4VpaKNhXSejjnU/NRBXPkPFaQ7fizptAMDTOmk0LatnM6EsY4S77sspO4wYD5ijaCXegVm8QGqHICRFdWTVi72lg8s0WxDTeXqQGWMbszi69mHPpNyjNmiizpNT16Bv95ueJrfrX4SFOjAkx2D42mioLHaUgMYjp974csMO0sDXWa2ps0gtjlVrjQSF82Lh6S9lBa1fMCm8rMrC1pFb+U9dIMpUc5y+k3A6VWJijCvdlAmzZZe0sYHqTlZ74oIXhR6uEcsvUIGPAx4lxJmFD7+IXsqgmSJ9DYheQol0zLc0KF9LmhO1VpARxiymmSId4SWvIunhDZiVNRdUxgezM6VgjpMAY2df1MR4r8pBLNTVfMnRdB5nVJPYgZi7phVK8Sg3kBUfMbleg9PCR6RQtpLqdL6LLxNEVD1hk63FpE2GsdZrOAeEFtziW92d9j5mLdUngqWrZUg4zMEQFWQS5CrBJ6f1TOYNwGVvd8S0IFvO6ooSkYxSoebRlNq9p6d6pNlpa1XGvM35xmv1Bjh3ZipNqhpjURnV1iAAqu+cEMVYc614i4WfcAJbh2+B6/EqRbuI0zNL6Qy8TXxrMW1TT8LU9GI+vMtvj3QWZrm9ZnbWAx3bVKZVF62vU+2Kjy4M6Pi2H0cQ0PRBDaw0bMHBDWg437mZ0cMcpqQU3B21UzTzvMRWB29NDE5DLxu16kLxXGt0IM+n7nmqRd0T1qVyui4BU9snxnxPZv3/zrf8AeY5AoxsFLehmdBPCUwKO/fow1y07tXatIBKgZbRdFUq3DTzMDChUGMaQcEDfRa/gmjWoeYmIkWUvq3FZAD6EAN8rwYMS9X8lwCYOVRTiBnNhyBGQeU0TsOalukbW56Dc0/ucFx/EU68hHXZU6wx5Q59Yaf1qXn9sQLYGIsC4hoBCbs25l2DTVcypbLG2NcQvlXRPIYWt0abpfUJhr5Qg1IL3wOMXdEoh1BrRWiDgn8JxzFAcMYAnDqlkvbDFXM1VQYRSZb99mcHwLdfSWLtMGCLGuw6wpuVk1qmBjl4mNZIZYyGiOs4EYDVFsyS9mjeOtJontOkBFW/4uZMu7ypOJzKel65lhpr614gyxnrH+2mTeUE4vo6hMGeOssqWo12lT9d6+sxqThv0hTkQ2CgOcyvHxxLIrRSj/UtJl0YS7t53gAPVzLJfXslfVUc9FfuGC0rqlaO8DpNc5syzOTvNTrKnSudWJML7QakaE3JeJ47HSFhB0DY0hg8q7v8AkonSCC1ymStl1ABVVZb07yu2W29X6RoWNjoocM/ilANNLh4eSzZTdnMVU5R1xr7RBNjWGnqjvHtNPxX3IJCpqweszs4O/SW9VQ5rQoeYuRmUZzXSZXurML+wIOAEGjh7Ja3ChBleIJHmoo/WttIzDKm50W7b2GkPlAG51DygsMnb972IE+XXhBAHWuEswx7ma/hHy/zCrN6T2T4g9F+/+aSvVD4l4er3sHwoy4tgd6XMM960zj0gzSV6bI4hhQKJRpo3YetVe0qAL5KmnZy9H+iB5LBoF/UwKKUdNttoRGrBCqhw5l+e5uQcTQj6GOGBe9RalIODIFe0ML0LhUJoDCpjd7Ipn8INnaoxOHOFmVyQJoSWuXWL6W0Ps6SifPzSlOzxKFvtgTVTMCOhIefBZmyv5iaBFCqiCKChsmr0mFOUgMA/hEcAtQLgmjV99Z9u/cMs/FfOvEUIzporpmZQJBP9fKi7Do1pHGBUZWxjrLIqo31uNOR43bhN1/J/MK7sq82fzLIhrNXulK7iKxds7zVHHyB98TsZBRqictWgogKQqQ05Ex5X8aUOEE4gBcBphaCG8tfD0l/64/VntGo5W+oejEZXYfsSjq6G3SDn2RiP9XDl3EwBlEMtxwZWbi89O8NpoglPnmDE3YVMt4LpM51JzVG+kyTWVX4r8LZUN9MgazOQtscsI7xHuZ2Wb+Ll2B64bmOeMuh6C16a7Q+5BHtArDAMXpfVG2oU43MVunEXULWTrzNL0YRlVw+J2NfPFfRY3hsidvXQ6RIySpWYWjxehHvZsFKCw86SlQCsaTcPeVpyu4/ab4+h5jil7hH0YhwWkQAoV7MbMCcaHvuuaxGIR4Q3gY9Yaob9mXsBrCekiPa8zHGBjliu7FYmbr1jPbJ7f/m28wviE+C749UORlpxDmQ6HWZeqnwDMxDgYYj14jTLXN2Ytc0b7yi6aHYnhtjtEJi9Yn7Q6LWhejpNyb5Te/UWxAKSs6wuXyW1YLsi/nJjqJp/gXYKKq7Tq8LiBnHrCQjcitCx7ZuGICwLs7+LmJQLlC63KWzNBOTWH6O0KMuGIloz7awjDNSLdmYhSxRk4N4aQC9q5ZQ6F5uHpgpeZTay/LmKamju/ui9y1IL49iEfQK2BFBct1iKCvWRZ6Tulb3pCZ80YSMaWY5h7/lebdj8EtNusqZWCHKt63iMB1DeCVAw5TAyrLKE2r1tRfCoxrbLYCq+oekLwpNrU0YbVLGLzvBqv3gyhFLNw6P3RLqMAYmnUJeFOYTVMbt0kdTUZZ6TS1O3SK2FVKvO9A7dIQMtSt/PaoBV+/BNRdhwzIFprVlXHvz9+J/ozRYjdh9ZYoyW/oTINvx+UqHYapUcEMTPmufxrHGBt5KujfpMzsdYrvIbSz0YxLpScPgBYm8c3KMY3wrulNJXRakx/HvL3is/tcqYBQbx6ekrSGMzqnbpDFF12rdcRhQEjGgKU5KN47GqUs5GHpLJw7W9ekugvYzX9JhU6noPDGmIS9MGXrGRGc7Do61OSLSaXvnSHNC945XCLEf4Xq9rmxBoV0Gr2gHh4Wr4uK2L/BUEIRbfU7sfmfkBcdZdqNXoWpn2Ja/CXVw4eGasxyufQXnMOqBYu227Ol5fOH+JaXzUXWrWp3lxM+2J7d8v/NNOR7hxy93iLhBcVy+RBTKxh5zj1lpmjGw5uMhBbWBI09matnMtVgWNPEWqXXDWnMQCa94xU18cR6H7jpeUXhODcJoCCndKeAOWrB8rCwUra8NKnRlIF8TKPPNcdbB73A1aL/LClFVbrow9cwXeB7sd/TxA5dUI1B7F5iNt1fk58o89WCvYqCwLbmKeYXLKmm8yfcSSk0lPDUrZ8oqo0CVhQj5KaHmpfw7aPHKWXuShrYc3ApTe8PFVo2A/aKEEyoTWuuExZgOGuhHSOY1U7djE04fEv2+hL7MLXNj9o1Am9m4ag1VlfNOV8xQbWTLJ3uTmRBSams7qgfvaM+94fj6Y0gVlPwSEXWnSVRjEZyg+0ICkrK2A7YlMlAdNj94uKi3ygsmDiUQpLZhLmMe80zQw9zk5i/aNpob2SyrZ4l6lTpcqIF5gRbRLllm8rEFA6dSZgpO+Cr3lj1RJA8n22QPeFEp68KRMg1JRO09t+HsJu935gv6OZajX3KltyYN8ub40mkAF0Zs0X7wvwbS9BlIrAGGxZZrVY6wtlEHVPYTaP1HTGsbJoAz16uZ1sQldwKm2IgtxMJQAiZxmWFmxfPqS4ykSUK3dmS0WrAXoQHDwnVvuW54o3SVrDd2AZ6DFroR9SfErOYBDLliREqks2V5i5jFpdmOKmCYVYYjFNh9auVVbFQelhrsIcvT/AJoBwnclwpoBz1fWBolXnlr/AFADcEqzV4/qeCFVclyqDhJe6xVTBnUBM6FBUuq7htULHFCiw0335xNSSuto5iePIqyd7uYhH5JbT0hh1LpBGL9oNoippXR3gCxyUXeFB3xcqAMUUCvHSZxHzqbXKLmAGzaUsN1Tot4mYaFbtD4ja3CvaGvq4jp6wDugab7QPk519gTBlwISlDhxoesUJHJXvP0zA2vs19XgjbilGgUbPXpMbVyshHr3nUEHskevDI5MjSUJLcGPdAl3F0WuvHpCk9jde+0cILLo2asuOClsWjajBnuIwkx+DgRGwTXzI62EQVujpJ077SqAKVrm4hk9E3NG2PE0MnNECAgz6GLi1Th0TiCG6DoEzCDA8tY2N/jBV32tOPE9O16R2ZX4FmjvC5STe9Ta86t1kx0ObjqC/iXruo/5KuZdGfZ4lN/v8fSDKGZmUkEC4sMOBvab4CW8euuuqzYNwKTpvBe6+aBCmnxLqZg2Vi9GtvSK7uY6v6iYSOyIP5HpB3RDQ0cGWafbMs2uIfjM9vMW7sHQwXtcwtbejMqcnMGt5Xy3NPM7iw6OhmIHDgOR2inkWQL9ZmONRZW5fsRxoBDnLf1gCFk2JqYjvju4mLwQ6RTZrMxhyaN6Gp/EseUOpGtnEaotNhYob2hiuSlQaFe5K810DDFKhKcWIwq8RmtcWPqX6IEW5WifZGXNrRhZ94maZbot/clXEwolMVZf0miM11a1lyb4ms01l6rAVGzslLYTGzDdxlZt9VxmZbNy4cR9Intf+eC9A+suKY9A0h6uELp8RGopuh7uJqZv2dVYInMJh6OWjfxDbonusOdZTyPMI5jp3hUERLpsvgJ1msFoFaYO7tE2LFRsJijN8x6tLVgtiFiw+2Lz1jUwcA41KLgUFvTJu+gPEG7lYqFpaTjnn9zdVl3MYjfjyGOK0hpWXTJpG+pSSrjoDqd47+ziOtAtXexGSDaC0wPETQtbPMyKZGASGeL9Erw7jnIpd3mXTuUHYA5phhmqpy418y4cyRemm8G0hAG7j5lusjLo4Bu1iRbuV3o61FtDIs2t/E8RVbH1RbxBOM6d5ccMqsocvE1gFLr9Y/si1vAGmbTnXSBVsz2pn6zEcNgV30iJaVuThOnMLOn3lK2u8G1n2pHLWamxN7lweRuI8iPZlT7sJt4n3uk9hAGLGssBuVWJplRrbJmMjro5ZSmI0FwOXykpeKjnC38y6h2jjeKCIVjqXUN42mJquIjXJoK40VobsA0hNNQ2g4BfjD3lCNVUf1LIb6N9k16X/pOcRdEYOb9SC9EyEIs4Q27w0PB21/cu5KOa6MdcRhkxL2rUuboGLMYlu3ezKAwaG7CAijRaDDD8DQdifLm7umh7Rfzdm4d5jQWSCxqBma3qbXU1dRr+VQLnFX8jCv2sA3iE9xtHlC5By9IGLKsopJQMDgmgH+VK7PHMJ1JpfqRpt3l9pMldo6szlh21bq8x2NSJb5McE7S17KAHk4dZo5jqtTdYcgSWbENSqVQthqyhGU0VgPWUCTfWmkIDGotfS4q8W9+XpKWlSwOcLgBF39q9IuC3y9pTUsGXWM1Lses9sfEw7R/zYtU5+ZU22J6Qe0xCgt9YUtM3b8y41zO9RExWLRddovEB3VdKmolFcG1O8DrwR3KZfU1PMUUaXUH9JZ3JV69ajKnbi9iYy5sdxcVyox9HiKrXBtdZ7y8A9VWDjkGniAgjWD2gc9Ij1x4a/pKJTzLvB2P1R1JtJ/bGV7US65R6Rw/vKbAd19LhXcet9fMLcoO+VLr9fiwT6+krTjGJmQKtvWDxMTGl2oCC8WqKtRZjZUQw9g2mOoDwA5l7RSnhwh51iMyWjLqrxKVDScBQ5MswrgLruROMzItwjA6q9M8S+odTBLm34YUowz7R+Z9B2IzNbTiGtoxA7Ayy3vDwoq/CIesL6ex4m2QE7IsMymFXvasEWAq0anY8Ro9fLUXYeJhtOrsNyKUyTmo4gNpU0sxl2CIObjfeAchcZuzm3TvB6lMv6lIOL8wfMbhRw6JXArTniDzbjQWvvKYLii3a+Jimt9oe0YseK31lFG4bDDZRWMayyRpSuBHP46QeiewY6u6IM14Y64jMZU5GWrHc+9ja3J1mIcaYNdMTMLHNwV1CdiYFu+Ypi5R70ExIy9eO89yhp2E1PS/4n6ZNplu5lDVpQ5XmXy74aeSZe+2jtO8StYRb6EU1HowEaEpenBxGaO0XbQCnxKk9i9YVakmcAxoCa2t6a9YfiOFC/etYX4K7LNZbGHWzMFMXes9PL6z2ma3b+f8AmYoIt40m9P1F5YzsxM7L5ttNsahYVzqAE6ZDK09JaN0u/qoyGYs7+EfpWMWeJcdThVekaZvq5VbCTCCGFOe3euss4qKsr14mhXp36zRA6RyeZS0qzjYWO7Hrp1bVKgaz6yG13k0lNMZDH0qLisvA2Ln0vEcL3jDvB8gOkxSmCdHe7+JoO+nEA9Cz/lLNu4BSWdehLjBfb0lD5OmoK4XI4g1NdPSgDB4glBthAW5uJa6sZjxeqTKstQO+0XHUSLSvUhA9Y9nBzwWx0aSazY/blfgBLZ+4gLATmujMMnU6xoaSXVRrliFI3W24kbUcCbh+hPr+CMpbWIY4FkwXWUqpVLAFCUuiMTDFL3ZdzCqwZdguNbBWcAOzXtG+XaZGMybIwrTL5PrETIs5Rpew8xblY6efwN+0sXI4rUqtICdKNfBGA1qpnEtxwM8DmL+WgJkpdxjUgZgE0Ul8lTYn/MgfqZraW3BMvjWXCNOmzpZG2q6lTc07S0O1Mm8VswXANNYPjeOCHXcuWY9NVeYPSl78R+lN16vmG/rZgVubCGRXZKgwG6mGpLzHKPLiu6wTB8rQ6jt2gUcvxx8IQHu01Q5cQOUu/kR1QeIbiwOuswJbziWRaa5FWEKKLk5gQXKpo2MGG8C6WGfvMpjnP9gNHJ5/DbG0+ZpOm89uj8Y+Jn/zMFU+lS/XyEW19BFdfQfxK34v8Qto3XCKlJDwS2vsTT2zYU/UAWIu0RC5pjeUufm4bRel4KrHOOkNcNgGZ30mIC8J7wQWVbwgyh03Mx0N00xB1PBtGizxMkMRC/BI609/4IBnQ+mJY/JTQYu5kBli5QgDgVZouCoisTacULx4RvBMANQEokobeevOxtpEVat2FkezJL0lSsGlVDnOkYX1MArqaYihUTouw6Yl6s0ttynganqyXZcKykaocwVNzTcQX6wNydrpFx7mBwHoqV5pZW02NGQRAidRkS1d/wC6ff8AE1ivM/ojanSOMJTIMctTFF5wukrC9RYPGIfUVlRF7Cx7X2YXrIkFoCSkts3V1CqxTOCZY16+kpZ7cJkPRDeJg6b7SsH7gbS50spjZc0sUVQ5s40/XmGvTJb8eJja8Ozll8cgyRgLRUeINZC2bTU1WuOZA9Y0lIxPAXMvBMN6Bw+1yhaT0G5Ruwmm6pYnJbaHy7EZRr8mc2lzWCdBOLizoZV1l7U0EGLntYGXu+Z9WsILkz7mWtcS/gln4U4U2EmLaqFJ2vKCh7W8XKC4pKB7JxEfxE1P00QJ7K/C2xDxNII1CQMndVBUzxqlBxrNX9FypV3WZr6Uvnp49z8Myzd0arxv1m4G5XMvdMAxFqhf/NtOydk7JXj8WXoltZ3ItHaXLcRTtO2P2J2Ey6e0q7PSUfYJaz6aCKBRVBFIoFRDtHilOCdpK8EoG0zQ+riNU6jcQSxGa6tP7olz7WE03VwcfdptQ84dqZcbb0ms3xWHrUuBLSPQqVOxTbeJgoPW7paRwlb7a6Sutk2O6owO9wBgtN8SwI2kxGapcpytgVfpKIo0PYNpievnLJSsLVXkjZRoWlNEFHLV4mg+tIS4BhywbhQ3Sa8a2GZjFwLlXg+WmY0J5uDd6EwMhRV0LXzDbGRwGNR64l3CFwZW3ekBbmOQCCFKJek9IdS1d4jBPnNw/wCxpTTIaL1mu4EYcZYYEbrFnhfEpA0oJoYYarXEqjtQ2tuxLQUl6vxyxqCGepa7l0F4crN3h2eJRbUb8y+2d+EAGL5QS9+7AXfxxWuxxBxBKGcupghR6wObOviK+ZJoeIa7UvB1gv7GEqg/Ex0iNj0mS0PiI/iijR6RTSHeR8ZGXepTNUenNEDx/wDivwpxKOJ0CMvpUtNpfj2mRSHpHRx9kT+AisWdpfNRcuxIACxMMK8f+WpSdL8mvBFtoj81IB+AV/8Amp9pxFyFT1zUviWWLkHKTNKtfSNGHB+xCWhx0crDdLCAGb40ZX4SxKVvgXNHlMcUp1mPdA+d4sBxEaC9pqVj11gQO5R3Hm6hpQNUqLpW4I3CN7J0oxv4bLOhtWxKXlqd6dIAfUWMFppts7xIFP1TJvrSVrL4YkGM8cxHQlhwNVoa6PARvzEzLpdK6zIG/s7RG+GmUO2H5RNADgXzcwoeRQOhohQWJpjOpdZJvR6fp6vEBr3WzTzLy4VmlxbxiZ76vr17xBkLfFT9paOJUm9TxgoJtMlJ7QI2er6V/M2q9Yal6+ZxuagBahhc13m8nnHdwQXEAXfvPfQldNSqeqTXEHJrcpIVdGZZNlK9TmKVmxb3Z95yQ2ifipUSV+WUf96lEolEr/30lSpRKP8A944LLIQ6H11bTQ9QeDz5i2Ap0UmU41huFsomomVU48WK6RIzNTLLAgQLPn5RItYXQzlWHfiYSuxBwpy94UVtTAU2V4ZqXjpQwdKbjH1JVAtZ4vr0jq5PW4ijF1qm63idUGE/aNkeVBTxrBSup8KelXtPo+EITgmJ3MREN9ygOsW0FzYo0eZiHojTB+52v/QTPlnMpkFtCsRU5V5yqKrZN9jD1ZvxM3c+mJdYbBdYzUFvl0tR4hXHPBVT6IfeSazwYykr36NRx6TLk/v8b51lc3wc9szIRhUVuHeXUpsNoaVKFOExSU0FXZrHbOkZ0eY99g/cFtylXanmI1idFgcxerwQyJNXbAx4l62AvnvCnbZSie2hv3T7jkhof86lf/2/tOE/RWBKbdo162ubBDcuqWjosOl8E0zC7vJbH83ILhZYtsQjwYGvdHZrMtNz2tJ1uGIT7CMPUd7tigIjaDXu1TeVwUbqUp7RAAXFLVWlcIMJbUV+mhGiAgJ4X9BDIx5ozSeIIpqyMV5de0vBO4pLGlaXUcvvp8S9WF+CqvQ3Gaqj61Pv+H49m+JkJs2PrMjEVnN9YK8R03enxNMqEeJXeVu3IlVMyoslfqWa98x7JP0oMa/LcjhQFuZ/ELBLkuGz4mRtGmqtCXd9KvVi7fha75GUw3tTDUqo57d4/iM45gK62b0jIKoVsaV2lKQC8G0pxxGcJAt41reH+k1L4RHvkghrKQImyc7haZ0iM3JG+nrLh/ASCdzoYPG/aaGddA7dIIDV7p9xyQ0P/h1XWL2IwFmPgZTFs+ac6InLUJtgemfKaKbuLay4WL/MoxRtOsoGm7hERu26wN+7GVkkUsoZu2B0w4npfeH8x3trKqUM1XzMgc9Uao94BvzNd350IjMOskLNLihTUqZGA6adIZruvBRTrNR6B0eICvFTkjNVrb2n1/D8HB0fEIB5d4Wy7uPxBF0yUpTsywywUbDPAEqvlE4Iwgm0rYzEKlN7wLPjS7NooXJevWHVhBZprk+ImibtbUagjkAx1NyAPZQBpqw3olvloZxc3TO2sqIUtVZNJm3B8tolHy8Sr9DZCTC1uZUL/wBIG+EeYHJiUGdYuKkYbcQ6XFV6zTMLgUurpCAmpAs2jCWTqbqDqdICKqUv9tZl3ENUPtuYaf8Aw+tqyHpURLso/QzCqyin1JoayHlFuYcamEw7g5oc3Bw9KlyAbjywwP6S3sXdaS9rqZHSu8FEPk01vr6+WW2K3ckcBKqGijZ3aR2nDQ211axEaAnWcIunXzDSfa0d5ylW2BziUidtaoi026GYYAwXUvJEauQdsT7fh+KZ+ArpLg0q3lSqOuI1teFrYurlbpGOsyivEr+mlqGF4JnWZWzZF1wAWwzUVmZelanqYBWWNtBHcaPSWvsOx5hRzlZfM0SEje5nekou8HJRN8A1Bk2mbTSA2Yp+0wt6MzLoteA/ZMA+cG2zoxlNs6F/5L6mNd9ZZyARW3DZQoby2F4iLGsyiTpxL8tZRae0HM2xqtcTGmue0LLhR62ikirp7P49hDXufmfRcn/xFdO9qcNOlYepcJAoQY1tYReociCPYRrnUGpbbqiHC+i2paFTUvCW10LKtV7JYpZ67+rWJQDCsUQhYWLrRgXiCnJVPKILw6HoCWRu8AlVBRpFjuozlbGgnRr2t3o4Dho915RSYYtVFV5uMO9jPHiUa+sluRRmb6oG7MHGnSp9/wAPxhIGmpRkmQTNTC+PMdajeE2eYIbAZ4Mswo62aXGqXLzQ5o+Fzi3f7AYxK5pdiDzpC6asCaOpLiQjhna4c07ywZFRLTMGmwOkaiTqW1TTbaWm3+3pAoC8xvFdfga/eIajC5ROC1Ojj3gRHLwv+Zra1GlLrM+5OgAo18kNT6cthlGXtipieLFckTDoM3UXSVOtvERAnMyuGqu1Ru2PeX7114iZ0l68axErhIABTPI9Z7CGvc/M0v2shp/8O663uBD9LYHCYv2mIIk7W2L8UZhNqOszqWzBbjaL5vxg9TeaA0VqevaXZfO/XV2mtHicrzhrVyjkU4irKnGaC5qZPB3dGo5hjdWrFNnztCkY2KVpZwbwS2/e1mh3RozipqrpLt+8fKkJpiw2+j1Uq/GsFgoGoOnqKlpJW618whgLbGM8R1pNlj4+KbMuasDYOJhQ0NNBGsBa/nKDHZKVgsfn6M1bdaimLxuyKlnKnMA9sSshzehFRtKMpjahfi4JRqaL7MyKqmp1DHpPquZdDquZFqa31StxypWSIOuae0djZdFMxF77a9Ijnog6Px3dn4hwN0U1Rut/A8RbLLpcuOfFMG0Q+kFFtxxKOEnxD5xSyNKB4no/3IV0wZqvfumi+LKFDaesJzKPtGJDUwC4UpmJpTPiX/cDXMHSezhr3PzPuuH/AMQ2vCmA/wBvuosHSFtrNjIy8kQScacbatYhXnMPy+7NUCoN20Og4gCV43Waw7pZnuY91OGpHdXZIjqPBB6cm+8vPjQUDhYUUlddMCle3E3VQpPg8woXXGest4u4uhdGNkoReiy6woXXMEgHwU/hN7mo8jrCTXSCOEU9dk6BeZ9fwmj1hvcI+ICA226MbHmALvKbZRUNy44OBtNl4xy/iIJl/OH4jFlsKcOEQrB61r5iPr5yEqtXIVy2qI2joxPV+eLP+PGLjlkaDvtKQoN50b4/cexw9YCir5g9Q95ohh+8THCgCQ2lsctzMUtdvTM6TfiVrdT86RcRsS4tXUibNQvTzRGNntEXKlSgjKoox4S5eLxFXqHJ6R2ObGS1ddJgMpQ23IPUQgqtV+Ga9z5ns/yf/EWdii0t/StAEHkWzO95S32QY5idOgUdB1g92iN2rW0Hsa7aGZ0YIhfRY71GYYtkbr5MIcchxvqHvEcQaNMl+dYiG9Ns2dYUHby1XL1R23zKyT0NHiXcIdUW10HUYtJWNN5L+ceZrgq1RN7azMG3swVGUuRqco/qbIR2FjYLyQMkXff2PMwaVNJsbeSFSU+Y6AzDd+Kk1CAxzQet2dp6QUzZd9pu5fRcmLrcMHrmL1J/JvmUPZV31CMV9HWBY9SwbeoDHPR7TB9co1tcTaCqjuy9KldTg6IKmfwIHpKhjjSLslfqI9i2HdQVxKvUuvziLXxF0hiXWeBKK7JhYQR94uljUb5xAP0Nt4VsWv1RMyJR6zEyU6x6nLXrOzp76ksgPZ8X16yhzVFpVP42/cz7zn/4inF/BLsVqetMKnELNdeSbytYrktwBYoloN9Y6wwoFTq3AIJ+Pg1d9SLZh2ApbPGsCL5TYINUaIL0U3zr0cR/dzINOVe7AGID0VDe1p0IdVGFjeOnXD2g8eKrqw6tYtPvMPqeR0gbYAui+s/IQbzVoDJzpCLl43aUBYBofglLwfoZ9bwhMYbbO1c6QUA5D+NYcmoljqBqiTRDQkD8koKa6t7s+JbNHHTHrEfkqDGzQV2mLab63Dpt0P7l9OXtfrHowUZ9T0qEl4kw6g3+Aq5QcVzezMpFpvVxczC0c7MM0s32lpN5laRKU32nYkghMo5NQzE3C9UOiZKZd2GPBckS4ajEBEvytgjgBYXkmst6ieuxrxaZmklCw7xnX93pXE9n+5WXuwV9bP8A8R9DxAbAxXG8REiupEz1lLXEe1HRyFHUYHSh7quPdhWJp4oBeJm5VZFvrPS9zw10it6KtI1xDZ+jKNVo5uH1+zV7jvcKQfzKYOGXigtrGS9PQgHaKh9c2MTMtdx1XZDnioin8JWo9Y1Ui4St/hPr+EDeWSiy4bVWamT3KwU5VXUtUWbIggqWxSq6LCXgYuBSnxUrc8L3esu6BmO6Yi6xq0d4kYDWTaeB9yoPqo94JZwHrpK4sGncgrOMcd9zqvvGVmk3zaLCOM6UzR1AXalRrtrPU5m0j11n3s271VNbJ2xM3ebjtB0jvSxcKbIPOdVcHYXGZuQj6EeLV6F7KqZynjpBDjIJ9zqQ1n3nP/xDRj7GfaOhb9LCYVknmy4NY0QNp3gPQchVVSdt4VN2tBWL5npDptSzEsaVJT1OJ1eAgojTU/lKv8JeRoHhjcpoKHYKMFXaVHZNLY1QchMreezjioN0oB0lD/IscIA03n2W5M/uYTRUsEA1VfPUrdVYNGyESZMFU5e0vIg2ajvNca6sjQ8yqpvuKQreiDR8oVqGDSYUaVae7zBTNzT0j4tjAIBx6OtW/iyJ4VoeiUVGaeUgaoIfTpCb1r6XiWlZE0m+GrswUWxTpMCEtYqt/rGE6QpfaxpledctLeg95rgVL2ECC6t7RxT5EyxNtZetvDoczdMbFddZSDkFgrWKZberDrfWdPMvMtj8YaT7zk/+ILj3+KaflWlAta77BAwnJekzVScS1SXZz3mBx/bZb1i7Kmr2hrEByzBK763pKOg2FOhjZlGiOBjn9dxqvmKTO5FcOPLa8K5ZcS0oLDUGg2mpXK5axrpTMpGNdq20K40lkuy0A0itFOiiUt2415EsLNfrPv8AhNrnKH6ZoZ5OXK1W69pnhdZs6GD1Fu6ULO0DA7w53XU74vzHKZYgI13ah0nHOq8RL8luujWCrdwXOjCi3NBtY19CJ48bCHLV4/ePyC79UX5NrDfMvYrrNVmmGuVjTqhnoxqKBuroHEquMLdCbJDlpSBKQ5Q8SzedEEtCr3tmdUs2mJEXTxpK5DyErbffv2hMjpQmh1MVLgSglLaIlmBztpzyYiFsppZ/iUHaSodvwH8wX9rJ/wDEH6O0Z2AY1f3y4Va+IewChNWIPSCvZ7lnZcwS8BoA0/uA/ldC8vpMs3X3PO3WMzrnjgPaCULtgVa03WsaVoylQtbWquPCDLtpLX+szSTeo3IX4iAGlHUNIIBzMOquBONCpWNIxPTj4n0/CGkooyCIo3HpKHqFDMdXHiUEdG9W2+sC6vINawiHVg40SAWFucF6HxG3tqsN1y+0RBWVhSt4ejaxnolLl57JV6W0NBpLmu13SYXDL9f7JpdnOhKo06EcFwYKmtzOW0WpTmGQGNF0JUUku4Ys3cw7CjXEdL+sXcHpS83Wajd2TFZn8iPSwI1u7UNT2hMqC1c6JZYyvQIdcQnvZzW0Eahc3b11qZ+Puy23Y5Zp1EOROcSizWolcz20P3Bf3MP/AIj2n7pdcvhhRtmb0+Iof6UtpwLbgcvpLDLavw3GW/Nv2wbliI8got9Yc2VZtjk9VMbxjADWYltiVTAsY8QIQbN3XSPtmIc5EXRCM4ymDWELplVHyGcy9pIzmorbL6fj+LZ+30JdAYZWsuGS65IeSqt726+8GO9dTGf9IZR2X5SFZGua7TTHi6zcycoDA66+koNBppLKtE7cQHR0l95QoHDjUR8+ZujaFpxvvdavDpXWKdcs9JrHDRZF4GfAxs/A53YLjJxRs3mhNM4sTHmMKCuA2dL61BEUqjG7mOVRqCg+iCVIhgwdIKjwIUNYtDfrMFKF/wBm3ERZQC7DUUaJuRovJSI2PaYIZdnsd2OEnRPf6xRErJgDiHmsOWkxLCt2iZnsp/M++5P/AInT0f4itc7pS7X5rC4f3TRb7Qmr0iWprWFw5FQ1xegouaWSz2lheEwC7l8yqdeLir0p8Ra4g0R1hr6IG6uCgOhuxtE6GpKK6R5lXfaNi8YIl60lkvptxnbTA3Wvx/U+34fgzXEBxFSmx794duRmyo4AC25xp8eF/k1EZkNmbaDBGQynqH+wTRnBG8CGzZd4h2EYizFm00IeIHOPubpVq4l/CX9UtQP41+83PRljKFwQtNXzL4MVmC6kx3vS7J1Jxh5H8TArfUcsysGwB+kW4y0CDxDJGzhp1XNUDrYW9IwazEKXc0zYLl4y5F7puepdRbOqK8XHjB15uOgKbG/a5V5obZ7eWT358P8A4lJ3NY2ALZ4muUW0I45kvtF6oMBz2VsNI2FNAcFWIPUEVtqY6hMMGWtgDRiPYxYXmVXeZAa2Sps8gqGfCJLqv2ntHmYWdi5zRVSkywsvSa/3npmHaBk7fqn3/CUQK++26XPca9y4oK0ZuOJipZJj9SZhlu7m9HJJ7WoS6TlrUfwgNesff0tcYgcHNcswihfCE1wHwmLGVJzpKSmybBfqQBAOz8t4ToxJ0q9+s4gthbMXq8SqzbtKSt5cGPeKWmA29g9ZWzYIjRGhVpSr3hBgHHkU9m5hbqQG+XtLsunvUWmxkX2l+g5YApEVF897Vx2huFmSC90qIZztOQ6jLvX7meun8z3Z8/8AxGP2Mfh1Vbi7XNpAJ26aMRs5gveGDdkNQYX1qX9qsbX0N3diMZou7Au0oAGZ5wt1IfWSNmkwOkOWOZkFCul4Kl2WnRYbzgZuUlqXsmMqtFwat5VzIKlCKQ2+Yi+nt/Gl5Qmgk7jMxioi7pNjuRAOlnlsjiTmoFZiKsvGlDFyioo2d4W2U3Y2qWJp6ksMR1npLgLLetOsWRhyzq8PiEMQxWPX4h+rmVbI6b1BUq9nvMzuh1mSuaM9CAoFuDqygUxFeDaGj4izVvH+kckDZ1amEeamSQ6TO8UcA3wAx1lQ1kL45WJyYRLLgBq3yzSAFze0bTqB6QmH03gT3Z8n/wAQsH3tBswPTKC05cBvM50km2XlSEw7pdxeoaIoN2DH6EcUbaCNrNrqe1/gTBVfMbhlqOXXvOpORmGINxzKMtWhlPaZn0dQ5rKFeUldqWRV9CXPRiHBaBzcHws+s4w0hSWhOtUWd3WcFVNDpxMy+huruTZ6rpP1lsR3WMZrmo6kxiLNgH1tFQ7D0gPG7xiAtdoetsoA6TFwfVFyh0c3BrJJS+xARRmxMjvL1xhjPJ4EwgdljiZwOjEpVs8QlkCd0uuhGj41CZ9FReoy8D2Y+nQk1A7qdIHbgJFATD/nt5nkTDsZ18TD27K1Y4SUIAl7lbs7WcQ52M3R+okeddo2NpfrNeaJwkXwH/xAv6OU83GN9EGt0CE3VWhGDNGLrO0wVbZAHg8zEjA0DcncQ1LIW3dd51suwnFHb5Iu00K/TiH9l/iVZzOG/UqMxp/jKikXKcTrctcqy/4JcxVj3gx6Ecxo+5lxHa6eExM2YZnnmFrf4s+k4fjrg/Z+4lqotlHXPWo5r2p0fulWEcO3TXcqoUBneme0TmDCw9EEEc21l9GcPoxPWBtGNQ6FmDuC5zL2C67p0EnKszm/6RwLEAu0O4yA94oYjwzRU/2GKYf8Rr5msI/H9StxJ4MxHPEsaGrM8lvory6TLRqJQz25hkRQ8xa5pqGg1qXaehAuQdKQwmWsWKvFwyRWSJY48x4haZ6e0pHRNOT+pcOiesQAWqMvMSpsEebomgnEpu4V/wDEXu+lpm8651pC6IihvsxuxR5hLZJ02oou833SimuIphpQFrvroSi6AyZeXFQv4dOuE2O8tqBtS+/DSG4lWG228RoVmdRkhpO7oi0/U00eRyYx1LTXWkYU3dxwLAj33vpAwqbjo1ZSHzUFbsxhadcY+kdo4GvM57lpeKZ9NwhKaDDeOQK1sEyqYCi+jmImraBtWa8RkbfBotvlcLHsLvI3+LmoQF68T3R5bpvKVfXEyKvBorfCwxVsJeVYmn49NQw+CVi95rJj3gANfgXzHr15KHRfMTwx7k1p/Brb+EZXa1/mM9aM1zNX6u9hd9jZ6Q623IOdkUgN5NiOAmYG5fMzLdQwP4SMXtKOjpMjkHAszZtB1/dQnhScT+0Zsw8jVMtpVWoc0Rm11acEymjc7oXHVkmxwx3HkdE0dk9t+f8A4hZPHzRV+NrTHoRG9iexT2hQ1VpDq9YfmNqP5nwSz9xHTgFl8aMPGDXM4zNMQ5BWwRzQVADizrHFGippiUosF6ef1FsUKBnlEG7kwVbn5Y8LaFEp1x1lweyGGBibJnxcehzGNCcstpsd2OuUCcbDaJX140/0p+F4sYdobGn9RYERg7kPY+5UV2mGlSurh98wWsmn7nM1x3RnbZjCT1qxS8JlGxA6asOsAntA4Xqu5jIFoJXKGrL8pV/hSNmK2cODpNUz1vdLmi2i0zRAadv4/wDxgVmUxR1vpLwFHmGB2L3bb7QKPZ5TLgrreqHZPOHF2T0YcO8qSzEYfUS62AJoKp9DBYhW/hMZp9SqTjjAPebmwB5HeOzFadQHV7xluUs7kWHfmTRHt/z/AOb3MGfWf4n1P4T638J9b+E+t/CfW/hPrfwn1v4QbT3j5IDJD2b/AP5CQ7sJ9KAEG1l+I4lV7m3WuJQHrwYSnaGcK/eaorrfzGlaQ5ThfWYkXZFZUKPca74iNwrV1zVS8mIG27GMzRKlpWn9xk4wkTw9ZTWALtx2iQoabRKCbcSv0jTV/DpWPchNG4VPmbEMgdXN4C4MMtHY65j5Ti8ExPoOE2lKnUMIH3aGqqUU18zo6OJaxGRwB5RUDpl2GGUqRnGDEDrFhRQavPiZWGRXfrKRkVm1RFVaxz1v0iwIYXTvFy/g7spTqeLWUkuvSBzntMi8hpDaDYeYo2mD5r8Tq7R7yw8JxRXvH6EbLqEHaVE8VctwJM9WqGsXd2KGimr2whYMzzNXsntYfR/P/kVJRqs7u3w/pxr0TYK/Wbe1f8UHUHuXHWvzf6Hp5l4otgcW4G/r6v8A+PwsneJaT9K/xP0zfxL1flgiNFemkvei4n7IUqVcNLGX1V1alKDNtMXXp2YVdIirH0iraWUvWyu3/E1ITiQUMEd2Qw1FVgAeI3cJX2EarYsBg988xktCGRn3Qhmp9Qf8n0HCbhjGOA6IgVthtGJSjlMj2p/R4LR+JRqoG5/A4ZWuX5lDsQjZANRMyp27s9ExAmn8ToGrE9HR2mbGM2sSNLm4XacsKtSnQlYvSUS4JE+JmCkW4qXf9kfoo+/j/wAg556DN3J98lf9EAhY4R0SXtFJW4NU7url3v8A+NjW9vaYLT+GbbHlI9D+J0ftCjRFNsrzTTyrDrNaK6oXn3p/UsrbTWaxszVt36cREOpxhAzuzmN9Gdv6RzXO2TeMpp4KGqoptXRZ7JXqAtJERlSMDiI0aIrX0CJc+gfgT7xmb+8CtYPraad7/wCoh/b+obf1H8SnLMGGW5ausc5HP4t0jBnpKImKbIt/BEDckSacHN/X+p3PviEN4BpKI3tftKtr0aSgKkwr/X/jaUNXlNQVrrSrrAABQADgMB+T7XW0LaPYDKxv+cre6NK1M9Sp1TaJmG3PWxz+PdTfCZPlfnqa2vEFhDRewJfRFTf1be1ZXW9wRCThDqUQHdfjuqnj4SXyJP8A8//EACsQAQABAwMEAgMBAQEBAQEBAAERACExQVHwYXGBkaGxwdHx4RAwQGAgUP/aAAgBAQABPyH/AMZ3Huug9ldB7K/oFfzVfyVfzVc0/NQ59L91zr81zT81xT81xT81yD81yH81Dz/muT/muR/mub/muR/mhUB1wE/qaT+S5ahf3FSeN/8A+JP+TUlWryVJuV0nsroPddJ7rrHuv7hX9Yr+GqDPqV/Ffuv5T91JhvJQMi7oV/PVtN40j+tUH6P759dY5b08U++fXMOc8Rl7ef7Vxb81yj81yr81eifhvXMvzQujw3psRwutGm+4fmuB/muX/muf/mp2B+2/jNC3H8Kl/ZUDKV1KS1P+l1/+EGtCWGkMp7r+4Ui1+q6D45z1G1Q4Cf8AJN6kqTcqTcroPdSTFbiUiSj2V0Hsrp/ZX94r+8VN+4pB/EpEuXVFJE/C/dc6/NTfpfulEPC61xb81/H/ALri35qElLlvXDvzXDvzVmeZ3omi/wAtaEwHslTeP/myOr6q+OtWCi984rJ1Jjs5y2t6qy1noZ469KuFv7unWoSRzt1d6b11iI260mEjcU268+sCoN+WvWFl26VIuHZRznTd9znPSC+r/lRrv5U2GPoBt+qtrdjPt72/yw12LEr9OlGGy/BwphYoh/w5+gI63bTGfduROJIGwI+UVbphED0/nND0rpixWHpaptL6UQPU86Y5mZ04zfn0hDL8edKsCXGn++fSIAo7WLZzztZTJgITp159ATTIjo78+rvE6P3Ud3Gm3XJU+RE6XO8c/wAYQbJGMT559EupKOy8vTzLvPHPwWWPYMec6QHjZnOdJcAwj/rn1AQ+B6HXn1Jm62nrWlxE7bo99eaIzQjIjrZ80Bi1dYTTxbr+HaHCbl986kdq0NjcxbGTaOWwxhov3vzZhMFwz/fPohNqN0852gr2ieHzTf4USP8AfPpAddKSLf5yzmAgWHm1/VMBBeqo+CM57URx8znPRgcTnLXsadXOel9LztznS3ePv5z1j0W73U9cGMkYv1tUgWMYLR80Zh/nVYf82OcgP2NcbUsjrp3+CIYU6bXPfnSd1kBDIZ7UOcdMl+vAcxeUV2OhiefUqxWyGxvnrzR6EfC2OtChzQRH5v8Az6iUtswtjrX14/3zxYIpN4/vn1ipaR+Of4VkPh++fRzz759ZCx0/vn0ncXbQ+eeKglIjBGk60HmHWD+6jKxKAJtHWn7UjT7zz6+ww/ZwoVBO2IN3Tj+WZQnHFp9J7VudZg1qjj4qKK9aPrcTKBIm3TywpWbGOffPpxw468+rqENo/utIjWIfnn0kLFQAOnnpzRSB9I0fjF/fPokwu5t1phMBiJZz6pJBu3sunnn1jJPP1PPqA9n269P1U+Y7RDhtzlmMLUkOkXmhYOXd/fPp4PLEs818ejTNjVGnOWQ1uyx6OfUBDwX7d488ibVsCRZNuyZ5GeC5ZyvvHNIoQDZJRMU1XLhtIP8A8qno/Q1ep/r+hSsjc+igZYiXpP8AvNoQ/FTCLZS9uc0iQRPOciT8Vad0JXrDuM3Geci0jO9FqyOEMo2P+BNDb0RPOf4GES6Rfl6jcNyEqLmGbGbZ5/j9DxYDk9W5bTjm/SlCCuNqRaiCbmh2HMIZDibfkIqI+91QbVcbbZV9fjzZQZFvJzmwNdUWHejW4TWVx8nNpwZnZ3oUMQXvtz+ZTqY+ufyGtxGEbR7pMAz12oijDSXprUMAYh5z8L1UD+WKYE25aiAEs/mgFZFl6dKuG/AnR6P5aVyCwJuQZ5/mmB4XyzQ7RKFu/VRRJGUHIyAoJ50A9PxRBibrNJJtIXqDL+FDATYMVYuygxpzmwsasLnPqZci41bU4VzILijnMaNWZmhiKtlju456XHpJd+6CGcjG07G1Ai2JmgxEufrN8VMqgGoCQmfHNk7B06EOuVQgctjLXejna/AL2Q7nTm0FWw/tvzwCGjdg7eKH/tSWRGpkcwrg5jIeRbZ50IoiCbWjMaTE8sW/B+P1rSsfs0ijIPdxVMXO/OfhGIDVtTPhl+KISg3avnwCNLxfxTQmt+OfqbBUzcF29SkuVJYDK9IJppdzJmPLVKFseucskCheCW9KSkkvo1MQeo0uLKAM4GOfpOje4d/dQofSRnn8GrKlhp9lqL/MADEyMFG/BbPoMyEwJmORayKxF5ufymA7TNKUsO9vQghZ1oZoseaBC65903sr5VGriiDPz+KRb2pjtd6VZQiEfP8AtADaiFp8U2tLD5qAHoWh9R0ioF2yybXj5ouKk3BLSi3WhOFUEuIBSN/8y37NSwa1rAYXmHOEBcx+yVxO3/5THOu/4NZUoVsuI5ssZATWNJDu5tPCkbSfVR5zSYBOjWI5ZqcMIR0baUggtQyv55+IPQhxdj+8h9UIicc8SYAoGV9LVi/AJCMM9U8h2ZkhtbnLYJFVxQJ+qRosSmZ0jrHx61MPjOB8K1E5tBc/HNj+U8AEA+OeFT0R9SMtZe0n67qaKSIOJWbstFY5zWtu4Ezv0qyUJxiBXxp/lk2LI83rvJD5VETH16g04TsETPiOabwjjtRsghRMlgwqNooTcgul74jtVrlQuYbPWebSB6CmhyYZxyy7vyZrcIA9vViRlsA/rnSUixZiNDPP1dSRBa85s4hC2HgTvjxVq3IwQxImS3NpZF2BBKXvfTnYutdcoZcdLVP+cELO3bGfHookW0j/AKcwfrhsuvYyY/yzIo+HVvdQOlOsx1MQJAi1q7WL3tWJ0h2ZWfbz+H6TjHUtJW8QQe0utPbT0IMCb+IHER8/4SlkChj5Mk30o5GEwynZlxt9CRDgvN4+6mOjCSyYFDFr8icZZDf9xCU3gdOZNk33PT0JUYTbH478MYJlLuyiNlJnEwutyKXxTktX6zxsQGd1NYbTG36WqKO0q782sj1tLiLPr8+DnSiNpB/dIJ98XbkSwuv1fkqVWVl7H3lpuD/Wg9jpe3IZA3/hXKbq3k4/n6bcd0k9kxzEXJqo3BBHb5pNjxzdzB2xyw/Gy6JLAzk5i4ie4rFQcd9IqX5WG5qTzHqL2bqC5i4y9P0IHpu31i1BzR4bgytW2N+Y0jrIZEwu2nIpBHLYERcb+fHoROYI8AjUdfw+CIQ2H4n7UMhkHjDYxES8jXqQXm3pztF5IQYsbKmh3miwR1QaiUd1IXOROrZ4PW4vCBGFgm3ImhlVjvj5obdCnGyv6rSKb4/FWx1z3oiBHfYp3Y8fijLCLjzn4O5050odnkpbGJq9UlSKRS226bc4AsDUmJCaSgjaXnPoHUkYaUd1TLuj8Gry6DGjDN+ZolmVjQG7ZwTaPQEr6rIcpdtb9TuAk0FIMHnuohRb8N/Fc7s/+Xltmrl69EPA1HGr3irTLSgsdOfpsbQ8VbdCjNIUOe7zEoexFEITFjn1F2qLxjrTvgGZvu5/giok37UTcBMsgLpS2CU4WUfyiYQLZT1OctEDCIYODxzoWBOW6QQelpd8KHoKg4QC2Q/tDmJokl4vHP1a2wd6OAJca62KxwY2mZy69L8gBSzOpts9/ivqPo/49ZLkrMViDG6LrJePSSBdFxzO1CWyyxZBbtHqsrie5ZE5u0BlA5S2EPN7VBAgZINtmOfEjG+DGhJ7qw/p0JyPJjke4rdUQXvzosokkIix3V8UD1IyFag7z69Q+B5mygwzIDetYMjVnWDXpwb6JhgsZIm0NDSrhlVNhmqw2evGHUbPlPhovHEiUV+w/NIBYMEY7fgVDckTKAYXrtUlby6MQfBzRu91GdGk8NorbbFQYGM9WKyAijQC4am3WnnJR25zoyzCbSYfNN1DkSJWdWmZOyQI9rg+P0koogQMRsGnNrKCLNGoEUU938qARCXkYqEZInZ20edLM3FNqb2sDxFR9vDrkQdLLciF6gEUQavV/iLiKiBBOYWffp5tQhssj2ENSkBIDoNIAY0D9WBS1hJJgxTnZ9AaIhYDEoTyNL1fdDcZfRyiTFQqS6OCby+aS0wwpRJqT3/FFT4wMjPNwlpx4HqRxzdRLGAl56Wlmk8G5CStCLr6eZKEi9KbNtj6qTKSNqIZV7C2pTtDAwrZXQZv2wR5E/djvj/HU04uG6fPNEEREKDpQ1KwI3kREzy/paskcaXjnLIAK2+8JZ79qt76bm8XjoxwKODVSdReg1gEts9QrTmCb8fjzTBFwg4iTLa38h2SDkXhy0WetWf14fzzSINvuecxJWl6BK7QttqErEdi75jxEhApD386cgAky66j2iomrEmioufFN+9HOkUr6jE67Rz/ABLzl+KFG1LTT/kkqMGWbHmlA5SH5BQ/FUGd3rdlnn+buFDLDbap71auGr5/qqVNT81A6ulzuz/5ec2r2In0+acthk9YvQ2sAQ/fP8O4US6TvzegLY5tiJfng20idAaPTWmMKTALrU826sGLdKgKVujvWQPoHnLYkdyJInOQKDnGlRb/AFPBnUICckub25o7+tDnP1K0bnrWkfjdhCRZQRqs+Jh7jSuFTro8hpsnv05yzlchIZgJmgdw3F2HORGWcjrd/en6AlhT4UJLf6qAHTHSbS1UXXLfo+HqJAE7A1qKzLaVrfzmgv5jbCm8yvtWCVBg2tsnGObXliWwXbnqf5Z055FmaYjw1JZu6FdI5+pQJOUo2Pbt+gsFrgERcycjctSZRDYQgwbSeYSQRskDbosK9JoVQBYghZRPPwj11ESSIzrvlrQpScsbHZl529VNp7zGuPP47CMhxOIm3kPr1DsIuMGLd+drCYRMoejn8L8jqvV3pt20GXeJbVX4VPstzn8bSfzQkJg1qcqF+Z/7SlSgFYKUDYLyzNkuJ3ltwmz5qPKdiHAU2bHv4FXgbrFMOxZ2/UK8GksbmXrBd5nmIKYlGAYUaERxBLFF+kxkMQ70q4wmJBki/U3/AIktzWAxwnJ0moYyGKRizrPMAZsgoSHtfSrzqMcuJ0WAz16Vdtatk3L2L4OvwB7wYQ3hoJeW0YZv/KSPTPLNJAcRzpIMC1y6VAul7VDJlYXjhzEipkNBBC8XRU92w5mlzk/CfQwqYcjdJok2sR6AeYKRtdx1jEngw+EKoi9CgOp6YKSyMuGWp1+pXFHEUILtmY+rNabZyk0NaRbu25y1MBpL9fqncS+pnwc0nBOCRV2N7VAQhBjYb+zp8KWMd3E6CnNnKnDQe6akAK+kxz4oWda16DG5Ep+eaJR5rsP95tACI/g9H+etKAb1Ly8lSuK/KEPvlpgcpYTJYXcF5ZgNqEjeJ22oMgcNbgjAXaf8tNqTCzKNnwtV4WsROC5mhIaQwhEWeuWZCZAefxQrDMRIgZfEqf7wRigRkwl4/J/KKpZqLW3u2H66WQAfOzU6lNoXaL4Ux3PxWuYwOrjTpieE8rO/SkjAcdetAkRy1YeBtvb8cxYM2h9LFTrfO7P/AJflvqkHQXotXaII3gBHk5pMKxFr2s563qyYSZaxHrngyhSpNl78/wAmKViBPpB45osTIjA2PJFv8tGFLeBC8xkQU5sRPk5zDmBOQSXt+Kcu5BvamN4Qt+m7DjK4TUipYnnt5NBLuaYQi7t2XO6UWShhB5TF/FMtaeQJIbDd9+rAijhLgeqNknv0Oc2LChDMSWc5AqJW/rq81Foj5TVh0/DpwnKVTp0oMMn3MIe5+KtBIJiNOc6Wsy51IsvDQtgKK5mjQFKOCLNRITDN8680nGTcwTPZ3qa4RtmL1t2yxRAToTWV3QDmwcsconHlGnWmDECdGEntomcH8ucLsEc20lp9fCKk8kyr3Dmg54DZLMYL02DwXrsiNm99fiNJB4KErabK1x9WppbFMAXl+ZdPh9Vm2nbwQU0au6IMw0212iJhO2lM8/wGPfOgQ1aFg+Qbz/Ku6UL3onP0CTEaW0ZhbMOf4LTEIm9sHS00OKUwCrMB7XmrGOEiULHZzaZfDQoIXEOKB1mIoyTrlDlkBY6ht/nOx5cRUcG3JWwYdMuBtMCzgIGI7c0hBAtiI7ZzbSlwZQJtLfN4HMGXuLEEdi1XnfdgTG1HyGTskhTGvHRq5lxUTK14I31aKUgqZZgsndq3ChhiMWl4Kb+J1ObofHUs9sUax/t69JAsUIsERMWI50CT26ISia1zB29DHeakZ2N2E+h2QPqEFJDqelDkCSKQq8SMRm/Zl7DcRAWPm/4DnIxmX/OaWYEbfN5tFDCHZb8/xgVTIajFuf5LFMiSIsP3HLWoY5IHWE7VexhgAAIAQEAc0TyYKKXFWjEVKFKgZ0az9+owsBrBh7OaQmeJR50BNiBIdZZq4MU2uy0XLW7f/FIv4hJzhcDe1MwJBFr5imlFq4xAPzFQDJgMkaS7/FMFpJlzgLTfmFQlU7rNR1igRQEFxdl9VF5LCszNpnMUOKVwayWpADRRdY8AcLBL5CkQS1q62B713sc7XSwTouwgImc/4pJdLeu13nTtWo+txPOeBf0xIoNIDuX5CGrtiCVtl++9EeG+M/8AJWG49oVN1hO2VEZT53Z/8vy31UXMDX6rOcHlLwblJ70O2c/7wJIgk4L28VcXIrJNxuZL1KgLQAxzhg2raEPOQVOSYjYoFokefVwwgkXFhdvw+LUxTASbOwT09XzNiL6Xdx0loinW18NFhZDaObNo8VgcsiJIvuKkzXOhWEuEETMfROk7iWRqMONBbVTKG795t6jGoQDUTbhUm4vFGWPJoN9YGhoPXel2n4rKkAZg/Qoye/0U4rwpz5+EArdDCsb/ABWlUUTKz+ediEpwW2YdAnrPiE4OsNALwWEka0LgdiG6sNu8fwRIuMAsuL89ShlvmwKrZgh/gWkCwVBgdcUwzDnCA7w/HoCdqmGTAUdbPi1uSIeQpdwv77BbMD7zARB1+gbjhVu4BewZ9WDK9uOTqJkTCXpoDbMCLeyPWKvID6JJYn6A+llcBJK7kJhO0aEM1N2S6a2gR59RjEhhtG9HBRK+ifxzSbirQTcfC/dMzI7IRPxPNmlahXIWu406NZYTJYhZuOs1HZ60G4Uu59es9UcdEi/+LfhM74oESADqN+/omDJqLbOBm+JilBJX4XQMc/WeKzdLZ5rSrgOiIsvb/NIJq6C4c7c9CWHCxHAERI1cIyhZREOqb6OlNGFYiCST1X87WmwA0GBEnTm0FGSiIYueo9fVNWBh3dibus/VbamuOtItrHhfVsSn0bK91+k+pkEqyaf5ULOwUSSafZoiiGDGr/s8/Aux7OZFHCEPPqEpNjl1RFaWKLEs1GXEC5rj6noTGps8iVu41qYIiyKEJTKaE/wQBGjuKaO/NrAL1IgBnaGY7z4GcZKbbf1zQC+bLWNfFSGlYhJ1NScAAqxg/Ufy1kegszCcDHe+1P1FMFEEWZhL9Z8DEFYYJ0pEX7ennnKaGsJC709VLwXYSD+dfBWZ2RGM+qfYUmCS204OYh60LCFtDY5o9nYE7S85aNPFGOBfq19r+qgDwaSgybTmhj5yFtLn1zGEsm5u4jnCcGLKNp25wUxn7IW5Mm8Yi0/m5cnRzkBQYRpJLvHfemuXgLkR4vzpGhJcnx5wBoY7SJmz75tYOgBqAXH1zSCIJMgRK005omQHAwnowtwVUkVsCcm5nkZ5LoMqbxpNGHP5Jael1LZBuRDP95tChypyFxdRXa/dVu99Argdn/y/AazNP2hRCvO4wjfmtAolSYuZzPinJ4nVKcNTISkYs5HjmzPAFDcp/Gk1No9c5hI8OI8p7a9viC+ONMm7jJ9+mmikDJLo3CS8htVIWRSZ1HNL5aMsufvmiRQr5l0vOD8aSulAedc7xyKXA25zb6WBhLL+zn1LhiXZlhBrJpt6SLC0IkIud6QKGaXMn5057gpJFzND2+grDs+jUoQQM+d91MeDDyknrml3kc6ohM/dQ2A0QDN5DPLN/k5XrFtDTPrPh4RABotYOn6aXVgIEwxaVEhoEeRTZZT0EkUNxclwxi3Rdnrd3uyY5Ylqo10dAbt+1ps4JzlorFlBy0ovAArX0JU3nslWRlxJp3RjgMUCID8xUYZMmSoQVfRA00kY7C+EybDAczdFzqL/AFHuHN1MwKu6zLU8XLzK29+DRr2jzn4MIkz3M+ci9hvQuTLGdcedKa94nKaLsg6zAjUtLTUJGmBUZlE8jREaWTyDJeiMOXWDt+Bo4LjRGHTjY1oIoy4F4s7PgO2MdBkswzaNKBYsOs0Xw5hLSAeg05wlbAkLRAV786K5yYNW/uZNn40BQVCIEt3GGoAJJjC4a2HLSMMSxUDJBzyJCBA2CYY0HmFciQs2AtqtBIq4nCZ1yc2+nQJc9eiyRa75qN+aThd1Ao0hpkfr0tmF2hJeDPAUEpcE2wObUW2WpJQJZd9uEt6OWG7xzSJvXdHrn4uiO0lqXY50SJxE7zPOpc+fE9qOImYvHOQUWJHdSqexo2X705HCVgWLGsfPxeA0evdA1CyIi2Ol/wCaBOGvKUHfooZ4QJ7BVIjAc/UQlqRnFTasE6fB9ztCC4QtIZ5DJEohOJBjt7+GqZjd4KucoT7345ps0gtm9LDPirotauHA50FnEc/UHeCCVEBi31WNBt2533nPICF83c4xBs7v4DamSaYZv2xywMFQgs85tMaoGLv+0WwXXjS/OYI4TQTSyxSBlFurSec0Z9DN+deYMTVHKx868temQHQGvn9dLMBJuqViIY/RVgkOISQtj2I5iaT6RHhJoyN9rdMBsPufv8VfHjQ/NXuqEV2XX8w/FXdX6tcDs/8Al5jauqj4hrbhgIesKjvFvdfrfqSUqMTi2TqVUrxuAva+Vzr8XJJgCdS9NcQeNP5HMCDZjfQv++RHo2QLwL4tyBi3kEkKYsxzsRELOLCVLxemSCyTI3L7xHLO6+wbiZnx8egvyNkWTI6n19BzUWLsT6WeEGap4i1EvRo/T5hqNwTYfn09ZI55sN9edlcdfpF/1zQwRicUyjmaGXGP3/zBFluXhpU2oWLYCFaQPNrrULLBGfxSNd2mFp3oo7ZsERYw33P46kkQIAhpnWKwE5fK+wnp8WQjeQEJ2B2YpCSCMTBlq/NbiypMOoBJiYqWT9BqG5YpxPWoxEWXehgiCSSPRHKGbGpbghD/ACY0MJmZskQumJ7xH07eEmhYNn8C4WBJ5fFzgz+CQFCJaVCAi1YU6DEFh3LHdmiJwpwiFNhBq83NZdqvjsk1sX0YdV5/FCHWyvjKkSAgLieGKIwweJBPrCeWNXc1hbHyHNC5UpHQQ+SkZKST2HxHMOsaxbCcx115CVeRGPkhOWTrshhWy4EIx4pzl5oArN0QT09LFM53fvz8WaDU7we5NWHgJtC27TSFykWIvjjpUMAdgI625pP0QO0k+ZtPIDAhh2YhdqDPFnIk1gcJ67J1pFsFBpAB7pM881SrHqK0p0PTWPUBYODqFWTjKGU7JstjbBtTbKp1wcq+alhL2rdI+OdLtgztaFrb80W90LAJxeNebHUIWmLBwiP3T65mahFaQPioIVyic2uXxSoAGiloduvPBshBY7CfXNA26FTYZ55+r+EYxGIFeBJNIppotZYs3TBPx8MqJYWkdGZju/CdeBSCRnmnqYdBbwBREY8fqlDkw1MSDnNudHyYFS5qgXWaAjCXmZicVoqAW70JPN/ax81b1H6UnILoM4fSc0my5q4z7KHc1FSFqZdr9cUgCWXY2i2nXkB5wVnHnxpy0KCMrNDzmHZsU9Gef5CSBJNvpRN6QtoY7nNDOocI+KIhOontRe9y6xngP8trGuL0ExpnHWkKgai+5G7zoS3TMra/K0ctaoipB9Q7baHXMvVQljrzopHYbdtPisDvTurwmyW+FQs4/C/+XJ2oeVUW7eN30PqavhMY+OcsrIXUQfYooPJAAjYB1dIprkMQRECHtUZIIV9CmsGSG5LRcvRvXughcAHPoWqwhYjohYPTT0MPOPRmVtAOn1Bl2YyIkRFCeSyxAslk3roDmI5nlL42+GnJAQgNtB8T6FOB0Re7AMRGIpETxmMKLS8/CPHJGxYG1IwpmGN2UHXmj9oay51p2t/TCpV2PWhu8fRqIElTqPwjzEnxL0S08firo6FjabfHNisgo7pjIsxNvqJks9DZSOgl3io2kBKhGYfdUElRs70LrPumz4sYk0ix2Az0zV/G+ypF7c0Fk4M54zC3C8nAfnyxBSuMhiy2tEHIkKTKjSf8QlQGxi6koG5/gdYwkQs9hMoZnayeZtEqVuR6fT93UGAbRL0xCcWzRyN8EInuNAiirTX4+zqndgvahj2C7P8A35BJI0R9++dotBo78L8EnrFWodN7Q+udBbjkWdkxvjlob2jiAL89LE0nOGZTSw/dGEnt47Q6os9PhXE/S7s260izoWrAZZi0csvrOzuj9J5jpuuZyZ1vKTv6W4bBgEOzGFOUBjfJ+fw+rd5+kF05/k9QlmbN3bxTBUSOsimJ6PGL9BQSV0KgDFoj8EkY7lmwTptj+SzD0NYtw/zaSyxFUpeA8wL0EkYt1Row5jB2ipRbojzfeGil7lDZd5Peh0EyWBhYnqfPxcKS2vJBOtSXvR5ecxg+JtJc94oTHWBEwOsE9ink07sLABvEtR/ZPiwGgKIIX+XsuXS1JmLD2TwICWmdl6FJbSzTJOXP1evMUeKhmFlb+WUjWwquIc/iyiwYm4QluFPAXWoBYWE6/DXU39jCBbJJLH4xWWgTWBlfVeydNGSSnNleVDNpt29TLaqcgh9UJ6HBixkGbD16Stq7jaohgyceKxP+FL9lqPQ27HRjn8JZElYMGMyhHIDS7iB6nW3OkLiSV+vitMrs48c+qjbXWN/961Esf9ucjDhS5I+ufQLUwEsjtyPUgSwo/rn0ihDFohDJnn+SlE5qBv8ATx0sgESDQOhz+fVwTc59Wjgw7Mlh6BvSUoPsIdZ+KkBZCmbEjDa/ItpitPV/4VnI7a4HZ/8ALk7Uw1tx2ovsiSWMFucIg8bEWiXJNaCcvDbpHOYiNnC0bPmp77g5lV3Id6eWqzAomUzE1GXIX1y7R6LQgrzHQafWhXkwthe3VuDQoK6DgCIJYLDsYxSmC2CaCFuJp9RcuISAy3YNT1JKliBgHUxyNXAgjFwlqxFB4rW9ULqBic4/lbCP5Axt2o8V1S3HQ+f4th0rztzS1bCLvTFCichTtmZfVGeZHj/VIbxYGyIdVh50UMJK+lknaov6BYbGHY8xecQK8W4adJihKZuEbYBshjb030Yns6AC6L57Z3UckyABu7a0TVExM6jdjqxpHQ1s2IA3sbLeJFVUy79PgJ29QZOABcykKFC+NKiSiTbIiiKDsLUAGBvdA7S21TVwkTlblyR8JUEKmiRxTgkamAUi7YJUlgxjdcfQFj2mYltwB+i1osVNxHhIkdDRoGd1htGaKdvgyX0Tc2UKs8x2U54qJgK7Ry1OkxvdfvLeulnYsBMsdLz/ACGEoUzsDtHLWMasTQ/UnljZC8raixG+CgIgz3vISnyf5YXBNMpBYMCRjWPggYTSsmey8eLawNxkydIW4XW6dyywFoU1rDz0mJCnew8tC21LCE3fbMA+AX0FwFEtty2iiF/bhIxPXHLC2BuN4Z80RhAmAXMF6dBYbxpD6jt6jbYkxLry9SFW9zcvc/Vdo+eHOWs7b4r6k+BkL719OjsiMMPdGPTpp2Im6I7EoJFZA1Tf45sKRjXmUJX8Pv1LaDTi6cZ/im5FAiSPdp/CHLQkYF61CZh4FIEgPNLvwXE+lwTJbYVrgW0fyzxDuwMyQ+1W58hDNcrMB9YUPIMAdNQpKY9XSVGliyyA6L1ArZQKcX7Z6bdLTk2eigsLEtOlSVUAlEbO2vCKN6iEr8Ym0R37WggaEA3fNDs9JgRzmgMsXuiqcd1RSL8H3SYEYvAKVe3OZERb3TmiwF5rLE2gt1o9RDRgOc2kSd7+KZ43vVZGsU6VH8rALYt5axMf5KzjnTkKF2YORKIWEmZ3Hj9KDgaWLHyaNCSJnLG3I9T9xNoQAIJib9KBGzE7jKGWFpWKnHPpQmkhFa8BHXnh4tQh5rOGMmEfmEnrxcYCRMutAxfft8ImjIaAh880xdUfWpda93/4UuB2f/Lg9mjw0FfD+Z5a8WkSXsz75shKByQ69mOdrS7fXP8ANFxiwGosRTM02QSTdE6VKZbbJ1CIZD+W2+kVHICFerPwq0EYBAQTbvXk0sPfPpEmkgpEg9xHb4LroREi2FsNXFHBd5RTAF4mjGAwyGDBYm1DFeLuehUAf80VaKtg7FEyksW3KmGY2v4n7pAV1V7RzHLYe/wGva+oVE3+qKlF5j4n5yAaDTYlismkcK5OgS06y/DgmxoMdKjPGLCigOrFKMUXqAE3b80JG9M2ld2UnCWSkw2AYKTM3il0SRSVGUL/AO1L0sxadb0e5ZBXhX4UWzIyiYMGQJsX6JxHJZEb2ML3XFGeeBcxoWjEp+oFsqiNKSyCXNgvtMnTLHQbghRJ/hhTA1uhjUQS/iXcEJ2TXTMELaR6vssMuynOja3B1YMTraG3O0IXBH3J7/f1YjuzTkOj7LQ3/DopJ2ipt/XOfhs0fC1RbIzEEMTdbctnGwWVmDZEgbxvRZWvFYsZNLJ2+DD6FRFBfuwjhbSvfgWlZmA5g6diZEDU7Z+qjAJklBjSpqCCO4InzztaQZmjBZbubD/VTknJ4xubo6XYZO7BPH8dHDgjElLQzUYxhMJ/dqOj5bZqcERUhyhNEGPExHIK9bT2m2jQNElW7Xh8as419KOA+3PnRjlhi0hBPmOYF1Es+i85jKIMsSv6Oaa54oySJoIAlmIBT03LX8BeQcIu55Jp8CwJhUwyp5F038tXUbLJ2rOR7AWp0tUjqIRQhqffLQCYVe2Iz2vn/L0RGfGEOTOA/h6jikIDSAljoVvnglndiGU51tZKoLQCQ93oJC4GoHy52YXUzs9Ofy6EOhJ5sy2+6SQcl3P+tMZ9o4TimXiovLaxi2MuO3RVnom/gexebFah9cxidccxEwRYgpBadqizDA+APxSksC2EKEd2QZiGelo0bAlBY6xB0q4tQamoIdOc4AuWoN4POcsIaUucFt1ot8WkeegKqFnY/VaDHTnPwyzCcxOehzth/ZzuYneY5iCuzTkdmdbR/BFhBHyHSpnUz0fxToi1l88csSGHg9UIPjD/AOXJ2agFql9A/ZT4RElrdcc/W3JM2LfyiXgH1WoCHTMnUZHGtOkWKwc2y3ZrTK1TkEAgRlCiWJlndu9akNxWL/n+/j9UVFiGwWg7A7fETgk2WM1JlOHorLK3dkMGbXo0YNrcoLmDOlRl/KJOcC84JbSLFRwyzgCEzz/NvpbAGKiOW3yGooGf0aEDf6KwE6ru/O3pV2ZCyGGrXwUWTCgbfj0glTTZml3bppofJeJZCb4njo8CTokCzZvn8UM4lZXAraMMR9OAqZsQiis2j/NUIZ0te21E5a5KsDhHu5zwkFhdjCEGs4eCuNJOogo7wL+KZnyaAZO+JtYm9H61ZJ+syTM0dO37NtReIL9/EHdMwTHwuv4ahAIswMBvnlpxyLhGDuvHC0lcE7o0poyFYj5daayPreqlMYObBk5y0pmAfRfnIgbSSgCEuEbqZXmrLQLAB1QdKvKQMAFJU+6Zqx1nXctnT+BdXXnP1K0NXOfxBi+lWs/ZQQmVAsDCORnmxdN75BhLC/SOxD0vJWvqBCQ/wmbciBYBtagSz1JH9c0SBS+86e7chUEMNwEvSShyZMxvL7NJk6Hlpzaxtt6WPORgOTok5Ip6XucE/JOmHQOcMHLsTq5zE9qF9wzRxMZVdZrTC+qo7G5IOVcoBEJ00tqnDSogTVr0+BIZ73OdVvTfBv8AvxTyZDetDrRJZ3mlf9K4TxGsVc3g7cYG9dPPYu40w8pfKca9qNkPkGAmZGIR/GyCKzrZBxnjT4SQDIJkjSbTvU867QCWKiZ0faf2qalaYbHSpA7uBhe/n6kklIbcsFYeJnaOc2GoRl0f9tUBJCNdu7KXEeiXUbw1obhAbf4jk/DTnLT1qzND3f8AEHp80iVi1tkjGz10dqnr5yWq7ksE/VnjCxI994ENv4cSEprwKQtY1+I++Vg95Q8+giBEQzYtOnPUOEEU2VLA8nMFVOwQ8Yp3bcd545pw2yuV2f8Ay5OzXz9EMgFO+ecsutkp1GUfPNMi45uv4KniNWgaEu02t6B4UrqXFi48i9bWPrmtBBFTGKlYNYrUIotjMlun/JDkygYLuRUIY1EESrLMDr0Iuw+v0AJXJobLUtnCDkBs7W5s3R1Kg2pBdJF8UoQXCoev7LOchVA+DqoGC7HHn1HfblYuH9ORIl5lRJueXNMjSFil26li5RGKuO2YLwiJ29E5FDCi0HIHS/wyOJA73BF4/VgIaGO9d9EC7a7UNg0J1tW+i0f3n1Tsp4zodnnYkFoILsAvMd/wXJa0jIQuAuk29GtTLWCUbIKFik0ks4lN64Oo9RMZ9ZIAGsw7X+NUPy7vP8KWLzcun16agUmIel5QRsz7FxzggXBIzavpHMaMuW/E8/x53cZCdWKEX1TakGcJQCQRIqrNqYU7st7bxo7eopCGCsf8wnQz0xQv6sUSGTaNITrz9TYr3LlilRMFuGrFKHIjkyuJZLGaheYJZQL2Jfr2rxkLEPoP5pLEiDZkfSlxpe+pm51Cc2vcLgsQs8f4eBppiw0J7qGWAVuEVDndcp0+KmRYLnHHNjrChbRWLe6twkHdwDMI6+VIAULYmGxqY/FIoSazlnW/PpT7pKRgai0FaVhoXDUKIiMtibInaDmJjXjRZ2b2sjq7UMoMcSTCYYYfVQu75kGijOaZlsMGj/TfvQSOYEWRIrvzaAIC0kkKRMW/OUfb/iKCZlvZSiYQsFvFNwKusliZ+B27VI3aWMQMBwnvWB+s10YiUKreb5xDtr+ec0TyMAyz2oLhBpCLo1MxQx1Jp9VCSwbE9SvTgbg5CywImb2QBlnEBNaidvrep9CSaxCXMNq0PmkJF4yBYXdXoglZQIoQkt2JxUxO786XCcHtoD18CtEzofVXueBgz0aJ0wbOsLH1SWxYXkKk7Bt3aSQwH8Cr34w/+Vp7NMmhYtuTQwoMZgj8U1Nq2dwPM2chTPGpl0C3mRbf1ILI5S7nrzS1kUDDaTYAt1tZihMPfpSsS8XoLsHXdoveSM0iISrOsSUrLkYXQaG+/c9Le7rQ4mSAzeBojoJgPTa0pjloof0J+6EXPxkGaMiafr/kaXOxp94fDUDma2IUtLxe36/XTMkSfG/P4KM3WeMc2ZCnQZs53o1+E6e9Jbw6GKsUeWC29IMBYWBnCD6kovTkQOhz3SAEpdMFKBYnX3SsMVKM6fVJDMOMKxJoRY3q/AUDLSU1SFq1AnU8nc3X/KAghCQdMc5YUiLh1BeP859UZ0f1n/FJFiJ7VhgSQGw6nQrL527H3UsYYRgpDkXZOTFYb/5O6/OkQ449WZbJUnT3TZxpQBuWUJCJegKwPgIQBLLROQ+coWXj/LBYrmby2GNQZUZPjBlusCWSeU3mnaHTXnOwaVsQgiIkQmm30EBdQwiWXI3q1Ouw1bOl3FbQ+dkz98sDwRbGLs+fir9aGZQCxl4bZJCLpx9UfhHDn0iEY5nP0odt+GTRy+XwsU4TOLxqEY0lvOPrcwFWatm/Z00cfRZUW5h2SxSewqqw14AioMwZ2z8VbuBI06D+TmBUHhZGJIvSa6Rh3ge+Bc2uCN2tLnw0kuHyjMkVJQKjCaQaLW+3wJvYLQIURUGWAQwWgMMWdMetlYhmWYu3x9PEolhmRghcaBCFnh25+iW3ApcY/ZzRTSlBsT/nNMs1+9/zG6qr08yiTiZPA/lDe5Pdtn4mr8zukCmCTI64q1uhFfKfiKl8kp8IGpm/0rI8bASVqJncjSLCrL0hZcnJm1DZQtN/bKmB1tJUP7ouyaDAOnbPY8gCISRk7dqwGvSkty3+0m+XVQIiXznkNZ5UQVy7Dk3t0tIrS5qEmefwJ8P903QfczzkQNRN7FcZu1yOz/K5zb/81m648yFa8/1PwUoXRBT53y8DItbIGypbIY6W7nVTM/wfJZQ0AUlKDuj6ihtUkau/piJhpYdGGgbWooJ7RR49GVGeGU1/z+g7wrMR3AHmz8MNRiEvkGylFZiWATwBRk8VMNG3eLeI5owBm5RAHUjT9TeXxxFtfoaafU3eLkB1D9DmHTgA3AHo5s6mFlfgGpn2rLFiiAQ6fRqGxKFJaIjGCZ8acJGqehcx+eRYvBiIhHb2Y5GIxhCjvQSR40rPQJ3iV1vzR7Bp1j9Qw8tPSU22d2QlmluKdDlNTQSNZL8s+B4BSiDPBdi8fqNPkNcIb7V81eNFQbICIbopS7gkbkQi9qvGULCG8I3pGqAM3vi1AE4rmcPqpku56gd+f5jCL/7UKBA7qz+K+H/2tnpXSz85oQNqLJCJC3jUQ5l2mNqMXV26D454cXKWikRMsOzpTgGPi3EAuC4dKnGrdCfiiW1CAwE0LEWyZgv/AIYs1DaSGiUufyHWjBlIpkoXXPiTRkDWYCsgR3+C/lRxZISau0YPVnzCGYp6I3pwklq4w6Q2NqmHxTb4bfHJOipCzpf35SLXNf4caw9hbGDwNo9gXKFqIJBj0smQFJDpnU5tdhzE3ID9FKXD3Z+6v5f+VBqoRxb6Uhqc9KIk5HXLH45s9fhZYKZ+h7rKIWa0i0xcVlZJOH5Bjr6LCE6BFdrPLH2ehJEdbl16I8No5MByUaiOlIEbao9LYIGuKCelYwkCVxE/xZO9IXogpKBHV2ga9LWdi10iwXjaFE5qCJsO0sVOrIQ8JmzuAKRCCYDoZJTn+JD4BqZ3GR8UmANKiJRIc+hhKBLdIW6c8CEWgpzU+iNDPvfIoDeash0Xw1E4WnnP5fmuewDbn+Oazd8DX4H8oY/5C15ip9rtqwlqYnT1PyIdbJoiNWzaxdhI+ZUZUF6eg7x9+7FRPxhwP90RnpxXa9GL8KmlFzSoxtBGmTjcueqhuLPWpPUS62L7Pv166oJqNRcNu0Jr4npXLbP/AJWiHbo+R/LVjG7POfrAqF4UbicDu0qLKE89BlhM1mgBh4L1NUJpMghWsIKy13cOZMGNurC1YCLbomiBYYZ8ILANk0p0OPnsqMlC3bogwJJM1BDzL0MtTbWaOLL/AGdLaagIItrmpm/WjHdQyCcsdZ40kdauAZzF9JpFSYlLQk1DfrvQMhgBKQxs682RGtZedLjn4L1qAW5t9K79P4aIxENOVS+KWQVColmYT1QYhaCSDDEkLN740bjiG68myFtePEarcNeAg+CFWs7wY2uREh07VjtSBEDrOF1eBnyUoxXONR39ToL1CYjLJ4/FBbewhUpG+6taHVeYmSqzYsYKHmnnCgxXESRzJYTWFYlG4LurSRPdtofkov4bsS17HlOxppJaQzRIm/OxcKhDi44lhH1/K1y23TnNj/TFOcs/srxg1bOP+T1q9ktmn+QpaCKAJlYDrV93DwDRe0U2WBHOcJdD7O/NJUItM0/QZ3jujadWanFtCMT26zpFCaL0xCggEQ6FJT5IpCmEMY0R6Yk4kJYx2Q7R+pkSTa/hbkEkTmjVkiggRLLaXr4JYBJIuEuk4jNToEUmzYh3vFM6bpJIRMM3I/gWXQBrfUHvEIu9waIJiz2m1LLgrRNR+PT4WupicXCsOJFBy5M9ZOFoQThBBrZtvNHdzMcIgEvunAfh1U3UWN4jZuz0XIlZ/wAS1GdLpZtIWhlPHh1mBnBFYLS/pcU8EI71gs5/BGriMMITkW2aLRMRayFzC4iyiIQLKNjkRgi9k7EWaC+BpIVmOlmFtEWwHBMLZfAxQIGx1KNwgINSxfRCgjAHbQWUsddX4NFNlUaLp4640SVBRMzeX5ePpjVdD45yDDdPtxWCkVdhpux7YnqXpzoqaoEkyynVI5oGMSiTRIfiibFp6Ifr/wDi0NhogUMhLr5L4XqQNMbAiMgZDZTBYzJYlYPFvjx8Nuc/CWvpUEVuba1LoPXYvtRBYBlDpWK+EE0Uokl/lXFsgO1rzkcJu1LuB4jVzc4f/Lp8e6zQs3ef01ezdn3Vh81cZcKBKxjFLb1bd83pGer+FJCAsC4wMX050V/EzFpgZ7UEOA9w4ZlKTNnY2DdkwzEgHCdMVeOtgkjIcmyErTWqwpk/y5iFYwXW4et5KyJJHJj/AGn/ACskRMc5/DJSoSWWw5vVS2huNhFaWhvb0IjxQUaTD110wFDDFX9X5zXdi7TRnoJVkcrPRnntHNGxkxYsWe/OkHrDYvt515GgrrxkqyCEd01DUD/XalkTNEqVmfxQRdNiIYQlKu3oMic1EDwdRej2qfgIp2KMG3ppUFjZmEbzmmjLApJsDmlKVChAME3FHljS0Iktk6ibTzoc0J26V+/hqZchrQrAJDJNhjcn4qfjVEV4usnjCdchj2sDFEOzLBC3VVBMxzxz8PcMd01yKgrqe9TsMqbRq1Ks4bM3nmJ/LAn9hDOAL4Eoep12rAMAgVA6d5USaQDc2qCeyZ1IeTna77rQ6tjrpzDnLSZDdEMYjzJ4iEH7hUzbm6xijCF1rVKRfBvHxai3Xjs6RNiikm5MaJiz2KkTJCyEyZLZcE9JTktA2DhgCaNWmP8AXX1UW0ir/IXlAJzpi2FcWkhZjcMTU9xq63tzkNjjwsv81IHjJSdP9PnLOToux9lReNY96bdKpb2heSJr2tQYi1phCyWX+OloAOoBZJYyMI7+CoXlghl6G/QoSe5suxHmQRbZ7YayaK6C79WSO1sDweZJPcxrU+Ld36b+JT+WR/NU6C6LfClAaaIDSTr9ei8THRkCjVdZ7epKc3OkPWMWyaVZnI1SoebUcLzu2gJ6r9vUzFIfFCiiRGN6U4HKhWMk+3CBJVDOjx7etZAtgLHmgr6R8aCmuEC3NCRjhElC07LPMHAAoY+rJYYf5nybQTFp0R5q82Afic9ij/jv0GwXLbBqsWqEUbcyxJIbRv8ABrcwapyEyYGl+z1lqyMC6JCwUhOhUAFdyC06ejYxyjXNYsuxSQzZ7Y787VE1NM0kGZLtX/ZqHSiP1RTRRKdeXohg4AbAsVM8r4VxW7UPPTRgOcP/AJcPP0Vuwss5dXxzonSrphDkf5TqzycxWyZeFTQLp0SbgheovZ3bkUwdpc/AwcpxvdTyVKd6yOMKXLJ31sNSYkZmkE2hpfxcMXpiAbN0AMK4zTjCW42I01dvR6m8xPdcDv6Iqv5IshXGpR5Jow2aeqibW1oDwc2LTPdOYjaLAtvTzQdHasAYjwsVK7rD155tubs1qVhg0/4DAncl9VCegRBBdsDKOsxzASQ4FtYn4incGCRELLumtZ1ZPbdbSw7NXsTkPQfd6hQpcE/PYpd7NYW0P8Pwohw9waOZJVFs9FuYysjvQtifOLVoPKhsFm5egpNxN1JdCOWzdyoYSls6qTypR1df5PieptLvEWtz8TXZnuiQti7uPCbxnnjFZNm1vqI+LO2aAIni3ROt15cY6Hu6WuWtafRU0rKxdoPOQMulCJUyfr5op2F8aRpU/tSCAt4z09OkHmDCdaMERIvArzD8elkhBS4RJHwJpYSbi2CRGRb/APDOmERMa9h7H1sNylDCYGE4z8Ci8QBtw5jjsmzspYVVmwvj03ieWDEwsafT2QQ44cLFibCJOnxI8nrsYGAl9UoqQpYMaLQZ+Glo8Frf+oamMYGIwFteMwf5YR0pC6anSTA+Ki+O4dKwEP8Aai17w+9MFt8FcCIlo0s9Op38DdDZhbBwkX5ZJBCUQmK9xtyM+nsLEzDJIsaZ7Pa0PO4nwNOJ0pBApriBZHSKH6SUIi3MjZxeDFnuhDAnj2O2k+iCJHCKHRf49AmrMzGCTPgfEWPa/wCj93CeH7bMa8Lu2Rs9KJksAHGPsIdLLc1I8qBfilhKSNXU71uxOiNgtCjer5Q3Z6vqltTr0wJTj/GkWVQnbelf+E2sxHmkyhfSg37nnR2DqxZaeyc0d1zOBKAfPh9KoFvjLPTHz4bN4KG0xEVgBzrzgasSSP1HQNCWhbi1NjPo4ZOLGGC8I8LShlU7hUp6P1j6XFjCMSATjKjcOGgLiWWT78EqZNsU/wBM+DVutQQTBrV4GUL5/fO0IyOQ7L+J8U2XRuP6aQTWbx7q4aAn0iamihzxwxXObK5XZ/8AK0IPKMu8mPjmjlM8ZwmiL81oozN+2bAuO8VkX65EBmxbGGiC24p2pDebbS0vuSlkjsm9SUi4ztjIyZi9SlHN1eqXnqltKeW5C6oYdUSJ1hp5OoQFJ6flbCCdL2YGn5YaNlOgC91/lJO+2hNE6xB7enfFksNZnAFkR+kQ3B9UrMQAIuUcHeuV2/mKChKblUYzRHxRsESDZ/XQRblsoBnqajv4KRdjQVZfPMIkKadEls2fNBhuGUyAuRF4tPpVVoIl0V+z6qQoFghZHuPNgxGImZEWTeW9Z1PLIb2OOhZT8lzkOtlDMJ/gZD6azCgEhDb6ENxUmbga5BNofiISknPdJXhhHpi+BeBo2yHIk1HxzYpRnQBJT7s5YxvXQgzEjx+nJg5aMBZau9OqwEtMR5Ph6iS2HtpUbi7js47xU4BIhx6okGC/80bVRBrbnMTsRqHVY3Z+imWF0JFotOOeMwiT25bwCVoelrquMQEAKYvZhpKvy9MRjQdBG0aCwawc5/AIgrKuYzTo1SIMKLQrGmHSglnpJTCANY/Isiovs9dq24gw2aYGVtmzc2wW61o8QhslEhk6m1tLRODsjuRVpX2eGnxctRikyfavG6foKt4F9CR3P2c/wWyFvhP9vXqTOiFpZJOvWjYfHU3JIFwR2rFH2DMdIIs7+HD92Lmo6RFJw8FWWlGJ6D9QY2IGTNh8E9cQQDQKc2FRwKPpVk7wpRPgE7HSoGLMJJ75/CiZItGPk/3wqW2IJpibbRxj4vjNJAJmPB6p4CAQNmSmU4oMhx3TAw6TtQnMUAcl+ev1YwTDdUqDx/O0lTtdb/jIeMwO4/1za5dKPPOYs3bQ7ffOkhVkWsif7U/k3icAWwmzekNzISQ2sxOKaSOaLJRrmYmCbU56rvBgeWCbRabDOuw2zcCG0erGk5o4Izd0OGTVEAi6Q8hnaIojS2ACcOW8ejxwIWGY0lHd8ddoqVjeD3SSAmMrhMPd0pucLqWS7002rdbc59WW4FZ0tFAm1xp1h/tRWISaifr+K9n3XG7P/mSBez0yeOdLOSN0dIkMc7GT+r10Gm7nSKJOBxJMI5HZ/mVqcGpsBlLt2ERwF4XdkrtGO0GIsCIBYxER/KISawQf8gqCoA85181M0oDyQDugoOoWGgIxYYW5/hGkMaJyvQYPFaG98QyS2knItIaavVLoIg6QipayBo1ajIDv9FQurhe9Vzd0PjnMYEb2l7vNqMKEUYCAUPUJaohMDKlx2pn+QJWQgYtJd3rvRiUKLLHQfhQJe8ALhi9pfmoHr+0QAm1iNP1Ca+rO8X5wJLWLzVlxj7jnNjQZjVovJD9aeOeGzC32A8mPMf5IgatxImAAhWzJ49R7waTTrnIe/q1UAkn0wSzHBXXwgHgmbk001JA4SEOuhPWm9wUFoxa3TD3RLCtMWq1RofCKAZ70uFweU80+u0bRxcv4olbcoig2CVx01orB0WCuhB0R0sPVWr/Qm4prUyyZIOk61jZLXOc+nKOz1+6nF8/8vR1aXq8cJ8uUgtl0mx8zLoSitsuo2/y+w3UFAGkAhdKGIZOG/wC2aMAzy9DaXXsnM9W3LGaArrlfmf4qJxhC7/4zzEQOXDlue31Y7p9J9tLFfAkE7DY0bwo3OpUdLGRuREjGWP8ALWBGamTyLmF8Fe6jJQ/YozDO1zonMUsytH+1y5z8KDhRSsr5jAuh91aiog99mzQjRBZB659SDaTtuMMYjmCVoohKCMOm9HGgmAMYkaOLeISDwUrYRSkGwbfC+XZBIls71faBcQzmPnmEMzKBtrd886Pxhz70kVatSfS4/dJYsrZLWAKqNFgTfniUqrk2nTzTBorQEIUiRxDRutRwFFXV5BInTGWA1RqgyJzoqkC0QBvqgsj/ABh/pc+LrKUEJfAJDX5EzGWJRP8ABjmghKoMTJfBtUd/Zddl6TenJnpPY7FFKh5O1TZPZ2Gi2nZqZ+hpEvegtBWNuBNm6Iv6jcaw8SRgDb0vqNBcCvRbn4k60mmOpmjJRsjFnHxzQnneXyOocXn2qdlPyjnLSuZ/Af8AzY4E0IgsiL3zznYKaLNnTegu7iPqmoo4rqwWsUdxFYxICbPq+KsAI5bB7P8AzLDQ9Gn3ViCsl0s06E/8KN9KMRU2wgADATPc6WAhCYnCcAuOCAAKZkyjZcb/ABJnv05q58YpZDu9RAz5ijfGlOE2T8Xmu8n7qgew/VAidj0MutXuEzfKD436T4iXsoTcJHXPMNWaCkEPkir7IYnMSZusctHGG6kkAtrW9erADdIwsbQTp+gS0+kq8625z/IoIpqGkg0PZxrDZPORGhxxoDLoPOiE2ayCRRZbtrxHgEox4IwanpWQ1kRAFF9+Yc4KAQgb7tQD+DCI82tydhKoAtsjGn6tUI1IO2c1OGzFC/t9lJ0Mg0BqXTZWgyA7M/HqMshh2vBWRsPUIykaCaDC9VoFgXc0Ou9FijTAmja0WuQ6Vh/wiha3nnOiJKeqmWDOZ/yg23QsJBjoZO/oX15GCo0DIMXnSzYw6brAtax5BszP2LH433oQcwkR1BzkIXg4GZgDYR1i5UQSJQbl8PL6mm2ZHp/nzQB/zAprQ2m9hPP8ikt40ictwwYagBSmIul9aTgv5NqXZGTTAjxdTt+InqPPHdI0B28WfUBcaZRmJtpWYNCWIWsYjnhaWh8f8g2KaWhNECMc/jNiIIRl1sdW36JABCLUe9vA6x4liYpj1hddPjrVuAobxDB2+qJJv5uQffNB6ufLfYLb09TQhhyasM3Ynb/Gt29Geh81cyLibpi5V8gzDKJL8ePWXwx2CxEzB8KnKAODn1fGw9Lc2LLe+OxgmAkogbIEIWxQJDZnHb/mIH9oSJQasNytsmnV20lviKUE2ZlFtwwBknxIvlFxAkCELa/igiiQHUnXbnjOvwgImZ0SOaRtYCgQi5Ha3uhBQNYk3cb/AO+ihWkxnaP3Px6i49mjdj+Gud2f/My3ChSh64k5sKZyWeqefFZNCS7mqR2EG5/JPaLZY1XBHb0ohLN1PNO9rwc0/CjtZu/HonDwGyZVjVREVNhYdWiWpznNI4RuamvRzsJQWQFABcPvta/7glWXTF3wVDl/TwmAILH+W5gVgLAkEC1AchwAhAzqxpe3rBRSfCfatl3ZCief4fs5z/EAZ1QAgDIME0b5C/ijZj/I/ipYkF0yACO/NjjnLL2ArMVMFiEtfn4MCSFrFjws8w4RWdvMASOpwvxIkrlR1u+fgrhoF6CF3Uq5nxAQjChNDYtks6W5ywxZNONBnuJW54dauc645wwlCsdPU3d+RMYkIzPd+IDoFRyYUylg2p6tV09IAreGkzV/DUTH58UizgCBqf7zoi0CDoWMPV+Rbrmfim3iKYJXU/NIk2b5rRYjdzHzQSphiTdxpw9NDhseedCw/BzCyCdLkctfaZQHAykbt7NRXHkoow2NFqL4lfDUdog0MefFxebDKI6njnRFPDnNrjUxUydKDSdJwLHPxBq8UgIWUBAHrR77eh1PDBXnsGjgmI5HeOaINYH1nnAg8fH+1CnsULPnmwJJGJEsECdgIOQzDtWsqDYES950TNAxkf2pqw2FvCKIbmrbpZZpTeSuDv0+NE66yGyq2mCcsjD2KQC5DGto6eiJqrebeBkyX0NqgQ9UBt7+hkf5Mqv+QwSZMZ/BpBKAIa+FSE2B+zHPq3LZZIwc5YFdZFZNyF/3U28DyxAvOWmGA4WykTarSWQyZFkGI8+hfzu9TISzHx0p7EdqCVOn0PgAI4vxiBiddfq0mmHcOhrkPEaVZPpJ91fkJ+KxzkJlVp62PJR7671gUkks6ZSIX5/kj8gzs2iLg4wiIRBW2EhMW0KJ0YtC49XZtV6JnwYSNECSWiHa/wCCsrOWGN+2tl3TX1RxhIZh8fXOhNkEjMHbnLYYiOlF8wUX907HysM2mX4Jst1ISBBFy6d/Td9XLURbS3NHRITfbf8AFQQTAHrGM9ubBs3t2phr4tuBneiYQmDTg80iGYqGSxN6SuC2f/K4qMdj3L5yzqwcDWYiHP0XIt6dqySct6xRryYDQ2le8/AoJViCK+4CE02izgxGAIhiMYnSXZCbXjnQWiyzDr6C8ZeSC2hC0cPoeGdhvBL8Tst9KxHJkbaST/tBb65FoY+Bj6kmDB2EwMY6xFop+TH3L31aBHWpjos3ahtZRJFEJMuZAiXGN5KL2EoEK20xKefQCiQy5pHXbhB1TJ0VBbS+lOV+st6/4lxNGH2rMdl+qcfX8D+OabuJ7aJfIOYJhgYRZJtZz8TgHAvl3In6o4ekI3arJjRwIX0RYJBxDnZi7iC90FefH0cO8Ycib2zwT2nhEJwJA129HAaMYRCQRDvGKRlAM82Gbo68hjH6a4m4YL3H/JTVhQK1klDS0W7Fqy9pOCaIQeGTcGOs0CCMBpUo5yQatqgucCtZkWOOhJJ/Nb72+rFgGWMx7meFkK0nO17UoswO8agfrm1tYrrJN5/xtSg7Lyc+aLPSxtp39/FWaScnMaCr7OmF5mZI2zR1mohotcb250NfAnEB4E5U4LI/Bg4mcjeQ8+jDVF3cEOTzaP2hoWkN3EctOhSXqF9BYjmhrXAwMy/Y6fSQW3A8ktdJ/wAD0IQGOHqEJ3UuowYC364cs5mSKu4YefqCEEgmkxQDaAeQL0Z6CDrE/MVexGjGUnsVyFi1Ju0AkaBCDKHdK+ir8BODK5Hc9TQeIcgl6Pj4qdGEhfIWXWZnpHZUJ1PsgbcQJItdta5hcNPC7OOjx+isqEDOpDe34c6K9rXbwhRcFx+ab6+glHlrguJfWQUyXq4ai+9CUQmaPHq2EEAlI6hkg3+AWQU6iau/PFwIb7XfRf8AlCaCqbN5nxv/ACDQBuXQ+QcxKLIwBGNefgPGyVGBHQb0BCd0ot2nbrQdpI7FsGxzs03iom0a71ro4OlbFCw67yHOHSYPWbvi9XkDuRmBBpkelFLAxKVL+Vw8syzvdknWARV0PWsUMTKiDROSI27CwdG9CLkm2PHpxfVJyGsct6kiRGALs1jHBAGKSdraJfryHOokAoSE3mPl6yUwAee4TYHQ9ZCd1jvQZjuyr49kVNNkjDP+iDgWqNtbCClw7gVxNCtwwXQt+KMbnwFqaje19hXBbP8A5W4lHBL9pFb0Mw4ir3SS1H7NN6i4zMRTw2Rs/CN3loRs9Hg5lDKc/jM3l4LqUTaZTNIFCYTB0F3LQXKsc9AvHwACxNJoTgm1ooIcluK7WSyMmPgZYgvmG1bQi/8ACBRYst5o/geMDhvkYphE6eLDJB6NDJSzZjb1oQSAPFuNQm54q1JElhd5Z1ebOhlJCvl+6iUhwW6NXb8egGiABsZtXYqI9UXUINfDaCPWdAqATKjImxnpEk8IOVvbwOp152L3k1IGQtdhnr2GPhAkIrcQFaZHQmu8CN9fRWzK+UpPfOgJ2IPARzkC1AVIWMkcR6l4ADNAQ1RFoP5MD6V2QMz/AAp1oT0DUIFKOxarGQEs2KUXLentYgqgz9oDXhLiyy4m8y99f8tDmBeysNyAFbVJE2TsiZGULrweet8e4xZSB2ogDK0Xg9E06j1iIjT4mskwpJuYvvbhEAYKE9v7f5rokgnabVD2UPmsfFJGKdRskKzDTgO8lgvQIJMiV0ms6agCS1zXWjLiguVFh1u8sxOpEXyUgkSwCFs6U4/xO5lgKi+46vnsbM3MHE0sCTJqfSbu+wmU7Z46DcO2ys3N319RBcdAyJ3k83iwLukyQT+D7oKutcYAm1MuRJq1t4szzRWsnAptJ65suy6CbO3zzSNS/RiEnaHs+gA6ni58K1pUME/lVI/wR/amdukcGJus5D+ARzhylaL9ebWXdtRo6Idz+DhDuSHETN5PXpLHMCIKy2K4dDqGqIlXxMihjgvrHGv3L+Z8Yug2W9LuX4as+cAvJrdnlh3rmhGPfFgbRU95ILKRQX052RNFg2tQMCEWGZv6q70bgiFNOk8MNS+PBEmG+tOW3AmG035+juBRNyy71M+KRmdGFk/QR79R1F66qN3saYNgb2pqA6k/8t3Dj7grK+ZIltvq/LSxKC4HpvO3R8K8ZuSN76CpOciDOKnsTwppcck7Mgc/zFcCG1xgnn+BAJIw9ucszbeSeXORFJBoQvmksQlyDIFlm86bfRFgXN22/Pq6ImUZV1Xn6hgCM3mNU/Dyz4pOGvazzhZIwlroD5q1DhDQYe5zpLWCTYYjtYHImWU6vSkWSCLoVsSYEPjX6/5VwWz/AOVYJpdwHjzQEzGMa85sRN84XjB6rQYJLv36c6I0jqrFw7JeKKHN2iixwwBeGkMdjmZJALl0WqyZQEslHWJZJMES+UcIA4ptbHahC1hGYd6jwlARYoSaXgpS4hU20RPX49KoKMRm13IGdpqdKDw3bZVjSk1xAbFZq4MIx2KXamK5kWlpU5REMjqPORcZsQFs7Upxj87A6z7prwDkJLVTep2M0XaR0mdiPxTO6fwfjmgkSDPcrbWqPEsXb2flfmku+UtGwujSr1v+tNgxq702jEizXqmG0aURkroBBYpb3z8CYUqMAxfj+OWf+tMsWk3UYBG+MR+KZF37FQZAWMfg96zYaIam8GPQCwnwU7Qm3z4VJts8xI6tyoGtIVCinMopyom8Ra0kYQzZjFPIPI9ELcW2OQyZ4w7Jby9f4QvFgmOx0lT16XKmUz0u3NrOxmZh3FFL1uH0pm0bYJ81lMBMyMhEzoBGP1nX8tu2pz+nw3cRIrxEVsTG30DvbIyY0dGaj5YQo3C8E37egb5BVi5B5/I0ERBlFjtS1Ly9gGey61esKRvDOrS+Z9Nj6xILs9MfyzeQjoeucsEqCCbSG3n8erC68dQpuG4CUBskddOaQyeTMtXQUhz/ABjEbZZD+WfhSwDvpzliZJS4JX/2iasTvgoRQnNb6RqTPH56vcbnYMrDfcPHSxbCBydus0q7JhosJe08s5EuQULMxgktyGFrGFA+xHb6KzoIohk/nlpQGmV7S69VZ0qzfWRpwDsZtBe5z9C7M5V1ke+drEJFZ0S3OQbut6h1eQmQ5ijcsGa8G8O0k1sTYQuEG8s9jwqbXC0ZS5/DA6LpyXgeYPYaL2Q8vSkKd4TVZl90WTfmc/RZO/spFJON5/EmWuXURCkiZrbKL1ipZAk0IHkednAEDUyOvP8ANay6AugXkDJ/CLzERBofQPes2hJYSX/EctIiYAa6ULwEg0ZyX6BzS9Gck271EmX0tYfZUDliGhYzO+OaRM3FO3Iq7NrL4U6N8gVI7d8VKYoJuIs35+AjLAC6JDPxwtJixgcg5vz9LKz/AK5zbzfx0rEy3pUhGwe4VwWz/wCW4auDaPWR+YphbEIiZvaraIii14fpoi5C+mfXNJV0MdE/2pm+WZhKJA6YipI4NRbYtxeNoZrthZQek9DxhNXc4ewHNm89G2jzNPLdqsgbUOwlBCd1UtB0jkWiFF/MveA7rxclV00ThL3XTGEgL7hMESDMR0q2RM4zeGxYdQHsaIncyASKIL2hfdMZMJaGyPg5pq4kxpJxXQZ6rmoLC3/VOzra91CVMWXUiI160VRJrkyiV5/j5zkTwNqJk29TtIS5QDDUHV6WUVq5AJbp5susbCxEsyQz0TEVqyOGQevOy4HwxVYIiQN2IuuPA3Vo2QjGwJlmP1dgLt1BgXd7a1mxOZAMRd32rPdxpLB+8cGOaNWqN+68xAP16LEHKmcJ6UwkPxcViRNaQa8gWKJsiMdPRgjC2Ysb8l+tAcSYgpZybRrRCpW5m8LPPFCFEAd3/lQhjQnqY+aucyKE4Le+bdCemg+SBnGe2t+iRMo0yMHMKYQYumI9UFkuxDYMR7pg4csbRWDqG/8ABwl7AYCZ6nNHEHtRCME/VGYs8vDPDEDkS2ODQm+4+tNGLNyuX8HPA0IGTcGCV5/jNgpeyI6Gr/LRnhSbgh8U1W2NQno1miWxiXXxPGlrPNvYfBERtpFg1WWIhq64+6DsuvbdfBPHrrGx0s85BqhltJ+0LnLWEsM/vnywVDqEJmWyWbTR0EKBJiJvepkmmlkLh2HhpLUMIpgibXRpOuLD4dYJGQZm7RPTCiIsI359XJKuloYY/ipx/wAQUyQ6laCkEvg64rPMLcpbvZ5hLTkkJ0Lml7X/AIfcLrHWR45hJhweliefwdS2WFLj0iXx6aqGbv0et7uPqwrMiZhWY7T6+iQAuFx4db+K3FubSeOvqSbjQb+A96vVNBlVOGyytV9dSPLFQA0tlrnjmKY8EnSGrPehGUBdJSV00f5ToRWoESdIA0gEPMrY29zwdRs12knp8fSpCkJWuJ9cNO5oy/VKe+lEVqNE8jxnkBVon7To1ECV2XhEUcbmLi8PnnSdgCu4QG/Q/FLohiTezHn+B0EASzb1aCA3FGXmvi0ARXVgv7rF5+qC+dbTW75z+Wry63qnBbP/AJkQxmb8HP1UJcShO805K+eY1pgt9VDyNKicZkc+hiG7FS8WDbniOxLmSyNbxG38IoDcakeDgpn+tl2XJx5oZ57AyIORO1DQrC4hEs0uzwW0jnd8E3XAy60lUX+iWv4pKzE0RI+SHmpaU/MwLd5fFKBmZB7h4oBrIybSZk6c7XY2ua1FxWZbeoW2eHcwbkO3Cog3uXblzTANAvw56xb5FEItrO3087PltgKQAPdSkVWBC6RcxMy5/kR2KdGVlMzEY8URuIXw1aXkA6/U3RoZMmGVSYH/ACJsdYYBTwWeB4ePIxHJBmYAdetHtkRUIzK3eNPQfJNxjDJkBWlVsUJQmaCwQ6kdD3wilrgl87kRb1CNdjTBKeZAO5UyWbGzOOHa0vD8BvYkSJOgeAU0IgWGeBEu42pX0axyG0tPT6ZZG1xEQT2PXi13dTugEt2UtHE7kDpUjdFbueffQHuYKm95458YDh0zhdeOaI2uzMtk9X5E2sAJ4/1zDoMFmZ2I9807XEnYD+qa5aQYAIdpDG3pnnBmkWYR25peMaCWS4TzHgPYY9t2Z882RdCuq6Wzz+ApVE6C2I7UgCxtk4SPXnYSPJlKIgjZ1dDxKSEahM/TXkR8KysNmbb82Er5SIZcO31QlLeWbN55+BcmRyBi/Pihe0DeLnkMrUGZkKPIea0jLd4V2wOHPwU2Yi6Z5enO0xM1od51kEd3w14M/eMsNpWLVKl/ETaQGTufzJkqBy7tqRpmkzNGNdqcphte3oyCZTOi6TXD09WD4us7JJm2j8O49XAEFQOoDpFLGkh97bN/j0tA1cq5W3fmkeYOMAWKBbJr8FheZTLB4THIuJzhCBUg35ogllwxBjqjXkZb5NeIWCc34J8XAy/AWvSIEWdAQa2+1QDjknJgjbnZYwb3e+vOBM2bzVSqAGfZvVFv5ghJtz9Qk10LtYmE/l2XBim5hNJlqDYnLIxkGcPGylWFyRhi1y0p38WdvswIQsQF9vhiU+FSYbyVg7U58SUVgyc/TMElU3dwo9i1FYIbttr1SY5aE5DhFFoMs29u0oBkdanvvWYhLLYZy7RzFlfIpXM2EdhY6/GZ1akiOHT0iWCOIMEuJ/Pq4WGiCPxc7fRmy8OsEc4NlpwvQ8Mreios9sHzzlhALBN2SfmuV2f/AAiuwOcTZh5+E891U7KkWI6E0DSuIYtta20m7Kgpzyol06D5csoLcHSY/HNDSgqD2NIZtm/o7no8lZUOiKc6AZz/ACLpAInxSDD5tAiUZWMv8VQBsRdtmbVD+URAkXm6xvWcNbyeO4X/AJYsVEi9AVuHkNPFlUIFBdGWSZMx67ZjdrvBcc0vZb3NjLbT9aA9SJKgSCjGN+QHwYWjXEg1zH6K7Mwt4Brl15AUVwo4uu+OYkRBMxuM6x9VqGrAEVfWrQbg2t5y0F06VrGj4pWs2sylPXxQLaLU4bTZ6/j0RIbCSbd0gcwYU7/gT8PhT14LiwiQiRHT9BdwRovm5e+vIiMA7DokQFam9vQ75IW7lXcid/QtQ8QUD6RyytkALtb+uaKYQGQO6rX50gCMsRaBsODb4e0AEC5O7GlWjoEU2lWswmn4cIOUISDQIk7ese2sSWNgTcimZwl0gIbBEQfy+YatC2UJiB6L4tbguFLAmZx6pAcYwYzZ6Oj60QCJjDO+Y7UiIG0311xz8HdqBMKJS2Px6TGAqztbhyG8AsWBbf7+vWZgD4vM+OaFNVAGlqZ+eWGyGrcUP4VNc2xpk5y0lWkLhZssd+mOlhSOncwsQF205Y2qWkrkcxuXzeM7vP8ABiLFZFoPx9emieuSTNa+ynkO7nqoExrGlTakSu6JpKJwZvlDWw+fD6SoQXG7NovzphAl3MIxGhzsim1mT8Ih0qDhldhDGNC/LWpdi/OdlTDhTK7n8qM6K3AvQKfYRYLEQF5/me3kkEUzz9SmlSYX1DR09PkEWEmLAalnSr9AHCbNjfZf8WCbBIS+8GJBtSsTlpmSspFfSpQJaQNhWIM0TAKKwJ05/jDgdS8abdJEqQAMMMAe83GjPagTabGEaR/Fsa6t1OX42+ix19uNkjK7x6vgilOQXAXPX0KAY/IgY2cip+U0zA2li/MRLgVgklHTx9MmYESOwXJUFYdCUxA2t+vpokMUEBDoXbkZKa5J51/tNyBI5C85aVa1UcwIbkL6RNWZJsbWHzRgIM+RXkk1B3KkasF8lBIb6P4AI0lNK0ewzYaRulJDsGBxQSOpNiLLbSnmZFbobTa2eRGSQjoezfTkDzTUI+xJuEI2nrZ18dGZYjDKq02K4WcDLLPNnkQyGVZYzzw1WG7losuXNuELJjumEe+XT4OYGo7sLJ5+BGHBEhogJxJbH6XbPVgK2z0zUJrG4j3rzpqVaQgTnt2pXiMvRB3bDXSd100n1zG2DG5VPi/LQ8ExRtAd1Y5mgC/HPpeyqOBWKcFEVbXiKGGsEkxYR7tn+BweMi00852EnMc0Gf8AxaQcpFyXK9d8cihtkGymI889EiuRkYZBuh+elgMLAmUaDwdr+EzNrEEdNMF06RYrfAzMEn4iOWu0QzCvkNZRoy5IsQy85o8NE1YDX8cxhsoLqEwbqtiDX0g3ECzYidNqhlLPJQ+SU+PEBbGZNC1+3Owd0uFyX9c8KJkjlbXjXHPUaq5GXIYCbKL4VkSFwNVWXZHyiAOvTgTeOAZJcu5Yju+ritooLwxafx68XltFwIoWS6PpQyHenFmpRaxAOcN3n1BO6GGWsDQ34XSxMjHb887YwiF3hl1pzZEuG+NefWtA9y2KsVt6IN4L212+lS7luztz+DCyGVKdMHDzEx+AC1v55YDLy+vPqalU2eHWiFrgAYJ5iodsHXBmG+l45CqkKS2/ObWqAZjoLaW9unoQeYuEmFzz6PGU10pGe43pEQG1poP35pg/jvTVeEOhcD0F9U3yKuHvd0YjlpkOOgwHXAdKDoMF7n7gj9WjCCasRn4/FLYAQa6GBTeouhcrbOxDzQQu6Wg3PPNjYA2NdB4ObEk4Ew02+CN6UWA7IHepqouW2Ol+9TAgUhsG/wA0lbniQuw9unrPgpN2Fzx0tmI5rID805SpJx9LIJOpLtGHiRhyj7HQ0rP0Sehnn+XJQqQRYYp+h9ek1iFCEAm+xzpFEQgphGTVs0tvPCOrOhQmqQL2XNeht8CYGKggejhgrWHGxfRJtrzEyELVYXVXP4UFBfDQR0vxHoxUlgmxPW1m31HSXxRgrL88a62BBsNbJ4nwIlgaAwIMKMcGTCQo3EGzrt8Gj3JCBZ0W3r1bYpX0XpzQ+IQAEyzTpqnxT2bkDEd8ewJ2zs9jxPS3LY7sF8z/AIcisi6NqH9qlhPts2ngJMAHRxOlqDEqLi2u1qn2pQiJYnvFNXHgDKZuVP8AVaGn65FRBnMChGtsY5jfUEyF22OfWsQ0S7TpDIKBbz45FhsQQ3NnnOkJheJFLHnn6uCBJrzniah12Q/SedJaEeg9hLzQVlQdezdOfEVdEzC7zNvGPR4pQvIQIb+66yHOfy3hWpygeu1RiBM2IjR/PHqKBEv4Z6zVxYuQYgpN1bWPOaUoEby0xJoY72frmkMKyLKY606wGwt4M8/kNsUgYcVp0me+lJcvWjMFiRN5AO2aCXBsS+ph46UwgcQOxHenEZQIaEmoVKodKyb5LxN+REz2oBM0Wgsbm1Ny9U6yaMefz/4uGovKQ9tpqldoG0bMCGB+BkpIIDwtcM4Q8QccpKKqqmEzpoUUXAMErQGqRcPwz05wR+QaPSkPWQoAatFvUYD9ZQ1wsTFQeKwkLVAF78WuUGbHYG5bqwW6Wj02ApItiKzER4siwavOu+yLNkooc72RI30FHUaVaj5MQYd80dF2pcmw1deAHSu9IKSoV8Y9S06/UEZ1ZX+Uhok7kQ6ueBNZYLCCExC0v0YCFRIhkXbFLbEThI+XPCvdXfRzlrycM/tV+nEgAUmUfFH4bbTRgsdto9ZhWpmhZezpSIziYWU2xKxzRQTBuSR4WOerV/a+ef5Z/hJoQ276YOlS0rVhkpwRzosYUlZpvhFh0oizreLm2p74XcmQA7L3JqCAdtLGwRfqtRMsmIASRec+PWuqqfku1vfhFymK92y/rmi61M2WSE7CdWNJeZEl6KCqEdX0oJzxFgdbdtrwuKbcQRL+Z5iMN3DrQad2kbpiH27er6HFOuO3zef83MUWFshE9+FloQxIRcYTvv8ACyRogLY6sctC6NygkIjEsZxUzei+04+NLC6MQleRb9PPh6hKypJI4Wnf/F4xBnMEwykrpQo64GOzNk39q0JAShIWI54bqQsMYnKXMNR1VugaJUX3tv8AABEDM5Y8/wAGd9cxLJkkO5QR0bOqSIaq959MIpZByGJTpPis7KfU/wArU3H0UhJcKMYcfdQEOzrGv4pg3WZZ5vV+IBtl7UYtkJZcSDXzUUwidFbI2nb+LhAJceUTsjdO/S2RBFk67otr7bUEQGaDIizj9aVIBMLCJodN9PSpITXUIDHv12jzyJIMXDydtItHZAdli3Z50QxagYDzmiOEp2RGCotsstzu0cYOqfBKbw228SGhdcq2Sik/5hBMIyFw7pidP1zHSqGoissIqZTL456tGK0tCoxzGE2P3RJixw6k1FUkAoYdV+f45dszK+vxywxsRDhvztEjebCO16uEJnbvy9AE8RobFE5FqzpM09sC+xeidY4fEc71PdrS0AW8xzTsFiNJMKgLgxOgTM9M8sfhWGjiaRYbdqNo2hICIHazHkKV1Uz2v1SLm7U5VXGOc+hJPoIJL8MfD+RNmDJryK6HkrmWwIPPICFeL0YItTEwcQxELUEtS7IuxqR2p0giWgdyO9OpHnOYIuRo/wB5/j4NK34Rm2e/jTWVBXHxRBEACWrbtV1DsuLiZ669vTwQLQK0uITRzEuMEp3+c2/kxgmGgF1BHxGIqbNYPo8xT8R+K+JoI/8AHBpCpB+37Uq4SSAFskIQ79lQwNxSiRdcTOz0YLSw8IQ4cWZ0cJptB5YTrzEwUkj0XUJYoHXhMbNKsI+r0k4LGmhBbJ++jwGMC32yIgky+J1380Z1N8IH10J7gDZmv4cifz8+1Zi0guj4guFgWYvJYZioF2JphGwET1rTLE4QIMLJze/qUeJiEPiSYi1X+xQm+K6rvm9PMysZhcUS3esgWEQRpTDGARhe6Y5pNFgRKk9QiZoQXMfoVyGzTZ8KOFUT8zywcuTFd5FRyiQCyekQ8xrXlfV68/zRTl0jXzzaUsyaDJyBsB16wXvtS6sIugOuRZpDIaRMH47U7qDmnPiGUW2MUb+s+qzs0yUkjdL1UWU061I48/xiQze2U/nm0DQqA3BFlhBrQejEtgOldh/JInLIgsynXnRrWuPfOYA7M0JryEwCifFOXIu1OOpjGn0C3j4DePHLO4Uy2Es/l1+B8QBQmCXovzSYkl1MMOrofxlSmngBSFpRHb02I8zsSS4sLzP8nBJnasUS8/TltAw0FnABHnwDJV9/gC50+JAMRM6g7xPINhehmwZ6f7StIVKsfg/Hw7SCzOsSmCcSu0JvzhLG5kxASPH6vNUOBEAegtr9Jxe6QIxxNqw7H0V68juUJSwS6Fpo8qthAhXVga07coIlm48/A9TJjjfSLRxhOoE9d866fU9qEsQxDFgeLXRB3ADLTE6qf5qSwOq9OdM16WISQC1l9z4aganoSToF2TxVgu68fnbkQZkXr4Y+Y5o7MNmqsacx8OwwrOAD3SPT0UKda0koPiKOdgOR7c5aSg3zIAOwcbEqmwusSmMYjvUsQnYnLmka0DMGTaDrzg5GZZdehz/CSj1ak5vtVz9w1EmIcS7cCk0EkXt3oQF5RQPNX8NdhuM6a1e1rOHJO1u9LLaqkqLz35zxcCIkxt35v423T8UYXQ1/XxzRtBAjU2FJ59TRFKHYe5oQaPp3/wA8+IyItIJifK/LMPUJ2IBqCY8tIq2Fjq5/ACGgfVRcEEk85FDsoM45ztrOGwQM+Y5pk2Cg6bmKvrC7taIc/SmvLZJdOfpMRDcGh9Px9avTw22iJ7RTaLLHbFSXeec2USqdKNg7RiAI1zfb6kB15m98UIy7I5Egd0j57IsQkjM4M+v5fWyUMqZog6VB5yMFGw2za3jI3BiO0d/CSBPlVCTUbdEa0divjf8AyydqlPBgmYUfSgQNKxOBvZ0+Aa/Td7FnXq/xspmjE28lznYbG0GFgFqLoilRwo1DS/jMnpSYSiYG53ChspgGXgb6LzRMaqzysDO0UQ9eIDCiDGrmJXVKi/hmrfhvDWN2cOEl18nAh5/kKQSFdNHODaUL0pLpEcxG3n2FEG9zpUx7SLNCOxaeQc/fW38dPqHVMB2aeuRRONW2dKRovW7JwY3y2v8Awy+b89xWbs/VAiwJTCXtRfJ+qCy54t4tzhIYKJaOkCZv0g/n8ssRNiNHdQ+kg7VrziL80nT7ng85FMKwSbw9OvP4OYoXZShZJjthZ8YP5AEywT/tCEilKSY0m/4v/NJw0STvJVy7T+6waWavTSgH3URkZlorFl0vNPIe4ggxrFXUnYGCTN5t8UcJEjeZQTtagAhopmX1UlgwAF5JdnHb0Qd1owQEYY7fxfYrWLndJzTBKkGJk6Gn+UiDRuLdip6ZLRZAE6cixbGkaNrIXIQ8Vn+e/Z8X5tJQLAmVEC6ETNEM4L37bae6MSVSMp66xzRhwRncUmkxbgNEQAZjJz/AX7j6qKbrq27+uaAuYXvqOtKZYq6MxIkRZJ59RkHQGoUb25hCVsMsXGQooEFlyQ1688HYEbmALpk7r43FEsuMkaL8h03sFFOOcshLHCwgkeyvmjpNgjDkvtY6YqOJQMbwHMUDMhwyg5g5evJ+oB77Ux0LG2LJPvmkMbGIQxZpz/IzjYNNeciDHLTgtdRUeHxm2VwZoRtNQD/S6sg4JoFbFtvciN71MwXJglmO2PPh8rEWl4jn8uksABenWCOaAjDK1OGXtSVpruAaaE80DChmkAN06PNgUb0aBxE6G3nwMIbg261MmaYSu4PehXi0fdRIKR5dl35wAXImuMm8FYHsrUh9NFGoME4Q6dmgOqsbWXPtS7EHcUcO69KshHpb81GQgIXR/lWFYBnoc5htvL+B+qLUgZnnP0YAKXozPwTSoe8CJ+aKXqdof8/5aeleaIjSGJ+qjIOk77dubTkCVgNB5oJ38GHBHhKwFxDmiaBoCs0GjzYLIBIF2MExU504LNBQIIKf1a4qJG4q/ZE048FfE/n/AMsGkIfPGX3PNJra2QDCi9wWulHRBYQhZVzrUjdpJQ2MBJPqncaImEBcex0+pt5UFHGpRqLMgElvrcjx6v26sUPEuiwafSNsK6U1uWl0GfhIj3D5X052GyfczTJk6csApyMRISwaMxyDBAo7f5+n6nJAji35xzFhsClZiFzCDtqPhcWdrkhJQsW8fVgz4fFmMDOiKknC790D4tKbgBdWQ0LhhPyb8hOO2CkS/NQmczezWD2fpqUArwef5HCZyBtQ9Gcb859RQQjEaVhF9XGtAkoZDpeWK0ZBQHffuc6WMBhRdnIjFW/R1QLfFGrCWp0q8AC0TbNqSbkdMVLsNRtNu5NOn+VBFpqzjhU9lqmyrOhGDT6l8ZnDoPNvXbrGls8/iurpv5UCIOlLa0wNoSC/P1HkQH0AZIeoieLQAk6jc36iQJmDpaTyKQFY96bxBMTBCxNunPoyVL0OYrPYBcc2kp8FwjFMmGS96U4sQUkxuRLN2p/0CDKTNzNyWPQhSDgEYLhwJs0EQoApwYoPEVmNWAKboLtO9EZuakiMFtAiC3o7qdyBtSdOdhkUrO6SV8lRik00ZiNi/jTpJ0+CHJ1su1GQ6N8as7MPVYfIqQRFi4ln36p4RZvZra/P8EzSWW18moCwyfaaZZr1rMSZjpzpcjfQ3YnYi3IJpZYCSJi7eefQc8D721moI5hSRK/S46BBBp+lBKZmGaA7kaUSRLTY52aHOl0JQxhWKJoW5z1KBuIkPx45bE4tJ3FD3SHpt9VGyS27EB98xc2M4tpTTMAV8rVY2oPUrZtaIvzxcbAmhM4OfRk1S6uS77OaWHYc3AIneilBwWxSw7Hx+siUPdBv5pt+4Mt884X+MRuSYoUA1/EWFjOnNAA2oezf8POaQOk602OvXnPiV8QAEGltfn/A0/hHTPPqNBZMHOfGiKwVgddenxoKr6cFC8q8+Pc/GixcIrBLGOPP8m9r2OvMUISYIQLAu5ogXZnUeObKxxiJJOJO1fFXaJTNYzmAsOw6x808Aq4su/M/E7LPFMJcF6LUXKxi3Va/MTJ6m3TQQsDFrdqxwIsPRtbm0kjule1d50Z+aBWbt5c9CUkEQJKLE/T+DFsZuU72OlXdM+LVEuNK+I/P/k4ouiA8P+azl7MwQHYnm2EmczETOxHNoOGyYEG+QSc0jWfkLk3OLnr9Hwkc8lvNrP34zQgVPuW3A8/CrJGEiMMvaOOQnu7Qm0jiB86eumPajT5071OasQVK9Jvr6WIuxi5FacAv+MIQ8EKB00pwwat2Zs3erEUH8DdLtNi7r8PlmU1O47UDmhixpE8/Ej91sNGzFYsvuPf0ueKXhLVsl+3pwRwLMZMVdF1u8OcsLPZ+qwXdCf555iCE04kY1hBW5b1ZSVxMoOLGhPAnie72TpRsfFYEzJjnLegLBiNL/wA86Puw3bIvQy2NdBa3MfU8ayX7c5bsqUs9Dn+EutBEbWvPbmwKTgr4pC6J/kcxK29mxpaIqVRiNhSA0tE9fUYZCDXCchtrH6sej66m5F1Oz2j8VEATKGyi+6g4QWNkg9bY/ltJ56QZHfrRoIiNcxCFY0pr0CEAQSBJfmwsiPRj75+JFhnOIOmeehTCjkjO/Xnhi7wSLTkjUb+KvxbojvE8+2A8ODZCUUYsZ+f80vGGbdy+fPgX7YTvi/l/JTEAke5Z56FZUAgIg3TrNKORMyapjcvRqzJy8RfO2HIlJQO3EPiIcxfxraBx8L1hNRNFwogiNZqbMmxI5zbA5C6OlzE86TWc5RC6xOrzwi1xm7HXfniWCywEOFkfknw4CILRRwZiDagYib9EmMos6UYEM6DJiXeAnkHYvJfGIR7OEHmETTGt9rc2UnJrssaxpzs8pFheq68xQPUxitRZce/8ZuIgjY6n55DqWtI505phOOuEfHX4lcIYfFFAn1Zc70443oeUwvQvfn+Z0EYOV460DWAHDLehaRjwSLEpz/JqNcXCIN+egc3AUUnLHjTnAoI5/F+chTcFTYhdIxLzpPZ12kGJML50tS4pBAJWFGLJ7tNLq/PnO1dZ7qVhO2gP5qexWhAsNMVFAHq3SO9y9CUwmouivk/qjBHAKbDOTBcJdbNunoIoTupBJa7k4LL2SVAtpvclsulrqmU2ee58fUVYQUrFdSi5sVJkztPPwxHEFNTFqvA/c4W03hAOlJMtG6ZDtv8AzaYg1aWKLzpo/unYCyOVrwa0hBOYwJWuYI5tYqf9k+xzQGGTookobhjlrxQXrawtEJMMgU1DnIkjoVmbSe2Ir8D/AM1YNIk+0F9IoPh0QxLRsuOQLMLG0Su8eluwyoAFgTaffNiJsjLX3dlDhtkSBBI3yeRLJocXsiDc6Rb8X6VEBC3Si3LNpRCCydtZ6BHppYfYoEIdjmhEARxoSW7ePpFCVmA8HabfUaMcG8bIGJwFoo/CT4AiU6rUxl6gGdlekL4+B08y7QALbN/FbwUiymgeOdJa7d105zoY/ZBaqbWH58WqyAhEwjNwqDyjBdcX80hfUD7V8h9UykH4k3TKdWaZ/LQJDI2DmifE9I20Zg8MT6cIkQF5LPmkTUL35aiyIW5zgw2IAvrI/isXGc5FQQ5JOOfqKPJfy5zQyhER0X05wUBdeNGjwQcsIEv9efLnQYc9ozP6jmkYQCcPOfrYdT/tKDsTuthm14Pq6nABNoQhOfy8bGkR4mpmNm7qPL1hIgCFvlPFOSknzdPty2dSOwyTCcpjp0s/WWqCewEvOihwS3nGzc679LOMOQySwIx0cE4REwzIELwWaK2adXIuEtYieYTA5G0IlGv09Q81jBYmNubDpMABLBvPMPspBlLWdoPFbvhfFKSzZ7F8bO8+09IhbkqzbVu0IXZxVYuGJTmPilPiD+SSKNIPGAYiQNRoFuGyrN2ifl2HZ/HNF6pKwspA62qL43FDhfv0qy1JSiJwbtAZJUNTNA66rt6E5UEi5ATW0D2PBQnNpILesT2qSbcQL6fz6G4exFILZiUVAA4HfihmG8O3wEwwWGkFybXKvUkyXLRDigOWlzovzPwyvQNuFt6lAQknjOd+fywXQwNE61JS3SkhLWONo9RS5z+QaWf0qwnzTJr7+7D6qAs2h6x+vmpBbAHVS52IY52rBj4oYfRShZ5/lDN+sUsSJjnOEtqYMdUdedoWkkhNOFtiDgKGWIyZgutfrT4ECKQJ138fwv0xTlacHIcOCA5Sw5vrQSlbtsZ556SWknWAY59VAUHpi9cTvWHt+KfH0TUGzG5J7VhtOAwRkvjQ/GVHBbgFssrU51gs4YvWHLj6OCQTvIG4XVdIn1GXVdmRDIUlR4akhCDFKIuG/pqW9aEOYJtFn77Z8hRdUkSzFqTML1elECQVv2mechot0Rzn4pAqh0vNRrNLsYOCWJyuzzbL+oTpm5kl79WODoLywLtIxwkM5gN+ObMtjHZpjcph7FGOz/P/AJOGr0bZXa9b8yAJdN9c+lQ+DK7gf5TsA0RkElsOmvwVdYPUJHTjadQN5S4Y78xMpBK3LGwj160VQSShEJ3a2qFWJJEZTpB9YpBKiSU3BdAZjt0tPfhZBc5050hNIJLypJ2R+dSxBAEWLSE+AtU90tKXF7bJyBjjHVFIO2vn0niPBnEou9l5hUyYAdAmA6vNtZh9EoOP4LIgXyyi5z+FhMfsQrUM+tCBIQJgBb8ViVHHc+qN3K2w2JfPNB2rapYuoj/lbk4C3OUEwtsYoFaEZh3e9TzKKiNGh/enNldAG68ulurzbdRksQicVkJc1PQKYGAecw9I9OIeW5o3zSPE85gFxtYfX3zoeI3KREu5x0XF20uDxbTgYHypIQIk0NnrRhCfBZf2rzze1XnaoiUhpxAWbUKs5JZCIhzHp88T9xt+KapDMy6gxoiPqxZiTcWFFtquC2MJE1N78w8DOZCwX4/yJLvaYxjXnSVIJiGC2tWMnRHdo2Tjmkbmx6IMc8WlwgxOX1QEJWsY5wwFiV2HQNi2P8i6ZiCM3G+n47R7hVbYeciYYhQOjbsByGixpBgLGC1mHmEJcbcFHOFsHCFTSag6GSlNFvXzPIAjIGuyzE988Du7J7g6H/PWKxyLVpQ1O/8Akt23JBdGkWjlnmmjOwmodqasrpPBwticfVkobAoMiRezR5YeKICkygHr6PVoWmIwkcJiGLeKXYuUCN0MhvdRIwRibfjeht5ELhLJjpztbFtgdC7nxUYQS/MoR4Yo5kCVS4u2xYze0ksaPpHYV0k8l9YkoNwzUkhjNFPqg8BzmJhxaDPq1KU8erFWEZz0xUFAia9Z5yzJcxaGUXC1WttuJJTW3P1ox1uWbSc/hzSMBsb11hCBDZ17N+YEg9DCHR8eKtOCAnCJgszP+RormNnJfh8O7gaCEDrTPX4I+TgYQP8AOaGMTNe9rPP8loIDN8HkSOnq4JiznP8ABPfvxXxn1RwPGGMG4WPlTAyrgkSsBZ5s6AG1Bihm8tKcxkWGb9dP8qNCEgQkJ91fNBJhiZBgtpFqj6GQe9ALo1q9pexcbwoeuf8AL83hhdMWJKTarkqmQmUI6Y4ZyqQ8twAi/FSX9gPSA4xzANB7oReBi8vItBLYt+EIg3jHqrfFBlDxvjlrMwloBZOfXLD+lE5+OmORAO2U1Rt8NTEzPqG9YVfAfb/5/AvbVTuu8sSJTjBr/GfhLznI7Te0Y9X2OpdoEONC/wCKgPPMAJmLQiW08WPgBFYlOG23MUNyTgmLsufgjw8YAAF1SJ5CEO1yTgJ8vvTSMei8YuyY0Onxa0XuFz0A0qxQIEcqAvd8D02I2QXUDSCfLHpHnaiX6wnfToJ2K1kWbdme3S17JgL0hRFxE+aQEC5WyM9+dCZXKCxMPpmZ8LchsoRvXA1jdL0b9saN2CMRn9WAkot3MdV686fFKYPZ+qzcgiMJsueeou5iJxaFp25s/dt3Gd13qdlbNnLFAMRHWkAVu3OfBZm2mEGfMUNxAmlkn404CZkk6Fkbc+LQUxQzUSPQ1YLKZZIk82eYUrLxFpzgyF81ZoPaLFfpzsAhbXeepvJZi6eOfoSmorTZtPan1pX7aFKVc/YH81+5RGRCNrwz6x09CAkjJ3G6Tm0UCsdqmGbph19G6hdEhnG/STtPgIN3rEHKrxPLAu5RMmLePqr2ObteOafpgFYOCxEzz9WkRWkx/DmxcXt4t29ctQ01AN+gBu86dO7QAk++dCwdlgl5g32kxb0QGbASrN6+Jj/G/GVLTYRlR6mr/dyFmHhXVjxZrzhghSwQm6fVM6w4BLY9BOYUFBDDsJU9BObTCjzYqLoJHypUYUi1p0Hwihs/A1FMvfnRPoBDlzcHZzoF4QmWJJJ3FTPAVkSToxd0JnP80ARa0Do78COzMm+Ee0uYl8kujM5NSN/T34qIbIF3bPMCIUTEhz+JxawvI2dHuN+vqXVpByuvGPQUQSIrpIAxr+vUyzO9jz/PV8mGRcPtzBm4sdjcaXkvJ1iGfl9VEDwDkH3ilWktFALTNRunB7OPdPNoWHQW1UOhdek18C9F3YTiNL3YP5bKaBtI30APf1JvOjEpEIGcpp9UxhmKmCSzrFqBzkchmCHcI7UlWW4ngnQAlMnkK+aIK3BuUdrqpIcpMTj+Wj2DVuC7zpsYdKlIyyOVhntflpwI0U7N00nkKS5HGfDljbyBjIxpXHbV8R9VAgTIUEJEtrW/FMJjCLNGEWefUjF5NL2oLgWs205yLTrgbunetSJKAtrLis9LE1l4LW6ctLVhUV7CefRpNxyGWYydv48FwZgracPjP0RCUWWDNhzZ1/DimHdLuLDzDtQi+FOzBHPAdInthsJdjlgzjZE0WNvyUNrWyA9BPLyLvp7qsEO6/LX2CZehyeYlKkS+1CYNlfAfb/5YNRlt1+p/gpBEtDWBPuwaCZ+GxNMtlmJsiPipEOXTfAwd4jlkpzjwgErEc7YjYdNo0pmnKZZpqDpV02R5pjcUF3RFCzDOZGPYw1aBGZGKecfW7GbE9L6c8PE1hYEtO9+bDkE2wuQ6HjF6YFIMnpLE2+KjYGoIfmnmiqWLPyx2DUPYbiIFvhzSOOjTo4FaDnY5lEQa1bAZN/RAskjFtDd/FIVA3j2F+tQmxdo4eg/VNE/ou5yxSqXDAQkc+qwBcW2c50khSsafNd2eVGU9LUhFgwAK33nS34OoSXEXLXd9nWjBOUCRvdqj27VeuZsYLpz/ACySIzSNhkWv0dvSDaBvspGHn4sKk4Op1kvyzu2KDkdvXNgyiFxerSeP4oKxIIE6vOWXIYBaEuc/mFVGR7++dIdxL6/XNEh7KgJ6juFECC0S6BzmJzSJeQ33HNIFGWahN+4cxlErFdMd16W+DKV5g3lhDxVvbtlhGNV4mYg+J3AcSnQvKF4i3SO0PcXD0Fm/OmeL4GxcA4+o9YRAYAb6sc0i3TmqCQNNKW4FoiizY7TTgBCJbSe2/f4EgEN1hhYJvMYvmS20uLzNZ5ChfILpefq9iSs6iP1bv6cTQ/H7Obaxr+w85E3kyISmjuz6pqssO8hbYrO3WWCZJtHOli6cmcSfHv0kKDSwsR+R4BccjYGERFmI2/Tu+piKXDZacf5gGiiAabBRYtPiRlZWp3Lc6UL8oRECDyFO/oouaNtDMujEcsVTzNet1jNKJOAdKFzretZtR0iexy2ln7B6dvjmAU2SAhi1qan6oibDGkpgDpaeWUKCGGxCOtMTkQw2iXnIcu9KIKmLTO1RaIe7BfMU4j9eQm2Dj68CUFpXSPvnRmCMmvOfQJgQKhYI+r1cM47ZskT3/g83lkQJFtMxzFzjlE8G65tO7tTsQYxFnFra1JIxZcOzp52bcVyVOR01GJjSwEl0JFkx4qN9i/584XrEOG0rXCT81K+oBYtj2DHLCTr+gd7nSXWPSmAdbF9NugWKCC1sRRg6vhqZ4JvYngXR1LfFhxEhgvEstRa31BhsF9vGdRh3KbwDcdEI1tm/S1EkNZw2dnCXHpt0iEOBdg2AsGXhRtwldsF0F7xV6+2gjCRAsjbx6h9noT8cp9FJXrHDbJu8eNNDM6gEQzeJ6HQNLP8AM4E5a0hLAzf00Fm/T+UadCgCBLza3X4X/rsRphvGYfG1DhqwkpY308VAhBkMZJ+XNMu8mxuvORB0peevZryVPjvz/wCWDRnvSUnnpzQ26+dEghMIADx2toJm1HCCCW/MFiQppBkImb3H58BoRbLclnp1+l9GurPYv8+o8bEd1oef5GmFjwqSQpu1bs2ypTme348QU8tyceKdwY6GmmKXJSFnF7cafRjhowp0Tn+T5hZ3nfGedooAbKAHyVhmhBOzfxQghuTRon/f4FBjnOqcbklBgiOVvLdE8p7AnJxkMSNNnLBeBTGqZPzzaKXgKcPCzTAwN0uGdYbfywS2GImV3qhQ0nwW5zQ3C/Q67c/hVJfOICvl1/g9tnICKgGI9beHURuWFkoYJK8D3HvubqSxGjepPChXBBCJEM6W+Cj83XJZgwYvjSaNGnKrsA+H8hL4AMEYjmCAiTMYCTaNP3UYn6LZ8c2dPNv0KzHc2XjR+uQyClktHWXoOJ7WN3GHtItIwe9IRLpSDi7zMbOrzaUZJxOs6PiKaSvYLjKYmWWlTXCXtb907EgdNLTu+PogLlhJgLXWb8sTFMiRskSmz49DYEIk3NGlC3hlE7YJ5yDT5iDmTcUxD209Y4g7RFsSsXtRzoTItjIMT8QdLQZnWhxEFpnJZ/EGCFrbY5yGBcoYTgt4tVRCUJdS85YYkwvaPmDlkntbjQvc9qZhkEGrC/meaMPJsrMRInQ3uf4Ialiwyxift8DsMOGcleLafoQyO9kT4Q+qjKOeICBI938aCK5QlRW7nSNSgBQD5vci23GcWGaHzjkIFtvG1hoNzCo486HxY5CE1mGtKznU8Ta5jw/gRgLShjONImP1abHEluNE6dPp5EWMRPsCz1zV9W8p7Cb3S23rKQorgb2Ju8giUhdaC0VmvDtzH4q3mRoypkE8UnLVWh5jWl0RjUw6dcc0cDNGzBf55sEjdcshm+MX8eirkEI54YLaOAryLVgSZTUJYqC0LKPEmIE6GPTaMcEmWckgv7eJgGESqzntVqFSKQQR8mOaH/2cCMq6rv8ALF2xPxObJ7o2C0aGsLrsTGo67cgyiQ7hqmAUPf1s/Ks2M7J5OuINixRbAjNoOaU64hE0GlHU5oG3mVuXMvP1Hjz+v5QeooOpBHaXsUckiSqljcPp+BBC48hXlyAMzHg5qFoywpZuiAn0UTKUQ1IPLz6aIWlMkATAVtTUtoMnUl4zTEWQcUVlt55pIIBZEs5YHjwc3uDCDLZtt/j4l3ijIDN19L/CqonChc4GLhYOlljNTMCGcms299nHKzXQm0+dYi1a46MLLQy63XP1YUabuWiLjQjkTjgqzbAHh6R08abA1RRAiCPwo+k+q+E/8sGma4ulvwUTqzVLnUC2LAdKnafLEjYdsLfxnBSnxYPvd5jMtKysN29ILlDtQ06V0uvJAt9c0j+TRETvcZt1/CrMrLqT+q2dfP45/JJneXOfydYdztbn8dSAYNYsnOWmEAXLJv3o5C/1pFn05aai0mxondr/ACzlVm60x8Tj+AKoERYj00TPSO1ubEnclv0VhTdhIkVbfr6SuDbaDTxSWfkK1Fj8DVr8KDLK+eWqfhQwYohaY0qZCPRsXMJcFvxZsoPERXRsmeCtp8UQMhZMwkcGvCkJNcypK4CNi3bSSrJKdakILJEMXidudlb3JwAFYy88T76A7SBGiNHj0kDXMGBF8J1obcJ0FF1669KndMIlBz1KhCYEHmL++bE0DkvXk82HhmhqG8u/16s0CGEzC0vOgC2Pw0noj80qg6VApQDiD9vNLmoAoYQ4Xu5swxeBAEI3KLuv1fVNltFrol8elxyBELCLWuTb+LZVLHJnzVhyLQ9jnIXfAnbEX5yAEMTKB3KLsgv9VCGV4dfVBkJjE2nFhagBEXI/0IGwDjaLGsGsQ4LOD+GrbhCtBO58A1E9BieRoVsjd0/wxzDuyRBjG17c2KwRfBKZHqTUCxgAOxb8UFideGwDsvqKMtuvqQLdmOaHKy6CtgDyep8QJDTEEIV1pLJsVFkOpEmg+mwGi9hY3Effq2ALzIXl33qxKl1B4qzO+jRLYy9RacAblBZLZCz7mJ9Kl8cFOoXb7fh0iWELMm+HajOZWGEzdTF9v1ReTKZ4mOfySRIGSCSat3ihcBBNbqnn8kraxBHk50pYlWHuj0xep+1DtSSjS40PzzacZcN6EpzqKHdq00XK0WNanwqM3TLb8UuBmNrJelDhYTcqMOaei23kmpy9EEgWQlSTyGRgt154lLleDcz1ymOlA2gFFEwdJxVmux1xIhrkanq/o/dkurxolzGJ7rz350fDUXXEl154JsohoTEeudFAC36vxQi3WlGJl1Eshuh8x4hCLIYCW6ou6T6JOnSgYDqxgazUZJQghWqq5DTpaQPyCVY7R1t9TUYPSyIFwtYYgtPOfjv5ppRZIilFyicvz9IjCEioLCk8dlDP2pxNs3Gs+rrUey+3JPTpZDvX42SpLwa34sgIqWdVCa1DJkO6yYRaQOzMTg4PLbSQ5jTs/wC174+J5yKAIaM+yU/H/nMUaHwT4oslstTLRnWG5yDagG6Y7pn58IoCYxLJI3Iv/hFpGU0JiN9OWGFcHuA8bUijytO86nUonSE6WisC6ikFjhtTJTOBcXPioik7jvEUCOsetqXg0UOe/qklh1cQWe+aHdeBFdIYd4TaKg1mTosTPP8AEgJmRJBHTA7emhYEb/RyctMpzsZIYWhnmIkmkdNaOmaZAqOJcBobTDkspMeSoaJa7tG9t7UoZMiFxdGQnmhBBdOM5Lq35gB5mBEjECFnjZi1TrsyWxdJn8IaRHU3t0i1FQJQHVRBU2b1AYaNweWy8pIyGVrTBy0zgJpJ38yjmMa5CyHfXuVCbqdOgdg5tk6B8OvkpVqpcTeupgoRjcNL8KRIjJCkQJvDzpItjA+SgeT9lJd2oqAUYnrUAWL02eciYlgV4FB6b56z4Ei9Ug09TIC286V2A86c5ZbICe7stepgdMc5bBWEoAA2ApSy9bzAfGKOLL00lGd6FJMKw5Z2n5erTZKJQXK4TllBKDPuDwvC2dgCBN/bPISIzletqnHbIwjO2cxvfGgGgXxtbXYCaB6Djz5yw6Ids0RgK5K5YmMX61KNUV6MIvs/quQvOsuNzAt2Nv8AgZrUdGuhSJuUEYK+UfFQU6FEiK2Ibz06UTBrrGjHYTDY+N31VE7j3cwNV5XSwSfjmyKuoumDPP8ALxwUQgFyMFHRagM3sfjltklh9hSKd7VNYw7+f3S2tOLqTo9c0EYjFZZmGczHNJQVlMXQ7GHr6cJKS99vE1K3jxjxU8mQtDcm617WPQgjvHTp/wB6Un7zUAl2YxLYp6eKk7ygHJyjBEwcDugJvRI6517aWGEZCiSkxsWbJOlgWn/UGF250UmcQcR3ux6poC9lHtrQjnWP1WWgEQMyCSfIa/5YS1uG7E2mCMvxgCAzRhzBE60qiPm1BgSCAiNXsoiwCEkEZINhsR2uwIWekmY9NCQEDU5vQhAdaIIaWUHShCnVKekLeiYVCJB7B4z5WJI4aN3z6AMf1QhCglkFr8aOIaorNVEdD4jOJeNdCDUjO/ixoirpDwbNvSQd5Pn+US3YO1fDKH/mAzfjI6f61fNoB6q3Em/8lemVwLbNdf4yKA00sAvP8l7DZvUI91KS6t10fXNNJZW7T+qeFzdCo7cFycn9+KUNLaaIkmTgU3q/MXtbxzlpRERFM6L4WS19qhLR3dS5450ub5MChxV34vPjmhNBPKESEZtHxppG23M3APunxNb+KuHKNKV5SqVHsTti4yUmRbALChOnqg4BMLzRdkNu3q64L5I3RMQpPLIBHGxqCaEY0ogE+xYrZ8JVf0SbGW0lXZ9S7U01zH8mNPgOScU5hZkbYoMG94lbrkZnr4lN5nzmenfgaYcWtolygQ3Skk10JX0jtSOKjCxcXSMzzCIyG5ER/KQh3LUY+eaRhohhEQOS8YZK+A18h8RSw6UrS5hHjnpAw2DfPOYTOZZuvJZibOh6MxytpjIF8XooFnZS6Ija/XQAPSg2oNVi/wCqg2c5zQmASvRVwe5peVmLa/mpLLly1jyK1ZYQGmtNplTyXhA8c0fLlkpK6btWfplTEBL3bFLkadh595dvVzFriKnJ/JcUrG9/tWKdgy6lvgnm0JaAryYliEmQptUMiZZG4AMWno9WYvYn5/6iPuklLLX9oW7MJ+qthsS54ol8PAjFDggLV++4CVMWKZurtZrmwsrXtz+RybxaGGzSllCZZF0nf8/Bm8H1N+cHk7A2wUsS7VGG7eJ/FqYxLC50/VTU7QU07dZPz2LUFiICCzexzExr/wBh/wCa/wDATUGyTc190JZ2dYgwd9Q/hQCe6KZ6/wCVP05zB+ONHbvFaPDMXqRcDdgns+/UbEvardb9s0pTuzRP3FEQG30yXghTXqrxLIJmIA5ZCkc0Ym2VbL/Fj6Y3XA+g8iTfUgqDkW0iobGoTqGHzQ4JbxWTpNXFoimyZlHdrJBt8UXmYMZQV7Hfgx5FpjAJoirE0gC27lnU/wAW9LBO+MvV50+UMdmef4mzvTHhu018d9ULnKX/AM7XIhqbyuZpFrsDbVVPyvLUCky5pmCsdwjmM8z67Mvx+E+LHPQm3P5UDUWdDd2br82LUraAs9Gi96BljFk2detSHZlWBPWmm9QJhj2G1NXZ3RLQOJm3LXbCyoLJrz9Xoe9uRUp6X1/RimvLOe8svP8AASVGRtGh5nmJwpnrC6kujr8JUnWJBEQ6J2pNkMROs0x2/wANIEMfiaOv/XWQXRc9KKDDAC7ff+xNlimwWVcZsPBUZLlVSW981ukjDK2t5qTn6E4jaRCCf4WW2I3j9dHdifAUJoEGRfrSO2eARNFi6XdpQ3GRtMR+6Gd9knFNQnoW4C45+A2iEMVP6ntUwo0NarD2W3dGnQ3UpLAQnYTS/ZwQ4MdGW+taKgIxGecse3j7JoYNYpzkpnIIMx1jmL0LJQXbPjTlnI2r1ZLps5Y9hSqBE6MMVHShmRcPiHmCOwAYaDYFQB2fEZt5qtHBijfq1DdM66uQiKrRLlneORSwU7MRI7k78DDX1OgLBWbVnCM6SK40CjXhZXXYfEjWdq9aUj3DHLGapCFdiXUC/ejaeKgTjC0bfwDwJl5vm9BsQFliifDHnxkfx/irI841qKKzC5/A77ci2jkVI7pNqkXbhCRLdtIq87TUW22CRfZmaeW6hy8kxsJ+XqJedgwkaKg5ZNDRJXoC6spbhCQJrWAL2XPLDy/eZMXyB/LNCOEnjAJy/G3maRcHmgvBGiWYtnEXPIqL56gtfxTAAey4+k8hNEgkERLQ/KPrTS+YBpVw9T60WmlEgbp3Iq08Aj125/AbKIF7I+ObEbgk9XolGyDLv2ruch2k/wB5A0VpUqeLOvIiMoUWRBPzyFBuEurLFNgUQcmtCrPOY6Wjn6wpPUO9ahDZmNvue/omGSYkWfkXLIu+rIrR7j10tebBQYno8/WnfkM2ncGOaR10uk+r++afGfmhZ2J8VAAPujJVgdIi0x+HOk/lO6BfoiychncQQEIV8qSG+ec5FwXzGM+KDCZJKdTr8c0bg+EW15/mOkpaWU+geYaQ5KspayOs55YICosMN/V6SMtaEdFLCqH0oFTpcmu7EF5k5maV5wCJnnRw2lzerptIl7aN0ViDU+3k0PSfVer9z/5qUyKe376W5iIQ5YgpePWMAOpY1NqvwChIFo9W1IKskeocbZtzDFzKoE5LEjCTSL3+lBM0iwjgJFK5EW+i6Iz0qZAOBmAS2gcLWBNpIYW+SbX20X+GgnAgaHFjQxgTiJpQ7Y+ITqVTKlXMrVhjOob85pE1gw/M8FFcRzWUTLvCW2v4mlSMrKZKPbpRGaXlwlKXdHu7VZstgLvYxzTOUbT8u/O03ok7UupaljGEJzaxaIGepqyAIZG3MLqqS7RRrQL2am3ZRFgh3Q2NebVKPhcIBYrdpvaoQHnCx4LDhPhZk1LQ4Im0y3+sAtwoAbEZpo2LQADB3prPJXYtfjnLDyib9gnsx8+Ed2vnQou9AOc58OVmLwMWLNaMEbCCHZ50Ix9jD+uaSv6Q+f8AjkvXhAxIJRBH8ZC7SLML2Xm0E99kokeObSVGRulnnBf5CSWIy49X8EADmAjwrhZ6O1CI2cp1EX17VAgY/j9VeBlYy2hLQl7ffg2AcyBqzp7z8a6iYQ2u1UnXtZ7YBMlTS3LYJxarGsU6Cytb50Jki/OR9oZln8U4jcAFeqc45sRqImbRKc5ZBEQDbVcxhL+KCBk+Qn5q6W/1ax9ze06OA0h1VrnYzHCbqiL4IHAInydlhR+EKXSb2Xt6UMdX3WVolOHPjMqaUkwg6E2/FGVlNm0TLWMYgKjw6Zc3zKtj9WEebHD81v8AedQWG0EhtPqTet+b3j85onVqMldSzMUbjhjonaN6vE17Si7G27aiBWWQwmPDnR6TrMTWYB05gGFK21s85ZA2LfNVHYpAxdoOiAHDExlNR2IFHQ/cHMZi14/FQ9SwMwUM6M82BeSRMirgdDnS9IIDQMkfVSiTL3orwfhqDCwXigCgAWmYJsmtKQGAWZQsfyjUTodjtz8K6XZ6qJguwJseEBy1mciXtmmzS0LI61mHbD5ROtDQRCNk1we9fEUbmdyTGI0zHNCkNGZPwzeeDX2JV4rhEKYihQsr85N6XVpjqFgJ5z4md0oJpJDj1QqkIFoezBFYDRtAlkazbfVq5DJNAwnlqMSdO2HnnbOsLs0c4BCC7PqtIkwlsnoFHq0iTFyNYXOlKIwSKAjN4vbm1nqZH+A25jl2aV/r9q+H9K+M+/8AzHfAr9ex8cw9rPEpAmHQigNeA6bCm5rRDlcLYsPmKCUzCXg5yIWM3VAdP1zmieVaIvcWLtafnj6BhZ8UkVF61YQfjmgiLpidZf3ptTJU3Wgw/Y3tSFYiCK82Tm0/5kMsdtH8UOG7U5mQwddfxyGgqSGA1n1WkiDuBcnZyKv7IQG9pCNYfr0U2uBvTXRxpaAqK+zs5ywwMfjqJLv+RTdYmNoCWZ+h2tDBjwEkhtZeiG7RptIwTjkXEaUX0IPEIkZ0Y5pZmQjslBF6uZWNL6ZGrlOlqAiwdomWIW4XCEW6KiKVy0F0qZFtCaUkAJOJEe/P5ON4Nel5qZQb5qKQg8uTutnIiMciy0gGjNjfxSQskLnEQdHegIZhMRlBefolrbBLXimd7UEnKYuhMc5ElnFvqQoO5PVdYZY6Wf5RBOE2hxbPN/DZwVqRD3aglNvqo0MStJMxiv6tcsCK2TIjYQWT1hRsSLjpYnSaJrddwBJuWnz6hX6SjBBq9Np8ETcEdog+ygrBkti400Pj1ZYCqdSOYFqmhLopmZXw9VIngALAwrta9/4qCE6gFA34bKXJsRULd6WqY4JUAhOx1dPUTN3HBIg6rL0+JQa43shGTrzpCI4iJqvJaTjFmZ02qUQtZ6Ft5irLTED0V4gzgR6jbLBjtvno/ibbR+6GBq2lMK0MjpUxmLT4oyFPkXVntM3FWQ6RARo0l37qnmCnPQVlh0UaWMI50RsvtyJ4ehqpIwuTA3j1KIl8AnQAvDT4LrRheYR9UGA0L9SbhKFMeaj7zJdQoWWBnglMC4gwhtWaMiaXlERSiTNn2hief4yTT5lU2Ten/eSZfLnDTtSG8j5xy0FMLcIJGuV9vh1mIlvt/KAWSJJEDL/dPRhVBTN412h+PTyEaMMc5g8J7xEOl+1RCyLbTV6sE2wP0m/j1fNpE3xD5qPlgmBuc50S09bc59InHAnLlazKJpBEdSKCS2OmcvP8i5srg3/4b4igsQsy20Tz5jmCsD6GIB2ktzAZwbWqsXjJ2u9mKKSjxdPfnRwbJb/aK2VjNYd8k0CiEnMZqGMUIZ6fQHfrJyLFBjcMXHxNXaxDJZxyLXf225SpAfBQnvprMsThqLMWyfyAJmmcQTFk32q7TCEAV0TcAn8WXjZEe0YjOmPQEMSs0J52pnUwMdP15tLl4r4z7/8AMcGUnuQooewCRJuSO76n/SsHCDmBXosloBGIZ/HLBXM0cc+sw2BJ2ijShw1AAnosZjUlcLFn8c0qjBmEVGHgguvtpb+B0yBwyiu7DPaoYp6SWozDdUZ2WoQz72XnH4mLiEnXP/EcT8oIPaVYwRbeBEeS1NH+eF2XcS6MxpViIKOwty6TEHVKZdJQ2JLD3J4QYpFzw5/lSB1fihdUHZxlVFu3RJPPqAglmiLayL49KFj6RTQewOieGB3oN4cwmYI8nmy6vVpEI0GKxh4Y27EUZ5aeEULRu3eSEktZ2+BLhHZSYsEdohtUTT0MsOsQHUE+zoIDByLlPnmwRff90TCyYvomJkfXo3B2KIRHbfkJJCXhYwsw68iaSgFu7HX56Wi1kaXAgM9Ps6VqPa91Ocsa98dW84QeqEl5a94V2IiG3zzDZiGMz+D1HpLhJmJzaL/fLXGkcQYJdhOmT1PneJQYcl6d/RmGE04nepTQlIWVhiVg6NFccdWkgjo44FYjq9gdr5oqyD1SCdK4J5EtTC0CB2s3jNT8oIwmivSfRS+beDU6zNuWYQUAMH0GTnCwFhRcjsUonExrAPOaMZKf1NaBxll9nzUR0DQx4J2xGskPdXOvoG+DYKkEocW1YvETbGvgQHpYyCIvwm4mlgsnqME+aKDC5GrbWwhxfaz+CJMJiPYIpRKriTJmVMmtLmEEQMSlJkukTtEEuQESXL3dA8WBRKcmcl4v5PQ0GZu7m2+31UuaSBCmLiyAi/1JQTjFi5baJI5C9ogpMWNHL8dLyISryXilcJzaNL0LhIBEnKG8EcwOXZ3rwqPQvOKnKM0wLPt5p0kjLd2N3SOrRQ7A7tGggZMUYhUYjrYj3UL45ihhrPP1ES0wytD6q1mQjcI/XNMe2jcB9qAB2eW0HZrVw+kiectODrjSS73wq/20ZbGN+P0gJYD0AqbkwMGTuVPrFHorpmWgN0QzpALdn8aVCwbVeW4/NCAbAUCUmFG/FzEW6lBguePXwI86nIvHVNr3nHSUYQWEcm8WkVYZxTnGDj/J5CC9ZGFxZc1DmcDabm1ubY2w6GX+Q1e+US0N5yxkWa6wc+PAIQU7wQPiOYnc0KjViEu1yre3hNDvlV3ftY3ZZ9wvzZPv1IOyMjaBt51P5NCcRYG5PxzBlQ3WelPRUM72q0HAKEN0Hy/+ceLKI0W5qELAvKKGq+OWKfEgQZK8axOd/Re6xJl8ueFAg3msurq0bDcJGRUZC58VCmUZ+QIV5AbTUA+AtgUdu9PmeM+5dLkwvr8HTBu1rdgXShYJqii/QSyu/iw8qUkkczP3v8Agnmf+Xk3hJEpx5EqOW0dXvFCh0MYzOgSziP1cZAdCGkzMOKb7WLCWY7Ze1Bos7xfWN6Ebn4aL1aQUZkY+/wDKo2AnV2yWP6PDaxJiCJG6ZLsVINs+L4/HMEMYbsSYW26VCae0bMWiTCBKdbLmLwnU103erSFlRSW8xtMjilNEP5SYYxuLZmoHMBM7p8xdrWLE7Sik8JzZB2JqQ3Y5pDCtIN23jAzmFzYO7IFQZfvCJdySZbRPqRZkoroXTDYpQKrMjq6sUJ6Z+v5UJOj81+G+6mZHZwCMHo1am2kCRsn+09ViZsp87Dbv8SRo0kSMvwcxGMEyLtpDDhO2xSpQ9OAWO6jEUHLYpI6oiXvSQJAZIgWCSNRqUDQyJt5IZu/hgZBIkQSGQGGL+jAOTSORMVMkENAY/lhFlKM0yzCcfrAgI2A2bznp6VfJlNyb69/8XlEQl9Ztf1+lyLWGxb+avgSoiFu0UpO/0KbeGCSC8RPVOaFUF68lw8xzDNJOJGJC0yMmtNTMaOcgApZI6WWfWWH1IQ8H9g/moanjQpYEmEldwfnSirTsBthjnpYCBhUJ5oCXbBvx4u80uW0JejXTydOxehVgJg6pQt/p+i5ACkk3nDqxQfpQ6mwzrCMvgIaDFhAYGqWtH6LCriEdEn7/AJfun2BCM9WgwQdxZ/Vb/VUEOooUkWUZ8qSywFnIjWFhuFNrBOxQCMIwdK35g2sI+S9BAILACKQOW4K2DUc9NJsTUxGVCG9uQXtZCSMaVhYYAJYF6gFUB5Hd50STESvuAPrml8TFR/IyMFwG1T14CxJAGIRs0ZoEQBYwDFulTR7g5SDDrUmuHoAEdI5Gmq0X30r4H81rTpbesaqNLXq18R5Qw72qCJYkBJIYlhR13jhDeMsmc2sdLIVFGULkOPikXj4NtfinRQPoLRi9AiwAkNl2I2qOJBcRxcfl/wAExrUIuQGYJtFTpZvlfuoxZEjKLXamgHky1TVbBsU3N7D2gYVuRappyH1wEyZ9/hMLwQ4tK3SimISz4cmisHd7jnLcRsr4T7f+YKLa9ummGIR/HdInMZroEkvw4z5olr8zYDpinz4czj80iLtaGlQWKPQlSQkIsMm1of8AV5DnijZudaRO21X3YxKb1lDNW+jD9ZYJWrGaXcoxeJm/oR0LlkLK7tQTOtN4TWbhfxRZwZA1hCZmFvwPDmtIBJIzEPMZuGvBdKGIh29ZE0nPZHUpkZs7whA3UKOVZg9yJfc1Zs/QoXutKUA5BdM/xTchOccC7P6+nTVNz5hduPriofgggZjCCYT+HubLfE0TGbsbMGCIxh0cpxo1pwU0dNJ/x6lndyDHrTONZ9AnAYNMbwQE2ItQfKjSEDe4SVJYgtbVkXIgFFhtjNabCawAVcAD62o0SoAbbLcjw+J+LFg7s7BGYqQwgi3IKLAWP5eh3nK+XWVRASew7/HNIHZNWcepx2pCvqlmOqn4meWzsUAEyU5y10TNZkJrEzxUaxAQTitO4oiZDi3gX68ejB2n/wDiKIG5WhrS+I60JZJxUZMOlif5YPYlLE8bpZ6/CFF3XQOuL/ikSDRdWDbn4tarmCrJz9M3u3eNruloDrRpzCHoEfVXXMfUc5aBcYqE+A37VMeSfVAB3scw/opwSGPrnTLf4JgG2STYvjCwCS66psO6i/i+LJO9nyUW/wDx2/4GU7lJUCTJsFka9+3pSlmQdl/XNkwYHaUD65pETJscwLEwmlrkQiG7zo15Yb2zK7VmOjbkRyIn7gIdljPIudigG8zzkd3S9mre6aj6dS22jqnSmM4O00rPGzLDZRa/4TCzg3pk0hvDsepw6DQXomYxYwd7Ld2ImjV3ZzmnathE2O6xJbf1a9FB6iXWDmmFsgZDRKEGX+Eq/UjXdE2qVThlBFC8xz8RicHdoSrNQRL8fwLUmxhng2TaXSz0kkLvmrLVsmCbS0xCQRiUSn64QMhC8b23vavgfzUa0NjCdp+ExQThW8ZNEGYJHj1fM0yIOWLWF2eLj5+JwyZN38qDKnK5FQsji3bqs+NNuc2Y8dKEbtgSg1Y6c2LgJzZMAie5R7EB55zotZBtNUdDVXm12BoD2wxflgp2NpMaODIfPQyDLZRworQEk3NrWYaIglAzE5xHwrnVEIZ8xW2pzTSvg/xXqfSV6R+3/wAyOU2nn8j6ulhFRgqQ7T2tOFJLBYO3r/B9GrsgCHUN+9RcCXAfLiNPwa2vbCjWDZbTtS2rYoLGHtUHOSh1TnMdca9qGy81AEMVB/yJemDPQ60rkYQGMyD1i/mm8dyzpapt0gDTXvSGjUgXWZBjW/X4NoRkDDRbacwqrDbVoj9NKsKIOqbfnmy63a8Uik0fjxTiBfI6cFMJ2g6av1zQVaSYQsRqu1I3cnWJK5wXaJVnIIbCm9xabfhM6j4gwSudGQ8LcXUOOnNDDec796EFz8Hqp0Rklncf0CNasfzdvYIuypextYhwvXEsal0/qxSO2brRe8E0zhCQnZE35FKIznGVBlevOl5Ho7HPetNVfnPM04z6NcLsiKuTYvqjYaQYIuO7TkXlCWPVZ7wCcic8WCCiPPAemml7L0YyiF1BR3VNglBgWBm5zYY06BLs+KySjKXBbHugXGMdKi2ieOctYp4ViYWXQbvS+eD2bKRMA7zOSKkumYnYEHP45a/QYDTn8YuqcRPFOcmqOCAdwirFqpxKT3R86H8MEF5yFYm1jsWmkIjiPnbrzxsAbcLM9OeAEgoJiy5c/gMCRRImeuBVw08OsPl1oG1WHMuiJsGvWWj4EKc2Jqe+pFEqA2qAU5mGEdX+UWZc3mUz4KMYYdXSmhJZv24UugkR036UsAYPdtbk0AKOljy1omYdQZT4BvzGRsFPg/zmnQKD96lKMxUus+TjmjDFlo0eqZaZdUI3ueoXqNOxaygQNXRIFrtevwg5GhC231BIM39dKExZg6NR4QoSC68/lvl2SB16MUzuCYcJPTmiV6lIlC8uhvQzIIbwei58eotsuRFwEpEXvueg3lhxpvmTG0eEgyRE63g/2hgSyaMMmgLjMDrh+PQxMKDbPOY/5xQVyPvQMcC1AE2It8Hwn6mRBX4J/wATiAyrMOnvMaFSszywBbK7CSRHSnCyCyuGyxbLj8FnZh10J0qERNjJiLLxFRaMoJqor65tIUa4q+z2nIInCj5rDYAgxZwB3XSpg7uYfRxbqhEUivdzpi4KbbPWkondRWaMWKN6HiXW2rcOkeo3FkGIWIfH1UxFjRzn4jf2fitDzCsPT8jRf2/+RHCRV6Wp+Cs78mLsLXRcGZLdMLsSjMJCWNvOHorTMs+sG0hsF/wkCLOFqbsj6q1xBkwUGQa67oXkdQJjE/q1oq2RINRLjT+XQRYRIec2erfPVsdudpiTKfNBZRogsKDBffprUuSQF4rEttv8HIk3cxonTxBSNPFYSCWdr0UJJAwrJdtPGirQhcx5ZaxnD/mISJ9Eoh1DRjanpFtRDvNWtzhDwpoEYD7mulO+KbCL5OOfV5yLH5/FOzkEVoikiPAubW17RaAYEoKFjDexl/hXOCinqQu/c2Y7UgMVyManv0B0Jhznagc1MCdQ8UwxIiMMheETHNm3QZA6/CuBeNsBgO3oQVroxakmlLIuYha8VDJ896mO3Xy5+E7JmBgMMltXz4aCRBsLciTpzwyGtn5pgEYAOjNfSpds86pMsXI8+pQURXTwTD9eGaGJFr3J6QR0jsHOZDBcFxPRUmDEvHAzZQRf+NlUNo06wC1wdVLDhBcLUk15pOUjoL7t35sY2XFeUkE5+izaFgaE4nTkIG2VLkeYuc2UBfwvawb8309TWxkksict9KKJtp3TfnapGe1SmlanTicsUJiu5MdPxQJw4vYMjGJk5jGZWutzs1NFv9FAwaa6AGcmxONo5pBtUpEYtFDC7h6cluQlrIx0osVR0GEC5uBnkLw3hgEsC2MBGfqeqZBkMSbi73wJyAMeRcJiE7lQhimBshNefpXm1oMtn3tfwmZVmI4JgslD7lE6G1GAGWIz3qer1bGuKSGQV3i/OaFBx5g3s9TRb9JDeb56ve1SvfhQm77UU5s/OP3Wstt055tv2ogJ/LP95iCAgCIHedevBAxd+u7YQF0Ij6bxmI9ELvnZdPV3mQZuABsoLmsdLR0haEYhPXnTa7aIyb25+L60Nj1zn+EobW5arIa03w9ZN6t6baxrJGojS1u1jaFFGzO/4+L0SQ3Aq6lsbeh0HzLxzgAjbBlZ0n75YOBJPLUocw1Nc6RsWg5/Dc2qC+LxTxDOWy3zM/DUbXjib6GfHIYy2BACImcC9u+0HqCjKCI7wElLUe4EuiIGt+6iJuCl1LzxN3Wif8qEDoOGZiwMePUJb3DpZMxHc6VGiTBYdhujGenpKBRtR1S4mCI/SEVKbIlcLi7yDLtMxkCPMvHa1IQrlyZ2WLSCfpQtIjqX9cSyQm+0PE821XRkmWOnpzGxtWzFabsLMIE459EQRaYS54puiNvMfXNuT2UL+sfusPP/AJOK0sdF/NI6DM6QGC2G34duQeYFjRAt8eibENlBhG0Xjw+JeluwTCfE+AQDJukV9l5j9acwHkYBF32tXRMsGF06lJr1peWIEuYvsnNmlfTaQjDXZOCZyvjmj0EjGy1ThMUK2cYrfrSyX26Xkh2C4gwg9y+1iV4kiB4yUO3ooBoiRC6EXfxYwugHQ+Vfg4uPU0tZnnqXp/MAAnWxfgDg4rAOA7J8ekJtbjAW36qZNfnFPI3U0yc/ORMG9Lu7VhVdocQAb6Ce/Z2Uqi9e755ZN1GrIctkkxB9VKZWDsSNTegnLLsHzGZkqKXQxb/Fkr81JuwT88BSaZUsAwhByLDqzN5bguUPPS0FwfEHxnt/GAzJQi7qjHCDeYynLABLqzNDE+PelXF1zHSMeqmWcKPUF99eaZVOAExUfD+RLCEYaA4jpV86v7SPuo7M/VFQmGrnitBxHry5pETAEJAAHSEY29DiR5CVZsbg4kimJ7IAlAClLsPASBC7Hsg15C6aRBs1XDoVDJdQGC09XmzCgCE4MH1PIDKhtosTw88Gw0GxpbIYHJ6qAMRo5ZJnmNrRXbqGwBDGvMRBxWx/wWtleOruc6WhYSGwgRQBiAKzZcm+Y8+HHMRrVJxb1aoj0vp0oZaA9HCtRAJWZZcUKQKpnIQLL+vUHBcjKUdMDbHY1uUkMSnEpY70O3soFOLhGCd+lhOLLILCFyC7KFzdGmanZijV+NTiPq3WTNg40pdyKTZkvWTv/mSICxcxcXs80s70HOeiYAGYWhM1CHpPogHE71cp6pRcj1sds6WMPuR9Nya8ggTJQX7LbTkLx3u2mWpA555s4aANhC9sz4tzAMkSNec/BgaCGfmlsznBCSQOVqCMIcVwGLzjv4IhZNsX8naP4VBsT3cQ60IrKSaoz+P8qdy7/MSATOK+jBHTJ47KC9kUNbmvTb0H9CRMjGqHEn4otqcQEen76W3paXsC/YOYsyFrrtilHCTIlnIQ70ONlAk83dONhLhljbFqccVopX0CkmkWBVGJG21xnn+TJDY0yYdF0vpnSwiySZ7noEy71d34nlII7kSWCJTRY9ggiQmSWWdDpgaY4AHdIi+3phQjYLaQTA7MaWegZ9SHjKhk3rXj2QLKUhp27Ubm6nOvMlhg0js4BS+hLowtE2pU4yrqO6a6aUG7GKxE9SpTRx0MLSTN34UpAhVrUz015bOM0TbSFIEzQp5XrDsFQk2t9NmQBHIyc5Yxx7KTFp+ygj/yG0r9ygeZooW5qZkq6EQavqeariVQgylgNX4nwCawhl1c8xiqjn2SIXy+W1DATWAwXNTjYDIhF5R8MxfzTBDRtbK0iD1QYpeCcY4/jPc5Bci1YKKPDvFTI96+JZmfsRQ8nL0uTgx1daA0ga12R1x/E59waotLP2Vmp5W+p3BL49EdRyL5yw9GkSWCm8JQrLXSYrSJ2RdkZz1ywRlqniaEhrJ9KFN69LyF/DzzYtpj60Ec4AB6ja5ycwMx5px67ZGA3H1R5uNSwooyFGSFdYG4rnv0qbZITZEQKQ22aL5yXCmZcznNLdk4EIlJF4Id/CLOU5mATE+uYy90+qim4gvo78/jV2ZiGutEBASDrSMQLxpzkTcqCbEwRHiomwcvP8AQa/pqbXmoVVabS8vYGpWqhBdd8NuaSZmcm3TPHOgMDXLWOrIxtNSF5SQBJsOegtya1hISxZ8fREcQGwINou2UWCwDZlgFZmaAihCgkQhZtjlldt4MN9J5+p60iJCnHmw1ATOEtx/k55tJbzbzfkUEsUxVSYN8ucLAZAF7SKRtI5uMrayiana0k6R5GllN0LlQvcToI0VaIY6qHokyGF9KVl/KFmAtK5ajWJ1BZU13J5ZLUYMt2NN8csaItzRkOxA/lQP0isXDL0NeRJ3+HPCLtwRwgQ/33erTsWs/ST982sLILZOdM9vVFa3z98/yAEkLT1OfrS9weChjyAOORen7fit1BjC6O68xWJkV4A15/J0BeB501xTkTAyNr6aL0MuDy559Uh1k0AZdlfQRmb82VWQZUiSjDv6h4KhRaOh8eYA+RDZBeF2WfNWMkJwB0vz8R9BRd45y0aIljbBp25tOFkMELPzocwsDwlwWGHtNNOyx3oe682qJB8nOdrQ0bPiL/RQkuGT1vULsErMxE8/g2MZDelZosmmKMu0toVYgBnxQlfEblUDzUOWz4hEuRBRDov8AinmRjw0iKCTpPYYojYNWLrwufpDcXaMTuGTf+NIIsQgwBcm/wiBRPEWgNwjLZT4xSSUt0RfNAdGEGFRMyhSxiNsGO3g20GtJccX8NOaxEcDSBGaGMSxgLZ6KydRf3MUyhvVLODrg5At3LpyUcS8i1+k0AF6ga4gkK19rCA9TuBBHantUEbfVXKb/APnE7EBOsVN6FkyIHw4LQM9gRdsp0BVpJiRZALhER5mgF2HtNhSYuAfiLMoL6pJvpPg3+o3QjqRhk3dc/wAtBpqBDDz+YC00sj6i3MRs4Neta/GKIiPN80vIFO6QCRYJ0jbQ5yOyUEwxZaTRpJJgQunPGGsFgkXMCBt4pDDVoEtslTMvfNTIARuTG8xjpQ0oye1oKtDAbKFhXetKb6Y2tkXgykfJ9eC/QfjFO02PcijPhasLY+XCjZgPtfI2cc0gEJ4QhtbeKsZiZJcibXvjmkX8AIfD24XYIUwi44I58NJLBg5IT65oHq7bRGjA3vzE8rKGy5YvmI/iYbQV2ZOQk0glslIBacmOdFtpdn43o5CBHGj9+quol9JxVitGdhzpXaehsrr65okQhJZIleqW70ZqlQh3OcgGgYrAdQsn+etZPgz3zT5lym4LuT349ItDuSbEo6/j06sUBvFWcwHRQfYYCCRKNWJjZ+JnhKEuJPfMLgSy2xHLllDaIZEbTDbY9eiZPK4JxCQA82mr5LEkyq9Xm0KJHU+53ppfhszzNteQsI6ERcWcXKmIyZqTi/QpBQAFT0OFXMVmFrMQ8/RWnIaFgRz8WgWYG0bp0Y4wpRER0koPnmEwLU/BeFtn9dN3dK3452SIBe3zKdOdMlMNb2exvPPjCY2qMHwtwviQzqhexHn4QEQLI2SQ76/wKMeGCOoxBGbR8aWtZc5NIAHMXLQmZDEHW5zRSKqAOfCo8SC3yZ5FSrDb0Q0wtJG2FvLzbBzSiYnfZy0/0UC5/PFSGO5Z2xQSyWiZmIt0/wA9QBiEF5vt68ehn60OXJTIJEKvX70oJuF5ZQBGk4801q12NJLUwadKAmKV2XsWtki1qidBshlFZVjmIX3BW7+rP60yXgA3dfjp8FBwI36b/nkTGwW6Ec5iU3QVwNjfX49ApAWtDVaoLEJCHdL+dqaamXC2Z14T66WZEQGBHUWgm52oneYa4G/Zo4WbjtTONLbo4PfNryoDKyUZ64FAJ8gVGjT4COciymJbF5/fOmtr3FjLvFBy8sFrDqVjNv06cXIQuIVVUhbhB2wEIuuAF0IdPVjKw25x8Mk5emaKULL4ECSTI51p8sjcW2A7tuFhX0t7V480wmvbqYG6t3h2y06C4nthYix2huUWLjlWo2qPGFyK2Jl350gb0NXrKfH/AGmLZE7DZC8+OtaKKhJCrE3i/wDllLskB+KxUOB3/wDMA6LomeiI+96tQ9wyO2Qw6nohNvAiSzHfnYMoFoDR69P4qUgMoWNiLnp4f6molrQ215ZYgCFNiJjs0pLGYjQuvMTzo1B8Lo93eOWkgszlw6cXs1p6okRixax2/wAeU28lgznUO/SxExVxrmliEFi+TTRGg9aMicSt1If47LYcYBCMz91cCGT7BD1xbMeJAIMypBDxSGM+r2A0EVE7Sivt4iIZBLSIELqpenxcm1av1CFOv4x4osMlFQyS+tQC2pOGkjRKI2EtY0iel/XprcLcIbjrPOkGAAIAyRzgWcTJqZNeY9EtN4SOnOHY0Sfj1H4Dw9EGUogTFjQKakAo6Dt1c7R2USOA9Mb8jGgYCx8aV6Y3HjHPqyuWjkWyxpUzUzHSzbn0gASoRcdsc+pdsk5HaWJiayv44YgEiUIU7+nOz1hQ2Yxgi/IEmiMhKEAtnNaXwzx5+JnP5NMXJfCor6QToOOfqcbpoEbJ1zU5JW0urbrU6QQLDDHOWvIwa35z1hKsuTDvY0q/VSwwh3F+fgIACAL9TGvO2lXdv65r4DjBrBsMJUmwXdPY3Y/HR2DnnLIYRrzz4AxYQtuk/XNGwhM3KWcxrQCfZbrHz9VuKblpn65ge9ocAjPO3Zsr2sTtp8c2mMImWEEx5OYeU4kOlHS1ueLeEEb0RG3Wk0yOMGCy0Et+WODkMiBmVqKCyMCQBAaUImYbEwbXti1N+3wXCfL9qjacmpRh+m/+FieoQLF8a5eRN6RaCHV252POBHXkodrN4sPgpkZ4TYI2cc+oaIBDaHs46IO3dfLfaggeEIC2LWpukSVByXqUskzYa50q/jYlrPxTt+h5z6kQxKr6nbNbA+r2e3OxpR9H5iHXM0WBF8BBDFCE1S8XjkGa3pnI1HeoAwUzigilw2NMbc7PAXKBDi+7++oONeARQwMsDMR4saZ8XKgPglt0+ob2tUAsPlmkGna0kjBJJnwZXm2RjFr/AHeZArJbwaNIqy4WdVufNXAZ6mM/TVhQECzBWP0pdpqd+rd5KEUxmm881AghV2N3zHNDx+ZodAXLODZjfAkADfw1+HswshoRbr2B9X+47FCGJuCO/rozMJC64LHz6tRwXLA6Eb8sBkwKlkkXS0R09LLmicw0IsiwxG1Xt/NGKyxZA3n0txwMRmOpOnId7EkOQ4PU+E6Us9UDah1KF4QW/FQ2kTYuER250GS57gZXygoVzikaYmef5WDrafW/+Y72N9KEuTByqyGz2Aet7LuLN/rkMqs7wQFzoGf5SBMLNr3I0mOYdrILklgj4+6CcJ4f7QjCoTiyM1Kd4c5A8baVfmlCIQb4I1VCPPoXZQN08xazAklqv2TfhrUNG4LsqQ6X6SD70IiT72pmEJspsGZJyjr6J9qibuiXLXL2sYiAwWOcYJjhM5JuRIiIQfjs1GbBtKIg4dHb09jgiakNrB2iuYQFDM8xcKUVr1qBHDCv1vqCpULmF8UsIluHG9uf40kOgx88/VgmdzTnLWToAZ4jrcPMa3qYDeNL/XoLHMnHeQFpqPZ8sLGQTsueLBX8k/QMTz6QtWrg56tSTaMpp8zmwL0qBrqdF620WwlQCSRCEa37eFJwlDApcmMOdhHTwYywm2sNXWpFRSrvAM1F8YcsNZxYhsWXezzYnNe4cnrr9WitIiDGga/v6sZmkos47ebGQovfGY2bch01dB9Awdn0oMCSIRNvokQd/DJ8Zd9t1TmzYApxXEO4hTf6gZNXNph3j8UAC3XQ/moO5aBqZlIMQxp3rsN+nNau6Iq4iNRMIQ1L3nnSe13jnIAnbct365oLReItp15/iNawshSZveI2T1Fa3a1PwOaGK9SSV0PO3oCZnfMdp3pFZP45yzth99OM359FwkJvznx1j2c56HTMYriIgLt6bJG5hGnVioRDEhV8Nbfikv2aGKTR4MfqtaezQdCtQ+6FKMfikaem3n3TggKmwL+KEs1rC858QJJnxS4mJ370aJDzznw6782La8/xiO9EsNSjrSyub8+KY7U6CLH3zmGhOZZ91MVsr6w80FrGAc0rYQcDFeV8aP1A0/UaiN5KixZLd+gVYJEhyZKWDEH8OGByWCDp1aU7MhRghg0LYoWPkrOogu1m/aiGzq6U+5armdW9AihHvtK3zRQVEC+sSmpZWTxJ8hucszw0sq51YtSgewgYknKPY9Q14zuIdGTyIQuCXKigTDC4IitY3XfF5bSAV1uqfA8nwL40abqLJZ/VjdvcwsLEx3FxoFBIYLLIzoSnATooamNFJJTr8LtjgWFxmwwGx60IL7LmG5imEzoe8PlmHgyLXR0IJjq82MNPSOlXM5M32+ubOPLeisXp/P8A5khs3QuH4oYIQjeGh0h4mgAO4ZEmY+OtXuaEohJPLEdPqw8CQBDFbnn/ACEPIhgzAGeo0vSBEdYNj23o5S7bYAlh1nbhFiaWSb9oREXFGGMTJWDxUzuvB+kqwMxYdr1YDS0xlaIARHAJvWhJFssyZ5a3jOAvd638Vdk3GQ29oSIYfg/SIeICC8Hw9TMEYw4ORNsnSKXRo6pbPAb289hobACHcXBGram2MQLBcDVgnYPTgZFRb7t+bCGWoOH1e0RTV8ExA45hd+7JxGonI0Cwm9Mq+Gm/p0xsRmW0d3nS1qgQ2G6NuvA9EUsmWUX7QePVzsUIQal0tbllhkwEDIE6nWi5kJIBMo2wtFCgWY+cwibQPNLD57i7F50vUhM4a8+kzGLOO/nn0pmQw31nTNFJmDVDHfn1nRRTJK14jJzR0EJE5nMqSl4h7RlkFAIE14lXYGjOTbr9+9WZkhSj73K76eUaudeYrCfsF6QZ56KKsEgMd3IB0inMnM9hb1pF7PEunIDdJJYc9Luza4WpjYNbp0+BIHCSIYb5mPijgNbtKmiS233R+hwWXg/lpQWCU559/E/QNG8daTOjREeJ59AW8SbuO+mkww33VZnxSUNWgWYN9DnS6nCEJYlrgt5g3RguYmQ3sYPV8BbtY0TR6oSVmQXQ/nLI0yZQTi8TrftRflIwv81b4yxLx9c0b33Oc9N95Yr0M4W0XGezJte33MxC3Q5EgRIcdaw7ENEva4Q5z9F6QkHDMZ7l+Ruvhu5ztzs4kDGh/v49F8rF/VRlsk3Sog+hzTmG2G6n5OlMoZBsAUfPbmGBnWkB3ovDVJdYtOmebDKxDGbhCug86ArktIOlSEMcnxztk4BEROIHn6u49nbnLSOVv/tPYjm/OeKAO591GF1Meav0Lj01vVF8ecs+TgiW3FZE42uLz1DyRsKPT1sJ5mIGWt2HS3iwz5nGvimm4dfsEGEfxK7NtKvPsnx6ecXZO1OT6ZgAsa6c0ObJSPjnLCNiyrsqnWkDV+Wri+wUCR4YDL8Fk5aw1ohIX6fQssaBFssuu5oJHQkSIkbqwZ29GKo4Mgpr1tdYome2ecFg6rzP1Y9oUT8wUgRYdv1FoEchCLw7U9vR4upGITSm1Q0rZZKhOpkrSs5sAVIm5QsJAwkTrnBb+PNe0APY2JW2/CiAhCwlLl4+Pq7Y2bIhn6UWRs2dnV5/keNnUrovz9SQbD71+qk635D/ANBxY7gNiD9cwyICJ2HPUogKAEYMWkt70oH3RAupsTMaDQ7WaNSYJAiM62n+R+KLoSVNkBiPjQOIECkQBvWJ5aQMOAizo500dmbZGz+U9JpJCLpZXWM88QdkxDIctwAxzCsIe6Lux4nNkQbNvZHNmi2OrSRmNKV9JcZQQErAl29ScX8WLUFvUfV6UlBMiQGl+RZQ04fJYQ2llIpfLFy3d1Uub1eDfuv/AGL7Kx2fVwN/OvBZPIVIaP0UAUwYjcT9ctHkDilwUk4S0iWZjgQ6BslqRc2CEkwkt0oJG7B00+ObMwuvpoYqKuLjaX/OaGvwMxiHxzpZbMUCWxEVKVSgklBm2dFnkK0sDZXn6GyfJIWunRqPGHKBxLHxSWK7ZGkc4ahycOLbiyKvrnSKMQKkl6mKv7EMTrYssgN6vhC7CiSYalKO6GYoasugzKE85ETjFd+AYluviaG9MEWGHPUR78VkhMRZMmxaggCSX5ioD29dtbbHx8Huc4C10CY5oo90O0kfdS2eH8U6ePuoM4tG2D9FJs6HOfzpPOc0ho2/dEiON/Kr6Urympt2xTH2ftLnIG3YjiMHZC1SNsyEEQMKI6VA/H9Xq5QbpO1RgTmG63+qkOi9etJAHHOcgyHsUrTap8+KC4ZX4RVkzWjJaog7TURjDYDEfE8sScWS+iVGrosEtk1p0kpFmfdIAAjKUWq9K2BpznZSECOUUH4qBFEeDePPOklCIYvYuvVmr9z1V5z3BzCYacXsBl5+EpwYQHJ+tt1KfOepkCO3qlrtJb8/FYtPzznQQYHnnPxbNr88fiaUlCefJUEuv5lPE3vRodVfVCw++YAK6kpEt2FkJzY2pwBkEc5+ASZJG4yZzPr6a74UsallgLy/yzpsyFJe29xTWKaJgTTC20M8tDZTEZOJ0mY5EUIhN3R/3mgUut+KAewfirXAzEpupfC/MYrhFGt9kkT/AJSki4XMgTTHWr8XVnMyzMQbVGz+k40ySwjzB0X4uNsXQ5tIA9AWdSxHMBMIsFCwJgM1kLkYTQg6W/HZRLFK0DZmeFNvUB6IMJI6Qh48EKDJv57J59OngCozZk0b8swkBdmuGpB8ekU6SSJ3J0uQLi0gkEkx3v8A5om4ubgMz3OWtfeC2dJceOdFvMEj1RLc/nULJ6o959Rf/OTKPKEPgqQRB2oCGjVlPf1r9YFY2e4bIz60fZCAJb67v5Ftf8MGJHSXljD9qrKd4bjtvQM30CMKEwTZHSrs1k2EAuvUtHrToCPwTFxIak7WAxqW83TBwRvpSqBOLQIhWodt/g11YwNVaWguxB6mZgoiiDteYX/y/QE1MQ4IkHNHFUyE29WKxwlYSKAgZmBujkFUwUZBvOlm3Ihg+JdFLo3xvWAmuBx3hhm18UYLDAbhBrs5CckQeRzljgcTQk+yolRjzi/qW8ci4IWRrakZPTUduB7FDeL2SXjXoKaJaBZuMy7ZwlAtGpkIOnwBNPTpveNk5dqh4E0ctDda7x6nAjbzkRUW3NkFg5P1VhcLCiBREFebIUhKeOtInb9qgGMN/KPpy2YdpmiEBxOvB4ph3Fm3S3MEt4zyuOpXjRPSmzHOQSRJAROm2go2PFCFMjcxMHR3TBUbj0rPRw2rGYnr91cdjIqdzSpO0EpQLE6WirmtSoZShke8W8VekMSVQsm8Tiop3VBdGZpJ9DAQgE2i/MFZILjLdG6806BKdbL980Q4h8+Aox2fahimT95+OYlThJ+qUUKYr0B7UwKmUdjnNrGkAytGJtHOiZskcZO3pLNXcAZ5O54ce01kxwGMEy1vza3Cxn6okOQ3PMcT0X69OVk4SiQN9WpnK2oRArmsi/m0eKyIdP5VhVoswow7Qc5hyiukX/TpVnwiN0xHjnYaBAHCfz+vViGOcMhM+dv4mLPdY685EGcoehtNbeBDVRHOF2Gi66nn8UCFhJNNU+yhysbJl5B5hYEAG5aOzXhK984ABm7QMbo7EuMihDbwQVLIHQsfFEE5sTmHFvNC53pMWxb0VaX6dNmoXuZpYJMWp7tfD0aEvqszuaFp1zpb3UB1iFFBfRaFb67Ky8AerjhzBZfJtUWRdJpKLCV9UBWPRwWFouh2pDYgEMQR0nVpHpRoArBJJ1CYnhYuCu6xh6Q8xBLT8K+jfyVMz9fiDAd7z29BB6wAojcgmei8Q72OKGEL4V9R2LVaoGwCEzyCFyVoUyyksHxosVI6KjYiLwrv6g2QObURuwrYnpoNIWkErEhIWY67VBMMLCxicDnSJmES2sQ7Hq/yGcuBCyeIyy19tIrTlor0hISZuNR3N0gdhJt14MnplqWYHyt9WJqONZAbFmMxp6lLhxIQjoGZ2+LXmch4VRi6Xc/4TkH8lTAzj0WxUkmn1lWlxn/zNtkvHYz6fdXWz5N28OdMZtKEYPs1IAOJ4LYKS48+kxBiF+MNGdvgsQLZZaSXggjP8sOWdN9s1JfK/SNMpJqeMBhdZ7RKaQQ103wqneS4gBJlL3R7WmxsIkp4AtszpS58o5wjW51BKBBAnZZA3v51KyqCmQI5l68gUcdncKLAdh6LOSiRECl/FDpWEWwLBvhj+GcmMCwNjOvNBYY2o8cPUm2ppUhZYRAIXUgnH1YZoJEsmlAucgWE6/S2ggdKKXHrPFqVSBJBDKSZ15FuSkXL2QosOuvq9OhwiCtCJ6nwGYYPjhcOHT00wyMigZdnXLF9MRksqBAxzdkzSQRK4FEcfwKwuC8rFaGuw9YKcmNNpr2Wg9NVJiIe2te86fVqzB283ixNzaHsswGBEEJy0j5fSnCVWI45sOY4dlTccTkXTekX0YwQsEnwMaBjMiZ1AFHAupusxBXEmF12q26tg6Mbnj9HvsrNwb/2mk8mEJMn4c0u8Gs5DLBO3LU/T1G5fTCdsegBDHLSODpUsAxw15+hCQi5iUC/bmhkYTvP6On6d6YP1U1fG/StRgE+ilHhc7cf7zBq+k9dM0X1rH1TYufRg+6eUiFRLjt2/VprFKd7P5LelAtE7L3dB+Z6EMmXTKSTvzxO1DEhFg1NaVtUh0jnOkTSYXRtUYJmdGafh77xpTdlUhHUrAbEY5rzpKTS37qVrEv65yBDsv7qT18tTEXW56FiMUm5GWvc/k7sSHaGnd25DXluDJGo0Iv2+FJSSBl6fHNNCTBbhnnS4tLsbW/Hb6ZZlib8OyKLYjtwSXecserODR+BAnWVDrRcpwMBc2LHf8KG2he7l9RZqVQRiNKGfKBV9HNXDsTz8TpCSpig+RaSWoT2J9UdCP8ADnLfE+1czrUojczsBK+Ap/8ATTYDEdW/ImSCPaIB4DwVOENgZwY8cj30tG8eLCiJ1CXlqjQgEsiYVbAa0AFiCwIzjVt+rQxEkQYbddqY7qjS9QYY008WVmJvAt81K2+rz0MVJ6CD1xy0QkKQKZG1u8xKEehB5Fi8rNWdTAN6MCmCNqiGuucLxZZiePC3MCBkDGVtlhoQ2R1BiHuzEG9BsYxwNtclI6niD2RV3Tcx++2UHYwEWfnbbsgD28iSCJfl8QVTtR1MbsRGPq80JUBDc7XacH0Ctlk2JNvxRLe+xELBtmo/wlymIvryxm9kyL9dqQFCZbEufPr4NEBgaSw/XLCG3c9Kmg1+5/8AO/YTnsP1zSFbAsdNd61cbG49PHNHmYljAWc/z9WYDyhafp7q9RisDKGe09vqezQSxwX7OdMplDYYIM87LTJZMl51pM202qUhmnOm+Sfih0Js0L5DtVlAeAXvjXg2gRYm24JCJ35YAYCAgWIE7c2SkasD8vUbB0+HQPrmCXgbgybPTtLT0iYt13IHj4tJ7EAu24F6ekEgbiwdKs8ZphxmBGUnRl6P1P6OhdgA92/IgYISnSjjv0WskPz3pc+UfT8xSBse8jHOWVkI6psZNvukiRKZxa0mMU8goGSAL23d3Q8BoQSAO7QZ8eoNa1OkfxbkNwjLyLy8oUno+HUl24ypecIEVcuRa9MGc9GQEmwP0igdk64DK3ZntpQJsVIutIx1t+tFJ4nFjhO5k/NCho+A2rAWMz/IQLKxZwV9iMT8ESOri6CWQQxEj0EiJ1is4dKHgT7hlKwW35/h0hCNTAQy6z4qOykBUk3/ABzBfC0atmPd6k0vUnISWYX/AHtTljBL6xW4Q3Jnlihp2pAwsbPWD8HNCsWQs4mpNy6axejLrK/bnNHlMWrxaAd92PXq1hEF1V5N8OWUvIMaBJwqGbnirgnGSJoh6ZeOlsTCshhYaSQ6eKJ+K5JarjZBGn1cRgnxikbpwnfnNJOCFhtD+fz8JolLu/ap9j6dtefFo2Pat2NK+U0IEyFrRTQZJGakOSQakI/XDQsIMAi7KNfO3rQuxxbA/PBwdkHooXnBbuclfrxVoI+LlBPj+1d5EcLrxUeBZYRIjDZtj0QQ1bgMj0X/AMsPts5IkSWsF6JAiUDNZSu2Qv8A4DrzxZHSNMR4q0om1eEMZzPLYfTeD+5zZZOh/NX+CfVGIjBDa3/MW8y9IWhp1IJHkYofaWKk7U72tw0aLaXBLpZkufUSxIRIKy7GeaEKCdXjt05iTSTFlb7c+Gc+IYc58Y6JM2TybzVt5bhjErm3NjJrqbkz8c0F05lqLzMFFqfw0TugjZlC/P5djEwOQ6+SrGh31MffNGwgGSWbfJ9nqzLLubTUs9aGDGxEIcyMY5ohkJNooDWZuWhiyBTK8c6RIftiAB0nQ/xmjQ2sazAi9E2I1ljFpiCMdvAcHQi/v254FNaRWsRMJWdKaF7gkdYDDmyZiR7TyM8spbbRa3iM2ObE5CE9ZdZ9cxDowdpq+6hwMV8V9/8AmX3A6FYd1316v8q5CX4c/E1BqRl6xU0ckmPHh65DdNRxXjYnPNmF8P4E8+sl0GQbK5MRzCVYkE/4W52QtJi0JeyzaZNCsxIS5mGFrRzpNaLgxG0Dn0WUE1kCZR0vt6jkqHbgcKkkOfWlGYzyLYGS9NfV+CTRhhhRFw229DRNZaeDqjrUUugBAWtUjhk1VxGIzE6fFiZq0CO6dwNKhNQBXElgLVid+hicJ6gY2ClENtHjn1nIL1upCpFUZ3IU6fWnIIN1FY+OfWWKhD8c7S80Tt5/1zGXDpcuOOnpvhr1sDJDCTViM6uWwtm/NLXn5RBvZFdodqdRqaW7TnOWOPrujDVfLTPa3VekosTY2/QvRpLzERvfnqDxO+lMIaZtABoWWJaW0OCxKJ7x21UdSCUnARBVwygcwAvjDZDajpbEAD2jdFkamqAlGYPxblmYYBJlOpmgg7hV3761iEK70Fs+DkQjHOI4M9uaShhNrbUtxQHvFk945pAMGINgf4oAhr8ZVl6n3WUy6gtI59fFNdoeLFNmRiQnPOdCY439X+KPmPfOaKiUrGT8pR7HpNwvuJ0HUMBtRRFU5ANmL4lL4gwuoTNhzF8FoJDtgtpbT0EzmPMdfV+Qzkpnb+sc0ZWU1x81BaPs/wB0II5B1Ol5qyQair378+o3RCWbVdw0rD3RnyT6c1uoMYVg686FT2oZR7iX5ZhfQhIy9LkRSm6MTAroXfFBcJrpA/FFK6MQ4q+cEQSfk54DbjZCZSc3OtRw2RmxMzkstvPgyAldgRsYAXci4GkAWwGPjFMbcjxdZOW7a30SXaZwxQb71OBcjOYdzbrQwBrqDPWfH6mAC/XPRUT2h/SlAGMCm8u/kpJ5mygC3sB4UYoeQdodcc08GJZOc6PQbM2hN+zfuVIE7oDpzmLLrPyEvOYnpkTKK/n8R+nZJWkqwJz/ACeSt0E+4sE3iiCDNG0EZpvn1juh9VpGqpuQwU9v0Dp+KmSh1aNfzq/VQCXk4LOXzVw6a25w9JJObmOc+ATe+UBoGtqu/E0AKncY2r2F2HnNnMzKMkET5jmiDJZLpF9OPRiI81gu4b3DQk2zrQ2VG6OfUxz0UJRkmMdef4gmuBXI2mMu3+GGRNWidAd7c0EJEYjyVYOr+X5ptvgD7/8ANyMobzpipahOv+ORSNHX0X8c+uWL1z6PRBNzk56ZSsTo7X4/x9KeHs0p6QNGdOnPp4J1zC2Ol6WwKzbpHbnxJYEMwBEtCefiSJBsvMbeeYcMNQu2jHXm2qFYRNOctswxkxpjn0VCiQqk3YvLHb6vICYSL2zRsHQTpc5yz4rY1+23MW4xSL5a6cxK4l5C0m8e+R155hGcnfm2sxkFyh9NmVi++fp2ESLYP1z6BuvG4XQ1OfRZMYXX7lBIbPBx+Gt1ka32nnSVpidd4BF9O3wlKI5xYJnuPx6RGRLnj7Ewl9b0+zCTf80bknEAy6WJUpVVCDr8CiQxEAJ8G6pTKVyzjj5RFplXO9AFHgFLXoobAYnMmMZGRYq7tnIM8IJgW1qdYBAhSbSTn82lU6lxzwKOE29CKEjb2FpXSHOnQ3l8oiJRdEgWQGmMVjmDGRvpp/IGcjXr9OH1HHgVmQmpfPLCsUFpDgbPP01zQQ11O3MWf0xbjS2/OjsmGXxk5/i8XxGsCdYmpS+hxPNLxNjrbEU2RuJy6RHOBIMMktE6xQ2KMAEuPcHNmzuESYOGgkrwJnkG1iHQnWetEUpGJrgMszb+PDWwKiLwhgGdtaPvNbAwe9nkOFZEdzFtudDCfIQ4RnVz06CAXC64Teh2BaW/bzUCVMlmIXa5L+NLeSEA2L0zimU4CcwsRYokhsMcxXymkG2ER7JegOJA4AGeiEHWpFKAMp+A+aikgY8Y/R81mgTkZIbfHuiFBx9G34pFggd8Ins/XSySBNrJgFqaKGsMsnP5nwoxfYGrYeWtuoaxrm02v8qaG3ImRNpQYxt6JHLCrkQRTOwlnTFlAzYR2IxMcLECsWB4B1xzQIm8LOOfWzjtiyu/PBQxdXCEjnj1KMEj8V71nululCWDMBxxUZKMLg852f4nOegajWrREzjjn0fId1v1QLqJtcqSZQ6Jag75ETjnOl7eZ/ymF43VAIbrAlEyQc/RNiQ0vPPwIGAIdp03nhWzVTixdmxznQFG64D8VjMfGnio7bc/Cro/Xt20NIz29IirWsIJPVubJAyzbaOe6eSaQknYxm/j6TsqYj6c/i2nxhzn0ue6E5ecwpYPUnMzyEyQuJgM62xzsHCNwsOKm3CSVfhzRDxmWUTjc9cjT1ZDsUJ9Nl/8zpGsax20wYesVHhz8UOw85zHgdv1SkhQdOc/DoNEAnnObJJDR9c5YyN/aoC31znxLb65z4gdC/pV2U8ductOUONlQ7lHRzSj2M5ku3Tn03jQTL+rn1HGhARAAWqQEX7c50tYVYzFZL0KVeMxy1N6PVQX85znwlmPWC5znSBiz/G/VS2CXs/heitcXqxKH84HGWBcHI92IbNHCR7ESDc05YMO+Yo6jZQHT1DBHTuU7jRmkQDE19ddGM29VMdZZeLQhjTkDMEKJ4zmW/PC4ZEwXEM9LU1hnIt3quxUilcIsWixMw67VHmyIGQkWycSa/Ew/SG8kgnCvzWCrJLX7c8HYXLxCOLJli7TPIHcdCdh7Vo+UXkvnmlGA5iFMJnMR69Hdh6cJB5tzS0VPZE7fitRjeh1peLomEbXoqdkBbbd+dIT5aHSxM258Ix6ATJer3OY6lGVD0kZ6VN8bygc7yjFKYXZLXLrZPV+E+KQAxrIaEnx6v5AJktEWFPn62ODQQNjErzpGmuArmCT07RFSUzkWUZaH2CnYR5X5tAbiJy3c09ULZ2M3grfK/PwR1gCM7jnAi4AgOcj0YDrSRkb+yTLRXrRJGs6kRzEVgliVA16c7JICCI0Tna5nhYFkhWOTzoQuCCaXExxmEPr8/Eu+Q/F8nOjjlJfy70pvqDlATVqzzsJfrnQrVxELYLz35s6d5tPu9+WWiOnkyeGajdjpHQirrojRAwFbrQZM5ydy1S+Lmfi/wAUzqJ8KyCZX2VZ1n5aALrwefoViICI0pjr8UZgeqUnMG9kUTpeRcc560MMxo5zpIIu2HOdJ4A60613t25yzvkYBZCFOvO1gtQY3Be5fnhljiaA24f8i0f8768fX+V0Xqum9V/KpjIBi0V0ihYkzscxXQW6KcAtSMVLW2r+HPpAoHflz0/L4gfjn0/Ofex06UnwyAjZI+uaEKRCE7c9+AhdkaIv/wDDBsVBseqg2Kg2KhtXTPVdB6raD1znxA0KkzQhodY8UGxnTtUJj8c58Ro6Rw5ywcUpdL0JgtFv+wbFQbFIdCsGYs9Mag7NOTKDsM9vWikOGIzxV/oigG7Cz0/zwTDsTIcys3KkfohHC6R24tuWgvdkQFlu7AwbbXX6FMyJgxfnQaahAhL7mN/4FSS0i6j2Hm21Mec/yBv21fqigI3cDF7w+eEwTx1hBYkBBmbW7Q8B2bSJnjrPosrRWiCUp/eloSxaE5TZiDAWCNrSCunskLyw6SdfCT6xiGUrnrzQbukABIXrPmhchARYj83m1yM2jt/jUI6T8VgmaTo3352Ne9WadydKg3X0qveKYFOLhmzPa0d6diBQhMKJkNxrr8DcArQTkqXbW6TTp0zBYBY7e3BwmyoazLh150Rj2IwEYt+6K3rgOrBC61KA6QNklEQwRj4U3GGXZCgSQZmKGZdE2QmJ42Gu2g+JTFqBlwMc2kKUygOUJI3VEpr7kxEG3Dq+e1+6AFgxB91nbb6qwaFpy/u31SBuZV0A9BaYP4ffAkWbZavOhHIaZdsBsMrcDi5rkUEthDSbuGdbnPUWgFl30y0ipGJ+KIsVbnOQ56DPUYuQ9uaIOB0enObXMQ9CKuAZRcoMuwaFEhXCzFm0Dqc0fCn5Syp0pOVk2ydr8s4pSOfoH65polozoS1ufyWJ05zkK57Ol5rJ5T/yVh2VJUWj/nPpUkQUQag2KgmaEkb10ulRf/2g3/5dKulQCovP/wBsDk/4Q2qNdKja/wD7V1gbwj7nloeWqRUwELYm790uWc4BMeW6CXkNKXRi/wCdeQaVcJsZZ2J5ia0AUMCW4KQW3JOQzu62+qtdBG46prHOkT6uUEQSJdttWH6AAIvK2RfFNkjhyYLbQbWXI7IQtf7iHjBMO/Sy9oQ8HZor4bVeFRY2kfrmy3ZBVGMEMKYE2oTNGwq3RdhnkSrFFYnZPmljCpjDUOpztZrNSGPQbHj4PDM6mbPSeYHWJ+ZpWjej007RLLn6pmoGC/r9nNLdsyDA+WhH8N1bQMyN4bPFHsbIrMxMf6q52HehyXjERd5CNpZg5bT554QIWpIvm9RYuWjQEa35ogPXdGQU6iDovEY5VGFmLTDNzmktM2r0QM+a1XhGIETZzft8CIDlJiUSEmWd/CVt64IlxbeaTUlItMSE3napwJz99uf5d3BPikw+6uOl/NRejlbszSWQzIaY/HWuBFk7Sv42xGsC4tJ0KLgEDTZH2X5ZCCl0t45/hlaVyFhtipEJho0Y0efVGZIG40J1qCKGhE3Yud725ZOSUEnqrMuMjFKuWE84Y5/IWQ/hbh1edFwpOyhWGNrUmuvRhsAnUxRTBNDWKQzrj34Z8MYN3I9aSzb9zSsb31lwX/5X+AfX/n313/8A+01vN89H1zQCK7rIL/nmwF9YYBXuomJIvaKSwWEFeN+5bp42efFNinqtA022LoQpMkksWNgAF/NYG79iNKAlpwNIi4RUB/knEq9p5mRjXbBA3ddlperhRAt8RESVNjkb+n1LxLQ62wZDrMfDq3hNnrOplvL4PqCSWd6y9BbRRqJrBiJRdxzRNZEJvEkgY6lS+8tOTJuF8xbsmh52TrgtXEGlPGEjxFl5jmkdISHazH/LOI7lRZY/xUEXABdmPLPX/Adhmsyb3OeaX78TlJ/w8+GODIukCJY3zHX0SkiD1ELJfGjD2CnEBIBYXs6aX8OKlCLmXGfBRJRBBRuoJ20pICDEyTd60XgPknsNmCr6SEJLEGMkz/CYe8cjqTE4KduQDN0XuMzpFRiaophSwHIb/wA1IAweVxxUYw2LIiG3Pxl5rHuoSMBQu1CDc1xdEZ6dqHBjsmC27mjJZiZ6684MDEbdipYBcZxe3OWjopiTLGt+n72rW0unZN4u6UyCevhx2rO8p5z6uMrWBDijs82+KTFr7LnOWsw4iMNDPR5tdZAiJPiJHjpZ7Ep7Emdn3/hxEtFUCWn2oPgmtEnU9uWmJtDfkr0fs/5e+AfX/wCGamkMfGX1zYC2MmpOSjjOt+2tte2SRaFN1LLoFaUCE/yMrrcqzS1rVI0kXUCmLeroT5WqsJgX4Cdh/AesElKv+AYkEgp0dvipstrqUGxDQVeywhDoROP8XDZGqwww2ywfCJDPrcpPh/aHq4ikOfoFdvxaRv05YCLGLUsKWawDoWthghGCLhxTe4gMTr18O2AyxToRsc8dYZIAG3ZtRI43L+2/O3Y73/GUSklOy7uZ9Eo4psgMe78taMwWw9Ic+gPr71ZIFqXbRmAPxzawVaVgQPnr6on6WItPYak2tnLFc+DmkkwLBmDFKiqrKS6886YaWdFN7vPOiIs5Xf0J5EIUjAkFl+4cwqZOCJXcI56ngbDEujkfT4OxEgItHijqfBTabZ7VGJDle8U3zfzRltKeKV7NrMIv18VAVe9WwJ1WOaXIsx0HXhUQSZJevOCRXhvPf+lLpRl1X58+hfgZ6Utu4sOxFucJoJo96h3Jjtj6rQP7UK5co41OWDqzz+LJM1B1BDzgTfPbgBDdnkXsaD4JiyYve/4CR6APhbyRWPjSxgI1w0Tfq6v+XjDJ6T91wm7XObawdj/8M4rNVirJkjq0VvhpCtWwsxDb6h3b7Yi88Z6z4n9ALmqD018dLQrc+AKO3TnYAnZpEdBKMOvwYwwY0qdIh5a3RdQBWLzVl/c22iYyjT/AcFgSX0JEr/lAozN3QbgNLVCQBjLDMwhPSK0EebETUkO/irQ+khLhtFLwKnuBuAMLpCEaUAFuoblGervue+gHam+e4jkvDvHzTKh5DBYJ6Pr6JEp2wkeamVDY7zx9/wDNP6aNIFIG/VNZpx0WApHhajKMTLGDQsc0DrFTIIkshfTiBMS+qd4PXrUMsneFt6aLIMw3B6ZqVregjT1c2ZwVsALgM/mCp37McdIePh8ZKrXhgx0527osb3HsQH36TBkUW6HyqA1NOiXGcQbP8s9jZJ0rqM9TxttSRFYKX/yghOUkyBEue3CCDoc5/NdEbw+pow3VRsWjYuRv8RNJjom33b8t8X1sTM/DzU3DZkgVGKkDJG0SVI3PD9UOhC4wHWmT4TftNQHpHmr+g0nDUp1Ks1uB15ap7DNJ4u6DmhKRyRoZsX+IougAnhltunNkCBhROkdqnUuF0UztzFrZTFaTcfVcXuoXkkKswdv/AMNpShoi88MQ/wA3qOJgFYSDBLjpLe34R4SdORirEDlwWRGfHZFsPYJcpbE8fQahhg1GIAC9OwzipKRlEBWYy8HutxmBAOl3tWPFXAoYSbAPIxng6YzrbNvNSMRVZoCxEvH01icmTRGFmcf5A0QBGCECGLzNSuQnOcxJhDgfU4YlmcVupuWYKZAtpK3nDQdmNICOJwDjQeFgfU/sdvqVZReeHPhzuLT2smvfF/4otKKEUm05k0+s3epCRen4q5SNrAwm0Oej4lNpNSN1awI7TVqvOsoLsSOYZqprRTlt+fgEVMk4WbSWjkM7F/MUbd1GVG2GEtu7n9WkUIhyoYnUSaW23V2F8eIpywtJOifnnR1pBBnKe5vQ5uhkSGhrAFWgXfv987SAlNSsZO0VJnKEq0W1XyfAawBCMXgjsy9JaN4zaDx5+ASNLfNa+791kImRKCZJmGVt9h8eoYwQ3Ygk7kzl+iCEJQHU8OFG3xqEd5N6DjVSheWveOdEeUJQl7k6xyxXTNleLMvb8+AcCuHd0q1QgdRuc/UKyIa1mXVjmJOAUAmTQIpRY6EZsfVArOHNAuVuqcxLEhYu8Lc2o1JEMHRFZVBSQhuG827TRvLAFJICEMRm/wCLSVWC1oNnI+p+R8xauL3VN6qrEA6H/wCGaYgTE8gPE36BTy7Yi6BHfdj68qA6cDtMfyzkhuHLVzO6W/xWiAJlgCGJ1xF+wDSLolgglOORet9xxKa5hlUdYxNMYZJdpVEBxDlANhNZjHwznK+amiA3iDwHXutywggyLW6Uq+kUnwowDhK80RCUYYHJLatvhGpuWZmoOJg6UfH5kHag6LWDTAONgDKCxbQ1+EnNvPTG8lFEFTIbhkZ0IW12sHlM4IJlkZTmwaZKghjsTr/LGnASyGS3Vz4qfZB9fxQ4OWq6A37Sx15pFyOOdtWSy6eDwWWhYMQ2c/itZIzLD5Blz/Axj6Cuo2JT0TsGR+QMnvx9Ijl02tIM6kGPqaA0TuL4RBQ29KK1DsyPADsrChEhM6Xn+OIm54YhbGHIJdbHsfxZq5ssNWIfMVIcV8AT0mJmruapAiAYQgzlV1cwQYDTWTx6LALuGEzvyKugyBSNfP4rVQe78ipklZwyMdyeaR80kpsc7pzR9tQDPmowMaTeBTfHPE3yBbExz/H/ACZ2LtvBTDeDkdlDepm3v2akZBFYgExbtFWXoVB6iVE4GGylnw82jQFBvojxHz6saGAerOnPV+EuUQ2Rzha2SPh4iOYueZzgx2EAmcT6Ya8exWyNOeJNNwWemyKBdpze7/gg/wDwzVvYhOkwmOg27UucEqGRuLD10oU5VoAELyHkh8HFeJpwAoWxeKSk1z4IxZCZL/i7D9ENGbmwbeoC75BaDWJxxjBuu8tUGEYfQL22wWYxcPn0tmwSGFI1Z/VjdNZBcm6oOJ9OdLsPVKNDKhHZNNCZGhIgmSzdTVq2wIHVEEErHSCZBJ8xHP4YLQSYp5eS9idJGE8HdZgU29D3QsRE9qIxCLAWWBgJhxQW5X5uqWL/AIqY3eoWHT6VcdJRG8Y+OWizXEZLMUZ0Lp6keFgXbvUzvmjXNugaaBCWNb9kwgDXT/itcfUAmmybr10PemkwzNk5MMYThO77Vg4aEqDQ+IvuiAiubrGdKSYIYgFgWHx/FQrEEgvEHSrThsHuT/EcxLjfgWJJYaxao0pRyLu06cgFNvqkpe10dfWQBAbiW8bb00DKybxhjvpyMdC5dWWtF8P3Tub2+VXou5CqfTHLdL3Yng9JRkCgaQTLM2/z0IyzaDrifi1DgWIQ0GW7zsPEIE25nmn2j5YgvvQtk/eoFDud0x25thca8Qj8FOjAJaN4pLGSHWTnmpak4MDfFufo8YyG9o5wxejuIN3QKtYoyRmhaUESfwK98RCiBn1jbsPxBICMPzyPifiuR3U461cf/hmiY5b7SxUNib5sZ1+jQd3CGBgxu+ez1YOoepOL46egQg3k4W7BjUko/wDMWbWVnJfX0nLDxdTIF8EYqb8MGLIiOkxHSgMEoXz87etENukD+ORUducWQvG/Fos1gT8izLRbLwqLbpMUG/Hw81aiXlmUPFKQIU9ImEmx15zSzJNhO++sERBEL28j+Z1X+4LEyhg/i86NA2uOfiBRsKhxSM89FMCJJNhut29I2I/HQn1TkyXih178wBgkjYQYFkkLHBbEi0o9mWbCb/QkdRthFzHMWOwrJ0o1C/f4fDAtzaw3eORcFKWMIDwActZMHJSWpfZUKlKiyg2H05tEZEjIbCu5zZUqRpaVQ2V9fAfGR3Yz6jrRdks4XELbPXqxx/qzg+On6jEFJPK7Le5AhFCJsm0c/wAm487Y5y07rOlJCJqT7/DULQTQwcI7WQ5goAqYlgvd3LERtU77786OeLIMuPz8JQE6LqcI5j1HOrMRSF7dqjEEmTexMu8c2t1RF8XIqOjjEXvdz+LRrSMFauW+C6vvKITMzloPR3rwkfwcxPh0dzAC3jmjAcwRzJ5oC6WddJQR6rZ8FFkKxswPaha6GsALdjlrSzNdy9Gb7kb+vg1wutZnKNH/AOGasCwn9TqaVHsjVR65o9vQpAcF5nz8MEUbm85bNEhyHAIcwCwZtF9LW8yfEA+wVSC6sAkBcSr0aUTI6U6ls3YpZWFexwbJlgKhA6blUWxsDkSW2EeeHVEtEwWjagXUDIUuu4B+grhgQ8jVrt14jPk2SNwy5ii8VDaxqpS9MIVBCKCs471+HM5Kx8BUQUCFkAsRS3T0hWDVxFxcFglsVCBQLEqMpth5oRYcFwT/AK9x6YLMA3gYTf8AyxCYFhIrZOSVAJ96MhTvB01v0vBUJpDuZdWP8Z1ZtseROt9rX9IpBZqVPpUYI8/VSp6C352oRcp5EQZglpnSK3qROE9OfGlpbIQ3sy6b8L/o9gyxZtqaqGhMxIwfsPSl9CBXUdef4SM4GPHObRDs0JOdKkLpb1Uq+EcXufTHj0Z0cxkJl3Djg5x1nA/zxSVFRCwbQeOdI6klywtl7VckXAmI/fO0+N2AGxN3uFJRUg1FvPPQ7thwh2O9MhKYuYRz45pLpYym/M0hzPOky+3m1veSsUWG/P8ANv2vLhWpmfhYD9koxH1rkQjghPT0dxS1JjIm0klQuG4YZd0LL6PWX/Nh9USLf7q5Iwo//Dph4/55tLwAjGt2efVFNSbnuVM2Ch5z8SNBGILdE7OKO1jUCIi6DN590IDa43BJJuW+LRZNziLCyeg736WRQBAEFryv5l/l/C32+7uroxU0Gh6WUiMPf/NPlzFjWSjKlHSdnGvkM0eiT24yckBL9MFMvCGiTKGNKS8LXi8t1Ph9IInm7LgCLCssVgD1Em806ku5qnnNCfWaMinfTmhQOet1ZVZTNjjBRPykpjLPozp9b2YDIkbI/wAq7kjcgSlraaNClGtJbKsnp3fCLpEakcmgW2aXeKRENHs52cTskdh+OdJmRRKQ2N22IpBziQizspcBF/MWmOf4hYydIwXNJZx/FzBQpE4HnSsCwRskCUa3bVOTkRgnJrz8YSCZa3Q7WqDPcNTKL9ubGXy6+D+UNnr3WHYfVfvPagvsCCgCbHZ5i1YEmFADpEdP05LYSTw58IBpo1Dzm2AgYssNb5KAZIJh0No02q8LCypIpnmPo0TtCwGnjnYbCXQs1MlcE5tis2w8bzmyjB0pPd++WhoVkuEc5sGADgFsdOW9aZWJjoDGc0FqCIwLKRBC2NuxHqiNCRjShH1wMTlsUujCaDHd+b1w2yjB/wDh4WJiviGHyNMbm/bBV6sQNtV3vzR71sdvPirLJJIBIFv0nNGOkiZKVhkuhMU8FwRpBbQZYbx0kFo3Pfpj/aEzGEkuYdrRwxArv6J+eYGK/GxtU/8AJH9FWUX8o2SRmKI+gApIfIbcg0iBpMJIXEgUvrPTKcuTaYbujNvFKFls3jnLXgX29OnPqTSIy66+m/x6Yx4MvkpC+N35rUdp20q8IoWwxfJnN3/BBoFjRwYLkjzGqx9mImICF3t6KABeoBqiRRFoLNjEDYZZAtV1odJGpv429M5MmCEA/wCVAb1LBjhwgeaBA3S6DDYPZP8AlhvkW10N9UoOFK6vNlirxRK95vT2HmoaIYpiRsNOYttzjqXet3YQlgDMQXv6C4gWN7mW8Y2+mgjbR0vHORTDsPqr+Baox82SXC2efgm8tswELWunmNTnrUSXef5FXfhp3+v1pauFnb/fuos0kqDXjn4vpodI0ozihl5z8XCICYJkRM6c8R4MpLje8vP8tXowVuc6W1gr/ATFQcYR4DVMwDHNFAHeiQ7rkxw06JE8Ei1mdnJpEWKnmUF1zObdPRmRv80Es5s91oeP+OD/APD6FAZo4kOxF+fZzE8xKcJim2gMzjnwSn3JO4mpHPwSEgLsh6t9eQSkzMyXRkIgFpk+Ie9FsA+gp12tFKyJbEiI3LSsPiHUaoITckvZ2oE/V+kQQ23OaQGKDCUYGDp/G1zihpYwUi5b/HiNoS5J4VmnpGXgE4cwSsT+rXrFsrWZM2Bn+Y/v92qZN3ALLsyDDf44V0Kap+Dn0GnPMEyuXLTPIfRg8UsI0A7VrK4mhW+mi+Q35+iXKANDOaxzfYtGZloQ80lCkoImbJ0x2jxPusMF6pvjg0njLERTBlGHZ4JtS/iBtvj+aNMEzm6LTMAc7SL3FrU0KnPweTpRnYBXslETnJBgMHTCUz7kTQhdBt6RUkrZZ6TrGpWNeBMBcOnOxCSu3fdxvS95k61QQeOYHjTKIhRR1rA2RoF/OlQ8L9UZe5HpEHORPkgnLSRPIW5EwCcQfcc7RuXCWedwZxc+rateCgMZXNpurRq4m8omllfeQNE50Ggby1zBifmmoncqcCOCW98RGYrRFbn65+lkkgkJWBo0YolobiTha06e2fTlpTjkUricxwgcF1e8Vl1Tq+B0mSEyIY1OeWOMDB26/NAA1C0o2X8ijWmZhDXq2/8Aw87mZPA38UVMkd7aPzy09kqNtU0yITkWtgfXMIdLMeYMnnhox0LZ2knw80SaDq2HeYFuumGYgw0+zdMtX4K2fCoU6AV6FQXnnQreNCe3qybGBrpJsjv9I2RJ46hLjwhIXXt7EHx/k8rBkX2vDrY5gWbFLADYY6csJiStukQ9HbmlkNo2mBWZgk/x6hk8hBlto96bE4HFBg9xpb4jbXIXUDQIQR/NLqWTf+OY57X/AJGaDqWvDTKY1AdSrRY5Bosmhzs5ZYukeY5o2qKZUQomIDcabRZfzauOGHbnaysoGxvB7rB4kBADpWJe6YNRc6SKJrHyoyitGCssXWkiUWAVoQcMbbeokuscuEgunNLSqxA2Vytz8TtgDMDdX7pilW1b8Pg0lGHIX3ZAOjzYWxZBBYq4u9YXtPjFRRdX4rGRFfS5zlhiqy4m35zSS6ELMzN3rnx6IUkQNrl76OsZdtISvUZk4Dcz3+I5hkLNrj55pGiteE4xGG9+QwT1nURujP49LvcYU5ixOGf1aMkE1iVhJIVEtdF4O+RixInqHNkeThkDuhsZPf0byWCOtXWnPAolEzJsjqREfpurR1w8lW04i1N8InQK66xsVaG4p56c/V1sEfFYXNysWgo1/Kf/AIhh1PKaiK6SepnxBy1ill2xmuxRkQWvu909eCtxRj1U3PQsEHYY4Ig8QZxD5igX1NNxiE71DcZfqk0EtY6WSgSaUirQCFjEwpzatMHOtW4xAiMv3nmFJrD5jnMBcHEJJynPPRFXeeitpac8E3FyJAC14tQ6fgGCkNDYVWxHqyJS6DhyAWid/BZMiVhK3dfuWneoLHeOcxS2ICiF2TssfPNiAj6C16250kG4ADAknGlIEFCN0j+HiOw1oWEiTBA3oY2CEnMuZ8c0mAC3Swkef4gESEECGb2zFScwVyXFlmw7U70uQ9tOfT8QlnHhz4Pq2CCDbRn8U0Ndy3vDl6UTpqZRYxjSaI7GEyrj1ScVFnQgz809HJG6Spxsu2GOct5JigFtfwVPt1PmHnIJIDyZN4735iYfC0twTlt+qluIiRMBwmIJyJH5loLwjbufeNUYmFuFXWNf4QxURASFRiW7kTqK57EhsR78HanxxJARLNkxbARkqS0o4jKcyxZfExYSTMGszY5gvosTAQiVuCYU8QWk8QlEwBbWCtkr7Y7NbvnwIzGyOvSxNqPijcwnY5pplFbHQi1JGbDFX8GSgiaKx/8AiKGTg6627L+XOGINz22qEzF+nOfUthIZ1ipYUWDofgtXIo3Z3LqyR7p8e6ogMFwkwGtBMkHo1LggQEXfoYQrZOFDe44WzJARlYClFoSSM435wQsqW1bIoejAUQ3lLaTyx6wtB5fjmh4RMyFxrltwsO4JGGU3V4yaWtnNg0mllYifAPifAKWQc85BQBruWP2IOYWRD+eXHC3o17ZvaltvVEkX2qKtbLYCKLZ50QGzGF8rvztfL8aER170JC59ZEsuhtyBwEprsCNTaKlxOvIEWe3yehk+KZ2q2ZxyzXG6QJPpVtGYmldravOkmYIBBYzETjlsfkAyopfzQmBITKAiU7RQEoN+h25/ALKSHYO5ioXmHK2RcWvl8/GIjagCQlRAdIPqkh6KfqiTxrxT5dSN+c6Xk6Nq145+ggZm8YyTftSXBRXWdfNIXERFbmPHBSP8usEGyl++CRMCITKc6Dm542Buw20pstGAhAATVjbX1N6yXNUerG/xKOJ2PZNHnQGihSKutwwW1KC2i5gzSZIi1YxUxMYuLwFNKVI2YBn1UhtkCFOhiJbxg8b5Ibz0/wB80GUdPujHjfJRkjWvqfSg/wDw6hOMqjGQ5Pqrl09ElFtCkmzEtDCL9MPGRscaL5xgOIEtJ0DUPAMagQ8MN/5ENJobZzEvN561PUwsUMDQQBFImXGZNIipN7Omdluf4CIJN1gY/dJiZ/usLmfm1GZACGESAdDfgB5sxH1BZ54CpoLOtz7rfRSIR8c8WhYMzO1WSrmnUP8AeWlXc8SJHn8jadD0dIHj1RwgYauC0uxzo5OJDeVEz88sDGZBt/KTmJwJOh4oKU7ra2rmXGs36688GVMaBTnOiQgpjLunOEiXlmCP5zBBcEIu7u/O0FxvCQaHhoDJZpOrfn8ixghRnnOhdrbCNHvPMKHCAHZ9VMiHcCiewpyxiQBItgqRPP5rJ3z4KFtH6GgRr9kaOcB7RjPXOY3hQgjVO1maQsCSSaEm3PV9BMCxGbfnTEUHY2iXWP8ANKyP9KQmPTTp4o7BQyMloWGkvXwtB8ziUP7FS0Xl2O6Qjja04EeMxVNwPhqYoE4ICoQ1VRnkKdCKwgTkJGZnTxTE+TKVgF6ItH0KdwWHOX6h4Qw3AbJxpsu4I8KJf4Eoy04PbR/+HXlFZNCAb6H+jxPhY0M0KcOrzsQmdUR52se6ULe1G8iJirulUVtp0VjIniAE5pAUTYGDBLV1tezLEnChZIz0sl8/y2dTIaOr6J+7H7TYp6d1HUEC/OfgHBkJKog9wzEjQ645abUoW3YMb350WHlCuZNL+uWADiwWvrP6ygIGLHx6q5SyTtNOPZRTaesUMWAkbC60y+7+1ox3KAyYuzjlqHkpWNhZ1OdgwmVJCFuRwCLZQuhD6pBbdtch4fzRrYKXa/hUoIjdDYYtbGn6iew3bv1oUOkLhBhOof7wDU4Zhch8c0LMr5DbzhLQPZvAj5Ty2wZT3NXP8SEm1npY2ozBPM0C/wAVN0z+qCo6UDkjfTwCMOOWsqgxRaogYb1OE35JY5qRpBUtbnsxSaNA0sRaO/3UgK20YjTHTm2wks9c0iAQBUKIHYpJRWiqDPdgDesOqDBDtHjej3arVElYwvT+z4tUnfAa8gbRWWcm1597en4GqZi1hYxzR5QGmyOzcdNIfCgkWjoWUI7Uvpek/FIy+awt67T/APDu4hcohdI/k/qicPSBO2UybFJQThgV7AEuaQhNNxNwLBbTQKaEthZNxfkGSk6EHXeaM2ls6qn4RyCGE5OJiNybUwyS/lHBzTJdTK3tppNj43prsPI5wV4EMuvc6nOkkkzsmLz18N2RBQ4CGFieFqWuBj6xj2eHTtCinuRep7TY6xMm/wCfizkRJeGvmKs3Chbjkn/K0gB7KRn75hZFEk3Ml0dYjp6ckIWYIDXe2lQvLOEovwKMvA3DhHt5Fgg6YybJjuX5pMpdMQYMxrDza08iBBQckCh49QsXdgxkzhm3R6miaibWUT5ieWNahSbycLz/AADjYCwNTtHupPWPgRb1QkZow1QfvhQL3d0+TG3LRcMxMLQHFQZPFLgMt/EUnY/SppjAVjuq24CB3A1trW11RhtZqU8qHoO/qk6I5v8AWlQcsAFnKTenTkkJILm3r58WYJsnY5vMUEgWyOJNevO0RpZRvXxZ5tZWpCNsvMmrfTQ7YM2XaRHNrR5IF2ACJ0NunwBkEXUCUl3R1oDBeSlgn4o6I+VC65Yst9BKi1mSwmLrwbfEQWnEwIX22at9Zx2hMVOfZD3eg0Dwqs2TPnmxg8f/AId9hPPZ6is2kMTBqacLKjXjkskU6QQ7hBliJXVqURSAUcco32t4KZq8yi7JEYeahvIECRA8oomWmGillrs1+F6wWXRYZS66/QphyQkC/dPNGITwyN+s0DFikxD1SL9DVSwWcQubcfxJwWXD5VC23WPEIN1KcyimEg5Y18s4IIiXfm0aAEJkbJhlNG50seSK4byDCOuPT6/bv0nz4aTPBsExxebQ6HxfpoIxznOhFC4JwIvDgBOUDeMW8QH8gsmMFwOw6bd/iGWtAIAt2xF7+kKSwkDCIGVJttcWkbdmjDqpVkQBqNrc/DHSZgISjB+PhFS3wpCnwY5AsEZKbK3lgzzslbFYmdjTn1HdvJRhKbzmfx0tIQDKVvA1oQNaB1O/PwGEUvGPtzBbLvY0n0Xq4Agbi0tQOoz3ovP+vzzaT13tFaug43yR0WkdzIITN+ifXqUOOIPFX0oGEJoptpfINAFmIEykAuB14YO4pcNpXlSlpCZIEtw5adfi/mAupa2ya8IaMA85qMGRtsnghl9gVjNQyQpRR7l882XuFKWQDJ0jhUHuEBlvKGD/AAz2piAyHuebYJUAnYJjJD16n2Z60wvPdoQ5ksWR7moyAAgNDBzgCDi1C1sU/wD3NHyvRg//AA9pGh9r4L1KJRoJH88ePUTtJaVAMAS1r+IJCgEK4Tm9EbbyjU2DUpdk3tC5lxM8DGqwWpLIkxQbUe/OKgo66jp/LEcgc8JeQE8h+iBIARF2zz2DPtV8RDQFaucHNryvbSeaWAIsaAzbeVILNh2ISosAPjw6qYC2S2Zj+VIpPDGF9vv4u+1cDBBmfV/gR1vkYIuz0LciRopd5pAdaaVg9etfy80ME3SB6GvNKw2k5kmlUdmmFot9c0SyR8yhB79f5ucumxuzx+HV2sHOBpC9en84qRtBrnHTtbBNByQB3gmbDDTaQBGcT1tCP51ckOHZmSXdnpb5TQEfDKcsE2c43IR0xwu56ghjYwLzAYjGMHnXB2j0/YkQXMCGjHrs4WhRUMKDF2mZ+EEyrXvGE7VEYCWdyXnIsQHW/Ofq8jNZObUoP3RJAeJiGeW9E4jLsQhCOWpdRAmSSD3zrH4VbukK8Bd5ebFCfuxEngHNClY+m6ZOsg8UiNPVEy6AycHwxrecwmI/R/AzEeMNL1blijEJZN270Zij0kYt2MsWKKCMFmMwnRGeWA3d8gkcd/Fo7B2ClARwDGxHNCwMeImjJb+ep+ahw5+Ep3Mdrc5a1nNsaY5yzGgZPZzlkhbigIuvwmg//Dnry75y0I9VxYBRJm3rS9X9BWMxJMd5+qY0KRvXLwSfj1OspQWbWmHNqamMbOVNSMoThN0WEY5pZihAHAyynDSVqebxFhJCWt/E7vDYZ0Ayo8gixNR3f1S+doKSDHdB0+ru+SAqbrXvQ4TNGZJF8pO3xFB9wCQtiBmsyRwhNoFdjmgJstiUWuh8f5eFaUe7VIlgKIgtja2qCRpWMtoLpTp2tESKnRKe+mD+W/rFePB91puYVGR91fzcijsxtbSlN1Zi2/m/NnNclrRL8aehuCDSQg17x8Hwk7ABMsQ2BDlhn8qSEWTC+Nf5CrzZ9KQsfFStxzyyc2JX3j4fisjNJiucvMTWgzgDcNTzb6cgSMNMpN1wd6XBCWJeCHAxf/CLFnGQLJkFgTDQRHI9CPcF+RJ4RNzGXOWidevzU+uc5YTZwtXSKM+qkesoWfIh05oo7FhcLQxbVY4NjJHSwiP9Vbb8wGLdDTmzIBhYOzqUnXQm4QW6deRESqmJ4T6+iMwropYusZ54IchQ3EndzsP604XALZATqeoXs4zCHHT4xeRlcMCexHb4AlI4FLaGzzxayO3AJJGw34OqVVdRm8gqNi3ZSgHbs85bEG109c+/w+DzJWrgWq+JXCbP/m+CwH1mo/1VfzKf51P86n+dT/Op/nU/zqU4l9fwBRUF3IfH/wDkPdvfulg4iaQmaFkUdGz0+rmV/GzKmpzQy8CMvdr/AD6Ij8TKrzz9XmGSM4sRbi3qEARbPgkuYnzbwIBESQeO3NorqCbY6HQF5/hHAt4i8iYLT4rKVlgLQ6KVdPg8kF6BAmCHa3B1TsU4lDTLt8RhMmVUEwxbr56Xgs1BY0PrbSlsBuhkZ9uQMGRMBtMEaA+aW6QHO4WMWZikgFu8dnwOHOnaGjGlikhFw9H0hKb25W40nalLVf4tXNLFPU68/BDawWg2c5aHSBQLkkll5CKssLheKdQ352ktKxSP7zwyLTdCI27P49XENwqwSEm9HU2bgQ+x5pPnQEErFk3s7L4juRkjwavOlxpEtEJcFwaHIRtBAW6NTWHMR3NyJkEzBnlj3QWbwcSzQ0ki8snrn4v328wsZMRKOvxYLMuF3Wu0Krnx8hUrDmGl3gKOMU4M9jariRh08eaV4uOcwS3P5FTDWH3HHkSBPQqS6AtbtTYTD8xVm2tQtznZtIHWsOsfXDmw2gOyzFGUp60GnzHPXn+G1ry+fmrXkmU1xzllZqg/FeQfYV7JaZbQl9P/AJCThnAP92MuChui26juIZG3G4JGr+ZtuDvgejpQBYANi3/gPBuwD01P6beHnC3zS0KJwGAZFi5mwSU7sf8A+NcXKx5LFJHSSo19uQnSmp28oHBUnTtEEvTpzpCiGFjc85pFsDYrfN4/HqQxS8dpmiO5FnnnOgHSxJYiba6VALNgodhto/Hgu0Vb1y0A2J+vR+kicDW+eer3GiW6fjhQEcASeI07GgYt/RMcPALqzXnfRjr/ACe9c1BIhQLWbRJSxE5OaQqAxiZ8kfT4IsAMRpXOuq+WhbOhxLh6zLmFktVgyEL05ATYOHX3PI2L0W7c5YEXxuOec2EmRtiOc+GbpTY5z6/EZvSC6GvpzlrksDVixzkWEPuNJDm6nOlWYY76c54NGFy3oYInQ2xfn8GquW/OfUAlqiPDPHAI9zmg0UXHK8fXrSkhTl9z8UQea0amkMTmNefobAzA4c8U4um9u3OWFf8Ad/KZEIvpr9bc0gQ4rdO3OWJ7SjEtlonOfGrDGO2ef5BljrZ/VSuWdaiWufHOdpLAe+c+txiKvA8qYnQOc4dU70lPAfDtQLnAo4ZCSB1v+OdDH/xkV5Y+ThPEkgbQal/9R0DoEosiajSGgjpTLVx3282Vv/8AGXVsmjDLbpQcVYmnTp0o2nxu9OlYSwmh+ulWXQ2oZOlp+lSippg/VG3l6B+qHZn169qPa/H6qDm4kKwy4tapXJPA4Yxarxym9EMcyf29qXBdrNKGF9vV26KQFNEWvSoeQMxX9qNlU0IxiXQTcW0SYy2qDXv6yiO97z1qZkApTbsUyS22sa9qcGFZYJYO3Stnigac4V06JeOeqYXa2x+qW50tD9VkE4lk+qvc2OEUh/AfqjmyOzGvajEEc9KVASIspN9LT1rbht6Ov4VhjofO6nTpSLS+f4UE2WZ3qdKWVn6rckZRPwFBftTIyY5+qVtCD8a0ixTbT0pYn9RWpJt0q5PqNu1FXfrCfqpnkAltZSrMJ528U0XGkjD9VYgYjRtSx75KWJ8z9UaSb5mP1/yN0KPX9UAkJktNtxoxzmExadB90fv/AOKVJaYQNaGY0g6UJIRrAIBsAB/298egl3JbrT7j/iMB0RyMnIiyTLQjIeZ7xmlc4WLoj/n20c2MXvBzNotWeoRggIVEzBc6WpDyUikbAYbe1ouCrOLNgwT1/wCWH8ZET0huYmf/AOf/xAA/EQACAQMDAwIDBQYFAwQDAQABAgMABBEFEiEGEzEiQRQyUQcVIzRhICQwMzVCEBYlUHEXUoEmQGKRU3Khsf/aAAgBAgEBDAH9iebsgE+BqsJoajGRnFfeMVfesGcGvvSHjFfe0OccUdXhGOM197QY8GvvOALubgHV4P7PVSauryKgWo7CaVA64x92XBOBR0u4FfdVya+6Ln9K+6rjHivuu4x4r7rnqaPtEjdkxgycDGbu6Szx3Actr1onDBs/5jsv/lgdRWJ9nNf5gtufQcHqG2AyUo9S2o9iB/me1/Wk6ktiRwWC69bvgKpyNTXHOBS6rHn1Yqwb45iE4r7tm496NhJxjz93SYBBr7rmoaXMfcUNJuj/AMNpVwvzU9jNH81dli20cme1kt4jLIOLK4F5JsUEV92y4zyaNjIvkNQsnIzS6ZIyg5o6bIBk5oaZITwSQdJkHuaTS5HOFzTaLKg3O+0NZbQ5EitXxKiXte/8PV32RLit3IBrusVxnFd5vpxJIWz5zuce/Bkx5HPe8cUknqGa6l+OjXEHddennvDCnxYYVanFxFirMAW0NbiMDxWfV4rue23nu+OK7vHiu59RTXyByhxXVDlIi9u34nSWoalca2kcvca26slAvQqfLc4ALYoS5YjwEbHOKMpxjBFdwtTc8YrI4pGKkELVkxdt4q/uL6GY7WarCRpUjLfN0mf3iT3qa7SFBn5vj4ApZmxUepRShtrDP3iwZBnA+MUDO7Jj1DJGFq4uAg3eann3wZxz1NqWpxXJWx7udMuLq66aMt2rCfp+Ui7CYpI/PGRKEjTGMmO1DqG3YqODYmN2QBnjilU5+lPn9cW42vXUkV7PaxfC7hWj2d/B3zdBik7/AOoPSfIv8PV+YQKViJeRTYVfoPPtRQE5rdj+2vmz/bSov/JiVGl2gimKFcOFNMqZwFAq3GLiKrMj4aHmsHjjhpj8VHHg47eRn2CgjxRTgZGKkQ4bBq47wucDdiXS2uACyk1p+htZzb4oQtdTqy3gB83fyHFLgu30Xt4GWBoKrDgiu2BwakktYxuc7aSexdsBwT2kO0j5bbbGQ2Qok+HkOW2ubXA+Xx0r6Z3NahOdxG2rkN29oJzpdq3DMzZa1MhGM1HAVUZ5pIdpGKlgkccch1YALjiOwtnfMsKk6sgh0qSOIAL0+M3wPtZiMspk+W6sLKeNCmdz2pgAU4FbP1p0KtwODg+KdSSPoiIFB2jd3sgIwBF6wMEzBVFXR/f320nyL/D1EZXnwPzBo8sRnho07aFRimGCM4FN5A81jJ807yIhdVyLF52uZZXUxqZJCQQxpM4Qk8wAdyH62n5WA059C0Yx30erqcwwSPGasJTJAhOcjBU+1XGrQwO0b8lby2vFklSMA6ZqUxuGQgMkSsW5NdVp++irhQVYV2idwFTTXEMmDnFhdSuwXNPntcnm+haSLK5NW8ciOm5SKllMcCvSao7cYpJifqK05sowzz0qMzsPNX6c4Ir4bfirO3jVTxyqV2v/ADS4yM4oEDxzUiAmokGV4rXeNOkrp4fvBz50dYnH4pChDZJjla1BlZgR4pRkgGu2OKKcf4fSrk5gmHNT/wBTkHmk+Rf4eofIoNMD3WPt3OPl5BzCoq4JBxwaUE881445ru7Bt20cM3pGCozxS8bc1bD8W2Gc1Zj92t+aaTkL4q9uREFCt6reaK/iMbkLSW/ZVQvibWlt5fhsA1fQNJMze9naxWFu0k2caY0UkrvEKgclvNdU83ZI8TH5s0mSzEVcWizcHFR2iQv+rA9rnik2kYNTogUlfmL3D5hbJWz00Im6Sl9Lvwa04kjNdKHE7U0CTNllzUlvGq+hQDFedqdYWGKixt/VjtHnAHIDDkAMcfQLxQXA/TWjmwkFaBzc1ExAABwEJ/7uZnY+9QIX5zW0AeKDNkkis+KBJzzTcDAqXJinNT/1KQ4pPkX+HqGdg+i4aYqeaeL8PkYpnSKNTJIEXVtatoXVEfLDqJc+JKj1myaOMtKN0cqzDcnKpyw+mADxQORVv/Niq0wLeDHNXJVIzIRzIzS7pjzTRvbfDuJo1XUOudF0ki2u7lDI2rabqcZv7a7jqK9aaBJFnWRr+Sd7a2xyunSpHcKkfiDP/FdT4+KarkeeeI128HznAxU0ihsswUzakqgZbNLqduIy7FhVuqXEQl4x2Yl9W0U0gUYA5VS8h450+PaPHPS385+MVGd5xToP1xN9225Ml06I131haRGVLdjM0v2jTjcvwU+3ROu9NuAkEzGKSzvLWf8AluHDEH2puQBWs8WUo9tBIFyBUA3KpxQH6VIVVSWxtbWbou4s7ZpE++9YGV+FOPvu/BBa2fFjepeKhU4rjdgGu2zD0g1OjJBOCCDKd2oSmk+Rf4eqnEK1Ac3LVNNFFGxkIxcajLrkjWUG5BpnSttZ4e5JnkOmWP8A+BBWpdLwTK0luSj2lyNOHwl16Wjbwy8hs8ZqM53Zq3/mw8VaDNtAc4rUi3Y45qW6+H0y5myvd02y6q6wvGmd5bKzg+ynSWcS30kt3Je/ZdbC1dLG4khaOx6g6S1CGG83vp1u9lNZITKrLZWNnnuxKCY+MCup8G7lxVxwGNdznNXU/Zid84qMT3sxc7hHFp8XkjNNZQuCNgxJFdWZD2zlorS5W4Uc4d1OPY1GfxQKtCFG410uCJ2+kS49VajfpZWskxANajNqnVuofDWJeO10HoW20u3w478g6d0/J328eNd+z21ulkubJezPpWta30xfjTdX3CHTrv4yFZx4c7UyADWrPvsnwMVoW37wRPNRKI0T6O4jG9jgXV9PqVybW2QpFZW8dpB2UrapxnFNCjcYXF5DPpzNcwZ26fei5dXWQstqgMeSONUUdqbHAlz8fKfZPlX+Hq38pagT8Yt7dT3M0cfZjYiTQtOt7exgnkTE3djP9wogbh9AUXADA11Jp3xVu8seDL0rczTho5zzJgMtbVHjzbMBLATVnj4eHHNTRxmPDCrqxGpOkXyJYRWljbpFH20OC3I4pdw4rXNGg1eyNu6gtokmraJ1JPoF93ZbbToGhh2tUJyWyK6nAW6kq72mBhS7hgHkS5ubgxHPbRUjUKMCgy4yGBoOoP67UKnPqExayuYymRGHDRg1B+ZI5qIZj9q6WB7vGTSvgDNdd6s8fasrfLP0zpFrYW0EgH45lTbvzgfGWhHrkAr7xt0LAZkXrXSLXWdN+IWL94+z7VZZrR7O4bMrD0VrXosZMV09/UUoqDsrX5pF+HgU1aW0cEaMqgNdtJGcg+iW/kjAPNWOpyS3G32eJZAQ6hljtI9M1GMJ/J7o+WMgLftmCbFXH56XFL8q/wAPU13RrUHztWrj4nXbQNynItlTgDvMHODT3s23O7Jtb+eUYK5pk3RDdzVlIbDqK4tc/gXAA2bTyB+Hn3hH4kNWP5eCrhsRZ3YGmxK8ruvqXWbp7S6Djdh+oe2Lf6v1Kw4CgVpuuSXUwieM115cx6TrGnaiIk3WFzHeWkF3ETthTliOa6pP7y9XbfgP4BTPbLk5qxXLXBq4fawxXeIOKiulXaSKF4TwOKuFSe1lLZNac7TWUeTveAYuatFyHHv0ouJ2FSr+Ga1CP4zq2yhLZXUd1hyh2ifVnMMYT1VNesDnZzHq86IAkC408tcWUhnwW6eYWHWGowr6YhcIw4rWNrWDecdP/wBVQewj9A841uX9+sU80vgVNa/FqUztq5jRJVtsZqG2igdJkxmOVtucZrVC3xVm2MGMgqCQauh+BMfe5/PSUvyr/D1Q/hjnFQEb3rUgYddgdvlZlMPFGMljxXwrY5q3i7O7jgP6F+gzP1IZI/E6+qE1jC4qE+uHzVl+Uh+usCWTS7pYD+P9mt5dz2mo22oN+967a9+SPwBNYzL6yuU+75pkPbxWmW7iWHIAr7V7N7p7K3iIMuj3r6fFp+lyRuTEfFdUDNy31vB+FJW/8HFWEm0yr7vGzMTyaMMn9q4pbZ93IqO3ZP8AnO2FwfOiQ9lPmJoAC4qy+XdxXSr/AI7nzXDbVZc11DEdP6ttbkNtj1Zbi9hiCHiGyneWNQhxdadObgxLGTUenXVvbPG8TVpckoQnlRaXXxPW1yqRDEQfO3Fa0v8Ap7gVon9Tjq3Kva+o1rSFr+0YGh4FXd61s4XzUtz3Jt/uLtQBk8WZV7ZCea1ohJrFzURIC85Fy34MpI4uPz8tL8q/w9UH4YqJh3jXUUa5huNpJ0u6S6j2g5ItwBkriuyf7SKliIU8Zp5R2TGvD6TYNb3808uSZ2X8PBzUhPAxUJ/FhBFaf+XgBq5m+H+Icgk6X1KNG61nFzlbe2ntNUdm2ZoW8BjWJVBjl0pGTMB7dWVnLbbnnc7de1qfV+s7W1sV78cOr6TJdQ2RaJbuLyAK6lP769X5CxMcemMB4vrVpZnexVDXwvaPq848+KwBWFBOcCpbJpYmMfi3i7MfjFMMzA+1j4NdKn8eTFRBcJ711/pElzA13EGWXo7VI9Z0iCOZla5EcMabI1Gdo352glwxUjG4avqMOkW1xIzKr9F6fJeXd1q4BFRptZQ3J1sD7vbHnQ/6pH4NeoQKBkDU7BpbcSQ8TaRqDXUO2XPd1C1kuLhHTwdFcDO6pdElJ+bi1BjtlDcVeXL6jd28MUeVtomKrlavuIZ1xxP/AFCUik+Rf4eqfyxR+ZsVqy/u4bG5oZr7SL3ubfRaawl8irnFeSAJUWp9RS2Lh3Qtp+pLqBmm7fZWE+sbyBUsgMqKppjwnvUI/HiBqwTdbQ7qv/hoIWebxq3Rul69bQ3m3t3OmazZdPSLY38+wWt/Z3EayRyxtU2pWsCAvNGiat1baSS/BW90hOhaLaaVdvehXnux0rp01/8AfERdLmLiupifi2HveIrQMG8W6oEAohonj7PKXt/D8Y6SttMW2Ubg67Qg8DZVzPFH6C4L6VLeZPe9MMv9xHhMd4CrMemulR+O9REjbV3aRXttNDIONT0/UuldT+K0wSmHRevNLvBHFdv8PdNqumMN4vIabUY+1+C6yDXtCfXLi3d5CE0jTYtNsY4IlwCfVjBrV1/06fOa0DH3kua0i3S6gO8cXenYlxFgR6hZSWEnfgBzaXCTQq/ylC3uymtw98Yv7ye7uDZWLELpWlRRNEWLF4bKNITla1P0rcLV0uNQlFJ8i/w9V/lKaK5ZvNamhktOMg24NzLcd0d2lV44n7WQxtNUY7viJsJZ6iZsNM2bCER20tix9MNuZ4NkeQOxJGRmlBwpNRAtLH4rTj+6wcVqu34ZyybxYa5eS3hs1gZbTVehbbXNkl2Wxq3SGs4jtdDvZYq0vp67tbhouo9Skdb7oy0hurC6gbthbg2ccs23dXSXU8urSXNvNZtCIcfrXU/5x6uDhAoFKmGIxirfYtv+JwNQ0ZbhzIPxK+7LyABY5GCmzvmOWlYCDS91xG8pdjcSxW8aZUbpJCVUpnESkS+qrF9ymulM9+QVGORQOcCru2huY2SREI1X7PtPut8kL9ueD7N72MoW1Cbt2WnJpqGMTNJUEO4ZFRL+CB7lOR4Na4GXTZMVoi/6hH9enTiCRam7fHir2NWfwCJ9Fjdy0czRUdEkHKXjUdNvFBAvWrTdLhtFMgGXsoY2VXx63btwkhjWoHcJ/erk/wCoSc5pPkX+Hqa7owMcsMNg+YYVmt33VdRx291LsyBaxo9jNJEPxI55mJXbip4o1ignIAI+HiUyIctp8X7qWxU65as8Y8VbKO9CMVZtstIjWsar8BCT2e7WnalBeRLKqdp9b6t1Wxv7e3gik7Ol6pG8EmpNkRKug9ZXCvb3GJdWAtYBGGL1pdz98s0SK23QdPjt55yUwU+bjx1N+der7akg/tW7kbv5i5WO9l2/rZy77fuSMMzHcn0GMkAVb277gR4urPvy7x8rBI5UhY4F5CiSB48bbADZmulPzD0k+H24OQOAabOAaPzrVx+HAxxT/Oea01coeKRsenPBO4599dH+mSGtEOdRRvAsrt4Y8R+fi2Lb2yaysq7ucOPatvge5jOMkDO1hwoO2O6aNQAeWv3YBTV62YZ295/6jLjmk+Rf4Ml7axHa8yApf2b5xcRVqV/aBRi5TN3qipvKOGaz6nmdXiBRXMPxDs7Sorac9jaW8iTzCo0gluDidFTUrMfCpFEd9fCywHdJu2afqUdxH24/D27SYK0mnXBHEe6rbT5e8mQRVvdiO0jR8Zub1bi4VJIu4lneyJqXbFqFguINKkbfKiOZb6wbvaYFENtp2l6ZoLXN1Yvtmt9XuZO++pQZGo6mLCzUaJbg3fS+r3hSSTVF2Sx6pH6uVrWIje3JdSAt9o8s6jBIo6DdDwpNDQrweICai0e+Dc5jo6RdeGZaGkTJyc7Ui2ekUY2UenzNpss0uQTuOnXOArmtPs5EBJzjRLgW0xZ8ZuupbexkHpVqHU1xI2+OIbE6iXYvcG0rr0LMD/fN1FFJH2zgG3RJk7pICxXsNvkeaTVYXbaByt4mfOa1e8SS0aMHJ0eIxXbM1HUo4oX2ctL1bqIcxiDFaXrsxtQLwqXGswHG5gtQXiT/AC4oXMaYzUuoxouQKt9WjkYh1xT3EHODVxMJIJlXFPYym5kkMbV8gANfQ1JLHEcSMFKOkg3Icj9nXpZ21O7HeZVV7mFu5l3SJZbyM7S2Zo2jJR2yUjKc7DTPuI2g06MRjnMcTBgRmtGkPYYjk61ez5ZMenps8NjIq0XfgGorl7I+ogql40kjMMYNzKBy3BvHZgoppZoRuJFNqDH0tTEkknFatrVza3Swwncry96xt5GHNgzI24cld78msHHmsMaQelqRCD+gYDAp8MePOvy33cUW4bOlfFfdjfF53oGD88hAMDNYGRmmDewFF51+XwHuB6vd7d7p0kkPKJtxWryXEcX4QJrRJb/vmScYV2LzbjmrFmEI9Rpif/KUGPjJplLeTkBQGyBitzfUmmH6Cgf1rVJD6cNWgXkwtvUc0ty0hAOabLKKkXt+qo5Cy55ovt4HhmUYyKvDs3yAcW/UsNzfJZqpz1B6CuDWiMWswScn9gV1A5TWL5a0lY7qIxy+Ibd9PuUEXqj1mKV5DJEvIjlmtYEVR3bbSVhgkN18xJMjYqMNvUY40ia0tO4XnGNTOmTKCky1ogRXk7RytsSGGPMwLnJzSHBGKJY45NL+GQ9SXLyHnOH5xmkOB9am020vLjfImDffgwxRoMLp2MrWOPAorx+n/wBZ5HjmvHNDPviuOMHFCJWAyoNXPEBHsOSKB49seac7Yi489xvNLnjdyIeBx58Z5qTay4cKwEanOFApgFIbzVr/ACE+g9hzQ/txih/xXsKA4zRGMfQ+a24GfFamMFRXT6FrbFRRbGJ5NYyKki7icmoUCqaOTu9w61cW5dJEPi36dtre8Fyq4fqf50j9tCO6yz7/ALPUaga1ee1WcssMgKH0pGzKrEg1G8O4h8UTZxgvuXN5qd5POYwP3fZtI3EKbV4Ig29FY3x7sjmP0jk//r07giTAAqNgse88CPVbSWbsRy5kDbRjAoGsZAPFOufbh19Wc0HYZAzVpuMwUitWG2BD76d4WlYnk+AD71z5of8AIrxmiFGPOMc5xUZ+gFXQHZalZQ+z3Xb4IIrH/NOfw2Sgv1oYHAqHweaHHBOafceBQYOCRUp9R5xVln4ZDXuK+lDgDNccYr9fIJIFY45GKYVqh/FT69NyJ2KN1t480twCBkc9X6/Po1mJYAa6I1241u3eScYpsHleKOFKhzTIgHByWjXcv06pH4+K6f8AyP7XU7H72uceUuXT0xgF7HVbpZFQ7cSXKlss1SXDmYIreiC0heNGNXsP4z4JrL5yDXPinJGMYNdMkFnq5heW0uQODo+nSrfiVs1xuwfAAzxwFJ+lEV2yScYzHJH3DHty8KgTBsCtcJ7KGrAgBaXDDGKVeP1MJbGK+Ef6mvhWJABpoWHLHNKD4JpAQCQM1Pk27mkA+JB95l9TEUDxRXnjmtuOaAzivlGAKLVuzn6x8Ps5pTuZieas/wAsn144rPBrPFbuM0GGDisggVn60FLVqntXTX8n9ezu8Uto/wBRjqHQDq2myQ713dK6MmgWPwz57nfReSCal3yOCGIpSy8Mc13IiVXNdVgNcHmtAGLEftdRgHWrgUE2Sb8cFseK7zYJ3mo7kRqzE5I1ueMbEziHUg6OH870Zc1Hh2JA9MgBUYrpkcn6QruDYrYEPCCrm9jtkEkh2LFcpKiyod4hvBLnCnCzJwuV3L4FLbRriT+4R4QSc1rOPhYvrYZ9BpVPFJ6VJJ51PqeCyG2F8yf5qv1CPJaP27LW47leD23WV5E3A+lUzz7hQin3px+5ZryzUnqxmu2APIFXGqQWvEjrV91I8DQiFSyN1LbRRI8ikVYX0V3EkqnCls8nFHIxjw2O8h8BuJuOBZflo6+n1JGStcD3rcvHNIysAM1uH14BHgA5TO7ArWTsGTXTJ/dx9VyMEV3eSM0Sec0z5YAigwOOATtXBz5fGajtI3w7GurE7c7AVoP5Ff2tf/rdz9Hmj3EtxUs8fhDStn/hVzRh9/fOOPFW8rF9ns8nw0e1QDXd4A4rppslqsQCWz4mMUSozKcdXTWkmmFYPXJoEGtfDBYLdgsVj1JYW9wdqynQ76+GqtHqCSpXfjLp2yKfIjDVG0kqhExt1jiBB5On+qVRmivbwfa61BZ2+GtTlpukEul3ySeqy0wW9msM3qM2m2rodkYRk1u40vUWtJpC8Wn3Ed3ALhD6ZD6DTH912mv72qIZXHvr2r3sF1HaWQEwtNA+I7c165Zl0S0woK5q90C1uU7Rjq8bUdCDvFEJINKuWvrNLmRCrOdmabJkX6OB3Rk8W2RbRn2u73sZCoWNs0kiBj5XJbBqRJPK1cPNAefMExYANxS+1fStc8t9NAmZItq4IjkYgCkizzS2+PmIqWFceKaNgQMVuYDkVLM0bc1pzmVAxrq9c3Ga0L8kP2upCfvi5NToT6uKXHt5THscjI9qPzAezqGHtW8JULG4UF+QSiefHTLqMkc1ZP6ZGXGJ9csH3wrMpfTNAghFxf3Ds7RarHDDlEURzdQbgq2672bTV1rT5GCLHPoajS55LbVbgrIgjuIm+HdXS3iNo4bOBr6qsKla0z+cv16iv/ho4o8hG0uO1Ve4rIziVGGFNGTKqCazirjp+0uZmuG+fQp3s57rTW+TyuKMuRMnJGfWTV1ObWzNxWjRG8uW1CVVK7Vyp4rJ9qyAMmr2KO4tp0IBqw1mTR737qljZ0b14blQY8tuphl4xVqF+FB5pds7unvFGI0C0FA/wnj7qH0hmRxFIkbHmLBBJrI+ta5/dXT6AwA4q2AJ2+64Qit3gis5U8DDxZHHIlU+fNSxhm/XTExHj36y9M+TWicWS/tdS/1i5HtK2FAPj2JFQqynB4P/APK8frQXJ8kVMq7N2Bm1baMY4lBIB9umjw2eK0Ze78RDnCHp1E16ELLlL2LFlsjHpSKeZJbeNeYbW4s5FLQmStGjxbgEbK+0TSJZ3gvbNCJOj9On0zTYvipHZp9oRicY1fPwsWTWkse+tdW2N1eXFt2mrT9Paw0/Y+e6rSRgFWOfjpVkWMGpL69R2C8jTbiWckyGli2arKx8BjgUY9qStX95rX72G207svwdBUfd0Lr4vZbyKSRopTj7zuo1j8Evqs7rzitIdtsplbeNfe0s9WgnmAWonEkSP7bsAccHHcVvBwws1xWnxOJnfGRv5Ip2kJxmkdwc7uIX3McmryMi6jkX5Yc7dwrOSAa16unATbYqBe25Pmict4FZwc0Gz7mtxII81IMePDg5486cfR5rrPmRM1pIxZpxj9rqPnWrjPi9AEYNWhDrg8nB9+aB8mtwGCK9OeauOYjVgfwzv5o4OBXTfzt7i13IDsyKtO5H1MhnbKuFNsW9pLu0jlcINsiahGCGPNaRcrOGI+XrjuR6Wfh2w+g3121jb/F53PmRDWrjFrFWljFxWqvHD2pJOBdvutYMGuxK7AqCEmifuxMFwJoiYyVPqsO9aIZJ/UsesPfawAkeyPb+GcCj+Uz5o/McVrVpFcWTvNtxoE0T6ShVvTLaNOZDyKktyCEOamtZIuOc2s3YgPnd1DEdRvbOF1wtvCEhjj80RweabmWM+KU/uKVZyhQ4yMklvUDW04+pYCrferk7eJ8blHmlwIx7AeRzWujJArp1R8OCaH6UvsfNFOaXIGPFDGMipzjFHOc+2n8rmuscNMK0ls2iftdTjbrM4HJuInuF2R/NDbyW+4MK5IoHkccn24oDFXEn9gqzXCtTeTzmum8c1avuDCrq6vIuoLe87c3bfUwbFO3tr4O5nlMoQ7X06VU34NdNOUZkbz9o+quvZsrdsP05q/x1mO4Asmn/AIq5PNa0gEC1pg/HFdQwSTWRMQ3GDVoRbW8cwVXVV2jA4MUZ/tFC2x5NFRtYEcHRlF6lzENkQcsABUy7LcrxQZe4wq+s3urOSPB26JjSh8JOx7cTROgePGHt4WIcjmSKGQg9vJazjYY2KKvdOeWe3mRcDwmcV7cCj89KCNPjxVmp3E+2zjG3FMnP0IUeMHPpRciprcOyyE4OOADxRGNnNayu6WL6dPD92H1BOajPAGOZfQu7FIokj3ea3YbaDkTndSJzx4th2/pXWXpnBrRfyg/a6jhNzrk8acNZaTIHLEZF5o9yJGEQLRywtb8PWR7UvHJ5NpZzXr7IcE3Gl3kDssilqggc+kZ3PbdkBm8dN8lsVpwLTBBV7Z7YnV1iUafezac7jUULWlpdWEsSfDyRkKsbI5bZt1PU7SxkZ7I9y40UJqc1xda3CRKmm6bZgvbxYqxdYo1OeNaLNbxnIzpJ/EQe8g3rtPy6poLRyxyQsXq1nxbJ3fTTOO00ikFYeorJmaKTPdW5ubyZJFIEY+UCo/NTtugk20pAlY+6ZVAAeNe0yW8u7do37a2/Uq6fOun3asAmoWj7WE6hRcQs/wCDIGpckA+SScY9mKhccA7se1f3fpbxiWzUeK7fw3I8xX679snpruxSYO6g0XHqq8uVjHpara4eZ13g7W/8UCCf11Y4mQGumhmA81IoV8Ckm2jBHM9zviwPNtchUKE07eT7nLY4oAKpPgQAPgqVI6yw02K0b8oP2uoXMOuXDA1ptwqQt3GOb6bbaydhgzibcJVuR62bYze4t8SsF99Ot57KSR0lSQo7Tg7ohG9rp1nGndZVL64qKz9scdM59VWLCGRZfJk23mO56R1Pao2kGG0G59D6f1RbKW6a6khe3suoZra83Xz10raXcHULfH7pGuLKKaczDalTr20AyDQU/BgjitVb9yirSzicGiDjNcMeRkT24mXtjgXGlarG+yG6/DttAZZu7N6ntoEhTaAP8ANuWxxtPZujSfzhR4iU1NH3GVqvunrG+dJJF2yal06uY+zPIlafphtIo2JYsGb2GKLH/gsKxgV7+KsiPhYxUqgnnmpbOObyMF7ORM7N1R282zcxbEdoGfdJ6lWKMY2DjFBPVmtb/nxV0z+XxzTAknPnb7mpXK+Kt+ec5rBNInGc4q/ills5IouH0i0vLM/jTvIOrCe4GrSBi1A/a6pJTXpWwTS3O9VxxT3CQoX81d3m+UnYKBExGOK07TfQXbGbfT9rh81CsbIoGMzB44yGPGoREiQk8dOfNJUCbgtchfegCcq3qF3qcWn28rsoZV6yt8bVgYV/mS1EpmSDEn+clONyOQeroPHaZjH1rEbdo+wxa76uguIo4zGyVb9VwWsobYxpvtCgwoEZx/n+D3hNRdeQSuESImtR6wh0+De9vJJT/bXoMBZDGd//AF16dGdysK/679Nf9rmk+3Lp9l9McrF/tx0Eo0KxuKX7YNDRs9tiG+23RtuOy2B9tmi8DsuaX7aNHmZYu06mw1CHV7a3njLLVpo08tvG3JCaBdckYFN05cH+4Uembrb5Br/K11jyK/yvdhg25ai0i7VFAZBR0mf+4rQ0vIGTWrSDTCqEZqC9SdBjkBj7UuRjNctyK/8A81kZmQ10up7fFM67iPJJHt4uP+KtWwKXnn2yFYUfAHsJFVvURXVwxsrS/wAv+11SP9amNRE/+J1LR7Tmu0hfBApLRN3AxVpE0i4D9uviVjtiiHMtlc9lk7jZNxqRmlYY2pe3KGBtozXThLNIfFJMiEbm4S/hY7B5ZtuPYdQ4+CmakUZ8A18ARH3CQDLhMjFLN6ssoNC7GBiMCmn3nOM1jPOQKAd5Ckaby0Nwv8yEoNP9N1BxRtreWyZ5Y1eusbRINavSnCjt5GVBpY4c42gVYQK7Zh5q8jZZcPxR+U/VSvgtUCRF/U4wgh+OgWMiujM/dNjitItmfToGAr4WXHg0bOXHvn7vujx6q+Au1AyTgWVwuCSxpbSdiPSc/ddwVyRTQvCxQjjrXAlirRQWSQ4pRwK4x55XHGOK/wD6NWA3rmtK1e20+2Yzyds2WvW1zdNBGWd8Y8nm45aoV96XOKu5BFIjGRcRTpNGNvIa1WSVW3EHqxPWimtNGLcftdUj/WZa9SjjNNKyZwThAhYk+RhahvO148/EercByNSTHKeruSSEMM1Ki/Cc/N0380n0uYmcek4b76vtKvwkh7kKdVwzBS8RC6vqNvd2Ldp8m1wrFjyzXWcqTzJDFMvJ21dqtvuGdx0vS4ptLFw3zyW+2doQcGz0eVmSWTPasLdLfVH3rhNYg71owRNz2sbLcWwPBX8g/vXW3Or3tD5tw5qPcTt8nQbKSKB5GNa3ZSOqzKtFsCiMYO7NGTAOBVgcXkDV0NltGsz7aAn+mwCsAAcDOPHFRkZ9quNgHHNADnPiBY1HgCjgnHtqmVnK+3XXzQ1o1zDDb+t1RpNZsosgzJm86kWOQdlnNaZql1MwaRXCDJxWqEK6lvGo6NdajZSSwORWndSaro1+8dzEQNN+0e0mULOjAQ9S6TcqZBexrUeu6auMXkJFz1NpMUJZrmMHWerrJ5V+Hkdq0nqfVGuYrbae1YSSMqvIct1Ww7qk1p3MA/a6p41mbNNIoHnFb4WyGIoLEcYOKNuT4r4eXPpBowyJl2BUIITjJpWUAbSKklPZfJJrpv5pKsIVmb1VqHStrd7j2gWk6OuY5CtsDt1HSLqyjfvJtq35cfT4SPZ4O54+3ncMrdxpcTR9pTi2kggSO2WJhFeQSw3DXCrmtM1O7kPZCo5+FEp7kyrvxyamVRrMYGKX8g59ut+NWvDS+1aZF3rvYBmiixwBEXaLiWJrXtvjN4Y47h41YNWA1SLxjFWvE8VdAc6Dp3q50Jsadbj3nm7bL70j+kHwdyj3qablFBruqPTn1LI/GDVvnHNa1+YIzx1z80WamsrqcgQ7gkeiX0nuSbLphhKklzjEdrDGAoQUp444rWj6Ya6eA+GKsqtV70dpmqZMsSLWofZhJbs3wMpcXPRWtwCTEbEf5b6iH9s+LLpDqC9kCyRzLFp32b3CXEcly5RbTQrOAoe2paFcbVArrAeqEVpf5f8Aa1jphNQue+ODJ0P3PDkVJ0E68iSj0ZP7O1N0xqCgAAV/l/VR4qfp7V3QqeQ3TerRkYiNDRtQj+eE1JaXYXaYZMdNWk3cdTGwrTrZoWJag30xXcVDuPnrLD6c8nvbSLHKpxkLc27oCDV27M8h4wkfbJZsJTXt6lwkkbyGP76W8haE4jeO4hhjQ28jrc2CavORJ3JDB/mCxtk7UodpBdx3OqRSxfLnFo4rrdM6vegc0FdwCoNaHCUuxI3CTahGX2KcDUrzUd7pFIWXtT7t0qNvjRyRlWw8RVeQaiGJbce/2ff0TTPetFkX7vtVyNzKJCCaVuBijinAJz7iPncajGQPaoMnxWsZe65rrn+ZFjzoOHt2yua27TwoxGgY+ripAFIZeVzxurVvV2BitIZYIBmo9QiGORX3iv8A8aa5tnGCsdAxNk9pAEcf24oqGOWIorGv0FIVVhk11Pmd49p3CxUpDyP2smtxonPmgp98UAvuM12kPsaMMfkDntD/ALaNvEfIr4SD3SOoreCHJVFFJs8igxzzTNn9K6t/pT/XThERKZaktd6K9q+atILyeXYkQLQ6PBEqfFDvvFb2xXb8OgqbQ7CddhjCm60uG0DJwUhvNVDvDbyMFgEDxy/FkiezTZfW4X5RzZE11fAJNUu2xTQLGPFI8wG2MelYrl8GQkK1o7HcopSwwGVTUaROQWVQby2jki9ACkjbc24roBsaJptaId9vC/igc1/xWPfNQTxzb9ua8GlkIAqzl4Oa1THxB+vWo3SRHHOgpiGQ1xn3rIrNZxUkCSckA1Gu1dv+GT/gGYeCaWWRTkNRuZDXfl9moTTf9wp1EnL80qhRgfxsD6VtXxitq+MUAB4/x6wONImpCNrDwdMSRi0+9qtbdbW25HqNwEJK5r4jOCGRKjKkk92miin7qHFXsTadeMiHaXhfeGud8JssG9ts+Y+bE11nfGDVrxKj1JZWCscVA0QC7CrUeFA9lbAwMYaNfm8NMZEk3AnBlItUJXmZg91Dxtr7P8/cemZ86Dn4KLFR5/4rOD74E4ycCo9kX9uKDBxkDFb03AVDIqe+K1Fs3GTXWJGY60P+Q/7WT/77q/8ApE9abZy3ykxire0+HnsrZSHF1ICgUck+frS8h+OcsDGM0DnaK1qzjeKO8OTV1pWpXbyXDnfDbsVvrdG9Ji/JV15an70vJD4i0xeGYHGm2ixDKkkNwKBB58Vjd9KuIsLuI4kQyWMWFFXS7byHivs/TdoemmtCXbYITzXxDZ9PqqM8K0mAEEDYC4qYQow3YWjhcsD6TLulLLnaMHbV0hZwdu6utQR28itJ/kf7J1fn7on960fUZLKKeJRWk95LlbqcSypHNBc4VHUnbaqxU7cx29tzt21LBAvOM00EZ7fbDFdUXOlzg0vVEdkkNtJCz0118RrUcyLhYjixUnx16Ab+fGKODtOMCOXtg4pJWcHJyS4XHNd/PFSOXgJpdosIwxArUEAnilzx9m8hfQbDjnSGP3fEPFKhtmLqwdbu+DFVjqAS2kHxgfcZ72a6xv8AQY9QnYCBV3DtyWyxrIuVtpY5kDLipkGC1ddfNGTWk/ym/wBk6uH+kT1YRQmYCb0q1/iJbaKQGKwt5EvviDxVxgDuVZuHgkPkzvhEf3h2kkx4267N27CZOS2o4ubhFjRqsRtvrdfaP+nLXV1hc3erXJjX09hhwfJtiBxUdscYqWJselcg5hdN1SuBCq1qsrRadbsOKNy0zRBua+zJP/T+nk+dKGdNTNG1IRpDIaMMwOAhNS3t1vW12tgmf07lJqOWSPJWNqQ3EluHdvTprkRkL4nfC4rrdwzRVpX8pv8AZOrj/pMwqytmmkxioZnDmCR9tabc95nt5NxcWO+JFZqjtBBG6KaNjvG1vHdgtFcMwAvrxLmdpxtNvJfTSN3GKk2v9RtzVuiyWMYY4GtadEuoXR79X9nbwSEpKCGZM+nFLIBxkZMmBxVyYicuuKu7v1IqYxq7btLhq3Yd6EeK+zjjp6xrRhu09BT23p9Lmo5ZIuOwDTWj3EonWIKU0+TdtJBqIRIrxXCYFulzKuE4hihW3j2ip5QRjwessd6MHxpH8g/7J1aM6Y1dM22WkmK7q1SyKXcrYIFpprW8sZiaQXcKzCJe+q7xcxZx3FzLfWsK7mlU1fXJ1FWwnYghsLmRJ8/l2Rhx7W0f+pW1IxSzVR56w1O5gv7lVPEt5JJw2SI5QCeaWaH5vc3kf05upxJ8vFRpuYZFXYE1mkft2kW4jAFfZxzoFjzWgn90iFPtCHNIm9AffYABjy6lQDR2M2Hj3BEC/JwoX0mpQTPtrrkASxYrR/5B/wBk6s/pbGunn2Qyj2mgjmIZxysKyTwMnBlPbhcitQu99wDGJMWk0HlIlL9u41VgqttT7puuz2e8Nt5pMxkCxrmoUaLUrbeOUAe1JrrR/wDU7sGu5/8ARfb4zUKFzyTThga2McZqNdnmi52mm/NxV9nwK6DpuDXT/b+Atyw5lYMpxUagRJ9XZv7eB8+OaCgMFzWNmK70e0qeGnYd8Y89ccyJWkfyP9k6q/pMtdOxloX96bj9KhZl+QgVd3MqDEnMcGn28sYyimrPSo0ndHPCtLZajKiKRFFN3ou9IwVbO7S9uNqYZb4Y14bRScWX69aEHUrs45clGApJ1U8oCReLkqqAE3O/OeaM7jOORBIXZvajLgCm5uoDX2fn/QNMNdNIrafbhuKuIOGVfNvG/Yw3BO0nGRRXB/X4OU3qziU7GXx7126nUif6V1tJiZUHNaR/IP8AsnVP9JmrRh2rO4kRgj3PWcMGpfCag62sfTsi3Inn+PtL5L+0MkYcNxbq0agD5XDdw48zRd1TuwWE4LXETd5I9Kayjhk+FmhLXYZtdRzQI+BHNdZ5XUrvgihlm4o28r7cebPQ55It78m+0Oaww7EYkQJ58RTLG7jNH1IcUFPfizX2cnfoOnfTpsJ9324JUEBHGTipgNpAIFOu04ApjnCnio143AZB4A+hbB58XUY74cE460H70pNaPzB/snVX9JlrQ7+GH8GbleqejrLXNOuLe2hhhnt+m+sOj7maNnuUtrfr7qGFEt5WFyP+q/wse680zg/a3ZE/0ufF39qlyZTHaWMCCbrfrDqa9Wwilkgi6T6S1DSH3XUkc9X0ONcYCrZVeCJW+XXOmunbm5mM5jaWTojp/wCeJUBf7P7B2LJIQNN6KihAAuPVffZ/8ZI5adsX32Zy8lJCQ32UXrepWrVui9Q0a3kupQ3bjkMjbmwK+zV//T2nMPF/fX9pFaiyLqIuptcUqryuAnVeocZkYhetbhQNwyZOuJvaAGrPrqRcrJFgHrpNxXs8wdU293IkedrmTKqc11kP3pDWj/l/9k6ljaTSpgvkWkwYOAwpdV1GIBd702u3x4kjSRL2206/LPNp8CS3/SWn3sYiG+JIui9IwI5ZZWqy6R6QtpITNb3U4sh0vYjFpp8MNXXUVusKi2I3/F/E6pHLio9vwJYV1hq19barddqaQUnVOsxrxcuag661WIfiTk1/1J1JCMM5qD7UL8Rp6c0PtNuuSyUn2rTYVWiwNc66+/NKuNPMYUiB4JAh8fZmc6BpozgaTFDNZJ3UV2k0yykX+SoJ0SDnEa4bp63Y/wAsUenIfZKPTiZ9xTdKgtnugVZ9MiC6ScPkqjHbwM9ZjbcLmtH/ACo/2S5hE8fbb5TodtgU/T9ttXxTdPW5DHjD9P2uPbP+WbZv7uZel4F8OMHpqMg4kAp+lwNv7xipOnSB6birXR5Fuw3eWoIz8N2ieL/7PdIvy8sq/iSfZLo3Dbquvsi0w/JcbaufsitRgre4p/spMaHZqKVcfZ9cwsR8fC1T9FXEfm8iNTdPXMB4ukNHSpzIgMy19m1n29B09MjNlcyRW6BTQ1W4VvrR1iYYBUGl1ORgDtFLqWMFo91DU0YYMNC5ibbiLBSZMfJyJUwMKwrrgbp4sVpsQjgGP/af/8QAQBEAAQIDBAkDAgELBAMBAQAAAQARAiExEkFRYQNxgZGhscHR8CLh8RMyQhAgMFBSYnKCkrLCBCOi8jNA0uIU/9oACAECAQ0/AfzJ9F5TFfC16u/JeeUWtbckcD5eiBxZZkZI0II2qIi/FlEAd7d1qKlc/VN4F53Umlq5LMIT5asUMtSv4XbUfbusqXd1sy91rGSF76k90WoYLW+GGtS6ZLjcjQE6u6wOxXTzCDL4RubUpXNh3V0tS1KS+Fq1IlhvGeaAp3RLArLYtk6LDd3RTtIalqpTusWpQ45latWaN5UAnZnghxp7/pGOqsCl0UvDnLesTWStV3ealLC+yvhbsFF1am9GEkfTeUTwM+N7pg1p7XhVuHmF9OGWYs8kL82HVSPG7ya+FlsV3Dz4QDowgcppi7avNqhinFELvShE4bYE55Qqp4KXFplEDopVpc/dcLu69gh2F+pQ3bvNiMVP2ftbX7IQQmL/AIj3QAIC6yD5oZ6vdAAtjRk4vxa9MKbFLoiOiPYdFDFB9oNlpP5rVgPbvdt7L6g4kURh4vCs82bqUW2Pd5cs63LrL8jDh7opqBGCKuoLkzFkw/R8awqXMealXcylRdT1krpXOOSDDO5S5BCKmohFmdj52VRZuonhPLorEBG4Doq72ZEcazWOtm6rGWSvGtuCaUsvGRv2wojf9vnBHIToZp+sIU+QTtxHRMK7M9nwvhCb33JvhkcTfK9MLOuWHmK3ZOhIKmyTchxR0fbz2TohjnRhxTuQaIM2xkAK7E4/xQkA2pNTdIKIAzAmZVTCQDMJEgIRh9lPMkwBbZxTTGcu6HKTnqvhSngr+CcdEwnucJhIw6nQ0cpT8ZWi+t6+Yph+jb/IInbcnAbcjCNd3z+Ru3mtOHuwlskvxcOapDCciq8uSIh6K3CBmJL6cIb+k9V0k3JAT885oQjaCyIc5zw1Ju3m1Q3bmKhLNsmeDqgBY4cFyp7IRCe0IE9Oie1K6Y8ZPWeSc7GZMN0lKmzjVA9uLhWXvlQcwqbZS+USr9hDa1YO2iffRlK6jtepU2Cakd7IybHy5EjYZY+STV3ea1K7VNS4smbI079FafdJVD6ofdSaeDKV9QGqvhY3XSRHGXZfHZSPJ/Nil5yVjfdmv/03LsmH6OZ2y82Jxx85Jx0TKXSh8Z02OUtqlPioqjmshixL5LHchZUMcPEhWIeQ+UWYbkPuF9zOPKqTijgNTUVIZNIomyItwZRz/tktIJAYkDgFQPIvKXnNMW88uQIltU5bmQOGr2WOBDeDUrjT9lGYxu4LDGQHBS5D2Tye6gbVJ9asvvb4UJl7bJzWH8rr6dL52UXkdYQcMNk+PjKKMQzvoNsmRPCRDL/rPmE8uHVN26KW+Xtej3Qv/plsX1G3sibtYUmnqrxdSJ4ItLcgH/tWYwbiqbJJ+3Be4dWKa17hMP0bI14N7K7g3VMKywQb7JkmXunm8JnTso4ftI+0sBPUmcRa2knhfOi50PBS4r6kG60OiMADbB4+tD27Is/BRsS8YBhBAVmZgL3ZHzUofUBEwiYXzRwumJKzDaGXpmohx9Lpj0PRP4eHFUyoHWrHwKXTxl+Gc7k7NXD2QNGyCIEVRRgQBvClMZgJhPd7o+yGGoe6EHNjJP2U34FQuREZN9uO4LRXQepxdRU+00kxRM4dJ6TNuSMIMMT1kFfwVf7UAG1khzwVt9x9wpf4lfCAMURMmAUMRh+oKEiyiIRTOEnshXh2Cb1wkh4SwDEclRO/IyVgc+xQP+TJh+j9X+IQI3uEIX/paSEdgRgau7J525zLXnBDCEYjsnezDy1BFvpxGVGDTTwmrvKHqt1WKl5sVuCW0L6UJnqh6Ju2fk1BBHpIIDK0YRmoSAAHAMLgSyzzVkeuOIkgsH3FMWAilEGDD05oxiERzMPqihBiJODpg8QILO16H2xPcfHQD7ApebkN13mtXcN6Ep64ad0JB76T3c0JerUKPVcXkoSLWjLtMCmq5QyjfGVBz3KvLpXbRSHmpAjaCwkrEt0JTnp2xUAnrAnJREQaYzDAkCIw6lGBbj0gclmxmmb7BfWaheLRfT9M2lRDSAaLSxOAYbULzz6qIAgg3SnwXnnFZ7KJ54eqKFuAXH8KaplcoBZ0kX4Y/tvzHFO8RjGID11LCWSNzDJOLeFkmfJETxtekkDKUlns9l9Pp7K2OCsjl+jnzh7KvIrSkQwYkEhx3TAmPWzHf+RvOiOepaF4tHkzU1lQSnkQ6N+qymrsRjg5hfShlMbURukOy0OkDj9uFwYoTlEgwsQs80Zt5jVZj+F1YiEOsjHXNRGL6EJeloMXNQ2CM6SsuGChDea1T3RzvaFB3Im9C3VQs+/x9SF25fHm5Hd5kohvpdt5rSRB+ACIl/xThOG83r6fSFBjtebjmtNpIIZG6KvVRaOCLSY2ixKwvuV/BP7LRCKPRRQj1AwAECK9nC/08dgh5iFw0tckz/2oNqoE4/uT3ZN3WkbmKqIAxFquyBv2MOSPktV6oQdk/MVGGihimJyWmj+z9mIkBMP7YfNqsMeqtkbHB5BWRy/R+p+BG5k/BhJaKIvDsAHmtQwimQZVA3dZpg2oMgWfcyjhmDsWl9UMIxJHB0SNgLPuVnoEI4OiGjgfcJJr9kvdPXchEDDg9oSPmasQmK64ebVju8Kk0U50ovraPR6SIgPYLE8QtJo4SXzAZRN07K1w9I7qEA7gPhfCd+VOKID4guJ7lzp5zQf41o9qqAPAbwQAX8wTMW/d84J9tR2dCINtqOCEBH9vVT6KDSAWTk3uvTMYND3LsiJjdLajNuiMrTOAZKwZN+EyLbFHpA0M2rDTW9aVXYinmKv5p4JbYVNjqafBWgJ7+jJgmd07CI4AiaLGIZiyjOewIxjJpj2TC0M2G5fTI9+q+o3Eeakw5fo+8l8IxjY7N1dNCeV2tU78/AmFNS6ynuqoQW4dlCIXO/shCx2sgGG4I6SCeohCAbmB7qHREwY0Wh08TQmtkGFqqHSGKPP7QOPJFhaAkALI+U4L7ieu1QAAtfTqtJptEBraG5DQ6IRaRmgBswu6LbsU/GUuCsTuqIQgD0VpkZDg49tSpuRL/wBuaz89lFCRlOEAdUTQ3TD9QnfawHRPt/CFZiHJuPRWVFpAInMneFsG91FDDO40nncoAAY2lKSZ4SATh5khFaGqSEM4IsgK61CwMQEgXAZ0BsaTKnBWoBxCs34y4OodLCH3TTDkEcED55mrhhIKIcl9Rn2w14Iwg8lY87IRu+5WRy/RmSJI10UEQdhMsQoRZIdzcZ6pbUb9y+E12y5WbMOs9+iiPUN5R16eNmWbITyMh3RjG8kKxD0CEAAGtuwX+u/CfTCIyABgKgIQuYnIeYDDUhThjn5RPTzx0BV5hmPQL/RaQHTF3+1gYpYKyLcMjE7QjWGQAnkFaKsh+Drq0lGz4EuHQbYZBavyPDdqQpqBDHVWShDNe/pfeZlHcKH5UtUrHN1YO9yrw2d3BaKMaS0H/AxG1loIIIIwT65MKJhOVfTtQ1ZOs9lUZQhw5pTHJabTMIog174Tail0T/HBWoOiMpbOy0cX1X1M3mK0YaJ5GKk23qyAZO1BciQ26b6uC+OOKgDT1haCN4iZOxDoAY0kF9MjVIcndWgdjw9Ew/R+4TjopAQm8y35rSm2YRWswUQLT1eR5pryMs1o4LYEmiAMNFo42gjZoSfJI3/h+6G/DNDsKKy2v7UNJCX2hlZE8mCbfRQf7mj0sEo2hLh834oto4ItIfxgwvPaopgCMDCe5Qmv1BS/mVpgYITCXcxAA2f4StObOkjOBLkm9Q2CWo8uRTb6IRGes+Bd25DsgW4gP1TzwukgzXAmS1+Ypqu37KNGxw5hGUMJ+5pEHUZp+yBbeR02q12VnwcQnhOyXwtJC29RRPpIIXYj0k5D3QhhEY0kp0OvUi34gXpgog7g3SUMQJhesxIbFC3KHjNDtDTJWXGuTKGN90QZDsEQ3J08wJemTo1ERDgsD5qUvxalXlcoYofqxC5iPSVEBFHax9L7GTblYPbkpdEw/Rg0xpy7o5akBuotHo4y8X4PSzzwqogACJNMFxncpFhFqUcNj1ufSQHG5wnmYa23hYvVqlaOGw9/ps37KoUzpjsTOyMej5wqwAdwUIBzqOaEJgg9BhYFg7lQxCOGIEgu4vUFmB7ZPpaENuUcX0tDBFpSBFpLQLM946rQGLSQB3E7B9WL3OodH6XvIZgoSWjZnYhiy84q15vRYdNqBnrKtCzr9IuWk9T3j7ZJ2bdisA+Xm1CINM4iSYSyl7oi7FhepPOlAnluh6MrPPzgpcGV/wDxYBEM5DkU7utJO3DKcqNgVDE5eMzAbPZxTN6iTh8IM3BX8CpdEZHg2xkTPZFCjPc0lVpOKeeyzpcFFNhEWtEQ95r+Kh9O9E8GHm1RxeqIlzFSZ5sgAAcr+QZaxe3XkjAfhOBscMmH6O5cpApqbkXBa+YrdswUEIiDzvA4IBqIiEHXJGICJ7ydSiMMWBaVdboNLzUm88zVrR7zFD2Ksg8vNaiExI5t5go4S+iih9QYt0X1v92IAsIJKHRiIvVwITEz5gr/AEn+ptkUMOkAb1DDutFJ/wCFlowXEQlUIQhmb93BV6K0OyhMzlLiog/IKjf0hCIyk7MO6d+S8rtUMQ/xpsQhAHCvJGIbA4+FGA9eK9ghBxl58J9kmXwv+vVBv8e6s9kfZM/Jt6Aw+6YommNTbVZ307K1/kH5FGe+z7oyf+mSFXzmeM12ZfHFFqbEPZYbqq+XSt6MET+ak4HFMP0LtZeYKH7w7oYMeqm0tTDNBwCYZNC1dqMUw9+WTrSOJNl2UUXpmBUwjbLqmhnDNvtwQ9RBxHjqFoS2SuRDWhkyDVlTqoYWOMlDyAlyTs5hpt3otUA4ZatqIaAwyBtQh+K0otFi4ijLEOOCciHBiQ29aYwk2RkKtd7KyAYaYeckA8tnem1S3u5UnadGQa/V8ojOdF+yRfLmoptsHQK8gaqJ4d0n7Iym/lCn4YbJIDK5plA7PwonKkvBtX7NTF46iufGiwwu3S3oNeNfRUzeQDhHA6iN16YNnl5iql6XHoOSbqFEO3RlaLOM4UIXAxiDK1Zg9L4MVIuA1cpUCe8jmTsQvfVN9Sl0v3uj7J5a5ebV8FHRxPraSMTPtE9iAHZHq3dZ7O/58OliZjhFIca4oj9ou+akakmTOpZTkj6n2hyhOurzapXyqBNSYg0ZvNigABeeAeetRfcwvlLfkr90J5q0Tqayrr8kacJKW6SJ3U8vRn/ateoKtLy2cjV0YoYYocgYZqOCB3xAHNfZPAsjXcPN6pymuzak3nmSrPZ4ycHl2X/VWR9qskQ2sDD7omV9S6NNjBY7vGXdVb+kDvsWv+HpyWjLtu7qUrvPdWQxGzvwUIAYxEu8r0YqPgAVKWoBZ4SEvMF8FuK7pt1GVkiWx0G5BVpx4KT5Ump31zO1Yvhct1WG29dp+YqUhs7L45lGRc3kAbqMF8KH1HBpHqytAUkKX6uSsTzMvZP0H51syx9SMTEmrAAX4HBGU/V6YmUAssBqJPRRgCKJmplchBahf+VWmGGXMogU8zdH7gcZY70zxU/dbqnltkZ7U/nJAy2MpdFdP+Fk8+CoOHnBBuikdriqtQn01lZPFQQsB/KOClu8ZfDbF8N0WuQlDz4L/ryqpHgN8+ifzbXepf4ofad3BCCWphgq7i6lLB2fkjMa5Y3IsNg+FuwRbY/maLUxRYDL7ULtSkQ24IRc2CrjeD1ohMPs81K//j7rH8l+M2XEfbJM3JSv1KTbZsmHR+fFeMh2Cyl4yJH+J5hWp5MQ3ZfElGLMWqVNStV8ykclDA//ABB6K2Ru/OMb5fcrQfg6YG6QYH2Cz2VdCYGcmUwGwZRTZ6gtXevS2Ugno8vi9MGrq6IGEnWzNyUMUzrZBvTJrlR75AeyYa7pjzJSEsJeSQPOz1UnfYm7UzXcwnkhZcZENzQbpyZXbGXwOjqXST6uS4/hHBVGqS+OyPnmC+PNyY8h8LuEG13OrsLvdY7lLopEvsZCXKe78l+LOOKlwbkrUBH/AB6o+BcTReOdqv3hfC+F1dSPLspFvKSTdkB0h8JWOP28po6pqINShap50WjIfgzZTVDqkjRjqT+4UyeCsf4q3F+d9QmeFrlIIGT6lEJg0kB7otMUu670YsaiXugMqSUEcsAxCx3BdmmpSnQt7IxQ/wCNcU4o7zF3XaoSISYq3CuKYXXsEPOqkOSMpbEw3BuqhZ8HLcFDGA3v5JS2zDL08GdV/JL/ABUrshz6KXSvlV/1WLPhRCW7smwyATjUzhfHwnblwkqtuV2VF0ky14NNS6dkR0DouflP8ckKphukukkf/wAqvJGfLqvg1/IQx1MrXRF+nfgg3JfHRRekPdSe87kS41SqcL0W+FcMKeBS6dk9d3RCEsdbBWid8/zrURl/F3U9dyPse6DHkmFktqfgmHFioq3m7ySAu2VQrh5cnvuZqXq1BXW6dj8Xp/2RSW1CTxVeT9lEHhajKE+ogETkmpfa9PLojTgjXfLPDgrYfhPeSi3+KkNUgpHWJL7jqDfCcS1rSMREATKXJPMROMJT8xQPNmWG0TVkg7AGRhiwqytcpqQ5Aeb0JzVW/pWlYvZeXp83KUMciGdt9aqOFx8eUXG7yaFeBKxUuQ82K7h75q7g6l04L/qh3hrngvhfAQnXUmHRCLi0kG4iHzWjry2p3bc+pe4UplDJS3L2Cf8A+eiIHOGafoPzvVPaZbCg237fJrrq1L4YIUuwUt8uqffRU2FtutaWG+t0wUC85vRWoZam9kGO1NNmch6p2sj7xS4Ynyij0Zg0f1X9DyE1GHFmsKJ9Rj+2srOxOJf0hS6J7Ryp1ogR0UVk8j2TO+5U0uUx4yiNqs3kW815rR+mExAH0yB8yTO8NXQi9Ii/ZJDHZTFMHnewKIY/8RwQhJ2NJ1bKrnKytJFZiIcxQ0nsotIHEIoKEu6gpISp2QIMJlQWVowLIH4YXElEJgU/CTuWrV7lDd+F+CeupMZ3MQOqJZ7psi0spXph0K+ETD0RkabFdm13BfB9iiXfVDJFn1MBv9k3bzaiza5eFSlsHfYgK7QFjuvWvUyu4eckB1HVGFv6YX4p+g/OEXMrf+y/FZ/yocx5JqL0jVR3XpKd5ah5uQLE5hlC43AT4LunhnsHjKBjGcHHtxVmwIb7Ug3stLZjEMfqAAowp1WjlKEAsPjkoqhpSbwKOkcMLRSqQRMM3NQ6ZtEIzMwOGJfHugKg/wAN6JhB2sEQDvMKYDko2hE9QJ2KJjHEGdvT54UOCnP+nk/jL4RhImHmQJ71o4jYvkw6qzXCnm5DRxb/AE9XRJ4soVpImhkMhTEqGm1fC7so4GeuCijfRPnFyw5IgEjCiAcC4yHNGIcwrMgbwG90MWyr+T482/ka9RGyNfpOwppeb1KuoOq7gvRPZCvjsgKYuIU3ZX7WTX4ydDlmsApO+xEEb4QE/OfX84xl/wCr3V/CT8VTkjPWGClTYfHTX/y5qrbqb1Q65KvL4VOWxPLd2K0mj9WOU8VHGNMz5iXnVQwtyYq1Fa1KP0gVvHnFMZEMYQclDpIYSRK0JTOa08FoiMuxLHdNgnhMO+FWRxsr08oflMGwFBxTVfUX8yRiArNpXZKKhzFlAsbWzuoRS78NfN60myjP5ipcB8Iwl+acrSRMDl6RLOZRiLS/dkdqtUeV2KihBiyMqJsZPL5RLB5t9vBRRNCb3l1AZGGE7CzKT5uRXzJXBkYQ+DSPGaPCja1cN3usjcGWvBsPHCYk8J+YqGJ+Q3oz3jspbftTHqpA7LLFPLC6W5WeiZ2ycfHFSpSkK9oQsd1V8KQ5b0/SArxuH51qI7j5uQVcnkFdwZS/xTz4cldrM+iHk+qu3Buctqbj6Tq+V/17cUWDiVw6yUcIOjBL0IoNift0VqZo5DVylNOBiRQOopDh7qDSwmHEzhkrEMjsA3hqYpwRqChhBO8BuPBUb+ll6fUbvtTB2vBAVYjhRioSN8vCojXcgHihAncyh0lh93BWJ40E0YYg6tHn2Wihthxv4qE7vwomV4IceXKGUON21mRA8yVq/ACFEwm22DeHctHBDD/b5sXKnmtDgwDohscExU+nfxlTkpdE0zuvRiJ5TQA86K7fC6L+cU8Ja+QAUuiAbXITV3Xmi7XYDpwUuQ8dEOukk4rkyqN0IQl5s/Oc8SOITM2swlCJjeLhXyqfspb5L4Hm1eyMtflFLUaJ/wD58KkP7VCA2z3C0WnEND9KwWm9wxUcAiORIFFFE+sOOKE8MK7kCBqK+qNJEBNxC3B1oRDC0OIA6sFJsqecUG5dwpNtNFomO4wkotAIXcykogCMww/JKW5EX7ECIiIb43czTMx1IQxDwK0WG3so4TC4udvAFbNf2ZEot0QajZdlLDLitmS0QaKVR6b9aw1N2TsdXpQ9kU+yTe6a7YvYea1J+HFdZINLcVLbId0D26IEyy9IQamz23KXT4Uunm1ciw5qWz7U193wh2C3zl7hPTaG8CNof29pJ+n5wmRS0hU5SUfqiIoKEBtyw3PqXWSMzwTO5uTlmyYzu4IEOJvSGR3hcxKqtA8lF1brzRhYGyHuv1qOMQ6LSfhhAnPKYVkWZjK5Qs7tRff9PRGcUQZgYRdRRx/7Q0sPqAfkopkQyGR2e6LPlQcptejjq5ma7GHuiADuAVsaQj9icIZQwiGf7tmqENoFQxmFtRDH2QaQDUZS6IcKKGEk7h5tXqZ9Y6Oql8gAgxiEEnEIHttJQNmCKjswdFjZMU7kG+3VCmntbij1Z77lwmQ48qi1MPSPhOOi+PZYbuN6s13NxV+N0lLooWzq3JNXaFfrkgW2eMp8bKcNsZ1KeUpq47vM0PbgoqZGQvTdAq8ruCA7OX2q8u7UHmKrqHpT9PzjEWF+G5RgM75KTNf9r8FaJhJwk8kDIZAiiLTeVwmTsWklYtfaPuYEVwULAuHEUhN+CiDl4RWU5DVtRuvkpbigzQnVCSixiFZSWqdw2Kz/ALejehkwmhDZhDyMTit6gPqtkxQxF5EPSTPm6hoAGH4fl1IS2IEOcRLqmGyQVN9lHoyz2Iylsn3RD2MpIlyW1T3upTwkJcvyNsb09EYCw2BO89SbkVKf9LrRl7QGJHmxSlDsCIAJN5lPhuyUqYSkv+qx2A+YLuwRNNoWqn29kaDcg06OWhVVzomBbU3utWY6KR5INtKPsE9+BCG5uy9JbZD3WD6uSHjbU3bsWT8Zc1F9pvpCj6i91JDUUWB2snG+z+cDzPuyF2NFvqwXQ4d0Ltx6omWr0+BQl9kk0+Csy53UTV3IEDc3ZOP8U7g6gOCLGeRlsQhMtQDMMWkFEfU2xXxyc7V8M6ry44KQY1rD5tQAPAZ6lItqMPgUuiJ6CnlyJDbfZMIiYYXiAaeyTKEtECwIZixm/WqBu2LpL3WG7PCaIY2tgT+TUv8AHcsNTFGIB75sFGICCf3hDyTCe5Z3B/CvjspSlkpYZKGg1sgBUV8E1iBq6L4URkdyHtcjCOhQuGxU3EdAm82oA8LPfgmBbEXK/ggPOydjtIZ/KIyT36hwRatLuE1XH9m+9Gm1kbK9P9o/OfhI+zo+2/ejZL3Xe+1SHJkDJr6OoIX1s3tsRIAxc2VEwY5M4nzULw143Zr8UvMVaHxwVa1lAANqO65S6SRccJe6LS283CZzChKgy4JhrqBXYsRh4OKbdMSW++HNYAas0wq4OF+pGOu5DQ3wg/gFEdLEbNGnOWc9iM23L4fggBsop0lRO39vwvh15VfUgtHFjCd0l/t9OyMA5Bt6+MvdXcFhNrlLZSl80K8Oqldq7q8ZS90O6kd9UIuw4OtV8rtnk0eQZEjkA/f2Xk/NSJHc8GTiHeGG/qoqRXMWvyUn2zXxPsqng28KTf8AFggXZ9TOpd9iEVNytNuZS5fnEngyqcXkogAZ1dq5K7Yw8yRI6dQURvdvCnJGLoUiNRjlnrURduPmtN6p5CuKcci4TOG2Nw4oaQOIxa9OAemxVeFRl/pv6hRnHjbUwsYCK1CJ7DEiAGuhpv8AhO73CQ5yIVzX0daWIGY+2CEtzd1CQx2jenY8KDn7L8JiEsuiEwwm2SEQ6PtX0gNciOi+r1CZp7Eb8HAAknDveMGbfqVl4iBgbzudDjMT8wXnRa19QAvmV/ttsIdfTh5Ca1fwyZcd6IFRqXxLyilzClWZTVGzin5WeyZuEPdPeWektZQFH1b8pqIsA8nlLzBFmfNhLD3WH9JTy4NxUBhjYFnss21aMkfUihNBS7ApgDEaUHmpCZEUVKIzHquYebU1YY8AHfUpTgif9nObqMWgZ/aWZzqRFrbJRUO73CaHl+dLl58qWVwbl0Rv3I0/4+BCW305r48dDG7bnPYuU+KDHiOPJH26In44IX4faJozEV5kE9CKat6hFbpAHpxUmG5uKb783wQMNoYiR9wgRbhE6EPwUei+oJ/ZaAcbXJe6jKIAuRINK1tDbdylFIMR9rvqdNMQvkVRfVDjn5ivpjk/Gu1DSRDiGXxNkZ7G+UwcDIQtrmrNkk3u3IK3EzUIBGONQsW/h4rq4VvzkSqNjMNuCOjhPASUUnylPZehuu84oHZv2hc6X4LjgpDk+2Sw2hEmX9IUv8UGile7VZZjMezKEvZOIYoATH8q388tyYHXMdkQ081FeIQInHyjOwzSkjCxslmX81zMOHJO0VomsuaEf21dmNDuUIEIibAQ9kDCNXmpMNX4ebr0/wBo/OiAJN9yOOwPuWGUvCrrsFLhTjVewcKPizeDahe2q/isgayO9fw6uy9LuMpmaNx/l6ialMXUUrvZTbVZClIXNTim9UM3FPAyMgMrunBV9RZw4mBjcGUADws4siz6S4IIKsziZjF9son/AAyknaOc22XURBNsxXS43cFDIknMPVRxkh7pw9EdH/ghGfN8k42CXymBe6kIKigItXAt92WShMov2g4pknLxNQyfittZIsQ9bqL6j/8AFA7/ALV9OH030hQ9pBSbgj55koQ4vF0nV7HMUvUk2+g6IGWuUkYTt9IVq/L5KuYfw81jukpS2B1ICWrwIbmkPNSlLch7I+zKp4b1dIUaHcpUAGHFSmc1LbSS5U6OgR/j4VLl+g+F8L47K/h2XC5Xy1JwJ4yfbVG6yMlEbh5sQ9uZqi3BS4Imy+TTUMQZ28ZEeqF5u2z2ZW7Bjjpo/tcti6JmTMA9WyT2TIUshl+1DI7d/joCJowP9wYEm+FxQzQtSE/SWFEQ8DAG1FJxE5BCtjmOnNfSYbYVbML6iKrnROvZA9AqFxN04oGY4HWhC/Iq03BP/wDKEEF9zDzgg1z4eFBfFFDE14oywxEkGrsomlsZO+pmQEt0L8EYgVhqb8nwuFyzD3gyQP50unZfGau4fkw/9Dzt+YGO+SYF0GggBJnHEQOFVGbWkjvmxceTQk5pdzyRiZg+U50a/Uq2psYXHCWxRisRkRC3NEPCQPutkekHVmogYoPqQn1FnAAwiIsvSc0/YL6J5L6hOV3z4VUncjMsxoyccG84IT5HqpnGtU7s98qeVKjETm9hFZ1XIaQ7ZJ58Cmgr5SYC+JKpwu5qTcFEbVLxfx4IHXMssL7kR282ogajRyni/sAVrv8AqSz8cU7RknXuQB0+lahnYH9Nl9cr0NJo9REnDogywNmR2EpgIL5mOFy+YdWYQd5l5erVon92zCNpWh+m8O2EPsnitH/4QSTGYJEMMOah0g1tahuvR0J5I6Rs7uaI23BWrM6iJg+sG5P0C7iHacEGAfCXdA5TZuaAqzUmwxu2q3zCtUxcQqxCOEPbkhXEThRDkHBh5tUiwGYUgH3oVI2V7r6gnulgmnucZVXL7WT/APxJU83/AKksrTRMIhOyQa0vfso9DELbGIQ4B6Q0QIisUjE6lEsRfOR3on8MRoC42qACVpiBq2oEmNvuEg2wS1zQ0Y3uJb0BDCInIDNC26FlFp/SMjG4HJfS33cUdNTJwrIfOULcQ6tPV8O6JnlTFMDdey8mqcgmcTYmi+pdgWVocTCysDx1GbUb/hogIW1qOJjCa/hLoTBfBn4KUJzojEIgR/LweW9NLJm7cEG3yT7pwDon85fqRhxLK0J9tiggAENkQA3CQHqLTne6AJIJo8Mg26V1UQCMXMXtuUNlsjJ9nyjHHCTsgZ8gw2ogaiWD8XUVgCEVLkUxWjhhe1CQZCHJfVDyn98p6kIIeihjfcz8EGhPDsUZ8ubKkr3ZCWM2HVRS83o7MELJcXSC+oBuZWnOwhuKEMOSIlC8qQjirRILauaHVk8y2Y4MUWnuRAGYo++SgIbXLouL+1yfnZPtsXuf1JEA2u06Gv8ADVtfZQvDCWFp5WXLTY1ULwwGEP63mYv4sVZhBxcG1vnNRjDOqBMUIuc2XL6rlozS8iIBpL/TAgPIRxkNDeKGbZID6YNmEGycwMDe6OkBpOcQ5A4KwJ/yhGKJ8Gogakgh+W1EChF9O+pfCN2Lt7oNEDtEkw1IgdF9QHeBLeiYedVZhpsWG4t5gmlEdQV53d0RW6TFQkgRZy7K3U1IBGV6JcnOSefDoEe0J5r3i/UhJ6LR40cmUtXJRRvC11ojhN0QNJoz+AiNnhih4vcmFr6c5y8KM5yyp0VWhmd3BAf+eIMYmMhCKxHfNaE2vuYExN6hC7mle6d+IX1BucNukho/8FbKN11yBnuClXY6GBul4EaDUyk6gk2phwvVuHgXXwjBDvswNzKBBfPxkwpsA8CYn+1+S+EW88xVwzkjDLgFfqDcV6hwHRe5/Ugibf8ACjiB6niW6KXnJaOA2iB+EBoWOeChgLblba05DwuGldSZzVkvaJMhrdQkekSaY8CYAtIsPauLJ2EpSbCs5oROzTcEA8l9OFv5gXQ0p2faeCAXkk1c6+ZKVm7BT6IcR4U0hrbySMfZGLsrEDDZDLX8qT8EwByopEvcAMk8PRYX3edE46Jrs/N6tb/tTHqvc/qQEHp1QL8AHTKzN7qc1EIgwkTCzxDXdkiIptMWhxq6ulXIbE/pLFq0OeCgDRXeOA+xaAxTylfivrxCEDC0G5lDRwzF7QF2VsqWeHmtOONkL3F6eeVFKvnDBQ9g6u1SX1D082qe94eyMEDZGyOfshhrDS4qHHCWKufGXVPyZQ/gOPpTDXdyTb6Fk4rsQs76Dmpcz+pHh5qGCFjE5gm33ZSaWtRen60MBigBiZojhCCxivyKjI+jH/p4wWgueGRhNAxD7E778DfKoTNuK3YOoTbdpkgAMcpBTtmxENG0JmSbmfcoonIEcJiLNd91cl9Qkv8AylfSH9jcyrZ5gghXcCjxMkQABu7rSRAtlJn8uVRrl5rRlyUm1Sn5chFMa2Tk5/dD0Kghhk+DczNSvzHytepOOk08L7G5tNPrrlku7e7KXBkfVPF5BPDwXuf1Jah5+FaexDk4lMYMdi0oEUP+osPE8pWrhFR8gg50Om0EUcQMQHpnDJnZ3Wj0cX/lgssLIcEhjaAoJ1GKhIhfQ6RgS0Jk4ixX0vqn/eH/AIyxrYzBUWg//o0cek0h0lqBhFISDsaYgjJaeOHRaSDRaOxBZJENr0gPiXUUzpDGSQCBd4xUOklhUc1EAC+CMRvGXumsyIvZijQA6kAQHIIGHZQmlxayEM2Klfq91owQSZ3hQkMBsqrWusUKj0QMVl2eGz87VefVKUK25ELMagiRs+1HLFkPZRXPO5Wdtzb0YQe6L8D7/qSRkoIzYaWGymIUIAhkDIWRTIS3rCPRQkPKqJeI6PRfTJJYTs61bBlEeRC+n9L0xgGxJpkYALRQWB9TSuGDSlWGri9SP1BoYbV34q4zRLThYCFhxwyWkj9Rvu23KHRiycJFWqTIumOiNznJvnWg/RPdh6QixLzN1+xSP9rSUrvMlpQAItsJKMT8FaY7DCVYgZ5lmFFq1KXJVlW5X8PlNUy74q+epQEEDcgAP7UYWGwhOf1JFEAdTr3COWoYZoXEbMJIsOEM9aliqvMn8PdUvyUpB72y1rb+FskIhj26o+k7h3Uc7R/lv2o3McslqOWSpSLLJSrDFl+6qThjy/dQwEYw/dX8/wD8px+1ew/ZQJieeMJUIG1gCn7eXKXTuq8lLonHRe7KTnaF/wBc09+zsUQ+8D/1P//EAEERAAIBAwMDAgMFBgQFBAIDAAECAwAEEQUSIQYTMSJBFDJRBxUjM2EgJDA0QnEQFlBSJTVDgaEXQFORJkRUYrH/2gAIAQMBAQwB/YZggya7q/rXdGa7wHmu6mM7xXdT2Oa7y/Q13l9s0pyAfdYmbFbcOsZ8mzKpu3VJfxRkhqXVLc+TivvO292r71tvqa++LTGdxwdatASASa+/LfOKGrwHbVtILjkcCU9pWZ+Bar8UoZDitP6K1DUYe7E64/8ATvVf/kSj0FfqMtKK/wAlXf8A8oqD7Pr+cEiUCh9mmof/ADiv/TPUc/mUfsz1MH81a1Hpe606TbK2RHo7yHAZszdN3cEYlkyqtp0i45r7vf68HT5a+75foTX3dLj3FfdlxxgZr7quuPevui5NTafPDy/gQOT4NCxkPvXwTZwzAUbXaeWoWoP9dG3+hNdr29RPb+uRXaP647Vdn9efhv718IePNNblRnPH8O6OAlAkerNAl/fFH+3P0objzzXnxWDxmoecDirIRkDuACr4J8crJ8sih4PGDeMfiJfalbdyMCj+mKZN3G6u2RjFbOfbHaO6haOY1bFdPQF1Xf46it4YdMkkQoT07kwxsa6Uk22CDFOu2PPuApHPg2yZJFWn4fBoTqrKTmviAQeeO6jKDnnqlLfaH25NjFB31wBjqXEdpDFmsZx7UU9/befpSHnPipGA28ChIAtIyk5BxTPsXjzeLvhDcEafDBLnfgGa3jTlMVIvl6ZtwNJnFbvahjjGaI59Xylk2/Wl2nnilUA1biIcsci4aM+PLLnjij/Dux6VNbQUyKQtkGgPBPnHih9K8f2yTjNRj07uaWU44JoNvnTnNY/d8Ve/zE3FJyQFHK2W60ZvEj2xjhRvLYABPvux5NI43LnxB2BbZd1Uafq0EKGOOVCdQ1WGe3dJHyug9vsxdv5emI/+HQGpuIfrWWXnHHcIOM4pJDjPNGTufWoiwRsHlZp1Zu4wrVku7pgu0Otvpt/HIsqwlR1GJO0hl4YeVpxjzxQYE8VyPamJ4NMTgeai3kgKTmSG4KZ2NVxNOuI3Y4td4OVY0jEr6jUxwrU3DYok5+bAHJ9qUc5ofQ0y8E0vAHFAH3rJGcA4B3D9c+Bjk/w7v5Upc9vBqNff3CciihC0TivpQGf7Z/BCg0j8nzUR/HXyKU5t+avv5i4FaeEEm6U7R3VnGEwFEAkGGAqW1BuDb/LVz6H2jxp2hT6gqyI4RZ7GSxEUMkveGo6Pb21ut1GSrO7FDnIrprPw8IzXS0m2xQcYklDLjNeQPcXA2KTVvLuXIFQth2yaVQASOKw0jEUtl3eM7agiVU9SgnrdQpXApR8pNOuQD5pQV+tYJPnNYzgea2eMrWniNZhvxQ+FK84rVLW3MvowaggEROPDYAIVamb29mwH8ivrS+/NeP1oA8e9Y85FY/8AoZzWM+9BeCc0xxGT7n+HdeEpc+9Lz9aU8gU59OBWefFc/oB+tDx5rAwMYFL+YuK/6JAq85uJh4On2Yuiy1FaCIYC4MqMoJGaVgsneY7jcaI9you0baui3kdunZxV9N8XN6VzV/JObfZITtnXbFnzXS/8pEa6ZZlskQ1K2yMHNW10gUlsVM3dj8YW0mkFxsGWEqmNgRkmNUMa81IsSMduBU87Ky9t+LecCNN3nrd920+K4wgrgDim4ob/ABUAztLUVGB7UqfKaTvMpMeSe2c73BrjGRzUrYHFS4y1P84oe1BcU2eBQJOPOT/c1igcEZrzWABin/LxR/h3fhKXJFRE5wRmoIZLhgqijpV1uIyMfc8/1FPpdwgY4FYYMyMMEnigxPio/wAxKP5Q21d5FzLWmySi4/DbaO6OOM1NhopDtJa00TUtRheaK3ZE+GvrIJaShjUVgIXkLQlRp5igvJEkGRrSQ9sMCBVzjYa6Yz8NGK6fH7umKvQ7Q+kZqGORB6wcPNi1wKsoo0ZbgA0xt2wWq+upFmVYWKx/ESySBC1R6cxXeXLUOMR+K6zPpjFKfkr/AP3aT5xSQ5yQuTDbthdwo2zkHBFC3yQBzVoBE+HFSRWzxtgA1IqoWVcYlzkVL87049XND/wgLsAK+BUfmygFbe34y4BeCEDAYYk2qfGQWOc0COK9qk/KFH+Hd/KlJn+1RRtIwCk1E0emKjuQzXmuyySAR7kA1K6U/mE1Zayf+v6hcQLeRyTwYxzGdrjmMA0mO6mKzmFqvSfiJsVpKjuHd5gi3Sxq2Nuo32iaHH28LNOOub+MOsCJHHZdaymZTdxKyfG6drunSSW5HxksMz3ZQbke7MqqFmcuJuIznx0wAIIcV08ubePHn/phTV1c/vKQoOIrI3Ea+4gse15xiazUkZ8XViu5SaMFujbmzm0vmad4+djLnDCusvnjFADjNIqnzyO1k/SoxBaIGlwWkvjIzbfSPiZQFOSKhvdrrkZBdJlDIeUkuFLbWO1znJNSsc8+JwAN/uWyc1gkYA5jdYV3MPVJO053hqDSedxpSd2SSR2+4MZ4lhK+KFZwPc04GNv8S78JSnKke+irGD3JR6b+5+Jl3L4wfODQQFSduTsABPitHuQj9p/l1m3iiKsopGFR/mx0F/BYY5vOLibiopnicEZw120Fn3QfxJ7qe8bNwxcmPHg4Gwn3xWj6nc6bMHjJC3Q0/UdPg1G2Eccmq3KvMUQ8Tn8ICulubeHNdNflR8cbAQtfAx94SEc2zwxxBOBUs8WRyBU03so4PPzjDXUDCNuKgj2FDgbhjtg4rrT82LjFbgSPcKce4qCMdrc1XpL84pIgAeQafxgc0U4GPSbBij4JNMg2MRRIPGKl8Dip/wAs0ceK09MmWTyJjmQ/QL452hFU0yrSSYwrUG7sUg98YUNmhyP0PjP8S68JSfNzVsuzTJ3U8xr45raNopYjjjGGjHHjPqhkBBq5Tv6bbyty6ck4pSRKoxw3ERNXY/epgRUUJmkVVOK1DuQxRxNwLSFXILjKNab2bacKmnscmrizFuiuHBrpGNruxvrbcTV3CYrueJvMnyYrpjKWsP16YB+FVjS8IORUSMBLIzZqTUJ4ZCdm9Eu5S24jcBfEAFoyoGqPuJMfpE5kty22oFD88UfFdb/OkgqHLyKMcFfUFqMYsjipM8jFKo9VD60Rn+rlXKNhRSt+6bj5HqzU3pbnmpm/DY5rdux9LT0wzkf4A4P6J4+tPgnFbM1Zr+FNUgI4zQYbQKPij/Du87UxS/8Am1O/TXQeRxnNAjjmhIuAAOWcH+7oSdw5pnC6OobzFkb/AGpDiSPJpx+HV2M3U3mtPeK3u7eSbiPrIRb4p7YjsWcixwgtSMoz66W5CAg1dSbkHmugfwxqEr8LqVoJbi7vFlUIR6Tnk9OD93h4xXTPNmtL8imjKE3Kc5+FlnbKchrSeNwgzltPu+2A7bll06QtuBO1cmDtVaL6W9yUycV1xgOq1ASro1HHzVFIGtNopicnit2Bzih8tE1zuXmslbEeajcePa6IL1KMxkUFPvwLQj4eb/BY8+1beMcVjcMHGWyASRVixEc5NSt6QaFE0f4c4yoo8VZXIjQoc1dwywkEjAVuRW6mf3zVspYNxV9OJLaO2AC0Bu3fVTmeP6BcxDmrz+am8irWJJe0JMGtS0UajokbRL+Je2UlikSMQQZGVxuOK+NXADDnuCULtGa0ayi0fpt7u5QpNc29zLDJKhYxNwhzXTf5ENdNH91UCoB+CK1C7t4nAyFqzlQwo0fy7VchiOSxxtzxft24dwFR38InSFl5hATaK44rr3AkTApR8uKG3tgVZv6WQmp4zGzE5w58Zat3tSyn/tYjuPg81clVttnAYZGc1N6snFSZCGm/TxFIEBQeDF8pXikO04bAosu3git5x6a9WcHkKOxA24EHzmvYcU4P1o+T/DuPlFcjFWS77iMGp7WK8hVScG40+6h3YjJXc643xOKjsZLjA24VLRbWNR5q/wDI25qIlEce8eFmU0D+EStXzYu5yK0yR5LgKTSa/d6dcLbD1Qapp1zq1ut7bw5aazulLb4nUxWdzPJsjgdzpOgmJEluU2NrmoXE1uLN2/Ca+nt7L4dcES/ISa6Z/loSea6b4t4iKNw8fC+JoReRSNI4E2kd5LZVf0lJUIHNFxnIbi7lWVCqjNXqJG6FcGaD1RR7hyQQu6utSSVJr+sCol3Jj+qOGZNuMUm2Rdk/Ju7E78p4+FlAxtJqVu1w/pOn3kcLZcGu+JxkA4kTyabPO7zKSUJzkv520p8Go2GAC2alVi2cHGJCMbaVZMj0moUEbB5gcTz904Py5HA98jNZyM0f4d0cKvJAAq3cxyo4ppfQhVitC6KtiRshL+wON0MZr4yFj+Gqqs0m/B9r31MCM0M4HkVGpMyUv5X66hg3EtabmOdXFXsIbtTlqTqi5sFigtArJDrVgsPevreNm1DqDTxHAdJsl7tlqc96Wabg3Fit0fVWt6aLONZA2UcZSum+LSEe/TcatYQsaldcZJAW8jf4hZ7OrPU0mQpMBDcfEPu4OaR2Y7c1t7CPO59Fmg1HU2cn8OO5jUhHxW5ZEwvjrhMSKPZT+KfpAcYNJfw/IV9VxdxAKYh6473G0PyrX8SJv2+q/vvipyccwwyOQy/LFhI0x5P61Ns2n6v6VamyScnkBv8AujENj2iuNuN3qpbqEYJUZe6iGPSKe47hwPHJ98DyQfA/Wj+ng/w7v5VHtH7cUV8ba+MXtKjcGSTfitvioXVVxXxO5dpqQ5H1o+FqIgTKK3+gg1qA/e5hiraHeA+QCYy3zsCIbC3f1NgNqUDsqQqdzRRXOnw/iJtbQp+5583cqQnZnnXn7lqhySM+Ca6fwbaKun9/3OuzzYQNd2hjucgxWMIBHtqNg8k4MPoXT4SPw2OTBDHDulmBxqOoQmGWAMc6XqiWVu7CMPLBO13GZ5IAraRfzvmBga63Y70BpVy+agifjjNRWyNgMvJso8EgA1I67ygFXbL8MFraQc4rTRiJ1pRjaTwWz5q5OWqUD1AVt+tB8GvofFbif8GHI54RcVj3HFDxR8rxRyFUe5/gx6VqMyCSKznkT7l1T/8Ag3AqTp/U5kwLSbNh0pqsz7XtJqXonUG//Vlqbo/U+5gW0lDo3WlOfhn2/wCU9XAz8JLUmkXsDskkZRrXRL+7ftQRlmvemNVsABcR7a0/pfU9Qk2xIXC/Zx1AZQyWbED7POouxv8AhiWvPsq6pmuXf4FwkP2Q9SdmPdauhk+ybqJQNts5LfZX1cPktHIvOntT0+4AkU9+axu7wRRyIQp6O1HSbKO7SP8ADe3miud984EWr9qaIQwNuUxcYrSdUgsrZEcevpvr7R7WzSKaUbj9pGherEyCm+0vQzx8Qopuven7iPttJmoet9FhIdXq7+0nTSIoYGDG7160dg3pFC+sAwMc2Ba9VWMcSxEKRH1JpcT9xMA9U61b6gymI5KSbWBNR6gixKMUNVUHcKGqoyNxS3kbXOCPTesrhQnhLdGPJFQqsb4yBTywxj1sDXxkAFSXUWeKkkDEkUgDvtdto+7rPaH74NXA2yEDmh4ANNMkfng/GRZ55KTwtj1baeaNf6sj4qHHz0L2L6ZprlMAAj/Dj6igpPiiCPP7XSqW0fTmmEwK0ks1t20j7EW6SSCxnZpkXba3dvkTJbqVk1CyyIlSPuRbEuC0kaEfEW5x+AlSXaA5W2jrqmC3lug/aRa6VtY4brCqK+0UY7GK+zu4igvpTMwAt+obS3yvDC21+2upezHIA0t8lum+Ro9tvrdvdHbGyk3l/HZRCSbAqXqW07bLvxXWNpaNm+t9rHSbCK8ngWXx1/aJZdP2EEYGNaiSa29WMcRMVWiRz9Xc+Rit3ggVIWVCTkG2G4HzUY2gVogikTdJsK6uIfvSDsgBSfwVrOPAzQJ/7I2ccknjOfbcAK3/AK1uHn2tCobax4uVgjx2/PlKeT1MuST3T/uruH9cdzOcE16sjk1yPBNDJNLnGDmt2ODQyQvub9D3M+x4HByQSOM0JWyBmsnig0mCASKRiM5JzF6mC5o6eVj7lWahowx5q8GJeP2RXSqvJ07poUc6y01o8UjnC3EsOr2pct27jpee2e3eGY1IIEvJrjICy62Li8gtrQ8tarHZJKCe7NCvZD8btas7q8dfh4HNaNbahZ3iNNbtt+0MswtWIIrps4ucjyTgZoSSRSLJHlWuteuC/YllerCdGCvFMY3aeeZQsrtMJBGVPpFa7uPoHy9OyLHqVp3VPb+0SeK60a3mjH4esnEBA8PkuSakZgTg0jszEZ5tBhyTU5Ey+wqHZH70sg4zjC3/AGsqrEBZ99zbtk1nMS0eDQ80hxxWf058+Kziv1BrleRkVz7sTSn0A1L6ZWxX9qz5yKAzWSPAxWc85xSHn9Q4GKPjIq0JLGtQO2T9Hcj+5Zg1BiGytGRuPakY8eaV/b3ifaQeaN/M0Ow426U5aDnzffmj9ro6Ro+m9NYVcpFeW7tPCHM72vrWCN0dBeJkxqRTy6i+I1RydFsbe3Czz2xa47vfs12+itStNTeXdBM2zRkxaxiQBpJo1Ex4GPtLj2pavkV0sm+5PirT4S5G2NgztbQh9vFa/pYc92LApZ5oHDoWzpmvO4aOThlnEqjaC1LZRSY3wbja6FbTXlvEkQST7ULFdP0OCBcCtWx2dvvNGEyTT7Gz6hUKhpePK+ndRtrht3rwPgJf6pjlbeVP+tzsYAbjmrfHxFsMUPywPfnP1rIzSc84rIo+BWD9Ocjj/czUfH6gHaD7TfmnBrP6msjxRHv/AIbaQCgTgcit54qy+YmtV4fNEE+aK8+a0LTY9RuO25xXUGlxadMFjYUnHvzlucUknK+1CQFce+nHtodtX35i/tdHDd07p3ipO3HburZoaBa3ULyRMy0d0MZX4XNafHE6dx4Yw971Bdx3c0aLGo0y/WawiD438HyBttJ1hxmppo5JkwcV9ppzFbpXS4aR7hEOH0GzubR8uWqWVu4a1OdPgm/3ybjgeDHbzB1lBIrQrWWVI3I/Dt7cd1kcYECJFq9off7YhjTLUea1MZhy1XXrytXUF1HIdrHC31xbv+VuI1x/6oWpNeOPyGxFrcb/ADxFaiurWQApk0zBh9KtVzdQHNR8otFfc1gf2oDA4r6CtwocjwKNZINIAcc8OcIB7PwW+ufBoDgfVclcV+mOOeOKC4PtWP1ryCas/c1qpBbNNIq+a7iGtKvfgrxZgfTrF6L+cSIxK4GKHtW3nI8BTkGrAen9L38xf2ukTt6c05vFemeLHpJSSOErBH4vp+3IFTYUk1R45sqPTHb6fKZJrjBZIwrwtCQIidwUrUjbMecxNvccYP2j57UO7z0pkXXGalKJbxHbtpmDyMFzU1pJdLsjXNX2nrDNCpGK9KqIeyNvT17Cu23DVKLdbYTouTpVs95cC+Hj7XSz6Xbt7awwW03eBJN62OafbIwz82m9LveEG4iIDdKaX3GjWeMzXXTrW8hHbBS6sIxIqgYqZJLGVZo+Vgv5bqRByBbjbdwfSMYiUGnzxjigOBxysTN7Va2C7cu3q+7MM2GqeMwcUCD/AHx6uajU4o/IakPrwKXNKBjmtvtmmWj/AOcHiseM0QRjmrb5VrVRtbkUwBHqArZ54pIS48V28U6FcVg5GMAAHAK0JmXHFab60Bq+/MH7XSw//GtL81GuD5xV1cmCQNirfT7y9mLZbZH09a7RuyTNoNkQQFq/0q8tBmLd24buNokQ/m7DOUH9SWphcODz9o2SkNdDqGvHBwaTTLSaKIvzWo6Xp0UXdgX8Sw0iZwXCCrvpySZHd4wGOgNvjh24Nt09c2txw2Y7iPtadFGJOelY5IO5BKcn7YF/4bCPbqXelm0ecUl5tOw8vZaeYV+LuxiOHqyWCQBY9w1HUDc3j3MPpqDUrpGG6VpFbRrHWNOS6t02T9Q28unF4JB6tH9TLxVqM3tsPb3X6Nz4qzgiwDLwJrpAxRBx8ZNu9PiO9lXBY8W6W2oviRmVruIQTvGvIVQ3vS8J+vhWB8SD8Skhz5psIKMp/wC6vuIDChCGYGnTj6V7+OGPqq38DxWrrzyRhgM+eM4/sZmjIK5wtwx5Nb96/qFwR5qNcjB8XbGMj3GivuhxWofnftdJc9M6UTUydm373O+03anOUkXFQQrbIFUUG3Lkc0vrzxinjE2UdeNSgOm3HxW30WFzHdGIxxkPkmQIeD9pUe1Ia6N3C7kK1p11ujAM+aj0020DTz5Jh1uGAM8nphueqczCO1j3CzgOqWxmf8OdIpVaW3mn2C30t7lOHMtaNDJHcnjK/bA2dPt66pH4TVoGgrd3Ml1LhxrU9yLrtFHVF3c7uKyKBGfHNrr11bQi2j9KdYWJ1C0tL9asbFIE3ZwbPb8Tat5pRkIMmoVUsqk5q5fYoRT/AIEnJAFc1ATEyTKfU1h8XbyXB4Krs4GDW47frQxsYnweZyadNig7qd92MDAz/hDO4bzww3RlvIDZwR4Pk1bfIK1ZvxKc9tcnkb/SOM15Hq4G1fGaB2NilPGaViBV8oO01ofEJq+/N/a6Mz/lTSzWpd4QKVAxoUakySbRuu7oWy5/qj1V4w7kZWXVp5/5bcp0yS8mGZmrW7dJbMljk6O8KIm3G5V3TAmvtR+W24r7Puz94SxzYxY6ba/FxBOa1GMmwlwOWjmniEMYybeyuLWaORou5WkR4hjkK7a1zTlMffjzu0pms7ZE2O1WUixtKHPq+1vnS4GrqUZgc103cx20MzuQtajqIv7tyQNuwE8DIitkaPcQMi3hI8CriFe0wHpMjtPo0UWSaB9va1wJ7ZQaXIC1ZQPPOCvIv/RLtNRRIyDcKjtUYtuXFC0iOQwq7jEYQJ4thJPaPFGaAZCUJrdWDtNJjv8Aq8XTAxKBQUMK2j+x7ef7dvaCTVtIskLJ7/JlaJNW7elRWq/OKnyy4HhBjH0VTwPYp5wa8AHNK4JpHGMe98fFaN+Qfpefm/tdIlx0nprIN1Xt3JJYgovPTshZJAcZ1+OQ2wKefUY4VXc1W5lhk5jIGnlmXOCBqy/ub4xWlyDeRzW4rcIvgfaifRbMK6Xft3obmulnaW9G5iauCFgkL8pNqWlpK0UcTCddTiVldwBWkapHfH0KpGuTiKzYhRVlrEcVue7VjJNNfIxH4f2tgrpcK11GN1q4qy3zCSAcKqFZHA8o3H6xnbE3g0X4+lSFpWSJRy+kLZaKZH/Mkmle6iRRhbfPx1sKYHA9qsJZYZ9qjjUQe/k+YplCKvvHMA3mt64BzU2GFafd/DRynjDMZJO5X0zQPoY+SoHxPIBq9jIAI4CsPTX61xgZpj5zgrap6ZGwAGzuOa49qt/lWtUA35pgCcHmuN2a3jj2osuTk8t4qP8A8bh9Ri8biMea0YfhZq8/M/a6LZR0lZBjSDZpgZlFaXcrBenuntrKi3MJXGV+ANuPwlFLA0pxIgqBBFGFxitdusRNECRWjxQsqngtPH+KstfaYd1tatiukQr6gI2XI0+Rra4ikSI7dS1IfCFV9Rk028kuzP2+H0W4eDuKDXSpezdxMuwdRXaGKOBea3blVK0ZB8TEjV9rq/8ACozXUTYgatIvETUlik9KXOk3DXd1LEpMRZs+aErAYzwZWq1dhcqxzm4vnl0trc+uQ2LRsrN5tG3X1qeMkAxoT5gm7MgYDNXDNcfibeT8v0rew8Gt0/uwoSuC2ScRzYQr7ACiRj6UOKVttzV1IHQZ8kY/sjeOKHtyTRZvlNQzmNSmK5JPFAjnPmD8sVqUgMhFHkHiv+1If/tD/uooDyeKC4A9qyDirk5KVo5/BYe1384/a6Rmjh6T055QWW/1+3SzMCMVkXV4Z44jK2ybR9ZMkcccvCiaN+VZTQ2gE5Falq0FhA771aRL46jfJI3MaNBbqrAIivdrM20NX2j/AMpD5rpFJH1OERYytrcwRIWKkWsluZV753CJrGVPwylMq7fRt2Tm1juGZM99LyFWL6ioFX/3fbok0Q3DTpBHdQNxX2t4+6VJPHUnFszU14Y7hSK0nWYJYWRirG5sX+IkEI3AW7tIITlWl6Yu4RGxIdGtbW0wozuZjuGPGpPiOPHmwB+LtARRHoWiceatr2NFIkUEnTviU70XyyWVwrMBGxBglUZcEUSfFKfalzwM5JA45o4G00SBM5rf3OPdogV4oqy/XGHPODUUBf5sipLdIVB9yc4rH/3ANygVqhw5HFBuM8isihHyKZT+tJx5rfj+zsc8Cpd2ULZrSPyCKvPnH7XSfr6Y0sH5dYsxPJA1lGJ2s9Oimux8VGY5JdGu4IleA5EP3ohO7dtF1f8AwpbmrtmkjMkyzCinYkhmhk3w6rq98ZgiTME6aLzW9u0rbn+0tRHaW9dHyCLUElPy/wCZvvi7hsI2EUdxb6faaeCZA76E63kc/Yncm5vLuxV1eU7dI1SJ71WmYNXUFlLPMGSdUjuZTCIo5LhZF0Wdrx7Z4gSv2rerQojJgHqRc6dLiu33pmUNzBbXdsMI7Vb3dzA4kdiTBq+lPEsk1tmWfqKGaHtwbs5nml7jk4APA8m9DMyqeKs/520BxXIiH1IOCKKEke1W+o3FvA0EeFEOpTduRJNrVcyBl2e+3Hnih/4HkYphnHFecHGBIPWeMVGce/Ik9INJcxnG/FTXEavhFBBusAYFSzSSelhgY9jmh+vm1Pyj21r0TAVnigeeMVCM+PMnAoN4rdzxVrJEl0rSj03UlvMuIwBWl4RCmcm75cftdFRibpbT1J21BY/CZlRd1PaPeHfIgiq1ZraPtMxkUmIrgxir6cW4XbH+FqWrxSQCERKiyzSRGRNzhFEczg4zWkN2ZbWJeB9p3qtbY+a6dn7Vw3GRb6gNPupZgnFnrFzqR7IU9rTtQi6fLvH6he9TRaipjaJd5meKXejVqeqT3lvCiylWW1uWYFrlzWi9TxaTZJC+1n6x1uLqXTo7ZMYv+ijd2xhWQUn2PziRpO6Fo/ZbdlcfEDN99l11awtKLhWaPpa9d+yroKi+zjXTh02Uv2e6uv0zH9n2sk+Uq5+zjV5XGMVD9m2qxXMExINL0pclYxvWpOkLweGr/KV9/vFP0neogYuMTwG2lZWwWm1UJK4PFffFqT6t1ffdmD5NL1Ba54QtQ6itvG04bqS34Gxq+/LYnlWFffcA8K1HWAxXAIGnEahnGcS2piO3OCFJPvW0gfqR+lYxVr/RWunMyCioXFL581B4qbx9P8G8jFAZJzUSApuzWm+tdxq7+df2ugVEnTVgCak1JITtfApNatpCqZ9SmJlDbs1nng1fTGFVQgSG5026nuEubmGMWt6IL+ORnRYFh0i2t9hWUSNp2l3TXbTuyKv2i/ycOea0B40uRuAI1+HvlPhRsrRTqMUiiIMa+GuFGZ5GYpHK9wFi4r7umHOc0LZ1PIrt7OK7YYjPFLbn+l2A7cq+NxoW103jIqe0vIkL81O7y2F0ZOGlkaK5AFaI5nsIWPkRZ5IrtY8CobdpR4JprdovbNY5FbvY+qiVx6VXNyS0ZxzWrj94l9jqtwBdSoxNG5THnIS+hHBUV8dCeRgV8dCeFIpJonPzVNdxRNyaGqW5PzYqOcS4KnNdKD0Mfa/OZMUvHtR42gc0QaP0qy48+dS06e7kV41OJ9LuUjD7QCAd2KgGF8ZNwpK/SsDd9KERf5fOHDkMMVGcIQPOlHamw1d/mD9roBm/y7ZYq5s0uDuOMyRvC5k7JAg15UIXBqLXLc8sam1HTpWV2kO671qA2zojgmefu+kcVHYSduNjki1nbvpbBq+0iIRafagVo6lpuKazyNxrSp47NpC6jM9/HMcjFWu0Tk5pLkbcYBqYBxkYy6MW3HgYywzVuu/9ajjIx6Dm0CCQBx6dRhjNsQqir1dtteAjBux+9Gunf5O2FBypw44Uo/AHOhW+0O00fp1CD1NsGBjaTuFb1H9ArOCPcTYMJOAK1gEXk9dQXIW/kUZoTFvA4Uk7hTZzycUgyeGNIXTBJq7knkk9SMFjGSM1pn5QFdJkds58XFpNJKe2jPSaVfMQQm0RaMQMkVdW0URK8Zk4q2bABxmotQSF1jarnT4LuBWRwauembhZN0HNDTrq3wJIzmWyuccROa+6ryT/AKb1p+iSLEpkVRV9otoIzN/XKEGVA2nRhujPjdefmD9r7O03dM2JqSORG4j3h4FkUB4TV1osYDOq4oaTvHEoBk0h0/rBWPSGkIXucwaI8T7m9dGM9tU2kUsVvGUYACT7Rn3WEDZ46Qs/jLsxD5rjTZLdNpt3Y/dVzduEt7WQNPpl5psyx3CHNsuLnnNJB6Q2AKkbY5A8O5II+Y7Tx7G3l7MgIxUd33cKQAEA3A+w7ToAxDVrKbYr/FXefiua6c4tbdTTsS3tVmm6X3NQgRxDHFTtH2jvxmSRS7YrnP1p2PtXq7LZOa1ofvNznAOuDdqs/HEUPGfNbSGPgB1zzgVawjG7bTW7fNjCm3DxkPipR25cDxpY3W6tiukvyZDUNzDH6nZa+9bZD55uteXHbQVJcSyOWzxycZq2x9K1WRkcMvBh1m5jCqHIFt1UFZe/8sHUVjNyNtfe+mlD6o8nXNOT+qLM/UkbZSJFK3Oolgyl6dcktnnTlwAMir78wftdOda3WkadBZrjbD9qMyEbokNR/ajHn8S3Wv8A1M09wFe1GP8AOuiOSTGVqPrDQtwzlRb9VdP7wd4BTqfQzyJwa+/tCl8zICb7RZGVhcLX2iXFrJb28ds6svT2sPo86zrjK/acrKvchjY2/wBqdrFj92iU3vWdt1DNtWNUaHm43CluVCqhFXBHfODxu9VPuxSZDcjiFmXmhfKhxXx8ySL6sJey96K9dvF7/Nmunz+62tDhuasbWZCrPG6pq2pPaw7IE7kk099KhLkqVt7hcb45M+pcAqVIBx8pFMw7R+uu5792RWsQk6hM5FIcLtFEEt712uPqIiy8LRkflc1K2EepxglicnRv5IV0kC1s4zir3ejDBIok4z6i25yd+GzH615+YDnGOICFLZq/gM7DGKawYfKc193yeeaW3miPCk123Puaa3PkrmhujXCDFbpDjcCaMmf6SK0nO715AvSDLx+0HYe9dxqEjD3oXDChdyUL1uOKTU2TwMUNXYH6197E49RUjVnAH4z1d6m1wFzI5qS6l/3V8VJ9ePi3rpi6kOpRrmofIxQx/UaCbiSc7UgRucV8NCPNSWqZ3JtwYNqnG3K4Y8jBb5KueLG8Iq5XN4VrpLTWu7W1IZcJpNvZSLLI4aru6nnXtxLtEWn3MvztuZtMlHHzVHcmGRI7mEMM2Uo5iiydLhmYqmANRh+H3x8CtY5nmFayAlzcCgTWfeg75xwKYNCis2K7m48c0Vyc5q+jx6gMVpLYtFHmukeIXFaofWgoNj++V/Wtw8jz3P05WVlondz/AIZP1/wwK2A121rZF/srtw/7KVtny0zlzk+f/Z9LD/isdR+kJgUDnjHAkCHcxyPvCPOPIW8R88k0ZLVU3yS7aW5ikXgjEg25c+PimkJUDNXJzYXQq6/m3xXS+pTWyQKCdqX/AMW6iQnFukLogRlJjtn5ZDipVdSFkIq6gjMZkYA05eORlBK1a6ktpChmBL6swkLPWsHFzPitYO+8nDU2AfNDGcZpkIPmmZ3CqCSMgHB4qPJXcKlXuJ9a05QluBnnpJvwpAa1T8xP2sn6/wDvul+NUiqIeleaT3qcbS493AQnhqW4RMZJxcXcUq7QWzZzR7okUmpIt0CAio7D93MgTFXIK2N2D5uP501pOnu1rbyIOIdPk8Eso0XTY1/GacqLq4MCL2TlZbsXMsAiBczxqu1GrVbVY/3lMVp4hulHcjydZwLiUL41ni4lrVmxfycU8S7eRTldzKPMm/y2ahEkisRk1jwCOYYAUMZYIVIGVByIG2hMZ29Kco1amPXH/onS/wDzSKg+Mea+IIZcECo3DuXfAJltMFG+ZYbQ4zCMJa2DEemM1NZ267JbYev5Yl96t9TkMDgjAvp+5Z3beKkw16xHjp+4f4K2XPpuNiWcTqAr92VIPSxzZXUphwz5FvcQWrzlguZLyS5m3BvTfrvsdp82kos2ijnYodXMfxEux99a0MXMwrVcfHynzTnOFNR6bCTufIN0I7h0s0FRWEFrErg7g+nQrly5xK0U6s0LFGeNoQBmraR2aNc8dKcI1aofXF/onTP/ADNK52Ljz2yGL4w1qkgu2md8o2xpJKUM6llO2g3w6RMvmxIYhlYNV5dLCgXmo7+IqAKvSBp92cYpj+NmtGv4LexthIcGD96t4WAzGYTcbzCmEt7Cea4WWP8ADhvNMuXL9tQRNHNZMI2B3XNxOYATlavzm2gY+T6q184urg1qT51NuOHuGMnb2io5YF2yEqajtLYRPcsQHhNsUVZCCHELuYsirkW8cvaUYOoxr6dvAto+28ZBBrpQfhua1M/iqP8AROmv+ZpSjKCmQYzjJAK5RSBUVrvb2ylhwVBG2Ww3qEJq1f4FUixzK6XCgHk/CwqeEAF8B8FdKMASkCVs1p3d+Eg2W4kWzuZFgUZxWjSt8K28gmKVFTaMUZ8e9X81sCryx7zeamJDtVCE1A5sbcikL4LHhdd9V3cj21rMepMVpLsjG6JSxit3O83RUi7S2TYWMqDUEcZAK03daQXCNmp2UOJZBl5ZDO2M7Ra27pMuSdvS2Oy9ah+Yv+idM/8AM0NJyqr4oLx7GiADkgbY5kH9WDHOhHJwTMM4X1Gcq360pwQc4pflq9bdZXeakUG4YHxoFpF92wChbIPFWl0bUdv2S/iI5IFHUYfIarzUBP6FHBCuRwKnQfCIvmpQNjLitbGLq5rWx+/yk0pyamPrOMgiWQcNUbn/ALpvIB7hFPISfVzSNuIPFWoyqnzXSpOyStQ+dP8AROmP+aJVvCZtp8ULJlxzxdFo9ylRjcSwz4jjbAbJwmcYzSJwa+GzkjykDxg7yMXo/dLqpc/FceOnfVptvxRIHFPyRjNW9qZXC+aubeSOTFbD7ZoLgg1kuoFXakEsvFawQ9xc1rUj/eM6HmlRwadct/8A2EOQc0jLGRuoy7lLKuK+akGH/SzX8IH26TP4ctah86f6J0zxqaVaXCDYvity+lgav9rSHzQQbwOat4swBjUkWwbgK2HANLJtOB5HqUkmr8EWl0tHi7lBrQC/3bb4xju+Pq0zxnI5qHUXhw2KmuVnIb+oz+2KRtzD6b9nB83TA7wcZ1gbbi5GeOo5u3qVw6nmzvXOWuSCJZ9047dIGVRuAqRQatruKO1nt5YgWB59xXHIq1b9z4PPSqbYT9L/APMH+idM/wDM1NRtyuSa+JnCjaSammLNzkUh/EVeKtkHYQEU0alcZpoSELAcJNCh9XJS4jZSPfUP5aWpcC9lzXTzj7shzW4YDU3y5qKymuEMsedpjeOYI2cspx9AoIIxmpz6lIqcYDPjnXW/GuiK6gJOoTYDY3MBgZxG6xkNhiYriOSJG5zsPBAqWUK23HqAP6kxqXyMYqwb8HZXS35D1f8A5in/AETpnjUhTZ9JGail3KuckEb/ABQULICBho9SZdoyaOpOW4wB95PtIUmkReWxykgXGCwN++bO4q4x8WcmrXUL+GALGXVF1jUOMzkgdRXJUDdVr1lf2SlYgjRydY3dw6yPCgpeqi4I7PP+bl3Edqouoop2VP6nkMq4NdQhluLlExmz0qwu3ka6VC79M6M3iJCH6Q09/ESrQ6JgH5blaXpIIOZau+iYpRvjkbf/AJPuOMSmp+mJ7SMu7Gkj7SsK6Uy1q59778xR/onTjBdRXNFhhcMKEiKMcGu4G2jxQIx5zRbHOaGSB4qPwc7QA8QxmpWXO4Lxd5a0uQauMrctWi28E1tEGRcfdVk3mFK+4tPJ/JFNoFjt4i21/lyyYbd7qD00oH4bkUek5CxYTeq26Ze2uIpnm3IRjFdSZF3Ma1Gee2unWNiB95Xa8dxsJrM6gAyNSa3OOe9Q16Tg781Hr+Ac0OqB4EWavOpPio+2Y8CWRSzFBgdJn92lFXv5o/0SylaGbuL5GsXJ4BqLW7gA55oa7LgHaa+/5VG4Kai6hmOMrUWtyMqttORrUinBUkR6x3PMZoaoi8GImrrVlNqy9tqn9dyzVb63dQqqIcVH1PfgeQaHVt6oU7Qai6xlb0vBkL1WpI/dTUPVKv8A/rEVFrSPgmFqOpI3pEbV8Wr4BVq6huM3kgxVzYJNM7k0+mJjyKXSYX58V90If6qOjDHpkxT6UUye7SW/bJGc01vnLZrtN9RXSa7YJQavjmRf/af/xABCEQABAgMFBwIDBQcEAQQDAAABABECITFBUWFxkRKBobHB0fDh8QMiMhATQrLCIDBicoKSolBS0vIEFCNA4jNDo//aAAgBAwENPwH9iQGqw6r2Xt6qUpvZ3Uunf7MsvVS4svbuombh3TE0ubW1D7PbjNed1xssTL27lRS4suaGGXdHuB1WW9ZZYr+V+q/ltliv5csV/JljmpfhPeiyyxQLEgULh0f4clFQkVoiHp6rJSm2XdYNeFiMFpci1LKJu32ZZd1SmXde3dWn7OklliO6yTWyUuilIYqXTDFHD9644GHuq1tLFuKHH6eE17VWDYV1Rbp7LHcvZfLvp6JoWyI6oEAcEICR/b6IfELajV11+Wnl65UVeAC8qrZUp5ovZAk8j1T4XjyaApDu8xRs3BRAayTO43dFF4eyM6UpXf3R9J8kAH5cUaXiY4Jra1HZRRNmfOaLMGtlNbMJuLkQpj+nzepU3cULNAuDSTDNh1Uq3Y8ty507ojK5WH+1A0xl0vT6H1ZPPK/ggeX2S4r2dBpaT7qwad0/JONJeqfqCrMKIwiRnUV/eA9YeykN4bsrOHJdwFLijuoy9lLzcrMpU0QEvN6cX4L7o/lQjIfJkTLMKIyvsUV+ACLaZeVQ1eScPwUu/MIRRPOdURQbk3SFMB+V+D6Jq/0jz3V2nvqsMG6yUuiA7Kx93NPICljIGTCc9nogwYjETQhELYfLLnqgR0UyeFF3byit4eieWsNqfV24IGy75VJ9ArtFIuMxLRls8WA9t6J/UH6KvJSpkF7dZKlmHjqnl6DcVIvfSzySc9PApUOS9pKU7sP3m0eieQvdnV1xLK3Ay4Jx08yQrbjxQHa3M9E99Ka2oEItLeFthfd/oRjivvn3TBsWYqANnRCy6nGahh2jFWx26KXQIzep/CoowCW/lCiqBJ3Y81e+UumaaW+EdkL7pOqcrU1l3ufKITfSeSLW/wAoonkHylvTSxMumqkD5mgHmKsRRSm2XVbL8DPcj2Acr/r0Vj20RboclPoukkTbgQtkh8Zd6p/DJHwq2WXJkYuybzzJBuiswpLn9leUl3b3TdqXLzncvbxl4e6hMr5gT3S/eOeiDF8ImT9j5cm7dleNy8fj1Tyyp5kqcvApSvp7IsX/ALVtw8wvuX37KEcU82sUAET6cuilvogeMtFF8uM2VYodD0KhccvM18OLale4wtULbIM2Epos99QtgEf2iXFFv0puLKlbPdX1e1PHCQLRKfI6qNjkZcFsjVh3TQubLFIFuU/HRDXOfl83pjLcE3bshuoyPOSws+nwXrCk25d1OgyQzvD8lDZhJ1vwQ5ybgnQLje3VN1XSXsh6Pzkvaua9i/ReylSsmQ9FKLlJSKkHwBH7xz+lSB/x4LaloPJqjjv4ycdO6ztYeZsgL9/qhXdNACm7wqXnDVbUPRfcz0m62onf+mXNf/sxDhgg3TVMGArYoPiAB6u4D7vZRfKWhLWT6KKFxERV281UR+U74W4KwYsOzpw3mXRbIbhJYf0tyQhhpc0PGaBfiFLo81C9Bk5zXy9FTZvt5It0UrbXHZD0t39UNl8l3Iku7KtP5R68UwGDhuvZDdKFXPgHTka0PVFjczqkhgC6cT3jwJzlZ04qXReoXsj1YU8opSAyVlcK2+yqJTs3qU7LNcV7ckQd0gXyr9nqP3jnopdE/aaIDw2yZj5ai07LGB5J7yg0ia0CrFeHAZAh769ar25OtqHotg8IUIz0Rau5ioo4AcnFqMAIoWMpHsjFIDAy87oGVCXlwkhC/wB2GDCGEMyhLtNwzDtqg2djaL29FL9B5phzDdSpH8voqF6VEtFbKViFm5C4SsU5gZV5KVLw3pYgABiQx59EWE93aSIbgOckw/TJWA7m0Ze3mSjDgVn5ND6RfSqfX6XRZ+HPFGy2x+CbUKW92TEtuYHmnnkAUacPT2QaWkk4LWhmMxgmAlgy6yQpO9kZ7yAGXsjZdR+q5Ur5evl6fvNo9FUSslLpxUAiJ3AeimIQLB8qrxXsmEr6TXxGhPTRSL30O9NLGi2odXHm9fdHl2Q+JF0Cccwh8MmGdCwaiM3N8rVc2SbstobWMNqEA+/Ztolg4fx0C35bMU9eP6URAfyJhlZ6Iw008wKDClwhcjHFP2ZUa/xwjXN7MKWKJmwYApzE+ld0wpHUjUgKzhyTA8vRN1ClnYuNhTs2ElFwlbm6oqnGjaBEj1yTODp4yfyWLcUTbWS9CmG7JQ+nunRayv0r2XsEGL6FkGnhLcrRkhMaBkA++v7xytkPnJEc6jip9U4zpPd9gaVs2QtUIhnmBrJAuU4+bv0X3B7Lbi6J6aIjh8pmmL1wbnNbWzy6OhfPCeiMmtFFDBFHh8rCiEcVrUIkq+ZAstmHp6JwB/j5uWz2QZocDPqnp25p2EN0wzZXLHIT4J5ZOKT3p7c2fEXKHWxMeLJoQ2Hyqv8AkJL5ejHRbI1kEPRuoRaWj6cVI5DrgsbZhFoeSb/j5yXduKM+AdT5KXT1TRfpn9l2MuyD9PM0zPo+svsAfRvVFPyTDp+82kwcoTIy78k5TbrN6kN0mUmv/D4MVKQqyLgaBl1DeiMUMkP/AB+i+8if+4eBGOfCe5RfDhEGLwwueKihAhwmOBRiHMO6L5TMl7dF91G2vjL7w/LbVN0HMoiHgyfkxdbMNmA91svi/wAo4VyCLatPR6In6rJmGeCLUyHIhlDNi832bG8mqPiDQ+Wq+0+SRtzb0QHR+y8PQL5dzQw9lLCYIKEtfVFbLckxPFhxC255bQI5aIz3VMk8ud6F+UJXspcGKI7eg+wV0QGOHmi7ePoh6BbHUcU5H5Sg3P1Uv3giCk3BGJm07uviAxAXKzh9mNwxTieEuyhZgP8AdJ8r1C4OaEUI4h0PgzxZffHV3Tgzzh69l8KQZ6BRQgNcZO6FWoaK9S30bqF/5cP/ALe1JgQLOKj+JEXDszjomh6LZ6BPPVegTsbyJHzejM4vs+q9lLp2QmdB14qOb/xFpH+J2UfYItqERupYpP8A4hNxlVSbOSicw43azVdWUuiEuK9ukkRtO91U/ZAeipyCrPcOSIYjQ+bkeFO6cPjTgsMG80XoyNmijhYYsR3YKs9ylrJV5Jz+7nyUuiPooQwOHZQlg1CAwfRXhzdVRMZ7jPRN82P0gLafdbw5KKYODBzfYoood04fAvuTyX3hr/ShRtxUb/KXYkbIDvkhFFFFBDQQluRkoTMEHO69fynBV2TUMzar4cLfDFP9rcGUTbnZ5Ika1KI0kAop5/N1BWxXcymYQalorLyoSxf/AGy5hN2T00MkzN/KIUfijc7DhYhBDqw6uV+H/Cq2e2it/wAWRav9Kre03V7UIbmjS2QbrTehOhpJGyhaSP0gYNXNG/d7si3oOCcu90k/uvYcl7c0O4b2UrD5asN3dH0V1JsChIbmLJ7MNlAvxCl0/ePO6wB17ISniwUra0l5YhFQ2qTki0dVtOBCJfh83qT5SMuWU1Lf46YNw5XLag0lTJfcnTZRiJ5Jy3BAgs86gr4sAg+KCxqxtRBJGyH8dECL4kQD3e6ZmagDdFpcnEnyp3RlvYIA8hyQ6bKvsa3BQFzA7ix5GxCJqiEES6q0wmVhrRWZFkIXa+jakh18P6bBtuNUJTLXb1KYuLdUw/Mvl6KTOgGJatH4K225+CDNgJFkBQ0eV6wDSlwvzKhZ+HBRDpCpchTqiJ8FDE4URlpD25r2C0nKaAt3cE+NwUuk+SsFwkvQJm5IkdFLo/7wnqEPRAgnh3TUxDdJqVKU5q4bvJYqXFYZBuS9E3v6Lbh5hfdGe5gtuLnD0VhN0uizyuUjDMSMvNVE+y2lFF8OT0s7aqKRy2g3uiZEVFK4SRiAL0s5dUwbP5Ux1khC4xJhhPMKH4hkakBu50QHbioIxtGIkTl4yOhWxsgKKA7MOQt04r70kEzLdVsGIEYie+5Qlg+63imfjCiQRjR+y6M3DzCXSfm9QzbNvCJoV4ebkTLQdPsN+7spedWVvJSHKi/FlIDimrvCLaS7LzlJXf2r28KIm+7TBcbL1bwVeAZVfege3D91EHEUEBImsfhlBiPlLP6IMS0JmzJheDYnuJuWIP8AD2bermiuBukri+DokUspqjabKX71CzsAWEvL0IgYSxMpLZ2TLI0UUd0WA5ofzYYJrXnRD8RcMJOvhEQRwkPpmovkD3yo/jr4tIiCbr0zC7aLGvJAiJxmHZM35UKmxiyhZnyhDHRO905V8mnm25Fn2ZF5W1UMhU/7eKiiDm2wKKFzE3+6EOJDHigXni19ey2RDFPAT3mlyM4p2yWyNq3yxTys7oANmGrqj3Ck+gkoq6+8lJmso6qA+TdCrRtSFMbFZnLzmrsZLHLwoz4upT00ZGEW0IAUpjd3VHadjck1MmRbp4VxsvUp6HzRWcF7YIAZ0Fu9Vqs8u/7iP4Hw4jEw/wBsL+YKM12YXaXVRtEBsijdvJqIPIB2UQDAAOCYRhUJ6kVpYmf6RWUqUAQFsIyunRfFgDmENNw9N+iMUM8KOvlMpO/gR2WBtbcb0ZUGDav46bBidEJ2PJi55oGkrWDHujRmeaiDU16Ar4xciV05Vqoo4dk4uJX70IOey6DRP55RD030Kke7p+y6fL771nYQOLrHd0QZBiYYjgJLbh+k27UIQhh5BOs2n7r29lW3Duif+LL/AK8b17ImeAl4yiOn0qR4uvpkTgj6YzRac3aSl0tVszay9l7cVYa3eyvs8ojLk3VO1t0LqzguNi9vNFXVlyMqcOKbspAb2l0QEsZDRA7OjeqZ/wBqH/x/hh8oZ9VAxDVqLrG4qH4bwwk/UIWJ4B2Xww7ksXlf5RfD/wDxTtk73ydlFEB8R5zeGm5EgG6w7k03N4HhUEha9HW0HkXmyiFMmZ1tN+VMJec0BWGV3T3QLRO8yWfNStmfpUN7tYs8vGQeQ17YofEhMVjTooAIYXzhdAc2ZP8A8W8wV+nqjOY0ktku4o4TTatRNWTyfknvBlJXDcvvIZxYkX7kRBxMIHNW8Jbl6BQsZ2lodMF7W4KSxoJgdlVsJDoi1NyB5MmDomfDknpcZICtWZl7I+iFOCF1txT00XqhDyIW1TRES1DFGfJeHWXFGd13ZV5It04+ilqG62IwsZTEh1QjK2e37X/p/htaxlPRfDBFn0jZI0JW1KoAYsaKTMT/AAqQZipGlKditssT+FWzamzYhBAI5fiYOZ4qy78PZE6bRHm9QkEm4S5qFhHIVAFEG6KACKKxwCLdyGNshRU09KqL2RFoyUUcJEhg62IaXgh+RTQvwRO7f1UqnJW7phGEdO6NorZbggefdS6IeN5VfeA8l8nOEpxrJSfCnopS/tVeXsnpbZy9FXeuFkr1Ku7oiwpeyZjhin9uycWUkPZXnd4+ClLBYhYf09VzohZojf8A02IQnjEE7OpW3N9nsmnbdyY6r25J4a3+FAAXigdedJo14LZHIftfcQcAJdVHKLF2lz0UMT7RvH4V8M7Il9QYVkhASBsiTNLVQRCENDZJpqMh7nYEo9hMaphg9LOIU3/xaSHKTb1FCBDnLzRT2jPdXxkO4VNx5o03MgZ62osOIUNGv+W3evlh1afFM76eyA6jkrGyCuumO6YT083oM9b8U3/GvRPU7n4BGbPlREPZ/DXXgtsHOlE0BP8AirG3aI+i9k1KylVeDqpPhIc1KmdqIAUmzqzcEa8Jd0C6JBbRH0V2i4vJeyYNO/1WWI68E78u5ZN1TiV9yNOE1L0QFL/p5Jp8KJt9min0ZvL17KnJRRQrZHIftf8Ap/gj/GGeV6xuAHNRCdMEznCg5IbQLUmJeXqOJ5yu4VULECnysG4qTvlDTVGj2fTJvLE4zsK+rVuCMQfChC+7DlmJMtcU3bmrRk0tEQHYO301uuTB48ZOoGslNuMk5ciyQ/4r4MYhAyMMtWV2beiBPj7pKvLoomA3tzRtwLTyruUFYYmD0v3KwwzcZ5JpjTx01LLFFHCeMPVkdm2/Z9k0HKFuSx3KnKnXJHsFEHGRZjZRESGMmVBiJdHRIbhNevlyAHQ8kxVp8zQA30916hXYyV9LFLRhVe3mqHp1K9ugWx/xW0GycTQ5SQuvXVg6kH08K/6ru1qf05MvlfPs8inB4Qutnt+1F/48GrDorr/pWyR/cIWRNbg9Ewd75PxdNNtyhZp0Emp5moZMDVhC75sha+TBFugXqFtfD4lvRCAGIfhMhLTiUSwEm4TxVaTsqrwN+KiE4rn6WoGFyHlMW7lFVzOyXli+IdqG0MTDPd5RRdK9E51DdE5hx/Cw3jRfL93BF9RLAvih8m5xXdJRByIXDEs7ZKXyxTagUYh+lpRACWDlBwenmSlnLZnvW3AJ3/L5YhBA+6EJw39rU46IdGNFCZoSmcAOX2Sk97KFhPMdpoGn9vnuq8gEOwW0RwCkZWFhNAbrOq9keFFTKjd0PSe9HoRJey2bNysxoZI8Zifb7LNzeb07ckwDDc+9H/63odgtp8pjwIN07Ju37X3MEIz2QfZGnDn3UBnLJW8EJeZJ7Bktlgb2bzNOJY7SjZ5MHIBOSbs+9ES3GHuoYodPJ7lGBDD8O0vQdE+0z7QaTdkXhoP4aDy1EyN7M8t6JMUgJbLUbJ96heIR3zlPpoobXlJl8L8RM2DONz703XsE/CU18E7Q+Hm3uofpFgkq8ns0Xspz0khHDHIt9LUzXxYYT8Uva4fgmA5cbEPiQzunDM+WphyHZPwkfAmFOL/YbcvsgMJbFxLmUwMRzbkUCLazBsUib6Q+SvXoFtCfmDJuTUwQ+2p4Oq8q7nQ9F2aa2Qn1YtxXJtnzNOCLZOH8zRuxYbmRHZXXhPbu6JhK76USC24eqkvb9pofywt5cmD8C+aJfgE0uDbpzRiBzGC5M3dBrfGooSC8jYPdSFMB7J3uqQtkgawqJhkhsxwnF4Wfx1DDDuZuS2ztClo43lGQDOxYP1Rns+eURinCLAGnzKIIdn+ogu+Dr75hdWFNDup3U800ziACFCZHeJKX6WbyxAzH9q7AMN6q4sZn6L4UXzYQuN1h4KwG6zivvIZdNWWzDxA7qEA7wBJAwCWMlsjmPNwUIbk3JUelG7K3QHqj8J4m3eYVQLE5KzMbL86KXHZW0yk3BM5Okua3SR3Gg6oW4FlLVruiftzCpy9U3KIqW7x0G5gNrNMdzASWLYFADp5JO20RNdZJ25DopNpC6cBbI/agh+HtfytA50Upi75eqnK1/fyaBG0f4Xh5NzQmWowvRDTFpMPUKLlJ+dVKvBbTbpT4It0VMpwqGKAli1gtqtmFtrN/ME0xondrHE33YKCYtFlyFwYFmFNyJYaT7IwtADkZatxuRiEQ/imOykORVPyv1Tf8VCWL6NO1N2W0J6A8k/ZlFKs2OyA+/kovhbRBL+6+8AOo5rbgbfs+BbELaQqZf+0PzRY2XgoQitmARIe7wI15EKXFkYNnzejE/wCVB8rFXRltCWiGzLD5R5cpWfyg8vHREtQ3I7lhXzspae6szknqrSmP5ypS3t0UpecVMNoE44Mqck75Yd809dE/ZtUQK7kwHEJv2vuBrsQsHxuW0WpSTDeWXxJwjSXVReiynNk7hhSgHBtfsabXynuUnxEnUIAbBwjFPdsqMwl7mAeWKh2QSKNKZwoviQMQXcROJeSRJG7aM/MFCdogXOKar5hOry9OJR+Ym5wPbBQmWIcckC7NlbgjJ7pgL0gXxAz4yHVVwsQKusf7OklHCBDP6YWAbjvdbQNzEEMPMkPiQt/j3UMAGoAQmxtZBv0qXRWK6eCkNFGBwZ96xyhUtfdS6J5j+1MLKU83It0RpwQp/iidZtoopHF9mgXD2R6MmP5ihE2TcF/15Il8bH0QKLVtEmWHNODxGlicdE76AS4IN0Tdv2tmASyHZH5oISKvsyyUETAUiNKdUKRG2jJuatOndN8sFXduM0WeCyezZz3oiTMKgL2EkIrcwjFCJ7vMlF8MbT2SD8EALcrZzGOaaEtJ6iSAnRrFB9Pw4aRu1LJneozsgFjsOxHMaL4rMxlMixRgfpVfN9VPIUZQRgwm2oUfw9k7wJnFEmJsy9USwzlleo4IY9oGgLSUnMRy6ptKeblf/b5ej8SGsrVsjgxUuYpzZFmxojVrCdlQydsAg29U02VLczL/AK9k7NoiAfM1KXbnguFlFXEdnCs4PxXsjR93VGIeaoei6S9UIX4onfWEjmrcxsy39E2+ynVP2L90B2WbtTugW5PxUm3t7qVRl6IMd7iSbt+0IBtC+UK+EAfiN+GkspcUX2NobMIkN2WKlstMNZpdipvgwHsjm8tmihIO3OUxPkow5jtB+V3xW2wAiP02Ik1q0uDokcSAvhNFEbvpK+WH4kcJNJPuRhIEYim4EM69V8OMir/SQfbUqx9xktoCeNePNRxD4gG0AD9PKeqEMLAROzNYvhNC5pIh638k8Qa+TJj0UgN7dkNWLS3J7bh46H4w4nLmqATNyo2k1JfKRm4sX3kLNg3vvWzDvonq8/w+yM64gqL0HnoviShMnFJ6MmF1uz2mn31FicXWNzTjogRPBh5mm9eKBnjJWcEzv05puHnFeeXqmVOKs188dW4UXOndGFv8mTsf8aJ3n/TzXKnMOqC+ySt4S8wV2TLyxAiVR5LgnaHgi3Bj1Cbt+1siF8PlUX4b543i9Cg0RL/NZKENkiMKy6p3MpAyu4r4g2RFs1fm7VQZ4Z7M2PZQkVecwORTO2jDMp/1DuFEJjCXqviRxbMNGEmATDa+b8MnIcr4s2/m2YTxQDuRSmLydCLaIEqsfZQQgVwFt9yhZvmy8uUMQPL2OahqcZOowx3oxuOE3wRxsk/VQQuRVvpRo8hJkZggSaXNSd7TJBjjYv8AdjLsoY4TI0ErkwycNK9ZkTlas8vLtVnYvhljizPuqg/SXFBt9F0DNTFS6eZL/qpSsl46/wCvHopPRzRW8NZSUMuAQvncR3T9RVVvUvbvuXSS2X4lbZD/ANvNN2bzJN2LJ+zpvNWQOlEG6egXS1CdcpaMobb32ei2RyH7UIB0Ytqobb6eiPnZEC75aS6qgllNfFiHym8twqvgQvBAJAABxZMoHZEMIE8SfLl8UCIAgVLMO+K+Hs/dgGRAafstoc4fTNEDjsugQS10jVSBZ6SmmcwkfT80DcWVJcX4eFFp30x0Vtf4c9ETPh2VcLGPZWAUsUpPexXOgdC3RUJyZCOu/wA1Rhlw6UT/APFU5c1hZjogHxaTL2TTBpYvb2QhYNeQOq+Ym/8AD3KBaWY8xTCWg8KlZa0N+BUnoLuKssqyZ9GkVLkL77FK7DzejaP6U/b0GaeuElJ+CkX4KW76fVH091slv7gyEVgd6FNQ7pq3dsuPLFWt7dAgNaK3FMJaOp8GRFvHy5GfVCEDzX9rZPRexmF8OMzwcM2Ck73BpnVV3Sv3KChJpMLZataSRP0i2nPqhDCQW+kMLUWDzkzaOrTeXhQbos8lFs7JMjKrKIf8U9lgYMNULTa+yNzK63xq6LHMMhZeZTHm5NLgnE2k3yt51Xy1xaSwtlTkpy304rbfVbD6DzcuSn+n0XzEOMAyv0eWC9uylpJUIzNdwktoN5uWzE78ei2iC14n2TCd0xXRSnvHnBXXhx6aLEyqOSA7KQBN8jLROByTw8VtcX7smsxYvzRZwRORAKEi+OzU3IMzZBcbH4LZZsHW0K2fSogJg/yvvuuR0kyIue6wYprtR5NFmOyfplRbIckfNZpWahqAgqTlc3mK2R+08TmVkSw3BlRrbD6IgdH70RYtLAKKbtu1RoGmWT3ZebmQDZCWUrOyYTv+m+hW0GG+HtNRM3LkELoXunRFg+yQLEY4RMSY7Kf5v8URTZszq6Ys9lhClWd0rFIYFmY9CN6cMLpgssN0qeMpcSK5Juk0/wAvfmtrzRbB5QqmLyUhuJHYBf8AWYTFuHoto1V3m5e3mKeEtp3dMePstuLnXuvbun7NqvaaYdJKp4eZoay2Z80IuUQRMB5d0IxM5jhJUrSiuec27TR9JYo0BV+kuKZvNEInz+nus/5aYyQkWZ6BvVOA8WM01oFw/UgGswpxwTsIof6VH511T9l8o5DzFN+1CTvciqoZ5TnvVplcE1K3WWo4Xs9qcSPnohQyqw0Xy2tdzTD8QprejM/MMMUJVxhZDGyX/JBqgYI3Qh7ENmYE3cFPr9I8tTVeVk8ghjImRRIDQ3y7Icw0whNji0+K/wCtH3pwGNbPM026gsEk0k/6kfhuNzVTya19lgnfaIlY3BlLZYZPhaiGEArNpbqotYbZphUNYL8U5I4VzPMqQPAOiCeiDud4YKzgnE2xCYdFLpzV2MiyNm6H1RLNpVMNGHREzOAaqJHBhxZSt3PuWO77LZ5MyZuSft5uXsqck4Zt3bigGa2yxHGz5ffVXD+leycWWyrmVIzwZN5wb9zms8kMfLles8lLcJLMzooSGmTcbclZlJZnDss8k08WMLK8bl3I9sypSvpbzO5Slk0+dXTcXD7kbzlRStkfppcZ5FskGbHrVNfl5qtmWiMTk759VsgZCSFkRk9QWvdCFoWpJgCyqJZHrVSqK04oSEcrGDN1QFwNro4SFqhLvvRgL6l+q2s3bzcn84KW9Hc+HJRMzT8HqiZ8FbgHknHMI9RC/dT84Jj07rp4F7fb7cFL9vzst2HZe3b/AOLsRfmgR5/J0ThzcJFCydJI3GYp5OSx3V43It8uMuLauqDgw9Z0UuGyypLd64rZruHNfeBtQUIaUmw3JxMlmnD46YUIf8PVCEU5Y1RpfJlJsCWZBpac7VFIFi072wtUQBa4Ew+q2Zb052dQ/FWnRWWzkU8uChq+6itND+GSYOQLQ3CiM98nnx3oNv8AcWraPnFNF+n/AERm1j+GEDI6eyJ2T/ieeiMBMIH9I8vTjiYX5a5Kpy2e5W0Tb/DengH+Y6KKXLmmkwk4bzetnkB5qvvYeYUUAHJ+iDfpPFCPZ2XMw4NKXoViQAHxJfTHtZaqLZJz+Upg4/t83LEPdn5mhJv6gtjui/5hLgj+KgFHVQbROGaqItNaKp5IsBw4rYcPukhE2dHUn1HJbXYoiL9P+iM//wDT4anI2/TYPJLaEjKcsUYdmGdkrMn5pq3lhPcZdUGttk+tVOdX+n0X3gAhAcVBeVj2qEgjd6qbBrLVsh5YTPmK23G6iYSa35UaqTkSnIvx5oxANFU62L70CE3AwwHqoTIZy6Ijt6r4xaCKH6RJw5/lRANMls/qK2jL+oBUGo8yR6dJOoCBtNY4UUon8vX1UpQgcWwdQQ7JxkApnG9FtJJ+gTRcx/omyfzfDPRTP5eSz2jO2f01lohBswwTvh+bKoxW3FoADxZfDf8ASBkRVRGC2QDwh980YWBbFYbq4KJxqy2ZDddbNfe8HWzAHvoAMF8NnObWL4cAfEhul81DWGJ/mMl8U7VaMIRMXkw2LDcEwby9OOKpMZdkIE8XMH27raAdrm4WrYA2bpN5miflxZuqE20bVRBx/jJbXzGyoI5It+malzC9kAen+ibEXOBT/SRvTzq2Pliiat3ytuF1qJM8D6KL6p1mGzULDSiILxYiLHcouDNz5W2q1qWBxohAP6Sw8K2+qIhm2R4BMHhEqASxZGMiJg0mFlU+il090110xzU5NZSXdS9M0KvblwX3Z4ALaLaj2TiflVEB8t30qofcUCGAtomDAmvjot8uTI0F1GRAb/FAE8WKY9P9EEB/NCnL/wCNMe6YUlc+E+aZsmaYN919yxcXNOmCDPwTDJE0d2Mq2YewTDpLyxYbppg+gKPxC26ILZnoOyaV9leLqIvlKEckfQoAG9yGTs/9qsylXehpL3VgyAK2T0TxNh83mqu04lVw9PRc6L1hst6IWbgg7E+qe/Ls6hA6clQ6poun+ibB/PAh/wDXzVM5y+XktqEC9xV07xcDTyxSiPDqs52drV0DPvUmAL+9q2Zt9Xt2TTulTuhHG/8AcGWxDuk/jqvJSzBlXyeKxpTumszTVupNVYUs5STbrPVCeoAktmXn9KMXWYX/AFYr1A87IM3BWbmV9ktnzei1uQQI6eaogniOSfsmPT/RNg/ngKvxf14Jr7GRMmJ45C1OK0s4VNyluDgb0TzM1U725WqtcqWDmiJ513rYY5rbcajutl86WYSWqEyRuUmv8dMOLLK2Xmi9vRGT6SATFhXyi2eY9UIjq45KTMLLFF6cFwqF7dGRcfDjk7ymd/FSYDOHRClMNEWHXqiN8p8VP9P+iD4cR/ygQJYQ1DMabgrAZXHLDNN8wiwZl8o/LzsUvOaed9iay75TuQsfJUpSnjohtab1tdQocafSgZb9nuFz9ZKCKcsaIMaZeNkj/wDXzmj0UunurOi2ZboR14KKKI0/iB5qlMlJ3WyH60tK77I6q3UM3FSsyqm8xaagLcvNykOIfWgRB6f6J92R/nB2Qd+HF1ofKK2VgI45XqGOE1q0QlxsVxFlqdhK2VcEflilKoHNF5nFjkgA8I1qj8KHcbT7Lb47UkLqUDFBpETcNPL0QF1zIzIitpPd0Qh4SQYsTUSQIsu2e6ikA2RRnyKMJbMt0QjIO01pBtVsxePMkW3UUhWVlEBfcyHMM26SNmg8zwVtcOfVCZN7kNTJ0/YrZ5t/ohgP5oUw1cZWq75sKni+SNr2Skha8JtFiv04Ks3/AITYnD8D2TaktubBWT/EWWy3XqofisNxkjC5zlK/FXsMEWor9otZZQohmBvzQkCWNoqiOzy8moHiiFLL89UaZSWzzA7pzz7MnAk+Cvev0+cVKpymiw88uW66FC2UqIgCLQaupS07p31hC2R/oggi7oEV3ISrL8NVK3EYp3rliq2Vl24qJhZgq7peq3VAhN6k1LWx8dMxpYIcUYyQO6hGtAi1dykG0QuIwWYsbFSuw/iW63fgt1jYrd3yRFdGRMsJgKdjHySfthLcvbBP27oZ4YIcRJVyLD1UuMlLjJbPX/4n/8QAKxABAQEAAwACAgICAgIDAQEBAREhADFBUWFxgZGhsfDB0TDhQGDxEFAg/9oACAEBAAE/EP8AwU3674kilsKDXyfOdPId/wCp98/0T/nifYe71fPfEu+yfbZJfnP/AM564f8Ap3c/fP8AEf6v+z65/F36rL8C/wDPw8RUZ9n/AJ/0V6HlN6/kO58j4/UfjIVdJ34yf6+/jP8AXfj/AJ/7Hn+u/wC/+n4eJd/H/wB/j9/fw8S7517xX5D/ADnv37+Hno4/WbP3/wB959gZ7/j+f8f/AMX+n+n/AN+ZJiUL6Bb+jiiIpI2qSlpaf6MBZnL5em32fnvpGDAiKB+EQR/CPf8A7l7+u+CPTxQ+vjlPT5/3/fn4eKGqQ7+vN4D3H0XnZpnenFXp/J5vBA37GhxDsPyhzpcXr8k+fmn6fh4mxF66Z/eH9Z9cxuJvTr5/34fh4P8AjrjOu/rf++mJCpAV8j5d/wBj8PBev9b7/wB34eWUGTsFn53/AHfh49R+6MH1rn7nBbHkvn8X/Uj8M0mnxv8A6/rb08KSBLMuku5/+/DwBV07Sdyp/vxGCXGA6ePzXPsev0we0CUK7PvO/Z/TO4rLN5e9c6/k+lEaoGaxTrPpOv8AgeHz/C6vnf5fE+mDevQKCKhH9vr3rgVTYn7Inu3fj3rgqlQQQn1+H93qM795PuH248f+Zshb+TBPm/D3/wDYf6l+/wDl/wBPKoMGEWzufTXZ1+Z8/wDH3qyjq+z/ADAqilr8s/t8zm7Mi/NpPtnx9/GHNTtRj5tH+PnwYmmQ5u6xJ/v/AKEj/iNnx/vfhj4np39Hf+/eowu0nobARbtPD/rCU7RB6BI507/wYCox11+vv7P9HnSq90/P/PHbDO9/3++GYj1Lh+fx8d+Zqd1Qn2fn/H9/tDbcyZPOv+v4vwh2D4qF8e+k+/57lem/H38/hPh/7iaoDJYd+b0/X9mxGG96knt3/fnGdI/yOf6V/wA/f+fh4osl1BQufP4/3Ij5dT8J/wCsP5ODCwDpS+T+zonXnhwahhSwv4+H+OU+T+Tn0P5OfYfyc/8A0D/v6eIdh+UODqCL5Hh8edb/AHxKjp2+GU38b/rE5HSlQzG7zPDZ0Pc9T/R+GJ/zyC9ff+yeMSvw36P5x/P89xK+Efqf339f33Oz6P3fvv8A29wCSD3lIne4Pzn6Rk0rQTHP2/8A5vwyuHJ0YXbv6/nqMoE88+0Pft7P1xO+DPk/4fuf0woJdOnfftk34+bZuCYyCYd3F7L/APkip2GlrITXv+x5XUZn5Y/02PUr0pb9fh3J39v9jx6RIonj9oP9/M+J/j36s+lO/k+5/wAX7/Mvj7/7ggwy16fnhUGThs58dP8AP8MPyvKP4j/sfjk16O/qlP8An+P4G6f/ABXDYij1oovvn54r5kFmgmok9YXJiBZJJGiYLlnf5+JxWxtqCE7nc8N+MyEjgpbPCEKBogJIVp4ITAinZVWxo24dW5mCGMwyi97cevnOwNEBYKDRJ3UjsAJHrdNo9+xOlny4lziAAfRAGtQU/PXhMRKpFDCwFvR6wH7nSW3AgCs71dydTet4LT7UiyaL+M/474XT1qElCdqyZ5+JglVJlx0+PU/X6wz6CmGvyHe31nj0k/SxudDcS/bcOCG7AO0OO+nyM/GVqo8UzRKqnSfh0+RmlilkGboUz6n0hwhpOrsU6daqSbwEB2nJBy9qnGrnVZICBEd4hlf9TgzASoooUKdYdYkJQSgtadr8zuC8FuY9e2ERcZMS+R4lb0xLKgLRVW34PQZqMwnUgFp7JvUizhWUSwiKIOyvZhpk4QkkVSpr8oe4+Y8ISkQHpCT+F/PE6XsEHD5iRQU7nXYDZ8KaecRsj8X9EdOopYEFK7tTMk+Hh0xwh01QC0h9J5OH7gSQsiTVhK33YdEIUGidySNwUOpPOEQE1EYIBa6Q7n6nBDsQTBdNFJpNn9cBH04URARcRz4SEfOD+3pwaha0NWSeBwIoAKceHY7AA3f4oOBqtLCAEwgPB9Ig8K0srCgIUaStO54oVjrl1HEzRwUmAvAUFsPUb7MAHoU+l21zJodDbUXIPCKnAQKEKh0ujqDCAcFjUIHQjIxNjft8OE2jG+AM3NYv1fnhW5sDFDIjwd8nYBGvcQpiynwUgNOno4GZUiqqNHXiOv1Jwvx9t6+R0CBPXqYAFA1y0qlICfB99ZWIEgzxlHQXMOj4UHAjIOeBqt+Ov3E4YBjn1LJdO0//ACcJQ0Az1ZiJtP7fi8EuxMm7+NX8AfGcJy0ask0ex/x58ThFACBhIUD6OPT65igdW9l9B0cLJhJGTPqryMO7DHk2NJiUTKJAbR/n+upj9IoAK1gAV3s638HAE2EK0QOhElVmcTdj7J6MKmm570HFnek97UU8CTwwehvXOPtSaak6+IcMUtLswAwhl+0NAeEN5IDT0MsXfQdE4r6pUAwihB6fE78y+iIBKwiPlQyY7OClJLSQgGnYl7MvXnSiufQFzrsAv3nBIlCMovf6ESyR6nDJeOjGS9h+L8BQzhowCaO0u/h8m0c4BLUNQp135fP+pOBS0xBqQC7tieZJpOAGCezKAJs76ofU6C8oMVgCTvavybEmJCf0EzJEHv8A19kHGCo0ckHGbs8TFdyARUO6kcSD05CcEzIpL1lxfZl+HxMPOpFehF9PRmfq8H6tBOijYhp+CeYB4JEKBJARWd1SAPJJFgVASUdV6wDZ4bsS7Si3UcJd0JxvDT9x27jw+A764OPurvxpB38Z1cgcWvBQEBG3H4166mIJFgSF2kiUH1k+gHhnJ1AHDg8wn4eseESJiOoQ0XaddBi9MRAUglgwWdotwMlyHAYAWB8lYf8AI/Ug2pUknToW1MvW7AQdGH4BTpD2P/DTishCNtPWHR1Bnlw4dX/hWzbiyCZLUTBD8VKIaVUGvnQfEvC7YYwxSdj46EF0mZbgAeYiF7GvnmSHAAY+ViCqmBPp8Jw9qRoFRDBVFPwQmTgkdHRZd78hHs7Zx4eQEgEVxU3X5ycIAQntLY6AooYTJeAn/ddBsMfp+8k4fOVIQr+2vTlkTLkiMbTgPxv+9H/xEEyAPxLf4/3oKtLqimMPiAErG7nkMTsHuy96t7n68Xygo9iA6NiHo3rgRGKXsLcIGPefr6wknZhQA1PYXqdfXAUXHzOmVuTXQ9PONAO1BBdejM3w/wCmMiziLg+GWMz6H4yLi6fwDodyT68eEfpsKx+Xqgn+bPBhCO6Ap2ZWeenmz2e8XBftTD46nb/31Y3EBJlAJdOyKm/Ppwg5bKUneG+jz5xMTfq6djoj8jhLn6KQ6JlUaMImuBHPOHA2goW7TUI9vUnCu1MZHBAy58TJG8ZpDNpRDMibwpmrJ3vZJdOPszwJILYNFen94+UmBCm1SVyDKrhP1g/GWUCg6KDlL8vknvC2aOC3CVKyFbI9YThCihGgAT0v4InbJAOFu+I1JeoPmqEnF11DAe3dnfV2SDepUwRzgQTxht6PiJOCb8TKkKgxVGTNMk4JAhnUmzMFmTMyJBgRixR0A3rUnnvxhmHanKQ0exn49PCWvhHh3QlP9ycDSvQrOgF7HD6h0AJgjoCoFZ/2+JPzCGRQNOl0z/H68TMHIGIn0q/x3icY8KGW3BPStC4L7wabJCg9EdfKedHXFgGC3DTPFFTwIQMwm7cd6C5nXC7fhBoNp2tWVPERpCjeU6k9Z8STPMQg4YeJ+sfgMkmEJTvL2PxwvfwHkpSHylhAer+J1ZnWEUjXgaARQG3Oun44MlZkGh5ib2xBZc4NsSDEQCjA37A2SZag6mqDqOxQyaeTgB93R25Ke6d/2TF53OAHOgL9yd5ODjTHMKgYU/GSbnxJYQ9UDpAW6BJcmADWEwUQKFK/rycOaRP2o38/n4NzvgyUnUamNqF+ex4D1IJCuhYQKtJk/VYE5glIyYVkmdR4GsjGmdRI6vZ1c3gR0HNUTwCQwx9DiLDQSE2JhM71+pRUjUF5hF1CAHnZwzyNh8A8Bm9SaThnZoKRpfwkII2ycYBUy9/0OdKfIdZc9Aj1Mz46t/V8EsoPQFNY29fgP4iEDpCdB9Fv6iPUDg5UBsYp7fo7UM+sYwZgI2Oio5C/6ZF4aQBWSXtPchT9CSksrQoDI/LqToyJkDQKlKs7c0+I9cCHUiLgRSejLhJkycrAMwwMKKpkOuoR6lFJUJEHS4W2TFTxtQQRF6jI+S7N4deKCJgyMdivXTkGMKMSKjsO72+579ZXBWEEgyufGd/QmHfQLLSBse4Hzck4ItAw7DoHsAngHUyZ1LRFVVQj0vtPricB+TQ0lVEG29TAd9NpBwWhB9I8RTgOfVYiKVivRwbDQcXIi2MR7Sb8YUvY8ZhfNvn+PDIFi+BQeWoeZGzw9GEjLSg5+V/f0ASJ7nfhqf8Av+f1Nzx29Y0/c/xU8yxsjoMEvW1fn2/AWKwUyrkfX7vz9SwwBVrEB3J+f9sNoi6C/BX+kjtMdz86JK5b3udfeBhkpwwVw7dshPP1GMcAjoimljP2J0zrAAACKfmdz/1+jpMiC0U7yT1//fjFMVsRn0bnfTP9hhmkQLqZOk+Opd8gMyDodE7mR+v6mQ2FwQiAAnfze16hAzPEX1oivclvWWkpH5bNsRxQVEbZKLf8X32dH4cek4fuuhrUCdgxEO4eEeK0Q0lizao+SfPDMA1Xy1uWqpln9XJah06/1f3/APFdw0VD2/oO/wD35CCmRovvrhWm/lk8CkuUhIqKD0nkygcC58RsClYDz6BycJMYA6Xaqwb1maZjcSl8xxpNE63POG/QhDQRRIeMZhIIMTjhi+oz1/E84Uw/nAQo4qGLjmTggZglRaqMa90pA7vGG6Uwo4BSIvT0eYioytnUXpgkBA6JwmFYwg2FQYRQx+qcAMP70Brpxe/4A63u2M6FBVJ2M4CeVFBHe/AD1LuYgNKkD8tQpVlO50HCU4BRDsaFcwwmHG+4Q+rfB+AnpxTW1h6gM+9wARmzlIF5qIha6XEDPIVCAKYaBHgHRwuTdVufYHS5M+iQ6MMI9aH+/wA8esA1exHjgYJL5eogFSldkAfTEVQ6o/PA17WwZHA0VSzo7v0AKMFAFwMSVkMhEb5tH0RUFChIIZcMxUjD2ppBzJHqcIB6JUA3KPk7O5nG9vKBVH0A0U+iPBLDRAguHSSodSdcOmtKIIKLXyHf2MzhMNHWukoxFYgkTJB4EFWs1J7AtiQA9mBhRUjTAehzONtELTLwhAmpfOpx2eLqFEFI0PQtPjDrO+wqQ1SEPafA4RaY0wYCHausCeHCm5rhnTqddC20cF6sDP1CCoZE/UuxVsbWQ6LIVJ5KwWINSjsOhCrm9BIKJqQn4Gn5ycOCSJiYKfNyM8snCHwAgiKzCMgX+zCmQhgGh1HUKENRLxX3Ee4JpR7QYNnCbnVyqLAXgRlY9H/1miTCqBQGV8OPCHwmD/Am9TsOj4lgx1SB/oO5OCSKLE7gjEhVHbIQqDLmj8CNBXFqDw/dIQBL9oqgaNwhwh9ANq2jAcsPBkwOA0yXUW9eSVHAy0oIByQgjO0k8DhK3kEXqkeh6xc4UYBojIvXDtYQQ6nA0qEadIODUVpEXxxU0msWylz4JOxZMTXB8ZuklEFEspw9Of8A2BTC+EYZBLEsBEEeHohIcGqRy9b+ms32hT44SCsk7tYFD4Ia5PxxKuIBXAxFB+lvUOEbKiA0A9IhiaQnQ4uJGNDySdVDeycIZt0JMTvoPh9OCzshZAALlcOHXg9EGkYeFqF8jDM4E6wEMrgShj6bwJ7upJ0BSNgKRCvLmUMAYDHorA+uCBJBsQlFKVue0nijJXRixPXQmY64CEZZcAsy8f4JeA4OZkBaHNdTomyZcmFDAId/sAnl4aEHWYpCpQNnznbwYIFCEBt+D1Onfw6UrT7hQKRH0ksZWBlkitOfopReDt8g4CwGAuYF46Phiobmqarz5TTIKXQfNcvV+8z5kxzNBX17WzynWh8MvF0ROJlR8U38dnjYoEAPBb2/D6/weIISgZpmV7y3bnmo6lkVHRYeJ/x4+EvorVoWKCmX3rbhOB7xSdqhBwJKXzTICmGxGqYaHQG0zv7nigoomeqB+6H8fBlvWGxBtu50B/14n3bp4cEJ7fr464fWtdEwGn31nm9Tw2ZFG34n7I5nnXQnghCIYZX4Tzq3qcGsRSFmdJ9Y/Gj+Am+AMy9H1Zj+vrBKGKh2irv4+/76HtBRxhgHpA+jVJiHVADWpVAgKp647oUOwEAl1OFHC8C4wHMEz3D38/RML1rqdFFOqJnkfhIV81o3EB/dfvrqGf8Axd9w94xAg3ieJ8R77APiTGsonBqARxB0wxKeUDkTCBao7BnafGcZAiiyqIL39Pw72eGzdzQLNIkSSfHRwD3APhYMAs7pnszh0wZCIjAeDC/l+seE6RVwPg3Lhn44kLEERAVMdnXQEhMZXkgYDs2gHkPTzYkSZoBAbkOHQjJnqqahESbbYKPUfrhzh7Qhrg4zbJ+uCF4SC2qHyJvRvZA1CjY9gmUOzsjumZlcGqIG3ACgaGJ30ZzMh3RVp1d9nk4wAouaAOQenuwGfyIBMt4ECFZLBrgJngOCMTFzA1GVMrHJxvWrsbxGHSE7YdlqaI6HthvT1k6/PRUAqxDtif8AH/Pw8zcJIsQe3ej/AI+iIVkDzRQA4eaAlME4aszuwLUko0pmnkwj8l0cwsSBPp9ZG0sgAZmCsib8HSTBNUCgraq9Y0IS4KVqsEJ6j9RXqcATPuVKhCSLrNU0wFPpC2Il0J63wOFQMqajt2I9A0+ODFF2UCQUxI4JfhXINgZMOAiNJrs4uJflJItgMifYYGyAWCr2AJEAG8DLoaYuwGziI6hwwvLpmx3NhQsY8XMQxTYe6HQcWEBlRA0TDHEQ3HxhhkRSTEUtGH5H8fWET0zHaMMgAPek8sIYI4uNzX8LwJaN0nWVfP8Afk8frAguajvet6zM8FSe0crZDw9+rPNTKumsVBhI4mzpu96A89ZA4sHY9OHXnRYQ2IUKufv2r1OGjqSCMVshFW3qeePEiiFFEQLsp554oE2DqaAjuIIyPG77wRDOgiTOvg5CgeAxCVl7yfp0mVmdNZOncx7aRRJMVtAIV77JX1vpZmBWDqZyg7FaRxFzgUL1DStIilr0v4fm7WUp4CgjrHzgS8UGQdICVUoX54LJr0FPBIStgHDOHeMNLIJBgD8D9MMk1LIgCvh+AcL1rhJsMKAtAluThbJY0WKsNgaqyPCbBFiOjT5f0st8MQyAJVhiNvWD9fjxmRhQKUQoCdhuRHc4toqZSksoEM0E0sKKidxsz7me6/HiPK0Kn7WWAu004PFneWGUCHLpuOJT6I4g5j3ogLwRrctQQbRAdnoBE2r68B4mmQYGDk428ViyI0SZ2QnBhLrQYp7sYFoCvGGkzrKlUCQpB9zeElyjahoiWmX6/KE9alwdK12tCLrHgaOkZBHrKeh5GThKcC7OqDjOSlgImpB6jDIVFRJATLw0XZw0INApmn05hmIYmB7RShlIbj0wcBcjShsRgVhfJwzaJn1tpGMRbMicPe0TroNbZCyl8gcB/cX9f/nALKIJ6BBu3dD9N4b0CS2wJa720xfngcQKhAYG+BBzcesHEK/GBOwo6wDEOFIHEhO/wDjbGycDiagEMXoO/bC+TAIjY1IB0MFGTsVzHQAnw3sBwOlYQISU2SZUEAlTcj50YucIhhpL2gEHW3dzf2F1203D92GX37/SiJ09upDNd7D5d88ROxPzj/DvBBpjWpBg98Ovz6CoRU1L0fkPMz9HMVWkUUF8x0L+H6x+gBADBIXU2WC/ri1oRdn/AC7z58e/Ml0hU7Y+bv2ae/pE0O8RhQk87x6ztyircQ7vlg/RVOoWTAZgA5jVFc6irDX8ISCuvbGQE+Frvo5mf/F5zp1+LL6/440OpbYKpHwfl/cJE8l8wDNOQnWGFOsaReolaMHZes07jOCqHDglJUydj1kxDByApq1IuwQegG48WbpuNC0lFkT9SEQKyBpoVwxDz6kxJ8wNBAqrAm2dfJnS5AyJSjpTDM9kDGAgNqV7EfIXJ+seIZAHpSGwKMMM64VOaTdyiIR0EwyPAKawCMt0lJeyJDgqoIsiDBzJDPu9ScBV2Hd7CI+6H1Pk7D1P5SPnxbFTyc9KZ9mellIAe9cIqpV7QmvrbNOuFwoFZwX3BTr9Sk7dURdBBiNbdx6nBdqnXYU1wUDp8MnHSWj9/wAn54T/AEJnxf8Ax9k+vFd0QfguAvbvXnV+CyHSguooKBheiM4XgLBApUPW9GHUcMObYfGgdJQxeoJThDj7SmXDWDgbfmNTADbSSDFIpPTzjv3K6UpgyrRtMlcURbyXRHbKqkCdjGqiLEtSFpc6khIcYcK8Qzjvap26JeD2ND9EJ1WAQzwlrlKkVHJL8dScMAX9YZFQo/AQkNBsqXoIACmEHDJxqKqOd6FAZNUETv554gMg9JQkXihwTbhcA6wZ5EGcKxsbKYeUYF71dThPUhKqMK+NWYnfYnD53/dA0UnR3nXxwkhsIWImBdH0R6QjU7BCgZ8YfEP8fUWohDF0YQ8UT4WMRBqgC6/qUvZ/js4NkQjCMWKikh8uTEZI+ZHSo7gdqVkzP63jZBXIB0dnAofLPTUaEgg36EdOrRBkhLKWmEOIyFkULyrQQWKIucWGkWS5c76pf+WTB5q0bFZWUFeEXJwTZopKN6K0voOIhJDaInQrSQ/QdEuxkgiKCA0VzpOIydfZp2QVE0RJkDFgQYEBNVQ6HOOiiugML41W+HWPjt2fIBEAcSBlS2ALQNCBpwoUFpwpVVkwVBiALVi/B1GQx0AhTiUNKq9GZkxX5U9e40jtycM7FJkCJQ6dQ+C/gLSKT6Ui3Jkf9S7UnUn0fPuZAt4BgFIRSlNiAGN6mZmIqFEuWSggJonA11FVFiegYPMEOEwpoiyLhLDaoI8F85XbMowAQhkvCjbeWt8UJ0x1ON4CSQk6ikIgiA8CWwegCqdhBAArCZuXRIrC79Rdf/0IgNKs9j6ywdYUnj2sKo9bA7UVC3PxwjoEZMACWfpA7h0DAG+gEiNbSBV74GpWG0EFMBR6Z1OGxeg+QcBSuOWMGUH/AAyAaFWaybk170OdXceiQ7nc/Qb9NQ7QG5RdIabnTJDgBCLIIlvjhvZb1OCNAydBAyEQzAVSA8EN9Fv8vNCqRxILuvjn7P0PfZC539H3j/3xdG3hnjHpBRAteGng0GSySvgojtOGpFhI1EiJMdfghKrOAo/nRgsI5DTn4cfWEeqQRlCJ4EqEPygSChUPz7mBLwXfuDShhiReO4J+dLffxAv4Mkoh6NIkhKC4CYN+IFvIJDuLAVVBhh309T0XQj2HMHS7h7qDTY1HUSQs7yL6jglvvCklWFRYa+lgPY8chgVWaCZ8tMiEQHhIClagPyDHo4BQgSiRMH3OifqSDgCteQi9hOwTNH4hBAmeTrp8nXwV+PCYWDYpCHr/AIfHzwktRB8wJnv/AF9YsTh37IGb7Bnf9Z/8Xn/qflx2TtHuTO/wn1nRUNwCziqBR+TCD4TgVc0DtCDXbNZA+TLiF+phSl8P4ezrgE6eKmxgUodJn4OBadp5AS+LD2hnnEuKktjkNgFG29cKVkQVGBQ4hCEpiFGKhIpqvSJLjes4g3QggMrYU0dH4mN2Py3VZdNBLYHHwE/KC1pbQJ03qFzTVqiIloaR+fotoPYjalKWXMI9ZYURawGCzami40TZtila5hlXzIcBNEWXoRLor38zyxlTHdgQe+pul344udJOhJNofMkITOJOhAVdC9fLqYSfQpUewLEn+buRn6YboI2urv3v9foSpId+BBd+B/8AzgRj0PYJZ+mWWPUwvAoWAWRXxW6JTYigCQHyhlLd3ocZ1wptikMMeimE3MzEHHvSdKGt2zGAThsA99M0x2DqmZE4bszqFk/EKLgP+DIldi7iKsEiwwMbZv0RuTs9zZ3Th6/edDJlBQvwAZ4fUYxjaIBDqggV4IWZzRgisCLXY1OFA2INlREoYlKZwsOG8kjRx0Kto6JhCqtiGioBD4+FOGREJtlQAEAoO94bA5shpWm5Dx+ePb/tJakMARRJMGNoVbFBilw9YwIRaJVVKHQELcDHJ+sQxHImbAWVQHjj8cWSt2T5XM+HPPnPD5wBS5brA1tAM+mYF9woA9Cbo34knFM6QCSSYFUYYH3wryWSQMCpEHpI9gMDu5HzCDWVc7dTGx3BfPwIJlpOuFWsF+YZohutEfCCiuEkWY9ImvvgcNshT/L0Oys2UHri8aUAqlX1mDVhlzJB8IQ3KIqHcQJO84GPm4xCAILgOotM4eHaTTKsYF/D4mPNDQ2ShlHsPd4AjEoMJQkDOup+SgrBBjWKkJUc3AtzLJA808RcYqP9I8CEDGbfSJsMoUwYYQQmnYgL3Rvxjz6dtKiu3r0nyPUTFTAI6InSHWDh/wACpwcvmC4fCPXsiYohUn1auu1h4H+IM8QY0NGlfR/hOOxIRJDpRWISvTwDOGEB8oZG8pOpwyckDAaJRGOlY8C5wKgkQi3qBEjJkLS4ldQqAIKziEIgoiEAwJdp3jxHJKGKUFMvab8dAcGONS4sAj2sDpN7icWlVod6DxsloE0OFkd86AdNcjYiIJxldnfRBEPFXz1OE/GYaCKJRpE8+slsJldXCIAAUGycBhkww1AQwUN3qHsVULrRAC+rr44EO6sMA835HPXhCDa3ePY4vcfyaQISNkQiJoKimIAMpFC4FzVtYAIA43SMROi6AMar13n6UvnDf0f6bxdtLXUED29Q6FnQPA6QQi9CoF/DyRs3lVcNdo0LPAogAsSEtIyi7SMUoGBn2HYUxN7D10IFI0+vVtolKqHfxxS393aKnzSaCsOjXErBIYPo13JcPDSbDJANphUICOzIRCWB+qGB0Ci9ddTCxClEqSMqsMGrpDxF6IQQRo2dnlPnoJEWJCQAoACwcO/jgnqVWNoicr0T4dDIqtQhXSygFx/gts0J0isRxBowvzmnFI/WMhLXhg6K9R4AjCEIulYE/QBZZHdpJlYKdalJmSEhQ1SGt8PbvRH06841YCVDrYnw9x/PxRhC30q3EbsHv76Jm6pNXvQb57bn8Gf/ABef+p8Txg9TK1Ijp3T8ek4hID1WCUbIANSPvmC1kMiUfwN7DxjiXge8J2VIibCu7ApLmXf9XNlAVjpYtPEaT9AdRJNX8zyHCYwKBAPkxDES374YH7jTMDfoAFzODdiZYEGiupEgmScJmtuJMQSjUEg3gmUQoTZccVW426cEghhrhlwuj2SdHlvqJWMrHKc2dxGU6RtlAockEREpEyBgAiYkjCDhYhnFpSiXcL1KiwAJicByF1pPa0WyIQZ3xQua6rTH0AX8npcQOD/CCOGSYSyOiC2Ip77R34/4eQML2HeCof25PfpBhpZojez5/eSWw2Sgk+a899987zw7ABHkQK+tJ0dPxwcpjCEhrsEvbWdeKJgS6BH7aM6kmacHsgCCYpuiiBbAO8UGIoFdiWSgkIWLfYpdRFKMoF6euArEtUSpipmygoDwzQZdmDALIlAYEvCvA5EK0jhEHS9mFibkmiCA1ZA7E4pfe5CUWoK2ieuGy2YIeSFGCSgKPEVDoNA6wiHshuPDjJzgEWChkAowOBVRhya6SkowRnCcaQGGAGgZaKQExGSYCRpBIAIECEA404ol5iKBhA2nArFUINL1KNypshw0+iQhMTGysNQn9Q1NEO3Yh20dhD8cWkaIBISs/j9B9ECChXj09s7mFkzCSE+WZfgh66Rnx+OFbyp+5kgUpHusGcMBF6wgFRo6/JhMv2RNAo3ij7gzjJdBbQQBFUCKgD44RVaYyQiMISr8niowACWpBK1iIHiENxqqzhMJW9VWtOAxlQNBY1ru3b9MxLLy4iEjP0ZscKFBSqDKc+sAJ8cQu5IrKA1In4VwvDS9FkOj7WQpPAHRqG4TMQ7QRUkWcN9upeoQlq70/G8CiHXUT7S3wVPoGk70t0UW2CAVOlaXfCIQhUOj4C3gwoBKgj+kuYh1ODK5UOh3dAAv4+HqXw+LdNPIqueTzoIJxAG9jHqllMplPGddDw7V4wp+m+PBqyCVCFmVQma64at6TBlgix0MC47F2um1RNkEPQTgh8JGiFAqYNWAjEAmdMoKpXwGvXETIBjWKHiiIZN3OBLbWerboDoAFacOgnEkgdTFUnjDwOLk1jKQAQnV2+2QcBnoi9igkQJhA0vTiDiynwCoBAssO+GYCMHA5ADJOwYCSwDxrDi1BY56BxVQb9YHdOwko64DFH0CtrtxSpfQoikmt4sBhVwWuuKo4fURiEqFG5fiQdBWroqdn3PnUnADURxCZoRwN684kghFkDZ11TqSH3wI1ZaX89fxnn19GCsJ9ebmb19ZZ0SkMy83pe7Xz8/HjrPSJEqgKI10mTzrK0KaFoc+gdbwmSNlDBAcr2Ukfo4oXkbsi0tRD4CCmBw4AYHKz4nA3V3goiQlrWqAmRxmL5OKb5HAAKSlEFJ8ZKWwLw6U3oLfnak4vFpMJrsaje72vkDiibEEyaR2KiBPri7E8GbKPXs50yQ4p6r4sG3QAmDBvFA7K2epI0SiYowvA7WQKh1lUO2AXrgRgmsJZKVaA3ovmOomxnlKhBDSPxYbBRDAdAdtrpD6JxGtkgr4XXxpAk8nw4AYQdkR+Ns/bU2SIeh2GkDphP1jmxF01bv0dJ1vr15n/wAUfGkm1+I2/UvDikOQu4JnzT/YNalaRVUoaEHMAzYF+/cW8WERN6m/h4WrqTDQI1PovnhrsGhUCEegozS5OLlFAONN7sn9mJgIkIVN0J13/m6cZzaCq6qMwDrxSIcLgjLsVlCij1tQnC4uUPDhYQBcYYnFAYRtMsazqgHWHCUD2ESg0Ah2z4zrikX3Z9j4IRGadRxqc7LRTmFiOC6To0m7gn4jt6jr0snCUAQSAGBRDIZ1vxeDTN2q+3LXakQ9PEQp0GwggxIjTKd2elufRiUmEdz6kI3ghDuBMvoZ/vVAFcZb/pv1/IMJdv7S+H43P4AhQzslfr/o45YG0tHQOrZ/I8ZU1e0qgSKVTSO5wkDMxBSFT1oy51MsFKxGgE7l0RUucE3roArIbwOL4yew1p+gunHC98G8xQpG4juiyXswUhCrxyCwIkigRh83fAi4YQkBPyeXZqm09iCAHtPJwylaDFFqz2B6OnCXbcRDExwmgPxwcKlJkmM1oBQAvAL8g0ZB8EUOElQgc6POa4ZcZV8Hp7NAJYNAQzFMHQcAxOophuaFfQwDnwYBo6gYdCLTqIN2FDRFnekMnk4YyBiRSBVl7EnQJfOHbCTfe75qAvgL48AklYqdGE/N/wC70xMxEjEoLqr1h/AMR1WwZNuZpGIdF+wn7Wmkd001fkIGUcrKoSePSKSD8SGsDIgJVAoCggt840sFuRzQKxWgBQScNi2KYh+DAuAFsOAy4WMhASBVJX44e5Kli1NoFOVDHps5sDgRtaVJ5k4WCmi5JR1uqzqWkOFHhhFdUsre74HXFJ2puEOssqP6E4k2KdbVbJWCMOZF6GxgAUqw7iJCcWBpMOPvIg2alpw7GGIhp+VBbvRHiV6AiF7AQV8PjoFWMawAhVACDkkZDiIJL/QobkCzM9ThdS4NNoK+TevgmZEobXTwuP1e/wBdZDP0f6xP65Mf8MllX7c7yL0MCf0QJK5ADESS0jxkOb/D1DYBA2JM3npdRQEDVElfDiV8RIIAkg9FOps74Yg1KlgRB+CyYJWdcUKc90EI3NGgT6TjDGqDNFIJlo4GcSIQJFMSZXuFc3hzYq3RU66l7ewpfMesAXBRJxlNToL+HQAzSVUFUDpPy4MiQRVcp0112Ryw8GkMF9gA1XWDHHE/PQ4S6TtJe1oXiFIIE/Yw0GnQ9TiW8ELKnWRfQmycDgwgasBIoIiJDOGKfWMCLoh1QaR0eDsjjyxNEFzXYT6YRpp0cBMSwAI9dZ1OAASQVh9zv7Zfrr8TKIsEzjMVUh1HT6T8EzzvTc9ff+OXVSoSOUEFZ77eicKwaE6CsLay++IwA9Ds4HYJSdSS9HASksakPQQcEHvQcbhJpmIRaEEO7oTgeQAFJjGy465+uO+eLjoLDKCyN66TFkz6usah0iFIBJk4bTuMGEHrTF+OuzDcTREQiEYrOz8vnFyWEujWGuzqvHfxxsL6UOhRkDAk7ucIz7A6Ji5HfzF1HDBVEiwU95x8iX4FUUwmAKJsWTpWS8P1IhCD1PgYFYOO/lMUylET5BY4kiYqBBVtr5o6KJ8z9jOLfoNUjehn12E8YWd5nWk/pFzJJFBK5p/LN+bfie9ef/FHm/LI/b4mqah949+Rseo/gMRYa7E43zrE6z9BdNSViCKlSByLewAAo7orb9imGXJBRuDCA0jY2qTRhOGaADCosV+z/Eh4BYx62gLrgaMtM+eGVjAcEOWDDSSLYcMjy3diEPhNSMnFLMUAFsVQhoYEB4QEJWyQA0eHi9Mch23g2jRDxg9cMWRjEwEpq0RKuBwOttwF0RgQokCSDwYkG4KFefSiG48GHu8SFAGlaAWGBwd6GCeyiZFcMYcUNhnmakhU1V3FoHDgfoW6NfI6n3l4K2AgdxXvO3Pj8fBJFBqDiCb8595m6DiYt0QWr+2l+M6zzMnR5Vv5P7nAcNZUsH3pgnvyB10/3F+dIACvXGg1KKMHQeJJE0hlA5UhNhI0NJipEpMCrZs2aFDaTtwOKps67CnrvyQsej5qWOrJISCsQk4na6hjA7CKvpkMnO+JSuIGEM1mhBJRairDIgADACZCalA3aCR0ghBkfQBgSHkIiJHvh9ooSS5CmlHpNnE6UErhIM6IZ3Fy3ntKyEtwJkve8BSGlAbiAaK0ks4emIgBYAyG4DhJHcwMfHPLEQoL2Dj0iQ0CKDi4lhKGtkTq0swfOp1+pkogxDgYz5T09P5FWi1LyXSQDv8AR39HuTQyNRM6BXU+556vA1YuuwG79OHSxMq1hpgIIzpszgtHbX3AuQDM1YkvDCm0PR6koegdO5gdhBPS0XqlchvnBXbeguBZ2Reb1OIlzKmJECSRqGqoTjJ5cdTIIEIKyOFHsWl7ghW1oQkOFoSgGIkF9eQoUpJwVdJyiVAOxD5bMCNmYuBJiGtH0DfjC0b6CYJWI2gnfmUAv1guKQjg4HszrhjbQKRO1KGjo7xaOwAlKEQLiDD4cHJZAbADABTZAfGThCdX0ESqh4uQAHeGSbkko0XdSSYAAGSi74HMxPidkzPRSp8Qt6+T+OsyODNPhE387754dAEodiXytZP+t0MNnpmZ/JJjXWHQgh6Q0rQ7SozIdeFHBhaRIMoioWU4E2VwEUMI3FQRHQZGQiI2ApACg5PrhDPfIEu4iI5aDrGOtx2ojSDQSs8SVXVV2LLRVT2Z0X4CAmLKR6egyycPMElZKAwsANy65DgfE4VBIVqhJ3qecVLIDHGbA9Cq3craAnZJFAAwYGIJxvGLMxJGlKAQA9R4HGlyAjRixRd1MHgjjAQgDClCKvtuEQLWakUw1KRncnG9zATTUiULIAlkEVtSDY9B1GUJ/EIwVMJr2v8A36ddaEzA9NDrnXj20/8AWEy7Uj8v9oG/jcwLDnRNj7/3qbw1iS+ughq2Bn6CTi2LZ7g7emlQ/B0tO00FsO2FxA+PMFfjsvUl0QcE1hOENgKKWICmGRlUcJx+WExAYfPTnxnRweoRgOoijFtpknkOCWVIAIrl7aZD1kEl70sCBIeIUxXMo8XU2ojIBYiS/hLj1ccQA7KL+ff18dDxBYZhJlq0Op2zeCTLspsC67YV8pJBmFaaQncyDrDDXHi5FnUVRZEAJxEiU4i+vRVYAz1CEeJwM83AQpKIUNQLJDhQBtHHus9dEBuB+Y59fz9seRF1D+A/4/X1xoUES9CnJ+f+OjqnsQnw/wC/1/8AFcU8XEA6EmeI9Z8f1O+oJI7PIAfI6L1vUzMQyhGj8s8tvXXecWBKk4pt2TqEnyzAN52VprA8PB5OoslcsYYnQcfiPQVSAVGiItMffwXNByLjGVKCUx76SGFbNVQBcpSqQGNkOB0PClLvJaaJ2wnEXHSwQzkIU1AFMnAxsJCkDhDaZr5IIi06hYaAlaNgSEG7qIpaqkcNQKAZxKMiKCJYsSyrw7wubdUCQcIMAer1jTI4noDKEdj0RBJwZ8zRAMLWMoBfJjANnaKCKirtx0jxHVhEEJl6v0fn9IGp4txSsfPfugSlmXT6dR2XfxJ/iQb6jNLTbD/eo2wAwQaoHSk+Jpw/L5Kqivqj41bmI28FDjofJ63vqcLWS2KVXajoEIQAOJscCBEZFlbqlDpAkALwLFNCYxwi8oaHiUk2gI6qExMhkUrKDJ0MVocBuJuLr6SBmAGSLxiwlsYjFFoQzrDhm7EQ3kiN20McSTVo46Ps0BJI8gCpktvAQAO1JORs17Q0kZqNVAcF/bC5WgqgGRsTgJ6A1xozGUFil4kUygkdEED6SRw8C6ZwnbMpIsbKaFArsQWB0o48H5A4ugSlFFSn0iHwn64YQDV0SIwD5/h8HBgWKWbIkb8Z1j8fSeQZfaI0jrLCwyHCmgUbC36QduhNA4IIiXBMpBBAIEZjGTUnUWxufC7j1j1PgmABcQFJT63ijcMMLU6GHjrM6e4nANsjCbFegF74cWqlRVzZRSOumycInU9qROoSwJA85w8taIjxuqMCAd/QrXUUuxjDAYYnU4BXmkWTAdLqbN3OuESabCSlwqsJ4WdYPEm+hM+kZaNFwLxhHi3AF6nQoTJOEVdaAK2TFWAh8DxAtlUVRIhUD6fScRruzuliIaCam3g18zAOz8EB8McnHcOnriTdYHb+pskEnAUKdMFPTh0nUJiaSjidtN6+upk6cJkyKMp7v9j/AOo7zK+j/YAZvwxjwUNBYYQUFAVEMWKSZSWG3c8nVdRfu2cLIRBVA9h1UChvx2FMXqB8CH5F5Rjec4jA1AQQQH48Aujg+e/ARfVUnBWSlNtRtcywOonKikwcWoDu/RAoZj0cLPRg9ojEBAZ3wZhCwqQFAliWcAfiBFMZiPEdCUnh5hMOo8r5ImyNDxzJ+lpyLoXKcFI5SUg4GoAAEOuBqsb7WQQBxgkeARCT0rotAQMmITi+U11aRAjnYp1MyELEAIg6wYMUuOpwX7il2AFfZl/f0BPp3X7SBn4HRv4iqZq/j/r/AHzi/wBLrkYxYSIzMg9U0/j+CVHU0GgsBmMktyXhc7ohkxBRrdHpw4dU5MaVIBARB1X64SCKpVfgV6wdd56YHm4spiVrNTfBPOnbmyQsEUAtD4n4HqUOStB6NYCz4kjZOGCUQCRQWwzzEC9HCuvZo0ilb2je3U4UA0EXhUsSUMMazhwpAFQoQgNn0m9Q4qZFBZgPRQTCKAzgf6BrfLXJCwymScKkUYG0Q1DQU6trNcWTRei/Q7oAQl62AUVlIyhvaooaik8ZdZIEgWRIhBKWThaZmITA8KZ8wPjrOHret+ES/wBc/wBh/TxAj5Q+Ol/v9T/4w/VKFKeyKzTf4/XAeNAs7GbntvRn5ln6oAOoadBH2iZLwnwtjGhHCkUKYeeJbGUACE66hp8xnXBQccBGiRFYBG9acbACC/KL6oP5n4ELbKQ0BgdvSgrCQ60bWGZN0TFYKBw5OUbgZmolYC/B4vPUoMUKCzolJQcUeeA5OaaiwiF0dYib2BAbR1OAb7HyQIUEEV6CTiPkOGyQBtCmWCIHAylET0GL+s+/4rTHG1qBcASJ0AfWLghGdgXftajMvSYCcNCjY0JE7M7JJRr5BKq3wFLHowxONgrmAqx7NYAj1Hrri0EaGENk7IeudmGBok/yZ+v7+js9cKz8PPjR+Tp+FEdccDaqGXegudZ1hAG0B2ClETJwmUzTVghm9wrcevHsW5wANGhCEBinnBG5sGEcASBQBHYYpDDZ6bHqp7VOBH/tmnHAFlGMAcapaH0WsFNITolBdFKBCgaNDOxg4GxDNMAFRrV01I8FLuQyEVpKViDqTiQegFboxpzE0QqXV7YS1A6KYDpFcED2bgBCUBwkZuAxm2SvXRcAB4GbFtY+KhEAHl2sYOVIQDRCE9ScDW1B53uycQBU4CQxTp7WdaCz4BvEjAoRRheh4fjfJA3SioYL+sVgWn/RTr2hNO5f9Px4ErS3Hmm/Q2+D+UxVc7tFnIw+dPJoKOIIi1CPWC9uHpxHCD7AaG5rZct3OCilPY+h2KjclvnClki9VGPtr6CSI8BwSVT2BJGiRQYFBDjmIMPgM+T7Erg5pmt+iJI6YZxHzLNBcUVxZpLOFhifVjVA010X4OIUT0VoSIW5qwAKUK8xEyBEZhD5c4Q5Ui8LabBbDCPBZHuIOSEsP49ccEJCEozh7TXufROE3LUcMUWIvUnhDMRrwIEQIjWg/uyMLCkHYI4OzUT9N4PidpHOEQY/dhsmACGMOwAHrHBEoYVGBjAg+LNc3F0E+cnBAjBAQpk76dh5PPCzH6A6wNtxQNA2ABd7g0gBmqFSgD4Ou1/ucyo6x76kTQKkkJY1RB/LMB4AatQiFfuSA7qHAKZYhAQDZFXXSbEnGsEKwplXAZpKmDwZi44dBAEqkrCcAUKOWFAD76CBODaw62S0UURpMAeKnJfaRIa26BJhNQ9a+auKcBSKcBReXx4qSqYBNJxFsHiI8EhL+QjEvKIlgwYBq6NM4IW5rEKrVhRjqeDDqibR8sc8YoleFESn8q8lhSBgeC5YCSwCjO4WZ8ZMimIAHixEu9EYdyPEsCMGq4U6F0zptkp/sffELoNPS+n5/h8bJgjT2h1dQfOo5Mq/I+kCuCIZTD74fEmiPKwAAoHYaTFjBFBtBIT4S7kejOAAWAC9UUb9iPmf0A/6gWAjEfhXAZTZgg9OlIsLRCLeHA0oQwAGER6B6nAS2LQhu1VIKUngF4sBZpEvSi0dPDyMUKpC+ArdE0jcYBx1KdvIJErQjGdZB+VFZahMlAajElWHAiUlHh39ZA/Hi8BwhKSAI4b1t4J2JXZKCv7n4NvwTOc8MFEHuJNHwF4gCI5qFqihDRDoJwXbpd4yIyC5InnEgvaeelfaFn1Z8ZnIBVHysf1n5fjD/ef8n++fx/8AFH/648feQFrjL4heml95wsUE9lsYm1Kuz++FgYCXYcmBQML8Y8HhBAVUDRL8Xfo+E4ubdad6TYl6n29RrgsY6uAS6OjIDLRWtAJgGsOo9cYJk9A6UaRhYeE145CahsIz5Zkxo5SpokFUps3pD4eNJGC2SVtRWFok4Te4MMCAJKTVX2ZJr0WZJoRRgRycEtFinEIejSt8sA63gCqc9gQkYWZlDEShbIp8bM06ZhkEhZ1MAOg7zpP5MCcOAL8CLE8PJPIwCrkTZ7FCUztTr1MhkAgYINBGwnjc6vG8AoqyC23zReuvpg2vwPif8a/jiloEVyVn+D/s7Gy7ooxRkHdqD1r0l4kxu8cZK4Is3PPO26UGCr0MO1T9PRLPMkAIMP6hG0wmcvnKD5VHVMbhEcG6IMKyiNC9yJwN6ZDbNuqoHs4Hq7pYsmqQEkkSDNFG5AQ3jSJO0mGNxWVKRj4LCF7DM7yxMPOUGIOFfEzrI4SQUIwUoQ7wFMG5hs2kAB8SjJpFkHCBE28cpeN7iLoh78AMQhwxfrQsXEs0FYZxWVVQEPscQULrOF2pa/rVCaFkAAA4EXsYjDnDBU95k4H16ghgQXBg9AF8vE31J5Sh7CrMw2cGupk+Prv8/wCsEqsBfWh5d/v8MbMMgBnk/DXRmUMBtFb62MjPjO2PfTxiMZXILsoRz62n74qstkeA0ojoe9TjZYnqjeUSRhjChNBUoeBKmj48E4moPM8pVGowYpnXD9MRANLCkgoIdZwRwAEQ8Ivp6AhAgcUbrABpk1t7s7EDkp1DUBIqanzeycEGsJF+CAT1vfTqcUIJcgHKmFwA8bxfxs8JHZ3OsudEOLBGYBoMCoAeu/nHYnUACh3AA3sZ1sS/hhLdkOwqtgEoBQFUntQkL6QR92dcSbW90SD4ANzMSYpSEiA3anrKOZ9TEI4i4Cfx9OS/vuNx9bdebeuvPfvMNUGaTEU3YDDLXycNNa0wegmEAOtWzhOFQVqegHonl+TzhE92aQkCoNTSRI9cYqXDAiwYzI52/EK8ybNBRCN0QIkDlqFw9eq6SBKKzTq7aaNmmGiISCiE4rYZ1Yn37r0ADMleQIVJY1B1ixcmNIjGpakuVOzBKGTgFi0edBV33VGh1wJzGhUpInqj4zOKjDkmWJSg6iBWJmcfPOEEdAanA0KeJobqVpghhhKUkKFh+RLv3pzsOC4E3FBaoT1kCRMk4h2hZ9QOwAaAgfCE3gDohB0SjoYLPkxDFtpQELZI2gvw5KC5ZQn1fr2fn/NCLlRnVU/7YU9+PFKD+CCNRFdhJIRvQ/bl1AATUCi91vU4RTi9jsqlIAbJXqcUHGzCoG0EkJPZ5A7ggT2B+a4+vjwBUNgjA88nMRK4p1FEpGAcSAkn4GyAemyRj59e58QkvGIdlG9ZIZ/HbPrqGsEbMN/HR0Xw4FmD185/DnZsh49ZdBD9AQW4lvyY0nBMnQifSsCIQ+RxrlLKNtSCMNvfgXQutWR1jU0+MRH3hBwAOtAuwrlYEd7eLC8K32dTNFkRGyPBEdijOigV6hpepxcH9UBJRs6xCAp0g7QHQWgsn3Rn+kCRwI9UF+bEITveuEcgCnZlpvz9O/LhlWBl1gevrn/xf9N8PM3BSSLpPl/6PM0IDZpFwsHryV4VTWiFAqzC4v2RiMKhvETSe/u3r682Am0Ygi7VgQsgY9IaEEPAPowJcIFYYt+ZXXEGCREgRVxOJBrr+qCqiNrYgtICJHOmud+ae0/FN2qOrvbtycg9/X/f9f5n6bPcIBhajLBoLjFk8XGWrGgCAQCgAMnCJW1RVmrqwIV4GYGPVB51PB8kQmvWZuwOkOw45CY1hQsut0X8HxnvXAMiCItEK6SNhS3+LpFIIECSMB7hNpxH4iiMQAITvCRL+BGxO9BVR6k+g+OojEO862I+jI/e/pQSvR7xKn4K2kn5iWKAZottDrvrDtxHNwCtoPw4eQmTGdAytRidiuQTMeFchyKjSMkAmYicNFQZI/U0ZWpY8EuOxKMvhh7RJgH2t+lVgDBdA2dcV+ZdmCoACop++GRWk0RjGAb110eTLAsg+jrHZ8fD+EwB8Nqony+KE+2PXCxxsnACRCCCSZOKM/8AoHCa8PSoRjxAljN1u6pFHskLSamVqMFqmPwOshmysyRmQNACcPAKS7aKUwBWFBjw7aLEIIAFQiZm4Tg/bJUxOJj0mx9cIFsAfkMbXYYyAfoaBGDsjfhqf8eQ/wCL/D/v+zgIXDFlVufLh/H6JdGokcRVBIO5oeHCTOr9IA9mRbMz64Edw7u9SP4+PL8TDE6sBSgQLp+shAHcj7qClbEENaAjjz5seUFIiAAoppnaDNLElMjryBxsVoQULDAaHcnUTycIibGn4S/PsM/Mw4VJiBCBFL8bDs/rI3rBvo9aTqvzj/UI4BqvE+AIqIiDkOBwil1T3VkQc2hwpUwU84gHqqHU4PY4kCwAAAAQk/hDxXRXWmgD3mYDJwnpb9jUENYlDET8cECmDFQ69drK0UyKlSwJrBE2veniYlh6cPzqpJ0bZ/XEJShCandZ2Tczwk4uAgj1O/jmy/CTsmQBkl2Cp8Ay4Z1ONY1HggjU0Ckj+LwCgg0nRz8U9YfPXHXw7dsGCvote1pKPkbykrUUZD6aKwRQ203gjzEgvCo5KxuxHtTQAYpwEqJt1qldDV7cX+EO9DjCJ2MOg1++gIxQB2c3C76+lCD0BCV8VHtg/n33zwCYY1SkMifLvYJ2KH1Rh7E+IjVUC7JH8ndMvdwsatFLkwN4VdIwxQXoOirrw3S0BIqrhi0GycPaCEVlYETxz4zTDo1EVq7aG/AHT37iIPe+7wZRJoGppmamrPxR9RJTc6DLdQJzTUfkFb5Wh4xhqsn67f6/052JpPlTvzoXz56pdCFgWFqQxay9fjidXkd7tKg9512eOwJpPwaZHufofjiuYNFSQKC4qoSzJMumkgPcoqsiAM5ehEzDAeAcAoWYcIRKq96aQLAISmb1OCcInwzqf8/2fIxQwiDY62dydTZM+DpVCwCj2YQ39/x+YPoxPbJvdp/t+OHAK2qWFhPvq70XQKSJYeCgVUtAQaFFAiQ5IW4zt1AARmOaIgGHIiCGimrLeAyOQNrGIMgmOvDhT0WQ1rF+UHfzwJDxJCgFejkwGsJOOnLgjcD0yhCdQnCnUoR6xd5E6gvx2UsJJSKzb7VnhsGHASgn/Kx/I/75/wDFAaH/AGjw7be79+/s/rhf0DAVVtaY4V6LhDg5SppCBgd9xmsucQoXGj8lkQKvV+pR4KAt5hjYgNFk4N7AEsiroIdQqF43UEAJKvHatuJk+MYVKXr7V+OC7EyZnxn4w/g42CGjpl+Pvv8A66AYwLB+XP8A3/f6o1TBNwBWRJcu/iMVVW97+f8A3P8ATOWmXhCVyQEpSzsOqg6J80aiuatKcIiVPBQ5VclUUDYknR0CEGMBHTRJnFOlMAYpYl8ue4nniKOBgGRBwHr8mBMJCoYsqUnr9ZmX4o70MI7kR0fjw363imMqP57b7o9n/okjsOb3hfr8ec3cme0CC52O/wCOC6bz9J+kU9BCzviKtF+gRQsQrJExzh+FfYGlXMIEAcOpEZnBIWooMdUTedUH5R4VKFFjN4QW5uqw96AAj104vBB2RsZLvgRsz8YTso510kj+0Het66J+WY0P7/j69570U1LRPG6l/idYXQIY1B0yeuvpl+gE6KRILRipko7058FV9Ha/RQYq0MrScPL47rBeYSgz33w1emjQ1BQrPUA3gDtlBoIGBFr/AEgNL3piSCwTuCcUELJERD0dFQADt4UK0NAC0OzqAZ0t64F2A+GpU/CDPpHnGRf7g8oUV0RViI20vx++mTKKjA8ha3b97ocLeGAkWWaNkGMEyPCjo2CfQ9F21nXml4UQMgAlBhIqCL2JF2RRg0MgALcxnkVFsBXUFNIZ0cIYTLp4kSP7ifCGeh5BB6z3/N/v8cAABA6Dz/f6517M38Ol4xItVUgIDWd/1+maV4RRoPV6KT/OGwTTrFdSJ8n/AKkhw5+NxrNjUHYx0c2LgpNokIEgvcIV/wASQrMCn/BnRECFV0ejKgFhUWjeM0PXykVmiGT3PjtYkhGUL8A/TmQ4ZOZXwVAnZFGFOABTBZXxj/fPInO4CHwJifbgTbhNSiNRuIV72YrCt/i9IH1hjro1X4k6mBKFdjLwO2jFAzJwom568FoioBUFxj0GWRbx3qcNAago/syuYR2IOHVMw+DvC6Fdte/j9nHv8Az9Zf3vXsnQ1IIFJj15j1/vUAECATw6K9egeD0Zkt2ECpql9qBY9wwWeUVYY0j40kfL534mNpGL8Pxf6P8AfGFEOi0Z7XRLAycJkEtClIKDQtrSIt2cwp2l0WrhAUSMGbywiFMHRe+qMQ3gSn3/AEQxn7CkAJw4ohFSZ5Opwr9zAGAKQwn2/XjwCdnhVcnYQbSHxDo/L/njkOz/AG/v/wDOEx2EDopL7bb+oYAcEQjvcMmd9e/0cg0Wo4ZFiKgJVoDC4lIkb0JXctgE6FnARtEASkrhFfaghh+H3mktDriidGXUmKtZ+vwTJI5gR7YUco/DAYm8hJSBJRAnfFOJ4FeQushPY4WL08IciIVFKSjw15LC5tqbb0PGMtA+noACB1Ifr+IXNS8gE5ECGSuMOjmqVUwNO1FCDUAmRp0He4h6BEhwn7QyINR0F8NdJlVNkkIXfbFBketMOsGpqqIvcE+ITrMhNR4rBPa672HXiggOantvTyvSfZ8erkUvZlSBsqz/AKYF0sfhQ/r/AG//ABej+HlBBeQB3zPaHfdk2TgMSPL0heouj31QxB2BuDJ244H1pmQMVN0sVHWGAolZOHUP5xS0F2erJw55GUF20YfKe8KwQLUJNH/jvf8A8m5anKVxFyoezY2mgwIirIiCRo0E9O5APcQe+H/X9MmOKo4i0T8/B3DD4Mkng0vQJ2dj153jNg9TWwncnh/6+o8BEYxZQRomFH4SP4QRExXf4yTJL+g4ceKiCvjzmRoS0ZtqZb0gokXERKPEm7qem+mCYHH7xkYSqRudQKdJSG2wITEZcXTex+H/AJPoz4aZ9Lf7/wA/fCHRLC+i4n0nXDs9fZaR3mS/rv4EHJnrNAZ39/fxxxUVkmGZSjp6gXpwok9YtG9unztyD8HAR6iR6FbTSGqGecVvw9bzlnUiFOnhVRKYIooFxnWMTIGhURAgKqeBrjvUwxLEAkI43RVnfwKAp7sxOkC99Y6z8lMpoQ6A2y/YHQ8PzGoIFeiNRPhml6Ho0nqlgAmg/kD6t66GIwmjhCmz/nP1sGOxAnjiKfUxI/pyw07BVC+W658IAGWFICN3DCciN+MoCODVAqiOEcO0WU0KAVhOgMgEJ8Th67STgafEhYdzJx/H/nBP33+v40aAovtIfuunX9kUHVZ24Uv+OE3b9at7aF7W+9SiACCwuQfSAL0D/T2wBmBCBZYTzR6bAv1RoSADD47667JhcVMQ8gBDBQVB3hzmlivK8ECKdaAUcUB8wBABmTCB8ZDyY2Ir16TT4PvzPs2AIyxkZBsrSAphJGpRFclI6nZ+ANYU6BBMlU6A4R4GYrYYOAcpQXyThcIIQ47k0fQVkhuy3Hsq9vdiM66nROFKatejCQFCKPJeKuP+yaQaCZ8r0C0AYqjbCqlriPwkAxWRFFRA3Br6+PHgoCRBdlCAdNTx2YNCBsASHA7Ve3rjYVjy/b+wdPTbsQoui/hCSddocOkKiK7gE+mfxczjpVT12DI16nYTeowrdkL4cPyFX9meKEgugOUoUEIqs3hRXnBECki3jJW44YQ1gsCjAgKwz2PvfmWwq9UAz6JgUkIQCjwHtF7sfo7IlDMgF6j9ojWkOpxB6dDKAhXQKXzejwxIZBzAsgUdjLwsk+MzJK3GQO6k3hzgbnNSJgwDPsgBEiyace0FgCud8NO8MaPoCBHUQRBh4H1EggB7YtuThM4lqEmgCVYIKzOO2RL+q4yokjQmDgiwUFUUeppfiiyXg2S0ADTe9w/d6OF0ALiIKCDqfL43x4Q0okpJ10/4+v1x7fy/54Fiih/If816/XAiMqPyAFOrP3+tRDYALig++tAfMn0OIyAmNiBUYbm/px5bwxVpBQahgniKwBx5DahmRxmcpjIyTqHvwt/f4x8hABESC+Ed8QRJmcC+gCDIBdUuK4TcG6pCjItesgRqsJeUFK1Hg0Z1mcQkBoATYCw4t3J7C8sgFqSCAAGiSHbtDXzPD8UMxoapC+RIjaITzHzI5BQqNV2R9iEzh5ByMCiCTCtq1wOA2S1lUUL59r8cRYkRC92MEsJ7/D0iZoMlA0fA7/CfXCoLi9Z0/GPf04Hj6CJo5Xtv8b+vGJrVT0bP5u6fx+z/AOLVetKe/wCeRab9PDpB9DbgfEknSVTXBZP5pvTX8TwPsH5rT76+Ovgju4VwgVqRg2uUzJ51RBBE9BAlc4MuY4ICg/Gn4n1lkKoekbqBDlvUo9m50cXbqI3pOBbr4iqCfBhgPZwo9Y9CEoDVbAidnCmA+yHPmgFqsDt4sTZ0dXgK0pYEeqPx5FY0xUinfnntJVR7jJ98RjZrrOzB3+jZ1OCrLwTAmVqaYHxOBD6wfBKDWhpQaG8KhhMQDElG9iB15Lxby94wFj0COUtO+CsiaQXQ0QwtnpJjwyJDq1g/EN67ejpLQD84BV/L3P1nVjTu3Zo/N+zfxBAGYlm9r/l5PbxAC6UZDUaL1B4BZy1AdtEArHRss1woFS4tUvRij1zu8Gryz3RJr0ILFgjbRQVxjmwA6pGyTjI2JlWkBc+xh5jUCkhUlshfSIJhFPi2MHQwMFF6R4rHKsQRlSikL0PBTleYWJAAKfAxGWEI5AogdKBlHoKR2W+jR2OpqNEfgZ0kYQIEO2lmfAYRc9RG7UUX7m3HR7DgMAIsQAyDRhYk4co6hI9QbZ2dEePYgNPDNeISHT73ooxCmCPhGIX975Qlh0NftAj6ufff4O6QFjCmCxqwRK/GSUtIfzP+b4Z55OwiSFBtbaA492YmMALYMFBCQlvjmdEzOXgMUeW9sf64kaPoToRmGEVdAyr5YPcUEJR06kNLTjBQFbpP5P0dNeIhiUCoq+cBZjtiiPTOmyzgzqNeNDrRASui8OsdWhjogCWlycJdA7NRhUuM4BHjXyxwWHKEFcAip4T0SWDkRKqwiSEoCWV8lYAiOg2BuhVPM5TsdVPiThI4iwioVAGCi0bwEotFJWZVFjQQ4FSXadSi9kvvmScEv9kXACNCoQAWYGM8NZZaD8n9dZISAAQUQ/MP5r3/AIUGfUN1I2kZ/wASfWEj0laTOP8Azfzk5fIVswej+YMyTZMKbu66UfZB8dr6cMzwXQmpFRo0F+ZeiIgCYYuSRJiZN+wMaVY5lj5UJwzYNCY2gRDssRRzjGfxQsqaaFYZwo82ip2o0xoLni/CS0OokISJ2DelnVcmUmrRODq8D3kp52dxZogBThoVBSBYEhoYjs8H6S1yr4J9WOZPCpztby+WqBPHJpCiwE66WAo5648OD41HKBwgCjbgGC7FQYOuB2SdXDhNaRlmVMWi4afXBnbhkIEcOrHsIjJ4lnXSXKrYfb8HX1j2jShcGD8l3/YIJbsJ9Ue35nz9eCFdsWeJZL1vXvXlK7ON8ynzK0+nuDwkqRTRBClFFHA6+pxWgArRrIjY0JFk7nhgOIE8NZ7JRMJshOj8C7ddf9/r/wDiwBS78laQ9nz53j0RPXhVmMgNZsyXgIyFFFt2G9YR04Ju/vYljzTp3o4U/GdeGx0JClQF4JRI6kuyidrIxnQyoKVOqTQsPPx/xHyfzyLsQoT3Jj2j/vwsZogqqJPsSHnRIJXJJICILVDJ1jlyMYpheBJoMRmCRT1wkga43pWok/Ed254AAAVJJv8Amz8cv7f7OOgJfwAJX9Xtn8EEDRCj2Q9+/wD4qxPkf6OEJpCL3teGfkv5t/F+eMgDUR830n1NhV8OFKdsik6Nwv24CYv5rkapcVTQqzoQgksHvAr53+HIThlZo96djMEIL5Rzj9ypGl0mACh0+uPtT1wtACdE4fHYssJgAGCvVSbxgy2yeCAhNMKOPe4sNFuirtkvYGxiVwbD2wOpIiwQlXSAxFJHz7j1mToNwroX4T/f7/ge6m9HBkwN+o8TcSLmv0lOP04KhuRbIOsVCvfqZ5ClADAENjPb9jwRgo+VWUS1V6NXJs8AIDoeGM8A/H1enhAAx8Fz9H+7DkEoDTr13ZOt/B1Mkd9qYoHZ/pv4POrVTAQi+3xnnRuW056RC3BhIuTL79sGRhxCrTDwiVeawIpZYKNjs4OYXEqRJ0ymQU6MeoJIlKBG2QQlIS0DKtFijbFddcOHI8pX6uexQ+O7xDEDkYgiwGhESkcBcaA+iAgpfRK/BsE2Bclv3DeA8C35RSDFDCIBXAbgkRlKAEBL0YbBAjStegCTap5gXPIo9JXbmfS8RLeKRVKngnCo2phoTgbSLCMEKf18f++qF1NtbE+ClpD7GRYYSg09Mwp4X+N4MaIii9hb0KHx40JwUQCqPZp1f+t/RxKDth9lknSZ/vQBiIN6vX4OzDQ6hEoJGKFlPX4Qmj0GPV1FWSYa3AN+DMVR14on6iXhdMJzqCxAjKzfsJ0THsOMQiqBSQB2gIEctCBMHSGAVVDsKxE7OHa2yJR6ITKZEjxsMArLRJOIkS3DhgUTIhpvBytQZTigU7oSknAbEGAspqxAgiQ5QTRI0Po1Q8RvBFyFxqQlnt4WfDIzmiwnYPBgebpXDl3t6iJoUzQOEEIaToAZ5J838h4ZEPR8HZkRIZAWEg4Q4ISWI+SHf6hgIg9TfIqU8w6k/iVO/bel9+6f8Z4QqVr+Y6Bl/OSeeOAwdvVap2wPrHqQIw0ZATNnQIePw4oR2ysmgBakVTM7Icq0O8AtCehJQeKy8Bo+x0sIhyB3QFGzX57Ey4eE098Jl7RemLKiPFvQaDPzuRgrpE4aYZ/gisSYAFmk4uWqLJKClCq+wUNK/E2A0KkAakYvMswuQQiekZCvEwVIaEg0V0EKADgtfVwSGBZQa+DhRBIkhXKFy9gOdUyNZb4HFpLfU8ZEwi2KAmQOOo7MOuAVkLqKNTdDohBIvDVvTEcTDFoAx2TgZhrX7ljMgtyalnFXdSGOQeZt7+s8BAOwzrvz65OoLv1soZ95f149ctQKdB12mSJknE5raWGQEIY5H44UzDhioQsyl8zfKW4BMTcC/JaTr+CHR+D/APgo0YnIrKtVxMFc6+pL9TF7fmRgB2MBGYMOCp4nkhQ9HkT3pKgJkqhBAIAfIBEnECZECRFkGhHUu7nkeICLIYmPvX+9fGClX6FodY9dZ8dHxlMuxB0WVv1C9ZPnp4cBXYoH4EAKdBPoCnNNoAVpasN9uRhau0bYh1b9/g+uzNYYJ3TSO4/4+ehRRXK0EHaIodww6zj/AEx/PzX5eb4oT3t/n6I1Zqq/nb/4rDTDKfsB/acIIC4BtCt7Z2JevxRA608gR7+Tf30dSqE3t0L79/7njsk9hIULzIIEi8G2nvGFSVJ4DG78dYIsC5AJ0FIT98Je1KCyI/V7GD09AKLl4xmvSkg14VXkOfBmAxoKlwy/m5sTRHMGgBMwJ6CiepKvwbvZeCCmWmDIa0NPBZ2MmpixQArWVFRppmANU4CFJDwgneHweJwaBDaeH3/ibn4414T+kchPhPpOvFkseXLAlT5lWR4Id3VvT1P3nif4gY7SE8ZrpEGnx5BNiBQWwJrd/wB8mdBYqfAF/i/154Nyr9zsT4zf/Xgw9gdzsTOu7S/enjAYjm4MMnpY9+HE1LiXoUHrVHIPpwppzraEScqL2IS+HDE7D3RbxtNDUQADEczD02HdEiQ02CnbfR8LnUCT6SGjuxCZxFqyA3DeELRiXfbDFBBkFJw+PRFwENEUEU4kooY8ggBAjI30wISRhjYZgCkXtO+ENW1iHIpWCJV4BIhmhAeFJHzCk4ZuJw9xJ3rfhYdYFBQDFfFNOlXWefEwu3NnifSWhHodEa+JCIgQAUIIAYnC0x7PgBXiD1p0wh0REmfCO106AU0wzrETvcmXuZ4WmZwDe6pIjkZUTc9r3EQhVP8Ak/643ekfGUx/fnx9YyazdogYXAn1i5MCSsIoad6AHdE8HCwIPLAsyCKNR2AZM1ayoIUQAXGdlnFCxghEumsfGehsVYusNAo/jOJl3I9AV1jVETeNL93QcEgjD4k4Fh/4C8kg1WEqHQIzYWMFcVUAbJxnW2q5vRMlBZkzQdwEKWkmPUoKJghLkFIBNbQKAJwPZGIYOrvIKedBWAJr58UYOh+L4ZIDtOHTZCoPbQclAJRMdLXYwCQ6+GOVAAIBGHvBP4j1eCQPCTUFfnYoP31MtWKXzJdPcIdf9aEoEIGRr+/6/jglNDh6mHa9L50HwhDkTSXSH3j/ADfwJC/K/t79/wCnJUzhhGAD6O/nWeNHiIIqBI0EEQs4UHsQiiMQAvXohxUDKSIwgCp8N2YGLdUpaLVCCJak4UbwS6kCkrlQkTh0G1nQR3iJVHXQQqiCMCG6n5Qjq5XADrD4AUoCHtjdGAkHjtbQoJFn6cAtxx+11kaPRHJwKKLClDhUSlA7IUM1rc2hPREFh6w7MW6FAMostgMNkONa3bTIOAGtdMlDPC9AJAQslafxxMRK0TK9KhIhVeuAjvA3FYzCvaP5PMYu1dACvyRMf+DFEAostkPnrc/30pAwofj7GKVaSSZMelGQMS23UnU3A4W/r7qCEmCHebwQ86KVVggAaKJAmBsUahSJLJQNnukzofg/x/8Ax92BEQogtVMfCZLfQNQvbJJIUuJwDLa0yEGEJKQnXATySK8l81Ri9B1s++NAUSMUwU74zkyWKgRJowXtGQ6TE1PSaaCmiCaNdI7Ml3/9n1/zDRIgqiWk09Ppdzr7oGPo2bxvXelNcJZbtVKqz5N2jFe2FTxitmAgDU7/AKdYkJA6uvdAZHA/3ogemZvzL8Wf9uMo7e/3rKyTz4/rgQSiH0NJ8/Mzp+k7Cwd7un++dZ/8bAJITiOkgEp0eu/w8DQMSdiWtMbs/pfi9/Qb2F1szM668nDtgwv33ioiMW4Zo8B8YsCxlUnSHAACnlJrhDpQCDJOIBOmVMNOun99egiZSkbIEkGUxXFtp+GiPQJGt6AcFmLgBFaRElJFAASEMkl4uEmepwTvJJZ4jRPFVQG8GjNKFCFQjTGFMsZGb+/dSi2NmqJMNUgmPiZfP+PyHQYy8QUliNU/Fhpwh4XjZFaHu3eCowcgUOwL/h1n4J5m4Z+UACw6hJgR4J3QvRcyPmT3rPrhD0qK4ks7IB8dfVHXkubMs75zIrQofAv89/exJRLog/skxaW7Xx2TY443GIUcpAfFLg8EISUEqPlqAmSfFFaPilSZiBft9FDYrwliTXswPeIwEtKGOIE/Yx4jAmKQCiAe0jGOJ/hk1kiQgMoVRVnxwaEjZGtTD/REdcKGD1RdgiBCsxcdkIQCTz3BmAuNCGAuyYglAAF1euBBWUS9yAiUfo6Zg4priSkMLKLC8WrAI/I/m6DyVepwViAIKsu2q46SIcDY86PGxLoIGsnFhXxQFHRdgWwW8Nu+MowBqTeuzIeAKQ+3xgsDKZ8OfRHkjAtFDeutDMmM4qEMFH7P7y65Pn0OAK4bRHMegu5Jd6PEc6AGCJ31ETunwB0ElFo/IGsFnYicHsmqCFdOshHz4DFa++r8U0vhPscUJ4u4swWEWWA+FjgearEgMhC0Kc4ZZmPQbR7CGF4bYFN0gGCMR28DgJD30MFTGUn31xeiHRYPBwPR1hxhpR36G0CoALTTg812krGcIwM7IcU2qmEsEJAgEPwuZ5WILLTANVAOE41nCgo9BSOX6w2DuKW3IFcEaYicMyIiAL6gjdpPn5siHfGoTs6dzw79x+GHGRVNpIpjPUPaQIJuVCeAnV27178YB4FGHTR751512GFUoA0FBc3rsN/i0xHsRtxinzcLDMnmPeiaHxJxIdDGcMP4URCMIFTSKyBwLQUCOeGoUhPDiMBc0IPwBVRAoOG2wogZ0R0CTAcwhPTO9ZXZp2K1BT/y6EqalANG+K29h2ikmAO0MnHVPisvR0Q7A0ScHHmQ3TxptS4AnCd7M7iK9TQ4EhXgtpeKJyG0Kxq3UV2bg7vbKACMIMcXHl08M2hoIA++eD+Zt3VVwNQQDfIwkdSn15Aj0swKIZWgoRurh8PM6RhhU2BBiL8YUchJOJl7PE9+w6p+PgkNCaQi9Gm9dHX1vxyBaoAusIfao/nfLxUzCwlzsgSeAGcMirlB1BJu0BRrG8aznlAdAGOEah1OI9Piitn7xndvQ4GAiDD5zNn+f2PSraVUcSb/AI/9xoBuj5TSQgGjIA0ziBMqroxNSIRKQ4fcrYayAHR0Vk4FZFNJzCyCgBZWcGmOwhCF4LieBnxBNNGmpijvQvAE4JqQoGHDAReBHTR+IQO+/hzfjowkBgXqkriEsfz6UQpUw0JL4ldD0JmXgAOIimSJSsp+TYEDnaA0cdDPTT64VIUg9tQvvn9WyMeUbWJH851UXoPrGzcql6xX8xPJ0EwhE/4/9v8ATr/4oAUk798Ij/8An+x80+aVA0FIA/P1eH3pqGAUolQHvt+kAlhEUU9CjMMDqZHrwuZAqE9013NGgz4XEGm6Wk5ABgpjHLlCAqEHaohBd8OP9DjtAJCKO4dbKtVDJATqYaNz0gj7uOqBJwYM6wWIPCURM6T8/P8AH9fXIEAj2mxlN/3sx6NgZdo2SFjCQTommFs79WLyQCThsjPU1FVYjNoIeCA8jO6+B8DS4S/GSXDrsprKb5gB4fFWVSh8hEhP1wBBFFLpAlrfDviazqBGyfqbNGfIV7sQ/Cf07J/0y7hhf3CS/Xpxl8GnaVvWvsm9BkJiWUdH0/PfVM96V5UgdEwD2BXJlkxgxNWLhEomkp2GcMvDbisdygmzrXgUkP4Goj1tJDHWBtboyigFAFB4fxDWFAgKUBEmCSE0MLnlY0AdWHYR4hJTZCS1wdtNCZH7TNNQeHvUCLDwIympbPST0GTzjs5F8po4RexTQOFszqcupKC9RnG6hnnS8poYSoHIa1Hz0XR8IDrrxsH0WuE6nUWlek8nF/8ArYWIsyIFzY+8Yi90UwH7BkJkeIAd7YmhlRSsNcg0vYDrQ1wTSETznDC0+V2rh69D35/ITEnUxjITswId1yEUaYZJPwvwHx+uiIgVnR9512dfHx2IDPkCok+KGdwZhOGVdiShQdMi2wAJiwUq+e5ioOp6X74UtpZrNAWBACIm+EJIjmB0iygHTEsh8ZiANEBJAYAHEIJB0kcc8THXrgt2wNGCijfO/Lj0CYSkQjhGCCqGWBBwIsm30Rv7dn13uNKQvZ5/jv8AzD8BiiKk3vBjEAQkkDOw7ZVZfSKY7jpetj2TyiuBUQFd1EoJISgoVQUAhW/IzR98463SqvQCcEdSBUiAUnbcXCiHWOgVfablfr1/yTEkQPvtTuHTTUwfDKgKVIxee+vQ9TWmdhkJ9Gh+O27V/AEo7cUM3q2Z5/gDLWkcD8WqyJc+dycOwCcEhB0OzMRWThoI+2FeLKuIYQRMDUYM9w3VfVFkgcwvzZHI/IgWN4ZyFEScIMIXdLZJBsXHdmMPgHXRwTsqqLSDlDrY2AcYlUxvuQOuhenr3rJU0UI8F97HxCQCDr6FwDCNOXQDDBaMqqDAqtOlqZb08Sh8SaUaCItHoDpJwOaSy/viinhJAOBuq4H4CgN2CD6xl1RiY2g5YUCgkg3uXaXlK2KiIZMn1u9p/wAwCYANyDhSd0LQwW3Nfp+LxjMQL66j/wAeHX8B5FkbWAvx3nlj8M50CKMxSX6h+odk41VF9gFuvyCHTs8Y8BNohRHACFWQV+L5JwpOqEOI1tAApNm5hsuNxZKKUKjO4CnRGGzUJGKFN+YKJ1SfyfD/AL8TgYU2xnNwAdhmMlEE3RSryGiUuFCtIKCgFtCoBSIcESyhNt0xRHTnEp+b+J2KEagEBwBhxXXBt0jXsZg8H5R0GpshD1Ik4Dt8DNp6vW/7+EiLR6KAc+WoB751nbmjg/UKzAL2AzUdILKZGSgc8Nn0JM4wFVUdKYJ+u8vHSCICFJ6+lzrQMyBlHyAAIbRGNy/WYrJAppH8ZJ9fHRaXo/GFR6Md9GfNKi9gK9s0fv5+/wD4rv8AX9N4skhbrZAVQHgficbgfejZUgxgn9cDvh862UAWnTypk47l8GkLOJCEe3oeLcx4VjU8QYdYJxkpXDRASsSkADeBmTlBYvC2nTIdpWoROjtE9MS/4ox6MawaZkCdjg78/PWgiMcefV/vz+Tx/wCiFjzTa5tv/vv4Tm8RRVzsGL3E3IfRiQH/ADWktVs6FclBdjHXaW3iECoHA9VUgFYEKp+IOyFnro8zAwaIJJOGbbQEDckcfhv58ghskP4QAbZD5+ZPHA5YD0IsvXSWZ+GAMAW/kbOoL5/WDEsPOhfL8/jr+CoAI9F+F+H2xP1xAgQIJVvntN6zwuaqjqnS+oIjWOdJSlAYLG99HrLQOHI7yfdzPVVCqsDKg1UhK61Erex14Ge0oNNDBa5tNpKi5FwEIwCGRnxw5FLdVYCb2r6rd+OIIIdCyIO9UI36HrwTZUHFIB2kfvwyHAlMZRXpmv3/AJ8DCvAt6L6S6oJREzScIAUiU0VRxRMASsk4DoaHUkZDdnuiTZ5S2RCsDQsSFOsvFmt5Z8NO5HT2DgHDXTndEAK7RwO+KJ6dlGooQaCdIJB0XddRI4orAP4ofTqGhBbH78ow+vjQt7hBWRlxt6BAJjUChaARA7BYxMydfQAoIhqY6Pjt3/jxHQpgvYj0YGtNkDgijM74geAyohVeiAjUB0m+jp8/x49CztgKmNUKRU9HgptZAggMk5ZKSeC+wATJN40Www+TKnYstwDG97Tr9ZFS9Ag5lzN7JO/jjv8AzR7mPZEfWPmRPvhTZeh8/P8AxkhzsTUs7ml86876+sa8vM/iYDbjDw5c6neDnwSApLETg9BYMPVocAp8jCt/cJElxB7yr0n3NZwWmwogfh9F+cJgCbw2yYfYXB00kvBijEAW3GbQJiJsdBbGMaElNK7D3/XDVcOjAFg8mJnRuQ4CF8X/AIf88YOwLCp8TtYU8TskClAaKWsaVWJD6eiU9MYo3TNTr5HqQRChRdmSuZIsftxCZZCLK9AwJa/Twv60XRoDwz4gSYCIJJULRURPDoB1IwgkHvuKQQ9cS9O+MWI10RnzLN238Z5OPuXKAQv7QB6SdmRrGUCqgUZfgGXJhgtTLsR0g9fQfUKDLAQGCzQOx8tCcBbMuQ4CUGgMoCYZwAfB0GNQ5pGVdFw5Gi3IY9FGlkvACvxpl2hEb1DOOguqCVGArDb1vUwjNugQNXLWCnUzgVU4aHyPkMSZknFZD0nzd+z/APF4ij3BTMvn5/354UY9hLAnwugxPd+IGACDso16Ojvo02S22lqAAYBIk0F6nFOAUiipF12mKaeTEwkYvZAOCRJOoQljAQH5ozoYw8AJOkT0gxAREJOuCNLB490M5Em+cIU4ZILtqoMiBDg0wSOkO8SaAqZ3xJnLXeDRrgCQlQQzAU2/usQ7Mw8XJ3SpkAKNmGuYFGd/aKzgPMKGPUEoNlADsFgDzZ8PS58X0L0yWyULhw2i4SKqgBjunqScu/AbjCIqe2n8ScJIYdyLp7EKGl2JmKj2GHv2igkvWTgrChVegDeja2QHrs+JYPFfgiYA9U+MkDkAiVEKaaK/v9cNNdK3vWL9x+vwdf8Axh0YHRawn2b8X1zIpIKNByvZ3DqTgYaA0iRLQdwm+Fj1VEqK6A13/k/6xARrIg9BZBMX4w4mQPQoRESE+ARbApNDECJKKCAxXDi0QLak+WMz+t/CiHQ5emgygTp+P+jGHyD0AP5yfjbjIMVdVvU6wG/P56eonu5+6ffz8n+M0L9IdxgfB43rPxmH1m3aaJMGDgngU95lorDKqR8A4XE8QTq9gi0E7E4u06PrJV3sz869Jhk6vnvNTvWfW/HgLtkMUwkxIMKLuMaHBBnyG34f+n4Q0mWr6AR866/0KZ26qkU6VN63qdfBo0wxNqhv7/ILkYGNHguozAFIefqMdKEKU6vbCPx8s4iOiEK6QyBLSgSQ4fJQK0AGkobejImCisCAoaIEmCa9cIdfcq+HQQsQ7E4XBYIaMMEICgSxvCVgeNxSB/jfx+UEAaNDvclR3esw+uBsb2fHjP8A3/H8JX3P+bxB2vIta9Sf+vokSvBgTCxV8oVJm8F3bFFMz2g3rWBOHojlPdnZQJqIPAgYSSEIIEFRHwdTNrTouqDCDRHOuNW0eAoEdhWhBicIfB+gfSY2YNfIxS8nNkxWTIvAzYBFkkaCxYFlmoW9Dnkv1sfjH4yBOnzzCaPDuNNE+R/s+iPgRXAlK3MCRE6evAj1dAIRWO1Sm/Tjb53VobU6sfZbOsohapAlU1j0SsRgnINSlBQRebCSE3eHabSQZ1YQfBxQqxot3D76/QdPxnSHhHe4x+O0ofxhm/7/AL9f1xaeDTtHXuZ4zfxwdENL8ten8RPPnEIoSDHUIRC9YX5fjYc7iquAzEc4R8Q4iN7AezUgBRSZHCNzkx78VL4Yo6ScfiMB/wCQxYc7WeDKkNnsUWm1PDp/HB3BEKsKWwD+AAJXBkU6B7NhTPhJwmcPVwLUKTStGD1OJCRVe9f/AFn9/GVP5PlI4e6YjjxEEzrXzj2j4JIiCwtE6jiyMISEiL5MJ4H0yjyCJEhNhsQVe8zqikQoI2tMgujWGcKZ8L12ZS3QHeCF2FCEoBHYxNmAUKJzrlRUQjTOsk4CnWsD4gDd+R+/GdHYMa/ISene18yZ8CJnsf0/X399cASUvaH6v0TP8nZTOqORaHpYA4UepwVKeMKlx3NICtziJpEHQRkR96RJeBs3dNLCAkGGgMQGOtD3BAaDKfDIwxBOySqSOzdeZnTwqQhyCYMl0iPeEeEGCxmKxiId9z/rOptMrSiNynoh+KhVF10+pMZ7b/x8CyJKL9En5YbPOvIfjWVWIlx71Ds68p1J0rBe2vRoS7wW/wA2mgTEKWB7HoFOJdH2wwgAv8Til6EiIGkfASRqzgoezoIu4whQpM+AQUNPVEGl0g3w8YH0fH+OEADsNRKAZ6Nmz1zw9CANZFK2/bP/AEY5sp5e8vw/H/6cESgnWs3a018PrJ2OGBAUAFVsCBXLnYzlr4OFYFlFxQQOFNX6y4KHLVTidEWjGCsWLoJfj+uNMwR6gPGU2Zlrwr8j0o4DuPUkfTLwgwxu0Etc7OxOGP4KBlT8VUflPeGrvQLdl+/By4Hs6C0FAO4CKs+rvn50/wDjc+4hbu6Nzsu9b17IkIt2GxUIu9d3oCC9EmLQXSYO9fgZPtY9/H784Evnj+AYsoOn3xVecJL16FQzB1A49xIPvT6KiW3JOHKLS8864U6j3OL8A6BDiU0oaMmVYQ1EgzHYdI1yTesWQDcs+j5PY+X6nF2XC0KgAyoPUHx4kT+znwR0ByDSrgOHkPxQJkBml6PWgWJgkigWCkzgBeqeaxaYsB+xmaMF1bBegwEgBwjDeqMACepWT4xPN8LvggJRKqdymq8GasGgmmG6UHO/4y8EeRO/XZ/HefnBD8o6FGgK4PSMDqSFH6j1Ip/PuP6NL4JUpi/KugOpP8M9foMQelhc8vjxE2xK+hEqIC/S/GPbQtapoMSqTyMRDhD+kC0iOdD8g8Ian7MMCCToQ8N4cGbeLALbVdIPqcKPrCxAQCmgw6cUtFlUqYLI3rDephAlcIKdDLugN+PE4ZIGCvwKRaE0166pMsQRQ6AQGcY5v4IjNGHcCMkADvoA8SsWXOQgDyQQ6nCQlcl0tVJcCAAYGPpQpZgTwNOJjd5AQUG0IR39ugZ0B3llLXtwzpmXi+LQDokiHY8e9bwZYohRvQd8X9T9UY7teLdW/eWBfdzxCYEXPtr+Z/uRbqm6aMBm2lR+NxGHQgXqETWB0z4+zM3ATVrBt0Z4yVDxToicWTn5QGDVMnHywCYKWjQNJVTC8Ho1TwhK8hGBkKBONOKJMBKAQCcOgQcCwiHzkElOcVryAFdwyPoma5wO1EbpTF+Ve9Op9cN0CgKsElopWfjreoMBCkgSJIh85fyPUyrC6uMCyxls6b08YFyacGAkwBmoOGhhEpcICxxlxIcZd0VvUYPWl6RyIPFRbCvaATe7CGGZpw2EVqP0GpcQUpSUky+uAtDumwg+N/F4sq7u1AI4J0TzviMqDrCilmr79dPxAgLvX6fJ8fx/6KN7J9pp69/Fh/DHilVE+9x6C/RAYqlpjSEisgdq6OGaJSBcBOi08cK8ViBigKbSFBVcDhDbPWTeb10B+PfByL6DwELNCXZilvc1/BDAgegsOCKgfrBAQrsEp8w4akYL3UcIPZbB+PCwrskw3Wet9Prh/o0hBggXLB6UnnCLWYQBIDoVh28zdEzKCQHDSkh6JwCsSr2jwCq2030mKS2lGpVGqDhXl4F4GB9I44o21j4sYv3VE69VQc8GHFXHre1xiAqR5KODy0XAuhCmjA+xDoJNYidGH5TqYjngDBiR0Y1x9GHZH44eLys/c/38eeD0oxL5ar9TfwvXSkrMDGOg+i9GdX8LhoqgQA+5HO9zeCsBlBhPduwmVgR4oYKABOqsAhAvkw16VAeJFLSemT9O6bOtgKoEEUOrCDUklCPsQA5PHGzC8OtKSdlVD8L8MB2B0EVWjPHieb1wFYYJU67Uo5q/nJwBAF2xDz6n13k+sA9DnobmF9v/AKnkTSRwROpBKQh5w+gri1wNKX1IJwCsHVQCshDQsm2ScRgWDIhVR2hqRPgwJIcCgTEWqZPPjgSiECrKDNdwmwrkOglGQAKZQQ6I9b1JlIW9A0CUo3x53dLwQgBMMDc51w/WKZ7jv7l3q9dghnQP/wAUsSPQv7JP9/8A0e5DgO4V+8Po13DiDmQWQ19IOOIDHDjRlHFRSVL1OkJP8BSABKUJnpprakAvZQAROLdnciN0AcLq9NSZiQb8qjgmG7mXqnWpSCTiqL/YJ1BWMABIvDHNpAJKiKFQsnDETL4FQCMDAIegOHbN+w9LCwBNQEmFy9gH8IMKwMOJOOrFEpAAIEUR2UrlddbaGeLoSQyObDhK4bAxlBZMMeTBebbAhqs6VC6DWYQKhtTChw/9tWASagA12TvgFTGcECTD6YHSEzMbob26RW1KED+CMKDARZRJ/e0P7O+TYGAA8LCH/P4ZH1izV/h7n5z9eJHF2yoDqenr8TeFc4dUtgb29BnfZF4+txQ2oOoCqdMpwTmmCUIFRKUWAEaKIGQdkcjoBO8keFw7KdEGKvQ5NnFYrWAueCzOLBCBxPmAcaE4AwRQGYnAgpiqEZXoEIMJwYI8YGBpZZR6GYlT0aVhIExrIKyPAMmEQaXleiAzEeH0rvNADbrhq64L+PhPfSGoNVlqDHE05Q8CI6JnuZV+Gx2EDp9FqI5FY0hEWjEiQdQheCGsK1Sta8AJ4ViE4mopsVJv9DDqE+zhCJomyCFJrJNFi5koqYTGw2VxY4b1xjTTY71QPN7fybPAcgGCyoKyVA6+CJGM0swCdWMy9dp8/gv0uYjIN4r0fhWeYewZuBEeq/8AtMBH5Qj91Gk/WEyKqiCO7ELejnk4JsMAMpvMGSK+VyACIckACaAuU5vDJIsKhwIFL5T4eLc/6pKQAegarnjwIOkkGorB7FDSA8KaeZSXoQAmEHZXg0kPtdcYPWDEcicAtFLBUy9BKA45xk2wYzBClAAnQp1xfeyTQJEwmdtzJ1x3uiJcP5SHnUevHYcSZ0u09Fc6pvRj4h2X8dIima/aMoqw9CIUFUU9oQKCz7lNxoRvYfSBklARJ2/x/tnx+EFJMVpjsDh3JPn474qIUApRsCMoLYlp5Y2wCSxmURE0ga4kJcsSFwlAkYdcQBOW4q/ckHZy0IcILTeyF8nNCmk4ElXBLpPQQXrNpk4Y350tpoAgEUdEnDdYLiLug4lQuXj5zCrqhkiudnXDlIF5OvtLQJ84tExo+RNdATKrpzgp+VYVgCA9A4BF4oL0qO8/Od36Z7wHzwYbZ3bDnV/DRjssm3Id/CRL5vDjA6nbQSjO158JwLtYgO0UYjfPm4vF0hkUEn3gvzU+MIelVAgLb62C6gjF7JH2gPkBDuJ+R4CgMJFUUWnveXqPxAK5Kg60DJ55IfwdMiKwAYGt/EfuTxSTSwegQep80Xrc4X+owKCPXRD/AFPJ7KqbwSBqJL96GtjXKgABAGyMk4HadE1oGUFJYTOsQyJMXzTGYnn4fPA/7KAtq51XaCycautfOkLCEEOtScGrygjqLTaC/wBIcQ8ObLDBrkdsPc4nd0434Rr0EvhvBAPqrREo3WGs4v3l9/00DWQIAi8OzsI8NCrtrK3V/pcUj3UXWHTgE0+oRlJjKRs7WkOo+cA0MyChQAaj1fryUHK9koib0hTCDvWLOKTNsysfnp51Dorz5bpIG6wn7fxmV8via6776PCdfAGJ/wBCF/x5/wDn/wAUoUDKQf4/3/n4e2iKeH4BSP12Z4bpijoIaXQguJOswCHw6A0Idws0sSYo1pvAkUp+KCLNHSUByPJGCg0QYoudTgyZlGUhbropSBF4aMoCaoiSxUMhJbIlQWAsElQTYEOLuzYQAhhGrEoX4eIW50E44QKGVh9CqBzCfd4ICkJl4pZd+spkOWGosIHF7Qn81ABqwcajeEmqd3Hon41xgLg8NZzaoQvIsp1xcwMx6JMsKhgoEhEyktmPRl14hpwOCSCmFVjQfU/w46jqpCPgAe+jEnDMBBcRNhjBg94GYH423UcZV672M/Xm0iih0CG9pbep1AQvSX2M7dnf+H4jyucQjoACV0dbpVPBH5pnq2NsBR9r5xMc4i59jMEvx8HDZRzXyZAGOBIgJwrN+eOhlqUVnZhPBkWMxCqDTawOEw0sBALYRSo9+icR6+DsppBSrEfImZwcMT0Fi2jdMCA04OjJQIMVBGoGTOGs1PWONCujepph/S1LDjGgwOxAgHYcekiyCTDE6E8J6CqwBoZg0CACE4uXpJ6NvkUqnZ8cFI1BhueCQx/hoEbmAnjLiaNa8BUqC2dSdAh09kBPKsE31TWRSAoVIQ10BBUho6aqGSNCZh5lyyCzz0tNcw4NWEhVfN2fZfLmBCNY0UWYEKbuvne/hIMQHTGK+u59zAMbIGS2MFnSgYxm55qbBZx+igNZNnBrDq1AcQ6MA+JEF8pu9moEdwmWRD6gpN+QYkO1Ph4LG0couwYgo9yfkgOieSQTrDMO9jvCKuyZQSgAq6FAOcdCHVdRA4ehSA8D2Cx1AJ/Gx6gcNspaM2KpVQXDMDhSa4JEtVCTBlcAFkAVCAFxAw6HpsCKCUNbHSpV+U8eiVsyAKAELHJF0DjxlOcZG6xhfjDgy9Bdp6c6Ef5AJwfq6qBjqNSizCAl4mK4lQEBbvSjet674VgtAn0G/nf7/TKwL/IPL8/1fihFFE70ZrDUDp29IxomJUgsC7QdJ5xTlCYowwohFYSvV4JdruDoFA3SKk9OGBLslWkDHJgCwy8SizUqWkCujRaOOw/RB4QCLiFrhwi/YclIjWAQMwuHqGDCVAib3wmBA4Ec9RmgooaKEXOjiGI/H/GIvTjxIaMpKwOrogwkA9ODQKyDcAJ0NFf146TOuK2MV00BIe/gEwkNYQrQiIgAjheH4rkA/CpC9jo7gEeaSRAhlxES4DmGcFMAQgwlTfgIauowCAkgpEDxzGFqycPaNPqZdDAH0nx0cgrNeyoQcyFy30z81g8OifjL5/wbJ8+C73+eex/jD3cG2BvXRDAuf0J3tixwkoDcIwv1wVAhSKiBCoFcERziBEQQsbvlXCW2gZB6DiayBawensgp1RO8YbcogvesO+JIGtg1DGLmr8SEeAAWno3MXFCP188Ryp23pF/FUwzJOKR6iF0iIHY9j8ZIy8HirkGIgEXp3p4bniJSIBiwOxPDY8PUFuHS9QilqCke4HDVfoQQx8sQc6rhwQtO0FVVtg1cCJ1OAKycQBZYOAuVzqMv92Ssb6pDrKsw4OIllTYbxVTKHk4VtcimASHrpS+RaeOx0oa012XIvVkyM192odNde1R1grumfx/9Pi/9f/GKWPgXltwDM0iJexEfP4+OhwuJ7APVKGmbfDg0CIyFAUlZbsiXAg9A+GVAQRDo4mZBHibQBlm10OLYDclH93WbVt8QAEkHBGQOySQcEC7TIZ/W6zOXXd0xDgsyzRdUBSnqQy4nwgdmYWpBgllFnyVcBATOhoEz9vwxEBmxVpdjoQJ0JeCMNKU4RQVX2Exf0xMigZmABBEgC9i28dmKkTOhJwafA9b0V4rhxPJhHl2YiPdQVE1MwOEstRagIiO97M7Q+l10RlAKjq9CHpJMR6g3hSkCLpvWGGBWADl8T/b/AK7422gntg1t3tvmZ1ClIJH1sTq+/U/wLAiJ7A9+dq5J8HELJjtkvfsFTME/BVjiBhCUoqw7kmJwlNeyxMkVaR78YFjEU5GkbK5lWAygeENAtJI0mDwig82XFkRUJIyLwSIwEYKRItU+qDxQMoQM0AwyM2mMRrZDBhXMYpn62Ah8kcUkWiDTsnGI3Yox0Rl0tIBwdMbiWo6EACRenXD3AgJXgUJ2QfHnheF7fiYNNnQnXZuvz0juxOEHEwR8zRsdOkj0zHiz1QXimqmpz44SORoAJBQMLl6tODp4iwUarG6GuRsDg6YMjuVL81VfSXIAa4u7+H/jPN734eriUuC/Hc72R+AIFx50yJcBP4Ovpi3KPJGlgKMfm8d045uATF2XTTJnFsZ7O7Ti2HFES8Xm2kCcCkCYGfBldvFQKJ65AwF11wPEaVQiqSzPJb4ca4XUMTSEHZAPAGOgN/wtN4mZEB2FBn03dV9jTqVFO+OxUQB9SViUdZ2oDiCQEoKeKg0wsj31OFfX4gbG0q0nxWHGl8p4AFWpTuRL+wDvrOFCWqQj1EwOJsIXmVWy4Ifq5AHQU3Rel2gGMUQOAtwAJiC1tfj4vU4dyD5iEfh+AVOvjB9pO9Z42DMOn4h7iL734XDZ9H66EFqibJY3Nzet+eCiw4Pri0+Bd69+PZZCnsoKQC6j2uAs0DIMgTxdfesPQ0gBkALKfBqgl674eGUAIbdCU6M3OEagE9rpGQhiYuTi2HB0CiiIBa8DoLwC+2UAlb0Kq38QinRZNAKJNX4gGMmPTIwYAowGS2UngcEWIokxCxUlg59ThRNDJxKfNZD7zzhx592vns6+uv6w6YAUIZ1qhNfnJi4zYaqPRhCQtCYg0kIGaKIUNUhSnCxxK0HRKmxhJ1DrhU4je1N0MGqgAsnDyxBFoMAgohEYWQi1g2SuX7XV7uzMPUhASlAb8bF/M74SsUVNMRY7faZ/VlrDmvYm13ZYPxsOGPFAbRSTvYPxt+ACeHA4sGrA0j7DoQcyGHARGI/FBe84CVNS6CeNYT8SEOEEjr9AAMa6E4yL8XLqKNHzI4gIZsZgaBVqPahEnzeGdOahTLT9Svh9YFrn64hir0Ka75xd2P1EKv4Zs7/uXKOJBVfgoD3kn4mArODWPoRHz54EqVCLoynRjq9fokXSAEdpaZBaKIeZCNmbTC3abQFHjJMmLSEQGxgYApcTyTg9pWLGJLkfUqX5cHiAMeEk1I+4T64YxgYq1YFrlZ8+1o8BI7cfMUv85/H6otM569A9PdE8fhMQ4pSKzBf3Ff8AgzX/AMXQIjtE/nlDFQbuhp306fHwUhJ5IVV42wfPjIQIcCgpL+BCE8NCmGVIKNpUzkWYl9JwfQSj6DE9FEuJBzxaPPxEgLlgqnAMXgqyAXKSqRAdOEqNbEZztNJEYJJwkZloktDup3KYHCR+DrZUQEJRMoj1g0GEWJeAQV0HqUBGPaAqHDQLK2duAECBbLClEu/ojxi1xjKxEDrF0VOJFCPzpIWw1gR5fM8IDpRSGag3hN1JXBAqgHxndyMp0QU8HTfo6fjepizNsixSi3S73ZwxVLNKa/TTX2eRjU1Gj4JRW/M8gZPFiS5mh1TLD8E3rIBt059f8v1/wzENDYibNfz/AJ8Mj/zRZGFA1rqAzOkDew1aIVRKt6CQnEE020cCiMkL4ThCXDYUVXXBGlnBty81w6gU9Sb4cBP+YEgyqj6AMGdxFTKGoPqRPScA7gUB5gw59PXCvutUazDNAB0nBDlCAoALCMwYUIVK02ZVNRFFQVgSDjB1ACDl+gJGaDwFbCc6RAoiW+vWvD3gycEIt41AJ4J5XBMqwVkZ0TqKYXIkksEgVJThxg4I67oAmIdCFyYcAYcKlfYBGozAwxa6EIS7sFkJPBMkIwRIEU+vroJOgP8AN/w/1/zeGsvGusncTAzNk7EYCASShQkoGwm+cNZIZEbp5hE+gGcDZBagEl6UUYZ0cNIktaCKRPQ4n1khqEZ4ajPART06+SiGp0AxuCMpBKJw3fd7PjEgLEgw+OCFKdYqS7CEXCdeQAP7VDt84QE0TONnYR2mXKAEiC+XBEyRu4tQewDvQek4JKCNOpTvSfNb48G8sdKKoZpYY0PhzHWzmUMrujJ513FlJsVkMQFSnfvwR3+U3NGIqh1kEOCZjpbDCG+XcRY4WFBkHwUHQjCdM6NcLalInugtyCdcIq4UygNfnu+B+CcI1bYf3KQ7gB9c8jfyXY3qlfy9d8FiILrpzJ5Z2YZnF6Y3ooADRIvkhQSRYDyQIMrvwUOqSZhsOAFNhaE+BeCChKS+llnShU4H81gXD21ID1vXgn/mAwBKCoTCLmcHkAhCCDUt8e2HTUvECtFFelKvx4OjROWAJnT00kp5BKb1gCE6Yhyk+JxS2ZsghK0yoX5y8O5klE0J1FR+Dr1OFEHSyWgH2DOtPJwwAo/EZHFM/h68R9R3kkIrLPYBzgrENiWKuReoC+OuDy9gISjvRoEwpPArn6yQeMOrr+DxRmSbZZkPxaePckQCWg1iqnQRj4Yr2YD9CqeslwegnXTnUoajhYqMZ2go+CeTCDjY+lAMI/72eAY80ZIC9kYskkOkvf7FSFAGX0ATzsVoOILJpAAftpnRq3XKSpjeDQMCQ7rizB+UDIKGXvhtgGQFJV9u13tsS8HsxbQB/CA+PJOFwDQIMARSoDSYugQlN0SIipNdxHhMk4skSTRVYIQJvk9IDBhpYg1+ei06emIC60A6EY0alyVHo4YaTpEwWa1f8PJ5LOoBKtQNTxskOBcKuKAqj2FvRlnw6gaaKghatVm4HScYAWCjsLrGjZ0dZEDWHp+KAfPjevmBkwMWdCIL9H1/3DoGZfKNkZ4Gp/ZiFrG4+lPj0H6lyU//AIUvf13/APCp88Wda/Hfsf4+Pp4TtES73YyyI70vsCWzRRAxfKL+IHiUlC1JwO1YKLtqExFaQJlihC2uAmzvhLwdfTDywNGSzOFhCAh8iyCvQXp4RQhALT6nz1nhLIwXmGCCPWt7fPRJb0aCU6CXE0AlQjjkIMlFxWXZtvRFcGGjZUBBQvkt2IjhgAAlEdkQMc86ihQoosPq9mPjzAwUFiikFB7cghHkJlVBlWxIIgGudBMGukI1Yiz0WkZ9QOwG2AIoFQFDeniUIPlUVy4Hd+MLmxYKWC0CaDGn5+LwWhUaIEQU7MDomt6U5W6XR16vvSe9cEaEIBsCu9+TzupJxLNQ+gO1ydedGbNk8mCwS0Wy0vb5kl40bD2O6OpcqGeTLwdijKB/QGEeARIDIFQitAAEDpEBWu6bFiGDC9icIqO9CQId6jatOHx4nC1ihKiAJgTjvz+rEJEASAHMQCQlUBUZqJMJtZOBZmRsWLDEAgqRAPU+478WaIhHpx3JrNGlXYgE+K8FifEyKBkOZ7aYreJOUKOgpxcgxjjpLWrBRgyYQIS8EzRbPiAxN7RuGvj5XTiXrhnZxvADAK0BUMRIEMRJ04qSMOCckgnCBGnksDI6BJDrbvVPDxMpiAud5gU/XyA4UKyuDgGDneq9bcNkA1U6ERb4d/38a8HUZR0QGO4M+fiXgzxJ4bJxwuHXRk4YCHCSItRlhHSCdJwJVRmFKfAnQ9VDs4S3IuHRZpUIXIjpMQsJE0/p2OIVfHG9sakkWVzRcJInFn8sihHcudpQrs4JcmnooKnyWgy9R4AcD0jpINEoeBW9Tiw4E6aVu0bgjHOxKcgpEVF+2epJHg6KO04ip3UNOgbws2tieHAV9hgHkOAWAugEiKrBXJr2Bw3LCNJiAbAIn2gEZUehRdKRHB8PjzgPKqQCwDp2z186FMWEhoIxVVorY+Z/kd0CPToF66JEI5LjxIJPyd+YdeTHeuj1i/8AR8mvWXjBxChiuRZTAD18l4eVIjst5YlWBW0DgEDRchN4EguDAxxClFuTZOkUkujOB9CiURgCSkMfEiZDNtpYy8hWoZxVqQ4SFZuRPjIHAEQTj7hMA+4XrhxozV0tVAKKI8dU+rjCPcScCEo94SUjXskCgwKPWnnDNmXtVCETY6mbxDLqFJOdPBp4AcQ6NlqRgJQx8Uk4dVK3RIdsKLwVJLxgwMS1HuNoNH64aG4ogUi6QUfBEmIJTwDWBaKQkaMmREI52iRi0IMNG/PHmQASgwidTWLuXJwoTvDYdBCIBtOs8hMVtBX6n+v1/g+Epy4V/B6fU9zp1miF7AqjJ9n9cBnxFTRadQElOgnGmqUaAbBkmsZ+qdLfYKcLUSEQMk4zC566VyiWJFqa8XjWEYEoY9kJdOO0TtJAoIRddUJkfMc8lJwG0TR+OLphrB913pgrqYDeMC0mJIK746sA4IgmfRrAUqCFjoxOJmXm0gdggyKfLEy5BcpYsoAQJvznbgLVsKoAVCIVOnxwIbtDqAxS4MUvTjviAG0qdAncyJJOFJlU6DCEdGcD1YjIdEg9lc+PeMDYKXr7G9fH/p61RdRapVp7Xo6kfJiDoA6OLh0kf2p7wiwBVrpDrT5edPx/fH8qf8//APBp1Prl8+f+P/4NL1/4f9/nhhJog0UutsP3hwtgOiSGfKWuef0wGAoemzb8b8eZsUdchQRIjKNhkmgjKiCCAsEj21KZ5vcv2RQtPzQSmlOocEphCEJsRJ2tK7wRI79JPuwAyno43aa7gIwBKEdpJQdUA/zNcEMCYKakvgJCKXaSqTqcHvwoh3pVIwmwl/DCv7sRIpEEen4SGwWqkKfO9ADsHEpcNd8kGAQHpHho4cJqEu47AgdcUU3vSmJutV3o+HgjMPwIko6NAummOHeU2KywtLQMnhJwPVq94QNBDVfRwexcsj5o6NINVeuE93uCSTZ0Qezchw5jaLUazRPuI2eDisgRBlSHVHv4DKMIAsgFoyrSHupxeEfAPhJsxnbMiCWhHLjVFFsDysyOau07NNJQk3tCE4Ou2LhVjULHOuy8GstIFUKJJXIv1IaZBxflEjx/Jrw9tIiz0aFJWKt64Fd1l7OFGH7J28HCJVejQEBSFQ74tMEuOqAC1h1OyXhTEPgistkrv6NnBOk4pOVWMZep7hwaMpTygABigZQdPGH1BBDsTfoDnyUJ4m8oVe4RWJeuDe5E5COKMkIiR4yPuP1ZcCvYIxsTW4yjSqCRAh48G9kAdZHgSte+M4BaH4iaBQKVgBTvWhZUaupGhWnQROH40KuWVCiipQjMHBsqbaGAinyQUz4KcUJJkL6HAUYkq+OGRH8KRAugW1RuXJwdw0C9VytR3sgOCKZiiguaQ9TfIpwNeUCDASQJggJEsvAYHak8SmrRlw8h0th0qgY7vpTMh08LBoJATEdFAbQRnACXjLQPQaIph5OAqD6oJ6gvYoMF6pwVFQtrLsqmsyQj1w9YaTgFF3B+JXRwmBWZVQsZasM0Zxpu08TAJelBQ+BIF9g5SBmLQh1sk7K5h2Tbw+SISqS8BMWN4QgQHTMXqcSmXowmctIAMj1wJYS3BhQhVIzsTrIwrJqwiDT2H4vzxcQpCd2K4Cha9T664PLXuAwQIfgXr7GXnJpigKJ4kEBFNkzrRCjYQ91csu8LpENUqwBY03x6Q4MXBKytxE+xKEC8B2hIumYPgDWfGQ+Y20ykSMEtxhwEXzIQhgZIR0mkQNZSIoCkE6ySJAgO1NFYB0KkkGqGwYhoAyLg6Z1hOyLwFBr2hYYJCSengZORUFQoTW9gluEBOpNJSBGAOAR+jh2wcSmZqBnjAEDiry3rA2AgEjdN4LH9K4dllFa9svEH6zXGElMNwSukSq47v0RGPMcjw19bwoxEVCfJnnDrmxIV1gACodUHI/4h8SUVaT5dwLw+wDIGE6C68a4HFnYgDqMDCw3p64BG5jWCZT5NMdEMOBhLhSPRIL9okZ8+YyYxAVCKfgEB6mW64BlgpYSq1GfEmd418iLVAEFi7MOFjLECDgD0YSk40t8IRVEqRQ0IJA7jzMEUZxKbkVkwG+tmCUEppEvzDEJQqkhqdACKBYETgfq5TrGX2gK3uJJw75flhXQprJfxcViUcBBBWpFxaPuFitGpoijZ7Wq5HiseHuD2KJ3jkyPBGi3pEkDhIiXsDi1pHEYxbGGJpPHieWNDwuZXuE2w4QoWg3BilEgApheMqVVVLlawIoQf0N8SLA7A3R0Q8nkOBMsKUIxVoldbCIdXV3dhOtncD0P0gkHHDRHUL0D16vFPxoKoOLpX5Ex4k4bA4MQT4HTM2bL3oWY6DQWji56+8adA+70I5a9fP14YUIaKAGVS3c9myDDSQaPVwqR2dcGfoyOPZdx/UrNkCCIyipUH/R53wwV+U6nWf3/s6P8AwdH8X9mnDp0QLpiYwXztjcSIYUMNOKOnSdfJONya2dgwHjZ9sEcazCIhEC1ErQFqJeJsxqoyEQvEB8E8RmAdCaa0UUGRRJeDZkC4MdZgA7pmyE7B2VFGIZOuuj64AhBcAANKs8Qi/g4RD4QxfjKKL064j/qRUMpaajoNY2K4TEYFkKEo6azjHoIjCFRhGDXI9Q4dw4izMIoojyyfUOGhkdeEjXQRvXpScJEqoxQqwh19rAoTafmhDUuqoxuIQpe0r98hIAPeohw/0Xb0HAFBQUPB43B5WGgNLe4vThKCJqFESOs6BGXrwGRL93X5fhPpP4gqCRSg/a/0nxkfZA66kPQ8yJ0Bwhj/AFixbVdKCFPi8du0h8qRGyp7IRfJwF9aIGVtDySM3JnVo3FoEfktnXVM4UGmFAioq/wvX6SlZIEx4NKiqMALScHBWto6DHxUTeptCcJq0QrXUnqRxpkeW6Fi2LBX0wZH474SfFyjTDHVWEnQecbXUBKO4HTzSIfGBDXWlFSzo/DPMzQWkkE9pQwnzAnB4qgqAyCOxy4/iLwlFEQIoThARQh9ONuBhuoKs1PxYcBHTAo4jJ+snUg1wkqKEurujXxDgRj+cQ9dBJ8f1nUvFuckEOodUJmgzsTgCKuEJkH5Pk4VHdE5ybMK5CBA8M3SCkDR69WIN4BAHpXAI1wBXwF1IMwWCKlMAKhPmZlAjsRRKKIQETT66eHwgYa1AkBbDo2Bw09KEwD0LGij948FTAIJC0SRqxA9BiYMVlELbKAodwp1gI+AGRuk8ChKCsOiBFpCiAlAVI6SPwQKJjoDe0ABeiZzvgWCSVae0NaQT5E4BA6hRURpIKfDDJjiscArls6g7DTiRqpxbsKqox7UIwbqQggGnHeHWAnk4yQVXCQep6ZPjfDorcUAAFg06XyGk4QE2hNkYrAxhIZxEVEmQT0AFPKCzxNjAOMKnbAMcr9CWpLbae/xQzXXXAaXEClmyAdESZBMAE6Cd+CqQZp0Tghg1JqABoM6ItpQYElBlRgMHpCIcYY2/GsxoDCAPo4AptwoZOCLKSX6eBogjUpQSLr908eE7BpuJILrOvZbwFtXIqiNn9qfJwgkmWQpnwLKOEhwd5RaBcL1VhM+jhTnQiSiKEhaYoiQRhcVcJZFXhJkJwb9zt2fzTsoUucJGEzI7hnsdRS4kqHIUhQNmXTeiSmHkoAzptKOvaGmldDheFa0pShLVlSNlcwYszQrBBBM/VmeCeQ1uAAAuCnm/GIaB8KFqRFO4bhJiU39KCK6SWghJ9RCZ9SNsqIUBryMgcDkOwdor4MEnXoyThSokESUSZtgTLp5gUpQ7LdiIwqtN7nAVYgtOwe3tXvqIyTgTh0sVI2MHA1I+k4wQWgIqT8Ex/8ARwof+AlgYYiBZ1vXDYaduWCYLokoVwLxeQgwXDv0GfrUnGjUSEO19gv7Fk4pXkTCkEDFBk/TGYyt9EvhkHQE88JwPKIjhalrnxGeZmZMPrRhrXs/GfTE6AkSDKCEVoU8Bkp84EqDhmCEFd+l2D1GAcwCCoN/PXwWY9GhEkkzTTrtTqdTHBMB0wotperh1gfAmOusGQACeFv06PicG2QVkEmlEUL6BoTGKuwwEkZmweseuNymjaTcXPfS/wDRBVSWR8hg/wAfiAfSKlfb2I+U137NHojSkC/T7Z8f1+JjsXGEpDJVB1oBOxirToRDArB1b66Ap5qGHlMQ7DK4mQVQIFFQiIFZ+QMFA6TUEINWEAEJOBGtDBAdnVTcszJkXoOhBgr2Ov8AnPASNPoIJFrUk+YfEJNVy9/p/wCFxPr+veKXQD6AvTchfrfmPO9Dgi611SKmDwZFBIMHLWlFKYcD6eAbVQwdMCEZ35yRCgBkAoJpwXltsSMooBQwZJk2hdq4OPSlCkLUxCxUoYABgdLKkhuN8u1cQEgZgvnGUqSiARzAUVCgAcTQbQSJ1oBXgIDjdSrwEIUEkgJCEQiEde7sSvIogCXm2mxJjupC9B4MmNo6Y6ShobezgYGgKJEGdoHYJwNbjwZBp7u0Yg0EqO5Bpj7TofJhwskgQWDvjfkMvB4m1mdkuehCD0mF+EqQAmjoCdHXWcERqj7cnX+ukfxwCsSAdtw/2fPYJ0umBDRaO8EB6lJtCwRWgpKgFY04iCXhJGAQUswAdZaUw3Qa7UmdO9JwfqAxnhOgTqhIpOB1Yg5gvmZ3h5N6nC/FoI89MNrBl0GoKUgrJQdJPcJwSG25IKlttCZDqTgmAJS07qT4X547TxGRAdSXszB6JHA1lM61DcEWBuYS3Io5HMPaiHXkikAqAFQJVCCIIuBosEtFJVSrVnl8Dgqrd0oq41DQXR4IxScc1o00HRDDiwRDIjEsAUUD3JeOxEdog6Gtv5DOABADR3HQnmn/AKHobyNPTsAAWmRAZwdsWwIDUiTsQit+OGzcCk6iZCDFF9Y8eZM5MkAd0rBco8H43vBekMdJD4M4lrZhdLBiABtGQsS48jTWV9qLnXyZePyQwts6DQRrzgoDsaREnQrBo4FODPwmbTgmQhILEYCH82TvZnUpARJQEIlK3Y9X3HpKThWsMxC1bFJpPcJSnZjfxCjpVrqYE4HpLIsb7Uzu+3snGhcP+2SFqQmUxGytYXqSjVbUmnCHmJwYYofSfIpk0IA8UqR30QmdM+t/YZ5vLvz6J6z3lfz55g2TSmcA7Ah0078EYKaWizU2+4+rnh6KBiu6U0MyBhvWFVMH2lAg2oRkg0omgMxdRrQQmD4wA4qipgRgSLyimRLHBxMDCJIR7IRuOC2xQWzhqKrmYfoi2AYaVa6pkXHwgcEMqF2OPU9C+RmcEIPWBCAhY34JhwsBzZI+bQAHxrJxZxdDZEpgoZsZXJwDwgBVEYXN8Os6gDrtCwXb4Kt/GGABP8s0ZibGFlBSLx0CDk8ZEp6AQgHBEa9y60WmqX5cOdVl79CP6/H1PLVjUe2/Xnz3n+Q1JAB9BpdEYQWeIcCWQtwQN+dnTGlZIKBFR84a0aCbtFzytYGKuTU1MCi4b1INMyKQ9lixs6j8cPQjaCU09flOvknFYIIypABVM6d+1YQ4a/Em0dFZ1/X0Bk99mtDWpfKDwn5mjqoCxXo9aeTLJ4JVQkcD4CqFD4sMO1NRakhh2Xs0EkIxEkCgGWfxb8oExHRAFMwrIUbOxTrhKqYhEC/hHsNkuRhcixRBix1iPwlhwzxWe5gEBghRhSkMNtNtFWIyFhOP5QIOguh8n4/Wwuni3wBB+GTM/QMfMyG6YB8nXfXy5KFNMFQjIfFtnwEZHgiYcXK0WtNvQdZxlEMIRjQRECLMXrpC06sxA1EERUaL9cEjQPVi/JU3Ym4SFOxDyMFnzbUwueDEVB14QAKRQcfHYZLHVOxQlBE18DMl4ApC4hn319ob8bwkQg/Vh/yA2U+JwbSUcQnwd1YrBROGukiN0RSR7CqVM6wdytIYD3op5tf4FqCxKKhGnWnoEAXhxWa6YsEsKM+MYlAuQFJQG5ABQE4X11fPYEQir9HQyKy1Bu19UDhvh4h/0s8czjesnbffn+vjgCd6u/bf6/8AD/S496UrWBOunDZ1c7MIyYQzkWhQYiPA+uPFKHW3oOEIcOZ0/wCSwjWyQiDwBFhg6ISErgJp0E1pADXrYAVNwkeFbiSviiwcZ8/Eh0Dd0WCCgGEwTscdE9C6oi0VJXODi5QTgqMiwEJaInAeydMwK2KkBos8nAtI0JUdYjKIyQ4ulO5sooLxEukngdYMtYU1mDoFx6b2LcBLsC/TCk4SYyW24BAWCorhYGWFIBbzRtNdD6WtCYqvgPECQNnRhbb0Q4AI8zBPx1b3GggaYVgTtQ84I9Ek5/cIKCV/CUOhR1D/AHP5vwzplqRMf9u/r4KjmkFoF+O20SPdhwUmb0KGncaO3B8OncviDmsiMHSVRrw0qqp+TWrKNxklzOJQVlRyMC91PHNScERDAgBUFRIT4+SSRiRiKgwlDidENjKYJS3BAkiTsUMk8psEGq6M6f0hOmbmrCCBIg1+BkJW9XiFE1JA4EHQ6Vl9kwKukFUmhGdmhHJ7POkUkBBvQGngZAgWPQKoNRNICNRPOBwFQityfIrsPv4eIWhINYhAZEBaOoI9Ss2GlSYxGPbws4IMZ6QRUhK3yTh5HAqqPR35t6ydiPAOdFx8VWdfr/YxlKllg0AsukniU9sVX3LLDGEHdDhi1YXaAi5G1Vw4tCz6104EaaQgzvmFwYAGzVqk9I9A8KSmJFJEYarMMZJxF8d2BhSr1NmS8S3DWiaEaYI1XzglS6UTVnsQ0vcHrge3pgIQZGCCkELw2q4gDLKhGJYkk4oVHNKUrCaDAqSHFBAC44rhIIuxGM8FGAh4VdWBRyU+cOnSoqdUK6QEZTzGHAnoVBGp+9J9Tir2qIRkkuELCTonDbVN5dEUCZFfHh7LKVi2uAglmRJ5w5lyKH0BR/3N7pmCr4EivY99z0+mNdRFxZDBYngrJjFeEXMMixdmfjiqbJDHCMrIdsmOCofRqsA6CoOul6Lwl28w3gPS41A6ziuGhETQZZ4MWdMj5SREyADLUAzVhOLOBbg0QJL0dAxOEiOWs1RqjkRPBByy2jtTedxNJd+Dg6K4h2FDpwL531wKbipoASO9zJ4zTgrDjmVewgM8+RwvSuSaxZiRAk86lIp0BI4oIHfYpk3rhGpTa5bwFhrOi9Zx5Dkuvr6Q7JZGeIpi2JBEHxjAO/UycKAXTf6+eCIDEYGxWdufHx0cUQpEsiBBa49En08HGtQZD9A+T8eTBmMiLgB0WEDSJDeI0RLuVOMY2IaYfws6R7Pb1H+vU6wijZaQUf8AED5YUy0zEIlHZI2Pfm+xAzGkUlzzSfNPM6wH6iBcHVIh0tz3s4rAJF3Ux4ddBHxOIAiRiX57GdwMnvxg6DII6alVSsowP1OMeNZEsgAzpCeeJwSLFEqQUkUYzq5GMuFW6MlevqE+HnDiIyfCDla0YQAjxTDLxihA7kJKzC8EUr6QIsOUfkQ+uOmcD+QH/Ev/AAAC5WBQiAlZ4L3107h21EVowHAEdOveovBxgBhK2iNhR8kJHjCgjA0HTs1b9zAJUurQkAmgNK0ItycPAptSHZMDc+AcOBAGHsAIk7XsfhZnA2+kkUGrt1Rn59D12lowAh/OexfOqKdaRe8soffx1Jk4W0ZCnQk6z4P849WDGXiqw7ioA14E4BWqFMgYDhgEzXYxEGw11TEbmAIHQzikhqERZ27Sx6VCHCw9HwEsXgbDhPNQU4CIUp6yGuuERclawBULVoRHDOCg3yVS11lGImTN27AfPPz/AL8HlZ95+bWT/v8A8X91xXlfRp2GxBadQ6hG+0zQtCKnUTseJwY4JOxwJVV0Kma8LUlVRmEGuqUT5pwjmc9H82AQwiMkxqZatula2FMQdQOGlaZUkYFOp2RGTBwPWV0MqwBDAWA8ATbBdP1MAkio9YniDtUUA0ip3unDlZm5iNghbofEhwbg6FWUa8FKu1+uCLDuUAjA6XqTUXI8PcKGasJNbRqQx0zhB4AKQAAvZ9PvreIp88qRtOEMDC4hJZEujBeMFusXpw4XkodGC9DDAYYTtOEI4KuKCs6AYxPwysCMS0gQWFZsTToqlcu0uWJpRE6YhwFLBvl6/wA4/wAnmXQ7iftX/HBHHru7S+fXzPcyk3VdOBJffooXz0JxEa3rehaN2/U3rMAZwdy001ZT/rgRV6okhoWHRNz56m2llSiQJfljroKcEdBQjEST6N6+Z1MSRaAlEdgZESXonBsOutHKEfs7OvjhRiK06udCPy57L85RMqOY1esl2/8ARp1kaEBg6MK9X+OusnBHWB4wTsL+ugUiZm1YpcANFNOEosDhZABVXYv7ax6+pjIRkmjtCP2w/v4YvcFigQ9HYK3Kvg4slRbsyy/X18ZMpA1SAsqD10N69bnWPK5fzD/nk5z4QNgTXFJNfwg1m1CGqKhPr9Y+FIg4RAAaSWlwvxorqKioEINQlRh51XyACgbZ8dVp3BMxS4NBhHsH1XBQx9sJv4RqQCxk472ODNmUnvoGE74lwPCC2HEQAPIxnFy5MVUVUO8iNR8wYVAMBUM0rdYX6eovavUqAU9IRawXCx5RkVJGgRDWPWGXJ2HEOL0omJO84Ed2nDYJqAqhYeY3WgMKoIRCGPn6Mz3SKMqimAE1YxODvs9BSmBC+B1dOBR5S0tcFWCtPDhgTj/jEPV8+Ce/GbNgx6Cbbr9wn1JxvV5go7AlEF+DrTNK8+dB6DspDXRwpYm0BTpCOnyLk4GvCDPqi/JRzfcIHkI4gCoHp4jjtJxvEnujCToAyeDjX5IvaKlYSwAZHh4qJcSqreiOQ6HJeKe9iURG1lGYbJQ9fSxznABisiWAYoMAgiolZURM6PhIkZFMG0DSPwXQzymqZToEmoIvzTVCEKNExgMJIMpb8k9eFN3OgIETkMGZ4STg+pai2g9OtPqJs74aPPN0gUgAZGGDxP2O0OIrgDfI/WMkiugTUa49d4fX0BLwh6ne0nXnhfIQrzl9JCBFKMfB6mXNYJiwCUJ8EkxnBTrpdS1SJ3KdZV9eGbNXK6FQoEhnTDLwLzmKCdwUHpjVIQkDkxnYAvAvpHCcM24Z4FkaO5gmTimGGnkQpUEBTpPU4eTatHQGSlA19poTAgkDZ8izfnJ9dPwyBFDRHFX2yG5LejRlChCKOjGufIzsfDD2gq1/j3y9Yn6xhFuyaIYWDu/BzLA53VFlMGSfgggiLaPpj8YsH+Opguc6hpSQ1UuIF+wwpKO5CFsAYrnmd2MfrYrdrfXsbOj+Vd7R0X9P6PjrnxGxZ29J09tndSUhYQYEp0sagCaPWFG/oArVEdxilftyGcIUlC29vZ+hD7+QkPMkAhYd7tx/HXXFxYSsO/Zs2hLA/sr6mrqn0fCYWU+sQQxvTBIzvBB8njoqFo/ogfidx1PghJ9fCfiE8zz/AHB0uU/g3Pn3/Typ3ZoKZ14ohLElZMXICRblQKuIJMTejhK6YGb+793EZOC4fciD7ySWzqTgUh1INVV9KQQHo4s6pOlFihQUmNoTEtEAuLYaWLXxHG+OXGyULQDIlA2F8fo+i/46+vrjYrYc+N/y/wCP4/8AD/S4fBeHosFkALPF8nBRJjMKZMGVaAWGuM2DM9CIRJARZkD5kkPSjUFTPBF5LXE1Q2emQHDk4To/GcggUECYLJ2IlYoOSM7olSw4hxNpDGBFsgWGBAHXEHycNBSVZkMDvOGmzEQKDVIAXyAfHFa6CoqvnHCzZxkFvqrgiMkRqsO+A9aMMhksAdXWvy8FaBFEqADoavR31HCDiRQdKEaUBBBOBh8VzMp+LEaE6Tg31wNmrMYA6IfWFWuBhSKeeedZ+oguOspggtYayfQGkTH1VATAqu0hicKiPsoRJt+wEbcpArAaDpqHAmYPx8EzmY2A9IOi2/Gb9F643YMLEDVWQL2vbQAMq3tJ0GHUyJI4kdJwKa0p7gjNp1/GQMqnHRLDzsToa/iTYsD3pCFAbBgdPUPBTxoEwGrpqUnxejhEaewuIJEgSsmTwiqXr1WPdG9/BgYkQQAEYlQirpuHUPFWoAoYPl+Z32PgyIEwPY4Xv+zKeeDhbjEyIe70xP8AoMSnQOtpRlYHfyBzBoiSkIcwnlJc6iTIk3LY3iiDrAGS8Uic03xBLhG3KbnAGtIdPhD9zrPmTgl2idewBjYID19ZMVswS2YRGk/MzrzJHRuVSVA966TconGNBgZZAU99AnrgTIb6r0FZvpoLwHwPTClhCVncpG8XjhEGKANLlsYnXDkJoqprnx7Ff8eMiUjhrFBg2H2okwLusQq0GqNS9UwQl48w8CAJZVWBQi34JOLho7EuHC11PYsZS/AENMA3kMEEpWhWsmCgM2i8n9KjpNuEBiogkK7EAECCPjiHCzFj5pDiOoAnXEVcC6TvYrCYDWkw0/3EKhSswlAkAHDV0WALlA3SeQyaF/NEd9nfxDub15Mp7lrZCaTw/wDRMub1LuOHw7T37/D8g7eEFUj9hjTJMapHEIGyIN0jgTdOJRFmoaKFsPZEb1IYLMCLIkFHb89B9YyX5tEkIVEGw6964wLwsLmWTqoB4UvAj0wJAVwRVaK8hxZEUykMzKqxAriPB0NtALACAQkiBDeDeGCa7IdzAwYQQTSBCjBAAWAwSd0Q4ZCk36ARRV81oU6yGO8VqnT2hC59XrJwky0iRCgFKSJ0h0cEC3S0gCmdH2VDqQQEiWbDFh2ihnv8gL8jsRAD8oupP1xuotphjXDqp39TwkpKgeSTrd76JD4oG9N7He2aUHZ/f0j0oOjanRKHWPSfXAwyNgRUTDpi6T4A4Ko8iKCLQuiNHsOuCHY0MkQCG6aWYkQc1uaFc4ob2MuR4CqTIrRfHVFS6IGTGone1aRrbuWM+JOHTAJNDdD74df4knR5CEVgxOYfGcDMGJVr2dt7n4nWeKLMr70Qn0+9gcMj7EeWapMnv/uCJxwrh6bJgG1e/MeDbWSQQhACwuJXrOHF5o2wBQ0lQcTCMZwVH0K5HvE1O/OoZOH8ZWEWugBiSIOVDgtj+opGxS2HbsA4tCtUH20/Xh5/jiDO/NOj/wBZwsIIKXqpB6Kh/ahwwQAwmMp/lcGZciCUkEKwanoAvZGTLAsB0G0NSU68epOEwaVgIbHTsKMmeCUQakE8zE/H1zJBWoGrVzPv99mI5FmDkqwdxV88ZjdUJYkFXbKKgAMjwPINB0sL85/WTxkEw1YnQP588ntkw21SZzXam5PRnDU8AQRZD42saa5kRnRitAsK0oipCcCMbURUsZIQNnRBM4tDghFBSJTuvQwJwpoMFKFFSiEYujwT7LXRAaUp6dYfGNjgFgQCoGE3enSoPQAFgMnX+y/qezMyGZ8Fj+v/ABCoemH8pwmQOqxHR+k+H/RWFYnIQ6bVmBEM4IKRTRmgYBQGaBAzhieySHJFFvUL2Jw2VjM46ir0dAdOFOR+FO9PRinvjgHjAYQKS6gmRNmcPAtbrg4CigkxZOK/qXUSJiq5WuMPKAjAMmxKQgj6B841PkwtKdLJeHZP27XtECxSWU5KJ+G4RICTr2NvRFPG1nIUTxpClyUGQkWlRpqt2eiEQ4Uj6W5ApCq6Q7PA4Qr1BKg+woqikPgzixRN10y62M9+ry3CQCg/lFFZEYHCjT/26L7CmxEe+BHIanQDRGZcOvjwCUMSFYjar+3/AIM4Bv4+Oy7+/wDqZw/dIwUGiXVFzBx4gGiz0IBJkBaiUcPSDFjoCR++QOuA1grUGLjvtivT5mCUFNjUSfiOH/E8QqhA0z5yxf6fy4B/wEABhWXY6MX4nAYZ9bfAPX4mkJMNcG2MRSH4gL8PAOAJVsBBbiKI5+kLJxHGIZCyUE2mOa+ThZYQSiCoXpoSSnU40lAtrsmd7O+oS9GNDrEKegs2poB6eTiiiEUYhQ3sZtj7kgu8HpX7ICpZEpTiXfHoB7BEKUCWTjoPhNnqGedZOjomKdwyPrr+Gef6CKd4+HxS9dt3v68RBN+nTD4Pxkid9NIDuHwhoBJElycBqGyC5sIwFD1ZkxhhCU5wpUhtRw6s+1CdREPkHeMOEaZrJGRDpiad99caHPCg6qcK7e4OAcNwaNGL6rMIpeg+uLeiIJQkswAOk9Ex3iKVKmUVKAIIAcAYmGZUOFbSEN8eLLWHJF1G9DT4uzgmBLzkIqFxlM3ovFzZRXuNQieiRGa8U3dIsIJ1OjoGQBH5ULlDNUVguSZojZLoojFaSzQJnCzGue4BGNQbmzM4207t9X/p/HwEI4U9y2it69/BnUyatoEvsY3MzxN+PNjgkKpAjJQJeoHZMDMTQFAmKa9OficFAIxsiCSD8oZuBwVPMAru72Mz0sgcH5sRobg1fD1fPg4em4SmQDSjZiZvCnQe1OYOP8DJ4FBQqBkkigh7LJStp8HfmXYEiN6ScdFjsGMFxA19ALAeFD+5bLVrgwL6JgThlAEBMjRWgJ10dPC5qFhqpYIQCsgrnS2EkTXNIo5M86Ti3n0By06EEPXVYnA5pHSCup8RDf8AEODNGkpCFPe/hKki8SOEKsmoJ31n3r5heil+T5PsP4UzYMaSgDUgS6T9OTzYnTZCsG47s+Y2ZOARTRWEDItFL125mEBGR8gSQVtrc30zFP0xJcaqCSfOJxEVyg/RRBuncvxwOasEWwAD02CWnz+EB1qmhIwD2khIPzjxQ4pLURB2IaXPi/XCHCmJBjailRejAHh8zvkIgUfYD4bAeidVCKKQloxo4foSDbGAPT5Jv4/DGxm1R/Neifr9EIRkGpAlZBiXr6mN4EJka9HfzD4/qEQph6rPZjZv5zH4Fc0LHUzlgDqWdmAUn9IFEWWw60A0cCLUaM+E7fnU/n9F1QhPv/F185HhJGBirRShxfKOcaCK8kNRQB6b1Th6QrplMyAZANAcBeRRsJTF6CIapgcYgwXCUKJewF8TKAzBh2bF2E/WcC5DI6aV7j5+PIzf6gpcXqLbPAQIU1HNaU7aQoQnqd8GSGCQOwrmQRNnVJ4iZdkMNETYN15DeplWSIQgowEsimb70CPRnDgoYDUMdOEPjhoBVWgYa+vFzkUysJIUnSeQ4UG/A9POxi1es8mNJCmpoZ8C4yIeBxTFBcYIhLJTrOrv1JmxQL4Q/K9p+f1sXvT85ef7X4f/ABYb65CQ/ODZlL8/nf1RIx6gsilISh6DRA4wtGKDtiWmM+XBNjwawpA34NMCs74PdwT3g60YOevUwflVEIKACEKGPpwiBN7i60+UQ/XDqvvAunMWr3QjONcPMBExadFRTYcViKhemV1puSCBwegIrQTUtHn+XCauOJ2TtICqk3g8eBsjRSqBFJkAoZewYYIE9gcTU+Dol4b94aYSIPScO+ZmRCotAS+YTBqAO0oADIgGkLQ64QvvFcNE7SYhAOvHghnQppn5NCz6F4F0rO06AJsKJ+JJfQBmQIUe10/EmYKQlN409vPP488QI/av5hfxn45LvUDUUzNVGkyIQJE2hGyw0NeoHCEafJiobFuy2PDM2oEEKrHE+J30EOKMawLPh607/UwQACgXVDz7SfdJs4HryyGp6ZtQyTI9STQZoEdvo/grjTM0Cw7319qBOg+KBwa+hpkUJL8t7nxwCSYqBpYs79PZ5ONpBiahp60TXRCdcO7BRP7FAPDdQpROuFu7gWX4UNIW/nfeABQKjnXeM3sEk784a4h4X4JR9CzrpfKVJ3sJiq2oJ0IoTgddaRIoWbem++ScJUMF9FSBOu2HnwefZ1dNO57KJTr/AKIVIICqIJDWEm0+slXskz4gtEJALzzsjAwAosUkrABMDgWMMAT4xoVB2s4AZ/SStaRaqPmxLw/AKd0Mwkl+TTgNG5gUfwg119cJen3RrQEpkwOqWYRRgkDuAGmbwLvHmDSPQNwKaJwTkgSBmWIXdCD0BwozHGAMAhJCU+cw4of/AHXkALFbBFOTDbpxVsuTt+w6BkYFwwKAACZCfe6BOKJCtQ4S6a/TDuyUZ6JIMILBlwZjqDjR5EBEoEy9x4QYSbANJ9Hj8BnY3U5L5T+hj19ebH66E/Nu9TPv/wBUFH2BMMdPKyd/XF3yMT3JEbBN/ExHXRZDf9D+wyTCrOKRboDppEADcmESSkYSFnZoABdcbycAlCqLgABNs41ITJgO70iyvh0zpSNAVbhMFhH1wjF5B5lReABCDEY3OPmHcNfkKBjwv76tVJJFjQIVr8IRh4ygEFowuGfjARqMiRgTUFZ8D44YKkFNzB6BGyKJJjuTPKA8feeBISJeEKQYMFgq+Oo3fokDuGeRhAKQhXtScLALS2rXr4wYnR+uKdGoklo/EzrqdZMWHqLEo5U/6zT46AgQ9KpMO/2PPxDYNGAibWkgiHmpKOVagyIYYAnWncyYKXAwDRyrsg4f+JijJAwh9gHPYbnmzzedua08T/P0W9MPyFs9Pz3Gg3c8jKUWKK61huGd+Z/Al7SfAkf5pqSXpvF4EJE2aUnYjT3qPBUrvQkFWsOlMseKxRLHiRUAEay/DKB5IFBdQ3HW9TiZgPwEOgjgg67A4RUqCIQDDvU3Jp0Yx3m5QhAN8PJHEOAw53VEz02Mc0mRJ1kNQU0ozuT8/Ehl67L+JU+29/jlX7oSv0n9T+JkyRBIzEaJXE+QQlpwGoGZgkp8HAeLHZCBIALFidEh4evbcaBQKBQFHkOHdvwEJJAQQHVpeGRzooQQGkII79JoPtrS0mgeKk5HMfBdURonezonFOlsFCCCBT8meREoRVqQZnvd1l+SFjSWVqIFJDD4cDOBFtE4W5LH6PT2/DcmYWCoEOjoyUgkTSigCF7IJQEzrh3r3tSDNRCtxgDjNHKpRxpQFUZUBZwOdaA1ICGWPzmeThIiRHWkvg259fmAwpBGoguJ43TfxPgUflt+Mb/v+ebGapPTDf2Q+T+v/CVI1TjPVLxgyng7vU+piPPwFxhhr6a67RKlJ0JJBWFQXTrvw5mvCq4UXgIIi98OTxAKIEegYh0iEnGLspiSWcBqY146PeBIB1EwsC6MTgsiKibgA3MCvcTMMRTT0rQ1n7EEPaobSBIUcHIL04DkTJoJOOjZ171eHRsEKxDWgcJggzgPqjNCbkDNgASEoNb88+CVhAJhM046ph0nYrGlC24vnF5iAmzCD4T+H4nCJe0VPIvgjh511wAg5SSEvroAh60k4Q29YCIwSJwSMjwV4Z+giVsTMrIGOhlLoCBeiepr55QpqXflCX+Dz586CNutf5fv+N/HZtZ3I4Veilh8dBxElqctWrQQD4KERnBj9IdcCqQDSMKPHFKEReWhvkMyCGtA3XDqK9zTrv4sFh2KRU/SYQRzsnGj5oChhVOiJ/HADA2+AeHyyEQMkxJ6AYVTS3es/m+Ajr/7mZbKIqXB+OIVSCwJSpnw+Ih8cIjR4fAQX34mm0ycKOAhOiLeqwfOeE4A3RprgSCCjCL5OC2sFU1IdBFgJ3iTgnXGy72zv4w769kwdToibx9Fe+mSIxk+Ojv8KTJ07IdZmIYYoe6dPCC/4CaKQowm+fcwzN7yQFZH8QNdEamZ3OgXWXhJpiirWAR1OKbi1NFq3BI9CfQMBnqklo90EADEs4jK3JN4wbSQCJ+lg9PBQwhVFWJ9cKWgNxMXDO3qw84oosir4TbIL16qdcSSgT10Vgbp0ZeuhX7MdGFDuBvj8XhwigroOGsmRd2xOCuh7OuCjKKptJL5ihGABBJQstDDCEnC8IAQDEQr3oMPq8M0Me6NzjtWAL0OAIIgMQrQgiBCjHIl4fMnYENd1BV0SHM71UBsUQVoBELDi6iGo6aXohmvfW8NmjDzDNQ+Pr/EyLDQH4Fpk8IZQZDoYBUt6SCiN6U/BYTiWSBK4WcxQVsgQ4Q2XMdYIAwL1UQnCtHZu5CwkqQROicHwewUCTPhPgzEvBuRQqIgVgAyIHiMr4tOkqWYKEdYHCsa8boIQhKE68QOE8BM8IQIgDoDDgK4pxzFW0dMB7XMf6kEALCYW0EA0BjPYlgTtUU8GQS9ni1RVEABehQL5BJHg6V9AKWDGj84B10qkxAhdBzs6GbjYhyKBJFW77L8f0TRqvS/RCgUIr6ScOmQCrzPwBnj8QhTkouBrqTyT9/wHQAdno8P9/8A3i1qaj9E/n5NPjgBc7zmAPlWufAt7ivShEvT9PYVZ3/BCd4VOhUzS/E2eeKdhUijgJ6wXql7nBJhzAoVa1lDo8eig5gSKVVHGf31nAkFFHYASNInb+7JxvKAGYqArGwk+uoxgShkirIq4Q9Z5DiJvQgFKaAw/Rzv4mGCmg9RpyAmpHhYj1cMgMTALgiYU4P8HqSdrvoTSocNsdyUAs7aEkkficC+XLoU5elmXPhk4WMSFiCES6Q3riBwgAIHZCUsFvcfPepOAEoT7rFgfv8Ap+0w0mk+O05I+4OYmCKAZj2LQ2W9JIACyjKa5OEtMJsNlUFS4FSmM0wbEHDDAknwMDHTB4wTEzC2inxAA3ajAhrEjNhM8NCd7LAtIoN6NSBC9UStkIMQb8DThKkohs1AIFEqNhZZ/gzsAEIoWBK33hgy0BpAVx05qkY9aMc5WitdRJU4VmT4mhbXUTZCmOEiI11JIGAZDvp3C1nrBxVDAImZulcCai7QFVA1BGQPOGVkKIElENfgqzp3grAERKoFdgMDIrg4EIuifCiTzG//AIydvh/Q+/79f+PqsK9Hf8/8c6ttTbCrjHvKORsmOQEMwqyCyYMJk4yYabKAHZMJD8uI2n1IsNdFRCp0FCwbCxBMCBG0rFHIneCZ3R9DR7FBkShqxYEnRWfMDqDOHIi7LeRQqwXXJwrapAIBAEY5tBTDwQwPqWTsJVDT4JxPDGoaTusRTzJg065RZbBrlJlwnCHm1ONVNQBNnXCzGsilWexV1URHgjF4BFiGB2zsZwUDenZZoVLT4Z4IMEDQh6VV+HUeuAguPjLAIk0A0kOJrGC+cujWl6AKMSSxNBACEgiQQTgpEEiWMhtovjUqThj4o4exCp85/umL8+X6XX+55OSqw60IhBAtySEzjeTwLBKDaHTy/HEFHGxpSiir3lejqoN1QJiStINL8zrxEsgkFOspdMTrTyMRMV3rRCSfypDepeEXyGRMX6WgzB3GXfT5voKlIQAO2Zwt1jEAmYvQbkS8H/CjDKBZB0LIeJBD0/mhEEEUOHR508WFMrpSA66CmQIPXACA3KjO5bsg69EyMO0rGriz24RniJJeHzOt5dYIQ2dG59EWItWSSENha9dXziCg9YG0QKxDJbnlqwg6GB6NzPO7Y9b8Oye3s9dfl/iAAkEWM17fPP4+vJ+hxIEoy9CofAnD99vawPxIlATOHzvAF6mQEwaYhJxvaQRAQRBAm2gseKXetMCHp0J6SScTxKkvJkDI3xvRQOlYQHkHynU0HYcDT1xohTpTuvnpOHBl2PT2nSJrjlpnGUHYgwAa02jvtFIwLhApboa0QBlY+cF+xUeImRo/hAzg/wBHITKaDO0DRt4ZJgTsEEgIWoWzOHbsOlhwNDTRohEPXPhdAkHfARYLgC4I3YE16PB6oGUo9ClDhQTNTrg1PscJIV6GDWZbAIloB9owuBP10GyUbiipQJGbQjTFkiAftxsoISIhMYTcmLEe8jAwPY6+HfJwz5kox6AKjDHVzh1xvxKRIAdSLEnESK3rOeisObLgXg5RCNOLVFBaCkMjw6wU1AJ1URTHbVIHCJVugqoYhJQgFc4MgxFqvBgRPU+M430MCgIaFVDtr1DjYq4HemMGTBMjA4L93REFEaKw60FzgwVHUH1JKJh3ehOEDZCqQtyFhNtwEnGV/QSbgbWGSJMnC6nhqqBNtU+G5nk/KESWaOqoH+HiR7xQbtjAUAvxTrHhgNTbtIGKdZNydUgGhT3p3fr76/iwEICrQUA4o1k63phwyAC3Ciq10PPNizlSx1Wk+caTv+Uw1CF8pg/u9eNzJBn6RzAnQ6BZr4LgPqE9uohGLnd3gUGGnluYULGHiI9E6BKjpcl0FBkJ3lqLMxG2QToyZThroELJEKT60+MautYrZFnRM6/AdJCPSCKGwpnZ2/oxF8wBnoEFm2TXBCYNfuZSGoiTBWYLa/NvIMIGIGTi5RtKDBfCUYTQ68TgAMGmL6CJpIJOCgPCToai3xGOP4L7qX+PH4l34/rF27R1+Qd8ESJFDNUV1FrsEoWjdWqKEqOqSP44ArSdNKCIjHzr4TvqAy8EAICL0Vr87uHAWRyMmBT4q/z0j1qikcihQT6bP2PTQVgzFVRcIllV8Hh8zeclWCCmyEbwioIpdUSwi+hCkDi1RIvAaDoZWF6Dgp21kIokXEBBDJw+FkgwFRAdzS3540DMlJqtxVmJ0acNkgrspsQIWTJd40FEOEOGtuYAECw3e4U1YQgQgh7jwhTBrCZARELM41nevDUAYKMRffiThI0RQ+AEPtL54yHWQUE+58Ol3Mnyzz/xdf6X/PCl0Nmnxn7235HMhc+UdaCeYhDzHgaMUYFkzEo+W1kISLZmNEQcQNPW4Zw+ho4fIdsiBBJDZcQQGKGTArp+XUwZ3gTv3cLmHaTzNLFmwVodgEKaM3RxAM+FDaiXzI1huBKSASlQaOGETh+kNCg6xOKlToyk4vRcFMV3xf46InBeDFx2YH6QXtmBwqgesPYD1QQgrIigGrBN77ooSQDqTioGgeLwdhMFQqRgZ/tpCA+igUMXJHgN+DxWlKr1lIhxEU7YiMiw7ACcw42FJXinSGor+BBx6jwqWHYRiIdYUzopBSc1FTC/jPnNnYRRYL/hr8/H/o8gZAQudIodlJ8Tzrik2XSCBndVxM70MeGQUfVy5Elr/wAcHMhaHKBoe7+J9Eiz0frkdzopEV3JkMfDWgEp0NIFzh1syFwwGOsYOnZl3cdGKKFBLJQyASBGEdF0Hs1ApN64LlzAUdA0sMWC6l4M8BQVBXoh0IZudcOyuKYosggBViedcU8BSnypfEr0inXCECDfhwHUTOy/xGYwVE8ogcfYInXfYRv3rMiBb849bnSDwzZRQAWD5A7Q/jghwNZxus9D7Ej1OAvDBtNKPMyCd79JwZAmr99y+XP96BTurM6L2d2iY7fISayjGNYaqTx66B4Cr7QC/wDB78MBh68IL/SZdYDR0Jl6nD3pVZ4JLEBCRV3MbQhgWO46Avo8Z6EYCEMJQaQCzLxatSYSDQGYU+jXg7oHJZSYkYqZr5wiohhiKVUQD6KffCbBfFINguj4sm8SpyiouaPqqdEwCY9WYTbI2UkVW3xmNDqDgjQCEPtO+D2+VPcgHWwoTS8O6poBIMOk1dxwhJNHYmbKDvFOr5O+O+o5Gg34iTpq9nAnKDVciM2LVwxmTgWKRO/a59wz8+E4esSsQ1VdeJ2Gko7IDRQoRd1WEtQMW0+IVbRwruqEDXifpcohISzohPWcRdiEJKgUVMXSNzi3NnNQHUpi4vvDspr9HMB6ZDqd8KCmkz4Y1mJQROEkRWJIwDwKAb5ID5ycTjsIAGgOg4h1UC0YpBSpQdudcFVIDKCMtMxB62HQtpw1YBvoUIEibPGBliUro51As9ThYQkDgQQQgYTFIdOcB7jUHAKF2Ek6yohANiQAQsQ18knC41WdMB9bb9TIQJUAAAmpl6Pt9fOG7It3tff4ezk4ysLQKZS6ep+uW1vZMlJMcp+CfYSDLc7RjnCtng3g8ZJWsyMECB+Ae84gMVphLO/ndDMd4SCAqSBRoU/QtnYUYLtAkCwIGu6sjwaoRvKWBuLt8OKGmNLhECrBSoAeHISjRkTfbZ04NAm0jxoiLWUTBvxOGxLmXguiV60EBwV0RgIbDCGaAB9IFQQQRvZiDO5tzvx4FNX0ZT35AGWjpkE5mRFiRgV23QnH23cLC8GqBfi4c6f7vodblCxAqrgc8xSArAGPx4+O4N+Cn7kn5/648vt/qcTK0DtiWoadgc4S8heMaiKGHDc74l7fdnBEQAQIWhCCq9pQtCpC0lwFdmA4jMDCoYWuQEKnLxsGzpnUbFqD0cKFpAEYVHpDC4GPpaCmN+KTsKvDgCraiZkIUkwwTQoNN0Ap4ClgFAWrwUq07AWQNLsUkcMKQpHRkq6OTYR4RiU6osUSNigGiD34RG+2KXooqoBelALxnhs8cmAfMohSKQ2G3wVAx0D4VOhWFVOwpipDM963hcpgRsYnCK4ZEfngEwAjwgtFEQe/E+TJOSAHedfrun+4YG0F/Ip/z8H/AF/4f6XMCRCUgTZ90tA8m8Ba1g3u/kAq3oR4Q08MqXNVAwZQknDRtyBZgBFGw6dcI9TVj0CxaqQFHriCXOZc35lPej4icQ4exdJFvWEeleuLXVJMgMIwse242NmPD4EEDsQiWZQIcKubQTRohfZJifUJMHZEoAB4QPibuzN+tMfkNelAkK8HhYFUhkTYq69QXrzgofSAIkUmEbc1yAvAQ+sY4hkF7E6PJm57lQpXAhbcK/1nakDSFjuJis1EeGUkloTK5FEfQjkwz04sYdQCohiNJxk5FAt3SVMdIMk4uSRGPBB3cOfPUvBTPRHzs6+Tc/XnIFeuj58v4v8AuiCHlEqkoOgkcSZwcHbAgqKPbZKA/SEoGgdthBX8Go9PA5y2w6JexChpLvWcNOUbjb5YsB0goS8GcbAWaARbQwl4goZQNTB3AOr5wKw1IFRRoKkweTJV7qQggGZg1Pni0BGXRoEOoCFWQuwhsMTQBVB29bwRvgwwgIcbPY/Y8HN0vVRpCCQAweEY7lVigKcJCDMzvrgFAQAYEBkj3ZJj0TIOjUVUAxLp9tmceGEBpixxzKL1wKqnt75D6jn0fHkXVW3wIAFVelf18UAQXt9+X9z5+PE4FlqyEmA1UaywNOL8Ljd58w/wIjkmFMUs9MxQqXasepppUUAKPfifv9DEguGaQgp4NHshvCebzSHtV2piR0g8QKf1aRgMY2RcXOfiPRyBMaCoL8l4S9REDJG4QydJM4XTkORGkWIsV6AHBdokQmRlxNa1ZCTZ6cMpXqXANQUcFQYf0StMEVwiCPAuYFAdoS+LLCSfri7EDiBvgGBSOkSFqM1sCRHMbbIdSXghGrjbgOzwAgB5vA7gGsCoJMoO0+Z8NcJ5mYMRINPL8XhohL+WK/R251150X2n9miw0evTOvOHho4wAe8IMr8M4KUabKMjI6j15vFqYW3RFKIA924GYyfmXAnAvSAejhzqBJgCmpG1B6xR2dF8iBMJaA1wdDx14KnhqC4HR4XaDUtPUumq3ykt4CzEpSEFO0KJPJMXOwDAKWW2QzoJOHHX62VSVuOLSTjSpuwqWtKNMDQOC9xi4CSJLZwD+A+aFSkpJA3ASHzh9A9wYs1b8y2nEZ30oCrMFhNKb09WLYwkD9Xai+NMwyWKLg92ntjehkkvRiOAvDUEXzKnh/wVBIjyinpSd9f9dhrDaVy3Ir167/UOK/cmkAqRgYS9bepw7YRUhTFV0hP15xskohtE9EgXtDoJwhRWSGQxIVJZZZwPMNCiAZxwBBJCSQMmMsQTSBg7nF9h4Gpj2SEVac4K2sgoptUKPQSQkooVRXIAAiRwzfLwwCkYyQQjg1BAnDu9MVY7fSAxJA4PbTrEiAA2EUqthwJiE8sYYBii7InEs56infoFoWMXgymr5mh6JEdOt+DzDWeagBqtEvdDeGciGbAwZqvf1N4aJ8BgtEPfbaf30GSqRlPjLP1wTodGxcmtBEe7CUFJgQAOwE3R7BiTgyrqTRyFVCrGk4OXxPWfDJUOweK3NUpLntW4+U4YQZYu9MqQQTSUul0zMoCKTBDkyZtIq6QAiRqZ16Th8WoHHhIoIWELOLq7HU0CC0MQ6qY8Sgj5/LfItH0h1w4W4twEZSJBxAjhlo5ik2GJXEFAcSnPYZ6CD6JQYmFJLG98YMoqShcHBXaD7Jt9QPf0d8XpbakUVKBoUYaHCljSwQVgM7zsiPXWGiKNMvaPk+f7+oEdHx4R+O3z/Hn/AItf0uRdNKQI1e9AF+N8xG7lhpi9VXKLfAnzYCyRhgNIy4PFmAToMq1gmZZ9cNv+qEIAoRFAJp0YHrnQCLexRgmHX6cRAmZhzqGozHzzg8uhuFSKhhIyPjgxTgTqlkVXBJnfWYIiPAOsBUfDAJ/TxvOhHARQgfQh10fE4GXds0RUVELU+a9PDHiSFojqAzbnYecLkEbHBSqLTEh1jlG0MGL3xagxXIdBwJlGmKoDGmuiluOBTkHcGIpBEDxnReA8EaAXSiiFUU+A4aRCi1lo9QdMZgHjoOx0Gs6UId6Uy8blIFIbloEVW5Pww+sQvx4f3/UwAAIKgL8CS/q3jOpZArh8tRWs1+ishm+qYoStJiv6e2txgDUkK2ltzgdkE9DDMINHgrDh6iQleChqCsnWcB5GEhoI35zAeuFvBr72dBo0a6EIrLgiAwKtrxDQQzhI8g/vQLBWtO5R4Ygs36No0DB1kOMR6CyBklYiBrmZg37GPIEElvRKhAmBwb2WWq9FlBwkCIJUQqISdwewO874UDS11t63pIIZOvjg00kILqpBVEKrRhHg1chxINEIte34IHDgui+j7PnPsj1HQnFGtmYfO/b8ddGIqHj3uS9GHme9dD3tpTDV6oCg+AwhwuHSj1axQPfgjMOJR/sIxiVWmq2cMP1dhxTBrm0TgcY6jcqDo6B0d0R4WZ1irpixULbT89PXM2GjBRBJe077IcJ76IJgEFvZ1k8mHFOndCQYuUGoY9meMylp3utB94+eskZaEBC0UHt/60/EfWkBTTptRJIFcMHraS8VqhGgmirjdvtJ02jWKVVSMP6YCCNmEbY3UQmTAZ8SRArIvaeR68JNQG03PgJTqlvnDCCjAThAdBFhTsnHYWId4N6KD2TA8iBD60A/TBnk/humUI0UJ7uKFr6MtwMQYDFjoiE++jjCj3RCl2gMTs2cANGCExEJBZOtZ5b9tJj07kDsqhnGR2xe46V7qRV11w76hIpisFTKrde+4P6FU3x34vQ9CPU8QIEvvszPjz/chpOylfBhnw73udP0wwEw/RKL79dFjkwQASXwmrrIIh6TKka2XoBKqAgbyZ0ONkClKGFvisThjjW1W1ANWikrqQeTEwMKmNLQZSEQbKfYgDHT1ZIBMnDyjfpWKmqWU7CMM0t3fACwFCM6njwkZJIDvFnQsm7XUhmO2B+VnXx+P67EZ9Gc+I/ZA35+AYk4VLQDFVkZ2dn12T0YltYD1VV67rInGrglna16K8sO8LHbCNQAZoKb9j4w12GMDgEtF7wbAzCHsYSkF2BFQhnQYb2i409StVGzAvnCVTzMYKLjdwKTM66bcRmJRiCkh/OQjxqThEGQKli5XqcJqIBdMU6Gu2nMCa5nYJs0gi6jQyCH1ROuMRTo+KcB1naGXb7QEzyXeD/u3SbRciEA18nFr6iKt6z2bTyTA4cNchHQweYFSkZ8Jxh8mmapG/eGyTyYirEh+kp/XCKIa0HWOiXrCkvA/vXBPpIVIyI8eAiBIRZJ1ctTLYOeRMdsJJOKYzhKyA3fFaEIB7Yzh7UQS+lggEAkr+hIMAq0YKFzUUzBPjgUCtAPogCP7Nvv4yUpQtEuOj1v9fDiwWolaqdPaKNPxMOHdSQADIYIqWo0zhhD7EIR9aJEsdTi8e0tDGVJYReyNcTcP3Y2rPoFoshhCt7EeHcJNDUiPSmNtNUFU5VYGHG5LCAA0rujt+jgirtKOlH8L38H1Eyk8IcmqQk/hM+ujj/efByQduvldq7nw/8AX/iGQBcdEbD2IDfEOgzS2yRjRV6RECMi8PxrqQIe6g2oa9Jw7kFnEMlVjfJMd4eeuaQAAaUN5+jODCVTPnPhx07hkoycqGK2HQiH4JZsc3GVTggTwp8SPXiOQgB3BQd82LNfPJPvX4f9/wCn4QUWWCtI+hRGZdzDz3BwpT30vn0mZASBJUYHRXyPx8OZMb1IYgRQ5TxOj48AiMPpHLvSdu2JnBsNTEFmKFAT06I5TKa+REoR0PPInEnjiQshwEbEp9vAkCBIwdFaRyAnk46kVKPKSJ0Akb28F6pUFQwcsrJk9IMO18N6H/G789TDAHVD939d/Xyd8S54qAMQ/Qbck7ljSQGuJ6JQGyfF67lSNjprA2OFbN4nYYtjBD1OTdyLwwVPzSnpsqtu4HBMs+Hp7AfVB64lYJAiIF6MhUynnw5sL+oHgiqSzo96fEsPRYBBFmI/HD8ZgGgGQCkVminA3F2jwHYhhi4CBOB4pugyoTH0C08wIJMltSDWDDAMnXCokuoJ9n8KHUPrpmLA6heI/BR8TOvOh4hAPS1PVJD0oBM2aAjQt0Z1ZwFZki0YjVtU/RmZLKGMddtP+P4zrAoQba/i7/H+nGTYmhLJRnf+K+YVobJKoK06POgDqcMSY69GdKBUoITDOKs7RUiwQVW1KCC4mEI7DR3bbv2PU4dFeK0Q6D+m4EmND7CmeRUI7Ogf++EBWoLuJ7nz759eGrwWeAHRnQfx2HGhrBOvvv2r/P10s0Q1S4IPxD3w6PA6+uwHQSjsoRL5jSiuUoD9BlQSGTiUe7IWg060xQheIbMQYhpyR9cE14GwS9Mab6AIJrCTgwKmAxbV/KtX57gYpUVqEqI6FphRjgAkpPQYElqht8hAyg2IAo7MLPr6D4nRYlCnMILo0RkehpOI8BQFkQ75ZCdu5mOTLUACCoEuAh1+GD7GYDB0FPsjTgUQCwNIqNEOB9gTv5R3vv7/AIz6+uQfhk/z/XEvoZHlZ79/b/jgWf5GdZM/9fzHKS4fHt/vP0H1AEhdh8v+zlKCOlGnitnv602TDZfeMKiKIoifwkc1MHg8WiHwZwaIoJtQxsoE+Pg4WiDUbKRk3f2+cY3Qq6ElHvTr/kvD1OatUaUlVQLJkxrpOg1BWdE0F3AOEzy7F2LCHSBS/nMAQopMud/9T+esdTSf6FU8+Evv9U7QoWhFXHw/C+HD3kaS2NDQutGlziVyLI0mgKEwxdHDgHHzsEK9FKXEcITJ2Y2o1rXZ+c8kmWYUC1CPa62qfHLHIBgYBaAMhsgAf1wtJ/uk4Yj3KIRAROmmdTfExS4YvwZRFMqJKIjItEFQiVhEWdQnD6glTS+QEpxgFduFBeP1X6+EuynCi5zoVQx0EvgRicR+xayo6UR6BhszNT5GFFPl18E68hg1in0ZAXyf2f17f5fn+s+fxPgo7M9MkUiQMJ9XjBiqbJLMiEQsyXhXBrO1mJKfpTWMK4g1BPwwSAbYcK2qYUcVUKjBEA4kiRIwUCqNrQy/hkrwRAlSal6g66MOmRCqGCUXbe3Pq36yvE9nbkHpy+/H1iQZN+P195Z/+Yrx1+wPX6/yfXEvDTyWlDaMxZOGFRO3ZsRSFyBH3hirdKj7Z7wx9cGuK4YnYAHrsGF4OVMHRtiCyeyI7DgdcQ0A11hpGVUTjwdU+QH63X/71aAyBzYN+fcJ2HRgEXROfof8D7/6AMIHt7/JhOzw6mf+IRp/yx/ex3ifJhBzMIjgjKHbMZ0HCdY4cEZD2Rg7aScXln4buLvpXpv44SRRiAGkPcI95v4B+yvmLKCULz54IU0CEgJAJowPWdeeRiokGm29adHxfjwLUAkUrE7wDTPw8MlLpss02P8AfXKlSKdvnn6n6/HYWg9BBPySgfH31KISEMUjekOr1h4W9cIFUk9P+frzpXfATezsLDC+CPSx3MUxidghXx0jnjo7wQeM8M4KT6AyawmVQAymtvojVPjfveBLKKQBDow3oKsPC5sBCiAI034TSZCEokkYRgIkWmKbifgN2iobgQ/PW/5wROicJmkNydd/4Oj2FIhNE2i8J2ECGrtTsLoYBMhPlYPf/OWdSoEHXbheQpKiiKuYAK7Ti+IBgIBV2v3fJ1GtYUBmgYMSMErw7M5tqpA1GAS5eE8VGAxTCD8Mb1xenPE1smUJUIiEyDx4pOatDVkKjwLHQkjkoADoZB1LiDwFavZx2mgguUJSJ5wAELQGDDsC4ngoVw+ACFwU3IlzhDGjWiILBGPJp1DEfGNhQgdj2PC/F4AFKahIdREFulpgLJ3OwZv8dfrPDEzSA8NP7f8AeiWC0deHtfifibvwQBKIDvJ1u7111nBCNMbywfO2g2Q6gcL239gIWBBT0CBxHgVcGTeymugLIQEAMCNZMRbPAnmRccEzNGCmUanNzwCEZ+LsH+z+uiciOACOIOvb0r9F/J9Zfj8Du78+dPXF10RdRY71b3Pgz2Ip7VlddvxvwB+DoGsDkLESG9o+J/UMsoL2dvXzfbfxJATiQoWFECAL+ZMKh5FlJL2LHsfXU4XAryoJyWdp0DYGiRjr2IKpg9Ac/ZcYcEIUJ1voKDsOBPtojAJ8G4552YksEJAkoDH02yE+OwlNqT0U49lp/BxKVNqzTeuVnwuOcBIvUT+9D3FGnWKO+TsikFRbGWcLSaW9sqO2pRe/XoKfR8efx/v+OU+fv9fPCGoJftrl67hM2dZhQjeuvOu/jv63M2XHpZl+AP8Aj/0dcGI+j9pMr9bP9o8JGSh9euo97inxjSwVAozUQZM+ml8pPTiQGnUAkABhCgJcUm20CDAggdjhWg5xGE1BYGT9BxVhoBIBPTUFZ10TEq3AQCZEYwIY8TgUEPS9lV+UUcIZg8EgCYCBLWxLKfAePSmOwqnc7z7nWfrwNiE/arfChdF68xVhIjJGP3UzcS/hw7BUldDERM29OHzRSUZBEIUy+nvAsVNe58P46/x9ZyKwu+fnb89foOCMBX49/wB/9/DyPxPNzfj8/J571wEA40/yd3r7+Prh9fnP88ZJCsyBD5gfjd/BHDramRMMIO/JwA/v42hMVAtIpxMTVee1FwkipuIP3w50IN3AHa2we18Bj21QikUTESkaFecZGqQuGqd9WD/HUwOuCNB9wTzuHp18ceuUVOt/n/fjrio6MfcccT4PT7SYoMfP2yc6CudLkyK46RYZlVmEkJOLDuzGACFJRfWpwAOE3hDZDQcAeJ+Yp/AhC0D36DLCJyRTh6T+E+vERMK65/r1idfiPkhfoL/vX/Wb5Pbbf8T/AHzElUwnpPD3b+n0WgCpSlJ+kvT11LjBzSHMAV0FAUyDhxRVsBLW1BEvSkEQdlTKlH5DQMaQI8FCAmB2g+yAr+b5wjMGWxUPF70RlPrrjNKiJ5L2hOtw7kw6zenYG0XvG2hP5PDU61esx+Lv+zpiQADy55fX+zQ/8UBAT2D2AHzj0rHo0DcwA24QosgRGQBMqqypgW9hDvqDj1DqGqrlm0rhp0zghN4OiUe2EVxp5OGHPCbHUaODNyuTODXwLLsPd79XrrJ45VEzLogD2FgH8HFW/E5V7QMQPCwcg67IiAkJfhaTDyYrQgesQUaADrJmkyT4ZARnsqG0yLgUchJQXMM8RFEz44HKePHAggjtTqeBx5bocursvuPTvwMvWgHZLq+JoAk+EZEZP2BwqfLH5HpvFPtRpAwXYKSIkYjwMMhDu4MXwoREnXCIdixWIGjYRFRITvLhYgAk6lhc+Z8NiQCa9TPftJ59dFOE4ndS/itesvXREaq5ZPHZjpE9TBvBX5IIQLDrp+xx3EyykrUoNgaJUdKYgi6q1rnnnXiFDR6wxWYgPhfsJXCaQ3tIMQdPc4OCssRcOFTUgSZOISCLNgpdEsaayYpl8v5oAOuYxzsFwZDuiTO3D9bodDXLKJCas9tMPjeiEDUmEEKHopfjzTiZrXKIIJMVRxHEKDV113qV0QpXBpaqIKqahnvUJ0fUphR4h0Oko9dEkJu0Faqr0VhgSESEMIjhkKQQnnUwJ6cMDlNAaKCeqKEPI74OhsUZ3Xoess7+PJiZjQtCwKaNwG9F4jVJtElUer0rcCEeJw/X4J+2XXX0BwyCivRM1SaJQeoACFRIgoGDiDvownBzzcKI5gg2wMeIjnkDADoMJIFD4A5N1cqo0gNIfjiOIXGRj8+fcPGG/Fb8aSH6z8cXPQ0LwUOKqG4GMQg0ai8XUhemSUHVj4ADKbAyImhMLq6BAmK46VkDsg8A64KYYr4AL+mSVkDCFQlUCkjMjww4qSLRqqKSdB18IAiWUVFIWsagoBxZY9n1AZd7pjI/jJDIoBFRg09ide/8ASQCRpcpn1RXr/i1IgB7EqxQH8enCM4dxq6Ou0wR71mZTboCmEoJIs7M8msKI/JI/N/5L5ijcKRNKUB7gOK8j5Uwk+JMGFlBMHg48MgTz6hQr1OAPHeU4kVWLK4ThbhrIdTOgOuF+JwjoPximuAU9B3DgxViIiArt3bQAW8a2pEqscZ/6/Nk8rmYEyA0VIvRgni5WKU2PQRlWVRCQBkYw6ENd7UJ0j4gqFiG2NdOj0+pOKgMiOMr4xhkna8RsKUQzQPAXWQy9mAA7X77AKv2fP8AUwPIB7wJ8ZaBidPc7FzBVZ4dvxfYf0RvNu+ppNPSz8yThEGVyA/ir5seq0eMsZ715UYWuiBeuiTB9rje4aF7epeplZO5hooKwFSB0+t4+MCDrEV0aBy0zThqzhgEEHdLBQnpwxQthCgvQMTplyyUN9IIWBWzXBvWdeQ22IEAYuytTzr5HgQwEh5oTE2fEz4cCvSQ5bAU+mL4YJw1dUFAFandzwgo3ga1XGyabJSneIYeCCrmgQFgB1jcgZwj8W3e0J2kkSM3hlCNTpQQC9TR8eecI1wKPx6+v8XdzDsjTR49se3+T8mUpIyPQYHbNS/qkoiUmYU5xoDmbdwJxnheMCEDAiBqBhXil8Tg1k7DtdYudBzZxQy2DN9LT5+JwNsI6DUQ/QF+FpBO+bdlR1noHIF8nHf98DmFFkhs8TonBxVdVAfhRRHqzlUxflwmROxkomHCEnZXyqGLhFzITwAbSzLKB8dX5mEY4pJgBpARANCdeeNGYpAeliNEZdZYDE+9iJKYEFJIBhwAoawUtkO4E7v15JjVtpuojYuWoQ6zOs2BKletVK3TersvxAhY7QOsF+WKq7hejIqOMHWT1d/4l/AFJaJ+up+j+Pr/AMahNb1BuP4C2aLCZFyHQ5CQjcqi0OBwFQiCBKFCDMkdhjp8OgrbxHoIUepkFhyowVTQGvfxwm3Q5AsxjHo3F39TDGpQIRinb2eWfCHeHvVrSWIXrrhItsnQYAToFTpEK33qXPUSNdZFHitkOtHKDaphTCJwfNHFDks6zNFhOFoQ8gwkFOLXxA4BAsDxolTWUP0IdibaAXEIE2bv0B7O+KDwC4sYDBVCsh0eHomUDBcWDsNVOuPcD5uhEipHp8QwZIQtRFGAYUDNBTnAowmhaCbSXvOGIhJKQY+WiXMQ64dbYszBQ+LA9k+Z1Iig9aVNPKfPX48AEq0WFVFNHb9F6Ysz3yd5RUpCIdJxdd9B3lQWRRAnWNBQYR8GEgwa5s/WIde+KnSrWCCm6MgTs0/xP8TkAMbNe/BotvZsEFNcN0pRDjIESyE6AxxPl0qt0cBJevpcshBVsMdl+Ih1judA06di/hwZJByZIoKTVwg39XSPSThtyNsF6omo+QB08PDjgOggggtzA6CEhbR7Ubo2eFM2CZ1wYws0aiatkHN1zwblBIBnAsEY9MPnnqARtcYA/cRDvvhIXUlraS/g6wj/AMINbAL9lM38HU/NCUmO9PRNIUEV/PDoYtjVpmPgPewnBKREtPXDdkHMOg4Q7FR3RV1FvxAoAcQvzHkRBWmElzO+Ag57NNWHVAnUS8LOJZ5rralqfL4ApU16RUdNcMcb6ePSJchQ+waLTpDg5xYSfIFFgUTot74SBIUkykENNMQHE07s5EJc9QoEJZYaorP6CoJV6v8AEkO6wIEOlIZcx4RlExjoMb2Ja5IOeMNOFYAcCoFc6bx6CQzCUAPU6GESw4D5+CyiECVJdIBmktWmo0VTtA7kTPqEMBgHhUPjpJADr6PkkKbKBGZW/XRuMHvARK9H3LRoP1wXRi2vE2OlamAbw0gS1BM7JGVKt46Fj9Ea8+wD6nXoUYtQMxbrLZ4/K9HBkjbk6j6qWgVwOmHlyQ7SuY1H9OgyBSLJABaWbLaDgQUoKqoJHx9NsDJ5QYhNarTKBBvRO+ClEoCqrV0UTWFSAxk+xjfn3bvz535kdFmzA0L1Cp5jY9HN5aqfDFyccO0ODkz2P2MGRkFWTy/RRPhAIRITGnk4W8G6BEICGLkWnfFwAtYgLFpQ7XNPJxHyRPwinT6HZ4ZPKEvaQ9Q6Pv6/OBhmOlDqkgPQC2t6+KDxuGeIYaMwubfokb5gKWWVWUlrdOIsUJMTSBCzrA3PxMJBXbhAeDtUCX74uGqQGcG6EPgnk4vU4+1IwOjWg+MlE7RAdIMg7hZjPXiqYNMNgRjp31/1q50QFGyUBXpvUzCHyTMA+Nzt9MCJJgCMCaBAYT4Ou84NU1YO2fe+p0mOnQ0W9ggRJIm+vJwgII7CIB1+Yb5r9iIYDKWEQxz4/iZCLeDEXnczEM1Qkgp/oBihfjWYfSwyf0H+P9+/8c/1vwfj/PCvhO1YosIe+BgcTGw2GO9TGHVmBOLtIn2sSQK0JMmRYFpe00NWl138eLpOwRfjvqZf+zhBrCc/JX+P49mxfjY9xSnfhW9DnWJFnJ0CdQT6YBUIEKsxFVR2iOwyhKF9VUKuAAjU7xislF7A6iVEibUqY2zeNH7ct11D4MuTEnEmQouJV7dkP1s+GdpECErYzBP6CIi6ICH/AABgwjJBg5FBPowDszq/F4dUtVjpYaoikOjG8LpgCljWMFL7fr+sh9xDyvZ6z+P8THlu/lDf9/HnBPvX/B/X+/H/AIgiyc93an4gb5pE4Oo4MvtHQ2VuviEoxTrKR2uKKZBphD85W4Ohzo3cb1COqTobA0W4T6wp1wJNBofXQP8AHcHrPhQoABqueH8fxPmTjrV1eMKqyoAj11CwWCAxoq0SsHsxhmLtRKIGdkfr64a0BCHmSCGsJ0/DOpIEU7AM1hdBVkycN12kgly6UJs4U5iFHEDoM6/DqPkMMIQbAKQ8+PIf1JJBRVpSydkEsUOpxah8IrQtaNkzTPGR2raQ1RFr4RpmANggGFsdpAfP7cCLCSAe5VMDZ1R7cER7VAU0/cariHZnD4EBbdwX41vX3I9NzFHXSdyEPI4dnmYnO6hIBtqEkhwm2jUnrGbcySpMD4hgLqBIqY6tkk4jJPpkkQn0zCMvUo55/OzTxSG5Ho74QtQYj/RhcGIqORUAzgSsA1ImAVTh8akA4d3cAhBiYksAA1ck4ItAdGzYywiSEMliyllB4UfQRDtIU+Eq/U3MGs+kbM16yb1+JgNrwFODrKkAfqTiOT23jJN+sR8VBAew2gIFsIMRUSMtavQGqw0KYZ7Q4EG2zNjIdYH13HpNMWCCNGNz3r/PDfagG0AGvgEMN3swHso/yB7zr/vy8sBE+qimEHUrHeDCMsftiie8Hrn0+JwMhR01KjgRA5E2JjiyVitwrlrh9dPxjKz1tbGtUeoGrj6VnuGt6idnRwGt8lzfSwBAACkEZaSE2JnQB/hw/JjXSoo5RE78k4LWwSoSC9VoTwWYyoxMInHktqwBB0cGI9aS8Uxg+5folvRYagANVvWgb1CB+6okI1SCLvCLz+w4Dqhh2bJwYIR0lz4CdSJMjIbnhOKohwKZ2JwKjI4KaIQcPzGHArM7Aekgo92fOTjLKEzsABejAPg/HQcDQVhPPzKVkUb8LDQnTk3yDpJ2FEoCy5oQokGohlZJyAVngCDsEyDQF2ThwIvROtF/nePm6RcNntLZ9dO0wfChIKSaamgHegmLvCQHUAAAo76gZ0c+YJMIoFX0AgfBVlZ3HagKjglI3FMCeoDoUF6k46MQk/MoBDIRIcLKRVCvUsoUArInCtKdRpVJf2kXZGMgs+JgIIpEY9aCUAIVbBPsSN74jCM/YTeSIyYdkhFEBsTRBwSRWT5ZKOegoY1VV1qXraXOM0kIdQVh34mSRgZCGfB/hFr+vkdf19bYRGEPy9b8V++AikI8VAIbgPG/icKpmOx9SyS4+mAcCJJ0QG1WrA8ddT8OSg7VQVHb0gDt1xk9dLm6oj64oOuHvIwgEqkGRUEmZJwLdAjQdUVF6+mGQiAP1NppuTV+rnRAiNrKFF6wIfehOEwUiKAg7kpD7HqZXoVFSe8uh85QvXCwBQR6UOkZ8q/D1Jw3hrhEKRxI6E71yog9sK2qev6h1950A1G7OWIk9/753NEZ+Rr4u9z1gHDFAB6AzU8SqX1PoD+i/wAcan/h8PnhPMCVqrXRSz+jg4jkYgnpPrYInfDoW6lCO40UQhMOFMGY91C99R2JJknGgwwfJUWbtOyW+0ppC2wexTAAfwko0DU1sCAiBNfNZGNYgbYiEIo4KnZvbhQwqU0NX/4TP0ulPyALfk1ep2dA8F8wbiCypJVrQp74W0gwESv/ABG9R/OM4YOPx18e0gA9z4xASgmGVUQUSNJ68J0WtsSq4p0AviV4nv5mEJAoonfCxRLVBpSvrEAyGcJuGzQItMFl+nxMod34WoChqAHfCfHArRui99O/vo/X1iueg35MP/f+h/4u2atXYdRAJF+E6wGrYjSZUdT2B0k4Y6HVeQRCbg6cOj2oeAqOw0Wjqlp1wDgSkN7Kdu9nWRsl4INUAaihh13Tv8yQkApKdgkz7NziftID3QL8FWGGcHk6pQxAu4wcgElgEBAVTtQdk6vB8kqie7QDDcNIjDlNrw3tTsOWJACCMMBDqB7yUGD4gcA49A+7B+JV0SHtn+P/AM+7/ucPPeEwAgpl2M/B43F2fYGySQRluS49S9gQ0ICGiE40Amzd6HBxIs5JAMyrucqA0RqEO51wapxAOJqlogL1j8YKD2R8Wg+8Iz48c5IB1U9Ii/r3qfXhKHmF0I40wJie+LxkkBCkRQDFwZLwP1cBOoGywgCmcdD6ATvq+/Mn1X9LW4Mpkj8nQb8DwgmlSjhYsBOsvDmTXnMjoYm0kpB602LNKR4ADxvDoQlJaiH2ELA5Hjy6HFISAIEBF4UjlqUjXSj6zsAThUKYD8JD54+9YOeJCeSFoYExKIKTeI2xa0T90M8IXhFmOz1yZRHMUknATwrwPVtAos8yK4iTSQcMNshb6AdLJGpLTOvu+pn1OGGRBk/gj/Dz588Pnf8Ajvh/xYHRo8NzyHXfG8KB0gQrRFX1gBE4aEBQWQOxQIWBocCHokKUUDo6LAHNOCx0GPcCS+hRWnEH5zOpwiCbEAEOGsbvsB3AIuPTHCgtUkwIEx+yQ6ZE/DkyzXacLDeasa6LMz2INjSwmOY6UlCYkAiMUgnEzgGfNRBPYI8JHgHtFBZfEVSIZMn1ZsblUQXKPky8fP7D+A9ipSnxOAXhfsNUPGwZOpCGHfQEkpM0XwSk4XooR7tKvytT4uBZZwMR8tD99jrTyEk7dtzor8HXshf0jIPYHSvgAQzS5Q6pAPoWSKfy0mBitGOV2+yEdAqeJA5d3LCHoQBpPCSBC3cuOivTG0ITFeSk3Wy0ofhTxWWikCOqKcXoEp4CF2baLFTKNK+wuasYeeEEMJTg2KrEIAEBwUFSR8CI3hrISbmtIJJwVFY6YbbW2wULoxv/ANFj/BJgLQPOFx10QaeMBEFXCHXFDwW8xTS+5CtThtwrzVUe2KnT+uhuwrVWjUmwxnvkIuQQKMIICVlneScDUo6ahXKu9m9n6xq1E58obcH4Z/GwIKwnt6T5H+z8nfLbm+iESlQ7su2JHGN+qExCn6sg9fASsqWRpgp4oEqXMViGeowEJ24noOBnvFuaMK2pQcgSk4ZRrespDZF5IL11fTVCdBpnSHWpeo8AnKJxi5yNJ7IzpllQqIskAIAv4nRBVrGIsEhQxCgw+JwkxM2NMT1WsYn06fWZAFmBdcMUhZOGJ/DmLpXCoa+X8lcFEFEQ5he8uyYp8IJldBY0zqSi/GOSxEZYh8f7+u+DZaOyPi0hvRGfQydQkm4Iefe+Tp6YNKQX4s3ir9ufkAv774EwzVYxodjXLvknBMgAkwjzpSLPgZwLtwFstKsEGCsJw0Z+jBJowtAJPkEJEE6fodqMkS5pxVIgDIz4xClvfXgeoJIc1gtUVxF8jxA7jAIwFi4owN62NvrKIZ1ZopmafA8NVtQYiKvVEqefa8E15AWVLFJhTDDrhoDH6hBNv7/zesvSWgyJCEdm/H1MZj4KBqErhQpTe3BjX5aazY1QyfbOG9Y6VRakiOBMk84QZcjB/LQBZKmhxaAlBWh2oYKkvo9RjGWzhvcbZY2kwPxN8tboAuR+1vXXgY6GGT8iv4MZ9PT1/wCJ4iagvo7Uq9nd+x2B8CSsmFIMbJxVoRVbDItAKt+Q8BoIcDHtNFgqYQw4DE6gFmgMaILn2EZrVAAB98xbuRz8KQG1LqI9d6NPp+mXlAONO5FEJodY8aQadUTKZGSr0cbexRIADZCAkTo4wQbSg3K8QoAPoMysh9kIrDAApfhxC+w/SGFFUv7MnHsB2PckUyU6CQ6nggi6GoP46n9zfxMNVpDQNiwTEfR+Jw7gpYG2EQqeEBKdZfo3h1QR7lCq6Ti9WkCEFgQigi2UMI1ktWWG7dS3s5kKxym0q4PpXBDyYtZnDcYClO/8HnkhvxWZqZ6l6R786SL8K24ouDEkOyyEwMoW0VXpBhQp0cBCfk3kBPtiK9kQqghdiA11qjJVTJOLmAzuk1KVWovqO2Xeu9ofIS5VqAKeGNLCcLVfDEAHUYyAaAlEcNBCGCUCEGn5HkwQqiNSDFIGCFlJBBBfEBrkhTMz1iZ2BPdwA4UL6p7vrnypv5enomgzReuVIQFdIBw+A1cnQ7r1F2uRBNEZWCzUcCOi6Q4ZlYcooiBCvVnUwDC22YYEO5GeL3pUmAv5DSnj/wCh1MsJlc46Wp0oztyvxnbvlPWgzgppVYKDsTrog/EDdASB8Ns6vgd+goTuQMldK5cMSl4bPaAADoEOryqcF+nWHUQRsQNaocNQyYSqhRJgEAnhR6EjWrZa4q+vfuQjV8+mYXhkRkAgEb+BWe9HBEKCInCTOHHmhLWhApIJw8Ouw7zacW0pDhmIVDpNARvUT6O+vLaXF8kCiKjEsTh993y4QmdAiCSE4H7F+Tb5aw60kgXgdk1iSC7sW1+XUicCJ1gaRJLtsen4TgIR6CFAeq9XrXFxhV0YJEodWD00XPDjJ0e5Bz5iZ/xyHmUFO8IICbs+3gcDtELih2sOIPUOEw4bBRLhAEJBAIOxsA0liUZpVAcTGHaWQZEUGRCM4nYQAV1YpmBBMwhh3UoEuz6H/j8khkSpzOOwWjECMXomeX99ofsQECYwQeEw/MimdEbI/XWTDjOYMQNofsqdqTCGwihR0xq9faJwZM4emk8WjUoZwMwo72NIcCBgo8Spa2GIRYiIVmrxEjIQKoaPQRkiXjFr9SKiEWDZoc174IVNgwpSO2E0JJgY1bbtokthuGB844CFT0DM/Vdn1PvwXjZfrTt6mfqdkwrgKhISvy6EyIh+Q5IMlMB80UQ1QITzjQFA8GAAYfjKtMiifjOmFkRsCDdI8B1xQIoWww68o6YUolEgYi0k8jxP+IImAMBgKGu48DztCcGhM6Zdyh8CpEZkEYe4tcG2TJbVBmE/FFl7qQOINgAXQLexr9nQHCoGgXO5nv8AH9L9K8QRER2Bk+Mw8w+mIUMuYbmyKGwTYGBLAoz4H+PBQVFBUPob8DNHqYSDKw77CzQAwnXDq9fd0V7flh82fFPN3n/P68RUWb39d/4/04TyV2zerKioHTJkGFqwwOpB9CK+yTfBy5BLYI9lEmGDd0ySOOmpqNHg93piMsp2Ky7PxhC9G0BUAEdlIu0toRShECd3VUQkAkJPPVxaEDBgU0wuqD1PghUMDse1BJ8HA9Efz8Irf4n/AASG5BEQFB0QqYUiToVqbUVuVPtWp8enkvyIFZL0G8U99MI3b/MdyBeBBGYWf4RZKF0PAyp0LomSQUegQvsusnFwSAlx6bo60+DeggpYMrD1fgn9PhhbSASUoPwdk6+6PG381e5Qn5/6fyGaOofXn+PT8z8bT42/8f8AiSWB5TUuneEih+Aoh5qZ5HejJ4r08QnO6KAhiq/BNSCD1K5CGj2ECVaMOBvXEOxAGg4CV7MhTnAZu56FUM4WunzYQAo7CWBuPppQEGkd5H+hdJ2yZaYdIsxlPsJmXXrxQTQegrDQEj9P4W0QWJTpAtdDyXEl9dDaoQstrHRjxu5ajUjVZtuYe/hYMIEH6Y/1P1vEXBxRAPeGv4r0RjGEIcAJRlQu2Dwj05R4EMBkWtMI8FgPZCckIOIUTmcOqG32KIIaC69nnnYnKqErwQslmTAkZxZQBdj1O5mdHI1IxwDiveJ8Ps+Airpy4Cw/e9PtzC9mrk+oO0CHwhkMIYhjCdIVWLaCA8E0U3bzF28GkikS5IojOoaUyI2cWxjUFDIODRXqQ4AjloAoSiQ0mgWvE6/JdRPiXUuc75x5SkAUUVKICjIXjeO/OOaHuwIgUN+v5SXwJSMCPCncMwMIXS1SL4pjDzIFLvCiKsQfDG0eMwTUU2jQ8pxeBrMAloIaiAL+FtlnmMSYkAcczh+Taxsakq21mi5kBdALpjr6IuPrwk4prGFfjFX+BN8+OJW0EFbXB6+H7xnlSIyfXcP7M67b1hosKHEFavmiHKJmcLCpyMBoYE1VhwywsuCxAAU3rD4yCeEjugQSXyzIxaF4wKuOVwaU51wlpaj6dF8O6J9eUz/j9c/3+f8A+AD92++f9H+zkhBD+nJ6fHz5nVBJSMF+G0vkXzrI9CzbNfDcQAisyk4funcTsqBKS3RM4HYFpYoexSMXpfBH23+M00UK0IYl6vDS22kpLUZCZsPniTb4A9ISDYgCwmF8oj3VwZieTS54ZQI+vgl9dRfPwXgQBF4uV9V/CH4mxADe6p5EHq9TvjTgvEnR+Ui9KDPjheDbI4DooyBacXItECMUBmskmXgBUgJ0HLUpOolyY2AapgIodo9d9Tz/ABThpSbKLKd7J+fz8PWBEE62TRnz/h/Ey2XEF1UdB6Ow/WeCPEIwag7hW1gA6hxrOB0FPwZjTHHw4IbR1qCE8qDIhepOD99U+hME0gSN6zAF9KvJgF4UDDqPCJWgcBGidjpBk4YhoVC3SwSXpgdR4USFI5gg+TDPYYZwJFqZd6gvRQzrtRL0QpoaPS+baV+DOvpWxQGwBRVe5gGF0H4f4tYHY7ggPTsh0FGnUp3KBCf4IE4OtpIrR3sqGCgpeKGl+KEw1ooZ2I4JJtgXBFVDFRZRsiJfSBUoQD1NCJOBZhphq72BCE7zh7/O6KAU6SJ6pw63bGpxIIQMZ0dTDLViOk1wrnSXPjhVO+jwWTwC++RfwxOUWoQcDc66XJwHJVaDc8vcAVQrDUVBmANpArozyYoBbFfDA64rnxXyHFVRBSs7BXAOQCHEWmrTBFEwr1DtX4P9H88gtdsfxgTy/wC9cyQZog93MFJ4eGP7uhgFZgMTFJN4uOx+J0us1UEOI0IoY8lHJcoEZRAono8gFJTiQIiSaAikVaumfj8ZXg4QDuLWyO/yokm/GBRFC5JyYAtzBOuAiB6j2A0Np134wIhRNe8Bk+J5M/E4BE+H/f7+f/wbJYezAHaoAAsFycKy8jkhv+ckruAcTfC3bQItgIImHhdYAqeDA4Ae3EycpifJVxJ/RvLo0AMSqSOKLI54Q0XDbli3fga3P+ul8fx/+14kg+J93/b6/HHRiR352p/M+KZ8H/itMmom/mlqgMJP1xt0C6LdxJn34B4pwTINcAgATwH0zjpGXCKlJTGGMUkIobGOYABFqVmQ4sd1URsbayXFZg3raVrQsyYRQ2YGAM6HRMV+CU8gJ2cXx8o89d/X6+/pcgCxOiS71n9NMDMcoKkEbPksU/mzTALALrM8DybA6+Dn/v8Ar/n6/wBBgkk7rZoGpYBPnqZgN4a8Ax0COwRzBoGlPgbcZadR+gATg5dFgd2BEHMrhMLRBQYlQECtfQ4cUCEt5gpPk05KfF4ucnKtryZYio+JsyeghGnzSa+m2YPBB5+eBDf6+vx8L/HqOxGO4Tt8/nAclFpBO8fXGHqQkYLzjZXDIB6xOnV7OHjByDm2NGAFVMmTpd55oFhK1UKwpHjEB9EassjwIPD6sCWJcRpyEk4z0O0WtFGjqvidEnFFQsWNrGqVSd9QDyBRLZWVap0q9/O+xDxjnmDIhtIRiRFLUMgwOoEDsQHhcjAQfCxQFNaR4ZxXa0asIBUKAEOh+xiUVTQVN+HdSd2x3WFQ6rvcMk4Ew9xxyKD2n3PrDQghVfGesAuYnnhxYFaMgjC/fXk7GhCICaUbdE4EYx+RPGBEGKM6PX8mf+nkt53ypCRkF3XJOGwASRaB0tUklmHCOHFgBP1DOy/XE6hBKB9IdA6hSkNcUHY4FaIjDZIcH8J0lZK+mE82yYgK8I+YBVmx+r9wqoh0NSTr9s/PxoFtkFIKoRYC6a4WC+cLL1emiYO9H7xJ5MFlCIvfR3um/b/UwCuYyOqgAIqCE4+MSITMYUqDMokF4U2t1BExQF8IYU4fnzmzDX69J8AS8ECBBAUEpDpDr+BwKxvIyhmBI55XvodwhTSDNCMW0op4ZarP2Sz5njnnnDshAQ9EMfcH834QZAA0SzBkCOikDs14iwp6XPrBdP8ADiTiQP1QZR3E+poynDxEqyFTTJKzB6wa+wIaLj1RDYiWNaaqIRNwAoOScVGaOEQgjBERHR9JiXAp29xz7f5xPOiPYjD4fE+5ff8A8xEgXp/6/UN7z6JJh0vgpPtYChf5BCBAPIUIuDobXIQFKgugEBXymaT/ANE1ERFUFQ7H7CyCE8kRmWo00nSJRhImbG5dA28h7K+eUQhElcMRdALilV2TTowJEsF0kJiFMyOhOGIBUGgvv7bWOZ1OLDR/Iktw9JDo0RnQfsye6b1/+fk5Iu5pQ9I3rdjMHgoJiVMkDBRCyHQYhQYXBsCuCx7pk8CMackIMZXS4xJsUJACvIg7Oh3wMOaguq9nDPXOn8CKlqOkEjf3+H7MkugCndgauV+BJOCgqYJKAnYJD9/UQDO1iiYWJ3OPfNjvMAICzSrJY6578TgKvYSWsnAEllS+SYadWBB4A80ATprUA8QITiypgurt8oYMkh1hoJFEHEoyVZb515QZXRcRzAAjZHU74afIiJgVPzhcWTAnE/dc30SfWV/3q/7/AB/1x3BBbJQi35+k6vmTyt1khUBVi1VmHB6WBKI2gBT2e49HD03WYXzoTDyikxau2sbFVBVQ6WBnLC+miUQoMIxJxhthEQQ7HcSJ19Rku+GElOyQSIdVszT8wAMbQNUjJl3hFCKqPx5TZ7Op5xSJlVnC1Jg9dhwwO1QtNbCsAAD5AFwCEW0VbneApMEAWHnEhFWIHSBw4UPcmbqJKiKXcwXYBN2ScDuqIyPDhgPgdwZqzTV0dUsIovBc/ci+FAPON5dKffwekGHw/iUBlx+f5vf331J5iQ2Bp9tH9/8AXwcaFfg/V/8AFBIQjT3nwu3VF/ECEyJ3ygu+AGHiKaRvl3YWlS4HoDjQvfEmpMlHAdw4MRNi3IlWoGiQ/AQh8AfEX2lpqBmbzeopKIVKwV3Hpxomg8tW0GqgT4OQWFQKA/M7l8Cz64y2kMCp43ss7JdgcAJobkQDBEvYd/4xkMFD2zrPzN+MegYErKYLCsT5fA+NRfxmlBRFYAaa3O+E+6viI3N7IkIIACoaQfoWkIZ4CqBS274zEQmClTAQzhWT03gkRUTB1674I94kAJDNQAoiIRMrKiRjBfBE6pOEDx8iBSgB2dxts6Kq0KQlhv6ET/OyNfaN9Uj+fPPfOJfKZL1R8AMfG6dsiCMFFK3FcqzWH6uPNPFOxgKymeLwS4EeQEAWK0o9UOKo/AoCkmw8UUJwVwyWYwKgid5jJOHAkRqiFOkTH5+PtlABxOuxE+6fn/3GmhUfwEv7/CJ/BJCpxjHA0Yvykjw+PGZubRRCCGA4X6GCXCIzESwD9F2Qo6BNpEU4foQgkRYiAD7zIeSH9LFx+qOAj58dB3mcGMCAyYgoZR0Spw0dQqGwE1Zeuz44loDCpAB3vWAdd+RicSQ52Hfe72YeRgtx1Kfns/PmcV6K2xYPoIJO004TpSwNKkuEsBhE4OeNBjx/WVITohwHfv5NLKCCkaesl8pyPk9fLFQjc4ZMBINOrckArQjGGUWH1ZjrFGj8cCTBF18dKBKr7nxwChgI6XLSdvx3OAjOUCSNXSQE9snBRbNREMGVWgABeo8DUdYGBUmpEB+AAnDC5dgAC+ivxdAgwAwXGAjG5T8eCYmWMHa9Adm7/s8htT23GCfR0ohEDg3kox6hRAozD5F6hZ2SYWr81CWyHA3VPrPY7CN8r5KAWQQj2Yt9Xr/RkDCk2dNHb1gz6d+ghFNwqV1XVDN/BxYGFXGtqjp75TOwWJO4RaNgIEdkroew7XuNEACCKJDggnMElFToewINOJksWIhpGooV9a8A/wACmGIZ2sCwfIkSVAjAAfXBz5+eLEhU74SFIROlAZOMTCsnAfEtihaGYQhMagBqwJC4YrkxuIKgMMGHtO3r3rInoY4DsImDIH78kCgFAEQCIMJqs7eujilhQRgEvgDunYnle2uOsJR0vVE6TQJislCoJVE6NJMRM6cc0bKBt7e3x/Y5SZudEfZirke8es4ZK+X+Gf3ydwZ7IzFmqkI+fjh3/VzUACAmAEPg4sFnyHMcgoIoM4SH1kAFQJogsGgIcQLAFpoSR2QUl4CyoaI0XBcrXFRnXARGwsmJptD1D8ThkYJ1R6c70L+P68QBCYFQKoCtNfyOMScGhMqQ2DdS2IzBIyYlBS6HB8C9KkyeFxitsuiCIACRs47EpASAUAwo5NfvhaJXIiYuiiEFBhweAi2SoALT56h8pOCF6Y7Iwaz5RN9E4uAFbbWlsgg9TMasUtwFlfLZ3ZJnpwSoLheipaef78Y4Cvm/G/8ADvUuAR/Y2hcin7B0zomLgmRRXgEYaJ8cNaOBXnhhkMQYQeEJKuBNDsNQRRAMPu69TyURKQgViJjHwYqqsAUAJ8BulKOF0mhAkLaDxQIAypVBA0406RBLsxTYXKxAZ2QpxM/gkcaNfdDLYJxshIi92UAQgNODpl/KItNDSNYBELqsxY1Cz0qFaLxOpqsU8ldChkHAX51ipIoICgPgOVsa3SCEg7aM/TTsK0Y9kQamulSJPgnFbtaYIoRWsAdP2TAI0dF7gZ6Ir1X4eP8ARZ/7rwCb5f0L/v3/AI52fl/b/wCJ3DRppQwCJaDY4JJhW78gYu4JcsGiXhDIDWWkBD2NKfHA7RRM8iiZlov2cPiClAhawyrBQ74aHxTE2MK4Sibg8IgWWAgU0ELfkITFGJ9wClREaKKelBXh+pteiqok9ejhKOyoEgg6Efz9ZGCgIyAiYxgNvTGThVW0SNNWFBYj716t7nCs0SQAMdHAbMI/ZaUQM9ExxjQhuPtkxA6pavAXwWsEEI0IR+zxMIoQG6NUTe9GQOHabReoCRTCmZs+OH9FS6Am2gcQricUziLF9SUECOJOJNG1kTPXYAaCpcyI6qwpFKH9p70fEQC5v4f9v75BYLQt9p8OET3WQvAxIwC7VPlJ+SfxJw8JAD2kIs0ZxbEw1V7+B0ZGhOBPQwBBAG7rV8OlP/rbPgCSgFANOCOMC7IChpFQnCv73wYeQPSGdw4SDRF8eCpWQ7OuJJcRTShCJRFE2covj+VQpgQHwIpJxdEWERwVjHQfSHCQeFEmF3BsUmwCJOy0AOVZ9Mp02+BAKIAUDUL61R9afoezPAhkVBULAMkvAUYywNIETD8FMeGIAI0OtAMjqEkAhDbQvaGJ+2s87PpLQeyvQ1L87OuvEeqCpSHwJZ6Crcno6GbJA+Ri9Unfx9R4No8Cb5FAAqOEzhLZePRugBSQUKRCxDJBkDA8pPOA7SUUgSCIaoQqSLxdempiIpACsq+Bpfb4CTSKFARwnwTg5NiwbUsBWDRjfJw4CRlTofCLTAZPeESIex0BqEV7O08WQEF80ARcgkVEjgCln1WjQUtWHb0F4AcRNTqIRQfYSSfnoxH4eXtSXtRVrAyuYTq8I6BCCB5wEX7TPrTH4CCRgDyHPhxB5ETs6F7gxB2PxlgzWpF7i7T5l3Pg+IblyHdf5/8AXwaBZylUMkj7ALJt3x1EITE6yAX1cN3uZNvjr7sKMIgDJOEGDIOozBS/aSBOEz5CjC9CQHQ7R6zFPnsMJerVQgcJG0t6bJVOIwImYNyu8ggpoOoRJwnbUYWW2pyIoBCEK2WaEQqUjW+InCCbgvRIiA91OvJwRLZhbXCWl/3acJoRpRoMLEhUfO+scBzQGEAEIwJNc87u+BjEIjCEei44MiArRKjDsQCztcB4guTohlIA5Gy/EzhVhRTogMxiKhD5EyK/scvZGTJRFY9anxx/Qfn3P9/fhQ+upG9kI9YGE+c3hxguH0/5fKk2dHF+ZAGYQBHzED8ydEqjhewALYHd0gZ1AM2ERFBII86ThLd18ArAILCtgNnCpDKciCqgA6Qg/WTVNoQiMFSdMq+MF+FDjjVAEgPvRJDo+mP5SpMUH8Tg92IMNkD1Yq6GgcW5S2OSgANaB0eJwSjgqsCBBT06BXCAkE0G0S7e10qvvAlDaLgqb+YfuZCOujCKRHhAazdOiOATUTo1HxUyA/HDeZcZZ/Qb4fiiFE0Ht4aL/Z99fcIZsfj79mf7mcnjMjSIqbioGH4hJykZYNBPSADsm73wJ4a4Jh0QIAC/lXFhaMIBcFsRK6wMG2EhYklRJpcBx0jgunBJFZxIB4OerOUoYTdYi+peB2JKNsSIp4Qwp4X+u09OgZhoD0DBpqVoC+grRZ46Ewi+KkZGQMfg4B5YlShSGaYK2rBqGOUMlrAFEhZMhAnAkFFA6InwvCK9aSKE09YK/F7PEyoWCBbGAqZPwcMmecTdCkqE0hkE9US2kZiWAiyvDEiDqDJo7jlzr8cJSr0L7Oj6/wB+jsCE6yri/q7/AMYwRbVf5/8AFK4AV0YaCaGM8X6mgQUn9skGBmavDkseIIkK4oKJ1zrDMvFQztR2+wjwS1xW0CoaRjc14aotODQiZ4wF7t4AORUcCFNJC8aIBFT81BGxignR6ZM7RiSCCy3D6NodXgVlSQg0mOE8z6mMRSmAGV20NPqwyWlXRfGwiyuqIAkSj7Wk70rYHRnyAIPU6YJgCMEj8Xgd7COcli4QxEITDV8UQTiAmwBEWcEZqbKENERIHiskY7pWw9fG9efmfD0PZWMfaBWApZMQi4hewsApUOlTrpHg2ojF2jLfmX/3Z2F2bNU+h/j+POh//Uaer+Tzfh2m0k0ExGOuq9D13whqggmwBLv7fSzOKR0ZfsKPU+OkPOBIWMTmJ2ISW5M38Yg2yMtIeMECCpyE3yaNwtQSbsFaYmFT1AKCmzvdb8Iwq82gobep0dNhWkBYomARtum9JRJ/wMqKKJp9wg8wrVoABEL4JRjm5xRbBKfHH8rLfoMOp+gnoBDR04ZpE8nAEAZ6UfY7968SPQtapRBp64A3NMv4FGhfehMtbfJA8OAfDCiKavnRgTeoAGBECd1R+SfvA8nCwjVAjGSNGQPO/qRsEdaJlhH8/wBfzAkpIA0zPlHCMcmY6FImAnr0eAD1HjoHoqMPhCQ548M2+sbGEUBGUfGXa4KybqLAVNS4nB8MtC4WmMUmiJOAd10UKUAGJQDLlFe18GMBBAhqfUOGHJFFQoQIJPA4KLwLNBUNTAG5MCcAkopQpUV7+XzuScd3XVDACPYqS49ScV+UWYyADXZAYHScfPneBDyTfh8+PzGISuV8/wAf78dg7XN6JFor9pJPicUiKcBAIo1jPCfWJO0FAORMghDRBHEig7VpivuD99dTGWuYN2Y17r8/M88QhxAJaLTr6vx/VA6cGp4kd2EnqTemFzSTAD2CY5fSSBUgUFSqZIIUhFEDEWYJRMUgIRonU6zhMbq4AOLExpIL0cVAHUFI2YA6f3RHtlgxoWVtUcHrhQR8V+iE2gD25Dh6FIJXAxpt7K99+UlBrsVEhc6oYQA3o4nOflEZHEOIRIPiNjgK/K2q9yGAE6zhXkBVCJR33poI/Q4JkoiQH6Rh2WxcJxTyE+QLUKCgazXkyWUnRkECyBt6j0Y3+ulxTAwrQTcOxnCKTH6LZcdgdkJgmE+kLNAF79k3yWeBKETv66l/ngIoxB8ltSM8IR+IGkUJbgVafBOvryEcBw5cArbo595B49BftC8F1I0xcWQ18EpakUDs0vnBxuCQkUiAIPkE8lGDBiAIQZA6M+px4CAyzg6ZBXYLKThpMCAGiOBwl6IzB4VBQ6gUrEw2LivXAG6ZppPB7AH8M6odU5JuJCzQTyfFZCBrQQh2PzD3NP5kyAGj1JlPccJM6z1wdXGAKYUmy6fuZMBMoj6Er4Ln6SZMRaO600IZ8I+A5OCgTIID1P8Aj66JOJH0pnbWH/B5v8SkORkjYMfHzzL9EsiKVQ8IPzag49/EGGIhHzpNyGfNw0xsWdQQpWR2E7euKf0wNBK5ZCXY48X+GOCKjA5UYReBbMCgKxMgGjZocH3COhZOEaA7vV4YRs1QEdLuNoknCVhrADOQUYAshAk5KPMSNoShgdeSKootgSBJisjgQhjAPPPmAhxwRyEeEICa6ghDsYkiLRuAnkDIZgZEIkqMcw/BGVp67AJWLSEXKNYEUqLeGBgprTSoYgHicMS7bqil62VSRw88rMYKYsRYYsyIJSIEPMv5+PDPB6Bh6j86u7/M/wCmf+Jg2stqgTGbdyhp2CZJpA3SsWixKdcGcjtDJxMMCwu9YfEySMSggKwI6JhDF9tBGygCIZBcCsjCE1dwYBASUJwqdHn6AqD0rquE4Ph7wsLRmVKt88nCGlwTGBI7rgSLe5w8bWAAGBRjuAR+M6wCtFDQi6kekCGdQU6shXdhoRoHjONU8gJoBVlGjTxh8fA3CNYRmYp9DwbdSjMDAYwpFdTC40hbXAWI0rTGXKoxY0JlzXy0ma4D6SnECrVZn8OQmcE7gAiMYETgEF1TU1ddq1/LJwl4+4smAfOzyWvT0SoJrNMP2JPx+eun7efrv/XHjAUMHAKp2v1gr0wpdAmIIZ6sYiPDUEu0ENEsPXy52BKmAvgGKIw/icT0TEB1CJaVlfPnF3+AgmlNA3vxpScU5oKATNne0vpnRw2c3WgBjDSl7/BwNXLssN3LKgU6OD4TgOW/GQiBLhQKkhg1CapUar+HhKcuYQgik7Gskl8IqGERMBQPsPRXzj3ZPZSWCh04HRJCEeZLBMJP6lZBLkzFwQUtZFJvSzpknFHyyiEVDTIgsTMhRLrEgxltIh/HAcxUCKohOvho8OKwdLehgRTosjIHh1p9p6kCyHcaf04r8xGgajQAb8rqPA+wuk650HGylMJKHcptBa4HjocNnSvrBZQVWgQ7Hi/FB4owJ15PyTTF4PfxMTbAoSmBY6nFDlEui8jSw7PO+LGjXJV0alfSthwsK3JYSA+g0Qp74x+KHjuwoMCmHzJwI/8AbqohAUELr8MWiCZQ0kcZ1n6j0IeS0+Rt+Bv9Yf1eAjpBlEmK9J3mbGJotDtUAkN+1OEuTA8olLBk6mJ+XFEYSCCQUAobdzs64yzqYXqFHtEAgTOLCxbuaLbWWnuXvJgJBqCpYXwLftn4E2sFuGeF9wBNtgcFQ8HR094yKH1gQ4GTEryVRAIT8s4XDOiIZsKiaJQQM4G22i1QyigKl+kvDBMCcgBISxEHWScEiL3hKQNJdB0ThMfNKLZ4YEQtXTgAupnQykAiJI4ZwtVEqAXQuIj+MmIatysOoGNgXoRckKxiAA6KZSzIQM+Jh0FDSNOOPYWwA84J8RFUpQpRwcKQkeAsHXXOFcE9Hwv0dHXAUDpezuNxMnl4VxotUHRwTLcIcGAzVgAEPsj8vXDFUegTI7HyPUw8DCyAPZAZm3vv6xfMFXF+NWJWoIs23OwWYPjgq4Q2kdHWMBDPt5oWWipA+FaV5r2REMbIEgZOz2aEycgRWUWbwKBNoYmq+iR8E8o4VnhKjAUVglAiT8OGyhPmCEdeOVN+JxAiEAsoOh8gtsEepwGifKSArEBSZtHU4GB6oQ15ZnnbskE9+1oMGG0aYHjoAeHBPZISizFDXG+JqxSxptCeEhF1ePsSY9oTEa5444Vd4Uwp+1ccL0GW5w2uUPuE2Y5xB8YrSGRDp/68gWA1WozE3oL25+Tscifce4sc/TBneyZDsvzjFfNXzy3id1IK0gD5mJpI6S8R3JQZh1IpB7aXITMJbe4LxAMNiTifkVtULDU7ASXiUVS6l0kAQGG3NcXq0D8IyNKinQTFZu0xPKACC66ChQwGcinRgdDEOpxVLnpCFUBNkdCyYfRCBpkVngGSojwiKnGWw+gBcGVpwrrQYcVdCGEgDnQeLsyUNiiBa7+jhS8HtDM8P5Xt7/Q7rhr5ZlA1YtgXSMb+yoVUAJbrCjzzfheYj0JBEOzzHE+7JCaRS+oN876hA2fZfeP9/rxlA1d/xej+DjafG3+p/wCKHptgUEFQtXsY7IJsgBQCVo7QWUnfCGGQEpoT4EftzODXw1LVHBMT6R84pjaaJpLBnhWWF4vjqoZootLF0kDOJbfICcZiCDEyYGLLHK9KaiwQHsvCVzBSwhcK86U4B7jvLxOoAcKwCdneou55ilJZ0h5Dh+nS0EAkBNwoErgt/IkIGYSPAFxwoLIqDIpXVARRYcQyKwhQCiK3tKSCQ0sWaRBCYE/IyXi7fl4hNFPMA13jK1BGhBqTXivbgpL7vb5m3YAZZeFXlHLABaUhIeg4KEEkexo0KpDcAcmTOQHbehrq3u9ddYLFauhpaEsHTqn5+DGVsxJizrTfQ+JgkC4FcgcWCgpPhwbTJesEPeiaGH0cIpES2glDA66fknHaC71HsDb371T1wlZEVCgBnQd9b9JeCegBAksAyTb0M3hr8XpIR0oF8BOpSeJ61tYCiKR3vqcScplKcBnRUY5KJxAgUkQoSRDwHUaZgWs4gMYREPhmFXrhzr8FYp4EEcn46TxWpA+RdOwvWPQPFJEA6M1Dim9PYzh9PjuJytkqdF3ZN+sVMAPXlGL8ZwbN2dKkClBUjOpxqZACGaCBYDfTEBCDcY9ZiXsF6rdJeMXicxEgVoFphcjBQpIJ7AQ23PVYbwUEAkCtMQDh/EQRiaZhKs7nSX38rkyRSGmgJmTt+p9ScUBwJCAwqXrJkypN4FtparLdxJ+J6QhMLESPlDQpfSsnByWY4KZYoKohTeEYmPdCJLhFM2BMcViS3JX0FwrZKzDGxRJxBd6K6HMGDrjBIpQWNPfKfEz8cNKhA9OfglZeC9RpEKV4+j5/CcMBp7UKmlwPQnqdNJi6QdAwUyCd1R6OMpLaXCongIHSdHFy92GQJ5TqiC+DhjECq6IFK25/iE4TgXrESSIlBREPzxZjwXbB7DPnq2AcTbHesIR9GihneYVo/cKKDQDj1aYcUNjKEYL1oUeguTMGDKSoAg2aJ+AAgWcJjSdJH6Yn1Mi+0CyQijQCMPw0NSqRa0Y9FImaTirRlICjAVY1O3zvg6NGBx9MXHR2R6TgXMU6DTYunViK9eUz3ygWKGhHTvp08QCjC2I0+CDMPxLwswJhUQqdIE+AcZwSXlCLDxBWsSfbJOwYWBKI7E6knYhG0RSQgQz3unlGdgjBySi4SR2q51XqYWNUs6DYSoxma/GQlB0phMf+Pj1JOIqJpfTsF1VpkQwIeQsQAnSAr3P7OFFnOWwMAhVACvwwJSRjpSiw9Ts1zIGqjNEAtL0NeRvnDOKg0LDMyXoNnwSYSkToLkIoe7rR768ISECsDgC6QPiT6wsjPqhREWpWq2XqTi1FTzd7AOaoShjxJ955VQtgVBWuOEJjpI2+EUqB0JwhCHIhSJFQC6TxwJgnpmW2JBVSFHDYOKMOqUVah9nQOG9BhBVn2es+R2AWsyuKgo+FKeQ+Q90XCKhQMyn/AON46rqFeup/x/jiyzoP0OfzP7/gpFYFnzSPxN+Nc8BGwhFvejohm5khG5wwkTCMNBHAe0C8a5kjk2CosUgDLxXFQXI6azWlKw74mMMradnqVo2ZOMGHi9iiWGmDFN4KTHDFgIepaY/IvGi7pcLhSwpwRFQnMy4U08SmwCa9jwzvE4ozrwLAEATtxqZ4JrFgqPF4aF8WEyDwQAYISm8gAlV2D45Tw+B0SzGEFoBrPMDYdPUgL0otNNA4a1hB+kw5MCOraoMQIiSePBJT6mbCLUD4AfUT0EcQRQEfhZfhycUE9h/wD2P++dBvQhHVFCT5knkv6/8AEyKaRERS07K/irRMDf1eCGZJmTX4vF4gjAQyGaRBGANkvBJf3QJXEgTdvXjMTKk0AbOw/NAnA7QEaYELtBMxOniPARO7ai0B0z8CQkcr7mgmoOgXsK5svTjdlLmjV2pT8BYgnlhNQaI9BBJRy3VYLYl+hAxk4EwxrcEnCqWgmIThDIQQPSIDEp8AcX5q1cwBBNqkTx6a3q7mcCPDN8G8P3GTSPgErlpUhTgF0smjfp0ajfxODWLkoSxMu0VKpwqWhoimBV26J0Jwq/0WGU1nbEPjHIiQBkKPkRh6O2Dw6b6n5DFv0ehp9YYyjM/Ffz8+fXWEWYhqMEH43f8AAxFXPB7DuQzuEv8AGs4YOsBSeAT5VeuD2RQ24aDBCb/jgcBYiyRB12ui5JczgikaKFREDCHr4CcCWX2maNv2RMo8eCqcUklBvAMA1vQV5a3P1BAqow4Svpd4pKyxQYQZ0cNo9th2CPlE0zT5OBsnSpACBAZgfQGcNOqNxi1afYYnwPG+8T/TJ3T2AiThieQDz3bA0iLcB4aeKH5LyvFQC0Toxv4GFVUPYFVxsW56KBJpziIggLgi0YxMEF2HYK2CThAwp6JQ7H5w0HTw92AA3Eo2Ikjh8EvAOSiaRvClNGdFx4AOKUwAPYoPQQHgwAuerhVptoVIcFGN6lOoUFRk6lheClK87ShBATFI8SQnuIVXd0BeoVHo+eDfCmHzRn9xGL2qJACBd3a2NP8AAMAvlJAdCIAJI/EAZVYdnBhqpuYyJ+YwDKpHVkAjrt+E7Dx2SkaEz4gM8+ji4AqBN1kynd4EL5ZeKS1gl+D4icUSUj2OxHjOzOvA4dhFmM2pFUhhogPBzCSCKKMJH7kr6Th6B0EarZlYWSjJwNrYwF38ZyEafWCyOFQRpFaJUZnh1xNiFgB6VXnzPiTeF2RAgyp4t1Cv+HhEqWU7Drst8Nn8cMlw1kgNRgA7Q6mQ9kFxaAMK2SGq5MC+PD5fffv6/TQqLsRQYxb18fU+vEUtmPUwQ/p/b4SKjQRPz9DoAPST+CUekNPnLkJ18Z8BiNHAW9R9999zvcwGIL1ut9xA678r8Y9FNSw6QLO/+PJhhrBsS9N6KsK67cmKKBfieAj5/M+p4F7HQZH52zvv+uh2OPgJ1Xa1IHm3eBEXFXIQxXs2hT5/DCyLDe3V+MHZ8eYBtj5YCSKv5DrH4jwLEFCqUEU6T+fPpOH2oEBuK9A/5+NsjG6z1Y9dfd+9nX5iyFCuiPUf3hesDs7FqCGFKhs83Vn312anxe4OFT58/GHWyY4Q5POBNyD11M74tAR8ZlB/yYeb8CGewCoimGqgDDfxjyfaWJSzLoZQ3jZU/eSmihHsAeXhIblN1rU0Y6VK4i8lsjWmegli/fGOhWPhyCyvWAgINGpVxIF0KHYWaU1wJVVk34Vb9ZPyWFN0Y+184jkh8Yw2AkDQISfAedHsPEZPYTpA/U1Jk+cwPcUV145+r/B78AYuKmBa7G+E6j1lMI+RpooUVBSBLSMrZqfJLRbaIHp6cEBxMHLErQYckXd6FBIR0alSKdxIZwqWriWbYFziDcDgS3lVlIpSJoUAOGH0Qo9u19CyXR4PXKiyNA7lv5/CcOPTw1EImiMJXqjhwGMwHNAJCgrwBwsG9UUFaQlKGmHCJMIQsFcAAI4KDwIVWPQSdujhAFN4AEugMDAy9HbSzrySwGrUUHJDA4n1wSQEIIGSC4J1EvCqsdegB4gBXCyeYNS3QU63roB/6eGT7EO60sm9X+fMYWHnvZDf5+vx0/8AjEt0KaC4NqCHCDI9KLpqL4S2JssDJggMjQMDAikC1gPiS2qLjQC1lHcFzgZeHM6jd1PCnUeD/wA5CTbipgKAhMJdInyAMvaHwKyYEdrB6KQpBPCzC8CezOLEr2xVlngTL8w8RB4LN0vQHEHUEhbAS3IJQTNBvch1i7UEFao4HEfKk0SAQBkppA4oGiXVYQBViPMATBA7ZYWnKHCAjOGloV2QPshmhwDgpwW8gGFgUWhOGCpTIquwQABFFEHicx3YUTSmM84UDSmfQQZu6mU6TgFSdvrDINCWR6OpwRilfuyX42V/L14YLq1WGAcJNb+POxAJAh2OOCADnQeM4nq3Z6QoKADcRdZwI/8AOWpQ9BDGm8FdMJUgD4wRCRk64kaL1Mu3iB7+jEnBrFAwkddggjkQOuF21IVWhMFI6c+uBEYPoElFBKwPAQiXaeogfGQGnkCcp8gzpOiIJt04joAUED8CoVJ6iYqFAieUhSYUJ4Hk4HhoGQAOdxh+L9Xg4CclLwA+0+p9TNyxOIQXwW2dTynArskBYsoRXsgdw4mZUQ1TIIB5ACnGA6HLASw8EWx6D0ekt1Vmkh8eeEYXAOj0c+IfR6SicsNdoBb7Hfv9IHrBuKItGa7P31xB70W1o7OAYXrHZ1K5D6kYywOuC1T/AIZVQokqp4LXsM5iGhQosUhE4gkn+yVV7G6PbMHXaA+RYS1bkjQkQUVSo9KBgglrO+p38bD4PIuhJJv5Pa4vNRehwbiKaNUdZDhCNMRSYPajqBnaEmelDysFgCGHU9nfARcEm0Kbrxexr5QSUmaSFCgVorh+dGadIymKPZD07sk40HVEK5oSj7DxOJCPVEy00YnRRZwa4ShAAfAJhfBPMgHu0MSQmqqSV3h8WHmpFAogddPMhTUApzQEElvfwfghY6JHT0DS1AtOvjhphehdzDK515JFZOMQC7OgHcBXAgxOBEy12PYGG9AG04CAkVgTFH+DYT3xIDcR/IQb/B6frxk9gEwU7f47ep9cL0XqhAqMijESAxHlkFVeUzFFQkrDsPjjfPgykJEV6hN9XReLWDBZRUUwxNz5vwyFgEIShQ9bGTadkycEE1IL3Ey5h++g4OADBeixQmO1UnjTA6e1SA0RFSPTokOBrMVsUopBSh33epR0KwIIo09h3DpjTg0Eh6AB5QyhCtODcEET9jtLGek/GrMAosX5NdBVHqGE4c1SkgJ0FRFS9W4cXINAQF7j0+LiMPOEelMAHeLBMZPH8yimgFZ6Qk16Rub9oq+bpbHevvefnwIBsVEcVgTz1/xcmQfIMdYhWyDBL8/SEF8YrliqHTl+3s4Nv3i0KFa6IgzLxkkee+oMVqSvejiNNPCAQAiEhiEnBUIAAIQJ2RkFqwx6jK/T2hxG4aBm4R4iSV9sDv7JCjS8B7DpL0+nWPk6Qj1u3g9JKGBVdQo3gnkA5ERANe3r9YZxZi7C9UOz4TKT2dU28nS+FzXrPmT77keRbKL4qkLMfQ6TIOY1K1i1cGwEOuLBg0lHWwj8wTghBfymCxARco/HBJ1vSfiohJAiOrwFA8wKMWGeiJfgUCIMyU9XUh0zk5ijTV0y7JDuTjYDFxkh6twz6TgdUbAKGQBdJKYhAOQjSXYAksA6+i0xF9UzAZtNr1CFbkMukhBMT/HFhcQp7KipiCvUnCaIwVjr8C1ofOHKdJIF7nZ4WVEzsvs0hKijDZaH5nxeH2oCEZI4FlE8ACR4uAnFqlCg7gPSUDqMkFUNXOlkfjof0zoiuUj/AGn9f1/45CM0s7Lfyp6ZIcVH/MmoHuAhgZ0UIdOMJV4VTGo9CMZ/ZLCkyJQHQB64byhLVJ2KaMepDhI3qcJwgxASL44Jf5I9IJOxeteuGK5SLemgQGovjaOK8L4qABy0qHyJmBnuIUQsp8PcumcA1BCAIglNaijqIEOPSRuFATaAMyDwIrakDJVYgX4RnnBko2UsiWptHozPGTqCirFVaKSEOCxSKADxlDUaFck40ugjTABFWE/MK4J2YsPDaWSErJMEs/HBBkAMWZpIFEtsi9eTapgRGsJJ5WbvoRvdCoL8HAD6h8El+4fXyEwFX4B6a4T9fXx+GyYPcIw8cR8jUnBbQupWZQ00WIoGCd8sEgRDT2s3BJO5iAjCAMFSUZDE+A7yVEJfldZa5ODYEJUoU6Q+Z5gHyY01UoMW78bosLAmHD0ZdDHNdYJ86cGXfStcUkRgOIqJQE1B7KKBf1CQTC/ItDOOHU2299cEoxKkm2ZLTyTrNHLJD6CUEoklDphBKSVUFEFoEXf2cQTKv0VmXRmAk8Ce5QDm4c80FTENqqyEbPREAioRglFhVc4mG5gx6rIZbWHAggWR668+ulVgyJ00g4XV6omRODcVsIkJGgW4TQ0cEZGbySmUiihH8BwS3RibIkKFCgAhBzAQREckafCPYZ1NkmFrQQFjZm9cjwO7j1Bwmplhc6nCHarF0hPrpwGHbPFEjhnyG3x3GZaeE7f79OXdpJGmxVMfo6Z1hDRCS6KCLcih35ud8LiO3uU3udN6hM2HBhBQKe9MY+fF+VkwKsY8gGmkab1vc6GkxCgGpu/TH1YeSRHqwI1sur892ZLwmmhmiuCgZGPzhdAxBjyTZcpAikgwtrn01Q/iekuTKVJQgcMHu4XM/RCoZ4Bspk8Ewm9djBRD9n6D5fr56mEHBIYUML+fsk344QI8Bp1aPx7HJ0dJipR1bZXe3b5+v0SZMhknmFSWSHx55NGjwfQhjvyfqZCGHVB8FUtXvXcJ1TwC1DB3CWH3po098jYyghQAt7SPFXLw5ZdFXcwSQYT7TrKtkBlHokR7WQD6MTX1JSkrpRuRCb0mANoRyoHbErFIJskhc74jAk61W5r1OC2sSVDUIo0FjdOsTUjSvUI9dOiZOxDhy59icT22SBkIfiOKJoRKm4Exa9EeMamFpZ3HPydeLeJDlRKibII6RGgkBRNJCaGEVXi5Q4GMh+Q1C+s1oPsrJilFUKPYSvdiyfJ9Q4gAVAXeQwnSmVx+MOGtVcL1VQHz2STfjE1sElf1n1gH0foMiwEp1cDZ8t7wF+wZ3Rw/JO3bD8HnUDg0ZegSF9zx6czwGGXJ27wdoMQ6H88GoDCaCAJZIFKQQl6qBqKm/HejfL5wJpljBhUZCUkEwvDAryuK4ApCiIYHEtIqTspRQABDsgZ3EH5dhtRiZgyEvDs6nx8QcMDwh4nELQUYNZV7/L5g9cALZFmYr8mTr8+YQfKN8f8Al+iPp4klU5CYWIJKfyszi+5yI4kUqAr7M6AKxtLFNO21RPcYKOHceEAEFk2RgphBxsdEZyUlE4I2Z2kxESZT4FOuLWs2rHURmQP5OALTZoqPaWHrdUZjSLFSg2o8pq9LOAO1m6VmESl0M4L9CLB6MSAzDGXgFN9hGUNMZ0asIcT0dGMNCsVaImTilQR1Y7cxVxgnBK5oIsGhYQBrOCGDnULj35WZ344L4rOmmIbFQwN04dyNSKAGKUiofbCHAvDCt1BfFPr66OCwRHV2fhn/AF14RrRuLcVQ/Sv+mf8AiwbJFaGvulA9rkJUdsEHJxAKpX5C8NQLxBg9z9Z0cIGsKoQEjaiFheMfvICguhQibFRynAnGQQxFvknwGZjZbpc0BSiiALUgYgmLsoCClwNhnA2HqhqjJoiQiI4udIDG5KpGyUREx6xS0zUqQnQoMnF8+vdpFjRGACTh95hAGlITTCPSbwEqRSohgEYMCPxwSIyWXUAAKAm0IYR1Y0LF0EHpft4a4x1X/lj4FbIHCekWSWWXKFCUmGTGEioDfFnBCijBCxAkAIgmLtAewZwjymhNBAVSoQ6KYTgvD273UHr8fX44C6kSkyw+Oq7f6lGMbLIoQ1xBBX4nCQviMAs2/VBGSGG0tQzgAItwdi8C4Lm2ayeqADxeKnwM2kXACiQbY8EzU8HAjk1DsErFEdSGo/CHfA6FeD0gGYFaDVkbkE0epRBmWdbAO1sA4xA8ok9kCkarHDywISEoqaISsKehsX29SJaYWG1V7Vhw20yzVbkCivgMTjsmJiyhilQIdT64JvVUcERgitgmcUxUOIgAeiEoKXgUW2oSRsW6oYRnEyxqSTHphDFVQRgWHwYFocUAfr4Yp+aAoFNdUfCyPkFddQK0IMOgoad9gfQCZMC8nYAgc3HpWhioGKEmCCHRi1QOQhwWRrIzf3LD9JMNHvsq7QpxPJ2t1hEHSUhXonCgMFAxCN6+hfxScVw/d0FRy1E/T+hR1wRX+XX8v+xOOKPFg+DO3bH4R4yKg/EASY9SSbXJk9QiCI/c/Nvx/wB8xFP69Px8e/8ABymitEbgNHZ9nX/IjEvhxEq1kmXvPO+A9AQqIoSkhvU6OuLzFUi1GNoLBNIRDEE6qI7eqYyKQB5aAm0X+IsoQRO2TjEB3sGqu/MH8fXkooahRAxRQ9h64rjWRHXYCCDfgk76MIDsnyPT2fEvRE/iukmQvkdj1alvQEDFLDuXaTJd/edddipKcGUoBL4D5zPSEiqLo17rB+xl9dgUo61FvsQL7dTPvKHWEUCW0K43zsm+svFVTwq0YLTYeAezMVLCGqBQPwYpJ1nABB4HSPdmHJjWThlit1EdBkQdIl3rgQYC0YnR+IPx598IIvoGiFuYdw9/Tirh4sJSaWPj24nF5wxIfYQ6rGOOAcB41CKBoyyDdfHQiChgd0xLWiSAhZ8ThcsCAEKlndo6Qc4VOXFRD0ISkYEeEhptmI3BKMOw3pKdIIxIp06sjOjPJhtikMAKqk+B5EyQaFqB9gEfj1ofjc6c8p+hf5PU+N/QFlkWPr+SDH/iUUqfQHqAR+pf2fVAr4i7azc8V68MnjZx8wif2IHM8/UlJQMSWwgSoc31IuJCVtigAb0EuTAifmF61isxFUTeDqwWVahnVX8lH4NMcckh2FSGvYim/ZyX7rJDQ7PTpHxpwZFQANyAUnDhV/CwqKNHQNDhJZZRQUP0ALm2YnECXGdwVp21u9dG/DOpCn4RMKLf8HnkyEwFL+ssbfSTipFb0uog4Q8DOCAAaK2mKRwK/kcYQ/iUAGIYOl0nHipF+yDS4b3ji5bm6hLASyxD3eFY+hxsoO00KnAk00OyaaAACMOoE6iINgUBRC5Ny3ionDGqBq9FdBUJwIy6zgapFkBWjh4x3TK8pAHDD9AwwKJmFKpsu15PHgFQD4u0oViIxhEcMR+KvSIlFQ+x48ROOoWgjamjTg9YBEQQuk44ScMael0bDXRByZIzzwIClgn0Do3zfiEUfhY+wn89/V68EYQPeLbf7+jfxn/iMQzxdID4ND8DwkQyBCMAFmErCAl8nDgOseLaNRUNlZhMcOFB4G1AaGXxOBGDPMxkAoCgt64U5nqEBZBgAm+cWpcY/Z/WgaqdcBOuvSIFWKZQJB494HqivGJUDQEITHhGSVQNwavC2RkblKh8MYUFRxz48kiCK6Giy5D+kIU9AKpokkAeIrMC44AAaxjJOELq8dlYR7oE+XAOrkBAp17NmHfgy1UPLgAKsAtcHOFEX0ErsBARYBFocWl2+MFQByjoHYwVxBAgyogShfQ83eOYCGFoVDC3E4yaRCRRQT2bt3f0FAgYfcNk/nvPfg35hWsQ4PV3eiddCgnnxqnowGCfScI4mRojouUqjhHgDncS8alBhEQseFEDopWeygAbTCnBBZ0ZPM5CQpkcGaHH0yH27BCLmYHEhyD6CwO/SfRnF2VHgt8hQXpWROB5/NExmWhgpHvhOqxRxkwABCEvhwuE7aOAanchIQ47+boDSQKD2AZOBpplhJBsoq38NnAokRqEZdkgwAeK2133UN3mgLYC8ID1CoyjpVRDo4czwAMxwLvugAQFpOFRFYE4A9dmkTid8Xhgdlw7rOvNicuToAtDhFE9nROLAnygMMZT0gNOunRcqtgvMGTtIYi8LnSHQSwgQfBP8TZuizEkT0dCOb+OB3DCoXSuoA2n6ePSEfjtegHsTE++IWqQPSP6UfjJ9eFAPYL/AC/7/wBdG/uDiYwv7YhEp3GddL5l+aZRytO+5E+K4nBWVEmVQaiM/EP6WhOzR7F/VvZ5j8A+Mjs4PkYpkcfGZGpHAAVAMjjRw4awMYEDn7FDFU30FSJkCVeIK1HgXVYFB/wBvfluHERQJUFSiqHSRwmdMgYrUxbCld7eoQIvF3C7Fov0n3MzJmQxwfIgOWYtn/BiEionXVTx8v2uYpRQgHJR16M0TzqgpMsXowkJgdpnXk47AqELYNH7OAYJ0AwEVctR/ZvGG6TUujL+3/QwuJeMSohTBFdlzjoN3SRSodkQh3cnBOhmwxQUa6gnunXC9uiJ3BeqjU18nBpCgJpgTpMPVKG8YLFHuKYJ+bonWwnDHSq6XTTqgRfTxop/qBWBukD9U8CTBMJxTDF7H2KOF3qphQLRCC9wWDAbLSKgLHEiHiBw2qYTADB6EJMCQMBAyqmBoeyN9U+ywWqaIIsre86ZJHhg9ADrC0ZFlEcOkRBqC/GlPjf10z2FXkPYKgnu34+PhKORg/hae9vr+eD1HX6iP+v650H+f5r8e5/76JxEfQFbN6Qu5Ppmo4/svaSid8QCbxYdCK3py7aqANR6Y89lqBuAeEsR4ISN1EMFGlqodfpISgVsdDA6fMDyE9Zh3cgqaPSk4BHUhEBPoGIYWppj/CnXgprfonQdK49MJQkCIygi9e9AxmA1aD5hmYQXB/HlkgaOvQ+fJ/XwdECo+/QrZMFCHe8JLXMCUVH0Jl8eMdjsJgg7IFarhMRIhdFlywaUaVOg4aRVGJIDqOyOuIlDmse6qO4Z4OlGQdIJQFEpcSASW8Kd4FA4PoDhGW8wAQC0UZhR1eI3j9/IMUlRSJU4IaDNFPEDhcEA4GqrICxmtHYxs4XfjNtSfqYtkBEeGiBCBAQNNUWdvTOpawokAkWpDejoxCU6BhNKEOPadBwgB4MLXK2lCx8fPQMbxFIsvzHT0zo4VQAEShNto9mXsnXDtGT3aQV79HHo+OhwABtLe2f1/g+v/FYqlMuhPIMi2A/vh44UzTgUTxmomzDFZW51jVPyhuJPriQFRSCISikk7a3o4gIwwGhSrLUrCAkwxtTHUHbAMRIo8nCC0UkEUiN0MTP1xP8AYhEikaJJVfqPCZOlU2hFaAaSA6XS93uKjIgnvxM8zQD4vFICCAEiE8c6rY5bqto2QQgE4QIioJLkhB54+8TMX3giJXwQCdE4sn4hMDo4Ixkzp4HzRw9OmVDiAwnHfJM3YloqhI0zOGkPCluTQbEVDc4PGrsEROt06hkmJ4EQOuxEFvZHrOBIQPE+SFBKjfSTg2gEvYSh9Hxl/oAK+o1ncx/c+H56xyIUu63t1qp8asiDIxCE1UEE3o7k88KtZEkABFAtRYoa/HC4uyIcACkVlthKBMOBBwG0ETHwgYQYkmMKTvoQyhBCJxVppjQRGr8RlQnAPSZ1Aqa9lgVF3y8H4IIqOZh9joZDhow7KiS9tw/JUJxgMo2gER7EaY94dTGMjyjilfZMr0HVTObeC1r5aLRADV3m9UXIhmDQPFZcuJgFAS16kAmB7L1qjcAr0Ts43crX+OwDVELTijmoAvRMyxPBwvN48aoaAHJx0k4VKwwmOineL/HXCex5KqRIhORg6mEXrqQVBTYGm4/Bw7Tb2K3ze7nyf8E9mF19iEDyG6efob5CUPufD7b5nx5ANLxAFsuIL6H8BIqwTC0+OmhdD+AJyZUdjL0Mb38QIFiwg3oF9k8+z9cB2hzmrVNOjOy+cKldlDArfj3+slBiSVCMQDsSoBhemFhRlmVCUQj1j2vRnXCnaiCFVIXuWKb89Rjhl00U1w43l+X44b6MuVIQadRuBkTjLOBaYDGuRR78XtxfYLS9ywlmyOI3YkocQKKHMOlJcgKTYVLV6GEhnF9UJFB6H78L+bnQaBEUUUGqJGxva9pDgE8SIYMC5g7/AAycbjENLc0+xH49cjLlEUR9eqtBmfFM4VwIg6HBG34b9I2YMsRwW7ioUJ9D/wB9YJQ2w3xRcy/939E3iIKgADnxTfJ9MIaVIwCY6sRMwJIx7QjTCoHTRJ8LMcV0FkKJMBwC9fhOKQhgYG1WSETEgTycPqSVnlHZkh1+k4Agr6UdfLCA0J2vRgdSLQMk9RV7OpAMdLJKAQZL2A7gEckJCF2FkrFIOoB6cEnmt8k04FIgxyjgLmRgTCZRrwx6OmqxiOGRFqA+SdcRDtMtbC7RbfGeB30gSL8uMYiRHiSYMCWbRjrAohZLwfQEDO2Cv9T9foDQr2hjDH9ww/iZMiCQGBF/UmHUzxgDO5z8fg6p56eZtAEX46/y/wB64EYGJNEjYr8F9KBZx/i6jrO6EmTiMtOSAVaAXoCHGRYQnxHpLKEQvAlLCSTVBBuEnX88JBWQRBFTC7DpZCThLINHZCp2AfedYE4DUWKXAI4ILtP4mRDX50lo0oaL00OuKeJJbqjRkZVgpxYDyPktQO10fernRATVJ+f4Pv8AvggICACAvS9+0OtvkEhFyUARnwjU6+ITgp1yQSKB9Q09PJkVAtomJiWFJvZ9cFUZ6iiFSIWQSIM4VMbJ3AByKHbJQCY4fkWQRlOECROiHCD4arLO7lAqHUt4tJXpo6yRqaRPjOEOyqANsgAqhV8nJNlxQS5wL2MCdYqEgmHVyKLRCLzgx4kJhFNDExNFAeJETkcSNCa4rSBku7q5VOlVAenqcBMqLFSqFpoNpKTglsmgTCrKHRt4EIdKaLt6zB8Hk4SUR8wAYIbA4K/AxIqRW18evd02fDmTOLlnf/iZaIuuSO1QVPDBLwECZg6cvV26KaTOuG9oKGD17HZaiS5ssdoHWiPoZ4/EDiTQtsFagULsfCSPAZaBEnw7jWxHqTjpdGmsJJJClV7acBegFgxzNC1O7mScE/OP5EU4RpdnjJIAlQcxUbAWwDI8GT5KyABRR7SuJLeFu4AFDT6NUNIzXhkDkLhMMZgLMoZYJoIQRMQUUGoJyWm88xxOEwQdfi8WEsuEAiMKClDe+rVyIqQTEQo1wB6mBveRUfJMqAHWvERmdpztLE0kkhk+/h4sCkN6YqnFWQQYeIKaGDAn1k6DtLNTjvm5k/RwO5Wxc7A6zcPia4dOIjkrNAk9wch9ABO/BGUip+WdIdGcJQYwkoMTa6F0qJwuHAhyilosCuRxknEWsqpCAwASUSKnwPAzJcIJfhiRKRPRbwAPsbBAiwcEfiZVMUQAFcknCun44SOl+e5mmAcQAdLzKOppGIz8frejrb4Bv5wD2ny4fjHiH5OImhyAXGLCQ4PFoyRMxNgqx1B42CVR603Aol2Yvi8RcbjrBQFMHCYcAIvs/tQSTEaSzh4lssVb1aFEUQMjmCPBUMt0JghlQw/xAlNDDK9ERA/0jQTp0sR2EggOcK0ACSRCEl0PMkmKcZrOXTUeFzqD8RNHRAe4Icd6EfwvBD80qTsQEum4tN4UMGMtvSvqU3wfjxGAMElzELHQkiQzhjVCAMtR6wzo2nRPVS/sR/gLfeIBehddSHv4j/rzDmIqlzr5R8HidG0V5gj6DLP4+JhmK5b4QgXrPP1vCYJGQOICoLSIf04XbO5GXJX61oHpIJwYQX0aVWtkTpAk41TCaACRTHQdPgpC+XRjwwsZ36LBsGGHEJVe2IiH3w+7foURwGHoMffA2FQCtSnZ1kU9vUgcdIsys83PUF/AgR4St6xYXDpMf6n5Q6aB1D4/D4NfjzwCeYS+8CIGGa/FBOMgWwAHa7gf5OB5hAGAo7tU8qAPkxIv22HwlkP9nF0Ov7Z7zJlLjxOr5FBb8dnZG1fDRHpoRe2164gcfE7br8FEtJgcOoYOiKNxJQbTIxD8ltTGMdAhTt1STYANqGQ0XOjrrkylooFGqG7o9M8PPHJlswC2ww0kl3rgQovr8vP0BFRPM7/+pOnBySAiTjwAkUDMqDuR0CunENjMkICrUsqiJsnG/wCG0ThQBgheHzCBWZa7aC17sbEPlaYMwqD3Ar6eqJKCgyD8B7WALIQOBIAzuiMeJB+MvUxUDCJGZ/FQU/HY2YmQFmFEDYvRMnbcM++7KMcR6t7p8IZ0zB38GRfK6b139GS1FBht7siE+jr6srUQmg/YdrHPJwJoDA1gBsCOSEA7lvBvGnMJcwoEX+njYZCLhwNA8zxx64IIFWgDMte/wKOZ1xAFFBCUpEysbTDy8JE/onriR9G5Lk4cjyB3FAvQF4A6mBxJpJXIoirdDIPXkEwjAuUHX/L0KfRGt5Av5B/vx8ZnFqYtdRGCtD6YWkZl9EBofEEh2G95AFQXLrCB2S3u9WXroES1CiCgxxHO8+STEULTybis3QPXwTAUiRIVhsQPpd/hE4TwUEKgEMYqvvh++ERSCwzHCKChoWYJrMA5tOKEU2hc6wOJCgMAcotj+vzTihBqJBN6qulXL5DgvJn8IG8Bfma+nBhKEQEFNkoAxyX1CYySwwYAiCggEAJjkw4jGMPaqp2zJ3EDiBgFd6aRNdd7I9cRaLBYSEnKkg7vhwyQjTW+07RCSZ9nBJpJIDBxenY/jM+Md3ESBRhez5fK9TBT5cfFVfxfgJ8ef+IjAagMAhF+WybmSELQpiAD0EewQh8eJjBNDShmJ2+f/XfHdqZoJZju/n2MnfBUP4NCVisQblL9cDGxGwXsTXRLhHqnAAuCkosCnvsUz2Rk1mKUflKbIBM2d8KCObNSQjCiI6R+AxTBFA7UWFdGEIdgcXzpCDCAIDtesOpOAJqPpDsqW/T7CThjoAVtwO4J8e8GocMRGAAZEVI2HUXiZZRYg1YwCh2v8R4pugpAQJfBT00hvC2TKGceAiJJu+PQ8UpH7ApCk1y0842SYoLjkOx2YEmkeGAcZ4ARMsbBgv0cEicsFsER2vyJ5OJZAHIQgCJH1LonE5oCQZTaFcPqdQNKQwGDfmKlCiidgBwuog1lC29vytzJOEqBbKIU+RkXGeZxQCH0BfT1te/oxoY1rgHarSotuDnfALUSiKnyyIWUTqHF0b86iMMVOP6cBWbqHShlVRyC9OBacnGFqtXJK0QiTMiZM3Bsj1AodcIwsdxiY4UNQ9HAnqOipCJneDHib1TkUuWCIiCI0kCTsvhAdhKB8smJgh9OJI84DDSieMXIxO6BiJ1q9Ygz7FVzVswVfeJWRKKHgPYog04RWOgwrCsuZaiy8AfrUwZsNyVOICMK7SWICiwdIVCTjZ2FpLVCJ1Ih2+3gvOi2lQABOgAEkOB7pJiHwXe7h3Zw9YBaFDoCKJ0n6jgJxuimRNQIt6V6nBCRyILjpCdh+uwOIiSmPtTfM0/n8y+hjGdoP45AnbquCwJJGpmj+OLk4sKOgEHWi4Q/RIq1wMOl2ZtT7epxA72YEw0nXuBR6TELHiogmJCKI4g0ODIs1/Bn5IEMnA94LhiKkYL0I+MiHZKHuiMjpi1SXjLnXD6tCCMXhMJfZ62o0T4hgPXDsUJQQIIWkK58ThD94SCFg0R1glbJxZTdhmVo+pO8bIJMpBiZUIaFX4hevHjIogoYOlqkjWuGkJYaJNLYDDIFy4T4QHUuDRiUvRDrxKADXouWTUIJCSEwinaSW3ue7188bnZ/0aLPrv8AFyUPCFEbcGTIe+wjGpmUajsAiZFwZ0RikIBDc/ZYKR6FjBwRJBRQ8ICxSAiZDYk+GQpgCEcZmSD4KdyxZyGI3us1wGtVvdlWUfsyQJAUEcwlC8YiaBnijOEYIkeMGvcGAJMnDUgoCDKNTiJGdRHpXQqQBUYg7ezg3oeNJOsmkBUEXBZK3GWpgMCfGI8RgoQJGCAUCDPfJwX1Oso+C5Lkcfw8Gakroi6yQlIbUUC8L4YBKRzZGOw9DM4JMfpOlUf5x9PPgtogor8C5nyRPh/BOYCvuKQvzPjT6jDdOoqCobN03PoZ4QYoXcylHS1iwx64BLCvi1Y/L73DPoOF9iogttu4Pu+d0DJCB6FMxBzbHvqmScKoAC2Ah2T12e9/MvD8LGm+nwL+r+DIotQrCIem2iR6kx+4guQlMA+ACZ0/HC7NIWdXXfez4+vMRWxGEKb69Q/0yAaNtgRLaTNJ8S8PGsd+HgJXDD5c4uUDGrROuxTeusiEUbtSkQ2ob7c+oFGY1bgGXZiyHQT6OFL6OxRHFGLh+PIQ8e20Qgx2CXV86+sjRCAYVfpUVceoATGU4hXXAK4wIDTgXiMsVCYoIMaDmfUl4SqqgWIRuGrAX3pGOLULbRu2AJ2viPFMsaA4WqEwAKFfrgYEoBapZ85DQ7x64KjARUUgcFCNLm5IcUQAwTmgJj/QYbk4Li3DjGxBRnXvXBNUuxmLYbA6zpMmS45uEcmUKNOwvhxefMwiRUCio4IfCcIsFikjJWeWN+LSYY0jR0KPmqedxuIz/wATNh2Z74OzOv8A87PqbOjqTD6z6f8Aj6h04GSdfHWuP/AX/QZ11/p/1pwE2Agh8IDN9/49jJoYAZNh3nXj6x1lgaBbmft/r4OEJhxCKWfyzsnR9x2DjOygoULtZ55AeMs3yoZ12X3o6/PxfImpAFY9mML8emThzEkCQR1c7ufUOLBaNh0cdb7OoWEninQPOg4GSefRiW8HZ0v5nR0g3+PZw7kdwBkwuB5Pkjo6SlkZJI2rS5+mF4Ak9mJHMiBuvknkzFyjchgjpOxigb1MFKAgLEY77KPp0sw4CKUCEU/nPLI/HEadwhMMEoXzTT4O6CHKmd/dgh/XDDWaQEWKpLDROszTELqbY99vX8XqeZNJ1lSSeIBkjaPxhlcJsqpGR/fxkfgCUM5OwFZve9Pw/icbFADVCFerk1PPJwOyy2bqJ5UjDQ9MYYZFEDEklavx4mNQIvRAh8CYRH4nDRQEhMyINhQrZEMZsoGQKgQhmYdcF6pnp+xALAgMhwM6xITACFD6YwMg3UgkEIxaFVWBgZmDUsUmRTRQJcnD9fBg1oLUE9zxDgNNKhbKmgB125HA0k82C51VCjy+MEEaEvhYhIYQN1APBZZYwLJ1FZHgURH8yeBZRpjBI3k4FRq5qjTyDJOILGgbiIxPkbh4ZGjXMUNVYwACZ46eFokEJQRRzPqdPIWkAiqtxJVbN4jjZ0KmLM6NZA664B1QLe7X6/v8vkGHY1Tpf+Cnp14jKgG/AYQOis1V7lkwKqm4jSOyak+PnpNsbWoFIT9L53nBPwkaMwERTrHHrh3MQJW1hAQrPBMODphxARb1SQZfI4CRqoUQFnr6gwYMC90iMcPVoewSLxIywVyCSiKjoJxcnQwNbkFRkehIcG6ItrIlGTHuL48JSaWISpCKTohN6HIUC4EHQhU6kOpS5H1meQ0ABTppcOFjNqGuAigoPQGSiOnAyUCkSWtqZOB5ajR6mGl6in1nXAD4dAS+HwIFL0euAG+X8qX/AH/HQOECgCWp8AMvxvwoIIK0KQDoiKM6x4b4YAJwsdBNiPbk47dSk7yCeBBCD98Ec0XEgdnRcYGLMhw5OuQzCKGOxDojWTEplbjCbppY7Kck4tJ6E/ApplUJ9aQ4GpHUgwHyIaKdUsJjeQcohAH4imHxkzsQsMAGNjULBiJLC8G6bINJs8JQlO8k4MxiQWsjiGlpa6oJOBuCFx52wRBcWhEIL7IaJiCHVbl8Gkw/Y0XmFkHDtiZuYjgD+DtSfYDHwOvponu1lXoqOZ31iJZifoC2eEevd7gGFQsn8P8A1M+mCkUdOo4fF/n5/QDUAz77O++us/V43gTAYnT1b21zyc+fisYszz3z4+b0A7AdgW5bnWHzIGBhMpkFVEiExQakuWePRfwB5WduY9juYcLeyCOpLcZrDJngPF0QmBQE6GBmefJGcEIIswWojA8h4F/oFghGi9fQ6Pvf0cSUs0OSNYRyCWJIcEFblIgySWOHf1Ti4jJGPAh1A8GHkz/f7v8Anr+uuAAuif03/f8AjkPg/g42qfhe/u56nk9+oh7rwoc+P4Hx79QL0/I/6/H8EkOf1Pjz9f75z9Z/r/8APo+Diu26AlIL9Z5T3eooPb8gG5t7uHxp3IDwJqP6q03Sa4tpMAyOM+aRqE/czvrJyclFxOxBTDtOnoIXYxL9oxGtlUnBdMMEmlIH7777knEG4lSM/wCj6zvvh0E3qD8p4meHXyDCJxJfoMQr0E0AnA1g4rgmD8AYUMGPD5z6DREJEWG5514Eveq6/P8Ax8H/AJoSechJCfEzm49FmHs+vrn6zrGf1z/8A/3w/jn/AOAf9cV8D8gf74fwfBxRFbu0Lc9n139HwRQSQiYDv8Bx8EnWOstzej+Ps4KpujMOpAOvH/iZE0UM7CnT3M0qfR1kev4wauGZ365nfWWyAQSZQdQn8M76YF2lE+kniNmz8leg4t2j07PE3T5u/wCPBSNAMh+CAT/19HAlF6voSfj0F/H4REQ1DZuTCft+L1CBzICCQ+Og899/o4g9g/kP98Of/gH/AFz/APAP98P44Aj9EP4/6+5/DQFNtw9yMIIJXupLhdfgknQi4j+nXCtRgU6wsqGWXO/QGNqYUQCPpbK0dcIChRQymQIAlfRHg/grQsTzsEaRxIWawqtED7AZMThotKDwDNMCqah1vEuXj2okB7j2o9JwG5mugkzXA0Hv44kggdn5SQ8H8ZOtnFvRGLmncqbK4k/MMB7C5IoD4njyTg1ZImoXjQMNIgcXrTFJBB2ASWwQ5cZ7EytipUJXErgEczZmkF8IQ4WcwEBVobkADEYF4MIdTBzZRWNw6IHCgnBg1g3dNcLpMgZ3oVuvimBJAOAoHbPoF60jr/PVGbVA6iNv5ydYX1EDX/DBkJi9CaAXMOGaqFmDAHYmsJGSCBUEfPZpKpfo18JCxwwIshEWR+y+y3QTJaxXZ2qAghzG2or3Y04VuA/BsgQ6BCdQVQkXzOI1goHTRNWnWAr6HG2qOgXpJYYnp+sEvu6CIsAaSn50VR5mF0VYyIDIA8MBIpqKzclKRJccEiakUGrDBwpzgMQS2zPABXf6k4CO8lS8QIIFrcFhrEDXiRrQm0b8IPAnXb1xEXMggAfjDtLkO9Cr17b9YueOk9Vz4f7z8fB9NkHABn2a+CXP/wAb3d5VRLSBQFZkOdsEG1eTdqi5NsS8RyJSYl6OJAFNiXiNBk2SWTDToV0mHrsFSwBjej23w3ON0l4FYPkdPcO86ItAtnrRSGfcJM+jBHCnwUoXuZp/XHeDUonApsR0DW5wZmLG0z38t7h6TsvAqVikAdAXEbpPRMmM07bqSSwNDwD+Byp2k0EYDMgngcK7vuSgUapotyvkIM5W/pkk1jR18ThK5UmkOGBEgvRWycGIZ0ywJHphDOq9HE5Ggh+Ea9E8TxzjoxVVKIFXzBPz+GCiA0qD9Af8fU8mCtkFflzh/O99deg2+vXWh/XwecAlYnX7n+Jn+oEXl/3/AHr9ch+TqD5+et/j9XFZJKau+PU776h/xgBB3own89f0cOwvwH1/s/j7z/8AAP8AfD+OBQIyZ1M8/RxngcCPSLo/SfT+uzoAAAAAw66PxPiZzGOk92N6/wCe9/o//wCG0+Nv9T/+t6P5+In+f9+T/wDoB/X9df755yFX5n9dcXKNfiH/ABz6uvx/13999fBwL/WfxP8AX8cKMj7zcN/P/ROsWENOus/2H314cYht7P4DOslr8edh89Xz/v8AU/3Bzy//ACoWz4/U6nxxZQX5TeaDOnyn87vQfj9IuBBCEOuv3kP1+uHqX489/vo/0IoJBf666+Oj/ZwRIdovZ17+t/8A+lnfAeYWGV2LciPB8zh2bQvHSYIpjcJECQDGEHsBCfKrJxX3gY0iRTQH4TrOJNAWRV5SqFgHDF+5dFUwJmlaUHRrs0CPufl38JgYLmJEU9TAB4ak4GE+y0oQd8BIEcAgngoBZiEY/KeKSG8O0OGKUgOuEVdJVogI9wIMrhc4lXTaLHkROgztA5ZIMHpQYUu9d8J28biQj4Qm3egJ2UvzoYwxKBV074U9hE7wNrg7Lb8UrkhnZCqYaZHQwJYQAhC7OlXIfQcEV296Ew9tgHQR+OEdSkUBj9kwZlLL5klElDsraypfrf6rWzKVNeldg2Z/WFNbJGbqbOhQ+UnBaCpL0orENBIm0BOCAENoEBYIstoIUG4DZgAHoxuYoPwDR6sAScQQw0i53xHygGsCiV6RcTWZxOfnuYFDFrsPL8YkKt1Ciq7FrhI2JwosZvtEBHIE8DxL6VbbSKChGM3hF0wgFx0d34kTMh0cwlI9espkOnxwyjQ5gsSmB2hwOJk48KpDRqKRnhMvlkUU9dADVMdzI1QITPBkBJ8N6JHqHCymoDJB+owh0FQgYvrNh35Q/ffk9/QDIg0nq1vx/fs8h1mJAvRue/z8HWtBJIiBsGKBFFIAnGE8mEtIrCB+QhwK/poRGA06DoD6TEPRrZBaXQaZv88PAYYqsvQ1YN8zO+DJAG+UKMW3H4eoSunAREUHjiAYZOgwdgA4j2Ly4Xr2kyKWZhcMWL0gwC+cd3+AyX7fGp/iEVJQBM+XRJWX4M/AFFUFrZo3rsOhnmcE/S6koN1oo4kk4L50QNkWQpUkNJFBlSrc4agaJjTQTDDOGIlC9wCKQfAHBMVA2RaPkE6mh9T/AIL+2gT4CeVOpZMjLmPBH8uzr4n4x9x5+b1/u/8A8Nf6L4f+N7z+meVffP8ASB+f6w+rc/r++p//ALPR/DwAhp7TFv8Atify/XCxI/aYgPlCVkdmPCXEYz2gRoV+70EGzhVyA7PQOHzHxMFgJNyxwVFrlViHDdKpHdMJCsJDpzIhukCYQImqU4Lyz5lvKoaYIhVVQyWL+VY6BgrYAvDDpAEsbrBDSRwiUzuuEQrZEghLwDRJAoFpoyoC2ThDULZMZpOiFCHEloDFhCi0hCM4YdZt/wCoZrF0IaNwCGsl2ghaGzc4y3l6E3kICgRj170UWeGJPCUoeFyar9loUXQoBnhkBIREUEBAJCR0w4dxoboEHmyjrg7vXxJ1fj/1cWnXG/sfn6/o68sYDJWSUd91HqDZmZw9lCHBjU+EcMODG/KipmqRDWPgAcBWbEjUZQQK+wMhw8v4BS7iQAcM1OE8bL4AhQ6VSAdcIwXWqIBpigdVwpICsEdn38HXnSY2UQwkRepRfTrZXV5wfJK4pT7smJ+GIY2gCKCBgFgYWdBRCUrSlfCdTh+TmPgEyqRUJbh0/Y5RGQoJE6gQ7HpVlkl6USAkJPU4DCbsxxECiij6Nkx7dFhyA1vyfJ5l4YlCaP4Tc/j8f0e+mf8AL880ZAB4R166/rfdCgiPQBl0Q1Cs0Ji3Y8I00BAdD4OjiUlgS4nS9aRhgSJxuqANLDF6egbh24dWVUwcaUqWh2H5nAVS0ATYjy7pe3GI5MdYBDRINUufXWCMwKarLkJcGfLaYZUarJTS2A9Rt7/HCVLQESAso/EBBD/gHGswoYKhK9oeXwv0TFBEZKqp139En8MUIB1uldEBWIdaBvBt1EhekCYBfJlTOGtZQFGUV2B0UEjgmuWF8J6AANJLgLw9g7JIQAo6Do+op5WXMqlgVasRuDeN6LC8Qd+cevmdeEaLbc7jL/n466+P6J+/9/7+Hn+i+H/k3f6/3/f+v/8AZ6P4f8cs6Q5dDaFcS3yK9PGXYs7tUZjCJ8OnkQ0Zqd7+LUtPPwzJaeXIjj8CeAKsZIQZ4rgDsEKAlNOANqzcFZirb9vh+xDkAOYKrKtTTLxeglxm++qAOBm8O4cxnIrqA0DacB4IhUmBFJlQyeWOF9kmIdwNVlM34nTLB3WiXrpfDiIR/QZWl3YJm8EGn2RmfsVDFaL8sM2hwXMYoUohbCcN/tiAQ7WMBIJOxov3lHQgMYCAAOPWJXChRMTAxOhwY06dRGMTqEA/XBKprwsoMAdSDkTMLXCEtsqgPAb83zhiwPiET5jzhKXr/f8Ab53nDPTO1odkpPT0GTgwKCneC6SLGTz54IkCBSoIT4e5fo4h93BgJQF7wlLHohG+BO1UaUbcOpvAQrgfwtAGO7oQZ0tIY7+kwbE77b4ZLlzTVbYQobPOuD4U2pKkjSNpm+5Cj7HmKuhU+9r6JwIbSSBYnFp6tayXgO8ydLUgMthgzqcQBCCJxCOgQ42lE4BmoW6VqAvoR+EOFvCSYyRZMaQEMhx0tdBAREJ+hCnRKQsV0AQKKUXoC/UI94gwFDzvInRb02SanbPZ8Ov6fqdmc6SPmFc9J5/+hZK0TaSiFIr4DoJDVxmlLdELx+Po4qge7xAAhDK1+zkADnRM4hCkkDb58dcLAwi/UM73Trq9BSHpRadgsbRPX5Uk4sXYWwaXHF9Dpep4IAH77YBJ3ZWkYPZwrkalbASH174ZPgCqQRpxoVP6TzrqBHAhT1Dl2YzskcJ4cjB/KNIvn2viXPFAZKkg/AAL4fZnE0SQ5CKvSfc6Pg4uwsAL66pQObMnBbVHgmgdhdKOkvESPEp0AIIxOCQKYL2E1Srfg6M4o5ghDuBGd1Ds6hOhQND+SsD+aY/H8C/nf4/4Tn+m+D/6NVTucKJnRg10RnQdPc0wLMzCDCASLtQWcNFQlUOVykUzHScTDSzMUxbIokUNCuJet2qKLJSrJ2KHXCbrDsgrVfdBuEOHikJHYrRiEoJuXhHT1GYGBlhYpAIEwOcY+nYYKem5iPCfXTVEYxKazpkMTgSbd2r2IRGPIa2qHAsS8nrb5loZwAGsEiADWpIWVZY4KywdQix6UNOt3GsdZgmTCdPc8sEfesnQsCYJKloY6rg5mlRDpwi3wJqJ0Px+ExZywSCaJSFHQZOAiMIY+VWOpjPSZtBFksR2IRgT1gYTnpwvnzQUwxi/h49vzKwQUG5hTpDpAZHM+nQJSTufDxUX7z6ZdChgjhB4va7KZjiWIVFgEvb57YM2C1ar6nFAau7aDAnhKxmTIRHFprX18pDSy5CZCsysCQSQMcdfniNmHOBCAFD/AKUQPEBACFZRFKCpR4UhOMFRIg7Aik8zDiYAWDQADboUIanXFoeIUlFohOw7b1gATCufShoEcA8YJwul6CERMW6hizF5j99CDNGUmhY8TJXgFaAQEXPhNBF4BWip1cWP49Ps03j+9H9r/wAcUiVTOvafzes9zLyMFnptiAE0s94Ns2Naftugr6Oo8PO0HMULK75TvwUhVdEoRS9DkwA1NlCVXNQwWdmfAxk8p6iyagJi/HjT3MyU2pUiFUYQ20gfTGOSS+BMC7tf5s6g0ykhnaR92XMPZ5KUFUFRBZSOW/CdEonWCdPUmdGdZ9foBMiIYIS56og6635AubcBFbodO8PnqcGM4YqSujiaBI73ARpgY94CzZuffXBR5gruobCgHWdRS4gc0xsewhO4HQcFRIUbjKkafz/rE7kjIyVod9Zfx5MIsmk34pf4/rrgT+uSxZfzrY9eRjFxEiJ+P/oy1eM0+KZzTLFZHJ0uVFBE3YtWwmnCqBtFB6e+Gc1YaidAcWGjQzgvDDJOqJPGyRwcAN7wjhzEfEYnDX+ALjNcpUx5wIho2IirkNAJJwLI30LI6U53FuKKb2AgngCpaxRSHAmuG+E86DsDpYmNaQj4lyBQkB1DjakEwqaxvGBzEOFBcPq60jcALh4Snj9VApcBH8cQ/wADibUkgiYEDCEZCjmj+Ahs+seQUohMYAV81++O5UxmGISI17SmdcNnBQsWVEBG2/G9cKLUPlO0lFxnGxWj9QATUQIAA64/GKO/Q93/AHzoNJwX8Nf4/j89Ntww0WSLUQ40M4NxbCBhoCNFxL7j4lA6P28QdfM04uANDjKpCvbMJBOEZmjvZIkGDHvqHGSZq0BTs9xDMA3DNUJk7IJsAu16rhCoj0qAJiG52ddHoAEE+KaUkSzyAYPQ0qAV0qGpMfjvg167bdEkysZC3pguVLyZXNA5t6QjnJZUZejip2cKdbpxES3LUBEKqpms8mR7h+fIQCBQjZOD0AFm4RQPmMAkmXEeMINHQD4jomReOhAdp5/a34/9GDu7HU6fP/H3+JVQcOqKtfMHaT9UX5qUEsKACgvWdOGZ5/LQAFFVeitrw3IhRAJrMS7J1lQjZ8GDtNStakbAkHF3CpUUnYSLEw+jh8RKASJCFwXqTOuGpiGTALwimwygjwr3B9W1hSjWHjmTAxlt1Y6WllKA/kvAxSOAQbRKJHr2A8UTgaSQBSwb+CZsuIOQIdCXoJ1GkJjp+kPTxTPcZskvEjwhHA6rk0egTplBWTFpMVh7LtAYumd3rlJAhncsUGjZrid7FWQIaiiDOQeXVQGAORE8w1EnCFyVE+KT23rvPr6d/DfxyYIt+5QgPzr/AJ+iKEmC2Yf6/wDUP/o3Ry0b9da/75/Bp5Iio8vdDEzseZtKoP7Y49IAC/jglLLYPr8LDHQTOBt8pik0YkEjlFHjq/F8XN/rAKnfAPYZuqBAAFp0R42LQD6AN0xJYX6qKRCKji2e7QD4d1lGPQgCCCFk4ipe2RgsQBQKQ46AE+O3VipRZipMzJEW3HAYUgUxDcS4x0zgFGIC8KUGezOoCVpxw0goYgiCmMIkhEkHE0eChwXgAqAVYOcHkSmADIpST5THuFQGbJSGNgoBScH02n+odIGJeiHAWaUM76uWA0V4ThEiSzMHZ4IdOwWzVh0R/oRBHOno6JJFRidHq+AH4f4y/t3BQKqaVW/ATo4EFuHgj61iBMh4cEfXt3WQB2BneQ64Gj8REHtSDFS5HhiwTrLTMvCgKNOK7kjNUL0iAdAxhxIPqoHUQRQNV84AKCloGHqQBjLgaEUAUEK6eWBK5M4FcZN8YICgCmybwK3PRFABUL2FIcF2EI6DABIECoaPxmzlo1nCAuBB0szyGTJDgJEfYQxKESGywa7JxCUQQkhEBtXAgjQMgulM74qBqgrCjC7S4upMQahy4KBcQISdV+BD7I/yC/w5+p9celFxfIeDifPyHxIFXZEISsGpgikIDwbQxiQr+LKL2NDz5Y1YqdvXCNNp+CbjIBGGdooyGAnnBBkOE0AbkuXrfc4caQFu+xQ3TCI9TE8orSC9J8b5JDpMeUzuSIgpOwQZZ9MtNlGH/VQogj3vSLqUFpWHRvXZOz6M+YaIMQXvS0k4BpkziDWRNyuX0HCBDklYeDhZcTQocDIBhDGDJq+Y29ScIKZRHWm/YLehuM4YAo8oa8BAFMx3hA0rQYn1wgfLTycSF13Vopwm/AXrUeiBqXxAgfNY/gfjPg+/+3/d5/rPh50Pwf4/+jdH8P8AjkewxURvo2heI34RO7XZBUDAkRJ0nXi1RpNHokVJrw19js5lYxjhSEw4CAUQjBUVAPZnC292TkFgNoCcM4R9lH3mCqaWhEF4vJO6oKaPlIF8znrMWlsnUgsFrh3RsUwtIHr4APHCIpTPQ5QNd5EHh697HQEIhgIEDiw0HAYRHBKr7gfNJNhPUEcGw4KVTsKwhHuDXJ8EOEs3zMGfOkz27CYlcwNR2vIWyJLBOQmB7jDBdYUDMV8xuk6QUEMF80r8UwMPgCGprhABRBrJhKCpBgELRFI6VkUFg4Ku17/Xvf58UYW0U9evkvx/uccxgw4HsaCp279HH04h8bdMCrgEN4Oy1VNkm4IaIV7gZTj6NPggfs1TQ5zhkmaCWNagxAOAcWL2Id9STikhAiQJBTDsJGRVExT54H8FlqSWwieQGR4KNQTYsqlKmFAHoUqZhvRM6hk7cycDQjARiXZDNkTJMrVlgOWa+/8AIzrhdbHEOAFpQBMhswO1b0p0++2lBL++DZT3omELZrOnxwoEkJmA2iUsB249wjLW0YESkhguX64NmXOotCoaqACz3rxQHsaHQ0IvqJr7PPC0bQJh/k0PRO/wBqIDJd77KAAelpx8yaWkiWMjUJGzx/bkQyFLX6n4cNsAmqkhAED0yHkwogKhVQLNDvKlgHAMkhtYivQLS7IjMJwUqp9EvvmqY/B5QBWwiAZmDANR8CJWeE+2iFipn6IPSJvRwODrbCpnWo34rCZfSOBUAEh0l+MPPG7sfVpaex72R/KIBoRujKoX57PwJxZc8NZqn7lNvjOCQX8hmGg+l2Q6ExNjdrRSKUCFgHRwzX9OB5FIAtBVO+Mf+2FLqiGNjDdLx/Vf5cGv08opsF+xz+ZD8/s6H4P8f/Ruj+H/ABzQ8Sfgpv0kgB/SAYLqWTVAeisj8GCJpTA0q1evTUW8JywJpoKKoSLEmZeMbBaKKxOgAgOEDtWuBPwYYUkB1wB5odnYob0BV7EbABkNJdhXQx1EpU2PNuT0jixcoAgcLZB5CWw52HU+kyIreyy84iaOiIfCrigPOKXrpEDJ8JgPl2orBYRPaRATEKFvmyTJbTYOcL8GroYqZ8p2eNzhwXwqkxAknaZYyIg4cDE9QF7dSl4LfUokIELFFgMl5066DWRAiBUj5knBMC0zVQLQIRhV0vEMXfSIFFNavbVOg+YKokSEH8h9XU8gCDIhh0k35yd/zmQagMSkQQvgr16BwITmIKQFEFCQSHEwt6pq0CrMwzB4re1PqTHWstZK3hSq4wYsOXqQxEiTgWIoqkRFEDMCJnBQdiIrBSwhoX4bx2iTFMhUy0EwOpjkViFR0dsDDp8OH3GQtlAqk3aZJM4bwKo0RxPliJ6M4Pba6pEGAwboOowC9fAYiVKmSDOR4bOSQRdRqjH0HjTCJiL2lWlEBUwnDdtNASscK42aB1wbChDs9r6E13r48nAgNqKdDHVe978H89feQP8AD+9rH8yglYBo5CId0zrv6PoyHRmE53E+B55JxCkTCJDoVUk/kvDACHWug3sUuZ0ZOHOcGwMiAAX3A7XOLrP8CQKUqorZ2+ONOBA7MMKoJ/GTOuOeGv7MO/nCThDBxUBG9ygVoFzQGMDCiJGsEWmw9J48KZoqQgYiUdKT0R4VqTGghSo30enqYhWqUTXQlYD05KR4T95kQQNBkPnz5eLUHDWBgtfnrt+DAxo1lGOSSQ9RzswCsc6gqPcMporgYIvHl07VEpYZnBakXKRzAKPUQdScJH+QfnsPudfx9YSQT+61f8v+wH6V/bzofg/x/wDRuj+H/HAKIsMhS6SO3quXaI08bKisukRkTum8WrGRgpRCw1EUP1xK+JciBIKBARYH0QmJb87RAugLgSnWkmNCdPRvwoY2I0gilnFUohQPFy8tDMyKwa+MjYvqtCNR0+hTooReCLqEAltkjwIiuE702Aq9z6kVIUgPu0YL8XjV9N+YdPIqDJ3w021Y1KkJjddBEe24q+Ypr1j8QJMQS4VZAtWkCjNbcDHWxGYkHDEoKkg8FXq6MLZOXcMpxIx1MA7AMPowqIskAwpoAAGCD2JOQ7BgymCmNzpkE6CBBewlzYHzV/4/EEBrGr/eb/s+ji8PkEWVAB7E+jgRvWrBmcA9Ah142j/pKIIiNG4DiTeW4FqICoMV+niWfskSEwIHoYYnDX8SwDxklcdSAhJlIwTr0kxDsls+OpRx6zV+FC/b0eGH0yDaMRLTpV9spkz4gsIEivxJ3TepG/rwGZCCIYphnkDPk6DEhIBEvaIuOI3pwmgJDlZkEFROgbiXhIsGXHe40JUYX6iIcUrJ3MAAB9SY2gvIiNKPRyeRGQ4cVBFhYyxPAlkRTrgBAkXf+d+r1/HRB+pf2eh7ufj+jRFiVOkp7Q6v8XCyTStGGOagTveDzhQKqBWR180MpIJxQQkT6RakujzpcbHoVFK4RbVIMyD8cIS0kJamGLor0XqYsRD0ABKYKF0vVYcbku/RAgRO0CJPrBUQd0BFelxvReocAyTQYaQQVFvrmJg03bkPUGogUIxaknAlKhSZDvoapFonkxCw7X2KXBRv3pCcNKiHKAYhbj0jbOFiBSowQyCdN/iMtOQpUAKSM1SxYeIVcFqkdsPuCy98LufCBJVFDNfhMT+pJGDEqZU7BG14MtMwusK8PT115vSBeg/Hb8/B99p4g1tXrr/P/Bzofg/x/wDRnRPf+eziirLJ2Me/oV+Iv3wVxZgHXY7XxT3yIxg2nzybL1g6D5GK68QBg/HeT5z5OEIXgs5ii4KSFk6CEDmrISCs1AwcMVy64BD1xmgJg8CtG+AsIgN78O+BWfIg0E8KQEIl7B4Dq4ZEKN4ag29DqHEXEthlOatEGt64G7DahKIAu+3X5G42PkOu0GF/R1w40/5cu4FySkJwV2QjD7TAalKeDCSHSCYCZs7T3jJC1GAAI4QFgHQIyEW5YACvZvXl6mCbYaaCKp0zwx/HBmN3VA5wVQPgvXBciBbAFr2lNgmvXRicZcI1YFSg7Sy6Z7/xkH8RDLKemAe0OuH4Jo5PZdrFQSCAlRAdU0AMKTE7hhlJWpRYogqAwB3hFqUxNnuJZgCeUEX0iEEHSSt67tycomfLVVIG35Pv0nEyxFbOolCrchtJQ27woR0Fnw5SJ1mDnhiue5Gyu9O4cHtcsTltFCvgTqPEITLJMWawQ/IaZCdw6DnDMEIV6QJIDD+RzJKarNcIMk4AAsTodsAmp9B8eGul0bSQibGMszo4mAEMMC1f3g+PkjOgJ+TmLN+vr9ZxUPj+3/04FWw7PiG/qd8lnwP2UJqkQ1onDEeaeVTDGIeGnXCoASLQxxghSFNGQvCjAXbfAi7Yf0ZOIK7hJSIhGE+Ux6wPqw0OgvofJ6J5kjBKFsuD3G2x4jwCIEU4EQ6BaQPMeABqStBJFj3nwemTMYKSmUUXEQV/XUw3OEaVs12FlM6xOGW7S4UMftMQhg5OCMBmgsGi3VAxmud8JHRQBhRfHtUyLnA0y9DQNS0R6uxKMspTzCGQi1ufQ46rqQiqkiKOvgI9UguICIIIUVmps6HrsUBlPmhR9h7f8iCzEt2a7LmH8Z1M5v8A6B/j/wCjkyirDWaPxIfM68mVXG0YniXCdGY9PVOOvD3CykY1mQeHNvHRXII1paI59eKmLIDcFBDsQX48ZQUSwFOzZo4dNwhAmD6BEEqGHFI/CC6lpYg0z5QwbR0sQFAbGk6+Q4UHtZQsI2Xx8Hx0cPddEgoUNMfnrP4UkWzq/r/r/YRQKoB2vRxgw80qkB0iUhrBTGayjC6pD8Uh+hi0EyJqqKqXgjOKBKEoQPAwCMUcigiu2qh18HXUZwPzZVFcWYVeo+nROFK9v8IB6PlAwRzg1EEfZUaneBNoHngnrV+NgN+nWYeHU4I1p0MDDIHZif0GZGzFkZTxRFhAHiOdfRwVI+AX59OKE+8sgKO2LFIl4LJA5MFyKkjYRkRkjoTBEvkoUHs2zVmgClAM4NV+A6nBSma0FBEFGKmE35D22iRsZnAgIjWl4hXxoVgyARHRvWcSY2aAygAFAK2DnWKXpHqB+BPWuD5MBFLSt1x7KF6TI2SCN4FAHYBFSTHrgNsNULA9lI9k+D6Y+KGBAIK+c9vg4OCRSgqMUBAUrc747Tn4VCFX2efdnC0WNYh2dfvd9P7yPs1+vH+/n9Kn8/xb/wCryjiAAGEIVFXHfGPBMfZCyoRL1CHYHfGLu9VyWhBGlCR+OESMFy0ljq0YZn04pwWL6Ton47FiYmMWdRO8Ht78chkDQOskpfC2B45p8dXdnEPKySFYRmSbop9GIF0eADlsPA1+v1wWlsEj2CMV68+ScTgYUj8B8ARzr4vA4UmASSXbag7SG5w6/EZCAFX7Dk/WIRGRQg7RBaFX4nAIY6hHVrEpBEs6DjUq+dnWJZMVIhwBqhEFRx0l7IUQCcEF2NJ4Qmr8f5SyTBCgazQ713ELvTSYnQBJ9utv8f7gfA+/45dD8H+P/o667WhSaZPoh1tfmKUAAvRGj2qlBjJOEJEsdTJTzIb0GUy+uHrANPk1HsGQ64ViE6h0EQ0VOyTycJ7ppCu6dtVkvyThV7SkftrCxQJB4HElGqCUgUFBFfg4ECIFMpeVUEAChw4tDa8Q0CEx7mBAU06F3e5VSQzc4neuBykVIujI1JOA1771BJFKlMmJwNS2aZAEQMwEI98roDPTqgiFYIWyuH1QxhgPoYoyMOGSvVYR/thEemJw5GT4DmOjSNID04UBYoZB0JLoi505xai2pEGyuCjEBvDDAEgUiQvYy2bnnm7YQtBJr9tu43qYYhoWdY7Neuw378nCI2VUAYiinQSQfo4eAU4KWwS2o1lekjKIiOw0b1EF8ksOKvM7vMqIiF8BIcC1PTjygCiKIGAZOGANUAy6pCx8iheAiohKtBJ8k07nw4ZWQBEUKgnamGScUmW4JYdAHT8psnAJNRSw4ARUuEyTBAmOqAFKqsOydHUjZwS+D0JmEKB5QgKOgOlgoFgB6kYjE8YQoSa0WQnsnF8U6AKl0KZYh30ekl3kXm+vXRDryJwjVCgUCgHYReps8KIeFT0buDkRvzZcp1FC/oOntKfj3MKh9L17H/q3zfoFgInQQgubmJIfji6wsahBJ72kumcUZpKRL3SqdnsMjwfHt9MNFUgTJiUvGHPtx8AkInvzxL1oo9FlsmHnvfUpAMI/2/0Jtuj8HQJyYIyzTpKLEsKcBRL/AIgInVY6vyemFKv2PTalWODoJUjjCoAwTUw2SecP0ndrCMKKLMSxMBs1EeZjMrw3ovADfnaOUqX5HuXgR+eJdgrughEsA4E4imKuW62eJMl4DgIRCyiY+0BmZ+OyTomN38lscXOpCRWBG/OX7vv+OMn6v6/Hzb3+fCMwM1KZfHX/ABfIGL4P8h/1/wDR0P8Aeab/AHSPfz1j3DrIHZtQbA5g3q8MEhVWIRM0sc8+mF8NVI6KMKteSXIcLQPiox+DpSlmUcWs9Xo2k/APW99cQbJUoF61iUNOy4iMH4pSO2FChUGHGyqkVxeOKBwTqUXLnSBGgKJCVN0vCkS1RQA5UNHYEB4OckcNHIWNvfohwdQiHSgEyGhTiCTgUqAOnFqUA34uThSRlhTRgJQi6WjnBuoSmUFVSoNRNLnAnHkCKiEAGNghCXiMKYSWrrAsAAQohJOu1pJblQFGlAeK2m+NAgNxBiqSTiFyVhRrCjfoOE0mcWpXUftXMAC6H1n0FR018/D1n+f3wowUBoIUvepcydARdlEkdUGR8gRr89Hi0OIoPgDnQ+ZeBmBqkO+TvCeB8Q4jkDFnsMFGEE9ON/TlTbQ1XSugM4N7tRMRG7GYXAOvHeQ5F8GOlYOtHYt+zEUSu4jmr0I68JsfSsPV7p52ScAXAmC0RGBFdTiMgAkI0wEsodfjgzgH6JgMqu+0+gnC3J+asLfAGqBMgYpEAwbRODCr7evEkWIe4BkSH99Ti5EWQBwimd5Ptn2TBWSK6BnWXv8Aiz6kRDV+A+RoEPclnS6NqewFfi/r360sg1QACaLnWNUwSmcOpI5kYEqUa6kcPE4yjoVkopXo7fZwmuQ5EkPUBAwa4OMEn0muGU6rurnAisQYJFBQNeMhQnDDIFOCqCAJKlnnBbuIQhgVNizqoROG3rNBHcIKHok4CXBdUlkBgBiVcWHI4swbTIjEaM4CweEKYZACZQIScFkUZ1uApVs/r54cjU5MHYdKGCEDi2y9TeMGnAgKPFtALAi7ykQm5gISD73mERPUwrJUd4GaBAOgh+59nzfqGmyopnZebmf1OFDexH9PMgAgp0CP5h/H8HR+D/6PVvCncQ/imnXf2RLhwlLPCS/IEPgOAkkAwYa4aBIdzogmRhCA8H9Bh8d0hH8gp0QVhIvZzpM8A+D3aZQkTuozIHD05JHCZkqkTGBoypMnZ71h97/3ynLhsKYtwMZFtoOshljyESV7hJ4BRKG9hIlAaPjIiRG6OxsrEtO43vwxJwwAiNFu9nZ4nnHc4AH4B97ch1uQl4MdxAxKxIFFiJGIiDwQEBNNtNhKxI+8CDMI6LaQAUB768xzgyHiiMEKbIPFysfQhgAmMj7HAOwh1XdmmKupnRmj4VMECb46US/Rw+1rSr59mw64kl+b19fH72HX1hHK1VcoR9iQwI+Ti8CxyvsdGT82x4CdYCo0IBCVCSHxibarAQEsrZX50BwjlgZRgiFXXj8ZXxFi3SXRX1I/RwKKHsTKn5RKZksTi6DdZzwSrTSfUhW/ZsIJBrtPhnkjLELMJIhEubvdM4BRYKhRPKWD40Sk4dLGNAxBrw5JmeT5a2x+yFEHBoDrwBcPFgnYiVKOBQ66UiICBDtrTb3cyOA3XBQUKYoPhhtshmgvCZVwggeHqEwMWuDsRPT22vXoGcSxrFZlSbSk+YEn4YI/H71v4x/HvwRC/YSmgF78Tv5wDgy+oJqgIYsUfIETg3IBy6FGWpgIwR1iyl9k6KJJQvUIR4SUlTosCwBR0dwHDWHJgoEYfLEBCROErJnmE2EUE7+uJ6I8mpOGbBBSEATis4LYQkSahQUBwKNSIrvqhUVIvZxmvOIwCKSaSJJmcs9zHn5QBSwbTRAHPmQU2AuoSOYo4DgoS0K5CtiMOM/n1ClCAASAy07IyHpHALvCgbOyi8HZipWjgB4A9fh68BoSb0gwf9yl0euqjIxH3/5/z8MYHuhPOzr9f5+OuFY7afUL/v584WajZM+v9/3D/wCjdCxTudPfP+fyJkuFvzBWBPCr/XxxNS7g2NuR4inkeuoHYAAf08/38mHDShpGk+hyMfr+iOvaVm6/Chjk7D4PVqbMXDCF50LXEpBgkGFDiBjMwGTZ1RhCAoYE1OEgxwDZOCooJ7OA+NmoFMEKgG6BREYJCRgQANRpDFTx64tc6CwNcW6Cd4nkI01hoYCJEpVIaycduFAQYi0t8dCPxHhUuKOUNSqhLOoHC9U/YrBia2lOjjrlpxCjic0kQycdvOzEgh2IBuRFY8VLnKA+iLh9SkZvBmG4oD5r2wRGP4jwUhaaU8H6O/c/XYK2eh4aUuG7s/k8JIQSBAVQpBLKXIUh41MKBZ0NkZficT+xBWAX1LMzt0TgcZKb8qgp+zTrzIJGBGxO0ZZ5+zhyCVhUCpVQG+N+MWMMRHY0IAdsYHd4ILSfysEUSFHUyXgGZVFEWgARqKSfHTcPISMkkKQAlMvnDKi+EcJAmXxhJwdnEVo6KBQXPn4xBob+fGHDLqpqTFzkFIEhAxHW0OpgcGcbY4hgjoyQw+sYZE8aghFQE+GJLwSZjJtgXcSvyDtkACRH4AR895v+z9G0GaP7er/EYEXSJ8Fdf4i9dfmP0HYQpRVzT/l+OGEDMYsAX2OhSK8P8lqBlF0yGdySZmyxwQgwwUcaEnnkM8t8weJliTMOuMbfQPNjFiuO2+ZNBQY2h0Mth1MTg1NDacUEAF1753GiwjKIvWogNZF41YSmU0jRSyBMOcHOJIih+pkZT+JwPtRndepKQfEiDz9BhYHH16ok8awRSCCH6oqNA2Tof1VadAXGUPbcuZvLgQAkIQmrQB7xbSJDRRq0O0RPB8Q8AASeNv8AHX7nxwbOyzWX3va+Pv8Aj3GQ+I3H2/xk8OpWnTfY6H6z/E50Pwf4/wDo7FWjQUwTzzH/ALEvGc0d9O8W6E9EepMdgAeXew/hKfVy4tFEPWKSH4lfOvIoRHMCwQJ+PHrAw/Bc0spxgkf6SKo8A5VGtEw4sQmnh+iNmA0AfKkxx4s2yHwulGoroagNsweseSCBICE7M6i9RSRJt6t9udRgnRVGMFYH3M1nAC2EIZaoTyoyTMEE3TkySGhGTVV1QJLEIi3NghQ0SZxRM2QwTtkPfL1OOlUwqEVAsTFgCLgZXjOwgFrO+Is2fXDIJNAhAxeg3CEaM8ZRD4EVd+Phh34cEdUu7KQZOkn07E4TGhJ8poYfBt7HKILYAAH8J3HEka5JkgQBYgCQkcpmGH1w0OU8AMioy4T3qcP03lEgpZqwyRhB40GNKgloJfpPr3vFk42yKy21jPevevdFklXdYtFvW7gcEWYJCEQrtD67frhIy49hQwOkKKep8cdLKICZmaelXtsIHE09TMJHcjOk6pJeAQ3L/AcMAMmDkzxScjFPVSM/CdBxSyK4EhLbbK55Xx4OFUQgwTna/RobeIryULK5vWlydvXglM2Fqq2Iw+NInA6goCIAKSvv1PrICOwSddPz5dDO/ZRhiH7Pwf7OvoA4GE/C9jvwQ/O/AiA+htg0hN7MEpOKJ55rAiodt0kQlScHOXMDBF2gNCpOs8RmItYFhVo6/HgXhcygiNElRHHwhjsArVYYGHbKOxRzqAWDTHYO3wh8geIQLoFyAbIOaHmDuPSxS0rHCItZqEJwRLCG+1K79e7QMSvZ1QI747W3PMcBTBRPQXZuVSeGqwS82VArOkSjODmCKBgCDYMRVOiSBCieRC300ZA4ZqQ+y6cXXBABHt4GhgZqqx+h8B9xBFICMQ8gjHq1Ok+vLEXQncsJ099j8HT0MPsf2f8A8R9D8H+P/o9iMU1zX8uuy76w8Ye/F6rffkRzTzhZrmlBYMvZURsk4eEgm69RG0Amdw+FVP25QZJZRUc8QC3Q82oEwHBehbeFmZFJvNcpQdwIDOZCHQD0agdOD7C7Uomtq1GFnFZEaxnRTIZ0mekwEKK7GefGdawJvxjtAowhQFJiu9Y07ziSEmSmZF6d7JO+jEfRfeUgMoPA5DriPrTSUSvowpi4AnD9+9YGg0tGiGHnCsnHVBip1qK7/wASxS+oMUlGlRKKTxPhCxBJSj3s+CdACNzIVVKT04V3pKMM9CaTt9G1gBR7yGANQEBiEJy47vzfib3tLYVR7uSzvw84mC0ggVEt/IbPtPIrwsaIAwljEnT1OB94AKdsBIj/ANG8OLPxuiLBjW9SzwZQWsVCMh2CE6GXEAy4Zq9fyG3rP0urlcO2IJlczo7+MhNcQjQB8V4WPXGIJ7VCDlRFkw6uTGBJI/Y5fFs//JgwEMVVZjV0pz6Y8BKx1KJQwj2Xrubx2UTUqJ6YtZ/ecBszz00qVX+QrnfEhXiaQQ9L4WY7Jw06SW+na6+GYIzoihIVGpJ1H58PDNDq0CVPyfFV+XyT/AFfhQ+jpp+POvnrpmJCsBrV+u+zCkhAddd8hcWYzfJDJMSRsXUEuKLUBFysIjgUooHzsKFjfA6mK3y4iJAva7NNmkyLh3RzD1Ko6/CkxriARkYRQAlwMZKKOWEgFALpGN+/jOMQkA0RJPXYCkSS0mFi8u8O+JYaevzGIcuAEGQkEnpwkgodO4DrX02yYeQ4oF+7VYBq+mFDQisJFY5VIl+Hgn9K+VEFCqp0A5JwOkDKSTkQwYdbA4CN7lQBUWUUagycM0OarJCfB4B6+EwAY6b7RP7rfH8ERtitYdDEj32356nhtel/L6+nPxnlw6pj+xdvPn9x+ngUWmGdJIz/AOjkXoFe5DPd3zZOEsRiGibr0lBO/fKMa2kZkIE8NSITLs6KeiRRwx+HQILCIgsgAFRgsAgba5WBNT8JciCw4DqUUYEoBa7EEWBIWMPtVoEREdBcUzg+VrQo/j4lux66yPsLQsO9uO49TqcKqh3IZX5+vj06+IOLRhdaX48P9DHZ1Mgwgnt68yfXlLehHN6+yN0gfEnFAjhHJAUv4HrwA3heC7jwAOhbsb0wOCUe2HQQkJR+jrhej835cVFE4O78E4q9ruUIoSy+LnnkK9RSIj2Q9sxvScIYQ7s69zCVkYUmGM6BbRSbiZ89bXOhCY6ilB+W6Xqe+wZQVGNAA4KVx1Z3TgMJkOC1En4BTJwqyThjgkhMr5LgGGhiVhSTWDQEJDzJhja3eErFVLrr6FwwmNsNCwK1XMl84WXUDEYJq0ql3AOAqPgxKGkOoUQF4gRns4tUJSWEbnDfo0dDlYRdhuvc4EH/AIiEBuOOSTZHi4dJdYaRZh9rrwmhK9gj+QEA/CJSZDBKeAhQcCrBIP0fiaaRkj2ABGUa5OEmXCAdIwjA+66TAcFOihWM6WHyFOmPT0lSj8D3c+j8GCBPadj0bI/f0TqYQto1LoHfrPj39S2YrpCDVU/l3nRULbNeqtO7LOu9yBTXHiAUXp6ciPRYASIAtiGAGhe/5CZaxU6oBUtHfA+AwKu/1Yc3V7LERIPDwt5isBUpK6hpEJkpswHBCehT03SacPtk0ALQMoxSzsi8MfUeBuJiCUVRKeF9wnmQQAJ0azOEtSKxQRqcxgAHA4KyLbYTSiBYVSkAQVIpRyLRlVMz0o8DI7T3RMHDIWHAnbFXMUmylDG6cPwegCw2EBUDv68XOh9gCGpJZMiPxiFUKVj11vWZ1/PTTHIdeEM7PRrfhyYX0Y5qU6lG+Ns74Wk7Mfmf4/8Ao8kHpGfIXzPjdLmS+55G1YewRk86NGnCzlYYBwBDCJhDuNRSUQQB9Km+BdyLf6Kojow0jIcLQDliylqIoiC6kFAf7Ig8GoACC99E0ehwk2FgVKKBwCHh35GwNkAaEiHBbtVXVVIIJcu2TjeLdG4gBjfPZ5sQTDJ8vz06n9gzs0CoBTI/IwbAR6mAdQsKZHx7AWe+8Gb4FME71AQfJ08U+VQloYigM1UpwU4d4idyIAXJvhwD0/lySCgQA0bDhr/i41NxyLCRALwaUAPGKCwgaSdhITPsqGgcUgtQL1kZOCe0AXtwXysHczueHgsiMYIm3Le3PR6nFXy1AnnSaQ3w8nAVCI3pSvSAgfrs4cYR0roi1BULJDMOBp5D+s4CRlWBeAroBxweQYTY4EcNBIZqLAKkadwjAy5h2MQeOqgVf4OJNXLmVgxiPmsB4ryCnN9UUkZqM4d2cgUmw9dvwSTg2YrqdOZFMGiNjl4EPamhi5VhOkoGrhaXq/GDOxRch970CJQD3QYBVkev1wtLKkbENTrL3f1w4iHTiOIkMUtBpEYjj71kF6VTdCS9Z7hXFotaO5D4966KYEoFj3pfL2/6pwGIY3QO0Xf18PfWxPGHARVF6EB9NaYEKKKDeKDsZ1EXhClbj2GEhrXTUYbJuHgoDqtmASAWdjGRhF7UGU+A0cDgYGsYTGvBCKdUwLAsyDZwcACEVVM4NHpY4aEsBVRQcNeALfYB6EzWoEQ7xPFFAaAdmw1GSSEYyWNZYEGCoNfLZOCLGAaBqEkr7eum6fBDV0jFphHpHgJqq0aMvQAKEDJxLwx0gKg4jQuLpxj8WJAQfA0zS3MT2ZoVAvbArfggIQDAxWBA8wCaBw5Kd7IpqPV/GPXWBR8C32529/23ohIB7SnYYf8AYQeU3pn6AR/UP+H/AK+P/o170GIwKUKYD9p3jHNpp4p13KLoxOpwJva0KUA4FSvbxbsdqimmkE/lfiPbGWCAEE1esxmYJrliRAU0YpG5TgKxRH4qEin4TFx5UqDmxKKoEeh4B2vKGSYQ5KnceIr2JV5bFArcOk4Dm4hOolCFk9pMkke4BeDPWzr8HAOoFqgigqsGaJpMmIBLjUYXZJrHknbcqt1YBwsHbQZhh04BaCIRrD8C8QYY98CYeCSlWR4FOLoasrNUoSL0Dw3KchkKE0dEw6iZQuZbCCafe4mfQvCMrMCCcvh1ZtdDONfWLPze/J/6nFNGhN2pdM/ik1ZMx+NMkJakWiRemCcJG6HR4zCIooZM4aA0YhBBQGAo5XqThRoho5EHsB+V+ODYnQblO0muICcCgzsxF0g5EggQh1l4fawAoETimI8SPmUivSiUilarOC2lUmfTpdpna4DwvhtL2YFgkfQrkeEK9wnRKQQmtBJOCB3MQqkgQwtBp1wZRPbydKepEDpHhfkG2SkJSkhu5xdttmURkLmFgmkmFxSYUOpD8bGYQc4W4ETGe+2ZdjMfk4UUWhevw/Z1Op9fCQGSvx8Lfx/vUEbICK6Cdv4L6SZMkMQFUQwFR3Aso4MDmC2bBrK9JTkRio7emROhCEK88VsNjIPS9ibCa4g8FoxdJNMYxlLQAnAn5fTtQaIRUgpPEbpIIShFNGnyQ4GU0ihxG7SMgCnnGmKLQBbFVfCA+E4NFAkXQHbbQCDWBhAc7DhXthHRHwmPWNS6BocOhSicdrguA0a7okeAWnwaKnkEW4B2k4BOkoX4lVoREuaxODsiQsAa2oTBX6+d4qEJlikML75epvWcAKaEHQNF+0iP5wnB9PnG4Gk9Y/GcUFlH8E/X18t8J0CW/Qnf+ev+SAeS55r9f/RjTqfXCmjTOgZTlFL87JMb4F68AAURQBfAA01+B9EhIUivlR3IOpMxErTbVkOHerMZjfa8UDz8EwsS/wCwM3Yaonk6MB6i8A3yvhm9PG7OZvsZQYCqBc8WPibEOxOqQQ2GcOdrWiUeh4Ib5BJcRxsWEAACoM7Hix0oN1dVHSeFvfA90Qwh7QnQnuRMcYMi1GJ7xvwOuIe+icsNSBr5IhFbnSEMJIkCkLO/OGsq0fQ2jkVAEspwL0QoSBTr8G/fx0GNPnaTkDGJ1DJj4MHmYcJggqojeAyi8RwFF7KwhOhF4NlmSmoAEMw+Pn8YAkFjl+ieJg9afrytDYq8sBEwXcDw6mu6ixUV1HoylpMh95FwAF7axOkzvi3ycgwRfSDUbqBwO4TIPwSBSiYKF4dF30KJIuwAKKXhk4hSPcXiSMA0rx11gECAhJNIIJ8wKxzIRLCDUiD0hyB/8rC1q6JQKh1OIPTQKjBYN0wWZxkN2cO4U6GA7IRVhbE64ZirFS3OKRvX3FBIAgES1C5iqKHVU9C7W3bxvAy3qSRiqh3cb1xpWrFNmE7nYfUkyckFVBMPmH3ov138ThiVg27cR3/G/PnYTtZA1igMdf3nv1UpEbMm9RvXsfc4fKYLAYBUChAZsS8J4AoZSOx1pRh75ttm4GCh2vQsJWJeHGaEq0GyXzZTMpRgSCcehLA1/TJZwCa9CSDQCnoQH9Hhs7s04mFViaXfJwrBSKQJZAtqTOiXhoglAIDkVnwuBwcWcwYgKAGF3VkS8IyUwSRyyItlQdd8CYZAIhCVULM2dRwmM9EkmCURNN6kODX33bZyESyBQHDaR18dTRdS3rzScAJAJVVjVe3AZZgdcSD4xOiH4fJPjw8pTo58IluHZPD9dHY+R/QH/H+z/wCOFJ/GD69RtfoeKEbnwp/Iz+/H4ef7l/r/AKfhn+9f6/6fhn+9f6/6fhn+9f6/6fhn+9f6/wCn4Z/vX+v+n4Z/vX+v+n4YfYXRBnegT2uR+Gf9HHkrQfrv/wDx5CHk73/f965R4daGlTBFVKHz09AokQkojEyoReuN9BX9CI1TQyNExRFOy/FAq0gwRTeDZKGwtY5dYBieQ4QEqH1KAW376QkOB9EuZMMIcCKEGTgYcOS7F9oQt398GCX2rCiSUAqA9Tgmu51w6spwa4Jg3AJtEGuqFkQ5wi79UeNAPwI2aTgR+YBdEohRJIcU4VdIYQkAAChEconAOgVUQYZsan2dLAPWBfEWEGA7n44mgDjGCCpWncdigESiMxVcUAnSnR0riQxIotCUDgBCcLzoOjWjKpH5II8U9luB5ftoYpLTAZH1LM7H87fv8eaP59Ppe/j+vrrhqqAkTTCILiZ7hvDUp0EGgzNnRJIkJwNo281o0lEO63rAgDYkAooABL35POIl8OwGEfI1L7+E4XiAPCzyyR6810HCz447C0Bez17NMm7CJIplANW4FycEW2ntGXYCaGjY8GJavIrutUSfHROADamABjox0IIMnClKZtGnboWSPXCX60FgQUZVPDzrhVv6bcpEpIzJfAwdMOahtMazPoQnEe3GIOkx9tLJhwOwZM8ThaE7wo/GMoFCi/ISmdX/AJJMQDAOk9wsOsCefxAsFdMtejp9Tz7/AEK8AnoVFT1V+JvXldekvqkb62XWavxgtaFRB0x19Prv6wjBS5+AFfFh8dBpwYQQCDJ0WQ7C9fThGMHomUUvyw6JPZwQvbYkMusr/F+oTSAuAeO36h6fWRE3SKEYms6+8gnWy8YowREEC9AeAA2HFeChQFPu4QzqSfUBAWgYWVKGy9NDqePGw4yICAKPaHiSGkyPF28TudxVZQ8LDqLosQwDTTDH4P1OEsVQVPYAiuqoSeSZ2oitF+zuzzrqZDgCOL/DX9imFLJ40UYlfSf+/wA+T4lUqqVzUK+SyvXACWo+BO/6/wDPBun/AMNv0GoB58qcGpAXOdF0EBU2PYKgsQFbOwnBt6agySEABwEEAAAEzAgEgAZP/A6dSLofCKJ+uOYzdPNoGLENiwYJYvL6wLNN6BgCTikG0ZE0b1/P/wDjQkEsYKKisJ4yngkSMCPZPeT++owYV9Tu4TNx72nkxU0SKVDcGfA68k4LSkEgGM6GQHrzqDw8xeiCgggKwAd9pwU6ytJe1B0i47bjA1c4JjsFmWJv6k4VMnirwsESHwDzQOtsUKz6BegIY64R74OBhYAJJ2nOH0vcLRjQF0naixHiYMigSKRVI6dzzpsyR/CE+iD1or7AYAR09A3zDQiI6Tg7/kDVDvogVRaQA4bADGEDjEBJT7kwsxU0Yl4AiJSIbk4iuxMWgqV8CeJM4dWACGGZDIOidPR96NlQqwomM6fOCFkmz0B/g09M88VSgD5VAueKe09+Ax8UTsAwVBS+e0nAwWDLPAvWlFOu+I8W3awdQnfnkmReFIRSBakmZDr4+jJww7dAEvodesCyRoTjuDBBYoQGwveYQr+EqAiryRVQ1DNJ2nDQyAJwHRMCT5z442B34W5SS/T115FA8oCKuifVXNfXeUVQQEEYkAuPybPZ1w1qFelCBV9i9z1JMMKESNZQBdRwfJknEiFHToIAb1Ov5ycDfIpQxKfn6/q5hISPU+NEe2JlOjg4GWwzLq79E9fHELuE7IkwvnU3z6wIFEJPBAS4Qk9nieUK6X7Agv6P338ZU2MkaUxXAfIPhwDl7wMgLBrOs2HgwM2WDHkM7pE+cz14L17rLQkxd/bReoyUeEUSMj/kc66zgM6AqbQKyuwSB1s4tkFAB2/kDO9Rh9ZNqG9h+531vZ85wuUNpX9pGYJAhmycW3Xo6jGPp+8HevIXoPlG2dIap8HXkxFQo9+LE72t+T484gKqXwU1366eqbw08ICJJ18u9W9f3EqyogQRhd/zZPESgDWeB8ZOuz4s38TgCaOorJ/fX9X4x0uAEDrJ83qQ+v1DUsRDzpGqgfBv8c+ezn01fvHz7MmaVDJsHQcij84PnAgv+7/8JQFWBqvQfLwy3Xg980opLkeMP9+vr/yGoqYRpqAtH54nhEZgXCjVkpX/APxhFxZDjQtU2iNuvC6ogRYn4rhs7v6NQGL0eCP4jqf4lpAiFViNN9x1/iQ2h84nQlVjDP4kI2as9fEHh/r/AIIlBRhiEeodJm5/EQIQSgentrqZ+Z1I1BK2A6OE6YS2eSEbCzBVp/L36P4Pg5SiNAgmkGEpMv6gKIQRGtPn0fP9EMdzWIMvn0/P4kI4Q8gdg9zdYmrJkPOEVTpt+/8AG50QioK1jaFFkBk/oiBnKMmWQSmM/wAzipIGAaxkdE9O+wQ1JYjCvkRoJHHlOONZjtBjhyxQTJP9JHTIXRrrVwQ5jTKqgdgKhuH4wgtFpQ6NeD0/46kcKUNCArHUcUzAIBACGBIdZ/8AkuB0HueP4+nU+pCL/pPL59fX+wjSN4XPg/4Z8edEWAGNfCvq7m/NfqX10/y/8Dv/AKiipmk4+L+J/siiSIDkwrh19/4hFCi06KZaeGl/L9EFpRLgngIOj/ZEZKoSAiBPPX4+uJZwRCDel9zZP5BFAACQXgmOnx7/ANcDRAZ51r94/wBCNvdE8ujP19/6gYlZhbZjon9f4IGG2Whf6+T9eSHBUtHfWtwPT/clVCCgPSn1Zo3ySE2CgSuvtqwDbgfBAMKMxJtNHOvxO/ohKIAbL/M+nU/xF6GgQ7x6Uevj/BDqkGdef6efroiAIW/H/fP9yVA+Mmgh0j4fP46IlxqGmu+wA/r/AIjlV7q/X2R0B+OuiaSACronaD48h8SEVFJgAaECLN2lj4cVblMEPCGLh5/gm95aHALiGaeeZ1y3tBmhXfr/ANEkOKBwhHzQ+Vmf9TONlVDv5jwJ58e/RO/CCioV+Hp58v1HbvEO/wA/X1/uSBphKYEUyMYu49TIKlPToDmGzfz+JJ47AgYEdq/w6CCBqyCv37/H4+uv/hSo9WQW/uDeUXCG7q8WFgODAJ//ADrg7MDVxJwKAc//AK1unOcyJlnDUeaS55C0IZJAeGjC3uf3/wDH+36i7M3pIseOI4FxpCYvD0ekVwVaTmlCIIApRDVPh3iOcBhWmCYB6/8A+AIQL97E7oERG4X+/wC/x/8A8f/EACoRAQEBAAMBAQACAgEEAwEBAQERIQAxQVFhcYGRobEgMMHwUNHx4RBA/9oACAECAQE/EP8AoE0K1VtMYeN1/wBcwIKKOppL0e2f/fXKAPiVI+K9jZQJnfExYZ1dOeZnaf8ApICRsdOs0u9LitO07XRGitCiSEPt/rPuIiri6xnSmaL/AGcf6AboiB+SKTt+S3ggYUCpKIHrurmyZx6g0FFLS74Cv+B28mMEFADQTPC1h1/GnpQpKehLENvvU/uQ+1VwErk/5Z1t4QD0FyLI0fRZnefr2Bt6QBlrE1nWffeHUDoxI1gwutcls7nD1AyyLme2XBPv5vA6cYharRqSH9u51Rg0KmISy7v0/wCd65EVJBEVTt8YD3tP7Fn4SisQEU2otyCm8dpAoEUNOG0On+csYOBh02JA9/WSbxB7JqMD2U/TlzWeldJQvb6aKe9jJKzVksAwT6VhZof2fTnYLxUMqI0xHEXqvpyuCPh6uV7b3pnV5uBEGhui4zFcSi3E4K9f+Q7P8qz5+w5FWO9FH4DMbW/5JxIHc9AlVnXjvs2Xigp5uEmj44r+fkOVgIWMgYD2VdUALGPXAJ5Q499Et+4dfzyHoPeI/S9SXU2acFSvhrs1b/IZ47nHSKuKw77XTsfB3HgpbrCKG76XqvvXJlJQcSbIW9xf9PGYSMIQolK/Jv8AHWvEggUEYzZ2xtXAbO6vHDoJaoMP03VPuUG4AIQChVACjXRYZ2XEEDGCyeKoKV/rvcfPMYIWQZb2/I4+cQA0UYIaNV7L8nAPBIRI9f2qPcxetG0ig0C9fCd9Pye3hDKRYPbGd9g/E0vKZibBr/lkdeij7w9ZIKPShu9HZCZN3naASozgLfXwybF4PanXIbHderM2fOjYEgAA4aKyd7+b1rISiURGrOsV/qKReLCNkxgBNBe6ibEl3g0H6D/n/tuwVQLgYKv5evRd3j3IZWNRun17ew/xyQGgidvS3YeH1ScThoZD4UYxUwxer5FkRAEwUKPRCOWODvaLSCs+Dspi/wCrnInEnRpNK5ndNenGaPRX8niL12t/FGBTlrUIKqgIgOqGK5jO+MwAyiWCRxEgSunQcUhWB+h2O2F7XAfebZ+CJqh6uWHePCM1SUQhY+KqDq4+4EhEPgQB9OpDwT94ZLFEX7KEUFhfMGJwAEGDojD/ABwd/S86Q7dw61XTpzZgPXKejKWCJAqeIen3HpzArAFISM1m0bSSwp5X5BWSzQySxsXM6o+9QaFQVDfLgfF3gtwLgOXQSWDrQ3n4wgAHUBEYzuU/OBK6PR7iNj4E/s3hBClw+f8Al29LH2cvfUhurSF3ADcCQ4ahGOOoVbrpSflGzkEpBj+RAdcWv4nmnoAwJdbUdJ6WZV6vCgkjNJSJ3KXdq7ezhfsBOhO31tPb3D5yGy0E+fF9t6mdKcREjooAYmjTVRSK+nAiRiV10z7fXV2N4CCqGX0AdnZ++zNeMiFAR7Fo+H/mYDOBKKUIKJ0PsEFNno8zlAoqBIY6b4Ryqc+EkHsaAHoxb9OjgYPAY7vrvOp96wvJHFaayVKnVnc2vngl2ZBTsATthGEDbY3h2RAMsqDqzXdqoY14qhejkl22mgEuoW7wXEVBoZVWUGI1Gj1qMUx8uc/DXvrwgcCFIDJ1ov8AQg/53XuQC+o1RpqKXO/Q5Ug2ABKT6wkHOj2nCYAboldPZVhmdXgIDooJUFbccOz0cDoIisXejsRo7XU9nnNIqAoqjQ1Oo4/ZLwGuxU6gRIrKqm+T7xl6uqgMNZ7EX+U7nLV0bVRT1bo6d1zvj5IFQDwm/lL4dadc9rfZ/j/tlH3uyP1uXqtz/F5EISm7DokX3Xqm7vPgJQmavB/QOe7t5YwIlP6jfI9d90XhDCZSEgBM6P8Aw27xEsTBPwd/lF0sz7wgZ2Blpa1ZHagQdnrYpADujqTAUmPVuLQo02E1fpcSCXWHdvIKwBLKIEtez3ur8SSiSAAekpKqnXROF3vu7arX1wVWy9t4CkBU8XIXb18svZxNuXKneH9Uq9yH5wYIT5CANMmfxqjWcCECApNY0OpiVs6fq0IVxAh0gpeyo7o7wWhHZMVrvoow0BHmSDW4F1re8o+dxhzR0mQydKyCbVCUmPJ85AxEqBUYFtZFeEHpaRBbpboiSwpwBQ7Y5QUwxnZlu2xmEAyOFWD5Z+Ue+NhlMUJKnfWJPrV+s9xKgdSLhyPqdtVwcIWlzOsOwq1/MmPPxipJQFfjgq9T7wAtIK0L49OIKnfkzhRIBfQHsXAp6V9nFdAkCjp10UjRYnwnIQE/Ionh6xO/cHt1ewUXU1W0qnXTawgYgSdD0sXMujXYvGLCUBHqI6+Tv91dSQw4BpmNPGrQXWnceJgxgPYaPHKZ6D48ljAa1EAD4qzGvwOOXZCNXa0yoOZcvnDB6hUjQdRbSdTX052cNAQjlSE07PwyuhkLhXr76YEx9Nvq8rB0avYeyCW4lu8JNxUKu0kc7zbyUHyCEkO4h0uM3iriga0VfjNJv/gFPY6QiuJiiade/wAomVA9nWoA6VTygd8UAAdWuMJ4xLKdVeIdE1P4s8UdjLhncaBWmkIUAvz3pPv48TtFMUg4u+iXwPnAkdI/J3rjNcyZW05chA/LEnipe72E84AaCFwddWUTXr594JIRiIAev0AdKk/kKlKeB2xj0QnZBM5/7b5/2zwaAOxRUs+Dd2zkIsmk0GAL7J51/U16SCJCGg/XbLnDBChjRg2TdY8nTxAYHO1F7VmGB9VM74qEoj8Rh8xJm9O3lQhKwYJUWuKaHyt48ajjVQLGagcyD/XC6RVGINb3C4T+ckvbDiqKJ7wSHzdnGTDQ9YjjncT+xvEda2WUIt+WXvu9cB7gR6xB2uV0dT8sOu5ozpAPew+HzSVIiQkvUBxg+McZ5DdoJN8FlwETX3refU9rVlqttV+XCnMq0GPcpC3xkarhPObA1GuytJQsIIz+bVdNIlAGsM9NNGk57xnQXGg9rW9iUpRhIdAuMU0p4JJeasVvygUh+WHSd+15Jk/oonQmYf5Ph13pF12BSSXWESpOl4kmSBQQSAIjTq46gw5FyQa3QZlWF1J+9MAggF6oxHqsRK9Hicn2AGKidBLEIhoH+RCYWiOSA/QM8+9cmBMmwwMH86d1Ms4AMwRJHpPSOlKkf4eABoTT1S7gG+dnrnNBPs2FEKFAv/C5xJQm3VAZrPhncX7yXgDSQdF7ILhh/ZwDkEVOlHZTkhfpbi87OQTHaZKUAXrzvhwQIQGAmGfM39+K8YFE/AaET+MBTFC98YERoFqJIV6l6le8VIBM0LdX/k+1ZK9WbPBuvH72drp3eCw5hetVewjetqycNQyKCQJUc7g35jLyMkL/ADrt96Z5t73iA9hI2iP8FP8AE9eMAgggRIU7ihG9lHa8e2jX6NNXb9nXvBGpHpDVFRJ1I7/D09iQHtV0tVcSPlWIa62yYLN0wynVUZgy8XEEgpAQ1nzdTp0zvSdqwBegOPJV3b2CcVRHTCkewKb1ZuSbjyLgShRtIjAAD68Iekoh3ZadtKf4eP8A23z/ALbsg6n6Mg+Gru/24CmAM7kNYXYl1sUHhdKCyhViwFfVK4j/ABwSgCFrQsqv5Bpc8+iLW4gKooXaz7f0MvJCBNYwDfyOk3ONWAImAUQxVmvXlRAnNqSCvusEkYqMRfpiVqUbAxqwO1MFu07nCREaaMW1I0tflzdHhzR6eHn/AOcAMAFTL3/uBv8AB94CsAp0bAKdIEU1RfvCpaKR+sGvWKIQzzeHyCE9HUWZX17Qudsfo0NBwekLOgO9gdKFBxQNNCLT2b6D02BjFRK+b8oB3vK7M0iRX6Zh1/QmjwEUp1Kyv5pjPCpaGENLaX/BG2eDwVHUdMdCpNoevZ+njrDEzVQuzXofz2nB1ECx+V8anR+tqXlRYBnYGU/Bplt9B4NFrEk7UF1sD+w94QA2sA+iAaYSuR1NOBUQApooixAEUXaG3iDADP2ifN7BHzM5mCBHS6j+4gN6Q7vFWutV1JjW6j6ereFtkxavQP8AIrC+CTXkYQRTp2em9o8ZkeELuB/YLdcfy3+eGsqigBSgB5e/f/HDDLUdLBftGo4AfjFSkqG2WlepBe3bwKM6NNID/SlHB29IzUUF8R6WFNsNkQ51uwVSJKAvZFMnXdR2UEeFzv2mYTVWvvJocIQrRKe7ie8MSixCkvQ7AHT9gidIVa2U2UEdiHe+gIHU+9DKVMdEVezRSH3vycAW1RnuJNzeg/S3iKABrWjfOiuZ3YbwaKjQKqqT9Ao6f8nEru6Nh5t+kSer3xwiHZWgLZE6Ezxsi3jTUgROmQo3XV3+epwcjGHoBJH4T5FPvA9lVIDuK7fPtd0g5xCF2DLH2CGonb3fziQq0SWW/DB+e0mGcbZaQVkQb3od5b+nN9wqrfqB98Z3ObX/ANp/2yETyHWRL500v7P7RdqAoGEr3FyvXIvGOoaj6bFNtVUffl4/QK5Fi7f0/iLDnRCBEBFZtiipTuQ4UVKEBhlVZWet0shZZAWBpBdAqb5oNIBnIildQ3oI2BjIJwjJhMOKEni16wPTs3FAYMVGR0HYP5EvvBg1SkRoIg+9OBTC8uZmZuAj9+H+f3jAUBCwxTdKJY/W9QzZl6MJFkelPPm1mjA1Ks/dQCzuiXiqwgZBjW6VkzCe8cnbBAIu9hLDaycELGwooadwDrF9eJv0I7inoWxtAJ8vFlMElgkOE1o++9Zxzl8SfbansBr8ZCRrKlGjFMDSj9Ntt5JhaO3oSWnsajC1xFICgC6MCd4PXdm8IB4a2O3lyETv9dnEgzqluUkZppSagfjxYAi4U3IKgyw+JwGQAARA3PxMofNwvHEoJmzGYWLEzrTZwRp7kaJHH0CuD3OCnpCQFVJ4FMs+F64jgUvH0Np0RepmJwBEwvlUQFgyAOT3zlU9UA6gogto4+vmVAxQLHUFFi9bOm5yaHB3xPy34GDld05qE+BIuDjgyaaqSBRRGNAgXcdU9NQU6pr5BSnahByB5VpLxoIBe62KSxiMOuGpSUBGSyiLO5/nktnQSVgl2KX+IRHkIwDKvzqfwhfhsTmOxpXYVSd1aGNDfeIa1mNADaRWn3r846McvkA78b2f54xIbSzdMt63t0j84hjpc+9LfDP6iKvACCDGBtj0v4ov88uU8DFp/wAoUUafOFA5BoaqD/8AY7ap2tkQIo6hamxTVew5cYcA3hd7dQe1c4w8YA63pELZGOpnWchqAQM3EUYrMhbaHfKQgCkMFh/o073OYKmP+Jf0m3n/ALb5/wBt4L1ccaAJ2m35n3gN0ozVKCdihLev5zhl8cWwC1lTfoWx3j2HKIfSIgsFYG16ritopJcpSf2nkIHHJ3gXQUexKwH8/wCSWSOC1KAJCyh3PnIYEmUtsPhXz+2x4aJGBIUkoywlO7/fEUNUBzpSFO3bGhIdxGiafz/QAcEv8EJe32VDV6b/ADzT94HRECBdJk6W+idO8ehTVA0TMaFAnt6evDbJ1RAslLYYWX1jxxYEyylgs7F/2uNUHdGB7cNNuE4pRrZJdonp0Vnuqu9LuKASILaT14N6kMkxMQEvkmpDhAtl1QxZs7e0qsNnO8jLRKhDdg3o37k5ZAAFKUan/hn8981kgHe2NH4x7mwegylVEiPNczAMPXsdnB0QCEasOxFel4qkeXHQmSgMSGpq1OhnCjrdYREvZQ4nbPaA16xgQrUvmsDN4eTjAAYbSyDZJy7oIGAdmEVvbA11QARAQdM2Dve+L1FActkUYEKqI90jFpdfzlUARyqCCvZFfhO1ObAsVAuqv1Qz2058yrEPWG+EP03rHjjhYpUD2KyNJuvzgcIQRcgIiJP2NycS+aMIiVpHuuhbnEgtCOogqDO50i4w4UAwwgABYsAvpl4QWw+UAu6X+QPnGfW0oUTR9aE7uXrmxiGTAp22nUgYKnOHW9FaChiWpqr679OGGw/DCNK2QtN/vhApVKngltToRp++ryXdr0kkhbUCMtP8cWnKJCGkFqTmWnTOLIGAIq0CBegI4M94MBsBACphujZ0RfLwCHwfqAv8el/88AmnqyLYwAFuhd04DsA1IAAzp6P++W0I18IZHNTB1FfrwpfYXI6vf2syI9DyDQoICUZL5H7nnP8A1vof+2g6oLd0UTP0x/HvAmolsy+0neAYRP8AOdCoqGgH4uOxEXV2UcHFGTaor8k84Ho13e730X2g+pnHJY6W54jr7oUTX94oAYVNICN/O8133ilF1mdqM3Abfz+H8JAJSgD+1XTo/oZKRaauwqStM7Ae+7wAo0aH0KZ10Dn3iEzsbjpf7oeScoKUjUCSF1sz3Gk8B10SjMGz9EZtvuDNB01CgBoB0yY/rrmCAOAnWuCTr5HhQ0WAWlN88YmdfeSKBB2zsGqWkKna+8teApUNte4H6AG8Z99SwlnSiCsFP5JIFMuCRrOh6I4jU1rzMNXRK5qazDfhxXP1C1bZ+Ash/nrgGwUFgiMv81C9g/eS2pjIAgrh3TZDrriXo3KJQIIygYEzGjuaoGoIgOvMk46AYOmYA78w3O2bwRFpiRATVs+dr37vEFcAclMqK1Ynl0zjpjDCg1i0E3R16CcBtWaYVSE6tdDudpU4xzCkqlZ1+ZrlM8gyFFxIqAd+3E/A+9zKRVjetD6R1GH3vgsk0VCIbPInY/lvF0+ffAwdlRhUx9eFx8Q3W1xq1aCOZhBALFOkSXWsh/WdHyhnKIzd8Xt/j7xZEYIMCgRdj1Ujse+C6DgkYTXYU6spTklXtUQoadBqe4+cVGYCIzWupXZKbrCpQwaQmqgiesYr8UtXna/9Rf8A3wl9BYoBQAfJa/k/niBBRI5EaCfRJlzzT1FoFFafCB/jeFrOwtEoKxL2h0d9C3oBQWgJHSygjuOnDrqD2vpYmwSFIe+QS9CgRU9lW/QTXilW434Vug6bHT0ObCGM9rB+Oxg2YbyepCB1GJ+iUPh4cCBB0NAH9rQmb7OGF8H/AAP+2NmEFd1GT3T2efeav0A/CCPhW/53dBW6sQZ/MTYyMCHGHB8MQACaJdR8NfOZ9UUCrjErrUfC53x7SOSuIJ7BId5FuJzXNAyoSSnbvsgleIWAhQmSrMboB/cHhUjUJCGmQBEpmzeWKDYLQIZLkX0wzOYVJNzWlferf/PXLwYM+2Lxz2/5/A40ZIrXuUFzxW6TrgI0iFXVa1hlOlNHOFQC1JRRxpKjjvw95Dl0oAi+FDuRD/BAgN6YBmoMiHV8LxRENjUPFK6V8dDVeFnsqALdTBZTKIfaCxsoCMlxwjpdnFJC6IDEdkanbuyLwRURHwB1n5Qu9n8IS2jEQLQLjW635+8NAK2lVTf1Tx+eXkN4YmoaljiaPrMsOW6VCU0BMxcx2/BZORflI6QVX/yIjvfAWUEU0WRAw7wCZO3vBhyI6gQCBoKr8Op0wR8AHrCa97w+rrwh4ZFQV6076xTt464nDbBSSEA/dEykwYYRGkAi99kZjjK89MYe9C9n48xn3glrH/VAo6oK6CTDB4YCYjs8jH+Qn2P05DLzzFEpZGO1e3zXOQLXyOMAPAKB30A+PKeiCClEPhJfaiUhKakVNq4qUyDdfcImzWT22HSV1vzlHKDKEgBMKV7jk4dkIEbZcZQEEL/LnYQBlZYDA0RJOyu84UmiLcqyFw6UDoC3zkaA9jF7g/tV8u98QcAOhBU+3Urx7Y5OUnj+erkV6EBECj+cAGYBB8AJwUzoPR0P8j73mvDYp7BoKgjVjO++BhkBtCu1y3GdCM6UZCE1gwGZ5nWyfjnUkhUTS7oIKqPteZ/EQVg7e9RJTo6jwMCXB7SE+KxT2qfzxxXPh2qCf7j/AC+c/wDRfH/bUl0MRmoDY9Cs3rjIO1/uQ/76nc/nj9M0anZxomadgdNVCuhYpXWWCFBJ7sXjGLrTrcI9sxP66ciavYpwhbekwXRSmm6DGUuVA7RsVQgWcxkBpF0RT2h6/wA+cIZTJXpojEutphcddpAzMVgf1Zj9/TiOmepaIBXbj/i/w4tgCHXGPiPb/R7x0qCGaoyD6VU7Kb0laILVMNgjb10dfW2yDWBYIQxnshe95H0MoLnwdi36J1lIJ6CEPtNQIjChW3gKSLGAJUBcDsfG94bJzAPGswfF7pLdk8jFdQoVqqr6/G8EZXtEChcSFYvqJw3bEB/FGp26DO7sjxBAaIUsWfWYfl5GeYp0KJu/RD8TjTnS6OyodiKfNF8vGSo6oiAxL/50jP4SSgn1RrT9Gh6IO+LYxBBHGRPqhMo9JxcJCYiKqqCpc/i7oiqIeUEwa3q7GGYb8eJOuAPwjPWPeuAaEaIIHwGl0vWt0CqOpW0pH8h4O8/HhLGm9tIhDwAbhbxBsQQ+fSOqkfb6s4EhDAq0oLPM/wBvTeCUJUAtMfwLpiqcSCNG4I1IUIAfwpxlAhOhGIwL/p6bxLSqlGOD45bup2LxOFCV7ZjFLo74hCcc59KzAAh0RkzTDVOis0KFoGF69/vgLMKfytC7r9720HkLAQGlj2822fccOmkpVXcR/wB8P67nCpoMoHSRqaISbQXHgCVfo6OiXrCdML1psdIP0VOszZ/PLvoKgLMWM+/mCa9cBGKh7ZCMPaRKMmq8hqJYJ2qAjZQ3DZteBAIrLpDjMBf9l74GCUoGAEP4J0Hy98uVEknl60yAGkDjG4aXAgor1/8AY8XhxHaAuxH+6ezXjr/V/wBP+2IukKVoQWydnY9H8dE1ngoJJTX0Avi/R4YdSqwIvb0Fdw+XimQHlEJHEx4B184of5PusCjtWSgq/HiUq6Kkm6M6y/wfeJiW9tMEJDXPQvVynHR1sWJK9NKVF9/XFk1KiBYDbQp/w6csFC+ki61HDYJJvnBNzV+UlHeqH9yXhnywmEBKbMSanXbwB1bkwyHsWLuxqHzh5BiKemSAED8VTvglCqiMeOhzH8s15KAYyBUh26gLV5XG6FF7oRUXtTRx4VNiMQSih/8AyWq7xuoApo6gdw0dLbmZ5nSgTBXhlIL9pxr89+xANBCTuyd8IKKIrcK16PA3aes4yCMiXfklASWISqfePWlQszNPa3+Cmd4PTwgr1hoskPynx1bwp4VIVnbAQ0DyNQoQyFiwluLg9Xyl4CgL6V9Z6nfz++LIBnU02ddfDoOIgA6Q1mvVQpk1a9HDqq9en0V6UfyIIcmq9AVQVRLKdB3MpwAHoaZRbTcoLZ+BeOA4wDRQYng0IGpphxKQqk8VkmGzzrDM45fSU6IK/UCPwfM4yd7ZixniqZVNgQIADAFIYQwbt181QU2grQWrjpL527eAFA4KYHRv9RLFM9Y0wTBpt9Qxy/fg8e9mMRIhaLcCZ0m8tESHRoi4AhJhhyEdioIIrxVYFM/m7zTqHW5Hr/XT/OnN/qFnYoTcbDPFOuCsED1Hv89wT06rxlrQ3VoUfhVJoeywHASJcIA4sRL8k74WktD6RQQV735+AuW4OvYoHnSBqjuoqoBchkcW4kkY2xyXScvQD0CRQrciLZePlF84a77YIdbm4BSARAjJTcwQl67bOBQxUZiiu7Hln9cIE0WC0ddpJ2f4dZeOq3e7vr3/ALcTSjifRJn9Lxt1pQpM2f4DTv8A3xkxgUh6UwCL0KwvRxGsVL4FHpmP76ckI2pAIh3MHZsC+qJKIGAfSr8J+e/TiSEaHgDJFW4AhWRHg1CpJWnjgynUeApW1upVEGMGfT17w5NfebiUa0LGdL48uuLseldWSMbk/eUulpeIWmYZj5/gzytoTqKXxzL+K3htRAcGlcX60BVh7CcpD0oSCQeYD8AQvJVyS6lSYqD3We8NqkwC0UtaBQ/m4c2oYbjQ2Dr0FmM/BoXLh9oWuCFRi3i97Q3JW6OuFyAcPNISLEwBhgt6bocL+MjvjF3qm2ZSdvCGkgHSr35AfHl/jABAJitKh/A/vx3wcgCqIrWLusH/AGhvGF3CgIxiah6eNwMDi8wblAhHrsDY4rLqULQ2WjJ7bKczb+q2QdtLBW2gapvk4ylDbF6yRdXQufki2ahAcHoAQi9IhDtixjghKQVn0YeQkpeJVqZFyfyNCDJ6nBHCYl3N4/onvzm0WDqetb9KaTyzrEbtewILV7qiq9W/ye1ExjsFPuZ7628VTnhoYDoC/kSNLwVDcLYIZpSv1trhoRMmwxFTJjvzo2AXWAmIPfZgHYGt+1YqEA1gyYgvdq86EiQN0H6pU7afOZFoNTRouBoerMjeEoKADaQRlOkXwFfvJL3XfWL9h++n5xzo4plBW+siufxqtzwSlrVIw70XJL9V4gYB3oQoA2lp+yqHAYsQcar/ABbp2noyjIg0Yvb2Ua5szjGNxVbtj6dRPfpLx7ySKAah9kCxFOuRIICUlPV6C4mHd5E6oidwlzpSuXMneGYikHzU9dqCl0D7wT2Dptdb+fwHyF5/7b5/24FaItxC9PKox8F5xDEMEar1fMYrD53YlVWAF0YKek8cGj3zpRYvUglmuCjaZXHTWdouI9Hb7U9edkRoZmEw9v4yKQeINxLiGQqEWkBHXeSJQMMmp7WBC7MvIjhCWBCobWP8okYJXrZdQRSEXYb+x042cwU0gh10V30ze+SlhC9BhZ2xTPYuchGqxEtWt+v0WfrpkTgBcWgRDQku8bJAwUDI9qC4aXOJgD9+khikKU0a6cxBrG46S9vZl1na8TYt0AAoMHs98cX4KbkVL/mCywtK6yEYTd9XY/xIOpwAV6p2CflTqHgwHgorUNWUW6LozPxdw4AAtlDvFCj+hZJenmwiCuoYM+n3ve+pphI6yBLHSum33S8sDUqioENFy49OD3y8oAsFGDRxDHsYWPAoiBtAJDVdO7svacbJgJETYiIwwLl6bRn5hMxp0YB293q9vBATOOxIWHXpWz85PA6R6WseJE7tsAOWAWjoVdhh3BdmfuwW2mp0J10aAHaPIgqpBpuFd6ag/or1xpIuAbXF18EBemCQxRSEQPQJhH8q9A96k4sRZPQGzdAUqZM65TJUMyhlIBpY9o+XiChiG0dSEmW79O8YIlSPEUewRKP54xsd1VAqFQQm+f8AJwqcjW9ErHNKB8euQLo9Xsif4R/p8nM2UNNrTi+is9C5OGA2C/GnPAbc/wCTg2Lil6NPT0JX8SHBIWqRaqtNZYClPVV5DOgaGxAWNQfNe9ThrJUWwFN9wJmddpfwUaqVO6qWeRLLbIIOtRROvbrbf4HFMhLaF0KsFafvfI5AA9sl8uC8/qIPCFnYRasfHpSnzhN1J+RwpsVtPPfB5Q+j+g7k3CX8/ef+2+f9tCAjaYooM/yFnS+nFcoIs3oC9mOx7mseDdqEwYQUU6l2LP64LtC+haMQQJ4nxWcF0jkwsQ9dlkhuKnFhFoYhhmtbp8NnnFKOvtU6ZmrQI4vqCiNHcxXSTzFwzrg3gaAUenoxUgSy8I49yAojRY/DXq6dcBqKj70YAdFi3pa+HGKwizwLPOk/kz5zRlQnpkb+hh6U9Bwrp4or1hGbO99Y3kr+SRICYlKPyJ7zaKjJ0w/Llv7POWujii/cDpeCT3iDYSQKEEarVnxcSWlRAwA32Qva0DrjDLMHCLFl29uSUTka7DBWITtGA0THOGx2WkmSBc3pFCrCgzaODKYQRS7BE/rjBVg9gB3kWL/Pt4eQukTHoPKTvbU3sCxzFIxqZ0EKbjvuWoDF1O4dSr8pnKCIktiJTZN16/WHfL2Cg2oIIleXEfhoBxR4Io7e2DxiXbXbwiBAcyoJD40/CecQHZyRkALNdfbq7xV2D1RQH+i3+7ZK2OrlvUWT7drsATgxcUokYXJlxb71xkbrWaFqmzCvpmEOAW1Ao/qoPZ3P4vvIAaPdgVI9FkKj2fKcGABSet7Z2xT8LNbwwkUUr5Qz63A/mQeWMBVHvRep69B7vtBOxdEfT9n9Tf3E4xcA40gaYgy22X3vlN4gph9APgBySvcqKtlCbVeHfX79ZQrgGCksij+cOjqn1pdEPmQekamJhMvQm+wrSIMY+yBv/NCUUFIHRQvaMT8wtFVADWiCa+uwJUliXOARDSF6qgWY6ydJGe8iRhVERRTGnsih508WgUhUWSt6HaiWCCnNGAQpERaoYVL/AJM9RDExCBBlSJ2t0jeI4Akv5A/gkH93t4hKgGyUA38dR+Q5/wC2+f8AZdidUQndFPpIv/HM8lAj7zTWbln5eWapI3LGfoR8Y/2cJOD0MAzetx+oZOeeBGqZHwatdku8DfTgikqtKh6ZHZEfj0CVYmxEES9lO9vD46EVVBLijcuqVeIXkQa00N9A6JZsU4UJKWpgIi4T0nlocZRLYSE5kkUHu+rCtpTsxL13p771j/IGHGR7hQgzGmdVszmqxsKgQiqEGyaY+8tWzyVR1gx+dw7jkeAelBAJZKse0/vlhNlciVV9x4eR4/ECXYTLcF0HdTFhRKA6YTECJE7l78HBXlZIohSPrTjyDkAiIUAoL1/MxeFQlDpUWFlxF0rScwtiAeCG4yI16n1g1dgBAhEXP4FJgM6T4XA7p9GCvXk6k4GIK0lYUVLFEVLtcDhWKgNb0RdkpHwp7PGcqtK9DBF37j1eHoBo1QUE0YWPtty8T2kRAS4An0qHr73IuAqCYtwfRj83y8Y9VQ7WbXwzol07044TVr9EqeCorIpiPN9ywBAwgOlGnrviXSBHFpCHeYDO9rIKukCRU0H8w6s/E4SsLB0KdoDYdKHQNbWTBADIF7qt1lF7QUUGMQEKzobOofm2uOOYiJhfiOuwwDmFkAIukqf087wkvDIkEaHtRPWh5XbOAIgRHQclVQJGtnfCzW9UvSAOgCDTPw8wic9BUpEkQ76tXlR8nWDjHuPV8h17w3SgxYMrqW9HVyk4SMFrCLKWUq9SD/fERChmuCB+0LJ184Gk3RCUOlq9ukHaHDw9QMqFJ0oDk9wZxnBGphENQRphyzOuQiQLglQmlgs0v28IC6PjzIIZr/BCZqoMB4ezEKhaCJe/OSZcCFpui6Tw9ot4A/EWioadwIQD71DlMlWtfp6qBmOY9cMrUEMVqnp6bql1nOnxE58ka0RTv99zjARAAjv4eXx/x2Tmbgv8P/wn3zk2epS4u7QxOv4/6UUQxSD+vXJ5TBAxhHqRguPaCJxqrRM8TpPd+05I48IA0e7ZuvVUeuPCAAih19nTPD3euZ8AAAnRUk3s2L+yqWyFF+/vVopsrlAD0ikWhXtfbWjs3phR2CgRe/PTfrx1k8N2jCpiJZkkmjcwxXZ2CxFoUGA+IVNg1C7JC9kCT3zjBGoFagB3820ab/KgnA2KZsYFcV+sJeNQZIetn0bhprvzXEHoBZHmoawFp127zSxjQgCiuKS6/FNvOk7OhT1Fi/8AJQX3lnGhESrYDYZlbLeFSqAWphTwLp7+zi9IJKkLUuz7/qLTBJgCpUIRBXv3oanPVAb8IbEyejgMxwyk6boGQt/M/HpqxaC7VqKeIQfehhygiUNpXRTfWi1Y/O2CQSAgMoDaerXuK3NQQ1UBKp/KTEGb2Q4BpbDq5CN+Qls1CDzRhEHSK1id1p906CcULMBMggBmx9du9pyYncDWhxS44ZZa0o7UI7cFFMNhnkP0UI4hrwUodxyftN954QYEEyRJNSBB60zjmhwGWyEUD9M2lG8sguUG+fQj/Z7E64t4YSRmE7O/XmByqc4RqIOad+oiTpcrjTAoLhkU8lnxqtThnWoZ2oVFjIc7DwZSOCRADjWF3S4NR6Gw0kpBek0/H6XiuTWawG9XpUv7AYaio0wKQAJ/RqSV7btCaGWFbEknp6M7s5vTBsGVBiUwz2/553WgNaKbH9X9184aOjWXQCaukv1CmziUGhqjYHZqaN6zb1wVogIoMwtag4J2n8o8EQXCokSOrYHcXJwSFJCDCERB1Q1nedw4RFXVJYBAved4HwAvAfU1ioOxHV11NTrgBQVClYYhq5qV8AF7yQmIiZmudvZt2nTyCTF2sCBvfhNO4nRxqCHLuYN+Kk7f5ODxrG0gKkRBMrp1eoc7+HkKBbyGAEff3jvDsa9IxnhdlF9423KGkIBlyHj6Z6xN2DWrtV31Z3k6k/6ex/J/zwga2jtaQ79y4jPznYoML+Bmi2JtWHIooUwn1n4MvZfDqI4ATGjCdhvq6gnfVGIIokUa/grvXASPhzTG7YqT4HZwdGCSNAikJkFT4PXOhStVTAcDNS9VN05KjG3vszA9qzd0wKJVUoGUzSL9NJ20KgEl1YjRq9i4z85aSRHYaCn74/s+apdvocV4LYB2ng68gElZyMErR/e+2Afhg0T/AEIB0LYUTQuPCmKqFB1Y1rkU+WPXbgVQTeh67BcYHWuzjbFGgiCCmua/TXrzgIqgQGVGKcrNz77Dgk+oIKoKiGJqyu4UCqJQNI9h0s/le+bLLUqZCW2+tTfc4FzJ0l6DCsiSHaT7cC4J13gxcti/rvDiPQBJ1UEf6sPv+HKpJTt6bpZILK+fuNR8LT6gJcQrO8Ie+KlQ6R9M62QTflGzgooUgit6KvVVTEN7zlGj9U2SxHS91f5OUulRiTGsD7LB7OuOoNuOupfYkzvt4G0SYVtMiBE02aOPcjVq6BXWXpAojrjxkm0NEhvf3s/Ggx4LF1iIsAumxjBvegSxbYW2qgJTsDc6J+liIUFjUIMv7HbL/XEYAlTZVXwO2FlDMJDCACDCB1qjM3qNKIVMuBBkCsv4JAnzmvkBTcWdkSBOwHfObZogN10FT6YWUl+R0YYBEFVVoTZdFmQEaCCgm3SQ7uHNnZaxxix1AWWs2YGa++cjR6hH7gFDDyYb5TiwIb4gV0SFbuB7Y8ng6iV6KV6HZ/JonKoMFA/irH6x3Lfo8OgBF6XQf1Rz8MPcBa1gulYpomHTPvDOKpV3YH9AM2v4KmgFcslIGEdQPC+PBQaK1i+v3UH/ACdcFBkgCmKDaSQoHwtuBpagYkShcw+nw84CCaEJ4KTA7A5Y9TjPeBpL2hPhAIv/ADjxmBhA6coiRjHukrcImwd2VOviUlysYcYExCQdwb8F+HmdHHFdEL6wLPFi5nX/AEmI/E4tqqJMACG9sAQ/PHXeLwrEbEbUHs9/eee0RoeWrXQ9Q/jgMCrvRcuFpnz/ADaIWAkAAbARdid5Dl4IuEUCi4dMsCVFyAehHs0xadKh7fJDzZEoRCGMHFXwEPoiKliNIOfBPBjr1zZ1UlKoAl8po/X+OCJDQH1VLCov32vLZr/1GPdQBvz4l4lAsEUVM13uWNY8UEn9lJvtjXxydc+bWEmnKnVZZB7H3gJQZ8EAVH1VSpJ0mHBpTfRw6bEupChhTnYRFDRWAJ59/rqPIGVzRDZqR7Rzo/rgXAs1GsAE7x967/TLNAgQCNAUU2ww75VlgBO7audVT9ZtTltPjsaAteiC+9QRHiFsiX9RYbk6P160ohrzBcxn8ITzs73whgBVlaptiJQ93DDBEhF00EqWEuP3Fc53xBVzpF4PaQU9t6LAhSqPU0T80ESyBOtshAJYDLB27B8NX4vPU+55LVvYkjbH+eKQMqA/ABXcFFyp+8YbADtq5I+VaZkeCGuOlSAYTczpuzlbJuCboSipt6tOxDkbgDOnphI4kf3rbSgpAoEOgs9RtOhr81dMQ33ajr0LoDJZxggVB8hRO+gZoaCk5kjlcUfB/SPzRzmTKAHoafVkWDsV/pImiUvfo6sN3z95ZTanyIlLNWPXUH844Rje8QTafwqGH8S8lwRA0wyCGlFk9irwvgCUOnQN71E7oX3EDTsnuTFalwssgXxGkVI9zErHe9/cOAHFEgeofVzrPg54oaRqiRBzNN/krY8UqJAChgRz9Ye/CDbJi9o+Gqp/ITr3kSjWA62sJ6Qw1s0vAKDxYaBTvXh3qdHuoEiCKJ1KUEu88Bg6wAt8jpWm04vvYdrX+SkOWZ5nAtFTtJqmfY4nWN7eEoBQuwbAg6qHfQB20muIJ12gMo6aBorvXFAVuhmiAAAt18myuPvmPuwqXvujPOdP/THZ/J/zzBsKRjR6NQQAtZzESYGGFuhRP4vfV4utGVQlDVBoKPTDzgeN9iIsOwEAl6H3OMETiiqd8w1xfPmsyGtZVFL/AGPsXHd4qh6TrBVmABUKv3rgKjMCndtqGVTrIVJxVFHotenkz4etLN9ZgCQoxMq5BxA1beQACGIWCHEFpXan5wJ6wZACKJhkFSRg8JBNTOnZEQuLkD7SfSXdZwvnUXd2tOVG8Aa1QANq6ISd3zmyoyE1roA638sc64dUNhQGnfuJUUNrf5BgUMdDQz3VgZ96ODgb1BHaMToH4eHBKD8hVB8dGaduo8VQtllQCx+AufVfnCD7Yy34j2rTrL1xkAEBIEqhJCQr/C7wIVWDzqIdh2zCQte9AQ3D6G0qAQiXcfreKBSy2pAFgd0wJ9aBwFlA2pU20NsXPYMnFxiGdQmBRYNWX8O+nIwLGi/GHq6O6b3yoB0DLio46CGDP3jIAlVxrAvmsmApnBKEFn5DFfTt/wDrg31UJoCrM/Iw9wXy8sak0FdTVffwmpFs4ERrSL5jIBpM8VtXkRDO1KiLromgPROyHCg+oag+qudrBM4AEAuJSmKzzrx7PHkBUImPQoH+yPlEqs4oJIQh4IRdsEFDf7WoqSUZCj6wrn4abwfCCNXRn9qHPv8APFk4A4zGgfbYzr+uQDCMD16EvuEP8m8LRGjWfQjwBFqfsxCA01ND+h2B6IY/IfgI8bofjymD2Haf28RokASoQAF/Co2MnXIBXZhfKepgFyqMs4iB4mlqKIEyiA93pzphjVAYNDQ6Eb+OnlTMYwU7/wDarOuaIpgAdmlchplpjzh0YV/BYRAjr1epHrgBnpPIWwTSjOptvGgJQlbMKETC+twedPkaVVekdEd+XeVqBKa4odDSsfk/XhA2shIVR/DCutnhxk1nCrmhiZD+h+9jqBTcVmFZG7tBW1bxpKJD+V/OZOAM9/uAX+3/AKQqH1nGYLaMQoF/mwJ1fF4cHUlZpwh2auToTrhuqdBLVmyIRDW12ycGoAQarFjJaBXW9S6Igup2z3cwdh03XlQqh2YPbQ8zKx9OGbnEwF8WhlWhUQ14FdvZB0BjITwO1+DxrqKJlNErOmMbNek4gYWJ9B9Y0Zj1pwtROmNk6Tt8frvvGIsQH1GRVxRMcvvEZPQiAo9QKMXYkLwm8zQwUkbIIu6MreC3GSe0bCv3Mcv3habMaQjtwPqdp3zp0wtjToG9M07DdOGSKwajBUvczS9TkdKaXHQI9QajnTo4axBB21WNNv6sJHKqro4dGiHudtXs94AwFRRHszd/iv0X4cIBgxNOzvIC/Cvs954YGjABofFaJsd944ABZxcEXN9F17B3g20ICVagGGrX9c6a5ALkTYF0vRjdHEwEBRGjsDSG6mL/AINiVHWMaq6yJFzNIcU1Y2aCiPiKr/BA4alcETsoUchqvfRMOIR3EddUJzTDUTrwvEnyVNgsZdodzp3R03BiEoChcsj+5/IdtMPRVUUZB0Z3mTbuNcawKMUwncJBbpxY0LUieSm3R0J0G8giC1wgX6pTdGO3ljBQZ/DQPQG+klBOIWnDsMCBv/L0D+cQJqztEhjfz74ri8LIKMR8Yf1sj/TjW2iLh0Gin8ptxnGwSQGMAQ/UyxyH6vIBgSVzSPN8S9HS7xRAVEtCMV/Wize/54tB2ABsPoIxaPH7xSCxIwVFQCMrdth85svriCPWE6tm50+aoVO7i6kVNizpUX14gMBTU83j1t7qfWcSJEA+K+X1Q/0ziXxB/Oyne5QP1KdINCI9ASiTts0zcQvBGAg9CAB410nVka8yFihmhBHyUqnT1HObgIABgMgJ4CSZ1esZTMO18ArDqPTuvk1wFghnSi9/ZPh68DApVAlBnSGglOlPeAtGAQaVjD7R+SNKcF4qra4iVMpb8fPv/SMdn8n/ADyV3pbipYDjU06QwXgEVIdSNMk8oNUP44+IOtTqyKIAju9s9LSSMIjdfd+Ckm4x3inWuKmEO5GQB9O6BxhCotNIYzfHCWYZLx6ALwEuNb/LP6ZRVpaFijCnrpDpLpP04f1RhpRIm1MSXYrxRHFDWGjp8E87e4cJkkGNNaLuD6fW3g6dRmKs/vrrvabxByQ4IAgRJpP4RLVTGwxrLNAVaFKtnDZygUIZEGWsMvadqsYgcH01VW7fmvFbBtYlPgAMDG0VoziCikhHrAN1UsfBtvCGQUVD0Aseied4cTNxbBcuwj8OiunXLGo3ZGAYOSV/pVwedoQAFKLt78fSTScDoZUAhKRfRN9d8eUif2/ZJELZFAfnKahgPQQFwMSjKnBFyai+0zWH0/oYePgjCU/svb5IiReI/kdFBRHRRS1d3lVSAAQpA1gEgyv0AYRB+gZAde6etUHQ5pDcKGl3flC3zHnlLgx76YPp1D/geRC4tDIw0ua/fDw58UYEkpMaHxe5mSh1eQEIa/IHU0Hhz+RcgBgJk1Pn7vM0SKC6IYJfd7CVeMSsEsEEDqKLc3PXgJFsSBAC3MZE0Hp4IzdYdIgjm16A/byf9CVlVILCVnZ8jxAQkem/+dhfezJwwcKKMAD/AHR15vIliWVhi4eDAhhW8FGhQ0MBw2Rl3XpzgIEiK+RyMFq96njweIt0ArUFqed96WYQ52ERUAU189YlTv7NoAKUWiNb1MdavZOQqaNUN6CxMIv3Weccopo2ZHR/AMHNC98CBKhJsQPXsX+DgXEDaQDR1FimPg4IrMXoVBGCLu9CgBOMHAodnS2dL2AXs8zjRqK9Jo3wdY08G8MIGPQEPD/YfKnXhugG/oKiGK+PmMmcSO8jaxC0vdFSnUCM4IiuCNisLPglJehbeAcsnuRjn7CXevN5QSwf0NNphRN0PJwu5oT/AAT/ALP/AB5/1CB8T6IH3oivkfpeB3AOl6HQnurQCMbxIRRUqo5TfpsFrDvTlWlIJCQDWWuRj1y3fQCfRg9grkGTnSKkH0XHKH/7vWc1X6IwcRPivVCau8p7KwyqBjA17j32MHihIQVCiyvcGB2b3pmBUbjAEltoz/L/ACy7GaYWoP4SHDT3lmk8Who30eh+1w4HgW9DBG0ZWKO4mnYBKBpdFTME+RaAsLYGqBcF1df7TvpGmaVwGBQ5cyjzcqBBqEMIUUXqHOUikowVV3V+QbnIscpmCIQWMBnYnbvEe4yapF2pAuSp/HCEpZ+IWDUlb47JvDVGAQ2beT4H/jyciaBxDD5HquporbzudQSlMQWu7S584FhZnc7GG6dl/j7xnhRGqoEXL8LkztcoR7xOrIjz0cd4XIl0sBS3cI/d7kxRThUwqsXP+CfDgnU0CrQmtp17D+TBOUBW+KEPRGPAgxvBoAIv8kr9QD93G9bGYXvsQTWYYJ+M648UBqFgIugCpsvIgQ0RDAAQyaT+v5dE0Wbumn+WF/HjQ4fVw7D3GGc8HvYq9uvIS9UrW8CNVUtCYr0hImCD44RAAEZiIFHrvyP98DQmQ7CKrC9Hw8ycDrbP0sP3W/eiWc3agQEQ7uKLXjkO+IqCn6R+RfRphkxnCUAhrJVBT9j1fvhxlRa5vyD+gTD6uU+/+/8AqcEvmH8Erb2yz9x4nSGB+qMIBX5pxImDxalJPiJSPXWE5dEQUX0oj4A/41mXnlHWG+IN/FYfw/nFeEBK3eh9iu270cpgR6HbUd50okHvekoVRwGiAvkaCLJj0bO5nYXWKMPMln51y9tKJ+OA0+EJkvnAqwLqKGkiiwZg2vzdgiFT6k3Dohr1buHCRqNYLKFIB3Bhf8HHuNLS6BAR6vaftmXifyg61MAy+mQU8eEOL60sTRnxRIQh/wBRUBUMSFNXcej3+dcysOqzroB7ZkMxh2iQJUXSwL0jT/W98HApSMQF+m230lLNAcrU4mxoZkt9dd2GjtBAAr0owD3K9Ee+EFIiEH36J0B8Wp0wDQxgm9jjOzudSOlU4NaXtSlNoFBfrJnIA89t6uDpBZ/K98yChCJOjV/oO/L6camaGiIQI/kG/nAXLalOiDwj5J14WAaG5IRJNL7319nDGElUaTva5GBSunRbg4BAtlgztLln6rtbWQKaorp0diSpvKRiK0wA4lVPq/OQqygrzK5CB2CwvK8TYp/s8NDv+feJNRoj9Wfzbu2u981/aIXTA3e9htbOrDBhXESlFgkoVuJN6Ti2QtLF0NZKgdAAt5MiECmgr4UDWlFoTnSwL/YBEmhetkN4cRUOl7o+9g1yxO+ImUJLpq+Gdf2dHiCigZopge2r3ND4Y4mhCk6kRb4/gyGDStxqK6oUazCbn8eCUX3WUu/+QGdcKqBZLaM7R2O9euXx+XKaRoUF+WxhUTwLugEBqgkIZhy/ayq6VFeqxWsM74YDoB0unq+Oo0Fg+tWxD06pMsslPO8J2AFiWEzF+Y9XgSaMK2H910cKJ82iTToacC+FX4KcFWKrLCk3+rhRJvBm44iAAh10ikTo94R0OV+h0dqeu2SjeKPUfsshYaRp7wB2QUAD+ipG30X2ZPnKOqyKbVoYMpLEKIPJLD7FCenvR16Z6uDNq4NjoOMS4RmFBgPQViAIJXBkiW9u2ODtTSoUQB7txjUOOWfJ/h5Ouey9IWGpjQ1nnC3FFJEkOqhFf1H2segnQGYEPBdb30PAmG6VZUQD3AOSMdcMO1MU9AJmFExTc5ZJBPKmgjOjajv+TL0bB6mtBdNhs6XR4AIvSmfh6MCfTK/OUqKUHGMf/wAV2H5AD1VV2yRPn8a+/eAHSL/Iqr+MT/Hn/UcKdJIQp3NxzBHc5bjEKMoInk2mdjB6tTioIPAE9jQY/wDHkAQIQC7WSJgIx6wK82SAxDUVMg06SIqPB05hvqdZ30I95f5S9IgMeAQB0B08jNvBGYQhKCw/UR9bbyqQgSOi4OktaPi5iApQG4AA79A2bdd5TF6pYHVpSTAeuEl4rhSlMZaeeD/RY8PZxiY6Msuo9qN7tbCqaG0wU6dfb1+JlBAhKLWKjorrJePzDE9gkWSFRwusZyLiFCVD0BC2jfC8uwcCaiwTvcpqEm8By5xFDGTVckSJxshGyv4oMncrJvX9cINqDTHofJr9Ab6EKBEEsCIjFzPzZwkgVNHuDPqoSfL0yznWIdDME2w/qccdAjKFC+12QGl7eUyQs6UhamXPjMZgiiGLWphzDtu9hxDQ9ogrh9NO8wk46/WwFbfcSor322ZxAmm10G0MEco9+bLwiqpShbCbgkKk2nRnBjS/p/M/mnxsiPXJ0LNBUBAHUQm9mjU5VcIhupU3ERcr6eodgiwUtQJfmxptcvjUsDXUR6IDvbR6nGQjhUdcRiRVM6rNhxlCZiDvQwmpbIokc5bIBolsjRJdULPrhcoC8FCEIy5L5XJwpQY7QlFmdtCACLCUYASIehKP753e/eJ1KAJrUNUYFBTe+7OFsKBd7OwNoITxnVympVsMD7UiYmXtJaQGLixaTx7i6Juv8FCn8g6Fevs7n2X7xNE0NIQ69kSM6/fRX5GBK6oO9BC/B9vOswU+wCNO1kFPOGqhnXzoj9yPeSPcr3UvvVv+hwmQMCfgkne/yvAloWL7JOkHe1DqwkATyVLtNRfCMHvDxOZKMpUII1TBOmPSQYvAgPYe1hD9n6Eh0R5IAefn0z+Qq7nzg7kEhMoRqU8OjYBvZSBd1hTo2rnb/PnAF2SrBqbUD/ASNldIZkQOgoDpdUtevac+2W34gs/wg/q+/wDUN4hKyRimMwT/AMLyPBRGmICppr3+r7x5BDQiKInQtffAReLXAY6mAplwSyyGpxAtqq4NIGYQflPetSqDpUvShJZsS9dLzQsNXR3tApugM0x8zgIwiEv0DJIaiV8FhnHQ4goYB1neN3cQ94vAFuIzY+/J0aZfUFdJMD1A0gKdqBf6nKrRwjFjXzpIbKxXgGfoQEBnI/UzoewQJh2jKIDVWLknexcohoWjoP4xmV+5wyChiUGJ0oIaCmbM5U7ObpFxjRiqdQdlvMO+CNKVIbtZPeA5h4AsB79H8k8MSBuFTezmzEY3f5HKOAJOW1qfECZ++cZYfGoxl2J0Ap7g/eMEx520i6owj8a3jmikNAsVV2qB1F+UhW5jRB/BDrhvpiIC6m9Ty/54esG8VIqDdvghp+zjtMREdNffpIdF+ZJ2WAEIQxgC3fzeLFB+ZoCXvL4p+dcimKh00FX8JfF6Vpxl7ZAFVNBQDSmnSb6HqE9WrG1bNNmPfAZPeuWhIY0QN1Py8ColCQUaE/JHo+SmH1qohUUCLBgJd/tF+hy0oIEZekr5q70Kao6OD+URRKj9QJeB6WRwugol0x8YdgIEFAEGKR+dMZqf3xRGkKTR47qp7qfn0At1ZOqtSlk66p5M4kKIhpkSiRq5vUv5xit0BqqYDjppcWebxvtO39GIZdJ7Fb7yRg1DooUPdA+XR4nGyhAqEDwnRb51P15EQDAFrogNxYe+tziUHwDKqV8xqSX+DhDRXQ1qtp2ISenSF4KBXSToXu30KZb3hoG6oViHb+Z39V4rSMaRpIEfFdX+DgidwigqWTDxrXnqTVMSAN1KjX0QHqlcxynaT8AdAXVO8OzhssWk7gZJO1ifATrkFGrR+B8MgXHWucTREhWyA534qM07Z2ArAog2JQWdRJB8fmidaYMY6J86hPB/fGFKphkwa++L8X84IVWe/cb/ACkv/URNcmoCIz0CvYlLOPi6EiFP+Ukg9SD1WSQoAgUiSKo6KPhNwRZVOyRd0qyxR6jxyYqOyzEL31jMc+MBowJbHse+2f57vEZgokBSX2Mb7YRjJMSwUAIroCieq7OEyzgBFMDxDpnu8jiEEo0Bdt/Xfn7wA1Q1jcE3slgS7Xnr8ks6HWhsPs/hiV4Jg1HS2v8APWPJT8L0UdIARliycIEiARMUaiCrup3OMfoFCSb3tS/b1euP/TCYJUqJ1T8+inkbUWBARS6ZGqpJwH+IZaAwEdXTRi1OASlFINKHwKISsI3gPg0EyAanwEi4p11xAu0I9MG/5EYZ/jlQKuQjdnuDT1Q3HjzhYKX0OBnaf2F4TaSb2IF+DT9l7nEwJAnQXAXpi06fXBoMA0wuGOmRodPGacP4BwhMK5UG1TlL+omx0B79jfuUznfOhhjoNtOqb4bxmxI0cdLffLfGcKUWsAyMzEtjvpvnFfSADjQCHgU9Z098O73maFYgrKysHojbAewJ0wra+uf20RL4glUZfvfM2CIKpgrPduoPbhkFRDGXH6lR7ZQX1f7AIyqgN1VjJinbww9Guf8A2AwewDi8ZK6RapCiYxKKZ1X3lqhoBdg0/wCDZ3GcYaBGCpUlCeHbS4OU40OjGmrUUs6W3/DxoYAAUK6KdWkd/M75AEt6eBCkWeQKf+fPWeoutL0xTvxp+FQkRQ0qmkpJ2TtXHgUsgu1Mczo299+HAKSFBTrE3vGAbfOrOY3SpOkALDAHBKpw3mP+Bf8A1f8AngVwTo8DX9wDwrZ7cDERqsRGA11XYDe+CAtUms9qmIdstV7wjKMUKCXvF/8A0WcAgJaDIufoAUZK8EOjoAzQS7alh2qs41tApVLHDoNSroR2cMLEj4so8Mx9jnXGMFQC0EmpbGdBs5ACrsJ2Gzy6jKsbksYfz/mP+rW8DQM6U2kYfDxOAzNQoUVPbMCXRdbwkJnUsWBdfHhN2cCRIgMVD0q++NC+NoNWwZEdxAK3+xvG2gpuKIaJr46qyPJchSLVKlpqFO5E7MGIOkZDHpFRJ5eiSC2BXSFBkH+08l4sEFDGnhiEIUTs41L2LvXoH7kT9785QotdBAFXzwlinRo6CRhYrExen6a2ewVmtTGU7p2QybOVdqv5IFZXISBQgceCM0DBVKdL82BxZIRUGJBA4DY1V44O5ASqIe7NANNhxlQIVXRkzeoYdwnCVKIuoHYlnSnkO+K4ahiqtd/BZornL3MRDtpx9FiDMo98YDgByZAmztoZ4IPKs6YQClVH1DHL1nEgsNYDEq3FL478vEwjWIx+kPAEGeQjxRAgBiTZtVX43r119NJBRRF6V7TI3uc/3/Pf98dQ0BTKQ/nQuV6O+SXiBOgr7+N/4MKFYkXUSKGncVk95Lgb1MqAeJ0Wd4fzzQEAHWbS7rXP7N947UAgtSGTWdjmOuJFwRZB3tvoZfuGxRAkFdqlaShOux44CQCOdICgVjsOnG+8UloEw0mFC/FXz2XnXCjphUQPZ2o/Qv2i1g1Kik6UOvVrep7hTCEWBsAfvhWYxkvDKow34NmnxedTPBzYqJdhmPbRxzA+NIaWAyAAp0Erlp1wgTmJUshXBl2nWnVDMhQREqFk9JgCTM7e/g5fwiV+ieqCdM4FMA9A0WpdAS96c1lSGkSL9dOw7nXrwCSgV1Oi2ZcFbo4dccPel/bY/gz/ACvhzsClqKUDKWCgfyuPEJEMfEECnRiHWse+IsJgUPYIJg9oml6l4Q6hQQsB7gRanbQK8V12blBUWvaGT2jhywqzF6+6H00HTHK8FpRRcUCPeyoXcfx4hU0G4IzPVTfH+eDgXjn3wD0N7Ns7UnYB4ItzqPm9vzgZFKT6C/zt/wCoeAToE7lLRTsfHOZZiaUKAPfYjAmf2cT6lSDagu2FkCX2dPFggisKiE6bYXsqQw53cwDJjBtjTU8lx4CIPlCC0li9vb960oZhI3A0egX0aGM05tthk1JGJTOyb27yCQD78ESItKb+/DiYVNcdjvTEm4i28OPUDKwRX4i/172rmkfJQRlFjUBKf+OEgoYAohhagYc7qeXhbNQQmCG01Fm9r1wM673K6ByAvmvuhRMhMARarR+V0Libymm8ijHo7Sj6YCJBUCSV3CW8BZZ2C+8ePZNMoCmsBLReyZOEKQUsUnxsFfHwdTW0UNYTK9D8Ow8CQRpN9FFwrH0/OWiSrvgfLGzAWbcaHUQDKaovaxdU/Gbxh4b6BEUvdf8Aj84OG6qgMSwNLYl3gp7JYBAYRAsiI+8oWYLoA9l9GwOnz0zN7uTpUKeunMP3gLOYlR1SESYZTNzVZipQ1Gbe9zqBPEUpuEpXZlft88XuPDikRpRETN0uLg+hXiu6BKsQAixXpp5/DyCegMWRW0tymHlTnbNSjpjLWlztP3mikhpE2UZIL83F+1sJQEkiSE2q1f6zl+upGAPeBT0rzULDi4DYgoMPedGve3zkSlL2VRKkYPRpnf2Cx0PokUfqDPTGU3mS0gWqEzroqbJeCFZEWiA29j01c6Opy8NdQMEIqSYw+5vTwXRB8Ihf6Jf4byIaAhIVEe0xb37nMA72JJVlqEsIYMuE5sBGDCIsVnQe/wC5A6GUfGGnZ0NMB64NaNhGZ0Yvsa/L3byd6g29wZ8VEcHXXEKNPQZyHxAl7q2m8giAnaMSo4I0ROglOKVzAfBNG/SAEz+nlNUaqBv0GSGl7EnSMIsalmj18Ot6KHZwCMKjDmHb/J9Szq0uhVK9HmGFRctKAjzJpaBTEAB8Kj914mG7IRsshJt0Aj/XAcAUpOiEv2o99n88EPfa/kl/yOdif9X7kd6keV9p0f8AHCEIw6cPyNQRPTL3Xm1HeQitbuNE8GnXHBqk7fwtpgT7VZ0gIPougaMOkikQJvfFUCqDkoEFiQJbX48c6TK9I9aDIE803j1sY6FSgnpZc/hOJSkG3DXDXYBUd+BykVwwyAAL7Yzt/jjpBlZUgIpe8FkxN3jaANGH0LOnvx7W8FFQAA30T9Wge1r00w+wxMRK/W3Pb2TjRqaAle4tA8E2nR7wiLEiBWdJ9IhJnW4zAwABdBiEy12J93hUEjKdj2ZsZCh3LeQSAwJTUeBCK+5tnB2JAaWAjKNa2FiIhyCIIRLqlNmT/Kt4GElqGsoP6ET+KSA2YBLZg11ov8FEn4RSiVWCIsHpJHFXeJcpJdohIayRm2VLxyMwDD0Acnh8S+PFJzh8CAJ2YDcdpwOmCkJCjq7h25RLDjwsxYaU23wJJ4vEAiClUgvvfmL0nGgCBQ+g7d7mFak+cQNuA/igtVO38J8jxKMHLTb0G7BzrpZu/gtPhoNKddv8vzlfwkhYI69HZPehI0AL0p/U3J8D9k40oVICWwEx7JetGnDuBTrYCSdCtsPW9bSERiQxKL1Zj860jgwSDp0p6tCn8d33OZQqYa11WinpU7L5xsNQCCNgTqGvuXhYNqqgBR+GmNOnHUoNkcygA0976a+9cFGRVQyillVZi5SfeDy2A7MBWTcB66nLapQWdVu7oD/bnKospWdFRQw+A/JHjqnRIDWheus67N+8UBIrCMOwmItiwZouUuNJGrXFX7e77OAEBNL1q/4IP9OzMpuxQRAGVIh72w45cqQy9uOxc/PEnLMARbERFWVurNc8NxgdqZEj4WOBS2t85FwS1vc2hnZQewy9tAHt1QQUYWKL8x764OAARp3/ALFjRO1d5Z5ptE0EXvQi6V7zYYbULAAhCYM+/wAEx2goFmof9WONQ93IA6yfQgbczsz+b/1W1RIX2vFF66/CdnALaUIMFAlr0Sen2clB23sWsQV8jGvXIZCYhoqArJCaeOu6tr2N9egWxUZ1e5y2YAINhFvVsP4DxiIoIoA1i0vtX3rAQmCqXLYAOivquNCc7CTiyClHSYAjaJ3eGkMIwdRibBTHKx15oRELfahgCyDsKe5xfUNDap6eC67/AEZwnm1xSCKP4zFg/FzcSGkEig3AAoSTa8QwSSgXsJFFUOkuA5nV9daMI7SS+zLKzSINpGlPTUuLIhODB1o2hDQzwKIla2jQ3ubCJFROxqP9Y8MCXAUZC6ClR1O04yADAsYRJKGr2un3mSCIlYmg8C1Nplp+PBKvG16rj+cheQtEVUgPBoDpevMeBH0dGChV2pNGK26hwuyoskYQofsH5wjAiLxuAo9YIVPoaPOhiVsolQ38a/3pTjcahZlYDxC3ue+cbcAsVowHg0rOhTxBgggAAjAyQntvgPGIChijFKKvzo7X4pxVQrUtDqbU3D/J2cLNr2tRQPZl6M8PLy1K/wAohWqrPj7P4UuYmn+S+l6fcZ9/iyqnwwXotYPz8kEoogx5HhaDWes4gIKIRg9jf4N6Jb8vGaoCOFtnsHBzRv8AKvHSsgoXTkc/yb7xaAica91h/CxzOWhZS4ClLr0kll/A4lYWrAkIIWr59r3wDXemQYAP8QvVW8SMGhDmih+ppP09pxILELVDMTYUQk9OAaPnprCRqWun+OAk+MkYI7RTJn428WKuBGI4+Fre/wDAYxnSaQAAXY3GKLX3dD6Q7Khfmu/J8407TZXIT0m9515wSlkCrNKxpIh9Dp4ZUhxjaYKN7ROycje4DpT1uig2/CHHkClLqQbBn59Hzg5QEENCo3Bnq2Hc7RlKAqovZY6akNN5GkJkPQwnaX+Zt5Mk1KIxPhkoUe9mHCaFDhij3Sb9vDviFn/UY6UHpOkjJqr8e9O1BC3C2Y7Heyv2qs4vihSjrBRxKeV3qcxgQGDWDWZNFYtHiIrFUsAU5HfSLLTXKAAo7tfIwkTQIxRvAgTi/RCiUiFUvpvc0DUaZXh8Fk2mPRx2YijH5gB2ke/i9EnIafJDpk1pRYJeOdkCUDyhS9JZlvXI4jUAWHpflpcxTvU0QpbRxU07Um0/eOsIbMQY769t/wDHFx4J6qTp4Ic+DbxsrIQGjQpAXs17Us4KFV66dCMgQgb3Xju4AKgKDhQS0fg53gNpVblW49z+SXhNF1pFrAowgBVIHhyS3oIwUb+IPFYLvQhECKDJ2AFcoJwAKZwJEBc0kf3J1EUhcT2AABesIbocKGGQwakToZ1DF/E6piBKKIVDwrX2rvBhNQ8ovHn3fb7ycaCwbiQwjVlJO1beMRgwVAQaalwg22G8PcEtHpEDsFKW9bK/IU0UAgvQUFxym8PHQbaMJFmqFgEGHABrI4B7AQnq/Nx9W6dDE7UToPsxs7OWF6QC0aAS/wDkLTZxW5SJeor6mmeYZaR5UzHOuuhtvfrp2gAMB8IUr/Kmi9ec7FAArhUL3FJh+n45pL6CQxCvaad/4Nenlc2VAmi026KYZwEJ56HFSENiPdQeuVBjU1Rdob4HskdOWt1gNLhB1anS/tyvGEA+AVQD7asn+dOITDI7WgIz+h89+ccF4mqA9AiNU+dd4CaUKzgkPmIj2XKjxMm7wlTSmWBVe3lvso2UAWJj7fZ9xAF09OHCC6wXHseaAI7U6Va9dFU7h1yAgqCI5EB9Dbj8ZzDsgYBasraV3S4ccFs8bsqNP4RwPJzVZQhQgsBIunv+uEMQYFi4D4YV/pvCrqqEgdJJQXyrO+N/ErMWFwMx9TpSoPwuCAaEbXVktEnGaBEJgMZDrBX6+HAaAV18M37NHdqb3wQ/+T/s6/gz8/6l8sKm8fm5a71RK8N6UMBFAE1MitdPnHi8sETQfszRZ63OHQQi5YxDE2sQ9n7XghEFgVTKs7WpLb08VZgwO+oQi4b0alVdJfEIzFA1FBzxKQs4DTh7I9+lCGpR7dsh1AFLgASdr1P98akelXRS3GoppBl7OB7W7ZVmAIWL253OZkCEF087uQUgUwnBkAQSHZwO6bj3icBzsBq1YSicBe9SYdgsFCwCKgiWL2XLbk4gILAcMMdWl6e6mYZ2JYIwo61f0xpNgAwlQ4AEOmQENgq8hUJL5YRFXR2inIrRBilESNh6Ue+I8UwYBcgMNKVehC8U/idBabUVlBbVt481RW5tKsBGO6kdcAaYENAEtJEHQJTtzrdIg0wyRwCg3X3iBsLAZQ0h96/riIKV+MQDuiLpUemPPrIXWhc7o9CuZOBlESYqFWdNwuvf0polsEdQCGEPlTTlMaisczVFD2nz+ODhsIiaqFvSm/xeuAQEdQCIxiYu1CedvKQkIDrpjICYHkThRG74dU3uwqO/1s4gGIi2rD0n5AP+fRdylMhmy5Y91DC9nkCXRFDEMhp1pXvgTiaV1NRuVwIrmqnAtF9NYNSAWi+/A51QEPkPpfQVbbA94AArQkM0OwC3Mlj3HpM9pNoTGve/38Hh2jCdoI2gS0O7j0pRCpetjV48oJ30PS0wUQDMXx/GAEn+XgCJgAWjCi+MAuZBOMg5EWx7VRNLOm1wvGyMyLpBKOrRh/Denj0alNK6LW2B5s64xAbAU6Kq+E9dw8xudNNtQGGbElJ2Ps4y1UAjCN7at0WEtsZRtAHVKfOxp5O8yHI9qED9K26ixc8cnXEiAqlEpc7vjovgxhCFlojCDXs7v7F4FyEQxFnzjETG3HJwAqiRCgCAVexg9S5byRHKQjqSho3ouZ1s0IFWXBmqNzwAQPpSuthEsCSFIoApTezkwhbmbnQPuU7vYf8AUET/AN8PJ8P8c/gzrv8AP38P8HzkIC9ynXR/rA3s/OFlIJc1n/8AD/8A3gm4UhDA/js1/jFDi6oVEGD/AAyWv4v7ztiCBWFXfe438TchiFNJhNOu/bB813jqggg8CKQ+F8f64vKoGkpl2e29ZR6F4ol6JiGKbPt+P5vOoUY1giqQdZSj8vApVNAAuJ5+JN77u8hAMRm4hm9ror49XmbNRhIjr7YT0e6VIJQPe7fMVRcCr3I8i0EqIhA+P8g6W8DBamdwViOEWhaNR53xIcSCEVhSkClOisQJgWcEKXKmHp1HhUJGCKCAR5QZGe3hQiBfGjSIFUgWOxNWNdgGH5iKnuiPFrLAiKQc0LGtzEROgNHtNAblSqYo6OKotKHcVF/YC/t5RqkRhvq/l66WM84PbWGmKWreos67OKJsKWGCEP8AP8/zAxAUoNVEg4VKN+fHiysgrp2IXqWO+vzmHNoPQFvWF8CItxEpgIOAEHMfMWvvA2ANKWQubIQyZD2Ed3SB4Si2uj/4XmRRS2nSpHfRHvLuhHo9GFQqeYQoOghNbwpRUJYBKVhH6R63hAFCdB6Imf0FNhX7eJG0hrRp5wwgejuenIqVN+iypFWUrD84hCaSxFNh3dl/betgyIK9NQUeg9nl/gJFDWhEVClrii7HEjgFsAbGuKT5NxdlDetaqlX1SOjJfrPjOBesQkjNf5UVb0z7yQVqmKBpSTXHfV65Tfml8c6/euvi8QnQvx33+nlP4/eB6HgR3AOl9mvd268SFg9BHiZLG/XRN5LiKU8/k/JJ/wCn/wDkPX/2f/R/6vK/X/P/AL8P8cRUX9+Zm35eveCEY2Mnn/0f8dcLik+FMFeNv/Bl74iwQSRFYffoBD+T94PGRDCoQL2Sg5/+8UiMRMwiOD1t35PnIIhkHRAIf49/734O717/AOnAhAiA/wAYS/0cAIE6ifgf+H/48Agh/wDn/wBH/wDuiLQPop7+BXe+jvsRn8asHad5v+esWQoUVnL2kMXRl/USrMnap/kDQxQzONCsCohppVFIxbZ48sd4VoC0KQJwCqvt4sRRdKUEElVA1Eld7tsCFIgr62Yoo/OKgVdMBAXtEMECcBbHsd7RCxjsI8arQEfTtpu2Ut1prQYp5W2BDfK+6y/3s/a3ze8+VxFZ5wKVKdDxu/IiC/b2cKzp1JARXphSQh706WLp4sNKfvfWdjeJNiwd9wTCzwXC9866J0QMFA2yv+os4oUiBEBsdGE7mk+is0HViFxacxJibzGKFAnSn1j2a9fG8shCkfYEemup9ef3aRDSAL1KBBnfXdBZDPvpX8FDrNfk4mG4Yqh0W9i7GR9mcUAh+SqQhsfxrJd7U7enABw1tbi7VdrCwyAR0gqf09dau82aGrfhsJ4IKXtZyd9gOgVTcxMC967eIxIAWzCA7xs+B414RVko+aLeu0J/rgSwlCX0xT6Uf+r9H/3/APP+fr//ANy8xxBF0Vwfg4KoAOoGilegI1Tf3k9ZcqiE6LFjpr0eJuj236gJASlvQgk5q9AfW4SfFOk1w7BapEB6GDBEK7j949E5bUgj0mj/ALFgVDGuhIFgNxdRWpTg6K1LXQGgaEwqOu8YEhW1YiqRUCFdZAuUWjQIKahehiHhkRc6j/jQ/wCD/fAltZNfHrMpf5p1OUltaOLKDpuXKt4wA2hUCaXQTAfmPC0U6qPWxVn0ze1JwpVICOREPV0AZNr+q/YMwGIKGtDHNpO+BegEUCE3qP0dqakoKJyyvwEOyCj6cwOLOhhRpSFfcF7PJySOEMRRD/C++X7w6BG6BLDrmhPp8OJJwRBqdH4gr+lHx5rgpBquzoWjbaqCBx8LRSwQACZ9PNdOuBbKiHQhifDUgW3vIQFlEaBE7MyGyHXGfemWtc4wGzXd0edHUmpVhwahQpJ11xDoPUr4V42loq2w3gJQwRJFj/Zl5IiRIv2Kv+J/z/8ACdCVE6yse7YK9PUnLoUFmy7qElkU0icLdsCpVToeojtbYtKgXEIgei+VixvMskNqCRXCiIXK9cWEiSkCDVXE0G9ZC8wwQoKCGruFM0Dp3lBVoWhaViCT0aqvCQhWGVHqQFDJpgdai8VuymorAHa5vrpFUNQD8mSmaz7Agd7D9GKZ6P75XgWGxTDB7lPxybeEnMAnocHuQQHV85NGNBoakWncSbgmVDliyZI6r0MF7IwTfep+/MGCHRsMNPmclptkD3ETFNALs0o8Y4QTFXFmbZCxU12BySdBMgLAWECJa4vwCwBT26Aa3qKhioZHlHgTDbqfyAfyvDEFF72YBj9BmoQTpITgG1FZaQrT8AUBXIUABcUUAQd6Aw/nAMAJMQQeArZ4/cuzqTGoNtqwJmhfU49ZFDewaopWddCPfEutQXVaz0BXEHvATUPTsTWy2iCB0jREgKkxhHQNXBxgfxyly3OdCQvd1+flvAGX1/lb/wAP/hLKFlT18P7p/wA8Sq9gVxigMxEfl28AviMRCicC01+rRoTxBvRUFofIQQ4NfbYw0Rj0FD14k4xaFQ7QntqGR/Pxw5sEkFoUu0JfB7xwRJQw2lOs6E3hkEUFAN+hbhR1/JETrkDUsFnZbNwHi39sOmBamjgCzO9eAh3FbeiU8BJdl+jykoqXwgo/dQSS56kLAAT0QqxPCZUlPb0BQjuNIAYUxTC+zSELYUF7UZJAxaDp3tRQxoYFKkkdnd+nMMiBexOgu/p3BeCAMjMCP89Hur09dzckCSgdVyZ9Ngsq8qldRqlAh5C/qGSvEDoE7ehxXNk/D7yyQqyoIgkTIlp2sh8gQqTOCU34mJ37wa/AK7miHph+k7nIOf30IDSXwtsr6cMgYCUBYj5oW+0vXFEBp+qBcnXz/TnHRIA8V6pn0PafrkcQLtbBTSq5Fp9eC7MUqOF+fQr4pGnDQxLS3F3SYqj7XP8AeP8A4RChRCg8AXv8rodzzjEronZH09qwDvHocaomuYycCIFNhVsURoQFY6BH8aSNlnB6bNgoIm7AKbafyU9AKqkL0dWlJMycWh3B8Z+3RInZ85E5oVLSEmDfdE7RV5A4QHBFFBYWNkketAgpE0O00IzegSpaa2gcifAkpy8YXbR1p1I0LfwHjcPYWFACssHp6x+8DLhdIFEIor+NEScvCQkERinNt9Z27a1Fjvt8LdzHOv8AXLECox1CGTpiZ4JrJrIyE1TDVUA7Ls65NxXLjRBaSQGEImcupTpqdJwuGt/ySHMKVR+SHx2PlqwrxuSyddCQ/gStn7s5V63WEYCA2kTo66hY5UMKq0vg8sTdrjxIRB2Ornpf7ubkePgI5HZdHXVw07MVixIBX6WuSerpnH9HGVUsr13Smyh28FySQAjAmgx+SRLeb6XDDbUJJAJMgF74fkgUa1FHuFD+CjAoPWl7aMHzFmDn/LrL7q//AAkQkoJN2hmb1/j+eFJgSkQCld4TrdXOPREC9QkOqK1438bqqLtAYq8eycfxW2iBOOqxhKLDgqmCDcqCqIkVeoZKcxhDUKeSjt/o65vGEg5PlO4IsAiIhoGFbTAQVDQCKG1CuOyFQpWAI3rvzKPRnH7zqh2g9HULnUe3ITfvvSEBfuP/ALvFaqNmUUu9JEz0PnRo47Glb8USrAqW2cPFX0VnRi56TQvbrmDhAIL7tvhNO1SSOfAiaaZABEjVds84coQGPUGmq2t/JlziE1RXoKlg2mq6vvGz0GSsRQQYixKrqZx0nDVURJCUPA2z/hIMAyL2nWZg3PLwA5mGYoEPWNMcUbeFRNKUkYjZidjp9pwRkYFA7sRPiKD01zgSFoRQE8D1iPseZAcB1aqZs88LU7R5ECCqW2VHVRKX2HOSirmKY7OBv5Nk/b2vqn7prMFXutI0LBDaa+Cdp6M6GfzOKIId6TRq9A/kfhHRnSd+1RP/AIQZ9RB9/l49P7eLPxXVJQ7+g6TPxw6qaGZgbF8D15+PE0SJRIILBKKjFfcO/r/5nZd6l/Z5yqpJZUShkiijZZtQSB2SBVqFbCAz/J1YuwsIIJBrqglk5ZMbKmcaonqCqgte2mXf2MRQbjGuq5oVQf0oIiUYjaZJnGuJZvvaMlB/474Ow4BmVwcrTca9cg6UgncadfKkB0F7zhVeq0KyC4Paaff54EE4ivwh/lo2AB64vK7AaEhK7fQgdafOnpFddoIe+kDWX++MigQC+oHcohFWXepzAhPgb6P6rUG3pvEITbuegqn9b89+CMzZapUWjNDZm594g0pgKk/whRa1+DkDdmgxVTPLf5bl4x1pAIqUU/YjPIHvCoCnYWsg01h3cV850Do/hUHpU+Cl+RryFPWJCtLKyUKHSfXDujoFRhblJYor7h84CsIIRCwDIY+ZqTiHREMx1a+bt+/vHWWf4tF+F++8733P8Ef7q9+B/wDCAXUJ73Ef/Bf2HABIKHPULLp29ab6xovZHuGCe4PnTZw9tQvVLMtamQknweDAGDrIVSKLMoTVeGOemKp7gDQbE4aEiNXWUJj0r9czhlA75IMCIAQ7d6zlBJiWVAK37MQIxS82Ucyx0BHpX9Lnzl+kLkAl6dej4LWnEMtQDQqrplkzaOzKgVldlDYNULhk6ycAQ9iPjoOP3XDt3yCbAUp4p0dDt6r85a1VskHGpFGzL394bQEAEHtD6CCPVzJa9e+kTsBRidBrOho2OhEboUmnxFQobf4J9GiULNhU6b0vn9vKLJUzoExfSnXWvpSujXJ8Xf8ACt8esJl4iBXVb+AqdFW5yDYgaumHb6DGF994paIaGxbSO2v51L0teGYdMMz5qrN6w4gUoFJvSdWdYADRl4mYItI0k3IhdYIHjx4khSXGuFXKFjnmByCsG670Oxl6Py7rXlEhgPqpOvzXrpe3gRiBXaJPwRUv8H8//C4zJ9D8bT4/P98ROIFAoMMRSM0bw2zAE2A1FRRgzwX6YQjFTUdAJOuNhZsWJHfg9mpjYciAAVtoGDewBfw0ROAhsiJqVwvW3TGBNnI4C6BKCTSYfnevAnsbQKGZIDQFLb1dMQgYRtC6RFU4kjVPFVBIBVi51OocPYEtftk/mBuY7nEQpQ0tPoGrCdb+cjiESCI5BRLndOp3LxgtqRw6CpsJ11IpheXglE1dAsfq0Yd7NSz0C3Rm7UdnbRc5jCYjLXZr63zISOckAhIOqht7wWS588RJDD1EVdmwd1EozatUg1M1Mf7CT9OuEdJCMQqJQ9LuBWmThCFbjMbrcOxPPhy1qRGNTsilHTiFzziiQYJRN29dLDtTr3gjS0Vt7Aj16K4ZfyFGrsOxSphA/l6tJJCB+CDv1Cspqnt5IyoHekE5Fu30yF3l6HVIpSKhjogoFx+8UpDR2CP6Nz3P3iZjYAAxY+DEr+X8qFc2WeQffqM763f/AIQN65gat/8AAv4T5wtWIRKEZbNF1/0s41mQDgtdoeIe8EnjNcaoHg/HVq2VrvQLpLoKpHgERqbQBrYemX43hEHg+MCQDWjemJYcoGSDjdLoUKIA3iDoMq2RsDRKpBvPuYTMeg+KTse4ABEbSGQlLVIe+gMwsD4T0VLrZDpb5y+hYQy2Msg6AcQaHDIfMLjqBPdqoNs7DjzWMBJ3FaDXOrpinHQiCAU1XMRT3vriuqcxZChpHQdnplUiqBqByFCRWeRbOngwcGmoWhC+WDqpnpxJC4QEBFZ21PJ3sOWl+SKEI2nYdSF10k6Ck1ZGz0hDOl04WFFoBAssUXw9vtJZEwgAK9aH3t368EmXDRbAPup0uFeuQuFXJQjCJuj4iT5xQFnr8PifHr42o7xEUMyjGmvwKwzLeXkSKe0VRqAisGJuDx8yclEBAnalTZuL1RNFVOiET7X61vjx1v8AJFr/AKRf7OGFOlRnYbZ+mXf5/wDhKrQlFfR78RayjI7y8zFqdD2UYex0C7wWwZIcSojgrJo84Dg0HpFIRAQQ6Gvi8L3JsUuxnrAVjc44hkRKGShGRFVzZeXTWjDEhpfZ8+ts8AgBwhURKJpyw4jaiMW0zDfoIY5Y8fUI0SKRFrYpM6ePFSiCXRh2jIFNctV0OAdqum0n5v67/niEpJTsa0AMxHHex54+BSmrAKIGVJ6e+JhBMYsyRHuOkOr8vGXhXoWkh5Kp+s5jhhGir9HiUdW3TaKZ1yjHsL6BNTTycNHBDiddvak0+L13x81qwiKKx0o+WnNzW2NVQ9+JeoGZs5lrvTBf8LBtj3+8oZIjCupc6DP46WsyeR+hpCFr5XAAvfL4wYzZEWetT/O5ywldYqaO33QvYHSI3ze1nU1c7wL/ABNVUQgidKmisejD29nAu04YUglDomo9f7uMMWLZfVIzQRF9ZzogQ1/DXpJpd16rx3dDbttH8Hz7+8YgJev3Ev8Ayf8AwmRoq+rp7+X7/DOVkC6Z0QfMUmjis+8Roi7Rbs0qzHZfDODpshQZEQAKZLDx646YAZBmJ4qqW/MfVKyMFYo54Le9zJ7piFwFtleBNPuuBNLZkDBdCsGPyYQtqcZEBGxgH8Kmq5Wy9G4HwRwV9rWEIYdl5ipBAaxt3K6shwnbwclG5dDoyhaojnAeLYFau2LQAdkvMgAROgxm9jQc8/eOrTpTKtTSeRNduM5OFKB6Vww3MXf65iKFB7+lHCEhh5+mAhOzhn96b/o4TuwZDZ0XYBOvTi9METR87MtB/iyvfHB1eqhK7iZ2BJPapuMwFDFSgi9fxl5vmDXqEp+D8337wlp0IxCAoSfz6m7w7QNCd52kTHnjnFAVmJWU3udvXDFFAigN/D1jn8cJWAEUxHZHe/f3xeJi6jVEFCm9CMp+/nAVRABFj0OdbOtm4QswUkSgOP7fsl6rwesWPjoPR3p/KfvCWMpFla67ab/P/wDyf//EACoRAQEBAAMBAAICAgEFAQADAAERIQAxQVFhcYGRobEgMFDB0fDhEEDx/9oACAEDAQE/EP8Ah3gVB9UEv6VMeD2VGMDNB7Y71vXOtEKFZvZhb6he0vVOasEYIO4ilp3Xfn848r4aKEfCat8eVvUE+ajQzs/Dz5vJdh16OML/AJc7n98t0XXcWvTe4+JSfvHNaBADBF+i5qJHR4EpKX7+XV6i7/fG0NgABVQmvZH71wOMWqQYMJB/B6eh++evZBHuJZmwd/I+cCbxT7UQwKjGz+O3kjHSky/Br6EU0n7TKh07DFAd6pU1gy98ImGvjjwGze8k/PHggmknkr5V8HI81AodNduYTfT5D+TEwoCs1FJfqe+3x4a4nTjGRN+r5iS+8QkrAVbRVb0dmAbdNKQEAMY0aO+iG51aGD0GK9DH6GIzdKdfXpEBVxJEPTmN/wBrQUKBBYMoAe17h/fDp1Ct66Bu7Qp6hCvIw6d+NX0WoX1LucXl1kALvz177HktcsAymm1ZcPp3f0NIAPigzTDjUqx9+BONioKcAHb9z2iTLwKQkKI/tc7xkZ3yb3CXAiveCNF+TtxLVExbiAT037lL6cFTv+w+Z35S+7+NE5UnYCu5dZVnU/jgoJkrSkBPPt/93g6UWENOj4665nhfUYUDjShvhW49mX+uQGIEJ2/KXzo3UJ3wFp1QBXw0H8nb/wC+CwBdIOudHvf3zkAJ1o/2y+Md+ebMnCoCu0R2l0D1I3k22J0KtHZgH7eePJg0pAwFOsbL3h5nDaKfYA6C9YW5r+Pqi0A4wb6QSLVN8njy9AH8Aka7mVKpp3OH3SXsQx2mMX3/APdhKkqNLOmojWbYVnTaEddHaV/9v7vzhclJgFpBrGa/O730CQWaKM9+8UqjpP7xTmIoAFN3U7aZnfMYsEUmqAKs2kc7OJFO4p/0zEWLqMcD/lf1NryqNqOUKIg1pquTv3iwipEMaoTPX4PvnLUGo1O2Aoq90p7vvEFEVhFqNL2GClPkXTXSA7QNAG7KZBHq9DzQ4FINd6yex9nv54GtEgkPwVKfFe+ydN5UQvrHBX6mhL6dCcSC9NW1I/BQNc6+ci8vFwUqRNhGx2mcWoIP6wM9top2InMz8Ncw6lAKyGbLrUCrsjhtXVrk++uDASrRvZNVkGWZrC3EpP4FwCK9MDJc37FAsFO+9TIkAOp4fXnlKT6LFG2WpClHrwEEYIxmnTRcV+L21x5LABaWW8eoQD0W7yasTTFLm52rBIeyJNSFhqRqswj69rnJcFNUbRSOvcmedOcfT0OlFHswO9KunXIzrH0ao8GHSaf3zYRwmL4fhn8jy7z6osAYRnivSXZhpx79gdJkPQYFwIqb2hoiUJHTt+V8wmm8XBPZFUVn3p3IF3jIpGNAYH2i9N7MpxTwpSDBKP4Xb1knFArsBxCi9QwMAys4BWZiIIJK4AB1/jhQLCFln4E1UgWduCwMaouqhFYiAUkVAnXBJBSojSWsxRe/5MnJZZe8KGkmTEatRrcAumrToVRujzIMdwkFB7CIQHYyl7TBZqKhQw2i3v8AQltf7KwSJqKduq/xn5Tai52V87n5lyves4aFLdDpsHxRqnX6R+4dQ2A9lhh6tes4QwVAV0KH6QEn3inLYF6RH9U8dz7xoCIRb40J0/m+TrvShogDHakTEy6PwRs4FrXuibYQ9ZoOCdOcND2AjDMpaotg8wfODxImP8MRBBL+u+FoFhkkgsH+n73Y8ojWCdBSP4Gj8fNrCBgdVxR0dz8TfewtwmqETc+3Y/VO5waIMKaggxIJkcjzs/t/3/0/lVpfd0/weBZDtZrDNDbG/NPGNUwwmIIE3EAk+hxH6ASiKh+9I/24TRigCCZjEFoTcP47q8KoekneL0r0dqnu/ThJJjrIYW2B4y0qsc5QFa4Wyomv/wAOjrjmvgjAGMd7o97POUQmQvUA/wBwRaYfOGRs972Zruw06sL1yqrUL37MO5mZeXIU031Q3sEi/DNQ4ixEgoYC3rsE6GSiTlwSgYAHcDy1/MFm8Z635SlFUZ9xm+PFkrBE6QUPqfqnbrlyNFFSil/IvWQ+cnEq7E9ADpmT7RkrxMiFVBXEH3sJbmcbW8gYlbgMs+pIU4BggFisqgTrr0t8Y1rFJWpvR/xj0TliXUAdgFyCKEr8feIUfA24Qodyl3P8uYtAZ4Kq++utuvK9iKm9h8etgU6m3gI6Gs7690YsZsLezgo7MFmD5p2dbt7QmK6N5nvHXYC1w/jeIVjGWF6IyPdRioTtAFoEUKIXF+In5QvUSKjKsB4NztCsvJPsy1gPbrSE2dsxOSWD9ubtgNuVs0OQtxgTqFatL+etvRxBTlNI0Vp0vcV+GGRRqB7ZIwY9LCD2HXFDmyjGn85SWE70pAZYvqSEigvb3TPMDlIJoO1/lvzrc3loQaWwFUhg/nvOnxnI8uEZM7JETalwpzJFVKag5bA7N6creKWzA1YgCl1rp9U/Vxxgz54H+NfTPeIMCCKC99ln6hXV90UCIUMTpHp1dIe9EbxDAxRVW6GLNKAj9+chpj0ATrSvahUMH91UhSAvb13TSPf3vgoSOnhoj/WL1UO+YAqQF7GleSGSxR3iXsBAfTO+mv1h1wKgCOzGG54kr38nLo5Q30IKWCUzpIt64AuWCN0AY7vtb7zs/t/3/wBNAUWhgZSHfz/r88QUJMAVGiHokHyvQPBZ4ODKNWxNAcwc0mKkWoswbfD0JHX7EYq9DEDFa6SLmYv54EMLECjA6dOEZ+b1gjdb9KJRqPcD4eDbsEUK9LQBHVFOvkDjNao7vQf2u9MwULiqLSAPWisnh5ZfZy74RaQUQJvS4/D57SfTv5Gn9bbdH/BZC0l6KCjAJq/vriokAsqDd0Mfz396mjIIETdDZsNN+S88ohEBraboVB7mwOHpAElYIAm4BmG9nDQFoObgDAu0dTp+aFQUaD8AhIKWVe+AMRWKImC6j30EJE4R0yCACDt3CpWH4OC6ABw9/J2YMqPxxoAQlG0hb7vY96+ckzCnRBJ+OzMkZO8OkjWdSLGrO72kJoYkeAEYvQrlUg/N7LxX7cOvlp39hooGuu1AK7LfTxatmp86Uqy6R4FfjQP8l4L0ahpRHT6G/CmcZHp9AUGnvR7/AB6YLQ9RqnKmdrshFqF4YLACCJAoPVA/PnXHwgYQgoBHjAn53rsBbio9z3G9uZ+e+aDHRndVdEZp9nbvNRaEE1qaSCIXamsW8hSgbuFtiiDVWaXoDgyX0EOu6kwe8emJ3eDhBaQNx3h752nXW8OZGPxCFKChmPeyER1U0ZoIp6sD+VWS2OhDPbp8MzBK+8CBXEwBsI7fhD8ycqBh4KDezFS61FLc4VXVP6ms31h/fvGhYAW9oM6mkVQdf24IoLKKIbZTdHt76R7nJZwy2UFarqVEPW/DhhSqGA/jZmzSk7heVCUdvwwQbuae5DDhCaQyjDH/AA9v1SPKgFxm4yfj4XOtDHgQGhtb9Rm9tTwSvaD9AQw6gVTzNxSCmsCSpK91ho+qA3eCcCS5gppGia/ELnOz+3/f/TKoeA79AfzZ/byI1jzYBlD5UPlSl4xfAg+AGwpVkO8I7vAWMoVXqh0nRFPQk59xUHAY4S+54AR0FKEQyearGEUBUHGvTgULgITowNI96f2reXQLAFMkjsmOeE6+cJRkiVJ0D2/QTvFLyQUIgvS4a5977u7x7pNCflv8+8GgHeCSr/Gq7Xmi7DWjWGtOr17JQi4ElSoo1MBIrfGZAeDsOXAu99JQxAD0JlIDL0oEwVrfOvNYi9U8QVQ6xfi06HiEQhSiY1M8JL34isZ1hBKtNTEh04ePmP5qFgj9EQfr7wKUCq6GO7GG/bd4iOIBAAYyEyF/gyM5bFEoE8SsppuaTj4xStkOhUgqkdifN47UZ/SglZKOGyZ5rL4Y7aRz8Gn4y3hI9CkEGLXOok8fo8NHAHgoEqjEoBMSHF4AE8BR+qPHUkycbwg0cNUUnrSdUjNmDVQIKFqCaN+mPeLfzN6DYKqxCpCr5yQBIaOAQJHN29tuskhIEdQ0/hc7vU4U59IWaVMsngLh7KysIJAofD9/e+i8KBFYhRPAI4PlE6vxGNLCTsL1N62M7bFih2he5TcR8AW/B4cch0BpZL3uU6CJrqcURewjhaVO7pw8zLysGE1R0x+le7NjvB2ow16FUREjlj9rrwOiGUJOkEvQInrlLWNcrHW4HZdFVtzAo8OMOintqfKnPx+TguGAV8j6bjk00E94KbZDo7iuwvqfEMujDHIN2QaVx+j8AeEIvSI1ozuX1gguucUhpBG0B0PgEANS9BxFATO7+Ik1P8OdW8wMbUCGHRCSTr653wuwUKVHCh8dtUSY4PAhbFfghIXVHKHkvTwJ1FY/NP1EL/k6eTsgqEYBtkooKvv467P7f9/9MbWTD7X/AEiz38Tijruz2HT/AAvdO++ACEg+gMXC9x8OpyzmggSKBv5FQO2+CuwJD0oKnukSfnfVIoQsiRIEa/pL0XsKqGCaYHqsiCZYY8UqkpwpFua7fT/HAgQtIjZ4rcQ7VE76LSlXoG9iQgACq4D3KVKVqb8VBmyW/mbOT4Mk5t9nvXfAiggyHTU/Sp2Nw84rKKeoa6XujHGSbQiOgL2lKX4VR9/Hqw2fhU9ld6kSKqzOimBLRJQokEXc2tnOpPVENNBoTsNuP1W0YMQXUEBSJXF7oyhiCCiKuam0/OjoqfCAYIXbPB9njwggaIgywK/hTCWmnyxpTMNiMEJazvufNKYgvrwgfAAS5Dp4NngRaoVuik2qXvmCwkXCrVHWZmR93kABAETBY6DowG3wDgxyKKBQJPFWpWI17UE6pomNJV+nwi3ng8T4zTSDB8Ad+Xe1MW3AIs/wfvrgsBoCqvHZKH4sM5fYrBawlQdqLeug5y3bSx+BFX4kN+D2vAQTpRdpSBsj6vzs4kFkSBkygi+Lpfc0lZ5qR/IFdMsd9MejaIGIv0PyUnVMU4MBH8CISOCRuzAp3xGIRVAa6L1KI9UwrOFgQhgoo6Jez8jVHrAwQIeCiSgnnv8AOQggUo/60AQud76CQABiOgAPlPwzJxoghUc7BN01JvXig8mH0k/T/wDDlkBgBaBvb+EqFt/fE1W+iwME1zvs+169pNENOqsvpN6mulOIhUiO1WKo4Rvy8GO0iYUCFB0We58Q4jpkijV17gO60mFbyMCgNdRw/T8bO6PGELK5dKvWHQkrfWmwKpoBHVCXoUHenXLbBZP7Jt9lF/HnBlRyUTc/5Xs7yc7P7f8Af/T+Cxv1K/8A39g+caNQCASuJbfh+YXSvKuh5Gq5o6WAjmsl4rWRZcAQmGv/AJLwM+jLAUjI6JxIPfHFFqOkS3doIXqzrhaJLV02grl63DO85JCcDakM7EoOhBqs5mdJSeBn69Pxi8q3sF89UTTwNpq51wi5PvuiLb1+PJOuJQaBsQtGfKw/b9vFu6jL0mcMkqver3OBXZE6eqgmIZuft5HgEyrQ06SNff75FIgEROzdFqmuM3GWTRgIHQwJH3otcAFktCUnUtsFuj2nEZim5ABBWhVfXzmsgGH6kWJQfWcKFUUcWD9aa9p3byA5TilX4D8ClEMPDAaP5qxwVV9Q8IdcInpKeMEx8uh1vN7YlEASUGOOusRMrwWDc9BiIO3shJc6nCJ0C42V8pFnc21l5FFNvcWO5iexNhpkQXCKpgRoGrlvZ70chAUEIUYzGFRsCjt5ice3vTXE17+Mk4RdSsjkdyjX6j2l4iThlge6r1enqXMeJAuZHoifltI+hPvBJYnqdPXHatC+fU4GsjDYoIS+RZ0C36IymMWl9I2hK+Zga7wFDMGFJb1YVjsbTjoZT8W0QED0WIPXE+IoqtAUCdT+/wCbxbpFloIik6EWxBT48bPEIwTSXtX3EzjmdQCYQURtToYHRgPBUyyPdAQ/FVbAnc0CEQAERdD91D9Hhxf1AU3UI/j3+P44Q1KNnchevej94GlNkW0ZB+5Oxu04TPVAbINLF4b3fKd2HZIEEd/ID61HW5HARgjB2tcfxO8fkc4IPDBa51e+7OAFEQ0A/kTBCTr8cinoNKgBVvUVKew6nCMQwEZFJonQaWU/0ghAXxtuBBdLRHTVKFA6on7tO3rr+NOd/wDTuYO6eYt/xeOh9ICn1UVo1ah23i1yy3SqVJTT8SuJzQLSqoKM+IX9388T0HhR2AvXinMwRGxiLXv/ANdteElGRVHQRXTau9/byoKtKNAliU+LKzbDg4VSK9OiSDRH6B68F0FiGAl1fwVcfI98YSBlDUUp9pL7OKXALMHrbYZUXXO+OOqB09U/gBZdQ8XinhCzphwT4782vvEuiMhjO9Iom1CeZAxR0qJVr6Bm/XOMlhAlKIfkVp/N/Ojju6Zqa+4/v6+HIAgBoMkA9KP9KYxFfMwDcApO1G1fukpdYlUUJgYp2k68OGzdhVV0Al66HWDtl41OIjm+s7NEPshgnLtRAsqxBUkqH+Xq8ZKdEQClV96IB/JxcCKA00CP2Fit+hxjMaDuy1/q/qvEJ1YiduzPn+zqcREqBS7AVjeg/J+R5TsABREF0pp9Z974V20BdNoEwAgTuG2LBqVbdU1wEO/3OJ94AgCdIcno33rOlt0Ckj0gh+A6PrBfLJFAXpNG4hqgHg2BpA+kVVCenuRfk6vXCXUbqKW+3Vgklf3ooEgAMwRh8khbV6eYIQCTcO1ZSz+vnDQBqBMBCv8AkwtDrDjgAnXwoMdDo/VXtQcvmQudCa6GZgLPvBk1AAUZMZkZUP54RCHBOiAnikMYQdPSI0MFig0Hubqe3+jQ+s/vgA+AAYLUqo9Yfoud8RDJbC4kSilTFimpwnGg4bsF3zQqazuceoMSYF4pn0XzT9AdLVJlg9x7GNTIQIRNIwSm9Nkt8rFpQN0DsugUwIfp3axt5OCjALeizpZdHA65kuirqGgQYv6mJD88f7Q/YKkneSP/AJ51LYftBp93fv7649v7f9/9P+Pb+g/8Ufw8JRgIVZ2P76/Hzgwhk/aBn9aewlwOKXHd1psEmYqFcz88Fyvgs2UPgEO2LPoloCRX95CiXRqajDrk9CoYuiJ+I69MA4UMMoM7jfxH/wDOE6RC1WUjv0TMUtpSC7H2J2Y0pHv+B+csVEwBES/gYdiWdPBod7/WNX9B/wC+FESzXsoD3rWSvXaHDmRqtWqDtzsvb+ONyUSZ0hAnxNYAHbw+LMAA+hNhqMUJ1uU2AEwiEHt18Ah29m0owxEGhBmiFKottRCEofJNLW+YQR7zgtAUKxQIuvqD2hDvl8aA0qqmZGh/gvEJ6HSC/I/P0Gktd0AIMbpRRygVT7eBnKNfBQpWahk7U3sU0X5KKLMx790uiTgNWOhiGkw6KzsT5wsRr2OJQaydmaT0opdibbVA0mkagvhwgyCnZ0UtJrGS620BMSI1Mio6Fo/TS2bgiGJiJWkAdRP1yDNC2RaZtzVE81Y8yC4Ze1ZS9D+PTO3hXoBi6QxPy+lhKa8aECDo4o68Met3glQli4gtHxoz9d8rEaoxu2G0IwHyfnnSv0LIGwUkok/GgvAMU7C7bA/TBPy/BXaAAsqQ10tOC4nc6OmidR4GNsVcWkWdBwsgUylWro6lZ/NOIlVQFVPA9/pvcs7E1dguHhIp1Yg1mmUwbLAEHGKT6gGZlw41EAxvvRDv7+r+eQkETQMIlXp9rJn3jYgFGFi3097YP8cWqvbrxAqyJmilDKSI/tvJLRgjUBvZ2hjAYm71SWQdEK5Jgp8Qi/HitLGGd5nv6vj55wjD4kya0/t8kM74ANdmhkElVKNkva+vAOl8h4AKR76/Os28h1I2tkidNw3+O+dn9v8Av/plarRfggveef7m8pFTo07cUn0ffevLwXwUAa4EPwCTTXocCz0JZCIKfkFTJd5MWMNorsEGEg69xHquoLSnwdJ20PMrnXLZIT8huFOhAI+DvlnRlLGHW7qvTP0bgiw3qI0h5QM2D08NDewKotFL3f7aVk52ACdMiKuKj07q/o4kg9gE/O0jV/QiHfRrOlj4jJCODjsQerR5QCfQ6uxdKSN2Lj7QyIKAgQtQD/vjFLUD9FR1p0OxvfLxFRMIhQlkUPxHd4eSLllUNL2gDh8u9MEpVN/bO/OmtBD7yUAOr4W493DGo/ThoK4lxKPZCn+d6wAxRT4JDXNBT9PjysdEl81fdg+PQzzmQF7BkvYdqLh09Yg8NOagpHaw8Fqr1YZvALiSiUKmZouj4Jyia+PhESzHsC9RKLwtQ7VVgBAWK0W02sr0VLVBN1L8CUZ00Eqz6ArJ4Zmr6hvHBUQUnwqGAoUqoRxzIA+oCAXqgUBo+M4Fh4WNix/OjM17GkPcEfoDX5z9PzyEEIKXvqs+iB+YF5SUdNCSK7dbSmRXbOMwSB8VAjW6A/ZZOOtQhj9gsO5ARzae8dSqBrMIEWyXueazpF2ICqCqKM2Lg9dHSvBgWnkvjSSlCzGpXlEQwNYoUP4x8VfzgRb7EhNH7gaxiM5bZgK6QIh7UQDsmHGKCAgDuQO2pj1gTutYOq++NX+FODxKoU2Vkt2Szy57wZygw2A7Cu9J7Ds3gKUm/mPn39nEyV2T1EIQB+3cza8OhDGDCzY9dOw/Jl5hgAXt6CiyOSMVMdcGZIOz/BfX/wAciLpRL1BAmot/APnKAHVstnZnTXrrsiZcGOmflQb/ABrPPk4TCYzvvWZ+H++yPNKvdf8Af/T1SAiM2pnvc34Cm9QkI2EdUTPN6kuWaHBMVgMgrWPYdnZP55VuDHRQfYNVvft+7C7C0g/H5cJ+vM4L9dRHwnX9ZPwfnjEwcV/A3pIob3fN4eCl2aNGG6j0PPG8CGfmCyudpr5PZxxhwH2RDO2Av2nzkFV6dpWT7alpk4MYtqOhs771rvXFHBK2/ALudi4RvhiYwZg0NmOlj8lrj2Ee4AB35Dvu/M4LEIYzsC5czKP6lFFuEpeN1DJApXyo5pmBlAwHGLX7JKwJWwQ3Qek1oAB1mHIeQNLfFcYM9W6ucej2JQcEkdXGaNicQSif3EF/mX8C/OJhR7dBGVepZYgd04t0EZXgl8q4Zjs6hTdHCLoyk8tGfe+pyyY58RZ3AFApV+C8UEuZdLKd64uxl/HYrzSNV1OoQ2dWcSEEACEAIjDwf5+8ZDqGBku9dVMDUeV4sBjlARKQqAYVPm2wJRkgZp+fn2sOIExohPYmdyK6hVHXONlKogEQGj9rPz8bzR4CfCDoZRKd9Rc5YIz1cR4ZFIENP7Q0VMYVAV9zTzq5YxoAhKoR6Pox2GjnJQWiCxJu5v47DZvSsLCAbiCrTsg3zCacbQchBOkGidovsXfXhiqBGp0Dk2KITb8MeMAyIRiAGMN31S7oWnx6MgJcoSsPV075MSH0a0BJZKQn/jkv01R91D8+j83g1Q3GUlRHMMg7/OvJEyU7X0dw7iVNZOGDUTB6wruzoE8/fDopLC9gO52cnRbuEHwdpNdUoOjtvqPAIVcbO6FX89/iOXgoldM6wlXcpn4zbywkAdECt80nqKnMYvVGmUoBIqL/AOPOQIIT0YgsNypOuzOpwIwKSt6BYdi4eafOGF8D/L/0ze7v67YLPzy4j6jc10+z71lucDpzr+wpD1hmUY/jhwBUNMUB+h/gQ1ziG1DhIAflXzbTgUmEBAMiDtfPuxe+E3pZ6EQ7Z4++TqY4WgdtKLAyo7035wBaSKbXMeaoPhU01YCwlqg0jh1/vWnwZ5tpZ7Oskf1wJH1Vh12RVmB6rX1ahKk1XVfrdZ4mJTgyHB5EsTNMevJqnFED+oQOidkDqu8KuMVQiEnQlPjPaAyyFyVFsHZAr4DeFE1BCHdWkMveCdmc6yjG6XZDMNL4amDwZl0kD4GE2h3s4uNEi3Q16XzLaOaceDYPzBRJ1imWMPq24oqOYZOu9f2s5ZAji9IADnQH+uuAjx4VlBBj891YPsIQldJhIan5ABi8drFIBBYxNVyeuNHgHAhNIWDEHF6Ph0emrqC3YLsPcnXvzjNEhAzA/nSNl15bUQDtrR7BDoxXZOWt7TaIaz8CqRWv3hyqIdlQoWmLUmz6KjzsdSg5FRPmJhAM77HoLEBlFbP6ld9P1ykIBpQHCB+wsGfq8ESJfjAaSOwY4HSvLUAgDsJhHAtsn3jQQ2ItJQ+gKK/Hoc7QiwUIk3t3wOw2a0kiNCn9EkAX39PLsBggOm68Frv7pr0S0FVJpehvRAA7OBcAueMWYVnuzvrlUYg03UWfh2+h7nAFoHWrTGd7+P8AZxIxjJkS2TfQJ+217WUVUET0RKv4oitxcQjpQBUKmrKGWfQJSHJS0QCGQbN7gfzejkj1bErELcq9mdZUeCCxHYgK/f5kaPRN4kyTC1AG+jQWyU/PGkYyqQgHanavqj+eOUQAEKsR7ZnfcpLvDGqTVX+nuVXsDs75RWCi7nREfr14X4c7P7f9/wDTZMBUdlgHytsh9l4ks7Kd4SG/Nn4XXHhNwasb4BTXocDXj7oWOBKoCVRHrdLbwUjzJEADijWP8n3gmcADUAU7IS/kfN4aSgQ9RXN9++gOyVyhB0QpPdRlzwuoSAWtshGjpAR9g9vQGoYI/sfXH4PNCsYQkpgJb4pk95iXAT+yejPBn5664EyrvLiu4PVcvU8yoaiBSnsnfQb/AInnGBCwKpQ2d2M+ajnDaQGPaHsK2R2AfgqqLaiILFVENSKHAmZM2FDSGtfn3NDgGYBTakgql7X2y1zaJ2ghBl7svmL3OWOWS06xDfxR18ZzJTQIFdaFwSRYVWlWnuHRfdy7+lhdvRYvFqoVGip8IM0tvZyGYQEgijDgVZE73peZzllZVqjR+b3QmGhkFBSSQKavp++LDv6hA6AehZPiXQ49ve0K0NzGC1lZt84k31KFCNor6B077B5QolC4FZYTjO+pnG8sIATDIKJZadDEjxDHomqUaZTIw9Mntb1UdLRv3ZUOqXiBNQhXBZpfNPO/9VFrdgIoMhMT56lE17yNgTVi54hAjvG6UAAdKVSF0OTwteBMEJRVFE6oY7YH75EzDALvONyMzoLFnTpYkBHST6iFUmUSCtKCxWLDo4tun5hP0Cj/AGZkegZ+LnEKmnQe5FG936Vz7whQb0XdBS5RFYwQcnGwvagXGJT8lz7T9UoSMFx06QqsPoZxA/ICmMrWm/QKi3nt0FIaEpQ/g+ecCEBLvykNDsB0IUKwJQhqwCLwsDaPbJnvDtEKgql0+apjCNBjwKlYoaUWL50HQ+G5YKEHKDlWBBrh3uk4kEQXjsYqgoDBfnvrRaKBMurUfyLXO/6GWtAZ3Lx8qT9k52f2/wC/+m9XVr+Se/q56802FECdwrD+2TT+wyCqGYkCTZQRzS6TkOgEQYgleugC2Bd5GpnR7CEw1Uq53JAOOqZX01HuhVVz9FheCl0U4jY17xBw6zoeR1Exg2AK4BQTuo03gxmoT2wmtQNdStDrhl9dO7gOi0qA88vXNRARWqkP7B7r+03hD2rPhhK+0QMOj+JTIFIiFaQwBH8gl2vGJUDoUgXtguPWlyl0IDye58YdFrXriSsHsE6F3e3/AESTnwBrewQBPSx74TZk5IMALWlMjFMnIFII67Ags6j9MjfVQoKio3BaJvtGGj24oCPSq4GoHKX8tqRNgWWlEL0g/wCXw5/MlTDCqfuE+7wAMw21G2nQdpqd3gVAuggzvY0ilj+Hk6Rnw2p+meX+eOoLKhdIHYsTRKFzhOHFKokcvayjMbVo8ecOWFFmhYIBH4/l4p8SAGgqriH64aF4ti54kIGtZdmzjVoDdI6hRKfsL4cItHUhAoK1H6LPx01XoLutr/GCa7Zl4KJoIL0ND8eItc3iYIwCkGBLDR80zycNXlGOjldHvRnzpsMTDWoHat1YsEGfOIAbAYC0omIBdoFLl5oBWII5Rnq9kdRCvGimwsqDA0PcA+j8xG9miqgYP87G2L3zviBRiESOPYsCU7wxAMJWjcYJ6qJAmx1LxagkV1MT6d6nh9+cBuUSL4YH9tu16QOLEIc3XaoD1ncn93Qv7T9t/u3X6YmHFBQd0UbIFYuwPnzx4yHYVwISAelWdlk9kG5JPNs3sZRHp09alDyBBUysO/pTp8DZQgjTPEBsYbn09pSwUHa+DYFkIRuOIwZiHGgpO18QFb8XL7wCTqCTqxBPw7k/NvMmKHuCpNfyjYsvznZ/b/v/AKJiiLGQiJ9p+/LwXsWVDDPJspn/ALOIqRbZV1LIB3FHw4fjFWRXXuVufyPtS4UD2JZG5sjsU04NCJAObB11AUskmPFZMhReinI11H6b7foUup0QPY2fxIJw4LxHD3Jifnq3onCoH6FEzHHs25js1XUokHADwi24KgsvJjNdpqAB6h8PriY6HNG0CTtcUp7XjYDkBmA0w9j13PdeDQyRESuiElR/zc5lATsQo34mIE7003lyEMDfSwSqOaz8JC2WWECkkK92hIB7wqNAa8uzsDJcumPJV9cIq6IEzVtac3k6U0IisiEQXUoR7e2i01sABQ9JWurs41JILNUJNaYWzWjiQFoNX+Tg3JOyp8OOOaunUQgbBp9b5zHJYkVIBloDqZ2hwKnFQAcWolx7VEX28JWAJSOMJHaO/ka98wzNJdgDDol3bFo8XTAJQMGnamNbNOBHLQx3EUmNc2+QiajJBkoGhMbj03dgqCWqbSgLbgxPOBIrCKwXHSCDrGe8gxPQvSoGVM3r8m8L3BlPTKliPSpBqLxu4aGFGnTPCdXzkEmBe6GtqirbcfOFcBDpoCJvVVhb/BpoB+gYNPoNfwL1eIFqI45SLfl0KebbzLsdyworfKq66nicIZRYILQFZQsHv0F4cBa5IWVcdNJpf3wygI4Rr7Q0AFFytX1mqQEYqCzJjvmPnGgBJ5KMMtrHS/o8OJaSUdQBi/GUOr+uB0qA0qAHuVuXZ0epQIqD8U1FRJOreonHRxQQ2U1GGjL367yoKj0KlwEkLSvRB15O9gFBvZPuOI1e+jgIRI/C94nQhYnZDqcaSYJoQta10AM9jTOCMNw0LMM2ym5v6JK0QPALMjcBWkhce22Cwh293uH5J6JjHrjVgF1r6Ysi/Hrrne0KRQYxPbtJnvLj2wgdo8/I/wA/HnTrg3o38s09/TxWBHMfyU/sbn/E7P2f743X0Mp2KL3cn+TwrQzCmuuVLjmxTzkFOSiAVbTQ5modjn2OswoIgMoJ3lobiBrQoAk0ginQg6coPOhwiRhBZ3BVj0vDEcdIWFBTgr0TScdFljsVESlCHM39yra8CGjgfgU/25bhgcriDChI9o20eRSDaAgDYP5oM3ycSeJcKhOnCRUa5NvHESpVQQaFNEqY5cMFGcsUDfLUds1GU5kXBuwJAcrTsYUTvg80hCFUVMi2wRQm402VsohDDssb52GAOC3GSkAOLpQCAs94yqJFeSoOhDubIcMKlzIE1EQgoDqjMw2oaQL7bCz9bBozkgwYw6gJ+Xs/VpPeyUZRKQ/JoYfcJy/stLQAU/YCYedrUoAVE1Zrro8/2Pvo7CTIGoV0ft1fn4V0JCVAvJYHlM8DlakL3Sr2l+IVOmlDuU6Q3FuC3wUENp+LzezARsXWdseyTreGZ+4ZIcMe0AeqBnfIoDe3O4471JU8OWkBBJM6D8sj0fkfw7awiD8D23TDf11vBDemgOQCLAsEbZE3eVzdNFSkTNK/ERD0vCBZ9O9EJjNi/lYGJAAEzcLizuoPyD8zgzQMTKxuJejuyL+OPaqqrQYvRm9mG2Xg2NEaFK9R71e/1rxVmqoExKI/ww66tM5MhD2BNURgDnVPyAOJoF2XzrcUKP1GdlTUXsEqBIbWlCR89OMIrMe9tSrRH9Br6Wh3RpNpZ57n/vWUpEx0TtMzzGhemNbtXo706CieDoyjM5IoMoKJuB7kW07zlp1YekObqXpAHz4nD2oEZ8YHlF172/hoFMkxVBTztYa7wuzEBXtdM/kt7HT1alVkFa9Dd8J6zQ3jEsnfce22lbc3x7GwFaUq54hHDt6vociCDPRgwXYSp09HeB1tFq7d6Etrcj8tiiQQVihlbPpOhT05UoGSwBGr2taeLesCAtDPPyb2Ifi3zhywIjwwITwmf8ex+z/fEIIkFSBJ+nG57U40FMRpMBFqA7tTUOCPCOAFEl1fRYd8JLYBKBEUEuIfQynEZss6ItpjDt4QXkQjV3MmqgA0soPc41jRVdqQlSAx9Jo5VlAoO+jsfhVv45OuFNqgRBhVT6mM73g6ZAVIt/BCXpJQIEu9cUejsBWffbeIdSCRyLUg9R1+4+8jAqkquIL+lsrd5HsoIrv8pmhxdkdJ1JGhQQtYc3qUp1xWHhjsUfF8F3I8iW5VoDWiwoaY97s5mF6pTDpDo1OHAVZFkAlSaqRSrG8FGkWwDhOuoAEE+4jg9uaDTtn66s6nMMAQE6YjKzJ/GkvAwPtTdADNpW/+W8QPwUJoaSvbj5230UoRB6OdH4c6jCw4zIaD8AmpIQr30eZqggAwlnBMYBuNycABGYGI/AxLTO3vzhAdo1IjrCO3Je1Soc7/AHWkpB32xCaNSnXJQ/clRiAGr0uTy9AhKGPloOu0T6Dxg4j0ky3SKKqU9Hd4iJJat0kEnSuNSyfngYYLsXoC1Ub01TjF0JEYIDF+AMyafHFcU1M92Kj0IQD5N8QZgg69D4u8fHYPjGp2FdEophlcAhZ+ZxUEUdlSkrYITrO0wzndGACzuCzHuF+nu8jqCwDyQnfbs7/fXKqWyPNYgJKFqFSfTgdKqhIBg44hiBDE7eMQl8FHwgbU3aqHsiWeZsM07WRXcOrjxAKCBSob78e973OCoSQaxL420ne7XhqtWR6AIYZoN0lu6cAUGuwUAluo+9UXvSREo/ptxRDs79M6exJkTHWiEWIg6gO7KcJUXVPlEWECyDUTycsySCgbRPPNow/XM20B4VXT5Ik/9Zy4CtY6LmO+yT9i8ddYVAxO43oR2rnZ3UuylL2oNKVAbJ2eZxnQ2rGACi/th0Y8iJPhD3/pgr9KVhyclYQDSsNXX3qsHmzWgvlgG7dm7+zeGfpf6X/nP+JiPxOClVZSu52+Np08YqaWJAQCvYfTtuZKDLQAAcOUnWmsBEf5QJEAZFNbc/jUFgL4UUGvbjmNndZwuEo3VqlP0RVqxG8V3pTsIBgXUC7EX+OADmKxjQ9RIqB5DJgJUQhW6w0gTdVexUeTDhgAUTOhUN+ZeGMwwASIdfsn4L/PCW4WOkS71j+wZ1xGlAYFRfom9hfzXkyB2fZ2dbEzvqTM4U3B3bF+k/T3bw3NDBVR0EJ6L7PpxcCY/oRH80Jp/WHGRYNRAjEm5GgwcPzG69EBRT1HSKP4+8EriwQrVDXNXtXMYXmBOi237QPkO/hSfYFdNBHveoefiiuppBYwgzGoBQ6q7bxq4FWgiGe9rWp7CHIaC72gj9CgLD5+aE6FQCBqCWYkY06D81+JThrGPYqWCYdJCoIhMrVDCkoeOn+NplFiA34HJjU0Sws3igTsosoh4pMTdIBUeIk+n47CXzBM898z51E6oCfOv1/5SAOkjpQ6Z9M9XeYABBgCbqABO/w3zOAa4V/FLRbKFn5KncEMGIL8dxq5nQ9ByPBdNgANIdv0iJ9jTVpR0ha0kJ09F3rPbwYsYgwYJUGFVfgn88CkCmSgW6fYAYtUR8OYCeEqAQrfapTHPycA9twmAaLxGw9/KMImFYfmoo8UFAJZtsA0YI6CaVG16RCBT+IKMY9I/JUItrez2DeR2zuASqNHruUnd+cKFGyKA6yrcJDt+feIVY96QRH8NIfCOPXKKUZWfCjMjBq99frMMQqtb2PxU2+q/FvKggbpUWwVp3mDymjp/wApv56//O+JYQUwBwVUM2B26t3jpWqlITDL4hh3c3easeQ7fE7doia/HhnPkaBAeWHwK5enihwA6JpcJKtOwgpOJQAVkiFTWhFA5blLwAo1/oD3ci/XHQilkRMKwjnddC63kdMMArFg3ejS+uHgeEVTBKanzoDr8/eKt9f+/wDjnZ+z/fILRjXxT8RfiT8mWRixWqEdWJD4RnsFiHSoRUO1BkEDt52Yk+xtg6HbsF795WMDUQSodXmX5wcTh5AioiNGekzHkXlYQpCO412e448wjEzYkPo0Tp9NvEoG/LwZErCAKrc4jok0fz6Kr98YzJxPCS2CQoFrrf095xQyKwegi/Kb30NcasaE7PadZhVLU7eCQdR7eqfsAnnzJzd1UnBAKqaLPdrjIKhok4qnG3ufrpiGSfeoFFQvwbR3CnQ8MkgKRHUYiUt2z/cBKkDsF+Fu557nDAAnwUAZJVqRYePfOhAwHfXe0ta9qfOOhRGtLRTrVwodyYPBHu0gYbp9/c/XRKflFFcU99xfSzd5oyC9mwG1xgtRYv1zfUIA1UXpr5hNM6UrsXxbY6Fodhe10jwBaMqI4FaBqPtqjvFMQgZXBLWvbngMK3hxJgVEWA+HEe1XCYHYuArYZEewhL+uBWfmGtDp+If3/kMwJQvr33t5+5K8TYAxaKkOg0awIjTx64TCZB79r6PxSRhMm8Ud0CgeECqxhI9su9hKiLMTtCJI9rRnkzDih2Vr2KPrHOlSHReDRf0jtgGNB3awNx5IWFiRQUZ6XHZmgfQK7Hu0xaFNh39XtwpEMVkj1/DxOMq6Au46THVb+DXhDg7QzzuyA+4LwH0SdgzGF3WZ9vRyhhyKNbXb0u1UmTziSDw6CgtO9ihvy+c0wCdlAEZELFe/K4vIKtMBQsCIdVT0D9cYcVIRExY4GBaQx8eJAauh1W8v6NGB1vC1LLD87P6P9/riJgi/iFg7JhuzN1Hj9OANXVekUihbXV94ogWF4QIO4Llu5u9nHaQw09GmDA/gQLyDSC6kTY1x/ajKm8MxpqrhMfRWJmijAKazFcVt6rFoOPiD88CRCCO9osCAVoGaKEApIWdug6vd1P31fSBBAAV9emJiKi95N5/UL+h/8f8AEKh9ZxiGD4RCSTTo9kFoEeCEoGJ9iud1U/e4lVDvFKWJZc7Eb2Znb2oasXxP0hX1s84ElDYKIw9nebO3RwbAtdFAjvZxZUzHgGnNQaVCi0H2G0vK2oCNDVoMs0B3nsObosqtiWIdktu10esVSas1S7yJnzLkeBwPooDUT69sL29TibpIhmrG41Cdb7nEAdBeg7LX0LRjeebJ3aN8huFToi/Dhd1XZPRCxqp2Fc8im4dgQLQaaqzYbwTKObqLY/TXv3+GHmUjoLotOj2dzh3FBX5QBKwK+uVDgoFsdYEW0pB1vw4tp01nboZLFCT+DltWo6sgyqCarF9OCAvpJaEV1ZUCmPfKhNiyfAfdNH6kPEqDk3QCghFYIn4U5A8Eay6lWgI2a3ucZRyLZRAEeenyIPEm2YQsQwcusV+JlbJB3NDTA6NDM+d926ko9RUTrYAZbTceEjMUY27/AC2GEO6nAYTJyOQd1qO/r+bJq679fL/fVhfIPArC11gmNRu3wcaygogTIGzzu/eUsSqmYgETtF8qYXap2Eapo2GVOgbebsaoqCdhdvgPScA2AA3tAdOunylut41CLgKNSAm/Z+AN94YUCVdQcAo9jU2I68lSBp1hW5/7OWQMV0nU7I5Kfcu6KRooAOiI7+LEeBi7xwIQ0M1NH2in4B/nj3arFATQVCWEDqt+ziCUF1Q6UBbgPcjfwPEC20Kixsld2ne3vzgX7I0ZkP7IxntVZOaMSxml+tWMGXr8nO0BIIyI9gd7DNGjGHOvDs4T8v8A3/b7xFnYGgtCOgK7/tBjpghpHDpJmvV7CteCABo7tei/gkuSj3rDEJmjFj6tI2GUl84KBFilGkIjhQ6fznmAMALcMixMBk3v2YEqABR+BD8n3D3eEQYiGOgBh7S3tVlzmwYGCAaLCjg0bE7OFGsGHysP4Y4/Zg8EN7Af4/4js/Z/vkRIaBaIFUGDROiw8eZI6sCiAFSwHcHbfvEZuB7kFfnVEzWmCCnrVNUVWlCXuK+Y056Y3pQe4UPHVnMU8ZGrVBq7rnk7jwgaZGlVFUGACYYz6KOEQOiAvaiPY3w4FyHoCnWHSDHSjjMOMAU/S3a+xZkzzm0kAe1s+poUTo3rDgyImXxCjvsXV7PBeGcC0AKhSdREtpH5UWSBGQFOymm0V/HCkbCt9FAp2uyZiVXkEzUEwpiquk/8pOWUECHqHa2AIYmzleZIaiiRS2g3B+bFNF7gsYPUYwoAOXIpjpAO4wSduzXABmhAHpgmdEB325V4tCaRwReNcODunsdpdLFQJluBSHaTxJiIXcAmU7bh0g6cF4oEAJEqZPp2M7eGWpnR0wXVCuP4vE4m6cBY8QAYXte7OEUVCMCTQ1mTZKRkcxoSIqAk8QlhPDwNWRQC9KsmUSiohuzgNKqOijpfYl+rsJxARNKvj3zugyYz8c9cFwOToB0qvgOk4iySjhFOqV7ev/JwiIQQVUQEXV1En84PPYgCo2QKeFAfLxDvI5W9Y9yhBkPsnOu+gAqDQSAvTc2t4p9CqFQQ31UVTI9vLLE0ClzYhtW96hAK4bq+C+MMF/UsUuYcZ0ABfwuonZtDfn7WxO0/Tunj0we0PnGdDA0ejRdEA67X7wFBWGzVbF2okGuEm0qEBxS521tHPT8QJoYlFJLpiNPmdau+skqrAmAQC7YQaud3kD00ZHURVOgt78Oq80uKKrj4h7Vr9ifugRagh7qgS02zGorncLCtQCGqHvrsTH8wg1eAo7W4q/b2WJ8hEgQDqtRx2KKO6qjTiWRSgF9BI46TJKFXZXASVphrse50YT44YMA0ughfmFc7yXqciZMCnZWAV1t/A2BwlLgoGEiQBJQJaLfvJyBBzt0EpJW2ZOgnD8KCmGUwvoh+Vf06TbdQVoQQLQA7XrqcCC+13Zan7+nZ/wAi3yQE9VLH9qeqJOBMpgCA4EXM9flUteM4qAiwgzB+Ez/MCeKVwNmEOqizwe7vF/QA7HKb26vinfKAcOwKpiO0UViK/wBcMbW3FLMUOspK9JmcDaFyMoZ02ht8Y28HMTBggmQO/KvpwE2BWHY6WYgydvK1UY1G0Khnaft7s4VpBKijCazyLH0GPKn2AKhClzcKdxXviFoAoDGQah2jQip8Yo0pS4DtHBbE6C04ypucZqFDr0MbdQvBlZEAQIDCFLexJiCBamFoAbolH8G9h4bTBZFaIfwS9qhKJwcUwm4kv3sgSFaGINAxIH2bnv8A/jxEp0Vmop/hsXy8YOEUBQ4k7oQ6mE4REydEBCJHp/V2ciwaQGYoldTpH7e2cAXcUCDlK3qtIfj886VEfA7tfXfjI8Z1pSSptDqKTQtDvgrlnCstH6Cuq398rkdRFRGxfSfljvCEVIaQQ2n0gW4/SroJrR8Oy9kpPaj3xBQAr3hR6uFMVs1Tjq1gqBaDQ1IQLe65yre26rt22/m/m3gWLRoY4L5977nzrgoBxhS4MLLn4v4nDuiUVFQgej+yB1ywkFCERCONBFczKk5sRYCmsFqmB36dBeKlARITGvT9AIc/LiV5jc2boR68/u+8MTBZrDTS/UHN3ywnaAC5e1RYoEO2yfjG0GeJkv3ox96840A9G5lf6+Q66J+v15vc004KGrPRgn1eiwTfeICAdskqn4aAVejzgIDDRtKihhm24OnXCsisI5QX7NxvZUgdHW/zb3n8Y/8AnjPhCQL4L6CFniHDgAAXMIR6QrBB7P444gVd8KhsVHb1NPaAgSiIxRQ1UivnsN4tPBQPQN9d5Xr29HHorla/kNq49apLvLKFQyFKjkpMBs/XwHNrU/AQcZ1juy9UBvLjK43KR7dJ/bGkAGQ70lvr1Z8/fFb/AA+3oD/yoxe9rKJ9C99jlY9HAj5AiMG3gEzxe6vXJBAVARKV11r2xeuMWgKrVaPHZgay9KHGayAtwrSazw8j+S2OyjTY0AVSMLVGHfCaL1UK0CjOlRmHWnNvA4QnQpatrvV+yOWIsUVKo21E6rG9nGdMWpAlUa6APRZOycC+43O7t8epJ4UvEiAJKWhEN+65VgNHkGq1oqJNSbvq3s4VNGA7xe9g/H8HphKGFIJIIIUpL3iKruAEUGhY06WtE1hxZjpPIKMZEtc3qnhQ7xkCMoapQpaYYWgq84BeKKKpXueHCgY69JBuftcetOxdQh+KlSEfAb713eOOiTDQWMLiVliZS9cBJdgFWRMqBHwKfeKISkGwDAW56FxZeQIogFkaEtJu/hL1zCMjoqCAQtqPzZOZIIDhqr/lfks+9pDCArGthx9HWmZ2q6zdOAXwEwnXShTvxUwDhWrETnk/jlOW06UJU5YNTu/jjYZTF/EuTYHrE0mckSgKqNBTI5aM/rhrCoU9wCNkUH865KpgC4pVKPyiCQPyGclACG0FHX1Favu9PICKLDQdE60KsY568OmV0S0B8frtRvnF2B2rESAdNVA8DrVXFUQfRTftW2ZnZBB5Mj0gp+p2X7k5AYRk6f4HImdf6vEWPVGsUZSkFjA/WXU8k8gtQD3DbTCS7w4lkgYilgkYg9nfzi8AbG9lCMk9PNgk8WJgm3DyJSoT6rScUahN0iEy7rciAB9oQWCqwxC0UJX4FnXKIRrnr2guGlv5+8gEcdATIK6upXn+HjOYEl6iK/zW/wCPy1gwqS4hJtKhhsvfpxIQyJ6juTdoVMhO5g9jNjoYHJV/fvLUDTIjKBShNp4e3lDBBbQqP0UH66lrQRChgDZWS4Z/ClvAjaSzxCCgK1JH8+R4NqQBcEkrJlL8m+cyMxShyFB/FniuQhzKhoH6Ed+dn886v6PzCv8AP+P+VzTEYGoKCHgK9WnC0riN9iraAFLQJ7xCATSRJmvgYT2vAOI16IVP6IXzpeIMtEN6Cmb3p3EteEE7C4tsIQoFaR3rkhYFIkD62h0WoHjtFAkKMIePTA3+mcNZUoVmIHyEbl+acSZ0nXSSeprsg067KO5gRGDKzL3jGfrmutAbKmiVW9nUdTgQGXtWyAr3qDH0fODS1s5R7bd9GYk91vKRSDYpEmF6YaOASAuiUouCt8VgRtzeQbWQxfx0na0ucdgTg4GlMYE0zu28c0WUUsD1VYDp+miZa01ErpPuO7MgwNuCAeUCQfdf46+rQHAAfkS/pqsj93hy0uSVno+rVVoftRliA8RhQ6j2uBq04Cb2KVzpexGD8jL7yOdGK8An8Vfync4rZr0v4Ppc/aCnAgLkAKfoAQGW40a6+++ClqjKcPCLsYvGmgbmGslXcfeTmmYajVwfFdVj3k4BZWqzZ4mMj77w5qKaWPS6ViJ+Ou+RKa56Qnr6bqBE147E0ZKKBStq02SkZzYZ096FO4w5rt74pFwIGdAkzVWzxPhwCjQFLRrNdFld6/TxewE0IIHZ90Cu6PXEAUEVm1pR+ak7+68dMhQoROqq90lBp5bxAmXhUaQHaZn9Zx/XGOwTsetRxO/XlmEgXUUB62/nx2XhReAnRANAxLrezpOBAfMEjVajw02uR48I6linoS71oqs7GryQApKOhAiuI0T6+e8CRIwNgBW1iuL+f3x0qpXqgEf0GB6A8VGFcEGkD+P59jO+d/w/+D+OSK6br4AdBEuN71vFDwqihgHeUtY6SPlQMU0R+RF+p2fZvZxIcOyIXBI9NL379E4DAWkGSAegAWXLesxL5RSF1QIPxlHb2jxhqghfopnzBPjtHGbSilJ2nh2uL3F06uCFQohEcikQU2VD5OIWUBFkVWiYu7v8c6/1/wBH/IRAXDpn+QQAd6Wk4LMbUCkdcLRDuy/NqsagZSrlXpuMHVXuDhWI0THzuF772zhKaAMQtTQUXKkrTBJyOxhtaQTTQrQpSShJMERi9jsyMqaX4cITOyi10G9E/wA/nghaczLbOT50sF9nEBCCeI0KmNzq9TiGRBDqVH8K4S1vvCRUR6naKQS9JfpwnVS8QmWKIliVvpzGI7CZAfoHWD9wbrENq2rQktbO/LhwDQTcoDpoiIFvZ94Gb8lSCzbNHTWGjwwQyMrohcR/B0004IHABIsIKJTVnmzeIMBhFFOxGAaTNO5OdbFr6YyLe4jXc7nIeCIvZaAY967+Kcz8ZICkTvxUDajb3wWRjAYQVw7d7+kj3UKFRK4iU3UzBzm2XuJYUj9f7714szZcrXxNQ6IPh1ywRtR3CujpEJYH28W97pGCimxGdtM3hwoC7FC/uea31w4CDw7qO6AQduX0OK5JJkVq/kYm4nXfGoFEDMmD2Xs0Pv4SFQjLRoBSoAtVQ8+cMXafTXGpdklh35hwHpRNXsk6Rl7mzhZQiqjsRAKZ7t+PTzRlgXYhCdB79SZnMKXGNbSrQGzB12FIyMVLuvwjPYd9Xx4yD+0SAAg2xRyr3XjPSIQLrGrOwPPn64YPu0fUAik6vsanY8BqGQ9AZfIWDquheK9UAfn4fSE7vkuJyAkAIFYojAqg94yQ3CYFiUPY6BcfyYyy3kQ8IKB2AqYBO+pfvJiJCq6FIGnYfvxnEoYGpU7CVQoIyx685gBlkkCHuxp/n+XF/Afv/wC3hsoU3Kj24Sz43+UQaAWd2o76qHakeycFrAmh6bgnQqnfV3BVlbCLtCRjTb3NziGDQhEIIT3v17n2cRsj4COEXaLov+85BIYAlNkrrhpPfyHKqY0MmDI9Szp1/riBtyN8oHb2In5YcR2QQW6oX+Z/HnP89/yYoREHq+1jWk6uJxKoLZWlD0AAC29ZeSo3OoF+NetPXpCiQgIZAFM1QUu4Z3w4TQjjsBvVJE7YPVVqWwumYgvxhuGhMyA3nJrwjgK0z95xJWq3dfao2dM7XXhP4IVNBJjlcK6eHIIrBdg6ShB2d1/jkJ62PUY52NNPDHytAGgIuyn5i3Gh3eFhp9D0emB7wk6A4p3KBlTRSHsdCTwAQIS1guh6YqO3H0EVhtS4KS+ITrx/PEHQVHUKw6wRDDIce+Iegai+wCXAEThTx6BQpRWPnWR6bwWCZKwJBK9OqxrCF59JTDTHOvCH8C/niw1AS+i0exiXr94UxoUlegsR6G0NCAziyDLS1lnUYG2yHvJEQB4DHbay6nXXAGFs0IR3iPpz71yYUloF0KRModL2gcqNuhVLqN0aIjkmyKRJKTpQQM9Fz0b5wwkmOTewtFpgF1PFnShBhPcM9WdordID1UhV88RJ2EEe2vXFajRGewSAU+Oi5deC8wUYEsWUl7eukgnKxMKVm7JmiP8AeZxIcfFRO+uom9D8ru6kHoU6/EQesvziEGi6XcDv4eWdv75ECuEvkPz7eve/7Q0JFuJFS1jbPypSlJsFKQGoh06+mnRU4XOtQbad54Rl/XZDA+LK+PdUjKD1mzgq2hGCCwok/nLnYKUyxHHsJ/T0bKOt42QYBUd7DNDRPZZ3JYhmyBPy68v3jI5JU+LHd2nf8e5GSOkHer0qKTVi+htW40umTva6J6GBvFR8CPkpCd1fTJRwhxgGR11BU/yP9/jiCEMqfWQneOt7ya0p1KPwYvpbMEhX7dEkUqFB2jpfPyYMgy7HpgdEPCAgCuR5NsMKeg/hBN+aFWlbtkICwxdvYwebcO+JhuBUu0pHxB/IlnRg6MEdVSgqhijsfXtwomAk6Gv7fXXX0ZDkKmIqhVbCf5ef4f8AwV/yB32lCRo/ekjkddDgyRAQmlBiAIulFw4vsOCJBg6e8Gw3XjlWED4NpmOtC07eOqJAtITk9YC/se+Jo2M0ANNRiKyuy3iw5OEMFAukiDidxnNbFERKijo1lB4mOwgBiO2MEex7y8XMUdih2tDVnx4B6GJQqA/XIp0RYXiIUNAFIL3LmXBljxU3HerDiTB933XJWEC/qQeKqvs9DZE9VQy0MRXRPCUDGNovyV6FPVQTDUvLC8MQnUFKOnTwcwmgAIy7CQu/kYSiQ7IFKpo/q/bwfnzG4wQ6dY9sNeJOCRX4q9JdZ4zmSk3kUwUPxafPEzgY5ZHsBQlttZtZ7eZ2ENWUOJgdDV+93kzqHuQG7rLXuvgcgXLSgGXMWrh2RwnK2bi0DuHmCFK913mIhY76rEeB5kPnCGyA8qsDDq3rhFCBNjgLWZ31/UeGuQKBt7Z31ohFfR5Ksda+kDX67+cz7x/U7GgQY9mLY93N4t5ToBT0DQeolrLBOK7D1RqALfgovVPa5LZgQCapz8lt/g0UN0viKKB0CmbrbyW1FdlEp4+UoiQnbwhDFQwM6GAXGLXu7z3KrHlbTZ5B7gdVdDcNH5DshXpydkR74iGoyrRgzfGoe9M4mwioccBUY2Vn1K48q1Q9lKVJJhA7vUWN5GGIF4xIFdAo8a9cPAmFUCqCfsEpOx0DwpSytqGSeFgfkDx1SsWpSJ2rCI1xsYhwPAehoo62GOS4PlIANEpZ0SbXqsn3Xzit1ClToUPviPOuvpNNo/KhbmZvu3inhEo1wVa1hfCsHgwB7+lSBOinx3Z1OMCNDDphU1yCvqNmHAdFDBwZf5HmeKrk5bmMpjuWCfWme9m6tWFWoSADPLdB+EdiIEFQW3RRouhVNq+6VAckKOhobhKrEgJeP+oF7ozV1vaDsCla14w/rTIfoMer3xUyaP8AGv5/5H2qputw7mI/VDfKxlIgPyHbEL2szTlzxAgCFlMWfk0c7E41lEGrhg8FIDKvnHTZBzWEIVBRu8TIViULhhQwMdf4QDJkWjClUPEgenLieImIEoCsV+XTeAZaUqoGKsp37VOzgW20EMetSAH+MF2LUSr6q4GdnRM/zxjSepagD86Cs/ZwTkAGHwPkO8qyBwO80NIUUp2DfohnoZgQPVUBmDXqDnonGwQ6CkAj2JE/B5xw4Kg/CdX54YndVPxTR0QBdMDAKUrryQcFKTFrX/yNKaHHQr+FVTc7ToIT8uSbhdBdfA+/MNDjUjGUgIZEt8X9J3eMRSIRRaPQF9XIyrFkYlezTp34PxPnK8lRwkNQ7pks6+cm6Lsg5Dc2sOpn142wQ7Yi9MwIsOjycGIqNVYFfL32+vk4JUBfAAOmo6/A3fvBZEQWToKFmApfN4mnu0BWLq+0/BGXl4CXLgHrsiQPafWvUhgLA2TomIR1Z+Zy+BjPwOuMoTc6SzTRJD0CQO52N/0/mqQANqC38NegfW2rlh0Kn00g77CS8GFwaB1Dpdk2De348AMxVBtLQtFejdPsweCGVEBNRjipkzGzmPEBO9fCP4ms9J2HbFi1DAGOCXRLvdObyGmJUGPpSyfoGPMQuorAaGzo7R60vOlgFYiPcHCvW1Z1wAmgBALCAO1a3p+PAShDF0iPPyp735zcKGkEzGrsgRHd+dukrpUjsCbIxZ14JeEdYaa7IH8qKN6o1eCitQw/TVqHxMb++GpnX/uv4S/54xgIsiBKK+i/HgdqKBESW+kwcPh5V7cB1hQhfwkZCU13UHKQDQxPUVMb1UtPXgQQhTsBRg/0G9oV3g20GETtfufS7V76G9jQE+WaDUUuDWo4TgIxtG9rOy9uk3T15JGs+EVAvsCX7Nl4kQ6MLqR0Rdrvw+hxYfE/Yhevon8fr/k4gAVGX8x+zMA7O0prkUa6PhtBen2WEEKAEjqCEhHQDV/ebAFKdj5N3AewtHoethAVTG7nSNe/w8iVTka06OJT051eD9GUG1LoQ+655xSgjJAhiHEc8FHqDG9kxWOqoCwShHGipYPKFtfkJSsbHiqqjq0kENYEW+nfjoYAJ5ofQv8AlfLyyCGKtMkLB6A+ol4hQRlETEESSTo7QjxEhbrGnRV0pCgtycoi6NTMRSNKRemwmON6aCabiawNcTIDnZwwLL2Rg/SAPOm/XHDfZTs7QmVAEZnXfKBKGOjE0b2HRup5SAEVVECj4B1vftgbADJpFSq4T6/qdVjRAw1ewoYYV61w1vAZkjkchTy91vxuaO5QaKhah32dWPRps0a66vWlKqhUTcJV5QefDYBFHcALpSzrhWjoi5SIHHtU+SecWtBH4zHoRZj5ub4hfYXSk/Ki4ncOmPA4GBUGBgbgju9IdbAzLjQCJvo7cVsDLx2hEMCO9ZvapTx3OGoRO0Q6Ae5n0BqcD9IAIUjqKWGdFkbzEIFiXAwEMKE0dvC4DMtiMhPoD+wnfDgpgQglWI0hM0NSa8AKadgpTNdQ+afZwMgY6UkWBMAd3s3klms0JPv+7PnfKMDg1iCigPYx8SX6NDJjYU0PQp8bqXgigixVVS+qgb/C/kieUUyH4fb2wVfxxaE18+4rJdDfwrOOUeCukTWdpGbu1RnAM6MUI1EC0iELek/PGagaHtFAJLCjtnyzh+xosHpKmN9ImuAMzlEGAqbWUe2COjqawOICjtVQQBD0EUVmd9cSxqVBE0/gD9Jl7S8EKtZKg3vCFwPB4ki0jqpt2wHogOuweMBcAWu8qdHZGdj+XorhFiJ05ncUkFuPDuAFb9ibPRfDq9HBwFDgCGpzupYDc7vBkoYESgnJdITTF1YysIBAy5D45ELKRkOEm1ASwAN+hEkYQJxUP/wwf+Q5rAw+2Jb8HA+eOOHDNUIFpAtS/wCeKDFAlANeQE7EOs4iBDqLSJHqViPuGHCKbRRbpqUUDQk388dRQLQtD2Y4nvYDeA3ZAiAfI1Sb+aE1pum0QUvff3vt2seILseDVDtXUW/X9PRbLBoxE7dF9OgOQGWkG6dfzp/HU53o2IbbUtzFaXNvcHQ1KmGpjPRH2F7nT3IEB0FDqbWLer3xuGAY0GmiUyK6+dIxBwjRmguBsA16LnVWMqUBdA66N7IuLOQmUECVI/gYtBKCbHjDDF9FEZ9NnXW14qqS/qpCSCUjDbjoqAd1iq+SPlI5ET6s0iE0oEF00YBSB2uGwLGKF2BLCQvcHy8o22wRBn+Xa4A5encASocZGjGDj1vzpD8z/ShDd4mBUYRIAL/aADiuMqIiQGJv5639/wBs0kQOm6qbbGnR+YoiKYZ0de/lLP63jWwRFsIR02k/j7yYhB+mtjF6UD5h7OLAqoHpsQKTX86HlvKZ6vhgp/C7H5w4CI+loxC2BERMSx+8KfB+hGdt/X9ql64pqe0YgBSRPTCYjOAODLIq1a8NHyKzvjqqIsSRBENNgCVt+LywEEMMgi9Toi6gyqcbYMEYJho5KUk9vdHlaFDs3AYav2hRK8RqNHdlyDKYerCTOJcUDFY1xX2gTfvvMHghzekf4rh5DucgEQifIJf5IHyP6JwcAMK+zoR+E+Lb3cLUpJ8QU6HMnAhoT0NKpVH58+PKKkfZSvZ25p4RPiQApVEiYgHWSL01mLOdlF/Su9aaKpGSOLQGARUDqH8xQEn8oTl7PGoNRJFCfgurTnQubJhCGPYlxxs3vjmjJsTPpng7uYcXQykjDZgmJb2JXwOPVIUARXQZbbcol84PagABHvCoPSd95wcqmn1GV6xJV1qK8AabAu4koGLLOw/PNFFIWUKA96JDvwecEyld/el/cA/j/kcizslQwXo6I9/mQESUpDj4hwmREYvXKli0AUMPkRqzJ8eb800MFWiCbUSIfOFQUo6IiU/EyzN3OLAxkVlKO0pMQJ3bzICPhCdlPuu+eThAwwkhAZa1Q3UIoRTll0oAQBO4qiK4VR3bMqxHKSaBEe0l+PGKDD2QDI+2mt894xyhn2lKolCOPt5BQQujvAjXANIEdxW2ASFWASDDTHeng+aGoH65JWAinXpxQCKCo6HT5XELh29IqggQED1YEL3e3HhESES1BIS0W0O/54JDR+EbqYdyJip1OK2EVFCMwVhgaakVU5q2GBSlPMml1i8SmxmPKgfgyXROGUlKqClPhJWMIovfAHCFrq61njPO8i8NJgViCLoPT0/kvnIMV71EWpLr9ElJyspdHrSCji1h9H5xEasFYIjoke1PZTJxKQLkVoKvTtF17Jy4LgCuGQnvaRwL6nHjnTXTUK+s0NFvjwMcgaBlIRoIMdSvFijt0eUN6gCwVg/E5AiL+NCaMNqNsQ4ZQsSQyokNhZEpnieHAuIEYYCN9G4/CP7UQixrj1wI6SLah5xkRoBgJAqzuwleh68QulPQONKmqaGes2c0WKQPMAVUTM70a7ePO1wd+lD58UvXZx1FGou6HyauGaPvGka2d9hrcxAC6Kd8pbjkfzU/dpt3SmkG+0PAHu9BT5ZOI816BKus3EPe9acZKCKfoy4x10ImcmiVMgUr1YVCnpgRjxv48b19I2Fo7sDw4+iW7CKBNbakKYEoTigIQejtYdWF7IbCbONoQR9tno/g1e27xwaHaQsXrrtdIJZOAaOPUnsC6gmZXu0kmTZBi49xDXQ5vDZqIAoiCvhErlzacUCbFjNxXxFBKaZ4FAGCgYA12uFdflODzASIIhDUsK1xF9AqgUm4AxG+hBrmvMRwKmnQqFdGPb7UfzxigKwEZQfy+rel5C4HmnsT/wBv/KeOMPQgdEpK/a/eBBUElG1AM+Hze8rAoqILkSRLpZ2Z+OWRPUFELalBsQNfTjcB16pEEMPaonXivDB9g9IN1rcG46u8UYQB0CAqCdI1rfwcgIiGEJDJQKMGp25wJmAEXQKkw09ts+BxpcMBg8MFGJf2SKzp2gC6RBV0EXYj9wO8uYSA976T8a8GvrW0bdNGn+Pk4Y1gWUJt+R+gIe6xukUbEJoFBJ1EGXvk6yXbiksO9474TI8HOiAl06noS38QyPEqL7Gg3oClSJjSdTgIRWFp+WuQd7JSWiHUwdQuChIJ3kr+ng11CLQQCoCghnw775FKbIsmI7C0afVOuuOUrRyRTIxSI+gg8OKYcmSjXwgMX0zEeMu1D0vi/fj2MHpeEWHAmfVP+m/bwNjUTtIb+2kQqLfyQ7uCdumFtjf3/aPG6pDk231dGw4wDIxKY7ppYXPf0Bll0KJQX4TYow4gtyVsoMXWv4WAmYDbtgy8UNaMnbGXeWKAQmLQAbgMVzw8BAqKCKuxmiuAQCHziiERDtMV0fR8z3l5AwRS7Dnff3wzmq9tDIKQptPvXzrl1AyRRFb1Rln5kkx36cFaIBdkHuTKd/OA9WuyloSUcAEyXlWINdCBJL5rXqe04wFF1i52kZg4Cn6XlAQAipdo9Cw6WawqEv3glMbndYiHWXvklEwm6Q67fF6vADkhRQEp3joddir0SjBopWovRhG9R0953Bs0Yvp2YT+WzHiBCFKOUBJPfuP5L3M4jTBUW/8AQ6LlpOPGHANqoX9Fvc/OhwwQLoxMQu5Nme+kOEHQUwoISpflX65xvUVwuSv18Yk77oHKwOGn0CzOtFSfUrHe8NWmawYMqazSnLcTwwhe16m/kutEDEVFZlob5DtTcANHlj60AxIlK47f3SYXjAPoDsFkE1GsVM4ahIgiadMJt6njd4QoQ8+Nf/w/v/kKAodG511E+c/L/v8AH5/H/wBCesd7rck986/q2bO7Zf7Af+O/nzwWtW/c78dOHzgVKkMO0RivmP4p7zOWm6r0B/kvX94cbYjMUfUx6In5Tw4DA4aF7E9ZHKyt+cHUEAoKHsgy573PzpOggIDWYkt8fX7qiVuVbCon5hT9T2kQV0wBxXdeMfbm3+x+lG/h/bxOqLQqkJP5KjmifOEXQbaKK5w+FHWb11xIn6EUBpI/ihx2ODMPh0MAmUxPodkiUAhY8SrQEtpo73vKN6JR7Mha4mDkJ1OPpQCAQiYJNhkB1mcJ6BjVUB9FBboJiOLZdiAqANovQEvdUnENQQVVCCIh1271BxnCYCyAcIn5X7epH4KtHWWoDX9DHX5V4GZRcFi0GeEcLq3OAj7JFwAwaHZqnweKjKMLpBfRB2j31xUEcoJAskdEEtJRfxxFpSwwokSn0EwyXzhNMIQACpRre11L1RKgVXIgT3vB/tE41UwDTBCR3IB52q5wJSChhAGD+aTPI8L337hIzT58a9cyGFOkUNWdUC96S3hI1mGZ2iktfFn4vgSHoUr2AlTrJclTHDm/EQgoBSK1rV3Y+dcIDHsQsd9QIieHxOBp0llbmTVOnXxP1ylosR2oAFFsYzu9dRB0VERoh+Jf7rfwMTaB+MVfJXHw2dmEMVR7goHRoB+tPeLEoNIzof731+MzkAnqPzp+e8T9P45ZviJfp0m/D+n8UKgiOqpafr5Tf6vFdkQF+wDZPn3uPDO+16xzA/2AEmziKtUG/APPHP5Sv/8AH5n/ANP/AEf1yr28W1C0aYsR19M0e+PaNQL+p/ub9rwOMsvc2z/1/wDvLBVRGj6Af1j88/cYb2p7ZfjJd+45Swf4bB5L+17Z6uUWJT39/wD2GdH/AF6/XOtcnX9cr9f7/wDvh/XKvb//ADa3W38f7aGaW05aNIUHvAIwJ2SXHeNNXBag6Belx+oapwiCgBqUyjYOtKRW1oZZp2UN6gAe/Rkg8UDBGINXuqoShcOwsZIQFKE7iBjd3S5eEhgxraxpFRiAhw9nOqrCDEoUWQAVWBJ+OFAdgZ0ps9zV8TMeN0g92MwEID2ZIk/ZS6Ii/Ko9yq/wfeFnCUao4Gfh8t/knEmoChVo50eAp1zQMFcFAKnitzsfvNGMi9IpipqOwKTbBNLtAFVztwjelN3OOraO1htBvs/c6JdofAuiQPaiSMcA64xZ7GDjCZAxYCbeUMq4+0B+O1TthTjUdoF0198V9/PXBUJoL0BRe1lu9CROHVRcOkKAdF6H7H4cuFShFKGnegpZpEHgyoRQ0TSB8C/zF6KxASBP6iscJnR1k4OkpOjQQfXnfT+o8DUV+oQj9ox9purzIgbbkqFXkFHQJhwn4EWtCZ26H5LZThUtBBOjP/Or9ef/ABPn/L+dn5/X/r/f1v8A/dSolUV6LC/oWfO/OFHTAj4frQde4no8sw9dDzQPlHuQP3ihguHHIe0GOyB94AK0iiDWFPpDd8Ypu1Kl6qgZ2SYWtcHgOG6AJT0vAQj7Hvj2hCLYoq9ZEjMbM15GJkO+oAtlRD8J+HjqXNhIBqHwVbv8uEO/AKyoSYInVaJ/JppLj3L/AG/+eTTTsSqPR7RZFod5yip6QaDTTsCiBjfXhS2TQyV29IMoiC9c3qRIUAhEK5Du1j3U0HhToEoFyOvzGcBJekHR0N2EuQBicMCAwe6Ioxl02dFkvIH9ggr1pgcDrrUHhg4SApA7bvardJ70uGdptCB+vRM93rkBHYLb2v8ALokfzOY5Ajpgy62k26ksZwaJOKVoi9Cyd9P3gNMqCGN9mdNUzytvFpQ/gAKv8pheDQbYj+ZR+ovzvCbIu7mEsKHbBniaw4SIWU6IhROgfzb9DnRgPZ0RNtTodspm0CxxaD2AoP8A4b/ffGG8h/sf6j/2QDRSDHsqdPY//d8qYtNhGoJCNBpF8W07+isUBWqsljlGOsSIIAmnUIgujYAV3w5AoInpWnyhVNLrk9CkWrja6CsTZKzFhvaMCqUQYUieuY8XIJTAKcu1BSFxTuKGyZIxCL+Irj/eckGoUPiabl7X6w7ApNCCAhLWvemzFnJUtMXs6jpoMf1V5ZQ5kHEVWoSvb19vGwL0FqhELpIdpuPIaaFgYaAwwp7E7vHDGoBBYrh0KT6H5SDCghqqyVUthMsZxtKEH2gyOABOmT5xe4Id9MTFvzC6xm3kUqEECCzBG2VQ3FW7G94ve2OjR0Et4q0EZ49h04y7wp5ED8lTVH0UPj95hSOUr88VAq1yQcKITXqpOPtdHoY1eQc3TD5aBdEbTIC8jwENa4tmfgau8IFaJHdkZ4rHVeThZzAsgSNhbdt3dOKyq4TTKXyLX1ZI8LrYGu1c7C1qdI55CCK7VTah/wCLfz5xkPL/ALQK/wD3v/ZO7udeMGN8guVsqEjqonMBpMetp2cEm1CvQiqqB08HXKW0JVVWlSAT7fKHKxGrGsO6C50uj37yF0GtlBgKaAqdDx2QKK9gA/a6B0YN4HgUAUCY9xmh1HeuL4RVFEQ2V11BIXS+gCVZR7qMti07zQk52LHA7z1oSv3CSmKPZAs7WBEfYonXxeKHEHTWwUhkWLvrxEMUSrDPiskh2ScAwEcW8Z3FFYGiROe4wKnQggjZHpYJfBUhUAWP8AMxDqvEarKNGPX6lMZ5Cx4djkClWBXxSDZRsyjs5tiboX6o4mi9T3ghVY2EqHRd718ob1GJTFB0kcb8ft84KaNJ+tA3W4vgNjh8SO0uGTqL4v5cOIojQStNb52L8r28E1NRrRkT2mb80F4AcAB1R3B6AVNWqcX28L2mo1Wo/wBbIcsGAehEhSHo6gTbxal7UIsqjWIJ4fnXhQBKBKai0tUlIpni81CZfLEdF/An88RV1D/K3/P/AGRsRlF+xJT8xZ/PKnpUK2dIDLWb1/VKjgQr0AHX+X4o98OA2hbapGWmQ6gaF3r6F0XoBTTJrnReM4hJwrAHaAt3XeKuGl9k2DglVeqGDebxmK0QWolQSGdMV1xcXepWgBtxFEAzQkNIRr2QitxFJ9ZOOrj1wCQDF+Ky+HqFU3h+OfDjbNqRUijr5eapO4r3sWadJEoQCBZYr0BU7mKopSgO66g/jk1HUdGJWUNt0+PU5RnSqGuoN9Ioul6QD3KxUKKgnQKe+8+HGxoAaLYhbKJfyGyxaqjBvSUY6KnQibYHFO1jDYAGrvRksxrwjCopPVidbtGT2byJegFO3BWYH+Gn3xpbNOhvZhrugByExLTGKwpKMnXRk44bgRKBens8xeu+x4+bHotI9Wzd+TuaBWmweBYTL4CrXPHwSmxAwfyVn7omBwmxGJ0jqB6NDyp46tMADYdCOonf6d9mkO9JCuxn0oXoP4aq6/6Uf9kUkWvK+IfNU1w74JqOosIwV2gVjjEFOHKoLIFMEPMKgFwfZQZVCaqCpOwPj6vAzq2oCKEO0XohkcscRgAhtPmMJZ2NCm3iSQmgcKmnnn16F4YLVcKCW0Y09aTThZSkAeu20FA7DwQbKiRqlvRQoVencBl3XgRIZpcUd6F619mBwsqgeqA38lPmPGr7hXSWkZiYRJA/SDNmqzANeX6eB2UTwfm7STyek/N9eMFj8QMwO0dP6nacjkZQkUbqiKJnZZXV7UBjSxAB2dlDPkchYVFmBFnwqCa4w3hVlK9dqc8KTkJc+mHAs6FQd9iVc6kucRSdx/lfzpEcvS/KCIqdS0RVO9O+8E64RZa1CDUpNylLkGaNcOggUrsUpqDA3QZ3yRsYj3Em/aUSU/TyjqBKAFwEHaLfjO6cmDIIewQZUCypKeRvPvD6Hhmor3TCR5fGnAig2BPAXxfTgvgINe1Qj2lGvqnyqHxnwSmPhL/ne+V1Tofu6/8AH8f9k6n23yQb+NOYPSJGjZGBr0tZi3jV16Bg6T2hX8fXjyClWQ1fREtxoPY8Vjq7CSOAwqGYVjw4pCRFsQvsbVfSATtWEm+MVPUbSCshBxOCVj706lB0Ows6PVanzSifBRpOyHow8HjQAIoqKRr0LqBeg3CIYOwsCANQ0NeuTmHEFE+MT6ijuCfOMNig16QDqdwsf11AY0mXWyisoao4SSt4VjSEnpMKaWSer24ZLgTVMASkTAmImU44dAAiiyFB6AqxSufFIgtFbTopntVQt6kqZwKxg1BQ/VT35TiwS00MXweoIoBaROleaoV7ENZQwhV/dGJEjMHULsjVO9DPeSNVRM1oCxcJH0eUYRYi5EOlqRN2b48R1RoUbDtAXfqIA6Ec2CsEzGDs7FMhrFTisGNVPFhJataD5+eBABDM6kXywpO/w57cY8GNTAMjaxwwt4pVVAXtjmEAQfz0O3hRWk9kE9+AOqfgvMiml/OEb8i/jr4cdIcMfi7/AJ6/3/2RKj836Ff64HZygjsCA1YwTafS8RgJGHaRO8609vfHHpVzEQ0aQg6FZ5S4AyHUdV19UqsGJw6hAIdQEOCH2/nzR6cmZgulyD29Nvm8KdUkjI01vYYMPFnEYZG6QiiMwQaKaE5WpSV1XTpVAv0E95QhCnG4svZEPST88UfqCch7XADRO/xXhqiykRPAooJRc6XM4xYgggnTB7s0rvTvfJOiO0+B2KIeX51xRJFsSjpYKSGU8fxxcACE9BB3EIKdSubwI6+WoATX58nahteAhUADUeyp4aVD2dDQowGgqPRoyjr+eCaBKMSLG9GjwX6nNoQew6Bknr2/nneER6BwUwMAAt2FnLZEGp6FYbSKDO3DhUBWCmyD6wpi1DM84MUTs6em/gZPfZOKIxDpFX7h3VLWTrp4VdAiEMX1HqOi2YoJ7DA01pnqTxUPy0IioUKGK7Ahk/On04Q4IBqpWGnwBm+feH2QA/gBIv8Ak9+8/wDr/H/ZFTFs34f3alPTiV80gWgDLQMVuwXgiOwQLBC7rooj/A4yt1PaGug0lvZSwQBg2RuqqJh/CFxB0NeLbdImZCX1Ip9b2ycLEQaFHoYUZ1DPj8neQFFSBA+nXXbnpxDgZIvbRF1PNtZKpwmixqsPQyYKa6E81uHugmQIfgK2oyd8AKN7XurBfZ/U/HD9ASiawG3yFO4nWI1qsCkrAUKmnZKXN4BhG6bVCdg7GP8AXZxj0AjRhgM7Uu177Hg4kCsYohe5ZHQ1rwrv5FlqPCgQf8jzih0BSvUP113v2fziCg0HaKXbje1jjNvCQATSfX9Cbq+co8pjAaE7vUVevjrlqwlUkcEhiTwc4pIUoti4gzIX1hY2wWkvYWkQFNIsD8ru8ZAEg6aIY9Aw/PpxdwQVGqujPhDbWP4VjQUAlTUDrxDPf7dGUJVm1kKuJfcK9vPHQWJskBlV2nXTvEUwGgOlA30txbr9LxKosErkQU79KT+ovEIJEQuYffc/+6P+xqmCLh3tevcXIGeiDWbg2QmVooTDiJgCAkOhVlUKPrXt3p0qQIQATe0Aj2e0MUc0DjEQs7T298IFgglMoEen4E+tt53IC1/R8BT35O94osFgRWKt61AskbHi9cHRZXcmlJ+Gxm8ChegpouyoMU7lPaaqGkBuLTDbDQ9PaBdyLiLuOz7E+dPV46d3Q0dp9UaTs85el9M1iYQAABO3CbzetpH7KQe6ityPT0gxJSjin56R6wXeGBC07VAPSdDavqrOMgNgKgOmNjbb0S7aoYkILULek6Mg1J5w2D8gi6a3NPw+HXChNKi4ARHJQp+DIvB9RpSEJYOVI/mPl40VyQBAUB+Pxc94pXmEgrgXr8yJr3CEYYIh2KuyXXNwYR5oisAqmiLNCXfJ1AdUAWhUDAr8UuI/jiRZ83IeEX+S41ul1RDBOyHlQA3cX4SJlegAHcAMHuuMrwAO0UA0Ua2qJH3n6EFsHVZ2S4M9PnEQXAt+jp/V/n/shnAAr4k29GoN8vHklpPB456AFWEP00LYxIFT0SKKDGDFOAASgQx6DpHU6cK7XhsXEwadClohCZtrFkDohgmhOlqVU9x8a0+mwCMNMMr+++znYFIIhDZpVymjlrvNkGBRdg/cOyFiLNiDQjUNC6iE7U2uM4ba4JAMEo9CRdd95BVpfwYt18R/Ne+UtTgC0Skq7DJ37xu3uJZu7JrDv+pNyCgsEoRbsq93s/HH004jsgQrBG5dL0HIg0zEkWC0AQrTNt56LzdAU2Y7Qu+jHg9UTOhZkJBZ96Vt5syiimFD3ovSDrRrh5ECF3E8h6MuzdnF5QjO5H1uv/8Aq7UAdQtQAgdUJ+698EFKxMZtRZdrJBvxBWYlNqiRfZFE+CcmJftQa/o6Mt7ZeGoWkDxxQrLSGS664TDbGaRIb2SWmXCXhbZXhNXnXgA/2EwytpQESOTXR80jictomo6HE8gJZ/neE6Fi34E69x5/9b5/2TRhNTxAr+EE/JwL4Ir8kcrmYIUvvHYqEhC2ke1P2dnzhmVgJWZGjO79uvH4zFHdgSiC+dAY8HrSGEYvYl/J3VvrqIEnSttuoGdXpy1waFROzOUF1bhfdeBp1AVGghPgwNHt9aAAAQk+X4ZRllTybGlo5n5BaLV9edUgqboiV7rX+ryO1FYY6iIHZoXLa8k2sKIniRv7bc+7xpjlCGT8H/7zhRWACErcs9R/vmOJBlbD0z2OdOX8QaVwF7mt/LqJv4OBkABe7gWZmA/e+bZBV1WapgaP5J/PEWBsfqAIYI0TqKHnETtQ0HyE3AJ3XrhJBSJSEDbiHQnr3wxA4qlEBixvw/3TruFEWrV7Bjp+2HXOkSCdq3Wfh6Tqft4wRc3H7shahvXpU4UFx/aeXo/F8NzgpFCqCQgH2lW+vIi60CuiEYkwOEo7OFFBkXa0A66J9zzlgWDY4sjsGAfvXnQABT7KN38f/XP/AOn/AP/Z" class="fr-dib" style="width: 463px;"><br></p><p style="text-align: justify;">Teruntuk mahasiswa yang menginginkan bacaan ringan namun tetap bermakna, serial Bumi menawarkan petualangan fantasi yang seru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam serial ini, dunia imajinatif yang dibangun tidak hanya menghibur, melainkan turut menyisipkan pelajaran mengenai sains, persahabatan, keberanian, serta pilihan hidup.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Karya Tere Liye yang satu ini cocok dibaca mahasiswa yang ingin melepas penat tanpa kehilangan unsur pembelajaran yang tersirat.</p><p style="text-align: justify;">Itu dia 5 rekomendasi bacaan yang bisa kamu pilih untuk menemani libur akhir tahun kamu. Jadi, buku mana yang akan kamu baca dahulu? <strong><em>(ali/aya)</em></strong>&nbsp;</p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keluhan Rutin Mahasiswa FKIP Banggeris: Lahan Parkir Sempit, Berlubang, dan Berlumpur </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluhan-rutin-mahasiswa-fkip-banggeris-lahan-parkir-sempit-berlubang-dan-berlumpur/baca </link>
<guid> keluhan-rutin-mahasiswa-fkip-banggeris-lahan-parkir-sempit-berlubang-dan-berlumpur </guid>
<pubDate> Mon, 29 Dec 2025 19:39:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kondisi lahan parkir FKIP banggeris yang sempit, berlubang, dan tidak mampu mengakomodasi jumlah kendaraan mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluhan-rutin-mahasiswa-fkip-banggeris-lahan-parkir-sempit-berlubang-dan-berlumpur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3kwUYkYCuC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Keluhan Rutin Mahasiswa FKIP Banggeris: Lahan Parkir Sempit, Berlubang, dan Berlumpur</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Keterbatasan lahan parkir di kawasan FKIP Banggeris Unmul masih menjadi keluhan mahasiswa. Kondisi parkir yang sempit, berlubang, hingga berlumpur saat hujan dinilai belum mampu mengakomodasi jumlah kendaraan mahasiswa yang terus meningkat terlebih pada jam sibuk.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP 2023, Karissa Irmadella Anjanique RM menilai kapasitas lahan parkir di Banggeris belum sebanding dengan jumlah mahasiswa yang beraktivitas setiap hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masih banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan tempat parkir sehingga memarkirkan motor di sembarang tempat,&rdquo; ujar Karissa kepada Sketsa melalui pesan WhatsApp, pada Kamis (18/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan, ketika lahan parkir utama penuh, mahasiswa kerap memanfaatkan area di depan gedung jurusan, sepanjang jalan menuju gedung baru, hingga area depan gedung baru FKIP Banggeris sebagai lokasi parkir alternatif.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun memadati sepanjang jalan, Karissa menjelaskan jika hal tersebut tidak mengganggu mobilitas sehari-hari. Namun, tetap saja terlihat berantakan akibat motor yang diparkirkan begitu saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Karissa juga menyoroti kondisi parkiran di sekitar gedung baru yang dianggap paling tidak memadai. Menurutnya, permukaan lahan yang masih berbatu membuat kendaraan rawan terjatuh.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Lahannya masih berbatu, sehingga kalau parkir motor bisa saja terjatuh karena tidak seimbang,&rdquo; lanjut Karissa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keluhan serupa juga disampaikan mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP 2023, Andi Irham Wirawan Razak memberikan tanggapan mengenai lahan parkir di depan kantin DDI yang masih jauh dari kata layak meskipun tempat parkirnya cukup.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Parkirannya berlubang dan kalau hujan jadi becek, licin, bahkan lumpur dari jalan berlubang sering membuat amblas,&rdquo; ujarnya kepada Sketsa melalui pesan WhatsApp, pada Rabu (10/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Andi menambahkan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut sejak dirinya merupakan mahasiswa baru, lokasi parkir di kawasan tersebut tidak mengalami perubahan berarti. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait agar fasilitas parkir dapat ditata lebih layak dan aman, seiring meningkatnya aktivitas perkuliahan di kawasan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Parkiran yang saya keluhkan bisa diperbaiki untuk parkiran di banggeris karena benar-benar becek, licin, berlubang, dan agak sempit,&rdquo; tutup Andi. <strong><em>(vpr/wil/ela/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rekomendasi Menu Makanan Hangatkan Malam Perayaan Tahun Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/rekomendasi-menu-makanan-hangatkan-malam-perayaan-tahun-baru/baca </link>
<guid> rekomendasi-menu-makanan-hangatkan-malam-perayaan-tahun-baru </guid>
<pubDate> Tue, 30 Dec 2025 18:38:09 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Simak menu rekomendasi makanan untuk menemani momen pergantian tahun bersama keluarga dan teman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/rekomendasi-menu-makanan-hangatkan-malam-perayaan-tahun-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/UTXN9E158b.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rekomendasi Menu Makanan Hangatkan Malam Perayaan Tahun Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Tidak terasa, tahun 2025 telah berada di penghujungnya. Artinya, sudah saatnya kita bersiap menyambut pergantian tahun. Malam pergantian tahun akan menjadi perayaan yang selalu dinantikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perayaan tahun baru identik dengan berkumpul bersama, baik dengan teman maupun dengan keluarga tersayang. Banyak cara yang dilakukan untuk merayakan malam tersebut, salah satunya dengan menyiapkan berbagai menu makanan atau hidangan untuk menambah kehangatan serta menemani kebersamaan di malam pergantian tahun tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berikut <em>Sketsa</em> rekomendasikan beberapa menu makanan yang bisa kamu hidangkan untuk merayakan malam tahun baru!</p><p style="text-align: justify;"><strong>Menu Bakar-Bakaran</strong></p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>D</em><em>etik.com</em>, salah satu menu favorit masyarakat Indonesia pada malam tahun baru adalah menu bakaran seperti, jagung bakar, ayam bakar, barbeque, sosis bakar, maupun ikan bakar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menu ini tentunya cocok di lidah apalagi jika didampingi nasi putih hangat dan sambal sesuai selera. Selain itu, proses memasaknya juga menambah kehangatan waktu berkumpul. Sambil membakar, kita bisa berbincang seru dengan anggota keluarga ataupun teman.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hotpot</strong></p><p style="text-align: justify;">Untuk menu berkuah, <em>Hotpot</em> atau rebusan cocok menemani kebersamaan pada malam tahun baru. Mengutip dari <em>Kumparan</em>, <em>Hotpot</em> merupakan makanan khas China yang sudah ada sejak seribu tahun. Hidangan ini memiliki ciri khas, setiap macam makanan dicelup pada kuah berbumbu saat ingin memakannya.</p><p style="text-align: justify;"><em>Hotpot</em> biasanya disajikan dengan berbagai pilihan makanan, seperti irisan daging tipis, bakso daging, sosis, olahan ikan, dan sayuran. Pilihan isiannya yang beragam membuat setiap orang bebas memilih sesuai selera. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bayangkan, saat berkumpul di malam perayaan tahun, kita dapat mengelilingi <em>Hotpot</em> untuk mencelup makanan ke dalam kuah yang menghangatkan tubuh. Momen kebersamaan ini membuat perayaan tahun baru terasa lebih hangat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Pizza, Kentang Goreng, dan Aneka Cemilan Favorit&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Makanan seperti pizza, kentang goreng, dan makanan ringan sesekali bisa menemani kebersamaan saat berkumpul. Cemilan-cemilan gurih ini merupakan pilihan yang juga direkomendasikan karena mudah didapat bahkan dibuat sendiri sebelum menjelang malam akhir tahun. Bahkan, bisa untuk teman menonton film sebagai salah satu kegiatan akhir tahun bersama keluarga.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, porsinya yang banyak juga membuat makanan tersebut cocok untuk disajikan sebagai hidangan bersama. Ketiga jenis makanan tersebut membuat kita bisa berbagi dengan teman atau keluarga saat perayaan malam tahun baru.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Mie Soba</strong></p><p style="text-align: justify;">Rekomendasi selanjutnya adalah mie soba khas Jepang. Masyarakat Jepang percaya bahwa Mie Soba yang dihidangkan saat malam perayaan tahun baru dapat membawa keberuntungan umur yang panjang.</p><p style="text-align: justify;">Mie Soba dapat diolah dengan berbagai cara, mulai dari disajikan dalam kaldu hangat, disantap menjadi Mie Soba dingin, maupun ditumis. &nbsp;Mie Soba pun menjadi lebih dari sekadar makanan, karena hidangan ini dipercaya dapat membawa harapan baik saat menyambut tahun baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Itu dia beberapa rekomendasi makanan yang bisa disantap saat tahun baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menu makanan apapun itu, yang terpenting adalah kebersamaan dan kehangatan yang dirasakan saat berkumpul dengan teman atau keluarga di malam pergantian tahun. Apa kamu punya rekomendasi lain? <strong><em>(myy/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rangkaian Pemira KM Unmul Minim Partisipasi, DPM Jadikan Bahan Evaluasi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rangkaian-pemira-km-unmul-minim-partisipasi-dpm-jadikan-bahan-evaluasi/baca </link>
<guid> rangkaian-pemira-km-unmul-minim-partisipasi-dpm-jadikan-bahan-evaluasi </guid>
<pubDate> Wed, 31 Dec 2025 19:18:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rangkaian Pemira KM Unmul 2025 berakhir dengan partisipasi minim, peringatan kondisi demokrasi Unmul yang menurun tiap tahun </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/rangkaian-pemira-km-unmul-minim-partisipasi-dpm-jadikan-bahan-evaluasi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NmQrMONGwY.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rangkaian Pemira KM Unmul Minim Partisipasi, DPM Jadikan Bahan Evaluasi</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> &ndash; Penetapan Pasangan Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Periode 2025/2026 pada Rabu (24/12) lalu, menjadi tanda berakhirnya rangkaian Pemilihan Umum Raya (Pemira) 2025. Namun, partisipasi KM Unmul yang minim dalam pesta demokrasi ini menjadi sorotan.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di hari yang sama, Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum Raya (KPPR) melaksanakan Uji Publik terhadap Pasangan Hiththan-Rahmatsyah. Pasangan tersebut langsung ditetapkan menjadi nahkoda kepemimpinan BEM KM selanjutnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/melewati-uji-publik-pasangan-hiththan-rahmatsyah-lanjutkan-estafet-kepemimpinan-bem-km-unmul/baca"><span>Melewati Uji Publik, Pasangan Hiththan-Rahmatsyah Lanjutkan Estafet Kepemimpinan BEM KM Unmul - Sketsa Universitas Mulawarman</span></a><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Salah satu partisipan forum tersebut menyoroti minimnya keikutsertaan mahasiswa dalam rangkaian demokrasi di Unmul. Hal ini disampaikan mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2024, Zaid Ilmy An-Nafy.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Zaid menilai dari partisipan dalam forum publik yang bahkan tidak sampai 100 mahasiswa dan tidak semua fakultas menghadiri forum tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Ini menjadi peringatan bagaimana partisipasi demokrasi Unmul sangat menurun tiap tahun,&quot; katanya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (24/12) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selain itu, dilangsungkannya uji publik karena hanya terdapat satu Pasangan Calon (Paslon) juga menandai minimnya motivasi mahasiswa untuk ikut kontestasi Pemira selama dua tahun ke belakang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di tahun sebelumnya, hanya terdapat satu Paslon dalam kontestasi Pemira sehingga Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul Periode 2024/2025 ditetapkan secara aklamasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/terpilih-secara-aklamasi-pasangan-maulana-fajr-lanjutkan-kepemimpinan-bem-km-unmul-20242025/baca"><span>Terpilih Secara Aklamasi, Pasangan Maulana-Fajr Lanjutkan Kepemimpinan BEM KM Unmul 2024/2025 - Sketsa Universitas Mulawarman</span></a><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Periode 2024/2025, Suarga Nabil mengungkapkan bahwa KPPR telah berupaya membuka pendaftaran dan memperpanjang linimasa sebelum melakukan uji publik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;KPPR sudah membuka pintu pendaftaran seterbuka mungkin dan telah melakukan perpanjangan masa pendaftaran,&quot; jelas Suarga melalui pesan WhatsApp, Rabu (31/12).&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suarga sendiri menilai uji publik beberapa waktu lalu memang tidak mengakomodir KM Unmul secara keseluruhan karena bertepatan dengan masa liburan. Oleh karena itu, KPPR menghadirkan jajaran panelis.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Sistem uji publik di liburan ini memang tidak mengakomodir seluruh KM Unmul, sehingga menghadirkan jajaran panelis,&quot; jelas Suarga.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meskipun begitu, Suarga juga memaparkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden BEM KM terpilih akan merangkul seluruh fakultas di Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, uji publik beberapa waktu lalu telah memenuhi syarat untuk menetapkan Pasangan Hiththan-Rahmatsyah sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KM Unmul.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Tanggung jawab yang harus ditanggung adalah merajut komunikasi dan sinergitas antar lembaga di Unmul,&quot; lanjut Suarga.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Suarga juga menyebut bahwa uji publik atau hanya terdapat satu Paslon juga harus dihindari ke depannya dan hal ini merupakan evaluasi dalam pelaksanaan Pemira selanjutnya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&quot;Persiapan dan partisipasi KM Unmul merupakan hal yang memang menjadi evaluasi pasca uji publik kemarin,&quot; tutup Suarga.&nbsp;</span><span><strong><em>(ner/myy/vpr/mou)</em></strong></span></p><p style="text-align: justify;"><br></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kisah Apa Ini, Tulip? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/cerpen/kisah-apa-ini-tulip/baca </link>
<guid> kisah-apa-ini-tulip </guid>
<pubDate> Sat, 03 Jan 2026 19:15:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aku hanya bisa melihat warna tulip putih yang ada di tanganku, hanya satu. Kuingat juga di kantongku terdapat tulip busuk yang tak berbentuk. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/cerpen/kisah-apa-ini-tulip/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/sd48HROD5c.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kisah Apa Ini, Tulip?</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Bunga Tulip di hadapanku mengangguk-anggukkan kepalanya. Sudah berapa kali dia mencoba memahami kisahku yang abu. Aku tersenyum getir dengan balasannya. Tidakkah dia mau menguatkan aku yang tengah rapuh. Tapi sama denganmu, tak akan pernah paham kisahku, bahkan hingga aku mengakhirinya.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kehidupanku berjalan seperti lajunya angin di pagi hari. Tenang. Apa pun yang kulakukan seperti kepakan sayap kupu-kupu nan anggun itu. Tentu saja, ketenangan menggangguku yang terbiasa menelan derasnya air mata. Benar saja. Kecurigaanku mencuat saat orang itu hadir dalam hidupku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Katanya, dia akan selalu memberikan tulip merah yang tertetes darah seorang pangeran. Darah cinta abadi. Dia akan berikan tulip yang penuh cinta itu setiap kali mengingatku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kala itu, dia akan datang dan tersenyum dengan tulip di tangannya yang berlumuran darah. Aku hanya memandanginya dengan datar tak bernyawa. Butuh waktu berapa lama sampai dia mengingatku, sampai akhirnya dia menemuiku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dia tahu aku suka tulip. Tapi dia tidak tahu aku suka tulip yang berwarna apa. Kepada tulip yang mana aku selalu bercerita. Tulip merah penuh darah itu sama saja dengan mengotori tanganku yang seputih salju.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dari awal, dia sudah bertekad untuk menjatuhkanku ke dalam jurang yang dalam itu. Dia terus mendekat tanpa mengerti perasaanku. Dia terus berusaha meyakinkan bahwa aku harus percaya dengannya. Aku terus dipaksa jatuh ke dalam jurang yang terlihat hitam itu. Aku tak tahu terjatuhnya akan di atas bunga-bunga atau malah kayu runcing yang menusuk. Tapi kesamaannya, aku akan tetap merasa sakit, patah tulang atau langsung mati.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku meminta sebuah sayap. Dia hanya terdiam. Kuanggap diamnya adalah menyerah. Dia berbalik kemudian melangkah pergi. Sedikit kudengar gerutuannya yang menyebut permintaanku tak masuk akal. Aku berlari menuju kebun tulip lalu kuceritakan kisahku pada ladang tulip yang berwarna biru keabu-abuan. Mereka mengangguk. Aku tersenyum merasa diterima. Aku kembali berjalan layaknya angin kala sandhya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tak berapa lama, dia datang kembali dengan sayap di tangan, tangan yang lagi-lagi penuh dengan darah. Aku termangu. Entah sayap siapa yang telah dia patahkan. Aku membayangkan kesakitan atas luka yang menganga akibat hilangnya sayap di punggung orang itu. Bahkan, rasa sakit itu menjalar di punggungku sendiri.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayap itu dipasang di punggungnya. Rupanya dia hanya memamerkan keahliannya itu. Keahlian mencuri dan memakan hak orang lain. Katanya, dia bangga pada dirinya yang telah berhasil melakukan hal tak masuk akal itu. Aku jadi ingat gerutunya yang mengejekku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selagi berusaha membuatku terkesan, dia terus memintaku jatuh ke dalam jurang yang menganga. Dalam kantongnya, dia merogoh sebuah tulip yang sudah membusuk. Saking busuknya, aku tak dapat menebak warna dari bunga tulip itu sendiri.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam keadaan berakal atau tidak, dia memberikan tulip itu kepadaku. Tentunya aku menerima. Aku selalu menerima bunga tulip. Tapi tentu saja, itu bukan bunga tulip yang kusuka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Alasan apa lagi yang harus kuberikan. Katanya, dengan sayap itu dia akan mengantarkanku secara perlahan ke dalam sana. Aku hanya diam. Kata-katanya amat manis dan menyakitkan. Kenapa dia amat terobsesi pada kegelapan yang mengurungku? Jika aku di dalam sana, aku tak dapat lagi bercerita kepada tulip-tulip itu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Hidupku kini seperti angin badai. Perasaan takut bergejolak membakar amarahku yang sudah kutahan sejak lama. Tentu saja aku lebih familiar dengan perasaan ini. Karenanya, aku lebih berdiri tegap dan berani. Aku bisa berlari dan mengata-ngatainya dengan mulutku.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dasar tak tahu malu!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Dasar tukang atur sialan!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sana kau jatuhkan saja dirimu ke dalam jurang, biarkan kegelapan menggerogotimu hingga ke tulang!&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku terus berlari sambil tertawa. Angin puting beliung benar-benar membersamaiku. Hingga akhirnya aku terbang bagaikan ada sayap dipunggungku.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Lihatlah, duhai, aku bisa terbang tanpamu. Itu yang terus kuteriakan dalam jiwaku yang terus melayang. Tanpa kusadari, angin ribut ini merusak kebun tulip yang selalu kudatangi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berhari-hari aku terus melayang membersamai angin yang menghancurkan. Hingga sebuah tulip dengan warna kesukaanku yang terbawa melayang di dekatku. Tulip berwarna putih menghampiriku yang telah kotor karena angin yang membawa lumpur dan dedaunan kering.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baru mataku terbelalak. Baru di saat itu aku tersadar akan hal yang selama beberapa hari ini terjadi. Angin seketika terdiam menyisakan ruangan yang hampa. Semesta bungkam mengerti apa yang telah terjadi. Angin telah menjatuhkan dia ke dalam jurang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Bodohnya, dia pikir sayap di punggungnya itu bisa membantunya. Padahal sudah jelas itu bukan sayapnya. Dia mencurinya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun yang terparah adalah kebun tulip yang kerap kudatangi. Semuanya porak poranda. Setiap bunga tertutup lumpur hingga tulip-tulip kini tak dapat menunjukkan warnanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Aku hanya bisa melihat warna tulip putih yang ada di tanganku, hanya satu. Kuingat juga di kantongku terdapat tulip busuk yang tak berbentuk.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em><strong>Cerpen ini ditulis oleh Siti Mu&apos;ayyadah, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2022.</strong></em></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menekuni Linguistik dan Sastra: Benarkah Mahasiswa FIB Selalu Menggunakan Bahasa Baku dalam Bertutur? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menekuni-linguistik-dan-sastra-benarkah-mahasiswa-fib-selalu-menggunakan-bahasa-baku-dalam-bertutur/baca </link>
<guid> menekuni-linguistik-dan-sastra-benarkah-mahasiswa-fib-selalu-menggunakan-bahasa-baku-dalam-bertutur </guid>
<pubDate> Mon, 05 Jan 2026 13:10:31 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Anggapan mahasiswa FIB selalu menggunakan bahasa baku masih sering muncul. Kenyataan di lapangan menunjukkan dinamika yang beragam </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menekuni-linguistik-dan-sastra-benarkah-mahasiswa-fib-selalu-menggunakan-bahasa-baku-dalam-bertutur/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/FreYdAYGTS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menekuni Linguistik dan Sastra: Benarkah Mahasiswa FIB Selalu Menggunakan Bahasa Baku dalam Bertutur?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> <strong>&ndash;</strong> Mahasiswa FIB Unmul memiliki latar belakang studi sastra yang kuat dalam mempelajari kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini sering memunculkan stereotipe bahwa mereka selalu menggunakan bahasa baku dalam percakapan sehari-hari di lingkungan kampus maupun di luar kampus.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB 2024, Naisha Febriana Dindira menjelaskan ia justru jarang mendengar anggapan bahwa mahasiswa FIB terlalu kaku dalam berbahasa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, penggunaan bahasa di fakultas tersebut masih tergolong wajar dan serupa dengan gaya bicara mahasiswa pada umumnya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kalau dibilang bahasa baku banget, enggak juga sih. Biasa saja,&quot; ungkap Naisha melalui pesan suara WhatsApp, Selasa (9/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Naisha menambahkan penggunaan bahasa Indonesia yang benar di FIB lebih difungsikan sebagai alat pemersatu antar mahasiswa yang berasal dari daerah berbeda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menilai setiap fakultas pasti menggunakan ejaan yang baik agar pesan yang disampaikan dapat dipahami semua lawan bicara.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB 2022, Erix Juvanta mengakui dirinya secara sadar sering menggunakan bahasa baku, baik dalam penulisan takarir media sosial maupun saat berinteraksi.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Saya memang suka menggunakan bahasa baku, karena saya rasa kita punya lebih banyak opsi pilihan kata yang mampu mengekspresikan apa yang ingin diucapkan,&quot; tutur Erix kepada Sketsa, Sabtu (13/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Erix menceritakan kebiasaan ini dimulai sejak menjadi mahasiswa baru dan sering dianggap unik.</p><p style="text-align: justify;">Baginya dan lingkaran pertemanannya di organisasi, menggunakan bahasa formal di tempat umum memberikan kesan yang tidak biasa.</p><p style="text-align: justify;">Ciri khas lain yang menonjol di lingkungan Sastra Inggris adalah penggunaan panggilan &quot;Mas&quot; atau &quot;Mbak&quot; kepada sesama mahasiswa tanpa memandang usia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Panggilan ini dianggap lebih nyaman dan menunjukkan rasa hormat dibandingkan sebutan &quot;Abang&quot; atau &quot;Dek&quot; yang lazim di fakultas lain.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Kultur FIB itu berbeda, kami panggil Mas atau Mbak karena terasa lebih menghargai meskipun usianya lebih muda,&quot; jelas Erix mengenai kebiasaan di organisasinya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun menyadari penggunaan bahasanya sering dinilai terlalu puitis oleh orang luar, Erix mengamati tidak semua mahasiswa FIB berperilaku serupa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia memperkirakan hanya sekitar 10 hingga 20 persen mahasiswa di fakultasnya yang benar-benar menerapkan bahasa baku secara konsisten.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ia menekankan bahwa mahasiswa FIB umumnya memiliki kesadaran tinggi terhadap linguistik. Kesadaran akan tata bahasa ini menjadi pembeda karena dasar keilmuan mereka yang memang fokus pada sastra dan bahasa. <strong><em>(kia/mlt/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wansus Suarga Nabil: Kinerja DPM KM 2024/2025 hingga Tantangan Mengembalikan Kepercayaan KM Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wansus-suarga-nabil-kinerja-dpm-km-20242025-hingga-tantangan-mengembalikan-kepercayaan-km-unmul/baca </link>
<guid> wansus-suarga-nabil-kinerja-dpm-km-20242025-hingga-tantangan-mengembalikan-kepercayaan-km-unmul </guid>
<pubDate> Tue, 06 Jan 2026 14:42:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melalui wawancara khusus, Ketua DPM KM 2024/2025 membagikan perjalanan kepengurusan selama satu periode menjabat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wansus-suarga-nabil-kinerja-dpm-km-20242025-hingga-tantangan-mengembalikan-kepercayaan-km-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mAePNwLJ3s.png" />
					</figure>
			                <h1>Wansus Suarga Nabil: Kinerja DPM KM 2024/2025 hingga Tantangan Mengembalikan Kepercayaan KM Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Berakhirnya rangkaian Pemilihan Umum Raya (Pemira) dan dilaksanakannya Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul pada Selasa (6/1), menandai berakhirnya masa kerja kepengurusan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM Unmul Periode 2024/2025.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Suarga Nabil selaku Ketua DPM KM Unmul 2024/2025 membagikan perjalanan dan hambatan dalam melaksanakan program kerja sebagai wakil KM Unmul. Berikut Wawancara Khusus (Wansus) dengan Suarga, Minggu (4/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana evaluasi Atau penilaian pribadi terhadap DPM KM setahun ke belakang?&nbsp;</strong></p><p style="text-align: justify;">Saya rasa beban kerja DPM dibandingkan BEM jauh lebih ringan mengingat fungsi dan kewenangannya sangat dibatasi di Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Melakukan fungsi legislasi, aspirasi, dan pengawasan. Juga, banyak banget PR-PR yang harus kami lakukan di periode ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa PR terbesar menahkodai DPM KM 2024/2025?</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait kepercayaan keluarga mahasiswa yang awalnya memang sangat amat <em>zero</em> pada awal kepengurusan. Karena memang DPM KM sebelumnya, hanya sisa tiga orang. Jujur saya ironis melihatnya, apalagi DPM Universitas.</p><p style="text-align: justify;">Jadi kilas balik sebelum saya naik pasca kongres, PR-nya bagaimana supaya tidak terjadi lagi minimnya partisipasi teman-teman fakultas.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana langkah mengatasi hal tersebut?</strong></p><p style="text-align: justify;">Pertama kunjungan ke teman-teman fakultas. Di kepengurusan ini selalu saya tekankan bahwa teman-teman fakultas mau merasakan rangkulan DPM KM. Itu mengapa program kami kebanyakan <em>visit</em> legislatif yang sudah kami lakukan di 11 fakultas. Tersisa FKG, Farmasi, dan FKLT.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sejauh mana program kerja DPM KM dijalankan?</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hanya ada satu program kerja yang belum terlaksana, yaitu sekolah legislatif untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mau diadakan di awal kepengurusan. Namun di awal kepengurusan kemarin, delegasi baru dari FH, FKIP, FIB, FKIP, dan FISIP. Sehingga sekolah legislatif yang awalnya skala prioritas kita geser.</p><p style="text-align: justify;">Prioritasnya adalah <em>visit</em> legislatif ke teman-teman fakultas. Menjalin komunikasi lagi. Bentuknya diskusi sambil bahas rancangan naskah akademik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa tantangan selama menahkodai DPM KM?</strong></p><p style="text-align: justify;">Membangun komunikasi dan saling percaya. Itu salah satu beban yang memang DPM KM selanjutnya pun harus selalu jaga. Bagaimana kepercayaan teman-teman yang ada di fakultas, BEM fakultas, atau bahkan DPM fakultas ke DPM KM.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Dari segi SDM sendiri apakah menjadi hambatan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Karena beban kerja tidak begitu berat, kami mengambil konsep kerja kolektif-kolegial. Setiap program, kami kerja bareng-bareng, kami pikirkan bareng-bareng. Karena PR DPM tahun ke tahun pasti SDM dan aku <em>nggak</em> mau di tahun ini pun permasalahan SDM lagi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa pencapaian signifikan atau inovasi dari DPM KM selama Anda menjabat?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kalau inovasi baru, ini program yang baru kami adakan di DPM KM. Tapi memang sudah ada di DPM-DPM fakultas itu Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rapat yang menjalankan 2 fungsi, fungsi aspirasi dan fungsi pengawasan.</p><p style="text-align: justify;">Fungsi aspirasi yang dijalankan adalah RDP permasalahan sarana prasarana <em>Student Center</em> (SC). Secara fungsi pengawasan, RDP kami lakukan kepada Menteri-Menteri atau bahkan Presiden dan Wakil Presiden BEM KM. Terakhir, RDP terhadap salah satu menteri terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) Pemira.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kedua, UU Pemira. Harusnya juga ada UU P3, UU BEM, UU DPM, dan UU KM. Namun, yang selesai UU Pemira dan UU P3 yang baru sampai rancangan naskah akademik.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana komunikasi dan pengawasan terhadap BEM KM Periode 2024/2025?</strong></p><p style="text-align: justify;">Saya dengan presiden, wakil, bahkan banyak menteri-menteri yang memang komunikasi selalu terjaga. Karena fungsi dari kami koordinasi sekaligus fungsi pengawasan ke BEM. Ketika memang ada hal yang tidak sesuai AD/ART, pasti kami tegur. Namun, bukan berarti menyampingkan fungsi koordinasi dan fungsi lainnya kepada BEM.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa harapan untuk DPM KM periode selanjutnya?</strong></p><p style="text-align: justify;">Harus selalu jadi lebih baik, yang pertama. Yang kedua, tuntaskan seluruh tanggung jawab. Jangan pernah lari dari tanggung jawab yang sudah teman-teman emban. <strong><em>(ner/myy/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wansus M. Ilham Maulana: Kilas Balik Satu Periode Kepengurusan BEM KM Unmul 2024/2025 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wansus-m-ilham-maulana-kilas-balik-satu-periode-kepengurusan-bem-km-unmul-20242025/baca </link>
<guid> wansus-m-ilham-maulana-kilas-balik-satu-periode-kepengurusan-bem-km-unmul-20242025 </guid>
<pubDate> Tue, 06 Jan 2026 15:04:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Menutup akhir masa jabatan, Presiden BEM KM Unmul 2024/2025 catat evaluasi kepemimpinan, gerakan, dan harapan keberlanjutan perjuangan mahasiswa </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wansus-m-ilham-maulana-kilas-balik-satu-periode-kepengurusan-bem-km-unmul-20242025/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/vTc3ZhEvSO.png" />
					</figure>
			                <h1>Wansus M. Ilham Maulana: Kilas Balik Satu Periode Kepengurusan BEM KM Unmul 2024/2025</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Pelaksanaan Kongres Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul pada Selasa (6/1), menjadi tanda berakhirnya kepengurusan BEM KM Unmul Periode 2024/2025 yang dinahkodai M. Ilham Maulana selaku Presiden dan Al Fajr Nur selaku Wakil Presiden.</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Maulana membagikan perjalanan satu tahun menahkodai BEM KM yang pada periodenya fokus membangun gerakan dan aksi. Berikut Wawancara Khusus (Wansus) dengan Maulana pada Senin (5/1) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana Anda menilai satu periode kepengurusan BEM KM 2024/2025?</strong></p><p style="text-align: justify;">Pertama adalah fokus internalisasi dan isu-isu daerah yang hari ini masih terus disuarakan. Kami selalu menyediakan wadah-wadah konsolidasi untuk Kalimantan Timur.</p><p style="text-align: justify;">Kalau dilihat dari saya sendiri, soal keseimbangan internal BEM KM. Kalau arah perjuangan BEM KM di luar, dalam aksi-aksi yang kami bangun dan kami konsolidasi. Bisa teman-teman lihat bagaimana gerakan BEM KM sebelumnya, apakah di kepengurusan Maulana-Fajr itu merupakan salah satu kepengurusan yang selalu mengeluarkan semangat-semangat perjuangan itu.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa hal yang belum berjalan maksimal di masa kepengurusan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Bagaimana menjaga kesimbangan di dalam internal BEM KM. Karena presiden, wakil presiden, dan menteri-menteri di struktural BEM KM mempunyai tugas dan fungsi masing-masing. Itu yang menjadi hambatan kami selama belakangan ini.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa program kerja yang paling berdampak untuk mahasiswa?</strong></p><p style="text-align: justify;">Saya tidak fokus pada program kerja, tapi sebagai lembaga eksekutif fokus memperjuangkan nasib mahasiswa, baik UKT, maupun permasalahan mahasiswa secara umum dan internal.</p><p style="text-align: justify;">Kalau program kerja yang hari ini berdampak banyak. Di bawah naungan saya, BEM KM terus fokus kepada lingkungan, sosial politik, dan sosial masyarakat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa visi utama yang dibawa BEM KM dan sejauh mana visi tersebut direalisasikan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Ada empat kata kunci yaitu responsif, inklusif, inovatif, serta <em>epicentrum</em> perjuangan. Banyak lahir konsolidasi dan terbukanya gerakan yang kami bangun selama setahun ke belakang. Kalau membicarakan 100 persen sukses, justru ketika sukses semua artinya tidak ada dinamika dalam internal. Jadi, masih banyak tantangan yang perlu diselesaikan oleh pemerintahan yang berikutnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa tantangan terbesar selama menahkodai BEM KM?</strong></p><p style="text-align: justify;">Persoalan utama selama menahkodai BEM KM adalah waktu. Tidak semua orang bisa mengerahkan waktu dan tenaga. Tapi saya memandang hal tersebut bukan sebagai hambatan, melainkan konsekuensi yang memang harus dihadapi sebagai pemimpin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana kondisi sumber daya manusia (SDM) di BEM KM?</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">SDM di BEM KM tidak memiliki masalah yang serius, lebih kepada kami yang terus menjaga internalisasi agar tetap seimbang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana koordinasi dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM selaku pengawas?</strong></p><p style="text-align: justify;">Bicara evaluasi, ada yang memfasilitasi secara tugas dan fungsi. DPM KM sebagai lembaga legislatif dan lembaga pengawasan, juga mewadahi hingga pelaksanaan Rapat Evaluasi Seratus Hari (Revaturi) I, Revaturi II, hingga Revaturi III bahkan. Untuk koordinasi dan komunikasi dengan DPM KM sejauh ini berjalan lancar.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana harapan untuk BEM KM ke depan?</strong></p><p style="text-align: justify;">Kami yakin dan percaya BEM KM bisa bergerak secara keseluruhan karena ada dorongan seluruh lembaga di Unmul. Kami senang kelembagaan justru lebih terbuka kepada seluruh elemen. Tidak hanya memandang legislatif eksekutif, tapi justru lembaga-lembaga lain juga harus menjadi prioritas. <strong><em>(ner/myy/vpr/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Fotografi dan Videografi Jadi Hobi Andalan Mahasiswa, Ini Pilihan Kamera yang Bisa Dicoba </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/fotografi-dan-videografi-jadi-hobi-andalan-mahasiswa-ini-pilihan-kamera-yang-bisa-dicoba/baca </link>
<guid> fotografi-dan-videografi-jadi-hobi-andalan-mahasiswa-ini-pilihan-kamera-yang-bisa-dicoba </guid>
<pubDate> Wed, 07 Jan 2026 14:45:11 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tak perlu mahal, Sketsa bantu rangkum rekomendasi kamera untuk mahasiswa penggemar foto dan video </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/fotografi-dan-videografi-jadi-hobi-andalan-mahasiswa-ini-pilihan-kamera-yang-bisa-dicoba/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/BvlitFfkFm.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Fotografi dan Videografi Jadi Hobi Andalan Mahasiswa, Ini Pilihan Kamera yang Bisa Dicoba</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Fotografi dan videografi adalah bidang yang diminati banyak mahasiswa. Minat mereka dijalani tidak hanya sebagai kegemaran semata, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan.</p><p style="text-align: justify;">Namun, tidak sedikit mahasiswa merasa kebingungan memilih kamera yang akan dibeli untuk menyalurkan minatnya.</p><p style="text-align: justify;">Berikut <em>Sketsa</em> rangkum rekomendasi kamera dengan <em>budget</em> mahasiswa untuk menyalurkan minat di dunia foto dan videografi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Canon M100</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamera <em>mirrorless</em> yang cocok untuk mahasiswa adalah Canon M100. Kamera ini memiliki 24,2 <em>Megapixel</em> APS-C sensor dan dapat merekam video dengan <em>Full HD</em> (1080p) hingga 60 fps.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Canon M100 juga memiliki bentuk yang kecil dan ringan sehingga mudah dibawa ke mana saja. Dengan layar tiga inci yang dapat diputar hingga 180 derajat, kamera ini cocok untuk membuat konten atau selfie.</p><p style="text-align: justify;">Harga <em>second</em>-nya mulai dari Rp3.600.000 sampai Rp5.000.000 dengan berbagai kondisi yang masih tergolong baik atau seperti baru, jika beruntung kalian juga bisa mendapatkan bonus saat pembeliannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Keunggulan ini lah membuat Canon M100 direkomendasikan untuk mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Fujifilm X-A20</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamera Fujifilm X-A20 dilengkapi sensor APS-C CMOS 16,3 <em>Megapixel</em> dengan ISO hingga 25600. Menjadikan kamera milik Fujifilm ini unggul dalam mengambil gambar saat gelap tanpa bantuan <em>flash</em> bawaan.</p><p style="text-align: justify;">Layar sentuh berukuran tiga inci yang dapat diputar 180 derajat juga membuat kamera ini mudah digunakan.</p><p style="text-align: justify;">Banyak orang memilih Fujifilm sebagai kamera andalan mereka. Karena memiliki warna yang tergolong menarik dan disukai oleh individu dengan gaya foto <em>aesthetic</em>.</p><p style="text-align: justify;">Kalian bisa membeli kamera ini dalam kondisi second dengan berbagai keadaan mulai dari harga Rp3.400.000 hingga Rp4.600.000 di banyak tempat.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sony A6000</strong></p><p style="text-align: justify;">Kamera <em>mirrorless</em> satu ini menjadi andalan karena memiliki sensor 24,3 <em>Megapixel</em> APS-C Exmor APS HD CMOS sensor dengan perekaman video 60fps <em>Full HD</em> 1080p.</p><p style="text-align: justify;">Dengan ISO hingga 25600 dan pengambilan foto kontinu hingga 11 fps, kamera ini cukup unggul saat digunakan dalam kondisi cukup gelap. <em>Fast Hybrid Autofocus</em> dalam kamera ini juga bagus sehingga dapat mengambil momen dengan cepat.</p><p style="text-align: justify;">Sony A6000 memiliki layar berukuran tiga inci <em>tilt screen</em> serta dilengkapi oleh <em>viewfinder</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Harga second kamera Sony A6000 mulai dari Rp4.100.000 hingga Rp6.000.000 yang dapat kalian beli secara <em>offline</em> maupun <em>online</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Sony A6400</strong></p><p style="text-align: justify;">Terakhir, kamera dari <em>brand</em> yang sama yaitu Sony dengan seri A6400 yang rilis pada 2019.</p><p style="text-align: justify;">Kamera dengan sensor CMOS Exmor APS-C 24,2 <em>Megapixel</em> dan <em>autofocus</em> mata <em>realtime</em>. Dilengkapi layar sentuh berukuran tiga inci dan dapat diputar 180 derajat, <em>viewfinder</em>, dan <em>flash</em> bawaan menjadikan kamera ini sangat unggul.</p><p style="text-align: justify;">Sony A6400 dapat mengambil foto 11fps secara kontinu, &nbsp;video hingga 4K 30fps, 425 titik <em>autofocus</em>, dan ISO sampai 102400.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dengan harga Rp10.800.00 hingga Rp13.000.000, kamera ini direkomendasikan untuk mahasiswa dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) golongan 6-9 di berbagai fakultas yang ada di Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nah, dari 4 kamera di atas, kamera mana yang menjadi pilihan kalian? <strong><em>(vpr/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pembukaan Lahan di Kalimantan Timur: Manfaat Bagi Masyarakat atau Penebal Kantong Pejabat? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pembukaan-lahan-di-kalimantan-timur-manfaat-bagi-masyarakat-atau-penebal-kantong-pejabat/baca </link>
<guid> pembukaan-lahan-di-kalimantan-timur-manfaat-bagi-masyarakat-atau-penebal-kantong-pejabat </guid>
<pubDate> Thu, 08 Jan 2026 15:17:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pembukaan lahan sawit dan tambang di Kaltim mendorong ekonomi, tetapi juga rentan kerusakan alam dan sosial. Siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pembukaan-lahan-di-kalimantan-timur-manfaat-bagi-masyarakat-atau-penebal-kantong-pejabat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/SVjxbStPkz.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pembukaan Lahan di Kalimantan Timur: Manfaat Bagi Masyarakat atau Penebal Kantong Pejabat?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Pembukaan lahan di Kalimantan Timur (Kaltim) oleh perusahaan sawit dan tambang telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi regional. Hal ini dilakukan dengan konversi hutan primer menjadi perkebunan kelapa sawit seluas ribuan Hektare (ha) serta eksploitasi tambang batubara dan mineral yang masif, sebagaimana tercatat dalam berbagai laporan lingkungan.</p><p style="text-align: justify;">Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) provinsi melalui ekspor komoditas, tetapi juga menimbulkan deforestasi signifikan, hilangnya habitat satwa endemik, dan konflik sosial dengan masyarakat adat akibat pembebasan lahan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski regulasi seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan sosialisasi wajib diterapkan, tantangan berkelanjutan tetap menjadi isu krusial untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian ekosistem di Kaltim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penebangan pohon untuk membuka lahan perusahaan selalu merusak habitat hewan, tetapi pemerintah selalu menebar kalimat &ldquo;ini semua demi rakyat&rdquo;. Apakah benar untuk rakyat? Atau hanya untuk keuntungan pribadi mereka?</p><p style="text-align: justify;">Pembukaan lahan besar-besaran oleh perusahaan kelapa sawit dan tambang di Kaltim pada 2024 menyebabkan hilangnya hutan seluas 44.483ha. Menurut Laporan Yayasan Auriga Nusantara yang menganalisis foto satelit Landsat dan Sentinel, data tersebut merupakan angka tertinggi di seluruh Indonesia. Bahkan angka tersebut telah naik hampir dua kali lipat dari 28.633ha di tahun sebelumnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perusahaan utama yang bertanggung jawab atas hal itu diantaranya adalah PT Panambangan Inti Sawit dengan 5.485ha untuk perkebunan sawit, PT Kiani Lestari sebanyak 3.304ha untuk kayu dan perkebunan, PT Daya Maju Lestari 2.641ha, serta PT Berau Coal 2.039ha untuk tambang batubara. Semua perusahaan tersebut merupakan penyebab dan memberikan kontribusi dalam deforestasi di daerah seperti Kutai Timur (Kutim) dan Berau.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sisi positif, kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal seperti menciptakan lebih dari 50 ribu lapangan kerja di sektor sawit dan tambang. Tidak hanya itu, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kegiatan tersebut juga menyumbang 25 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kaltim tahun 2024 dengan nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah mencapai Rp15 triliun dan batubara Rp40 triliun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak lupa pula perusahaan seperti PT Berau Coal yang memenuhi program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) meliputi pembangunan plasma sawit seluas 20.000ha. Plasma sawit tersebut dikelola 5 ribu petani kecil. Termasuk juga CSR dalam pembangunan infrastruktur jalan, sekolah, dan klinik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, pemerintah melalui Dinas Kehutanan Kaltim dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan angka deforestasi netto lebih rendah, yaitu 19.194ha karena dikurangi reforestasi 17.513ha dari total bruto 36.707ha.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, ada tudingan serius soal korupsi dalam proses AMDAL yang dievaluasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim pada 2025 terhadap lebih dari 50 perusahaan, konflik lahan dengan masyarakat adat, banjir di Kutim dan Berau, serta hilangnya habitat orangutan sekitar 10.000ha yang mengancam kelestarian alam.</p><p style="text-align: justify;">Melihat banyaknya pembukaan lahan di Kalimantan diiringi banyak berdirinya perusahaan sawit dan tambang, seharusnya bisa bermanfaat bagi sekitar. Tidak hanya dari segi pekerjaan, melainkan juga akses transportasi jalan. Jalan antar kampung masih berlumpur sehingga menghambat mobilitas pekerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah kerap kali menebar janji untuk memperbaiki jalan dari sekian tahun. Namun, nyatanya berbanding terbalik dengan keadaan sekarang. Contohnya seperti pada unggahan Instagram @katakaltimcom pada Minggu (28/12) lalu. Akses dari Desa Senyiur Muara Ancalong menuju Desa Kelinjau Muara Ancalong sangat sulit. Banyak mobil terjebak lumpur dan banyak kendaraan bermotor sulit melewati jalan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul, saya beranggapan bahwa pembukaan lahan di Kaltim lebih condong menjadi penebal kantong pejabat daripada manfaat nyata bagi masyarakat. Meskipun menciptakan lapangan kerja, menyumbang PDRB provinsi, dan menjalankan kewajiban CSR, kegiatan tersebut tetap memiliki dampak negatif yang signifikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Deforestasi masif 44.483ha pada 2024 memicu banjir Kutim-Berau dikarenakan banyak pohon yang ditebang untuk menggantikan pohon sawit dan membangun perusahaan baru. Tidak hanya itu, kegiatan pembukaan lahan untuk perusahaan kerap kali memicu konflik adat, salah satunya sengketa berkepanjangan seperti di Desa Intu Lingau Kutai Barat (Kubar) yang melibatkan tambang dan sawit.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan data dan argumen yang telah disampaikan, saya sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Panasila dan Kewarganegaraan sekaligus warga yang terdampak sulitnya akses jalan di Kecamatan Muara Ancalong memiliki beberapa usul:&nbsp;</p><ol><li style="text-align: justify;">Perusahaan dapat menyisihkan 10 persen bantuan untuk memperbaiki jalan desa, diawas warga, Bupati Kutim atau DPRD,&nbsp;</li><li style="text-align: justify;">Pemerintah membuka data AMDAL online dan mengajak warga adat untuk berpartisipasi,&nbsp;</li><li style="text-align: justify;">Menanam pohon 2 kali lipat dari yang telah ditebang dan lindungi rumah orangutan,</li><li style="text-align: justify;">Mengajak teman-teman untuk survei langsung,&nbsp;</li><li style="text-align: justify;">Membuat petisi ke Gubernur atau KLHK,&nbsp;</li><li style="text-align: justify;">Diskusi bersama warga adat agar Undang-Undang (UU) lingkungan ditegakkan, dan</li><li style="text-align: justify;">Pembangunan wajib dibuat untuk rakyat dan tidak hanya untuk orang kaya saja.</li></ol><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Muhammad Raya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2025.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Minim Anggaran Rektorat, Gerak UKM Terbatas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-anggaran-rektorat-gerak-ukm-terbatas/baca </link>
<guid> minim-anggaran-rektorat-gerak-ukm-terbatas </guid>
<pubDate> Fri, 09 Jan 2026 16:49:39 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah UKM Unmul mengeluhkan kebijakan pendanaan rektorat yang dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan kegiatan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/minim-anggaran-rektorat-gerak-ukm-terbatas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/IIHUEvmNLC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Minim Anggaran Rektorat, Gerak UKM Terbatas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unmul menggunakan dana rektorat sebagai penyokong berbagai kegiatan. Kampus selaku instansi yang menaungi, terus mengalokasikan anggaran tahunan tiap unit.</p><p style="text-align: justify;">Namun, mahasiswa merasa rektorat menurunkan kebijakan yang berbeda di tahun ini. Hal tersebut dirasakan oleh Ketua Umum UKM Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Komisariat Unmul, Gali Sukmawati. Ia menyampaikan kekecewaan atas besaran dana yang diberikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Menurut saya kurang masuk akal sih,&rdquo; ujarnya saat ditemui di sekretariat PSHT pada Rabu (17/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Pasalnya, kegiatan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) memerlukan total anggaran sebesar Rp25 juta. Namun, rektorat hanya memberikan bantuan dana senilai Rp5 juta.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu buat operasional <em>nggak</em> cukup. Buat makan aja <em>nggak</em> cukup untuk tiga hari.&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pada tahun sebelumnya, kegiatan hanya dilaksanakan dalam skala regional di Samarinda karena minimnya anggaran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain persoalan anggaran, ia merasa Unmul perlu memperhatikan UKM yang telah berkontribusi untuk kampus, terutama unit kegiatan yang kerap memenangkan lomba.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Karena &lsquo;kan kami kalau ada kejuaran nasional pasti bawa nama universitas,&rdquo; ungkapnya pada <em>Sketsa</em>.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap birokrasi kampus dapat memberikan besar anggaran sesuai dengan jumlah yang diajukan guna mendukung kegiatan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sukma juga mengaku minimnya informasi terkait waktu pengurusan proposal dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;&lsquo;Kan ada grup seluruh UKM, nggak ada info kemarin terakhir tanggal sekian pengajuan proposal.&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Senasib dengan Sukma, Bendahara Karya Salemba Empat (KSE) Unmul, Tri Agustin, juga merasakan tantangan dalam pengurusan dana rektorat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski KSE belum mengalami penolakan Laporan PertanggungJawaban (LPJ), ia mengaku sering bolak-balik ke rektorat karena persyaratan yang kurang dijelaskan sejak awal.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Persyaratannya kurang dijelaskan sejak awal, jadi mengurusnya harus bolak-balik,&rdquo; ujar Tri melalui pesan WhatsApp, Sabtu (27/12) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, proses bolak-balik ke rektorat cukup memakan waktu yang lama. Oleh karena itu, Tri berharap rektorat dapat lebih transparan sejak awal terkait aturan dan berkas yang dibutuhkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika sejak awal langsung diberitahukan apa yang boleh dan tidak boleh, serta data apa saja yang diperlukan, itu mudah,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(kia/mlt/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tinggal Waktu, Tinggal Tunggu, Tinggal Musnah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/tinggal-waktu-tinggal-tunggu-tinggal-musnah/baca </link>
<guid> tinggal-waktu-tinggal-tunggu-tinggal-musnah </guid>
<pubDate> Sat, 10 Jan 2026 18:14:08 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dunia akhir-akhir ini kerap menangis </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/tinggal-waktu-tinggal-tunggu-tinggal-musnah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/oqj0zxQ9Oj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tinggal Waktu, Tinggal Tunggu, Tinggal Musnah</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr">Dunia akhir-akhir ini kerap menangis<br><span>Senyuman hangatnya tertutup abu kelabu</span><br><span><span>Ribuan nyawa terbakar membentuk kepulan asap</span></span><br><span><span><span>Meneriakan luka dari atas sana</span></span></span></p><p dir="ltr"><span>Manusia yang hidup tuli dalam kesementaraan</span><br><span>Terus mengoyak kulit dan daging semesta sepuasnya&nbsp;</span><br><span>Bahkan tak ada puas kurasa</span><br><span>Kecintaan akan sepatu penguasa hingga dijilatnya setiap saat</span></p><p dir="ltr"><span>Lumpur dan air kian merintih, mengancam</span><br><span>Padahal terdengar kencang sekali, tapi tak dipedulikan</span><br><span>Lukanya tiap hari diinjak-injak dan diperas limau asam</span><br><span>Rautnya kini muram dan hitam</span></p><p dir="ltr"><span>Manusia itu malah terus menanam duri</span><br><span>Di atas rawa yang hijau hingga ke atas gunung bebatuan,&nbsp;</span><br><span>maruk sekali</span><br><span>Lupa atau pura-pura lupa, padahal banyak kerjanya yang belum tuntas</span></p><p dir="ltr"><span>Dunia kehabisan suara untuk menjerit</span><br><span>Setiap air mata akan mengering, atau malah terganti darah</span><br><span>Dia tak tahu lagi cara apa tuk sadarkan penghuninya&nbsp;</span><br><span>Tinggal waktu, tinggal tunggu, tinggal musnah</span></p><p dir="ltr"><strong><span><em>Puisi ini ditulis oleh Siti Mu&rsquo;ayyadah, mahasiswa Program Studi Sastra Inggris FIB Unmul 2022.</em></span></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Mahasiswa Tuntut Kejelasan UKT, Registrasi Diperpanjang dan Audiensi akan Digelar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tuntut-kejelasan-ukt-registrasi-diperpanjang-dan-audiensi-akan-digelar/baca </link>
<guid> mahasiswa-tuntut-kejelasan-ukt-registrasi-diperpanjang-dan-audiensi-akan-digelar </guid>
<pubDate> Thu, 15 Jan 2026 20:32:02 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Aliansi Mahasiswa Unmul menggelar aksi di depan rektorat sebagai respons atas polemik UKT dan program GratisPol </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/mahasiswa-tuntut-kejelasan-ukt-registrasi-diperpanjang-dan-audiensi-akan-digelar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/RdbiQAPpaS.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Mahasiswa Tuntut Kejelasan UKT, Registrasi Diperpanjang dan Audiensi akan Digelar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Aliansi Mahasiswa Unmul melangsungkan aksi di depan gedung rektorat pada Kamis (15/1). Membawa beberapa tuntutan, aksi ini dihelat sebagai tanggapan atas berbagai permasalahan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT).</p><p style="text-align: justify;">Pasalnya, Surat Edaran Rektor Tentang GratisPol menghimbau mahasiswa mendaftar pada laman GratisPol. Sementara itu, sebagian mahasiswa telah membayar mandiri UKT untuk semester genap.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, Surat Edaran Rektor Tentang Keringanan UKT diluncurkan beberapa saat sebelum aksi. Hal ini dianggap sangat lambat, sebab pembayaran terakhir UKT jatuh pada lima hari ke depan.</p><p style="text-align: justify;">Massa aksi yang terdiri atas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas dan BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul membawa tuntutan antara lain, mendesak segera dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) tentang UKT.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Termasuk menekan agar audiensi segera diadakan, meminta kejelasan dan solusi konkret mengenai pencairan program GratisPol yang tidak merata, serta menuntut perubahan, perbaikan, juga perpanjangan jadwal pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan pembayaran UKT.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi massa aksi, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Moh. Bahzar berdiri di hadapan mahasiswa. Didampingi Kepala Biro Umum dan Keuangan (BUK), Bahriansyah, serta jajaran petinggi lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Bahriansyah mengatakan keterlambatan turunnya surat edaran disebabkan adanya kendala dalam verifikasi data.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, pihaknya juga telah menginformasikan kepada tiap fakultas mengenai tidak adanya perubahan ketentuan administrasi keringanan UKT.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah kami sampaikan kepada pimpinan fakultas,&rdquo; ungkapnya dalam forum, Kamis (15/1).</p><p style="text-align: justify;">Mengenai tenggat pembayaran yang berdekatan dengan surat edaran keringanan, registrasi diperpanjang hingga Jumat (23/1). Kebijakan ini juga berdampak pada perkuliahan semester genap yang diundur hingga Senin (26/1).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Moh. Bahzar menyatakan siap menjadi mediator antara mahasiswa dan rektor. Pihaknya menyebut, Rektor Unmul, Abdunnur sedang berada di luar kota.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, audiensi akan digelar pada Senin (19/1) mendatang. Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra menegaskan bahwa tuntutan akan terus disuarakan hingga permasalahan UKT selesai ditangani.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selagi aspirasi dan suara itu tidak terpenuhi, kami tidak akan berhenti aksi.&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(mlt/ela/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Musim Panas yang Basah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/musim-panas-yang-basah/baca </link>
<guid> musim-panas-yang-basah </guid>
<pubDate> Sat, 17 Jan 2026 15:07:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Namun, lagi-lagi mengapa air masih saja turun? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/musim-panas-yang-basah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/DyBQbCwg0j.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Musim Panas yang Basah</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="">Mentari tampak gagah di langit sana<br><span>Sinarnya yang terik membelai hingga ke ulu hati</span><br><span>Bukankah artinya ini adalah musim panas?</span><br><span>Namun, mengapa air terus saja bercucuran?</span><br><span>Bahkan membasahi bantal kesayangan</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Menengok kembali pada lautan biru di atas sana</span><br><span>Mentari masih setia menampakkan diri</span><br><span>Namun, lagi-lagi mengapa air masih saja turun?</span><br><span>Bahkan sekarang bergulir di pipi</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Mengenakan jas hujan</span><br><span>Lindungi diri dengan payung</span><br><span>Bawa berlari,</span><br><span>Agar air tidak mengenai bantal kesayangan</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Ah ... mereka tertawa,</span><br><span>Kebingungan.</span><br><span>&ldquo;Mengapa berpenampilan seperti itu di musim panas?&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style=""><span>&nbsp;</span><span>Aku bertanya-tanya.</span><br><span>Tidakkah mereka dihujani oleh air yang sama?</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Risna, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unmul 2022.</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penanganan Banjir Kalimantan Selatan: Negara yang Terjebak Rutinitas Darurat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/penanganan-banjir-kalimantan-selatan-negara-yang-terjebak-rutinitas-darurat/baca </link>
<guid> penanganan-banjir-kalimantan-selatan-negara-yang-terjebak-rutinitas-darurat </guid>
<pubDate> Sat, 17 Jan 2026 17:58:24 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir yang terus berulang di Kalimantan Selatan menyingkap persoalan mendasar dalam tata kelola wilayah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/penanganan-banjir-kalimantan-selatan-negara-yang-terjebak-rutinitas-darurat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/emxZnFHStG.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penanganan Banjir Kalimantan Selatan: Negara yang Terjebak Rutinitas Darurat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Banjir yang berulang kali terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan bahwa persoalan kebencanaan tidak hanya berkaitan dengan faktor alam, tetapi juga soal bagaimana negara menjalankan kewenangannya.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Setiap kali banjir datang, respons pemerintah hampir sama, yaitu penetapan status darurat, penyaluran bantuan, dan kunjungan pejabat. Namun setelah kondisi berangsur normal, persoalan dasar kembali diabaikan. Pola seperti ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sejauh mana negara menjalankan tanggung jawabnya untuk rakyat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam konteks tata negara, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Perlindungan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai tindakan saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui kebijakan yang terencana dan berkelanjutan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sayangnya, banjir di Kalsel justru menunjukkan bahwa negara masih terjebak pada pendekatan reaktif, bukan preventif.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Permasalahan tata kelola wilayah, seperti perencanaan tata ruang yang kurang konsisten, lemahnya koordinasi antar lembaga, serta kebijakan pembangunan yang tidak berbasis mitigasi bencana, menjadi faktor yang sering luput dari perhatian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan sistem ketatanegaraan, pemerintah pusat dan daerah seharusnya bekerja dalam satu kerangka kebijakan yang selaras. Namun dalam praktiknya, kebijakan sering berjalan sendiri-sendiri tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap risiko banjir.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Negara hukum menuntut adanya kepastian, perencanaan, dan tanggung jawab. Jika banjir terus berulang tanpa evaluasi kebijakan yang serius, maka hal ini menunjukkan kegagalan negara dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengurusan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Negara seolah hadir hanya sebagai pengelola krisis, bukan perancang sistem untuk menghadapi bencana yang dapat diprediksi. Kondisi ini mencerminkan masalah dalam orientasi penyelenggaraan negara.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika penanganan banjir hanya difokuskan pada bantuan darurat, maka keselamatan rakyat diperlakukan sebagai agenda musiman. Padahal, dalam konsep negara kesejahteraan, keselamatan dan kenyamanan hidup warga negara merupakan bagian dari hak dasar yang harus dijamin secara berkelanjutan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Banjir di Kalsel seharusnya menjadi pengingat bahwa tata negara tidak cukup hanya diatur dalam undang-undang dan dokumen perencanaan. Ia harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak pada perlindungan rakyat.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Selama negara masih nyaman dengan pola penanganan darurat tanpa pembenahan struktural, banjir akan terus menjadi bukti bahwa negara hadir, tetapi belum sepenuhnya bertanggung jawab.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Opini ini ditulis oleh&nbsp;</em></strong></span><span><strong><em>Herliana, Niken Dwi Safitri, dan Regita Amelia Putri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unmul 2024.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kerusakan Akibat Tambang dan Penebangan, Akademisi Unmul: Bukan Bencana, tapi Kejahatan Negara </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kerusakan-akibat-tambang-dan-penebangan-akademisi-unmul-bukan-bencana-tapi-kejahatan-negara/baca </link>
<guid> kerusakan-akibat-tambang-dan-penebangan-akademisi-unmul-bukan-bencana-tapi-kejahatan-negara </guid>
<pubDate> Mon, 19 Jan 2026 17:53:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Banjir di Kalimantan Timur bukan sekadar fenomena alam, melainkan cerminan dari kebijakan pembangunan yang menempatkan ekonomi di atas fungsi hutan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kerusakan-akibat-tambang-dan-penebangan-akademisi-unmul-bukan-bencana-tapi-kejahatan-negara/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/WrXYDSRB1z.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kerusakan Akibat Tambang dan Penebangan, Akademisi Unmul: Bukan Bencana, tapi Kejahatan Negara</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Akhir tahun 2025 lalu ditandai bencana banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera dan disusul wilayah Jawa Tengah. Bencana tersebut menimbulkan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, hingga korban hilang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kayu gelondongan yang ikut hanyut, hutan yang gersang, dan lahan sawit yang kian meluas menjadi sorotan sebagai sebab terjadinya bencana tersebut. Hingga memasuki 2026, daerah terdampak masih belum pulih, bahkan dilanda banjir susulan.</p><p style="text-align: justify;">Bencana alam di Indonesia, salah satunya banjir, selalu dikenal sebagai dampak dari penebangan hutan, hal tersebut merupakan peristiwa tahunan. Peristiwa banjir di sepanjang tahun juga turut melanda beberapa daerah lain di Indonesia, salah satunya Kalimantan Timur (Kaltim) yang dikenal dengan sawit dan tambang. Belum lagi hutan yang ditebang untuk kepentingan pembangunan hingga proyek nasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengutip dari <em>Mongabay</em>, di bulan Mei 2025, sebanyak 14 kampung dari 4 kecamatan di Kabupaten Berau terendam banjir. Peristiwa tersebut merupakan banjir terbesar yang terjadi dalam kurun 20 tahun terakhir. Sementara itu, di bulan yang sama, 8 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur turut terendam banjir.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masih mengutip dari <em>Mongabay</em>, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur adalah kabupaten yang memiliki banyak aktivitas tambang. Baik itu pertambangan perusahaan batu bara, maupun tambang ilegal yang kian meluas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain pertambangan dan ekspansi lahan sawit, pembangunan daerah serta proyek nasional yang dilakukan di Kaltim juga turut andil dalam menggerus ribuan hektar hutan. Kondisi ini patut dipertanyakan sebagai penyebab banjir itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di Samarinda sendiri, banjir bukan lagi peristiwa tahunan, tetapi peristiwa yang terjadi hampir setiap hujan mengguyur kota. Intensitasnya yang semakin sering menimbulkan pertanyaan, apakah ada yang salah dengan kebijakan tata kelola pembangunan selama ini?</p><p style="text-align: justify;"><strong>Bukan Bencana, Melainkan Kejahatan Negara</strong></p><p style="text-align: justify;">Akademisi Pembangunan Sosial FISIP Unmul, Sri Murlianti menilai musibah tersebut tidak bisa disebut sebagai bencana. Baginya, penyebutan sebagai bencana membuat bingkai seolah-olah kejadian tersebut ketidaksengajaan dan murni dari alam yang tidak bisa diprediksi maupun diantisipasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Padahal, ini kesengajaan. Kejahatan lingkungan yang dilindungi negara selama puluhan tahun dan sekarang kita memanen dampaknya,&rdquo; papar Sri, Rabu (24/12) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, banyak komunitas aktivis lingkungan bahkan masyarakat adat telah menyuarakan soal deforestasi. Bahkan sejak masa Orde Baru (Orba), dampak pergantian hutan alami dengan lahan sawit juga telah disuarakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Namun, orientasi pembangunan kita masih bersifat instrumental dan fokus pada pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui angka-angka,&rdquo; lanjut Sri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Telah diketahui, hutan di Indonesia menyimpan biodervitas yang luar biasa. Sayangnya, kawasan tersebut terus digerus demi pertumbuhan ekonomi dan devisa. Padahal, pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh segelintir orang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Meski ada peningkatan materi, hanya berapa persen yang menikmati,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Memperlakukan lingkungan sebagai komoditas untuk pembangunan, menurut Sri, berperan besar dalam menciptakan dampak yang luar biasa terhadap kerusakan lingkungan hingga kerusakan sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat kehilangan tempat tinggal, sumber penghidupan, dan kehilangan kekayaan yang tidak mungkin dikembalikan. Sri menilai hal ini akibat dari kebijakan yang salah dan disengaja sehingga tidak bisa disebut sebagai musibah alam.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya menyebutnya sebagai kejahatan negara, karena negara adalah pihak yang menerbitkan ribuan izin di kawasan yang seharusnya menjadi hutan lindung,&rdquo; tegas Sri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Ekonomi Mengalahkan Fungsi Hutan</strong></p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Akademisi Agroekoteknologi Faperta Unmul, Donny Donantho menyebut bahwa banjir, longsor, dan peristiwa lainnya merupakan hasil yang akan dirasakan apabila pengabaian terhadap fungsi hutan dilakukan terus menerus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fungsi hutan itu salah satunya memang menjaga aliran air tetap ada di bawah tanah supaya untuk dirilis ke sungai dalam keadaan yang pas, tidak cepat dan tidak kurang,&rdquo; jelas Donny, Jumat (9/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Donny melanjutkan, tiap 1 milimeter (mm) curah hujan menampung 1000 ton air. Jadi, apabila hutan dan biomassa di dalamnya tidak ada, 1000 ton tersebut langsung jatuh ke tanah. Hal ini menyebabkan tanah ikut terkikis dan semua lari ke badan perairan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;1000 ton bersama tanah, bukan cuman air. Daya rusaknya &lsquo;kan besar,&rdquo; lanjutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melihat hal tersebut, Donny menilai, Kaltim yang hutannya banyak tergerus untuk perkebunan sawit dan tambang mineral, juga rentan bencana baik itu banjir maupun longsor akibat pergerakan tanah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia memaparkan bahwa pembangunan dan penjagaan ekologi seharusnya berjalan selaras dan seimbang, tidak mengesampingkan pengetahuan terhadap fungsi hutan. Namun, hal ini kerap diabaikan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Fungsi hutan sebenarnya sudah pada mengerti, cuman pura-pura kalah. Ekonomi mengalahkan fungsi hutan seharusnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai akademisi di bidang ilmu tanah, Donny juga menyampaikan bahwa tanah yang sudah digali mineralnya akan kehilangan fungsi alaminya, meskipun telah dilakukan reklamasi. Tanah yang terdiri dari berbagai lapisan, ia analogikan seperti tubuh manusia yang dipotong dan disambung kembali.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tanah itu punya lapisan, ketika dimasukkan lagi tanpa melihat susunan aturan itu, hilang sudah fungsi tanahnya,&rdquo; tegas Donny.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Hasil Pengabaian Kepakaran dan Pelanggaran Prinsip Hidup Masyarakat Adat</strong></p><p style="text-align: justify;">Karena fungsi hutan sudah menjadi pengetahuan umum bagi semua orang, aktivitas manusia seharusnya dapat selaras dengan alam. Donny menyebut bahwa kita bisa mengusahakan banyak kegiatan yang sejalan dengan alam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di bidang ilmunya sendiri, Ia menyinggung tentang kegiatan pertanian yang bisa dijalankan tanpa menggerus hutan dan mengganggu fungsinya. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat adat Kaltim dalam memanfaatkan hutan untuk mencari makan tanpa menghilangkan fungsi hutan itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Rumah, ada ladang, kebun buah, dan lain-lain, tapi tidak ganggu hutan. Karena pohon masih ada,&rdquo; paparnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Masyarakat adat Kaltim memang hidup bergantung pada hutan. Hal ini juga disampaikan oleh Sri Mulianti. Namun menurut pandangannya, pembangunan di Indonesia justru tidak memperhatikan hal tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Akar budaya mereka, ladang, tanah, dan hutan justru dihabisi,&rdquo; kata Sri.</p><p style="text-align: justify;">Ia menyebut, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan ekspansi sawit. Hal inilah yang sejak dulu selalu dibicarakan oleh akademisi dan aktivis lingkungan. Namun, kepakaran justru dikalahkan oleh nalar awam yang mengedepankan kapitalisme.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kondisi ini merupakan hasil dari pengabaian terhadap kepakaran dan ilmu pengetahuan, tentang lingkungan dan dampaknya secara sosial. Menurut Sri, bencana yang terjadi secara berulang &nbsp;seharusnya menjadi momentum refleksi dan tidak dinormalisasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bukan lagi menaturalisasi kejadian sebagai bencana alam, melainkan mengakui bahwa ini adalah hasil dari kebijakan yang salah dan pengabaian terhadap ilmu pengetahuan,&rdquo; tutup Sri. <strong><em>(ner/afa/npl/gta/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> AI Merajalela: Apakah Pendidikan Masih Dibutuhkan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ai-merajalela-apakah-pendidikan-masih-dibutuhkan/baca </link>
<guid> ai-merajalela-apakah-pendidikan-masih-dibutuhkan </guid>
<pubDate> Tue, 20 Jan 2026 15:46:16 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Ketika AI semakin masif, pendidikan formal dianggap usang. Benarkah kuliah kehilangan maknanya di era kecerdasan buatan? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ai-merajalela-apakah-pendidikan-masih-dibutuhkan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/79paqMR1Hn.jpg" />
					</figure>
			                <h1>AI Merajalela: Apakah Pendidikan Masih Dibutuhkan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Belakangan ini, arti kuliah semakin dipertanyakan. Pendidikan yang selama ini menjadi kunci sukses menuju masa depan kini berhadapan dengan perubahan zaman. Melalui perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau <em>artificial intelligence</em> (AI), membuat banyak orang meragukan apakah pendidikan formal tetap dibutuhkan di era sekarang?</p><p style="text-align: justify;">Keraguan ini muncul karena adanya pertanyaan mengenai sejauh mana sistem pendidikan yang dijalani saat ini mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman? Mahasiswa merasa materi perkuliahan tertinggal jauh dari realitas yang ada. Namun, di sisi lain tuntutan akademik terus bertambah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, kondisi tersebut diperkuat dengan narasi di media sosial yang menyatakan bahwa kuliah itu tidak begitu penting, bahkan dianggap sekadar formalitas saja. Narasi semacam ini dapat mudah diterima bagi mahasiswa yang sedang dalam fase tidak memiliki semangat dalam menjalani kehidupan perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">Sebuah konten TikTok belakangan ini menjadi ramai diperbincangkan karena menyampaikan gagasan yang berbanding terbalik dengan pemikiran banyak orang. Dalam konten tersebut, mereka menyebut bahwa perkuliahan adalah penipuan atau <em>scam</em> dan hanya sekadar formalitas saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka juga menyampaikan pembelajaran tidak harus didapatkan dari kampus, selama kita memiliki jiwa yang penasaran, tujuannya akan tetap tercapai. Narasi ini menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan anak muda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Persoalan utama yang memicu perdebatan bukanlah pada pilihan hidup yang mereka ambil. Setiap orang memiliki hak menjalankan hidup masing-masing.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal yang perlu disoroti adalah bagaimana mereka menyampaikannya di ruang publik dan membentuk cara pandang baru terhadap pendidikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka memandang AI mampu menggantikan pekerjaan, sehingga pendidikan formal dianggap semakin tidak relevan di masa depan. Pandangan ini justru menyesatkan pola pikir anak muda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adanya AI seharusnya menjadi tanda bahwa sistem pendidikan perlu beradaptasi, bukan menjadi alasan pendidikan formal harus ditinggalkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">AI dapat membantu manusia dalam mengolah informasi atau menyelesaikan pekerjaan teknis dan bukan untuk menggantikan kemampuan berpikir kritis seseorang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, laporan <em>World Economic Forum</em> menunjukkan bahwa di era AI, kemampuan berpikir kritis dan <em>problem solving</em> semakin dibutuhkan karena tidak dapat digantikan oleh teknologi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, tanpa adanya dasar pendidikan yang kuat, penggunaan AI justru dapat menimbulkan rasa ketergantungan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal inilah pendidikan semakin penting untuk ditempuh. Pendidikan bukan serta-merta fokus pada teori saja, tetapi juga melatih kemampuan mahasiswa untuk bernalar, kritis, dan memanfaatkan teknologi secara bijak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">AI hadir bukan sebagai peran pengganti tenaga pendidik, melainkan mendorong pembaruan sistem pendidikan itu sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Aliya Fahira Jahra, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2024.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ironi Duka dalam Film Tinggal Meninggal </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/ironi-duka-dalam-film-tinggal-meninggal/baca </link>
<guid> ironi-duka-dalam-film-tinggal-meninggal </guid>
<pubDate> Sat, 24 Jan 2026 18:57:21 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tinggal Meninggal hadirkan kesan ironi dan pengaruh kesepian terhadap psikologi seseorang </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/ironi-duka-dalam-film-tinggal-meninggal/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hwoL6oTNEF.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ironi Duka dalam Film Tinggal Meninggal</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Film bergenre komedi gelap, <em>Tinggal Meninggal</em>, yang disutradarai Kristo Immanuel, bersama Imajinari dan Trinity Entertainment Network sukses membungkus film ciamik dengan premis menarik. Film yang baru rilis tahun kemarin ini dibintangi Omara Esteghlal, Nirina Zubir, Mawar Eva de Jongh, Muhadkly Acho, Ardit Erwandha, Shindy Huang, Mario Caesar, Nada Novia, dan Jared Ali.</p><p style="text-align: justify;">Mengisahkan tentang Gema (Omara Esteghlal), pemuda canggung yang mengalami kesepian psikologis dan merasa kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitar. Namun, perubahan terjadi ketika ayah Gema meninggal dunia. Peristiwa ini membuatnya menerima perhatian dan empati dari rekan-rekan kerjanya.</p><p style="text-align: justify;">Perhatian kecil atas kabar duka tersebut membuat Gema merasa senang. Sayangnya, perhatian tersebut mulai memudar seiring waktu. Hal itu mendorong Gema untuk kembali mendapatkan validasi sosial yang sempat ia rasakan.</p><p style="text-align: justify;">Gema ditampilkan memiliki kesepian psikologis yang disebabkan kurangnya perhatian orang tua dan perundungan verbal oleh teman sekolahnya. Kesepian psikologis merupakan keadaan di mana seseorang merasa tidak terhubung secara emosional, tidak dipahami, atau tidak diterima oleh sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sepanjang film, Gema ditampilkan sering berbicara dengan diri sendiri, baik secara tidak sadar di hadapan orang lain maupun ketika sendirian di kamar. Perilaku ini dikenal sebagai <em>self talk</em> atau komunikasi intrapersonal, yaitu dialog internal yang mempengaruhi emosi, persepsi diri, dan perilaku individu.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, film ini juga menunjukkan ironi yang ditunjukkan lewat Gema. Teman-teman kerja Gema cenderung memberi perhatian ketika dirinya mengalami musibah atau berita duka.</p><p style="text-align: justify;">Kecenderungan memberi perhatian hanya ketika berduka terasa ironi, sebab perhatian pada sesama tidak perlu menunggu musibah menyapa. Bagi mereka yang merasakan kesepian seperti Gema, perhatian sederhana dari orang lain terasa sangat spesial.</p><p style="text-align: justify;">Terlebih, Gema semakin obsesi mencari simpati dengan berbagai cara. Selain berhasil membawa premis yang tidak biasa, Kristo Immanuel sebagai sutradara menyajikan komedi di beberapa sisi yang tidak berlebihan.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai porsinya, film ini tidak melewatkan satu bagian pun yang tidak bermakna. Seperti saat Gema merasa kesepian, ia tidur dikelilingi bantal dan guling.</p><p style="text-align: justify;">Penyajian gambar ini dilakukan untuk mendukung karakter Gema yang haus akan sentuhan, sebab saat tidur dikelilingi bantal dan guling, ia akan merasa seperti dipeluk. Perasaan tersebut membuatnya merasa aman.</p><p style="text-align: justify;">Menjelang akhir cerita, Gema mulai mendapat perhatian terus-menerus akibat kebohongannya. Hal ini ditunjukkan ketika ia tidak lagi tidur dikelilingi banyak bantal dan guling.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, film ini menunjukkan bagaimana kesepian psikologis dapat memengaruhi pikiran seseorang. Kisah Gema dapat menjadi pembelajaran untuk mengelola pikiran menjadi lebih positif dan rasional. <strong><em>(mlt/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> World No Tobacco Day 2025: CIMSA Unmul Holds FRESH Campaign in Collaboration with ALSA Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/press-release/world-no-tobacco-day-2025-cimsa-unmul-holds-fresh-campaign-in-collaboration-with-alsa-unmul/baca </link>
<guid> world-no-tobacco-day-2025-cimsa-unmul-holds-fresh-campaign-in-collaboration-with-alsa-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 26 Jan 2026 21:21:53 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> To mark World No Tobacco Day 2025, CIMSA Unmul launched the FRESH campaign to educate youth and the public about the real dangers of smoking. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/press-release/world-no-tobacco-day-2025-cimsa-unmul-holds-fresh-campaign-in-collaboration-with-alsa-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jAtiqXWDwF.jpg" />
					</figure>
			                <h1>World No Tobacco Day 2025: CIMSA Unmul Holds FRESH Campaign in Collaboration with ALSA Unmul</h1>
			              </header>
			              <p>To commemorate World No Tobacco Day (WNTD) 2025, Center for Indonesian Medical Students&apos; Activities (CIMSA) Unmul conducted a series of educational initiatives to raise public awareness, particularly among the younger generation, about the dangers of smoking. With the theme Fight Real Effects of Smoking for Health (FRESH), the campaign consisted of two main activities: A ground campaign and a seminar.</p><p>The ground campaign took place on (25/5/2025) at Gelanggang Olahraga (GOR) Sempaja, Samarinda, targeting the public engaged in exercise. During this event, CIMSA Unmul members distributed educational pamphlets containing material about the dangers of smoking with persuasive messages encouraging people to quit smoking and reject the use of cigarettes and vapes. To assess the effectiveness of the education, a pretest and posttest were conducted with participants. Additionally, a free health check up booth was provided, offering blood pressure measurements, consultations with a pulmonary medicine resident, and spirometry examinations.</p><p>The primary goal of this campaign was to build collective awareness about the harmful effects of tobacco products and promote healthier living, especially among youth and teenagers who are often targeted by the tobacco industry.</p><p>The campaign culminated in a seminar held on (31/5/2025) at SMA Negeri 3 Samarinda, titled &ldquo;FRESH x ALSA CARING HANDS.&rdquo; This seminar was a collaboration between CIMSA and Asia Laws Students&rsquo; Association (ALSA), and it offered a comprehensive program including a pretest, a main seminar session, a posttest, an interactive practicum (workshop) on the dangers of smoking, and a Focus Group Discussion to encourage deeper student reflection on smoking-related issues. The seminar featured two essential perspectives: The medical and health consequences of smoking, and the legal regulations governing tobacco use in Indonesia.</p><p>The seminar was delivered in an engaging and accessible manner for students, incorporating interactive Q&amp;A sessions. A highlight of the event was the hands on practicum session, where students observed visual simulations demonstrating how cigarette smoke particles affect human organs. This approach was designed to provide a tangible understanding of smoking hazards for both active and passive smokers.</p><p>Through this initiative, Standing Committee of Public Health (SCOPH) CIMSA Unmul aspires to shape a generation that values health, and is empowered to become agents of change for a smoke free and healthier future.</p><p><strong><em>Press Release ini ditulis oleh Luqman Fadilah, Koordinator Publikasi dan Dokumentasi FRESH CIMSA Unmul 2025.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ruang Berekspresi Perempuan Dibatasi, Baik di Dunia Nyata Maupun Dunia Maya </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ruang-berekspresi-perempuan-dibatasi-baik-di-dunia-nyata-maupun-dunia-maya/baca </link>
<guid> ruang-berekspresi-perempuan-dibatasi-baik-di-dunia-nyata-maupun-dunia-maya </guid>
<pubDate> Tue, 27 Jan 2026 21:35:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Penyalahgunaan fitur AI Grok di X memunculkan bentuk baru pelecehan seksual di ruang digital. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ruang-berekspresi-perempuan-dibatasi-baik-di-dunia-nyata-maupun-dunia-maya/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/frRCXZHFjR.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ruang Berekspresi Perempuan Dibatasi, Baik di Dunia Nyata Maupun Dunia Maya</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Seperti yang diketahui bahwa aplikasi X merupakan media sosial yang banyak digunakan oleh khalayak masyarakat. Bak catatan harian versi digital, pengguna X kerap kali menunjukkan kecintaan dan apresiasi diri dengan membagikan swafoto.</p><p style="text-align: justify;">Swafoto tersebut lengkap dengan takarir berupa tulisan singkat maupun sekadar emotikon lucu. Kegiatan apresiasi diri ini mulai terancam hilang akibat para pengguna minim adab yang menyalahgunakan <em>artificial intelligence</em> (AI) versi X, yakni Grok.</p><p style="text-align: justify;">Dilansir melalui X yang memperkenalkan sistem barunya, Grok merupakan asisten AI yang membantu menyelesaikan tugas, seperti menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, dan mencetuskan ide. Grok juga dapat membantu editing foto sesuai dengan prompt yang diberikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Awalnya Grok digunakan sesuai fungsi yang ada. Namun, oknum memanfaatkannya sebagai senjata tindak pelecehan terhadap perempuan yang memposting swafoto untuk apresiasi diri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dilansir dari Tempo.co, berdasarkan analisis Copyleaks, hal ini bermula dari konten kreator dewasa yang bereksperimen menggunakan Grok untuk menciptakan atau mengedit swafoto mereka dengan lebih eksplisit. Namun, sayangnya eksperimen tersebut justru melebar dan menargetkan banyak perempuan.</p><p style="text-align: justify;">Pelaku pelecehan beradab minim di X secara gamblang dan tidak tahu malu akan mengomentari, menyebut Grok, dan memberikan ide mengedit swafoto korban untuk menggunakan pakaian terbuka.</p><p style="text-align: justify;">Hal ini sontak menjadi sasaran amarah massa dikarenakan banyak yang tidak habis pikir mengenai bagaimana bisa swafoto yang dibagikan justru dapat dipakai untuk hal yang kurang mengenakkan. Tidak hanya itu, ketakutan tentu menjalar di diri perempuan karena merasa tidak aman dan merasa tidak ada lagi ruang untuk berekspresi di media sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi maraknya tindak pelecehan seksual di dunia maya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutuskan untuk memblokir Grok sampai batas waktu yang tidak ditentukan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dilansir melalui website resmi Komdigi, pihak mereka turut menyatakan hal ini dilakukan untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari konten pornografi dan memperingatkan jika hal tersebut juga bentuk dari pelanggaran privasi dan hak citra diri warga.</p><p style="text-align: justify;">Tindakan yang diambil oleh Komdigi berdampak signifikan terhadap berkurangnya aksi kejahatan tersebut. Meski begitu, Grok masih dapat memproses permintaan editing foto, dengan syarat berlangganan aplikasi premium yang tentu membutuhkan uang.</p><p style="text-align: justify;">Melihat hal ini, saya dapat menarik kesimpulan bahwa para pelaku menjadikan tindakan keji tersebut sebagai sebuah hiburan murah yang tidak memerlukan uang. Hal-hal berbau pornografi masih terus saja dijadikan sebagai sebuah ajang kesenangan dan kebahagiaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Begitu menyedihkan dan miris membayangkan pelaku tidak memiliki kegiatan yang lebih bermanfaat atau tidak dapat menemukan hiburan yang lebih berkelas dibandingkan dengan mengedit swafoto orang asing demi kesenangan mereka sendiri.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saya merasa bahwa sampai kapan pun, perempuan memang tidak pernah memiliki tempat aman untuk beraktivitas. Jangankan beraktivitas, sekadar cuitan di media sosial pun dapat menjadi sasaran tidak senonoh dari orang yang hilang akal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perempuan terus saja dituntut untuk melakukan ini dan itu untuk melindungi diri mereka sendiri. Cara berpakaian, berbicara, gesture, bahkan pandangan mata pun diatur karena menurut mereka &ldquo;Kami ini, para perempuan selalu &lsquo;mengundang&rsquo;&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kediktatoran oleh perempuan seharusnya juga berjalan sejajar dengan para lelaki. Ada baiknya, mereka dididik untuk menghormati, berperilaku dan beradab baik terhadap perempuan. Paling tidak, jangan terus melihat perempuan sebagai objek seksual.</p><p style="text-align: justify;">Perempuan selalu tidak diberi ruang bernapas dengan tenang, baik di tempat umum maupun di dunia maya. Segala propaganda mengenai perempuan terus diserukan. Namun, hasilnya tidak selalu memuaskan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Saya rasa yang menjadi kunci keberhasilan dari hal yang telah dipaparkan di atas adalah bagaimana perempuan dan lelaki dapat membangun kerja sama yang baik. Laki-laki perlu membuang sifat predator mereka, pun dengan perempuan juga dapat berperilaku sepantasnya untuk membangun kehidupan sosial yang aman.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Andini Oktaviandari, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Banyak Titik Banjir Samarinda: Unggahan Instagram Sebagai Data Kebencanaan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/banyak-titik-banjir-samarinda-unggahan-instagram-sebagai-data-kebencanaan/baca </link>
<guid> banyak-titik-banjir-samarinda-unggahan-instagram-sebagai-data-kebencanaan </guid>
<pubDate> Wed, 28 Jan 2026 15:40:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Media sosial menyimpan potensi besar sebagai alat pemantauan dan peringatan dini bencana. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/banyak-titik-banjir-samarinda-unggahan-instagram-sebagai-data-kebencanaan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/jNXEwmJL31.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Banyak Titik Banjir Samarinda: Unggahan Instagram Sebagai Data Kebencanaan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Lima tahun terakhir, banjir di Kota Samarinda meninggalkan jejak yang tidak hanya terlihat di jalanan dan permukiman, tetapi juga terdokumentasi di media sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelusuran dan analisis unggahan Instagram, tercatat 154 titik banjir yang tersebar di berbagai wilayah Kota Samarinda. Temuan ini menunjukkan banjir bukan peristiwa sporadis, melainkan persoalan berulang dan meluas secara spasial.</p><p style="text-align: justify;">Unggahan foto dan video warga yang selama ini kerap dianggap sebagai dokumentasi personal, pada kenyataannya menyimpan informasi yang bernilai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui pendekatan analisis data berbasis media sosial, unggahan tersebut dapat diolah untuk mengidentifikasi lokasi kejadian, frekuensi, serta pola banjir dari waktu ke waktu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam konteks ini, Instagram tidak hanya berfungsi sebagai ruang berbagi cerita, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber data partisipatif kebencanaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih jauh, media sosial berpotensi menjadi alarm awal dalam merespons peristiwa banjir. Informasi visual yang diunggah warga secara real time mampu menggambarkan kondisi lapangan secara langsung, bahkan sebelum laporan resmi diterbitkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal dalam sistem penanggulangan bencana.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah peristiwa banjir di berbagai daerah, seperti banjir di Sumatera Utara yang sempat mendapat respons lambat dari pemerintah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk memanfaatkan media sosial sebagai instrumen pemantauan dan peringatan dini bencana masih perlu diperkuat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal, dengan pengelolaan data yang sistematis, media sosial dapat menjadi jembatan penting antara kondisi lapangan dan pengambilan keputusan.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh M. Firzy Handika Saputra, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unmul 2022.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pesakitan yang Kamu Kurung </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/pesakitan-yang-kamu-kurung/baca </link>
<guid> pesakitan-yang-kamu-kurung </guid>
<pubDate> Sun, 01 Feb 2026 22:39:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pesakitan yang ini, tidak pernah diharapkan kedatangannya. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/pesakitan-yang-kamu-kurung/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pf26DFugO9.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Pesakitan yang Kamu Kurung</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="">Apa memang seperti itu?</p><p dir="ltr" style=""><span>Pesakitan bak wabah yang harus ditutup rapat,</span><br><span>Serapat surat yang kamu sisipkan di bawah brankar tua,</span><br><span>Sela tipis pun tak dapat dirogoh.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Pesakitan yang ini, tidak pernah diharapkan kedatangannya.&nbsp;</span><br><span>Tahu-tahu timbul di sela hati,</span><br><span>Merangkak dari yang paling dasar.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Tidak boleh unjuk diri,</span><br><span>Berakhir jadi lebam,</span><br><span>Di bilik yang paling sukar dilihat.</span></p><p><span>Lebamnya mulai pudar,</span><br><span>Bukan karena kamu obati,</span><br><span>Melainkan karena sudah matang.</span></p><p><span>Siap dipetik dan ditunjukkan ke seseorang,</span><br><span>yang selama ini kamu awasi,</span><br><span>sepanjang usiamu.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Kamu tidak pernah berharap sembuh,</span><br><span>Kamu hanya rindukan kejujuran.</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Andini Oktaviandari, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Unmul 2022.</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keluhan terkait Lahan Parkir FKIP Banggeris, Nurhadi: Kami Anggarkan di 2026, Dilanjutkan di 2027 </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluhan-terkait-lahan-parkir-fkip-banggeris-nurhadi-kami-anggarkan-di-2026-dilanjutkan-di-2027/baca </link>
<guid> keluhan-terkait-lahan-parkir-fkip-banggeris-nurhadi-kami-anggarkan-di-2026-dilanjutkan-di-2027 </guid>
<pubDate> Mon, 02 Feb 2026 18:35:17 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Wakil dekan FKIP Unmul tanggapi keluhan mahasiswa terkait keterbatasan lahan parkir di kampus Banggeris </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluhan-terkait-lahan-parkir-fkip-banggeris-nurhadi-kami-anggarkan-di-2026-dilanjutkan-di-2027/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/mR4qE4Y7rM.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Keluhan terkait Lahan Parkir FKIP Banggeris, Nurhadi: Kami Anggarkan di 2026, Dilanjutkan di 2027</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Keterbatasan lahan parkir di kawasan FKIP Banggeris menjadi persoalan. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa kesulitan mendapat tempat parkir, terutama pada jam-jam sibuk perkuliahan.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sebelumnya, mengeluhkan area parkir yang sempit hingga berlumpur dan berlubang. Kondisi tersebut dinilai membuat lingkungan kampus terlihat semrawut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Baca:&nbsp;</span><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluhan-rutin-mahasiswa-fkip-banggeris-lahan-parkir-sempit-berlubang-dan-berlumpur/baca"></a><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluhan-rutin-mahasiswa-fkip-banggeris-lahan-parkir-sempit-berlubang-dan-berlumpur/baca">https://sketsaunmul.co/berita-kampus/keluhan-rutin-mahasiswa-fkip-banggeris-lahan-parkir-sempit-berlubang-dan-berlumpur/baca</a><span>&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FKIP Unmul, Mukhamad Nurhadi membenarkan persoalan parkir di Banggeris masih menjadi kendala hingga saat ini.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, keterbatasan parkir tidak terlepas dari kondisi kampus Banggeris yang sejak awal memiliki lahan terbatas, sementara jumlah mahasiswa dan pengguna kendaraan bermotor terus meningkat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Mahasiswa sekarang hampir semuanya pakai motor. Sementara kampus Banggeris ini lahannya memang terbatas dari awal,&rdquo; ujarnya kepada&nbsp;</span><span>Sketsa,&nbsp;</span><span>Kamis (15/1) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menjelaskan kampus Banggeris merupakan kampus lama yang tidak dirancang untuk menampung jumlah kendaraan sebanyak sekarang.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kampus ini sudah lama, jadi dari awal memang bukan kampus yang punya lahan luas untuk parkiran,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Nurhadi juga menyampaikan persoalan parkir tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan lahan, tetapi juga ketertiban mahasiswa dalam memanfaatkan area parkir yang tersedia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sebenarnya lahan parkir itu ada, tapi mahasiswa cenderung parkir di tempat yang paling dekat,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyebut pihak fakultas telah mengarahkan mahasiswa untuk memanfaatkan area parkir tertentu, termasuk di bagian belakang dan area yang telah disediakan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, arahan tersebut belum sepenuhnya dipenuhi sehingga parkir masih terlihat tidak tertata.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau diarahkan ke belakang, sebenarnya bisa. Tapi ya itu, ketertiban juga jadi persoalan,&rdquo; katanya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait upaya penanganan, Nurhadi menjelaskan bahwa penataan parkir tidak dapat dilakukan secara sekaligus.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, perbaikan parkir harus dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan dengan kondisi lahan dan anggaran yang tersedia.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Parkiran itu tidak bisa langsung dibangun semua. Harus bertahap,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menambahkan, pihak fakultas telah menganggarkan penataan parkir roda dua di kawasan FKIP Banggeris untuk tahun 2026 dan direncanakan berlanjut pada tahun 2027.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Untuk pembuatan parkir roda dua di Kampus Banggris sudah dianggarkan juga, tapi di 2026,&rdquo; ungkapnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, Nurhadi menegaskan fakultas hanya berperan dalam menyiapkan anggaran. Sementara realisasi pembangunan dan penataan parkir menjadi kewenangan pihak universitas.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Fakultas itu hanya menganggarkan. Soal dibangun atau tidak, itu di universitas,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap mahasiswa dapat memahami keterbatasan yang ada serta mematuhi pengaturan parkir yang telah ditetapkan, sembari menunggu proses penataan dilakukan secara bertahap.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami tetap mengupayakan, tapi memang tidak bisa sekaligus,&rdquo; tutupnya.&nbsp;</span><span><strong><em>(wil/ela/mlt/mou)</em></strong></span></p><p></p><p style="text-align: justify;"><br></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Sisi Tergelap Surga: Realitas Kehidupan di Kota yang Dipandang Sebagai "Surga" </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/sisi-tergelap-surga-realitas-kehidupan-di-kota-yang-dipandang-sebagai-surga/baca </link>
<guid> sisi-tergelap-surga-realitas-kehidupan-di-kota-yang-dipandang-sebagai-surga </guid>
<pubDate> Tue, 03 Feb 2026 15:54:26 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kisah bagaimana realita kehidupan yang melumat habis sebuah harapan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/sisi-tergelap-surga-realitas-kehidupan-di-kota-yang-dipandang-sebagai-surga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/fLj9LiyL2I.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Sisi Tergelap Surga: Realitas Kehidupan di Kota yang Dipandang Sebagai "Surga"</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">&ldquo;Surga&rdquo; dianggap sebagai tempat yang sangat indah dan penuh kenikmatan yang diidamkan manusia. Namun, dalam novel karya Brian Khrisna ini, &ldquo;Surga&rdquo; tidak digambarkan sebagai tempat ideal yang indah, melainkan simbol harapan dan tujuan hidup yang ternyata juga memiliki sisi gelap.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebuah novel yang terbit pada 2023, mengisahkan bagaimana Jakarta merupakan kota yang kerap kali menjadi tujuan bagi mereka yang datang membawa sekoper harapan dan bertaruh nasib. Namun, fakta bahwa kota ini selalu mampu untuk melumat habis harapan dan menukarnya dengan keputusasaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di balik citra Jakarta sebagai kota megah, tersimpan penderitaan bagi mereka yang hidup di pinggir kota dan terabaikan. Kisah dalam novel ini bukan sekadar potret sosial, tetapi juga perjuangan manusia untuk bertahan hidup di tengah kerasnya realita yang penuh dengan konflik batin dan keputusasaan.</p><p style="text-align: justify;">Menariknya, penulis tidak memberikan sudut pandang dari tokoh utama saja, melainkan beberapa sudut pandang dari tokoh lain agar pembaca dapat melihat berbagai lapisan kehidupan urban.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui berbagai sudut pandang dari tokoh yang berbeda, Brian Khrisna mengajak pembaca merasakan bagaimana mereka berjuang segala cara untuk bertahan hidup.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mulai dari sebagai pemulung, pengamen, penjual asongan, pekerja seks komersial, pemimpin kecil yang korup, pencuri motor, lelaki tua berkostum ayam, manusia silver dan preman serta pekerja lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Para tokoh dalam novel ini menunjukkan bahwa manusia dapat bertahan walaupun hidupnya terbatas.</p><p style="text-align: justify;">Novel ini juga memberi pelajaran agar tidak menilai orang hanya dari luarnya saja. Seseorang tidak bisa disimpulkan dari cara mereka berpakaian atau pekerjaan apa yang dilakukannya. Mereka belum tentu senang melakukannya, mungkin keterpaksaan memenuhi kebutuhan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><em>Sisi Tergelap Surga</em> cocok dibaca bagi mereka yang ingin memahami bagaimana kehidupan urban secara mendalam, sekaligus menjadi bahan refleksi diri bahwa menghargai setiap manusia itu sebuah kewajiban.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Resensi ini ditulis oleh Ayun Novita Wulandari, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum FH Unmul 2024.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Semua Terlihat Normal: Pelajaran dari Animal Farm </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/ketika-semua-terlihat-normal-pelajaran-dari-animal-farm/baca </link>
<guid> ketika-semua-terlihat-normal-pelajaran-dari-animal-farm </guid>
<pubDate> Thu, 05 Feb 2026 16:36:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Animal Farm mengangkat dinamika masyarakat dalam keseharian </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/ketika-semua-terlihat-normal-pelajaran-dari-animal-farm/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/0yZpIJyi20.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Semua Terlihat Normal: Pelajaran dari Animal Farm</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Jika <em>1984&nbsp;</em>karya George Orwell menyentil negara secara struktural, maka <em>Animal Farm</em> menyentil masyarakat dalam keseharian. &nbsp;Bukan lewat aparat dan layar pengawas, melainkan lewat kebiasaan, pergaulan, dan kesepakatan yang perlahan dianggap wajar.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><em>Animal Farm</em></span><span>&nbsp;kerap dibaca sebagai cerita tentang kekuasaan besar dan rezim otoriter. Padahal ia justru paling akurat ketika ditarik ke ruang yang lebih kecil dan ke dalam lingkaran yang tidak pernah menyebut dirinya berkuasa, tetapi pelan-pelan menentukan arah.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di sanalah cerita Orwell bekerja dengan tenang, tanpa perlu kekerasan dan ancaman terbuka.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Dalam setiap komunitas, selalu ada kelompok yang tampil paling aktif dan paling terorganisir. Bahasa yang digunakan rapi, niat yang dibawa terdengar mulia, dan kehadirannya sering dianggap representasi kepedulian.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pada tahap awal, keberadaan mereka bahkan dibutuhkan. Persoalan muncul ketika aktivitas berubah menjadi legitimasi dan legitimasi berubah menjadi hak moral untuk menentukan segalanya.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Tidak ada pengumuman pengambilalihan. Semua berlangsung wajar, seolah memang seharusnya demikian.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kekuasaan semacam ini jarang bekerja lewat larangan. Ia bekerja lewat selera. Ide-ide tertentu dirayakan, sementara yang lain dibiarkan tenggelam. Gagasan jangka panjang terdengar terlalu rumit.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Visi yang tidak langsung menghasilkan respons dianggap tidak relevan. Pada titik itu, diskusi tidak lagi berangkat dari pertanyaan benar atau salah, melainkan dari mana yang paling mudah disepakati bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Di dalam situasi seperti ini, posisi tokoh Snowball dan tokoh Benjamin terasa berdekatan. Snowball percaya pada gagasan, pada sistem yang bisa diperbaiki, dan pada masa depan yang perlu dipikirkan sejak sekarang.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Namun, sejarah di&nbsp;</span><span><em>Animal Farm</em></span><span>&nbsp;menunjukkan bahwa ide tidak selalu kalah karena keliru, melainkan karena tidak populer. Ketika ruang lebih menyukai keseragaman yang praktis, Snowball akan selalu terdengar terlalu ribut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Benjamin memilih bertahan dengan jarak. Ia tidak menyangkal apa yang terjadi, tetapi juga tidak lagi berharap banyak dari proses yang sudah condong.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia tahu bahwa kesadaran tidak selalu berarti pengaruh. Maka yang tersisa adalah mengamati, mencatat, dan menjaga sikap. Sikap ini kerap dibaca sebagai pasif, padahal bisa jadi ia adalah bentuk kewaspadaan yang paling jujur.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Novel&nbsp;</span><span><em>Animal Farm</em></span><span>&nbsp;mengingatkan bahwa masalah utama bukanlah lahirnya kelompok dominan, melainkan hilangnya ruang untuk berbeda tanpa dicurigai.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ketika satu kelompok merasa dirinya representasi kebaikan bersama, kritik pelan-pelan berubah menjadi gangguan, dan pertanyaan dianggap memperlambat langkah. Pada titik itu, slogan tetap terdengar sama, tetapi maknanya tidak lagi dimiliki bersama.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Mungkin inilah alasan mengapa novel&nbsp;</span><em><span>Animal</span><span>&nbsp;</span></em><span><em>Farm</em></span><span>&nbsp;terus terasa relevan, karena kandang tidak selalu dibangun dari pagar yang keras, melainkan dari kebiasaan, kelelahan, dan kesepakatan diam-diam.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Melalui konsep kandang seperti itu, Snowball akan selalu disingkirkan atas nama efisiensi, sementara Benjamin hidup cukup lama untuk memastikan bahwa semua ini bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong><em>Resensi ini ditulis oleh Abimanyu Putra Nugroho, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro FT Unmul 2025.&nbsp;</em></strong></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Jalan Tembus FISIP Tidak Difungsikan, Pihak FISIP: Akan Jadi Jalan Baru </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-tembus-fisip-tidak-difungsikan-pihak-fisip-akan-jadi-jalan-baru/baca </link>
<guid> jalan-tembus-fisip-tidak-difungsikan-pihak-fisip-akan-jadi-jalan-baru </guid>
<pubDate> Fri, 06 Feb 2026 17:54:32 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Jalan tembus FISIP sekian lama ditutup dengan alasan keselamatan, akan dibuka menjadi jalan baru </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/jalan-tembus-fisip-tidak-difungsikan-pihak-fisip-akan-jadi-jalan-baru/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/y3tfY3cUQt.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Jalan Tembus FISIP Tidak Difungsikan, Pihak FISIP: Akan Jadi Jalan Baru</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Penutupan akses alternatif yang menghubungkan FISIP dengan kawasan Student Center (SC) dan Taman Unmul (Tamul) masih menimbulkan kebingungan di kalangan mahasiswa. Terlebih bagi mahasiswa baru yang kerap mencari arah jalan menggunakan Google Maps (Gmaps). Pasalnya, jalur yang dianggap sebagai akses cepat menuju FISIP sebelumnya pernah dilalui dan masih terbuka di Google Maps.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Pembangunan Sosial FISIP 2025, Revanisa Difia Budiman mengaku baru mengetahui adanya penutupan tersebut setelah melihat kondisi jalannya secara langsung.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya biasa saja karena saya kira memang sudah ditutup dari dulu dan saya tidak menyangka akan ada jalan tembusan di situ. Tapi saat saya cek Gmaps, rupanya dulu jalanan itu sempat dibuka,&rdquo; ungkap Revanisa kepada Sketsa melalui pesan WhatsApp, Jumat (30/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Revanisa menyebutkan cukup kebingungan dengan penutupan tersebut setelah mengetahui jalannya bisa dijadikan akses cepat bagi mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Cukup membingungkan, <em>sih</em>. Padahal bisa dijadikan tembusan jalan bagi para mahasiswa,&rdquo; lanjut Revanisa.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP 2024, Muhammad Aidil Ilham juga menilai penutupan jalan dirasa membingungkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Ilham, meski tidak terlalu mengganggu aktivitas perkuliahan, keberadaan jalan tembus akan mempermudah mobilitas mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Nggak</em> apa-apa harus mutar. Kalau memang punya akses jalan lebih cepat, misal dari FISIP ke Tamul atau ke SC, &lsquo;kan bisa lebih cepat kalau jalan itu dibuka,&rdquo; ujar Aidil kepada <em>Sketsa</em> melalui pesan WhatsApp, Kamis (29/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Aidil menambahkan, mahasiswa FISIP perlu mengetahui alasan mengapa penutupan jalan tembus dilakukan, mengingat jalan tersebut akan sangat membantu apabila dapat digunakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi kalau sekiranya memang tidak ada alasan yang signifikan ataupun logis, kita harus mempertanyakan itu karena dirasa cukup mengganggu,&rdquo; ujar Aidil.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha (TU) FISIP Unmul, Paijan menjelaskan penutupan jalur tembus dilakukan atas dasar keamanan. Ia mengatakan penutupan jalur tersebut bermula dari kondisi longsor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saat itu longsor, darurat tidak bisa dilewati apa-apa. Itu yang pertama kali, sehingga jalur itu ditutup,&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em> saat diwawancarai pada Senin (26/1) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Paijan menyampaikan perbaikan membutuhkan waktu cukup panjang sebab menunggu pendanaan. Kemudian kondisi pasca-perbaikan dinilai masih belum layak dilalui karena masih terputus dan belum dicor.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tapi tetap tidak dibuka untuk akses umum. Karena pertimbangan kami, kondisi tidak layak,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Paijan juga menegaskan penutupan jalur tersebut berlaku bagi kendaraan. Sementara itu, akses bagi pejalan kaki tetap diperbolehkan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang susah dikendalikan &lsquo;kan kendaraan. Kalau manusia masih bisa lewat situ, nggak ada masalah,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Bergandengan dengan faktor keselamatan, Paijan menambahkan alasan ditutupnya jalan tembus itu untuk menghindari orang asing yang tidak memiliki kepentingan masuk ke wilayah FISIP.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga tujuan kami pasang itu (penutup jalan) menghindari hal-hal yang tidak dimungkinkan. Pencurian dan seterusnya,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain faktor keselamatan, Paijan mengungkap penutupan jalur tembusan berkaitan dengan rencana pembangunan gedung baru FISIP yang menunggu kelanjutan di tahun 2026.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nanti kalau sudah terbangun juga akan jadi jalan baru, mudah-mudahan di tahun 2026 ini sudah ada. Penghubung di sana dan itu enggak ada gunungan. Itu rasanya akan lebih nyaman,&rdquo; tutup Paijan. <strong><em>(gta/ali/wil/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Toko Kelontong Namiya: Kisah Nasihat Melintasi Waktu </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/toko-kelontong-namiya-kisah-nasihat-melintasi-waktu/baca </link>
<guid> toko-kelontong-namiya-kisah-nasihat-melintasi-waktu </guid>
<pubDate> Sat, 07 Feb 2026 15:34:25 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebuah toko tua, surat dari masa lalu, dan nasihat yang mengubah hidup. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/toko-kelontong-namiya-kisah-nasihat-melintasi-waktu/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XShHxfEPPu.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Toko Kelontong Namiya: Kisah Nasihat Melintasi Waktu</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> <em>Toko Kelontong Namiya</em> adalah novel fiksi karya penulis Jepang, Keigo Higashino, yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Faira Ammadea. Berlatar sebuah toko kelontong tua yang terlihat biasa saja, namun menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini melalui surat-surat misterius yang melintasi batas waktu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui konsep perjalanan waktu tersebut, Keigo Higashino menyajikan kisah-kisah kehidupan manusia yang saling berkaitan, memperlihatkan bagaimana keputusan yang diambil di masa lalu dapat mempengaruhi masa depan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Novel ini tidak hanya menawarkan unsur fantasi dan misteri, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang pilihan hidup, penyesalan, dan harapan.</p><p style="text-align: justify;">Cerita ini dimulai pada 2012, terdapat tiga pemuda bermasalah bernama Atsuya, Shota, dan Kohei yang sedang melarikan diri setelah melakukan kesalahan. &nbsp; Tanpa sengaja, mereka bersembunyi di sebuah toko kelontong tua bernama Toko Kelontong Namiya yang sudah lama tidak beroperasi.</p><p style="text-align: justify;">Awalnya, tempat itu terlihat biasa saja, bahkan terkesan sepi dan terbengkalai. Namun, suasana berubah. Mereka dikejutkan saat menemukan sebuah surat misterius yang masuk melalui celah kotak surat toko tersebut, padahal sudah jelas terlihat bahwa toko itu sudah lama tutup.</p><p style="text-align: justify;">Surat yang datang ternyata berasal dari masa lalu dan berisi permintaan nasihat masalah hidup yang sedang dihadapi sang pengirim.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun awalnya ragu dan menganggap hal itu tidak masuk akal, ketiga pemuda tersebut akhirnya memutuskan membalas surat itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sejak saat itu, semakin banyak surat-surat dari masa lalu yang datang. Masing-masing membawa cerita tentang kebimbangan, impian, dan pilihan hidup mereka yang sulit.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tanpa mereka sadari, jawaban yang mereka berikan ternyata sangat berpengaruh terhadap kehidupan para pengirim surat di masa lalu.</p><p style="text-align: justify;">Seiring berjalannya cerita, pembaca akan diajak berpindah-pindah waktu mengikuti kehidupan para penulis surat dan melihat dampak nasihat yang diberikan ketiga pemuda tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hubungan antar tokoh yang awalnya terpisah perlahan mulai terhubung membentuk satu rangkaian cerita yang saling berkaitan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Manusia sering kali telah memiliki jawaban di dalam hati, namun mereka hanya butuh keberanian untuk menjalankannya.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kutipan ini mewakili pesan yang ingin disampaikan dalam novel Toko Kelontong Namiya. Keigo Higashino menunjukkan bahwa para tokoh sebenarnya telah mengetahui apa yang mereka inginkan, tetapi terjebak dalam keraguan dan ketakutan dalam mengambil keputusan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Novel ini mengajarkan bahwa nasihat orang lain hanyalah pemicu, tetapi keputusan dan keberanian tetap berada dalam kendali diri masing masing. <strong><em>(gya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Uji Publik Draf Kode Etik Unmul, Perlu Mengakomodir Hak Berekspresi dan Berpendapat </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uji-publik-draf-kode-etik-unmul-perlu-mengakomodir-hak-berekspresi-dan-berpendapat/baca </link>
<guid> uji-publik-draf-kode-etik-unmul-perlu-mengakomodir-hak-berekspresi-dan-berpendapat </guid>
<pubDate> Thu, 12 Feb 2026 06:20:57 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pasca uji publik Draf Kode Etik Unmul, Presiden BEM KM Unmul mengungkap draf harus mengakomodir hak civitas akademika, termasuk hak berekspresi dan berpendapat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/uji-publik-draf-kode-etik-unmul-perlu-mengakomodir-hak-berekspresi-dan-berpendapat/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PleQSMycCL.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Uji Publik Draf Kode Etik Unmul, Perlu Mengakomodir Hak Berekspresi dan Berpendapat</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA&nbsp;</span><strong>-&nbsp;</strong>Setelah memasuki usia 60 tahun, Unmul akhirnya serius menggarap draf Kode Etik Sivitas Akademika yang kini tengah diuji publik. Draf tersebut digadang-gadang menjadi pedoman perilaku profesional dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.&nbsp;</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Kode etik yang selama ini sempat muncul tanpa kejelasan, kini kembali dihadirkan sebagai dasar hukum dalam menangani dugaan pelanggaran di lingkungan kampus. Kehadirannya disebut penting untuk menjaga profesionalisme dan integritas akademik.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Meski demikian, sejumlah pihak menilai masih ada hal yang perlu diperbaiki, khususnya pada perlindungan hak mahasiswa dalam berekspresi dan berpendapat.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Pedoman Profesionalisme Kampus</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Akademisi Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unmul, Alamsyah menilai kode etik merupakan pondasi utama dalam membangun profesionalisme di lingkungan kampus.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dibilang penting ya, penting. Karena kode etik itu menjadi pedoman perilaku profesionalisme dosen dan staf. Malah, itu hal yang paling penting di kampus,&rdquo; ujarnya saat ditemui awak&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (11/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mengibaratkan kode etik kampus seperti kode etik jurnalistik yang menjadi pedoman kerja seorang jurnalis. Menurutnya, regulasi tersebut mengarahkan seluruh pihak di dunia kampus tetap bekerja secara profesional dan sesuai koridor keilmuan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait substansi draf, Alamsyah menilai aturan yang disusun telah melalui proses panjang dan sosialisasi.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia menyebut setiap produk hukum pada dasarnya akan terus beradaptasi dengan perubahan sosial, termasuk dinamika perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan atau&nbsp;</span><span>artificial intelligence</span><span>&nbsp;(AI).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Produk hukum itu selalu adaptasi. Ketika muncul hal-hal baru yang berdampak negatif, di situ regulasi harus hadir,&rdquo; jelasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, keberadaan kode etik dapat membantu menjaga integritas akademik, selama implementasinya dikontrol dengan baik. Ia menekankan bahwa regulasi yang baik harus diiringi pengawasan dan komitmen bersama untuk menjalankannya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kampus itu kiblatnya ilmu pengetahuan. Jadi bukan hanya aspek keilmuan, tetapi perilaku juga harus menjadi contoh,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span><strong>Partisipasi Mahasiswa Dipertanyakan</strong></span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Hiththan Hersya Putra menilai kehadiran kode etik memang penting sebagai dasar pemberian sanksi terhadap dugaan pelanggaran. Namun, ia menyoroti minimnya pelibatan mahasiswa dalam proses penyusunan.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Partisipasi mahasiswa bukan minim, tapi tidak ada dalam penyusunan. Kami baru dilibatkan saat uji publik,&rdquo; ungkapnya kepada&nbsp;</span><span><em>Sketsa</em></span><span>, Rabu (11/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurutnya, dari segi substansi, draf tersebut masih bisa diperdebatkan dan didiskusikan lebih lanjut.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia mengapresiasi adanya perbaikan dibanding draf sebelumnya, tetapi tetap menilai perlu adanya penyempurnaan, khususnya terkait pasal-pasal yang berpotensi membatasi kritik mahasiswa.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami khawatir kritik yang niatnya membangun justru bisa ditangkap sebagai pelanggaran dan menjadi dasar untuk memproses mahasiswa,&rdquo; ujarnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Ia berharap kode etik yang disahkan nantinya benar-benar mengakomodasi hak seluruh sivitas akademika, termasuk hak untuk berekspresi, berpendapat, dan berorganisasi.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Harusnya kode etik ini hadir untuk melindungi, bukan membatasi,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di tengah perdebatan tersebut, proses uji publik masih berlangsung dan ruang aspirasi disebut tetap terbuka. Penetapan kode etik ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi pedoman etika bersama dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan di lingkungan kampus.<strong>&nbsp;</strong><span style="font-weight: bold;"><em>(ela/mau/han/aya)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pernyataan Kurang Pantas Saat Uji Publik Kode Etik, Unmul Unggah Video Permintaan Maaf </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pernyataan-kurang-pantas-saat-uji-publik-kode-etik-unmul-unggah-video-permintaan-maaf/baca </link>
<guid> pernyataan-kurang-pantas-saat-uji-publik-kode-etik-unmul-unggah-video-permintaan-maaf </guid>
<pubDate> Fri, 13 Feb 2026 08:42:43 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pernyataan kontroversial dalam uji publik Kode Etik Unmul memicu aksi mahasiswa dan berakhir dengan permintaan maaf terbuka dari pihak kampus. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/pernyataan-kurang-pantas-saat-uji-publik-kode-etik-unmul-unggah-video-permintaan-maaf/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/MM8sWnI0KE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pernyataan Kurang Pantas Saat Uji Publik Kode Etik, Unmul Unggah Video Permintaan Maaf</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Buntut dari aksi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Unmul Rabu (11/2) lalu di depan gedung Rektorat Unmul, dijawab dengan dirilisnya video klarifikasi dan permintaan maaf pihak yang bersangkutan melalui media sosial Unmul, Kamis (12/2) kemarin.</p><p style="text-align: justify;">Mulanya pada Kamis (5/2) lalu, rektorat melaksanakan Uji Publik Kode Etik dan Etika Akademik Sivitas Akademika dan Tenaga Kependidikan. Namun di akhir sesi uji publik, moderator yang juga merupakan salah satu anggota Senat Unmul Komisi C mengeluarkan pernyataan yang dianggap diskriminatif dan menyudutkan perempuan sebagai pemicu pelecehan.</p><p style="text-align: justify;">Kementerian Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan BEM KM Unmul, dalam unggahan Instagram pada Senin (10/2) lalu menyebut hal ini membuktikan pihak kampus masih terjebak dalam pola pikir yang menyalahkan korban dan krisis pemahaman kekerasan seksual.</p><p style="text-align: justify;">Sontak pernyataan tersebut menuai amarah mahasiswa sehingga dilakukannya aksi unjuk rasa dengan tajuk &ldquo;Akreditasi Unggul, Rektorat Cabul&rdquo; oleh Aliansi Mahasiswa Unmul tersebut dengan membawa beberapa tuntutan. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tuntutan yang dilayangkan di antaranya, menuntut pernyataan resmi berupa klarifikasi dan permohonan maaf yang harus dipublikasikan di laman resmi unmul, serta menuntut proses dan tindak tegas oknum yang mengeluarkan pernyataan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Terakhir, mendesak Rektorat Unmul agar diaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PP-KPT) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra sangat menyayangkan adanya pernyataan tersebut karena tidak selaras dengan rancangan kode etik yang sedang diuji publik saat itu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Hiththan, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat krusial dan vital. Apalagi, dilontarkan saat Uji Publik Kode Etik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;...Seharusnya Senat Komisi C, orang yang mengawal kode etik ini, dan orang yang beretika. Justru pernyataan disampaikan jauh daripada semangat itu,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em>, Rabu (11/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Tidak lama berselangnya aksi, pihak Rektorat bersama pihak yang bersangkutan menemui massa aksi. Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan dan Alumni, Moh. Bahzar memberikan penjelasan untuk tuntutan-tuntutan yang ada.</p><p style="text-align: justify;">Bahzar terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan pernyataan yang disampaikan oleh oknum tersebut adalah sebuah kesalahan dan mengharuskan adanya permintaan maaf.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Komisi C terus terang minta maaf kepada mahasiswa, mengaku salah. Ucapan yang salah mau diapa, tidak seharusnya patut diucapkan,&rdquo; jelasnya kepada massa aksi.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, Bahzar juga menjelaskan bahwa pengaktifan kembali Satgas PPKPT Unmul sedang menunggu Surat Keputusan (SK) yang segera diselesaikan.</p><p style="text-align: justify;">Sebelum bubarnya massa aksi, pihak yang bersangkutan menyatakan permohonan maaf terbuka di depan massa aksi dan direkam untuk dipublikasi di akun resmi Unmul. Saat ini video permintaan maaf dapat dilihat pada akun Instagram resmi Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meskipun demikian, Hiththan mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lanjutan untuk terus mengawal isu tersebut, terlebih pihak rektorat juga menjanjikan untuk merilis permintaan maaf secara tertulis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ini juga sebagai bentuk pengawalan terkait dengan prosesnya tadi. Kemudian ini juga pengawalan terhadap kode etik,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(vpr/ela/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Launching Bersama FK Unmul dan ULM: Pemenuhan Dokter Spesialis Kalimantan, Tiga Program Spesialis Dibuka </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/launching-bersama-fk-unmul-dan-ulm-pemenuhan-dokter-spesialis-kalimantan-tiga-program-spesialis-dibuka/baca </link>
<guid> launching-bersama-fk-unmul-dan-ulm-pemenuhan-dokter-spesialis-kalimantan-tiga-program-spesialis-dibuka </guid>
<pubDate> Fri, 13 Feb 2026 10:36:27 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> FK Unmul buka tiga program spesialis baru dalam launching bersama ULM, penerimaan angkatan pertama dimulai tahun ini </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/launching-bersama-fk-unmul-dan-ulm-pemenuhan-dokter-spesialis-kalimantan-tiga-program-spesialis-dibuka/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Iir5BN3GX3.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Launching Bersama FK Unmul dan ULM: Pemenuhan Dokter Spesialis Kalimantan, Tiga Program Spesialis Dibuka</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Unmul bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi meluncurkan <em>Launching</em> Bersama Fakultas Kedokteran: Pembukaan Program Studi Spesialis dan Subspesialis pada Rabu (12/02) lalu di Gedung Masjaya Unmul. Kegiatan ini menjawab percepatan pemenuhan dokter spesialis di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).</p><p style="text-align: justify;">Selain jajaran pimpinan Unmul, acara ini dihadiri sejumlah pimpinan perguruan tinggi. Diantaranya Rektor Unmul, Abdunnur; juga Rektor ULM yang diwakilkan Muhammad Siddik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dibersamai juga Dekan FK Universitas Brawijaya (UB) sekaligus Ketua Umum Asosiasi Institut Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Wisnu Barlianto; serta Dekan FK Universitas Hasanuddin (Unhas) sekaligus Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia, Khairani Rasyid.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain pimpinan beberapa perguruan tinggi, acara ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat daerah. Diantaranya, Gubernur Kaltim yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin; Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni; Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani; serta jajaran direktur rumah sakit se-Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai tuan rumah, Dekan FK Unmul sekaligus Ketua Pelaksana, Nathaniel Tandirogang berharap pembukaan prodi ini mempermudah putra-putri Kaltim melanjutkan pendidikan dokter spesialis tanpa harus keluar daerah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selama ini kebutuhan dokter spesialis di beberapa daerah masih belum terpenuhi. Dengan adanya percepatan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, (Kemendikti-saintek), kami berupaya menghadirkan akses pendidikan spesialis di daerah sendiri,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Percepatan Nasional dan Peran FK Pembina</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia sekaligus Dekan FK Unhas, Khairani Rasyid menyampaikan apresiasi atas inisiatif strategis Unmul dan ULM dalam membuka program studi spesialis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menegaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian implementasi program nasional pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang dicanangkan pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai fakultas pembina, FK Unhas bersama UB dan Universitas Gadjah Mada (UGM) bertugas mengawal pembukaan Program Studi (Prodi) hingga menghasilkan lulusan pertama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pembinaan mencakup penguatan akademik, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas SDM, serta penjaminan mutu pendidikan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Institut Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) sekaligus Dekan FK UB, Wisnu Barlianto menyoroti tantangan kesehatan abad 21 yang semakin kompleks, mulai dari beban penyakit yang meningkat hingga ketimpangan distribusi tenaga medis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, pembukaan prodi spesialis dan subspesialis bukan sekadar penambahan jumlah, tetapi upaya membangun mutu dan etika pendidikan melalui konsep Academic Health System yang melibatkan perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, serta pemerintah pusat dan daerah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Target Nasional dan Dukungan Pemerintah</strong></p><p style="text-align: justify;">Perwakilan Kemendikti-saintek, Benny Bandanadjaja menyampaikan bahwa tahun ini akan dibuka 148 program studi baru yang terdiri atas 125 spesialis dan 23 subspesialis di seluruh Indonesia. Bahkan, total pembukaan telah mencapai 160 prodi baru, melampaui target awal.</p><p style="text-align: justify;">Dengan penambahan tersebut, jumlah program studi dokter spesialis secara nasional meningkat menjadi 526, naik dari sebelumnya 396.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis, terutama dari sisi distribusi yang belum merata. Karena itu, penambahan prodi difokuskan pada provinsi yang masih kekurangan tenaga spesialis.</p><p style="text-align: justify;">Kepala Biro Kesra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Dasmiah menegaskan komitmen (Pemprov Kaltim dalam mendukung percepatan ini melalui program beasiswa Gratispol.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami siap membiayai penuh pendidikan dokter spesialis, dengan syarat penerima merupakan penduduk Kaltim dan bersedia kembali mengabdi di daerah,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah Provinsi Kaltim menyiapkan anggaran Rp1,6 triliun untuk bantuan pendidikan S1 hingga S3, termasuk pendidikan dokter spesialis.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tiga Prodi Baru FK Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Melalui peresmian dalam acara ini, FK Unmul kini resmi menghadirkan tiga Prodi baru, diantaranya Spesialis (Sp-1) Anestesiologi dan Terapi Intensif, Sp-1 Obstetri dan Ginekologi (Kandungan), serta Sp-1 Ilmu Penyakit dalam.</p><p style="text-align: justify;">Dengan penambahan tersebut, kini FK Unmul memiliki lima program pendidikan dokter spesialis, setelah sebelumnya membuka Spesialis Bedah serta Spesialis Paru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nathaniel menjelaskan bahwa penerimaan mahasiswa ditargetkan mulai pertengahan tahun ini dengan kuota awal sekitar tiga sampai lima orang per program studi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Paling tidak Maret atau selambat-lambatnya Juni&ndash;Juli penerimaan mahasiswa,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (13/2) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Prioritas diberikan kepada putra-putri daerah Kaltim, khususnya dokter yang bertugas di kabupaten atau kota dan mendapatkan dukungan beasiswa dari pemerintah daerah (Pemda).</p><p style="text-align: justify;">Dari sisi sarana dan prasarana, FK Unmul telah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit utama di Kaltim sebagai rumah sakit pendidikan, sehingga dinilai siap mendukung proses pembelajaran.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal ini, mahasiswa Program Studi Kedokteran FK Unmul 2020, Defita Herlisa menyambut positif pembukaan prodi ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sekarang kita tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar daerah untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Ini peluang besar bagi mahasiswa di Kalimantan,&rdquo; ujarnya pada <em>Sketsa</em>, Kamis (12/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Senada, mahasiswa Program Studi Profesi Dokter tahun kedua FK Unmul, Muhammad Yahtadiy Ukhrawiy, menilai langkah ini sebagai kemajuan besar bagi FK Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dengan bertambahnya prodi spesialis, peluang putra-putri daerah untuk belajar dan kembali mengabdi di Kalimantan Timur semakin terbuka,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Pembukaan program studi spesialis ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk mempercepat pemenuhan dokter spesialis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di Kalimantan melalui penguatan pendidikan di daerah. <strong><em>(apn/wil/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Keluar dari Goa Menuju Cermin Baik </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/keluar-dari-goa-menuju-cermin-baik/baca </link>
<guid> keluar-dari-goa-menuju-cermin-baik </guid>
<pubDate> Sat, 14 Feb 2026 09:11:48 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Kakiku melangkah ke cermin kebaikan. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/keluar-dari-goa-menuju-cermin-baik/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/egr1bVbKUB.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Keluar dari Goa Menuju Cermin Baik</h1>
			              </header>
			              <p></p><p dir="ltr" style="">Berjalan dengan pandangan kosong.<br><span>Napas dihela berat.</span><br><span>Tampilan gulita tak bercahaya.</span><br><span>Bulan yang ingin menerangi, selalu ku abaikan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Harmoni jiwa hilang, sengaja tak ku kembalikan ke dalam diri.</span><br><span>Membiarkan kesedihan membara membakar aura.</span><br><span>Tak peduli suara bisik makian orang lain.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Melangkah menuju goa.</span><br><span>Semakin gelap tiada cahaya.</span><br><span>Kakiku meninggalkan jejak darah.</span><br><span>Tubuhku juga berpasrah.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Di dalam goa ku hanya berdiam diri.&nbsp;</span><br><span>Melamun, kosong kepala.</span><br><span>Membiarkan goresan semakin banyak.</span><br><span>Bulan pun lelah menegurku.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Labirin berbisik kepadaku: Kamu pengecut. Hidupmu benar-benar sampah.</span><br><span>Lama ku berada di dalamnya.&nbsp;</span><br><span>Berisi pikiran menjadi merenung.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Detik demi detik, ku tersadar sendiri.</span><br><span>Rencana kematian sudah meninggalkanku.</span><br><span>Perlahan ku keluar dari goa.&nbsp;</span><br><span>Namun labirin mendampingiku.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Di luar, cahaya bulan bersinar terang.&nbsp;</span><br><span>Mengiringiku menuju pintu cermin rahasia.</span><br><span>Di saat hilang arah, ia mau menuntunku.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Berperang antara logika dan rasa.</span><br><span>Ingin kembali ke kegelapan, namun sengaja menolak dengan sadar.</span><br><span>Lebih tepatnya, aku menyadarkan diri.&nbsp;</span><br><span>Agar tak kembali ke cermin buruk lagi.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Ada hal yang baru ku sadari:</span><br><span>Kota ini masih menerimaku.&nbsp;</span><br><span>Manusia tak seburuk yang aku pikirkan.</span><br><span>Banyak kebaikan yang datang jika tak terlalu memikirkannya.</span></p><span>Kakiku melangkah ke cermin kebaikan.</span><p dir="ltr" style=""><span>Singgah hal buruk? Aku tak peduli. Aku tetap melangkah.</span><br><span>Menjalani hari-hari biasa dengan rasa campur aduk.</span><br><span>Namun wajah dan hatiku sekarang bisa berbohong.</span><br><span>Bahwa aku baik-baik saja.</span></p><p dir="ltr" style=""><span><strong><em>Puisi ini ditulis oleh Lola Setia Hidayani, mahasiswa Program Studi Kehutanan FKLT Unmul 2023.</em></strong></span></p><p></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Diam atau Lawan: Gugatan Moral dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/diam-atau-lawan-gugatan-moral-dalam-novel-teruslah-bodoh-jangan-pintar/baca </link>
<guid> diam-atau-lawan-gugatan-moral-dalam-novel-teruslah-bodoh-jangan-pintar </guid>
<pubDate> Mon, 16 Feb 2026 07:30:52 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Bagaimana hukum dapat dikacaukan oleh oknum yang pandai berbicara, bagaimana “Kebodohan” timbul akibat “Kepintaran” yang tidak dibarengi dengan nurani </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/diam-atau-lawan-gugatan-moral-dalam-novel-teruslah-bodoh-jangan-pintar/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/yK5Ar2zNRs.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Diam atau Lawan: Gugatan Moral dalam Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> &ldquo;Saat hukum dan kekuasaan dipegang oleh serigala-serigala buas berbulu domba. Saat seluruh negeri dikangkangi orang-orang jualan sok sederhana tapi sejatinya serakah. Apakah kalian akan tutup mata, tutup mulut, dan tidak peduli dengan apa yang terjadi? Atau kalian akan mengepalkan tangan ke udara, LAWAN!&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kalimat tersebut tercantum dalam <em>blurb</em> novel <em>Teruslah Bodoh Jangan Pintar</em>. Melalui rangkaian pertanyaan reflektif, Tere Liye mengusik nalar serta keberanian moral pembaca melalui karyanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia tidak sekadar menyajikan cerita, melainkan mengajak pembaca untuk bersikap. Berisi 371 halaman, novel ini menggambarkan potret realitas sosial yang terasa dekat dan relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Karya fiksi yang dirilis pada awal 2024 ini menceritakan proses persidangan yang berlangsung selama lebih dari satu bulan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sidang tersebut digelar untuk menguji hak konsesi proyek pertambangan berskala besar yang dijalankan perusahaan tambang ternama di Indonesia. Persidangan ini merupakan bentuk pemenuhan janji kampanye presiden terpilih atas desakan dan tuntutan para aktivis lingkungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seiring berjalannya persidangan, pembaca diajak menyusuri beragam kritik sosial yang terungkap melalui dinamika ruang sidang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perlawanan aktivis lingkungan dengan keterbatasan sumber daya berhadapan langsung dengan pengacara terbaik yang disewa perusahaan tambang. Kritik semakin dipertegas melalui kilas balik kesaksian para saksi yang membuka lapisan demi lapisan ketimpangan dan ketidakadilan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dibalut narasi tajam dan penuh sindiran, novel <em>Teruslah Bodoh Jangan Pintar</em> memperlihatkan bagaimana wajah kekuasaan yang kerap menyamar dalam balutan &ldquo;Kepintaran&rdquo;, bagaimana hukum dapat dikacaukan oleh oknum yang pandai berbicara, serta bagaimana &ldquo;Kebodohan&rdquo; timbul akibat &ldquo;Kepintaran&rdquo; yang tidak dibarengi dengan nurani.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, buku ini berusaha membawa pembaca merefleksikan &ldquo;Kepintaran&rdquo; yang digunakan untuk sesuatu yang tidak seharusnya. Kepintaran digambarkan sebagai alat untuk memenangkan kepentingan pribadi, memanipulasi situasi, serta melanggengkan ketidakadilan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Konsep kepintaran dalam buku ini tidak disertai empati dan tanggung jawab moral, melainkan dijadikan sebagai jalan pintas untuk melindungi kepentingan sang pemilik modal.</p><p style="text-align: justify;">Rangkaian kisah haru dan tragis yang dialami sejumlah tokoh di dalamnya kerap dipatahkan oleh kepiawaian berargumentasi di ruang sidang. Kedekatan karakter dan realitas yang dihadirkan membuat pembaca larut dalam emosi yang beragam; sedih, benci, marah, hingga kecewa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, <em>Teruslah Bodoh Jangan Pintar</em> bukan sekadar bacaan kritik sosial. Karya ini menjadi sebuah ajakan moral bagi para pembacanya untuk bersikap di tengah ketimpangan keadilan yang nyata.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Apakah praktik penuh dosa dapat dihapuskan atau justru dilanggengkan? Semua tergantung pada bagaimana sikap kita dan bagaimana kita memanfaatkan kepintaran kita. <strong><em>(ali/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Program Makan Bergizi Gratis dalam Pos Pendidikan: Solusi Gizi atau Distorsi Kebijakan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/program-makan-bergizi-gratis-dalam-pos-pendidikan-solusi-gizi-atau-distorsi-kebijakan/baca </link>
<guid> program-makan-bergizi-gratis-dalam-pos-pendidikan-solusi-gizi-atau-distorsi-kebijakan </guid>
<pubDate> Thu, 19 Feb 2026 08:13:04 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sebagian besar alokasi dana pendidikan dalam APBN digunakan untuk program MBG, apakah langkah tersebut memperkuat pendidikan atau justru mengaburkan maknanya? </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/program-makan-bergizi-gratis-dalam-pos-pendidikan-solusi-gizi-atau-distorsi-kebijakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/PvdkkaMyFj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Program Makan Bergizi Gratis dalam Pos Pendidikan: Solusi Gizi atau Distorsi Kebijakan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Perdebatan mengenai penggunaan anggaran pendidikan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya tentang teknis anggaran, melainkan soal arah pembangunan bangsa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Laporan investigatif dan pemberitaan dari BBC News Indonesia menyoroti alokasi pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap diklaim memenuhi angka 20 persen, meski sebagian besar dananya dialihkan untuk membiayai program MBG.</p><p style="text-align: justify;">Di sinilah polemik bermula, apakah langkah tersebut memperkuat pendidikan atau justru mengaburkan maknanya?</p><p style="text-align: justify;">Secara normatif, konstitusi melalui pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan sekurang-kurangnya 20 persen anggaran negara diperuntukkan bagi pendidikan. Amanat ini bukan sekadar angka simbolik, melainkan komitmen pendidikan adalah prioritas utama pembangunan nasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika sebagian besar alokasi tersebut digunakan untuk program yang bersifat sosial&mdash;meskipun menyasar ke siswa&mdash;muncul pertanyaan mengenai konsistensi terhadap tujuan awal kebijakan pendidikan itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Kritik keras datang dari berbagai organisasi masyarakat sipil. International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menilai memasukkan MBG sebagai komponen anggaran pendidikan berpotensi menurunkan proporsi belanja yang menyentuh kebutuhan inti pendidikan seperti peningkatan kualitas guru, perbaikan infrastruktur sekolah, hingga pemerataan akses belajar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Senada dengan itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti permasalahan mendasar pendidikan Indonesia seperti ketimpangan fasilitas, kesejahteraan tenaga pendidik, dan kualitas pembelajaran masih belum terselesaikan secara komprehensif.</p><p style="text-align: justify;">Jika dilihat dari sisi tujuan, MBG jelas memiliki niat yang baik. Persoalan gizi pada anak sekolah di Indonesia memang nyata adanya. Data stunting dan malnutrisi selama ini menjadi perhatian nasional. Anak yang lapar sulit berkonsentrasi dan nutrisi berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia, intervensi gizi memang rasional. Namun permasalahannya bukan pada penting atau tidaknya gizi tersebut, tetapi soal sumber pembiayaannya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika program sosial dibiayai dari pos pendidikan, maka pendidikan dipaksa menanggung beban di luar fungsi utamanya. Pendidikan seharusnya difokuskan pada penguatan sistem belajar, bukan diperluas hingga mencakup seluruh kebijakan kesejahteraan anak.</p><p style="text-align: justify;">Perdebatan ini bahkan berujung pada pengajuan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, yang menunjukkan bahwa isu ini tidak lagi sekadar wacana akademik tetapi sudah memasuki ranah konstitusional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada titik inilah, polemik menyentuh pertanyaan mendasar: Apakah negara sedang menjalankan amanat pendidikan sesuai ruh konstitusi atau sekadar memenuhi angka formal tanpa memperhatikan substansi?</p><p style="text-align: justify;">Yang dikhawatirkan bukan keberadaan MBG itu sendiri melainkan implikasi jangka panjangnya. Jika kualitas pendidikan tetap stagnan karena anggaran terpecah untuk program lain, maka generasi yang dihasilkan berisiko tidak memiliki daya saing yang memadai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam konteks global yang semakin kompetitif, pendidikan membutuhkan investasi serius pada kurikulum, teknologi pembelajaran, pelatihan guru, dan pemerataan akses. Tanpa hal itu, klaim &ldquo;anggaran terbesar sepanjang sejarah&rdquo; hanya menjadi retorika administratif.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya polemik ini mengajarkan satu hal penting, besarnya anggaran tidak selalu berarti kuatnya komitmen. Pendidikan bukan sekadar ruang administratif dalam APBN melainkan fondasi masa depan bangsa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika prioritas menjadi kabur, yang dipertaruhkan bukan hanya angka, melainkan kualitas generasi yang akan datang.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Laila Syawaly Herra Putri, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum &nbsp;FH Unmul 2024.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pemahaman dan Respon Publik Mengenai Child Grooming: Menyalahkan atau Melindungi Korban? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pemahaman-dan-respon-publik-mengenai-child-grooming-menyalahkan-atau-melindungi-korban/baca </link>
<guid> pemahaman-dan-respon-publik-mengenai-child-grooming-menyalahkan-atau-melindungi-korban </guid>
<pubDate> Fri, 20 Feb 2026 08:33:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perlunya peningkatan kesadaran publik terhadap child grooming mendorong pengawasan digital serta perlindungan yang berpihak pada korban </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pemahaman-dan-respon-publik-mengenai-child-grooming-menyalahkan-atau-melindungi-korban/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/W3adOgP1sf.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pemahaman dan Respon Publik Mengenai Child Grooming: Menyalahkan atau Melindungi Korban?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><em>Child grooming</em> merujuk pada kejahatan seksual yang dilakukan orang dewasa terhadap anak. <em>Child grooming</em> terjadi tidak secara instan, melainkan bertahap. Pelaku akan melakukan berbagai cara untuk membangun relasi dengan korban. Cara yang sering dilakukan adalah memanfaatkan kondisi emosional korban dan menjadi orang terpercaya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pelaku akan memperlihatkan sisi baiknya kepada korban maupun keluarga untuk meraih kepercayaan dan dapat melancarkan aksi tidak bermoral itu. <em>Child grooming</em> dapat terjadi secara langsung maupun secara <em>online</em> melalui media sosial atau game <em>online</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di era digital saat ini, memungkinkan banyak terjadinya <em>child grooming</em> secara <em>online</em> karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas <em>online</em> anak. Tujuan utama dari semua ini adalah untuk kepuasan pelaku.</p><p style="text-align: justify;">Tindakan ini memberi banyak dampak buruk bagi korban, seperti trauma psikologis. Selain itu, menjadikan korban sulit membangun hubungan dengan orang lain karena rusaknya kepercayaan sejak dini. Perasaan bersalah juga akan terus muncul yang mengakibatkan korban menarik diri dari lingkungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, <em>child grooming</em> juga dapat berdampak pada penurunan akademik korban. Dampak tersebut nyata adanya. Efek <em>child grooming</em> tidak berhenti pada saat tindakan eksploitasi itu dilakukan, melainkan dapat memengaruhi perkembangan korban hingga dewasa.</p><p style="text-align: justify;">Di era digital, tentu sangat mudah terhubung antara manusia satu dengan manusia lain. Media sosial memiliki peran yang cukup signifikan dalam menyebarkan informasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam hal ini, media juga dapat berperan membentuk pemahaman masyarakat mengenai <em>child grooming</em>. Menggeser paradigma <em>victim blaming</em> melalui pemberitaan perspektif perlindungan anak. Membantu masyarakat untuk memahami kondisi korban yang tidak dapat disalahkan.</p><p style="text-align: justify;">Belakangan ini sedang ramai diperbincangkan mengenai buku <em>Broken Strings</em> karya Aur&eacute;lie Moeremans yang menceritakan pengalaman traumatisnya terkait <em>child grooming</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam memoar yang dibagikan secara gratis melalui media sosial pribadinya, Aur&eacute;lie menuliskan kisah nyatanya yang mengalami manipulasi emosional, pemaksaan, pelecehan seksual, serta kekerasan psikologis dari pria dewasa saat ia berusia 15 tahun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Buku ini menyoroti bagaimana pelaku membangun kepercayaan hingga akhirnya dapat mengontrol korban. Buku karya Aur&eacute;lie tersebut membuka mata publik terkait bahaya <em>child grooming</em> yang pada awalnya dianggap sebagai hal tabu yang jarang disoroti dengan serius.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran masyarakat mulai meningkat dan menjadi lebih peka terhadap tanda-tanda <em>child grooming</em> dan melakukan upaya pencegahan.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, masih ada pula yang berdiri di pihak pelaku dengan menyalahkan korban dengan berbagai alasan, seperti menyalahkan cara berpakaian hingga pertanyaan &ldquo;Mengapa tidak ada upaya perlawanan dari korban terhadap pelaku?&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal, <em>child grooming</em> merupakan manipulasi psikologis yang dilakukan orang dewasa untuk mengeksploitasi anak yang dalam hal ini tidak timbul dari pakaian yang dikenakan korban, melainkan pola pikir pelaku.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, perlunya penegasan terhadap pentingnya mendengarkan keterangan korban tanpa menyudutkan. Alih-alih menyalahkan, publik seharusnya melakukan perlindungan terhadap korban.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Ayun Novita Wulandari, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum FH Unmul 2024.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Pilkada oleh DPRD, Representasi Demokrasi Tidak Langsung atau Kepentingan Politik Semata </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/pilkada-oleh-dprd-representasi-demokrasi-tidak-langsung-atau-kepentingan-politik-semata/baca </link>
<guid> pilkada-oleh-dprd-representasi-demokrasi-tidak-langsung-atau-kepentingan-politik-semata </guid>
<pubDate> Mon, 23 Feb 2026 09:54:55 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah pimpinan partai mengusulkan Pilkada dipilih DPRD dengan alasan efisiensi biaya, memunculkan kembali perdebatan soal mekanisme pemilihan kepala daerah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/pilkada-oleh-dprd-representasi-demokrasi-tidak-langsung-atau-kepentingan-politik-semata/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/xJzVj2XZ6t.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Pilkada oleh DPRD, Representasi Demokrasi Tidak Langsung atau Kepentingan Politik Semata</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Dalam kurun waktu 2024 sampai 2026, pemerintah tidak henti-hentinya memberikan statement dan wacana yang memicu amarah masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) kini menjadi perbincangan untuk dipilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaku badan legislatif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Padahal, sudah lebih dua dekade setelah Reformasi 1998 dan Pilkada pertama kali dilaksanakan pada 2005 berjalan di negeri ini. &nbsp;Dilansir dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), gagasan ini kembali dilontarkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar pada Juli 2025 lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, pelaksanaan Pilkada harus dievaluasi total, kepala daerah semestinya ditunjuk pemerintah pusat atau dipilih oleh DPRD di masing-masing daerah. Pernyataan ini lalu diaminkan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Bahlil Lahadalia pada Desember 2025 lalu. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari tirto.id, pernyataan Bahlil Lahadalia mencuat dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I 2025 Partai Golkar dengan mengatakan, &ldquo;Partai Golkar mengusulkan Pilkada melalui DPRD sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat, dengan menitikberatkan pada keterlibatan dan partisipasi publik.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, hal ini dipertegas lewat pernyataan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang menyebut tingginya biaya politik dalam Pilkada langsung jadi alasan utama di balik usulan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, di tingkat pusat, wacana ini bahkan dipertimbangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, karena alasan sistem Pilkada yang terlalu mahal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dalam siaran kompas tv, Prabowo turut melempar wacana Pilkada dipilih DPRD lewat pidatonya di HUT 60 Tahun Partai Golkar, setelah mendengar statement Bahlil Lahadalia yang mengibaratkan Pilkada seperti Pilkades yang memiliki biaya tinggi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menyebut contoh negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan India yang melakukan efisiensi ketika mereka memilih anggota legislatif seperti DPR/DPRD, maka merekalah yang akan memilih Kepala Daerahnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun, sebagian besar publik dan sejumlah pengamat menolak tegas gagasan ini. Survei Litbang Kompas pada bulan Desember 2025 lalu, mencatat sebesar 77,3 persen masyarakat tetap mendukung Pilkada langsung dan hanya 5,6 persen setuju melalui DPRD.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jajak pendapat tersebut dilakukan melalui telepon terhadap 510 responden dari 76 kota di 38 provinsi yang dipilih secara acak. Pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian 4,24 persen.</p><p style="text-align: justify;">Jika menilik dari perspektif hukum, ada kekhawatiran bahwa Pilkada oleh DPRD menabrak prinsip dasar demokrasi Indonesia. Pasal 1 Ayat (2) UUD NRI 1945 menegaskan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Frasa &ldquo;dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar&rdquo; tidak dapat dihilangkan dari frasa &ldquo;dipilih secara demokratis&rdquo; sebagaimana ketentuan Pasal 18 Ayat (4) UUD NRI 1945. Pasal 18 Ayat (4) UUD NRI 1945 menyatakan bahwa gubernur, bupati, dan wali kota dipilih secara demokratis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, hal ini kembali ditegaskan dalam UUD 1945 Pasal 22E, pemilihan umum, termasuk Pilkada, harus dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL).</p><p style="text-align: justify;">Hal ini juga dipertegas Mahkamah Konstitusi sebagai <em>the sole interpreter of the constitution</em> dalam berbagai putusannya yang menegaskan Pilkada merupakan bagian dari rezim pemilu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagai bagian dari sistem pemilu nasional, Pilkada wajib mengikuti asas LUBER JURDIL tersebut. Mengalihkan Pilkada ke DPRD sama saja menggeser makna &ldquo;dipilih secara demokratis&rdquo; menjadi prosedur elitis yang menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan untuk memilih pemimpinnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Apa jadinya jika Pilkada dipilih oleh DPRD?</strong></p><p style="text-align: justify;">Usulan mengubah Pilkada menjadi pemilihan tidak langsung pada dasarnya bukan hal baru.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada 2014 silam, DPR sempat menyepakati wacana Pilkada oleh DPRD. Namun Presiden ke-6 RI saat itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak perubahan ini dan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) pada Oktober 2014.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perppu No.1/2014 membatalkan ketentuan pemilihan tidak langsung dalam UU Pilkada 2014, dan Perppu No.2/2014 merevisi UU Pemerintahan Daerah untuk menghapus wewenang DPRD memilih kepala daerah.</p><p style="text-align: justify;">Kedua Perppu tersebut kemudian disahkan DPR menjadi UU No.8/2015 dan UU No.9/2015, sehingga Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat. Dalam wacana terkini pun, sejumlah politikus termasuk beberapa elit partai koalisi menyinggung isu efisiensi biaya untuk mendukung perubahan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, sejumlah ahli dan pengamat politik menilai alasan tersebut tidak berdasar. Dalam program Bola Liar Kompas pada 9 Januari 2026 lalu, pengamat pemilu Titi Anggraini mengkritik alasan biaya mahal sangatlah tidak akurat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Titi, laporan dana kampanye Pilkada 2024 menunjukkan biaya kampanye justru &ldquo;normal, bahkan di bawah rata-rata&rdquo; dan aliran uangnya secara reguler ke partai politik, bukan pemborosan penyelenggara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia mencontohkan tiga daerah dengan calon tunggal di Pilkada 2024, yang &ldquo;dikenal masyarakat tidak menghendaki&rdquo;, sehingga terjadi pemungutan suara melawan kotak kosong.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal ini memperlihatkan bahwa sistem Pilkada langsung justru memberi ruang bagi aspirasi publik (bahkan ketidaksukaan), sedangkan Pilkada oleh DPRD hampir pasti memenangkan calon yang diusung partai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Titi menekankan solusi masalah demokrasi bukan dengan merampas semua rantai kontrol atau hak rakyat memilih langsung, melainkan dengan penataan dan penyederhanaan instrumen pengawasan pemilu tanpa mencabut partisipasi konstitusional rakyat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pernyataannya ini sejalan dengan pandangan <em>Indonesian Corruption Watch</em> (ICW) bahwa demokrasi tidak diukur dari efisiensi belanja semata, tetapi &ldquo;biaya politik yang sesungguhnya justru muncul ketika akuntabilitas publik melemah dan kekuasaan terkonsentrasi pada segelintir elite.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika persoalan Pilkada langsung adalah politik uang dan konflik, solusi yang tepat adalah memperbaiki tata kelola kepemiluan yang meliputi regulasi, memperkuat penegakan hukum, dan meningkatkan pengawasan, bukan menarik kembali hak pilih rakyat.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Biaya Pilkada yang Besar Dianggap Mencekik Para Politisi</strong></p><p style="text-align: justify;">Dari sisi anggaran, Pilkada memang melibatkan belanja besar, tetapi target penerimaan negara juga meningkat. Laporan Kementerian Keuangan menyebut realisasi anggaran Pilkada serentak 2024 mencapai Rp37,43 triliun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu, dilansir dari laman berita Ikatan Akuntan Indonesia, target penerimaan pajak 2026 naik signifikan menjadi Rp2.357,7 triliun (naik 23 persen &nbsp;dari realisasi 2025). Ironisnya, ada kebocoran pajak yang besar, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat kerugian hampir Rp180 miliar akibat faktur pajak fiktif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Artinya, alih-alih memangkas anggaran Pilkada demi dana publik, sebaiknya fokus pemerintah ke penertiban korupsi anggaran dan peningkatan kepatuhan pajak. Akar persoalan politisasi Pilkada lebih tepat diselesaikan dengan perbaikan regulasi pemilu dan penegakan hukum yang lebih ketat.</p><p style="text-align: justify;">Penulis berpendapat bahwa usulan Pilkada oleh DPRD lebih banyak mudaratnya. Konstitusi dan prinsip demokrasi di Indonesia mewajibkan keterlibatan rakyat secara langsung. Jika demokrasi &lsquo;dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat&rsquo; dilanggar dengan memindahkan hak pilih ke DPRD, dan menjadikan demokrasi tidak langsung, risiko keabsahan pilkada dan legitimasi kepala daerah akan turun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, fokus seharusnya adalah pada penyempurnaan pelaksanaan Pilkada langsung, seperti memperketat pengawasan <em>money politics</em> dan pemberantasan mafia anggaran, bukan mengorbankan hak politik konstitusional rakyat demi efisiensi anggaran. Karena sejatinya, demokrasi bukan sekadar konsep politik, melainkan juga landasan moral dan sosial dalam kehidupan berbangsa.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Nabilah Nur Nujud, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum FH Unmul 2024.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Perdana Temui Mahasiswa, Gubernur Kaltim Beri Penjelasan Batasan Pembiayaan Gratispol </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perdana-temui-mahasiswa-gubernur-kaltim-beri-penjelasan-batasan-pembiayaan-gratispol/baca </link>
<guid> perdana-temui-mahasiswa-gubernur-kaltim-beri-penjelasan-batasan-pembiayaan-gratispol </guid>
<pubDate> Tue, 24 Feb 2026 01:38:49 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Gubernur Kaltim turun langsung menemui massa aksi dan memberikan penjelasan mengenai pembiayaan gratispol </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/perdana-temui-mahasiswa-gubernur-kaltim-beri-penjelasan-batasan-pembiayaan-gratispol/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/p0gItOnAeH.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Perdana Temui Mahasiswa, Gubernur Kaltim Beri Penjelasan Batasan Pembiayaan Gratispol</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ratusan mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (23/2) lalu. Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) ini merupakan bentuk evaluasi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas&rsquo;ud dan Seno Aji.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip <em>Akurasi.id</em>, terdapat tujuh tuntutan yang dibawa massa aksi, di antaranya adalah evaluasi dan pemerataan Program Gratispol, tindak lanjut kerusakan ekologis, pemerataan infrastruktur, evaluasi politik dinasti, perlindungan hak buruh dan masyarakat adat, perlindungan kebebasan berekspresi, juga transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Massa aksi menyoroti Program Gratispol yang dijanjikan mengakomodir biaya kuliah seluruh mahasiswa Kaltim. Namun pada kenyataannya, tidak semua mahasiswa mendapatkan hak yang dijanjikan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi, Angga menyebut implementasi program yang disebut sebagai &ldquo;Pendidikan gratis&rdquo; itu masih belum maksimal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan ada yang harus menalangi dulu,&rdquo; tuturnya, Senin (23/2).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Angga juga mengungkap di Unmul sendiri masih banyak mahasiswa yang tidak masuk ke dalam daftar penerima meskipun telah mendaftarkan diri dalam program tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sempat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dengan aparat sebelum kemudian Gubernur Kaltim, Rudy Mas&rsquo;ud turun menemui massa aksi. Dalam satu tahun kepemimpinan dan dalam beberapa aksi yang digelar, ini pertama kalinya Rudy sendiri turun menemui massa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rudy bersama massa aksi duduk di depan kantor gubernur dan melakukan dialog terbuka dengan mahasiswa. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unmul, Hiththan Hersya Putra menuntut penjelasan terkait biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dijanjikan sepenuhnya gratis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menjawab hal tersebut, Rudy menjelaskan bahwa di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terdapat aturan yang tidak memperbolehkan. Ia menyebut, karena jumlah biaya kuliah yang berbeda-beda, maka anggaran tidak bisa disamaratakan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk program yang standar seperti Ekonomi, FISIP, yang di bawah lima juta di-<em>cover</em> 100 persen,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Rudy melanjutkan, untuk FT hanya di-<em>cover</em> tujuh juta dan FK lima belas juta dari 25 juta anggaran. Selain itu, ia juga memaparkan bahwa Program Gratispol hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang mendaftar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mau ikut program ini alhamdulillah, kalau tidak ya tidak apa-apa,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">BEM KM Unmul juga turut menantang Gubernur bersama Wakil untuk debat terbuka terkait Program Gratispol sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kebijakan selama satu tahun kepemimpinan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, Rudy memberikan respons singkat dengan meminta agar surat undangan debat dikirimkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aksi ditutup dengan pernyataan sikap dari massa aksi. Aliansi menanti komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk merealisasikan tuntutan yang diajukan dan telah ditandatangani oleh Gubernur Kaltim saat dialog terbuka berlangsung.<strong><em>&nbsp;(ner/kya/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tiga Program Spesialis Mulai Penerimaan Tahun Ini, Dekan FK: Nanti Tambah Urologi dan Ortopedi </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-program-spesialis-mulai-penerimaan-tahun-ini-dekan-fk-nanti-tambah-urologi-dan-ortopedi/baca </link>
<guid> tiga-program-spesialis-mulai-penerimaan-tahun-ini-dekan-fk-nanti-tambah-urologi-dan-ortopedi </guid>
<pubDate> Wed, 25 Feb 2026 09:51:07 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Percepatan pemenuhan dokter spesialis, FK Unmul kini miliki lima program spesialis untuk memfasilitasi dokter yang bertugas di daerah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/tiga-program-spesialis-mulai-penerimaan-tahun-ini-dekan-fk-nanti-tambah-urologi-dan-ortopedi/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/68taNBdqQa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tiga Program Spesialis Mulai Penerimaan Tahun Ini, Dekan FK: Nanti Tambah Urologi dan Ortopedi</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> FK Unmul dalam <em>Launching</em> Bersama dengan FK Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Rabu (12/2) lalu di Gedung Masjaya, resmikan tiga program spesialis baru. Hal ini merupakan upaya percepatan pemenuhan dokter spesialis yang dicanangkan pemerintah pusat.</p><p style="text-align: justify;"><a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/launching-bersama-fk-unmul-dan-ulm-pemenuhan-dokter-spesialis-kalimantan-tiga-program-spesialis-dibuka/baca" target="_blank">Baca: Launching Bersama FK Unmul dan ULM: Pemenuhan Dokter Spesialis Kalimantan, Tiga Program Spesialis Dibuka - Sketsa Universitas Mulawarman</a></p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, Unmul telah membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah dan Paru. Kini, jumlah program spesialis bertambah menjadi lima dengan tambahan, diantaranya Spesialis Anestesiologi dan Terapi Insentif, Spesialis Obstetri dan Ginekologi, serta Spesialis Ilmu Penyakit Dalam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dekan FK Unmul, Nathaniel Tandirogang menyebut pembukaan tiga program spesialis sekaligus ini merupakan upaya percepatan pemenuhan dokter spesialis yang dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti-Saintek) untuk mengisi kekosongan dokter spesialis di beberapa wilayah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi dokter spesialis di beberapa daerah belum terpenuhi, sehingga diperintahkan seluruh universitas yang memiliki fakultas kedokteran untuk membuka program spesialis maupun subspesialis,&rdquo; jelasnya kepada Sketsa, Kamis (13/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Penerimaan angkatan pertama untuk tiga program spesialis tersebut dimulai pertengahan tahun ini. Direncanakan, pelaksanaan paling cepat pada bulan Maret.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Selambat-lambatnya Juni sampai Juli,&rdquo; lanjut Nathaniel.</p><p style="text-align: justify;">Jumlah penerimaan mahasiswa untuk putra-putri Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri sebanyak tiga hingga lima mahasiswa yang akan menjadi residen. Nathaniel menyebut, memprioritaskan putra-putri daerah yang akan kembali ke daerah masing-masing.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dokter-dokter di kabupaten atau kota yang bertugas sejauh ini, akan diutus kabupaten atau kotanya melalui beasiswa afirmasi,&rdquo; katanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Nathaniel menyebut, apabila program ini berjalan dengan baik, maka akan ada pembukaan program spesialis lainnya untuk memfasilitasi mahasiswa Kaltim dalam mengenyam pendidikan dan memiliki kesempatan seperti mahasiswa luar Kalimantan dalam akses pendidikan spesialis.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi ke depan kita akan tambah urologi dan mungkin ortopedi dan beberapa bagian lain,&rdquo; tuturnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Nathaniel berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga memberikan dukungan penuh melalui program beasiswa Gratispol.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Tadi disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) akan diberikan beasiswa Gratispol untuk PPDS yang akan kita buka ini.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait program beasiswa Gratispol tersebut, Gubernur Kaltim, Rudy Mas&rsquo;ud turut memberikan penjelasan dalam dialog terbuka bersama mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram), pada Senin (23/2) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rudy memaparkan batasan biaya yang bisa di-<em>cover</em> Gratispol. Ia menyebut, kedokteran dianggarkan Rp15 juta dari Rp25 juta.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sementara sisa anggaran juga dialihkan ke FK karena Pemprov menilai, Kaltim masih kekurangan Tenaga Kesehatan (Nakes) sehingga harus benar-benar di-<em>support</em> secara anggaran. Namun, tidak bisa di-<em>cover</em> secara keseluruhan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Wajib kita berikan <em>supporting</em>, tapi tidak bisa semua karena aturan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak mengizinkan, jadi maksimum Rp15 juta saja,&rdquo; paparnya. <strong><em>(ner/apn/wil/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Dua Kali Plafon Roboh, BEM Farmasi Kawal Komitmen Perbaikan Fakultas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-kali-plafon-roboh-bem-farmasi-kawal-komitmen-perbaikan-fakultas/baca </link>
<guid> dua-kali-plafon-roboh-bem-farmasi-kawal-komitmen-perbaikan-fakultas </guid>
<pubDate> Thu, 26 Feb 2026 05:33:10 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Perbaikan plafon di fakultas farmasi dijalankan setelah terjadi insiden roboh dua kali, BEM Farmasi menyatakan akan mengawal proses evaluasi dan tindak lanjutnya </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/dua-kali-plafon-roboh-bem-farmasi-kawal-komitmen-perbaikan-fakultas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XpGi7G7hpm.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Dua Kali Plafon Roboh, BEM Farmasi Kawal Komitmen Perbaikan Fakultas</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">SKETSA&nbsp;</span><strong>-&nbsp;</strong>Pasca insiden plafon roboh di Selasar Laboratorium Farmakologi Lantai 3 Fakultas Farmasi, Jumat (13/2) lalu, BEM Farmasi gelar audiensi bersama Dekanat Farmasi. Pasalnya, insiden ini kali kedua, sebelumnya plafon juga roboh di dalam ruangan yang sedang digunakan mahasiswa, Sabtu (22/11/2025) silam.</p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Menurut keterangan Satuan Pengamanan (Satpam) yang bertugas di area Fakultas Farmasi, insiden tersebut diduga akibat air hujan yang bocor mengenai atap. Sementara itu, sebelumnya terjadi karena air AC yang meresap ke plafon.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Berdasarkan keterangan unggahan&nbsp;</span><span><em>Press Release</em></span><span>&nbsp;Klarifikasi yang dikeluarkan oleh BEM Farmasi pada Selasa (24/2) lalu, telah dilakukan inspeksi menyeluruh pasca kejadian pertama dan gedung layak digunakan kembali.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gedung yang sempat terbengkalai tersebut diselesaikan melalui hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Sebelum diserahkan ke fakultas, insiden roboh juga sempat terjadi saat proyek masih berlangsung. Namun, ditangani langsung oleh penyedia proyek.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Sementara itu, pihak Fakultas Farmasi melalui unggahan Instagram pada Selasa (24/2) lalu, menyampaikan bahwa perbaikan dimulai pada akhir pekan saat tidak ada aktivitas mahasiswa.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Pihak fakultas juga memaparkan, fokus perbaikan adalah mengganti plafon dengan material PVC agar lebih tahan terhadap rembesan air hujan. Perbaikan juga difokuskan pada titik-titik rawan rembesan air hujan.&nbsp;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Hasil progres perbaikan akan disampaikan berkala kepada mahasiswa melalui jalur komunikasi resmi dan grup koordinasi.&rdquo;</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Terkait pemeliharaan gedung, dijelaskan pula mekanisme pengelolaan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang harus mengikuti teknis keuangan negara berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Sehingga fakultas tidak bisa mengelola dana secara langsung untuk pemeliharaan gedung,&rdquo; tulis pihak fakultas dalam unggahan tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Gubernur BEM Farmasi, Muhammad Arif Novriyan Nur menyebut pihak fakultas mulai melakukan perbaikan dan evaluasi bahan penggunaan gedung. Sebelumnya, pihaknya memang meminta audiensi untuk mendengar penjelasan terkait insiden berulang tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kami ingin mengetahui apa penyebabnya, bagaimana mekanismenya, dan apa langkah konkret yang akan dilakukan agar kejadian ini tidak terulang,&rdquo; ujarnya kepada&nbsp;</span><span>Sketsa</span><span>, Rabu (25/2) lalu.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>BEM Farmasi juga membawa sejumlah aspirasi mahasiswa. Poin utama yang disampaikan adalah kejelasan sumber permasalahan, transparansi anggaran perbaikan, serta jaminan keselamatan mahasiswa selama proses perkuliahan berlangsung.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Perbaikan sendiri sudah mulai dijalankan. Plafon lantai satu dikonfirmasi telah selesai diperbaiki, sementara lantai dua dan tiga ditargetkan rampung maksimal dua minggu. Arief menegaskan, BEM Farmasi akan terus mengawal proses tersebut.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>&ldquo;Kalau dalam dua minggu belum terealisasi, kami akan meminta kembali kejelasan terkait hambatan dan alasannya,&rdquo; tegasnya.</span></p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span>Arief turut mengapresiasi keterbukaan fakultas dalam menyediakan ruang dialog melalui audiensi. Meski demikian, mereka menegaskan pengawasan akan tetap dilakukan demi memastikan keselamatan mahasiswa.</span></p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak ingin sampai ada korban, keselamatan mahasiswa adalah prioritas. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang kembali,&rdquo; tutup Arief.<em>&nbsp;</em><span style="font-weight: bold;"><em>(tsr/apn/aya)</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kritik Kebijakan Berujung Teror, Merusak Kebebasan Akademik Secara Luas </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kritik-kebijakan-berujung-teror-merusak-kebebasan-akademik-secara-luas/baca </link>
<guid> kritik-kebijakan-berujung-teror-merusak-kebebasan-akademik-secara-luas </guid>
<pubDate> Fri, 27 Feb 2026 08:05:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Teror terhadap mahasiswa yang mengkritisi kebijakan pemerintah dinilai sebagai bentuk serangan terhadap kebebasan akademik dan hak asasi manusia </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/kritik-kebijakan-berujung-teror-merusak-kebebasan-akademik-secara-luas/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/3KldetCaBw.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kritik Kebijakan Berujung Teror, Merusak Kebebasan Akademik Secara Luas</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat sejumlah kritikan karena memotong anggaran pendidikan, menyebabkan banyak siswa keracunan, realisasi yang tidak ideal, hingga menjadi lahan basah korupsi. Namun, kritik terhadap program tersebut justru mengundang teror.</p><p style="text-align: justify;">Hal itu dialami Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gajah Mada (UGM), Tiyo Ariyanto. Padahal, kritik adalah salah satu peran universitas sehingga teror merupakan serangan terhadap keamanan sivitas akademika juga mengkhianati hak dasar individu dan hak konstitusional warga negara.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, BEM UGM mengeluarkan pernyataan kritik secara publik dan komunikasi internasional. BEM UGM mengirim surat terbuka kepada United Nations Children&apos;s&rsquo; Fund (UNICEF) pasca peristiwa anak yang bunuh diri akibat tidak bisa membeli buku dan pena.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut disinyalir sebagai buntut Program MBG yang memakan anggaran pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah dinilai gagal menjamin pendidikan masyarakatnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal itu, Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) mengeluarkan <em>Press Release</em> yang menyatakan teror terhadap pengkritik MBG adalah serangan terhadap kebebasan akademik dan hak asasi manusia.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Teror terhadap Ketua BEM UGM dan intimidasi yang merembet ke keluarga merupakan bentuk nyata serangan terhadap kebebasan akademik, kebebasan berekspresi, dan keamanan sivitas akademika,&quot; tulis KIKA dalam <em>Press Release</em> yang dikeluarkan pada Kamis (19/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">KIKA menilai, perguruan tinggi memiliki kebijakan moral dan keilmuan untuk memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan. Aktivitas mahasiswa menyampaikan kritik kebijakan merupakan bagian sah partisipasi warga dalam tata kelola demokratis.</p><p style="text-align: justify;">Praktik teror yang menyasar pengkritik hingga ke keluarga menunjukkan eskalasi yang berbahaya.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Praktik demikian menciptakan efek gentar dan merusak kebebasan akademik secara luas.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa juga disuarakan oleh Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra yang mengatakan praktik teror dan <em>doxing</em> untuk mendiskreditkan kritik adalah hal yang melanggar hak dasar dan hak konstitusional seseorang sebagai individu maupun warga negara.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah jelas mengkhianati, melanggar, dan menginjak hak asasi manusia dan hak berekspresi dan berpendapat yang (seharusnya) diberikan negara,&rdquo; papar Hiththan, Jumat (27/2).</p><p style="text-align: justify;">Hiththan menyebut, praktik tersebut juga merupakan pelanggaran terhadap mimbar akademik dan menjadi sinyal yang sangat berbahaya. Terlebih, turut menyasar orang terdekat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sinyal masalah besar di negara kita tentang seberapa besar anti-kritiknya pemerintah,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Upaya intimidasi yang dialami Ketua BEM UGM tersebut, Hiththan melanjutkan, sangat berpotensi meluas ke kampus dan gerakan lain serta berpotensi menyasar siapa saja. Apalagi, ketika tataran kritik itu diajukan terhadap pemerintah.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sangat besar potensinya meluas, apabila kita melihat paradigma dan dinamika yang terjadi belakangan ini,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, Hiththan mempercayai apabila memiliki niat lurus dan benar untuk menyuarakan kebenaran serta mencegah kemungkaran, apa pun upaya pembungkaman tidak menimbulkan rasa takut maupun lelah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bahkan tidak mengurangi semangat untuk terus mengkritik dan menyuarakan apa yang menjadi hak masyarakat,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(ner/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Ketika Pemerintah Mendorong Koperasi Desa Merah Putih dan Membatasi Minimarket:Siapa Diuntungkan, Siapa Dikorbankan? </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/ketika-pemerintah-mendorong-koperasi-desa-merah-putih-dan-membatasi-minimarketsiapa-diuntungkan-siapa-dikorbankan/baca </link>
<guid> ketika-pemerintah-mendorong-koperasi-desa-merah-putih-dan-membatasi-minimarketsiapa-diuntungkan-siapa-dikorbankan </guid>
<pubDate> Fri, 27 Feb 2026 08:31:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Program Koperasi Desa Merah Putih digadang memperkuat ekonomi desa, namun wacana pembatasan ritel modern memicu perdebatan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/ketika-pemerintah-mendorong-koperasi-desa-merah-putih-dan-membatasi-minimarketsiapa-diuntungkan-siapa-dikorbankan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/hSwYmufpq7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Ketika Pemerintah Mendorong Koperasi Desa Merah Putih dan Membatasi Minimarket:Siapa Diuntungkan, Siapa Dikorbankan?</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan program pemerintah yang menargetkan pembangunan 80 ribu sampai 85 ribu koperasi desa hingga 2026. Program ini menjadi salah satu program besar Pemerintahan Presiden Prabowo &nbsp;Subianto dalam memperkuat ekonomi desa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara konseptual, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorangan atau badan hukum koperasi yang berlandaskan prinsip kekeluargaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Pasal 3, menyebut koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dan ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional.</p><p style="text-align: justify;">Terbitnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menegaskan bahwa pemerintah menjadikan koperasi sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi desa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam instruksi tersebut, Presiden memerintahkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pembentukan dan penguatan kelembagaan koperasi sebagai basis distribusi dan penguatan ekonomi rakyat.</p><p style="text-align: justify;">Program KDMP lahir dari gagasan bahwa desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar objek distribusi dari korporasi besar. Pemerintah telah menyampaikan sejumlah pernyataan publik terkait hal tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Mengutip <em>Kompas.com</em>, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Ferry Juliantono bahkan menegaskan bahwa keuntungan ritel di desa harus kembali ke masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan tersebut kemudian diikuti wacana pembatasan ekspansi ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di wilayah pedesaan.</p><p style="text-align: justify;">Dalam pemberitaan nasional, Menteri Desa menyampaikan apabila KDMP telah berjalan optimal, maka perlu adanya evaluasi terhadap pemberian izin baru bagi minimarket berskala besar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam salah satu kutipan media disebutkan, &ldquo;Kalau koperasi desa sudah jalan, minimarket harus stop, kekayaannya terlalu.&rdquo;&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan tersebut banyak dimaknai publik sebagai dorongan menghentikan ekspansi, bahkan menutup ritel modern di desa. Namun, tentu di sinilah sebuah persoalan hukum mulai mengemuka.</p><p style="text-align: justify;">Secara substansi, pernyataan pemerintahan lebih mengarah pada penataan dan evaluasi perizinan, bukan kebijakan eksplisit untuk menutup operasional gerai yang telah ada.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Bahkan dilansir dari berita <em>AntaraNews.com</em>, komisi V Dewan DPR RI melalui sejumlah pemberitaan menegaskan tidak pernah ada permintaan resmi menutup Indomaret atau Alfamart. Artinya, terdapat perbedaan ekspresi politik kebijakan dan tindakan hukum konkret.</p><p style="text-align: justify;">Sehingga, adanya kecenderungan penyederhanaan di ruang publik. Narasi &ldquo;menghilangkan Indomaret dan Alfamart demi Koperasi&rdquo; berkembang seolah menjadi kebijakan final, padahal secara normatif belum ada regulasi yang memerintahkan penutupan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Indonesia menganut sistem ekonomi yang mengakui keberadaan badan usaha swasta. Di sisi lain, negara juga mendorong koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 .</p><p style="text-align: justify;">Secara konstitusional, Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 menyatakan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Ayat ini menjadi dasar normatif bahwa koperasi merupakan pilar utama sistem ekonomi Indonesia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, Pasal 33 tidak serta-merta menghapus keberadaan badan usaha swasta. Justru, sistem ekonomi Indonesia bersifat campuran, mengakui koperasi, BUMN, dan swasta sebagai pelaku ekonomi yang sah. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Landasan tersebut diperjelas dalam UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pasal 2 menegaskan koperasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta berdasar atas asas kekeluargaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pasal 3 menyebut tujuan koperasi adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Bahkan Pasal 4 menyatakan koperasi berperan memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan ekonomi nasional.</p><p style="text-align: justify;">Artinya, secara hukum, penguatan koperasi desa adalah langkah yang <em>legitimate</em> dan konstitusional. Setiap pembatasan izin usaha harus memenuhi asas legalitas, proporsionalitas, dan kepastian hukum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pemerintah memang memiliki kewenangan mengatur struktur pasar demi kepentingan umum. Namun, kewenangan tersebut tidak bersifat absolut, jika pembatasan ekspansi ritel dilakukan tanpa dasar regulasi yang jelas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Misalnya, melalui revisi peraturan zonasi, peraturan daerah, atau kebijakan berbasis peraturan perundang-undang, maka akan timbul persoalan ketidakpastian hukum.</p><p style="text-align: justify;">Namun, persoalan muncul ketika penguatan tersebut ditafsirkan sebagai legitimasi untuk membatasi atau bahkan menghentikan ekspansi ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di sinilah argumentasi penulis menjadi penting: UU Perkoperasian tidak pernah memuat norma yang memberikan kewenangan untuk menyingkirkan pelaku usaha lain. Koperasi dibangun atas prinsip sukarela, demokratis, dan terbuka (Pasal 5), bukan atas prinsip proteksionisme pasar.</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan membatasi usaha ritel modern harus diuji melalui prinsip demokrasi ekonomi. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 ayat (4) UUD 1945, menyatakan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, dan menjaga keseimbangan kemajuan ekonomi nasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Frasa &ldquo;efisiensi berkeadilan&rdquo; dan &ldquo;keseimbangan&rdquo; menjadi kunci. Demokrasi ekonomi bukan berarti mematikan satu sektor demi menghidupkan sektor lain, melainkan menciptakan keseimbangan antar pelaku usaha.</p><p style="text-align: justify;">Relevan pula mengingat pemikiran Mohammad Hatta dalam bukunya Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun yang menyatakan bahwa koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib ekonomi berdasarkan semangat tolong-menolong.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Koperasi dalam konsepsi Hatta bukan alat eliminasi, melainkan solidaritas ekonomi. Jika koperasi dijadikan dasar membatasi pelaku usaha lain secara sepihak, maka secara filosofis menyimpang dari ruh koperasi itu sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Lantas, apa yang akan terjadi jika wacana pembatasan ini benar-benar diwujudkan dalam bentuk penutupan gerai?</p><p style="text-align: justify;">Kebijakan pembatasan ritel modern tidak bisa dilepaskan dari aspek ketenagakerjaan. Implikasi tidak hanya menyentuh struktur pasar, namun juga hubungan kerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Indomaret dan Alfamart mempekerjakan ribuan, bahkan ratusan ribu pekerja di seluruh Indonesia. Jika kebijakan pembatasan menyebabkan efisiensi atau penutupan cabang, maka konsekuensinya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dalam kerangka UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diubah melalui UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang &nbsp;Cipta Kerja, PHK bisa dilakukan berdasarkan alasan yang sah dengan disertai kewajiban membayar pesangon dan hak-hak normatif lainnya.</p><p style="text-align: justify;">Dalam teori welfare state yang dikemukakan T.H. Marshall, negara kesejahteraan tidak hanya berperan sebagai regulator ekonomi, tetapi juga pelindung hak sosial warga negara, termasuk hak pekerjaan. Kebijakan ekonomi yang berpotensi menimbulkan pengangguran tanpa mitigasi sosial dapat dipandang bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.</p><p style="text-align: justify;">Jika negara secara tidak langsung menciptakan kondisi yang menyebabkan perusahaan menutup cabang, maka negara tidak dapat lepas tangan dari dampak sosialnya. Kebijakan ekonomi yang berimplikasi pada hilangnya lapangan kerja harus disertai strategi transisi yang jelas, bukan sekedar retorika politik.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, pemerintahan berargumen bahwa koperasi desa berpotensi menciptakan lapangan kerja baru berbasis komunitas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara ideal tentu, koperasi yang dikelola profesional dan transparan memang dapat menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat sirkulasi modal desa, manajemen, dan integritas distribusi. Tanpa penguatan kapasitas yang serius, &nbsp;koperasi akan sulit bersaing dengan sistem ritel modern yang telah terintegrasi secara nasional.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pandangan penulis, penguatan KDMP adalah kebijakan yang sah secara konstitusional, tetapi pendekatan pembatasan ritel modern harus dirumuskan secara hati-hati agar tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi ekonomi, perlindungan tenaga kerja, dan kepastian hukum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Solusi yang lebih konstitusional adalah penataan, bukan eliminasi. Negara dapat menerapkan zonasi, moratorium izin baru,serta &nbsp;kewajiban kemitraan dengan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) lokal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Alternatif lain adalah dengan integrasi koperasi desa dalam rantai distribusi ritel modern. Pendekatan ini lebih sejalan dengan asas kekeluargaan dan keseimbangan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945.</p><p style="text-align: justify;">Pernyataan bahwa &ldquo;minimarket harus diberhentikan&rdquo; dapat dimaknai sebagai ekspresi politik keberpihakan pada ekonomi desa. Namun, jika tidak dirumuskan dalam kebijakan hukum yang jelas, pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan keresahan di sektor ketenagakerjaan.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, kebijakan publik harus diuji melalui asas kemanfaatan dan keadilan. Menguatkan koperasi desa adalah tujuan yang mulia, tetapi jika mengorbankan kepastian hukum dan perlindungan tenaga kerja, maka kebijakan ini justru bertentangan dengan prinsip keadilan sosial yang ingin diwujudkan.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, kritik penulis bukan penolakan terhadap KDMP. Justru sebaliknya, mendukung penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat. Namun, dukungan tersebut harus dibingkai dalam prinsip konstitusional dan perlindungan tenaga kerja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Retorika &ldquo;minimarket harus diberhentikan&rdquo; tidak boleh berubah menjadi kebijakan yang problematik secara hukum dan sosial. Pada akhirnya, tujuan pembangunan ekonomi desa tidak boleh dicapai dengan menciptakan ketidakpastian hukum dan potensi pengangguran baru.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Khairi Nada, mahasiswa Program Studi Hukum FH Unmul 2024.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Penambang Ilegal KHDTK Divonis 2 Tahun, Terdakwa Lain dan Tanggung Jawab Pemulihan Ekologis Dipertanyakan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penambang-ilegal-khdtk-divonis-2-tahun-terdakwa-lain-dan-tanggung-jawab-pemulihan-ekologis-dipertanyakan/baca </link>
<guid> penambang-ilegal-khdtk-divonis-2-tahun-terdakwa-lain-dan-tanggung-jawab-pemulihan-ekologis-dipertanyakan </guid>
<pubDate> Sat, 28 Feb 2026 07:21:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Terdakwa tambang ilegal di KHDTK Unmul divonis penjara dua tahun dan denda Rp1,5 miliar. Namun, Kepala Laboratorium Alam KHDTK dan Divisi Advokasi Jatam Kaltim mengungkap rasa tidak puas atas putusan tersebut </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/penambang-ilegal-khdtk-divonis-2-tahun-terdakwa-lain-dan-tanggung-jawab-pemulihan-ekologis-dipertanyakan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/JHzQtEsfKx.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Penambang Ilegal KHDTK Divonis 2 Tahun, Terdakwa Lain dan Tanggung Jawab Pemulihan Ekologis Dipertanyakan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Setelah melalui proses kurang lebih sepuluh bulan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda menjatuhkan pidana penjara kepada R, terdakwa penambangan ilegal di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan (Diklathut) yang dikelola FKLT Unmul.</p><p style="text-align: justify;">R divonis dua tahun penjara dan denda sebesar Rp1,5 miliar dengan ketentuan subsider tiga bulan kurungan penjara apabila denda tidak dibayar, berdasarkan putusan Nomor 814/Pid.Sus-LH/2025/PN Smr, R dijerat dengan Pasal 89 ayat (1) huruf a jo. Pasal 17 ayat (1) UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana diubah pada pasal 37 angka 5 pasal 17 ayat (1) huruf b UU 6/2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2/2022 tentang Cipta Kerja. Serta UU 1/2026 tentang penyesuaian pidana dan UU 20/2025 tentang KUHAP.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan amar putusan yang dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum, Senin (9/2) lalu, Radityo Baskoro selaku Hakim Ketua menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana &ldquo;Dengan sengaja melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri&rdquo;.</p><p style="text-align: justify;">Masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Selain itu, terdakwa juga diputuskan tetap berada dalam tahanan dan dibebankan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5 ribu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Fakta Persidangan</strong></p><p style="text-align: justify;">Peristiwa yang menyeret R dalam perkara ini terjadi pada (2&ndash;5/4/2025) silam di KHDTK Diklathut FKLT Unmul yang berlokasi di Jalan Rimbawan, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mulanya, R berniat melakukan kerja sama dengan PT Putra Mahakam Mandiri, badan usaha yang mengantongi Izin Usaha Pertimbangan (IUP) dan berdekatan dengan lokasi KHDTK. Namun, kerja sama tersebut dibatalkan sebab tidak mampu membayar <em>Down</em>&nbsp;<em>Payment</em> (DP) yang terlalu mahal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">R akhirnya memutuskan menambang sendiri tanpa melibatkan badan usaha. Hal ini dilakukan untuk mencari keuntungan dari hasil batu bara yang akan dijual.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">R menyewa satu unit eskavator dan membawahi tiga orang lainnya sebagai pengawas lapangan, pengawas alat berat, dan operator eskavator. Pada Rabu (2/4/2025), dimulailah kegiatan <em>land clearing</em>, <em>expose</em> tanah, serta pengupasan lapisan tanah untuk mencari batu bara di Tempat Kejadian Perkara (TKP).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Aktivitas masih terus berlanjut dua hari setelahnya dengan kegiatan pembukaan lahan, pemindahan <em>overburden</em>, serta penggalian guna pencarian batu bara.</p><p style="text-align: justify;">Aktivitas tersebut kemudian berhenti pada Sabtu (5/4/2025) ketika dua mahasiswa FKLT Unmul memergoki proses pengerukan yang memasuki area KHDTK Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Giat pertambangan yang dilakukan terdakwa mengakibatkan seluas 3,26 hektare kawasan hutan rusak. Menurut keterangan para saksi, area rawa di sekitar sana tertutupi dan banyak pohon-pohon tumbang akibat aktivitas tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Area tersebut merupakan bagian dari total luasan KHDTK Unmul, yakni 299,03 hektare. Ini merujuk pada Surat Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia nomor: SK.241/MENLHK/SETJEN/PLA.0/6/2020 tanggal 4 Juni 2020.</p><p style="text-align: justify;">Sebagaimana Berita Acara (BA) Pengambilan Titik Koordinat pada Rabu (4/6/2025), disimpulkan bahwa seluruh area yang dikeruk berada dalam kawasan Hutan Produksi (HP) dan berada di dalam areal KHDTK Unmul. Selain itu juga ditemukan tidak terdapat Pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Unsur kesengajaan dan ketiadaan izin dari pejabat yang berwenang menjadi dasar utama pembuktian perkara. &nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong>Vonis Diduga Belum Ungkap Aktor Lain</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam amar putusan, pengadilan menetapkan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit eskavator dikembalikan pada pemiliknya, satu unit telepon seluler dikembalikan pada pemiliknya, sedangkan satu unit telepon seluler lainnya dirampas untuk dimusnahkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Adapun satu unit <em>flashdisk</em> dan satu lembar surat perjanjian sewa alat berat tetap terlampir dalam berkas perkara. Meski demikian, hasil putusan yang telah ditetapkan memicu ketidakpuasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepala Laboratorium Alam KHDTK Diklathut FKLT Unmul, Rustam Fahmy, mengungkap ketidakpuasan atas putusan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kepada <em>Sketsa</em>, Rustam menyatakan terdakwa yang dipidana merupakan satu tersangka dengan satu barang bukti, yaknk satu ekskavator. Sementara, sebut Rustam, terdapat lima ekskavator yang berada di lokasi.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ekskavator yang lain siapa pemiliknya? Itu &apos;kan tidak dikejar,&rdquo; keluhnya saat diwawancarai melalui telepon WhatsApp, Rabu (25/2).</p><p style="text-align: justify;">Ia menyayangkan proses hukum yang hanya memeriksa tersangka dari kepolisian saja. Sedangkan, dua tersangka lain yang namanya muncul dalam pemeriksaan Penegakan Hukum (Gakkum) sebelumnya tidak ditindaklanjuti.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harusnyakan digabungkan, kemudian diproses. Sepertinya memang hanya diarahkan yang penting ada yang dihukum, seperti itu saja,&rdquo; sebutnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rustam menegaskan, sejak awal mereka berharap proses hukum yang dijalankan dapat menemukan aktor intelektual di balik giat penambangan tersebut. Namun, putusan sidang hanya menetapkan satu terdakwa saja.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Apa gunanya ada RDP (Rapat Dengar Pendapat) sampai dua kali, kemudian begitu ramai. Tapi, seperti &nbsp;yang penting ada orang yang dihukum,&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sama halnya dengan Rustam, Divisi Advokasi dan Hukum Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, Abdul Azis mengaku kecewa atas putusan tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, putusan tersebut tidak dapat mengembalikan fungsi ekologis dan fungsi pendidikan dari KHDTK bagi mahasiswa di Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Bayangkan bagaimana hutan pendidikan itu dirusak. Kemudian cuma dengan putusan dua tahun dan sekian itu,&rdquo; ucapnya melalui panggilan WhatsApp, Jumat (27/2).</p><p style="text-align: justify;">Abdul Azis menegaskan, tidak bermaksud abai ataupun mengesampingkan putusan. Ia menilai pertanggungjawaban dalam pemulihan seharusnya dijadikan substansi dalam perkara ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Intinya adalah, bagaimana kemudian pemulihan terhadap KHDTK?&rdquo; tanyanya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, pelaku seharusnya dibebankan tanggung jawab pemulihan terhadap kerusakan atau daya rusak yang telah ditentukan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mungkin lima sampai sepuluh tahun pun tidak bisa menjamin apakah fungsi kawasan yang digunakan untuk pendidikan itu kembali seperti semula,&rdquo; tandasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di samping itu, Abdul Azis juga menyayangkan dua tersangka dugaan Gakkum yang tidak ditindaklanjuti kembali.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski dihentikan pada pra peradilan karena tidak memenuhi prosedur administratif, menurutnya, Gakkum punya kewenangan untuk kembali membuktikan apakah dua tersangka sebelumnya terlibat dan bersalah secara substansi atau tidak.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Proses penetapan sebagai tersangka menjadi gugur. Tapi, apakah itu menghilangkan substansi bahwa kedua orang itu terlibat dalam proses tambang ilegal di KHDTK?&rdquo; tukasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, ia menyampaikan bahwa Jatam Kaltim akan terus memantau dan mengawasi seluruh aktivitas yang mengekstraksi lingkungan. Hal ini dilakukan agar kasus-kasus serupa di atas dapat dihentikan dan tidak terjadi lagi, khususnya di kawasan Kaltim yang menjadi surga bagi para penambang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jatam berkomitmen untuk terus mengawal,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(ali/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Warisan Budaya Kalimantan: Daun Bekai Sebagai Bio-Vetsin </title>
<link> https://sketsaunmul.co/lifestyle/warisan-budaya-kalimantan-daun-bekai-sebagai-bio-vetsin/baca </link>
<guid> warisan-budaya-kalimantan-daun-bekai-sebagai-bio-vetsin </guid>
<pubDate> Mon, 02 Mar 2026 05:02:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Daun bekai sebagai alternatif vetsin yang lebih sehat </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/lifestyle/warisan-budaya-kalimantan-daun-bekai-sebagai-bio-vetsin/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/v7XoK9fpA7.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Warisan Budaya Kalimantan: Daun Bekai Sebagai Bio-Vetsin</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Vetsin atau lebih dikenal dengan sebutan micin adalah salah satu bumbu dapur yang digunakan untuk menguatkan cita rasa masakan. Vetsin lazim ditemui dalam bentuk bubuk dan dijual dalam kemasan saset siap pakai.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tahukah Anda bahwa di Pulau Kalimantan, terdapat vetsin alami yang digunakan secara turun temurun?</p><p style="text-align: justify;">Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat biodiversitasnya yang tinggi sehingga dijuluki sebagai negara dengan <em>mega-biodiversity</em>. Lebih dari itu, Indonesia juga memiliki banyak tumbuhan dengan potensi sebagai rempah-rempah dan herba.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa rempah dan herba yang telah lama digunakan sebagai bumbu masakan adalah jahe dan lengkuas. Jahe telah digunakan secara luas di seluruh dunia sebagai rempah. Sedangkan, akar lengkuas dipakai sebagai rempah dan perisa, serta daun dan bunganya sebagai sayuran.</p><p style="text-align: justify;"><em>Monosodium Glutamat</em> (MSG) atau secara umum dikenal sebagai vetsin adalah penguat rasa dan dapat memberikan rasa umami terhadap makanan. Secara kimia, MSG berasal dari asam glutamat dan merupakan bentuk garam natriumnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melansir <em>Ajinomoto</em>, MSG merupakan produk hasil fermentasi bahan alami seperti jagung, tebu, molase, atau sebagainya. Fermentasi ini menghasilkan asam glutamat yang kemudian diberikan Natrium Hidroksida (NaOH).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Campuran asam glutamat dan natrium hidroksida kemudian disaring dan mendapatkan perlakuan dekolorisasi untuk menghilangkan warnanya. Setelah proses dilakukan, campuran tersebut dimurnikan lalu dijual sebagai vetsin.</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia terdapat banyak tumbuhan yang berpotensi sebagai agen perasa alami dan sebagai pengganti MSG. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun bekai (<em>Pycnarrhena tumefacta</em>).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara etnobotani, daun bekai telah lama digunakan oleh masyarakat suku Dayak, terutama di daerah Kalimantan Utara, seperti Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau. Di sana, daun bekai telah dimanfaatkan secara turun temurun sebagai perasa pengganti vetsin dan pelembut tekstur daging.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan penelitian yang diunggah dalam <em>Indonesian Journal of Forestry Research</em> pada 2020, ditemukan bahwa daun bekai mengandung antioksidan dari golongan tanin, alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Lebih dari itu, pada penelitian yang sama, ditemukan bahwa sup daun bekai mampu mengungguli sup yang diberi vetsin dan sup kontrol. Sehingga dapat disimpulkan, daun bekai berpotensi menjadi alternatif vetsin yang lebih sehat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui manfaat daun bekai sebagai bio-vetsin dan alternatif vetsin, siap kah mencoba menambahkan daun bekai dalam masakan Anda? <strong><em>(ymp/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Flipped: Belajar Melihat Lebih dari Sekadar Bagian Kecil </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/flipped-belajar-melihat-lebih-dari-sekadar-bagian-kecil/baca </link>
<guid> flipped-belajar-melihat-lebih-dari-sekadar-bagian-kecil </guid>
<pubDate> Wed, 04 Mar 2026 12:08:23 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Melalui pendekatan dua perspektif, Flipped menyajikan dinamika cinta pertama yang hangat sekaligus menyentuh dengan pesan kuat. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/flipped-belajar-melihat-lebih-dari-sekadar-bagian-kecil/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gV9LvzYy9h.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Flipped: Belajar Melihat Lebih dari Sekadar Bagian Kecil</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Film yang disutradarai oleh Rob Reiner ini rilis pada 2010 dan merupakan adaptasi novel karangan Wendelin van Draanen yang terbit pada 2001. Bercerita tentang romansa polos antara dua anak SMP, yaitu Juliana Baker dan Bryce Loski, yang bermula dari ketertarikan sepihak Juli pada Bryce di pertemuan pertama di masa kecil mereka, saat Bryce dan keluarganya baru saja pindah ke rumah baru.</p><p style="text-align: justify;">Juli yang periang dan berkemauan kuat, selalu mengikuti Bryce dan menunjukan rasa sukanya secara terang-terangan sejak awal. Namun, hal tersebut tidak disambut dengan antusias yang sama oleh Bryce yang introvert. Bryce yang benci menjadi pusat perhatian tentu selalu berusaha menghindari Juli dan menganggapnya aneh.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu adegan paling menarik adalah pohon sycamore yang menjadi tempat favorit Juli. Bagi Juli, pohon itu bukan sekadar tumbuhan, melainkan simbol keindahan yang tidak bisa dipahami Bryce. Sebelum memanjat pohon itu, Juli hanya melihat dunianya dari satu bagian. Namun, saat berada di puncak pohon, Juli bisa melihat seluruh kota dan matahari terbenam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menyadari bahwa keindahan sejati terletak pada kesatuan alam, bukan sekadar hal-hal kecil di bawahnya, seperti yang dikatakan ayahnya &quot;<em>The whole is more than the sum of its parts</em>&quot; (keseluruhan lebih dari sekadar jumlah bagian-bagiannya).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Momen ketika Juli menolak turun saat pohon itu akan ditebang adalah titik balik karakternya. Kehilangan pohon itu membuat Juli menyadari bahwa orang-orang di sekitarnya termasuk Bryce, yang hanya menonton saat ia menangis di atas pohon, tidak memiliki pemahaman yang sama dengannya.</p><p style="text-align: justify;">Konflik semakin memuncak ketika insiden telur ayam peliharaan Juli terjadi. Bryce, yang dipengaruhi prasangka buruk ayahnya terhadap kebersihan keluarga Juli, membuang telur pemberian Juli secara diam-diam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Juli yang semula memuja Bryce, mulai menyadari bahwa Bryce mungkin hanyalah &quot;potongan bagian&quot; yang tampan, tetapi tidak memiliki &quot;keseluruhan&quot; yang bernilai. Saat Juli mulai menjauh, Bryce justru mulai mengejar karena rasa bersalah dan kekaguman yang baru tumbuh.</p><p style="text-align: justify;">Dinamika tarik ulur inilah yang menjadi inti konflik film ini. Meskipun terkesan sederhana ala cinta monyet remaja, alur film yang menampilkan sudut pandang Juli dan Bryce secara bergantian pada setiap adegan membuat alurnya terasa unik.</p><p style="text-align: justify;">Sudut pandang keduanya benar-benar disorot dengan perspektif berbeda. Sehingga rasa suka Juli yang berani dan Bryce yang tidak bisa berterus terang dapat dipahami dan terasa nyata.</p><p style="text-align: justify;">Hubungan kedua karakter dengan keluarganya juga disorot di film ini, hal itu menunjukan bagaimana karakter seorang anak dibentuk oleh karakter keluarganya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Juli tumbuh menjadi pribadi yang berani karena keluarganya berpikiran terbuka dan memiliki empati tinggi. Sebaliknya, Bryce menjadi pribadi yang takut untuk jujur karena dia tumbuh di keluarga yang terlalu memandang status sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sehingga Bryce yang tumbuh di keluarga seperti itu, memilih bahwa kebohongan untuk menyenangkan orang lain lebih aman untuknya, daripada mengatakan kejujuran yang menyakitkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film <em>Flipped</em> sendiri berlatar tahun 1950-an hingga awal 1960-an. Padahal dalam novelnya, Flipped berlatar sekitar tahun 1990-an.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rob Reiner selaku sutradara sengaja mengubah latar cerita karena ingin menampilkan interaksi tatap muka yang murni tanpa internet ataupun media sosial, sehingga kisah cinta pertama dalam film ini dapat terasa jujur dan polos.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Akting Madeline Carroll (Juli) dan Callan McAuliffe (Bryce) juga patut mendapatkan apresiasi tinggi, keduanya memiliki <em>chemistry</em> yang luar biasa sebagai remaja era 60-an.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Madeline berhasil membawakan karakter Juli yang tidak hanya sekadar agresif, tapi juga tulus, berani, dan penuh rasa ingin tahu. Sedangkan Callan sendiri juga sukses memerankan Bryce si remaja kikuk, tapi memiliki banyak konflik batin yang membuat dinamika keduanya terasa hidup.</p><p style="text-align: justify;"><em>Flipped</em> bukan sekadar drama remaja, ada nilai kehidupan yang dapat diambil. Film ini mengajarkan bahwa dalam menilai seseorang kita perlu melihat secara keseluruhan karakternya, bukan hanya dari tampilan atau status sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Juli sendiri adalah karakter yang percaya diri. Dari dia kita dapat belajar, bahwa tidak masalah diejek dan dianggap berbeda karena memiliki prinsip yang kuat, daripada berbohong hanya agar diterima orang lain.</p><p style="text-align: justify;">Bryce sendiri melakukan banyak kesalahan pada Juli, menjauhinya bahkan membuang telur pemberiannya. Namun daripada hanya mengucapkan kata maaf, Bryce menunjukan aksi nyata dengan menanam kembali bibit pohon sycamore di halaman rumah Juli.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Itu menunjukan permintaan maaf terbaik adalah perubahan perilaku. Seolah tindakan Itu adalah cara Bryce menunjukan kepada Juli &quot;Aku akhirnya mengerti kamu.&quot;</p><p style="text-align: justify;">Dengan alur yang penuh makna, film ini sangat direkomendasikan sebagai salah satu <em>comfort movie</em> yang tidak membosankan untuk ditonton ulang karena ceritanya yang unik, ringan, dan memuaskan dari segi cerita dan <em>character development,</em> sehingga cocok untuk tontonan keluarga dan segala kalangan usia. <strong><em>(nes)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wisuda Gelombang I 2026 Wajib Menggunakan Toga Baru, BPU Unmul: Tidak Ada yang Mendadak </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-i-2026-wajib-menggunakan-toga-baru-bpu-unmul-tidak-ada-yang-mendadak/baca </link>
<guid> wisuda-gelombang-i-2026-wajib-menggunakan-toga-baru-bpu-unmul-tidak-ada-yang-mendadak </guid>
<pubDate> Thu, 05 Mar 2026 09:10:59 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Unmul Store launching desain toga baru yang wajib digunakan Wisudawan Gelombang I 2026, mahasiswa lontarkan sejumlah protes </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-i-2026-wajib-menggunakan-toga-baru-bpu-unmul-tidak-ada-yang-mendadak/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/zXFuIoihCQ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wisuda Gelombang I 2026 Wajib Menggunakan Toga Baru, BPU Unmul: Tidak Ada yang Mendadak</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong> - Unmul mengeluarkan desain toga baru melalui unggahan Instagram @unmulstore, Kamis (19/2) lalu. Disusul unggahan terkait filosofi desain toga dan pengumuman bahwa mahasiswa yang akan wisuda di Gelombang I tahun 2026 wajib menggunakan toga baru tersebut. Namun, hal ini menimbulkan protes mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Pada unggahan Kamis (19/2) yang menampilkan desain toga baru, mahasiswa memenuhi kolom komentar dengan rasa tidak puas terhadap desain terbaru.</p><p style="text-align: justify;">Unmul Store kemudian mengunggah filosofi desain toga, Minggu (1/3) lalu. Disusul pengumuman pembukaan pemesanan toga di hari yang sama. Pemesanan sendiri dilakukan secara langsung di Unmul Store dengan pembayaran penuh di awal.</p><p style="text-align: justify;">Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul juga turut mengeluarkan surat pemberitahuan pada Senin (2/3) lalu yang menyatakan bahwa toga terbaru wajib digunakan pada Wisuda Gelombang I Tahun 2026 dan toga dengan desain lama sudah tidak dapat digunakan pada gelombang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut menimbulkan sejumlah protes, terutama mahasiswa yang akan mengikuti Wisuda Gelombang I Tahun 2026. Tidak hanya soal desain, pasalnya, pengumuman wajib menggunakan toga baru tersebut dikeluarkan hanya dalam rentang sebulan sebelum tanggal wisuda.</p><p style="text-align: justify;">Melalui unggahan surat pemberitahuan di akun Instagram @bpu.unmul, mahasiswa membanjiri kolom komentar dengan mengungkapkan kekecewaan atas pemberitahuan yang mendadak karena beberapa mahasiswa ternyata sudah membeli toga desain lama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa Prodi Sastra Inggris FIB 2022, Andrey Saputra juga menyebut pengumuman tersebut terkesan mendadak karena beberapa mahasiswa lain yang ia kenal sudah membeli toga lama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada teman-teman mahasiswa lain yang sudah beli dari bulan Desember. Kalau dihitung-hitung ini sudah H-sebulan, kenapa baru keluar surat edaran ini?&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (5/2).</p><p style="text-align: justify;">Andrey menilai, hal ini menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme pembuatan aturan yang mengesahkan penggunaan toga baru atau toga lama.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kasihan juga teman-teman yang sudah terlanjur <em>Pre-order</em> (PO) desain sebelumnya. Belum ada kejelasan apakah uang dikembalikan atau bisa ditukar,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Andrey juga menyebut pembelian toga lama kebanyakan dilakukan di Store Mulawarman yang berlokasi di samping Perpustakaan Unmul.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sudah ada teman-teman yang mengecek ke sana dan ternyata tidak bisa langsung refund, harus menunggu dari store yang baru. Nah, itu yang jadi permasalahan besar,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya masalah pengumuman, Andrey turut menyayangkan desain terbaru toga tersebut. Menurutnya, desain Unmul kini <em>downgrade</em>.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Desain sebelumnya lebih bagus, jauh lebih bagus. Dibandingkan sekarang, istilahnya <em>downgrade</em>.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Menurut Andrey, pergantian toga bisa dilakukan, tetapi tetap memperhatikan rentang waktu <em>launching</em>, tidak untuk gelombang sekarang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau mau ganti desain, silakan, tapi untuk gelombang depan,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Hal serupa juga diungkapkan mahasiswa Prodi Sistem Informasi FT 2021, Zaki Fauzan Rabbani yang menyebut semua permasalahan terakumulasi dari desain hingga pengumuman.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya memang karena tidak sepakat dengan desain baru yang ditetapkan tanpa adanya informasi resmi,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (5/2).</p><p style="text-align: justify;">Zaki mengungkap, ia juga mengonfirmasi ke <em>store</em> lama, bahwa Unmul Store menetapkan desain baru tanpa surat atau aturan resmi. Pasalnya, surat baru dibuat pada Senin (2/3) dan hanya ditandatangani Kepala BPU.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Secara keseluruhan memang bermasalah, mulai dari rilis desain baru tanpa aturan, narasi yang mewajibkan dan melarang penggunaan toga lama, hingga tindakan yang terkesan lepas tanggung jawab dan menyalahkan mahasiswa,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Zaki juga mengungkap beberapa mahasiswa yang sudah memesan toga sejak 2025 lalu, kebanyakan mahasiswa yang memang tidak mendapat slot wisuda gelombang IV sehingga seharusnya menggunakan toga tersebut di Gelombang I Tahun 2026.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, Zaki tetap menilai pengumuman wajib menggunakan desain toga baru di Gelombang I Tahun 2026 masih terkesan mepet dan tidak bisa diterapkan begitu saja.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya rasa tetap akan ada penolakan, terutama dari mahasiswa yang toganya sudah lama datang dan tidak memungkinkan untuk <em>refund</em>. Solusi paling baik adalah mengizinkan penggunaan toga lama bagi yang sudah terlanjur memesan,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu Kepala BPU Unmul, Husni Thamrin menyebut pemberitahuan tersebut tidak mendadak karena pihaknya mengeluarkan pemberitahuan sebelum Standar Operasional Prosedur (SOP) Wisuda Gelombang I Tahun 2026 keluar. Ia mengatakan, pihaknya juga sembari berkoordinasi dengan akademik rektorat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Nggak ada yang mendadak. Kalau kami mengeluarkan itu (pemberitahuan) sebelum SOP Wisuda keluar, seharusnya masih nggak mendadak,&rdquo; katanya kepada <em>Sketsa</em> saat ditemui langsung di Kantor BPU Unmul, Rabu (4/3).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, BPU Unmul telah berkoordinasi dengan rektorat terkait penjualan toga desain baru. Karena BPU sendiri merupakan unit yang memang harus mendatangkan keuntungan, salah satunya dari penjualan toga.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami sudah berizin ke rektorat, bahwa &lsquo;oke, silahkan&rsquo; karena memang salah satu unit untuk mendatangkan duit, penjualan toga itu juga nanti duitnya ke Unmul,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Husni juga menyebut tidak ada kebijakan terkait mahasiswa yang sudah membeli toga desain lama karena pembelian tidak dilakukan di store resmi BPU Unmul yang menjadi tempat resmi pembelian dan pengambilan toga. Ia juga memaparkan bahwa seharusnya mahasiswa menunggu SOP Wisuda terbaru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kenapa nggak menunggu informasi resmi, &lsquo;kan SOP wisuda belum dikeluarkan, kenapa mereka sudah berani beli toga? Kami nggak pernah membuka statement boleh menggunakan toga lama,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Di periode pertama ini, Husni melanjutkan, belum ada opsi sewa toga. Jadi, hanya bisa melakukan pembelian karena merupakan produk baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ke depan, nanti ada tiga opsi, yaitu beli, sewa, dan pinjam,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Terkait perubahan desain toga, Husni memaparkan bahwa selama tiga tahun menggunakan vendor penyedia yang sama, BPU melakukan evaluasi. Pasalnya, Husni menerangkan bahwa beberapa dekan melakukan komplain kepada BPU.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dekan-dekan itu selalu komplain, kok toganya tipis, kok kainnya seperti parasut,&rdquo; papar Husni.</p><p style="text-align: justify;">Ia melanjutkan, desain lama diubah di 2026 karena sering menerima komplain dari beberapa dekan. Akhirnya, BPU Unmul melakukan <em>cross</em>&nbsp;<em>check</em> dengan vendor. Namun, tidak bisa lagi menggunakan motif batik Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Motif batiknya nggak bisa kami ulang lagi, jadi kami coba ambil motif batik Samarinda karena kita juga <em>stay</em> di Samarinda, Unmul juga di Samarinda,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Menanggapi rasa tidak puas mahasiswa terhadap desain baru, Husni menilai hal tersebut adalah hal biasa kalau ada sesuatu yang baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Itu kan biasa ya, pasti ada yang bisa menerima ada yang tidak.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Ia memaparkan bahwa dalam desain baru tersebut juga terdapat nilai-nilai tersendiri.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Batiknya kebanggaan warga Samarinda, kenapa kita tolak? Saya kalau antara pro dan kontra, ya biarin lah namanya juga barang baru,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(ner/nza/kna/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menari dalam Bayangan: Bukan Sekadar Album Mental Health dari Hindia </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menari-dalam-bayangan-bukan-sekadar-album-mental-health-dari-hindia/baca </link>
<guid> menari-dalam-bayangan-bukan-sekadar-album-mental-health-dari-hindia </guid>
<pubDate> Fri, 06 Mar 2026 12:01:29 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tujuh tahun setelah dirilis, Menari dalam Bayangan masih terasa relevan sebagai potret kegelisahan generasi Z </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menari-dalam-bayangan-bukan-sekadar-album-mental-health-dari-hindia/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/XN5Xe4TrUN.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menari dalam Bayangan: Bukan Sekadar Album Mental Health dari Hindia</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;">Aku pertama kali mendengar <em>Menari dalam Bayangan</em> pada tahun 2019, saat masih duduk di kelas 1 SMP. Di usia yang bahkan belum sepenuhnya memahami dunia kerja atau relasi dewasa, album ini terasa seperti sesuatu yang terlalu &ldquo;berat&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di tengah arus pop <em>mainstream</em> Indonesia yang saat itu terasa repetitif, karya debut Hindia ini hadir sebagai angin segar.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai album debut, <em>Menari dalam Bayangan</em> bukan sekadar perkenalan. Ia langsung menjadi pernyataan. Bukan hanya kumpulan lagu galau murahan, melainkan potret <em>overthinking</em> generasi yang hidup setengah di dunia nyata, setengah di notifikasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dari situlah mungkin muncul julukan &ldquo;Nabi Gen Z&rdquo;, istilah yang sempat dilontarkan oleh Soleh Solihun. Julukan itu bukan bentuk pengultusan, melainkan penanda bahwa lirik-lirik Hindia terasa seperti ayat kegelisahan generasi digital. Mudah dikutip, mudah dibagikan, dan sering kali terasa terlalu relevan.</p><p style="text-align: justify;">Ia berbicara tentang cinta tanpa dramatisasi berlebihan. Tentang <em>ghosting</em>, perbedaan visi, dan ambisi yang mengalahkan hubungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga berbicara tentang kerja, bukan dalam versi lebay, melainkan <em>burnout</em>, e-mail larut malam, dan pertanyaan eksistensial yang datang diam-diam.</p><p style="text-align: justify;">Secara musikal, album ini <em>groovy</em> namun tidak pernah benar-benar cerah. <em>Beat</em>-nya mengajak kepala mengangguk, tetapi liriknya mengendap lebih lama.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Album dimulai dari bangun tidur dengan tekanan (&ldquo;Evakuasi&rdquo;), lalu aktivitas sehari-hari (&ldquo;Jam Makan Siang&rdquo;, &ldquo;Dehidrasi&rdquo;), menghadapi relasi dan kehilangan (&ldquo;Untuk apa / Untuk apa?&rdquo;).</p><p style="text-align: justify;">Dilanjut dengan, malam panjang yang belum tidur (&ldquo;Belum Tidur&rdquo;), sampai penutup hari dengan afirmasi sebelum esok datang (&ldquo;Evaluasi&rdquo;).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Perpaduan elemen experimental, hip hop, art pop, elektronik, folk, dan balada akustik terasa seimbang tanpa kehilangan identitas popnya.</p><p style="text-align: justify;">Kekuatan terbesar album ini terletak pada keberanian untuk spesifik. Menyebut BCA, approval client, PS4, Nintendo Switch. Detail-detail itu bukan <em>gimmick</em>, melainkan cara Hindia menegaskan bahwa ini bukan puisi abstrak, namun realitas sehari-hari.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menulis dengan bahasa Indonesia sehari-hari, <em>to the point</em>, tetapi tetap tajam. Dalam &ldquo;Untuk Apa / Untuk Apa?&rdquo; dan &ldquo;Jam Makan Siang&rdquo;, kritik terhadap ambisi, kapitalisme dan tekanan keluarga disampaikan lewat gambaran konkret yang mudah dikenali.</p><p style="text-align: justify;">Skit seperti &ldquo;Wejangan Mama&rdquo; dan &ldquo;Voice Note Anggra&rdquo; memperkuat kesan intim. Album ini terasa seperti dokumentasi fase hidup, bukan sekadar produk musik. Di sinilah <em>Menari dalam Bayangan</em> melampaui format album pop biasa dan berubah menjadi arsip generasi.</p><p style="text-align: justify;">Vokal Baskara sendiri berat dan cenderung datar, bahkan kerap dijadikan inside joke sebagai &ldquo;biasa saja&rdquo;. Namun justru ketidaksempurnaan itu yang membuatnya terdengar manusia. Ia tidak terdengar ingin mengesankan, ia terdengar ingin jujur.</p><p style="text-align: justify;">Tujuh tahun setelah rilisnya, album ini masih relevan. Di tengah algoritma yang semakin agresif dan masa depan yang terasa tidak pasti, lagu-lagu seperti &ldquo;Secukupnya&rdquo; dan &ldquo;Evaluasi&rdquo; tetap menjadi pengingat bahwa kegelisahan bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Barangkali dari konsistensi itulah julukan &ldquo;Nabi Gen Z&rdquo; menemukan konteksnya.</p><p style="text-align: justify;">Mendengarkan <em>Menari dalam Bayangan</em> hari ini terasa seperti bertemu teman lama yang dulu membantu memahami diri sendiri. Tidak selalu menawarkan jawaban, tetapi cukup untuk membuat kita merasa tidak sendirian.</p><p style="text-align: justify;"><em>Personal Favorites</em>: &ldquo;Untuk Apa / Untuk Apa?&rdquo;, &ldquo;Evakuasi&rdquo;, &ldquo;Belum Tidur&rdquo;, &ldquo;Jam Makan Siang&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><em>Highlight Tracks</em>: &ldquo;Evaluasi&rdquo;, &ldquo;Dehidrasi&rdquo;, &ldquo;Membasuh&rdquo;, &ldquo;Rumah Ke Rumah&rdquo;, &ldquo;Secukupnya&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><em>Least Favorites</em>: &ldquo;Apapun Yang Terjadi&rdquo;, &ldquo;Besok Mungkin Kita Sampai&rdquo;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Resensi ini ditulis oleh Abimanyu Putra Nugroho, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro FT Unmul 2025</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kavaleri </title>
<link> https://sketsaunmul.co/puisi/kavaleri/baca </link>
<guid> kavaleri </guid>
<pubDate> Sat, 07 Mar 2026 09:38:41 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Namun aku menatap balik sang bayang,
Luka di dada tak memadamkan terang. </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/puisi/kavaleri/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/AeAm2DfWHS.jpeg" />
					</figure>
			                <h1>Kavaleri</h1>
			              </header>
			              <p dir="ltr" style="">Sang hulubalang telah berkumandang,<br>Pertanda penentang kian menjelang.<br>Menunggang kuda, mengusung senjata, Melaju kencang ke medan perang, <br><span>tiba waktunya takdir ditantang.&nbsp;</span><br><span>Di tengah garis peperangan,&nbsp;</span><br><span>kejutan tak terduga jelas terpampang.</span><br><span>Tiba-tiba darah mengalir kencang,&nbsp;</span><br><span>lubang di dada menyisakan kenangan.</span><br><span>Ia tertikam oleh pedang,</span><br><span>hadiah getir dari sang penentang.</span><br><span>Lalu terjatuh dari kuda tunggangan,&nbsp;</span><br><span>tubuhnya rebah, sunyi, terlentang.</span><br><span>Bayang-bayang terus bergentayang,</span><br><span>memutari kepala yang tak kunjung hilang.</span></p><p dir="ltr" style=""><span>Lalu sang bayang berbisik tenang</span><br><span>&quot;Matilah, tinggalkan ragamu dan jangan lagi mencoba membangkang&quot;</span></p><span>Namun aku menatap balik sang bayang,</span><p dir="ltr" style=""><span>Luka di dada tak memadamkan terang.</span></p><span>Lalu aku berkata,</span><p dir="ltr" style=""><span>&ldquo;Aku belum selesai,&rdquo; ucapku pelan,</span><br>&ldquo;Takdirku bukan untuk kau kendalikan.&rdquo;</p><p dir="ltr" style="font-weight: bold;"><span><em>Puisi Ini Ditulis oleh Atika Nur Arianti, mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB Unmul 2025.</em></span></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Unmul Darurat Sampah, Achmad Hafiz Lakukan Kontribusi Meningkatkan Kesadaran Akan Kebersihan Kampus </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-darurat-sampah-achmad-hafiz-lakukan-kontribusi-meningkatkan-kesadaran-akan-kebersihan-kampus/baca </link>
<guid> unmul-darurat-sampah-achmad-hafiz-lakukan-kontribusi-meningkatkan-kesadaran-akan-kebersihan-kampus </guid>
<pubDate> Tue, 10 Mar 2026 01:50:22 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Berangkat dari keprihatinan terhadap sampah yang berserakan di kawasan Unmul, mahasiswa Fakultas Pertanian, Achmad Hafiz, melakukan aksi bersih-bersih secara mandiri </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/unmul-darurat-sampah-achmad-hafiz-lakukan-kontribusi-meningkatkan-kesadaran-akan-kebersihan-kampus/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/gYZ4NtmLxj.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Unmul Darurat Sampah, Achmad Hafiz Lakukan Kontribusi Meningkatkan Kesadaran Akan Kebersihan Kampus</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sebagai mahasiswa sudah sewajarnya memberi contoh kepada banyak pihak, khususnya dalam menjaga kebersihan kampus sendiri. Beberapa pihak ada yang memang sudah bertanggung jawab, tetapi tidak dipungkiri masih banyak yang acuh tak acuh terhadap sampah di sekitar kampus.</p><p style="text-align: justify;">Permasalahan sampah hingga saat ini masih terus dibahas, terutama di lingkungan Unmul yang menjadi spot ternyaman mahasiswa berkumpul mengerjakan tugas dan bersantai. Faktanya, permasalahan sampah bukan hanya di satu titik saja, melainkan beberapa lokasi sekitar Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sampah-masalah-lama-yang-tidak-kunjung-usai-di-fasilitas-unmul/baca" target="_blank">Sampah: Masalah Lama yang Tidak Kunjung Usai di Fasilitas Unmul - Sketsa Universitas Mulawarman</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika hal ini terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya kerusakan lingkungan, melainkan juga mencakup manusia di dalamnya. Oleh karena itu, kesadaran terhadap lingkungan sekitar perlu ditingkatkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kesadaran akan kebersihan di kampus, salah satunya dilakukan oleh seorang mahasiswa Faperta, Achmad Hafiz melalui aksi bersih-bersih yang dikemas dalam bentuk konten <em>reels</em> Instagram. Aksi tersebut ia lakukan di beberapa titik di Unmul yang terjadi penumpukan sampah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Aksi Bersih-Bersih di Taman Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Achmad hafiz beberapa waktu lalu membuat konten bersih-bersih di Instagram pribadinya. Ia telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus, melalui aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan secara mandiri di lingkungan sekitar taman Unmul (tamul).</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan tersebut berawal dari rasa prihatin terhadap sampah-sampah yang berserakan di sekitar lingkungan Unmul. Padahal di beberapa lokasi sudah tersedia tempat sampah, tetapi masih ada saja sampah berserakan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya awalnya cuman lihat-lihat saja kan, kok sampahnya ada masih. Setelah lama-lama semakin banyak, akhirnya langsung eksekusi dan sudah 3 kali kegiatan ini dilakukan,&rdquo; ucapnya saat diwawancarai langsung oleh <em>Sketsa</em>, Sabtu (17/01) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatannya masih berfokus di kawasan Tamul karena menurutnya, area tersebut menjadi salah satu titik yang paling menonjol terkait persoalan sampah di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menegaskan kegiatan yang dilakukan merupakan inisiatif pribadi tanpa adanya program bersama lembaga kampus maupun organisasi kemahasiswaan. Konten kegiatan bersih-bersih tersebut sempat mendapat respon dari pihak Unmul, tetapi belum berlanjut pada kerja sama resmi.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Harapan untuk Mahasiswa Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Meskipun begitu, Hafiz tetap berkomitmen melanjutkan aksinya secara bertahap, namun konsisten. Sembari mengajak dan membuka ruang bagi mahasiswa lain yang ingin bergabung, yang pada akhirnya semua kembali ke diri masing-masing mau atau tidak berkontribusi nyata.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sesuai kesadaran masing-masing saja, kalau misal mahasiswa yang melakukan pembuangan sampah itu ya sadar diri lah masing-masing. Kita sudah mahasiswa, kalau memang masyarakat umum, ya itu kesadaran mereka juga, kembali ke kesadaran masing-masing lah,&rdquo; tegasnya.</p><p style="text-align: justify;">Kepedulian di lingkungan kampus dapat dimulai dari langkah sederhana, tetapi memberi dampak besar jika dilakukan dengan konsisten.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>(afa/mau/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Rahmad Zar'in: Terpilih Menjadi Bagian Timnas Futsal Berkat Kegigihan dan Konsistensinya dalam Dunia Olahraga </title>
<link> https://sketsaunmul.co/sosok/rahmad-zarin-terpilih-menjadi-bagian-timnas-futsal-berkat-kegigihan-dan-konsistensinya-dalam-dunia-olahraga/baca </link>
<guid> rahmad-zarin-terpilih-menjadi-bagian-timnas-futsal-berkat-kegigihan-dan-konsistensinya-dalam-dunia-olahraga </guid>
<pubDate> Wed, 11 Mar 2026 12:05:56 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Mengenal Muhammad Zar'in, mahasiswa Penjaskes FKIP Unmul yang menjadi bagian Timnas Futsal Indonesia yang akan berlaga pada ASEAN Championship 2026 </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/sosok/rahmad-zarin-terpilih-menjadi-bagian-timnas-futsal-berkat-kegigihan-dan-konsistensinya-dalam-dunia-olahraga/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/kc1aHu8AtJ.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Rahmad Zar'in: Terpilih Menjadi Bagian Timnas Futsal Berkat Kegigihan dan Konsistensinya dalam Dunia Olahraga</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Mahasiswa Program Studi Penjaskes FKIP Unmul berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Rahmad Zar&rsquo;in Muttaqin terpilih menjadi bagian Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia yang akan berlaga pada ASEAN Championship 2026.</p><p style="text-align: justify;">Perjalanan Rahmad hingga menembus timnas bukan proses instan. Sejak kecil, ia sebenarnya lebih dahulu mengenal sepak bola sebelum memutuskan terjun ke dunia futsal lebih jauh.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Awalnya saya bermain sepak bola, tetapi mungkin rezekinya bukan di sana. <em>Alhamdulillah</em> rezekinya justru di futsal,&rdquo; ujarnya saat ditemui awak <em>Sketsa</em> pada Senin (2/3) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketertarikannya pada dunia olahraga, khususnya sepak bola dan futsal telah tumbuh sejak usia dini. Dari sana muncul keinginan untuk menjadi pemain profesional dan menekuni karier di bidang tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Kesempatan bergabung dengan Timnas Futsal Indonesia datang melalui pemanggilan seleksi. Rahmad menuturkan bahwa sebelumnya ia aktif bermain di Liga Profesional Indonesia, sehingga performa dan konsistensinya di lapangan kemungkinan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pemanggilan tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seleksinya hanya melalui pemanggilan saja. Sebelumnya saya bermain di Liga Profesional Indonesia, mungkin dari situ permainan dan konsistensi dilihat,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, proses tersebut tidak lepas dari tantangan. Rahmad mengaku harus berjuang menunjukkan performa terbaiknya di setiap pertandingan, terutama saat berhadapan dengan tim-tim besar yang telah memiliki pemain berpengalaman, termasuk mantan pemain timnas.</p><p style="text-align: justify;">Namun, ia mengaku tidak pernah berpikir untuk menyerah. Baginya, kegagalan merupakan bagian dari proses yang harus dilalui dalam perjalanan menuju tujuan yang lebih besar.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya selalu percaya bahwa kegagalan bukan berarti berhenti di situ saja. Saya percaya proses, karena pasti selalu ada tantangan yang lebih besar ke depannya,&rdquo; ungkap Rahmad.</p><p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan karirnya, Rahmad menekankan dukungan dari orang sekitar turut mempengaruhi keberhasilannya.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dukungan sangat penting, terutama dari orang tua, orang terdekat, sahabat, dan pasangan. Kita tidak mungkin sampai di titik ini tanpa doa dari mereka semua,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Menariknya, menjadi bagian dari Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 bukanlah target utama yang sejak awal ia tetapkan. Rahmad menganggap pencapaian tersebut sebagai hasil dari proses panjang yang dijalankannya selama ini.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;<em>Alhamdulillah</em> masih ada senior juga, jadi saya tetap punya target untuk terus berkembang,&rdquo; tambahnya.</p><p style="text-align: justify;">Setelah turnamen ini, Rahmad memiliki harapan untuk terus meningkatkan level permainannya. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk meniti karier futsal di luar negeri jika mendapat kesempatan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kalau bisa bermain di luar negeri tentu akan lebih bagus,&rdquo; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Rahmad juga harus menjalani peran sebagai mahasiswa. Ia mengakui tidak selalu mudah membagi waktu antara latihan, pertandingan, dan perkuliahan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terkadang kalau sudah terlalu lelah, mau tidak mau saya harus kehilangan beberapa perkuliahan,&rdquo; katanya.</p><p style="text-align: justify;">Situasi tersebut bahkan sudah ia alami sejak masa sekolah. Saat duduk di bangku SMA kelas 12, Rahmad mengaku hanya sempat mengikuti pembelajaran sekitar satu bulan pada saat mendekati ujian akhir.</p><p style="text-align: justify;">Meski demikian, prestasi olahraga yang diraihnya sering menjadi pertimbangan bagi pihak sekolah maupun kampus untuk memberikan dispensasi. Ia pernah menjalani latihan selama satu tahun untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) di Medan dan berakhir memuaskan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Alhamdulillah terbayarkan dengan meraih medali emas,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Di kampus, Rahmad juga mendapatkan dukungan dari dosen dan pihak program studi. Ia sempat memperoleh dispensasi lebih dari dua bulan untuk mengikuti kegiatan latihan dan pertandingan bersama tim.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya diberi izin untuk absen, tetapi tetap diberikan tugas,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa di bidang pendidikan jasmani, Rahmad mengaku ilmu yang dipelajari di bangku kuliah turut membantu dalam menjaga performa fisik, seperti pengetahuan mengenai pemanasan dan menjaga kebugaran tubuh.</p><p style="text-align: justify;">Di akhir wawancara, Rahmad menyampaikan pesan bagi mahasiswa maupun atlet muda yang ingin mengikuti jejaknya. Ia menekankan pentingnya kerja keras dan ketekunan dalam menjalani proses.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Untuk pemain yang lebih muda atau seumuran, tetap semangat karena proses tidak ada yang tahu. Terus latihan dan berusaha, karena kami juga memulai dari kesulitan yang sama,&rdquo; pesannya.</p><p style="text-align: justify;">Melalui kesempatan membela Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026, Rahmad berharap dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Saya berharap bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. <em>InsyaAllah</em> perjuangan tidak akan berhenti di sini dan akan terus berusaha ke depannya,&rdquo; tutupnya. <strong><em>(tsr/dtm/rva/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> SOP Wisuda 2026 dan Surat Edaran Terbit, Rektorat Perbolehkan Penggunaan Toga Desain Lama </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sop-wisuda-2026-dan-surat-edaran-terbit-rektorat-perbolehkan-penggunaan-toga-desain-lama/baca </link>
<guid> sop-wisuda-2026-dan-surat-edaran-terbit-rektorat-perbolehkan-penggunaan-toga-desain-lama </guid>
<pubDate> Sat, 14 Mar 2026 12:05:54 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Rektorat berikan kelonggaran terkait penggunaan toga hingga SOP Wisuda yang baru dikeluarkan di pertengahan pendaftaran, WR I menilai hal tersebut tidak menjadi masalah </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sop-wisuda-2026-dan-surat-edaran-terbit-rektorat-perbolehkan-penggunaan-toga-desain-lama/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/NWp2eazPpG.JPG" />
					</figure>
			                <h1>SOP Wisuda 2026 dan Surat Edaran Terbit, Rektorat Perbolehkan Penggunaan Toga Desain Lama</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Rektorat mengeluarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Wisuda 2026 beserta Surat Edaran Penggunaan Toga yang ditandatangani oleh Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Lambang Subagiyo pada Senin (6/3) lalu. Melalui SOP dan surat edaran tersebut, kebijakan memperbolehkan penggunaan toga desain lama bagi yang sudah memiliki masih diperbolehkan, juga membuka opsi sewa dan pinjam yang sebelumnya tidak ada.</p><p style="text-align: justify;">Diwartakan sebelumnya, Badan Pengelola Usaha (BPU) Unmul melalui Surat Pemberitahuan Penggunaan Toga yang dikeluarkan pada Senin (2/3) lalu mewajibkan penggunaan toga desain baru bagi seluruh mahasiswa yang akan mengikuti Wisuda Gelombang I 2026. Hal ini dinilai mendadak oleh mahasiswa karena surat dikeluarkan sebulan sebelum pelaksanaan wisuda.</p><p style="text-align: justify;">Kepala BPU, Husni Thamrin dalam wawancara bersama <em>Sketsa</em> pada Rabu (4/3) lalu menyebut bahwa surat pemberitahuan tersebut tidak mendadak karena dikeluarkan sebelum SOP Wisuda dari Rektorat keluar serta hanya ada opsi &ldquo;Beli&rdquo; toga untuk Wisuda Gelombang I 2026. Mahasiswa pun turut mempertanyakan SOP Wisuda yang tidak kunjung keluar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wisuda-gelombang-i-2026-wajib-menggunakan-toga-baru-bpu-unmul-tidak-ada-yang-mendadak/baca" target="_blank">Wisuda Gelombang I 2026 Wajib Menggunakan Toga Baru, BPU Unmul: Tidak Ada yang Mendadak - Sketsa Universitas Mulawarman</a></p><p style="text-align: justify;">Menanggapi hal tersebut, Lambang menilai bahwa tidak masalah mengeluarkan SOP di tengah pendaftaran karena pelaksanaan wisuda masih lebih dari satu bulan lagi semenjak SOP tersebut dikeluarkan dan tidak ada perubahan signifikan terkait SOP Wisuda dari tahun ke tahun.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Yang menjadi persoalan adalah jika SOP belum ada mendekati waktu wisuda, misalnya kurang dari satu minggu sebelum pelaksanaan,&rdquo; kata Lambang kepada <em>Sketsa</em> melalui telepon WhatsApp, Kamis (13/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, Lambang mengimbau penggunaan toga baru tersebut. Namun, apabila sudah terlanjur membeli toga lama dan tidak bisa ditukar atau dikembalikan, maka diperbolehkan menggunakan toga lama tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Melihat kondisi mahasiswa yang mungkin sudah membeli toga lama, pihak universitas tetap memberikan kelonggaran untuk menggunakan toga model lama pada wisuda kali ini,&rdquo; ujarnya.</p><p style="text-align: justify;">Namun untuk ke depannya, Lambang mengimbau agar semua mahasiswa yang akan mengikuti wisuda gelombang berikutnya menggunakan toga baru.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Periode wisuda berikutnya diharapkan semua mahasiswa sudah menggunakan toga model baru agar seragam dan penyediaannya lebih jelas,&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyebut perubahan model atau desain toga yang diusulkan oleh BPU merupakan bagian dari pembaruan dan inovasi. Sementara itu, mekanisme &ldquo;Lapor Toga&rdquo; yang menjadi syarat registrasi wisuda bertujuan untuk mendata mahasiswa yang sudah memiliki toga dan yang belum.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jadi, pada dasarnya lapor toga hanya untuk keperluan administrasi dan pendataan.&rdquo;</p><p style="text-align: justify;">Lambang juga menilai kebijakan tersebut tidak mendadak dan sudah direncanakan sebelumnya. Namun, Lambang menyebut bahwa kritik terhadap kebijakan baru adalah hal yang wajar.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sebelumnya pun sempat muncul kritik terkait toga yang dianggap kurang disosialisasikan, perubahan kebijakan sering memunculkan berbagai tanggapan dari mahasiswa,&rdquo; pungkasnya. <strong><em>(ner/tsr/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menilik Pengelolaan Sampah Tiap-Tiap Fakultas di Unmul </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-pengelolaan-sampah-tiap-tiap-fakultas-di-unmul/baca </link>
<guid> menilik-pengelolaan-sampah-tiap-tiap-fakultas-di-unmul </guid>
<pubDate> Mon, 16 Mar 2026 13:35:18 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah upaya pengelolaan sampah mulai diterapkan di beberapa fakultas Unmul sebagai langkah mengurangi sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kampus </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/menilik-pengelolaan-sampah-tiap-tiap-fakultas-di-unmul/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ARnIfR87Ql.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menilik Pengelolaan Sampah Tiap-Tiap Fakultas di Unmul</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Saat ini pengelolaan sampah di Unmul mengalami inovasi pada di beberapa fakultas. Mulai penggunaan alat PilahBox di FMIPA hingga program Bank Sampah di Faperta. Langkah ini diambil sebagai upaya pengurangan sampah plastik dan anorganik di lingkungan fakultas.</p><p style="text-align: justify;">Di FMIPA, PilahBox menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan untuk mengurangi sampah plastik, terutama botol plastik yang berserakan di lingkungan fakultas. Alat ini memungkinkan mahasiswa memasukkan sampah plastik ke dalam kotak yang telah disediakan, sekaligus mendapatkan insentif berupa pulsa gratis.</p><p style="text-align: justify;">Salah seorang mahasiswa Program Studi Kimia FMIPA 2025, Patricio Barus mengaku pernah menggunakan alat tersebut dan menilai keberadaannya cukup membantu menjaga kebersihan lingkungan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penggunaan box sampah tersebut sangat mudah, yaitu dengan memasukkan sampah plastik ke dalam lubang yang tersedia di PilahBox. Menurutnya, alat tersebut efektif mengurangi sampah plastik yang berserakan di sekitar FMIPA.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, juga membantu kebersihan, serta adanya imbalan pulsa gratis menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ya, mengurangi sampah plastik yang bertebaran di sekitar FMIPA dan kita mendapatkan pulsa gratis,&rdquo; ujar Patrico saat diwawancara awak <em>Sketsa</em>, &nbsp;Senin (2/2) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Namun, Patricio juga mengungkap kendala pada sistem yang terkadang tidak memberikan pulsa sesuai yang dijanjikan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sistem box sampah mungkin bisa diperbaiki karena kemarin tidak mendapatkan pulsanya,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia berharap, ke depan sosialisasi mengenai penggunaan PilahBox dapat diperbanyak dan sistemnya diperbaiki agar lebih optimal.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbeda dengan FMIPA, ternyata Faperta lebih dulu menjalankan program Bank Sampah dengan konsep &lsquo;Menabung Sampah Bernilai&rsquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Program ini mendorong mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk memilah serta menyetor sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis.</p><p style="text-align: justify;">Salah seorang mahasiswa Agroteknologi Faperta 2024, Andi Muhammad Reza menjelaskan sistem Bank Sampah tersebut menyerupai mekanisme &nbsp;bank &nbsp;pada umumnya. Terlebih lagi, Bank Sampah Faperta ini terbuka untuk umum.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Terbuka bagi masyarakat yang ingin menjual sampah dengan cara membuka buku rekening dan menyetor sampah,&rdquo; jelasnya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (19/2) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Andi melanjutkan, sampah yang disetor akan didata pada buku rekening dan menjadi tabungan sesuai dengan kondisi sampahnya. Tabungan ini dapat ditarik apabila telah mencapai saldo minimal Rp50 ribu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Harga sampah disesuaikan dengan kondisi sampah yang disetor dan uang tabungan dapat ditarik dengan minimal saldo 50 ribu,&rdquo; jelasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menurutnya, program ini penting untuk diterapkan di fakultas sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mengelola sampah di lingkungan kampus.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Penting bagi fakultas, terutama universitas dalam mengelola sampah di lingkup kampus. Tanggung jawab dalam mengelola sampah dapat dimulai dari mahasiswa itu sendiri,&rdquo; terangnya.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menilai bahwa kampanye pemilahan sampah sejak dari sumbernya perlu terus digencarkan dan didukung dengan inovasi alat pengelolaan sampah agar sistem yang sudah berjalan dapat semakin efektif.</p><p><strong>Pengelolaan Sampah di Fakultas Lain</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan keterangan dari tiap mahasiswa di beberapa fakultas, FISIP, FH, FKM, Fahutan, FIB, FKIP, Farmasi, FK, FKG, FT, serta FPIK, sistem pengelolaan sampah masih terbatas pada penyediaan tempat sampah biasa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Meski, beberapa fakultas sudah mencoba memilah sampah organik dan anorganik, tetapi belum ada inovasi mandiri seperti PilahBox atau Bank Sampah.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Seperti di FH, pengelolaan sampah masih bergantung pada kantin yang secara mandiri mengumpulkan botol plastik untuk dijual kembali sebagaimana keterangan salah seorang pengelola kantin FH.</p><p style="text-align: justify;">Mahasiswa pun berharap adanya perbaikan lebih lanjut soal pengelolaan sampah tersebut, mulai dari penyediaan tempat yang memadai hingga aturan pembuangan yang lebih jelas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pengelolaan sampahnya masih bisa lebih baik lagi. Misal, pemisahan sampah atau ada aturan yang lebih jelas soal buang sampah,&rdquo; ungkap Thalita Nur Abdillah, mahasiswa Anak Usia Dini FKIP 2024 pada Minggu (22/02) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sedangkan mahasiswa Kedokteran FK 2025, Maryam Shabrina menyampaikan sampah di fakultasnya terdapat pemilahan tempat sampah, tetapi di beberapa bagian pembuangan sampah masih dicampur.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Dekat gazebo ada tempat sampah organik dan non-organik, selain di situ semuanya tempat sampah campur,&rdquo; sebutnya, Jumat (20/02) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Bahkan, ia mengungkap terkadang sampah yang ada justru dibakar di lingkungan kampus.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Ada satu tempat sepetak buat buang semua sampah di FK dan biasanya itu dibakar (kelihatan karena dekat kantin),&rdquo; lanjutnya.</p><p style="text-align: justify;">Pandangan lain pun muncul dari salah seorang mahasiswa Sastra Inggris FIB, Lucy Natalina Cecilia Sulo.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi ia justru melihat peluang untuk menginisiasi program bank sampah di masa depan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sejauh ini saya rasa dari Ormawa di FIB belum ada yang menginisiasikan hal ini. Namun, saya sebagai mahasiswa yang berorganisasi menjadi tertarik mencoba mengembangkan sistem tersebut,&rdquo; jelasnya pada Senin (23/02) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Berbagai pandangan ini menunjukkan bahwa meski kesadaran mahasiswa mulai tumbuh, sistem pengelolaan sampah di sebagian besar fakultas masih bersifat konvensional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ada yang sekadar mengandalkan petugas kebersihan, ada yang mulai memilah, dan ada pula yang melihat peluang untuk berinovasi. <strong><em>(zie/cau/ela/nza/gya/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tips Poles Akun LinkedIn jadi Lebih Menarik dan Dilirik Rekruter </title>
<link> https://sketsaunmul.co/teknologi/tips-poles-akun-linkedin-jadi-lebih-menarik-dan-dilirik-rekruter/baca </link>
<guid> tips-poles-akun-linkedin-jadi-lebih-menarik-dan-dilirik-rekruter </guid>
<pubDate> Tue, 17 Mar 2026 07:33:36 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Tips poles akun Linkedin untuk tingkatkan personal brandingmu! </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/teknologi/tips-poles-akun-linkedin-jadi-lebih-menarik-dan-dilirik-rekruter/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/ieH4c8W7Zi.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Tips Poles Akun LinkedIn jadi Lebih Menarik dan Dilirik Rekruter</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Di era modern ini, tidak urung kita telah bersahabat dengan berbagai fitur-fitur digital yang ditawarkan kemajuan teknologi. Mulai hiburan, ilmu pengetahuan, hingga menonjolkan kemampuan pribadi dapat dilakukan melalui digital.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya dengan adanya kemudahan tersebut, kita juga mudah membangun <em>personal branding</em>. Banyak aplikasi yang mewadahi seseorang untuk menunjukkan <em>personal branding</em>-nya, seperti LinkedIn.</p><p style="text-align: justify;">LinkedIn merupakan sebuah aplikasi yang mewadahi penggunanya menunjukkan sisi terbaiknya dengan keperluan di dunia pekerjaan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Pada umumnya, pengguna aplikasi tersebut akan menunjukkan pengalaman dan prestasi yang dia dapatkan. Tentunya hal tersebut sangat bermanfaat terutama dalam mencari pekerjaan yang cocok dengan pengalaman yang telah ia dapatkan.</p><p style="text-align: justify;"><em>Platform</em> tersebut juga memudahkan &nbsp;rekruter mengetahui latar belakang calon yang melamar di perusahaannya. Banyak perusahaan ataupun komunitas kini meminta pelamar menyertakan tautan akun Linkedin.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, banyak pekerjaan yang ditawarkan melalui forum tersebut dan para pengguna dapat dengan mudah mencari pekerjaan yang dirasa cocok dengan dirinya melalui aplikasi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Tentunya pengguna harus bersaing dengan pengguna lain jika melamar pekerjaan melalui aplikasi tersebut. Maka dengan begitu, akun pengguna harus dipoles sedemikian rupa agar menarik di mata rekruter.</p><p style="text-align: justify;">Berikut beberapa tips agar akun Linkedin kita menarik dan nyaman dipandang.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Foto Profil dan Latar Belakang Simpel, tetapi Penuh Informasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Ketika membuka akun pengguna LinkedIn, foto profil dan latar belakang menjadi wajah yang menentukan pandangan pertama orang lain. Pemilihan foto profil yang jelas tentu memudahkan rekruter mengenali pemilik akun tersebut. Mengutip <em>Kompas.com</em>, ambilah foto profesional yang menunjukkan wajah lebih dekat.</p><p style="text-align: justify;">Pemilihan latar belakang juga tidak kalah pentingnya, sebaiknya latar belakang dibiarkan polos tak berisi. Selain itu, kita bisa menambahkan informasi-informasi dasar seperti nama, kemampuan, dan alamat email dengan desain yang simpel.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Perhatikan <em>Headline</em> sebagai Informasi Awal</strong></p><p style="text-align: justify;">Setelah melihat foto profilmu yang keren, <em>headline</em> menjadi tahap awal pengenalan diri. Kita bisa menyebut posisi pekerjaan saat ini atau latar belakang diri. Selain itu, pendidikan terakhir juga disebutkan sebagai informasi tambahan.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, poin penting lain yang bisa dimasukan di <em>headline</em> adalah nilai tambahan kita. Contoh nilai plus yang bisa ditambahkan, yakni sertifikasi dari kemampuan yang kita kuasai.</p><p><strong>Isi Bagian &ldquo;<em>About</em>&rdquo;</strong></p><p style="text-align: justify;">Di sini kita bisa isi dengan pengenalan diri secara lebih panjang. Kita bisa menceritakan siapa kita dan pengalaman apa saja yang pernah kita lalui yang tentunya berhubungan dengan <em>personal branding</em>.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kita bisa membagi detailnya menjadi tiga paragraf di mana paragraf pertama berisi tentang garis besar karir atau pengalaman. Paragraf kedua portofolio yang pernah dikerjakan. Paragraf ketiga aspirasi perihal karir.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tambahkan &ldquo;Bukti&rdquo; di Bagian Pengalaman</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada bagian pengalaman, kita bisa menambahkan kegiatan profesional apa saja yang pernah kita lakukan, seperti pengalaman bekerja dan organisasi. Di sini kita bisa menujukkan posisi apa yang pernah kita dapatkan dan deskripsi tanggung jawab dari posisi tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menjadikannya lebih meyakinkan, kita perlu menambahkan dokumentasi dari pengalaman tersebut. Kita bisa menunjukkan <em>link</em>, sertifikat, foto, maupun video sebagai bukti kalau kita pernah berada di posisi tersebut.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Tunjukkan Kompetensi yang Dipelajari pada Edukasi</strong></p><p style="text-align: justify;">Pada bagian edukasi, kita bisa menambahkan pendidikan apa saja yang pernah atau sedang kita lalui. Biasanya pendidikan diisi mulai dari jenjang Sekolah Menengah Akhir (SMA) atau sederajat.</p><p style="text-align: justify;">Untuk menambahkan detail, kita bisa menjelaskan kompetensi teknikal yang kita pelajari selama masa pendidikan. Akan menjadi poin plus jika berhubungan dengan pengalaman karir yang sudah kita lakukan.</p><p><strong>Tambahkan Kolom Jika Diperlukan</strong></p><p style="text-align: justify;">Selain pengalaman dan edukasi, kita bisa menambahkan kolom lain yang sekiranya ingin kita tonjolkan. Contohnya, jika kita banyak pengalaman sukarelawan, kita bisa menambahkan kolom tersendiri sama seperti kolom pengalaman kerja.</p><p style="text-align: justify;">Di situ kita bisa menunjukkan dokumentasi-dokumentasi saat kegiatan sukarelawan yang kita lakukan.</p><p><strong>Unggah Aktivitas</strong></p><p style="text-align: justify;">Sama seperti media sosial, kita bisa mengunggah aktivitas yang kita lakukan di beranda LinkedIn. Bedanya, agar personal branding kita semakin menarik, kita bisa menunjukkan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan kemampuan yang sudah kita sebutkan sebelumnya.</p><p style="text-align: justify;">Nah, itu dia beberapa tips agar akun LinkedIn kamu lebih menarik! Buat kamu yang mahasiswa, masa kuliah bisa jadi kesempatan menambah pengalaman untuk mempercantik akun LinkedIn-mu. Semangat! <strong><em>(myy/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Masalah Berulang, Website Pendaftaran Wisuda Kerap Alami Gangguan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masalah-berulang-website-pendaftaran-wisuda-kerap-alami-gangguan/baca </link>
<guid> masalah-berulang-website-pendaftaran-wisuda-kerap-alami-gangguan </guid>
<pubDate> Wed, 18 Mar 2026 14:19:38 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Sejumlah kendala mewarnai pendaftaran Wisuda Gelombang I 2026 Unmul, mulai dari kebijakan baru, sosialisasi yang dinilai kurang, hingga gangguan teknis pada sistem dan website </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/masalah-berulang-website-pendaftaran-wisuda-kerap-alami-gangguan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/F9OHS5Z0Uh.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Masalah Berulang, Website Pendaftaran Wisuda Kerap Alami Gangguan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -&nbsp;</strong>Memasuki masa pendaftaran Wisuda Gelombang I 2026, beberapa kendala dialami mahasiswa. Mulai dari kebijakan penggunaan toga baru, Standar Operasional Prosedur (SOP) Wisuda yang baru dikeluarkan menjelang minggu terakhir pendaftaran, hingga kendala teknis, seperti Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan <em>website</em> galat yang sudah menjadi permasalahan berulang di beberapa laman akademik Unmul.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Baca: <a href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/sop-wisuda-2026-dan-surat-edaran-terbit-rektorat-perbolehkan-penggunaan-toga-desain-lama/baca" target="_blank">Sketsa Unmul - SOP Wisuda 2026 dan Surat Edaran Terbit, Rektorat Perbolehkan Penggunaan Toga Desain Lama</a>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Terkait <em>website</em>, salah satunya diungkapkan oleh mahasiswa FKIP, Alfredo (bukan nama sebenarnya) mengeluhkan terkait web pendaftaran wisuda. Ia menyebut, tidak adanya penjelasan kepada mahasiswa terkait kendala tersebut serta tanggapan yang kurang memuaskan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Sehingga banyak asumsi dan dugaan yang mencuat ke mana-mana,&rdquo; kata Alfredo kepada <em>Sketsa</em> melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/3) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Alfredo menilai, apabila terdapat gangguan, seharusnya disampaikan ke publik tanpa perlu menunggu web menjadi normal dengan sendirinya. Mengingat waktu pendaftaran tidak panjang dan sejumlah berkas perlu dilengkapi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Senada, mahasiswa FIB, Naju (bukan nama sebenarnya) juga mengaku sempat mengalami kendala <em>login</em> di <em>website</em> pendaftaran wisuda tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Padahal mau lihat status PIN supaya nggak perlu bolak-balik antar web,&rdquo; ungkap Naju melalui pesan WhatsApp, Senin (16/3) lalu.</p><p style="text-align: justify;">Naju melanjutkan, fitur <em>website</em> wisuda sudah lengkap dan memudahkan mahasiswa. Namun, seharusnya bisa lebih stabil karena memegang peran paling krusial di ranah akademik.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Seharusnya lebih stabil dan tidak mudah error,&rdquo; tuturnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, ia mengeluhkan terkait pembaruan syarat pendaftaran, yakni &ldquo;Lapor Toga&rdquo; yang sebelumnya tidak ada.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Masalah pembaruan syarat itu juga kurang sosialisasi ke mahasiswa.&rdquo; tambahnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menjawab berbagai pertanyaan soal <em>website</em> galat, Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Lambang Subagiyo mengungkap hal tersebut merupakan ranah Tim Informasi &amp; Teknologi (IT) Unmul.</p><p style="text-align: justify;">Lambang menyebut, pengelolaan jaringan dan sistem berada di bawah tanggung jawab tim tersebut.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Jika terjadi gangguan seperti masalah internet atau sistem, itu merupakan ranah tim IT,&rdquo; ujarnya kepada <em>Sketsa</em>, Kamis (13/03) lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia menambahkan, pihak universitas dan penyedia layanan memiliki mekanisme penanganan masing-masing, sehingga permasalahan teknis pada website lebih tepat dikonfirmasi kepada tim yang mengelola sistem tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, Lambang juga menjelaskan mengenai PIN pendaftaran wisuda yang menurut sebagian mahasiswa baru keluar di tengah proses pendaftaran.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia mengatakan, penerbitan PIN berkaitan langsung dengan status kelulusan mahasiswa. Mahasiswa harus terlebih dahulu memperoleh Surat Keputusan (SK) Yudisium sebelum PIN pendaftaran wisuda dapat diterbitkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, mahasiswa yang baru menyelesaikan administrasi akademik seperti revisi skripsi atau pengurusan Surat Keterangan Lulus (SKL) kemungkinan akan menerima PIN lebih lambat.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Mahasiswa baru lulus atau belum menyelesaikan administrasi seperti perbaikan skripsi atau pengurusan SKL bisa saja terlambat mendapatkan PIN,&rdquo; jelasnya.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, kapasitas gedung pelaksanaan wisuda juga menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah peserta pada setiap gelombang.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Universitas tidak bisa menampung terlalu banyak peserta dalam satu gelombang karena selain wisudawan, ada orang tua, panitia, dan undangan lainnya,&rdquo; tutupnya.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu perihal <em>website</em> galat, hingga berita ini diterbitkan <em>Sketsa</em> masih mencoba menghubungi pihak Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Unmul guna mendapatkan konfirmasi terkait permasalahan tersebut. <strong><em>(tsr/vpr/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Kecintaan Terhadap Bahasa Lokal yang Menumbuhkan Rasa Bangga Sekaligus Defensif Bagi Knetz </title>
<link> https://sketsaunmul.co/opini/kecintaan-terhadap-bahasa-lokal-yang-menumbuhkan-rasa-bangga-sekaligus-defensif-bagi-knetz/baca </link>
<guid> kecintaan-terhadap-bahasa-lokal-yang-menumbuhkan-rasa-bangga-sekaligus-defensif-bagi-knetz </guid>
<pubDate> Mon, 23 Mar 2026 08:45:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Fenomena Knetz menggunakan hangul di media sosial menunjukkan bahwa kecintaan terhadap bahasa sendiri dapat menjadi kekuatan budaya sekaligus identitas nasional di tengah arus globalisasi </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/opini/kecintaan-terhadap-bahasa-lokal-yang-menumbuhkan-rasa-bangga-sekaligus-defensif-bagi-knetz/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/tTKBgcXALE.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Kecintaan Terhadap Bahasa Lokal yang Menumbuhkan Rasa Bangga Sekaligus Defensif Bagi Knetz</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Di era globalisasi yang ditandai dengan dominasi bahasa Inggris dalam berbagai bidang, sikap masyarakat Korea Selatan yang tetap mempertahankan penggunaan bahasa Korea di ruang publik maupun digital menjadi fenomena yang menarik beberapa waktu lalu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Komunitas pengguna internet Korea yang sering disebut Knetz (Korean netizens) dikenal memiliki kecenderungan kuat untuk menggunakan bahasa Korea dalam berbagai diskusi, komentar, hingga produksi konten. Kecintaan mereka terhadap bahasa sendiri tidak hanya menjadi kebiasaan komunikasi, tetapi juga mencerminkan identitas budaya dan kebanggaan nasional.</p><p style="text-align: justify;">Menurut pandangan saya, sikap Knetz yang mencintai bahasa sendiri merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga representasi sejarah, nilai, dan identitas suatu bangsa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Korea Selatan menunjukkan bagaimana bahasa dapat menjadi bagian penting dalam menjaga jati diri di tengah arus globalisasi. Dengan tetap menggunakan <em>Hangul</em> (Aksara Korea) dalam berbagai platform digital, masyarakat Korea secara tidak langsung menjaga warisan budaya yang telah ada sejak masa Raja Sejong, pencipta sistem tulisan <em>Hangul</em>.</p><p style="text-align: justify;">Salah satu kelebihan dari budaya ini adalah kuatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian bahasa. Banyak negara yang mengalami pergeseran bahasa karena pengaruh globalisasi, terutama melalui media sosial dan budaya populer.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tapi tidak seperti Korea Selatan yang justru mampu mempertahankan penggunaan bahasa Korea bahkan ketika produk budaya mereka seperti K-pop, film, dan drama mendunia. Hal ini menunjukkan bahwa globalisasi tidak selalu diikuti dengan meninggalkan bahasa sendiri. Sebaliknya, bahasa lokal justru dapat menjadi kekuatan budaya yang unik.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, kecintaan Knetz terhadap bahasa Korea juga memperkuat industri budaya mereka. Konten-konten seperti drama, film, dan musik tetap menggunakan bahasa Korea sebagai identitas utama. Keaslian bahasa ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton internasional.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Banyak orang dari berbagai negara mulai tertarik mempelajari bahasa Korea karena sering mendengar atau melihatnya dalam produk budaya populer. Jadi, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi budaya yang memperluas pengaruh Korea di dunia.</p><p style="text-align: justify;">Berdasarkan fenomena tersebut, sikap yang terlalu protektif terhadap bahasa juga memiliki sisi negatif. Dalam beberapa kasus, Knetz dikenal cukup keras dalam mengkritik penggunaan bahasa asing atau penulisan yang dianggap tidak sesuai dengan kaidah bahasa Korea.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Fenomena ini sering disebut sebagai bentuk &ldquo;<em>Policing Language</em>&rdquo;, yaitu kecenderungan masyarakat untuk mengawasi dan mengoreksi penggunaan bahasa orang lain di ruang digital. Jika tidak disikapi secara bijak, hal ini dapat menimbulkan tekanan sosial bagi pengguna internet yang tidak mengikuti standar bahasa yang dianggap benar.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, kecenderungan yang terlalu kuat terhadap penggunaan bahasa lokal juga dapat menciptakan kesan eksklusif dalam komunikasi global. Di dunia internet yang semakin terhubung secara internasional, penggunaan bahasa yang lebih universal sering kali membantu memperluas jangkauan komunikasi.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ketika suatu komunitas terlalu tertutup terhadap bahasa asing, hal ini berpotensi membatasi interaksi dengan masyarakat global. Meskipun demikian, saya melihat bahwa sikap Knetz terhadap bahasa Korea lebih banyak membawa dampak positif daripada negatif.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mereka menunjukkan bahwa globalisasi tidak harus menghilangkan identitas budaya. Justru dengan mempertahankan bahasa sendiri, sebuah bangsa dapat tetap berpartisipasi dalam percaturan global tanpa kehilangan jati dirinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Korea Selatan menjadi contoh bagaimana bahasa dapat menjadi bagian dari kekuatan budaya yang memperkuat identitas nasional sekaligus menarik perhatian dunia. Secara umum, budaya Knetz yang mencintai bahasa sendiri menunjukkan bahwa bahasa dapat menjadi simbol identitas sekaligus kekuatan budaya suatu bangsa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sikap ini membawa dampak positif dalam menjaga warisan budaya, memperkuat identitas nasional, serta mendukung perkembangan industri budaya Korea di tingkat global. Meskipun demikian, kecenderungan yang terlalu protektif terhadap bahasa juga dapat menimbulkan keterbatasan dalam komunikasi global.</p><p style="text-align: justify;">Pada akhirnya, yang terpenting adalah keseimbangan. Mencintai bahasa sendiri adalah hal yang sangat baik, tetapi keterbukaan terhadap bahasa dan budaya lain juga tetap diperlukan. Dengan sikap yang seimbang, masyarakat dapat menjaga identitas budayanya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan dunia yang semakin global.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Budaya Knetz memberikan pelajaran bahwa kebanggaan terhadap bahasa sendiri bukanlah hambatan bagi kemajuan, melainkan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, sikap yang paling ideal adalah menjaga keseimbangan antara kebanggaan terhadap bahasa sendiri dan keterbukaan terhadap bahasa lain. Dengan cara tersebut, suatu masyarakat dapat tetap mempertahankan identitas budayanya tanpa menghambat interaksi dan perkembangan di dunia yang semakin terhubung secara global.</p><p style="text-align: justify;"><strong><em>Opini ini ditulis oleh Anisa Nuraini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unmul 2024.</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Tunggu Aku Sukses Nanti: Lelahnya Berjuang untuk Ekspektasi Orang Lain </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/tunggu-aku-sukses-nanti-lelahnya-berjuang-untuk-ekspektasi-orang-lain/baca </link>
<guid> tunggu-aku-sukses-nanti-lelahnya-berjuang-untuk-ekspektasi-orang-lain </guid>
<pubDate> Wed, 25 Mar 2026 08:22:35 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Dibalut komedi keluarga, Tunggu Aku Sukses Nanti menyoroti realitas yang relate dengan situasi anak muda saat ini: dibandingkan, diremehkan, hingga usaha memenuhi ekspektasi orang lain </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/tunggu-aku-sukses-nanti-lelahnya-berjuang-untuk-ekspektasi-orang-lain/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/Lx5gipvcON.png" />
					</figure>
			                <h1>Tunggu Aku Sukses Nanti: Lelahnya Berjuang untuk Ekspektasi Orang Lain</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA &ndash;</strong> Kumpul keluarga saat lebaran tentu mempererat tali silaturahmi persaudaraan dan untuk saling memaafkan. Meskipun begitu, bagi pemeran utama <em>Tunggu Aku Sukses Nanti</em> (2026), Arga Pratama (Ardit Erwandha) makna lebaran ketambahan dengan omongan tante-tantenya yang &lsquo;mengurusi&rsquo; hidupnya.</p><p style="text-align: justify;">Film yang baru rilis Rabu (18/3) lalu ini membawakan kisah yang <em>relate</em> dengan kebanyakan situasi kehidupan generasi muda saat ini. Dengan bumbu suasana lebaran, Arga digambarkan sebagai anak muda yang kerap diteror dengan pertanyaan &ldquo;Kapan dapat kerja?&rdquo;, juga dibanding-bandingkan dengan pencapaian dan kesuksesan sepupu-sepupunya.</p><p style="text-align: justify;">Film berdurasi satu jam 50 menit ini juga menunjukkan kondisi keluarga inti Arga yang tidak berkecukupan, kalau dibandingkan dengan keluarga lain. Karena itu, tanpa disadari, setiap lebaran selalu mau disuruh ini itu dengan alasan hanya bisa sumbang tenaga. Hal itu yang membuat ego Arga semakin tergores dan ingin menunjukkan kesuksesan di depan keluarga besar.</p><p style="text-align: justify;">Film yang digarap oleh sutradara Naya Anindita ini membawa penonton melihat perjuangan Arga yang berusaha sekuat tenaga keluar dari nasibnya sebagai pengangguran. Belum lagi setelah dirinya mendapat pekerjaan, omongan keluarga besarnya masih saja menghantuinya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Kata-kata lain masih bermunculan, seperti pekerjaan rendahan, hingga belum bisa beli rumah. Hal tersebut membuat Arga semakin merasa diremehkan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menariknya, film ini seakan menunjukkan bahwa tokoh antagonis berasal dari keluarga besar. Akan tetapi, sebenarnya yang harus dilawan Arga adalah ekspektasi terhadap dirinya sendiri. Ia menggantungkan tujuannya bukan untuk diri sendiri, melainkan agar memenuhi ekspektasi orang lain yang tidak ada habisnya.</p><p style="text-align: justify;">Oleh sebab itu, banyak hal yang terlewatkan dari perjuangan yang dia lalui, seperti lupa menghargai diri sendiri, lupa menghargai bantuan sahabatnya, dan merasa selalu berjuang sendiri. Ego membuat dia buta terhadap kepedulian yang justru datang dari tantenya yang paling bawel.</p><p style="text-align: justify;">Sesuai dengan temanya, yakni keluarga dan komedi, film ini juga menyelipkan lelucon-lelucon yang akrab di telinga warga Indonesia sampai menggandeng salah satu komedian terkenal Indonesia, Yono Bakrie.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, film ini juga menggandeng banyak aktor-aktor terkenal lainnya seperti Chandika sebagai teman Arga, Ariyo Wahab sebagai ayah, Lulu Tobbing sebagai Ibu, Niniek L. Karim sebagai nenek, dan Sarah Sechan sebagai Tante Yuli.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, mereka menampilkan kameo dari aktor terkenal, penyanyi kesayangan masyarakat Indonesia, hingga komedian papan atas lainnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Film <em>Tunggu Aku Sukses Nanti</em> membuat penonton melihat bahwa kita perlu menyaring perkataan orang lain terhadap diri kita. Orang lain tidak tahu bagaimana proses yang sudah dilalui.</p><p style="text-align: justify;">Dari perbedaan Arga yang memberi Tunjangan Hari Raya (THR) Rp50 ribu ke sepupu-sepupunya yang masih kecil, lain dengan sepupu lain yang bisa memberi lebih banyak. Maka, kata cukup tidak keluar dari mulut orang lain, tapi dari dalam diri kita sendiri.</p><p style="text-align: justify;">Jadi, tertarik untuk nonton <em>Tunggu Aku Sukses Nanti</em>? <strong><em>(myy/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Cantik Itu Luka: Realitas Luka di Balik Pesona yang Dipuja </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/cantik-itu-luka-realitas-luka-di-balik-pesona-yang-dipuja/baca </link>
<guid> cantik-itu-luka-realitas-luka-di-balik-pesona-yang-dipuja </guid>
<pubDate> Thu, 26 Mar 2026 01:51:14 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Memadukan unsur sejarah, realisme magis, dan kritik sosial dalam satu alur yang kompleks, Cantik Itu Luka ungkap realitas luka yang dialami perempuan dibalik paras cantik </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/cantik-itu-luka-realitas-luka-di-balik-pesona-yang-dipuja/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/wzTmX0dcI2.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Cantik Itu Luka: Realitas Luka di Balik Pesona yang Dipuja</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Novel <em>Cantik Itu Luka</em> karya Eka Kurniawan merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang dikenal luas karena kekuatan cerita dan kedalaman temanya. Novel ini memadukan unsur sejarah, realisme magis, dan kritik sosial dalam satu alur yang kompleks.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Melalui latar kota fiktif Halimunda, penulis menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat dari masa kolonial hingga pasca-kemerdekaan sehingga cerita ini tidak hanya bersifat fiksi, tetapi juga merefleksikan realitas sejarah Indonesia.</p><p style="text-align: justify;">Novel ini dibuka dengan peristiwa tidak lazim, yakni bangkitnya Dewi Ayu dari kuburnya setelah dua puluh satu tahun kematian. Dimulai dari peristiwa tersebut, alur cerita kemudian bergerak mundur untuk mengisahkan kehidupan masa muda Dewi Ayu.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dewi Ayu merupakan perempuan keturunan Belanda yang mengalami berbagai macam penderitaan akibat situasi perang dan penjajahan, termasuk dipaksa menjadi pelacur pada masa pendudukan Jepang.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah itu, kehidupannya terus dipenuhi tragedi yang kemudian turut memengaruhi kehidupan anak-anaknya.</p><p style="text-align: justify;">Dewi Ayu memiliki empat anak perempuan yang bernama Alamanda, Adinda, Maya Dewi, dan anak bungsunya yang dikenal dengan sebutan Si Cantik.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tiga anak pertamanya mewarisi kecantikannya yang luar biasa, namun justru mengalami kehidupan yang penuh penderitaan terutama dalam hubungan percintaan dan berbagai macam kekerasan yang mereka alami.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Hal tersebut membuat Dewi Ayu berharap anak terakhirnya lahir buruk rupa agar tidak mengalami nasib serupa, tetapi ironi tetap hadir dalam perjalanan hidup keluarga tersebut.</p><p style="text-align: justify;">Novel ini tidak hanya fokus pada keluarga Dewi Ayu saja, tetapi melibatkan berbagai tokoh lain yang saling terhubung sehingga membentuk jaringan cerita yang luas dan kompleks.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan, novel ini mengangkat tema utama mengenai kecantikan yang justru menjadi sumber penderitaan.</p><p style="text-align: justify;">Penulis secara kritis menunjukkan bahwa standar kecantikan dalam masyarakat sering kali menempatkan perempuan pada posisi yang rentan terhadap eksploitasi dan kekerasan.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, novel ini juga mengandung kritik terhadap kolonialisme, kekuasaan, dan struktur sosial yang tidak adil.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Penggunaan alur maju-mundur serta banyaknya tokoh membuat cerita terasa padat sekaligus memperkaya sudut pandang pembaca terhadap berbagai peristiwa yang terjadi.</p><p style="text-align: justify;">Dengan demikian, Cantik Itu Luka merupakan karya sastra yang tidak hanya menyajikan cerita yang menarik, tetapi juga mengandung makna yang mendalam.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Novel ini berhasil menggambarkan sisi gelap kehidupan manusia sekaligus memberikan refleksi terhadap kondisi sosial khususnya mengenai posisi perempuan dalam sejarah dan masyarakat. <strong><em>(ell/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Festival Sebagai Tolak Ukur Kualitas Film </title>
<link> https://sketsaunmul.co/hari-besar/festival-sebagai-tolak-ukur-kualitas-film/baca </link>
<guid> festival-sebagai-tolak-ukur-kualitas-film </guid>
<pubDate> Tue, 31 Mar 2026 11:31:44 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Festival film tidak hanya tempat memamerkan karya sinematik, tetapi juga wadah mengembangkan dan mengeksplorasi dunia perfilman </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/hari-besar/festival-sebagai-tolak-ukur-kualitas-film/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/rZyI6ad5y8.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Festival Sebagai Tolak Ukur Kualitas Film</h1>
			              </header>
			              <p class="fr-text-spaced" style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Sekarang ini, festival film semakin menjamur dan menunjukkan eksistensinya. Baik itu festival film lokal, nasional, hingga internasional. Terlebih dengan adanya media sosial, kabar ataupun informasi terkait sebuah festival film makin meluas. Hal ini terlihat dari banyaknya festival film yang dibahas di media sosial.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Beberapa festival film yang bisa dikatakan bergengsi di tingkat internasional, salah satunya <em>Cannes Film Festival</em> di Prancis yang merupakan festival film paling prestisius di dunia. Festival ini menjadi acara yang paling diidamkan para pembuat film karena hanya film-film berkualitas yang bisa tayang di festival ini. Film yang tayang di festival ini memiliki kesempatan besar agar bisa mendapat pengakuan &nbsp;global.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Dikutip dari <em>IDN Times</em>, festival film digelar pertama kali di Monaco pada 1898 untuk mempromosikan film-film lokal yang sedang tayang. Sementara festival film internasional pertama kali dipelopori oleh Menteri Pendidikan Italia pada 1930. Oleh karena itu, <em>Venice International Film Festival</em> kemudian digelar di Venesia pada 1932 dan berpengaruh dalam mempertemukan para sineas di seluruh dunia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Di Indonesia sendiri kita mengenal <em>Jogja-NETPAC Asian Film Festival</em> (JAFF). Festival ini merupakan ajang memperkenalkan karya sinematik Asia ke dunia internasional. Proses kurasinya cukup ketat dan hanya menayangkan film-film berkualitas dengan jenis yang cukup beragam. Festival ini menjadi <em>platform</em> bagi para sineas muda Indonesia menunjukkan karya mereka.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Untuk festival khusus penghargaan film Indonesia, kita mengenal <em>Indonesia Film Festival</em> (IFF). Dikutip dari <em>Sae Creative Media Academy</em>, IFF merupakan festival film terlama di Indonesia. Festival ini merupakan ajang apresiasi berbagai jenis kategori film di Indonesia, seperti film panjang, dokumenter, maupun film pendek. IFF sendiri menjadi parameter kualitas di dalam industri perfilman Indonesia.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Singkatnya, festival film digunakan sebagai media menunjukkan karya sinematik di sebuah negara maupun secara internasional. Namun, pemilihan karya harus melewati kurasi yang cukup ketat terutama pada festival-festival prestisius. Beberapa festival film kemudian menjadi tolak ukur kualitas sebuah film. Oleh karena itu, festival film juga menjadi suatu ajang agar sebuah film bisa mendapatkan pengakuan.</p><p style="text-align: justify;">Festival film tidak hanya tempat memamerkan karya sinematik, tetapi juga wadah mengembangkan dan mengeksplorasi dunia perfilman. Hal ini dilakukan dengan memperkenalkan sebuah film hingga ke masyarakat global, memberikan kesempatan pembuat film baru dan film independen untuk ditayangkan dan dikenalkan kepada khalayak, juga sebagai wadah yang bisa menjadi awal mula kolaborasi para sineas atau pegiat film.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, festival film juga berperan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait film. Film-film yang ditayangkan di dalam sebuah festival biasanya terdiri atas berbagai macam genre, tema, hingga teknik produksi yang berbeda-beda. Hal ini membuat masyarakat penikmat film dapat menyaksikan dan menikmati film-film yang memiliki kesan berbeda dari apa yang biasa tayang di bioskop.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Sebab, film yang ditayangkan untuk komersial biasanya memiliki kesan dan kualitas yang berbeda jauh dengan film-film independen yang mementingkan esensi dari seni itu sendiri. Hal tersebut mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap film-film independen karena film independen biasanya kurang mendapatkan tempat di ranah komersial yang bisa dijangkau lebih banyak masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Selain untuk film itu sendiri dan para pembuatnya, festival-festival film, terutama festival film yang prestisius, juga memiliki dampak ekonomi dan pariwisata. Digelarnya suatu festival film akan membuat masyarakat terutama pecinta film berbondong-bondong untuk hadir. Selain itu, para pelaku produksi film serta para kritikus film juga tidak luput &nbsp;turut meramaikan festival tersebut.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Festival film bukan sekadar acara penayangan film maupun ajang pemberian penghargaan. Lebih jauh, festival film merupakan ajang yang sangat dibutuhkan oleh para sineas.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Mengutip <em>Kompasiana</em>, festival film menjadi tempat para sineas mendapatkan apresiasi, pengakuan, hingga kesempatan berkarya yang lebih luas. Selain itu, festival film juga tidak hanya berpengaruh bagi film itu sendiri, tetapi juga bagi negara tempat ajang prestisius tersebut dilangsungkan. <strong><em>(ner/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Wagub Seno Aji Hadiri Diskusi Publik BEM FISIP Unmul, BEM KM Berikan Kartu Merah </title>
<link> https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wagub-seno-aji-hadiri-diskusi-publik-bem-fisip-unmul-bem-km-berikan-kartu-merah/baca </link>
<guid> wagub-seno-aji-hadiri-diskusi-publik-bem-fisip-unmul-bem-km-berikan-kartu-merah </guid>
<pubDate> Wed, 01 Apr 2026 13:30:15 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Pemprov kaltim hadiri undangan diskusi publik BEM FISIP Unmul, BEM KM Unmul sempat masuk dan memberikan kartu merah kepada Pemprov </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/berita-kampus/wagub-seno-aji-hadiri-diskusi-publik-bem-fisip-unmul-bem-km-berikan-kartu-merah/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/pFLb9vJgGa.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Wagub Seno Aji Hadiri Diskusi Publik BEM FISIP Unmul, BEM KM Berikan Kartu Merah</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA</strong>&nbsp;<strong>-</strong> Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memenuhi undangan diskusi publik yang diselenggarakan BEM FISIP Unmul, Selasa (31/3) lalu di Aula Lantai 4 Rektorat Unmul. BEM KM Unmul sempat masuk dan memberikan kartu merah kepada Pemprov.</p><p style="text-align: justify;">Forum ini menjadi ruang dialog Pemprov dan mahasiswa untuk menguji kesiapan, transparansi, serta arah kebijakan satu tahun kepemimpinan Rudy-Seno tentang implementasi program Gratispol yang telah memunculkan berbagai huru-hara dalam pelaksanaannya.</p><p style="text-align: justify;">Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Seno Aji beserta jajarannya, perwakilan civitas akademika, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Diskusi diawali sambutan Rektor Unmul, Abdunnur. &nbsp;Ia mengapresiasi inisiatif BEM FISIP sebagai &quot;Energi pembangunan Kaltim&quot; dan kehadiran Wagub Seno Aji.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Rektor menyoroti komitmen Pemprov melalui investasi Rp27 miliar untuk kampus, hibah sarana prasarana, SDM, dan penelitian, termasuk konsultan pembangunan gedung FISIP.</p><p style="text-align: justify;">Abdunnur juga mengakui pasti ada ketidaksesuaian harapan terkait program Gratispol yang merupakan satu dari beberapa program Pemprov.</p><p style="text-align: justify;">&quot;Diskusi ini untuk saran dan advice. Jarang pemimpin mau dengar aspirasi kampus langsung,&quot; kata Abdunnur dalam sambutannya, Selasa (31/3).&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Para panelis yang hadir pada diskusi publik kali ini cukup beragam, yakni perwakilan LBH Samarinda, Fadillah Rahmatan Al Kafi. Dihadiri juga Wakil Rektor (WR) I, Lambang Subagiyo dan WR III, Moh. Bahzar.</p><p style="text-align: justify;">Turut menyertai Dekan FISIP Unmul beserta jajaran, &nbsp;Ketua IKA FISIP, dan juga Ketua BEM FISIP Rosa Tri Rahmawati B.</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya jajaran birokrat, diskusi ini turut menghadirkan akademisi FEB Unmul, Hairul Anwar. Juga akademisi FISIP Unmul, Sri Murlianti. Selain itu ada pula Ketua Tim Pengelola Gratispol (TP2G), Prof. Bahari Yusuf, dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov, Dasmiah.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kritik Tajam BEM FISIP Unmul</strong>&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM FISIP Unmul, Rosa Tri Rahmawati B. membuka segmen mahasiswa dengan slogan &quot;Hidup Mahasiswa, Hidup Pendidikan Indonesia.&quot; Ia mengkritik ketidaksiapan Gratispol karena mekanisme manual, data lambat, beban fiskal, dan perbedaan data penerima manfaat Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPJMP).</p><p style="text-align: justify;">Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2024 dirasa telah memberatkan mahasiswa dengan ketentuan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), kelas eksekutif, dan jalur afirmasi. Ia juga menyinggung soal infrastruktur minim di pelosok Kutai Barat (Kubar), Mahakam Ulu.</p><p style="text-align: justify;">Rosa turut menyayangkan juga persoalan media sosial Instagram Gratispol yang dilihatnya jarang ada pembaharuan informasi. Juga terdapat kalimat &quot;gratis tapi ternyata tidak gratis&quot; yang memicu amarah moral mahasiswa.</p><p style="text-align: justify;">Rosa juga mengungkapkan kehadiran Seno Aji sebagai representasi Pemprov dalam diskusi kali ini cukup dipenuhi dinamika.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Pada 22 Februari, BEM FISIP sudah mencoba bersurat dengan penuh dinamika dan tantangan dan akhirnya direspon Pemprov yang hadir diskusi hari ini,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Kemudian, ia juga membahas hasil kajian BEM FISIP soal Gratispol. Mulai dari mekanisme yang manual hingga tidak manual, integrasi data, dan prosesnya sangat lama. Rosa menilai, dari awal program Gratispol belum ada kesiapan dan hanya menambah beban fiskal.</p><p style="text-align: justify;">Oleh karena itu, BEM FISIP telah membuat infografis yang akan diunggah dalam postingan Instagram BEM FISIP terhadap temuan-temuan yang selama ini dikumpulkan mengenai Gratispol.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Paparan Pemprov Kaltim terkait &nbsp;Gratispol</strong></p><p style="text-align: justify;">Dalam pemaparannya, Seno Aji menjelaskan program Gratispol merupakan bagian prioritas kebijakan daerah Kaltim untuk meningkatkan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Program ini dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya, terutama bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya pendidikan,&rdquo; ujarnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menambahkan, implementasi Gratispol dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran dan sistem pendukung.</p><p style="text-align: justify;">Sebelumnya, program beasiswa ini hanya ada untuk mahasiswa angkatan 2025 atau mahasiswa baru, pada saat itu dinamakan program unggulan. Di tahun ini, Pemprov akan memberikan kepada sebanyak 159 ribu mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Menjawab pertanyaan Rosa tentang mengapa ada ketidakselarasan data dari pemerintah dan media, menurutnya, hal ini terjadi karena pihak mereka ternyata bisa menambah jumlah dari awal yang direncanakan.</p><p style="text-align: justify;">Sementara itu terkait program yang tidak sepenuhnya gratis, Kabiro Kesra, Dasmiah memaparkan bahwa batas pembiayaan hanya Rp5 juta karena pihak mereka telah melakukan survei di seluruh perguruan tinggi di kaltim untuk mengecek rata-rata nominal UKT mahasiswa.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Jika nominal UKT melebihi 5jt, maka orang tua dari mahasiswa tersebut tergolong mampu.</p><p style="text-align: justify;">Ia juga menyebut bahwa saat ini Pemprov sedang diperiksa Badan Pemerika Keuangan (BPK), maka harus ada data yang dilampirkan benar uang yang dikeluarkan untuk menerima beasiswa Gratispol.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kemudian, mahasiswa akan diminta untuk mengisi link penyesuaian data sebagai penerima Gratispol,&quot; ungkapnya.</p><p style="text-align: justify;">Selain itu, banyak temuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu dan usia di bawah 25 tahun yang digunakan untuk mengelabui informasi data pada Gratispol.</p><p style="text-align: justify;"><strong>Kartu Merah dari &nbsp;BEM KM Unmul</strong></p><p style="text-align: justify;">Diisela-sela penjelasan Seno Aji, suasana ruangan aula sempat tercipta ketegangan ketika para perwakilan BEM KM Unmul tiba‑tiba memasuki ruangan sembari meneriakkan slogan &ldquo;Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia&rdquo; dengan mengangkat kartu merah serta banyak tulisan yang berisi kritikan terhadap Pemprov Kaltim.</p><p style="text-align: justify;">Massa dari BEM KM saat itu berjalan masuk dan menyampaikan kritik di tengah-tengah aula secara langsung terkait kegagalan kepemimpinan Seno-Aji selama setahun ini.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Situasi sempat memanas saat Ketua BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra mencoba mendominasi forum untuk menyampaikan tuntutan.</p><p style="text-align: justify;">Panitia bersama WR III, Moh. Bahzar, juga beberapa dosen FISIP dan pihak keamanan berhasil mengendalikan keadaan dengan menarik keluar BEM KM Unmul dari ruangan agar diskusi tetap dapat dilanjutkan.</p><p style="text-align: justify;">Presiden BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra menyatakan bahwa pihaknya tidak menolak program, tetapi ingin teknis yang jelas dan transparan.</p><p style="text-align: justify;">&ldquo;Kami tidak menolak program ini, tetapi kami ingin kejelasan teknis dan jaminan bahwa implementasinya tidak menimbulkan ketimpangan baru,&rdquo; tegasnya.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Tidak hanya itu, saat diwawancarai di luar aula, ia menambahkan, alasan hari ini mengeluarkan kartu merah kepada Pemprov Kaltim merupakan sikap acuh tak acuh dari para pejabat daerah tersebut. Hiththan juga menyinggung persoalan tantangan debat yang tidak kunjung direspon dengan baik oleh Pemprov.</p><p style="text-align: justify;">Saat ditanya mengenai pengusiran teman-teman BEM KM Unmul, Hiththan merasakan kekecewaan terbesar karena ia merasa haknya untuk berbicara dan menyampaikan pendapat dibungkam.</p><p style="text-align: justify;">Saat diminta keluar ruangan secara paksa, ia mengaku mereka sempat mendapatkan tindakan represif dari berbagai pihak. Telah disebutkan adanya teriakan dari beberapa petinggi birokrat.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Setelah pengusiran BEM KM Unmul, kondisi beralih membaik. Tetapi, didapati beberapa audiensi memilih <em>walk out</em> pasca BEM KM dikeluarkan dari ruangan. <strong><em>(zie/kai/aya)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
<item>
<title> Menyelami Dunia Anak Melalui Film Na Willa: Penuh Imajinasi Juga Perjuangan </title>
<link> https://sketsaunmul.co/resensi/menyelami-dunia-anak-melalui-film-na-willa-penuh-imajinasi-juga-perjuangan/baca </link>
<guid> menyelami-dunia-anak-melalui-film-na-willa-penuh-imajinasi-juga-perjuangan </guid>
<pubDate> Thu, 02 Apr 2026 07:56:13 +0000 </pubDate>
<author> Sketsa Unmul </author>
<description> Lewat cerita yang hangat dan jujur, Na Willa menghadirkan potret masa kecil yang penuh imajinasi sekaligus perjuangan </description>
<content:encoded>
<![CDATA[
			        <!doctype html>
			        <html lang="en" prefix="op: http://media.facebook.com/op#">
			          <head>
			            <meta charset="utf-8">
			            <link rel="canonical" href="https://sketsaunmul.co/resensi/menyelami-dunia-anak-melalui-film-na-willa-penuh-imajinasi-juga-perjuangan/baca">
			            <meta property="op:markup_version" content="v1.0">
			          </head>
			          <body>
			            <article>
			              <header>
			              	<figure>
					  <img src="https://sketsaunmul.co/upload/post/uMZIex7uIC.jpg" />
					</figure>
			                <h1>Menyelami Dunia Anak Melalui Film Na Willa: Penuh Imajinasi Juga Perjuangan</h1>
			              </header>
			              <p style="text-align: justify;"><strong>SKETSA -</strong> Ada masa ketika gang sempit terasa seperti dunia yang luas. Ketika suara radio dari rumah tetangga bisa menjadi lagu petualangan, dan kios kecil di ujung jalan menyimpan kejutan yang lebih menarik daripada taman bermain mana pun. Masa itu adalah masa kanak-kanak, masa ketika imajinasi membuat dunia terasa lebih hidup dari kenyataan.</p><p style="text-align: justify;">Film <em>Na Willa</em> (2026) yang disutradarai Ryan Adriandhy ini mengajak penonton kembali ke masa kecil yang penuh imajinasi. Film ini bercerita tentang Na Willa (diperankan Luisa Adreena), seorang gadis kecil yang percaya bahwa gang tempat ia tinggal di Surabaya adalah tempat paling menyenangkan di dunia.</p><p style="text-align: justify;">Di gang itu, setiap hari terasa seperti petualangan. Willa bermain bersama teman-temannya, mendengarkan lagu dari radio, dan menemukan hal-hal kecil yang terasa begitu seru. Hal ini biasanya hanya bisa dilihat dan dirasakan oleh anak-anak.</p><p style="text-align: justify;">Namun, seperti kehidupan pada umumnya, dunia kecil Willa tidak selalu berjalan seperti yang ia bayangkan. Ketika salah satu sahabatnya mengalami kecelakaan dan teman-teman bermainnya mulai masuk sekolah, gang yang sebelumnya ramai perlahan terasa sepi. Dunia yang dulu terasa utuh mulai berubah.</p><p style="text-align: justify;">Perubahan itu membuat Willa mengambil keputusan sederhana namun besar bagi seorang anak: Ia ingin ikut sekolah TK agar bisa kembali bermain bersama teman-temannya. Harapannya sederhana, yaitu agar semuanya bisa kembali seperti dulu.</p><p style="text-align: justify;">Sayangnya, dunia sekolah tidak sehangat dunia di gang tempat ia tumbuh. Di sekolah, Willa bertemu dengan aturan-aturan baru, batasan yang belum ia pahami, serta lingkungan yang terasa asing. Di sinilah film mulai memperlihatkan lapisan ceritanya yang lebih dalam.</p><p style="text-align: justify;"><em>Na Willa</em> tidak hanya bercerita tentang masa kecil yang penuh imajinasi, tetapi juga menyinggung beberapa masalah sosial. Salah satunya adalah rasisme. Di sekolah lamanya, Willa pernah diejek oleh teman-temannya dengan sebutan &ldquo;Asu Cino&rdquo;.&nbsp;</p><p style="text-align: justify;">Ejekan itu tentu sangat menyakitkan, apalagi bagi seorang anak kecil yang bahkan belum sepenuhnya mengerti arti dari kata-kata tersebut. Akibat diperlakukan seperti itu, Willa merasa tidak nyaman hingga akhirnya pindah sekolah.</p><p style="text-align: justify;">Film ini juga menampilkan pengalaman pahit lainnya, yaitu ketika seorang guru menuduh Willa berbohong, padahal ia berkata jujur. Momen ini menjadi salah satu adegan yang cukup menyentuh, karena dari sudut pandang anak kecil, tidak dipercaya oleh orang dewasa bisa terasa sangat menyakitkan.</p><p style="text-align: justify;">Di tengah pengalaman-pengalaman itu, ada satu pesan sederhana yang terus diingatkan kepada Willa yaitu jangan berbohong. Dalam film ini, kebohongan dianalogikan seperti kerikil yang masuk ke dalam sepatu yang mana membuat langkah terasa tidak nyaman. Sebuah metafora sederhana, tetapi sangat dekat dengan cara anak-anak memahami dunia.</p><p style="text-align: justify;">Selain isu rasisme dan perundungan, <em>Na Willa</em> juga mengangkat realitas keluarga yang tidak selalu utuh secara fisik. Ayah Willa bekerja sebagai pelaut yang sering berada jauh di laut. Jarak itu membuat Willa bahkan sempat lupa dengan wajah ayahnya.</p><p style="text-align: justify;">Meski berada jauh, &ldquo;Pak&rdquo; tetap hadir dalam kehidupan Willa melalui perhatian dan cara-cara kreatif untuk menunjukkan kasih sayang. Film ini seolah ingin menunjukkan bahwa kehadiran orang tua tidak selalu harus secara fisik, melainkan yang terpenting adalah bagaimana cinta itu tetap terasa.</p><p style="text-align: justify;">Di sisi lain, sosok &ldquo;Mak&rdquo; menjadi figur yang sangat penting dalam kehidupan Willa. Melalui karakter ini, film <em>Na Willa</em> menegaskan satu hal sederhana yakni sekolah pertama bagi seorang anak adalah orang tuanya. Mak menjadi sosok yang memberi bimbingan, perlindungan, sekaligus tempat Willa belajar memahami dunia yang perlahan berubah di sekitarnya.</p><p style="text-align: justify;">Kekuatan <em>Na Willa</em> terletak pada cara film ini bercerita. Alih-alih terasa berat, berbagai isu sosial disampaikan dengan cara yang ringan, jujur, dan apa adanya dalam bentuk persis seperti cara anak-anak melihat dunia. Tidak ada ceramah moral yang terasa dipaksakan. Semua pesan hadir melalui pengalaman Willa.</p><p style="text-align: justify;">Film ini juga mengingatkan bahwa tumbuh besar berarti belajar berdamai dengan perubahan. Dunia yang dulu terasa penuh mungkin suatu hari akan terasa sepi. Teman-teman bisa pergi, aturan baru akan muncul, dan keajaiban masa kecil perlahan berubah bentuk.</p><p style="text-align: justify;">Namun, seperti yang dipelajari Willa, keajaiban itu tidak benar-benar hilang. Ia hanya berpindah tempat.</p><p style="text-align: justify;">Sebagai film keluarga yang hadir di momen Lebaran, <em>Na Willa</em> menawarkan pengalaman menonton yang hangat dan magis. Film ini tidak hanya mengajak anak-anak menikmati petualangan kecil Willa, tetapi juga mengajak orang dewasa untuk kembali melihat dunia dengan rasa kagum yang mana seperti yang pernah kita lakukan ketika masih kecil.</p><p style="text-align: justify;">Setelah menonton <em>Na Willa</em>, mungkin kita akan menyadari satu hal sederhana yakni dunia anak-anak selalu lebih luas daripada yang kita kira. <strong><em>(tsr/mou)</em></strong></p>
			              <footer>
			                
			              </footer>
			            </article>
			          </body>
			        </html>
			    ]]></content:encoded>
</item>
</channel>
</rss>
